Kemampuan menyelesaikan soal mekanika ditinjau dari penguasaan matematika bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA IKIP MALANG / oleh Edy Widodo

 

Peningkatan hasil belajar kegiatan ekonomi melalui model student team achievement divisions diu kelas IV SDN Pojok 02 Kabupaten Bliitar / Pramesti Arimbi Putri

 

ABSTRAK Putri, Pramesti Arimbi. 2016. Peningkatan Hasil Belajar IPS melalui Model Student Team Achievement Divisions di Kelas IV SDN Pojok 02 Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. H Hadi Mustofa, M.Pd, (2) Dr. Alif Mudiono, M.Pd. Kata kunci: peningkatan hasil belajar, ips, model Student Team Achievement Divisions Berdasarkan observasi pada pembelajaran IPS kelas IV SDN Pojok02 Kabupaten Blitar, diketahui bahwa (1) guru tidak membuat RPP dan LKS, (2) guru tidak menerapkan model pembelajaran, (3) kegiatan pembelajaran didominasi guru, (4) siswa kurang aktif dalam kegiatan diskusi, (5) siswa belajar hanya dari penjelasan guru, (6) siswa ramai saat guru menjelaskan materi, dan (7) kelompok yang sudah selesai mengerjakan LKS membuat gaduh, dampaknya dari 21 siswa hanya 5 siswa yang mencapai KKM. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendesripsikan penerapan model Student Team Achievement Divisions pada pembelajaran IPS dengan materi kegiatan ekonomi, dan (2) memaparkan peningkatan hasil belajar IPS dengan materi kegiatan ekonomi melalui model Student Team Achievement Divisions. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan dua siklus, tiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Instrumen penilaian yang digunakan berupa pedoman observasi dan soal tes formatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Student Team Achievement Divisions membuat siswa lebih aktif Dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar pratindakan 69,77, siklus I adalah 76,26 dan siklus II adalah 79,64. Ketuntasan belajar klasikal pada pratindakan sebesar 23,80%, siklus I sebesar 52,37%, dengan kriteria kurang dan siklus II mencapai 82,90% dengan kriteria baik. Kesimpulan penelitian ini yaitu penerapan model Student Team Achievement Divisions dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Disarankan guru menerapkan model Student Team Achievement Divisions pada pembelajaran IPS dengan materi kegiatan ekonomi agar siswa mendapatkan hasil belajar yang maksimal, dan tujuan pembelajaran tercapai.  

Efektifitas pemberian umpan balik pasca tes terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas I cawu II Madrasah Aliyah Negeri I Malang tahun ajaran 1995/1996 / oleh Adi Pria Wardana

 

Penerapan model discovery learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa subtema Komponen Ekosistem kelas V SDN Cemorokandang 1 Malang / Evi Septia Yuliyanti

 

ABSTRAK Yuliyanti, EviSeptia. 2016. Penerapan Model Discovery Learning untukMeningkatkanAktivitasdanHasilBelajarSubtemaKomponenEkosistemKelas VSDN Cemorokandang 1 Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sukamti, M.Pd, (II) Drs. Sumanto, M.Pd. Kata Kunci:ModelDiscoveryLearning, Aktivitas, HasilBelajar,Sekolah Dasar Berdasarkanhasilobservasidanwawancaradiketahuibahwapembelajaran yang dilakukan di kelas V SDN Cemorokandang 1 Malang yaitu(1) pembelajarandidominasi aktivitas guru dalam menjelaskan materi; (2) aktivitasbelajarsiswaselamapembelajaranrendahterbataspadaaktivitasmendengarkandanmenulis; serta (3) terdapat 16 dari 38 siswa mendapatkanhasilbelajarsiswamasih di bawah KKM. Alternatifpemecahanmasalah yang diyakinidapatmeningkatkanaktivitasdanhasilbelajarsiswayaitumenggunakan model discovery learning. Tujuan yang akan dicapai yaitu mendeskripsikan penerapan model discovery learning dalam pembelajaran, peningkatan aktivitas siswa, dan peningkatan hasil belajar. Penelitianinimenggunakanjenispenelitiandeskriptifdenganpendekatankualitatif.Rancanganpenelitian yang digunakanyaitupenelitiantindakankelas dengan 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan.Pengumpulan data dilakukandenganmenggunakanteknikobservasi, wawancara, dokumentasi, dantes.Instrumen yang digunakanuntukpengumpulan data yaitulembarobservasipenerapan model discovery learning, lembarobservasiaktivitassiswa, dansoaltes. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapenerapan model discovery learning dapatmeningkatkanaktivitasdanhasilbelajarsiswapadasubtemakomponenekosistemmateribangundatarlingkaran di kelas V SDN Cemorokandang 1 Malang.(1) Hasildaripelaksanaan model discovery learning menunjukkanbahwa guru dapatmenerapkan model discovery learning dalampembelajarandenganbaik, (2) Hasil rata-rata aktivitassiswamengalamipeningkatanyakni 78,7 padasiklus I dengankategoribaikmenjadi 86 padasiklus II dengankategorisangatbaik, dan (3)Hasilbelajarsiswapadasiklus I diperoleh rata-rata 76 denganketuntasanbelajarklasikalsebesar 75%, meningkatpadasiklus II menjadi rata-rata 83.7 denganketuntasanbelajarklasikalmencapai 85.6%.Kesimpulan penelitianmenyatakanbahwapenerapan model discovery learningdapatmeningkatkanaktivitasdanhasilbelajarsiswakelas V SDN Cemorokandang 1 Malang padasubtemaKomponenEkosistem. Untukitu, disarankan agar guru dapatmenjadikan model discovery learning inisebagaisalahsatualternatifpemilihan model pembelajarandalampengajaran di kelas dengan mempertimbangkan penggunaan kelompok belajar dan pengelolaan kelas yang baik.

Studi tentang penggunaan buku paket fisika energi gelombang dan medan jilid 1A dan 2B dalam pelaksanaan kurikulum SMA 1984 di SMA Negeri se Kabupaten Nganjuk / oleh Sulur

 

Pengembangan bahan ajar matematika kurikulum 2013 yang mampu mendorong siswa berpikir kritis pada pokok bahasan Fungsi untuk siswa SMP kelas VIII / Fadhila Kartika Sari

 

ABSTRAK Sari, Fadhila Kartika. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Matematika Kurikulum 2013 yang Mampu Mendorong Siswa Berpikir Kritis pada Pokok Bahasan Fungsi untuk Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd, M.A. Kata Kunci: bahan ajar, kurikulum 2013, ketrampilan berpikir kritis, fungsi Bahan ajar merupakan salah satu elemen penting yang mempengaruhi keberhasilan dan kesuksesan proses pembelajaran. Namun bahan ajar matematika yang ada belum memfasilitasi siswa untuk berpikir kritis. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan suatu bahan ajar matematika berupa buku siswa dan buku guru berbasis kurikulum 2013 yang mampu mendorong siswa berpikir kritis pada pokok bahasan fungsi untuk siswa SMP Kelas VIII yang valid, praktis, dan efektif. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan Plomp yang terdiri atas: (1) tahap investigasi awal, (2) tahap desain, (3) tahap realisasi/konstruksi, dan (4) tahap tes, evaluasi, dan revisi. Uji kevalidan dilakukan oleh dua validator yang terdiri dari satu dosen matematika FMIPA UM dan satu guru matematika SMPN 10 Malang. Sedangkan uji kepraktisan dan keefektifan dilakukan melalui uji coba kelompok kecil yang terdiri dari satu guru model dan sepuluh siswa kelas VIII-D SMPN 10 Malang sebagai subjek coba. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil yaitu: (1) persentase rata-rata kevalidan buku siswa dan buku guru adalah 89,8% dan 83,5%, (2) persentase rata-rata kepraktisan buku siswa dan buku guru berturut-turut yaitu 87,9% dan 88%, dan (3) persentase siswa subjek coba yang memperoleh nilai akhir di atas KKM adalah 90%. Dengan demikian, bahan ajar berupa buku siswa dan buku guru yang dihasilkan pada pokok bahasan fungsi yang mampu mendorong siswa berpikir kritis untuk siswa kelas VIII telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.

Tingkat keberhasilan belajar fisika siswa kelas III berdasarkan pelaksanaan kurikulum SMU 1994 bidang studi fisika di SMU Negeri 2 Situbondo / oleh Yulis Ayulidarti

 

Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), dan Return On Equity (ROE) terhadap pemberian kredit pada bank mumum konvensional yang lisiting di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2014 / Ratna Ardiyanti

 

ABSTRAK Ardiyanti, Ratna. 2016. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), dan Return on Equity (ROE) terhadap Pemberian Kredit Pada Bank Umum Konvensional yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2012-2014. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak., (II) Dr. H. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak, CA. Kata Kunci: Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return On Equity (ROE), Kredit Bank Umum Konvensional. Laporan keuangan merupakan salah satu instumen penting dalam mendukung keberlangsungan suatu perusahaan, terutama pada perusahaan perbankan yang telah go public. Semakin pesat perkembangan perusahaan perbankan yang go public, semakin tinggi pula permintaan pemberian kredit yang menjadi bisnis utama perbankan dalam memperoleh keuntungan. CAR yang tinggi dapat membantu kegiatan operasional bank dan bank dapat diuntungkan pada saat kondisi perekonomian yang buruk karena memiliki cadangan dana di Bank Indonesia (BI). Di dalam laporan keuangan juga mencantumkan NPL suatu bank, dengan NPL yang rendah berarti tingkat likuiditas bank semakin tinggi. Bank yang memiliki ROE tinggi menunjukkan kemampuan bank dalam mendapatkan laba bersih setelah pajak selama periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), dan Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap Pemberian Kredit pada Bank Umum Konvensional yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2012-2014. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 75 data laporan keuangan. Metode pengumpulan data studi dokumenter yang diperoleh dari web Bursa Efek Indonesia (www.idx.com). Analisis data untuk pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan Regresi Liniear Berganda. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif signifikan variabel CAR terhadap pemberian kredit, terdapat pengaruh negatif signifikan variabel NPL terhadap pemberian kredit, dan terdapat pengaruh positif signifikan variabel ROE terhadap pemberian kredit. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan pengembangan dengan lebih mengaitkan variabel bebas lainnya seperti, Return on Assets, Net Interest Margin, Total Assets Turn Over, Inventory Turn Over, dan lain-lain. Serta menambah sampel yang digunakan dalam penelitian agar hasil penelitian lebih komprehensif.

Identifikasi muatan konsep pada beberapa buku ajar fisika kelas I SMU berdasarkan garis-garis besar program pengajaran (GBPP) kurikulum SMU tahun 1994 / oleh Istin Suryani

 

Penerapan model pembelajaran make a match untuk meningkatkan aktivitas belajae siswa tema Indahnya Negeriku kelas IV semester 2 di SDN Nguling 1 Kabupaten Pasuruan / Musdalifah Mithasari

 

ABSTRAK Mithasari, Musdalifah.2016.PenerapanModel Pembelajaran Make A MatchuntukMeningkatkanAktivitasBelajarSiswaTemaIndahnyaNegerikuKelas IV Semester 2 di SDN Nguling 1 KabupatenPasuruan. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dra. Sukamti, M.Pd(II)Dr. I Made Suardana, S.Pd.,M.Pd. Kata kunci: Make A Match, Aktivitas Belajar. Pembelajaran tematik terpadu di kelas IV SDN Nguling 1 masih berpusat pada guru. Guru mendominasi pembelajaran dengan ceramah dan siswa hanya melakukan kegiatan membaca, mendengarkan, dan menulis, tanpa aktif melakukan kegiatan lain untuk memperoleh pengetahuan. Hal tersebut mengakibatkan siswa merasa bosan karena suasana pembelajaran tidak memberikan kesan menyenangkan, apalagi untuk materi pada tema Indahnya Negeriku yang bersifat hafalan membuat mereka kurang bersemangat mengikuti pembelajaran. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan model pembelajaran Make A Match yang diterapkan pada tema Indahnya Negeriku. Kemudian bagaimanakahpenerapan model pembelajaranMake A Matchuntuk meningkatkanaktivitasbelajarsiswa pada tema Indahnya Negeriku. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model siklus Kemmis dan MC Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus pada tema Indahnya Negeriku subtema Indahnya Peninggalan Sejarah dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Nguling 1 yang berjumlah 38 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai penerapan model pembelajaran Make A Match untuk keberhasilan penyusunan RPP sudah mendapatkan nilai maksimal yaitu 100%, sedangkan keberhasilan tindakan guru meningkat dari nilai rata-rata sebesar 94,73% menjadi 100% pada siklus II. Akivitas belajar siswa meningkat dari nilai rata-rata sebesar 58,95%di siklus I menjadi 79,44%di siklus II. Berdasarkan uraian di atas, peneliti memberikan kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa tema Indahnya Negeriku kelas IV SDN Nguling 1. Peneliti juga memberikan saran agar model pembelajaran ini dapat dipertimbangkan untuk diterapkan pada pembelajaran tematik terpadu khususnya pada materi yang cenderung bersifat hafalan sebagai salah satu alternatif dalam memilih danmenggunakan model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa.

Identifikasi tahap perkemabangan kognitif dan hubungannya dengan prestasi belajar siswa SLTP dan SMU Negeri di Kecamatan Turen Kabupaten Malang / oleh Nurani Eka Bakti

 

Model pembelajaran berbasis permainan moving card untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan materi Integral kelas IX MIPA 6 SMAN 10 Malang / Ida Fitriana Ambarsari

 

ABSTRAK Ambarsari, Ida Fitriana, 2016. Model Pembelajaran Berbasis Permainan Moving Card untuk Meningkatkan Motivasi Peserta Didik dalam Menyelesaikan Permasalahan Materi Integral Kelas XI MIPA 6 SMAN 10 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Dr. Susiswo, M.Si. Kata Kunci: permainan moving card, motivasi Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis permainan moving card yang dirancang untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam menyelesaikan masalah integral. Penelitian berlangsung di SMA Negeri 10 Kota Malang dengan mengambil subjek seluruh peserta didik kelas XI MIPA 6 tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Pelaksanaan PTK berlangsung selama dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan tatap muka. Di dalam penelitian ini, peneliti meneliti pelaksanaan tindak pembelajaran dan dampaknya terhadap motivasi peserta didik dalam menyelesaikan masalah integral. Sehubungan dengan itu, data yang dikumpulkan adalah data tentang deskripsi guru ketika melakukan tindakan-tindakan: melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, membangkitkan motivasi, meminta peserta didik mengerjakan LKPD (Lembar Kegiatan Peserta Didik), meminta peserta didik melakukan permainan moving card, dan memberikan quiz. Data lainnya tentang motivasi peserta didik mengerjakan masalah integral. Data dikumpulkan melalui instrumen yang berupa panduan observasi, catatan lapangan, angket, dan wawancara. Dengan menggunakan teknik analisis kualitatif, disimpulkan bahwa untuk meningkatkan motivasi peserta didik menyelesaikan masalah integral, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, guru harus menyimulasikan pelaksanaan permainan itu agar peserta didik dapat memahami petunjuk/aturan permainan tersebut. Kedua, guru harus mengawasi dengan sungguh-sungguh pelaksanaan moving card.

Persepsi mahasiswa Program Studi PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang terhadap pelanggaran hak cipta atas buku / Debrina Anggraeni

 

ABSTRAK Anggraeni, Debrina. 2016. Persepsi Mahasiswa Program Studi PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang terhadap Pelanggaran Hak Cipta atas Buku. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Ketut Diara Astawa, SH, M.Si, (II) Dr. Sutoyo, SH, M.Hum. Kata Kunci: Persepsi, Pelanggaran Hak Cipta Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Praktek pelanggaran hak cipta di Indonesia boleh dikatakan masih marak. Pelanggaran terhadap hak cipta sangat banyak bentuknya, dapat berupa pembajakan terhadap karya cipta, mengumumkan, mengedarkan maupun menjual karya cipta orang lain tanpa seizin pencipta atau pemegang hak cipta dan banyaknya pelanggaran hak cipta atas buku membuktikan bahwa bentuk nilai-nilai kebenaran, sportivitas dan kejujuran belum sepenuhnya ditaati oleh mahasiswa, sebagai insan perguruan tinggi, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Persepsi Mahasiswa Program Studi PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang terkait pelanggaran hak cipta atas buku; (2) faktor yang melatarbelakangi pelanggaran hak cipta atas buku; (3) upaya meminimalisir terjadinya pelanggaran hak cipta atas buku Peneltian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang mulai dari angkatan tahun 2013 sampai angkatan tahun 2015, dimana setiap angkatan terdiri dari 4 offering jadi dari angkatan 2013 sampai 2015 terdiri dari 12 offering maka jumlah populasi terdiri dari 473 mahasiswa dengan sampel sebanyak 60 mahasiswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah berupa angket atau daftar pertanyaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket atau daftar pertanyaan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh beberapa hasil kesimpulan penelitian sebagai berikut. Pertama mengenai Persepsi mahasiswa program studi PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang terhadap pelanggaran hak cipta atas buku yaitu sebagian besar mahasiswa Program Studi PPkn sudah megerti tentang pelanggaran hak cipta atas buku baik dilihat dari pengertian hak cipta, pengertian pelanggaran hak cipta, jenis-jenis ciptaan yang mendapatkan perlindungan hak cipta, alasan mengapa buku harus mendapatkan perlindungan hak cipta dan contoh perbuatan yang termasuk dalam pelanggaran hak cipta atas buku. Kedua faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya pelanggaran hak cipta atas buku yaitu (1) adanya faktor ekonomi; (2) minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hak cipta; dan (3) kurang tegasnya aparat penegak hukum di Indonesia. Ketiga upaya untuk meminimalisir adanya pelanggaran hak cipta atas buku yaitu (1) dapat dilakukan dengan melakukan sosialisasi secara berkelanjutan mengenai pentingnya hak cipta; (2) penegakkan aparat hukum yang sekarang ini belum berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang ingin diwujudkan didalam pancasila sila ke-lima yaitu “keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia” Saran dalam penelitian ini ditujukan untuk Jurusan HKn, seharusnya mengadakan sosialisasi untuk menambah pengetahuan mahasiswa mengenai pentingnya hak cipta,. Dengan demikian dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran hak cipta atas buku dalam masyarakat. Sedangkan untuk Mahasiswa Program Studi PPkn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang yaitu karena Buku merupakan suatu kebutuhan bagi mahasiswa dan sering kali mereka hanya menyalin isi buku saja, untuk itu agar tidak dianggap sebagai tindakan pelanggaran hak cipta mahasiswa harus berhati-hati jika ingin menggunakan buku untuk menunjang kebutuhannya, misalnya jika mengutip. Mahasiswa harus menyebutkan nama pengarangnya dan juga mencantumkan dalam daftar rujukan agar tidak dianggap sebagai plagiat. Serta untuk peneliti selanjutnya yaitu diharapkan hasil penelitian ini dapat dikembangkan oleh peneliti selanjutnya sehingga tidak hanya mahasiswa program studi PPKn saja tetapi semua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.

Bilangan kompleks dan fungsi variabel kompleks
oleh Ifa Zulaifah

 

Implementasi pembelajaran IPS terpadu menurut kurikulum 2013 di SMPN 21 Malang / Lailatul Hasanah

 

ABSTRAK Hasanah, Lailatul.2016. Implementasi Pembelajaran IPS Terpadu Menurut Kurikulum 2013 di SMPN 21 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A, Ph.D., (2) Drs. Soetjipto, S.H, M.Pd. Kata Kunci: IPS Terpadu, Kurikulum 2013 Pendidikan berfungsi untuk menumbuhkan potensi-potensi yang ada pada individu agar berkembang dengan baik. Suatu sistem pendidikan tidak bisa terlepas dari adanya kebijakan kurikulum yang ditentukan oleh pemerintah. Pada Kurikulum 2013 mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial menjadi terpadu dan tidak lagi terpisah seperti kurikulum sebelumnya. Penerapan kurikulum tersebut menimbulkan beberapa pengaruh terhadap implementasi pembelajaran IPS Terpadu. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengkaji tentang pembelajaran IPS Terpadu khususnya di SMPN 21 Malang. Tujuan dari penelitian ini: (1) mengetahui perencanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMP SMPN 21 Malang, (2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMPN 21 Malang, (3) mengetahui hambatan yang dihadapi guru IPS Terpadu dalam pembelajaran IPS Terpadu, (4) mengetahui upaya guru dalam mengatasi hambatan pembelajaran IPS Terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Kehadiran Peneliti dalam penelitian ini sebagai perencana penelitian, pelaksana penelitian, pengumpul data, penganalisis data dan pelapor hasil penelitian. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang berasal dari wawancara dan observasi sedangkan data sekunder berasal dari studi kepustakaan serta dokumen yang dibutuhkan dalam penelitian. Informan penelitian dibagi menjadi dua yaitu informan kunci dan informan pendukung yang dipilih secara purposive. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data interaktif Miles dan Haberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Pengecekan keabsahan temuan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan metode serta perpanjangan pengamatan. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu, tahap persiapan, tahap rancangan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Hasil penelitian ini menunjukan Perencanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMPN 21 Malang belum sesuai dengan yang diharapkan. Sebagaian besar guru belum memahami tentang model pembelajaran terpadu Fogarty. Pada beberapa RPP sudah memperlihatkan keterpaduan antar materi yang mana ada satu topik dengan pengaruhnya dalam cabang-cabang ilmu social. Meskipun implementasi pembelajaran IPS terpadu masih belum sesuai dengan yang diharapkan namun secara keseluruhan pembelajaran di SMPN 21 Malang sudah sesuai dengan kaidah yang ada pada Kurikulum 2013. Pada pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu guru berusaha untuk memadukan materi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki . Hambatan yang dihadapi guru dalam pembelajaran IPS Terpadu berkaitan dengan latar belakang pendidikan kaitanyya dengan penguasaan materi, karena basic yang guru miliki bukan dari jurusan IPS atau linier IPS namun dalam penerapannya guru dituntut untuk mengajarkan beberapa sisiplin ilmu social. Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan pembelajaran IPS Terpadu antara lain guru menambah pengetahuan dengan cara membaca buku dan berdiskusi dengan teman-teman MGMP IPS. Saran yang diajukan peneliti, guru perlu lebih meningkatkan pemahaman mengenai model-model pembelajaran Fogarty kaitanya dengan bagaimana memadukan materi sehingga pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu benar-benar tepat. Pihak sekolah perlu meningkatkan sarana dan prasarana terutama jaringan internet karena salah satu hal yang penting dalam pembelajaran terpadu adalah tema dan isu-isu yang terjadi di masyarakat sehingga kalau jaringan internet diperbaiki baik siswa ataupun guru dapat mencari isu-isu yang terjadi di masyarakat yang sesuai dengan KD sehingga guru dan siswa langsung dapat mendiskusikannya.

Fungsi eksponen dan fungsi logaritma
oleh Susi Suhartini

 

The teaching of English at "TK Laboratorium" of State University of Malang / Yayan Mariyati Kader

 

This study was conducted to describe the teaching of English at “TK Laboratorium” of State University of Malang. It aims at: (1) describing the teaching preparation stage, (2) describing the teaching of English, (3) describing teacher’s problems, (4) describing how teacher solve the problems in teaching English.This study employed a descriptive design because it described the implementation of the teaching of English at “TK Laboratorium” of State University of Malang including the teaching preparation stage, the teaching of English, teacher’s problems and possible solution to solve the problems in the teaching and learning process. The instruments used to obtain the data were observation, field notes, documentation, and interview. The study was conducted from March 07, 2011 up to March 17, 2011, and the subject was a teacher of “A Bilingual Moon” class of “TK Laboratorium” of State University of Malang. The findings show that the school preparation stage includes: (1) PROTA (Yearly Program), (2) PROMES (Semester Program), (3) SKM (Weekly Lesson Plan), (4) SKH (Daily Lesson Plan). The four programs are based on the curriculum of the school, and then the teachers design them more specifically in order to guide themselves in teaching and introducing the materials to their students bilingually (both in English and Indonesia). However, the teacher in “A Bilingual Moon” did not make SKH as a guide in teaching and learning process. It was also found that there were some problems faced by the teachers in teaching English in the classroom: (1) the use of grammar, (2) the correct pronunciation of new words, (3) the use of local language such as Javanese. Accordingly, the possible ways of solving the problems were: (1) the teacher asked her assistant or other teachers who graduated from English department about the right use of English, (2) the teacher taught herself English by learning English book and listening to the English music.This study suggests both the teacher and the school to improve capability of teachers in English and the use of preparation stage to support the teaching of English at ”TK Laboratorium” of State University of Malang; therefore, students can get the better results in learning English.

Fungsi-fungsi khusus dalam teori bilangan / oleh Sriamah

 

Persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik angkatan 2014 terhadap perkuliahan mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Pendidikan Pancasila di Universitas Negeri Malang / Mar'atush Shalihah

 

ABSTRAK Shalihah, Mar’atush. 2016. Persepsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Angkatan 2014 terhadap Perkuliahan Mata Kuliah Umum Pendidikan Pancasila di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Fakultas IlmuSosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suparman Adi Winoto, SH, M. Hum, (II) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si. Kata Kunci: Persepsi mahasiswa, perkuliahan Pendidikan Pancasila, materi, media, metode, evaluasi. Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan mata kuliah yang mendidik warga negaranya akan dasar filsafat negara, nilai-nilai kebangsaan, dan rasa nasionalisme yang diharapkan dapat teraplikasikan di kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat berkaitan dengan program studi Pendidikan Seni Tari dan Musik (PSTM) yang di dalamnya berorientasi pada pengembangan budaya lokal. Mata Kuliah Pendidikan Pancasila disini bertugas untuk membekali mahasiswa prodi PSTM terkait pengetahuan akan dasar negara dan nilai-nilai kebangsaan guna memperkuat mahasiswa PSTM untuk terjun langsung mewujudkan nasionalisme bangsa dengan cara membudayakan budaya-budaya lokal yang ada di Indonesia. Melalui Pendidikan Pancasila ini, mahasiswa PSTM diharapkan menjadi warga negara Indonesia yang unggul dalam seni, tanpa menghilangkan jati diri budaya bangsa Indonesia. Perkuliahan Pendidikan Pancasila pada Program Studi PSTM ditempuh pada semester 1, sehingga peneliti mengambil sampel penelitian pada angkatan 2014 yang baru saja menempuh mata kuliah tersebut. Varibel dalam penelitian ini ada satu variabel adalah persepsi mahasiswa terhadap perkuliahan Pendidikan Pancasila. Adapun sub variabel dari perkuliahan Pendidikan Pancasila, meliputi: (1) Materi perkuliahan, (2) Media perkuliahan, (3) Metode perkuliahan, (4) Evaluasi perkuliahan. Ditinjau dari sudut tujuan dan fungsi, penelitian ini tergolong penelitian deskriptif karena peneliti berusaha untuk mengungkap fakta melalui persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan perkuliahan mata kuliah Pendidikan Pancasila di Universitas Negeri Malang. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif karena dalam penellitian ini mengukur persepsi mahasiswa terhadap perkuliahan Pendidikan Pancasila melalui teknik-teknik analisa statistik yang kemudian akan dideskripsikan agar pembaca dapat mudah memahami. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap materi perkuliahan Pendidikan Pancasila adalah baik. Hal ini dapat dilihat dari persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap materi perkuliahan Pendidikan Pancasila memperoleh skor 441. Jumlah skor maksimal dari sub variabel materi perkuliahan sebesar 415, sehingga presentasenya sebesar 65%. Mengacu pada tabel 3.4 mengenai ketentuan hasil presentase, persepsi mahasiswa Pendidikan Seni Tari dan Musik (PSTM) 2014 terhadap materi perkuliahan Pendidikan Pancasila dikategorikan baik. Akan tetapi pada aspek pemahaman mahasiswa terhadap RPS masih dikategorikan kurang baik. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap media perkuliahan Pendidikan Pancasila adalah baik. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor sebesar 317 dan jumlah skor maksimal dari sub variabel media perkuliahan adalah 480, sehingga presentasenya sebesar 66%. Mengacu pada tabel 3.4 mengenai ketentuan hasil presentase, persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap media perkuliahan Pendidikan Pancasila dapat dikategorikan baik. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap metode perkuliahan Pendidikan Pancasila adalah baik. Hal ini dapat dilihat dari skor jawaban sebesar 292 dan jumlah skor maksimal dari sub variabel metode perkuliahan adalah 480, sehingga presentasenya sebesar 61%. Mengacu pada tabel 3.4 mengenai ketentuan hasil presentase, persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap metode perkuliahan Pendidikan Pancasila dapat dikategorikan baik. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap evaluasi perkuliahan Pendidikan Pancasila adalah baik. Hal ini dapat dilihat perolehan skor jawaban sebesar 624 dan jumlah skor maksimal dari sub variabel evaluasi perkuliahan adalah 960, sehingga presentasenya sebesar 65%. Mengacu pada tabel 3.4 mengenai ketentuan hasil presentase, persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap evaluasi perkuliahan Pendidikan Pancasila dapat dikategorikan baik. Akan tetapi ada 1 aspek yang dikategorikan kurang baik yaitu pemberian infomasi mahasiswa terkait sistem penilaian yang diberikan dosen. Dilihat dari rata-rata subvariabel penelitian telah dikategorikan baik, maka dapat dikatakan persepsi mahasiswa PSTM 2014 terhadap perkuliahan Mata Kuliah Pendidikan Pancasila di Universitas Negeri Malang adalah baik. Akan tetapi ada 2 indikator yang dikategorikan kurang baik, yaitu: (1) variabel materi perkuliahan khususnya pada aspek pelayanan dosen terkait pemberian RPS pada mahasiswa, (2) variabel evaluasi perkuliahan khususnya pada aspek pemberian informasi tentang sistem penilaian. Oleh karena itu, disarankan bagi dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila khususnya di program studi PSTM angkatan 2014 untuk meningkatkan materi dan evaluasi perkuliahan Pendidikan Pancasila. Khususnya pada aspek pemahaman mahasiswa terkait RPS dan pemberian informasi kepada mahasiswa tentang sistem penilaian yang dilakukan oleh dosen. Hendaknya dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila memberikan/membagikan RPS Pendidikan Pancasila dan informasi tentang sistem penilaian yang digunakan dosen pada awal perkuliahan, sehingga mahasiswa mengetahui parameter apa yang dijadikan penilaian oleh dosen. Sistem penilaian biasanya dicantumkan dalam Rencana Perkuliahan Semester (RPS) yang dibuat oleh masing-masing dosen dan dibagikan kepada mahasiswanya di awal perkuliahan.

Geometri hingga
oleh Tri Widyawati

 

Pengaruh perendaman dengan air dan larutan buffer -5 terhadap kadar asam fitat pada biji kacang tanah (Arachis hypogaea) / oleh Fera Widi Astuti

 

Pembuatan cocktail dress dengan hiasan ruffles pleats / Ervin Artistawati

 

Kata Kunci: Cocktail Dress, Hiasan, Ruffles Pleats Busana merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Keanekaragaman busana yang ada saat ini lebih banyak didominasi oleh busana wanita. Salah satunya adalah busana pesta yang menjadi perhatian khusus bagi para pecinta mode busana. Busana pesta yang menjadi trend saat ini adalah cocktail dress. Cocktail Dress adalah sebuah gaun yang dipakai untuk menghadiri acara pesta di sore hari yang sifatnya semi formal dengan panjangnya tidak melebihi lutut biasanya tanpa lengan dan terbuat dari bahan-bahan seperti sutra, satin, taffeta atau bahan mewah lainnya, tetapi penulis kali ini menggunakan bahan “dobby kombinasi” dengan bahan organdy. Cocktail dress ini dihiasi dengan hiasan ruffles pleats. Hiasan ruffles pleats adalah suatu detail pada busana yang bertekstur lipit-lipit dan berbentuk gelombang yang bagian tepinya dapat diselesaikan dengan bis, di jahit kecil maupun di rol sum. Hiasan ruffles pleats ini disusun full pada gaun. Pleats yang digunakan dalam pembuatan cocktail dress ini adalah knife pleats. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan cocktail dress dengan hiasan ruffle pleats dan menjelaskan teknik pembuatan cocktail dress secara detail. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menambah wawasan dan inspirasi pada para pembaca tentang cocktail dress dengan hiasan ruffles pleats. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 412.000,- Hasil yang diperoleh dari pembuatan cocktail dress ini adalah berupa gaun yang dihiasi dengan hiasan ruffles pleats yang menggunakan bahan berupa ”dobby kombinasi” dan bahan organdy dengan warna dan ukuran yang berbeda. Saran yang dapat diberikan adalah penyelesaian ruffles pleats pada tepi bahan khususnya bahan organdy, sebaiknya tepi bahan dirol sum agar tepi bahan tetap rapi dan tidak bertiras.

Penerapan persamaan analitik untuk isometri dalam pembuktian sifat-sifat kekonkruenan pada segitiga dan segiempat
oleh Ana Rohayani

 

Penyusunan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) melalui pendekatan kontekstual pada materi perbandingan senilai dan berbalik nilai / Nopi H. Kadalolor

 

ABSTRAK Kadalolor, Nopi Heronia. 2013. Perencanaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Melalui Pendekatan Kontekstual pada Materi Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai. Skripsi, Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dra. Ety Tejo Dwi C, M.Pd Kata Kunci : Perbandingan senilai dan berbalik nilai, Lembar Kegiatan Siswa, pendekatan kontekstual    Tujuan pendidikan nasional bukanlah hal yang mudah karena pendidikan merupakan suatu sistem yang sangat kompleks. Sampai sekarang ini matematika masih dirasakan sulit dipahami oleh sebagian besar siswa. Tidak terkecuali materi perbandingan senilai dan berbalik nilai yang diajarkan pada jenjang SMP. Adanya kesulitan siswa dalam mengerjakan soal perbandingan senilai dan berbalik nilai, maka perlu adanya bahan ajar.    Salah satu bahan ajar yang diperlukan adalah lembar kegiatan siswa (LKS). LKS disusun agar siswa lebih aktif dan memudahkan memahami materi pelajarannya. pendekatan dalam penelitian ini adalah menyusun LKS materi perbandingan senilai dan berbalik nilai. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang dihasilkan berbasis kontekstual, dengan permasalahan yang sering terjadi dalam kehidupan siswa        

Implementasi penanaman nilai karakter melalui pembelajaran Sirah Nabawi di kelas rendah SDIT Mutiara Ummat Desa Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek / Ike Sulistyowati Putri

 

ABSTRAK Putri, Ike Sulistyowati. 2016. Implementasi Penanaman Nilai Karakter Melalui Pembelajaran Sirah Nabawi diKelas Rendah SDIT Mutiara Ummat Desa Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof.Dr.H.Sa’dun Akbar, M.Pd, (II) Drs.Imam Nawawi,M.Si. Kata Kunci: Nilai Karakter, PembelajaranSirah Nabawi Penanamannilaikarakteryang menarik, dan mengupayakan keseimbangan aspek pikir dan dzikir pada siswa dilakukan oleh sekolah dasar islam terpadu (SDIT) melalui pembelajaran Sirah Nabawi.Untukmengetahuipelaksanaannya, penelitimelakukanpenelitiantentangImplementasi Penanaman Nilai Karakter Melalui Pembelajaran Sirah Nabawidi Kelas Rendah SDIT Mutiara Ummat Desa Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data hasilpenelitiandilakukandenganreduksi data, penyajian data, danpenarikankesimpulan (verivikasi).Kegiatan yang ditelitiolehpenelitiadalahkegiatanpembelajaranSirahNabawi yang dilakukan di kelasrendahselama dua jam pelajaran (2 x 35 menit) satu kali dalam satu pekan.Peneliti juga mengamatievaluasipembelajaranSirahNabawi.Kemudianmengamatikarakter yang tampakpadasiswa, sertakendaladalamimplementasipembelajaranSirahNabawidanupayauntukmengatasikendaladalamimplementasipenanamannilaikaraktermelaluipembelajaranSirah Nabawi. HasilpenelitianmenunjukkanbahwasecaraumumimplmentasipenanamannilaikaraktermelaluipembelajaranSirahNabawi yang dilaksanakan di SDIT MutiaraUmmattelahterinternalisasidalamdirisiswadantampakpadaperilakubaiksiswaketikamelaksanakankegiatan-kegiatan di kelasdan di luarkelas. Kendala yang dialami dalam implementasi penanaman nilai karakter melalui Sirah Nabawiyang utamaadalahbelum ada sumber belajar yang disediakan oleh JaringanSekolah Islam Terpadu (JSIT).Upaya Mengatasi Kendala Dalam Membelajarkan Nilai Karakter Melalui Sirah Nabawi diantaranya sekolah berusaha menyusun buku ajar dan mencari penerbit yang menerbitkan buku ajar untuk pembelajaran Sirah Nabawi. Saran yang diberikanpenelitiuntuksekolahlain, hendaknyamemperkenalkanpembelajaranSirahNabawiinikepadasiswamuslimdalamrangkamenanamkannilaikarakterdenganmengenalkansuritauladanterbaik yang dapatditeladaniolehsiswa

Efektivitas strategi pembelajaran reciprocal teaching dalam model two stay two stray terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (studi pada siswa kelas X SMAN 1 Gondang Tulungagung) / Ana Pratiwi

 

Kata Kunci: Strategi Reciprocal Teaching, Two Stay – Two Stray, Hasil Belajar. Perubahan paradigma pembelajaran dari kurikulum 2004 menjadi KTSP adalah orientasi pembelajaran yang semula berpusat pada guru (teacher centered) beralih berpusat pada murid (student centered). Salah satu pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa aktif adalah pembelajaran yang bersifat konstruktivis. Pada kenyataannya, dalam pembelajaran guru masih menggunakan metode konvensional. Strategi pembelajaran konvensional lebih menekankan pada siswa untuk mengingat atau menghafal, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Salah satu strategi pembelajaran yang berorientasi pada pandangan kontruktivis adalah strategi reciprocal teaching. Strategi reciprocal teaching merupakan prosedur pembelajaran yang dirancang melalui berbagai prinsip kegiatan yaitu, mengklarifikasi, memprediksi, mengajukan pertanyaan serta merangkum. Dewasa ini terdapat berbagai model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan dalam strategi reciprocal teaching untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan dapat meningkatkan keaktifan siswa yaitu model two stay two stray. Penggunaan strategi pembelajaran reciprocal teaching dalam model two stay two stray mampu mengaktifkan siswa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (Kuasi Eksperimen). Populasinya adalah siswa kelas X SMAN 1 Gondang yang terdiri dari sembilan kelas, dalam penelitian ini diambil sampel dua kelas yaitu kelas X5 dan X6, teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan soal tes hasil belajar. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan antara nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil analisis data diketahui bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen memiliki rata-rata sebesar 82,375 sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata 76,125. Strategi pembelajaran reciprocal teaching dalam model two stay – two stray ini efektif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X di SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung. Hal ini dapat dilihat nilai signifikansi uji hipotesis gain score 0,000 ttabel 2,022. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan strategi reciprocal teaching dalam model two stay two stray dengan kelas yang menggunakan metode konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa strategi reciprocal teaching dalam model two stay two stray efektif dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini adalah (1) Sekolah disarankan lebih meningkatkan mutu pendidikan melalui pemberian standarisasi RPP dengan model pembelajaran yang bervariasi. (2) Guru disarankan untuk menggunakan strategi pembelajaran reciprocal teaching dan model two stay – two stray sebagai salah satu alternatif dalam proses pembelajaran di kelas dan disesuaikan dengan materi, karena hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa strategi pembelajaran reciprocal teaching dan model two stay – two stray efektif serta dapat meningkatkan hasil belajar. (3) Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang pembelajaran strategi reciprocal teaching dalam model pembelajaran yang lain pada mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran yang berbeda di tempat yang berbeda untuk mengembangkan dan menerapkan pembelajaran strategi reciprocal teaching dalam model two stay – two stray dalam proses pembelajaran.

Menyelesaikan persamaan berbantuan komputer dengan fungsi sebagai entry dan visualisasi grafik sebagai dasar tebakan awal
oleh Saiful Amin

 

Pengaruh model pembelajaran probing prompting terhadap motivasi belajar geografi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang / Annisa Qomariah

 

ABSTRAK Qomariah, Annisa. 2012. Pengaruh Model Pembelajaran Probing Prompting terhadap Motivasi Belajar Geografi Siswa Kelas XI SMAN 1 Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, UniversitasNegeriMalang. Pembimbing: (I) Dr. Dwiyono Hari Utomo.,MP.d, M.Si (II) Dra. Yuswanti Ariani Rahayu, M.Si. Kata Kunci: Motivasi belajar, Pembelajaran Probing Prompting Motivasi belajar merupakan salah satu faktor pendorong dari keberhasilan kegiatan pembelajaran. Komponen utama motivasi adalah kebutuhan, dorongan, dan tujuan. Faktor yang mempengaruhi motivasi belajar salah satunya adalah penerapan model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Model pembelajaran Probing Promptingdirancang untuk menyajikan serangkain pertanyaan yang sifatnya menuntut dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan setiap siswa dan pengalamanya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Dengan model pembelajaranProbing Promptingsiswa dituntut untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru secara acak, sehingga seluruh siswa tidak bisa menghindar dari proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Probing Prompting terhadap motivasi belajar geografi kelas XI SMA 1 Singosari Kabupaten Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan mengambil subjek penelitian dua kelas yaitu kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol.Instrumen untuk mengetahui motivasi siswa menggunakan angket.Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan (Independent Samples Test) yang dapat diselesaikan dengan bantuan SPSS 16.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai motivasi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil analisis data diketahui bahwa motivasi belajar kelas eksperimen memiliki rata-rata sebesar 75,68 sedangkan kelas kontrol memiliki rata-rata 71,89 dengan nilai probabilitas (p) 0,035 , sehingga ada pengaruh model pembelajaran Probing Prompting terhadap motivasi belajar Geografi Siswa kelas XI. Disarankan bagi Guru Geografi mampu menjaga suasana agar tetap santai tapi serius, agar siswa tidak merasa takut untuk mengajukkan serta menjawab pertanyaan. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengujicobakan model pembelajaran Probing Promptingpada materi berbeda. Variabel selain motivasi belajar yang sesuai dengan keadaan siswa, diantaranya minat siswa, pemahaman konsep, hasil belajar dan lain-lain sebagai varibel terikat dan dengan tempat penelitian serta jenjang yang berbeda.

Sifat kualitatif persamaan diferensial orde satu
oleh Dewi Rosalina

 

Pengembangan media pembelajaran berbasis Corel Video Studio Pro X5 untuk meningkatkan hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas X Program Keahlian Pemasaran SK Menata Produk SMKN 2 Kota Blitar) / Novi Masfidatus Qori'ah

 

ABSTRAK Qori’ah, N. M. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Corel Video Studio Pro X5 Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Pemasaran SK Menata Produk SMKN 2 Kota Blitar). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Gatot Isnani, M.Si., (2) Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd., M.M. Kata Kunci: media pembelajaran, hasil belajar Kualitas pendidikan akan terus meningkat seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, salah satunya adalah dengan cara melakukan pengembangan media pembelajaran. Media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik di luar maupun di dalam karena siswa dapat belajar secara mandiri untuk memahami materi sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pengembangan media pembelajaran sangat penting untuk digunakan di dalam proses belajar mengajar karena dapat memberikan inovasi dari media yang sudah ada. Standar Kompetensi Menata Produk dalam proses kegiatan pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah dan menggunakan media presentasi powerpoint saja belum ada penggunaan media lainnya dalam proses belajar mengajar di kelas sehingga perlu adanya variasi dalam proses pembelajaran agar siswa tidak merasa jenuh. Melalui media pembelajaran yang telah dikembangkan,diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X program keahlian pemasaran pada standar kompetensi menata produk dengan kompetensi dasar 2 yaitu Menata Produk/Display.Pengembangan media pembelajaran ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan produk media pembelajaran berbasis Corel Video Studio Pro X5, (2) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran berbasis Corel Video Studio Pro X5 dengan yang tidak menggunakan media pembelajaran berbasis Corel Video Studio Pro X5. Penelitian ini termasukpenelitian pengembangan Research & Development olehBorg & Gall dengan melalui beberapa tahap: (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi hasil uji coba produk awal, (6) uji coba lapangan terbatas, (7) penyempurnaan produk hasil uji lapangan, (8) uji pelaksanaan lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir, dan (10) diseminasi dan implementasi. Validasi media dilakukan oleh 2 ahli materi, 2 ahli media, dan 27 siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan Posttest Only Control Design untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Sebelum soal posttest digunakan terlebih dahulu soal tersebut diuji coba agar dapatmengetahuisoal layak diuji melalui daya pembeda dan taraf kesukaran soalyang digunakan sebagai posttest. Hasil validasi ahli materi mencapai 92% yang menyatakan bahwa media pembelajaran valid dan dapat digunakan, hasil validasi ahli media mencapai 84,62% yang menyatakan bahwa media pembelajaran valid dan dapat digunakan, hasil validasi siswa mencapai 91,83% yang menyatakan bahwa media pembelajaran valid dan dapat digunakan. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah (1)menghasilkan produk media pembelajaran berbasis Corel Video Studio Pro X5 berupa Video Audio Visual untuk materi Prosedur Penataan Produk Sesuai SOP Perusahaan dan Sasaran Desain Toko pada Standar Kompetensi Menata Produk dengan Kompetensi Dasar 2 yaitu Menata Produk/Display, (2) mediapembelajaran berbasis Corel Video Studio Pro X5dalam proseskegiatan belajar mengajardapat bermanfaatyang ditunjukkan atas tercapainya prestasi belajar kelas eksperimen yang lebih baik. Saran pemanfaatan media pembelajaran ini antara lain: (1) pemanfaatan media pembelajaran sebaiknya dilampirkan dengan buku penunjang atau handout materi yang sudah disediakan oleh guru atau sekolah karena materi yang terdapat dalam media hanya point¬-point penting saja, dan (2) guru dapat menambahkan penjelasan tentang materi yang belum ada dalam media pembelajaran guna untuk memperluas wawasan siswa. Saran pengembangan lebih lanjut pada penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis Corel Video Studio Pro X5 adalah lebih banyak memasukkan contoh gambar dan menambahkan gambar agar lebih menarik dengan tujuan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Ketaksamaan segitiga dan lingkaran / oleh Abd. Halim Husni

 

Penerapan pembelajaran matematika dengan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi statistika untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Malang / Emmalia Rahmadiana

 

ABSTRAK Rahmadiana, Emmalia. 2016. Penerapan Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Mengenai Materi Statistika untuk Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Malang. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. M Shohibul Kahfi, M.Pd. Kata kunci: pemahaman, pendekatan realistic mathematic education Kemampuan memahami suatu masalah merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran matematika. Meningkatnya pemahaman siswa khususnya pemahaman matematika ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam menyerap konsep-konsep dan algoritma matematika yang diajarkan oleh guru. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SMPN 20 Malang, tingkat pemahaman siswa masih rendah dilihat dari cara siswa dalam mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Sehingga penulis ingin melakukan suatu penelitian untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan tujuan penelitian memperbaiki cara mengajar dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang materi statistika melalui pendekatan Realistic Mathematic Education (RME). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus, siklus pertama terdiri dari tiga pertemuan dan siklus kedua terdiri dari dua pertemuan. Subyek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII-B SMPN 20 Malang sebanyak 30 orang, 14 laki-laki dan 16 perempuan. Pemilihan subyek dilakukan dengan memperhatikan kemampuan dan karakter para siswa serta dengan pertimbangan guru kelas. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2016. Kegiatan penelitian meliputi pembelajaran, diskusi kelas, presentasi, dan pemberian tes. Data diperoleh dari nilai hasil tes akhir siklus, hasil observasi aktivitas guru dan siswa dan catatan lapangan. Kriteria keberhasilan penelitian ini adalah jika 80% siswa tidak melakukan kesalahan konsep sejak awal penyelesaian soal, persentase banyaknya siswa berkategori tuntas belajar minimal 80% dari banyaknya siswa satu kelas dengan kriteria ketuntasan belajar nilai tes 75, dan hasil observasi aktivitas guru dan siswa minimal 75%. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa ketuntasan belajar sebesar 93% dan terdapat 2 siswa yang melakukan kesalahan dalam penghitungan hasil akhir pada materi menggambarkan diagram suatu data serta hasil observasi aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran siklus I termasuk dalam kategori “baik” dimana presentase rata-rata siklus I aktivitas aktifitas siswa adalah 82,37% dan aktivitas guru sebesar 83,33%. Pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 100% dari banyaknya siswa dalam kelas. Hasil observasi aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran siklus II termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII-B SMPN 20 Malang pada materi statistika.

Jajar genjang
oleh Agus Junaedi

 

Fungsi pada peluang peubah acak diskrit
oleh Suwito

 

Pengajaran trigonometri tentang rumus-rumus segitiga untuk siswa sekolah menengah umum kelas I catur wulan II dengan bantuan komputer / oleh Widayati

 

Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang / Nur Fadilah

 

ABSTRAK Fadilah, Nur. 2016. Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto. SH. M.Pd. M.Si. (2) Drs. M Yusuf Idris. Kata Kunci: Problem Based Learning, Minat belajar, Kemampuan Berpikir Analitis Minat belajar siswa merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Banyak siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan disebabkan oleh kurangnya minat belajar siswa. Selain itu, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir analitis, namun faktanya kemampuan berpikir analitis pelajar Indonesia masih lemah. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 15 September 2014 di kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang diketahui bahwa pembelajaran Geografi masih menggunakan metode ceramah dan sesi tanya jawab pada akhir pembelajaran. Pada saat pembelajaran, dari total 31 siswa terdapat 5 siswa yang terlihat mengantuk, 4 siswa mengobrol dengan temannya, 4 siswa terlihat melamun, serta 2 siswa bermain HP. Hanya ada 16 siswa yang tampak memperhatikan penjelasan guru dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Pada sesi tanya jawab diakhir pembelajaran, siswa cenderung asal menjawab pertanyaan guru dengan mengemukakan pendapat yang terlintas dibenaknya tanpa dianalisis terlebih dahulu. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dimana tahapannya yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini yakni kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang tahun ajaran 2014-2015 dengan jumlah 31 siswi. Instrumen penelitian ini menggunakan angket minat belajar yang diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah tindakan serta soal tes kemampuan berpikir analitis yang diberikan kepada siswa disetiap selesainya siklus. Analisis penelitian menggunakan perbandingan rata-rata nilai minat belajar dan kemampuan berpikir analitis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar dan kemampuan berpikir analitis siswa meningkat setelah diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning. Peningkatan minat belajar siswa dapat dilihat dari rata-rata skor sebelum tindakan sebesar 62,04 dan setelah tindakan sebesar 81,13. Hal tersebut menunjukkan terjadi peningkatan minat belajar siswa sebesar 30,77%. Sedangkan peningkatan kemampuan berpikir analitis siswa dapat dilihat dari rata-rata nilaisetelah tindakan siklus I sebesar 65,81 dan setelah tindakan siklus II sebesar 85,48. Hal tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir analitis sebesar 29,89%.

Studi perbandingan prestasi belajar matematika antara peserta didik yang diberi tugas kokurikuler dan yang tidak diberi tugas kokurikuler pada peserta didik kelas II A-2 di SMA Negeri 8 Malang
oleh I Nengah Parta

 

Hubungan intensitas pemanfaatan gadget dengan prestasi belajar siswa kelas V SDN se-Gugus VIII Kecamatan Blimbing Kota Malang / Maya Ferdiana Rozalia

 

ABSTRAK Rozalia, Maya Ferdiana. 2016. Hubungan Intensitas Pemanfaatan Gadget dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SDN Se-gugus VIII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Skripsi, Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Sa’dun Akbar, M.Pd., (II) Dra. Nur Hanifah, M.Pd. Kata kunci: Intensitas, Pemanfaatan Gadget, Prestasi Belajar, Sekolah Dasar Pendidikan di dukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat mulai dari informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk,(1) mendeskripsikan intensitas pemanfaatan gadget; (2) mendeskripsikan prestasi belajar siswa; (3) menemukan hubungan intensitas pemanfaatan gadget dengan prestasi belajar siswa kelas V SDN Se-gugus VIII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang variabel yang diteliti dalam menemukan ada tidaknya hubungan antar variabel, yakni variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Populasi penelitian ini yaitu Siswa Kelas V SDN Se-gugus VIII Kecamatan Blimbing Kota Malang, dengan jumlah 286 siswa. Instrumen penelitian menggunakan angket dan teknik analisis data mengunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian dari 215 responden menyatakan bahwa,(1) intensitas pemanfaatan gadget (X) pada kategori “sedang” menurut siswa, sebanyak 144 siswa dengan presentase 67% ;(2) Pada variabel Prestasi belajar siswa (Y), responden termasuk dalam kategori “cukup”, sebesar 153 siswa dengan presentase 71% ; (3) pengolahan data hasil penelitian yang telah dilakukan dengan tingkat kesalahan 5% diketahui rhitung sebesar -0,033 dan rtabel sebesar 0,133 , pengujian hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa h0 diterima. Kesimpulan penelitian dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan negatif yang tidak signifikan antara intensitas pemanfaatan gadget dengan prestasi belajar siswa kelas V SDN Se-gugus VIII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Saran penelitian ini tertuju bagi (1) Sekolah, meningkatkan pengawasan terhadap siswa yang menggunakan gadget agar tetap meningkatkan prestasi belajarnya; (2) Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, di jadikan sebagai tambahan referensi bagi jurusan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memahami hubungan intensitas pemanfaatan gadget dengan prestasi belajar siswa; (3) Peneliti lainnya, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber inspirasi di bidang penelitian yang sejenis, serta dapat melakukan penyempurnaan terhadap permasalahan yang belum terungkap melalui variabel lain.

A study on the use of electronic dictionary in teaching vocabulary to the students of SMPN 14 Malang / Lydia Stevany Wokas

 

Kata kunci: Kamus elektronik, Pengajaran vocabulary. Vocabulary memainkan peranan penting dalam pengajaran bahasa Inggris di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Vocabulary merupakan pusat dari proses belajar mengajar. Hal itu berarti dengan menguasai vocabulary tentu berdampak dengan grammar, dimana siswa akan dapat menciptakan begitu banyak kalimat bahasa Inggris dengan mudah, baik secara lisan atau tulisan. Mereka juga dapat berkomunikasi dengan orang lain secara lancar dan mengekspresikan pendapat atau ide mereka dengan yakin. Seorang siswa bahasa asing akan berbicara dengan lancar dan akurat, menulis dengan mudah, atau memahami apa yang dia baca atau dengar jika dia memiliki kemampuan untuk menggunakan bahasa asing itu dengan baik. Maka dari itu ,guru-guru bahasa Inggris harus memperhatikan pengajaran vocabulary. Ada begitu banyak strategi dalam pengajaran vocabulary. Salah satu media yang digunakan guru-guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang untuk mengajarkan vocabulary di dalam kelas adalah dengan menggunakan kamus elektronik. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif karena penelitian ini mendeskripsikan atau menjabarkan pandangan guru-guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang tentang penggunaan kamus elektronik dan cara-cara mereka dalam menerapkan penggunaan kamus elektronik dalam pengajaran vocabulary kepada siswa-siswi mereka. Subjek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang. Instrumen-instrumen penelitian untuk mengumpulkan data adalah dengan menggunakan wawancara (interview), checklist observasi, dan catatan lapangan (field notes). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, guru-guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang memiliki pandangan positif tentang penggunaan kamus elektronik dalam pengajaran vocabulary. Mereka berpendapat bahwa ada beberapa keuntungan dalam menggunakan kamus elektronik, yaitu: (1) Kamus elektronik dapat membantu mereka untuk menemukan arti atau definisi dari berbagai macam kata-kata dan frase-frase bahasa Inggris, (2) kamus elektronik dapat digunakan untuk menemukan sinonim dan antonim dari sebuah kata, (3) kamus elektronik dapat digunakan untuk melatih pelafalan (pronunciation) dari kata-kata yang dicari, (4) kamus elektronik dapat menghemat waktu dalam proses belajar mengajar karena guru dan siswa tidak perlu mencari-cari arti dari sebuah kata di dalam kamus yang berbentuk buku, dan (5) kamus elektronik sangat praktis digunakan untuk menemukan kata-kata yang dicari, hanya dengan mengetik atau memasukkan kata atau frase tersebut dengan keyboard komputer, dan hasilnya dapat langsung ditampilkan di LCD. Kedua, guru-guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang menerapkan penggunaan kamus elektronik dalam pengajaran vocabulary tidak langsung, melalui reading atau listening. Mereka menggunakannya untuk memahami arti dari kata-kata atau frase-frase yang muncul dalam teks. Jadi, mereka dapat membantu siswa dalam memahami teks reading atau listening. Ada beberapa saran yang diberikan dalam penelitian ini. Yang pertama, agi guru-guru bahasa Inggris, dapat menerapkan penggunaan kamus elektronik dalam pengajaran vocabulary mereka. Hal ini dapat menjadi slah satu media untuk mengajarkan vocabulary. Para guru tidak hanya bergantung pada kamus elektronk saja, mereka juga dapat mencari strategi dan media yang lainnya dalam mendukung pengajaran vocabulary. Kedua, untuk peneliti yang selanjutnya, disarankan agar menemukan hubungan antara penggunaan kamus elektronik dan `penguasaan vocabulary siswa. Juga disarankan untuk mengadakan penelitian mengenai peningkatan penguasaan vocabulary siswa melalui kamus elektronik.

Geometri dimensi tiga di sekolah menengah umum
oleh Nikmatturohmah

 

Penerapan kolaborasi model pembelajaran make a match dan mind mapping untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar mengidentifikasi sarana dan prasarana administrasi (studi pada siswa kelas X APK 2 SMKN 2 Kediri) / Dian Kristiana

 

ABSTRAK Kristiana, Dian. 2016. Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Sarana dan Prasarana Administrasi (Studi pada Siswa Kelas X APK 2 SMK Negeri 2 Kediri). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M. (2) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata kunci: Kolaborasi Model Pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping, Hasil belajar Pembelajaran kooperatif bukan hanya sebuah teknik pengajaran yang ditujukan untuk meningkatkan pencapaian prestasi para siswa, namun juga menciptakan suasana kelas menjadi lebih hidup. Dalam perkembangannya, suatu model pembelajaran dapat dikolaborasikan dengan model pembelajaran lainnya yang sesuai sehingga menjadi suatu model pembelajaran yang inovatif. Hasil pengamatan di kelas X APK 2 SMK Negeri 2 Kediri dengan kompetensi dasar mengidentifikasi sarana dan prasarana administrasi ditemukan bahwa rata-rata hasil belajar siswa ranah kogitif tergolong rendah. Berdasarkan hasil ulangan harian, persentase siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ≥ 75 sebesar 42,11%, sedangkan sisanya yaitu 57,89% belum tuntas belajar. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan kolaborasi model pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping, serta hasil belajar ranah kognitif siswa setelah penerapan kolaborasi model pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas X APK 2 SMK Negeri 2 Kediri sebanyak 38 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan kolaborasi model pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping dari tindakan guru pada siklus I memperoleh persentase sebesar 80% sedangkan pada siklus II mengalami kenaikan sebesar 17,5% sehingga menjadi 97,5% dan masuk dalam kategori “A” yang berarti “Sangat Baik”. Hasil belajar ranah kognitif mengalami peningkatan dilihat dari nilai rata-rata kelas yang sebelumnya rendah yaitu 72,00, kemudian pada post test siklus I sebesar 78,47 dan semakin meningkat untuk post test siklus II menjadi 83,68. Daya serap klasikal dari nilai guru diperoleh 42,11%, pada post test siklus I yaitu sebesar 68,42%, dan meningkat menjadi 92,11% untuk post test siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan (1) Bagi Guru SMK Negeri 2 Kediri, penerapan kolaborasi model pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping dapat digunakan sebagai alternatif pilihan dalam praktik kegiatan pembelajaran, (2) Bagi siswa, pada saat proses pembelajaran perlu meningkatkan keaktifan bertanya maupun berpendapat agar lebih memahami materi dan membuat suasana di dalam kelas menjadi lebih hidup (3) Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang kolaborasi model pembelajaran Make a Match dan Mind Mapping yang lebih kreatif dan inovatif, serta dalam pelaksanaan tindakan hendaknya lebih memperhatikan penggunaan waktu agar penelitian dapat berjalan baik sesuai rencana.

Diagram alir (flow chart) dan model lembar kerja siswa (LKS) di sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) / oleh Putut Dyah Sayekti

 

Pengajaran bilangan berbasis 2, 8, dan 10 di SLTP dengan bantuan komputer / oleh Iik Kristiani

 

Pengembangan penilaian autentik pada mata pelajaran pengelolaan usaha pemasaran kelas X Pemasaran di SMK Muhammadiyah 2 Malang (kompetensi dasar membuat proposal usaha pemasaran) / Lilis Setiawati

 

ABSTRAK Setiawati, Lilis. 2016. Pengembangan Penilaian Autentik pada Mata Pelajaran Pengelolaan Usaha Pemasaran Kelas X Pemasaran di SMK Muhammadiyah 2 Malang (Kompetensi Dasar Membuat Proposal Usaha Pemasaran). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd., M.M. (2) Dr. Ludiwisnhu Wardana, S.T., S.Pd., S.E., M.M. Kata Kunci: Penilaian Autentik, Penilaian Sikap, Penilaian Psikomotorik, Pengelolaan Usaha Pemasaran. Materi pengelolaan usaha pemasaran yang meliputi tujuan pengelolaan usaha, berbagai jenis usaha, model-model pemasaran, cara penyusunan proposal, prosedur pengurusan surat izin usaha, teknik memperoleh modal usaha, identifikasi tempat usaha strategis dapat diajarkan secara teoritik yang ditunjang dengan kegiatan praktik. Pembelajaran dengan kegiatan praktik tidak hanya membutuhkan penilaian kognitif, tetapi juga membutuhkan penilaian sikap dan psikomotorik yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Penilaian dalam Kurikulum 2013 harus mengarah pada penilaian autentik yang menekankan pengukuran kompetensi siswa pada ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil belajar siswa. Hasil wawancara dengan guru pemasaran, menunjukkan bahwa guru masih menekankan pada penilaian hasil belajar kognitif yang belum sesuai dengan sistem penilaian kurikulum 2013, secara umum penilaian yang dilakukan tanpa menggunakan instrumen dan hanya didasarkan pada asumsi subjektif. Oleh karena itu dibutuhkan instrumen penilaian yang dapat memberikan penilaian autentik terhadap sikap dan psikomotorik siswa. Tujuan utama penelitian dan pengembangan adalah menghasilkan produk berupa instrumen penilaian autentik khususnya penilaian sikap dan psikomotorik pada mata pelajaran pengelolaan usaha pemasaran. Pengembangan penilaian ini menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: (1) studi kepustakaan; (2) survei lapangan; (3) pengembangan instrumen: (4) uji coba terbatas; (5) revisi hasil uji coba; (6) uji coba lebih luas; (7) penyempurnaan produk akhir; dan (8) desiminasi dan implementasi. Pengembangan ini dilakukan hanya sampai pada tahap kelima. Produk hasil pengembangan ini diuji coba melalui validasi isi dan uji coba terbatas. Validasi isi dilakukan oleh 2 dosen Manajemen dan 1 guru Pemasaran. Uji coba terbatas penilaian sikap dan uji keterbacaan penilaian psikomotorik dilakukan terhadap 17 siswa SMK. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa skor penilaian dari angket dan data kualitatif berupa komentar, kritik, dan saran. Teknik analisis data yang digunakan adalah perhitungan persentase, analisis statistika formula koefisien korelasi product-moment Pearson, analisis Alpha Cronbach, dan deskriptif. Produk hasil penelitian dan pengembangan berupa instrumen penilaian autentik khususnya sikap dan psikomotorik pada mata pelajaran pengelolaan usaha pemasaran dalam bentuk cetak. Hasil validasi isi oleh validator ahli pada penilaian sikap memiliki persentase rata-rata 86% dengan kriteria kelayakan “sangat layak” dan penilaian psikomotorik memiliki persentase rata-rata 85% dengan kriteria kelayakan “sangat layak”. Hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa instrumen penilaian sikap valid (rhitung> rtabel) antara 0,497-0,793 dan instrumen reliabel dengan nilai alpha cronbach antara 0,884-0,921. Hasil uji keterbacaan pada instrumen penilaian psikomotorik dinyatakan sangat sesuai/sangat tepat digunakan dan sangat mudah dipahami bahasanya dengan persentase antara 76%-100%. Berdasarkan hasil validasi ahli serta uji coba terbatas menunjukkan bahwa secara umum penilaian sikap dan psikomotorik telah valid dan layak digunakan.

Studi tentang reliabilitas tes bentuk isian dan tes bentuk pilihan ganda pada bidang studi matematika siswa kelas I dan II SMP Negeri Prambon Kabupaten Sidoarjo / oleh Jumadi

 

Pengaruh retail mix (bauran ritel) terhadap keputusan pembelian (studi pada konsumen Kafe Lai-lai Malang) / Teguh Arisma

 

ABSTRAK Arisma, Teguh. 2015. Pengaruh Retail Mix (Bauran Ritel) Terhadap Proses Keputusan Pembelian ( Studi Pada Konsumen Kafe Lai-Lai Kota Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Aniek Indrawati, S.Si, M.M. (2) Dr. Titis Shinta Dhewi, S.P, M.M. KataKunci: Retail Mix, Bauran Ritel, Proses Keputusan Pembelian Dari beberapa bentuk bisnis di Indonesia salah satu yang sedang berkembang yaitu bisnis retail. Di Kota Malang terdapatberbagaimacambentukbisnisretail modern.KafeLai-Lai adalahsalahsatubisnisretail modern yang bergerak di bidangmakanandanminuman. Berbagai keunikan yang terdapat di kafe tersebut mampu menarik perhatian konsumen dalam melakukan proses keputusan pembelian. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) bagaimana pengaruh retail mix terhadap proses keputusan pembelian pada konsumen kafe Lai-Lai; (2) retail mixsecara parsial berpengaruh terhadap proses keputusan pembelian; (3) retail mixsecara simultan berpengaruh terhadap proses keputusan pembelian; (4) variabel retail mixyang paling dominan terhadap proses keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen kafe Lai-Lai Kota Malang dengan menggunakan rumus infinite. Sedangkan sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 250 responden. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dimana kriteria sampel adalah konsumen kafe Lai-Lai yang telah melakukan pembelian sebanyak dua kali. Temuan dari hasil penelitian ini adalah: (1) Persepsi konsumen terhadap pengaruh retail mix terhadap proses keputusan pembelian; (2) Hasil uji t menunjukkan bahwa secara parsial variabel lokasi(X1), layanan(X2), Suasana(X5), dan promosi(X7) tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap proses keputusan pembelian, sedangkan pada variabel produk(X3), Harga(X4) dan Karyawan(X6) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap proses keputusan pembelian konsumen kafe Lai-Lai Kota Malang; (3) Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan variabel retail mix yang terdiri dari lokasi, layanan, produk, harga, suasana, karyawan dan promosi berpengaruh terhadap proses keputusan pembelian. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah: (1)kafe Lai-Lai perlu meningkatkan jumlah produk atau menu yang ada karena mengingat konsumen melakukan proses keputusan pembelian karena produk yang ada di kafe Lai-Lai; (2) kafe Lai-Lai harus menjaga harga produk mereka dengan tepat karena selain produk, harga juga menjadi pertimbangan konsumen untuk melakukan proses keputusan pembelian di kafe Lai-Lai; (3) kafe Lai-Lai perlu menambah luas area kafe dan area parkir sehingga layanan yang diberikan kepada konsumen tetap diterima baik, selain itu juga untuk memfasilitasi konsumen lain yang ingin menikmati produk di kafe Lai-Lai sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama.

Pasangan jordan dan sifat-sifatnya / oleh Susanti

 

Pengembangan model variasi permainan bola kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani untuk siswa kelas IV di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang / Gde Nugrah Pratama

 

ABSTRAK Pratama, Gde Nugrah. 2016. Pengembangan Model Variasi Permainan Bola Kecil Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Untuk Siswa Kelas IV di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd, (2) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, pembelajaran, permainan, bola kecil. Pendidikan Jasmani merupakan bagian dari pendidikan yang bersifat formal maupun non formal yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak dan tindakan moral. Kegiatan bermain merupakan aktivitas menyenangkan, meskipun bukanlah berarti pendidikan jasmani, akan tetapi dalam bermain ditemukan nilai-nilai yang bermanfaat bagi pendidikan anak. Berdasarkan hasil observasi melalui wawancara guru pendidikan jasmani dan penyebaran angket oleh 32 siswa, diperoleh data 85,93% siswa mengalami kesulitan pada pembelajaran bola kecil dan 100% siswa menyatakan perlu adanya model variasi permainan modifikasi pada pembelajaran materi bola kecil. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan model pembelajaran bola kecil dengan menggunakan penerapan variasi permainan bagi siswa kelas IV di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang yang dikemas ke dalam bentuk sebuah buku panduan. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan penelitian research and development Borg dan Gall yang terdiri dari 10 langkah. Berdasarkan metode Borg & Gall, peneliti tidak menggunakan langkah keseluruhan, tetapi hanya memakai 7 langkah menurut Wayan Ardhana yang disesuaikan dengan keterbatasan peneliti serta karakteristik yang akan diteliti. Pada hasil evaluasi ahli permainan diperoleh hasil 84,28%, dari evaluasi ahli pembelajaran pendidikan jasmani diperoleh hasil 85%, dan dari evaluasi ahli media diperoleh hasil 76,92% sehingga produk ini perlu direvisi sebelum berlanjut ke uji coba kelompok kecil. Pada uji coba kelompok kecil dengan 8 subjek diperoleh hasil 86,25% sehingga produk ini perlu direvisi pada bagian-bagian tertentu sebelum berlanjut ke uji coba kelompok besar, pada uji coba kelompok besar dengan 24 subjek diperoleh hasil 89,72% sehingga disimpulkan jika produk ini sudah layak untuk digunakan oleh siswa kelas IV di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang. Dengan adanya pengembangan model variasi permainan bola kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani untuk siswa kelas IV di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang diharapkan dapat meningkatkan motivasi, menarik minat, dan mempermudah siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Gelanggang komutatif / oleh Tuti Handayani

 

Pengaruh tax avoidance dan mekanisme good corporate governance terhadap nilai perusahaan (studi pada perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014) / Aning Luxviati Mioshinta

 

ABSTRAK Mioshinta, Aning L. 2016. Pengaruh Tax Avoidance dan Mekanisme Good Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus pada Perusahaan BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumadi, M. M., (II) Dr. Eka Ananta S, S.E., M. M., Ak, CA Kata Kunci: tax avoidance, dewan komisaris independen, komite audit, nilai perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi dari tax avoidance, dewan komisaris independen, komite audit dan nilai perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI tahun 2012-2014. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan tax avoidance, dewan komisaris independen dan komite audit terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hipotesis yang telah disusun. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 14 perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI tahun 2012-2014 dengan teknik sampel purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tax Avoidance memiliki nilai signifikansi 0,002<0,05, sehingga tax avoidance berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. (2) Komposisi dewan komisaris independen memiliki nilai signifikansi 0,001<0,05, sehingga komposisi dewan komisaris independen berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. (3) Komite audit memiliki nilai signifikansi 0,795>0,05, sehingga komite audit tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan Penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan pengembangan dengan menambah variabel yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan seperti leverage dan board size. Selain itu, pada penelitian selanjutnya dapat menggunakan mekanisme GCG yang lain seperti kepemilikan institusional dan ukuran dewan direksi.

Perluasan lapangan
oleh Fanikmah Choiroh

 

Pengaruh iklim organisasi dan komitmen organisasi dalam pembentukan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada perawat RSUD Dr. R. Soedarsono Pasuruan / Fitrotul Ilmia

 

ABSTRAK Ilmia, Fitrotul. 2016. Pengaruh Iklim Organisasi dan Komitmen dalam Pembentukan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Perawat RSUD Dr. R. Soedarsono Pasuruan. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wahju Wibowo, Amd, S.E., M.Si., (II) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si. Kata Kunci: iklim organisasi, komitmen organisasi, organizational citizenship behavior (OCB) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh iklim organisasi dan komitmen organisasi terhadap organizational citizenship behavior (OCB) pada perawat RSUD Dr. R. Soedarsono Pasuruan. Penelitian ini menarik karena setiap organisasi khususnya rumah sakit membutuhkan karyawan yang memiliki kinerja tinggi. Akan Tetapi, banyak pihak manajemen kurang memperhatikan kesejahteraan karyawan dengan mengabaikan kualitas lingkungan internal organisasi dan hubungan antar karyawan. Hal ini dapat mempengaruhi persepsi karyawan untuk menjaga komitmen terhadap organisasi yang berdampak pada perilaku karyawan dalam melakukan pekerjaannya setiap harinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian analisis regresi linier berganda. Data penelitian berupa iklim organisasi, komitmen, dan OCB. Sumber data melalui kuesioner yang diajukan kepada perawat RSUD Dr. R. Soedarsono. Pengumpulan data dilakukan dengan menyiapkan segala sesuatu dalam pelaksanaan penelitian, seperti mencari informasi yang berkenaan dengan penelitian, menyebarkan angket, menstabulasi data menggunakan program SPSS for windows, serta penulisan laporan. Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, iklim organisasi memiliki rata-rata nilai sebesar 4.18, komitmen organisasi memiliki nilai rata-rata sebesar 4.15, dan OCB memiliki nilai rata-rata sebesar 4.24. Ketiganya masuk dalam kriteria baik. Kedua, terdapat pengaruh positif signifikan iklim organisasi terhadap OCB pada perawat RSUD Dr R Soedarsono Pasuruan. Iklim organisasi yang kondusif, karyawan merasa ingin melakukan pekerjaan melebihi apa yang telah disyaratkan dalam uraian pekerjaan. Ketiga, terdapat pengaruh positif signifikan komitmen terhadap OCB pada perawat RSUD Dr R. Soedarsono Pasuruan. Karyawan yang memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi akan mengikuti fungsi organisasi dan berusaha menjadikan organisasi ke arah yang lebih baik. Keempat, terdapat pengaruh positif signifikan antara iklim organisasi dan komitmen terhadap OCB pada perawat RSUD Dr R. Soedarsono Pasuruan. Ditandai dengan karyawan merasa puas terhadap lingkungan kerjanya dan secara tidak langsung akan meningkatkan komitmen terhadap organisasi dengan mengikuti fungsi organisasi dan menciptakan perilaku OCB. Disarankan pihak manajemen RSUD Dr. R Soedarsono hendaknya dapat meningkatkan kondisi lingkungan kerja internal, lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan, memberi dukungan penuh atas pencapaian kinerja, serta lebih menghargai usaha karyawan untuk medukung fungsi-fungsi organisasi yang memiliki sikap perilaku kewarganegaraan melalui motivasi.

Kekontinuan fungsi pada ruang metrik kompak / oleh Ronald Hutahaean

 

Pengembangan media pembelajaran komik dalam pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Beraturan untuk meningkatkan minat belajar siswa SMP kelas VIII / Bagas Widyatmaka

 

ABSTRAK Widyatmaka, Bagas. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Komik dalam Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Beraturan untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Mimiep Setyowati Madja, M.Kom. Kata Kunci: minat belajar, media pembelajaran komik, bangun ruang sisi datar beraturan. Pada berbagai mata pelajaran, banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Salah satunya yaitu minat belajar siswa dalam mengikuti pelajaran tersebut. Dengan adanya minat belajar maka keinginan siswa untuk mengikuti pembelajaran akan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tidak memiliki minat belajar. Matematika sering kali dianggap siswa sebagai mata pelajaran yang sulit sehingga minat belajar siswa menjadi berkurang, sehingga guru matematika dituntut untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan agar minat belajar siswa meningkat. Berdasarkan survei yang penulis lakukan, bacaan yang paling digemari oleh siswa adalah komik. Komik dianggap lebih menarik dibandingkan dengan buku pelajaran biasa. Sehingga penulis memadukan antara komik dengan pembelajaran matematika. Hal ini diharapkan agar minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika lebih meningkat. Adapun materi yang diambil adalah bangun ruang sisi datar beraturan, sebab siswa masih bingung tentang materi ini. Kebanyakan siswa hanya menghafal rumusnya saja. Pengembangan komik sebagai media pembelajaran matematika ini menggunakan metode penelitian pengembangan yang diadaptasi dan dimodifikasi dari penelitian pengembangan Borg dan Gall. Adapun langkah-langkahnya yaitu analisis kebutuhan, rancangan produk, pengembangan produk, validasi produk, revisi produk awal, uji coba produk, revisi produk akhir dan hasil dari produk akhir. Media komik yang dihasilkan ini menyajikan 5 cerita yaitu Memelihara Ikan, Membantu Ibu, Kejadian Tidak Terduga, Pabrik Coklat, dan Pergi ke Rumah Pak Andi. Media komik berjudul Keseharian Si Cerdik yang Menarik diuji kevalidan, kepraktisan dan keefektifannya agar bisa digunakan sebagai media pembelajaran. Skor kevalidan untuk media komik 3,45, RPP 3,75, soal evaluasi 3,59, dan angket respon siswa 3,42. Skor untuk kepraktisan yaitu 3,59 yang menyatakan media tersebut praktis. Tingkat keefektifannya, 100% siswa tuntas belajar. Sehingga berdasarkan data kevalidan, kepraktisan dan keefektifan maka media komik layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pokok bahasan bangun ruang sisi datar beraturan. Sebagai saran untuk penelitian selanjutnya yaitu agar membuat cerita komik yang lebih menarik lagi serta mengembangkan media komik pada pokok bahasan dan jenjang yang berbeda.

Studi perbandingan prestasi belajar matematika siswa yang kertas jawaban tesnya mendapat komentar dan tanpa komentar di SMU Negeri 1 Pasuruan
oleh Yuli Rosidah

 

Pengaruh aktivitas siswa di koperasi sekolah dan prestasi belajar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI di SMK PGRI 2 Malang tahun pelajaran 2014/2015 / Dini Okta Puspitasari

 

ABSTRAK Puspitasari.D.O. 2015.Pengaruh Aktivitas Siswa di Koperasi Sekolah Dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas XI SMK PGRI 2 Malang Tahun Pelajaran 2014/2015.Skripsi, JurusanManajemenFakultasEkonomiUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Moh. Hari, M.Sii., (II) Dr. Titis Shinta Dewi, S.P., M.M. Kata kunci: Aktivitas Siswa di Koperasi Sekolah, Prestasi Belajar, Minat Berwirausaha Kegiatanbelajarmengajar yang dilakukan di dalamkelasbelummampumencapaitigaaspek yang diharapkan.Untukitudiperlukansuatuwadah yang diharapkanmampumencapaitujuantersebut, yaitukoperasisekolah.Usaha yang dapatdijalankanberkaitan / menunjangpelajaranpraktek.Untukmencapaimaksuddantujuankoperasimenyelenggarakanusaha-usaha: (1) Usaha simpan pinjam. (2) Pengetahuan tentang koperasi. (3) Usaha koperasi konsumsi.Dengan prestasibelajarkewirausahaanmerupakanhasildari proses yang dilakukansiswa yang diperolehdalammenerimailmupengetahuandanmateripelajarankewirausahaan yang diberikanoleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas siswa di koperasi sekolah dan prestasi belajar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha kelas XI SMK PGRI 2 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK PGRI 2 Malang Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 176 siswa dengan sampel yang digunakan sebanyak 122 siswa. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa di koperasi sekolahdiketahuibahwanilaithitung3,458>ttabel1,960 atausignifikansi t 0,001< 0,05berartiadapengaruhpositif yang signifikanantaraaktifitassiswa di koperasisekolahterhadapminatberwirausahasiswakelas XI SMK PGRI 2 Malang. Sedangkan pada prestasi belajar menunjukkan nilaithitung0,0400,05 berarti tidakadapengaruhpositif yang signifikanantaraprestasibelajarmatapelajaranprakaryadankewirausahaanterhadapminatberwirausahasiswakelas XI SMK PGRI 2 Malang. Berdasarkan uraian di atas, tidak ada pengaruh yang signifikan antara prestasi belajar terhadap minat berwirausaha, ada pengaruh yang signifikan antara aktivitas siswa terhadap minat berwirausaha. Hasilanalisisdarivariabel yang dominandapatdilihatdarinilai beta (β) yang terbesaradalahvariabelaktivitassiswa di koperasisekolahsebesar 0,155, danveriabelprestasibelajarsebesar 0,081.Dari penjelasan di atasdapatdisimpulkanbahwavariableaktifitassiswa di koperasisekolahmemilikipengaruh yang dominanpadaminatberwirausahasiswakelas XI tahunpelajaran 2014/2015 SMK PGRI 2 Malang. Saran yang dapat diberikan adalah hendaknya guru mengembangkan model pembelajaran dalam kelas agar dapat membantu siswa untuk meraih prestasi belajar yang memuaskan.

Penyusunan modul pengajaran matematika untuk SMU kelas 2 catur wulan 3 tentang persamaan eksponen / oleh Dianawarti

 

Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik dengan model kooperatif jigsaw pada pokok bahasan segiempat untuk siswa kelas 7 SMP / Indah Rachmawati

 

ABSTRAK Rachmawati, Indah. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik dengan Model Kooperatif Jigsaw pada Pokok Bahasan Segiempat untuk Siswa Kelas 7 SMP. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. M. Shohibul Kahfi, M.Pd. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, pendekatan saintifik, model kooperatif jigsaw, segiempat Guru sebagai pengampu pendidikan bertanggungjawab untuk merancang proses pembelajaran yang baik. Salah satu yang dapat dilakukan guru adalah dengan mengembangkan perangkat pembelajaran. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh pengembang diperoleh bahwa perangkat pembelajaran yang beredar perlu perbaikan. Salah satu contohnya adalah terdapat guru yang tidak dapat merumuskan indikator pembelajaran. Selain itu kondisi buku peserta didik khususnya pada submateri mengidentifikasi sifat segiempat kurang memberikan ruang peserta didik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh kurangnya pemahaman peserta didik tentang hubungan antar bangun segiempat. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembejaran berbasis pendekatan saintifik dengan model kooperatif jigsaw pada pokok bahasan segiempat yang valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model pengembangan Plompt. Model ini terdiri dari lima tahap, yaitu (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi/ konstruksi, (4) tes, evaluasi, dan revisi (5) implementasi. Namun tahap implementasi tidak dilakukan pada penelitian pengembangan ini karena keterbatasan biaya dan waktu penelitian. Uji kevalidan dilakukan dengan pengisian angket validasi RPP dan LKS oleh dua validator, yaitu seorang dosen matematika dengan pendidikan terakhir S2 dan seorang guru matematika dengan pendidikan terakhir S1 dan berpengalaman selama lebih 5 tahun mengajar. Uji kepraktisan dilakukan dengan pengisian lembar keterlaksanaan perangkat pembelajaran oleh seorang guru dan seorang mahasiswa. Uji keefektifan dilakukan dengan penilaian hasil belajar kelompok dan pemberian kuis oleh 30 peserta didik kelas VII-G SMP Negeri 4 Malang.

Studi tentang peran guru dalam membantu siswa pada proses belajar mengajar melalui pendekatan ketrampilan proses untuk pengajaran ilmu kimia di SMU Negeri se Kodya Malang / oleh Sugi Handono

 

Pengaruh lama dan tempat penyimpanan terhadap trayek pH ekstrak bunga bengkoang dalam pelarut metanol dan etanol / oleh Niken Utaminingsih

 

Penentuan persamaan kinetika reaksi erom (III) dengan edta melalui metode spektofotometri / oleh Mohammad Bakhri

 

Studi tentang prestsi belajar kimia sisw kelas I SMU Negeri e Kediri tahun ajaran 1996/1997 ditinjau dari kemampuan IPA dan matematika / oleh Widiarsih

 

Kajian tentang hubungan antara kemampuan berpikir formal dengan kemampuan memberikan gambaran mikroskopik larutan asam-basa siswa kelas II SMU Negeri 2 Malang tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Istriani Puji Lestari

 

Penerapan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari / Nurul Rahmawati

 

Kata Kunci : Strategi Pair Check, Media Gambar Seri, Mengarang. Tingkat kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 sangat rendah, hal ini disebabkan karena guru kurang menerapkan strategi yang beragam dan jarang menggunakan media pembelajaran dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Secara umum tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri terhadap kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari, serta mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis karangan siswa dengan menerapkan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari yang berjumlah 51 siswa. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa hasil menulis karangan siswa berdasarkan gambar seri dari aspek EYD, ide cerita, serta keruntutan kata dan kalimat. Kemampuan mengarang yang dapat dicapai oleh siswa pada siklus I pertemuan 1 mencapai rata-rata 61, pada pertemuan 2 rata-rata nilai naik menjadi 70. Sedangkan pada siklus II rata-rata nilai kemampuan mengarang meningkat menjadi 80, SKBM untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kecamatan Singosari adalah 70. Ini berarti sudah memenuhi SKBM yang telah ditentukan. Pada penelitian ini nilai rata-rata siswa mencapai 80, ini berarti secara klasikal telah dianggap tuntas belajar dan terjadi peningkatan kemampuan mengarang. Hendaknya guru dapat menerapkan strategi pair check dalam pembelajaran mengarang, serta menggunakan media gambar seri. Karena dengan menerapkan strategi pembelajaran yang dipadukan dengan menggunakan media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa, serta aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.

Studi tentang pelaksanaan kegiatan praktikum kimia di SMU Negeri Kabupaten Lamongan berdasarkan kurikulum 1994 / oleh Jumiati

 

Studi tentang hambatan yang dihadapi guru dan siswa dalam pelaksanaan praktikum kimia di SMU Negeri se wilayah Kotatip Purwokerto Kabupaten Banyumas / oleh Sri Gayatri

 

Pengembangan media forum berbagi dan belajar online tentang kecakapan hidup dalam berwirausaha di Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Nur Asri Handayani

 

Kata kunci: Pengembangan, Media Forum Online, Kewirausahaan Kewirausahaan merupakan proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut dapat berupa ide inovatif, peluang, atau cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Media forum online tentang kecakapan hidup berwirausaha dikembangkan sebagai salah satu media untuk mewadahi mahasiswa dalam belajar dan membagi pengetahuan mereka tentang kewirausahaan dengan memanfaatkan teknologi internet dengan melalui aplikasi Learning & Content Management System (LCMS). Pengembang menerapkan model pengembangan Davidson-Shivers dan Rasmussen yang memiliki fase-fase pengembangan antara lain : 1). analisa; 2). rencana evaluasi 3) fase serentak yang meliputi desain, pengembangan sistim, ujicoba dan implementasi dan evaluasi formatif. Fase ini dapat dilakukan bekali-kali hingga batas waktu yang tidak ditentukan; 4). implementasi menyeluruh; 5). evaluasi sumatif dan penelitian. Karena keterbatasan waktu pengembangan, maka fase bertautan hanya dilakukan satu kali sehingga model ini dimodifikasi menjadi 7 tahapan yaitu, 1) tahap analisis masalah; 2) tahap pengembangan instrument evaluasi; 3) tahap desain; 4) tahap pengembangan media; 5) tahap implementasi terbatas; 6) tahap evaluasi formatif; 7) tahap implementasi penuh. Tujuan dari pengembangan ini adalah 1) menghasilkan web forum berbagi dan belajar online tentang kecakapan hidup dalam berwirausaha serta panduan pemanfaatannya di jurusan Teknologi Pendidikan FIP UM; 2) mengetahui validitas dari web forum berbagi dan belajar online tentang kecakapan hidup dalam berwirausaha di jurusan Teknologi Pendidikan FIP UM sebagai media memiliki kualifikasi media yang valid sebagai media untuk mewadahi aktifitas pembelajaran berwirausaha bagi mahasiswa TEP FIP UM. Pengembangan ini menggunakan rancangan deskriptif. Sasaran utama dari pengembangan media ini adalah mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan angkatan 2007-2010. Untuk mendapatkan data validitas hasil pengembangan media, digunakan angket yang ditujukan pada ahli materi, ahli media, dan audiens. Kemudian, data yang dapat diinterprestasikan untuk mengetahui kevalidan dari media. Hasil interprestasi angket menunjukan bahwa secara umum media yang dikembangkan sudah memiliki kevalidan yang baik. Ahli media memberikan prosentase sebesar 87,5%, ahli materi memberikan prosentase sebesar 80%, dan audiens memberikan prosentase sebesar 89%.

Hubungan kemampuan berfikir abstrak dankemampuan pandang ruang terhadap prestasi belajar fisika pokok bahasan bola langit pada siswa kelas II cawu 3 SMU Negeri Sumber Pucung Malang / oleh Muji Rahayu

 

Pengaruh lama penyimpanan dan tempat penyimpanan terhadap trayek pH indikator ekstrak kulit buah apokat merah (persea americana mill) dalam pelarut metanol dan etanol / oleh Efi Indrawati

 

Perbedaan prestasi belajar fisika siswa kelas 1 MAN Malang I tahun ajaran 1997/1998 antara siswa yang berasal dari SMP dan MTs ditinjau dari NEM matematikanya / oleh Agustini Purwanti

 

Pengaruh kebiasaan belajar dan kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika terhadap prestasi belajar fisika pada siswa kelas II cawu I SMU Negeri I Pare Kediri tahun ajaran 1997/1998 / oleh Purnawati

 

Korelasi kemampuan verbal matematika dan kebiasaan belajar fisika terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika / oleh Khalimatus Sakdiyah

 

Penerapan kegiatan menari untuk meningkatkan konsentrasi anak Kelompok A TK Al-Fadholi Kota Malang / Linda Siswati

 

ABSTRAK Siswati, Linda. Penerapan Kegiatan Menari Untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak Kelompok A TK Al-Fadholi Kota Malang. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, FIP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd, (II) Retno Tri Wulandari, S. Pd., M. Pd. Kata Kunci: Kegiatan Menari, Konsentrasi, TK Penelitian ini berlatar belakang pada kurangnya kemampuan konsentrasi siswa kelompok A dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Faktor penyebab dari permasalahan ini adalah tingkat konsentrasi anak yang relatif lebih pendek dibandingkan anak seusia 4 tahun dan energi anak yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan cara penerapan kegiatan menari untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi anak kelompok A TK Al-Fadholi. 2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan konsentrasi anak kelompok A TK Al-Fadholi Kota Malang dengan kegiatan menari. Penelitian ini dilakukan di TK Al-Fadholi Kota Malang Kelompok A yang berjumlah 20 anak, mulai bulan Oktober sampai Desember 2014. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Adapun tahap-tahap penelitiannya terdiri dari 3 siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan (plan), pelaksanaan (act), pengamatan (observe), refleksi (reflect). Teknik analisis data menggunakan teknik observasi dan teknik dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah penilaian perkembangan anak dan pedoman dokumentasi berupa kumpulan foto. Hasil analisis data menunjukkan: (1) Penerapan kegiatan menari untuk meningkatkan konsentrasi anak pada siklus I pertemuan 1 belum optimal karena tarian yang dipilih adalah tarian yang sudah diajarkan beberapa kali kepada anak sehingga muncul kebosanan dan gerakannya juga agak sulit sehingga anak menjadi kurang berminat, kemudian dilakukan perubahan jenis tarian pada siklus pertemuan 2 belum optimal karena jenis tarian baru sehingga anak-anak masih harus mempelajari gerakannya, dilanjutkan pada siklus II jenis tarian yang sama anak sudah lebih hafal dengan gerakannya karena gerakan lebih sederhana dan mudah diikuti, (2) Penerapan kegiatan menari dapat meningkatkan konsentrasi anak kelompok A TK Al-Fadholi Kota Malang. Hasil dari siklus I dengan kegiatan menari adalah 10%, dan siklus II adalah 100%. Hal ini dapat dilihat dari hasil prosentase siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 90%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan penerapan kegiatan menari dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi anak usia dini. Kepada peneliti lanjutan disarankan, temuan ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan sebagai refleksi untuk mengembangkan hasil penelitian penerapan kegiatan menari dibidang yang lain seperti kemampuan pembiasaan, berbahasa, kognitif, fisik motorik, dan seni.

Pengaruh industri terhadap kualitas air sungai Sambong di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang / oleh Sunariati

 

ABSTRAK Suoariati,200, 3P engaruhIn dustri TerhadapK ualias Air SungaiS ambongd i KecamannJ ombangK abupatenJ ombang. Skipsi JurusanP endidikanG eografi, FMIPA Univqsitas NegeriM alang (UM). Pembimbing(:f ) Drs. Didik Taryana M.Si, (ry Drs. Dwiyono }Iari Utomo,MSi. Krta kunci: Industri,k ualias air sungai,s tandark ualitasa ir Air merupakanu nsury mg smgat pokok dm merupakank ebutuhand asar bas makhlukh idup,b aik hnamnn,h euranr naupunm anusiap. eningkatanju mlah p€odududki s€rtaid engnns emakinb erkembanpyai ndusri menyebabkasne makin meniogkatnykae butuhana ir bersih.A ktivitas manusiab erupak egiatani ndusfi membawa,lampaske makinm cningkamyab uanganli mbdyanglila disalurlcanke sungaai kanb erpengaruthe rhadapk uatitasa ir sungaie rsebut. uutuk menganalisims asalahte rsebu!m akat ujuank hususd ari penetitian $ adalah(:l ) mengetahuki ualitasf isik air sungais ambong( 2) mngetahui kualitas kinia air srmgasi am-bong(3, ) mengctahuki ualitasb iologi air srmgaiS ambong(,a ) mengehhupi enganrhin dusri rcrhadapk uditas air sungaiS ambong. Penelitianb erbentukd eshipsi dm dirancangd enganm enggrrnakamn etode urvey. Populaspi enelitianf ui adaleha ir sungaid isepanjangs ungaiS ambongd i Kocamahnjorrbangy angb eradad isekitari ndusti. Tekuik pengambilans ampet dalamp enelitianin i mengguuakapnu rposives anpling yaitudenganm enentukan4 titik lokasip engambilans ampeal ir.Teknika nalisad atad enganc aram embandingkan tons€nhaski andmganu nsurd alama ir sungaiy angt elahd iuji di laboratorium denganse tiapk omponeny anga dad alams tandark ualitasa ir di perairanu mum. Ilasil penelitiant erbadp kualitasa ir sungaib erdasartanh asil uji Iaboratoriumm enunjr*kanb ahwau ntuk sifat fisika air terdapatu nsury angm elebihi tadarmalainumy angdiperbolel*an memrruts tandark ualitasa ir di pe"airanu *o* golongBCn yaitu kekeruhand on TSS,s ehinggas ecarafs ik air sung:aSi ambong tergolongku rangb aik. untuk sifrt limia air sungais ambongb erdasartanh asil uji laboratoriumte rdapaut nsury ang melebihia nbangb atass tandatru alitas air di perainn umum golongnn Q, yaitu BOD, COD, dan KIrrInO. ( zat organik), se,hingga secarasif,dkimiaa ir srngai Sambougte rgolonglatrangb aik. Sedangkasni fat bakteriologiasi r sungais ambongb erdasatanh asil uji laboratorium-setelah dibandingkadne ngans hndark ualias air di perairanu mumg olonganC , menunjukkabna hwaa ir sugai melebihia mbangh atasy ag diperbolehkanf.la ri hal tersebudt apatd iketahuib ahwai ndusri yanga dad isekitars ungaiS ambong nenimbulkanp encenarante rbadapa it songaiS ambongs ehinggam cmpengaruni hnlitas ai1 snngai Samboug.

Kontribusi kemampuan penalaran formal dan kemampuan ketrampilan proses terhadap prestasi belajar fisika pokok bahasan fluida pada siswa kelas I cawu III SMU Negeri I Trenggalek angkatan 1995/1996 / oleh Mujo Siswoyo

 

Studi tantang kualitas soal ulangan umum fisika kelas III cawu I di SMUN kabupaten Madiun tahun pelajaran 1997-1998 / oleh Sri Palupi

 

Pendidikan politik orde baru dalam upaya meningkatkan kesadaran politik warga negara / oleh Mujio

 

Hubungan antara persepsi siswa terhadap ketrampilan mengajar guru matematika dan motivasi belajar matematika siswa kelas II A1 SMA di Kabupaten Ponorogo / oleh Suwito

 

Korelasi antara motivasi yang diarahkan oleh diri sendiri dengan hasil belajar matematika peserta didik SMAN I Talun Kabupaten Blitar / oleh Imam Suwandi

 

Pelaksanaan hak-hak asasi manusia dalam KUHP dilembaga pemasyarakatan kelas II A wanita Malang
oleh Retno Watiningsih

 

Peranan federasi serikat pekerja buruh Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak asasi pekerja diKotamadya Malang
oleh Tasiran

 

Transformasi budaya organisasi pada peserta didik di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang / Selvi Kusumawardani

 

ABSTRAK Kusumawardani, Selvi. 2016. Transformasi Budaya Organisasi pada Peserta Didik di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Ngeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Dr. Mustiningsih, M.Pd, Dosen Pembimbing (II) Dr. H. Ahmad Yusuf Sobri, S. Sos, M.Pd. Kata kunci: transformasi budaya, budaya organisasi pada peserta didik Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mewujudkan suasana belajar sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi diri, dapat memiliki karakter, kepribadian, berperilaku baik. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1 memuat “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”. Pendidikan ditinjau dari fungsinya sebagai transformasi budaya yakni kegiatan pewarisan budaya dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Menurut Tirtarahardja dan Sulo (2005:33) ditinjau dari segi fungsinya “pendidikan sebagai transformasi budaya diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang lain”. Fokus penelitian ini adalah: (1) bentuk budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malan; (2) teknik transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang; (3) proses transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang; (4) faktor pendukung transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang, dan (5) faktor penghambat transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Lokasi penelitian ini adalah di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, kecukupan referensial, dan pengecekan keanggotaan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: pertama, bentuk budaya organisasi yang diterapkan di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang diantaranya yakni budaya akademik, budaya demokratis, dan budaya sosial; kedua, teknik yang digunakan dalam transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang melalui pembiasaan dan keteladanan, pembinaan disiplin, hadiah dan hukuman, strategi pembelajaran, dan pendidikan karakter; ketiga, proses transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, penilaian; keempat, faktor pendukung transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang yakni kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah dan adanya pengawasan dari kepala sekolah; kelima, faktor penghambat transformasi budaya organisasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang bersumber dari peserta didik dan bersumber dari bapak dan ibu guru. Saran untuk penelitian ini diberikan kepada: (1) bagi Kepala SD Laboratorium Universitas Negeri Malang diharapkan lebih banyak mengkaji tentang budaya sekolah sehingga dapat menambah bentuk budaya yang dapat dilaksanakan di sekolah; (2) bagi Guru dan peserta didik SD Laboratorium Universitas Negeri Malang dapat melaksanakan dan memiliki antusiasme dalam melaksanakan transformasi budaya sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien; (3) bagi Orangtua Peserta Didik diharapkan lebih berantusias dalam mendukung program sekolah dalam melaksanakan transformasi budaya sehingga kegiatan pelaksanaan dapat berjalan secara efektif dan efisien, dan (4) bagi peneliti lain diharapkan dapat memperhatikan transformasi budaya organisasi di lembaga pendidikan dan memberikan wawasan serta informasi mengenai penelitian yangs sejenis sehingga dapat memaksimalkan hasil penelitian.

Pola dan karakteristik tenaga kerja wanita yang bekerja di luar daerah suatu studi di desa Bendungan kecamatan Kedawung Kabuoaten Sragen / oleh Sri Hariyanti

 

Kesempatan kerja produktif wanita muda putus sekolah usia 15-25 tahun di wilayah kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang
oleh Binti Mustafidah

 

Pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas yang dimoderasi oleh firm size (studi pada perusahaan sektor properti dan real estate yang listing di BEI periode 2012-2014 / Novita Astivasari

 

ABSTRAK Astivasari, Novita. 2016. Pengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas yang Dimoderasi oleh Firm Size (Studi pada Perusahaan Sektor Properti dan Real Estate yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ely Siswanto, S. Sos., M.M., (II) Ruly Wiliandri, S. E., M.M. Kata Kunci: Struktur Modal, Firm Size, Profitabilitas. Setiap perusahaan pasti memiliki tujuan untuk meningkatkan labanya, karena laba tersebut dapat mencerminkan kinerja perusahaan. Laba perusahaan dapat dilihat dengan menggunakan rasio profitabilitas yang dapat dihitung dengan menggunakan ROA dan ROE. Rasio profitabilitas perusahaan dapat dipengaruhi oleh variabel lain seperti firm size yang dapat dihitung dengan Log(total aset) dan struktur modal yang dapat dihitung dengan menggunakan DAR dan DER. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui keadaan variabel yang diteliti selama periode penelitian serta mengetahui pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas dan pengaruh firm size sebagai variabel moderator. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini ialah 45 perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2014. Pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 36 perusahaan. Instrumen pengumpulan data menggunakan format dokumentasi dengan data yang diperoleh berasal dari laporan keuangan serta annual report perusahaan sampel. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis regresi moderasi dengan menggunakan uji interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Profitabilitas dan struktur modal perusahaan mengalami tren yang meningkat sedangkan firm size perusahaan mengalami peningkatan selama periode penelitian. 2) Struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. 3) Firm size tidak memoderasi pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas perusahaan. Saran yang dapat diberikan ialah sebagai berikut: 1) Bagi perusahaan agar berhati-hati dalam menentukan struktur modal optimalnya. 2) Bagi investor agar berhati-hati dalam berinvestasi dengan memperhatikan pengelolaan struktur modal perusahaan. 3) Bagi peneliti selanjutnya agar melakukan pengembangan lain dengan menggunakan variabel bebas lain yang dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan serta memilih variabel makro sebagai variabel moderator, karena perusahaan sektor properti dan real estate rentan terhadap faktor ekonomi makro. Selain itu peneliti selanjutnya dapat mengganti teknik pengambilan sampel agar sampel yang didapatkan lebih akurat serta dapat meneliti hubungan resiprokal variabel yang diteliti.

Hubungan antara latar belakang pendidikan dan masa kerja penilik pendidikan masyarakat dengan keberhasilan pembinaan kelompok belajar usaha (Kejar Usaha) di Kabupaten Sumenep
oleh Safri Utami Dewi

 

Pemanfaatan Perpustakaan STIKes Maharani Malang dalam proses penyusunan skripsi pada mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan tahun ajaran 2015/2016 / Ulfaa Isthuufia

 

ABSTRAK Isthuufia, Ulfaa. 2015. Pemanfaatan Perpustakaan STIKes Maharani Malang dalam Proses Penyusunan Skripsi Pada Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Sastra, Fakultas Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurchasanah, M.Pd, (II) Andi Asari, S.IP., S.Kom Kata kunci: pemanfaatan perpustakaan, koleksi, layanan Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun badan yang berafilitasi dengan perguruan tinggi Perpustakaan perguruan tinggi bertujuan menunjang Tridharma. Tujuan penulisan skripsi ini yaitu (a) mendeskripsikan pemanfaatan koleksi di Perpustakaan STIKes Maharani Malang oleh mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Tahun Ajaran 2015/2016 dalam penyusunan skripsi; dan (b) mendeskripsikan pemanfaatan layanan di Perpustakaan STIKes Maharani Malang oleh mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Tahun Ajaran 2015/2016 dalam penyusunan skripsi. Pendekatan penelitian kualitatif, jenis deskriptif. Data penelitian ini berupa (a) pemanfaatan koleksi di Perpustakaan STIKes Maharani Malang oleh mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Tahun Ajaran 2015/2016 dalam penyusunan skripsi; dan (b) pemanfaatan layanan di Perpustakaan STIKes Maharani Malang oleh mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Tahun Ajaran 2015/2016 dalam penyusunan skripsi. Sumber data yaitu mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Tahun Ajaran 2015/2016 yang sedang melakukan penyusunan skripsi dan pustakawan STIKes Maharani. Instrumen pada penelitian ini menggunakan pedoman observasi dan pedoman wawancara. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, dapat dirumuskan beberapa kesimpulan sebagai berikut. Pertama, bentuk koleksi yang dimanfaatkan mahasiswa adalah bentuk koleksi tercetak. Jenis koleksi yang dimanfaatkan oleh mahasiswa yaitu koleksi umum dan koleksi referensi. Pola pemanfaatan koleksi perpustakaan yaitu dengan cara mengambil buku dari rak membaca, membandingkan, menyimpulkan, dan merujuknya untuk penulisan skripsi. Kedua, layanan perpustakaan yang dimanfaatkan adalah layanan ruang baca study carrel, layanan ruang baca kelompok, layanan referensi. Saran dalam penelitian ini yaitu: (1) perpustakaan hendaknya memperbanyak koleksi dalam bentuk audiovisual/digital, (2) diharapkan perpustakaan mampu memberikan fasilitas wifi dengan bandwidth yang lebih cepat, (3) perpustakaan hendaknya memiliki katalog.

Studi kasus penyelesaian kredit gadai bermasalah pada perusahaan umum pegadaian kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung
oleh Samsuri

 

Pengembangan model pembelajaran team quiz study untuk siswa kelas XI SMA laboratorium / Ria Intan Soeprapto

 

ABSTRAK Soeprapto, R. Intan. 2015. Pengembangan Model Pembelajaran Team Quiz Study Untuk Siswa Kelas XI IIS SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed., (II) Sriyani Mentari, S.Pd., M.M. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Team Quiz Study, Akuntansi Pendidik yang kreatif akan selalu menciptakan ide dalam merancang sistem pembelajaran yang membuat siswa dapat mencapai tujuan belajar. Sebelum melakukan proses pembelajaran sebaiknya pendidik terlebih dahulu menentukan model dan metode mana yang tepat untuk digunakan yang disesuaikan dengan mata pelajaran, jumlah siswa dan kondisi siswa itu sendiri agar tercapainya tujuan pembelajaran. Namun beberapa masalah yang timbul dari proses pembelajaran antara lain, guru yang menggunakan model pembelajaran yang monoton serta tidak adanya variasi dan inovasi dalam pembelajaran sehingga siswa merasa bosan dan kesulitan memahami materi pelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut guru dituntut memiliki keragaman model dan strategi pembelajaran dan memiliki kemampuan mengembangkan model pembelajaran yang efektif, karena tidak ada model pembelajaran yang dirancang untuk mencapai segala jenis pembelajaran maupun berfungsi untuk semua gaya belajar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan model pembelajaran Team Quiz Study yang disertai buku pegangan guru dan siswa dalam mata pelajaran akuntansi kelas XI IIS SMA Laboratorium UM. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang telah dimodifikasi oleh Sugiyono. Subjek coba penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 2 SMA Laboratorium UM tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 32 siswa. Data dianalisis menggunakan teknik analisis persentase. Hasil analisis keseluruhan validasi diperoleh nilai sebesar 77% dari ahli pembelajaran, 84% dari ahli materi, dari pengguna yaitu guru sebesar 82% dan siswa sebesar 85%. Sehingga rata-rata persentase keseluruhan sebesar 81% untuk model pembelajaran, 84% untuk materi pembelajaran yang terdapat didalam buku pegangan dan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran beserta buku pegangan guru dan siswa yang dikembangkan layak serta dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Saran pengembangan produk lebih lanjut: (1) Model pembelajaran ini masih digunakan hanya di satu mata pelajaran dan satu sekolah. Pada pengembangan selanjutya dapat menggunakan materi atau mata pelajaran lain dan di sekolah lainnya. (2) Penelitian selanjutnya diharapkan dapat merancang dan mengembangkan model pembelajaran dengan konsep yang lain, (3) Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menguji efektifitas model pembelajaran Team Quiz Study dan membandingkan model pembelajaran ini dengan model pembelajaran lainnya.

Pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor pertambangan batu kapur di kecamatan Kalipare Kabupaten Malang / oleh Zainal Huda

 

Peningkatan hasil belajar matematika materi bangun ruang melalui model Student Teams Achievment Divisions (STAD) kelas IV SDN Pojok 02 Kabupaten Blitar / Qusnul Cahyati Aisyah

 

ABSTRAK Aisyah, Qusnul Cahyati, 2016, Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Student Teams Achievment Divisions (STAD) Pada Kelas IV SDN Pojok 02 Kabupaten Blitar, Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.Pd, (2) Dra. Hj. Sri Murdiyah, M.Pd Kata kunci: peningkatan, hasil belajar, model pembelajaran student teams achievment divisions (STAD) Hasil observasi di SDN Pojok 02 Kabupaten Blitar menunjukkan guru tidak menerapkan pembelajaran berkelompok dan berdampak pada hasil kerja siswa dimana 16 dari 21 siswa dinyatakan tidak lulus dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu dalam penelitian ini menggunakan model Student Teams Achievment Divisions (STAD). Model STAD memiliki kelebihan pembelajaran secara berkelompok yang berpusat pada siswa. Siswa dapat melakukan diskusi dengan kelompok untuk memperoleh hasil belajar yang meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari siklus – siklus dengan komponen berupa perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, catatan lapangan, dokumentasi dengan instrumen berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan lembar catatan lapangan.Sedangkan dalam analisis data dilakukan langkah berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: nilai rata-rata observasi aktivitas guru pada siklus I sebesar 73% dan meningkat pada siklus II sebesar 100%. Sedangkan nilai rata-rata observasi siswa pada siklus I sebesar 73% dan meningkat pada siklus II sebesar 100%. Nilai hasil rata-rata siswa pada pratindakan adalah 56 dengan ketuntasan belajar sebesar 24%. Setelah dilaksanakan siklus I, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 82 dengan ketuntasan belajar sebesar 68%. Selanjutnya pada siklus II, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 90 dengan ketuntasan belajar sebesar 100%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model STAD pada mata pelajaran matematika materi bangun ruang sudah sangat baik, berjalan dengan lancar, dan sesuai dengan rancangan langkah-langkah model STAD. Untuk itu disarankan guru dapat mengembangkan model STAD pada mata pelajaran lainnya, siswa hendaknya dapat saling bertukar pendapat saat belajar kelompok dan sekolah hendaknya memberikan fasilitas yang lengkap.

Korelasi pembagian kerja dengan prestasi kerja pegawai tata usaha Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) IKIP MALANG
oleh Helmi Susanti

 

Persepsi tenaga kerja tentang penetapan upah terhadap produktivitas tenaga kerja bagian tenun diperusahaan tenun Pelangi Lawang Malang
oleh Nur Aminah

 

Hubungan antara pendelegasian wewenang pengurus kepada manajer dengan pengembangan usaha KUD di Kabupaten Tulungagung
oleh Supriyanto

 

Studi tentang karakteristik pekerja anak di sektor informal: suatu kajian pada pedagang asongan dan penyemir sepatu di Kotamadya Malang / oleh Atim Mulyati

 

Pengelolaan pusat sumber belajar sebagai upaya pengembangan sumberdaya manusia di IKIP Malang
oleh Nunik Hendrawati

 

Persepsi orang tua tentang peranan kelompok bermain terhadap perkembangan anak di Kodya Malang
oleh Miftakhul Jannah

 

Studi tentang faktor-faktor yang melatarbelakangi pengambilan program studi siswa STM Muhammadiyah I Malang
oleh I. Bambang Setiawan

 

Proses pembelajaran pengurus HMI kasus HMI Komisariat Korkom IKIP MALANG
oleh Suharyono

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 |