Pengaruh good corporate governance dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia / Luthfiyah Hidayaturrachman

 

ABSTRAK Hidayaturrachman, Luthfiyah. 2016. Pengaruh Good Corporate Governance danUkuran Perusahaan terhadapManajemenLabapada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia.Skripsi, JurusanAkuntansi, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. BambangSugeng, S.E., M.A., M.M., Ak., (2) Dr. Sunaryanto., M.Ed. Kata Kunci: good corporate governance, ukuranperusahaan, manajemenlaba Mekanismegood corporate governance munculkarenaasumsidariagency theory yangmenyatakanbahwakonflikkepentinganantaraagendan principal perusahaandapatberdampakpadatindakanmanajemenlaba. Jensen &Meckling (1976) dalamteorikeagenanmenyatakanbahwapihakmanajemenperusahaanmenyalahgunakanwewenang yang diberikanolehpihakpemegangsahamuntukkepentinganpribadinya.Selainitu, ukuranperusahaanjugadapatmempengaruhitindakanmanajemenlaba.Hal inikarenapengelolaanpadaperusahaan yang berukurankecilcenderungdilakukanolehpemilikperusahaanitusendirisehinggatindakanmanajemenlabatidakdapatdibatasi.Adanyaasimetriinformasi yang dimilikiolehmanajerperusahaanmemberikankesempatanbagipihakmanajeruntukmemenuhikebutuhanhiduppribadinya, sehinggahaliniakanberdampakpadatindakanmanajemenlaba. Penerapangood corporate governance dalamsuatuperusahaandiharapkandapatmenjadialternatifpilihanuntukmeredamkonflikkepentingan yang berujungpadatindakanmanajemenlaba. Penelitianinimemberikanbuktiempirismengenaipengaruhgood corporate governance danukuranperusahaanterhadapmanajemenlaba.Mekanismegood corporate governance yang digunakandalampenelitianiniadalahproporsidewankomisarisindependen, komite audit, proporsidewandireksiindepeden, dansekretarisperusahaan.Indikator yang digunakandalammengukurtingkatmanajemenlabaadalahDiscretionary Accrual.Sampelpenelitianadalah 99 perusahaanmanufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia, yang dipilihmenggunakanpurposive samplingselamatahun 2012-2014.Teknikanalisis data yang digunakandalampenelitianiniadalahteknikanalisisregresi linier berganda. Berdasarkanhasilanalisis data dapatdisimpulkanbahwasemuamekanismegood corporate governance (proporsidewankomisarisindependen, komite audit, proporsidewandireksiindependen, dansekretarisperusahaantidakberpengaruhsignifikanterhadapmanajemenlaba.Sedangkanukuranperusahaanberpengaruhpositifsignifikanterhadapmanajemenlaba.Bagipenelitianselanjutnyadiharapkanmencarialternatifbaruterkaitmetodepenilaiansetiapvariabel agar mendapatkanhasil yang lebihsignifikan.

Ad-dirosah as-sikolojiyyah al-ijtima'iyyah fi qishshoti qois wa Laila" / Nasruddin"

 

Implementing STAD with Podcast materials to improve students' listening ability / Yunita Puspitasari

 

Thesis. Graduate Program in English Language Teaching. State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Nur Mukminatien M.Pd, (II) Dr. Yazid Basthomi, M.A. Key words: podcast materials, STAD, listening ability The fact that the Junior High School students have problems in listening comprehension was the concern of this study. The result of the preliminary study conducted at MTs Al-As’ad Jombang showed several findings: a) the students disliked the teaching of listening; b) the students stated that listening was difficult; c) the teacher used unvaried material; d) the teacher unwisely used time allotment. To solve these problems, a collaborative action research was conducted by implementing Student Teams Achievement Division (STAD) with podcast materials. The study was focused on describing how implementing STAD with podcast materials can improve students’ listening ability. STAD is selected as the strategy since it can motivate students to encourage and help each other master the skill presented by the teacher. Besides, this is the simplest model of cooperative learning which is believed to be very effective, meaningful, and motivating. While podcast is chosen as a source of materials as it comes in various themes, levels, and it is free and easy to be segmented. This collaborative action research comprised two cycles; each cycle consisted of four meetings. Three meetings were the implementation of the strategy, and the last meeting was devoted for the achievement test. The subjects of the research were 12 students of the eight grade of MTs Al-As’ad Jombang in 2010/2011 academic year. In conducting this study, the researcher and the collaborator worked together in planning, implementing, observing, and reflecting during the implementation of STAD with podcast materials. The data of the study were gathered through the following instruments: achievement test, observation checklists, and field notes. The achievement tests used to obtain data on the students’ listening ability to comprehend main idea and identifying detailed information. The tests were in pictures-cued selection, chart-filling and short-answer essay type. The tests were administered after three-meeting instruction. The data resulted from the achievement tests were analyzed quantitatively. The observation checklists and field notes were utilized in observing the action. The observation checklists were aimed to collect the data on the students’ participation during the implementation of STAD with podcast materials. They consisted of lists of students’ activities during the implementation of the strategy. Field notes were needed to record any phenomena emerged during the implementation of the strategy which could not be covered by the observation checklists. The findings of the study showed that in implementing STAD with podcast materials two main steps should be followed, namely; initiating and integrating. Initiating meant that googling and selecting of some podcast sites begun, they were selected to meet the need of the students and the learning objectives, worksheets were constructed to support the presentation of the podcast materials, and the chosen podcast materials were segmented. Integrating was the step in which STAD was integrated with podcast materials. Here STAD with podcast materials employed three-phase technique, i.e. Pre-listening, Whilst-listening, and Post-listening. In each phase important stages of STAD emerged. Pre-listening conveyed teach stage in which the teacher sets context, brainstorms, and prepares students for the coming podcasts materials. Whilst-listening includes team-study in which students worked in groups to finish the tasks in their listening worksheets while listening to the podcast materials and their segments. Post-listening consisted of test and team-recognition. The test was in the form of individual quiz and the recognition was done by giving certificates which were pasted on the class announcement board to groups of students. The results of the study also revealed that implementing STAD with podcast materials can improve the students listening ability. The improvement was indicated by the increase of students’ average listening scores from 47.083 in preliminary study, 56.81 in the first cycle and 67.38 in the second cycle. Besides, the results of the study showed that the students were enthusiastic and active in the teaching and learning process using podcast materials presented through STAD. From the research findings, it can be inferred that the strategy is not only effective in improving the students’ listening ability but also in enhancing their participation in the learning process. Therefore, it is suggested that English teachers apply it since it is beneficial in terms of giving the students a motivating way in practicing their listening skill. Finally, it is suggested that further researchers conduct similar action research in the teaching of listening of descriptive texts in the different level of education, for example, Senior High School. Moreover, it is also suggested that future researchers conduct action research in the teaching of listening using different genres for instances; report, narrative, recount or procedure texts.

Tahlil 'anashir al-adab al-maujudah fil-kitab al-lujainud-dani" fi manaqib Syaihk Abdul Qodir al-Jailani r.a. wadawafi'u rughbati ba'dhil muslimin fi qiroatihi / Ani Mustaghfiroh"

 

Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika melalui pembelajaran model treffinger pada siswa kelas VII SMPN 1 Singosari / Anna Siswati

 

Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M. S., M. Sc., (II) Dr. Swasono Rahardjo, S. Pd., M. Si. Kata kunci: berpikir kreatif, matematika, model Treffinger. Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika pada siswa merupakan hal yang sangat penting, karena pada umumnya masalah dunia nyata saat ini tidak sederhana dan konvergen, tetapi kompleks dan divergen. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di kelas VII-C SMPN 1 Singosari diketahui bahwa kemampuan berpikir kreatif matematika siswa masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pengamatan yaitu rendahnya rasa ingin tahu, keterbukaan, dan kepercayaan diri siswa, dan hasil tes awal yaitu 26 siswa berada pada tingkat kurang kreatif, 1 siswa berada pada tingkat tidak kreatif, dan hanya 1 siswa berada pada tingkat kreatif. Penelitian ini mengimplementasikan model Treffinger untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika pada siswa kelas VII SMPN 1 Singosari. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran model Treffinger yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika dan (2) meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa kelas VII SMPN 1 Singosari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan dilaksanakan pada semester gasal tahun 2010/2011. Data penelitian ini adalah aktifitas dan sikap siswa selama pembelajaran berlangsung, dan hasil tes siswa setelah pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi dan lembar tes. Analisa hasil tes menggunakan TTCT ( The Torrance Test of Creative Thinking). Subyek penelitian adalah siswa kelas VII SMPN 1 Singosari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah pembelajaran model Treffinger yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika adalah sebagai berikut. Model Treffinger tingkat I, yaitu (1) memberikan pemanasan melalui pertanyaan yang menarik dan menantang, (2) melatih siswa berpikir divergen melalui pemberian LKS yang berisi masalah terbuka (3) meminta siswa menuliskan semua ide atau gagasannya dalam menyelesaikan masalah terbuka, (4) meminta siswa mendiskusikan ide atau gagasan masing-masing siswa dalam menyelesaikan masalah terbuka bersama kelompoknya, dan menentukan beberapa alternatif penyelesaiannya melalui kegiatan sumbang saran (5) meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi, (6) memberikan tugas mandiri sebagai penguatan. Model Treffinger tingkat II, yaitu (1) memberikan motivasi melalui permainan menyusun tangram, (2) meminta siswa menemukan luas trapesium berdasarkan bangun-bangun penyusun trapesium beserta sifat-sifatnya melalui teknik analisa morfologis. Model Treffinger tingkat III, yaitu (1) meminta siswa untuk mengajukan masalah yang berkaitan dengan luas atau keliling segiempat dan segitiga secara berkelompok melalui kegiatan problem posing, (2) memberikan permainan creative problem solving berupa lomba menyelesaikan masalah yang sudah dibuat masing-masing kelompok pada kegiatan problem posing dan sudah diacak, (3) memberikan reward kepada siswa yang mengalami peningkatan kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan hasil observasi dan hasil tes disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematika siswa meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya perilaku kreatif siswa menjadi minimal pada kriteria “baik”, dan meningkatnya 41% siswa dari tingkat kreatif rendah ke tingkat kreatif lebih tinggi

Tahlil al-anashir al-adabiyyah fi natsri maulid ad-daiba'iy / Siti Yusro

 

The Use Visual Media in Teaching English at MTS Negeri Malang 1 (A Case Study) / by Gusmaizal Syandri

 

Pengaruh tingkat suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI) dana masyarakat dan tingkat bunga kredit terhadap penyaluran kredit Bank Umum di Indonesia / Wiga Nuswantoro

 

Kata kunci : Tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia, Dana Masyarakat, Tingkat Bunga Kredit, Penyaluran Kredit. Indonesia sebagai Negara yang sedang berkembang saat ini terus melakukan pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Perbankan memiliki peranan yang sangat vital dalam menunjang pembangunan ekonomi tersebut. Hal ini dikarenakan peranan bank sebagai lembaga intermediasi keuangan yang menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dana kepada pihak yang kekurangan dana. Penyaluran dana dalam bentuk kredit yang dilakukan bank akan mendorong kegiatan perekonomian yang otomatis akan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Karena itulah, perlu ada kebijakan-kebijakan yang mendorong penyaluran kredit dari bank kepada masyarakat. Berdasar rumusan yang ada, maka dapat dikemukakan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyaluran kredit bank umum di Indonesia periode 2005-2009. Dan untuk mengetahui perkembangan penyaluran kredit bank umum ini digunakan variabel yaitu (1) tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), (2) dana masyarakat dan (3) tingkat bunga kredit selama lima tahun berturut-turut untuk melihat pengaruhnya. Analisa ini menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Data diambil dari Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia tahun 2006-2010 Bank Indonesia Malang. Dari hasil perhitungan variabel-variabel Sertifikat Bank Indonesia, dana masyarakat dan tingkat suku bunga kredit selama 5 tahun berturut-turut sejak januari 2005 sampai desember 2009 menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap penyaluran kredit bank umum di Indonesia. SBI menunjukkan pengaruh yang negatif terhadap penyaluran kredit karena jika bunga SBI tinggi bank cenderung mengalokasikan dananya ke dalam SBI daripada disalurkan ke dalam bentuk kredit sebesar -4.550 sig pada α 0,000. Dana masyarakat menunjukkan pengaruh positif sebesar 10.635 sig pada α 0,000, hal ini dapat dilihat jika dana masyarakat yang berhasil dihimpun oleh bank umum tinggi maka dalam penyaluran kredit bank umum juga akan tinggi. Begitu juga dengan tingkat suku bunga kredit menunjukkan pengaruh positif sebesar 3.537 sig pada α 0,001, karena jika tingkat suku bunga kredit perbankan tinggi maka bank akan berlomba untuk mendapatkan keuntungan dari hasil penyaluran kredit tersebut, oleh karena itu bank akan menyalurkan kredit lebih banyak.

Pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer dan kemampuan awal terhadap hasil belajar mahasiswa pada materi kesetimbangan kimia / Leny Fitriah

 

ABSTRAK Fitriah, L. 2014. Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Menggunakan Simulasi Komputer dan Kemampuan Awal terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Materi Kesetimbangan Kimia. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. H. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D., (2) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D. Kata-kata kunci: inkuiri terbimbing, simulasi komputer, kemampuan awal, hasil belajar Pemahaman algoritmik dan pemahaman konseptual merupakan dua hal penting yang dibutuhkan dalam memahami materi Kesetimbangan Kimia. Pemahaman konseptual mencakup kemampuan untuk merepresentasikan fenomena kimia menggunakan representasi makroskopik, mikroskopik dan simbolik. Pemahaman konseptual yang tinggi cenderung dapat diwujudkan apabila pembelajaran menekankan pada representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik dengan memperhatikan kemampuan awal mahasiswa. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran Kesetimbangan Kimia cenderung hanya menekankan pada pemahaman algoritmik, representasi makroskopik dan representasi simbolik saja. Representasi mikroskopik cenderung diabaikan. Kondisi tersebut menyebabkan pemahaman konseptual mahasiswa cenderung tertinggal dibandingkan pemahaman algoritmiknya.Pemahaman algoritmik dan pemahaman konseptual yang seimbang diharapkan dapat diwujudkan apabila pembelajaran materi Kesetimbangan Kimia dilakukan dengan pendekatan inkuiri terbimbing. Inkuiri terbimbing memberikan kesempatan pada mahasiswa mengkonstruk konsep melalui percobaan. Data yang diperoleh dari percobaan merupakan representasi makroskopik dari fenomena yang diamati. Fenomena yang diamati dijelaskan pada tigkat molekuler atau partikulat menggunakan representasi mikroskopik. Persoalannya adalah penjelasan tersebut menyangkut objek yang abstrak sehingga tidak mudah dipahami oleh mahasiswa. Hal ini tampaknya dapat diatasi apabila digunakan simulasi komputer sehingga diharapkan hasil belajar yang diperoleh menjadi lebih tinggi. Hasil belajar dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu hasil belajar tingkat rendah dan hasil belajar tingkat tinggi. Hasil belajar tingkat rendah merupakanhasil belajar dengan tingkat kognitif C1-C3, sedangkan hasil belajar tingkat tinggi merupakanhasil belajar dengan tingkat kognitif C4-C6. Hasil belajar juga dipengaruhi oleh kemampuan awal mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar tingkat rendah mahasiswa yang diajar dengan inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer dengan mahasiswa yang diajar dengan inkuiri terbimbingtanpa berbantuan simulasi komputer; (2) perbedaan hasil belajar tingkat rendah mahasiswa dengan kemampuan awal berbeda; (3) perbedaan hasil belajar tingkat tinggi mahasiswa yang diajar dengan inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer dengan mahasiswa yang diajar dengan inkuiri terbimbingtanpa berbantuan simulasi komputer; (4) perbedaan hasil belajar tingkat tinggi mahasiswa dengan berkemampuan awal berbeda; (5) interaksi antara strategi pembelajaran dan kemampuan awal terhadap hasil belajar pada materi kesetimbangan kimia. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial 2 x 2. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Kimia IKIP Mataram yang mengikuti mata kuliah Kimia Dasar 2 pada semester genap tahun akademik 2013/2014 dengan 2 kelas yang terdistribusi homogen. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling.Satu kelas terdiri atas 21mahasiswa yang dibelajarkan Inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputerdan kelas lain terdiri atas 22 mahasiswa dibelajarkan dengan Inkuiri terbimbing. Data penelitian berupa hasil belajar tingkat rendah dan hasil belajar tingkat tinggi pada materi kesetimbangan kimia yang diukur dengan menggunakan instrumen tes multipel choice dan tes essay dengan validasi isi masing-masing sebesar 80,6% dan 91,7%. Pengukuran reliabilitas soal diperoleh dari rumus Cronbach’s Alpha dengan nilai 0,73 untuk tes multipel choice dan 0,914 untuk tes essay. Analisis data menggunakan uji ANOVA Two Ways. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar tingkat rendah mahasiswa kelas inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer lebih tinggi dibandingkan dengan kelas inkuiri terbimbing tanpa simulasi komputer; (2) Hasil belajar tingkat rendahmahasiswa berkemampuan awal tinggi lebih tinggi dibandingkan mahasiswa berkemampuan awal rendah; (3) Hasil belajar tingkat tinggi mahasiswa kelas inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer lebih tinggi dibandingkan dengan kelas inkuiri terbimbingtanpa simulasi komputer; (4) Hasil belajar tingkat tinggimahasiswa berkemampuan awal tinggi lebih tinggi dibandingkan mahasiswa berkemampuan awal rendah; (5) tidak ada pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dan kemampuan awal terhadap hasil belajar.

Kemampuan menulis dalam bahasa Indonesia mahasiswa S-1 JPBSI FPBS IKIP MALANG dan tes Cloze sebagai alat pengukurnya /oleh Nurchasanah

 

Pengembangan media papan geomultiplikasi untuk pembelajaran perkalian di sekolah dasar / Samar Solehan

 

ABSTRAK Solehan, Samar. 2016. Pengembangan Media Papan Geomultiplikasi untuk Pembelajaran Perkalian di Sekolah Dasar. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (I) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd., M.A. (II) Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed. Kata kunci: pengembangan, media pembelajaran, papan geomultiplikasi, perkalian. Pembelajaran matematika di SD dilaksanakan secara bertahap mulai dari tahap enaktif, ikonik, dan simbolik. Tahap pembelajaran tersebut sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa usia sekolah dasar yang berada pada tahap operasional konkret. Pembelajaran matematika membutuhkan media untuk membantu siswa membangun pengetahuan. Pembelajaran perkalian bersusun di SD Negeri 2 Purbalingga Lor, Jawa Tengah belum menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik siswa. Secara umum siswa sudah siap belajar perkalian bersusun, namun perlu didukung dengan penggunaan media yang tepat sehingga siswa dapat menguasai perkalian bersusun dengan baik. Hasil analisis menunjukkan media pembelajaran untuk perkalian bersusun yang sesuai dengan karakteristik siswa belum tersedia di lapangan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilaksanakan penelitian dan pengembangan media untuk perkalian bersusun. Penelitian dan pengembangan dilakukan untuk menghasilkan media yang sesuai dengan karakteristik siswa SD. Media hasil pengembangan yang dihasilkan mempunyai kriteria layak, menarik, dan efektif digunakan dalam pembelajaran. Melalui penggunaan media dalam pembelajaran, siswa mampu menguasai perkalian sampai perkalian bersusun antara dua bilangan dua angka. Penelitian dan pengembangan ini merujuk pada model 4D (Thiagarajan dan Semmel, 1974) yang telah dimodifikasi oleh Hobri (2010). Langkah-langkah pengembangan meliputi pendefinisian (define), perancangan (design), dan Pengembangan (develop). Satu langkah lainnya yaitu penyebaran (disseminate) tidak dilaksanakan karena desain penelitian dan pengembangan hanya sampai tahap pengembangan (develop). Data yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah hasil validasi ahli dan uji coba pengguna. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket, lembar observasi, dan tes hasil belajar. Hasil pengembangan media berupa media papan geomultiplikasi. Media papan geomultiplikasi merupakan media manipulatif. Media papan geomultiplikasi masuk dalam kategori sangat layak, sangat praktis, sangat menarik, dan efektif digunakan dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan hasil validasi ahli materi sebesar 84,00% dan hasil validasi ahli media sebesar 79,20%. Hasil penilaian guru menunjukkan hasil 96,00% yang berarti media sangat praktis digunakan. Ujicoba pada siswa menunjukkan bahwa hasil ujicoba kelompok kecil sebesar 85,16% dan hasil ujicoba lapangan sebesar 88,44%. Tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran sebesar 90,00%. Media papan geomultiplikasi juga efektif digunakan dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan ketuntasan hasil belajar siswa setelah pembelajaran menggunakan media papan geomultiplikasi sebesar 79,17%.

Penggunaan maksim tutur dalam novel Kooong" karya Iwan Simatupang " / oleh Roekhan
"

 

Penerapan model pemerolehan konsep untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV di SDN Purwodadi 1 Malang / Saeful Mizan

 

Kata Kunci: Model Pemerolehan Konsep, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, IPS. Hasil observasi awal di SDN Purwodadi 1 Malang Kecamatan Blimbing Kota Malang belum pernah menerapkan model pemerolehan konsep dalam pembelajaran IPS. Guru masih menggunakan pembelajaran konvensional dan siswa pasif selama pembelajaran. Hasil belajar siswa rata-rata masih tergolong rendah. Hasil belajar siswa rata-rata masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar pratindakan yaitu 65 dan terdapat 20 siswa atau 60%. Berarti sebagian dari jumlah keseluruhan siswa masih belum mencapai kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh sekolah yaitu 70. Berdasarkan hal tersebut, Penerapan model pemerolehan konsep perlu digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran karena siswa dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan 1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menerapkan model pemerolehan konsep pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV SDN Purwodadi 1 Malang pokok bahasan masalah sosial; 2) Mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN Purwodadi 1 Malang dengan pembelajaran menerapkan model pemerolehan konsep pokok masalah sosial; 3) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Purwodadi 1 Malang dengan pembelajaran menerapkan model pemerolehan konsep pokok masalah sosial. Rancangan penelitian yang digunakan adalah PTK. Pelaksanaan PTK mengacu pada model siklus PTK oleh Kemmis dan Taggart meliputi empat tahap yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) siswa telah melakukan pembelajaran sesuai dengan model pemerolehan konsep; 2) aktivitas belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata mencapai 60 ,sedangkan pada silus II meningkat menjadi 76 jadi mengalami peningkatan 48,48% ; 3) hasil belajar pra tindakan semula 13 siswa (39,39%) yang tuntas menjadi 16 siswa (48,48 %) dan mengalami peningkatan lagi pada siklus II menjadi 29 siswa (87,87 %) Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pemerolehan konsep dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Peneliti menyarankan kepada Kepala Sekolah untuk memberi masukan kepada guru tentang pembelajaran menerapakan model pemerolehan konsep sedangkan bagi guru agar menerapkan model pemerolehan konsep pada mata pelajaran IPS. Pembelajaran ini masih dapat dikembangkan dengan menitik beratkan pada sikap belajar, karena dalam penelitian ini masih belum terlihat secara jelas.

Pengaruh kepemilikan institusional, free cash flow dan kebijakan utang terhadap dividen payout ratio (studi pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia) / Anggun Prima Setyaningrum

 

ABSTRAK Setyaningrum, Anggun Prima. 2009. Pengaruh Kepemilikan Institusional, Free Cash Flow dan Kebijakan Utang terhadap Dividen Payout Ratio (Studi pada Perusahaan-Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Skripsi, Program S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Triadi Agung Sudarto, S.E., M.Si., Ak., Pembimbing (II) Sriyani Mentari, S.E., M.Si., Ak, Kata kunci : Kepemilikan Institusional, Free Cash Flow, Kebijakan Utang, dan Dividen Payout Ratio. Kebijakan dividen menyangkut keputusan untuk membagikan laba atau menahannya guna diinvestasikan kembali dalam perusahaan. Kebijakan dividen mempunyai dampak yang sangat penting bagi investor maupun bagi perusahaan yang membagikan dividen. Dalam menentukan porsi dividen yang tercermin dalam dividen payout ratio. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional, free cash flow dan kebijakan utang terhadap dividen payout ratio. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pemilihan sampel berdasarkan teknik purposive sampling, yaitu perusahaan yang secara terus menerus terdaftar di BEI selama periode 2005 hingga 2007 dan membagikan dividen selama tahun tersebut secara berturut-turut. Sehingga didapatkan 34 sampel perusahaan perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap dividen payout ratio, hal ini dikarenakan dengan adanya peningkatan kepemilikan institusional menyebabkan kinerja manajemen diawasi secara optimal. Free cash flow tidak berpengaruh signifikan terhadap dividen payout ratio. Sedangkan kebijakan utang tidak berpengaruh signifikan terhadap dividen payout ratio, hal ini dikarenakan manajemen tetap membayarkan dividen agar investor tetap melihat reputasi dan keadaan perusahaan dalam keadaan yang baik. Kesimpulan yang bisa dikemukakan yaitu bahwa variabel free cash flow dan kebijakan utang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap dividen payout ratio. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dengan menambah variabel penelitian, jumlah sampel dan tahun penelitian. Sementara bagi investor yang akan menanamkan modalnya sebaiknya mempertimbangkan dan menganalisa berbagai faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen perusahaan baik faktor keuangan maupun factor non keuangan.

Pelaksanaan pembelajaran berbasis disiplin di SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang / Ainur Rofik

 

Kata kunci: Pelaksanaan, Pembelajaran, Disiplin. Peningkatan mutu lulusan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah, tetapi juga ditentukan oleh faktor pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan di lembaga pendidikan tersebut. SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang memiliki visi atau tujuan meningkatkan produktivitas dan keterampilan siswa. Untuk mencapai visi atau tujuan tersebut, pelaksanaan pembelajaran perlu mendapat perhatian sekolah. Salah satu faktor yang dilakukan dalam pelaksanaan pembelajaran adalah pembelajaran berbasis disiplin. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses perencanaan pembelajaran berbasis disiplin, pelaksanaan pembelajaran berbasis disiplin, dan evaluasi pembelajaran berbasis disiplin yang ada di SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru, serta menggunakan dokumentasi dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini, bahwa perencanaan pembelajaran berbasis disiplin di SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang menggunakan konsep pendidikan semi militer dengan didukung oleh pendidik yang profesional di bidangnya. Pelaksanaan dengan cara menggerakkan siswa di sekolah untuk membuat siswa belajar dan mentaati peraturan-peraturan sekolah, serta memberi sanksi kepada siswa yang melanggar peraturan. Evaluasi dilakukan oleh guru dengan cara mencatat setiap pelanggaran yang dilakukan oleh siswa dan memberi hukuman kepada siswa tersebut, serta ada pemberian penghargaan kepada siswa yang mentaati peraturan kedisiplinan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perencanaan pembelajaran di SMK bisa direncanakan dengan berbasis disiplin, yaitu meningkatkan kedisiplinan siswa sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menghasilkan lulusan yang unggul dan terampil serta berdisiplin tinggi yang mampu bersaing di dunia industri. Pelaksanaan pembelajaran di SMK bisa dilaksanakan dengan berbasis disiplin, yaitu dengan mengarahkan siswa supaya aktif dalam mentaati peraturan dan sanksi yang berlaku. Evaluasi pembelajaran di SMK bisa dilaksanakan dengan berbasis disiplin, yaitu siswa yang datang terlambat lebih dari sembilan kali akan dikembalikan pada orang tua. Apabila ada siswa yang tidak naik kelas, siswa diberi pengarahan intensif untuk merubah perilakunya dan diharuskan mengikuti kegiatan extrakurikuler di sekolah yang mampu meningkatkan kedisiplinan.

Comparing immediate correction and delayed correction in teaching speaking / Laeli Hidayati

 

ABSTRAK Hidayati, Laeli. 2015. Comparing Immediate Correction and Delayed Correction in Teaching Speaking. Tesis, Program Pascasarjana, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd, M.Ed; (2) Drs. Fachrurrazy, M.A, Ph.D. Kata Kunci: teknik pembenaran secara tertunda, teknik pembenaran secara langsung, penampilan speaking, saat pembenaran /pembahasan kesalahan. Membuat kesalahan dalam belajar bahasa adalah hal yang biasa tapi umpan balik dari lingkungan sangatlah penting. Umpan balik dapat berasal dari orang tua siswa, teman, guru dan sebagainya. Hal yang paling penting dalam dunia pendidikan adalah bagaimana guru menghadapi atau menangani error. Para guru harus menpertimbangkan kapan saat menperbaiki kesalahan yang dibuat siswa. Terlalu banyak tanggapan kognitif negatif, rentetan selaan, pembenaran dan lebih memperhatikan kesalahan sering menyebabkan siswa mematikan usaha mereka dalam komunikasi. Di sisi lain, terlalu banyak tanggapan kognitif positif dari guru untuk membiarkan kesalahan tidak membenarkan dapat menyebabkan pengulangan kesalahan terus menerus dan mungkin terjadi fosilisasi. Sebagian besar peneliti fokus pada bagaimana meningkatkan kemampuan Speaking siswa, tetapi hanya sedikit dari mereka memberikan informasi bagaimana memperbaiki kesalahan berbicara siswa. Karena memberikan pembenaran kesalahan dalam berbicara sangat penting, guru harus tahu kapan dan bagaimana mereka memperbaiki siswa mereka. Untuk itu, studi ini menekankan pada “kapan” untuk memperbaiki kesalahan siswa selama penampilan Speaking mereka. Dalam penelitian ini, peneliti membandingkan pembenaran tertunda dimana siswa tidak terganggu dan tidak disela selama percakapan mereka dengan pembenaran segera dimana siswa segera diperbaiki tepat pada kesalahan terjadi. Penelitian ini menerapkan metode penelitian quasi-experimental post-test only dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan teknik pembenaran segera dan pembenaran tertunda terhadap pengajaran Speaking. Penelitian ini melibatkan dua kelas Speaking I FKIP Universitas Mataram (Reguler Sore) jurusan Pendidikan Bahasa Inggris tahun ajaran 2014/2015. Data yang telah didapatkan, dianalisa menggunakan T-Test program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan data statistik nilai pre-test dan post-test group A dan B. Data statistic menunjukkan bahwa p-value ( 0,592 ) lebih besar dari tingkat signifikan ( 0,05 ) dengan demikian, nul hipotesis diterima dan alternatif hipotesis ditolak. Dengan kata lain, kelompok A dan kelompok B yang diajar menggunakan kedua teknik pembenaran kesalahan tidak menunjukkan efek yang signifikan dalam pencapaian Speaking mereka. Berdasarkan jumlah kesalahan pada tiap group, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat efek yang signifikan pada kemampuan speaking siswa. Akan tetapi kedua teknik pengoreksian kesalahan ini berhasil dalam mengurangi kesalahan bembendaharaan kata karena tidak terjadi pengulangan kesalahan selama penelitian berlangsung dan juga pada pre-test. Berdasarkan temuan penelitian ini, dosen Speaking dapat memilih salah satu dari teknik pembenaran kesalahan yang akan diterapkan berdasarkan kebutuhan siswa mereka. Tapi peneliti menyarankan para dosen Speaking menggunakan pembenaran tertunda karena memberikan kesempatan untuk komunikasi berjalan lancar dan mengurangi rasa malu siswa karena langsung disoroti selama umpan balik.

Meningkatkan kemampuan pemecahan maslah matematika siswa kelas VII.2 SMP Negeri 2 Sumberpucung pada materi keliling dan luas bangun segiempat melalui pendekatan problem based learning (PBL) / Festi Feni Warida

 

Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, Keliling dan Luas Bangun Segiempat, Pendekatan Problem Based Learning (PBL) Berdasarkan hasil observasi awal, diketahui bahwa pembelajaran matematika yang diterapkan di kelas VII.2 SMP Negeri 2 Sumberpucung masih seperti paradigma lama yaitu guru menjelaskan, memberikan tugas dan mengerjakan latihan soal. Dalam hal ini, belum pernah dilakukan variasi pembelajaran yang mampu menarik minat siswa untuk belajar. Menurut penuturan guru bidang studi matematika, kemampuan pemecahan masalah matematika dari sebagian besar siswa juga masih tergolong rendah karena guru jarang memberikan soal-soal pemecahan masalah. Salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang dialami siswa kelas VII.2 SMP Negeri 2 Sumberpucung adalah menerapkan metode pembelajaran dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu pendekatan pembelajaran dimana guru dalam mengajar dan memberikan pemahaman kepada siswa diawali dengan pemberian masalah-masalah yang nantinya mampu membawa siswa untuk berpikir kritis, kreatif dan mempunyai ketrampilan memecahkan masalah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus belajar. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII.2 SMP Negeri 2 Sumberpucung tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII.2 SMP Negeri 2 Sumberpucung tahun ajaran 2009/2010 untuk materi keliling dan luas bangun segiempat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah pembelajaran matematika dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah pembelajaran diawali dengan pemberian masalah-masalah kontekstual yang nantinya mampu membawa siswa untuk berpikir kritis, kreatif dan mempunyai ketrampilan memecahkan masalah. Masalah-masalah tersebut disajikan dalam bentuk LKS (Lembar Kegiatan Siswa) dan dikerjakan oleh siswa melalui diskusi dalam suatu kelompok kecil. Peneliti juga mengarahkan siswa bahwa proses penyelesaian masalah tersebut menggunakan 4 tahapan pemecahan masalah Polya. Saat proses diskusi tersebut, peneliti terus memotivasi siswa dan memperhatikan aktivitas siswa supaya tidak ada anggota kelompok yang pasif. Peneliti juga menyampaikan kepada siswa bahwa siswa yang aktif akan diberi poin/nilai lebih. Kemudian pembelajaran dilanjutkan dengan penyajian hasil karya yaitu presentasi hasil diskusi siswa bersama kelompoknya. Pada tahap ini, peneliti mengajak siswa agar lebih berani bertanya dan memberikan tanggapan ketika ada kelompok lain yang presentasi. Selanjutnya, pembelajaran diakhiri dengan pengevaluasian proses dalam pemecahan masalah. Pada tahap ini, peneliti mengumumkan siswa dan kelompok yang memperoleh nilai/skor tertinggi dari hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran. Pada siklus I, total persentase banyak siswa yang masuk tahap III dan IV pemecahan masalah Polya dengan subpokok bahasan persegi panjang dan jajaran genjang adalah 70,98%, artinya pembelajaran pada siklus I belum berhasil karena belum mencapai persentase kriteria keberhasilan yang diharapkan yaitu 80%. Sedangkan pada siklus II, total persentase banyak siswa yang masuk tahap III dan IV pemecahan masalah Polya dengan subpokok bahasan belah ketupat, layang-layang, dan trapesium adalah 93,55%, artinya bahwa pembelajaran dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) pada siklus II berhasil atau terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.

Penerapan sprachbaukasten-spiel pada pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 8 Malang / Dewi Pratiwi

 

Kata kunci: keterampilan menulis, Sprachbaukasten-Spiel Keterampilan berbahasa mencakup empat aspek pokok, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Meskipun menulis sering terletak pada posisi terakhir, tapi tidak berarti menulis tidak penting, berarti, dan berperan karena siswa tidak lepas dari kegiatan tulis-menulis apalagi dalam kegiatan belajar. Pada keterampilan menulis bahasa Jerman, siswa harus menguasai kosakata dan gramatik dengan benar agar dapat menulis dengan baik. Oleh karena itu, siswa sering mengalami kesulitan dalam membuat kalimat karena kurangnnya kosakata yang dikuasai. Berdasarkan hal tersebut, peneliti menggunakan Sprachbaukasten-Spiel sebagai teknik pengajaran untuk keterampilan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Sprachbaukasten-Spiel pada pembelajaran keterampilan menulis Bahasa Jerman di SMA Negeri 8 Malang, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen penelitiannya adalah lembar observasi dan kuesioner atau angket. Subjek penelitiannya adalah siswa SMA Negeri 8 Malang kelas XI Bahasa tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 8 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sprachbaukasten-Spiel ini cukup mampu menumbuhkan semangat siswa untuk ikut aktif dalam kegiatan pembelajaran, serta dapat melatih dan mempermudah siswa dalam membuat kalimat dengan gramatik yang tepat. Selain itu, penerapan Sprachbaukasten-Spiel ini juga cukup membantu siswa dalam memahami dan mengingat materi, terutama gramatik yang diajarkan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru matapelajaran bahasa Jerman untuk menggunakan Sprachbaukasten-Spiel pada pembelajaran keterampilan menulis. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan dampak, yaitu berupa tertariknya siswa pada pembelajaran menulis khususnya dan bahasa Jerman umumnya.

Strategi pemasaran berbasis analisis SWOT pada Diamond In You Hipnoterapi Malang / Habib Basuseno

 

ABSTRAK Basuseno, Habib. 2015. Strategi Pemasaran Berbasis Analisis SWOT Pada Diamond in You Hipnoterapi Malang.Skripsi, Jurusan Manajemen Pemasaran. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika RWW, M.A., M.Si., (II) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si. Kata Kunci : Analisis SWOT, Strategi Pemasaran, Diamond in You Malang Pada era modern seperti sekarangini persaingan di ranah pemasaran produk baik barang maupun jasa sangatlah ketat,banyak varian produk yang ditawarkan kepada konsumen. Manajer pemasaran harus jeli dalam melihat kondisi lingkungan perusahaan baik internal maupun eksternal. Faktor internal perusahaan meliputi kekuatan dan kelemahan perusahaan, sedangkan faktor eksternal perusahaan meliputi peluang dan ancaman.Analisis SWOT merupakan evaluasi terhadap keseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, dengan analisis SWOT sebuah perusahaan akan mampu menentukan strategi pemasaran yang tepat agar tetap bertahan dalam persaingan yang kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk ,mengetahui faktor apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada Diamond in You Malang. Kemudian bertujuan untuk mengetahui posisi Diamond in You Malangberdasarkan analisis SWOT sertasaran berupa strategi pemasaranyang dapat diterapkan pada Diamond in You Malang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatifdeskriptif, sedangkan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan tehnik trianggulasi dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan mengadakan konfirmasi data yang diperoleh terhadap subyek penelitian. Berdasarkan analisis SWOT, faktor yang menjadi kekuatan Diamond in You Malangadalah: terapis yang berpengalaman, reputasi yang baik, lokasi strategis, pelayanan yang baik. Kelemahan Diamond in You Malang adalah: jumlah SDM terbatas, manajemen kurang maksimal, kurang proaktif dalam komunikasi, kurang memanfaatkan media sosial. Peluang Diamond in You Malang adalah: kerjasama dengan berbagai intansi, minimnya pesaing dibidang penyembuhan, word of mouth, tingkat stres yang tinggi di masyarakat, kesadaran masyarakat menggali potensi diri, tren gaya hidup sehat di masyarakat. Ancaman Diamond in You Malang adalah: pesaing di bidang pelatihan, pemahaman negatif masyarakat, malpraktek hipnosis. Posisi Diamond in You Malang berada pada kuadran I dengan skor 1,10 untuk faktor internal dan skor 0,25 untuk faktor eksternal.Adapun strategi yang dapat diterapkan oleh Diamond in You Malangyakni melakukan kegiatan promosi dengan media sosial seperti facebook, twitter, instagram, maupun website, menambah jumlah terapis menjadi 4 orang, membuat manajemen perencanaan untuk menentukan agenda kegiatan training dalam satu tahun, membagikan brosur di area lampu lalu lintas,memasang banner saat akan melaksanakan kegiatan pelatihan, memberikan merchandise kepada klien yang repeat order. Saran yang dapat diberikan kepada pihak Diamond in You Malang adalah dalam kegiatan promosi pihak pemasaran Diamond in You sebaiknya lebih proaktif dalam berkomunikasi serta menjalin hubungan dengan instansi, perorangan, maupun komunitas baru adalah kelemahan lain yang dimiliki Diamond in You, dapat dikatakan kalau perusahaan kurang proaktif dalam menjemput bola, sehingga promosi yang ada hanya word of mouth. Hal ini mengakibatkan perusahaan mengalami hambatan dalam mengembangkan usahanya. Sedangkan saran untuk penelitian selanjutnya adalah dalam penelitian ini strategi pemasaran dikaji berdasarkan analisis SWOT dan tidak menggunakan STP (Segmenting, Targeting, Positioning) sebagai dasar penerapan strategi bauran pemasaran. Diharapkan pada penelitian selanjutnya analisis STP dapat menggunakan setelah analisis SWOT untuk menentukan strategi pemasaran agar penelitian dapat berkembang dan memberi wawasan baru.

Pengembangan pembelajaran mesin otomotif I dengan menggunakan macromedia flash pada Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang / Ahmad Wiyoto

 

Kata kunci: Multimedia Pembelajaran, Las Asetilin, Macromedia Flash MX 2004. Matakuliah Proses Produksi II merupakan matakuliah yang wajib ditempuh oleh setiap mahasiswa Pendikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin FT UM. Pada matakuliah ini mahasiswa akan dikenalkan kepada teknik-teknik mengelas yang terbagi menjadi dua teknik : teknik mengelas dengan las listrik (SMAW) dan teknik mengelas dengan las asetilin (OAW). Kegiatan yang ada dalam proses pembelajaran diarahkan untuk membuat seorang dapat bertahan “hidup” dimanapun, kapanpun dan dalam situasi apapun. Hal ini, dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Kegiatan pembelajaran yang dimaksud adalah kegiatan yang melibatkan pebelajar/mahasiswa aktif dalam proses, bukan pembelajaran yang menganggap pembelajar sebagai sentral dalam proses (teacher centred). Tetapi kondisi pembelajaran selama ini masih didominasi oleh pembelajar dengan menggunakan sumber belajar yang sudah tertata secara sistematis tanpa harus peduli kebutuhan pebelajar sebagai sosok penting dalam pembelajaran. Bila kembali ke konsep dasar pada suatu sistem pendidikan tradisional yang dilakukan saat ini, para mahasiswa dan dosen bertemu pada suatu tempat dan waktu tertentu. Sistem pendidikan tradisional ini kelak akan bergeser kepada pendidikan jarak jauh dengan dilandasi bahwa agak sulit untuk mengumpulkan peserta kursus, training atau pendidikan pada satu waktu dan tempat tertentu sedangkan peserta tersebar di wilayah yang berbeda-beda dan pada dasarnya materi-materi yang seharusnya disampaikan di kelas, dapat diberikan tanpa kehadiran para mahasiswa dan dosen secara langsung di kelas. Perkembangan teknologi selalu mempunyai peran yang sangat tinggi dan ikut memberikan arah perkembangan dunia pendidikan. Dalam sejarah perkembangan pendidikan, teknologi informasi adalah bagian dari media yang digunakan untuk menyampaikan pesan ilmu pada orang banyak, mulai dari teknologi percetakan beberapa abad yang lalu, seperti buku yang dicetak, hingga media telekomunikasi seperti, suara yang direkam pada kaset, video, televisi, dan CD. Perkembangan teknologi informasi saat ini, Internet, mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru. Layanan online dalam pendidikan baik bergelar maupun tidak bergelar pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (mahasiswa) dengan menggunakan internet sebagai media. Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektivitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan. Melihat kondisi tersebut maka sangat diperlukan untuk membuat satu produk pembelajaran yaitu dengan mengembangkan bahan ajar yang berupa multimedia pembelajaran proses produksi II yang pengembang pilih pada sub kompentensi mengelas dengan las asetilin dengan menggunakan Macromedia Flash MX 2004. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk CD kit multimedia pembelajaran mengelas yang pada era pembelajaran internet, produk bahan ajar ini dapat di up-load sebagai bahan pembelajaran berbasis internet. Produk multimedia pembelajaran ini diharapkan dapat membantu pebelajar karena sesuai dengan kebutuhan pebelajar sendiri dan dapat menambah sumber belajar yang ada. Melalui produk multimedia pembelajaran ini pebelajar juga akan dapat mengkonstruk pengetahuan yang dibutuhkan melalui kegiatan belajar secara individu ataupun kelompok. Pengembangan produk multimedia pembelajaran ini menggunakan model pengembangan prosedural. Model ini secara deskriptif menggariskan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pengembangan produk awal. Model pengembangan yang digunakan dalam proyek ini mengacu pada sistematika metode pengajaran proses poduksi II secara umum dan dipadukan dengan sistematika pengembangan multimedia. Untuk mendapatkan produk multimedia pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pengguna maka dilakukan uji coba, guna mendapatkan data-data untuk penyempurnaan produk. Uji coba dilakukan dengan meminta masukan dari (1) ahli isi matakuliah, (2) ahli desain pembelajaran, (3) ahli media pembelajaran, (4) dan uji coba user kelompok kecil. Dalam kegiatan uji coba didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa secara umum produk dapat dikatakan sudah memenuhi kebutuhan pengguna. Dalam uji coba user kelompok kecil didapatkan hasil rerata perolehan persentase dari angket untuk produk multimedia pembelajaran ini adalah 80,71 %.(Baik/ menarik/ sesuai/ efektif). Produk multimedia pembelajaran yang dihasilkan dibuat untuk kebutuhan pengguna saat ini, dan dalam pemanfaatannya lebih lanjut perlu diadakan revisi berupa penyesuaian kebutuhan pengguna dimasa yang akan datang. Saran dalam penggunaan agar produk lebih lanjut dapat dilengkapi dengan bahan-bahan yang dianggap mampu memberikan wawasan lebih kepada pengguna yang lebih mengaktifkan peran pebelajar (mahasiswa).

Alogaritma genetika hybrid pada Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) dan implementasinya / Anis Nikmatul Waridah

 

ABSTRAK Waridah, Anis Nikmatul. 2015. AlgoritmaGenetika HybridpadaCapacitated Vehicle RoutingdanImplementasinya.Skripsi, JurusanMatematika, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra Mimiep Setyowati Madja, M. Kom, (II) MohamadYasin, S.Kom, M.Kom ¬¬ Kata kunci: Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP), AlgoritmaGenetikaHibrid, best improvement local search Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) merupakan varian dari permasalahan VRP yaitu mengenaimasalahpencariansejumlahrutekendaraandenganjarak minimum untukmemenuhipermintaansejumlahcustomeryang hanyadikunjungitepatsatu kali dantidakmelebihikapasitaskendaraandenganperluasansetiapkendaraanmemilikikapasitas yang sama. Dan rute kendaraan berawaldanberakhir di depot yang sama. Algoritma genetika merupakan teknik optimasi yang didasarkan pada proses evolusi makhluk hidup, dimana dalam evolusi tersebut makhluk hidup mengalami mekanisme seleksi alam (diantaranya pindah silang dan mutasi) untuk bertahan hidup. Algoritma genetika merupakan suatu algoritma yang dapat diaplikasikan dalam berbagai jenis permasalahan optimasi. Algoritma best improvement local search adalah salah satu keluarga local search yang memperhitungkan semua perubahan di lingkungan sekitarnya berdasarkan permutasi, ditinjau dari semua kemungkinan keadaan yang didapat untuk menghasilkan nilai optimal. Algoritma pengembangan untuk permasalahan CVRP tersebut adalah algoritma genetika hybrid. Algoritma genetika hybrid merupakan gabungan dari algoritma genetika dan local search (best improvement local search). Algoritmahybridgenetikadiimplementasikankedalam computer menggunakan Borland Delphi 7.Penggunaan program dimulaidenganmenginputkanpopsize (ukuranpopulasi), probabilitascrossover, probabilitasmutasi, maksimumiterasi, kapasitaskendaraan, banyaknyatitik, dan permintaansetiapcustomer. Dan output yang dihasilkanpada program tersebutadalahhasilrutedenganjarak yang ditempuhsertavisualisasirutenya. Dari ujicoba yang telahdilakukan diperoleh hasil bahwa, ukuranpopulasi (popsize) harus lebih besar nilainya dibandingkan jumlah titik (customer) untuk mendapatkan total rute yang lebih minimum. Dan untuk parametermaksimum generasiwalaupun jumlah nya diperbesar ataupun diperkecil tidak akan mempengaruhi total rute yang didapatkan.

Penggunaan gaya bahasa dalam kumpulan puisi Telepon Genggam karya Joko Pinurbo / Febry Nur Rafahmi

 

Kata kunci: gaya bahasa, puisi. Gaya bahasa adalah cara seseorang mengungkapkan pikiran, perasaan serta keinginannya melalui bahasa secara khas dan kreatif untuk menimbulkan efek keindahan tertentu pada karya sastra. Gaya bahasa dalam puisi memiliki ciri khas yang kuat serta makna yang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis gaya bahasa yang banyak digunakan dalam kumpulan puisi Telepon Genggam karya Joko Pinurbo. Latar belakang dilakukannya penelitian ini karena di dalam kumpulan puisi Telepon Genggam terdapat banyak gaya bahasa yang khas dan unik serta belum banyak orang yang meneliti gaya bahasa puisi kontemporer. Gaya bahasa yang dideskripsikan melalui penelitian ini adalah (1) gaya bahasa perbandingan, (2) gaya bahasa pertentangan, (3) gaya bahasa pertautan, dan (4) gaya bahasa perulangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa paparan teks puisi dalam kumpulan puisi Telepon Genggam karya Joko Pinurbo. Data ini diperoleh dari 32 puisi yang terdapat dalam kumpulan puisi Telepon Genggam karya Joko Pinurbo. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri sebagai instrumen kunci dengan teknik dokumentasi dan dibantu tabel pengumpul data. Analisis data dilakukan dengan pendekatan semiotik. Dalam penelitian ini, digunakan triangulasi sumber, triangulasi peneliti, triangulasi metode, maupun triangulasi teori untuk pemeriksaan keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam kumpulan puisi Telepon Genggam karya Joko Pinurbo ditemukan pemakaian 8 gaya bahasa yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri sesuai bentuk dan konteks penggunaannya. Dalam kumpulan puisi Telepon Genggam karya Joko Pinurbo, gaya bahasa metafora dibagi menjadi 6 bentuk dan memiliki fungsi antara lain; (1) memberi penegasan sifat pada sebuah benda, (2) membentuk frasa-frasa benda yang imajinatif, (3) menciptakan imajinasi absurd untuk memperkaya makna puisi. Gaya bahasa personifikasi dalam kumpulan puisi Telepon Genggam dapat dibagi menjadi 4 bentuk dan memiliki fungsi antara lain; (1) melukiskan ciri fisik, perilaku serta sifat-sifat manusia pada benda mati untuk menghidupkan suasana dalam puisi, (2) melukiskan perilaku binatang pada benda mati untuk menekankan situasi mencekam. Gaya bahasa paradoks dibagi menjadi 2 bentuk dan memiliki fungsi antara lain;(1) mengungkapkan kritik secara implisit, (2) melukiskan suatu keadaan yang bersifat ironis. Gaya bahasa hiperbola dibagi menjadi 2 kelompok dan memiliki fungsi antara lain;(1) memberikan kesan dramatis dengan melebih-lebihkan intensitas jumlah, (2) memberikan kesan dramatis dengan melebih-lebihkan intensitas suasana. Gaya bahasa sinekdoke dibagi menjadi 2 bentuk dan memiliki fungsi antara lain; (1) memperindah pelukisan suasana dengan menyebutkan sebagian hal untuk mewakili keseluruhan, (2) memperindah pelukisan suasana dengan menyebutkan keseluruhan hal untuk mewakili sebagian dari hal tersebut. Gaya bahasa metonimia dibagi menjadi 5 kelompok dan memiliki fungsi antara lain; (1) mengkonkretkan suasana berdasarkan hubungan spasial, (2) mengkonkretkan kata benda abstrak, (3) mengkonkretkan sifat dan bentuk. Gaya bahasa aliterasi dibagi menjadi 6 kelompok dan memiliki fungsi antara lain; (1) menciptakan efek dramatis pada pelukisan suasana, (2) menciptakan efek dramatis pada pelukisan sifat. Sedangkan gaya bahasa asonansi dalam kumpulan puisi Telepon Genggam tersebut dibagi menjadi 5 kelompok dan memiliki fungsi antara lain; (1) menciptakan efek dramatis pada keadaan sebuah benda, (2) menciptakan efek dramatis pada sebuah peristiwa. Peneliti memaknai setiap gaya bahasa berdasarkan interpretasi peneliti sendiri. Berkaitan dengan hasil penelitian ini disajikan saran berikut. Kepada peneliti bahasa disarankan untuk mengadakan penelitian terhadap gaya bahasa puisi-puisi kontemporer yang lain selain karya dari Joko Pinurbo. Peneliti selanjutnya hendaknya lebih diperluas lagi kajiannya, mengingat penelitian gaya bahasa terhadap puisi kontemporer masih jarang dilakukan. Kepada guru dan pembelajar bahasa Indonesia, disarankan agar menggunakan temuan penelitian ini sebagai salah satu materi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah. Hal ini diajukan dalam rangka mengembangkan kreatifitas siswa di bidang sastra. Kepada pembaca dan masyarakat umum disarankan agar lebih mencintai karya sastra Indonesia, terutama puisi. Kemudian yang terakhir, saran disampaikan kepada para penyair agar lebih memperhatikan penggunaan gaya bahasa yang tepat untuk dapat menimbulkan efek keindahan dan kepuitisan dalam karya sastranya.

Peningkatan kualitas pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Bendomungal II Kecamatan Bangil melalui pendekatan discovery / Mochamad Rozad

 

Kata kunci : Kualitas Pembelajaran, Pendekatan Discovery. Kualitas pembelajaran IPA pada materi mengidentifikasi wujud benda padat, cair, dan gas memiliki sifat-sifat tertentu yang dilaksanakan di kelas IV SDN Bendomungal II Kecamatan Bangil tergolong rendah. Dari 16 peserta didik yang ada, hanya 44% (7 siswa) yang mampu menguasai materi pembelajaran dengan nilai rata-rata kelas 63. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: 1) Mendeskripsikan penerapan pendekatan discovery dalam pembelajaran IPA pada materi mengidentifikasi wujud benda padat, cair, dan gas memiliki sifat tertentu siswa kelas IV SDN Bendomungal II Kecamatan Bangil, dan 2) Mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar IPA siswa pada materi mengidentifikasi wujud benda padat, cair, dan gas memiliki sifat tertentu di kelas IV SDN Bendomungal II Kecamatan Bangil melalui penerapan pendekatan discovery, 3) Mendeskripsikan peningkatan kualitas pembelajaran IPA pada materi mengidentifikasi wujud benda padat, cair, dan gas memiliki sifat tertentu siswa Kelas IV SDN Bendomungal II Kecamatan Bangil melalui penerapan pendekatan discovery. Pemecahan masalah dilaksanakan melalui penelitian tindakan kelas (PTK) secara kolaboratif antara peneliti dengan kolaborator menggunakan pendekatan discovery. Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SDN Bendomungal II semester I tahun pelajaran 2010-2011 yang berjumlah 16 anak. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisa secara deskriptif prosentase dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: (1) Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran IPA pada materi wujud benda melalui penerapan pendekatan discovery di kelas IV SDN Bendomungal II Kecamatan Bangil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a) Merumuskan masalah, b) Mengumpulkan data, c) Menganalisa data, d) Menyajikan data, e) Mengkomunikasikan data, dan f) Menarik kesimpulan. (2) Tingkat aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan I adalah 65,3% dan pada siklus I pertemuan II naik menjadi 73,3% atau meningkat 8%. Pada siklus II pertemuan I, aktivitas belajar siswa meningkat kembali menjadi 80% atau meningkat 6,7%. Pada pembelajaran siklus II pertemuan II aktivitas belajar siswa meningkat lagi 84% atau meningkat 4%. (3) Hasil belajar siswa pada tahap pra tindakan, yang mendapat nilai ≥70 hanya 44% atau 7 siswa dengan nilai rata-rata 63. Pada siklus I pertemuan I, nilai rata-rata kelasnya meningkat menjadi 68,1 (meningkat 5,1 poin) dengan ketuntasan belajar 62,5% (meningkat sebesar 18,5%). Pada siklus I pertemuan II, nilai rata-rata kelasnya meningkat kembali menjadi 69,4 (meningkat 1,3 poin) dengan ketuntasan belajar 68,75% (meningkat 6,25%). Pada siklus II pertemuan I, nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan menjadi 72,5 (meningkat 3,1 poin) dengan ketuntasan belajar 75% (meningkat 6,25%). Pada siklus II pertemuan II, nilai rata-rata kelas siswa meningkat kembali menjadi 76,9 (meningkat 4,4 poin) dengan ketuntasan belajar 81,25% (meningkat 6,25%). Hasil tes yang diperoleh pada tindakan siklus II pertemuan II telah memenuhi indikator keberhasilan penelitian, karena itu penelitian ini dihentikan sampai pada tindakan siklus II pertemuan II. Peneliti menyarankan agar pendekatan discovery ini dapat diterapkan sebagai variasi pembelajaran di kelas agar siswa tidak merasa jenuh dalam mengikuti pelajaran dan lebih aktif dan kreatif. Pada penerapan pendekatan discovery yang dilaksanakan dalam penelitian ini, masih ada 3 siswa (18,75%) yang belum tuntas belajar secara individu, karena itu, diharapkan kepada peneliti lain yang melaksanakan kegiatan penelitian melalui pendekatan yang sama agar meningkatkan hasil tersebut menjadi lebih baik.

Urutan pemerolehan morfem gramatikal bahasa Indonesia tulis yang tidak dimonitor dan dimonitor pada si belajar berbahasa ibu bahasa Jawa yang umurnya berbeda / oleh Djoko Saryono

 

Pelaksanaan pembelajaran pada jurusan tata boga di SMK Negeri 3 Malang sebagai rintisan sekolah berstandar internasional / Melchiorita Yosiana Hallatu

 

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Malang dengan fokus penelitian pelaksanaan pembelajaran, terkait dengan kesiapan guru produktif jurusan Tata Boga menyiapkan perangkat mengajar, mulai dari pembuatan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penggumpulan data adalah wawancara, observasi/pengamatan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan proses pembelajaran terkait dengan kesiapan guru jurusan Tata Boga dalam menyiapkan perangkat mengajar sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan, dan masih separuh menjalankan standar RSBI mengingat sekolah ini telah menyandang predikat RSBI. Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Silabus mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang meliputi: materi pelajaran, metode mengajar, media belajar dan sumber belajar. Materi pelajaran disesuaikan dengan kebutuhan industri, karena diharapkan siswa yang sudah lulus dapat bekerja di dunia industri. Metode mengajar yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi, hal ini tidak sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang digunakan pada sekolah RSBI. Media pembelajaran didalam salah satu persyaratan sekolah RSBI adalah menggunakan ICT dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), hal ini belum sepenuhnya dilaksanakan guru Tata Boga dalam KBM. Media pembelajaran yang seringnya digunakan adalah alat/bahan itu sendiri, LCD dan laptop sebagai alat untuk menayangkan slide powerpoint, dan sumber belajar guru umumnya mengambil dari buku-buku boga, majalah, internet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah SMK Negeri 3 Malang, belum dapat melaksanakan sekolah RSBI dengan baik. Ini terbukti hampir seluruh standar sekolah RSBI belum dilaksanakan. Sedangkan untuk kesiapan guru jurusan Tata Boga dalam menyiapkan perangkat mengajar yang meliputi pembuatan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dapat dikatakan guru Tata Boga siap, hanya karena tidak adanya dukungan yang berarti dari pihak-pihak terkait sehingga guru Tata Boga belum sepenuhnya melaksanakan standar-standar sekolah RSBI. Saran dari penelitian ini kepada pihak sekolah dan guru adalah agar pada saat penerimaan siswa dapat dilakukan seleksi ketat, dan juga mengadakan berbagai macam pelatihan metode mengajar untuk guru.

Pengaruh kepatuhan wajib pajak dan pemeriksaan pajak terhadap penerimaan pajak penghasilan pasal 25 orang pribadi periode 2008-2012 pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Singosari / Suzanne Oktaviani Ulfa

 

Ulfa, Suzanne Oktaviani. 2014. Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemeriksaan Pajak Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 25 Orang Pribadi Periode 2008-2012 Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Singosari. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd, M.Si. Ak. CA, (II) Dr. Endang Sri Andayani, S.E, M.Si, Ak. Kata Kunci : kepatuhan wajib pajak, pemeriksaan pajak, penerimaan pajak    penghasilan pasal 25    Sistem Self Assessment memberikan kepercayaan sepenuhnya pada wajib pajak untuk menghitung, memperhitungkan, melaporkan, dan membayar sendiri jumlah pajak terutang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, kelalaian dalam memenuhi kewajiban perpajakan serta pemanfaatan celah dalam sistem oleh wajib pajak seringkali terjadi sehingga penerimaan pajak penghasilan tidak optimal. Perbedaan perencanaan jumlah penerimaan pajak dengan realisasi penerimaan pajak ini menunjukkan bahwa masih banyak potensi penerimaan pajak yang belum digali dan rendahnya tingkat kepatuhan Wajib Pajak. Implementasi keberhasilan administrasi dan penerimaan pajak juga diiringi dengan pelaksanaan pemeriksaan atau penyelidikan fiskus, ancaman, bahkan sanksi hukum. Prinsip kepatuhan dan pemeriksaan pajak yang didasarkan pada teori paksaan dan teori konsensus dapat digunakan sebagai alat pengawasan perpajakan.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan wajib pajak dan pemeriksaan pajak terhadap penerimaan pajak penghasilan (PPh) pasal 25 orang pribadi di KPP Pratama Singosari. Kepatuhan wajib pajak diukur melalui pelaporan SPT Masa PPh pasal 25 yang dilaporkan tepat waktu dibagi dengan jumlah wajib pajak orang pribadi yang melakukan usaha dan pekerjaan bebas. Pemeriksaan pajak diukur melalui jumlah SKP PPh pasal 25 yang diterbitkan bagi wajib pajak orang pribadi. Penerimaan pajak penghasilan adalah angsuran PPh pasal 25 wajib pajak orang pribadi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SPT dan SKP Masa PPh pasal 25 Orang Pribadi yang dilaporkan dan terbit di KPP Pratama Singosari. Teknik penarikan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah bulan selama periode penelitian yaitu 60 bulan dalam 5 tahun (2008-2012) yang dalam setiap bulannya terdapat pelaporan SPT Masa PPh pasal 25 orang pribadi dan penerbitan SKP untuk PPh pasal 25. Penelitian menggunakan data kuantitatif yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi berupa data sekunder yang diperoleh dari KPP Pratama Singosari. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan uji statistik F serta uji t (uji hipotesis).     Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan wajib pajak dan pemeriksaan pajak secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan PPh pasal 25 orang pribadi di KPP Pratama Singosari. Namun, secara parsial pemeriksaan pajak menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, sedangkan kepatuhan wajib pajak tidak berpengaruh terhadap penerimaan pajak penghasilan pasal 25 orang pribadi di KPP Pratama Singosari.

Hubungan kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi dengan prestasi kerja pada anggota reserse di Kepolisian / Nurita Febriyanti Surya

 

Prestasi kerja yang didapat seseorang berkaitan erat dengan kemampuan yang dimiliki oleh individu tersebut. Kemampuan anggota reserse adalah kemampuan mengungkap suatu tindak kejahatan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Kecerdasan emosional yaitu serangkaian kecakapan yang dimiliki seseorang dalam menggunakan emosinya yang meliputi kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial. Selain itu motivasi berprestasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi kerja individu. Sehingga dapat dikatakan bahwa prestasi kerja berhubungan dengan kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi yang dimiliki masing-masing individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) gambaran kecerdasan emosional anggota reserse di Kepolisian (2) gambaran motivasi berprestasi anggota reserse di Kepolisian (3) gambaran prestasi kerja anggota reserse di kepolisian (4) hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi kerja pada anggota reserse di kepolisian (5) hubungan motivasi berprestasi dengan prestasi kerja anggota reserse di kepolisian (6) hubungan kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi dengan prestasi kerja anggota reserse di Kepolisian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan subyek penelitian seluruh anggota reserse Polres Pamekasan yang berjumlah 52 anggota. Instrumen yang digunakan yaitu skala kecerdasan emosional, skala motivasi berprestasi dengan model skala Likert, dan dokumentasi data penilaian prestasi kerja Kepolisian Polres Pamekasan. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif, dan analisis korelasi Product Moment, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan anggota yang memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi sekali sebanyak 6 orang (11,8%), anggota yang memiliki kecerdasan emosioanl tinggi sebanyak 4 orang (7,8%), anggota yang memiliki tingkat kecerdasan emosional sedang sebanyak 23 orang (45,1%), anggota yang memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah sebanyak 17 orang (33,3%) dan anggota yang memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah sekali hanya 1 orang (2%). Anggota dengan tingkat motivasi berprestasi tinggi sekali sebanyak 4 orang (7,8%), anggota dengan tingkat motivasi berprestasi tinggi dan sedang sama-sama sebanyak 14 orang (27,5%), anggota dengan tingkat motivasi berprestasi rendah sebanyak 19 orang (37,3%) dan tidak satupun anggota yang memiliki tingkat motivasi berprestasi yang rendah sekali. Selain itu, ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan prestasi kerja r = 0,431 (p=0,002 < 0,005) serta antara motivasi berprestasi dengan prestasi kerja r = 0,293 (p=0,037 < 0,005). Selain itu, uji regresi linear berganda kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi R= 0,431 dan F hitung sebesar 5,482 ( p = 0,00 < 0,05), menunjukkan ada hubungan dan signifikan antara kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi dengan prestasi kerja Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah: 1) Bagi anggota reserse diharapkan untuk dapat meningkatkan kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi 2) Bagi Kepala Satuan Reserse, diharapkan sebagai pimpinan dapat menjadi motivator kepada bawahannya dengan harapan para anggota semakin merasa semangat dalam menjalankan tugas. (3) Bagi lembaga kepolisian, Dapat menjadikan pertimbangan para pemimpin di Kepolisian untuk memberikan pelatihan kecerdasan emosional guna memberikan wawasan tentang penngelolaan emosi yang baik. (4) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian tentang kecerdasan emosional, moitvasi berprestasi, dan prestasi kerja dengan metode pengumpulan data yang berbeda. Misalnya dengan menggunakan metode kuesioner, observasi maupun wawancara.

Pengembangan bahan ajar memerankan tokoh untuk siswa SMA kelas XI / Januari Kristiyanti

 

Kristiyanti, Januari. Pengembangan Bahan Ajar Memerankan Tokoh untuk Siswa SMA Kelas XI. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sunoto, M.Pd, (2) Karkono, S.S, M.A. Kata Kunci: bahan ajar, memerankan tokoh.     Memerankan tokoh merupakan kegiatan yang dapat membantu siswa berlatih meningkatkan kepekaan sosial dalam bermasyarakat, mengembangkan kreativitas, dan membentuk karakter. Secara umum, pelaksanaan pembelajaran memerankan tokoh memerlukan bahan ajar yang dapat membantu siswa belajar memerankan tokoh secara bertahap. Dengan adanya bahan ajar memerankan tokoh, siswa diharapkan dapat belajar secara mandiri.      Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar memerankan tokoh untuk siswa SMA kelas XI. Bahan ajar tersebut harus sesuai dengan kebutuhan siswa SMA kelas XI mulai dari sistematika, isi, bahasa, dan tampilan. Bahan ajar yang dihasilkan sesuai dengan standar isi matapelajaran Bahasa Indonesia tahun 2006 karena pada saat penelitian ini dilakukan, SMA kelas XI belum menggunakan kurikulum 2013.     Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan Dick dan Carey. Ada sepuluh langkah dalam dalam model pengembangan yang diuraikan oleh Dick dan Carey, yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) analisis pembelajaran, (3) analisis pebelajar dan konteks, (4) tujuan umum dan khusus, (5) mengembangkan instrumen, (6) mengembangan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, (8) merancang dan melakukan evaluasi formatif, (9) melakukan revisi, dan (10) evaluasi sumatif. Dari prosedur yang telah dijabarkan diadaptasi menjadi 8 tahap. Tahap 2 dan 3 dilakukan secara bersamaan dan tahap 10 tidak dilaksanakan.     Uji coba produk bahan ajar dilakukan kepada (1) ahli sastra, (2) ahli pembelajaran sastra, (3) praktisi atau guru, dan (4) kelompok siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket penilaian dan pedoman wawancara. Angket penilaian dan pedoman wawancara disesuaikan dengan keahlian masing-masing subjek uji coba bahan ajar. Angket merupakan sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh informasi dari ahli sastra, ahli pembelajaran sastra, praktisi atau guru, dan kelompok siswa. Wawancara dilakukan untuk mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang permasalahan yang diteliti.     Hasil uji coba bahan ajar dari masing-masing subjek uji coba menunjukkan bahwa bahan ajar ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Namun, untuk meningkatkan kualitas bahan ajar ini, dilakukan beberapa revisi sesuai masukan dan komentar subjek uji coba. Hal-hal yang perlu direvisi adalah (1) urutan bab dalam bahan ajar disesuaikan dengan langkah-langkah pembelajaran, (2) menjabarkan teori secara terstruktur dan mengganti istilah sesuai dengan teori yang baku, (3) mengubah contoh yang hanya berupa gambar menjadi contoh berupa gambar ilustrasi, (4) membuat model kegiatan pembelajaran secara terstruktur dan memperjelas perintah, (5) menyederhanakan latihan memerankan tokoh disesuaikan dengan tingkat siswa SMA, (6) mengubah contoh yang berupa kalimat menjadi contoh yang berupa kutipan dialog, (7) memperbaiki kesalahan bahasa dan menambahkan sumber kutipan dialog yang dikutip, (8) menyederhanakan bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat siswa SMA, (9) memperbaiki tampilan sampul bahan ajar, dan (10) menyelaraskan warna tema, gambar, dan tabel dalam bahan ajar sesuai dengan warna cover bahan ajar.     Terdapat beberapa saran yang diajukan peneliti berdasarkan temuan pada saat penelitian. Pertama, siswa diharapkan dapat melaksanakan pembelajaran memerankan tokoh dengan maksimal, tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik memerankan tokoh. Kedua, guru juga diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran memerankan tokoh, tidak hanya sebatas teori, tetapi juga praktik. Ketiga, produk dapat didiskusikan, dibedah, dan dijadikan model untuk pelatihan penyusunan bahan ajar dalam forum MGMP. Keempat, produk dapat dipakai sebagai salah satu masukan atau sumber untuk penelitian lanjutan yang meneliti pembelajaran memerankan tokoh.

Pengaruh pemberian tugas menulis matematika terhadap hasil belajar bangun ruang siswa kelas VIII SMP negeri 18 Malang / Dyah Primasari

 

ABSTRAK Primasari, Dyah. 2009. Pengaruh Pemberian Tugas Menulis Matematika Terhadap Hasil Belajar Bangun Ruang Siswa Kelas VIII Smp Negeri 18 Malang. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc, (II) Drs. Ir. Herutomo, M.Pd. Kata kunci: tugas menulis matematika dan hasil belajar. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Negeri 18 Malang memberikan informasi bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika masih berpusat pada guru. Guru berperan sebagai pemberi informasi dengan menjelaskan materi matematika, memberikan contoh-contoh permasalahan dan memberikan latihan soal-soal. Akibatnya penguasaan siswa terhadap konsep matematika menjadi kurang maksimal. Sebagai solusi dalam pembelajaran matematika sehingga penguasaan konsep matematika siswa menjadi lebih baik adalah pembelajaran dengan tugas menulis matematika. Tugas menulis matematika membuat siswa lebih banyak mengkonstruk sendiri pengetahuan matematikanya, mengajak siswa lebih aktif, mengajak siswa lebih mandiri, dan membuat siswa selalu berusaha untuk menemukan pengertian, pemahaman dan kebenaran baru. Alasan inilah yang melatar belakangi penelitian pemberian tugas menulis matematika dalam pembelajaran bangun ruang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses pelaksanaan pembelajaran dengan pemberian tugas menulis matematika dan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran tugas menulis matematika lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran tanpa pemberian tugas menulis matematika. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan penelitian eksperimen semu dan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelasVIII SMP Negeri 18 Malang tahun ajaran 2008-2009. Sedangkan sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik sampling acak kelompok atau cluster random sampling. Dalam penelitian ini, data diperoleh dengan cara tes untuk mengetahui hasil belajar oleh siswa dan angket siswa untuk kelas eksperimen untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dengan pemberian tugas menulis matematika, serta lembar observasi. Selanjutnya data pengujian hipotesis dianalis dengan bantuan MINITAB 14 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pelaksanaan pembelajaran dapat dikategorikan berjalan dengan baik. Rata-rata hasil belajar siswa adalah 77,6 untuk kelas ekperimen dan 71,6 untuk kelas kontrol. Berdasarkan pengujian hipotesis hasil belajar dan motivasi belajar siswa diperoleh P-Value = 0,039 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, pemberian tugas menulis matematika memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa yaitu hasil belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pemberian tugas menulis matematika lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa tanpa mendapatkan pembelajaran tanpa pemberian tugas menulis matematika

Pengembangan bahan ajar tentang potensi fitoestrogen umbi bengkuang (Pachyrhizus erosus) terhadap perkembangan folikel pada matakuliah fisiologi reproduksi / Anggun Wulandari

 

Wulandari, Anggun. 2014. Pengembangan Bahan Ajar tentang Potensi Fitoestrogen Umbi Bengkuang (Pachyrhizus erosus) terhadap Perkembangan Folikel pada Matakuliah Fisiologi Reproduksi. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umie Lestari, M.Si, (II) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Pd, M.Ed. Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, fitoestrogen, umbi bengkuang, daidzein, folikel, Fisiologi Reproduksi, model 4D     Fisiologi Reproduksi merupakan salah satu matakuliah keahlian berkarya (MKB) yang dapat ditempuh oleh mahasiswa jurusan Biologi khususnya bidang peminatan Zoologi di Universitas Negeri Malang. Matakuliah Fisiologi Reproduksi mempelajari tentang konsep dan prinsip-prinsip Fisiologi Reproduksi Hewan Vertebrata khususnya mamalia. Hasil analisis tentang kebutuhan bahan ajar yang peneliti lakukan pada mahasiswa yang telah menempuh matakuliah Fisiologi Reproduksi, didapatkan informasi bahwa 70% mahasiswa menyatakan bahwa bahan ajar yang selama ini digunakan masih abstrak dan konseptual, bahasanya sulit untuk dipahami sehingga diperlukan suatu bahan ajar yang dapat memberikan contoh konkret dan mudah dipahami sebagai suatu solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Usaha yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan mengembangkan bahan ajar yang berkualitas yang memuat perpaduan teoritis dengan penelitian terkini dan disertai metode penelitian secara runut dan jelas sehingga mahasiswa dapat memahami penerapan konseptual dalam suatu tindakan nyata.     Tujuan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar berbasis riset tentang potensi fitoestrogen umbi bengkuang (Pachyrhizus erosus) terhadap perkembangan folikel pada matakuliah Fisiologi Reproduksi, yang layak pakai untuk mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang. Penyusunan bahan ajar yang berdasarkan hasil penelitian, cukup penting untuk memberikan informasi nyata dan berguna sebagai bahan rujukan dalam proses pembelajaran matakuliah Fisiologi Reproduksi, terutama terkait indikator kompetensi yaitu kemampuan mahasiswa untuk dapat melakukan pengujian potensi bahan alam terhadap fertilitas sehingga dikembangkanlah penelitian tentang potensi fitoestrogen umbi bengkuang (Pachyrhizus erosus) terhadap perkembangan folikel.     Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Objek yang digunakan adalah tikus betina Sprague dawley dengan bobot 150-210 gr umur 5 bulan sebanyak 24 ekor. Perlakuan pemberian senyawa terdiri dari 3 jenis meliputi kontrol, pemberian air perasan/ parutan umbi bengkuang dan larutan daidzein dengan induksi langsung ke dalam lambung menggunakan alat sonde (gavage tube) sebanyak satu kali dalam sehari selama 24 hari. Pada hari ke-25 tikus didislokasi kemudian dibedah dan diambil organ ovariumnya, selanjutnya dilakukan pembuatan preparat dan dilakukan penghitungan jumlah folikel ovarium (folikel primordial, folikel primer, folikel sekunder dan folikel de graaf). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis one way Anova dengan SPSS versi 16. Jika hasil analisis F hitung > F tabel 0,05, maka dilakukan uji lanjut dengan Post Hoc Analysis Least Significant Difference (LSD) dengan taraf signifikansi 5% untuk mengetahui perlakuan yang berpengaruh terhadap perkembangan folikel ovarium tikus betina Sprague dawley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan folikel pada tikus betina Sprague dawley yang diberikan larutan umbi bengkuang menunjukkan perkembangan folikel yang paling cepat dibandingkan kelompok pemberian larutan daidzein maupun kontrol, hal ini dikarenakan pada umbi bengkuang terdapat banyaknya komponen aktif yang saling berinteraksi yang salah satunya adalah senyawa isoflavon yang merupakan fitoestrogen yang memiliki aktivitas seperti hormon estrogen yang mampu berikatan dengan reseptor estrogen.     Hasil penelitian dikembangkan menjadi bahan ajar penunjang matakuliah Fisiologi Reproduksi dengan model pengembangan 4D yang dikemukakan oleh Thiagarajan et al. (1974). Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate, namun dalam penelitian pengembangan ini hanya dibatasi sampai pada tahap develop yakni sampai pada tahap uji coba kelompok sedang. Pemilihan model 4D karena pada tahap pelaksanaannya dilakukan secara sistematis serta didalamnya sudah mencakup proses pengujian dan revisi, sehingga produk yang dikembangkan akan memenuhi kriteria produk yang baik dan teruji secara empiris.     Hasil pengembangan berupa bahan ajar penunjang matakuliah Fisiologi Reproduksi dilakukan validasi ahli materi dan ahli media dan desain pembelajaran, selanjutnya dilakukan uji coba perorangan dan uji coba kelompok sedang. Hasil penilaian maupun tanggapan dari validator maupun mahasiswa sebagai subyek coba digunakan sebagai masukan dalam proses penyempurnaan bahan ajar. Hasil validasi ahli materi berada dalam kategori sangat baik dengan data persentase sebesar 93,75%. Hasil validasi ahli media dan desain pembelajaran berada dalam kategori sangat baik dengan data persentase sebesar 95,83%. Hasil uji coba kelompok sedang, diperoleh data persentase sebesar 88,39%, sehingga pengembangan bahan ajar penunjang matakuliah Fisiologi Reproduksi tentang potensi fitoestrogen umbi bengkuang (Pachyrhizus erosus) terhadap perkembangan folikel ovarium tikus betina Sprague dawley telah layak untuk digunakan. Bahan ajar yang telah dikembangkan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran dengan memperhatikan betul tahapan atau tata cara dalam penelitian potensi fitoestrogen umbi bengkuang (Pachyrhizus erosus) terhadap perkembangan folikel. Saran pemanfaatan dan pengembangan lebih lanjut, maka bahan ajar perlu diimplementasikan dalam pembelajaran dikelas untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas bahan ajar yang dihasilkan serta dapat dilakukan penelitian lanjutan terkait pemanfaatan bahan alam lain yang mengandung fitoestrogen kekajian organ reproduksi selain ovarium serta perlu adanya uji dampak toksik dari pemanfaatan fitoestrogen.

Upaya peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas VIII-B SMP Negeri 9 Malang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT) / Yayuk Mutiyasih

 

UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA KELAS VIII-B SMP NEGERI 9 MALANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) ABSTRAK Mutiyasih, Yayuk. 2009, Upaya Peningkatan Prestasi Belajar dan Aktivitas Siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 9 Malang dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT). Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Program Sertifikasi Guru Melalui Jalur Pendidikan. FPMIPA Universitas Negeri Malang. Kata Kunci: Aktivitas belajar, model pembelajaran kooperatif, Numbered Heads Together (NHT), Prestasi belajar. ABSTRAK Berdasarkan hasil pengamatan pada kegiatan observasi awal di kelas VIII-B SMP Negeri 9 Malang diketahui bahwa proses pembelajaran di kelas masih bersifat teacher centered. Proses pembelajaran terlihat kurang menarik bagi siswa akibatnya konsentrasi siswa kurang terfokus, aktivitas siswa sangat kurang dan cenderung bersikap pasif dalam kegiatan kelompok maupun dalam kegiatan pembelajaran. Rekaman nilai ulangan harian siswa menunjukkan bahwa nilai rata-rata adalah 34,9 dengan ketuntasan klasikal 6,8% masih jauh dari harapan sekolah yang menentukan nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 6,5. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT). Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus yang masing-masing terdiri dari tiga kali pertemuan. Siklus I dilaksanakan tanggal 14 sampai 23 April 2009, dan siklus 2 dilaksanakan tanggal 5 sampai 26 Mei 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan aktivitas siswa dan prestasi belajar siswa. Aktivitas siswa dalam kerja sama kelompok meningkat sebesar 20%. Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran meningkat sebesar 28,5%. Peningkatan juga terjadi pada prestasi belajar siswa, rata-rata kelas meningkat sebesar 12,5 poin dan ketuntasan belajara klasikal meningkat sebesar 36%.

Upaya peningkatan hasil belajar IPA dengan metode discovery di kelas V SDN Nguling 03 Kabupaten Pasuruan / Bambang Santoso

 

ABSTRAK Santoso Bambang, 2009. “Upaya Peningkatan Hsail Belajar IPA Dengan Metode Discovery di SD Kelas V SDN Nguling 03 Kabupaten Pasuruan”. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah dasar dan Prasekolah, Program Sarjana. Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof.Dr H.Moh.Shochib,M.Pd (2) Dra.Sri Estu Winahyu, M.Pd . Kata kunci: Metode discovery, Hasil belajar, IPA Ilmu Pengetahuan Alam merupakan suatu mata pelajaran yang memberikan kesempatan latihan berpikir kritis, penulis ingin menggunakan metode discovery sebagai sarana untuk menciptakan situasi dan kondisi belajar mengajar yang menyenangkan dan tidak membosankan. Penggunaan metode discovery menempatkan siswa sebagai subyek dan guru sebagai fasilitator, motivator, dan moderator dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dengan metode discovery dapat mengukur kemampuan siswa secara kompleks. Siswa dapat dinilai tidak hanya dari segi kemampuan intelektual atau aspek kognitif tetapi juga dari aspek psikomotorik untuk mengetahui hasil belajarnya. Berdasarkan latar belakang tersebut disusun rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana hasil belajar IPA materi pokok energi dan perubahannya di kelas V SDN Nguling 03 Kabupaten Pasuruan dengan menerapkan metode Discovery?(2) Apakah penerapan metode Discovery dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi pokok energi dan perubahannya di kelas V SDN Nguling 03 Kabupaten Pasuruan? Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). yang dikembangkan oleh Kemmis dam Mc Tanggart.meliputi empat jalur (langkah), yaitu: (1) Planning; (2) acting & observing; (3) reflecting (4) revise plan. Dalam penelitian ini yang akan menjadi subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas V SDN Nguling 03, Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan sebanyak 40 siswa. Teknik pengumpulan data akan dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan metode discovery pada pembelajaran IPA materi energi dan perubahannya Kelas V SDN Nguling 03 Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut terbukti dari hasil nilai rata-rata pra tindakan hanya mencapai 50,125 dengan ketuntasan belajar kelas 52,5%, meningkat menjadi 85,5 dengan ketuntasan belajar kelas 92,5% pada siklus I. meskipun ada 3 siswa (7,50%) belum mencapai ketuntasan belajar individu. Mengingat pada penelitian ini masih terdapat kekurangan-kekurangan diantaranya belum bisa menuntaskan hasil belajar siswa seluruhnya, maka saran bagi peneliti selanjutnya supaya mengkombinasikan penggunaan Metode discovery dengan model pembelajaran atau mengkombinasikan dengan menggunakan media lain yang relevan yang sekiranya mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara maksimal.

Peningkatan keterampilan menulis cerita melalui media gambar kartun pada siswa kelas-5 MI Darussalam Desa Kepuharjo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang / Lutfiatul Husna

 

Berdasarkan observasi awal, siswa kurang terampil dalam menulis cerita. Diduga cara mengajar guru yang kurang variatif. Selain itu, siswa kesulitan (bingung) dalam menentukan ide dan kesulitan dalam mengorganisir cerita dari segi kebahasaan. Untuk mengatasi kesulitan tersebut maka dipakailah media gambar kartun untuk membantu siswa dalam aktivitas menulis cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan realitas pembelajaran menulis, data yang dihasilkan berupa data deskriptif yakni tulisan tentang peningkatan keterampilan menulis cerita melalui media kartun. Peneliti sebagai instrument pokok, dengan sasaran penelitian adalah siswa kelas V. Berdasarkan model PTK dimulai dengan perencanaan berupa masalah-masalah di kelas, yang meliputi identifikasi masalah, analisis masalah,perumusan masalah dan perumusan hipotesis tindakan. Setelah itu guru atau peneliti melakukan , action (pelaksanaan), observing (pengamatan) serta reflecting (perefleksian); hasil perefleksian ini, kemudian dipergunakan untuk memperbaiki perencanaan (revisi plan) berikutnya. Penelitian tindakan ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan 2 pertemuan untuk masing-masing siklusnya. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Instrument penelitian terdiri dari pedoman observasi siswa dan guru, pedoman wawancara, serta dokumentasi. Keterampilan menulis tersebut terdiri dari pramenulis yaitu kegiatan mengurutkan gambar, menentukan judul dan membuat kerangka. Menulis atau pemburaman berupa aktivitas pengedrafan. Perbaikan yakni koreksi terhadap cerita itu sendiri. Penyuntingan berupa kegiatan koreksi terhadap ejaan. Publikasi berupa kegiatan penyampaian hasil cerita atau memajang karya. Berdasarkan hasil penelitian siklus I dan siklus II didapatkan prosentase kenaikan skor siswa pada aktivitas pra menulis sebesar 97%, aktivitas pemburaman 93%, aktivitas perbaikan 94%, aktivitas penyuntingan 94%, dan aktivitas publikasi 96%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, lima tahap proses menulis melalui media gambar kartun berseri dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita siswa kelas V MI Darussalam dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kenaikan skor dan nilai yang diperoleh siswa. Pada peneliti selanjutnya kami menyarankan untuk mencoba menggunakan media gambar kartun pada materi maupun mata pelajaran lain.

oleh Inventarisasi ganggang biru di sumber air panas daerah wisata Alam Cangar kabupaten Malang

 

Inventarisasi euglenovita di rawa Senggreng kecamatan Sumberpucung kabupaten Malang / oleh Untung Durachman

 

Pengaruh suhu penyimpanan terhadap daya kecambah benih kedelai (Clycine max merr.) / oleh Mariyati

 

Pembelajaran seni karawitan Jawa pada mata pelajaran seni budaya di SMA Katolik Diponegoro Kota Blitar / Damai Abadi

 

ABSTRAK Abadi, Damai. 2015. Pembelajaran Seni Karawitan Jawa Pada Mata Pelajaran Seni Budaya Di SMA Katolik Diponegoro Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Program Studi S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (1) Dra, Ida Siti Herawati, M.Pd, (2) Hartono, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: Pembelajaran, Karawitan, SMA. Pembelajaran seni karawitan Jawa banyak memberikan pelajaran kepada siswa seperti keterampilan dalam memainkan gamelan, sikap dalam memainkan gamelan, belajar berkonsentrasi dan bekerja sama.SMA Katolik Diponegoro merupakan sekolah swasta di Kota Blitar yang menerapkan seni karawitan Jawa sebagai materi pelajaran seni musik dalam mata pelajaran Seni Budaya. SMA Katolik Diponegoro Kota Blitar juga rutin mempergelarkan pertunjukan musik dan tari tradisional setiap tahunnya. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran seni karawitan Jawa, (2) pelaksanaan pembelajaran seni karawitan Jawa dan (3) evaluasi pembelajaran seni karawitan Jawa pada mata pelajaran Seni Budaya di SMA Katolik Diponegoro Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di SMA Katolik Diponegoro Kota Blitar. Narasumber dalam penelitian ini adalah guru Seni Budaya bidang seni karawitan Jawa. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, kemudian penyajian data, dan mengambil kesimpulan. Pada pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang digunakan guru terdiri dari silabus dan rencana pelaksanaan pembelaran yang mengacu pada kurikulum KTSP. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru menerapkan metode pembelajaran ceramah, demonstrasi, dan praktik;media pembelajaran seperangkat gamelan dan notasi gendhing; serta melakukan usaha pengelolaan kelasdengan memahami karakter setiap siswa agar pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien. Sedangkan untuk evaluasi pembelajaran mengacu pada tiga aspek yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada: (1) SMA Katolik Diponegoro, agar konsistensi pada penggunaan kurikulum untuk kegiatan intrakulikuler atau kegiatan ekstrakulikuler. (2) Guru, untuk menyusun perangkat pembelajaran lebih lengkap, dan memahami prosedur dalam proses pembelajaran seni karawitan Jawa agar dapat menjadikan sebagai evaluasi untuk pembelajaran selanjutnya. (3) Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, untuk melakukan penelitian pembelajaran seni karawitan Jawa di instansi lain, daerah lain, atau jenjang sekolah yang lain, misalnya SD dan SMP.

Studi tentang pengaruh sitoplasma terhadap frekuensi gagal berpisah (non-disjunction) kromosom kelamin X (Drosophila melanogaster) strain white betina / oleh Nurul Choiriyah

 

Supervisi pengajaran berwawasan spiritual di sekolah dasar (Studi multisitus pada SDK Ursulin, SDK Yasukel dan SDN kota Ratu di Kabupaten Kelimutu) / Natsir B. Kotten

 

Kata kunci: supervisi pengajaran, wawasan spiritual, sekolah dasar Supervisi pengajaran berwawasan spiritual adalah supervisi oleh supervi-sor yang memiliki perilaku membangun karakter berdasarkan kemampuannya mengelola kecerdasan spiritualnya dengan berlandaskan pada nilai-nilai religius, dan etika sosial keagamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan: (1) program supervisi pengajaran yang disusun oleh supervisor yang berwawasan spiritual, (2) teknik supervisi pengajaran berwawasan spiritual, (3) pendekatan supervisi pengajaran berwawasan spiritual, dan (4) sikap dan perilaku guru terhadap pelaksanaan super-visi pengajaran oleh supervisor yang berwawasan spiritual. Penelitian ini menggunakan rancangan studi multisitus dengan metode komparatif konstan. Lokasi penelitian di SDK Ursulin, SDK Yasukel, dan SDN Kota Ratu. Informan dalam penelitian ini adalah pada kepala sekolah dan Guru. Teknik pengumpulan data menggunakan (1) wawancara mendalam, (2) peng-amatan peranserta, dan (3) studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dua tahap, yaitu (1) analisis data situs individu, dan (2) analisis data lintas situs. Pengecekan keabsahan data melalui (1) triangulasi sumber data dan triangulasi teknik pe-ngumpulan data, (2) pengecekan anggota, dan (3) diskusi sejawat serta arahan Dosen Pembimbing. Temuan penelitian menunjukan bahwa: (1) program supervisi pengajaran yang disusun oleh supervisor yang berwawasan spiritual, disusun secara bersama dan bekerjasama dengan melibatkan guru dalam suatu tim kerja. Kerjasama dan kebersamaan tersebut dibangun dengan berlandaskan pada: visi misi, kreatif, inspiratif, bijaksana dan peduli pada orang lain, dan dibangun dengan nilai-nilai relegius yang didasarkan pada kearifan spiritual atau keluhuran nurani (kecerdas-an jiwa), yaitu: sosok dan perilaku yang ramah dan akrab, arif dan bijak, toleran, humanis, dan berwibawa; (2) teknik supervisi pengajaran berwawasan spiritual, dibangun dengan berlandaskan pada nuansa kebersamaan dan kekeluargaan, dan dibangun dengan nilai-nilai relegius yang didasarkan pada kearifan spiritual atau keluharan nurani (kecerdasan jiwa), yaitu mengedepankan doa sebagai sumber kekuatan, motivasi, sikap arif dan bijak, toleran dan humanis, serta sikap ramah dan akrab; (3) pendekatan supervisi pengajaran berwawasan spiritual, dibangun dengan berlandaskan pada motivasi sebagai wujud dari sikap memberikan bim-bingan dan penguatan, membangun semangat kerja, memiliki komitmen, dedikasi, enerjik, dan menjunjung tinggi etika dan wibawa akademik (norma). Pendekatan tersebut juga dibangun dengan berlandaskan nilai-nilai relegius yang didasarkan pada kearifan spiritual atau keluhuran nurani (kecerdasan jiwa), yaitu sosok dan perilaku yang ramah dan akrab, humanis, bersahaja, memiliki keteguhan dan kasih sayang, serta menjaga keutuhan sebagai wujud dari sikap memupuk keber-samaan dalam nuansa kekeluargaan dan rasa persaudaraan; (4) sikap dan perilaku guru terhadap pelaksanaan supervisi oleh supervisor yang berwawasan spiritual, dibangun dengan berlandaskan pada persepsi dan motivasi yang positif, yaitu kepemimpinannya sangat baik, sangat tepat, sesuai, sangat senang, dan sangat menguntungkan. Di samping itu, membangun semangat kebersamaan dan kerja-sama yang baik, membangun relasi yang dilandasi pada keterbukaan dan sema-ngat persaudaraan, dan kekeluargaan, serta dibangun dengan berlandaskan pada nilai-nilai religius yang didasarkan pada kearifan spiritual atau keluhuran nurani (kecerdasan jiwa), yaitu pembinaan dan pelayanan yang mengutamakan: doa, sebagai sumber kekuatan, sikap ramah dan akrab, sikap teguh dan kasih sayang, sikap arif dan bijak, sikap toleran, sikap humanis, berwibawa, dan bersahaja, serta menjaga keutuhan. Berdasarkan temuan-temuan penelitian di atas, disarankan kepada (1) pihak Dinas PPO Kabupaten Kelimutu untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatih-an (Diklat) kepada para kepala sekolah atau calon kepala sekolah tentang Mana-jemen Supervisi Pengajaran Berwawasan Spiritual, sebagai sentuhan penting bagi penanaman nilai-nilai kerja, sebagai fondasi untuk memfungsikan kekuatan inte-lektual dan emosional, memberi motivasi dan produktivitas kerja atas dasar ibadah, dan mengantarkan manusia pada ketenangan diri sejati, (2) bagi kepala sekolah disarankan agar memiliki pemahaman akan konsep dasar supervisi, hubungan timbal balik, dan keterampilan teknis dan non teknik yang berkaitan dengan peran wawasan spiritual atau nilai-nilai religius yang didasarkan pada kearifan spiritual atau keluhuran nurani (kecerdasan jiwa) dalam pembinaan dan pelayanannya, (3) bagi para guru disarankan bahwa pelaksanaan supervisi peng-ajaran berwawasan spiritual, yang berkaitan dengan pemberian bantuan yang bercorak palayanan dan bimbingan profesional telah dilakukan, namun keber-hasilannya sangat tergantung pada tekad dan kemauan guru itu sendiri untuk meningkatkan diri atau tidak. Sehubungan dengan itu, kepada guru-guru disaran-kan agar dapat memanfaatkan kesempatan serta peluang yang dibuat itu untuk meningkatkan motivasi dan disiplin diri terutama motivasi berprestasi, (4) bagi peneliti lain disarankan bahwa pelaksanaan supervisi pengajaran yang berwa-wasan spiritual, dapat memperbaiki kualitas mengajar, meningkatkan kinerja, dan menumbuhkan sikap profesional guru. Agar dapat mengungkap lebih jauh me-ngenai supervisi pengajaran yang berwawasan spiritual, sebaiknya dilakukan pe-nelitian lebih lanjut pada sekolah-sekolah lainnya. Apabila hendak diadakan penelitian lebih lanjut, maka disarankan supaya dilaksanakan pada beberapa situs.

The use dialogue journal to improve the writing ability of the first year students of SMK Negeri 1 Singosari / Nurul Husna

 

Thesis, Graduate Program in English Language Teaching, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd Key words: dialogue journal, improve, writing ability. This study is conducted in order to answer the research problem, “How can Dialogue Journal improve writing ability of the first year students of SMK Negeri 1 Singosari?” This strategy is chosen due to its strengths in encouraging students to be more actively involved in the teaching of writing and in helping students to reduce the worry to write in English so that students’ motivation and ability to write might improve. To answer the research problem, Collaborative Action Research is conducted following the four stages, planning, implementing, observing and reflecting. This study was implemented in one cycle. The Cycle 1 consisted of nine sessions. The subjects of this study are the students of Ototronik Program 3 SMK Negeri 1 Singosari 2010 – 2011 which consists of 32 students. In this study, the students were assigned to write two times in a week in their journal. Their journals were handed in on Monday and they were returned to the students on Wednesday after being responded and the students submitted the next entry on Saturday. The instruments used to collect data are observation sheet, questionnaire, field notes, students’ journal entries and writing test. The results show that dialogue journals obviously can improve the students’ ability in writing sentences, paragraphs. It has been observed that the improvements are caused by the regular writing practice done by the students and the teacher’s response given to their writing. It becomes a sort of on – going dialogue. It also develops a personal relationship between the teacher and each of his students. The improvements can be examined from two points of views: process and product. In the form of process, the students’ attitude improves from time to time as reflected from the results of observation and their answers in the questionnaire. First, the students are actively involved during the writing activities. Second, the students are highly enthusiastic in studying English, especially in writing. Third, the students can write journals freely. The last, the improvements can be also examined from the number of topics and the average number of sentences and paragraphs. In the first entry, they write in 11 topics while in the last three entries, it improves to be 49 topics. In addition, the amounts of the sentences improve in conjunction with the improvement of the average of paragraphs produced from the first entry to the next entry. In the first entry, the average of sentences in one entry is 10.1 while in the sixth entry, it improves to be 14.6. The average of the paragraphs that the students write in the first entry is 1.1 while in the sixth entry, it improves to be 1.4. Meanwhile, in the form of product, it is found that there were only 5 students (17.8%) whose score is 75 but in the post test, it became 75% (21 students) out of 30 subjects. The score has met the criteria of success of product of this study that is greater than or equal to 75. Finally, on the basis of the findings, some suggestions for the English teachers and the future researchers are made. First, since the dialogue journal is a kind of informal writing, we have to focus on the content of their writing rather than on the students’ mechanical errors. However, if we want to develop the quality of their writing, we may do a kind of non – instructive correction without interrupting the communication or distracting from the meaning. In this case, the teacher can serve as a model of correct English usage in the response given. To sum up, the students’ journal entries can also be used by the teacher as a reflection to identify the students’ weaknesses in using the language, so the teacher can plan the lesson and exercises focusing on the language use in the teaching and learning process.

Menulis untuk pengembangan berfikir kritis siswa / Febrike Woro Anjarsari

 

Anjarsari, Febrike W. 2013. Menulis untuk Pengembangan Berpikir Kritis Siswa. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Suyono, M.Pd. Kata Kunci: menulis, berpikir kritis, pembelajaran menulis     Kebutuhan dalam kehidupan menuntut seseorang berpikir secara kritis, kreatif, inovatif dan produktif untuk berkomunikasi dan memecahkan permasalahan. Menulis merupakan aktivitas menuangkan ide, gagasan dan perasaan lewat simbol-simbol grafik yang dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran berpikir.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan konseptual menulis dan pengembangan berpikir kritis, mendeskripsikan aspek berpikir kritis yang berkelindan dengan aspek penting menulis, mendeskripsikan bagaimana menulis digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan mendeskripsikan bagaimana kondisi ideal pembelajaran menulis yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.     Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka yang didukung dengan instrumen berupa matrik analisis. Matrik analisis yang dibuat oleh peneliti berfungsi sebagai instrumen untuk memasukkan dan menganalisis data. Tahapan analisis data yang dilakukan peneliti meliputi (1) langkah persiapan, (2) langkah penganalisisan, dan (3) langkah penyimpulan.     Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh empat kesimpulan hasil penelitian yaitu pertama, menulis dan berpikir kritis berhubungan, yakni (1) menulis sebagai aktivitas berpikir (kritis), dan (2) menulis sebagai media analisis pemikiran (kritis). Kedua, ditemukan 10 aspek berpikir kritis yang berkelindan dengan aspek penting menulis, yakni (1) kejelasan, (2) keakuratan, (3) ketelitian, (4) keterkaitan, (5) kedalaman, (6) keobjektifan, (7) kelogisan, (8) kepentingan, (9) kejujuran, dan (10) kebaruan. Ketiga, ditemukan sepuluh alasan menulis dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa, yakni (1) mengorganisasi perasaan, mengasah daya pikir dan konsentrasi, (2) meningkatkan kreativitas siswa, (3) mengikat ilmu, (4) memecahkan masalah dengan logis dan rasional, (5) mendorong siswa aktif, (6) meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berbahasa, (7) mengubah cara berpikir diri sendiri dan orang lain, (8) meningkatkan ketelitian siswa, (9) mengembangkan keterampilan afektif, dan (10) menantang masa depan. Keempat, ditemukan tujuh kondisi ideal pembelajaran menulis, yakni (1) kondisi ideal pengajar, (2) kondisi ideal siswa dan lingkungan belajar siswa, (3) kondisi ideal proses pembelajaran menulis, (4) kondisi ideal strategi dan model pembelajaran menulis, (5) kondisi ideal bahan pembelajaran menulis, (6) kondisi ideal media pembelajaran, dan (7) kondisi ideal penilaian pembelajaran menulis.

Pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian: studi terhadap pembelian kartu seluler prabayar oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang oleh Fitri Effendy

 

perkemPebratnugmabinnu ohvaansb ii-sinnoisv kaasrit pur osdeuluklenry dai dIanldaomn erasniagc kuuk u."pn *pite sat.k Inoin sterrrmliheant u daarrui ykol3ae€lncr*sag:ma1n leng5gmg...i.:rhmllaartyeesnnrkk tganaunomha,lo aespgarnaeiiy k skaaay narn,gn d gdem inmguialdpinkaa imh,s d ehainirrynra gagwaana tysd rask aanunngd fb a baemehrarbi sliaiaaagrl.an, p-igs m-,fe aarsctakip:lriJ .tmia"tA askeas" utra"nyu"ga p ignneugirl t aasinnyagd alganinnia.gn 't^9-. rll**e: operatosre tuletri dak -bisa h*d;;;il";;iilgt p.r*gg* kkmsuaoeeernrrtmtudaupmsib saetaepia lnmuargilsfbe uamcernyr irt d uairkaernaa mbgnha ki ,sk hieeniwmasonauvuk, aadm osiad maih efkiuantaunng rasi ak agmanalks aareih r upbi'tpse.urualtta"nutinup hglemaigalnaaetae ynrauagm npnin eaafyenknamija na naagdb akii" ngsia"aiiyrmlna;a; uh.r a.m oern."n-rrlga"iiir.-aep.d"rn"n;e'k'ni.ker i"emsjUaumeb nghapataunr rohkgiada kitnruauu,nk,ssi ry:hT, msrleaelnunm ljeaeurdn ntidu tuunhkktum autrnaeugnkms do mianliehnsn iu orgmoeedrertuinamdk h.aboulaati.'rnmitagr mtiab;;neu"pi nt"a-iearl;lnt; rgptiub ekutpaat rnnpo lidglihuaaaknk dn uaa'in*untd tu icugt aturr nvonarn,*"k p ia-i,lnu;agy,"] a"r0"ji". t nLu,i kr-enbobuapu naetgtur kathoatao,nmr i:*y ly, pelanggayna nga nhdaargl.a murah, nafitas ling*,, zuitt* lengkap, serra pelayanan Tujuan penelitian ini adatah untuk mengetahui pengaruh antara l) harga tp!e*edrmh:apbd ealpiJka e

Ekspresi kolokial remaja Poso dalam berbahasa Indonesia (kajian etnografi komunikasi) / Thomas Pandonge

 

ABSTRAK Pandonge, Thomas. 2009. Ekspresi Kolokial Remaja Poso dalam Berbahasa In-donesia. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Abdul Syukur Ibrahim, (2) Prof. Dr. H. Suparno, (3) Dr. H. Sumadi, M.Pd. Kata kunci: ekspresi, kolokial, remaja, konteks, bentuk, fungsi, strategi. Ekspresi kolokial remaja adalah ekspresi remaja dalam bertutur dengan menggunakan bahasa sehari-hari, yakni bahasa daerah dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan mereka dan pranata sosial yang telah berakar dalam kehidupan masyarakat Poso. Kolokial remaja pada hakikatnya merupakan wujud penggunaan bahasa dalam interaksi sosial untuk mencapai tujuan. Penggunaan bahasa dalam percakapan terkait dengan paradigma fungsional yang memandang bahasa sebagai suatu sistem sosial dan budaya. Bahasa digunakan dalam interaksi sosial. Bahasa terikat oleh aturan dan nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memerikan ekspresi kolokial remaja Poso. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan pemerian terhadap tiga aspek utama, yaitu: (1) bentuk ekspresi kolokial remaja yang meliputi: pernyataan, pertanyaan, dan perintah; (2) fungsi ekspresi kolokial remaja yang meliputi: fungsi asertif, direktif, ekspresif, komisif; dan (3) strategi ekspresi kolokial remaja yang meliputi bentuk pernyataan, pertanyaan, dan perintah. Ketiga aspek tersebut secara ekspli-sit dapat mencerminkan ekspresi kolokial remaja Poso. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan etnografi komunikasi. Data penelitian ini berupa tuturan lisan informal remaja Poso sebagai sebuah fenomena sosial remaja yang dipotret melalui bentuk, fungsi, dan strategi ekspresi kolokial remaja Poso. Data rekaman tuturan dan hasil wawancara dijadikan sebagai data utama dalam fokus analisis data penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan perekaman tuturan remaja Poso secara informal. Dalam pengumpulan data, peneliti sebagai instrumen kunci menggunakan instrumen penjaring data yang berupa panduan observasi, panduan wawancara, dan alat perekam elektronik. Setelah data terkumpul, peneliti melakukan analisis data dengan langkah-langkah sebagai berikut: seleksi data, identifikasi data, klasifikasi data, dan kategorisasi data yang didasarkan pada pandangan emik. Aktivitas ini dilakukan untuk mendapatkan data tuturan remaja Poso, berupa: (1) bentuk ekspresi kolokial yang meliputi bentuk pertanyaan, pernyataan, dan perintah; (2) fungsi ekspresi kolokial yang meliputi asertif, direktif, ekspresif dan komisif; dan (3) strategi ekspresi kolokial yang meliputi strategi berupa wujud pernyataan, wujud pertanyaan, dan wujud perintah. Analisis data dilakukan dengan mengikuti alur analisis etnografi komunikasi. Ketiga aspek penelitian dipahami secara cermat melalui level semantik, level reflektif, dan level eksistensial. Untuk memverifikasi temuan penelitian, dilakukan triangulasi temuan tersebut kepada sumber, pakar bahasa, dan pakar budaya. Berbagai fenomena tersebut dapat diidentifikasi melalui bentuk ekspresi kolokial remaja. Bentuk pernyataan ekspresi kolokial remaja diwujudkan melalui rayuan, permohonan, hardikan, ancaman, penyangkalan, cemoohan, sapaan, dan cacian. Bentuk pertanyaan ekspresi kolokial remaja diwujudkan melalui keingintahuan, penegasan, dan pengujian. Selanjutnya, bentuk perintah ekspresi kolokial remaja diwujudkan melalui permintaan, penegasan, ajakan, harapan, paksaan, penolakan, larangan, keluhan, persetujuan, peringatan, pemberitahuan, dan permohonan. Fungsi ekspresi kolokial remaja memberi penguatan terhadap penerapan tuturan yang meliputi ranah simbol-simbol kognitif yang berurusan dengan ide dan keyakinan tentang dunia, dan simbol-simbol ekspresif yang mengomunikasi-kan emosi yang berproses dari seperangkat kriteria yang bersifat kreatif. Fungsi pernyataan, pertanyaan, dan perintah ekspresi kolokial remaja merupakan peran tuturan untuk mendeskripsikan ide atau gagasan yang dituturkan oleh setiap remaja ketika ingin menyampaikan sesuatu kepada lawan tutur sebagai partisipan. Dari analisis data penelitian ditemukan empat fungsi tuturan yaitu fungsi asertif, fungsi direktif, fungsi ekspresif, dan fungsi komisif. Strategi ekspresi kolokial remaja sangat diperlukan untuk menjalin kehar-monisan dalam pergaulan remaja. Strategi yang mereka gunakan dalam per-gaulan tidak terikat pada salah satu strategi saja, melainkan dengan menggunakan berbagai strategi, yakni strategi bentuk pernyataan, strategi bentuk pertanyaan, dan strategi bentuk perintah ekspresi kolokial remaja, serta strategi tersebut tergolong baik strategi langsung maupun strategi tidak langsung dalam tuturan remaja. Strategi tuturan ekspresi kolokial remaja berlangsung secara alamiah dan komunikatif dengan tujuan agar pesan singkat yang disampaikan itu dapat diterima dan dimengerti oleh partisipan. Temuan-temuan ini memiliki implikasi pada makna, baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoretis, temuan penelitian ini memiliki implikasi pada kajian wacana budaya, tindak tutur, sosiolinguistik, dan etnografi komunikasi. Secara praktis, temuan ini memberi manfaat untuk memotivasi kreativitas remaja dalam upaya meningkatkan keterampilan berbicara siswa sebagai peserta didik, sekaligus memperkaya sumber rujukan dalam perencanaan pembelajaran bahasa di sekolah.

Penerapan pembelajaran berbasis proyek (PBP) dipandu dengan group investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi, keterampilan proses, hasil belajar, dan respons siswa kelas X-5 SMA Negeri I Purwosari / Fifin Indarwati

 

Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Projek (PBP), Group Investigation (GI), motivasi, keterampilan proses, hasil belajar, respons. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi Biologi kelas X-5 SMA Negeri I Purwosari diperoleh beberapa fakta dalam pembelajaran antara lain: kegiatan pembelajaran didominasi oleh guru atau teacher centered, guru sering menggunakan metode ceramah, nilai rata-rata siswa di bawah Standar Ketuntasan Minimum, siswa kurang termotivasi mengikuti pelajaran, siswa kurang aktif dalam kegiatan diskusi kelas, dan siswa sering terlambat mengumpulkan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Pembelajaran Berbasis Projek (PBP) dipandu dengan Group Investigation (GI) dalam meningkatkan motivasi, keterampilan proses, hasil belajar, dan respons siswa kelas X-5 SMA Negeri I Purwosari. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri I Purwosari Pasuruan, pada tanggal 21 April 2010 sampai dengan 12 Mei 2010. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan data dianalisis secara deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-5 SMA Negeri I Purwosari. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa motivasi, keterampilan proses, hasil belajar, dan respons siswa. Instrumen penelitian berupa angket motivasi, rubrik penilaian keterampilan proses, soal tes kognitif, dan angket respons siswa. Peningkatan skor rata-rata keseluruhan aspek motivasi belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 0,4. Peningkatan skor rata-rata keseluruhan aspek keterampilan proses dari siklus I ke siklus II sebesar 4,71. Persentase ketuntasan belajar mengalami peningkatan sebesar 20% dari siklus I ke siklus II. Skor rata- rata hasil tes siswa mengalami peningkatan sebesar 8,07. Persentase siswa yang memberikan respons positif (sangat setuju) mengalami peningkatan sebesar 46%. Peresntase siswa yang memberikan respons ragu-ragu berkurang sebesar 38,5% dari siklus I ke siklus II. Persentase siswa yang memberikan respons tidak setuju berkurang sebesar 2,75% dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan Pembelajaran Berbasis Projek dipandu dengan Group Investigation (GI) dapat meningkatkan motivasi, keterampilan proses, hasil belajar, dan respons siswa kelas X-5 SMA Negeri I Purwosari. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Pembelajaran Berbasis Projek dipandu dengan Group Investigation (GI) dalam pembelajaran biologi lebih mendapat perhatian dan tanggapan yang serius dari guru karena melalui model pembelajaran tersebut siswa dapat memperluas dan memperdalam pemahaman tentang pengetahuan pada topik ekosistem yang dikaitkan dengan lingkungan sekitar siswa.

Pengaruh deterjen terhadap daya tetas telur katak / oleh I Wayan Sumberartha

 

Upaya mengatasi kesalahan pemahaman konsep pecahan desimal melalui pembelajaran dengan manipulasi alat peraga sederhana bagi siswa kelas IV SD / oleh Darmin

 

Studi komparatif penerapan life skill education dan pembelajaran konvensional terhada optimalisasi kemampuan belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMU Negeri 2 Sumenep oleh Zurni

 

Pembelajaranm erupakans uatuk ondisi yang diciptakanu ntuk mencapai tujuanp endidikanS. alahs atua ltematifp endekatayna ngd iperlukana dalahli fe skill education yang merupakan konsep kurikulum berbasis kompetensi (KBK) denganp endekatakne cakapanh idup.D i manam ekanismep elaksanaailnya mengakomodasrai nahk ognitif, afektif dan psikomotorik secarain tegratit guru bebasm elakukanim provisasdi alamd esainp embelajannp, enggunaamn ediay ang mendukuntge rciptanyap embelajarayna ngk ondusifdanp enerapanva riasim etode mengajayra ngr elevand enganm ateria jar. Penerapapne mbelajarakno nvensionaal dalahp enerapapne mbelaaj rany ang mengacpua dap elaksanaa(np roses)d, i manak egiatanb elajarm engajar menekankapna dam ateria taui si yangd alamt ataranr iil memiliki karakteristik rnenyandarkakne padah afalan,p emilihani nformasi ditentukano leh gurtt, cenderuntge rfokusp adas atub idangt ertentum, emberikantu mpukanin formasi kepadas iswad an penilaianh asilb elajarh anyar nelaluik egiatana kademikb erupa ujian/ulangan. Dengank eduap endekatadni atask emampuanb elajary angd itekankan padak ecakapaank ademiky angm engacup adas korp re testd anp ostt estd apat dicapasi ecarao ptimal.A rtinya setelahs iswam engalampi rosesb elajarm engajar terjadip erubahansi kapd anp erilakuy angp roporsional. Penelitianin i bertujuanu ntuk( 1) mengetahupi enerapalnif e skill education terhadapo ptimalisaski emampuanb elajars iswap adam atap elajarana kuntansdi i SMUN egeri2 Sumenep(2 ) mengetahumi ekanismep elaksanaapne mbelajaran konvensionatel rhadapo ptimalisaski emampuabne lajars iswap adam atap elajaran akuntansdi i SMU Negeri2 Sumenep(3 ) mengetahupi erbedaanp enerapalnif e skill edrcationd anp embelajarakno nvensionatel rhadapo ptimalisaski emampuan belajars iswap adam atap elajarana kuntansdi i SMU Negeri2 Sumenep. Metodep enelitiany angd igunakana dalahe ksperimenp, opulaspi enelitian adalahs iswak elasI SMU Negeri2 Sumenepta hunp elajaran2 002!2003S. ebagai sampesl ebanyak8 2 sisway angt erbagim enjadid uak elas,y aitu kelasI r Iz Teknik pengambilasna mpelnyaa dralajuhd gments ampling,s edangm etodep engumpulan datanyam enggunakamn etodet est,d okumentasdi,a no bservasi. Hasil penelitiani ni menunjukkanb ahwa( 1) penerapanli fe skill educarion menunjukkakne mampuana wal6 6,476d ank emampuana khir 82,125( 2) penerapapne mbelajarakno nvensionaml enunjukkank emampuana vral6 5,190d an kemamprraank hir6 7,595( 3) terdapapt erbedaanp enerapalnif e skill educationd an pembelajarakno nvensionatle rhadapo ptirnalisaski emampuanb elajars isway ang cukup signifikan, yaitu kelas eksprimen mempunyai kemampuan aktrir 82,125 dan kelask ontrolk emampuana khirnya6 7, 595.H al ini terbuktid enganp enghitungan teknika nalisat- testd enganS PSSl0.0f or windowss ebesa2r ,394p adatanf signikans5i %. Dari data di atasd apatd isimpulkanb ahwat erdapatp erbedaany ang signifikand alamp enerapanlf e skill educationd anp embelajarakno nvensional terhadapo ptimalisaski emampuanb elajars iswap adam aA pelajarana kuntansdi i SMU Negeri 2 Sumenep. Berdasarh asil penelitiant ersebutd isarankanb agi guru-gurup engajarm ata pelajarana kuntansia garm enerapkanli fe skill education dalam setiapk egiatan belajar mengajar karena mempunyai karakteristik yang relevan dengan akuntansi yangl ebih banyakm elakukanl atihan dan keterampiland alam pembelajaranB. agi yangb erminatm engadakanp enelitians ejenis agarm enambahju mlah populasi yangd igunakanu ntukp enelitians ehinggam emperolehh asily ang lebihb aik

Hubungan antara kemampuan berpikir dan hasil belajar pada pembelajaran biologi dengan pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dan jigsaw di kelas III SMP Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang / oleh Ainin Hilmiyah

 

Pelabelan super sisi ajaib pada graph ulat (caterpillars) yang mempunyai n badan dan 2n kaki dengan n bilangan asli / Thereziea Lorentz

 

Lorentz, Thereziea. 2009. Pelabelan Super Sisi Ajaib pada Graph Ulat (Caterpillars) yang Mempunyai n Badan dan 2n Kaki dengan n Bilangan Asli. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Purwanto, Ph.D., (II) Dr. Subanji, S.Pd, M.Si Kata kunci: graph, pelabelan super sisi ajaib, Graph Ulat(Caterpillars). Pelabelan sisi ajaib pada suatu graph G merupakan pemetaan satu-satu dan pada (bijektif) dari V(G) U E(G) ke himpunan bilangan bulat {1,2,3,...,V (G) + E(G)} dengan sifat setiap sisi xy pada graph G yang diberikan berlaku f (xy) + f (x) + f ( y) = k (konstan), f (xy) + f (x) + f ( y) disebut jumlah sisi dari xy dan konstanta k disebut angka ajaib untuk pelabelan pada suatu graph G. Suatu graph dikatakan ajaib jika terdapat pelabelan ajaib pada graph tersebut. Pada skripsi ini dipelajari pelabelan super sisi ajaib pada graph ulat (Caterpillars). Graph ulat (Caterpillars) adalah suatu graph terhubung jika titik ujungnya dipotong akan membentuk lintasan. Titik ujung adalah titik yang berderajat satu. Dari pembahasan diperoleh empat hasil yang menyatakan bahwa untuk graph ulat (Caterpillars) tanpa kepala dan tanpa ekor yang mempuyai n badan, 2n kaki dengan n bilangan asli ganjil mempunyai pelabelan ajaib dengan 2 15 +3 k = n , untuk graph ulat (Caterpillars) tanpa kepala dan tanpa ekor yang mempuyai n badan, 2n kaki dengan n bilangan asli genap mempunyai pelabelan ajaib dengan 2 15 + 2 k = n , untuk graph ulat (Caterpillars) tanpa kepala yang mempuyai n badan, 2n kaki dengan n bilangan asli ganjil mempunyai pelabelan ajaib dengan 2 15 +9 k = n , untuk graph ulat (Caterpillars) tanpa kepala yang mempuyai n badan, 2n kaki dengan n bilangan asli genap mempunyai pelabelan ajaib dengan 2 15 +6 k = n . Selain itu diperoleh kesimpulan bahwa aturan pelabelan tiap titik dan sisi pada graph ulat (Caterpillars) tidak tunggal.

Sifat organoleptik permen jelly subtitusi agar-agar dengan persentase yang berbeda / Ika Gunartin

 

Permen jelly merupakan permen yang dibuat dari air atau sari buah dan bahan pembentuk gel, yang berpenampilan bening dan transparan serta mempunyai tekstur dengan kekenyalan tertentu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu organoleptik permen jelly. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan persentase agar-agar yang berbeda yaitu 10%, 20%, 30%. Pengamatan dilakukan terhadap sifat organoleptik yang meliputi warna, tekstur dan kebeningan dengan pengujian uji mutu hedonik dan uji hedonik oleh panelis. Panelis terdiri dari 20 orang agak terlatih dari mahasiswa D3 Tata Boga angkatan 2005-2006. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam. Hasil analisis data yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata terhadap warna, tekstur dan kebeningan dengan dengan substitusi agar-agar 10%, 20%, 30%. Nilai rerata tertinggi untuk warna 3,66 dengan substitusi 10%. Nilai rerata tertinggi untuk tekstur 3,33 dengan substitusi agar-agar 10%. Nilai rerata tertinggi untuk kebeningan 3,71 dengan substitusi agar-agar 10%. Hasil uji hedonik terhadap permen jelly menunjukkan bahwa warna permen jelly yang disukai panelis adalah permen jelly dengan substitusi agar-agar 10%. Hasil uji hedonik terhadap permen jelly menunjukkan bahwa tekstur yang disukai panelis adalah permen jelly substitusi agar-agar dengan persentase 10%. Hasil uji hedonik terhadap permen jelly menunjukkan bahwa kebeningan yang disukai panelis adalah permen jelly substitusi agar-agar dengan persentase 10%. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu : perbedaan substitusi akan menghasilkan warna, tekstur, kebeningan yang berbeda sangat nyata. Kebeningan dan warna permen permen jelly dengan subtitusi agar-agar 10% paling disukai oleh panelis (68,33%), tekstur permen jelly dengan subtitusi agar-agar 20% paling disukai oleh panelis (61,67%)

Pengaruh mekanisme Good Corporate Governance (GCG), pengungkapan Corporate Social Responsibility (CRS), leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan (studi pada perusahaan yang listing di BEI periode 2011-2013) / Este Hudiati Sholeha

 

ABSTRAK Sholeha, Estie Hudiati. 2015. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance (GCG), Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR), Leverage, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan yang Listing di BEI periode 2011-2013. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Hj. Yuli Widi Astuti, SE., M.Si., Ak. (2) H. Eka Ananta Sidharta, SE., MM., Ak., CA. Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Komisaris Independen, Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR), Leverage, Profitabilitas, Nilai Perusahaan Peningkatan nilai perusahaan yang tinggi merupakan tujuan jangka panjang yang seharusnya dicapai perusahaan. Mekanisme GCG bertujuan untuk mengatur perusahaan agar dapat menciptakan nilai tambah bagi semua stakeholdersnya. Pengungkapan CSR jika dilakukan secara berkesinambungan oleh perusahaan akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan itu sendiri. Tingkat leverage perusahaan menggambarkan risiko keuangan perusahaan. Investor lebih berminat pada perusahaan yang memiliki citra yang baik di masyarakat karena semakin baiknya citra perusahaan, loyalitas konsumen semakin tinggi sehingga dalam waktu lama penjualan perusahaan akan membaik dan profitabilitas perusahaan juga meningkat. Jika perusahaan berjalan lancar, maka nilai saham perusahaan akan meningkat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 383 perusahaan. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dan diperoleh 66 sampel. Penelitian ini diuji menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kepemilikan manajerial memiliki nilai signifikansi 0,003<0,05, sehingga kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. (2) Kepemilikan institusional memiliki nilai signifikansi 0,072>0,05, sehingga kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (3) Komisaris Independen memiliki nilai signifikansi 0,011<0,05, sehingga komisaris independen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. (4) Pengungkapan CSR memiliki nilai signifikansi 0,537>0,05, sehingga pengungkapan CSR tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (5) Leverage memiliki nilai signifikansi 0,811>0,05, sehingga leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (6) Profitabilitas memiliki nilai signifikansi 0,000<0,05, sehingga profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Teams Games Tournament (TGT) dikolaborasikan dengan problem posing untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Pagak Kabupaten Malang semester genap tahun ajaran 2015/2016 /

 

ABSTRAK Safitri, Anggun. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif TeknikTeams Games Tournament(TGT)DikolaborasikanDengan Problem PosingUntuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IIS 4 di SMANegeri 1 PagakKab. Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sapir, S.Sos, M.Si (II) Drs. Mardono, M.Si. Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, Teknik TGT (Teams Games Tournament), Problem Posing, Hasil Belajar Siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran yang kurang menarik yang menyebabkan siswa merasa bosan, dan kurangnya minat dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan pengamatan pada saat observasi awal di SMA Negeri 1 Pagak, menunjukkan bahwa guru sudah menggunakan metode mengajar seperti ceramah, tanya jawab, maupun diskusi kelompok kecil, namun hasil belajar siswa masih belum maksimal. Banyak siswa yang masih memperoleh nilai di bawah KKM. Selain itu, siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran di kelas, siswa enggan bertanya jika kurang mengerti tentang materi yang diberikan guru. Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan sebuah model lebih menggali kemampuan siswa sehingga siswa dapat mengemukakan pengetahuan yang dimiliki serta tidak hanya menghafal materi saja namun juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Model yang sesuai dengan permasalahan tersebut adalah Model Kooperatif teknik TGTdikolaborasikan dengan Problem Posing. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif desktriptif dan jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari duapertemuan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, lembar observasi kegiatan guru, catatan lapangan, tes dan dokumentasi. Data yang diuji dalam penelitan ini adalah soal tes dengan menggunakan uji validitas, realibilitas, dananalisis tingkat kesukaran. Hasil dari analisis data yang dilaksanakan diketahui bahwa penerapan Pembelajaran Kooperatif TeknikTGT (Teams Games Tournament)dikolaborasikandenganProblem Posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas X IIS 4SMA Negeri 1 Pagak yang dilihat dari hasil belajar siswa ranah kognitif dan ranah afektif siswa. Pada siklus 1 presentase ketuntasan ranahkognitifsebesar 26,3 % sedangkan pada siklus 2 presentase ketuntasan sebesar 84,2 %. Pada hasil belajar ranah afektif pada siklus I sebesar 57,9% sedangkan pada siklus II sebesar 94,7%. Untuk meningkatkan penerapan model pembelajarantekhnik TGTdikolaborasikanProblem Posing disarankan kepada pihak-pihak yang terkait diantaranya yaitu bagi guru agar model pembelajaran kolaborasitekhnik TGT danProblem Posing dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pembelajaran. Kedua bagi sekolah diharapkan agar menyediakan fasilitas yang mendukung adanya model pembelajaran tersebut, antara lain LCD agar pelaksanaan model pembelajaran TGT dan Problem Posing dapat berjalan lancar. Ketiga bagi peneliti lain diharapkan dapat digunakan oleh peneliti lain dalam mengembangkan penelitian yang serupa. Selain mengukur hasil belajar siswa, diharapkan agar meneliti aspek-aspek yang lain selain hasil belajar.

Pengembangan media pembelajaran berbasis android pada materi segitiga dan segiempat untuk SMP kelas VII / Nanang Cholis Ma'arif

 

ABSTRAK Ma’arif, Nanang Cholis. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android pada Materi Segitiga dan Segiempat untuk SMP Kelas VII. Skripsi,JurusanMatematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,UniversitasNegeri Malang. Pembimbing:(I)Drs. Askury, M.Pd,(II) Darmawan Satyananda, S.T, M.T. Kata Kunci: media pembelajaran,Android,segitiga dan segiempat Matematikaadalah salah satu mata pelajaran Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah,tetapi siswa kesulitan dalam memahami konsep belajar matematika.Berdasarkanhasilwawancarakepada beberapa siswakelas VII SMPN 21 Malang diperolehbahwa siswabelum memahami konsep tentang luas dan keliling serta sifat-sifat segitiga dan segiempat. Buku pelajaran matematika yang ada belum menjamin siswa dapat memahami segitiga dan segiempat, maka siswa membutuhkan media pembelajaran yang praktis dan sesuai dengan teknologi saat ini. Selain itu, berdasarkan hasil survei terhadap 8 siswa, 7 siswa telah memiliki smartphone berbasis Android dan digunakan sebagai hiburan bukan sebagai edukasi.Berdasarkan hasil wawancara dan survei yang telah dilakukan, makapeneliti merasa perlu membuat media pembelajaran berbasis Androidsebagai alat bantu siswa memahami segitiga dan segiempat. Salah satu cara membuat media pembelajaran berbasis android adalahdengan menggunakan Adobe Flash CS6. Pengembanganinibertujuanuntukmengembangkan media pembelajaran berbasis Android pada materi segitiga dan segiempat yang valid, praktis dan efektif. Jenispenelitian adalah penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis Androidpada materi segitiga dan segiempat.Pengembangan yang dilakukan mengacu pada model Research and Development (R&D) tahapan Sugiyono dengan modifikasi. Produk divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Selain itu, produk di uji cobakan kepada pengguna yaitu 10 siswa SMP untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan produk.Teknikanalisis data yang digunakanadalah teknik analisis dariHobri.Teknik analisis data terdiri dari teknik analisis data uji kevalidan, teknik analisis data uji kepraktisan dan teknik analisis data uji keefektifan pada media pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data pada uji kevalidan di peroleh nilai validasi dari ahli materi yaitu 3,63 dan validasi dari ahli media yaitu 3,71, maka produk dikategorikan valid. Berdasarkan hasil analisis data pada uji kepraktisan diperoleh nilai rata-rata dari penggunaadalah 3,76 maka produk dikategorikan praktis. Berdasarkan hasil analisis data pada uji keefektifan diperoleh 90% pengguna mendapatkan nilai diatas standar ketuntasan minmum, maka produk dikategorikan efektif. Oleh karena itu, media pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan.

Inventarisasi ganggang mikroskopis di daerah pasang surut pantai Balekambang kabupaten Malang / oleh Ani Rustiyanti

 

Neraca kehidupan Helicoverpa armigera (Hubner) pada tanaman kapas, jagung,kedelai dan kacang hijau / oleh Enik Kurniawati

 

Studi morfologi bunga spesies-spesies dari marga solanum yang ditemukan di daerah Batu Malang / oleh Sutiyah Tri Lestari

 

Kajian tentang kemampuan dalam memberikan gambaran mikroskopik larutan asam basa dan hasil reaksi larutan asam basa siswa kelas II SMU Negeri I Kesamben tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Widanarni

 

Pengaruh penyiraman dengan limbah cair pembuatan tahu terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.) / oleh Agus Wahyudi

 

Pengembangan digital book sebagai pembelajaran mandiri pada mata kuliah Pengembangan Media Foto untuk mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang / Reni Febriana

 

ABSTRAK Febriana, Reni. 2016. Pengembangan Digital Book sebagai Media Pembelajaran Mandiri pada Mata Kuliah Pengembangan Media Foto untuk Mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Henry Praherdhiono, M.Pd, (II) Eka Pramono Adi, S.IP, M.Si. Kata Kunci: Digital Book, Pembelajaran Mandiri, Pengembangan Media Foto Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pengembang pada mata kuliah Pengembangan Media Foto di Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang, permasalahan pembelajaran yang terjadi adalah belum tersedianya media untuk pembelajaran mandiri, serta belum ada materi yang tepat dan lengkap untuk pokok bahasan lighting wedding photography. Digital book merupakan media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai pembelajaran mandiri. Dengan kelengkapan fitur yang tersedia pada media ini, mahasiswa atau pengguna dapat mengatur sendiri kegiatan pembelajaran sesuai dengan kecepatan dan pemahaman masing-masing individu. Digital book juga menyediakan gambar, serta video sehingga dapat membuat mahasiswa lebih mudah dan tertarik untuk memahami materi. Tujuan dari pengembangan ini yaitu menghasilkan produk digital book yang valid. Pengembangan digital book dikembangkan menggunakan model pengembangan Research and Development (R & D) dalam Sugiyono. Adapun subjek penelitian dalam pengembangan digital book ini adalah mahasiswa angkatan 2014 semester 4 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Media digital book ini divalidasi oleh ahli media dengan persentase 93,33%, ahli materi dengan persentase 96,67%, dan hasil uji coba lapangan sebesar 85,49%. Hal ini menunjukkan bahwa digital book sebagai pembelajaran mandiri dapat dinyatakan valid untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran Pengembangan Media Foto. Pengembang berharap penelitian ini dapat berguna bagi pihak yang membutuhkan serta bermanfaat untuk penelitian selanjutnya yang serupa. Disarankan untuk pengembang selanjutnya dapat mengembangkan digital book yang lebih baik lagi dari segi tepat guna, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang lebih maksimal.

Pengaruh pemanfaatan tepung cacing tanah sebagai bahan penyusun ransum terhadap pertambahan berat basah ikan nila merah (Oreochomis sp.) / oleh Lamiatin

 

Keanekaragaman anggota suku Musaceae yang terdapat di daerah Malang / oleh Khusnul Khotimah

 

Studi tentang pemahaman konsep metode ilmiah, sikap ilmiah dan penggunaan metode ilmiah siswa kelas III program ilnu-ilmu biologi (A2) di sekolah menengah atas negeri se-Kodya Pasuruan / oleh Sri Subekti

 

Pengaruh suhu awal pada isolasi glikogen dari hati sapi / oleh Heru Wahju Widodo

 

Peningkatan keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran melalui manajemen pelatihan teknologi informasi dan komunikasi (penelitian tindakan sekolah di SDN Ngunut 02 Pacitan) / Galih Purnama

 

ABSTRAK Purnama, Galih. 2016. Peningkatan Keterampilan Guru dalam Membuat dan Menggunakan Media Pembelajaran Melalui Manajemen Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Penelitian Tindakan Sekolah di SDN Ngunut 02 Pacitan). Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. A. Sonhadji K.H., M.A., Ph.D ; (II) Dr. H. A. Supriyanto, M.Pd, M.Si Kata kunci : media pembelajaran, pelatihan, teknologi informasi dan komunikasi Perkembangan teknologi mengakibatkan perubahan–perubahan di sekolah dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran merupakan proses komunikasi yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pelatihan memberikan kesempatan kepada guru untuk mendapatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap baru yang mengubah perilakunya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah dan dilaksanakan pada SD Negeri Ngunut 02 Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan dengan sasaran 6 orang guru. Metode yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah (1) tahap pendahuluan/survey awal, (2) tahap perencanaan, (3) tahap pelaksanaan tindakan, (4) tahap observasi dan (5) tahap refleksi. Analisis data dengan análisis deskriptif yaitu dengan membandingkan keterampilan guru membuat dan menggunakan media pembelajaran sebelum diberikan tindakan dengan keterampilan guru membuat dan menggunakan media pembelajaran setelah diberi tindakan dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase setiap tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru SD Negeri Ngunut 02 Pacitan dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi setelah diberi pelatihan mengalami peningkatan dari prasiklus, siklus I, dan siklus II. Keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi pada prasiklus sebesar 0%, pada siklus I sebesar 32,22%, dan pada siklus II 48,88%. Ada peningkatan keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi dari siklus I sampai siklus II sebesar 16,66% dan dari prasiklus sampai siklus II sebesar 48,88%. Dengan demikian pelatihan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi di SD Negeri Ngunut 02 Kabupaten Pacitan. Saran dari penelitian ini adalah: (1) untuk kepala sekolah, supaya memprioritaskan dukungan program, sarana, motivasi yang mengarah pada kemampuan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi guru. (2) untuk guru, agar meningkatkan kemampuan dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk dapat menunjang pekerjaan guru dalam pembelajaran sehingga dapat memperbaiki kualitas pembelajaran. (3) untuk peserta didik, harus ikut menjaga dan merawat sarana dan prasarana yang ada agar dapat difungsikan sebagaimana mestinya dan mengikuti perkembangan teknologi. (4) untuk Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, secara berkelanjutan diharapkan mengadakan pelatihan keterampilan mengoperasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi kepada guru khususnya guru sekolah dasar untuk meningkatkan keterampilan guru. (5) untuk Direktorat Pendidikan SD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bantuan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat mempercepat upaya peningkatan mutu pendidikan. (6) untuk peneliti berikutnya, diharapkan penelitian selanjutnya lebih ditujukan pada manajemen pelatihan untuk pengembangan media pembelajaran yang lebih lanjut dengan menggunakan program-program komputer yang mendukung penggunaan dan pembuatan media pembelajaran.

Pengaruh tingkat pengembalian bebas resiko, tingkat pengembalian pasar, risiko sistematis, dan inflansi terhadap return saham (Studi empiris pada leading companies in market capitalization yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008) / Ludia Megawati

 

Kata kunci: Risiko, Inflasi, Return Saham Investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana saat ini dengan tujuan mendapatkan return di masa datang. Salah satu sarana investasi yang membutuhkan dana yang relatif kecil adalah melalui sekuritas terutama saham yang diperjualbelikan di pasar modal. Dalam pasar modal, investor cenderung untuk memfokuskan pada return yang diperoleh sedangkan return tersebut juga diikuti oleh risiko. Salah satu model yang digunakan untuk menganalisis risiko dan return investasi adalah Capital Asset Pricing Model (CAPM). Faktor-faktor yang diperhatikan dalam CAPM yaitu tingkat pengembalian bebas risiko, tingkat pengembalian pasar, terutama risiko sistematis. Faktor inflasi juga perlu untuk diperhatikan oleh investor selain ketiga variabel CAPM tersebut karena merupakan faktor ekonomi yang berdampak pada pasar modal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pengembalian bebas risiko, tingkat pengembalian pasar, risiko sistematis, dan inflasi secara parsial terhadap return saham. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam leading companies in market capitalization yaitu sebanyak 70 perusahaan. Sampel diambil berdasarkan teknik purposive sampling dengan kriteria perusahaan yang termasuk dalam leading companies in market capitalization berturut-turut selama 2 tahun serta mempunyai data harga saham lengkap selama periode penelitian. Berdasarkan teknik purposive sampling tersebut maka diperoleh sampel sebanyak 42 perusahaan. Penelitian ini dilakukan di Pojok BEI UM. Data yang diperlukan adalah tingkat suku bunga SBI, IHSG, harga saham, dan IHK. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis menggunakan SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengembalian pasar berpengaruh positif yang signifikan terhadap return saham begitu pula risiko sistematis berpengaruh positif yang signifikan terhadap return saham, sedangkan tingkat pengembalian bebas risiko dan inflasi tidak berpengaruh terhadap return saham. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini maka disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan periode lebih dari 3 tahun dan juga menambahkan variabel bebas selain variabel tingkat pengembalian bebas risiko, tingkat pengembalian pasar, risiko sistematis, dan inflasi, seperti kebijakan perusahaan. Bagi investor, dapat menggunakan tingkat pengembalian pasar dan risiko sistematis sebagai pertimbangan di pasar modal.

Tinjauan pelaksanaan kegiatan prkatikum biologi di SMA Negeri se-kabupaten Lumajang tahun ajaran 1993/1994 / oleh Ali Alkhofiki

 

Peningkatan kualitas pembelajaran menulis cerpen dengan pemberian reward (hadiah) dan pinishment (hukuman) pada siswa kelas IX-C SMPN 5 Jombang / Alief Jiantara Riatmojo

 

ABSTRAK Riatmojo, Alif Jiantara. 2016. Peningkatan Menulis Cerpen dengan Pemberian Reward dan Punishment pada Siswa Kelas IX-C SMPN 5 Jombang. Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1 Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. Pembimbing 2 Dr. Nita Widiati, M.Pd. Kata Kunci: menulis cerpen, reward, dan punishment. Strategi pembelajaran menjadi hal yang penting dalam kegiatan belajar, terutama di sekolah. Pemberian strategi motivasi mampu meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar akan mampu ikut berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu alat yang mampu meningkatkan semangat, motivasi, dan keaktifan siswa adalah reward dan punishment. Reward dan punishment selain mampu memberikan motivasi dan semangat kepada siswa juga mampu mengubah perilaku siswa menjadi lebih baik. Reward dan punishment juga mampu membantu siswa menjadi semangat belajar dalam memahami materi tentang cerpen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan proses dan hasil menulis cerpen dengan pemberian reward dan punishment pada siswa kelas IX-C SMP Negeri 5 Jombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-C SMP Negeri 5 Jombang yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara guru dan siswa, tes, angket, dan catatan lapangan. Analisis data proses pembelajaran dan aktivitas siswa dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif, menjumlah skor, dan mengolah skor. Pada hasil karya cerpen siswa dianalisis dengan mengumpulkan hasil menulis cerpen, mengoreksi, dan mengolah skor hasil menulis cerpen. Pada penelitian ini, reward yang digunakan berupa reward stiker, reward kata klasikal, dan reward kata individu. Punishment yang digunakan pada penelitian ini yaitu punishment stiker, punishment pengurangan poin keaktifan, dan punishment yang disesuaikan dengan jenis pelanggaran yang dilakukan siswa. Pengaruh penggunaan reward dan punishment pada kegiatan belajar mengajar mampu mengubah perilaku siswa menjadi lebih baik. Siswa menjadi lebih aktif merespon pembelajaran sehingga pemahaman siswa menjadi lebih baik. Punishment juga mampu mengontrol perilaku buruk siswa. Pemberian punishment mampu memberikan efek jera dan mengembalikan keadaan siswa agar bisa kembali fokus dalam belajar. Berdasarkan hasil observasi, wawancara guru dan siswa, angket, catatan lapangan, dan tes, pemberian reward dan punishment mampu meningkatan kemampuan menulis cerpen siswa dan meningkatkan keaktifan siswa. Peningkatan keaktifan siswa ini ditandai dengan meningkatnya respons siswa selama kegiatan pembelajaran, ketepatan waktu siswa dalam mengumpulkan tugas, kejujuran siswa, dan nilai siswa yang berhasil memenuhi KKM. Hasil nilai peningkatan proses siswa pada siklus 1 sebesar 302 dengan rata-rata nilai 9,51. Pada siklus 2 hasil penilaian proses meningkat menjadi 330 dengan rata-rata nilai 10. Peningkatan penilaian proses dikarenakan siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian proses mengacu pada proses kreatif menulis cerpen. Penilain hasil menulis cerpen siswa meningkat dibanding prasiklus. Rata-rata nilai siswa juga mengalami peningkatan. Pada prasiklus nilai rata-rata siswa 68,24 meningkat pada siklus 1 menjadi 78,12. Pada siklus 2 nilai rata-rata siswa juga meningkat menjadi 81,84. Pada kualitas karya siklus 1 siswa telah berhasil mengembangkan cerpen dengan cukup baik, hanya saja siswa belum mampu mengembangkan konflik dengan maksimal. Pada siklus 2 siswa mampu mengembangkan cerpen dengan sangat baik dan siswa mampu mengembangkan konflik dengan maksimal. Peningkatan hasil ini ditandai dengan isi, bahasa, dan ejaan siswa yang telah ditulis dengan baik. Peningkatan hasil nilai siswa juga dipengaruhi oleh sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian reward dan punishment berperan dalam meningkatkan hasil menulis cerpen siswa serta pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

Penentuan pH dan suhu optimum pada fermentasi onggok menjadi etanol dengan biakan Schizosaccharomyces sp. / oleh Manshur

 

Penngkatan kemampuan menggunakan ejaan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) pada siswa kelas IVB Bandungrejosari 1 Malang / Tri Ayu Listyawati

 

Kata kunci: ejaan, menulis karangan, Bahasa Indonesia, SD, STAD. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di kelas IVB SDN Bandungrejosari 1 Malang didapatkan fakta bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dan kurang terbiasa menggunakan ejaan secara benar ketika menulis karangan. Dari nilai siswa yang diperoleh pada aspek penggunaan ejaan pada pelajaran Bahasa Indonesia materi menulis karangan dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf kapital dan tanda baca) menunjukkan rata-rata kemampuan siswa menggunakan ejaan hanya mencapai 42 dengan ketuntasan kelas 20,5%, sedangkan ketuntasan individual yang ditentukan adalah 65.00 dan ketuntasan kelas sebesar 70%. Untuk itu agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan ejaan perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan kemampuan menggunakan ejaan, dan (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam menggunakan ejaan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif model kolaboratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVB SDN Bandungrejosari 1 Malang. Dalam penelitian ini peneliti menjadi pengajar dan guru kelas sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IVB SDN Bandungrejosari 1 dengan Kompetensi Dasar “menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll)” dengan indikator menulis karangan dengan menggunakan huruf kapital sesuai dengan EYD dan menulis karangan dengan menggunakan tanda baca sesuai dengan EYD dapat dilaksanakan dengan efektif. Keaktifan siswa meningkat dari 72,4% pada awal siklus I menjadi 79,6% pada akhir siklus II. Kemampuan siswa menggunakan ejaan juga meningkat dari rata-rata 42 dan ketuntasan kelas 20,5% sebelum tindakan menjadi rata-rata 83 dan ketuntasan kelas mencapai 86,4% pada akhir siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi guru untuk dapat menggunakan dan mengembangkan model pembelajaran STAD pada mata pelajaran lain, mengembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan selama penelitian, dan diharapkan dapat melakukan inovasi baru agar model pembelajarn STAD lebih inovatif dan bervariasi.

Pengaruh persepsi gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap partisipasi penyusunan anggaran di Kabupaten Pasuruan / Nindia Maharani

 

ABSTRAK Maharani, Nindia. Ma2016. Pengaruh Persepsi Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Partisipasi Penyusunan Anggaran di Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak, (II) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak. CA. Kata Kunci : Persepsi Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi dan Partisipasi Penyusunan Anggaran. Wacana tentang good governance (pemerintahan yang baik) saat ini sangat marak dibicarakan. Masyarakat menuntut agar sistem pengelolaan daerah dan pengelolaan keuangan dapat dijalankan secara transparan dan tanggungjawab. Dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, pemerintah pun terdorong untuk mengembangkan dan menerapkan sistem pertanggungjawaban yang jelas, tepat waktu, teratur dan efektif. Mengelola anggaran secara ekonomis, efisien dan efektif dilakukan dengan cara membagi waktu secara proporsional untuk satuan kerja atas dan bawahan. Agar anggaran itu tepat waktu dan tepat sasaran maka diperlukan kerjasama yang baik antara bawahan dan atasan dalam penyusunan anggaran. Namun dalam kenyataannya penyusunan anggaran mengalami keterlambatan. Pemerintah daerah sering kali tidak bisa tepat waktu dalam menyusun anggaran. Penelitian ini diakukan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Pasuruan. Data yang digunakan diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Model analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Pengujian kualitas data yang digunakan adalah uji validitas data dan reliabilitas data. Pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji signifikan partisial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi gaya kepemimpinan yang berorientasi hubungan mampu mempengaruhi partisipasi PPTK dalam penyusunan anggaran karena gaya kepemimpinan ini bersifat memotivasi, saling percaya, saling menghormati dan bersahabat. Selain itu budaya oraganisasi yang tinggi juga mampu mempengaruhi partisipasi PPTK dalam penyusunan anggaran karena budaya organisasi bisa memengaruhi cara kerja dan berperilaku para anggota organisasi dalam berpartisipasi penyusunan anggaran. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa persepsi gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap partisipasi penyusnan anggaran dan budaya organisasi berpengaruh terhadap partisipasi penyusunan anggaran. Dari penelitian ini penulis memberikan saran yaitu sebaiknya melakukan penelitan kualitatif dengan wawacara dan pengamatan langsung kepada responden dan penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas variabel-variabel lain.

Manajemen koperasi sekolah (studi kasus di Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang) / Yatimah Yuda Suprihatin

 

Koperasi sekolah merupakan salah satu substansi dalam manajemen layanan khusus sekolah yang keberadaannya sangat menunjang kegiatan pembelajaran siswa di sekolah. Keberadaan koperasi sekolah akan disenangi jika keberadaannya memberikan fungsi atau manfaat bagi siswa. Koperasi At-Taufiq merupakan salah satu koperasi yang ada di MAN 3 Malang. Koperasi tersebut memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan koperasi sekolah lain yang ada di kota Malang. Keunggulan tersebut antara lain meliputi: (1) dari segi fisik, koperasi tersebut memiliki ukuran ruangan yang cukup besar, yaitu 250 m2; (2) jenis layanan yang ada di koperasi tersebut tidak hanya meliputi bidang usaha saja tetapi juga bidang jasa; (3) koperasi tersebut memiliki prestasi, yaitu koperasi tersebut ditetapkan sebagai koperasi dengan sistematika pembukuan terbaik antar SMU Se-Malang Raya dan koperasi tersebut masuk tiga besar jambore koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen koperasi At-Taufiq MAN 3 Malang yang meliputi: (1) perencanaan program koperasi At-Taufiq; (2) pengorganisasian koperasi At-Taufiq; (3) jenis layanan yang ada di koperasi At-Taufiq; (4) pengawasan dan pelaporan koperasi At-Taufiq; (5) kontribusi yang diberikan koperasi At-Taufiq bagi madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Studi kasus yang digunakan adalah studi kasus observasional. Pada penelitian ini peneliti merupakan satu-satunya pengumpul data, dimana peneliti melakukan sendiri teknik-teknik pengumpulan data. Adapun teknik pengambilan datanya menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sudah didapatkan akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan tiga cara yaitu ketekunan pengamatan, triangulasi, dan ketercukupan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan program koperasi At-Taufiq dilakukan oleh keseluruhan personel koperasi yang meliputi manajer koperasi dan karyawan koperasi, dalam hal ini Kepala sekolah juga ikut terlibat. Kegiatan perencanaan tersebut dilakukan melalui beberapa langkah; (2) koperasi At-Taufiq memiliki struktur organisasi dan mekanisme kerja tertulis yang dirumuskan bersama sebagai pedoman dalam menjalankan program kerja. Manajer koperasi selalu melakukan pembinaan secara rutin kepada karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. (3) jenis layanan yang ada di koperasi At-Taufiq meliputi a) layanan bidang usaha yang terdiri dari unit usaha pertokoan, unit usaha wartel, unit usaha fotokopi, unit usaha kantin, serta unit usaha sponsorship; dan b)layanan bidang jasa yang meliputi instalatir listrik, reparasi TV/ kulkas/ mesin cuci, komputer, travel, servis mobil/ sepeda, fotografi, persewaan terop/ kursi, sound system; (4) proses pengawasan di koperasi At-Taufiq dilakukan oleh badan pengawas yaitu Waka Sarana Prasarana dan dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Pelaporan yang dilakukan oleh karyawan koperasi berupa laporan keuangan bulanan dan laporan persediaan barang (stock opname); (5) kontribusi yang diberikan oleh koperasi terhadap madrasah berupa kontribusi materi dan kontribusi non materi. Dari hasil kesimpulan temuan penelitian di atas, dapat disarankan kepada pihak-pihak yang terkait, yaitu (1) bagi Kepala Sekolah disarankan untuk terus memberikan pengarahan serta masukan/ kritik yang membangun kepada pengelola koperasi agar dapat mempertahankan eksistensi koperasi yang sampai saat ini sudah berkembang pesat; (2) bagi manajer koperasi disarankan untuk mempergunakan modal dari siswa yang berupa simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela yang selama ini tidak pernah dipergunakan untuk mengembangkan usaha koperasi; (3) bagi karyawan koperasi disarankan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan serta lebih meningkatkan kualitas barang yang dijual; (4) bagi siswa, dengan seringnya diadakan lomba antar koperasi, diharapkan dapat dijadikan pengalaman untuk menimba pengetahuan yang lebih mendalam tentang ilmu perkoperasian; (5) bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian sejenis dengan objek yang sama tetapi menggunakan pendekatan yang berbeda atau dengan variabel yang berbeda.

Daya bakterisida ekstrak buah kemukus (Piper cubeba L.) dan pengaruhnya terhadap jamur candida albicans / oleh Sri Sayekti

 

penyebaran jenis-jenis tumbuhan yang termasuk suku zingiberaceae yang ditemukan di daerah Malang / oleh Retno Utari

 

Pembuatan slide suara sebagai media pengajaran biologi kelas II SMP sub konsep indera manusia (mata) / oleh Agustina Kurniawati

 

Studi tentang tipe dan banyaknya stomata pada tumbuhan xerofit sukulen batang genus euphorbia / oleh Herlina Dyah Ratnanigsih

 

Inventarisasi marga ganggang hijau di Coban Luak hutan wisata Cangar kabupaten Malang / oleh Sigid Sudewo

 

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan power point untuk meningkatkan pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat (studi pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Wanci Kab. Wakatobi) / Zulham Jaya

 

ABSTRAK Jaya, Zulham. 2016. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Berbantuan Power Point untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat (Studi pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Wanci Kab. Wakatobi). Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd. (II) Dr. H. Abdur Rahman As’ari, M.A. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif NHT, Power Point, Pemahaman Konsep Berdasarkan hasil observasi awal di kelas IV SDN 1 Wanci Kabupaten Waktobi Provinsi Sulawesi Tenggara, permasalahan yang sering muncul pada pembelajaran matematika bagi siswa kelas IV SDN 1 Wanci selama mengikuti pelajaran matematika diantaranya: (1) Siswa yang pandai mendominasi pekerjaan dalam kelompok, siswa yang lain menunggu hasil, (2) kelompok yang beranggotakan siswa yang memiliki daya tangkap lambat dalam menerima materi pelajaran selalu membuat gaduh, ribut dan bermain-main dalam kelompoknya sehingga banyak soal dalam LKS yang tidak bisa terjawabkan. Persoalan lain juga sering muncul khususnya pada pembelajaran bilangan bulat pada saat melakukan operasi hitung seperti: (-7) + 6; 5 + (-4); (-8) + (-9); (-10) – (-11); (-3) – 7, dan sebagainya. Permasalahan yang muncul yang berkaitan dengan penyelesaian soal-soal seperti itu antara lain bagaimana memberikan penjelasan dan menanamkan konsep tersebut secara konkret. Melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan power point, terjadinya interaksi antara siswa melalui diskusi siswa secara bersama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, dan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan bakat kepemimpinan. Sedangkan keunggulan dari media power point adalah dapat memberikan pengalaman belajar yang konkret dan langsung kepada siswa Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas IV SDN 1 Wanci yang berjumlah 28 siswa. Peneliti sebagai observer I yang akan mengamati aktivitas guru dan dibantu oleh salah seorang guru lain yang bertindak sebagai observer II yang mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran. sedangkan yang akan bertindak sebagai guru model atau dalam hal ini sebagai pemberi tindakan adalah guru kelas IV yang selama ini telah ditugaskan menjadi wali kelas IV di sekolah tempat penulis melaksnakan penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi kegiatan guru dan siswa, soal tes, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan power point yang dapat meningkatkan pemahaman konsep penumlahan danpengurangan bilangan bulat siswa kelas IV SDN 1 Wanci adalah dengan langkah-langkah pembelajaran seperti berikut: (1) tahap pembentukan kelompok dan pemberian nomor, (2) tahap memberikan pertanyaan, (3) tahap berpikir bersama dimana siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk menentukan jawaban dari permasalahan yang diberikan, (4) pemberian jawaban atau guru memanggil salah satu nomor dari salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil jawaban kelompoknya. Hasil tes pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas IV SDN 1 Wanci menunjukan peningkatan yakni pada siklus I diperoleh hasil persentase sebesar 75,00% dengan rata-rata 75,09 dan pada siklus II meningkat sebesar 21,43% menjadi 96,43% dengan perolehan rata-rata 80,85.

Pembuatan busana pesta variasi pleats dari bahan denim / Sri Indayani

 

Kata Kunci: Busana pesta, denim, variasi pleats. Busana merupakan segala sesuatu yang dipakai mulai dari kepala sampai ujung kaki yang memberi kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi sipemakai. Perkembangan busana wanita lebih pesat dibanding busana pria, dalam pembuatan busana wanita diperlukan ketelitian dan kecermatan sesuai dengan model yang berkembang. Hal ini terjadi pula pada pembuatan busana pesta yang modenya senantiasa berubah dan berkembang. Busana pesta adalah pakaian yang melekat pada tubuh yang dipakai pada saat acara tertentu dengan tujuan memperindah penampilan seseorang. Bahan busana pesta biasanya terbuat dari bahan yang berkilau, tetapi kali ini penulis membuat busana pesta berbentuk gaun dari bahan denim. Jenis denim yang dipakai penulis adalah denim straight yaitu cotton denim yang telah ditambahkan polyester. Penulis juga menambahkan variasi ukuran pleats pada gaun, yaitu variasi sunray pleats. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan tentang pembuatan pleats dari bahan denim dan menjelaskan pembuatan busana pesta dengan variasi sunray pleats dari bahan denim. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca untuk membuat busana pesta berbahan denim dengan variasi pleats. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp 400.750,00. Hasil yang diperoleh dari pembuatan busana pesta ini adalah berupa gaun berbahan denim dengan variasi sunray pleats. Saran yang dapat diberikan adalah saat proses pemilihan bahan utama hendaknya menggunakan denim yang tidak elastis dan kenali terlebih dahulu jenis pleats yang akan diterapkan bahan denim, sehingga mempermudah pembuatan busana pesta yang menerapkan variasi pleats.

Pengembangan bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter untuk siswa kelas XI / Puji Lestari

 

ABSTRAK Lestari, Puji. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen dengan Sumber Inspirasi Album Foto Cerita Bermuatan Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas XI SMK. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M Pd, ( II) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M. Pd. Kata Kunci: bahan ajar, menulis cerpen, album foto cerita, pendidikan karakter. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Menulis cerpen merupakan salah satu keterampilan menulis yang menghasilkan karya sastra. Studi pendahuluan dilakukan melalui angket yang diisi oleh siswa dan wawancara dengan guru. Bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan kakakter mencakup empat aspek meliputi: isi, sistematika, bahasa, dan tampilan bahan ajar dengan sumber inspirasi album foto cerita yang menarik untuk sisiwa kelas XI SMK. Tujuan pengembangan ini, yaitu (1) menghasilkan isi bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter, (2) menghasilkan sistematika bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter, (3) menghasilkan bahasa bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter yang baku dan komunikatif untuk siswa SMK, dan (4) menghasilkan tampilan produk bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter yang menarik. Model desain adaptasi pengembangan Borg dan Gall digunakan untuk mencapai tujuan penelitian dan pengembangan bahan ajar. Berdasarkan model tersebut, dalam penelitian ini ada tujuh tahap, yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk bahan ajar, (4) validasi ahli dan praktisi, (5) revisi produk awal, (6) uji lapangan terbatas, (7) penyempurnaan produk akhir. Validasi ahli dilakukan melalui uji kepada ahli materi dan ahli pembelajaran menulis kreatif cerpen. Berdasarkan hasil uji produk yang dilakukan pada ahli materi, ahli pembelajaran, praktisi, dan subjek uji diperoleh skor yang berbeda-beda. Data nonverbal (numerik) dan verbal dari hasil uji dijabarkan sebagai berikut. Ahli materi memberikan nilai 95 (sangat layak) untuk kelengkapan materi, 83,33 (sangat layak) untuk kedalaman materi, dan 100(sangat layak) untuk keakuratan materi. Ahli materi memberikan komentar dan saran bahwa foto yang disajikan dalam bahan ajar perlu didekatkan lagi antara jarak cerita dan resolusi foto perlu diperbesar untuk memperoleh kualitas foto yang bagus. Ahli pembelajaran memberikan nilai 100 (sangat layak) untuk isi bahan ajar, 100 (sangat layak) untuk sistematika bahan ajar, 91,66 (sangat layak) untuk bahasa bahan ajar, dan 92,86 (sangat layak) untuk tampilan bahan ajar. Ahli pembelajaran memberikan komentar dan saran bahwa terdapat beberapa struktur kalimat dan kata dalam bahan ajar yang perlu diperbaiki lagi. Praktisi memberikan nilai 100 (sangat layak) untuk isi bahan ajar, 100 (sangat layak) untuk sistematika bahan ajar, 87,5 (sangat layak) untuk bahasa bahan ajar, dan 100 (sangat layak) untuk tampilan bahan ajar. Praktisi memberikan komentar dan saran bahwa dalam judul kegiatan seharusnya menggunakan kalimat aktif supaya judul kegiatan dalam bahan ajar tersebut bisa seimbang. Pada uji lapangan diperoleh hasil persentase terendah dari jawaban siswa adalah 78,57 (sangat layak) dan presentase tertinggi 92.86 (sangat layak) Keseluruhan jawaban siswa mencapai presentase 87,62 (sangat layak). Data verbal dari hasil uji adalah beberapa saran dan komentar untuk memperbaiki beberapa komponen yang masih perlu disempurnakan. Hasil pengembangan bahan ajar dari aspek isi bahan ajar menghasilkan kelengkapan materi, latihan, dan contoh yang sesuai dengan teori menulis cerpen. Teori yang dijabarkan dalam bahan ajar meliputi: definisi cerpen, ciri-ciri cerpen, nilai karakter dalam cerpen, unsur pembangun cerpen, dan langkah-langkah menulis cerpen. Bahan ajar menghasilkan sistematika yang terstruktur. Sistematika bahan ajar mengklasifikasikan materi, contoh, dan latihan ke dalam empat kegiatan. Kegiatan pertama, yaitu Mengenal Cerpen yang berisi materi dan contoh analisis cerpen berdasarkan alur cerpen. Kegiatan kedua, yaitu Menulis Cerpen dengan Sumber Inspirasi Album Foto yang berisi tahap-tahap menulis kerangka, mengembangkan kerangka, dan menentukan judul cerpen. Kegiatan ketiga, yaitu Menyempurnakan Cerpen yang berisi tahap-tahap merevisi cerpen. Kegiatan keempat, yaitu Memublikasikan Cerpen berisi pilihan alternatif apa saja yang bisa dipilih untuk memublikasikan cerpen. Bahan ajar menghasilkan ragam bahasa yang baku, lugas, dan komunikatif sesuai dengan bahasa pembelajaran. Bahan ajar menghasilkan tampilan ukuran buku, sampul buku, dan desain isi buku dengan komposisi warna dan pemberian gambar pendukung yang menarik minat baca. Penyebarluasan produk bahan ajar menulis cerpen ini dapat dilakukan dengan cara (1) disajikan dalam seminar ke sesama mahasiswa, (2) artikel dari hasil penelitian didiseminasikan melalui majalah online, dan (3) produk ini juga bisa disebarluaskan melalui forum MGMP bahasa Indonesia.

Pengaruh macam perlakuan sebelum penyimpanan terhadap jumlah total koloni kapang kontaminan pada teras merk Puger" / oleh Elly Mulyaningsih"

 

Studi morfologi polen anggota suku malvaceae yang ditemukan di daerah Malang / oleh Astri Aminarti

 

Pengaruh metode pengelolaan diri (self-management) terhadap berat badan remaja putri yang mengalami obesitas di SMA Negeri 1 Kepanjen / Siska Dwi Jayanti

 

Kata Kunci: metode pengelolaan diri (self-management), berat badan Obesitas merupakan suatu kondisi kronis yang menunjukkan adanya penumpukkan lemak tubuh yang melebihi normal. Remaja memiliki kecenderungan untuk mengalami penambahan berat badan sebagai akibat dari masa pubertas. Obesitas yang terjadi pada masa remaja perlu mendapat penanganan khusus karena remaja yang obesitas memiliki kecenderungan menjadi dewasa yang obesitas dan rentan terhadap masalah psikologis. Pada remaja khususnya remaja putri sering memilih diet yang tidak sehat dalam menurunkan berat badan dan permasalahan berat badan yang turun-naik tidak dapat dihindari hal ini disebabkan tidak diimbangi dengan perubahan perilaku. Metode pengelolaan diri (self-management) merupakan salah satu metode pengubahan perilaku yang mana klien sendirilah yang dapat mengurangi/ mengubah perilaku lama yang tidak efektif melalui bantuan minimal dari seorang konselor/ terapis dengan menggunakan suatu teknik atau kombinasi teknik tertentu – pemantauan diri, kendali rangsang dan hadiah diri – dalam mempelajari hal-hal yang baru dan mengatur kembali lingkungannya. Metode pengelolaan diri (self-management) diduga mempunyai pengaruh terhadap perubahan berat badan pada remaja putri yang mengalami obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengelolaan diri (self-management) terhadap berat badan remaja putri yang mengalami obesitas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Variabel eksperimental dalam penelitian ini adalah metode pengelolaan diri (self-management) dan variabel terikat adalah berat badan pada remaja putri yang obesitas. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling incidental. Subyek penelitian berjumlah tiga orang remaja putri yang mengalami obesitas di SMA Negeri 1 Kepanjen. Analisis hasil penelitian adalah analisis komparatif menggunakan uji statistik nonparametrik two related sample dengan uji Wilcoxon. Uji hipotesis menunjukkan hasil nilai Z= -1.604 dengan signifikansi 0.109 (p> 0.05) yang berarti bahwa tidak ada pengaruh metode pengelolaan diri (self-management) terhadap berat badan remaja putri yang mengalami obesitas. Ketidakberhasilan metode pengelolaan diri dalam mempengaruhi berat badan pada remaja putri yang mengalami obesitas disebabkan oleh waktu pelaksanaan treatment yang terlalu singkat, prosedur pengelolaan diri yang belum dilakukan secara maksimal, komitmen dan motivasi yang cenderung berubah pada remaja dan kurangnya dukungan dari lingkungan. Metode pengelolaan diri untuk menurunkan berat badan diduga kurang sesuai jika diterapkan pada remaja karena emosi pada remaja cenderung fluktuatif yang dapat mempengaruhi motivasi dalam melakukan pengelolaan diri. Dalam penelitian ini terdapat variabel ekstra yang mempengaruhi penelitian dan perlu dikontrol dengan ketat diantaranya komitmen dan motivasi, serta kondisi lingkungan di sekitar subyek. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan pada penelitian selanjutnya melakukan kontrol yang lebih ketat terhadap variabel-variabel yang ikut berpengaruh selama proses penelitian.

Pengaruh lama penyimpanan ikan bandeng (Chanos chanos Forsk) segar dalam lemari es terhadap total koloni bakteri / oleh Anik Rosilawati

 

Pengaruh jumlah dewan komisaris, kepemilikan institusional dan leverage terhadap manajemen laba (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2009) / Muhamad Yanuar Hendro Nugroho

 

Kata Kunci: Jumlah Dewan Komisaris, Kepemilikan Institusional, Leverage, dan Manajemen Laba. Laporan keuangan merupakan penghubung antara pihak manajemen dengan pihak di luar perusahaan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Asimetri informasi yang terjadi antara manajemen dengan pihak di luar perusahaan telah dimanfaatkan manajemen untuk melakukan manajemen laba dengan berbagai maksud dan tujuan. Tindakan manajemen laba tersebut dapat dikendalikan atau diminimalkan dengan penerapan corporate governance yang konsisten serta kebijakan leverage yang ada didalam perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah dewan komisaris, kepemilikan institusional, dan leverage terhadap manajemen laba. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian Sefiana (2009) yang meneliti tentang pengaruh corporate governance terhadap manajemen laba. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara parsial serta mencari variabel mana yang memiliki hubungan paling dominan terhadap Manajemen laba. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur periode 2007 sampai 2009. Pemilihan sampel berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi linear berganda dan uji t untuk menguji hipotesis yang diajukan.. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial variabel jumlah dewan komisaris dan leverage berpengaruh positif secara signifikan terhadap manajemen laba. Sedangkan kepemilikan institusional tidak berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah dalam penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan periode waktu yang lebih panjang dan menggunakan sampel perusahaan lain seperti LQ-45 dan perbankan, selain itu sebaiknya penelitian selanjutnya menggunakan variabel corporate governance yang lain seperti dewan direksi dan komite audit.

Evaluasi pelaksanaan penilaian pembelajaran produktif pada kompetensi inti KI-1, KI-2, KI-3, KI-4 kurikulum 2013 Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMKN I Jenangan Ponorogo / Abdurrahman Aziz

 

ABSTRAK Aziz, Abdurrahman. 2015. Evaluasi Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran Produktif pada Kompetensi Inti KI-1, KI-2, KI-3, KI-4 Kurikulum 2013 Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMKN 1 Jenangan Ponorogo. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sutrisno, S.T, M.Pd., (II) Drs. H. Bambang Widarta, M.T., Kata Kunci: penilaian pembelajaran, kompetensi inti, kurikulum 2013. Pelaksanaan penilaian pembelajaran guru terhadap siswa yang dilakukan secara benar sesuai dengan standar penilaian akan menjamin mutu kualitas pembelajaran. Karena dari data hasil penilaian pembelajaran yang baik dan benar berguna untuk menyusun dan mengembangkan program pembelajaran selanjutnya. Hal yang tidak mungkin dalam membuat keputusan tentang pendidikan tanpa adanya data dari kegiatan penilaian atau evaluasi pembelajaran. Semua komponen sistem pembelajaran saling mempengaruhi dan menentukan satu dengan yang lain sehingga jika semua komponen berjalan dengan baik, pasti akan menghasilkan keluaran yang maksimal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaksanaan penilaian pembelajaran kelompok produktif bidang keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Mata pelajaran kelompok produktif terdiri dari 8 macam mata pelajaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus, sehingga diperoleh sampel sebanyak 8 mata pelajaran. Teknik pengambilan data menggunakan angket dengan skala likert. Teknik analisis data menggunakan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1) pelaksanaan penilaian pembelajaran pada Kompetensi Inti 1 (KI-1) sebesar 87,50% terlaksana dengan baik, penilaian terbanyak menggunakan teknik observasi, dan yang paling sedikit menggunakan teknik jurnal. (2) Pelaksanaan penilaian pembelajaran pada Kompetensi Inti 2 (KI-2) sebesar 83,33% terlaksana dengan baik, penilaian terbanyak menggunakan teknik observasi, dan yang paling sedikit menggunakan teknik penilaian antar peserta didik. (3) Pelaksanaan penilaian pembelajaran pada Kompetensi Inti 3 (KI-3) sebesar 91,67% terlaksana dengan baik, penilaian terbanyak menggunakan teknik tes tulis (UAS,UTS & UH), dan yang paling sedikit menggunakan teknik penilaian secara lisan. (4) Pelaksanaan penilaian pembelajaran pada Kompetensi Inti 4 (KI-4) sebesar 79,17% terlaksana dengan baik, penilaian terbanyak menggunakan teknik penilaian tes praktik, dan yang paling sedikit menggunakan teknik penilaian portofolio.

Perancangan animasi sebagai media informasi untuk mendukung implementasi program SMANTI sekolah sehat bagi siswa SMA Negeri 3 Malang / Akhmad Soleh Arifin

 

Kata Kunci: animasi, media informasi, uks, sekolah sehat Dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang memicu kesadaran baru bagi pengelola lembaga-lembaga pendidikan untuk senantiasa menyusun program-program baru baik di bidang akademis maupun non akademis dalam rangka meningkatkan mutu pendidikannya. SMA Negeri 3 Malang sebagai salah satu sekolah berstatus RSBI tak lepas dari fakta tersebut. Sekolah yang beralamat di Jl. Sultan Agung Utara No. 7 Kota Malang ini sedang menggiatkan program strategis di bidang non akademis yaitu Program SMANTI Sekolah Sehat. SMA Negeri 3 Malang sangat berkepentingan dengan keberhasilan program tersebut. Berbagai upaya pembenahan fisik dan non fisik telah dilakukan. Namun begitu, implementasi program ini di kalangan siswa masih lemah dan belum optimal. Lemahnya implementasi program tersebut salahsatunya dikarenakan minimnya dukungan media informasi yang efektif, inovatif dan sesuai perkembangan jaman. Dukungan media informasi dalam bentuk tampilan animasi dipandang lebih mudah diterima oleh siswa dan dapat berdampak krusial dalam mendorong implementasi program tersebut. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan suatu media informasi yang efektif dan tepat sasaran. Untuk mencapai tujuan tersebut kegiatan perancangan dilakukan dengan perencanaan yang tepat dan terukur, yakni dengan memperhatikan relevansi antara konsep rancangan, misi/goal serta karakter target audience. Dengan adanya kesesuaian aspek-aspek tersebut, diharapkan media yang dihasilkan mampu memberikan inspirasi bagi siswa sebagai target audience untuk secara mandiri menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah sebagai implementasi warga sebuah sekolah sehat. Kegiatan perancangan ini menggunakan model perancangan deskriptif diawali dari penulisan latar belakang, perumusan masalah dan pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data yang didapat kemudian di analisis untuk menghasilkan suatu konsep perancangan yang sesuai. Kegiatan perancangan ini terdiri dari media utama yaitu animasi yang dikemas dalam desain CD berlabel dengan chasing yang sesuai sebagai bentuk perwajahan luar, dan beberapa media informasi visual lainnya yang digunakan sebagai media paduan. Media-media paduan tersebut terdiri dari: poster, x-banner, mini stiker, dan desain t-shirt.

Pelaksanaan praktikum biologi di SMA Negeri se kotamadya Madiun / oleh Ery Kustini

 

Perbedaan model pembelajaran problem solving dan ceramah untuk peningkatan hasil belajar dan kemampuan memecahkan masalah geospasial mata kuliah SIG pada mahasiswa semester VI Prodi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang / Endang Surjati

 

Kata kunci: Pembelajaran Problem Solving, Hasil Belajar, Memecahkan Masalah, dan Geospasial Pendidikan di perguruan tinggi umumnya mempunyai dua tujuan utama, yaitu pertama mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki lapangan kerja dan kedua untuk mengembangkan manusia yang literat ilmu dan teknologi yang membantunya mengembangkan diri untuk hidup dalam masyarakat sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang berlaku. Model pembelajaran problem solving dalam pembelajaran sangat mendukung pencapaian tujuan yang kedua ini. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui apakah model pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan memecahkan masalah geospasial mahasiswa pada mata kuliah SIG semester VI prodi pendidikan geografi Universitas Negri Malang dan (2) Untuk mengetahui tingkat signifikan perbedaan model pembelajaran problem solving dan ceramah dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah geospasial dengan menggunakan data geospasial. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi dengan desain penelitian nonequivalent (pretest and posttest) control-group design. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen adalah model pembelajaran problem solving dan varibel dependen adalah aspek kemampuan pemecahan masalah geospasial. Populasi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang yang mengikuti mata kuliah sistem informasi geografi yaitu berjumlah 124 orang mahasiswa. Sedangkan sampel yang digunakan adalah kelas L dan kelas K yang berjumlah 70 orang mahasiswa. Metode pengolahan data dilakukan dengan teknik analisa uji t. Temuan hasil penelitian yang diperoleh dari hasil pengujian hipotesis disajikan berikut ini: (1) Model pembelajaran problem solving tidak meningkatkan hasil belajar dan kemampuan memecahkan masalah geospasial mahasiswa pada mata kuliah SIG semester VI Prodi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang dan (2) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran problem solving dan ceramah untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah geospasial dengan menggunakan data geospasial pada mata kuliah SIG semester VI Prodi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Hasil analisa uji-t menunjukkan antara Post problem solving dan Post konvensional tidak ada beda secara signifikan, karena F hitung lebih kecil dari F kritisnya. Nilai F hitung sebesar 2.021 dan signifikan pada level 0,162. Karena nilai Fhitung > Ftabel maka dapat diambil keputusan untuk menerima H0 dan menolak H1, atau dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran problem solving yang dilaksanakan pada kelas eksperimen dengan pembelajaran ceramah yang dilaksanakan pada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan pada pembelajaran sistem informasi geografis hendaknya dosen menerapkan model pembelajaran yang bervariasi menyesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran, mempertimbangkan kemampuan awal mahasiswa mengenai geosfer, dan disarankan agar mahasiswa diarahkan untuk mengadakan secara mandiri sarana dan prasana dalam pembelajaran geografi.

Pengaruh kinerja keuangan pemerintah daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan pada era desentralisasi fiskal di Jawa Timur periode 2008-2013 / Dania Yantiko Abi

 

ABSTRAK Abi, Dania Yantiko.2015. Pengaruh Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan pada Era Desentralisasi Fiskal di Jawa Timur Periode 2008-2013. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Pembimbing :(1) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si. (2) Dr. Agung Haryono,S.E.,M.P.,Ak Kata Kunci : Desentralisasi Fiskal, Kinerja Keuangan Daerah, Rasio Kemandirian, Rasio Efektivitas, Rasio Efisien, Rasio Pertumbuhan, Pertumbuhan Ekonomi, dan Kemiskinan, Analisis Jalur (Path Analysis). Kebijakan desentralisasi fiskal merupakan suatu kebijakan yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengatur segala aktivitas di daerah mulai dari penggalian sumber daya alam yang harus dikembangkan supaya menjadi sumber pendapatan daerah sampai dengan sistem penganggarannya. Desentralisasi fiskal di negara-negara berkembang apabila tidak berpegang pada standar teori desentralisasi, hasilnya mungkin akan merugikan pertumbuhan ekonomi dan efisiensi. Selain itu, desentralisasi fiskal diharapkan akan mampu meningkatkan efisiensi ekonomi yang kemudian berkaitan dengan dinamika pertumbuhan ekonomi. Tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta menurunnya pengangguran dan kemiskinan juga tidak terlepas dari pengelolaan keuangan daerah yang baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pengaruh kinerja keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan pada era desentralisasi fiskal di Jawa Timur periode 2008-2013. Penelitian ini menganalisa pengaruh langsung maupun tidak langsung kinerja keuangan daerah yang diukur dari rasio kemandirian daerah, rasio efektivitas daerah, rasio efisien daerah, dan rasio pertumbuhan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di 38 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur periode 2008-2013. Metode analisis yang digunakan untuk melihat pengaruh variabel-variabel tersebut adalah metode analisis jalur (Path Analysis) dengan menggunakan aplikasi software SPSS PASW Statistics 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio kemandirian, rasio efekivitas, rasio efisien, dan rasio pertumbuhan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif terhadap kemiskinan. Kinerja keuangan daerah diukur dari rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio efisien, dan rasio pertumbuhan tidak berpengaruh terhadap kemiskinan. Sedangkan secara langsung pengaruh rasio rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio efisien, dan rasio pertumbuhan terhadap kemiskinan melaui pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti disarankan agar; (1) Pengelolaan kinerja keuangan daerah lebih utama tepat sasaran pada rasio pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah karena rasio pertumbuhan ini peningkatan nilainya dari tahun ke tahun masih belum stabil. (2) Pemerintah daerah perlu mempertahankan dan meningkatkan pengelolaan kinerja keuangan dengan tujuan proses pembangunan daerah dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat merasakan hasil dari pembangunan ekonomi. (3) Pemerintah daerah perlu menerapkan pengelolaan kinerja keuangan yang mandiri, efektif, efisien dan dinamis untuk memajukan daerah. Kinerja keuangan daerah merupakan salah satu faktor dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan kemiskinan. (4) Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menambah atau menggunakan variabel lain yang lebih relevan dengan pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan. Peneliti juga sebaiknya menggunakan periode dan obyek penelitian yang berbeda.

Studi tentang pelaksanaan kegiatan praktikum biologi di SMA swasta se-kotamadya Malang / oleh Herman Chrisdiantyo Kas

 

Pengaruh motivasi, kemandirian, dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa (studi pada Jurusan Pemasaran SMK Negeri 1 Kraksaan) / Maygie Caroles

 

ABSTRAK Caroles, M. 2015. PengaruhMotivasi, Kemandirian, danLingkunganBelajarSiswaTerhadapPrestasiBelajarSiswa (StudiPadaSiswaJurusanPemasaran SMK Negeri 1 KraksaanTahunAjaran 2014/2015). Skripsi, JurusanManajemen, Prodi Pendidikan Tata Niaga, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sopiah, M.Pd, M.M, (2) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata Kunci: MotivasiBelajar, KemandirianBelajar, LingkunganBelajar, PrestasiBelajar. Pendidikanpadadasarnyaadalahusahasadardanterencanauntukmewujudkansuasanabelajardan proses belajar agar pesertadidiksecaraaktifmengembangkandirinya. Pendidikantidaklepasdarikegiatanbelajar.Berhasiltidaknyapencapaiantujuanpendidikanbanyakbergantungkepadabagaimana proses belajarsiswa di sekolahdanpenguasaanmateripelajaran yang dipelajaridenganditunjukkanolehnilai yang diperolehsiswadalammatapelajaran yang bersangkutanterutamapadamatapelajarankewirausahaan. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiseberapabesarpengaruhmotivasi, kemandirian, danlingkunganbelajarterhadapprestasibelajarsiswamatapelajarankewirausahaan SMK Negeri 1 Kraksaan.Penelitianinidilaksanakan di SMK Negeri 1 Kraksaandenganpopulasiseluruhsiswakelas X dan XI JurusanPemasaran yang berjumlah 137 siswa. Sampeldalampenelitianiniberjumlah102 siswa. Teknikpengumpulan data dilakukandenganobservasidankusioner. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif.Nilaiprestasibelajarsiswasebagaialatpengumpul data penelitian. Dan hasilpengolahan data diketahuibahwamotivasibelajarsiswatergolongbaiksebesar 3,010, kemandirianbelajarsiswajugatergolongbaiksebesar 2,302, danlingkunganbelajarsiswatergolongbaikdengannilai rata-rata 2,605. Teknikanalisis data yang digunakanmetode statistic regresi linier berganda yang diperoleh Y = 63.183+0,142X1+0,159X2+0,139X3. Hal inimenunjukkannilai Y dipengaruhi X1, X2, dan X3. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa: 1) terdapatpengaruhpositifdansignifikan. MotivasiBelajarterhadapPrestasiBelajarSiswa Mata PelajaranKewirausahaan, dibuktikandenganthitung 3,010 >ttabel1,984; 2) terdapatpengaruhpositifdansignifikanKemandirianBelajarterhadapPrestasiBelajarSiswa Mata PelajaranKewirausahaan, dibuktikandenganthitung 2,302 > ttabel1,984; dan 3) terdapatpengaruhpositifdansignifikanLingkunganBelajarterhadapPrestasiBelajarSiswa Mata PelajaranKewirausahaan, dibuktikandenganthitung 2,605 >ttabel 1,984. Saran padapenelitianiniyaitu 1) Dalammeningkatkanprestasibelajarsiswa,siswatidakharusdiberipenghargaandalam proses belajarnya. Siswaharusmemiliki rasa tanggungjawabdanbisamemotivasidirinyasendiriuntukmemperolehprestasibelajar yang diinginkan, 2) Siswabisamenerapkanstrategibelajar yang baikuntukmeningkatkanprestasibelajar, dan 3) Guru sebaiknyadalam proses belajarmengajardikelastidakmenggunakanmetodebelajar yang monoton agar siswatidakbosandandapatlebihmenerimapembelajaran yang diberikanoleh guru. Sehingga, dapatmeningkatkanprestasibelajarsiswatersebut.

Identifikasi kesalahan siswa kelas I MAN Malang I Malang dalam memberi nama dan menuliskan rumus senyawa anorganik biner / oleh Abdul Wahid

 

Pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar headstand pada senam lantai untuk siswa kelas VIII di SMP Negeri 8 Pasuruan / Akhmad Nur Shalih

 

Kata kunci: pengembangan, VCD pembelajaran, teknik dasar headstand, senam lantai. Teknik dasar headstand merupakan salah satu materi yang diajarkan pada kelas VIII di SMP Negeri 8 Pasuruan. Berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan, pada pelaksanaan pembelajaran guru memberikan latihan gerobak dorong, sit up dan back up kemudian pada materi inti guru meberikan contoh sikap headstand setelah itu siswa disuruh melakukan sikap headstand, sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan sikap headstand. Dalam proses pembelajaran guru memerlukan sarana yang mendukung dan kreativitas yang beraneka ragam untuk mencapai suatu pembelajaran yang maksimal. Salah satu sarana yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah dengan tersedianya media VCD pembelajaran yang dapat digunakan sebagai alat untuk membantu pemahaman siswa dalam proses belajar mengajar. Guru mata pelajaran pendidikan jasmani SMP Negeri 8 Pasuruan menyatakan belum ada video pembelajaran tentang materi teknik dasar headstand pada senam lantai dan menyatakan memerlukan video pembelajaran teknik dasar headstand pada senam lantai, oleh karena itu peneliti bertujuan mengembangkan VCD pembelajaran teknik dasar headstand pada senam lantai untuk membantu penjelasan tentang cara melakukan sikap headstand. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), peneliti tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah. Adapun 7 langkah yang dipilih oleh peneliti untuk pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar headstand pada senam lantai adalah sebagai berikut: 1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka, observasi ke sekolah, dan analisis kebutuhan), 2)Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran, buku petunjuk yang akan digunakan, dan perlengkapan evaluasi), 3) Evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli media, 1 ahli pembelajaran pendidikan jasmani, dan 1 ahli senam. Data kuesioner dikumpulkan dan dianalisis, kemudian melakukan revisi produk awal, 4)Melakukan uji coba (kelompok kecil) terhadap produk awal (dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Pasuruan dengan menggunakan 6 subyek yang di ambil 1 siswa dari masing-masing kelas), kemudian data kuesioner dikumpulkan dan dianalisis, 5) Melakukan revisi terhadap produk pertama yang berdasarkan dari hasil kuesioner uji coba (kelompok kecil), 6)Melakukan uji lapangan (kelompok besar) yang dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Pasuruan dengan menggunakan 30 subyek yang di ambil 5 siswa dari masing-masing kelas, kemudian data kuesioner dikumpulkan dan dianalisis, 7) Melakukan revisi produk akhir berdasarkan dari hasil kuesioner, sehingga menjadi produk akhir pengembangan. Berdasarkan hasil analisis data uji coba (kelompok kecil) terhadap 6 orang siswa dan uji lapangan (kelompok besar) terhadap 30 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Pasuruan diperoleh bahwa seluruh aspek dalam pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar Headstand untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Pasuruan tersebut telah memenuhi kriteria baik yaitu antara 76% - 100%. Hasil pengembangan ini hanya terbatas pada pengembangan produk, maka diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tentang tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan dan hasil penelitian dan pengembangan ini, diharapkan dapat diuji cobakan pada lingkup yang lebih luas.

Pengembangan media pembelajaran softball menggunakan mobile learning untuk peserta matakuliah softball Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Universitas Negeri Malang / Tri Wulan Cahyani

 

ABSTRAK Cahyani, Tri Wulan. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Softball menggunakan Mobile Learning untuk Peserta Matakuliah Softball Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) I Nengah Sudjana, S.Pd., M.Pd. (2) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran Mobile Learning, Permainan Softball. Matakuliah Softball merupakan Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) pilihan di Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Untuk dapat memahami materi permainan softball diperlukan media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami. Media yang digunakan dapat berupa media audio, audio visual, dan media cetak, termasuk juga handphone. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, maka peneliti mengembangkan media pembelajaran berbasis handphone. Menurut hasil penyebaran angket analisis kebutuhan, diperoleh presentase 100% mahasiswa setuju bila dikembangkan media pembelajaran mobile learning yang berisi materi permainan softball sebagai alternatif sumber belajar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Softball menggunakan mobile learning untuk peserta matakuliah Softball jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan yang diharapkan dapat membantu dalam pembelajaran. Dalam pengembangan produk ini, peneliti mengacu metode pengembangan (Research and Development) dari Borg and Gall (1983:775) yang terdiri dari 10 langkah yang kemudian disederhanakan sesuai teori Ardhana (2002:9) yang mengatakan bahwa prosedur pelaksanaan penelitian dan pengembangan bukan merupaka langkah yang baku, sehingga peneliti hanya menggunakan langkah 1 sampai langkah 7 saja. Hasil akhir dari kegiatan penelitian pengembangan ini adalah berupa produk pengembangan media pembelajaran softball menggunakan mobile learning untuk mahasiswa peserta matakuliah softball jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang yang berisi materi permainan softball dengan spesifikasi produk: 1) produk berupa softfile yang dapat di aplikasikan pada smartphone android yang memiiki aplikasi pembaca epub. 2) produk memiliki halaman yang terdiri dari halaman pembuka, halaman kata pengantar, halaman inti yang berisi materi softball, contoh video pertandingan, halaman riwayat hidup, dan daftar rujukan. Dari hasil analisis data uji coba kelompok kecil diperoleh persentase rata-rata 83,44% dan pada uji coba kelompok besar diperoleh persentase rata-rata 84,15% sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran softball dalam bentuk mobile learning untuk mahasiswa peserta matakuliah softball jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang sudah jelas dan menarik sehingga dapat digunakan sebagai alternatif sumber belajar. Media pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan saran dan evaluasi dari beberapa ahli, yaitu 1 orang ahli media pembelajaran, 1 orang ahli pembelajaran, dan 1 orang ahli pembelajaran softball. Media pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya dapat digunakan oleh peserta matakuliah softball namun dapat juga digunakan untuk wasit, pelatih, maupun mahasiswa yang ingin mengkaji lebih dalam tentang penelitian sejenis. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat membantu pembaca agar lebih mudah dalam memahami materi permainan softball.

Keingintahuan anak dan komunikasi inu (Sebuah kajian dengan perspektif interaksionisme simbolik terhadap anak dari keluarga pedagang) / Raisah Fatich Annisa

 

Kata Kunci : Keingintahuan, Komunikasi, Interaksi Awal masa kanak-kanak adalah usia emas perkembangan. Pada usia ini anak sering memiliki keingintahuan yang tinggi yang pantas diperhatikan. Atas dasar itu, peneliti membuat rumusan masalah: (1) bagaimanakah deskripsi keingintahuan an-ak. Artinya, bagaimana tingkat keingintahuan, arah keingintahuan dan juga tentang tingkat toleransi terhadap keingintahuannya, atau ada deskripsi lainnya ; (2) bagai-manakah deskripsi komunikasi ibu tehadap anak dalam merespon keingintahuan anak. Apakah ibu berkomunikasi otoriter, demokratis, atau permisif ;(3) bagaimana koneksitas antara keingintahuan anak dan komunikasi ibu. Apakah suatu tipe komunikasi yang digunakan ibu dapat juga merubah dimensi perilaku anak. Penelitian dilakukan di sebuah perkampungan di tengah kota Malang. Fokus penelitian ialah interaksi antara ibu dan anak usia 4-6 tahun, pada keluarga pedagang. Disini digunakan pendekatan kualitatif dengan, jenis interaksionisme simbolik. Proses pengambilan sampelnya menggunakan snowball sampling, pengambilan data dilakukan dengan observasi partisipatoris, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsi, mengkatagorisasi dan penegasan koneksi. Hasil yang dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) Pada umumnya anak-anak memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi untuk dipenuhi, cenderung memiliki toleransi frustrasi rendah, dan mengarah pada perkembangan aspek kognitif, afektif, dan konatif; (2) Dalam merespon keingintahuan anak, Ibu cenderung menggunakan salah satu dari tiga tipe komunikasi yaitu otoriter, demokratis, dan permisif. Namun kecenderungan itu bersifat fluktuatif, Ibu tidak selalu berkomunikasi dengan satu tipe saja. Misalnya Ibu yang cenderung demokratis pun juga pernah bersikap otoriter ketika anak menunjukkan sikap tidak patuh, begitu pula pada tipe yang lain; (3) Komunikasi ibu yang semakin mendekati tipe demokratif, menyebabkan tingginya toleransi frustrasi dan tingginya keseimbangan perkembangan aspek kognitif, afektif dan konatif anak. Sebaliknya semakin menjauhi tipe demokratif semakin rendah keseimbangan perkembangan aspek kognitif, afektif, konatif dan juga toleransi frustrasi anak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, disarankan bagi orang tua untuk dapat mengubah tipe komunikasinya kearah tipe komunikasi demokratis. Bagi konselor Bagi konselor terutama di TK dan SD diharapkan dapat memberikan dukungan sistem berupa program atau kegiatan yang dapat membantu orang tua dalam merespon keingintahuan anak.

Hubungan pemanfaatan laboratorium komputer dengan hasil belajar teknologi informasi dan komunikasi (TK) di MA pembangunan Pondok Pesantren Al Fattiah Arjosari Pacitan / Anik Sugiarti

 

Kata Kunci : Pemanfaatan Laboratorium Komputer,Hasil Belajar. Pemanfaatan laboratorium komputer disekolah maupun di madrasah sangat berpengaruh dan berhubungan dengan hasil belajar TIK yang dicapai siswa. Pemanfaatan laboratorium komputer meliputi kondisi laboratorium komputer, intensitas penggunaan laborstorium komputer dan pelaksanaan pembelajaran TIK di laboratorium komputer. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan pemanfaatan laboratorium komputer dengan hasil belajar TIK siswa di MA Pembangunan Pondok Pesantren Al Fattah Arjosari Pacitan. Objek penelitian adalah siswa MA Pembangunan Pondok Pesantren Al Fattah Arjosari Pacitan dengan sampel sebanyak 43 siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan laboratorium komputer dengan hasil belajar TIK siswa. Analisis korelasianal menggunakan analisis korelasi sederhana dan analisis regresi ganda, berbantuan SPSS 16. Hasil penelitian ditunjukkan bahwa peralatan yang ada di laboratorium sudah menunjang dan memenuhi kebutuhan pembelajaran, intensitas penggunaan laboratorium dalam kategori sedang, pelaksanaan pembelajaran memiliki kategori sedang, hasil belajar berada pada kategori sedang. Ditemukan hubungan dari masing- masing sub variabel pada pemanfaatan laboratorium komputer dengan hasil belajar TIK siswa dengan koefisien korelasi masing – masing, kondisi laboratorium komputer 0,453 dengan interpretasi signifikan, intensitas penggunaan laboratorium komputer 0,130 dengan interpretasi tidak signifikan dan pelaksanaan pembelajaran TIK di laboratorium komputer sebesar 0,836 dengan interpretasi signifikan. Pemanfaatan Laboratorium komputer secara simultan terhadap hasil belajar TIK diperoleh koefisien korelasi sebesar 0.889 dengan interpretasi yang signifikan. Berdasarkan temuan penelitian, pemanfaatan laboratorium komputer secara maksimal, akan menunjang kemudahan dan kelancaran siswa dalam memahami materi mata pelajaran TIK dan mata pelajaran yang lain melalui pemanfaatan fasilitas internet yang ada di laboratorium komputer untuk memperoleh berbagai ilmu pengetahuan yang baru, yang akan menunjang hasil belajar TIK siswa maupun hasil belajar pada mata pelajaran yang lain.

Duplikasi isyarat remote kontrol NEC dengan aktivasi sensor Pyroelectric Infra Red (PIR) / Azizah Hidayati

 

ABSTRAK AzizahHidayati 2015.DuplikasiIsyarat Remote Kontrol NEC denganAktivasiSensor PyroelectricInfra Red (PIR), Skripsi, JurusanFisika, FMIPA, UniversitasNegeri Ma-lang.Pembimbing: (I)SamsulHidayat, S.Si, M.T, (II) NugrohoAdi P, S.Si, M.Si, Kata Kunci: :Duplikasi, Remote Kontrol NEC, Krisislistrikmulaimengancam Indonesia dalambeberapatahunkedepan. Hal inidisebabkanterusmeningkatnyakonsumsilistrik di Tanah Air, namuntidakdiikutipenambahaninfrastrukturkelistrikan. Meningkatnyakonsumsilistrik di tanah air inidikarenakankebiasaanmasyarakat Indonesia yang borosenergi. Salah satucontohnyaadalahlupamematikanproyektorsetelah jam kuliahberakhir. Kebiasaanlupamematikanproyektoriniakanberdampakpadapemborosanenergisekitar 180 watt – 300 watt, selainitulampuproyektorakancepathabismasapakainyadanmati. Karenaitudiperlukanpengendaliproyek-tor.Penelitianinibertujuanmenduplikasiisyaratkode remote kontrol NEC. Metodeanalisis yang digunakandalampenelitianiniyaitumetoderesearch and development.Langkah–langkahdalamprosedurpenelitiandanpengembanganpadapembuatanalati-nidiawalidenganmerancangpembuatanalat, mempersiapkanpembuatanalat, pembua-tanalat, mengujialatdanmerevisialat. Berdasarkanhasilpegujian, jarakgerakanmanusiadengan sensor PIR memiliki-jarakmaksimum 4,5 meter danlintasansudut 180o. Hal inikarenaspesifikasi sensor PIR hanyamampumenempuhjarak 5 meter dan 180o.Pengujiansistemsecarakeseluruhanmenunjukkanbahwasensor dapatmendeteksi-gerakanmanusiadanmikrokontrolerdapatmenyimpansertamenjalankan program den-ganbaik. Program yang telahdibuatdapatmenduplikasiisyaratkode NEC.

Perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe stad dengan metode ceramah bermakna terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan menjelaskan fungsi menu dan ikon serta cara penggunaannya pada microsoft word 2003 kelas VIII di SMP Negeri 1 Malang / Nihara Safitri

 

Kata Kunci : Kooperatif Tipe STAD, Ceramah Bermakna, Prestasi Belajar. Dalam menyampaikan materi pembelajaran guru harus mampu memilih model pembelajaran yang efektif dan inovatif sesuai dengan kondisi dan situasi. Kenyataan bahwa siswa memiliki kemampuan yang heterogen merupakan tantangan bagi guru untuk membantu meningkatkan prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran yang inovatif. Salah satu model pembelajaran untuk menghadapi kemampuan siswa yang heterogen adalah model tipe STAD. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan prestasi belajar yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD, (2) untuk mendeskripsikan prestasi belajar siswa yang menggunakan pembelajaran ceramah, (3) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD dengan ceramah bermakna pada pokok bahasan menjelaskan fungsi menu dan ikon serta cara penggunaannya dalam MS.Word 2003 kelas VIII SMP Negeri 1 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan Quasi Experimental Design, sampel yang digunakan adalah kelas VIII A sebagai kelompok eksperimen yang di ajar dengan model STAD dan kelas VIII D sebagai kelompok kontrol yang belajar dengan metode ceramah bermakna. Instrumen yang digunakan yaitu: instrumen pembelajaran berupa silabus, RPP, kisi-kisi, dan kunci jawaban soal. Instrumen pengukuran berupa tes objektif dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS. Analisis statistik kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan prestasi belajar siswa, terdiri dari uji normalitas untuk mengetahui apakah kedua sampel kelas tersebut berdistribusi normal, uji homogenitas digunakan mengetahui apakah kedua sampel kelas tersebut homogen, dan uji hipotesis dengan uji t, digunakan untuk mengetahui ada atau tidak ada perbedaan prestasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang belajar dengan model ceramah bermakna. Untuk prestasi belajar ranah kognitif, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (81,93) lebih tinggi dari kelas kontrol (75,61). Sedangkan untuk prestasi belajar ranah psikomotorik, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (75,43) lebih tinggi dari kelas kontrol (71,62), dan untuk prestasi belajar ranak afektif diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (78,94) lebih tinggi dari pada kelas kontrol (74,54). Sehingga disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar (pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik) siswa materi “Menjelaskan Fungsi Menu dan Ikon Serta Cara Penggunaannya Pada Micosoft Word 2003”

Partisipasi politik masyarakat Kecamatan Blimbing Kota Malang pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2014 / Muhammad Tantowi Hidayat

 

1 ABSTRAK Hidayat, M. Tantowi. 2015. Partisipasi Politik Masyarakat Kecamatan Blimbing Kota Malang pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Unversitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Yuhdi Batubara, S.H, M.H (2) Nurudin Hady, S.H, M.H Kata Kunci: Masyarakat, Presiden, Pemilihan Umum Tahun 2014. Setiap warga negara mempunyai hak untuk mengaspirasikan suara yang diberikan melalui pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden, sebab negara demokrasi lebih mengutamakan kebebasan berpendapat bagi setiap individu tanpa ada paksaan dari siapapun. Oleh karena itu masyarakat harus lebih cermat dalam memilih presiden yang nantinya akan menentukan perkembangan dan kemajuan negara untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui tingkat partisipasi politik masyarakat Kecamatan Blimbing Kota Malang pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2014, (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Kecamatan Blimbing Kota Malang pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2014, (3) mengetahui upaya yang dilakukan pihak KPU Kota Malang dan PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat Kecamatan Blimbing Kota Malang, (4) mengetahui kendala yang dihadapi pihak KPU Kota Malang dan PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2014. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan pendekatatan kualitatif dan jenis penelitiannya kualitatif deskriptif, informan dalam penelitian ini yaitu masyarakat Kecamatan Blimbing. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, display data, dan kesimpulan/verifikasi. Untuk menjamin keabsahan yang diperoleh, peneliti melakukan: (a) uji kredibilitas, yaitu dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, dan triangulasi. Berdasarkan analisis tersebut, diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: Pertama, tingkat partisipasi politik masyarakat kecamatan blimbing pada pemilihan umum presiden yang dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014 sangat tinggi dengan bukti bahwa hasil prosentase 98,55% suara sah dan 1, 45% tidak sah. Kedua, Faktor-Faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat kecamatan blimbing pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden, yaitu: (a) adanya perangsang politik, (b) Karakteristik pribadi pasangan calon presiden dan wakil presiden, (c) Karakteristik sosial seseorang, (d) Keadaan Politik. Ketiga, upaya KPU Kota Malang dan PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat ialah: (a) sosialisasi secara tatap muka, (b) Sosialisasi melalui media elektronik, (c) Sosialisasi melalui 2 media cetak, (d) Membentuk RELASI (Relawan Demokrasi). Keempat, Kendalakendala yang Dialami Pihak KPU Kota Malang dan PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang ialah: (a) Hal tehnis atau penyelenggaraan, (b) Hak pilih peserta pemilihan umum yang berada di rumah sakit. Berikut ini saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya: (1) diharapkan media massa menampilkan tayangan yang mendidik sehingga masyarakat bisa menentukan pilihannya secara tepat dan benar sesuai pilihannya sendiri. Sehingga masyarakat dapat belajar menjadi masyarakat yang tanggap dan cerdas terhadap semua fenomena politik yang terjadi disekitarnya. (2) Pihak KPU Kota Malang dan PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang diharapkan mengetahui faktor yang dapat mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dan bisa memanfaatkan hal tersebut dalam melakukan sosialisasi pemilihan umum pada masyarakat secara menyeluruh guna meningkatkan semangat masyarakat untuk mengikuti pelaksanaan pemilihan umum presiden dan wakil presiden serta dapat meminimalisir terjadinya golput. (3) Pihak KPU Kota Malang dan PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang diharapkan mempunyai strategi yang tepat dalam menanggulangi adanya golput dengan mengembangkan upaya yang ada dan menggunakannya dengan optimal. (4) Diharapkan masyarakat selalu mengikuti informasi baik itu dari media massa maupun sosialisasi yang diadakan oleh PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang agar masyarakat sadar akan pentingnya mengikuti pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |