Studi dekriptif hasil pengajaran drama siswa kelas II SMA Negeri se Kodya Malang
oleh Luqman Hakim

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi sumber daya alam kelas III di SDN Kemulan 02 Turen / Mochamad Eko Budi Prastyo

 

Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif NHT, Hasil Belajar, Motivasi Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi dan hasil belajar beserta implementasi penerapan pembelajaran kooperatif model NHT pada siswa kelas III mata pelajaran IPA materi Sumber Daya Alam. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Siklus I dan Siklus II ditempuh selama 2 kali pertemuan. Strategi Pengumpulan data untuk mendukung penelitian tersebut dengan menggunakan instrumen penelitian sebagai berikut : (1) Observasi, (2) Tes Hasil Belajar, (3) Wawancara, (4) Angket (5), Dokumentasi. Subyek penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2010/2011 mata pelajaran IPA materi Sumber Daya Alam yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2011. Hasil penelitian penerapan pembelajaran kooperatif model NHT dalam pembelajaran IPA materi Sumber Daya Alam di SDN Kemulan 02 Turen Malang adalah sebagai berikut : (1) Motivasi belajar siswa selama penerapan pembelajaran NHT yang berlangsung pada siklus I dan Siklus II mengalami peningkatan rata - rata, yaitu pada siklus I sebesar 68,73 % dengan klasifikasi cukup dan pada siklus II sebesar 86,88 % dengan klasifikasi sangat baik dan ada selisih peningkatan sebesar 18,15 %. (2) Hasil observasi terhadap tindakan guru menunjukkan bahwa pada siklus I dari 22 indikator yang disusun peneliti menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan guru sebesar 77,27% dan pada siklus II meningkat menjadi 90,90%. (3) Hasil Belajar siswa menunjukkan kenaikan rata - rata pre test dan post test. Pada siklus I, nilai rata-rata pre test sebelum menggunakan pembelajaran kooperatif model NHT adalah 61,87 dengan klasifikasi cukup. Secara klasikal siswa yang tuntas belajar berjumlah 22 siswa (68,75%) dan yang tidak tuntas belajar sejumlah 10 siswa (31,25%). Setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model NHT , nilai rata - rata post test siswa meningkat menjadi 70,93 dengan klasifikasi baik. Sedangkan pada siklus II, hasil belajar siswa menjadi lebih baik daripada siklus I. Dimana rata - rata pre test sebesar 65,62 dengan klasifikasi cukup dan meningkat pada post test menjadi 78, 43 dengan klasifikasi baik. Secara klasikal siswa yang tuntas belajar berjumlah 29 siswa (90,62%) dan yang tidak tuntas belajar berjumlah 3 siswa (9,37%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketuntasan belajar klasikal pada siklus II sudah terpenuhi karena persentase ketuntasan belajar siswa melebihi 85 % Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut : (1) Guru kelas III dapat menggunakan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) sebagai alternatif dalam kegiatan belajar mengajar mata pelajaran IPA sehingga kegiatan belajar mengajar dapat lebih optimal. (2) Perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar dengan memodifikasi desain atau rancangan penelitian, misalnya penelitian eksperimen sehingga diperoleh pembuktian empirik yang lebih tinggi.

Sejarah pendidikan di Jawa masa lalu (analisis pendidikan masa Hindu/Budha sampai masa Islam)
oleh Pariyono

 

Mantra in Baliantn in the Dayak Kanayatn society / by Regina

 

Pengembangan silabus mata kuliah ketrampilan membaca (lesen) untuk mahasiswa peserta kuliah bahasa Jerman / oleh Sawitri Retnantiti

 

Pengaruh pemahaman auditor tentang risiko audit, good governance, dan sistem pengendalian mutu KAP terhadap perencanaan audit pada kantor akuntan publik di Kota Malang / Kiky Sarra Apsari

 

Kata kunci: perencanaan audit, manajemen laba, good corporate governance, sistem pengendalian mutu KAP. Auditor independen diperlukan bagi pemakai laporan keuangan untuk meyakinkan keandalan laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen perusahaan. Auditor indepeden juga memegang peranan penting dalam masyarakat karena mengurangi risiko informasi atau asimetri informasi. Asimetri informasi antara manajemen dan pemilik dapat memberikan kesempatan kepada manajer untuk melakukan manajemen laba. Manajemen laba merupakan salah satu risiko yang harus ditanggung auditor selama melakukan penugasan. Untuk melakukan audit secara memadai dan meminimalkan risiko audit, auditor independen harus memahami entitas bisnis klien, yaitu salah satunya dengan memeriksa laporan corporate governance perusahaan. Corporate governance yang efektif dan tidak terjadinya manajemen laba semakin memudahkan pekerjaan auditor independen yang tercermin dalam waktu lamanya perencanaan audit. Selain faktor risiko manajemen laba dan corporate governance yang berasal dari pihak intern perusahaan, kebijakan dan prosedur dari sistem pengendalian mutu KAP juga berpengaruh terhadap efektif tidaknya perencanan audit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara manajemen laba, good corporate governance, dan sistem pengendalian mutu KAP terhadap perencanaan audit. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada KAP di kota malang. Jenis data yang digunakan yaitu data ordinal yang kemudian dirubah menjadi data interval. Setelah kuesioner yang disebarkan telah terkumpul, dipilih untuk memenuhi kriteria sampel (metode purposive sampling). Respon rate sampel yang dapat dianalisis sebesar 61,5%. Data dari kuesioner yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode regresi linier dengan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sistem pengendalian mutu KAP yang memiliki hubungan terhadap perencanaan audit, sedangkan manajemen laba dan good corporate governance tidak memiliki hubungan terhadap perencanaan audit. Hasil R square menunjukkan bahwa pengaruh ketiga variabel secara simultan sebesar 66,8%. Dari ketiga variabel independen, sistem pengendalian mutu KAP memiliki pengaruh terbesar terhadap perencanaan audit sebesar 0,699.

Persepsi guru terhadap supervisi kolegial dalam pemantapan kerja guru dan kaitannya dengan kemampuan mengajar guru SMA Negeri Kotamadya Pontianak / oleh M. Chiar

 

Perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat industri minyak atsiri di Desa Resapombo Kecamatan Doko Kabupaten Blitar / Hermawan Setyo Wicaksono

 

ABSTRAK Wicaksono, Hermawan Setyo. 2016. Perkembangan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Industri Minyak Atsiri di Desa Resapombo Kecamatan Doko Kabupaten Blitar (1990-2015). Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. G.M. Sukamto, M.Pd., M.Si., (II) Drs. Irawan, M.Hum Kata Kunci: perkembangan, industri minyak atsiri, Desa Resapombo Desa Resapombo merupakan salah satu daerah kelompok sentra industri minyak atsiri di Kabupaten Blitar. Perkembangan industri minyak atsiri mempengaruhi berbagai segi kehidupan masyarakat, baik dari segi sosial maupun ekonomi. Industri ini muncul pada tahun 1990 dan mengalami perkembangan sampai sekarang. Perkembangan industri minyak atsiri mengalami berbagai perubahan pada teknologi dan proses penyulingan terutama dipengaruhi oleh ketersediaan bahan baku.Penulis tertarik untuk mengkaji tema ini karena ingin mengetahui perubahan-perubahan pada masyarakat industri minyak atsiri di Desa Resapombo baik dari segi sosial maupun ekonomi yang dipengaruhi oleh perkembangan industri minyak atsiri. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah(1) bagaimana karakteristik industri minyak atsiri di Desa ResapomboKecamatan Doko Kabupaten Blitar; dan (2) bagaimana perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat industri minyak atsiri di Desa ResapomboKecamatan Doko Kabupaten Blitar(1990-2015). Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah untuk menjawab pertanyaan tersebut. Metode penelitian sejarah meliputi pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara terhadap informanyang sesuai dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) keberadaan industri minyak atsiri di Desa Resapombo memiliki karakteristik yang berbeda daripadaindustri minyak atsiri di wilayah lain. Karakteristik tersebut berdasarkan pada lokasi industri, modal, teknologi penyulingan, tenaga kerja, bahan baku, proses produksi, dan pemasaran produk. Industri ini berperan terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan taraf perekonomian masyarakat. Pemerintah daerah melakukan pelatihan dan pemberian bantuan alat penyulinganuntuk mengembangkan industri ini; (2)perkembangan industri minyak atsiri mempengaruhi kehidupan sosialekonomi masyarakatsekitar industri minyak atsiri.Perubahan yang terjadi dalam perkembangan industri minyak atsiripada tahun 2001 melimpahnya bahan baku masih diproses dengan teknologi sederhana, tahun 2010 penyulingan telah menggunakan ketel stainless steel sehingga kualitas dan kapasitas produksi meningkat, tahun 2013 terjadi kelangkaan bahan baku yang mengakibatkan penurunan industri. Kehidupan masyarakat yang mengalami perubahan antara lain sistem teknologi dan pengetahuan, organisasi sosial, pola interaksi, mata pencaharian,serta pendapatan masyarakat. Berdasarkan penelitian ini, diharapkan pemilik industri minyak atsiri, Dinas Perindustrian Kabupaten Blitar, dan masyarakat sekitar dapat mengembangkan dan terus menjaga keberlangsungan industri minyak atsiri di Desa Resapombo. Peneliti selanjutnyadiharapkan melakukan penelitian padaperanjaringan sosial industridalam menangani masalah kelangkaanbahan baku.

Peluang pendidikan luar sekolah dalam wajib belajar pendidikan dasar di wilayah kecamatan Kedungkandang kotamadya Malang / oleh Ahmad Mutadzakir

 

Penuturan cerita rakyat Waropen Irian Jaya: kajian etnografi komunikasi / oleh Dharmojo

 

Nilai nyanyian rakyat masyarakat Kaili di kabupaten Donggala Sulawesi Tengah / oleh Gazali

 

Modernitas dan gaya kepemimpinan kepala SMA dan Madrasah Aliyah daerah kabupaten Jombang / oleh Abd. Halim Iskandar

 

Pengembangan model sosiodrama untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa SMA / Midkhol Huda

 

Kata kunci : Pengembangan, model sosiodrama, rasa percaya diri. Sosiodrama adalah permainan peranan yang ditujukan untuk memecahkan masalah sosial yang timbul dalam hubungan antar manusia. Selain itu sosiodrama sebagai metode yang berarti untuk suatu rencana penyajian materi bimbingan yang didalamnya seorang guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu di dalam kehidupan masyarakat sosial. Sosiodrama merupakan salah satu teknik pembelajaran yang dapat dikembangkan secara menarik untuk diterapkan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan latar belakang di atas maka tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan model sosiodrama dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa SMA. Rancangan penelitian ini adalah penelitian pengembangan prosedural dengan mengadaptasi langkah-langkah dari Borg dan Gall. Langkah-langkah dari Borg dan Gall yang diadaptasi dalam penelitian ini meliputi, menentukan potensi dan masalah penelitian, mengumpulkan informasi, mendesain produk, validasi desain, perbaikan atau revisi desain, uji lapangan, dan revisi produk. Penelitian ini dilakukan di SMAN 8 Malang. Dari hasil perhitungan uji ahli bimbingan dan konseling secara keseluruhan, diperoleh nilai rerata 3,06. Nilai rerata 3,06 dapat diinterpretasikan bahwa panduan sosiodrama untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa SMA ini sangat baik. Dari hasil perhitungan secara keseluruhan uji ahli drama, diperoleh nilai rerata 3,73. Nilai. 3,73 dapat diinterpretasikan bahwa panduan sosiodrama untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa SMA ini sangat baik bila dilaksanakan. Dari hasil perhitungan uji ahli lapangan (konselor) secara keseluruhan, diperoleh nilai rerata 2,78. Nilai. 2,78 dapat diinterpretasikan bahwa panduan sosiodrama untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa SMA ini baik bila dilaksanakan. Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Sekolah hendaknya menyediakan fasilitas ruangan yang fleksibel untuk digunakan dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan berbagai metode belajar, agar pemberian materi dengan suatu metode misalnya sosiodrama tidak mengalami hambatan, (2) Untuk pengguna produk (konselor) diharapkan untuk memahami dan mengaplikasikan panduan sosiodrama untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa SMA dan mempelajari panduan sosiodrama ini dalam pelaksanaan layanana bimbingan dan konseling, (3) Mengingat pentinganya pengembangan produk yang telah dikembangkan ini diharapkan peniliti selanjutnya dapat memperluas subjek dan wilayah penelitian dalam mengembangkan produk lanjutan dari produk ini disertai dengan dikembangkannya produk kedalam topik-topik lainya sehingga tingkat kebergunaan dari produk lebih luas.

Development and application of content-based summarizing technique in reading instruction / by Bambang Yudi Cahyono

 

Hubungan tingkat ketrampilan menggambar dan intelegensi dengan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan FPBS IKIP MALANG angkatan tahun 1992/1993 / oleh Robiyanto

 

Penerapan model make A match untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas V SDN Pandanwangi 04 Malang / Dwi Retnowati

 

Kata kunci : make a match, pembelajaran, IPA. Observasi pada hari senin 23 Januari 2010 di SDN Pandanwangi 04 kota Malang yang dilakukan di kelas V pada mata pelajaran IPA. Dapat diketahui siswa yang duduk di bangku bagian depan sedangkan siswa yang lain pasif dan tampak gelisah, terlihat dari aktivitas yang mereka lakukan, ada yang bermain dengan pensil, berantem dengan temannya, sering minta ijin ke kamar mandi dan ketika diberi soal oleh guru ada yang bergurau dan berbicara sendiri dengan teman.a rta-rata hasil berlajar siswa pun masih terbilang cukup rendah, dapat dilihat dari 24 siswa hanya 10 siswa yang nilainya berada diatas standar ketuntasan belajar atau hanya 41,6 %, sedangkan 14 siswa atau 58,3% belum memcapai ketuntasan. Siswa dikatakan tuntas jika memperoleh nilai di atas 65. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan model Make a Match, (2) aktivitas belajar siswa ketika diterapkan model Make a Match, (3) hasil belajar siswa setelah diterapkan model Make a Match. Jenis penelitian yang digunakan yaitu PTK yang tahapannya meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan, refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dari 2 siklus, masing-masing siklus 2 kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Pandanwangi 4 Malang yang berjumlah 24 siswa, terdiri dari 16 laki-laki dan 8 perempuan. Data tentang penerapan model Make a Match, aktivitas siswa diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan lembar observasi aktivitas guru menerapkan model Make a Match, lembar pengamatan aktivitas siswa, soal tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make a Match pada siklus I yaitu 87,1 dan pada siklus II 92,7. Selanjutnya aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 47,3 dan pada siklus II 56,6. Sedangkan hasil belajar siswa dilihat dari rata-rata siklus I adalah 62,8, dan pada siklus 2 yaitu 77,3. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model Make a Match dapat meningkatkan pembelajaran guru, aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas V materi pokok “Peristiwa Alam dan Dampaknya”. Peneliti menyarankan dalam penelitian selanjutnya hendaknya memperhatikan materi, khususnya pada mata pelajaran IPA.

Kerjasama fungsional antara konselor personil sekolah dan orang tua siswa dalam melaksanakan program layanan bimbingan dan konseling di smu negeri se-kotamadya Malang / oleh Heny Erawaty

 

Kompresi citra digital berbasis wavelet: Tinjauan PSNR dan ratio kompresi / Irfan Fuadi

 

Kata kunci: Kompresi citra,Psnr,Ratio Kompresi, Matlab. Citra merupakan representasi objek yang dapat memberikan informasi. Namun, adakalanya citra memiliki jumlah memori yang besar. Program ini bertujuan untuk mengkompresi memori citra. Metode yang digunakan adalah dengan teknik wavelate. Pada program ini, dibuat metode kompresi berbasis wvelate yang kualitasnya diukur secara kuantitatif dengan PSNR dan Ratio kompresi Kompresi citra digital telah diimplementasikan menggunkan wavelate Daubecies dan diuji berdasarkan parameter PSNR dan Ratio Kompresi. Kinerja jenis wavelate Daubechies db5 dibandingkan dengan jenis wavelate lainya serta pemberian level kompresi level1, level 2, level 3, level 4, level 5 untuk mengkompresi beberapa citra uji: citra Moon, citra cell, dan citra vein. Hasil empirik menunjukkan bahwa wavelate ini mampu mengkompresi dengan derajat kehalusan tertinggi pada wavelate jenis db6 level 3 untuk citra Moon memiliki nilai PSNR sebesar 55.8155dB dengan nilai ratio kompresi sebesar 94.48%. Hal ini membuktikan bahwa dia mampu menjadi algoritma kompresi yang sangat memuaskan dan menghasilkan ratio kompresi yang lebih tinggi. Parameter PSNR menunjukkan bahwa wavelet db6 level 3 menjadi yang terbaik.

Survei pelaksanaan usaha kesehatan sekolah di sekolah menengah umum se-kecamatan Tumpang
oleh Yosef St. S. Windaryanto

 

Pandangan tentang kesadaran politik generasi muda siswa sekolah menengah kesejahteraan keluarga ( smkk ) Saraswati Persit
oleh Teguh Santoso

 

Pengembangan model manajemen pelatihan PTK berbasis I1OI2 TS menggunakan IAC worsheet bagi peneliti pemula di Kabupaten Sidoarjo / Hartoyo

 

ABSTRAK Hartoyo, 2014. Pengembangan Model Manajemen Pelatihan PTK Berbasis I1OI2 TS Menggunakan IAC Worksheet Bagi Peneliti Pemula di Kabupaten Sidoarjo. Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Hendyat Soetopo,M.Pd., (II) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., (III) Prof. Dr. Ali Imron, M.Pd., M.Si. Kata kunci: pengembangan model manajemen pelatihan, PTK, I1OI2 TS, IAC Worksheet, peneliti pemula. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Permenegpan R dan B) Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, yang menuntut seorang guru menjadi pendidik profesional. Persyaratan profesional dalam hal ini adalah mampu menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif, mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif yang diaplikasikan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan Pengembangan Model Manajemen Pelatihan PTK Berbasis I1OI2 TS (I1= In Service Training 1, O=On the Job Training, I2=In Service Training 2) menggunakan IAC (Imitation of Actual Condition) Worksheet Bagi Peneliti Pemula di Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam riset ini adalah lima langkah pengembangan dari Tim Pusat Penelitian dan Kebijakan dan Inovasi (Puslitjaknov) Pendidikan. Lima langkah prosedural tersebut adalah: analisis produk yang akan dikembangkan; mengembangkan produk awal; validasi ahli; dan revisi; ujicoba lapangan skala kecil; dan ujicoba lapangan skala besar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis produk yang dikembangkan, berupa data pelaksanaan pelatihan PTK terdahulu yaitu berasal dari survey data di Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, dan tiga guru yang pernah mengikuti pelatihan tersebut, dihasilkan produk awal berupa kerangka Pedoman Manajemen Pelatihan PTK Berbasis I1OI2 TS, dan bahan ajar pelatihan IAC Worksheet. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas, dilakukan validasi produk oleh ahli manajemen pelatihan, dan ahli isi bahan ajar pelatihan PTK dalam dua putaran. Putaran pertama menilai kelengkapan produk, putaran ke dua menilai kualitas produk Pedoman Manajemen Pelatihan PTK Berbasis I1OI2 TS berfokus pada tujuh aspek yaitu: kemanfaatan, sistematika, kesesuaian, kejelasan, kebahasaan, kelayakan, dan kemutakhiran, selanjutnya produk direvisi. Untuk bahan ajar pelatihan IAC Worksheet, dinilai berdasarkan sepuluh aspek yakni: kesesuaian, sistematika, kemanfaatan, ketepatan, kemenarikan, kejelasan, kemudahan, kelayakan, kebahasaan, dan kemutakhiran, selanjutnya produk direvisi. Revisi produk diujicobakan kepada dua orang dari Dinas Pendidikan sebagai pengguna Pedoman Manajemen Pelatihan PTK tersebut, dan lima guru sebagai pengguna bahan ajar pelatihan PTK. Hasil ujicoba skala kecil tersebut selanjutnya direvisi berdasarkan masukan peserta, dan rekomendasi para ahli dengan mempertimbangkan aspek kesesuaian, kejelasan, kemudahan, keterbacaan, dan aspek kemenarikan. Hasil revisi ke empat ini selanjutnya diujicobakan dalam skala besar yang melibatkan sepuluh orang dari Dinas Pendidikan dan tiga puluh guru. Revisi terakhir berdasarkan masukan dari peserta dan saran para ahli dengan mempertimbangkan lima aspek kesesuaian, kejelasan, kemudahan, keterbacaan, dan aspek kemenarikan. Berdasarkan paparan di atas maka produk pengembangan ini direkomendasi dapat diimplementasikan. Seluruh data di atas dikumpulkan melalui angket dan pengamatan. Seluruh data dianalisis secara kualitatif untuk memberikan penjelasan-penjelasan yang dibutuhkan, dan secara kuantitatif menggunakan teknik Delphi dengan skala likert menggunakan gradasi 1-5, sehingga menghasilan konversi kualitas produk. Sedangkan untuk melihat keefektifan pelatihan digunakan analisis before after, atau T-Test. Disamping itu, dilakukan evaluasi tentang keefektifan dan relevansi pelatihan menggunakan aplikasi Kirkpatrict. Hasil Penelitian, menunjukkan bahwa produk awal perlu perbaikan pada bab III penyusunan pedoman manajemen pelatihan belum ada manajemen penyelenggaraan dan materi PTK, pada bagian awal Laporan PTK perlu dilengkapi abstrak berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Putaran ke dua disarankan pedoman ini dibuat lebih praktis, kajian teori dimasukkan di lampiran. IAC Worksheet kemenarikan sampul dan petunjuk umum perlu diperbaiki. Pada ujicoba skala kecil yang divalidasi adalah aspek kesesuaian, kejelasan, kemudahan, keterbacaan, dan aspek kemenarikan. Semua aspek yang divalidasi memperoleh nilai mulai dari tinggi sampai dengan sangat tinggi walaupun demikian judul tabel pada pedoman manajemen pelatihan cukup dicantumkan satu kali di bagian atas tabel dan kemenarikan sampul perlu diperbaiki. Ketika ujicoba skala besar yang diukur adalah aspek yang sama dengan ujicoba skala kecil, maka hasil penilaian responden baik di pedoman manajemen pelatihan PTK maupun bahan ajar pelatihan PTK diperoleh predikat tinggi sampai dengan sangat tinggi, dan hasil pretes dan postes menunjukkan bahwa bahan ajar PTK efektif, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis yang signifikan, artinya tidak lebih dari 0,05. Analisis Kirkpatrik menyatakan bahwa pelatihan ini sangat relevan dan efektif, sehingga produk pengembangan ini dapat diimplementasikan.

Studi tentang hubungan antara kemampuan berpikir formal dengan prestasi belajar siswa sma kelas II untuk materi termokimia / oleh Eny Irawati

 

Ideal teacher of English as perceived by students of Senior High School and University level / Nur Salam

 

ABSTRAK Salam, Nur (2015): Ideal Teachers of English as Perceived by Students of Senior High School and University Disertasi, Program Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof.H.Ali Saukah, MA; Ph.D (2) Dr. Sri Rachmajanti, M.Pd; DIPL TESL.; (3) Drs. Fachrurrazy, M.A.; Ph.D. Kata kunci: guru bahasa Inggris ideal, persepsi (maha)siswa, siswa SMA, mahasiswa dan atribut guru bahasa Inggris Studi ini memaparkan atribut profesional, kepribadian, sosial, kepemimpin-an dan interaksi dalam kelas dari pengajar bahasa Inggris yang diharapkan oleh siswa SMA dan mahasiswa. Dengan mengetahui atribut-atribut ini, pengajar baha-sa Inggris diharapkan akan dapat meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris dan ketrampilan mengajar bahasa, merancang kegiatan belajar mengajar, menyiapkan bahan ajar, mengetrapkan metode mengajar yang sesuai, memotivasi (maha)siswa untuk lebih serius dalam belajar, mengelola kelas, membangun hubungan yang baik dengan (maha)siswa, memberi masukan pada pekerjaan (maha)siswa dan akhirnya membantu mereka untuk meningkatkan prestasi belajar mereka. Dalam penelitian ini, lima set pertanyaan disampaikan kepada informan yang mempunyai prestasi akademik tinggi, sedang dan rendah untuk menemukan lima atribut pengajar bahasa Inggris yang mereka dambakan di masing-masing kategori. Penelitian ini dilaksanakan di tiga SMA dan tiga universitas yang berbeda. Pemilihan tiga SMA ini tidak saja didasarkan pada jurusan yang dimilikinya tetapi juga jumlah siswanya. Sedangkan untuk pemilihan universitas didasarkan pada predikat akreditasi institusinya, jumlah fakultas dan jumlah mahasiswa yang dimilikinya. Kemudian, informannya diseleksi dari siswa di semua jurusan yang ada di tiga SMA tersebut dan mahasiswa di tiga universitas. Dalam hal ini, pene-liti meminta bantuan para Kepala Sekolah masing-masing SMA dan Ketua Jurus-an Bahasa Inggris di masing-masing universitas untuk memilih (maha)siswa di lembaga mereka yang bersungguh-sungguh dalam mempelajari bahasa Inggris. Selain itu, informan harus termasuk dari salah satu kelompok (maha)siswa yang memiliki prestasi akademis tinggi, sedang dan rendah. Dengan demikian, peneliti bisa memperoleh informan dari level pendidikan dan dari level kemampuan bahasa Inggrisnya yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan: Pertama, berdasarkan tingkat pendidikan informan, semua siswa SMA dan mahasiswa sepakat bahwa semua pengajar baha-sa Inggris seharusnya mengikuti pelatihan profesional tetapi mereka mempunyai alasan yang berbeda. Selanjutnya, penemuan di atas benar-benar sama dengan penemuan yang dilihat berdasarkan tingkat ketrampilan berbahasa Inggris (maha)-siswa. Kedua, ketika atribut kepribadian pengajar bahasa Inggris dilihat dari ting-kat pendidikan peserta didik, semua siswa SMA dan mahasiswa mengharapkan pengajar bahasa Inggris yang berkualitas dan komunikatif. Sedangkan atribut ba-nyak akal sangat diinginkan oleh siswa SMA. Ketika atribut tadi dilihat dari ting-kat ketrampilan bahasa Inggrisnya, semua siswa SMA dan mahasiswa yang mem-punyai prestasi akademik tinggi, sedang dan rendah berharap untuk memiliki peng-ajar bahasa Inggris yang benar-benar berkualitas. Namun demikian, penga-jar bahasa Inggris yang siap, motivator, dan humoris masing-masing secara beru-rutan diharapkan oleh (maha)siswa yang berprestasi akademik tinggi, sedang dan rendah. Ketiga, ketika atribut social pengajar bahasa Inggris dilihat dari tingkat pen-didikan (maha)siswa, semua mahasiswa dan siswa SMA mendambakan pengajar bahasa Inggris yang dekat dengan mereka dan mengerti kepribadian mereka. Se-dangkan ketika atribut social itu dilihat dari tingkat ketrampilan bahasa Inggris (maha)siswa, semua (maha)siswa yang mempunyai prestasi akademik tinggi men-dambakan guru bahasa Inggris yang adil. Sedangkan (maha)siswa yang berpres-tasi akademik sedang mengharapkan pengajar bahasa Inggris yang kooperatif dan (maha)siswa yang prestasi akademiknya rendah lebih mengharapkan guru bahasa Inggris yang perhatian. Keempat, sehubungan dengan atribut kepemimpinan pengajar bahasa Ing-gris, semua (maha)siswa mempunyai persepsi positif kepada pengajar bahasa Ing-gris yang mampu memenej kelasnya, membawa (maha)siswa ke lingkungan bela-jar yang lebih baik, mengatasi tabiat (maha)siswa yang kurang baik. Sedangkan pengajar bahasa Inggris yang mampu membantu (maha)siswa untuk mengerti tu-gas utamanya sebagai (maha)siswa dan memberi kesempatan kepada mereka be-kerja secara mandiri. Dan (maha)siswa yang prestasi akademisnya sedang mem-punyai persepsi positif kepada pengajar bahasa Inggris yang mampu menolak un-tuk mengajarkan bahan ajar yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. Selain itu, (maha)siswa yang berprestasi akademik tinggi, lebih menyukai pengajar bahasa Inggris yang berani ambil resiko dalam keputusannya. Kelima, sehubungan dengan atribut interaksi kelas yang dilihat dari tingkat pendidikan (maha)siswa, semua (maha)siswa menginginkan pengajar bahasa Ing-gris yang selalu menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar, selalu memo-tivasi (maha)siswa untuk selalu berkomunikasi dalam bahasa Inggris, dan yang selalu memberi kritik kepada performa akademisnya dan yang mau memberi masukan apabila ada yang kurang pada pekerjaannya, mampu menarik perha-tian (maha)siswa pada pelajarannya dengan menggunakan alat peraga yang bermacam-macam. Yang menakjubkan, ketika persepsi (maha)siswa tadi disban-dingkan berdasarkan pada tingkat kretrampilan bahasa Inggrisnya, ternyata tidak ada perbedaan antara persepsi (maha)siswa yang berprestasi akademik tinggi, sedang maupun rendah. Walaupun mereka mempunya pilihan yang sama tetapi mempunyai alasan yang berbeda. Akhirnya, untuk mencapai keberhasilan (maha)siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris, studi ini menyarankan pengajar Bahasa Inggris untuk mengikuti pelatihan profisional dan dalam proses belajar mengajar mereka perlu mempertim-bangkan tingkat pendidikan (maha)siswa dan tingkat ketrampilan bahasa Inggris-nya. Kemudian, institusi penyelenggara penddikan guru menyiapkan dosen-dosen yang berkualitas, kurikulum dan fasilitas pendidikan serta mengadakan berbagai macam pelatihan bahasa Inggris. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemenristekdikti untuk selalu memonitor dan mengevaluasi Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

Korelasi motivasi belajar dan bakat mekanik dengan hasil belajar praktek automotif pebelajar kelas III jurusan automotiv STM Negeri Malang 1993/1994 / oleh DwiHendri Prajitno

 

Pemanfaatan media gambar sebagai media instruksional dalam mata pelajaran bahasa Inggris siswa kelas I di beberapa SMP se Kodya Malang / oleh Wiwik Widati

 

Hubungan antara prestasi belajar pendidikan politik dengan partisipasi politik mahasiswa IKIP MALANG dalam organisasi kemahasiswaan ekstra universiter
oleh Fathor Rahman

 

Kreativitas penggunaan bahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas V sekolah dasar / Susilawaty

 

ABSTRAK Susilawaty, 2015.Kreativitas Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Karangan Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd, (2) Prof. Dr. Suyono, M.Pd, (3) Dr. Fatah Yasin, M.Pd. Kata Kunci: kreativitas, penggunaan bahasa Indonesia, karangan Karangan merupakan hasil berpikir kreatif dengan menggunakan bahasa untuk menyampaikan gagasan secara rinci dalam wujud tulisan. Berdasarkan pernyataan tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kreativitas penggunaan bahasa Indonesia dalam karangan siswa sekolah dasar. Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus penelitian ini diarahkan pada kajian kreativitas penggunaan kata, kreativitas penyusunan kalimat, dan kreativitas pengembangan paragraf.Dengan mengkaji ketiga aspek tersebut, dapat digambarkan kreativitas siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia pada karangannya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif denganmenggunakan pendekatan analisis teks. Jenis dan pendekatan penelitian ini tecermin pada jenis data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Peneliti sebagai instrumen kunci bertindak mengumpulkan data yang berwujud satuan bahasa, yakni kata, kalimat, dan paragraf. Data tersebut bersumber dari karangan siswa kelas V SDN Telaga Biru 1 Kota Banjarmasin. Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap, yakni (1) pengumpulan teks karangan yang diperoleh melalui tugas mengarang, dan (2) pembacaan karangan secara cermat dengan berpedoman pada panduan pengumpulan data. Data penelitian dianalisis secara kualitatif, yakni melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kreativitas penggunaan kata bahasa Indonesia pada karangan siswa direpresentasikan dalam wujud keberagaman penggunaan bentuk kata, jenis kata, transposisi kata dalam kalimat, relasi makna kata, dan kata yang berkolokasi. Kreativitas penyusunan kalimat bahasa Indonesia pada karangan siswa tampak pada struktur permukaan dan pola kalimat yang memiliki kompleksitas proposisi yang beragam, yakni (1) kalimat sederhana yang berpola dasar, (2) kalimat sederhana yang telah mengalami transformasi perluasan unsur fungsi, dan (3) kalimat kompleks yang terbentuk akibat transformasi pemajemukan. Sementara, kreativitas pengembangan paragraf dalam karangan siswa tecermin (1) pola penyajian gagasan pokok dalam paragraf, (2) teknik pemaparan gagasan dalam paragraf, dan (3) ragam penanda transisi yang membangun kepaduan paragraf. Berdasarkan temuan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa (1) kreativitas siswa dalam penggunaan kata bahasa Indonesia dalam menulis karangan dapat dicermati dari kemampuan siswa dalam melakukan transposisi kata, menggunakan kata yang memiliki relasi makna, dan memiliki kata yang berkolakasi dalam membangun kalimat mengakibatkan munculnya bentuk dan jenis kata yang beragam., (2) kreativitas siswa dalam penyusunan kalimat bahasa Indonesia pada karangannya dapat diamati dari penggunaan beragam struktur dan pola kalimat yang sesuai dengan kompleksitas gagasan yang disampaikan., dan (3) kreativitas siswa dalam pengembangan paragraf dapat dicermati berdasarkan keberagaman pola dan teknik pengembangan paragraf serta penggunaan penanda transisi dalam penuangan gagasan dan pikirannya ke dalam wujud paragraf.

Perbedaan prestasibelajar menulis, membaca dan berhitung siswa SD kelas rendah yang berlatar belakang pendidikan TK dan yang tidak berlatar belakang pendidikan TK se-kecamatan Bagor Nganjuk / oleh Jasmoro

 

Hubungan antara pemanfaatan sumber belajar mengajar dengan prestasi belajar mata pelajaran PPKn siswa kelas II di SLTP Negeri IV Kodya Malang / oleh Ratna Shofia Heryati

 

Korelasi antara prestasi belajar pengantar bisnis dengan prestasi belajar manajemen bisnis bagi siswa rumpun perdagangan di SMEA Negeri Pamekasan / oleh Sri Hidayati

 

Motivasi peserta magang dalam program kursus kewirausahaan desa (Studi kaus program KWD zamzam kota Malang) / Syaiful Romadhon

 

Kata Kunci: Motivasi, Kursus, KWD Program kursus kewirausahaan desa bidang industri kayu diselenggarakan oleh PKBM Zamzam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran umum tentang motivasi intrinsik dan ekstrinsik peserta magang dalam mengikuti kursus kewirausahaan desa di PKBM Zamzam. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan dirancang dalam bentuk kualitatif studi kasus. Metode penggalian data yang digunakan adalah teknik wawancara, pengamatan atau observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah motivasi peserta mengikuti magang dalam kursus kewirausahaan desa. Motivasi yang mempengaruhi motivasi manusia dalam memenuhi kebutuhannya, maka motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi intrinsik (dorongan dari dalam) dan ekstrinsik (dorongan dari luar diri). Motivasi intrinsik peserta magang dalam program KWD adalah (1) keikutsertaan para peserta magang untuk mengikuti kegiatan magang industri kayu di PKBM secara ekonomi mengarah pada adanya peningkatan penghasilan agar dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan produktif sehingga bisa meningkatkan taraf hidupnya, (2) kesesuaian antara kebutuhan yang ada di masyarakat dengan materi pembelajaran magang industri kayu, dan (3) magang industri kayu tersebut sangat penting bagi para peserta sebab banyak harapan baru yang muncul setelah memiliki pengetahuan dan keterampilan baru untuk mengelola suatu usaha baru secara mandiri. Motivasi ekstrinsik yang mempengaruhi peserta magang yaitu: (1) sikap fasilitator yang selalu memberikan kritikan maupun masukan kepada peserta magang, (2) sarana dan prasaran yang diberikan oleh penyelenggara bisa menjadi dukungan atau motivasi tersendiri bagi peserta magang, dan (3) penyediaan lapangan pekerjaan oleh lembaga penyelenggara bagi para peserta magang KWD. Dari hasil penelitian, saran peneliti yaitu: (1) temuan penelitian tentang motivasi intrinsik dan ekstrinsik bermanfaat bagi peneliti lain sebagai bahan referensi dalam menetapkan fokus penelitian dan mengembangkan penelitian serupa tentang motivasi peserta magang kewirausahaan desa dengan studi kasus yang berbeda, (2) temuan penelitian tentang motivasi intrinsik dan ekstrinsik bermanfaat bagi PKBM Zamzam sebagai bahan untuk lebih meningkatkan kualitas penyelenggaraan program KWD dan meningkatkan motivasi peserta magang dalam mengikuti kursus kewirausahaan desa, dan (3) temuan penelitian tentang kursus kewirausahaan desa bermanfaat bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah sebagai bahan kajian dan referensi dalam pengembangan model program kursus kewirausahaan desa.

Penelitian tentang fasilitas belajar, lingkungan belajar dan prestasi belajar bidang studi olahraga dan kesehatan siswa kelas I STM Negeri Malang tahun ajaran 1991/1992
oleh Siono

 

Hasil belajar statistika dengan metode penyampaian yang menggunakan ceramah dan yang menggunakan kartu
oleh Rusli Djainal

 

Pengaruh penggunaan media gambar dan model dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar siswa kelas II SMU Negeri 4 Malang / oleh Siti Maro'ah

 

An Investigation of the efrfectiveness of skimming training to increase the students' reading rate and comprehension: an experimental study / by E.D. Laksmi

 

Deviation and repair of learners' verbal communication in English speaking classes / oleh Sabardi

 

Perancangan desain billboard berbasis fotografi UM "The Learning University" / Handyk Ary Wibowo

 

Kata Kunci: Perancangan, Desain, Billboard, Fotografi. Universitas Negeri Malang merupakan salah satu perguruan tinggi yang unggul dan menjadi rujukan dalam pengembangan bidang pendidikan, sains, teknologi, bahasa dan seni di Indonesia. Beberapa saat lalu Universitas Negeri Malang mengadakan lomba logo baru yang bertemakan UM "The Learning University". Saat ini Universitas Negeri Malang memerlukan media untuk mensosialisasikan logo yang baru tersebut kepada masyarakat. Untuk itu dirancanglah media billboard sebagai media utama. Tujuan pembuatan desain billboard berbasis fotografi tersebut ialah untuk mempromosikan identitas Universitas Negeri Malang kepada masyarakat. Desain Billboard tesebut dirancang dengan menggunakan ilustrasi berupa foto yang mampu mewakili pesan yang ingin disampaikan. Model perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah model prosedural. Model yang bersifat deskriptif naratif, yaitu perancangan yang berusaha untuk menuturkan (menggariskan langkah-langkah) pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data empirik dan referensi, menganalisis dan menginterpretasikannya untuk menghasilkan konsep perancangan (Pranata,2002). Setelah menemukan rumusan masalah, langkah selanjutnya adalah pengumpulan data, yang terdiri dari data referensi dan data empirik atau data lapangan. Proses perancangan ide (konsep perancangan) dilakukan setelah semua data yang dibutuhkan terkumpul. Setelah rancangan ide selesai dibuat, maka langkah selanjutnya adalah proses perancangan, yang didalamnya terdapat metode perencanaan proses produksi dan proses kreatif dari perancangan desain billboard berbasis fotografi ini. Dengan demikian karakteristik hasil rancangan ini sebagai berikut: a. Produk utama yang dirancang berupa sebuah desain billboard berbasis fotografi yang khas dengan UM dengan tampilan ekslusif, elegan dan menarik. b. Selain merancang produk utama, perancangan ini juga diarahkan untuk menghasilkan beberapa media promosi lainnya, yaitu: - Media luar ruangan (outdoor) dengan medium horizontal banner dan sign board. - Media dalam ruangan (indoor) dengan medium x-banner, poster, iklan media massa, cover buku pedoman UM, stiker dan kalender 2011. - Media surat langsung/terarah (directmail) dengan medium brosur berbentuk buku saku.

Studi perbandingan tentang efektivitas the Cambridge english course dan streamline English departures pada pengajaran intensive integrated course (IIC) bagi mahasiswa FKIP Universitas Haluoleo / by Hanna

 

Penggunaan permainan beauty balls untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional pada anak kelompok B2 di TK Kartika IV-I Malang / Minniswatil Lathifah

 

ABSTRAK Lathifah. 2016. Penggunaan Permainan Beauty Balls untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional pada Anak Kelompok B2 di TK Kartika IV-I Malang. Skripsi. Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd , (II) Eny Nur Aisyah, S.Pd.I M.Pd Kata Kunci: permainan Beauty Balls, perkembangan sosial emosional. Anak kelompok B2 di TK Kartika IV-I Malang memiliki permasalahan tentang rendahnya kemampuan sosial emosional. Dari hasil observasi hanya 6 anak (29%) yang memiliki kemampuan sosial yang baik, sedangkan 15 anak (71%) belum memiliki kemampuan sosial emosional yang baik. Hal ini disebabkan karena guru menggunakan metode pembelajaran klasikal. Sehingga anak merasa belum terbiasa bermain sosial dengan temannya. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah 1) Bagaimana penggunaan permainan Beauty Balls untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak kelompok B2 di TK Kartika IV-I Malang?; 2) Apakah penggunaan permainan Beauty Balls dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional anak kelompok B2 di TK Kartika IV-I Malang?. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Kemis & MC. Taggart (Akbar, 2009:28). Dalam pengumpulan data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi yang berupa foto. Sedangkan dalam melakukan analisa data temuan penelitian, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Penggunaan permainan Beauty Balls di TK Kartika IV-I Malang dilaksanakan dengan mengajak anak untuk bermain secara kelompok. Anak-anak dibagi menjadi 4 tim kemudian 2 tim akan berkompetisi melakukan permainan Beauty Balls. kelompok yang pertama sampai menyelesaikan permainan adalah kelompok yang menang. 2 tim yang lain memberikan semangat kepada tim yang sedang bermain. Pembelajaran dengan menggunakan permaianan Beauty Balls menghasilkan ketuntasan kelas 67% pada siklus I dan 95% pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan permainan Beauty Balls dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta penggunaan permainan Beauty Balls mampu meningkatkan kemampuan sosial emosional anak kelompok B2 di TK Kartika IV-I Malang dengan ketuntasan kelas sebesar 95%. Saran dalam penelitian ini adalah permainan Beauty Balls dapat dikembangkan dan dijadikan koleksi pembelajaran inovatif dan menyenangkan di TK bagi guru PAUD, lembaga dan penelitian lain yang sejenis.

Kemampuan menyimak bahasa Inggris mahasiswa semester VI program S1 jurusan pendidikan bahasa Inggris IKIP MALANG / oleh Ernawati

 

Pengembangan media video salat dengan tertib pendidikan agama Islam kelas III SDN Donorojo 1 Pacitan / Nikmah Wahidatuzzahra

 

Kata Kunci : Media Video, Salat dengan Tertib Media pembelajaran sebagai salah satu komponen sumber belajar. Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan pengamatan lapangan di SDN Donorojo 1 Pacitan, siswa kurang menguasai materi karena keterbatasan waktu dan metode mengajar yang monoton. Bahan pembelajaran yang digunakan selama ini dipandang kurang efektif karena bahan pembelajaran yang digunakan sebagai referensi pada pokok bahasan salat dengan tertib hanya sebatas buku teks saja. Oleh karenanya perlu dikembangkan media video pembelajaran untuk mempermudah siswa dalam belajar dan memahami materi, menciptakan situasi dan suasana pembelajaran yang lebih menarik, serta untuk meningkatkan motivasi siswa. Pengembangan ini bertujuan untuk merancang, memproduksi dan menguji keefektifan produk sajian mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam bentuk media video pembelajaran. Sedangkan materi dalam pengembangan video pembelajaran ini adalah pokok bahasan salat dengan tertib. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Pengembangan produk ini dilanjutkan dengan kegiatan validasi ahli materi, ahli media, audiens perorangan, audiens kelompok kecil, dan audiens lapangan. Untuk menentukan keefektifan produk media pembelajaran yang dikembangakan, ditempuh tahap uji coba siswa SDN Donorojo 1 kelas III yang dibagi menjadi audiens perorangan sebanyak 3 siswa, audiens kelompok kecil sebanyak 12 siswa dan audiens lapangan sebanyak 24 siswa. Berdasarkan perhitungan yang diperoleh dari ahli media menunjukkan persentase sebanyak 90,8% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran, dari ahli materi 92,5% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran, dari audiens secara perorangan sebanyak 91,6% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran, dari audiens kelompok kecil 92,3% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran dan dari audiens lapangan 92,2% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran. Sedangakan dari data perbandingan hasil belajar siswa secara perorangan diperoleh peningkatan hasil belajar sebesar 36,6%, dari kelompok kecil diperoleh peningkatan hasil belajar 34,2% dan dari audiens lapangan diperoleh peningkatan hasil belajar sebesar 44,1%. Sehingga dari data tersebit menunjukkan bahwa media video pembelajaran ini efektif digunakan dalam proses belajar mengajar. Saran yang diajukan, hendaknya produk media video pembelajaran yang telah dikembangkan ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang membantu guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Sedangkan saran bagi pengembang berikutnya, agar mengembangkan video pembelajaran yang lebih baik lagi.

Analisis kesilapan bahasa Arab tulis mahasiswa program pendidikan bahasa Arab JPBA FPBS IKIP MALANG / oleh Moh. Ainin

 

Students' problems and strategies in understanding complex sentences / by Arwijati Wahyudi Murdibjono

 

Taraf hidup masyarakat petani dan pengaruhnya terhadap pendidikan anak di Desa Jombok Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang / Rendra Cahya Erwanto

 

Kata kunci: taraf hidup, masyarakat petani, pendidikan anak. Masyarakat Desa Jombok mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dengan lahan rata - rata 0,32 ha per kepala keluarga dari 388 ha luas tanah pertanian, artinya adalah masyarakat petani Desa Jombok termasuk petani miskin dengan lahan yang sempit setiap bulannya menghasilkan pendapatan < Rp. 1.000.000,- per bulan. Pendapatan tersebut untuk mencukupi kebutuhan selama 1 bulan termasuk makanan pokok sehari-hari, biaya untuk menyekolahkan anak dan lain sebagainya. Masyarakat petani Desa Jombok sangat lemah untuk meningkatkan taraf hidupnya sehingga akan berdampak pada pendidikan anak dalam hal biaya sekolah apalagi sampai jenjang Perguruan Tinggi. Berdasarkan latar belakang di atas maka dilakukan penelitian tentang taraf hidup masyarakat petani dan pengaruhnya terhadap pendidikan anak di Desa Jombok. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan taraf hidup masyarakat petani Desa Jombok Kecamatan Ngantang kabupaten Malang; (2) mendeskripsikan pendidikan anak Desa Jombok Kecamatan Ngantang kabupaten Malang; (3) mendeskripsikan pengaruh taraf hidup masyarakat petani terhadap pendidikan anak Desa Jombok Kecamatan Ngantang kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif ekspos-fakto yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengekspos kejadian-kejadian yang sedang berlangsung. Lokasi penelitian di Desa Jombok Kecamatan Ngantang kabupaten Malang. Sumber data dalam penelitian ini adalah manusia dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket, wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga di Desa Jombok yang berjumlah 750, dengan pengambilan sampel sebesar 10% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 75 kepala keluarga. Prosedur analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial (analisis regresi linier sederhana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) taraf hidup masyarakat petani Desa Jombok tergolong dalam tingkat kategori sedang dengan luas lahan pertanian antara 0,5 - 1 ha, pendapatan rata-rata dalam sekali panen antara 1 - 2 juta, status lahan pertanian yang dimiliki adalah sewa, mengikuti 1 - 3 kegiatan dalam masyarakat, pendapatan dari kegiatan tersebut antara Rp. 200.000 - Rp. 400.000, pendidikan terakhir SMP, mengikuti 1 - 3 program penyuluhan, umur antara 30 - 50 tahun, dan luas rumah antara 6 - 8 m˛, dimana taraf hidup masyarakat petani kategori sedang berjumlah 71 kepala keluarga atau 95%; (2) pendidikan anak masyarakat petani Desa Jombok tergolong dalam tingkat kategori rendah dengan pendidikan terakhir SD dan mengikuti 1 kursus, dimanapendidikan anak masyarakat petani kategori rendah berjumlah 42 kepala keluarga atau 56%; (3) taraf hidup masyarakat petani berpengaruh terhadap pendidikan anak, pengaruh tersebut sebesar 0.37. Artinya semakin tinggi taraf hidup masyarakat petani maka akan semakin tinggi pula tingkat pendidikan anak di Desa Jombok Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diajukan adalah sebagai berikut; (1) perlu diadakan penelitian terhadap fenomena - fenomena sosial yang lain; (2) masyarakat diharapkan lebih mementingkan pendidikan anak demi meningkatkan taraf hidup yang lebih baik di kemudian hari.

The effectiveness of individualized instruction in listening comprehension in learning English as foreign language at FKIP, Sriwijaya University / by Akhyar Burhan

 

The strategies employed by EFL students in developing theoir receptive vocabulary mastery in SMU Swasta Seminari Disamakan Magelang / by Yohanes Gatot Sutapa Yuliana

 

Students' problem and strategies in learning listening comprehension / by Syarifuddin

 

The effect of language games on students vocabulary / by Hamid Ismail

 

WH-movement in the second language learners' English language acquisition / by Pininta Veronika Silalahi

 

An analysis of English sentence structure errors in students' writing a case study at the English Dapartment of FKIP Universitas Lampung / by Basturi Hasan

 

Penggunaan gaya bahasa kias dalam Al-Qur'an / oleh Imam Asrori

 

Urutas pemerolehan joshi bahasa Jepang mahasiswa yang berbahasa Indonesia / oleh Ruty Jacoba Kapoh

 

Lesson study dalam pembelajaran matematika / oleh Afriana Katholina

 

A proposed syllabus for the course in speaking English for students of the English Department in teacher training colleges by Oei Kong Mee

 

Pengaruh sikap dan partisipasi terhadap tingkat pelaksanaan keselamatan kerja : bagi tenaga kerja di bengkel las kecamatan Karangrejo kabupaten Tulungagung / oleh Achmad Yuddy Effendi

 

Struktur komunitas kerang pada substrat berlumpur dan berpasir di perairan pantai Cemara Kabupaten Lombok Barat sebagai bahan ajar ekologi hewan di Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Mataram / Ismail Efendi

 

Kata Kunci: bahan ajar, ekologi hewan, kerang, struktur komunitas. Perairan Pantai Cemara kabupaten Lombok Barat memiliki sumberdaya laut yang sangat melimpah dan beranekaragam, dan salah satu potensi sumberdaya laut yang terkandung di dalamnya adalah kerang. Kerang merupakan hewan laut yang hidup di dasar perairan pada substrat berlumpur dan substrat berpasir. Pertumbuhan dan penyebaran kerang sangat dipengaruhi oleh tipe substrat, sehingga dapat ditemukan beraneka ragam jenis dan jumlah kerang. Akan tetapi, komunitas kerang ini belum terungkap dan masih belum banyak diketahui oleh masyarakat setempat. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat. Pemahaman ini diharapkan dapat diperoleh dari perguruan tinggi. Akan tetapi, pelaksanan pembelajaran Ekologi Hewan di jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Mataram yang diharapkan mendukung masih terbatas di dalam kelas, sehingga perolehan informasi dan pengalaman belajar mahasiswa kurang. Meninjau penjelasan di atas, maka informasi tentang struktur komunitas kerang penting untuk disediakan. Informasi tersebut dikemas dalam bahan pembelajaran berupa modul. Modul Ekologi hewan ini, diharapkan dapat meningkatkan motivasi, prestasi, dan membantu mahasiswa belajar secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengungkap jenis kerang apasajakah yang terdapat pada substrat berlumpur dan berpasir di perairan Pantai Cemara kabupaten Lombok Barat, 2) mengungkap jumlah individu kerang yang terdapat pada substrat berlumpur dan berpasir di perairan Pantai Cemara kabupaten Lombok Barat, 3) mengungka pperbedaan keragaman kerang pada substrat berlumpur dan berpasir di perairan Pantai Cemara kabupaten Lombok Barat, 4) mengungkap perbedaan kemerataan kerang pada substrat berlumpur dan berpasir di perairan Pantai Cemara kabupaten Lombok Barat, 5) hasil penelitian ini dijadikan bahan ajar Ekologi Hewan di jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Mataram. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif. Penelitian deskriptif untuk memperoleh informasi tentang jenis, keragaman, dan kemerataan kerang pada substrat berlumpur dan substrat berpasir di perairan Pantai Cemara kabupaten Lombok Barat, dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Penelitian komparatif untuk memperoleh informasi tentang jumlah individu kerang pada substrat berlumpur dan substrat berpasir di perairan Pantai Cemara kabupaten Lombok Barat, dianalisis menggunakan One sample Kolmogrov Smirnov Tes dengan bantuan SPSS versi 15 for windous. Identifikasi kerang dilakukan di Museum Zoologi Frater Vianney, BHK (Scientia Ad Laborem) Malang Jawa Timur. Implikasi dari penelitian ini dijadikan bahan untuk pengembangan materi bahan ajar yang berupa modul Ekologi Hewan di jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Mataram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerang yang ditemukan pada substrat berlumpur 12 jenis, sedangkan pada substrat berpasir 6 jenis. Jumlah individu kerang yang ditemukan pada substrat berlumpur 68,62, sedangkan pada substrat berpasir 32,38. Keanekaragaman kerang pada substrat berlumpur 2,12, sedangkan pada substrat berpasir1,74. Kemerataan kerang pada substrat berlumpur 0,71, sedangkan pada substrat berpasir 0,55. Hasil penghitungan dan konversi dari penilaian modul oleh ahli bahan ajar modul sebesar 71,1%, dan ahli Ekologi sebesar 86,5%. Dari hasil penelitian ini, diperoleh lima simpulan sebagai berikut. 1) ada perbedaan jenis kerang yang ditemukan pada substrat berlumpur dan berpasir di perairan Pantai Cemara kabupaten Lombok Barat. Pada substrat berlumpur antara lain: Anadara (Tegillarca) granosa, Anadara (Scapharca) brasiliana, Noetia ponderosa, Dosinia anus, Dosinia elegans, Eurytellina alternate, Eurytellina lineate, Modiolus rectus, Placuna placenta, Panopea generosa, Pinna sp, dan Tellina radiate. Pada substrat berpasir antara lain: Cyclocardia ventricosa, Dosinia exoleta, Gafrarium disparm,Gafrarium divaricatum, Cerastoderma edule, dan Simomactra falcate, 2) ada perbedaan jumlah individu kerang yang ditemukan pada substrat berlumpur dan berpasir di perairanPantai Cemaraka bupaten Lombok Barat, 3) terdapat perbedaan keragaman kerang yang ditemukan pada substrat berlumpur dan berpasir di perairan Pantai Cemara kabupaten Lombok Barat, 4) terdapat perbedaan kemerataan kerang yang ditemukan pada substrat berlumpur dan berpasir di perairan Pantai Cemara kabupaten Lombok Barat, 5) hasil penelitian strukturkomunitas kerang pada substrat berlumpur dan berpasir di perairan Pantai Cemara kabupaten Lombok Barat dapat dan layak dipergunakan sebagai sumber belajar matakuliah Ekologi Hewan di Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Mataram. Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran dianjurkan sebagai berikut: 1) perlu dilakukan kajian lebih lanjut tentang bagaimana mengelola kekayaan laut yang merupakan potensi daerah yang perlu dikembangkan untuk pendidikan maupun masyarakat, 2) perlu adanya pengembangan bahan ajar lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik, yang meteri berbasis hasil penelitian. Karena, modul seperti ini merupakan salah satu bentuk inovatif untuk peningkatan kualitas bahan ajar dalam perkuliahan.

Orders of acquisition of monitored and unmonitored English morphemes by Indonesian-speaking students / by Nuril Huda

 

The relationship between EFL learning strategies, degree of extroversion, and oral communication proficiency a study of second-year secretarial students at Widya Karya University / by Patrisius Istiarto Djiwandono

 

Nilai-nilai kultural edukatif dalam peribahasa Indonesia (kajian tematis terhadap folklor yang telah didokumentasikan) / oleh Sukatman

 

Analisis wacana interaksi kelas di kelas I SDN Karangrejo 1 Jember / oleh Arju Muti'ah

 

Pengamatan jenis pertanyaan interaktif dalam proses membaca pemahaman suatu proses interaksi dalam kela / by Meilia Adiana

 

The effectiveness of the purpose-based model for teaching reading comprehension at the English Department / by Agustinus Ngadiman

 

Pengaruh interaktif antara strategi membaca dan kebiasaan membaca terhadap perolehan membaca / oleh Karyata Yeanette Alfa Togas

 

Kepemimpinan kiai dalam merintis dan mengembangkan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang / Narimah Triani

 

ABSTRAK Triani, Narimah. 2016. Kepemimpinan Kiai dalam Merintis dan Mengembangkan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Dr. Imron Arifin, M.Pd, (II) Burhanuddin, M.Ed., Ph.D. Kata kunci: kepemimpinan kiai, pengembangan. Kepemimpinan merupakan salah satu yang menentukan keberhasilan suatu organisasi. Agar dapat menghasilkan tujuan yang produktif, pemimpin organisasi dituntut memiliki kompetensi dalam pengembangan organisasi dan perintisan program-program pengembangan yang adaptable. Kiai sebagai pemimpin pondok pesantren bertanggungjawab penuh terhadap pengelolaan lembaga pendidikan tersebut. Untuk mewujudkan organisasi pesantren yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa akan datang diperlukan penerapan model-model kepemimpinan efektif manajemen modern, namun tetap memperhatikan aspek-aspek situasional – kultur, nilai-nilai (values) dan aspek-aspek budaya setempat. Fokus penelitian ini meliputi: 1) proses merintis dan mengembangkan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, 2) peran kiai dalam merintis dan mengembangkan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, 3) gaya kepemimpinan yang digunakan oleh kiai dalam merintis dan mengembangkan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, dan 4) pembagian tugas kepemimpinan diantara 4 pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui proses perintisan dan pengembangan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, 2) mendeskripsikan peran kiai dalam perintisan dan pengembangan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, 3) mendeskripsikan gaya kepemimpinan yang digunakan kiai dalam perintisan dan pengembangan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, dan 4) mendeskripsikan pembagian tugas kepemimpinan oleh para pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus. Untuk pengumpulan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, seperti wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik pengecekan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ketekunan pengamatan triangulasi, pengecekan anggota, dan kecukupan referensial. Peneliti melaksanakan analisis data dengan tahap-tahap reduksi, display dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintisan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang berawal dari kedatangan Kiai Marzuki Mustamar pada 25 Juni 1994 yang menjadi pendorong beberapa bakal santri datang ke daerah Dusun Gasek, Karangbesuki, untuk berguru kepada beliau. Pengembangan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang dimulai dengan adanya kerjasama Kiai Marzuki Mustamar dan Yayasan Sabilurrosyad. Pengembangan-pengembangan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang di antaranya pendirian SMPI Sabilurrosyad, PAM Tirta Mulya, pendirian Pondok Pesantren Sabilurrosyad II di Tegalweru, Dau, Malang, rencana pendirian SMU Sabilurrosyad, rencana pengadaan aula untuk kegiatan warga, dan pengembangan dalam pembentukan karakter santri dalam bidang keilmuan. Peranan Kiai Marzuki Mustamar di antarnya sebagai perintis, pengasuh, pengajar, pengembang, dan agen kebudayaan. Sedangkan gaya kepemimpinan Kiai Marzuki Mustamar adalah demokratis-karismatik. Pembagian tugas organisasi diantara 4 pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang dilaksanakan sebagai berikut: 1) Kiai Marzuki Mustamar sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, 2) Kiai Murtadlo Amin sebagai Ketua Umum Yayasan Sabilurrosyad, 3) Kiai Ahmad Warsito sebagai Sekretaris Umum Yayasan Sabilurrosyad, dan 4) Kiai Abdul Aziz Husein sebagai Ketua bidang Pendidikan Yayasan Sabilurrosyad Saran penelitian ini yaitu: 1) bagi Kepala Kementerian Agama bidang Kepontren untuk mempermudah proses pemberian bantuan kepada pondok pesantren berdasarkan kebutuhan mendasar dan mendesak bagi pondok pesantren tersebut. 2) bagi Ketua RMI (Roudhotul Ma’had Indonesia) agar bukan hanya sekedar menjadi sebuah komunitas perkumpulan, tetapi dapat meningkatkan mutu kepemimpinan melalui kegiatan-kegiatan ilmiah seperti simposium atau halaqoh-halaqoh diniyah guna pengembangan pondok pesantren. Hal ini dilakukan untuk mempererat tali silaturahim dan pengembangan pondok pesantren. 3) Bagi Kiai Marzuki Mustamar selaku pendiri dan pemimpin di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang untuk tetap memberi waktu berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat sekitar dan atau mendelegasikan ustadz yang lain. 4) Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan supaya berusaha mempelajari bidang kepemimpinan pondok pesantren sehingga menguasai bagaimana pelaksanaan kepemimpinan di lingkungan pendidikan non-formal. Sedangkan 5) Bagi para peneliti lain diharapkan melanjutkan penelitian berupa kepemimpinan kiai dalam bidang lainnya yang relevan.

A study on reading materials for the freshmen of the English Department of FKIP Unika Atma Jaya Jakarta / by Kayetana Maria Widi Hadiyanti

 

Pengembangan media pembelajaran berbasis e-book dengan pendekatan project based learning untuk mata pelajaran pemrograman berorientasi objek di SMK Negeri 1 Kota Pasuruan kelas XI Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak semester gasal / Jerino Aulia Kareem

 

ABSTRAK Kareem, Jerino Aulia. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E-Book Dengan Pendekatan Project Based Learning Untuk Matapelajaran Pemrograman Berorientasi Objek Di SMK Negeri 1 Kota Pasuruan Kelas XI Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom., (II)Dr. Ir. H. Syaad Patmantara, M.Pd. Kata kunci: E-Book, Project Based Learning, Pemrograman Berorientasi Matapelajaran Pemrograman Berorientasi Objek adalah matapelajaran yang diajarkan pada tingkat SMK program keahlian rekayasa perangkat lunak.Berdasarkan wawancara dengan Ketua Bidang Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Kota Pasuruan, sumber belajar yang digunakan adalah buku cetak. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah dan pemberian tugas. Tetapi kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran pemrograman berorientasi objek. Hal ini disebabkan siswa kesulitan menemukan sumber belajar yang sesuai. Siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Pasuruan semua sudah memiliki laptop, smarthphone dan akses internet. Sehingga peneliti dan Ketua Bidang Jurusan RPL SMK Negeri 1 Pasuruan merasa media pembelajaran E-Book cocok diterapkan di SMK Negeri 1 Pasuruan. Selain itu siswa lebih menyukai melakukan praktikum secara langsung dengan tanpa memahami materi sebelumnya.Untuk mengatasi hal tersebut, maka dari itu menurut peneliti perlu diadakan pengembangan media pembelajaran berbasis E-Bookdengan pendekatan Project Based Learning untuk matapelajaran pemrograman berorientasi objek di SMK Negeri 1 Kota Pasuruan Kelas XI program keahlian rekayasa perangkat lunak, sehingga guru tidak perlu bingung mencari media pembelajaran yang cocok untuk siswa dan siswa bisa mudah memahami materi pelajaran pemrograman berorientasi objek. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development/R&D) yang menggunakan desain Sugiyono. Terdapat 10 langkah pengembangan model ini, yaitu: (1) mengidentifikasi kebutuhan, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) validasi produk, (7) revisi produk, (8) ujicoba lapangan, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket yang disebarkan kepada ahli materi, ahli media, dan uji lapangan dengan 30 responden (siswa). Data yang dihasilakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Hasil persentase validitas ahli materi sebesar 91,7%, hasil persentase validitas ahli media sebesar 88,3%, dan hasil validasi dari kelompok besar atau uji coba lapangan sebesar 89,7%.Hasil validasi media pembelajaran ini, menunjukkan hasil yang valid dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran di SMK Negeri 1 Pasuruan.

The use of context clues by the students of English IKIP MALANG in reading comprehension / by Kusumarasdyati

 

Pengaruh kesempatan pertumbuhan, aliran kas bebas, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan utang pada perusahaan yang termasuk dalam LQ-45 listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2009 / Candra Yuhandika

 

Kebijakan utang merupakan bagian dalam penentuan struktur modal, yang didefinisikan sebagai salah satu alat untuk pendanaan yang merupakan contractual claim dan cash flow perusahaan, menciptakan adanya potongan pembayaran pajak, mempunyai umur yang tetap dan memiliki prioritas yang baik dalam periode akuntansi maupun dalam masa kebangkrutan. Hirarki teori pecking order menyatakan bahwa manajer dan pemegang saham lebih menyukai pendanaan dari internal perusahaan (pendanaan dari sumber saldo laba). Biaya keagenan merupakan biaya konflik kepentingan antara pemegang saham, kreditur, dan manajer, yang meliputi biaya insentif dan pengawasan agar manajer memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham, serta biaya perlindungan kreditur dari pemegang saham. Peningkatan utang akan menggeser biaya pengawasan perusahaan dari pemegang saham kepada kreditur. Kreditur memiliki jumlah informasi yang lebih sedikit daripada manajer dan pemegang saham (asymmetric information). Hal inilah yang menjadi alasan bagi kreditur untuk menambahkan premi risiko pada tingkat bunga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesempatan pertumbuhan, aliran kas bebas, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan utang. Populasi yang digunakan adalah perusahaan yang tergabung dalam kategori indeks LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2009, dimana dari populasi tersebut terpilih 14 perusahaan berdasarkan metode purposive sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 56 data observasi. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan adalah teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial kesempatan pertumbuhan dan aliran kas bebas berpengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan utang, sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kebijakan utang. Dari hasil penelitian ini diharapkan bagi pemegang saham dan manajer, dalam mengambil keputusan terhadap kebikan utang hendaknya perlu mempertimbangkan tingkat kesempatan pertumbuhan dan aliran kas bebas perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian sejenis, hendaknya menambah jumlah sampel dan jenis perusahaan lain yang tidak hanya tergabung dalam indeks LQ-45 serta menggunakan variabel lain yang berpengaruh terhadap kebijakan utang seperti struktur kepemilikan, kebijakan deviden, struktur aktiva dan profitabilitas perusahaan

Pengaruh penggunaan kartu konsep dalam proses belajar mengajar sistem koloid terhadap prestasi siswa kelas II SMU Antartika Sidoarjo / oleh Ana Siti Chotimah

 

Keterbacaan dan kemampuan membaca pemahaman Kontakte Deutsch 1" siswa SMA di kodya Malang / oleh Rosyidah

 

Communicative performance and classroom interaction a qualitative study of learner - language development in a classroom setting / by Susanto

 

Analisis relevansi materi, proses, dan penilaian pembelajaran pada buku siswa mata pelajaran tata hidang berdasarkan kurikulum 2013 / Devintasari

 

ABSTRAK Devintasari. 2016. Analisis Relevansi Materi, Proses, dan Penilaian Pembelajaran pada Buku Siswa Mata Pelajaran Tata Hidang berdasarkanKurikulum 2013. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes., (2) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd. Kata kunci: relevansi, buku siswa, tata hidang, kurikulum 2013 Kurikulum 2013 (K-13) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Terkait implementasi K-13, pemerintah telah mempersiapkan bahan ajar dalam bentuk buku siswayang dimaknai sebagai buku kerja siswa. Buku SiswaMata Pelajaran Tata Hidang terdapat 2 jilid dan telah didistribusikan ke sekolah-sekolah dalam bentuk soft file. Guru-guru masih banyak yang belum menggunakan buku siswa sebagai sumber belajar karena kurangnya cakupan materi pembelajaran. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan pengkajian mengenai relevansi materi, proses, penilaian, dan kesesuaian pengorganisasian materi belajar pada buku siswa berdasarkan K-13. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif-evaluatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumenter. Data penelitian diperoleh dengan membandingkan materi, proses, penilaian dan pengorganisaisan pembelajaran pada Buku SiswaMata Pelajaran Tata Hidang Jilid 1-2 berdasarkan standar isi, proses, penilaian, dan pengorganisasian materi pembelajaran pada K-13. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, relevansi materi pembelajaran pada Buku SiswaMata Pelajaran Tata Hidang dengan Kompetensi dalamK-13 tergolong relevan (94%) untuk jilid 1 dan tergolong kurang relevan (24%) untuk Buku SiswaMata Pelajaran Tata Hidang jilid 2. Kedua, padaBuku SiswaMata Pelajaran Tata Hidang Jilid 1 tidak menggunakan sintak model pembelajaran tetapi pada tugas individu dan tugas kelompok mengarah pada pendekatan ilmiah. Pada Buku SiswaTata Hidang Jilid 2 menggambarkan sintak model pembelajaran yaitu PBL (Problem Based Learning) dan prosesbelajar mengarah pada pendekatan ilmiah.Ketiga, sistem penilaian pada Buku SiswaTata Hidang Jilid 1-2 sesuai dengan standar penilaian pada K-13,yaitu berupa penilaian penilaian otentik.Keempat, pengorganisasian materi pembelajaran pada Buku SiswaTata Hidang Jilid 1 & 2 sudah sesuai dengan integrasi model pembelajaran dan pendekatan ilmiah.

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah : studi pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Malang Martadinata / oleh Erika Rosaria Jamil

 

Lampiran pengembangan pembelajaran berbantuan komputer dalam pokok bahasan present perfect tenses" matakuliah "structure II" pada program studi pendidikan bahasa Inggris FKIP Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya / oleh Y.G. Harto Pramono"

 

An investigation into the effectuveness of extensive listening in teaching of English as a foreign language to third-semester students of the English Department FPBS IKIP Yogyakarta / by Bambang Sugeng

 

Pengembangan permainan engklek angka berbasis kognitif pada anak TK kelompok A di Kecamatan Wagir Malang / Afifa Qirota A'yunin

 

ABSTRAK A’yunin, Afifa Qurota. 2016. Pengembangan Permainan Engklek Angka Berbasis Kognitif pada Anak TK Kelompok A di Kecamatan Wagir. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn., (II) Wuri Astuti, S.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Kognitif, Permainan Engklek Angka Pembelajaran kognitif yang diterapkan di TK Mentari Kecamatan Wagir masih belum maksimal. Dalam pembelajaran pengenalan angka cenderung di dalam kelas dengan menggunakan media papan tulis dan lembar kerja anak, sehingga mengakibatkan anak mudah bosan dan kurang memahami angka. Pembelajaran angka pada anak dapat dicapai dengan pendekatan yang beragam salah satunya yaitu dengan menggunakan permainan engklek angka. Permainan engklek angka bertujuan untuk mempermudah anak dalam mengenal dan memahami angka. Tujuan penelitian dan pengembangan permainan engklek angka berbasis kognitif yaitu untuk menghasilkan suatu permainan yang aman, mudah, dan menyenangkan yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran kognitif anak kelompok A. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Dick and Carey dengan 9 langkah pelaksanaan strategi penelitian dan pengembangan. Data penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik kuesioner dan observasi. Data yang dihasilkan terdiri dari 3 orang ahli yaitu, ahli pembelajaran anak usia dini, ahli permainan anak usia dini, dan ahli materi pembelajaran anak usia dini, uji coba perorangan 3 anak, uji coba kelompok kecil 6 anak, dan uji coba kelompok besar 20 anak. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah produk permainan engklek angka. Permainan ini didesain supaya aman, mudah dan senang dengan kriteria keberhasilan yaitu: (1) berupa persentase hasil evaluasi dari ahli pembelajaran anak usia dini 92,5% (2) ahli permainan anak usia dini 82,5% (3) ahli materi pembelajaran anak usia dini 90%. Tingkat kemampuan anak dalam menggunakan selama uji coba perorangan diperoleh persentase rata-rata 91,63%, uji coba kelompok kecil diperoleh persentase rata-rata 90%, dan uji coba kelompok besar diperoleh persentase rata-rata 94,58%. Berdasarkan persentase yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa permainan engklek angka layak digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang aman, mudah, dan menyenangkan dalam kegiatan pembelajaran kognitif di TK. Diharapkan permainan engklek angka ini dapat diuji cobakan pada subjek yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Developing the English syllabus for the pre-service training of Conoco Oil Company personnel / by Siti Latifah Kuntjoro

 

Sistem kerja tenaga keperawatan ditinjau dari perbedaan kepribadian tipe A dan tipe B pada RSU Dr. Saiful Anwar Malang / Dania Sukma Rahwita

 

Problems in translation encountered by translation learners of the English Department of IKIP MALANG / by Arif Hertanto

 

Identifikasi bedrock menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Sounding sebagai penentu letak pondasi bangunan sekolah di Karangbesuki Malang / Eka Yunita

 

ABSTRAK Yunita, Eka. 2016. Identifikasi Bedrock MenggunakanMetodeGeolistrikResistivitasKonfigurasiWenner-Sounding sebagaiPenentuLetakPondasiBangunanSekolah di Karangbesuki Malang. Skripsi, Program Studi S1 Fisika, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) DaengAchmadSuaidi, S.Si.,M.Kom., (II) BurhanIndriawan, S.Si., M.Si. Kata Kunci: Resistivitas, Geolistrik, KonfigurasiWenner, Sounding,PondasiBangunan, Bedrock, LitologiBatuan. Pondasibangunanmerupakanhalpentingdalamperencanaanpembangunansuatugedung agar fenomenakegagalanbangunanbisaberkurang. Bangunanbertingkat yang memilikilebihdari 3 lantaimemerlukanpondasibangunan yang stabildankokoh.Pondasibangunanyang dibangun di ataslapisanbedrockdapatmengurangikegagalanbangunan. Identifikasikedalamandanposisi lateral bedrockdibutuhkanuntukmengetahuikondisibawahpermukaantanahterkaitdenganletakpondasibangunansekolah yang akandibangunsebanyak4 dan 9 lantai di Karangbesuki Malang. PenelitianinimenggunakanmetodegeolistrikkonfigurasiWennersecaraSounding. Data penelitian yang diperolehberupa data resistivitassemudantopografi. Pengambilan data menggunakan 20 titiksounding, jarakantartitiksounding 20 meter, spasielektrodakelipatan 2mulai 2 sampai 40 meter,danpanjang lintasan titik sounding 1-10 adalah 300 meter.Pengolahan data menggunakanSoftware Res2Dinvuntukmengetahuiresistivitastiaplapisanbatuan, kemudiandiolahdenganSoftware Voxleruntukmenyajikanpemodelanbawahpermukaan 3 Dimensi. Hasilpengolahan data menggunakanSoftware Res2DinvdanVoxlerpada daerahpenelitianterdiridari 3 lapisanbatuanyaitu: lapisanlempung, pasirdankerikil, sertabedrock.HasilinversiSoftware Res2Dinvpadatitik sounding 1-10ataulintasan 1posisi lateral bedrockditemukanpada 60-98 meter dengankedalaman 10,5-20 meter, 126-164 meter dengankedalaman 14,8-20 meter, 182-194 meter dengankedalaman 17,2-20 meter, dan 238-240 meter dengankedalaman 17,2-20 meter. Padatitiksounding 11-20 ataulintasan 2, posisi lateral bedrockditemukanpada 60-98 meter dengankedalaman 14,8-20 meter, 126-164 meter dengankedalaman 16-20 meter, dan 182-194 meter dengankedalaman 18,6-20 meter. Berdasarkan Software Voxler, posisi lateral bedrock dibawah permukaan tanah menyebar kearah timur dan utara serta semakin ke timur dan utara bedrock semakin dekat dengan permukaan tanah.

A study on the teaching of English at some elementary schools in kodya Malang / by Hudan Dardiri

 

Pelaksanaan pengajaran bidang pengembangan kemampuan berbahasa di Taman Kanak-kanak se kecamatan Klojen wilayah kepenilikan V kotamadya Malang catur wulan II tahun ajaran 1994/1995
oleh Eni Indrawati

 

Asapek-aspek demografi dalam perencanaan pendidikan (studi kebutuhan guru dan gedung sekolah dasar) tahun 1995-2020 di Madura Jawa Timur / oleh Hasanah

 

Pengaruh ekstrak daun sirih merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav.) terhadap kadar interleukin 6 (Il-6) mencit (Mus musculus) galur Swiss model rheumatoid arthritis / Eka Nurzalia

 

ABSTRAK Nurzalia, Eka. 2016. Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav.) terhadap Kadar Interleukin 6 (Il-6) Mencit (Mus Musculus) Galur Swiss Model Rheumatoid Arthristis. Skripsi., Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si (2) Siti Imroatul Maslikah, S.Si, M.Si. Kata Kunci: Ekstrak Sirih Merah, Il-6, Rheumatoid Arthristis Rheumatoid arthristis (RA) ditandai dengan inflamasi yang menyebabkan pembengkakan pada persendian.Inflamasi yang terjadi pada persendian dimulai dengan proliferasi sel T menjadi T helper yang dapat menstimulasi makrofag untuk menghasilkan Interleukin 6 (Il-6). IL-6 dapat meningkatkan ekspresi sel endotel, meningkatkan permeabilitas vaskular, dan pembebasan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel pada membran sinovial. Pengobatan RA di masyarakat menggunakan Disease Modifying Anti Rheumatic (DMARDs) dan Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drug (NSIDs) dalam jangka panjang memiliki efek samping yaitu reaksi hipersensitivitas, gangguan fungsi hati dan ginjal, serta penekanan sistem hematopoetik. Kecenderungan masyarakat beralih dari pengobatan sintetik menjadi herbal memungkinkan eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia, seperti sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.). Terapi herbal diduga tidak memiliki efek samping pada kesehatan, dan pembiayaan yang lebih murah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak sirih merah terhadap kadar IL-6. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini berlangsung selama bulan September-November 2015 di Laboratorium Biologi, kandang pemeliharaan Universitas Negeri Malang, dan Laboratorium Faal Universitas Brawijaya. Sampel yang digunakan 30 mencit jantan galur swiss berumur 8 minggu dengan berat 28-30 gr. Mencit dibagi menjadi 6 kelompok yaitu normal, RA, terapi aspirin, terapi ekstrak sirih merah dengan dosis 100 mg/kgBB/hari, 200 mg/kgBB/hari, dan 400 mg/kgBB/hari. Mencit model RA dibuat dengan menyuntikan Complete Freund’s Adjuvant (CFA) 0,01 ml secara intraperitonial, setelah 7 hari di booster dengan menyuntikkan Incomplete Freund’s Adjuvant (IFA) 0,03 ml di ekstremitas bawah sebelah kiri bawah bagian telapak kaki, kemudian mencit diberi perlakuan selama 3 minggu. Pada akhir perlakuan mencit didislokasi dan diambil darah dari jantung. Serum darah di Uji dengan metode indirect ELISA. Hasil penelitian menunjukkan terapi ekstrak sirih merah menunjukkan kecenderungan penurunan kadar IL-6. Dosis 400 mg/kgBB/day menunjukkan kecenderungan penurunan terbesar kadar IL-6, yaitu 141,5 pg/ml.

Masalah-masalah yang dihadapi guru dalam penerapan metode pembelajaran IPA kelas V di SDN sekecamatan Klojen kodya Malang
oleh Endang Nurhainingsih

 

Pengembangan grafik pengendali Individual Moving Range (I-MR) berbasis distribusi dagum (studi kasus di PT. Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT) / Olivia Monica

 

ABSTRAK Monica, Olivia. 2016. Pengembangan Grafik Pengendali IndividualMoving Range (I-MR) Berbasis Distribusi Dagum (Studi Kasus di PT. Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT)). Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ir. Hendro Permadi, M.Si. Kata kunci: grafik pengendali individual moving range(i-mr), Distribusi Dagum, VGAM. Data individual merupakan datayang berdistribusi normal dengansatu variabel atau data tunggal.Dari data-data tersebut dapat diolah dengan banyak metode, salah satunya adalah metode I-MR (Individual Moving Range). Pada pihak lain tidak semua data yang dihasilkan mengikuti distribusi normal. Tujuan skripsi ini adalah mengembangkan grafik kendali I-MR berbasis distribusi Dagum 3 parameter dengan contoh kasus hasil pengukuran ketebalan pelapis lantai dan dinding marmer jenis Bromo ukuran 40×60 yang diambil dari perusahaan PT. Industri Marmer Indonesia Tulungagung, produksi per hari periode 19 Juni 2015 – 15 Agustus 2015 (selama 50 hari). Nilai parameter distribusi Dagum diperoleh menggunakan paket VGAM pada R 3.2.3. Grafik pengendali I-MR berbasis distribusi Dagum tidak simetris karena nilai jarak antara UCL dan LCLterhadap garis pusat tidak sama. UCL sebesar 21.4459mm, LCLsebesar 12.9875mm, dan rata-rata (X ̅) sebesar 18.795mm. Sedangkan pada grafik kendali MR menunjukkan UCL sebesar 4.551mm, LCL sebesar 0, dan rata-rata (X ̅) sebesar 1.393mm. Jarak antara garis pusat dengan UCLsebesar 2.6509mm dan jarak garis pusat dengan LCLsebesar 5.8075mm.Hasil grafik I-MR berbasis distribusi Dagum menunjukkan bahwa seluruh hasil pengamatan tidak ada data yang keluar dari batas kendali dan menunjukkan kondisi yang stabil atau konsisten serta variabilitasnya masih terkendali. Pada grafik pengendali I-MR berdistribusi normal, selang antara UCL dan LCL grafik Individual sebesar 6.268mm dan selang antara UCL dan LCL grafik MR adalah 3.851mm. Sedangkan selang antara UCL dan LCL grafik Individual dan grafik MR berbasis distribusi Dagum masing-masing adalah 8.4584mm dan 4.551mm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa selang pada grafik pengendali I-MR berdistribusi normal lebih sempit dibandingkan dengan selang pada grafik pengendali I-MR berdistribusi Dagum.

Penjelidikan tentang hal membuat persiapan mengadjar oleh guru-guru sekolah dasar negeri wilajah Medjajan kabupaten Madiun
oleh Soewarno

 

Studi tentang pendapat guru yang mendasari pelaksanaan pengajaran seni rupa pada sekolah dasar negeri di wilayah Kawedanan Tulungagung / oleh Adhnan Sumanto

 

Pengembangan pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan melalui kegiatan bercerita dengan gambar wayang kelompok B TK Dharma Wanita 03 Sonosari Malang (penelitian tindakan kelas) / Dina Maretta Amelia

 

ABSTRAK Amelia, Dina Maretta. 2016. Pengembangan Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Melalui Kegiatan Bercerita dengan Gambar Wayang Kelompok B TK Dharma Wanita 03 Sonosari Malang (Penelitian Tindakan Kelas). Skripsi, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tumardi, S.Pd, M.Pd, (II) Evania Yafie, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: penjumlahan dan pengurangan, bercerita, wayang. Pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan sangat dibutuhkan dalam mengembangkan kemampuan berhitung. Kepekaan terhadap bilangan perlu dikenalkan sejak anak usia dini. Penerapan operasi penjumlahan dan pengurangan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk pengembangan kemampuan kognitif anak perlu adanya pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Hasil observasi awal ditemukan bahwa anak TK Dharma Wanita 03 Sonosari Malang kemampuan kognitifnya masih rendah dalam hal berhitung. Berdasarkan hal tersebut kegiatan bercerita tepat digunakan sebagai alternatif dalam proses memperbaiki pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan penerapan kegiatan bercerita dengan gambar wayang untuk meningkatkan pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan pada kelompok B. 2) mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep operasi penjumlahan dan pengurangan melalui pelaksanaan kegiatan bercerita dengan gambar wayang pada anak kelompok B. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan: observasi, refleksi, perencanaan, dan pelaksanaan. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B sebanyak 21 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan melaksanakan penerapan kegiatan bercerita pada pembelajaran kelompok B, maka hasil belajar anak pra tindakan keberhasilan klasikal 43%, pada siklus I mencapai 71%, dan pada siklus II mencapai 95%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pelaksanaan kegiatan bercerita telah mencapai kemampuan kognitif yang optimal sesuai dengan kriteria keberhasilan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan untuk pendidik dapat menerapkan kegiatan bercerita dengan gambar wayang untuk meningkatkan pemahaman konsep operasi penjumlahan dan pengurangan. Karena sesuai dengan tahapan anak 5-6 tahun yaitu pra operasional sehingga membutuhkan benda konkret untuk pelaksanaan pembelajaran berhitung.

Efektivitas kalimat pada karangan siswa kelas V SD Negeri Ciptomulyo IV Malang tahun 1995/1996
oleh Montoi

 

The Abyss gazes also: the psychological journey of a mentally-tormented soldier in Spec Ops: the Line / Akbar Endarto Gunawan

 

ABSTRAK Gunawan, Akbar Endarto. 2016. The Abyss Gazes Also: The Psychological Journey of a Mentally-tormented Soldier in Spec Ops: The Line. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kukuh Prayitno S., M.A, (II) Drs. Arif Subiyanto, M.A. Kata Kunci: Video Game, Naratif Verbal, Naratif Sinema, Psikoanalisis, Sigmund Freud, Spec Ops: The Line, Teori Sastra. Dalam seabad terakhir, kerangka psikoanalisis dalam wacana sastra kerap dijumpai di antara kerangka teori-teori sastra lain. Hal ini dikarenakan kemampuan kerangka psikoanalisis dalam membangun pemahaman psikologis dari sebuah teks literatur, memungkinkan pembaca menginterpretasikan teks tersebut melalui sudut pandang yang baru. Salah satu tujuan psikoanalisis adalah untuk menguak kinerja mental karakter fiksi dalam suatu teks dan mengaitkannya dengan teori yang terdapat di ilmu psikologi. Teks semakin tampak realistik saat kinerja mental karakter di dalamnya memiliki kesamaan dengan teori psikologi yang ada. Di sisi lain, video game akhir-akhir ini telah memperoleh predikat keabsahan dari akademia sebagai media literatur dikarenakan kapasitasnya dalam menyediakan struktur naratif yang dipadukan secara koheren dengan disiplin ilmu sinema dan interaktivitas pemainnya, menjadikan pengalaman kala menikmatinya menyerupai media literatur lain seperti perpaduan novel dan drama. Salah satu contoh video game terkini yang sesuai untuk diinterpretasi dengan psikoanalisis adalah Spec Ops: The Line, dibuat pada tahun 2012 oleh Yager Development. Dalam video game tersebut, Kapten Martin Walker dan tim Delta yang ia pimpin ditugaskan untuk menginvestigasi sinyal tanda kehidupan dari Dubai yang tak berpenghuni pasca bencana badai pasir memporakporandakan kota itu beberapa waktu sebelumnya. Lewat petunjuk-petunjuk kecil dari perilaku Kapten Walker yang diperoleh dari presentasi verbal dan sinemanya di sepanjang jalan cerita The Line, video game tersebut mampu membeberkan beragam bukti psikologis yang mengarah pada perubahan proses mental Walker sebagai tokoh di dalam cerita The Line. Bukti pertama berasal dari moral disengagement, yaitu meredam segala dampak emosi pada saat Walker membunuh siapapun yang mengancam akan menembaknya. Bukti kedua adalah perwujudan uncanny effect pada diri Walker, yaitu menunjukkan rasa takut yang tidak beralasan akibat spekulasi liarnya sendiri. Bukti ketiga, defense mechanism, lazim dijumpai di saat niat dan ekspektasi Walker tidak sama dengan apa yang sebenarnya terjadi di sepanjang misinya. Beberapa korban tak bersalah terperangkap di baku tembak antara Walker dan batalion yang memusuhinya, sehingga membuat Walker mengalami gejala-gejala yang menyerupai kondisi Post-traumatic Stress Disorder. Walker mulai berhalusinasi sebagai akibat dari stres yang ia alami selama konflik, namun tetap berusaha teguh dengan pendiriannya untuk menyelesaikan obyektif misinya. Akan tetapi, di saat-saat terakhir misi yang diembannya, Walker secara tragis mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Latar belakang minat siswa masuk SMEA dihubungkan dengan prestasi belajar program kejuruan di SMEA Negeri Kediri
oleh Purwaningrum

 

Fenomena klik remaja pada siswa kelas IX.G (Studi kasus di SMP Negeri 1 Blitar) / Retno Siswi Palupi

 

Kata Kunci: Fenomena, Klik, Remaja, Siswa SMP. Klik remaja adalah fakta sosial yang telah terjadi di kalangan anak sekolah. Keberadaan klik remaja relatif mudah berkembang dan sulit dipisahkan dari kehidupan remaja, terutama di lingkungan sekolah yang merupakan tempat bertemunya dengan teman-teman sebaya dan tempat menghabiskan separuh waktu mereka. Fenomena tersebut juga terjadi di SMP Negeri 1 Blitar dimana terdapat sebuah klik yang terkenal yaitu Tjah Mpough. Klik Tjah Mpough membentuk polaritas tertentu sehingga bisa dikenal di kalangan sekolah dan luar sekolah. Oleh karena itu diperlukan penelitian ini agar menggambarkan fenomena klik remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan (1) pandangan terhadap klik Tjah Mpough, (2) perilaku kekhasan yang terlihat dari klik Tjah Mpough yang dijadikan sensasi agar dikenal di lingkungan sekolah bahkan sampai ke sekolah, (3) interaksi internal dan eksternal dari sebuah klik Tjah Mpough sehingga bisa dikenal di lingkungan sekolah bahkan sampai ke sekolah lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Studi kasus. Data penelitian yang digunakan berasal dari hasil observasi peneliti yang dilakukan di SMP Negeri 1 Blitar, hasil wawancara dengan para informan yaitu anggota Tjah Mpough, siswa, guru, dan konselor. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri, untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan ketekunan pengamatan dan triangulasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat diperoleh tiga simpulan yaitu: Pertama, Tjah Mpough yang membentuk polaritas yang anggotanya memiliki kesamaan hobi dan minat di bidang basket dan band, rasa solidaritas yang tinggi diantara anggotanya, selain itu nama Tjah Mpough secara tidak sengaja diberikan oleh seorang guru yang sering memanggil mereka Mpough. Kedua, perilaku kekhasan yang paling menonjol yaitu pembuatan kaos yang didesain khusus untuk anggota TJMC yang dipakai sebagai identitas komunitas tersebut. Ciri khas lain dari Tjah Mpough adalah para anggotanya memberikan akhiran Tjah Mpough di belakang akun facebook mereka. Tjah Mpough juga membuat fanspage yang berisi kegiatan dan dokumentasi mereka. Ketiga, interaksi yang dilakukan Tjah Mpough sangat luas tidak hanya terbatas dengan teman anggotanya saja tetapi juga dengan teman-teman lainnya baik adik kelas maupun siswa dari sekolah lain.

Identifikasi kesulitan konsep-konsep fisika bila ditinjau dari kebiasaan belajar dan interaksi belajar mengajar fisika pada siswa kelas I cawu 3 SMU Negeri 7 Malang tahun ajaran 1995/1996 / oleh Edy Sunarto

 

Peningkatan kemampuan motorik halus melalui teknik mozaik pada anak kelompok A TK Al Hikmah 2 Kecamatan Kanogoro Kabupaten Blitar / Sinta Rizky Alviasari

 

ABSTRAK Alviasari, Sinta rizky. 2016. Peningkatan Kemampuan Motorik halus Melalui Teknik Mozaik Pada Anak Kelompok A TK Al Hikmah 2 Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Skripsi, Progam Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sutansi, M.Pd, (2) Suminah, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: kemampuan motorik halus, teknik mozaik, anak kelompok A Hasil observasi pada kelompok A di TK Al Hikmah 2 kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar ditemukan masalah dalam kemampuan motorik halus yaitu seperti memegang pensil, menggunting, menempel, dan melipat yang belum berkembang secara optimal. Berdasarkan hasil wawancara ditemukan bahwa dari 13 anak kelompok A terdapat 2 anak (15,4%) yang memiliki kemampuan menggunting dan menempel, sedangkan 11 anak lainnya (84,6%) masih mengalami kesulitan dalam hal menggunting dan menempel kertas. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan teknik mozaik untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A TK Al Hikmah 2 kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A TK Al Hikmah 2 kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar. Data dijaring melalui teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, dan teknik catatan lapangan. Data dianalisis dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan teknik mozaik pada kegiatan pembelajaran menjadi lebih maksimal, anak menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan motorik halus dalam kegiatan teknik mozaik dari pratindakan sebesar 15,4% pada siklus I sebesar 38,5% dan pada siklus II meningkat menjadi 84,6%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui teknik mozaik dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dalam hal memegang pensil, menggunting, menempel, melipat di TK Al Hikmah 2 kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar. Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian kepada pihak sekolah diharapkan untuk meningkatkan kreativitas dalam mengadakan kegiatan pembelajaran yang tidak monoton dan dapat memotivasi anak dalam mengembangkan kemampuan motorik halusnya secara optimal.

Pengaruh pretes harian terhadap kebiasaan belajar fisika, tingkat kecemasan danprestasi belajar fisika siswa kelas I SMA Negeri 7 Malang / oleh Emi Rohanum

 

Analisis meme pada laman 9gag.com melalui pendekatan semiotioka / Bagus Prasetyo

 

ABSTRAK Prasetyo, Bagus. 2016. AnalisisMeme Pada Laman9gag.com Melalui Pendekatan Semiotika. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Rudi Irawanto, S.Pd, M.Sn., (II) Heppy Jundan Hendrawan, S.Sn, M,Ds. Kata Kunci: Analisis, Meme, Semiotika. Situs internet yang beragam membuat masyarakat tertarik mengakses internet walau hanya sekedar membaca, berdiskusi, bertukar pikiran ataupun membuat konten pribadi yang berdasarkan opini maupun pengalaman yang kemudian akan dibagikan ke publik sehingga konten tersebut akan menjadi viral. Dalam perkembangan itu, muncul fenomena InternetMeme, adalah gambar, suara, video, pergerakan, cerita, lelucon, dan lain-lain yang diteruskan dari satu pengguna internet ke pengguna lain melalui e-mail, blog dan situs jejaring sosial. 9gag menjadi salah satu forum yang turut menyebarluaskan dan mempopulerkan internet meme. Penelitian ini menggunakan teori semiotika model Ferdinand de Saussure. Teori ini membedah makna tanda dalam sebuah meme. Elemen yang dianalisis adalah elemen tekstual dan visual dari memeSuccess Kid, Bad Luck Brian, dan Futurama Fry. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui fungsi setelah membedah makna tanda di dalamnya. Meme yang dianalisa adalah Success Kid, Bad Luck Brian, dan Futurama Fry. Data meme yang dianalisa diambil dari situs 9gag.com. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, yang diambil dengan teknik dokumentasi dan studi literatur. Penelitian ini menggunakan rancangan pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dalam mengumpulkan data di lapangan. Prosedur pengumpulan data meliputi dokumentasi dan studi literatur, sedangkan teknik analisis data menggunakan checking dan editing. Hasil penelitian ini mencakup fungsi yang didapat dari analisa memeSuccess Kid, Bad Luck Brian, dan Futurama Fry. Fungsi memeSuccess Kid adalah untuk menyampaikan pesan keberhasilan dan keberuntungan, Bad Luck Brian untuk menyampaikan pesan kegagalan atau kesialan, dan Futurama Fry untuk menyampaikan pesan kritis, curiga, dan skeptis.

Studi tentang hubungan antara kemampuan berpikir formal dengan prestasi belajar siswa SMA kelas II untuk materi bentuk molekul dan identifikasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam memakai konsep tersebut / oleh Suprihmiartiningsih

 

Peningkatan kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII SMPN 1 Campurdarat tahun ajaran 2010/2011 dengan menggunakan metode experiental learning / Marista Dwi Rahmayantis

 

Kata Kunci: kemampuan menulis, geguritan, experiential learning Keterampilan menulis pada pelajaran Bahasa Jawa yang diajarkan untuk siswa kelas VIII salah satunya adalah menulis geguritan (puisi bebas). Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran menulis geguritan belum dilaksanakan secara baik sehingga menyebabkan pembelajaran tidak bisa dilaksanakan secara maksimal. Dari observasi yang dilakukan di SMPN 1 Campurdarat ditemukan masalah dalam pembelajaran keterampilan menulis geguritan. Masalah utamanya adalah siswa sulit menyesuaikan judul dengan isi geguritan, pemilihan diksi, penggunaan penginderaan, dan bahasa figuratif dalam penulisan geguritan. Kesulitan tersebut menyebabkan rendahnya mutu dan kualitas tulisan siswa dalam menulis geguritan. Penelitian ini bermaksud meningkatkan kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII SMPN 1 Campurdarat dengan menggunakan metode experiential learning. Dalam metode experiential learning terdapat empat tahap, yaitu yaitu (1) pengalaman konkret, siswa memperoleh atau mengingat pengalaman yang mereka alami, (2) refleksi; merefleksikan, mendeskripsikan, menentukan hal yang menarik, dan belajar dari salah satu pengalaman yang menarik tersebut, (3) berpikir abstrak, dan (4) penerapan. Penelitian yang dilaksanakan di SMPN 1 Campurdarat ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas tersebut dilaksanakan pada dua siklus, siklus I dan siklus II. Siswa yang diamati sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIF berjumlah 41 siswa dengan rincian 19 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang baik pada kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII SMPN 1 Campurdarat setelah menggunakan metode experiential learning. Hasil pretes menunjukkan 92% siswa memperoleh nilai di bawah 75. Hasil tersebut belum mencapai standar ketuntasan minimal (SKM). Persentase rata-rata kemampuan menulis geguritan pada siklus I adalah 68% dengan jumlah siswa yang dikategorikan belum tuntas sebanyak 14 siswa. Aspek yang belum dapat dicapai siswa dengan baik adalah pada aspek penggunaan bahasa figuratif. Sedangkan pada siklus II, persentase rata-rata kemampuan menulis geguritan siswa mencapai 100%. Pada siklus ini siswa dikategorikan telah berhasil dan mencapai SKM yang disyaratkan. Dari data persentase rata-rata kemampuan menulis geguritan siswa mengalami peningkatan sebesar 32% pada siklus II. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode experiential learning dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |