Tindak tutur guru dalaminteraksi kelas bahasa Indonesia di SMA Tamansiswa Malang oleh Nike Kusumawati

 

Bahasam erupakans alahs atub agianp entingd alamh ubunganb ersosial- Selaini tu bahasas angabt ermanfaabta gim anusiau ntukm engutarakaind e dan perasaannyBa.a hasaj uga diperlukand alamp rosesin teraksid alamk elas-D alam kelas,g urus ebagaoi rangy angm empunyapi erananp entingd alamp rosesb elajar mengajars elalum enggunakatnu turans ebagami ediau ntukm enyampaikaind e kepada murid. Penelitianin i bertujuanu ntukm endeskripsikafnu ngsit indakt utur gurud alam interaksik elasB ahasaln donesiaA. da 5 hal yangd idesknpsikans ehubungadne ngan fungsit indakt utur,y aitu (l) tindakr epresentati(f;2 ) tindakd irektif; (3) tindak ekspresif(; 4) tindakk omisif; dan( 5) tindakd eklaratifbesertma acamt indaky ang terdapadt idalamnya. Pendekatayna ngd igunakand alamp enelitianin i adalahp endekataknu alitatif. Datap enelitianb erupat uturang urud alami nteraksik elasB ahasaIn donesiaK. egiatan pengumpuladna tad ilakukand enganm enggunakamn etodep engamatalna ngsung. Instrumeny angd igunakanu ntukm engumpulkadna tab erupai nstrumenm anusia yakni penelitid anp edomanp engumpuladna ta.A nalisisd alam eliputi( I ) klasifikasi datay aitu memilah dan mengelompokkand ataa task ontekst uturan dan kodifikasi dataa dalahk egiatanm emberi dentitasd atas esuadi enganfu ngsit uturan;( 2) penyajiand atam erupakank egiatanm engelompokkadna tay angt elahd itemukand; an (3) penyimpuland ari kegiatana nalisisy angt elahd ilakukan. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwat indakt utur gurud alami nterkaski elas bahasat erbagim enjadi 5. Pertamat,i ndak representatitfe rdiri atas( a) tindak menyampaikainn formasi( MI); (b) tindakm emperjelaisn formasi( MJI); (c) tindak melanjutkanin formasi( MLI); dan( d) tindakm enyimpulkanin formasi( MSI). Kedua, tindakd irektif terdiri atas( a) tindakn renyuruh(M Y); (b) tindak mempersilahkan (MP); (c) tindakm emintap enjelasa(nM J); (d) tindak memintaja waban( MW); (e) tindakm emintap enegasa(nM T); dan( f) tindakm emintap erhatian(H T). Ketiga, tindak ekspresitfe rdiri atas( a) tindakm engekspresikasna lam( EKS);( b) tindak mengingatka(nI T); (c) tindakm engekspresikateng uran( ET); (d) tindak mengekspresikasnin diran( ES);( e) tindakm engekspresikarans ah umorG H); (f) l l l tindakm engekspresikanna seha(tM N); (g) tindak mengekspresikarna sam arah( RM); (h)t indakm engekspresikkaenh erana(nK H); dan( i) tindakm encela(M C).K eempat tindakk omisift erdiri atas( a) tindak penghargaa(nP H) dan( b) tindakm engancam (AC). Kelima, tindak tutur deklaratif yaitu tindak memberi hukuman (HK) I V

Pengembangan media buku komik digital "Legenda Mahesa Sura dan Lembu Sura" untuk pelestarian kesenian wayang topeng Malang / Moch. Aan Machfudzi

 

ABSTRAK Machfudzi, Moch. Aan. 2015. Pengembangan Media Komik Digital “Legenda Mahesa Sura dan Lembu Sura” untuk Pelestarian Kesenian Wayang Topeng Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd Kata Kunci : pengembangan, komik digital, wayang topeng malang. Keeksistensian sanggar-sanggar seni Wayang Topeng Malang tidak diiringi dengan rasa memiliki dan mencintai terhadap kesenian lokal Wayang Topeng Malang oleh generasi muda khususnya remaja saat ini. Di era globalisasi seperti saat ini, remaja lebih tertarik terhadap budaya asing yang lebih modern daripada budaya lokal sendiri. Akibatnya rasa mencintai terhadap kearifan budaya lokal pada diri remaja itu sendiri telah hilang. Oleh karena itu, pengembangan media buku komik digital berjudul “The Legend of Mahesa Sura and Lembu Sura” ini dijadikan pilihan sebagai media pelestarian kesenian Wayang Topeng Malang khususnya bagi remaja. Model pengembangan yang diterapkan adalah model 5D (Pranata, 2013). Validasi media meliputi 2 ahli media dan 2 ahli materi. Uji coba produk meliputi uji coba lapangan. Hasil penelitian pengembangan ini berupa buku komik digital tentang pelestarian kesenian Wayang Topeng Malang bagi remaja. Materi isi cerita dalam komik dipaparkan dalam cerita fiktif lakon Wayang Topeng Malang berdasarkan sumber yang telah dimodifikasi. Hasil validasi dan uji coba produk pengembangan media buku komik digital “The Legend of Mahesa Sura and Lembu Sura” sebagai media pelestarian kesenian Wayang Topeng Malang bagi remaja ini memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai 89%, ahli materi 92%, dan uji kelompok besar mencapai 81%. Dari persentase ahli materi, ahli media, dan uji coba dapat disimpulkan bahwa media komik digital berbasis Wayang Topeng Malang, layak digunakan sebagai pelestarian kesenian Wayang Topeng Malang. Media buku komik digital ini mempunyai beberapa kelebihan, yaitu (1) media berisfat praktis yang dapat digunakan di mana pun dan kapan pun oleh pengguna, (2) bersifat nir-kertas sehingga dalam penggunaan tidak terbatas ruang dan waktu, (3) dapat digunakan sebagai koleksi, (4) media bersifat modern karena menggunakan media flipbook. Sedangkan kelemahan dari media ini adalah (1) tidak digunakan sebagai buku pelajaran, namun hanya sebagai buku penunjang, (2) proses pembuatan media membutuhkan waktu yang cukup lama, (3) media ini berupa buku komik digital yang tidak dibukukan, sehingga membutuhkan perangkat elektronik yang dapat membaca format keluaran buku komik digital. Spesifikasi media komik digital berukuran A4, menggunakan huruf Digital Strip, Badaboom, dan Death Rattle, format digital flipbook, gaya kartun Indonesia, penggambaran visual komik digital menggunakan Adobe Photoshop CS5. Di balam buku komik digital tersebut juga terdapat pengenalan sifat-sifat dari karakter topeng Wayang Topeng Malang.

Thema Samodramanthana dalam kesenian klasik di Jawa Timur dan Bali / oleh Titiek Nurhayati

 

Penggunaan pendekatan open ended (problem terbuka) dalam pembelajaran sejarah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI-MIA 2 di SMAN 2 Batu / Cici Wahyu Pramugita

 

ABSTRAK Pramugita, Cici Wahyu. 2015. Penggunaan Pendekatan Open Ended (Problem Terbuka) dalam Pembelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIA 2 di SMA N 2 Batu. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Siti Malikhah Towaf, Dra., M.A., Ph.D. Kata kunci: pendekatan Open Ended, hasil belajar, pembelajaran sejarah. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di SMAN 2 Batu Kabupaten Malang diketahui bahwa hasil belajar siswa kelas XI MIA 2 tergolong rendah. Hal ini dapat diperoleh dari data nilai Ulangan Harian siswa pada tanggal 11 Maret 2015. Tercatat siswa yang tidak tuntas diantaranya sebanyak 21 siswa nilainya berada dibawah KKM yaitu ≤67, sedangkan jumlah keseluruhan yaitu 32 siswa. Peneliti juga telah melaksanakan observasi sebelumnya pada tanggal 11 Februari 2015 terdapat siswa yang tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran sejarah. Oleh karena itu, perlu adanya upaya perbaikan dalam pembelajaran sejarah. Permasalahan tersebut dapat ditanggulangi dengan memperbaiki metode yang menggunakan pendekatan pembelajaran. Hal ini sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan pendekatan Open Ended dalam pembelajaran sejarah dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MIA 2 SMAN 2 Batu. Pendekatan yang dipakai peneliti yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Subjek yang diteliti adalah kelas XI MIA 2. Data yang diperoleh selama penelitian adalah mengenai hasil belajar siswa kelas XI MIA 2. Teknis analisis data yang digunakan peneliti merupakan model yang dikemukakan oleh Miles dan Hubermen, dengan pengambilan data melalui beberapa tahap diantaranya data reduction, data display, dan data conclusion drawing/ verification. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan cara dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan open ended dalam pembelajaran sejarah siswa kelas XI MIA 2 dilaksanakan dengan cara diskusi maupun pemberian pertanyaan yang diberikan kepada siswa dengan cara berpikir terbuka, selain itu siswa mengalami peningkatan dalam hasil belajar. Hal ini berarti penggunaan pendekatan open ended bisa digunakan dalam pembelajaran sejarah dengan baik. Pengukuran nilai hasil belajar siswa dapat dibuktikan dengan temuan data hasil belajar mulai dari siklus I sampai dengan siklus II. Sebelum diberikan tindakan PTK, jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 21 siswa. Pada siklus I dan II mengalami penurunan jumlah siswa yang nilainya di bawah KKM sebanyak 15:7. Guna untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dapat memodifikasi pendekatan open ended dengan memadukan pendekatan lainnya agar pembelajaran lebih menyenangkan dan inovatif.

Analisa secara fisis dan khemis dari produk saos tomat yang dijual di pasaran / oleh Akhmad Yani

 

Ada beragam program pendidikan bagi siswa lulusan yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan akhir-akhir ini. Sekolah merupakan tempat untuk mengembangkan kemampuan siswa secara optimal. Animo siswa dan orang tua dalam memilih sekolah yang tepat dan sesuai keinginan, tidak terlepas dari beberapa pertimbangan dan kriteria praktis. Jika sudah memilih satu sekolah, berarti untuk jangka waktu ke depan, di lembaga pendidikan itulah orang tua akan berinteraksi secara intensif guna melihat perkembangan anaknya. Jadi jika keliru memilih sekolah, tak hanya berarti kerugian secara finansial yang harus ditanggung orang tua, tetapi juga risiko mempertaruhkan anak menghadapi masa depannya. Ada beberapa kriteria praktis dalam memilih tempat pendidikan yang tepat dan ideal, yaitu sesuai dengan harapan. Pertama, fasilitas gedung menjadi kriteria standar sekolah yang akan dipilih. Kedua, biaya yang dikenakan sekolah, tidak selalu sekolah dengan biaya mahal memiliki kualitas baik. Ketiga, pertimbangkan jarak dari rumah. Keempat, memperhatikan metode pembelajaran yang diterapkan. Kelima, fasilitas penunjang sekolah yang memadai, seperti laboratorium komputer, laboratorium bahasa, sarana bus sekolah yang diperlukan untuk kegiatan ekstrakurikuler, dan lain-lain. Keenam, pertimbangan terhadap tim pengajar, apakah qualified dan memiliki empati besar terhadap dunia pendidikan. Ketujuh, apakah reputasi sekolah cukup baik di kalangan masyarakat. Beberapa kriteria di atas dapat dijadikan pertimbangan siswa dan orang tua dalam memutuskan untuk memilih sekolah yang diharapkan sesuai dengan karakteristik calon siswa itu sendiri, sehingga dengan menemukan sekolah yang tepat kiranya potensi yang dimiliki calon siswa akan semakin berkembang. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah: (1) seberapa tinggi tingkat animo siswa SD/MI dalam partisipasi memilih sekolah lanjutan tingkat pertama di Kota Blitar; (2) seperti apa gambaran peta (map) lintas lulusan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dalam memilih sekolah lanjutan tingkat pertama di Kota Blitar; (3) apakah alasan siswa SD/MI dalam memilih sekolah lanjutan tingkat pertama yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang: (1) tingkat animo siswa SD/MI dalam partisipasi memilih sekolah lanjutan tingkat pertama di Kota Blitar; (2) peta (map) yang menggambarkan lintas lulusan SD/MI dalam memilih sekolah lanjutan tingkat pertama di Kota Blitar; (3) alasan siswa SD/MI dalam memilih sekolah lanjutan tingkat pertama yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan di SD/MI se-Kota Blitar pada bulan Juni-Juli 2007. Populasi penelitian ini, yaitu seluruh siswa SD/MI kelas V atau orang tua berjumlah 2370 siswa yang tersebar di 3 (tiga) kecamatan, yaitu Kepanjenkidul, Sananwetan dan Sukorejo di wilayah Kota Blitar. Sampel penelitian ini ditetapkan 340 orang, di mana setiap SD/MI di masing-masing kecamatan diambil unit sampel untuk diteliti berdasarkan penghitungan dari ns =jumlah siswa kelas V di suatu sekolah, nk = Jumlah siswa kelas V di suatu kecamatan, dan Sk = jumlah sampel telah dihitung sebelumnya di suatu kecamatan. Jadi jumlah sampel yang diteliti untuk setiap sekolah tidak sama, bergantung dari jumlah siswa kelas V yang ada di sekolah tersebut. Instrumen yang digunakan berupa angket, disusun dalam item-item pertanyaan yang berjumlah 9 butir berisi pilihan sekolah lanjutan beserta alasan-alasan yang diinginkan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dari jumlah sepuluh SMP negeri yang ada, SMPN 1 Blitar dipilih oleh sebanyak 215 responden dari 340 responden yang ditetapkan sebagai sampel atau 63,2%. Hasil ini juga merupakan hasil tertinggi dalam penelitian ini yang menunjukkan, bahwa animo siswa SD/MI di Kota Blitar cenderung memilih SMPN ini sebagai sekolah lanjutan. SMP swasta yang berjumlah delapan sekolah, nilai tertinggi sebesar 4,7% diraih SMP Yos Sudarso sedangkan SMP Taman Siswa dan SMP 2 Sore tidak mendapatkan peminat. Dari dua MTs berstatus negeri yang mendapatkan nilai terbesar yaitu MTsN Karangsari sebanyak 17,9% dan MTsN Bendo sebesar 9,4%. MTs swasta berjumlah tiga sekolah nilai tertinggi diraih MTs Diponegoro sebesar 1,5% (5 responden). Alasan pilihan yang mendapat persentase terbesar, yaitu sekolah dengan fasilitas lengkap sebesar 61%, prestasi sekolah bagus 54%, kualitas sekolah bagus 50%, nilai mencukupi 25%, jarak sekolah dekat 21,8%, biaya terjangkau 21,2%, letak sekolah strategis 20,8%, sekolah mudah dijangkau 19%, alasan-alasan lain 7% dan promosi sekolah bagus 6%. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini saran yang dikemukakan oleh peneliti adalah, bahwa hendaknya manajemen lembaga/sekolah lebih memperhatikan strategi pemasarannya sejalan dengan upaya membenahi kekurangan dan meningkatkan kelebihan sekolah, sekaligus mempertahankan citra sekolah agar banyak siswa yang berminat untuk memilih sekolah tersebut. Lain dari pada itu, Dinas Pendidikan Kota hendaknya mempertimbangkan hasil penelitian ini untuk mengambil kebijakan dalam pengawasan arus input-output siswa dari dan ke suatu lembaga persekolahan di wilayah Kota Blitar. Sedangkan untuk Dinas Perhubungan Kota, hendaknya menggunakan temuan penelitian ini untuk mengantisipasi penyediaan sarana transportasi umum khususnya di wilayah Kota Blitar. Bagi peneliti lain, hendaknya mengembangkan lebih jauh tentang riset demografi anak usia sekolah dalam rangka perencanaan pendidikan. Bagi para orang tua, hendaknya mempertimbangkan secara matang dalam membimbing dan mengendalikan putra-putrinya ketika memilih sekolah agar diselaraskan dengan beberapa faktor yang melingkupinya.

Studi tentang ilustrasi isi buku pelajaran pendidikan seni rupa dan kerajinan tangan untuk SMP kelas satu kurikulum 1994 oleh Rasjoyo, penerbit Erlangga / oleh Evie Wulansari

 

Kemampuan siswa menyusun kalimat dalam karangan bahasa Indonesia kelas V SDN Bareng II Kecamatan Klojen Kota Malang / Erlin Dyah Purwati

 

Mengarang merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa. Siswa SD terutama kelas V seharusnya sudah memiliki kemampuan mengarang bahasa Indonesia secara benar. Namun realitasnya siswa kelas V belum mampu menulis karangan dengan baik. Kelemahan yang menonjol adalah (1) penulisan huruf besar pada kalimat, (2) pemakaian tanda baca pada kalimat yang tidak tepat, (3) penyusunan kalimat yang masih sering mengulang kata yang lama pada paragraf karangan, (4) mengembangkan pokok pikiran ke dalam paragraf karangan masih belum memperhatikan kalimat utama dan kalimat penjelas. Uraian di atas yang mendasari penulis untuk menyelidiki kemampuan siswa menyusun kalimat dalam karangan Bahasa Indonesia kelas V/a SDN Bareng II Kecamatan Klojen Kota Malang. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan (1) kemampuan mengembangkan pokok pikiran dalam paragraf karangan pada siswa kelas V/a, (2) kemampuan menyusun kalimat dalam karangan pada siswa kelas V/a, (3) kemampuan menggunakan huruf kapital (besar) pada kalimat dalam karangan siswa kelas V/a, (4) kemampuan menggunakan tanda baca pada kalimat dalam karangan siswa kelas V/a, (5) nilai prestasi mengarang siswa kelas V/a. Rancangan dalam penelitian adalah deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah lembar tugas mengarang. Lembar tugas mengarang digunakan untuk memperoleh data tentang kemampuan siswa mengembangkan pokok pikiran ke dalam paragraf karangan, kemampuan siswa menyusun kalimat dalam karangan, kemampuan siswa menggunakan huruf kapital, kemampuan siswa menggunakan tanda baca kalimat karangan, dan nilai prestasi mengarang. Hasil penelitian adalah (1) kemampuan siswa mengembangkan pokok pikiran ke dalam paragraf karangan nilai rata-rata kelasnya adalah 64,87, (2) kemampuan siswa menyusun kalimat dalam karangan rata-rata kelasnya adalah 65,38, (3) kemampuan siswa menggunakan huruf kapital pada kalimat karangan nilai rata-ratanya adalah 65,69, (4) kemampuan siswa menggunakan tanda baca pada kalimat karangan rata-rata kelasnya adalah 66,41, (5) prestasi mengarang siswa nilai rata-ratanya adalah 65,51. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut (1) kemampuan siswa mengembangkan pokok pikiran ke dalam paragraf karangan berkategori cukup, (2) kemampuan siswa menyusun kalimat dalam karangan berkategori cukup, (3) kemampuan siswa menggunakan huruf kapital pada kalimat dalam karangan berkategori cukup, (4) kemampuan siswa menggunakan tanda baca pada kalimat dalam karangan berkategori cukup, (5) nilai prestasi mengarang siswa berkategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada (1) guru, hendaknya lebih banyak memberikan latihan mengarang dan tugas merangkum cerita, (2) kepala sekolah, hendaknya memotivasi guru untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam mengajar, (3) peneliti selanjutnya, hendaknya lebih mengembangkan penelitian tentang menyusun kalimat, kemampuan menggunakan huruf kapital dan tanda baca pada kalimat.

Profil kerajinan bubut kayu di Kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjen Kidul kota Blitar
oleh Khusnul Khotimah

 

Profilm erupakagna mbaran/penyajiadna ri tahapan-tahapatenr tentud ari suatu hal/bendsae suadi enganp erangkakt arakteristikb enda/hatle rsebutK. erajinanb ubut kayua dalashu atuu saha./kegiautanntu km enciptakabne nda-bendfuan gsionadl engan teknibk ubudt anb ahanb erupak ayu.P eralatamn esinb ubutm emilikig eraku tama berputsaer bagapie ngubabhe ntukd anu kuranlr endad, enganc aram enyayat. KerEinabnu bukt ayud i Kelurahanse ntulm erupakasna lahs atus entrain dustrdi i BlitarD. esaipnr odukk erajinanb ubutk ayud i KelurahanS entuml emilikib ermacam deuinp roduky angm enarikd anm ampub ersaingd i pasaranm, empunyanii laij ual dann ilaif ungssi esuadi engank ebutuhakno nsumenB. erdasalra tarb etakandgi atas .makpae nelitmi engangkjautd ul "Profil Keraijn anB ubutK ayud i KelurahanS entul KecamataKne panjenkiduKl ota Bl itar". Penelitiainn i bertujuanu ntukm endeskripsikapnr ofil desainp rodukk erajinan bubukta yud i KelurahaSn entulK ecamataKn epanjenkiduKlo taB litar,s ebagadi ata dasarpenelitlieabni hl anjutd anu ntukm endeskripsikapnro fil desainp roduksi kerajinabnu butk ayuK elurahanS entuKl ecamataKn epanjenkiduKlo taB litar.D ata pnelitianb erasadla rip engrajind ans ejumlahh asild esainp rodukk era.;inabnu but kayuK. egiatapne ngumpuladna tad ilakukand engante knikw awancardaa nt eknik observaSsie, teladha tat erkumpuld, enganm elaluit ahapp ersiapanp,e ngukuradna n pengolahdaanta k emudiadna rid ata-datae rsebudti buakt esimpulan. Hasipl enelitianm enunjukkabna hwaje nisd esainp rodukk erqinanb ubut kayud i KelurahaSne ntusl ecaruam umm cmpunya2i8 j enisp rodukb erfungsi sebagbaei ndafu ngsionadla ns ebagabi endah ias.D esainp rodukk erajinanb ubut kayuK clurahaSne ntusl ecaruam um mcmilikib cntuks ilindrisy angt idakb anyak mcnggunadkackno rasIi). arap cngrajirnn cmilikki cmarnpuayna ngs amad alam membudaet saipnr odukk erajinabnu butk ayu,s ehingghaa sily angd icapami erniliki kesamafaunn gsdi anb cntukd csaind enganp cngra.iliarri nnya. Berdasarkahna silp enelitianin i dapatd isarankabna hwap erlua danya pngembangapne,m binaadna nm asukan-masuktaenrh adapd esainp rodukk erajinan bubukta yuK elurahaSn entuKl ecamataKn epanjenkiduKto taB litark arenak erajinan bubukta yuin i memilikpi rospeyka ngc ukupb ark. l

Penerapan model contextual teaching and learning (CTL) untuk meningkatkan pembelajaran IPS siswa kelas III E MIN Malang I / Mutik Atul Khoiriyah

 

Kata Kunci: CTL, Pembelajaran IPA SD Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa, pembelajaran yang dilakukan di kelas III E MIN Malang I masih berpusat pada guru. Hal ini dapat dilihat dari metode yang digunakan yaitu ceramah, pemberian tugas dan drill, disamping itu guru hanya menggunakan satu sumber belajar dan tidak menggunakan media. Aktivitas belajar siswa pada saat pembelajaran tergolong rendah, hal ini terlihat dari rendahnya kemauan siswa untuk mengerjakan latihanlatihan yang diberikan guru. Hasil pra tindakan menunjukkan siswa hanya mencapai rata-rata 65,03 dan hanya ada 10 siswa (28%) dari 36 siswa yang mencapai KKM yang ditentukan yaitu 78. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model CTL, aktivitas siswa ketika diterapkan model CTL, dan hasil belajar siswa setelah diterapkan model CTL. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran IPA di kelas III E MIN Malang I dengan menngunakan model CTL. 2) Mendeskripsikan aktivitas siswa kelas III E MIN Malang I selama pembelajaran IPA dengan menggunakan model CTL. 3) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas III E MIN Malang I melalui penerapan model CTL pada standar kompetensi "memahami berbagai cara gerak benda, hubungannya dengan energi dan sumber energi". Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dan dilaksanakan dalam dua siklus dengan subyek penelitian adalah siswa kelas III E MIN Malang I. Standar Kompetensi "memahami berbagai cara gerak benda, hubungannya dengan energi dan sumber energi". Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mendeskripsikan penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL), 2) mendeskripsikan penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk meningkatkan aktivitas siswa, 3) mendeskripsikan penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL)untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CTL dapat meningkatkan pembelajaran IPA, kompetensi dasar "memahami berbagai cara gerak benda, hubungannya dengan energi dan sumber energi" MIN Malang I. Penerapan model berturut-turut dari siklus I dan II memperoleh nilai 89,25 dan 96,5. Aktivitas belajar siswa dalam belajar IPA meningkat ketika diterapkan model CTL, pada sikus I dan II memperoleh nilai rata-rata 71 dan 85. Hasil belajar siswa meningkat setelah diterapkan model CTL. Siswa yang mendapat kriteria tuntas belajar berturut-turut pada siklus I pertemuan 1 sampai siklus II pertemuan 2 sebanyak sebanyak 14 siswa atau 38 %, 28 siswa atau 78%, 34 siswa atau 94%, dan 36 siswa atau 100%. Berdasarkan hasil penelian dapat disimpulkan bahwa penerapan model CTL dapat meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas III E, untuk itu disarankan agar guru menerapkan model CTL dalam pembelajaran IPA.

Hubungan antara aspirasi terhadap pekerjaan, minat memilih jurusan dan prestasi belajar siswa SMK Negeri 1 Tulungagung
oleh Muhammad Muhlason

 

Aspirasit erhadapp ekerjaand an minat memilih jurusan merupakand ua faktor yangd idugam empengaruhpi restasbi elajars iswas ekolahm enengah kejuruanA. spirasit erhadapp ekerjaanm emberikand orongank epadas iswau ntuk memahamdi uniak erja yang akand imasuki,y ang diharapkano leh siswad apat memberikakne untunganb erupak eterampilan-keterampilayna ngd ibutuhkano leh siswag unam emasukid uniak erja. Dunia kerja yangt elah dicita-citakans iswa mensyaratkakne terampilan-keterampilatenr tentud an pres'iasyi angb aik. Keterampiladna n prestasdi apatd iperolehs iswak etika memasukiiu rusand i sekolah menengakhe juruans ebagapi rasyarapt ekerjaany ang diminati. Tu.luanp enelitiani ni adalahu ntuk mengetahui(: 1) aspirasis isrvat erhadap peker.laa(n2,) minat siswat erhadapju rusan,( 3) prestasbi elajar,( 4) hubungana ntara aspirastie rhadapp ekerjaand anp restasbi elajar,( 5) hubungana ntaram inat memilih jurusand anp restasbi elajar,( 6) hubungana ntaraa spirasit erhadapp eke4aanm, inat memilih.jurusadna n prestasbi elajars iswak elasI II SMK Negeri I Tulungagung. Rancanganp enelitiany angd igunakand alam penelitiani ni adalahd iskriptif korelasionaPl.o pulasip enelitiana dalah siswak elasI II SMK Negeri 1 Tulungagung tahuna jaran2 00012001s,e besa2r 38 siswad an sampely angd iambil sebanyak5 07o, atauI 19 siswa.T eknik pengambilans ampely aitu proportionalr andoms ampling. Instrumenya ngd igunakana dalaha ngketd an studi dokumenterT. eknik analisrsd ata dilakukand engant eknik productm omentd an analisisk orelasig andad engan menggunakapnro gramS PSS. Dari hasil pengujian hipotesis diketahui; l. Hipotesisl: adah ubungany angs ignifikana ntaraa spirasit erhadapp ekerjaan denganp restasbi elajar,y ang ditunjukkanP < 0,05 (0,00 < 0,05) ini berarti hipotesisn ihil (ho) yangm enyatakan" tidak adah ubungan. .' ditolak. 2 Hipotesi2s: adah ubungayna ngs ignifikana ntaram inatm emilihju rusand engan prestasibelajayra, ngd itunjukkanP < 0,05( 0,00< 0,05) iniberartih ipotesins ihil (ho)yangm enyataka" nti daka dah ubunga.n." .d itolak. 3.H ipotesi3s: adah ubungaann taraa spirastie rhadap ekerjaanm, inatm emilih jurusand enganp restasbi elajars isway, angd itunjukkand enganp hitung< p tabel (0,00< 0,0s). Berdasarkahna silp enelitiani ni yangd iperolehm akaa dab eberapas aran, antarlaa inb agi:( l) sekolahm, emperhatikasna ranap,r asaranate, nagas, ertab erbagai kemudahabna git erlaksananyalayanabnim bingand ank onselingp adau mumnyad an layanabni mbingank arierp adak hususnysae hingglae bihe fektifdane fisienS. ekolah memperhatikakne adaanin teligensis iswal alu mengambikl ebr.yakayna ngb erkenaan dengapne njurusan(.2 ) konselorh, endaknyad alamm embantum engarahkusn, s*u dalamm emilihj urusant idak hanyas oali nteligensdi anm inat siswad alamm emilih Jurusasna jay angd ijadikans ebagapi ertimbangatne tapif aktorl ain sepertbi akatd an cik'cita siswaju ga dapatd ijadikans ebagabi ahanp ertimbanganu ntukm embantu siswad alamm emilihj urusanM. eningkatkakne rjasamsae optimaml ungkind engan walik elasm aupuns tafs ekolahy angl ain dalaml ayananb imbingank arier.(3p) eneliti laryutanh, endaknyap erlu diadakanp enelitianm endalamla gi tentanga spirasr terhadappe kerjaadna n minatm emilihj urusand enganri ngkupy ungt "uin luasj,a di takh anyate rpusapt adas atus ekolahs ajas ehinggak emungkinana kand iperolehd ata yang lebih akurat.

