Peningkatan kemampuan memerankan tokoh drama melalui model cooperative script di kelas V SDN Karangsuko 02 Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang / Dwi Agus Setiawan

 

Kata kunci: Cooperative Script, Drama. Pembelajaran Bahasa Indonesia. Hasil wawancara dan observasi awal di SDN Karangsuko 02 Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang, ditemukan bahwa dalam pembelajaran guru jarang melibatkan keaktifan siswa. Hasil belajar siswa pada semester II rata-rata masih tergolong rendah dan di bawah Standar Ketuntasan Minimal (SKM). Rata-rata kelas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada semester II yaitu 61 Penelitian dilakukan untuk mengetahui hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonsesia Kelas V SDN Karangsuko 02 Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran model Cooperative Script (2) mendiskripsikan peningkatan kemampuan memerankan tokoh drama, setelah diadakan pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Script pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Penelitian dengan menggunakan model Cooperative Script dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memerankan tokoh drama. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap-tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah kelas V SDN Karangsuko 02 Kecamatan pagelaran Kabupaten Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan, observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan I yaitu 64,25% adalah dan hanya 13 siswa saja yang berhasil belajar dengan mencapai angka diatas Standar Ketuntasan Minimal(SKM) sesuai dengan Standart Ketuntasan Minimal (SKM) yang telah ditentukan, sedangkan 14 siswa yang lain tidak tuntas belajar (gagal). Ketuntasan klasikal yang diperoleh dari siklus I pertemuan I yaitu sebesar 49%. Sedangkan pada siklus I pertemuan kedua rata-rata kelas 70,18 dan 17 siswa yang tuntas belajar sedangkan sisanya 10 siswa yang lainnya tidak tuntas belajar (gagal) ketuntasan klasikal yang diperoleh pada siklus I pertemuan kedua sebesar 63. Sedangkan pada Siklus II Pertemuan I rata-rata kelas mengalami sedikit peningkatan yaitu 73,07 terdapat 21 siswa yang tuntas dalam pembelajaran sedangkan sisanya 6 siswa yang lainnya tidak tuntas belajar. Ketuntasan klasikal yang diperoleh pada siklus II adalah sebesar 77% saja, sedangkan pada pertemuan II terdapat peningkatan dalam memerankan tokoh drama yaitu rata-rata kelas mendapatkan nilai 83,70 terdapat 24 siswa yang tuntas belajar, sedangkan sisanya 3 siswa yang lainnya tidak tuntas belajar (gagal) ketuntasan klasikal yang diperoleh pada siklus II pertemuan kedua 88% Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan memerankan tokoh drama melalui model Coopeartive Script di kelas V SDN Karangsuko 02 Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Saran-saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini diantaranya: Guru kelas V pelajaran Bahasa Indonesia disarankan agar dalam proses pembelajaran dapat menerapkan pembelajaran yang dapat mengaktifkkan siswa dalam belajar yang salah satunya adalah CS (Cooperative Script) dan untuk materi pelajaran yang lain untuk meningkatkan aspek afektif, kognitif, dan psikomotor siswa misalnya dengan membiasakan siswa untuk melakukan, presentasi, diskusi kelompok dan memberikan tugas-tugas kepada siswa seperti tugas tampil berbicara didepan kelas seperti memerankan tokoh drama.

Studi tentang kesulitan yang dihadapi siswa SMU Negeri 5 Kediri dalam mempelajari materi ikatan kimia
oleh Yuni Endah Sri Astutik

 

Perbandingan pembelajaran kooperatif tipe TSTS (Two Stay Two Stray) dan pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) terhadap hasil belajar pemrograman dasar siswa kelas X TKJ SMK negeri 2 Singosari / Ilham Saputra

 

ABSTRAK Saputra, Ilham. 2016. PerbandinganPembelajaranKooperatifTipe TSTS (Two Stay Two Stray) danPembelajaranKooperatifTipe TAI (Team Assisted Individualization) terhadapHasilBelajarPemrogramanDasarSiswaKelas X TKJ SMK Negeri 2 Singosari. Skripsi, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. WahyuSaktiG.I., M.Kom. (II) ArifNurAfandi, S.T., M.T., MIAENG, MIEEE, Ph.D. Kata kunci: Two Stay Two Stray, Team Assisted Individualization, hasilbelajar PenelitianinibertujuanuntukmengetahuiperbandinganhasilbelajarmatapelajaranPemrogramanDasarantarapenerapan model pembelajarankooperatiftipe TSTS (Two Stay Two Stray) dengan model pembelajarankooperatiftipe TAI (Team Assisted Individualization) padamatapelajaranPemrogramanDasar di kelas X program keahlian TKJ SMK Negeri 2 Singosari. Subyekpenelitian yang digunakanadalahsiswakelas X TKJ 1 sebagaikelaseksperimen 1 yang menerapkan model pembelajaran TSTS dansiswakelas X TKJ 2 sebagaikelaseksperimen 2 yang menerapkan model pembelajaran TAI. Jenispenelitianiniadalahpenelitianeksperimendenganpendekatankuantitatif. Metode yang digunakanpadapenelitianiniadalahmetodeQuasi Experimental Design. Bentukdesainquasi experiment yang digunakandalampenelitianiniadalahnonequivalent control group design. Dari uji t yang dilakukanterhadapnilaiposttest danskorgain, dapatdisimpulkanbahwaterdapatperbedaanhasilbelajaryang signifikanantarakelas yang menerapkan model pembelajaran TSTS dengankelas yang menerapkan model pembelajaran TAI. Nilai rata-rata posttestdanskorgainkelasTAI lebihtinggidaripadakelas TSTS. Perbedaanhasilbelajarjugaterlihatpadanilaievaluasipadasetiappertemuan yang menunjukkanbahwanilaievaluasipengetahuandansikapkelas TSTS lebihtinggidaripadakelas TAI padasetiappertemuannya.

Peranan pers nasional dalam pembangunan nasional bidang politik di Indonesia
oleh Samsul Huda

 

Pengaruh pelatihan small sided games 4x4 dan 8x8 terhadap peningkatan keterampilan passing pada pemain sepakbola ekstrakurikuler SMP Negeri 2 Grati Kabupaten Pasuruan / Diki Satria Perdana

 

ABSTRAK Diki, Satria Perdana. 2015.Pengaruh Pelatihan Small Sided Games 4x4 dan 8x8 Terhadap Peningkatan Keterampilan Passing Pada Pemain Sepakbola Ekstrakurikuler SMP Negeri 2 Grati. Skripsi, JurusanPendidikanJasmani dan Kesehatan, Program Sarjana Universitas Negeri Malang, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing:(I) I Nengah Sudjana, S.Pd.,M.Pd (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. Kata kunci:eksperimen, Small Sided Games 4x4 dan 8x8. Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat populer di seluruh belahan dunia. Kepopuleran olahraga bisa dilihat dari begitu banyaknya masyarakat yang memainkannya. Ada beberapa macam teknik dasar sepakbola yang perlu dikuasai, salah satunya adalah mengumpan atau mengoper bola (passing). Passing adalah seni memindahkan bola dari satu pemain ke pemain lain dan ada beberapa teknik dasar mengumpan bola, yaitu (1) inside of the foot, yaitu mengumpan bola dengan kaki bagian dalam, (2) operan outside of the foot, yaitu mengumpan bola dengan kaki bagian luar, dan (3) operan instep, yaitu mengumpan bola kura-kura kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pelatihan Small Sided Games 4x4 dan 8x8 terhadap peningkatan keterampilan passingpada pemain sepakbola ekstrakurikuler SMP Negeri 2 Grati. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan sampel penelitian yang terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok I eksperimenSmall Sided Game 4x4 dan kelompok II eksperimenSmall Sided Game 8x8. Pada setiap kelompokterdiri dari 8 sampel untuk kelompok ekperimenSmall Sided Game 4x4 dan 16 sampel untuk ekperimenSmall Sided Game 8x8 yang dilakukan uji prestest dan postest. Hasil data dari penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik penyekoran terhadap hasil tes, maka selanjutnya data tersebut akan di-entry dalam program Microsoft Exel dan analisisnya menggunakan program SPSS17for Windows. Dari uji tersebut diketahui bahwa nilai rata-rata (mean) kelompok I latihan passing sepakbola menggunakan metode Small Sided Game 4x4 pada pre-test lebih kecil dari pada post-test mempunyai perbedaan yang relatif kecil, yaitu 3,620 dengan 7,7500 dan peningkatannya sebesar 114,088 dan nilai rata-rata (mean) kelompok II latihan passing sepakbola menggunakanmetodeSmall Sided Game 8x8 pada pre-test lebih kecil dari pada post-test mempunyai perbedaan yang relatif kecil, yaitu 4,6250 dengan 5,8125 dan peningkatannya sebesar 25,675. Kesimpulan ada pengaruh signifikan antara metode latihan small sided game 4x4 dan metode latihan small sided game 8x8 terhadap keterampilan passing pada pemain sepakbola ekstrakurikuler. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa palatihan small sided games 4x4 dan small sided games 8x8, juga dapat meningkatkan keterampilan passing sepakbola, namun bila dilihat dari perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan palatihan small sided games 4x4 memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan keterampilan passing pada pemain sepakbola ekstrakurikuler SMP Negeri 2 Grati.

Hubungan antara kematangan pribadi dan prestasi belajar siswa SMA Negeri 5 Malang
oleh Artika Prihatin

 

Reduksi tembaga(II) menjadi tembaga(I) pada sintesis senyawa kompleks tembaga(II) klorida dengan 1,3-Bis(difenilfosfino)propana / Nike Prilil Puspita Sari

 

ABSTRAK Sari, Nike Prilil Puspita. 2015. Reduksi Tembaga(II) menjadi Tembaga(I) pada Sintesis Senyawa Kompleks Tembaga(II) Bromida dengan 1,3–Bis(difenilfosfino)propana. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Effendy, Ph. D. (2) Dr. Fariati, M.Sc. Kata–kata kunci: reduksi, sintesis, senyawa kompleks, tembaga(II) bromida, 1,3–bis(difenilfosfino)propana 1,3–Bis(difenilfosfino)propana (dppp) dan tembaga(I) bromida membentuk kompleks dimer [(dppp–P,P’)Cu(μ–Br)2Cu(dppp–P,P’)]. Pada senyawa kompleks ini ion halida bertindak sebagai ligan jembatan dan dppp berlaku sebagai ligan sepit bidentat. Geometri di sekitar atom Cu(I) adalah tetrahedral terdistorsi. Senyawa kompleks dari tembaga(II) bromida dengan dppp belum pernah disintesis. Senyawa kompleks dari tembaga(II) bromida mungkin memiliki stuktur yang berbeda dibandingkan senyawa kompleks [(dppp–P,P’)Cu(μ–Br)2Cu(dppp–P,P’)] karena tembaga(II) ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan tembaga(I). Reduksi tembaga(II) menjadi tembaga(I) mungkin terjadi saat proses sintesis. Tujuan penelitian adalah mensintesis dan menentukan struktur senyawa kompleks dari CuBr2 dan dppp. Struktur yang diperoleh dapat digunakan untuk mempelajari kemungkinan terjadinya reduksi tembaga(II) menjadi tembaga(I). Sintesis senyawa kompleks dilakukan secara langsung dengan mereaksikan CuBr2 dan dppp pada stoikiometri 1:1 dalam aseton. Pengukuran titik lebur senyawa kompleks hasil sintesis dilakukan untuk mengetahui kebaruan, kemurnian, dan kestabilan zztermalnya. Senyawa kompleks tersebut dianalisis dengan EDX untuk menentukan rumus empirisnya. Jenis senyawa, ionik atau molekuler ditentukan dengan uji kualitatif ion bromida dan uji daya hantar listrik (DHL). Berdasarkan hasil pengujian, ditentukan rumus kimianya beserta beberapa prediksi struktur yang mungkin. Energi bebas dari struktur tersebut dihitung dengan program SPARTAN ’14 V1.1.0. Struktur yang memenuhi adalah struktur yang memiliki energi bebas terendah. Hasil reaksi antara CuBr2 dengan dppp berupa kristal tak berwarna, berbentuk jarum, dan melebur pada suhu 165–167°C. Hasil titik lebur kristal mengindikasikan bahwa senyawa hasil sintesis adalah senyawa baru, murni, dan stabil. Analisis EDX memberikan rumus empiris senyawa hasil sintesis adalah C81H78Br2Cu2P6. Hasil tersebut menunjukkan terjadinya reduksi tembaga(II) menjadi tembaga(I). Hasil uji DHL dan uji kualitatif ion bromida menunjukkan bahwa senyawa kompleks hasil sintesis berupa senyawa ionik. Senyawa tersebut dapat berupa dimer ionik maupun polimer ionik. Dimer ionik adalah [(dppp–P,P’)Cu(μ–Br)(μ–dppp)Cu(dppp–P,P’)]Br, sedangkan polimer ionik adalah [Cu(μ–dppp)2Cu(μ–dppp)]n.2nBr. Kedua struktur tersebut ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Senyawa dimer ionik memiliki energi bebas sebesar –9.866,07 kJ/mol, sedangkan polimer ionik memiliki energi bebas sebesar –14.507,58 kJ/mol. Energi bebas polimer ionik 4.641,51 kJ/mol lebih rendah dari pada energi bebas dimer ionik. Dengan demikian, struktur polimer ionik merupakan struktur yang tepat karena memiliki energi bebas yang rendah.

Pengelolaan kelas dalam lesson study (studi kasus di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang) / Septa Agustina

 

Kata kunci : pengelolaan kelas, lesson study Pembelajaran tanpa adanya inovasi pembelajaran dan pengelolaan kelas yang baik tidak akan bisa menciptakan kondisi kelas yang kondusif. SMA Lab. UM senantiasa melakukan perbaikan mutu pendidikan baik mutu guru sebagai pendidik maupun mutu peserta didik sebagai pelajar. Dengan adanya lesson study sekolah bisa menciptakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk aktif, serta dapat meningkatkan keprofesionalan guru. Dalam melaksanakan lesson study terdapat 3 prosedur pengelolaan kelas yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Selain itu, proses pembelajaran di kelas dilakukan oleh sekelompok guru secara berkolaborasi sehingga dapat meningkatkan keprofesionalannya. Fokus penelitian dalam penelitian ini yaitu: (1) bagaimanakah profil SMA Lab. UM?; (2) bagaimanakah latar implementasi terselenggaranya lesson study di SMA Lab. UM?; (3) bagaimanakah prosedur pengelolaan kelas yang dilaksanakan dalam menerapkan lesson study di SMA Lab. UM?; (4) Apa saja hal-hal yang mempengaruhi pengelolaan kelas dengan menerapkan lesson study di SMA Lab. UM?; (5) bagaimanakah upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam pengelolaan kelas dengan menerapkan lesson study di SMA Lab. UM?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Jenis pendekatan ini adalah studi kasus, karena untuk mendeskripsikan pengelolaan kelas dalam lesson study. Instrumen kunci adalah peneliti sendiri dengan subjek penelitian adalah Tim Akadasi, para guru,dan siswa. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumen yang berkaitan dengan lesson study. Data yang diperoleh dianalisis selama dan setelah pengumpulan data, kemudian diklasifikasikan, disaring, dan ditarik kesimpulannya. Keabsahan data yang telah dianalisis menggunakan kriteria kredibilitas data dengan ketekunan pengamatan, triangulasi sumber data dan triangulasi metodologis, serta ketercukupan referensial. Kesimpulan penelitian meliputi: (1) Profil sekolah yaitu SMA Lab. UM berada di bawah naungan UM yang dikelola oleh BPLP UM. SMA Lab. UM memberlakukan full day school dengan lima hari efektif pembelajaran dan merupakan sekolah berbasis lesson study; (2) Latar Implementasi terselenggaranya lesson study di SMA Lab. UM yaitu alasan lesson study dilaksanakan di SMA Lab. UM untuk meningkatkan, memperbaiki proses, hasil pembelajaran dan untuk meningkatkan keprofesionalan guru.; (3) Prosedur pengelolaan kelas yang digunakan dalam lesson study adalah tindakan preventif dan kuratif. Dalam lesson study terdapat 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan refleksi; (4) Hal-hal yang mempengaruhi pengelolaan kelas dalam lesson study yaitu: faktor pendukung adalah suatu usaha guru untuk menciptakan pengelolaan kelas yang efektif dan faktor penghambat terdapat pada permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan kelas; (5) upaya untuk mengatasi faktor penghambat pengelolaan kelas dalam lesson study yaitu dengan melakukan pendekatan personal dan kelompok kepada para siswa dan guru yang bersangkutan. Berdasarkan kesimpulan penelitian ini, dapat disarankan kepada: (1) Kepala SMA Lab. UM yaitu dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi, masukan, tambahan ilmu dan wawasan bagi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, membimbing guru dalam melaksanakan perubahan paradigma pembelajaran, terutama dalam hal pengelolaan kelas dalam lesson study.; (2) pendidik yaitu dapat menjadikan pendidik lebih kaya akan wawasan ilmu dalam meningkatkan kemampuan guru mengelola kelas dalam lesson study sehingga tercipta kelas yang kondusif, menyenangkan dan memotivasi siswa untuk belajar; (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan serta dosen yang bersangkutan dengan mata kuliah tersebut yaitu dapat dijadikan sebagai bahan informasi, dan kepustakaan, serta lebih memperbanyak pengembangan ilmu, dalam hal memperkaya materi dalam perkuliahan, khususnya mata kuliah manajemen kelas; (4) peneliti lain yaitu dapat melanjutkan penelitian yang sejenis pada berbagai aspek pengelolaan kelas dalam lesson study di masa yang akan datang dengan memperdalam topik dan kajian teori serta dapat melakukan penelitian tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran PTK berbasis lesson study.

Efektifitas pendayagunaan perpustakaan sekolah di SMA Negeri se Kabupaten Jombang
oleh Nur Fahimah

 

Kecenderungan minat baca anak terhadap cerita anak-anak (studi kasus di toko buku Gramedia Malang)
oleh Titik Karyati

 

Studi tentang faktor-faktor kesulitan siswa dalam belajar ilmi kimia di STM Negeri Malang tahun ajaran 1993/1994 / oleh Nur Aida

 

Manajemen ekstrakurikuler Teaching In Elementary School (TIES) di sekolah boarding academy (studi kasus di SMA Negeri 10 Malang) / Angelia Francisca Donatta

 

ABSTRAK Donatta, Angelia Fransisca. 2016. ManajemenEkstrakurikuler Teaching in Elementary School di Sekolah Boarding Academy (StudiKasus di SMA Negeri 10 Malang). Skripsi. Program AdministrasiPendidikanFakultasIlmuPendidikanUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ali Imron, M.Si, M.Pd., (2) WildanZulkarnain, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: manajemenekstrakurikuler, teaching, boarding academy, SekolahMenengahAtas (SMA) Selamamenempuhpembelajaran di sekolahpesertadidikmenerimakegiatankurikuler yang merupakankegiatanpokokpendidikan yang didalamnyaterjadi proses belajar-mengajarantarapesertadidikdan guru untukmendalamimateri yang berkaitandengantujuanpendidikandankemampuan yang hendakdiperolehpesertadidik. Selainitupesertadidikjugadibekalidengankegiatanekstrakurikuler yang merupakankegiatan yang dilakukan diluarkelasdandiluarpelajaranuntukmenumbuhkembangkanpotensidanbakat yang dimilikiolehpesertadidik. Kegiatanekstrakurikulerinidimaksuduntukmengembangkansalahsatubidangpelajaranyang diminatiolehpesertadidik, misalnya, olahraga, kesenian, kepramukaan, danberbagaimacamkegiatanlainnya yang telahdisusunolehsekolah. Fokuspenelitianini, yaitu: (1) bagaimanamanajemenekstrakurikulerteaching in elementary school di SMA Negeri 10 Malang, (2) faktorpendukungdanpenghambatkegiatanekstrakurikulerteaching in elementary school di SMA Negeri 10 Malang, dan(3) upayamengatasihambatankegiatanekstrakurikulerteaching in elementary school di SMA Negeri 10 Malang. Penelitianinimerupakanpendekatandeskriptif-kualitatifdenganjenispenelitianstudikasus. Kehadiranpenelitisecaralangsung di lapangansebagaitolakukurkeberhasilanuntukmemahamikasus yang diteliti, sehinggaketerlibatanpenelitisecaralangsungdanaktifdenganinformandanatausumber data lainnya di sinimutlakdiperlukan. Analisis data dilakukandenganmelakukan reduksi data, data display, serta menarik kesimpulan.Pengecekankeabsahan data padapenelitianinidilakukanmelaluiempatcara,yaitu: (1) derajatkepercayaan (credibility), (2) keteralihan (transferbility), (3) ketergantungan (depandebility), dan (4) kepastian (confirmability). Hasilpenelitianiniyaitu: Pertamaadalahperencanaandiawalidenganperekrutananggotabaru, keduapenyusunan program kerjaekstrakurikulerteaching in elementary school, ketigayaitupihaksekolah SMA Negeri 10 Malang berkunjungketempat yang akanmenjaditujuandiadakannyaekstrakurikuler, yang keempatadalahpenentuanjadwalkegiatan, dan yang kelimayaituperencanaananggaran. Pengorganisasiankegiatannekstrakurikulerteaching in elementary school yang pertamaadalahmengenaitugasdanwewenangpembina, keduaadalahpendataanjumlahanggota, ketigaadalahpembinaanterhadap para anggota, dan yang keempatadalahtugasdantanggungjawabsetiapanggotaekstrakurikuler.Pelaksanaankegiatanekstrakurikuler teaching in elementary school yang pertamaadalahkerjasamaantarpihaksekolahdan yang keduaadalahpelaksanaankegiatanekstrakurikulerrutin yang dilaksanakanoleh para anggotaekstrakurikulersetiaphariSabtu. KegiatanevaluasiterdapatduaaluryaituevaluasiawaldanevaluasiPengawasandalamhalinidilakukanolehpembinaekstrakurikuler minimal satubulansekali. Ada duapihak yang memberikandukungan yang pertamayaitudaripihaksekolah SMA Negeri 10 Malang dan yang keduadaripihaksekolahtempatdiadakannyakegiatanekstrakurikulerteaching in elementary school. Faktorpenghambat program ekstrakurikulerteaching in elementray school yang pertamaadalahkurangnyakeaktifansiswadalammengikutikegiatanekstrakurikulerteaching in elementary school,dan yang keduaadalahadanyabeberapaanggota yang tidaknyamanditempatkan di lembaga yangtelahdipiliholehsekolah, yang ketigaadanyakebijakandaripihak yang mengharuskananak-anakuntukmelakukanhaldiluarbataskemampuanmereka, keempatadalahperaturan yang dibuatolehkoordinatorekstrakurikuler,dan yang kelimapara murid yang tidakdapatdiatur. Upayamengatasihambatankegiatanekstrakurikulerteaching in elementary school yang pertamadilakukanadalahmeningkatkankedisiplinan para anggotaekstrakurikuler teaching in elementary school , yang keduamemberikanmotivasikepada para anggotaekstrakurikuler yang mengeluhkan, yang ketigaadalahreschedule jadwal, dan yang terakhiradalahmenurutiapakemauanmereka. Berdasarkanhasilpenelitiandisarankankepadapihakyakni;(1) kepalasekolah SMA Negeri 10 Malang darihasilpenelitianiniagar dapatdijadikansebagaibahanevaluasidalammenjalankankegiatanekstrakurikulerteaching in elementary school sehinggadapatmeningkatkanpelayanan yang lebihkepadapesertadidik, (2) koordinatorekstrakurikulerteaching in elementary school di SMA Negeri 10 Malang Dari hasilpenelitianinidiharapkankoordinatorekstrakurikulerteaching in elementary school dan para pembinaekstrakurikulerdapatlebihmeningkatkankunjungannyauntukdapatmengamatianakdidiknyadalammelaksanakankegiatanekstrakurikulerteaching in elementary school di lapangan, (3) anggotaekstrakurikulerteaching in elementary school di SMA Negeri 10 Malang agar diharapkanpara anggotaekstrakurikulerteaching in elementary school dapatmenaatiaturan yang ada di saatmenjalankankegiatanekstrakurikulerteaching in elementary school, (4) jurusanadministrasipendidikansebaiknyahasilpenelitianinidapatdijadikansebagaibahanreferensidalammengembangkanilmumanajemenpesertadidikkhususnya yang berkaitandenganlayananekstrakurikuler, (5) peneliti lain agar hasilpenelitianinidiharapkandapatdijadikaninspirasidanbahanreferensidalammengembangkanilmupengetahuandalammelakukanpenelitian yang sejenisdenganmanajemenekstrakurikuler.

Korelasi antara minat baca dan prestasi akademik mahasiswa JPBA/Arab FPBS / oleh Endang Nurlaili

 

Studi tentang kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa kelas IIA2 dan IIA3 dalam mempelajari ilmu kimia di MAN Malang I / oleh Ninik Alfiyah

 

Pengembangan model pembelajaran teknik dasar tolak peluru gaya menyamping bagi siswa kelas VII di SMPN 12 Malang / Rina Fifit Saputri

 

ABSTRAK Saputri,Rina Fifit. 2015. Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Tolak Peluru Gaya Menyamping bagi Siswa Kelas VII di SMPN 12 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd. (II) Drs. Mulyani Surendra, M.S. Kata Kunci:Model Pembelajaran, Teknik Dasar Tolak Peluru Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti dengan siswa kelas VII di SMPN 12 Malang pada tanggal 08 Januari 2015, pembelajaran tolak peluru gaya menyamping belum pernah menggunakan variasi permainan pada saat proses pembelajaran. Pada penelitian awal melalui penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) kepada 1 guru Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan dan 30 siswa kelas VII di SMPN 12 Malang diperoleh hasil materi yang paling sulit dikuasai oleh siswa adalah tolak peluru gaya menyamping. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan variasi permainan pada pembelajaran tolak peluru yang lebih bervariatif. Melalui model pembelajaran teknik dasar tolak peluru diharapkan, pengembangan ini dapat menjadi solusi dalam pembelajaran agar siswa di SMPN 12 Malang lebih antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran tolak peluru. Penelitian yang dilaksanakan pada siswa kelas VII di SMPN 12 Malang ini termasuk penelitian dan pengembangan (research and developmet). Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Produk pengembangan yang dihasilkan adalah buku panduan model pembelajaran teknik dasar tolak peluru gaya menyamping yang terdiri dari (1) Permainan Tolakan Bola Sasaran, (2) Permainan Tolakan Menyilang, (3) Permainan Tolakan Zig Zag, (4) Permainan Tolakan Bola Estafet, (5) Permainan Tolakan Lingkaran, (6) Permainan Tolakan Bom-boman, (7) Permainan Tolakan Berburu Tikus Kucing, (8) Permainan Tolakan Merah Putih. Hasil pengembangan model pembelajaran teknik dasar tolak peluru gaya menyamping di SMPN 12 Malang diperoleh data sebagai berikut: (1) Hasil evaluasi ahli atletik 75-93% (dapat digunakan), (2) Hasil evaluasi ahli pembelajaran 75-100% (dapat digunakan), (3) Hasil evaluasi ahli permainan 75-78% (dapat digunakan), (4) Hasil evaluasi ahli media 75-90% (dapat digunakan), (5) Hasil uji coba kelompok kecil 85,93-89,84% (dapat digunakan), (6) Hasil uji coba kelompok besar 86,97-90,10% (dapat digunakan) sehingga produk pengembangan ini layak dan praktis untuk digunakan. Hasil pengembangan model pembelajaran teknik dasar tolak peluru di SMPN 12 Malang dapat disimpulkan bahwa menarik dilakukan oleh siswa, model pembelajaran aman dilakukan oleh siswa, model pembelajaran mudah dan tepat dilakukan oleh siswa, serta bermanfaat untuk siswa. Produk yang dikembangkan menarik dilakukan karena model pembelajaran lebih bervariatif. Model pembelajaran aman dilakukan karena setiap permainan berkonsep sederhana dan menarik sehingga siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.

Diagnosa kesulitan belajar matematika siswa kelas II pada pokok bahasan rumus-rumus penjumlahan dan pengurangan pada trigonometri di SMA Kertanegara Malang
oleh Sarni

 

Penggunaan media komik untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV tema cita-citaku di SDN Gadungan 4 Kacamatan Puncu Kabupaten Kediri / Diah Ayu Widoresmi

 

ABSTRAK Widoresmi, Diah Ayu. 2016. Penggunaan Media Komik Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Tema Cita-Citaku Di SDN Gadungan 4 Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. M. Imron Rosyadi, H.Sy, M.Pd, (II) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd. Kata Kunci: penggunaan, media komik, aktivitas, hasil belajar Berdasarkan wawancara dengan guru kelas IV SDN Gadungan 4 terdapat beberapa masalah diantaranya , 1) Guru jarang menggunakan media dalam pembelajaran, 2) Media yang digunakan sebatas gambar, dan teks pada buku siswa, 3) Model pembelajaran yang dilakukan masih tradisional, 4) Siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru dan siswa cenderung diam mendengarkan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa dengan tidak menggunakan media pembelajaran dan Aktivitas belajar siswa yang rendah menyebabkan hasil belajar siswa menjadi kurang memuaskan. Dari 30 siswa di SDN Gadungan 4, 14 siswa mendapatkan nilai diatas KKM, dan 16 siswa mendapatkan nilai dibawah KKM. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penggunaan media komik dalam pembelajaran, mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa dalam menggunakan media komik, dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa dalam menggunakan media komik. Media komik adalah media berupa kumpulan gambar runtut yang disertai dengan percakapan dari tokoh-tokoh cerita sehingga mudah dipahami supaya tujuan pembelajaran tercapai. Metode penelitan ini meliputi pendekatan, jenis , dan rancangan penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dan rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini dilakukan secara bersiklus. Siklus yang dilakukan yaitu siklus 1 dan siklus 2 yang disetiap siklusnya terdapat tahapan-tahapan. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model dari Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media komik dapat dilaksanakan dengan baik. penggunaan media komik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata nilai aktivitas belajar siswa. Pada siklus 1 nilai rata-rata siswa sebesar 69,19 % sedangkan nilai rata-rata siswa pada siklus 2 sebesar 81%. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pra tindakan sebesar 64,83%, nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 1 sebesar 72,41% , dan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 2 sebesar 83,93%. Saran yang dapat diberikan peneliti bagi guru dan peneliti lain yaitu media komik dapat digunakan dalam pembelajaran,dan harus disesuaikan dengan materi yang akan dipelajari. Selain itu, lebih kreatif dan inovatif dalam menggunakan media pembelajaran.

Studi kelayakan proyek pengadaan kursus komputer di Pondok Pesantren Miftahul Huda Malang
oleh Ali Musafak

 

Penerpan pembelajaran komputrer oleh Guru SMUN wilayah Kodya Malang
oleh Voo Hon Min

 

Pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan sederhana pada siswa kelas IV SDN Tangjungrejo 2 Malang / Pristi Ika Puspita Dewi

 

Kata Kunci: Perpustakaan Sekolah, Menulis Karangan, Karangan Sederhana Menulis karangan adalah keterampilan siswa dalam menyampaikan pikiran, ide, perasaan, kemauan maupun gagasan dengan menggunakan bahan tulis berdasarkan tatanan sesuai dengan tahapan, tujuan, dan aspek yang dapat dibaca dan dimengerti oleh masyarakat pembaca. Karangan sederhana adalah karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami dengan tema yang sederhana misalnya liburan, hiburan, sahabatku, dan lain-lain. Untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan sederhana, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. Perpustakaan Sekolah adalah suatu tempat yang merupakan bagian dari sekolah yang bersangkutan dan berfungsi sebagai sarana informasi dan pusat ilmu pengetahuan yang menunjang proses pendidikan dalam pembelajaran di sekolah. Dengan tujuan menyediakan koleksi pustaka untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar di kelas khususya dalam keterampilan mengarang. Menulis karangan atau mengarang adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulisan kepada masyarakat pembaca untuk dipahami (Gie, 2002:3). Menurut Maryuni (2006:6) karangan berdasarkan tujuannya, dibagi empat jenis, yaitu (1) karangan narasi, (2) karangan deskripsi/lukisan, (3) karangan eksposisi/paparan, (4) karangan argumentasi.persuasi. Dalam penelitian ini karangan sederhana yang digunakan oleh peneliti dalam proses pembelajaran adalah karangan narasi. Untuk menunjang proses pembelajaran, perpustakaan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber belajar. Menurut Mbulu (1992:90), untuk pencapaian perpustakaan seekolah sebagai penunjang dalam proses belajar mengajar, perlu dikembangkan (1) kualitas proses belajar mengajar dengan pendekatan peserta didik secara aktif, (2) keterlibatan peserta didik secara aktif dalam melakukan eksplorasi terhadap perpustakaan sebagai sumber belajar yang dapat digunakan dan dimanfaaatkan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, dan (3) kadar keterlibatan peserta didik dalam memanfaatkan bahan pustaka yang disediakan. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV dengan jumlah siswa 22 orang. Lokasi penelitian adalah di SDN Tanjungrejo 02 Kota Malang. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara dan tes. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) aktivitas siswa dalam menulis karangan sederhana melalui pemanfaatan perpustakaan sekolah di kelas IV SDN Tanjungrejo 02 telah dilakukan dengan baik. Pada implementasi pembelajaran

Peranan perpustakaan umum Kotamadya Malang sebagai lembaga layanan pendidikan masyarakat (studi kasus perpustakaan umum Kodya Dati II Malang)
oleh Imron Rosadi

 

Makna informasi keuangan sesuai kepentingan kreditur (tinjauan berdasarkan prinsip analisis pemberian kredit) / Yosef Sonny Hermawan Indrajaya

 

ABSTRAK Indrajaya, Yosef Sonny Hermawan. 2015. Memaknai Informasi Keuangan Sesuai Kepentingan Kreditur. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak, (II) Sulastri, S.Pd., M.SA Kata Kunci: Lembaga perbankan, informasi keuangan, prinsip pemberian kredit. Isu terkini mengenai Non Performing Loan di Indonesia mengalami kenaikan berada di batas maksimal yang ditetapkan BI yakni, 5% dengan penyumbang terbesar kredit macet UMKM. Penyebab kredit macet UMKM diyakini ialah kurangnya mengenal konsep economic entity yang tercermin dari tidak membuatnya laporan keuangan. Hal initelah diverifikasi ulang pada saat wawancara pendahuluan dengan pihak lembaga perbankan. Dalam konfirmasinya, pihak lembaga perbankan menyatakan bahwainformasi keuangan dari laporan keuangan sederhana nasabah masih belum mencerminkan kebutuhan informasi dalam rangka menerapkan prinsip pemberian kredit kepada nasabah. Dalam rangka mengetahui penyebab kredit macet UMKM menjadi penyumbang terbesar pada Non Performing Loan di Indonesia, maka perlu diteliti lebih lanjut mengenai peran informasi keuangan untuk mendukung prinsip penerimaan kredit.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat awam mengenai kegunaan informasi keuangan bagi lembaga keuangan perbankan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif fenomelogis. Data pada penelitian menggunakan teknik wawancara dengan melibatkan account officer (wirakredit) sebagai pihak berperan langsung pada periode kredit modal kerja nasabah UMKM. Kegiatan analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi dengan menggunakan verifikasi triangulasi sumber baik vertikal maupun horizontal. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama Informasi keuangan berperan untuk mendukung prinsip characterjuga tercermin dari BI checkingyang menunjukkan ketepatan waktu angsuran nasabah. Kedua informasi keuangan juga berperan untuk mendukung prinsip capacity. Kemampuan nasabah mengembalikan hutan terlihat dari laba tunai yang dihasilkan. Laba tunai inilah merupakan selisih pendapatan tunai dikurangi pengeluaran tunai. Keterbatasan dari penelitian ini ialah peneliti tidak menemukan temuan yang membuktikan capital, colateral, dan condition of economy sebagai prinsip pemberian kredit. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan mampu menemukan informasi keuangan apa yang mendukung capital, colateral, dan condition of economy.  

Tradisi sumpah pocong" di Masjid Madegan Sampang kajian berdasarkan aspek magis-religius / oleh Suedi Romadhan"

 

Peningkatan kemampuan membaca teks narasi dengan strategi Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) di kelas V SDN Pojok 02 Kabupaten Blitar / Latifatul Chariroh

 

ABSTRAK Chariroh, Latifatul. 2016. Peningkatan Kemampuan Membaca Teks Narasi Dengan Strategi Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) di Kelas V SDN Pojok 02 kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sutansi, M. Pd, (2) Suwarti, S. Pd., M.Pd. Kata kunci: kemampuan membaca, teks narasi, strategi sq3r Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di SDN Pojok 02 Kabupaten Blitar pada pembelajaran membaca, ditemukan permasalahan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menentukan ide pokok pada setiap paragraf sehingga siswa belum mampu menyimpulkan isi cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan strategi SQ3R dalam pembelajaran membaca guna meningkatkan kemampuan membaca siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian berupa penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualititif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi SQ3R dalam pembelajaran membaca dapat berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa yaitu pada siklus I persentase ketuntasan klasikal siswa sebesar 45% meningkat menjadi 82% dan pada siklus II meningkat menjadi 95% . Penerapan strategi SQ3R dalam pembelajaran membaca juga dapat meningkatkan aktivitas guru yaitu pada siklus I pertemuan 1 sebesar 85%, pertemuan 2 meningkat menjadi 93% dan pada siklus II meningkat menjadi 100%. Data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi dalam pembelajaran membaca dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas V SDN Pojok 02 Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar dalam peningkatan kemampuan membaca siswa, guru hendaknya menyajikan kegiatan pembelajaran yang kooperatif dan menyenangkan. Guru hendaknya kreatif dalam memotivasi siswa untuk lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran.

Penerapan pemecahan masalah matematika yang berorientasi pda Polya untuk meningkatkan hasil belajar pengukuran siswa kelas IV di SDN Sumbersari 06 Kabupaten Blitar / Rurin Usnawati

 

Kata Kunci: matematika, pemecahan masalah, pengukuran Observasi yang dilakukan terhadap pembelajaran pemecahan masalah pengukuran di kelas IV SDN Sumberasri 06 Kabupaten Blitar diketahui bahwa dari 9 siswa ada 6 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM. 6 siswa belum dapat menentukan pemahaman masalah, 6 siswa belum dapat menentukan perencanaan penyelesaian masalah dan hampir seluruh siswa belum melakukan pengecekan jawaban. Hal ini disebabkan karena pembelajaran yang dilakukan masih terpusat pada guru. Cara guru menyampaikan materi masih monoton yaitu dengan memberikan rumus pengukuran waktu, panjang dan berat secara langsung dan meminta siswa untuk menghafalnya. Hal ini mengakibatkan siswa kesulitan pada saat mengerjakan soal-soal evaluasi terutama dalam pemecahan masalah. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk perbaikan pembelajaran, salah satunya dengan menggunakan model Pemecahan Masalah. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar pemecahan masalah pengukuran waktu, panjang dan berat dengan menggunakan Pemecahan Masalah dalam pembelajaran. Pemecahan Masalah merupakan aktifitas mental yang kompleks dalam menerima dan menyikapi suatu masalah sehingga siswa mampu menyelesaikan masalah dengan menemukan selesaian sendiri dari masalah yang dihadapi. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan selama 2 siklus dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Sumberasri 06 yang berjumlah 9 siswa. Data-data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, pedoman wawancara, dan soal evaluasi. Penggunaan Pemecahan Masalah dalam pembelajaran dilakukan sesuai dengan 4 tahapan Pemecahan Masalah yaitu pemahaman masalah, perencanaan penyelesaian masalah, pelaksanaan penyelesaian masalah, dan meneliti kembali kebenaran penyelesaian. Dalam pelaksanaannya, kemampuan siswa mengalami peningkatan baik pada aspek psikomotor, afektif, dan kognitif. Peningkatan aspek psikomotor terlihat dari makin terampilnya siswa melakukan pengukuran. Aspek afektif dilihat dari perilaku siswa selama diskusi yang menunjukkan adanya kerjasama dan sikap saling menghargai. Aspek kognitif dilihat dari peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh siswa selama 2 siklus. Rata-rata nilai siswa pada pratindakan adalah 52,78, setelah siklus I rata-rata siswa naik menjadi 64,99 mengalami peningkatan sebesar 12,21 dari silai pratindakan dan pada siklus II rata-rata siswa menjadi 77,03 mengalami peningkatan sebesar 12,04 dari siklus Adanya peningkatan terhadap ketiga aspek tersebut membuktikan bahwa penggunaan pemecahan masalah telah berhasil meningkatkan pemahaman pemecahan masalah pengukuran pada siswa kelas IV SDN Sumberasri 06 Kabupaten Blitar. Dengan hasil yang diperoleh tersebut, saran yang dapat diberikan yaitu sebaiknya para guru menggunakan model-model pembelajaran yang inovatif untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran yang optimal.

Penelitian tentang hambatan-hambatan yang dihadapi siswa kelas III program A-2 (ilmu Fisik) dan program A-3 (ilmu Biologi) Madrasah Aliyah Negeri di Kodya Malang Tahun ajaran 1993/1994 dalam mempelajari kimia inti / oleh Ady Siswanto

 

Pengaruh latihan pliometrik barrier hops dengan latihan komando terhadap peningkatan prestasi tendangan ke gawang (shooting) pada Sekolah Sepak Bola (SSB) Inonesia Muda Kota Malang / Wahyudi

 

ABSTRAK Wahyudi. 2015.PengaruhLatihanPliometrikBarrier HopsTerhadapPeningkatanPrestasiTendangankeGawang (Shooting) PadaSekolahSepakbola (SSB) Indonesia Muda Kota Malang. Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M. Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd. Kata kunci: pliometrik, latihankomando, prestasitendangankegawang (shooting). Sepakbolaadalahsebuahpermainanberegu yang dimainkanmasing-masingsebelaspemaintermasukseorangpenjagagawang.Ada beberapa teknik dasar untuk bermain sepakbola, salah satu teknik dasar tersebut adalah shooting atau tendangankegawang. Keterampilan shootingsiswasekolahsepakbola Indonesia Muda Kota Malang dinilai kurang maksimal, hal tersebut disebabkan latihan yang diberikan pelatih kurang bervariasidan monoton. Salah satu latihan untuk meningkatkan prestasi shooting bola kegawangadalah dengan menggunakan latihan pliometrik barrier hops. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihanpliometrik barrier hops terhadappeningkatanprestasishooting siswasekolahsepakbola Indonesia Muda Kota Malang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah eksperimenyang dilakukan kepada siswasekolahsepakbola Indonesia Muda Kota Malang dengan rentang usia 13-15 tahun. Jumlah sampel 30siswa dan dibagi dalam dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes shooting sepakbola. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Varian satu jalur (One Way Anova). BerdasarkanhasilpengujianhipotesisUji t amatanulanganmasing-masingkelompoklatihandenganmenggunakanuji tpadatarafsignifikasi 0,05, diperoleh t hitungsebesar 66,910 > t tabel 2,145 untukkelompoklatihanbarrier hopsdanlatihankomandodiperoleh t hitungsebesar 4,848 > t tabel 2,145. Sehinggadapatdisimpulkanbahwaterdapatpengaruh yang signifikanantaratesawaldengantesakhirprestasitendangankegawang (shooting) darimasing-masingkelompoklatihan. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih SSB Indonesia Muda Kota Malang, sebaiknya menggunakan latihan pliometrik barrier hopssebagai bentuk latihan untuk meningkatkan prestasishooting, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata latihan pliometrik barrier hopsmemberikan pengaruh yang lebih baik daripada latihan komando terhadap peningkatanprestasitendangankegawang (shooting) siswa SSB Indonesia Muda Kota Malang.

Minat baca siswa kelas II SMK Taruna Jaya Gresik tahun ajaran 1997/1998
oleh Sholehuddin

 

Peningkatan keterampilan passing bawah bolavoli menggunakan metode bermain pada siswa kelas VIIB SMPK St. Antonius Arjowilangun Kecamatan Kalipare kabupaten Malang tahun ajaran 2014/2015 / Maria Intan Kumala

 

ABSTRAK Kumala, Maria Intan. 2015. Peningkatan keterampilan passing bawah bolavoli menggunakan metode bermain pada siswa kelas VII B SMPK St. Antonius Kalipare tahun ajaran 2014/2015. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd (2) dr. Agung Kurniawan, M.Kes. Kaca kunci: Peningkatan, keterampilan passing bawah bolavoli, metode bermain, SMPK St. Antonius Arjowilanggun Kecamatan Kalipare Berdasarkan dari hasil observasi masih banyak siswa yang belum mampu melakukan passing bawah bolavoli, dengan kesulitan atau ketidak mampuan pada posisi badan, posisi kaki, cara genggaman tangan, dan perkenaan bola. Pada saat posisi badan siswa tidak condong kedepan melainkan posisi badan tegak, saat posisi kaki, kaki tidak selebar bahu, dan lutut tidak sedikit ditekuk, saat cara genggaman tangan yaitu tangan kanan tidak mengepal kemudian tidak ditempelkan dengan tangan kiri, pada saat perkenaan bola tidak pada kedua lengan melainkan pada jari-jari tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan passing bawah bolavoli dengan menggunakan metode bermain pada siswa kelas VII B SMPK St. Antonius Kalipare. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SMPK St. Antonius Kalipare dengan jumlah subyek penelitian siswa kelas VII B sebanyak 20 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa pada siklus pertama pertemuan 1 dan 2 tingkat keberhasilan siswa yaitu 66,25% dengan klasifikasi cukup dan untuk pertemuan kedua yaitu 82,5% dengan klasifikasi baik, sedangkan untuk siklus ke-2 pertemuan pertama tingkat keberhasilan siswa 92,5% dengan klasifikasi baik dan untuk pertemuan kedua yaitu 97,5% dengan klasifikasi baik. Dengan menggunakan metode bermain menunjukkan terjadinya peningkatan keterampilan siswa dalam melakukan passing bawah bolavoli pada siswa kelas VII B SMPK St. Antonius Kalipare. Dalam penelitian ini metode bermain yang digunakan yaitu bermain lempar passing bawah bolavoli, bermain passing bawah bolavoli kepiting, bermain passing bawah bolavoli segi tiga, bermain passing bawah bolavoli angka.

Hubungan antara frekuensi kunjungan ke perpustakaan, peminjaman bahan pustaka di Perpustakaan IKIP MALANG dengan prestasi belajar mahasiswa program POK FIP IKIP MALANG angkatan 1988, 1989, 1990, 1991, semester I tahun ajaran 1991/1992
oleh Sugito

 

Developing interactive CD for vocabulary "Things Around My School" for the seventh graders of SMPN 16 Malang / Asizah

 

Asizah. 2013. Developing Interactive CD for Vocabulary “Things around My School” for the seventh graders of SMPN 16 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Moh. Adnan Latief, M.A. Kata kunci: Kosakata, CD Interaktif, Multimedia Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan CD Interactif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kosakata Bahasa Inggris peserta didik dengan topik “Benda-benda Disekitar Sekolahku” (“Things around My School”). Materi yang dipilih didasarkan pada Standard Isi, silabus, dan buku pelajaran peserta didik kelas VII. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIIB SMPN 16 Malang. Penelitian ini termasuk Penelitian dan Pengembangan yang diadaptasi dari teori Borg dan Gall (1983). Penilitian ini terdiri dari lima tahap yaitu analisis kebutuhan, pengembangan produk, validasi teoritis, validasi empiris, dan produk akhir. Tujuan dari analisis kebutuhan adalah mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh peserta didik dan guru yang berhubungan dengan pembelajaran kosakata Bahasa Inggris. Informasi dikumpulkan dari studi pustaka, interview guru, dan observasi kelas. Pengembangan produk terdiri dari beberapa langkah diantaranya menentukan topik, memilih materi, memetakan tampilan, mendesain storyboard, dan menyatukan semua unsur multimedia yang telah dibuat. Validasi teoritis terdiri dari validasi ahli dan revisi. Tanggapan dari ahli dikumpulkan melalui kuesioner dan revisi akan dilakukan berdasarkan tanggapan yang telah diperoleh. Validasi empiris terdiri dari uji coba dan revisi. Uji coba media dilakukan dua kali. Tanggapan dari guru dan peserta didik diperoleh melalui kuesioner. Hasil dari analisis kebutuhan dan validasi teoritis dideskripsikan secara kualitatif sedangkan hasil dari validasi empiris dijelaskan melalui deskripsi kuantitatif menggunakan persentase. Hasil dari analisis kebutuhan ternyata mendukung tujuan dari penelitian ini. Di sekolah tersebut belum ada media yang dapat digunakan untuk pembelajaran kosakata Bahasa Inggris. Guru lebih banyak mengandalkan buku pelajaran dan tidak pernah menggunakan media pembelajaran lain. Uji coba produk pertama mengikutsertakan sembilan peserta didik sedangkan uji coba kedua melibatkan seluruh peserta didik kelas VIIB. Hasil dari uji coba produk tersebut didasarkan pada pandangan dari guru, peserta didik dan peneliti. Secara umum, guru dan peserta didik memberikan respon positif terhadap produk. Mereka berpendapat bahwa media CD Interaktif tersebut sangat menarik dan membantu mereka belajar kosakata Bahasa Inggris dengan cara yang vii menyenangkan. Media tersebut dapat mendorong peserta didik untuk lebih aktif dalam mempelajari kosakata Bahasa Inggris. Hasil akhir produk berupa aplikasi software yang dikemas dalam sebuah CD dan dilengkapi dengan buku panduan penggunaan. CD tersebut terdiri dari materi pelajaran dan permainan. Materi pelajaran terdiri atas enam subtopik yaitu Kelas-ku, Laboratorium Sains-ku, Laboratorium Bahasa-ku, Perpustakaan-ku, Halaman Sekolah-ku, dan Kebun Sekolah-ku. Secara keseluruhan, CD tersebut memuat 66 kosakata. Permainan yang terdapat dalam CD berupa menjawab pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berhubungan dengan kosakata yang telah diberikan sebelumnya dan terdiri atas tiga macam aktifitas yaitu menebak, menyusun, dan memasangkan. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa multimedia CD Interaktif tersebut sangat menarik dan membantu peserta didik untuk belajar kosakata Bahasa Inggris secara menyenangkan. Para peserta didik terdorong untuk belajar kosakata dengan menggunakan CD tersebut dan dengan antusias melakukan aktifitas yang disediakan. Peneliti memberikan beberapa saran untuk guru Bahasa Inggris dan peneliti selanjutnya. Bagi guru, peneliti berharap bahwa guru dapat menggunakan CD Interaktif ini sebagai salah satu media mengajar kosakata Bahasa Inggris. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan CD Interaktif lain yang lebih menarik dengan topik dan kelas yang berbeda. Selain itu, kelemahan dari CD ini adalah di kualitas rekaman. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya disarankan untuk memuat rekaman dengan kualitas yang lebih baik dengan cara merekam langsung dari sumber utama.

Hubungan antara prestasi belajar IPA di SD dan belajar IPA di SMP dengan sikap terhadap pelestarian lingkungan pada siswa kelas I SMA Negeri I Trenggalek / oleh Anna Margiani

 

Pola muatan nilai-nilai karakter dalam bahan ajar kelas III sekolah Dasar / Nur Hidayat

 

ABSTRAK Fidayat, Nur. 2016. Pola Muatan Nilai-nilai Karakter dalam Bahan Ajar Kelas III Sekolah Dasar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muchtar, S.Pd., M.Si, (II) Drs. Achmad Badawi, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Pola, Nilai Karakter, Bahan Ajar, Buku Siswa Nilai-nilai karakter perlu diintegrasikan dalam bahan ajar. Salah satunya, dalam bahan ajar cetak berupa buku siswa kelas III semester 2, yang pada tahun pelajaran 2015/2016 baru digunakan dalam pembelajaran. Hasil dokumentasi terhadap bahan ajar dan penelitian sebelumnya ditemukan fakta bahwa isi bahan ajar belum memadai dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter. Sebagai upaya untuk mengetahui pengintegrasian muatan tata nilai dalam buku itu maka penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang termuat dalam bagian wacana, bagian petunjuk kegiatan, bagian tagihan kerja, dan bagian evaluasi buku siswa kelas III semester 2 sekolah dasar. Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif ini, menghasilkan temuan bahwa buku siswa kelas III semester 2 telah bermuatan nilai-nilai karakter. Dari 18 nilai karakter yang termuat dalam kontrak standar isi kurikulum 2013, buku siswa kelas III semester 2 telah memuat 17 nilai karakter, yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Sedangkan nilai karakter yang tidak termuat yaitu cinta damai. Nilai-nilai karakter itu telah termuat dalam setiap bagian unsur bahan ajar, namun dengan banyak muatan yang berbeda di setiap bagian. Dari 244 temuan muatan nilai karakter, muatan nilai karakter yang terdapat dalam bagian wacana sebanyak 140 temuan, dalam bagian petunjuk kegiatan sebanyak 52 temuan, dalam bagian tagihan kerja sebanyak 37 temuan, dan dalam bagian evaluasi sebanyak 15 temuan. Selain itu, terdapat beberapa nilai karakter baru yang muncul dalam bagian unsur bahan ajar, yaitu nilai karakter menghormati orang yang sedang berbicara sebanyak 1 temuan, nilai karakter adil sebanyak 2 temuan, nilai karakter kompetitif sebanyak 4 temuan, dan nilai karakter peduli satwa sebanyak 1 temuan. Atas dasar temuan penelitian yang diperoleh maka peneliti menyarankan bagi pemerintah untuk melakukan penambahan muatan nilai karakter baru ke dalam daftar nilai-nilai karakter atau mengintegrasikannya ke dalam salah satu dari 18 nilai-nilai karakter yang sudah ada. Sementara itu, bagi penulis buku, dapat melakukan penambahan muatan nilai karakter yang belum muncul dan melakukan revisi terhadap beberapa istilah yang kurang relevan dalam buku. Selain itu, bagi peneliti lain disarankan untuk mengembangkan cakupan penelitian yang lebih luas dengan menggunakan metodologi yang berbeda.

Hubungan antara pengetahuan,sikap, dan niat suatu kasus wiraswasta mebel / oleh Juanda Sianipar

 

Beberapa faktor penyebab kesulitan belajar matematika siswa SMAN Wilayah Kota Singaraja / oleh Mamik Suratmi

 

Pengangguran di Samarinda akibat penggunaan sistim mekanisasi di sektor perkayuan di Kalimantan Timur
oleh Mastur Ag.

 

Pengaruh kontrol diri terhadap tingkat plagiarisme mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya Malang / Fajar Akhmad Sugito

 

ABSTRAK Sugito, Fajar, A. 2015. PengaruhKontrolDiriTerhadap Tingkat PlagiarismeMahasiswa Program StudiIlmuKeperawatanUniversitasBrawijaya, Malang. Skripsi, JurusanPsikologi, FakultasPendidikanPsikologi. UniverssitasNegerimalang. Pembimbing: (I) Dr. TututChusniyah, S.Psi, M.Si , (II) Indah Y. Suhanti, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: Kontroldiri, tingkat plagiarism, danmahasiswa Program StudiIlmuKeperawatanUniversitasBrawijaya. Kontroldiriadalahsuatu proses yang menjadikanindividusebagaiagenutamadalammembimbing, mengatur, danmengarahkanbentuk-bentukperilaku yang dapatmembawanyakearahkonsekuensipositif. Factor yang didugamempengaruhiplagiarismeadalahkontroldiri. Plagiarism bukanlagimenjadimasalahbarudalamduniapendidikan. Kontroldiridibutuhkanuntukmenahankeinginanmelakukan plagiarism. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiapakahkontroldirimemilikipengaruhterhadaptingkatplagiarismepadamahasiswa Program StudiIlmuKeperawatanUniversitasBrawijaya Malang. Penelitianinimenggunakanpendekatankuantitif. Sujekpenelitianiniadalahmahasiswa Program StudiIlmuKeprawatanUniversitasBrawijaya, memilikikarakteristiklaki-lakidanperempuan, merupakanangkatan 2013 dan 2014. Jumlahkeseluruhansubjek yang digunakandalampenelitianiniadalah 80 orang. Instrument yang digunakanberupaSkalaKontrolDiridanSkalaPlagiarisme. Analisis yang digunakandalampenelitianiniadalahanalisisregresi linier sederhana. Menuruttingkatplagiarismesebesar 12,3%, (R square 0,123, sig. 0,000 < 0,05) denganmetoderegresi linier sederhana.haliniberartimasihterdapat 87,7% faktor lain yang mempengaruhitingkatplagiarisme. Berdasarkanhasilpenelitianini, untukmahasiswa Program StudiIlmuKeperawatanUniversitaBrawijaya, memilikitingkatkontroldiri yang tinggi. Berdasarkanhasilwawancarapenelitidenganbeberapa senior, halitudidukungdengantugas yang diberikanolehdosenseringkalisamadaritahunketahun. Saran untukdosenpengajar, sebaiknyatugas yang diberikanberbedameskipundalammaterikuliah yang samasehinggamenghindariterjadinyatindakanplagiarisme. Bagipenelitiselanjutnya, disarankanuntukmenlitifaktor-faktor lain yang dapatmenghambattingginyatingkatplagiarisme yang terjadidikalanganmahasiswapadaumunya.  

Peranan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam menyelenggarakan pembangunan di Kotamadya Daerah Tingkat II Malang
oleh Nurifah Hariani

 

Penerapan media neraca bilangan untuk meningkatkan hasil operasi perkalian pada siswa kelas II SDN Bugul Lor Pasuruan / Ika Nur Hidayah

 

Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Neraca Bilangan, Perkalian Matematika merupakan salah satu pendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Rendahnya hasil belajar matematika salah satu penyebabnya antara lain daya tarik siswa terhadap mata pelajaran matematika masih kurang. Asumsi yang didapat bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dan membingungkan, terutama dalam penguasaan konsep perkalian dan menyelesaikan soal-soal perkalian. Peneliti berasumsi dengan media neraca bilangan siswa besemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika tentang konsep perkalian sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan prestasinya. Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pelaksanaan pembelajaran "media neraca bilangan" pada siswa kelas II SDN Bugul Lor, (2) Meningkatan hasil belajar siswa kelas II SDN Bugul Lor setelah dilaksanakan pembelajaran metematika menggunakan "media neraca bilangan", (3) Meningkatkan keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan "media neraca bilangan". Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subyek penelitian ini ialah siswa kelas II SDN Bugul Lor sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes, lembar observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang dipakai adalah rata-rata dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media neraca bilangan untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa kelas II SDN Bugul Lor dilakukan dengan cara siswa mengisi lembar tes akhir tentang operasi perkalian dan secara berkelompok mempraktekkan dengan menggunakan media neraca bilangan. Pemahaman konsep siswa ditunjukkan dari nilai rata-rata pretest dan postest, pada siklus I meningkat dari 5,07 menjadi 6,7. Sedangkan pada siklus II ditunjukkan dari nilai postest pada siklus II meningkat dibandingkan pada siklus I yaitu 6,7 menjadi 8,4. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) pembelajaran menggunakan media neraca bilangan dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap perkalian, (2) Meningkatkan keaktifan siswa. Hak itu dapat dilihat dari nilai rata-rata pretest dan posttest pada siklus I yaitu dari 6,7 menjadi 8,4 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan: (1) guru dalam pelajaran matematika hendaknya menggunakan media pembelajaran yang efektif bagi siswa yaitu "neraca bilangan" agar tujuan belajar matematika tercapai, (2) sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran metematika dengan media neraca pembelajaran, (3) peneliti lain diharapkan dapat melanjutkan untuk mendapatkan temuan yang lebih signifikan.

Hubungan fungsi kontrol DPRD dengan tingkat pendidikan anggota DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Ponorogo tahun 1994/1995
oleh Kusmini

 

Analisis karakter kepemimpinan sebagai upaya peningkatan motivasi kerja karyawan (studi pada Hotel Mutiara Malang) / Pundhi Ramandha Khuldi

 

ABSTRAK Khuldi, Pundhi Ramandha. 2015. Analisis Karakter Kepemimpinan Sebagai Upaya Peningkatan Motivasi Kerja Karyawan (Studi Pada Hotel Mutiara Malang) . Skripsi. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Wahju Wibowo, A.Md., S.E., M.Si, (2) Elfia Nora, S.E., M.Si. Kata kunci: Kualitatif, Karakter Kepemimpinan, Peningkatan Motivasi Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter kepemimpinan suatu perusahaan. Kemudian mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi karakter kepemimpinan dan motivasi. Lalu menyimpulkan upaya-upaya yang diambil oleh pimpinan perusahaan untuk meningkatkan motivasi karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara sehingga mampu menggali lebih dalam tentang karakter kepemimpinan. Dilanjutkan dengan mengidentifikasi motivasi-motivasi apa saja yang mempengaruhi karyawan. Objek penelitian ini mengambil tempat di Hotel Mutiara Malang. Dengan metode wawancara langsung ditemukan hasil penelitian yakni, karakter pemimpinan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan. Dan peneliti menemukan beberapa hambatan dalam peningkatan motivasi karyawan, diataranya kemalasan dan ketidakdisiplinan karyawan. Pimpinan Hotel Mutiara kemudian mempunyai solusi peningkatan disiplin dengan pengadaan sistem absensi fingerprint, menjaga komunikasi dengan karyawan, dan juga mengadakan program briefing mingguan. Dengan upaya ini diharapkan motivasi kerja karyawan Hotel Mutiara Malang dapat terjaga dengan baik dari waktu ke waktu.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap mobilitas tenaga kerja informal studi kasus pada bursa tenaga kerja di Jalan Raya Langsep, Kotamadya Malang / oleh Yayuk Handayani

 

Perilaku altruisme pada relawan BSMI Kota Malang ditinjau dari gender / Muhammad Hoky Febbi

 

ABSTRAK Febbi, Muhammad Hoky. 2015. PerilakuAltruismepadaRelawan BSMI Kota Malang Ditinjaudari Gender. Skripsi, JurusanPsikologi, FakultasPendidikanPsikologi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Irtadji, M.Si., (2) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: altruisme, gender, relawan BSMI Kota Malang. Dalamkehidupansehari-harimanusiasebagaimahluksosialselalumembutuhkanbantuandari orang lain. Dengan kata lainmanusiatidakdapatterhindardarikebutuhantolongmenolongantarasatuindividudenganindividulainnya. Perilakumembantumenolong orang lain termasukkedalamperilakujenisprososialataulebihkhususdisebutsebagaialtruisme. Perilakualtruismeadalahperilakumenolong orang lain yang bertujuanuntukmeringankanbeban orang laintanpamemikirkankepentingansendiri. Gender mempengaruhiperilakudalammenolong. Hal inidikarenakanlaki-lakidanperempuanmempunyaikarateristik yang berbedadalamtindakanaltruisme. Penelitianinimenggunakanpendekatankuantitatifdenganrancanganpenelitiandeskriptifdankomparatif. Subjekpenelitianiniadalahrelawan BSMI Kota Malang yang berjumlah 82 orang relawan. Instrumen yang digunakandalampenelitianiniyaituskalaaltruisme.Penyebarandilakukan via on line, yaknidenganmenggunakangoogle form. Hal inidikerenakansubjekpenelitian yang lokasinyasalingberjauhansertatidakmemungkinkanuntukdidatangisatu per satu. Pengambilansampeldilakukandenganteknikpurposif incidental sampling. Analisis data dilakukandengandeskriptifpersentasedanstatistikparametikindependent samples t test.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwarelawanlaki-lakisebanyak 53,5%memilikiperilakualtruismetinggisedangkan 46,5%memilikiperilakualtruismerendah. Sedangkanuntukrelawanperempuan 51,3%memilikiperilakualtruismetinggisedangkan48,7%memilikialtruismerendah. Hasilujit testmemperlihatkansiginifikansi 0,025 (p < 0,05), dapatdisimpulkanbahwaadaperbedaanperilakualtruismeantararelawanlaki-lakidanrelawanperempuan.Bisadisimpulakanbahwaperilakualtruismerelawan BSMI Kota Malang tergolongtinggi, relawanperempuanlebihtinggiperilakualtruismenyadaripadarelawanlaki-laki. Berdasarkanhasilpenelitian, saran yang dikemukakanadalah (1) Bagiilmuwanpsikologi, khususnyapeminatanpsikologisosial, diharapkandapatmenambahkajiantentangaltruismekarenaeratkaitannyadengankehidupansosialbermasyarakat.(2) Bagi BSMI Kota Malang sebaiknyamempertimbangkankembalisebelummengirimrelawankelokasibencana. Hal inidikarenakanadaperbedaanperilakualtruismeantararelawanlaki-lakidanrelawanperempuan(3) Bagipenelitiselanjutnya yang inginmelanjutkanataumelakukanpenelitiankembalimengenaiperilakualtruisme yang ditinjaudarisegi gender, dapatmelakukantindaklanjutdenganmenambahvariabel, populasipenelitiandanmengontrolvariabel yang akanmempengaruhiperilakualtruismesepertiprofesi, etnis, kepribadian, jenjang pendidikan,danumur.

Studi tingkat kemampuan perusahaan dalam mengembalikan jasa investasi di KPN Kartika Kediri
oleh Elvi Ida Sanjaya

 

Hubungan antara academic self-concept, academic self-efficacy, self-esteem dan academic procrastination pada siswa SMP Negeri di Kota Malang / Rahmawati Husnul Khotimah

 

ABSTRAK Khotimah, Rahmawati Husnul. 2015. Hubungan antara academic self-concept, academic self-efficacy, academic self-esteem dan academic procrastination pada siswa SMP Negeri di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes, (II) Dr. Dany M Handarini, M.A. Kata kunci: Academic Procrastination, Academic Self-concept, Academic Self-efficacy, Self-esteem Prokrastinasi akademik ialah suatu penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan tugas akademik dikarenakan siswa memiliki keyakinan yang menyimpang tentang kegiatan akademik, keyakinan akan kegagalan, pemberian label negatif terhadap diri, kritik diri, dan keinginan memperoleh hasil kerja yang sempurna. Prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal seperti lingkungan keluarga dan sekolah, sedangkan faktor internal (kondisi psikologis) meliputi karakter individu misalnya konsep diri, self-efficacy dan self-esteem yang berkaitan dengan akademik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan self-concept akademik, self-efficacy akademik, dan self esteem terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP Negeri di Kota Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini ialah self-concept akademik, self-efficacy akademik, self-esteem, sedangkan variabel terikatnya ialah prokrastinasi akademik. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan rancangan penelitian korelasional. Populasi yang digunakan ialah siswa SMP Negeri di Kota Malang, sampel penelitian berjumlah 393 siswa yang diperoleh melalui metode pengambilan sampel multistage random sampling. Untuk mengukur konsep diri akademik, efikasi diri akademik, harga diri dan prokrastinasi akademik, digunakan skala konsep diri akademik, skala efikasi diri akademik, skala harga diri dan skala prokrastinasi akademik yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh empat kesimpulan; 1) terdapat hubungan negatif antara self-concept akademik dengan prokrastinasi akademik, 2) terdapat hubungan negatif antara self-efficacy akademik dengan prokrastinasi akademik, 3) terdapat hubungan negatif antara self-esteem dengan prokrastinasi akademik, 4) secara bersama ketiga variabel bebas memberikan kontribusi terhadap perubahan prokrastinasi akademik. Beberapa saran yang dapat disampaikan ialah 1) bagi Guru BK (konselor), dapat membantu siswa dalam meningkatkan konsep diri akademik, efikasi diri akademik dan self-esteem agar dapat menghindari dari perilaku prokrastinasi akademik. 2) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya meneliti kembali mengenai hubungan konsep diri akademik dengan prokrastinasi akademik, atau dapat melanjutkan penelitian dengan Penelitian Pengembangan sehingga menghasilkan sebuah product berupa Buku Panduan Pelatihan untuk mengurangi prokrastinasi akademik siswa SMP.

Peranan Lembaga Pembantu Gubernur Wilayah IV di Malang dalam sistem Pemerintahan berdasarkan UU No. 5 tahun 1974 / oleh Sukma Indah Pristuti

 

Survei tentang motivasi supporter Aremania sekecamatan Singosari dalam mendukung kesebelasan Arema / Alvano Karunia Perdana

 

upporter Aremania saat mendukung klub Arema didorong oleh motivasi tertentu, diantaranya adalah kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, dan kebutuhan penghargaan. Berkaitan dengan hal tersebut maka masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah ”bagaimanakah motivasi supporter Aremania seKecamatan Singosari dalam mendukung kesebelasan Arema yang di lihat dari kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, dan kebutuhan penghargaan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi supporter Aremania seKecamatan Singosari dalam mendukung kesebelasan Arema yang di lihat dari kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, dan kebutuhan penghargaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan survei. Instrumen dalam pengumpulan data digunakan angket dengan analisis statistik deskriptif kuantitatif dengan persentase. Populasi dan sampelnya adalah supporter Aremania dalam mendukung kesebelasan Arema yang berada di Kecamatan Singosari (Korwil Karanglo, Korwil Rogonoto, Korwil Song-Song, Korwil Tumapel dan Korwil Watu Gede) yang berjumlah 50 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa Survei Tentang Motivasi Supporter Aremania seKecamatan Singosari dalam mendukung kesebelasan Arema, adalah: (1) kebutuhan keamanan akan keselamatan jiwa dan raga, sangat baik dengan hasil 76% menyatakan sangat setuju, (2) kebutuhan sosial akan perasaan ikut serta dalam mendukung pemain-pemain Arema saat bertanding, sangat baik dengan hasil 76% sangat setuju, dan (3) kebutuhan penghargaan akan dihargai oleh sesama supporter Aremania, cukup baik dengan hasil 72% menyatakan sangat setuju. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian yang berjudul Survei Tentang Motivasi Supporter Aremania seKecamatan Singosari dalam mendukung kesebelasan Arema, menunjukan adanya (1) Motivasi supporter Aremania seKecamatan Singosari dalam mendukung kesebelasan Arema yang paling dominan adalah kebutuhan keamanan, (2) Motivasi supporter Aremania seKecamatan Singosari dalam mendukung daya juang kesebelasan Arema yang paling dominan kedua adalah kebutuhan sosial, dan (3) Motivasi supporter Aremania seKecamatan Singosari dalam mendukung daya juang kesebelasan Arema yang paling dominan ketiga adalah kebutuhan penghargaan.

Peranan Lembaga Bantuan Hukum malang dalam upaya meningkatkan kesdaran dan ketertiban hukum masyarakat Kodya Malang
oleh Lely Ersastri

 

Hubungan antara latar belakang pendidikan peserta dengan partisipasinya dalam program-program Posyandu di tiga desa Kecamatan Dau Kabupaten Malang
oleh Yuliati

 

Hubungan antara tingkat pendidikan kader Posyandu dengan tingkat partisipasinya dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu di Kelurahan Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru Kotamadya Malang / oleh Kunti Kawindra

 

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi sasaran dalam pelaksanaan posyandu di Kecamatan Kedungkandang Kotamadya Malang
oleh Nurhadi

 

Hubungan layanan dengan partisipasi nelayan di bidang usaha pada KUD mina tani Sempurna di Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek / oleh Susanto

 

Pengembangan disain instruksional menurut Dick & Carey pada sub bidang studi ekonomi kelas II caturwulan I sekolah menengan pertama (SMP) / oleh Banghkit Titik Aryani

 

Upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA melalui model jigsaw pada siswa kelas V SD Negeri Latek Bangil tahun pelajaran 2010/2011 / Silfia Safriani

 

Kata Kunci: Pembelajaran, IPA, Model Jigsaw Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di kelas V SD Negeri Latek Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan, dengan pendekatan konvensional yang selama ini diterapkan oleh seorang guru. Hasil pembelajaran yang diinginkan belum tercapai secara optimal, karena siswa belum diberi kesempatan secara luas untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuannya. Pembelajaran yang dilakukan terkesan monoton dan tidak menggairahkan siswa untuk lebih aktif lagi. Hal itu mengakibatkan siswa kurang berminat untuk mengikuti dan melaksanakan proses belajar mengajar, sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan tidak dapat tercapai secara optimal. Penerapan model Jigsaw dalam pembelajaran sebagai alternatif untuk mengatasi rendahnya mutu pendidikan nasional, sekaligus membuat pembelajaran IPA di SDN Latek Bangil lebih inovatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas hasil belajar siswa kelas V SDN Latek Bangil Pasuruan Semester II Tahun Pelajaran 2010/2011. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Latek Bangil Pasuruan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Latek Bangil Semester II Tahun Pelajaran 2010/2011 berjumlah 30 siswa terdri dari 18 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan model Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dibuktikan dengan adanya peningkatan pada tiap siklus yaitu siklus I pertemuan 1 yaitu 18 (60%) siswa memiliki kriteria cukup aktif, 12 (40%) siswa memiliki kriteria aktif, pertemuan 2 siswa yang cukup aktif sebanyak 11 (37%) siswa, 15 (50%) siswa memiliki kriteria aktif, 4 (13%) siswa memiliki kriteria sangat aktif . Pada siklus II pertemuan 1 siswa yang cukup aktif sebanyak 10 (33%), 15 (50%) siswa memiliki kriteria aktif dan 5 (17%) siswa memiliki kriteria sangat aktif , pertemuan 2 yaitu siswa yang cukup aktif sebanyak 7 (23%) siswa, 18 (60%) siswa memiliki kriteria aktif, dan 5 (17%) siswa memiliki kriteria sangat aktif, serta hasil belajar siswa pada siklus 1 pertemuan 1 nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 57,20, pada pertemuan 2 nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 61,30 dan pada siklus 2 pertemuan 1 adalah 66,27, pada pertemuan 2 nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 75. Sesuai dengan indikator keberhasilan bila telah mencapai skor 70. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Latek Bangil materi sifat-sifat cahaya. Saran yang perlu disampaikan kaitannya dengan hasil penelitiaan ini adalah hendaknya perlu dilatih tentang teknis perpindahan kelompok dan dibentuk kelompok terlebih dahulu.

Perbandingan tingkat pendapatan dan peningkatan usaha antara peternal mandiri dengan peternak anggota poultry shop(studi kasus di Desa Kebonduren Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar) / oleh Rofiqul Anam

 

Prosedur pengelolaan bidang sosial budaya oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kotamadya Daerah Tingkat II Malang
oleh Ade Priyono

 

Hubungan antara pengelolaan kelas dan prestasi belajar siswa SMAN 8 Malang semester ganjil tahun ajaran 1991-1992
oleh Subekti Marhaenik

 

Pengaruh layanan usaha terhadap partisipasi anggota di bidang usaha pada KPRI Kandepag Kabupaten Malang / oleh Rochani Ningsih

 

Kebijakan branchless banking "BRILinks" dalam mengurangi hambatan financial inclusion (studi di BRI Cabang Martadinata Kota Malang) / Angga Nur Firdaus

 

ABSTRAK Firdaus, Angga Nur. 2015. Kebijakan Branchless Banking “BRILinks” Dalam Mengurangi Hambatan Financial Inclusion. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec. (II) Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.M Kata Kunci: Branchless Banking, Financial Inclusion Keadaan geografis di Indonesia sangat luas dengan masih besarnya ketidakmerataan sarana dan prasarana, hal ini menghambat masyarakat di pedesaan mengakses perbankan. Dan menyebabkan ketimpangan akses layanan keuangan. Data OJK pada maret 2014 jumlah kantor dan cabang bank nasional di Indonesia sebanyak 26 ribu, namun jumlah tersebut belum dapat menjangkau seluruh wilayah ditanah air. Data riset global inclusion Bank Dunia, angka literacy bank di Indonesia masih jauh dari harapan, terhitung baru 20% rakyat Indonesia punya rekening bank. Fakta ini mendorong Bank Indonesia memperluas cakupan layanan perbankan, termasuk dengan penerapan branchless banking dan uang elektronik. Branchless banking merupakan kegiatan jasa layanan sistem pembayaran dan keuangan terbatas yang dilakukan tidak melalui kantor, namun dengan menggunakan sarana teknologi dan jasa pihak ketiga terutama untuk melayani masyarakat unbanked (Bank Indonesia). Sedangkan financial inclusion dalam strategi nasional keuangan inklusif didefinisikan sebagai Hak setiap orang untuk memiliki akses dan layanan penuh dari lembaga keuangan secara tepat waktu, nyaman, informatif, dan terjangkau biayanya, dengan penghormatan penuh kepada harkat dan martabatnya. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan pertama dengan cara wawancara secara langsung kepada pihak BRI. kedua observasi keagen BRILinks melihat keadaan keagenan, mengikuti petugas bertugas memonitoring agen. Tujuan penelitian ini menggambarkan pelaksanaan branchless banking yang dilakukan BRI Martadinata, berbagai kemudahan yang didapatkan masyarakat melalui agen BRILinks, sistem kerjasama BRI dengan agen BRILinks dan menangkap respon warga terhadap adanya BRILinks, untuk menilai dampak BRILinks dalam mengurangi hambatan financial inclusion. Berdasarkan penelitian yang saya teliti tentang kegiatan branchless banking BRILinks, ternyata kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia dengan mengeluarkan kebijakan ini sangatlah berpengaruh terhadap hambatan financial inclusion. Kemudahan dalam mengakses layanan perbankan kini semakin mudah dan cepat dengan adanya agen sebagai kepanjangan tangan dari bank. Terbukti dari berbagai fitur yang diberikan BRILinks, yang sangat sederhana, praktis dan membantu aktifitas transaksi masyarakat Kota Malang.

Hubungan antara efektifitas kerja manajer (pengelola) dengan pengembangan usaha KUD di Kabupaten Tulungagung
oleh Ida Nuryanti

 

Hubungan antara pendidikan dan latihan (Diklat) manajer dengan keberhasilan usaha Koperasi Unit Desa (KUD) se Kabupaten Malang
oleh Program Studi Pendidikan Koperasi

 

Upaya pelestarian Tari Emprak tahun 1980-2015 di Desa Maron Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar dan nilai-nilai pendidikannya / Uswatun Khasanah

 

ABSTRAK Khasanah, Uswatun. 2016. Upaya Pelestarian Tari Emprak Tahun 1980—2015 di Desa Maron Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar dan Nilai-nilai Pendidikannya. Skripsi. Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Irawan, M. Hum. Kata kunci: pelestarian, tari emprak, nilai pendidikan. Srengat adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar yang memiliki tari tradisional disebut tari emprak. Tari emprak lahir, tumbuh, dan berkembang di Desa Maron Kecamatan Srengat. Banyak warga masyarakat yang belum mengenal tari emprak. Hal ini disebabkan karena tari emprak hanya dipentaskan pada hari-hari tertentu yaitu hari kelahiran nabi. Selain hari itu tari emprak jarang dipentaskan. Banyak warga masyarakat Desa Maron lebih mengenal tari-tari modern dari luar negeri yang ditayangkan di televisi dari pada tari tradisional yang ada di daerahnya sendiri. Kondisi ini menyebabkan tari emprak terancam hilang keberadaannya di wilayah Kabupaten Blitar. Latar belakang inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai upaya pelestarian tari emprak tahun 1980—2015 di Desa Maron, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar dan nilai-nilai pendidikannya. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui sejarah tari emprak di Desa Maron Kecamatan Srengat, 2) menjelaskan upaya pelestarian tari emprak di Desa Maron Kecamatan Srengat dan nilai-nilai kependidikannya. Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah metode sejarah. Metode penelitian ini terdiri dari 5 tahap yaitu 1) pemilihan topik, 2) heuristik, 3) verifikasi, 4) interpretasi, dan 5) historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, pertama tari emprak sudah ada di Desa Maron sejak tahun 1980. Tari ini digunakan untuk menyebarkan ajaran Islam. Pada tahun 1986 tari emprak sulit ditemukan karena tidak ada peminatnya. Baru tahun 1988 tari emprak dimodifikasi agar lebih modern dan menyesuaikan perkembangan zaman. Kedua upaya yang dilakukan untuk menjaga kelestarian tari emprak adalah memodifikasi tari emprak menjadi lebih modern, diikutkan dalam ajang lomba tari tingkat provinsi, menetapkan sebagai tarian khas Kabupaten Blitar, pagelaran tari emprak di berbagai acara, regenerasi penari, dijadikan materi ajar sanggar tari, dan dijadikan materi ekstrakurikuler tari di sekolah. Kedua nilai kependidikan tari emprak meliputi sikap disiplin, tanggung jawab, sabar, tangkas, penuh semangat, rendah hati, kerapian, keindahan, kerjasama dengan orang lain, dan menghargai apapun yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia seperti tari emprak ini.

Study diskriptif korelatif mengenai teknik pembinaan pendidikan oleh kepala sekolah dengan kualitas mengajar guru SDN / oleh Puji Hastutie

 

Pembelajaran dengan pendekatan open ended untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII-G SMP Negeri 12 Malang / Ayu Dwi Setyaningtyas

 

ABSTRAK Setyaningtyas, Ayu Dwi. 2016. Pembelajaran dengan Pendekatan Open Ended untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas VIII-G SMP Negeri 12 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1): Dra. Ety Tejo Dwi Cahyowati, M.Pd Kata Kunci: Pendekatan Open Ended, Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika kelas VIII-G SMP Negeri 12 Malang dan observasi langsung saat pembelajaran, diketahui bahwa selama kegiatan pembelajaran guru hanya memberikan permasalahan yang hanya memiliki satu solusi dan sebagian besar siswa memiliki kemampuan berpikir kreatif yang kurang. Kelemahan ini juga terlihat dari hasil pretes materi operasi aljabar yang menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa adalah sebesar 16%. Pada permasalahan ini, peneliti menerapkan pembelajaran dengan pendekatan open ended yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII-G SMP Negeri 12 Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran menggunakan pendekatan open-ended yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII-G SMP Negeri 12 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung selama dua siklus. Tahapan-tahapan penelitian tindakan kelas terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data yang dikumpulkan meliputi: 1) data aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran dengan pendekatan open ended, 2) data catatan lapangan, 3) data hasil tes akhir siklus. Data diperoleh dengan cara 1) observasi, 2) wawancara, 3) tes, 4) dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan open-ended yang meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII-G SMP Negeri 12 Malang dengan langkah-langkah sebagai berikut, yaitu 1) guru mendesain pembelajaran dengan membagi siswa kedalam beberapa kelompok yang dipilih secara heterogen; 2) guru menyajikan problem open ended, pada langkah ini guru memberikan instruksi tambahan mengenai problem open ended secara klasikal untuk membantu siswa memahami masalah. Selain itu, guru juga menyajikan problem open ended di akhir LKS agar siswa dapat menyelesai-kan masalah dengan mengelola pengetahuan yang diperoleh pada kegiatan sebelumnya; 3) guru meminta siswa mendiskusikan permasalahan yang diberikan. Pada langkah ini guru memberikan durasi waktu 15 menit untuk menyelesaikan problem open ended agar siswa dapat mengeksplorasi problem; 4) guru meminta setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Pada langkah ini guru memberikan kesempatan semua kelompok untuk menunjukkan hasil diskusinya dalam menyelesaikan problem open ended agar tampak adanya keberagaman jawaban antar kelompok; 5) guru meminta perwakilan kelompok untuk menyimpulkan apa yang telah didiskusikan dan kelompok lain memberikan tanggapan. Hasil tes akhir siklus II menunjukkan bahwa prosentase rata-rata kemampuan berpikir kreatif matematis siswa secara klasikal meningkat dari kategori kurang baik menjadi kategori sangat baik dengan indikator berpikir kreatif siswa secara klasikal yaitu kelancaran yang meningkat dari 31% menjadi 82%, keluwesan yang meningkat dari 39% menjadi 71%, keaslian yang meningkat dari 48% menjadi 71%, memperinci yang meningkat dari 28% menjadi 91%. Sehingga prosentase rata-rata secara klasikal meningkat dari 36% menjadi 79%. Selain itu, hasil observasi aktivitas guru dan siswa meningkat dari kategori baik menjadi kategori sangat baik.

Efektivitas penggunaan lembar kerja siswa dalam meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal essai di SMA Widya Dharma Turen Malang / oleh Sulistiono

 

Peran fasilitator dalam pemberdayaan anak jalanan (studi kasus pemberdayaan anak jalanan di komunitas Save Street Child (SSC) Malang) / Reno Riandri Pristiawan

 

ABSTRAK Pristiawan, Riandri Reno. 2015. Peran Fasiliator Dalam Pemberdayaan Anak Jalanan (Studi Kasus Pemberdayaan Anak Jalanan di Komunitas Save Street Child Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. S. Mundzir, M.Pd, (2) Dr. Djauzi Moedzakir, M.A Kata Kunci:Fasilitator, Peran Fasilitator Anak jalanan merupakan bagian penting dalam aspek pemberdayaan. Padaera globalisasi sangat penting bagi generasi muda untuk memberikan peluang dankesempatan bagi anak jalanan untuk meningkatkan kemampuan, kesempatanbelajar, dan kompetensi agar mereka mampu bersaing menghadapi dunia global.Pada komunitas yang memiliki fokus dalam pemberdayaan anak jalanan, dibutuhkan seorang fasilitator anak jalanan yang mampu berperan penting dalam pemberdayaan anak jalanan. Peran-peran tersebut mampu mendorong anak jalanan ke arah yang lebih baik.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran fasilitator Komunitas SSC Malang dalam pemberdayaan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan teknik purposive, observasi dan dokumentasi pada fasilitator SSC Malang. Analisis data dilakukan dengan melakukan teknik analisis spiral Creswell.Untuk menjaga keabsahan dilakukan dengan memperpanjang keikutsertaan peneliti terkait kegiatan pada Komunitas SSC Malang. Pengecekan keabsahan penelitian menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Dari penelitian mengenai peran fasilitator diperoleh beberapa hasil penelitian pada Komunitas SSC Malangmengenai peran fasilitator yaitu (1) peran pembelajaran, (2) peran sebagai pemberi motivasi, dan (3) peran sebagai penggerak partisipasi.Peran yang dilakukan oleh fasilitator dilakukan melalui berbagai kegiatan sesuai program SSC Malang mulai dari Love and Share, Weekend Seru, Happy Vacation, Belajar Bareng, 1001 Susu, Book Hunter, dan One Bag One Million Dreams. Peran yang dilakukan tidak hanya melalui program kegiatan yang telah disusun tetapi juga melalui pemberian pembelajaran skill mendesain, sharing pengalaman fasilitator, dan memberikan tanggung jawab anak jalanan untuk disiplin ketika berada di basecamp. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa peran yang dilakukan oleh fasilitator SSC Malang sudah cukup baik, akan tetapi perlu adanya peningkatan dalam hal keikutsertaan fasilitator SSC Malang dalam pelatihan pengembangan dan pemberdayaan anak jalanan. Saran (1) Hendaknya SSC Malang sebagai komunitas pemberdayaan anak jalanan di Kota Malang lebih banyak menjalin sosialisasi dan hubungan dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Kota Malang agar dalam menjaring anak jalanan bisa mendapatkan dukungan penuh. (2)Para fasilitator harus lebih meningkatkan kompetensi dengan mengikuti pelatihan pengembangan dan pemberdayaan anak jalanan.

Hubungan antara faktor-faktor geografis dan demografis dengan minat melanjutkan sekolah ke SMTP bagai anak usia 13-15 tahun di wilayah Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang / oleh Indayan Budi L. Sir

 

Studi kelayakan pengadaan unit usaha foto copy pada koperasi mahasiswa IKIP MALANG / oleh Sovia Yuli Astuti

 

Pengembangan buku ajar bolabasket untuk siswa SMPN 1 Pakis Kabupaten Malang / Putri Widhari Purnamaningrum

 

ABSTRAK Purnamaningrum, Putri Widhari. 2015. Pengembangan Buku Ajar Bolabasket Untuk Siswa SMPN 1 Pakis Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Saichudin, M. Kes, (II)Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. Kata Kunci: Pengembangan, Buku Ajar Bolabasket, Siswa SMP Pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMPN 1 Pakis Kabupaten Malang masih belum berjalan maksimal. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti, diketahui bahwa keterbatasan sumber belajar khususnya tentang materi bolabasket pada buku ajar penjasorkes yang selama ini masih bersifat penjelasan umum. Sehingga terkadang materi yang diberikan masih ada persamaan dengan tiap kelas. Selanjutnya, peneliti melakukan analisis kebutuhan dalam bentuk angket kepada 30 siswa perwakilan kelas VII, VIII, dan IX yang diberikan pada tanggal 17 Februari 2014. Dari analisis kebutuhan diperoleh 85% merasa belum puas dengan sumber belajar yang ada saat ini.50% siswa sedikit mengerti tentang materi bolabasket. 90% siswa menginginkan sumber belajar baru dalam bentuk buku ajar Bolabasket. 70% siswa menyatakan sangat setuju jika mereka mendapatkan buku ajar bolabasket sebagai sumber belajar baru. Pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar bolabasket untuk siswa SMP, dengan harapan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan keaktifan siswa dalam membaca dan mempelajari materi-materi yang ada untuk memperkaya pengetahuan tentang pelajaran pendidikan jasmani khususnya materi bolabasket. Penelitian yang dilaksanakan di SMPN 1 Pakis Kabupaten Malang ini, termasuk jenis penelitian dan pengembangan (research and development) yang mengacu pada model pengembangan research and development Borg dan Gall. Subjek pengembangan buku ini yakni 864 siswa yang diambil secara acak (random sampling).Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif berupa persentase, yang digunakan untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil dan kelompok besar. Berdasarkan uji coba kelompok kecil dengan jumlah 15 siswa perwakilan kelas VII, VIII, IX diperoleh persentase rata-rata 81,8%. Dari uji kelompok besar dengan jumlah 45 siswa perwakilan kelas VII, VIII, IX diperoleh presentase dengan rata-rata 82,2%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa buku ajar bolabasket untuk siswa SMP ini menarik, jelas, isinya mudah dipahami bagi guru dan siswa.

Kedudukan dan peranan dwifungsi ABRI dalam stabilitas politik Indonesia masa orde baru / oleh Moh. Noor Rofiq

 

Meningkatkan keterampilan lompat jangkit menggunakan metode bermain pada siswa kelas VII-D MTs Negeri Sumberjo Kabupaten Blitar / Dhika Wisnu Christawan

 

ABSTRACT Christawan, Dhika Vishnu. 2014 Improving Skills Using the triple jump method Seventh Grade Students Playing In MTS-D State Sumberjo Blitar. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, University of Malang. Supervisor (1) Dra. Sri Purnami, M. Pd (2) Drs. Supriatna, M.Pd. Keywords: triple jump, method of play, junior Learning of physical education, sport and health (Dikjaskes) in public schools should ideally go well for example: master teacher teaching materials, can apply a variety of methods, can provide video learning method. However the reality Dikjaskes learning in junior secondary school (MTs) material triple jump athletics numbers not as expected. That is because only the teacher in implementing the learning exercise or enforce any of the methods course is lecture method. This has an impact on the learning process and the learning takes place not running as desired. Students are not learning like athletics, students are not listening to the teacher, students kidding themselves that have an impact on student learning outcomes. Action research aims to improve the learning that has not been effective. To improve learning in the classroom action research is necessary to the stages in the development of programs and research implementation. These stages namely the planning, implementation, observation and reflection. With the several stages of the research are expected to run well and in line with expectations. Research conducted in this Sumberjo MTs using descriptive qualitative research method. In the implementation of learning, record things that are deviant or not in accordance with the plan in the form of field notes and the success rate triple jump. The results of the application of the method to play in cycle 1, namely: the techniques prefix no student who made a mistake. On tiptoe techniques there are 6 students or 15.70% higher should tolakannya forward direction, 16 students or 42.11% pivot foot is drawn up and is still bent. At step technique there are 10 students or 26.32% pivot foot is still silent, 14 students or 36.84% is still bent front leg and 17 students or 44.73% both hands still or not taken. In the jumping technique, there are 3 students or 7.89% hand bent, 7 students or 44.73% passive pivot foot and 6 students or 15.79% at the time of landing is still using one leg. In cycle 2 has been shown to decrease the errors in the prefix techniques which make no mistake. On tiptoe engineering students or 10.53% 4 pivot leg is still passive. In step 5 engineering students or 13.16% megayunkan not second hand. In the jumping technique, there are 4 students or 10.53% are not bent knee in front of the chest. The research method aims to improve the skills of playing triple jump. It is expected that teachers play dikjas using methods that increase knowledge and to improve the skills of students as well as to improve students' attitudes into a better attitude.

Studi tentang hubungan efektivitas pelaksanaan fungsi manajemen dengan pengembangan usaha unit pertokoan pada koperasi (non KUD) se Kotamadya Malang / oleh Evi Efendi

 

Manajemen keuangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) (studi kasus di KUB Sari Bumi Jaya) / Baiti Rochimah

 

ABSTRAK Rochimah, Baiti. 2015. Manajemen Keuangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) [Studi di KUB Sari Bumi Jaya] Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak (II) Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak Kata Kunci: Manajemen Keuangan, UMKM Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen keuangan UMKM di Kabupaten Blitar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripstif kualitatif, dilakukan dalam bentuk studi lapangan melalui teknik observasi. Obyek penelitian adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sari Bumi Jaya yang beralamatkan di Desa Sumberasri RT 001 RW 011 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. KUB Sari Bumi Jaya merupakan UMKM yang bergerak dibidang produksi makanan ringan yaitu jenis keripik. Hasil penelitian menunjukkan sumber dana KUB Sari Bumi Jaya berasal dari modal pribadi dan hasil tabungan dari keuntungan/laba yang ditahan selama usaha dilakukan. KUB Sari Bumi Jaya belum memisahkan aset perusahaan dengan harta kepemilikan pribadi pengelola. KUB Sari Bumi Jaya belum pernah melakukan penambahan modal/dana melalui pinjaman pada lembaga keuangan resmi. Kebijakan pendanaan KUB Sari Bumi Jaya sumber modal/dana sepenuhnya digunakan untuk membiayai proses produksi meliputi pengadaan bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead produksi (BOP) dan biaya pemasaran. Kebijakan investasi dilakukan berdasarkan jumlah pesanan yang dialokasikan untuk biaya proses produksi dengan mempertimbangkan keuntungan yang akan diperoleh. Pendapatan KUB Sari Bumi Jaya diperoleh dari jumlah semua hasil penjualan per jenis keripik dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi. Perhitungan harga jual poduksi (HJP) berdasarkan harga pokok produksi (HPP) dibagi jumlah produksi per kg untuk setiap jenis produksi. Harga jual yang dibebankan pembeli berdasarkan “perkiraan” dimana sebelumnya melakukan survei harga dengan produk yang sejenis. Kebijakan pembagian keuntungan KUB Sari Bumi Jaya dari hasil penjualan digunakan untuk menambah perkembangan usaha sebagai laba yang ditahan. Manajemen keuangan KUB Sari Bumi Jaya masih menggunakan sistem manajemen tradisional. Pengambilan keputusan/kebijakan berkaitan dengan pengelolaan keuangan KUB Sari Bumi Jaya hanya berdasarkan naluri dan perhitungan payback period yang sederhana. Pendanaan KUB Sari Bumi Jaya lebih banyak ditentukan dari investasi-investasi jangka pendek.

Pembagian warisan menurut hukum adat di desa Puru Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek
oleh Sukarni

 

Pengaruh umur perusahaan, kompleksitas operasi perusahaan, ukuran kantor akuntan publik dan opini auditor terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tahunan (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2012) / Fa

 

Wardani, Farida Kusuma. 2014. Pengaruh Umur Perusahaan, Kompleksitas Operasi Perusahaan, Ukuran Kantor Akuntan Publk dan Opini Auditor terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2012). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si., Ak. (2) Dr. Dyah Aju Wardhani, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Ketepatan Waktu, Umur Perusahaan, Kompleksitas Operasi Perusahaan, Ukuran Kantor Akuntan Publik, Opini Auditor.          Laporan keuangan merupakan informasi keuangan dimana akan berguna bagi pengguna untuk mengambil keputusan-keputusan ekonomi jika memenuhi karakteristik kualitatif laporan keuangan yaitu dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat dibandingkan. Suatu informasi yang relevan dan andal akan memiliki kendala mengenai ketepatan waktu. Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan sangat dibutuhkan sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi keputusan yang diambil. Ketepatan waktu merupakan kualitas yang berkaitan dengan ketersediaan informasi pada saat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris tentang pengaruh umur perusahaan, kompleksitas operasi perusahaan, ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP), dan opini auditor terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tahunan.     Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 sebanyak 148 perusahaan. Pemilihan sampel berdasarkan metode purposive sampling menghasilkan sampel penelitian sebanyak 90 perusahaan untuk periode 2 tahun, sehingga sampel total adalah 180. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleksitas operasi perusahaan dan ukuran KAP berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tahunan. Akan tetapi, tidak ditemukan bukti bahwa umur perusahaan dan opini auditor berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tahunan. Dianjurkan untuk penelitan selanjutnya hendaknya memperpanjang periode penelitian, mengganti pengukuran ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tahunan, memperluas populasi penelitian, dan menambahkan faktor lain, misalnya penerapan IFRS pada perusahaan, penggunaan teknologi, perubahaan peraturan mengenai penyampaian laporan keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), proporsi kepemilikan publik, yang dapat mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tahunan.

Pengembangan trainer line follower berbasis mikrokontroller untuk siswa SMK Negeri 2 Singosari pada mulok Robotika / Bagus Arifianto

 

ABSTRAK Arifianto, Bagus. 2014. Pengembangan Trainer Line Follower berbasis mikrokontroller untuk Siswa SMK Negeri 2 Singosari pada mulok Robotika.Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan teknik elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Puger Hanggowiyono, M.T. (2) Drs. Hari Putranto Kata Kunci :Trainer, Line Follower, mikrokontroller Ilmu pengetahuan dibidang robotik pada era milenium ini sudah berkembang pesat, banyak sekolah ataupun universitas yang mengadakan kompetisi di bidang robotika terutama Line Follower. Dalam pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan trainer yang di dalamnya mencakup sensor, driver motor, mikrokontroller serta listing program yang terdapat didalam jobsheet dan materi dasar line follower Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari langkah-langkah pengembangan Sugiyono yakni, (1) Identifikasi masalah, (2) Pengumpulan Informasi, (3) Desain produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji coba produk(kelompok kecil), (7) Revisi produk, (8) Uji coba produk(kelompok besar), (9) Revisi Produk, (10) Produksi Massal Berdasarkan hasil hitung didapatkan persentase skor ahli media Drs. Hari Putranto sebesar 88% untuk trainer dan 83,75 % untuk modul dengan nilai rerata 85,88%. Berdasarkan kriteria kelayakan termasuk dalam kualifikasi valid. Ahli materi 1 Dr.Eng. Siti Sendari.S.T.,M.T dengan persentase trainer sebesar 89% dan 89,7% untuk modul cetak dengan nilai rerata 89,35%. Sesuai dengan kriteria kelayakan termasuk dalam kualifikasi valid. Ahli materi 2 Mokh.Amrul Sadat .S.T dengan persentase trainer sebesar 95% dan 100% untuk modul cetak dengan nilai rerata 97,5%. Sesuai dengan kriteria kelayakan termasuk dalam kualifikasi valid. Hasil uji coba kelompok kecil kelas XII EI 2 berdasarkan angket keterlaksanaan siswa, persentase trainer sebesar 84,17 % dan modul cetak sebesar 81,71 % dan nilai rata-rata pretes sebesar 82,15 naik menjadi 92,33 untuk nilai postes. Hasil uji coba kelompok besar kelas XI EI 1 berdasarkan angket keterlaksanaan siswa, persentase trainer sebesar 89,847 % dan modul cetak sebesar 89,12 % dan nilai rata-rata pretes sebesar 54,33 naik menjadi 84,08 untuk nilai postes. Berdasarkan hasil pretes dan postes kelompok kecil maupun besar mengalami kenaikan.

Pentingnya kesadaran hukum warga negara dalam menunjang stabilitas politik nasional bangsa / oleh Sufa'at

 

Pengembangan media komik elektronik untuk pembelajaran menulis teks anekdot SMA kelas X / Rina Septi Maharani

 

ABSTRAK Maharani, Rina Septi. 2015. Pengembangan Media Komik Elektronik Untuk Pembelajaran Menulis Teks Anekdot SMA Kelas X. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd, (2) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd Kata Kunci: media komik elektronik, menulis, teks anekdot. Perkembangan teknologi pada era modern juga berdampak pada dunia pendidikan. Pembaruan dilakukan pada hampir seluruh aspek pendidikan, begitupun dengan penerapan kurikulum. Pada ranah pembelajaran bahasa Indonesia, kurikulum terbaru yakni Kurikulum 2013 pada jenjang SMP dan SMA berbasis pada teks. Pada jenjang SMA, teks anekdot adalah salah satu teks yang harus dikuasai oleh siswa kelas X. Bahan ajar yang sudah mulai variaif belum diikuti dengan media pembelajaran yang mendukung. Media pembelajaran merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Media pembelajaran erat kaitannya dengan kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran adalah salah satu unsur yang dapat memudahkan kegiatan pembelajaran. Pentingnya sebuah media pembelajaran dapat dilihat dari studi pendahuluan yang ada di lapangan. Hasil studi pendahuluan di lapangan menunjukkan bahwa siswa memiliki minat yang baik terhadap pembelajaran menulis teks anekdot. Siswa memiliki skemata bahwa pembelajaran menulis teks anekdot adalah kegiatan belajar yang baru mereka lakukan dalam pelajaran bahasa Indonesia. Karakter teks anekdot yang lain dari teks lain semisal cerpen, novel, maupun teks drama yang sering mereka baca menjadikan teks anekdot sedikit terasa asing bagi siswa. Selain itu, media pembelajaran yang tersedia belum variatif. Sumber belajar dari buku kurang menarik bagi siswa. Pada akhirnya hal tersebut membuat siswa mengalami banyak kesulitan meskipun minat karena rasa penasaran baik untuk menulis teks anekdot. Alasan tersebut mendorong peneliti untuk melakukan pengembangan media komik elektronik untuk pembelajaran menulis teks anekdot. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, maka tujuan umum penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran menulis teks anekdot untuk siswa kelas X SMA yang mencakup tiga kriteria, yaitu deskripsi isi media pembelajaran yang relevan dengan kompetensi dasar menulis teks anekdot, sistematika penyajian media pembelajaran yang atraktif untuk siswa kelas X SMA, dan tampilan media pembelajaran yang menarik untuk siswa kelas X SMA. Untuk mencapai tujuan penelitian, digunakan rancangan penelitian yang diadaptasi dari model desain pengembangan Borg dan Gall. Berdasarkan model tersebut, dalam penelitian ini ada 4 tahap, yakni (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba dan revisi, dan (4) tahap penyempurnaan produk akhir.Validasi dilakukan melalui validasi ahli materi, ahli media, dan praktisi. Uji coba lapangan dilakukan dengan siswa kelas X SMA Negeri 1 Pare. Dari hasil uji coba produk, ahli materi dan pembelajaran bahasa Indonesia memberikan nilai kelayakan aspek materi sebesar 86,1%, sedangkan praktisi memberikan 91,6%. Pada aspek sistematika penyajian media pembelajaran, ahli media pembelajaran memberikan nilai sebesar 81,2%, ahli materi dan pembelajaran bahasa Indonesia memberikan nilai kelayakan sebesar 80%, sedangkan praktisi memberikan 100%. Pada aspek bahasa media pembelajaran, ahli media memberi nilai 83,3%, ahli materi memberi nilai 83,3%, sedangkan praktisi memberi nilai 100%. Pada aspek tampilan media pembelajaran, ahli media memberi nilai kelayakan sebesar 93,3%, ahli materi dan pembelajaran bahasa Indonesia memberi nilai kelayakan sebesar 96,4%, sedangkan praktisi memberikan 82,1%. Dari uji coba lapangan, siswa memberikan nilai kelayakan pada aspek materi sebesar 78,3%. Pada aspek sistematika penyajian sebesar 80%. Pada aspek bahasa sebesar 85% dan aspek tampilan sebesar 76,6%. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa aspek materi, sistematika penyajian, dan tampilan telah memenuhi kriteria layak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa (1) aspek materi telah sesuai dengan materi menulis Teks anekdot SMA, (2) aspek sistematika penyajian mudah digunakan oleh siswa, dan (3) tampilan media pembelajaran menarik. Hasil pengembangan produk media pembelajaran menulis teks anekdot ini dari segi isi mudah dipahami oleh siswa karena materi sesuai dengan materi menulis teks anekdot SMA, materi fokus pada pengembangan struktur teks anekdot bukan definisi teks anekdot, terdapat komik anekdot yang dikemas dalam bentuk elektronik sebagai sumber ide untuk siswa, serta terdapat latihan pada setiap komik agar siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan. Dari segi bahasa, media pembelajaran menggunakan ragam bahasa baku, lugas, menarik, memotivasi, dan menggunakan sapaan “kalian”. Dari segi sistematika, media pembelajaran mudah digunakan oleh guru karena setiap menu media pembelajaran ini langsung disusun sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran menulis teks anekdot. Dan dari segi tampilan, media pembelajaran dilengkapi dengan berbagai gambar yang menarik serta perpaduan warna yang sesuai dengan siswa SMA. Produk media pembelajaran menulis teks anekdot ini dapat dibaca, dipelajari, dan dimanfaatkan oleh semua pihak diantaranya guru dan siswa SMA kelas X. Guru dapat memanfaatkan media pembelajaran ini untuk membantu para siswa dalam materi menulis teks anekdot. Media pembelajaran ini dapat digunakan oleh siswa dengan bimbingan guru. Media pembelajaran ini juga dapat digunakan oleh guru sebagai salah satu media pembelajaran untuk materi menulis teks anekdot.

Pembagian harta peninggalan menurut hukum waris adat yang berlaku di Kabupaten Pamekasan / oleh Achmad Fachrurrazi

 

Pengembangan bahan ajar statika untuk SMK Teknik Gambar Bangunan berbasis metode pemecahan masalah / Ahmad Subaiki

 

ABSTRAK Subaiki,Ahmad, 2016. Pengembangan Bahan Ajar Statika untuk SMK Teknik Gambar Bangunan Berbasis Metode Pemecahan Masalah. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T. (II) Drs. Priyono, M.Pd. Kata kunci: Statika, Pemecahan masalah, SMK, Teknik Bangunan. Mengacu pada beberapa hasil penelitian dan survey pendahuluan pada beberapa SMK ditemukan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa pada matapelajaran Statika rendah, hal ini disebabkan karena guru menggunakan metode ceramah saat pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan bahan ajar agar siswa bisa lebih aktif dalam pembelajaran. Guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, maka pengembangan bahan ajar matapelajaran Statika dilakukan dengan metode pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan (1) Menghasilkan bahan ajar matapelajaran Statika sebagai pegangan guru dalam memberikan pelajaran di dalam kelas dengan menggunakan metode pemecahan masalah, (2) Mengetahui tingkat validasi terhadap bahan ajar matapelajaran Statika dengan metode pemecahan masalah. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dan teknik analisis data yang digunakan adalah diskriptif kualitatif dan kuantitatif.Subyek penelitian ini adalah 1(satu) ahli pembelajaran, 3(tiga) guru pengajar, dan 6(enam) siswa kelas X SMKN 1 Udanawu diambil purposive sampling, yakni 2 siswa nilainya baik, 2 siswa nilainya sedang, dan 2 siswa nilainya dibawah standar. Instrument yang digunakan dalam penelitian adalah lembar penilaian bahan ajar, lembar penilaian media ajar, dan lembar penilaian lembar kerja siswa/job sheet. Berdasarkan analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Penelitian ini menghasilkan suatu produk berupa bahan ajar matapelajaran Statika untuk siswa SMK Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan. Perangkat bahan ajar ini terdiri dari bahan ajar, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pedoman guru, dan lembar kerja/job sheet. (2) Berdasarkan uji validitas, bahan ajar ini termasuk valid.

Pelaksanaan hak asasi manusia bagi terpidana di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Malang / oleh Eny Kusmiyatin

 

Pengaruh kemampuan ketrampilan proses kimia dan sikap terhadap ilmu kimia terhadap hasil belajar kimia dasar I mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA IKP MALANG angkatan tahun 1993/1994 / oleh Istiana

 

Bentuk interaksi sosial kelompok pecandu narkoba usia remaja / Achmad Vicki Alhabsi

 

ABSTRAK Alhabsi, Achmad Vicki. 2015. Bentuk Interaksi Sosial Kelompok Pecandu Narkoba Usia Remaja. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat S.Psi, M.Si, Psikolog (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi.. Kata kunci: interaksi sosial, remaja, narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial kelompok pecandu narkoba usia remaja dan faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk interaksi sosial kelompok pecandu narkoba usia remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus, dengan pemilihan subjek menggunakan teknik purposive, subjek penelitian berjumlah 3 (tiga) orang dengan kriteria (1) Subjek merupakan remaja laki-laki berusia kisaran 12 – 20 tahun, (2) Subjek adalah penduduk asli daerah tersebut, (3) Subjek merupakan perokok aktif. Penggalian data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk interaksi sosial kelompok pecandu narkoba usia remaja mempunyai satu kesimpulan umum, yaitu mereka berinteraksi sosial dengan lebih cenderung ke dalam bentuk kerjasama. Faktor yang mempengaruhi bentuk-bentuk interaksi sosial kelompok pecandu narkoba usia remaja adalah imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diberikan adalah Para pecandu narkoba usia remaja seharusnya lebih bersosialisai dengan masyarakat untuk aktif dalam pembangunan atau organisasi di desa, karena mereka telah memiliki kepercayaan diri kembali meskipun hal itu dipengaruhi oleh kecanduan narkoba. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah untuk mengembangkan kerjasama para pecandu narkoba usia remaja agar lebih nampak kepada masyarakat di daerah masing-masing subjek yang diteliti. Peneliti selanjutnya juga diharapkan mampu memberikan tambahan pengamatan atau observasi yang mendalam secara berkelanjutan sehubungan dengan bentuk interaksi sosial kelompok pecandu narkoba usia remaja.

Hubungan antara prestasi akademik sebelum dan sesudah memogram paket khusus pendidikan kepelatihan dan pendidikan kesehatan & rekreasi pada mahasiswa PSSJ POK angkatan tahun 1992
oleh Kati Sri Wilujeng

 

Pengaruh kombinasi latihan ball feeling terhadap prestasi keterampilan long pass sepakbola di Persatuan Sepakbola Tunjung Sekar Malaang / Fandi Irawan

 

ABSTRAK Irawan, Fandi. 2016. Pengaruh Kombinasi Latihan Ball Feeling terhadap Prestasi Keterampilan Long Pass Sepakbola di Persatuan Sepakbola Tunjung Sekar Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd. Kata Kunci: kombinasi latihan ball feeling, prestasi long pass. Sepakbola adalah sebuah permainan beregu yang dimainkan masing-masing sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. Dalam permainan sepakbola, long pass merupakan gerakan yang wajib dilakukan oleh setiap pemain. Kemampuan long pass harus dikembangkan pada setiap pemain sepakbola guna menunjang kemampuan saat bermain sepakbola. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi latihan ball feeling terhadap prestasi long pass sepakbola di Persatuan Sepakbola Tunjung Sekar Malang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen. Sampel penelitian ini adalah 24 pemain Persatuan Sepakbola Tunjung Sekar Malang. Sampel penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen kombinasi latihan ball feeling berjumlah 12 pemain dan kelompok komando berjumlah 12 pemain. Analisis data dari penelitian ini yaitu berupa teknik analisis varians satu jalur. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian. Pertama, kombinasi latihan ball feeling memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi long pass pemain Persatuan Sepakbola Tunjung Sekar Malang (F hitung = 5,54 > F tabel 4,30). Kedua, latihan komando tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi long pass pemain Persatuan Sepakbola Tunjung Sekar Malang (F hitung = 0,156 < F tabel 4,30). Ketiga, ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara kombinasi latihan ball feeling dengan latihan komando terhadap prestasi long pass pemain Persatuan Sepakbola Tunjung Sekar Malang (F hitung = 24,988 > F tabel 4,30). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bentuk kombinasi latihan ball feeling ini dapat digunakan dalam latihan untuk meningkatkan prestasi long pass di Persatuan Sepakbola Tunjung Sekar Malang. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih Persatuan Sepakbola Tunjung Sekar Malang, hendaknya menggunakan kombinasi latihan ball feeling sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan prestasi keterampilan long pass sepakbola.

Analisis buku teks bahasa Indonesia kelas IV sekolah dasar
oleh Muchtar

 

Peningkatan keterampilan gerak tari melalui metode pemodelan pada siswa kelas VIIB SMPN 1 Rejoso Nganjuk / Titik Harsiwiyati

 

ABSTRAK Harsiwiyati Titik,2015. Peningkatan Keterampilan Gerak Tari melalui Metode Pemodelan pada Siswa Kelas VII B SMPN 1 Rejoso Nganjuk.Skripsi, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dra. NinikHarini, M.Sn Kata Kunci :keterampilan, geraktari, metodepemodelan Kesulitan atau rendahnya keterampilan gerak tari bagi siswa kelas VII B SMPN 1 Rejosodisebabkan oleh beberapa faktor, yaitu : (1)Siswa merasa kesulitan menirukan keterampilan gerak tari dengan meniru dari video; (2) Kegiatanmenaricenderungdiabaikanolehparasiswa; (3) Merasadirinyatidakbisamenari; (4) Siswatidakterbiasamenari di depanumum; (5) Masihbanyaksiswa yang tidakmaumemperdalamketerampilangeraktari; (6) Siswamerasamenaribukanmerupakanpelajaran yang penting. Kondisiiniterjadiketika guru menyampaikanmateridengan menggunakan metode mencontoh dari video,olehsebabituperludilakukandenganmetodepemodelangunameningkatkanketerampilangeraktarisiswa. Tujuanpenelitianiniadalah mendiskripsikan peningkatan keterampilan gerak tari melalui metode pemodelan pada siswa kelas VII BSMPN 1 RejosoNganjuk. Metode pemodelan merupakan kegiatan pemberian model dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan yang kita pikirkan, mende-monstrasikan bagaimana kita menginginkan para siswa untuk belajar atau melakukan apa yang kita inginkan agar siswa melakukannya. Jenispenelitian yang digunakanadalahpenelitiantindakankelas (PTK).PenelitianTindakanKelasdilakukandalamduasiklus.Setiapsiklusterdapat 4 tahapyaituperencanaan, pelaksanaan, pengamatan, danrefleksi.SubjekpenelitianadalahsiswakelasVII BSMPN1 RejosoNganjuk yang berjumlah 33 siswa. Pengumpulan data dilakukandenganteknikangketdantes, yangdianalisissecaradeskriptifmenggunakanpresentase (%). Berdasarkanhasilpelaksanaansiklus I dansiklus II, diperolehhasilsebagai berikut : (1) Peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II mencapai 6,21 nilai (dari hasil siklus I 75,91 menjadi 82,12 pada siklus II). (2) Peningkatan jumlah siswa berhasil mencapai 11 siswa (dari hasil siklus I20 siswa menjadi 31 siswa pada siklus II). (3) Peningkatan persentase keberhasilan mencapai 33,34% (dari hasil siklus I60,60% menjadi 93,94% pada siklus II). Saran yang diharapkan dalam penelitian, bagi guru adalah agar lebih kreatif dan inovatif dalam menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode pemodelan sebagai alat bantu untuk meningkatkan keterampilan gerak tari siswa kelas VII B SMPN I Rejoso Nganjuk.

Hubungan antara pemanfaatan laboratorium PDU Unit Komputer dan prestasi belajar matakuliah Programasi Komputer bagi mahasiswa Administrasi Perkantoran PDU FPIPS IKIP MALANG / oleh Hanik Mariana

 

Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis komputer pada materi peluang kelas X SMK / Fajar Maulana Rahmad

 

ABSTRAK Maulana, Fajar. 2016.Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Komputer Pada Materi Peluang Kelas X SMK. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sisworo Dr., M.Si, (II) Lucky Tri Oktoviana, S.Si, M.Kom Kata kunci: Macromedia Flash, Adobe Photoshop, materi peluang. Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang menjadi landasan beberapa ilmu pendidikan lainnya. Dalam pembelajaran matematika hendaknya peserta didik diajak mempelajari konsep matematika dari hal kongkrit menuju hal abstrak agar dapat memahami konsep yang dipelajari lebih mudah. Sebagian peserta didik dapat menghafal rumus, tetapi menggunakannya dalam menyelesaikan permasalahan nyata akan menjadi kendala sendiri bagi peserta didik. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Salah satu software yang berbasis komputerdan dapat digunakan dalam pengembangan media berbasis komputer ini adalah Maromedia Flash. Model penelitian dan pengembangan yang dikembangkan diadopsi dari model Thiagarajan yang dimodifikasi menjadi 3 tahap, yaitu (1) pendefinisian, (2) perancangan, (3) pengembangan. Produk yang dihasilkan berupa media pembelajaran interaktif berbasis komputer dengan nama DOLU MATH MEDIA telah diuji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya oleh validator dan pengguna selama penelitian. Hasil validasi didapatkan 3,6 dengan kriteria validdari validator ahli media dan 3,5 dengan kriteria valid dari validator ahli materi. Sedangkan dari hasil uji kepraktisan dan keefektifan berlangsung di SMKNegeri 4 Malang didapat kepraktisan dengan nilai 3,35, dengan kriteria praktis dan presentase keefektifan adalah 80%.

Penguasaan piranti kohesi dalam buku teks siswa kelas II SMA Ma'arif Trenggalek tahun ajaran 1993/1994 / oleh Sulistyowati

 

Penerapan model quantum teaching pada pembelajaran PKn untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Pungging Pasuruan / Siti Rohanah

 

ABSTRAK Rohanah, Siti. 2016. Penerapan Quantum Teaching pada Pembelajaran PKn untuk Meningkatkan Altivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Pungging Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbig (I) Drs. Dimyati, S.Pd., M.Pd, (II) Muchtar, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Quantum Teaching, aktivitas, hasil belajar. Berdasarkan observasi dan wawancara kepada guru dan siswa SDN Pungging pada saat pembelajaran PKn ditemukan permasalahan (1) guru menggunakan pendekatan konvensional yaitu teacher center, (2) sebanyak 10 dari 13 siswa mengikuti pembelajaran dengan pandangan kosong, (3) siswa mengganggu teman yang memperhatikan penjelasan guru, dan (4) siswa belum mampu menjawab pertanyaan dari guru. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) mendeskripsikan penerapan Quantum Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan, (2) mendeskripsikan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan, dan (3)mendeskripsikan hasil belajar siswa melalui penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data menggunakan tenik wawancara, observasi, tes dan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan: pemaparan data, reduksi data, pengelompokkan sesuai fokus masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quantum Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan sudah diterapkan dengan kerangka TANDUR secara utuh dan sistematis yang terdiri dari: 1) T = tumbuhkan, 2) A = alami, 3) N = namai, 4) D = demonstrasi, 5) U = ulangi, dan 6) R = rayakan. Pada pra tindakan data aktivitas belajar siswa hanya mendengarkan dan mencatat, pada siklus I data aktivitas siswa yaitu kerangka TANDUR yang terdiri dari: 1) menjawab pertanyaan (T = tumbuhkan), 2) bermain kartu (A = alami), 3) membuat bagan (N = namai), 4) bernyanyi (D = demonstrasi), 5) mengerjakan teka-teki silang (U = ulangi), dan 6) mendapat bintang prestasi (R = rayakan). Dari siklus I ke siklus II sebanyak 11 dari 13 siswa mengalami peningkatan aktivitas belajar.Pada pra tindakan ke siklus I sebanyak 11 dari 13 siswa mengalami peningkatan hasil belajar. Pada siklus I ke siklus II sebanyak 11 dari 13 siswa mengalami peningkatan hasil belajar. Berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa penerapan Quantum Teaching pada pembelajaran PKn dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Pungging Pasuruan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan dalam pelaksanaan pembelajaran sebaiknya guru lebih menumbuhkan motivasi siswa, sehingga siswa memperhatikan penjelasan guru dan menjadi lebih bersemangat ketika belajar.

Analisis bahan pelajaran membaca dan menulis buku teks bahasa Indonesia sekolah dasar kelas IV, V, dan VI berdasarkan pendekatan komunikatif / oleh In Hari Purwanto

 

Dampak perilaku modeling remaja terhadap tokoh idola dalam komik Jepang / Ifan Dwiga plawana Putra

 

ABSTRAK Dwiga, Ifan. 2015. Dampak Perilaku Modeling Remaja terhadap Tokoh Idola dalam Komik Jepang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si. (2) Ninik Setyowati, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: perilaku modeling, remaja, komik Jepang. Ketika anak menginjak masa remaja tokoh idola merupakan hal yang penting dan berfungsi sebagai role model atau teladan bagi dirinya. Namun komik sebagai salah satu bacaan yang digemari remaja sering dianggap minor dan negative oleh pihak-pihak tertentu. Karena komik dianggap merusak bahasa, penyebab kemalasan membaca buku pelajaran, meliarkan khayalan, serta sederetan dampak buruk lainnya termasuk kekerasan dan pornografi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui: (1) Bentuk perilaku modeling remaja terhadap tokoh idola dalam komik Jepang, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku modeling remaja terhadap tokoh idola dalam komik Jepang, dan (3) Dampak perilaku modeling remaja terhadap tokoh idola dalam komik Jepang. Karakteristik subjek penelitian ini adalah: (1) remaja, (2) tertarik pada komik jepang, dan (3) bersedia menjadi partisipan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) wawancara semi terstruktur, dan (2) metode observasi. Teknik trianggulasi sumber dan metode digunakan untuk pengecekan keabsahan data, sedangkan metode perbandingan digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Bentuk perilaku modeling yang ditiru adalah; kemampuan memecahkan berpikir tokoh idola, cara berpakaian dan meniru sifat tokoh idola. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku modeling adalah: semangat kesamaan gender, keinginan subjek untuk dapat berbuat seperti tokoh idola, menjadi individu yang lebih baik, serta mendapat pengakuan dari lingkungan pergaulannya. (3) Dampak dari perilaku modeling yang diperoleh bersifat positif adalah; (a) meningkatnya kemampuan dan prestasi subjek, sifat tidak mudah menyerah, menjadi lebih dewasa, lebih tenang, lebih kuat dan bertanggung jawab dalam menghadapi masalah; (b) Subjek menjadi lebih peka dan terbuka terhadap lingkungan sekitar, subjek berubah dalam berpenampilan, mendapatkan predikat fashionista dan eksistensi dalam pergaulan. Sebaliknya dampak negatif yang diperoleh dari perilaku modeling adalah menjadi orang yang bergaya hidup glamor dan suka menghambur-hamburkan waktu dan materi. Rekomendasi yang diberikan diantaranya adalah bagi para remaja diharapkan mampu untuk lebih memahami aspek dan nilai karakter tokoh idola yang ingin ditiru. untuk peneliti selanjutnya adalah peneliti selanjutnya diharapkan juga dapat lebih mengungkap masalah-masalah yang berhubungan dengan perilaku modeling pada remaja pecinta komik Jepang, seperti masalah modeling lainnya.  

The effect of using picture cards in the teaching-learning process on the students' mastery of vocabulary at Madrasah Ibtidaiyah Negeri Malang I / by Umi Azizah

 

Keefektifan sinema edukasi untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa SMK / Norma Riza Fuat Rahmawati

 

KEEFEKTIFAN SINEMA EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR SISWA SMK THE EFFECTIVENESS OF CINEMA-EDUCATION FOR IMPROVING THE AWARENESS OF ACADEMIC RESPONSIBILITY OF VOCATIONAL SCHOOL STUDENTS Norma Riza Fuat Rahmawati* Djoko Budi Santoso** Irene Maya Simon** Alamat : *Jurusan BK FIP UM, email: normarahmawati16@gmail.com **Pembimbing : Jurusan BK FIP UM, Jl. Semarang Nomor 5 Malang Email jurusan :jurusan_bkfipum@yahoo.com ABSTRAK : Sinema edukasi berupa potongan film merupakan salah satu upaya konselor untuk mempermudah siswa menangkap tujuan yang disampaikan. Rancangan subjek kuantitatif subjek eksperimen semu dengan one group pretest–posttest design. Pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan observasi. Analisis data dalam subjek menggunakan statistik non-parametrik uji beda Wilcoxon. Subjek subjek adalah siswa SMK berjumlah lima siswa. Hasil pretest menunjukkan lima siswa kurang memiliki kesadaran tanggung jawab belajar tetapi dari hasil posttest ada peningkatan setelah diberikan treatment. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik sinema edukasi efektif untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa SMK. Kata Kunci :Sinema edukasi, Kesadaran Tanggung Jawab Belajar dan Siswa SMK

Penerapan pendekatan problem posing untuk meningkatkan kemampuan mengukur panjang dengan satuan tidak tentu siswa kelas IV SDN Ketawanggede 2 Malang / Sukma Jati Raras

 

Kata Kunci: Problem Posing, Mengukur Panjang, Satuan Tidak Tentu Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada pelajaran matematika di kelas IV SDN Ketawanggede 2 Malang diketahui bahwa; 1) Aktivitas belajar siswa tampak pasif karena pembelajaran masih bersifat teacher center (terpusat pada guru). 2) Guru belum secara optimal menggunakan media pembelajaran; 3) Tingkat kemampuan siswa mengukur panjang dengan satuan tidak tentu masih rendah, hal ini terbukti berdasarkan pre tes yang diadakan diperoleh hasil rata-rata nilai sebbesar 64.21. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan siswa yaitu dengan menerapkan pendekatan problem posing. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah penerapan pendekatan problem posing untuk meningkatkan kemampuan mengukur panjang dengan satuan tidak tentu bagi siswa kelas IV SDN Ketawanggede 2 Malang?; 2) Apakah penerapan pendekatan problem posing dapat meningkatkan aktivitas belajar mengukur panjang dengan satuan tidak tentu siswa kelas IV SDN Ketawanggede 2 Malang?; 3) Apakah penerapan pendekatan problem posing dapat meningkatkan kemampuan mengukur panjang dengan satuan tidak tentu siswa kelas IV SDN Ketawanggede 2 Malang? Desain penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan pada setiap siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: 1) rencana, 2) tindakan, 3) observasi, 4) refleksi. Subyek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN Ketawanggede 2, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada semester genap tahun ajaran 2010/2011 sebanyak 19 siswa. Berdasarkan analisis data hasil penelitian setelah diterapkan pendekatan problem posing, diketahui bahwa: 1) aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 68,86 dan siklus II meningkat menjadi 73,9 dengan prosentase peningkatan 7.3%; 2) Sedangkan rata-rata nilai hasil belajar siswa siklus I diperoleh rata-rata sebesar 64,37 dan pada siklus II meningkat sebesar 75,12 dengan prosentase peningkatan aktivitas belajar sebesar 16,7 %. Data tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan pendekatan problem posing dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan siswa Dari data-data yang telah dipaparkan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan problem posing dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan siswa kelas IV SDN Ketawanggede 2, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Studi tentang pelaksanaan layanan bimbingan oleh penasehat akademik di IKIP MALANG / oleh Muchamad Choirudin

 

Pembelajaran remedial passing bawah bolavoli siswa putri kelas VII SMP Negeri 2 Sukowono Jember / Eka Fentiyana

 

Kata kunci: remedial dan passing bawah Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses belajar mengajar, memegang peranan penting dalam rangka pembentukan sikap dan pengetahuan serta budi pekerti yang dapat menunjang proses pertumbuhan serta mengembangkan potensi yang ada pada peserta didik yang lebih baik dari apa yang telah mereka dapatkan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pendidikan Jasmani dan kesehatan merupakan salah satu bidang studi yang menjadi muatan dalam kurikulum SMP, Permainan dan olahraga merupakan salah satu ruang lingkup dari mata pelajaran Pendidikan Jasmani olahraga dan kesehatan yang terdapat di dalam standar kompetensi Sekolah Menengah Pertama Kelas VII. Salah satu kompetensi dasarnya yaitu permainan bolavoli pada kelas VII salah satu materi pokoknya adalah passing bawah. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan bahwa bulan tanggal 05 maret 2010 dalam melakukan permainan bolavoli siswa kesulitan saat melakukan passing bawah, kesulitan ini karena kesalahan pada gerakan teknik dasar passing bawah. Kesalahan yang sering terjadi yaitu pada sikap badan, perkenaan bola, arah bola. Kesalahan gerakannya cenderung pada saat sikap badan, perkenaan bola, dan arah bola dilakukan salah, banyak siswa yang melakukan sikap badan dengan cara membungkung tidak dengan posisi tegak. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pembelajaran passing bawah yang meliputi : sikap kaki, sikap badan, pandangan lurus, cara pegangan tangan, lengan lurus, ayunan tangan, perkenaan tangan dan arah bola. Dengan pembelajaran remedial tehnik passing bawah siswa putri diharapkan keterampilannya lebih meningkat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas, Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sokowono Jember dengan jumlah subyek penelitian yaitu 38 orang siswa kelas VII .Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Pada siklus pertama adalah tingkat kesalahan paling tinggi pada teknik ayunan tangan yaitu44,7% dan untuk gerakan ayunan tangan yang sudah benar adalah 55,3% dengan kategori cukup baik, kemudian naik menjadi 63,1% masih dengan kategori cukup baik yang tingkat kesalahannya adalah 36,8%. Kemudian masih ada beberapa teknik dasar passing bawah yang lain yang juga tingkat kesalahannya banyak yaitu pada arah bola 42,1%, pandangan lurus 46,9%, lengan lurus 44,2%, sikap badan 526,3%. Pada siklus 1 tingkat kesalahan yang pada umumnya terjadi pada gerakan perkenaan bola dari 63,1% menjadi 42,1% dapat diartikan gerakan yang benar adalah dari 57,9% menjadi 68,4% dan dikategorikan cukup baik, meskipun dalam siklus 1 ini masih tetap dalam kategori cukup baik akan tetapi sudah mulai ada peningkatan pada teknik gerakan perkenaan bola. Pada siklus 2 tingkat kesalahan yang pada umumnya terjadi pada gerakan perkenaan bola dari 31,6 menjadi 0% dapat diartikan gerakan yang benar adalah dari 82,05% menjadi 100% dan dikategorikan baik. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran remedia dapat meningkatkan keterampilan passing bawah bolavoli siswa putri kelas VII SMP Negeri 2 Sukowono Jember, yang dilakukan selama enam kali tindakan. Dalam peningkatan keterampilan passing bawah atau keterampilan yang lainnya pada siswa, hendaknya guru memberikan banyak variasi metode bermain yang lebih seru, lebih disukai siswa, dan lebih baik serta lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan passing bawah siswa.

A contrastive analysis of english and Indonesian syntactic structures
oleh Muhadjiron Amier

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 |