Pengaruh perputaran modal kerja terhadap return saham (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2008) / Anggi Nur Machdi

 

Kata Kunci: Perputaran Modal Kerja (Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan), Return Saham (Capital Gain) Pentingnya modal kerja dalam perusahaan untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan yang bersangkutan, terutama yang menyangkut masalah posisi modal kerjanya. Sumber pembiayaan suatu perusahaan tidak hanya berasal dari dalam perusahaan itu sendiri. Tetapi perusahaan juga harus mencari sumber pembiayaan dari luar perusahaan yang salah satunya adalah lewat penjualan saham. Timbal balik perusahaan terhadap investor adalah dengan memberikan return atas investasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh perputaran modal kerja yang terdiri dari perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan terhadap return saham. Penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian korelasional (correlational research), dengan karakteristik masalah berupa hubungan antara dua variabel atau lebih. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2008 dan Return tahun 2009 sebesar 148 perusahaan. Dari populasi tersebut, kemudian digunakan metode purposive sampling untuk menentukan sample penelitian. Penelitian ini terdapat 25 perusahaan sampel yang listing di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2008. Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yang diuji dengan analisis regresi linear sederhana dan tingkat signifikan yang digunakan adalah 5%. Hasil penelitian membuktikan bahwa pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa signifikansi penerapan perputaran modal kerja lebih besar dari 0.05, sehingga H0 diterima dan menolak hipotesis yang diajukan. Perputaran kas tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan manufaktur yang listing di BEI. Perputaran piutang tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan manufaktur yang listing di BEI. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara perputaran persediaan terhadap return saham perusahaan manufaktur yang listing di BEI. Perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan manufaktur yang listing di BEI. Berdasarkan hasil penelitian ini disaran untuk penelitian selanjutnya untuk mengadakan penelitian lebih dalam, tidak hanya menggunakan indikator perputaran modal saja dalam menguji pengaruh adanya return saham. Bagi perusahaan sampel sebaiknya mengkaji ulang kebijakan finansial sehingga dapat meningkatkan performa perusahaannya. Bagi investor hendaknya memperhatikan perputaran modal kerja serta profitabilitas agar dapat mempertimbangkan investasi yang terbaik.

Pengaruh return on equity (ROE) dan return on assets (ROA) terhadap return saham melalui dividend payout ratio (DPR) pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008 / Yoyok Setio Nugroho

 

Kata kunci: Return On Equity (ROE), Return On Assets (ROA), Divident Payout, Ratio (DPR), Return Saham Tujuan utama sebagian besar perusahaan adalah memaksimalkan kekayaan terutama bagi pemegang saham. Peningkatan kekayaan atau kesejahteraan pemegeng saham tersebut menjadi indikasi nilai perusahaan tersebut. Nilai perusahaan adalah salah satu pertimbangan bagi investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan. Seorang investor yang rasional pasti akan menganalisa rasio keuangan untuk mengetahui kondisi atau kinerja perusahaan. Penelitian ini, menggunakan rasio Return On Equity (ROE) , Return On Assets (ROA), dan Devident Payout Rati (DPR) untuk mengukur Return Saham. Rancangan penelitian ini adalah penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Return On Equity (ROE), Return On Assets (ROA) terhadap Return Saham yang diperkuat oleh variabel Divident Payout, Ratio (DPR). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2006-2008. Dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sejumlah 10 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda tepatnya dengan metode analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ROE berpengaruh positif terhadap DPR. ROE tidak berpengaruh terhadap Return Saham. ROA tidak berpengaruh terhadap DPR,juga tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Secara simultan ROE dan ROA berpengaruh positif terhadap DPR. ROE,ROA, dan DPR secara simultan tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan perusahaan tetap memperhatikan dan berupaya meningkatkan pengelolaan investasi perusahaan baik yang bersumber dari modal sendiri terlebih dari investor, sedangkan bagi para investor harus lebih memperhatikan faktor fundamental perusahaan sebagai acuan utama dalam mengambil keputusan investasi daripada faktor-faktor diluar kinerja keuangan terutama spekulasi, bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk menambah variabel eksogen lain, sampel dengan karakteristik perusahaan yang lebih beragam, jumlah sampel yang lebih banyak,serta periode pengamatan yang lebih panjang untuk mendapatkan hasil yang representatif..

Pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) untuk menumbuhkan kreativitas siswa pada sistem persamaan linear dua variabel / Susie Harini

 

Program Studi Pendidikan Matematka, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof.H. Akbar Sutawidjaja, M.Ed.Ph.D, (2) Dr. Sisworo,S.Pd,M.Si Kata kunci: kreativitas, pembelajaran kooperatif stad, sistem persamaan linear dua variabel. Matematika sebagai salah satu ilmu dasar, memegang peranan yang sangat penting. Maka pada pembelajaran, khususnya matematika, perlu dimasukkan aspek kreativitas, karena kreativitas merupakan kemampuan yang diperlukan seseorang dalam menghadapi permasalahan hidup sehari-hari. Untuk mengembangkan kreativitas siswa, perlu model pembelajaran yang mampu melatih keterampilan siswa. Dengan penerapan pembelajaran kooperatif STAD guru dapat mengkondisikan siswa aktif membangun pengetahuannya sendiri. Pengetahuan selanjutnya di bangun oleh siswa dengan cara bekerja sama dengan teman dalam satu kelompok. Setiap siswa di tuntut untuk saling bekerja sama serta melatih keterampilan siswa sehingga tumbuh kreativitas siswa. Setidaknya ada dua manfaat yang dapat diperoleh dalam pembelajaran kooperatif yaitu manfaat akademik dan manfaat sosial. Secara akademik siswa meningkatkan kreativitas dan pemahaman materi, secara sosial siswa belajar hidup bermasyarakat. Atas pertimbangan di atas maka penelitian ini dilakukan untuk menemukan jawaban atas masalah: (1) "Bagaimana pelaksanaan pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) yang dapat menumbuhkan kreativitas siswa pada Sistem Persamaan Linear dengan Dua Variabel di kelas X AP-1 SMK Negeri I Lumajang? (2) "Bagaimana kreativitas siswa dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel pada pembelajaran tersebut pada butir 1?" Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuh pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Untuk memperoleh data kreativitas, diambil data dari hasil observasi sikap kreatif, observasi berpikir kreatif dan tes. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah siswa kelas X AP-1 SMK Negeri 1 Lumajang, Semester 1 Tahun Pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 38 siswa, terdiri dari 11 siswa putra dan 27 siswa putri. Penelitian ini menggunakan lembar tes awal (Tes 1) untuk mengetahui kemampuan akademik yang digunakan sebagai pedoman pengelompokan, untuk wawancara dilakukan kepada 3 orang siswa yang terdiri dari seorang siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan seorang siswa berkemampuan rendah. Setelah belajar dalam kelompok, dilakukan tes secara individu untuk mengetahui peningkatan individu dan kreativitas dan untuk memotivasi siswa untuk belajar sekaligus sebagai pertimbangan guru dalam meneruskan pembelajaran berikutnya. Akhirnya pembelajaran ditutup dengan pemberian penghargaan kepada kelompok yang mencapai prestasi dan predikat tertentu yaitu baik, hebat dan super. Hasil penelitian pada tindakan I menunjukkan bahwa aktivitas guru dari pengamat 1 dan 2 termasuk kategori baik yaitu 73,44% dan 75%. Sedangkan aktivitas siswa mencapai skor 60,15% dengan kategori cukup baik. Tes hasil belajar menunjukkan 89,47% siswa telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dan 10,53% belum memenuhi. Tumbuhnya kreativitas siswa menunjukkan dari penilaian 1 ke 2 berturut-turut yaitu 65,55% dan 77,55% dengan kategori kreatif. Disini aktivitas siswa belum memenuhi kategori aktivitas yang diharapkan, karena dibawah kategori baik dengan persentase skor rata-rata (SR) ≥ 70 %, sehingga perlu dilanjutkan pada tindakan II. Pada tindakan II menunjukkan bahwa aktivitas guru dari pengamat 1 dan 2 termasuk kategori sangat baik yaitu 89,1 % dan 92,19%. Sedangkan aktivitas siswa mencapai skor 79,79% dengan kategori baik. Tes hasil belajar menunjukkan 89,5% siswa telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dan 10,5% belum memenuhi. Sedangkan untuk tumbuhnya kreativitas siswa menunjukkan dari penilaian 2 ke 3 berturut-turut yaitu 77,55% dan 81,99%, dengan kategori meningkat dari kreatif ke sangat kreatif. Temuan pada penelitian ini adalah ada umumnya siswa yang memiliki motivasi dan hasil belajar yang tinggi akan memengaruhi tumbuhnya sikap kreatif dan berfikir kratif siswa. Saran dari peneliti adalah pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) perlu dilaksanakan oleh guru karena dengan pembelajaran tersebut dapat melatih siswa dalam mengembangkan keterampilan siswa dalam berpikir kritis dan kerjasama tim sehingga dapat menumbuhkan kreativitas siswa.

Pengaruh rotasi pekerjaan, stres kerja dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi (studi pada karyawan Biro Administrasi Universitas Widyagama Malang) / Humairah

 

Kata Kunci: Rotasi Pekerjaan, Stress Kerja, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi Globalisasi dan perubahan-perubahan ekonomi membawa dampak yang cukup besar bagi industri perdagangan, manufaktur maupun jasa. Persaingan baik domestik maupun internasional yang semakin ketat menyebabkan organisasi dituntut mempunyai keunggulan produk, jasa, biaya dan sumber daya manusia untuk bertahan dan mencapai sukses. Manusia dalam suatu organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungan termasuk lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang menantang dan kompleks, serta makin cepatnya perubahan yang terjadi menuntut individu untuk bisa menyesuaikan diri dengan dunia kerjanya. Di dalam proses penyesuaian diri ini, dirasa penting untuk mengetahui kondisi lingkungan. Dalam melakukan segala aktifitasnya, manusia memerlukan pemikiran yang dinamis agar segala aktifitasnya dapat berjalan dengan baik. Menjadi tugas manajemen agar karyawan memiliki semangat kerja dan moral yang tinggi serta ulet dalam bekerja, hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang bersangkutan memiliki komitmen yang tinggi kepada organisasi. Banyak perusahaan yang mengira bahwa faktor utama yang mempengaruhi komitmen seorang karyawan terhadap organisasi adalah dengan pemberian kompensasi dalam jumlah besar. Ketika perusahaan merasa sudah memberikan gaji yang cukup, ia merasa bahwa karyawannya akan loyal kepada perusahaan. Sebenarnya komitmen organisasi tidak mutlak dipengaruhi oleh kompensasi semata. Banyak faktor yang mempengaruhi komitmen karyawan terhadap organisasi, diantaranya adalah kesesuaian pekerjaan, kebijaksanaan organisasi termasuk kesempatan untuk berkembang, lingkungan kerja dan perilaku atasan, perputaran jabatan dan kepedulian pihak manajemen menjauhkan karyawan dari kemungkinan mengalami stress kerja. Organisasi, pada dasarnya merupakan suatu bentuk kelompok sosial yang terdiri dari beberapa anggota yang mempunyai persepsi bersama tentang kesatuan mereka. Masing-masing anggota mendapat reward, untuk mencapai tujuan bersama. Kalau suatu kelompok sudah dibentuk dan disadari bersama adanya interpendensi dan saling memberikan reward dan mempersepsikan diri sebagai satu kesatuan dalam mencapai tujuan, tentunya masalah organisasi atau perusahaan sebagai kelompok sosial tidak akan terjadi. Realitanya banyak organisasi dalam perkembangannya mengalami masalah yang muncul akibat munculnya kelompok-kelompok kecil yang tidak membuat organisasi semakin dinamis, melainkan malah menjadikan keruntuhan organisasi tersebut. Perbedaan peran, harapan, kepentingan, interpendensi, dan persepsi para anggota kelompok menjadi sumber dari konflik internal yang mengancam kelangsungan hidup kelompok tersebut, misalnya pemogokan karyawan, absensi yang tinggi tingkat turnover tidak terkendali. Semua ini merupakan gejala yang muncul dan disebabkan oleh ketidakpuasan karyawan terhadap organisasi, ini dikarenakan rendahnya komitmen kerja dari para karyawannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui kondisi rotasi pekerjaan, stress kerja, kepuasan kerja dan komitmen organisasi karyawan biro administrasi Universitas Widyagama Malang, (2) menganalisa pengaruh rotasi pekerjaan, stress kerja dan kepuasan kerja secara parsial terhadap komitmen organisasi karyawan biro administrasi Universitas Widyagama Malang, (3) menganalisa pengaruh rotasi pekerjaan, stress kerja dan kepuasan kerja secara simultan terhadap komitmen organisasi karyawan biro administrasi Universitas Widyagama Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Populasi yang digunakan adalah seluruh karyawan biro administrasi Universitas Widyagama Malang yang berjumlah 105 orang. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling dengan menggunakan rumus maka didapat sampel sebanyak 70 responden. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS for windows Release 14,0 dengan taraf signifikansi 5%. Setelah melalui proses pengolahan data dan analisis regresi diketahui hasil penelitian mengatakan bahwa: (1) rotasi pekerjaan dan komitmen organisasi memiliki korelasi positif sebesar 0,798, (2) stress kerja dan komitmen organisasi memiliki korelasi negatif sebesar 0,139, (3) kepuasan kerja dan komitmen organisasi memiliki korelasi positif sebesar 0,836, (4) rotasi pekerjaan, stress kerja dan kepuasan kerja secara bersama-sama dapat mempengaruhi komitmen organisasi sebesar 65,8%, (5) faktor yang paling dominan yang mempengaruhi komitmen organisasi adalah kepuasan kerja. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat disampaikan penulis adalah sebagai berikut: (1) Biro administrasi Universitas Widyagama Malang, hendaknya memberikan perhatian yang lebih besar lagi dalam memenuhi kepuasan kerja karyawan, juga menjaga hubungan interpersonal antara sesama karyawan dan atasan, agar tercipta lingkungan kerja yang nyaman bagi semua. (2) peneliti menyarankan kepada penelitian berikutnya lebih mengembangkan kembali variabel-variabel dan indikator-indikator lain, karena masih ada banyak lagi variabel yang mempengaruhi komitmen organisasi bila dilihat baik dari buku sumber ataupun jurnal, selain itu juga peneliti menyarankan agar penelitian berikutnya dapat mengembangkan instrumen yang berkaitan dengan rotasi pekerjaan.

Pengembangan media pembelajaran audio-visual menggunakan CAI (Computer Assisted Instruction) pada pokok bahasan jaringan tumbuhan kelas XI semester I MAN 3 Kediri / Ulfatul Husnaa

 

Kata kunci: CAI, jaringan tumbuhan, media audio-visual Salah satu media pendidikan yang memanfaatkan teknologi adalah media audio-visual yang dijalankan menggunakan komputer atau dikenal dengan Computer Assisted Instruction (CAI). MAN 3 Kediri merupakan salah satu sekolah yang mempunyai visi dan misi untuk menciptakan lulusan yang memiliki prestasi dalam berbagai bidang. Fasilitas multimedia di MAN 3 Kediri sangat mendukung untuk meningkatkan prestasi peserta didik melalui pembelajaran menggunakan media. Media dapat digunakan untuk menyampaikan materi yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret, seperti jaringan tumbuhan. Media pembelajaran audio-visual menggunakan CAI dikembangkan berdasarkan prosedur pengembangan Alessi dan Trollip (1991). Validasi media pembelajaran dilakukan oleh ahli media, ahli materi dan uji coba satu lawan satu. Hasil revisi media didasarkan atas validasi sehingga media dapat digunakan untuk uji coba lapangan. Penilaian media juga dilakukan atas hasil observasi saat uji coba lapangan oleh guru Biologi. Media pembelajaran audio-visual menggunakan CAI yang dikembangkan terfokus pada pokok bahasan jaringan tumbuhan pada batang. Rerata persentase hasil validasi ahli media sebesar 84%, ahli materi sebesar 86%, yang berarti media pembelajaran layak dan dapat digunakan untuk uji coba lapangan. Validasi lapangan dilakukan menggunakan 21 siswa MAN 3 Kediri. Hasil validasi lapangan menunjukkan rerata persentase sebesar 87% yang berarti media hasil pengembangan layak dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran. Media dapat memberikan motivasi kepada siswa dengan persentase sebesar 90% dengan keinteraktifan media sebesar 95%. Tingkat efektivitas pembelajaran pada uji coba lapangan menggunakan media memiliki kategori “sedang” dengan nilai sebesar 0,32. Nilai siswa masih berada di bawah nilai standar minimal, sehingga pembelajaran ulang tentang materi yang ada dalam media perlu dilakukan siswa. Kajian tentang soal yang sulit dikerjakan oleh siswa perlu dilakukan sehingga dapat diketahui bagian materi yang belum dikuasai oleh siswa. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini agar materi dalam media pembelajaran audio-visual menggunakan CAI yang telah dikembangkan dipelajari secara bertahap. Siswa dapat menggunakan media secara mandiri di luar jam pelajaran untuk mengulang dan memahami kembali materi-meteri yang belum dikuasainya.

Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran IPS geografi materi hidrosfer pada siswa kelas VII-E SMPN 17 Malang / Setya Nuraini

 

Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif model GI, aktivitas siswa, hasil belajar. Hasil wawancara dan observasi menunjukan bahwa hasil belajar siswa kelas VII-E SMP Negeri 17 Malang di bawah Kriteria ketuntasan Minimal (KKM) yaitu sebesar 65. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas sebesar 56,13. Hasil belajar yang rendah ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pembelajaran yang didominasi oleh guru, sehingga siswa menjadi pasif pada saat kegiatan belajar mengajar karena siswa merasa bosan dengan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan mengguakan model pembelajaran Group Investigation (GI). Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas ini, peneliti terlibat langsung dalam seluruh proses penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan. Kegiatan pembelajaran Group Investigation (GI) terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi dan tes tulis. Penelitian dilaksanakan di kelas VII-E SMP Negeri 17 Malang dengan jumlah siswa 43 orang, pada materi pokok Hidrosfer. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Peningkatan aktivitas belajar siswa diketahui dari rata-rata pada siklus I sebesar 51,6% menjadi 74,2% pada siklus II, sehingga dapat disimpulkan bahwa menerapkan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa sebesar 23,6%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, yaitu dari siklus I ke siklus II masing-masing nilainya 61,28 dan 67,28 sehingga dapat disimpulkan terjadi peningkatan sebesar 6. Tercapainya hasil belajar yang meningkat pada siklus II ditunjang oleh aktivitas belajar yang baik. Dengan demikian Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: kepada guru untuk menindaklanjuti tindakan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) sampai standar ketuntasan belajar IPS tercapai yaitu diatas 65. bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengggunakan pembelajaran dengan model Group Investigation (GI) agar dapat dikembangkan lebih lanjut pada materi yang lain dan pada mata pelajaran lain agar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Pengaruh ekstrak biji jarak pagar (J. Curcas) terhadap uji mortalitas ulat grayak (S. Litura) dengan menggunakan pendekatan model regresi probit / Siti Ma'rifatul Khusniyah

 

Kata Kunci : PROBIT, Hubungan Dosis Ekstrak Biji Jarak dengan Mortalitas ulat grayak (S. Litura) Salah satu cara yang dilakukan pada pertanian adalah dengan penggunaan pestisida, utamanya jenis insektisida yang dipakai untuk mengendalikan serangga. Beberapa jenis insektisida memang sangat efektif dalam menekan atau mengendalikan hama dan penyakit dilahan-lahan pertanian. Insektisida botani merupakan insektisida yang berasal dari material yang ramah lingkungan berbahan organik untuk menekan populasi hama tanaman yang relatif aman terhadap ekosistem lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan model probit diketahui bahwa toksisitas insektisida untuk serangga yang dinyatakan dengan LC50, dimana untuk jam ke-24, LC50 = 56.621 dengan persamaan probit (p) = -2,155+0,038(dosis). Untuk jam ke-48, LC50 = 49,537 dengan persamaan probit (p) = -2,011+0,041(dosis). Untuk jam ke-72, LC50 = 37,567 dengan persamaan probit (p) = -1,610+0,043(dosis). untuk jam ke-96, LC50 = 26,140 dengan persamaan probit (p) = -1,315+0,050(dosis). untuk jam ke-120, LC50 = 20,647 dengan persamaan probit (p) = -1,316+0,064(dosis). Pada hasil analisa menunjukkan bahwa waktu berpengaruh terhadap mortalitas ulat grayak (S.Litura). Hal ini berdasarkan terjadinya peningkatan kematian pada S. Litura dengan ekstrak biji jarak..

Sifat organoleptik nugget ikan tengiri menggunakan perekat tapioka dan tepung gadung dengan perbandingan yang berbeda / Yustina Sriasih

 

Kata Kunci: Nugget, ikan tengiri, tapioka, umbi gadung Nugget ikan tengiri adalah produk nugget yang dibuat menggunakan daging ikan tengiri sebagai bahan utama dan menggunakan bahan perekat dari tapioka dan tepung gadung. Penggunaan bahan perekat dari tepung gadung bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan dan sifat organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa dari nugget ikan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian exsperimen yaitu membuat nugget ikan dengan menggunakan bahan perekat tapioka dan tepung gadung dengan perbandingan yang berbeda yaitu 75%:25% ; 50%:50% ; 25%:75%. Pengulangan dilakukan 3x. Pengamatan dilakukan terhadap mutu organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa, serta uji kesukaan panelis terhadap masing-masing perlakuan. Data diambil menggunakan 30 panelis agak terlatih. Analisis data uji mutu hedonik menggunakan analisis sidik ragam, dan jika terdapat perbedaan, maka dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Tes (DMRT). Hasil penelitian uji mutu hedonik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikans terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa nugget ikan tengiri menggunakan perekat tapioka dan tepung gadung dengan komposisi 75%:25%, 50%:50%, dan 25%:75%. Warna kuning keemasan rerata 3.34, 3.16, dan 3.07 diperoleh dari nugget ikan tengiri dengan komposisi tapioka dan tepung gadung (75%:25% ; 50%:50% ; 25%:75%). Aroma ikan tajam skor rerata 3.18, 3.09, dan 3.02 diperoleh dari nugget ikan tengiri dengan komposisi tapioka dan tepung gadung (75%:25% ; 50%:50% ; 25%:75%). Tekstur cukup kenyal skor rerata 2.99, 2.64, dan 2.49 diperoleh dari nugget ikan tengiri dengan komposisi tapioka dan tepung gadung (75%:25% ; 50%:50% ; 25%:75%). Rasa ikan cukup kuat skor rerata 2.86, 2.64, dan 2.21 diperoleh dari nugget ikan tengiri dengan komposisi tapioka dan tepung gadung (75%:25% ; 50%:50% ; 25%:75%). Hasil penelitian uji hedonik menunjukkan kurang dari setengah jumlah panelis suka warna nugget ikan tengiri dengan persentase 37.77% terdapat pada nugget ikan tengiri komposisi tapioka dan tepung gadung (25%:75%). Kurang dari setengah jumlah panelis suka aroma nugget ikan tengiri dengan persentase 42.22% terdapat pada nugget ikan tengiri komposisi tapioka dan tepung gadung ( 75%: 25%). Lebih dari setengah jumlah panelis suka tekstur nugget ikan tengiri dengan persentase 60% terdapat pada nugget ikan tengiri komposisi tapioka dan tepung gadung (75%:25%). Lebih dari setengah jumlah panelis suka rasa nugget ikan tengiri dengan persentase 62.25% terdapat pada nugget ikan tengiri komposisi tapioka dan tepung gadung (25%:75%). Penelitian dilakukan untuk mengetahui bahwa tepung gading bis adipakai sebagai alternatif bahan perekat pada pembuatan nugget, demikian juga adanya kemungkinan untuk dibuat produk-produk olahan yang lain.

Improving English speaking skill of fashion education students using educational darama and role-play techniques / Andista Ayu Fitri Anggraeni

 

Keywords: educational drama, role-play, speaking skill English as a language for international communication has made the teaching of English increasingly considered important in Indonesia. The importance of English in this country can be seen through the government policy that made English to be taught in elementary school, junior high school, senior high school, and university. Referring to the facts above, it can be concluded that Indonesian students are expected to master English by the time they graduate from secondary school or from undergraduate programs. However, the fact shows a contradictory result. Many Indonesian students cannot communicate in English well after 6 to 12 years of learning English in their schools because of some reasons, such as: curriculum changes, teachers’ qualifications and welfare, classroom size, cultuture barrier, and students’ motivation. Related to the problem above, this study, is intended to find out how to improve students’ speaking skill in a tertiary level by using a Classroom Action Research method. Especially, the present study aims to know how educational drama and role playing techniques can improve Fashion Education department of State University of Malang students’ English speaking skill. To begin the study, the researcher applied preliminary study to know the students’ ability in speaking. The preliminary was conducted by using questionnaire, doing observation and oral speaking test. The main data collection in the present study was based on the oral speaking test result in preliminary study, Cycle 1 and Cycle 2. From the data analysis, it was found that there was only 10 % out of 50 students who met the criterion of success. In Cycle 1, the percentage was improved. There was 42% of the students who met the criterion of success. It was a good thing that an improvement happened in Cycle 1 but still it hasn’t reached the predetermined criterion of 75%. Because of that failure, then, the cycle was continued to Cycle 2. In Cycle 2, better improvements occured on the students’ progress. There was 82 % of them succeed to meet the criterion of success. Thus, the cycle was stopped in Cycle 2. Based on the research, it can be concluded that using educational drama and role-playing techniques can be used to improve students’ English speaking skill. In addition, it also improved the students’ speaking sub-skills in terms of (1) comprehension, (2) structure, (3) vocabulary,(4) pronunciation, and (5) fluency.

Pengaruh faktor kebudayaan dan faktor sosial terhadap keputusan pembelian konsumen di ritel modern (studi pada pengunjung Alfamart di Kelurahan Ngaglik Kota Batu) / Nurul Lia Hidayati

 

Kata Kunci : Keputusan Pembelian, Faktor Kebudaya, Faktor Sosial Proses pengambilan keputusan seseorang untuk membeli suatu produk biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor perilaku konsumen diantaranya adalah faktor kebudayaan dan sosial. Salah satu dari faktor tersebut dapat memberikan pengaruh lebih besar dari faktor yang lain. Mengetahui faktor mana saja yang berpengaruh dan bentuk pengaruh yang diberikan, akan sangat membantu manajemen dalam melakukan evaluasi terhadap strategi pemasaran terutama strategi promosi yang sudah dijalankan, dan kemudian dapat menyusun strategi pemasaran atau strategi promosi yang lebih efektif dari sebelumnya Tujuan yang ingin dicapai peneliti adalah untuk mengetahui dan menganalisis bahwa faktor kebudayaan dan faktor sosial berpengaruh terhadap keputusan keputusan pembelian di ritel modern (studi pada pengunjung Alfamart di kelurahan Ngaglik). Metode analisis yang dipergunakan adalah metode analisis deskriptif, metode analisis statistik yang terdiri dari analisis regresi linier berganda, pengujian signifikan simultan dan pengujian signifikan parsial serta pengujian koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara uji parsial faktor kebudayaan tidak berpengaruh terhadap keputusqn pembelian, akan tetapi pada faktor sosiallah yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen di ritel modern. Sedangkan pada uji simultan menunjukkan bahwa faktor kebudayaan dan faktor sosial, berpengaruh terhadap keputusan pembelian di ritel moderen yaitu oleh konsumen Alfamart kelurahan Ngaglik. Hasil ini dapat dilihat pada analisis Regresi Berganda dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 6,4% yang berarti bahwa adapengaruh faktor kebudayaan dan sosial terhadap keputusan pembelian di Afamart kelurahan Ngaglik sebesar 6,4 %, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat disarankan adalah: (1) Perlu adanya strategi pemasaran tertentu dimana dalam memasarkan produk tidak terlalu memperhatikan faktor kebudayaan melainkan lebih menfokuskan pada faktor sosial yang ada dalam masyarakat sekitar perusahaan,(2) Untuk itu perusahaan sebagai ritel modern yang menjadi rujukan masyarakat sekitar dalam melakukan pembelian, hendaknya perusahaan lebih banyak melakuakn sosialisasi terkait keberadaan ritel tersebut

Analisis perbedaan return saham, abnormal return saham, dan trading volume activity (TVA) sebelum dan sesudah peristiwa right issue pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2006-2009 / Latif Fajar Suprapto

 

Kata kunci : right issue, return saham, abnormal return saham, dan Trading Volume Activity (TVA) Right issue merupakan salah satu cara yang ditempuh perusahaan untuk memperoleh sumber dana. Right issue akan menyebabkan jumlah saham yang beredar di pasar bertambah dan harga saham perusahaan secara teoritis akan mengalami penurunan. Penambahan jumlah lembar saham yang beredar di pasar akibat emisi right tersebut diharapkan dapat meningkatkan frekuensi perdagangan saham atau likuiditas saham. Untuk menarik minat investor lama biasanya emiten menawarkan harga right issue lebih rendah dari harga pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara return saham, abnormal return saham, dan Trading Volume Activity (TVA) sebelum dan sesudah peristiwa right issue pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2006 sampai 2009. Penelitian ini merupakan penelitian event study. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan publik di Indonesia yang mengeluarkan kebijakan right issue dan terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2006 sampai 2009 yaitu sebanyak 67 perusahaan sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah semua perusahaan publik di Indonesia yang mengeluarkan kebijakan right issue murni tanpa diikuti kebijakan lain, seperti stock split, warrant, maupun obligasi dan terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2006 sampai 2009 yaitu sebanyak 30 perusahaan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu harga saham, jumlah saham yang beredar, dan jumlah saham yang diperdagangkan. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan cara dokumentasi data sekunder yang diperoleh dari Fact Book dan Indonesian Capital Market Directory. Analisis data yang digunakan adalah statistik parametrik dengan menggunakan paired two sample for mean t-test (uji t) untuk data yang terdistribusi normal dan wilcoxon signed rank test (uji peringkat tanda) untuk data yang terdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara return saham, abnormal return saham, dan Trading Volume Activity (TVA) sebelum dan sesudah peristiwa right issue pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2006 sampai 2009. Berdasarkan penelitian ini maka disarankan dalam penelitian lebih lanjut untuk menggunakan variabel selain return saham, abnormal return saham, dan Trading Volume Activity (TVA) serta mengelompokkan sampel perusahaan menurut kelompok industri yang ada di Bursa Efek Indonesia karena dengan adanya pengelompokan maka dapat diketahui industri mana yang terpengaruh atau tidak terpengaruh dengan adanya pengumuman right issue. Bagi investor penelitian ini dapat dijadikan gambaran bahwa hendaknya investor tidak menerima begitu saja informasi-informasi dalam pasar modal tetapi mengadakan analisis informasi tersebut agar dapat memprediksi dengan benar apakah informasi tersebut baik atau buruk sehingga dalam mengambil kebijakan investasi lebih tepat dan bisa mendapatkan return maksimal.

Analisis kuat tekan dan mikrostruktur keramik berbahan dasar feldspar (40%-60%), kaolin (20%-40%), dan silika (20%-40%) dalam segitiga Segger / Mualima

 

Kata Kunci: Keramik, Kuat Tekan, Mikrostruktur, Feldspar, Kaolin, Silika, segitiga segger. Keramik merupakan material yang sangat menjanjikan karena sifat dari keramik rekayasa ini memiliki kekuatan sangat tinggi, keras, dan memiliki stabilitas kimia yang bagus. Penelitian ini bertujuan untuk (1). mengetahui kecendrungan kuat tekan keramik dengan bahan penyusun feldspar(40%-60%), kaolin(20%-40%) dan silika(20%-40%) dalam daerah segitiga segger, (2). Mendiskripsikan mikrostruktur keramik untuk nilai kuat tekan rendah, sedang dan tingg, (3). Mengetahui kecenderungan hubungan mikrostruktur terhadap kuat tekan Bahan penyusun keramik yang digunakan adalah feldspar (40%-60%), kaolin (20%-40%) dan silika (20%-40%). Bahan dasar diperoleh dari Balai Pelayanan dan Teknik Industri Keramik Malang. Pembuatan sampel dilakukan di Laboratorium Fisika Material Universitas Negeri Malang dan di Laboratorium Balai Pelayanan dan Teknik Industri Keramik Malang. Pada penelitian ini dilakukan sintesis 15 komposisi sampel keramik yang berbeda dengan setiap komposisi dibuat 3 sampel. Komposisi bahan ditentukan dengan menggunakan metode segitiga segger. Sampel disintering pada suhu 1250ºC dengan lama penahanan selama 12 jam kemudian sampel diuji kuat tekan. Sampel yang sudah diuji kuat tekan, diambil tiga sampel dengan nilai kuat tekan paling rendah, sedang dan tinggi untuk diuji mikrostruktur dengan menggunakan SEM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Nilai kuat tekan keramik cenderung mengalami peningkatan pada daerah bawah yaitu pada komposisi feldspar dan silika yang berimbang sedangkan komposisi kaolin diperkecil. (2)pori-pori yang terbentuk pada mikrostruktur semakin berkurang apabila persentase feldspar (40%) dan silika diperbesar (25% - 35%) sedangkan presentase kaolin (25% - 35%) diperkecil. (3). Jumlah luasan pori-pori yang paling rendah dengan fraksi pori-porinya sebesar 1,24 % ketika nilai kuat tekan tinggi. Fraksi pori-pori dengan kuat tekan sedang sebesar 1,61 %. Sedangkan komposisi sampel dengan nilai kuat tekan rendah terdapat banyak pori dengan fraksi pori-pori sebesar 18,69 %. Semakin sedikit jumlah pori-pori yang terbentuk semakin besar nilai kuat tekannya

Rancang bangun sistem kontrol kestabilan suhu pada lilin dalam proses pembuatan batik tulis berbasis mikrokontroler / Akhmad Zaqi

 

Kata Kunci: Batik, Sensor Suhu, ATMega8535 Batik merupakan salah satu dari beragam kebudayaan kerajinan bernilai tinggi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Seluruh dunia pun telah mengakui bahwa kebudayaan kerajinan Batik merupakan kebudayaan asli milik bangsa Indonesia, hal ini dipertegas oleh UNESCO (lembaga di bawah PBB) dengan meresmikan Batik sebagai ikon budaya bangsa yang memiliki keunikan serta simbol dan filosofi yang mendalam mencakup siklus kehidupan manusia pada tanggal 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.Seni budaya bangsa yang mencerminkan pribadi bangsa ini yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, merupakan tanggung jawab kita sebagai anak bangsa untuk melestarikan kebudayaan kerajinan bernilai tinggi ini. Selama ini pencairan lilin, lilin harus dijaga suhunya agar tidak terlalu dingin dan panas agar dalam pelukisan motif, lilin dapat menempel dengan sempurna. Para pengrajin batik tulis biasanya menjaga suhu lilin dengan mematikan kompor jika lilin terlalu encer dan menghidupkan kompor jika terlalu kental. Dengan cara ini pekerjaan membuat batik tulis kurang efektif dan efesien serta dimungkinkan hasil pemanasan tiap waktu berubah. Untuk itu diperlukan sebuah sistem otomatis yang dapat mengatur suhu sehingga dapat mengoptimalkan proses produksi. Perancangan sistem ini bertujuan memperoleh rangkaian pengontrol suhu yang dapat mengatur tinggi rendahnya suhu yang diperlukan dalam proses pencairan lilin. Jika nilai suhu lebih rendah dari nilai batas bawah maka pemanas akan menyala dan sebaliknya jika nilai suhu lebih besar dari nilai batas atas maka pemanas akan mati. Hasil pengujian sistem ini diketahui bahwa sistem dapat membaca kondisi suhu sesuai dengan termometer dan mengontrol nyala mati pemanas sesuai dengan batas yang ditetapkan

Makna program pemberdayaan bagi penderita HIV/AIDS (studi fenomenologi terhadap Program Pemberdayaan ODHA?OHIDHA di Inset Mataram) / Rima Jauharoh

 

Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sanapiah Faisal, (2) Dr. M. Djauzi Moedzakir, MA. Kata Kunci: program pemberdayaan, HIV/AIDS, Kelompok Dukungan Sebaya (KDS). Masalah penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS merupakan tanggungjawab bersama. Apabila tidak ditangani dengan serius masalah ini dapat mengganggu bahkan mengancam ketenteraman hidup bangsa Indonesia. Pemberdayaan ODHA/OHIDHA diyakini merupakan salah satu kunci bagi penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS. Program pemberdayaan yang tepat dalam hal ini sangat dibutuhkan. Inset Mataram yang merupakan kelompok penggagas bagi upaya pemberdayaan yang dimaksud. Upaya pemberdayaan bagi penderita HIV/AIDS (ODHA/OHIDHA) di lembaga ini menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna program pemberdayaan oleh ODHA/OHIDHA yang dilaksanakan dalam Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) di Inset Mataram. Untuk itu dilakukan penelitian dengan tradisi fenomenologi. Pengumpulan dan penggalian data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan (1) pengumpulan dan pencatatan semua pernyataan-pernyataan penting yang terkait dengan pemberdayaan (2) perumusan makna dari pernyataan-pernyataan tersebut, dan (3) penentuan tema-tema umum yang terkait dengan pemberdayaan. Hasil penelitiannya adalah: Pertama, program pemberdayaan yang dilaksanakan dalam Kelompok Dukungan Sebaya di Inset Mataram dipandang oleh ODHA/OHIDHA telah menjawab kebutuhan sehingga mereka mengalami perubahan-perubahan yang positif dan pada akhirnya turut pula meningkatkan mutu hidup mereka. Kedua, program pemberdayaan untuk ODHA/OHIDHA sejalan dengan prinsip dasar andragogy di mana program pemberdayaan tersebut dipandang oleh ODHA/OHIDHA sebagai program pemberdayaan yang partisipatif dan menempatkan ODHA/OHIDHA sebagai subyek bukan obyek sehingga mereka dapat terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Berdasarkan proses dan temuan penelitian ini disarankan hal-hal sebagai berikut: (1) pihak-pihak penyelenggara dan pembuat kebijakan pada pendidikan non formal dan informal disarankan untuk merancang program-program pemberdayaan yang menjawab kebutuhan sehingga pemberdayaan dapat berjalan sesuai tujuan dan bermanfaat bagi semua pihak, (2) di samping itu, program pemberdayaan dipandang sangat perlu untuk melibatkan peserta didik (partisipatif) dan menempatkan mereka sebagai subyek bukan obyek sehingga yang diberdayakan merasa memiliki dan menjadi aktor utama dalam program pemberdayaan dan pada akhirnya dapat menimbulkan perubahan-perubahan positif, (3) pihak-pihak yang terkait dengan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS telah memberikan kontribusi yang besar sehingga perlu terus menerus memperkuat, meningkatkan, dan mengembangkan strategi dan program pemberdayaan terutama dengan prinsip dasar andragogy, dengan melibatkan lingkungan sosial dalam mendukung ODHA sehingga ODHA/OHIDHA dapat terlibat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Pengaruh persepsi konsumen pada brand image terhadap keputusan pembelian kartu seluler IM3 (studi pada mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Ardissa Majiid

 

Kata kunci: Brand Image, keputusan pembelian. Citra suatu merek selalu berhubungan dengan sikap. Sikap positif konsumen terhadap sebuah merek mengarahkannya untuk membeli merek dan produk tersebut. Analisis citra merek dapat memberikan masukan mengenai alasan konsumen memilih suatu merek. Dalam hal ini sikap biasanya memainkan peranan utama dalam membentuk perilaku. Asosiasi merek merupakan atribut yang ada di dalam merek itu dan akan lebih besar apabila pelanggan mempunyai banyak pengalaman berhubungan dengan merek tersebut. Dukungan asosisi merek merupakan respon terhadap sebuah merek akan atribut, manfaat serta keyakinan dari sebuah produk atas penilaian konsumen terhadap produk tersebut. Kekuatan asosiasi merek ditunjukkan dengan produk tersebut mempunyai reputasi yang baik dimata konsumen, produk tersebut dirasa memiliki ekspresi diri dan menambah rasa percaya diri bagi konsumen. Jika sebuah produk memiliki khas yang membedakannya dari produk lain, maka produk tersebut akan diingat oleh konsumen. Ingatan konsumen akan semakin kuat lagi setelah konsumen merasakan manfaat dari sebuah produk dan merasa bahwa merek lain tidak akan bisa memuaskan keinginan konsumen tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui variabel-variabel Brand Image yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini mempuyai dua variabel , yaitu variabel bebas (X) adalah Brand Image dan variabel terikat (Y) adalah keputusan pembelian. Variabel bebas (X) terdiri dari jenis-jenis asosiasi merek (X1), dukungan asosiasi merek (X2), kekuatan asosiais merek (X3), dan keunikan asosiasi merek (X4), sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah keputusan pembelian. Jenis penelitian yang digunakan adalah descriptive and explanatory research. Populasi yang dipilih adalah mahasiswa S1 Akuntansi yang menggunakan kartu seluler IM3 dengan sampel sebanyak 177 mahasiswa. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simple accidental, dan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regression). Hasil dari analisis yang didapat melalui penyebaran kuesioner menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara jenis-jenis asosiasi merek, dukungan asosiasi merek, kekuatan asosiasi merek, dan keunikan asosiasi merek secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian kartu seluler IM3, (2) Variabel yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian adalah keunikan asosiasi merek. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) hendaknya perusahaan dari kartu seluler IM3 memperluas segmen pasar, (2) konsumen sebelum membeli sebaiknya mencari informasi mengenai kualitas produk, harga, dan merek, (3) untuk penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan dengan memperluas variable maupun pengembangan indicator serta item lain.

Pengaruh penambahan variasi octane booster pada berbagai kecepatan motor terhadap unjuk kerja mesin sepeda motor Honda Megapro / Akhmad Sidik

 

Kata kunci: Variasi Penggunaan Octane Booster, Variasi Kecepatan Motor, daya efektif, konsumsi bahan bakar spesifik efektif (SFCE), Honda Megapro. Sepeda motor honda megapro memiliki perbandingan kompresi yang cukup tinggi, yaitu 9:1, dimana semakin tinggi nilai / perbandingan kompresi, maka makin besar / dahsyat ledakan pembakaran pada ruang bakar dan ini mengakibatkan tenaga dorong pada piston yang semakin besar, semakin tinggi nilai kompresi maka semakin besar nilai oktan yang dibutuhkan dari jenis bensin. Untuk meningkatkan nilai oktan premium dapat ditambahkan octane booster. Dengan meningkatnya nilai oktan campuran premium-octane booster, diharapkan pembakaran lebih sempurna sehingga unjuk kerja mesin akan meningkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan penggunaan variasi penambahan octane booster pada premium pada variasi kecepatan motor terhadap daya efektif, dan konsumsi bahan bakar spesifik (SFCE). Octane booster adalah salah satu jenis zat aditif yang beredar dan dikenal dalam masyarakat, dan merupakan senyawa kimia yang berfungsi untuk meningkatkan bilangan oktan pada bahan bakar bensin, menambah efisiensi, memperbaiki pembakaran, dan menghilangkan knocking pada mesin. Dengan penambahan Octane booster diharapkan terjadi peningkatan daya efektif motor, dan penggunaan konsumsi bahan bakar yang semakin irit. Octane booster yang digunakan adalah merk STP. Hal ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang membahas pengaruh octane booster terhadap emisi gas buang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penambahan octane booster (0%, 0,3%, 0,6%, dan 0,9%) atau penambahan octane booster 0 ml, 3 ml, 6 ml, dan 9 ml yang setara dengan penambahan nilai oktan 0, 2 poin, 3 poin, dan 5 poin, dengan variasi kecepatan motor (60 , 70, dan 80 km/jam) terhadap daya efektif, dan konsumsi bahan bakar spesifik efektif (SFCE). Penelitian ini dilakukan di laboratorium sepeda motor VEDC Malang secara langsung pada obyek penellitian, tanggal 19-21 Juli 2010. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis uji anova satu arah atau one way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan octane booster secara signifikan berpengaruh pada peningkatan daya efektif dan konsumsi bahan bakar spesifik efektif (SFCE) yang semakin irit. Persentase peningkatan daya efektif tertinggi dan konsumsi bahan bakar spesifik terendah dicapai pada kecepatan 60km/jam saat mesin menggunakan campuran premium–octane booster 1 : 0,9%, yaitu 18,18% dan 29,16%. Sedangkan persentase daya efektif terendah, dan penggunaan konsumsi bahan bakar spesifik efektif tertinggi di capai pada kecepatan 80 km/jam saat mesin menggunakan campuran premium-octane booster 1:0,3%, yaitu 0,42%, dan 12,44%.

Kecenderungan cinderella complex pada remaja dengan pola pengasuhan budaya Bugis / Andi Nuraedah Nur

 

Kata Kunci : Kecenderungan Cinderella Complex, Pola Asuh Budaya Bugis. Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan. Melalui kebudayaan perilaku diartikan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar. Salah satu aspek yang ikut membentuk kecenderungn Cinderella Complex adalah pola pengasuhan dengan bentukkan budaya. Anak biasanya diasuh berdasarkan perilaku yang diterima oleh lingkungan berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kecenderungan cinderella complex pada remaja pola pengasuhan budaya bugis. Jenis penelitiannya adalah kualitatif etnografi, keinginan untuk mempelajari budaya bugis dalam pengaruh perkembangan karakter dan psikis anak remaja dalam bentukan keluarga budaya Bugis dan ingin mengetahui bagaimana keluarga Bugis itu sendiri memberi konsep tentang dunia pendidikan yang sedang diterapkan, aturan-aturan apa saja yang dilakukan dalam merespon lingkungan dimana mereka hidup. Penelitian dilakukan di kota Watampone kabupaten Bone Provinsi Sulawesi-Selatan. Waktu penelitian 10 Maret- 30Juli 2010. Subjek penelitian yang dilakukan pada 3 (tiga) subyek anak remaja yang berada pada daerah dimana nilai-nilai tradisional masih dipegang teguh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dan dibantu dengan observasi sebagai pelengkap. Sementara keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan budaya Bugis sangat kuat pengaruh adanya indikasi-indikasi kecenderungan cinderella complex pada remaja putri yang diasuh dengan pola pengasuhan ini. Hal tersebut ditunjukkan dengan kepribadian anak yang memiliki ketergantungan cukup besar pada orangtua ataupun orang-orang disekitarnya. Pola Asuh budaya Bugis adalah pola pengasuhan yang bias gender yang membedakan hak dan kewajiban anak berdasarkan perbedaan jenis kelamin dan bukan berdasarkan minat dan kemauan anak. Dengan pengasuhan yang bias gender ini, para subyek dibiasakan dan dikondisikan untuk merasa berbeda dengan anggota keluarga lain yang laki-laki. Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa pola pengasuhan yang bias gender sebagaimana yang diterapkan di suku Bugis terdapat kecenderungan cinderella Complex pada anak sehingga perlu kerjasama semua pihak untuk memperbaiki pemahaman orangtua maupun anak mengenai pentingnya kesetaraan gender.

Pengaruh marketing mix terhadap loyalitas pelanggan (studi pada pelanggan PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Distrik Malang) / Yuanita Yanuar Rachmad

 

Kata Kunci : marketing mix, loyalitas pelangggan Pemasaran adalah inti/pokok dari sebuah organisasi bisnis, yang tidak dapat dipisahkan dari suatu keberhasilan usaha karena pada dasarnya melalui pemasaran akan tercipta suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan penukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain, strategi bauran pemasaran atau marketing mix dibagi menjadi dua golongan yakni untuk barang dan jasa. Untuk barang, biasa kita sebut dengan 4P yaitu produk (product),harga (price), distribusi (place),dan promosi (promotion), sedangkan untuk jasa dari 4P tersebut ditambah dengan 3P yakni orang (people), proses (process), dan bukti fisik (physical evidance). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh marketing mix (produk, harga, promosi, tempat, orang, proses, dan bukti fisik), secara parsial dan simultan terhadap loyalitas pelanggan (studi pada PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Distrik Malang) dan variabel-variadimensi-dimensi marketing mix (produk, harga, promosi, tempat, orang, proses, dan bukti fisik) yang berpengaruh dominan terhadap loyalitas pelanggan PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Distrik Malang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research untuk mengkaji pengaruh variabel bebas marketing mix (x) terhadap variabel terikat yaitu loyalitas pelanggan (y). Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik subjek telah mengikuti program asuransi jiwa pada PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Distrik Malang paling sedikit selama 2 tahun. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi berganda, uji asumsi klasik yang meliputi uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, uji normalitas, serta pengujian hipotesis yang meliputi uji F dan uji t. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dimensi-dimensi variabel bebas yang terdiri dari produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik secara parsial berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, sedangkan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai F hitung = 61,662 dan nilai signifikan sebesar 0,00. nilai Adjusted R Square sebesar 0,809 memiliki arti bahwa 79,6% Loyalitas Pelanggan PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Distrik Malang (Y) dapat dijelaskan secara simultan oleh variabel produk (X1), harga (X2), tempat (X3), promosi (X4), orang (X5) proses (X6), dan bukti fisik (X7). Sisanya sebesar 21,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini dan dari ketujuh variabel bebas tersebut yang memiliki pengaruh sangat dominan adalah sub variabel orang (process)/(X6) yang ditunjukkan oleh nilai Beta (ß) sebasar 0,273. Saran penulis adalah: (1) Proses pelayanan pelanggan yang diberikan karyawan PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Distrik Malang harus lebih diperbaiki oleh perusahaan, melaui berbagai cara diantaranya menggunakan analisis keluhan pelanggan (customer care), melakukan perbandingan kualitas antara PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Distrik Malang dengan pesaing (ghost shooping analysis), atau mencari informasi mengenai pelanggan yang mulai meninggalkan produk PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Distrik Malang (lost customer analysis), (2) PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Distrik Malang harus mampu memberikan penyuluhan pelatihan kerja kepada karyawan mengenai sikap pelayanan yang baik dan cara menyampaikan informasi yang baik pula kepada pelanggan.

Karakteristik cerpen siswa kelas X SMA Negeri 01 Kepanjen / Erma Syifaul Hasanah

 

Kata kunci: karakteristik, cerpen. Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek yang merupakan bagian dari prosa fiksi. Cerpen memiliki kesamaan dengan jenis prosa fiksi lainnya, seperti novel dan roman. Kesamaan tersebut terletak pada unsur-unsur yang menopangnya. Salah satu unsur tersebut adalah unsur intrinsik. Unsur-unsur intrinsik tersebut meliputi: tema, tokoh, penokohan, alur, setting, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Kedelapan unsur tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, sehingga menjalin suatu cerita yang utuh. Cerpen memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan jenis prosa fiksi lainnya, seperti novel dan roman. Ciri khas tersebut membuat cerpen berbeda dengan jenis prosa fiksi lainnya. Perbedaan tersebut tampak pada penceritaan tokohnya. Pada sebuah cerpen, tokoh bisa diceritakan langsung pada usia remaja, dewasa, atau pada saat usia senja, sedangkan pada sebuah roman tokoh tersebut diceritakan sejak dia lahir sampai meninggal. Perbedaan tersebut juga dapat dilihat dari bentuk fisiknya yang berbeda dengan bentuk fisik dari prosa fiksi lainnya, seperti roman dan novel. Perbedaan bentuk fisik tersebut dapat dilihat dari bentuknya yang pendek. Pengertian pendek yang tampak pada bentuk fisik cerpen tidak hanya mencangkup pada pendeknya cerita atau sedikitnya kata yang digunakan dalam cerpen. Sesuai dengan pernyataan HB Jassin dalam Suroto (1989:18) yang menyatakan bahwa mengenai ukuran panjang pendeknya sebuah cerpen memang tidak ada, akan tetapi sebuah cerita yang memakan sampai seratus halaman bukanlah sebuah cerpen. Istilah pendek ini di dalam cerita pendek berkaitan pula dengan upaya pencapaian kesan atau impresi dalam cerita yakni kesan tunggal yang ingin disampaikan. Selain itu, dengan bentuk fisiknya yang pendek, suatu cerita tersebut dapat dibaca dalam sekali duduk. Dalam hal ini, cerpen sebagai karya sastra dapat dikaji dari bermacam-macam aspeknya. Diantaranya cerpen dapat dikaji atau ditelaah dari segi strukturnya, mengingat bahwa cerpen merupakan karya sastra yang tersusun dari berbagai macam unsur. Begitu juga dengan cerpen karya siswa di sekolah, khususnya di jenjang SMA juga dapat ditelaah dari berbagai segi yang menopangnya. Walaupun masih dalam tahap belajar, tetapi cerpen tersebut merupakan hasil dari ungkapan, cita, rasa, dan karsa siswa. Berdasarkan pernyataan tersebut, cerpen karya siswa tentunya memiliki karakteristik sehingga hasil karya antara siswa yang satu dengan yang lain terlihat berbeda. Kararkteristik-karakteristik tersebut dapat dilihat dari pemilihan tema. Dengan beragamnya tema yang bisa diangkat untuk dijadikan sebuah cerita, maka ada kemungkinan adanya perbedan tema yang diangkat oleh siswa yang satu dengan yang lainnya. Disisi lain, karakteristik tentang penggambaran tokoh serta penokohan antara siswa satu dengan siswa yang lainnya juga tidaklah sama. Tidak hanya itu, karakteristik alur yang dibuatnya serta cara mendeskripsikan setting pun pasti juga tidak sama. Selain itu, penggunaan gaya bahasa serta amanat yang disampaikan juga memiliki karakteristik tersendiri dan memiliki perbedaan antar siswa tersebut. Dengan demikian, cerpen karya siswa di SMA juga dapat ditelaah dari berbagai segi yang menopangnya.

Distribusi idioblas penghasil zat anti nyamuk pada 4 jenis tumbuhan / Ulfatul Husnaa

 

Kata kunci: distribusi idioblas penghasil zat anti nyamuk, Evodia suaveolens Scheff, Ruta angustifolia (L.) Pers., Pelargonium graveolens L’Hér., dan Rosmarinus officinalis Linn. Bahan anti nyamuk dapat berasal dari bahan alami berupa tumbuhan yang berpotensi sebagai penolak nyamuk. Beberapa jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan anti nyamuk, di antaranya: Evodia suaveolens Scheff, Ruta angustifolia (L.) Pers., Pelargonium graveolens L’Hér., dan Rosmarinus officinalis Linn. Salah satu ciri tumbuhan yang berpotensi sebagai penolak nyamuk berupa adanya bau khas dari minyak essensial yang berasal dari idioblas penghasil zat anti nyamuk. Tumbuhan yang berpotensi sebagai penolak nyamuk dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai tumbuhan hidup atau melalui penyulingan senyawa aktif tumbuhan tersebut, karena adanya perbedaan distribusi idioblas penghasil zat anti nyamuk pada setiap jenis tumbuhan anti nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kerapatan idioblas penghasil zat anti nyamuk pada daun dan batang dari keempat jenis tumbuhan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi, Ruang 309, Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang pada bulan April-Agustus tahun 2009. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif bersifat ex post facto dari data yang diperoleh secara anatomi. Idioblas penghasil zat anti nyamuk terdistribusi secara acak baik pada daun maupun batang. Idioblas terdistribusi pada permukaan daun adaksial dan abaksial. Zat anti nyamuk pada keempat jenis tumbuhan disekresikan dalam berbagai macam bentuk alat sekresi, berupa: trikomata glandular, sel minyak essensial dan kelenjar minyak essensial. Idioblas minyak essensial pada E. suaveolens dan R. angustifolia berupa kelenjar minyak essensial dan sel minyak essensial, selain itu E. suaveolens juga membentuk trikomata glandular tipe peltatus; P. graveolens berupa trikomata glandular tipe capitatus dan sel minyak essensial; R. officinalis berupa trikomata glandular tipe capitatus, peltatus dan trikomata glandular bercabang serta sel minyak essensial. Trikomata glandular terdistribusi pada permukaan adaksial dan abaksial daun melalui lamina maupun kosta serta pada permukaan epidermis batang. Sel minyak essensial dan kelenjar minyak essensial terdistribusi dalam jaringan parenkima. Penghitungan kerapatan idioblas dilakukan pada trikomata glandular tipe capitatus dan peltatus serta kelenjar minyak essensial. Hasil penghitungan kerapatan idioblas menggambarkan sebaran idioblas minyak essensial pada batang lebih rapat daripada daun. Idioblas lebih rapat pada batang tumbuhan yang belum mengalami pertumbuhan sekunder maupun di ujung batang. Idioblas pada daun lebih rapat pada permukaan abaksial. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini agar tumbuhan Evodia suaveolens Scheff, Pelargonium graveolens L’Hér., dan Rosmarinus officinalis Linn. dimanfaatkan sebagai tumbuhan anti nyamuk dengan cara menanamnya, sedangkan Evodia suaveolens Scheff dan Ruta angustifolia (L.) Pers. dapat digunakan melalui penyulingan minyak essensial. Daun yang digunakan bukan daun yang telah menguning, sedangkan batang sebaiknya bukan batang yang telah mengalami pertumbuhan sekunder.

Analisis perbedaan kinerja reksadana pendapatan tetap konvensional dengan reksadana pendapatan tetap syariah menggunakan indeks Sharpe, Treynor, dan Jensen periode 2010 / Ratna Mustika Utomo

 

Kata Kunci : Kinerja Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional, Kinerja Reksadana pendapatan Tetap Syariah, Indeks Sharpe, Indeks Treynor, Indeks Jensen Reksadana pendapatan tetap konvensional maupun reksadana pendapatan tetap syariah memiliki profil risiko rendah dengan pengembalian/ return yang cukup sehingga sesuai dengan ciri investor Indonesia yang menginginkan risiko rendah, aman, dan tingkat pengembalian yang cukup. Berdasarkan teori pasar modal, terdapat beberapa metode untuk mengukur kinerja reksadana adalah Indeks Sharpe, Indeks Treynor, dan Indeks Jensen. Berdasarkan ketiga indeks tersebut maka dapat dinilai apakah kedua jenis reksadana mampu mengalahkan kinerja pasar atau sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan antara kinerja reksadana pendapatan tetap konvensional dengan reksadana pendapatan tetap syariah berdasarkan indeks Sharpe, indeks Treynor, indeks Jensen. Populasi penelitian adalah reksadana pendapatan tetap konvensional dan reksadana pendapatan tetap syariah yang dinyatakan aktif oleh BAPEPAM pada tahun 2010. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas lima reksadana pendapatan tetap konvensional dan lima reksadana pendapatan tetap syariah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah t-test independent samples test. Teknik analisis data menggunakan bantuan program komputer SPSS for windows seri 17.0 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional dan Syariah memiliki kinerja yang lebih tinggi dari pada kinerja pasar sebagai tolok ukurnya. (2) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional dengan Syariah berdasarkan indeks Sharpe, namun secara rata-rata Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional memiliki kinerja yang lebih tinggi daripada Reksadana Pendapatan Tetap Syariah. (3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional dengan Syariah berdasarkan indeks Treynor, namun secara rata-rata Reksadana Pendapatan Tetap Syariah memiliki kinerja yang lebih tinggi daripada Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional. (4) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional dengan Syariah berdasarkan indeks Jensen, namun secara rata-rata Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional memiliki kinerja yang lebih tinggi daripada Reksadana Pendapatan Tetap Syariah.

Kajian tentang tingkah laku kepiting fiddler pada area hutan bakau di Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik / Yeni Liswatin Qomariyah

 

Kata kunci: Kepiting fiddler, Hutan mangrove Kepiting fiddler adalah kepiting yang memiliki salah satu capit yang besar, yang berada di sebelah kanan atau kiri kepalanya. Kepiting fiddler memiliki peranan yang sangat penting dalam ekosistem mangrove, sehingga kepiting ini perlu dilestarikan dengan baik agar tidak punah. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan penelitian mengenai tingkah laku kepiting fiddler pada hutan bakau di Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tingkah laku makan kepiting fiddler, mulai muncul dari liang, mulai bersembunyi di dalam liang, dan tekstur serta bentuk liang kepiting fiddler. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif eksploratif. Data penelitian berupa tingkah laku kepiting fiddler, bentuk liang, dan tekstur liang kepiting fiddler pada hutan bakau di Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pengamatan langsung di area penelitian. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap mendeskripsikan tingkah laku makan kepiting fiddler, mulai muncul dari liang, mulai bersembunyi di dalam liang, tekstur dan bentuk liang kepiting fiddler. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperoleh dua simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, tingkah laku makan pada kepiting fiddler ada tiga pola, (1) mengambil makanan sambil berjalan miring, (2) mengambil makanan sambil berjalan lurus, dan (3) mengambil makanan dalam keadaan diam. Kepiting fiddler jantan mengambil makanan dengan capit kecilnya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya, capit yang besar menutupi bagian depan kepalanya. Sedangkan kepiting fiddler betina mengambil makanan di lumpur dengan kedua capit kecilnya. Kepiting fiddler mulai muncul dari liang antara pukul 06.50-06.56 WIB, sekitar satu setengah jam setelah air laut surut. Kepiting fiddler bersembunyi ke dalam liang dan lama tidak muncul lagi antara pukul 15.11- 15.50 WIB, sekitar satu jam sebelum air laut pasang. Kedua, tekstur liang kepiting fiddler adalah halus, liang ini ada yang berbentuk huruf “U”, dan ada pula yang berbentuk huruf “J”, liang huruf “J” ini nantinya akan membentuk huruf “U”. Liang yang berbentuk huruf “U” bagian dalam liang saling berhubungan dengan liang disampingnya sehingga membentuk huruf “U”. Jarak antara dua liang yang saling berhubungan ini rata-rata 4,5 cm. Keliling liang rata-rata berukuran 5,7 cm, dan kedalaman liang rata-rata berukuran 16,1cm.

Analisis teknikal dalam penentuan keputusan investasi pada saham teraktif di Bursa Efek Indonesia (studi kasus pada saham banking yang tercatat di Bursa Efek Indonesia bulan Januari 2008-April 2010) / Ahmad Mahyudin Subechi

 

Kata Kunci: Analisis Teknikal, Saham, Bearish dan Bullish. Analisis teknikal merupakan studi tentang informasi internal pasar saham untuk memberikan informasi, memperkirakan harga saham di masa yang akan datang dengan mengamati harga saham di masa lalu serta memberikan rekomendasi mengenai saat yang tepat untuk menjual atau membeli saham. Analisis teknikal ini disajikan dalam bentuk grafis (chart) dengan menggunakan berbagai teknik dalam mempelajari pola harga di masa yang akan datang. Informasi dan prediksi harga yang tercermin dari pergerakan harga saham dan volume perdagangan dapat digunakan untuk menentukan keputusan investasi saham di pasar modal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi harga saham-saham perusahaan yang tergabung dalam saham teraktif pada perusahaan banking berdasarkan nilai perdagangan di BEI dengan cara menganalisis fluktuasi harga saham selama periode Januari 2008- April 2010 dengan menggunakan analisis teknikal. Perilaku saham digambarkan dengan model garis trend, support dan resistance. Sedangkan untuk melakukan analisis teknikal menggunakan teknik Stodhastic, Moving Average Convergen Divergen (MACD), dan Trading Volume Activity (TVA). Hasil perhitungan masing-masing teknik ini digunakan untuk pengambilan keputusan. Variabel penelitian yang digunakan adalah harga saham dan volume perdagangan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua saham perusahaan yang tergabung dalam saham teraktif di perusahaan perbankan berdasarkan nilai perdagangan di BEI. Data yang digunakan adalah data harga: high (tertinggi), low (terendah), close (penutupan) dan volume perdagangan harian saham yang masuk sebagai sampel perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan investasi dalam tiga teknik yang diterapkan pada periode minggu I bulan April 2010 yang dapat digunakan sebagai acuan investasi. Pembelian saham dilakukan pada perusahaan BBRI, BBNI, BDMN dan BMRI karena pergerakan harga saham akhir periode meningkat sehingga memiliki resiko yang minimal. Penjualan saham dilakukan pada perusahaan BAEK dan BBRI karena walaupun perilaku pergerakan saham terjadi peningkatan pada periode penelitian, namun terjadi kecenderungan penurunan pada akhir penelitian hal ini meningkatkan resiko kerugian. Untuk uji beda MACD dengan Stokastik dan MACD dengan TVA tidak terdapat perbedaan. Sedangkan Sokastik dengan TVA terdapat perbedaan.

Pengaruh kupon, maturitas, yield to maturity obligasi dan tingkat suku bunga terhadap harga obligasi negara seri fixed rate yang listing di BEI periode 2006-2008 / Rosa Rismayanti

 

Kata Kunci: kupon, maturitas, yield to maturity obligasi, suku bunga SBI dan harga obligasi. Penelitian mengenai obligasi dirasakan masih terbatas apabila dibandingkan dengan penelitian mengenai saham di Indonesia karena terbatasnya data dan instrumen ini relatif baru apabila dibandingkan dengan saham. Padahal saat ini instrumen obligasi relatif mulai marak dijual dan diperdagangkan di Indonesia. Penelitian mengenai obligasi yang telah dilakukan tersebut memiliki kesimpulan penelitian yang berbeda-beda perihal pengaruh variabel-variabel yang diteliti terhadap perubahan harga obligasi. Sehingga perlu dilakukan penelitian yang secara khusus mengkaji obligasi. Penelitian ini mengkaji pengaruh kupon, maturitas, yield to maturity obligasi dan tingkat suku bunga terhadap harga obligasi di Bursa Efek Indonesia. Populasi yang digunakan adalah obligasi Negara seri fixed rate yang listing di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2008 sebanyak 18, dimana dari populasi tersebut dipilih sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria, terpilih 10 obligasi Negara seri fixed rate yang dijadikan sampel. Data dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan metode pooled data yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dan Harian Bisnis Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi linier berganda dengan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua variabel kupon, maturitas, yield to maturity obligasi dan tingkat suku bunga SBI berpengaruh signifikan terhadap harga obligasi Negara seri fixed yang listing di BEI periode 2006-2008. Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah (1) jika investor dan calon investor ingin membeli obligasi sebaiknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga obligasi. (2) bagi kalangan akademisi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan referensi (3) bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menambahkan variabel-variabel lain diluar variabel penelitian seperti likuiditas, rating, risiko obligasi misalnya default risk, exchange risk, call risk yang dapat mempengaruhi naik turunnya harga obligasi.

Pengaruh rasio luikuiditas, leverage, dan aktivitas terhadap profitabilitas sebelum dan sesudah stock split (studi pada perusahaan yang listing di BEI periode 2007-2009) / Aditya Putra Pradhana

 

Kata Kunci: Rasio Likuiditas, Leverage, Aktivitas Profitabilitas adalah kemampuan suatu badan usaha menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas sering digunakan untuk mengukur efisiensi modal dalam suatu perusahaan dengan memperbandingkan antara laba dengan modal yang digunakan dalam operasi. Salah satu yang digunakan untuk mengukur profitabilitas adalah rasio keuangan. Rasio-rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, leverage dan aktivitas dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas perusahaan. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh rasio likuiditas, leverage, aktivitas terhadap profitabilitas sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan yang listing di BEI periode 2007-2009. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh rasio likuiditas, leverage dan aktivitas terhadap profitabilitas sebelum dan sesudah stock split secara simultan maupun secara parsial pada perusahaan yang listing di BEI periode 2007-2009. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif korelasional kausalitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Analisis rasio keuangan yang digunakan rasio likuiditas, leverage, aktivitas. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang telah melakukan stock split dan telah listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2009 sejumlah 140 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan secara parsial rasio leverage, dan aktivitas berpengaruh terhadap Profitabilitas sebelum stock split, sedangkan rasio likuiditas tidak berpengaruh terhadap profitabilitas sebelum stock split. Untuk hasil penelitian sesudah stock split menunjukan Rasio likuiditas, leverage, berpengaruh parsial sesudah stock split, sedangkan rasio aktivitas tidak berpengaruh terhadap profitabilitas sesudah stok split. Selain itu secara simultan rasio likuiditas, leverage, dan aktivitas berpengaruh terhadap Profitabilitas sebelum dan sesudah stock split. Bagi perusahaan apabila mengetahui bahwa perusahaan tersebut telah berada dalam rata-rata industri, sebaiknya dilakukan analisa terhadap faktor fator apa yang menyebakannya untuk kemudian diambil kebijakan guna meningkatkan rasionya, sehingga average di dalam industri meningkat. selain itu Investor disarankan agar lebih selektif dalam berinvestasi dengan melihat kondisi-kondisi rasio keuangan yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan.Peneliti selanjutnya sebaiknya menambah variabel-variabel lain yang potensial dalam memberikan kontribusi terhadap perubahan variabel Profitabilitas.

Pengaruh psikologi konsumen terhadap keputusan pembelian konsumen handphone qwerty pada mahasiswa Universitas Negeri Malang / Heroe Fitri Mega Nur Malinda

 

Kata kunci: motivasi, persepsi, pembelajaran, sikap, keputusan pembelian Era teknologi yang maju semakin pesat telah membawa perubahan perilaku konsumen di dalam melakukan pembelian produk, hal ini dapat dilihat dari perubahan gaya hidup, gaya mengkonsumsi produk barang dan jasa yang semakin susah untuk diketahui. Kultur dan budaya tradisional telah bergeser ke kultur dan budaya modern, sehingga telah terjadi perubahan kehidupan sosial yang tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan ekonomi akan tetapi disebabkan perkembangan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh psikologi konsumen yang signifikan secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian; 2) mengetahui pengaruh dominan psikologi konsumen terhadap keputusan pembelian . Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi, karena dalam penelitian ini memiliki tujuan akhir untuk melihat kaitan hubungan antar variabel. bebas X (independen) yang terdiri dari motivasi (X1), persepsi (X2), pembelajaran (X3), dan keyakinan dan sikap (X4). Sedangkan keputusan pembelian sebagai variabel terikat Y (dependen). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Negeri Malang pengguna handphone qwerty. Teknik pengambilan sampel Non Probability Sample diperoleh sampel sejumlah 105 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke empat variabel bebas yang berpengaruh secara parsial hanya persepsi dan pembelajaran. Secara simultan variabel motivasi, persepsi, pembelajaran, dan sikap berpengaruh terhadap keputusan pembelian handphone qwerty. Variabel persepsi merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian handphone qwerty pada mahasiswa Universitas Negeri Malang. Saran dari penelitian ini adalah hendaknya perusahaan handphone melakukan pendekatan kepada masyarakat luas dalam mencari tahu tentang produk yang diinginkan oleh konsumen dalam memenuhi kebutuhan mereka. Hal ini dapat meningkatkan motivasi mereka dalam membeli produk handphone.

Pengaruh kepemilikan saham manajerial, kepemilikan saham institusional dan kebijakan dividen terhadap kebijakan hutang perusahaan (studi kasus pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2009) / Chrisnanto Adityo Nugroho

 

Kata kunci: teori agensi, kebijakan hutang perusahaan, kepemilikan saham manajerial, kepemilikan saham institusional dan kebijakan dividen. Suatu keputusan penting yang harus dibuat oleh manajer keuangan berkaitan dengan fungsi mendapatkan dana (raising of funds) adalah menentukan seberapa besar hutang yang akan digunakan oleh perusahaan melalui kebijakan hutang. Pembuatan kebijakan hutang dalam perusahaan tidaklah mudah karena dalam perusahaan terdapat banyak pihak yang masing-masing membawa kepentingan berbeda-beda. Rancangan penelitian ini adalah penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan saham manajerial, kepemilikan saham institusional dan kebijakan dividen terhadap kebijakan hutang perusahaan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2009. Dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sejumlah 14 perusahaan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata saham yang dimiliki manajerial masih sangat rendah, hal ini menunjukkan bahwa rata-rata perusahaan industri manufaktur di Indonesia sebagian besar sahamnya masih dimiliki oleh institusi atau juga dapat diartikan dimiliki oleh badan hukum lain. Selain itu rata-rata rasio pembayaran dividen relatif rendah, hal ini menunjukkan kinerja kurang bagus apabila ditinjau dari segi kemampuan perusahaan dalam memberikan hasil atas investasi. Ditemukan adanya pengaruh negatif dan signifikan antara kepemilikan saham institusional terhadap kebijakan hutang perusahaan. Di sisi lain, kepemilikan saham manajerial dan kebijakan dividen menunjukan adanya pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kebijakan hutang perusahaan. Hasil penelitian ini secara umum mengkritisi teori agensi. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: 1) bagi perusahaan, harus lebih memperhatikan variabel kepemilikan saham institusional dalam pengambilan keputusan pendanaan; 2) bagi peneliti selanjutnya, untuk meneliti sektor industri lain, seperti perbankan, karena perbankan memiliki spesifikasi tertentu.

Pengaruh modal kerja, rasio likuiditas dan rasio aktivitas terhadap rentabilitas ekonomi pada perusahaan real estate dan property yang listing di BEI periode 2007-2009 / Athiah Aditya

 

Kata kunci: Modal Kerja, Rasio Likuiditas, Rasio Aktivitas, Rentabilitas Ekonomi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi Modal Kerja, Current Ratio, Quick Ratio, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan dan Rentabilitas Ekonomi pada perusahaan Real Estate dan Property yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2009. Serta untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara Modal Kerja, Current Ratio, Quick Ratio, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan terhadap Rentabilitas Ekonomi pada perusahaan Real Estate dan Property yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2009. Dalam penelitian ini menggunakan Perusahaan Real Estate dan Property yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2009 sebagai populasi. Selain mengalami perkembangan yang pesat sepanjang tahun, perusahaan Real Estate dan Property merupakan perusahaan yang memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap perekonomian. Dari 53 populasi perusahaan, diambil sampel sebanyak 14 perusahaan berdasarkan teknik pusposive sampling. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda Hasil penelitian menjelaskan selama periode 2007-2009 kondisi masing- masing variabel adalah (1) Modal Kerja cenderung fluktuatif dengan tren meningkat secara sangat elastis, (2) Current Ratio dan Perputaran Persediaan cenderung menurun dengan tren menurun secara sangat elastis, (3) Quick Ratio cenderung fluktuatif dengan tren stagnan mendekati elastis sempurna, (4) Perputaran Piutang dan Rentabilitas Ekonomi cenderung naik dengan tren naik secara elastis uniter. Sedangkan dari hasil pengujian dengan menggunakan analisis regresi linier berganda diperoleh hasil bahwa variabel Perputaran Piutang berpengaruh signifikan terhadap Rentabilitas Ekonomi. Sedangkan variabel Modal Kerja, Current Ratio, Quick Ratio dan Perputaran Persediaan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Rentabilitas Ekonomi. Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah (1) bagi perusahaan, sebaiknya memperhatikan kondisi perputaran piutang dengan membuat kebijakan mengenai penjualan kredit yang dapat meningkatkan penjualan, (2) bagi investor, harus lebih selektif dalam berinvestasi dengan melihat kondisi rasio keuangan perusahaan, (3) bagi kalangan akademis, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan referensi, (4) bagi peneliti selanjutnya, agar menambah besar variabel dan sampel sehingga dapat memperoleh hasil yang optimal.

Pengaruh pembelajaran ekonomi dengan metode silih tanya berbasis reflektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Malang / Ajeng Chriestanti Widhowati

 

Kata kunci : Pembelajaran Model Silih Tanya Berbasis Reflektif, Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar. Berdasarkan hasil observasi awal dan pada waktu mengikuti PPL tahun 2009 ditemukan bahwa metode yang digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran adalah ceramah dan diskusi, karena melihat kondisi siswa dan keterbatasan waktu untuk menuntaskan materi sehingga diskusi yang bervariasi seperti model silih tanya jarang digunakan dalam pembelajaran. Sehingga siswa cenderung malas berpikir secara mandiri, keterampilan berpikir siswa yang kurang terasah enyebabkan siswa cenderung pasif, kurang memahami konsep dan kurang kritis dalam menanggapi masalah, juga kurang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan, atau mengemukakan gagasannya. Selain itu tidak semua siswa mempunyai buku referensi sendiri sebagai penunjang aktifitas belajar, sehingga kebanyakan informasi dan materi didapatkan dari guru. Hal ini berpengaruh pada hasil belajar siswa yang rendah. Dalam rangka memberikan variasi pembelajaran dan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa maka dalam penelitian ini diterapkan metode pembelajaran silih tanya berbasis reflektif. Dengan tujuan, (1) mengetahui bagaimana penerapan mata pelajaran ekonomi dengan pembelajaran model silih tanya; (2) mengetahui hasil kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan pembelajaran model silih tanya; (3) mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan pembelajaran model silih tanya; (4) mengetahui respon siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan pembelajaran model silih tanya. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada setiap siklusnya terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 12 sampai 20 November 2010. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IS 3 semester gasal tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 31 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah RPP, wawancara, lembar observasi kemampuan berpikir kritis, lembar observasi guru, lembar observasi sikap afektif siswa, soal pre tes, soal tes, angket respons siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran dan catatan lapangan. Kemampuan berpikir kritis siswa di ukur dengan lembar observasi kemampuan berpikir kritis, sedangkan hasil belajar siswa diukur berdasarkan hasil tes setiap akhir siklus serta ketuntasan belajar siswa pada masing-masing siklus. Teknik pengumpulan data untuk hasil tes menggunakan post tes yang dilaksanakan pada akhir pembelajaran, aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran menggunakan lembar observasi dan catatan lapangan, tanggapan siswa terhadap pembelajaran menggunakan angket yang diberikan pada akhir pembelajaran siklus II dan dokumentasi selama proses belajar di kelas. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang menghitung persentase keberhasilan tindakan. Analisis data dilakukan dengan membandingkan data pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran ekonomi dengan model silih tanya dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Malang. Dari paparan data dan temuan penelitian diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis siswa secara keseluruhan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 19,8%, dari 48,2% pada siklus I dan naik menjadi 68% pada siklus II. Hasil belajar siswa dapat diketahui dari tes yang diadakan setiap siklus. Ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 11,7 % dari 73,5% dan naik menjadi 85,2% pada siklus II. Dan dari segi afektif terlihat keaktifan siswa meningkat sebesar 9% dari 77% pada siklus I, menjadi 85,8% pada siklus II. Respon siswa secara keseluruhan terhadap penerapan model silih tanya juga sangat positif, terlihat dari siswa yang sangat setuju sebanyak 34,6% dan yang setuju sebanyak 59,7%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran ekonomi dengan model silih tanya dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Dan pembelajaran ini dapat diterima oleh siswa dengan baik terbukti rata-rata respon siswa yang sangat setuju terhadap pembelajaran ini sebesar 59,7%. Saran dari peneliti adalah penggunaan model pembelajaran bagi siswa yang bervariasi sangat ditekankan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa, guru mata pelajaran IPS dapat menerapkan pembelajaran model silih tanya yang terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa, guru hendaknya juga mengalokasikan waktu terlebih dahulu untuk menjalankan kegiatan silih Tanya agar dapat berjalan efektif, bagi peneliti jika ingin menggunakan pembelajaran ekonomi dengan metode silih tanya hendaknya dilakukan pada pokok bahasan yang berbeda agar dapat mendapatkan data yang lebih baik.

Pengaruh debt to equity ratio, total asset turnover dan struktur aktiva terhadap ROI dan ROE pada perusahaan real estate dan property yang listing di BEI tahun 2009 / Galuh Mardhika Damayanti

 

Kata Kunci: Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover, Struktur Aktiva, ROI, ROE Seorang kreditur sebelum memberikan dana pinjaman ke perusahaan sebaiknya memperhatikan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan terhadap aktiva yang dimiliki atau return on investmen (ROI) dan keuntungan bersih terhadap modal sendiri atau return on equity (ROE). Keputusan para pemegang saham untuk melakukan investasi juga bisa melihat hasil dari laporan keuangan yang telah diterbitkan oleh perusahaan. Laporan keuangan perusahaan pada dasarnya merupakan perhitungan rasio-rasio untuk menilai keadaan pada masa lalu, saat ini dan kemungkinan masa depan. Beberapa rasio keuangan yang digunakan investor untuk menilai kinerja perusahaan dalam penelitian ini diambil tiga faktor yang berpengaruh terhadap Return On Investmen (ROI) dan Return On Equity (ROE) yaitu Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO) dan Struktur Aktiva.jenis data penelitian ini adalah kuantitatif dan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Market Directory (ICMD) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2009 dengan populasi 48 perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian populasi sehingga menggunakan seluruh populasi dari perusahaan Real Estate dan Property tahun 2009. Teknik analisis yang digunakan adalah uji asumsi klasik dan uji hipotesis dengan analisis regresi linier berganda. Dari hasil pengujian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa secara parsial Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh terhadap Return on Investmen (ROI). Sedangkan Struktur Aktiva tidak berpengaruh terhadap Return on Investmen (ROI). Secara simultan Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO) dan Struktur Aktiva berpengaruh terhadap Return on Investmen (ROI) pada perusahaan Real Estate dan Property yang listing di BEI tahun 2009. Secara parsial Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh terhadap Return on Equity (ROE). Sedangkan Struktur Aktiva tidak berpengaruh terhadap Return on Equity (ROE). Secara simultan Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO) dan Struktur Aktiva berpengaruh terhadap Return on Equity (ROE) pada perusahaan Real Estate dan Property yang listing di BEI tahun 2009. Saran yang diberikan berkaitan dengan hasil penelitian yaitu (1) bagi perusahaan sebaiknya perlu memperhatikan faktor-faktor seperti DER, TATO, Struktur Aktiva agar diperoleh tingkat Return on Investmen (ROI) dan Return on Equity (ROE) yang optimal, (2) bagi investor sebaiknya menjadikan Return on Investment (ROI) dan Return on Equity (ROE) dan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan berinvestasi khususnya pada perusahaan Real Estate dan Proerty, (3) bagi peneliti selanjutnya dapat dilakukan dengan menggunakan sampel perusahaan sektor usaha lainya dan menggunakan periode penelitian yang lebih panjang.

Pengaruh tingkat persentase dividen terhadap harga saham perusahaan yang tergabung dalam LQ45 tahun 2005/2009 / Erlinda Istikana

 

Kata kunci : dividen payout ratio, harga saham. Harga saham merupakan salah satu ukuran indeks prestasi perusahaan, yaitu seberapa jauh manajemen telah berhasil mengelola perusahaan atas nama pemegang saham. Harga saham sebagai indikator nilai perusahaan akan mengalami berbagai kemungkinan kenaikan harga atau penurunan harga karena dipengaruhi oleh berbagai variabel fundamental dan teknikal, dan variabel-variabel tersebut akan membentuk kekuatan pasar yang berpengaruh terhadap transaksi saham. Salah satu indikator yang mempengaruhi harga saham adalah tingkat persentase dividen yang dibayarkan perusahaan, yang dapat dilihat dari besarnya dividen payout ratio (DPR) perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh signifikan tingkat persentase dividen yang dibagi (DPR) terhadap harga saham perusahaan yang tergabung dalam LQ45 tahun 2005-2009. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang tergabung dalam LQ45 periode 2005-2009. Dengan teknik purposive sampling diperoleh 33 perusahaan sebagai sampel dari jumlah populasi sebanyak 89 perusahaan. Variabel terikat yang digunakan adalah dividen payout ratio, sedangkan variabel bebasnya adalah harga saham. Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yang diuji dengan analisis regresi linear sederhana dan tingkat signifikan yang digunakan adalah 5%. Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan signifikansi tingkat persentase dividen (DPR) kurang dari 0,05. Hal ini berarti bahwa H0 ditolak. Besarnya pengaruh dividen payout ratio terhadap harga saham adalah sebesar 14,6% yang tercermin dari besarnya R square sebesar 0,146. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan tingkat persentase dividen terhadap harga saham perusahaan yang tergabung dalam LQ45 tahun 2005-2009. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya bukan hanya dividen payout ratio saja yang digunakan sebagai variabel terikat, karena berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa pengaruh dividen payout ratio terhadap harga saham hanya sebesar 14,6%, sedangkan 85,4% disebabkan oleh faktor lain. Disamping itu, penelitian selanjutnya juga perlu memperluas sampel penelitian.

Murbaisme Tan Malaka (suatu kajian sejarah pemikiran modern) dan keterkaitannya dalam pembelajaran sejarah / Cahyo Hakiki Baskoro Putro

 

Kata Kunci: Murbaisme, Tan Malaka, Sejarah Pemikiran Modern Penulisan Sejarah (historiografi) Indonesia mengenai proses kelahiran dan perkembangan nasionalisme Indonesia masih didominasi oleh tema-tema yang berdasarkan kebijakan pemerintah yang kurang populer, padahal pada saat itu juga muncul beberapa pemikiran modern seperti misalnya Murbaisme yang dipelopori oleh Tan Malaka. Pemikiran Tan Malaka yang bernama Murbaisme ini sempat populer pada perempat pertama abad XX karena telah menjadi semacam bahan diskusi dan inspirasi bagi para pemuda revolusioner seperti Ir. Soekarno, W.R. Supratman, dll. Ada beberapa pertimbangan yang mendorong peneliti memilih Murbaisme sebagai tema penelitian. Pertama, peran dan posisi mengenai pemikiran kiri Tan Malaka khususnya mengenai Murbaisme kurang dibahas secara proposional. Berangkat dari realita inilah peneliti akhirnya merasa tertarik dan berinisiatif untuk membuat dan melanjutkan penulisan sejarah pemikiran modern tersebut dalam bentuk sebuah karya yang utuh berupa Skripsi. Kedua, bahwa sebagai sebuah paham Murbaisme merupakan formula keyakinan politik Tan Malaka. Ketiga, sebagai sebuah paham pula, Murbaisme mengansumsikan bahwa ideologi politik revolusioner Indonesia dapat tercapai tanpa menafikan kepercayaan terhadap Tuhan. Rumusan masalah dalam penulisan Skripsi ini adalah (a) Bagaimanakah kehidupan Tan Malaka sebelum lahirnya Murbaisme?, (b) Bagaimanakah pengaruh alam pergerakan nasional terhadap latar pemikiran Tan Malaka?. (c) Bagaimanakah Pemikiran Tan Malaka mengenai Murbaisme?. (d) Bagaimanakah pemikiran Murbaisme Tan Malaka dalam kaitannya dengan pembelajaran sejarah? Tujuan penulisan Skripsi ini adalah (a) Untuk mendeskripsikan kehidupan Tan Malaka sebelum lahirnya Murbaisme, (b) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh alam pergerakan nasional terhadap latar pemikiran Tan Malaka, (c) Untuk mendeskripsikan pemikiran Tan Malaka mengenai Murbaisme, (d) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemikiran Murbaisme Tan Malaka dalam kaitannya dengan pembelajaran sejarah. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang menggunakan metode sejarah yaitu, heuristik yaitu mencari dan mengumpulkan sumber data penelitian, kritik, intepretasi yaitu penafsiran terhadap data-data yang telah dikritik, dan historiografi yang berarti penulisan sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara garis besar, kehidupan Tan Malaka dapat dibagi menjadi dua yaitu kehidupan di dalam dan di luar negeri yang masing-masing silih berganti dalam tempo waktu dan tempat yang berbeda-beda. Tahap pertama kehidupan di dalam negeri ditandai dengan kepulangannya pertama kali dari negeri Belanda yang kemudian mengajar di sekolah swasta untuk anak-anak inlander (pribumi) di Sanembah, Deli Serdang. Ia kemudian merantau ke tanah Jawa. Di Jawa, Tan Malaka aktif dalam bidang politik dan pendidikan. Tahap kedua kehidupannya di dalam negeri ditandai dengan kepulangannya ke tanah air pra proklamasi 17 Agustus 1945 yaitu pada pertengahan tahun 1942. Pasca Proklamasi 1945 ia pun kemudian aktif dalam organisasi front Persatuan Perjuangan (PP) yang didirikannya sebagai reaksi atas melencengnya arah perjuangan negara dari cita-cita serta isi Proklamasi 1945. Aktifitas PP ini ternyata direspon negatif oleh pemerintah. Tak lama kemudian para pelopornya ditangkap dan dipenjarakan dalam jangka waktu kurang lebih dua tahun. Pada tanggal 4 Juni PP pun membubarkan diri. Pasca dibebaskannya dari penjara, Tan Malaka aktif dalam membangun Rakyat Murba Terpendam bersama Mayor Sabaruddin. Setelah menunggu kepastian yang begitu lama, akhirnya berdasarkan keputusan Presiden RI No. 53, Presiden Soekarno pun pada tanggal 28 Maret 1963 menetapkan Tan Malaka sebagai seorang pahlawan kemerdekaan Nasional. Dalam alur pemikirannya, Tan Malaka sangat terpengaruh oleh dua pemikiran dunia yaitu modernisme islam dan komunisme. Tan Malaka menyatakan bahwa "Marxisme hendaknya bukanlah suatu kaji hafalan (dogma) melainkan suatu petunjuk untuk sebuah revolusi". Oleh karena itu seorang Marxis sejati perlu bersikap kritis terhadap petunjuk itu. Tan Malaka juga sangat mengagumi politikus dan filsuf-filsuf Eropa seperti halnya Marx-Engels, Lenin dan Freiderich Nietzche. Murbaisme merupakan sebuah paham atau pemikiran yang dipelopori oleh Tan Malaka. Secara garis besar pemikiran Murbaisme Tan Malaka ini sebenarnya ingin mewujudkan sebuah masyarakat Indonesia baru yang sosialis dengan berlandaskan pada kerakyatan tanpa menafikan adanya kepercayaan terhadap Tuhan. Program Nasional Tan Malaka menyarankan bahwa apabila buruh menasionalisasi industri-industri besar, maka orang-orang yang bukan proletar (petani-petani, pedagang-pedagang kecil, pengusaha-pengusaha kecil dan orang-orang intelek) harus juga diberikan pembagian ekonomi yang sama. Hal lain yang menjadi perhatian dan pokok kajian Tan Malaka dalam keyakinan politik Murbaisme-nya adalah strategi dan taktik. Menurutnya, sukses gagalnya suatu program nasional dalam perjuangan revolusioner tergantung pada benarnya strategi dan taktik. Hal terakhir dalam pokok kajiannya adalah mengenai organisasi (partai). Menurutnya, yang dimaksud dengan Partai Revolusioner ialah gabungan orang-orang yang bersamaan pandangan dan perbuatannya dalam revolusi. Materi mengenai Murbaisme Tan Malaka ini mengandung nilai-nilai kepemimpinan, perjuangan (patriotisme), nasionalisme, toleransi, politik dan juga pendidikan kerakyatan, yang pada gilirannya dapat diteladani oleh generasi sekarang dan yang akan datang. Oleh karena itu, materi ini dapat diajarkan pada tingkat pendidikan menengah maupun sebagai salah satu contoh kajian sejarah pemikiran modern dan atau sejarah politik pada tingkat perguruan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar melakukan penelitian lebih lanjut mengenai Murbaisme Tan Malaka. Penelitian selanjutnya difokuskan pada konsep Negara ideal menurut Tan Malaka dan kaitannya dengan dunia pendidikan.

Penerapan strategi pembelajaran kreatif produktif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa kelas VIII-6 SMP Negeri 1 Nganjuk / Bambang Suprayogi

 

Jurusan Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi Pendidikan IPA SMP, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D., (II) Dra. Endang Purwaningsih, M. Si. Kata Kunci: strategi pembelajaran kreatif produktif, kualitas proses dan hasil belajar Berdasarkan hasil pengamatan pendahuluan ditemukan permasalahan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika) di SMP Negeri 1 Nganjuk, antara lain: (1) sebagian besar (80%) siswa memiliki minat belajar yang rendah, (2) keadaan siswa sehari-hari di dalam kelas terlihat pasif (tidak kreatif), (3) tugas siswa diselesaikan dengan kualitas rendah dan dikumpulkan tidak tepat waktunya (produktivitas rendah), Permasalahan tersebut diatasi dengan menggunakan strategi pembelajaran kreatif produktif. Strategi pembelajaran ini diyakini dapat membelajarkan, mengaktifkan dan memberdayakan kemampuan berpikir siswa. Tujuan pembelajaran kreatif produktif dalam penelitian ini untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa kelas VIII-6 SMP Negeri 1 Nganjuk. Sintaks pembelajaran kreatif produktif terdiri atas lima tahap, yaitu: (1) orientasi, (2) eksplorasi, (3) interpretasi, (4) re-kreasi, (5) evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data proses pembelajaran dan hasil belajar. Data proses pembelajaran dikumpulkan melalui observasi, sedangkan data hasil belajar dikumpulkan melalui lembar observasi dan tes. Data hasil belajar terdiri atas 3 penilaian yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Data proses pembelajaran dan hasil belajar yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Temuan penelitian adalah sebagai berikut: Proses belajar memperlihatkan peningkatan persentase pada tahap orientasi sebesar 10%, tahap eksplorasi sebesar 15,58%, tahap interpretasi sebesar 16,03%, tahap re-kreasi sebesar 13,39%, dan tahap evaluasi sebesar 15,00%. Hasil belajar pada aspek afektif pada siklus 1 ke siklus 2 memperlihatkan peningkatan pada nilai rata-rata sebesar 3,42%, sedangkan ketuntasan belajar klasikal sebesar 10,82%. Hasil belajar pada aspek psikomotorik pada siklus 1 ke siklus 2 memperlihatkan peningkatan persentase pada nilai rata-rata sebesar 8,33%, sedangkan ketuntasan belajar klasikal sebesar 19,14%. Hasil belajar pada aspek kognitif dari siklus 1 ke siklus 2 memperlihatkan peningkatan persentase pada nilai rata-rata sebesar 24,01%, sedangkan ketuntasan belajar klasikal sebesar 24,10%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran kreatif produktif dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa kelas VIII-6 SMP Negeri 1 Nganjuk. Strategi pembelajaran ini memiliki implikasi positif bagi guru, karena dipandang sangat cocok diterapkan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika). Kegiatan praktikum yang dilaksanakan pada tahap eksplorasi, siswa perlu dilatih cara mengoperasikan alat sebelum pelaksanaan pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mencegah waktu praktikum tidak melebihi dari waktu yang ditargetkan dan data yang diperoleh siswa lebih valid. Pelaksanaan diskusi kelas pada tahap re-kreasi terlihat didominasi siswa kelompok pandai. Oleh karena itu guru dianjurkan menyelenggarakan undian untuk menentukan kelompok siswa yang bertugas presentasi dan siswa yang menanggapi atau bertanya ketika diskusi kelas.

Peningkatan motivasi berprestasi melalui penerapan model pembelajaran focused classroom meeting (MP-FCM): sebuah studi eksperimen pada siswa SMA / Edy Purwanto

 

Program Studi Psikologi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. T. Raka Joni, M.Sc, (II) Prof. Johana Endang Prawitasari, Ph.D, dan (III) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi. Kata Kunci: Motivasi Berprestasi, Nilai-Tugas, Efikasi-Diri, Goal-Setting, Model Pembelajaran. Terpuruknya kualitas pendidikan nasional disebabkan oleh banyak faktor, antara lain kegagalan praksis pembelajaran yang diselenggarakan guru di berbagai satuan pendidikan dalam mengembangkan motivasi berprestasi siswa. Di sisi lain, perbedaan sudut pandang dan beragamnya terminologi yang digunakan oleh para teorisi motivasi, serta tidak tersedia teori motivasi berprestasi yang komprehensif, menimbulkan kesulitan bagi guru dalam menerapkan sejumlah teori yang dimaksud. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menemukan model pembelajaran yang valid untuk memfasiltasi intervensi terpadu peningkatan motivasi berprestasi dengan intervensi pembelajaran; 2) menemukan dasar empiris tentang efektivitas model pembelajaran MP-FCM untuk meningkatkan motivasi berprestasi. Efektivitas penerapan model pembelajaran MP-FCM dalam peningkatan motivasi berprestasi diuji melalui prosedur eksperimen dengan rancangan randomized pre-test post-test control group design. Subyek penelitian terdiri atas 40 siswa kelas XI SMA N 11 Semarang, Penugasan subyek pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan secara acak. Kriteria inklusi subyek penelitian ini adalah: a) Duduk di kelas XI; b) Berjenis kelamin laki-laki atau perempuan; c) Berusia antara 14-15 tahun. Perlakuan eksperimen diterapkan oleh guru yang telah dilatih lebih dahulu. Pengukuran motivasi berprestasi dilakukan dengan skala motivasi berprestasi yang telah teruji valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis kovarian. Hasil penelitian menunjukkan: a) Model pembelajaran MP-FCM merupakan model pembeljaran yang valid untuk memfasilitasi dilaksanakannya intervensi pembelajaran secara terpadu dengan intervensi peningkatan motivasi berprestasi siswa; b) Penerapan model pembelajaran MP-FCM efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa.

Penggunaan media foto seri untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pengalaman pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas III SDN Lowokwaru 3 Malang / Iftitah Ainur Rozidah

 

Kata Kunci: Media foto seri, Menulis cerita, Pengalaman, SD Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi pokok yang dilakukan di kelas IIIA SDN Lowokwaru 3 Kota Malang masih berpusat pada guru. Hal ini dapat dilihat dari metode yang digunakan yaitu ceramah dan pemberian tugas, disamping itu guru hanya menggunakan sedikit sumber belajar dan tanpa menggunakan media. Hasil pra tindakan menunjukkan 12 siswa yang mencapai ketuntasan belajar atau sebesar 26% dan 32 siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar atau sebesar 71%, KKM yang ditentukan yaitu 70. Tujuan dari penelitian ini adalah Mendeskripsikan penggunaan media foto seri dalam pembelajaran, serta mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam menulis cerita pengalaman pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi menulis cerita pengalaman setelah menggunakan media foto seri. Menulis cerita pengalaman yaitu menuliskan ke dalam bahasa tulis jenisjenis pengalaman yang pernah dialami sendiri oleh siswa kelas IIIA maupun orang lain dengan menggunakan media foto seri sebagai perangsang kreatifitas siswa, jenis karangan yang terbentuk yaitu narasi, karena menceritakan pengalaman berdasarkan urutan waktu kejadian. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dan dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IIIA Lowokwaru 3 dengan jumlah 45 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media foto seri dapat meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi pokok menulis cerita pengalaman SDN Lowokwaru 3 Malang. Penggunaan media foto seri berturutturut dari siklus I dan II memperoleh nilai rata-rata 86 dan 97. Aktivitas belajar siswa dalam belajar Bahasa Indonesia meningkat ketika menggunakan media foto seri, pada sikus I dan II memperoleh nilai rata-rata 70, 22 dan 80, 89. Hasil belajar siswa meningkat setelah pembelajaran menggunakan media foto seri pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 73,11, sebanyak 32 siswa atau 71% siswa tuntas belajar. Pada siklus 2 nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 81,22, sebanyak 41 siswa atau 91% siswa tuntas belajar. Berdasarkan hasil penelian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media foto seri yaitu dengan menempelkannya pada kertas manila kemudian dipajang di depan kelas, serta menggunakannya dalam LKS dan tugas individu, dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam menulis cerita pengalaman, untuk itu disarankan agar guru menggunakan media foto seri dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terutama pada materi pokok menulis.

Penggunaan strategi perencanaan refleksi evaluasi (SPRE) dalam pembelajaran kooperatif TPS untuk meningkatkan keterampilan metakognisi, kemampuan berpikir kritis, dan penguasaan konsep IPA siswa kelas VIII D di SMP Negeri 5 Malang / Ida Wahyuni

 

Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc. Ph.D. (II) Dr. Hedi Sutomo, S.U. Kata Kunci: Strategi Perencanaan Refleksi Evaluasi (SPRE), pembelajaran kooperatif TPS, keterampilan metakognisi, berpikir kritis, penguasaan konsep IPA. Kehidupan abad ke-21 ditandai oleh masyarakat global yang inter¬de¬pen-den dan tuntutan kerja sama yang tinggi di antara anggota-anggotanya dari ber-bagai institusi sosial kompleks. Kemampuan berpikir kritis juga sangat penting untuk memenuhi tuntutan dunia kerja selain keterampilan kooperatif. Berpikir kritis mencakup strategi kognitif yang dihasilkan dari keterampilan dan kemampuan metakognisi. Membangun keterampilan metakognisi dan kemampuan berpikir kritis dapat dilakukan melalui penggunaan strategi pembelajaran di kelas. Observasi awal dan wawancara menunjukkan bahwa penggunaan strategi perencanaan refleksi evaluasi (SPRE) dalam pembelajaran kooperatif TPS belum pernah di¬lakukan di SMP Negeri 5 Malang. Guru belum pernah melatih kemampuan berpikir kritis dan keterampilan metakognisi siswa. Penelitian dilakukan di kelas VIII D. Hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa kelas VIII D kurang memiliki keterampilan metakognisi, kurang mampu berpikir kritis, dan kurang me¬nguasai konsep IPA. Upaya untuk mengatasi permasalahan di kelas VIII D adalah dengan menggunakan SPRE dalam pembelajaran kooperatif TPS. Strategi Perencanaan Refleksi Evaluasi (SPRE) merupakan suatu strategi metakognisi yang memiliki langkah-langkah: 1) perencanaan yaitu dengan melakukan perencanaan diri di awal siklus, 2) refleksi dengan melakukan refleksi terhadap penguasaan konsep di setiap akhir pertemuan, dan 3) evaluasi dengan melakukan perenungan diri di akhir siklus. Penelitian dilakukan untuk meningkatkan keterampilan metakognisi, mening¬kat¬kan kemampuan berpikir kritis, dan meningkatkan penguasaan konsep IPA siswa kelas VIII D SMP Negeri 5 Malang. Jenis Penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari peneliti dan seluruh siswa kelas VIII D SMP Negeri 5 Malang se¬ba¬¬¬gai subjek penelitian. Instrumen penelitian berupa lem¬-bar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa, tes essay de¬ngan rubrik keterampilan metakognisi, tes berpikir kritis, tes penguasaan konsep IPA, Inventori keterampilan metakognisi, rating scale keterampilan metakognisi, angket respons siswa, dan catatan lapangan. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahap-tahap me¬reduksi data, paparan da¬ta, dan penyimpulan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan meta¬kog¬ni-si, kemampuan berpikir kritis, dan penguasaan konsep. Skor dan kategori kete¬ram-pilan metakognisi siswa ber¬da¬sar¬kan inventori meningkat dari rata-rata 70 pada siklus 1 menjadi 86 pada siklus 2 dan kategori Ok pada siklus 1 menjadi ka¬te¬gori Super pada siklus 2. Skor keterampilan metakognisi berdasarkan tes essay de¬ngan rubrik juga me¬¬¬ningkat dari rata-rata 70 pada siklus 1 menjadi 84 pada si¬klus 2 dengan kategori tetap yaitu Ok . Peningkatan juga terjadi pada skor dan ka¬te¬gori kemampuan berpikir kritis dari hasil tes essay akhir pembelajaran setiap si¬klus, yaitu dari rata-rata 75 pada siklus 1 men¬¬¬jadi 85 pada siklus 2 dan kategori baik pada siklus 1 menjadi ka¬te¬¬¬gori sangat baik pada siklus 2. Peningkatan terjadi pada skor dan kategori penguasaan konsep dari rata-rata 77 pada si¬¬klus 1 menjadi 85 pada siklus 2 dan kategori baik pada siklus 1 menjadi ka¬te¬¬gori sangat baik pada silkus 2. Persentase ketuntasan klasikal meningkat da¬ri 62% pada siklus 1 menjadi 86% pada siklus 2. Kualitas penguasaan konsep pa¬¬¬da tingkat kognitif tinggi (C4-C5) sebesar 27% lebih meningkat daripada kua¬¬¬litas penguasaan konsep pada tingkat kognitif rendah (C1-C3) sebesar 17%. Sis¬wa merespons positif dengan skor rata-rata setiap indikator sebesar 4, 01 da¬¬¬lam kategori ba¬ik. Indikator ke¬ya-kin¬an memiliki rata-rata tertinggi yaitu 4, 15. Siswa sebanyak 70% me¬nya¬ta¬kan se-tuju bahwa pembelajaran yang di¬te¬¬rap¬kan membuat siswa lebih berpikir kri¬tis da¬-lam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan SPRE dalam pembelajaran kooperatif TPS dapat meningkatkan keterampilan metakognisi, kemampuan berpikir kritis, dan penguasaan konsep IPA siswa. Siswa merespons positif terhadap strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Dengan demikian disarankan 1) guru mengembangkan perilaku kooperatif dan ke¬te¬-rampilan metakognisi siswa agar menjadi pebelajar yang mandiri, 2) pembelajaran hen¬dak¬nya bersifat aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan agar dapat mencapai tujuan pem¬belajaran dengan lebih baik, 3) Guru sebaiknya mengembangkan keterampilan me¬takognisi dan mengukurnya melalui inventrori dan tes essay, 4) Semua materi IPA-Biologi SMP dapat diajarkan melalui penggunaan SPRE dalam pembelajaran koo¬peratif TPS dan mengkombinasikan penggunaan SPRE de¬ngan strategi lain sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan metakognisi, kemampuan berpikir kritis, dan penguasaan konsep.

Perubahan budaya organisasi sekolah potensial, standar nasional dan rintisan sekolah bertaraf internasional di Kabupaten Malang (studi multi kasus pada SMP potensial Kepanjen 5, SMP-SN Kepanjen 1 dan SMP-RSBI Kepanjen 4) / Sukirno Adianto

 

Program Studi Manajemen Pendidikan. Program Pasca Sarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr.H.Hendyat Soetopo,M.Pd. (II) Prof. Dr. Willem Mantja,M.Pd. (III) Prof. Dr.H. Ibrahim Bafadal, M.Pd. Kata kunci: budaya organisasi, norma, sikap, standar sekolah. Pengembangan sekolah Potensial didasari filosofi kecakapan hidup (life skill).Maksudnya bahwa kenyakinan yang mendasar pada ketrampilan esensial kehidupan agar peserta didik mampu memecahkan dan mengatasi permasalah kehidupan yang di hadapi. Sedangkan pengembangan sekolah Standar Nasional didasari filosofis inovatif, maksudnya bahwa sekolah berkeyakinan mampu melaksanakan inovasi – inovasi, khususnya dalam pembelajaran, untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pengembangan sekolah rintisan bertaraf Internasional didasari filosofis eksistensialisme dan filosofis esensialisme. Maksudnya berkeyakinan bahwa pendidikan harus menyuburkan dan mengembangkan eksistensi peserta didik seoptimal mungkin melalui fasilitas proses pendidikan yang bermartabat. organisasi merupakan pergeseran norma-norma, sikap dan kebiasaan yang diterim Perubahan budaya a sebagai suatu kebenaran oleh semua orang dalam organisasi untuk melakukan suatu pekerjaan secara bersama – sama, diperlukan kemampuan dalam mengelola perubahan budaya organisasi yang perkembangan dilingkungan sekolah. Agar perubahan budaya organisasi sekolah dapat tercapai dengan maksimal, maka sangat perlu, motivasi, inovasi sumber daya manusia yang selalu berorientasi pada hasil, memberikan pelayanan yang baik, jujur, inovatif, respons terhadap perubahan, akuntanbilitas dan memiliki keinginan besar untuk berubah dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan perubahan budaya norma-norma yang terjadi pada SMP Potensial Kepanjen 5. (2) mendiskripsikan perubahan budaya sikap yang terjadi pada SMP Standar Nasional Kepanjen 1. (3) mendiskripsikan perubahan kebiasaan yang terjadi pada SMP Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari dua macam yaitu informan seperti kepala sekolah, guru, siswa, staf sekolah dan komite sekolah, pada SMP Potensial Kepanjen 5, SMP SN Kepanjen 1 dan SMP RSBI Kepanjen 4 sebagai data utama , sedangkan data pelengkap dari peneliti sendiri. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode interaktif meliputi wawancara dan pengamatan peran serta, metode dokumentasi untuk mengumpulkan data melalui dokumen. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia yakni peneliti sendiri dan panduan pengumpulan data. Untuk menjaga kredibilitas (validitas) data dilakukan dengan kegiatan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis lintas kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) perubahan dalam pelaksanaan norma-norma pada sekolah potensial, standar nasional dan rintisan sekolah bertaraf internasional, berubah menjadi lebih baik, secara menyeluruh, berkualitas terhadap lingkungan sekolah yang bersih, tertib, rapi, sehat, indah dan nyaman sesuai dengan aturan budaya organisasi dan tata krama yang berkembang dalam lingkungan sekolah. (2) sikap sekolah potensial, standar nasional dan rintisan sekolah bertaraf internasional terhadap disiplin, kerjasama, kebijakan, lingkungan, ketertiban dan perkembangan sekolah secara menyeluruh dan berkualitas berubah menjadi lebih baik.(3) kebiasaan pada sekolah potensial, standar nasional dan rintisan sekolah bertaraf internasional berubah menjadi lebih baik secara menyeluruh dalam kebiasaan melakukan kegiatan di sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam budaya organisasi yang perkembangan dilingkungan sekolah. Sebagai kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peruabahan budaya organisasi sekolah potensial, standar nasional dan rintisan sekolah bertaraf internasional, terjadi perubahan yang sangat baik, terhadap budaya norma-norma di sekolah, sikap di sekolah dan kebiasaan di sekolah. Hal ini dapat terjadi karena sekolah mampu dengan baik mengelola perubahan yang terjadi di sekolah secara professional. Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada (1) kepala sekolah dapat memahami, menguasai untuk mengelola perubahan yang terjadi disekolah dengan baik untuk mewujudkan sumberdaya manusia berkualitas, agar sekolah cepat berkembang menjadi lebih maju, unggul dan mampu berdaya saing tinggi, baik tingkat regional, nasional dan internasional. (2) kepada guru-guru agar dapat memahami, menguasai untuk mengelola perubahan budaya organisasi dengan baik sehingga dapat meningkatkan dalam proses pembelajaran yang berkualitas, untuk mewujudkan lulusan yang bermutu dan mampu berdaya saing tinggi ditingkat regional, nasional dan internasional. (3)pemerintah Kabupaten Malang, Dinas Pendidikan Kota, Kabupaten dan Provinsi sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan kebijakan dalam mengembangkan sekolah potensial,menjadi Sekolah SN dan Sekolah RSBI. Disamping itu bagi dinas pendidikan Kabupaten, Kota dan Propinsi dapat dipakai untuk mempercepat perwujudan mutu pendidikan yang lulusannya mampu bersaing ditingkat regional, nasional maupun internasional. (4) dengan perubahan budaya organisasi yang dikelola dengan baik maka, pengawas sekolah dapat meningkatkan cara supervisi yang lebih professional terhadap perkembangan sekolah Potensial, SN dan RSBI, sehingga dapat mendorong perkembangan sekolah yang unggul dan berkualitas. (5) kepada peneliti lain dapat sebagai referensi dan memperkaya teori dalam pembahasan penelitian yang judul dan landasan teorinya sama. (6) bagi komite sekolah sebagai bahan pertimbangan dalam membantu mewujudkan sarana dan prasarana sekolah yang layak, dan usaha penggalian dana pengembangan pendidikan untuk mendukung perkembangan sekolah yang maju, unggul dan bermutu, seperti sekolah harapan masyarakat.

Peningkatan aktivitas siswa dan kemampuan pemecahan masalah jarak pada dimensi tiga melalui pembelajaran kooperatif tipe TAI di SMAN I Bangil / Trie Koerniawati

 

Jurusan Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A dan (2) Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd, M.Si Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI, Aktivitas siswa, Pemecahan Masalah Jarak Kenyataan menunjukkan, salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika di SMA adalah materi dimensi tiga yaitu kemampuan pemecahan masalah dalam menentukan jarak antara titik dengan titik, jarak antara titik dengan garis, dan jarak titik dengan bidang pada bangun ruang kubus, balok, ataupun limas sangat sulit dipahami oleh siswa. Selain itu, pembelajaran yang dilakukan cenderung berpusat pada guru dan berorientasi mencapai target kurikulum, sehingga menyebabkan guru kurang memiliki waktu yang cukup untuk membimbing siswanya secara individu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran kooperatif tipe Team Asissted Individualization (TAI) dapat meningkatkan aktivitas siswa dan kemampuan pemecahan masalah jarak pada dimensi tiga. Pembelajaran Kooperatif tipe TAI yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang menggunakan bauran kemampuan empat anggota yang berbeda dan memberikan sertifikat untuk tim dengan kinerja terbaik dan mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran individual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, sebagai subyek penelitiannya adalah siswa kelas Xd SMAN Bangil Tahun Ajaran 2009-2010 sebanyak 35 siswa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2010 dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelasanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Data penelitian meliputi: (1) skor hasil validasi terhadap perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian, (2) skor hasil tes awal, kuis, dan tes akhir (3) skor aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran, dan (4) hasil wawancara terhadap subjek penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah (1) validator, (2) observer, (3) subjek penelitian, dan (4) hasil wawancara siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran koope - ratif tipe TAI mampu meningkatkan aktivitas siswa dan kemampuan pemecahan masalah pada bangun ruang kubus, balok, dan limas. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah jarak pada dimensi tiga secara klasikal dari siklus I ke siklus II sebesar 17,1%. Terbukti dengan meningkatnya hasil tes akhir kemampuan pemecahan masalah secara klasikal pada siklus I adalah 68,6% dan siklus II adalah 85,7%. Hasil observasi aktivitas siswa dari kedua observer selama proses pembelajaran rata-rata meningkat pada setiap pertemuan hingga memenuhi kriteria keberhasilan proses yaitu 88%. i Temuan dalam penelitian ini memberikan beberapa saran terkait dengan peningkatan aktivitas siswa dan kemampuan pemecahan masalah jarak pada dimensi tiga melalui pembelajaran kooperatif tipe TAI yaitu (1) sebaiknya dalam pengamatan aktivitas siswa menggunakan lebih dari dua observer, agar pengamatan aktivitas selama pembelajaran berlangsung lebih akurat (2) LKS pada tiap selesai pembelajaran hendaknya diberikan siswa untuk membantu belajar kembali di rumah, sebagai persiapan mengikuti kuis atau tes akhir (3) Model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat digunakan oleh guru sebagai alternatif model pembelajaran di kelas

Penerapan pembelajaran inquiry untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah program linear / Puty Chandra Darmajanti

 

Program Studi Pendidikan Matematika RSBI,FMIPA, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dr.Subanji, M.Si (II) Dr. SantiIrawati, M.Si Kata kunci: berpikir kreatif, pemecahan masalah, pembelajaran Inquiry Matematika memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan ilmu pengetahuan lainnya. Peranan matematika yang dimaksud adalah melatih berpikir kreatif siswa. Tetapi kenyataan di kelas, guru lebih sering menggunakan tes tertulis dengan soal-soal yang rutin daripada menggunakan soal-soal yang mengandung pemecahan masalah. Ini berarti kemampuan berpikir kreatif masih jarang diperhatikan. Untuk itu, dalam pembelajaran matematika guru harus mampu meningkatkan berpikir kreatif siswa selama proses pembelajaran, dan mengurangi kecenderungan guru untuk mendominasi proses pembelajaran.Salah satu pembelajaran matematika yang dapat digunakan guru untuk mengembangkan kreativitas matematika siswa adalah dengan pembelajaran Inquiry (menemukan). Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di kelas X APK SMKN 1 Banyuwangi, pada semester genap tahun pelajaran 2009/2010. Data yang diperoleh berasal dari teskreativitas (kuis I, II, dan III), melakukan pengamatan, wawancara, dan hasil kegiatan siswa selama pembelajaran Inquiry. Tujuan penelitian ini adalah memperolehdesain pembelajaran Inquiry yang dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah program linear siswakelas X APK SMKN 1 Banyuwangi tahun pelajaran 2009/2010. Adapun desain pembelajaran Inquiry yang dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa adalah sebagai berikut: (a) Partisipasi Kelas. Guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa dengan mengingatkan cara mensubstitusikan salah satu titik yang merupakan selesaian pada fungsi objektif, sehingga siswa mampu menjawab pertanyaan guru, yang jawabannya dikonstruksi/dibuat oleh siswa berdasarkan pengetahuan prasyarat yang dimiliki siswa; (b) Referensi. Siswa mencari dan menemukan materi melalui internet, atau perpustakaan serta membahas materi tersebut secara akurat untuk memperjelas pengertiannya, sehingga memudahkan mereka untuk menyelesaikan masalah; (c). Scaffolding. Guru menjelaskan melalui pertanyaan arahan, sehingga siswa dapat menentukan nilai optimum dari fungsi objektif dengan menggunakan uji titik pojok. Guru membentuk diskusi antar dua siswa, siswa yang satu membuat pertanyaan mandiri sedang siswa yang lain menjawab pertanyaan tersebut; (d) Berkelompok. Siswa dibentuk kelompok dan berdiskusi menyampaikan hasil pemahaman mereka; (e) Berkomunikasi. Guru mengarahkan siswa dalam berdialog, dan salah satu siswa yang merupakan wakil dari kelompok tersebut mempresentasikan hasil kelompoknya di depan kelas dengan berbagai ide atau cara. Sedangkan kelompok lain memberikan tanggapan, dan saran sebagai masukan serta mengoreksi hasil pekerjaan sendiri (masing-masing kelompok) dan kesalahan dari kelompok lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I, hasil dari kuis I (teskreativitas 1 dan pengamatan) sertakuis II (tes kreativitas 2 dan pengamatan) terdapat 18 siswa (56,25%) siswa yang meningkat berpikir kreatifnya, sedangkan pada siklus II, hasil dari kuis II (tes kreativitas 2 dan pengamatan) serta kuis III (tes kreativitas 3 dan pengamatan) ada 28 siswa (87,5%) siswa yang meningkat berpikir kreatifnya. Dari pernyataan tersebut ternyata jumlah siswa yang meningkat berpikir kreatifnya semakin bertambah, ini berarti bahwa pada siklus II siswa mengalami peningkatan berpikir kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi guru matematika sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, dan dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk merancang penelitian baru yang berkaitan dengan kreativitas siswa.

Kajian pemahaman konsep materi dan perubahannya melalui gambaran mikroskopik siswa kelas IX SMP Negeri 1 Ampelgading tahun ajaran 2010/2011 / Syofia Cholidawati

 

Kata Kunci : Pemahaman, konsep materi dan perubahannya, gambaran mikroskopik. Pembelajaran konsep materi dan perubahannya tidak cukup hanya dilakukan pada tingkatan makroskopik dan simbolik saja, tetapi harus melibatkan tingkatan mikroskopik, yaitu pembelajaran mengenai konsep partikel penyusun materi. Konsep partikel penyusun materi merupakan konsep abstrak. Untuk membantu siswa memahami konsep partikel penyusun materi digunakan gambaran mikroskopik. Tujuan penelitian adalah sebagai berikut. (1) Untuk mengetahui pemahaman siswa melalui gambaran mikroskopik tentang: (a) susunan partikel materi dalam wujud padat, (b) susunan partikel materi dalam wujud cair, (c) susunan partikel materi dalam wujud gas, (d) susunan partikel saat mengalami perubahan fisika, (e) susunan partikel saat mengalami perubahan kimia. (2) Untuk mengetahui letak kesulitan siswa dalam memahami konsep materi dan perubahannya melalui gambaran mikroskopik. (3) Untuk mengetahui letak kesalahan pemahaman siswa dalam memahami konsep materi dan perubahannya melalui gambaran mikroskopik. Penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Ampelgading tahun ajaran 2010/2011. Sampel penelitian adalah siswa kelas IX D dan IX F yang terdiri dari 64 siswa. Sampel ditentukan berdasarkan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif dengan validitas isi sebesar 93,6% dan koefisien reliabilitas dihitung menggunakan persamaan Kuder Richardson-20 sebesar 0,69. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Pemahaman siswa melalui gambaran mikroskopik mengenai: (a) susunan partikel materi dalam wujud padat termasuk dalam kriteria baik sekali, (b) susunan partikel materi dalam wujud cair termasuk dalam kriteria baik, (c) susunan partikel materi dalam wujud gas termasuk dalam kriteria kurang, (d) susunan partikel saat mengalami perubahan fisika termasuk dalam kriteria kurang, (e) susunan partikel materi saat mengalami perubahan kimia termasuk dalam kriteria sangat kurang. (2) Kesulitan siswa dalam memahami konsep materi dan perubahannya melalui gambaran mikroskopik yaitu siswa kesulitan dalam: (a) membedakan susunan partikel zat padat-cair dan zat cair-gas, (b) menentukan komposisi dari atom-atom penyusun molekul, (c) membedakan molekul unsur dan senyawa, (d) membedakan konsep atom dan unsur, (e) menentukan komposisi zat murni dan membedakan campuran dan zat murni, (f) membedakan perubahan fisika dan kimia. (3) Kesalahan pemahaman yang dialami siswa adalah siswa cenderung menganggap: (a) susunan partikel zat cair seperti susunan partikel pada wujud gas, (b) dalam proses penguapan, panas akan memutuskan ikatan dalam molekul senyawa, (c) dalam fase gas unsur hanya digambarkan sebagai gas monoatomik dan unsur dengan molekul diatomik dianggap sebagai senyawa dan, (d) molekul unsur digambarkan sebagai gas monoatomik.

Talking stick sebagai teknik peningkatan motivasi dan hasil belajar pada pokok materi keragaman suku bangsa dan budaya studi kasus siswa kelas V semester I SDN Sumbersuko II Pasuruan / Aksinatul Prima

 

Kata Kunci: talking stick, motivasi belajar, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti di SDN Sumbersuko II Pasuruan diperoleh informasi dari guru kelas V bahwa pelaksanaan pembelajaran masih menggunakan metode ceramah, pemberian tugas dan sesekali diberikan tanya jawab. Pada pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru, sebagian besar aktivitas dilakukan oleh guru, sehingga usaha melibatkan siswa agar aktif dalam proses pembelajaran mengalami hambatan. Kondisi tersebut menyebabkan siswa menjadi kurang termotivasi dan hasil belajar yang kurang memuaskan. Salah satu teknik pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah teknik talking stick. teknik talking stick adalah teknik pembelajaran yang dapat membantu siswa belajar dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan, memberikan kesempatan siswa untuk mengungkapkan gagasan. Sehingga siswa dapat berperan secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Apakah teknik talking stick dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SDN Sumbersuko II Pasuruan ? (2) Apakah teknik talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Sumbersuko II Pasuruan? Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Sumbersuko II Pasuruan dengan jumlah 32 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Teknik analisa data yang digunakan yaitu observasi, angket, dan pre test , post test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik talking stick dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, pada siklus I berdasarkan angket motivasi siswa adalah 4,07 dengan kategori baik. Pada siklus II diperoleh sebesar 4,58 dengan kategori sangat baik. Peningkatan motivasi belajar siswa berdasarkan angket motivasi sebesar 0,51 atau 51%. Dengan teknik talking stick hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Hasil belajar dari nilai rata-rata sebesar 80,63 pada siklus I meningkat menjadi 86,88 pada siklus II, terjadi peningkatan sebesar 6,25. Adapun saran yang dapat diberikan adalah: (1) Bagi kepala sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam upaya memperbaiki pembelajaran di SDN Sumbersuko II Pasuruan. Karena pembelajaran dengan menggunakan teknik talking stick telah terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. (2) Bagi guru, disarankan untuk menggunakan teknik talking stick sebagai salah satu alternatif pembelajaran di dalam kelas karena pembelajaran dengan menggunakan teknik talking stick telah terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. (3) Bagi siswa, hendaknya lebih meningkatkan aktivitas dalam pembelajaran karena aktivitas siswa sangat penting dalam pembelajaran. (4) Bagi peneliti berikutnya, hendaknya melakukan penelitian pembelajaran dengan menggunakan teknik talking stick secara berlanjut. Misalnya, pada sampel yang lebih luas, jenjang pendidikan yang berbeda atau materi yang lain sehingga pembelajaran dengan teknik talking stick dapat diakui sebagai salah satu teknik pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Analisis strategi pengusaha rotan dalam mengembangkan usaha: studi kasus pada industri rotan di Kelurahan Balearjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang / David Nugroho

 

Kata kunci: Kondisi Usaha, Strategi Pengusaha Berdasarkan data yang terdapat di Disperindagkop Kota malang. Jumlah pengrajin rotan secara keseluruhan pada tahun 2000 di wilayah Kota Malang sebanyak 300 pengusaha, sedangkan saat ini hanya tersisa kurang dari seperempatnya saja, sekitar 35 pengusaha. Banyak sekali yang menjadi faktor penghambat industri rotan ini berkembang. Salah satunya adalah peristiwa bom bali pada tahun 2002 yang menghilangkan potensi pembeli dari luar negeri yang biasanya memesan hasil kerajinan rotan melalui Bali. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan demikian apa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan data secara objektif terhadap kondisi usaha, potensi sentra usaha dan strategi pengusaha dalam mengembangkan industri kerajinan rotan yang semuanya terangkum dalam fokus penelitian, yaitu kondisi keberlangsungan usaha dan strategi pengusaha dalam mengembangkan usahanya, metode kualitatif yang dimulai dengan display data, melakukan reduksi data dan membuat rangkuman inti serta tahap terakhir disajikan secara deskriptif mengenai fakta-fakta yang ada dilapangan dengan melakukan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan kondisi sentra usaha kerajinan rotan di Kelurahan Balearjosari setelah terjadinya bom Bali 1 dan 2 mengalami kemerosotan jumlah pengusaha kerajinan rotan, juga terdapat potensi yang cukup besar dalam industri kecil pengusaha rotan di Kelurahan Balearjosari, hal ini yang menjadikan salah satu latar belakang pengusaha untuk mempetahankan usahanya. Disamping itu pengusaha melakukan upaya-upaya dalam mempertahankan usahanya dengan mencipakan inovasi-inovasi desain, menawarkan mutu rotan yang lebih baik dan juga dengan menggunakan bantuan lembaga bank dalam pendukung modal. Dalam hal ini pengusaha juga mempunyai strategi dalam mengembangkan usahanya yang dibagi dalam tiga skala, yakni skala kecil, menengah dan besar. Strategi pengusaha diklasifikasikan menjadi tiga model, yakni strategi pengembangan produk, strategi bertahan, strategi pemasaran. Untuk mendukung dari semua upaya-upaya mempertahankan dan mengembangkan usaha, pengusaha dianjurkan untuk meningkatkan kerjasama diantara para pengusaha lainnya. Begitu pula peran pemerintah sangat dibutuhkan para pengusaha dala rangka mengembangkan usaha. Dan hasil dari skripsi ini bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya untuk mengembangkan usaha.

Pengaruh faktor psikologis terhadap keputusan pembelian konsumen sepeda motor Yamaha Mio (Studi pada konsumen sepeda motor Yamaha MIO di Perumnas Sawojajar I Malang, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang) / Revi Qadarriefiana Faradilla

 

Kata kunci: Faktor Psikologis, Keputusan Pembelian Dalam mengembangkan bisnis, produsen berusaha untuk menguasai pasar dan memenangkan persaingan. Hal ini terjadi pada berbagai sektor bisnis, termasuk bisnis kendaraan bermotor khususnya Sepeda Motor Yamaha MIO. Dimana saat ini banyak bermunculan sepeda motor dengan berbagai merek, type dan model sepeda motor. Tiap produsen berusaha menonjolkan keunggulan masing-masing dan menciptakan strategi pemasaran yang sesuai. Untuk menentukan pilihan biasanya konsumen akan membuat suatu keputusan pembelian dimana keputusan yang sering diambil adalah keputusan tentang jenis produk yang akan dibeli, merek apa yang akan dibeli, berapa harganya serta bagaimana kualitasnya. Dengan mempelajari faktor psikologis konsumen, produsen dapat mengetahui cara pandang konsumen dan sifat konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Faktor psikologis adalah salah satu faktor yang timbul dari dalam diri konsumen yang sangat mempengaruhi keputusan pembelian. Faktor psikologis konsumen dalam mengambil keputusan pembelian terdiri dari motivasi, persepsi, pengetahuan serta sikap dan keyakinan dalam kaitannya dengan pembelian suatu produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor psikologis terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO pada masyarakat Perumnas Sawojajar-Malang, baik secara parsial dan simultan. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research), sehingga dengan demikian tujuan penelitian dan hipotesis yang diajukan akan dapat dicapai. Populasi yang diambil adalah masyarakat Perumnas Sawojajar-Malang yang terdiri dari 1559 warga yang memiliki Sepeda Motor Yamaha MIO. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling, diperoleh sampel sejumlah 94 responden. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitias dengan sampel uji coba sebanyak 30 responden. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, observasi/pengamatan dan wawancara. Data responden melalui kuesioner/angket tertutup diukur menggunakan skala Likert dengan skala lima. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh faktor psikologis yang terdiri dari motivasi, persepsi, pengetahuan serta sikap dan keyakinan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO baik secara parsial maupun simultan serta dilakukan uji asumsi klasik dan hasil dari analisis data responden diolah menggunakan SPSS 16.0 For Windows. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Motivasi mempunyai nilai t hitung 7,145 > t tabel 1,987 atau signifikan t = 0,000 < signifikansi Alpha (α = 0,05), nilai koefisien regresi motivasi = 0,278; sehingga pada peluang kesalahan 10% motivasi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO; (2) Persepsi mempunyai nilai t hitung 7,231 > t tabel 1,987 atau signifikan t = 0,000 < signifikansi Alpha (α = 0,05), nilai koefisien regresi persepsi = 0,545; sehingga pada peluang kesalahan 10% persepsi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO; (3) Pengetahuan mempunyai t hitung 3,402 > t tabel 1,987 atau signifikan t = 0,000 < signifikansi Alpha (α = 0,05), nilai koefisien regresi pengetahuan = 0,280; sehingga pada peluang kesalahan 10% pengetahuan mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO; (4) Sikap dan Keyakinan mempunyai t hitung 0,089 signifikansi Alpha (α = 0,05), nilai koefisien regresi sikap dan keyakinan = 0,005; sehingga pada peluang kesalahan 10% sikap dan keyakinan mempunyai pengaruh pengaruh positif tidak signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Sepeda Motor Yamaha MIO. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan pada perusahaan untuklebih memperhatikan faktor psikologis konsumen. Salah satu caranya yaitu denganmemberikan informasi produk yang cukup jelas dan dapat dimengerti konsumen,memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para konsumennya agar konsumenselalu mengingat produk sepeda motor Yamaha dan melakukan pembelian didealer-dealer Yamaha, memberikan hadiah atau discount atau potongan harga yang cukupmenarik minat konsumen untuk melakukan pembelian Sepeda motor Yamaha MIOserta memberikan kemudahan bagi konsumen dengan tersebarnya dealer-dealer Yamaha yang tersebar di kota sampai di pelosok desa yang memudahkan konsumen untuk melakukan pembelian Sepeda Motor Yamaha MIO, dan lain-lain yang lebih baik lagi karena faktor psikologis merupakan salah satu alat untuk mengenal lebih dekat sifat, selera dan cara pandang konsumen terhadap suatu produk, sehingga dapat menimbulkan daya beli yang tinggi. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian terhadap variabel-variabel lain yang mempengaruhi keputusan pembelian karena terdapat beberapa aspek yang belum tercakup dalam penelitian ini.

Analisis pengaruh financial leverage, net profit margin (NPM), dan return on equity (ROE) terhadap earning per share (EPS) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2009 / Nimas Ajeng Pradnya Paramita

 

Pengembangan permainan komunikata kartu estafet untuk pembelajaran kosakata bahasa Arab kelas XI do SMA 1 Malang / Nur Laila Rahmawati

 

Kata Kunci: media pembelajaran bahasa Arab, permainan komunikata kartu estafet, pembelajaran kosakata. Permainan sebagai media pendidikan sangat penting karena dalam bermain siswa memperoleh kesenangan dan dapat bermain sambil belajar tanpa tekanan. Selain itu perubahan tingkah laku siswa dapat terjadi secara alamiah dan akan memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan kejiwaan, kecerdasan, keterampilan, dan kesantunan anak. Dalam permainan, tidak hanya inti pelajaran saja yang dikembangkan, aspek kesantunan, kompetisi, kecepatan, dan keterampilan dapat diraih sekaligus. Pembelajaran melalui bermain akan membantu anak mengurangi stres, dan mengembangkan rasa humornya. Salah satu permainan yang membantu belajar siswa adalah permainan komunikata. Selama ini, permainan komunikata hanya dapat dilihat dalam televisi. Permainan komunikata belum banyak digunakan sebagai media pembelajaran khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab. Permainan KKE merupakan sebuah permainan yang melibatkan kemampuan berbahasa seseorang taraf kosa kata secara aktif. Tujuan penelitian adalah untuk mendesripsikan : (a) bagaimana pembuatan produk permainan KKE untuk pembelajaran kosa kata Bahasa Arab di Kelas XI SMA Negeri 1 Malang, (b) bagaimana hasil pengembangan permainan KKE untuk pembelajaran kosa kata Bahasa Arab di Kelas XI SMA Negeri 1 Malang, dan (c) bagaimana petunjuk penggunaan permainan KKE untuk pembelajaran kosa kata Bahasa Arab di Kelas XI SMA Negeri 1 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian pengembangan. Uji lapangan dilakukan di SMAN 1 Malang. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan R&D menurut Borg dan Gall yang telah dimodifikasi, yaitu: (1) Identifikasi kebutuhan dengan melakukan riset dan pengumpulan informasi termasuk observasi lapangan dan kajian pustaka, (2) Pengembangan produk dengan melakukan perencanaan dalam bentuk persiapan dari produk, materi-materi, buku petunjuk dan perangkat evaluasi, (3) Pengujian pertama dengan menggunakan uji coba perseorangan (tinjauan Ahli Materi dan Ahli Media dilaksanakan oleh 1 orang ahli Materi pembelajaran bahasa Arab, dan 1 orang ahli media pembelajaran Bahasa Arab), (4) Revisi produk pertama dari para ahli yaitu ahli materi pembelajaran bahasa Arab, dan ahli media bahasa Arab, (5) Pengujian kedua dengan menggunakan produk yang telah direvisi dan di uji cobakan kepada siswa kelas XI SMA 1 Malang dengan menggunakan kuesioner, (6) Revisi produk kedua, revisi produk dari hasil uji coba lapangan, dan (7) Hasil akhir dari produk pengembangan yang dihasilkan oleh hasil uji coba lapangan. Hasil akhir pengembangan adalah satu set alat permainan KKE dengan tema Al- Usrah dan subtema Al- Bait. Satu set alat permainan KKE terdiri dari kartu biasa, kartu bonus, petunjuk penggunaan, penomoran kelompok dan timer. Kartu biasa dan kartu bonus dibedakan dengan warna dasar yang berbeda. Sedangkan timer dalam bentuk CD dan petunjuk penggunaan dalam bentuk buku saku. Produk awal kartu diuji kevalidannya oleh ahli materi dan ahli media. Hasil uji kevalidan oleh ahli materi dan ahli media secara keseluruhan mendapat kualifikasi valid. Berdasarkan saran dan masukan para ahli, produk awal direvisi dan hasil revisi diujicoba lapangankan di SMA Negeri 1 Malang. Hasil keseluruhan analisis dari data yang diperoleh dari guru mata pelajaran bahasa Arab adalah kualifikasi valid sedangkan hasil analisis secara keseluruhan data dari siswa adalah kualifikasi valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini mencapai tingkat kelayakan 87 % atau bisa dikatakan valid dan telah memenuhi kriteria media yang cocok untuk siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada pengembang selanjutnya untuk dapat lebih mengkaji, memodifikasi, dan memperkecil kekurangan yang ada pada media permainan KKE ini. Selain itu media ini diharapkan dapat menjadi salah satu media pembelajaran bahasa Arab oleh guru yang lebih menarik dan variatif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Pengembangan CD modul interaktif untuk mata pelajaran ilmu pengetahuan alam pokok bahasan penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya pada kelas IV di SD Tulungrejo I Kecamatan Bumuaji kota Batu / Ardheiles Toto Arima

 

Kata Kunci: Pengembangan, CD Modul Interaktif, Ilmu Pengetahuan Alam CD Modul interaktif merupakan pengembangan dari modul cetak. Modul ini merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan modul dalam proses pembelajaran dapat menimbulkan manfaat atau nilai tertentu dari segi penggunaanya, karena dalam penggunaanya siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan mereka. Berdasarkan observasi awal dilapangan adalah di sekolah tersebut belum menggunakan modul interaktifdan hanya menggunakan media sederhana saja dalam proses pembelajaran meskipun di sana tersedia sarana belajar yang memadahi, luasnya materi Sumber Daya Alam dan terbatasnya waktu yang digunakan dalam penyampaian materi membuat siswa merasa jenuh dalam proses pembelajaran jika hanya menggunakan media sederhana dalam penyampaianya. Oleh karena itu perlu adanya penyediaan sumber belajar yang berupa modul interaktif yang didesain dalam bentuk CD Interaktif. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk menghasilkan suatu produk berupa modul interaktif untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang ditentukan. Subyek penelitian dalam uji coba pengembangan ini adalah siswa SD Negeri Tulungrejo 1 kota Batu kelas 4. jenis data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif, data kualitatif diperoleh dari vaidasi ahli media, ahli materi dan siswa. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil pre-test dan post-test. Hasil dari penelitian pengembangan ini berupa CD modul interaktif Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pokok bahasan " Penggolongan Mahluk Hidup Berdasarkan Makanannya". media tersebut divalidasikan pada ahli media, ahli materi dan siswa. Hasil validasi tersebut adalah 1) data ahli media pada kriteria kelayakan modul interaktifdikatakan valid/layak digunakan dengan hasil persentase 93,3%, 2) data ahli materi pada kriteria kelayakan modul interaktifdikatakan valid/layak digunakan dalam pembelajaran dengan hasil persentase 95%, 3) data siswa perseorangan dan kelompok kecil hasil yang diperoleh adalah 87,5% dan 86,9% sehingga pada kriteria kelayakan modul interaktifdikatakan valid/layak digunakan dalam pembelajaran, 4) pada data hasil pre-test dan post-test perseorangan terjadi peningkatan hasil belajar rata-rata dengan nilai 12 dengngan peningkatan nilai terendah 10 dan tertinggi 20. Dengan demikian menurut kriteria kelayakan modul interaktifyang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kesimpulan dari pengembangan ini adalah modul interaktif yang dikembangkan termasuk valid atau layak digunakan sebagai media pembelajaran. Saran pengembangan ini adalah: 1) Bagi Guru, guru mata pelajaran hendaknya mulai menggunakan modul interaktif dan lebih terampil dalam menggunakan dengan cara berlatih. 2) Bagi Siswa, siswa dalam menggunakan media pembelajaran ini harus mempunyai keterampilan dasar dalam pengoperasian komputer, dan beberapa kemampuan dan keterampilan lainnya untuk mendukung penggunaan media ini. 3) Bagi Pengembang selanjutnya, modul interaktif ini hendaknya dikembangkan lebih baik lagi, tepat guna, dan tepat sasaran sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. dalam Pengembangan modul interaktif untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Pokok Penggolongan Mahluk Hidup Berdasarkan Makanannya perlu ada perbaikan dalam gambar,tampilan serta penyempurnaan fitur dalam modul interaktif ini.

Hubungan antara disiplin kerja guru dan iklim sekolah di SMK negeri se-kota Malang / Juwita Muktisari

 

Kata kunci: disiplin kerja, iklim sekolah, guru atau tenaga pendidik Kehidupan pada saat ini dirasakan berjalan semakin cepat. Di mana saja dapat dijumpai suatu keadaan yang terasa sibuk dan terburu-buru sehingga waktu juga terasa demikian sempit dan sangat berharga. Keadaan ini dengan sendirinya menuntut pula perubahan sikap dan perubahan perilaku manusia, khususnya di dalam terwujudnya disiplin kerja di mana saja dan kapan saja. Disiplin kerja adalah sikap mental yang menunjukkan kesungguhan hati untuk menaati segala hal secara cermat dan tertib, sehingga mancapai kondisi yang baik dalam memenuhi fungsi pendidikan. Kurangnya kedisiplinan akan menghambat penyelenggaraan pendidikan yang secara tidak langsung akan mempengaruhi proses pengembangan pendidikan secara keseluruhan. Tenaga pendidik khususnya guru sebagai pelaksana yang langsung berhubungan dengan anak didik mempunyai peranan yang sangat besar dalam meningkatkan mutu pendidikan, dengan lingkungan sekolah berada dalam keadaan yang nyaman, aman, harmonis, dan menyenangkan untuk melakukan kegiatan proses belajar mengajar dan kegiatan lainnya sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing staf sekolah. Rumusan masalah yang diteliti adalah: (1) bagaimana tingkat disiplin kerja di SMK Negeri se-Kota Malang; (2) bagaimana tingkat kondisi iklim sekolah di SMK Negeri se-Kota Malang; dan (3) bagaimana hubungan antara disiplin kerja dan iklim sekolah di SMK Negeri se-Kota Malang. Sedangkan tujuan penelitiannya yaitu (1) untuk mengetahui tingkat disiplin kerja di SMK Negeri se-Kota Malang; (2) untuk mengetahui tingkat kondisi iklim sekolah di SMK Negeri se-Kota Malang; dan (3) untuk mengetahui hubungan antara disiplin kerja dan iklim sekolah di SMK Negeri se-Kota Malang. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Adapun langkah-langkah perhitungan yang dilakukan dalam analisis deskriptif yaitu menentukan persentase dan menentukan kualifikasi dari variabel disiplin kerja (x) dan variabel iklim sekolah (y). Jumlah populasi guru yang ada di SMK Negeri Se-Kota Malang sebanyak 944 orang guru dari 12 SMK Negeri, didapatkan 33 orang guru yang mewakili sebagai sampel penelitian, dari jumlah populasi guru yang ada di SMK Negeri Se-Kota Malang. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini ditentukan berdasarkan rumus pengambilan jumlah sampel dari Taro dan Yamane atau disebut Rumus Slovin. Dalam pengambilan sampel ini peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling, karena keterbatansan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel besar dan jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja guru berada pada kualifikasi sangat tinggi dengan persentase sebesar 30,3% dan diwakili oleh10 responden, kualifikasi tinggi dengan persentase sebesar 60,6% dan diwakili oleh 20 responden,dan kualifikasi cukup dengan persentase sebesar 9,1% dan diwakili 3 responden dengan jumlah keseluruhan sebanyak 33 responden. Sedangkan iklim sekolah berada pada kualifikasi sangat tinggi sebesar 27,3% dan diwakili oleh 9 orang responden, kualifikasi tinggi berada pada persentase sebesar 54,5% dan diwakili oleh 18 responden dan kualifikasi cukup berada pada persentase sebesar 18,2% dan diwakili oleh 6 responden dengan jumlah keseluruhan 33 responden. Untuk pengujian hipotesis menggunakan rumus kolerasi Product Moment, dan didapatkan hasil perhitungan analisis data mendapatkan nilai sebesar 0,344 lebih besar dari pada nilai harga kritik r Product Moment sebesar 0,560 untuk taraf signifikan 5%. Yang berarti ada hubungan antara disiplin kerja guru dan iklim sekolah di SMK Negeri se-Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) tingkat disiplin kerja guru di SMK Negeri se-Kota Malang dikategorikan tinggi, (2) tingkat kondisi iklim sekolah di SMK Negeri se-Kota Malang dikategorikan tinggi dan, (3) terdapat hubungan antara disiplin kerja guru dan iklim sekolah di SMK Negeri se-Kota Malang. Saran ditujukan untuk : (1) Kepala sekolah; kepala sekolah supaya mempertahankan disiplin kerja yang sudah berada pada kategori tinggi, kepala sekolah juga perlu membekali guru dalam pelatihan dan pendidikan yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya, kepala sekolah tetap mempertahankan iklim sekolah yang sudah berada pada kategori tinggi, kepala sekolah bersikap terbuka, saling mendukung terhadap para guru dan warga sekolah, dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, sebagai bahan acuan kepala sekolah dalam membina disiplin kerja dan iklim sekolah agar lebih baik dari sebelumnya. Dan menambah wawasan bagi kepala sekolah tentang disiplin kerja para guru dan staf sekolah; (2) Guru; para guru diharapkan mampu bekerja secara professional sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagi seorang pengajar, guru diharapkan mampu bekerja sama secara profesional dengan rekan kerjanya tanpa membanding hasil kerjanya dengan orang lain,guru mampu berkomunikasi secara terbuka dengan rekan kerja lainya, guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, tenang, harmonis, dengan semua rekan guru dan warga sekolah lainnya, guru diharapkan mampu mempertahankan displin kerja dan iklim kerja yang sudah berada pada tingkat tinggi; (3) Peneliti; Peneliti diharapkan mampu mencontoh disiplin kerja dan iklim kerja yang ada di SMK Negeri se-kota Malang. Bagi peneliti berikutnya diharapkan dapat menyempurnakan penelitian dan menembah variabel serta metode penelitiannya agar lebih menarik.

Pengaruh suku bunga SBI, suku bungan the Fed, ROA, dan LDR terhadap suku bungan deposito berjangka 1 bulan (pada bank umum swasta nasional devisa periode 2007-2009) / Sinta Nurwanti

 

Kata Kunci: Suku Bunga SBI, Suku Bunga The Fed, ROA, LDR, Suku Bunga Deposito. Perubahan suku bunga dalam negeri sangat berhubungan dengan kestabilan sistem perekonomian di suatu negara. Terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang faktor-faktor yang menentukan tingkat suku bunga didalam sistem keuangan. Teori Klasik yang menyatakan bahwa tabungan dan investasi merupakan fungsi dari tingkat bunga. Teori Keynes yang menyatakan bahwa tingkat bunga ditentukan oleh penawaran dan permintaan akan uang. Dan teori Fisher, yang menyatakan bahwa tingkat bunga dapat berubah karena dua alasan yaitu karena tingkat bunga riil berubah atau karena tingkat inflasi berubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Suku Bunga SBI, Suku Bunga The Fed, ROA, LDR, dan Suku Bunga Deposito Berjangka 1 Bulan pada Periode 2007—2009 serta untuk menguji pengaruh Suku Bunga SBI, Suku Bunga The Fed, Return On Asset (ROA), Loan to Deposite Ratio (LDR) terhadap Suku Bunga Deposito Berjangka 1 Bulan baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dirancang menggunakan desain penelitian noneksperimental yang merupakan penelitian deskriptif dan ex post facto. Sampel penelitian diambil berdasarkan teknik purposive sampling, dimana sampel diambil dari populasi 40 bank umum swasta nasional devisa diambil menjadi 18 sampel. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji apakah variabel bebas (suku bunga SBI, suku bunga the fed, ROA, dan LDR) berpengaruh terhadap variabel terikat (suku bunga deposito berjangka 1 bulan) baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat pengaruh yang signifikan baik secara parsial maupun simultan antara suku bunga SBI terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan, suku bunga The Fed terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan, ROA terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan, dan LDR terhadap suku bunga deposito berjangka 1 bulan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, maka disarankan agar dalam penelitian lebih lanjut dapat mengambil jumlah periode pengamatan lebih panjang, penambahan variabel bebas yang mempunyai potensi untuk mempengaruhi suku bunga deposito, dan objek penelitian selain bank umum swasta nasional devisa.

Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XI SMA Laboratorium UM / A. Fais Aziz Almarumi

 

Kata Kunci: Model Group Investigation, Hasil Belajar Pembelajaran merupakan kegiatan untuk membelajarkan siswa agar dapat belajar dengan baik sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan. Pembelajaran dapat berhasil jika didukung oleh pemilihan model pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang mengarahkan siswa mencari tahu dan berbuat adalah Group Investigation. Model pembelajaran ini dapat melatih siswa berpartisipasi dalam pengembangan sistem sosial dan secara bertahap dapat belajar menerapkan metode ilmiah. Pelaksanaan model pembelajaran Group Investigation memungkinkan siswa menumbuhkan kemampuan berpikir. Keterlibatan berpikir siswa dapat terlihat mulai dari mengidentifikasi topik, merencanakan tugas yang akan dipelajari, melaksanakan investigasi, menyiapkan laporan akhir, mempresentasikan dan mengevaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XI SMA Laboratorium UM pada konsep sumber daya alam. Penelitian ini dirancang dalam jenis eksperimen semu (Quasi Eksperiment), dengan mengambil subjek penelitian dua kelas yaitu kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes untuk prates dan pascates. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan (Independent Samples t- Test) yang dapat diselesaikan dengan bantuan SPSS 16.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil analisis data diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa (gain score) pada kelas eksperimen sebesar 29,89, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 24,22, dengan taraf signifikasi 5% atau tingkat kepercayaan 95% dapat dilihat nilai signifikansi sebesar 0,020 < 0,05. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation berpengaruh terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XI SMA Laboratorium UM terutama pada konsep sumber daya alam. Disarankan bagi guru Geografi untuk menggunakan model pembelajaran Group Investigation sebagai variasi model pembelajaran, karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi peneliti lanjut, penelitian ini perlu dikembangkan, terutama untuk materi selain permasalahan pemanfaatan sumber daya alam secara arif, tetapi masih memiliki karakteristik yang sama.

Pengaruh dana pihak ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), return on assets (ROA), dan suku bunga kredit terhadap jumlah alokasi kredit (pada bank umum pemerintah periode 2007-2009) / Rina Putri Pangiloni

 

Kata Kunci: Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Assets (ROA), Suku Bunga Kredit, Jumlah Alokasi Kredit. Kredit merupakan kegiatan utama dalam perbankan,dan merupakan tulang punggung sebuah bank sekaligus risiko yang besar, salah satu risiko dari bank adalah kredit macet, untuk itu diperlukan analisis terlebih dahulu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Alokasi kredit dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, oleh karena itu penelitian ini mengangkat tentang pengaruh faktor internal bank terhadap jumlah alokasi kredit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequqcy Ratio (CAR), Return On Assets (ROA), dan Suku Bunga Kredit terhadap jumlah alokasi kredit secara parsial maupun secara simultan. Objek penelitian adalah bank umum pemerintah yang terdiri dari (BRI, BNI, BTN dan Mandiri) periode 2007-2009. Penelitian ini dirancang menggunakan desain noneksperimental yang mencakup penelitian deskriptif dan ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah bank umum pemerintah dan teknik sampling yang digunakan berdasarkan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini adalah (1) DPK, ROA terdapat pengaruh yang positif dan signifikan; (2) CAR, Suku bunga kredit terdapat pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap jumlah alokasi kredit. Kontribusi variabel DPK, CAR, ROA dan suku bunga kredit sebesar 98% sedangkan variabel yang lainnya berkontribusi 2%. Menindaklanjuti temuan penelitian, melalui penelitian ini disampaikan sejumlah saran. Pertama menambah jumlah waktu atau periode pengamatan dari sampel penelitian. Hal ini karena jumlah waktu penelitian masih kurang untuk melihat adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Selain itu juga disarankan untuk menambah variabel bebas selain DPK, CAR, ROA, dan suku bunga kredit, mungkin tidak hanya meneliti pada faktor internal, tetapi faktor eksternal juga

Distribusi paracaudina australis di muara sungai Bengawan Solo (Lebakan) Pantai Ujung Pangkah Kabupaten Gresik / Riyanti

 

Kata Kunci: Paracaudina australis, Distribusi, Kepadatan Paracaudina australis merupakan Holothuroidea yang sangat umum di temukan di pantai berlumpur muara sungai Bengawan Solo Pantai Ujung Pangkah Gresik. Di perairan pantai ini ditemukan populasi Holothuroidea yang cukup besar karena tersedianya makanan bagi Holothuroidea ini dengan adanya dendtritus dari guguran daun mangrove dan plankton ataupun serasah yang larut karena terbawa aliran sungai. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk : 1) mengetahui kepadatan dan pola distribusi Paracaudina australis di muara sungai Bengawan Solo (Lebakan) Pantai Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. 2) mengetahui pengaruh faktor abiotik terhadap kepadatan Paracaudina australis di muara sungai Bengawan Solo (Lebakan) Pantai Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif eksploratif yang mengkaji tentang pola distribusi Paracaudina australis di muara sungai Bengawan Solo (Lebakan) Pantai Ujung Pangkah Gresik. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 20-28 september 2010 saat terjadi surut terjauh pada bulan tersebut. Metode yang digunakan adalah Cluster Ploting yaitu sebanyak 5 titik. Titik satu semakin mendekati mangrove sedangkan titik 5 menjauhi mangrove yaitu berada paling dekat dengan garis pantai. Titik pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan mempertimbangkan lokasi dimana biasanya banyak terdapat Holothuroidea Paracaudina australis yaitu berdasarkan informasi yang diperoleh dari para nelayan. Faktor abiotik yang di ukur meliputi substrat, pH, Salinitas, Suhu, DO, Turbidity, Kedalaman, Kecerahan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kepadatan Paracaudina australis paling rendah yaitu 1 ind/m2 di titik 5 yang berada di dekat garis pantai. dan paling tinggi yaitu 6,8 ind/m2 di titik dua yang berada di dekat mangrove menjauhi garis pantai. Pola distribusi Paracaudina australis cenderung mengelompok. Berdasarkan analisis faktor abiotik yang diukur selama penelitian, memberi sumbangan efektif terhadap kepadatan holothuroidea sebesar; pH (5%), suhu (7,9%), salinitas (12%), DO (13,7%), cahaya (0,06%), kedalaman (18%), turbidity (22,6%) sehingga sumbangan total sebesar 80,7%. Sumbangan paling efektif yaitu turbidity sebesar 22,6%.

Penerapan model think pair share untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan kewarganegaraan pada siswa kelas II SDN Lawang 06 Kecamatan Lawang Kabupaten Malang / Ary Nur Alni

 

Kata Kunci: Model Think Pair Share, Hasil Belajar, Pkn SD Pembelajaran PKn di kelas II SDN Lawang 06 masih cenderung berpusat pada guru sehingga kurang adanya keaktifan siswa. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran PKn di SDN Lawang 06 adalah ≥ 60. Dari hasil ulangan formatif Pkn materi gotong royong diketahui bahwa siswa yang memperoleh nilai ≤ 60 mencapai 10 siswa yang berarti 41,7% siswa belum tuntas belajar secara individu sehingga ketuntasan belajar klasikal juga rendah yaitu 58,3%. Untuk itu perlu adanya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa tersebut, model Think Pair Share perlu digunakan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran karena kegiatan pembelajarannya dapat membuat siswa aktif belajar. Rumusan masalah penelitian ini yaitu 1) bagaimanakah penerapan model Think Pair Share yang dapat meningkatkan hasil belajar PKn pada siswa kelas II SDN Lawang 06 kecamatan Lawang kabupaten Malang? dan 2) apakah penerapan model Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar PKn pada siswa kelas II SDN Lawang 06 kecamatan Lawang kabupaten Malang? Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas II SDN Lawang 06 semester 1 tahun ajaran 2010/ 2011 yang berjumlah 24 siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2010 sampai Januari 2011. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif dengan rancangan PTK 2 (dua) siklus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi dan dokumentasi. Adapun untuk menganalisis data yang dikumpulkan digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu 1) penerapan model Think Pair Share meliputi kegiatan berpikir secara individual untuk memikirkan atau mencari jawaban/ penyelesaian masalah; berpasangan untuk berdiskusi mencari kesepakatan penyelesaian masalah/ jawaban yang terbaik dan berbagi hasil diskusi kelompok kepada seluruh anggota kelas, 2) penerapan model Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang sebelum tindakan ketuntasan belajar secara klasikal hanya mencapai 58,3% meningkat 25% menjadi 83,3% pada siklus I dan mengalami peningkatan sebesar 8,4% menjadi 91,7% pada siklus II; pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar penjelasan langkah-langkah pembelajaran Think Pair Share yang baru diterapkan hendaknya disampaikan secara jelas dan rinci; pembagian kelompok hendaknya dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tutor sebaya serta mengelola waktu dengan efektif.

Implementasi pembelajaran model latihan inkuiri (inquiry training model) untuk meningkatkan kerja ilmiah dan prestasi belajar fisika siswa kelas VIIIE SMPN 18 Malang / Moh. Rosid Syarifudin

 

Kata Kunci: Latihan Inkuiri, Kerja Ilmiah dan Prestasi Belajar Berdasarkan observasi di kelas VIIIE SMPN 18 Malang, pembelajaran fisika di kelas tersebut masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Ketika pembelajaran di kelas berlangsung siswa belum dapat mengoperasikan alat-alat praktikum, diskusi kelas masih diwarnai keramaian atau kegaduhan, dan didapatkan bahwa prestasi siswa rendah. Siswa yang mendapat nilai ujian 70 hanya 20 siswa atau 50% dari jumlah siswa. Pada penelitian ini rumusan masalah dirumuskan: (1) Bagaimana implementasi pembelajaran dengan menggunakan model latihan inkuiri dalam upaya meningkatkan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa kelas VIIIE SMPN 18 Malang? (2) Apakah implementasi pembelajaran dengan menggunakan model latihan inkuiri dapat meningkatkan kerja ilmiah pada siswa kelas VIIIE SMPN 18 Malang? (3) Apakah implementasi pembelajaran dengan menggunakan model latihan inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIIIE SMPN 18 Malang? Sedangkan penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses pembelajaran model latihan inkuiri yang dilaksanakan pada kelas VIIIE SMPN 18 Malang, (2) Mengetahui dampak pembelajaran model latihan inkuiri bagi siswa kelas VIIIE SMPN 18 Malang, dan (3) Mengetahui dampak pembelajaran model latihan inkuiri terhadap peningkatan prestasi belajar fisika bagi siswa kelas VIIIE SMPN 18 Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Tindakan yang diberikan pada penelitian ini berupa Implementasi Pembelajaran model latihan inkuiri yang terdiri dari lima tahapan, yaitu menghadapkan pada masalah, pengumpulan data-verifikasi, pengumpulan data-eksperimentasi, mengorganisasi, merumuskan penjelasan dan menganalisis proses inkuiri. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIE SMPN 18 Malang dengan jumlah 41 siswa, yang terdiri dari 20 orang putri dan 21 orang putra. Pokok bahasan yang digunakan adalah cahaya meliputi: pemantulan cahaya, pembentukan bayangan pada cermin datar, dan pembentukan bayangan pada cermin cekung. Instrumen penelitian yang digunakan berupa rubrik penilaian kerja ilmiah siswa, tes setiap siklus, rekaman data, dan catatan lapangan. Instrumen tindakan yang digunakan meliputi LKS dan RPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran model latihan inkuiri dapat meningkatkan kerja ilmiah siswa dan prestasi belajar siswa. Peningkatan kerja ilmiah siswa pada merumuskan masalah adalah 50 %, untuk membuat hipotesis -25 %, melakukan praktikum 20 %, mengumpulkan data 5 %, membuat kesimpulan 45,5 %, dan 10 % menjelaskan berdasarkan fakta.

Pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi (Komputer) menggunakan CD interaktif pembelajaran biologi untuk SMA kelas XI khususnya pada materi sistem pertahanan tubuh manusia / Rosyi Wirastuti

 

Kata Kunci: Pembelajaran Biologi SMA, CD Interaktif, Sistem Pertahanan Tubuh Manusia Pembelajaran biologi di SMA ditekankan pada kegiatan konstektual, menarik, ada interaksi melalui pemanfaatan teknologi informasi, dan dapat diterapkan di masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi kelas XI di SMA Negeri 1 Kesamben, dalam menyampaikan materi sistem pertahanan tubuh manusia guru menggunakan media gambar dalam buku teks serta metode yang digunakan adalah ceramah sehingga siswa cenderung pasif. Dengan memanfaatkan media CD interaktif diharapkan siswa mampu mengembangkan budaya belajar mandiri, interaktif, efektif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan media CD interaktif yang efektif, memiliki validitas isi meliputi materi dan tingkat kemenarikan yang tinggi pada pokok materi sistem pertahanan tubuh manusia. Model pengembangan CD interaktif ini mengacu pada model Sadiman (2009) yang kemudian dimodifikasi oleh pengembang yaitu: (1) identifikasi kebutuhan; (2) perumusan tujuan; (3) pengembangan materi; (4) pengembangan alat evaluasi; (5) penulisan naskah media; (6) produksi; (7) penyusunan petunjuk pemanfaatan/penggunaan; (8) uji coba produk; (9) revisi; (10) produk akhir media CD interaktif. Hasil pengembangan media CD interaktif ini memenuhi kriteria efektif yakni rata-rata skor siswa meningkat 46,5% dan hasil uji-t terhadap nilai pretes dan postes, t hitung = 2,13 > t tabel(0,05) = 2,093. Sedangkan untuk validitas isi dan media menunjukkan bahwa media CD interaktif memenuhi kriteria valid dan layak digunakan dalam pembelajaran sistem pertahanan tubuh manusia yakni, ahli media 97,22%; ahli materi 98,3%; uji coba lapangan 90,18%. Saran yang diajukan kepada guru biologi kelas XI SMA Negeri 1 Kesamben sebaiknya CD interaktif ini digunakan sebagai salah satu media alternatif dalam proses pembelajaran. Sedangkan untuk pengembang selanjutnya, perlu diadakan uji coba kelompok besar atau di sekolah lain yang memiliki karakteristik yang sama dengan SMAN 1 Kesamben serta perlu dikembangkan materi lain agar kevalidan media memiliki tingkat keakuratan tinggi sehingga dapat dimanfaatkan secara luas.i

Validitas soal ujian nasional bahasa Indonesia SMP/MTs tahun ajaran 2009/2010 / Ritma Yuniasari

 

Kata kunci: analisis butir soal, ujian nasional Skor hasil ujian nasional adalah salah satu persyaratan kelulusan peserta didik dari sekolah untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Keberadaan ujian nasional masih dipertanyakan. Aspek-aspek yang mempengaruhi mutu tes tersebut adalah validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan berfungsi tidaknya distraktor jawaban. Semua aspek tersebut harus memiliki kriteria yang baik agar soal ujian nasional layak untuk diujikan. Validitas isi mempersoalkan kesejajaran soal dengan kurikulum yang ditentukan. Validitas isi dalam penelitian ini adalah kesesuaian soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 dengan Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 berdasarkan lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 Tahun 2009. Validitas konstruk merujuk pada kesesuaian soal dengan konstruk teori. Validitas konstruk adalah kesesuaian soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 dengan teori atau konstruk keterampilan berbahasa dalam Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 berdasarkan lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 Tahun 2009. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data adalah naskah soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 Paket A P 16. Data yang digunakan adalah hasil identifikasi validitas isi dan validitas konstruk soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010. Hasil penelitian dari analisis yang telah dilaksanakan, yakni, soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP Tahun Ajaran 2009/2010 memiliki validitas isi yang tinggi. Meskipun kriterianya tinggi, terdapat dua soal yang tidak valid, tidak sesuai dengan indikator kemampuan yang diuji dalam Standar Kompetensi Lulusan. Kemudian, validitas konstruk keterampilan membaca dan keterampilan menulis, masing-masing tinggi. Kemampuan membaca dalam mengidentifikasi teks, memahami teks, dan memberi umpan balik terhadap isi teks terdapat dalam soal. Sejumlah 15 butir soal merupakan soal yang mengidentifikasi bagian-bagian dalam teks, 9 butir soal merupakan soal yang menguji kemampuan membaca dalam aspek memahami teks dan satu butir soal yang merupakan aspek keterampilan membaca dengan memberi umpan balik terhadap teks. Kemampuan menulis dalam tahap pra menulis, menulis, dan pasca menulis terdapat dalam soal. Sejumlah 3 butir soal tahap pra menulis, 8 butir soal tahap menulis dan 14 butir soal tahap pasca menulis. Validitas isi dan validitas konstruk soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 sudah memiliki kriteria baik. Namun, daya beda dan tingkat kesukaran beberapa soal masih memiliki kelemahan. Tingkat kesukaran dan daya beda yang belum baik menandakan soal tersebut tidak sempurna. Oleh karena itu, disarankan kepada Badan Standar Nasional Pendidikan selaku pengevaluasi pelaksanaan pembelajaran, dalam pembuatan soal ujian nasional perlu dimantapkan dengan mengujikan validitas isi dan validitas konstruk. Kepada peneliti selanjutnya, masih ada aspek yang perlu diteliti yakni tingkat kesukaran, daya beda, dan reliabilitas, fungsi distraktor dan analisis metode kualitatif yang melingkupi analisis teknis, analisis isi dan analisis editorial. Selain itu, perlu diteliti pula hubungan antara aspek-aspek tersebut. Misalnya, hubungan antara validitas dengan analisis butir soal.

Pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional terhadap kepuasan kerja karyawan dengan mediasi budaya organisasi (studi pada Asuransi Jiw Bersama Bumiputera Malang) / Zaenal Mustofa

 

Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Kepemimpinan Transaksional, Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi Gaya kepeimimpinan merupakan salah satu determinan terpenting dari kesuksesan suatu organisasi. Peran pemimpin dalam mengelola sumberdaya yang ada terutama SDM akan menunjukkan progress ataupun kemunduran dari organisasi tersebut. Kemampuan untuk mengantipasi segala tantangan dan ancaman serta kecakapan untuk mengambil peluang-peluang yang ada mutlak diperlukan. Di dalam praktek kepemimpinan seringkali diperlukan pengembangan atau bahkan perubahan budaya organisasi agar organisasi tersebut sanggup menghadapi setiap perubahan dan kemajuan dunia usaha. Namun demikian, pemimpin perlu selalu memperhatikan kepuasan kerja karyawan mengingat hal tersebut akan berefek pada sikap karyawan terhadap pekerjaannya. Semakin tinggi kepuasan kerja karyawan, semakin besar pula kontribusinya bagi organisasinya, dan se-makin render kepuasan kerja karyawan, kontribusi bagi organisasi tentunya semakin kecil pula. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1) dan Gaya Kepemimpinan Transaksional (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) secara langsung dan tidak langsung melalui budaya organisasi (Z). Penelitian ini dilakukakan pada perusahaan AJB Bumiputera Malang dengan mengambil populasi sebanyak 85 karyawan dengan menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling yang dihitung dengan menggunakan tabel yang dikembangkan Isaac&Michael (Sugiyono, 2008:126) sehingga dieperoleh 75 responden pada kelonggaran ketidaktelitian sebesar 1%. Penelitian ini bersifat kausalitatif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows 16.0 (untuk pengolahan data) dan ana-lisis jalur (path analysis). Hasil dari Penelitian ini adalah: (1) Gaya Kepemimpinan Transformasional berpengaruh langsung yang signifikan terhadap Budaya Organisasi dengan nilai β= 0,483 dan nilai sig t 0,000; (2) Gaya Kepemimpinan Transaksional berpengaruh langsung yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dengan nilai β= 0,364 dan nilai sig t 0,002; (3) Kepemimpinan Transformasional berpengaruh langsung yang signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan dengan nilai β= 0,057 dan nilai sig t 0,000; (4) Kepemimpinan Transaksional berpengaruh langsung yang signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan dengan nilai β= 0,059 dan nilai sig t 0,000; (5) Budaya organisasi berpengaruh langsung yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dengan β 0,908 dan nilai sig t 0,000; (6) Kepemimpinan transformasional berpengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan melalui budaya organisasi β= 0,496 artinya budaya organisasi memperkuat pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja karyawan; (7) Kepemimpinan transaksional berpengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan melalui budaya organisai β= 0,390 artinya budaya organisasi memperkuat pengaruh kepemimpinan transaksional terhadap kepuasan kerja karyawan. Saran yang dapat diberikan terkait temuan yang diperoleh adalah pemimpin lebih meningkatkan kedekatan dengan karyawan agar dapat lebih mengetahui keinginan dan kebutuhan karena hal itu menyangkut kepuasan kerja karya-wan. Pemimpin juga perlu memperhatikan persepsi karyawan terhadap budaya organisasi sehingga dapat diketahui bagaimana penilaian mereka dan sejauh mana mereka menggunakannya sebagai rujukan dalam bertindak dan mencari solusi dari suatu permasalahan. Jika ada sebagian dari budaya yang tidak disukai oleh banyak karyawan dan ternyata memang layak diubah, pemimpin hendaknya membuat kebijakan untuk mengubahnya agar kepuasan kerja karyawan semakin meningkat.

Analisis perbedaan return saham dan trading volume activity (TVA) saham sebelum dan sesudah akuisisi (studi kasus pada perusahaan gopublic yang melakukan akuisisi pada tahun 2007-2010) / Lesmana Indra Wijaya

 

Kata kunci: abnormal return saham, trading volume activity, akuisisi Strategi yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan perusahaan ditempuh dengan melakukan ekspansi baik itu internal maupun eksternal. Ekspansi eksternal dapat dilakukan dalam bentuk penggabungan usaha. Akuisisi adalah pengambilalihan kepemilikan atau pengendalian atas saham atau aset suatu perusahaan oleh perusahaan lain dan di dalam peristiwa ini baik perusahaan pengakuisisi atau yang diakuisisi tetap eksis sebagai badan hukum yang terpisah.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan signifikan yang positif abnormal return saham dan trading volume activity sebelum dan sesudah akuisisi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan akuisisi selama tahun 2007-2010. Penelitian ini menggunakan variabel volume perdagangan saham yang diukur menggunakan trading volume activity dan return saham yang diukur dengan abnormal return saham untuk melihat reaksi pasar terhadap pengumuman akuisisi. Kemudian variabel abnormal return diuji dengan menggunakan analisis statistik non parametrik wilcoxon sign rank test (uji peringkat tanda wilcoxon) karena data sampel tidak memenuhi asumsi normalitas data. Sedangkan variabel trading volume activity diuji dengan statistik parametrik uji t berpasangan (paired sample t test) karena data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan yang positif abnormal return saham dan trading volume activity saham 22 hari sebelum (t-22) dan 22 hari sesudah akuisisi (t+22). Hal ini ditunjukkan dengan perhitungan menggunakan program SPSS dan dari tabel didapat probabilitas (sign) = 1,96, karena sign 1,96 > 0,05 atau z hitung < z tabel (-0,049 < 1,96 ) untuk variabel abnormal return saham. Untuk variabel trading volume activity, p-value > alpha = 0,088 > 0,05 dan t hitung < t tabel (95% 1-tailed) = 1,437 < 1,717. Hasil ini mengindikasikan investor kurang merespon adanya pengumuman akuisisi dan akuisisi dianggap tidak menghasilkan sinergi bagi perusahaan sehingga tidak terdapat adanya penambahan kemakmuran bagi pemegang saham. Penelitian ini banyak mengalami kelemahan diantaranya: (1) Penelitian ini tidak membedakan jenis akuisisi yang dilakukan apakah akuisisi vertikal, horizontal, internal ataupun eksternal, (2) Penelitian ini adalah event study yang hanya meneliti atas suatu pengumuman akuisisi tanpa memperhatikan event lain yang dapat mempengaruhi harga saham dan volume perdagangan saham, (3) Penelitian ini tidak mengelompokkan perusahaan berdasarkan jenisnya, dan sampel yang digunakan tergolong kecil yang hanya 13 perusahaan, (4) penelitian ini menggunakan periode penelitian yang singkat yaitu 45 hari.

Pengaruh struktur modal dan struktur kepemilikan terhadap nilai perusahaan (Studi pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indoneia periode 2006-2008) / Tri Agustin Wulandari

 

Kata kunci: struktur modal (DER), kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, nilai perusahaan (PBV) . Perusahaan umumnya bertujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan ditentukan oleh harga saham dan nilai buku saham, artinya bila harga saham dan nilai buku saham meningkat maka berarti nilai perusahaan juga akan meningkat. Harga saham akan ditentukan oleh struktur modal. Semakin tinggi proporsi hutang maka semakin tinggi harga saham. Dalam penentuan struktur modal, banyak pihak yang terlibat dan mempunyai kepentingan yang berbeda. Hal inilah yang dapat menyebabkan konflik kepentingan. Konflik tersebut dapat dikurangi dengan adanya peningkatan struktur kepemilikan, baik kepemilikan manajerial maupun kepemilikan institusional. Penelitian ini adalah penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel struktur modal (DER), kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008. Dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebesar 28 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu berupa laporan keuangan yang dipublikasikan pada Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan www.bei.co.id. Dalam penelitian ini, teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi struktur modal, kepemilikan manajerial dan nilai perusahaan mengalami fluktuasi. Kondisi kepemilikan institusional nilainya cenderung naik. Struktur modal (DER) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Kepemilikan manajerial dapat menurunkan nilai perusahaan karena para manajemen perusahaan lebih termotivasi untuk bekerja dengan giat dan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, apabila perusahaan memberikan kompensasi yang berupa bonus dan kendaraan pribadi daripada pemberian saham oleh perusahaan. Sehingga dengan meningkatnya kepemilikan saham oleh pihak manajerial, akan menurunkan nilai perusahaan. Sedangkan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bahwa manajer harus mengurangi penggunaan insentif untuk kepentingannya sendiri agar investor percaya terhadap perusahaan sehingga dapat meningkatkan harga saham. Sedangkan bagi investor, dalam berinvestasi harus memperhatikan struktur modal perusahaan, dimana dengan adanya peningkatan hutang dapat meningkatkan nilai perusahaaan.

Pengaruh struktur modal terhadap return on equity perusahaan otomotif yang listing di Bursa Efek Indonesia (2003-2008) / Devita Rizka Wardhani

 

Kata Kunci: Struktur Modal , Return On Equity Suatu perusahaan dapat terus menjalankan kegiatan operasionalnya dan dapat bertahan dalam ketatnya persaingan, apabila perusahaan tersebut memiliki profitabilitas yang tinggi. Untuk itu perlu penetapan struktur modal apakah kebutuhan dana dipenuhi dengan modal sendiri ataukah dengan modal asing. Struktur modal dapat diukur dengan beberepa faktor seperti Debt Equity Ratio, Firm Size dan Sales Growth. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Struktur Modal yang diukur dengan Debt Equity Ratio, Firm Size, dan Sales Growth terhadap Return on Equity. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan otomotif yang listing di BEI sejumlah 18 perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu sehingga menghasilkan sampel berjumlah 8 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan menggunakan uji t dan uji F dalam menguji hipotesisnya. Data diperoleh dengan teknik dokumentasi dari Indonesia Capital Market Directory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara parsial variabel Debt Equity Ratio dan Sales Growth berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Equity, sedangkan variabel Firm Size tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Equity, (2) Struktur modal perusahaan yang diukur dari Debt Equity Ratio, Firm Size dan Sales Growth secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Equity. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi investor atau calon investor jika akan melakukan investasi di Bursa Efek Indonesia sebaiknya selain mempertimbangkan aspek-aspek fundamental keuangan perusahaan, juga memperhatikan aspek ekternal dimana aspek ini juga berperan dalam memicu Return on Equity.

Pengaruh indeks Hang Seng (HSI), nilai tukar rupiah, dan tingkat suku bunga SBI terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) / Alvin Febriasih

 

Kata Kunci: Indeks Hang Seng (HSI), Nilai Tukar Rupiah, Dan Tingkat Suku Bunga SBI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG merupakan salah satu indikator positif terhadap perekonomian Indonesia.Dalam praktik sering kali bursa yang lebih besar akan mempengaruhi bursa yang lebih kecil. Pergerakan indeks Hang Seng dapat mempengaruhi IHSG karena keduanya memiliki persamaan. Menurunnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing khususnya dolar US memiliki dampak negatif terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan termasuk pasar modal. Tingkat suku bunga merupakan daya tarik bagi investor menanamkan investasinya dalam bentuk deposito atau SBI sehingga investasi dalam bentuk saham akan tersaingi. Bila tingkat suku bunga mengalami kenaikan maka minat investor di pasar modal dalam saham akan mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Indeks Indeks Hang Seng, nilai tukar Rupiah dan tingkat suku bunga SBI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Populasi penelitian ini IHSG dari bulan Januari 2008 sampai dengan bulan Oktober tahun 2010. Penentuan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan sampling jenuh atau sampel sensus, yaitu teknik penentuan sampel dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel sehingga diperoleh 34 sampel. Data dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif yang dikumpulkan secara time series Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh antara indeks indeks Hang Seng terhadap IHSG (2) terdapat pengaruh antara nilai tukar rupiah terhadap IHSG; (3) terdapat pengaruh antara tingkat suku bunga SBI terhadap IHSG. Sesuai hasil penelitian, saran yang diberikan adalah dalam penelitian lebih lanjut dapat menambah jumlah waktu atau periode pengamatan dari sampel penelitian. Selain itu juga disarankan untuk menambah variabel bebas selain indeks Hang Seng, dan nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga SBI yang termasuk dalam faktor yang dapat mempengaruhi IHSG. Misalnya faktor ekonomi makro domestik seperti cadangan devisa atau inflasi serta faktor perekonomian global seperti indeks selain indeks indeks Hang Seng atau aksi jual beli-asing. Bagi investor hendaknya juga memperhatikan faktor-faktor dari luar negeri yang mempengaruhi indeks harga saham di Indonesia.

Meningkatkan keterampilan menulis narasi melalui model pakem bagi siswa kelas V SDN Rejoso 03 Kabupaten Blitar / Tutin Setyo Rini

 

Kata Kunci: meningkatkan keterampilan, menulis narasi, PAKEM. Proses pembelajaran di SDN Rejoso 03 masih bersifat tradisional, yaitu dengan menggunakan ceramah dan penugasan. Pada pembelajaran menulis karangan, guru hanya memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengarang tanpa mengarahkan langkah-langkah dalam menulis karangan. Hampir 75% dari jumlah siswa dalam satu kelas, hasil karangan siswanya belum dapat dikatakan baik. Karena masih mengalami pengulangan kata yang disebabkan karena siswa belum menguasai langkah-langkah menulis. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan menulis narasi dan mendeskripsikan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran model PAKEM dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi pada siswa V SDN Rejoso 03 Kabupaten Blitar Berdasarkan hasil observasi, dalam pembelajaran menulis, siswa belum mencapai ketuntasan yang ditentukan oleh sekolah. Kriteria Ketuntasan Minimal dari sekolah adalah 75%, namun secara klasikal. Pada pelaksanaan siklus I, siswa hanya mampu mencapai 46,1%. Dari 13 siswa, 6 siswa yang mampu mencapai 75% penguasaan materi. Pada siklus II, hamper seluruh siswa telah mencapai KKM yang ditentukan, keberhasilan penelitian ini adalah siswa telah 92,3% mencapai KKM. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bagi para guru untuk menggunakan model PAKEM pada pembelajaran menulis narasi. Hal ini dimaksudkan untuk memacu semangat guru untuk lebih memahami karakteristik yang dimiliki oleh setiap siswa dan guru akan lebih terpacu lagi untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dialami siswa. Selain itu, hubungan antara guru dengan siswapun juga akan semakin erat.sehingga pembelajaran menulis narasi akan mampu mencapai KKM yang telah ditentukan.

Pengaruh perputaran persediaan dan total assets turnover (TATO) terhadap return ion investment (ROI) melalui net profit margin (NPM) pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2009 / Ayu Ersia Firsada

 

Kata kunci: perputaran persediaan, Total Assets Turnover (TATO), Net Profit Margin (NPM), Return On Investment (ROI) Memasuki era globalisasi, perusahaan dituntut meningkatkan kinerjanya dengan mengelola faktor-faktor produksi secara baik dengan memperhatikan rasio-rasio keuangan meliputi perputaran persediaan, TATO, NPM dan ROI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi perputaran persediaan, TATO, NPM dan ROI yang dicapai oleh perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2005-2009, mengetahui pengaruh variabel perputaran persediaan dan TATO secara parsial maupun simultan terhadap NPM, mengetahui pengaruh variabel perputaran persediaan, TATO dan NPM secara parsial maupun simultan terhadap ROI, dan mengetahui pengaruh variabel perputaran persediaan dan TATO terhadap ROI melalui NPM. Penelitian ini dilakukan di perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2005-2009. Variabel dalam penelitian ini, meliputi variabel bebas yaitu perputaran persediaan (X1) dan TATO (X2), variabel mediator adalah NPM (X3), sedangkan variabel terikat adalah ROI (Y). Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI sejak tahun 2005-2009 dengan jumlah sampel sejumlah 15 perusahaan selama 5 tahun yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan menggunakan instrumen berupa dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis jalur (path analysis). Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa pengaruh perputaran persediaan (X1), TATO (X2) terhadap NPM (X3) mempunyai tingkat signifikansi t masing-masing (0,003; 0,091) lebih kecil dari nilai 0,10. Sedangkan pengaruh perputaran persediaan (X1), TATO (X2) dan NPM (X3) terhadap ROI (Y) mempunyai tingkat signifikansi t masing-masing (0,000; 0,000; 0,000) lebih kecil dari nilai 0,10. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan perputaran persediaan (X1) dan TATO (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap NPM (X3) secara langsung. Perputaran persediaan (X1), TATO (X2) dan NPM (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROI (Y) secara langsung. Sedangkan perputaran persediaan (X1) dan TATO (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROI (Y) melalui NPM (X3). Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat peneliti berikan adalah menggunakan jangka waktu pengambilan sampel lebih panjang, menambahkan satu variabel baru, sebaiknya tidak menggunakan TATO jika perputaran persediaan sebagai pembandingnya pada pengaruhnya terhadap NPM, serta menggunakan peristiwa krisis moneter dan pemilihan presiden sebagai pembedanya. Hal ini penting dilakukan agar hasil penelitian yang diperoleh di masa yang akan datang menjadi lebih sempurna dari penelitian ini.

Pengaruh kurs rupiah, inflasi, dan suku bunga SBI terhadap indeks hrga saham LQ45 yang listing di BEI periode 2007-2009 / Jeva Ferial Sandi

 

Kata Kunci: Kurs Rupiah, Inflasi, Suku Bunga SBI, dan Indeks Harga Saham LQ45 Indeks harga saham LQ45 merupakan kumpulan dari 45 perusahaan yang paling likuid yang tercatat dalam penghitungan indeks LQ45 setiap periodenya yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks harga saham LQ45 merupakan salah satu indikator utama pergerakan harga saham dan sering juga digunakan oleh investor untuk melihat kondisi pasar modal yang terjadi, karena sebagian besar perusahaan yang tercatat dalam indeks LQ45 adalah kumpulan dari beberapa perusahaan unggulan di Indonesia dan cukup berpengaruh besar dalam pergerakan perekonomian Indonesia. Apabila terjadi faktor makro yang menurun atau kinerja pasar modal menurun akibat berbagai faktor makro, maka hal ini akan menyebabkan turunnya harga saham, kemudian akan memicu turunnya kinerja pasar modal. Maka dari itu selanjutnya akan juga mempengaruhi indeks harga saham LQ45. Faktor makro yang dapat mempengaruhi indeks harga saham LQ45 dalam penelitian ini adalah kurs rupiah, inflasi, dan suku bunga SBI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kurs rupiah, inflasi, suku bunga SBI, dan indeks harga saham LQ45 yang listing di BEI periode 2007-2009 serta untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel Kurs Rupiah, Inflasi, dan Suku Bunga SBI terhadap Indeks Harga Saham LQ45. Data yang digunakan adalah data time series bersumber dari www.bi.go.id, www.bps.go.id, www.dunia investasi.com, dan data dari pojok BEI UM tahun 2007-2009. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi. Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh atau sensus dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Sehingga sampel dalam penelitian ini adalah Indeks harga saham LQ45 tahun 2007-2009. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 17.0 for windows. Uji yang digunakan adalah uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh negatif antara kurs rupiah terhadap indeks harga saham LQ45, ada pengaruh positif antara inflasi terhadap indeks harga saham LQ45, dan ada pengaruh negatif antara suku bunga SBI terhadap indeks harga saham LQ45. Dalam penelitian ini maka disarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan jangka waktu pengambilan sampel yang lebih panjang, memperdalam kajian teori dan menambah penelitian terdahulu, serta menambahkan satu atau lebih variabel baru yang masih mencakup ekonomi makro yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Bagi investor agar mampu mempertimbangkan kebijakan investasi ketika situasi harga saham di bursa efek berubah. Bagi perusahaan agar mampu mempertimbangkan dalam menentukan kebijakan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan modal kerja.

Peningkatan kemampuan menulis karangan eksposisi dengan menggunakan teknik pembelajaran berbasis inkuiri pada siswa kelas X SMA Laboratorium UM / Karimah

 

Kata kunci: kemampuan menulis, karangan eksposisi, pembelajaran berbasis inkuiri Pembelajaran menulis karangan eksposisi diajarkan kepada siswa kelas X di SMA Laboratorium UM sesuai dengan KTSP. Terkait dengan pembelajaran menulis karangan eksposisi di sekolah tersebut, dilakukan studi pendahuluan dengan hasil bahwa: (1) pembelajaran menulis karangan eksposisi kurang menumbuhkan minat siswa dalam menulis karangan eksposisi, (2) guru masih belum mengajarkan KD tersebut secara utuh, (3) siswa belum memahami dengan baik tentang paragraf eksposisi dan jenis-jenisnya, (4) tidak ada bimbingan khusus dari guru dalam menulis karangan eksposisi, dan (5) terdapat 58,97 % yang mengalami kesulitan dalam menulis karangan eksposisi, sehingga siswa tersebut memperoleh nilai di bawah KKM. Masalah yang muncul pada hasil menulis karangan eksposisi siswa adalah informasi yang diperoleh siswa berdasarkan pengetahuan umum yang kurang jelas dan cenderung tidak berdasarkan data faktual, melainkan dari hasil karangan atau jiplakan dari media massa, sehingga hasil karangan mereka kurang mencerminkan karangan eksposisi yang sebenarnya. Oleh karena itu, permasalahan tersebut diatasi dengan penggunaan teknik pembelajaran berbasis inkuiri agar siswa dapat memperoleh informasi secara nyata berdasarkan temuannya sendiri sebagai bahan untuk karangan eksposisi mereka. Teknik pembelajaran berbasis inkuiri ini menggunakan lingkungan sekolah sebagai sumber informasi. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah meningkatkan kemampuan menulis karangan eksposisi dengan menggunakan teknik pembelajaran berbasis inkuiri pada siswa kelas X SMA Laboratorium UM, sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan eksposisi dengan menggunakan teknik pembelajaran berbasis inkuiri pada siswa kelas X SMA Laboratorium UM. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi lima hal, yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan tindakan, (4) pengamatan, dan (5) refleksi hasil tindakan. Data dalam penelitian ini berupa hasil kegiatan studi pendahuluan, proses pembelajaran menulis karangan eksposisi yang dilakukan guru dan siswa di kelas, dan hasil karangan eksposisi siswa dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti dan guru bidang studi serta mitra peneliti lain. Pengumpulan data proses dilakukan dengan observasi yang menggunakan pedoman observasi dan catatan lapangan, sedangkan data hasil dilakukan dengan studi dokumen dengan menggunakan rubrik penilaian hasil menulis karangan eksposisi. Data proses dan hasil yang telah dikumpulkan dianalisis dengan mengorganisasi, mengelompokkan, memaparkan, dan menarik kesimpulan. Pada pratindakan, diperoleh hasil bahwa 7 siswa berhasil menulis karangan eksposisi dengan nilai A, 9 siswa dengan nilai B, sedangkan siswa yang belum berhasil mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM), yakni sebanyak 23 siswa (70%) dengan rincian 5 siswa memperoleh nilai C dan 18 orang siswa memperoleh nilai D . Rata-rata kelas yaitu 60,25. Dari hasil yang diperoleh siswa tersebut terlihat bahwa tingkat kemampuan siswa kelas X-8 dalam menulis karangan eksposisi masih rendah dan membutuhkan tindakan perbaikan berupa pembelajaran keterampilan menulis karangan eksposisi siklus I. Pada siklus I, diperoleh rata-rata kelas 79,05. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan hasil pada pratindakan. Selain itu, diperoleh hasil bahwa jumlah siswa yang masuk dalam kategori berhasil mengalami peningkatan sebanyak 17,94 %. Selain itu juga masih ditemukan adanya siswa dengan nilai di bawah KKM, yakni 43,58 %. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah KKM pada tahap pratindakan, yakni 58,93 %. Oleh karena masih ditemukannya siswa dengan nilai di bawah KKM, maka dilakukan tindakan perbaikan selanjutnya berupa pembelajaran keterampilan menulis karangan eksposisi siklus II. Pada siklus II, diperoleh hasil bahwa jumlah siswa yang masuk dalam kategori berhasil mengalami peningkatan sebanyak 48,73 %. Tidak ditemukan adanya siswa dengan nilai di bawah KKM. Semua siswa memperoleh nilai di atas 70 dengan rata-rata kelas 86,23. Hal ini membuktikan bahwa pada siklus II ini kemampuan siswa pada pembelajaran menulis karangan eksposisi dengan teknik pembelajaran inkuri telah meningkat. Dari pembahasan hasil kemampuan menulis karangan eksposisi siswa kelas X-8 SMA Laboratorium UM tiap aspek, diketahui bahwa secara keseluruhan terjadi peningkatan pada 17 siswa (43,6 %) pada siklus I dan 30 siswa (76,9 %) pada siklus II. Selain itu juga terjadi stagnasi kemampuan siswa pada siklus I dan siklus II yang masing-masing sebanyak 8 siswa (20,5 %). Penurunan juga terjadi pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I, sebanyak 11 siswa (28,2 %) mengalami penurunan akibat kurang serius dan penyesuaian dengan teknik baru yang diterapkan. Pada siklus II, terdapat satu siswa (2,6 %) yang mengalami penurunan karena merasa bosan dan menjadi kurang serius. Berdasarkan perbandingan antara hasil di siklus I dan siklus II, terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas hasil karangan eksposisi siswa sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik pembelajaran berbasis inkuiri telah berhasil meningkatkan kemampuan menulis karangan eksposisi siswa kelas X-8 SMA Laboratorium UM.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada industri kecil kripik tempe di Sanan, kelurahan Purwantoro, kota Malang / Fitria Rahman

 

Kata Kunci: tenaga kerja, modal, unit usaha, nilai produksi Pada umumnya pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara berkembang mempunyai tujuan antara lain untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang hasilnya secara merata dikecap oleh masyarakat, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesempatan kerja, pemerataan pendapatan, mengurangi perbedaan kemampuan antar daerah, struktur perekonomian yang seimbang. Salah satu indikator untuk menilai keberhasilan dari pembangunan ekonomi suatu negara adalah dilihat dari kesempatan kerja yang diciptakan dari pembangunan ekonomi. Dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan, peranan usaha (industri) kecil sangat dominan terhadap penyerapan tenaga kerja. Dan proses mensejahterakan kehidupan masyarakat tersebut sangat ditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenagakerja pada industri kecil, dengan studi kasus pada industri kripik tempe di Sanan, Kelurahan Purwantoro. Pemilihan studi kasus ini berdasarkan pada pertimbangan bahwa kripik tempe merupakan salah satu cirri khas Kota Malang dan telah menjadi produk unggulan bagi Kota Malang. Apalagi industri tersebut banyak berkembang di Sanan, Kelurahan Purwantoro. Diduga bahwa variabel yang mempengaruhi penyerapan tenagakerjai ndustri kecil tempe adalah modal, jumlah unit usaha, dan nilai produksi. Metode yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda dengan menggunakan SPSS 15. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengisian angket. Data sekunder dipilih dengan dasar bahwa data tersebut berguna dan menunjang bagi tercapainya tujuan penulisan ini. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu industri kecil keripik tempe di Sanan RW 15 dan RW 16 Kel. Purwantoro, Kota Malang,yaitu sebanyak 73 industri kecil. Karena sampel kurang dari 100 maka semua populasi diambil sebagai subyek penelitian sehingga penelitian ini disebut penelitian populasi. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakanya itu angket dan dokumentasi. Dari hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwat hitung pada variabel modal sebesar 2,882 dengan signifikan 0,005 maka t hitung > t tabel (2,882 > 1,993) dan besarnya probabilitas (sig) 0,005 < 0,05. Sehingga Ho ditolak dan koefisien regresi signifikan t hitung pada variabel jumlah unit usaha sebesar 1,409 dengan signifikan 0,163 maka t hitung < t tabel (1,409 < 1,993) dan besarnya probabilitas (sig) 0,163 > 0,05. Sehingga Ho diterima dan koefisien regresi tidak signifikan. Dan t hitung pada variabel nilai produksi sebesar 2,413 dengan signifikan 0,000 maka t hitung > t tabel (2,413 > 1,993) dan besarnya probabilitas (sig) 0,018 < 0,05. Sehingga Ho ditolak dan koefisien regresi signifikan. Dari data ANOVA diketahui bahwa F table yaitu 2,74 sehingga F hitung > F table (47,938 > 2,74) maka H0 ditolakdan Ha diterima. Maka dapat diketahui bahwa penyerapan tenagakerja industrikecil keripik tempe dipengaruhi oleh modal dan nilai produksi dan faktor yang paling dominan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja industri kecil keripik tempe yaitu modal sebesar 7,5%. Selain itu dari uji parameter ditemukan bahwa persamaan regresi ini tidak mengalami gejala multikolinearitas, heteroskedastisitas dan normalitas maka asumsi regresi linear klasik sudah terpenuhi.

Implementasi model pembelajaran berdasarkan masalah dipadu dengan strategi belajar peta konsep untuk meningkatkan aktivitas, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar biologi siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang / N.R. Fathiyah

 

Program Studi Pendidikan Dasar, Konsentrasi Pendidikan IPA SMP, Program Pasca Sarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D. (II) Dr. Endang Suarsini, M. Ked. Kata Kunci: pembelajaran berdasarkan masalah, peta konsep, aktivitas, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar biologi Era globalisasi seperti yang sedang berlangsung ini menunntut semua pihak untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. Bila tidak, kita akan tertinggal oleh perkembangan itu sendiri. Sekolah sebagai tempat pemberdayaan siswa harus dapat mempersiapkan para siswanya untuk dapat memasuki masa depannya yang lebih baik. Matapelajaran biologi merupakan matapelajaran yang penekanan pembelajarannya bertujuan bukan hanya untuk mencapai penguasaan konsep, namun juga untuk mencapai keterampilan memecahkan masalah. Melalui proses pembelajaran biologi yang baik siswa diharapkan dapat mencapai kompetensi penguasaan konsep dan terampil memecahkan masalah. Hasil observasi langsung di kelas VII RSBI (empat kelas parallel), khususnya kelas VII A menunjukkan siswa kurang antusias dan kurang aktif dalam proses pembelajaran, kemampuan berpikir kritis masih rendah, dan hasil belajar yang masih kurang memuaskan. Data hasil ulangan harian pada semester gasal tahun pelajaran 2009 - 2010 rata-rata hanya 40% siswa kelas VII A yang mencapai kriteria ketuntasan minimal. Permasalahannya adalah karena selama ini guru kurang menerapkan dan mengembangkan model-model pembelajaran dan strategi belajar yang dapat merangsang siswa untuk antusias dan aktif dalam proses pembelajaran, dan kurang memfasilitasi untuk terwujudnya kondisi pembelajaran yang mengasah keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran berdasarkan masalah (PBM) yang dipadu strategi belajar peta konsep dapat meningkatkan aktivitas, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar biologi siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan tindakan, pelaksanaan dan pengamatan tindakan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase aktivitas siswa pada saat penerapan pembelajaran masalah dipadu peta konsep meningkat dari 83,16% pada siklus I menjadi 97,27% pada siklus II. Persentase aktivitas siswa pada saat membuat peta konsep meningkat dari 63,17% pada siklus I menjadi 92,00% pada siklus II. Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis meningkat dari 2,58 pada siklus I menjadi 3,3 pada siklus II. Nilai rata-rata hasil tes kemampuan kognitif meningkat dari 79,04 menjadi 90,00. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 62,5% pada siklus I menjadi 91,67% pada siklus II. Persentase ketuntasan kemampuan kognitif tiap ranahpun meningkat dari 81,48% pada siklus I menjadi 89,36% pada siklus II. Rata-rata nilai membuat peta konsep meningkat dari 77,38 pada siklus I menjadi 92,97 pada siklus II. Respons siswa dalam bentuk perhatian, ketertarikan, keyakinan, dan kepuasan terhadap penerapan model PBM dipadu strategi belajar peta konsep menunjukkan sikap positif sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, siswa merasa dihargai, dan siswa berani mengeluarkan pendapat. Dengan adanya sikap positif tersebut maka akan meningkatkan motivasi belajar siswa yang selanjutnya tentu akan meningkatkan hasil belajarnya.. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan pembelajaran berdasarkan masalah dipadu strategi belajar peta konsep dapat meningkatkan aktivitas, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa. Dengan demikian dapat direkomendasikan bahwa model pembelajaran berdasarkan masalah dipadu strategi peta konsep dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru untuk memotivasi dan meningkatkan aktivitas, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran ini dapat diterapkan oleh guru terutama untuk materi pelajaran yang struktur dan konsep-konsep dasar materinya sudah dikuasai siswa. Guru diharapkan senantiasa meningkatkan pengetahuan dan pengalamnnya dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model/strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar dan berpikir kritis siswa.

Model pembelajaran moral dalam kegiatan Thoriqoh Naqsabandyah Kholidiyah al Aliyah bagi santri di pondok pesantren Baiturrohmah Malang / Dian Dwi Permana

 

Kata Kunci: Pembelajaran, Moral, Pembelajaran moral. Thoriqoh, Pondok pesantren, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Peserta didik tersebut diharapkan akan menjadi sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keahlian dan keterampilan yang nantinya dapat meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia dari zaman ke zaman. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui rancangan model pembelajaran thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Al Aliyah pondok pesantren Baiturrohmah Malang, (2) mengetahui pelaksanaan model pembelajaran moral thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Al Aliyah pondok pesantren Baiturrohmah Malang, (3) mengetahui kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran moral pada thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Al Aliyah di pondok pesantren Baiturrohmah, (4) mengetahui solusi dalam menghadapi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran moral pada thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Al Aliyah di pondok pesantren Baiturrohmah Malang Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif. Penetapan pendekatan ini didasarkan atas pertimbangan bahwa peneliti ingin mengemukakan fenomena-fenomena yang terjadi di dalam pondok pesantren Baiturrohmah Malang, apakah pembelajaran moral tersebut telah terimpelementasikan dalam kegiatannya. Subjek penelitiannya adalah Mursyid atau pengurus dan santri thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Al Aliyah pondok pesantren Baiturrohmah. Adapaun tahapan pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) rancangan pembelajaran moral yang ada pada thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah di pondok pesanten Baiturrohmah berupa tabel yang memuat tentang kegiatan yang dilakukan, tujuan kegiatan metode dan nilai-nilai moral yang ada dalam ibadah tersebut. Kegiatan yang dilakukan yaitu, a) tafakkur dengan tujuan membiasakan santri untuk bisa mengambil segala hikmah yang ada dalam kehidupan ini metode yang digunakan ceramah dan nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan ini yaitu rasa kesadaran, sikap percaya diri dan lain-lain, b) puasa dengan tujuan membiasakan diri untuk hidup sehat metode yang digunakan ceramah dan nilainilai yang terkandung dalam kegiatan ini yaitu Sabar, meningkatkan semangat kerja, sikap persaudaraan dan lain lain, c) shalat dengan tujuan membiasakan santri untuk bisa hidup teratur metode yang digunakan ceramah dan nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan ini yaitu kedisiplinan, kejujuran dan lain-lain, d) wirid dengan tujuan santri dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan cara membiasakan hatinya agar selalu atau senantiasa berdzikir kepada Allah metode yang digunakan ceramah dan nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan ini yaitu Ikhlas, syukur dan lain-lain, e) tawassul dengan tujuan menumbuhkan sikap saling menghargai kepada para syuhada atau orang sholehah yang lainnya metode yang digunakan ceramah dan nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan ini yaitu sikap menghargai dan lain-lain. (2) pelaksanaan pembelajaran moral yang ada pada thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah di pondok pesanten Baiturrohmah berupa tafakkur, shalat, wirid, puasa dan tawassul dari kegiatan tersebut nilai-nilai moral yang dapat diambil yaitu sikap sabar, syukur, percaya diri, menghargai dan sebagainya, (3) hambatan yang dihadapi dalam proses pembelajaran moral yang ada pada thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah di pondok pesanten Baiturrohmah berupa niat santri yang masuk pondok lebih bersifat keduniaan saja, santri yang sering melakukan keributan ketika di dalam pondok, fasilitas berupa kamar yang dirasa kurang ketika terjadi kelebihan jumlah kapasitas santri yang mengikuti proses pembelajaran di dalam pondok. (4) solusi yang dilakukan oleh pihak pengurus maupun santri dalam menghadapi kendala yang sedang dihadapi yaitu dengan memberikan sebuah pengantar ceramah kepada santri agar dalam memasuki pondok ini niatnya benar-benar harus ditata, memberikan teguran langsung kepada santri yang membuat keributan pada saat pelaksanaan ibadah di dalam pondok selain itu juga pengurus membuat aturan tertulis yang wajib ditaati oleh santri, dan menempatkan santri di masjid pondok ketika terjadi kelebihan jumlah kapasitas santri yang akan mengikuti proses pembelajaran moral di dalam pondok dan membangun fasilitas baru. Dari hasil penelitian ini saran-saran yang diajukan yaitu: (1) Pihak pengurus pondok pesantren Baiturrohmah bisa lebih berbuat tegas kepada santri yang melakukan kegaduhan ketika di dalam pondok, karena kegaduhan yang dibuat telah mengganggu santri lain yang sedang khusyuk melaksanakan ibadah, (2) Kepada santri yang akan mengikuti proses pembelajaran di dalam pondok sebaiknya diawali dengan niat yang baik, niat yang benar-benar karena Allah SWT dan hanya mengharap keridhoan-Nya, (3) pengurus pondok pesantren Baiturrohmah bisa menambah fasilitas kamar.

Penerapan pembelajaran kooperatif model STAD untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa kelas VIII C semester genap SMP Negeri 1 Sanankulon Kabupaten Blitar / Yuenin Indar Kanastren

 

Kata Kunci: STAD, Hasil Belajar. Demi tercapainya peningkatan kualitas pembelajaran, salah satu upaya pemerintah menentapkan standar ketuntasan minimal yang harus dicapai dalam pembelajaran, baik standar ketuntasan minimal untuk keterampilan prosesmaupun hasil belajar yang diperoleh siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal pada tanggal 8 dan 11 November 2010 dalam proses pembelajaran geografi di kelas VIII C SMPN I Sanankulon tahun ajaran 2010/2011 terdapat beberapa kelemahan yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu: 1) Siswa kurang berminat dan kurang aktif dalam proses pembelajaran geografi, hal itu karena dalam pembelajaran guru senantiasa menggunakan metode ceramah; 2) Hasil belajar siswa masih belum tuntas sebesar 80% atau dari 25 siswa hanya ada 5 siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 70 pada ulangan harian pertama. Tujuan penelitian ini meningkatkan hasil belajar Geografi dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus pembelajaran yang masing-masing siklus terdiri dari 1 kali pertemuan. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII C SMPN I Sanankulon pada bulan Januari 2011. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan tabel persentase dan gainscore. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar Geografi siswa mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar dari pra tindakan, siklus I ke siklus II. Pada pra tindakan rata-rata nilai kelas 60,72 dengan persentase 20,83%. Siklus I mengalami peningkatan adalah 74,13 dengan persentase keberhasilan tindakan sebesar 66,66%. Siklus II diperoleh rata-rata hasil belajar geografi siswa sebesar 80,83, dengan persentase keberhasilan tindakan sebesar 87,5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan hasil belajar Geografi setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model STAD.

Pengaruh kualitas layanan koperasi terhadap loyalitas anggota (studi pada anggota Koperasi Unit Desa Argopuro Krucil Probolinggo) / Mohammad Ismail

 

Kata kunci: Kualitas Layanan, Loyalitas Anggota Saat ini, arah perekonomian yang lebih cenderung pada ekonomi global telah memberikan jalan bagi semua perusahaan untuk bersaing dan memasuki pasar di luar batas-batas negara. Kehadiran koperasi adalah sebagai sarana reformasi sosial dengan misi untuk mentransformasikan dari masyarakat yang penuh dengan kesenjangan dan penuh ketidakadilan ke masyarakat yang penuh dengan keharmonisan dan keadilan. Kualitas layanan yang meliputi keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik yang baik dari koperasi dapat menciptakan rasa nyaman dan loyalitas pada anggota sehingga merangsang minat anggota untuk berperan aktif dalam kegiatan koperasi karena manfaat yang diperolehnya. Sebuah perusahaan dapat mengetahui kemajuan dan perkembangan usahanya dengan melihat loyalitas pelanggannya, demikian juga koperasi kemajuannya dapat dilihat dari loyalitas anggotanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kualitas layanan dan loyalitas anggota pada KUD ARGOPURO, mengetahui pengaruh secara parsial kualitas layanan terhadap loyalitas anggota KUD ARGOPURO, mengetahui pengaruh secara simultan kualitas layanan terhadap loyalitas anggota KUD ARGOPURO, dan dimensi kualitas layanan mana yang memiliki pengaruh dominan terhadap loyalitas anggota KUD ARGOPURO. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional, subyek dalam penelitian ini adalah anggota Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo, yang berjumlah 100 orang, teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan Kuesioner, dan Dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensial, uji hipotesis (uji t dan uji f), dan uji asumsi klasik, serta menghitung dimensi variabel kualitas layanan yang dominan mempengaruhi loyalitas anggota koperasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kualitas layanan di Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo adalah tergolong cukup baik, hal ini dibuktikan dengan empat dimensi kualitas layanan yaitu keandalan, daya tanggap, jaminan, dan bukti fisik dinilai cukup tinggi oleh anggota, sedangkan dimensi empati adalah satu-satunya dimensi yang dinilai tinggi oleh anggota. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa secara parsial semua dimensi variabel kualitas layanan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap loyalitas anggota, dengan koefisien regresi yaitu keandalan sebesar 0,244, daya tanggap sebesar 0,357, jaminan sebesar 0,296, empati sebesar 0,365, dan bukti fisik sebesar 0,283. Secara simultan Berdasarkan hasil analisis uji t, diketahui bahwa Adjusted R Square = 0,657, artinya bahwa kualitas layanan memiliki pengaruh yang kuat terhadap loyalitas anggota. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan variabel Keandalan (reliability) (X1), Daya Tanggap (responsiveness) (X2), Jaminan (assurance) (X3), Empati (empathy) (X4), dan Bukti fisik (tangibles) (X5) secara bersama-sama berpengaruh terhadap loyalitas anggota Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo sebesar 65,7%, sedangkan sisasnya sebesar 34,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) Kondisi kualitas layanan yang diberikan oleh KUD ARGOPURO berdasarkan penilaian anggota pada dimensi keandalan, daya tanggap, jaminan kategorinya, dan bukti fisik kategori cukup tinggi, sedangkan empati kategorinya tinggi,; (2) Variabel keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik secara parsial berpengaruh positif yang signifikan terhadap loyalitas anggota Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo; (3) Dimensi-dimensi kualitas layanan secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas anggota Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo; (4) Dimensi Variabel kualitas layanan yang mempunyai pengaruh dominan terhadap loyalitas anggota Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo adalah empati. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah: (1) Manajemen Koperasi Unit Desa ARGOPURO Krucil Probolinggo sebaiknya selalu berupaya meningkatkan kemampuan karyawannya sesuai dengan bidang atau posisinya di koperasi melalui pelatihan-pelatihan dan menambah sarana dan prasarana yang dimilki, sehingga dapat memperlancar proses pelayanan anggota; (2) Anggota koperasi, harus berperan aktif dalam usaha koperasi sehingga dapat mencapai tujuan; (3) Bagi penelitian lin yang sejenis yang akan datang diharapkan menambahkan variabel lain dalam judul penelitiannya, untuk memperkaya hasil penelitian dan memperkaya referensi jurnal internasional.

Pengaruh ketersediaan fasilitas belajar di sekolah dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan kelas XI SMK PGRI 2 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Mohammad Ismail

 

Kata kunci: Fasilitas Belajar, Kebiasaan Belajar, Prestasi Belajar Seiring pesatnya perkembangan zaman, dunia pendidikan mengalami perubahan yang cukup signifikan. Konsekuensinya adalah masalah mutu pendidikan, untuk itu semua pihak perlu menyamakan pemikiran dan sikap untuk mengedepankan peningkatan mutu pendidikan Nasional. Sekolah adalah tempat terjadinya aktivitas belajar mengajar, salah satu faktor penting penunjang proses ini adalah tersedianya berbagai fasilitas belajar. Tersedianya fasilitas belajar akan mendukung aktivitas belajar siswa dan pada akhirnya akan turut mempengaruhi prestasi belajar siswa. Adapun fasilitas yang seharusnya dimiliki oleh sebuah lembaga pendidikan atau sekolah antara lain “gedung sekolah, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan dan media pembelajaran”. Kebiasaan adalah hal yang biasa dilakukan. Sesuatu yang dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang akan menjadi ciri-ciri dari seseorang. Kebiasaan belajar bukan bakat alamiah yang dibawa sejak lahir melainkan perilaku yang dipelajari secara sadar atau tidak sadar secara terus menerus. Oleh karena itu siswa diharapkan membentuk kebiasaan belajar yang baik, sehingga siswa dapat memperoleh prestasi belajar yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fasilitas belajar, kebiasaan belajar dan prestasi belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan kelas SMK PGRI 2 Malang, pengaruh fasilitas belajar dan kebiasaan belajar siswa secara pasial terhadap prestasi belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan kelas SMK PGRI 2 Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional, subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK PGRI 2 Malang yang berjumlah 63 orang siswa, teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensial, uji hipotesis (uji t dan uji f), dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi fasilitas belajar di SMK PGRI 2 Malang adalah tergolong memadai dan dalam kondisi baik, hal ini dibuktikan dengan 42,85% anggota menyatakan setuju, sedangkan variabel kebiasaan belajar siswa tergolong baik, hal ini dibuktikan dengan 44,44% responden menyatakan setuju bahwa kebiasaan belajar yang mereka lakukan adalah tergolong baik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa secara parsial variabel fasilitas belajar dan kebiasaan belajar memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi belajaar siswa, dengan koefisien regresi yaitu fasilitas belajar sebesar 0,024, dan kebiasaan belajar sebesar 0,053. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) Fasiltas belajar yang dimiliki oleh SMK PGRI 2 Malang Tahun Ajaran 2009/2010 adalah dalam kondisi yang baik dan memadai; (2) Kebiasaan belajar siswa kelas XI SMK PGRI 2 Malang Tahun Ajaran 2009/2010 menunjukkan kebiasaan belajar yang baik; (3) Prestasi belajar siswa mata diklat Kewirausahaan kelas XI SMK PGRI 2 Malang tahun ajaran 2009/2010 sudah cukup baik; (4) Fasilitas belajar berpengaruh positif secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa mata diklat kewirausahaan kelas XI SMK PGRI 2 Malang Tahun Ajaran 2009/2010; (5) Fasilitas belajar berpengaruh positif secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa mata diklat kewirausahaan kelas XI SMK PGRI 2 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah: (1) Pihak sekolah sebaiknya mengambil kebijakan berupa memperbaiki, menambah dan meningkatkan kualitas fasilitas belajar seperti gedung sekolah, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium dan perlengkapannya, serta media pembelajaran; (2) Guru wali kelas maupun guru mata diklat sebaiknya senantiasa memberikan bimbingan kepada siswanya agar memiliki kebiasaan belajar yang baik, agar siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya; (3) Siswa diharapkan dapat menjaga dan memanfaatkan fasilitas belajar yang sudah tersedia seoptimal mungkin sehingga dapat menikmati manfaatnya secara bersama-sama; (4) Sebaiknya dalam penelitian selanjutnya subjek penelitian yang diambil adalah siswa kelas X-XII pada seluruh mata diklat pelajaran, selain itu, disarankan untuk menambah jumlah variabel penelitian untuk memperkaya hasil penelitian.

Pengaruh reputasi auditor, reputasi underwriter, jenis industri, dan persentase kepemilikan saham terhadap tingkat underpricing saham perdana pada perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008 / Riska Shofwatul Maulidiya

 

Kata Kunci: Reputasi Auditor, Reputasi Underwriter, Jenis Industri, Persentase Kepemilikan Saham, Tingkat Underpricing Saham Perdana Suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya tidak akan terlepas dari masalah pemenuhan kebutuhan dana atau modal untuk pembiayaan perusahaannya. Kebutuhan akan pembiayaan dapat dipenuhi dari berbagai sumber, salah satunya adalah menambah jumlah kepemilikan saham dengan penerbitan saham baru dengan cara menawarkan saham perusahaan kepada publik atau masyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut telah berubah dari perusahaan pribadi menjadi perusahaan publik atau lebih dikenal dengan go public. Persyaratan untuk go public salah satunya adalah laporan keuangan dua tahun terakhir harus diperiksa oleh auditor dengan unqualified opinion. Pada umumnya perusahaan yang akan go public memilih untuk menggunakan auditor dan underwriter yang memiliki kualitas tinggi, karena keduanya akan mengurangi tingkat underpricing saham. Underpricing adalah penentuan harga saham di pasar perdana lebih rendah dibanding dengan harga penutupan pada hari pertama yang terjadi di pasar sekunder dengan saham yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reputasi auditor, reputasi underwriter, jenis industri, dan persentase kepemilikan saham yang ditawarkan terhadap tingkat underpricing saham perdana. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia tahun 2006 sampai 2008 dan sahamnya mengalami underpricing. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 46 perusahaan yang diperoleh berdasarkan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan Jakarta Stock Exchange (JSX) Fact Book. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reputasi auditor, jenis industri, dan persentase kepemilikan saham yang ditawarkan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat underpricing saham perdana, dan hanya variabel reputasi underwriter yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat underpricing saham perdana. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi penelitian selanjutnya dapat menambah variabel lain seperti variable Return On Assets (ROA), Earning Per Shared (EPS), tingkat inflasi, tingkat suku bunga bank, risiko bisnis dan umur perusahaan.

Pengaruh penggunaan program macromedia flash MX dalam pembelajaran akuntansi terhadap hasil belajar di MAN 3 Malang / Dina Vitasari

 

Kata Kunci: Program Macromedia Flash MX, Pembelajaran Akuntansi, Hasil Belajar Hasil Belajar yang dicapai oleh para siswa diduga erat kaitannya dengan pengaruh penggunaan media pembelajaran berupa Macromedia Flash MX. Media pembelajaran yang selama ini digunakan adalah media papan tulis, media ini dianggap masih kurang karena dengan media papan tulis, guru harus menyiapkan media lain apabila memberikan materi akuntansi. Pembelajaran akuntansi dilalui melalui 4 tahapan,yaitu, (1)Tahap pencatatan, (2) Tahap pengikhtisaran, (3) Tahap pelaporan, (4) Tahap interpretasi laporan keuangan. Pada tahapan pencatatan para siswa butuh media yang konkrot untuk mengetahui bukti transaksi yang akan dicatat. Dengan adanya media pembelajaran Macromedia Flash MX, guru dapat menampilkan media pembelajaran didepan kelas, sehingga para siswa dapat mengetahui contoh bukti transaksi dengan jelas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Pengaruh penggunaan media pembelajaran akuntansi yang dibantu dengan program Macromedia Flash MX terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS MA Negeri 3 Malang tahun ajaran 2010/2011. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi yang digunakan dalam penelitina ini adalah siswa kelas XI IPS MAN 3 Malang tahun ajaran 2010/2011. Sedangkan sampel yang diambil adalah seluruh siswa kelas XI yaitu sebanyak 64 siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah program Macromedia Flash MX (X) Sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa kelas XI IPS di MA Negeri 3 Malang (Y). Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisi uji beda (uji-t). Berdasarkan penelitian ini diperoleh temuan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran berupa Macromedia Flash MX terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS di MA Negeri 3 Malang tahun ajaran 2009/2010. Pengumpulan data menggunakan tes obyektif dan angket. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar media pembelajaran Macromedia Flash MX dijadikan salah satu alternative pilihan bagi guru bidang studi untuk meningkatkan hasil belajar dan juga diharapkan adanya penelitian lebih lanjut dengan menggunakan populasi yang lebih luas atau menambah variabel dalam penelitian.

Perbedaan trading volume activity dan bid-ask spread sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan yang listing di BEI (periode stock split 2006-2009) / Dina Marisandi

 

Kata Kunci: Trading Volume Activity, Bid-ask Spread, Stock Split Stock split adalah salah satu bentuk corporate action yang dilakukan emiten dengan cara memecah jumlah sahamnya (split) menjadi lebih banyak.Trading volume activity merupakan instrumen yang digunakan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap informasi melalui pergerakan jumlah saham yang diperdagangkan dibandingkan jumlah saham yang beredar. Bid-ask spread adalah selisih harga beli (bid price) tertinggi yang trader (pedagang saham) bersedia untuk membeli suatu saham dengan harga jual (ask price) terendah yang trader (pedagang saham) bersedia untuk menjual saham tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi TVA sebelum dan sesudah stock split, mengetahui kondisi bid-ask spread sebelum dan sesudah stock split, untuk mengetahui adanya perbedaan TVA sebelum dan sesudah stock split dan untuk mengetahui adanya perbedaan Bid-ask spread sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan yang listing di BEI periode 2006-2009. Jenis penelitian ini adalah penelitian “event study” yaitu study yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event dalam penelitian ini berupa pemecahan saham atau stock split pada perusahaan yang listing di BEI tahun 2006-2009 dengan jumlah populasi 24 perusahaan. Berdasarkan kriteria purposive sampling, sampel yang telah terpilih 16 perusahaan. Teknik yang digunakan adalah uji beda 2 sampel berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan penurunan TVA sesudah stock split, terjadi penurunan bid-ask spread sesudah stock split. Tidak adanya perbedaan yang signifikan antara TVA sebelum dan TVA sesudah stock split kecuali pada TVA H-2 dengan H+2 terdapat perbedaan yang signifikan. Bid-ask spread sebelum dan sesudah stock split juga tidak terdapat perbedaan yang signifikan.Saran yang diberikan dari penelitian ini adalah (1) bagi investor dan calon investor sebaiknya mengambil keputusan dengan menganalisis lebih lanjut memngenai informasi yang diterima sehingga dapat diambil keputusan yang tepat dan memberikan return yang tinggi bagi investor.(2)bagi perusahaan atau emiten sebaiknya perusahaan memberikan informasi secara transparan terhadap kebijakan stock split yang dilakukan sehingga investor dapat menyerap informasi tersebut dan segera merespon.(3) bagi peneliti selanjutnya lebih baik memperpanjang periode pengamatan dengan sampel penelitian yang lebih rinci misalnya berdasarkan sektor industrinya.

Pengaruh capital adequacy ratio (CAR), dana pihak ketiga (DPK), return on asset (ROA) dan non performing loan (NPL) perbankan terhadap jumlah penyaluran kredit kepada sektor UMKM (studi pada perbankan yang listing di BEI 2007-2009) / Siti Nur Anisah

 

Kata Kunci : CAR, DPK, ROA, NPL dan Jumlah Penyaluran Kredit Sektor UMKM mempunyai peran yang cukup signifikan dalam kondisi perekonomian, terlebih pada negara berkembang seperti Indonesia. Peran tersebut dapat ditinjau dari berbagai indikator makro UMKM. Yang pertama, terdapat dalam setiap sektor ekonomi dengan jumlah industri yang besar. Berdasarkan data tahun 2007 menunjukkan bahwa jumlah populasi UMKM mencapai 49,84 juta unit usaha atau 99,99 persen terhadap total unit usaha di Indonesia. Kedua, potensinya yang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Sektor UMKM menyerap 91,75 juta tenaga kerja atau 97,3 persen dari seluruh tenaga kerja di Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksplanasi (explanatory research) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi internal perbankan yang dilihat dari CAR, DPK, ROA dan NPL terhadap jumlah penyaluran kredit sektor UMKM . Populasi dari penelitian ini adalah perbankan yang listing di BEI periode 2007-2009. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang merupakan data tahunan dari tahun 2007-2009. Sumber data berasal dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama jumlah penyaluran kredit sektor UMKM meningkat seiring dengan pulihnya kepercayaan perbankan terhadap sektor UMKM. Kedua, kondisi CAR dan ROA menurun karena modal dan laba sebagian besar digunakan untuk menyalurkan kredit. Ketiga, variabel CAR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit sektor UMKM. Variabel DPK, ROA dan NPL berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit sektor UMKM. Saran dalam penelitian adalah bagi peneliti selanjutnya diharapkan meggunakan sampel bank umum yang berbeda dan menggunakan variabel lain seperti suku bunga kredit, SBI, dan inflasi sehingga bisa diketahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi bank umum dalam melakukan penyaluran kredit sektor UMKM.

Hubungan antara tipe kepribadian dengan kematangan emosi pada wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang / Yulia Ulva

 

Kata kunci: tipe kepribadian, kematangan emosi, wanita yang mengajukan gugatan cerai Perceraian yang terjadi di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kondisi emosi pasangan yang belum matang menjadi faktor utama penyebab persoalan ini. Kematangan emosi individu diakibatkan adanya perbedaan tipe kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tipe kepribadian wanita yang mengajukan gugatan cerai; (2) kematangan emosi wanita yang mengajukan gugatan cerai; (3) hubungan antara tipe kepribadian dengan kematangan emosi pada wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Subyek penelitian adalah wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang. Pengambilan subyek penelitian menggunakan teknik accidental sampling. Alat pengumpul data berupa (1) inventori tipe kepribadian yang dikembangkan dari teori Hippocrates dengan validitas dan reliabilitas berdasarkan proffesional judgement; (2) skala kematangan emosi yang dikembangkan dari teori Hurlock dengan validitas berkisar (rxy) = 0,305 sampai 0,780 dan reliabilitas = 0,920 . Hasil penelitian menunjukkan (1) sebesar 32% atau 16 orang bertipe kepribadian chole, 32% atau 16 orang bertipe kepribadian melanchole, 14% atau 7 orang bertipe kepribadian phlegma, dan 22% atau 11 orang bertipe kepribadian sanguis; (2) sebesar 30% atau 15 orang memiliki kematangan emosi tinggi, 48% atau 24 orang memiliki kematangan emosi sedang, dan 22% atau 11 orang memiliki kematangan emosi rendah; (3) Uji korelasi dalam penelitian ini menggunakan analisis non parametrik, yaitu analisis Spearman dan diperoleh nilai (rxy) = 0,440; p = 0,001 < 0,01. Hal ini berarti ada hubungan positif antara tipe kepribadian dengan kematangan emosi pada wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tipe kepribadian dengan kematangan emosi pada wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang. Tipe kepribadian chole berkorelasi dengan kematangan emosi rendah, melanchole dengan kematangan emosi sedang, sanguis dengan kematangan emosi sedang, dan phlegma dengan kematangan emosi tinggi. Bagi pasangan suami istri diharapkan saling memahami tipe kepribadian pasangan dan mampu meminimalisir emosi masing-masing tipe kepribadian. Pihak DEPAG diharapkan memberikan konseling pra nikah kepada calon pasangan suami istri agar mereka mampu memahami tipe kepribadian masing-masing.

Pengaruh dana pihak ketiga, pemberian kredit dan biaya intermediasi terhadap efisiensi operasional bank perkreditan rakyat konvensional Kota Malang periode 2007-2009 / Nurmainnah

 

Kata Kunci: BOPO, Dana Pihak Ketiga, Kredit, Biaya Intermediasi Bank dituntut untuk selalu menjalankan kegiatan usahanya secara efisien agar tetap dapat bertahan dan bersaing dengan bank-bank lain dalam menarik minat masyarakat agar bersedia menyimpan ataupun meminjam dana kepada bank, dengan begitu kepercayaan masyarakat bisa tetap terjaga. Efisiensi berkaitan dengan masalah pengendalian biaya. Efisiensi operasional berarti biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan keuntungan lebih kecil daripada keuntungan yang diperoleh dari penggunaan aktiva tersebut. Sebuah bank dituntut untuk memperhatikan masalah efisiensi karena meningkatnya persaingan bisnis dan standar hidup konsumen. Tujuan Penelitian ini adalah 1) mendiskripsikan besaran dana pihak ketiga, pemberian kredit, dan biaya intermediasi sebagai variabel bebas dan BOPO sebagai variabel terikat; 2) mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam penentuan sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder dan jenis datanya merupakan gabungan antara time series dan cross section. Intrumen penelitian berupa format dokumentasi dan laporan keuangan yang telah di audit oleh perusahaan yang bersangkutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 16 for windows. Hasil penelitian menyatakan bahwa operasional BPR Kota Malang tidak efisien, hal ini bisa dilihat dari rata-rata rasio BOPO mengalami peningkatan. Sedangkan dana pihak ketiga dan pemberian kredit cenderung menurun, biaya intermediasi cenderung sedikit meningkat. Hasil regresi menyatakan bahwa Variabel Dana Pihak Ketiga memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Efisiensi Operasional (BOPO). Pemberian Kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Efisiensi Operasional (BOPO). Biaya intermediasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Efisiensi Operasional (BOPO). Saran dalam penelitian ini pihak BPR sebaiknya mengelola kredit yang diberikan sebagai sumber pendapatan operasional BPR serta dana pihak ketiga sebagai sumber biaya operasional BPR diupayakan dapat tumbuh secara proporsional agar dapat menekan rasio BOPO. Pihak majerial BPR Kota Malang hendaknya dapat mengoptimalkan fungsi bank sebagai lembaga perantara keuangan, dimana jasa yang diberikan tidak sebatas pelayanan simpanan dan pinjaman tetapi dapat juga memberikan kontribusi pendapatan selain pendapatan bunga dengan sedapat mungkin menekan biaya intermediasinya

Penurunan stres melalui diet sehat berdasarkan golongan darah pada mahasiswa / Mardiah Makapedua

 

Kata kunci: Stres, Diet Sehat, Golongan Darah, Mahasiswa. Masyarakat saat ini terus menerus ditekan untuk mencapai lebih banyak dalam waktu yang semakin sedikit. Stres terjadi jika orang dihadapkan dengan peristiwa yang mereka rasakan sebagai mengancam kesehatan fisik atau psikologisnya, peristiwa tersebut biasanya dinamakan dengan stresor, dan reaksi orang terhadap peristiwa tersebut dinamakan respon stres. Stres dapat dilawan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi makanan penurun tingkat stres berdasarkan golongan darah. Melalui management makan yang sesuai dengan golongan darah, kita dapat mengkondisikan tubuh kita untuk lebih cepat pulih dari stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diet sehat berdasarkan golongan darah terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah The One-Group Pretest-Posttest Only Design. Alat pengumpul data berupa Daily Stress Inventory (DSI). Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Psikologi, jurusan Matematika dan jurusan Kimia dengan Universitas Negeri Malang angkatan 2006 – 2009 dengan total subyek 5 orang yang ditentukan berdasarkan skor tertinggi dengan perhitungan menggunakan standar deviasi. Subyek penelitian diberi treatmen berupa diet sehat berdasarkan golongan darah A selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan stress yang signifikan pada skor pretest dan postest subyek yang diberi treatment diet sehat berdasarkan goongan darah pada mahasiswa (diperoleh Asymp.Sig sebesar 0.043 dimana 0.043 < 0.05 = signifikan). Hal ini berarti bahwa dengan mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan diet sehat berdasarkan golongan darah A, mahasiswa dapat menurunkan tingkat stres yang dialami. Disarankan untuk peneliti selanjutnya yang berminat mengkaji permasalahan ini untuk menggunakan teori lain dan metode berbeda, seperti menggunakan eksperimen murni. Sebenarnya masih banyak aspek yang bisa diukur, diungkap dan dijadikan studi untuk penelitian dalam lingkup yang sama. Misalnya menggunakan subyek yang berbeda, seperti meneliti tentang penurunan stress kerja pada karyawan perusahaan dengan menggunakan diet sehat berdasarkan golongan darah atau penurunan stres pada guru / dosen dengan menggunakan diet sehat berdasarkan golongan darah, atau dengan meneliti pengaruh diet sehat berdasarkan golongan darah B, O atau AB.

Developing English I syllabus for the Islamic Education Department (PAI) of the Islamic College (STAI) of Ar Rosyid Surabaya / Agung Sucipto

 

Graduate Program in English Language Education, State University of Malang. Advisor: (1) Dr. Monica Djoehana D. Oka M.A. (II) Prof Dr. Hj. Nur Mukminatien M.Pd. Key words: developing syllabus, reading comprehension, Islamic Studies This study aims to develop a syllabus that is truly suitable for teaching English-I to the students at the Islamic College (STAI) Ar Rosyid Surabaya. The result of the preliminary survey done in this institution shows that the recent syllabus is not suitable and discussed too many grammar content. The lecturers only follow the guideline from their textbook. It can be noted further that this guideline is not sufficient to meet the needs of the students in terms of Islamic contents and pedagogical efficiency. Therefore, there is a need to design a syllabus for the students in this Islamic institution. The research and Development (R&D) procedure is employed in this study. The model used for designing and developing the syllabus is a combination of Yalden’s Language Program Development model (1987) and Borg and Gall’s R&D cycles (1983). It covers nine stages of development, they are : (1) needs analysis, (2) planning, including description of the purpose and selection of the syllabus type, (3) production of proto syllabus , (4) expert validation of the proto syllabus, (5) production of pedagogical syllabus , (6) field testing (try out), (7) final product revision , (8) evaluation (expert validation of the revised final product), and (9) final product. The needs analysis as the initial as well as the most important stage in this study was conducted on April to July 2010 in STAI Ar Rosyid Surabaya, which involved both the students and the English lecturers. This study stage was employed to obtain the needs of the students in learning English, The instruments used to collect the data were a questionnaire and an interview. The result of this stage shows that the students require Islamic topics to support their needs of mastering English language. The final product of this research is a proposed English-I syllabus for teaching English in the STAI Ar Rosyid Surabaya. This content based syllabus mainly consists of the course outline, objectives, topics and subtopics selection, and assessment system. This syllabus designed for English-I, mainly focused on reading comprehension complemented by grammar points and other language skills. This syllabus contains nine topics related with Islamic studies, Three models of lesson plans, which have been empirically tested in the try out stage, are also produced. Moreover, it will be easy for the users of the syllabus to make other lesson plans and teaching materials since the format of this developed syllabus, which has been validated by the experts, is easily interpretable and applicable. Finally, it is advisable that other English lecturers and future researchers develop other Islamic studies syllabi for other English language skills since this newly designed syllabus needs continuously re-evaluation and revision as the result of its implementation in the real classroom activities. Thus, this research product will successfully accommodate students’ needs in mastering English in the area of Islamic studies, especially the students at STAI Ar Rosyid Surabaya.

Implementasi pengelolaan keuangan sekolah yang menerapkan sekolah gratis (studi kasus di SMP PGRI 1 Batu) / Veri Irawan

 

Kata Kunci: implementasi pengelolaan keuangan sekolah, sekolah gratis. Setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Oleh karena itu dalam bidang pendidikan pemerintah menetapkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan tujuan membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu dalam rangka mendukung pencapaian Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. Melalui program ini, pemerintah memberikan dana kepada sekolah-sekolah setingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat untuk membantu mengurangi beban biaya pendidikan yang harus ditanggung oleh orangtua siswa. BOS diberikan kepada sekolah untuk dikelola sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Besarnya dana untuk tiap sekolah ditetapkan berdasarkan jumlah murid. Ada delapan tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) asal sumber keuangan sekolah dan sumber keuangan yang paling dominan, (2) prosedur pencairan keuangan sekolah, (3) prosedur penerimaan keuangan sekolah, (4) prosedur penyaluran dana sekolah, terutama dana BOS, (5) operasional menggunakan dana sekolah, (6) sistem pengawasan (monitoring) terhadap penggunaan dana sekolah, (7) pertanggungjawaban dan pengarsipan data keuangan sekolah, (8) masalah-masalah yang muncul dalam pengelolaan dana dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh sekolah. Penelitian ini dilakukan di SMP PGRI 1 Batu dengan pendekatan kualitatif dan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Analisis pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (1) pengumpulan data, (2) pemilihan, pemusatan, dan transformasi data atau data kasar yang muncul dari catatan-catatan lapangan, dan (3) kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa teknik yaitu: (1) kredibilitas/validitas internal, (2) transferabilitas, (3) dependabilitas, dan (4) konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan: (1) sumber keuangan sekolah berasal dari pemerintah saja yaitu dana BOS dan dana imbal swadaya, (2) prosedur pencairan dana dilakukan melalui pemerintah kota dan ditransfer melalui nomor rekening sekolah, (3) prosedur penerimaan keuangan sekolah,sekolah harus membuat rencana pengambilan dana dan harus sesuai dengan fungsi penggunaan dana BOS, (4) prosedur penyaluran dana disalurkan setiap periode, setiap periode untuk anggaran belanja tiga bulan, sekolah mengambil dana setiap satu bulan sekali, (5) operasional penggunaan dana sekolah sesuai dengan RAPBS, (6) sistem pengawasan dilakukan oleh tim manajemen BOS kota yang rutin dilakukan setiap bulan, pengawasan lain dilakukan oleh BPKP dan BPK, (7) pertanggungjawaban dan pengarsipan data dilakukan sekolah setiap bulan dan sekolah membuat laporan akhir tahun untuk mengetahui bahwa belanja sekolah sudah sesuai dengan RAPBS, (8) masalah yang dihadapi sekolah dalam mengelola keuangan yaitu terlambatnya dana yang keluar dari pemerintah untuk periode bulan Juli-September, untuk mengatasi masalah ini sekolah mencari pinjaman dana terlebih dahulu. Pinjaman dana diperoleh dari para guru di sekolah tersebut. Berdasarkan hasilpenelitian saran-saran yang diajukan adalah: (1) Kepala Dinas Pendidikan, lebih memperhatikan lagi sekolah swasta yang ada di Kota Batu dan menambah anggaran untuk bidang pendidikan, (2) Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah, dapat lebih memperbaiki tentang pengelolaan dana sekolah serta terus menjalankan kegiatan sekolah gratis yang tanpa dipungut biaya apapun, (3) Siswa/Peserta Didik, dapat menambah motivasi belajar untuk mengkatkan prestasi akademik dan non-akademik karena sudah mendapatkan pendidikan yang gratis, (4) Orangtua, dapat melakukan pengawasan secara langsung terhadap pengelolaan keuangan sekolah, (5) Kepala Jurusan AP FIP UM, jurusan mengkaji pengelolaan keuangan yang dilakukan sekolah yang menerapkan pendidikan gratis, untuk pendalaman ilmu manajemen pendidikan, khususnya manajemen keuangan, (6) Peneliti lain, dapat melanjutkan penelitian yang sejenis yang bermanfaat untuk lebih dapat mengelola keuangan sekolah dengan lebih baik.

Penerapan problem based learning untuk meningkatkan pemahaman konsep aktivitas ekonomi dalam pembelajaran IPS kelas IV SDN Bareng 5 Malang / Rully Kurniawati

 

Jurusan Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, MA, Ph. D, dan (II) Drs. Suparlan Al Hakim, M. Si. Kata kunci: pembelajaran, Problem Based Learning, pemahaman konsep, aktivitas ekonomi Pendidikan dapat mengarahkan perjalanan hidup suatu bangsa. Pendidikan adalah cara yang mendasar dalam perkembangan dan reformasi sosial. Masa yang akan datang siswa akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa pengajaran IPS selama ini hanya berorientasi pada target penguasaan materi saja, sehingga menyebabkan apa yang dipelajari oleh siswa kurang bermakna dan membuat siswa menjadi lebih cepat merasa bosan terhadap kegiatan belajar mengajar IPS. Hal ini disimpulkan berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti pada guru mata pelajaran IPS tentang konsep aktivitas ekonomi pada siswa kelas IV SDN Bareng 5 Malang sebelum dilakukannya penelitian tindakan kelas siklus I, II dan III. Dari pengamatan di lapangan, kondisi pemahaman siswa terhadap konsep aktivitas ekonomi dalam pembelajaran IPS kelas IV Sekolah Dasar Negeri Bareng 5 Malang belum mencapai standar yang diharapkan. Hal ini dikarenakan dalam kegiatan belajar mengajar guru lebih banyak menggunakan metode ceramah, mencatat, tanya jawab, dan pemberian tugas saja. Karena faktor inilah yang membuat siswa merasa jenuh dan kurang bersemangat untuk belajar tentang IPS. Problem Based Learning merupakan salah satu pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. Problem Based Learning atau PBL adalah suatu pembelajaran inovatif yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah. PBL (Problem Based Learning) dianggap tepat untuk pemahaman konsep karena dengan menggunakan pembelajaran ini siswa dapat menyelesaikan suatu masalah sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Sedangkan guru berperan sebagai fasilitator, motivator dan membimbing siswa dalam mencari solusi tersebut. Dari latar belakang di atas, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut: (1) Bagaimana rancangan pembelajaran IPS dengan Problem Based Learning (PBL) di kelas IV SDN Bareng 5 Malang untuk meningkatkan pemahaman konsep aktivitas ekonomi (2) Bagaimana proses pelaksanaan Problem Based Learning (PBL) dikelas IV SDN Bareng 5 Malang untuk meningkatkan pemahaman konsep aktivitas ekonomi(3) Bagaimana hasil belajar dalam pemahaman konsep siswa kelas IV SDN Bareng 5 setelah Problem Based Learning (PBL) diterapkan. Penelitian ini difokuskan pada tindakan-tindakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep materi pembelajaran pada siswa Kelas IV SDN Bareng 5 Malang. Penelitian tindakan kelas merupakan kegiatan pemecahan masalah yang dimulai dari : (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (action), (3) pengumpulan data (observing), (4) menganalisis data/informasi untuk memutuskan sejauh mana kelebihan atau kelemahan tindakan tersebut (reflecting). Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil, yaitu:(1 ) Hasil belajar pemahaman konsep aktivitas ekonomi siswa kelas IV SDN Bareng 5 Malang sebelum penerapan Problem Based Learning (PBL) yaitu kurang dari nilai ketuntasan minimal.(2) rancangan pembelajaran yang telah disusun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dengan Problem Based Learning (PBL) baik pada siklus I, siklus II, dan siklus III dapat meningkatkan pemahaman konsep aktivitas ekonomi siswa kelas IV SDN Bareng 5 Malang.(3) Pembelajaran IPS dengan Problem Based Learning (PBL) dapat berjalan secara efektif dan lancar. Siswa terlihat antusias untuk mengikuti pembelajaran, karena mereka berani untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan menanggapi pendapat kelompok lain yang tidak sesuai dengan pendapat kelompoknya. (4) Hasil belajar pemahaman konsep aktivitas ekonomi siswa kelas IV SDN Bareng 5 Malang setelah penerapan Problem Based Learning (PBL) pada siklus I ke siklus selanjutnya mengalami peningkatan. Ini dapat diketahui dari hasil rata-rata hasil tes belajar siswa pada siklus I yaitu (71,7) sedang pada siklus II yaitu (75,0) sedang pada siklus III yaitu (82,1) baik.

Pengaruh penggunaan metode student teams achievement division (STAD) terhadap hasil dan motivasi belajar dalam pembelajaran tata nama senyawa dan hukum-hukum dasar kimia di SMA Negeri 1 Kesamben / Galuh Suci Purwitosari

 

Kata Kunci: STAD, hasil belajar, motivasi belajar Sekolah selaku bagian dari lingkungan pendidikan memegang peran penting dalam mendidik siswa. Guru yang merupakan komponen dari sekolah menjadi tokoh utama yang membantu siswa dalam menguasai materi pelajaran. Upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk membantu siswa mempelajari materi pelajaran atau ilmu pengetahuan adalah dengan mengajak siswa secara aktif membangun pengetahuannya. Pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif membangun pengetahuannya sendiri sangat penting. Pembelajaran menggunakan metode STAD merupakan pembelajaran yang sesuai untuk membelajarkan materi kimia yang bersifat naratif dan hitungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode STAD dan metode konvensional pada materi tata nama senyawa dan hukum-hukum dasar kimia, (2) perbedaan motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah diajar dengan metode STAD. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Kesamben, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas X-3 yang menjadi kelompok kontrol dan siswa kelas X-5 yang menjadi kelompok eksperimen. Instrumen penelitiannya berupa instrumen pada saat pembelajaran, instrumen pengukur hasil belajar dan instrumen pengukur motivasi belajar. Data hasil dan motivasi belajar dianalisis menggunakan uji t dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan metode STAD dan metode konvensional. Siswa yang menggunakan pembelajaran STAD memperoleh hasil belajar yang lebih bagus daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Ada perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan metode STAD. Motivasi belajar siswa meningkat pembelajaran STAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode STAD memberikan pengaruh yang positif terhadap hasil dan motivasi belajar siswa.

Perbedaan pola perilaku ekonomi guru sebelum dan sesudah mendapatkan tunjangan sertifikasi guru (studi kasus pada guru-guru di MTsN Malang III) / Ika Mufarrihah

 

Kata Kunci: Pola Perilaku Ekonomi, Tunjangan Sertifikasi Guru Munculnya kebijakan pemerintah tentang tunjangan sertifikasi guru adalah hal yang telah lama dinanti bagi para guru maupun dosen. Setelah proses yang sedemikian rupa akhirnya ada beberapa guru yang telah mendapatkan tunjangan sertifikasi guru. Dengan andanya kebijakan ini maka akan meningkatkan gaji yang diterima para guru. Peningkatan ini tentunya akan menyebabkan perbadaan pada pola perilaku ekonomi para guru yang telah mendapatkan tunjangan sertifikasi guru. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan yang bersifat komparatif. Sasaran penelitian ini adalah sepuluh guru di MTsN Malang III yang telah mendapatkan tunjangan sertifikasi guru. Prosedur penelitian dalam penelitian ini adalah observasi awal, pelaksanaan penelitian, analisis data, penarikan kesimpulan data dan pelaporan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah wawancara mendalam tentang pola perilaku ekonomi para guru yang telah mendapatkan tunjangan sertifikasi guru. Adanya tunjangan sertifikasi guru tidak serta merta merubah pola perilaku ekonomi para guru, tetapi cenderung meningkatkan jumlah konsumsi dan tabungan (saving) karena danya tambahan pendapatan. Selaini itu terdapat beberapa orang guru yang mulai membuka usaha baru setelah mendapatkan tunjangan sertifikasi guru.

Resepsi penonton terhadap wayang Haji Lalu Nasib Gerung Lombok Barat / Muhammad Hambali

 

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Djoko Saryono, M.Pd., (II) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd. Kata kunci: resepsi, penonton, pewayangan, nilai-nilai. Sebagian besar wayang kulit Sasak perlahan-lahan mengalami kemunduran dan bahkan sampai mengalami kepunahan karena tidak mampu berkembang dan bersaing dengan hiburan modern. Di antara wayang-wayang tersebut, Wayang Haji Lalu Nasib (HLN) merupakan salah satu wayang kulit Sasak yang masih hidup dan bertahan hingga sekarang. Kemampuan wayang HLN bertahan di tengah arus modern tidak terlepas dari kreativitas dalangnya sebagai pemeran utama pertunjukan. Kreativitas dalang wayang HLN dapat dilihat pada bagaimana penggarapan unsur-unsur estetika pewayangan yang menarik bagi penonton. Hal tersebut menjadikan wayang ini disukai, digemari, dan diapresiasi oleh masyarakat Lombok di manapun pertunjukanya. Tetapi di sisi lain, kreativitas tersebut justru dianggap sebagai perusak pakem dan pendangkalan nilai-nilai pewayangan oleh sebagian penontonya, terutama kalangan tua yang mengerti pewayangan. Adanya resepsi positif dan negatif tersebut merupakan dinamika penonton wayang HLN. Apabila ditinjau dari perspektif teori resepsi, masalah tersebut dapat dipahami karena faktor yang ada pada diri penonton dan adanya ruang kosong pada seni pertunjukan wayang. Faktor yang ada pada diri penonton berupa usia, konpetensi sastra, agama, dan bahasa. Adanya ruang kosong pada pertunjukan wayang HLN, mengharuskan penonton mengisi/mengkonkretkan dengan kompetensi yang dimiliki. Kedua hal tersebut dapat membedakan resepsi penonton. Perbedaan resepsi tersebut mengandung makna tertentu sehingga perlu pengkajian mendalam untuk mengetahuinya. Sehubungan dengan hal di atas, peneliti merumuskan masalah yang dianalisis terkait dengan resepsi penonton, yaitu (1) bagaimana resepsi penonton terhadap unsur-unsur estetika pewayangan Haji Lalu Nasib dan (2) bagaimana resepsi penonton terhadap nilai-nilai dalam pertunjukan wayang Haji Lalu Nasib. Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini dirancang dengan rancangan kulitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan resepsi sastra serta dilaksanakan di Lombok Barat dan Mataram. Ada 20 reseptor yang menjadi subyek dalam penelitian ini. Data ini diambil dengan teknik wawancara dan observasi. Sumber data hasil penelitian adalah hasil resepsi penonton berupa transkrip wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan: pertama, unsur-unsur khas yang paling menentukan resepsi penonton menggambarkan bahwa pengaruh tokoh punakawan yang berkarakter humor dalam lakon carangan mendapat resepsi paling banyak. Sedangkan terhadap unsur-unsur lainya, yakni unsur tokoh utama pada cerita utama beserta alurnya, sabet, catur (bahasa), gending (musik), durasi pertunjukan, dan etika kurang diresepsi oleh penonton. Hal tersebut diakibatkan oleh: unsur cerita utama yang tidak digarap dengan maksimal, terutama tokoh punakawan versi pakem yang berfungsi menerjemahkan maksud tokoh utama pada penonton; bahasa sulit dipahami, kurangnya pengetahuan penonton tentang dalangan, dan motivasi penonton dalam pertunjukan. Kedua, terdapat perbedaan sudut pandang resepsi antara golongan tua dan golongan muda. Golongan tua meresepsi lebih mendalam dengan melibatkan pengetahuanya tentang pewayangan (pakem) dan meresepsi negatif hal yang diangap keluar dari pakem. Penyimpangan dari pakem akan berpengaruh terhadap kualitas dan nilai-nilai dalam pertunjukan wayang Ketiga, dalam menangkap dan memaknai simbol-simbol dalam pertunjukan wayang, seperti simbol pada bentuk boneka wayang, cerita, maupun unsur-unsur lainya tidak maksimal dikonkretkan oleh penonton kalangan muda. Sedangkan dari golongan tua memiliki kemampuan lebih dalam memaknai arti di balik simbol-simbol tersebut. Keempat, nilai-nilai yan diresepsi penonton berupa nilai etis dan tidak etis. Nilai etis berupa nilai kebajikan, kepemimpinan, kepahlawanan, keberanian, religius, tolong menolong, gotong royong, kejujuran. Nilai-nilai diresepsi penonton tersebut terdapat pada unsur-unsur cerita, konflik, tokoh dan penokohan, catur, simbol-simbol serta bahasa yang diucapkan dalang.

Analisis implikasi jumlah uang beredar (JUB), tingkat suku bunga SBI, dan nilai tukar rupiah-dollar AS terhadap laju inflasi di Indonesia (tahun 2005-2010) / Sugeng Eko Wiyono

 

Penggunaan media komik untuk meningkatkan ketrampilan membaca nyaring pembelajaran bahasa Indonesia kelas III SDN Tawangrejo I Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Jumiati

 

Kata Kunci: media pembelajaran komik, membaca nyaring, sekolah dasar Tanpa memiliki kemampuan membaca yang memadai sejak dini, anak akan mengalami kesulitan belajar, yang selanjutnya menjadi malas belajar. Mengingat pentingnya peranan membaca tersebut bagi perkembangan siswa, maka cara guru mengajar harus benar, pembelajaran di kelas hendaknya memanfaatkan media pembelajaran agar siswa mempunyai keterampilan membaca yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media pembelajaran komik dalam meningkatkan keterampilan membaca nyaring dan mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca nyaring dengan memanfaatkan media pembelajaran komik pada siswa kelas III SDN Tawangrejo I Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran di atas, penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model kolaborasi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, penilaian, dan refleksi. Dalam pelaksanaan tindakan digunakan metode pengamatan, dokumentasi, tes, dan wawancara. Adapun instrumen penelitian yang digunakan adalah panduan pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran, alat penilaian kemampuan guru, alat tes yang berupa teks bacaan dari komik, panduan penilaian kemampuan membaca nyaring, dan panduan wawancara. Sedangkan data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran komik dapat meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas III SDN Tawangrejo I Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Peningkatan kemampuan membaca nyaring tersebut ditandai dengan aspek-aspek keterampilan membaca nyaring dari siklus I ke siklus II, antara lain: skor kenyaringan suara dari 2,7 menjadi 3,6, ketepatan pelafalan dari 3,0 menjadi 3,9, ketepatan pemenggalan frase dari 2,7 menjadi3,8, ketepatan penggunaan intonasi dari 2,9 menjadi 3,9, kelancaran membaca dari 2,9 menjadi 3,6, dan penggunaan tanda baca dari 2,9 menjadi 3,8. Di samping itu pemanfaatan media pemembalajaran komik dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran dari siklus I ke siklus II. Siswa lebih aktif, terbukti dari skor yang diperoleh dari 2,92 menjadi 3,43, ketertarikan media dari skor 38 menjadi 3,9, rasa keingintahuan terhadap media dari 2,93 menjadi 36, dan sikap duduk siswa dalam membaca dari 35 menjadi 3,6.

Pengaruh pemanfaatan akses internet sebagai sumber belajar akuntansi terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Malang / Riska Shofwatul Maulidiya

 

Kata Kunci: Pemanfaatan Akses Internet Sebagai Sumber Belajar Akuntansi, Prestasi Belajar Internet telah menyediakan berbagai informasi yang dapat diakses secara online dimana saja dan kapan saja. Bagi para pendidik dan peserta didik, internet merupakan sumber ilmu pengetahuan yang selalu baru. Banyak artikel dan bahasan menarik yang dapat diperoleh di internet. Selain itu, artikel-artikel dalam internet lebih up to date jika dibandingkan dengan buku-buku atau majalah. Keberadaan akses internet di sekolah yang diberikan secara gratis, akan sangat bermanfaat dan membantu siswa untuk memperoleh informasi dan pengetahuan yang dapat menunjang dalam proses pembelajaran yaitu, mulai dari memperoleh materi yang akan dipelajari sebagai sumber belajar, sampai dengan penyelesaian tugas mata pelajaran. Siswa merupakan salah satu pihak yang paling diuntungkan dengan adanya internet. Aneka referensi tersedia dalam jumlah yang berlimpah yang dapat di akses. Pada umumnya perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi, sehingga dengan adanya internet memudahkan siswa mengakses informasi ke semua perpustakaan di seluruh dunia berupa digital library. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar, narasumber dan siswa lain di seluruh dunia dapat dilakukan melalui internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan akses internet sebagai sumber belajar akuntansi terhadap prestasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang yang berjumlah 103 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif sedangkan data yang digunakan adalah data primer berupa angket pemanfaatan akses internet sebagai sumber belajar akuntansi, sedangkan data sekunder berupa nilai rata-rata ulangan harian semester gasal tahun ajaran 2010/2011. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier sederhana. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan akses internet sebagai sumber belajar akuntansi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi Pihak Sekolah sebaiknya meningkatkan kelengkapan fasilitas internet untuk menunjang pembelajaran siswa dan sekolah sebaiknya membatasi situs-situs di luar situs pendidikan, orang tua sebaiknya memperhatikan kebutuhan sumber belajar anaknya serta diusahakan untuk memenuhi semua kebutuhan belajar siswa agar siswa dapat belajar secara optimal dan dapat meingkatkan hasil belajarnya, dan bagi penelitian selanjutnya dapat menambah variabel lain seperti variabel pemanfaatan akses internet sebagai media pembelajaran

Penerapan model pembelajaran kooperatif problem based learning (PBL) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata diklat negosiasi kelas X Pemasaran di SMK PGRI 6 Malang / Irul Kurniawan

 

Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Problem Based Learning, Motivasi Belajar, Hasil Belajar. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah lemahnya proses pembelajaran. Pembelajaran cenderung berpusat pada guru (teacher centered) dan siswa hanya diam, duduk dan menerima informasi dari guru. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dapat melatih siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan keterampilan intelektual. Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah agar motivasi belajar siswa meningkat, sehingga dapat pula meningkatkan hasil belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif Model Problem Based Learning (PBL)? (2) Bagaimana motivasi belajar siswa dengan adanya penerapan pembelajaran kooperatif Model Problem Based Learning (PBL)? (3) Bagaimana Hasil belajar siswa dengan adanya penerapan pembelajaran kooperatif Model Problem Based Learning (PBL)? (4) Hambatan-hambatan apakah yang muncul selama diterapkannya model Problem Based Learning (PBL) ? Penelitian ini menggunakan desian penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, angket, catatan lapangan, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran SMK PGRI 6 Malang tahun ajaran 2010/2011 dengan jumlah 34 orang siswa dengan menggunkan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Peningkatan taraf keberhasilan dapat ditinjau dari aspek aktivitas siswa dan guru pada siklus I dan siklus II, motivasi belajar siswa serta hasil belajar siswa aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Kesimpulan yang diperoleh dari Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Problem Based Learning (PBL) dapat Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa. Saran yang dapat disampaikan, yaitu : 1) Bagi Guru mata pelajaran negosiasi, dapat mengimplementasikan strategi pembelajaran yang tepat, 2) Bagi Kepala Sekolah SMK PGRI 6 Malang, sarana dan prasarana pembelajaran ditingkatkan. 3) Bagi peneliti selanjutnya: Hendaknya dapat melakukan kegiatan penelitian lebih lanjut, dapat memadukan model pembelajaran yang lain pembentukan kelompok dengan anggota yg lebih sedikit, serta setiap kolompok sebaiknya diawasi oleh 1 observer agar lebih efektif.

Pengembangan modul mata kuliah pengembangan media pembelajaran geografi pada Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unlam Banjarmasin / Parida Angriani

 

Jurusan Pendidikan Geografi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., (2) Dr. Agus Suryantoro, M.Si. Kata kunci: pengembangan, modul mata kuliah Pengembangan Media Pembelajaran Geografi. Mata kuliah Pengembangan Media Pembelajaran Geografi merupakan mata kuliah wajib Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNLAM Banjarmasin. Bentuk pembelajaran yang biasa digunakan dalam mata kuliah ini adalah metode ceramah dan latihan yang tidak terprogram. Hal ini mengakibatkan peran dosen dalam proses pembelajaran sangat dominan. Kendala lain yang dihadapi adalah kurang tersedianya sumber belajar bagi mahasiswa pada mata kuliah yang bersangkutan terutama yang khusus membahas tentang media pembelajaran Geografi. Permasalahan ini dipecahkan melalui pengembangan modul yang dilengkapi dengan panduan dosen, silabus, dan lembar kerja mahasiswa untuk mata kuliah Pengembangan Media Pembelajaran Geografi. Modul disusun berdasarkan pada prinsip dan prosedur penulisan modul. Model pengembangan yang digunakan untuk pengembangan modul adalah model Dick & Carey. Tahapan pengembangan terdiri atas 4 tahapan, yaitu: (1) menentukan mata kuliah yang akan dikembangkan bahan pembelajarannya, (2) menganalisis kebutuhan, (3) mengembangkan modul dengan mengadaptasi langkah-langkah model Dick & Carey, dan (4) melakukan evaluasi formatif. Penilaian produk dalam pengembangan modul ini meliputi: (1) rancangan penilaian dan uji coba untuk mengetahui tingkat validitas melalui 2 tahap, yakni: (a) review oleh ahli isi, ahli rancangan pembelajaran, dan ahli bahasa, dan (b) uji coba lapangan; untuk kualitas produk diketahui melalui hasil tanggapan dari dosen pengampu mata kuliah dan mahasiswa pada saat uji lapangan; (2) subjek coba yang terdiri dari ahli isi, ahli rancangan pembelajaran, ahli bahasa, dosen serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNLAM pada semester VI; (3) jenis data, terdiri dari data hasil validasi para ahli, data hasil review mahasiswa dan dosen pengampu; (4) instrumen pengumpulan data berupa angket tanggapan dari para ahli, mahasiswa, dan dosen pengampu; dan (5) teknik analisis data yang terdiri atas analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan analisis kebutuhan, ditemukan bahwa: (1) mahasiswa tertarik pada materi Pengembangan Media Pembelajaran Geografi dan menganggap materi tersebut benar-benar dibutuhkan sebagai bekal menjadi guru Geografi yang profesional, (2) bentuk materi yang selama ini digunakan dosen masih berupa handout yang materinya belum tersusun dengan baik, jadi dosen dan mahasiswa sangat setuju jika bahan disusun dalam bentuk modul yang memiliki komponen yang lengkap, dan (3) bahan yang disusun memuat kebutuhan mahasiswa akan: (a) pengetahuan tentang media utama yang digunakan dalam pembelajaran Geografi, keterampilan dalam menggunakan media utama tersebut dalam pembelajaran, dan memiliki keterampilan dalam menggunakan alat-alat praktikum Geografi guna memudahkan mempelajari materi Geografi, (b) penguasaan kemampuan dalam memanfaatkan dan memilih media pembelajaran serta kemampuan merancang dan membuat media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, dan (c) materi tentang komputer yang digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil identifikasi karakteristik mahasiswa, ditemukan bahwa: (1) kemampuan awal yang dijaring melalui prates menunjukkan rata-rata skornya 40,87 dan termasuk dalam kategori kurang, hal ini dikarenakan pengetahuan mereka masih terbatas dan belum memperoleh masukan tentang pengembangan media pembelajaran, dan (2) mereka tertarik terhadap profesi guru Geografi, untuk itu mereka harus memiliki keterampilan dalam pengembangan media pembelajaran terutama media pembelajaran Geografi. Produk yang dihasilkan berupa modul mata kuliah Pengembangan Media Pembelajaran Geografi, dilengkapi dengan panduan dosen, silabus, dan lembar kerja mahasiswa. Berdasarkan hasil evaluasi dari ahli isi, modul berada dalam kategori baik (88,33%). Hasil evaluasi dari ahli rancangan pembelajaran, modul berada dalam kategori baik (81,02%), panduan dosen berada pada kategori baik (76,67% ), dan silabus berada pada kategori baik (75,55%). Hasil evaluasi dari ahli bahasa, modul berada pada kategori baik (88,33%). Hasil evaluasi lapangan pada mahasiswa, modul mata kuliah berada pada kategori baik (81,51%), sedangkan hasil evaluasi dari dosen pengampu mata kuliah, modul berada pada kategori sangat baik (95%) dan kecukupan materi, contoh, latihan dan tugas dinyatakan cukup, panduan dosen berada pada kategori baik (86%), dan silabus berada pada kategori sangat baik (90%). Saran pemanfaatan: (a) Perhatikan petunjuk penggunaan, prasyarat, peta informasi, dan tujuan pembelajaran dalam setiap unit modul, (b) Untuk memahami setiap uraian materi, usahakan melihat uraian pengantar yang disajikan sebelumnya (c) Jangan lewatkan latihan dan tugas yang telah disediakan, (d) Telusuri daftar bahan bacaan yang ada agar mahasiswa dan dosen dapat mengecek langsung pada buku aslinya, dan (e) Telusuri alamat website yang terdapat dalam daftar bahan bacaan, agar memperoleh informasi dan pengetahuan yang lebih luas. Saran diseminasi: karena produk disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku di Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNLAM Banjarmasin, maka pemanfaatan produk hanya ditujukan kepada mahasiswa yang bersangkutan. Tetapi, apabila memungkinkan, produk ini dapat juga dimanfaatkan di jurusan lain dengan menyesuaikan isi materi berdasarkan bidang studi yang ditekuni. Salah satu langkah untuk memperkenalkan produk ini adalah dengan memuat hasil produk ke suatu rubrik penulisan buku di alamat suatu website atau mempublikasikan hasil produk ini melalui website pribadi. Saran pengembangan selanjutnya: (a) karena uji coba produk hanya berasal dari data hasil tanggapan mahasiswa dan dosen terhadap kemenarikan dan kelayakan materi yang ada dalam modul, dan belum sampai pada tahapan penggunaan modul tersebut dalam proses pembelajaran sesungguhnya, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas penggunaan produk dalam pembelajaran sesungguhnya (satu semester) dan (2) agar produk yang dihasilkan lebih berkualitas, dibutuhkan waktu penelitian dan pengembangan yang relatif lama (multi years) agar informasi yang diberikan selalu up to date.

Pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja (Studi pada pegawai Pengadilan Agama Tulungagung) / Annii Feb Rakhmawati

 

Kata kunci: Budaya Organisasi, Motivasi Kerja dan Kinerja Dalam dunia usaha sekarang ini yang perkembangannya semakin pesat ditandai adanya pertumbuhan dan peningkatan kualitas pelayanan baru. Sekarang telah banyak perusahaan atau organisasi yang berdiri dan berkembang sukses baik dengan skala kecil maupun besar. Sehingga di perlukan hasil kinerja yang baik dari para Sumber Daya Manusia yang dimiliki organisasi. Untuk mendapatkan Kinerja yang maksimal maka dibutuhkan motivasi yang tinggi agar bisa bekerja sesuai dengan harapan organisasi. Motivasi tersebut dapat diwujudkan apabila juga memperhatikan budaya yang diterapkan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai, secara parsial. Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah budaya organisasi (X1), motivasi kerja (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah kinerja (Y). Penelitian ini dilakukan di Pengadilan Agama Tulungagung. Menggunakan penelitian populasi, diperoleh populasi sebanyak 48 responden. Analisis data penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan uji t untuk menguji hipotesisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel Budaya Organisasi secara parsial atau sendiri-sendiri terhadap Kinerja pegawai Pengadilan Agama Tulungagung, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel Motivasi Kerja secara parsial atau sendiri-sendiri terhadap Kinerja pegawai Pengadilan Agama Tulungagung. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini. Penulis memberikan saran agar sebaiknya budaya organisasi dalam Pengadilan Agama Tulungagung ditingkatkan lagi misalnya dengan pengadaan do’a bersama setiap bulan sekali dan pengadaan wisata bersama seluruh pegawai Pengadilan Agama Tulungagung setiap tahun karena hal tersebut dapat meningkatkan hubungan sosial antar pegawai serta menciptakan komunikasi yang baik dan membentuk karakteristik Pengadilan Agama Tulungagung. Selain itu Sebaiknya pimpinan lebih sering memberikan penghargaan kepada bawahan misalnya dalam bentuk pujian atas pekerjaannya, memberi semangat dan memberikan saran yang membangun kepada pegawainya agar pegawai lebih memiliki motivasi kerja yang tinggi. Dengan pemberian motivasi kerja oleh pimpinan kepada bawahan, diharapkan dapat berdampak positif pada kinerja pegawai.

Pemanfaatan media pembelajaran oleh guru dalam pembelajaran akuntansi di SMA Negeri 5 Malang / Veryana Verona Mufida

 

Kata kunci: pemanfaatan media pembelajaran, pembelajaran, SMA Negeri 5 Malang Guru merupakan salah satu penentu keberhasilan dunia pendidikan. Sebagai tenaga pendidik yang profesional, guru melaksanakan perannya salah satunya dengan cara memanfaatkan sarana untuk menyampaikan materi pada anak didiknya. Media pembelajaran adalah instrumen penyalur informasi baik cetak maupun audiovisual lainnya sebagai bentuk kreatif guru agar meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 tahun 2005, Bab XII, Pasal 45 tentang sarana dan prasarana pendidikan yaitu “setiap satuan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan media pembelajaran dalam Kegiatan Belajar Mengajar pada kelas XI IPS oleh guru akuntansi dan upaya yang dilakukan guru akuntansi untuk memaksimalkan pemanfaatan media pembelajaran tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Subyek penelitian ini adalah guru akuntansi SMA Negeri 5 Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Berdasarkan hasil analisis, kesimpulan yang dapat diambil yaitu guru tidak memanfaatkan media yang tersedia di kelas seperti televisi, LCD, white board dan layanan hotspot namun siswa sudah mampu mencapai nilai rata-rata di atas SKBM. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran tidak memberikan kontribusi yang besar dalam pembelajaran. Keberhasilan siswa ini dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain berasal dari faktor eksternal dan faktor internal. Dari hasil penelitian dapat disarankan guru hendaknya lebih kreatif dalam pemanfaatan media pembelajaran, mampu mengolah media elektronik menjadi sesuatu yang menarik, mengikuti perkembangan teknologi sesuai perkembangan zaman, guru hendaknya mampu mengatur waktu dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum peminjaman laptop, serta guru harus pandai menyisipkan materi yang tertinggal dengan materi yang disajikan. Siswa hendaknya tidak memanfaatkan layanan hotspot untuk membuka facebok ketika proses pembelajaran. Siswa hendaknya bisa memanfaatkannya sesuai dengan tempatnya. Sekolah hendaknya menutup akses facebok ketika jam pelajaran dan hendaknya menambah penyediaan laptop. Bagi peneliti lain yang berminat terhadap masalah yang sama, hendaknya ketika pengambilan data melalui teknik wawancara lebih dikembangkan lagi sehingga mendapatkan data atau informasi yang mendalam

Peningkatan keterampilan berbicara nahasa jawa ragam krama inggil dengan metode dialog pendek siswa kelas IV SDN Kepuharjo 01 Karangploso Malang / Evi Novitasari

 

Kata Kunci: Metode dialog pendek, keterampilan berbicara, Bahasa Jawa ragam krama inggil Ketika seseorang berbicara dengan orang lain dalam Bahasa Jawa ragam krama inggil maka perlu diperhatikan adanya tatanan berbahasa Jawa yang benar, Untuk itu, diperlukan adanya bimbingan yang tepat sejak dini kepada siswa terhadap tatanan tersebut. Berkaitan dengan proses pembelajaran Bahasa Jawa ragam krama inggil, diperlukan adanya tenaga pendidik yang khusus menempuh fokus Bahasa Jawa sehingga dapat mengarahkan siswa agar mampu meningkatkan dan menyeimbangkan antara keterampilan reseptif dan keterampilan produktifnya ketika berbicara atau berkomunikasi dalam kehidupan sosial. Peneltian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui berjalannya proses pembelajaran Bahasa Jawa ragam krama inggil melalui metode dialog pendek siswa kelas IV di SD Negeri Kepuharjo 01 Karangploso Malang, (2) Meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Jawa ragam krama inggil melalui metode dialog pendek siswa kelas IV di SD Negeri Kepuharjo 01 Karangploso Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan melalui dua siklus dengan menggunakan metode pembelajaran dialog pendek. Instrumen penelitian ini ada dua macam, yakni instrumen tes yang berupa tes lisan keterampilan berbicara Bahasa Jawa ragam krama inggil siswa melalui metode dialog pendek dalam proses pembelajaran yang hasilnya dianalisis melalui data kuantitatif. Instrumen kedua adalah instrumen non tes, berupa lembar observasi siswa dan lembar observasi guru yang dianalisis melalui data kuantitatif. Berikutnya adalah panduan wawancara siswa dan panduan wawancara guru yang hasilnya dianalisis melalui data kualitatif. Istrumen ketiga dalam penelitian ini adalah instrumen pelengkap yang berupa dokumentasi gambar/foto dari hasil proses pembelajaran. Proses kegiatan pembelajaran dengan metode dialog pendek yang dilakukan dan diberikan kepada siswa dalam penelitian ini antara lain: Melengkapi teks dialog/percakapan menggunakan Bahasa Jawa ragam krama inggil yang benar. Membuat dialog/percakapan Bahasa Jawa ragam krama inggil dengan bahasa dan struktur kalimat yang dibangun sendiri oleh siswa. Berlatih menghafalkan dialog/percakapan dengan teman satu anggota kelompoknya. Hasil dialog yang sudah disusun siswa dan dihafalkan bersama teman satu kelompok tersebut kemudian diperagakan di depan kelas. Mengubah tatanan bahasa ngoko yang seharusnya menggunakan bahasa krama inggil dan begitu juga sebaliknya. Kegiatan yang terakhir adalah mengapresiasi dialog yang dilakukan oleh teman dari kelompok lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berbicara Bahasa Jawa ragam krama inggil siswa meningkat setelah diberikan metode pembelajaran dialog pendek. Hal ini dapat dibuktikan ketika pada pada pra tindakan ketuntasan belajar siswa hanya 58,69 %. Sedangakan pada siklus I ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 80,43 %. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa meningkat lagi menjadi 95,65 %. Begitu juga dengan skor perolehan hasil observasi aktivitas siswa menunjukkan adanya peningkatan. Pada siklus I pertemuan I sebesar 43,75 %. Pada siklus I pertemuan II sebesar 62,5 %, sehingga peningkatan aktivitas siswa yang terjadi pada siklus I sebesar 18,75 %. Pada siklus II pertemuan I sebesar 75 %, dan pada siklus II pertemuan II sebesar 100 %, sehingga peningkatan aktivitas siswa yang terjadi pada siklus II sebesar 25 %. Hasil jawaban siswa melalui wawancara mulai dari siklus I sampai dengan siklus II juga menunjukkan bahwa siswa merasa senang dengan diberikannya metode dialog pendek pada pembelajaran Bahasa Jawa ragam krama inggil karena siswa merasa setelah diberikannya metode dialog pendek ini, pengetahuan dan pemahaman siswa tentang Bahasa Jawa ragam krama inggil menjadi meningkat. Dari hasil berbagai data di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode dialog pendek dapat meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Jawa ragam krama inggil siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar guru dan pihak-pihak terkait hendaknya menyajikan materi dengan memilih metode yang tepat dan menarik minat siswa. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki siswa dalam upaya pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal

Penerapan pembelajaran think-pair-share termodifikasi (TPST) untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah elektronika dasar 2 tahun ajaran 2009/2010 / Rudy Indra Prastyo

 

Kata kunci: model pembelajaran think-pair-share termodifikasi (TPST), kreativitas, hasil belajar. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dosen Pembina matakuliah Elektronika Dasar 2 berusaha untuk menyempurnakan proses dan hasil kegiatan pembelajaran. Penyempurnaan proses dan hasil yang telah dilakukan saat ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran Think-Pair-Share Termodifikasi (TPST) pada pembelajaran Elektronika Dasar 2. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas B offering D pada pada pembelajaran Elektronika Dasar 2 kreativitasnya masih rendah, hal ini ditunjukkan dengan peran mahasiswa yang cenderung pasif dan hanya mendengarkan penjelasan dosen tanpa adanya tindak lanjut. Kemampuan mahasiswa pada ranah kognitif juga masih rendah yang ditunjukkan dengan nilai hasil belajar rata-rata dua kelas mahasiswa Elektronika Dasar 2 selama dua tahun terakhir kurang dari 70 dengan ketuntasan kurang dari 90%. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar adalah Think-Pair-Share, Penelitian ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan hasil belajar mahasiswa melalui model pembelajaran Think-Pair-Share Termodifikasi (TPST). Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tindakan berupa penerapan pembelajaran Think-Pair-Share Termodifikasi (TPST). Penelitian ini terdiri atas 2 siklus dan tiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan dengan disertai perbaikan tiap siklusnya. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa kelas B yang berjumlah 32 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa format penilaian hasil belajar mahasiswa ranah kognitif, lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran, lembar observasi kreativitas dan wawancara, serta instrumen pembelajaran meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) lengkap dengan LKM, Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan persentase. Keterlaksanaan pembelajaran Think-Pair-Share Termodifikasi (TPST) berlangsung cukup baik dengan keterlaksanaan sebesar 73.3% pada siklus I dan 88.9% pada siklus II, untuk kreativitas pada kelas B untuk siklus I mendapatkan nilai rata-rata 75.9% dan pada siklus II mendapatkan nilai rata-rata 80.12% sehingga mengalami peningkatan sebesar 4.52%. Sedangkan hasil belajar sudah mencapai nilai rata-rata ≥ 55 dengan ketuntasan ≥ 90%.

Studi tentang populasi amrasca biguttula (Ishida) (Homoptera: cicadellidae) dengan pararitoidnya pada tanaman kapas (Gossyplum hirsutum L.) Monokulyur dan tumpangsari / Yanis Sagita Irianti Putri

 

Kata kunci: Amrasca biguttula, Parasitoidnya, Tanaman Kapas Monokultur dan Tumpangsari Kapas merupakan salah satu tanaman penghasil serat yang penting, karena serat kapas merupakan bahan industri tekstil dan produk tekstil. Kebutuhan serat kapas yang sangat tinggi mengakibatkan pengimporan hingga lebih dari 95%. Rendahnya produksi kapas disebabkan oleh serangga hama, kekeringan dan faktor lainnya. Tanaman kapas merupakan komoditas yang sangat disukai oleh berbagai jasad pengganggu, terutama oleh serangga hama. Serangga hama yang sangat potensial adalah Amrasca biguttula (Ishida), yang mengakibatkan tepi daun kapas menjadi kering, menggulung ke bawah, berubah warna menjadi kekuningan, mengering dan gugur. Strategi Pengendalian Hama Terpadu untuk tanaman kapas biasa digunakan adalah dengan melakukan sistem tumpangsari kapas dengan palawija seperti kacang hijau. Selain menggunakan pengaturan pola tanam kapas dengan palawija, pengendalian dengan menggunakan musuh alami yaitu pemanfaatan parasitoid. Dengan mengetahui pertumbuhan A. biguttula dan parasitoidnya akan diketahui perbedaannya pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari serta faktor abiotik yang mempengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan populasi A. Biguttula dan parasitoidnya pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari serta mengetahui perbedaan pertumbuhan populasi A. biguttula dan parasitoidnya pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Sampel tanaman kapas (Gossypium hirsutum L.) yang digunakan adalah sebanyak 150 daun per petak tanaman kapas monokultur dan tumpangsari. Dengan 7 kali pengambilan pada umur tanam (35, 40, 45, 50, 55, 60, 65) hari setelah tanam (HST). Perlakuan di Laboratorium setiap harinya dalam waktu 5 hari untuk 1 Hari Setelah Tanam (HST). Untuk membandingkan perbedaan pertumbuhan populasi Amrasca biguttula dan parasitoidnya pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari dengan menggunakan analisis statistik uji t taraf signifikan 5%. Pertumbuhan populasi pada A. Biguttula pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari kecenderungannya menunjukkan keadaan yang sama yakni menurun sesuai dengan bertambahnya umur tanaman kapas. Pertumbuhan populasi Anagrus sp.pada tanaman kapas monokultur dan tumpangsari menunjukkan keadaan berbeda yakni meningkat pada monokultur dan menurun pada tumpangsari sesuai dengan bertambahnya umur tanaman kapas. Tidak ada perbedaan pertumbuhan populasi A. Biguttula tanaman kapas monokultur dan tumpangsari sedangkan pada pertumbuhan populasi Anagrus sp. tanaman kapas monokultur dan tumpangsari berbeda.

Pengaruh model pembelajaran student teams achievement divisions (Stad) terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XI SMA Laboratorium UM / Wahyu Adie Kurniawan

 

Kata kunci: model Student Teams-Achievement Divisions, hasil belajar Peningkatan mutu pembelajaran dapat diwujudkan melalui proses pembelajaran yang efektif. Pembelajaran ini ditandai oleh sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan peserta didik secara aktif. Hasil pengamatan proses pembelajaran geografi di SMA Laboratorium UM dapat disimpulkan bahwa proses pembelajarannya masih kurang efektif. Untuk itu, perlu diterapkan model pembelajaran Student Teams-Achievement Divisions sebagai salah satu alternatif mewujudkan pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Student Teams-Achievement Divisions terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan subjek penelitian dua kelas yaitu kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS I sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes untuk prates dan pascates. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan (Independent Samples Test) yang dapat diselesaikan dengan bantuan SPSS 16.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Student Teams-Achievement Divisions (STAD) terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Hal tersebut didasarkan atas perbedaan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol serta hasil analisis uji t. Nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan model Student Teams-Achievement Divisions adalah 42,3 sedangkan rata-rata hasil belajar kelas kontrol adalah 34,13. Untuk hasil analisis uji t diperoleh nilai p (0,001) < (0,05). Disarankan bagi guru geografi untuk menggunakan model pembelajaran Student Teams-Achievement sebagai bahan pertimbangan dalam pembelajaran di sekolah sehingga dapat meningkatkan hasil belajar geografi. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menerapkan model pembelajaran Student Teams-Achievement Divisions dalam beberapa kali periode untuk mengetahui keefektifannya dengan mengubah susunan anggota tim tiap periodenya.

Pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja perusahaan (Studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2007-2009) / Indah Mustikasari

 

Kata kunci :Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSDI) dan Kinerja Perusahaan (ROE). Perkembangan dalam dunia ekonomi saat ini mampu untuk mendorong persaingan dalam dunia bisnis. Untuk menghadapi persaingan tersebut, perusahaan berusaha untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan adalah dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan memberikan informasi mengenai aktivitas sosial perusahaan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap aspek sosial di sekitarnya. Salah satu indikator dalam menilai kinerja keuangan perusahaan adalah dengan Return On Equity (ROE). Rasio keuangan ini merupakan suatu alat analisis yang diperlukan untuk mengukur kondisi dan aktivitas operasi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu laba bersih. Dengan ROE, investor atau pemilik dapat melihat tingkat pengembalian atas investasi yang diukur dengan membandingkan laba bersih terhadap total ekuitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja perusahaan yang diukur dengan ROE. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling, didapatkan 10 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai sampel dengan rentang waktu penelitian 2007-2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Program peningkatan kesejahteraan karyawan, peningkatan pelayanan konsumen dan kualitas produk, kebijakan lingkungan, menjaga hubungan baik dengan masyarakat di sekitar pabrik maupun bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang lain, mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan juga dapat digunakan sebagai strategi jangka panjang perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan sebagai berikut: (1) Jumlah populasi perlu ditambah, tidak hanya perusahaan pada sektor manufaktur , (2) Seluruh perusahaan diharapkan memberikan pengungkapan sosial sebagai informasi dalam laporan tahunannya, karena setiap perusahaan harus meningkatkan kesadarannya akan tanggung jawab sosialnya, (3) Bagi pemerintah, diharapkan dapat membuat kebijakan, peraturan dan standar tentang tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia.

Survei minat siswa SMAN 1 Geger Kabupaten Madiun terhadap kegiatan ekstrakurikuler futsal / Dhanang Jalu Wibowo

 

Kata kunci: Ekstrakurikuler, Minat Futsal, mengaktualisasikan diri, rasa senang, ketertarikan, kebutuhan penghargaan dan harga diri Futsal merupakan olahraga yang baru dikalangan pelajar khusunya siswa di SMAN 1 Geger. Olahraga ini banyak dilakukan saat pelajaran jasmani maupun saat jam istirahat serta setelah pulang sekolah dalam bentuk ekstrakurikuler. Dalam kegiatan ekstrakurikuler futsal yang ada di SMAN 1 Geger Kabupaten Madiun cukup banyak siswa yang mengikuti kegiatan ini. Akan tetapi hal diatas bertolak belakang dengan prestasi yang didapat oleh para siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat siswa SMAN 1 Geger Kabupaten Madiun terhadap kegiatan ekstrakurikuler futsal berdasarkan variabel (1) keinginan mengaktualisasikan diri, (2) rasa senang, (3) ketertarikan, (4) kebutuhan penghargaan dan harga diri. Rancangan penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dengan instrumen angket tertutup, dengan jumlah responden 34 orang (keseluruhan dari anggota ekstrakurikuler futsal). Pilihan jawaban berbentuk scala lickhert dengan empat pilihan. Pilihan jawaban Sangat Setuju (SS) = skor 4, Setuju (S) = skor 3, Tidak Setuju (TS) = skor 2, Sangat Tidak Seutuju (STS) = skor 1. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan rumus persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 34 siswa yang dijadikan responden di SMAN 1 Geger adalah sebagai berikut: (1) keinginan mengaktualisasikan diri diperoleh persentase sebesar 84,55% , (2) rasa senang, didapat persentase sebesar 69,00%, (3) ketertarikan diperoleh respon dari siswa sebesar 65,93%, (4) kebutuhan akan penghargaan dan harga diri diperoleh sebesar 56,49%. Kesimpulan penelitian ini adalah minat siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler futsal berdasarkan keinginan aktualisasikan diri dengan persentase 84,55% masuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi SMAN 1 Geger Kabupaten Madiun agar meningkatkan sarana dan prasarana ekstrakurikuler. Serta Sekolah memberikan sebuah penghargaan khususnya kepada para peserta ekstrakurikuler futsal.

Pelaksanaan pembelajaran muatan lokal tata boga di SMP Negeri 10 Malang / Dwi Ratna Hidayati

 

Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran, Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi Muatan lokal Tata Boga adalah mata pelajaran yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan, bertujuan untuk membekali peserta didik agar memiliki dasar pengetahuan dan keterampilan di bidang boga sebagai wadah mengembangkan kemampuan diri dan mempersiapkan perta didik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tujuan mata pelajaran muatan lokal adalah memberi pengetahuan dan keterampilan dasar untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, mengembangkan daya kreatifitas, menumbuhkan jiwa wirausaha, serta mengembangkan kompetensi Tata Boga untuk mewujudkan kecakapan hidup dan kemandirian dalam menghadapi tantangan di masyarakat. SMP Negeri 10 Malang merupakan salah satu sekolah yang menyelenggarakan muatan lokal Tata Boga mulai dari kelas VII-IX, hal ini dilakukan karena memiliki jumlah guru paling banyak dibandingkan dengan sekolah lain.Tujuan penelitian ini memperoleh deskripsi yang jelas mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang. Rancangan penelitian adalah penelitian deskriftif kuantitatif. Variabel dalam penelitian adalah pelaksanaan pembelajaran muatan lokal di SMP Negeri 10 Kota Malang. Sub variabel terdiri dari: (1) Perencanaan Pembelajaran; (2) Pelaksanaan Pembelajaran; (3) Evaluasi. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 10 Malang. Subjek penelitian guru pengajar muata lokal Tata Boga. Instrumen penelitian menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Silabus yang dibuat guru pengajar kelas VII memperoleh skor 27 termasuk kualifikasi sangat baik, silabus yang dibuat guru pengajar kelas VIII memperoleh skor 25 termasuk kualifikasi sangat baik, silabus yang dibuat guru pengajar kelas IX memperoleh skor 27 termasuk kualifikasi sangat baik; (2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru pengajar kelas VII memperoleh skor 29 termasuk kualifikasi baik, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru pengajar kelas VIII memperoleh skor 27 termasuk kualifikasi baik, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru pengajar kelas IX memperoleh skor 35 termasuk kualifikasi sangat baik; (3) Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru pengajar kelas VII memperoleh skor 94 termasuk kualifikasi sangat baik, pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru pengajar kelas VIII memperoleh skor 94 termasuk kualifikasi sangat baik, pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru pengajar kelas IX memperoleh skor 99 termasuk kualifikasi sangat baik; dan (4) Evaluasi yang dilakukan guru pengajar kelas VII memperoleh skor 9 termasuk kualifikasi sangat baik, evaluasi yang dilakukan guru pengajar kelas VIII memperoleh skor 8 termasuk kualifikasi sangat baik, Evaluasi yang dilakukan guru pengajar kelas IX memperoleh skor 10 termasuk kualifikasi sangat baik. Kesimpulan penelitian bahwa pelaksanaan pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang sangat baik. Pelaksanaan pembelajaran terdiri dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, dan evaluasi. Perencanaan pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang terdiri dari silabus dan RPP. Silabus yang dibuat pengajar muatan lokal Tata Boga SMP Negeri 10 Malang sangat baik. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat pengajar muatan Lokal Tata Boga SMP Negeri 10 Malang baik. Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas yang dilakukan guru muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang sangat baik. Evaluasi pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang sangat baik.

Pengembangan bahan ajar geografi SMA/MA kelas XII pada kompetensi dasar pola keruangan desa dan kota dengan model Dick and Carey / Onik Farida Ni'matullah

 

Jurusan Pendidikan Geografi, Program Pacasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Dr. Agus Suryantoro, M.Si. Kata Kunci: bahan ajar Geografi SMA/MA Kelas XII, pengembangan model Dick And Carey. Orientasi penyediaan buku teks di berbagai sekolah di Indonesia saat ini, terutama buku teks Geografi, hanya difokuskan pada segi kuantitas. Fakta menunjukkan bahwa penyediaan buku penunjang pembelajaran Geografi di sekolah hanya mempertimbangkan segi proporsi jumlah siswa dengan jumlah buku yang tersedia. Dari segi kualitas, masih banyak materi pada buku pelajaran Geografi yang sebenarnya menunjukan kelemahan yang mendasar: pertama, teks Geografi ”mengabaikan” aspek kebenaran bahasa, fakta/data, konsep, generalisasi, kebenaran penyajian gambar, serta ketercernaan materi berdasarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang mengutamakan tiga komponen utama yakni; 1) memenuhi komponen kebahasaan, 2) komponen isi, 3) komponen Geografi, yakni menyangkut aspek objek studi material dalam hal interaksi, interrelasi dan interdependensi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pemecahan masalah dengan mengembangkan buku teks yang mengarah pada perbaikan dari tiap aspek tersebut. Produk bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan kaidah keilmuan Geografi dan kurikulum KTSP melalui modifikasi model Dick dan Carey (2001). Prosedur pengembangan model ini terdiri atas sepuluh langkah, namun dalam pengembangan ini hanya dilakukan lima langkah, yakni: (1) mengidentifikasi standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator berdasarkan konsep BNSP, (2) melakukan analisis materi pelajaran, (3) menyusun dan penulisan bahan ajar, (4) mevalidasi bahan ajar, (5) merevisi produk akhir hasil pengembangan bahan ajar. Berdasarkan hasil validasi pada ahli materi pelajaran, bahan ajar berada dalam kategori baik (71%). Hasil uji coba pada ahli rancangan pembelajaran, bahan ajar berada dalam kategori baik (71%). Hasil uji coba ahli bahasa berada dalam kategori sangat baik (91%), tetapi masih ada beberapa kesalahan pengetikan dan pemenggalan kata. Hasil uji coba lapangan pada siswa, bahan ajar berada dalam kategori baik (80%), sedangkan hasil uji coba lapangan pada guru, bahan ajar berada dalam kategori baik (82%). Saran desiminasi, antara lain: (a) mengadakan seminar skala regional bahkan nasional tentang pengembangan bahan ajar, khususnya bahan ajar Geografi untuk SMA/MA, (b) diperkenalkan kepada forum-forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi, dan (c) dimuat dalam suatu rubrik atau kolom penulisan buku di alamat suatu website. Pengembangan selanjutnya disarankan, yaitu: (a) pengembangan bahan ajar Geografi tidak terbatas hanya pada kelas XII semester dua pada kompetensi dasar menganalisis pola keruangan desa dan kota. Untuk menghasilkan produk bahan ajar secara utuh sebaiknya dikembangkan untuk dua semester (semester satu dan semester dua), (b) uji coba bahan ajar ini terbatas di Kota Malang. Untuk menghasilkan bahan ajar yang berlaku secara nasional sebaiknya dilakukan uji coba lapangan dengan mengambil sampel yang diperluas di wilayah Indonesia, (c) untuk menghasilkan produk bahan ajar yang dikembangkan secara lebih berkualitas dibutuhkan waktu penelitian dan pengembangan yang relatif lama (multy years). Hal tersebut perlu dilakukan sebab bahan ajar yang dikembangkan diharapkan dapat digunakan oleh siswa seluruh Indonesia dengan kualitas yang lebih baik dan yang lebih penting adalah mendorong siswa untuk mau membaca bahan ajar, (d) dalam uji coba pengembangan bahan ajar ini tidak sampai memperhatikan pengaruh bahan ajar hasil pengembangan terhadap hasil belajar siswa. Untuk memperoleh hasil yang lebih berkualitas pada pengembangan buku ini sebaiknya dilakukan tes kepada siswa sebelum dan sesudah membaca buku hasil pengembangan ini.

Pelayanan dan pelaksanaan program promosi dalam upaya meningkatkan permintaan pasang sambung telepon baru dan penggunaan telepon rumah di PT. Telkom Malang / Yanuharfei Whisnu Ashari

 

Kata Kunci: Program Promosi, Peningkatan PSB dan penggunaan telepon rumah. Perkembangan pesat penduduk di Kota Malang membuat informasi di Kota Malang juga mengalami perkembangan yang pesat pula. Adanya informasi juga menjadi suatu kebutuhan bagi pengguna jasa telekomunikasi tersebut. Masyarakat di Kota Malang juga membutuhkan sarana komunikasi yang efektif seperti Pemasangan Telepon Baru. Strategi yang digunakan oleh PT Telkom adalah Pemasangan Telepon Baru yang digunakan dengan kemudahan pelayanan sehingga para konsumen juga merasa puas memperoleh pelayanan dari pihak PT Telkom tersebut. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui Prosedur Pelayanan Telkom dalam melayani Penjualan Pasang Telepon Baru dan untuk mengetahui strategi promo & efektifitas yang digunakan oleh PT Telkom dalam peningkatan stimulasi penggunaan telepon dan pemasaran PSB. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu metode pemecahan masalah dengan cara memberikan penjelasan-penjelasan terhadap data yang diperoleh dari bahan pustaka yang relevan untuk mendeskripsikan mengenai Program Promo yang sedang berlangsung dan efektifitasnya di PT Telkom Kandatel Malang. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa (1) Prosedur PSB melalui beberapa tahap yaitu, mulai dari pelanggan mengajukan permohonan ke loket Telkom, kemudian mengisi formulir secara lengkap sesuai ketentuan dan diserahkan ke petugas untuk diperiksa, setelah itu dilakukan pemrosesan instalasi sambungan telepon ke rumah pelanggan hingga kring; (2) Terdapat keefektifitasan dalam program promo yang dilaksanakan oleh PT Telkom melalui peningkatan jumlah permintaan PSB dan penggunaan telepon rumah. Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan presentase dan kualitas program tersebut adalah (1) PT Telkom dapat merumuskan strategi promosi sebaik mungkin untuk menarik minat dan kepercayaan calon konsumen, (2) menganalisa tingkat daya beli masyarakat dan selera konsumen yang selalu berubah untuk menyelaraskan kebutuhan konsumen dengan value dari produk yang akan dipasarkan, (3) melakukan inovasi dan peremajaan image, (4) mengantisipasi berpindahnya konsumen ke produk kompetitor dengan memberikan dan memperbaiki mutu pelayanan kepada konsumen sebaik mungkin.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 |