Pengujian tentang pengaruh kualitas layanan akademik terhadap prestasi belajar mahasiswa di Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Padang dengan motivasi belajar sebagai intervening variable / Tri Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Tri. 2010. Pengujian tentang Pengaruh Kualitas Layanan Akademik terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa di Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Padang dengan Motivasi Belajar sebagai Intervening Variable. Tesis, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed, (II) Prof. Dr. Bambang Sugeng, MA, MM. Kata kunci: kualitas layanan akademik, motivasi belajar, prestasi belajar. Penyertaan pendidikan dalam usaha pembangunan merupakan salah satu langkah yang strategis. Berdasarkan klasifikasi Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organisastion – WTO) sesuai dengan GATS/WTO- Central Product Classification/MTN.GNS/W/120 pendidikan juga diklasifikasikan sebagai salah satu bentuk bisnis jasa. Perguruan tinggi merupakan salah satu penyedia jasa pendidikan ini. Secara umum, tujuan penyelenggaraan pendidikan termasuk di perguruan tinggi adalah terciptanya sumberdaya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Semua tujuan tersebut akan terakumulasi melalui proses belajar. Outputnya adalah kemampuan peserta didik yang tergambar melalui prestasi belajarnya. Prestasi belajar ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Salah satu faktor eksternalnya adalah kualitas layanan akademik dengan dimensinya berupa tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Kajian tentang kualitas layanan akademik juga menjadi hal yang bertambah penting karena sebagai penyedia jasa tentunya isu kualitas tidak ada salahnya disandingkan dengan perguruan tinggi Sementara itu, hasil penelitian terdahulu memperlihatkan adanya inkonsistensi temuan tentang pengaruh kualitas layanan akademik terhadap prestasi belajar. Untuk itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan central issue bahwa inkonsistensi temuan-temuan sebelumnya mungkin diakibatkan oleh adanya pengaruh tidak langsung atau pengaruh yang dimediasi oleh faktor lain. Salah satu faktor yang memediasi tersebut adalah motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) pengaruh kualitas layanan akademik terhadap prestasi belajar mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi UNP, dan (2) pengaruh tidak langsung kualitas layanan akademik terhadap prestasi belajar mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi UNP melalui variabel motivasi belajar. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan hubungan antar variabel yang bersifat kausal serta diskemakan berdasarkan analisis jalur. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Padang dengan sampel sebanyak 94 orang. Sampel dipilih dengan mempergunakan teknik proportional random sampling untuk setiap angkatan/tahun masuk. Data dikumpulkan dengan instrumen berupa angket dan teknik dokumentasi untuk variabel prestasi belajar mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur . Hasil penelitian dapat dipaparkan secara singkat sebagai berikut. 1) Kualitas layanan akademik yang dirasakan mahasiswa tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajarnya. Ini berarti bahwa kualitas layanan akademik yang dirasakan oleh mahasiswa tidak secara langsung dapat mempengaruhi dan menentukan prestasi belajar yang dicapainya. 2) Kualitas layanan akademik mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa secara positif dan signifikan. Motivasi belajar juga mempengaruhi prestasi belajar secara positif dan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas layanan akademik yang diterima dan dirasakan oleh mahasiswa akan mempengaruhi prestasi belajar melalui motivasi belajarnya. Mahasiswa akan semakin termotivasi untuk belajar jika mereka menerima layanan akademik yang berkualitas dan begitupun sebaliknya. Peningkatan motivasi belajar mahasiswa karena layanan akademik berkualitas yang mereka terima, akan mendorong pencapaian prestasi belajar yang baik pula. Terkait dengan hasil penelitian ini maka disarankan agar: (1) perbaikan kualitas layanan akademik hendaknya diarahkan untuk mendorong termotivasinya mahasiswa untuk belajar, (2) Prodi Pendidikan Ekonomi UNP senantiasa melibatkan mahasiswa dalam penilaian kualitas layanan akademiknya, (3) Prodi Pendidikan Ekonomi perlu memperbaiki kualitas layanan akademik berupa: penambahan jumlah ruangan perkuliahan agar sesuai dengan jumlah mahasiswa yang ada, menyederhanakan prosedur layanan akademik dan diinformasikan secara jelas kepada mahasiswa, dan meningkatkan kemampuan staf di Prodi Pendidikan Ekonomi UNP untuk dapat memberikan layanan akademik kepada mahasiswa dengan cepat dan tanggap. Implikasinya, secara teoritis temuan penelitian ini memperkuat penjelasan dan pendapat bahwa faktor lingkungan sekolah termasuk kualitas layanan akademik mempengaruhi prestasi belajar secara tidak langsung atau dimediasi oleh faktor lain, dan faktor yang memediasi tersebut adalah motivasi belajar. Selain itu, hasil penelitian ini juga memberikan implikasi praktis. Upaya perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas layanan akademik guna meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, hendaklah mengarah pada pemberian layanan akademik yang mampu memotivasi mahasiswa untuk belajar.

Hubungan antara pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang
oleh Endang Setyo Rini

 

Pendayagunaan perpustakaan pusat dalam mendukung penulisan skripsi mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Nur Rahman Ardiansyah

 

ABSTRAK Ardiansyah, Nur Rahman. 2014. Pendayagunaan Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang dalam Mendukung Penulisan Skripsi Bagi Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Fakutas Sastra.Skripsi, Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M. Pd., (II) Sokhibul Ansor, S. Sos., M. Hum. Kata Kunci: PendayagunaanPerpustakaan, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Penulisan Skripsi Pemanfaatanperpustakaanolehmahasiswasangateratkaitannyadengan proses perkuliahansepertipembelajaran di kelas, tugasdaridosen, tugasakhir, skripsi, thesis, dan disertasi. Kenyamanan dan kelengkapan koleksi serta pelayanan yang ada di perpustakaan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemauan mahasiswa untuk selalu berkunjung ke perpustakaan. Perpustakaan digunakan mahasiswa untuk mencari dan memperoleh informasi melalui koleksi yang ada di perpustakaan. Informsasitersebutdigunakanuntukmembantu proses belajar, menyelesaikantugas-tugasperkuliahan,danjugauntukmendukungpenyelesaiantugasakhir, skripsi, thesis, maupundisertasi. Tujuan penelitian ini meliputi: (1) UntukmendeskripsikanintensitasmahasiswaberkunjungkePerpustakaanPusatUniversitasNegeri Malang dalammendukungpenyelesaianskripsi. (2) Untukmendeskripsikandurasimahasiswa berkunjungkePerpustakaanPusatUniversitasNegeri Malang. (3) Untukmendeskripsikanintensitaspemanfaatkankoleksi di PerpustakaanPusatUniversitasNegeri Malang. (4) UntukmendeskripsikanmotivasimahasiswaberkunjungkePerpustakaanPusatUniversitasNegeri Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan sampel acak sederhana (simple random sampling), dengan jumlah 65 mahasiswa Offering A dan B Program Studi S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah yang mengambil program skripsi tahun akademik 2015/2016. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakanstatistik analisis. Hasil dari penelitian ini dapat diperoleh empat simpulan hasil sebagai berikut. Pertama, intensitasmahasiswaberkunjungkePerpustakaanPusatUniversitasNegeri Malang menunjukkanbahwa ada keterkaitan dan kontribusi perpustakaan dengan intensitas berkunjung mahasiswa Program studi S1 Pendiddikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah dalam menyelesaikan penulisan skripsi,Kedua, durasi berkunjung ke perpustakaan menunjukkan bahwa semakin lama waktubekunjungkeperpustakaanmampumembantumahasiswa Program studi S1 Pendiddikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerahdalampercepatanpenyelesaianskripsi.Ketiga, intensitaspemanfaatankoleksiPerpustakaanPusat menunjukkan bahwa mahasiswa Program studi S1 Pendiddikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah sering memanfaatkan koleksi perpustakaan dalam mendukung penulisan skripsi.Keempat, motivasimahasiswa Program studi S1 Pendiddikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerahberkunjung ke perpustakaan pusat adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi yang dapat mendukung mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi.

Arsitektur dan ornamentasi pada situs masjid dan makam Sunan Giri / oleh Novita Kurniawati

 

Peningkatan keterampilan membaca puisi melalui pemodelan teknik pada siswa kelas III MI Maarif Ngering Kecamatan Gempol / Mufidatul Chasanah

 

Kata Kunci: Membaca Puisi, Teknik Pemodelan Latar belakang dalam penelitan ini adalah bahwa peneliti melihat banyak persoalan yang sering kali muncul ketika seorang guru harus menyajikan pembelajaran puisi di kelas. Kadangkala guru ragu dengan cara penyajian yang dilakukan saat mengajarkan puisi tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru kelas III MI Maarif Ngering, dapat dilaporkan bahwa banyak siswa yang belum bisa membaca puisi dengan baik. Hal ini dikarenakan (1) metode yang digunakan guru kurang tepat, (2) tidak ada media yang digunakan guru pada saat pembelajaran membaca puisi, (3) porsi waktu yang kurang yaitu satu bulan hanya diajarkan satu kali pertemuan, (4) guru kurang mampu membelajarkan materi membaca puisi, dan (5) minat siswa terhadap pembelajaran membaca puisi rendah. Tujuan penulisan skripsi ini adalah: (1) mendeskripsikan penerapan teknik pemodelan yang dapat meningkatkan keterampilan membaca puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas III MI Maarif Ngering-Gempol melalui beberapa tahap yaitu: (a) pra baca, (b) saat baca, dan (c) pasca baca, (2) mendeskripsikan hasil peningkatan keterampilan membaca puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas III MI Maarif Ngering-Gempo melalui pemodelan melalui beberapa tahap yaitu: (a) pra baca, (b) saat baca, dan (c) pasca baca. Penelitian yang dilakukan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus memerlukan waktu 4x30 menit. Dalam melengkapi data ini teknik yang digunakan antara lain: observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan lembar interview. Berdasarkan hasil analisa data, proses peningkatan keterampilan membaca puisi melalui teknik pemodelan siswa kelas III MI Maarif Ngering pada tahap pra baca yaitu: (1) memberi tanda baca pada puisi yang akan dibaca, (2) menyimak video pembelajaran membaca puisi, (3) membaca puisi dalam hati pada kelompok masing-masing, dan (4) menyimak pembacaan puisi oleh guru. Pada tahap saat membaca kegiatan yang dilakukan adalah: (1) membaca puisi secara individu, (2) membaca puisi dalam kelompok, (3) anggota lain memberikan saran dan komentar, (4) kembali membaca individu dengan menggunakan saran dari teman, (5) melakukan pengundian dan menentukan wakil masing-masing kelompok, (6) membaca puisi di depan kelas, dan (7) memberikan penilaian. Dan pada tahap pasca membaca kegiatan yang dilakukan yaitu: (1) memberikan kesan dan komentar hasil pembacaan puisi, (2) menentukan perwakilan kelompok yang terbaik, (3) merefleksi kegiatan yang telah dilakukan, dan (4) memberikan penghargaan pada penampilan terbaik. Sedangkan hasil peningkatan keterampilan membaca puisi melalui teknik pemodelan pada siklus I aspek pemahaman dan penghayatan diketahui siswa yang mencapai ketuntasan minimal sebanyak 10 anak (37,04%) dan siswa yang belum mencapai ketuntasan minimal sebanyak 17 anak (62,96%). Pada aspek ketepatan intonasi diketahui bahwa siswa yang mencapai ketuntasan minimal sebannyak 11 anak (40,74%) dan siswa yang belum mencapai ketuntasan minimal sebanyak 16 anak (59,26%). Sedangkan pada aspek ketepatan ekspresi siswa yang mencapai ketuntasan minimal sebanyak 13 anak (48,15%). Siswa yang belum mencapai ketuntasan minimal sebanyak 14 anak (51,85%). Sedangkan pada siklus II aspek pemahaman dan penghayatan siklus II diketahui bahwa siswa yang mencapai ketuntasan minimal sebanyak 18 anak (66,67%). Siswa yang belum mencapai ketuntasan minimal sebanyak 9 anak (33,33%). Aspek ketepatan intonasi siswa yang mencapai ketuntasan minimal sebanyak 16 anak (59,26%). Siswa yang belum mencapai ketuntasan minimal sebanyak 11 anak (40,74%). Dan aspek ketepatan ekpresi diketahui bahwa siswa yang mencapai ketuntasan minimal sebanyak 20 anak (70,04%). Siswa yang belum mencapai ketuntasan minimal sebanyak 7 anak (29,96%). Dalam pembelajaran melalui pemodelan hendaknya guru menggunakan media pembelajaran yang tepat misalnya, CD Pembelajaran membaca puisi. Sehingga terhindar dari kesalahan persepsi terutama oleh siswa. Bila diperlukan Peneliti menyarankan untuk mendatangkan seorang ahli dalam bidang puisi untuk menunjukkan bagaimana cara membaca puisi yang baik, benar dan indah, sehingga bila terjadi kekurangpahaman dan kesulitan dapat secara langsung ditanyakan untuk segera mendapat arahan. Sebagai guru hendaknya terus berusaha meningkatkan kompetensinya terutama di bidang puisi, sehingga guru mampu mengajarkan puisi dengan baik dan benar tanpa menggunakan model. Sekolah diharapkan dapat membantu meningkatkan keterampilan siswa dalam berpuisi dengan selalu mengadakan lomba membaca puisi pada tiap hari besar nasional. Hal itu setidaknya dapat memotivasi siswa untuk terus berusaha meningkatkan kemampuannya dalam bidang membaca puisi.

Evaluasi kadar air, kandungan protein dan organoleptik pada dendeng ares pisang (Musa paradisiaca) substitusi ikan kuniran (Upeneus moluccensis Sp.) / Nurita Firdaus A.

 

ABSTRAK Aminah, F, N. 2015. Evaluasi Kadar Air, Kandungan Protein Dan Organoleptik Pada Dendeng Ares Pisang (Musa Paradisiaca) Substitusi Ikan Kuniran (Upeneus Moluccensis Sp.). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) LailiHidayati, S.Pd., M.Si., (2) Dra. WiwikWahyuni, M.Pd. Kata Kunci : Ares Pisang, Ikan Kuniran, Dendeng Ares Pisang Dendeng merupakan salah satu jenis olahan daging sapi yang berbentuk lembaran yang terbuat dari daging yang diiris tipis atau digiling dan diberi bumbu kemudian dicetak dan dikeringkan. Dendeng pada umumnya mengandung protein yang cukup tinggi dan tekstur yang berserat. Pemanfaatan ares pisang dengan substitusi ikan kuniran sebagai pengganti dendeng daging pada umumnya yang memiliki tekstur menyerupai dendeng daging dan mengandung protein yang cukup tinggi.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar air, kandungan protein, mutu hedonik rasa, warna dan tekstur,dan menganalisis tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, warna dan tekstur dendeng ares pisang substitusi ikan kuniran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua kali pengulangan, analisis data menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT. Formula yang digunakan dalam dendeng ares substitusi ikan kuniran ini adalah 95%:5%, 90%:10%, dan 85%:15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, kandungan protein, mutu hedonik dan tingkat kesukaan panelis pada dendeng ares pisang substitusi ikan kuniran formula 95%:5%, 90%:10%, dan 85%:15% terdapat perbedaan yang sangat signifikan. Formula terbaik dendeng ares pisang substitusi ikan kuniran terbaik adalah 85%:15%. Kadar air pada formulasi 85%:15% yaitu 7,78%, kandungan proteinnya 24,81%. Hasil uji mutu hedonik rasa dan warna terbaik diperoleh dari dendeng ares pisang substitusi ikan kuniran formula 85%:15% yaitu rasa dendeng memiliki hasil rerata 4,21% dan warna dendeng memiliki hasil rerata 4,60%. Tekstur terbaik diperoleh dari dendeng ares pisang substitusi ikan kuniran yang menggunakan formula 95%:5% yaitu 3,397%. Secara keseluruhan kandungan kimia dendeng ares pisang substitusi ikan kunuran sudah memenuhi Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dendeng.

Kerjasama konselor dengan personil sekolah dalam melaksanakan program bimbingan di SMU Negeri se-kotamadya Malang
oleh Suratno

 

Pengaruh pemberian bimbingan karier dengan sistem paket terhadap pilihan karier siswa kelas VIII SMO Negeri 2 Bantur Kabupaten Malang / Triminingsih

 

Kata kunci: bimbingan karier, sistem paket, pilihan karier Bimbingan karier merupakan usaha membantu individu dalam menentukan pilihan kariernya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Bimbingan karier dapat dilaksanakan dengan berbagai metode, salah satunya dengan sistem paket. Banyak terjadi di lapangan siswa yang menyesal karena memilih sekolah lanjutan yang tidak sesuai dengan cita-citanya, sehingga berpengaruh pada pilihan karier mereka. Hal tersebut menunjukkan kurangnya bimbingan karier yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah pengaruh pemberian bimbingan karier dengan sistem paket terhadap pilihan karier siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Bantur Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian bimbingan karier dengan sistem paket terhadap pilihan karier pada siswa kelas VIII. Dengan penelitian ini diharapkan siswa mampu menentukan pilihan karier dengan informasi sekolah lanjutan yang diperoleh, selain itu siswa juga mendapatkan informasi yang berupa paket sehingga informasi dapat dipergunakan pada lain waktu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Rancangan ini membutuhkan kelas sebagai kontrol dan kelas sebagai eksperimen. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII, karena pada masa tersebut merupakan masa tentatif yang merupakan masa perkembangan karier dimana siswa mampu merencanakan pilihan karier sesuai dengan potensinya, sehingga dibutuhkan informasi yang mendukung. Teknik pengambilan sampel yang dipilih adaah purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah angket pilihan karier siswa dan diberikan pada saat pre-test dan post-test. Pre-test dilaksanakan sebelum kelas diberi perlakuan dan post-test diberikan setelah masing-masing kelas, baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol diberi perlakuan. Perlakuan pada kelas eksperimen adalah diberikan bimbingan karier dengan sistem paket, sedangkan pada kelas kontrol diberikan bimbingan karier dengan metode ceramah. Untuk mengetahui perbedaan hasil pemberian perlakuan yang diberikan pada masing-masing kelas dianalisis dengan menggunakan uji-T (paired sample T-test). Hasil dari penelitian ini bahwa tidak ada pengaruh perbedaan antara bimbingan karier dengan sistem paket dengan pemberian bimbingan karier dengan sistem ekspositori. Perbedaan pemberian perlakuan hanya pada perubahan jenis pilihan pekerjaan pada satu tingkatan saja, dan bukan pada perubahan tingkat pilihan karier. Tidak adanya pengaruh tersebut disebabkan oleh beberapa hal, antara lain topik materi yang diberikan tidak sesuai dengan pertanyaan dalam instrumen, frekuensi pemberian perlakuan (treatment) yang kurang, dan penggunaan bahasa yang kurang jelas dalam penyusunan instrumen. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah bagi sekolah, bimbingan karier hendaknya diberikan dengan pengembangan fasilitas sekolah tidak hanya dengan pemberian materi di ruang kelas. Bagi konselor hendaknya memberikan bimbingan karier dengan berbagai metode dan variasi dalam penggunaan metode. Penggunaannya disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, pemberian materi tidak hanya dilakukan dalam satu kali pertemuan, tetapi berkelanjutan. Bagi para siswa perlu menentukan pilihan pekerjaan yang diminati dan mempersiapkan diri mulai dari sekarang. Bagi peneliti yang lain, hendaknya memperbaiki isi paket dan memberikan perlakuan (treatment) lebih dari satu kali, sehingga pengaruh pemberian perlakuan dapat diketahui

Pengaruh pencilan terhadap batas kendali 3-sigma untuk faktor kendali X dan R
oleh Endrayana Putut Laksminto Emanuel

 

Perbedaan hasil belajar materi pokok hukum-hukum kelistrikan melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dibandingkan dengan metode ceramah kelas X Jurusan Teknik Audio Video di SMK PGRI 3 Malang / Anita Rini Astuti

 

ABSTRAK Astuti, Anita Rini.2016.Perbedaan HasilBelajarMateriPokokHukumHukumKelistrikanMelaluiPenerapanMetodePembelajaranKooperatiftipe Two Stay-Two Stray DibandingkanDenganMetodeCeramahKelas X JurusanTeknik Audio Video SMK PGRI 3 Malang.Skripsi,JurusanTeknikElektro.FakultasTeknik.UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (I) Dr. HarySuswanto,S.T.,M.T. (II) Drs. Suwasono, M.T. Kata kunci: HasilBelajar, Two Stay-Two Stray, Ceramah, Hukum-HukumKelistrikan Berdasarkanobservasi yang dilakukanpadasiswakelas X JurusanTeknikElektro di SMK PGRI 3 Malang, pembelajaranmasihdidominasiteacher centerdanpencapaianhasilbelajarsebagiansiswadibawahKriteriaKetuntasan Minimal (KKM).Akan tetapiuntuknilaihasilbelajarranahsikapdanketerampilansiswasebagiansudahdiatas KKM walaupunsebagianmasihada yang dibawah KKM.Alternatif yang digunakanpenelitiuntukmeningkatkankompetensitigaranahsiswayaitumenggunakanmetodepembelajarantwo stay-two stray. Penelitianinibertujuanuntuk: (1) Mengetahuiperbedaanhasilbelajarranahsikap, pengetahuan, danketerampilankelaseksperimendankontrol, (2) Mengetahuipeningkatanhasilbelajarpadakelaseksperimen yang diberikanperlakuanmetodetwo stay-two stray, (3) Mengetahuipeningkatanhasilbelajarpadakelaskontrol yang menggunakanmetodeceramah. Rancangan yang digunakandalampenelitianadalahquasi experimental design dengan polanon equivalent control group design, sampel yang digunakandalampenelitianmeliputi 30 siswakelas X TAV sebagaikelaseksperimen yang diberiperlakuanmetodetwo stay-two straydan 30 siswakelas X TEI sebagaikelaskontrol yang menggunakanmetodeceramah. Analisis data yang digunakanuntukmengujihipotesisadalahuji-t yaituIndependent Sample T TestdanPaired Sample T Test. HasilujiIndependent Sample T Testmenunjukkanterdapatperbedaanhasilbelajarranahsikap, pengetahuan, danketerampilan.SedangkanhasilujiPaired Sample T Testmenunjukkanterjadinyapeningkatanhasilbelajarsiswamenggunakanmetodetwo stay-two straydanceramah. Rata-rata nilaisikapkelaseksperimen 87,10lebihtinggidarikelaskontrol 82,70. Nilaipost testkelaseksperimen 85,50lebihtinggidibandingkanpost testkelaskontrol 80,13. Rata-rata nilaiketerampilankelaseksperimen 86,70lebihtinggidarikelaskontrol 81,10. Dapatdisimpulkanbahwametodepembelajarantwo stay-two strayefektifuntukditerapkanpadakelas X JurusanTeknikAudio Video materipokokhukum-hukumkelistrikan di SMK PGRI 3 Malang.

Pengaruh penggunaan media pembelajaran panel hidrolik terhadap hasil belajar mata diklat hidrolik siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Alat Berat SMK Negeri 1 Singosari / Sunawi

 

Kata- kata Kunci: media pembelajaran, motivasi berprestasi, hasil belajar Hasil belajar hal yang selalu menjadi orientasi dari setiap pelaksanaan proses pembelajaran. Inti dari proses pembelajaran adalah penyampaian informasi melalui pemberian pengalaman oleh guru kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Fakta di lapangan menunjukkan kurang optimalnya guru dalam melaksanakan proses pembelajaran terkait dengan pemanfaatan media pembelajaran dan pemahaman terhadap motivasi berprestasi siswa atau potensi siswa sebagai faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran panel terpisah, panel utuh dan motivasi berprestasi siswa terhadap hasil belajar sistem hidrolik di SMK Negeri 1 Singosari. Ada 3 hal yang dieksperimenkan, yaitu (1) pengaruh yang signifikan hasil belajar sistem hidrolik, antara kelompok peserta didik yang menggunakan media pembelajaran panel terpisah dan panel utuh; (2) pengaruh yang signifikan hasil belajar sistem hidrolik, antara kelompok siswa yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi dengan kelompok siswa motivasi berprestasi rendah; (3) interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan motivasi berprestasi siswa ada pengaruh terhadap hasil belajar sistem hidrolik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Data penelitian berupa hasil pengukuran terhadap variabel yang dioperasikan dengan menggunakan instrumen. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu tes tertulis dalam bentuk tes objektif. Data yang dimaksud adalah hasil belajar sistem hidrolik. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Analisis data dilakukan dengan analisis ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh yang signifikan hasil belajar sistem hidrolik, antara kelompok siswa yang menggunakan media pembelajaran panel terpisah dan media pembelajaran panel utuh; (2) ada pengaruh terhadap hasil belajar, antara kelompok siswa yang motivasi berprestasi tinggi dengan kelompok siswa yang motivasi berprestasi rendah; (3) tidak ada interaksi antara penggunaan media pembelajaran panel dan motivasi berprestasi yang berpengaruh terhadap hasil belajar sistem hidrolik . Berdasarkan hal tersebut, guru perlu mengusai penggunaan media pembelajaran sehingga dalam proses pembelajaran, dapat memaksimalkan informasi yang disampaikan kepada siswa, SMK hendaknya lebih inovatif dan variatif dalam pembuatan media pembelajaran, perlunya pemenuhan kebutuhan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran oleh pihak terkait.

Hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif siswa di SMAN 1 Bangil / Mohammad Septian Hadi Saputra

 

ABSTRAK Saputra, Mohammad S. H. 2015. Hubungan Antara Konformitas dengan Perilaku Konsumtif siswa di SMAN 1 Bangil. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare A.T., M.Pd. (II) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd. Kata Kunci: Konformitas, Perilaku Konsumtif Konformitas merupakan kecenderungan untuk merubah perilaku sebagai akibat dari tekanan kelompok, sehingga terjadi penyesuaian perilaku terhadap norma-norma kelompok. Remaja yang kebanyakan ingin diakui keberadaannya membuat remaja tersebut melakukan berbagai cara meskipun bukan sesuatu yang diperlukan atau berguna bagi mereka bila ditinjau dari kacamata orang tua atau orang dewasa lainnya. Salah satu yang dilakukannya yaitu mengenai perilaku konsumtif yang dilakukannya supaya tidak terlihat berbeda dari teman-temannya. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh (1) deskripsi mengenai tingkat konformitas siswa di SMAN 1 Bangil (2) deskripsi mengenai tingkat perilaku konsumtif siswa di SMAN 1 Bangil (3) deskripsi mengenai hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif siswa di SMAN 1 Bangil. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X dan kelas XI SMAN 1 Bangil dengan jumlah 685 orang siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling dengan jumlah sampel 153 orang siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala konformitas sebanyak 56 item dan perilaku konsumtif 56 item. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif korelasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) sedikit siswa di SMAN 1 Bangil memiliki konformitas pada kategori tinggi dan item yang paling menonjol adalah item kecenderungan mengikuti kebiasaan kelompok terutama dalam membuat keputusan kelompok (2) cukup banyak siswa di SMAN 1 Bangil memiliki perilaku konsumtif pada kategori tinggi dan item yang paling menonjol yaitu menggunakan uang untuk rekreasi bersama teman-teman (3) diperoleh data bahwa terdapat hubungan yang signifikan kearah yang positif antara variabel konformitas dengan perilaku konsumtif siswa di SMAN 1 Bangil. Disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara variabel konformitas dengan perilaku konsumtif adalah diterima, artinya bahwa ketika konformitas tinggi maka akan diikuti dengan perilaku konsumtif yang tinggi pula dan ketika konformitas rendah maka akan diikuti dengan perilaku konsumtif yang rendah. Dengan adanya penelitian ini beserta hasil yang sudah didapatkan, maka peneliti memberikan saran kepada sekolah supaya bisa memberikan fasilitas untuk menyalurkan bakat siswa, kemudian untuk konselor untuk merencanakan program bimbingan untuk hidup mandiri. Saran yang diberikan peneliti semoga bisa bermanfaat dan bisa dilakukan sesuai dengan tujuan yang direncanakan oleh peneliti.

Penggunaan teorema de Moivre dalam menentukan perpangkatan suatu bilangan kompleks serta menentukan rumus sin n0 dan cos n0
oleh Endang Suprapti

 

Dalam menentukan perpantangan suatu bilangan kompleks dengan pangkat bulat, dapat dilakukan dengan teorema binominal dan teorema De Moivre. Diantara kedua cara, penggunaan Teorema De Moivre merupakan cara efkif karena proses perhitungan yang lebih sederhana.Terema De Moivre mempunyai kelebihan yang lain yaitu dapat digunakan untuk menentukan perpangkatan suatu bilangan kompleks dengan pangkat pecahan. Khusus untuk pangkat pecahan, rumus yang digunakan merupakan pengembangan dari Teorema De Moivre.

Perbedaan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Arjasa Situbondo yang dibelajarkan menggunakan model learning cycle 3E dan model ekspositori pada bahan kajian bahan kimia dalam kehidupan / Ahmad Sofyan

 

ABSTRAK Sofyan, Ahmad. 2016. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Arjasa Situbondo yang Dibelajarkan Menggunakan Model Learning Cycle 3E dan Model Ekspositori pada Bahan Kajian Bahan Kimia dalam Kehidupan. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Parlan, M.Si., (II) Drs. M. Sodiq Ibnu, M.Si. Kata kunci: Learning Cycle 3E, bahan ajar, hasil belajar, bahan kimia dalam kehidupan Penerapan Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan dengan penguatan proses pembelajaran yang dilakukan melalui pendekatan ilmiah atau saintifik. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah model Learning Cycle 3E yang berbasis konstruktivis. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan model Learning Cycle 3E memerlukan bahan penunjang yang berupa bahan ajar dengan menggunakan model pembelajaran yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar dan model ekspositori pada bahan kajian bahan kimia dalam kehidupan dan perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar dan model ekspositori. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasy experimental dengan model post-test only control group design dan rancangan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Arjasa Situbondo tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 5 kelas. Pemilihan kelas eksperimen dan kontrol dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Kelas VIII A terpilih sebagai kelas eksperimen dibelajarkan dengan model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol dibelajarkan dengan model ekspositori. Instrumen pengukuran berupa soal tes dan lembar observasi. Perbedaan hasil belajar kognitif siswa dianalisis secara statistik menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 0,05. Data keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar afektif dan psikomotorik siswa disampaikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan proses pembelajaran model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar sebesar 95,00% dan model ekspositori sebesar 94,20%. Hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan menggunakan model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar (rata-rata 80,00) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan menggunakan model ekspositori (rata-rata 75,40). Rata-rata hasil belajar afektif siswa yang dibelajarkan menggunakan model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar (80,07) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan menggunakan model ekspositori (75,11). Rata-rata hasil belajar psikomotor siswa yang dibelajarkan menggunakan model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar (86,00) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan menggunakan model ekspositori (83,67).

Meningkatkan prestasi belajar IPS melalui media televisi pada siswa kelas V SDN Kraton 06 Kabupaten Magetan / Lesi Apriani

 

Kata Kunci: Prestasi, IPS, Media Televisi Masalah yang terjadi di SDN Kraton 06 terkait dengan pembelajaran IPS adalah kurangnya keterampilan guru dalam menyediakan pembelajaran yang bermakna, proses pembelajaran didominasi oleh metode ceramah, suasana pembelajaran kurang menyenangkan, hal ini terbukti dari beberapa siswa terlihat tegang dan dari 40 siswa hanya 7 siswa saja yang nilainya dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal atau kurang dari 70. Untuk itu, guru dapat menggunakan media yang dapat menarik siswa untuk meningkatkan prestasi, seperti media televisi. Tujuan dari penelitian ini adalah: mendiskripsikan penerapan media televisi dalam pembelajaran IPS .mendiskripsikan prestasi belajar melalui media pendidikan televisi bagi siswa kelas V SDN Kraton 06 Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah guru dan siswa Kelas V SDN Kraton 06 Kabupaten Magetan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi untuk memperoleh data yang berupa hasil Lembar Kerja Siswa, lembar observasi kegiatan belajar mengajar (aktivitas guru dan siswa di dalam kegiatan pembelajaran). Data dalam penelitian ini diperoleh dari evaluasi, observasi, dan dokumentasi. Evaluasi digunakan untuk mendapat data tentang kemampuan atau perolehan belajar siswa pada materi pokok keragaman suku budaya di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka diperoleh peningkatan penggunaan media televisi dengan hasil pada siklus I dengan rata-rata 65,5 dan siklus II dengan nilai rata-rata 73,5. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Kraton 06 Kabupaten Magetan yang berjumlah 40 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS tentang keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia melalui media televisi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Sehingga disarankan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan penelitian lebih lanjut dengan judul lainnya. Siswa dihadapkan pada berbagai kegiatan yang dapat memicu kreatifitas siswa dan menumbuhkan pengalaman baru bagi siswa di dalam pembelajaran. Siswa dibimbing dan diarahkan untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Guru hendaknya menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang memacu siswa untuk aktif dalam pembelajaran, guru sebagai fasilitator bertugas membimbing dan mengarahkan siswa selama pembelajaran berlangsung.

Pengembangan paket layanan informasi sekolah lanjutan untuk siswa SD di Kota Malang / Titis Indari

 

Kata kunci: layanan informasi, sekolah lanjutan, paket. Siswa sebagai individu mempunyai potensi yang berbeda-beda. Informasi sekolah lanjutan perlu diberikan kepada siswa sebagai dasar menetapkan keputusan untuk memilih sekolah lanjutan dengan melihat kondisi pilihan pendidikan yang semakin banyak. Terkait dengan pemilihan sekolah lanjutan, guru kelas mempunyai tugas untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pemilihan sekolah lanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memberikan layanan informasi sekolah lanjutan kepada siswa. Wajib Belajar (WAJAR) 9 tahun menjadi hal paling yang mendasari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan paket layanan informasi sekolah lanjutan untuk siswa SD di Kota Malang yang praktis dan efektif digunakan oleh guru kelas sebagai media pemberian informasi sekolah lanjutan. Model pengembangan yang digunakan adalah model Dick & Carey. Tahap pengembangan paket meliputi: (1) penyususnan paket layanan informasi, (2) uji ahli BK, (3) uji ahli media dan bahasa (4) revisi dari uji ahli BK, ahli media, dan ahli bahasa (5)Uji coba calon pengguna produk, (6) revisi dari hasil uji coba calon pengguna produk (7) uji coba siswa. Penilaian dilakukan oleh ahli BK, ahli media dan bahasa yaitu dosen PGSD. Data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket untuk penilaian uji ahli dan calon pengguna produk. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Berdasarkan penilaian ahli BK, ahli media dan ahli bahasa serta uji coba calon pengguna, paket layanan informasi ini sangat berguna bagi guru kelas dalam memberikan materi sekolah lanjutan. Dilihat dari aspek kemudahan penggunaan paket layanan informasi ini sangat mudah digunakan. Dari aspek kemenarikan, paket ini sangat menarik dilihat dari bentuk penyajian materi yang mampu menarik perhatian siswa. Ditinjau dari aspek keakuratan paket ini akurat untuk digunakan oleh guru kelas dalam memberikan layanan informasi sekolah lanjutan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1) guru kelas hendaknya memanfaatkan paket untuk meningkatkan layanan informasi sekolah melalui pembelajaran di kelas, (2) penelitian selanjutnya hendaknya melengkapi informasi sekolah lanjutan secara menyeluruh, khususnya informasi profil SMP dan MTs di Kota Malang dan perlu mengintegrasikan paket layanan informasi sekolah lanjutan ke dalam bentuk web agar siswa dapat lebih mudah mengakses bersama orang tua kapanpun dan dimanapun.

Pemahaman tentang sistem periodik dan kemampuan membaca grafik sifat-sifat periodik unsur siswa kelas I MAN Kota Blitar tahun ajaran 2000/2001 / oleh Hanik Afifah

 

Pengaruh conscientiousness dan efikasi diri terhadap prestasi akademik mahasiswa akuntansi yang dimoderasi oleh persepsi tentang kecerdasan spiritual (survei pada perguruan tinggi di Kota Malang) / Ika Sebti Nurkumalasari

 

ABSTRAK Nurkumalasari, Ika Sebti. 2016. Pengaruh Conscientiousness dan Efikasi Diri terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Akuntansi yang Dimoderasi oleh Persepsi tentang Kecerdasan Spiritul (Survei pada Perguruan Tinggi di Kota Malang). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sriyani Mentari, S.Pd., M.M (2) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak, CA. Kata Kunci: Prestasi Akademik, Conscientiousness, Efikasi Diri, Persepsi tentang Kecerdasan Spiritual Prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh seseorang dari proses pembelajaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar diantaranya adalahconscientiousness, efikasi diri, dan persepsi tentang kecerdasan spiritual. Mahasiswamerasatidakyakinterhadapkemampuannyadalammengerjakansesuatudankurangmemilikikesadaranbelajarsehinggaberakibatpadaprestasi yang dihasilkan.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh conscientiousnessdan efikasi diri terhadap prestasi akademik mahasiswa akuntansi dengan persepsi tentang kecerdasan spiritual sebagai variabel moderator. Rancangan penelitian ini adalah penelitian eksplanasi yang menggunakan variabel Conscientiousness (X1), Efikasi Diri (X2), Persepsi tentang Kecerdasan Spiritual (Z), dan Prestasi Akademik (Y). Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik cluster proportional random sampling. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Strata 1 Jurusan Akuntansi angkatan 2014 Perguruan Tinggi di Kota Malang dengan pengambilan sub-populasi sebanyak 5 Perguruan Tinggi yang berjumlah 958 mahasiswa, sedangkan sampel yang diambil berjumlah 282 mahasiwa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah MRA (Moderated Rgresion Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial conscientiousness dan efikasi diri berpengaruh secara langsung terhadap prestasi akademik dan memberikan kontribusi sebesar 12,1% dan 11,8% danpersepsitentangkecerdasan spiritual sebagai variabel moderator dapat memperkuat pengaruh conscientiousness dan efikasi diri terhadap prestasi akademik dengan memberikan kontribusi sebesar 16,8% dan 16,1%. Variabel persepsi tentang kecerdasan spiritual merupakan jenis moderator semu. Prestasi akademik mahasiswa akuntansi akan meningkat jika dipengaruhi oleh conscientiousness dan efikasi diri serta mampu diperkuat oleh pesepsi tentang kecerdasan spiritual. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penelitian ini memiliki keterbatasan berupa (a) prestasi akademik mahasiswa diukur menggunakan indeks prestasi, (b) teknik pengambilan data menggunakan penyebaran angket. Berdasarkan keterbatasan penelitian, disarankan bagi peneliti selanjutnya (a) nilai prestasi akademik diperoleh dengan cara dokumentasi (b) menggunakan populasi dan sampel penelitian yang lebih luas serta menambah variabel independen, (c) teknik pengumpulan data dapat ditambah, seperti menggunakan teknik observasi dan wawancara sehingga data yang terkumpul dapat lebih lengkap dan mendalam.

Perancangan visual branding dan media promosi indy craft / Manis Ayu Sawiji

 

ABSTRAK Sawiji, ManisAyu. 2015. Perancangan Visual Branding dan Media Promosi Indy Craft, Skripsi.JurusanSenidanDesain, FakultasSastra.UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Drs.Sugiyono Ardjaka, M.Sc., Ph.D., (II) Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, M.T. Kata Kunci: Branding, Brand Identity, Indy Craft, Media Promosi Indy Craft merupakansalahsatuusahakreatif yang didirikanolehwirausahawanmuda di daerahTulungagung.Namunsebagaiusaha yang masihtergolongrumahan, Indy Craft belumbanyakmelakukanbrandinguntukusahanya.Kurangnyakesadaranakanpentingnyabrandinginimerupakansalahsatupermasahanpelakuusahakecilmenengahseperti Indy Craft. Solusidaripermaslahantersebutadalahdenganmembuatperancangan visual branding dan media promosinya Visual brandinginiadalahstrategimembangunsuatu brand denganberkomunikasisecara visual sehingga brand tersebutakanlebihterlihat,menonjoldan paling diingatolehaudience.Visual brandinginidiimplementasikandalam brand identity yang selanjutnyaperludikomunikasikanmelalui media-media promosi agar brand image yang inginditampilkanmamputersampaikankepadakhalayaksasaran. Perancanganinimenggunakan model perancanganproseduraldenganmenggunakansistematikaperancanganAlinaWheeler danSanyoto yang telahdimodifikasisesuaidengankebutuhanperancangan.Metodepengumpulan data dilakukanmelaluiteknikobservasi, wawancaradanstudiliteratur. Perancanganinimenghasilkanberbagai media utamaberupa brand identity yang terdiriatas logo danmaskotserta media promosiyang mampumendukung visual branding. Dalamperancanganini media promosi yang dipilihadalahadvertisingpada mediabelow the line.Berdasarkankonsepdanhasilyang diterapkanpadaperancanganvisual brandingdan media promosiIndy Craft iniakanmampumenjadisolusi yang efektifuntukmembangun Indy Craft sertamengenalkanusahadanproduknyakepadakhalayaksasaransehinggamampumenjagaeksistensiusahanya.

Perbandingan prestasi belajar PPKn cawu I tahun ajaran 1999/2000 antara siswa bekerja di jalanan dan tidak bekerja di SLTP Nasional dan SLTP Ma'arif 2 Kecamatan SUkun Kota Malang
oleh Dewi Nurjanah

 

Pendidikan di SLTP merupakan salah satu sarana untuk membekali siswa dalam menghadaphi idup dan kehidupand i masam endatangS. emuas iswab erhak mendapatk esempatanu ntuk mengenyamp endidikan.T etapi kenyataanm embukfikan bahwaa da sebagians isway ang kurangd apatm engenyamp endidikand enganb aik karenah arusb erpisahs ementarad engano rangt ua, meluangkans ebagianw allu untuk mencari nafkah sebagai siswa bekerja dijalanan. Sebagasi iswab ekerja,t erpaksam eluangkans ebagianw aktu untuk mencari nafkahd i jalanan yang mengakibatkank esempatans iswau ntuk memperdalamm ateri pelajaranm enjadib erkurang.S edangkans ebagais iswat idak bekerjam empunyai banyak waktu luang untuk berinteraksi dengan teman, keluarga, bermain dan sekedar membantuo rangt ua sertam empunyaik esempatany ang cukup untuk memperdalam materi pelajaran. Dengana danyap erbedaanru tinitas siswa akand apatm empengaruhpi restasi belajar siswa.F aktor-faktory ang mempengaruhpi restasib elajar siswad apatb ersifat intem dan ekstern. Falctor intem adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa sedangkanfa klor ekstema dalahf bktor yang berasald ari luar diri siswa. Jenis penelitian ini termasuk deskriptif kuantitatif. Populasi diambil dari seluruh siswa SLTP Nasional dan SLTPI lvla'arif 2 Kecamatan Sukun Kota Malang. Sampels iswab eke{a di jalanan dilakukan secarak uota sedangkans ampels iswa tidak bekerja dilakukan secara sistematik. Teknik pengumpuland atay ang digunakana dalaha ngketd an dokumena ngket bertujuanu ntuk mendapatkanin formasi atau keteranganm engenais iswab ekerjad i jalanand ans iswat idak bekerja.D okumeny angd igunakana dalahn ilai raportP PKn cawuI tahuna jaran1 999/2000d i SLTPN asionald an SLTP I Ma'arif 2 Kecamatan Sukun Kabup aten Malang. Sesudahd atad iperoleh,k emudiand ata dianalisad enganm enggunakanu ji t. Hasil analisis diperoleh bahwa nilai rata-rata siswa bekerja di jalanan 6,6 sedangkan siswat idak bekerja6 ,54. Untuk simpanganb aku siswa bekerjad i Jalanan 0,774596669se dangkasni swat idak bekerja0 ,726511273. Hasil analisisu ji-t menunjukkanb ahwat idak adap erbedaapnr estasbi elajar PPKn antara siswa bekerja dijalanan dan tidak bekerja di SLTP Nasional dan sLTpI Ma'arif 2 KecamatanS ukunK ota Malang (tutrg 0,39949985< 166"915 yo1 ,983). Hasil penelitianm enunjukkanb ahwap encapaianp restasib elajar siswac enderung ditentukan oleh faktor intern siswa dari pada faktor ekstern siswa.

Pengembangan media tutorial pembelajaran tari Sayuk bagi siswa SMP Negeri 2 Kauman Kabupaten Tulungagung / Nuzulul Aswindari

 

ABSTRAK Aswindari, Nuzulul. 2016. Pengembangan Media Tutorial Pembelajaran Tari Sayuk Bagi Siswa SMP Negeri 2 Kauman Tulungagung. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Hj.Purwatiningsih M.Pd (II) Hartono, S.Sn, M.Sn Kata kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Media Tutorial, Tari Sayuk Permasalahan pembelajaran yang banyak sekali terjadi dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMP adalah kurangnya minat siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler tari, guru kurang memanfaatkan vasilitas yang ada di sekolah, guru selalu menyampaikan pembelajaran dengan metode ceramah dan metode menirukan dalam pengajaran ekstrakurikuler khususnya tari. Berangkat dari permasalahan tersebut, dilakukan sebuah penelitian pengembangan media pembelajaran tari Sayuk dalam bentuk media tutorial. Hasil produk dari media tutorial tari Sayuk berupa kaset DVD disertai buku penyerta bagi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tari. Model penelitian yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran ini adalah model Borg & Gall yang terdiri dari 10 langkah, dan dimodifikasi menjadi 8 langkah, yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) validasi ahli media, materi, pembelajaran, (5) revisi produk 1, (6) ujicoba kelompok kecil, (7) ujicoba kelompok besar, dan (8) Revisi produk II. Hasil akhir dari penelitan pengembangan ini adalah media pembelajaran tari Sayuk berbentuk media tutorial, yang dikemas dalam satu paket yaitu dalam bentuk DVD dan buku penyerta. Validasi dilakukan oleh beberapa ahli, (1) Validasi oleh ahli media menunjukkan tingkat sangat layakan, (2) Validasi oleh ahli materi menunjukkan tingkat kelayakan (3) Validasi oleh guru menunjukkan tingkat kelayakan (4) Hasil uji coba siswa menunjukkan hasil sangat layak. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran media tutorial tari Sayuk dinyatakan layak digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler tari bagi siswa SMP. Saran penelitian lebih lanjut untuk pengembangan media pembelajaran tari Sayuk dalam bentuk media Tutorial bagi siswa SMP Negeri 2 Kauman, dapat dikembangkan untuk materi tari lain dalam kegiatan ekstrakurikuler tari. Penelitian pengembangan ini terbatas hanya untuk menghasilkan media pembelajaran dan menguji tingkat kelayakannya.

Kemampuan komunikasi matematis siswa kelas unggulan dan siswa kelas reguler kelas X SMA Panjura Malang pada materi logika matematika / N.A. Zavy Sulthani

 

ABSTRAK Sulthani, N.A. Zavy. 2013. KemampuanKomunikasiMatematisSiswaKelasUnggulandanSiswaKelasRegulerKelas X SMA Panjura Malang padaMateriLogikaMatematika. Skripsi, JurusanMatematika FMIPA UniversitasNegeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. ErryHidayanto, M.Si, (II) AningWidaYanti, S.Si, M.Pd. Kata kunci :komunikasimatematis, kemampuankomunikasimatematis, logikamatematika. Komunikasimatematikamerupakancarauntukmenyampaikan ide yang dimilikisiswa. Olehsebabitumakakemampuanberkomunikasimatematisantarsiswatidaklahsama. Pada penelitian ini akan membandingkan komunikasi matematis kelas unggulan dan kelas reguler di SMA Panjura Malang. Kelas unggulan dan kelas reguler ditentukan melalui mekanisme tes tulis dan wawancara yang dilakukan oleh guru. Dalam pengklasifikasiannya kemampuan komunikasi dibagi menjadi 5 level, yaitu level 4, 3, 2, 1 dan 0. Pengklasifikasian tiap level didasarkan pada rubrik yang dibuatpenelitiberdasarkanrubrik di Maine Holistic Rubric for Mathematics yang dibuatolehMaine Department of Education, Maryland Math Communication Rubric yang dibuatoleh Maryland State Department of Education danQUASAR General Rubric yang dibuatolehSuzanne Lane dan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui beberapa hal berkenaan dengan komunikasi siswa yaitu komunikasi lisan siswa kelas X kelas unggulan di SMA Panjura Malang berada pada level 4 dan level 3, kemudian untuk komunikasi lisan siswa kelas X kelas reguler di SMA Panjura Malang berada pada level 0, level 1 dan level 2. Untuk komunikasitulisansiswakelas X kelasunggulan di SMA Panjura Malang beradapada level 4 dankomunikasitulisansiswakelas X kelasreguler di SMA Panjura Malang beradapada level 0 dan level 1.

The media used for teaching biology in bilingual class of grade VII at SMP Negeri 2 Malang / Lutfiyan Khusyabaroh

 

Key words: Media Used, Bilingual Class English is not only taught as important subject in the school, it is also used as media communication in bilingual class. Because English is still a foreign language for us, the English teachers work harder to make the students understand English better. Moreover, in bilingual class, the students have to use English as medium of communication for some bilingual subjects, they are physics, biology, and mathematics. The bilingual teachers deliver the material using English. Therefore, they use some instructional media to help them in explaining the material. In this study, the researcher just observes biology class. The researcher observes the media used for teaching biology of grade VII. The study takes place in VII I because the students are very active and easy to cooperate. This study is needed because the findings are important especially for the school, teacher, and students of bilingual class in SMP Negeri 2 Malang in particular, and other RSBI schools in general. This study is designed descriptively. It was conducted to describe the media used in teaching biology subject using English as medium of communication in bilingual class at SMP Negeri 2 Malang. The school was chosen because it provides four bilingual classes. The study aims at: (1) describing kinds of media used (2) the teacher’s considerations in choosing certain kinds of media and (3) the students’ opinion of the media used. The findings show that only visual media was used. There are no audio media and audiovisual media. The media used for teaching biology in bilingual class are module, slides (computer), game (Monopoly), and pictures. All of the media were successful in helping the teacher. However, the game monopoly was the most interesting media based on the students’ and teacher’s opinion. The conclusions of the study are the students pay more attention to the lesson and motivated to study harder. Based on the observations, the researcher has four suggestions, they are: the school has to provide appropriate loud speakers, the teacher has to vary the audio and audiovisual media use appropriate picture media, and join workshop related to media used in bilingual class.

Studi pelaksanaan dan rencana anggaran biaya (RAB) pekerjaan "pile cap" pada pondasi tiang pancang untuk pembangunan gedung hotel & restoran Jatim Park II Batu / Zakariya Akni

 

Kata kunci: pondasi, pile cap, biaya Pondasi merupakan bagian dari bangunan yaitu konstruksi yang menghubungkan struktur bagian atas dengan tanah,untuk menjamin kesetabilan bangunan terhadap muatan atau beban. Dalam pekerjaan pile cap sering terjadi perbedaan antara desain dengan pelaksanaan pekerjaan, maka dari itu dalam pelaksanaan pekerjaan pile cap memerlukan metode dan pengawasan dilapangan yang ketat agar hasilnya sesuai dengan desain. Tujuan studi lapangan ini untuk mengetahui pelaksanaan pekerjaan penggalian tanah, pembongkaran ujung tiang pancang, pekerjaan lantai kerja, metode pelaksanaan pekerjaan pile cap, serta biaya pekerjaan pile cap. Hasil studi lapangan diharapkan dapat digunakan untuk refrensi dalam mengkaji ulang pelaksanaan pekerjaan pile cap agar mendekati keadaan ideal sesuai ketentuan. Pile cap merupakan bagian dari struktur pondasi yang berupa plat beton sebagai penutup pada pondasi tiang pancang dan dapat berbentuk plat setempat, lajur, atau plat menerus dan selalu dibuat bertulang yang berfungsi untuk perataan beban yang diterima dari kolom menuju pondasi dibawahnya. Studi dilakukan diproyek Pembangunan Gedung Hotel dan Restoran Jatim Park II jl Oro-oro Ombo No. 9 Batu. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara (1) observasi untuk mengamati pelaksanaan pekerjaan pile cap selama kegiatan proyek berlangsung. (2) wawancara untuk melengkapi data tentang pelaksanaan pekerjaan pile cap. (3) dokumentasi untuk mendapatkan informasi tentang perencanaan pelaksanaan pile cap yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana. Hasil studi lapangan memberikan gambaran sebagai berikut: (1) Pelaksanaan pekerjaan pengalian tanah sudah dilakukan sesuai perencanaan dan ketentuan dengan panjang 2 meter lebar 2 meter dan kedalaman 1 meter, pembongkaran ujung tiang pancang sudah dikerjakan sesuai ketentuan yaitu menggunakan drop hamer , lantai kerja tidak dilaksanakan dalam proyek ini. (2) Metode pelaksanaan pile cap sudah dilakukan sesuai tahapan yakni: (a) pelaksanaan pekerjaan penulangan dengan menggunakan tulangan deformed diameter 16 mm dan dirancang sesuai gambar; (b) pekerjaan bekisting menggunakan multy plex tebal 9mm tinggi 70cm mengelilingi pile cap, (c) pekerjaan pengecoran menggunakan beton redy mix K 275 dengan angka slump 6cm. (d) perawatan beton dilakukan dengan penyiraman air. (3) Besarnya biaya pekerjaan untuk satu pile cap type P1 sebesar Rp 4,051,618.00. Berdasarkan studi lapangan ini disarankan untuk pelaksana proyek sebaiknya diperhatikan pembuatan lantai kerja, karena berfungsi sebagai lapisan penahan apabila terjadi pergeseran tanah yang disebabkan oleh perubahan cuaca, gempa dan sebagainya.

Peramalan curah hujan di daerah Karangploso dengan menggunakan metode auto regressive integreted moving average (ARIMA) dan metode dekomposisi / Sofie Marwia

 

Kata kunci: curah hujan, metode Auto Regressive Integreted Moving Average (ARIMA), metode dekomposisi. Data curah hujan merupakan salah satu contoh data deret waktu yang menunjukkan pola musiman. Berdasarkan hal tersebut, maka besarnya curah hujan di daerah Karangploso dapat diramalkan dengan menggunakan metode peramalan deret waktu yaitu metode Auto Regressive Integreted Moving Average (ARIMA) dan metode dekomposisi. Dari kedua metode itu dapat dicari metode yang paling cocok untuk meramalkan curah hujan di daerah Karangploso dengan melihat nilai Mean Squared Error (MSE) dari masing-masing metode. Dengan menggunakan metode ARIMA, didapatkan model ARIMA (2,2,2) (1,2,1)12 untuk meramalkan curah hujan di daerah Karangploso. MSE dari model ARIMA (2,2,2) (1,2,1)12 adalah 24188. Dengan menggunakan metode dekomposisi, didapatkan persamaan untuk meramalkan curah hujan di daerah Karangploso sebagai berikut: Yt = (151.3494+0.471013 x t) x Ct x It x Et Dengan nilai MSE sebesar 45.71091 Jika melihat nilai MSE dari keduanya, nilai MSE yang paling kecil adalah nilai MSE dari metode dekomposisi. Dengan demikian, metode yang paling cocok untuk meramalkan curah hujan di daerah Karangploso adalah metode dekomposisi.

Pemanfaatan media kartu kata untuk mengenal simbol-simbol bahasa di TK Al-Hidayah Kesamben Blitar / Immas Rara Ayu Tisnawati

 

Kata Kunci: kartu kata, simbol bahasa, TK. Di TK Al-Hidayah Kesamben - Blitar, pendidik (guru) pada Kelompok B dihadapkan pada kesulitan untuk mentransformasi pengetahuan/ kemampuan mengenal simbol-simbol bahasa pada anak didik dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan yang disebabkan oleh: 1) kurangnya pemahaman guru mengenai jenis media yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran mengenal simbol-simbol bahasa; 2) kurangnya minat/ketertarikan anak didik terhadap media pembelajaran yang digunakan, dan 3) tidak efektifnya media pembelajaran yang digunakan untuk membentuk pemahaman anak didik dalam mengenal simbol-simbol bahasa (huruf). Oleh karenanya, peneliti melakukan penelitian tentang pemanfaatan media kartu kata dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada 20 anak didik guna meningkatkan kemampuannya mengenal simbol-simbol bahasa. Penelitian tentang pemanfaatan media kartu kata untuk mengenal simbol-simbol bahasa di TK Al-Hidayah Kesamben - Blitar ini dirancang dengan menggunakan model penelitian Arif Sadiman dan A. Fathoni dan terdiri dari 2 tahapan kegiatan pokok, meliputi: 1) penelitian tentang pemanfaatan kartu kata dalam kegiatan pembelajaran mengenal simbolsimbol bahasa di TK Al-Hidayah Kesamben - Blitar; dan 2) efektifitas penggunaan media kartu kata untuk meningkatkan kemampuan mengenal simbol-simbol bahasa anak didik. Penelitian didesain menggunakan one group pre-post test design. Kemampuan mengenal simbol-simbol bahasa anak didik yang diteliti meliputi: meliputi: 1) kemampuan mengenal/menghafal huruf; 2) kemampuan merangkai huruf menjadi suku kata (mengeja); 3) kemampuan merangkai suku kata menjadi kata; dan 4) kemampuan merangkai kata menjadi kalimat sederhana. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa pada tahap pra penelitian (pre-test) kemampuan mengenal simbol-simbol bahasa keseluruhan anak didik termasuk dalam kategori "Kurang". Pada pertemuan I, 9 (45%) anak didik mampu mencapai kategori kemampuan "Cukup" dan 11 (55%) anak didik masih memiliki kemampuan dalam kategori "Kurang". Pada pertemuan II, 10 (50%) anak didik mampu mencapai kategori kemampuan "Cukup Baik" dan 10 (50%) anak didik mampu mencapai kategori kemampuan "Cukup". Sedangkan pada pertemuan III (post-test), seluruh anak didik mampu mencapai kategori kemampuan "Cukup Baik". Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media kartu kata untuk mengenalkan simbol-simbol bahasa pada anak didik TK Al-Hidayah Kesamben - Blitar Kelompok B dapat meningkatkan kemampuan mengenal simbol-simbol bahasa anak didik dan efektif.

Pengaruh inteligensi, motivasi berprestasi, lingkungan belajar, dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XII ilmu sosial SMA Negeri 1 Tumpang / Linda Wulan Prihantini

 

Kata Kunci : Intelegensi, Motivasi Berprestasi, Lingkungan Belajar, Fasilitas Belajar, dan Prestasi Belajar Ekonomi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut peningkatan mutu pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan melakukan perbaikan, perubahan dan pembaharuan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan adalah prestasi belajar siswa. Faktor – faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah faktor interen (kesehatan, intelegensi dan bakat, motivasi dan minat, cara belajar) dan faktor eksteren (keluarga, sekolah, masyarakat, lingkungan sekitar). Sehingga faktor intelegensi, motivasi berprestasi, lingkungan belajar dan fasilitas belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah : 1) Apakah intelegensi berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XII Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Tumpang ? 2) Apakah motivasi berprestasi berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XII Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Tumpang ? 3) Apakah lingkungan belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XII Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Tumpang ? 4) Apakah fasilitas belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XII Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Tumpang ? 5) Apakah intelegensi, motivasi berprestasi, lingkungan belajar dan fasilitas belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XII Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Tumpang ?. Dalam penelitian ini sampel di diambil dengan teknik pemilihan random sampling atau sampel random dari siswa kelas XII Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Tumpang tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 32 siswa yang terbagi dalam empat kelas yaitu kelas XII Ilmu Sosial 1, Ilmu Sosial 2, Ilmu Sosial 3, Ilmu Sosial 4. Variabel yang dikaji yaitu variabel independen yang terdiri dari intelegensi, motivasi berprestasi, lingkungan belajar dan fasilitas belajar. Sedangkan variabel dependennya adalah prestasi belajar ekonomi. Metode pengumpulan data menggunaka observasi, dokumentasi dan angket. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik inferensial yaitu regresi berganda untuk mengetahui besarnya pengaruh antara intelegensi, motivasi, lingkungan belajar, dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar ekonomi siswa dan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji multikolonieritas, autokorelasi, heterokedastisitas dan normalitas serta uji hipotesis yaitu uji t dan uji f. Hasil penelitian yang dianalisis melalui uji asumsi klasik di ketahui tidak ada multikolonieritas, tidak ada autokorelasi, tidak ada heterokedastisitas dan data berdistribusi normal. Sedangakan hasil melalui uji hipotesis yaitu uji t dan uji f di ketahui tingkat signifikan (0,044) < 0,05 maka: H0 ditolak Ha diterima (intlegensi), tingkat signifikan (0,109) > 0,05 maka: H0 diterima Ha ditolak (motivasi berprestasi), tingkat signifikan (0,264) > 0,05 maka: H0 diterima Ha ditolak (lingkungan belajar), tingkat signifikansi (0,102) > 0,05 H0 diterima Ha ditolak (fasilitas belajar), tingkat signifikan (0,049) < 0,05 maka: H0 ditolak Ha diterima (intelegensi, motivasi, lingkungan belajar, dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar ekonomi siswa) semuanya pada taraf alpha 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) Ada pengaruh yang signifikan antara intelegensi dengan prestasi belajar ekonomi kelas XII Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Tumpang tahun ajaran 2010/2011. Dengan hasil analisis dengan nilai signifikan 0,044; ( 2)Tidak ada pengaruh yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar ekonomi kelas XII Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Tumpang tahun ajaran 2010/2011. Dengan hasil analisis dengan nilai signifikan 0,109; (3) Tidak ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar ekonomi kelas XII Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Tumpang tahun ajaran 2010/2011. Dengan hasil analisis dengan nilai signifikan 0,264; (4) Tidak ada pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar dengan prestasi belajar ekonomi kelas XII Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Tumpang tahun ajaran 2010/2011. Dengan hasil analisis dengan nilai signifikan 0,102; (5) Ada pengaruh yang signifikan antara intelegensi, motivasi berprestasi, lingkungan belajar dan fasilitas belajar dengan prestasi belajar ekonomi kelas XII Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Tumpang tahun ajaran 2010/2011. Dengan hasil analisis dengan nilai signifikan 0,049. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan bagi kepala sekolah, sekolah hendakanya memberikan fasilitas yang baik untuk menunjang aktivitas pembelajaran agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswanya. Bagi guru mata pelajaran ekonomi khususnya dan bagi guru pada umumnya, guru di harapkan mampu menumbuhkan motivasi siswa untuk belajar lebih giat lagi bukan hnya berorentasi pada SKM, serta menghimbau siswanya untuk memanfaatkan fasilitas yang ada dengan sebaik – baiknya guna menunjang proses pembelajaran. Bagi para siswa hendaknya dapat memotivasi dirinya sendiri untuk berprestasi meskipun memilki intelegensi rendah, karena dengan motivasi yang tinggi akan mampu meningkatkan prestasi belajar. Atur waktu sebaik mungkin untuk belajar, sehingga meskipun aktif dalam kegiatan baik di lingkungan sekolah atau masyarakat tetap bisa berprestasi sealain itu fasilitas yang ada hendaknya dapat menujang kegiatan pembelajaran guna meningkatkan prestasi belajar.

Perencanaan sistem suspensi dengan pegas ulir tekan four link" pada roda belakang mobil Toyota Kijang SGX
oleh Fety Handayani"

 

Pengembangan media interaktif mobile learning berbasis pendidikan karakter pada materi sistem respirasi manusia untuk siswa kelas XI MIA SMA / Nur Asmaul Khusna

 

ABSTRAK Khusna, N. A. 2016. Pengembangan Media Interaktif Mobile Learning Berbasis Pendidikan Karakter pada Materi Sistem Respirasi Manusia untuk Siswa Kelas XI MIA SMA. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M. Pd, (II) Siti Imroatul Maslikah, S.Si, M.Si. Kata Kunci: media interaktif, mobile learning, pendidikan karakter Tujuan pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan siswa yang unggul dan berkarakter. Pelaksanaan pendidikan karakter di SMAN 1 Kepanjen belum terintegrasi dalam mata pelajaran Biologi karena media yang digunakan guru hanya menekankan aspek kognitif. Sebesar 69,44% siswa menyatakan pembelajaran Biologi terasa membingungkan dan membosankan karena media kurang interaktif. Solusinya adalah dengan mengembangkan media interaktif mobile learning berbasis pendidikan karakter yang dapat digunakan untuk belajar di manapun dan kapanpun. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media yang layak, praktis dan efektif. Penelitian ini mengadaptasi model pengembangan 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Jenis data penelitian berupa data kuantitatif dan data kualitatif yang diperoleh dari ahli media, praktisi lapangan, dan siswa. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif-kuantitatif. Hasil uji kelayakan media termasuk kriteria sangat valid dengan perolehan persentase oleh ahli media sebesar 92,10%, ahli materi sebesar 92,18%, dan ahli praktisi lapangan sebesar 96,29%. Hasil uji kepraktisan pada kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 91,50%, dan kelompok besar sebesar 95,61%. Media interaktif efektif untuk pembelajaran. Ketuntasan klasikal hasil belajar kognitif sebesar 91,67% dengan perolehan nilai rata-rata 85,42. Hasil belajar afektif siswa termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil observasi menunjukkan nilai rata-rata karakter rasa ingin tahu sebesar 87,88, karakter disiplin sebesar 88,96, karakter tanggung jawab sebesar 88,25 dan karakter peduli lingkungan sebesar 88,19. Hasil penilaian diri (self asesment) menunjukkan nilai rata-rata karakter religius sebesar 91,72, karakter rasa ingin tahu sebesar 87,80, karakter disiplin sebesar 92,86, karakter tanggung jawab sebesar 90,74 dan karakter peduli lingkungan sebesar 93,98. Nilai rata-rata hasil belajar psikomotor sebesar 88,25. Kesimpulan secara keseluruhan media interaktif sangat layak/valid, sangat praktis dan sangat efektif untuk kegiatan pembelajaran Biologi.

Improving the reading comprehension skill of the eight graders of MTsN Jatisari Karawang by using the videocast from the internet / Suparwoto

 

Thesis, Graduate Program in English Language Teaching, State University of Malang. The Advisors: (I) A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D., (II) Prof. Mohammad Adnan Latief, M.A., Ph.D. Key words: Reading skill, improvement, Videocast from the Internet. The Internet has become a new medium of communication. It enables anyone to search information or send messages very fast to different parts of the world. One of the real advantages of the Internet is that both teachers and students have access to ‘authentic’ English. They can browse and visit particular site at any time and any place. The Videocast from the Internet is chosen to solve some problems arising in the teaching of reading skill. This study was conducted on the basis of the preliminary study at MTsN Jatisari Karawang in which the researcher found that the students’ ability to comprehend the reading texts was not adequate yet as shown by the score obtained on their Preliminary Study-Test. In addition, based on the observation, it was revealed that in most of the activities, the teacher was engaged in testing the students’ comprehension rather than in teaching the effective strategies of understanding a reading material. Thus this action research was done to overcome the students’ difficulty in reading comprehension in terms of finding main ideas and detailed information from descriptive texts. For the reason, the teaching and learning of reading comprehension by using the Videocast from the Internet was used as an instructional medium by implementing three steps in the teaching of reading to improve the students’ reading comprehension, i.e. pre-viewing, viewing, and post-viewing. The research problem could be formulated as follows: ”How can the use of the Videocast improve the eighth graders’ comprehension skills in reading descriptive texts at MTsN Jatisari Karawang?” This study aimed at developing the use of the Videocast to improve the students’ reading comprehension. This study was designed as collaborative classroom action research in which the researcher and his collaborator worked together on designing the lesson plan, implementing the action, observing the effect of action, and reflecting on the result of the action. In carrying out this study, the researcher acted as the practitioner, while his collaborator became the observer. This study was carried out by following the procedure of the classroom action research, i.e. planning, implementing, observing, and reflecting. The subjects of the study were the Class VIII D students of MTs Negeri Jatisari Karawang in the academic year 2010/2011, which consisted of 32 students. For data collection, some research instruments were used including the observation checklists for the teacher and students’ activities, questionnaire, field notes, and reading comprehension tests. All the collected data were analyzed descriptively, and the results of the analysis were compared with the criteria of success defined in this study to see whether they had been achieved or not. Specifically, the activities of using the Videocast consist of three stages, namely pre-viewing, viewing, and post-viewing. The activities in the pre-viewing step using the Videocast were: tapping their background knowledge, stimulating interest in the topic, and lessening their fear of unfamiliar vocabulary. In the activity of viewing, the students had to focus on important aspects such as factual information, finding main ideas, and finding detailed information. Post-viewing activity was conducted by giving the students the graphic organizer (reference frame) to make a summary. The range of post-viewing activities was enormous and included things such as discussion, writing activities, and related reading. The findings of the study show that the teaching of reading by using the Videocast can improve the students’ reading skills. The improvement can be seen in the increased score of the students’ reading from the preliminary study and the score after the implementation of the teaching of reading by using the Videocast in Cycle 1. The students’ average score in the preliminary study was 44.68, while the average score in the end of implementation of this study was 70.00. More specifically, there were 28 students (87.50 %) who got higher than or equal to 60 in the end of the study while in the preliminary study 6 of the students (18.75 %) got the score higher or equal to 60. Despite the score of the students’ improvement in reading skill, the findings also indicate that the students had positive responses and were actively involved in the teaching of reading by using the Videocast. The students’ involvement in first and second meeting was 73.21%, while in the third and fourth meeting was 78.26%. Based on the findings of the above study, some suggestions for English teachers and future researchers are made as follows. For teacher, due to the fact that the Videocast from the Internet gives positive impact toward the students’ reading comprehension and the students’ involvement in the teaching and learning process, the researcher suggests the English teachers to implement the teaching of reading by using the Videocast. The teachers should provide a variety of appropriate materials according to the students’ level and provide various strategies in order to improve the learning process and the results. In addition, the duration and content of the Videocast and the readability of the text should be appropriate with the students’ level. For future researchers, the implementation of the use of the Videocast from the Internet can be used to teach reading not only for the descriptive text but also for other text types such as narrative, recount and the rest. It is also suggested to conduct the same research about the implementation of using the Videocast in teaching reading with different setting and subject for the improvement of students reading ability in other level of study to see whether the use of the Videocast is applicable and effective for improving the students’ reading comprehension achievement.

Peningkatan kecerdasan interpersonal melalui permainan kooperatif di kelompok B TK Dewi Sartika Batu / Fitriyah Wulan Cahyani

 

Keywords: Interpersonal intelligence, cooperative playing. Underlying this research by the condition of children in group B Dewi Sartika Kindergarten Batu is still exists some that has not been smart in interpersonal.16 children only 4 children can interact and work together, as well. Program given by the teachers still tend to be obsolete. Therefore, need for efforts to improve interpersonal intelligence in children B group Dewi Sartika Batu. Improving interpersonal intelligence is done through the application of cooperative playing. Because a cooperative playing is learning strategies that give children the opportunity to interact and collaborate in learning activities. The objective in conducting this research is to improve interpersonal intelligence of children through the implementation of the cooperative playing that gave priority to cooperation activities within the group so that there is interaction, interpersonal communication, and the promotion of mutual assistance and knowledge sharing among friends. This study conducted in Dewi Sartika Kindergarten Batu. Research design that will be used is class action framework. Researchers collaborating with the Mrs. Ukmiati, teacher on group B Dewi Sartika Kindergarten Batu starting from observation, problems identification, action planning, implementation, monitoring and reflection. The results showed that the application of cooperative playing can increase an interpersonal intelligence on children group B Dewi Sartika Kindergarten Batu. Improvement of interpersonal intelligence is marked with: (1) practical implementation of cooperative playing with the theme of plants by the teacher on group B Dewi Sartika kindergarten Batu accordance with the set design collaboratively with both, (2) teachers more creatively to develop learning and fun learning environment for students. Implementation of cooperative playing can improve: (1) ability of student cooperation, (2) ability to maintain friendships, (3) communication skills, (4) willingness to help each other when performing activities, and (5) willingness to share knowledge. Suggest that the improvement in student interpersonal intelligence on group B Dewi Sartika Kindergarten Batu performed by applying cooperative playing. This research can be used for other kindergarten whose state is relatively the same with kindergarten which became the stage.

Peningkatan kemampuan berbicara pada siswa kelompok B melalui metode bercerita di Taman Kanak-kanak Al-Falah Kota Batu / Yayuk Hastining Rahayu

 

Kata kunci : PAUD, Pengembangan bahasa, metode bercerita Penelitian ini berlatar belakang adanya kualitas praktek pembelajaran bercerita di TK Al Falah Batu yang masih belum maksimal.Kegiatan pembelajaran bercerita masih sangat jarang dilakukan anak,masih terpusat pada guru,dan masih belum memanfaatkan lingkungan sebagai sarana belajar yang menyenangkan,disamping itu kemampuan berbicara anak masih relative rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Penerapan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa di kelas B TK Al Falah Batu 2) untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara siswa di kelas B TK Al Falah Batu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk PTK dan dirancang dalam 2 (dua) siklus. Masing-masing terdiri dari 4 tahapan 1) perencanaan 2) tindakan dan observasi 3) refleksi 4) perbaikan rencana . refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelompok B Taman Kanak – Kanak Al Falah Kecamatan Batu Kota Batu sebanyak 16 anak. Metode pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi aktivitas anak selama proses pembelajaran dan dokumentasi berupa foto selama pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok B TK Al Falah Batu. Peningkatan kualitas pembelajaran tersebut ditandai dengan:(1)diterapkannya metode bercerita anak lebih runtut dan lancar dalam bercerita;(2)ketergantungan guru pada buku teks berkurang ;(3)pembelajaran lebih terpusat pada anak;(4)penilaian hasil belajarnya tidak melalui tes;(5)situasi belajarnya lebih kondusif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, secara umum dapat disimpulkan bahwa penerapan metode bercerita dapat menunjukkan kemampuan berbicara anak kelompok B di TK Al Falah Batu. Secara khusus peningkatan ini ditandai dengan tumbuhnya keberanian anak untuk bercerita secara individu di depan kelas. Selain itu dengan metode bercerita kemampuan berbicara anak menunjukkan peningkatan dari siklus I dan siklus II. Oleh karena itu dari jumlah anak dalam satu kelas hanya ada empat anak saja yang belum maksimal sesuai dengan indikator ketercapaian, maka siklus II ini sudah dinyatakan peneliti untuk diakhiri. Dari kesimpulan tersebut maka dirasakan bagi guru Taman Kanak Kanak untuk menggunakan metode bercerita pada kegiatan pembelajaran, namun berpusat pada anak, sehingga muncul keberanian dan rasa percaya diri dari anak didik kita. Selanjutnya disarankan bagi peneliti di masa mendatang menggunakan penelitian yang serupa dengan cara mengembangkan kearah model yang lebih baik menarik dan sempurna.

Peningkatan aktivitas dan hasil belajar perkalian bilangan dua angka dengan menggunakan model pembelajaran discovery pada kelas IVB SDN Penanggungan Malang / Lilik Nurhafidoh

 

Kata Kunci : aktivitas, hasil belajar, perkalian bilangan dua angka, model pembelajaran discovery Berdasarkan hasil observasi pada pembelajaran, rendahnya aktivitas dan hasil belajar perkalian bilangan dua angka di kelas IVB SDN Penanggungan Malang disebabkan pembelajaran yang dilakukan setiap hari kurang menarik. Kurang bervariasinya metode maupun kegiatan pembelajaran ini berdampak pada minimnya pemahaman konsep siswa terutama konsep dasar perkalian dan teknik menyimpan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar perkalian bilangan dua angka dengan menggunakan model pembelajaran discovery pada kelas IVB SDN Penanggungan Malang. Dalam model ini siswa menemukan konsep sendiri. Guru hanya sebagai pembimbing dan fasilitator. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IVB SDN Penanggungan Malang dengan jumlah 40 siswa. Teknik pemgumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Sedangkan instrumen penelitiannya menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, lembar penilaian proses, Lembar Kegiatan (LK), lembar observasi penilaian proses, soal evaluasi perkembangan individu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar perkalian bilangan dua angka pada kelas IVB SDN Penanggungan Malang. Pada siklus 1 hasil belajar siswa 62,5%. Pada siklus 2 hasil belajar siswa naik menjadi 80%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 17,5%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery berhasil diterapkan pada siswa kelas IVB SDN Penanggungan Malang untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Disarankan bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi dan meningkatkan prestasi belajar siswa.

Peningkatan kemampuan menceritakan kembali isi cerita secara sederhana dengan media audio visual di TK Plus Al Irsyad Al Islamiyah Batu / Nurdjanah

 

Keywords : simply story retelling, visual audio media, Kindergarten. This research has background of low ability narrate to return the story content simply at group of A in TK Plus Al-Irsyad Al Islamiyyah at Batu. Teacher not yet given the appropriate media in developing ability narrate to return the story content simply. Despitefully also interest, being active, feel to happy, and creativity of child in activity learn still lower. This research aim to increase child ability in narrating to return the story content simply at TK Plus Al Irsyad Al lslamiyyah at Batu which marked with the visual audio media utilization, To Improving of interest, being active, feel to happy, and creativity of child. To reach the target above, this research is conducted with the device of research of class action (PTK) with the model learn as researcher. Researcher assisted by teacher of co-laborers of group of A in TK Plus of Al Irsyad Al Islamiyyah at Batu as collaborator, start from phase process to identify, the problem, planning, the action, action realization, observation, and reflection. For the result, it is indicate that the visual audio media utilization can improve the ability narrate to return the story content simply in TK Plus of Al Irsyad Al-Islamiyyah at Batu. Improving of study quality marked with the utilization of visual audio media in TK Plus Al Irsyad Al-Islamiyyah at Batu according to design compiled by researcher and teacher co-laborers as collaborator. Despitefully visual audio media exploiting can improve: (1) interest, being active, (3) feel to happy, (4) creativity of child in correct reading and narrate to return the story content simply. The suggesting that in improving child ability narrate to return the story content simply teaches the group A exploit the visual audio media. The result of this research is very possible applied in other Kindergarten if its condition relative equal or look like with the school becoming this research background. However, it suggested for further researcher to exploit the visual audio media at effort to improve of other ability.

Pengembangan kemampuan berbahasa anak melalui metode bercerita di kelompok B Roudhotul Athfal Al Hidayah Grogolan Ngembe Beji Pasuruan / Nusrotin

 

Kata kunci: Metode bercerita, Kreativitas, Roudhotul Athfal. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kreativitas siswa dengan metode bercerita di kelompok B RA Al-Hidayah Grogolan Ngembe Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas diketahui bahwa ada permasalahan dalam pembelajaran di kelompok B. Secara umum permasalahan tersebut dapat diidentifikasi menjadi beberapa masalah, yaitu model pembelajaran yang dilakukan oleh guru kurang tepat, kegiatan pembelajaran pada umumnya dilakukan dengan ceramah, dan penggunaan media pembelajaran yang tersedia di sekolah kurang optimal, sehingga motivasi belajar siswa rendah, yang ditandai oleh kurang aktifnya siswa dalam mencari pengetahuan sendiri dan hanya menunggu pemberian materi dari guru, hal ini berdampak pada perkembangan kreativitas siswa kurang baik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa tersebut menggunakan pembelajaran dengan metode bercerita, terutama dalam upaya meningkatkan kreativitas berbahasa siswa melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita, 2) mendeskripsikan peningkatan kreativitas siswa dalam kemampuan menggunakan kosakata dan berbahasa dikelompok B RA Al-Hidayah Grogolan Beji. Untuk itu peneliti akan membuat rancangan penelitian ini dengan menggunakan 2 siklus, yang tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelompok B RA Al Hidayah sebanyak 13 siswa. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian pelaksanaan pembelajaran dengan metode bercerita sebagai berikut: 1) bahasa yang sederhana, 2) mudah diterima oleh siswa, 3) menarik bagi siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan metode bercerita dapat meningkatkan kreativitas bahasa siswa dalam kemampuan menggunakan kosakata dan bahasa yang sederhana serta kemampuan menceritakan pengalaman secara sederhana, khususnya siswa kelompok B RA Al-Hidayah Grogolan Beji. Untuk itu disarankan bagi guru untuk meng

Perbandingan efektivitas pendekatan konstruktivistik model learning cycle (LC 5E) dengan pembelajaran kooperatif model two stay two stray dalam peningkatan prestasi belajar ekonomi pokok bahasan perilaku konsumen dan produsen kelas X SMA Negeri 1 Sukomoro Nganjuk / Dwi

 

Kata kunci: Learning Cycle 5E (LC 5E), Two Stay Two Stray, Prestasi Belajar Ekonomi Kegiatan pembelajaran merupakan proses berpikir siswa untuk melengkapi struktur kognitifnya sehingga memiliki keterhubungan antara konsep-konsep pengetahuan di dalamnya. Hal ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang kompleks. Guru sebagai fasilitator harus mampu memilih dan menentukan pendekatan, metode, dan model pembelajaran yang tepat dengan pokok bahasan yang akan dipelajari, sehingga siswa mampu mencapai prestasi belajar di atas KKM. Penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray pada pokok bahasan Perilaku Konsumen dan Produsen menyebabkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukomoro Nganjuk pada mata pelajaran ekonomi khususnya pokok bahasan perilaku konsumen dan produsen masih di bawah KKM. Hal ini karena model pembelajaran Two Stay Two Stray adalah model pembelajaran yang mengoptimalkan aktivitas interaksi siswa dan kurang dalam kontruksi pengetahuan untuk melengkapi struktur kognitif siswa, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi kurang bermakna bagi siswa. Penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E dipercaya mampu mengatasi masalah rendahnya prestasi belajar siswa pada pokok bahasan Perilaku Konsumen dan Produsen. Model pembelajaran Learning Cycle 5E (LC 5E) merupakan model pembelajaran yang mengembangkan aspek kognitif meliputi struktur, isi, dan fungsi yang menekankan pada organisasi-organisasi mental tingkat tinggi untuk memecahkan masalah-masalah serta proses perkembangan intelektual termasuk konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui prestasi belajar ekonomi siswa yang diajar dengan menerapkan pendekatan konstruktivistik model Learning Cycle 5E (LC 5E) pada pokok bahasan Perilaku Konsumen dan Produsen kelas X SMA Negeri 1 Sukomoro Nganjuk; 2) Untuk mengetahui prestasi belajar ekonomi siswa yang diajar dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Two stay Two Stray pada pokok bahasan Perilaku Konsumen dan Produsen kelas X SMA Negeri 1 Sukomoro Nganjuk; dan 3) Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar ekonomi siswa yang diajar dengan menerapkan pendekatan konstruktivistik model Learning Cycle 5E (LC 5E) dengan prestasi belajar ekonomi siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray pada pokok bahasan Perilaku Konsumen dan Produsen kelas X SMA Negeri 1 Sukomoro Nganjuk. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen, dengan rancangan penelitian adalah Pre Experimental Design. Populasi pada penelitian adalah seluruh Siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukomoro Nganjuk. Sedangkan sampel yang diambil terdiri dari dua kelas, dimana satu kelas sebagai kelompok eksperimen 1 yaitu kelas X-4 dan satu kelas sebagai kelompok eksperimen 2 yaitu kelas X-5 yang diambil dengan teknik Purposive Random Sampling. Data diambil dari dokumentasi, wawancara, dan tes (pre test dan post test). Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, dan uji hipotesis yaitu uji beda rata-rata kemampuan awal (t test), kemampuan akhir (t test), dan gain value (t test). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar ekonomi siswa yang diajar menggunakan pendekatan konstruktivistik model Learning Cycle 5E (LC 5E) dengan peningkatan prestasi belajar ekonomi siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif Model Two Stay Two Stray. Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan Uji-t diperoleh hasil: 1) Nilai rata-rata pre test dari kelompok eksperimen 1 adalah 23,50 dan nilai pre test pada kelompok eksperimen 2 adalah 22,50; 2) Nilai rata-rata post test kelompok eksperimen 1 yang diajar dengan model Learning Cycle 5E sebesar 75,75 dan nilai rata-rata post test kelompok eksperimen 2 yang diajar dengan model Two Stay Two Stray sebesar 66,84; dan 3) Rata-rata gain value kelompok eksperimen 1 yang diajar dengan model Learning Cycle 5E (LC 5E) sebesar 52,25, sedangkan rata-rata gain value kelompok eksperimen 2 yang diajar dengan model Two Stay Two Stray sebesar 44,34. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan prestasi belajar ekonomi siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik model Learning Cycle 5E (LC 5E) lebih tinggi daripada peningkatan prestasi belajar ekonomi siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan sebagai berikut: 1) Bagi guru mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Sukomoro Nganjuk khususnya dan di sekolah lain umumnya, disarankan untuk lebih selektif dalam menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan pokok bahasan yang diajarkan; 2) Bagi lembaga pendidikan dan institusi yang terkait, disarankan untuk membantu mensosialisasikan pendekatan konstruktivistik model Learning Cycle 5E (LC 5E) dan mengadakan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kemampuan guru melalui pelatihan dan penataran cara menerapkan pendekatan konstruktivistik di sekolah-sekolah secara benar; dan 3) Bagi Penelitian Lanjutan disarankan untuk menerapkan model Learning Cycle 5E pada pokok bahasan yang berbeda dengan karakteristik yang sama dan sampel yang lebih luas, sehingga dapat diketahui apakah terdapat hasil yang sama dengan hasil penelitian ini. Disarankan pula untuk diadakan penelitian lanjutan dengan mengukur prestasi belajar tidak hanya dari ranah kognitif saja tetapi juga ranah afektif dan psikomotor agar menghasilkan penelitian yang memiliki nilai lebih. Karena respon siswa terhadap penerapan pembelajaran model Learning Cycle 5E dalam penelitian ini belum dapat diungkapkan, maka disarankan penelitian berikutnya dapat mengungkapkan hal tersebut.

Pengaruh minat baca literatur akuntansi dan keaktifan belajar siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran siklus akuntansi yang dimediasi oleh kemampuan berpikir kritis siswa program keahlian akuntansi kelas X di SMK Negeri 1 Malang / Vanny Andjani

 

Kata Kunci: Minat Baca Literatur Akuntansi, Keaktifan Belajar, Kemampuan Berpikir Kritis, Hasil Belajar Hasil belajar sampai saat ini menjadi indikator untuk menilai tingkat keberhasilan siswa. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis ini akan ditujukan sebagai variabel intervening hubungan antara minat baca dengan hasil belajar siswa serta variabel intervening hubungan antara keaktifan belajar siswa dengan hasil belajar siswa. Sehingga dapat terlihat kemampuan berpikir kritis menjadi variabel yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel dependen (hasil belajar siswa) dengan variabel independennya (minat baca literatur akuntansi dan keaktifan belajar siswa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara minat baca dan keaktifan belajar terhadap hasil belajar melalui kemampuan berpikir kritis siswa program keahlian Akuntansi di SMK Negeri 1 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi menggunakan analisis regresi dan analisis jalur (path analysis). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah stratified random sampling, populasi penelitian ini adalah siswa kelas X program keahlian Akuntansi SMKN 1 Malang dengan jumlah total 161, sehingga sampel yang digunakan adalah 80 siswa. Data diperoleh dengan menyebarkan angket dan dokumentasi berupa nilai rata-rata ulangan harian siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah minat baca literatur akuntansi (X1), keaktifan belajar (X2) dan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa mata pelajaran siklus akuntansi kelas X program keahlian akuntansi di SMK Negeri 1 Malang (Y) dengan variabel kemampuan berpikir kritis siswa sebagai variabel intervening (Z). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh minat baca literatur akuntansi terhadap hasil belajar, 2) terdapat pengaruh minat baca literatur akuntansi terhadap hasil belajar melalui kemampuan berpikir kritis siswa, 3) terdapat pengaruh kekatifan belajar terhadap hasil belajar, 4) terdapat pengaruh keaktifan belajar terhadap hasil belajar melalui kemampuan berpikir kritis siswa, 5) terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis siswa terhadap hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar (a) guru terus memberikan dorongan kepada siswa untuk meningkatkan minat bacanya sehingga pengetahuan siswa bertambah, (b) guru dan siswa bersama-sama meningkatkan keaktifan belajar dalam proses belajar mengajar agar pembelajaran bisa dicapai secara maksimal.

Penggunaan permainan kuku macan dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab siswa kelas VII MTs Negeri Malang II / Nur Fadhlilah

 

i ABSTRAK Fadhlilah, Nur. 2015. Penggunaan Permainan Kuku Macan dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas VII MTs Negeri Malang II. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurhidayati, M.Pd, (II): Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag, M.Fil.I. Kata kunci: permainan kuku macan, pembelajaran kosakata Kemampuan berbahasa siswa tergantung pada seberapa banyak kosakata yang dikuasai dan dihafal. Semakin banyak kata-kata yang dikuasai maka semakin mudah bagi siswa untuk berkomunikasi dengan orang lain baik secara lisan maupun tulisan. Untuk itu guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi kosakata, sehingga kemampuan kosakata bahasa Arab siswa mengalami peningkatan. Salah satu media yang sesuai untuk meningkatakan kemampuan kosakata bahasa Arab siswa adalah permainan kuku macan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan permainan kuku macan dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab siswa kelas VII MTs Negeri Malang II, dan (2) peningkatan hasil belajar kosakata bahasa Arab siswa kelas VII MTs Negeri Malang II. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Tahap-tahap penelitian meliputi: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) tes, (2) wawancara, dan (3) observasi. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis data kualitatif dengan tahap-tahap: (1) reduksi data, (2) paparan data, dan (3) penyimpulan hasil. Hasil penelitian menyebutkan bahwa penerapan permainan kuku macan dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab pada siklus I belum terlaksana secara maksimal. Hal ini terlihat dari beberapa siswa yang masih kurang berminat dalam mengikuti pembelajaran. Namun pada siklus II, permasalahan tersebut dapat diatasi dan diperbaiki kembali, siswa menjadi lebih tertib dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Dari segi peningkatan hasil belajar kosakata bahasa Arab, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar kosakata bahasa Arab siswa pada tiap siklusnya. Hasil pre test menunjukkan skor rata-rata kelas sebesar 64,7. Hasil post test pada siklus I diperoleh skor rata-rata kelas sebesar 85,7. Sedangkan hasil post test pada siklus II diperoleh skor rata-rata kelas sebesar 93,9. Hasil test tersebut menunjukkan adanya perbaikan dan peningkatan kemampuan kosakata bahasa Arab siswa pada tiap siklus. ii Berdasarkan hasil penelitian diatas, disarankan kepada guru bidang studi bahasa Arab MTs Negeri Malang II dapat menggunakan permainan kuku macan sebagai salah satu variasi media dalam mengajarkan kosakata bahasa Arab. Kepada peneliti selanjutnya, dapat melakukan penelitian terhadap penerapan permainan kuku macan pada kemahiran berbahasa.

Perbedaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan tipe NHT terhadap hasil belajar pada pokok bahasan penerapan fungsi peripheral dan instalasi PC siswa kelas X SMKN 6 Malang / Agus Nuryanto

 

Kata Kunci: Hasil Belajar, Jigsaw, Numbered Heads Together (NHT), Peripheral. Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan strategi pembelajaran yang diharapkan mampu memperbaiki sistem pendidikan yang telah berlangsung selama ini. Salah satu tolak ukur keberhasilan guru adalah bila dalam pembelajaran mencapai hasil yang optimal. Keberhasilan ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru untuk mengelola proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara langsung dengan guru Peripheral kelas X TKJ di SMKN 6 Malang, diperoleh keterangan bahwa metode yang sering digunakan dalam pengajaran peripheral adalah metode ceramah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental). Variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar ranah kognitif dan ranah psikomotorik siswa kelas X TKJ pada pokok bahasan Perbaikan Peripheral sebagai variabel terikat sedangkan variabel bebasnya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan tipe NHT. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TKJ di SMKN 6 Malang semester 1 tahun ajaran 2010/2011 sebanyak 266 siswa dengan sampel penelitian adalah kelas X TKJ 4, kelas X TKJ 5, dan kelas TKJ 6. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling kelompok (kluster). Instrumen penelitian ini yaitu instrumen pembelajaran dan pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif. Analisis stasistik kuantitatif untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan hasil belajar siswa yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Untuk hasil belajar ranah kognitif, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (NHT) (84,42) lebih tinggi dari kelas eksperimen (Jigsaw) (77,47) dengan selisih sebesar 6,95 poin. Sedangkan untuk hasil belajar ranah psikomotorik, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (NHT) (85,63) lebih tinggi dai kelas eksperimen (Jigsaw) (80,68) dengan selisih sebesar 4,95 poin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik daripada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar (ranah kognitif dan ranah psikomotorik) siswa pada kompetensi "Menerapkan Fungsi Peripheral dan Instalasi PC" siswa kelas X SMKN 6 Malang tahun pelajaran 2010/2011.

Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) terhadap proses dan hasil belajar iswa kelas X SMAN 1 Lubuk Kabupaten Aceh Besar pada materi reaksi reduksi oksidasi / Bismi Aulia

 

Kata kunci: reaksi redoks, kooperatif model Teams Games Tournament (TGT), proses belajar, hasil belajar. Pendidikan merupakan bagian terpenting demi perkembangan suatu bangsa yang berkualitas. Pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru merupakan salah satu faktor yang menyebabkan belum optimalnya kualitas proses dan hasil belajar kimia siswa khususnya pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Lubuk. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas belajar, aktivitas mental sains, dan hasil belajar pada materi reaksi redoks. Penelitian ini mengunakan rancangan eksperimen semu dan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Lubuk sebanyak 2 kelas. Kelas X-1 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif TGT dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari instrumen pembelajaran yaitu silabus, RPP, dan instrumen pengukuran yaitu lembar observasi aktivitas belajar, angket aktivitas mental sains, tes hasil belajar dan angket persepsi. Hasil uji coba instrumen menunjukkan bahwa 30 soal valid dengan reliabilitas 0,98. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan t-test pada taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas aktivitas belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan materi reaksi redoks pada umumnya termasuk kategori sangat tinggi dan tinggi dalam keterlaksanaan indikator yang ada. (2) kualitas aktivitas mental sains siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi reaksi redoks menunjukkan siswa telah mampu menerapkan indikator aktivitas mental sains. (3) terdapat perbedaan yang signifikan, antara hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif TGT lebih baik daripada hasil belajar kognitif siswa kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dimana skor rerata hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen 76,63 dan kelas kontrol 71,91. (4) hasil belajar afektif siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan rerata sangat tinggi dan tinggi dalam keterlaksanaan indikator yang ada. (5) hasil belajar psikomotorik siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan rerata sangat tinggi dalam keterlaksanaan indikator yang ada. (6) persepsi siswa menunjukkan model pembelajaran kooperatif TGT dapat diterima siswa dengan baik (setuju) untuk diterapkan pada materi reaksi redoks.

Peningkatan keterampilan menulis narasi melalui media gambar seri kelas V SDN Bacem 03 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar / Septie Wahyuning Wulan

 

Kata kunci: keterampilan, menulis, narasi, media gambar seri Keterampilan menulis narasi di kelas V SDN Bacem 03 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar masih rendah. Banyak siswa yang masih kesulitan dalam menulis narasi. Pada umumnya karangan siswa mempunyai alur tidak jelas, tidak runtut, unsur-unsur karangan narasi tidak lengkap, dan pengembangan paragraf yang masih kurang. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya media pada pembelajaran menulis narasi. Dengan adanya kondisi yang demikian, dibutuhkan penggunaan media dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa, salah satunya adalah penggunaan media gambar seri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan peningkatan keterampilan menulis narasi melalui media gambar seri pada siswa kelas V SDN Bacem 03, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan desain penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sasaran penulisan ini difokuskan pada siswa kelas V SDN Bacem 03 Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar yang berjumlah 15 siswa terdiri dari 8 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki, guru atau peneliti dan teman sejawat. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, study dokumenter, catatan lapangan, dan tes. Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa pengajaran menulis narasi melalui media gambar seri di SDN Bacem 03, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar dilaksanakan dua siklus, dan berlangsung efektif. Selain itu terdapat peningkatan pada setiap siklusnya. Hal ini terbukti dari ketuntasan klasikal pada siklus pertama yaitu 47% dan meningkat pada siklus kedua yang mencapai 87%. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini adalah penerapan media gambar seri dalam meningkatkan keterampilan menulis narasi sesuai dengan langkah-langkah penggunaan media gambar seri yang ada, yaitu mengurutkan gambar yang disusun acak, menyusun topik, dan terakhir adalah membuat karangan. Pembelajaran yang dilaksanakan dapat meningkatkan kemampuan menulis narasi siswa kelas V SDN Bacem 03 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Pada siklus pertama hanya 7 siswa yang mencapai ketuntasan individu, dan meningkat pada siklus kedua yaitu sebanyak 13 siswa. Sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 47% menjadi 87%. Dari kesimpulan diperoleh fakta bahwa penggunaan media gambar seri sangat efektif dalam pembelajaran menulis narasi, hendaknya guru juga memanfaatkan media gambar seri dalam pembelajaran ataupun untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi.

Pengembangan bahan ajar modul pembelajaran praktikum sistem informasi S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Maulidia Nurrohmani

 

Nurrohmani, Maulidia. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Modul Pembelajaran Praktikum Sistem Informasi S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang . Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Puger Honggowiyono, M.T, (2) M.Zainal Arifin, S.Si.,M.Kom Kata kunci: modul pembelajaran, praktikum sistem informasi.     Matakuliah Praktikum Sistem Informasi adalah matakuliah wajib di prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Seiring dengan perkembangan sistem informasi, matakuliah ini mengalami perubahan materi di teori maupun praktikumnya. Materi yang berkembang lebih menyiapkan mahasiswa ke dunia kerja. Perubahan materi disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan perusahaan secara global dalam membentuk sistem informasi yang lebih kompleks. Hal ini menyebabkan kurangnya bahan ajar yang memadai pada matakuliah praktikum sistem informasi.     Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan modul matakuliah praktikum sistem informasi yang sudah ada, (2) Mengetahui tingkat kelayakan modul pembelajaran yang dikembangkan. Model penelitian yang digunakan adalah model penelitian dari Pustekkom Depdiknas dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) bedah kurikulum, (2) identifikasi media, (3) pengembangan naskah, (4) produksi, (5) penyempurnaan, (6) uji coba, dan (7) revisi.     Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, didapat persentase hasil akhir validasi oleh ahli media sebesar 100%, hasil validasi oleh ahli materi sebesar 94,23%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 76,66% dan hasil uji coba lapangan sebesar 83,58%. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar modul pembelajaran berupa modul cetak dan audiomodul secara keseluruhan dinyatakan layak/valid. Media dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran dan media belajar mandiri bagi mahasiswa.

Pengaruh interaktif antara strategi membaca dan kebiasaan membaca terhadap perolehan membaca / oleh Karyata Yeanette Alfa Togas

 

Perbedaan kemampuan menerjemahkan teks fiksi dan non fiksi mahasiswa jurusan Sastra Jerman UM angkatan 2008 pada matakuliah Ubersetzung Deutsch-Indonesisch / Ruli Lesmono

 

Kata kunci: Kemampuan, menerjemahkan, teks fiksi dan non fiksi Menerjemahkan adalah suatu kegiatan mengungkapkan kembali makna dari bahasa sumber secara sama atau sedekat-dekatnya dengan bahasa sasaran dengan memperhatikan leksikon, struktur gramatikal, situasi, komunikasi, dan konteks bahasa sumber sehingga terjadi komunikasi antara pengarang, penerjemah, dan pembaca dengan baik. Berdasarkan pengamatan peneliti, kemampuan mahasiswa Jurusan Sastra Jerman UM angkatan 2008 dalam menerjemahkan teks fiksi bahasa Jerman ke bahasa Indonesia sangat baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kemampuan menerjemahkan teks fiksi bahasa Jerman ke bahasa Indonesia mahasiswa angkatan 2008 UM pada matakuliah Übersetzung Deutsch-Indonesisch, (2) kemampuan menerjemahkan teks non fiksi bahasa Jerman ke bahasa Indonesia mahasiswa angkatan 2008 UM pada matakuliah Übersetzung Deutsch-Indonesisch, dan (3) signifikansi perbedaan antara kemampuan menerjemahkan teks fiksi dan non fiksi bahasa Jerman ke bahasa Indonesia mahasiswa Jurusan Sastra Jerman UM angkatan 2008 pada matakuliah Übersetzung Deutsch-Indonesisch. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif. Sumber data penelitian ini adalah rekap nilai hasil terjemahan teks fiksi dan non fiksi bahasa Jerman ke bahasa Indonesia yang diperoleh dari dosen Pembina matakuliah Übersetzung Deutsch-Indonesisch. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Kemudian data diseleksi sesuai dengan jenis teks terjemahan. Selanjutnya data dianalisis. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan T-test sampel berhubungan dengan bantuan Kalkulator screen yang terdapat pada komputer untuk mengetahui signifikansi perbedaan antara kemampuan menerjemahkan teks fiksi dan non fiksi mahasiswa Jurusan Sastra Jerman UM angkatan 2008 pada matakuliah Übersetzung Deutsch-Indonesisch. Dari hasil analisis ditemukan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kemampuan menerjemahkan teks fiksi dan non fiksi bahasa Jerman ke bahasa Indonesia mahasiswa Jurusan Sastra Jerman UM angkatan 2008. Hal ini berarti bahwa kemampuan mahasiswa Jurusan Sastra Jerman UM angkatan 2008 dalam menerjemahkan teks fiksi lebih baik daripada menerjemahkan teks non fiksi bahasa Jerman ke bahasa Indonesia. Untuk meningkatkan kemampuan dalam menerjemahkan teks non fiksi bahasa Jerman ke bahasa Indonesia disarankan kepada mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2008 UM untuk sering berlatih menerjemahkan teks non fiksi bahasa Jerman, kemudian hasilnya dikonsultasikan ke dosen-dosen Pembina matakuliah Übersetzung Deutsch-Indonesisch.

Lampiran pengembangan pembelajaran berbantuan komputer dalam pokok bahasan present perfect tenses" matakuliah "structure II" pada program studi pendidikan bahasa Inggris FKIP Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya / oleh Y.G. Harto Pramono"

 

Pengaruh strategi pembelajaran berbasis aktivitas terhadap keterampilan kooperatif IPA siswa kelas II SLTPN yang berkemampuan awal rendah di Malang / oleh Purwati

 

Penggunaan pronomina pertama tunggal dan pronomia pertama jama' untuk Allah SWT dalam surah Al-Baqarah / Abu Hilal Al Askarie

 

Kata kunci : pronomina pertama, pola tarkib, mitra tutur Al -Quran merupakan mu'jizat terbesar yang diberikan kepada Rasulullah Muhammad SAW dan dijadikan sebagai pedoman utama umat Islam di seluruh penjuru dunia tanpa terkecuali (Al-A'dhomy, 1969: 2). Saat ini kaum uslimin hanya sebagian kecil saja yang mengerti makna Al-Quran, hal ini dikarenakan adanya beberapa disiplin lmu yang harus dikuasai untuk dapat memahami isi Al-Quran, diantaranya adalah ilmu sharaf, nahwu, i'lal, ma'ani, badi', bayan, sejarah penulisan dan sebab turunnya Al-Quran. (Salma, 2009: 8) Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan (a) pola tarkib yang menggunakan pronomina pertama tunggal untuk Allah SWT dalam surah Al-Baqarah, (b) pola tarkib yang menggunakan pronomina pertama jama' untuk Allah SWT dalam surah Al-Baqarah, (c) petutur Allah pada ayat-ayat yang menggunakan pronomina pertama tunggal untuk Allah SWT dalam surah Al -Baqarah, (d) petutur Allah pada ayat-ayat yang menggunakan pronomina pertama jama' untuk Allah SWT dalam surah Al-Baqarah, (e) konteks penggunaan pronomina pertama tunggal untuk Allah SWT dalam surah Al-Baqarah dan (d) konteks penggunaan pronomina pertama jama' untuk Allah SWT dalam surah Al-Baqarah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis makna yang terkandung dan situasi pada saat ayat-ayat Al -Quran itu diturunkan, mencakup analisis singkat ayat Al-Quran yang menekankan aspek fungsi, tujuan dan pemahaman terhadap penafsiran yang pernah dilakukan para mufassirin dengan perbandingan antar ayat yang berbeda. Metode penelitian yang menjadi acuan dasar dalam penelitian dalam skripsi ini, yaitu (a) rancangan penelitian, (b) data dan sumber data, (c) prosedur pengumpulan data, (d) instrumen penelitian dan (f) prosedur analisis data. Pada dasarnya pola tarkib yang terdapat pada surah Al-Baqarah adalah pola tarkib ismy "inni: ja:'ilun fi al-ardhi khalifah", pola tarkib fi'ly "fa qa:la anbi-u:ni: di asma'i ha:ula:-i" dan pola tarkib idhafy pada frase "huda:ya" ayat 30. Penggunaan tarkib ismy pada ayat yang menggunakan pronomina pertama tunggal untuk Allah SWT memiliki fungsi yang sama dengan pronomina pertama jama' untuk Allah SWT, yaitu menunjukkan sesuatu yang terjadi tanpa dipengaruhi oleh batasan waktu. Pola tarkib fi'ly pada ayat yang menggunakan pronomina pertama tunggal dan jama' untuk Allah SWT memiliki frekuensi kemunculan yang lebih banyak daripada pola tarkib ismy. Adapun mitra tutur Allah SWT pada ayat-ayat yang menggunakan pronomina pertama tunggal untuk Allah SWT yaitu makhluk-Nya yang memiliki predikat khusus baik dalam ketakwaan atau sebaliknya, dalam pembangkangannya. Mereka adalah Rasulullah Muhammad SAW, Nabi Ibrahim a.s., Nabi Ismail a.s., Nabi Adam a.s., Hawa, Malaikat, Kaum Muslimin dan Bani Israel. Sedangkan mitra tutur Allah SWT pada ayat-ayat yang menggunakan pronomina pertama jama' untuk Allah SWT lebih universal, yaitu manusia biasa yang beriman, kafir Quraisy yang sering mengejek Rasulullah SAW, Malaikat, Nabi Adam a.s., Hawa, Nabi Musa a.s. dan alam semesta. Konteks kalimat pada pada ayat-ayat yang menggunakan pronomina pertama tunggal untuk Allah SWT dalam surah Al-Baqarah yang ditemukan oleh penulis adalah 1) sesuatu yang mutlak terjadi tanpa adanya campur tangan pihak lain, 2) kemahakuasaan dan 3) membantah keraguan mitra tutur. Adapun konteks kalimat pada pada ayat-ayat yang menggunakan pronomina pertama jama' untuk Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ialah 1) terdapat perantara makhluk-Nya atau adanya campur tangan makhluk-Nya dalam terjadinya kehendak Allah SWT dan 2) menunjukkan kelemahan makhluk-Nya yang durhaka. Penulis berharap supaya para peneliti berikutnya menganalisa lebih mnendalam isi dan kandungan Al-Quran. Dalam hal ini analisa yang digunakan adalah analisa kebahasaan, namun tidak menutup kemungkinan dari teori kebahasaan yang digunakan justru dapat menemukan wawasan baru yang berkaitan dengan ilmu- ilmu sosial kemasyarakatan.

Penilaian kinerja berdasarkan laporan anggaran pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) '45 Kabupaten Kuningan Jawa Barat / Gina Astriana

 

Kata Kunci : Penilaian Kinerja, Anggaran Penilaian kinerja (performance appraisal) pada dasarnya merupakan faktor kunci guna mengembangkan suatu organisasi secara efektif dan efisien., karena adanya kebijakan atau program yang lebih baik atas sumber daya manusia yang ada dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan akuntansi pertanggungjawaban dalam menilai kinerja keuangan di RSUD ’45 Kuningan. Untuk menilai kinerja ini, rumah sakit dapat melihat selisih antara anggaran dengan realisasinya. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah ini adalah bagaimana rasio efisiensi, efektifitas dan ekonomis, dan bagaimana penilaian kinerja pada Rumah Sakit Umum daerah ’45 Kabupaten Kuningan Jawa Barat periode anggaran 2009. Setelah melakukan perhitungan kinerja keuangan pada bidang pengeluaran menunjukkan bahwa kinerja keuangan pada bidang belanja, penggunaan dana RSUD ’45 Kuningan dikategorikan kurang efisien, efektif dan ekonomis. Laporan keuangan yang dihasilkan oleh RSUD ’45 Kuningan berupa laporan posisi aktiva yang setara neraca, laporan pemasukan dan pengeluaran yang setara laporan arus kas, laporan realisasi anggaran, dan catatan atas laporan keuangan. RSUD ’45 Kuningan telah menyajikan laporan keuangan secara keseluruhan pada rincian biaya dan rincian pendapatan untuk setiap unit pelayana secara total, sehingga laporan keuangan tersebut dapat digunakan untuk menilai kinerja setiap unit pusat pertanggungjawaban. Berdasarkan hasil analisis dari dokumentasi diketahui bahwa RSUD ’45 Kuningan telah menerapkan akuntansi pertanggungjawaban. Penerapan akuntansi pertanggungjawaban tercermin pada penyusunan anggaran yang telah melibatkan semua bagian, penggolongan kode rekening, dan penyusunan struktur organisasi yang jelas. RSUD ’45 kuningan telah menyajikan laporan keuangan secara keseluruhan pada rincian biaya dan rincian pendapatan untuk setiap unit pelayanan secara total. Saran yang dapat diberikan hendaknya penyusunan anggaran pada rumah sakit dipusatkan pada masing-masing kepala bagian dalam struktur organisasi dan dalam mengelola keuangan sebaiknya pemberian kode perlu ditambahkan penggolongan biaya terkendalikan dan biaya tidak terkendalikan.

Pengaruh pengaturan suhu awal dan pH awal fermentasi terhadap kadar alkohol dari tongkol jagung / oleh Istri Setyowati

 

Analisis isim maushul di dalam Q.S. Muhammad / M. Ikhwan Farid

 

ABSTRAK Ikhwan Farid, Mukhammad. 2015. Analisis Isim Maushul di dalam Q. S. Muhammad. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Moh. Khasairi, M.Pd., (II) Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag., M.Fil.I. Kata kunci: isim maushul dan shilahnya, surah Muhammad. Keindahan bahasa Al-Quran telah menarik perhatian seputar penelitian tentang Nahwu, akan tetapi belum ada yang membahas tentang isim maushul di dalam surah Muhammad, dipilihnya surah Muhammad sebagai objek penelitian karena surah ini merupakan surah yang diawali dengan isim maushul, dan pada surah Muhammad terdapat isim maushul dengan kedudukan (i’rab) yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan jenis isim maushul dalam Q. S. Muhammad (2) Mendeskripsikan ragam shilah maushul dalam Q. S. Muhammad (3) Mendeskripsikan ragam kedudukan isim maushul Q. S. Muhammad. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (Library Research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Quran dalam Q. S. Muhammad yang memuat isim maushul. Instrumen penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Dalam hal ini peneliti bukan hanya bertindak sebagai instrumen akan tetapi sekaligus sebagai pengumpul data. Adapun langkah-langkah pengumpulan data (1) membaca, (2) menandai, (3) membaca kembali, (4) memahami dan mengelompokkan. Teknik analisis data (1) menentukan data, (2) menyeleksi, (3) mengklasifikasi data, (4) memilah data, (5) menandai data. (6) membatasi hasil, (7) menuliskan “ragam” isim maushul, (8) memaparkan hasil, (9) membahas hasil, (10) Menyimpulkan hasil yang telah dikonsultasikan kepada ahli atau pakar sehingga diperoleh kesimpulan yang sahih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q. S. Muhammad memuat dua jenis isim maushul, maushul khaash dan maushul musytarak. Terdapat tiga ragam shilah maushul dalam Q. S. Muhammad, shilah maushul jumlah fi’liyah, jumlah ismiyah, dan syibih jumlah. Terdapat beberapa ragam kedudukan isim maushul dalam Q. S. Muhammad, meliputi sebagai mubtada’, khabar, mubtada’ mu’akhar, fa’il, maf’ul bih, ma’tuf, majrur, isim inna, isim anna, maf’ul bih, munaada, mudhaf ilaih, sifat, dan mashdariyah. Peneliti selanjutnya disarankan meneliti isim maushul dan shilahnya dalam keseluruan surah dalam Al-Quran berserta arti dan makna.

Pengaruh pendidikan dan latihan terhadap produktivitas kerja pegawai Perum Perhutani Kantor Pemangku Hutan (KHP) Pasuruan
oleh Liana

 

Dalame rag lobalisasai rusp erubahanya ngb egituc epats ebagairnana sekaranign i kehidupanm anusias emakink omplekst,u ntutans uatup erusahaaant au Instansio/ rganisasui ntukm engembangkasnu mberdayma anusiaa, gard apat meningkatkapnr ofesionalismenyUa.s ahat ersebudt apatd ilakukand engan mengadakapne ndidikand anl atihanb agip egawaiA. pabilap endidikand anl atihan dapadt ilaksanakadne nganb aik danm emberikanh asily angs esuadi engantu juan diharapkadna patm eningkatkanp roduktifitask e{a pegawai. Permasalahadna lamp enelitianin i adalah: ( I ) Bagaimanak ondisip endidikan dani atihand i Perun perhutanKi PH Pasuruan(,2 ) Bagaimanati ngkatp roduktivitas kerjap egawadi i PerumP erhutanKi PH Pasuruan(,3 ) Apakaha dap engaruhy ang signifikana ntarap endidikananIa tihand enganp roduktivitask eriap egarvadi i Perum PerhutanKi PH PasuruanS. edangkatnu juand ari penelitianin i adalahu ntuk memperoledhe skripstie ntangk ondisip endidikand anl atihand i Perun perhutani KPH Pasuruanti,n gkatp roduktivitask erja pegawadi i PerumP erhutanKi PH Pasuruana, dap engaruhy angs ignifikana ntarap endidikanalna tihand engan produktivitakse rjap egawadi i PerumP erhutanKi PH PasuruanA. dapunh ipotesis yangd igunakana dalahh ipotesism ayor( Ha) yaitu adap engaruhy angs ignifikan antarap endidikand anl atihand enganp roduktivitask erjap egawadi i PerumP erhutani KPH Pasuruan. Penelitianin i dilakukand i PerumP erhutanKi antorP emankuaHn utan( KPH) Pasuruapna dab ulanM ei sampaJi uni.P enelitianin i dirancangd enganp endekatan kuantitatif, pengukuranp pendidikana n latiah sertap roduktifrtasd ilakukand engan penyebaraann gkett erhadapp egawaiP. opulaspi enelitianir u adalahs eluruhp egawai dank epalab agiand i PerumP erhutanKi PH Pasuruanya ngb e{umlah 124d engan mengunaka3n6 sampepl enelitianT. eknik analisisd atay angd igunakana dalah analisisd iskiptif yangm endeskipsikank ondisip elaksanaapne ndidikand anl atihan dank ondisip roduktivitask erja ,analisisre greslii nier untukm engetahupi engaruh yangs ignifikana ntarap endidikand an latihand enganp roduktivitask erja, Berdasarkahna sila nalisisd atad apadt iperolehk esimpulabna hu'a: ( I ) Kondisip elaksanaapne ndidikand anl atihans angabt aikt erbukti4 4,44o /oa tau1 6 respondemn enyatakasna ngatb aik. (2) Kondisip roduktivitask erja sangatti nggi, terbuktdi engan6 9,44%atau34r espondemn enyatakasna ngattingg(i3. ) Ada pengaruhy angs ignifikana ntarap endidikand anl atihand enganp roduktivitask erja pegawait erbuki dencanb esarn-vaF hitung {29-8t)76)l ebih tresard ari pada F tabel (4.1l ) Berda-sarkahna sil p,--nelittand isaranl,ian( i )Kepala bagian tnaupunp egawal ttiharapkate-t apr rrengikLttlpengembang)arann gd iselenggakaonl eh instansid an p.*,roioun cialamm engcmbang.kakne terarnpilan dan pengetahuand ari pcndiclikan dan latihan yang diadakan (3) Kepala bagran dan pegawar nrenyadan keku.rangankekurangan1 ,anga da pada ciirinl'-as ehinggam otivasi untuk belajar dan latihan tctap besa(r3 jKondisi penilidikanc lanla tihan- vangs udahs angabl aik hendaknya dipertahankand an kondisi prc,duktivitask erja -vangt inggr diusahakand ipertahankan dan kalaubrsa dapat lebih ditingkatkan derni tujuan vang telah diletapkan

Perancangan iklan layanan masyarakat berbasis infografis tentang pencegahan tindak perdagangan orang / Alvin Prasetya Mahadikta

 

ABSTRAK Mahadikta, Alvin Prasetya. 2015. PerancanganIklanLayananMasyarakatBerbasisInfografisTentangPencegahanTindakPidanaPerdagangan Orang. Skripsi, Program StudiDesainKomunikasi Visual, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. SugiyonoArdjaka, M. Sc, Ph. D. (II) GunawanSusilo, S. Sn, M. Sn Kata Kunci:IklanLayananMasyarakat, Infografis, TindakPidanaPerdagangan Orang UntukmencegahterjadinyakasusTindakPidanaPerdagangan Orang padaTenagaKerja Indonesia, BadanNasionalPenempatandanPerlindungan TKI bersamadenganDinasTenagaKerjadanTransmigrasiKabupaten Malang berupayamelakukansosialisasikepadamasyarakatterkaitpermasalahanpara TKIdanpencegahan TPPO. Adanyaketerbatasan media, kampanyedanhimbauantentangpencegahan TPPOhanyadapatdilakukanapabilaadakegiatansosialisasisaja. Berkaitandenganitu, makadiperlukansebuahperancangan media baruuntukmengkampanyekandanmenghimbaukepadamasyarakattentangpencegahan TPPO yang disebabkanolehkepengurusan TKI secarailegal. Perancangan media bertujuanuntukmenginformasikantentangpencegahanTPPO dansebagaisalahsatuusahauntukmeningkatkankesadaranmasyarakatkhususnya CTKI tentangpentingnyamengikutiprosedur yang sesuaidenganketentuan. Model perancangan yang digunakanadalah model perancanganprosedural yang bersifatdeskriptifmenggariskanlangkah-langkah yang harusdiikutiuntukmenghasilkanproduk. LangkahuntukmerancangIklanLayananMasyarakatinimenggunakanteknikpengumpulan data berupawawancaradandipadukandengan data darisumberpustakauntukkemudian di identifikasidan di analisis. HasilperancanganIklanLayananMasyarakattelahmengikutiprosedurperancanganmulaidarilatarbelakangpermasalahanhinggadesain final adalahIklanLayananMasyarakatberupa video motion graphic sebagai media utama. Sebagai media pendukungnyaterdapat poster, x-banner danbrosur.

Pertempuran Tegalweru kisah perang gerilya di Malang Barat / oleh Luluk Khusniah

 

Hubungan tata ruang kantor dengan semangat kerja pegawai Dept. Industri Sandang Nusantara II unit Patal Grati
oleh Deny Historiningtyas

 

Di dalamp erusahaan/instabnasir kp emerintahm aupuns wastad alam mencaptaurj uannyad isampingm elakukank egiatana dministrasjui ga memperhatikan kondispr enataansu atur uangank antory angb aik. Tatar uangk antory angt idak baik dapamt enghamburkatenn agaw, aktu,m enimbulkanra sat idakn yamand an ketidaktentramasne,h inggag airahd ans emangakte riad apatm enurun. Masalahu mumd alamp enelitianin i adalahA: pakaha dah ubungana ntarata ta ruangk antord engans emangakte rja pegawadi i pr. SandanNg usantarall Unit patal Grati?M. asalahk hususB: agaimanaT ataR uangK antord i BagianT eknik Mekanik danL istrikP T SandangN usantaraIl Unit patal Giati?B agaimanas emangaKt erja Pegawadii BagranT eknikM ekanikd anL istrik pr. SandangN usanlarall unit patal Grati?P enelitianin i dilakukanp adap r. sandangNusantariUll nit patalG rati dengatnu juanu ntukm engetahuHi ubunganA ntaraT ataR uangK antord engan semangaKt erjaP egawadi i PT SandangN usantarail Unit patal Grati. Rancangapne nelitiannyaa dalahd eskriptrkf orelasionalM. etoded esknptrf untukm emaparkanm, enganalisidsa nm enafsirkand atad ari variabelr ata Ruang Kantodr anS emangaKte rjaP egawasi,e dangkamne todek orelasionauln tuk menentukaHnu bungan'ratRa uangK antord enganS emangaKte riap egawadi i PT SandanNgu santarIal Unit patalG rati. Populaspi enelitianin i adalahs eruruhp egawadi i BagianT eknikM ekanikd an ListrikP T.s andangN usantarlal unit patalG rati,y angb erjumlah5 0o rang.A dapun sampepl enelitiana dalahs ebanyak5 0 karenapenelitiainn i menggunakapne nelitian populasyia ngs eluruhp opulasdi rladikans ebagasia mpel _ Teknikp engumpuladna taa daraha ngkets. edangkatne knika nalisisd ata adalah(:1 ).T eknrkA nalisisp rosentaseu,n tukm endeskripsikakonn disri ata Ruang Kantord anS emangaKte rjap egawai(.2 ).T eknik AnalisisK orelaspi roclucMt oment, untukm engujih ipotesisa pakaha dah ubunganta tar uangk antord engans emangar kerja pegawai. Berdasarkahna sila nalisisd atad iperolehk esimpulan(l:) . Kondisit atar uang |^a119dri PT SandangN usantaraII Unit patarG rafib eiadap adak uarifikasic ukup. - (2) Kondisis emangakte rjap egawadi i pr. SandanNg usantarIaI unit patarG rati tergolongd alamk ualifikasic ukup.( 3). Terdapaht ubunguny ongp oritir unia rarara ruangk antord engans emangakte qa pegawadi i PT. SandangN usantaraIl Unit Patal Grati. Saran-sarayna ngd apatd rbenkana dalah(: 1). KepalaB agianT eknikM ekanik danL istrik di PT. SandangN usantaraI I Unit Patal Crratid alamp engaturanru ang kantord ibuatle bihb aik unhrkm eningkatkanse mangakte rja pegawai(.2 ). Semua Pegawai/karyawBaang ianT eknik Mekanikd an Listrik di PT. SandangN usantarall UnitP atalG ratiu ntukd apatm emngkatkanse mangakte danya(. 3). Untuk mahasiswa sebagaaic uand alamm enelitil ebih lanjut tenlangt atar uangk antord ans emangat ke{a,d enganv ariabeld anp opulasyi angb erbeda. ii

Ensiklopedia global warmings is global warning berbasis pull tab mix untuk anak sekolah dasar kelas 4-6 / Hafizh Hariadi

 

ABSTRAK Hariadi, Hafizh. 2015, Ensiklopedia Global Warming is Global Warning Berbasis Pull Tab Mix UntukAnakSekolahDasarKelas 4-6. Skripsi, Program StudiDesainKomunikasi Visual, JurusanSenidanDesain, Fakultas Sastra, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing (I) Drs.Pujiyanto, M.Sn, (II) H. J. Hendrawan, S.Sn, M.Ds. Kata Kunci: Ensiklopedia, Global Warming, Pull Tab, SekolahDasar. Pemanasan global adalahpeningkatansuhu rata-rata permukaanbumikarenatingginyaemisi gas-gas rumahkaca yang disebabkanolehpembakaranbahanbakarfosil. Dampak-dampaknegatifnyamenjadiancamanseriusbagilingkungandanmakhlukhidup di bumi. Diperlukankerjasamadarisemuapihakuntukmengurangidampak yang ditimbulkanolehpemanasan global, khususnyaolehanak-anak agar tertanam rasa kepeduliandancintaterhadaplingkungansejakdini. Belumbanyak media untukanak-anak yang membahasmengenaitemaglobal warming, makadariituperludibuat media yang mengenalkankepadaanaktentangpemanasan global, penyebab, dampak, dancarasederhana yang bisadilakukansehari-hariuntukmengurangidampakpemanasan global. Perancangan media inimenggunakan model prosedural yang bersifatdeskriptifdanmenggariskanlangkah yang harusdiikutiuntukmenghasilkanproduk. Model proseduraldalamperancanganinimenggunakan model dariSadjiman E. Sanyoto yang memiliurutanlangkahdaripenentuanlatarbelakangdantujuanmasalahperancangan, identifikasi data, analisa, konsepperancangan, proses produksi, dandesain final. Perancanganinimengasilkanensiklopedia yang memuattemaglobal warming berbasispull tab mix (volvelle), memilikidimensiukuran 22 x 18 cm, menggunakanunsur visual kartun vector denganpemakaianwarna-warna pastel dancerah yang sesuaiuntukanak-anakdidukungdengan media lain sepertit-shirt, tumbler, bucket hat, totebag, x-bannerdan poster. Melaluihasilperancangan media ini, diharapkananak-anakbisamemahamimateriglobal warmingdanmengedukasianak-anakpentingnyamenjagalingkungan.

Tema-tema perjuangan dalam naskah drama karya Emil Sanossa
oleh Yulia Nurlaily

 

Hubungan antara kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, motivasi berprestasi, dan budaya organisasi dengan kinerja guru kimia SMA se Malang Raya / Abu Bakar

 

Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I), Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd, dan (II) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd. (III) Prof. H. Ahmad Sonhadji KH, M.A., Ph.D Kata kunci: kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, motivasi berprestasi, budaya organisasi, kinerja guru Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa. Pendidikan ikut bertanggung jawab atas penyiapan tenaga kerja terdidik dengan kualifikasi yang dapat diandalkan untuk menjamin prestasi dan performance yang sepadan dengan tuntutan masa depan. Keunggulan daya saing sangat tergantung dari kualitas guru, Kualitas kinerja guru dapat ditingkatkan melalui proses pendidikan. Tantangan yang akan dihadapi oleh guru adalah perubahan yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang menyangkut kinerja guru, telah banyak hal yang sudah dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru antara lain pelatihan, penataran, workshop, tetapi dalam kenyataannya belum terlihat secara signifikan dengan peningkatan mutu hasil belajar siswa. Manusia merupakan mahluk ciptaan Allah SWT yang paling mulia dan sempurna. Kemuliaan dan kesempurnaan itu ditandai dengan dikaruniainya akal untuk menjalankan fungsinya sebagai pemimpin. Allah SWT menciptakan manusia dari dua dimensi, pertama dimensi non materi dan yang lainnya dimensi materi, kecerdasan spiritual sebagai dimensi non materi manusia secara bersama-sama dengan variabel kecerdasan emosional, motivasi berprestasi, budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, motivasi berprestasi, dan budaya organisasi dengan kinerja guru kimia pada SMA se Malang Raya dan (2) untuk mengetahui ada tidaknya hubungan masing-masing variabel, baik hubungan secara langsung maupun hubungan tidak langsung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif korelasional Penelitian deskriptif berupaya untuk memperoleh informasi berkenaan dengan fenomena yang diamati, sedangkan penelitian korelasional berupaya menjelaskan ada tidaknya hubungan diantara berbagai variabel berdasarkan besar kecilnya koefisien korelasi. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan subyek yang berkaitan dengan kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, motivasi berprestasi, budaya organisasi dengan kinerja guru pada pendidikan menengah atas di Malang Raya. Anggota populasinya adalah guru-guru kimia yang beragama Islam pada pendidikan menengah atas se Malang Raya yang berjumlah 327 orang. Sampel diambil dari anggota populasi sebesar 180 orang yang dapat mewakili populasi dengan teknik random. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuessioner untuk menjaring data kelima variabel yaitu: (1) data kecerdasan spiritual, (2) data kecerdasan emosional, (3) data motivasi berprestasi, (4) data budaya organisasi, (5) data kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan spiritual dengan kecerdasan emosional guru SMA Negeri dan Swasta se Malang Raya, (2) terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan spiritual dengan motivasi berprestasi guru SMA Negeri dan Swasta se Malang Raya; (3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan spiritual guru dengan budaya organisasi guru SMA Negeri dan Swasta se Malang Raya, (4) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan spiritual guru dengan kinerja guru guru SMA Negeri dan Swasta se Malang Raya (5) terdapat hubungan yang signifikan antara Kecerdasan emosional dengan motivasi berprestasi guru SMA Negeri dan Swasta se Malang Raya, (6) terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan budaya organisasi guru SMA Negeri dan Swasta se Malang Raya, (7) terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan kinerja guru guru SMA Negeri dan Swasta se Malang Raya, (8) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan budaya organisasi guru SMA Negeri dan Swasta se Malang Raya, (9) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan kinerja guru SMA Negeri dan Swasta se Malang Raya, (10) terdapat hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dengan kinerja guru SMA Negeri dan Swasta se Malang Raya, (11) terdapat hubungan tidak langsung yang signifikan antara kecerdasan spiritual melalui kecerdasan emosional dengan kinerja guru, (12) terdapat hubungan tidak langsung yang signifikan antara kecerdasan spiritual melalui motivasi berprestasi dengan kinerja guru, (13) terdapat hubungan tidak langsung yang signifikan antara kecerdasan spiritual melalui budaya organisasi dengan kinerja guru, (14) terdapat hubungan tidak langsung yang signifikan antara kecerdasan emosional melalui kecerdasan motivasi berprestasi dengan kinerja guru, (15) terdapat hubungan tidak langsung yang signifikan antara kecerdasan emosional melalui kecerdasan budaya organisasi dengan kinerja guru, (16) terdapat hubungan tidak langsung yang signifikan antara motivasi berprestasi melalui budaya organisasi dengan kinerja guru, dan (17) terdapat hubungan secara bersama-sama yang signifikan antara kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, motivasi berprestasi, budaya organisasi dengan kinerja guru kimia se Malang Raya. Berdasarkan temuan penelitian ini dikemukakan beberapa saran sebagai berikut: Penelitian ini menemukan bahwa kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional motivasi berprestasi, dan budaya organisasi memiliki hubungan signifikan baik langsung maupun tidak langsung dalam mewujudkan kinerja guru yang efektif. Oleh karena itu, disarankan kepada (1) Dinas Pendidikan Nasional agar dalam pelaksanaan rekrutmen, seleksi dan pengangkatan guru tidak hanya melihat dari aspek kecerdasan intelektual saja, melainkan dipadukan dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual sehingga memperoleh guru yang berkualitas, (2) kepada Kepala Sekolah, agar pengembangan kapasitas kinerja guru lebih difokuskan pada pengembangan aspek-aspek kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional motivasi berprestasi dan budaya organisasi, (3) kepada guru-guru diharapkan selalu meningkatkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya karena kecerdasan ini dapat dikembangkan tanpa mengenal batas umur, dan (4) diharapkan memperluas variabel penelitian, karena masih terdapat beberapa variabel yang dapat berpengaruh terhadap kinerja guru.

Kedudukan antara tiga bidang pada ruang dimensi tiga dan kaitannya dengan kaidah crammer
oleh Aspiyah

 

Perancangan video promosi jasa layanan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari (BBIB) Singosari-Malang / Hafid Rozaqi M.

 

ABSTRAK Ma’ruf,Hafid Rozaqi. 2015. PerancanganVideo Promosi Jasa Layanan BBIB Singosari. Skripsi Program StudiDesainKomunikasi Visual, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. MoeljadiPranata, M.Pd. (II) Andy Pramono, S.Kom, M.T. Kata Kunci: Perancangan,Video Promosi Jasa Layanan BBIB Singosari BBIB Singosari bertujuan mengenalkan dan mempromosikan layananannya dengan menggunakan video promosi. BBIB Singosari memerlukan rancangan video promosi yang dapat memberikan informasi dan data mengenai 9 Layanan Badan Layanan Umum (BLU) serta layanan yang ditawarkan secara efektif, jelas, dan menarik. Ini bertujuan untuk meningkatkan target kinerja dan pendapatan BBIB Singosari dari jasa layananyang dapat menarik minat target market yaitu para pelaku peternakan dan juga khalayak umum khususnya pelajar. Perancangan ini menggunakan model prosedural dengan langkah-langkah sistematik dan terstruktur, berurutan dari awal hingga akhir. Data yang dipakai sebagai acuan berupa data teoritis dan data yang bersumber dari observasi, wawancarasecara langsung kepada pihak BBIB Singosari. Pengumpulan data juga dilakukan melalui dokumentasi berupa foto dan video di lapangan yang juga didukung dengan data dari internet dan arsip BBIB Singosari. Produk yang dihasilkan berupa video promosi berbasis video. Produk ini berupa video slideshow dengan konsep gaya desain modem, terdiri atas 9 sekuen berdasarkan kebutuhan isinya. Ukuran resolusi video adalah 1280 pixel x 720 pixel, yang dikerjakan dengan piranti lunak komputer menggunakan Adobe Illustrator CS6 (pembuatan elemen grafis), Adobe Premier CS6 (perangkaian video), Adobe After Effect CS6 (pemberian efek visual dan animasi), dan Adobe Encore CS6 (pemberian link setiap halaman). Untuk mendukung video promosiini maka dibuat media promosi berupa x-banner, poster, brosur, kalender, stiker, folder, kemasan dan DVD label. Kelemahan dari video promosi berbasis video ini adalah pada pengaksesan yang terbatas hanya pada orang-orang yang mampu menggunakan DVD player. Video promosi berbasis video ini belum diuji coba, maka disarankan agar dilakukan pengujian untuk diketahui keefektifannya. Data sekolah yang terdapat dalam produk ini merupakan data yang diperoleh saat perancangan ini berlangsung.Perancanganvideo promosi jasa layanan BBIB Singosaribergunauntukmengenalkan secara informatifkepada para pelaku bidang peternakan serta khalayak umum yang sedang berkunjung ke BBIB Singosari. Perancanganinidiharapkandapatdigunakanolehlembaga, mahasiswa program studistudiDesainKomunikasi Visual, maupunseluruhcivitas academia UniversitasNegeri Malang.

Pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional pada karyawan Hotel Kusuma Agrowisata Batu / Fandy Agus Tito Banar

 

Kata Kunci: kepuasan kerja, komitmen organisasional Perusahaan merupakan salah satu tempat dimana sumberdaya manusia harus selalu ditingkatkan karena sumberdaya manusia dalam organisasi merupakan aspek penting yang menentukan keefektifan suatu organisasi. Organisasi juga harus dapat memperlakukan karyawannya dengan baik agar karyawan merasa harga diri, kemanusiaan dan kepuasan kerjanya diperhatikan perusahaan, sehingga sikap kerjanya akan semakin positif terhadap atasan, perusahaan, maupun tugas-tugasnya, dan kecenderungan untuk keluar menjadi kecil. Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan hidup karena sebagian besar waktu manusia dihabiskan di tempat kerja. Kepuasan kerja merupakan salah satu elemen yang cukup penting dalam organisasi. Kepuasan kerja didefinisikan dengan hingga sejauh mana individu merasakan secara positif atau negatif berbagai macam faktor atau dimensi dari tugas-tugas dalam pekerjaannya. Dalam penelitian ini, Kepuasan kerja meliputi gaji, pekerjaan itu sendiri, atasan, dan lingkungan kerja. Komitmen karyawan terhadap organisasinya (organizational commitment) akan mempengaruhi perilakunya terhadap organisasi. Peningkatan komitmen organisasional berhubungan dengan peningkatan produktivitas dan turnover yang rendah. Peneliti menarik rumusan masalah sebagai berikut : (1)Bagaimanakah deskripsi kepuasan kerja karyawan Hotel Kusuma Agrowisata Batu? (2)Bagaimanakah deskripsi komitmen organisasional karyawan Hotel Kusuma Agrowisata Batu? (3)Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan atas gaji terhadap komitmen organisasional karyawan Hotel Kusuma Agrowisata Batu? (4)Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan atas pekerjaan itu sendiri terhadap komitmen organisasional karyawan Hotel Kusuma Agrowisata Batu? (5)Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan atas atasan terhadap komitmen organisasional karyawan Hotel Kusuma Agrowisata Batu?(6)Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan atas lingkungan kerja terhadap komitmen organisasional karyawan Hotel Kusuma Agrowisata Batu? (7)Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja karyawan (gaji, pekerjaan itu sendiri, atasan, lingkungan kerja) secara simultan terhadap komitmen organisasional karyawan Hotel Kusuma Agrowisata Batu? (8)Variabel manakah yang dominan berpengaruh terhadap komitmen organisasional karyawan Hotel Kusuma Agrowisata Batu? Penelitian ini terdiri atas variabel bebas yaitu Kepuasan Kerja (X) dengan Kepuasan atas gaji (X1), Kepuasan atas pekerjaan itu sendiri (X2), Kepuasan atas atasan (X3), Kepuasan atas lingkungan kerja (X4) dan variabel terikat yaitu Komitmen Organisasional (Y). Dimana sampel yang diambil adalah 91 responden yaitu karyawan Kusuma Agrowisata Hotel Batu. Keseluruhan data kualitatif akan diuji dengan regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS Windows. Berdasarkan hasil analisis didapatkan variabel Kepuasan atas gaji (X1) memiliki nilai t hitung = 2,718 ; nilai signifikansi 0,008 < 0,05, maka hipotesis yang berbunyi ada pengaruh positif yang signifikan Kepuasan atas gaji (X1) terhadap Komitmen Organisasional (Y) diterima. Variabel Kepuasan atas pekerjaan itu sendiri (X2) memilki nilai t hitung = 7,619 ; nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka hipotesis yang berbunyi ada pengaruh positif yang signifikan Kepuasan atas pekerjaan itu sendiri (X2) terhadap Komitmen Organisasional (Y) diterima. Variabel Kepuasan atas Atasan (X3) memilki nilai t hitung = 3,043; nilai signifikansi 0,003 < 0,05, maka hipotesis yang berbunyi ada pengaruh positif yang signifikan Kepuasan atas Atasan (X3) terhadap Komitmen Organisasional (Y) diterima. Variabel Kepuasan atas Lingkungan kerja (X4) memilki nilai t hitung = 3,521; nilai signifikansi 0,001 < 0,05, maka hipotesis yang berbunyi ada pengaruh positif yang signifikan Kepuasan atas Lingkungan kerja (X4) terhadap Komitmen Organisasional (Y) diterima. Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa variabel Kepuasan atas Gaji, Pekerjaan Itu Sendiri, Atasan, Lingkungan Kerja secara simultan atau bersamasama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Terhadap Komitmen Organisasional Karyawan Kusuma Agrowisata Hotel yang terbukti pada nilai sig F 0,000 (sig F < 0,05). Sedangkan nilai R Square sebesar 0,531, hal ini dapat diinterpretasikan bahwa variabel kepuasan kerja dalam mempengaruhi komitmen organisasional karyawan Kusuma Agrowisata Hotel sebesar 53,1%. Sumbangan efektif dari variabel bebas X1 (kepuasan atas gaji) sebesar 4,674 %, X2 (Kepuasan atas pekerjaan itu sendiri) sebesar 29,7632 %, X3 (Kepuasan atas atasan) sebesar 7,502% dan X4 (Kepuasan atas lingkungan kerja) sebesar 11,1557%. Dapat diketahui bahwa variabel bebas yang dominan berpengaruh terhadap komitmen organisasional adalah X2 (kepuasan atas pekerjaan itu sendiri) sebesar 29,7632 Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan: variabel Kepuasan atas Gaji, Pekerjaan Itu Sendiri, Atasan, Lingkungan Kerja secara simultan atau bersamasama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Komitmen Organisasional Karyawan. Variabel Kepuasan atas pekerjaan itu sendiri merupakan variabel yang dominan berpengaruh terhadap komitmen Organisasional. Disamping itu juga terdapat hasil kurang puas dari karyawan yang ditemukan di hasil analisis deskriptif (berdasarkan angket) yaitu : kurang sesuainya tunjangan yang mereka terima, kurang bervariasinya pekerjaan yang mereka lakukan (misalnya sesuatu yang sama sekali baru untuk dikerjakan), kurangnya pengarahan oleh atasan sehubungan dengan setiap pekerjaan yang diberikan, para karyawan menilai bahwa rekan-rekan kerja mereka kurang bisa diandalkan jika suatu tugas menjadi berat. Maka dari itu penulis menyarankan agar pihak manajemen perusahaan untuk bisa menindaklanjuti penyebab kurang puasnya karyawan tersebut, sehingga tidak menjadi sesuatu yang dapat merugikan perusahaan dikemudian hari dan tujuan perusahaan dapat tercapai tentunya dengan SDM yang berkualitas baik secara team maupun personal, serta terjaganya situasi kerja yang kondusif, nyaman dan menyenagkan baik bagi level manajemen maupun level karyawan.

Penggunaan teknik menulis buku harian sebagian salah satu proses pembelajaran menulis bahasa Arab siswa kelas XI Bahasa Madrasah Aliyah At-Taraqqie Malang / Arfi Zalifatul Ikromiyah

 

ABSTRAK Ikromiyah, Arfi Z. 2015. Penggunaan Teknik Menulis Buku Harian Sebagai Salah Satu Proses Pembelajaran Menulis Bahasa Arab Siswa Kelas XI Bahasa Madrasah Aliyah At-Taraqqie Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurhidayati, M.Pd, (II) Ali Ma’sum, S.Pd, M.A. Kata Kunci: Buku Harian, Maharah Kitabah, Proses Pembelajaran Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat menulis siswa di MA At-Taraqqie Malang. Hal tersebut disebabkan oleh tidak adanya pembiasaan untuk menulis sejak dini. Karena itu pelajar cenderung melupakan pentingnya menulis. Keterampilan menulis selalu diakhirkan, dianggap sebagai keterampilan yang paling tidak penting. Padahal sesungguhnya keterampilan menulis merupakan keterampilan yang paling sulit, maka dari itu keterampilan menulis membutuhkan waktu belajar yang lebih lama dari keterampilan lainnya. Sedangkan waktu belajar Bahasa Arab di MA sangat terbatas. Karena sempitnya waktu belajar Bahasa Arab di kelas, membuat pembelajaran tidak maksimal. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini difokuskan pada keterampilan menulis Bahasa Arab menggunakan teknik menulis buku harian sebagai salah satu proses pembelajaran yang dilakukan di luar kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan hasil dari penggunaan buku harian sebagai salah satu proses pembelajaran kitabah Bahasa Arab yang ada pada siklus I dan siklus II. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian, penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas XI Bahasa yang terdiri dari 19 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini, dari 19 siswa yang terdaftar sebagai siswa di kelas XI Bahasa hanya 16 siswa yang mengikuti penelitian. Karena 2 siswa pindah sekolah dan 1 siswa sakit. Dari 16 siswa tersebut, 13 siswa mengalami peningkatan nilai dalam menulis buku harian dari siklus I ke siklus II. Sedangkan 3 lainnya mengalami penurunan nilai, karena mereka tidak mengerjakan tugas menulis buku harian di siklus II. Nilai yang didapatkan siswa masih rendah, hal tersebut karena waktu penelitian yang terbatas. Jika penelitian dilakukan dalam jangka waktu yang lebih panjang, dampaknya akan semakin terlihat. Akan tetapi siswa sudah menunjukkan dampak positif, selain nilai yang meningkat juga munculnya minat siswa untuk berlatih menulis sejak adanya penelitian ini. Saran dari hasil penelitian ini, kepada guru Bahasa Arab MA At-Taraqqie hendaknya menggunakan buku harian dalam proses pembelajaran Bahasa Arab untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Begitu pula kepada Jurusan Satra Arab UM. Bahwa dalam proses pembelajaran kitabah dosen dapat menggunakan teknik menulis buku harian, selain praktis, siswa juga tidak akan bisa mencontek temannya. Saran untuk peneliti lanjut, bahwa teknik ini dapat digunakan sebagai alat evaluasi dalam pembelajaran keterampilan menulis Bahasa Arab. Selain itu peneliti hendaknya menggunakan jangka waktu yang lebih panjang lagi.

Implementasi model pembelajaran numbered head together (NHT) dan group investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan (studi pada siswa kelas XI Multimedia SMK Yadika Bangil) / Mukhamad Zulianto

 

Kata kunci: numbered head together, group investigation, motivasi, hasil belajar, kewirausahaan. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi ketidakmampuan siswa menyerap pelajaran dengan maksimal, salah satunya adalah model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional, hal ini yaitu terlihat jelas teacher oriented, atau guru lebih banyak mendominasi proses pembelajaran. Dengan hasil observasi dan pengamatan motivasi belajar siswa dikelas yang banyak dijumpai serta hasil diskusi dengan guru mata pelajaran kewirausahaan kondisi belajar yang terjadi cenderung monoton disebabkan minat belajar siswa yang rendah. Menurut guru yang bersangkutan kebanyakan siswa memiliki prestasi belajar yang rendah pada saat mengikuti proses pendidikan di jenjang sebelumnya. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap situasi belajar dalam kelas. Siswa selama mengikuti proses belajar cenderung pasif dan menerima apa yang disampaikan guru apa adanya tanpa ada upaya untuk mencari dan mendalami sendiri materi yang disampaikan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tidakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Multimedia SMK Yadika Bangil. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi, tes, catatan lapangan, dan angket motivasi siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data) dan Conclusion Drawing (Penarikan Kesimpulan) Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I skor tertinggi yang diperoleh adalah 92 dan skor maksimalnya 96, dengan persentase nilai rata-rata 95,83% dan termasuk dalam kategori sangat baik dan mendapatkan poin A. Sedangkan skor terendah adalah 72 dengan skor maksimal 96. Persentase nilai rata-rata yaitu 75% dan termasuk dalam kategori baik dan mendapatkan poin B. Pada siklus II skor tertinggi yang diperoleh adalah 94 dan skor maksimalnya 96, dengan persentase nilai rata-rata 97,92%. dan termasuk dalam kategori sangat baik dan mendapatkan poin A. Sedangkan skor terendah adalah 76 dengan skor maksimal 96. Persentase nilai rata-rata yaitu 79,17% dan termasuk dalam kategori baik dan mendapatkan poin B. Walaupun peningkatannya kurang signifikan, dan terdapat beberapa siswa yang justru mengalami penurunan, akan tetapi secara keseluruhan pembelajaran ini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu penelitian ini menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar siswa yang terlihat dari hasil pre-test sebelum tindakan dengan hasil pos-test yang diberikan pada saat akhir tindakan. Hasil pre-test siklus I menunjukkan siswa yang tuntas sebanyak 15 siswa (36,59%) dan yang belum tuntas sebanyak 26 siswa (63,41%). Hasil post-test siklus I menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan siswa yang tuntas sebanyak 17 siswa (41,46%) dan yang belum tuntas sebanyak 24 siswa (58,54%). Hasil pre-test siklus II menunjukkan siswa yang tuntas sebanyak 36 siswa (87,80%) dan yang belum tuntas sebanyak 5 siswa (12,20%). Untuk hasil post-test siklus II juga menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 37 siswa (90,24%) dan yang belum tuntas sebanyak 4 siswa (9,76%). Penelitian ini belum mencapai taraf keberhasilan 100%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) Implementasi model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan Group Investigation (GI) pada siswa kelas XI Multimedia mata pelajaran kewirausahaan di SMK Yadika Bangil dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan awal pada model Numbered Head Together pada pertemuan pertama dan dilanjutkan dengan Group Investigation pada pertemuan kedua. Model Numbered Head Together ditujukan untuk melibatkan siswa dalam mereview bahan ajar yang tercakup dalam suatu pelajaran dan memeriksa pemahaman siswa mengenai isi pelajaran. Sedangkan model Group Investigation ditujukan agar siswa menemukan sendiri pemahamannya tentang materi yang dibahas dari proses investigasi dan pencarian tugas dari internet, artikel, koran dan lain sebagainya. (2) Implementasi model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan Group Investigation (GI) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI Multimedia SMK Yadika Bangil mengalami kenaikan yang terlihat pada hasil angket motivasi pada siklus I dan siklus II. (3) Implementasi model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan Group Investigation (GI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Multimedia SMK Yadika Bangil mengalami kenaikan yang terlihat dari hasil pos-test pada siklus I dan pos-test pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan: (1) Bagi guru SMK Yadika Bangil khususnya guru mata pelajaran kewirausahaan, implementasi model pembelajaran Numbered Head Together dan Group Investigation dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan dalam praktik pembelajaran di kelas. (2) Bagi siswa, khususnya siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Multimedia SMK Yadika Bangil, pada saat implementasi model pembelajaran Numbered Head Together dan Group Investigation perlu meningkatkan keberanian dalam mengajukan pertanyaan maupun berargumentasi guna lebih memahami terhadap materi yang dipelajari. (3) Bagi peneliti berikutnya, disarankan perencanaan dan pelaksanaan penelitian mempertimbangkan kebijakan sekolah terutama alokasi waktu, sehingga pencapaian hasil penelitian lebih optimal.

Pengembangan media pembelajaran extensive green roof technology untuk materi pemanasan global di SMP Brawijaya Samart School Malang / Rifki Luthfidyanto

 

ABSTRAK Luthfidyanto, Rifki. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Extensive Green Roof Technology untuk Materi Pemanasan Global di SMP Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ibrohim, M.Si, Pembimbing (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S Kata kunci: media pembelajaran, extensive green roof technology, pemanasan global Extensive green roof technology (EGRT) berpotensi dikembangkan pada bidang pendidikan melalui pengembangan media pembelajaran. Berdasarkan hasil survei lapangan yaitu SMP Brawijaya Smart School (BSS) Malang belum memiliki media pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata untuk menunjang materi pemanasan global. Selain itu, 90% peserta didik belum mengetahui bahwa green roof merupakan salah satu cara menanggulangi dampak pemanasan global. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk media pembelajaran berupa benda model EGRT dan handout materi pemanasan global yang dilengkapi buku petunjuk penggunaan media pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini merujuk kepada model Research and Development (R&D) dari Borg dan Gall, namun hanya sampai langkah ke-5 dari 10 langkah. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah media pembelajaran berupa benda model EGRT dan handout materi pemanasan global yang dilengkapi buku petunjuk penggunaan media pembelajaran. Data diperoleh melalui angket validasi ahli dan angket respon peserta didik. Perolehan skor rata-rata pada hasil validasi ahli materi 76,4% (valid), ahli media 90,7% (sangat valid), dan ahli praktisi lapangan 86,4% (sangat valid). Persentase rata-rata dari penilaian validator adalah 84,8% (sangat valid) yang mengindikasikan bahwa pengembangan media pembelajaran EGRT yang dihasilkan layak digunakan untuk menunjang materi pemanasan global. Pada tahap akhir, yaitu uji coba lapangan awal diperoleh skor rata-rata 85,9% yang berarti media pembelajaran EGRT mendapat respon yang “baik” dari peserta didik di SMP BSS Malang.

Perancangan game interaktif sebagai media pendukung pembelajaran tentang makanan tradisional Jawa Timur / Try Galih Herdian

 

ABSTRAK Herdian, Try Galih. 2015. Perancangan Game Interaktif Sebagai Media Pendukung Pembelajaran Tentang Makanan Tradisional Jawa Timur. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Andy Pramono, S.Kom, M.T. (II) Joko Samudro, S.Kom, M.T. Kata Kunci : Perancangan, Game Interaktif, Media Pendukung, Makanan Tradisional Jawa Timur Saat ini masih banyak warga negara Indonesia yang masih kurang mengerti akan beraneka ragam makanan tradisional khas daerah masing-masing. Adanya buku mengenai makanan tradisional dinilai masih kurang cukup untuk membangkitkan kesadaran untuk melestarikannya. Guna untuk melengkapi kebutuhan masyarakat luas akan informasi yang lengkap dan efisien tentang makanan tradisional maka dibutuhkan media komunikasi modern yang mampu memberikan informasi lengkap dan menarik mengenai masakan tradisional. Upaya yang dapat dilakukan penulis berdasarkan kompetensi dan bidang keahlian yang dimiliki adalah membuat sebuah perancangan berbentuk game. Didalam media ini berisikan tentang aneka ragam masakan tradisional dan juga proses pembuatan makanan-makanan tradisional mulai dari bahan mentah hingga menjadi sebuah makanan tradisional yang siap dihidangkan. Perancangan ini menggunakan model prosedural. Model prosedural merupakan model yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Karena model prosedural merupakan model yang bersifat deskriptif, maka model tersebut lebih mudah diikuti dan dimengerti. Langkah-langkah yang digunakan dalam model tersebut menjadi lebih jelas yang tentunya tidak lepas dari suatu proses yaitu pra produksi, produksi dan yang terakhir pasca produksi. Hasil perancangan ini berbentuk permainan Komputer atau game PC yang dibuat terbatas pada media yang diperlukan untuk memperkenalkan masakan tradisional Jawa Timur. Game tersebut merupakan game yang bersifat simulasi, dimana di dalamnya diselipkan informasi-informasi, mulai dari informasi jenis makanan tradisional, hingga proses memasak masakan tradisional. Serta mengenalkan masakan tradisional khususnya makanan tradisional Jawa Timur.

Pengaruh penambahan zat additif minyak atsiri pada premium terhadap daya mesin dan emisi gas buang mesin sepeda motor Yamaha V-Ixion / Gogik Ibnu Sartono

 

ABSTRAK Sartono, Gogik Ibnu. 2015. Pengaruh Penambahan Zat Additif Minyak Atsiri Pada Premium Terhadap Daya Mesin Dan Emisi Gas Buang Sepeda Motor Mesin Yamaha V-Ixion. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. (II) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd. Kata Kunci : Minyak Atsiri, Daya Mesin, Emisi Gas Buang Penggunaan kendaraan bermotor khususnya sepeda motor selalu meningkat setiap tahunnya. Keadaan tersebut membuat para produsen sepeda motor saling bersaing untuk memberikan inovasi baru demi kenyamanan. Yamaha adalah salah satu produsen sepeda motor yang memberikan inovasi kepada konsumen dengan sistem injeksi yang menggantikan sistem bahan bakar konvensional. Dengan bertambahnya jumlah sepeda motor yang dipergunakan oleh konsumen tentu menimbulkan banyak masalah diantaranya meningkatnya polusi udara akibat emisi gas buang dari sisa hasil pembakaran yang kurang sempurna. Berawal dari permasalahan tersebut penulis berinisiatif untuk membuat penelitian tentang penyempurnaan pembakaran dengan cara penambahan zat additif minyak atsiri pada bahan bakar premium mesin sepeda motor yamaha v-ixion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penambahan zat additif minyak atsiri terhadap daya mesin dan emisi gas buang. Penelitian daya mesin dilaksanakan di bengkel GUT motors Kediri dan penelitian emisi gas buang dilaksanakan di bengkel otomotif Universitas Negeri Malang. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah analisis statistic menggunakan metode One Way Anova dengan bantuan IBM SPSS 21 for windows. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian ini adalah rerata selisih daya mesin menggunakan premium murni sebesar (9015.1 Hp). Premium dengan penambahan zat additif 0,035ml/1 liter sebesar (9117.9 Hp). Premium dengan penambahan zat additif 0,07ml/1 liter sebesar (9245.6 Hp), dan premium dengan penambahan zat additif 0,14ml/1 liter (9458.5 Hp). Untuk kadar CO dalam emisi gas buang pada mesin dengan premium murni sebesar (1,1079 %vol). Premium dengan penambahan zat additif 0,035ml/1 liter sebesar (1,0137 %vol). Premium dengan penambahan zat additif 0,07ml/1 liter sebesar (0,9895 %vol), dan premium dengan penambahan zat additif 0,14ml/1 liter sebesar (1,0479 %vol). Selanjutnya kadar HC dalam emisi gas buang pada mesin dengan premium murni sebesar (58,89 ppm). Premium dengan penambahan zat additif 0,035ml/1 liter sebesar (55,05 ppm). Premium dengan penambahan zat additif 0,07ml/1 liter sebesar (38,42 ppm), dan premium dengan penambahan zat additif 0,14ml/1 liter sebesar (49,16 ppm). Berdasarkan hasil penelitian diatas dan setelah dilakukan analisis data dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan penambahan zat additif minyak atsiri pada premium terhadap daya mesin dan emisi gas buang sepeda motor mesin yamaha v-ixion. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk penambahan variasi yang lebih besar, menggunakan jenis bahan bakar yang berbeda dan menggunakan mesin yang berbeda.

Prestasi belajar fisika dan minat belajar fisika siswa kelas II cawu II melalui penerapan metode penemuan di SMU Negeri I Malang tahun ajaran 2000/2001 / oleh Sri Utami

 

Dalamkurikulumlgg4,prosesbelajarmengajaryangdiharapkanadalah melibatkans iswaa klif. Untuk mencapati ujuan tersebutm aka guru sebagai pendidik harusb isam emilih metodep engajaranse baik-baiknydai sesuaikand engank onsep, tingkatb erfikir siswa,m aterid in saranp rasaranyaa nga da Salahs atum etodey ang dio:nggacpo coku ntukm aterim edanr nagretika dalahm etodep enemuanM. elalui . ,.tfr"'p*"ruan ini diharapkans iswa-iiswab erpartisipasi secaraa ktif untuk ' trn"tukun prinsipd ank oniep.B erbedad enganm etodec eramahy angb iasa diterapkandi.SMUNegerilMalangyangmempunyaidampakbahwa.siswabersifat pasif.s iswah anyam erierimain formasiy angd iberikano lehp arap endidikd an dipaksam engikutjia lan pikiran pendidik' penelitiani ni beri 'quan untukm engetahupi erbedaapnr estasbi elajarf isika ' danm inatb elajarf isika sisway angd iajarm enggunakamn etodep en€muand engan yangd iajarm enggunakamn etodeieramahp adap okokb ahasanm edanm agnetik' - "penelitian ini dilakukan di SMU l'iegeri I Malang kelas II cawu II tahrrn ajaran2000l200M1.e todep enelitiany angd ipakaid alahe ksperimend engan ,u*ungun" Randomizeirde test --'PistesCt o'nol GroupD esign" ' Populasi penelitiana dalahs iswak elasI I yangt erdiri.7 kelas.s anrpeld iambil duak elasd engan 'menggunakan teknlkc 1uste,oiaoi sumpling'A lat pengumpudl atad alamp enelitian adalahte std ana ngket.s ebelumd igunakin,a latp engumpudl atai ni diuji cobahan dahuluu ntukm engetahuvi aliditasJeliabilitast,a rafk esukarand and ayab eda Untuk mengujhi ipotesisp enelitiand igunakanu ji-t' . Darihasilanalisisyungdilukukunolehpenelitidiperolehbahwaprestasl belajarfi sika sisway angA iajari renggunakanm etodep enemuan_lebtiihn ggi aiUanaingt

Perancangan county profile Kabupaten Probolinggo / Sulvia Varlinda

 

ABSTRAK Varlinda, Sulvia. 2015. Perancangan County Profile KabupatenProbolinggo. Skripsi, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. SugiyonoArdjaka, M.Sc,Ph.D, (II) GunawanSusilo, S. Sn, M.Sn. Kata Kunci: county profile, KabupatenProbolinggo. Pariwisata di KabupatenProbolinggobanyak yang berpotensidanbisadimanfaatkanuntukmeningkatkanpemasukandaerahdanmenjadikanKabupatenProbolinggosebagaidaerahwisata yang dikenalmasyarakat.Namunjarangsekali orang yang mengertiadanyawisata di KabupatenProbolinggoini. Tujuandalamperancanganiniadalahuntukmemberiinformasidanmengajakcalonwisatawannusantaramaupunmancanegara agar mengetahuidantertarikberkunjungkewisata di KabupatenProbolinggo. Perancanganinimenggunakan model procedural yang bersifatdeskriptifkualitatif. Model proseduraldapatdilakukandenganpemecahanmasalah yang sesuaidengankebutuhanwisatawandalammemperolehinformasimengenaidestinasiwisata yang ada di KabupatenProbolinggo.Pengumpulan data dilakukandenganteknikobservasidanteknikwawancarasertasumbertertulisberupa data dalambentukteks, gambar, dansuara. Berdasarkanhasilanalisis data tersebut, diperolehkesimpulansebagaiberikut. Perludirancangsebuah media komunikasi visual yang menarik, efektifdanefisienuntukmenginformasikankepadacalonwisatawannusantaramaupunmancanegaratentangdestinasiwisata yang ada di KabupatenProbolinggo. Saran dalamperancangancounty profilkabupatenProbolinggoadalah agar wisatawandapatmengetahuidantertarikuntukberkunjungkewisata yang ada di kabupatenProbolinggo.

Perbandingan antara pemikiran Soekarno dengan Tan Malaka tentang nasionalisme / Lanny Hardianto

 

Kata kunci: Perbandingan, Pemikiran, Nasionalisme Perkembangan nasionalisme tidak dapat lepas dari peran kepemimpinan Soekarno. Soekarno aktif membangkitkan kesadaran rakyat kepada hak-hak dan martabatnya sebagai manusia utuh yang hakiki. Perjuangan Soekarno dalam menentang penjajah diwujudkan melalui pemikiran-pemikiran yang kritis menyangkut bangsanya yang masih terjajah secara fisik maupun mental. Selain Soekarno sebagai tokoh pembebasan nasional, dalam menghadapi kaum penjajah terdapat tokoh radikal kiri yang juga berjasa dalam usaha merebut kemerdekaan Indonesia. Tokoh radikal kiri itu bernama Tan Malaka. Perjuangan Tan Malaka dalam menentang penjajah dilakukan dengan perjuangan gerilya. Ia juga menentang kebijakan kaum kolonialis dan imperialis melalui ide-ide pemikirannya. Soekarno dan Tan Malaka mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam merebut Kemerdekaan Indonesia. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah (1) bagaimana persamaan pemikiran nasionalisme Soekarno dan Tan Malaka, (2) bagaimana perbedaan pemikiran nasionalisme Soekarno dan Tan Malaka, (3) bagaimana prospek pemikiran nasionalisme mereka di era globalisasi. Tujuan penulisan skripsi ini adalah (1) untuk mengetahui dan memahami persamaan pemikiran nasionalisme Soekarno dan Tan Malaka, (2) untuk mengetahui dan memahami perbedaan pemikiran nasionalisme Soekarno dan Tan Malaka, (3) untuk mengetahui dan memahami prospek pemikiran nasionalisme mereka di era globalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan melakukan analisis terhadap data dan fakta yang diperoleh dari sumber pustaka sehingga memperoleh suatu hasil analisis berupa argumentasi penulis. Proses penggarapan yang digunakan meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Persamaan pemikiran nasionalisme Soekarno dan Tan Malaka meliputi (1) Dalam hal ideologi mereka menginginkan berdirinya suatu negara Indonesia yang berbentuk republik, (2) dalam hal politik mereka menginginkan adanya persatuan di kalangan rakyat dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia, (3) dalam hal ekonomi mereka menghendaki suatu ekonomi terencana yang menginginkan gotong royong seluruh rakyat Indonesia, (4) dalam hal sosial mereka menginginkan rakyat Indonesia menjadi sejahtera baik spiritual maupun materiil, (5) dalam hal budaya mereka menginginkan agar bangsa Indonesia melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia serta menolak pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Perbedaan pemikiran nasionalisme Soekarno dan Tan Malaka meliputi (1) dalam hal ideologi pemikiran Soekarno didasarkan pada Marhaenisme sedangkan pemikiran Tan Malaka didasarkan pada komunisme, (2) dalam hal politik Soekarno dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia menggunakan cara diplomasi sedangkan Tan Malaka dalam hal mewujudkan kemerdekaan Indonesia menggunakan cara konfrontasi, (3) dalam hal ekonomi Soekarno menginginkan agar seluruh perusahaan yang berskala besar dimiliki oleh pemerintah tetapi rakyat harus diikutsertakan dalam mengontrol perekonomian Indonesia sedangkan Tan Malaka menginginkan agar rakyat Indonesia saja yang memegang semua perusahaan serta mengontrol perekonomian Indonesia, (4) dalam hal sosial Soekarno mencita-citakan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila sedangkan Tan Malaka menghendaki masyarakat Indonesia menjadi masyarakat komunis. Globalisasi merupakan suatu fenomena nyata dalam perkembangan kehidupan manusia yang dampaknya dapat dirasakan hingga seluruh segi kehidupan. Indonesia dewasa ini sedang dilanda arus globalisasi dengan intensitas yang tinggi. Dalam aspek ekonomi penanaman modal asing merupakan salah satu persoalan yang harus diperhatikan bangsa Indonesia. Pada aspek politik persaingan yang tidak sehat diantara para elit politik dimanfaatkan pihak tertentu untuk memecah belah persatuan bangsa. Pada aspek budaya, budaya lokal bangsa Indonesia semakin terpinggirkan. Melihat berbagai permasalahan yang ada maka nasionalisme masih diperlukan dan sangat relevan di masa yang akan datang serta konsep Tri Sakti yang digagas Soekarno dan konsep Merdeka 100% yang digagas oleh Tan Malaka masih sangat relevan hingga saat ini.

Manajemen pendidikan sistem ganda (studi kasus di SMK Widya Loka Malang) / oleh Hari Karyono

 

Perancangan komik anti korupsi untuk menumbuhkan sikap anti korupsi siswa SMP / Dhara Alim Cendekia

 

Kata kunci : perancangan, komik, anti koruspi, siswa SMP. Korupsi adalah salah satu dari faktor-faktor yang menghancurkan bangsa. Oleh karenanya, untuk meningkatkan kesadaran generasi penerus bangsa agar mempunyai kepribadian anti korupsi, dibutuhkan media yang dapat mempengaruhi mereka, salah satunya komik. Pemilihan komik sebagai media dikarenakan komik merupakan media yang disukai oleh siswa SMP. Dengan demikian diharapkan pesan yang hendak disampaikan dapat diterima dengan baik oleh target audience. Maksud dan tujuan dari disusunnya perancangan komik anti korupsi ini adalah untuk menginspirasi siswa SMP agar berkepribadian dan berperilaku anti korupsi, serta berani melawan korupsi dimanapun mereka berada. Sehingga memberikan solusi terhadap permasalahan bangsa agar Indonesia terbebas dari korupsi. Model perancangan yang dibuat adalah menggunakan model perancangan yang bersifat prosedural dengan menerangkan langkah-langkah yang dilakukan untuk menghasilkan produk komik. Data yang dipakai sebagai acuan berupa data-data yang bersumber dari kepustakaan, pengalaman pribadi, dan dari perkuliaahan yang diikuti penulis. Hasil perancangan ini adalah satu buah komik dengan dua cerita yang menceritakan kas kelas dan kantin kejujuran. Serta media pendukung lainnya yang berupa poster, pin, pembatas buku, poster, stiker. Berdasarkan perancangan ini, dapat disarankan agar dikembangkan peran komik dengan lebih mendalam, tidak hanya sebagai media hiburan saja. Secara teoritik hasil perancangan ini efektif karena telah dirancang menggunakan pendekatan ilmiah sesuai dengan metodologi perancangan yang lazim. Meskipun demikian dibutuhkan ujicoba keefektifannya agar diperoleh hasil empirik sesuai dengan kebutuhan fungsinya.

The use of peer feedback to improve the writing ability of the eight graders of MTsN Bangkalan / Happy Kusuma Wardani

 

Thesis, Graduate Program in English Language Teaching, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D. (II) Fachrurrazy, M.A., Ph.D. Key words: writing ability, recount texts, peer feedback For EFL learners, writing in English is considered as a complicated skill to master. In addition to the complex process of writing, they get limited feedback which is very crucial in assisting them to improve their writing quality. It is because many English teachers tend to ignore writing assignment due to assessment problem. This study was conducted on the basis of the results of the preliminary study done at MTsN Bangkalan where the same writing problem as mentioned above also occurred. The limited writing practice offered to the students certainly affected their writing quality. Teacher’s correction and comments which were neglected by the students also become one of the reasons why they were incapable to improve their writing. Considering the problem above, an activity which provides the students to be more involved in the learning process then led the idea to conduct a study to implement peer feedback strategy. This strategy aims to offer feedback to the students by reading each others’ draft and revising their draft based on their peers’ feedback before submitting their final draft to their teacher. By proposing peer feedback strategy, this study is intended to improve the writing ability of the eighth graders of MTsN Bangkalan. Employing a collaborative classroom action research design, this study involved 36 students of 8B MTsN Bangkalan in the academic year of 2010/2011. In conducting the study, the researcher collaborated with the classroom English teacher. The researcher and the collaborator worked together in planning, implementing, observing, and reflecting during the implementation of peer feedback strategy. The data sources were the students’ writing draft, observation sheet, field notes, questionnaires, and interview. Additionally, this study conducted in two cycles since the criteria of success were accomplished in the second cycle. Each cycle covered in three meetings. The findings showed that the implementation of peer feedback strategy in teaching writing can improve the students’ writing ability and encourages them to involve in the teaching-learning process. The students’ improvement in writing recount texts was reflected on their writing achievement in the second cycle that had met the first criteria of success. The average score of the students’ final writing score in the second cycle was greater than 65 as the minimum mastery level of the school. Furthermore, the students’ enthusiasm and active participation in the overall activities of the teaching-learning process reflected that the second criteria of success in this study had been met as well. On the basis of the findings, the researcher suggests applying peer feedback strategy in the teaching of writing as an alternative solution for English teachers who have similar problems in the teaching of writing. In implementing the peer feedback strategy to the students, the teachers are required to follow some suggestions; telling the purpose of conducting peer feedback strategy clearly, modeling the way how to offer feedback , encouraging collaborative work, giving clear and detailed guidelines, building students’ self confidence to write and offer feedback, control the activities of peer feedback, group them based on their English performance, activate the students’ participation in peer feedback activities, and set the time allocation properly based on the students’ ability. Meanwhile, the future researchers are recommended to carry out a study of peer feedback strategy by employing classroom action research at the same or higher level to verify the advantages of this strategy in the teaching of writing with other text types such as descriptive, narrative or expository. They are also recommended to conduct this classroom action research by employing peer feedback strategy in improving other language skills; listening, reading, speaking.

Kajian tentang kesalahan dalam penerapan tata nama Hidrokarbon Alifatik pada siswa kelas I SMU Negeri 1 Sumber Kabupaten Cirebon / oleh Syafi'i

 

Pengaruh kecerdasan emosional dan spiritual terhadap perilaku konsumsi mahasiswa melalui hasil belajar peserta matakuliah pengantar ekonomi mikro di Fakultas Ekonomi UM / Sulikah

 

Tesis, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed (II) Prof. Dr. Bambang Banu Siswoyo, M.M Kata kunci: kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, hasil belajar dan perilaku konsumsi. Konsumsi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Manusia senantiasa berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mulai dari kelahirannya di dunia hingga akhir hidupnya. Oleh karena itu, konsumsi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Mahasiswa Fakultas Ekonomi yang telah menempuh matakuliah pengantar ekonomi mikro diharapkan mampu untuk berperilaku konsumsi yang baik, tetapi kenyataanya masih jauh dari harapan. Telah banyak dilakukan penelitian terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi, tetapi belum ada penelitian yang meneliti tentang pengaruh kecerdasan emosional dan spiritual terhadap perilaku konsumsi. Untuk itulah peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh kecerdasan emosional, spiritual dan hasil belajar terhadap perilaku konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh langsung kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan hasil belajar terhadap perilaku konsumsi mahasiswa peserta matakuliah pengantar ekonomi mikro di Fakultas Ekonomi UM (2) menganalisis pengaruh tidak langsung kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual terhadap perilaku konsumsi mahasiswa melalui hasil belajar peserta matakuliah pengantar ekonomi mikro di Fakultas Ekonomi UM. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan hubung anantar variabel yang bersifat kausal serta digambarkan berdasarkan analisis jalur. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi UM dengan sampel sebanyak 80 orang. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Data dikumpulkan dengan instrumen berupa angket serta dokumentasi untuk variabel hasil belajar pengantar ekonomi mikro. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kecerdasan emosional berpengaruh terhadap perilaku konsumsi mahasiswa; 2) kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap perilaku konsumsi mahasiswa; 3) kecerdasan emosional berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa; 4)kecerdasan spiritual tidak berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa; 5)hasil belajar tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumsi mahasiswa; 6)kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumsi mahasiswa secara tidak langsung melalui hasil belajar; 7)kecerdasan spiritual tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumsi mahasiswa secara tidak langsung melalui hasil belajar. Terkait dengan hasil penelitian ini, maka disarankan agar 1) pembelajaran matakuliah pengantar ekonomi mikro sebaiknya juga menekankan aspek yang lain yaitu afektif dan psikomotorik. Selain itu sebaiknya pelaksanaan tes juga lebih variatif lagi sehingga juga dapat mengukur sikap (afektif) dari para peserta matakuliah tersebut. 2) mahasiswa peserta matakuliah pengantar ekonomi mikro, hendaknya mampu mengontrol emosi dengan baik agar sukses dalam perkuliahan serta memunculkan motivasi dalam berprestasi.

Perancangan dan pembuatan alat untuk perbaikan faktor daya (Cos) dengan menggunakan kapasitor pada motor induksi tiga fasa dengan daya 1,5 kw, 220 v, 50 Hz, 1420 rpm
oleh Yudhy Lesmana, Sigit Hariyono

 

Interaksi dan kepedulian sosial mahasiswa pengguna media sosial Universsitas Negeri Malang / Reza Amalia

 

ABSTRAK Amalia, Reza. 2015. Interaksi dan Kepedulian Sosial Mahasiswa Pengguna Media Sosial Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.Pd, M.H. (2) Drs. Petir Pudjantoro, M.Si. Kata Kunci: Interaksi Sosial, Kepedulian Sosial, Media Sosial. Media sosial merupakan perkembangan teknologi berbasis internet yang memudahkan semua orang untuk dapat menyebarluaskan konten mereka sendiri. Di saat sebagian mahasiswa telah beralih untuk saling berinteraksi melalui media sosial, mulai nampak bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai wadah menyampaikan konten pribadi, tetapi juga wadah untuk memicu timbulnya kepedulian sosial pada mahasiswa penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran umum dari pemakaian media sosial, latar belakang penggunaan media sosial tersebut, bentuk interaksi sosial dan kepedulian sosial yang dilakukan, serta faktor pendorong dan penghambat timbulnya kepedulian sosial di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dimana kehadiran peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Berlokasi di Universitas Negeri Malang dengan sumber data mahasiswa pengguna media sosial Universitas Negeri Malang yang dapat memberikan data secara langsung kepada peneliti. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara langsung. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah mereduksi data, display data, dan pengambilan keputusan. Dengan peningkatan ketekunan dan penggunaan bahan referensi sebagai teknik pengecekan keabsahan temuan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh enam simpulan, yaitu (1) penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Malang yang terbukti sangat beragam, dimulai dari penggunaan alat komunikasi, jenis media sosial yang digunakan, dan penggunaan waktu dalam membuka media sosial tersebut; (2) latar belakang mahasiswa Universitas Negeri Malang berinteraksi melalui media sosial adalah tuntutan zaman yang semakin modern yang seolah memaksa sebagian mahasiswa untuk ikut menggunakan media sosial tersebut, kemudahan yang ditawarkan oleh media sosial itu sendiri, efisiensi waktu untuk penyebaran informasi, dan keinginan untuk bersengkrama dengan kawan lama yang jarang ditemui; (3) bentuk interaksi sosial yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang berupa interaksi sosial antar mahasiswa dan interaksi sosial antara mahasiswa dengan grup tertentu; (4) bentuk kepedulian sosial yang dilakukan sangat beragam tergantung dari informasi yang didapat melalui media sosial dan ketersediaan waktu yang dimiliki para mahasiswa; (5) faktor pendorong timbulnya kepedulian sosial, yaitu rasa perduli, rasa nasionalisme, rasa bersyukur, dan ajakan teman serta pemanfaatan waktu luang yang dimiliki agar dapat digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaati; dan (6) faktor penghambat timbulnya kepedulian sosial, yaitu keterbatasan waktu antara jadwal kuliah yang seringkali bersamaan dengan jadwal kegiatan sosial tersebut, pemberian kesempatan kepada adik tingkat, dan lokasi tempat yang seringkali jauh dan sulit dijangkau. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan para peneliti berikutnya untuk dapat mengembangkan penelitian di bidang interaksi dan kepedulian sosial berkaitan dengan teknologi yang kedepannya akan semakin modern, juga mengembangkan penelitian dalam bidang etika berkomunikasi dalam hubungannya dengan interaksi sosial dan kepedulian sosial di media sosial.

Perencanaan mesin pemisah kapuk randu
oleh Khoirul Anam

 

Pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan Problem Psing (PP) tetrhadap minat belajar geografi siswa kelas XI IPS SMAN 1 Batu / Nafiatul Ni'mah

 

ABSTRAK Ni’mah, Nafiatul. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Dan Problem Posing (PP) Terhadap Minat Belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS SMAN 1 Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si, (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si Kata Kunci: Minat belajar, think pair share, problem posing Minat belajar adalah kemauan seseorang yang berasal dari dalam diri sehingga merasa tertarik pada aktifitas pembelajaran di kelas. Faktor yang mempengaruhi minat belajar salah satunya adalah penerapan model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Think pair share merupakan suatu model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk menunjukkan partisipasinya dalam proses pembelajaran, peserta didik harus berpikir sendiri sebelum menyampaikannya dalam diskusi kelompok. Problem posing merupakan model pembelajaran yang mengharuskan siswa menyusun pertanyaan atau memecah pertanyaan menjadi lebih sederhana kemudian dicari penyelesaiannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran think pair share dan problem posing terhadap minat belajar geografi siswa kelas XI IPS SMAN 1 Batu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan desain eksperimen semu (quasi eksperimental design). Pada penelitian ini digunakan dua kelas eksperimen yang diberi perlakuan model pembelajaran think pair share dan problem posing. Instrumen untuk mengetahui minat belajar siswa menggunakan angket dan observasi. Analisis data menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Kemudian dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t-test dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis uji t-test angket minat belajar siswa menunjukkan nilai signifikan < 0,05 (0,000 < 0,05) maka Ho ditolak. Hasil uji t-test observasi minat belajar siswa nilai signifikan < 0,05 (0,012 < 0,05) maka Ho ditolak. Hasil analisis angket dan observasi menunjukkan bahwa ada perbedaan minat belajar geografi menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan Problem Posing (PP) pada siswa kelas XI IPS SMAN 1 Batu. Penggunaan model pembelajaran think pair share lebih berpengaruh dibanding model pembelajaran problem posing. Hal ini dapat dilihat dari Rata-rata kelas eksperimen 1 yang menggunakan model pembelajaran think pair share untuk rata-rata nilai angket 69,88% dan observasi 74,31%. Sedangkan rata-rata kelas eksperimen 2 yang menggunakan model pembelajaran problem posing untuk nilai angket adalah 57,96% dan observasi 72,81%. Wawancara juga dilakukan untuk mendukung hasil angket dan observasi. Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa adanya perbedaan minat belajar siswa dalam penelitian ini tidak sepenuhnya dipengaruhi atau ditentukan oleh keberhasilan penggunaan suatu model pembelajaran saja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan oleh guru dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa dan dapat meningkatkan minat belajar siswa terutama pada mata pelajaran geografi.

Studi tentang pengaruh monosodium glutamat terhadap fenotip drosophila melanogaster strain bar3 dan drosophila melanogaster strain eym (eyemissing) / oleh Yuswo Waluyo

 

Mutan-mutan drosophila (Sophophora) ananassae doleschall di 10 Kecamatan Kabupaten Tulungagung / oleh Endah Minarsih

 

Back-up tegangan menggunakan magnetic contactor pada jaringan listrik tiga fasa
oleh Dwi Retno Supriyadi, Agung Prabowo

 

Penerapan metode pembelajaran diskusi teknik buzz group dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada matass pelajaran PPKn di kelas X AK 4 SMK Negeri 1 Turen / Sholikatus Afriyanti

 

ABSTRAK Afriyanti, Sholikatus. 2015. Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi Teknik Buzz Group dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn di Kelas X AK 4 SMK Negeri 1 Turen. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si.,(II) Hj. Yuniastuti, SH, M.Pd., Kata Kunci: Metode Pembelajaran Diskusi Teknik Buzz Group, Keaktifan Belajar Observasi awal yang dilakukan pada pembelajaran PPKn di kelas AK 4 SMK Negeri 1 Turenpada tanggal 22 September 2015 dan 29 September 2015 ditrmukan bahwa terdapat permasalahan pada penggunaan metode pembelajaran yang ditetapkan oleh guru, sehingga banyak siswa yang pasif dalam pembelajaran. Oleh sebab itu, diperlukan suatu penggunaan metode pembelajaran yang dapat mendorong motivasi belajar siswa agar dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, penggunaan metode pembelajaran diskusi teknik Buzz Group dilakukan sebagai upaya untuk membantu siswa dalam memahami materi serta meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran PPKn. Tujuan penerapan metode pembelajaran diskusi teknik Buzz Group adalah untuk mengembangkan pengetahuan siswa tentang materi pelajaran yang telah dipelajarinya, memperoleh informasi, bertukar informasi, memecahkan suatu masalah, mendorong percaya diri peserta didik dalam menyampaikan pendapat dan meningkatkan keaktifan belajar siswa. Penelitian tentang penerapan metode pembelajaran diskusi teknik Buzz Groupini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X AK 4 SMK Negeri 1 Turen yang berjumlah 37 siswa. Pelaksanaan PTK ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) penggunaan metode pembelajaran diskusi teknik Buzz Group dalam mata pelajaran PPKn pada siswa kelas X AK 4 di SMK Negeri 1 Turen diawali dengan pengkondisian kelas untuk melaksanakan diskusi. Guru memberikan kasus permasalahan kepada setiap kelompok untuk didiskusikan kemudian setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas dengan ditanggapi oleh kelompok lain; (2) penggunaan metode pembelajaran diskusi teknik Buzz Group dalam mata pelajaran PPKn pada siswa kelas X AK 4 di SMK Negeri 1 Turen dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Keaktifan belajar siswa dapat dilihat melalui nilai rata-rata antara siklus I dan siklus II. Rata-rata keaktifan belajar siswa pada siklus I adalah 65,135 dan rata-rata kekatifan belajar siswa pada siklus II sebesar 79,189. Peningkatan rata-rata keaktifan belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 14,054 atau 21,577%. Saran yang diberikan peneliti kepada guru mata pelajaran PPKn agar menggunakan metode pembelajaran diskusi teknik Buzz Group sebagai alternatif untuk menjadikan siswa lebih aktif dan tidak merasa bosan dalam mengikuti proses belajar mengajar. Selain itu, diharapkan pada peneliti selanjutnya, agar lebih memgembangkan penerapan metode pembelajaran diskusi teknik Buzz Group dengan cakupan pembahasan yang lebih luas serta dapat memadukan dengan metode pembelajaran lain.

Perancangan dan pembuatan alat blocking telepon terprogram berbasis mikrokontroler AT89C51
(programmeble telephone blocking system
oleh Albertus Anang Darmono, Joko Prasetyo

 

Developing listening materials for the tenth graders of MA Ma'arif 7 Banjarwati Paciran Lamongan / Alimin

 

Unpublished Thesis, State University of Malang, Graduate Program in English Education. Advisors: (1) Dr. Sri Rachmajanti, Dip. TESL., M.Pd. (2) Dr. Fachrurrazy, M.A., Ph.D Key words: Listening, Development, Listening Materials, MA Ma’arif 7 As listening is the primary skill among speaking, reading, and writing, it is very important to learn. Therefore, a study to conduct reasearch in listening is the most vital one. This study was designed to provide the materials for the process of teaching and learning English at MA Ma’arif 7 Banjarwati Paciran Lamongan. The school provided the facilities and the students were obliged to study listening to support their study but did not provide appropriate materials were the main factors why this study was conducted. Thus, this study was designed to develop listening materials. The research problem was formulated as follows: “What is the appropriate listening material for the tenth graders of Islamic Senior High School of MA Ma’arif 7 Banjarwati? The study was designed in the form of Research and Development (R & D) in which the researcher adapt the model of listening materials from Zaenuri (2008). The steps were need analysis, developing listening materials, expert and teachers validation, revision, try out, and final product. In the developing stage, the steps done were mapping, collecting, listening, selecting, rerecording, writing students’ worksheet, and writing teacher’s book. The try out was done once only. The subjects of the try out were the English teachers and students. One teacher was chosen and it was based on the length of time he or she had been teaching English there. Ten students were chosen through simple random sampling to do the try out. In collecting the data, several instruments were used as follows: try-out, questionnaire, observation, and field notes. Then Ten students were involved the try out. After the try out, the students stated their opinion. For the attractiveness, clarity of the recording, speed of delivery, vocabulary usage, and difficulty, most the students stated that the materials were very good. For the result of the try out, the students made the most mistakes on ticking true or false activities. They made 24 % mistakes among the total of the questions. And they made 13, 75 % mistakes for gap filling activities among 50 items of questions. In short, this study can be summarized as follows: (1) the stages in developing this study follows the steps of Zaenuri (2008) which is the result of simplification of Hyland’s. The steps adapted from him covers need analysis, developing materials, expert and teachers validation, revision, try out, and the final product. (2) the product of this study is teacher’s book, students worksheet, and the listening materials which are recorded in CD. The teacher’s book covers preface, general direction on how to use the materials, table of contents, teacher’s notes, answer key, 13 units of activities, and recording script. The students worksheet covers preface, map of the materials, table of contents, 13 units of activities. They are greetings and partings, introduction, announcement, talking about past events, making invitation, making or declining appointment, telling stories, expressing happiness, asking for and showing attention, song, showing sympathy, giving instruction, and how to make something. (3) the criteria of choosing the materials is based on Underwood (1993b). They are the language, length, content, style, and speed of delivery, the style of delivery and the quality of the recording. (4) concerning with the tasks in each unit follows some examples of activities proposed by Morley. (1984). (5) the materials are suitable with the students’ need, interest, and level of students’ ability in English. (6) listening activities can motivate students’ interest in learning English. (7) listening materials can give teachers a lot of input to be better in preparing listening activities. The recommendations of the study are as follows: (1) further researchers are able to conduct similar study to develop listening materials which this study can be a reference for them since their focus is still on listening materials; (2) the teachers who will use the result of this study or this product assure that when the students are listening, they have a special aims on certain tasks for listening; (3) the teachers should encourage the students to ask some questions related to unfamiliar words or phrases before they are listening, to carry out all listening tasks well without hesitating on long answers needed if the short ones are enough, and not to worry when they have difficulty on listening on every word since the tasks can be completed; (4) the teachers study the teacher’s book first in order that they can understand well the steps of teaching listening in which the maximum target can be achieved; (5) the teachers should listen to the recording first before teaching listening.

Pendidikan karakter pada anak melalui TPQ Miftahul Huda di lingkungan Lokalisasi Kampung Baru Desa Sukodadi Kecamatan Kabuh Jabupaten Jombang / Devy Tri Wahyuni

 

Pengaruh model pembelajaran Tari Bambu terhadap sikap toleransi siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Malang / Iin Sutiamin

 

ABSTRAK Sutiamin, Iin. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Tari Bambu Terhadap Sikap Toleransi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.Pd, M.H, (II) Drs. H. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum. Kata Kunci: Model Pembelajaran Tari bambu, Sikap Toleransi Sikap toleransi merupakan satu kesatuan dalam berperilaku untuk menghargai segala perbedaan yang ada sebagai bentuk penghormatan atas kesenjangan diantara sesama sehingga tidak ada diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda. Sikap toleransi sangat penting untuk dimiliki agar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dapat saling menghargai meskipun terdapat perbedaan. Namun, dewasa ini sikap toleransi masyarakat sudah mulai luntur, tidak terkecuali dikalangan pelanjar. Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya untuk mengembangkan kembali sikap toleransi pada diri tiap individu, utamanya adalah pelajar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui sikap toleransi siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Malang, (2) mengetahui pengaruh model pembelajaran tari bambu terhadap sikap toleransi siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pre-Eksperimental Desain dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design.Pada desain One Group Pretest-Posttest Desain observasi dilakukan sebelum memberikan perlakuan dan setelah memberikan perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa SMP Negeri 6 Malang dengan jumlah 797. Sedangkan untuk kelas VIII sendiri terdiri dari 268 siswa, dengan diambil sampel kelas VIII.4 dan VIII.5 yang seluruhnya berjumlah 66 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah RPP dengan variasi model pembelajaran tari bambu dan test skala sikap. Dan jenis validitas instrument yang digunakan adalah validitas isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sikap toleransi siswa SMP Negeri 6 Malang secara umum dikatakan sangat baik, (2) ada pengaruh yang ditimbulkan dari model pembelajaran tari bambu terhadap sikap toleransi siswa SMP Negeri 6 Malang. Hal tersebut dapat dilihat dari test yang diberikan kepada siswa pada saat sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa penerapan model pembelajaran tari bambu yang dilakukan sebanyak dua kali. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan antara lain: (1) kepala sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan model pembelajaran tari bambu kepada seluruh guru, (2) siswa diharapkan bisa mempertahankan dan mengembangkan sikap toleransi yang telah dimilikinya, meningkatkan kesadaran dari dalam diri siswa itu sendiri, (3) Untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan menggunakan model, metode, pendekatan yang lain.

Perencanaan ulang belitan stator motor induksi tiga fasa, 3 hp, 220/380 v, 50 Hz, 2870 rpm
oleh Abdul Manaf Firdaus, Alif Mustafa Rahman

 

Pola pembinaan penyelenggaraan program pendidikan non formal (studi kasus di PKBM Baitul Muslimin Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik) / Linda Fajarwati

 

Tesis, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Maryono, Dipl. RSL (2) Prof. Dr. H. S. Mundzir, M.Pd. Kata kunci: pola, pembinaan, program pendidikan non formal (PNF). Pembinaan program pendidikan non formal pada sembilan Kecamatan di Kabupaten Gresik masih lemah sehingga program belum dapat berkembang. Akan tetapi program PNF di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik berkembang dengan baik dikarenakan pembinaan dari penilik PLS, tokoh masyarakat dan pengelola PKBM. Pembinaan dilakukan dengan maksud agar kegiatan atau program yang sedang dilaksanakan selalu sesuai dengan rencana atau tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan. Berdasarkan rasional diatas betapa pentingnya suatu pembinaan yang dilakukan oleh pihak-pihak baik dari pemerintah maupun masyarakat. Sehingga pola pembinaan pada penyelenggaraan program pendidikan non formal di PKBM Baitul Muslimin sangat menarik untuk dikaji. Penelitian ini difokuskan pada pertanyaan besar yaitu bagaimana "Pola pembinaan penyelenggaraan program pendidikan non formal di PKBM Baitul Muslimin Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik". Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) bagaimana indikator keberhasilan PKBM Baitul Muslimin (2) bagaimana faktor pendukung keberhasilan PKBM Baitul Muslimin (3) bagaimana bentuk pembinaan penyelenggaraan program pendidikan non formal di PKBM Baitul Muslimin (4) rasional penerapan pola pembinaan di PKBM Baitul Muslimin. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (studi kasus). Teknik yang digunakan untuk menentukan informan adalah Snowball Sampling Technique. Subyek penelitian adalah seluruh unsur yang mendukung terlaksananya program-program PNF di PKBM Baitul Muslimin antara lain penilik, tokoh masyarakat, pengelola PKBM, tutor, TLD dan penyelenggara program. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencakup tiga tahap kegiatan yaitu 1) reduksi data, 2) penyajian data dan 3) penarikan kesimpulan. Hasil temuanya adalah sebagai berikut: Pertama, ada sepuluh indikator keberhasilan PKBM Baitul Muslimin sesuai dengan indikator keberhasilan PKBM menurut patokan Diknas. Kedua, faktor pendukung keberhasilan PKBM Baitul Muslimin adalah (a) kelembagaan PKBM, (b) sarana prasarana yang memadai, (c) sumber daya manusia yang berkualitas, (d) strategi manajemen, (e) partisipasi masyarakat, (f) pendanaan dari kerjasama, (g) sosialisasi, (h) keterkaitan semua unsur, (i) manfaat untuk masyarakat. Ketiga, pola pembinaan penyelenggaraan program pendidikan non formal di PKBM Baitul Muslimin terdiri dari empat hal yaitu: a. penyelenggaraan program pendidikan non formal melibatkan tokoh masyarakat b. program pendidikan non formal berdasarkan pada kebutuhan masyarakat, c. program pendidikan non formal berbasis agama artinya pembelajaran disisipi dengan pengetahuan agama dan d. menerapkan strategi manajemen PDCA (Plan, Do, Check dan Action). Keempat, rasional penerapan pola pembinaan penyelenggaraan program pendidikan non forma di PKBM Baitul Muslimin adalah karena adanya kecocokan antara strategi manajeman yang digunakan dengan kondisi program pendidikan non formal dan di padukan dengan latar belakang masyarakat. Bertitik tolak dari hasil temuan penelitian tersebut, disarankan hal-hal sebagai berikut: (1) Pihak-pihak pembuat kebijakan pendidikan non formal informal disarankan untuk merancang pola pembinaan yang disesuaikan dengan kondisi dan latar belakang masyarakat setempat, karena pembinaan tidak dapat dilakukan dengan prosedur top-down melainkan harus melihat kondisi masyarakat setempat seperti halnya dengan hasil temuan dalam penelitian ini. (2) Pihak-pihak yang terkait dengan penyelenggaraan program pendidikan non formal disarankan untuk mempergunakan pola pembinaan penyelenggaraan program pendidikan non formal sesuai dengan hasil temuan dalam penelitian ini, supaya program pendidikan non formal dapat berkembang dengan baik. (3) Bagi peneliti lain, apabila terdapat kajian sebagai upaya meningkatkan pembinaan penyelenggaraan program pendidikan non formal dengan mengacu pada pola pembinaan dari hasil penelitian diatas, peneliti siap untuk berbagi pengalaman.

Perancangan dan pembuatan alat penjual rokok otomatis
oleh Ahmad Nor Ridani, Bambang Adi Wahyudi

 

Penerapan pendekatan sains-teknologi-masyarakat untuk meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan alam tentang hubungan kegiatan manusia dan ekosistem pada siswa kelas VI di SDN Ciptomulyo 2 / Sri Budyo Cahyono

 

Kata-kata kunci : Sains-Teknologi-Masyarakat (STM), Pembelajaran IPA SD Guru kurang menghubungkan antara ilmu pengetahuan yang dipelajari di kelas dengan fakta-fakta di lingkungan dalam proses pembelajaran siswa dalam mengaplikasi konsep dan memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengaplikasi konsep. Pendekatan STM memberi peluang untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam memahami pengaruh tindakan manusia terhadap kerusakan lingkungan melalui penerapan pendekatan STM; meningkatkan kemampuan siswa dalam mengaplikasikan konsep. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian tindakan kelas bersiklus yang berkolaborasi dengan guru kelas VI berjumlah 43 anak. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, tes, dan dibantu dengan alat handycam dan camera digital. Selanjutnya data dianalisis dan dengan dilakukan sepanjang berlangsungnya penelitian. Hasil penelitian ini diperoleh temuan bahwa : (1) dengan pendekatan STM dapat merubah konsepsi siswa tentang pengaruh tindakan manusia terhadap keseimbangan lingkungan, dari tidak benar menjadi benar secara ilmiah; (2) terjadi pengembangan konsepsi siswa yang ditandai dengan perluasan jawaban siswa dari yang sederhana menjadi semakin lengkap; (3) meningkatkan kemampuan siswa dalam aplikasi konsep; (4) ada peningkatan dalam berfikir kritis siswa. Hal ini ditandai dengan berkembangnya ide-ide baru dalam pemecahan masalah. Penerapan hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STM dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap lingkungan, meningkatkan kemampuan siswa dalam mengaplikasikan konsep. Guru menyatakan tertarik untuk menerapkan pada materi pembelajaran yang lain, sedangkan siswa menyatakan senang dan lebih mudah memahami materi pelajaran.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |