Pemanfaatan program siaran televisi pendidikan sekolah TPI sebagai sumber be;ajar proses belajar mengajar fisika oleh guru SMP Negeri di Kotamadya Malang / oleh Betty Marisi Turnip

 

Pengaruh respon musik tempo cepat (allegro) dalam ltihan moderat dan high intensity terhadap sekresi IL-6 pada serum darah tikus jenis Rattus norvegicus strain wistar / Septyaningrum Putri Purwoto

 

ABSTRAK Purwoto, Septyaningrum P. 2015. Pengaruh Respon Musik Tempo Cepat (Allegro) dalam Latihan Moderat dan High Intensity terhadap Sekresi IL-6 pada Serum Darah Tikus Jenis Rattus Norvegicus Strain Wistar. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sugiharto M.S., (II) Hartono, S.Sn., M.Sn. Kata Kunci: latihan moderat, latihan intensitas high intensity, musik tempo cepat (allegro), kadar interleukin-6 (IL-6). Latihan bisa menjadi triger pro inflamasi dan anti inflamasi sebagai pertanda stres. Pro inflamasi sebagai pertanda bahwa stres akibat latihan meningkat, sedangkan antinflamasi pertanda bahwa stres akibat latihan menurun. Latihan dengan diiringi musik merupakan suatu metode untuk menghambat stres akibat latihan, karena selama ini masyarakat memandang bahwa latihan hanya memberikan dampak positif pada tubuh, hal itu dikarenakan masyarakat hanya memandang dari konteks fisik, padahal secara fisiologis latihan bisa menyebabkan stres yang ditandai dengan pro dan anti inflamasi dan musik dapat dijadikan metode untuk menjadikan latihan menjadi hal yang menyenangkankan sebagai penekan stres, sehingga penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh respon musik tempo cepat (allegro) dalam latihan moderat dan high intensity pada salah satu indikator inflamasi yaitu IL-6 pada serum darah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian experimental laboratories, dengan rancangan Random Control Group Posttest-Only Design. Sampel yang digunakan adalah tikus putih jenis rattus norvegicus wistar jantan sebanyak 24 ekor yang dibagi menjadi tiga kelompok (K1, K2 dan K3) secara acak berdasarkan berat badan diberi perlakuan berupa latihan treadmill dengan diiringi musik tempo cepat (allegro) frekuensi latihan 3 kali seminggu selama 10 minggu. K1 kelompok latihan moderat yang diiringi dengan musik tempo cepat (allegro), K2 kelompok latihan high intensity yang diiringi dengan musik tempo cepat (allegro), K3 kelompok kontrol tanpa latihan tapi diputarkan musik. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar IL-6 paling rendah terdapat pada kelompok tikus yang diberi latihan moderat yang diiringi dengan musik tempo cepat (allegro) sebesar 1197,38 pg/ml, dilanjutkan dengan kelompok kontrol yang diiringi musik tempo cepat (allegro) sebesar 1254,88 pg/ml dan kadar IL-6 paling tinggi terdapat pada kelompok tikus yang diberi latihan high intensity yang diiringi dengan musik tempo cepat (allegro) sebesar 1605,50 pg/ml. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan yakni tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara latihan moderat yang diiringi musik tempo cepat (allegro) dan latihan high intensity yang diiringi musik tempo cepat (allegro), tetapi berdasarkan rata-rata terdapat adanya kecenderungan.

Pengaruh penggunaan slide tape terhadap peningkatan minat dan hasil belajar siswa dalam pengajaran biologi di kelas II SMP / oleh Hartatik Sutrisno

 

Kebijakan penugasan kepala sekolah terhadap guru dan kontribusinya terhadap moral kerja guru-guru SMAN di Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah / oleh Siti Arimi

 

Pengembangan paket permainan simulasi bimbingan belajar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa / oleh Abdul Hadis

 

Pengaruh modernitas individu dan pemanfaatan fasilitas perpustakaan di sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMA Negeri 3 Malang / Novia Dwi Kristiani

 

ABSTRAK Kristiani, Novia Dwi. 2015. Pengaruh Modernitas Individu Dan Pemanfaatan Fasilitas Perpustakaan di Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS di SMA Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. A. Ali Wafa, M.Pd (II) Thomas Soseco, S.E, M.Sc Kata Kunci: Modernitas Individu, Pemanfaatan Fasilitas Perpustakaan di Sekolah, dan Hasil Belajar. Pendidikan tidak terlepas dari kegiatan belajar mengajar. Belajar merupakan suatu proses yang dilakukan oleh peserta didik untuk mencapai sesuatu yang diinginkan yaitu hasil belajar yang memuaskan. Modernitas Individu dan Pemanfaatan Fasilitas Perpustakaan di Sekolah merupakan faktor-faktor pendukung hasil belajar. Modernitas Individu yang tinggi dan Pemanfaatan Fasilitas Perpustakaan di Sekolah yang baik diperlukan untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh modernitas individu terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMAN 3 Malang, (2) pengaruh pemanfaatan fasilitas perpustakaan di sekolah terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMAN 3 Malang, (3) pengaruh modernitas individu dan pemanfaatan fasilitas perpustakaan di sekolah terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMAN 3 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS di SMAN 3 Malang yang berjumlah 41. Sampel diambil sebanyak 34 siswa menggunakan sampel (teknik sampling) Nonprobability Sampling dengan Sampling Jenuh. Pengumpulan data dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Data dianalisis dengan bantuan SPSS 16.00 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) modernitas individu (X1) terhadap hasil belajar (Y) diperoleh nilai signifikansi t sebesar (0,000) lebih kecil dari signifikansi alpha (0,05), berarti modernitas individu berpengaruh terhadap hasil belajar. (2) pengaruh pemanfaatan fasilitas perpustakaan di sekolah (X2) terhadap hasil belajar (Y) diperoleh nilai signifikansi t sebesar (0,021) lebih kecil dari signifikansi alpha (0,05), berarti pemanfaatan fasilitas perpustakaan di sekolah berpengaruh terhadap hasil belajar. (3) pengaruh modernitas individu dan pemanfaatan fasilitas perpustakaan di sekolah terhadap hasil belajar diperoleh signifikansi F pada uji simultan (Anova) sebesar (0,000) lebih kecil dari signifikansi alpha (0,05), berarti modernitas individu dan pemanfaatan fasilitas perpustakaan di sekolah secara bersama-sama berpengaruh terhadap hasil belajar. Saran yang diajukan adalah (1) Disarankan untuk pendidik agar membantu siswa dalam memperluas pengetahuan dan wawasan yang positif dalam hal pendidikan , (2) Siswa sebaiknya dapat berpikiran terbuka dan mandiri dalam hal belajar dan memanfaatkan perpustakaan dengan baik, (3) Penulis lain hendaknya meneliti variabel lain yang mempengaruhi hasil belajar di luar variabel modernitas individu dan pemanfaatan fasilitas perpustakaan di sekolah.

Pemberian pensintesis dalam pengajaran dan pengaruhnya terhadap perolehan belajar, retensi, dan motivasi / Dwi Agus Sudjimat

 

Pengembangan modul pembelajaran untuk penguasaan matakuliah praktikum penggunaan komputer dalam sistem tenaga listrik di Jurusan Teknik Elektro FT UM / Sobirin Abdianzah

 

ABSTRAK Abdianzah, Sobirin. 2016. Pengembangan Modul Pembelajaran untuk Penguasaan Matakuliah Praktikum Penggunaan Komputer dalam Sistem Tenaga Listrik di Jurusan Teknik Elektro FT UM, Pembimbing (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd (2) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. Kata kunci : Electrical Transien and Program (ETAP), modul, teknik elektro Berdasarkan proses pembelajaran yang terjadi pada kelas S1 PTE 2012 saat pembelajaran penggunaan komputer dalam sistem tenaga memiliki permasalahan sebagai berikut: (1) Mahasiswa cenderung mengalami kesulitan saat melakukan perhitungan manual sistem tenaga listrik, (2) Peranan software ETAP sebagai sarana untuk membantu mahasiswa melakukan analisis perhitungan sistem tenaga masih belum sepenuhnya dipahami oleh mahasiswa, (3) Pengoperasian dan pengenalan fitur ETAP hanya terbatas pada bagaimana membuat aliran daya sederhana dalam ETAP, (4) Kurangnya pedoman yang menunjang mahasiswa untuk belajar secara mandiri dan aktif, (5) Tidak ada modul yang menunjang untuk mempelajari pemodelan sistem tenaga listrik. Tujuan dari pembuatan “Modul Matakuliah Penggunaan Komputer dalam Sistem Tenaga” ini adalah: (1) Diharapkan modul pembelajaran praktikum PKDST telah memenuhi kriteria pendekatan berbasis masalah, (2) Modul pembelajaran memiliki karakteristik user friendly, sehingga memiliki nilai tersendiri agar terlihat menarik dan mudah untuk dipahami oleh mahasiswa, (3) penguasaan materi analisis sistem tenaga berbasis ETAP 7.00, diharapkan modul pembelajaran yang telah penulis buat ini layak dan bisa dipakai oleh mahasiswa S1 PTE FT UM. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari langkah-langkah pengembangan ADDIE, dengan sedikit modifikasi. Seluruh proses pengembangan terbagi dalam 5 langkah, yakni: (1) Analisis kebutuhan; (2) Perencanaan media, (3) Pengembangan produk; (4) Implementasi; (5) Evaluasi. Berdasarkan hasil uji coba, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) validasi ahli media memperoleh persentase 89,3%, (2) ahli materi memperoleh persentase sebesar 83,3%, (3) uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 86,7%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Modul Matakuliah Penggunaan Komputer dalam Sistem Tenaga Berbasis ETAP” di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.

Analisis tingkah laku sebagai teknik bimbingan untuk mengubah off-task behavior siswa sekolah dasar / oleh Edy Legowo

 

Penggunaan metode SAVI (Somatis, Auditory, Visual, Intelektual) untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi bebas siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang / Dewi Masitoh Muiz

 

ABSTRAK Muiz, Dewi, Masitoh. 2015. Penggunaan Metode SAVI (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Bebas Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd., ( II) Dra. Ida Lestari, M.Si. Kata Kunci: keterampilan menulis puisi, metode SAVI, pembelajaran sastra Menulis puisi merupakan bagian dari penulisan kreatif sastra dan menjadi salah satu kompetensi yang diajarkan dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Akan tetapi, pada kurikulum 2013 pembelajaran menulis puisi tidak tercantum secara eksplisit, bahkan bisa dikatakan bahwa Kurikulum 2013 “kering sastra”. Realitas tersebut disiasati oleh guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia dengan menyisipkan pembelajaran menulis puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia sebagai tugas pengayaan dan diintegrasikan ke dalam kompetensi bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013. Hasil studi pendahuluan menunjukkan rendahnya minat siswa dalam pembelajaran dan kualitas produk puisi siswa. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan rendahnya perolehan nilai siswa dan persentase ketuntasan siswa yang hanya mencapai 43% dari jumlah siswa secara keseluruhan. Berdasarkan realitas tersebut peneliti berinisiatif untuk merancang inovasi pembelajaran yang menarik untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi bebas siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang dengan mengambil fokus subjek siswa kelas VIII-B. Kegiatan pembelajaran menulis puisi bebas dijadikan sebagai tugas pengayaan dan diintegrasikan ke dalam kompetensi menyusun teks prosedur kelas VIII pada Kurikulum 2013. Alasan dipilihnya subjek penelitian berupa siswa kelas VIII-B meliputi (1) berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia, diketahui bahwa tingkat kemampuan siswa dalam pembelajaran di kelas tersebut seimbang antara siswa berkategori Baik dengan siswa berkategori Cukup, (2) terdapat dua siswa baru dalam kelas tersebut yang pada saat dilakukan studi pendahuluan kedua siswa yang bersangkutan belum menjadi subjek pengamatan, (3) rekomendasi dari guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas tersebut, dan (4) intensitas pembelajaran sastra yang disisipkan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesa di kelas tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang lain. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini meliputi (1) bagaimanakah peningkatan kualitas proses menulis puisi bebas siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang dengan menggunakan metode SAVI? dan (2) bagaimanakah peningkatan kualitas hasil menulis puisi bebas siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang dengan menggunakan metode SAVI? Berdasarkan rumusan masalah tersebut dapat diketahui adanya dua fokus sasaran penelitian, yakni peningkatan kualitas proses dan hasil menulis puisi bebas dengan menggunakan metode SAVI. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut. Pertama, apabila dilihat dari perolehan nilai rata-rata pada studi pendahuluan, dapat diketahui adanya peningkatan yang cukup signifikan dengan nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus I dan II. Pada studi pendahuluan, nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 67.7, sedangkan pada siklus I sebesar 73.5, dan pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 84.7. Kedua, pada tahap pramenulis, besarnya siswa dengan kriteria SB pada siklus I sebanyak 12 siswa (41.4%). Jumlah tersebut meningkat pada siklus II menjadi 15 siswa (55%) dan tidak ada sama sekali siswa yang memeroleh skor 1. Ketiga, pada tahap menulis, Besarnya siswa dengan kriteria SB pada siklus I sebanyak 9 siswa (31%). Jumlah tersebut meningkat sebesar 28.25% pada siklus II menjadi 16 siswa (59.25%). Adapun untuk tahap pascamenulis dengan kegiatan penyuntingan dan revisi hanya terlaksana pada siklus I sehingga hanya ada satu data skor yang diperoleh pada tahap tersebut. Keempat, peningkatan pada masing-masing aspek juga dapat dilihat dari rata-rata skor yang diperoleh siswa meliputi (1) aspek diksi meningkat sebesar 0.39 poin. Jika pada siklus I rata-rata skor siswa sebesar 2.72, maka pada siklus II rata-rata skor tersebut naik menjadi 3.11, (2) aspek pengimajian meningkat sebesar 0.12 poin. Jika pada siklus I rata-rata skor siswa sebesar 3.65, maka pada siklus II rata-rata skor tersebut naik menjadi 3.77, (3) aspek rima meningkat sebesar 0.45 poin. Jika pada siklus I rata-rata skor siswa sebesar 2.62, maka pada siklus II rata-rata skor tersebut naik menjadi 3.07, (4) aspek majas meningkat sebesar 0.46 poin. Jika pada siklus I rata-rata skor siswa sebesar 2.72, maka pada siklus II rata-rata skor tersebut naik menjadi 3.18, dan (5) aspek judul meningkat sebesar 0.41 poin. Jika pada siklus I rata-rata skor siswa sebesar 3.03, maka pada siklus II rata-rata skor tersebut naik menjadi 3.44. Secara keseluruhan, pemilihan metode atau strategi pembelajaran hendaknya sangat diperhatikan dengan menyesuaikan karakteristik siswa dan minat siswa terhadap pembelajaran. Penggunaan metode SAVI dapat menjadi salah satu inovasi pembelajaran yang dapat dipilih guru untuk meningkatkan kemampuan dan minat siswa dalam menulis puisi bebas dengan mengalami langsung fokus objek yang dipilih.

Kajian nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam serat Wedhatama dan sumbangannya bagi landasan budaya bimbingan dan konseling / oleh Soetarno

 

Kemampuan tenaga pendamping masyarakat dalam memfasilitasi program gerdu-taskin di wilayah Kota Malang : studi kasus Program Gerdu-taskin di Kota Malang / oleh Agung Prasetyo

 

Peningkatan keterampilan passing bawah bola voli menggunakan model bermain dengan memanfaatkan tutor sebaya (peer learning) siswa kelas X Teknik Otomasi Industri SMK PGRI Singosari / Akhmad Catur A.

 

Kata kunci: Peningkatan, Keterampilan, Passing Bawah Bolavoli, Tutor Sebaya, Pendekatan Bermain. Passing bawah bolavoli dalam penjas disebutkan pada Kompetensi Dasar 1.1 “Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**)”. Hasil praktek pembelajaran Penjas di SMK PGRI Singosari belum maksimal, hal ini dapat dilihat dari hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa penguasaan keterampilan passing bawah bolavoli siswa kelas X Teknik Otomasi Industri ternyata kesalahan yang muncul adalah pada perkenaan bola (impact) dan proses pembelajaran yang membosankan. Jumlah siswa kelas X TOI ini adalah 22 siswa, dari dari 22 siswa 7 (32%) siswa salah dalam melakukan kuda-kuda kaki, 6 (27%) siswa salah dalam melakukan Sikap Badan, 10 (45%) siswa salah dalam melakukan perkenaan bola (impact) dan 9 (41%) siswa salah dalam melakukan sasaran/arah bola. Oleh karena itu perlu adanya penyampaian materi dengan metode baru yaitu menggunakan model bermain dengan memanfaatkan tutor sebaya (peer learning) yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Penjas. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan passing bawah bolavoli siswa kelas X TOI di SMK PGRI Singosari menggunakan model bermain dengan memanfaatkan tutor sebaya (peer learning). Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 22 siswa kelas X TOI SMK PGRI Singosari. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengamatan. Hasil penelitian ini terbukti meningkatkan keterampilan siswa dari tiap pertemuan. hasil observasi awal (pree-test I) dari keempat aspek keterampilan passing bawah bolavoli yang dinilai dengan jumlah skor 88 dari 22 siswa mendapatkan hasil/skor 56 dengan jumlah persentase 64%, pada hasil pelaksanaan siklus I (post-test I) dari keempat aspek keterampilan passing bawah bolavoli yang dinilai dengan jumlah skor 88 dari 22 siswa mendapatkan hasil/skor 74 dengan jumlah persentase 84%. pada hasil pelaksanaan siklus II (post-test II) dari keempat aspek keterampilan passing bawah bolavoli yang dinilai dengan jumlah skor 88 dari 22 siswa mendapatkan hasil/skor 86 dengan jumlah persentase 98%, dan suasana akademik yaitu Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) tercipta dengan adanya siswa yang merasa senang dengan metode pembelajaran dan model permainan yang diberikan Peneliti menyimpulkan bahwa model bermain dengan memanfaatkan tutor sebaya (peer learning) dapat meningkatkan keterampilan passing bawah bolavoli pada siswa kelas X TOI SMK PGRI Singosari. Dan memberi saran bagi guru penelitian ini bermanfaat sebagai pedoman mengajar dalam memberikan materi passing bawah bolavoli dan bagi sekolah dapat dimanfaatkan dalam mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan, dan bagi peneliti penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber referensi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian.

Penerapan media flipchart untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V tema 7 subtema 2 SDN Pisangcandi 1 Kecamatan Sukun Kota Malang / Azza Balqis Suroyya

 

ABSTRAK Suroyya, Azza Balqis. 2016. Penerapan Media Flipchart untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas V Tema 7 Subtema 2 SDN Pisangcandi 1 Kecamatan Sukun Kota Malang.Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Murtingsih, M.Pd., (II) Prof.Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd. Kata Kunci:Media Flipchart, Aktivitas, Hasil Belajar Fakta di lapangan ditemukan bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VA SDN Pisangcandi 1 Kecamatan Sukun Kota Malang masih rendah. Selama kegiatan pembelajaran guru belum menggunakan media pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, peneliti menggunakan media flipchart pada tema 7 Sejarah Peradaban Indonesia Subtema 2 Peninggalan-peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia. Media flipchart merupakan lembaran kertas manila berisi bahan/ materi pelajaran yang berukuran 60 cmx 80 cm. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif – kualitatif dan jenis rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, tes dan wawancara. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pedoman observasi aktivitas siswa dan guru, lembar pedoman wawancara, dokumentasi foto dan tes. Analisis data penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaguru telah menerapkan media flipchart sebesar 93,75padasiklus I danpadasiklus II meningkatmenjadi 100. Peningkatanaktivitassiswadiperoleh rata-rata padasiklus I yaitu 74,7 dan meningkat padasiklus II menjadi 82,2. Peningkatanhasilbelajarsiswadiperoleh rata-rata padasiklus I sebesar 77,25. Melaluiperbaikanpada media flipchart, siklusII mengalamipeningkatan hasilbelajarsiswa 88,6. Peningkatan aktivitas dan hasil belajar ini berhasil dikarenakan guru telah menerapkan media flipchart dalam pembelajaran tematik. Meningkatnya aktivitas siswa terlihat pada aktivitas visual, lisan, menulis dan motorik. Berkenaan dengan itu, hasil belajar siswa juga meningkat sesuai dengan aktivitas belajarnya. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa media flipchart dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Pisangcandi 1 Kecamatan Sukun Kota Malang.Dari hasil penelitian ini, kepala sekolah diharapkan dapat memberikan sosialisasi kepada guru untuk menggunakan media flipchart dalam pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini, siswa mempunyai semangat dan antusias yang tinggi akibatnya sikap siswa kurang dapat dikendalikan oleh peneliti. Penerapan media flipchart ini dapat dijadikan dasar sebagai penelitian lanjut dengan mempertimbangkan pemilihan kegiatan.

Sumbangan kompetensi tutor dan motivasi belajar terhadap keberhasilan warga belajar program kejar paket B di Kodia Semarang Jawa Tengah / oleh Khomsun Nurhalim

 

Studi komparatif pengungkapan corporate social responsibility perbankan syariah Indonesia dan Malaysia dalam -perspektif shariah enterprise theory / Devy Krisnawati

 

ABSTRAK Krisnawati, Devy. 2016. Studi Komparasi Pengungkapan Corporate Social Responsbility Perbankan Syariah Indonesia dan Malaysia dalam Perspektif Syariah Enterprise Theory. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak., CA., CMA, (II) Sriyani Mentari, S.Pd., M.M. Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, Shariah Enterprise Theory, bank syariah Tuntutan masyarakat akibat ketimpangan sosial menjadikan tanggungjawab institusi bergeser hingga ranah sosial. Berbagai regulasi diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk mewajibkan maupun memberi arahan pelaksanaan Corporate Social Responsibility. Sebagai lembaga keuangan Islam, bank syariah harus melaksanakan Corporate Social Responsibility dengan berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan pelaksanaan Corporate Social Responsibility bank syariah di Indonesia dan Malaysian berdasarkan Shariah Enterprise Theory. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi atas dua kelompok sampel. Penelitian dilakukan terhadap 10 bank syariah yang terdaftar pada Bank Indonesia dan 6 bank syariah yang terdaftar pada Bank Negara Malaysia tahun 2012-2014. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan tahunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan scoring untuk mengetahui tingkat pengungkapan dari 47 item. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengungkapan CSR bank syariah di Indonesia lebih tinggi daripada di Malaysia. Meskipun demikian tidak ada satupun bank syariah di Indonesia maupun Malaysia yang mengungkapkan CSR secara penuh. Namun dimensi vertikal telah dilaporkan penuh oleh bank syariah Malaysia. Aktivitas sosial bank syariah Indonesia sebagian besar bersifat keberlanjutan, sementara di Malaysia lebih bersifat sumbangan. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan tidak ada perbedaan secara signifikan antara pengungkapan CSR bank syariah di Indonesia dan Malaysia. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah rentang waktu dan media pelaporan yang diteliti sehingga data yang diperoleh lebih lengkap dan mendalam.  

Hubungan antara proses pengelolaan pengajaran dan pelibatan personel dengan hasil belajar siswa dalam pengajaran tatabusana pada SMKK Negeri di Jawa Timur / oleh Yetty R. Pangaribuan

 

Analisis kesulitan-kesulitan guru kelas V sekolah dasar dalam menerapkan penilaian autentik kurikulum 2013 di Gugus 3 Kecamatan Lowokwaru / Dewi Nur Rohmah

 

ABSTRAK Rohmah, Dewi Nur. 2016. Analisis Kesulitan-Kesulitan Guru Sekolah Dasar dalam Menerapkan Penilaian Autentik Kurikulum 2013 di Gugus 3 Kecamatan Lowokwaru Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Nawawi, M. Si, (II) Dr. Suharjo M.S, M.A. Kata Kunci : kesulitan guru, penilaian autentik, SDN Gugus 3 Lowokwaru Dalam proses pembelajaran, hal pokok yang menjadi tolak ukur dari keberhasilan dilihat pada pelaksanaan penilaiannya. Penilaian autentik mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar siswa secara menyeluruh. Namun, fakta dilapangan menunjukkan banyak sekali kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh guru-guru dalam melaksanakan penilaian autentik sesuai prosedur yang diharapkan. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai kesulitan-kesulitan guru dalam menerapkan penilaian autentik Kurikulum 2013. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab masalah-masalah berikut; 1) pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran; 2) kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan penilaian autentik; dan 3) upaya guru dalam mengatasi kesulitan yang belum terselesaikan dalam menerapkan penilaian autentik. Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif ini menghasilkan simpulan sebagai berikut; 1) pelaksanaan penilaian autentik menggunkaan berbagai teknik yaitu, observasi, penilaian diri, penilaian antar-teman, tes tulis, tes lisan, penugasan, dan unjuk kerja, 2) kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru-guru kelas V dalam menerapkan penilaian autentik yakni guru kekurangan waktu, kurangnya pemahaman guru terhadap penilaian autentik, kesulitan guru dalam menyususun soal pada aspek kognitif, guru kurang bervariasi, guru kurang memahami penialain autentik, terlalu banyak teknik dalam penialain autentik, jumlah siswa yang terlalu banyak dan karakter siswa yang berbeda-beda, 3) upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan dalam menerapkan penilaian autentik antara lain; mengefisienkan pelaksanaan penilaian, merangsang konsentrasi siswa dalam pembelajaran, melakukan pendekatan kepada orang tua siswa, dan mengikuti kegiatan KKG. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menawarkan saran, diantaranya; 1) bagi guru diharapkan untuk selalu menggunakan berbagai teknik yang sesuai dengan karakter yang terdapat pada penilaian autentik, 2) bagi sekolah hendaknya untuk lebih meningkatkan lagi kegiatan-kegitan yang dapat mengatasi kesulitan-kesulitan guru dalam menerapkan penilaian autentik, 3) bagi pihak terkait, diharapkan kepada kepala dinas, pengawas, kepala sekolah, dan guru-guru untuk saling andil dan mampu bekerja sama dalam upaya mengatasi kesulitan-kesulitan guru dalam melaksanakan penilaian autentik.

Pembelajaran tutorial luas daerah bangun geometri dengan komputer / oleh Soebari

 

Perbandingan pengaruh model pembelajaran TGT dan STAD terhadap hasil belajar mata pelajaran pemrograman WEB siswa kelas X SMK Negeri 12 Malang / Khairur Rosyidi

 

ABSTRAK Rosyidi, Khairur. 2016. Perbandingan Pengaruh Model PembelajaranTGT Dan STADTerhadap Hasil BelajarMata Pelajaran Pemrograman WebSiswa Kelas X SMK Negeri 12 Malang. Skripsi, Jurusan TeknikElektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Hary Suswanto, S.T., M.T. (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Kata kunci: Team Games Tournament, Student Team Achievement Division, hasil belajar Untuk meningkatkan mutu dan hasil belajar dalam pengajaran seorang guru dituntut supaya menguasai dan menerapkan berbagai strategi pengajaran. Dalam proses pembelajaran masih sering ditemui adanya kecenderungan meminimalkan keterlibatan siswa. Dominasi guru dalam proses pembelajaran menyebabkan kecenderungan siswa lebih bersifat pasif sehingga mereka lebih banyak menunggu sajian guru dari pada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan, ketrampilan, atau sikap yang dibutuhkan siswa. Observasi yang dilakukan pada siswa kelas X di SMKN 12 Malang pada mata pelajaran Pemrograman Web, adalah sebagai berikut: (1) model pembelajaran yang dipakai adalah STAD, (2) siswa kurang aktif dalam pembelajaran, (3) motivasi belajar siswa kurang, (4) 50% hasil belajar sisa di bawah nilai kriteria ketuntasan minimum, (5) fasilitas yang kurang dalam praktikum, (6) input siswa kurang. Karena model pembelajaran yang diterapkan kurang maksimal pada proses belajar mengajar dan juga hasil belajar maka diperlukan adanya perbaikan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT yang diharapkan sebagai solusi permasalahan tersebut. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan metode Quasi Experimental dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Dengan subjek penelitian kelas X MM 3 sebagai kelas A dan X MM 2 sebagai kelas B. Hasil analisis penelitian ini didapatkan ada hasil belajar tiga ranah (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) pada kelas A dengan model TGT lebih tinggi dibandingkan kelas B dengan model STAD, terdapat signifikansi perbedaan rerata hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan baik pada kelas A dan kelas B, terdapat signifikansi perbedaan rerata hasil belajar kelas A dan kelas B setelah diberikan perlakuan dengan hasil belajar kelas A lebih tinggi dibandingkan dengan kelas B.Dari analisis penelitian dapat disimpulkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih efektif dibandingkan dengan tipe STAD untuk

Membantu mengatasi kesulitan siswa kelas V SD Inpres kampus IKIP Ujungpandang dalam menjumlah pecahan biasa / oleh Sukmawati

 

Perbaikan kesalahan pemahaman konsep pechan di Sekolah Dasar Negeri Sentul VI Kotamadya Blitar / oleh Mohammad Zainuddin

 

Penerapan metode proyek untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B3 TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar / Osa Dian Prastica Sari

 

ABSTRAK Sari, Osa Dian Prastica. 2016. PenerapanMetodeProyekUntukMeningkatkanKemampuanKognitifAnakKelompok B3 TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar.Skripsi, JurusanKependidikanSekolahDasardanPrasekolah, FakultasIlmuPendidikan.UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M. Pd, (2) Suwarti, S. Pd, M. Pd. Kata Kunci:KemampuanKognitif, MetodeProyek Hasilobservasipadakelompok B3 di TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar, diketahuibahwa 71,42% atau 15 dari 21 anakmasihbelummampumemecahkanpermasalahansederhanadanbelummampumengklasifikasikanbendaberdasarkanwarna, bentukdanukuran. Tujuanpenelitianiniuntuk (1) mendeskripsikanpenerapanmetodeproyekuntukmeningkatkankemampuankognitifanakkelompok B3 TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar, (2) mendeksripsikanpeningkatankemampuankognitifanakkelompok B3 TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitardenganmenggunakanmetodeproyek. Penelitianmenggunakanrancanganpenelitiantindakankelas (PTK) sebanyak 2 siklus.Padasetiapsiklusmeliputiperencanaan, pelaksanaan, pengamatan, danrefleksi.Subjekpenelitianyaituanakkelompok B3 TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitardenganjumlah 21 anakterdiridari 10 laki-lakidan 11 perempuan. Instrumenpenelitian yang digunakanadalahpedomanobservasidilengkapidengandokumentasifoto.Teknikanalisis data penelitianmeliputiredukksi data, penyajian data, danpenarikankesimpulan. Hasilpenelitianmenunjukkanadanyapeningkatankualitaspembelajaranpadabidangkognitifdalamhalmemecahkanmasalahdanmengklasifikasikanbendaberdasarkanwarna, bentuk, danukuranmelaluimetodeproyek. Hal inidapatdiketahuidarihasilpenelitianpadapratindakansebesar 28,57% meningkatpadapenelitiansiklus I pertemuanpertamamemperolehpersentaseketuntasansebesar 55%. Padapertemuankeduapersentaseketuntasanaktivitaskognitifmeningkatmenjadi 66,66%. Kemudiandilanjutkanpadasiklus II pertemuanpertamameningkatmenjadi 76,19%. Padapertemuankeduameningkatmenjadi 90,47% sehinggadapatdikatakansudahmemenuhikriteriaketuntasan minimal yang ditentukan. Berdasarkanpenelitianinidapatdisimpulkanbahwapenerapanmetodeproyekdapatmeningkatkankemampuankognitifanak.Disarankanpada guru kelompok B untukmenggunakanmetodeproyekdenganlebihkreatifdanmenyenangkansebagaiupayauntukmeningkatkankemampuankognitifanak.

Proses pengambilan keputusan oleh kepala sekolah dengan kerja sama guru di sekolah dasar negeri Kotamadya Kediri / oleh Nurul Ulfatin

 

Penalaran dalam tuturan bahasa Indonesia siswa sekolah dasar /oleh Dawud

 

Madurese syntax / by R.A. Kamar

 

Kemampuan memahami kalimat berdasarkan isinya siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Percobaan Kodya Malang tahun ajaran 1994/1995 / oleh Syafwarman

 

Penerapan matriks dalam algoritma hill cipher / Aryani S. Rumakey

 

ABSTRAK Rumakey, Aryani, S. 2010. Penerapan Matriks dalam Algoritma Hill Cipher. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. rer.nat. I Made Sulandra, M.Si. Kata kunci: kriptografi, Hill Cipher, matriks. Masalah keamanan pada komputer menjadi hal penting dalam era teknologi informasi. Dalam proses pengiriman pesan dari seseorang ke orang lain, masalah keaslian dan keamanan pesan menjadi hal yang penting. Keamanan pengiriman pesan atau informasi tersebut dapat ditingkatkan dengan menggunakan kriptografi, karena pesan-pesan atau informasi yang akan dikirim tersebut diubah terlebih dahulu menjadi sandi yang sulit dimengerti oleh pihak lain. Kriptografi menyediakan kumpulan teknik (algoritma) yang berguna untuk mengkode pesan sehingga pesan tersebut dapat disimpan dan ditransmisikan dengan aman. Hill Cipher merupakan satu dari beberapa algoritma kriptografi kunci simetris yang menggunakan aritmetika modulo matriks. Teknik kriptografi ini menggunakan matriks persegi yang mempunyai invers sebagai kunci untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Proses enkripsi menggunakan perkalian matriks, yaitu PKC⋅= dimana C merupakan matriks untuk cipherteks, K merupakan matriks kunci, dan P merupakan matriks untuk plainteks. Sedangkan proses dekripsi menggunakan perkalian oleh invers matriks tersebut, yaitu . CKP⋅=−1 Skripsi ini membahas mengenai penerapan matriks berukuran dan sebagai kunci untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Matriks kunci tersebut adalah matriks yang inversnya memuat unsur-unsur bilangan bulat. Untuk proses enkripsi pada penggunaan matriks berukuran 33×44×33×, jika banyak huruf pada plainteks bukan kelipatan 3, maka plainteks ditambahkan beberapa huruf sehingga banyaknya huruf merupakan kelipatan 3. Huruf-huruf yang ditambahkan pada plainteks akan ditentukan melalui aturan yang dibuat berdasarkan tanggal pengiriman pesan dengan menggunakan aritmetika modulo. Sedangkan untuk proses dekripsi, angka 3 dan banyaknya huruf yang ditambahkan pada plainteks akan dimunculkan pada cipherteks. Untuk mengetahui huruf manakah yang ditambahkan digunakan cara yang berdasarkan tanggal pengiriman pesan dengan menggunakan arimetika modulo. Proses enkripsi pada penggunaan matriks berukuran tidak jauh berbeda dengan proses enkripsi pada penggunaan matriks berukuran . Pada penggunaan matriks berukuran , plainteks akan ditambahkan huruf jika banyak huruf pada plainteks tersebut bukan kelipatan 4. Untuk proses dekripsinya, karena matriks kunci yang digunakan berukuran maka angka 4 yang akan dimunculkan pada cipherteks sebagai angka pertama.

Kegiatan pembelajaran kelompok bermain Tadika Puri cabang Malang (studi kasus) / oleh Sunarsih

 

Peningkatan hasil belajar matematika materi pecahan melalui model make a match di kelas V SDN Majan 2 Kabupaten Tulungagung / Ayu Shabrinash Thofinaya

 

ABSTRAK Thofinaya, AyuShabrinash. 2016. PeningkatanHasilBelajarMatematikaMateriPecahanMelalui Model Make A Match Di Kelas V SDN Majan 2 KabupatenTulungagung.Skripsi, JurusanKependidikanDasardanPrasekolah, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Prof.Dr.H. M. Zainuddin, M.Pd, (II) Dra. Sutansi, M.Pd. Kata Kunci:matematika, pecahan, model make a match Penelitianinidilaksanakan di SDN Majan 2 KabupatenTulungagungpadasiswakelas V yang berjumlah 39 terdiridari 16 siswalaki-lakidan 23 siswaperempuan. Penelitianinidilatarbelakangikarenasebagianbesarsiswatidakmenguasaiperkaliansehinggasulitmenyelesaikanoperasihitungpecahan.Penelitianinidilaksanakanbertujuanuntukmendeskripsikanpenerapan model Make A Match materibilanganpecahanpadasiswakelas V SDN Majan 2 KabupatenTulungagungdanpeningkatanhasilbelajarmateripecahanmelalui model Make A Matchpadasiswakelas V SDN Majan 2 KabupatenTulungagung. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatifdenganjenispenelitiantindakankelas.Pengumpulan data denganteknikobservasi, tes, wawancara, dokumentasidancatatanlapangan.Teknikanalisis data yang digunakanmeliputireduksi data, penyajian data, danpenarikankesimpulan. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapenerapan model make a matchpadapembelajaranmatematikamateripecahandapatmeningkatkanaktivitas guru, aktivitassiswa,sertanilaihasilbelajarsiswa.Terlihatpadapersentaseaktivitas guru darisiklus I dimulaidari 82% meningkatkepertemuan 2 menjadi 84%, kemudianmeningkatlagikesiklus II menjadi 88% danterakhirpadapertemuan 2 meningkatmenjadi 90%. Padapersentaseaktivitassiswadarisiklus I dimulaidari 79% meningkatkepertemuan 2 menjadi 81%, kemudianmeningkatlagikesiklus II menjadi 83% danterakhirpadapertemuan 2 meningkatmenjadi 87%.Untukhasilbelajarpersentaseketuntasansiswadimulaidarisiklus I 46% padapertemuan 2 menjadi 65%, kemudianmeningkatlagikesiklus II menjadi 76% danterakhirpadapertemuan 2 meningkatmenjadi 82%. Data tersebutdapatdisimpulkanbahwa model make a matchdapatmeningkatkanhasilbelajarmatematikamaterimengubah, menjumlahkandanmengurangkanpecahanpadasiswakelas V SDN Majan 2 KabupatenTulungagung. Berdasarkanhasilpenelitiandisarankan agar dapatmenerapkan model make a matchsebagaisalahsatusolusiataualternatifbahanpertimbangandalamperbaikandanpeningkatankualitaspembelajarandanhasilbelajarsiswa di Sekolah Dasar.

Pemanfaatan media instruksional dalam pelajaran IPA kelas IV di SD Negeri se Kecamatan Klojen Kodya Malang / oleh Juliani

 

Pengembangan media pembelajaran menggunakan moodle pada matakuliah kelistrikan bodi standar Program Studi Otomotif Universitas Negeri Malang / Maszainuri

 

ABSTRAK Zainuri, Mas. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Moodle Pada Matakuliah Kelistrikan Bodi Standar Program Studi Otomotif Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mardji, M.Kes., (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, moodle, kelistrikan bodi standar E-learning membuat pembelajaran dapat lebih terbuka dan fleksibel. Pembelajaran dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan dengan siapa saja. E-learning juga dapat mendorong perubahan paradigma pendidikan dari teacher-centered-learning menjadi student-centered-learning yang sesuai dengan pandangan konstruktivistik. Manfaat E-learning yang lain adalah proses pembelajaran tidak hanya tatap muka saja, tetapi ada penambahan waktu belajar dengan memanfaatkan media online, mempermudah dan mempercepat proses komunikasi antara pendidik dan peserta didik (mitra belajar), serta membantu proses percepatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini menghasilkan produk berupa media pembelajaran berbasis e-learning bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Otomotif sebagai salah satu penunjang kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE (Analisys, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data dilakukan dengan cara validasi pada ahli materi dan media yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Media yang telah divalidasi dan direvisi akan diuji pada kelompok kecil yang terdiri dari 10 mahasiswa program studi Otomotif untuk menentukan layak tidaknya penggunaan media pembelajaran tersebut. Hasil validasi ahli media menunjukan skor 92, 3%, validasi ahli materi menunjukan skor 76,25%, dan penilaian perorangan mendapat skor 87, 1%. Sedangkan hasil preetest dan postest yang dilakukan pada penilaian lapangan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa dengan rata-rata kenaikan 11,5%. Kesimpulan dari penilaian keseluruhan media pembelajaran yang dikembangkan adalah valid dengan rata-rata penilain 85,21% dan layak digunakan. Hasil revisi media ini meliputi : (1) tampilan background, (2) tampilan petunjuk penggunaan. Beberapa saran pengembangan produk media pembelajaran berbasis web moodle meliputi (1) Penggunaan media pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya terbatas pada teknik kendaraan ringan saja akan tetapi juga pada kompetensi keahlian yang lain, (2) peneliti selanjutnya dapat melakukan implementation dan evaluation terhadap media tersebut.

A phonemic analysis of the miomafo tunbaba dialect of the dawan language (Timor) / by ML Manuputty Wattimury

 

Pengembangan paket pelatihan self esteem untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam membentuk pribadi independen / Ais Sasnia A'yun

 

Kata kunci : Self esteem, percaya diri, pribadi independen. Self Esteem (penghargaan diri) perlu ditanamkan sejak dini pada setiap individu. Self esteem tinggi bukanlah sifat bawaan sejak manusia lahir, akan tetapi self esteem tinggi dapat diperoleh melalui proses belajar. Individu yang tidak memiliki self esteem tinggi, mereka akan selalu takut dan ragu untuk bertindak. Mereka selalu tergantung pada orang lain. Dapat disimpulkan bahwa penghargaan diri termasuk salah satu kebutuhan dasar manusia. Jika setiap siswa sudah memiliki self esteem tinggi, maka mereka akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat bertindak. Dengan demikian, rasa takut, malu, dan tergantung pada orang lain akan berubah menjadi rasa percaya diri ,dan individu akan memiliki pribadi yang independen. Namun, BK di SMA Negeri 1 Purwoasri Kediri belum memiliki paket pelaatihan self esteem yang berguna, layak, tepat dan menarik bagi siswa. Tujuan pengembangan paket pelatihan self esteem adalah untuk menghasilkan Paket Pelatihan Self Esteem yang layak, tepat, berguna, dan menarik bagi siswa SMA Negeri 1 Purwoasri, Kediri. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah Paket Pelatihan Self Esteem yang terdiri atas (1) panduan Paket Pelatihan Self Esteem untuk konselor, (2) materi Paket Pelatihan Self Esteem untuk siswa, dan (3) lembar jawaban untuk siswa yang terdiri atas tiga penggalan, yaitu: (I) Konsep dasar self esteem, yang terdiri atas (a) pengertian self esteem, (b)self esteem sebagai kebutuhan, dan (c) karakteristik orang yang memiliki self esteem positif dan negatif; (II) Membangun Self Esteem pada diri sendiri, yang terdiri atas (a) menerima diri sendiri, (b) menanamkan sikap percaya diri; dan (III) Membentuk Pribadi Independen, yang terdiri atas (a) membangun lokus kontrol internal, dan (b) berorientasi pada keberhasilan dan masa depan. Paket ini disusun dengan menggunakan model pembelajaran experiential learning. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg & Gall (1983) yang terdiri atas tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba. Subyek uji coba adalah ahli bimbingan dan konseling dan ahli bahasa; Subyek uji calon pengguna produk adalah konselor dan subyek uji kelompok kecil adalah siswa SMA Negeri 1 Purwoasri Kediri. Data dikumpulkan melalui angket uji ahli, uji calon pengguna dan uji kelompok kecil yang berupa skala penilaian. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis rerata dan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan penilaian ahli BK, Paket Pelatihan Self Esteem ini sangat berguna dengan rerata 3,4. Dilihat dari aspek kelayakan, paket ini layak diberikan kepada siswa dengan rerata 3,0. Dari aspek ketepatan, paket ini sangat tepat untuk digunakan oleh siswa dan konselor dalam memberikan bimbingan self esteem dengan rerata 3,1. Adapun aspek kemenarikan, paket ini sangat menarik dengan rerata 3,2. Hasil penilaian ahli Bahasa, Paket Pelatihan Self Esteem ini sangat tepat, dilihat dari kejelasan, kesesuaian, hubungan kalimat satu dengan yang lain, dan bahasa yang digunakan untuk siswa dengan rerata 3,2, Sedangkan panduan paket untuk konselor memiliki rerata 3,5 yang berarti sangat tepat, dilihat dari kejelasan, kesesuaian, hubungan kalimat yang satu dengan yang lain, dan bahasa yang digunakan untuk konselor. Berdasarkan uji calon pengguna (konselor), dilihat dari aspek kegunaan, paket ini sangat berguna dengan rerata 3,5, aspek kelayakan paket ini sangat layak dengan rerata 3,2, aspek ketepatan paket ini sangat tepat dengan rerata 3,3, dan aspek kemenarikan paket ini sangat menarik dengan rerata 3,3. Berdasarkan uji kelompok kecil (siswa), Paket Pelatihan Self Esteem ini sangat berguna dengan rerata 3,3, sangat layak dengan rerata 3,4, sangat tepat dengan rerata 3,4, dan sangat menarik dengan rerata 3,5. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang diberikan adalah: (1) konselor perlu menyampaikan kepada pimpinan sekolah perihal penggandaan paket, agar masing-masing siswa memiliki pegangan paket saat mengikuti bimbingan, (2) konselor harus kreatif dalam mengatur waktu, mengingat minimnya jam tatap muka, sebagai contoh pertemuan dapat dilakukan di luar jam sekolah, (3) bagi peneliti selanjutnya, dapat melakukan uji efektivitas paket pelatihan self esteem untuk mengetahui efektivitas dan kelayakan penerapan paket pelatihan self esteem, (4) isi paket dapat dilakukan revisi berkelanjutan dan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan akan langkah-langkah bimbingan yang lebih terperinci, (5) perlu dikembangkannya paket pelatihan self esteem pada populasi penelitian yang lebih luas mencangkup beberapa sekolah.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderuangan penduduk pedesaan memilih pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anaknya di Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso / oleh Diah Suci Wahyuni

 

Developing multimedia-based supplementary listening material for the eight grade students of SMPN 1 Situbondo / Hidayatur Rahman Romadhona

 

ABSTRAK Romadhona, Hidayatur Rahman. 2016. Pengembangan Materi Mendengarkan Tambahan Berbasis Multimedia untuk Siswa Kelas 8 SMPN 1 Situbondo. Skripsi, Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Dosen pembimbing: (I)Dra. Nunung Suryati, M.Ed., Ph. D., (II) Nur Hayati, S.Pd, M.Ed. Kata Kunci: mendengarkan, materi tambahan, aplikasi pembelajaran, kelas 8 Penelitian pengembangan ini dimaksudkan untuk mengembangkan materi mendengarkan tambahan berbasis multimedia untuk siswa kelas 8 SMPN 1 Situbondo. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini berbentuk aplikasi pembelajaran mendengarkan yang ditujukan untuk pembelajaran mandiri. Isi dari materi mendengarkan ini dikembangkan berdasarkan kurikulum 2013, buku teks yang digunakan siswa di kelas, dan saran-saran dari guru. Penelitian ini mengadaptasi model penelitian pengembangan yang dikembangkan oleh Borg dan Gall (1983). Model yang telah diadaptasi terdiri dari 7 tahapan, yaitu: (1) analisa kebutuhan, (2) pengembangan produk, (3) validasi produk, (4) revisi produk, (5) uji coba produk, (6) revisi akhir, dan (7) produk akhir. Ada beberapa instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam peneilitian ini. Yang pertama adalah kuisioner untuk siswa dan guru, pedoman wawancara guru, dan catatan dari studi dokumen. Beberapa aspek dimuat dalam kuisioner dan pedoman wawancara, diantaranya adalah masalah siswa dalam mempelajari keterampilan mendengarkan, pengalaman mempelajari keterampilan di dalam kelas, dan preferensi materi, media dan aktivitas yang digunakan dalam mempelajari keterampilan mendengarkan.Instrumen selanjutnya adalah ceklis untuk ahli dan guru yang digunakan dalam tahapan validasi produk. Ceklis tersebut memuat beberapa aspek seperti isi, desain, bahasa, kualitas suara dan video, aktivitas, dan panduan penggunaan aplikasi.Perbaikan pada materi dan bahasa kemudian dilakukan berdasarkan saran dan masukan dari para validator. Ceklis siswa juga digunakan sebagai instrument untuk diberikan kepada 31 siswa kelas 8B di SMPN 1 Situbondo pada tahap ujicoba produk.Data yang didapat dalam penelitian ini di analisis dengan cara kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari validasi produk menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan dapat dikatakan valid dan siap untuk diuji coba dengan perolehan skor 89% dari validasi ahli dan 98% dari validasi guru. Lebih lanjut lagi, hasil dari ujicoba tersebut menunjukkan bahwa para siswa merepon produk secara positif dan menikmati menggunakan produk tersebut. Namun, perbaikan-perbaikan kecil dilakukan pada aspek peningkatan kualitas suara dan video. Produk akhir dari penelitian ini adalah dalam bentuk aplikasi pembelajaran mendengarkan tambahan berbasis flash. Produk ini memuat 3 bab dan setiap bab dikelompokkan menjadi 3 bagian yakni pre-listening, whilst-listening, dan post-listening. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa aplikasi pembelajaran tambahan untuk keterampilan mendengarkan yang telah dikembangkan dapat memfasilitasi siswa dalam melatih keterampilan mendengarkan Bahasa Inggris mereka di luar kelas. Aplikasi pembelajaran tersebut menarik, interaktif, dan juga sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa dan juga dengan kurikulum yang sedang digunakan. Disarankan kepada guru Bahasa Inggris agar dapat menggunakan produk tersebut sebagai opsi lain dalam mengajar keterampilan mendengarkan di dalam kelas dan juga memonitor perkembangan siswa. Para peneliti yang akan datang direkomendasikan untuk mengembangkan produk - produk yang lebih menarik dan attraktif yang tidak hanya untuk keterampilan mendengarkan dan tingkatan kelas 8 SMP, tetapi juga untuk keterampilan-keterampilan yang lain maupun tingkatan-tingkatan pendidikan yang lainnya.

Hubungan antara motivasi, faktor penunjang dan bentuk-bentuk kerjasama sekolah dengan orang tua siswa dengan prestasi belajar siswa STM Negeri Malang / oleh Suwarno

 

Hubungan kematangan usia dan motivasi memasuki dunia kerja dengan kesiapan kerja mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif angkatan 2010 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Dedik Agustiawan

 

ABSTRAK Agustiawan, Dedik. 2015. Hubungan Kematangan Usia Dan Motivasi Memasuki Dunia Kerja dengan Kesiapan Kerja Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif Angkatan 2010 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd, M.Ed (II) Drs. Partono., M.Pd. Kata kunci: kematangan usia, motivasi memasuki dunia kerja, kesiapan kerja Kematangan usia adalah gejala dimana individu sudah mencapai batas maksimal perkembangan sehinggan dalam keadaan ini individu sudah bisa dikatakan dewasa dari segi fisik maupun psikis. Motivasi memasuki dunia kerja merupakan sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan peserta didik untuk memasuki dunia kerja. Kesiapan kerja adalah keseluruhan kondisi individu yang meliputi kematangan fisik, mental dan pengalaman serta adanya kemauan dan kemampuan untuk melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui adanya hubungan antara kematangan usia dengan kesiapan mahasiswa pendidikan teknik otomotif (2) Untuk mengetahui adanya hubungan motivasi memasuki dunia kerja dengan kesiapan kerja mahasiswa pendidikan teknik otomotif (3) Untuk mengetahui adanya hubungan kematangan usia dan motivasi memasuki dunia kerja dengan kesiapan kerja mahasiswa pendidikan teknik otomotif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Deskriptif. Obyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan teknik otomotif angkatan 2010 Universitas Negeri Malang dengan jumlah 30 mahasiswa. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan program SPSS 16 for Windows. Berdasarkan analisis regresi diperoleh persamaan regresiY = 14.317 + 0.556 X1 + 0.417 X2. Kontribusi Kematangan Usia dan Motivasi Memasuki Dunia Kerja dengan Kesiapan Kerja sebesar 57.5%. Secara koefisien korelasi hubungan kematangan usia dengan kesiapan kerja sebesar 0.720, dan hubungan motivasi memasuki dunia kerja sebesar 0.226 Dalam rangka pengembangan ilmu bidang pendidikan khususnya bidang otomotif maka peneliti selanjutnya diharapkan mempertimbangkan kematangan usia dan motivasi memasuki dunia kerja dalam upaya meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa pendidikan teknik otomotif, sehingga menciptakan lulusan yang berkompeten dalam bidangnya.

Hubungan antara tingkat variasi penggunaan metode mengajar PMP dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri se Kodya Malang tahun ajaran 1992/1993 / oleh Abdul Khamid

 

Nilai-nilai moral dalam tradisi upacara ceprotan pada masyarakat Desa Sekar Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan / Murni Asih

 

Kata Kunci : Tradisi upacara ceprotan, Pelaksanaan, Nilai, Pandangan Masyarakat Tradisi upacara ceprotan merupakan upacara yang dilakukan oleh masyarakat desa Sekar Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan. Tradisi upacara ceprotan dilakukan setiap tahun sekali pada hari senin kliwon pada bulan longkang (kalender Jawa) bulan Dulhizah (kalender Islam). Tradisi upacara ceprotan bertujuan untuk memanjatkan doa kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah member nikmat dan keberkahan dan untuk meminta keselamatan. Dalam tradisi upacara ceprotan terkandung nilai-nilai moral. Dengan adanya tradisi upacara ceprotan dapat memberikan suatu pembelajaran kepada masyarakat tentang nilai-nilai moral tersebut. Nilai-nilai moral bagi masyarakat untuk mengatur baik buruknya taindakan atau perilaku seseorang, sehingga nilai-nilai moral tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan : (1) sejarah tradisi upacara ceprotan (2) pelaksanaan tradisi upacara ceprotan (3) nilai-nilai moral yang terkandung dalam tradisi upacara ceprotan (4) pandangan masyarakata terhadap tradisi upacara ceprotan. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus, prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi,wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data dalam penelitian dilakukan dengan model interaktif. Keabsahan temuan dilakukan dengan (1) perpanjangan keikutsertaan (2) ketekunan pengamatan serta (3) triangulasi. Dan penelitian dilakukan di Desa Sekar kecamatan Donorojo kabuapten Pacitan dengan objek penelitian masyarakat desa Sekar kecamatan Donorojo kabupaten Pacitan dan Dinas Pariwisata dan kebudayan kabupaten pacitan. Hasil penelitian dapat dipaparkan sebagai berikut: (1) tradisi upacara ceprotan adalah warisan dari leluhur atu nenek moyang masyarakat desa Sekar . dan sampai sekarang tradisi upacara ceprotan masih tetap dilaksanakan dan dilestarikan oleh masyarakat desa Sekar karena merupakan tradisi yang sudah turun temurun. (2) Pada pelaksanaan tradisi upacara ceprotan dikelompokan menjadi tiga sesi atau tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan (inti) dan tahap penutupan . (3) nilai-nilai moral yang terkandung dalam tradisi upacara ceprotan adalah nilai religi, nilai ritual, nilai sosial, nilai ekonomi, nilai keindahan, nilai hiburan atau tontonan dan nilai tuntunan. (4) pandangan-pandangan masyarakat terhadap tradisi ceprotan relative normal karena masyarakat desa Sekar memiliki kesadaran yang tinggi dari keyakinan mereka semua . Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada masayarakat desa sekar hendakanya tetap dilaksanakan dan dilestarikan. Kepada pemerintah daerah khususnya Dinas kebudayaan dan pariwisata lebih memperhatikan dan ikut serta dalam pelestarian adat kebiasaan yang sudah turun temurun.

Aktivitas belajar peserta didik kelas VI sekolah dasar (SD) yan merangkap pendidikan di pondok pesantren sewilayah Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso / oleh Soegeng Boedijono

 

Improving eight grade studens' speaking skill at SMP Negeri 13 Malang by oral presentation using posters / Frida Ayu Mandana

 

ABSTRAK Mandana, Frida Ayu. 2016. Improving Eighth Grade Students’ Speaking Skill at SMP Negeri 13 Malang by Using Posters as Media Used in Oral Presentation. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Pembimbing: (I)Suharyadi, S.Pd., M.Pd., (II)Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd., M.A., Ph.D. Kata kunci: Poster, teks deskriptif, ketrampilan berbicara, penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuanuntuk meningkatkanketerampilan berbicarasiswa kelas delapandiSMP Negeri13Malangdengan menggunakanpostersebagaimedia yang digunakan dalampresentasi lisan. Hasilwawancaradantes lisandalam studiawal menunjukkanbahwasiswamemilikimasalahdalam berbicara. Untuk mengatasimasalahsiswa, strategipembelajaranmenggunakanposterditerapkan. Poster yang berisi gambar-gambar bermanfaat untuk membantu meningkatkan kefasihan siswa dalam berbicara karena mereka bisa mendapatkan ide-ide untuk berbicara dari gambar-gambar tersebut. Selain itu, poster juga efisien dalam membantu siswa untuk memahami topik pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desainPenelitian Tindakan Kelas(CAR) yangmenerapkanempat langkah(Perencanaan, Pelaksanaan, Mengamati danMerefleksikan). Subyekpenelitian ini adalah35siswakelasVIIIDSMP Negeri13Malang. Instrumen yang digunakanuntuk mengumpulkandataadalahcatatan lapangan, lembar observasi,rubrikpenilaian dankuesioner. Skorberbicarasiswa dianalisisdengan menggunakanrubrikpenilaian dankeaktifandan partisipasi siswadianalisisdengan menggunakancatatan lapangandan lembar observasi. Hasil akhirjuga didukungdengan menganalisishasilkuesioner. Penelitian inidilakukan dalam duasiklus. Strategiini dilaksanakandalam lima langkahutama.Langkah-langkah tersebut adalah (1)menjelaskanteks deskriptifdan komponennyakepada siswa,(2) pengelompokansiswauntuk bermain games, (3)memberikanlatihan kepadasiswa dalambentukmenyusunteks deskriptifsederhana dalamkelompok, (4) meminta siswauntuk membuatposterdalam kelompok dan(5) meminta siswa untukmelakukanpresentasi lisansecara individu menggunakanpostersebagaimedia. PadaSiklus1, hasilstudi ini tidakmemenuhi kriteriakeberhasilan. Masih terdapat10siswa yangmendapatskordi bawah75.Oleh karena itu, penelitimelanjutkan penelitian kesiklus kedua. PelaksanaanSiklus2berhasilkarenaketerampilan berbicarasiswadiSiklus2memenuhi kriteriakeberhasilan. Semua siswamendapatnilai75dan/atau ke atasdanrata-rataskorberbicara siswamencapai88,47. Selain itu, hasil studi inimenunjukkan bahwa100% siswamendapatskor 3dan/atau4dalam aspekpengucapan, tata bahasa, kelancaran danpemahaman. Penelitian ini menganjurkan guru untuk mengatasi masalah siswa dalam berbicara. Guru disarankan untuk dapat menerapkan strategi dalam berbagai jenis mata pelajaran dan nilai yang berbeda karena macam gambar dan kompleksitas poster dapat disesuaikan sesuai kemampuan belajar siswa. Peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat melakukan penleitian dengan strategi yang sama di jenis teks dan level kelas yang berbeda. Poster digital juga disarankan untuk diimplementasikan untuk mengembangkan keratifitas siswa.

Hambatan-hambatan pelaksanaan proses belajar mengajar sistim tutorial di SD Pamong se Kodya Malang
oleh Suciati

 

Pengaruh good corporate governance, corporate social responsibility dan kinerja lingkungan terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013 / Dika Rifyandana

 

ABSTRAK Rifyandana, Dika.2015. Pengaruh Good Corporate Governance, Corporate Social Responsibility, dan Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. H. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M. Ak, CA (II) Sawitri Dwi Prastiti, S.E. Ak, M.Si Kata Kunci: Corporate Governance, Corporate Social Responsibility, Kinerja Lingkungan, Kinerja Keuangan, Perusahaan Manufaktur Industri manufaktur adalah subsektor industri paling dominan yang memberi kontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan sektor industri di Indonesia. Kontribusi terbesar PDB Indonesia sejak tahun 1980-an berasal dari industri manufaktur. Pada periode 1980 hingga 1992, Pada tahun 2010 dengan mengandalkan pasar ekspor meningkat pada tahun 2011 hingga tahun 2013. Badan Pusat Statistik mencatat, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang tumbuh 8%-27%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah Good Corporate Governance, Corporate Social Responsibility, dan kinerja lingkungan berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan diperoleh 45 sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda untuk mengetahui hubungan antar variabel good corporate governance, corporate social responsibility, dan kinerja lingkungan berpengaruh terhadap kinerja keuangan dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukan variabel Good Corporate Governance berpengaruh positif signifikan sebesar 14,25% terhadap Kinerja Keuangan. Variabel Corporate Social Responsibility berpengaruh positif signifikan sebesar 13,82% terhadap Kinerja Keuangan. Variabel Kinerja Lingkungan berpengaruh positif signifikan sebesar 12,5% terhadap Kinerja Keuangan. Penelitian ini memiliki keterbatasan penelitian, yaitu: (1) Berdasarkan hasil koefisien determinasi, pengaruh bersama-sama variabel GCG, CSR, dan kinerja lingkungan terhadap kinerja keuangan sebesar 41%. (2) Dalam penelitian ini hanya menggunakan data sekunder, sehingga analisis data sangat tergantung pada hasil publikasi data (laporan keuangan perusahaan). Saran untuk peneliti selanjutnya adalah. (1) Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel-variabel baru yang diidentifikasi sebagai variabel yang memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan seperti tingkat likuiditas, analisis leverage, rasio keuangan. (2) Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk tidak hanya menggunakan laporan keuangan dari perusahaan namun juga menggunakan review dari badan independen yang terpercaya yang direkomendasikan pemerintah. Seperti PROPER dan GRI.

Problematik proses belajar mengajar yang dihadapi guru kelas I sekolah dasar negeri di Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto / oleh Nur Cholipah

 

Pengembangan buku petunjuk praktikum kimia SMA kelas XII semester 1 berbasis learning cycle 5 fase / Suriya Wulan Sari

 

Kata-kata kunci: Pengembangan, buku petunjuk praktikum, Learning Cycle 5 Fase Pelaksanaan praktikum dalam pembelajaran kimia akan lebih efektif apabila ditunjang dengan adanya buku petunjuk praktikum. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa buku petunjuk praktikum yang digunakan di sekolah bersifat verifikasi dan seperti buku resep. Buku petunjuk praktikum yang demikian kurang memberi kesempatan pada siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis karena siswa hanya mengikuti langkah-langkah yang sudah ada. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian pengembangan bahan ajar berupa buku petunjuk praktikum yang mampu memberikan solusi untuk permasalahan tersebut. Pengembangan buku petunjuk praktikum kimia berbasis Learning Cycle 5 Fase adalah suatu proses sistematis dalam merancang dan menyusun buku petunjuk praktikum kimia yang berbasis model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Learning Cycle 5 Fase mempunyai lima tahapan, yaitu fase engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation. Melalui kelima tahapan tersebut, diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa sehingga terjadi proses belajar bermakna bagi siswa. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan dan menguji kelayakan buku petunjuk praktikum kimia SMA kelas XII semester 1 berbasis Learning Cycle 5 Fase. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yang terdiri dari 10 langkah, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan pengembangan produk, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk awal, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk hasil uji coba lapangan, (8) uji pelaksanaan lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir, dan (10) diseminasi dan implementasi produk. Namun, dari 10 tahapan pengembangan hanya dilakukan sampai tahap kelima karena keterbatasan waktu dan biaya. Produk hasil pengembangan diuji coba melalui proses validasi isi dan uji keterbacaan terbatas. Validasi isi dilakukan oleh 1 dosen Kimia UM dan 2 guru Kimia SMA, sedangkan uji keterbacaan terbatas dilakukan pada 10 siswa SMAN 2 Malang kelas XII IPA. Instrumen pengumpulan data berupa angket dengan skala Likert serta lembar komentar dan saran. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa skor penilaian dari angket, sedangkan data kualitatif berupa komentar dan saran dari validator. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik perhitungan nilai rata-rata. Hasil validasi isi oleh dosen diperoleh nilai sebesar 3,59 dengan kriteria sangat valid. Hasil validasi isi oleh guru diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,26 dengan kriteria sangat valid. Hasil uji keterbacaan terbatas siswa diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,54 dengan kriteria sangat valid. Berdasarkan hasil validasi isi dari dosen dan guru serta hasil uji keterbacaan siswa menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum kimia hasil pengembangan telah valid, sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran di SMA. Dalam rangka pengembangan produk lebih lanjut maka disarankan untuk meneruskan penelitian sampai tahap uji coba lapangan/uji empiris serta tahap diseminasi dan implementasi produk hasil pengembangan.

Peningkatan hasil belajar IPS melalui model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada kelas V SDN 1 Karanganom Kabupaten Tulungagung / Fitria Maria Ulfa

 

ABSTRAK Ulfa, FitriMaria. 2016. Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada Kelas V SDN 1 Karanganom Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.Pd, (2) Dra. Tri Murti, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: hasil belajar, ips, think pair share Hasil observasi yang dilakukan di kelas V SDN 1 Karanganom Kabupaten Tulungagung diketahui bahwa guru belum menggunakan model pembelajaran ketika mengajar, pembelajaran masih berpusat pada guru, siswa kurang aktif dan mudah bosan di kelas. Hal tersebut mengakibatkan hasil belajar siswa rendah yaitu hanya 6 dari 14 siswa yang mendapat nilai di atas KKM, sehingga perlu diadakan perbaikan pada pembelajaran. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan penerapan model think pair share (TPS) pada pembelajaran IPS dan mendeskripsikan hasil belajar IPS pada siswa kelas V SDN 1 Karanganom Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi serta refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, tes, dokumentasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif tipe think pair share pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, serta hasil belajar siswa.Terlihat dari persentase aktivitas guru siklus I pertemuan 1 sebesar 78.6% meningkat pada pertemuan 2 sebesar 85.7%, kemudian meningkat lagi ke siklus II pertemuan 1 sebesar 92.9% dan terus meningkat pada pertemuan 2 sebesar 100%. Sedangkan pada persentase aktivitas siswa dari siklus I pertemuan 1 sebesar 71.4% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 82.1%, kemudian meningkat lagi pada siklus II pertemuan 1 sebesar 85.7% dan terakhir pada pertemuan 2 meningkat menjadi 89.3%. Untuk hasil belajar persentase ketuntasan siswa dimulai dari siklus I pertemuan 1 sebesar 50%, pada pertemuan 2 menjadi 64%, kemudian meningkat lagi ke siklus II pertemuan 1 sebesar 79% dan terakhir pada pertemuan 2 meningkat menjadi 92%. Kesimpulan dari penelitian adalah model kooperatif tipe think pair share dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V SDN 1 Karanganom Kabupaten Tulungagung. Disarankan agar dapat menerapkan model ini sebagai salah satu alternatif dalam perbaikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SD khususnya pada mata pelajaran IPS.

Pengembangan bahan ajar kimia SMK kelas X Program Keahlian Teknik Mesin untuk model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok / Siti Faizah

 

Jurusan Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Subandi, M. Si, (II) Prof. Drs. H. Effendy, M.Pd., Ph.D Kata Kunci: bahan ajar, kimia SMK, teknik mesin, pembelajaran kooperatif, investigasi kelompok. Kimia merupakan mata pelajaran adaptif di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Di SMK, fungsi pemberian mata pelajaran kimia adalah untuk mendukung mata pelajaran produktif. Permasalahannya adalah bahwa kompetensi siswa dalam mata pelajaran kimia cenderung tidak berhubungan langsung dengan kompetensi mereka dalam mata pelajaran produktif. Salah satu sumber permasalahan adalah tidak tersedianya bahan ajar kimia yang isi materinya berhubungan langsung dengan materi pelajaran produktif. Welding atau pengelasan merupakan materi yang diberikan dalam mata pelajaran produktif. Materi ini dapat dihubungkan dengan materi dalam mata pelajaran kimia seperti rumus kimia material pengelasan dan reaksi pembakaran. Namun, tidak ada buku kimia yang membahas hubungan antara pengelasan dengan rumus kimia material pengelasan serta reaksi pembakarannya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan bahan ajar kimia bagi siswa kelas X program keahlian teknik mesin yang berhubungan dengan pengelasan dan, (2) mengetahui efektivitas bahan ajar kimia yang dikembangkan untuk digunakan dalam model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok. Pengembangan bahan ajar kimia ini mengadopsi model Dick & Carey (1990) dikombinasikan dengan pengembangan materi pembelajaran dari Paulina dan Purwanto (2001). Penelitian dan pengembangan ini terdiri dari 8 langkah, yaitu: (1) mengidentifikasi tujuan belajar melalui review kurikulum untuk memperoleh informasi tentang hubungan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar kimia dengan pelajaran produktif; (2) menganalisis bahan ajar kimia yang dibutuhkan oleh mata pelajaran produktif dengan bertanya kepada guru pelajaran produktif menggunakan kuesioner; (3) menganalisis karakteristik siswa untuk mengetahui tingkat perkembangan berpikir dan minat siswa berdasarkan data yang terdapat pada program bimbingan konseling di sekolah; (4) melakukan analisis instruksional untuk menentukan garis-garis besar materi bahan ajar kimia yang diperlukan oleh mata pelajaran produktif; (5) menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar sesuai dengan kebutuhan siswa dalam program keahlian teknik mesin; (6) merumuskan indikator ketercapain, (7) pengembangan materi bahan ajar kimia; dan (8) validasi dan revisi materi bahan ajar kimia. Bahan ajar kimia yang dikembangkan divalidasi oleh para ahli yang terdiri dari dua dosen kimia Universitas Negeri Malang, dua orang guru kimia SMKN 1 Singosari, dan seorang guru produktif SMK Negeri 1 Singosari dengan spesialisasi pengelasan. Efektivitas belajar kimia dengan menggunakan materi yang dikembangkan dilakukan pada kelas X dan kelas XI siswa program keahlian teknik mesin SMK Negeri 1 Singosari. Data yang dikumpulkan terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif terdiri dari masukan dan saran untuk perbaikan bahan ajar kimia yang dikembangkan yang diberikan oleh para ahli. Data kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penilaian pengembangan bahan ajar berdasarkan penilaian standar materi pembelajaran yang dirumuskan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Data kuantitatif terdiri dari skor prestasi belajar siswa yang diperoleh dalam proses pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar kimia hasil pengembangan. Data ini diperoleh dengan menggunakan tes hasil belajar yang terdiri dari 21 item dengan validitas isi sebesar 84. Bahan ajar kimia yang dikembangkan terdiri dari buku siswa dilengkapi dengan media pembelajaran visual dalam bentuk CD dan petunjuk guru. Hasil penilaian ahli untuk kelayakan isi memiliki nilai 86%, kelayakan penyajian memiliki nilai 88%. Revisi bahan ajar kimia telah dilakukan berdasarkan saran yang diberikan oleh para ahli. Berdasarkan hasil penilaian ahli isi, bahan ajar yang sudah direvisi dianggap layak untuk digunakan dalam proses belajar kimia. Hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok dengan menggunakan bahan ajar kimia yang dikembangkan menunjukkan bahwa 83% dari siswa mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 75, dan skor rata-rata 82,1 . Berdasarkan hasil yang diberikan di atas, dapat dianggap bahwa bahan ajar kimia yang sudah dikembangkan sesuai untuk digunakan dalam proses pembelajaran, khususnya dalam model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok. Evaluasi lebih lanjut tentang kesesuaian dan efektivitas dari bahan kimia yang dikembangkan pembelajaran harus dilakukan apabila akan dilakukan penyebaran yang lebih luas.

Studi tentang pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat(orang tua siswa) di SMP Negeri 4 Nganjuk Kabupaten Dati II Nganjuk / oleh Edy Widodo

 

Peningkatan hasil belajar IPS melalui strategi cooperative script pada siswa kelas 5 SDN Pulosari 1 Kabupaten Tulungagung / Ana Wahyu Kurnia

 

ABSTRAK Kurnia, Ana Wahyu. 2016. Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Strategi Cooperative Script pada siswa kelas 5 SDN Pulosari 1 Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. H.M. Zainuddin, M.Pd., (2) Suminah, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: peningkatan, hasil belajar, ips, strategi cooperative script Hasil observasi pada pembelajaran IPS kelas 5 SDN Pulosari 1 Kabupaten Tulungagung dan wawancara guru kelas 5, diketahui bahwa: 1) jarang dilakukan pembelajaran kooperatif di kelas, 2) hasil belajar siswa rendah, 3) minat membaca siswa kurang, 4) keaktivan siswa rendah, 5) siswa kurang memahami materi yang disampaikan guru, 6) siswa kesulitan mendeskripsikan mengenai materi yang diajarkan, akibatnya hasil belajar siswa rendah yakni 1 dari 26 siswa tuntas, ketuntasan klasikal 3,8%. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mendeskripsikan penerapan strategi Cooperative Script pada pembelajaran IPS (proses belajar), dan 2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS setelah diajar menggunakan strategi Cooperative Script. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan dua siklus, dalam satu siklus terdiri dari dua pertemuan. Tiap siklus dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen penilaian proses berupa: 1) lembar observasi aktivitas guru, 2) lembar observasi aktivitas siswa, 3)catatan lapangan,, 4)dokumentasi. Instrumen penilaian hasil berupa: 1) soal evaluasi tiap pertemuan, 2) penilaian pengetahuan, 3) penilaian sikap, 4)penilaian keterampilan Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar. Dibuktikan dengan rata-rata persentase aktivitas guru pada siklus I sebesar 85,75% , aktivitas siswa sebesar 82,5 % . Sedangkan siklus II persentase aktivitas guru sebesar 97,5 % dan aktivitas siswa sebesar 94,75 % . Rata-rata hasil belajar tahap pratindakan 44,15, siklus I 72,15, siklus II 87,3. Ketuntasan belajar klasikal tahap pratindakan 3,8%, siklus I 58,5%, siklus II 96,5%. Kesimpulan bahwa penerapan strategi cooperative script dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa yakni 26 siswa dapat tuntas seluruhnya.Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk menggunakan media, kegiatan merangkum dengan menulis konsep penting, serta strategi pembelajaran yang tepat

Motivasi mahasiswa PTB FPTK IKIP MALANG angkatan 1988-1992 untuk menjadai guru di STM / oleh Agustin Anis Ainun

 

Studi tentang faktor-faktor penghambat dan pendukung keberhasilan tamatan kursus ketrampilan moontir sepeda motor di Desa Mojorejo Kecamatan Batu Kabupaten Malang
oleh A. Duchon Shofa

 

The lampung language phonemic analysis and its application to teacher english / by Asim Gunarwan

 

Javanese syntax / by Hartono

 

Pengaruh kebijakan penghematan pajak terhadap nilai perusahaan: transparansi informasi sebagai variabel moderasi (perusahaan manufaktur yang listed pada BEI tahun 2012-2014) / Nawang Sari

 

ABSTRAK Sari, Nawang. 2016. Pengaruh Kebijakan Penghematan Pajak Terhadap Nilai Perusahaan: Transparansi Informasi Sebagai Variabel Moderasi (Perusahaan manufaktur yang Listed pada BEI tahun 2012-2014). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sunaryanto, M.Ed., (II) Dr. H. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.si., Ak. CA. Kata kunci : penghematan pajak, transparansi, nilai perusahaan Penghematan pajak adalah upaya perusahaan untuk menekan beban pajak sekecil mungkin untuk meningkatkan laba perusahaan. Penghematan pajak merupakan bagian dari kebijakan yang dilakukan oleh manajer. Dengan cara melakukan penghematan pajak dapat meminimalkan biaya pajak yang dibayarkan kepada pemerintah sehingga akan memberikan pengaruh positif pada nilai perusahaan. Pasar akan bereaksi positif jika perusahaan lebih transparan atas semua informasi tentang kebijkan penghematan yang dilakukan. Dalam mewujudkan transparansi perusahaan harus menyediakan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang diberikan atas kebijakan penghematan pajak terhadap nilai perusahaan dengan transparansi informasi sebagai pemoderasi. Variabel penghematan pajak diukur menggunakan Efective Tax Rate dan variabel nilai perusahaan diukur menggunakan Tobins Q. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi dan menggunakan analisis data inferensial. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan non-perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012-2014. Data sampel diperoleh melalui teknik purposive sampling dengan lima kriteria yang telah ditentukan. Pengujian hipotesis menggunakan uji regresi t dan uji MRA. Berdasarkan analisis diperoleh hasil bahwa hipotesis satu ditolak karena angka yang diperoleh lebih besar dari angka signifikansi dan hipotesis dua diterima karena nilai β2 dan β3 sama dengan nol. Sehingga didapat dua simpulan dari penelitian ini. Pertama, tinggi rendahnya nilai ETR tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Kedua semakin tinggi transparansi suatu perusahaan membuat perusahaan yang melakukan penghematan pajak dapat meningkatkan nilai perusahaan.

Perbandingan model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) dan inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pemrograman dasar kelas X SMKN 12 Malang / Ikhwan Arif

 

ABSTRAK Arif, Ikhwan. 2016. Perbandingan Model Pembelajaran Problem Base Learning (PBL) danInkuiri Terbimbing terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa pada MataPelajaran Pemrograman Dasar Kelas X SMKN 12 Malang. Skripsi, Jurusan TeknikElektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu SaktiG.I., M.Kom. (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata kunci: Problem Base Learning, Inkuiri Terbimbing, hasil belajar, motivasi belajar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar dan motivasi belajar antara penerapan model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) dan Inkuiri Terbimbing pada mata pelajaran Pemorgraman Dasar di kelas X SMK Negeri 12 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu dengan pretest dan postest.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa siswa kelas X SMKN 12 Malang semester 1 tahun ajaran 2015/2016 yang mendapat mata pelajaran Pemrograman Dasar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Kelas X MM 1 (eksperimen 1) diajar menggunakan model pembelajaran PBL dan Kelas X MM 3 (eksperimen 2) diajar menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing.Instrumen yang digunakan berupa instrumenperlakuan dan instrumen pengukuran.Teknik analisis data statistik bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan motivasi belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) dan Inkuiri Terbimbing. Teknik analisis uji hipotesis yang digunakan adalah uji MANOVAdengan bantuan aplikasi SPSS. Perolehan data hasil belajar siswa kelas PBL mempunyai nilai rata-rata 71, sedangkan pada kelas Inkuiri Terbimbing mempunyai nilai rata-rata 79. Perolehan data motivasi belajar siswa kelas PBL mempunyai nilai rata-rata 66, sedangkan pada kelas Inkuiri Terbimbing mempunyai nilai rata-rata 66.Uji hipotesis yang dilakukan pada hasil belajar diperoleh nilai signifkansi dengan nilai 0,000,dan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara kelas PBL dan Inkuiri Terbimbing.Hasil uji hipotesis yang dilakukan pada motivasi belajar diperoleh nilai signifkansi dengan nilai 0,798 atau lebih besar dari pada 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan motivasi belajar antara kelas PBL dan Inkuiri Terbimbing.

An introduction to Minangkabau morphology / by Mohammad Ansjar

 

Perbedaan kekerasan dan kekuatan tarik dengan variasi media pendingin air, air laut dan udara pada pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) dengan gas lindung argon pada stainless steel / Dadad Prasetyo

 

ABSTRAK Prasetyo, Dadad. 2016. Perbedaan Kekerasan Dan Kekuatan Tarik Denga Variasi Media Pendingin Air, Air Laut Dan Udara Pada Pengelasan Tungsten Inert Gas (Tig) Dengan Gas Lindung Argon Pada Stainless Steel. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T, (II) Drs. Suharmanto, M.Pd Kata Kunci:kekerasan, kekuatantarik,variasimedia pendingin, tungsten inert gas(TIG),argon, austenitic stainless steel. Stainless steel adalah baja paduan tinggi yang memiliki sifat tahan karat dan sifat mampu las yang sangat baik. Stainless steel banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam bidang industri pengolahan logam. Untuk pengelasan pada stainless steel sering digunakan tungstent inert gas (TIG). Panas yang terjadi pada saat pengelasan dan pada pendinginan lambat akan menyebabkan endapan khrom diantara batas butir yang akan mempengaruhi sifat tahan karat dan sifat mekanis dari stainless steel, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kekerasan dan kekuatan tarik akibat variasi media pendingin air, air laut, dan udara pada las TIG pada stainless stell. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan pengambilan data eksperimental. Sedangkan desain penelitiannya adalah penelitian eksperimen yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis one way annova dan mann whitney. Objek penelitian ini adalah austenitic stainless stell 304 yang diberikan perlakuan yakni pengelasan dengan variasi media pendingin dan keudian di uji kekerasan dan uji kekuatan tarik. Hasil penelitian rata-rata kekerasan pengelasan dengan media pendingin air pada daerah parent metal, las, dan HAZ masing-masing 89,4 HRB, 82,8 HRB, 83,3 HRB, media pendingin air laut 89,2 HRB, 85,3 HRB, 85,3 HRB, dan media pendingin udara 88,2 HRB, 83,7 HRB, dan 84,9 HRB.Dan rata-rata kekuatan tarik pengelasan dengan media pendingin air sebesar 53,49 kgf/mm2, media pendingin air laut sebesar 56,43 kgf/mm2, dan udara sebesar 53,62 kgf/mm2. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kekerasan dan kekuatan tarik dari proses pengelasan akibat variasi media pendingin. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dari variasi media pendingin pada proses pengelasan TIG terhadap nilai kekerasan dan kekuatan tarik pada austenitic stainless stell.

A phonemic analysis of Adonara (a dialect of Lamaholot) / by Frans Monteiro

 

Pengembangan bahan ajar sensor dan aktuator tentang gambar simbol, fungsi dan kegunaan beberapa sensor pasif dan aktif untuk SMK Teknik Elektronika Industri kelas XI / Aditya Dicky Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Aditya Dicky. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Sensor Dan Aktuator Tentang Gambar Simbol, Fungsi Dan Kegunaan Beberapa Sensor Pasif Dan Aktif Untuk SMK Teknik Elektronika Industri Kelas XI. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (II) Drs. Sujono, M.T. Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, Flash, Sensor dan Aktuator. Berdasarkan hasil pengamatan program keahlian Teknik Elektronika Industri yang dilakukan di SMKN 2 Singosari diperoleh hasil bahwa masih kurangnya jumlah bahan ajar sensor dan aktuator, media yang digunakan dalam pelajaran sensor dan aktuator masih berupa powerpoint yang berisi materi berupa teks dan gambar yang sedikit hal tersebut membuat siswa menjadi malas untuk memperhatikan dalam pembelajaran. Jadi bahan ajar sensor dan aktuator menggunakan animasi cocok untuk digunakan dalam pelajaran Sensor dan Aktuator karena animasi dapat membuat menarik perhatian siswa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Merancang dan mengembangakan bahan ajar sensor dan aktuator untuk SMK jurusan teknik elektronika industri mata pelajaran sensor dan aktuator kelas XI (sebelas), (2) Mengetahui kelayakan bahan ajar untuk SMK jurusan Teknik Elektronika Industri mata pelajaran Sensor dan Aktuator kelas XI (sebelas). Penelitian ini menggunakan model pengembangan Sugiyono yang terdiri dari sepuluh tahap prosedur penelitian dan pengembangan, yakni (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) ujicoba kelompok kecil, (7) revisi produk, (8) ujicoba kelompok besar, (9) revisi akhir, (10) produk akhir. Hasil penelitian dan pengembangan bahan ajar ini berupa bahan ajar animasi tentang sensor dan aktuator. Bahan ajar ini tergolong sangat layak. Kelayakan bahan ajar sensor dan aktuator ini mendapatkan persentase rata-rata sebesar 93,21% dari hasil validasi ahli materi sebesar 95,54%, ahli media sebesar 96,45%, uji kelompok kecil sebesar 90,98%, uji kelompok besar 89,89%. Walaupun tergolong sangat layak, terdapat bagian-bagian yang harus direvisi sesuai saran perbaikan dari para ahli dan siswa.

Efektivitas pelaksanaan pendidikan dan pelatihan guru mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan di Balai penetaran Guru (BPG) Yogyakarta
oleh Lina Erawati

 

Penerapan model pembelajaran problem based learning tema 7 untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Pandean 3 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi / Erma Deffi Ratnasari

 

ABSTRAK Ratnasari, Erma Deffi. 2016.Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Tema 7 untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Pandean 3 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi. Skripsi, Program Studi S1 PGSD, Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. M. Imron Rosyadi, H.Sy, S.Pd, M.Pd (2) Dra. Murtiningsih, M.Pd Kata Kunci: Penerapan Model PBL, Aktivitas, Hasil Belajar, Tematik, SD Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di Kelas V SDN Pandean 3 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi ditemukan bahwa (1) guru lebih dominan menggunakan metode ceramah pada saat pembelajaran dan siswa hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru (2) pada saat pembelajaran berlangsung terdapat siswa yang main sendiri dengan teman sebangku dan ramai sehingga mengganggu teman lainnya (3) dalam pelaksanaannya banyak siswa banyak siswa menggunakan hafalan untuk meningkatkan kemampuan kognitifnya (4) ketika guru memberi pertanyaan banyak siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut dan siswa lebih banyak diam jika ditanya oleh guru. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan perbaikan dalam pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning. Model problem based learning merupakan model pembelajaran yang didalamnya melibatkan siswa untuk berusaha memecahkan masalah melalui tahap-tahap tertentu. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana penerapan dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning pada tema 7 kelas V SDN Pandean 3 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi? (2) Bagaimana peningkatan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran problem based learning pada tema 7 Kelas V SDN Pandean 3 Kecamatan Karanganyar Kabupatan Ngawi? (3) Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran problem based learning tema 7 Kelas V SDN pandean 3 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi?. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas, serta menggunakan siklus Kemmis & Mc. Tagart. Pada penelitian ini dilaksanakan dua siklus, satu siklus terdiri dari dua pertemuan. Adapun tahap-tahap yang dilakukan pada penelitian ini ada 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data diawali dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesmpulan. Serta penghitungan data menggunakan kuantitatif.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning di Kelas V SDN Pandean 3 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi telah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas guru pada siklus I pertemuan 1 80% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 85 %. Kemudian pada siklus II pertemuan 1 sebesar 85% meningkat pada pertemuan 2 sebesar 90%. Pada aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan, peningkatan tersebut terlihat pada siklus 1 pertemuan 1 69% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 78,25%. Kemudian pada siklus II pertemuan 1 sebesar 82,75% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 86,25%. Pada hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 ketuntasan belajar klasikal sebesar 70% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 80%. Dan pada siklus II pertemuan 1 sebesar 90% meningkat pada pertemuan 2 sebesar 95%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada tema 7 kelas V SDN Pandean 3 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi. Dengan demikian disarankan hendaknya guru menerapkan model pembelajaran problem based learning agar aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat.

Hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan keinginan anak melanjutkan sekolah di Desa Kalipare Kabupaten Malang / oleh Anang Budi Santoso

 

Pengembangan bahan ajar modul praktikum algoritma dan pemrograman pada Program Studi Teknik Informatika Universitas Negeri Malang / Endah Septa Sintiya

 

ABSTRAK Sintiya, Endah S. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Modul Praktikum Algoritma dan Pemrograman Pada Program Studi Teknik Informatika Universitas Negeri Malang.Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono,M.T., (II) Muhammad Jauharul Fuady, S.T.,M.T. Kata Kunci : modul, praktikum, algoritma, pemrograman Algoritma dan pemrograman adalah salah satu matakuliah dasar pada Program Studi Teknik Informatika Universitas Negeri Malang yang disajikan dalam matakuliah teori dan praktikum. Pada praktikum algoritma dan pemrograman membutuhkan alat bantu pemahaman cara berpikir mahasiswa dalam pemecahan masalah yang kemudian ditulis dalam bahasa pemrograman. Bahasa yang digunakan yaitu bahasa pemrograman Python yang dianggap mampu menjembatani beberapa paradigma pemrograman. Berdasarkan pernyataan beberapa ahli bahwa bahasa Python juga dianggap mampu menjadi dasar untuk mempelajari bahasa pemrograman lain yang lebih kompleks,syntax program yang mudah dimengerti, statement singkat,strict identation dan notasi yang ringkas. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, dapat dirumuskan tujuan pengembangan sebagai berikut: (1) Mengembangkan modul praktikum algoritma dan pemrograman pada program studi teknik informatika Universitas Negeri Malang, (2) Mengetahui tingkat kelayakan modul praktikum algoritma dan pemrograman yang dikembangkan, (3) Mengetahui tingkat efektivitas modul praktikum algoritma dan pemrograman yang dikembangkan. Model pengembangan yang dianggap mampu mencapai tujuan tersebutyaitu model pengembangan Pustekkom Depdiknas dengan langkah-langkah penelitian sebagai berikut: (1) bedah kurikulum, (2) identifikasi media, (3) pengembangan naskah, (4) produksi, (5) penyempurnaan, (6) uji coba, dan (7) revisi. Hasil pengembangan ini berupa bahan ajar dalam bentuk modul cetak untuk Program Studi Teknik Informatika Universitas Negeri Malang, terdiri dari modul pegangan dosen dan mahasiswa. Bahan ajartersebut telah melalui uji coba kelayakan dan keefektifan. Analisis data yang dilakukan, didapat persentase hasil akhir hasil validasi oleh ahli materi sebesar 96,27%, validasi oleh ahli media sebesar 96,59%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 85,52% dan hasil uji coba lapangan sebesar 89,92%. Hasil rata-rata nilai pre-test pada uji coba kelompok kecil 56,79, setelah pembelajaran menggunakan modul praktikum algoritma dan pemrograman rata-rata nilai menjadi 87,94. Demikian juga hasil uji coba kelompok besar, rata-rata nilai pre-test 55,64 dan setelah menggunakan modul praktikum algoritma dan pemrograman meningkat menjadi 87,01. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar modul praktikum algoritma dan pemrograman dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar.

Penggunaan kata-kata emotif bahasa Indonesia dalam komunikasi keseharian mahasiswa IKIP MALANG / oleh Eka Ida Aprijanti

 

Pengaruh model Logan Avenue Probloem Solving (LAPS) heuristic terhadap kemampuan berpikir kritis siswa (studi pada siswa kelas X APK mata pelajaran pengantar ekonomi dan bisnis di SMK Negeri 1 Ngawi) / Desi Anggrianto

 

ABSTRAK Anggrianto, Desi. 2015. Pengaruh Model Logan Avenue Problem Solving (LAPS) - Heuristic Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa (Studi pada Siswa Kelas X APK Mata Pelajaran Pengantar Ekonomi dan Bisnis di SMK Negeri 1 Ngawi). Skripsi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Madziatul Churiyah, S.Pd., M.M, (II) Drs. H. Mohammad Arief, M.Si. Kata Kunci: Logan Avenue Problem Solving (LAPS) – Heuristic, kemampuan berpikir kritis, kurva dan keseimbangan permintaan dan penawaran. Kurikulum 2013merupakan kurikulum yang menekankan sistem pembelajaran Student-Centre Learning dengan scientificapproach. Salah satu hal yang harus dimiliki peserta didik dalam hal ini adalah kemampuan berpikir kritis.Dalam hal ini model pembelajaran konstruktivistik merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model Logan Avenue Problem Solving (LAPS) – Heuristic terhadap kemampuan berfikir kritis siswa kelas X APK SMK Negeri 1 Ngawi pada materi kurva dan keseimbangan permintaan dan penawaran mata pelajaran pengantar ekonomi dan bisnis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi-Experimental Designs.Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen SMK Negeri 1 Ngawi tahun ajaran 2015/2016. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling dan diperoleh kelas X APK 2 sebanyak 32 siswa sebagai kelas eksperimen yang akan belajar dengan Logan Avenue Problem Solving (LAPS) – Heuristic dan X APK 1 sebanyak 31 siswa sebagai kelas kontrol akan belajar dengan pembelajaran model cerah.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa silabus Pengantar Ekonomi dan Bisnis kelas X semester genap, RPP, lembar keterlaksanaan pembelajaran, dan soal post-test yang berupa dua belas soal uaraian. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Data analisis uji hipotesis menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan Logan Avenue Problem Solving (LAPS) – Heuristic lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan ceramah. Kelebihan Logan Avenue Problem Solving (LAPS) – Heuristicadalah siswatelah terbiasa terpapar dengan masalah dan menganalisis masalah sehingga efektif melatih kemampuan berpikir kritis siswa.

Analisis kesalahan berbahasa Indonesia rubrik pembaca menulis haria Jawa Pos edisi Oktober 1992 / oleh Ediyono

 

Jargon pelacur di lokalisasi Kalisari Malang / oleh Alfian

 

Evaluasi program penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif kelas X dan kelas XI Keahlian Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Kediri / Novi Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Novi. 2016. Evaluasi Program Penilaian Hasil Belajar Pada Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Produktif Pada Kelas X dan Kelas XI Keahlian Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Kediri. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sutrisno, S.T, M.Pd., (II) Drs. Made Wena, M.Pd, M.T. Kata Kunci: evaluasi, program penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013, mata pelajaran produktif. Penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 merupakan salah satu elemen yang penting dalam kurikulum 2013. Penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 yang baik dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan serta keberhasilan siswa, dalam pencapaian tujuanpembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan program penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif, meliputi: input, proses, dan produk program penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif. Data penelitian digali dengan menggunakan angket pada siswa kelas X dan siswa kelas XI paket keahlian Teknik Konstruksi Kayu di SMK Negeri 1 Kediri. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif evaluatif dengan pendekatan stake. Populasi dalam penelitian ini adalah program penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif pada kelas X dan kelas XI keahlian Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Kediri.Mata pelajaran produktif pada kelas X dan kelas XI terdiri dari 9 macam mata pelajaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus, sehingga diperoleh sampel sebanyak 9 mata pelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert. Teknik analisis data menggunakan deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut: (1) Input program penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif pada kelas X dan kelas XI keahlian Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Kediri dilihat dari kesiapan guru, dan saranapenilaian hasil belajar pada kurikulum 2013termasuk kategori cukup,(2) Prosesprogram penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif pada kelas X dan kelas XI keahlian Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Kediri dilihat dari langkah-langkah pelaksanaan penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 oleh guru termasuk kategori cukup, sedangkan macam-macam penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 oleh guru termasuk kategori kurang,(3) Produkprogram penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 mata pelajaran produktif pada kelas X dan kelas XI keahlian Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Kediri dilihat dari kualitas penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 termasuk kategori kurang,sedangkan ketercapaian penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 termasuk kategori cukup.

Alih kode bahasa guru MIA 05 Singosari tahun ajaran 1995/1996 dalam interaksi belajar-mengajar dan interaksi keluarga
oleh Tri Kusumawati

 

Analisis kesalahan struktur kalimat bahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas I SMAN 7 Malang tahun 1991/1992
oleh Tulus Widodo

 

Relevansi penggunaan konjungsi dalam buku teks bahasa Indonesia kelas IV SD dengan konjungsi dalam karangan siswa kelas IV SDN Bendo I Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung tahun ajaran 1994/1995 / oleh Muyami

 

Interferensi bahasaJawa terhadap bahasa Indonesia tulis siswa kelas II SMPN 2 Gambiran Kabupaten Banyuwangi tahun ajaran 1992/1993
oleh Mohamad Samsudin

 

Analisis kesalahan berbahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas V SDN Ciptomulyo 4 Malang / oleh Welly Santiung

 

Efektifitas metode eksperimen kerja kelompok dan metode demonstrasi terhadap pemahaman konsep fisika pokok bahasan suhu dan kalor siswa kelas I SMU Negeri 8 Malang / oleh Nani Indrawati

 

Peningkatan hasil belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif group investigation siswa kelas V SDN Gilang Kabupaten Tulungagung / Rahayuningtyas Handayani

 

ABSTRAK Handayani, Rahayuningtyas. 2016. Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation Siswa Kelas V SDN III Gilang Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Hj. Sri Murdiyah, M.Pd, (2) Drs. H. Sunyoto, S.Pd., M.Si. Kata kunci: ips, hasil belajar, group investigation Hasil observasi pada pembelajaran IPS kelas V SDN III Gilang Kabupaten Tulungagung dan wawancara dengan guru kelas V, diketahui bahwa: (1) guru tidak membuat sendiri RPP dan LKS, (2) guru tidak menggunakan model pembelajaran, (3) guru menggunakan metode ceramah sehingga siswa merasa bosan, (4) guru tidak membentuk kelompok belajar dan tidak semua siswa aktif saat kegiatan belajar, (5) sebagian siswa kesulitan memahami materi, karena terbatasnya media dan tidak berani bertanya, (6) hasil belajar siswa ditentukan dari aspek pengetahuan saja. Hal tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa yakni 12 dari 30 siswa tuntas belajar, dengan ketuntasan klasikal 40%. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif Group Investigation pada pembelajaran IPS, dan (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS setelah diajar menggunakan model Group Investigation. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama dua siklus, dalam satu siklus terdiri dari dua pertemuan. Tiap siklus dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan (1) teknik observasi, (2) teknik tes, (3) teknik wawancara, (4) teknik dokumentasi, (5) catatan lapangan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V. Pada penelitian ini peneliti sebagai guru dan guru kelas V sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar. Dibuktikan dengan rata-rata persentase aktivitas guru pada siklus I sebesar 82,82%, aktivitas siswa sebesar 79,17% . Sedangkan siklus II persentase aktivitas guru sebesar 96,88% dan aktivitas siswa sebesar 97,92%. Rata-rata hasil belajar tahap pratindakan 60,01, siklus I 69,24, siklus II 82,31. Ketuntasan belajar klasikal tahap pratindakan 40%, siklus I 63%, siklus II 100%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa yakni 30 siswa dapat tuntas seluruhnya. Oleh karena itu disarankan hendaknya peneliti lebih mengembangkan model Group Investigation menjadi lebih baik lagi, bagi siswa lebih aktif berpikir mandiri, guru dapat menerapkan dan mengembangkan model Group Investigation pada mata pelajaran lain yang sesuai, dan bagi sekolah diharapkan dapat menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mewujudkan pembelajaran yang inovatif.

Karakterisasi fisis xylene dengan interferometer michelson / oleh Hari Wisodo

 

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis pendekatan saintifik pada siswa kelas V sekolah dasar / Fahma Alfiana

 

ABSTRAK Alfiana, Fahma. 2016. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Saintifik Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dimyati, S.Pd., M.Pd, (II) Dra. Hj. Sukamti, M.Pd. Kata Kunci: lembar kegiatan siswa, pendekatan saintifik, Sekolah Dasar Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan lembaran-lembaran berisi tugas yang diberikan pada siswa guna mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan di SDN Bunulrejo 1 Malang ditemukan fakta bahwa guru belum menggunakan LKS selama pembelajaran pada semester Genap, terutama untuk materi IPA yang membutuhkan kegiatan percobaan. LKS pada semester Ganjil lebih banyak digunakan untuk memberi tugas rumah dan isinya belum memenuhi kriteria saintifik. Tidak semua guru dapat mengembangkan LKS sendiri. Penelitian ini mengembangkan LKS berbasis pendekatan saintifik. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan LKS berbasis pendekatan saintifik yang memenuhi kriteria valid dan efektif. Penelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Dick & Carey. Hasil pengembangan berupa produk LKS yang memenuhi kriteria 5M dalam pengorganisasian tugasnya. Pengembangan LKS untuk materi IPA di kelas V pada tema Sejarah Peradaban Indonesia. Penelitian dilakukan di SDN Bunulrejo 1 Malang dengan subjek penelitian siswa kelas V. Berdasarkan uji formatif oleh 2 orang ahli materi diperoleh rata-rata persentase penilaian sebesar 83%. Uji formatif pada 2 orang ahli media diperoleh rata-rata persentase penilaian sebesar 86%. Berdasarkan data ahli materi dan ahli media tersebut, apabila mengacu pada kualifikasi penilaian pengambilan keputusan untuk merevisi produk, dinilai sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi. Uji formatif pada ahli pengguna (guru) didapatkan persentase penilaian 74%. Berdasarkan data tersebut, apabila mengacu pada kualifikasi penilaian pengambilan keputusan untuk merevisi produk, dinilai cukup valid atau dapat digunakan dengan revisi kecil. Sedangkan, perbedaan hasil belajar pre tes dan pos tes ketika uji coba lapangan menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa meningkat 21%. Jika dilihat dari perolehan skor pos tes sebanyak 93% siswa telah mencapai KKM. Berdasarkan data hasil belajar tersebut, apabila mengacu pada kualifikasi penilaian pengambilan keputusan untuk merevisi produk, dinilai efektif atau dapat digunakan. LKS yang dikembangkan oleh peneliti berfungsi sebagai penunjang kegiatan pembelajaran pada buku siswa yang berupa petunjuk/pedoman belajar bagi siswa serta petunjuk melakukan percobaan. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan LKS tematik serta proses uji coba dapat mencakup beberapa sekolah.

Penafsiran sebaran kontras densitas batuan berdasarkan percepatan gravitasi dan penerapannya pada data percepatan gravitasi di daerah Batur Bali / oleh Djoko Santoso

 

Pembuatan media pembelajaran visual transparansi OHP dan efektifitasnya untukk meningkatkan pemahaman konsep-konsep fluida sisw kelas I SMU Negeri Sila Kabupaten Bima tahun pembelajaran 1996/1997 / oleh Sri Rahmatiah

 

Hubungan antara kebiasaan belajar fisika dan sikap kemandirian belajar fisika dengan penguasaan konsep getaran dan bunyi siswa kelas II SMPN I Blitar Kodya Blitar tahun ajaran 1995/1996 / oleh Herman Susanto

 

Efektivitas metode inkuiri induktif dan metode inkuiri deduktif terhadap pemahaman konsep fisika getaran harmonis sederhan siswa kelas I SMUN 4 Madiun / oleh Elly

 

Pembelajaran dengan pendekatan open-ended untuk memahamkan siswa pada materi segiempat kelas VII-I SMP Negeri 1 Singosari / Nur Yuli Asih

 

Kata kunci open-ended open-ended yaitu metode yang menyajikan suatu permasalahan dengan penyelesaian yang tidak tunggal sehingga mengambangkan pola pikir siswa yang kreatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan subjek penelitian siswa kelas VII-I SMP Negeri 1 Singosari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan pembelajaran openended dalam memahamkan siswa kelas VII I SMP Negeri 1 Singosari pada materi segiempat. Pembelajaran open-ended pada materi segiempat melalui 3 tahap: Pada tahap awal, siswa (a) diberi informasi mengenai materi segiempat meliputi identifikasi sifat-sifat segiempat ditinjau dari sudut, diagonal dan sisi-sisinya, (b) dikelompokkan, (c) diberi motivasi dengan cara memberitahukan kepada mereka bahwa diakhir tindakan mereka akan diberi hadiah dan penghargaan bagi kelompok dan siswa terbaik yang dipilih berdasarkan keaktifan dan skor tes. Pada tahap inti, siswa (a) diberi soal-soal open-ended pada LKS untuk dikerjakan secara berkelompok , (b) diberi waktu untuk mengerjakan LKS dan diskusi kelompok, dan (c) diminta untuk melakukan diskusi kelas hingga membuat kesimpulan. Pada tahap selanjutnya dalam model pembelajaran open-ended adalah tahap akhir. Siswa bersama guru mengadakan refleksi dengan mengulang kembali materi segiempat dan membuat kesimpulan Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran melalui open-ended dengan langkah-langkah yang sudah disebutkan dapat memahamkan siswa didasarkan pada hasil penelusuran soal tes dan LKS. Ratarata hasil tes siklus I sebesar 74,35% dan siklus II sebesar 94,1%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut pembelajaran matematika melalui open-ended dapat digunakan untuk memahamkan siswa pada materi segiempat. Open-Ended, Memahamkan dan Segiempat matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia, akan tetapi tidak sedikit siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran matematika. Pemahaman siswa yang kurang dalam pembelajaran matematika disebabkan siswa tidak dapat mengembangkan pola berpikir kreatif . Tidak berkembangnya pola berpikir kreatif siswa karena guru memandang bahwa pembelajaran matematika sebagai suatu hasil atau produk bukan proses. sehingga mengakibatkan siswa tidak terlibat, baik secara fisik (bekerja) maupun secara mental ( berpikir) dalam kegiatan pembelajaran. Tidak terlibatnya siswa dalam kegiatan pembeajaran menyebabkan siswa menjadi pasif dan cenderung hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Oleh karena itu diperlukannya suatu metode pembelajaran

Pengaruh kemampuan skolastik dan kemampuan pemahaman konsep gaya terhadap kemampuan dan penerapan konsep gaya pada hukum-hukum Newton siswa kelaas III cawu I SMU Negeri Karangjati Ngawi tahun ajaran 1997/1998 / oleh Suyatno

 

Perbedaan prestasi belajar fisika pokok bahasan fluida antara yang menggunakan gaya belajar interaksi sosial kolaborasi, interaksi tergantung dan interaksi tak tergantung siswa kelas I SMUN Torjun Sampang tahun ajaran 1996/1997 / oleh A. Fauzanul Hakim

 

Pengembangan modul pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk kelas IX semester genap SMP Negeri 18 Malang / Beni Hendarwanto

 

Kata kunci: Pengembangan, Modul, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan salah satu mata pelajaran dari isi kurikulum pendidikan. Sumber belajar di SMP Negeri 18 khususnya untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang berbasis buku adalah LKS dan buku BSE yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional Tahun 2010. Modul pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan salah satu sumber belajar yang dapat digunakan baik siswa maupun guru kelas IX di SMP Negeri 18 Kota Malang untuk membantu proses pembelajaran. Modul ini dikembangkan sesuai dengan KTSP yang terdapat pada SMP Negeri 18 Kota Malang. Pengembangan modul pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan ini diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami konsep pada mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Spesifikasi produk yang diharapkan adalah materi yang disajikan dalam modul ini disesuaikan dengan KTSP SMP Negeri 18 Malang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), peneliti tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah. Adapun 7 langkah yang dipilih oleh peneliti untuk pengembangan buku ajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan adalah sebagai berikut: (a) pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan dengan cara penyebaran angket dan wawancara; (b) membuat rancangan produk; (c) evaluasi 3 orang yang terdiri dari 1 ahli media dan 2 ahli pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan; (d) revisi produk awal dengan menyesuaikan hasil dari uji kelompok kecil; (e) uji coba lapangan dengan mengujicobakan hasil revisi produk awal; (f) revisi produk akhir dengan menyesuaikan dari hasil uji lapangan; (g) hasil akhir produk, modul mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan untuk siswa kelas IX semester genap SMP Negeri 18 Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan deskriptif berupa persentase Berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok kecil terhadap 9 orang siswa dan uji coba kelompok besar terhadap 45 orang siswa kelas IX SMP Negeri 18 Kota Malang modul pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dinyatakan dapat digunakan. Produk pengembangan berupa modul pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, diharapkan dapat dijadikan referensi oleh guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dalam memberikan materi pada mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan.

Hubungan antara persepsi terhadap kualitas praktikum dan kemampuan ketrampilan proses dengan pemahaman konsep mekanika fluida bagi mahasiswa TPB FPMIPA IKIP MALANG masukan tahun akademik 1994/1995 / oleh Lusharyany W.T.

 

Pembuatan program simulsi komputer tentang fluida bagi siswa SMU / oleh Anis Suryani Purwaningsih

 

Hubungan antara kompetensi instruktur, program pendidikan, dan intensitas pengajaran lembaga kursus komputer dengan kemampuan warga belajar mendayagunakan hasil belajar / oleh Muh. Yunus

 

Persepsi terhadap karakteristik yang membedakan sekolah menengah atas dengan prestasi akademik tinggi dan sekolah menengah atas dengan prestasi akademik rendah di Surabaya / oleh Moedjiarto

 

Pengaruh fasilitas belajar dan kebiasaan belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro tahun ajaran 2010/2011 / Yunita Arifiyanti

 

Fasilitas belajar merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan belajar mengajar. Agar siswa dapat mencapai tujuan secara maksimal, maka siswa perlu pengadaan fasilitas belajar yang tersedia di sekolah, di rumah dan di masyarakat. Adanya fasilitas belajar akan memunculkan motivasi siswa dalam melakukan aktivitas belajar yang biasa dilakukan oleh siswa atau dalam bahasa sederhana disebut dengan kebiasaan belajar yang pada akhirnya akan menentukan keberhasilan belajar siswa. Kebiasaan ini meliputi kebiasaan belajar di sekolah dan di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui persepsi siswa kelas XII di SMAN 1 Sumberrejo terhadap fasilitas belajar, (2) Mengetahui persepsi siswa kelas XII di SMAN 1 Sumberrejo terhadap kebiasaan belajar, (3) Mengetahui pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XII di SMAN 1 Sumberrejo, (4) Mengetahui pengaruh kebiasaan belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XII di SMAN 1 Sumberrejo, (5) Mengetahui pengaruh antara fasilitas belajar dan kebiasaan belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XII di SMAN 1 Sumberrejo. Berdasarkan hasil analisis deskripstif diketahui bahwa persepsi siswa terhadap fasilitas belajar siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Sumberrejo 70,69% yang tergolong baik, 27,59% tergolong sangat baik, dan 0,86% tergolong cukup baik, dan 0,86% tergolong kurang baik, dalam fasilitas belajar baik di sekolah, di rumah maupun di masyarakat. Kebiasaan belajar siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Sumberrejo 61,21% yang tergolong baik, 1,72% tergolong sangat baik, 35,34% tergolong cukup baik dan 1,72% tergolong kurang baik, dalam kebiasaan belajar di sekolah maupun di rumah. Hasil belajar siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Sumberrejo 73,28% yang tergolong baik, 17,24% tergolong sangat baik, dan 9,48% tergolong kurang baik. Berdasarkan hasil uji asumsi klasik, data yang diperoleh dari penelitian ini distribusi datanya normal, bebas dari multikolinieritas, bebas dari heterokedastisitas, dan bebas dari autokorelasi. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh bahwa fasilitas belajar berpengaruh terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XII di SMAN 1 Sumberrejo dan kebiasaan belajar berpengaruh terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XII di SMAN 1 Sumberrejo. Secara simultan, fasilitas belajar dan kebiasaan belajar berpengaruh terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XII di SMAN 1 Sumberrejo. Saran yang diajukan adalah (1) Diharapkan dalam pengadaan fasilitas belajar disekolah hendaknya memperhatikan kelengkapan fasilitas belajar siswa terutama dalam kondisi fasilitas belajar dan memperbaiki fasilitas belajar yang menunjang proses pembelajaran, seperti keadaan penataan ruang kelas serta keadaan laboratorium. (2) Diharapkan guru dapat meningkatkan fasilitas belajar yang telah dimiliki, serta mengetahui bagaimana menghadapi siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang berbeda, sehingga guru dapat memberikan motivasi bagi siswa untuk dapat mencapai kesuksesan dalam belajar. (3) Diharapkan siswa mempunyai hasil belajar yang stabil dan tinggi, berani membuka diri kepada para guru agar berkomunikasi dalam kegiatan pembelajaran agar menjadi lebih nyaman dan juga siswa menggunakan fasilitas yang sudah tersedia semaksimal mungkin dan mempunyai kebiasaan belajar yang baik agar mencapai hasil belajar yang lebih optimal.

Hubungan antara aspirasi, dan persepsi warga belajar terhadap program kejar paket B setara SLTP, serta dukungan orang tua warga belajar dengan prestasi belajar warga belajar kejar paket B setara SLTP di kabupaten Jember / oleh Herman Agus Darmanto

 

Pengaruh penggunaan metode STAD terhadap kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri I Saronggi-Sumenep tahun ajaran 2010/2011 / Riski Agustini

 

Kata Kunci : menulis teks berita, metode STAD, dan pembelajaran menulis Tingkat minat dan kemampuan siswa dalam menulis teks berita masih rendah karena kurang beragam dan menariknya penerapan metode pembelajaran.Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya dalam menulis teks berita. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah metode STAD. Metode ini menuntun siswa memperoleh pengetahuan melalui kerjasama kelompok yang diterapkan dalam metode STAD. Dalam metode STAD siswa diajak untuk bekerja sama dalam menyusun pengetahuan dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan dengan teman. Pola pembelajaran ini siswa berperan aktif dalam proses menemukan dan menyusun informasi berdasarkan kejadian atau peristiwa yang dialami ataupun diimajinasikan. Metode ini menekankan pada siswa untuk mandiri, mau bekerja sama dengan teman dalam proses pembelajaran, mau menghargai pendapat orang lain. Sedangkan guru berperan sebagai fasilitator, mediator, dan motivator. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui adanya pengaruh penggunaan metode STAD terhadap kemampuan menulis judul berita, (2) mengetahui adanya pengaruh penggunaan metode STAD terhadap kemampuan menulis teras berita, dan (3) mengetahui adanya pengaruh penggunaan metode STAD terhadap kemampuan menulis tubuh berita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri I Saronggi. Masing-masing kelompok berjumlah 30 siswa. Sampel penelitian merupakan siswa yang benar-benar mengikuti seluruh kegiatan penelitian. Dalam penelitian ini, data berupa hasil pretes dan postes menulis teks berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode STAD memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan menulis teks berita pada aspek menulis judul berita dan teras berita siswa SMP Negeri I Saronggi. Kemampuan menulis teks berita kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada aspek menulis judul berita memiliki nilai uji statistik 2,540 lebih besar dari nilai t tabel 2,045 maka H 1 diterima. Dengan demikian, ada pengaruh penggunaan metode STAD terhadap kemampuan menulis judul berita siswa kelas VIII SMP Negeri I Saronggi. Kemampuan menulis teks berita kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada aspek menulis teras berita memiliki nilai uji statistik 2,505 lebih besar dari nilai t tabel 2,045 maka H 1 diterima. Dengan demikian, ada pengaruh penggunaan metode STAD terhadap kemampuan menulis teras berita siswa kelas VIII SMP Negeri I Saronggi. Kemampuan menulis teks berita kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada aspek menulis tubuh berita memiliki nilai uji statistik 1,781 lebih kecil dari nilai t tabel 2,045 maka H 1 ditolak. Dengan demikian, tidak ada pengaruh penggunaan metode STAD terhadap kemampuan menulis tubuh berita siswa kelas VIII SMP Negeri I Saronggi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh positif penggunaan metode STAD terhadap kemampuan menulis judul berita dan teras berita siswa kelas VIII SMP Negeri I Saronggi, sedangkan tidak ada pengaruh positif penggunaan metode STAD terhadap kemampuan menulis tubuh berita siswa kelas VIII SMP Negeri I Saronggi. Hal ini disebabkan karena dalam menulis tubuh berita siswa masih belum bisa membedakan mana teras berita dan mana tubuh berita. Mereka mempunyai pemahaman bahwa teras berita dan tubuh berita sama-sama merupakan isi berita keseluruhan kecuali judul berita. Berdasarkan kesimpulan data hasil penelitian ini dapat dikemukakan beberapa saran. Saran ini dimaksudkan untuk dapat memberikan masukan pikiran terhadap peningkatan dan pembinaan kemampuan menulis teks berita. Bagi peneliti lain hendaknya penelitian ini dapat dijadikan masukan demi tercapainya penelitian berikutnya. Karena fungsi penelitian eksperimen yang merupakan uji coba suatu produk, maka hasil yang didapat dari penelitian ini bias digunakan sebagai landasan untuk diadakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode STAD. Bagi guru hendaknya penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk menambah pengetahuan dan kreativitas guru dalam mengembangkan metode dan strategi pembelajaran di sekolah. Berdasarkan penelitian ini guru juga dapat mencoba menggunakan metode STAD untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita. Jenis metode STAD yang lain juga dapat digunakan guru di sekolah untuk menambah variasi teknik-teknik menulis teks berita dalam pembelajaran di kelas. Perlu diingat juga agar menanamkan motivasi menulis teks berita dengan menerapkan metode STAD dari dalam diri siswa agar mendapatkan hasil tulisan yang maksimal.

Pola kepribadian vokasional, pola preferensi vokasional dan pola jabatan siswa SMA penerapan teori pemilihan vokasional Holland pada latar budaya etnik Jawa dan etnik flores / oleh Uda Geradus

 

Penggunaan metode shopping post to post untuk meningkatkan kualitas proses dan kualitas hasil pembelajaran menulis makalah siswa kelas XI IPA SMA Widyagama Malang / Ari Dwi Cayanti

 

Kata Kunci: kemampuan menulis, pembelajaran menulis, metode shopping post to post Pembelajaran keterampilan menulis memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, mengajarkan keterampilan menulis harus dalam porsi yang cukup. Pembelajaran menulis merupakan suatu kegiatan yang harus diajarkan secara terus menerus kepada peserta didik. Tanpa adanya latihan yang terus-menerus, kegiatan menulis tidak dapat berjalan dengan baik. Menulis bukanlah aktivitas yang sekali jadi, melainkan masih membutuhkan perbaikan. Akan tetapi, kenyataan yang ada di lapangan menunjukkan pembelajaran menulis belum diajarkan sesuai dengan porsi seharusnya. Hasil studi pendahuluan di kelas XI IPA SMA Widyagama Malang menunjukkan keterampilan menulis siswa masih rendah. Hal ini disebabkan rendahnya tingkat motivasi pada diri siswa. Berdasarkan uraian di atas, penggunaan metode shopping post to post dalam menulis makalah siswa kelas XI IPA SMA Widyagama bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam keterampilan menulis. Diharapkan dengan adanya metode shopping post to post dapat merangsang motivasi siswa dan meningkatkan kemampuan siswa dalam keterampilan menulis, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang instrumen utamanya adalah peneliti. Instrumen pendukung yang digunakan berupa tes performansi, lembar observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi kegiatan siswa. Sumber data merupakan guru dan siswa kelas XI IPA SMA Widyagama Malang. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan non tes. Data yang diperoleh berupa hasil tulisan siswa dan catatan pada saat kegiatan observasi selama penelitian berlangsung. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan analisis data penelitian keterampilan menulis makalah yang dilengkapi dengan kutipan, catatan kaki, dan daftar rujukan menggunakan metode shopping post to post pada prasiklus, siklus I, dan siklus II mengalami peningkatan. Nilai rata-rata pada kemampuan siswa menulis makalah prasiklus sebesar 59,8, pada siklus I sebesar 71,6, dan pada siklus II sebesar 79,1. Nilai ratarata kemampuan menulis kutipan pada prasiklus sebesar 52,9, pada siklus I sebesar 70,3, dan pada siklus II sebesar 81,7. Nilai rata-rata kemampuan menulis catatan kaki pada prasiklus sebesar 35,5, pada siklus I sebesar 62,6, pada siklus II sebesar 74,7. Nilai rata-rata pada kemampuan membuat daftar rujukan pada prasiklus sebesar 81,4, pada siklus I sebesar 95,8, dan pada siklus II sebesar 98,3. Peningkatan keterampilan menulis siswa pada tiap siklus diikuti dengan kemajuan sikap siswa yang lebih bertanggung jawab, disiplin, aktif, dan saling membantu. Penerapan metode shopping post to post dengan langkah pembelajaran yang memberikan ruang gerak pada siswa untuk lebih beraktivitas tidak hanya duduk diam di bangku untuk mendengarkan dan menunggu perintah guru. Berdasarkan manfaat dari metode ini disarankan kepada guru untuk menerapkan metode shopping post to post dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa dengan permasalahan yang sama. Bagi peneliti yang akan datang diharapkan meneliti tentang keterampilan menulis menggunakan metode shopping post to post shopping post to post

Peningkatan keterampilan menulis narasi melalui model pembelajaran visualization, auditory, kinesthetic pada siswa kelas V dalam tema sejarah peradaban Indonesia di SDN Blimbing 1 Kota Malang / Ayu Vidya Rakhmawati

 

Pengaruh pemberian kuis dalam pengajaran fisika terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas I SMAN 6 Malang tahun ajaran 1995/1996 / oleh Lukman Hakim

 

Pengaruh kompetensi, independensi dan etika profesi audotor terhadap kualitas audit (studi empiris pada Kantor Akuntan Publik di Malang) / Maharany

 

ABSTRAK Maharany. 2016. Pengaruh Kompetensi, Independensi dan Etika Profesi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik di Malang). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri malang. Pembimbing (I) Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak, (II) Dr. Dodik Juliardi, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: kompetensi, independensi, etika profesi dan kualitas audit. Kualitas audit menjadi pertanyaan besar masyarakat karena berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh Akuntan Publik baik dalam dan luar negeri. Kualitas audit merupakan ukuran seorang auditor dalam menemukan dan melaporkan pelanggaran akuntansi klien. Berdasarkan Behavioral Decision Theory yang menyatakan bahwa perilaku dan tindakan seseorang akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi, independensi dan etika profesi auditor terhadap kualitas audit. Pengetahuan dan pengalaman, lama hubungan dengan klien, tekanan dari klien dan telaah rekan auditor, serta sikap integritas, objektivitas dan kerahasiaan informasi akan mempengaruhi auditor dalam menemukan temuan audit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian eksplanasi. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan populasi yaitu staff auditor pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang berjumlah 85 staff auditor. Pengumpulan data hanya dengan menggunakan instrumen kuesioner. Untuk menguji kelayakan instrumen penelitian maka dilakukan uji coba instrumen yaitu uji validitas dan reliabilitas. Analisis ini menggunakan teknik analisis linear berganda dengan bantuan program software SPSS 21 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit (2) independensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit (3) etika profesi auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit (4) kompetensi, independensi dan etika profesi auditor berpengaruh terhadap kualitas audit secara simultans.

Identifikasi kesalahan konsep tentang materi energi dan usaha pada siswa kelas I SLTP Islam Gondanglegi Malang / oleh Achmad Zainuri

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |