Upaya polisi dalam menanggulangi kecelakaan lalu lintas berdasarkan UU No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan di wilayah kepolisian resort Sumenep / Mila Ekawati

 

Kata Kunci: Lembaga Kepolisian, Penanggulangan, Kecelakaan Lalu Lintas, Dengan semakin meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di kabupaten Sumenep dan adanya upaya lembaga kepolisian dalam meminimalkan angka kecelakaan lalu lintas yang sesuai dengan peraturan lalu lintas. Pelaksanaan upaya lembaga kepolisian ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis latar belakang terjadinya kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Kepolisian Resort Sumenep (2) menganalisis program Polisi dalam menanggulangi kecelakaan Lalu Lintas di Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Wilayah Kepolisian Resort Sumenep (3) menganalisis pelaksanaan program Polisi dalam menanggulangi kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Wilayah Kepolisian Resort Sumenep (4) menganalisis faktor yang menghambat upaya Polisi dalam menanggulangi kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Wilayah Kepolisian Resort Sumenep (5) menganalisis upaya Polisi untuk mengatasi hambatan dalam penanggulangan kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Wilayah Kepolisian Resort Sumenep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni: observasi, wawancara, dokumentasi. Jadi data yang digunakan berasal dari para informan, hasil observasi proses pelaksanaan program Lembaga Kepolisian menanggulangi kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian membawa perolehan kesimpulan bahwa Kesatuan Polres Sumenep terbentuk pada tahun 1947 dan sampai saat ini. Kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa yang tidak disangka-sangka dan tidak sengaja, dimana sebuah kendaraan bermotor bertabrakan dengan benda lain dan menyebabkan kerusakan, latar belakang terjadinya kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep terbagi dalam empat faktor penyebab kecelakaan lalu lintas yaitu: faktor manusia, faktor kendaraan, faktor jalan, dan faktor cuaca. Untuk mengatasi kecelakaan lalu lintas Lembaga Kepolisian memiliki program dalam menanggulangi kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep disebut dengan program partnership yang terbagi menjadi tiga tahap yaitu: tahap I program jangka pendek, tahap II program jangka menengah, tahap III program jangka panjang. Lembaga Kepolisian dalam menanggulangi kecelakaan lalu lintas memiliki beberapa kesulitan yaitu, faktor utama yang menghambat adalah dari anggota polisi yang kurang disiplin. Selain itu sarana dan prasarana lalu lintas di Kabupaten Sumenep yang kurang memadai juga merupakan faktor penghambat lainnya dalam pelaksanaan program penanggulangan kecelakaan lalu lintas karena bertambahnya pengguna jalan yang tidak diiringi dengan bertambahnya sarana dan prasarana lalu lintas. Sarana dan prasarana lalu lintas yang disediakan adalah fasilitas jalan, rambu-rambu dan tanda lalu lintas. dan masih banyak masyarakat yang kurang mengerti dan memahaminya peraturan lalu lintas yang baru, oleh karena itu masih banyak pelanggaran yang sering terjadi. Upaya Lembaga Kepolisian untuk mengatasi hambatan dalam penanggulangan kecelakaan lalu lintas yaitu dengan diadakannya penyuluhan-penyuluhan kepada anggota kepolisian agar lebih patuh terhadap peraturan yang ada, dapat menjadi panutan bagi masyarakat luas dan memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat. Sarana dan prasarana yang kurang memadai, upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan survey sarana dan prasarana apa saja yang kurang dan perlu perbaikan. Dengan menambah sarana dan prasarana seperti menambahkan rambu-rambu lalu lintas di jalan yang sudah mulai ramai dan memperbaiki jalan yang sudah rusak atau berlubang sehingga dapat mewujudkan lalu lintas yang tertib. Masih banyaknya masyarakat kurang paham atau mengerti mengenai peraturan lalu lintas yang baru maka sangat diharapkan kepada lembaga kepolisian untuk lebih intensif dalam melakukan penyuluhan ataupun sosialisasi kepada masyarakat mengenai peraturan lalu lintas yang ada.

Pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap keberhasilan belajar (studi pada siswa kelas XI IPS I SMA Negeri 1 Gondanglegi) / Ekkie Kartikasari

 

ABSTRAK Kartikasari, Ekkie. 2005. Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Ketersediaan Sumber Belajar di Rumah terhadap Keberhasilan Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas XI IPS I SMA Negeri I Gondanglegi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi Dan Koperasi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Wahjoedi M.E, (II) Drs. Ir. Yohanes Hadi Susila S.Th, M.Div, M.E Kata Kunci: Lingkungan Keluarga, Ketersediaan Sumber belajar, Keberhasilan belajar. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan studi siswa, diantaranya adalah keadaan lingkungan keluarga. Sifat dan kebiasaan orang tua, dan ketersediaan sumber belejar. Untuk belajar di rumah, ketersediaan sumber belajar sangat membantu dan mutlak dibutuhkan, semakin lengkap alat-alat belajar, siswa semakin bisa belajar dengan baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) kondisi lingkungan keluarga siswa (2) Kondisi ketersediaan sumber belajar di rumah siswa (3) prestasi belajar siswa (4) Pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap keberhasilan belajar siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Analisis Deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan keluarga sebagai variabel X1, kondisi ketersediaan sumber belajar di rumah sebagai variabel X2, dan keberhasilan belajar siswa sebagai variabel Y dalam bentuk perhitungan persentase. Metode regresi linier berganda digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh lingkungan keluarga (X1), dan ketersediaan sumber belajar di rumah (X2) terhadap keberhasilan belajar siswa (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Menengah Atas Negeri I Gondanglegi kelas XI IPS I semester ganjil tahun ajaran 2008/2009 berjumlah 35 siswa. Penentuan sampel dengan cara purposive random sampling sehingga sampel berjumlah 35 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Mei. Penelitian dilakukan mulai bulan April sampai Mei. Lingkungan keluarga siswa SMA Negeri I Gondanglegi berdasarkan pada penilaian siswa secara umum (60%) menunjukkan lingkungan keluarga yang kurang mendukung keberhasilan belajar siswa. Ketersediaan sumber belajar di rumah secara umum (57,15%atau 57%) menunjukkan kondisi yang kurang mendukung keberhasilan belajar siswa. Keberhasilan belajar siswa SMA Negeri I Gondanglegi secara umum (54,28% atau 54%) menunjukan keadaan yang cukup tinggi. Berdasarkan pada hasil data yang telah diolah dapat diketahui signifikansi regresi linier berganda adalah 0.000 lebih kecil 0,05 dengan demikian, dapat dikatakan bahwa lingkungan keluarga (X1) dan ketersediaan sumber belajar (X2) memiliki pengaruh secara simultan terhadap keberhasilan belajar siswa. Besar Adjusted R square adalah 0,024. Hal ini berarti 2,4% perubahan variabel Y disebabkan oleh perubahan variabel X1, X2, sedangkan sisanya sebesar 97,6% disebabkan oleh faktor di luar perubahan variabel X1, X2. Dari hasil penelitian ini penulis mengharapkan kepada pihak sekolah agar lebih meningkatkan komunikasi dan selalu menjaga hubungan yang baik dengan orang tua siswa, karena antara pihak sekolah dan orang tua memiliki keterkaitan yang erat dengan keberhasilan belajar siswa. Orang tua siswa diharapkan untuk lebih memperhatikan perkembangan belajar dan juga kebutuhan belajar putra-putrinya.

Pengaruh pertumbuhan, ukuran, dan profitabilitas terhadap peringkat obligasi (studi pada perusahaan finance yang listing di Bursa Efek Indonesia) / Tetty Widiyastuti

 

Kata Kunci: Pertumbuhan, Ukuran, Profitabilitas, Peringkat Obligasi Pentingnya peringkat obligasi adalah untuk memberikan pernyataan yang informatif dan memberikan isyarat tentang kemungkinan terjadinya default hutang perusahaan. Peringkat obligasi juga membantu para investor untuk menentukan kebijakan investasi, baik investor individu maupun institusional. dapat dimonitor dari informasi peringkatnya. Perubahan dalam peringkat obligasi suatu perusahaan akan mempengaruhi pada baik kemampuannya untuk meminjam modal jangka panjang maupun biaya modal tersebut. Agen-agen pemeringkat akan meninjau obligasi yang beredar secara berkala, di mana sebagai hasil dari perubahan kondisi yang dialami oleh emitennya. Peringkat obligasi memiliki arti penting bagi perusahaan maupun investor. pertama, karena peringkat obligasi adalah indikator dari resiko gagal bayarnya, peringkat ini memiliki pengaruh langsung yang dapat diukur pada tingkat suku bunga obligasi dan biaya utang perusahaan. Kedua, kebanyakan obligasi dibeli oleh investor institusional daripada individual, dan banyak indikasi dibatasai hanya berinvestasi pada sekuritas yang layak investasi. Jadi, jika obligasi sebuah perusahaan jatuh di bawah peringkat BBB, perusahaan akan mengalami kesulitan menjual obligasi baru karena kebanyakan potensi pembeli, akan tidak diperbolehkan untuk membelinya. Tujuan dari penelitiaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan, ukuran, dan profiabilitas terhadap peringkat obligasi pada perusahaan finance yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2009. Penelitian tersebut menggunakan alat bantu statistik yaitu regresi linier yang terdapat di dalam program spss. Faktor pertumbuhan, ukuran, dan profitabilitas sebagai variabel independen sedangkan peringkat obligasi sebagai variabel terikatnya. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa peringkat obligasi pada perusahaan finance dipengaruhi oleh ukuran dan profitabilitas. Oleh sebab itu perusahaan sebaiknya menjaga kinerja perusahaan dengan menjaga rasio keuangan tersebut sehingga dapat memperoleh peringkat obligasi yang lebih baik.

Implementasi model pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran humas dan keprotokolan (studi pada siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran kelas X APK SMK PGRI 6 Malang) Rivit Aminatus Sholikah

 

ABSTRAK Sholikah, Rivit Aminatus. 2009. Implementasi Model Pembelajaran Role Playing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Humas dan Keprotokolan (Studi pada Siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran Kelas X APK SMK PGRI 6 Malang). Skripsi. Jurusan Manajemen Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pebimbing (1) Dr. Sopiah M.Pd, M.Si, (2) Imam Bukhori S.Pd, M.M. Kata Kunci : Implementasi Model Pembelajaran Role Playing, Hasil Belajar. Pembaharuan dalam dunia pendidikan merupakan sebuah tuntutan yang harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, mengingat persaingan dapat terjadi disemua bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan. Untuk memperbaiki kualitas pendidikan tersebut, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah melalui Depdiknas. Salah satunya adalah melakukan penyempurnaan kurikulum. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta komite sekolah dan dewan pendidikan yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegitan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Pembelajaran menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa dan peranan guru. Sehubungan dengan itu, dengan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan maksud untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses pembelajaran dengan mengumpulkan data berupa uraian-uraian atau kalimat dan bukan angka sehingga bersifat deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, desain pembelajaran, lembar kerja siswa, lembar observasi, angket, dan hasil belajar peserta didik (aspek kognitif, aspek afektif, aspek psikomotor). Adapun prosedur pengumpulan data yang dilakukan : (1) pemberian tes; (2) pengamatan partisipan; (3) penyebaran angket; (4) dokumentasi. Tahap analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1) analisis data aktivitas peserta didik; (2) analisis pengelolaan pembelajaran; (3) analisis persepsi siswa; analisis tes hasil belajar; (4) paparan data; (5) penarikan kesimpulan. Tahap-tahap penelitian tindakan kelas ini (PTK) berupa siklus spiral yang meliputi : (1) perencanaan, (2) pemberi tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Dalam penelitian ini direncanakan dilakukan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Adapun model pembelajaran yang cocok dengan pendekatan siswa aktif pada kompetensi Humas dan Keprotokolan adalah model pembelajaran role playing yaitu dengan materi aplikasi master of ceremony (MC). Hasil penelitian ini mencakup hasil belajar siswa terhadap model pembelajaran role playing. Hasil belajar siswa dilihat dari peningkatan pemberian nilai antara siklus I dan siklus II. Penilaian hasil belajar siswa melalui tes hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran (APK) di SMK PGRI 6 Malang. Penelitian ini dibagi menjadi 4 tahap kegiatan yaitu (1) pendahuluan dari observasi awal, pengamatan pendahuluan siswa, guru dan dukungan pihak sekolah. Pelaksanaan siklus I dan siklus II meliputi : (1) rencana tindakan model pembelajaran role playing; (2) pelaksanaan tindakan model pembelajaran role playing; (3) temuan penelitian pada tindakan model pembelajaran role playing; (4) refleksi tindakan model pembelajaran role playing. Adapun fokus pengamatan yang dilakukan adalah (1) aktivitas peserta didik; (2) kemampuan peneliti dalam mengelola pembelajaran; (3) evaluasi hasil belajar peserta didik (aspek kognitif, aspek afektif, aspek psikomotor) dalam proses pembelajaran model role playing. Kesimpulan perbandingan hasil aktivitas peserta didik dengan mengetahui peningkatan hasil aktifitas peserta didik selama penerapan model pembelajaran role playing terhadap kelompok atas, tengah dan bawah, peneliti menarik kesimpulan bahwa model pembelajaran role playing dapat diterapkan untuk seluruh peserta didik baik yang memiliki kemampuan tinggi, sedang maupun rendah. Kegiatan pembelajaran tersebut dapat meningkatkan aktivitas masing-masing kelompok secara efektif dan bermakna. Sedangkan kesimpulan dalam mengelola model pembelajaran role playing yang diberikan adalah peneliti dapat melaksanakan pengelolaan kelas dengan baik pada setiap siklus yang dilakukan sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Hal ini juga dimaknai bahwa tindakan intervensi yang dilakukan oleh peneliti selama siklus I dan siklus II dapat memotivasi peserta didik untuk selalu memperbaiki pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas. Penerapan model pembelajaran role playing dapat meningkatkan hasil belajar ranah aspek kognitif, afektif, psikomotor pada mata pelajaran “ humas dan keprotokolan” di kelas X APK SMK PGRI 6 Malang berlangsung. Peningkatan hasil belajar aspek kognitif dapat diketahui dari adanya peningkatan nilai pre test dan pos test yaitu 52.26 (siklus I) menjadi 88.19 (siklus II). Peningkatan hasil belajar aspek afektif dapat diketahui dari adanya peningkatan nilai persentase rata-rata siklus I dan siklus II yaitu dari 9.72% kualifikasinya kurang, 56.94% kualifikasinya cukup, 112.50% kualifikasinya baik, 20.83% kualifikasinya baik sekali menjadi 13.89% kualifikasinya cukup, 129.17% kualifikasinya baik dan 56.94% kualifikasinya baik sekali. Peningkatan hasil belajar aspek psikomotor diketahui dari peningkatan hasil pencapaian nilai kinerja peserta didik dari nilai bagi kualifikasi “ cukup” (siklus I) menjadi dengan kualifikasi “baik” pada siklus II.

Perbandingan penerapan pembelajaran kooperatif model student team achievement division dengan numbered head together untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi kelas VII pada pokok bahasan kegiatan ekonomi manusia SMP Negeri 1 Singosari / Yohanes Cervatius Ma

 

Kata Kunci :Pembelajaran kooperatif Model Student Teams Achievement Divisions (STAD), Model Numbered Heads Together (NHT), Motivasi Belajar, Hasil Belajar Motivasi berkaitan erat dengan prestasi atau hasil belajar. Siswa yang tinggi motivasinya pada umumnya memiliki hasil belajar yang baik sebaliknya siswa yang memiliki motivasi rendah hasil belajarnya juga akan rendah. Tanpa adanya motivasi belajar, seseorang tidak akan merasa tertarik untuk memperhatikan guru maupun lingkung kelasnya. Untuk mendapatkan motivasi dan hasil belajar yang baik, guru harus pandai memilih metode yang cocok untuk tujuan dan bahan ajar mengajar serta sesuai dengan kemampuan siswa, disamping itu juga dapat meningkatkan motivasi belajar, maka guru harus menciptakan proses belajar mengajar yang melibatkan siswa, guru harus memahami dan mengembangkan berbagai media keterampilan dalam mengajar, serta guru harus tepat dalam menggunakan metode pembelajaran. Pemilihan metode yang kurang tepat, media belajar yang kurang bahkan cara mengajar guru yang membosankan bagi siswa merupakan beberapa faktor yang berasal dari guru yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa serta menurunnya hasil belajar siswa tersebut. Pendekatan pembelajaran yang dipilih hendaknya dapat memberikan tantangan yang bisa membangkitkan ketertarikan siswa dan menimbulkan motivasi belajar untuk tetap dan terus semangat belajar. Disamping itu juga harus dapat menimbulkan kemampuan dasar yang dimiliki siswa agar dapat diterapkan dalam menyelesaikan tugas-tugas, sehingga siswa dapat meramalkan sendiri hal-hal yang baru.Berdasarkan teori motivasi belajar “ Keberhasilan dalam suatu bidang studi tidak selalu sepenuhnya tergantung dari usaha dan kemampuan siswa tetapi yang terpenting disini adalah keyakinan siswa bahwa dia sendiri adalah pihak yang seluruhnya bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan”. Hal tersebut memberikan arti bahwa dalam memotivasi siswa, peran guru juga penting dalam meyakinkan siswa untuk mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui perbedaan efektivitas model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) dan NHT (Numbered Heads Together) dalam meningkatkan motivasi belajar ekonomi bagi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singosari. (2) Untuk mengetahui perbedaan efektivitas model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) dan NHT (Numbered Heads Together) dalam meningkatkan hasil belajar ekonomi bagi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singosari. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan membagi kelompok penelitian menjadi dua kelompok eksperim`en, yaitu kelompok pertama adalah kelompok eksperimen yang belajar dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik STAD dan kelompok kedua adalah kelompok eksperimen yang belajar dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik NHT. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, soal tes, perangkat pembelajaran dan angket tanggapan siswa terhadap penerapan kedua teknik pembelajaran tersebut. Analisis data menggunakan uji-t. Hasil motivasi belajar siswa diperoleh dengan nilai thitung (2,146) > ttabel (2,012) maka thitung > ttabel, dengan nilai rata-rata (mean) pendekatan pembelajaran kooperatif teknik STAD yaitu 11,8750 dan nilai rata-rata (mean) dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik NHT yaitu 10,5000 dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division terbukti lebih efektif dalam meningkatkan motivasi belajar ekononomi siswa daripada metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together. Hasil belajar siswa dapat ditunjukkan dengan nilai post tes. Diperoleh nilai thitung (2,146) > ttabel (2,012) maka thitung > ttabel, dengan nilai rata-rata (mean) yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik STAD yaitu 79.5833 dan nilai rata-rata (mean) yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik NHT yaitu 65.0000 maka dapat dikatakan bahwa hasil belajar yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik STAD lebih efektif dibandingkan dengan kelas yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik NHT. Ada beberapa saran yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1 )Bagi guru mata pelajaran ekonomi di SMP NEGERI 1 Singosari khususnya dan para guru ekonomi lain pada umumnya disarankan untuk mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division sebagai salah satu alternatif pembelajaran didalam kelas, dalam rangka meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa. Karena sudah terbukti bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi Kegiatan Pokok Ekonomi Masyarakat. (2) Bagi peneliti lanjutan, disarankan untuk meneliti dan membandingkan beberapa metode yang dikenal selama ini, sehingga guru dapat memilih metode pembelajaran yang tepat, yang dapat meningkatkan hasil belajar. Disarankan pula untuk diadakan penelitian lanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas dan memadukan beberapa metode pembelajaran.

Evaluasi pelaksanaan lapis tambahan (overlay) laston pada pembangunan jalan dan jembatan Widang-Gresik-Surabaya / Silvi Roselliyanti

 

Kata kunci: evaluasi, pelaksanaan, lapis tambahan (overlay) Lapis tambahan (ovelay) adalah lapis perkerasan tambahan yang dipasang di atas konstruksi perkerasan yang ada dengan tujuan meningkatkan kekuatan struktur perkerasan yang ada agar dapat melayani lalu lintas yang direncanakan selama kurun waktu yang akan datang. Tujuan studi lapangan adalah : (1) Mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pengerjaan lapis tambahan (overlay) secara keseluruhan pada pembangunan jalan dan jembatan Widang-Gresik-Surabaya. (2) Mengetahui pengendalian mutu yang digunakan untuk lapis tambahan (overlay) pada pembangunan jalan dan jembatan Widang-Gresik-Surabaya. Hasil studi menyebutkan bahwa : (1) Pada saat memulai pekerjaan penghamparan dilakukan dengan proses dan tahapan yang sudah memenuhi spesifikasi. Dimulai dari pengecekan suhu aspal sebelum dimasukkan ke dalam bak asphalt finisher sampai pada penghamparan aspal. Begitu pula dengan alat-alat pengatur penghampar aspal yang dimulai dari pengukur ketebalan dan lebar jalan, (2) Pada pekerjaan pemadatan dibagi tiga tahapan: (a) Pemadatan awal 14 lintasan, (b) Pemadatan antara 16 lintasan, (c) Pemadatan akhir 4 lintasan. Namun di dalam pekerjaannya tidak dilakukan 3 tahapan melainkan hanya ada 2 tahap yaitu pemadatan awal 12 lintasan dan pemadatan akhir 14 lintasan. (3) Pekerjaan quality control dilakukan dengan tahapan pengujian yang sudah memenuhi spesifikasi. Dimana pekerjaan quality control meliputi: uji kerataan, kepadatan, ketebalan, dan uji ekstraksi. Alat yang digunakan dalam pekerjaan ini yaitu menggunakan alat core drill, sketmach, mistar panjang dan alat ekstrasi test, (4) Uji kepadatan dilakukan dengan tiga section, section I kepadatan yang diperoleh belum memenuhi syarat, sedangkan section II dan III kepadatan yang dihasilkan sudah memenuhi spesifikasi teknis. Berdasarkan hasil study lapangan disarankan: (1) Proses pelaksanaan penghamparan aspal campuran sebaiknya memperhatikan prosedur teknis, sehingga diperoleh hasil yang sesuai perencanaan, (2) Untuk uji kepadatan yang dihasilkan pada section I belum memenuhi syarat yang ditentukan spesifikasi. Oleh karena itu pemadatan yang dilakukan harus di tingkatkan lagi, agar kepadatan yang diperoleh memenuhi spesifikasi teknis.

Keefektifan paket pelatihan keterampilan self-disclosure untuk meningkatkan konsep diri siswa SMP / Mega Ika Mariana

 

Kata Kunci : Self-disclosure, konsep diri. Dalam pelaksanaan BK di sekolah saat ini masih banyak persoalan yang dihadapi berkaitan dengan self-disclosure siswa, misalnya enggannya siswa untuk datang ke ruang BK guna mengungkap masalah yang dihadapinya, hal ini dipicu oleh ketidakterbukaan diri siswa dalam berbagai permasalahan yang dihadapi, di samping itu siswa masih kurang mampu berhubungan antarpribadi khususnya keterbukaan diri. Untuk dapat membuka diri, sebelumnya individu harus memahami diri sendiri yaitu menyadari dan memahami perasaannya, siapa dirinya, kualitas diri, harapan-harapan, dan pengembangan sikap terhadap dirinya sendiri. Pengetahuan dan sikap tersebut dikenal dengan konsep diri (self concept). Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan paket pelatihan keterampilan self-disclosure untuk meningkatkan konsep diri siswa SMPN 2 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest control design. Subyek yang dijadikan sampel penelitian adalah siswa SMPN 2 Pilangkenceng Kabupaten Madiun kelas VII sebanyak 64 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala Keterampilan Self-Disclosure dan skala Konsep Diri dengan menggunakan model penskalaan Likert. Analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil pre-test skala konsep diri kelas eksperimen dan rata-rata hasil post-test skala konsep diri kelas eksperimen adalah berbeda secara signifikan. Rata-rata hasil post-test skala konsep diri kelas eksperimen (112.09) lebih tinggi daripada rata-rata hasil pre-test skala konsep diri kelas eksperimen (98.25). Dapat disimpulkan bahwa kedua rata-rata populasi adalah tidak identik karena nilai Sig. (0,000) ≤ 0,05 dan thitung (-5.313) ≥ ttabel (1,998). Hal ini dapat disimpulkan bahwa paket keterampilan self-disclosure efektif untuk meningkatkan konsep diri siswa SMPN 2 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan remaja dapat mengungkapkan dengan baik mengenai dirinya sendiri, dapat mengontrol emosi terhadap segala perilakunya, dapat meningkatkan keakraban yang dilandasi kepercayaan dan kekeluargaan.

Pembinaan narapidana diLembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Kotamadya Malang
oleh Choiril Anam

 

Pengaruh senam otak (metode Fritz' Brain) terhadap tingkat kecerdasan otak pada manusia lanjut di panti jompo werdha "Griya Asih" Kecamatan Lawang Kabupaten Malang / Muzayin Akmal Khuluq

 

ABSTRAK Khuluq, Muzayin Akmal. 2009. Pengaruh Senam Otak (metode fritz’ brain) Terhadap Tingkat Kecerdasan Otak Pada Manusia Usia Lanjut yang Tinggal di Panti Jompo di Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes, (II) dr. Hartati Eko Wardani, M. Si, M.ed. Kata-kata kunci: senam otak (metode fritz’ brain), tingkat kecerdasan otak, manusia usia lanjut Secara Patologis faktor bertambahnya usia menjadikan mental dan fisik akan berkurang. Aktivitas kehidupan yang berkurang akan mengakibatkan makin bertambahnya ketidakmampuan tubuh dalam melakukan berbagai hal. Kegagalan dalam mengatasi stressor menyebabkan manusia usia lanjut cepat mengalami penurunan fungsi otak. Pada otak manusia cenderung lebih cepat menurun pada bagian otak sebelah kiri hal ini dikarenakan organ tubuh yang sering dihgunakan adalah bagian tubuh sebelah kanan. Otak akan bekerja secara optimal apabila otak bagian kanan dan kiri dapat bekerja secara seimbang. Penurunan tingkat kecerdasan otak dapat diperhambat dengan cara memperbanyak aktivitas gerak dan pemikiran yang melibatkan otak bagian kanan dan otak bagian kiri. Oleh karena itu perlu diadakan kajian lebih dalam tentang pengaruh senam otak terhadap tingkat kecerdasan (kinerja fungsi otak), sebagai langkah awal untuk menghambat penurunan fungsi otak pada manusia usia lanjut serta membantu meningkatkan derajat kemampuan hidup manusia lanjut usia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan metode One group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah manusia usia lanjut yang tinggal di panti jompo dengan karakteristik yaitu usia 60-75 tahun, tidak mempunyai gangguan jantung dan gangguan neurologi, responden kooperatif, dapat berkomunikasi dengan baik, tidak mengalami cacat fisik yang mengganggu aktifitas, responden harus mengikuti program latihan secara teratur. Jumlah subyek dalam penelitian ini adalah 11 manusia usia lanjut yang telah memenuhi persyaratan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2009 di panti werdha “griya Asih” Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase dan uji pengaruh paired sample t test (perbandingan rata-rata). Hasil dari penelitian ini antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan senam otak secara deskriptif menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sebanyak 2%. Sedangkan setelah dilakukan uji pengaruh paired sample t test didapatkan hasil senam otak metode fritz’ brain tidak mempunyai pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan kinerja fungsi otak secara maksimal, namun diduga senam otak metode fritz brain dapat membantu menghambat penurunan tingkat kecerdasan otak pada manula karena dari hasil penelitian tidak ada yang mengalami pernurunan setelah diberikan perlakuan senam otak metode fritz’ brain.

Hubungan pemanfaatan sumber belajar lokal dengan prestasi belajar peserta diklat di UPT Diklat Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur / Kusyunur Watiningsih

 

Watiningsih, Kusyunur. 2014. Hubungan Pemanfaatan Sumber Belajar Lokal Dengan Prestasi Belajar Peserta Diklat di UPT Diklat Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Supriyono, M.Pd, (II) Drs. Ahmad Mutadzakir, M.Pd Kata kunci : sumber belajar lokal, prestasi belajar, diklat     Kegiatan pembelajaran dalam diklat tidak terlepas dari pemanfaatan sumber belajar di lingkungan tempat berlangsungnya diklat. Pemanfaatan sumber belajar yang efektif dimungkinkan mempengaruhi prestasi belajar peserta diklat. Berdasarkan penilaian terhadap frekuensi pemanfaatan sumber belajar oleh peserta diklat, sebagian besar peserta diklat sering memanfaatkan sumber belajar lokal. Perolehan nilai rata-rata dari hasil post-test tujuh puluh tujuh koma empat puluh dengan nilai tertinggi sembilan puluh tujuh koma lima puluh.     Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan sumber belajar lokal, prestasi belajar peserta diklat, dan untuk mengetahui korelasi antara pemanfaatan sumber belajar lokal dengan prestasi belajar peserta diklat. Penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan angket penelitian. Analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, editing, koding, tabulasi data, pengujian kualitas data, mendeskripsikan data, dan analisis korelasi dengan sampel 45 orang peserta diklat dengan menggunakan perhitungan secara manual menggunakan rumus persentase untuk analisis diskriptif dan rumus product moment untuk analisis korelasi.     Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh sembilan simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, peserta diklat selalu memanfaatkan sumber belajar yang ada yakni pesan sebagai sumber belajar, orang sebagai sumber belajar, bahan sebagai sumber belajar, alat sebagai sumber belajar, teknik sebagai sumber belajar, dan lingkungan sebagai sumber belajar. Kedua, prestasi belajar peserta diklat mengalami peningkatan yang signifikan yakni dengan rata-rata nilai dua puluh lima koma tujuh puluh delapan. Ketiga, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan pesan dengan prestasi belajar peserta diklat. Keempat, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan orang dengan prestasi belajar peserta diklat. Kelima, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan bahan dengan prestasi belajar peserta diklat. Keenam, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan alat dengan prestasi belajar peserta diklat. Ketujuh, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan teknik dengan prestasi belajar peserta diklat. Kedelapan, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan lingkungan dengan prestasi belajar peserta diklat. Dan kesembilan, tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan sumber belajar lokal dengan prestasi belajar peserta diklat.     Berdasarkan temuan penelitian, disampaikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Bagi UPT Diklat Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur hendaknya mempertahankan atau bahkan meningkatkan sumber belajar yang ada, dan disarankan agar peserta diklat memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar, (2) Bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah pemanfaatan sumber belajar sudah sangat baik, Akan tetapi jurusan PLS disarankan agar buku pada perpustakaan Lab PLS perlu ditambah dengan buku-buku yang baru agar semakin bertambah referensi dan wawasan dan semakin meningkat prestasi belajar mahasiswa PLS.

The Readiness of teaching and learning English at elementary schools in Kodya Malang / by Lalu Suhirman

 

Penerapan model kooperatif tipe teams games tournament dengan crossword puzzle untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS kelas V SDN 1 Gondang Purwantoro Wonogiri / Sri Wasito

 

ABSTRAK Sri Wasito. 2016. Penerapan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Dengan Crossword Puzzle untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Kelas V SDN 1 Gondang Purwantoro Kabupaten Wonogiri. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar: (I) Prof. Hj. Utami Widiati, M.A., Ph.D (II). Prof. Dr. Wahjoedi, M.E. Kata kunci: Model kooperatif, teams games tournament, crossword puzzle, aktivitas, dan hasil belajar Berdasar observasi awal siswa kelas V SDN 1 Gondang Purwantoro Kabupaten Wonogiri, menunjukkan rendahnya aktivitas siswa dalam pembelajaran. Siswa pasif dalam tanya jawab dan kerja kelompok. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru sebagai pusat pembelajaran. Dari dokumen hasil belajar juga terungkap hasil belajar IPS rendah karena belum memenuhi KKM IPS yaitu ≥ 70. Rendahnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Permasalahan ini dapat diatasi dengan model pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk belajar bersama melalui penerapan model kooperatif tipe TGT dengan crossword puzzle. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model kooperatif tipe TGT dengan crossword puzzle untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS kelas V SDN 1 Gondang Purwantoro Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Proses PTK dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus dilakukan sebanyak tiga pertemuan. Penelitian dilakukan di SDN 1 Gondang Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, dengan subyek penelitian 32 siswa kelas V tahun pelajaran 2015-2016. Pengumpulan data diperoleh dari rekap praktik pembelajaran, observasi, tes hasil belajar, catatan lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif tipe TGT dengan crossword puzzle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V di SDN 1 Godang Purwantoro Kabupaten Wonogiri. Siklus I aktivitas siswa aktif hanya 65, 62 % dan pada siklus II meningkat mencapai 84,38 %. Hasil belajar siswa pada siklus I 68,75 % dan pada siklus II meningkat menjadi 81, 25 % tuntas belajar. Berdasar hasil penelitian ini, dapat disimpulkan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa terjadi karena penerapan model kooperatif tipe TGT dengan crossword puzzle. Penerapanmodel kooperatif tipe Time Game Tournamentdengan Crosworod Puzzle dilaksanakan dengan sintaks pembelajaran presentasi kelas,gurumempersiapkan siswa terhadap topik pembelajaran dengan media benda nyata, gambar, power point, dan video pembelajaran. Timdengan mempelajari materi melalui tugas tim, bermain kartu soal sebagai bahan tanya jawab, dan praktik membuat TTS dengan esclipse crossword . Game dengan permainan TTS di meja turnamen. Turnamen dengan mengerjakan TTS dengan lawan antar kelompok. Rekognisi timdengan pemberian buku tulis dan foto dimuat dalam buletin sekolah.

Pengaruh penerapan pendekatan chemoentrepreneurship (CEP) dalam pembelajaran kimia materi pokok larutan penyangga terhadap minat berwirausaha, motivasi belajar, kreativitas, dan kemampuan kognitif siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Batu / Martin Yantini

 

Kata kunci: pendekatan chemoentrepreneurship (CEP), minat berwirausaha, motivasi belajar, kreativitas, kemampuan kognitif, larutan penyangga Salah satu fungsi pendidikan adalah sebagai penyiapan tenaga kerja. Fungsi ini menjadi misi penting dari pendidikan karena pekerjaan menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) bertujuan untuk menyiapkan siswa meneruskan ke tingkat pendidikan lebih lanjut, yaitu Perguruan Tinggi. Namun pada kenyataannya tidak semua lulusan SMA berkesempatan dan diterima melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi. Aspek-aspek pelajaran kimia adalah pemahaman berbagai fakta, kemampuan mengenal dan memecahkan masalah, keterampilan dalam penggunaan laboratorium, dan sikap ilmiah yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari. Segala fenomena atau kejadian alam tentunya tak terlepas dari ilmu kimia, dengan demikian semestinya ilmu kimia dapat dikemas menjadi suatu hal yang menyenangkan dan mampu memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kemudahan belajar kimia. Larutan penyangga merupakan materi yang berisi teori-teori yang jika disampaikan hanya dengan metode ceramah, maka siswa tidak akan tertarik untuk mempelajarinya sehingga dibutuhkan metode lain yang mampu menumbuhkan semangat siswa dalam mempelajari materi tersebut. Pendekatan chemoentrepreneurship (CEP) adalah pendekatan pembelajaran kimia yang dikaitkan dengan objek nyata sehingga selain dididik, siswa dapat mempelajari proses pengolahan suatu bahan menjadi produk yang bermanfaat, bernilai ekonomi dan menumbuhkan semangat berwirausaha, dengan demikian pembelajaran akan lebih bermakna dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan pendekatan CEP terhadap minat berwirausaha, motivasi belajar dan mendeskripsikan kreativitas dan kemampuan kognitif siswa setelah penerapan pendekatan CEP pada materi larutan penyangga. Penelitian ini menggunakan rancangan Pre-Experiment Designs dan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan sebelum dan setelah penerapan pendekatan CEP. Data minat berwirausaha dan motivasi belajar siswa diperoleh sebelum dan setelah penerapan CEP, sedangkan data kreativitas dan kemampuan kognitif siswa diperoleh setelah penerapan pendekatan CEP. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Instrumen pengukuran yang digunakan berupa tes dan non tes. Analisis data hasil penelitian meliputi analisis statistik dan analisis deskriptif. Analisis statistik digunakan untuk melihat pengaruh terhadap minat berwirausaha dan motivasi belajar. Pada analisis statistik, menggunakan uji paired sample t test, paired sample correlations, dan simple regression dengan bantuan SPSS 16,0 for Windows. Pengaruh antar variabel ditentukan dengan analisis korelasi dan penentuan koefisien determinasi. Sedangkan analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui pengaruh terhadap kreativitas dan kemampuan kognitif siswa. Analisis deskriptif yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Analisis tersebut didasarkan pada ketuntasan klasikal siswa. Kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah, yaitu >85% memperoleh nilai ≥70. Berdasarkan hasil análisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, penerapan pendekatan CEP berpengaruh terhadap minat berwirausaha siswa. Hal ini dilihat berdasarkan adanya hubungan positif antara penerapan pendekatan CEP terhadap minat berwirausaha siswa sebesar 0,525. Besarnya pengaruh antar variabel ditentukan dari koefisien determinasi yang diperoleh, yaitu 27,60%. Hasil uji t juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan minat berwirausaha siswa sebelum dan setelah penerapan pendekatan CEP dengan thitung yang diperoleh sebesar 5,68. Kedua, penerapan pendekatan CEP memberikan pengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Adanya pengaruh ini dilihat berdasarkan korelasi yang diperoleh sebesar 0,319 dan menunjukkan adanya hubungan positif antar kedua variabel. Besarnya pengaruh ditentukan oleh koefisien determinasi yang diperoleh, yaitu 10,20%. Hasil uji t juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan minat berwirausaha siswa sebelum dan setelah penerapan pendekatan CEP dengan thitung yang diperoleh sebesar 3,89. Ketiga, berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa setelah penerapan pendekatan CEP, 100% siswa mempunyai kreativitas yang tergolong tinggi dan sangat tinggi. Keempat, hasil perhitungan persentase ketuntasan klasikal yang diperoleh sebesar 94,28% dan sudah mencapai tolok ukur keberhasilan yang ditetapkan oleh sekolah.

Pengembangan media pembelajaran berbasis animasi pada materi lingkaran kelas VIII MTs/SMP / Akhmad Hafieds Luqman

 

ABSTRAK Luqman, Hafiedz, A. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Animasi pada Materi Lingkaran Kelas VIII MTS/SMP. Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Susy K Andaini, M.Kom. Kata Kunci: media pembelajaran, animasi, lingkaran Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena bahwa sebagian siswa kelas VIII MTs Wahid Hasyim Balung mengalami kesulitan dalam memahami materi lingkaran dengan waktu yang terbatas. Sehingga dalam hal ini peneliti ingin mencarikan solusi masalah tersebut dengan mengembangkan sebuah media yang dapat membantu siswa belajar secara efektif dan mandiri. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah langkah-langkah dan hasil pengembangan media pembelajaran berbasis animasi terhadap materi lingkaran kelas VIII SMP/MTs?. Adapun media pembelajaran yang akan dikembangkan berdasar pada prinsip: (1) efektifitas dan efisiensi; (2) relevansi dan (3) produktivitas. Model media pembelajaran yang dipilih dan akan dikembangkan berupa media animasi yang didukung perangkat lunak Swishmax V.04 sebagai program creator-nya. Prosedur pengembangan akan melalui beberapa tahapan berikut: (1) pengkajian materi, perangkat media dan pengkajian pengguna media; (2) pembuatan sketsa media; (3) pengumpulan obyek rancangan (meliputi: pembuatan teks, koleksi teks materi yang akan disampaikan, pembuatan grafis, pengambilan gambar, pengumpulan suara, pembuatan animasi); (4) pembuatan desain tampilan; (5) pembuatan demo media; (6) pengujian (meliputi uji materi, uji media, dan uji pengguna); (7) evaluasi/revisi; dan (8) hasil. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa uji coba kelayakan pengembangan media pada tahap pertama memiliki rata-rata 3,13 dari segi materi dan dan 3,85 dari segi media, pada tahap kedua memiliki rata-rata 3,70, secara keseluruhan memiliki rata-rata nilai 3,56. Hal ini menunjukkan bahwa media yang dikembangkan ‘valid’, dan layak digunakan sebagai bahan ajar untuk membantu siswa dan guru pada proses pembelajaran. Penggunaan media ini dalam pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan kondisi sekolah/madrasah yang ada, selanjutnya perlu ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran ini dalam pembelajaran sesungguhnya di sekolah maupun madrasah.

Pengaruh relokasi pasar terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang (studi kasus relokasi pasar Klitikan Notoharjo Kota Surakarta) / Jadi Nugroho Munir Ghufroni

 

Kata Kunci: relokasi, kondisi sosial ekonomi pedagang. Relokasi adalah pemindahan suatu tempat menuju tempat yang baru. Pada tahun 2006 Pemkot Surakarta mengadakan penataan ruang kota dan mengembalikan fungsi kawasan Taman Monumen 45 sebagai Ruang Terbuka Hijau dan taman kota. Pasar Klithikan Notoharjo yang pada awalnya terletak di Kawasan Taman Monumen 45 dipindahkan menuju Kecamatan Semanggi. Letak pasar Notoharjo yang berada di kelurahan semangggi sulit dijangkau sehingga terjadi penurunan jumlah pengunjung yang berpengaruh terhadap pendapatan pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi pedagang sebelum dan sesudah relokasi serta menganalisis pendapatan pedagang. Metode penelitian yang digunakan survey dengan populasi pedagang pasar Notoharjo yang direlokasi dari monumen 45 menuju kelurahan semanggi. Pengambilan data menggunakan metode survey. Teknik pengambilan data menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalan penelitian ini adalah analisa statistik uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Kondisi sosial ekonomi pedagang sebelum dan sesudah relokasi menunjukan perbedaan penggunaan alat transportasi, pembayaran retribusi yang disesuaikan dengan penggunaan listrik. Jumlah pengunjung mengalami penurunan tiap hari dan aksesibilitas yang semakin sulit. Selain itu ditambahnya fasilitas berupa listrik, PDAM, area parkir, kamar mandi dan mushola. Motivasi pedagang dalam pelaksanaan relokasi sehingga berjalan damai antara lain karena cara negosiasi dan pendekatan pemkot yang kekeluargaan, pedagang tertib dan taat dengan hukum dan peraturan pemerintah, diberi fasilitas atau tempat baru yang lebih baik dan tetap, dan hal paling penting adalah tindakan Satpol PP yang ramah.2) Terjadi perbedaan jumlah pendapatan pedagang. Penurunan pendapatan terjadi pada pedagang pakaian dan elektronik dan peningkatan pendapatan terjadi pada pedagang dagangan perlengkapan motor, perlengkapan mobil, dan makanan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan 1) Hendaknya pemerintah kota membangun fasilitas umum yang lebih banyak di kawasan kelurahan Semanggi sehingga dapat mendukung berkembangnya pasar Notoharjo. 2) Diharapkan promosi pasar Notoharjo lebih luas sehingga pasar lebih ramai dan dapat meningkatkan perekonomian pedagang serta bertambahnya pemasukan daerah dari pembayaran retribusi dan uang parkir di pasar Notoharjo. 3) Hendaknya proses relokasi yang dilakukan oleh pemerintah Kota Surakarta dapat dijadikan percontohan sehingga tidak terjadi kerusuhan maupun konflik yang dapat merugikan semua pihak.

Analisis materi listrik statis di SLTP dan SMU / oleh Agung Sri Mulyono

 

Materi listrik statism engalampi erkembangadna ri setiapje njangp endidikan mulaid arit ingkat SLTPs ampaPi erguruanT inggi.D engana danyap erkembangamn ateri listrik statis, maka sangat perlu trntuk mengetahui materi- materi yang diajarkan oleh guru baik di SLTP dan SMU. Materi yang diajarkan di tingkat SLTP merupakan penyederhanaan darim aterid i SMU denganm emperhatikatnin gkatb erpikir siswa.U ntuk materid i SMU merupakapne nyederhanaadna ri materiy anga kand iterimad i perguruanT inggi.A danya penyederhanamana terit ersebumt akad iadakanp enelitiant entangA nalisism ateril istrik statisd i SLTPd an SMU. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keluasan dan kedalaman materia jar pokok bahasanli strik statisd i SLTP dan SMU sehinggad apatd iketahuim ateri yangh arusm endapatkanp enekanand an penambahanp engayaany angn antinyaa kand i berikan pada pendidikan selanjutnya Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur tentang materi listrik statisd enganm engkajim aterid i perguruanti nggi danG BPPS LTPd an SMU. Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwam asiha dam ateriy angb elumd iajarkan olehg urub aik di SLTPd an SMU, padahaml aterii ni akand iterimad and ikembangkadni tingkatp endidikans elanjutnyaM. ateriy angb elum diajarkand i SLTPd anh arusd iberikan sebagami ateri pengayaana dalahm engenaik apasitor.U ntuk di SMU rnateri yangp erlu mendapatkapne nekanana dalahm engenaiH ukum Gaussk arenam ateri ini hanyad iberikan secarak ualitatif, padahald i perguruant inggi akan diajarkank embali yang disertai dengan penggunaannya. Hasil penelitianin i dapatd igunakano leh gurus ebagami asukkand alam menenhrkanm ateri yang harusd iberikan sebagami ateri pengayaand an mendapatkan penekanan.

Keefektifan kelas Astra Jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / Fendy Pratama

 

ABSTRAK Pratama, Fendy. 2015. Keefektifan Kelas ASTRA Jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Mardji, M. Kes. (2) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: Keefektifan, Kelas ASTRA, Prestasi Belajar SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) telah melaksanakan berbagai kebijakan strategis dengan menerapkan menejemen pembelajaran dengan pendekatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Demi menyikapi kebutuhan dunia kerja yang menuntut tersedianya SDM (Sumber Daya Manusia) yang kompeten dan profesional, maka SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen bekerja sama dengan industri otomotif ASTRA untuk membuka kelas kerjasama. Kelas tersebut berisi calon lulusan yang dipilih oleh industri secara langsung. Akan tetapi, proses belajar mengajar dan standar yang ditetapkan masih sama dengan yang berlaku di sekolah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1)Bagaimana kegiatan belajar mengajar kelas ASTRA di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen?; (2)Bagaimana sarana dan prasarana dalam menunjang keefektifan kelas ASTRA di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen?; (3)Adakah perbedaan secara signifikan prestasi belajar siswa kelas ASTRA dan kelas reguler di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen?; (4)Apakah metode yang diterapkan dikelas ASTRA efektif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa kelas ASTRA jurusan teknik mesin otomotif SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen?. Penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah hubungan masyarakat, dan kepala program keahlian teknik otomotif. Pengum pulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara bebas dan mendalam, studi dokumentasi, dan observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pembentukan kelas ASTRA tidak efektif terhadap peningkatan prestasi belajar. Hal ini ditunjukkan dengan hasil belajar kelas ASTRA yang kurang dibandingankan dengan kelas reguler. SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen disarankan meninjau kembali sistem pendidikannya terutama untuk program kelas ASTRA, sehingga tujuan utama pendidikan melalui model kelas ASTRA, yaitu peningkatan prestasi belajar dapat dicapai.

Sintesis senyawa kompleks kobalt(II) dengan ligan karboksilat dari minyak sawit dan uji potensinya sebagai pewarna nyala lilin / Yesi Sulistiani

 

Kata kunci: Kompleks Co(II) karboksilat, ligan karboksilat, pewarna nyala lilin Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memacu penemuan-penemuan baru di bidag kimia material. Salah satu material kimia digunakan untuk meningkatan nilai estetika lilin dengan mengubah warna nyala lilin agar mempunyai variasi warna. Pewarnaan nyala lilin dilakukan dengan menambahkan senyawa kompleks yang larut dalam parafin. Senyawa kompleks terdiri dari ion pusat dan ligan berukuran besar sehingga mamiliki kepolaran yang rendah. Salah satu ligan yang banyak terdapat pada bahan alam Indonesia adalah senyawasenyawa karboksilat. Dalam penelitian ini disintesis kompleks kobalt(II) dengan ligan karboksilat. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis senyawa kompleks kobalt(II) dengan ligan karboksilat melalui reaksi trans-saponifikasi sabun natrium dengan logam kobalt(II) klorida yang dilanjutkan dengan karakterisasi serta uji potensinya sebagai pewarna nyala lilin. Penelitian ini mencakup tiga tahap yaitu: (1) Sintesis, meliputi dua tahap yaitu reaksi saponifikasi minyak sawit dengan natrium hidroksida menghasilkan sabun natrium dan reaksi trans-saponifikasi sabun natrium dengan garam Co(II) klorida menghasilkan senyawa kompleks Co(II) karboksilat; (2) Karakterisasi, meliputi penentuan titik lebur, penentuan logam kobalt dengan X-Ray Fluorescence (XRF), identifikasi gugus fungsi dengan analisis spektroskopi inframerah, dan uji kelarutan serta uji kemagnetan dengan menggunakan Magnetic Suspectibility Balance (MSB); (3) Aplikasi dilakukan dengan menambahkan kompleks Co(II) karboksilat ke dalam lilin atau parafin dengan persentase 20%, 30%, dan 40% yang kemudian diuji nyala. Hasil penelitian adalah (1) Senyawa kompleks kobalt(II) karboksilat disintesis melalui reaksi trans-saponifikasi antara sabun natrium dengan garam CoCl2 dengan perbandingan 16 : 1, diperoleh rendemen sebesar 80,67%, dengan menggunaka pelarut oktanol, dan memiliki warna ungu. (2) Senyawa kompleks kobalt(II) karboksilat berwarna ungu dengan titik lebur 143-145 oC, dan mempunyai sifat paramagnetik. Kemungkinan struktur senyawa kompleks kobalt(II) karboksilat berbentuk oktahedral.Senyawa kompleks kobalt(II) karboksilat tidak larut dalam parafin, dan larut dalam pelarut campuran parafin dengan oktanol. (3) Senyawa kompleks kobalt(II) karboksilat mempunyai warna nyala merah pada saat dibakar, sehingga senyawa tersebut mempunyai potensi sebagai warna nyala lilin. .

Efektivitas pemberian latihan terpusat dan laithan tersebar dalam pengajaran fisika terhadap prestasi belajar fisika pokok bahasan suhu dan kalor siswa kelas I cawu III SMU IKIP MALANG / oleh M. Zuhdi Nurhariyanto

 

Kebahagiaan pada Bhikku Theravada / Mutia Husna Avezahra

 

ABSTRAK Avezahra, Mutia Husna. 2011. Kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (II) Ninik Setyowati, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: Bikkhu Theravada, Budha, Kebahagiaan, Kesadaran, Meditasi Hakikat ajaran Budha dapat diketemukan melalui pemikiran inti dari pemikiran Sidharta Gautama atau kemudian disebut Shakyamuni Budha. Panduan kehidupan umat Budha diatur dalam sila yakni dasar utama pengamalan ajaran agama Budha yang berbentuk berbagai macam peraturan pelatihan sesuai dengan kelompok umat Budha (Budha Parisad). Budha Theravada merupakan salah satu aliran ajaran agama Budha yang berarti ajaran sesepuh, yakni masih mempertahkankan aturan dan ajaran asli sebagaimana Budha Gautama masih hidup. Tujuan para penganut aliran Theravada adalah untuk mencapai Nirvana (Nibbana) dengan menjadi Arahat (orang yang mencapai kesucian tertinggi), yang diwujudkan dalam penanaman kebijaksanaan, pengertian dan pengamalan.Menjalin hubungan yang baik pada sesama manusia untuk menciptakan kedamaian di dunia merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut, sehingga Bhikkhu Theravada mengabdikan seluruh kehidupan pribadinya untuk umat atau masyarakat. Bhikkhu Theravada adalah seorang yang menjalani ketentuan penetapan Sang Budha dalam Vinaya Pitaka. Di dalam praktik yang nyata, para Bhikkhu Theravada meninggalkan kehidupan berkeluarga, menjalani kehidupan sederhana, tidak boleh makan lebih dari jam 12 siang, tidak makan banyak, tidak diperbolehkan mendengarkan lagu atau melihat tari-tarian dan tidak boleh melaksanakan hal-hal yang hanya bertujuan kesenangan indria semata. Oleh karena itu, seorang Bhikkhu diharuskan untuk menjalankan disiplin pengelolaan diri melalui latihan meditasi. Melihat tata cara kehidupan Bhikkhu yang penuh batasan itulah, penulis tertarik untuk meneliti tentang kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan model pendekatan fenomenologi. Subjek pada penelitian ini adalah tiga Bhikkhu Theravada di Padepokan Dhammadipa Arama Batu Jawa Timur Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in depth interview), catatan lapangan (field notes) dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan validasi data menggunakan cek partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada adalah terciptanya kondisi batin yang bersih, artinya sebuah kondisi di mana batin terbebas dari hal-hal yang dapat membelenggu diri. Kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada pada penelitian ini tergambar pada aspek berikut: Pada aspek kognitif Bhikkhu Theravada, para Bhikkhu memandang diri sebagai orang yang cukup puas. Aspek hubungan positif pada orang lain menggambarkan bahwa Bhikkhu Theravada mengabdikan diri pada masyarakat serta menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Sementara pada aspek ciri-ciri kepribadian, Bhikkhu Theravada menekankan keterbukaan diri terhadap pelayanan spiritual, melepaskan kehidupan duniawi yang penuh dengan kemelekatan dan melakukan pengelolaan kesadaran dengan bermeditasi. Penelitian ini menunjukkan pentingnya meditasi dalam kehidupan Bhikkhu Theravada sebagai kegiatan melakukan pengamatan pada hal-hal yang muncul pada pikiran dan proses-proses pada tubuh yang timbul pada saat itu untuk mencapai kesadaran batin. Saat ini ketiga partisipan merasa cukup bahagia. Namun ketiga partisipan juga mengatakan bahwa diri masih dalam proses menuju batin yang bersih guna menciptakan kebahagiaan yang lebih sejati dan kedamaian diri yang bersifat jangka panjang. Pandangan dan cara hidup Bhikkhu Theravada dapat dikaji lebih mendalam dengan pendekatan psikologi transpersonal yang dapat mengakomodir pengalaman-pengalaman transenden individu, sehingga dapat memeriksa potensi psikologis individu. Penelitian tentang subjek Bhikkhu Theravada masih belum banyak dilakukan, oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat mengembangkan temuan-temuan yang telah ada.

Peningkatan pemahaman konsep bilangan pada anak kelompok A melalui aktivitas bermain benda lingkungan sekitar di Taman Kanak-Kanak Mawar Indah 2 Kota Batu / Menok Astutik

 

Kata Kunci : Konsep Bilangan, Aktivitas Bermain, Benda Lingkungan Sekitar, Pendidikan Anak Usia Dini. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelompok A, Taman Kanak – kanak Mawar Indah 02 Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu terdapat rumusan masalah : 1). Bagaimanakah penerapan aktivitas bermain benda lingkungan sekitar pada anak kelompok A di TK Mawar Indah 02 Sidomulyo Batu 2). Apakah penggunaan aktivasi bermain benda dapat meningkatkan pemahaman konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Mawar Indah 02 Sidomulyo Batu . Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mendeskkripsikan penerapan aktivasi bermain benda lingkungan sekitar pada anak kelompok A di TK Mawar Indah 02 Sidomulyo Batu . 2). Untuk mendeskripsikan aktivasi bermain benda lingkungan sekitar dapat meningkatkan pemahaman konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Mawar Indah 02 Sidomulyo Batu . Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitas berbentuk tindakan kelas dan di rancang dalam 2 (dua ) siklus . Masing – masing terdiri dari 5 tahapan 1) Refleksi awal 2) Perencanaan 3) Pelaksanaan tindakan 4) Pengamatan 5) Refleksi. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok A, Taman kanak – kanak Mawar Indah 02 Sidomulyo kecamatan Batu Kota Batu sebanyak 25 anak. Metode pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi aktivitas anak selama proses pembelajaran dan dokumen tasi berupa foto selama pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aktivitas bermain benda lingkungan sekitar dapat meningkatkan pemahaman konsep bilangan. Berdasarkan lembar observasi pada siklus I kelancaran anak menyebut urutan bilangan mencapai 64%, kemampuan anak dalam mengenal angka 64% , ketepatan dalam memasangkan angka dengan benda 56%, pada siklus II hasil observasi untu kelancaran menyebut ururtan bilangan meningkat 88%, kemampuan anak mengenal angka meningkat 80%, ketepatan dalam memasangkan benda dengan angka meningkat 76% .Bedasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan aktivitas bermain benda lingkungan sekitar dapat meningkatkan pemahaman konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Mawar Indah 02 Sidomulyo Batu .   Berdasarkan hasil dan kesimpulan dalam penelitian tindakan kelas ini dapat di sarankan : Bagi anak didik hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi anak . Untuk sekolah memberikan masukan bagi peningkatan mutu pembelajaran yang kreatif dan inovatif di taman kanak – kanak. Bagi guru Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan peranan guru dalam mendampingi kegiatan pembelajaran sebagai usaha untuk mengetahui masalah pemahaman anak tentang konsep bilangan dan hendaknya menggunakan benda langsung untuk memudahkan anak memahami konsep bilangan.

