Tipologi latihan dalam modul bahasa Jerman kelas X SMA Negeri 1 Gondanglegi / Irani Damayanti

 

Kata Kunci: KTSP, Modul Bahasa Jerman, Tipologi Latihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan tertentu, misalnya Sekolah Menengah Atas. Seiring dengan perkembangan kurikulum, dalam kegiatan pembelajaran bahasa Jerman guru perlu memberikan materi dan latihan yang tepat. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang memadai untuk mengembangkan empat keterampilan siswa dalam berbahasa secara mandiri. Modul Bahasa Jerman SMA Negeri 1 Gondanglegi berisikan materi dan latihan¬latihan soal serta beberapa lagu berbahasa Jerman, Landeskunde dan kleine Quiz. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipologi latihan pada Modul Bahasa Jerman Kelas X dan mendeskripsikan kesesuaian Modul Bahasa Jerman dengan KTSP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan jenis analisisnya adalah dokumenter. Sumber data dalam penelitian ini adalah Modul Bahasa Jerman SMA Negeri 1 Gondanglegi Kelas X semester 1 dan KTSP Bahasa Jerman. Pada penelitian ini, peneliti merupakan instrumen utama. Tabel-tabel yang digunakan adalah instrumen pemandu atau pendukung penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Modul Bahasa Jerman Kelas X SMA Negeri 1 Gondanglegi sudah mencakup empat keterampilan berbahasa dalam KTSP, tetapi terdapat 5 soal dalam keterampilan membaca dan 14 soal dalam keterampilan berbicara yang tidak sesuai dengan Kompetensi Dasar dalam KTSP. Latihan soal yang diberikan untuk keterampilan mendengarkan kurang terealisasikan, karena hanya terdapat 2 soal saja. Tipologi latihan dalam modul ini cukup bervariasi, akan tetapi tidak terlalu banyak keterampilan yang dikombinasikan dengan keterampilan lain. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan hal-hal sebagai berikut. Guru Bahasa Jerman diharapkan dapat menyusun modul lebih baik lagi dengan mengacu pada KTSP dan tipologi latihan soal yang sesuai, serta dalam modul tersebut hendaknya diberikan piktogram, nomor latihan soal, daftar isi, kunci jawaban dan peristilahan atau Glossary pada akhir halaman.

Efektivitas penggunaan modul terhadap keberhasilan pengajaran remedial (remedial teaching) kelas XII pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 9 Malang tahun pelajaran 2010/2011 / Asti Ratna Kanyaka Rahayu

 

Kata Kunci: Modul, Pengajaran Remedial (Remedial Teaching), Hasil Belajar Salah satu masalah besar dalam bidang pendidikan di Indonesia yang banyak dibicarakan saat ini adalah mutu pendidikan yang terlihat dari rata-rata hasil belajar yang rendah. Penggunaan modul untuk pengajaran remedial merupakan salah satu cara untuk membantu siswa agar lebih aktif dan mandiri dalam memperbaiki hasil belajar. Hal ini dilakukan, agar siswa mendapatkan hasil belajar sesuai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan modul terhadap keberhasilan pengajaran remedial (remedial teaching) kelas XII pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 9 Malang tahun 2010/2011. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis rancangan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Nonrandomized Control Group Pretest Posttest Design. Teknik pengumpulan data melalui metode tes dan dokumentasi. Instrumen berupa soal objektif dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XII IPS1 sebagai kelas kontrol dan XII IPS 4 sebagai kelas eksperimen di SMA Negeri 9 Malang semester gasal tahun pelajaran 2010/2011. Hasil penelitian diperoleh bahwa skor hasil belajar remedial untuk kelas eksperimen 88,57 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 81,43. Berdasarkan rata-rata skor hasil belajar remedial di atas, bahwa hasil belajar remedial akuntansi siswa kelas eksperimen lebih baik daripada hasil belajar remedial akuntansi siswa kelas kontrol. Kesimpulan penelitian bahwa pengajaran remedial yang menggunakan modul lebih efektif daripada hanya melaksanakan remedial tes. Saran yang diajukan adalah (1) bagi peneliti lain dapat meneliti penggunaan modul lebih dari satu pokok bahasan, (2) bagi guru dianjurkan agar modul tidak hanya digunakan kepada siswa-siswa yang mendapatkan pengajaran remedial, namun digunakan untuk pengajaran di kelas reguler, (3) bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian ini dengan menambah aspek afektif dan psikomotorik untuk mengukur hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan, (4) bagi peneliti lain dianjurkan memberikan perlakuan yang beda untuk kelas eksperimen maupun kelas kontrol, (5) bagi peneliti lain dianjurkan untuk mengganti soal-soal tes hasil belajar jika pada saat uji coba instrumen penelitian kurang memenuhi syarat, (6) bagi peneliti lain dianjurkan memilih sampel dari populasi yang memiliki varian sama.

Nilai-nilai moral dalam tradisi "mocoan lontar" pada suku Using di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi / Mega Yesi Okta Fihana

 

Kunci: Nilai-nilai, Moral, “Mocoan Lontar” “Mocoan lontar” merupakan salah satu tradisi yang berada di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. “Mocoan lontar” dalam pelaksanaannya ada tiga bagian, yaitu pembukaan, inti dan penutup. Tradisi ini diadakan dalam berbagai acara seperti, “mitoni”, kelahiran, khitanan, pernikahan, dan dijadikan muatan lokal untuk tingkat sekolah. Moral adalah suatu ajaran baik dan buruk maupun kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita. Nilai moral yang terkandung dalam tradisi “mocoan lontar” yaitu nilai kerukunan, nilai gotong royong, nilai keadilan, nilai persatuan dan nilai religi. Upaya melestarikan tradisi “mocoan lontar” agar tidak punah yaitu dengan cara pelatihan-pelatihan baik di masyarakat Desa Kemiren maupun di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Dinas pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Banyuwangi juga mempunyai program dalam melestarikan tradisi “mocoan lontar”, yaitu dengan cara bekerja sama dengan masyarakat Desa Kemiren untuk mengadakan pelatihan “mocoan lontar”, pelatihan tersebut dilakukan supaya tetap terjaga kelestarian tradisi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan asal-usul tradisi “mocoan lontar”, (2) mendeskripsikan pelaksanaan tradisi “mocoan lontar”, (3)mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi “mocoan lontar”, (4) mendeskripsikan peranan pemerintah terhadap pelaksanaan tradisi “mocoan lontar”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Untuk mencapai tujuan tersebut, data dikumpulkan dengan cara observasi partisipatif, studi dokumentasi serta wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Penelitian dilakukan di desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi dengan obyek penelitian adalah masyarakat desa Kemiren, peserta “mocoan lontar” dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi. Dari hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa, asal-usul tradisi “mocoan lontar” yaitu tidak diketahui dengan pasti namun yang jelas sejak para wali menyebarkan Agama Islam di Banyuwangi, Pelaksanaan tradisi “mocoan lontar” yaitu digelar secara rutin setiap minggu dan pada waktu hajatan masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi “mocoan lontar” yaitu nilai kerukunan, nilai gotong royong, nilai keadilan, nilai persatuan dan nilai religi. Upaya melestarikan “mocoan lontar” yaitu Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Dinas pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan masyarakat Desa Kemiren untuk mengadakan pelatihan di desa tersebut supaya tetap terjaga kelestariannya. i Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya masyarakat lebih mengerti tentang kandungan makna yang terdapat dalam setiap tradisi yang dimiliki oleh Kabupaten Banyuwangi dan cara menjaga, melestarikan tradisi daerah secara berkelanjutan supaya tidak tergilas oleh arus globalisasi.

Pengaruh pemanfaatan fasilitas belajar dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA N 1 Malang / Vella Chari Purwanto

 

Kata Kunci: Pemanfaatan Fasilitas Belajar, Motivasi Berprestasi, Hasil Belajar Ekonomi Belajar adalah sebuah perubahan tingkah laku, perubahan yang terjadi diakibatkan oleh latihan atau pengalaman, dan perubahan ini bersifat mantap, akhir dari suatu proses periode yang cukup panjang. Tingkah laku perubahan yang dialami harus menyangkut berbagai aspek kepribadian. Keberhasilan belajar yang dilakukan siswa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal maupun faktor eksternal. Fasilitas belajar, sebagai salah satu faktor eksternal, memengaruhi keberhasilan belajar siswa. Fasilitas belajar yang lengkap dan memadai serta dimanfaatkan dengan benar akan meningkatkan hasil belajar siswa. Namun, bila tidak dimanfaatkan justru akan menurunkan hasil belajar siswa. Motivasi berprestasi merupakan motif atau daya penggerak individu untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya. Motivasi berprestasi adalah salah satu faktor internal yang memengaruhi hasil belajar siswa. Apabila motivasi berprestasi siswa tinggi, maka hasil belajarnya akan meningkat. Berbeda jika motivasi berprestasi rendah, maka hasil belajarnya akan rendah pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan fasilitas belajar dan tinggi rendahnya motivasi berprestasi siswa terhadap hasil belajar ekonomi baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Malang dengan subjek penelitian siswa-siswi kelas XI IPS yang berjumlah 93 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diketahui bahwa pemanfaatan fasilitas belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Malang cukup tinggi, 61 siswa memanfaatkan fasilitas secara optimal dan hanya 17 siswa yang kurang optimal dalam memanfaatkan fasilitas belajar baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan. Motivasi berprestasi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Malang cukup tinggi, 66 siswa memiliki motivasi berprestasi tinggi dan hanya 11 siswa yang memiliki motivasi berprestasi yang rendah. Hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Malang cukup tinggi, 54 siswa memiliki hasil belajar yang tinggi dan hanya 12 siswa yang memiliki hasil belajar yang rendah. Berdasarkan hasil uji asumsi klasik, data yang diperoleh dari penelitian ini bebas dari multikolinieritas, bebas dari autokorelasi, bebas dari heterokedastisitas, dan distribusi datanya normal. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh bahwa pemanfaatan fasilitas belajar berpengaruh secara parsial terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Malang dengan signifikansi t = 0,000 pada tingkat signifikansi 0,05. Motivasi berprestasi berpengaruh secara parsial terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Malang dengan signifikansi t = 0,000 pada tingkat signifikansi 0,05. Secara simultan, pemanfaatan fasilitas belajar dan motivasi berprestasi berpengaruh positif terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Malang dengan signifikansi F = 0,000 pada tingkat signifikansi 0,05. Di lapangan peneliti menemukan bahwa ketiga ruang kelas yang digunakan siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Malang berbeda fasilitasnya, kelas XI IPS 1 menempati ruang kelas dengan fasilitas yang sangat lengkap dan nyaman. Sementara berbeda halnya dengan kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3 yang kelasnya sedang mengalami perbaikan sehingga harus menempati kelas sementara yang kurang begitu lengkap dan nyaman fasilitasnya. Minoritas siswa kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3 yang memiliki hasil belajar yang maksimal. Fakta ini mendukung bahwa pemanfaatan fasilitas belajar dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Malang. Saran yang diajukan adalah (1) bagi Sekolah, Fasilitas sekolah yang diberikan hendaknya di optimalkan sehingga mendukung hasil belajar siswa, khususnya mata pelajaran ekonomi, perbaikan ruang kelas yang sedang dilakukan hendaknya segera diseleseikan agar tidak memengaruhi kegiatan belajar siswa yang mengakibatkan hasil belajar siswa menurun. Sekolah juga perlu mensosialisasikan pentingnya pemanfaatan fasilitas belajar yang tersedia di sekolah agar siswa memanfaatkannya secara optimal untuk hasil belajar yang optimal. (2) Bagi Siswa, Siswa hendaknya memanfaatkan fasilitas belajar di sekolah, fasilitas belajar di rumah, serta di lingkungan secara optimal untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi. Di samping itu, siswa harus meningkatkan motivasi berprestasi agar mencapai prestasi yang optimal. (3) Bagi Peneliti Lain, peneliti berikutnya diharapkan mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan fasilitas belajar dan motivasi berprestasi dengan menambah kajian variabel lain yang turut mempengaruhi prestasi belajar siswa dan belum diteliti dalam penelitian ini.

Penerapan pembelajaran kontekstual metode student teams achievement divisions (STAD) untuk meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 1 Tumpang / Lainun Sabdianawati

 

Kata Kunci : Pembelajaran Kontekstual, Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD), Partisipasi, Hasil Belajar Kualitas suatu pembelajaran ditentukan oleh kualitas proses dan hasil belajar. Berdasarkan pengamatan pada saat Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Tumpang menyebutkan bahwa kualitas pembelajaran pada mata pelajaran Ekonomi masih rendah. Nilai rata-rata kelas pada ulangan harian pada semester I tahun pelajaran 2010/2011 masih di bawah Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yaitu 75 atau dengan kata lain siswa belum memahami materi pelajaran Ekonomi dengan baik. Rendahnya hasil belajar siswa merupakan akibat dari masih rendahnya kualitas dari proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang masih terpusat pada guru. Guru aktif memberikan penjelasan atau informasi terperinci tentang bahan pengajaran. Dan berdasarkan keluhan guru mata pelajaran Ekonomi, menjelaskan bahwa siswa memiliki minat belajar yang rendah. Namun dilihat dari sudut pandang siswa sebagai pengkonstruk atau pembangun pengetahuan, tindakan yang dilakukan guru tersebut justru menjadikan siswa merasa jenuh karena proses belajar hanya didominasi oleh guru. Sehingga materi atau pengetahuan yang telah disampaikan oleh guru kurang dipahami atau dikuasai siswa. Siswa menjadi pasif dalam proses pembelajaran karena siswa tidak memahami materi, sehingga siswa tidak tahu apa yang harus ditanyakan. Selain itu siswa juga kurang mendapatkan motivasi. Masalah yang diteliti terdiri dari apakah penerapan pembelajaran kontekstual metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X SMA Negeri 1 Tumpang, serta bagaimanakah respon siswa terhadap penerapan pembelajaran kontekstual metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada mata pelajaran Ekonomi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) atau yang biasa disebut dengan PTK. Pendekatan penelitian yang digunakan di dalam PTK merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus. Pada setiap siklusnya terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan awal, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan di mulai pada tanggal 29 Oktober sampai 12 November 2010. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas X.3 semester gasal tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 37 siswa. Dari data hasil belajar siswa pada siklus I dan II dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar ranah kognitif, yaitu peningkatan nilai rata-rata i kelas dari 77,30 menjadi 82,30. Peningkatan sebesar 5 satuan dengan persentase sebesar 6,47%. Peningkatan rata-rata hasil belajar siswa ranah afektif sebesar 1,91 satuan dengan persentase sebesar 5,16%. Rata-rata partisipasi siswa pada siklus I dan siklus II meningkat sebesar 9,22 satuan dengan persentase 14,82%. Sedangkan respon siswa terhadap pembelajaran kontekstual metode STAD menyebutkan materi yang dipelajari bermakna dengan siswa yang menjawab sangat setuju sebesar 24%, setuju sebesar 68%, kurang setuju sebesar 7,4%, dan tidak setuju 0,7%. Siswa aktif dalam pembelajaran dengan siswa yang menjawab selalu aktif sebesar 30%, sering sebesar 62%, kadang-kadang sebesar 8,3%, dan tidak aktif sebesar 0,2%. Respon siswa terhadap kemampuan guru mengajar menyebutkan bahwa sudah baik dengan siswa yang menjawab sangat setuju sebesar 37%, setuju 53%, kurang setuju 9,2%, dan tidak setuju 0,8%. Sedangkan situasi pembelajaran mendukung kegiatan pembelajaran dengan siswa yang menjawab sangat setuju sebesar 24%, setuju sebesar 54%, kurang setuju 16%, dan yang tidak setuju sebesar 4,4%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penerapan pembelajaran kontekstual metode STAD dapat meningkatkan pertisipasi siswa dan hasil belajar siswa yang terdiri dari ranah kognitif dan afektif. Sedangkan kesimpulan dari respon siswa menunjukkan adanya respon positif terhadap kegiatan pembelajaran kontekstual metode Student Teams Achievement Divisions (STAD). Saran bagi penelitian ini, guru diharapkan selalu mengikuti informasi¬informasi terbaru mengenai keadaan ekonomi dalam dunia nyata, memberikan penjelasan atau menegaskan pentingnya partisipasi siswa dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan memberikan motivasi seperti pemberian penghargaan secara individu maupun kelompok, Dalam menerapkan metode pembelajaran kontekstual metode STAD, guru perlu mengatur waktu belajar kelompok untuk siswa, mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang tepat, sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat berlangsung secara optimal dan efisien. Bagi peneliti berikutnya diharapkan dapat melaksanakan pembelajaran tersebut dengan kompetensi dan subyek penelitian yang berbeda. Selain itu menambah jumlah siklus penelitian tindakan kelas, sehingga ditemukan hasil penelitian yang berbeda. Dan diharapkan peneliti berikutnya untuk meneliti tingkat efektifitas penerapan pembelajaran CTL metode STAD agar penelitian lebih bermanfaat lagi.

Pengaruh inflasi, suku bunga dan kurs rupiah terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) yang dimediasi oleh investasi asing periode tahun 2005-2009 / Tanto A. Putro

 

Kata Kunci: Inflasi, Suku Bunga, Kurs Rupiah, Investasi Asing dan IHSG. Dampak krisis keuangan global adalah para investor asing yang memiliki instrumen keuangan berupa saham di Indonesia menjual saham-sahamnya karena mereka membutuhkan dana di negaranya masing-masing. Tindakan yang dilakukan para investor asing tersebut pada akhirnya menyebabkan IHSG anjlok. Dampak dari tingginya inflasi adalah semakin mahalnya harga barang-barang kebutuhan sehingga dapat menurunkan daya beli dan investasi masyarakat. Naiknya suku bunga SBI berdampak pada investor yang sebelumnya berinvestasi dalam saham akan berpindah pada SBI karena memiliki risiko lebih rendah. Perubahan kurs akan mempengaruhi competitiveness perusahaan, yang selanjutnya mempengaruhi pendapatan perusahaan dan selanjutnya harga sahamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) inflasi, suku bunga SBI, kurs rupiah, investasi asing di pasar modal dan IHSG, (2) pengaruh inflasi, suku bunga dan kurs rupiah secara langsung terhadap investasi asing, (3) pengaruh inflasi, suku bunga, kurs rupiah dan investasi asing secara langsung terhadap IHSG, (4) pengaruh inflasi, suku bunga, kurs rupiah secara tidak langsung terhadap IHSG melalui investasi asing. Sumber data dalam penelitian ini mengenai inflasi, suku bunga, dan kurs rupiah terhadap dolar diperoleh dari Statistik Ekonomi Moneter Indonesia yang diterbitkan BI. Sedangkan data investasi asing dan IHSG diperoleh dari Statistik Pasar Modal terbitan Bapepam-LK. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh. Analisis yang digunakan adalah uji asumsi klasik dan analisis jalur (path). Dengan analisis jalur, pengaruh inflasi, suku bunga dan kurs rupiah terhadap investasi asing disebut Sub-Struktur 1 dan pengaruh inflasi, suku bunga, kurs rupiah dan investasi asing terhadap IHSG disebut Sub-Struktur 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tidak terdapat pengaruh signifikan antara inflasi dan kurs rupiah terhadap investasi asing, (2) tidak terdapat pengaruh signifikan antara inflasi terhadap IHSG, (3) tidak terdapat pengaruh signifikan variabel inflasi dan kurs rupiah secara tidak langsung terhadap IHSG melalui investasi asing. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan: (1) investor sebaiknya tidak cepat panik dengan manarik dananya dalam kondisi pasar yang tidak wajar, (2) pemerintah sebaiknya merangsang para investor untuk menginvestasikan dananya untuk jangka waktu yang lebih lama salah satunya dengan cara menjaga stabilitas nasional di segala bidang seperti politik, sosial, ekonomi dan keamanan, serta dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan lain agar pasar modal Indonesia tidak rentan terhadap berbagai risiko

Analisis perkembangan dana perimbangan dan pendapatan asli daerah (PAD) sebagai sumber penerimaan dalam membiayai pengeluaran APBD di Kabupaten Tulungagung / Dhanang Wijanarko

 

Key words: Balance fund, Regency’s revenue, Source of revenue In conducting extensive regional autonomy, real, and responsible, necessary authority and capability to get own financial resources are supported by a financial balance between central and local governments. In ensuring the implementation of good regional autonomy, it is necessary to increase original income, either by increasing revenue source revenue sources that already exist or dig through the source region income community economic potentials. Purpose of this study were (1) analyze the contribution of region income component and the component of balance funds as a source of revenues, in Tulungagung 2005-2009 (2) analyze the effectiveness of component-level source revenue Tulungagung district 2005-2009. To view the contribution of component source revenue to total revenue source revenue contribution analysis, while to see the level of effectiveness between the target and the realization of the original income component is done by using analysis of effectiveness. The results of this study indicate that during the years 2005-2009, the contribution of region income component still domination by retribution with an average contribution per year is 65.16% and the balance funds component is dominated by the General Allocation Fund with an average donation per year at 81 , 99%. While based on the results of analysis using effectiveness analysis showed that the level of effectiveness of the components of the effective region income each year in which its effectiveness is always above 100%. Based on the results of this study can be given some suggestions. First, the contribution of region income in local revenue structure does not show a significant figure. This is expected to be a concern for the government Tulungagung to overcome them. Second, the actual acceptance region income components should be used as a basis for optimizing the potential of existing areas in order to increase the contribution of Regional Revenue Structure of revenues.

Study tentang kreativitas guru dan kebijakan sekolah dalam menyikapi ketersediaan peralatan praktik teknik kendaraan rngan (TKR) di SMKN 12 Malang / Wahyu Indrawan

 

Kata kunci : kreativitas guru, kebijakan sekolah, peralatan praktik TKR. SMK Negeri 12 Malang baru 5 tahun berdiri masih mengalami kendala dalam pemenuhan sarana peralatan praktik terutama untuk mendukung pembelajaran program keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR). di Peralatan praktik program keahlian TKR di SMKN 12 masih belum dapat memenuhi kebutuhan siswa baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis saat pra penelitian, ketersediaan peralatan praktik program keahlian TKR di SMKN 12 Malang masih sekitar 50% dari standar peralatan yang dikeluarkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Solusi dari permasalahan tersebut dapat dilihat dari sudut pandang guru dan pejabat di sekolah. Karena, guru merupakan faktor eksternal sebagai penunjang pencapaian hasil belajar yang optimal dan pejabat sekolah berwenang mengeluarkan kebijakan yang harus dipatuhi seluruh elemen di sekolah. Oleh karena itu dibutuhkan kreativitas guru dan kebijakan sekolah untuk menyikapi ketersediaan peralatan praktik di SMKN 12 Malang. Metode penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Lokasi Penelitian ini berlokasi di SMK Negeri 12 Malang tahun pelajaran 2010/2011 yang berlokasi di jl. Pahlawan, Balearjosari Malang dan hanya meneliti pada peralatan praktik TKR. Sumber data adalah waka sarana prasarana, waka kurikulum, dan semua guru TKR dengan teknik penjaringan menggunakan teknik sampling bola salju (snowball sampling). Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara secara mendalam, observasi dan dokumentasi berupa rekaman video. Analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing / verification dengan pengecekan kebsahan temuan menggunakan perpanjangan pengamatan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralatan praktik TKR di SMK N 12 Malang masih kurang, dengan rasio jumlah peralatan dengan jumlah siswa adalah 1:5 sampai 1:20. Kreativitas yang dilakukan guru adalah menambah jam praktik siswa; menggunakan multimedia dalam menyampaikan pelajaran; mengupdate metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peralatan yang masih kurang; membagi siswa ke dalam kelompok besar dan kelompok kecil; aktif membangun kemitraan dengan industri. Kebijakan yang dilakukan sekolah adalah mewajibkan guru membuat rekaman video; meningkatkan kompetensi guru dengan mengirim ke pelatihan-pelatihan;memberikan kesempatan bagi guru yang berminat mengajar produktif TKR dengan mengikutkan guru tersebut pada diklat alih fungsi.Sedangkan kendala yang dihadapi untuk memenuhi peralatan adalah dana. Solusi yang dilakukan sekolah untuk mengatasi kendala adalah dengan Pembelian peralatan dengan skala prioritas dan bertahap; mengupdate info terkait dengan informasi bantuan yang diberikan oleh pemerintah; mengoptimalkan penerimaan SPP dari siswa.

Pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap disiplin kerja pegawai (studi pada Kantor Kecamatan Kunjang dan Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri) . Sholeh Indra Pranata

 

Kata Kunci: gaya kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, disiplin kerja pegawai Manusia merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting dalam organisasi. Peran manusia dalam suatu organisasi sangat menentukan berhasil tidaknya usaha yang akan dicapai dalam melakukan kegiatan. Oleh karena itu perlu ditekankan bahwa sumber daya manusia harus mendapatkan perhatian khusus untuk mendapatkan hasil maksimal. Menghadapi kenyataan tersebut, Suatu organisasi saat ini memerlukan gaya kepemimpinan dari atasan yang lebih proaktif dan lebih efektif dalam hal memotivasi bawahan untuk mencapai performa yang lebih baik, gaya kepemimpinan transformasional merupakan faktor penentu yang mempengaruhi sikap, persepsi, dan perilaku karyawan dimana terjadi peningkatan kepercayaan kepada pemimpin, motivasi, kepuasan kerja dan kinerja yang terjadi dalam suatu organisasi. Suatu organisasi membutuhkan budaya yang kuat untuk mencapai keberhasilan. Bila dalam suatu organisasi sudah terdapat nilai-nilai yang dianut bersama, maka orang-orang akan merasa tenang dalam organisasi tersebut karena tahu apa yang harus dikerjakan. Keberhasilan suatu organisasi untuk mengimplementasikan nilai-nilai budaya organisasinya dapat mendorong organisasi tersebut tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Budaya organisasi yang kuat akan memberikan pengaruh yang besar pada perilaku anggota-anggotanya karena tingginya tingkat kebersamaan dan intensitas menciptakan suatu iklim internal dari kendali perilaku yang tinggi, sehingga dapat dikatakan tingkat kedisiplinan pegawai yang berbeda-beda, yang merupakan perilaku anggota organisasi akan sangat dipengaruhi oleh budaya organisasi yang baik didalam suatu organisasi Tercapai tidaknya tujuan organisasi sangat tergantung pada pimpinan sebagai faktor penggerak dalam membimbing, mengarahkan dan meningkatkan semangat dan disiplin pegawai dalam satu unit kerja baik melalui penerapan tata tertib organisasi maupun keteladanan yang dapat dijadikan panutan para bawahannya. Disinilah pentingnya peranan seorang pemimpin organisasi untuk mempelajari dan mengetahui sejauh mana peranannya dalam mempengaruhi dan meningkatkan disiplin kerja pegawai guna mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap disiplin kerja pegawai pada kantor kecamatan kunjang dan kantor kecamatan plemahan. penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian terhadap populasi karena populasi dari kantor kecamatan kunjang dan kantor kecamatan plemahan yang sedikit, populasi dalam penelitian ini adalah pegawai pada kunjang dan kantor kecamatan plemahan yang berjumlah 51 orang, sedangkan responden yang diambil sebanyak 49 orang yang merupakan bawahan dari Camat yaitu: Sekcam, Kasi, Kasubag, dan pegawai-pegawai Kecamatan lainnya. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1), budaya organisasi (X2), dan variabel terikat disiplin kerja pegawai (Y). Analisis data yang dipakai adalah analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional (x1), budaya organisasi (x2), terhadap disiplin kerja pegawai (y). Sedangkan untuk mendeskripsikan pengaruh gaya kepemimpinan transformasional (x1), budaya organisasi (x2), terhadap disiplin kerja pegawai (y), maka juga digunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh dari masing-masing variabel pelatihan secara parsial, yaitu: pengaruh gaya kepemimpinan transformasional sebesar 0,599, pengaruh budaya organisasi sebesar -0,481 terhadap terhadap disiplin kerja pegawai. Dari hasil penelitian ini juga dapat diketahui: (1) terdapat pengaruh positif yang signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap disiplin kerja pegawai yang ditunjukkan dengan B = 0,599 dan sig t sebesar 0,011 < 0,05 (2) terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap disiplin kerja yang ditunjukkan dengan B = -0,481 dan sig t sebesar 0,039 < 0,05. Dalam penelitian ini juga dapat diketahui Adjusted R Square sebesar 0,094 yang artinya pengaruh dari variabel gaya kepemimpinan transformasional (x1) dan budaya organisasi terhadap disiplin Kerja Pegawai (Y) sebesar 9,4%. Sedangkan sisanya sebesar 90,6% dipengaruhi variabel-variabel lain yang tidak masuk dalam model penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar Atasan (Camat) perlu melakukan evaluasi atas gaya kepemimpinan yang berjalan selama ini, dan perlu mempertimbangkan gaya kepemimpinan transformasional yang mengarah pada kepemimpinan yang efektif dan alangkah lebih baik lagi jika lebih memperhatikan lagi faktor-faktor lain selain gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi yang dapat mempengaruhi tingkat disiplin dimana apabila semua faktor lebih diperhatikan lebih baik lagi akan dapat menumbuhkan disiplin kerja untuk bekerja lebih baik agar dapat melayani masyarakat secara optimal

Survei tentang motivasi partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani (studi terhadap siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sumenep) / Lidya Krisnawati

 

Kata Kunci : motivasi partisipasi, siswa SMA, pendidikan jasmani Dalam proses pembelajaran di sekolah seorang guru Pendidikan Jasmani harus mampu memberikan pendekatan-pendekatan variasi model pembelajaran yang tepat serta sesuai dengan keadaan di lapangan dan karakteristik siswa yang beraneka ragam. Sebab fakta dilapangan banyak siswa yang kurang termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, indikator tersebut dapat dilihat dari banyaknya siswa yang diam bersama temanya serta memilih berteduh di bawah pohon. Apabila seorang guru telah mengetahui motivasi siswanya dalam mengikuti pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani, maka guru diharapkan akan mudah melakukan pendekatan-pendekatan variasi pembelajaran, sehingga siswa termotivasi untuk berpartisipasi dan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani Kelas XI SMA Negeri 1 Sumenep dan deskripsi motivasi partisipasi yang lebih dominan pada siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Sumenep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah segenap siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sumenep yang terdaftar dalam Tahun Ajaran 2010/2011. Namun pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling dengan kelas sebagai unit analisisnya. Sampel yang digunakan sebanyak 70 siswa. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa motivasi partisipasi siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Sumenep lebih berorientasi pada aspek Persahabatan (Affiliation)= 58,57% , Keterampilan (Skill)= 53,43% , Kebugaran (Fitness)= 45,00%, Suasana Tim (Atmosphere Team)= 44,29% Status atau Pengakuan (Recognition)= 37,96% , Penyaluran Energi (Energy Release)= 34, 99%. Deskripsi motivasi partisipasi yang lebih dominan adalah motivasi partisipasi faktor persahabatan sehingga perlu usaha yang keras dari guru untuk menumbuhkan motivasi partisipasi siswa dengan faktor yang lain agar tertanam dalam diri siswa dengan cara meningkatkan motivasi partisipasinya dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Maka hendaknya guru perlu memberikan suatu pendekatan-pendekatan variasi model pembelajaran yang lebih menekankan pada bentuk permainan tim atau kelompok. Pemberian motivasi dari guru Pendidikan Jasmani sebaiknya diarahkan untuk meningkatkan self-determination pada siswa sehingga tercipta perasaan “saya ingin berprestasi” lebih dari perasaan “saya harus berpartisipsi”.

Tindak lanjut pelatihan pembibitan tanaman buah kelengkeng (studi kasus pelatihan pembibitan tanaman buah kelengkeng bagi petani di Dusun Gajah Papungan Kabupaten Blitar) / Wahyu Nurlatifah

 

Kata Kunci: Pelatihan, Pendidikan nonformal Pelatihan Pembibitan Tanaman Buah Kelengkeng diselenggarakan oleh Bapak Sukriyono. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pembelajaran, manfaat pelatihan serta faktor pendukung dan penghambat penerapan hasil pembelajaran sebagai tindak lanjut pelatihan bagi para petani dalam pembibitan tanaman kelengkeng di Dusun Gajah Desa Papungan Kabupaten Blitar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan dirancang dalam bentuk kualitatif studi kasus. Metode penggalian data yang digunakan adalah teknik wawancara, pengamatan atau observasi dan dokumentasi. Teknik analisa yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah ketertarikan para petani di Dusun Gajah Desa Papungan dalam mengikuti pelatihan dipengaruhi oleh keberadaan Bapak Sukriyono sebagai tokoh Desa. Strategi pembelajaran menggunakan praktek dan pendampingan. Bagi para petani peserta pelatihan yang menindaklanjuti dengan mengelola usaha pembibitan tanaman buah kelengkeng disebabkan pengetahuan dan keterampilan baru yang dimiliki serta motivasi untuk berbuat lebih maju demi peningkatan taraf dan kualitas hidupnya. Sementara itu, kendala yang dihadapi adalah (1) keterbatasan ruang untuk mengembangkan pembibitan, selain itu juga (2) beberapa kebutuhan yang ideal untuk memperoleh hasil dan kualitas hasil bibit tanaman buah kelengkeng seperti shading net dan (3) para petani sangat menaruh segan kepada Bapak Sukriyono yang telah melakukan banyak hal kepada mereka. Bagi para petani yang tidak mengelola usaha pembibitan tanaman buah kelengkeng, terdapat dua alasan yaitu; pertimbangan ekonomi karena merasa bahwa pendapatan melalui matapencaharian lain seperti tukang ojek, tukang atau kuli bangunan lebih dapat memenuhi kebutuhan ekonomi harian daripada berinvestasi melalui pembibitan tanaman buah kelengkeng. Alasan berikutnya adalah kesulitan para petani untuk meninggalkan tanaman buah yang telah dikelola atau ditanam sebelumnya. Dari hasil penelitian, saran yang diajukan peneliti yaitu: bagi Masyarakat Dusun Gajah Desa Papungan Kabupaten Blitar, hendaknya hasil penelitian ini dapat menjadi bahan tambahan bagi penyuluh pertanian dalam menyelenggarakan pelatihan, (2) bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan kajian pengembangan ilmu Pendidikan Luar Sekolah khususnya pelatihan dan (3) bagi Peneliti Lain, agar lebih menyempurnakan hasil penelitian dan mengembangkan dengan studi kasus yang berbeda sehingga dapat bermanfaat demi peningkatan kualitas pembelajaran.

Pengaruh pemberian penguatan-hukuman (reinforcement-punishment) dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS dalam mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 9 Malang tahun ajaran 2010/2011 / Dessy Trias Novitasari

 

Kata Kunci: pemberian penguatan-hukuman (reinforcement-punishment), motivasi belajar siswa, hasil belajar siswa Beragam permasalahan yang muncul saat kegiatan belajar mengajar, menjadikan suasana belajar mengajar kurang kondusif dan menurunnya motivasi belajar siswa akibat kurang adanya interaksi antara guru dengan siswa, kemunculan perilaku siswa yang kurang tepat, serta pencapaian hasil belajar yang kurang optimal. Diperlukan suatu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya melalui pemberian penguatan-hukuman sebagai bentuk respon atau tindakan guru terhadap kemunculan perilaku siswa. Penelitian ini, bertujuan: (1) untuk mengetahui pengaruh langsung pemberian penguatan-hukuman terhadap hasil belajar siswa; (2) untuk mengetahui pengaruh langsung pemberian penguatan-hukuman terhadap motivasi belajar siswa; (3) untuk mengetahui pengaruh langsung motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar; dan (4) untuk mengetahui pengaruh tidak langsung pemberian penguatan-hukuman terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan bentuk deskriptif kuantitatif. Analisis penelitian menggunakan analisis jalur (path analisys). Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara untuk variabel pemberian penguatan-hukuman dan motivasi belajar siswa, serta dokumentasi untuk hasil belajar siswa. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah: (1) pemberian penguatan-hukuman berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,298; (2) pemberian penguatan-hukuman berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,745; (3) motivasi belajar siswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,598; dan (4) pemberian penguatan-hukuman berpengaruh tidak langsung terhadap hasil belajar siswa melalui motivasi belajar siswa dengan diperoleh nilai secara manual yakni sebesar 0,446. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian penguatan-hukuman berpengaruh terhadap kemunculan motivasi belajar siswa sehingga hasil belajar siswa dapat tercapai secara optimal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan adalah: (1) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan menggunakan variabel lain seperti minat belajar, maupun kemampuan profesional guru, apabila akan mengambil masalah serupa untuk memperluas informasi tentang permasalahan yang terjadi dalam kegiatan belajar mengajar; (2) teknik penelitian yang digunakan dapat diperluas dengan menggunakan penelitian tindakan kelas maupun eksperimen.

Persepsi mahasiswa tentang soft skill dalam praktik teknik pemesinan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Gugat Hadi Prakoso

 

Kata kunci: Persepsi Mahasiswa, Soft Skill, Praktik Teknik Pemesinan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan persepsi mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang tentang soft skill dalam Praktik Teknik Pemesinan; dan (2) mendeskripsikan soft skill dalam Praktik Teknik Pemesinan yang dimiliki mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Berdasarkan tujuan penelitian di atas, rancangan penelitian ini digolongkan sebagai penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi yang di gunakan adalah mahasiswa Teknik Mesin, sedangkan sampelnya adalah 24 mahasiswa prodi S1 PTM dan 23 mahasiswa S1 PTO dengan menggunakan sampel kelompok (cluster sampling), dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penyebaran angket yang diberikan langsung kepada objek yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) pada kegiatan praktik memiliki persepsi tentang soft skill yang sangat baik karena dilihat banyaknya mahasiswa yang memilih jawaban A (sangat Baik) yang rata-rata 78,1% . (2) dari hasil penelitian soft skill yang dominan adalah indikator berfikir kritis sebesar 87,25%, dan indikator dapat di andalkan sebesar 85,11% serta yang kurang dominan indikator tangguh sebesar 67,02% dan indikator dapat menerima/mendengarkan masukan sebesar 68,1%, dari soft skill di antaranya adalah soft skill dalam intrapersonal skill ada 13 diantaranya adalah manajemen waktu, inisiatif, etika/integritas, berpikir kritis, kemauan belajar, bersemangat, kreatif, dapat mengatasi stres, manajemen diri, dapat meringkas, mandiri, tangguh, berargumentasi logis, sedangkan soft skill dalam interpersonal skill ada 10 di antaranya adalah komitmen, motivasi, dapat diandalkan, komunikasi (lisan dan tulisan), kemampuan analitis, menyelesaikan persoalan, kooperatif, fleksibel, kolaboratif, dapat menerima/mendengar masukan Saran yang diberikan oleh peneliti adalah kepada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik hendaknya untuk meningkatkan pembelajaran yang berhubungan dengan soft skill terutama indikator tangguh pada mahasiswa. kepada mahasiswa dengan diketahui soft skill yang tinggi dan yang rendah maka sebaiknya soft skill mahasiswa yang rendah harus ditingkatkan lagi agar soft skill yang mereka miliki baik semua. Kepada peneliti lain untuk digunakan sebagai acuan dalam pengembangan penelitian.

Peningkatan kemampuan berargumentasi dengan teknik advokasi pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Malang / Fifin Endriana

 

Kata kunci: berargumentasi, teknik advokasi, debat Berbicara merupakan salah satu aspek dalam keterampilan berbahasa yang memiliki kedudukan sama pentingnya dengan ketiga aspek berbahasa lainnya yakni membaca, menulis, dan mendengar. Berbicara sangat penting dikuasai oleh setiap orang dalam rangka menyampaikan pikiran secara lisan ketika melakukan kegiatan komunikasi. Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, keterampilan berbicara sangat diperlukan oleh siswa untuk memperlancar kegiatan belajar, misalnya dalam kegiatan berargumentasi. Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan kemampuan beragumentasi siswa, maka diperlukan teknik yang sesuai, salah satunya dengan penerapan teknik advokasi. Teknik advokasi bertujuan memberikan bimbingan kepada siswa untuk memperkuat argumentasinya dengan memberikan alasan yang jelas, bukti yang kuat, dan solusi yang efektif. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berargumentasi dengan teknik advokasi pada siswa kelas VIII B SMPN 1 Malang yang dilihat dari aspek kesesuaian argumentasi dengan topik dan pernyataan, pemberian alasan, pemberian bukti, serta pemberian solusi. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui dua siklus. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif yang berasal dari data sebelum tindakan, data tindakan (proses), dan data setelah tindakan dilakukan. Data kualitatif diperoleh dari bimbingan dengan teknik advokasi yang diberikan guru kepada siswa (data proses). Teknik advokasi yang diberikan guru antara lain bimbingan untuk memilih topik yang menarik, bimbingan untuk menyusun alasan yang jelas, bimbingan untuk memberikan bukti yang kuat, dan bimbingan untuk memberikan solusi yang efektif. Selanjutnya, data kuantitatif berasal dari pemberian skor terhadap argumentasi yang disampaikan oleh siswa (data setelah tindakan). Setelah data terkumpul maka dilakukan analisis data melalui pengorganisasian data dengan cara mengurutkan data yang masuk, pengelompokan dan penglasifikasian data berdasarkan aspek yang dinilai. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka dapat diketahui seberapa besar peningkatkan kemampuan berargumentasi siswa kelas VIII B SMPN 1 Malang. Persentase rata-rata yang diperoleh siswa pada saat pratindakan sebesar 60%, siklus 1 meningkat menjadi 65%, dan siklus 2 meningkat menjadi 83%. Berdasarkan hasil tersebut dan sesuai dengan tujuan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa teknik advokasi telah mampu meningkatkan kemampuan berargumentasi siswa kelas VIII B SMPN 1 Malang. Hal tersebut bisa dilihat dari: 1) meningkatnya kemampuan berargumentasi sesuai dengan topik dan pernyataan, pada siklus 1 hanya 50% siswa yang mampu berargumentasi sesuai topik dan pernyataan, sedangkan pada siklus 2 meningkat menjadi 91%; 2) meningkatnya kemampuan berargumentasi disertai alasan yang kuat, pada siklus 1 hanya 34% siswa yang mampu berargumentasi disertai alasan yang kuat, sedangkan pada siklus 2 meningkat menjadi 79%; 3) meningkatnya kemampuan berargumentasi disertai bukti yang jelas, pada siklus 1 hanya 11% siswa yang mampu berargumentasi disertai bukti yang jelas, sedangkan pada siklus 2 meningkat menjadi 63%; dan 4) meningkatnya kemampuan berargumentasi disertai solusi yang efektif, pada siklus 1 belum ada siswa yang mampu memberikan solusi secara efektif, sedangkan pada siklus dua sebesar 34%. Dari hasil di atas menunjukkan bahwa peningkatan tersebut belum maksimal terutama pada aspek pemberian solusi, sehingga ada beberapa saran untuk pengajar Bahasa Indonesia, siswa, dan penelitian lanjutan. Bagi pengajar Bahasa Indonesia diharapkan mampu memberikan bimbingan secara maksimal mulai dari pemilihan topik sampai penyusunan argumentasi disertai alasan yang kuat, bukti yang jelas, dan solusi yang efektif. Pengajar Bahasa Indonesia harus mampu mencarikan topik yang menarik, menantang dan up to date untuk diperdebatkan. Selain itu topik yang diambil dan digunakan harus dekat dengan kehidupan siswa, sehingga siswa tidak kesulitan untuk memberikan argumentasi yang sesuai dengan topik disertai alasan, bukti, dan solusi yang tepat. Bagi siswa diharapkan bisa berlatih dan terus mengembangkan kemampuan berargumentasinya dengan memanfaatkan teknik advokasi dengan baik. Selain mendapatkan bimbingan dari guru, siswa diharapkan mampu memperhatikan dan memahami komponen yang harus dipenuhi untuk mencapai suatu argumentasi yang baik, serta terus memperluas pengetahuan. Selanjutnya, peneliti sangat berharap adanya penelitian lanjutan untuk lebih membuktikan keefektifan teknik advokasi, tentunya dengan memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan pada penelitian terutama dalam hal pemberian bimbingan pada siswa untuk menyusun argumentasi dengan alasan yang kuat, bukti yang jelas, dan solusi yang efektif.

Kolaborasi penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe make a match, ceramah dan diskusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII mata pelajaran IPS ekonomi di SMP Negeri 12 Malang / Erni Mandasari

 

Kata Kunci: Make a Match, Ceramah, Diskusi, Hasil Belajar Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah telah mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dari perubahan tersebut guru harus peka dan tanggap terhadap perubahan-perubahan, pembaharuan serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang sejalan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Guru dituntut untuk lebih kreatif dalam proses pembelajaran, sehingga lebih melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran (student centered). Penerapan metode pembelajaran yang selalu sama akan menyebabkan siswa menjadi mudah bosan yang pada akhirnya menyebabkan hasil belajar tidak optimal. Tujuan penggunaan kolaborasi penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Make a Match, ceramah dan diskusi agar siswa lebih aktif dan dapat menciptakan iklim belajar yang menyenangkan serta dapat memupuk kerjasama dengan siswa lainnya daripada pembelajaran yang sebelumnya dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah: (1) Bagaimana kolaborasi penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Make a Match, ceramah dan diskusi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 12 Malang untuk meningkatkan hasil belajar IPS Ekonomi? (2) Apakah dengan kolaborasi penerapan motode pembelajaran kooperatif tipe Make a Match, ceramah dan diskusi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 12 Malang dapat meningkatkan hasil belajar IPS Ekonomi? Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi tindakan. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII-A SMP Negeri 12 Malang yang berjumlah 38 siswa. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan data dianalisis secara deskriptif. Metode pengumpulan data melalui tes, obsevasi, catatan lapangan, dokumentasi, wawancara dan angket. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kolaborasi penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Make a Match, ceramah dan diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar ranah kognitif siklus I ditunjukkan dengan nilai rata-rata pre test sebesar 59,92% sedangkan nilai rata-rata post test sebesar 63,97%. Pada siklus II nilai rata-rata antara pre test dan post test mengalami peningkatan yaitu dari 72,86% meningkat menjadi 81,83%. Peningkatan hasil belajar ranah afektif dengan metode observasi mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata pada siklus I sebesar 77, 37% dan meningkat pada siklus II menjadi 85,59% sedangkan dengan metode angket jumlah siswa yang tuntas pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan sebesar 17,84% yaitu dari 27 siswa (71,05%) menjadi 32 siswa (88,89%). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam kolaborasi penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Make a Match, ceramah dan diskusi memiliki beberapa tahapan yaitu: (a) Memberikan pre test kepada siswa, (b) menyampaikan materi, (c) membagi siswa ke dalam kelompok secara heterogen, (d) pelaksanaan metode pembelajaran koopertif tipe Make a Match dan diskusi (e) memberikan post test pada siswa dan (f) memberikan angket sikap siswa terhadap kolaborasi penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Make a Match, ceramah dan diskusi serta dengan menggunakan kolaborasi penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Make a Match, ceramah dan diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun saran yang dapat diberikan bagi sekolah yang ingin mengubah pembelajaran dari teacher centered menuju student centered, maka disarankan untuk menggunakan kolaborasi penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Make a Match, ceramah dan diskusi. Bagi guru yang ingin meningkatkan kualitas pembelajaran IPS Ekonomi seyogyanya dapat menggunakan metode pembelajaran yang lebih variatif seperti kolaborasi penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Make a Match, ceramah dan diskusi agar siswa tidak merasa bosan dan jenuh serta dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran di dalam kelas dalam ragka meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi siswa diharapkan dapat mengoptimalkan belajar dalam kelompok, dapat meningkatkan kerjasama serta berani mengemukakan pendapat atau idenya pada saat proses pembelajaran berlangsung. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dalam menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dapat lebih memvariasikan dengan metode-metode yang lain namun tetap harus menyesuaikan dengan pokok bahasan yang sesuai agar siswa lebih termotivasi untuk memperoleh ketuntasan hasil belajar sesuai yang diharapkan.

Penerapan pembelajaran kooperatif dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping yang dipadukan dengan model pembelajaran questioning sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa (Study pada siswa kelas VIII-F di SMP Negeri 12 M

 

Kata kunci : mind mapping, questioning, kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar Pendidikan merupakan usaha untuk mencapai hakikat kehidupan. Dengan pendidikan seseorang akan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bermasyarakat. Oleh karena itu, pendidikan bersifat dinamis sesuai perkembangan zaman. Perombakan dalam pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu rasionalisasi perombakan pendidikan ini antara lain pemberlakuan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Pelaksanaan KTSP sudah mengubah salah satu paradigma dalam pembelajaran yaitu pembelajaran, dari yang bersifat teacher centered menjadi student centered dengan penggunaan strategi pembelajaran yang menyenangkan (aktif, kreatif dan efektif) agar pengetahuan dan keterampilan yang diberikan pengajar dapat menjadi milik siswa. Guru sebagai tenaga profesional dituntut untuk mampu mengambil andil dalam pelaksanaan perobakan pendidikan yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran yang menyenangkan (aktif, kreatif dan efektif) sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Strategi pembelajaran tersebut menempatkan posisi guru di belakang layar bertugas mengarahkan dan membantu, bukan menuntun dan menunjukkan. Sehingga penggunaan strategi yang tepat akan menentukan siswa dapat menerima ilmu dengan baik ataukah siswa akan berada di dalam kelas dengan kondisi duduk, diam dan tidak mendapatkan apa-apa dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk Mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model pembelajaran Mind Mapping yang dipadukan dengan model pembelajaran Questioning pada mata pelajaran IPS Ekonomi kelas VIII-F di SMP Negeri 12 Malang (2) Untuk Mengetahui adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Mind Mapping yang dipadukan dengan model pembelajaran Questioning pada mata pelajaran IPS Ekonomi kelas VIII-F di SMP Negeri 12 Malang (3) Untuk mengetahui adanya peningkatan kemampuan hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Mind Mapping yang dipadukan dengan siswa setelah diterapkan model pembelajaran Mind Mapping yang dipadukan dengan model pembelajaran Questioning pada mata pelajaran IPS Ekonomi kelas VIII-F di SMP Negeri 12 Malang Untuk memecahkan permasalahan tersebut maka peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang digunakan untuk mendapatkan arahan secara jelas dan nyata tentang peristiwa yang tampak selama proses belajar mengajar dan jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) yang terdiri dari empat fase, yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Lokasi dalam penelitian ini adalah di SMP Negeri 12 Malang, yang terletak di jalan S. Supriyadi No. 49 Malang. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-F yang berjumlah 40 siswa terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan, SMP Negeri 12 Malang. Alat pengumpul data yang digunakan antara lain soal tes, lembar observasi, angket untuk siswa, lembar catatan lapangan dan pedoman wawancara. Hasil analisis peningkatan kemampuan berfikir kritis siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I kemampuan membuat pertanyaan siswa sudah pada kategori baik yaitu dengan pencapaian rata-rata 66.03. Pada siklus II, kemampuan bertanya siswa sudah mengalami peningkatan, sebesar 16.23%, yaitu dengan nilai rata-rata 80.3. Analisis kemampuan menjawab siswa dengan nilai rata-rata kelas hanya mencapai 64,07 pada siklus I. Dan pada siklus II naik menjadi 74,4dengan kenaikan 10.33%. Hasil belajar siswa pada siklus I mengalami peningkatan yang cukup baik, yaitu dari 40 siswa dihasilkan nilai rata-rata 68,55 pada siklus II mengalami peningkatan dengan rata-rata hasil test siswa adalah 82,82. Berdasarkan analisis hasil belajar pada siklus I akumulasi nilai pretest sebelum diterapkan model 55.252 dan meningkat pada siklus II yaitu dengan nilai rata-rata 72.1. Dari penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa (1) Ada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model pembelajaran Mind Mapping yang dipadukan dengan model pembelajaran Questioning pada mata pelajaran IPS Ekonomi kelas VIII-F di SMP Negeri 12 Malang (2) Ada peningkatan kemampuan hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model pembelajaran Mind Mapping yang dipadukan dengan model pembelajaran Questioning pada mata pelajaran IPS Ekonomi kelas VIII-F di SMP Negeri 12 Malang. Beberapa saran yang dikemukakan antara lain (1) untuk SMPN 12 Malang diharapkan dapat dijadikan pertimbangan untuk diterapkan pada mata pelajaran yang lain; (2) untuk guru IPS diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah referensi dalam pembelajaran;(3) bagi peneliti dapat dijadikan sebagai alternatif untuke mengajar nantinya; (4) untuk siswa dapat dijadikan sebagai pengalaman belajar untuk terus mengasah kekreatifitasan dan kemampuan berfikir kritisnya; (5) Untuk Universitas Negeri Malang (State university of Malang) dapat digunakan sebagai referensi dalam karya ilmiah selanjuttnya 

Pengaruh kepercayaan konsumen terhadap layalitas merek telepon seluler nokia tipe qwerty (Studi pada mahasiswa Universitas Negeri Malang) / Tri Ajie Purwantoro

 

Kata kunci: kepercayaan konsumen, loyalitas merek. Dunia industri di dunia telah berkembang dengan pesat sebagai akibat dari adanya tingkat kebutuhan manusia yang semakin meningkat dan bervariatif. Salah satu industri yang berkembang yaitu industri telepon seluler. Nokia merupakan salah satu merek produsen ponsel dengan pangsa pasar terbesar di dunia. Persaingan yang kian ketat menuntut Nokia untuk meningkatkan loyalitas mereknya karena konsumen yang telah memiliki loyalitas terhadap merek akan menjadi hambatan masuk bagi para pesaing. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah mempertahankan kepercayaan konsumen terhadap produk mereka. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: kondisi kepercayaan konsumen serta loyalitas merek telepon seluler Nokia tipe qwerty, pengaruh kepercayaan konsumen (X) baik secara parsial maupun simultan terhadap loyalitas merek telepon seluler Nokia tipe qwerty (Y), serta untuk mengetahui elemen kepercayaan konsumen yang dominan mempengaruhi loyalitas merek telepon seluler Nokia tipe qwerty. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari kepercayaan atribut-objek (X1), kepercayaan manfaat-atribut (X2), dan kepercayaan manfaat-objek (X3) dan variabel terikatnya adalah loyalitas merek (Y). Jenis dari penelitian ini adalah deskriptif kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Negeri Malang yang memiliki dan masih menggunakan telepon seluler merek Nokia tipe qwerty. Penentuan sampel menggunakan rumus infinite population dengan menggunakan a = 5%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 174 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan multy stage sampling (proportional sampling dan accidental sampling) untuk menyebarkan kuesioner kepada responden. Kuesioner dalam penelitian ini termasuk dalam kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 5 pilihan jawaban. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil dalam penelitian ini adalah: (1) 126 responden (72,41%) menyatakan setuju terhadap kepercayaan atribut-objek telepon seluler Nokia tipe qwerty, (2) 134 responden (77,01%) menyatakan setuju terhadap kepercayaan manfaat-atribut telepon seluler Nokia tipe qwerty, (3) 127 responden (72,99%) menyatakan setuju terhadap kepercayaan manfaat-objek telepon seluler Nokia tipe qwerty, dan (4) 83 responden (47,7%) menyatakan setuju terhadap loyalitas merek telepon seluler Nokia tipe qwerty. Terdapat pengaruh secara parsial kepercayaan atribut-objek (X1) terhadap loyalitas merek telepon seluler Nokia tipe qwerty dengan nilai B = 0,486 dan sig t = 0,001, tidak terdapat pengaruh secara parsial kepercayaan manfaat-atribut (X2) terhadap loyalitas merek telepon seluler Nokia tipe qwerty dengan nilai B = 0,263 dan sig t = 0,053, terdapat pengaruh secara parsial kepercayaan manfaat-objek (X3) terhadap loyalitas merek telepon seluler Nokia tipe qwerty dengan nilai B = 0,535 dan sig t = 0,000. Terdapat pengaruh kepercayaan atribut-objek (X1), kepercayaan manfaat-atribut (X2), dan kepercayaan manfaat-objek (X3) secara simultan terhadap loyalitas merek telepon seluler Nokia tipe qwerty berdasarkan nilai Fhitung sebesar 23,460 dengan tingkat signifikansi 0.000. Sub variabel dari kepercayaan konsumen yang dominan berpengaruh terhadap loyalitas merek telepon seluler Nokia tipe qwerty adalah kepercayaan manfaat-objek dengan nilai sumbangan efektif sebesar 8%. Selain itu, dalam diketahui pula Adjusted R Square sebesar 0,280, ini berarti bahwa variabel kepercayaan atribut-objek, kepercayaan manfaat-atribut dan kepercayaan manfaat-objek secara bersama-sama mempengaruhi loyalitas merek telepon seluler Nokia sebesar 28% sedangkan sisanya sebesar 72% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) rata-rata sebagian responden memiliki kepercayaan atribut-objek, kepercayaan manfaat-atribut, dan kepercayaan manfaat-objek sudah baik terhadap loyalitas mahasiswa Universitas Negeri Malang terhadap merek telepon seluler Nokia tipe qwerty, (2) kepercayaan atribut-objek berpengaruh secara positif yang signifikan terhadap loyalitas mahasiswa Universitas Negeri Malang terhadap merek telepon seluler Nokia tipe qwerty, (3) kepercayaan manfaat-atribut tidak berpengaruh secara positif yang signifikan terhadap loyalitas mahasiswa Universitas Negeri Malang terhadap merek telepon seluler Nokia tipe qwerty, (4) kepercayaan manfaat-objek berpengaruh secara positif yang signifikan terhadap loyalitas mahasiswa Universitas Negeri Malang terhadap merek telepon seluler Nokia tipe qwerty, (5) kepercayaan konsumen secara simultan mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap loyalitas mahasiswa Universitas Negeri Malang terhadap merek telepon seluler Nokia tipe qwerty, dan (6) variabel kepercayaan konsumen yang dominan berpengaruh terhadap loyalitas merek adalah kepercayaan manfaat-objek. Saran dalam penelitian ini adalah: (1) konsumen ponsel Nokia tipe qwerty yang banyak tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia harus bisa dipertahankan dengan cara menciptakan fitur-fitur yang lebih inovatif. (2) Nokia Corporation harus menjaga kepercayaan yang telah dimiliki konsumennya termasuk mahasiswa Universitas Negeri Malang, agar loyalitas tetap terjaga sehingga meminimalkan kemungkinan konsumen berpindah ke merek lain. (3) Untuk penelitian selanjutnya, objek penelitian diambil lebih baik agar data penelitian yang diperoleh lebih valid dan ruang lingkupnya lebih luas. (4) Untuk penelitian selanjutnya, jumlah variabel ditambah selain variabel dalam penelitian ini dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dalam penelitian ini.

Pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Lawang tahun ajaran 2010/2011 / Yeni Rahmawati

 

Kata Kunci: Lingkungan Keluarga, Sumber Belajar, Prestasi Belajar Lingkungan keluarga merupakan salah satu aspek yang mempunyai peranan penting dalam menentukan tingkat prestasi belajar siswa. Keluarga merupakan pusat pendidikan yang pertama dan utama, hal ini disebabkan karena keluarga merupakan orang-orang terdekat bagi seorang anak. Selain lingkungan keluarga , ketersediaan sumber belajar di rumah merupakan aspek yang tidak kalah penting dalam menentukan tingkat prestasi belajar siswa. Dengan dukungan dari keluarga dan dengan ketersediaan sumber belajar di rumah akan memudahkan anak dalam mencapai prestasi belajar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang: (1) pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa; (2) pengaruh ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa; (3) pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Instrument dalam penelitian in berupa angket, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik regresi berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Lawang tahun ajaran 2010/2011 yaitu sebanyak 185 siswa. Sedangkan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 55 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proportional random sampling. Kemudian sampel dalam penelitian ditentukan secara proposional yaitu 11 siswa dari masing-masing kelas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lingkungan keluarga tergolong baik, ketersediaan sumber belajar di rumah tergolong lengkap, dan prestasi belajar siswa tergolong baik. Dan dari hasi analisis regresi berganda terhadap prestasi belajar siswa, diketahui: (1) terdapat pengaruh positif signifikan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa; (2) terdapat pengaruh positif signifikan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa; (3) terdapat pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah secara positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Prestasi belajar dapat dijelaskan oleh variabel bebas (lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah ) sebesar 58,6% sedangkan sisanya 41,4% disebabkan oleh variabel lain. Dari hasil analisis diketahui bahwa lingkungan keluarga merupakan variabel dominan yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara parsial dan simultan antara lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa. Saran yang bisa diberikan: (1) agar orang tua meningkatkan lagi perhatian dan motivasi anaknya dalam kegiatan belajar khususnya di waktu siswa di rumah; (2) guru merupakan orang tua ke dua bagi siswa, diharapkan guru lebih memperhatikan kesulitan belajar siswanya, sehingga diharapkan dapat tercipta kondisi belajar siswa yang baik ketika siswa belajar di sekolah yang dapat mendukung prestasi belajar siswa; (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan variabel yang ingin diteliti lebih diperluas lagi, misalnya menambah variabel minat dan motivasi, serta penambahan metode wawancara kepada orang tua siswa,sehingga hasil penelitian dapat digunakan sebagai landasan atau bahan litaratur penelitian selanjutnya.

Efektivitas pembelajaran kooperatif model teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS ekonomi di kelas VIII SMP Negeri 4 Malang / Eka Sekti Apriliana

 

Kata Kunci: Teams Games Tournament, Proses Belajar, Hasil Belajar Dalam pendidikan, khususnya pendidikan formal terjadi suatu proses kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar yang ada di sekolah selama ini, sebenarnya sudah menerapkan belajar kelompok. Namun, kegiatan kelompok tersebut cenderung hanya menyelesaikan tugas. Siswa yang berkemampuan rendah kurang berperan dalam mengerjakan tugas. Selain melihat dari segi sekolah, peneliti juga menganalisis beberapa sumber baik dari skripsi maupun penelitian Lesson study untuk melihat kesesuaiannya dengan sumber yang asli dan untuk memperbaiki komponen yang belum sesuai tersebut. Salah satu model pembelajaran kooperatif adalah metode Teams Games Tournament (TGT) dapat membangkitkan proses dan hasil belajar siswa dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model TGT di kelas VIII SMP Negeri 4 Malang, (2) Mengetahui keefektifan pembelajaran kooperatif model TGT dalam meningkatkan proses belajar siswa di kelas VIII SMP Negeri 4 Malang, (3) Mengetahui keefektifan pembelajaran kooperatif model TGT dalam meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Malang mulai tanggal 9 November 2010 sampai 16 November 2010, yang menjadi subyek penelitian adalah kelas VIII B sebanyak 41 siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian experiment class dengan jenis pre experimental design one shot case study dan dideskripsikan secara kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi, soal, catatan lapangan, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) berjalan lancar walaupun gaduh yang dilakukan selama dua pertemuan. Proses belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) dilihat dari diskusi kelompok maupun turnamen telah dikategorikan baik. Hasil belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) dilihat dari peta konsep kelompok maupun presentasi kelompok sebagian besar dikategorikan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan guru sebaiknya dapat mengelola kelas dengan baik agar siswa dapat lebih tertib dan siap menerima pelajaran, dalam pembagian kelompok sebaiknya tidak hanya dilihat dari akademik melainkan dari kedekatan antar siswa agar siswa bisa bekerjasama dengan baik, dan dalam tahap evaluasi kelompok sebaiknya guru memberikan waktu yang cukup agar siswa dapat memanfaatkan waktu yang disediakan.

Pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah (Studi kasus terhadap siswa SMP Negeri 4 Malang) / Luki Pramita Dewi

 

Kata Kunci: Pelaksanaan, Budaya Demokrasi, Sekolah Sekolah merupakan tonggak dasar penanaman budaya demokrasi bagi generasi penerus bangsa, karena di sinilah mereka bertemu dengan berbagai macam pikiran-pikiran, watak, karakter, budaya, dan agama. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran utama dalam menumbuhkan budaya demokrasi di kalangan pelajar. Oleh karena itu, sekolah harus menampilkan budaya demokratis dalam pengelolaan pendidikannya. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mendeskripsikan pemahaman siswa mengenai konsep demokrasi, (2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah, (3) Untuk mendeskripsikan faktor pendukung pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah, (4) Untuk mendeskripsikan faktor penghambat pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah, (5) Untuk mendeskripsikan solusi dalam mengatasi faktor penghambat pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Penelitian kuantitatif digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap konsep demokrasi sedangkan penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk mengetahui pelaksanaan, faktor pendukung, faktor penghambat, dan solusi budaya demokrasi di sekolah. Subjek penelitiannya adalah siswa SMPN 4 Malang. Adapun tahapan pengumpulan data yang dipergunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan resuksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah : (1) Pemahaman siswa terhadap konsep demokrasi secara umum tergolong baik. (2) Pelaksanaan budaya demokrasi yang umumnya diterapkan di sekolah adalah pemilihan kepengurusan OSIS, pemilihan kepengurusan MPK, dan pemilihan pengurus kelas, dimana hal ini merupakan salah satu bentuk dari pembelajaran nyata dalam berpolitik secara demokratis pada tataran sekolah. Pelaksanaan pemilihan kepengurusan OSIS, kepenguruan MPK, dan pengurus kelas sudah menerapkan budaya demokrasi dengan baik hal ini terlihat dari pelaksanaan pemilihan yang berasaskan luber dan jurdil serta pelaksanaan yang mencerminkan kultur/ budaya demokrasi. (3) Adapun faktor yang mendukung pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah antara lain: tersedianya wadah pembelajaran berorganisasi bagi siswa di sekolah seperti OSIS dan MPK; adanya keleluasaan untuk mengemukakan pendapat pada saat musyawarah; sekolah memberikan dukungan baik dari segi pendanaan kegiatan, fasilitas, dan sarana prasarana, maupun dari segi pembelajaran demokrasi hal ini terlihat dari diberikannya materi demokrasi pada mata pelajaran PKn serta materi pembinaan kesiswaan berkaitan dengan pembelajaran demokrasi; kerjasama yang baik antar siswa dengan siswa dan antara siswa dengan sekolah dalam menyelenggarakan sebuah pemilihan di sekolah; pelaksanaan kegiatan pemilihan di SMPN 4 Malang 75% melibatkan siswa secara penuh untuk berpartisipasi di dalamnya mulai dari tahap perencanaan hingga tahap pelaksanaan kegiatan; kemampuan siswa yang menunjang hal tersebut; diberikannya kesempatan yang sama kepada seluruh siswa untuk mengikuti pelaksanaan pemilihan baik itu pemilihan OSIS, MPK dan pemilihan ketua kelas. (4) Faktor penghambat dari pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah adalah: dari segi pendanaan, sekolah hanya menganggarkan dana sesuai dengan apa yang telah direncanakan, lebih dari apa yang direncanakan sekolah tidak dapat memberikan dana; kurangnya kesadaran siswa untuk tertib pada saat melakukan musyawarah kelas; kurangnya kesadaran siswa untuk ikutserta dalam pemilihan di sekolah, salah satunya adalah pemilihan ketua OSIS; sifat malu bertanya ataupun mengemukakan pendapat yang terkadang ada di diri siswa; adanya pengaruh negatif dari guru yang terlalu keras dalam mengajar siswa juga berdampak pada terhambatnya pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah; perbedaan pendapat yang muncul pada saat musyawarah. (5) Solusi untuk mengatasi faktor penghambat tersebut antara lain: pentingnya kesadaran diri yang harus dimiliki oleh setiap siswa pada pelaksaan kegiatan musyawarah di sekolah; pemberian peringatan pada siswa yang tidak mengikuti pelaksanaan pemilihan yang dilakukan di sekolah; keitkutsertaan guru dalam pelaksanaan jalannya musyawarah yang dilakukan oleh siswa; kesabaran guru dalam menghadapi siswa. Dari hasil penelitian ini saran-saran yang diajukan yaitu: (1) Pihak sekolah hendaknya perlu mengupayakan penerapan iklim belajar yang tepat bagi para siswa, agar dapat menanamkan sendi-sendi yang bisa membangun karakter bagaimana hidup berdemokrasi pada para siswa, (2) Untuk menyikapi tumbuhnya semangat berdemokrasi secara positif dan konstruktif sejak dini di lingkungan sekolah, maka hendaknya guru pengajar disarankan agar dapat bersifat proaktif dalam meberikan stimulus yang dapat memberikan pemahaman dan penilaian yang benar mengenai konsep budaya demokrasi pada diri siswa, serta dapat menjembatani kekurangan pngetahuan siswa dalam hal ini dengan baik.

Integrasi bangsa dalam pembangunan Indonesia (suatu analisa terhadap tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa) / oleh Elsa Heiwitt

 

Pengaruh kinerja keuangan terhadap struktur modal perusahaan farmasi yang go public di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006-2009 / Novita Indriana

 

Kata Kunci : Struktur Aktiva, Pertumbuhan Penjualan, Profitabilitas, Rasio Hutang dan Struktur Modal. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang modern ini, perekonomian pun semakin maju. Hal ini mengakibatkan adanya persaingan yang semakin ketat, utamanya dalam dunia bisnis. Pada umumnnya masalah keuangan merupakan masalah utama perusahaan. Perusahaan yang beroperasi dengan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi pada umumnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian laba maksimal akan tetapi juga berusaha untuk meningkatkan nilai perusahaan. Untuk itu perusahaan memiliki rencana strategis dan taktis yang disusun dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu aspek penting untuk mengimplementasikan rencana tersebut adalah rencana pembelanjaan. Pengaturan yang tepat dalam rencana pembelanjaaan dapat membantu perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap struktur modal baik secara simultan maupun parsial dan mengetahui variabel bebas mana yang mempunyai pengaruh dominan terhadap struktur modal. Sub variabel dari variabel bebas kinerja keuangan yaitu struktur aktiva, pertumbuhan penjulan, profitabilitas, dan rasio hutang. Obyek penelitian ini adalah perusahaan farmasi yang go public di BEI, dengan periode penelitian 2006-2009. Jenis penelitian asosiatif kausalitas dan data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Jumlah populasi 9 perusahaan dan sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 8 perusahaan. Alat analisis data yang digunakan regresi linear berganda yang sudah bebas dari gejala asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan variabel-variabel bebas yang diteliti mempengaruhi struktur modal perusahaan farmasi dan secara parsial variabel pertumbuhan penjualan, profitabilitas, dan rasio hutang memiliki pengaruh terhadap struktur modal. Sedangkan struktur aktiva tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Variabel rasio hutang merupakan variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap struktur modal. Sehingga bila semakin besar rasio hutang, maka semakin besar hutang yang dimilikinya.

Modifikasi sandi vigenerse menggunakan kunci sandi RSA / Iffatu Wardani

 

Kata kunci: Kriptografi, Vigenere, RSA, enkripsi, dekripsi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh pada canggihnya kejahatan penyadapan, pencurian dan pemalsuan informasi. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem pengamanan informasi, yang pada masa sekarang ilmu kriptografi dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Sandi Vigenere sebagai salah satu algoritma kriptografi simetri yang memiliki satu kunci dan digunakan pada proses enkripsi serta dekripsinya. Sandi Vigenere pertama kali diperkenalkan oleh Giovan Batista Belaso dalam bukunya yang berjudul La cifra del. Sig. Giovan Batista Belaso. Sedangkan sandi RSA adalah algoritma kriptografi asimetri sehingga kunci untuk proses enkripsi tidak sama dengan kunci pada dekripsi. Tiga orang peneliti dari MIT yaitu Ron Rivest, Adi Shamir, dan Len Adleman adalah penemu sandi RSA yang nama RSA itu sendiri diambil dari ketiga orang tersebut. Pada masa kejayaannya, sandi Vigenere pernah menjadi sandi yang tak terpecahkan karena tidak dapat diserang. Tetapi sekarang sudah ada suatu metode yang dapat mengancam keamanan sandi Vigenere yang disebut metode kasiski. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menambahkan kunci pada proses enkripsi dan dekripsinya. Kunci sandi RSA yang asimetris dapat digunakan pada proses ini. Skripsi ini membahas modifikasi sandi Vigenere agar tidak mudah diserang dengan memanfaatkan kunci asimertis sandi RSA. Dengan ditambahkan kunci, proses enkripsi dan dekripsi menjadi lebih sulit yaitu setelah dilakukan enkripsi pada plainteks menggunakan kunci Vigenere kemudian dilakukan enkripsi lagi menggunakan kunci sandi RSA. Demikian juga untuk proses dekripsinya. Oleh karena itu dalam penelitian ini dibahas pembuatan program yang dapat membantu proses enkripsi dan dekripsi yaitu program Delphi7. Akan tetapi program tersebut masih memiliki keterbatasan pada input kunci RSA yang nilainya kecil ( <29 ).

Struktur retorik ludruk tragedi cinta Retno Wulan / Moh. Badrih

 

Kata Kunci: struktur, retorika, ludruk, Retno Wulan. Retorika yang digunakan pada pertunjukan ludruk telah merebak dan menggeser retorika verbal atau oral yang hanya berfokus pada ceramah dan pidato. Konsep ini merupakan salah satu rute pemekaran bakat-bakat tertinggi manusia, yakni rasio dan cita rasa lewat bahasa selaku kemampuan untuk berdialog yang ditampilkan dalam ludruk. Selain itu, sebagai suatu upaya persuasi khalayak retorika yang digunakan tidak hanya hidup dalam ranah produksi tetapi juga dalam ranah konsumsi. Retorika pementasan ludruk ditujukan supaya pendengar tergerak mengkonsumsi apa yang disampaikan oleh para pemeran dalam setiap dialognya ataupun panampilannya. Sebagai persuasi, menurut Kenneth Burke rutenya adalah identifikasi, menurut Rene Girard adalah mimesis atau peniruan terhadap ‘model’. Kaitannya dengan hal di muka, retorika mempunyai subtansi yang bertujuan fungsional. Barrett mengatakan bahwa “setidaknya pemakai retorika berusaha agar efektif, untuk mendapatkan jawaban, menjadi orang, dikenali, didengarkan, dishahihkan, dimengerti dan diterima”. Dengan demikian tujuan interaksi retoris merupakan dasar bersama tempat menjalin hubungan secara sukses. Berdasarkan deskripsi di atas penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut, (1) bagaimanakah struktur gagasan ludruk tragedi cinta Retno Wulan?, (2) bagaimanakah struktur paparan ludruk tragedi cinta Retno Wulan?, dan (3) bagaimanakah struktur bahasa ludruk tragedi cinta Retno Wulan? Untuk menjawab pertanyaan di atas penelitian ini memakai pendekatan kualitatif karena data yang diperoleh berdasarkan deskripsi yang terdapat dalam ludruk tragedi cinta Retno Wulan bersifat kualitatif, yaitu lirik diksi dan bukan angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ludruk tragedi cinta Retno Wulan (1) terdapat struktur gagasan yang meliputi (a) proposisi, yaitu proposisi tunggal proposisi majemuk, proposisi universal afirmatif, proposisi universal negatif, proposisi partikular afirmatif, dan partikular negatif, (b) argumen, dan (c) penalaran; (2) berdasarkan kebertalian antar kalimat terdapat struktur paparan, yaitu (a) kohesi yang berbentuk referensi, deiksis, subtitusi, elepsis, konjungsi, dan hubungan leksikal, dan (b) koherensi yang dapat dilihat berdasarkan prinsip interpretasi, dan analogi; (3) di samping struktur paparan juga terdapat struktur bahasa, meliputi (a) diksi berupa nomina, verba, adjektiva, pronomina, (b) kalimat berupa kalimat imperatif tak transitif, kalimat imperatif transitif, kalimat imperatif halus, kalimat imperatif permintaan, kalimat imperatif permintaan dan harapan, kalimat imperatif larangan, kalimat imperatif pembiaran, kalimat interogatif, dan kalimat ekslamatif, (c) gaya bahasa retorik berupa aliterasi, asonansi, anastrof, apafasis, apostrof, polisindeton, kiasmus, eufemismus, litotes, histeron proteron, pleonasme, prolepsis atau antipasis, aroteris, hiperbol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam ludruk tragedi cinta Retno Wulan terdapat struktur gagasan berupa proposisi, argumen, dan penalaran, sedangkan dalam bentuk struktur paparan terdapat kebertalian kohesi dan koherensi. Selain itu, dalam struktur bahasa terdapat pilihan kata (diksi), kalimat, dan gaya bahasa. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan persentase dan kualitas struktur retorik. Saran yang diajukan tersebut ialah (1) dapat dijadikan referen untuk menambah wawasan dalam bidang retorika dan sastra; (2) dapat dijadikan referensi untuk memperkaya khasanah keilmuan dan menyelesaikan berbagai persoalan retorika komunikasi khususnya yang berbahasa Madura; (3) dapat dijadikan rujukan untuk meneliti kebudayaan (bahasa lisan) pada bidang dan kebudayaan yang lain; (4) hendaknya menjadi pegangan untuk mengajarkan kajian retorika secara komprehensif. Sehingga kajian retorika tidak hanya terfokus pada contoh ceramah dan pidato saja, melainkan juga pada sastra lisan seperti ludruk.

Penerapan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan media sederhana untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar fisika siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Malang / Rahmatinnija

 

Kata Kunci: pembelajaran kontekstual, media sederhana, prestasi, motivasi belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru IPA fisika kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Malang diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran guru memberikan materi fisika dengan metode ceramah dan diskusi kelas. Metode praktikum dan diskusi kelompok kecil serta penggunaan media pembelajaran jarang diterapkan. Guru menyampaikan materi dengan cara ceramah, memberikan catatan, memberikan tugas merangkum, dan latihan soal kepada siswa. Metode seperti ini membuat siswa bosan, pasif, dan tidak kritis dalam memecahkan masalah-masalah fisika dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berdampak pada ren-dahnya prestasi dan motivasi siswa dalam mempelajari pelajaran IPA khususnya fisika. Salah satu model pembelajaran yang cocok diterapkan untuk meningkatkan prestasi dan motivasi siswa untuk mempelajari fisika yaitu dengan menerapkan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan media sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan media sederhana sehingga dapat meningkatkan prestasi dan motivasi belajar fisika siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Malang. Jenis pe-nelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggu-nakan pendekatan kualitatif. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan lembar observasi keterlaksanaan pembelajar-an, lembar observasi motivasi siswa, angket, tes, dan catatan lapangan. Penelitian dilaksanakan di kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Malang dengan jumlah siswa 12 orang, terdiri dari 6 siswa perempuan dan 6 siswa laki-laki. Peningkatan motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah tindakan untuk mengalami peningkatan pada tiap aspeknya yaitu pada aspek minat mencapai 48.9%, pada aspek perhatian mencapai 40% , dan 60% pada aspek ketekunan, sedangkan untuk keseluruhan aspek motivasi pada observasi awal 41.2%, pada siklus I 74.1%, sedangkan siklus II 89.4%. Hasil angket motivasi belajar siswa menunjukkan index rata-rata motivasi belajar sebesar 2.99 (motivasi cukup) dan setelah tindakan sebesar 4.17 (motivasi baik) dengan peningkatan 39.5%. Prestasi belajar siswa untuk nilai mencapai KKM sekolah dari sebelum ke sesudah tindakan mengalami peningkatan 41.67%. Sedangkan pada peningkatan prestasi dari nilai rata-rata mencapai 9.25 (13.6%). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembe-lajaran kontekstual dengan menggunakan media sederhana dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa.

Peranan evaluasi dalam bahasa Indonesia di sekolah dasar / oleh Mahmudi AR

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray (TSTS) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X Jurusan Pemasaran SMK Islam Batu pada mata pelajaran kewirausahaan / Wabika Nahya

 

Kata Kunci : Model Two Stay Two Stray (TSTS), Aktivitas Belajar, Hasil Belajar Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru selalu monoton. Dalam setiap pembelajaran guru selalu menggunakan metode ceramah. Dengan metode ceramah ini, guru selalu menguasi kelas sedangkan siswa hanya duduk diam mendengarkan penjelasan dari guru dan siswa tidak dituntut aktif. Padahal dalam proses pembelajaran yang sebenarnya, guru diharapkan mampu mengembangkan suatu kondisi kelas yang kondusif dalam arti bahwa guru mampu mengajak dan memotivasi para siswa untuk turut berpartisipasi dalam tiap kegiatan pembelajaran dalam kelas. Dalam hal ini guru harus lebih kreatif lagi untuk menggunakan model-model pembelajaran dalam kelas. Salah satu pendekatan pembelajaran yang memperhatikan hal tersebut adalah pembelaran model Two Stay Two Stray (TSTS). Dengan menerapkan model Two Stay Two Stray (TSTS) siswa tidak hanya duduk diam. Siswa harus menjadi lebih aktif lagi sehingga mereka bisa menguasai materi dan mereka dituntut untuk bisa bekerja sama dengan teman sekelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan aktivitas dan hasil belajar Kewirausahaan dengan menerapkan pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS).. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus pembelajaran yang masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Penelitian ini dilakukan di kelas X Jurusan Pemasaran SMK Islam Batu, pada bulan September sampai Oktober 2010, dan data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu aktivitas siswa mengalami peningkatan dari pra tindakan, siklus I, dan siklus II. Pada pra tindakan siswa dibagi menjadi dua kelompok di mana persentase masing-masing kelompok termasuk kategori kurang yaitu 33,3% dan 18,75%. Sedangkan pada siklus I dan siklus II siswa dibagi menjadi 7 kelompok dan mengalami peningkatan. Pada siklus I aktivitas siswa mencapai 71,52% dan pada siklus II aktivitas siswa mningkat 90,625%. Selain itu hasil belajar siswa juga meningkat setelah penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS). Nilai rata-rata ranah kognitif pada pra tindakan 56,07 kemudian siklus I meningkat menjadi 72,27 dan siklus II meningkat menjadi 77,4. Ketuntasan klasikal ranah kognitif juga mengalami peningkatan. Pada pra tindakan sebesar 13,33%, meningkat pada siklus I menjadi 73,33% dan siklus II menjadi 83,33%. Untuk ketuntasan klasikal pada ranah afektif juga mengalami peningkatan pada setiap siklus. Untuk pra tindakan ketuntasan klasikal hasil belajar ranah afektif siswa sebesar 65,48%, siklus I sebesar 79,92% dan siklus II 85,7%. Adapun saran yang dapat diajukan yaitu: 1) Bagi guru kewirausahaan, diharapkan dapat menerapkan model Two Stay Two Stray (TSTS) ) di dalam proses pembelajaran, karena dengan menggunkan model pembelajaran akan menuntut siswa menjadi lebih aktif, sehingga secara tidak langsung akan berpengaruh pada hasil belajar yang dipeoreleh siswa. Dan Guru tidak bosan-bosannya selalu memberikan motivasi kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya dan jangan takut salah dalam mengemukakan suatu pendapat. Guru sebaiknya selalu memberikan motivasi dengan memberikan poin kepada siswa yang berani menjawab dan bertanya dalam diskusi supaya rasa percaya diri siswa dalam mengemukakan pendapat mulai tumbuh.; 2) Bagi Sekolah, hendaknya lebih memfasilitasi sarana dan prasarana pembelajaran, misalnya dengan menambah literatur buku mata pelajaran supaya siswa lebih tertarik untuk belajar; 3)Bagi siswa, diharapkan mempersiapkan diri dengan belajar telebih dahulu sebelum mengikuti pembelajaran, sehingga pada saat diskusi kelas siswa mudah mengikuti pembelajaran dan siswa harus bisa bersosialisasi dengan teman dalam satu kelas; 4) Bagi peneliti selanjutnya, disarankan agar melakukan penelitian dengan menerapkan model Two Stay Two Stray (TSTS) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran kewirausahaan.

Analisis suseptibilitas magnetik sedimen Sungai Metro Kota Malang sebagai indikator pencemaran / Shelita Dwi Shindharatna

 

ABSTRAK Shindharatna, Shelita Dwi. 2015. Analisis Suseptibilitas Magnetik Sedimen Sungai Metro Kota Malang sebagai Indikator Pencemaran. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Zulaikah, M.Si. (II) Era Budi Prayekti, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: mineral magnetik, sedimen sungai, tingkat pencemaran, suseptibilitas magnetik, frequency dependent susceptibility (χfd%), X-Ray Fluorescence (XRF) dan Scanning Electron Microscopy with Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy(SEM-EDAX). Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan daerah tanah dan air yang memberikan kontribusi limpasan air ke suatu titik tertentu. DAS dengan kondisi sanitasi yang buruk dapat meningkatkan pencemaran. Salah satu DAS dengan kondisi memprihatinkan yaitu Sungai Metro yang merupakan salah satu anak Sungai Brantas yang melalui Kecamatan Sukun Kota Malang. Berkaitan dengan DAS tersebut, maka peneliti ingin mengetahui tingkat pencemaran Sungai Metro di Kecamatan Sukun Kota Malang pada tiga stasiun yaitu hulu, tengah dan hilir. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu pengukuran suseptibilitas magnetik didukung dengan uji XRF dan SEM-EDAX. Sampel yang digunakan yaitu sampel sedimen Sungai Metro. Penelitian ini dilakukan pengukuran suseptibilitas magnetik untuk mengetahui nilai suseptibilitas magnetik pada frekuensi rendah (χlf), suseptibilitas magnetik pada frekuensi tinggi (χhf) dan suseptibilitas magnetik bergantung frekuensi (χfd%). Nilai χfd% <4% mengindikasikan bahwa sampel mengalami pencemaran. Uji XRF digunakan untuk mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam sampel serta uji SEM-EDAX untuk mengetahui morfologi mineral magnetik. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata nilai χlf di hulu, tengah dan hilir sungai berturut-turut yaitu (28.81; 25.89; 29.68) x 10-6 m3 kg-1, sedangkan rerata χhf di hulu, tengah dan hilir berturut-turut yaitu (28.29; 25.48; 29.18) x 10-6 m3 kg-1. Nilai rerata χfd% di hulu, tengah dan hilir yaitu 1.99%, 1,91% dan 1,98%. Data tersebut menunjukkan bahwa Sungai Metro mengalami pencemaran. Kandungan unsur paling dominan dalam sampel yaitu Fe dengan rentang antara 65.7-72.38%. Unsur lain dengan prosentase yang cukup besar yaitu Si, Ca, Al, Ti. Sebaran bulir di hulu, tengah dan hilir yaitu bulir MD mendekati SP-SSD dengan ukuran (30.60 – 252.1) µm; (13.43-287.8) µm; (124.2-526.5) µm. Mayoritas bentuk bulir yang terdeteksi oleh SEM-EDAX yaitu berbentuk kubik dengan jenis mineral magnetiknya titanomagnetite (Fe3-xTixO4). Total logam berat di hulu, tengah dan hilir yaitu 69.345%; 66.51%; 71.01% dan disimpulkan bahwa tingkat pencemaran dari tinggi ke rendah yaitu hilir, hulu, kemudian tengah.

Analisis potensi dan kontribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo / Vita Rediyanti Rakmatika

 

Kata Kunci: Potensi Retribusi Daerah, Kontribusi Retribusi Daerah, Pendapatan Asli Daerah Berdasarkan prinsip otonomi daerah yang nyata dan bertanggungjawab, penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan secara bertahap akan lebih di limpahkan kepada pemerintah daerah. Dengan adanya pelimpahan tersebut menyebabkan daerah untuk lebih mengembangkan dan meningkatkan sumber daya yang cukup potensial bagi setiap daerah. Berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah menyebutkan bahwa salah satu bagian dari sumber pendapatan daerah adalah berupa PAD. Komponen sumber PAD terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan daerah, dan lain-lain usaha yang sah. Dari sumber-sumber penerimaan daerah tersebut, salah satu sumber daya yang perlu dikembangkan adalah penerimaan retribusi daerah, khususnya di Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi retribusi daerah terhadap PAD Kabupaten Probolinggo tahun 2005-2009 dan kontribusi retribusi daerah terhadap PAD Kabupaten Probolinggo tahun 2005-2009. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Probolinggo dengan data yang diperlukan yaitu data target dan realisasi penerimaan retribusi daerah dan penerimaan PAD dari tahun 2005-2009. Metode pengumpulan data / pengambilan data yang dilakukan dengan cara metode dokumentasi dan wawancara, sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis trend digunakan untuk mengetahui potensi retribusi daerah tahun 2005-2009 dan mengetahui estimasi potensi retribusi daerah untuk yang akan datang yaitu tahun 2010-2014 sedangkan teknik analisis kontribusi digunakan untuk mengetahui besarnya kontribusi penerimaan retribusi daerah tiap-tiap tahunnya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yaitu dari tahun 2005-2009. Dari hasil penelitian dan pengamatan selama lima tahun menunjukkan bahwa potensi retribusi daerah terhadap PAD Kabupaten Probolinggo pada tahun 2005-2009 memiliki potensi yang cukup baik. Ini terbukti dari hasil perhitungan dan analisis trend retribusi daerah dari tahun 2005-2009 mengalami kenaikan. Sedangkan potensi retribusi daerah untuk tahun 2010-2014 pun mengalami peningkatan. Secara nyata peningkatan tersebut terbukti dikarenakan potensi realisasi penerimaan retribusi daerah dari tahun ke tahun selalu meningkat. Peningkatan tersebut dikarenakan pos retribusi daerah yang masih cukup potensial untuk bisa dikembangkan lagi pada tahun yang akan datang misalnya seperti retribusi pelayanan kesehatan, retribusi parkir, retribusi pasar dll. Sedangkan kontribusi retribusi daerah Kabupaten Probolinggo terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada periode tahun 2005-2009 memiliki kontribusi yang cukup baik. Ini terbukti dari hasil perhitungan dan analisis kontribusi retribusi daerah dari tahun 2005-2009 mengalami kenaikan. Dapat kita lihat pada tahun 2005 retribusi daerah memberikan kontribusi sebesar 32,79%, pada tahun 2006 retribusi daerah memberikan kontribusi sebesar 39,75 % untuk tahun 2007 retribusi daerah memiliki kontribusi sebesar 45,34%, sedangkan untuk tahun 2008 kontribusinya sebesar 49,78% dan untuk tahun 2009 kontribusi retribusi daerah sebesar 48,61. Kontribusi terendah terjadi pada tahun 2005 yaitu sebesar 32,79% dari total PAD, sedangkan kontribusi tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu sebesar 49,78%. Total rata-rata kontribusi retribusi daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2005-2009 adalah sebesar 43,254% per tahun. Adapun komponen retribusi daerah yang setiap tahunnya memiliki kontribusi terbesar yaitu pada sektor retribusi pelayanan kesehatan. Jadi dapat disimpulkan bahwa potensi retribusi daerah memakin meningkat tiap tahunnya ini menunjukkan bahwa retribusi daerah masih cukup potensial untuk bisa dikembangkan lagi pada tahun yang akan datang, sedangkan kontribusi retribusi daerah Kabupaten Probolinggo terhadap PAD memiliki kontribusi yang cukup besar. Dengan adanya hal tersebut menunjukkan bahwa retribusi daerah Kabupaten Probolinggo mempunyai pengaruh atau peranan yang cukup penting dalam menyumbang pada PAD. Beberapa saran yang masih diperlukan untuk lebih meningkatkan potensi dan kontribusi retribusi daerah terhadap penerimaan PAD. Pertama, Bagi pemerintah komponen PAD harus lebih ditingkatkan lagi terutama pada sektor retribusi daerah dengan cara mengembangkan potensi dan keunggulan daerah agar pemerintah daerah Kabupaten Probolinggo dalam melaksanakan otonomi daerah tidak lagi tergantung pada subsidi atau bantuan dari pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah Kabupaten Probolinggo secara optimal dapat mengatur daerahnya sendiri dengan hasil dari pendapatan/keuangannya sendiri secara mandiri. Kedua, Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menambah variabel penelitian karena sumber penerimaan PAD bukan hanya berasal dari retribusi daerah. Serta teknik analisis pada penelitian ini hanya menggunakan teknik analisis trend dan teknik analisis kontribusi untuk mengetahui potensi serta kontribusi retribusi daerah Kabupaten Probolinggo. Ketiga, Bagi Perguruan Tinggi Pengomtimalan belajar mengajar agar lebih ditingkatkan lagi agar mahasiswa dapat mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya ilmu ekonomi baik teori ataupun penerapan dilapangan agar dapat mencetak mahasiswa yang berkualitas.

Identifikasi terjadinya aspek, kreatif, efektif dan menyenangkan pada pembelajaran fungsi dengan pendekatan realistic mathematic education untuk siswa kelas VIII-A SMP Negeri 17 malang / Wina Widiasari

 

Kata Kunci: Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Realistic Mathematic Education Dalam upaya untuk memudahkan siswa dalam memahami suatu konsep matematika maka diperlukan suatu pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) yang merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang menuntut siswa terlibat aktif dalam mengembangkan suatu ide untuk memecahkan masalah. Pembelajaran ini mendorong siswa mengaitkan pengetahuan yang dimiliki. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana belajar dimana siswa aktif, kreatif dan efektif. Hal ini, diharapkan dapat menghadirkan suasana pembelajaran matematika yang menyenangkan, terutama bagi siswa. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah menangkap pelajaran karena suasana dalam diri maupun di luar dirinya mendukung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai bulan November 2010. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-A semester Gasal di SMP Negeri 17 Malang. Jumlah siswa kelas VIII-A laki-laki adalah 19 siswa, sedangkan siswa perempuan berjumlah 22 siswa. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau memaparkan peristiwa urgen yang terjadi pada masa kini yang dilakukan secara sistematik dan lebih menekankan pada faktual dari pada penyimpulan (Degeng: 1997: 42). Tahap-tahap penelitian ini meliputi kegiatan: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi, 4) analisis data, dan 5) refleksi. Dalam penelitian ini dilakukan dalam 3 pertemuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, catatan lapangan, dan wawancara. Teknik pengambilan atau pengumpulan data meliputi: 1) hasil tes kemampuan awal, 2) hasil observasi dari siswa dan guru, 3) hasil jawaban siswa dalam mengerjakan LKS, 4) hasil angket dan 5) hasil wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif yang dikembangkan oleh Milles dan Huberman dalam Haryani (2004: 36) yang terdiri dari tiga tahap kegiatan yang dilakukan secara berurutan, yaitu: 1) mereduksi data, 2) penyajian data dan 3) menarik kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran fungsi melalui pendekatan Realistic Mathematic Education dapat memunculkan aspek aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dalam diri siswa selama proses pembelajaran. Hal ini dapat ditunjukkan dari hasil penelitian tiap pertemuan bahwa siswa yang memiliki kemampuan akademik berbeda dapat memunculkan aspek yang berbeda dalam dirinya.

Pembelajaran menulis puisi kelas VIII C SMP Negeri 1 Malang tahun pelajaran 2009/2010 / Yuliana Dwita sari

 

Kata Kunci: pembelajaran, menulis, puisi Keterampilan menulis merupakan salah satu dari empat aspek keterampilan berbahasa yang dikembangkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Keterampilan menulis sangat diperlukan dalam berkomunikasi karena menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan-pesan kepada orang lain. Menulis puisi bebas merupakan salah satu kompetensi dasar yang diajarkan di kelas VIII SMP. Kompetensi ini bertujuan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi bebas. Menulis puisi dapat digunakan sebagai wadah untuk meluapkan emosi, perasaan,dan suasana hati. Pembelajaran menulis puisi yang dilaksanakan menuntut aktivitas dan kreativitas guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, dan menarik minat siswa. Untuk itu, dibutuhkan inovasi dan kekreativitasan guru yang bertindak sebagai fasilitator, motivator, dengan teknik pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga tujuan pembelajaran menulis puisi dapat tercapai. Pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru Bahasa Indonesia kelas VIII C mampu menarik minat siswa. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis puisi kelas VIII C SMPN 1 Malang. Secara khusus, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis puisi kelas VIII C SMPN 1 Malang pada aspek: (1) aspek kegiatan pendahuluan, (2) aspek kegiatan inti, (3) aspek kegiatan penutup. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Dalam hal ini, peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Untuk mengumpulkan data, teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dan observasi. Pengumpulan dimaksudkan untuk menjaring informasi tentang persiapan guru dan kegiatan dalam pembelajaran menulis puisi,serta hasil wawancara dengan guru dan beberapa siswa secara acak. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan kamera, perekam, pedoman wawancara, lembar pengamatan, dan catatan lapangan. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, pelaksanaan pembelajaran menulis puisi apek kegiatan pendahuluan yang telah dilaksanakan menarik minat siswa. Kemenarikan tersebut terletak pada media dan metode yang dilaksanakan oleh guru. Apersepsi yang dilakukan guru menggunakan media yang dekat dengan siswa yaitu lagu. Guru mengaitkan lagu dengan menulis puisi. Kedua, pelaksanaan pembelajaran menulis puisi pada aspek kegiatan inti sudah sesuai dengan pencapaian tahap menulis puisi. Guru melaksanakan kegiatan inti secara rinci dan bertahap sesuai dengan pencapaian kompetensi. Tahap tersebut meliputi (1) tahap persiapan/penginderaan, (2) tahap pengendapan, (3) tahap memainkan kata, (4) tahap iluminasi, dan (5) tahap verivikasi. Ketiga, pelaksanaan pembelajaran menulis puisi pada aspek kegiatan penutup yang telah dilaksanakan oleh guru tidak lengkap. Ketidaklengkapan tersebut i dikarenakan guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan kesan dan saran terhadap pembelajaran menulis puisi yang telah berlangsung. Dari serangkaian pembelajaran baik pada pertemuan pertama maupun pertemuan kedua yang telah dilaksanakan oleh guru berlangsung baik. Guru mampu mengoptimalkan dan mengarahkan karakteristik siswa kelas VIII C yang aktif dalam pembelajaran menulis puisi. Guru aktif dan kreatif dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menyenangkan, dan menarik minat siswa sehingga tujuan pembelajaran menulis puisi dapat tercapai.

Pengaruh pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMAN 2 Malang / Amalia Afriyanti

 

Kata kunci : Pemanfaatan Fasilitas Belajar di Sekolah, Motivasi belajar, Prestasi belajar. Fasilitas belajar di sekolah merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan belajar mengajar. oleh karena itu agar siswa dapat mencapai tujuan secara maksimal maka sekolah perlu melengkapi fasilitasnya. Fasilitas yang lengkap dapat memunculkan motivasi siswa dalam melakukan aktivitas belajar yang pada akhirnya akan menentukan keberhasilan belajar siswa, sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan belejar siswa tidak hanya ditentukan fasilitas yang lengkap tetapi juga motivasi belajar yang tinggi dari siswa itu sendiri. Berdasarkan paparan tersebut maka penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 2 Malang (2) Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa terhadap pretasi belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 2 Malang(3) Untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 2 Malang. Rancangan Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan Deskriptif Kuantitatif. Populasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS di SMAN 2 Malang. Sampel yang dipakai merupakan keseluruhan jumlah dari populasi sehingga penelitian ini merupakan penelitian sampel population. Instrumen yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Data dianalisis dengan bantuan pengolahan program SPSS 16.0 for windows. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan fasilitas belajar disekolah terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMAN 2 Malang. (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMAN 2 Malang. (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan fasilitas belajar disekolah dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMAN 2 Malang.

Penanaman makna simbolis tata busana kesenian jaran kencak di desa Tegalbangsri Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang dalam upaya sosialisasi pada masyarakat / Raeny Megawati

 

Kata Kunci: Pertunjukan, Jaran Kencak, Tata Busana Pertunjukan Jaran Kencak adalah salah satu bentuk kesenian yang berkembang di Kabupaten Lumajang. Jenis pertunjukan ini juga berkembang di beberapa kota di sekitar Kabupaten Lumajang, misalnya di derah Jember, Bondowoso, Malang dan Probolinggo. Bentuk pertunjukan ini menggunakan hewan kuda sebagai unsur utama dalam pertunjukannya. Busana yang di gunakan oleh kuda dalam pertunjukan Jaran Kencak menjadi menarik untuk di teliti. Dengan meneliti busana yang di gunakan kuda dalam pertunjukan Jaran Kencak akan diketahui bagaimana latar belakang kesenian Jaran Kencak di Desa Tegalbangsri, bentuk penyajian tata busana kesenian Jaran Kencak di Desa Tegalbangsri, serta makna simbolis busana Jaran Kencak jika dilihat dari makna warna, makna bentuk dan makna penempatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan prosedur pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bersamaan pada saat penelitian dengan tahap-tahap penelitian sebagai berikut (1) Tahap Pengumpulan Data, (2) Tahap Reduksi, (3) Tahap Penyajian Data, (4) Tahap Penarikan Simpulandan Verifikasi. Peneliti mengambil lokasi penelitian di Desa Tegalbangsri Kecamatan Ranuyosos Kabupaten Lumajang dengan sumber data seniman dan masyarakat sekitar serta foto hasil dokumentasi. Prosedur pengumpulan data dilakukan berdasarkan jenis data antara lain (1) Observasi langsung, (2) Metode Wawancara, (3) Pengambilan Foto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang kesenian Jaran Kencak adalah akibat banyaknya masyarakat Madura yang berimigrasi di daerah Lumajang, munculnya kesenian ini juga dijelaskan oleh penuturan salah satu seniman yang ada di Desa Tegalbangsri Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang yang bernama Bapak Sumaryo, (2) Pada bentuk penyajian busana kuda seniman melakukannya secara bertahap agar kuda yang menggunakan busana tersebut merasa nyaman ketika arak-arakan berlangsung atau dengan kata lain busana yang digunakan tidak membatasi gerak kuda. Dilihat dari warna, bentuk dan penempatan busana kuda mengandung makna simbolis yang sangat kental dikalangan masyarakat. Makna simbolis tersebut mencerminkan kejadian sehari-hari yang telah dialami manusia. Jika simbol-simbol tersebut kita yakini atau kita lakukan maka kehidupan akan terasa nyaman, tentram dan damai sehingga menciptkan suasana yang harmonis bagi sesama, (3) Nilai i sosial yang terkandung dalam makna simbolis tata busana kesenian Jaran Kencak sangat kental di kalangan masyarakat, khusunya dalam kehidupan sehari-hari. Dari hasil penelitian penanaman makna simbolis tata busana kesenian Jaran Kencak bagi pembelajaran tari di Desa Tegalbangsri Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang dalam upaya sosialisasi pada masyarakat, sekiranya masyarakat mampu mengambil hikmah dan pelajaran dari makna simbolis busana kuda sehingga dapat dituangkan dalam kehidupan sebenarnya.

Penerapan pewarnaan simpul graph dengan metode Greedy pada pengaturan pola lampu lalu lintas di persimpangan jalan / Christian Yacobus Wanne

 

Kata kunci: pewarnaan simpul, bilangan kromatik, algoritma greedy, pengaturan pola lampu lalu lintas Dalam Teori Graph, masalah pewarnaan graph terdiri dari tiga macam, yaitu pewarnaan simpul, pewarnaan sisi, dan pewarnaan peta. Teknik pewarnaan simpul merupakan salah satu subyek yang menarik dalam bidang graph. Pewarnaan simpul adalah mewarnai semua simpul suatu graph sehingga setiap pasang simpul yang terhubung langsung diberi warna yang berbeda. Sedangkan, jumlah warna minimum yang diperlukan disebut bilangan kromatik Terdapat beberapa algoritma yang digunakan untuk menemukan bilangan kromatik suatu graph. Salah satu algoritma yang dapat digunakan adalah Algoritma Greedy. Aplikasi dari teknik ini telah banyak diterapkan di berbagai bidang. Salah satu permasalahan yang dapat diselesaikan dengan menggunakan pewarnaan simpul graph adalah pengaturan pola lampu lalu lintas di persimpangan jalan. Langkah awal pewarnaan simpul graph dengan Algoritma Greedy yaitu mengurutkan simpul dari derajat tertinggi sampai yang terendah. Simpul dengan derajat tertinggi diwarnai terlebih dahulu, kemudian diperiksa simpul yang tidak terhubung dengan simpul pertama untuk diberi warna yang sama. Jika tidak ada dipilih simpul dengan derajat tertinggi yang belum diwarna untuk diberi warna yang baru, kemudian diperiksa kembali simpul yang tidak terhubung untuk diberi warna yang sama. Langkah tersebut dilanjutkan hingga semua simpul telah diwarnai. Penerapan algoritma Greedy pada pengaturan pola lampu lalu lintas dimulai dengan merepresentasikan persimpangan jalan ke dalam bentuk graph. Setiap arus kendaraan pada persimpangan jalan direpresentasikan sebagai simpul. Untuk setiap arus kendaraan yang tidak kompatibel maka simpul yang merepresentasikan arus kendaraan tersebut dihubungkan dengan suatu sisi. Dengan bentuk graph tersebut, maka pengaturan pola lampu lalu lintas dapat lebih mudah diselesaikan dengan pewarnaan simpul graph dengan metode Greedy. Output dari pewarnaan simpul graph adalah banyaknya warna yang digunakan untuk mewarnai simpul graph. Pada pengaturan pola lampu lalu lintas, banyaknya warna yang diperlukan untuk mewarnai simpul graph digunakan untuk menentukan banyakanya fase yang diperlukan dalam satu siklus. Simpul yang tidak terhubung dengan simpul yang lain adalah arus yang kompatibel dengan semua arus sehingga selalu bergerak dalam tiap fase, sedangkan simpul-simpul dengan warna yang sama merupakan alih gerak kendaraan yang dapat bergerak bersama dalam satu fase. Dengan demikian tidak ada alih gerak yang tidak kompatibel yang bergerak pada fase yang sama, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di tengah persimpangan. Selain dengan perhitungan manual, pada penelitian ini dibuat implementasi program dengan software Delphi 7. Dari perhitungan secara manual dan perhitungan dengan program untuk contoh graph dengan 8 simpul diperoleh hasil yang sama. Demikian pula pada penerapan pengaturan pola lampu lalu lintas pada pertigaan dan perempatan diperoleh hasil yang sama.

Aplikasi metode runge-kutta pada persamaan diferensial linear orde satu / Dina Ika Pravitasari

 

Kata kunci: persamaan diferensial linear orde satu, metode Runge-Kutta, matlab. Perkembangan dan kemajuan matematika memberikan bantuan dalam berbagai bidang,diantaranya teknik, ekonomi, sosial dan sains. Masalah dalam bidang tersebut dapat diselesaikan dengan menerjemahkan masalah menjadi model matematika. Dalam model matematika persamaan diferensial merupakan salah satu alat dalam pemodelan itu. Persamaan diferensial dapat diselesaikan secara eksak atau numerik. Metode penyelesaian persamaan diferensial secara numerik salah satunya dengan metode Runge-Kutta. Metode Runge-Kutta merupakan cara numerik yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan diferensial. Persamaan diferensial yang digunakan adalah persamaan diferensial linear orde satu yang berbentuk dan nilai awal . Metode tersebut digunakan untuk mencari nilai pada titik t dan banyak selang n. Langkah-langkah pencariannya adalah menyelesaikan persamaan tersebut secara analitik (mencari nilai eksak), secara numerik (metode Runge-Kutta), menghitung nilai galat dan membandingkan nilai galatnya. Dalam menyelesaikan permasalahan diatas dapat juga digunakan pemrograman. Langkah-langkah dalam pembuatan program yaitu penganalisaan masalah, pembuatan algoritma, diagram alir (flowchart), dan pembuatan program dalam bahasa pemrograman yang digunakan yaitu matlab. Masukan yang diperlukan adalah persamaan diferensial linear orde satu, solusi, nilai awal, nilai t yang ditentukan, banyak selang dan orde yang digunakan sedangkan keluaran program adalah nilai h, grafik eksak, grafik metode Runge-Kutta dan grafik galatnya. Tampilan program yang sederhana memudahkan dalam penggunaannya. Setelah melakukan perhitungan persamaan diferensial linear orde satu dengan metode Runge-Kutta secara manual dan dengan program bahasa matlab diperoleh bahwa ketelitian metode Runge-Kutta orde empat lebih akurat daripada orde tiga sedangkan metode Runge-Kutta orde tiga lebih akurat daripada orde dua. Semakin banyak selang yang digunakan maka semakin akurat nilainya.

Efektivitas metode pembelajaran kooperatif model TGT (teams games tournament) dan simulasi untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 24 Malang pada mata pelajaran ekonomi / Ryan Wuryana

 

Kata Kunci: Aktivitas dan Hasil belajar siswa, Model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan Simulasi Sistem Pendidikan Nasional sampai saat ini menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada sekolah-sekolah sebagai penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yang cenderung teacher-oriented dalam proses belajar mengajar, sehingga diperlukan strategi atau model pembelajaran yang menyenangkan dalam upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah mampu menguasai materi pelajaran dan memilih metode dan model pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk menjelaskan perbedaan efektivitas antara metode pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) dan simulasi pada mata pelajaran Ekonomi terhadap aktivitas belajar siswa kelas VII SMP Negeri 24 Malang. 2) Untuk menjelaskan perbedaan efektivitas antara metode pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) dan simulasi pada mata pelajaran Ekonomi terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 24 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 24 Malang, yang berlangsung selama dua kali pertemuan dengan pokok bahasan Tindakan Motif dan Prinsip Ekonomi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model TGT, dan siswa kelas VII B sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan model simulasi. Teknik pengumpulan data melalui tes (pre-test dan post-test), dan lembar observasi. Data yang dianalisis dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu 1) data aktivitas belajar, dan 2) data hasil belajar. Analisis data hasil belajar dilakukan dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas varian, uji kesamaan rata-rata, dan uji hipotesis. Data aktivitas belajar dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran TGT dan model pembelajaran simulasi pada materi tindakan, motif, dan prinsip ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas dan hasil belajar siswa untuk mata pelajaran ekonomi pada pembelajaran model TGT (Teams Games Tournament) dan simulasi. Di mana penggunaan metode pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) di SMP Negeri 24 Malang lebih efektif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran ekonomi dibandingkan dengan penggunaan metode pembelajaran kooperatif model simulasi. Saran sebagai berikut: 1) Guru mata pelajaran ekonomi diharapkan dapat menerapkan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan simulasi sebagai salah satu alternatif pilihan dalam praktik pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa, serta dapat mengalokasikan waktu dengan sebaik mungkin agar tujuan pembelajaran dapat tercapai, 2) Sekolah SMP Negeri 24 Malang diharapkan dapat menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung efektifitas pembelajaran model TGT (Teams Games Tournament) dan simulasi, seperti bahan ajar, sebagai buku pegangan siswa agar mereka dapat belajar dengan baik, tidak hanya mengandalkan catatan yang setiap kali pertemuan ditulis di papan tulis, 3) Bagi peneliti lain diharapkan lebih mampu mengembangkan hasil penelitian ini, dengan materi yang berbeda dan sebaiknya dilakukan dengan waktu yang cukup sehingga diperoleh hasil yang maksimal, serta penelitian ini digunakan sebagai acuan, landasan atau bahan literatur untuk penelitian lebih lanjut.

Upaya meningkatkan keterampilan bertanya dan prestasi belajar fisika dengan model pembelajaran group investigation (GI) pada siswa kelas IX A SMP Islam Almaarif 01 Singosari Malang / Nurhayati Mei Rosalinda

 

Kata Kunci: Model Group Investigation (GI), Keterampilan Bertanya, Prestasi Belajar Berdasarkan pengamatan awal di SMP Islam Almaarif 01 Singosari, menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan adalah teacher centered (berpusat pada guru), sehingga siswa merasa bosan dan kurang mengi-kuti pelajaran yang disampaikan oleh guru. Saat proses belajar dan pembelajaran hanya ada satu atau dua anak saja yang bertanya, atau jika menjawab pertanyaan dari guru biasanya menjawab secara bersamaan. Selain itu siswa masih belum bisa menyimpulkan apa yang telah dipelajari bersama guru. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan bertanya siswa masih rendah. Prestasi belajar pada ranah kognitif masih rendah yang ditunjukkan dengan nilai ujian tengah semester gasal hanya 5 siswa yang tuntas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran Group Investigation (GI) untuk meningkatkan keterampilan bertanya dan prestasi belajar siswa kelas IX A SMPI Almaarif 01 Singosari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, analisis, dan refleksi. Tindakan yang diberikan pada siklus I dan siklus II berupa penerapan RPP model Group Investigation (GI). Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pos tes, dan lembar observasi model Group Investigation (GI), catatan lapangan serta lembar keterlaksanaan pembelajaran oleh guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan bertanya ditandai dengan meningkatnya persentase tahap Planning yaitu keaktifan berpendapat dalam kelompok dari 85,9% siklus I dan 93,6% pada siklus II. Pada siklus I, siswa terlihat pasrah dalam pembagian topik karena siswa terbiasa dengan model pembelajaran yang berorientasi pada guru sedangkan siswa jarang berpendapat. Pada siklus II, siswa sudah berkembang dalam berpendapat dengan kelompoknya karena terbiasa berkomunikasi dengan teman sejawat. Tahap presenting yaitu keaktifan bertanya, menunjukkan persentase sebesar 67,9% pada siklus I dan 75,6% pada siklus II, sedangkan keaktifan menjawab pertanyaan adalah 64,5% siklus I dan 71,8% pada siklus II. Keaktifan bertanya saat presenting pada siklus I menunjukkan sebagian besar siswa tidak bertanya dan malu mengungkapkan pendapatnya sedangkan siklus II siswa sudah banyak yang bertanya dan menjawab pertanyaan. Prestasi belajar mengalami peningkatan setelah diberi tindakan dengan menerapkan pembelajaran model Group Investigation (GI). Peningkatan prestasi belajar ditandai dengan persentase skor rata-rata pada siklus I sebesar 66,3% menjadi 70,2% pada siklus II . Pada siklus I siswa masih banyak yang tidak belajar saat akan pos tes sedangkan pada siklus II siswa secara tidak langsung sudah belajar dari pencarian bahan ajarnya.

Penggunaan media visual dalam pembelajaran PKN di SMP Laboratorium UM / Hesti Lestia Wulandari

 

Kata Kunci: Media Visual, Pembelajaran, PKn Kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting dalam proses pembelajaran. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Maka pemilihan media yang sesuai dengan materi pelajaran PKn menjadi sangat penting. Salah satunya dalam penggunaan media pembelajaran yaitu media visual. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan seseorang. Media visual dapat pula menumbuhkan minat dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Sehingga penggunaan media visual sangat membantu dalam proses pembelajaran, guna untuk menarik minat belajar siswa dan memotivasi siswa dalam belajar, dengan demikian penggunaan media visual sangat efektif bila diterapkan dalam pembelajaran PKn. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan media visual pada mata pelajaran PKn di SMP Laboratorium UM, (2) kelebihan dan kelemahan penggunaan media visual dalam pembelajaran PKn di SMP Laboratorium UM, (3) faktor pendukung dan penghambat penggunaan media visual dalam pelajaran PKn di SMP Laboratorium UM. Penelitian tentang penggunaan media visual dalam pembelajaran PKn di SMP Laboratorium UM ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah guru PKn kelas VII dan siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan media visual pada mata pelajaran PKn di SMP Laboratorium UM dilakukan oleh guru sendiri, mulai dari pengoperasian LCD serta pada penyampaian materi yang diiringi dengan penggunaan media visual seperti penggunaan LCD untuk penayangan power point dan analisis gambar serta penggunaan gambar-gambar utuk metode pembelajaran picture and picture hingga akhir proses pembelajaran; (2) Kelebihan penggunaan media visual dalam pembelajaran PKn di SMP Laboratorium UM yaitu dapat menarik perhatian siswa dalam proses belajar mengajar dan mempermudah menangkap materi yang diberikan, mudah didapat, bentuknya bervariasi. Sedangkan kelemahannya yaitu kalau guru tidak mengetahui cara menggunakan fasilitas yang berhubungan dengan media visual, maka waktu akan terbuang sia-sia pada jam pelajaran, serta guru harus selalu memberikan gambar¬gambar atau peristiwa-peristiwa yang baru agar siswa tidak mudah bosan (monoton); (3) faktor pendukung dan penghambat penggunaan media visual dalam pembelajaran PKn di SMP Laboratorium UM yaitu sarana dan prasarana i yang ada di sekolah, kemampuan atau pengetahuan guru dalam penggunaan media visual antara lain penggunaan LCD proyektor, serta kesiapan siswa dalam menerima penggunaan media visual. Berdasarkan temuan penelitian di atas, saran yang diajukan adalah sebagai berikut: (1) sekolah dapat membantu pelaksanaan pembelajaran dengan penggunaan media visual secara optimal; (2) bagi guru Pendidikan Kewarganegaraan dianjurkan menggunakan media visual yang bervarisi pada mata mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk semua pokok bahasan supaya dapat memotivasi siswa dalam belajar; (3) Bagi siswa diharapkan untuk lebih antusias dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran khususnya yang menggunakan media visual seperti picture and picture, analisis gambar, serta penayangan power point.

Efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis masalah di SMA Negeri 1 Tumpang / Nurus Soimah

 

Kata kunci : Pembelajaran berbasis masalah, konvensional. Selama ini proses pembelajaran masih menganggap bahwa pengetahuan siswa diperoleh dari menghafal teori dan guru sebagai sumber utama belajar sedangkan siswa hanya bertindak pasif untuk menerima apa yang diberikan oleh guru. Berdasarkan hasil study di SMA Negeri 1 Tumpang, pembelajaran berbasis masalah jarang dilakukan. Pembelajaran yang kerap dilaksanakan adalah pembelajaran konvensional, yaitu pembelajaran yang didominasi oleh guru, ini menyebabkan siswa kurang aktif dan mengakibatkan nilai ulangan harian kurang maksimal. Untuk itu, perlu diterapkan strategi pembelajarana yang menjadikan siswa menjadi lebih bermakna. Strategi yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran kontekstual tipe pembelajaran berbasis masalah. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Dan Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional? Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen (eksperimen semu). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Tumpang. Populasi dari rancangan penelitian ini berjumlah 9 kelas. Sedangkan sampel dalam penelitian ini diambil dari 2 kelas yang mempunyai kemampuan yang sama atau setara. Analisis data untuk kegiatan guru dan siswa menggunakan analisis prosentase, sedangkan analisis hasil belajar kognitif menggunakan uji t (t-test), dan penilaian afektif dengan analisis prosentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran PBL dalam penelitian ini meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi, ditinjau dari hasil uji gain score dimana tingkat siginifikansi (2-tailed) 0,000 < sig (α) yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara gain score kelas kontrol dan kelas eksperimen. Rata-rata gain score kelas kontrol adalah 17.64 sedangkan rata-rata gain score kelompok eksperimen adalah 27.78, selisih rata-rata gain score kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah 10.14. dapat kita lihat bahwa peningkatan hasil belajar ekonomi kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan hasil belajar ekonomi kelompok kontrol. Perbedaan rata-rata gain score inilah yang membuktikan bahwa pembelajaran problem based learning terbukti lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa. Berdasarkan kesimpulan tersebut, disarankan bagi (1) Metode pembelajaran kontekstual tipe pembelajaran problem based learning (PBL) sebagai alternatif dalam meningkatkan keaktifan siswa di kelas sehingga baik untuk diterapkan oleh guru.(2) Untuk penerapan metode pembelajaran kontekstual tipe pembelajaran problem based learning (PBL) maka harus disediakan alokasi waktu yang cukup agar penerapan berjalan dengan lancar. (3) Penerapan metode pembelajaran kontekstual tipe pembelajaran problem based learning (PBL) hendaknya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar mendapatkan hasil optimal (4) Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan metode pembelajaran kontekstual tipe pembelajaran problem based learning (PBL) pada mata pelajaran lainnya.

Perancangan animasi musikal pengenalan permainan engklek / Mahrus Ali

 

Kata Kunci: perancangan, media komunikasi visual, animasi, engklek Kemajuan teknologi membuat permainan tradisional semakin tersingkir oleh permainan elektronik. Tidak banyak anak-anak mengenal jenis-jenis permainan tradisional. Anak-anak lebih suka duduk di depan layar monitor daripada bermain keluar rumah. Begitupula yang terjadi dengan nasib lagu-lagu anak. Jarang sekali lagu-lagu anak ditayangkan di televisi, lebih sering ditayangkan lagu remaja daripada lagu anak-anak, sehingga anak-anak jarang menyanyikan lagu-lagu anak lagi. Untuk menghindari menghilangnya permainan tradisional, maka Perancang membuat sebuah media yang digunakan untuk mengajak anak-anak mulai menyukai, mengenal, dan bermain permainan tradisional. Selain itu Perancang juga mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu-lagu anak dengan media yang diciptakan. Untuk mempengaruhi anak-anak agar mengenal dan menyukai permainan tradisional, maka Perancang membuat sebuah media yang cocok dan dapat dengan mudah mempengaruhi anak-anak, yaitu dengan cara membuat sebuah animasi musikal yang memiliki karakter anak-anak. Dengan animasi musikal ini, diharapkan anak-anak tertarik dan mengerti manfaat dari permainan tradisional engklek. Dengan memperkenalkan permainan tradisional dan menjelaskan manfaat dari permainan tradisional diharapkan anak-anak menyeimbangkan diri antara bermain permainan elektronik dan permainan tradisional. Dan dengan memasukkan lagu-lagu anak dalam Animasi yang Perancang buat, diharapkan dapat mengajak anak-anak bernyanyi lagu yang sesuai dengan umur mereka.

Studi eksperimen antara model pembelajaran langsung dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar siswa kelas X TPm pada mata pelajaran alat ukur SMK Nasional Malang / Muhamad Daroni

 

Kata Kunci : pembelajaran langsung, hasil belajar alat ukur Alat ukur dianggap pelajaran yang sulit oleh kebanyakan siswa. Salah satu hal yang berpengaruh terhadap hasil pembelajaran alat ukur adalah model pembelajaran alat ukur. Model pembelajaran alat ukur yang lebih mengutamakan hafalan daripada pengertian menyebabkan pemahaman konsep siswa kurang. Penerapan model pembelajaran yang tepat akan menentukan efektifitas proses belajar mengajar. Pembelajaran langsung merupakan salah satu pembelajaran yang memiliki potensi lebih dalam meningkatkan hasil belajar siswa serta merupakan model yang paling sederhana dan dapat diterapkan pada hampir semua materi pelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan praktik. Model pembelajaran langsung merupakan sarana yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Seperti yang di amanahkan oleh kurikulum satuan pendidikan, penelitian ini dilakukan di SMK Nasional Malang pada materi mistar geser karena dengan menggunakan model pembelajaran langsung siswa dihadapkan langsung dengan permasalahan dan mencoba melakukan penyelesaian dengan berbekal proses informasi dan pengalaman yang diperoleh atau dimiliki masing-masing individu sehingga dengan diterapkan model ini dapat meningkatkan hasil belajar mistar geser. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan rancangan ekspereimen semu (quasi eksperiment). Sampel yang digunakan dua kelas yaitu kelas X TPm1 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan model pembelajaran langsung dan X TPm2 sebagai kelas kontrol yang mendapatkan perlakuan model pembelajaran konvensional. Instrumen perlakuan yang digunakan yaitu RPP, silabus, hand out, kisi-kisi soal, dan kunci jawaban. Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS 16. Hasil penelitian rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 79.30 dan kelas kontrol adalah 67.05. Nilai rata-rata dari masing-masing kelas diuji hipotesis dengan menggunakan uji-t. Dari uji-t diperoleh hasil yaitu t-hitung 5,930 > t-tabel 1,996, kesimpulan dari hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung dan diajar menggunakan model konvensional. Model pembelajaran langsung memberikan pengaruh yang positif dan siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga proses pembelajaran lebih bisa maksimal. Pembelajaran ini mampu menggantikan peran guru yang sebelumnya menjadi pusat informasi berganti menjadi fasilitator untuk para siswa pada setiap proses pembelajaran. Disarankan kepada guru untuk lebih sering menggunakan model pembelajaran langsung karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Menguji pengaruh aktivitas siswa dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 9 Malang / Dian Fitria Handayani

 

Kata Kunci: Kegiatan Intrakurikuler, Kegiatan Ekstrakurikuler, Hasil Belajar. Kegiatan sekolah merupakan kegiatan yang dilakukan siswa di luar jam belajar dalam rangka mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki siswa. Kegiatan di sekolah sendiri terdiri dari kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan belajar yang mengacu dan mendukung pada program kurikulum dan dilakukan di luar sekolah, seperti mengikuti belajar kelompok rutin bersama teman sekelas, bisa juga yang mengikuti bimbingan belajar dalam lembaga pendidikan. Kegiatan ekstrakurikuler berarti kegiatan di luar program kurikulum dalam rangka peningkatan optimalisasi potensi diri siswa. Kegiatan sekolah sering dijadikan sebagai salah satu faktor penyebab menurunnya hasil belajar siswa. Padahal menurut teori motivasi tiga kebutuhan dari McClelland, kegiatan sekolah bisa dijadikan sebagai pendongkrak motivasi untuk meningkatkan hasil belajar karena dengan mengikuti kegiatan sekolah siswa bisa memenuhi salah satu dari teori tersebut dan kegiatan sekolah bisa dijadikan sebagai tempat menerima rangsangan yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara kegiatan sekolah dari siswa yang mengikuti kegiatan intrakurikuler dan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler terhadap hasil belajar akuntansi. Serta apakah terdapat perbedaan hasil belajar akuntansi antara siswa yang mengikuti kegiatan intrakurikuler dan yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Pengujian hipotesis menggunakan analisis Paired Sample T-test dan Independent Sample T-test. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan dari kegiatan intrakurikuler terhadap hasil belajar akuntansi, sebaliknya terdapat pengaruh negatif signifikan dari kegiatan ekstrakurikuler terhadap hasil belajar akuntansi, dan terdapat perbedaan hasil belajar akuntansi antara siswa yang mengikuti kegiatan intrakurikuler dan yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Adapun saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah Ada baiknya pengukuran hasil belajar tidak hanya dari mata pelajaran akuntansi, misalnya dari nilai raport sesungguhnya supaya bisa lebih diketahui nilai siswa yang sebenarnya. Ada baiknya apabila akan mengadakan penelitian sejenis, disarankan variabel yang diteliti lebih diperluas misalnya minat belajar, motivasi belajar, dan variabel lain sehingga dapat mengungkapkan lebih banyak permasalahan dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi banyak pihak.

Kompetensi pada industri pengecoran logam "Baja Mulia Utama" di Ceper Klaten Jawa Tengah untuk bahan masukan pengembangan kurikulum SMK bidang keahlian mesin produksi / Mochtar Fitra Hadi Kusuma

 

Kata Kunci: kompetensi, perusahaan cor logam, pengembangan kurikulum Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang yang dipersiapkan menjadi seorang tenaga pengajar yang professional dituntut mampu dan jeli dalam melihat perkembangan IPTEK. Seorang guru harus mampu dalam mengembangkan materi yang akan diajarkannya sesuai dengan kebutuhan masa yang akan datang. Penelitian ini dilaksanakan di perusahaan cor logam “Baja Mulia Utama” Ceper, Klaten, Jawa Tengah karena industri logam semacam ini banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia dan berpotensi besar jika dikembangkan dengan serius sehingga perlu dikembangkan kurikulum muatan lokal sebagai relevansi pendidikan pengembangan potensi daerah. Dalam sebulan industri Usaha Kecil Menengah (UKM) ini merauk keuntungan hingga mencapai Rp.250 juta. Oleh karena itu hasil penelitian ini layak untuk masukan pengembangan kurikulum SMK di daerah Malang sekaligus agar industri semacam ini dapat berkembang luas di luar daerah industri yaitu kota Malang. Ada tiga hal yang menjadi fokus penelitian, yaitu (1) Profil industri cor logam ”Baja Mulia Utama” Ceper, Klaten, Jawa Tengah, (2) proses pembuatan kerajinan logam dari bahan baku sampai dengan finishing, dan (3) kompetensi yang dibutuhkan perusahaan cor logam ”Baja Mulia Utama” sebagai bahan masukan pengembangan kurikulum SMK bidang keahlian mesin produksi. Penenelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan silabus muatan lokal sebagai masukan pengembangan kurikulum SMK dan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data trianggulasi. Hasil penelitian ini adalah Pertama, pembuatan kerajian logam terdiri dari beberapa tahapan yaitu: (1) Pemilihan bahan baku, (2) Olah pasir, (3) Pembuatan rangka cetakan (Cup and Drag) dan Matres/pola, (4) Pembuatan inti (core), (5) Pengepresan/Cetak pasir, (6) Peleburan, (7) Penuangan dan pembongkaran hasil cor, (8) Pengerjaan lanjut coran (finishing). kedua, kompetensi yang dibuat silabus pengembangan kurikulum adalah pengecoran logam dan diverifikasikan dengan pihak guru SMK dan dipertimbangkan oleh Waka Kurikulum SMKN 1 Singosari Malang Bapak Mochammad Sodiq dan Waka Kurikulum SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Bapak Tri Hariyoto untuk materi muatan lokal tahun ajaran berikutnya. Berdasarkan pada temuan penelitian diajukan saran-saran sebagai berikut, pertama,perusahaan cor logam “Baja Mulia Utama” untuk memperhatikan K3 dan membuat kompetensi karyawan yang relevan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) sektor logam. kedua, bagi mahasiswa yang melakukan penelitian kualitatif tentang pengembangan kurikulum untuk memperhatikan KTSP, SKL yang dipakai SMK, SKKNI bidangnya, dan kompetensi yang ada pada jenis pekerjaan di industri yang mempunyai potensi di daerah penelitiannya.

Perbedaan motivasi dan prestasi belajar ilmu logam antara pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional dan metode pembelajaran berbasis masalah di SMK PGRI 03 Malang / Galih Tri Atmaja

 

Kata Kunci: Motivasi belajar, prestasi belajar, pembelajaran konvensional, pembelajaran berbasis masalah. Ilmu logam merupakan mata pelajaran produktif yang terdapat pada SMK. Mata pelajaran ini sangat penting untuk dikuasai, namun dalam kenyataannya masih banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam mata pelajaran ini, hal ini disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang menarik sehingga hasil yang didapat siswa kurang memuaskan. Metode pembelajaran yang ada saat ini sangat beragam, oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui perbandingan metode pembelajaran itu sendiri. Metode pembelajaran konvensional merupakan salah satu metode pembelajaran yang bersifat berpusat pada guru, sedangkan metode pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu metode pembelajaran yang bersifat berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana motivasi belajar siswa dengan metode pembelajaran konvensional; (2) bagaimana motivasi belajar siswa dengan metode Pembelajaran Berbasis Masalah; (3) bagaimana prestasi belajar siswa dengan metode pembelajaran konvensional; (4) bagaimana prestasi belajar siswa dengan metode Pembelajaran Berbasis Masalah; (5) apakah ada perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara pembelajaran yang menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan pembelajaran yang menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif. Populasi penelitian ini merupakan siswa SMK PGRI 03 Malang kelas X jurusan teknik pemesinan, sampel dalam penelitian ini adalah dua kelas yaitu X TP-A sebagai kelas metode konvensional dan X TP-B sebagai kelas metode pembelajaran berbasis masalah. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dan prestasi belajar siswa, sedangkan variabel bebasnya adalah pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis masalah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar, angket dan perangkat pembelajaran. Uji hipotesis penelitian digunakan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi dan prestasi belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada motivasi dan prestasi belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional.

Kesalahan pemilihan kata daam karangan mahasiswa Sastra Jerman ditinjau dari segi makna / Yulia Primawati

 

Kata Kunci : Kesalahan, Kata, Karangan Mahasiswa, Makna Menulis merupakan tingkatan keterampilan berbahasa yang yang paling kompleks sebab kegiatan ini mempunyai hubungan dengan proses berpikir serta keterampilan ekspresi dalam bentuk tulisan. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan peneliti pada saat menempuh matakuliah Aufsatz II, masih banyak mahasiswa yang kurang tepat dalam memilih kosakata dan juga kurang menguasai tata bahasa Jerman, meskipun mahasiswa telah mengikuti matakuliah Aufsatz I. Kesalahan tersebut adalah pemilihan kata yang benar secara gramatikal namun tidak tepat ditinjau dari segi makna. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan pemilihan kata yang dibuat oleh mahasiswa dalam karangan dari segi makna dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan tersebut. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti mendeskripsikan bentuk kesalahan pemilihan kata yang dibuat oleh mahasiswa dalam karangan ditinjau dari segi makna dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan tersebut. Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang tidak tepat dalam pemilihan kata ditinjau dari segi makna dalam tema (a) Inhaltsangaben, (b) Vorgangsbeschreibung, (c) Informeller Brief. Sumber data adalah 14 orang mahasiswa offering AA angkatan 2008 yang sedang mengikuti matakuliah Aufsatz II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari keseluruhan analisis kesalahan pemilihan kata ditinjau dari segi makna ditemukan kesalahan pemilihan kata kerja (Verben) sebanyak 20 (dua puluh) kesalahan, kesalahan pemilihan kata benda (Nomen) sebanyak 32 (tiga puluh dua) kesalahan, dan kesalahan pemilihan kata depan (Präpositionen) sebanyak 4 (empat) kesalahan. Jumlah keseluruhan kesalahan adalah 56 (lima puluh enam) kesalahan. Selain itu faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa melakukan kesalahan pemilihan kata ditinjau dari segi makna adalah (1) mahasiswa baru belajar bahasa Jerman di bangku perkuliahan, (2) mahasiswa kesulitan dalam pemilihan kata saat mengarang bahasa Jerman, (3) mahasiswa kurang cermat dalam memilih kata, (4) mahasiswa menerjemahkan langsung dari bahasa Indonesia ke bahasa Jerman, (5) mahasiswa kurang berbicara dalam bahasa Jerman, (6) mahasiswa kurang membaca buku-buku dalam bahasa Jerman, dan (7) mahasiswa kurang berlatih menulis dalam bahasa Jerman. Bertolak dari temuan penelitian di atas, dapat disarankan kepada dosen untuk lebih memperkenalkan dan memotivasi mahasiswa dengan banyak kosa kata baru serta penggunaan kata tersebut menurut konteksnya. Bagi mahasiswa disarankan agar lebih banyak membaca, mendengar dan berlatih menulis serta lebih cermat memilih kata dalam bahasa Jerman. Selain itu pula, disarankan mahasiswa tidak menerjemahkan langsung dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman, sehingga tidak terjadi kesalahan konteks makna.

Pengaruh laba akuntansi dan arus kas operasi terhadap return saham pada perusahaan food and beverages dan basic industry and chemicals yang go public di Bursa Egek Indonesia periode 2008-2009 / Ismayantika Dyah Puspasari

 

Kata kunci : laba akuntansi, arus kas operasi, return saham. Setiap perusahaan memiliki tujuan dalam melaksanakan kegiatan operasinya baik dalam memberikan layanan produksi barang maupun jasa. Pada dasarnya tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan kekayaan para pemegang saham. Pengumuman laba merupakan informasi yang tepat waktu dan relevan bagi individu yang ada di pasar modal dimana pasar bereaksi terhadap laba karena laba memiliki kandungan informasi. Arus kas operasi mengandung informasi ekonomi dan teori yang mengatakan bahwa arus kas operasi mengandung informasi yang dapat digunakan untuk meramalkan return saham. Teknik pengambilan sampel yang dilakuan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan subjek penelitian pada perusahaan Food and Beverages dan Basic Industry and Chemicals yang Go Public di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini tergolong korelasi kausalitas yang menggambarkan hubungan sebab akibat, antara variable laba akuntansi dan arus kas operasi terhadap return saham dengan metode analisis regresi linear sederhana. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory, Dunia Investasi dan Laporan Keuangan perusahaan Food and Beverages dan Basic Industry and Chemicals periode 2008-2009. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) return saham dengan trend menurun, (2) laba kotor, laba operasi, laba bersih dan arus kas operasi dengan trend meningkat, (3) terdapat pengaruh signifikan laba kotor dan arus kas operasi secara parsial terhadap return saham, (4) tidak terdapat pengaruh signifikan laba operasi dan laba bersih secara parsial terhadap return saham. Penelitian ini memberikan perspektif baru bahwa ternyata angka laba kotor dan arus kas operasi lebih mampu memberikan gambaran yang lebih baik tentang hubungannya dengan harga saham. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disarankan (1) bagi investor diharapkan dapat memperhatikan informasi laba kotor dan arus kas operasi, (2) bagi penelitian selanjutnya perlu memperpanjang periode jendela pengamatan serta menggunakan variable terikat yaitu CAR, (3) bagi emiten perlu memperhatikan konsep-konsep dasar mengenai Laba kotor dan Arus kas operasi karena dapat dijadikan sebagai alat untuk menilai kinerja suatu perusahaan.

Penerapan pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Heads Together) berkolaborasi dengan model pembelajaran snowball throwing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar ekonomi siswa kelas X.5 pada SMAN 2 Blitar / Neny Amalia Sari

 

Kata Kunci: Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together), Pembelajaran Snowball Throwing, Berpikir Kritis, Hasil Belajar. Kualitas kegiatan belajar mengajar di kelas harus ditingkatkan agar mutu pendidikan di sekolah semakin meningkat. Salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan penyempurnaan kurikulum serta penggunaan metode yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah metode pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif terdiri dari empat model yaitu Student Teams Achievement Division (STAD), Jigsaw, Group Investigation (GI), dan metode Sruktural yang terdiri dari dari dua model Think Pair Shair (TPS) dan Numbered Heads Together (NHT). Dalam penelitian ini metode pembelajaran kooperatif yang digunakan adalah pembelajaran kooperatif model NHT (Numbered Heads Together). Model pembelajaran NHT adalah struktur yang melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dengan pembentukan kelompok-kelompok kecil. Agar hasil belajar yang diperoleh siswa optimal maka pembelajaran kooperatif NHT perlu dilakukan kolaborasi dengan model pembelajaran lain. Dalam penelitian ini pembelajaran kooperatif NHT berkolaborasi dengan model pembelajaran Snowball Throwing. Snowball Throwing merupakan model pembelajaran yang bermain sambil belajar sehingga siswa menerima pelajaran dengan perasaan senang. Model Snowball Throwing melatih kesiapan siswa menerima pertanyaan dan saling memberikan pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Heads Together) berkolaborasi dengan model pembelajaran Snowball Throwing dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa sesudah dilaksanakan penerapan pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Heads Together) berkolaborasi dengan model pembelajaran Snowball Throwing pada mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi (pengamatan), catatan lapangan, dan tes tertulis. Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.5 SMA Negeri 2 Blitar yang berjumlah 32 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Heads Together) berkolaborasi dengan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan kemampuan berikir kritis siswa, sebelum dilaksanakannya pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Heads Together) berkolaborasi dengan model pembelajaran Snowball Throwing rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 52,91% dan setelah dilaksanakan pembelajaran kooperatif nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa menjadi 78,32%, sehingga kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan sebesar 24,41%. Sedangkan hasil belajar siswa secara klasikal sebelum dilaksanakannya pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Heads Together) berkolaborasi dengan model pembelajaran Snowball Throwing sebesar 62,5, dan setelah dilaksanakan pembelajaran kooperatif hasil belajar siswa secara klasikal menjadi 100% sehingga meningkat sebesar 37,5%. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu : (1) Bagi guru mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 2 Blitar disarankan penerapan pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Heads Together) berkolaborasi dengan model pembelajaran Snowball Throwing hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan dan lingkungan belajar siswa dalam rangka meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran ekonomi, (2) Bagi sekolah, Pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Heads Together) berkolaborasi dengan model pembelajaran Snowball Throwing dapat digunakan sebagai pertimbangan pengembangan strategi pembelajaran bagi mata pelajaran yang lain sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 2 Blitar, (3) Penerapan pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Heads Together) terintegrasi dengan model pembelajaran Snowball Throwing hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas, sekolah, dan materi yang berbeda. Untuk peneliti selanjutnya hendaknya membuat variasi metode pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) terintegrasi dengan metode pembelajaran yang lain dan indikator pengamatan yang lebih bervariasi bukan hanya mengamati hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis saja.

Upaya meningkatkan kemampuan mengaransir lagu nusantara dalam bentuk ansambel sederhana melalui pendekatan pakem pada mata pelajaran seni budaya siswa kelas VIII F SMP Negeri 1 Donomulyo Malang / Adi Gunawan

 

Kata Kunci: Kemampuan, Mengaransir, Ansambel, Lagu Nusantara, PAKEM. Dalam proses belajar mengajar kemampuan siswa terhadap mata pelajaran seni budaya khususnya seni musik ada kalanya kurang maksimal. Beberapa permasalahan yang muncul dalam proses belajar mengajar adalah mengenai bagaimana penerapan model pembelajaran mengaransir lagu nusantara dalam bentuk ansambel sederhana pada mata pelajaran seni budaya, selanjutnya apakah melalui pendekatan PAKEM pada mata pelajaran seni budaya kemampuan mengaransir lagu nusantara dalam bentuk ansambel sederhana siswa kelas VIII F di SMP Negeri 1 Donomulyo dapat meningkat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mengaransir lagu nusantara dalam bentuk ansambel secara sederhana lagu nusantara dalam pembelajaran seni musik pada kelas VIII F di SMP Negeri 1 Donomulyo melalui pendekatan PAKEM serta untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran PAKEM mengaransir lagu secara sederhana lagu nusantara dengan musik ansambel dalam pembelajaran seni musik siswa kelas VIII F di SMP Negeri 1 Donomulyo Penelitian ini dirancang menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus dengan pengkajian tahap berdaur yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Siklus tersebut berulang hingga dapat memecahkan permasalahan yang dihadapi siswa dan akan berhenti jika sudah menjawab permasalahan yakni mampu dapat meningkatkan kemampuan mengaransir lagu dengan musik ansambel serta memainkan lagu nusantara.siswa kelas VlllF SMP Negeri 1 Donomulyo Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan teman sejawat dan peserta didik, observasi langsung, tes perbuatan dan tes tertulis serta pengamatan langsung selama kegiatan dilaksanakan. Hasil penelitian dari perjalanan siklus I sampai siklus II terjadi peningkatan kreativitas, motivasi belajar dan suasana pembelajaran yang menarik dan kondusif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mengaransir lagu nusantara dalam bentuk ansambel sederhana pada siklus 1 masih belum maksimal terlihat pada saat observasi, masih kurang memuaskan sehingga perlu strategi baru untuk pembelajaran seni musik. Sedangkan pada siklus 2 pada proses belajar mengajar adanya peningkatan penguasaan materi bagi siswa secara aktif dan kreatif serta menyenangkan. Peningkatan bermain musik dengan mengaransemen lagu nusantara dalam bentuk ansambel sederhana semakin nampak dari ketiga kelompok musik tersebut yaitu melodi ritmis dan harmonis. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bahwa perlunya penyampaian informasi ke sekolah lain tentang model pembelajaran mengaransemen lagu nusantara dalam bentuk ansambel. Tentunya dengan dukungan alat musik memudahkan berekspresi mencari ketrampilan sederhana dalam harmonisasi serta dukumentasi. Karya-karya dan ide siswa dijadikan dokumentasi agar motivasi belajar terhadap pelajaran seni budaya semakin tumbuh dan karya mereka dapat menjadi sumbangan kreativitas bagi lembaga pendidikan.

Desain dan pengembangan sistem informasi koperasi pasar di Koppas Citra Kartini Sumberpucung Malang / Ridwan Efendi

 

Kata kunci: Sistem Informasi, Microsoft Visual Basic 2005, database SQL Server. Koperasi sebagai salah satu bentuk organisasi merupakan unit pelaksana bidang kesejahteraan anggota dalam hal ini khususnya Koppas citra kartini sebagai Koperasi pedagang pasar. Permasalahan dalam kegiatan ini mencakup dua permasalahan, pertama bagaimana merancang dan membuat database keanggotaan yang dibutuhkan oleh Sistem Informasi Koppas Citra Kartini dengan menggunakan SQL Server, kedua bagaimana membuat Microsoft Visual Basic 2005 dalam sistem informasi simpan pinjam pada Koppas Citra Kartini Sumberpucung Malang. Tujuan pembuatan Tugas Akhir ini untuk menciptakan suatu Sistem Informasi Koperasi yang nantinya dapat menggantikan sistem manual di Koppas Citra Kartini Sumberpucung Malang sehingga dapat mempermudah mendata anggota dan pelayanan sistem simpan pinjam di koperasi. Metode perancangan software meliputi: (1) DFD (Data Flow Diagram), (2) ERD (Entity Realitionship Diagram), (3) Diagram Alir (flowchart), (4) Perancangan database, dan (5) Perancangan interfacing. Kesimpulan dari pembuatan tugas akhir ini adalah (1) Mendesain SIKP untuk pendataan anggota dan petugas di Koppas Citra Kartini Sumberpucung Malang. (2) Mengembangkan SIKP untuk proses simpan pinjam di Koppas Citra Kartini Sumberpucung Malang (3) Menguji SIKP secara interface untuk pengolahan data manual menjadi digital di Koppas Citra Kartini Sumberpucung Malang. Hasil dari pengembangan ini adalah dihasilkan sistem informasi koperasi yang ada pada Koppas Citra kartini yaitu masih menggunakan sistem secara manual, yang hanya berdasarkan catatan tertulis pada kertas, (1) Sebuah program basis data dalam bentuk program Microsoft Visual Basic 2005 yang dapat membantu pihak koperasi dalam melakukan pengelolaan data. (2) Basis data yang dibuat adalah basis data pendataan anggota, simpanan, penarikan simpanan, pinjaman, angsuran, dan laporan.Berdasarkan hasil kegiatan di atas disarankan kepada pihak koperasi supaya menggunakan teknologi komputer dalam melakukan kegiatan koperasi untuk keefektifan dan kecepatan dalam bekerja.

Upaya peningkatan hasil belajar kompetensi dasar menyiapkan makanan untuk buffet melalui penerapan lesson study pada siswa kelas XII jasa boga 2 di SMK Negeri I Turen / Azizil Alim

 

Kata Kunci: Lesson Study, Kolaboratif, Plan, Do, See, Hasil Belajar Penelitian memfokuskan pada upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru, untuk merancang, mengamati dan melakukan refleksi terhadap pembelajaran melalui Lesson Study. Lesson Study bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar secara bersiklus dan terus menerus hingga dihasilkan siswa tuntas belajar 100% secara individu ataupun klasikal. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Turen pada semester gasal tahun pelajaran 2010/2011 dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan 3 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII Jasa Boga 2 SMK Negeri 1 Turen dan dilaksanakan pada tanggal 6 Nopember 2010 sampai 27 Nopember 2011. Analisis data yang digunakan dengan model alir yang meliputi tahap mereduksi data, menyajikan data, dan verifikasi data atau menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lesson Study dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, guru melakukan kolaborasi dalam tahap perencanaan, pelaksanaan dan refleksi. Hasil belajar siswa meningkat dari 79 pada siklus I menjadi 83 pada siklus II dan 86 pada siklus III. Aktivitas belajar siswa ditingkatkan sampai mencapai keriteria ketuntasan minimal. Pada siklus I ditemukan bahwa pembelajaran kurang efektif karena media pembelajaran kurang menarik. Slide pada powerpoint terlalu banyak kata yang digunakan sehingga kurang menarik. Penyampaian sama dengan yang ditayangkan. Akibatnya siswa lebih aktif mencatat daripada mendengarkan penjelasan guru. Dampaknya siswa bosan dan sebagian siswa mengobrol dengan teman sebangkunya. Perbaikan yang dilakukan pada siklus berikutnya lebih banyak melibatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran, sehingga terbentuk pengalaman belajar siswa. Posisi duduk dan teman sebangku siswa serta kelompok yang heterogen memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Siswa yang lebih pandai dapat membantu siswa kurang pandai pada saat proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan Lesson Study dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII Jasa Boga 2 SMK Negeri I Turen. Pemilihan kegiatan siswa dalam proses pembelajaran sangat penting untuk menentukan keberhasilan belajar siswa. Penerapan Lesson Study, sebaiknya dilanjutkan pada siklus yang lebih banyak untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Analisis pengaruh tingkat inflansi di Indonesia ATMR dan NPL terhadap tingkat car PT. Bank Mandiri periode 2006-2008 / Nezar Kurnia Ramadhan

 

Kata kunci: tingkat inflasi di Indonesia, ATMR, NPL,CAR] Perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak dengan kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana, kinerja perbankkan sering sekali dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal antara lain adalah inflasi, ATMR, dan NPLyang kemudian akan berpengaruh pada rasio keuangan bank yang pada penelitian ini berfokus pada rasio permodalan yakni tingkat CAR. Penelitian ini berfokus pada PT.Bank Mandiri disebabkan adanya fenomena khusus yang terjadi yakni PT.Bank Mandiri pada periode 2008 memiliki total asset tertinggi dibandingkan bank lainnya akan tetapi tingkat CAR dari PT.Bank Mandiri justru berada di peringkat empat dibawah Indonesia exim bank dan BRI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari tingkat inflasi di Indonesia ATMR dan NPL terhadap CAR PT.Bank Mandiri pada periode 2006 – 2008. Penelitian dirancang menggunakan metode kuantitatif dan termasuk dalam jenis penelitian korelasional. Data penelitian penelitian merupakan data sekunder dan diperoleh dengan menggunakan instrumen check list. Data yang terkumpul dianalisis secara matematis dengan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat inflasi memiliki hubungan yang signifikan negatif terhadap tingkat CAR, ATMR memiliki hubungan signifikan negatif terhadap tingkat CAR dan NPL memiliki hubungan signifikan positif terhadap tingkat CAR PT.Bank Mandiri, secara umum tingkat inflasi di Indonesia, ATMR dan NPL berpengaruh signifikan terhadap tingkat CAR PT.Bank Mandiri. Saran penulis bahwa lembaga Universitas Negeri Malang hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi, kepustakaan, dan diharapkan dapat menjadi sumbangan bagi kepentingan atau perkembangan lembaga, terutama dalam bidang kajian permasalahan ekonomi perbankkan. Dan peneliti selanjutnya hendaknya mampu menjelaskan secara lebih rinci mengenai hubungan masing-masing variabel terikat terhadap tingkat CAR PT.Bank Mandiri dan bagi lembaga penentu kebijakan hendaknya hasil penelitian ini dijadikan referensi dan juga rujukan bahan pertimbangan saat terjadi fluktuasi inflasi di masa yang akan datang.

Perbedaan pengungkapan diri (Self-Disclosure) konseli terhadap konselor laki-laki dan konselor perempuan di SMAN 1 Sumenep / A. Heru Setiawan

 

Kata Kunci : Pengungkapan diri, konselor, Jenis kelamin. Dalam konseling dibutuhkan pengungkapan diri (self-disclosure) konseli agar memudahkan konselor dalam proses pemecahan masalah yang tepat. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengungkapan diri konseli adalah faktor jenis kelamin konselor. Perbedaan jenis kelamin memberikan pengaruh terhadap pengungkapan diri konseli. Hal ini dikuatkan dengan adanya asumsi bahwa feminisme yang dimiliki seorang perempuan membuat suasana hubungan lebih hangat dan akrab bagi lawan bicaranya dibandingkan dengan seorang konselor laki-laki yang mengedepankan rasionalitas serta cenderung berpikir objektif. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti fenomena ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Tingkat pengungkapan diri konseli terhadap konselor laki-laki SMA Negeri 1 Sumenep; 2) Tingkat pengungkapan diri konseli terhadap konselor perempuan di SMA Negeri 1 Sumenep; 3) Perbedaan pengungkapam diri konseli terhadap konselor laki-laki dan konselor perempuan di SMAN 1 Sumenep. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-komparatif. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Sumenep tahun ajaran 2009/2010 yang pernah atau sedang melakukan konseling dengan konselor sekolah. Pengambilan sampel menggunakan teknik penelitian populasi terhadap 86 orang konseli. Alat pengumpul data berupa angket (kuisioner) pengungkapan diri yang dikembangkan berdasarkan teori Jourard dengan jawaban menggunakan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dalam menjabarkan pengungkapan diri konseli terhadap konselor. Selanjutnya analisis komparatif yang digunakan untuk mengetahui perbedaan pengungkapam diri konseli terhadap konselor laki-laki dan konselor perempuan di SMAN 1 Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pengungkapan diri konseli terhadap konselor laki-laki berada di klasifikasi sedang 2) Pengungkapan diri konseli terhadap konselor perempuan berada di klasifikasi sedang; dan 3) Terdapat perbedaan pengungkapan diri konseli terhadap konselor laki-laki dan konselor perempuan di SMAN 1 Sumenep. Hal ini dibuktikan dengan nilai Mean terhadap konselor laki-laki lebih kecil dibandingkan dengan nilai Mean terhadap konselor perempuan. Dari uji hipotesis, perbedaan pengungkapan diri konseli terhadap konselor laki-laki dan konselor perempuan di SMAN 1 Sumenep. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan (1) Kepada pihak sekolah, sebagai bahan masukan dan evaluasi terhadap program pendidikan sekolah yang telah diselenggarakan, sehingga dapat merancang layanan bimbingan dan konseling yang bertujuan agar konseli mampu melakukan pengungkapan diri dengan baik terhadap para konselor sekolah.(2) Kepada konselor, agar hasil penelitian dapat digunakansebagai bahan dalam melakukan layanan konseling i terhadap konseli dengan memperhatikan titik permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini terkait penungkapan diri, terutama pada aspek keuangan serta aspek keadaan fisik yang memiliki interpretasi rendah dibandingkan aspek pengungkapan diri lainnya, supaya dapat meminimalisir kesalahan untuk menuju kesempurnaan suatu proses konseling. (3) Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar pemikiran awal untuk melakukan penelitian dengan tema pengungkapan diri pada siswa sekolah. Selain itu, dianjurkan untuk lebih memperluas variabel-variabel penelitiannya, baik dari aspek-aspek pengungkapan diri serta indikator pernyataan yang telah tersusun dalam rancangan penelitian ini supaya lebih baik dan akurat.

Studi pelaksana dan analisis biaya untuk pekerjaan atap baja proyek pembengunan tahap III gedung Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Agung Dwi Nugroho K.B.

 

Kata kunci: tahapan pelaksanaan dan volume pekerjaan, atap Atap adalah struktur paling atas dalam suatu bangunan. Atap sangat penting karena atap melindungi bangunan beserta isinya dari panas, hujan, angin. Penutup atap harus kedap air, tahan cuaca, tahan terhadap api, bobot ringan dan berdaya tahan lama. Pelaksanaan pekerjaan konstruksi atap harus sesuai dan melalui tahapan-tahapan pelaksanaan yang ada, dan pelaksanaan dilapangan harus selalu memperhatikan efektifitas waktu. Beragamnya model konstruksi atap mulai dari atap yang berbentuk limas, segitiga, kerucut, kubah/setengah bola sampai atap datar, Hal ini akan berpengaruh terhadap volume pekerjaan atau Bill of Quantity (BQ), sehingga akan mempengaruhi dalam perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Tujuan dari proyek akir ini adalah mengetahui proses pelaksanaan pekerjaan Atap Baja dan mengetahui perbandingan antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) atap gedung Fakultas Tenik Universitas Negeri Malang. Metode yang dilakukan pada proyek akir ini adalah dengan cara melakukan wawancara, observasi (pengamatan secara langsung) dan dokumentasi. Observasi diperlukan untuk memperoleh data tentang volume pekerjaan atap yaitu ukuran riil dari atap. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) akan dilakukan dengan menghitung volume pekerjaan, kemudian dibandingkan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atap yang dibuat oleh Konsultan Perencana yang bertujuan untuk mengetahui berapakah perbedaan RAB yang dihitung oleh konsultan perencana dengan RAB yang dihitung oleh peneliti. Pelaksanaan pekerjaan persiapan, pengangkatan baja, pekerjaan fabrikasi, perakitan Atap Baja, dan pemasangan penutup atap banyak kesesuaianya dengan prosedur dan tahapan pelaksanaan pekerjaan, besarnya perbedaan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atap baja yang dibuat oleh Konsultan Perencana dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atap yang dihitung oleh peneliti sebesar Rp. 23.894.506,00 (dua puluh tiga juta delapan ratus sembilan puluh empat ribu lima ratus enam rupiah) atau 27.79 %. Berdasarka hasil studi lapangan, dapat disarankan agar Pelaksana proyek lebih meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan atap baja, selain itu agar dilakukan studi lapangan lebih lanjut untuk memperoleh spesifikasi kerja yang lebih datail dan lebih akurat mengenai tahapan pelaksanaan pekerjaan kontruksi atap baja.

Pengaruh karateristik pembalap motogp sebagai endorser iklan terhadap brand image motor yamaha (Studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Rizky Widyanto

 

Kata kunci: Karakteristik Endorser, Brand Image Pemakaian endorser merupakan salah satu bentuk strategi komunikasi pemasaran di dalam periklanan. Tujuan pemakaian endorser tersebut adalah untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan awareness serta brand image produk yang di iklankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi keadaan karakteristik endorser dan brand image motor Yamaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, mengetahui pengaruh variabel karakteristik endorser (expertise, trustworthiness, attractiveness, likeability, dan meaningfulness) secara parsial maupun simultan terhadap brand image motor Yamaha, dan mengetahui sub variabel karakteristik endorser yang dominan mempengaruhi brand image. Variabel dalam penelitian ini, meliputi variabel bebas yaitu Karakteristik Endorser (X) dengan subvariabel Expertise (X1), Trustworthiness (X2), Attractiveness (X3), Likeability (X4), dan Meaningfulness (X5), sedangkan variabel terikat (Y) adalah Brand Image. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang pernah melihat dan atau mengetahui iklan motor Yamaha versi pembalap MotoGP dengan jumlah sampel sejumlah 100 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa Expertise (X1), Trustworthiness (X2), Attractiveness (X3), Likeability (X4), dan Meaningfulness (X5) mempunyai nilai thitung masing-masing (3,069; 2,252; 3,251; 2,595; 3,171) sedangkan nilai Fhitung sebesar 40,387 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan Karakteristik Endoser yang terdiri dari Expertise (X1), Trustworthiness (X2), Attractiveness (X3), Likeability (X4), dan Meaningfulness (X5) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Image (Y) motor Yamaha baik secara parsial maupun simultan. Sedangkan faktor yang berpengaruh dominan terhadap Brand Image motor Yamaha adalah Expertise (X1). Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian ini untuk perusahaan (YMKI), yaitu hendaknya di dalam mengkomunikasikan produk selanjutnya perusahaan dapat lebih memfokuskan pemilihan endorser pada faktor expertise sesuai dengan hasil penelitian ini. Dan perusahaan diharapkan juga menginformasikan pesan iklannya dengan lebih persuasif dan melakukan periklanan secara efektif agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen.

Penerapan strategi pengemasan dan label pada CV. Goldenesia Surabaya / Elfira Kusuma Dewi

 

Kata Kunci : Pengemasan, Label Di dalam dunia persaingan usaha saat ini kita dituntut untuk lebih giat dalam menarik konsumen. Di dalam usaha menarik konsumen ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain pelaksanaan pengemasan dan pelabelan. Pengemasan dan pelabelan berperan besar dalam menarik konsumen, sehingga konsumen tertarik pada produk CV. Goldenesia. Perusahaan ini bergerak di bidang trading company. Produk yang dihasilkan yaitu margarine, shortening dan cocoa powder. Perusahaan ini merupakan perusahaan ekspor, dan pemasaranidilakukan di seluruh dunia meliputi Asia Tenggara, Afrika, Mesir, dan Timur Tengah. Tujuan penulisan tugas akhir ini bertujuan sebagai dasar evaluasi, pengambilan keputusan dan memperbaiki kinerja serta memajukan CV. Goldenesia terarah untuk mengelola manajemennya dalam memenuhi tuntutan pasar (market) pada masa kini dan masa yang akan datang sehingga dapat meningkatkan omzet penjualan. Pengemasan memiliki tiga jenis yang berbeda, yaitu pembunkus dasar (primary package), pembungkus tambahan (secondary package), dan pembungkus pengiriman (shipping package). Tujuan dari pemberian kemasan yaitu : 1) Sebagai pelindung isi (protection), 2) untuk memberi kemudahan dalam penggunaan (operating), 3) pemakaian ulang (reusable), 4) memberi daya tarik (promotion), 5) Sebagai Identitas (image), 6) Distribusi (shipping), 7) informasi (labeling), 8) Sebagai cermin informasi produk. Label dibedakan dalam tiga macam yaitu : 1) Brand Label, 2) Descriptive Ladel, 3) Grade Label. Fungsi label ada empat : 1) Label mengidentifikasikan produk atau merek, 2) Label berfungsi menjelaskan beberapa hal mengenai produk, 3) Label berfungsi menggolongkan produk atau menentukan kelas produk, 4) Label sebagai alat promosi. Pelaksanaan pengemasan dan pelabelan dan label untuk memaksimalkan peluang-peluang yang ada dalam praktek kerja lapangan ini dapat menarik konsumen dan memberikan pemetaan pangsa pasar yang paling potensial untuk digeluti dan dapat mempengaruhi pelanggan sehingga akan tercipta loyalitas pelanggan yang juga akan meningkatkan omzet penjualan. Dengan hasil laporan tugas akhir ini diharapkan akan menjadi refrensi dalam pengembangan dan identifikasi pasar yang paling potensial untuk dikembangkan. Sehingga diharapkan dapat mengembangkan CV. Goldenesia surabaya.

Pengaruh nilai matakuliah keahlian berkarya, serta peran dosen pembimbing lapangan dan guru pamong terhadap prestasi praktik pengalaman lapangan (PPL) mahasiswa program studi pendidikan akuntansi Jurusan Akuntansi FE UM angkatan tahun 2007 / Dwi Utari Yuniasih

 

Jurusan Akuntansi FE UM Angkatan Tahun 2007, baik secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Jurusan Akuntansi FE UM Angkatan Tahun 2007 yang berjumlah 96 mahasiswa, dan teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling yaitu mahasiswa yang telah menempuh matakuliah MKB dan program PPL pada semester genap tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 32 orang. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan angket. Data yang dikumpulkan dianalisis deskriptif persentase dan teknik Regresi Berganda dengan 3 prediktor. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan keseluruhan analisis ini menggunakan bantuan program SPSS Versi 15.00. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial didapat hasil yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara nilai MKB, serta Peran Dosen Pembimbing Lapangan, dan Guru Pamong terhadap Prestasi PPL baik secara parsial maupun simultan. Dengan sumbangan secara simultan sebesar 47,4%, sisanya 52,6% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Nilai MKB merupakan modal berharga bagi pencapaian prestasi PPL demikian juga bimbingan, pengawasan dan penilaian oleh Guru Pamong. Sedangkan peran DPL tidak signifikan mempengaruhi prestasi PPL mahasiswa karena waktu pembimbingan yang diberikan oleh DPL relative lebih sedikit kepada mahasiswa praktikan serta kontribusi penilaian dari DPL yang sangat kecil. Namun demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para DPL, dan Guru Pamong untuk lebih meningkatkan kualitas pembimbingan kepada mahasiswa praktikan agar pencapaian prestasi PPL mahasiswa lebih optimal .

Pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah dan minat baca terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 3 Blitar / Acep Dedi Nurdiana

 

Kata Kunci: pemanfaatan perpustakaan sekolah, minat baca, dan prestasi belajar. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu fasilitas belajar yang ada di sekolah yang digunakan untuk memudahkan dan memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar. Keberadaan perpustakaan sekolah merupakan salah satu sumber bahan rujukan, sumber belajar serta sumber informasi yang fungsinya tidak terpisah dari proses pendidikan dan lembaga pendidikan itu sendiri, melainkan terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar. Namun perpustakaan sekolah tidak akan berarti apabila tidak dimanfaatkan secara efektif. Efektivitas dari pemanfaatan perpustakaan sekolah meliputi frekuensi berkunjung ke perpustakaan untuk memanfaatkan bahan pustaka, peminjaman bahan pustaka, dan waktu yang digunakan untuk pemanfaatan bahan pustaka. Minat baca merupakan suatu ketertarikan ataupun mengartikan media tertulis dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan, Dengan adanya minat baca dapat mendorong seseorang untuk lebih giat memperluas pengetahuannya. Semakin tinggi minat baca pada diri seseorang semakin luas tingkat pengetahuannya dan semakin tinggi pula hasil belajar yang diterimanya, Seseorang yang memiliki minat baca dalam dirinya akan memiliki gairah atau kecenderungan untuk melihat serta memahami isi dari apa yang ditulis, baik dengan melafalkan atau mengeja apa yang tertulis atau hanya dalam hati saja, serta disertai dengan perasaan senang karena merasa ada kepentingan terhadap hal tersebut. Oleh karenanya minat baca sangat penting artinya bagi perkembangan seseorang khususnya siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh antara variabel bebas (independent) terhadap variabel terikat (dependent). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemanfaatan perpustakaan sekolah (X1), dan minat baca (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar (Y). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Blitar Tahun Ajaran 2010/2011 dengan jumlah populasi 112 siswa dan diambil sampel sebanyak 53 siswa, teknik pengambilan sampel adalah proportional random sampling yang didasarkan pada perhitungan rumus. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah angket/kuesioner tertutup untuk variabel pemanfaatan perpustakaan sekolah dan minat baca, sedangkan untuk variabel prestasi belajar adalah dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensial dengan analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik dan uji hipotesis dengan uji t dan uji F dan koefisien determinanasi (R2) pada taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil penelitian di SMA Negeri 3 Blitar menunjukkan secara parsial pemanfaatan perpustakaan sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai sig. t sebesar (0.023) < α(0,05) dan thitung (2,352) > ttabel (2.021), analisis pengaruh minat baca terhadap prestasi belajar i secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai sig. t sebesar (0,010) < α(0,05) dan thitung (2,697) > ttabel (2.021), Sedangkan secara simultan pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah dan minat baca berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai sig. t (0,000) < α(0,05) dan Fhitung (19,087) > Ftabel (1,600), selain itu dari hasil analisis besar R Square adalah 0.433, hal ini berarti 43,3% perubahan variabel Y disebabkan oleh perubahan variabel X1 dan X2, sedangkan sisanya sebesar 56,7 % disebabkan oleh variabel lain diluar X1 dan X2 yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa baik secara parsial maupun secara simultan pemanfaatan perpustakaan sekolah dan minat baca berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 3 Blitar. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini adalah (1). Dari hasil analisis masih terdapat tingkat pemanfaatan perpustakaan sekolah termasuk dalam kategori cukup, sehingga diharapkan sekolah ataupun pengelola perpustakaan agara lebih meningkatkan pelayanan dan menyediakan bahan pustaka yang dapat memicu kepada para pengunjung untuk memaksimalkan dalam memanfaatkan perpustakaan. (2). Terdapat siswa yang minat bacanya tergolong cukup, sehingga disarankan kepada guru hendaknya lebih memotivasi dan membina kemampuan membaca para siswa dengan sering kali mengadakan proses belajar yang melibatkan perpustakaan sekolah atau dalam proses belajar mengajar diharapkan agar lebih memanfaatkan bahan pustaka yang terdapat di perpustakaan. (3). Dari hasil penelitian ini masih terdapat kekurangan, maka dari itu kepada peneliti selanjutnya apabila meneliti hal yang sama diharapkan dapat menyempurnakan hal-hal yang masih kurang dari penelitian ini, selain itu diharapkan agar lebih mengembangan variabel yang ingin diteliti dan dalam pengambilan data agar lebih ditingkatkan sehingga hasil yang diperoleh akan lebih baik.

Peningkatan penguasaan kosakata bahasa inggris siswa kelas V SDN Pehserut I Nganjuk dengan menggunakan strategi Four-Pronged / Haryadi

 

Kata kunci: penguasaan, kosakata, strategi, four-pronged. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), pembelajaran kosakata bahasa Inggris tidak dicantumkan secara eksplisit. Namun demikian,penguasaan kosakata merupakan aspek penting yang harus dimiliki siswa dalam belajar bahasa sehingga perlu upaya peningkatan penguasaan kosakata. Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa adalah dengan menggunakan pembelajaran strategi four-pronged. Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan-permasalahan kesulitan siswa dalam belajar bahasa Inggris. Salah satu permasalahan utama adalah rendahnya penguasaan kosakata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa dengan menggunakan strategi four-pronged. Berdasarkan tujuan itu, rumusan permasalahan penelitian ini adalah (1) bagaimana proses pelaksanaan peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris dengan strategi four-pronged?, (2) bagaimana hasil peningkatan kosakata bahasa Inggris siswa dengan menggunakan strategi four-pronged? Untuk menjawab kedua pertanyaan itu, penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada 19 orang siswa yang memiliki penguasaan kosakata bahasa Inggris sangat rendah. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus dilakukan dalam empat kali pertemuan. Proses pembelajaran dalam penelitian difokuskan pada peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa. Hasil analisis skor tes kosakata menunjukkan peningkatan penguasaan kosakata siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 32% dan penguasaan kosakata siswa secara klasikal pada siklus II sebesar 95%. Tingkat partisipasi belajar siswa berdasarkan observasi menunjukkan peningkatan pada siklus I sebesar 70% dan pada siklus II sebesar 87%. Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran kosakata dengan strategi four-pronged menunjukkan hasil positif. Hal itu dilihat dari hasil pengolahan data angket pada siklus I sebesar 82% dan pada siklus II sebesar 83%. Data-data tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kosakata bahasa Inggris dengan strategi four-pronged berpengaruh positif. Dengan demikian peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kelas V SDN Pehserut I Nganjuk dengan menggunakan strategi four-pronged dapat dikatakan berhasil. Penelitian ini tidak lepas dari kekurangan. Beberapa kekurangan itu antara lain keterbatasan waktu, keterbatasan data, dan keterbatasan penyajian. Hasil peningkatan skor tes, observasi, dan angket hanya merupakan sebuah ujicoba. Oleh karena itu diharapkan ada penelitian lain yang dapat mengembangkan hasil penelitian ini dengan lebih mendalam dan dapat menerapkan strategi four-pronged untuk peningkatan keterampilan bahasa yang lain.

Pengaruh kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan investasi, dividen, dan pendanaan pada perusahaan manufaktur yang go public di BEI tahun 2004-2008 / Sakinatul Bait

 

Kata Kunci: Kepemilikan Institusional, Kebijakan Investasi, Dividen, Pendanaan, Nilai Perusahaan. Tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan kemakmuran pemilik atau pemegang saham. Untuk mencapai tujuan tersebut pemegang saham dapat mempercayakan pengelolaan perusahaan kepada manajer keuangan, yang akan berusaha menjaga kinerja perusahaan dan mengelola asset financial perusahaan dengan menitikberatkan pada tiga fungsi keputusan yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan dan keputusan dividen. Distribusi saham antara pemegang saham dari luar yaitu institusional investor dan shareolders dispersion dapat mengurangi agency cost. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dan asosiatif yang bersifat kausalitas dengan analisis data menggunakan Analisis Path. Pengembangan model penelitian ini terfokus pada pengaruh tidak langsung antara kebijakan investasi kebijakan pendanaan, kebijakan deviden terhadap nilai perusahaan yang dimediasi oleh kepemilikan institusional. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa Indonesia Capital Market Directory yang listed di BEI pada 18 perusahaan Manufaktur tahun 2004-2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel bebas kepemilikan institusional dan kebijakan investasi berpengaruh terhadap nilai perusahaan akan tetapi kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap kebijakan investasi. Tidak ditemukan variabel mediator dari pengaruh kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan investasi. Tingkat kepemilikan institusional yang tinggi akan mengurangi biaya keagenan sehingga diharapkan harga saham meningkat. Secara simultan kepemilikan institusional dengan kepemilikan lain signifikan mempengaruhi nilai perusahaan. Semakin besar kepemilikan institusional maka semakin kuat kendali yang dilakukan oleh pihak eksternal terhadap perusahaan, sehingga menyebabkan rendahnya biaya keagenan dan juga investasi. Ditemukan variabel mediator yang mempengaruhi kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan. Semakin besar kepemilikan institusional maka semakin besar pula pembayaran dividen, hal ini karena blockholder selaku pemegang saham menginginkan return yang lebih tinggi. Tidak ditemukan variabel mediator dari pengaruh kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan pendanaan. Semakin besar prosentase kepemilikan institusional saham yang dimiliki oleh pihak institusi perusahaan tidak diikuti oleh peningkatan hutang perusahaan. Semakin tinggi penggunaan hutang ditengarai bisa menurunkan nilai peusahaan karena adanya kemungkinan-kemungkinan tidak terbayarnya hutang.

Survei tingkat kapasitas oksigen maksimal (VO2MAKS) atlet putra klub bolavoli Gajayana MAlang / Vian Aries Solihin

 

Kata Kunci: atlet bolavoli, VO2 maks, klub Gajayana Malang Di samping penguasaan teknik bermain harus dimiliki oleh para atlet, atlet tersebut juga harus memiliki kondisi fisik atau kesegaran jasmani yang baik sebagai salah satu syarat untuk mencapai prestasi. Salah satu kondisi fisik tersebut adalah VO2 maks. Meskipun bukan merupakan satu-satunya faktor untuk mencapai prestasi, tetapi VO2 maks ini sangat penting untuk daya tahan atlet dalam melakukan latihan. Pada klub Gajayana Malang, belum pernah dilakukan pengukuran tingkat VO2. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kapasitas aerobik maksimal atlet bolavoli Gajayana Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek 18 atlet putra klub bolavoli Gajayana Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan tes lari multitahap yang dikonversikan pada tabel prediksi VO2 maks serta dikategorikan berdasarkan usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi kapasitas aerobik maksimal atlet putra bola voli Gajayana Malang sebanyak 18 atlet sebagai berikut: tidak terdapat atlet yang dapat memenuhinya kategori baik sekali atau 0%, 4 atlet atau 22.2 % dengan kategori kapasitas aerobik maksimal baik, 10 atlet atau 55.5% dengan kategori kapasitas aerobik maksimal sedang, 3 atlet atau 16.6% dengan kategori kapasitas aerobik maksimal kurang, dan 1 atlet atau 5.5% dengan kategori kapasitas aerobik maksimal sangat kurang. Rata-rata prediksi kapasitas oksigen maksimal (VO2 Maks) atlet putra klub bolavoli Gajayana Malang adalah 41.9 ml/kg bb/mnt, sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata tingkat kesegaran jasmani atlet putra klub bolavoli Gajayana Malang adalah sedang. Oleh karena itu disarankan kepada atlet, agar selalu memperhatikan tingkat kesegaran jasmaninya dan meningkatkan VO2 maks sehingga mencapai standar VO2 maks seorang pemain bolavoli.

Pelaksanaan program pendidikan non formal dan informal di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Remaja Terlantar Blitar Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur / Kartika Rahma Dewi

 

Kata kunci: Program Pendidikan Non Formal dan Informal, Pelayanan Sosial Remaja Terlantar Program PNFI merupakan program pendidikan untuk pengganti, penambah, atau pelengkap pendidikan formal untuk masyarakat yang membutuhkan. UPT PSRT Blitar merupakan salah satu penyelenggara program PNFI yang merupakan bentuk kegiatan Pendidikan Luar Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan program PNFI yang dilaksanakan oleh UPT PSRT. Penelitian ini berbentuk penelitian descriptive research dengan menggunakan metode survey.teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu distribusi frekuensi dan prosentase untuk memperoleh gambaran umum dari setiap variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan program PNFI dilaksanakan oleh pihak UPT PSRT sendiri dan bekerja sama dengan pihak pengusaha sebagai instruktur ketrampilan (2) anggaran dana untuk pembiayaan operasional berasal dari pemerintah dan APBD (3) jenis programnya yaitu program pelatihan ketrampilan meliputi mekjahit, membordir, pertukangan kayu dan montir roda dua, selain itu juga ada pembinaan untuk menambah pengetahuan, sikap, dan ketrampilan (3) tujuan dari kurikulum PNFI yang dilaksanakan adalah untuk menambah ketrampilan atau skill agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya (4) bahan dan media yang digunakan berupa alat-alat praktek ketrampilan, buku, serta bimbingan dari instruktur (5) metode pembelajaran yang digunakan berupa praktek langsung (6) waktu dan jadwal pelaksanaan program terjadwal secara kontinyu (7) pelaksanaan evaluasi menggunakan evaluasi produk (8) sasaran program PNFI yang dilaksanakan merupakan remaja berusia 15-18 tahun dan terlantar pendidikannya (9) instruktur program PNFI rata-rata merupakan instruktur yang ideal, 67,5% responden setuju bahwa instruktur berpenampilan menarik, 80,7% responden setuju bahwa sikap instruktur ramah dan kekeluargaan, 85,6% responden setuju bahwa sikap instruktur saling menghargai, 74,7% responden setuju bahwa cara melatih instruktur mudah dipahami, 68,7% responden setuju kedisiplinan instruktur selalu datang tepat waktu (10) alasan UPT PSRT melaksanakan program PNFI yaitu untuk membantu remaja yang terlantar pendidikannya untuk meningkatkan pengetahuan, tingkah laku dan terutama ketrampilan / skill. Saran dari penelitian ini adalah; (1) Bagi jurusan Pendidikan Luar Sekolah Hendaknya Jurusan Pendidikan Luar Sekolah menjalin mitra dengan pihak UPT PSRT Blitar sebagai tempat pembelajaran (magang). Karena walaupun UPT i PSRT bergerak dalam bidang sosial tetapi untuk lebih mengembangkan kajiannya di dalam program-program kegiatan terdapat program PNFI. Sehingga walaupun dalam bidang pekerja sosial tetapi di dalamnya terdapat sistem Pendidikan Luar sekolah. (2) Bagi UPT PSRT Blitar hendaknya pihak UPT PSRT lebih meningkatkan kualitas dan menambah peralatan ketrampilan, terutama peralatan bidang ketrampilan yang paling diminati warga belajar yaitu otomotif roda dua sehingga dapat digunakan semaksimal mungkin. (3) Bagi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah dapat dijadikan sebagai sarana dan wawasan bagi mahasiswa tentang keadaan yang sesungguhnya di UPT PSRT Blitar. Apabila peneliti lain bermaksud mengadakan penelitian yang berkaitan dengan judul penelitian ini, hendaknya peneliti lain lebih menindak lanjuti dan mengembangkan penelitian ini dengan pokok bahasan yang berbeda dan variabel yang lebih beragam. Dengan demikian kualitas penelitian selanjutnya akan lebih baik.

Pengembangan video compact disk (VCD) pelatihan passing bawah Tim Putri Tingkat pemula di klub Bolavoli Malang Volleyball club (MVC) kota Malang / Ita Wahyuni

 

Kata kunci: pengembangan, VCD, passing bawah. Dalam permainan bolavoli banyak orang beranggapan bahwa smash adalah salah satu teknik dasar yang paling menarik, tetapi teknik pertahanan juga dapat membangkitkan daya tarik tersendiri bagi para penggemar. Pertandingan yang seimbang antara tim yang mempunyai teknik pertahanan yang bagus terhadap serangan dari lawan akan menciptakan permainan menarik untuk ditonton. Supaya permainan bolavoli dapat berlangsung dan membangun suatu serangan kepada tim lawan, dalam hal ini yang berperan terutama passing bawah. Untuk dapat menguasai atau bisa melakukan passing yang baik perlu adanya pembinaan dan bentuk-bentuk latihan. Terutama dapat diberikan untuk tingkat pemula agar mereka bisa melakukan passing sebelum mempelajari teknik dasar yang lainnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada pelatih dan juga atlet tim putri tingkat pemula, latihan passing bawah memang sudah diberikan namun masih banyak atlet khususnya tim putri tingkat pemula belum bisa melakukan passing bawah dengan baik. Selain itu, sumber yang digunakan hanya dari pelatih saja tanpa ada sumber latihan lain seperti vcd tentag teknik dasar passing bawah. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimanakah mengembangkan Video Compact Disk (VCD) tentang latihan passing bawah di klub bolavoli Malang Volleyball Club (MVC) Kota Malang. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan Video Compact Disk (VCD) latihan teknik dasar passing bawah bolavoli untuk tim putri tingkat pemula di klub Malang Volleyball Club (MVC) Kota Malang, yang nantinya dengan adanya Video Compact Disk (VCD) latihan teknik dasar passing bawah bolavoli ini, atlet lebih mudah mengapersepsikan tentang passing bawah dan dapat melakukan passing bawah dengan baik dan benar dalam permainan yang sesungguhnya. Metode pengembangan dalam penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan menggunakan model Borg dan Gall (1983:775). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner untuk atlet tim putri tingkat pemula di klub Malang Volleyball Club (MVC) Kota Malang. Dengan kualifikasi, 1 ahli media, 1 ahli kepelatihan di bidang bolavoli, sedangkan untuk atlet dilakukan uji coba kelompok kecil sebanyak 10 orang dan uji kelompok besar sebanyak 20 orang. Hasil penelitian berupa Video Compact Disk (VCD) latihan teknik dasar passing bawah bolavoli ini adalah sebagai berikut: dari 1 ahli kepelatihan bolavoli diperoleh persentase 100% sehingga pengembangan Video Compact Disk (VCD) pelatihan passing bawah bolavoli dapat digunakan di Klub Bolavoli Malang Volleyball Club (MVC) Kota Malang, 1 ahli media diperoleh persentase 82,14%, sehingga pengembangan Video Compact Disk (VCD) pelatihan passing bawah bolavoli dapat digunakan di Klub Malang Volleyball Club (MVC) Kota Malang, sedangkan dari uji coba kelompok kecil diperoleh persentase 87,32% sehingga pengembangan Video Compact Disk (VCD) pelatihan passing bawah bolavoli dapat digunakan di Klub Bolavoli Malang Volleyball Club (MVC) Kota Malang dan uji coba kelompok besar diperoleh persentase 88,75%, sehingga pengembangan Video Compact Disk (VCD) pelatihan passing bawah bolavoli dapat digunakan di Klub Malang Volleyball Club (MVC) Kota Malang.

Tindak belajar mahasiswa dalam pembelajaran matakuliah ekonomi koperasi (studi fenomenologis pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Ro'ufah Inayati

 

Kata kunci: pola interaksi, tindak belajar, ekonomi koperasi. Kegiatan pembelajaran merupakan perilaku sosial sehari-hari yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Dalam kegiatan pembelajaran terjadi interaksi antara mahasiswa dengan sesama mahasiswa, mahasiswa dengan dosen, dan mahasiswa dengan sumber belajar. Fenomena yang akan diamati dalam penelitian ini fokus pada tindak belajar mahasiswa yang terwujud dari proses interaksi selama kegiatan pembelajaran matakuliah Ekonomi Koperasi berlangsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis 1) pola interaksi dalam pembelajaran matakuliah Ekonomi Koperasi; 2) tindak belajar mahasiswa dalam pembelajaran matakuliah Ekonomi Koperasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Lokasi penelitian ini adalah di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (FE UM). Data yang dikumpulkan berupa data tentang tindak belajar mahasiswa, yang berwujud tindakan dan kata-kata yang muncul selama terjadinya proses interaksi dalam kegiatan pembelajaran. Data tersebut diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan pada 40 orang mahasiswa yang menempuh matakuliah Ekonomi Koperasi pada semester genap 2008/2009. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan siklus model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Untuk keperluan pengecekan keabsahan data digunakan teknik perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pola interaksi dalam pembelajaran matakuliah Ekonomi Koperasi meliputi (a) interaksi antara mahasiswa dengan dosen, terdiri dari interaksi antara dosen dengan seluruh mahasiswa di dalam kelas dan interaksi antara dosen dengan mahasiswa perorangan, (b) interaksi antara mahasiswa dengan sesama mahasiswa, dan (c) interaksi antara mahasiswa dengan sumber belajar; 2) tindak belajar mahasiswa dalam pembelajaran matakuliah Ekonomi Koperasi meliputi tindak belajar pasif, tindak belajar aktif-dengan pengharapan, dan tindak belajar aktif. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan yang dapat menggali lebih dalam lagi aspek-aspek tindak belajar mahasiswa dalam pembelajaran matakuliah Ekonomi Koperasi, misal: penelitian tentang tindak belajar mahasiswa berdasarkan gaya belajar masing-masing mahasiswa.

Pengaruh persepsi siswa tentang fasilitas belajar dan kompetensi guru ekonomi terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Soraya Mei Lina

 

Kata Kunci: fasilitas belajar, kompetensi guru ekonomi, prestasi belajar Berdasarkan observasi awal dan wawancara informal yang dilakukan pada bulan Agustus 2010 dengan pihak sekolah seperti TU, dan Guru di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang diketahui bahwa pemanfaatan fasilitas belajar masih belum dimanfaatkan dengan maksimal. Di SMA Laboratorium tersebut sidah terdapat fasilitas belajar yang menunjang kegiatan belajar mereka namun pada pengamaatan awal diketahui masih belum dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran. Fasilitas yang dimaksud bukan hanya fasilitas di sekolah saja namun juga fasilitas di rumah yang menunjang kegiatan belajar siswa. Guru di SMA Laboratorium UM sendiri memiliki kompetensi yang belum bisa dinyatakan maksimal. Hal itu didasarkan pada pengamatan peneliti awal bahwa pengajaran di sana belum maksimal dilihat dari cara mengajar Guru dan kehadiran Guru dalam kegiatan pembelajaran. Ekonomi merupakan pelajaran yang bersifat menghafal dan menganalisis sehingga dibutuhkan fasilitas belajar yang menunjang serta profesional seorang guru supaya tercapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Laboratorium Universitas Negeri Malang, dengan subjek siswa kelas XI IS. Pemilihan kelas XI IS karena pada dasarnya kelas XI sudah merasakan fasilitas belajar selama berada di kelas X serta pernah di ajar oleh ketiga Guru yang akan diteliti.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif di mana dalam penelitian ini menjabarkan satu persatu variabelnya dan untuk melihat pengaruhnya pada tiap variabel dalam bentuk angka-angka. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antar fasilitas belajar terhadap prestasi belajar, 2) Untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi guru ekonomi terhadap prestasi belajar dan 3) Untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar, kompetensi guru ekonomi terhadap prestasi belajar. Pada penelitian ini, fasilitas belajar berpengaruh 43,7% terhadap prestasi belajar, kompetensi guru ekonomi berpengaruh 48,4% terhadap prestasi belajar, kemudian fasilitas belajar dan kompetensi guru ekonomi berpengaruh 52,1% terhadap prestasi belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fasilitas belajar, kompetensi guru ekonomi berpengaruh terhadap prestasi belajar.

Pengaruh citra toko terhadap loyalitas konsumen (studi pada konsumen toko buku diskon Togamas Malang) / Rizqi Nugraheni

 

Kata kunci: Citra Toko, Loyalitas konsumen Kemajuan dibidang perekonomian selama ini telah banyak membawa akibat perkembangan yang pesat dalam bidang usaha.Salah satunya adalah ketatnya persaingan dalam bidang pemasaran. Ketatnya persaingan dalam bidang pemasaran dan semakin banyaknya kebutuhan menuntut para produsen untuk berlomba dalam mendapatkan konsumen. Tantangan untuk mempunyai strategi persaingan yang lebih baik tidak bisa dielakkan. Hal ini sangat penting untuk dimiliki oleh suatu perusahaan, karena strategi ini digunakan untuk dapat menarik konsumen yang pada akhirnya nanti berujung pada pembelian serta pembelian kembali produk yang ditawarkan oleh produsen. Variabel dalam penelitian ini, meliputi variabel bebas yaitu citra toko (X) dengan subvariabel pelayanan (X1), harga (X2), kualitas toko (X3), serta lingkungan fisik toko (X4) sedangkan variabel terikat (Y) adalah loyalitas konsumen. Populasi dalam penelitian ini yaitu konsumen Toko Buku Diskon Togamas Malang dengan jumlah sampel sejumlah 120 responden dengan menggunakan teknik Accidental Sampling dan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa pelayanan (X1), harga (X2), kualitas toko (X3), dan lingkungan fisik toko (X4) mempunyai nilai thitung masing-masing (2,469; 2,538; 2,591; 2,132) sedangkan nilai Fhitung sebesar 8,192 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan citra toko yang terdiri dari pelayanan (X1), harga (X2) kualitas toko (X3) dan lingkungan fisik toko (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen (Y) Toko Buku Diskon Togamas Malang baik secara parsial maupun simultan. Sedangkan faktor berpengaruh dominan terhadap loyalitas konsumen Toko Buku Diskon Togamas Malang adalah kualitas toko (X3). Dari hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan untuk perusahaan adalah yaitu hendaknya selalu memperhatikan citra toko yang dimiliki agar kosumen tetap memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan tersebut. Semakin tinggi citra toko yang dimiliki perusahaan baik dari segi pelayanan, harga, kualitas toko, dan lingkungan fisik toko akan semakin mempengaruhi loyalitas konsumen.

Pengaruh latihan membaca gambar, pemahaman teori dan bakat mekanik terhadap kompetensi pemasangan instalasi listrik penerangan di SMK Canda Bhirawa Kediri / Saptatuhu Mardinugroho

 

Kata Kunci: Membaca gambar, bakat mekanik, kompetensi pemasangan Penelitian ini dilatar belakangi adanya siswa yang seringkali mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan pemasangan instalasi listrik penerangan akibat kurangnya kemampuan membaca gambar instalasi listrik. Untuk itu penulis mengangkat tema dalam penelitian ini berupa Pengaruh Latihan Membaca Gambar, Pemahaman Teori dan Bakat Mekanik terhadap Kompetensi Pemasangan Instalasi Listrik Penerangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar kelompok siswa yang diajar dengan latihan membaca gambar dan kelompok siswa yang diajar dengan penekanan pamahaman teori instalasi listrik terhadap kompetensi pemasangan instalasi listrik penerangan (2) perbedaan kompetensi pemasangan instalasi listrik penerangan pada kelompok siswa dengan bakat mekanik rendah, bakat mekanik sedang dan bakat mekanik tinggi (3) interaksi antara setrategi pembelajaran dan bakat mekanik terhadap kompetensi pemasangan instalasi listrik penerangan. Adapun yang menjadi sampel dalam hal ini adalah siswa SMK CANDA BHIRAWA Kediri kelas X Teknik Pemanfaatan Energi Listrik 3 dan kelas X Teknik Pemanfaatan Energi Listrik 4 ,tahun ajaran 2008/2009. Penelitian eksperimen ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian berupa hasil pengukuran terhadap variabel yang dioperasikan dengan menggunakan instrumen. Data yang dimaksud adalah nilai kompetensi siswa tentang pemasangan instalasi listrik penerangan dan hasil tes bakat mekanik. Setelah data terkumpul selanjutnya data dianalisa menggunakan anova dua jalur. Hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan latihan membaca gambar dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pemahaman teori instalasi listrik penerangan; (2) terdapat perbedaan terhadap hasil belajar pada siswa kelompok bakat mekanik rendah, bakat mekanik sedang dan bakat mekanik tinggi; (3) ada interaksi antara setrategi pembelajaran dan bakat mekanik terhadap nilai hasil kompetensi pemasangan instalasi listrik penerangan. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan peneliti dapat memberi saran antara lain: (1) guru praktek instalasi listrik penerangan perlu lebih menguasai strategi pembelajaran sehingga proses pembelajaran bisa optimal; (2) sekolah hendaknya mengadakan tes bakat mekanik bagi siswa baru karena tes bakat mekanik berkaitan dengan kemampuan praktek siswa dan mampu memberikan kontribusi yang tinggi terhadap kompetensi siswa; (3) jika sekolah belum mampu menyelenggarakan tes bakat mekanik maka sebaiknya mengadakan kerjasama dengan lembaga psikologi dalam pelaksanaan tes bakat mekanik kepada siswa.

Pemanfaatan limbah kulit udang untuk memperoleh glukosamina / Desi Runti Asmuni

 

Kata kunci: Bahan sisa non daging, kitin, kitosan, hidrolisis, dan glukosamina. Pada industri pengolahan udang, bagian daging dan non daging dipisahkan. Daging udang digunakan untuk proses pengolahan lebih lanjut sedangkan non daging menjadi bahan sisa yang tidak dipakai. Kelimpahan bahan sisa non daging berpotensi menjadi limbah. Bahan sisa non daging mengandung protein, mineral dan kitin. Kandungan protein dan mineral dalam bahan sisa non daging dapat dihilangkan sehingga diperoleh kitin. Kitin merupakan polimer 2-asetamido-2-deoksi-D-glukosa yang dapat dihidrolisis untuk menghilangkan gugus asetilnya sehingga diperoleh kitosan. Reaksi hidrolisis kitin menjadi kitosan biasa disebut reaksi deasetilasi. Kitosan dapat dihidrolisis menjadi monomernya 2-amino-2-deoksi-D-glukosa yang sering disebut glukosamina. Akhir-akhir ini banyak penelitian mengenai glukosamina yang merupakan komponen penting penyusun sendi sebagai faktor vital dalam mobilitas dan fleksibilitas pergerakan tubuh. Kekurangan glukosamina pada sendi dapat menyebabkan nyeri saat bergerak, bila makin parah akan terjadi kekakuan sehingga sulit digerakkan yang dikenal dengan osteoartritis. Kebutuhan glukosamina dapat dipenuhi dengan cara mengkonsumsi suplemen untuk mengurangi gejala osteoartritis. Penelitian ini ingin memberikan informasi tentang salah satu pemanfaaan bahan sisa non daging udang sebagai bahan baku untuk memperoleh glukosamina sehingga menjadi lebih bernilai jual dan bermanfaat sebagai suplemen bagi para penderita osteoartritis. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui bagaimanakah cara memperoleh glukosamina dari serbuk kulit udang dan (2) mengetahui karakter glukosamina yang diperoleh dari serbuk kulit udang. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA UM pada bulan Oktober 2011 hingga Januari 2012.Tahapan penelitian ini adalah: (1) isolasi kitin, (2) deasetilasi kitin, (3) hidrolisis kitosan, dan (4) karak-terisasi glukosamina meliputi penentuan titik lebur, uji kelarutan, serta identifikasi gugus fungsi dengan spektrofotometer IR di Laboratorium Kimia Universitas Brawijaya. Bahan sisa non daging udang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh glukosamina dengan rendemen sebesar 10%. Glukosamina yang diperoleh berwujud padat berwarna putih mengkilat, larut dalam air, sedikit larut dalam aseton, tidak larut dalam etanol, dan memiliki rentang titik lebur 151,5-154,5oC. Spektrum IR mengindikasikan senyawa hasil hidrolisis kitosan adalah glukosamina.

Kontribusi pajak dan restribusi daerah terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Guna mendukung pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Lamongan / Fefty Cancerina Windayanti

 

Kata Kunci : kontribusi pajak daerah, kontribusi retribusi daerah, peningkatan PAD Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan potensi sumber penerimaan utama dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Berdasarkan UU No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah menyebutkan bahwa daerah otonom berhak mengatur dan membiayai rumah tangganya sendiri. Menyadari pentingnya peranan PAD dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan senantiasa berupaya meningkatkan penerimaan PAD secara optimal yang berorientasi pada kebijakan pengembangan sumber-sumber PAD. Dimana komponen utamanya adalah penerimaan yang berasal dari komponen pajak daerah dan retribusi daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis seberapa besar kontribusi pajak daerah terhadap PAD di Kabupaten Lamongan selama tahun 2001-2009, (2) menganalisis seberapa besar kontribusi retribusi daerah terhadap PAD di Kabupaten Lamongan selama tahun 2001-2009, dan (3) mengidentifikasi upaya yang dilakukan pemerintah daerah khususnya Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah dan Aset (DPPKA) dalam mewujudkan target penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lamongan pada bulan oktober sampai desember 2010. Penulisan skripsi ini bersifat deskriptif dan mencoba memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dari sumber data sekunder yang diperoleh. Ada tiga macam teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu studi lapangan, studi pustaka dan time series dengan menggunakan analisis kontribusi untuk mengukur seberapa besar kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap PAD tahun 2001-2009. Sedangkan untuk mengetahui estimasi PAD 2011 menggunakan analisis proyeksi yang dibantu dengan microsoft excel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi PAD terhadap penerimaan APBD Kabupaten Lamongan dalam kurun waktu TA 2001-2009 cenderung meningkat. Dari 4,67% pada tahun 2001 meningkat sebesar 6,47% di tahun 2009. Kontribusi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap perolehan pendapatan Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan terlihat cukup baik. Komponen pajak daerah terhadap PAD dalam kurun waktu TA 2001-2009 per tahunnya memberikan kontribusi rata-rata sebesar 27% dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 17,60% per tahun dan realisasi rata-rata terhadap total pajak sebesar 11,11% per tahun. Sedangkan pendapatan yang berasal dari komponen retribusi daerah, pada kurun waktu yang sama kontribusi retribusi daerah terhadap PAD memberikan kontribusi rata-rata per tahunnya sebesar 31,9% dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 15,05% per tahun dan realisasi rata-rata terhadap total retribusi sebesar 10,94% per tahun. Untuk mewujudkan target penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah, pemerintah daerah khususnya DPPKA kabupaten Lamongan melakukan tiga hal yaitu intensifikasi pungutan jenis-jenis pajak daerah dan retribusi daerah, ekstensifikasi dengan jalan pemekaran jenis pajak dan retribusi baru serta program reguler untuk meningkatkan pelayanan kepada seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Lamongan. Dari data yang diperoleh, terlihat bahwa kontribusi komponen pajak daerah dan retribusi daerah terhadap penerimaan PAD Pemerintah Kabupaten Lamongan cukup fluktuatif. Hal ini diakibatkan karena terjadinya penambahan dan penghapusan obyek atau jenis pajak daerah dan retribusi daerah dari tahun 2001 hingga tahun 2009. Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan melakukan tiga upaya utuk mewujudkan target penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah yaitu melalui intensifikasi, ekstensifikasi dan program reguler. Berdasarkan dari hasil penelitian ini dapat diambil beberapa saran. Pertama, kontribusi PAD terhadap sisi penerimaan APBD tidak menunjukkan angka yang signifikan. Hal ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi Pemerintah Daerah untuk segera mengatasi masalah ini. Kedua, target penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah harus dapat dijadikan potensi utama dengan cara mengoptimalkan dan meningkatkan potensi yang ada. Ketiga, dalam mewujudkan target penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pelaksanaan otonomi daerah, DPPKA hendaknya melakukan koordinasi dengan DPRD dalam penyusunan APBD Kabupaten Lamongan khususnya dalam hal pembelanjaan sebaiknya menitik beratkan pada sektor pembangunan yang dapat meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan daerah terutama dari sektor pajak dan retribusi daerah untuk meningkatkan kepentingan publik (public service).

Penerapan pembelajaran kooperatif model CIRC (Cooperative Integrated Reding and Composition) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran IPS ekonomi di SMP Negeri 12 Malang / Ratna Kurnia Lestari

 

Kata kunci: CIRC, berpikir kritis, dan hasil belajar. Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya minat dan motivasi siswa untuk belajar IPS Ekonomi, terbukti dengan nilai hasil belajar IPS Ekonomi siswa yang masih di bawah standart ketuntasan minimum yaitu dibawah 65. Hal ini karena sebagian proses pembelajaran masih didominasi guru dan siswa masih cenderung pasif. Oleh karena itu guru harus mampu menyusun suatu rencana pembelajaran yang tidak saja baik, tetapi juga mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari, membangun serta mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupannya. Di samping itu, siswa kurang terlatih untuk mengembangkan pemikirannya, sehingga kemampuan berpikir kritis sulit untuk dikembangkan. Jadi, diperlukan suatu model pembelajaran yang tepat, menarik dan efektif yaitu model CIRC (Cooperative Integrated and Composition) yang dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom action research) dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 12 Malang dengan jumlah 39 siswa yang terdiri atas 19 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan tahun ajaran 2010-2011. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh berupa kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar yang diperoleh dari penerapan pembelajaran kooperatif model CIRC (Cooperative Integrated and Composition). Instrumen yang digunakan yaitu soal tes, lembar observasi, angket, pedoman wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terjadi peningkatan kemampuan bepikir kritis dan hasil belajar siswa kelas VIII C. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I yaitu rata-rata siswa kelas VIII C mendapat nilai cukup atau (C) yang artinya dalam hal melakukan diskusi, menganalisis data, keterampilan siswa bertanya, keterampilan siswa menjawab pertanyaan, dan tingkat keterampilan berpikir siswa sudah cukup baik meskipun ada beberapa siswa yang masih kurang. Dan pada siklus II rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari nilai cukup atau (C) menjadi baik atau (B). Di sini semakin jelas bahwa sudah ada perbaikan yang dilakukan oleh peneliti untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa diantaranya dengan membiasakan siswa untuk melakukan diskusi dengan kelompoknya, menuntut siswa untuk bisa menganalisis sebuah artikel, mendorong siswa utnuk berani bertanya, menuntut siswa untuk bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh temannya, serta mengharuskan siswa untuk terbiasa berpikir secara kritis; sedangkan untuk hasil belajar aspek kognitif siklus I rata-rata siswa kelas VIII C mendapat nilai cukup atau (C) yang artinya dalam mengerjakan soal test siswa sudah cukup baik meskipun ada beberapa siswa yang memiliki nilai kurang sehingga diperlukan perbaikan pada siklus II. Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari nilai cukup atau (C) menjadi baik atau (B). Di sini terlihat bahwa sudah ada perbaikan dari siklus I ke siklus II maka dapat dikatakan pembelajaran sudah berhasil karena rata-rata nilai kelas sudah mencapai nilai baik atau (B) dan sudah di atas nilai standart yang ditentukan oleh sekolah; sedangkan hasil belajar aspek afektif siswa siklus I rata-rata siswa sudah mendapat nilai baik atau (B) yang artinya dalam hal kehadiran, kedisiplinan dan ketepatan dalam mengumpulkan tugas, kerjasama dalam kelompok, menampilkan hasil belajar, keseriusan di kelas sudah baik dan pada siklus II meningkat dari nilai baik atau (B) menjadi sangat baik atau (A). Hal ini menunjukkan bahwa sudah ada perubahan sikap dan tingkah laku pada siswa dari siklus I ke siklus II. Siswa menjadi lebih baik lagi dan usaha peneliti untuk meningkatkan hasil belajar afektif siswa dengan cara memotivasi, memberi perhatian, memberi tanggungjawab yang lebih, dikatakan sudah berhasil. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated and Composition) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 12 Malang. Guru mata pelajaran IPS Ekonomi disarankan menerapkan model CIRC sebagai model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.

The effect of applying dictogloss on studcents' listening comprehension at Faculty of Teacher Training and Education Jember University / Eka Wahjuningsih

 

Key Words : Dictogloss, Listening Comprehension Achievement. Listening is one of the skills that is badly needed for everyone including those who are studying English. It is due to the fact that they spend much of their time in school listening. Besides, research demonstrate that people spend 60% of their time listening. Yet, students have not got good result yet in the subject of Listening Comprehension. This study was conducted to answer the research problem that is “Is there any effect of applying dictogloss on students’ Listening Comprehension achievement”? Thus, it is intended to obtain reliable information whether there was a significant difference in the students’ Listening Comprehension between the Experimental Group and the Control Group. The design of the study was a quasi-experimental study. The samples of the study were taken from the students of Faculty of Teacher Training and Education Jember University whoo took Listening 2. The experimental group was taught Listening Comprehension by using Dictogloss while the control group was taught by using the conventional activity. After that, both groups were given a post test. In collecting the data, test was used as the primary instrument which needs the students to listen to the text containing explicit and implicit information. Besides, a questionnaire was also utilized as a secondary instrument. It was given only to the experimental group to evaluate the application of dictogloss in their listening comprehension. The data of the test which were in the form of the gained score was analyzed by using t-test with the significance level of p=5%. It was found that the mean score of the experimental group was 10.53. Meanwhile, the mean score of the control group was 8.65. Then, the statistical computation on the gained score revealed that the t value was 3.26 while the t table value at p = 5% is 2.00. It shows that the obtained t value was much greater than that of the critical one. Thus, it is clear that the difference of the two means gained score was significant. Therefore, it can be concluded that the application of dictogloss on students’ listening comprehension achievement was much more effective than the conventional one. Then, based on the result of this research, it is suggested to the English teachers to apply this method in the listening class. Meanwhile, the writer hopes that other researchers can use the findings as the basis to conduct other research designs.

Hubungan antara tipe kepribadian, prestasi belajar dan arah pilihan karier siswa SMA Negeri 2 Blitar / Putri Rosita Sari

 

Kata kunci: tipe kepribadian, prestasi belajar, pilihan karier Pilihan karier menjadi suatu hal yang penting untuk dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh seseorang. Remaja yang akan menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki kebutuhan untuk menentukan jurusan yang akan mereka tempuh untuk dapat mencapai karier yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Berdasarkan studi psikologis terdapat hubungan antara tipe kepribadian, prestasi belajar dan arah pilihan karier merupakan hal yang saling berkaitan karena bagaimanapun juga individu yang mempunyai intelegensi tinggi dan kepribadian yang sesuai dengan siswa, akan mempunyai keleluasaan dalam memilih arah pilihan kariernya. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui gambaran mengenai tipe kepribadian siswa (2) mengetahui gambaran mengenai prestasi belajar siswa, (3) mengetahui gambaran mengenai arah pilihan karier siswa dan (4) mengetahui gambaran mengenai hubungan antara tipe kepribadian, prestasi belajar dan arah pilihan karier siswa SMA Negeri 2 Blitar. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 2 Blitar dengan jumlah kelas program IA sebanyak 3 kelas dan jumlah kelas program IS sebanyak 5 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Blitar dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel 111 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa angket dan dianalisis dengan teknik persentase dan uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh tingkat tipe kepribadian siswa kelas XII SMA Negeri 2 Blitar bahwa banyak siswa yang memiliki tipe kepribadian sosial yaitu sebanyak 36 orang atau 32% dari 111 orang. Sebagian besar siswa SMA Negeri 2 Blitar memiliki tipe kepribadian sosial dan arah pilihan kariernya pun sosial. Siswa kelas XII SMA Negeri 2 Blitar memiliki prestasi belajar yang sangat baik yaitu sebanyak 73 orang atau 66% dari 111 orang. Ada hubungan positif signifikan antara tipe kepribadian dan arah pilihan karier (χ2 = 52.275> r tabel 37.652; Asymp sig 0.001). Ada hubungan positif signifikan antara prestasi belajar dan arah pilihan karier (χ2 = 37.624 > r tabel 11.070; Asymp sig 0.000). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada beberapa pihak, yaitu (1) bagi konselor SMA bahwa hendaknya konselor melakukan upaya dalam mengembangkan layanan konseling karier maupun bimbingan karier yang diberikan lebih difokuskan pada pemberian bantuan kepada siswa untuk mengutamakan pilihan karier siswa yang sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya, (2) bagi pendidik/guru diharapkan dapat bekerja sama membantu siswa agar dapat mencapai suatu prestasi yang optimal dan citacita yang sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa, (3) bagi peneliti lanjut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan masukan bagi para peneliti, khususny yang tertarik dengan upaya membantu pemilihan karier siswa untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dan menambah jumlah populasinya dengan begitu diharapkan akan dapat diperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat tentang arah pilihan karier siswa SMA.

Characterization and application of molecular markers in the peking duck and other waterfowl species / Mohamad Amin

 

Using the smart technique to improve the reading comprehension ability of the second semester students of Unismuh Palu / Susilawaty

 

Key word: reading comprehension, SMART technique. From the preliminary study at the Islamic Faculty of Tarbiyah Department of Unismuh Palu, it was found that the reading comprehension ability of the students was still unsatisfactory. The insufficient ability of the students might be caused by several factors. First, the students’ vocabulary was poor. Second, the text was difficult that it was remote from the students’ knowledge and experience. Third, the students’ motivation in learning reading comprehension was low. These facts were worsened by the teacher who instructed the students to do the tasks individually in which cooperative group activities were not applied. Moreover, many of the students were passive during the teaching and learning process. Dealing with the condition, an appropriate technique was needed to improve the reading comprehension ability of the students. Accordingly, a SMART or Self-Monitoring Approach to Reading and Thinking technique was applied in this study. This study was conducted to improve the reading comprehension ability of the second semester students of Tarbiyah Department of Unismuh Palu through SMART technique. The problem was: How can the SMART technique improve the reading comprehension ability of the second semester students of Unismuh Palu. This study employed a collaborative classroom action research design in which between the researcher and the collaborator as research team worked together designing the lesson plan, implementing the action, observing the action, and reflecting the action. The subjects of the study were the second-semester students of Unismuh Palu in the 2009/2010 academic year. This study was implemented to 28 students from class A and it was conducted in two cycles, following the procedure of action research where each cycle consisted of three meetings for the teaching and learning process and a meeting for a test. The instruments used to collect the data were observation checklist, field note, questionnaires, and reading comprehension tests. The data were taken from the two tests analyzed and presented quantitatively, meanwhile, the data were analyzed and presented qualitatively. The findings of this study indicated that the appropriate model of the SMART technique for teaching reading comprehension consisted of the following procedures: (1) stimulating the students’ prior knowledge, (2) grouping students heterogeneously, (3) determining the roles for the group’s members, (4) giving some leading questions related to the picture, (5) reading the text once or twice silently, (6) identifying the main ideas and major supporting ideas of passage, (7) recognizing the message of the text, (8) paraphrasing paragraph of the text what the students do not understood with their own words, (9) summarizing paragraphs of the text as they read, (10) guiding the students to discover the meaning of unknown words for paragraph that confused them, (11) monitoring the students as they write this a great way to informally assess their understanding of the process, (12) guiding the discussion so that the students see how this process can help them when the reading process, and the last one (13) giving an evaluation of the process and the result to measure the students’ ability in reading comprehension. The findings of this study indicated that the SMART technique was successful in improving both the students’ involvement in reading activities and the reading comprehension ability of the students in comprehending English texts. Dealing with the students’ involvement, it seemed that 61.6% students were involved actively in the reading activities in Cycle 1 to 95% or almost all the students were involved actively in the reading activities in Cycle 2. It was shown by the observation checklists and field notes in appendices. Dealing with the reading comprehension ability of the students The improvement of the reading comprehension ability of the students was indicated by both the increasing mean score and the number of students who obtained scores equal to or greater than 65. The mean score increased from 59.50 in the Preliminary study to 65.57 in Cycle 1 and 67.89 in Cycle 2. The number of the students getting higher scores increased from 17 students (67.85%) in Cycle 1 to 20 students (71.42%) in Cycle 2. The mean score and the students’ individual score indicated higher than predetermined criteria of success that were 20 students out of 28 students who got score of 65 in Cycle 2. Based on the students’ achievement using the SMART technique in comprehending English text (expository text), it was suggested that the English lecturers apply this technique as one of many alternatives that can be used in teaching reading skills, and for the future researcher, it is recommended that the future researcher to conduct a similar study in other levels of the students to see whether it is effective for improving the students’ ability in reading comprehension. It is also advisable to implement other technique in their study for improving the students’ reading comprehension. It is also recommended plan the action well, to prepare the lesson plan and the students’ worksheet, to create good relationship to the subjects and to socialize the technique to the subjects and the collaborator before conducting the action.

Pembuatan modul praktikum proses sinkronisasi kerja paralel genset dengan PLN / Prakoso Anggoro Putro

 

Kata kunci: Sinkronisasi generator,Paralel generator,Modul Praktikum. Praktikum sinkronisasi kerja paralel genset mutlak perlu diberikan kepada mahasiswa D3 teknik elektro. Akan tetapi karena alat yang sudah tersedia di Jurusan Teknik Elektro UM kurang memadai untuk dapat dijadikan praktikum sinkronisasi paralel antara genset dengan PLN maka perlu dibuat modul praktikum tentang sinkronisasi agar dapat membantu mahasiswa dalam memahami konsep dari sinkronisasi kerja paralel genset dengan PLN. Adapun metode perancangan yang dilakukan meliputi Desain Rangkaian Modul Praktikum Sinkronisasi dan Desain Panel Modul Praktikum Sinkronisasi. Prinsip kerja dari modul praktikum ini adalah menggunakan sinkroskop lampu gelap terang.. Modul praktikum ini juga menggunakan voltmeter, dan frekuensimeter untuk mengetahui apakah tegangan dan frekuensi sudah sama atau belum. Hasil dari percobaan tersebut antara lain: (1)Modul praktikum ini dapat memantau tegangan dan frekuensi keluaran dari generator maupun PLN dengan baik. (2)Dapat menunjukkan kondisi sinkron pada sumber PLN dengan PLN. (3)Masih belum dapat melihat kondisi sinkron antara generator dengan PLN Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan : (1)Untuk mensinkronkan antara genset dan PLN tegangan, frekuensi, dan sudut fasanya harus sama. (2)Pada pengujian menggunakan sumber PLN – generator parameter tidak dapat seperti pada keadaan sinkron karena listrik keluaran dari generator kurang stabil. Keadaan sinkron didapat ketika pengujian menggunakan sumber PLN – PLN. (3)Butuh peralatan proteksi yang memadai apabila ingin mengkoneksikan genset dengan PLN karena sumber dari generator tidak stabil.

Analisis value for money untuk mengukur kinerja keuangan pada RRI Pratama Cabang Sumenep / Nizar Eka Pratama

 

Kata Kunci: Kinerja keuangan dan Pengukuran kinerja keuangan Tugas akhir (TA) ini bertujuan untuk mengukur kinerja keuangan RRI Pratama cabang Sumenep berdasarkan analisis 3E (Value for Money) yaitu ekonomis, efisiensi dan efektivitas Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Pemecahaan masalah yang digunakan yaitu metode deskriptif, yaitu dengan menganalisis Value for Money untuk mengukur kinerja keuangan berdasarkan data-data pada RRI Pratama cabang Sumenep. Pengukuran kinerja keuangan tersebut menggunakan 3E (Value for Money) yang terdiri atas:ekonomis, efisien dan efektif. Hasil kajian terhadap kinerja keuangan pada RRI Pratama cabang Sumenep tahun 2009, menunjukkan bahwa pengukuran kinerja keuangan pada RRI Pratama cabang Sumenep hanya pada pencapaian target saja. Setelah melakukan perhitungan kinerja keuangan dengan menggunakan 3E (Ekonomi, Efisiensi, dan Efektivitas) menunjukkan bahwa kinerja keuangan RRI Pratama cabang Sumenep dikatagorikan ekonomis, efektif dan kurang efisien Hasil penulisan Tugas Akhir (TA) dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan pada RRI Pratama cabang Sumenep ditinjau dari analisis value for money dalam kondisi baik. Saran yang dapat diberikan RRI Pratama cabang Sumenep sebaiknya transparan dalam hal memberi rincian biaya-biaya yang telah dikeluarkan, sehingga memudahkan bagi pihak yang ingin melakukan penilaian dan agar lebih terbuka kepada masyarakat, biar dapat melakukan monitoring kinerja RRI dalam hal keuangan.

Analisis latihan-latihan pada buku teks bahasa Arab terbitan Tiga Serangkai untuk kelas 1 madrasah tsanawiyah / Ainur Rafiq

 

Kata kunci: Pelaksanaan, Pembelajaran, Disiplin. Peningkatan mutu lulusan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah, tetapi juga ditentukan oleh faktor pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan di lembaga pendidikan tersebut. SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang memiliki visi atau tujuan meningkatkan produktivitas dan keterampilan siswa. Untuk mencapai visi atau tujuan tersebut, pelaksanaan pembelajaran perlu mendapat perhatian sekolah. Salah satu faktor yang dilakukan dalam pelaksanaan pembelajaran adalah pembelajaran berbasis disiplin. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses perencanaan pembelajaran berbasis disiplin, pelaksanaan pembelajaran berbasis disiplin, dan evaluasi pembelajaran berbasis disiplin yang ada di SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru, serta menggunakan dokumentasi dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini, bahwa perencanaan pembelajaran berbasis disiplin di SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang menggunakan konsep pendidikan semi militer dengan didukung oleh pendidik yang profesional di bidangnya. Pelaksanaan dengan cara menggerakkan siswa di sekolah untuk membuat siswa belajar dan mentaati peraturan-peraturan sekolah, serta memberi sanksi kepada siswa yang melanggar peraturan. Evaluasi dilakukan oleh guru dengan cara mencatat setiap pelanggaran yang dilakukan oleh siswa dan memberi hukuman kepada siswa tersebut, serta ada pemberian penghargaan kepada siswa yang mentaati peraturan kedisiplinan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perencanaan pembelajaran di SMK bisa direncanakan dengan berbasis disiplin, yaitu meningkatkan kedisiplinan siswa sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menghasilkan lulusan yang unggul dan terampil serta berdisiplin tinggi yang mampu bersaing di dunia industri. Pelaksanaan pembelajaran di SMK bisa dilaksanakan dengan berbasis disiplin, yaitu dengan mengarahkan siswa supaya aktif dalam mentaati peraturan dan sanksi yang berlaku. Evaluasi pembelajaran di SMK bisa dilaksanakan dengan berbasis disiplin, yaitu siswa yang datang terlambat lebih dari sembilan kali akan dikembalikan pada orang tua. Apabila ada siswa yang tidak naik kelas, siswa diberi pengarahan intensif untuk merubah perilakunya dan diharuskan mengikuti kegiatan extrakurikuler di sekolah yang mampu meningkatkan kedisiplinan.

Pengembangan media layanan informasi pendidikan lanjutan berbasis WEB bagi siswa SMP di Yogyakarta / Agus Triyanto

 

Pengaruh minat memilih program keahlian, motivasi berprestasi dan cara belajar terhadap hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas X dan XII Program Keahlian Akuntansi di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen) / Dina Indah Pramita

 

Kata Kunci: Minat Memilih Program Keahlian, Motivasi Berprestasi, Cara Belajar, Hasil Belajar Hasil belajar tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut dapat berasal dari dalam maupun dari luar. Diantara faktor-faktor tersebut adalah faktor minat memilih program keahlian, motivasi berprestasi dan cara belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Pengaruh minat memilih program keahlian terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII program keahlian akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, (2) Pengaruh motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII program keahlian akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, (3) Pengaruh cara belajar siswa terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII program keahlian akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, (4) Pengaruh secara simultan minat memilih program keahlian, motivasi berprestasi dan cara belajar siswa terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII program keahlian akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi yang dilaksanakan pada tanggal 15 November 2010. Populasinya adalah siswa kelas X dan XII Program Keahlian Akuntansi Tahun Ajaran 2010/2011 yang berjumlah 140 siswa, dan sampel sebanyak 49 siswa. Sampel di ambil secara acak (Random Sampling). Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier ganda. Dari analisis regresi linier ganda diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Secara parsial terdapat pengaruh yang positif minat memilih program keahlian terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. (2) Secara parsial terdapat pengaruh yang positif motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. (3) Secara parsial terdapat pengaruh yang positif cara belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. (4) Secara simultan terdapat pengaruh positif minat memilih program keahlian, motivasi berprestasi dan cara belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Disarankan kepada guru SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen agar lebih mengarahkan bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien kepada siswanya agar prestasi belajar siswa lebih baik lagi dari sebelumnya. Untuk siswa SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, sebaiknya dalam memilih program keahlian disesuaikan dengan bakat dan minat yang dimiliki, dan lebih meningkatkan efektifitas cara belajar agar prestasi belajarnya lebih meningkat dan lebih baik lagi dari sebelumnya.

Pengembangan model-model latihan fisik pada ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 8 Malang melalui buku panduan / Aprin Anggara Widada

 

Kata kunci: pengembangan, futsal, latihan fisik. Futsal merupakan olahraga beregu yang terdiri atas dua tim yang setiap tim beranggotakan lima pemain. Fisik yang kuat perlu dimiliki setiap pemain untuk menunjang permainan. Sehingga latihan fisik perlu diberikan untuk menunjang permainan futsal tersebut. Latihan fisik sangat diperlukan untuk menunjang olahraga futsal terlebih dalam mencapai prestasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model-model latihan fisik pada ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 8 Malang melalui buku panduan sehingga peserta ekstrakurikuler futsal mengerti dan memahami model-model variasi latihan fisik. Peneliti mengacu pada model pengembangan (research and development) Borg and Gall. Dari sepuluh langkah ada beberapa tahap yang dimodifikasi oleh peneliti.Langkah-langkah yang diambil adalah: 1) melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan, 2) pengembangan rancangan produk, 3) evaluasi para ahli dengan menggunakan yang hasilnya berupa produk awal, 4) revisi tahap pertama rancangan produk berdasarkan evaluasi para ahli (hasil rancangan produk berupa produk awal), 5) revisi tahap kedua berdasarkan evaluasi ahli (hasil produk berupa buku), 6) produk akhir. Berdasarkan tinjauan ahli terhadap rancangan produk disimpulkan bahwa rancangan produk telah sesuai dan dapat digunakan dalam pelatihan, selanjutnya produk berupa buku panduan model latihan kecepatan dan kelincahan untuk futsal ini diuji coba menggunakan instrumen uji coba pada kelompok kecil sebanyak 15 peserta. Setelah dilakukan revisi selanjutnya produk diuji coba pada kelompok besar dengan jumlah 30 peserta. Berdasarkan dari hasil uji kelompok kecil dan hasil dari uji lapangan diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan buku panduan ini menyenangkan dan mudah dilakukan peserta ekstrakurikuler serta dapat meningkatkan kemampuan kecepatan dan kelincahan peserta ekstrakurikuler. Produk akhir adalah buku panduan model-model latihan kecepatan dan kelincahan untuk futsal.

Pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen (studi pada konsumen toko roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang) / Ghea Prawitha Dewi

 

Kata Kunci: bauran pemasaran, keputusan pembelian Pada era globalisasi saat ini, situasi pasar yang kompetitif menjadikan tidak ada suatu bisnis yang bisa bertahan lama tanpa didukung oleh bauran pemasaran yang efektif dan efisien. Salah satu persaingan terjadi adalah jenis produk pada roti. Pada awalnya konsep toko Roti banyak diterapkan di awali dengan adanya toko-toko Francise yang bermunculan dengan nama Internasional, namun sekarang sudah banyak toko roti lokal yang bermuculan yang mulai merambah di Kota Malang. Banyaknya toko roti yang ada di kota Malang tentu saja akan turut meraimaikan persaingan yang ada. Dengan demikian perusahaan dituntut untuk mampu menyelenggarakan pemasaran yang mampu menarik konsumen dari waktu ke waktu. Roti Citra Kendedes Cake and Bakery merupakan salah satu dari beberapa toko roti di Kota Malang yang memiliki konsumen loyal. Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery merupakan toko roti yang menjalankan strategi bauran pemasaran. Produk yang ditawarkan oleh toko roti ini dapat dikatakan memiliki varian item roti yang beraneka ragam dan rasa yang enak di lidah. Kelebihan Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery bila dibandingkan dengan toko roti lainnya adalah harga yang ditawarkan Roti Citra Kendedes Cake and Bakery relatif lebih murah dibandingkan dengan harga yang ditawarkan toko roti lainnya. Harga dimulai dari Rp 2.000,00 – Rp 30.000,00. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian adalah pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang. Variabel yang berkaitan dengan penelitian ini adalah variabel bebas, dalam penelitian ini adalah bauran pemasaran yang terdiri dari produk (X1), harga (X2), tempat (X3), promosi (X4). Variabel terikat, dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian konsumen pada Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang. Populasi pada penelitian ini adalah konsumen Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery yang melakukan tindakan pembelian di Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang tersebut. Dimana penelitian yang dilakukan peneliti pada 1 bulan terakhir, yakni pertengahan November 2010 hingga pertengahan Desember 2010. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode simple random sampling yang artinya pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan ada pengaruh signifikan negatif dari variabel produk terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang, ada pengaruh signifikan negatif dari variabel harga terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery, tidak ada pengaruh signifikan dari variabel tempat terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang, tidak ada pengaruh signifikan dari variabel promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang. Dari hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini, penulis memberikan saran untuk Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang yaitu sebaiknya Toko Roti Citra Kendedes Cake and Bakery Sawojajar Malang melakukan promosi yang lebih bervariasi dari apa yang sudah dilakukannya sekarang. Salah satunya dengan menggunakan media televisi. Dengan adanya media televisi yang digunakan, konsumen dapat secara langsung melihat produk roti Citra Kendedes Cake and Bakery dan menjadi tertarik untuk membeli produk tersebut.

Pengembangan desa wisata bunga di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu / Ririn Wahyuning

 

Kata Kunci: Pengembangan dan Desa Wisata Bunga Pariwisata merupakan sektor yang dapat memberikan peranan besar bagi pembangunan suatu daerah sekaligus memberikan kontribusi bagi perolehan devisa maupun penciptaan kesempatan kerja. Melihat peranan dan kontribusi yang begitu besar terhadap pembangunan di Indonesia maka kekayaan pariwisata perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Untuk mengetahui fokus dari penelitian ini, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut. (1) Bagaimana gambaran umum wilayah dan potensi ekonomi di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu? (2) Bagaimana kesiapan dan upaya masyarakat dalam mengembangkan desa wisata bunga di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu? (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan desa wisata bunga di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu? Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analis, penafsir data, dan pada akhirnya menjadi pelapor hasil penelitian. Sehingga peneliti adalah instrumen kunci penelitian. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan verifikasi data atau menyimpulkan, pemaparan data atau penyajian, dan reduksi data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa potensi yang terdapat di Desa Sidomulyo dapat dikembangkan menuju pengembangan Desa Wisata Bunga, hal ini ditunjang dengan adanya dukungan sumber daya manusia, lingkungan, sarana dan prasarana dan promosi dalam memasarkan Desa Wisata Bunga sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, khususnya masyarakat Desa Sidomulyo. Namun dalam pengembangan tersebut masih ada faktor penghambatnya seperti kurangnya modal, lesunya perekonomian, dan persaingan tidak sehat diantara petani. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar dalam mengembangkan Desa Wisata Bunga, peran masyarakat merupakan sebagai pendorong utama tumbuhnya inovasi bagi pengembangan desanya. Hal ini ditunjang dengan ketersediaan dan kecakapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana dan lingkungan fisik maupun sosial yang baik.

Ketersediaan, kualitas, dan pemanfaatan perangkat teknologi informasi (TI) dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA negeri se-kabupaten Blitar / Luki Adi Sutrisno

 

Kata kunci : ketersediaan, kualitas, pemanfaatan, teknologi informasi (TI), dan mutu pembelajaran Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan kecuali dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Ketersediaan, kualitas serta pemanfaatan perangkat TI memegang peranan sangat penting dalam proses peningkatan mutu pendidikan khususnya mutu pembelajaran. Peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran merupakan suatu proses yang terintegrasi atau penyatuan dengan proses peningkatan mutu dan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan mutu atau kualitas pembelajaran, maka pemerintah bersama kalangan masyarakat sama-sama dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih bermutu dan berkualitas antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi di bidang pendidikan, perbaikan sarana-prasarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya serta penambahan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan khususnya dalam hal peningkatan mutu pembelajaran merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara efektif dan efisien dalam proses pendidikan, kalau tidak ingin bangsa ini kalah bersaing dalam menjalani era globalisasi tersebut. Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana ketersediaan perangkat TI dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Blitar?; (2) bagaimana kualitas perangkat TI dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Blitar?; (3) bagaimana tingkat pemanfaatan TI oleh guru dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Blitar?; (4) bagaimana tingkat pemanfaatan TI oleh tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Blitar?; (5) bagaimana tingkat pemanfaatan TI oleh siswa dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Blitar? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) ketersediaan perangkat TI dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Blitar; (2) kualitas perangkat TI dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Blitar; (3) tingkat pemanfaatan TI oleh guru dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Blitar; (4) tingkat pemanfaatan TI oleh tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Blitar; (5) tingkat pemanfaatan TI oleh siswa dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Blitar. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif yaitu untuk mendeskripsikan atau menggambarkan keadaan suatu fenomena. Fungsi analisis deskriptif adalah untuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) ketersediaan atas perangkat TI di SMA Negeri Kabupaten Blitar antara lain: komputer, laptop, LCD + proyektor, hotspot, jaringan internet, printer dan fax. Secara umum perangkat TI terdapat di laboratorim komputer, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang TU, laboratorim Fisika, Biologi, IPS, Kimia, dan Bahasa, ruang OSIS, perpustakaan, dan di ruang jurnalistik; (2) kualitas perangkat TI dalam peningkatkan mutu pembelajaran SMA Negeri Kabupaten Blitar yaitu menggunakan komputer setara Core 2 duo dan P 4, hotspot, jaringan internet, printer dan fax dalam kondisi yang baik dan dalam kategori tinggi; (3) tingkat pemanfaatan TI oleh guru dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Blitar berada dalam kategori tinggi. (4) tingkat pemanfaatan IT oleh tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Blitar berada dalam kategori tinggi. (5) tingkat pemanfaatan TI oleh siswa dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Blitar berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan kesimpulan, maka disampaikan saran kepada: (1) bagi Sekolah, diharapkan bagi pihak sekolah untuk memberikan dukungan kepada guru, tenaga administrasi sekolah, dan siswa sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran. Usaha nyata yang dapat dilakukan yaitu semua pihak sekolah selalu merawat dan menjaga peralatan TI agar tidak mudah rusak (2) bagi Kantor Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar, diharapkan untuk memberikan dukungan sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran melalui penyediaan sarana dan prasarana TI. Usaha nyata yang dapat dilakukan yaitu dengan selalu menyediaan peralatan TI yang berkualitas dengan jumlah yang mencukupi tingkat kebutuhan para siswa; (3) Jurusan Administrasi Pendidikan, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan referensi tambahan untuk jurusan dalam pengembangan perkuliahan terkait dengan ketersediaan perangkat dan pemanfaatan TI dalam peningkatan mutu pembelajaran; (4) bagi peneliti lain yang berminat untuk melanjutkan penelitian ini diharapkan untuk menyempurnakannya yaitu dengan menggunakan variabel lain yang terkait dengan peningkatan mutu pembelajaran sehingga penelitian ini dapat lebih berkembang.

Analisis efektivitas pemungutan pajak reklame pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tulungagung / Santi Rahayu Sayekti

 

Kata Kunci: Pajak Reklame Pajak reklame merupakan pajak atas penyelenggaraan reklame. Sebagai salah satu sumber PAD yang berasal dari sektor pajak daerah, pajak reklame mempunyai prospek yang baik dan bisa diandalkan sebagai sumber penerimaan yang dapat memperkuat posisi keuangan daerah dengan melihat perkembangan PAD tiap tahunnya. Pemerintah daerah memperoleh pemasukkan berupa tarif pajak atas pemasangan reklame baik yang bersifat insidentil maupun permanen. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mendiskripsikan efektivitas pemungutan pajak reklame jangka pendek, (2) Mendiskripsikan efektivitas pemungutan pajak reklame jangka menengah, (3) Mendiskripsikan efektivitas pemungutan pajak reklame jangka panjang. Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah ini adalah : (1) Kesesuaian realisasi pajak reklame dengan target pajak reklame. (2) Analisis realisasi pajak reklame. (3) Menelaah program ekstensifikasi yang digunakan DPPKAD Kabupaten Tulungagung. (4) Analisis kualitas petugas pajak daerah khususnya pajak reklame. (5) Analisis peningkatan penerimaan PAD untuk pembiayaan dalam rangka menunjang anggaran pendapatan daerah. Hasil penulisan ini adalah : (1) Kesesuaian realisasi Pajak Reklame dengan target pajak reklame Kabupaten Tulungagung telah efektif. (2) Analisis perkembangan Pajak Reklame tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 cenderng mengalami kenaikan namun pada tahun 2009 terjadi penurunan. (3) Program ekstensifikasi dilakukan dengan cara penginformasian lahan kosong dan strategis untuk pemasangan reklame kepada WP Reklame. (4) Kualitas Petugas pajak reklame belum efektif ditinjau dari perbandingan wilayah pemungutan, dan jenis pajak daerah. (5) Analisis kontribusi Pajak Reklame terhadap Pajak Daerah cenderung meningkat setiap tahun dibandingkan dengan analisis kontribusi pajak reklame terhadap PAD yang cenderung menunjukkan penurunan di tahun 2009. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan: (1) Melakukan pemungutan dan penagihan dan secara aktif, (2) DPPKAD lebih aktif dalam mmebrikan informasi yang dilakukan melalui iklan di radio koran, dll. (3) (a) Sosialisasi kepada masyarakat/Wajib Pajak mengenai arti penting pajak bagi pembangunan. (b) Untuk menetapkan Pajak Reklame pejabat yang berwenang harus senantiasa melakukan validasi data, sehingga dalam menerbitkan SKPD sudah benar-benar mencerminkan tagihan pajak yang sebenarnya sesuai dengan jumlah, jenis, lokasi pemasangan, lama pemasangan dan tarif pajak reklame. (c) Memberikan pelatihan-pelatihan secara berkala kepada petugas pajak daerah. (d) Bagi petugas pajak dapat mengatur jadwal pekerjaan dalam menjalankan tugas mereka sebagai petugas pajak mengingat luas wilayah yang ada di Kabupaten Tulungagung. (e) Lebih tegas dalam memberikan denda maupun sanksi kepada WP yang melakukan pemasangan reklame tidak sesuai prosedur.

Pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan PT. Wowin Purnomo Trenggalek) / Lutfi Rahmawati

 

Kata kunci : budaya organisasi, kepuasan kerja, komitmen organisasi Kualitas tenaga kerja manusia sangat menentukan produktivitas dan kualitas kinerja perusahaan. Persoalan kinerja akan dapat terlaksana dan terpenuhi apabila beberapa variabel yang mempengaruhi mendukung. Variabel-variabel yang dimaksud adalah budaya organisasi, komitmen organisasi, dan kepuasan kerja. Variabel-variabel tersebut dapat mempengaruhi kinerja seseorang yang pada akhirnya tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik. Budaya organisasi dapat menjadi instrumen keunggulan kompetitif yang utama, yaitu bila budaya organisasi mendukung strategi organisasi, dan bila budaya organisasi dapat menjawab atau mengatasi tantangan lingkungan yang berubah dengan cepat dan tepat. Sikap yang dibentuk oleh budaya organisasi, erat kaitannya dengan kepuasaan kerja, yaitu sikap umum individu terhadap pekerjaannya. Kesuksesan sebuah organisasi tidak hanya didukung oleh budaya organisasi yang tertanam kuat dalam organisasi tersebut. Tapi juga bagaimana organisasi bersangkutan menumbuhkan komitmen organisasi secara umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :(1) deskripsi budaya organisasi, kepuasan kerja dan komitmen organisasi di PT. Wowin Purnomo Trenggalek, (2) pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja, (3) pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi, (4) pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi, dan (5) pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi melaului kepuasan kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Explanatory research. Populasi yang dipilih adalah karyawan PT. Wowin Purnomo Trenggalek sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proporsional random sampling dengan sampel sebanyak 44 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regression). Berdasarkan analisis deskriptif, kondisi budaya organisasi di PT. Wowin Purnomo adalah cukup baik, kepuasan kerja karyawan adalah cukup puas, dan komitmen karyawan adalah tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (2). Terdapat pengaruh positif secara langsung yang signifikan antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Wowin Purnomo Trenggalek, (3).Terdapat pengaruh positif secara langsung yang signifikan antara variabel kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Wowin Purnomo Trenggalek, (4). Terdapat pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja karyawan PT. Wowin Purnomo Trenggalek.

Pengaruh latihan kombinasi kecepatan dan kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola dalam permainan sepakbola pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang / Rizqi Darmawan Wicaksana

 

Kata Kunci: Program Latihan, Latihan kombinasi Kecepatan dan Kelincahan, Keterampilan Menggiring Bola. Para Siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepakbola masih balum di berikan latihan kecepatan dan kelincahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan kecepatan dan kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian “One-Group Pretest-Posttest Design”. Jenis penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimental sungguhan. Rancangan eksperimental sungguhan ini digunakan dengan cara melibatkan kelompoak kontrol di samping kelompok eksperimental. Pada penelitian ini siswa melakukan tes awal yang di sebut dengan pretest setelah itu siswa di berikan perlakuan berupa program latihan kombinasi kecepatan dan kelincahan, setelah itu siswa melakukan tes akhir (Posttest). Hasil analisis uji-t untuk menggiring bola adalah sebesar t 20,764 dengan nilai probabilitas 0,00< α=0.01. Hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan latihan kombinasi kecepatan dan kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola dalam permainan sepakbola pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang. Dengan kata lain banwa H0 menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan latihan kombinasi kecepatan dan kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang adalah ditolak. Sedangkan H1 menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan latihan kombinasi kecepatan dan kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dalam program latihan kombinasi kecepatan dan kelincahan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan menggiring bola dalam permainan sepak bola pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman dan acuan dalam pembuatan program latihan oleh pelatih dan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang, guna untuk meningkatkan keterampilan menggiring bola dalam permainan sepakbola.

Pengaruh minat baca dan ketersediaan sumber belajar terhadap prestasi belajar pelajaran ekonomi siswa kelas X SMAN 5 Malang / Awalina Afri Nursamola

 

Kata Kunci: minat baca, ketersediaan sumber belajar dan prestasi belajar. Pesatnya perkembangan jaman yang semakin modern menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Maka pemerintahan Indonesia pada saat ini menitik beratkan pada pembangunan yang diarahkan kepada pendidikan yang menunjang kehidupan yang masa mendatang. Untuk menghadapi era globalisasi maka sumber daya manusia yang berkualitas sangatlah penting. Oleh karena itu pentingnya dunia pendidikan dalam era globalisasi perlu diperhatikan agar lebih memacu mereka untuk belajar. Selain itu pendidikan merupakan sarana untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945 (yang sudah diamandemen) pasal 31 ayat 4 yang berbunyi “negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari pendapatan daerah untuk memenuhi kebituhan penyelenggaraan nasional”. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan kondisi minat baca siswa kelas X pada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 5 Malang. Mengungkapkan kondisi ketersediaan sumber belajar kelas X pada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 5 Malang. Mengungkapkan kondisi prestasi belajar kelas X pada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 5 Malang dan menganalisis pengaruh antara minat baca dengan ketersediaan sumber belajar terhadap prestasi belajar pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang. Dari hasil pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa secara parsial, ada pengaruh minat baca terhadap prestasi belajar siswa di SMAN 5 Malang. karena menunjukan t hitung = 9,115 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < , (5%), hal ini berarti bahwa variabel minat baca mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar belajar. Secara parsial, ada pengaruh ketersediaan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa SMAN 5 Malang. karena t hitung = 4, 974. dengan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0,000 < , (5%). Dengan ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar. Secara simultan, ada pengaruh minat baca dan ketersediaan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa. Karena diperoleh nilai Fhitung sebesar 103,416 dan F tabel 3,104 dengan signifikansi 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi F lebih kecil dari (0,05). Berarti ada pengaruh minat baca dan ketersediaan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas maka peneliti dapat memberikan saran-saran sebagai berikut: Bagi Guru, hendaknya guru sering untuk memberikan tugas-tugas atau latihan-latihan dan lebih mengembangkan latihan tersebut sehingga memungkinkan siswa untuk lebih banyak membaca dari berbagai sumber atau literatur buku dalam usaha untuk meningkatkan prestasi belajar para siswa. Bagi Sekolah, Diharapakan dalam pengadaan sumber belajar disekolah hendaknya memperhatikan kebutuhan siswa terutama untuk proses belajar mengajar.

Pengaruh kepemilikan manajerial, struktur aktiva dan pertumbuhan penjualan terhadap kebijakan hutang (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008) / Ulfatul Khasanah

 

Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Struktur aktiva, Pertumbuhan Penjualan, Kebijakan Hutang. Kebijakan hutang merupakan kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan perimbangan hutang dan ekuitas. Keputusan pengambilan hutang merupakan sebuah keputusan yang penting bagi perusahaan. Penggunaan hutang yang tinggi dapat menyebabkan beberapa dampak sehingga penggunaan hutang harus pada tingkat yang optimal. Berdasarkan Agency theory, adanya kepemilikan manajerial menyebabkan manajer lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pendanaan. Selain kepemilikan manajerial, struktur aktiva dan pertumbuhan penjualan merupakan faktor lain yang mempengaruhi kebijakan hutang melalui pecking order theory. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial, struktur aktiva dan pertumbuhan penjualan terhadap kebijakan hutang. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik multistage sampling dan diperoleh 20 sampel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, kepemilikan manajerial dan struktur tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang, sedangkan pertumbuhan penjualan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kebijakan hutang. Sedangkan secara simultan, kepemilikan manajerial, struktur aktiva dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang. Hasil analisis juga menunjukkan besarnya adjusted R square sebesar 5,6%. Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, struktur aktiva dan pertumbuhan penjualan berpengaruh sebesar 5,6%, sedangkan sisanya sebesar 94,4% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menyarankan agar dalam penelitian selanjutnya mempertimbangkan variabel lain yang mungkin juga berpengaruh terhadap kebijakan hutang, seperti free cash flow, kepemilikan institusional, dan kebijakan dividen.

Optimalisasi pemungutan pajak reklame sebagai upaya untuk memenuhi target pandapatan asli daerah (PAD) pada Dinas Pendapatan Daerah Pemkot Malang / Rakhman Mukti

 

Kata kunci : Optimalisasi, Pemungutan Pajak Reklame Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang adalah salah satu unit kerja dibawah naungan Pemerintah Kota Malang yang mempunyai tugas Pokok dan Fungsi sebagai koordinator pungutan dibidang Pendapatan Asli Daerah. Adapun Visi dan Misi Dinas Pendapatan Kota Malang mengacu/mendukung kepada Visi dan Misi Pemerintah Kota Malang sehingga dalam pelaksanaan tugasnya baik program dan kegiatan dalam upaya memenuhi target penerimaan PAD dapat tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah realisasi pajak reklame telah sesuai dengan target yang dianggarkan serta bagaimana upaya optimalisai pemungutan pajak reklame di Dinas Pendapatan Daerah Pemkot Malang.Dari penelitian diperoleh informasi bahwa realisasi pajak reklame bersifat fluktuatif, hal ini dipengaruhi oleh keadaan masyarakat dimana kebutuhan masyarakat terhadap media promosi reklame yang relatif tidak sama dalam tiap tahunnya. Optimalisasi dalam upaya memenuhi target yang telah ditetapkan perlu diperhatikan, karena dengan upaya optimalisasi yang baik dan paling maksimal maka tujuan perusahaan dapat tercapai. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi. Dalam pemecahan masalah dilakukan metode pemecahan masalah dengan langkah-langkah penelahaan terhadap Analisi SWOT yang terdiri dari : Kekuatan (Strength); Kelemahan (Weakness); Peluang (Opportunity); serta Ancaman (Threat). Dari analisis yang dilakukan dapat diberikan rekomendasi dapat menganggu tercapainya tujuan Dinas. Rekomendasi ini antara lain dengan sosialisasi terhadap masyarakat untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab serta rasa sadar pajak, dimana perkembangan penerimaan reklame belum efektif dikarenakan faktor-faktor kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, serta ada rasa kurang percaya masyarakat terhadap aparatur yang berwenang. Operasi lapangan dilakukan lebih sering untuk mengetahui reklame yang tidak memenuhi syarat. Selain itu perlu diberikan diklat/pelatihan untuk meningkatkan kinerja pegawai tidak tetap maupun pegawai tetap yang pendidikannya kurang agar mampu mengimbangi kinerja pegawai yang memiliki pendidikan lebih tinggi. Tetap. Tidak hanya pengawasan dari BKD Pemprov, namun Kepala Dipenda juga perlu mengadakan sidak (inspeksi mendadak) kepada pegawai untuk mengetahui kinerja pegawai secara langsung. Kekuatan serta Peluang yang dimiliki Dipenda merupakan satu kelebihan dalam upaya peningkatan pendapatan pajak reklame.

Studi tentang perencanaan dan pelaksanaan program latihan fisik atlet balap sepeda cross country Puslatcab ISSI Kota Malang tahun 2009 / Dynar Putra Hidayatullah

 

Kata kunci: Program Latihan, Balap Sepeda Cross country. Olahraga prestasi balap sepeda cross country merupakan salah satu nomor bersepeda yang perlombaannya menggunakan sepeda bersuspensi (shocbeker) tunggal di bagian depan. Rute (medan) yang dilewatinya berupa jalanan terjal berlumpur, berbatu, berdebu yang menanjak atau menurun. Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Malang merupakan salah satu tempat pembinaan atlet balap sepeda cross country. Dalam kaitannya dengan hal itu Puslatcab ISSI Kota Malang adalah salah satu tim yang memiliki peluang besar meraih juara umum pada Porprov Jatim II di Kota Malang tahun 2009. Hal tersebut dikarenakan mayoritas atlet balap sepeda cross country berprestasi berasal dari kota Malang. Oleh sebab itu perlu adanya penelitian mengenai perencanaan dan pelaksanaan program latihan balap sepeda cross country yang berpeluang meraih juara umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan program latihan balap sepeda cross country yang dijalankan oleh tim balap sepeda Puslatcab ISSI Kota Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di asrama balap sepeda Velodrome kota Malang yang dihuni oleh atlet balap sepeda Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Timur dan atlet balap sepeda United Bike Kencana Team. Prosedur pengumpulan datanya menggunakan teknik pengamatan, wawancara, dan teknik dokumentasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data yaitu dengan cara melakukan pengamatan langsung saat atlet melakukan latihan di lapangan. Hal tersebut untuk mengecek kecocokan antara rencana program latihan dari pelatih dengan pelaksanaan langsung oleh atlet di lapangan. Karena itulah peneliti menggunakan teknik perpanjangan waktu di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil paparan data dan temuan penelitian yang diperoleh dari lapangan, perencanaan program latihan dari pelatih sesuai dan hampir sama dengan pelaksanaan program latihan yang dilakukan oleh atlet balap sepeda cross country Puslatcab ISSI Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian terdapat komponen latihan frekuensi, intensitas, durasi, dan volume. Selain itu terdapat tipe-tipe latihan balap sepeda cross country diantaranya E1, E2, EAT, S.C, fast lap, race pace, dan recovery. Saran-saran perlu adanya transparansi dari pelatih pada program latihan balap sepeda baik nomor cross country maupun nomor lainnya secara terstruktur dan berkesinambungan dalam jangka pendek dan jangka panjang sehingga atlet mengetahui target (goals) yang akan dicapai. Kepada para atlet balap sepeda Puslatcab ISSI Kota Malang supaya memiliki catatan program latihan sendiri disamping dari pelatih, karena hal tersebut akan memacu peningkatan latihan kita yang berujung dengan peningkatan prestasi kita sendiri dan memberikan saran atau masukan kepada pelatih demi peningkatan prestasi tim tersebut.

Pengembangan paket layanan informasi perencanaan studi lanjut untuk siswa SMA / Qadri Fajrianingsih

 

Kata kunci : Paket, layanan informasi, perencanaan studi lanjut, siswa SMA. Sekolah menengah mempunyai peranan dalam mempersiapkan siswa untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dalam upaya mempersiapkan siswa tersebut pada tingkat SMA, keberadaan serta peran guru pembimbing sangat dibutuhkan, sehingga dapat memberikan pelayanan bimbingan kepada siswa yang memerlukan. Anak usia SMA merupakan remaja yang penuh dengan persoalan-persoalan dan dapat membuat mereka menjadi bingung bila tidak mendapat bantuan yang tepat. Salah satu persoalan yang dihadapi oleh siswa SMA khususnya kelas tiga adalah perencanaan studi lanjut setelah SMA. Banyaknya jenis dan status perguruan tinggi serta berbagai fasilitas pendidikan yang ditawarkan dapat pula membuat siswa merasa bingung dalam menentukan jurusan di perguruan tinggi yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan dirinya. Informasi studi lanjut perlu diberikan kepada siswa sebagai dasar untuk menetapkan keputusan mengenai pilihan studi lanjut. Terkait dengan pemilihan studi lanjut konselor mempunyai tugas untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pemilihan jurusan pada studi lanjut setelah SMA. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memberikan layanan informasi sekolah lanjutan kepada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan Paket Layanan Informasi Perencanaa Studi Lanjut untuk Siswa SMA yang berterima secara teoritis dan praktis yang dapat digunakan oleh siswa dan konselor sekolah Menengah Atas sebagai media pemberian informasi tentang studi lanjut setelah SMA. Penelitian pengembangan merupakan suatu kegiatan penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu diawali dengan menjejaki gejala¬gejala awal (need assesment), dan kemudian menguji keefektifan produk yang dibuat. Model pengembangan yang digunakan adalah model pembelajaran Dick & Carey. Ada sepuluh tahap dalam pengembangan paket yang dikemukakan oleh Dick & Carey, namun tidak semua tahap ditempuh dalam proses pengembangan paket. Hal ini dilakukan agar dalam pembuatan paket, langkah-langkah yang digunakan lebih sederhana dan mudah dipahami. Proses pengembangan paket berlangsung dengan tahapan sebagai berikut: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pengembangan, (3) Penilaian uji ahli, (4) uji lapangan sehingga menghasilkan produk akhir Paket Layanan Informasi Perencanaan Studi Lanjut untuk Siswa SMA. Data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket untuk penilaian uji ahli dan calon pengguna produk dan dianalisis dengan menggunakan skala likert. Berdasarkan penilaian ahli BK, paket layanan informasi ini sangat berguna bagi siswa dan konselor dalam memberikan informasi tentang studi lanjut dengan skor rata-rata 4. Dilihat dari aspek kemudahan penggunaan paket layanan informasi ini sangat mudah digunakan dengan skor rata-rata 3. Dari aspek kemenarikan, paket ini menarik dengan skor rata-rata 3. Adapun dari aspek ketepatan paket ini sangat tepat untuk digunakan oleh siswa dan konselor dalam memberikan layanan informasi studi lanjut dengan skor rata-rata 3,8. Berdasarkan penilaian ahli Media Pembelajaran, paket layanan informasi ini sangat berguna bagi siswa dan konselor dalam memberikan informasi tentang studi lanjut dengan skor rata-rata 4. Dilihat dari aspek kemudahan penggunaan paket layanan informasi ini sangat mudah digunakan dengan skor rata-rata 4. Dari aspek kemenarikan, paket ini sangat menarik dengan skor rata-rata 4. Adapun dari aspek ketepatan paket ini sangat tepat untuk digunakan oleh siswa dan konselor dalam memberikan layanan informasi studi lanjut dengan skor rata-rata 4. Berdasarkan hasil uji kelompok kecil di SMA Negeri 1 Sumenep dengan subyek siswa, diperoleh data 94,58% paket sangat sesuai dan baik untuk digunakan oleh siswa SMA. Dari subyek konselor paket dari aspek kegunaan skor rata-rata 4 (sangat berguna) dari aspek kemudahan skor rata-rata 3,14 (sangat mudah), dari aspek kemenarikan skor rata-rata 3.67 (sangat menarik) dari aspek ketepatan skor rata-rata 3,5 (sangat tepat). Dari analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa produk akhir berupa Paket Layanan Informasi Perencanaan Studi Lanjut sangat baik untuk digunakan oleh konselor maupun siswa di SMA. Dari hasil penelitian, disarankan (1) Konselor sebagai pelaksana kegiatan memanfaatkan Paket Layanan Informasi Perencanaan Studi Lanjut untuk Siswa SMA sebagai media dalam pemberian dan penyampaian informasi mengenai studi lanjut kepada siswa yang membutuhkan sehingga dapat mempermudah kinerja konselor dalam penyampaian informasi, (2) kepala sekolah memanfaatkan Paket Layanan Informasi Perencanaan Studi Lanjut untuk Siswa SMA sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, dan (3) Paket Informasi Perencanaan Studi Lanjut, disarankan digunakan siswa SMA sebagai salah satu faktor pertimbangan dari berbagai faktor yang lain dalam menentukan pilihan jurusan di perguruan tinggi sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya.

Pengembangan media audio pembelajaran bahasa Indonesia untuk siswa tunanetra kelas V semester I di Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Kedungkandang Malang / Betty Fagi Tarani

 

Kata kunci: Pengembangan, Media Audio, Bahasa Indonesia, Tunanetra. Media audio merupakan salah satu media pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam pembelajaran, terutama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada kompenen kemampuan mendengarkan. Berdasarkan hasil observasi di SDLBN Kedungkandang Malang pada siswa tunanetra kelas V semester I dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, guru mengalami kesulitan untuk menyampaikan materi tentang mendengarkan. Selama ini siswa hanya diminta untuk membaca (Braille) dalam materi mendengarkan cerita agar siswa benar-benar mampu memahami materi. Padahal, dalam ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen berbahasa dan kemampuan bersastra, yang salah satunya yaitu aspek mendengarkan. Sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan belum tercapai dengan baik karena proses pembelajaran di kelas tidak sesuai dengan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Oleh sebab itu, media audio rekaman dijadikan pilihan untuk digunakan sebagai media pembelajaran, karena media audio dapat menyajikan pesan yang menarik bagi siswa tunanetra yang sebagian besar informasi dari lingkungan dapat diterima melalui pendengaran. Pengembangan media audio pembelajaran ini bertujuan: (1) Menghasilkan media audio pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat dipakai untuk membantu siswa tunanetra dalam menerima atau menangkap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru melalui media audio rekaman pembelajaran, (2) Menghasilkan media audio pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah pembelajaran terkait dengan kesulitan guru dalam memberikan penjelasan materi mendengarkan cerita kepada siswa tunanetra secara jelas/konkrit. Media audio pembelajaran ini mempunyai kelebihan, yaitu, (1) dapat dipakai sesuai jadwal dan guru dapat mengontrolnya, (2) dapat menimbulkan suasana, perilaku dan berbagai kegiatan, (3) efisien dalam mengajarkan bahasa, (4) menjadikan pelajaran lebih kongkret dan (5) dapat digunakan untuk pengajaran mandiri dan memberikan penguatan sesuai dengan kemampuan. Sedangkan kelemahan dari media ini adalah (1) jika digunakan dalam waktu yang lama akan membosankan, dan (2) perbaikan dituntut reproduksi rekaman baru, sehingga membutuhkan waktu dan biaya. Hasil pengembangan media audio rekaman pembelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang mendengarkan cerita rakyat di SDLBN Kedungkandang Malang ini memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai tingkat kevalidan 89,2%, ahli materi mencapai tingkat kevalidan 89,2%, dan uji responden (siswa) mencapai tingkat kevalidan 85%. Berdasarkan hasil pengembangan telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media audio pembelajaran Bahasa Indonesia tentang mendengarkan cerita rakyat “Asal Usal Usul danau Toba” untuk Tunanetra kelas V Semester I SDLBN Kedungkandang Malang, valid/layak digunakan sebagai media pembelajaran. Pengembang menyarankan agar media audio pembelajan ini dapat diterapkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia dan guru harus menyesuaikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Bahasa Indonesia dengan kegiatan belajar mengajar di kelas, sebelum menggunakan media audio rekaman guru harus mempelajari petunjuk pemanfaatan dan melaksanakan sesuai petunjuk secara berurutan, dan guru harus menguasai cara memutar CD audio pada CD player agar pemanfaatan media dalam pembelajaran berjalan lancar.

Analisis kualitas isi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada mata diklat akuntansi berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) / Afriyani

 

Kata kunci: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Manusia hidup membutuhkan pendidikan guna meningkatkan sumber daya yang dimiliki sebagai pelaksana pembangunan. Dengan adanya pendidikan yang berkualitas dapat menentukan kualitas bangsa agar tidak tertinggal oleh bangsa lain. Untuk itu, pembaharuan pendidikan sangat dibutuhkan dan menjadi tuntutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pembaharuan pendidikan dapat dilakukan dengan perubahan kurikulum. Kurikulum yang dpakai saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP. KTSP mulai diberlakukan secara berangsur-angsur pada tahun ajaran 2006/2007. Perubahan kurikulum menimbulkan banyak permasalahan, antara lain belum siapnya guru dalam melaksanakan aturan-aturan dalam kurikulum baru. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas isi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru mata diklat Akuntansi sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Penelitian ini terkait dengan tugas guru yang terdiri dari tiga hal, yaitu: perencanaan kegiatan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan evaluasi yang sesuai dengan KTSP Subyek penelitian ini adalah guru mata pelajaran Akuntansi di SMK dan SMA yang berjumlah 5 orang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar analisis dokumen RPP dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis isi (content analysis), yang digunakan untuk menganalisis penjabaran isi setiap komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru mata diklat Akuntansi yang kemudian dikelompokkan ke dalam 3 kategori yaitu sesuai, kurang sesuai dan tidak sesuai berdasarkan ketentuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru mata diklat Akuntansi cukup bervariasi yaitu: ada yang sesuai, kurang sesuai dan bahkan tidak sesuai dengan ketentuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam menjabarkan tiap-tiap komponennya. Hal ini dapat dilihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru mata diklat Akuntansi yang dijadikan subjek dalam penelitian ini. Hambatan-hambatan yang dialami guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), diantaranya guru mengalami kesulitan dalam menjabarkan indikator karena guru sulit menentukan kata kerja operasional. Selain itu, guru juga merasa kesulitan dalam memilih metode pembelajaran yang tepat karena minimnya pengetahuan tentang metode pembelajaran dan kurang tersedianya fasilitas untuk menerapkan metode pembelajaran. Dari penelitian ini, penulis memberikan beberapa catatan sebagai saran yang bisa digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penelitian ini, adalah sebagai berikut : (1) Untuk guru, hendaknya guru memahami dengan baik mengenai penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan standar ketentuan dalam menjabarkan setiap komponennya. Apabila ada kesulitan hendaknya bertanya kepada guru yang lain. Selain itu, guru diharapkan mengikuti kegiatan seminar pendidikan untuk meningkatkan profesionalitasnya dan juga membaca referensi mengenai model-model pembelajaran inovatif. (2) Untuk peneliti selanjutnya dengan topik yang sama diharapkan agar penelitian yang akan dilakukan disesuaikan dengan isi silabus. Selain itu, hendaknya instrumen juga disesuaikan dengan prinsip penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan diharapkan melakukan wawancara setelah melakukan analisis terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Alat karakterisasi perubahan resistansi terhadap perubahan temperatur berbasis mikrokontroler dengan tampilan komputer melalui Antarmuka RS232 / Robbie Nur Rachman

 

Kata Kunci: intstrumen, karakterisasi, resistansi, suhu. Laboratorium Fisika Material Program Studi Fisika Universitas Negeri Malang memiliki alat ukur temperatur dan alat ukur resistansi yang keduanya terpisah dan pengambilan datanya dilakukan dengan mencatat hasil data yang ditampilkan alat ukur. Mengukur perubahan resistansi terhadap pengaruh perubahan suhu ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan Ohm Meter. Karena kebanyakan konduktor berubah 10-3 kali hambatan semula tiap perubahan temperatur sebesar 1°C. Melihat kebutuhan tersebut peneliti bertujuan mengembangkan alat ukur resistansi yang dapat mengukur perubahan resistansi dengan ketelitian 10-3 kali resistansi semula, mengembangkan alat ukur resistansi yang dapat mengukur perubahan resistansi dan perubahan temperatur dengan menampilkan hasil ukur keduanya dalam sebuah grafik, mengembangkan alat ukur resistansi dan suhu berbasis mikrokontroler ditunjang dengan komputer yang praktis, murah, dan kompatibel dengan sistem antarmuka komputer yang ada sekarang, mengukur karakteristik perubahan resistansi terhadap perubahan temperatur pada bahan. Sistem pengukur resistansi menggunakan metode penguat Wheatstone bridge dan difference amplifiers. Sedangkan pengukuran temperatur menggunakan IC LM35 yang kemudian dikuatkan dengan menggunakan penguatan tak membalik. Resistansi meter (resistance meter) dan temperatur meter (temperature meter) akan digunakan pada penelitian struktur dan sifat bahan yang mempunyai hambatan di bawah 1kΩ. Telah dirancang dan diimplementasikan sebuah resistansi meter dan temperatur meter dan digunakan untuk mengukur karakterisasi perubahan resistansi terhadap perubahan temperatur sebuah bahan. Pembuatan sistem meliputi pembuatan resistansi meter untuk mengukur perubahan resistansi yang berubah 10-3 kali hambatan semula dan temperatur meter untuk mengukur temperatur dalam renge +2°C sampai dengan +150°C . Sistem terdiri atas mikrokontroler berbasis ATmega8, antarmuka menggunakan RS232, pengukur resistansi dengan penguat jembatan Wheatstone dan difference amplifiers, dan pengukur temperatur. Sistem dirancang untuk mengukur dan menampilkan hasil pengukuran pada komputer melalui port komunikasi serial RS232. Resistansi meter dan temperatur meter dikalibrasi pada setiap bagiannya dan diuji untuk mengukur karakterisasi perubahan resistansi terhadap perubahan temperatur pada bahan yang mempunyai resistansi dibawah 1kΩ.

Peran Dinas Peternakan Kabupaten Blitar daam pemberdayaan masyarakat (studi kasus tentang pemberdayaan peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar) / Haris Ikbal Faro'id

 

Kata kunci : Peran, pemberdayaan masyarakat, peternakan ayam. Penduduk di Kecamatan Kanigoro sebagian besar mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan ada yang mendirikan peternakan ayam. Meskipun mata pencaharian pokok masyarakat sebagai petani, tetapi dengan wilayah lahan tanah yang luas, maka masyarakat memanfaatkan lahan tanah yang ada menjadi kandang ayam untuk dijadikan peternakan ayam. Kecamatan Kanigoro memiliki ciri banyak masyarakat yang mendirikan peternakan ayam. Gotong royong masyarakat benar-benar telah di manifestasikan secara efektif didalam peternakan ayam. Oleh karena itu Kecamatan Kanigoro memiliki potensi yang diantaranya pemasaran hasil produksi, petani, transportasi, komunikasi, dan peternakan ayam. Berdasarkan latar belakang di atas dapat dikemukakan beberapa rumusan masalah diantaranya: (1) Bagaimana usaha peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar; (2) Bagaimana proses pemberdayaan peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar; (3) Bagaimana peran Dinas Petrnakan Kabupaten Blitar dalam proses pemberdayaan peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Tujuan dari penelitian ini diantaranya: (1) Mendeskripsikan usaha peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar; (2) Mendeskripsikan proses pemberdayan peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar; (3) Mendeskripsikan peran Dinas Peternakan Kabupaten Blitar dalam proses pemberdayaan peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Sumber data dalam penelitian ini adalah pengusaha Peternakan ayam, Pemerintah Desa, Masyarakat Desa dan Dinas Peternakan Kabupaten Blitar.Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam ,observasi partisipatif, dan dokumentasi. Prosedur analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi data. Temuan penelitian menunjukkan: (1) usaha peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar mulai berdiri tahun 1980. Tokohnya Mashudi, Bu Mahfud, Bu Siti Munawaroh. Proses usaha peternakan ayam meliputi modal, teknis dan pengadaan bibit. Dampak usaha peternakan ayam adalah kesejahteraan masyarakat; (2) proses pemberdayaan peternakan ayam di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar meliputi modal sendiri dan pinjaman dari Bank. Keterampilan dapat diperoleh dengan belajar sendiri yang akan dikembangkan menjadi teknis. Pihak lain yang terlibat adalah angota keluarga, karyawan, peternakan lain dan mitra kerja. Mendapatkan bahan baku berupa bibit dan pakan. Pemasaran dengan dibeli oleh mitra usaha; (3) peran Dinas Peternakan Kabupaten Blitar dalam proses pemberdayaan peternakan ayam di kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar ini memberi pelatihan, pembinaan, bantuan modal, bantuan teknis, dan pemasaran hasil Produksi. Berdasarkan temuan penelitian di atas, saran yang diajukan adalah sebagai berikut: (1) seharusnya peternakan ayam itu mendirikan organisasi usaha peternakan ayam. Dengan adanya organisasi peternakan ayam maka akan kuat hubungan peternakan satu dengan peternakan yang lain; (2) perlu diadakan lagi penelitian tentang topik, lokasi yang sama sehingga dapat lebih mengetahui tentang masyarakat yang mendirikan peternakan ayam; (3) agar masyarakat yang mendirikan peternakan ayam ini tetap eksis dan warga masyarakat di kecamatan Kanigoro, pemerintah setempat menjaga dan mengembangkan potensi usaha peternakan ayam dengan mengadakan pembinaan serta memberikan perhatian yang lebih serius.

Pengaruh resiko sistematis, economic value added, dan profitabilitas terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2008-2009 / Andris Dinar Wijaya

 

Kata Kunci: risiko sistematis, economic value added, return on asset, return saham Penelitian ini dilatarbelakangi dengan pemikiran bahwa investor ingin mendapatkan keuntungan dari investasinya sehingga investor dapat melihat informasi dari faktor eksternal maupun faktor internal perusahaan. Faktor eksternal perusahaan adalah risiko sistematis, risiko ini disebabkan pajak, suku bunga, dan kebijakan pemerintah dan faktor internal merupakan analisis keuangan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh risiko sistematis, economic value added, dan return on asset terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2009-2009 Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dan analisis data bersifat kuantitatif dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 35 perusahaan. Data penelitian ini meliputi laporan keuangan perusahaan dan data indeks harga saham selama periode 2008-2009. Analisis data kuantitatif agar dapat digunakan, diuji dengan uji asumsi klasik kemudian dapat dilakukan analisis regresi linier berganda dengan uji hipotesis secara parsial (uji t) dan uji hipotesis secara simultan (uji F). Pengolahan data yang dilakukan peneliti dibantu dengan program SPSS 17 for Windows. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa risiko sistematis berpengaruh positif secara parsial terhadap return saham dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sedangkan untuk variabel economic value added (EVA) dan return on asset (ROA) tidak berpengaruh secara parsial terhadap return saham dengan nilai signifikansi masing-masing variabel sebesar 0,457 > 0,05 dan 0,513 > 0,05. Tetapi secara simultan variabel risiko sistematis, economic value added (EVA) dan return on asset (ROA) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Penulis dapat menyimpulkan bahwa untuk mendapatkan return saham yang tinggi, para investor juga harus memperhitungkan risiko yang akan dihadapi. Meskipun hasil penelitian variabel economic value added dan return on asset tidak signifikan tetapi dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk melakukan investasi karena economic value added dan return on asset memperhitungkan kinerja suatu perusahaan. Penelitian ini memberikan saran untuk meneliti lebih jauh tentang faktor eksternal perusahaan dengan variabel suku bunga, pajak, kebijakan moneter dan harga saham pada penelitian selanjutnya.

Dampak fluktuasi indeks harga saham dan ekspor netto terhadap kurs rupiah pada masa krisis global / Fatoni

 

Kata kunci: indeks harga saham, ekspor netto, krisis global, kurs rupiah. Kurs atau nilai tukar memiliki peranan yang penting bagi perekonomian suatu negara. Apresiasi dan depresiasi nilai tukar mata uang suatu negara akan sangat mempengaruhi aktivitas dan stabilitas perekonomian negara tersebut. Pada tahun 2008 dunia dikejutkan dengan krisis finansial yang dialami oleh Amerika Serikat. Krisis tersebut bermula dari kerugian surat berharga property atau yang biasa disebut subprime mortgage yang dialami oleh lembaga-lembaga keuangan Amerika Serikat. Krisis ini pada akhirnya menjadi krisis keuangan global yang ikut mempengaruhi perekonomian negara-negara lain di seluruh dunia termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari fluktuasi nilai indeks harga saham dan ekspor netto yang terjadi pada saat krisis global terhadap kurs rupiah. Penelitian dirancang menggunakan metode kuantitatif dan termasuk dalam jenis penelitian korelasional. Data penelitian penelitian merupakan data sekunder dan diperoleh dengan menggunakan instrumen check list. Data yang terkumpul dianalisis secara matematis dengan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi indeks harga saham berhubungan searah dengan kurs rupiah dan tidak berdampak signifikan, fluktuasi ekspor netto memiliki hubungan yang negatif dengan kurs rupiah dan berpengaruh signifikan, krisis global memiliki hubungan yang positif dengan kurs rupiah dan berdampak signifikan. Secara umum fluktuasi nilai indeks harga saham, ekspor netto, dan krisis global secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap kurs rupiah. Saran penulis bahwa lembaga Universitas Negeri Malang hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi, kepustakaan, dan diharapkan dapat menjadi sumbangan bagi kepentingan atau perkembangan lembaga, terutama dalam bidang kajian permasalahan ekonomi. Peneliti selanjutnya hendaknya mampu menjelaskan secara lebih rinci mengenai hubungan masing-masing variabel terikat terhadap kurs rupiah dan bagi lembaga penentu kebijakan hendaknya hasil penelitian ini dijadikan referensi dan juga rujukan bahan pertimbangan saat terjadi krisis global di masa yang akan datang.

Pengaruh reengineering sumber daya manusia terhadap kinerja karyawan (studi pada PT. Aneka Tirta Sukoindo Sukorejo) / Yunita Misrani

 

Kata kunci : Reengineering, restrukturisasi organisasi, downsizing, kinerja. Persaingan kuat yang menyertai globalisasi dan perkembangan teknologi telah memberikan kebebasan memilih yang luas kepada masyarakat pengguna. Mereka menjadi semakin cerdas dalam menentukan pilihan, hanya produk yang mempunyai keunggulan biaya, kualitas layanan, dan kecepatan yang akan mereka pilih. Hal ini hanya bisa dicapai jika perusahaan dapat melakukan efektivitas untu meningkatkan kinerja bisnis mereka. Alternatif yang dapat dilakukan perusahaan dalam menghadapi permasalahan tersebut adalah reengineering atau perombakan secara besar-besaran terhadap bisnis yang dijalankan. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan mencapai posisi terdepan dalam persaingan, yaitu dengan membangun kompetensi inti ( core competitive ) sebagai sumber keunggulan kompetitif yang berkesinambungan. Target reengineering SDM berkaitan dengan penekanan biaya, peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan, dan perubahan budaya perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh restrukturisasi organisasi dan perampingan karyawan (downsizing) terhadap kinerja karyawan di PT. Aneka Tirta Sukoindo, Sukorejo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis explanatory dengan fokus penelitian pada kejadian lampau (expos factor). Dalam penelitian ini, populasi yang akan diteliti adalah 131 orang karyawan PT. Aneka Tirta Sukoindo. Sedangkan sampel yang diambil sebanyak 99 orang. Proses pengambilan sampel menggunakan metode sample random sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner, kemudian dilakukan scoring dengan menggunakan skala Likert. Hasil scoring tersebut kemudian dianalisis secara statistik. Analisis data menggunakan analisis inferensial yaitu dengan teknik regresi linear berganda. Teknik analisis kualitatif juga digunakan untuk melakukan penarikan kesimpulan sebagai interpretasi dari hasil perhitungan statistik, dan hubungannya dengan variabel-variabel yang diteliti. Dalam teknik ini akan diketahui implikasi hasil jika dibandingkan dengan teori-teori reengineering SDM. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan beberapa hal antara lain : restrukturisasi organisasi (X1) dan perampingan karyawan (X2) memiliki pengaruh yang positif terhadap peningkatan kinerja karyawan (Y). Dalam hal ini perampingan karyawan memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap kinerja karyawan dibandingkan dengan restrukturisasi organisasi. Restruktrusisasi organisasi yang diterapkan ternyata memiliki kontribusi yang tidak lebih besar dari perampingan karyawan, sehingga untuk menunjang misi organisasi yang mengedepankan efisien dan efektivitas, fungsi staf pusat perlu lebih dimaksimalkan dengan melakukan perluasan tugas (job enlargement) dan pengayaan tugas (job enrichment) yang sesuai dengan jabaran tugas (job description) mereka. Reengineering perlu dilakukan perusahaan untuk meningkatkan efisien dan efektifitas organisasi yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan, penekanan biaya, dan perbaikan budaya organisasi.

Pengaruh lingkungan kerja fisik, psikologi dan sosial terhadap semangat kerja melalui keselamatan dan kesehatan kerja (studi pada PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang) / Kartika Chandra Putri Andriani

 

Kata Kunci: Lingkungan Kerja Fisik, Lingkungan Kerja Psikologi dan Sosial, Keselamatan dan Kesehatan, Semangat Dalam lingkungan perusahaan, masalah keselamatan kerja adalah penting karena dengan lingkungan kerja yang aman, tenang dan tentram, maka orang yang bekerja akan bersemangat dan bekerja secara baik sehingga hasil kerjanya pun memuaskan. Demikian pula dengan masalah kesehatan kerja, kesehatan kerja yang baik akan membuat karyawan bekerja dengan baik karena karyawan merasa nyaman dalam menjalankan tugasnya, sebaliknya apabila lingkungan kerja kurang baik misalnya penerangan kurang, kebersihan yang tidak terjaga dan suhu sangat panas akan mengakibatkan semangat kerja yang menurun. Keselamatan, kesehatan dan lingkungan kerja yang baik menimbulkan rasa senang bagi karyawan dan dapat mempengaruhi karyawan agar dapat bekerja lebih giat dan semangat. Adanya semangat kerja yang tinggi diharapkan produktivitas kerja dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan akan meningkat, sehingga tujuan perusahaan akan tercapai dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja fisik, psikologi dan sosial terhadap semangat kerja melalui keselamatan dan kesehatan kerja pada PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang. Penelitian ini dilaksanakan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang pada bulan September-Oktober 2010. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan bagian produksi PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang yang berjumlah 75 orang, sedangkan sampelnya diambil sebanyak 64 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu lingkungan kerja fisik (X1), lingkungan kerja psikologi dan sosial (X2), variabel intervening yaitu keselamatan dan kesehatan kerja (Z), dan variabel terikat semangat kerja (Y). Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga untuk uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (Path Analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung antar variabel. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara lingkungan kerja dari segi fisik terhadap keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang, (2) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara lingkungan kerja dari segi psikologi dan sosial terhadap keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang, (3) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara lingkungan kerja dari segi fisik terhadap semangat kerja karyawan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang, (4) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara lingkungan kerja dari segi psikologi dan sosial terhadap semangat kerja karyawan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang, (5) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara keselamatan dan kesehatan kerja karyawan terhadap semangat kerja karyawan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang, (6) Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan antara lingkungan kerja dari segi fisik terhadap semangat kerja karyawan melalui keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di PR. Galuh Perkasa Wagir-Malang, dan (7) Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan antara lingkungan kerja dari segi psikologi dan sosial terhadap semangat kerja karyawan melalui keselamatan dan kesehatan kerja

Analisis faktor-faktor yang menentukan keputusan berkunjung di Wisata Arung Jeram Regulo Kabupaten Probolinggo / Vinda Eka Yuwanita

 

Kata Kunci: Analisis Faktor, Keputusan Berkunjung Pada sektor pariwisata pada saat ini sudah menjadi tumpuan harapan pemasukan yang disebut industri pariwisata. Indonesia memiliki aset wisata yang sangat banyak hampir disetiap daerah mempunyai tempat wisata. Dalam melakukan kegiatan wisata, biasanya para wisatawan mempunyai banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan untuk berkunjung. Faktor tersebut bisa berupa faktor objek wisata dimana suatu tempat wisata yang biasa dikunjungi karena keindahan alam dan pada wisata tersebut mempunyai nilai-nilai sejarah dan objek wisata merupakan suatu produk dari suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dari faktor produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, bukti fisik terhadap keputusan berkunjung, serta untuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan berkunjung di wisata arung jeram regulo Kabupaten Probolinggo. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengunjung wisata arung jeram regulo di Kabupaten Probolinggo. Populasi dalam penelitian ini termasuk dalam populasi yang tidak bisa ditentukan jumlahnya (Infinite population). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Accidental sampling dengan menggunakan rumus Daniel dan Terrel dihasilkan jumlah sampel 140 responden. Sedangkan skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa diantara faktor produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, bukti fisik, faktor bukti fisik adalah faktor yang paling dominan di dalam mempengaruhi keputusan berkunjung di wisata arung jeram regulo Kabupaten Probolinggo. Karena memiliki nilai eigen value tertinggi sebesar 10,964 dibandingkan dengan faktor lainnya. Saran yang diberikan penulis guna untuk kemajuan wisata arung jeram regulo di Kabupaten Probolinggo adalah (a) Bagi pemerintah, Meningkatkan pelayanan jasa sebagai prioritas utama dalam membentuk pengunjung yang loyal seperti membantu dalam perbaikan jalan menuju start yang masih kurang maksimal, memberikan atau menambah papan petunjuk sehingga pengunjung yang baru pertama kali datang tidak bingung, (b) Bagi manajemen, Menciptakan total customer saticfaction seperti memperbaiki bukti fisik, pelayanan yang diberikan kepada pengunjung lebih ditingkatkan, pembaharuan fasilitas sehingga pengunjung yang datang beberapa kali tidak bosan dengan mendalami faktor¬faktor yang menentukan keputusan berkunjung, sehingga harapan untuk memiliki pelanggan yang loyal akan tercapai, (c) Bagi pengunjung, Memberikan kerjasama yang baik seperti menjaga kebersihan lokasi wisata arung jeram regulo, menyampaikan kepada karyawan keluhan yang dirasakan sehingga managemen atau karyawan dapat memperbaiki tingkat layanan yang diberikan, (d) Bagi peneliti yang akan datang, Untuk medapatkan hasil penelitian yang lebih umum maka perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan analisis pada tempat wisata yang sejenis pada perusahaan yang berbeda sehingga dapat menggambarkan hasil penelitian secara umum.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 |