Aplikasi model pembelajaran learning cycle untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Kauman Kabupaten Tulungagung / Feny Retnani

 

Sekarang ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berjalansangat pesat. Kemajuan IPTEK tidak lepas dari peran masyarakat yang berkualitas. Peran pendidikan adalah menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghadapi tantangan dalam era globalisasi. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara penyempurnaan kurikulum yang saat ini sedang digunakan adalah kurikulum KTSP. Berdasarkan Peraturan Mendiknas No.22, 23, 24 tahun 2006 saat ini menggunakan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) paradigm pembelajaran konstruktivistik dimana terjadi perubahan orientasi proses pembelajaran dari mengajar menjadi membelajarkan siswa. Salah satu model pembelajaran yang dianggap dapat menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran yang ditemui peneliti adalah model Learning Cycle sebab berdasarkan tahapan-tahapan pada model pembelajaran bersiklus, siswa tidak hanya mendengar keterangan guru tetapi dituntut berperan aktif untuk menggali dan memperkaya pemahaman mereka terhadap konsep-konsep yang mereka dipelajari. Selain itu untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa setelah dilaksanakan model pembelajaran Learning Cycle pada mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, catatan lapangan, dan tes. Sedangkan analisis data meliputi mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.I SMA Negeri 1 Kauman yang berjumlah 43 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan yakni pada siklus I siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori “kurang” pada siklus I sebesar 51% berkurang menjadi 14% pada siklus II, kemudian siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori “cukup” pada siklus I sebesar 30% meningkat menjadi 37% pada siklus II, dan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori “baik” pada siklus I sebesar 19% naik menjadi 35% pada siklus II serta siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori “sangat baik” pada siklus I sebesar 0% naik menjadi 14% pada siklus II. Sedangkan pada hasil belajar dapat dilihat peningkatan pada siklus I hasil belajar aspek kognitif menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas sebesar 74 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 67%. Pada siklus II hasil belajar aspek kognitif menunjukkan nilai rata-rata kelas sebesar 75 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 93%. Sehingga hasil belajar aspek kognitif siswa mengalami peninggkatan sebesar 29%. Saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: (1) Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle dapat dijadikan sebagai salah satu alternative pembelajaran di dalam kelas dalam rangka meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran ekonomi. (2) Untuk kesempurnaan Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle maka harus disediakan alokasi waktu yang cukup agar tidak mengurangi tahap-tahap yang harus dilakukan dalam model pembelajaran tersebut sehingga mendapatkan hasil yang optimal. (3) Penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas, sekolah, dan materi yang berbeda.

Implementasi problem based learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa pada pokok bahasan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan kelas VII D SMP Negeri 8 Malang / Alfi Somadiyah

 

Sitensis dan karakteristik ester etil asam lemak dari minyak biji mimba (Azadirachta indica A. Juss) dan uji potensinya sebagai biodiesel / Wajdi Yahya Talib

 

Kata kunci: minyak biji mimba, ester etil asam lemak, biodiesel Minyak bumi merupakan salah satu sumber energi yang ketersediannya semakin lama semakin menipis karena merupakan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable). Biodiesel adalah bahan bakar alternatif berasal dari minyak atau lemak yang dapat diperbaharui. Biodiesel merupakan senyawa ester alkil asam lemak yang diperoleh dari trans-esterifikasi minyak atau esterifikasi asam lemak. Biji mimba adalah salah satu bahan baku yang dapat berpotensi sebagai bahan baku pembuatan biodiesel karena bersifat non-edible oil dan memiliki kandungan minyak yang cukup besar antara 30-50%. Indonesia banyak terdapat tanaman mimba yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan minyak biji mimba sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Penelitian deskriptif labotaroris yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu: (1) isolasi minyak biji mimba dengan menggunakan pres hidrolik. (2) degumming, esterifikasi asam lemak bebas dalam minyak biji mimba, trans-esterifikasi minyak biji mimba. Reaksi melalui tahapan tersebut kurang memuaskan. Oleh sebab itu dilakukan cara lain untuk memperoleh ester etil asam lemak minyak biji mimba dengan tahap-tahap sebagai berikut: (3) hidrolisis minyak biji mimba, (4) esterifikasi asam lemak hasil hidrolisis. Sintesis ester etil asam lemak hasil sintesis dari tahapan di atas berhasil, (5) karakterisasi meliputi: densitas, viskositas, indeks bias, kelarutan, keasaman, bilangan asam, bilangan penyabunan, dan bilangan ester. Identifikasi ester etil asam lemak hasil sintetis dilakukan dengan kromatografi gas-spektrometri massa (gas chromatography-mass spectrometry, GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ester etil asam lemak biji mimba dapat disintesis dengan esterifikasi asam lemak menggunakan etanol. Ester etil asam lemak hasil sintesis memiliki karakteristik yaitu: (1) densitas sebesar 0,86 g/cm3; (2) indeks bias pada 25°C sebesar 1,450; (3) viskositas sebesar 0,00779 Ns/m2; (4) ester etil asam lemak hasil sintesis tidak larut dalam air, larut dalam kloroform, dan sedikit keruh dalam n-heksana; (5) ester asam lemak hasil sintesis bersifat netral karena tidak merubah warna lakmus merah dan biru; (6) bilangan asam sebesar 0,78; (7) bilangan penyabunan sebesar 167,33; (8) bilangan ester sebesar 166,55. Identifikasi senyawa penyusun ester etil asam lemak hasil sintesis dengan GC-MS menunjukkan adanya etil palmitat, etil oleat, dan etil stearat.

Peranan Badan Penasehat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP-4) Kabupaten Bojonegoro dalam upaya pendewasaan usia perkawinan dalam - kerangka pembinaan keluarga sakinah
oleh Yusrin, Ike

 

Perkawinasne bagaimandais ebutkadna lamU ndang-UndanNgo morI Tahun rhwa perkawinan adalah suatu ikatan lahir wanltas ebagasi uamii stri dengantu juan tangga) yang bahagia, kekal berdasarkan rerjakgeau tuhaUnnnytuamk enja0g"a", ?1i,l?11HlH l Tf ;:::"i:T','""#i'ilff yangm empunyamr asalahd an tidak mampum engatasinyam, aicad r'entuklahs uatu BadanP enasehataPne mbinaand an pelestarianp e'rkawrnane agt umuti slam, Bp4 :rtinggi mutu dari suatu perkawinan dan ;a) bahagia,s ejahterad an kekal menurut mr adalah untuk mengetahu(il ) latar n Penasehapte rkawinanp erselisihadna n Perceraian,.menjBadaid anP enasehadta n pelestarianp erkawinan; 1zj trletanisme 9fliti.d ,BP4 ditinjau dari. strukrur organisasi dan program t*# trl Faktor- IaKror-penyebpaebr kawrnanu sia_mudad i KabupatenB ojonegorod in; (aj peranan BP_-4K abupatenB ojonegorod alam upaya pende*uruui uri"u p"itu*inan dalam kerangkpae mblnaaKne luargaS akinah. Penelitianin i termasuk.dalamka tegorip enelitiank ualitatif, denganr encana penelitians tudy kasusd enganl okasi penelitiano i wilayah t"rya'ne-+-rabupaten BojonegoroD. ata dan sumberg !"v^g digunakana darih datay angdiperorehd an rnstansi/_lembategrak ait,k etua.Bp.-4S, tafp engurusB p-4, tokoh rurlu.ulut, anggota masy_arakpaetl akuk awin muda dan dari dokumen-doklrmeyna ng aou. seaan"gian tekrukp engumpuland ata yang digunakant erdiri dari wawajncaiao, 6seruasar an 9a:nl,aylTls:trdlsoo rmi a.Dlnat,an k.d saotan oyamnig diperoreht ersebutk emudiand ianarisii dengant etnrs dana nalisiste mak ultural. Hasilp enelitianm enuniukkana dar padat ahun 1997.K edua mekanismeo rendidikan,a dat istiadat,e konomi,s osial langan). Dan keempat untuk mengatasi 4 denganm engadakanke gratank eluarga

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray berbantuan peta konsep untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS (siswa kelas VII G SMP Negeri 4 Malang) / Ratna Suraida

 

ABSTRAK Suraida Ratna, 2016.Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Berbantuan Peta Konsep untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS (Siswa kelas VII G SMP Negeri 4 Malang). Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (1) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si. (2) Dra. Siti Malikhah Towaf, MA, Ph.D Kata Kunci: TSTS, Peta Konsep, Motivasi, Hasil Belajar Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran koopertif tipe TSTS berbantuan peta konsep untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS siswa kelas VII G SMP Negeri 4 Malang pada materi potensi dan sebaran sumber daya alam. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Data yang dikumpulkan antara lain berasal dari: 1) hasil angket pelaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa, 2) hasil angket motivasi belajar siswa, 3) tes hasil belajar, 4) hasil wawancara, 5) catatan lapangan, 6) dokumentasi. Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray berbantuan peta konsep pada materi potensi dan sebaran sumber daya alam yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Tahapan pembelajaran kooperatif two stay two stray yaitu 1) Persiapan, 2) Presentasi Guru, 3) Kegiatan Kelompok, 4) Formalisasi, 5) Evaluasi dan Penghargaan sedangkan tahapan peta konsep yaitu: 1) Memilih suatu bahan bacaan, 2) Menentukan konsep-konsep yang relevan, 3) Mengelompokkan (mengurutkan ) konsep-konsep dari yang paling inklusif ke yang paling tidak inklusif, 4) Menyusun konsep-konsep tersebut dalam suatu bagan, konsep-konsep yang paling inklusif diletakkan di bagian atas atau di pusat bagan tersebut. Dari penelitian ini diperoleh keterlaksanan pembelajaran oleh guru pada siklus I dengan kriteria “baik”, keterlaksanan pembelajaran oleh guru pada siklus II dengan kriteria “sangat baik”, dan keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa pada siklus I dengan kriteria “baik”, keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa pada siklus II dengan kriteria “sangat baik”, motivasi belajar siswa pada siklus I dengan kriteria “tinggi” dan motivasi belajar siswa pada siklus II dengan kriteria “sangat tinggi”. Hasil belajar siswa pada siklus I yang tuntas ada 21 orang dan hasil belajar siswa pada siklus II yang tuntas meningkat menjadi 29 orang siswa. Temuan dalam penelitian ini berbeda dengan penelitian lainnya karena dalam penelitian ini digunakannya pemandu dalam setiap kelompok dan memberikan buku pegangan atau panduan dalam pembuatan peta konsep. Saran yang dapat disampaikan agar pembelajaran kooperatif tipe Two Stay two stary berbantuan peta konsep dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa yaitu guru mata pelajaran sebaiknya menjadikan model pembelajaran ini sebagai salah satu alternatif dalam upaya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa di kelas. Selain itu, bagi peneliti lain agar dapat mengembangkan model pembelajaran ini sehingga lebih efektif dan efisien.

Pengaruh tingkat suku bunga SBI dan tingkat likuiditas terhadap harga saham perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2007 / Rizky Nila Suryani

 

Kata Kunci: Suku Bunga SBI, Likuiditas, Harga Saham. Investasi dapat dilakukan di pasar modal misal dengan membeli instrumen pasar modal berupa saham. Saham merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Ada beberapa faktor ekonomi yang mempengaruhi harga saham. Antara lain faktor makro ekonomi yaitu tingkat suku bunga SBI dan faktor mikro ekonomi yaitu tingkat likuiditas. Perubahan kedua faktor ekonomi tersebut baik naik atau turun akan mempengaruhi harga saham. Perubahan tersebut berpengaruh pada perkembangan emiten dan kemampuan masyarakat untuk berinvestasi. Penelitian yang dilakukan oleh Sukmana (2006) menyatakan bahwa tingkat suku bunga SBI berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh variabel independen tingkat suku bunga (X1) yang berasal dari faktor makro dan tingkat likuiditas perusahaan (X2) yang berasal dari faktor mikro terhadap dependen harga saham (Y). Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 20 perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia pada periode 2005-2007. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Untuk menguji pengaruh variabel secara parsial digunakan uji t, sedangkan untuk menguji variabel secara simultan digunakan uji F. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat suku bunga SBI berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham, sedangkan tingkat likuiditas dengan menggunakan rasio LDR tidak berpengaruh terhadap harga saham. Secara simultan kedua variabel ini berpengaruh terhadap harga saham. Berdasarkan penelitian ini maka disarankan investor yang hendak menanamkan modal yang dimiliki di pasar modal sebaiknya memperhatikan tingkat suku bunga SBI yang dikeluarkan oleh BI. Para investor juga harus memperhatikan faktor-faktor di luar faktor mikro dan makro ekonomi seperti kondisi sosial, politik dan keamanan. Disarankan untuk peneliti selanjutnya menggunakan periode pengamatan terbaru dan menggunakan variabel lain yang mungkin mempengaruhi harga saham. Sehingga hasilnya lebih mencerminkan keadaan pasar modal di Indonesia yang sesungguhnya.

Hubungan sikap terhadap kecantikan dan prasangka gender terhadap perempuan agen promosi dan penjualan pada laki-laki agen promosi dan penjualan / Eldaah Putri Yanuar

 

Kata kunci: sikap, kecantikan, prasangka gender. Seksisme atau prasangka gender, memberikan efek yang buruk bagi wanita. Salah satu profesi yang sering menjadi obyek prasangka laki-laki adalah perempuan agen promosi dan penjualan atau lazim disebut sales promotion girl (SPG) yang dituntut untuk selalu tampil cantik dan menarik untuk menarik minat calon pembeli, sementara standar dan praktik kecantikan menggeser kesadaran sosial dari kompetensi perempuan agen promosi dan penjualan kepada aspek dangkal dari penampilan mereka dan merendahkan mereka kepada obyek seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) gambaran sikap laki-laki agen promosi dan penjualan terhadap kecantikan, (2) gambaran prasangka gender terhadap perempuan agen promosi dan penjualan, dan (3) hubungan antara sikap terhadap kecantikan dan prasangka gender terhadap perempuan agen promosi dan penjualan pada laki-laki agen promosi dan penjualan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan korelasional dengan teknik analisis data persentase dan korelasi Product Moment. Populasi penelitian adalah laki-laki agen promosi dan penjualan di Kota Malang dengan sampel sebanyak 76 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Random Simple Cluster Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala sikap terhadap kecantikan dan skala prasangka terhadap perempuan agen promosi dan penjualan yang diadaptasi dari Ambivalent Sexism Inventory (Glick dan Fiske, 1996). Uji validitas yang digunakan adalah validitas internal dan uji reliabilitas yang digunakan adalah reliabilitas item dengan rumus Alpha Cronbach. Berdasarkan pengujian hipotesis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laki-laki agen promosi dan penjualan yang memiliki sikap yang sangat positif terhadap kecantikan. Sedangkan prasangka gender laki-laki agen promosi dan penjualan berada pada tingkat tinggi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara sikap terhadap kecantikan dan prasangka gender terhadap perempuan agen promosi dan penjualan pada lakilaki agen promosi dan penjualan. Berdasarkan kesimpulan di atas maka disarankan kepada (1) perempuan agen promosi dan penjualan agar menyertakan kemampuan menjual yang memadai dan akhlak moral yang baik; (2) laki-laki agen promosi dan penjualan agar menganalisa setiap pandangan negatif atau prasangka yang ditujukan pada perempuan agen promosi dan penjualan; (3) bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai subvariabel ambivalensi prasangka gender (hostile sexism dan benevolent sexism).

Kontrol arah dan kecepatan motor DC menggunakan android / Andrik Rizki Ari Wijaya

 

Rizki A.W, Andrik. 2014. Kontrol Arah Dan Kecepatan Motor DC Menggunakan Android . Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektronika, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hakkun Elmunsyah, M.T. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.      Kata Kunci : : Trainer, Kontrol, Arah dan Kecepatan Motor DC, Android.      Perkembangan teknologi saat ini mendorong manusia untuk terus berpikir kreatif, tidak hanya menemukan penemuan-penemuan baru, tapi juga memaksimalkan sebuah sistem yang telah ada. Dengan demikian kebutuhan manusia tentang sistem kontrol yang memudahkan setiap pekerjaanya setiap tahun semakin berkembang. Sistem kontrol secara wireless sangat diminati karena pemakaianya lebih efisien dan praktis. Bluetooth contohnya dalam hal efisiensi Bluetooth sangat diminati karena harga yang murah dan cara pemakaian yang relatif gampang. Dalam hal ini kemajuan teknologi dan sistem kontrol secara wireless dapat dipadukan yang tentunya akan tercipta suatu sistem yang lebih efisien dan praktis tentunya dapat lebih memudahkan pekerjaan manusia.     Motor DC harus dapat di kontrol arah dan kecepatanya agar sebuah sistem yang dirancang dapat berjalan seperti yang diinginkan, Suatu contoh untuk menggerakkan pintu rumah yang digerakkan oleh Motor DC kecepatan putaran Motor berpengaruh terhadap halus tidaknya pergerakan pintu dan arah putar Motor berfungsi untuk menutup dan membuka pintu. Perancangan trainer kontrol arah dan kecepatan Motor DC menggunakan Android dimana kendali wireless yang digunakan adalah Bluetooth tediri dari beberapa tahapan yaitu: (1) Study literatur, (2) Proses perancangan, (3) Pembuatan alat, (4) Pengujian rangkaian per blok diagram, (5) pengujian keseluruhan, (6) Hasil pengujian. Trainer yang dikembangkan menggunakan Mikrokontroler ATmega16 sebagai tempat pemprosesan semua Input/ Output terjadi, modul Bluetooth HC-05 sebagai jalur komunikasi antara smartphone dan sistem yang dirancang, Driver Motor L298 berfungsi untuk mengatur putaran Motor DC agar dapat di ubah arah dan kecepatan dari Motor DC dan aplikasi yang terpasang pada smartphone Android sebagai remote kontrol dari sistem ini.     Uji kinerja rancangan diketahui bahwa: (a) Minimum sistem ATmega16 berfungsi dengan baik yang telah diuji dengan cara menguji PORT ATmega16 sebagai Input/ Output; (b) Driver Motor L298 berfungsi dengan baik yang di uji dengan cara memberikan sinyal PWM yang dibangkitkan dari mikrokontroler; (c) Modul Bluetooth HC-05 berfungsi dengan baik yang di uji dengan cara menghubungkan Modul Bluetooth, mikrokontroler, Android dan LCD sebagai penampil data yang di terima dari Android; (d) Pengujian Program di CVAVR; (e) pengujian rangkaian kontrol arah dan kecepatan Motor DC menggunakan Android. Dengan demikian trainer yang dibuat dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan perancangan.

Implementasi algoritma pathfinding dengan waypoint navigation dalam game pencarian solusi kombinasi operator dan bilangan aritmatika / Gilang Ridzwanda Esthian Gitarana

 

Gitarana, Gilang R.E. 2013. Implementasi Algoritma Pathfinding dengan Waypoint Navigation dalam Game Pencarian Solusi Kombinasi Operator dan Bilangan Aritmatika. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom, (2) Muhammad Jauharul Fuady, S.T., M.T. Kata Kunci:Game, Algoritma, Artificial Intelligence,Pathfinding, Waypoint Navigation,Unity3D, Waterfall Model, Performance Testing Pengembangan ini membahas tentang penggunaan algoritma yang diterapkan pada proses pengembangan sebuah game 3D ber-genre multiscreen platformer tentang pencarian solusi kombinasi operator dan bilangan aritmatika. Pada game yang berjudul “Math School Kid Battle” ini terdapat karakter anak sekolah yang saling berlomba untuk menyelesaikan solusi operasi aritmatika. Untuk memungkinkan non-playable character dapat bergerak pada solusi optimal yang telah dikalkulasi secara otomatis, maka diterapkan Artificial Intelligence untuk perilaku pencarian kombinasi solusi yang tersebar pada map menggunakan algoritma pathfinding. Pada game yang berbasis 3D, algoritma pathfinding dapat menghabiskan waktu yang lama dan kapasitas memori yang besar pada proses eksekusi. Hal ini dapat diminimalisir dengan menambahkan waypoint navigation. Metode pengembangan game yang digunakan ialah waterfall model dari Ian Sommerville. Game dikembangkan menggunakan Unity3DGame Enginedengan memanfaatkan javascript language.Pencarian solusi aritmatika dilakukan dengan menggunakan algoritma pencarian Iterative Deepening Search (IDS) yaitu mencari setiap angka dan operator dalam tingkatan iterasi secara berurutan. Pencarian rute dilakukan dengan menggunakan bantuan dari waypoint yang terletak disekitar obstacle. Pengujian pada pengembangan ini dibedakan menjadi dua, yaitu (1) pengujian fungsionalitas algoritma dan (2) aspek performa menggunakan metode pengujian performance testing jenis load testing dan endurance testingdengan menggunakan lembarpengujianuntuk mengumpulkan data yang ber¬hubungan dengan kualitas algoritma. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini ialah statistik deskriptif dengan teknik persentase dan kategori. Uji kelayakan yang dilakukan menggunakan aspek fungsionalitas dan uji performa berupa waktu proses dan daya tahan algoritma oleh pengembang game. Dari hasil pengujian, algoritma mendapatkan persentase dari aspek fungsionalitas sebesar 98,8% dengan waktu proses rata-rata adalah 0,3835236 detik serta daya tahan algoritma mampu mencapai 50 kali proses dengan rata-rata 49,4 jawaban benar per sesi. Kesimpulan dari pengembangan ini adalah Algoritma Pathfinding dengan Waypoint Navigation dalam Game Pencarian Solusi Kombinasi Operator dan Bilangan Aritmatika telah dirancang dan dikembangkan sehingga mampu membangun solusi pada game dan mampu diterapkan dalam non-playable character.

Sikap generasi muda anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KPNI) terhadap budaya reog di kabupaten daerah tingkat II Ponorogo
oleh Niken Hyuliastuti

 

Analisis pengaruh rasio kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas terhadap penyaluran kredit pada bank umum di Indonesia (periode 2010-2013)

 

Peranan materi pelestarian sumber daya alam dalam penumbuhan sikap dan perilaku siswa kelas 2 SLTP Negeri 22 Samarinda pada pengelolaan lingkungan hidup / oleh Erawaty

 

Sikap manusia terhadap pengelolaan lingkungan bisa berbeda antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Perbedaan sikap manusia tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faklor, diantaranya (l) rendahnya tingkat pengetahuan dan pendidikan, (2) rendahnya tingkat penghidupan, sehingga dorongan untuk memenuhi kebutuhan mengabaikan arti lingkungan, dan (3) masyarakat kurang memahami kedudukannya sebagai suatu ekosistem. Tujuan penelitian adalah unfuk memperoleh gambaran secara deskriptif tentang bagaimana penumbuhan sikap dan perilaku materi sumberdaya alam setelah siswa memperoleh materi sumberdaya alam pada pengelolaanli ngkunganh idup. Metode penelitian yang digunakan adalah desknpstifjenis penelitian studi kasus. Populasi penelitian adalah siswa kelas II SLTP Negeri 22 Samarinda yang berjumlah243 siswa, dengan menggunakan teknik random samphng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (l) peranan materi pelestarian sumberdaya alam mempunyai pengaruh positif dalam penumbuhan sikap siswa pada pengelolaan lingkungan hidup; (2) peranan materi pelestarian sumberdaya alam mempunyai pengaruh positif dalam penumbuha perilaku siswa pada pengelolaaanli ngkungan hidup. Disarankan kepada pengambil keputusan di bidang pendidikan (l) materi pelestarian sumber daya alam diberikan secara intensif kepada siswa agar lebih tumbuh sikap dan perilakuyang positif terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Dengan memiliki sikap dan perilaku yang positif siswa akan tumbuh kesadarannya, sehingga diharapkan lebih sungguh-sungguh dalam mengelola lingkungan hidup terutama yang berkaitan dengan lingkungan sekolah, (2) materi pelestarian sumberdaya alam seyogyanya terintegrasrkan pada semua bidang pelajaran (pendidikan berwawasan lingkungan). Bila perlu ada mata pelajaran khusus tentang pelestanan sumber daya alam pada level pendidikan mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai p€rguruan tinggi yang dilaksanakan secara terstruktur dan terprogram yang dimuat dalam kurikulum sehingga pada waktu yang mendatang siswa benar-benar akan tumbuh sikap dan perilaku yang positif pada pengelolaan lingkungan.

Peningkatan kemampuan menyimak siswa kelas III SDN Merjosari 02 Malang dengan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual / Muhamad Rozi Iskandar

 

Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Monica Djoehana D. Oka, MA, (2) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd Kata kunci: sekolah dasar, kemampuan menyimak, teknik membuat catatan, bimibingan guru, media audiovisual. Menyimak adalah salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting, disamping membaca, berbicara, dan menulis yang diajarkan di Sekolah Dasar (SD). Dalam komunikasi sehari-hari kegiatan menyimak mencapai 50%, berbicara 25%, membaca 15%, dan menulis 10%. Lebih dari pada itu, komunikasi tidak akan dapat berlangsung dengan lancar tanpa keterampilan menyimak. Berdasarkan informasi awal yang didapatkan terungkap bahwa dalam pembelajaran menyimak di kelas III SDN Merjosari 02 Malang terdapat tiga permasalahan yaitu masih belum maksimalnya nilai menyimak siswa yang hampir 50% masih di bawah KKM, pembelajaran belum memanfaatkan media, dan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru tidak efektif dan efisien untuk membimbing siswa mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap secara aktif sehingga siswa kesulitan memahami isi cerita. Oleh karena itu, layak dilakukan penelitian tindakan kolaboratif dengan guru kelas untuk menerapkan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas III SDN Merjosari 02 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan kemampuan menyimak siswa kelas III SDN Merjosari 02 Malang dengan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Masing-masing siklus meliputi beberapa tahap (1) tahap prasimak, (2) tahap saatsimak, (3) pascasimak, dan (4) evaluasi pembelajaran. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang disusun dalam siklus daur ulang yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Proses pelaksanaan penelitian ini bersifat kolaboratif-partisipatoris yaitu kerjasama antara peneliti dan guru kelas sebagai praktisi lapangan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan non tes. Instrumen tes berupa lembar soal dan handout berupa naskah cerita yang sudah dikosongkan beberapa bagian tertentu untuk kemudian dilengkapi siswa, sedangkan instrumen nontes berupa lembar observasi, lembar catatan lapangan aktivitas siswa dan guru, pedoman wawancara, dan dokumentasi foto. Proses peningkatan kemampuan menyimak pada tahap prasimak dalam penelitian ini dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Pada tahap saatsimak menunjukkan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual dapat meningkatkan antusiasme, kesungguhan dan perhatian siswa pada cerita yang disimak. Pada tahap pascasimak pelaksanaan pembelajaran difokuskan pada penyimpulan pembelajaran, evaluasi dan refleksi proses dan hasil pembelajaran. Siswa sangat antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru. Peningkatan antusiasme siswa sangat signifikan pada siklus II. Hal ini diketahui dari hasil rekaman observasi, catatan aktivitas guru dan siswa, wawancara, dan dokumentasi foto. Adapun peningkatan kemampuan menyimak cerita dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I kemampuan siswa mencatat hal-hal penting dalam cerita mencapai nilai rata-rata 80 dengan kategori sangat baik (SB) dan kemampuan siswa mengomentari tokoh-tokoh cerita mencapai nilai rata-rata 74,6 dengan kategori baik (B). Pada siklus II terjadi penigkatan yang signifikan pada kemampuan siswa mencatat hal-hal penting dalam cerita yaitu mencapai nilai rata-rata 90,92 dengan kategori sangat baik (SB) dan kemampuan siswa megomentari tokoh-tokoh cerita mencapai nilai rata-rata 95,45 dengan kategori sangat baik (SB). Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disarankan kepada (1) kepala sekolah agar memberikan fasilitas yang memadai untuk menunjang pembelajaran menyimak di kelas, (2) guru SD agar menggunakan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual sebagai salah satu alternatif teknik pembelajaran menyimak cerita di SDN Merjosari 02 Malang khususnya, di SD lain umumnya, (3) kepada peneliti lain agar melakukan penelitian baru yang sejenis dengan menggunakan teknik pembelajaran yang berbeda.

Pendidikan karakter dalam pembelajaran ekonomi di SMAN 1 Singosari Kabupaten Malang / Della Naftalia

 

Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan pada siswa kelas III SDN Mergosono II Malang / Sriyati

 

Kata-kata Kunci: Media Gambar Seri, Menulis, Karangan. Masalah mendasar yang dikeluhkan guru kelas II SDN Mergosono II pada pembelajaran Bahasa Indonesia adalah rendahnya kemampuan menulis siswa, terutama pada pembelajaran menulis karangan.Hal tersebut ditandai antara lain oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menemukan ide yang akan dituliskannya ke dalam bentuk karangan sehingga karangan yang ditulisnya hanya seadanya, biasanya hanya terdiri atas 4-5 kalimat. Peneliti menggunakan gambar seri sebagai media pembelajaran karena gambar seri baik sekali untuk dijadikan media pembelajaran karena gambarnya sederhana, menarik dan langsung selesai. Hal ini sesuai dengan sifat anak kelas III yang berusia rata-rata 9 tahun. Pada tahap ini, anak mulai melakukan identifikasi terhadap tokoh tertentu yang menarik perhatiannya. Selain itu gambar seri juga berfungsi sebagai sarana berpikir anak. Sebab dengan melihat gambar, fantasi dan daya cipta anak akan berpikir sesuai alur cerita dalam gambar seri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan penggunaan media gambar seri pada pembelajaraan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas III SDN Mergosono II Malang, (2) mendiskripsikan apakah penggunaan media Gambar Seripada pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meninngkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas III SDN Mergosono II Malang. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat fase: (1) penyusunan perrencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Pengumpulan data dengan tehnik: (1)observasi, (2)wawancara, (3)catatan lapangan, dan (4) dokumen sedangkan instrument pe gumpulan data berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, pedoman catatan lapangan dan instrument penugasan. Dari hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti diperoleh data bahwa penggunaan media gambar seri terbukti mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mennulis karangan. Pada siklus I pertemuan ke-1 nilai rata-rata kemampuan siswa menulis karangan mencapai 72,1. Pada pertemuan ke-2 meningkat menjadi 75,8. Pada siklus II pertemuan ke-1 nilai rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan mencapai 77,9 sedangkan pada pertemuan ke-2 nilai rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan meningkat menjadi 82,0..

Penentuan kualitas mikrobiologi air kali Bagong di desa Ngares kecamatan Trenggalek kabupaten Trenggalek berdasarkan nilai MPN Coliform / oleh Moh. Farid Siswandy

 

Air merupakasnu mbekr ehidupany angm utrakd iperlukano lehs emua mahlukh idup,d ank ebersihaani r adalahr y*ut utu,nub agit erjaminnyaL sehatan. $t y*g digunakanh arusm emenuhsi tandardya ngt elah;itet"apk- ot"fp"rut*- MenterKi esehataRne publikIn donesiNa o:+ 16/M enkesp/ er/i lvtsso t"n ung syarat-syaxdaatn p engawasaknu alitasa ir. Penelitiainn i bertujuaunn tukm engetahkuui alitasm ikrobiologiasi r kali PNeilga$iM _PdiN Dc eosliafNo rgmar.pe esK neeglaitmiaant aTnr enggareKka bupatetnr enggaef nerdasarkan ini_merupakpaenn elitiaane rnilirouservatify ang k91u!ian dilanjutkanp eneritiand i raboratoriump.o pulasai *u,n p"n.tit-i* ini adalaha irl

Pengembangan media pembelajaran digital pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan untuk siswa SMA kelas XI / Fatchiyatun Ni'mah

 

Kata Kunci: Media Pembelajaran, media pembelajaran digital, kelarutan dan hasil kali kelarutan Pembelajaran kimia dilaksanakan dengan memperhatikan tiga aspek penting, yaitu aspek makroskopis, mikroskopis dan simbolik. Penyampaian materi kimia yang bersifat mikroskopis seringkali menggunakan analogi maupun penyederhanaan. Namun, penyederhanaan konsep yang tidak dapat mewakili konsep secara keseluruhan dapat menimbulkan miskonsepsi bagi siswa. Pembelajaran yang terpaku dan bertumpu pada buku teks dan media dengan penyajian materi secara informatif dan bersifat verbal dirasa belum mampu membantu siswa untuk mengkonstruk pengetahuan yang mereka bangun. Salah satu sumber belajar yang dapat digunakan untuk membelajarkan siswa mengenai konsep kimia yang bersifat mikroskopis adalah media pembalajaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis komputer yang menarik, interaktif, mudah dipahami dan dapat digunakan oleh siswa secara mandiri atupun digunakan oleh guru untuk membelajarkan siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan serta untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan serta untuk mengetahui kelayakan media yang dihasilkan. Penelitian pengembangan menggunakan rancangan model pengembangan Dick & Carey yang telah disesuaikan. Pengembangan dilaksanakan dalam 6 tahap, yaitu (1) mengidentifikasi masalah, (2) mengembangkan strategi pembelajaran, (3) pengembangan media pembelajaran, (4) uji validasi, (5) revisi media pembelajaran, (6) produksi media pembelajaran. Uji validasi isi dilaksanakan oleh 2 dosen kimia UM dan 3 guru kimia SMA. Subyek dalam uji coba terbatas adalah siswa kelas XI SMA yang telah menerima materi kelarutan dan hasil kali kelarutan sebelumnya. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung rata-rata skor, kemudian dikategorikan ke dalam empat kriteria. Hasil penelitian pengembangan berupa berupa soft file media pembelajaran digital yang dikemas dalam CD dan dilengkapi dengan program auto run. Media pembelajaran digital yang dihasilkan memiliki 4 bagian utama, yaitu cover, pendahuluan, materi dan evaluasi. Media pembelajaran yang dikembangkan bersifat interaktif, dapat diakses secara runut, yaitu dari kiri ke kanan ataupun secara acak sesuai dengan kebutuhan pengguna, disajikan 4 pilihan musik klasik dan disajikan materi pengayaan. Berdasarkan hasil analisis data uji validasi, diperoleh nilai rata-rata skoring 3,6 yang memenuhi kriteria sangat layak dan nilai rata-rata skoring 3,25 untuk uji coba terbatas dengan kriteria layak. Media hasil pengembangan dapat dimanfaatkan untuk membantu guru dalam membelajarkan siswa maupun sebagai sumber belajar mandiri bagi siswa. Saran untuk pengembangan produk lebih lanjut yaitu pelaksanaan uji empirik terhadap media yang dikembangkan agar dapat diketahui keefektifan media

Pengembangan media audio pembelajaran IPS materi pokok Perjuangan Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia kelas V semester II di SDN Karngwidoro 2 Dau Malang / Dhoni Grahadi Nugroho

 

ABSTRAK Nugroho, Dhoni Grahadi. 2015. Pengembangan Media Audio Pembelajaran IPS Materi Pokok Perjuangan Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia Kelas V Semester 2 di SDN Karangwidoro 2 Dau, Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilaningsih, M.Pd., (II) Henry Praherdhiono, S.Si, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Media Audio Pembelajaran, IPS SD. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada pembelajaran IPS di SDN Karangwidoro 2 Dau, Malang permasalahan pembelajaran yang terjadi adalah siswa sulit memahami pelajaran, bahan ajar yang terbatas, serta sulitnya guru dalam mengindentifikasi pengetahuan masing-masing siswa dalam kegiatan pembelajaran. Media audio pembelajaran adalah bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif ( pita suara atau piringan suara), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga terjadi proses pembelajaran. Media ini dapat mencakup audiens yang banyak, siswa yang kesulitan dalam hal memahami materi dapat mendengarkan kembali audio pembelajaran dengan cara diulang dan diputar kembali, media audio pembelajaran dapat memberikan variasi pembelajaran baru. Tujuan dari pengembangan ini yaitu menghasilkan produk media audio pembelajaran yang valid serta menghasilkan media audio pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran IPS siswa kelas V SD.Pengembangan media audio pembelajaran ini dikembangkan menggunakan model pengembangan Arief S. Sadiman. Adapun subjek penelitian dalam pengembangan media audio pembelajaran ini adalah siswa kelas V SDN karangwidoro 2 Dau, Malang. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Media audio pembelajaran ini divalidasi oleh ahli media dengan presentase keberhasilan sebanyak 96,25%, ahli materi 91,25%, uji coba perseorangan 91.25%, uji coba siswa kelompok kecil (89.37%), dan uji coba lapangan 90.53%. Hal ini menunjukkan bahwa media audio pembelajaran dapat dinyatakan valid untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Media audio pembelajaran ini dinyatakan efektif karena pada uji coba melalui tes hasil belajar dengan 20 siswa yang menggunakan media audio pembelajaran tersebut, terdapat 18 siswa nilai tes hasil belajarnya mencapai diatas KKM dan 2 siswa yang tes hasil belajarnya masih dibawah KKM dengan total nilai presentase sebesar (90%). Hal ini membuktikan bahwa media audio pembelajaran dinyatakan efektif digunakan sebagai bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran. Pengembang berharap untuk pengembang selanjutnya dapat mengembangkan media audio pembelajaran yang lebih baik lagi, tepat guna, tepat sasaran, serta sesuai dan kebutuhan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang lebih maksimal.

Pengembangan game persegi ajaib berbasis android / Pinky Sandra Bonita

 

Latar keagamaan situs penampean / oleh Tamam Mubarok

 

Peninggalank epurbakalaany angb erupas uatuk arya seni sebagar perwujudan dari sisak ebudayaanm &sala lu, ba.nyakd ijumpai di daerah Tulunplagunbga granti mnr. Salahs atud i antaranya dalahs itusP enampcanH. al yangp alingm enarikd ari situsP enampeaand alaha danyob eberapaa nasir budayay angp ernahm elakukank egiatank eaglmaand i tempati ni, yaitu peninggalamn asaM egalitih masoH indu-Buddhas, ertak ultts kesuburan. Penelitianin i difokuskanp adap ermasalahayna ngb erkenaand engan: (l) masap cmfungsian(;2 ) latar kcagamaasni tusP enampeand;a n( 3) keterkaitana ntaras itusP enampeadne nganli ngkungans ekitarnya. Tujuanp enelitianin r unnrk;( I ) menganatisims asap emfungsiansi tus Penampean(2; ) mengetahulai tark eagamaasni tusP enampeand;a n( 3) menganalisikse terkaitana ntaras itr.rsP enampeadne nganli ngkungand i sekitarnyad alamk urunw aktup emt'ungsiannyPae. mbahasapne nelitianin i berpijakp adad ataa rtefaktusml eupunt ekstuayl angb erkenaand engans itus Penampean yang terletak di dukuh Turi Desa Geger kecamatan Sendang kabuperteTnu lungagungy,a itup adal erengt imur GunungW ilis. Pendekatany ang digunakand alam penelitiani ni adalahp endekatan sejarah(h' istoricala pproach)danpendekataanr keolog(i archeologta pproach). Sedangkaann alisisy angd igsnakana dalaha nalisisf ungsi,a nalisiss istemr eligi, dana nalisisg ayas eni.L angkaha waly angd ilakukana dalahm endeskipsikan gejalas ecarale ngkepm engenaai speky angd iselidiki,k hususnyap rasasti, bangwnn,a rcad anl ingkungans ekitarp adam asad ahulud ans ekarangU, ntuk keperluanit u, dipergunakamn etodes urveip ermukaang unam embuadt eskripsi secarate rtulism ernpergunakafonr mato bservasiy,a ngd iperlengkapdi engan dokumentasfio togrefisd anp cmbuatang ambars ket. Hasilp enelitianm enunjukkan(:l ) situsP enampeatne lahd igtrnakan sebagatie mpatu pacarak eagamaasne menjakrn asaP rasejarahtc, patnyan usa Megalitikh inggam asaM ajapahita khir,y angd i dalamnyate rjadip roses kontinuitasd and iskontinuitasb udayad ari masak e masa;( 2) latark eagamaan situsP rsnampeadna ri masak e masam emperiihatkakne ragamanya ngm eliputi pemujaank epadaa rwahn enekm oyanga, gamaH indu sekteS airvaB, uddha Mahayanad an kultus terhadapk esuburan;( 3) adanyah ubungana ntaras itus Penampeand enganl ingkungans ekitamya,a taud enganp erkataanla in terdapat pertimbangayna ngb ersifate kologisd alnmp rosesp ernilihank arvasan Penampeasne bagalio kasis itus

Efektivitas teknik behavior contract untuk mereduksi perilaku agresif siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Wonotirto Kabupaten Blitar / Eka Darta Indian

 

Perencanaan alat penggilas biji melinjo
oleh Wildan Mukholadun dan Atok Lesmono

 

Peningkatan kemampuan membuat kalimat melalui pemanfaatan media kartu gambar seri bagi siswa tuna rungu kelas X SMALB SLB PTN Lawang Malang / Indah Wahyunisari

 

Pengembangan bahan ajar fisika berbasis kontekstual dengan materi momentum dan impuls untuk siswa SMA XI / Muhammad Maliki

 

ABSTRAK Maliki, Muhammad. 2015. PengembanganBahan Ajar Fisika BerbasisKontekstual denganMateri Momentum dan Impuls untukSiswaSMA KelasXI. Skripsi, JurusanPendidikanFisika FMIPA UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Arif Hidayat, M.Si., (II) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si.. Kata kunci:pengembangan, bahan ajar Fisika, Kontekstual, momentum dan impuls MenurutKurikulum2013 yang digunakan di sekolahsaatini, khsusunya di Kota Malang, matapelajaranFisika dituntut untut lebih aplikatif.PembelajaranFisika tersebutharus dilakukansecaramenarik dan aplikatif, namunbahan ajar Fisika yang diinginkan belumbanyaktersedia di masyarakat.Penelitianinibertujuanuntukmengembangkanbahan ajar Fisika berbasisKontekstual yang dapatdigunakanolehsiswaSMA kelasXI sertamengukurkelayakanbahan ajar tersebut.Materi yang diangkat dalambahan ajar iniadalahMomentum dan Impuls.Dalammateri initerdapat 3 Indikator Keberhasilan dari StandarKompetensi(SK) danKompetensiDasar (KD) yang ada. Penelitian pengembangan bahan ajar inimenggunakandesainpenelitianpengembangan (Research and Development) yang dikemukakanoleh Borg dan Gall tahun 1983. Tahap-tahap yang dilakukanmeliputistudipendahuluan, pengembangandrafproduk, penilaiandrafprodukdanrevisidrafproduk. Penilaiandrafprodukdilakukanolehduadosendaribidangfisikadandua guru Fisika SMA.Penilaianuntukmengukurkelayakanbahan ajar menggunkanangket dengan kriteriakelayakanbahan ajar yang digunakan yaitu rentanganskala. Hasilpenelitianiniberupabahan ajar Fisika berbasisKontekstual denganmateri momentum dan impuls yang dapatdigunakanolehsiswa SMA kelasXI.Bahan ajar hasilpengembanganberupabuku ajar dalambentukteks40 halaman yang terdiridaribagianpendahuluan, isidanakhir.Bagianpendahuluanterdiridaricover, daftarisi/gambar, indikatorhasilbelajar, danpetakonsep. Bagianisiterdiridarimateribahan ajar danlembarkegiatansiswasertabagianakhirterdiridarirangkuman, soalevaluasi, kuncijawaban, glosariumdandaftarpustaka.Setelah diuji, bahan ajar yang dikembangkansecara umum telahmemenuhikriteriasangatlayakdengannilai 3,22dariskala 1-4. Perolehan nilai inidari rata-rata nilaikelayakanisi, kelayakanpenyajian, dankomponen-komponen yang terdapatdalambahan ajar. Beberapa keunggulanbahan ajar yang dikembangkandiantaranya (1) sesuai dengan tuntutan kurikulum yang diinginkan di SMA saatiniyaituKurikulum 2013, (2) mengajak siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri karena terdapat praktikum, (3) penjelasan mengenai konsep tertentu diawali dengan contoh-contoh menarik dan ada dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, dan (4) pembahasan materi dilakukan secara kontekstual sehingga siswa dapat mengaplikasikan materi dalam kehidupan nyata. Kekuranganbahan ajar yang dikembangkanadalah (1) materi kurangluas, dan (2) pada bagian tertentu tulisan sulit terbaca, dan (3) konsep dasar Fisika di materi yang lain sedikit yang dimuat.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar mata matematika pada kelas VIII SMP Negeri 1 Pungging-Mojokerto / Lia Irawati

 

ABSTRAK Irawati , Lia. 2015. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Kelas VIII SMP Negeri 1 Pungging-Mojokerto. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sulton, M.Pd, (II) Saida Ulfa, S.T, M.Edu, Ph.D Kata kunci : pembelajaran Numbered Heads Together, matematika , hasil belajar Proses pembelajaran dan hasil belajar Matematika di SMP Negeri 1 Pungging-Mojokerto diakatan masih rendah karena mata pelajaran Matematika yang dipandang siswa kelas VIII-D SMP Negeri 1 Pungging adalah salah satu mata pelajaran yang menakutkan dan menjenuhkan. Sesungguhnya matematika menggunakan tata cara berfikir dan mengolah logika baik secara kuantitatif dan kualitatif dengan mendefinisikan secara cermat, jelas dan akurat. Salah satunya pada konsep lingkaran yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dari konsep unsur, keliling maupun luasnya. Penemuan konsep dapat dilakukan dengan belajar mandiri dan melakukannya dengan tahap-tahappembelajaran. Pembelajaran matematika yang khususnya pada materi lingkaran sangat dibutuhkan interaksi siswa dan guru yang melibatkan pengembangan pola berfikir dan mengolah logika pada suatu lingkungan belajar yang sengaja diciptakan oleh guru dengan berbagai metode dan media agar program belajar matematika tumbuh dan berkembang secara optimal dan siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara efisien dan efektif. Model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Togethermerupakan salah satu strategi pembelajaran dimana masing-masing siswa diberi nomor dan kemudian dalam satu kelompok. Pembelajaran Numberd Heads Together mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam mengolah, mencari dan melaporkan informasi dan beberapa sumber belajar yang akhirnya untuk dipresentasikan. Setiap kelompok dalam pembelajaran diharapkan dapat saling bekerja sama dan tanggung jawab kepada dirinya senidiri maupun kelompoknya. Pembelajaran Numbered Heads Together ini akan lebih meningkatkan kerjasama antar siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) kualitatif. Rancangan penelitian ini yang digunakan terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat kali pertemuan. Sasaran penelitiannya yaitu kelas VIII yang terdiri dari 29 siswa. Metode pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi dan evaluasi dan dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini bertujuan luntuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang konsep Matematika dengan pembelajaran Numbered heads Together. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pembelajaran Numbered Heads Together dapat meningkatkna hasil belajar siswa. Data yang diperoleh yaitu, nilai rata-rata kelas pada siklus 1 mencapai 70,84 dengan prosentase ketuntasan belajar sebesar 58,61%. Sedangkan pada siklus 2, ketuntasan belajar siswa juga terus meningkat yaitu dengan nilai rata-rata kelas mencapai 80,09 dengan prosentase ketuntasan belajar sebesar 86,2%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pungging-Mojokerto.

Isolasi gen asymetric leaves1 (AS1) pada brokoli (Brassica oleracea L. var. Italica Plenck) / Pratiwi Prananingrum

 

Kata-kata kunci: Brokoli, gen ASYMMETRIC LEAVES1 Brokoli (Brassica oleracea L. var. Italica Plenck) dibudidayakan dan dikonsumsi sebagai sayuran di Indonesia. Tanaman ini mengandung senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan, misalnya: sulphoraphane dan erucine yang diketahui sebagai agen pencegah kanker. Budidaya Brokoli di Indonesia menghadapi kendala, terutama pengendalian patogen. Gen ASYMMETRIC LEAVES 1 (AS1) diketahui berperan sebagai regulator resistensi fungi dan bakteri. Gen ini berperan sebagai regulator positif resistensi patogen bakteri sedangkan pada fungi berperan sebagai regulator negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi gen AS1 dari Brassica oleracea L. var. Italica Plenck. Gen AS1 diisolasi dari Brokoli menggunakan metode amplifikasi Polymerase Chain Reaction (PCR). Primer yang digunakan mengacu pada primer untuk amplifikasi gen ASYMMETRIC LEAVES1/ROUGH SEATH2/PHANTASTICA (ARP) pada anggota sub famili Ruschioideae dengan beberapa modifikasi berdasarkan conserve region pada multiple alignment gen AS1 dari Arabidopsis thaliana (A. thaliana) dan RS2 dari Zea mays (Z. mays). Primer yang digunakan adalah Forward 5’-GTTAGGVAAGTGGTGGGAAGT-3’ dan reverse 5’-CCATTGATCAGCCARYTTCTG-3’. Sekuen yang diperoleh dianalisis menggunakan program DNA baser untuk memperoleh consensus sequence, SIXFRAME untuk mengetahui reading frame, dan Clustal W untuk alignment determinasi dan analisis asam amino. Dari hasil penelitian ini diperoleh sekuen gen AS1 sepanjang 610 pasang basa yang merupakan bagian tengah gen AS1. Berdasarkan alignment dengan AS1 dari A. thaliana dan C. hirsuta diketahui 295 pasang basa upstream dan sekitar 127 pasang basa downstream belum teramplifikasi, sedangkan berdasarkan alignment dengan Z. mays RS2 diketahui 295 pasang basa upstream dan sekitar 148 pasang basa downstream belum teramplifikasi, dengan demikian gen yang telah terisolasi adalah AS1 partial sequence. Desain primer upstream dan downstream masih diperlukan untuk memperoleh sekuen utuh AS1 dari B. oleracea L. var. Italica Plenck.

Peningkatan kemampuan mendeskripsikan benda secara tertulis melalui media gambar siswa kelas II MI Miftahul Huda 1 Manaruwi Bangil / Istiqomah

 

Kata Kunci: Mendeskripsikan benda, tertulis, media gambar. Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisa. Tujuan penulisan skripsi ini adalah: (1) Mendeskripsikan penggunaan media gambar dalam meningkatkan kemampuan mendeskripsikan benda dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas II MI Miftahul Huda. (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam mendeskripsikan benda secara tertulis dengan menggunakan media gambar pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II MI Miftahul Huda 1. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus memerlukan waktu 4 x 30 menit.Tehnik pengumpulan data yang digunakan antara lain: observasi, Wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mendeskripsikan secara tertulis melalui pemanfaatan media gambar dengan peningkatan 9% pada siklus I dibandingkan dengan nilai pratindakan, dan peningkatan 6,6% pada siklus II. Dengan identifikasi gambar secara teliti didukung kemampuan siswa mendeskripsikan benda secara tertulis dan bimbingan guru selama kegiatan berlangsung maka terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa kelas II MI Miftahul Huda. Untuk membantu siswa mendeskripsikan benda sebaiknya guru memanfaatkan gambar dalam pembelajaran mendeskripsikan benda agar kemampuan siswa dapat meningkat.

Pengaruh pemberian tepung rese pada pakan terhadap pertambahan bobot ayam pedaging / oleh Ely Hanifah

 

upaya penyediaante rnak sebagasi umberp enghasitd agingt erusd ilakukan. Pemeliharaana yamp edagingm erupakana ltematif yang terbaik, karenap ertumbuhannyac epats ehinggad apats egerad ipasarkand, isampingi tu kandungang izi pada dagingnya tinggi dan harganya relatif lebih rendah. Pada umumnya harga unggask urangs ebandingd enganb iaya pernbelianp akant ernak.L imbah bahan rnakanany ang kurangb ermanfaatb agi kebutuhanp anganm anusiad apatd imanfaatkan untuk makanan ternak unggas, salah satunya adalah tepung rese, yaitu tepung yangb erasadl ari kulit dank epalau dang.P enelitianin i bertujuanu ntukm engetahui: (1) pengaruhp emberiant epungr esep adap akant erhadapp ertambahanb obot ayam pedagrng( 2) konsentrasti epungr esep adap akany ang dapatm eningfutkanb obot ayam pedaging. Penelitianin i dilakukand i DusunJ abangD, esaS idomulyo,s emen,K ediri, tanggal3 Mei sampai3 Juni 2000.R ancanganp enelitiany ang digunakana dalah RancanganA cak Lengkap( RAL). Tepungr esey ang digunakand alam penelitiani ni diperolehd ari GedanganS, idoarjod an ayamy ang digunakand iperolehd ari toko Sinar di jalan Mayjend. Sungkono no. 22 Kediri, yaitu snain Hubbord yang diproduksPi T. WONOKOYOJ AYA CORPORATIONS urabayaK. onsentrastie pung resey angd igunakana

Keefektivan konseling ringkas berfokus solusi untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa dari keluarga broken home / Sri Ajeng Kusumaningrum

 

ABSTRAK Kusumaningrum, Sri Ajeng. 2015. Keefektifan Konseling Ringkas Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa Dari Keluarga Broken Home. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Dr. Triyono, M.Pd. Kata Kunci : konseling ringkas berfokus solusi, motivasi berprestasi, siswa dari keluarga broken home Motivasi berprestasi adalah salah satu faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar siswa SMK. Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi ialah keadaan keluarga, dimana kondisi keluarga yang broken home memiliki keterlibatan secara negatif terhadap motivasi siswa. Berdasarkan hasil observasi awal menunjukkan bahwa siswa dari keluarga broken home memiliki permasalahan yang berkaitan dengan rendahnya motivasi berprestasi. Konselor membantu siswa dari keluarga broken home cenderung menggunakan model konseling direktif yang cenderung memberikan saran yang kurang sesuai dengan keadaan siswa. Dalam penelitian ini, digunakan konseling ringkas berfokus solusi untuk membantu konseli menuju pada perubahan yang sesuai dengan kondisinya dan mengenali potensi dirinya atas permasalahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan konseling ringkas berfokus solusi untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa dari keluarga broken home. Jenis penelitian ini menggunakan true experimental design, dengan desain penelitian pretest-posttest-control-group-design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di SMK N 2 Malang sebanyak 12 orang yang terpilih berdasarkan pengisian essai keluarga untuk menentukan siswa kriteria keluarga broken home dan pengisian skala motivasi berprestasi sebagai instrumen utama penelitian. Siswa yang berasal dari keluarga broken home yang menjadi subjek penelitian ialah siswa yang memiliki skor motivasi berprestasi rendah. Teknik analisis data yang digunakan adalah Two-Independent-Sampel Test-Mann Whitney U, yang digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan skor posttest skala motivasi berprestasi dari subjek penelitian yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menggunakan analisis Two-Independent-Sampel Test-Mann Whitney U ini diperoleh angka z hitung > z tabel yaitu -2.647. Nilai Asymp. Sig. (2- tailed) adalah 0.009, dimana 0.009 < 0.05 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan skor posttest kelompok kontrol. Hasil uji analisis secara statistik tersebut membuktikan bahwa Ho ditolak, sedangkan Hα diterima. Sehingga, hasil uji statistik yang telah dijabarkan di atas, merujuk pada kesimpulan hasil penelitian, yakni intervensi konseling ringkas berfokus solusi lebih efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa dari keluarga broken home.

Pembuatan busana pesta wanita berbahan black denim dengan aplikasi rajutan berbentuk bunga rosette / Laili Triwidiya

 

Kata Kunci: Busana Pesta, Black Denim, Aplikasi Rajutan, Bunga Rosette. Busana mempunyai hubungan yang erat dengan manusia. Busana berfungsi untuk memenuhi rasa keindahan, dan menambah rasa percaya diri pada sipemakai. Salah satu jenisnya adalah busana pesta. Busana pesta merupakan busana yang digunakan untuk acara pesta baik yang bersifat formal, semi formal, maupun nonformal Pembuatan Tugas Akhir ini, penulis merancang busana pesta wanita dengan hiasan aplikasi rajutan berbentuk bunga rosette yang dirangkai dengan daun. Bahan yang digunakan adalah denim berwarna hitam. Denim merupakan simbol gaya hidup barat yang diadaptasi secara luas sehingga karyanya dapat menembus seluruh lapisan masyarakat diseluruh penjuru dunia. Agar terkesan lebih indah, penulis memberikan sentuhan aplikasi rajutan berbentuk bunga rosette yang dirangkai dengan daun dibuat dengan perpaduan warna merah, kuning, ungu, dan hijau. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah ingin menampilkan suatu produk yang menggunakan teknik rajutan dengan bahan benang katun yang diaplikasikan pada denim berwana hitam. Manfaat dari hasil Tugas Akhir ini dapat dijadikan sumber inspirasi dalam bidang pembuatan busana pesta dengan model gaun A-Line yang terdiri dari satu potongan (one peace) Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 152.500. Hasil yang diperoleh dari pembuatan busana pesta ini adalah berupa busana pesta wanita dengan hiasan aplikasi rajutan dari bahan denim berwarna hitam yang dikombinasi dengan kain jala berwarna hitam polos sehingga dapat menciptakan kesan feminim, mewah, dan glamour ditambah aksesoris bandana rajutan. Saran yang dapat diberikan adalah pada setiap pengerjaan harus dikerjakan secara urut sesuai dengan prosedur pembuatan busana pesta wanita sehingga sproduk akan selesai tepat waktu.

Keefektifan teknik swa-kelola dan swa-penguatan untuk menin gkatkan efikasi diri akademik siswa SMAN 9 Malang / Dewi Nugraheni,

 

Nugraheni, Dewi. 2012. Keefektifan Teknik Swa-Kelola dan Swa-Penguatan untuk Meningkatkan Efikasi Diri Akademik Siswa SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Triyono, M.Pd (2) Drs. Harmiyanto, M.Pd Kata kunci: teknik swa-kelola, teknik swa-penguatan, efikasi diri Pada umumnya setiap siswa memiliki kewajiban untuk rajin belajar agar prestasi belajarnya meningkat. Salah satu faktor yang mempengaruhi naik turunnya prestasi belajar adalah efikasi diri. Efikasi diri adalah keyakinan untuk memperkirakan kemampuan dirinya sendiri dalam menyelesaikan suatu tugas atau kegiatan yang memiliki tujuan tertentu. Perilaku yang menunjukkan efikasi diri rendah diantaranya adalah mengobrol dengan teman, bercanda dengan teman, melamun, meninggalkan tugas sebelum selesai dikerjakan, melihat jawaban teman, bermain HP, tidur-tiduran di kelas, dan melakukan aktivitas tertentu yang tidak ada kaitannya dengan proses belajar (memainkan pulpen dan dasi). Teknik swa-kelola dan swa-penguatan merupakan teknik pengubahan perilaku yang dapat membantu siswa dalam mengelola perilakunya, dan memberikan penguatan untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa. Teknik swa-kelola adalah suatu kemampuan yang berkenaan dengan kesadaran diri dan keterampilan di mana individu mengarahkan pengubahan tingkah lakunya sendiri dengan pemanipulasian stimulus dan respon baik internal maupun eksternal. Sedangkan teknik swa-penguatan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memberi respon kepada diri sendiri yang berguna untuk menampilkan kembali perilakunya atau mengubah perilakunya tersebut tanpa tergantung lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik swa-kelola dan swa-penguatan untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa SMAN 9 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu, jenis one group pretest-posttest design, dan menggunakan desain eksperimen A-B-A. Subjek penelitian sebanyak 18 siswa kelas X yang didasarkan dari hasil pretest, wawancara dengan konselor dan observasi untuk menentukan subjek penelitian. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan antara pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pretest dengan menggunakan persentase efikasi diri dapat diperoleh data 83,3% memiliki tingkat kriteria sedang dan 16,6% memiliki tingkat kriteria rendah. Sedangkan hasil posttest setelah siswa diberikan intervensi didapatkan kenaikan tingkat persentase efikasi diri siswa yaitu 5,5% memiliki tingkat kriteria sangat tinggi, 83,3% memiliki tingkat kriteria tinggi, dan 11,1% memiliki tingkat kriteria sedang. Dengan demikian teknik swa-kelola dan swa-penguatan efektif untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa SMAN 9 Malang. Berdasarkan hasil temuan, disarankan: (1). Sebaiknya bagi peneliti selanjutnya diharapkan adanya kelompok kontrol. (2). Hasil penelitian ini hanya berlaku pada tempat pelaksanaan penelitian. (3) Diharapkan konselor tetap memberikan intervensi agar siswa bisa mengoptimalkan pelaksanaan teknik ini.

Pengaruh penggantian kuarsa dengan lumpur lapindo dan pasir gunung merapi terhadap porositas, susut bakar dan kuat tekan keramik stoneware / Tri Ayuning Sumartini

 

Kata kunci: keramik stoneware, lumpur Lapindo, pasir gunung Merapi, porositas (peresapan air dan keporian semu), susut bakar, kuat tekan. Keramik stoneware/ steengoet /keramik batu, yaitu keramik yang dibuat dari campuran-campuran tanah liat, ball clay, kaolin, kuarsa, feldspar dan tanah tahan api. Jika disinter sampai suhu pembakaran yang ditentukan akan menghasilkan penggelasan, sehingga strukturnya menjadi rapat dan kedap air, karena hampir tidak berpori. Suhu pembakaran keramik stoneware ini sekitar 12500 C. Untuk memiliki produk keramik dengan sifat fisis yang baik tidaklah mudah, perlu diadakan berbagai penelitian antara lain pemberian bahan pengganti yang mendukung pembuatan keramik. Dalam penelitian ini digunakan bahan campuran yaitu lumpur Lapindo dan pasir gunung Merapi sebagai pengganti kuarsa. Kualitas keramik dapat dilihat dari sifat fisis yang dimilikinya yaitu porositas yang terdiri dari peresapan air dan keporian semu, susut bakar dan kuat tekan keramik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variasi komposisi lumpur Lapindo dan pasir gunung Merapi merupakan variabel bebas, porositas (peresapan air dan keporian semu), susut bakar dan kuat tekan sebagai variabel terikat, sementara suhu sintering dan lama sintering dibuat tetap (sebagai variabel kontrol). Adapun tahap pembuatan sampel meliputi (a) Penentuan komposisi (b) Pencampuran (homogenisasi) (c) Pencetakan (pembentukan) (d) Pengeringan (e) Sintering (f) Pendidnginan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) semakin meningkat massa lumpur Lapindo maka semakin menurun nilai peresapan air akibat adanya pengaruh ukuran butir lumpur yang lebih halus (b) semakin meningkat massa lumpur Lapindo maka semakin menurun nilai keporian semu akibat ukuran butir lumpur yang lebih halus dan adanya difusi atom yang mengeliminasi pori (c) semakin meningkat massa lumpur Lapindo maka semakin meningkat nilai susut bakar keramik semakin kecil pori maka susut bakar semakin besar, (d) semakin besar massa lumpur Lapindo maka nilai kuat tekan tidak menunjukkan nilai yang semakin besar pula, hal ini diakibatkan karena pengaruh distribusi butiran yang tidak merata. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka saran dari penelitian ini yaitu Perlu adanya data penunjang yang mampu memperkuat analisis yaitu melalui uji SEM.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas VII B di MTs NU Pakis Malang / Miftahus Surur

 

Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, aktifitas belajar, hasil belajar. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal dalam proses pembelajaran Biologi di kelas VII B MTS NU Pakis Malang terdapat beberapa permasalahan yang membuat proses pembelajaran kurang berjalan dengan maksimal dan berpengaruh pada pencapaian hasil belajar siswa. Beberapa permasalahan tersebut yaitu, 1) sebagian besar siswa cenderung pasif dan hanya siswa-siswa tertentu saja yang aktif; 2) interaksi antar siswa dalam bertanya dan bertukar pendapat masih minim karena guru masih menggunakan metode ceramah. Sehingga pembelajaran berjalan monoton dan membosankan, hal ini menyebabkan siswa tidak fokus pada pelajaran, berbuat gaduh, dan mengganggu siswa lain; 3) siswa kurang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan guru; 4) siswa cenderung bersikap individualis karena minimnya kesempatan untuk bergabung dalam kelompok, berdiskusi dan menyelesaikan masalah dalam kelompok. Permasalahan ini harus segera teratasi dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw siswa akan diberi kesempatan untuk membangun kerjasama kelompok, saling bertukar pendapat dalam membangun pengetahuan, saling membantu dalam mengatasi kesulitan masing-masing dan juga membangun tanggung jawab siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan kepada masing-masing anggota kelompok. Dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw akan terbentuk suatu interaksi positif yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa yang berpengaruh pada peningkatan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dirancang dengan model penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII B MTs NU Pakis Malang yang berjumlah 42 siswa. Tindakan yang dilakukan yaitu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data melalui lembar obsevasi aktivitas belajar siswa pada saaat porses pembelajaran berlangsung dan evaluasi pada setiap akhir siklus. Pada pelaksanaan tindakan siklus I ada beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki yaitu, 1) jarak antar kelompok yang terlalu dekat memudahkan siswa mengganggu kelompok lain; 2) pengelolaan kelas yang masih kurang menyebabkan banyak siswa yang pasif; 3) penentuan porsi diskusi yang terlalu singkat; 4) penggunaan bahasa pada bahan ajar yang dianggap terlalu rumit oleh siswa; 5) pembagian porsi materi yang kurang seimbang pada setiap sub pokok bahasan. Kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus I diperbaiki pada siklus II. Adapun perbaikan yang dilakukan yaitu. 1) menyesuaikan kembali jarak antar kelompok sehingga lebih leluasa dan tidak berhimpitan dengan kelompok lain; 2) melakukan pengawasan lebih intensif dalam proses diskusi dan menegur siswa yang berbuat gaduh dan kurang aktif; 3) menentukan porsi waktu diskusi yang tepat sesuai dengan bobot materi yang didiskusikan; 4) menyusun materi dengan penggunaan bahasa yang lebih sederhana agar lebih mudah dipahami; 5) menyamaratakan porsi materi pada setiap sub pokok bahasan yang akan didiskusikan. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, membuktikan bahwa: 1) terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I dan siklul II. Pada siklus I tingkat aktivitas belajar siswa sebesar 69,66% dan termasuk dalam kategori aktif, sedangkan pada siklus II tingkat aktivitas belajar siswa sebesar 78,84% dan termasuk dalam kategori aktif. 2) terjadi peningkatan pada niai rata-rata kelas pada siklu I dan II. Pada tahap pra tindakan rata-rata kelas siswa 57,52 kemudian meningkat pada siklus I menjadi 74,29 kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 78,81. 3) terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II sesuai dengan jumlah siswa yang mampu mencapai ketuntasan belajar. Pada tahap pra tindakan jumlah siswa yang dinyatakan tuntas belajar berjumlah 8 siswa atau 19,05%, kemudian jumlah itu meningkat pada siklus I menjadi 29 siswa atau 69,05% dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 37 siswa atau 88,10% dan dinyatakan tuntas secara klasikal karena angka tesebut melebihi angka minimal yaitu 85%. Pada tahap pra tindakan jumlah siswa yang tidak tuntas belajar berjumlah 34 siswa kemudian jumlah itu menurun pada siklus I menjadi 13 siswa dan juga terjadi penurunan jumlah pada siklus II menjadi 5 siswa.

Identifikasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa kelas III IPA SMU Negeri III Madiun dalam menyelesaikan soal-soal pH hidrolisis / oleh Yunara Dyah Widiastuti

 

Pembelajaran pemecahan masalah dalam matapelajaran matematika sekolah dasar suatu studi eksplorasi / oleh Dwi Agus Sudjimat

 

Pengaruh besar pinjaman kredit dan tingkat suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia) terhadap kredit bermasalah pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. periode 2012-2014 / Ardi Meidianto Siswanjaya

 

ABSTRAK Siswanjaya, Ardi Meidianto. 2015. Pengaruh Besar Pinjaman Kreditdan Tingkat Suku bunga SBI terhadap Kredit Bermasalah Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Periode 2012-2014. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H Agung Haryono. S.E., M.P, Ak (II) Drs. Ir. Yohannes Hadi Soesilo., M.Div., M.Si. Kata Kunci: Besar Pinjaman Kredit, Tingkat Suku Bunga (SBI), Kredit Bermasalah. Permasalahan di dunia perbankan yang sering terdengar dewasa ini adalah banyaknya kasus kredit bermasalah. Bank sebagai lembaga keuangan, disamping memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang, usaha pokok bisnisnya adalah memberikan pelayanan kredit kepada para nasabahnya. Banyaknya perusahaan perbankan yang didirikan menimbulkan persaingan yang kurang sehat seringkali pihak bank mengambil jalan pintas dalam memenangkan persaingan. Salah satunya adalah memberikan kelonggaran kepada nasabah dalam mengajukan kredit. Akibat dari pemberian kredit yang tidak dilakukan dengan analisis yang matang akan menimbulkan masalah dikemudian hari yaitu kredit yang macet.Karena dana yang seharusnya diberikan untuk kredit yang nantinya akan meningkatkan profitabilitas bank, kemungkinan akan digunakan untuk menutup jumlah kredit macet yang terus membengkak. Masalah inilah yang akan mendorong kinerja perbankan terus menerus. Bahkan kemungkinan perusahaan perbankan bisa likuidasi.Dan perusahaan perbankan akan mengalami kesulitan dalam memutar dananya. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Kuantitaif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, dokumen yang digunakan adalah Laporan Keuangan dari Bank Indonesia dalam bentuk Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI).Selanjutnya data yang digunakan merupakan data sekunder (time series).Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linier Berganda. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan terbalik atau Negatif antara Besar Pinjaman Kredit dengan NPL, dimana jika perubahan Besar Pinjaman Kredit naik satu satuan maka nilai NPL akan menurun, dan sebaliknya apabila Besar Pinjaman Kredit mengalami penurunan sebesar satu satuan maka nilai NPL akan meningkat. Sedangkan Tingkat Suku Bunga SBI berpengaruh Positif terhadap Kredit Bermasalah yang artinya jika Semakin tinggi Tingkat Suku Bunga maka Kredit Bermasalah juga akan Semakin Tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa Besar Pinjaman Kredit dan Tingkat Suku Bunga SBI memiliki pengaruh terhadap Kredit Macet pada Bank Rakyat Indonesia pada periode yang diteliti.Berdasarkan hasil penelitian ini juga dapat disarankan bagi pihak perbankan untuk selalu menganalisa lebih tepat dalam setiap pemberian kredit kepada nasabah agar permasalahan kredit yang tak tertagih tidak menimbulkan permasalahan yang komplek bagi pihak perbankan.Untuk penelitian selanjutnya agar menambah factor atau mencari variable lain agar memperluas penelitian yang ada.

Analisis pengendalian intern atas prosedur penagihan piutang usaha pada unit Service PT Astra International Tbk - Daihatsu Cabang Malang / Alvi Noor Zakiyya

 

Kata Kunci: Pengendalian Intern, Prosedur Penagihan Piutang Pengendalian intern adalah rangkaian aktivitas yang bertujuan untuk melindungi kekayaan perusahaan. Pengendalian intern menjadi sangat penting karena setiap kekayaan perusahaan harus dilindungi dan dijaga, termasuk kekayaan perusahaan dalam bentuk piutang. Pengertian prosedur adalah bagian dari sistem yang berupa rangkaian tindakan atau kegiatan yang melibatkan beberapa orang untuk memproses transaksi-transaksi yang terjadi sampai menjadi laporan yang siap digunakan. Dengan demikian prosedur penagihan piutang dapat dikatakan sebagai rangkaian tindakan yang melibatkan beberapa orang untuk memproses transaksi piutang. Tugas Akhir ini disusun dengan tujuan untuk mendeskripsikan prosedur penagihan piutang dan pengendalian intern atas prosedur yang telah dilaksanakan tersebut pada Unit Service PT. Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang. Data yang digunakan adalah data yang didapat selama proses Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT. Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang. Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah adalah deskriptif kualitatif, yaitu dengan memberikan penjelasan-penjelasan terhadap data yang diperoleh dengan dasar bahan pustaka yang relevan terhadap masalah yang ingin dipecahkan. Unit Service PT. Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang mempunyai piutang kepada perusahaan yang memiliki kerjasama dengan Unit Service PT. Astra International, Tbk - Daihatsu. Dalam hal pembayaran biaya service, perusahaan tersebut memiliki periode jatuh tempo selama 14 hari dari tanggal faktur service. Terkait piutang tersebut, perusahaan menerapkan prosedur penagihan piutang dengan mengirimkan bukti service asli berupa rangkap dua faktur service dan kuitansi bersama dengan surat tagihan yang dilengkapi dengan SPK asli dari perusahaan kerjasama (PKS) serta faktur pajak standar. Untuk menjamin bahwa seluruh piutang perusahaan akan tertagih, PT. Astra International, Tbk - Daihatsu menerapkan empat (4) prosedur pengendalian intern. Salah satu cara untuk mengurangi kecurangan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, PT. Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang sebaiknya menunjuk seseorang yang independen untuk melakukan pengecekan terhadap dokumen, otorisasi, termasuk prosedur yang dilaksanakan.

An analysis of transitivity choice in the narrative of Fifty Shades of Grey / Nabilla Nailur Rohmah

 

transitivity choice, Fifty Shades of Grey, ideologi This study aims to analyze the use of transitivity choice by the first person female narrator Anastasia Steele in Fifty Shades of Grey, focusing on the use of material and mental processes of the main characters. The results of analysis are employed to reveal how the narrator, who also performs as the main female character, depicts the idea of man and woman. It also employed to make clear how the use of transitivity choice in the narrative reflects the ideological stance of the narrator. The findings of the study show that the narrator presents the main male character Christian Grey to have high frequency of doing material processes, especially which affect her. In contrast, she presents herself to perform high number of mental processes. The main female character is also represented to have high number of material processes, but it is not as high as the male. In detailed information, it is found that the female perform high number of mental cognitive processes and only performs few numbers of mental emotive processes. These findings represents her depiction about female and male, in which Christian is seen as a highly active and affecting person, stable and fully taking control of himself, but lacking psychological and physiological awareness. Contrastingly, Ana tends to describe herself as a paradoxical character, who is personally and socially equal to Christian, but being subordinated and easily affected in their personal relationship and tend to be physically out of control of herself. These paradoxical attitudes of her externalized actions are completed with ambivalent images of her mental actions that represent her as a cognitively thoughtful and impassive person, but simultaneously being psychologically delicate and physiologically reflexive. The way Ana presents paradoxical characteristics among each of her external and internal images designate her rejection of feminist emancipatory attitude toward male hegemony. She tends to represents moderate postfeminist femininity which are multivalent and typically paradoxical.

Sintesis senyawa hidroksi ester dari minyak jarak Cina (Castrol Oil) / Yuyun Musabbikha

 

Kata-kata kunci: minyak jarak cina (castrol oil), biopelumas, senyawa hidroksi ester, epoksidasi, pembukaan cincin epoksida. Pemanfaatan minyak jarak cina (castrol oil) sebagai pelumas sangat terbatas, karena hanya untuk digunakan pada mesin hidroulik. Hal ini dikarenakan viskositasnya yang tinggi. Selain itu ikatan rangkap dalam minyak jarak cina mudah teroksidasi karena penyusun utama minyak jarak cina adalah asam risinoleat (asam 12-hidroksi-cis-9-oktadekenoat). Pengubahan ikatan rangkap dalam minyak jarak menjadi gugus ester akan meningkatkan ketahanannya terhadap oksidasi. Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah: 1) epoksidasi minyak jarak dengan asam peroksi format, 2) pembukaan cincin epoksida dengan asam format membentuk senyawa hidroksi ester. Analisis dan identifikasi senyawa hasil dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan spektrometri IR. Karakterisasi senyawa hasil sintesis menggunakan indeks bias dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan ikatan rangkap dalam minyak jarak cina dapat diubah menjadi hidroksi ester. Hal ini dapat dilihat pada hasil spektrum IR nya. Senyawa ini diperoleh dari reaksi epoksidasi minyak dengan peroksiformat pada suhu 4°C selama 16 jam dan pembukaan cincin dengan asam format pada suhu 100°C selama 6 jam. Viskositas senyawa hasil adalah 7,74 Nsm-2 , viskositas ini lebih besar dari viskositas minyak jarak yaitu 5,74 Nsm-2 Hal ini disebabkan oleh terbentuknya gugus -OH dan ester sehingga ikatan hidrogen antar molekulnya makin kuat. Indeks bias senyawa hasil sintesis 1,465, angka ini lebih kecil dari indeks bias minyak jarak yaitu 1,473-1,477.

Upaya peningkatan prestasi belajar fisika siswa kelas II non unggulan MTs Negeri Malang I dengan pengajaran berbasis inkuiri presensi kelompok siswa / oleh Eva Leona Agustin

 

Penelitianin i bertujuanu ntuli mengetahuai pakahp engajaranb erbasisin kuiri melalupi resentaskie lompoks iswad apatm eningkatliapnr estasbi elajars iswak elasI I non-unggulaMn TsN MalangL Penelitianin i merupakanp enelitiane ksperimentasle muy angn enggunakan randonti:edc ontrutgl roupp retest- postlesdt esign.D alamp claksanaepuct nclitiani ni kelompoke ksperimend iajard enganp engajarabne rbasisin kuiri melaluip resentasi kelompoks iswa,s edangkakne lompokk ontrold iajar denganp engajare-y'ar ngb iasa dilaksanakadni I vlI'sNM alangl . Untukm ngetahupi erbedaapne ningkatapnr estasi belajara ntarak eduak elompokt erseburt nakad atad ianalisism enggunakaunj i-t. Darih asila nalisisd iketahuti hitung> 2,386->51 ,6679:t tabels ehingga disimpulkanla hwa peningkatanp restasai ntarak eduak elompokt ersebubt erbeda danp engajarabne rbasisin kuiri melaluip resentaskie lomp,oks iswad apat mcningkatkapnr estasbi clajars iswak clasI I non-unggulasne bcsa6r, 21loh

Perancangan teaser animasi 2 dimensi sebagai visualisasi pengenalan karakter intellectual property Roh Garuda / Faris Arman

 

ABSTRAK Arman, Faris. 2015. Perancangan TeaserAnimasi 2DimensiSebagaiVisualisasiPengenalanKarakterIntelectualPropertyRoh Garuda. Skripsi,ProgramStudiDesainKomunikasiVisual,JurusanSenidanDesain,FakultasSastra,UniversitasNegeriMalang.Pembimbing:(I) Drs.Sarjono,M.Sn.(II) Andreas SyahPahlevi, S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Perancangan, Teaser Animasi,Roh Garuda. Globalisasimenciptakanperkembanganteknologi, sosialdanekonomimelajupesatsehinggamenjadikancelahbesarbagipopular culturemasukke Indonesia.Popular culturejugamengakibatkanmasyarakat Indonesia mulaimelupakanbudayanyasecaraperlahan. OlehkarenanyamuncullahRoh Garuda sebagaiproduk visual idealisberbasisIP yang lahirdari ide bahwakarakteradalahbagianterpentingdarisebuah film setelahkualitasdariceritanyadanmembawamisiuntukmenjadipop culture Indonesia. Padaperkembanganyaadabeberapakendala yang dihadapiolehcreatorRoh Garuda, yaknimemperkenalkankelimatokohutamanyadanmenginformasikanaudiencesbahwaRoh Garuda merupakancerita yang bergenreaction. Selainitutimbuljugakesulitanuntukmembuat media yang dapatmemberikangambaranproduk visual Roh Garuda kepadacaloninvestor. Model perancangan yang digunakanadalah model perancanganprosedural, yaitu model perancangan yang bersifatdeskriptifdimanamenggariskanlangkah-langkah yang harusdiikutidalammenghasilkansebuahprodukdimanamenggunakanprosedur yang dikemukakanolehBruce Archer dankemudiandimodifikasisesuaikebutuhan. Langkah-langkahprosedural yang dilakukandalam proses perancanganinidenganpengumpulan data melaluiobservasi,danwawancara. Menggunakanmetodeglassboxdanblackboxsebagaidasarperumusancreative briefmaupunkonsepberdasarkan data yang telahdiperoleh yang akandikonsultasikankepadacreator IPRoh Garuda untukmencapaihasil yang diinginkan.Sehinggamelahirkankonsep teaser sebagai media utamadengankonsepcinematic action yang menampilkankisahBhimelawankekuatanjahatdanperkenalankelimakarakterRoh Garuda. Perancanganinimenghasilkan teaser animasi 2D danvideo character introduction. Teaseranimasiiniberformat mini HD 1280x720 pixel yang dirancanguntukYoutubedanmemerlihatkanpertempuranBhidenganrohjahat. Sedangkanvideo character introductiondirancanguntukInstagram yang berisitentangsekelumitgambarankekuatandarilimatokohutamaRoh Garuda. Mediapendukung yang digunakanadalah, , poster, picture story, dan web banner. Melaluihasildariperancanganini, diharapkandapatmengenalkankarakterRoh Garuda padatarget audiences, sertadapatdijadikansebagaisaranareferensidalammerancangteaseranimasi 2D lain kedepannya. .

Mobilitas sosial masyarakat Desa Jeru Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang / oleh Runia Laksmiwati

 

Hubungan komponen-komponen kemampuan verbal matematika dengan prestasi belajar fisika cawu I siswa kelas I SMU Negeri Maospati tahun ajaran 1995/1996 / oleh Sri Purwatiningsih

 

Efektifitas pelatihan dengan critical events model pada kader bina keluarga lansia di desa Gentan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang / oleh Shofiatun A. Rahman

 

Pengaruh larutan kedelai terhadap spermatogenesis mencit (Mus musculus) galur balb C / Anita Dwi Puspitasari

 

Kata Kunci: Larutan Kedelai, Spermatogenesis, Mencit Indonesia merupakan negara yang kaya akan flora dan fauna. Diantara kekayaan tersebut, tanaman obat merupakan salah satu kekayaan yang telah dimanfaatkan sejak dahulu. Kedelai merupakan salah satu tanaman obat yang mengandung antioksidan. Selain itu kedelai juga mengandung Isoflavon (Shisemul, 2009) yang mempunyai efek menurunkan kolesterol (Koswara, 2005). Isoflavon diketahui dapat menghambat 17-β-hidroksisteroiddehydrogenase (Karahalil, 2006 dalam Rahmi 2007), enzim yang membantu pengubahan androstenedion menjadi testosteron (Johnson & Everitt, 2000). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh larutan kedelai terhadap spermatogenesis mencit (Mus musculus) galur Balb C dan untuk mengetahui dosis larutan kedelai yang mulai berpengaruh terhadap spermatogenesis mencit (Mus musculus) galur Balb C. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan diulang 6 kali. Penelitian ini dilakukan di kandang percobaan, laboratorium mikroteknik (105) dan laboratorium zoologi (214) Biologi FMIPA UM. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Agustus 2010 sampai dengan Februari 2011. Penelitian ini menggunakan 24 ekor mencit (Mus musculus) jantan galur Balb C dengan rentangan berat badan 25-29 gram dan kisaran umur 8-10 minggu. Prosedur kerja pada penelitian ini diawali dengan pemeliharaan mencit. Perlakuan diberikan dengan caragavage dengan dosis 0 g/kg BB; 0,369 g/kg BB; 0,74 g/kg BB; 1,47 g/kg BB. Perlakuan diberikan setiap hari selama 36 hari. Pembuatan sediaan histologis testis dengan metode parafin dan pewarnaan Haematoxylin-Eosin. Pengamatan dilakukan dengan menghitung jumlah spermatogonia, jumlah spermatosit primer, jumlah spermatosit sekunder, jumlah spermatid serta spermatozoa. Hasil analisis varian, menunjukkan bahwa semua parameter yang diukur mengalami penurunan setelah diberi larutan kedelai. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan rerata jumlah sel germa. Selain itu juga dapat dilihat pada foto irisan histologis testis terlihat bahwa pada semua dosis ditemukan tiap jenis sel germa, namun dengan kepadatan yang berbeda yang dapat dilihat dari susunan sel germa. Penurunan mulai terjadi pada dosis 0,369 g/kg BB dan dosis 1,47 g/kg BB adalah dosis yang memberikan pengaruh paling besar

Peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe stad (Studen teams achievement division) pada siswa kelas IV SDN Kademangan 05 Kab. Blitar) / Arik Widyasari

 

Kata Kunci: Pembelajaran Matematika, Kooperatif Tipe STAD, Hasil Belajar Pembelajaran matematika Di SDN Kademangan 05 pada umumnya masih menggunakan metode konvensional. Apabila ada kesulitan siswa terlihat diam saja dan tidak mempunyai keinginan untuk bertanya dengan gurunya maupun ber-tukar pendapat dengan temannya. Selain itu media yang digunakan tidak menarik dan sulit dipahami oleh siswa. Akibatnya hasil belajar matematika pada pra tinda-kan sangat rendah yaitu dari 20 siswa hanya ada 1 siswa yang memperoleh skor 70 atau 5% dari jumlah siswa dan 19 siswa lain memperoleh skor antara 20 – 60. Berbagai kekurangan dan kelemahan tersebut perlu diadakan upaya per-baikan untuk pembelajaran selanjutnya dengan menerapkan model pembelajaran yang bisa meningkatkan hasil belajar siswa yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). Model ini dipilih karena sesuai dengan keadaan siswa di SDN Kademangan 05 yang pada umumnya hete-rogen baik kemampuan individunya maupun jenis kelaminnya, selain itu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memotivasi siswa khususnya dalam hal bertanya dan mengeluarkan pendapat sehingga siswa dapat memahami materi dengan mudah dan hasil belajar dapat meningkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) bagai-manakah pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas IV SDN Kademangan 05 pada pra tindakan? (2) bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas IV SDN Kademangan 05 dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada tiap siklus? (3) bagaimanakah peningkataan hasil belajar matematika di kelas IV SDN Kademangan 05 dari pra tindakan, siklus I dan siklus II dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD?. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas IV SDN Kademangan 05 pada tahap pra tindakan, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus I dan siklus II, (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dari pra tindakan, siklus I dan silklus II. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualititatif. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga tahap yaitu pra tindakan, siklus I dan siklus II. Masing-masing tahap terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Data dan sumber yang dibutuhakan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar siswa yang meliputi produk dan keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara (1) teknik observasi, (2) teknik kuis, (3) teknik kuisioner/angket. Instrumen yang digunakan berupa (1) lembar observasi, (2) kuisioner/angket, (3) kuis/tes, (4) catatan lapangan (field note). Teknik analisa data dipilah menjadi 4 kelompok data, (1) data hasil belajar siswa, (2) data pengamatan pembelajaran kooperatif tipe STAD, (3) data kegiatan mengajar guru, dan (4) data yang diperoleh dari angket siswa. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada saat pos tes pra tindakan adalah 49 kualifikasi nilai kurang, pada siklus I adalah 71,65 kualifikasi nilai baik, sedang-kan pada siklus II adalah 85,5 kualifikasi nilai sangat baik. Dari hasil belajar ter-sebut dapat diketahui peningkatan dari pra tindakan ke siklus I sebesar 22,65%, sedangkan dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 13,85%. Aktivitas siswa pada pra tindakan memperoleh skor 9,42 atau kualifikasi nilai sangat kurang, aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor 76,42 atau kualifikasi nilai baik, dan aktivitas siswa pada siklus II memperoleh skor 95,28 atau kualifikasi nilai sangat baik. Sedangkan aktivitas guru pada pra tindakan memperoleh skor 19,1 atau kualifikasi nilai sangat kurang, aktivitas guru pada siklus I memper-oleh skor 83,50 atau kualfikasi nilai baik, dan aktivitas guru pada siklus II memperoleh skor 94,50 atau kualifikasi nilai sangat baik. Kesimpulan berdasarkan temuan dari peneliatian ini, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran selama pra tindakan, siklus I dan siklus II dengan mene-rapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika, serta dapat meningkatkan aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam mengembangkan keterampilan kooperatif dalam hal (1) menghargai pendapat orang lain, (2) mengambil giliran dan berbagi tugas, (3) mengundang orang lain untuk bicara, (4) bertanya, (5) mendengarkan dengan aktif, (6) tidak berbeda dalam tugas, (7) bersama-sama memeriksa jawaban. Saran yang diberikan berdasarkan kesimpulan diatas adalah (1) bagi siswa, setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengapli-kasikan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kehidupan sehari-hari khususnya dalam hal bekerjasama dan mengeluarkan pendapat, (2) bagi guru, dapat mengembangkan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran lainnya berdasarkan hasil peningkatan yang telah dicapai pada mata pelajaran matematika, (3) bagi peneliti lain, penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki keku-rangan dan memperoleh hasil yang memuaskan, (4) bagi peneliti, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan dan memperoleh hasil yang memuaskan.

Pengembangan media pembelajaran katrol bilangan materi bilangan bulat Sekolah Dasar / Haris Wisudiatma

 

ABSTRAK Wisudiatma, Haris.2015. Pengembangan Media Pembelajaran Katrol Bilangan untuk Materi Bilangan Bulat di Sekolah Dasar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra Sri Harmini, S.Pd., M.Pd, (II) Dra Endang Setyo Winarni , M.Pd Kata Kunci : media pembelajaran, katrol, bilangan bulat Penelitian ini berlatar belakang dari hasil observasi hasil belajar siswa pada materi bilangan bulat di SDN Percobaan 1 Malang. Hasil observasi menunjukkan bahwa peserta didik kurang memahami operasi hitung bilangan bulat. Dengan demikian peneliti menggunakan katrol bilangan untuk membantu peserta didik dalam memahami operasi hitung bilangan bulat. Berdasarkan kesimpulan di atas , maka tujuan penelitian yang dilakukan yaitu menghasilkan produk berupa katrol bilangan untuk materi bilangan bulat. Dengan menggunakan cara kerja sumur diharapkan peserta didik dapat memahami penggunaan media katrol bilangan dengan mengasimilasikan pengetahuan yang telah diterima atau pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari dengan materi bilangan bulat. Penelitian ini dilaksanakan melalui berbagai tahap – tahap sebagai berikut (1) pendefinisian (2) tahap perancangan (3)Tahap Pengembangan (4)tahap disseminasi. Data yang diperoleh oleh peneliti dalam tahap pengembangan dengan menggunakan validasi ahli mencapai angka 87 % valid, sedangkan pada validasi ahli materi mendapatkan angka 87 % valid. Sedangkan dalam uji coba kelompok satu lawan satu mendapatkan angka 93 % valid, uji coba kelompok kecil mencapai angka 82 %. Tahap disseminasi merupakan tahap penyebarluasan penggunaan media katrol bilangan bulat. pada tahap ini disseminasi dilakukan di 3 sekolah dasar yang berbeda yaitu (1) SDN Tamanayu 03,(2) SDN Pronojiwo 03 dan (3) SDN Pasirian 05. Ketiga Sekolah dasar tersebut diambil sebagai tempat penelitian berdasarkan tingkatan pedesaan, kecamatan dan perkotaan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut (1) angket pendapat awal peserta didik mencapai angka rata – rata 87 % valid, (2) angket pemanfaatan media katrol bilangan mencapai angka rata –rata 86 % valid,(3) sedangkan pada pretes pos tes mengalami peningkatan dari nilai rata – rata 67 menjadi 75. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan maka disarankan beberapa hal yang harus ditingkatkan dan diperbaiki antara lain (1) penggunaan media katrol bilangan bulat digunakan oleh peserta didik dengan jumlah kurang dari 20, jika melebihi jumlah tersebut maka media yang digunakan lebih dari satu, (2)untuk pemahaman konsep bilangan bulat ditambahkan Lembar Kerja Siswa yang bertujuan selain meningkatkan pemahaman komputasi peserta didik juga dapat meningkatkan pemahaman konsep terhadap operasi hitung bilangan bulat. Pengembangan produk lebih lanjut diharapkan media katrol bilangan bulat dapat dipatenkan sehingga dapat digunakan khalayak ramai serta menambah pengalaman peneliti dalam pembuatan media pembelajaran.

Pengembangan model permainan "Quick and Fun" pada pembelajaran menulis pantun untuk siswa kelas IV SDN Bedali 01 Kecamatan Lawang Kabupaten Malang / Rodiatul Fida

 

ABSTRAK Fida, Rodiatul. 2015. Pengembangan Model Permainan “Quick and Fun” pada pembelajaran pantun untuk siswa kelas IV SDN Bedali 01 Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd, (2) Drs. Sjafruddin A.R, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: model permainan, Quick and Fun, menulis pantun. Penelitian pengembangan ini didasarkan pada hasil observasi dan analisis kebutuhan terhadap siswa dan guru kelas IV SDN Bedali 01 Lawang, yang menunjukkan bahwa diperlukan sebuah model pembelajaran alternatif untuk diterapkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu untuk(1) menghasilkan produk model permainan Quick and Fun yang valid secara teoritik, (2) menghasilkan produk model permainan Quick and Fun yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran pantun yang ditunjukkan dengan hasil validasi pengguna, (3) menghasilkan produk model permainan Quick and Fun yang efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran pantun yang ditunjukkan dengan hasil uji kompetensi siswa. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model penelitian pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi dengan langkah sebagai berikut: (1) observasi, analisis kebutuhan, dan kajian teori, (2) menyusun rencana penelitian, (3) pengembangan draf awal, (4) revisi produk awal oleh ahli, (5) uji coba kelompok kecil, (6) merevisi hasil uji coba, (7) uji coba kelompok besar, (8) penyempurnaan produk akhir. Produk yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa model permainan Quick and Fun. Berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa produk model permainan Quick and Fun yang dikembangkan ini valid secara teoritik yang menghasilkan skor 84% dari skor maksimal 100% dari kegiatan validasi oleh ahli model pembelajaran dan skor 93% dari skor maksimal 100% dari kegiatan validasi oleh ahli materi Bahasa Indonesia. Selain itu produk permainan Quick and Fun dapat diterapkan dalam proses pembelajaran menulis pantun yang ditunjukkan dengan hasil validasi pengguna mencapai skor 93% dari skor maksimal yaitu 100%. Adapun saran yang diberikan yaitu, hendaknya guru terlebih dahulu mempelajari dan memahami tentang permainan Quick and Fun, agar punya gambaran awal tentang langkah-langkah pembelajaran menggunakan model permainan Quick and Fun, agar proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Kelemahan penelitian ini adalah hanya menggunakan rancangan deskriptif , disarankan untuk pengembangan lebih lanjut dapat menggunakan rancangan eksperimen dengan menggunakan kelas kontrol dan kelas eksperimen..

Peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menganyam daun pisang pada kelompok b di TK Dharma Wanita Langenharjo Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri / Fadilatul Fitria

 

ABSTRAK Fitria, Fadilatul 2015. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menganyam Daun Pisang Pada Kelompok B Di TK Dharma Wanita Langenharjo Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd, (II) Prof. Dr. HM Zainuddin, M.Pd Kata Kunci: kemampuan motorik halus, menganyam daun pisang Berdasarkan observasi yang telah dilakukan dapat diketahui kemampuan motorik halus yang meliputi koordinasi mata dengan tangan anak masih belum berkembang dengan baik. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut yaitu: (1) media yang digunakan sangat monoton, hanya berpacu pada LKA dan media gambar (2) kegiatan motorik halus yang dilakukan kurang menarik dan bervariasi, (3) kegiatan belajar dan bermain berfokus pada calistung, (4) tingkat kematangan anak yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran melalui kegiatan menganyam daun pisang di kelompok B TK Dharma Wanita Langenharjo Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. (2) Mengetahui bahwa kegiatan menganyam daun pisang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini di kelompok B TK Dharma Wanita Langenharjo Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Pendekatan yang dilakukan peneliti adalah pendekatan kualitatif dengan jenis PTK yang terdiri dari 1 siklus dengan dua kali pertemuan. Pada siklus I dilakukan beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 05 Februari 2015 sampai 25 Februari 2015. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisa data kualitatif, yaitu cara reduksi data, penyajian data, dan pemberian kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menganyam daun pisang sudah sesuai dengan langkah-langkah kegiatan yang tertulis dalam instrumen penelitian dan dalam pembelajaran terbukti dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anakpada kelompok B. Pada siklus I pertemuan pertama sebesar 20%, sedangkan pada siklus I pertemuan kedua mencapai 80%. Kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan sebesar 66,7%. Berdasarkan pada hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan kegiatan menganyam dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Berdasarkan penelitian ini disarankan agar pendidik anak usia dini dapat menerapkan kegiatan menganyam yang diseuaikan dengan tema.

Pengaruh pembelajaran sistem modul pada materi jasa pra-aksara di Indonesia terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas V SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso / Ahmad Dairabi

 

Kata kunci : pembelajaran sistem modul, masa pra-aksara, motivasi belajar, hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah dalam menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan pembelajaran. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneleti, SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso memiliki problematika yaitu rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Rendahnya motivasi belajar siswa tampak dari perilaku siswa di kelas saat kegiatan belajar mengajar dimana siswa sering tidak memperhatikan penjelasan guru dan cenderung untuk berbicara dengan teman. Sedangkan rendahnya hasil belajar siswa terlihat dari banyaknya hasil ulangan siswa yang masih belum mencapai KKM. Berdasarkan hasil diskusi dengan guru mata pelajaran IPS didapat, bahwa rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa disebabkan oleh kurangnya sumber belajar, mengingat belum adanya perpustakaan dan fasilitas lain yang menunjang kelancaran proses belajar mengajar. Oleh sebab itu diperlukan suatu sumber belajar yang lengkap, efisien, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa. Sumber belajar yang dimaksud adalah modul pembelajaran yang dikhususkan pada mata pelajaran IPS bidang kajian sejarah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1)Bagaimanakah pengaruh pembelajaran sistem modul terhadap motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso?. (2) Bagaimanakah pengaruh pembelajaran sistem modul terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso. Penelitian ini bertujuan (1) Menjelaskan pengaruh pembelajaran sistem modul sejarah dalam proses pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso. (2) Menjelaskan pengaruh penggunaan modul sejarah dalam proses pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan populasi siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso semester gasal tahun pelajaran 2010/2011. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa keseluruhan 48 orang. Pada pelaksanaannya kelas eksperimen diberi perlakuan dengan pembelajaran sistem modul sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar dan tes hasil belajar sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan perubahan motivasi belajar antara kelompok kontrol dan eksperimen. Kelas kontrol tidak mengalami peningkatan motivasi belajar secara signifikan (hanya meningkat 1,28%), sedangkan kelompok eksperimen mengalami peningkatan motivasi berlajar yang cukup signifikn (6,33%). Sedangkan untuk hasil belajar siswa, juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan dimana kelompok eksperimen mengalami peningkatan rata-rata hasil yang cukup signifikan dari 51,25 menjadi 70,20 (meningkat 18,95), sedangkan pada kelas control hanya mengalami penigkatan rata-rata hasil belajar dari 51,46 menjadi 63,75 (meningkat 12,29). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sistem modul berpengaruh positif terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan. Pembelajaran dengan sistem modul disarankan untuk terus dikembangkan terutama untuk menyediakan sumber belajar yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa.

Perencanaan dan keputusan karier sisi kelas III Madrasah Aliyah Roudlotul Ulum putri desa Ganjaran Gondanglegi Kabupaten Malang
oleh Ali Mahfud

 

Masalah utama yang dihadapi generasi muda adalah berkaitan dengan J lapangakne rja.B imbingans ebagabi agiand ari prosesp endidikanm embantuin dividu I membuat rencana dan keputusan yang optimal sesuai dengan perkernbangannya. I Bimbingan karier sebagai bagian dari bimbingan konseling bertujuan membantu J siswaa gar mampu merancang sendiri kariernya,m empertimbangkana ltematif- I alternatif dan membuat keputusan serta mampu melaksanakan tugas-tugas I Perkembangannyyaan g berkaitand engank arier. Penelitiani ni bertujuanu ntuk (1) I mengetahupi erencanaanka rier siswi (2) mengetahuki eputusank arier siswi kelas III I MadrasahA liyah RoudlatulU lum Putri GanjaranG ondanglegMi alang. i Populasid alamp enelitiani ni adalahs eluruhs iswi KelasI II MadrasahA liyah RoudlatulU lum Putri GanjaranG ondanglegMi alang tahun pelajaran2 000/ 2001. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. lnstrumen pengumpulan data yang digunakana dalahA ngket.U ntuk mendiskripsikanp erencaruund an keputusank ariei siswid igunakante knik prosentase. Berdasarkanh asil analisisd ata dapat disimpulkan:( 1) tentangp erencanaan karier banyak siswi menyatakan alasan perlunya karier merupakan kewajiban dan ibadahs ebagai khtiar mendapatkanri zqi dari Tuhan, gambarand iri terhadapk arier yangd iinginkanb anyak siswi merasas udahm emiliki kemampuany angm endukung ruImunm asihp erlu ditingkatkanl agi, faktor pendorongs iswi dalam berkariery ang diharapkanc ukup banyaks iswi menyatakank arenak einginan atau cita-citanyai ejal dulu, sedangkantu juan berkarier banyak sekali siswi menyatakanu ntuk memenlhi panggilanm ulia, mencarin afkah,m empertahankahna rgad iri dan mencapapi restasi, instansiy ang diharapkanc ukup banyak siswi merencanakanb erwira usaha,je njang karier yang direncanakanc ukup banyak siswi yang merencanakans ebagaip implnan atau pemilik usaha dan tempat berkarier yang diharapkan bairyak siswi merencanakand idalam kota sendiri, tentang waktu pencapaiank arier banyak siswi yang merencanakanm encapai karier 2-5 tahun setelah lulus, dan cukup banyak siswi merencanakanb ekerjas ambil studi non formal, untuk memenuhib iayayang diperlukan dalam mencapai karier banyak sekali siswi yang merencanakan memperolehd ari penyisihanp enghasilans endiri. (2) Keputusank arier: dengan kesadarand iri sebagaiw anita, banyak siswi menetapkanu ntuk berkarier diluar dan sebagai ibu rumah tangga dan tempat berkarier, banyak siswi yang menetapkan di

Mesin gergaji (pemotong) kayu meja datar untuk kebutuhan produk pengrajin kayu / Ryan Adi Saputra, Achmad Hanna Wildanna

 

ABSTRAK Ryan Adi Saputra dan Achmad HannaWildanna. 2011. Mesin Geraji (Pemotong) Kayu Meja Datar. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yoto, S.T, M.Pd, M.M. Pembimbing (II) Drs. Yuni Sunarto, M.Pd Kata Kunci: gergaji kayu, motor listrik DC, pisau bulat, UKM. Kualitas produk berpengaruh kuat dalam menentukan kesuksesan UKM yang bergerak dibidang mebel. Kualitas produk turut dipengaruhi oleh variasi yang ada pada bahan baku, salah satu bahan bakunya yaitu kayu. Untuk mendapatkan kualitas potongan kayu yang bagus dan presisi tentunya harus memenuhi kriteria potongan yang tepat, apabila potongan tidak presisi akan berpengaruh pada pembentukan mebel tersebut. Mesin gergaji kayu adalah suatu mesin gergaji dengan sistem pemotongan otomatis, yang digerakkan dengan motor listrik dan dapat untuk naik turun pisau yang berguna untuk menentukan kedalaman pemotongan kayu . Mesin ini menggunakan pengukur yang berguna untuk mengukur tebal tipisnya potongan kayu. Hasil analisis poros gergaji dengan diameter poros 19 mm, tegangan geser yang terjadi yaitu 0,26 kg/mm2 dan lebih kecil dari pada tegangan geser yang direncanakan yaitu 3,083 kg/mm2, sehingga poros gergaji dengan diameter 19 mm aman untuk digunakan. Dalam sistem penurunan dan penaikan gergaji yang berguna untuk menentukan dalamnya potongan kayu dapat naik maksimal 40-45 mm. Maka mesin ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menambah ketelitian pengerjaan pada saat pemotongan.

Pengaruh efikasi diri siswa dan tipe tes terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Malang / Sri Ami Ati

 

Kata Kunci: Efikasi Diri, Tipe Tes, Prestasi Belajar Pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan murid ini diharapkan dapat tercermin dalam prestasi belajar. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa baik itu eksternal maupun internal. Salah salah faktor internal adalah efikasi diri yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, untuk melihat perubahan tingkah laku siswa mengenai pemahaman dan pengusaan terhadap mata pelajaran tertentu maka diperlukan evaluasi yang merupakan tahap terakhir dari sistem pengajaran. Mengingatnya umumnya dalam melakukan evaluasi berupa tes maka dalam penelitian ini menggunakan tes untuk melihat tingkat pencapaian siswa terhadap pelajaran akuntansi yaitu tes pilihan ganda dan tes esai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki efikasi diri tinggi dan siswa yang memiliki efikasi diri rendah, (2) Perbedaan prestasi belajar antara Siswa yang diberikan Tes Pilihan Ganda dengan Siswa yang diberikan Tes Esai, (3) Pengaruh Interaksi antara Efikasi Diri Siswa dan Tipe Tes terhadap Prestasi Belajar . Efikasi diri siswa merupakan keyakinan yang dimiliki oleh siswa terhadap kemampuan yang mereka miliki dalam mengerjakan soal-soal akuntansi. Sedangkan tipe tes merupakan tes yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa yaitu tes pilihan ganda dan tes esai. Prestasi belajar adalah hasil dari post test yang diberikan kepada siswa dengan menggunakan tes pilihan ganda dan esai saat penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian factorial design experimental yang dengan menggunakan 2x2 faktorial yang dilaksanakan di SMA Negeri 5 Malang. Populasi penelitian ini sebanyak 94 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Adapun sampel yang diteliti adalah dari kelas XI IPS 1 dan XI IPS 3 sehingga sampel penelitian diperoleh 60 siswa. Pengujian hipotesis dengan menggunakan anova two way dengan bantuaan SPSS 16 for windows. Berdasarkan hasil pengujian anova two way maka diperoleh hasil penelitian (1) Terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki efikasi diri tinggi dan siswa yang memiliki efikasi diri rendah, (2) Terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberikan tes pilihan ganda dan siswa yang diberikan tes esai, (3) Terdapat pengaruh interaksi efikasi diri dan tipe tes terhadap prestasi belajar siswa. Saran dari penelitian ini yaitu bagi Guru agar sebelum melakukan tes terhadap siswa sebaiknya mengetahui tingkat efikasi diri siswa. Selain itu, diperlukan upaya guru agar siswa dapat memiliki pemahaman yang komprehesif, Sehingga, dapat diperoleh prestasi belajar siswa sesuai dengan yang diharapkan.

Kesalahan penggunaan bahasa dalam teks laporan hasil observasi siswa kelas X SMAN 1 Boyolangu / Layla Dian Kusumarini

 

ABSTRAK Kusumarini, Layla Dian. 2015. Kesalahan Penggunaan Bahasa dalam Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas X SMAN 1 Boyolangu. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumadi, M.Pd., (II) Musthofa Kamal, S.Pd., M.Sn. Kata kunci: kesalahan penggunaan bahasa, teks laporan hasil observasi Teks laporan hasil observasi adalah teks yang menggambarkan sesuatu dari hasil pengamatan yang disusun secara sistematis. Teks laporan juga disebut sebagai teks klasifikasi karena teks tersebut memuat klasifikasi mengenai jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014:4). Analisis kesalahan penggunaan bahasa merupakan kegiatan pengkajian segala aspek penyimpangan berbahasa. Analisis kesalahan penggunaan bahasa sangat diperlukan untuk mengetahui bagaimana bahasa diucapkan, ditulis, disusun, dan berfungsi (Samsuri, 1987:6).Berkaitan dengan hal tersebut,penggunaan bahasa menjadi aspek yang sangat penting dan harus diperhatikan dalam menulis teks laporan hasil observasi.Penggunaan bahasa yang benar bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam memahami maksud dari penulisnya. Teks dengan bahasa yang kurang tepat akan sulit dipahami oleh pembacanya, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan penggunaan bahasa dalam teks laporan hasil observasi siswa kelas X SMAN 1 Boyolangu berdasarkan (1) kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca, (2) kesalahan penggunaan diksi atau pilihan kata, (3) kesalahan kalimat, dan (4) kesalahan struktur paragraf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan disusun dengan rancangan penelitian deskriptif. Data penelitian ini berupa(1) kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca, (2) kesalahan penggunaan diksi atau pilihan kata, (3) kesalahan kalimat, dan (4) kesalahan paragraf. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah dengan meminjam dokumenteks laporan hasil observasi produksi siswa dari guru bahasa Indonesia kelas X SMAN 1 Boyolangu.Analisis data yang dilakukan meliputi proses reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan sementara, dan pengecekan keabsahan tamuan. Reduksi data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah identifikasi, klasifikasi, dan kodifikasi. Tahap identifikasi data dilakukan dengan cara menyeleksi dan memilih sumber data yang sesuai dengan kriteria teks laporan hasil observasi siswa yang dapat dijadikan sumber data. Kriteria teks laporan hasil observasi siswa yang dapat dijadikan sumber data adalah (1) terdapat identitas penulis yang jelas dan (2) tulisan mudah dibaca. Setelah tahap identifikasi data selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah klasifikasi data. Pengklasifikasian data dilakukan berdasarkan kesalahan ejaan dan tanda baca, kesalahan pilihan kata atau diksi, kesalahan kalimat, dan kesalahan paragraf. Tahap akhir dari reduksi data adalah kodifikasi atau pengodean. Kodifikasi dilakukan untuk mempermudah pemaparan dan penegasan simpulan akhir.Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan dibantu instrumen tambahan berupa tabel kodifikasi sumber data, tabel panduan analisis, dan tabel analisis. Pengecekan keabsahan temuan dalam penelitian ini dilakukan melalui pengecekan dari guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Berdasarkan temuan penelitian, diperoleh empat hasil penelitian.Pertama, kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca. Kesalahan ejaan dan tanda baca yang ditemukan, yaitu (1) kesalahan penulisan huruf kapital, (2) kesalahan penulisan huruf miring, (3) kesalahan penggunaan tanda titik, (4) kesalahan penggunaan tanda koma, (5) kesalahan penggunaan tanda titik koma, (6) kesalahan penggunaan tanda hubung, (7) kesalahan penulisan kata depan, dan (8) kesalahan penulisan angka dan bilangan. Kedua, kesalahan penggunaan diksi atau pilihan kata. Kesalahan penggunaan diksi atau pilihan kata yaitu berupa kesalahan ketepatan penggunaan kata maupun istilah dan kesalahan bentukan kata yang tidak gramatikal.Ketiga, kesalahan kalimat. Berdasarkan temuan penelitian ditemukan kesalahan kalimat, yaitu kalimat tidak lengkap, kalimat tidak hemat, keslahan kalimat definisi, dan kesalahan kalimat deskripsi.Keempat, kesalahan struktur paragraf. Berdasarkan temuan penelitian ditemukan kesalahan struktur paragraf, yaitu kesalahan paragraf aspek pengembangan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dikemukakan dua saran. Pertama, mengingat pentingnya penggunaan bahasa secara tepat sebagai wujud kebanggaan dan kepedulian terhadap bahasa Indonesia, disarankan kepada guru bahasa Indonesia kelas X SMAN 1 Boyolangu untuk melatih keterampilan siswa terkait penggunaan bahasa dengan cara mengajarkan penggunaan ejaan dan tanda baca, penggunaan diksi atau pilihan kata, penggunaan kalimat, dan paragraf yang tepat agar terjadi perbaikan pada proses belajar mengajar selanjutnya. Kedua, siswa disarankan agar banyak berlatih menulis sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benarsehingga terampil menulis dengan menggunakan bahasa yang tepat.

Hubungan antara keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan kebiasaan belajar
oleh Peni Estining Palupi

 

rangb aik terhadapb elajarnyaa, raub ahkan niknya. Siswa yang terlalu aktif dalam aan belajar kurang efisien dapat berakibat laliknyaj ika keikutsertaasni swad alam 'tieitalpHik eb'i,asI*a?aln'bfJ elfa,ija 'm"y*ab ;ai,k? dap:a:tffi'#','I",", Penelitianin i bertujuanu. ntukm engetahu:i (l) keikutsertaasni swad alam (!14s)h jau1bauennk gsatarnan ktaurraikk ueliekru(,2t s) ekretbaiaanssi aswanbad e araLjm-'as kries wgiaa,(t a3n)e p krsetsrtaaksubi reikraujtarior s uis.,wa, Itsertaans iswad alamk egiatan 'a,( 6) hubungank ebiasaanb ela.ladr engan reikutsertaansi swad alamk egiatan .np restasbi elajars iswa. adae mpaty aitu : (1) adah ubungany ang kegatane kshakurikuledr engan angs ignifikana ntarak eikutsefiaans iswa ;asi belajar siswa, (3) ada huburgan yang rrestasbi elajars isw4 (4) adah rrbungan kebjasaabne lajard enganp restasbi elajars isawlaam. k egiatane kstrakurikuledr an Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasionyaal ng bert'ungsui ntuk mencarih ubungana ntarad ua variabeia tau lebih. Populapsei nelitianin i siswak elasI dan2 SMUN I Batu denganju mlah keseluruhan 698 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini diambil l0 Yo dari seluruh populasi yanga dayaitu6 9,8 yangd ibulatkanm enjadi7 0 siswa,t eknik yangd igunakana dalah randomsa mplingd an sampelp ropotional.l nstrumeny ang digunakana dalaha ngket dans tudid okumenterA. nalisis data yarrg digunakana dalah korelasi dan regresi gandaA. nalisis korelasi untuk mengetahuih ubungan antata keikutsertaans iswa dalamk egiatane kstrakurikulerd engank ebiasaanb elajar siswa, hubungana ntara keikutsertaasnis wa dalam ekstrakunkulerd enganp restasib elajar siswa,h ubungan antarake biasaanb elajar denganp restasib elajar siswa,d an analisisr egresi ganda untuk mengetahui hubungan antara keikutsertaan siswa dalant kegiatan ekstrakurikuldear nk ebiasaanb elajard enganp restasbi elajars iswa. Pengumpuladna tad ilakukand enganc arap elancarana ngketd an studi dokumentePre. lancaraann gketd igunakanu ntuk mengungkakpe ikutsertaasni swa dalankegiataenk strakurikuledr anu ntuk mengungkapke biasaanb elajars iswa, sedangkastnu did okumenteur ntuk mengungkapp restasbi elajars iswa.P engolahan datain i dilakukand engant eknik korelaspi roduct momendt anr egresil inier ganda dengamne nggunakapnro gramk omputeSr PSS. Berdasarkahna sila nalisisd atad iketahubi ahwak eikutsertaasnit ;wad alam kegiataenk strakurikuleter rmasuk ategorai ktif; siswak elasI dan2 SMUN I Batu mempunykaei biasaabne lajary angb aikd ana tauc ukup;s iswak elasI dan2 SMUN 1B atum empnnyapi restasbi elajary angb aik; padat arafs ignifikansi5 o/od iketahui bahwtaid aka dah ubungayna ngs ignifikana ntarak eikutsertaasnis wad allm kegiatan ekstrakurikudleern gank ebiasaabne lajars iswa( 16'6*( rtab:e 0l ,001I< i;,235)t;i dak adah ubungayna ngs ignifikana tarak eikutsertaasnis wad alamk egiatan ekstrakurikudleern ganp restasbi elajarS iswa(1 6,,".(* rrob"0li ,1800< 0,235)t;i dak adah ubungayna ngs ignifikana ntarak ebiasaanb elajard enganp restasbi elajars iswa (hi*e < r*5.1: - 0,2076< 0,235);s ecarab ersama-samkeai kutrsertaasnis rvad alam kegiataenk strakurikuledra nk ebiasaabne lajarti daka dah ubungayna ngs ignifikan dengapnr estasbie lajars iswaP. enyebatbid akd iketemukannyhau bungayna ng signifikaann tarak etigav ariabeiln i dimungkinkaand anyak elemahainn strupsny ant digunakaonle hp eneliti,k ondisie mosionarle spondepna das aatm enjawab pertanyaok;ne,d udukank egiatane kstrakurikuledr alamk urikulum,k esalahanp eneliti saamt enggadakapne nelitianm enggunakasna mpekl elas,s edangkasna at menentukasna mpeml enggunakasna mpesl iswa. Meskipund ari hasilp enelitiani ni tidak diketemukans ignifikansia ntara keikutsertaasnis wad alamk egiatane kstrakurikuledr ank ebiasaanb elajard engan prestasbie lajars iswa,t etapip enelitim enyarankakne padap ihaks ekolah/guru maupunK epalas ekolahu ntukt etapr nemperhatikadna nm embimbings iswad alam

Nilai-nilai budaya wabita Jawa dalam novel Pengakuan Pariyem" karya Linus Suryadi AG dan manfaatnya bagi pengajaran apresiasi sastra di SMTA
oleh Agus Suyanto"

 

Hubungan antara biaya hidup mahasiswa teknologi pendidikan Universitas Negeri Malang angkatan 1995/1996 dan 1996/1997 dengan prestasi akademik dan non akademik
oleh Heri Wiratno

 

Dalamd uniap endidikank, hususnyad i sekolahte rdapavt ariasit ingka-. pencapaiahna silb elajara taup restasbi elajar.p restasbi elajari ni beranjakd ariy ang palingr urdah sampadi engany angp atingt inggi. Keadaanin i tentum emacup ara pendidiky angb erkecimpungd alam duniap endidikanu nrukm emperbaikdi an meningkatkapnr estasbi elajara nakd idik. Pencapaiapnr estasbi elajarm ahasisrndraip engaruhoi leh taktor-faktorin ternal yangm eliputi:k ematangamn,o tivasik, ondisik esehatajans rnandi anr ohanit,i ngkat kecerdasadna ns ebagainyaF.a ktor-fhktoer l*stema(ld ari luar) meliputif aktors osia{ yangm erupakapne ngaruyha ngd atangd ario rang-orancgli s ekelilingm ahasiswbaa ik secarala ngsunmg aupunti dakl angsungd,a nn ons trsiayi angr ncliput:i keadaan sekolahk,u rikulums, uhu,c uacak, eadaatnc mpat inggal,k t:a

Penerapan model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan hasil belajar IPS geografi pada materi hidrosfer kelas VII semester 2 di SMP Negeri 1 Bangil Pasuruan / Debby Adecandra

 

Kata kunci: Talking Stick, Hasil Belajar. Observasi awal diketahui bahwa metode pembelajaran Geografi yang dilakukan di SMP Negeri 1 Bangil Pasuruan adalah ceramah, dan kerja kelompok. Siswa kurang antusias dalam pembelajaran geografi, 41% siswa asik bermain sendiri ketika pembelajaran berlangsung, Pada saat kegiatan kerja kelompok siswa yang memiliki kemampuan yang tergolong sedang dan rendah hanya pasif dan tidak berani berpendapat. Hal itu menyebabkan setiap siswa tidak memiliki kesempatan yang sama untuk mengemukakan pendapat dalam menjawab tugas kelompok tersebut dan proses belajar bersama belum tercapai secara optimal. Hal itu terlihat dari hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 26% dan rata-rata kelasnya sebesar 67,6. Jumlah ketuntasan belajar siswa itu kurang dari standar ketuntasan minimal (SKM) untuk mata pelajaran Geografi sebesar > 75 dan ketuntasan belajar klasikalnya sebesar > 85%. Hasil belajar tersebut perlu diperbaiki dengan menerapkan model pembelajaran Talking Stick, karena model ini mengajak siswa untuk lebih aktif dan model pembelajaran Talking Stick tidak hanya mengajak siswa belajar tapi juga bermain yang dapat memotivasi siswa untuk mengikuti materi yang disampaikan guru, diharapkan pengetahuan siswa akan bertambah, dan hasil belajarnya juga meningkat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa. Upaya untuk mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini dirancang dengan model penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada bulan Februari 2011. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII-B yang berjumlah 43 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, Instrumen pengumpulan data melalui tes tiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan ke siklus I yaitu dari rata-rata hasil belajar 67,6 dengan persentase ketuntasan belajar 26% menjadi 71,6 dengan persentase ketuntasan belajar 53%. Pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar dari 71,6 menjadi 78,9 dengan persentase ketuntasan belajar 88%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pembelajaran kooperatif model Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar IPS Geografi pada materi hidrosfer siswa kelas VII semester 2 di SMP Negeri 1 Bangil Pasuruan. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan: (1) Bagi guru geografi agar menggunakan model Talking Stick untuk meningkatkan hasil belajar siswa. (2) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran dengan model Talking Stick dengan pokok bahasan yang berbeda.

Analisis dimensi kualitas layanan paket pos kilat khusus (studi pada Kantor Pos Besar Malang) / Yudha Sukma Budiman

 

Kata kunci : Dimensi Kualitas Jasa ( Bukti fisik, Keandalan, Daya tanggap, Jaminan, dan Empati) Perusahaan yang bergerak dibidang jasa harus dapat meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan karena itu merupakan suatu tujuan utama. Dalam menilai atau melihat suatu kualitas layanan jasa, hal ini dapat dilihat melalui beberapa aspek yang biasa dikenal dengan dimensi kualitas jasa. Dimensi kualitas jasa ini terdiri dari Bukti fisik, Keandalan, Daya tanggap, Jaminan, dan Empati. Diperlukan kualitas layanan yang baik dari karyawan untuk meningkatkan minat konsumen dalam memakai jasa pos yang terutama paket pos kilat khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan paket pos kilat khusus di Kantor Pos Besar malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis kualitas pelayanan bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability),daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) pada Kantor Pos Besar Malang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mono variabel yaitu kualitas pelayanan dengan sub variabel bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Hasil analisis deskriptif data menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dengan dimensi bukti fisik, keandalan, daya tangap, jaminan, dan empati rata-rata dinyatakan baik oleh pelanggan, hasil penelitian analisis faktor terdapat 6 faktor pembentuk kualitas layanan yaitu faktor 1 meliputi peralatan yang modern, karyawan yang mempunyai penampilan menarik dan rapi, kerapian, kebersihan, dan kenyamanan ruang tunggu, tempat pakir yang luas., faktor 2 meliputi kecepatan dalam proses pengiriman, ketepatan dalam proses pengiriman, kesiapan pegawai dalam membantu pelanggan dalam menangani keluhan, kinerja pelayanan pegawai, kemudahan prosedur transaksi, faktor 3 meliputi kesigapan pegawai dalam melayani pelanggan, pegawai merespon dengan cepat terhadap keluhan pelanggan, pegawai menyampaikan informasi yang jelas., faktor 4 meliputi kecepatan dalam proses pengiriman, kesiapan pegawai dalam membantu pelanggan, pegawai merespon dengan cepat terhadap keluhan pelanggan, faktor 5 meliputi ketepatan dalam proses pengiriman, kemudahan prosedur transaksi, dan faktor 6 meliputi kejujuran dan tanggung jawab pegawai dan pegawai dapat memahami kebutuhan pelanggan, dan dari 6 faktor di atas faktor 1 merupakan faktor yang dominan. Diharapkan dengan terpenuhinya semua aspek dimensi (keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik) menjadikan kualitas layanan pada Kantor Pos Besar Malang dapat bersaing dengan perusahaan lainnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil usaha pengrajin bata merah di Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro / Eko Setyo Wahyudi

 

ABSTRAK Wahyudi, EkoSetyo. 2015. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Hasil UsahaPengrajin Bata Merah diDesaLedokKulonKecamatanBojonegoroKabupatenBojonegoro. Skripsi,JurusanEkonomi Pembangunan, FakultasEkonomi, UniveritasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Wahjoedi.M.E,(2) Dr. PrihHandinto, M.Si. Kata Kunci: Modal Kerja, JumlahTenagaKerja, Tingkat Pendidikan, PengalamanKerja,HasilUsaha. Industri kecil bata merah di Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu usaha yang dijalankan oleh masyarakat desa cukup lama. Melalui kerajinan bata merah merah ini masyarakat mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mendapatkan penghasilan. Terdapatnya sebuah tantangan dimana persaingan pada era industri saat ini yang membuat industri kecil seperti kerajinan bata merah harus mampu untuk menjalankan dan mengembangkan usahanya dengan baik agar mampu bersaing dan meningkatkan hasil usahanya. Peneltian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah 75 pengrajin bata merah di Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 63 pengrajin bata merah. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dengan pertanyaan terbuka yang dilakukan wawancara langsung dengan pengrajin bata merah. Berdasarkan temuan peneliti dalam penelitian ini adalah 1) Modal kerja berpengaruh terhadap hasil usaha pengrajin bata merah, 2) Jumlah tenaga kerja tidak mempengaruhi hasil usaha pengrajin, 3) Tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap hasil usaha pengrajin, 4) Pengalaman kerja tidak berpengaruh terhadap hasil usaha pengrajin bata merah, 5) Secara simultan menunjukan bahwa modal kerja, jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan,dan pengalaman kerja tidak berpengaruh terhadaphasil usaha pengrajin bata merah di Desa Ledok Kulon. Hasil peneltian ini dapat menjadi masukan bagi pengrajin bata merah agar lebih mengatur jumlah tenaga kerja yang digunakan dan dapat menggunakan modal kerja dengan optimal, sedangkan untuk pemerintah harapanya adalah pemerintah dapat lebih memberikan perhatian pada industri kecil bata merah di Desa Ledok Kulon, terutama untuk permodalan dan pelatihan untuk pengrajin bata merah.

Using fun activities to improve listening skill of the ninth grade students at MTsN Mojokerto / Hanna Andyani

 

Tesis. Program Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Fachrurrazy, MA., Ph.D., (II) Dr. Arwijati Wahjudi, Dip.,TESL.,M.Pd. Kata Kunci: Tic Tac Toe Game, Running Dictation Game, Whispering Game, Ketrampilan Menyimak. Berdasarkan pengalaman peneliti selama mengajar di MTsN Mojokerto, ada tiga masalah sehubungan dengan pengajaran menyimak khususnya bagi murid-murid kelas III: 1) kebanyakan nilai pelajaran menyimak murid murid masih dibawah KKM yaitu 60; 2) kebanyakan dari murid-murid sangat tidak antusias dengan pelajaran menyimak; 3) sangat sulit bagi murid-murid untuk memahami pembicaraan native ditape. Masalah-masalah tersebut disebabkan oleh dua factor; 1) guru-guru kurang kreatif dalam menggunakan bahan menyimak yang telah tersedia; 2) guru-guru kurang bervariasi dalam mengajar menyimak. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yang masing-masing terdiri dari 3 pertemuan. Adapun subyek dari penelitian ini adalah murid-murid kelas III MTsN Mojokerto. Instrumen penelitian ini adalah tes menyimak, checklist pengamatan dan kuesioner. Kriteria kesuksesan tercapai jika 55% murid mendapatkan nilai lebih dari 60 dan 75% murid memiliki respon yang positif terhadap penerapan game. Dengan penerapan game, kriteria kesuksesan tercapai pada siklus kedua. 74% total murid yang memperoleh nilai lebih dari 60 dan 90% siswa memiliki respon yang positif terhadap penerapan game. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prosedur dari game yang efektif adalah sebagai berikut: Tic Tac Toe Game: (1) menunjukkan gambar dan memberikan pertanyaan sehubungan dengan gambar tersebut, (2) menuliskan beberapa kata (kosakata) yang berhubungan dengan topic di papan tulis dan guru membacanya kemudian meminta murid-murid untuk mengulangnya, (3) memberitahukan ke murid-murid tentang bagaimana memainkan permainan Tic Tac Toe dan juga aturan-aturan mainnya, (4) membagi kelas menjadi 2 tim, A dan B dan menggambar kotak di papan tulis yang terdiri dari 9 kotak didalamnya, (5) masing-masing murid dalam tiap tim memilih nomor dari kotak tersebut, kelompok A seharusnya menjawab pertanyaannya, jika menjawab dengan benar, maka akan ditulis A dikotak tersebut, tetapi jika menjawab salah dan kelompok B menjawab dengan benar maka akan ditulis B dikotak tersebut, ketika kedua murid dari masing-masing kelompok maju kedepan, maka murid-murid yang lainnya menuliskan bahan-bahan dari teks prosedur yang mereka dengarkan. Running Dictation Game: (6) menunjukkan gambar dan memberikan pertanyaan sehubungan dengan gambar tersebut, (7) menuliskan beberapa kata (kosakata) yang berhubungan dengan topic di papan tulis dan guru membacanya kemudian meminta murid-murid untuk mengulangnya, (8) memberitahukan ke murid-murid tentang bagaimana memainkan permainan Running Dictation Game dan juga aturan-aturan mainnya, (9) menyiapkan beberapa kalimat pendek dan tuliskan masing-masing dikertas kemudian tempelkan masing-masing kertas tersebut di pohon, (10) bagilah murid-murid menjadi beberapa kelompok dan masing-masing murid ditiap kelompok membentuk suatu barisan, (11) murid 1 dimasing-masing kelompok lari ke pohon 1, membaca kalimatnya, mengingatnya, dan berlari kembali ke kelompoknya dan mendiktekan kalimat yang diingat ke murid 2, murid 2 mendengarkan dengan hati-hati dan menuliskannya di kertas, setelah itu murid 1 mengambil posisi di belakang murid 5, (12) setelah selesai menulis dikertas, murid 2 menyerahkan kertasnya kepada murid 3, kemudian murid 2 lari ke pohon kedua dan seterusnya, mainkan permainan ini sampai semua kelompok telah menuliskan keseluruhan kalimatnya. Whispering Game: (14) menunjukkan gambar dan memberikan pertanyaan sehubungan dengan gambar tersebut, (14) menuliskan beberapa kata (kosakata) yang berhubungan dengan topic di papan tulis dan guru membacanya kemudian meminta murid-murid untuk mengulangnya, (15) memberitahukan ke murid-murid tentang bagaimana memainkan permainan Whispering Game dan juga aturan-aturan mainnya, (16) menyiapkan beberapa kalimat pendek dan tuliskan dikertas kemudian digandakan sesuai dengan jumlah kelompoknya, (17) bagilah murid-murid menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok harus memilih seorang murid sebagai penulis yang tugasnya menuliskan kalimat-kalimat yang didengarnya, dan juga seorang pelari, setelah itu semua murid dalam setiap kelompok harus membentuk garis, (18) murid 1 masing-masing kelompok (pelari) membaca kalimat 1, mengingatnya, meletakkan kertasnya, lari ke kelompoknya dan membisikkan kalimat yang diingat kepada murid 2, dan murid 2 mendengarkan dengan seksama, mengingatnya dan membisikkan ke murid 3 dan seterusnya, murid yang terakhir (penulis) mendengarkan, mengingatnya dan menuliskannya dikertas, mainkan permainan ini sampai semua kelompok menulis semua kalimat yang ada. Berdasarkan penemuan penelitian ini; 1) para guru bahasa inggris disarankan untuk mengaplikasikan game-game ini dalam pengajaran menyimak mereka untuk meningkatkan ketrampilan menyimak murid-murid mereka; 2) kepala sekolah dapat menyediakan fasilitas-fasilitas sehubungan dengan penerapan game ini; 3) peneliti lain disarankan untuk menyiapkan perencanaan yang matang sebelum melakukan penelitian yang hampir sama agar pengaplikasian game ini dapat berjalan dengan baik.

Karakter protagonis wanita dalam novel terjemahan Bila Esok Tiba karya Sidney Sheldon ditinjau dari psikologi analitis C.G. Jung
oleh Galatea Khairani Husni

 

Pengaruh problem based learning berbantuan kombinasi real laboratory dan virtual laboratory terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep siswa di SMA Negeri 1 Lumajang / Hendrik Siswono

 

ABSTRAK Siswono, Hendrik.2015. PengaruhProblem Based Learning Berbantuan Kombinasi Real Laboratory dan Virtual Laboratory terhadap Keterampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep Siswa di SMA Negeri 1 Lumajang. Tesis. Program StudiPendidikanFisika, PascasarjanaUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wartono,M.Pd.,(II) Dr. Supriyono Koes. H, M.Pd, M.A Katakunci: problem based learning,real laboratory, virtual laboratory, keterampilan proses sains, penguasaan konsep Membangun konsep fisika secara utuh untuk siswa merupakan salah satu tujuan pembelajaran di sekolah khususnya mata pelajaran fisika. Berbagai kesulitan muncul ketika membelajarkan fisika di sekolah. Hal ini dapat menghambat berkembangnya keterampilan ilmiah siswa untuk membangun konseptual yang dipelajarinya. Model pembelajaran PBL (problem based learning) dengan kombinasi real laboratory dan virtual laboratory diterapkan untuk membantu pembelajaran yang aktif dalam mengembangkan keterampilan proses sains siswa dan meningkatkan pemahaman untuk menguasai konsep-konsep fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh PBL dengan kombinasi real laboratory dan virtual laboratory terhadap keterampilan proses sains siswa dan penguasan konsep siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan posttest only design. Pengambilan data dilakukan dengan tes penguasaan konsep sebanyak 20 soal dan penilaian lembar observasi 12 indikator keterampilan proses sains yang dilaksanakan pada 3 kelompok kelas yang terdiri dari 204 siswa. Kelompok pertama adalah siswa yang belajar dengan PBL menggunakan kombinasi real laboratory dan virtual laboratory, kelompok kedua adalah siswa yang belajar dengan PBL menggunakan virtual laboratory, dan ketiga adalah kelompok siswa yang belajar dengan PBL menggunakan real laboratory. Sebelum diberi perlakuan dan pengambilan data, instrumen penelitian yang digunakan telah diuji melalui uji ahli dan uji coba. Data hasil penelitian dianalisis dengan Uji Manova dilanjutkan dengan Uji Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa pada kelas PBL berbantuan kombinasi real laboratory dan virtual laboratory lebih tinggi dari kelas PBL berbantuan virtual laboratory saja dan real laboratory saja. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi real laboratory dan virtual laboratory sangat efektif digunakan dalam pembelajaran yang mengharapkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa yang tinggi. Hasil ini diperoleh karena pada pembelajaran PBL berbantuan kombinasi real laboratory dan virtual laboratory siswa diajak untuk membangun konsep fisika melalui keterampilan proses sains yang dikembangkan melalui proses penyelidikan. Saran pada penelitian ini adalah peneliti selanjutnya disarankan untuk lebih banyak memvariasi kombinasi real dan virtual. Saran selanjutnya peneliti menyarankan mengembangkan indikator keterampilan proses sains yang mencakup real dan virtual.

Hubungan pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap minat baca siswa di SDN Sumbersari 1 Kota Malang / Yudi Setiyono

 

Kata kunci: Perpustakaan, Minat Baca, Pemanfaatan Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di SDN Sumbersari 1 Kota Malang pada tanggal 06 Februari 2011 didapatkan fakta pemanfaatan pepustakaan kurang optimal. Selain itu siswa hanya terfokus pada buku paket dan LKS sehingga minat baca siswa kurang optimal, seharusnya guru memberikan tugas yang berhubungan dengan buku-buku yang ada di perpustakaan sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat baca siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti ingin mengambil judul: “Hubungan Pemanfaatan Perpustakan Sekolah Terhadap Minat Baca Siswa di SDN Sumbersari 1 Kota Malang”. Penelitian ini bertujuan untuk (1); Mendeskripsikan pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh Siswa di SDN Sumbersari 1 Kota Malang; (2) Mendeskripsikan minat membaca siswa di SDN Sumbersari 1 Kota Malang; (3) Mendeskripsikan hubungan antara pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa terhadap minat membaca siswa di SDN Sumbersari 1 Kota Malang. Populasi penelitian ini adalah siswa SDN Sumbersari 1 kota Malang mulai kelas IV hingga kelas VI yang berjumlah 68 siswa. Dilihat dari jumlah populasi yang hanya 68 siswa maka semua anggota populasi penulis jadikan sampel. Adapun instrumen dan pengumpulan data dalam penelitian ini penulis menggunakan angket, sedangkan analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikemukakan beberapa kesimpulan penelitian, yaitu: (1) pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa SDN Sumbersari 1 Kota Malang dapat dikategorikan baik dengan perolehan nilai maksimum 49,00, nilai minimum 30,00, dan nilai rata-rata 40,16 dengan nilai standar deviasi 4,95; (2) minat baca siswa SDN Sumbersari 1 Kota Malang dapat dikategorikan sangat tinggi perolehan nilai maksimum 97,00, nilai minimum 68,00, dan nilai rata-rata mencapai 84,75 dengan nilai standar deviasi 6.40; (3) terdapat hubungan yang positif yang signifikan antara pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap minat baca siswa di SDN Sumbersari 1 Kota Malang, dengan nilai koefisien korelasi product moment untuk Ry(Rata-rata) sebesar 0,326. Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat diberikan beberapa saran, yaitu: (1) Kepala Sekolah, karena kepala sekolah memangku jabatan tertinggi di SDN Sumbersari 1Kota Malang, maka perlu kiranya kepala sekolah memberikan saran dan kebijakan kepada guru kelas untuk mendorong dan membiasakan siswa memanfaatkan buku-buku yang ada di perpustakaan sekolah, serta mengalokasikan dana untuk menambah koleksi buku dan fasilitas lain yang diperlukan, (2) Guru sekolah dasar bisa lebih memotivasi siswa membaca buku di perpustakaan sekolah dengan cara memberikan tugas sekolah yang berkaitan dengan buku-buku yang ada di perpustakaan; (3) Peneliti Lanjut, hasil penelitian hanya dilakukan di Sumbersari 1 Kota Malang. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian kembali dibeberapa sekolah yang mengalami kondisi serupa agar hasil yang diperoleh dapat berlaku secara umum dan dapat dijadikan pembanding bagi peneliti selanjutnya.

Studi tentang pengembangan produk dan volume penjualan sangkar burung pada perusahaan sangkar burung ardha di Kecamatan Turen Kabupaten Malang oleh Choirul Umatin

 

Volumep enjualanm erupakans alahs atuf aktory angm empengaruhi kontnbusUi sahaM ikro Kecil dan Menengah( tlKM) terhadapP rodukD omestik Bruto( PDB).U payay angd apatd ilakukanp erusahaaunn tukm eningkatkavno lume penjualante rsebuti alah denganm elaksanakanp rogramp engembangapnr oduk. Masalahya nga kand ikaji dalamp enelitianin i meliputi,( l) bagaimanap rogram pengembangapnr oduk yang dilakukan oleh perusahaans angkarb urungA rdha? (2) berapav olumep enjualans ebelumd iadakanp engembangapnr oduk? (3) berapav olume penjualans esudahd iadakanp engembangapnr oduk? ( ) adakahp erbedaany ang signifikan antaras ebelumd an setelahd iadakan pengembangapnr oduk terhadapv olume penju alan? Penelitianin i bernrjuan( l) untuk mengetahupi rogmm pengembangapnr oduk yang dilakukan oleh perumhaan sangkar burung Ardha, (2) mengetahui volume penjualan sebelump engembangapnr oduk,( 3) mengetahuvi olumep enjualans etelah pengembangapnr oduk serta( 4) untuk mangetahuai pakaha dap erber{aanya ng signifikana ntaras ebelumd ans etelahd iadakanp engembangapnr odukt erhadap volume penlualan. Penelitiani ni dilakukan padap erusahaans angkarb urungA rdha di Kecamatan TurenK abupatenM alang selamabulanA pril-Mei 2004,t eknik pengumpuland ata yangd igunakand alamp enelitianin i adalahw awancarao, bservasdi and okumentasi. Sedangkanp engambilans ampelm enggunakante knik sampelb ertujuan,d engan jumlah sampe6l tahund ant eknik analisisnyam enggunakaunj i-t. Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwa( 1) programp engembangapnr oduk yangd ilakukanm eliputim odifikasip roduk,p erluasanli ni produkd anp enghapusan lini produk, (2) volume penjualans ebelump engembangapnr oduk denganf ttarata sebesa5r 6.075u nit, (3) volumep enjualans etelahp engembangapnr odukd engan rata-ratas ebesa6r 9.550u nit serta( 4) berdasarkanu ji-t dengand erajatk ebebasan (n-I ), taraf signifikans0i ,05 diperoleha ngkap robabilitas0 ,004. Berdasarkanh asil penelitiand apatd isimpulkanb ahwat erdapatp erbedaany ang signifikan,antarsae belumd an setelahp engembangapnr odukt erhadapv olume penjualanB. erdasarkante muanp enelitian,m aka dapatd iajukan sarany aitu pengembangapnro dukm erupakanp rogramy angs angapt entingu ntukm eningkatkan volumep enjualans, ehinggap erusahaahna russ ecarak ontinyum engadakainn ovasi, inovasbi aruu ntuk memperkayali ni sertam otif produk yang ditawarkand alam nclaksanakapnr ogam tersebuth endaknyad ilakukan denganh ati-hatidan cermat fa** p.gttt tefoeUumt embutuhkanb iaya, waktu sertar esiko yang besu'

Pengaruh pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar geografi pada siswa SMA / Lalu Nanang Malik Setiadi

 

ABSTRAK Setiadi, Lalu Nanang Malik. 2015. Pengaruh Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Geografi Pada Siswa SMA. Tesis, Pendidikan Geografi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. A. Fatchan, M.Pd., M.P. (II) Dr. I Nyoman Ruja, S.U Kata kunci: model pembelajaran PBL, berpikir kritis, hasil belajar PBL merupakan model pembelajaran fokus pada permasalahan yang diberikan ke siswa. Masalah yang dimasukkan dalam pembelajaran akan dapat memicu siswa untuk berpikir memecahkan dan memberikan solusi terhadap permasalahan. Sesuai dengan tujuan dari PBL, yakni untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan keterampilan intelektual. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pembelajaran PBL terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa SMAN 1 Suela dengan memberikan permasalahan nyata yang terjadi di sekitar daerah siswa pada materi ”Kerusakan Sumber Daya Alam”. Metode Penelitian ini dirancang dengan menggunakan eksperimental semu (Quasi Experiment) dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Semester 2 SMAN 1 Suela tahun ajaran 2014/2015 untuk kelas eksperimen dan kontrol masing-masing terdiri dari 32 siswa. Penentuan kelas eksperimen dan kontrol dipilih berdasarkan hasil nilai ujian ahir semester yang memiliki nilai rata-rata hampir sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran PBL terhadap berpikir kritis (f = 0,034<0,05) dan model PBL terhadap hasil belajar siswa (f = 0,01<0,05). Artinya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa secara bersama-sama menunjukkan pengaruh signifikan antar model pembelajaran. Jadi kesimpulannya bahwa pembelajaran menggunakan model PBL mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil dari penelitian disarankan guru sebaiknya menggunakan berbagai macam model dalam pembelajaran. Bagi peneliti yang lain disarankan untuk menguji model pembelajaran PBL dengan pembelajaran kooperatif yang setara.

Pembuatan busana dari batik Tuban dengan hiasan untaian macrame / oleh Wahyu Tri Setiyani

 

Pengaruh kualitas pelayanan fiskus, kualitas penyuluhan, dan sanksi terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi (studi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Singosari) / Ulfa Tri Ardaniah

 

ABSTRAK Ardaniah, Ulfa Tri. 2015. Pengaruh Kualitas Pelayanan Fiskus, Kualitas Penyuluhan, dan Sanksi Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Singosari). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Endang Sri Andayani, S.E., M.Si.Ak. (II) Nujmatul Laily, S.Pd.,M.SA. Kata Kunci: kualitas pelayanan fiskus, kualitas penyuluhan, sanksi, kepatuhan wajib pajak Perubahan sistem perpajakan dari Official Assesment menjadi Self Assesment yang memberikan kepercayaan kepada WP dalam pemenuhan kewajiban perpajakan yaitu untuk menghitung, membayar, dan menyampaikan (melaporkan) jumlah pajak terutangnya sendiri, menjadikan kepatuhan sebagai faktor penting untuk mencapai keberhasilan penerimaan pajak secara optimal. Terdapat hubungan yang erat antara kepatuhan WP dan penerimaan pajak, semakin tinggi tingkat kepatuhan WP maka penerimaan pajak juga akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kualitas pelayanan fiskus, kualitas penyuluhan, dan sanksi berpengaruh terhadap kepatuhan WP orang pribadi di KPP Pratama Singosari. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh WP OP terdaftar di KPP Pratama Singosari sejumlah 70.436. Jumlah sampel penelitian menggunakan rumus Slovin dan didapatkan sampel sebanyak 100 WP OP. Jenis data primer dalam penelitian ini, diperoleh dengan menggunakan teknik kuesioner dan untuk jenis data sekunder peneliti menggunakan teknik dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin baik kualitas pelayanan dan kualitas penyuluhan yang diberikan fiskus, maka kepatuhan WP OP juga akan meningkat. Selain itu, variabel sanksi yang diukur melalui persepsi WP menunjukkan bahwa semakin baik persepsi WP tentang sanksi maka kepatuhan WP dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya juga meningkat. Mengingat hasil penelitian tersebut, diharapkan KPP Pratama Singosari lebih intensif dalam mengadakan penyuluhan-penyuluhan pajak terpadu untuk memberikan pemahaman yang lebih luas kepada WP tentang pentingnya membayar pajak, pemahaman terhadap peraturan terbaru, serta pengetahuan tentang sanksi apabila WP tidak patuh. Diharapkan dengan usaha penyuluhan secara intensif tersebut kepatuhan WP akan meningkat. Kemudian, bagi peneliti selanjutnya dikarenakan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini lemah, maka seharusnya untuk penelitian selanjutnya peneliti ikut serta dalam kegiatan penyuluhan yang telah diprogramkan oleh kantor pajak yang menjadi tempat penelitian, sehingga seluruh wajib pajak yang hadir dalam penyuluhan dapat dijadikan sampel penelitian.

Profil kegiatan dan prestasi akademik serta non akademik mahasiswa bidikmisi program studi S1 Pendidikan Sejarah angkatan 2013 Univesitas Negeri Malang / Nilan Loliyana

 

ABSTRAK Loliyana,Nilan. 2016. ProfilKegiatandanPrestasiAkademikserta non akademikMahasiswabidikmisi Program StudiPendidikanSejarahangkatan 2013 UniversitasNegeri Malang. Skripsi, JurusanPendidikanSejarah, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mashuri, M.Hum(II) Drs. Marsudi, M.Hum Kata Kunci :profil, kegiatan, prestasimahasiswabidikmisipendidikansejarah UniversitasNegeri Malang memilikibanyakmahasiswabidikmisi yang belumpernahditelititerutama Program StudiPendidikanSejarah. Bidikmisimerupakanbeasiswayang diberikanpemerintahkepadamahasiswa yang berprestasitetapiberasaldarikeluarga yang kurangmampu. Mahasiswabidikmisimemilikikiat-kiatuntukmempertahankanprestasi agar sesuaidengantujuandanharapanpemerintah, yaituIndeksPrestasiharusdiatas 2,75.Seiring dengan ketetapan pemerintah tersebut mahasiswabidikmisimemilikibanyakkegiatan yang dapatmenunjangkeberhasilandalammencapaitujuandalamprestasi. Kegiatantersebutmeliputi, mengikutikegiatanperkuliahanwajib, kegiatanbelajarmandiri, KKL, seminar akademik, kunjunganperpustakaan, Program KreatifMahasiswa (PKM), kegiatanmenulis di suratkabar, penelitianmandiriataudengandosen, menulisesay. PenelitianinimengkajitentangProfilKegiatandanPrestasiAkademikserta non akademikMahasiswaBidikmisi Program Studi S1 PendidikanSejarahangkatan 2013 UniversitasNegeri Malang, yang membahaspandanganmahasiswaterkaitkegiatandanprestasiakademik. Rumusanmasalahdalampenelitianiniyaitu: (1) bagaimanakegiatanmahasiswapenerimabidikmisi Program Studi S1 PendidikanSejarahangkatan 2013 UniversitasNegeri Malang, (2) bagaimanaprestasibelajarmahasiswabidikmisi Program Studi S1 PendidikanSejarahangkatan 2013 UniversitasNegeri Malang, (3) danbagaimanaprestasi non akademikmahasiswabidikmisi Program Studi S1 PendidikanSejarahangkatan 2013 UniversitasNegeri Malang. Penelitianinimenggunakanmetodekualitatifdeskriptifberupa kata-kata tertulis, yaitupenelitian yang mempunyaitujuanuntukmemaparkanataumenjelaskantentangProfilKegiatandanPrestasiAkademikMahasiswaBidikmisi Program StudiPendidikanSejarahangkatan 2013 UniversitasNegeri Malang. Data dikumpulkandenganmenggunakanangket, wawancara, danobservasilangsungkelapangan. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwamayoritasmahasiswabidikmisiaktifdalamkegiatan-kegiatanakademikyang berpengaruhterhadaphasilprestasibelajar. PrestasimahasiswabidikmisimenunjukkanperkembanganpeningkatanIndeksPrestasi (IP) padasetiap semester.Bahkanbeberapamahasiswabidikmisi didalamkelasmemiliki(IP)tertinggi. Berdasarkanpadahasilpenelitianini, penelitimemberikan saran kepadamahasiwabidikmisi yang belumdapatmencapaikeberhasilanprestasi agarmeningkatkankesadaranakanpentingnyatanggungjawabsebagaimahasiswadenganmelakukankegiatan-kegiatan yang menunjangpencapainprestasidanbagimahasiswa yang sudahmencapaikeberhasilanprestasi agar mempertahankandanmeningkatkanprestasibelajarnya.

Pengembangan bahan ajar ekonomi berbasis nilai budaya Jawa untuk siswa SMP / Siti Maimunah Purnamasari

 

ABSTRAK Purnamasari, SitiMaimunah. 2016. PengembanganBahan Ajar EkonomiBerbasisNilaiBudayaJawaUntukSiswa SMP. Tesis. Program StudiPendidikanEkonomi, PascasarjanaUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. HariWahyono, MPd, (II) Dr. DwiWulandari, S.E, M.M Pengaruh globalisasi yang masuk ke dalam diri tiapsiswa Indonesia begitukuat, sehinggamembuatbanyakgenerasimuda Indonesia seakan-akankehilanganjatidiri. Dari waktukewaktu, para generasipenerus bangsaterlihat lupa akankepribadianbangsa. Tingkah laku yang ditunjukan para generasipenerusbangsatidakmencerminkanperilakubangsa Indonesia. Arusglobalisasi yang terjadisekarangini, melumpuhkansendi-sendibangsauntukmaudangiatmempelajaridan mengamalkan nilai-nilai yang terkandungdalambudayabangsa. Penelitianinibertujuanuntukmenghasilkanprodukberupabahan ajar ekonomi yang berbasisnilai-nilaibudayajawa. Dimanasiswanantinyadapatmempelajariilmuekonomitanpameninggalkannilaibudaya yang ada di daerahnyadanmemilikisikapbijakdalamberekonomi. Penelitianinimerupakanpenelitianpengembangan. Pengembangan yang digunakandalampenelitianinimenggunakan model pengembangan DBR (Design Based Research).Metodepenelitianinidigunakanuntukmenghasilkanproduktertentu, danmengujikeefektifanproduk yang dihasilkan. Terdapat 6 fasedalampenelitianini, yaitu: 1)Identifikasimasalah 2) Merumuskanprodukpengembangandanberkolaborasidenganpraktisi, 3) Desain&pengembanganbahan ajar ekonomiberbasisnilaibudayaJawa, 4) Ujicobaprototipepembelajaran, 5) Evaluasikelayakanprototipepembelajaran, 6) Penyempurnaanprototipedanmengkomunikasikannya. Ujicobadilakukankepada 35 siswa SMP danujiahlidilakukanolehahlimateridanahlimedi. Hasilpenelitiandariangketvalidasiolehpakarahlimateridanahlimedia sertatanggapan guru bahan ajar mendapatkanpresentase 85% dandinyatakanlayak, untukselanjutnyadigunakandalampembelajaran. Dari hasilpembelajaran di dalamkelasdapatdilihatbahwapengembanganpembelajaranekonomiberbasisnilaibudayaJawatelahmampumemberikanpengetahuandanmenambahkanwawasansertaaktualisasipadadirisiswa. Kata kunci:pengembanganbahan ajar, bahan ajar ekonomi,nilaibudayaJawa

Kontribusi lingkungan kerja, kemandirian belajar dan tes kemampuan kerja terhadap tingkat keberhasilan PRAKERIN kompetensi keahlian TKJ SMK se-kabupaten Tulungagung / Yandria Elmasari

 

ABSTRAK Elmasari, Yandria. 2015. Kontribusi Lingkungan Kerja, Kemandirian Belajar Dan Tes Kemampuan Kerja Terhadap Tingkat Keberhasilan Prakerin Kompetensi Keahlian TKJ SMK Se-Kabupaten Tulungagung. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tuwoso, M. P., (II) Drs. Wahyu Sakti Gunawan Irianto, M. Kom. Kata Kunci: praktik kerja industri, lingkungan kerja, kemandirian belajar, kemampuan kerja Praktik Kerja Industri merupakan bagian dari program pembelajaran yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta didik di dunia kerja. Program praktek kerja industri pada implementasinya disusun bersama antara sekolah dan dunia kerja dalam rangka memenuhi kebutuhan siswa dan sebagai kontribusi dunia kerja terhadap pengembangan program pendidikan SMK. Dengan keberhasilan prakerin maka siswa akan mempunyai keterampilan dalam berwirausaha agar menjadi warga negara yang berguna, berinisiatif, berkreatif, dan produktif sesuai dengan bidang mereka masinng-masing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi persepsi siswa tentang lingkungan kerja, kemandirian belajar siswa, dan tes kemampuan kerja terhadapat tingkat keberhasilan prakerin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional untuk menyelidiki hubungan antarvariabel sehingga dapatdiketahui besarnya kontribusi. Instrumen yang digunakan peneliti adalah angket, dokumentasi, dan tes. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMK di Kabupaten Tulungagung Kompetensi Keahlian TKJ yang telah melaksanakan praktek kerja industri. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random samplingdan diperoleh sampel penelitian sebesar 75 siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) lingkungan kerja prakerin terhadap tingkat keberhasilan prakerinmemiliki kontribusi sebesar 5,38%, (2) kemandirian belajar siswa terhadap tingkat keberhasilan prakerinmemiliki kontribusi sebesar 11,56%, (3) tes kemampuan kerja siswa terhadap tingkat keberhasilan prakerinmemiliki kontribusi sebesar 36,73%, dan (4) lingkungan kerja, kemandirian belajar, dan tes kemampuan kerja secara bersama-sama terhadap tingkat keberhasilan prakerinmemiliki kontribusi sebesar 53,5%. Dari hasil kontribusi yang diperoleh sumbangan terendah sebesar 5,38% yaitu lingkungan kerja terhadap tingkat keberhasilan prakerin. Untuk itu kiranya guru lebih memperhatikan lingkungan kerja tempat pelaksanaan prakerin siswa. Lingkungan kerja yang kondusif baik dari fasilitas fisik yang diberikan ataupun dari lingkungan sosial dalam kaitan hubungan personal dengan pegawai lain maupun pimpinan akan memberikan dampak yang positif kepada siswa TKJ di Kabupaten Tulungagung yang melakukan praktek di tempat tersebut.

Pengaruh atribut produk terhadap loyalitas pelanggan produk hand & body lotion Citra (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Yurike Oktarika Perdanasari

 

Kata kunci : atribut produk, merek, kemasan, kualitas produk, loyalitas pelanggan Seiring dengan perkembangan jaman dan semakin meningkatnya kesadaran akan merawat kesehatan kulit membawa angin segar bagi perusahaan industri terutama di bidang kosmetik dan kecantikan khususnya produk hand & body lotion. Salah satu merek hand & body lotion yang digemari oleh sebagian masyarakat adalah merek Citra. Perilaku para konsumen pengguna Hand & Body Lotion Citra ini tidak lepas dari pengaruh atribut produk yang melekat pada produk tersebut yang membuat mereka memutuskan untuk membeli dan menggunakan Hand & Body Lotion Citra. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif kausalitas (asimetris) yang bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran atribut produk (merek (X1), kemasan (X2), kualitas produk (X3)) produk Hand & Body Lotion Citra bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (2) pengaruh atribut produk (merek (X1), kemasan (X2), kualitas produk (X3)) secara parsial terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra, (3) pengaruh atribut produk (merek (X1), kemasan (X2), kualitas produk (X3)) secara simultan terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra, (4) pengaruh dari atribut produk (merek (X1), kemasan (X2), kualitas produk (X3)) yang dominan terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang membeli dan menggunakan produk Hand & Body Lotion Citra. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 140 responden. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling untuk menyebarkan kuesioner yang dilaksanakan pada bulan Maret 2011. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner, skala pengukuran yang dipakai adalah Skala Likert (Sangat Setuju, Setuju, Cukup Setuju, Kurang Setuju, dan Tidak Setuju). Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) pada variabel merek, kredibilitas dan superioritas produk Hand & Body Lotion Citra tergolong baik, (2) pada variabel kemasan, kemudahan penggunaan, daya tarik, dan identitas produk Hand & Body Lotion Citra tergolong baik, (3) pada variabel kualitas produk, keadaan fisik dan keawetan produk Hand & Body Lotion Citra tergolong cukup baik, (4) pada variabel loyalitas pelanggan, keadaan loyalitas pelanggan pada produk Hand & Body Lotion Citra cukup baik. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif signifikan atribut produk (merek, kemasan, dan kualitas produk) secara parsial terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (2) terdapat pengaruh positif signifikan atribut produk (merek, kemasan, dan kualitas produk) secara simultan terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (3) variabel yang dominan mempengaruhi loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang adalah variabel kemasan. Atribut produk mempengaruhi loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang sebesar 48%, sedangkan sisanya 52% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) dari hasil analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa keadaan merek dan kemasan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang tergolong baik, serta keadaan kualitas produk dan loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang tergolong cukup baik, (2) pengaruh atribut produk secara parsial terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang antara lain: (a) terdapat pengaruh positif dan signifikan merek secara parsial terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (b) terdapat pengaruh positif dan signifikan kemasan secara parsial terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (c) terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas produk secara parsial terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (3) atribut produk yang terdiri dari merek, kemasan, dan kualitas produk secara simultan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (4) berdasarkan Sumbangan Efektif (SE), variabel kemasan memiliki pengaruh dominan terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Hal ini dikarenakan kemasan dapat menimbulkan ketertarikan konsumen pada produk dan melakukan pembelian ulang. Saran yang dapat diberikan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama melaksanakan penelitian ini adalah: (1) Sumbangan Efektif yang terbesar adalah variabel kemasan, sebesar 18,89%. Jadi, PT Unilever Indonesia Tbk sebaiknya lebih kreatif dan lebih modern dalam mengembangkan kemasan produk Hand & Body Lotion Citra untuk menarik perhatian dan minat konsumen, sehingga konsumen terdorong untuk membeli dan menggunakan Hand & Body Lotion Citra, (2) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah variabel penelitian yang dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan selain variabel yang diteliti pada penelitian ini.

Pengaruh penggunaan media CD terhadap prestasi belajar sistem pengisian konvensional siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Sumberasih Kabupaten Probolinggo / Lalu Surya Budi Martha

 

Kata kunci: Media Gambar, Media CD, Prestasi Belajar. Penelitian di lakukan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan media CD dan media gambar terhadap prestasi belajar. Pembelajaran di laksanakan pada sistem pengisian konvensional. Alasan di lakukan penelitian ini karena pembelajaran mengenai sistem pengisian konvensional yang berlangsung di SMK Negeri 1 Sumberasih Kabupaten Probolinggo Jawa Timur selama ini masih menggunakan metode ceramah yang di imbangi dengan metode demonstrasi oleh guru. Siswa yang di ajar menggunakan metode seperti ini di nilai kurang mampu mengaplikasikan teori yang di dapat pada kegiatan praktikum pada pembelajaran selanjutnya, hal ini akan menghambat perkembangan keterampilan/skill siswa. Akibat proses pembelajaran dengan metode ceramah tersebut juga membuat diri siswa cenderung pasif dan hanya mendengarkan ceramah dari guru saja. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar sistem pengisian konvensional siswa yang di ajar menggunakan media gambar dan siswa yang di ajar menggunakan media CD serta mengetahui perbedaan prestasi belajar sistem pengisian konvensional siswa yang di ajar menggunakan media gambar maupun media CD. Penelitian ini menggunakan desain post-test control group design yang di laksanakan dengan menggunakan kelompok yang sudah ada. Subjek dalam penelitian di lakukan pada siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan yang berjumlah 34 siswa. Prestasi belajar di ukur dari hasil post-test siswa. Teknik analisis data yang di gunakan adalah analisis uji-t. Hasil penelitian terhadap kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa akibat perlakuan. Rata-rata skor prestasi belajar siswa kelompok kontrol yang di ajar menggunakan media gambar lebih rendah dari rata-rata skor prestasi belajar kelompok eksperimen yang di ajar menggunakan media CD. Dari hasil analisis di ketahui bahwa ada perbedaan prestasi belajar kelompok siswa yang di ajar menggunakan media gambar dan kelompok siswa yang di ajar menggunakan media CD.

Studi tentang korelasi antara sejumlah faktor intern ekstern mahasiswa dengan prestasi belajar pada matakuliah stenografi mahasiswa Program Administrasi Perkantoran S-1 Jurusan PDU semester 1 tahun 1989-1990 FPIPS IKIP MALANG
oleh Slamet Rahardjo

 

Media pembelajaran berbantuan komputer pada materi pecahan untuk siswa kelas V sekolah dasar / Endah Trajuningsih

 

Penggunaan komputer telah berkembang ke berbagai diversifikasi keperluan pendidikan, salah satunya sebagai media pembelajaran untuk siswa SD. Dengan memperhatikan kemampuan kognitif dan karakteristik siswa SD dikembangkan suatu media pembelajaran berbantuan komputer pada materi pecahan untuk siswa kelas V Sekolah Dasar ini. Pembuatan media pembelajaran ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kognitif dan karakteristik siswa kelas V SD, menarik dan efektif dengan mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006. Pengembangan media pembelajaran ini melalui beberapa tahap, yaitu: (1)penyusunan rancangan, meliputi perumusan tujuan, pengembangan materi pembelajaran dan perumusan alat ukur keberhasilan; (2) penulisan naskah, meliputi pembuatan flowchart dan storyboard; (3) produksi media pembelajaran, meliputi penentuan desain tampilan dan spesifikasi hardware dan software dan (4) validasi media pembelajaran, yaitu validasi oleh pakar pendidikan matematika dan pakar komputer serta pelaksanaan uji coba kepada beberapa siswa. Hasil pengembangan media ini berupa paket program (software), yaitu sebuah file executable. Proses validasi media pembelajaran ini dilakukan oleh 2 orang pakar pendidikan matematika dan 2 orang pakar komputer. Instrumen yang digunakan dalam proses validasi berupa angket atau kuesioner tertutup. Angket yang digunakan berbentuk checklist dan isian komentar dan saran. Data diolah dalam bentuk kulalitatif deskriptif dengan cara mengubah data kuantitatif menjadi bentuk persentase. Hasil validasi media pembelajaran ini memenuhi kriteria sangat valid dari pakar pendidikan matematika dan kriteria valid dari pakar komputer. Dari uji coba media yang dilakukan kepada 3 siswa kelas V SD, diperoleh respon yang sangat baik dari siswa, yaitu siswa merasa senang dengan kombinasi warna dan berbagai gambar, siswa merasa mudah memahami materi yang disampaikan dan mudah dalam menggunakan media ini. Siswa juga berkomentar bahwa pembelajaran yang dilakukan seperti bermain game, jika pembelajaran matematika di sekolah juga menggunakan media pembelajaran seperti itu maka mereka akan lebih semangat dalam belajar matematika.

Pengembangan paket pelatihan regulasi diri untuk siswa SMP / Veronica Damay R.

 

Kata kunci: paket pelatihan, regulasi diri, siswa SMP Manusia memerlukan tujuan dan perencanaan yang baik dalam menentukan setiap langkah yang akan dilalui, namun tidak jarang tujuan yang telah ditetapkan tidak dapat tercapai dengan baik karena kurangnya perencanaan yang baik dan kedisiplinan diri untuk tetap fokus terhadap tujuannya. Selain faktor kemampuan pribadi individu, lingkungan yang mendukung, dan kepribadian individu, dibutuhkan faktor lain, yaitu kemampuan regulasi diri. Berdasarkan data yang diambil dari penelitian di SMP Negeri 13 Malang, siswa masih belum mendapatkan pelatihan regulasi diri. Siswa belum memiliki kesadaran belajar dari dalam dirinya, dan masih mengandalkan instruksi dari orang lain. Hal tersebut yang menjadi latar belakang disusunnya paket pelatihan regulasi diri siswa SMP, dan rumusan masalah peneliti adalah belum adanya media bimbingan dalam bentuk paket pelatihan regulasi diri siswa SMP. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan seperangkat paket pelatihan regulasi diri siswa SMP, beserta panduan untuk konselor, yang dapat digunakan dalam memberikan bimbingan pribadi dan bimbingan belajar. Berdasarkan hasil kajian pustaka dan analisis need assessment, peneliti menyusun draf paket, kemudian melakukan uji ahli. Tahap pertama oleh ahli BK untuk menilai dan memberi masukan tentang materi paket. Selanjutnya, draf juga dinilai oleh ahli bahasa yang menilai tata bahasa paket dan kemudahan kata atau kalimat untuk dipahami di dalam paket. Tahap kedua dinilai oleh calon pengguna produk. Berdasarkan uji ahli, peneliti mendapatkan data kuantitatif dan data kualitatif untuk melakukan revisi produk. Setelah melakukan revisi produk. Tahap ketiga, yaitu uji kelompok kecil, yang dilakukan kepada siswa di kelas, dan siswa diminta untuk mengisi angket untuk menilai paket pelatihan regulasi diri. Berdasarkan uji ahli, hasil penelitian ini memiliki skor rata-rata 3,3 yang artinya sangat berguna, sangat tepat, sangat layak dan sangat menarik. Dari hasil uji kelompok kecil, menunjukkan bahwa langkah-langkah pelatihan mudah diikuti, dan tampilan paket menarik. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan paket pelatihan regulasi diri siswa SMP, maka (1) konselor hendaknya menggunakan paket ini sesuai dengan petunjuk penggunaan paket pelatihan regulasi diri untuk siswa SMP; (2) saran untuk peneliti selanjutnya, hendaknya memperluas populasi dan subyek penelitian agar didapatkan data generalisasi yang lebih luas dan paket dapat digunakan di pada sekolah-sekolah yang lain; dan (3) panelitian ini hanya terbatas pada SMP Negeri 13, apabila akan menggunakan paket pelatihan ini di sekolah lain, maka perlu dilakukan penyesuaian dengan karakteristik siswa maupun sekolah yang akan menggunakan paket pelatihan ini.

Penerapan metode role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SDN Wajak 01, Kabupaten Malang / Nuri Kurniawati

 

Berdasarkan observasi awal siswa kelas V SDN Wajak 01 ditemukan beberapa permasalahan pada pembelajaran IPS materi Keanekaragaman Suku dan Budaya Indonesia , yaitu: (1) siswa kurang tertarik pada pelajaran; (2) siswa cenderung pasif dalam pembelajaran; (3) siswa merasa bosan untuk belajar; (4) rendahnya hasil belajar siswa. Hal tersebut dikarenakan pembelajaran masih menggunakan metode ceramah, sehingga guru berperan aktif dalam pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut di atas perlu diadakan pembaharuan dalam hal metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang sesuai adalah metode role playing, yaitu metode pembelajaran yang menekankan kenyataan dimana para murid diikutsertakan dalam permainan peranan di dalam mendemonstrasikan masalah-masalah sosial. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan metode role playing dalam pembelajaran Keragaman Suku dan Budaya Indonesia kelas V SDN Wajak 01, Kabupaten Malang; (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Keragaman Suku dan Budaya Indonesia dengan diterapkannya metode role playing di kelas V SDN Wajak 01, Kabupaten Malang Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan dan observasi, refleksi dan perbaikan rencana. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Wajak 01 Kabupaten Malang yang berjumlah 35 siswa yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Tindakan penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember pada semester 1 tahun ajaran 2009/2010. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role playing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Wajak 01 Kabupaten Malang. Hal ini dilihat dari peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II. Perolehan rata-rata postes yang juga meningkat tajam, dari rata-rata sebelumnya (63,37) mengalami peningkatan pada siklus I dengan rata-rata kelas sebesar (77,60) dan prosentase ketuntasan belajar kelasnya yaitu (62,86%) meningkat pada siklus II dengan rata-rata kelasnya sebesar (88,43) dan prosentase ketuntasan belajar kelasnya sebesar (97,14%). Berdasarkan hasil penilitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode role playing telah sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah direncanakan dan mengalami peningkatan secara bertahap serta penerapan metode role playing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Wajak 01 Kabupaten Malang. Disarankan agar guru dapat menciptakan suatu variasi dalam pembelajaran dan dapat mnerapkan metode role playing pada materi lain yang sesuai.

Pengendalian biaya tenaga kerja untuk menentukan harga pokok produksi pada perusahaan rokok Semanggi Mas Sejahtera Tulungagung
oleh Nanik Nuraini

 

Biaya tenagak erja rnerupakans alahs atuf aktor produksiu tamad an merupakaunn surb iayap abriky angc ukupb esarjumlahnyas,e hinggas angapt erlu mengadakapne ngendalianL erhtdapb iayat enagak erja.P engendalianb iayat enaga kerjam erupakans uatup rosesm enentukans tandarb iaya tenagak erja, membandingkasnta ndarb iaya tenagak erja denganr ealisasid an dengan perbandingatenr sebutd apatd iambil suatut indakana pabilat erjadip eyimpanganpenyimpangadna n memastikans umberd ayam anusiay ang adad alamp erusahaan seefektdifa n seefisienm ungking unam encapati ujuanp erusahaanU. ntuk mengetahui pengendaliabnia yat enagak erja dalamm enenrukanh argap okok produksid ilakukan dengacna ram embandingkanre alisasib iayat enagak erja dengana nggaranb iaya tenagkae rjad alamp erhitunganh argap okok produksi.B iaya tenagak erja yang digunakadna lamp enelitiani ni adalahb iaya tenagak erja langsung. Penelitianin i dilakukand i PerusahaaRn okok SemanggMi as Sejahtera Tulungagungb,u lan Oktobers ampaib ulan November2 000. Rancanganp enelitian yangd igunakana dalaha nalisisd eskriptif.T eknik pengumpuland atay ang digunakan adaladho kumentedr an wawancaraA. nalisish asil penelitiany ang dipakaia dalah( l) analisipse rhitunganb iaya tenagak erja,(2)a nalisisp erhitungans tandarb iaya tenaga kerja(,3 ) analisisv arianb iaya tenagak erja,( 4) analisish argap okok produksi. Hasilp enelitianm enunjukkanb ahwap engendalianb iaya tenagak erja untuk menentukahna rgap okok produksiy ang dilakukanP erusahaaRn okok SemanggMi as SejahterTau lungagungb elume fektif, hal ini dapatd ibuktikand enganp enetapan biayas tandayr angk urangt epat,d imanas tandarjamk erja dan standart arip upah ditentukadne nganm enggunakanp erkiraanl angsungH. asil perbandingana ntara anggarabni ayat enagak erja dan realisasbi iaya tenagak erja, padat ahun 1995s ebesar Rp1 .290.994,0m0e nguntungkanta, hun1 996s ebesaRr p 24.915.393,00 menguntungkatna,h un 1997s ebesaRr p 66.544.759,00ti dak menguntungkant,a hun 1998s ebesaRr p I.324.743,00m enguntungkadna, nt ahun1 999s ebesaRr p 1.392.002,0m0e nguntungkanS. edangkanh asil analisisv arianb iaya tenagak erja menunjukkabna hwajumlahv arianb iayat enagak erjat ahun1 995s ebesaRr p 3.449.248,t5i0d akm enguntungkanta, hun1 996s ebesaRr p 3.910.979,5r0id ak menguntungkatanh, un1 997s ebesaRr p 723.618,00m enguntungkanta, hun1 998 sebesa1r. 287.999,0t0id akm enguntungkadna, nt ahun1 999s ebesaRr p2.282.914,00 menguntnug kan. Kesirnpuladna rip enelitianin i adalah( l) perhitungabni ayat enagak erja dilakukand enganm engalikanjumlahp roduksid engant arip upah,(2)p enentuan standarjamke rja dan tarip upahd enganm enggunakanp erkiraanl angsung,( 3) r,arian biayate nagak erja yang terjadid isebabkano leh beberapah al antaral ain: (a) telah dibayarnyuap ahk aryawand engant arip upahl ebih besard ibandingt arip upahs tandar selamlae mbur,( b) karyawany ang barud iterima,t idak dibayars esuaid engant arip upahs tandara palagiy ang kurangb erpengalamadna n kurangt rampil, (c) pengawasan terhadatpe nagak erja kurangb aik, (d) kurangnyak oordinasid engand epartemenla in, sehinggsau atus aatd eparternenh arusm emproduksyi ang melebihik apasitasd alam waktus ingkat,( e) adanyak erusakanm esin,s ehinggap roduksib erhentid an karyawan menganggu(r4, ) penentuanh argap okok produksid enganm etodef ull costingk urang tepaut ntuk kepentinganm anajemenp erusahaan. Sedangkans arany ang ditawarkana dalahh endaknyap erusahaand alam menentukasnt andarb iayat enagak erja lebih teliti dan carmat,d enganm enggunakan studgi erakd an waktu,d an perusahaanti dak cukuph anyam engetahui selisih/penyimpangatne,t apip erlu mengadakanin vestigasti erhadapv arian biaya tenagakerjyaa ng teriad;,s ehinggad apatd iketahuis umberd ari selisiht ersebut. Mandorh endaknyale bih menigkatkanp engawasand enganc aram emeriksak aryawan secarale bih intensifdank oordinasia ntard epartemeny ang lebih baik. Perusahaan dalamm enentukanh argap okok produksim enggunakanm etodev ariabelc osting untukm embantum anaiemend alama nalisisb iayav olume laba.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |