Kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa kelas II SMU Negeri I Gondang Mojokerto dalam mempelajari rangkaian listrik arus searah / oleh Indri Anita Setyarini

 

Identifikasi deposit mineral kaolin menggunakan metode geolistrik sounding mapping dan XRF-XRD di Desa Argotirto Sumbermanjing Wetan Malang / Shelly Septina Purnama

 

ABSTRAK Purnama, Shelly Septina. 2016. Identifikasi Deposit Mineral Kaolin Menggunakan Metode Geolistrik Sounding Mapping dan XRF-XRD di Desa Argotirto Sumbermanjing Wetan Malang. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Daeng Achmad Suaidi, S.Si, M.Kom, (II) Dr. Siti Zulaikah, S.Pd, M.Si. Kata Kunci : kaolin, geolistrik, resistivitas, desa Argotirto Gunung Kitiran diketahui terdapat sebuah bukit dekat pertambangan piropilit dengan mineral kaolin di bawah permukaan. Lokasi ini belum pernah dilakukan penelitian maupun proses penambangan mineral kaolin sebelumnya, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar potensi beserta penyebarannya dan komposisi kimia deposit mineral kaolin. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur resistivitas lapisan tanah di sekitar Gunung Kitiran dengan metode geolistrik yaitu dengan cara menginjeksikan arus ke permukaan bumi kemudian mengukur beda potensial diantara dua buah elektrode potensial. Pada penelitian ini digunakan konfigurasi dipole-dipole. Terdapat lima lintasan yang digunakan yaitu lintasan 1 dengan panjang 55 meter dan spasi elektroda 5 meter sedangkan lintasan 2, 3, 4 dan 5 dengan panjang 200 meter dan spasi elektroda 10 meter. Hasil penelitian menunjukkan sebaran deposit mineral kaolin cenderung kearah barat dan selatan dari tambang piropilit yaitu pada area singkapan mineral kaolin. Potensi deposit mineral kaolin berdasarkan luasan pada lintasan 1 memiliki resisitivitas 1,59-63,3 Ωm dimana nilai resisitivitasnya dijadikan indikator untuk lintasan lainnya, dengan luasan 375,352 m2. Pada lintasan 2 tidak ditemukan adanya deposit mineral kaolin. Lintasan 3 memiliki luasan 1.274,382 m2. Lintasan 4 memiliki luasan 1.586,018 m2. Sedangkan lintasan 5 memiliki luasan 1.447,627 m2. Cadangan deposit mineral kaolin pada daerah yang diteliti sekitar 4.665,379 m2. Hasil Uji XRF menunjukkan bahwa unsur Si yang mendominasi penyusunan sampel tersebut, seperti silica (SiO2) yang merupakan penyusun terbesar pada mineral kaolin. Hasil pengujian sampel dengan XRD menunjukkan bahwa mineral penyusun kaolin yaitu kaolinite, quartz, dickite dan nacrite. Kaolinite sebagai penyusun utama yaitu dengan persentase sebesar 74%.

Pemahaman mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP MALANG semester III angkatan tahun 1994 tentang konsep mikroskop / oleh Tjahjowati

 

Pembelajaran garis dan sudut dengan model siklus belajar (learning cycle) Lorsbach / Yusran Fauzi

 

Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. H. Akbar Sutawidjaja, M.Ed., Ph.D., (2) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd. Kata Kunci : Model Learning Cycle, Garis dan Sudut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah yang dihadapi siswa MTsN Kepanjen, yaitu siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi garis dan sudut submateri hubungan antar sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar dipotong garis lain. Dari hasil diskusi, peneliti menemukan bahwa pembelajaran kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan sendiri konsep hubungan antar sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar dipotong garis lain. Dan masih dijumpai siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan tentang dua garis berpotongan atau dua garis sejajar dipotong garis lain bila besar salah satu sudutnya berupa variabel. Oleh karena itu, diperlukan usaha yang serius dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep tersebut. Usaha yang dapat dilakukan peneliti untuk menyelesaikan persoalan ini adalah dengan menerapkan model siklus belajar (learning cycle). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran garis dan sudut dengan model siklus belajar (learning cycle) yang dapat membangun pemahaman siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan pembelajaran dalam penelitian ini terbagi dalam dua pertemuan. Data penelitian meliputi (1) tes, (2) pengamatan aktifitas guru dan siswa, (3) wawancara, (4) validasi instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di kelas VIIA MTs Negeri Kepanjen tahun pelajaran 2009/2010. Subjek wawancara adalah 6 siswa yang terdiri dari 2 berkemampuan tinggi, 2 berkemampuan sedang, dan 2 berkemampuan rendah. Berdasarkan hasil tes akhir siklus diperoleh persentase siswa yang memperoleh skor ≥ 60 sebesar 88% sehingga memenuhi kriteria ketuntasan belajar klasikal yang ditetapkan. Sedangkan hasil pengamatan aktifitas guru pada pertemuan I dan II dalam kriteria sangat baik. Dan hasil pengamatan aktifitas siswa pada pertemuan I dan II dalam kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa proses pembelajaran dengan model learning cycle dapat membangun pemahaman siswa pada materi hubungan antar sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar yang berpotongan dengan garis lain yang dilakukan dalam lima tahap, yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation. Pada tahap engagement, siswa diberi permasalahan berupa gambar dua garis berpotongan atau dua garis sejajar yang berpotongan dengan garis lain yang salah satu sudutnya diketahui. Kemudian siswa menentukan besar sudut yang belum diketahui. Pada tahap exploration, siswa membuat hipotesis tentang hubungan antar sudut yang terbentuk dan membuktikannya. Pada tahap explanation, siswa memaparkan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas. Pada tahap elaboration, siswa menelaah kembali hubungan antar sudut yang diperoleh serta memecahkan permasalahan tentang dua garis berpotongan atau dua garis sejajar yang berpotongan dengan garis lain yang besar sudutnya berupa variabel. Dan pada tahap evaluation, siswa menjawab soal-soal tes yang diberikan secara individu. Bagi peneliti lain yang berminat mengadakan penelitian serupa hendaknya dapat mengembangkan pembelajaran ini pada materi matematika yang lain.

Persepsi pengusaha industri sanitair terkait tingkat literasi keuangan (studi kasus Sentra Industri Sanitair Kelurahan Karang Besuki Malang) / Dewi Sofiana

 

ABSTRAK Sofiana, Dewi. 2015. Persepsi Pengusaha Industri SanitairTerkait Tingkat Literasi Keuangan (Studi Kasus Sentra Industri Sanitair Kelurahan Karang Besuki Malang). Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Farida Rahmawati, S.E., M.E, (2) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M,Si. Kata Kunci: Tingkat Literasi Keuangan, Pola Literasi Keuangan, Industri Sanitair Literasi keuangan merupakan sebuahpengetahuan dan pemahaman tentang ilmu keuanganyang sangat penting dimiliki oleh setiap orang, terlebih pemahaman tersebut dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari. Kesulitan dan permasalahan yang timbul sering kali disebabkan oleh masalah keuangan. Sedangkan permasalahan keuangan tidak hanya di sebabkan oleh rendahnya pendapatan, akan tetapi dapat juga muncul ketika salah dalam perencanaan keuangan.Sehingga sangat penting bagi setiap orang mengaplikasikan ilmu keuangan. Untuk mengetahui seberapa besar kepahaman masyarakat Indonesia terhadap ilmu keuangan dan lembaga keuangan, perlu ditemukan bagaimana keadaan literasi keuangan masyarakat. Oleh karena itu peneliti memfokuskan penelitian pada “persepsi pengusaha Sentra Industri Sanitair terkait tingkat literasi keuangan” Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan dirancang dalam tradisi kualitatif studi kasus. Penelitin ini dilakukan disekelompok pegusaha Sanitair. Dimana peneliti melakukan penelitian awal sebelum menarik sebuah permasalahan yang terdapat dilapangan. Dipertegas dengan penggalian data kepada pengusaha langsung dengan teknik wawancara dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 tingkatan yang diperoleh yakni well literate, sufficient literate, dan less literate. Semua tingkatan tersebut membentuk pola yang sama yakni berpola positif dengan tingkatan sedang. Sedangkan literasi keuangan tidak berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat sekitar, akan tetapi berdampak kepada pengusaha dan melalui usaha yang dijalankan akan mempunyai dampak kepada kesejahteraan masyarakat sekitar. Saran penelitian ini adalah (1) diharapkan pihak pemerintah dapat membentuk sebuah lembaga yang memperdayakan dan memberi pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang benar sehingga masyarakat mampu mengelola keuangannya dengan benar, serta perlindungan hak cipta juga sangat diperlukan sehingga tidak terjadi ‘penjiplakan’ ornamen-ornamen oleh wilayah lain, (2) pengusaha sentra industri sanitair hendaknya sadar akan pentingnya pemahaman dan praktik ilmu keuangan dalam usaha mereka demi keberlanjutan usaha tersebut, (3) peneliti lanjut yang ingin mengembangkan penelitian sejenis hendaknya memperbanyak subjek penelitian dan memperdalam observasi untuk memperkaya data sebagai perbandingan temuan.

Pengaruh prestasi praktik kerja industri dan prestasi belajar mata pelajaran dasar kompetensi kejuruan terhadap kesiapan kerja (siswa kelas XII Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Turen) / Nadia Nathasia Putri

 

Putri, Nadia Nathasia. 2014. Pengaruh Prestasi Praktik Kerja Industri dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan Terhadap Kesiapan Kerja (Siswa Kelas XII Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Turen). Skripsi. Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si (2) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E, M.M. Kata Kunci: Pengaruh Prestasi Praktik Kerja Industri, Prestasi Belajar, Kesiapan Kerja    Kesiapan kerja siswa dipengaruhi oleh kecerdasan atau kemampuan akademis siswa, sedangkan kemampuan dan keterampilan, dapat diperoleh siswa melalui praktik kerja industri. Dengan meningkatkan kedua prestasi tersebut, maka diharapkan mampu mewujudkan usaha dalam meningkatkan kesiapan kerja siswa.    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang (1) pengaruh antara prestasi prakerin terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII APK SMK Negeri 1 Turen (2) pengaruh antara prestasi belajar mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan terhadap kesiapan kerja siswa (3) pengaruh prestasi prakerin dan prestasi belajar Dasar Kompetensi Kejuruan terhadap kesiapan kerja siswa.    Variabel dalam penelitian ini adalah Prestasi Praktik Kerja Industri (X1), Prestasi Belajar Mata Pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan (X2), dan Kesiapan Kerja (Y). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 99 siswa. Teknik pengambilan data untuk variabel prestasi praktik kerja industri dan prestasi belajar mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan diambil dari rapor siswa atau dokumentasi, sedangkan pengambilan data variabel kesiapan kerja diambil melalui angket.    Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan prestasi prakerin (X1) terhadap kesiapan kerja (Y) nilai Sig 0,002 < 0,05 dan thitung= 3,118 > ttabel= 1,980 (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara prestasi belajar mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan (X2) terhadap kesiapan kerja (Y) nilai Sig 0,000 < 0,05 dan thitung= 7,091 > ttabel= 1,980 (3) terdapat pengaruh secara simultan antara variabel X1 dan X2 tehadap variabel Y dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 dan Fhitung= 46,342 > Ftabel= 3,09.    Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diharapkan siswa dapat meningkatkan lagi prestasi belajar dan kemampuan serta keterampilanya. Peran dari berbagai pihak juga penting dilakukan, baik dari diri sendiri, orang tua, juga pendidik. Sehingga kualitas lulusan (siswa) dalam memasuki dunia kerja nanti diharapkan mengalami peningkatan.

Model pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman soal cerita bagi siswa kelas V cawu I SDN Karangbesuki II Kodya Malang / oleh Endang Setyo Winarni

 

Pelaksanaan difusi inovasi sistem SKS (Satuan Kredit Semester) di SMA Negeri 2 Malang / Septian Ludfi Andrianto

 

ABSTRAK Andrianto, SeptianLudfi. 2015. PelaksanaanDifusiInovasiSistem SKS (SatuanKredit Semester) Di SMA Negeri 2 Malang.Skripsi.TeknologiPendidikan, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. H. ZainulAbidin, M.Pd.(II) Dra. Susilaningsih, M.Pd. Kata Kunci :Pelaksanaan, DifusiInovasi, Sistem SKS. SMA Negeri 2 Malang telah menerapkan SKS sejak tahun pelajaran 2009/2010. Sistem SKS (Satuan Kredit Semester) adalah sebuah inovasi dalam dunia pendidikan khususnya pada sekolah menengah atas.Munculnya sebuah inovasi akan selalu disertai dengan proses difusi.Difusiadalah proses dimanasuatuinovasidikomunikasikanmelaluisalurantertentudariwaktukewaktu di antaraanggotasuatusistemsosial. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan proses pengambilankeputusaninovasisistem SKS (SatuanKredit Semester) di SMA Negeri 2 Malang, (2)mendeskripsikan PelaksanaanDifusiInovasi SKS (SatuanKredit Semester) di SMA Negeri 2 Malang, (3)mendeskripsikanapasajafaktorpendukungdanpenghambatPelaksanaanDifusiInovasi SKS (SatuanKreditSemester) di SMA Negeri 2 Malang, sertaupaya-upayaapa yang dilakukanuntukmengatasihambatantersebut. Peneltian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Bulan Mei 2015 di SMA Negeri 2 Malang.PenelitianiniadalahjenispenelitianDeskriptifkarenaisinyamenggaliinformasilebihdalamdanmenggambarkansecaraobyektifbagaimanaPelaksanaanDifusiInovasi SKS (SatuanKredit Semester) di SMA Negeri 2 Malang.Teknikpengumpulan data yang digunakanadalahobservasi, wawancara, dandokumentasi. Berdasarkanhasilpenelitian, diperolehkesimpulanbahwa : (1) Proses Pengambilan Keputusan Inovasi Sistem SKS (Satuan Kredit Semester) di SMA Negeri 2 Malang dijalankan seperti mengalir dan tidak terencana. Karena kurangnya wawasan tentang teori proses pengambilan keputusan dalam teori Difusi Inovasi. (2) Dalam elemen jangka waktu belum terpenuhi oleh SMA Negeri 2 Malang. Elemen jangka waktu harusnya juga diperhatikan karena waktu adalah aspek utama dalam proses komunikasi. (3) Faktor penghambat pelaksanaan difusi inovasi SKS di SMA Negeri 2 Malang relatif lebih kecil dibanding dengan faktor pendukungnya. Ini tidak lepas dari peran bapak-ibu pendidik maupun non-pendidik yang sama-sama mempunyaisemangatdanmotivasiberprestasiuntukmajudanmauberubah demi kemajuansekolah.

Makna tradisi "selamatan petik pari" sebagai wujud nilai-nilai religius masyarakat Desa Petungsewu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Eka Yuliyani

 

Kata Kunci: Makna tradisi , Religi, Keterkaitan religi dengan tradisi Tradisi “Selamatan Petik pari” merupakan salah satu tradisi yang berada di kabupaten Malang,tradisi ini telah ada sejak zaman nenek moyang Orang Jawa,selamatan ini dilakukan untuk mendapatkan keselamatan dalam penggarapan lahan pertanian,dihindarkan dari hama padi dan mendapatkan hasil panen yang bagus dan berlimpah.Dalam awal prosesi pelaksanaanya disiapkan uborampe(sesajian) yang berisikan kemenyan,kaca,sisir,pisang,bunga berwarna-warni,ketan,benang,kapas.Selain itu para ibu juga menyiapkan tumpeng yang berisikan makanan beserta lauk-pauknya.Semua bahan untuk ritual dibawa kesawah yang hendak dipanen kemudian tokoh adat mulai membacakan mantra-mantra sesuai agama masing-masing dan Uborampe diletakan diatas anyaman bambu yang masyarakat menyebutnya dengan encek,kemudian potongan padi yang telah dipotong dengan ani-ani dibawa kerumah dan di hajatkan kembali dengan mnbaca doa sesuai agam yang berhajat. Religi adalah suatu sistem berkaitan dari keyakinan-keyakinan dan upacara keramat artinya yang terpisahkan dan pantang, keyakinan- keyakinan yang berorientasi pada suatu komunitas moral, yang disebut umat. Religi Orang Jawa sering juga disebut sebagai Javanisme atau Javaneseness dari kata kejawen atau kejawaan yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Istilah ini merupakan deskripsi atas unsur-unsur kebudayaan Jawa yang dianggap sebagai hakikat Jawa dan yang mendefinisikannya sebagai kategori khas.Javanisme (kejawen) berisikan kosmologi,mitologi, seperangkat konsepsi yang pada hakikatnya bersifat mistik.Budaya kejawen memahami kepercayaan berbagai macam roh yang dapat menimbulkan musibah, bahaya, kecelakaan atau penyakit apabila mereka dibuat marah atau penganutnya tidak berhati-hati.Untuk menangkal semua itu, Orang Jawa kejawen memberikan sesajen yang dipercaya dapat menghindarkan manusia dari berbagai hal yang tidak diinginkan. Makna yang terdapat dalam tradisi petik pari adalah menyatunya tradisi dengan religi masyarakat dengan toleransi yang begitu tinggi,dan terjalinya kerukunan antar umat beragama,hal ini karena masyarakat Desa Petungsewu memiliki dua mayoritas agama yaitu Hindu dan Islam.Keterkaitan religi dan tradisi “Selamatan Petik Pari” adalah merupakan hubungan timbal balik antara emosi keagamaan,sistem keyakinan,kelompok keagamaan,dan sistem ritual. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan asal-usul Tradisi “Selamatan Petik Pari, (2) mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi “Selamatan Petik Pari”, (3)mendeskripsikan makna yang terdapat dalam tradisi “Selamatan Petik Pari”, (4) mendeskripsikan keterkaitan antara religi dengan tradisi “Selamatan Petik Pari”, dan (5) mendeskripsikan perubahan dan pergeseran pada tradisi “Selamatan Petik Pari”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Untuk mencapai tujuan tersebut, data dikumpulkan dengan cara observasi partisipatif, studi dokumentasi serta wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Penelitian dilakukan di desa Petungsewu Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang dengan obyek penelitian adalah masyarakat Desa Petungsewu, tokoh adat, perangkat desa Petungsewu. Dari hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa, asal-usul tradisi “Selamatan Petik Pari” telah ada sejak zaman nenek moyang masyarakat Jawa. Prosesi pelaksanaan tradisi ini dimulai dengan mempersiapkan sesajian dan tumpeng,kemudian sesajian dan tumpeng dibawa kesawah yang hendak dipanen dan dimulailah ritual membaca mantra yang di pimpin oleh ketua adat setempat,kemudian sesajian dan sisa tumpeng dibawa kembali kerumah untuk dihajatkan kembali.Makna yang terdapat dalam tradisi ini adalah terjalinnya kerukunan dalam bermasyarakat didalam perbedaan,karena masyarakat desa Petungsewu yang mempunyai dua keyakinan mayoritas tapi tetap menjalankan satu tradisi secara bersama-sama.Keterkaitan religi dan tradisi dalam tradisi “Selamatan Petik Pari” adalah mereka menjalankan tradisi karena percaya dengan hal–hal mistik tapi dalam penyampaian doanya selalu ditujukan kepada Yang Maha Kuasa.Perubahan dan pergeseran tradisi yang terjadi tidak terlalu terlihat,hanya dalam sistem peralatan upacara saja yang agak berkurang,sedangkan dalam emosi keagamaan dan sistem keyakinan masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya masyarakat lebih mengerti tentang kandungan makna yang terdapat dalam setiap budaya yang dimiliki oleh kabupaten Malang dan tetap menjaga, melestarikan kebudayaan daerah secara berkelanjutan supaya tidak tergilas oleh arus globalisasi.

Panel kontrol tingkat ketinggian air tangki atas pada bangunan bertingkat
oleh Dody Indra Kusuma, Irvan Prasetyo

 

Konstribusi kompetensi dan pengalaman mengajar terhadap motivasi kerja dan kinerja guru serta dampaknya pada hasil belajar siswa / Hermin Arista

 

ABSTRAK Arista, Hermin. 2015. Kontribusi Kompetensi dan Pengalaman Mengajar terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja Guru serta dampaknya pada Hasil Belajar Siswa. Tesis, Program Studi S2 Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eddy Sutadji, M.Pd, dan (II) Dr. Hakkun Elmunsyah, M.T. Kata kunci: kompetensi guru, pengalaman mengajar guru, motivasi kerja guru, kinerja guru, hasil belajar siswa Reformasi di bidang pendidikan kejuruan, menuntut perubahan karakter guru yang ada selama ini terbiasa dengan pola kepemimpinan instruksi, semua serba diatur dari atas, guru kehilangan kreativitas. Padahal untuk mampu bersaing di era global, yang serba canggih, era yang menuntut tingkat adaptasi yang tinggi terhadap perubahan, memerlukan guru yang mempunyai motivasi dan kinerja tinggi. Kompetensi yang harus dimiliki guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dan kontribusi antara variabel eksogen terhadap variabel endogen. Variabel eksogen pada penelitian ini adalah kompetensi pedagogik (X1), kompetensi kepribadian dan sosial (X2), dan pengalaman mengajar guru (X3). Variabel endogen pada penelitian ini adalah motivasi kerja guru (Y1), kinerja guru(Y2), dan hasil belajar siswa (Z). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex-post facto. Sampel yang digunakan adalah 64 guru SMK N Kompetensi Keahlian Teknik Elektronika Industri di Kabupaten Malang dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, dokumentasi, angket, wawancara, dan observasi. Penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan model dekomposisi unuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel bebas (eksogen) terhadap variabel terikat (endogen). Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial dengan program SPSS for windows versi 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik; kompetensi kepribadian dan sosial; dan pengalaman mengajar guru berkontribusi secara signifikan (97,5%) terhadap motivasi kerja guru, (98,3%) terhadap kinerja guru, dan (98,8%) terhadap hasil belajar siswa. Secara umum 99,8% berkontribusi secara signifikan terhadap hasil belajar siswa dan 0,2% dipengaruhi faktor-faktor lain. Hasil penelitian ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pihak sekolah dan dinas pendidikan Kabupaten Malang guna peningkatkan kinerja guru dan hasil belajar siswa.

Pengaruh paparan berulang formalin melalui inhalasi terhadap kerusakan sel hati dan sel ginkal mencit betina (Mus musculus) galur Balb C / Yohana Hariyono

 

Kata kunci: formalin, kariolisis, karioreksis, piknosis, sel ginjal, sel hati Formalin merupakan larutan 30-50% formaldehida yang sangat toksik dengan bau yang sangat iritatif meskipun dengan kadar yang rendah (< 1 ppm). Meskipun banyak laporan penelitian tentang formalin yang menyebabkan kerusakan sel hati dan sel ginjal mencit, namun belum ditemukan pengaruh formalin terhadap kerusakan sel hati dan sel ginjal yang meliputi kariolisis, karioreksis dan piknosis dengan paparan yang sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apakah paparan berulang formalin melalui inhalasi dengan tingkat konsentrasi yang berbeda dapat menyebabkan kerusakan sel hati, (2) mengetahui apakah paparan berulang formalin melalui inhalasi dengan tingkat konsentrasi yang berbeda dapat menyebabkan kerusakan sel ginjal. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian faktorial dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK). Subjek penelitian adalah mencit betina (Mus musculus) yang berumur 30 hari, jenis kelamin betina dengan berat badan 18-20 gram. Konsentrasi formalin yang diberikan yaitu 0 ppm sebagai kontrol, 2 ppm, dan 4 ppm yang dipaparkan setiap hari selama 6 jam dan 8 jam selama 7 hari 8 minggu. Efek dari paparan yang diamati adalah kerusakan sel hati dan sel ginjal yang meliputi kariolisis, karioreksis, dan piknosis. Kerusakan sel diamati secara histopatologi menggunakan pewarnaan Hematoxilin Eosin Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) paparan berulang formalin melalui inhalasi dengan konsentrasi yang berbeda dapat menyebabkan kerusakan sel hati dan sel ginjal, (2) paparan dengan konsentrasi 2 ppm menyebabkan karioreksis sel hati, paparan dengan konsentrasi 4 ppm menyebabkan piknosis dan kariolisis sel hati. Sedangkan paparan dengan konsentrasi 4 ppm menyebabkan karioreksis, piknosis dan kariolisis sel ginjal, (3) paparan berulang formalin melalui inhalasi dengan lama paparan 8 jam berpengaruh terhadap kerusakan sel hati dan sel ginjal, (4) kombinasi antara paparan dan 4 ppm 8 jam berpengaruh menyebabkan kerusakan hati dan ginjal mencit betina (Mus musculus) Galur Balb C. Pada penelitian ini disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan kerusakan struktur sel hati dan sel ginjal dengan lebih teliti lagi.

Retorika dalam orasi demonstrasi mahasiswa Indonesia
oleh Aan Widoretno Palupi

 

Pengembangan media papan flanel animal story pada minat bercerita anak TK Kelompok B / Vidya Khansha

 

ABSTRAK Khansha, Vidya. 2016. Pengembangan Media Papan Flanel Animal Story pada Minat Bercerita Anak TK Kelompok B. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Kentar Budhojo, M.Pd., (II) Evania Yafie, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci:Papan Flanel Animal Story, Minat Bercerita, TK Kelompok B Berdasarkan hasil studi pendahuluan di TKIslam Bumiayu Malang menunjukkan bahwa anak membutuhkan media pembelajaran yang inovatif, agar kegiatan bercerita lebih menarik. Pembelajaran yang dilakukan selama ini masih cenderung menggunakan media yang kurang variatif.Para guru masih menggunakan cara klasikal yaitu dengan memberikan anak lembar kerja yang terkesan kurang menarik bagi anak. Pembelajaran dengan menggunakan media papan flanel Animal Storydapat digunakan sebagi alternatif pembelajaran di kelas.Papan flanel Animal Storyini memiliki tujuan yaitu menghasilkan produk berupa media papan flanel Animal Storyyang mudah dalam penggunaannya, menarik dan dapat direspon baik dalam pelaksanaannya. Serta bertujuan mengembangkan aspek bahasa anak terutama dalam kegiatan bercerita. Penelitian ini menggunakan model pengembangan research and development 4-D Thiagarajan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dandisseminate (penyebaran). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berisi tentang rancangan produk dan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Hasil analisis data pada saat penelitian adalah media papan flanel Animal Storymudah digunakan sebesar 81%, menarik sebesar 98% dan87% direspon baik oleh anak dalam melaksanakan pembelajaran. Berdasarkan hasil pengembangan media papan flanel animal story, dapat disimpulkanbahwa media tersebut mudah, menarik dan mendapatkan respon baik bagi anak serta layak digunakan pada anak TK kelompok B.Pendidik hendaknya dapat menggunakan media ini sebagai alternatif padakegiatan bercerita untuk anak TK kelompok B. Bagi peneliti selanjutnya media ini dapat diujikan kepada kelompok yang lebih luas dan disosialisasikan ke sekolah atau lembaga pendidikan yang terkait.Selain hal tersebut, peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian tindakan kelas menggunakanmedia papan flanel Animal Storydengan menambahkan aspek perkembangan yang lain ke dalam media.

Perancangan graphic reflection display sebagai wahana info "batu Night Spectacular" / Lucky Fatoni

 

ABSTRAK Fatoni, Lucky. 2015. Perancangan Graphic Reflection Display Sebagai Wahana Info Batu Night Spectacular. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sarjono, M.Sn, (II) Joko Samudro, S. Kom M.T. Kata Kunci : Graphic Reflection Display, Wahana Info, Batu Night Spectacular Perancangan Graphic Reflection Display ini merupakan sebuah perancangan media informasi alternatif sebagai pengganti media terdahulu agar dapat mengedukasi para pengunjung mengenai wahana yang terdapat di “Batu Night Spectacular”. Maka dari itu dengan adanya media Graphic Reflection Display diharapkan menjadi sebuah media informasi baru yang dapat menarik pengunjung untuk datang ke wisata Batu Night Spectacular. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural, yaitu model perancangan deskriptif dimana menggariskan langkah – langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan sebuah produk. Langkah untuk merancang Graphic Reflection Display menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil perancangan media adalah Graphic Reflection Display yang terbuat dari kayu, kaca dan monitor sebagai bahan utama, berukuran tinggi 170cm, lebar 60cm dan panjang 42cm, berwarna hitam dan disertai konten video 3D. Sebagai media pendukung promosi media utama terdapat katalog wahana, x-banner, poster dan desain billboard.

Penerapan anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian biaya overhead pabrik pada PT Mitrasetia Exindo Malang
oleh Ninik Yuliati

 

Persepsi dan prereferensi pedagang tradisional terhadap sumber pembiayaan usaha (studi pada Pasar Tradisional Sukodono Lumajang) / Rizka Khoirunnisak

 

ABSTRAK Khoirunnisak, Rizka. 2015. PersepsidanPreferensiPedagangTradisionalterhadapSumberPembiayaan Usaha (StudipadaPasarTradisionalSukodonoLumajang). Skripsi,JurusanEkonomi Pembangunan, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Farida Rahmawati, S.E., M.E, (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si. Kata Kunci:Persepsi, prefrensi, sumberpembiayaanusaha Pedagangtradisionaldikategorikansebagaipengusahakecildanmenengahkarenaomset yang dihasilkansetiaptahunnyatidakterlalubanyak.Dalammeningkatkanusahaumunyapedagangbanyakmengalamikesulitanuntukmendapatkanpermodalan.Modal yang dimilikitidakcukupuntukdigunakansebagaibiayaoperasionaldalammengembangkanusahanya.Untukmengurangipermasalahantersebutpemerintahtelahmeningkatkankinerjalembagakeuangan bank dan nonbank.Akan tetapi, haltersebutbelumdapatmenyelesaikanpermasalahan yang terjadi di kalanganpengusahakecil, khususnyapedagangtradisional.Permasalahantersebutdijadikankesempatanolehlembagakeuangan informal sepertirentenirdan bank kelilinguntukmeminjamkandanakepadaparapedagangdenganbunga yang sangattinggi. Dalamhaliniterdapatbanyakpersepsidanpreferensi yang beredar di kalanganpedagangtradisonal.Berkaitandenganpermasalahan yang terjadimakadiperlukanpembahasanmengenaipersepsidanprefrensipedagangtradisionalterhadapsumberpembiayaanusaha. PenelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanpersepsidanprefrensipedagangtradisionalterhadapsumberpembiayaanusahapadapasartradisionalSukodonoLumajang.Untukmengetahuifokuspenelitianinimakapenelitimerumuskanmasalahsebagaiberikut, (1) Bagaimanakahbentukpraktiklembagakeuangan formal dan informal di pasartradisionalSukodonoLumajang? (2) Bagaimanakahpersepsipedagangtradisionalterhadaplembagakeuangan formal dan informal?, (3) Bagaimanakahprefrensipedagangtradisionalterhadapsumberpembiayaanusaha yang berasaldarilembagakeuangan formal dan informal? Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiandeskriptifkualitatif.Instrumenutamadalampenelitianiniadalahpenelitisendiri.Data dalampenelitianiniberupa data primer yang diperolehlangsungdariparainforman yang sudahditentukanmenggunakanteknikpurposive sampling.Prosedurpengumpulan data dalampenelitianinimenggunakanteknikobservasidanwawancaraterhadapkonsumendanprodusenlembagakeuangan formal dan informal di pasartradisionalSukodonoLumajang.Untukmenjagakeabsahan data dilakukandengankegiatantriangulasi data.Kegiatananalisis data dimulaidaritahapreduksi data, penyajian data, danpenarikankesimpulan. Berdasarkanhasilanalisis data, dapatdiperolehtigasimpulanhasilpenelitiansebagaiberikut.Pertama, padapasartradisionalSukdonoLumajangterdapatduabentuklembagakeuangan, yaitu formal dan informal.Lembaga formal yang beradadi dalampasarialahteras BRI yang dengansengajaditempatkan di pasar-pasaruntukmemudahkanpelayananterhadapmasyarakatmenengahkebawah.Selainitu, terdapatlembagakeuangan informal yang beroprasisepertirentenirdan bank keliling.Kedua, persepsipedagangterhadaplembagakeuangan formal termasukkurangbaik.Hal inimenunjukkanbahwapedagangkurang familiar terhadaplembagakeuangan formal.Sementaraitu, persepsipedagangterhadaplembagakeuangan informal cukupbaik, halinimengidentifikasipedaganglebih familiar denganlembagakeuangan informal walaupunpadakenyataannyalembagatersebutbanyakmerugikanparapedagang. Baikburuknyapersepsipedagangtradisionalterhadapsuatulembagadilatarbelakangiolehbeberapafaktor di antaranyakebudayaan, psikologis, sosial, kepribadian, resiko, dan marketing yang diberikanolehlembagatersebut.Ketiga, daripersepsi yang diberikanolehparapedagangdapatdilihatbahwasebagianbesarpedaganglebihmemilihlembagakeuangan informal sepertirentenirdan bank kelilinguntukmeningkatkansumberpembiayaanusahanya.

Pengaruh ketinggian tempat terhadap aspek-aspek morfologi (Drosophila (Sophophora) ananassae Doleschall / oleh Nurul Aini

 

Manajemen sumber daya manusia sekolah satu atap (studi kasus di SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang) / Suci Roh Artini

 

Kata kunci: manajamen, manajemen sumber daya manusia Manajemen adalah proses pengelolaan yang melibatkan sumber potensial baik bersifat manusia maupun non manusia dalam rangka mencapai tujuan yang efektif dan efisien sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati bersama. Manajemen sumber daya manusia meliputi kegiatan perencanaan sumber daya manusia terdiri atas (1) rekrutmen pegawai; (2) seleksi pegawai dan (3) penempatan pegawai, pengorganisasi sumber daya manusia, pengembangan sumber daya manusia, pemberian kesejahteraan sumber daya manusia, pemberian supervisi sumber daya manusia, pembinaan iklim kerja organisasi sumber daya manusia dan evaluasi sumber daya manusia dalam rangka penilaian kinerja setiap pegawai. Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang yang letaknya di lokasi SDN Kucur 02 desa Kucur Kecamatan Dau, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Prosedur pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara mendalam; (2) observasi berperan serta; dan (3) studi dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, manajemen sumber daya manusia di SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang terbagi pada tahap perencanaan, pengoranisasian, pengembangan, pemberian kesejahteraan, pemberian supervisi, pembinaan iklim kerja dan evaluasi. Pada tahap perencanaan rekrutmen pegawai yang dilakukan yaitu pembentukan panitia perekrutan, penetapan prosedur pendaftaran dan cara pemberian informasi kepada masyarakat tentang adanya perekrutan pegawai baru di SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang. Perekrutan guru tidak tetap (GTT) dilakukan oleh kepala sekolah, komite sekolah serta kumpulan masyarakat yang peduli akan pendidikan di desa Kucur dan guru yang ada di Sekolah Satu Atap yang terbentuk sebagai panitia perekrutan pegawai baru, wali murid. Sedangkan untuk guru PNS diperoleh dari jatah Pemerintah, seleksi pegawai di SMPN 2 Dau Satu Atap melibatkan kepala sekolah, guru-guru, komite sekolah yang terdiri atas satu orang istri kepala dusun dan dua orang mantan kepala desa, penempatan pegawai di SDN Kucur 02 dibutuhkan guru kelas sedangkan kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengajar SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang adalah guru yang sesuai jurusan. Guru-guru yang mengajar 50% guru SDN Kucur 02 dan 50% guru luar atau GTT. Tahap selanjutnya pengorganisasian disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian mengajar yang dimiliki masing-masing guru. Guru di SMPN 2 Dau Satu Atap Kabipaten Malang harus memiliki 4 (empat) kompetensi meliputi (1) kompetensi paedagogik; (2) kompetensi kepribadian; (3) kompetensi profesional; dan (4) kompetensi sosial. Pengembangan Sekolah Satu Atap menekankan pelatihan dengan metode on the job training dan of the job training. Pemberian kesejahteraan diwujudkan dengan penggajian guru PNS SDN Kucur 02 diberikan setiap 1 bulan sekali oleh Pemerintah Pusat sedangkan SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang diberikan oleh Pemerintah Daerah. Supervisi di Sekolah Satu Atap diberikan yaitu supervisi individual conference diberikan 1 bulan sekali, kunjungan kelas dan supervisi rekan sejawat (supervision of colleague), pembuatan prota 1 kali setiap ajaran dan promes setiap semester. Menciptakan pola iklim kerja yang kondusif antar guru di Sekolah Satu Atap, guru di Sekolah Satu Atap dengan murid, dan Guru Sekolah Satu Atap dengan kepala sekolah. Tahap yang terakhir yaitu evaluasi dilaksanakan oleh langsung oleh UPT SMP dalam hal ini dilaksanakaan langsung oleh kepala sekolah, pengawas dari UPTD TK/SD Dan PLS Kecamatan Dau Kabupaten Malang dan pembinaan pengawas tingkat kabupaten untuk SMP yaitu pengawas bidang Sekmen (Sekolah Menengah) dari pengawas Dinas Pendidikan. Dari hasil penelitian tersebut, saran-saran yang diajukan yaitu: (1) bagi kepala sekolah SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang agar lebih meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya manusia; (2) bagi pendidik dapat digunakan sebagai bahan analisis mengenai kinerja yang telah diterapkan menuju ke arah perbaikan, khususnya dalam mengelola sumber daya manusia; (3) bagi karyawan di SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang dapat digunakan sebagai bahan pengembangan dalam rangka pengotmimalisasian peningkatan pengelolaan manajemen sumber daya manusia di SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang; (4) bagi komite sekolah di SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang dapat memberikan ilmu dan sumbangsihnya untuk mendukung serta memberikan masukkan kepala sekolah SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang khususnya dalam pengembangan manajemen sumber daya manusia; (5) bagi ketua Jurusan Administrasi Pendidikan dapat dijadikan sebagai tambahan bahan kajian pengembangan ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia nantinya dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan jurusan Administrasi Pendidikan; dan (6) bagi peneliti lain agar dapat mengembangkan penelitian serupa tentang manajemen sumber daya manusia dengan studi kasus yang berbeda.

Kegagalan inovasi pertanian desa Pule 1968-1984 / Heti Fitarida

 

Kata Kunci : Petani Padi, Modernisasi Desa, Inovasi Pertanian, Revolusi Hijau. Padi mempunyai peranan yang sangat penting dalam bidang perekonomian, karena perekonomian merupakan bagian dari kegiatan yang harus dilakukan untuk menentukan berhasil tidaknya sebuah negara mensejahterakan rakyatnya. Indonesia adalah negara berkembang yang mencoba menerapkan program Revolusi Hijau. Revolusi Hijau tersebut bertujuan untuk dapat meningkatkan produksi padi guna menghindari impor beras yang pernah terjadi pada tahun 1971. Desa Pule merupakan desa agraris yang juga melaksanakan program Revolusi Hijau mulai tahun 1974. Pertanian Desa Pule sebelum Revolusi Hijau tahun 1968 bercirikan sebuah pertanian tradisional yang sangat bergantung dengan alam, sampai dilaksanakannya Bimas tahun 1974 pertanian berubah menjadi sebuah pertanian semi modern. Rendahnya tingkat pendidikan petani Desa Pule telah menyebabkan kegagalan proses Revolusi Hijau. Pada saat Indonesia berswasembada beras tahun 1984, Desa Pule tidak banyak mengalami perubahan dan menempati posisi terendah sekabupaten Trenggalek. Pada tahun 1984 hasil produksi padinya hanya mencapai rata-rata 4,7 ton/ha. Berdasarkan hasil paparan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah, yaitu, (1) bagaimana kondisi pertanian sebelum penerapan inovasi pertanian di Desa Pule 1968-1984, (2) bagaimana kondisi pertanian selama penerapan inovasi pertanian di Desa Pule 1968-1984, dan (3) apa yang menyebabkan inovasi pertanian di Desa Pule 1968-1984 mengalami kegagalan. Tujuan diadakan penelitian ini, antara lain sebagai berikut: (1) mendeskripsikan kondisi pertanian sebelum penerapan inovasi pertanian di Desa Pule 1968-1984, (2) mendeskripsikan kondisi pertanian selama penerapan inovasi pertanian di Desa Pule 1968-1984, dan (3) mendeskripsikan penyebab inovasi pertanian di Desa Pule 1968-1984 mengalami kegagalan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode sejarah, yaitu pemilihan topik (memilih topik yang layak untuk tema penelitian), heuristik (pengumpulan sumber-sumber sejarah), verifikasi (melakukan kritik sumber, melalui kritik eksternal/pengujian terhadap aspek luar sumber sejarah dan kritik intern/ pengujian terhadap aspek dalam sumber sejarah), interpretasi (melakukan penafsiran terhadap fakta satu dengan fakta yang lain), dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini sebagai berikut (1) kondisi pertanian Desa Pule sebelum Revolusi Hijau tahun 1968 merupakan sebuah desa dengan pertanian yang masih tradisional karena bergantung pada alam. Teknik bertani dan peralatan pertaniannya pun masih sangat sederhana sesuai dengan kondisi dan cara fikir petani awam yang masih berorientasi pada kebiasaan adat. (2) Pertanian Desa Pule mulai berubah pada tahun 1974 ketika petani Desa Pule mulai mengadopsi teknik bertani dan peralatan pertanian. Proses adopsi tersebut

Implementing DR-strategy to improve the reading comprehension ability of the second year students of SMPN 2 Blang Bintang Aceh Besar / Yusriati

 

Unpublished Thesis, English Language Teaching, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (1) Dr Johannes A. Prayogo, M.Pd,M.Ed., (2) Prof. Dr. Siusana Kweldju,M.Pd. Key words: DR-TA strategy, reading ability, narrative texts Reading is a difficult skill for the students of SMPN 2 Blang Bintang Aceh Besar. This could be seen from the result of the preliminary study, which showed that the ability of the second year students of SMPN 2 Blang Bintang Aceh Besar in reading comprehension was still poor. The students had insufficient ability to comprehend texts. They did not know how to comprehend the texts appropriately. To overcome this problem, the researcher proposed one of the strategies in teaching reading comprehension; Directed Reading Thinking Activity or the DR-TA strategy. The DR-TA comprises three phases (Prediction, Guided Silent Reading, and Post Reading) which enable the students to set their purpose of reading, monitor and evaluate their reading. The research aimed at investigating how DR-TA Strategy improves the reading comprehension ability of the second year students SMPN 2 Blang Bintang Aceh Besar. For this purpose, it employed Collaborative Classroom Action Research in which both the researcher and her collaborator worked together in planning, implementing, observing the action, and reflecting on the data collected from the teaching and learning process and the students’ reading achievement. The subjects of this research were 24 students of the second year students of SMPN 2 Blang Bintang Aceh Besar in the academic year of 2010/2011. The study was conducted in two cycles. The instruments used were a classroom observation sheet, field notes and a reading comprehension test. The findings indicated that DR-TA strategy could improve the students’ ability in reading comprehension. The students’ average score increased from 57 in the preliminary study to 64 in Cycle 1 to 73.5 in Cycle 2. The findings of the study also described that this strategy improved the students’ involvement in the teaching and learning process. The students’ involvement was 95.2%. The improvement of the achievement tests and students’ involvement were came about through : (1) activating the students’ prior knowledge before reading through showing pictures and posing questions related to the picture, (2 ) introducing of new /contextual vocabulary, (3) grouping the class, (4) delivering DR-TA worksheet, (5) giving modeling on how to state prediction, (6) asking students to formulate predictions, (7) asking students to discuss the prediction, (8) delivering the text to read, (9) asking students to read the text silently, (10) asking students to underline/highlight sentence from the text that supports or rejects their prediction, (11) asking students to verify their prediction whether it is confirmed or rejected by showing sentences or information provided in the text that support or reject their prediction, (12) evaluating students’ comprehension toward the text through comprehension questions. Based on the research findings, some suggestions are offered. First, for English teachers, they are suggested that they use DR-TA to teach reading. Second, the students can utilize DR-TA strategy independently not only in the classroom but also outside the classroom. It is suggested that future researchers should conduct research using the DR-TA strategy not only to teach narrative text but also other types of text such as recount, descriptive and so forth with different setting and subject and use the results of the present study as reference.

Peningkatan kemampuan membaca permulaan melalui metode pemberian tugas pada anak kelompok B di TK Al-Hidayah 2 Jeblog Talun Kabupaten Blitar / Nanik Wijiatiningsih

 

Kemampuan Membaca Permulaan Metode Pemberian Tugas, TK Penelitian ini berlatar belakang pada rendahnya kemampuan membaca permulaan anak. Hal ini disebabkan karena kegiatan pembelajaran belum melibatkan anak dan anak belum hafal dengan huruf-huruf abjad serta 75% anak di TK Al-Hidayah 2 Jeblog Talun Blitar berasal dari keluarga yang tidak mampu dan perhatian orang tua terhadap pendidikan anak kurang. Penelitian bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan penerapan Metode Pemberian Tugas dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui Anak Usia Dini Kelompok B di TK Al-Hidayah 2 Jeblog Talun Blitar; (2) Mendeskripsikan hasil penerapan Metode Pemberian Tugas untuk Anak Usia Dini kelompok B di TK Al-Hidayah 2 Jeblog Talun Blitar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Kelompok B TK Al-Hidayah Jeblog Talun Blitar dengan subyek sebanyak 17 anak, terdiri dari 9 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tugas memasangkan huruf-huruf pada gambar dengan metode Pemberian Tugas dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada Siklus I dari 76,5% meningkat menjadi 94,1% pada Siklus II. Peningkatan Bahasa anak ditandai dengan mengelompokkan kata-kata yang sejenis pada siklus I mencapai 76,5% meningkat menjadi 88,2% pada siklus II. Peningkatan menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya pada Siklus I mencapai 70,6% meningkat menjadi 88,2% pada Siklus II. Berdasarkan hasil analisa penelitian tersebut di atas dapat disimpulkan : (1) penerapan metode Pemberian Tugas dapat dimanfaatkan untuk Anak TK; (2) penerapan metode Pemberian Tugas dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak TK. Disarankan pada pendidik untuk menerapkan kegiatan memasangkan huruf pada gambar untuk mengembangkan kemampuan membaca permulaan anak TK.

Studi kelayakan proyek penambahan bis patas ditinjau dari aspek keuangan pada PO Akas I Probolinggo
oleh Tjahjo Susilo

 

Pengembangan modul pembelajaran IPA terpadu model siklus belajar 4E untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Tembelang Jombang / Rini Tri Andriani Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, Rini Tri Andriani. 2013. Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Terpadu Model Siklus Belajar 4E untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Tembelang Jombang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S., (II) Dr. Fatchur Rohman, M. Si. Kata Kunci : Modul Pembelajaran, IPA Terpadu, siklus belajar. Pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Tembelang Jombang sudah cukup baik karena beberapa proses pembelajaran di dalam kelas telah berpusat pada siswa, serta sarana dan prasarana yang sudah cukup memadai, untuk memudahkan melakukan kegiatan pembelajaran. Pembelajaran sering dilakukan dengan mengerjakan LKS dengan alasan untuk mempersingkat waktu pembelajaran. LKS yang dimiliki siswa bentuk produknya kurang menarik, berisi kumpulan soal-soal yang tidak bersifat konstruktif, sehingga minat belajar siswa berkurang dan hal ini berdampak pada hasil belajar yang kurang memuaskan. Modul pembelajaran IPA terpadu dapat membantu siswa SMP Negeri 1 Tembelang Jombang kelas VIII dalam mempelajari prinsip, konsep, dan proses pada materi bahan kimia dalam makanan dan sistem pencernaan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa modul pembelajaran IPA terpadu untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tembelang Jombang. Penelitian ini termasuk penelitian Research & Development dengan menggunakan model pengembangan 4-D Thiagarajan, dengan tahapan: 1) Define (penentuan masalah), 2) Design (pemilihan media), 3) Develop (pengembangan produk), dan 4) Disseminate (penyebarluasan produk). Pengembangan modul pembelajaran IPA terpadu ini hanya dilakukan sampai tahap ketiga yaitu Develop. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa skor angket penilaian dari validator, skor angket penilaian modul oleh siswa, dan penilaian hasil belajar siswa; sedangkan data kualitatif berupa saran dan komentar dari validator maupun siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi produk, angket siswa, dan lembar penilaian hasil belajar siswa. Uji coba skala terbatas dilakukan kepada siswa kelas VIII bilingual SMP Negeri 1 Tembelang Jombang yang berjumlah 20 orang. Hasil validasi yang dilakukan oleh ahli pengembangan dan guru memperoleh nilai 89,23% untuk modul guru, 89,31% untuk modul siswa, ahli materi memberikan nilai 89,55%, dan ahli bahasa memberikan nilai 88,12%, dan dari angket siswa memperoleh nilai 93,00%. Data menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan bersifat valid dan tidak perlu untuk direvisi. Berdasarkan data uji coba, rerata nilai tes kognitif siswa secara klasikal adalah 82,83; rerata hasil belajar afektif siswa secara klasikal adalah 83,70% dengan kriteria A, sedangkan rerata nilai hasil belajar psikomotor siswa secara klasikal adalah 82,31 dengan kriteria baik. Pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran IPA terpadu terbukti dapat mengefisiensikan waktu pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran.

Pengaruh promotion mix terhadap minat membeli ulang Tahitian Noni Joice (studi pada pelanggan Tahitian Noni Juice di Kota Malang) / Maulana Revianto

 

Revianto, Maulana. 2014. Pengaruh Promotion Mix terhadap Minat Membeli Ulang Tahitian Noni Juice (Studi pada Konsumen Tahitian Noni Juice di Kota Malang). Skripsi, Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Wayan Jaman Adi Putra, M.Si. dan (II) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata Kunci: Promosi Penjualan, Penjualan Perseorangan, Hubungan Masyarakat, Minat Beli Ulang    Di era yang serba komplek ini manusia dituntut untuk mengikuti tren yang ada, agar tidak cenderung ketinggalan jaman. Gaya hidup tersebut juga mempengaruhi manusia untuk memperhatikan kesehatannya, bagi sebagian orang yang sadar akan kesehatannya mereka lebih memilih mengkonsumsi makanan dan minuman organik. Akibatnya banyak perusahaan-perusahaan besar yang kini bergerak untuk memproduksi makanan dan minuman organik, salah satunya yaitu Tahitian Noni International Inc, dengan produknya Tahitian Noni Juice yang telah dikenal dunia termasuk Indonesia. Dalam pemasarannya di Indonesia Tahitian Noni menerapkan strategi Promotion Mix.    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui 1) keadaan promotion mix (promosi penjualan, penjualan perseorangan, hubungan masyarakat) dan minat beli ulang Tahitian Noni Juice bagi konsumen di Kota Malang; dan 2) besarnya pengaruh promotion mix (promosi penjualan, penjualan perseorangan, hubungan masyarakat) terhadap minat membeli ulang Tahitian Noni Juice bagi konsumen di Kota Malang secara parsial dan simultan.    Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menjawab pernyataan. Instrumen yang digunakan yaitu: 1) kuesioner yang disebarkan secara teknik random sampling pada 150 responden, 2) wawancara pada distributor, dan 3) data sekunder yang diambil dari literatur. Kemudian data dianalisis menggunakan uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda dan uji hipotesis.    Berdasarkan hasil uji parsial pada penelitian ini promosi penjualan (X1) dan penjualan perseorangan (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat membeli ulang. Hanya hubungan masyarakat (X3) saja yang berpengaruh secara signifikan terhadap minat membeli ulang konsumen Tahitian Noni Juice di Kota Malang. Kemudian uji simultan menunjukkan bahwa promotion mix (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang (Y). Dapat disimpulkan bahwa pengaruh promotion mix terhadap minat beli ulang konsumen Tahitian Noni Juice di Kota Malang dinilai sudah baik.    Saran yang dapat diajukan kepada: 1) Tahitian Noni agar menggunakan bauran promosi lainnya yaitu periklanan dan pemasaran langsung agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas, 2) Peneliti selanjutnya yang menggunakan topik yang serupa sebaiknya melakukan penelitian tentang minat membeli ulang melalui pendekatan selain promotion mix.

Efektifitas bimbingan belajar pada prestasi belajar siswa di SPGN Mataram / Jumailiyah

 

Penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SDN Sundil Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah / Muh. Syukri Ghazali

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Inkuiri, Hasil Belajar SDN Sundil terletak di Desa Montong Terep, Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Berdasarkan hasil observasi di kelas IV SDN Sundil dalam pembelajaran IPA, guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dan siswa mendengarkan kemudian mencatat materi yang ditulis dipapan tulis. Kondisi ini membuat siswa menjadi pasif untuk belajar IPA sehingga hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Sundil masih banyak yang memperoleh nilai dibawah standar ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 70,00. Masalah yang ditemukan di kelas IV SDN Sundil antara lain rendahnya hasil belajar dan aktivitas belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran inkuiri dalam upaya meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Sundil. Selain itu juga untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran inkuiri dalam upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN Sundil. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN Sundil yang berjumlah 37 siswa. Pelaksanaan tindakan mulai bulan Juni sampai Juli 2010. Penelitian ini dilaksanakan secara bersiklus dengan mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari empat fase, yaitu perencanaan, pelaksanaan, tindakan dan observasi, refleksi dan revisi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi, hasil belajar dan aktifitas belajar siswa. Data hasil belajar diperoleh melalui hasil tes yang dilakukan di akhir siklus, sedangkan nilai aktivitas belajar siswa diperoleh melalui observasi selama melakukan kegiatan pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran inkuiri. Hasil penelitian menggunakan model pembelajaran inkuiri menunjukkan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Sundil meningkat, sebelum tindakan rata-rata hasil belajara siswa 59,6, pada siklus I pertemuan 1 meningkat menjadi 61,35, siklus I pertemuan 2 sebesar 65, kemudian pada siklus II pertemuan 1 sebesar 70 dan meningkat pada pertemuan ke 2 menjadi 72,2. Aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan, pada siklus I pertemuan I sebesar 7,7 pada pertemuan ke 2 sebesar 7,9. Selanjutnya pada siklus II pertemuan 1 mengalami peningkatan sebesar 8,6 dan pertemuan ke 2 sebesar 9,5. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Sundil, Praya, Lombok Tengah. Namun demikian masih perlu upaya-upaya lebih lanjut untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa di SDN Sundil.

Kecenderungan pola asuh orang tua dan status sosial ekonomi terhadap keterampilan asertif siswa SMA se Kota Malang / Diah Titi Palupi

 

Key Words: Parenting Methods, Economics Social Status, Students’ Asertif Competence The faster the development of information and technology, the more effects brought. They could be both good and bad effects. Teenagers are easily influenced by those effects, particularly senior high students who are unstable. To avoid the bad effects come into the teenagers, they must have an asertive behaviour. The asertive behaviour can be learnt and taught by their parents or a conselor. Based on those problems, a research was held to know the tendency of parenting methods and social economics status toward the students’ asertive competence. The objective of this study was to identify the students’ asertive competence coming from families who apply democracy, authoritative, and permisive parenting and also the students’ asertive competence coming from high, middle, and poor economics level. The design of this study was descriptive quantitative. The subjects of this study were senior high students of Malang which were 170 students. The technique used in this study was cluster sampling. The instruments used to collect the data were parenting methods questionnaire, asertive competence questionnaire, and economics social status. Meanwhile, the technique used to analyze the data was descriptive quantitative using percentage. The resulst of this study were the senior high students of Malang are inclined to have the asertive behaviour. The students who are both educated by using democracy, authoritative, and permisive parenting and come from high, middle, and poor economics level are able to behave asertively. Furthermore, most of senior high students of Malang are educated by using democracy parenting. There are onlly few of them educated by using authoritative and permisive parenting. Most of the students also come from middle economics level. Based on the result of this study, it is suggested: (1) the conselor should do an approach and guide the students in order that they can behave asertively for those who still cannot do and for those who are able to behave asertively, the conselor should motivate them to maintain it. (2) for the further researchers, ths study can be a reference to hold the next research related to parenting methods, social economics status, and students’ asertive competence.

Penggunaan metode bercerita melalui media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak TK kelompok B di TK Dharma Wanita 01 Binangun Kabupaten Blitar / Indrawan Danaviah

 

Keywords: language skills, story telling, media. This research background in the low language skills of children. This is because the learning activities have not given the child to freedom of expression, to express ideas orally and activities that are less fun for children. This study aims to: (1) Describe the application of the method through media images tell the series to improve the language skills of children in group B TK TK Dharma Wanita 01 Binangun, District of Blitar Binangun. (2) Describe the child's increasing proficiency in Group B at TK TK Dharma Wanita 01 Binangun, Binangun district, Blitar regency. This research was carried out in TK Dharma Wanita 01 Binangun, kecamatam Binangun, Blitar regency, on 1 and December 6, 2010. The design of the study design used was a class action with the process cycle. In each cycle consists of several stages, namely planning, execution, observation and reflection. In this study, researchers collaborate with B-grade teacher, Sri Indahwati, A.Ma.Pd. The results showed that the application method of telling through the medium of serial images to increase the ability bebahasa children. In the first cycle of children reach proficiency increased 69.3% to 90.6% in cycle II. Improving the ability of children is marked by the increasing ability to listen to stories, share the experience, telling stories about pictures that are available, as well as sort and telling picture series. It is recommended to educators to apply the method of telling the field of learning language development. In the implementation should consider telling the spatial concept of class and comfort the child during the activity

Efektivitas penggunaan media pandang pada pengajaran menyimak bagi mahasiswa Program Studi Bahasa Arab FPBS IKIP MALANG angkatan 1994/1995 / oleh Muznah

 

Penerapan permainan fantastic card untuk mengembangkan kemampuan berbahasa di RA. Miftahul Ulum Gempol / Nurul Aziza

 

Kata Kunci : Pengembangan Bahasa dengan Media Fatastic Card Penelitian ini berlatar belakang dalam praktek pembelajaran di kelompok B memiliki perbendaharaan kata yang terbatas, kosakata dalam komunikasi melalui suara huruf yang belum berkembang, media pembelajaran yang belum optimal, pembelajaran dilakukan secara metode tanya jawab dan pemberian tugas sehingga kegiatan pembelajaran cenderung membosankan. Adapun ketrampilan dasar pengembangan berbahasa anak usia dini yang terdapat diuraian indikator yang dicapai yaitu berbicara, menyimak, pramembaca, membaca dan pramenulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan bahasa anak melalui penerapan permainan fantastic card. Rancangan permainan melalui media, memberikan kebebasan dalam bereksplorasi melalui lingkungan, terjadi peningkatan pembelajaran dalam proses belajar yang menyenangkan, pemahaman jalannya pembelajaran, menimbulkan pengetahuan yang melekat pada benak anak. Metode yang digunakan dalam penelitian melalui rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model kolaboratif. Penelitian melakukan kolaborasi dengan guru kelas B di RA. Miftahul Ulum mulai dari tahap proses identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pengembangan bahasa, dapat meningkatan pengembangan bahasa di RA. Miftahul Ulum Kejapanan, peningkatan pengembangan bahasa tersebut ditandai dengan : 1) Diterapkannya metode pembelajaran belajar sambil bermain, bermain seraya belajar melalui permainan fantastic card di RA. Miftahul Ulum sesuai dasar yang disusun secara kolaboratif dengan baik, 2) Metode ceramah, guru lebih berkurang karena guru dalam membelajarkan anak, lebih banyak anak langsung praktek, melalui permainan dengan menggunakann media pembelajaran, 3) Pembelajaran lebih terpusat pada anak dan lebih bersifat konstruktif, 4) Penilaian hasil belajar anak lebih komprehensif dan tak hanya melalui pemberian tugas secara tertulis saja, 5) Situasi pembelajaran terasa lebih kondusif. Penerapan permainan fantastic card dapat meningkatkan; aktifitas belajar anak, kreatifitas anak, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, peningkatan interaksi dalam proses pembelajaran, dan pemahaman konsep dalam pembelajaran mudah diingat dan melekat pada benak anak. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bahwa pembelajaran dalam peningkatan pengembangan bahasa hendaknya menggunakan permainan fantastic card. Hasil penelitian ini sangat dimungkinkan dapat diterapkan di kelompok B sekolah lain, jika kondisinya relatif sama atau mirip dengan sekolah yang menjadi latar penelitian ini.

Pengembangan media pembelajaran berbasis softboard sebagai tentor privat pembelajaran fisika SMA pokok bahasan Rotasi Benda Tegar / Ardhian Bayu Kristanto

 

ABSTRAK Kristanto, Ardhian Bayu. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Softboard sebagai Tentor Privat Pembelajaran Fisika SMA Pokok Bahasan Rotasi Benda Tegar. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Widjianto, M.Kom, (II) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si. Kata Kunci: student centered approach, daya tangkap, model 4D, softboard. Tuntutan Kurikulum 2013 terhadap keaktifan siswa terkadang menimbulkan kesulitan pada siswa, terutama di bidang mata pelajaran fisika. Dengan pendekatan student centered approach, memang dimungkinkan siswa menjadi lebih dominan dalam belajar. Namun hal itu ternyata menjadi kendala terhadap beberapa siswa yang memiliki daya tangkap rendah. Masalah yang timbul ketika siswa ingin pintar akademik dan ahli di bidang nonakademik sekaligus sebenarnya adalah tentang efisiensi waktu. Beberapa hal yang menyebabkan efisiensi waktu belajar menurun antara lain karena persiapan, minat belajar yang kurang tertata, serta kurangnya sumber belajar. Siswa butuh sesuatu yang bisa mengajari dan membantu mereka mempersiapkan pengetahuan awalnya. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran berbasis softboard sebagai sarana siswa untuk belajar mandiri secara lebih baik menjadi perlu. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang direkomendasikan oleh Thiagarajan (1974) dalam Wahyuningsih (2013). Instrumen pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Penilaian terhadap produk penelitian dan pengembangan adalah validasi dan uji coba terbatas untuk mengetahui kualitas produk oleh pengguna. Data hasil penilaian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan penilaian pada angket validator dan subjek uji coba terbatas dengan skala Likert. Data kualitatif diperoleh dari komentar dan saran validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk termasuk dalam kriteria baik, namun masih perlu adanya revisi. Berdasarkan data kualitatif, produk telah direvisi secara sempurna sesuai dengan komentar dan saran, baik dari pembimbing maupun validator. Produk pengembangan perlu ditindaklanjuti dengan uji coba lebih luas untuk mengetahui efektifitas penggunaan produk yang telah direvisi secara tuntas.

Analisis pengaruh nilai tukar rupiah dan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia / Lilis R. Doloksaribu

 

ABSTRAK Doloksaribu, LilisRomauli. 2015. AnalisisPengaruhNilaiTukardanEksporterhadapPertumbuhanEkonomi di Indonesia.Skripsi, JurusanEKonomi Pembangunan, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. SugengHadiUtomo, M.Ec, (II) Dr. Farida Rahmawati,S.E., M.E. Kata Kunci: NilaiTukar, Ekspor, PertumbuhanEkonomi Pertumbuhanekonomidapatdikategorikansebagaisalahsatuindikatorkesejahteraansuatunegara.Apabilapertumbuhanekonominegaratersebutbaikmakanegaratersebutdapatdikatakansejahtera.Pertumbuhanekonomidapatbernilaipositifmaupunnegatif.Jikapadasuatuperiodeperekonomianmengalamipertumbuhanpositif, berartikegiatanproduksibarangdanjasanegaratersebutmengalamipeningkatan.Sedangkanjikapadasuatuperiodeperekonomianmengalamipertumbuhannegatif, berartikegiatanproduksibarangdanjasanegaratersebutmengalamipenurunan. Nilaitukarmerupakansalahsatufaktor yang mendasarikegiatanproduksibarangdanjasa, danpadahakekatnyamerupakanfaktor yang mempengaruhipertumbuhanekonomi.Selainnilaitukar, eksporjugamemilkifungsipentingkarenadenganadanyaekspormakanegaradapatmemperolehpendapatandaridevisa, yang padaakhirnyamenaikkanjumlah output danlajupertumbuhanekonomi. Penelitianiniberjudul “AnalisisPengaruhNilaiTukardanEksporterhadapPertumbuhanEkonomi”.PenelitianinibertujuanuntukmenganalisispengaruhdariNilaiTukarterhadapPertumbuhanEkonomi, danEksporterhadapPertumbuhanEkonomi.Untukmengetahuifokuspenelitianini, makapenelitimerumuskanmasalahsebagaiberikut, (1) Bagaimanapengaruhnilaitukarterhadappertumbuhanekonomi? (2) Bagaimanapengaruheksporterhadappertumbuhanekonomi? Penelitianinimenggunakanmetodedeskriptifkuantitatifdengananalisis linier bergandamenggunakanalatanalisis SPSS 21. Hasilanalisa data menunjukkanbahwanilaitukarberpengaruhterhadapPertumbuhanEkonomi Indonesia, daneksporberpengaruhterhadapPertumbuhanEkonomi Indonesia, sehinggadapatdisimpulkansecarasimultankeduanyabaiknilaitukardaneksporberpengaruhterhadappertumbuhanekonomi. Berdasarkanhasilpenelitiantersebut, saran yang dapatdiajukandalampenelitianiniantaralain, pemerintahdiharapkanmenjagakestabilannilai rupiah danmeningkatkaneksporgunameningkatkanpertumbuhanekonomi di Indonesia.

Perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization dengan metode ceramah bermakna terhadap hasil belajar TIK siswa kelas XI SMA Negeri 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan / Anita Nurmayati

 

Kata Kunci : hasil belajar, model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization, Web Browser dan Search Engine Model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization merupakan salah satu bentuk tipe pembelajaran yang mendorong siswa untuk belajar aktif dan lebih memahami konsep, karena Team Assisted Individualization mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan invidual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dan metode ceramah bermakna dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaraan kooperatif tipe Team Assisted Individualization dengan siswa yang diajar menggunakan metode ceramah bermakna pada mata pelajaran TIK di kelas XI SMA Negeri 1 Purwosari. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan Quasi Experimental Design dengan pemilihan kelompok yang tidak diacak, sampel yang digunakan adalah dua kelas yaitu kelas XI-IA 4 sebagai kelompok eksperimen (kelompok yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization) dan kelas XI-IA 5 sebagai kelompok kontrol (kelompok yang diajar menggunakan metode ceramah bermakna). Instrumen yang digunakan yaitu: instrumen pembelajaran dan instrumen pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS. Analisis statistik kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan hasil belajar siswa yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan uji-t dua pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dengan siswa yang diajar dengan metode ceramah bermakna. Hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan metode ceramah bermakna. Untuk hasil belajar siswa, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (84,02) lebih tinggi dari kelas kontrol (80,4) dengan selisih sebesar 3,62 poin. Sehingga disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi "Menggunakan Web Browser untuk Memperoleh, Menyimpan, dan Mencetak Informasi" secara efektif.

Pengembangan bahan ajar pembelajaran teks eksposisi kelas X SMA/SMK / Munic Talova Bhakti

 

ABSTRAK Bhakti, Munic Talova. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Teks Eksposisi Kelas X SMA/SMK. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd, ( II) Dewi Pusposari, M.Pd. Kata Kunci: bahan ajar, pembelajaran berbasis teks, teks eksposisi Teks eksposisi adalah teks yang ditulis dengan cara memaparkan gagasan penulis terhadap suatu masalah yang diperkuat dengan argumen-argumen berupa fakta, teori, pendapat ahli, maupun hasil penelitian. Memahami, memproduksi, dan menyunting teks eksposisi merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik pada Kurikulum 2013. Pembelajaran menulis menjadi momok bagi sebagian peserta didik. Hal ini menjadi hambatan internal. Sementara itu, penggunaan bahan ajar yang kurang menarik dan keterbatasan sajian materi dalam pembelajaran menulis teks eksposisi menjadi hambatan eksternal sehingga peserta didik merasa kesulitan dalam mencapai kompetensi dasar tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan ajar yang dapat mengatasi hambatan dan mendukung ketercapaian kompetensi dasar tertentu. Tujuan umum penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa LKS pembelajaran teks eksposisi yang memiliki kelayakan isi, bahasa, sistematika, dan tampilan. Adapun tujuan khusus penelitian tesebut (1) mendeskripsikan rancangan produk awal bahan ajar, (2) mendeskripsikan hasil uji produk bahan ajar, dan (3) mendeskripsikan revisi produk bahan ajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Desain penelitian ini mengadaptasi desain penelitian pengembangan Borg dan Gall (1983). Adaptasi dilakukan menjadi delapan tahap, yaitu (1) tahap analisis kebutuhan, (2) studi pendahuluan, (3) perancangan produk awal, (4) uji validasi, (5) uji lapangan, (6) revisi tahap awal, (7) uji coba terbatas, dan (8) revisi produk akhir. Wujud data penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa tuturan hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia, catatan komentar dan saran perbaikan dari ahli bahan ajar, ahli pembelajaran bahasa Indonesia, praktisi, dan siswa. Data kuantitatif berupa skor angket yang diperoleh dari ahli bahan ajar, ahli pembelajaran bahasa Indonesia, praktisi, dan siswa serta skor siswa dalam mengerjakan tugas. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi pedoman wawancara dan angket penilaian. Hasil uji produk bahan ajar oleh ahli bahan ajar mendapat persentase kelayakan aspek isi sebesar 94,2%, aspek bahasa 87,5%, aspek penyajian sebesar 95,4%, dan aspek tampilan sebesar 93,3%. Rerata kelayakan sebesar 92,4% dengan kualifikasi sangat layak dan dapat diimplementasikan. Ahli bahan ajar memberi komentar dan saran perlunya (a) penambahan konsep teks eksposisi oleh pendapat lain, (b) penggunaan bahasa harus benar-benar sesuai dengan EYD, dan (c) warna sampul harus lebih dicerahkan lagi. Hasil uji produk bahan ajar oleh ahli pembelajaran bahasa Indonesia mendapat persentase kelayakan pada aspek isi sebesar 81,9%, aspek bahasa sebesar 93,7%, aspek sistematika penyajian sebesar 93,7%, dan aspek tampilan sebesar 92,8%. Rerata kelayakanan sebesar 87,8% dengan kualifikasi sangat layak dan dapat diimplementasikan. Ahli pembelajaran bahasa Indonesia memberi komentar dan saran perbaikan yaitu (a) paparan teori teks eksposisi perlu direvisi, (b) latihan isi perlu diperbanyak dan divariasikan, (c) pemfokusan kompetensi dasar menyunting pada aspek bahasa, (d) pembatasan teori, (e) pemanfaatan sumber belajar, dan (f) penyederhanaan kombinasi warna. Hasil uji produk bahan ajar oleh praktisi mendapat persentase kelayakan pada aspek isi sebesar 86,1%, aspek bahasa sebesar 87,5%, aspek sistematika penyajian sebesar 87,5%, dan aspek tampilan sebesar 85,7%. Rerata kelayakan sebesar 86,5% dengan kualifikasi sangat layak dan dapat diimplementasikan. Praktisi memberi komentar dan saran perlunya (a) pemberian soal objektif, (b) penggunaan kata sapa untuk siswa, dan (c) penyajian gambar konkret, bukan ilustrasi kartun, dan pembatasan hiasan yang terlalu banyak. Hasil uji produk bahan ajar oleh siswa mendapat persentase kelayakan pada aspek isi sebesar 88,4%, aspek bahasa sebesar 88,3%, aspek sistematika penyajian sebesar 92,9%, dan aspek tampilan sebesar 92,5%. Persentase keseluruhan sebesar 91,2% dengan kualifikasi sangat layak dan dapat diimplementasikan. Hasil pengembangan bahan ajar dari aspek isi menghasilkan kesesuaian, kelengkapan, dan kedalaman materi, contoh, serta latihan yang meliputi kompetensi dasar memahami, memproduksi, dan menyunting teks eksposisi. Bahan ajar dari aspek bahasa menghasilkan bahasa yang komunikatif, logis, dan sesuai dengan EYD. Bahan ajar dari aspek sistematika penyajian menghasilkan sistematika penyajian yang terstruktur dan konsisten. Sitematika penyajian LKS terdiri atas (a) pendahuluan yang meliputi sampul dalam, identitas LKS, kata pengantar, daftar isi, dan petunjuk penggunaan, (b) isi meliputi Unit 1, Unit 2, dan Unit 3 yang terdiri atas materi singkat, contoh, latihan kelompok, dan tugas individu, (c) penutup yang meliputi rangkuman dan daftar rujukan. Bahan ajar dari aspek tampilan ukuran, desain sampul, dan desain isi LKS yang menarik serta menumbuhkan minat siswa untuk mempelajarinya. Penyebarluasan produk bahan ajar dilakukan dengan tiga cara. Pertama, disajikan dalam seminar ke sesama mahasiswa. Kedua, artikel hasil penelitian didiseminasikan melalui majalah online. Ketiga, produk ini dapat digunakan di sekolah menengah yang telah menerapkan Kurikulum 2013 yang membutuhkan LKS.

Pengaruh efektifitas pembelajaran KKPI pada pokok bahasan mengoperasikan operasi graphics user interface dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif peta konsep dan model pembelajaran CTL ( Contextual Teaching and Learning) kelas X di SMK Negeri 1 Singosari Malang

 

Kata Kunci: efektifitas pembelajaran, pembelajaran kooperatif peta konsep, CTL (Contextual Teaching and Learning). Dalam menunjang efektifitas KKPI, pembelajaran haruslah berusaha untuk dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Efektifitas KKPI juga memiliki pengaruh atau akibat yang ditimbulkan, tetapi dalam hal ini efektifitas KKPI yang baik adalah dampak dari belajar KKPI, baik itu adalah hasil belajar yang memuaskan ataupun merupakan keberhasilan dari suatu usaha atau tindakan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat menunjang efektifitas pembelajaran KKPI adalah kooperatif peta konsep dan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) dimana kedua metode pembelajaran dapat membuat siswa lebih aktif dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemampuan akhir/hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif peta konsep, (2) mendeskripsikan kemampuan akhir/hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning), (3) mendeskripsikan pengaruh efektifitas pembelajaran KKPI pada pokok bahasan mengoperasikan operasi sistem graphics user interface dengan menggunakan metode kooperatif peta konsep dan model pembelajaran CTL. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu (quasy experimental design ) dengan pre tes dan pos tes non equivalent control group design, dan jenis penelitiannya yaitu kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMKN 1 Singosari Malang semester satu tahun ajaran 2010/2011. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu kelas X TKB 1 sebagai kelas kontrol dan kelas X TKB 2 sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling (pertimbangan tertentu). Instrumen penelitian ini yaitu instrumen perlakuan dan pengukuran. Instrumen perlakuan berupa perangkat pembelajaran. Instrumen pengukuran berupa instrumen tes dan lembar observasi. Analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dari hasil rata-rata tes awal dengan tes rata-rata akhir dimana kelas eksperimen meningkat dari 65,25 menjadi 76,73 atau sebesar 17,6% dan kelas kontrol meningkat dari 62,03 menjadi 75,50 atau sebesar 21,7%. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk kelas eksperimen sebesar 76,40% dan kelas kontrol sebesar 80,15%. Sehingga disimpulkan bahwa penerapan metode kooperatif peta konsep dan model pembelajaran CTL berpengaruh terhadap efektifitas pembelajaran KKPI.

Redesain kemasan minuman Sari Cincau "Segaaarin" UKM Argomulyo Ponorogo sebagai strategi promosi / Amanda Keniedya Manggala

 

ABSTRAK Manggala, Amanda K., Desain Kemasan Sebagai Strategi PromosiMinuman Sari Cincau “Segaaarin” UKM Argomulyo Ponorogo. Skripsi, S1 DKV, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) : Drs. Pujiyanto, M.Sn. (2) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn., M.Sn. Kata kunci : Desain Kemasan, Strategi Promosi, UKM Argomulyo Janggelan atau cincau hitammerupakan bahan makanan sejenis rumput-rumputan yang tumbuh subur di daerah Ponorogo. Janggelan tersebut dapat diolah menjadi minuman segar seperti yang dilakukan oleh UKM Argomulyo. UKM tersebut mengolah janggelan menjadi minuman sari cincau hitam dengan merek “Segaaarin”. Minuman yang tergolong baru di daerah Ponorogo tersebut dikemas dalam kemasan yang sederhana. Namun produk minuman cincau kemasan tersebut belum dikenal secara luas. Sehingga untuk mengenalkan kepada msyarakat dan meningkatkan daya saing di pasaran diperlukan desain ulang kemasan minuman sari cincau “Segaaarin”. Model perancangan yang digunakan ialah menggunakan model perancangan dari Sadjiman Ebdi Sanyoto. Prosedur perancangan berisi tentang pengumpulan data, analisis data, dan konsep desain. Proses pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis data yang digunakan ialah menggunakan analisis SWOT. Desain kemasan yang dirancang bertema alami dan sehat. Sedangkan gaya desain yang digunakan adalah desain flatagar terkesan modern. Label, desain kemasan primer, desain kemasan sekunder, dan kemasan tersier merupakan hasil rancangan sebagai media utama yang digunakan untuk melakukan promosi. Sedangkan media pendukung yang perancang buat adalah, poster dan x-banner. Adanya kemasan yang baru dapat meningkatkan promosi minuman sari cincau “Segaaarin” dan masyarakat Ponorogo lebih mengenal minuman tersebut sebagai minuman khas Ponorogo.  

Analisis kesesuaian petunjuk praktikum biologi kelas VIII SMP Se-kota Malang berdasarkan metode inkuiri terbimbing / Ma'firotul Fitriana

 

Fitriana, Ma’firotul. 2014. Analisis Kesesuaian Petunjuk Praktikum Biologi Kelas VIII SMP Se-Kota Malang Berdasarkan Metode Inkuiri Terbimbing. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sarwono, M.Pd, (II) Dr. Murni Saptasari, M.Si. Kata Kunci: analisis petunjuk praktikum, inkuiri terbimbing. Pembelajaran biologi merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (IPA) yang tidak dapat terlepas dari kegiatan praktikum. Pelaksanaan kegiatan praktikum perlu adanya petunjuk praktikum, guna membantu guru mempersiapkan kegiatan praktikum yang akan dilakukan dan membantu siswa melaksanakan praktikum, sehingga siswa menjadi lebih aktif dan dapat mengembangkan kemampuan mencari tahu (inkuiri) dengan mengacu pada metode inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian Petunjuk Praktikum Biologi kelas VIII dengan komponen petunjuk praktikum yang sesuai dengan inkuiri terbimbing dan mengetahui persentase topik praktikum biologi kelas VIII yang dilakukan di SMP se-kota Malang berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Petunjuk Praktikum Biologi kelas VIII yang digunakan di SMP se-kota Malang sesuai dengan metode inkuiri terbimbing dengan persentase kesesuaian sebesar 71,52%. Persentase praktikum biologi kelas VIII yang dilakukan di SMP se-kota Malang adalah 40% termasuk kriteria tidak baik berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006. Saran yang diberikan pada penelitian ini adalah Petunjuk Praktikum Biologi yang digunakan hendaknya diperbaiki dan disempurnakan lagi mengacu pada metode inkuiri terbimbing sesuai dengan penerapan kurikulum 2013 yang disusun dalam bentuk satu buku petunjuk praktikum.

Identifikasi keterbukaan diri siswa kelas X di SMA Negeri 3 Malang melalui analisis otobiografi / Eva Ratna Kusuma Dewi

 

Kata kunci: Keterbukaan diri siswa, Otobiografi. Keterbukaan diri adalah membeberkan informasi yang diberikan kepada orang lain, baik informasi umum maupun khusus. Informasi diri ini dapat berkaitan dengan ide, pemikiran, sikap, minat, pekerjaan, pendidikan, kepribadian dan fisik kepada orang lain. Sesuai dengan unsur-unsur keterbukaan diri yang dikemukakan oleh Lazarus dalam teorinya BASIC ID yaitu bagaimana individu mengungkapkan tentang behavior (perilaku), affection (perasaan), sensation (sensasi), imagery (khayalan), cognitive (pikiran), interpersonal relationship (hubungan interpersonal), dan drug (obat) kepada orang lain dengan tujuan agar orang lain dapat mengenal kita. Untuk bantuan pemahaman diri mengenai keterbukaan diri siswa dapat digunakan instrumen bimbingan konseling. Salah satu instrumen yang dapat digunakan yaitu otobiografi Tujuan penelitian adalah untuk: (1) Mendeskripsikan variasi unsur-unsur keterbukaan diri yang terdapat dalam otobiografi (2). Mendeskripsikan variasi unsur-unsur keterbukaan dalam otobiografi berdasarkan jenis kelamin. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA N 3 Malang. Subyek penelitian adalah 10 siswa kelas X yaitu kelas X2. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan otobiografi instrumen analisis yang digunakan dikembangakan dari tujuh premis utama kepribadian manusi menurut Lazarus yaitu BASIC ID yaitu behavior (perilaku), affection (perasaan), sensation (sensasi), imagine (khayalan), cognitive (pikiran), interpersonal relationship (hubungan interpersonal), dan drug (obat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Variasi sebaran unsur-unsur keterbukaan diri siswa berdasarkan teori BASIC ID Arnold A. Lazarus dari ketujuh unsur, siswa mengungkapkan enam unsur dalam otobiografinya yaitu affection, cognitive, behavior, interpersonal relationship, imagery, dan drug sedangkan pada unsur atau kategori sensation dari sepuluh siswa tidak ada yang mengungkapkan mengenai sensasi panca indera mereka; 2) Variasi sebaran unsur-unsur keterbukaan diri siswa dalam otobiografi berdasarkan aspek jenis kelamin menunjukkan, pada siswa laki-laki siswa terbuka pada kategori affection, imagery,dan interpersonal relationship. Sedangkan pada siswi perempuan terbuka pada affection, behavior dan cognitive. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyarankan kepada berbagai pihak: 1) Konselor : Dari hasil penelitian yang diperoleh, hendaknya konselor lebih mengoptimalkan penggunaan instrumen dalam bimbingan dan konseling untuk memahami bagaimana karakteristik siswa secara menyeluruh, selain itu hasil dari data otobiografi dapat digunakan sebagai data awal dalam layanan konseling. Data dari analisis otobiografi dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam membantu masalah siswa. Dengan demikian konselor akan memahami siswa secara bagian-bagian namun secara menyeluruh tentang diri siswa, 2) Peneliti lain: hendaknya mengembangkan metode yang digunakan misalnya menggunakan metode kualitatif atau blanded methode yaitu kualitatif dan kuantitaif, variabel yang akan diidentifikasi misalnya konsep diri untuk digunakan dalam penelitian lebih lanjut.

Desain buku esai fotografi bangunan De Stijl Kota Malang / Adam Basyir Wicaksono

 

ABSTRAK Wicaksono, Adam Basyir.2015. Desain Buku Esai Fotografi Bangunan De Stijl Kota Malang. Jurusan Seni dan Desain. Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Drs. Pujiyanto, M.Sn. Pembimbing II: Andreas Syah Pahlevi, S.Sn. M.Sn. Kata kunci : Buku, Esai Fotografi, Bangunan De Stijl, Kota Malang Kota Malang Sebagai kota yang berkembang dari cikal bakal Kota Kolonial Balanda, Malang mempunyai nilai historis dan arsitektur yang dapat menjadi bukti dari perkembangan kota dan arsitektur dari masa kolonial sebagai hasil dari adanya budaya indies. Oleh sebab itu, hendaknya peninggalan arsitektur kolonial di kota Malang tetap dijaga dan dilestarikan karena selain memiliki nilai historis yang tinggi juga dapat diangkat sebagai karakter spesifik kawasan kota Malang tersebut. Kota Malang memiliki berbagai macam bangunan peninggalan belanda, terutama yang terdapat pada bangunan De Stijl. Secara umum, De Stijl mempunyai karakter yang menonjolkan kesederhanaan dan abstraksi pokok, baik dalam segi arsitektur, lukisan dan fasion dengan hanya menggunakan garis lurus horisontal dan vertikal dan bentuk-bentuk persegi panjang. Selanjutnya, dari segi warna De Stijl memiliki karakter warna yang terbatas yaitu warna merah, kuning, dan biru, dan tiga nilai utama, hitam, putih, dan abu-abu. ini menghindari keseimbangan simetri dan mencapai keseimbangan estetis dengan menggunakan oposisi. Berdasar Uraian yang dipaparkan tersebut mengangkat sebuah permasalahan sebagai berikut : Bagaimana cara untuk memperkenalkan bangunan De Stijl dalam bentuk buku esai fotografi yang ditujukan kepada masyarakat agar masyarakat lebih mengetahui tentang bangunan peninggalan jaman Kolonial Belanda terutama bangunan De Stijl Kota Malang. Ada beberapa tahapan yang harus di lakukan perancang yaitu dimulai dari proses latar belakang permasalahan di lapangan dilanjutkan dengan penyusunan masalah dan tujuan perancangan setelah itu perancang melakukan analisis data membuat konsep perancangan, alternative desain, final desain dan aplikasi desain. Perancang menarik kesimpulan desain buku esai fotografi yang akan dibuat membutuhkan sebuah konsep yang unik dan kreatif dalam pengaplikasiannya kedalam media yang tepat. Buku esai fotografi berjudul “Desain Buku Esai Fotografi Bangunan De Stijl Kota Malang” merupakan media utama dalam perancangan yang di buat, serta dengan beberapa media pendukung seperti poster, x-banner, mini x-banner dan kalender meja.

Perencanaan konstruksi baja gedung perkantoran / oleh Afandi

 

Penggunaan model clis untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Karangbesuki 4 kota malang / Femmy Ludrian Afrinda

 

Kata Kunci: CLIS, Pembelajaran, IPA Peneliti melakukan observasi awal dengan melihat langsung pembelajaran IPA yang dilakukan guru kelas IV SDN Karangbesuki 4 Kota Malang. Dari hasil observasi dan wawancara dengan guru, peneliti menemukan kelemahan dari pembelajaran yang dilakukan oleh guru yaitu: (1) pembelajaran yang dilakukan guru kurang variatif, dan (2) siswa pasif dalam pembelajaran. Kelemahan tersebut menyebabkan nilai rata-rata hasil evaluasi mata pelajaran IPA yaitu 63,03. Tiga sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini berdasarkan rumusan masalah yaitu (1) Mendeskripsikan penerapan model CLIS dalam meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Karangbesuki 4 Kota Malang, (2) Mendeskripsikan aktivitas belajar IPA siswa kelas IV SDN Karangbesuki 4 Kota Malang melalui model CLIS, (3) Mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Karangbesuki 4 Kota Malang melalui model CLIS. Penelitian ini difokuskan pada peningkatan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Karangbesuki 4 Kota Malang melalui model Children’s Learning in Science (CLIS). Metode penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas dengan menggunakan alur penelitian Kemmis dan MC. Taggart (dalam Susilo:2009). Tahapan dalam setiap siklusnya terdiri atas: planning-perencanaan, acting-tindakan, observing-observasi atau pengamatan, reflecting-refleksi. Teknik pengumpulan data yang disajikan berupa data observasi, tes dan dokumentasi. Penelitian telah dilaksanakan sesuai rancangan penelitian. Dalam pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Karangbesuki 4 Kota Malang, guru telah menggunakan model CLIS. Kemampuan guru dalam pembelajaran melalui model CLIS juga semakin meningkat dari tiap pertemuan pada masing-masing siklus. Berdasarkan hasil observasi kemampuan guru pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 75,75. Sedangkan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 88,25. Pembelajaran dengan menggunakan model CLIS dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata aktivitas belajar siswa yaitu 40,06 meningkat menjadi 58,96 pada siklus II. Pembelajaran dengan menggunakan model CLIS juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I diperoleh rata-rata nilai evaluasi siswa yaitu 68,76 meningkat menjadi 76,29 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan dapat disimpulkan bahwa model CLIS dapat meningkatkan pembelajaran IPA selain itu juga meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN Karangbesuki 4 Kota Malang serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Karangbesuki 4 Kota Malang kompetensi dasar ”menjelaskan hubungan antara sifat bahan dan kegunaannya”.

Pengaruh penggunaan media video fenomena alam terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi kompleks siswa kelas XI SMA Negeri 7 Malang / Sella Budiarty

 

ABSTRAK Budiarty, Sella. 2015. Pengaruh Penggunaan Media Video Fenomena Alam terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Kompleks Siswa Kelas XI SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd, (II) Musthofa Kamal, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Media video fenomena alam, kemampuan menulis, teks eksplanasi kompleks. Teks eksplanasi kompleks merupakan teks yang bertujuan untuk menginformasikan kepada pembaca mengenai proses terjadinya suatu peristiwa. Bagi siswa, menulis teks eksplanasi kompleks bukanlah hal yang mudah karena siswa harus benar-benar paham terlebih dahulu mengenai proses terjadi atau terbentuknya suatu peristiwa. Oleh karena itu, diperlukan adanya media yang menarik dan dapat merangsang siswa untuk menulis teks eksplanasi kompleks. Salah satu media yang dianggap sesuai yaitu media video fenomena alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video fenomena alam terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi kompleks, baik secara keseluruhan maupun dari aspek struktur, isi, dan ciri bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 7 Malang dan sebagai sampelnya yaitu kelas XI-MIA 2 dan kelas XI-MIA 4. Kelas XI-MIA 2 sebagai kelompok kontrol dan kelas XI-MIA 4 sebagai kelompok eksperimen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes yang berupa perintah dan petunjuk menulis teks ekspalanasi kompleks beserta rubrik penyekorannya. Sumber data yang digunakan adalah hasil karangan teks eksplanasi kompleks dari siswa. Data penelitian ini berupa skor kemampuan menulis teks eksplanasi kompleks secara keseluruhan maupun dari aspek struktur, isi, dan ciri bahasa. Data tersebut diperoleh melalui langkah-langkah pengumpulan data yang berupa pelaksanaan pretes dan postes. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik dengan bantuan program SPSS 16,0 for Windows dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan media video fenomena alam terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi kompleks, baik secara keseluruhan maupun pada aspek struktur, isi, dan ciri bahasa. Berdasarkan hasil penelitain tersebut, dikemukakan dua saran yakni sebagai berikut. Pertama, bagi guru Bahasa Indonesia diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan untuk menggunakan media video fenomena alam dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi kompleks. Kedua, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan dalam mengadakan penelitian sejenis pada aspek lain dan diharapkan pula dapat mengadakan penelitian sejenis yang kemudian dikembangkan menjadi penelitian pengembangan.

Perilaku masyarakat dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia (public behavior of Indonesian independent day celebration) (studi kasus di Kota Batu) / Monyca Rachmawati

 

Kata Kunci : Perilaku Masyarakat, Peringatan, Ulang Tahun Perilaku masyarakat yang mengalami perkembangan merupakan salah satu faktor pengaruh dalam masyarakat untuk mengalami perubahan dalam melaksanakan tradisi peringatan hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku masyarakat dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, dan diharapkan dapat digunakan dalam memahami semangat memperingati hari kemerdekaan yang dilaksanakan setiap bulan Agustus. Perilaku masyarakat yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari kajian pustaka dan observasi secara langsung. Dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan tujuan yang bermanfaat yang mana seperti untuk mengetahui prosesi peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia di kota Batu, untuk mengetahui motif yang mendasari perilaku masyarakat kota Batu dalam memperingati hari ulang tahun kemerdrekaan Republik Indonesia, untuk mengetahui faktor-faktor pendukung di dalam prosesi peringatan hari ulang tahun kemerdekaan dan juga untuk mengetahui mengenai gagasan-gagasan yang diberikan oleh masyarakat kota Batu dalam upaya pelestarian peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Penelitian ini dilakukan di kota Batu dan Dinas Pariwisata kota Batu, tanggal 02 Agustus sampai 31 November 2009. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku masyarakat berpengaruh terhadap perubahan kegiatan dalam melaksanakan tradisi perayaan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Dimana di dalam penelitian ini menyebutkan tentang prosesi peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia yang terdapat berbagai macam kegiatan berupa kesenian yang dsajikan dengan menarik oleh warga masyarakat kota Batu, motif yang mendasari perilaku masyarakat dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia antara lain dengan adanya semangat dari warga kota Batu dan dengan dijadikannya Batu sebagai kota pariwisata, faktor-faktor pendukung dari masyarakat kota Batu yang mana seperti dengan kemeriahan pesta rakyat yang berasal dari luar negeri dan trend dalam perayaan atau setiap event, adanya gagasan yang berguna untuk melestarikan perayaan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia oleh masyarakat kota Batu yang dikembangkan lagi oleh Dinas Pariwisata kota Batu. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut, misalnya pengaruh lain yang mendasari perubahan tradisinya dan budaya baru yang muncul dalam perayaan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Branding Geti "Maspuri Asli" pada sesain kemasan dan implikasinya / Syifa Maulana Yusro

 

ABSTRAK Yusro, SyifaMaulana. 2015. Branding Geti “MaspuriAsli” MelaluiDesainKemasandanImplikasinya. Program StudiDesainkomunikasi visual, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (1) Drs. Pujiyanto, M.Sn. (2) Moh. Sigit, S.Sn. Kata Kunci:Branding, desain, kemasan, getimaspuriasli, Blitar Geti “MaspuriAsli” adalah camilankhasBlitar, berbahandasarkacangtanah, gulamerah, danwijen.Produkgetidenganmerek “MaspuriAsli” diproduksi UD MaspuriAsliterletak di kecamatanKademangan, kabupatenBlitar. Proses pembuatannya yaitu dengan mencampur seluruh bahan kedalam wadah yang kemudian diaduk secara merata, namun geti “Maspuri Asli” mengovenkacangterlebihdahulusehinggageti “MaspuriAsli” memilikicita rasa yang khasdibandingkandenganprodukgetisejenis. Banyaknyapersaingan produksi camilan geti menjadikan produk geti sebagai komoditas camilan yang berdampak pada harga yang semakin kompetitif. Metodeperancangan yang dipakaiadalahperancanganproseduralyangmenerangkanlangkah-langkah yang dilakukanuntukmenghasilkanproduk, diawalidaripenulisanlatarbelakang, pengidentifikasiantujuan, dilanjutkandenganpengumpulandata, perancangankonsephinggapembuatankarya final.Data yang menjadiacuanadalah data-data yang bersumberdarihasilsurvei, wawancara, danbuku-bukuliteratur. Kesimpulandariperancanganiniadalahsebuah inovasi brand product dan brand name geti “Maspuri Asli” pada kemasan yang merupakan representasi dari produk camilan geti khas Blitar. Konsep Branding dianalisa berdasarkan dampak positif dengan acuan teori desain komunikasi visual sebagai media promosi.

Improving the speaking skill of the eleventh grade students of MA Model Zainul Hasan Genggong Probolinggo using drama technique / Endang Kurniati

 

Thesis. Graduate program in English Language Teaching, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Arwijati W. Murdibjono, M.Pd., Dip. TESL (II) Prof. Kasihani K.E. Suyanto, M.A., Ph.D Key words: drama, narrative text, speaking skill. Some problems were found related to the English instructional activities in MA Model Zainul Hasan Genggong: (1) The students had low speaking ability, (2) the students had low self confidence in speaking, and (3) the teacher still used monotonous and inappropriate teaching techniques. Therefore, the researcher was greatly motivated to overcome the three problems by implementing drama technique in teaching speaking. This research is intended to describe how drama technique can improve the speaking skill of the eleventh grade students of MA Model Zainul Hasan Genggong. The researcher employed collaborative classroom action research design, in which the researcher was assisted by a collaborative teacher (a colleague) in conducting the study. The research was conducted in a class that consisted of eighteen students, all of the students whom were male taken as the subjects of the study. The procedure of the research consisted of four main steps: planning, implementation, observation and reflection. To collect the data, the researcher used observation checklists and field notes as instruments. The drama procedures implemented by the researcher in this study consisted of 7 steps: (1) Immersion; in this step the teacher asks the students to reread the story, (2) warming-up; in this step the students are given the time to practice their fluency, grammatical accuracy, pronunciation, vocabulary, and facial expression, (3) choosing critical moment; in this step the teacher asks the students to choose the moment of the story which is possible to be performed, (4) segmenting the situation; in this step the students take role of the characters in the scene, (5) dramatizing the scene; this step is the main activity where the students perform the drama in front of their friends, (6) giving side-coach; is the time for the teacher to give suggestion related to the students performance and (7) doing reflection; this is the time for the students to give their impression and input. The finding of this research showed that the students’ skill in speaking improved from one cycle to the following cycle. In Cycle 1, about 55.5% of the students met the criteria of success of the speaking performance and 55.5% of the students met the criteria of success of self confidence. In Cycle 2, about 77.7% of the students met the criteria of success of the speaking performance and 83.3% of the students met the criteria of success of self confidence so that it was concluded that the students gradually had met the criteria set by the researcher. The writer really hopes that the findings of the study can give practical contribution to another English teachers and future researchers. For the teachers; the finding of this study is hopefully useful to enrich their technique to be applied in their classroom. For the future researchers; the finding of this study is expected to be a relevant reference dealing with the implementation of the same technique in their research.

Improving reding comprehension of the eleventh grade students of MA Al-Anwar Sumenep through SQ3R strategy / Shokhikhatul Khasanah

 

Thesis,English Language Teaching. Graduate Program State University of Malang. Advisors; (I) Prof.H. Ali Saukah, MA., Ph.D., (II) Dr. Enny Irawati, M.Pd. Key words: Reading Comprehension, SQ3R Strategy From the preliminary study at MA Al-Anwar Sumenep , it was found that the reading comprehension ability of the students was unsatisfactory. The insufficient ability of the students might be caused by several factors. First, students have difficulty in understanding organization and general content of the text. Secondly, students were not accustomed in doing prediction before reading. Thirdly, students were not accustomed in making report and summary after reading the text. The last, majority of the students did not actively involve in the discussion during instructional process and they frequently waited for the teachers’ explanation. These facts were worsened by the teacher who did not employ an appropriate strategy to teach reading. Mostly, they utilized conventional teaching strategy in which they still became the center of the teaching learning process and the students became passive because they relied much on the teacher's explanation. Dealing with this condition, an appropriate strategy was needed to improve the reading comprehension ability of the students. Accordingly, SQ3R is a systematic strategy to help students comprehend text effectively which steps include Survey, Question, Read, Recite, and Review which was applied in this study. This study was conducted to improve the reading comprehension ability of the eleventh grade students of MA Al-Anwar Sumenep in the 2010/2011 academic year through SQ3R strategy. The problem was: How can SQ3R strategy improve literal and inferential reading comprehension of the eleventh grade students at MA Al-Anwar Sumenep. This study employed a collaborative classroom action research in which the researcher and her collaborator worked together on designing the lesson plans, implementing the action, observing the effect of the action and reflecting the actions. This study was implemented to 20 students of the eleventh grade. It was conducted in two cycles and each of which consist of three meetings. The instruments to collect the data were observation checklist, field notes and a reading comprehension test. The result of this study indicated that using SQ3R strategy can improve the student's reading comprehension ability. The improvement can be seen through the gain and the KKM (65). In cycle I there were 9 students (45%) achieved 10 points greater than their score in the first test while in cycle II there were 15 students (75%) achieved 10 points greater than their score in the first test. Relating to the KKM, before implementing SQ3R strategy there were only 8 students (40%) who pas the KKM but after SQ3R strategy was implemented, there were 11 students (55 %) who pass the KKM in cycle I while in the cycle II there were 14 students (70%) who pass the KKM. Besides, the implementation of SQ3R strategy was also successful in improving the students' participation from 63.2% in cycle I up to 85.2 in cycle II. The result of the study also indicated that the appropriate application of SQ3R strategy followed such procedures: (1)Survey step which activities are: activating the student's prior knowledge, listing unfamiliar words and finding their meanings; reading the title, introductory paragraph and concluding paragraph, (2) Question step which activity is formulating questions, (3)Read step which activity are: reading the text silently and finding the answers of the previously formulated question , (4)Recite step which activities are looking for the main idea and the essential point of the text, engaging in group discussion and doing report and (5)Review step which activities are reread the text and making summary. Based on the result above, it was suggested that the teachers may apply this strategy as one of the many alternatives that can be used in teaching reading and for the future researcher, it was recommended to conduct the similar study in other level with different setting, subject and other text types to see whether SQ3R strategy is effective to improve the reading comprehension ability. It was also advisable to implement the the action well by preparing applicable lesson plan, considering suitable instruction, providing good atmosphere in the classroom and socializing the strategy to both the students and the collaborator before it is implemented in the study.

Hubungan gaya belajar (visual, auditorial, kinestetik) dengan prestasi belajar pada mata pelajaran PKn siswa MTs Surya Buana Malang / Siti Mukibati

 

Kata kunci : Gaya Belajar, Prestasi Belajar Gaya belajar mengacu pada cara belajar yang lebih digunakan individu dalam belajar. Gaya belajar tiap individu berbeda satu dengan yang lain. Untuk memperoleh prestasi atau hasil belajar yang baik harus dilakukan dengan baik dan pedoman cara yang tepat. Dengan mengetahui gaya belajar, siswa dapat mengelola cara belajar yang efektif sehingga memaksimalkan kemampuan dan prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah; 1) bagaimana gaya belajar siswa, 2) bagaimana prestasi belajar siswa, 3) apakah terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan prestasi belajarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan rancangannya deskriptif korelasional dengan metode survei. Variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu: variabel bebas (X) gaya belajar (visual, auditorial, kinestetik) dan variabel terikat (Y) yaitu: prestasi belajar siswa. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa MTs Surya Buana Malang yang berjumlah 167, teknik sampling menggunakan sampling total, dengan 167 siswa. Untuk mengukur prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn diambil dari nilai raport bulanan. Untuk mengungkap gaya belajar siswa pada mata pelajaran PPKn menggunakan kuesioner diadopsi dari Quantum Teaching Oleh De porter. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk mendeskripsikan gaya belajar dan prestasi belajar. Analisis yang digunakan adalah prosentase dan chi kuadrat. Hasil penelitian dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: (1) gaya belajar siswa MTs Surya Buana adalah cenderung pada gaya belajar visual dengan prosentase 40,7% atau 68 siswa dari 167 (2) prestasi belajar siswa MTs Surya Buana adalah kategori baik yaitu dengan prosestase 59,9% siswa atau 99 dari 167. (3) bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan prstasi siswa MTs Surya Buana malang. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada yang pertama, guru MTs. Surya Buana diharapkan lebih mengembangkan gaya mengajarnya dengan mencoba berbagai pendekatan pembelajaran serta menggunakan variasi metode pengajaran agar prestasi siswa dapat maksimal. Kedua, Siswa MTs. Surya Buana mulai diberikan pengertian tentang gaya belajar anak. Hal ini melibatkan guru atau pihak sekolah lainnya agar orang tua dapat membentu meningkatkan prestasi belajar anaknya. Ketiga, pihak sekolah MTs. Surya Buana agar secara berkesinambungan memantau prestasi siswanya khususnya gaya belajar yang sesuai untuk masing-masing siswa terutama siswa baru. Keempat, Bagi peneliti lain, hasil penelitian menggali tambahan informasi tentang hubungan antara gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa, sehingga dapat memperluas cakrawala berfikir sekaligus untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Perilaku menyimpang di kalangan siswa remaja sekolah lanjutan tingkat atas dikaji dari sistem nilai yang diterapkan / oleh Johanis Ate

 

Perancangan buku ensiklopedi tentang karakter Dota 2 berjudul The Wvil sebagai media promosi untuk pemain game pemula / Yogi Bagasworo

 

ABSTRAK Bagasworo, Yogi. 2015. Perancangan Buku EnsiklopediaTentangKarakter DOTA 2 BerjudulThe Evil Sebagai Media PromosiUntukPemaing Game Pe-mula.Skripsi,ProgramStudiDesainKomunikasiVisual,JurusanSenidanDesain,FakultasSastra,UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (I)Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc, Ph.D(II)MohamadSigit, S.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Buku, DOTA 2, Game. DOTA 2 merupakan game online yang sedangdigemari para pemaingame diseleuruhduniapadasaatini. Berbagaiajangturnamendenganhadiah yang sangatbe-sardiadakansetiaptahunnya. The Internationalmerupakanturnamenbesar yang di-hadiriolehpesertadariseluruhdunia. Hadiah yang disediakankepadajuara-juaranyamerupakanhadiahterbesarsepanjangsejarahE-Sport. Antusias para pemain game online inisangatbesar, seperti di negara China E-Sport seperti DOTA 2 te-lahmenjadiprofesitetapbagimereka. Semenjakberlangsungnyaturnamen-turnamenbesarini, negara Indonesia be-lumpernahmengikutsertakanpesertanyadalamturnamentersebut. Beberapahal yang mempengerahuitersebutialahkurangnyaaksesinformasimengenai DOTA 2 terse-butyang menyebabkan para pemain game pemula di Indonesia kurangtertarikme-mainkannya. Kurangnya media promosi yang diberikan DOTA 2 jugamenyebab-kanbanyak para pemain game pemula di Indonesia yang tidakmengenal DOTA 2. Dalamperancanganinimenggunakanmodel perancanganprosedural, yaitu model perancangan yang bersifatdeskriptifdimanamenggariskanlangkah-langkahyang harusdiikutidalammenghasilkansebuahproduk. Model perancangant-ersebutmengikuti model perancangan Bruce Acher, yang dimanamelaluibebera-patahapdaripengumpulan data yang akandianalisislaluberlanjutketahapberikutnyahinggamenghasilkansebuahfinal produk. Perancanganinimenghasilkanbuku ensiklopedia yang membahastentangbe-berapakarakterpada DOTA 2 yang diaplikasikanpada media cetakberdimensi 21cm x 42 cm dengan memilikiketebalanbukusebanyak 100 halaman. Dalambu-kuensiklopediainiberisiinformasi-informasimengenaikarakter DOTA 2 yang dije-laskandenganilustrasidanteks yang dapatmemudahkanpemain game pemulamene-rimapesantersebut. Hasilperancanganinidiharapkan para pemain game pemula di Indonesia mulaimengenaldanmemainkan game DOTA 2 sehinggamasadepanE-Sport di In-donesia menjadilebihmajudandapatbersaingdengannegara lain danjugaE-sport di Indonesia bisamenjadiprofesitetapbagipemainnya.

Model teoritis lempeng tektonik pada daerah subduksi / oleh Edy Riswanto

 

Penalaran dalam teks eksposisi karya siswa kelas X-MIA 5 SMA Negeri 5 Malang / Yohanna Nirmalasari

 

ABSTRAK Nirmalasari, Yohanna. 2015. Penalaran dalam Teks Eksposisi Karya Siswa Kelas X-MIA 5 SMA Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Dawud, M.pd., (II) Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd. Kata Kunci: penalaran, teks eksposisi, siswa kelas X-MIA 5 SMA Negeri 5 Malang. Teks eksposisi merupakan teks yang menonjolkan sebuah masalah yang dipilih oleh seorang penulis dengan tujuan untuk menginformasikan atau memengaruhi pembaca. Dalam penulisan teks eksposisi, penulis harus menggunakan penalaran yang runtut sesuai dengan unsur teks eksposisi yakni tesis, argumen, dan simpulan. Hal ini sesuai dengan kompetensi dasar yang terdapat pada kurikulum 2013 kelas X SMA Negeri yang menuntut siswa untuk berpikir kritis, mengolah, dan mengaji gagasan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan pembahasan mengenai penalaran yang digunakan oleh siswa kelas X-MIA 5 SMA Negeri 5 Malang dalam menulis teks eksposisi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan unsur penalaran dan mendeskripsikan variasi teknik pengembangan penalaran yang digunakan oleh siswa kelas X-MIA 5 SMA Negeri 5 Malang dalam menulis teks eksposisi. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur penalaran yang terdapat di dalam tesis, argumen, dan simpulan serta untuk mendeskripsikan jenis teknik pengembangan penalaran yang digunakan oleh siswa kelas X-MIA 5 SMA Negeri 5 Malang dalam menulis teks eksposisi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang didapat berupa teks eksposisis karya siswa kelas X-MIA SMA Negeri 5 Malang. Peneliti berperan sebagai instrumen kunci yang dibantu dengan intrumen pendukung berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), media pembelajaran berupa Power Point Text (PPT), dan Lembar Kerja Siswa (LKS), tabel panduan kodifikasi data, tabel pedoman analisis data, dan tabel analisis data. Pada kegiatan analisis, penulis menggunakan kegiatan triangulasi data teori dan juga ahli. Teks eksposisi yang sudah direduksi akan dianalisis berdasarkan panduan analisis data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua simpulan yang sesuai dengan rumusan masalah penelitian. Pertama, unsur penalaran dalam teks eksposisi terbagi menjadi tiga bagian. Unsur penalaran dalam tesis ialah pendirian. Pendirian dapat dipilah menjadi pendirian berdasarkan fakta, pendirian berdasarkan nilai, dan pendirian berdasarkan kebijakan. Pendirian berdasarkan fakta dikategorikan menjadi dua yakni pendirian berdasarkan fakta hubungan, dan pendirian berdasarkan fakta prakiraan. Pendirian berdasarkan fakta yang ditemukan dapat diklasifikasi menjadi pendirian berdasarkan fakta hubungan dengan lingkungan, kesehatan, teknologi, budaya, dan hukum. Pendirian berdasarkan nilai dikategorikan menjadi empat, yakni nilai budaya, nilai politik,. nilai pendidikan, dan nilai kesehatan. Pendirian berdasarkan kebijakan yang ditemukan berupa kebijakan pemerintah. Kedua, unsur penalaran dalam argumen ialah bukti yang berupa bukti fakta atau bukti opini terhadap fakta. Bukti fakta dapat dikategorikan menjadi tiga bagian yakni berdasarkan pengalaman pribadi dan pengalaman umum. Pengalaman umum tersebut berupa pendapat ahli dan prakitisi, pengamatan ilmiah, dan statistik. Ketiga, unsur penalaran dalam simpulan adalah tindak penalaran. Tindak penalaran tersebut dapat berupa penegasan ulang atau memengaruhi pembaca. Tindak penalaran yang ditulis oleh siswa menunjukkan simpulan yang dibuat adalah simpulan yang lurus atau tidak dengan tesis dan argumen. Keempat, teks eksposisi yang ditulis oleh siswa kelas X-MIA 5 SMA Negeri 5 Malang ditemukan adanya teknik pengembangan penalaran yang variatif. Ada 4 jenis teknik, yaitu teknik identifikasi, teknik perbandingam, teknik definisi, dan teknik analisis. Pada teknik perbandingan dipilah menjadi dua yakni perbandingan langsung dan analogi. Pada teknik definisi dipilah menjadi teknik definisi formal dan definisi luas. Terakhir ialah teknik analisis yang dapat dipilah menjadi teknik analisis sebab akibat dan teknik analisis fungsional. Berdasarkan kelemahan siswa dalam menulis tesis, argumen, dan simpulan yang lurus dengan tesis dan argumen maka peneliti memberikan saran kepada guru bahasa Indonesia, peneliti lanjutan, dan siswa. Pertama, guru bahasa Indonesia disarankan untuk menyediakan sumber bacaan yang lebih sebagai sumber siswa dalam menulis. Guru harus mengajarkan menulis teks eksposisi dengan tahap-tahap penulisan yang sesuai dengan unsur teks eksposisinya. Guru juga disarankan untuk membiasakan para siswa untuk mencantumkan sumber bacaan pada teks yang ditulis. Selain itu, guru juga harus mengajarakan cara mengemukakan pendapat yang disertai dengan bukti yang kuat. Kedua, peneliti lanjutan dapat melakukan penelitian mengembangkan bahan ajar, media pembelajaran, strategi, dan evaluasi yang berkaitan dengan pembelajaran teks eksposisi. Ketiga, siswa harus sering berlatih menulis tesis yang memiliki bukti. Siswa juga harus membiasakan menulis simpulan yang lurus dengan tesis dan argumen. Selain itu, siswa juga disarankan untuk selalu mencantumkan sumber bacaan yang digunakan ke dalam hasil tulisannya.

Pengaruh return on equity (ROE) terhadap harga saham melalui economic value added (EVA) pada perusahaan LQ45 yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2010 / Rizky Mei Kustya

 

Kata kunci: return on equity, economic value added, dan harga saham Indeks LQ-45 adalah nilai kapitalisasi pasar dari 45 saham yang paling likuid dan memiliki nilai kapitalisasi yang besar hal itu merupakan indikator likuidasi. Indeks LQ-45, menggunakan 45 saham yang terpilih berdasarkan likuiditas pedagang saham dan disesuaikan setiap enam bulan (setiap awal bulan Februari dan Agustus). Harga saham mencerminkan nilai dari suatu perusahaan. Jika perusahaan mencapai prestasi yang baik, maka saham perusahaan tersebut akan banyak diminati oleh para investor. Salah satu instrumen utama dalam menganalisis kondisi fundamental perusahaan laporan keuangan. Tingkat profitabilitas perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan yang secara periodik di up date. Laporan keuangan menyediakan data mentah berupa angka-angka yang dapat dianalisis lebih lanjut. Tingkat profitabilitas perusahaan pada analisis fundamental biasanya diukur dari beberapa aspek. Rasio keuangan yang sering dipakai dalam menganalisis perubahan harga saham adalah Return On Equity (ROE). ROE mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba tertentu berdasarkan modal tertentu. Penggunaan analisis rasio keuangan sebagai alat pengukur akuntansi konvensional memiliki kelemahan yaitu mengabaikan adanya biaya modal. Oleh karena itu diciptakan alat pengukuran baru yang disebut Economic Value Added (EVA). EVA membuat para manajer untuk memfokuskan perhatian pada kegiatan yang menciptakan nilai dan memungkinkan mereka untuk mengevaluasi kriteria memaksimumkan nilai perusahaan. Rancangan penelitian ini adalah penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh Return On Equity terhadap harga saham melalui Economic Value Added pada perusahaan LQ45. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan LQ45 pada periode 2009-2010. Dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sejumlah 16 perusahaan LQ45. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik yang digunakan antara lain uji multikolonieritas, uji autokorelasi, dan uji normalitas. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah path analysis. Hasil uji asumsi klasik pada uji multikolonieritas menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolonieritas antar variabel independen, pada uji autokorelasi menunjukkan bahwa tidak terjadi autokorelasi, dan pada uji normalitas menunjukkan distribusi yang normal pada residualnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa Return On Equity memiliki pengaruh langsung terhadap harga saham, Return On Equity memiliki pengaruh langsung terhadap Economic Value Added, dan Economic Value Added memiliki pengaruh langsung terhadap harga saham. Selain itu dalam penelitian ini juga menunjukkan hasil analisis yaitu Return On Equity berpengaruh tidak langsung terhadap harga saham melalui Economic Value Added. Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat peneliti berikan bagi perusahaan yang listing di BEI diharapkan agar tetap memperhatikan tingkat laba perusahaan tanpa mengesampingkan pengendalian kredit, karena aspek profitabilitas juga dapat digunakan oleh calon investor atau investor melalui pialangnya sebagai alat ukur terhadap efektivitas dan efisiensi penggunaan semua sumber daya yang ada di dalam proses operasional perusahaan. Sedangkan bagi peneliti yang tertarik untuk melanjutkan penelitian ini yaitu agar penelitian selanjutnya menggunakan jangka waktu pengambilan sampel yang lebih panjang, menambahkan satu variabel baru yang tidak digunakan dalam penelitian ini seperti earning per share, asset ratio, current ratio, atau equity ratio, agar dapat diketahui faktor-faktor lain yang mempengaruhi fluktuasi harga saham melalui economic value added.  

Hubungan antara lingkungan belajar praktikum, kemampuan kerjasama dan kemandirian belajar dengan kompetensi belajar produktif pada siswa kelas XI Jurusan TKJ SMK di Kota Blitar / Muhammad Andika Prastomo

 

ABSTRAK Prastomo, Muhammad Andika. 2015. HubunganantaraLingkunganBelajarPraktikum, KemampuanKerjasamadanKemandirianBelajarPraktikumdenganKompetensiBelajarProduktifpadaSiswaKelas XI Jurusan TKJ SMK di Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setiadi C. P., M.Pd., M.T. (II) DilaUmnia S., S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: lingkungan belajar praktikum, kemampuan kerjasama, kemandirian belajar, kompetensi belajar produktif Pendidikankejuruanadalahpendidikanmenengah yang mempersiapkanpesertadidikuntukbekerjapadabidangnya. Didalamkurikulum SMK terdapatmatapelajarankejuruan yang bertujuanmembentukkompetensikejuruandanmengembangkankemampuandalambidangkeahliannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkaphubunganantaravariabellingkunganbelajarpraktikum (X1), kemampuankerjasama (X2) dankemandirianbelajar (X3) dengankompetensibelajarproduktif (Y) siswakelas XI jurusan TKJ SMK di Kota Blitar. Jenispenelitianiniadalahkuantitatifmenggunakanrancanganpenelitiandeskriptifkorelasional. Pengumpulan data menggunakaninstrumenpenelitianberupaangket.PopulasipenelitianadalahsiswajurusanTeknikKomputerJaringan (TKJ) kelas XI SMK di Kota Blitar. Teknikpengambilansampel yang digunakanadalahteknikproprtional random sampling dandidapatsampelsebanyak 104 responden. Analisis data menggunakananalisisstatistikdeskriptif, ujiasumsiklasik, analisisstatistikinferensial, ujihipotesismenggunakananalisisregresi linier bergandadenganbantuankomputer program IBMSPSS Statistics 16. Penelitianberhasilmengungkap: (1) terdapathubunganpositiftetapitidaksignifikanantara X1 dengan Y; (2) terdapathubungan yang tidakpositifdantidaksignifikanantara X2 dengan Y; (3) terdapathubunganpositiftetapitidaksignifikanantara X3 dengan Y; (4) terdapathubunganpositifdansignifikanantara X1 dan X2 dengan Y; (5) terdapathubunganpositifdansignifikanantara X2 dan X3 dengan Y; (6) terdapathubunganpositifdansignifikanantara X1 dan X3 dengan Y; (7) terdapathubunganpositifdansignifikanantara X1, X2dan X3 dengan Y. Saran untukmempertimbangkankompetensibelajarantaralingkunganbelajar, kemampuankerjasamadankemandirianbelajarharusdikondisikan, karenatiapvariabeltidakbisaberdirisendiridanharusadavariabel lain untukmempengaruhikompetensibelajarpraktikum.

Improving the listening skill of the eight graders of MTs Negeri Jember II using Youtube internet site / Marti

 

Thesis, Graduate Program in English Language Education, State Universtiy of Malang. The Advisors: (1) Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd, M.A., Ph.D., (2) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd, M.Ed. Key words: YouTube, Listening Skill, The development of technology has influenced English teachers and students to improve their abilities in utilizing the technology in the teaching and learning process. Teachers have strong demand to utilize the information technology from the Internet as a medium in the application of classroom teaching process. Because the use of technology has an important role as a teaching and learning aid, YouTube is proposed to solve some problems encountered in the teaching of listening skill. The preliminary study conducted at MTsN Jember II, East Java, showed that the students’ achievement in listening was under the minimum mastery criterion (Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM). To solve these problems, the researcher used YouTube as an instructional medium by implementing three steps in the teaching of listening, i.e. pre-listening (brainstorming), whilst-listening (viewing and discussing), and post-listening (reinforcing). The problem of this study was, how can the use of YouTube Internet site improve the listening skill of the eighth graders of MTs Negeri Jember II. It is elaborated into two specific questions; how can YouTube Internet site improve the literal listening comprehension of the eighth graders of MTs Negeri Jember II and how can YouTube Internet site improve the inferential listening comprehension of the eighth graders of MTs Negeri Jember II?. This study utilized a collaborative action research design in which the researcher and the collaborative teacher worked together in designing the lesson plan, implementing the action, observing the action, and making reflection. The subjects of the study were the eighth graders of MTsN Jember II in the academic year 2010/2011. This study was conducted in two cycles by following the procedure of the action research i.e. planning, implementing, observing, and reflecting. The instruments for collecting data consist of a test, field notes, observation sheets, and questionnaire. The findings of the study show that the use of YouTube Internet site can improve the students’ listening skill. The improvement can be seen in the increased score of the students’ listening comprehension in Cycle 1 and Cycle 2. The average score in Cycle 1 was 69,4 while the average score in the end of implementation of this study was 78.1. More specifically, there were 21 students (88%) who got higher than or equal to 70 in the end of the study while in the Cycle 1 there was 19 (79%) who got higher than or equal to 70.Beside the score of the students’ improvement in listening skill, the findings also indicated that the students were actively involved and had high motivation in the teaching of listening using YouTube. The activities performed in the pre-listening step using YouTube were: asking questions concerning with students’ condition, giving explanation about the learning objective, activating students’ prior knowledge by asking them to find the meaning of some difficult words or phrases related to the topic, brainstorming and giving models of expression. In whilst-listening, the activities were: distributing the worksheet, viewing an English video from YouTube, doing the task and discussing the information in the video, playing again the video from YouTube while continuing to do the task and then discussing for finding literal and inferential listening comprehension. Post-listening activities were conducted by reinforcement; asking the students’ opinion and assign to browse the next material on YouTube Internet site. From the findings, it is suggested that English teachers implement the teaching of listening using YouTube Internet site. The teachers should provide a variety of appropriate materials according to their level and provide various strategies in order to improve the learning process and results. In addition, the duration of YouTube playing should be made appropriate with the students’ level. For the school principals, they can use the findings of this study as a valuable input to make decision related to the teaching of English. It is also suggested that further researchers can utilize the findings of this research as reference and conduct more intense research study by developing YouTube materials for another skill, such as speaking or writing.

Pengembangan e-commerce untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) / Bimo Tri Widodo

 

ABSTRAK Widodo, Bimo Tri. 2015. Pengembangan E-Commerce untuk Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM). Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T., Pembimbing (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom. Kata Kunci: pengembangan, e-commerce, umkm. Salah satu aspek yang menunjangpemasaran dan pengajuan permodalan pengembangan usaha adalah pemanfaatan teknologie-commerce. Berdasarkan observasi dari tiga pengusahaUsaha Mikro Kecil Menengah(UMKM di Kota Malang, UMKM tersebut belum memanfaatkan teknologi sebagai media pemasarannya dan pengajuan permodalan pengembangan usaha. Sehingga produk usaha tidak dikenal dalam skala luas dan sulit untuk berkembang.Untuk dapat membuat produk UMKM dapat berkembang, diperlukaan strategi pengembangan usaha, yaitu dengan dibuat sebuah sistem e-commerce yang mampu membantu para pelaku UMKM untuk dapat memasarkan produknya secara luas dan merekapitulasi transaksi penjualan yang nantinya bisa digunakan untuk pengajuan permodalan pengembangan usaha. Metode pengembangan sistem informasi yang digunakan ialah model pengembangan waterfall dari Sommerville. Model waterfall memiliki 5 tahapan yaitu: requirements definition, system and software design, implementation and unit testing, integration and system testing, dan operation and maintenance. Hasil pengujian kelayakan produk e-commercedapat diketahui bahwa persentase validasi setelah mendapat beberapa kali masukan, aspek fungsionalitas yang diberikan oleh ahli rekayasa web ialah sebesar 100% dan untuk aspek usabilitas diperoleh persentase validasi sebesar 100%.Untuk validasi aspek fungsionalitas yang diberikan oleh tigapemilik UMKM ialah sebesar 100% dan untuk aspek usabilitas diperoleh persentase validasi sebesar 97,98% yang berarti valid dansistem sudah dapat digunakan dengan layak. Untuk validasi aspek fungsionalitas yang diberikan oleh tigacalon pembeli ialah sebesar 100% dan untuk aspek usabilitas diperoleh persentase validasi sebesar 97,47% yang berarti valid dansistem sudah dapat digunakan dengan layak.

Perbedaan motivasi berprestasi antara siswa MTs dengan siswa SMP negeri / Dwi Sulistyoningrum

 

Kata kunci: Siswa MTs dan siswa SMPN, Motivasi berprestasi Motivasi berprestasi merupakan usaha untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan. Motivasi pada siswa menjadi penting sebagai faktor yang memberi energi dan arah pada suatu perilaku. Siswa yang mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi akan mengarahkan tingkah lakunya pada usaha pencapaian prestasi tertentu yang diukur berdasarkan standar kesempurnaan dalam dirinya. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui gambaran motivasi berprestasi siswa MTs, (2) Mengetahui gambaran motivasi berprestasi siswa SMP Negeri, (3) Mengetahui apakah ada perbedaan motivasi berprestasi antara siswa MTs dengan siswa SMP Negeri. Subyek penelitian adalah siswa MTs Muhammadiyah dan siswa SMPN 4. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Deskripstif Komparatif. Instrumen pengumpulan data EPPS digunakan untuk mengungkap motivasi berprestasi siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik Analisis Deskriptif dan analisis Uji-t, yaitu Uji Independent Sample Test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa MTs Muhammadiyah 2 terdapat 3,5% siswa memiliki motivasi berprestasi yang tinggi atau sebanyak 2 orang siswa, 28,1% atau 16 orang siswa memiliki motivasi berprestasi sedang, 8,8% atau sebanyak 5 orang siswa memiliki motivasi rendah, dan 3,5% lagi atau 2 orang siswa memiliki motivasi berprestasi yang sangat rendah. Siswa SMP Negeri 4 terdapat 1,8% siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi sekali atau 1 orang siswa, 12,3% siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi atau 7 orang siswa, 36,8% siswa yang memiliki motivasi berprestasi sedang atau 21 siswa dan 5,3% siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah atau sebanyak 3 orang siswa. Ada perbedaan motivasi berprestasi antara siswa MTs Muhammadiyah dengan siswa SMPN 4, dengan hasil uji t = 2,685, sig 0,010 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian siswa SMPN 4 memiliki motivasi lebih tinggi dengan mean 16,94 dan MTs memiliki motivasi lebih rendah dengan mean 15,00, ini dikarenakan siswa merasa jenuh dengan rutinitas yang ada selain itu lingkungan tempat tinggal siswa tidak dapat membuat siswa belajar dengan nyaman. Saran bagi pihak sekolah MTs sebagai pihak pendidik, hendaknya lebih dapat memotivasi siswanya dengan memberikan insentif eksternal seperti pujian atau memberikan evaluasi berkala terhadap siswa di sekolah agar lebih dapat bersaing. Serta memberikan fasilitas tempat tinggal yang mendukung belajar siswa. Bagi subyek penelitian khususnya siswa MTs harus lebih berusaha meningkatkan motivasi berprestasi yang lebih baik, siswa dapat membuat rencana kegiatan belajar yang dapat berupa jadwal belajar dan penyelesaian tugas sekolah yang dilakukan setiap hari secara teratur dan dapat disesuaikan dengan situasi kondisi. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya lebih memperhatikan faktor-faktor lain seperti pola asuh, kebiasaan belajar, harapan orang tua dan lain-lain.

Pengaruh model pembelajaran Problem based Learning (PBL) dilengkapi dengan alat bantu pembelajaran terhadap hasil belajar Programmable Logic Controller (PCL) pada siswa kelas XI Jurusan Mekatronika SMKN 8 Malang / Inneke Putri Aprillia Dita Sari

 

ABSTRAK Sari, Inneke Putri Aprillia Dita. 2015. Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Dilengkapi dengan Variasi Alat Bantu Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar PLC pada Siswa Kelas XI Jurusan Mekatronika di SMK Negeri 8 Malang. Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.Setiadi C.P., M.Pd., M.T. (2) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata Kunci : Problem Based Learning (PBL), variasi alat bantu pembelajaran, PLC, hasil belajar Dari hasil obervasi serta wawancara dengan guru mata pelajaran PLC pada tanggal 14 Oktober 2015, bapak Bagus Prasetyo menjelaskan bahwa rata-rata hasil belajar PLC dari siswa kelas XI Mekatronika masih kurang. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk memperoleh model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan rata-rata hasil belajar PLC siswa XI jurusan mekatronika di SMK Negeri 8 Malang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang akan di variasikan dengan alat bantu pembelajaran. sebelum melakukan penelitian dilakukan uji validasi berupa soal tes terlebih dahulu dengan menggunakan soal pilihan ganda. Untuk soal pilihan ganda dilakukan uji coba pada kelas XII Mekatronika di SMK Negeri 8 Malang. Setelah soal tes siap dan layak kemudian digunakan untuk melakukan penelitian pada kelas XI Mekatronika di SMK Negeri 8 Malang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa antara ketiga variasi alat bantu pembelajaran yang digunakan pada kelas XI mekatronika A, XI mekatronika B dan XI mekatronika C menunjukkan hasil yang berbeda dalam rata-rata hasil belajar PLC. Setelah dilakukan penelitian ada perbedaan rata-rata hasil belajar PLC secara signifikan yaitu diantara kelas XI mekatronika A yang menggunakan model pembelajaran PBL dengan alat bantu pembelajaran simulasi dan trainer dengan kelas XI mekatronika B yang menggunakan model pembelajaran PBL dengan alat bantu pembelajaran modul dan trainer. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan terhadap rata-rata hasil belajar PLC pada ketiga kelas tersebut dengan menggunakan model pembelajaran PBL dengan variasi alat bantu pembelajaran. Dari ketiga kelas eksperimen yaitu, kelas XI Mekatronika A, XI Mekatronika B dan XI Mekatronika C memiliki perbedaan rata-rata hasil belajar PLC, yang dimana mempunyai perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan adalah kelas XI mekatronika A dengan Kelas XI mekatronika C.

Analisis sifat kimia, sifat fisik, nilai kalor dan dekomposisi pembakaran pada sampah padat campuran organik-anorganik combustible di Kota Malang sebagai alternatif bahan bakar terbarukan / Mundi Basuki

 

ABSTRAK Basuki, Mundi. 2016. Analisis Sifat Kimia, Sifat Fisik, Nilai Kalor Dan Dekomposisi Pembakaran Pada Sampah Padat Campuran Organik-Anorganik Combustible di Kota Malang Sebagai Alternatif Bahan Bakar Terbarukan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T., (II) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata Kunci: Sampah Padat Campuran Organik-Anorganik, Sifat Kimia, Sifat Fisik,Nilai Kalor, Dekomposisi Pembakaran Volume sampah di kota Malang tiap tahun mengalami peningkatan (DKP:2015), sehingga merupakan potensi yang besar sebagai sumber daya dan energi. Untuk mengetahui kelayakan sampah perlu dilakukan beberapa pengujian diantaranya: uji nilai kalor, sifat kimia, sifat fisika dan dekomposisi pembakaran sampah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui data sampah padat campuran organik-anorganik combustible yang akan dijadikan rujukan awal dalam pengembangan energi yaitu sebagai alternatif bahan bakar terbarukan layak pakai. Metode penelitian ini, sampah diambil dari lima tempat pembuangan sampah yang ada di kota Malang pada kecamatan yang berbeda, yakitu: TPS Tanjung, TPS Merjosari, TPS Tidar, TPS Comboran, dan TPS Brantas. Sampah yang diambil adalah sampah padat campuran organik-anorganik combustible. Sampah yang sudah terkumpul kemudian dicuci, dikeringkan dan kemudian dipotong kecil-kecil untuk dijadikan sampel. Setelah jadi sampel tiap jenis sampah lalu sampel dicampur melalui proses penimbangan dengan jumlah takaran yang sama. Selanjutnya sampel dilakukan pengujian nilai kalor dengan Bom calorimeter hasilnya nilai kalor tinggi (HHV) mencapai 25,8 MJ/Kilogram berada diatas nilai kalor dari batubara bitumin dan batubara lignit. Sifat kimia sampah diuji dengan Scanning Electron Microscopy dan Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX) hasilnya terdapat unsur C, O, S, K, Al, Si, Ca, Cu dan Zn. Sifat fisik sampah didapat dengan uji proximate dengan thermogravimetri hasilnya komposisi kadar air 4,69 wt%, kadar volatil 82,16 wt%, karbon tetap 7,90 wt%, dan abu 5,25 wt%. Proses dekomposisi pembakaran sampah padat campuran organik-anorganik combustible Kota Malang terjadi dalam empat tahap mulai 0°C sampai 1000°C. Tahap pertama penguapan kandungan air dan terbakarnya volatil ringan, tahap kedua penurunan massa terbesar dengan terbakarnya volatil berat, tahap ketiga terbakarnya sisa volatil berat bersama dengan arang yang terbentuk pada proses pembakaran, tahap keempat terbakarnya sisa arang bersama dengan abu yang menempel pada arang.

Penerapan pembelajaran kooperatif model number head together (NHT) pada mata pelajaran kewirausahaan untuk meningkatkan prestasi belajar (studi pada siswa kelas X Pemasaran 1 SMK Kartini Jember) / Diah Rizki Pratiwi

 

Kata kunci: NHT (Number Head Together), Prestasi Belajar. Pendidikan nasional memegang peranan penting dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya serta pembangunan bangsa Indonesia, Guru sebagai mesin penggerak pembaharuan pendidikan dalam upayanya mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada setiap peserta didik. Tidak terlepas dari kesemuanya itu, sikap guru, gaya bicara atau tutur kata, ataupun cara penyampaian materi yang baik sangatlah menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran yang diharapkan. Akan tetapi, jika komunikasi antara guru dengan peserta didik kepada guru tidak terjalin dengan baik maka hasil pembelajaran yang telah diajarkan akan tidak sejalan dengan apa yang telah diharapkan. Salah satu model pembelajaran yang telah disempurnakan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah model pembelajaran kooperatif, Pembelajaran kooperatif telah dikembangkan secara intensif melalui berbagai penelitian, tujuannya untuk meningkatkan kerjasama akademik antar siswa, membentuk hubungan positif, mengembangkan rasa percaya diri, serta meningkatkan kemampuan akademik melalui aktivitas kelompok. Dalam pembelajaran kooperatif terdapat saling ketergantungan positif di antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses. Aktivitas belajar berpusat pada siswa dalam bentuk diskusi, mengerjakan tugas bersama, saling membantu dan saling mendukung dalam memecahkan masalah. Melalui interaksi belajar yang efektif mahasiswa lebih termotivasi, percaya diri, mampu menggunakan strategi berpikir tingkat tinggi, serta mampu membangun hubungan interpersonal. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif model Number Head Together (NHT) pada mata pelajaran Kewirausahaan X Pemasaran SMK Kartini Jember, (2) Mengetahui prestasi belajar siswa setelah penerapan pembelajaran kooperatif model Number Head Together (NHT) pada mata pelajaran Kewirausahaan, dan (3) Untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif model Number Head Together (NHT) pada mata pelajaran Kewirausahaan kelas X Pemasaran SMK Kartini Jember. Penelitian ini menggunakan analisis pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Alat pengumpulan data menggunakan Soal tes, lembar observasi, lembar catatan lapangan, angket, dokumentasi dan wawancara. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan Perpanjangan Keikutsertaan , Ketekunan / Keajegan Pengamatan , Triangulasi, Pemeriksaan Sejawat Melalui Diskusi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMK Kartini Jember tahun ajaran 2010/2011. Data untuk prestasi belajar Kewirausahaan siswa dapat diperoleh nilai rata-rata pada siklus pertama sebesar 79,1% dan pada siklus kedua meningkat menjadi 81,1%. Sedangkan Ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan dimana siklus pertama rata-rata sebesar 76,1% dan pada siklus kedua menjadi sebesar 97,8%. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari Penerapan model Number Head Together (NHT) yaitu: (1) Penerapan Model Number Head Togeth (NHT) pada siswa kelas X-1 SMK Kartini Jember dapat meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. (2) Prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X-1 SMK Kartini Jember setelah diterapan Model Number Head Togeth (NHT) meningkat. (3) Ketuntasan belajar kewirausahaan siswa kelas X-1 SMK Kartini Jember setelah diterapkan Model Number Head Together (NHT) meningkat dan respon siswa sangat baik dalam penerapan model Number Head Togethe (NHT). Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu : (1) Bagi Guru Mata Pelajaran Kewirausahaan lainnya hendaknya memulai mencoba menerapkan model pembelajaran Number Head Together (NHT) dalam proses pembelajaran di kelas, karena model pembelajaran ini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa menjadi lebih baik. (2) Bagi Depdiknas, hendaknya lebih mensosialisasikan penerapan berbagai model pembelajaran seperti Number Head Together (NHT) dengan cara memberikan penyuluhan, workshop/seminar, mengingat minimnya informasi yang diterima oleh guru/calon guru. (3) Dalam proses belajar mengajar diharapkan guru dapat menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Number Head Together (NHT). Sehingga siswa tidak merasa bosan dan jenuh apabila hal tersebut terjadi maka kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran akan berkurang. (4)Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan model pembelajaran Number Head Together (NHT) dalam pembelajaran mata pelajaran/mata diklat lainnya.

Penggunaan lembar kerja siswa sebagai sarana bahan ajar PKN di SMA Negeri 1 Mojosari Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto / Ayu Maya Wulandari

 

Kata kunci: Lembar Kerja Siswa, PKn, Sarana Bahan Ajar. Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan dari berbagai macam sumber belajar. Pembelajaran dapat melibatkan antara dua pihak yaitu siswa sebagai pebelajar dan guru sebagai pembelajar. Pendukung dalam kegiatan pembelajaran salah satunya adalah bahan ajar yang digunakan, diantaranya adalah lembar kerja siswa. Lembar kerja siswa tersebut berupa lembaran-lembaran materi singkat dan soal latihan untuk siswa. Bahan ajar tersebut berfungsi membuat siswa aktif melakukan belajar secara mandiri disaat guru berhalangan hadir untuk memberikan pembelajaran, perumusan masalah penelitian tersebut adalah bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran dengan penggunaan lembar kerja siswa sebagai sarana bahan ajar di SMA Negeri 1 Mojosari? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui penyusunan lembar kerja siswa sebagai sarana bahan ajar PKn di SMA Negeri 1 Mojosari, (2) untuk mengetahui penggunaan lembar kerja siswa sebagai sarana bahan ajar PKn di SMA Negeri 1 Mojosari, (3) untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan penggunaan lembar kerja siswa sebagai sarana bahan ajar PKn di SMA Negeri 1 Mojosari, (4) untuk mengetahui upaya guru dalam mengatasi masalah kelemahan penggunaan lembar kerja siswa sebagai sarana bahan ajar PKn di SMA Negeri 1 Mojosari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan (observasi), wawancara (interview), dan dokumen. Dipilihnya SMA Negeri 1 Mojosari sebagai lokasi penelitian dikarenakan sekolah tersebut merupakan sekolah percontohan dari rintisan sekolah bertaraf internasional di Kabupaten Mojokerto dan merupakan satu-satunya SMA RBSI di Kabupaten Mojokerto. terpilihnya SMA Negeri 1 Mojosari sebagai sekolah percontohan tersebut dikarenakan kinerja guru yang profesional, lingkungan belajar yang kondusif, dan SMA Negeri 1 Mojosari mampu memenuhi delapan standart Nasional pendidikan sesuai PP no 19 tahun 2005. Selain itu, pelaksanaan pembelajaran yang terdapat di sekolah tersebut menggunakan lembar kerja siswa sebagai salah satu bahan ajar pendamping pada mata pelajaran PKn selain buku teks yang digunakan. Sumber data yang dimaksud dalam penelitian ini bersumber dari para guru PKn di SMA Negeri 1 Mojosari, siswa dan dokumentasi. Temuan penelitian dikemukakan bahwa (1) penyusunan lembar kerja siswa sebagai sarana bahan ajar PKn di SMA Negeri 1 Mojosari adalah pembentukan Tim MGMP yang didalamnya merupakan gabungan dari guru-guru dari Kabupaten Mojokerto. Penyusunan lembar kerja siswa dari Tim MGMP tersebut bertujuan untuk membuat bahan ajar yang sesuai dengan kriteria siswa dalam sekolah, hal ini dikarenakan dengan disusunnya lembar kerja siswa tersebut guru mampu mengetahui tingkat pemahaman siswa. Pemanfaatan lembar kerja siswa tersebut merupakan salah satu usaha yang digunakan oleh guru untuk membuat siswa mampu untuk belajar mandiri. (2) Penggunaan lembar kerja siswa sebagai sarana bahan ajar PKn di SMA Negeri 1 Mojosari adalah sebagai salah satu bahan ajar pendamping dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dikarenakan, lembar kerja siswa bukan satu-satunya bahan ajar yang digunakan di SMA Negeri 1 Mojosari. Bahan ajar pendamping lain yang dijadikan referensi dalam kegiatan belajar mengajar dapat berupa buku teks yang tersedia diperpustakaan sekolah, maupun memanfaatkan perkembangan IT yang isinya selalu mengikuti perkembangan dalam masyarakat. (3) Kelebihan dan kelemahan penggunaan lembar kerja siswa sebagai sarana bahan ajar PKn di SMA Negeri 1 Mojosari, adalah jika dilihat dari segi kelebihannya menggunakan lembar kerja siswa dilihat dari isi materi yang singkat membuat guru mampu membagi waktu pembelajaran dengan baik, mampu membantu guru untuk mencapai tujuan pembelajaran pada saat kegiatan pembelajaran tidak kondusif yang artinya guru mata pelajaran tidak dapat memberikan pembelajaran dikarenakan tugas lain, dan siswa lebih mudah melakukan belajar secara mandiri dengan menggunakan lembar kerja siswa karena penulisannya menggunakan bahasa yang mudah untuk dipahami oleh siswa, sedangkan kelemahan dalam penggunaan lembar kerja siswa dari isi yang singkat membuat siswa kurang mampu memahami materi secara keseluruhan dan secara utuh, karena siswa sebagai pengguna lembar kerja tersebut merasa cukup dengan bahan ajar tersebut. (4) Upaya guru dalam mengatasi masalah kelemahan penggunaan lembar kerja siswa sebagai sarana bahan ajar PKn di SMA Negeri 1 Mojosari, dengan cara memperbaiki isi daripada lembar kerja siswa tersebut, maupun membiasakan siswa mampu memanfaatkan waktu luang dalam kegiatan pembelajaran untuk belajar mencari referensi untuk memperkaya materi. Berdasarkan temuan penelitian di sarankan bagi siswa untuk mampu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk kepentingan belajar, memanfaatkan perpustakan pada saat terjadinya kekosongan jam pelajaran, selain itu siswa dapat melakukan belajar mandiri dengan bimbingan teman sebaya.

Studi kualitas air tanah sekitar daerah industri di kecamatan Rengasdengklok kabupaten Karawang ditinjau dari segi persyaratan air minum / oleh Yanti R. Cahyanti

 

Studi pelaksanaan pembangunan jalan Widang - Gresik - Surabaya / Kamarissaw Septivana Eka Yeniwati

 

Kata kunci: pelaksanaan, konstruksi jalan, tebal perkerasan Salah satu tujuan dibangunnya jalan adalah untuk mengatasi daerah yang masih terisolasi, disamping itu dengan dibukanya daerah tersebut akan memberikan peluang pada masyarakatnya untuk melihat perkembangan daerah lain dengan harapan akan mendorong pertumbuhan dalam bidang ekonomi, sosial budaya dan politik. Pada umumnya hampir semua truk berat di Indonesia mengangkut beban melebihi batas beban normal tersebut. Truk pengangkut sirtu rata-rata memuat antara 2,5 s/d 3 kali lipat muatan ijinnya. Akibat beban yang melebihi batas ini jalan di Indonesia jadi cepat rusak sebelum waktunya. Berdasarkan uraian tersebut, maka proyek akhir ini akan mengkaji tentang pelaksanaan pekerjaan jalan serta mengkaji perhitungan tebal perkerasan jalan pada proyek pembangunan jalan Widang – Gresik – Surabaya. Metode pengumpulan data pada Proyek Akhir ini dengan melakukan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, kemudian dikelompokkan sesuai dengan konteks studi lapangan ini. Hasil yang diperoleh dari Proyek Akhir ini adalah (1) Pelaksanaan proyek pembangunan jalan Widang – Gresik – Surabaya terdiri dari pekerjaan pengukuran, pekerjaan pemasangan geotekstile, pekerjaan selected material, pekerjaan lapis pondasi bawah agregat kelas B, pekerjaan lapis pondasi atas agregat kelas A dan pekerjaan laston. Dari job mix formula didapatkan bahwa bahan yang digunakan untuk selected material harus mempunyai gradasi dibawah 50 cm, untuk lapis pondasi bawah agregat kelas B gradasinya harus lebih kecil dibanding selected material, untuk lapis pondasi atas agregat kelas A gradasinya harus lebih kecil dibandingkan lapis pondasi bawah agregat kelas B. Untuk bahan lapisan AC dari job mix formula baik AC-base, AC-BC, maupun AC-WC memiliki kadar aspal dan kombinasi gradasi butiran yang berbeda. Berdasarkan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan dan bahan yang digunakan pada proyek pembangunan jalan Widang-Gresik-Surabaya sudah sesuai dengan Spesifikasi Teknik yang disyaratkan oleh Bina Marga. (2) Perhitungan ketebalan lapis perkerasan dengan menggunakan Metode Analisa Komponen didapatkan hasil sebagai berikut: lapis AC = 12 cm, lapis pondasi atas = 30 cm dan lapis pondasi bawah = 34 cm.

Socio-cultural problems in the translation of Indonesian poems into English (a case study on On Foreign Shores") / by Mashadi Said"

 

Peningkatan keterampilan menulis narasi melalui pembelajaran kontekstual di kelas III di SDN Pakunden 2 Kecamatan Sukorejo Kota Blitar / Septyani Kharisma Prathama

 

Kata kunci: menulis, narasi, pembelajaran kontekstual. Berdasarkan studi pendahuluan ada beberapa permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia tentang menulis narasi di SDN Pakunden 2 Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, diantaranya; (1) pelaksanaan pembelajaran masih bersifat konvensional, guru lebih aktif sementara siswa cenderung pasif, (2) pembelajaran kurang menarik dan kurang menyenangkan bagi siswa karena metode yag digunakan guru kurang sesuai dengan minat siswa, dan (3), guru kurang kurang mengoptimalkan kompetensi yang dimiliki siswa dalam mengembangkan keterampilan menulis narasi. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan keterampilan menulis narasi, dan (2) mendeskripsikan seberapa jauh penerapan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa kelas III di SDN Pakunden 2 Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Penelitian yang dilakukan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jenis penelitian ini bersifat siklis artinya Penelitian Tindakan Kelas terikat siklus sebagai prosedur baku penelitian. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan tes. Teknik analisis data adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa, yaitu pada aspek penggunaan ejaan diperoleh pada tahap pra tindakan rata-rata nilai siswa 69,19%, pada siklus I naik menjadi 73,51%, dan pada siklus II naik menjadi 81,90%. Sehingga kenaikan yang diperoleh dari pratindakan sampai siklus ke II pada aspek penggunaan ejaan adalah sebesar 12,71%. Pada aspek isi hasil yang dicerita yag meliputi ide atau gagasan, keruntutan cerita, dan kemenarikan cerita diperoleh pada tahap pra tindakan rata-rata nilai siswa 72,97%, pada siklus I naik menjadi 76,22%, dan pada siklus II naik menjadi 81,08%. Sehingga kenaikan yang diperoleh dari pratindakan sampai siklus ke II pada aspek isi adalah sebesar 8,11%. Pada aspek keterpaduan cerita antar paragraf terkait dengan jalan cerita (alur) hasil yang diperoleh pada tahap pra tindakan rata-rata nilai siswa 56,76%, pada siklus I naik menjadi 81,25%, dan pada siklus II naik drastis menjadi 91,90%. Sehingga kenaikan yang diperoleh dari pratindakan sampai siklus ke II pada aspek keterpaduan jalan cerita antar paragraf adalah sebesar 35,14% Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu dengan menggunaan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa kelas III. Maka disarankan menggunakan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa.

Survai tentang motif keikutsertaan kaum wanita melakukan senam erobik di klub senam Chatalina Malang / oleh Miftachul 'Ulum

 

Studi tentang penggunaan LKS fisika yang berorientasi pada pendekatan ketrampilan proses siswa kelas 1 SMUN di kota Malang / oleh Heri Susanto

 

Peningkatan kemampuan bercerita melalui strategi menyimak dan berpikir langsung (MBL) pada kelas V MI Miftahul Ulum Benerwojo Kejayan Pasuruan / Fauzi

 

Kata Kunci: bercerita, strategi menyimak dan berpikir langsung (MBL), SD Menyimak dan berbicara merupakan keterampilan berbahasa lisan yang amat fungsional dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dengan keterampilan menyimak dan berbicara kita dapat memperoleh dan menyampaikan informasi. Kegiatan menyimak dan berbicara tidak dapat dipisahkan. Oleh sebab itu, siswa dituntut untuk mampu menyimak dan berbicara dengan baik. Bercerita merupakan salah satu kemampuan berbicara yang juga menuntut kemampuan dalam menyimak cerita dengan baik. Berdasarkan hasil observasi di kelas V MI Miftahul Ulum Benerwojo Kejayan Pasuruan, ditemukan permasalahan kemampuan bercerita siswa yang masih rendah. Salah satu penyebabnya diduga karena penggunaan strategi pembelajaran dan bahan ajar yang kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan strategi menyimak dan berpikir langsung (MBL) untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas V, (2) implementasi strategi menyimak dan berpikir langsung (MBL) untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas V, (3) hasil implementasi strategi menyimak dan berpikir langsung (MBL) untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyeknya 17 siswa kelas V MI Miftahul Ulum Benerwojo Kejayan Pasuruan. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi, lembar penilaian proses, lembar penilaian kemampuan bercerita, tes dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan mengelompokkan data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari instrumen penilaian proses dan wawancara, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari tes, instrumen observasi dan penilaian kemampuan bercerita. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Hal ini diketahui dari peningkatan pada komponen perencanaan meningkat dari skor rata-rata 2,8 menjadi 3,0. Implementasi pembelajaran meningkat dari skor rata-rata 2,8 menjadi 3,0. Hasil belajar siswa juga meningkat dari 47% menjadi 70,6% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 88,2% pada siklus 2. Secara keseluruhan peningkatan yang diperoleh mulai dari pra tindakan sampai tindakan siklus 2 sebesar 41%. Secara umum disimpulkan strategi menyimak dan berpikir langsung (MBL) dapat meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas V melalui tahap persiapan menyimak, membaca nyaring, refleksi dan penyampaian pendapat. Disarankan kepada guru untuk menjadikan strategi menyimak dan berpikir langsung (MBL) sebagai alternatif dalam meningkatkan kemampuan bercerita di kelas V maupun di kelas yang lain.

Hubungan antara kemampuan mengidentifikasi fungtor dengan kemampuan memahami isu wacana tulis pada siswa kelas II SMA Islam Malang tahun 1987/1988
oleh Ribut Wahyu Eriyanti

 

Pengembangan model-model latihan untuk penjaga gawang futsal di tim Kabupaten Kediri / Dwi Aristian

 

ABSTRAK Aristian, Dwi. 2015. Pengembangan Model-model LatihanuntukPenjagaGawang Futsal di TimKabupaten Kediri. Skripsi, JurusanIlmuKeolahragaan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Supriyadi, M.Kes.,(II) I NengahSudjana, S.Pd.,M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, model latihan, penjagagawang futsal Penjagagawangadalahseorangpemain yang mempunyaitugaskhususuntukmenjagagawangdalamsebuahtim.Observasiawal yang dilakukanpenelitipadatim futsal di Kabupaten Kediri, pemaindanpelatihmenyatakanbahwatim futsal di Kabupaten Kediri tidakmempunyailatihankhususuntukpenjagagawang. Sesuaipenelitianawal yang dilakukanmelaluipenyebarankuisioneranalisiskebutuhankepada 30 penjagagawang di tim futsal di Kabupaten Kediri danwawancarakepadapelatihPorprovKabupaten Kediri denganhasilsebagaiberikut: penjagagawang di tim futsal Kabupaten Kediri membutuhkan model-model latihanuntukpenjagagawang futsal, danpelatihmempunyai model-model latihankhususuntukpenjagagawang. Tujuandaripenelitianiniadalahmengembangkan modellatihanuntukpenjagagawangfutsal di tim futsal Kabupaten Kediri. Diharapkanhasilpengembanganinidapatmeningkatkanketerampilandankemampuanseorangpenjagagawang futsal di tim futsal Kabupaten Kediri. Metodepengembanganinimengacupada model pengembanganresearch and development Borg dan Gall. Sedangkananalisis yang digunakanyaitukualitatifdankuantitatifuntukmenganalisishasilpengumpulan data daripenelitianawal (analisiskebutuhan), evaluasiahli (ahlikepelatihan, ahlipraktisi, danahli media), ujicobakelompokkecildankelompokbesar. Hasilpengembangan model latihanuntukpenjagagawang futsal di tim futsal Kabupaten Kediri di peroleh data sebagaiberikut, (1) ujicobatahap I (ujicobakelompokkecil) sebesar 85,26% sangat valid (dapatdigunakan), (2) ujicobatahap II (ujicobakelompokbesar) sebesar 87,77% sangat valid (dapatdigunakan). Adapun spesifikasi produk yaitu, latihan ini berupa video tentang model-model latihan penjaga gawang futsal yang terdiri dari model latihan 1 sampai model latihan 20, dalam hal ini model latihan yang akan diberikan urutan dan tahapan latihan yang dimulai dari yang paling mudah menuju tahapan paling sulit, kemudian setiap model dijelaskan tentang teknik latihan dan tujuan latihan, untuk yang terakhir diberikan prinsip latihan yang terdiri dari intensitas, set, repetisi, dan recovery. Dari prosedur pengembangan yang telah diakukan, maka didapat hasilpengembangan model-model latihanuntukpenjagagawang futsal di tim futsal Kabupaten Kediri. Berdasar hasil penelitian ini, disarankan dilakukan uji efektifitas dan tidak dilakukan di satu tempat saja, sehingga terdapat perbaikan dari produk yang telah dibuat agar lebih variatif, menarik, lebih bermanfaat.

Perbedaan penerapan model problem based learning dan metode ceramah bermakna dengan bantuan program paket tracer terhadap hasil belajar kompetensi menyelesaikan desain LAN siswa kels XI TKJ SMKN 1 Turen / Syofi Indriani

 

Kata Kunci: PBL (Problem Based Learning), TKJ, Metode Ceramah Bermakna, Hasil Belajar. Salah satu model pembelajaran yang dinilai dapat meningkatkan hasil belajar siswa, aktivitas siswa, serta kemampuan bekerja sama antar siswa adalah pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Disini siswa lebih diberdayakan dalam pembelajaran dari pada guru karena guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar kompetensi menyelesaikan desain LAN siswa yang diajar menggunakan model Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah bermakna pada siswa kelas XI TKJ di SMKN 1 Turen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimental semu (quasy experimental design ) dengan Pretest-Posttest Group Desain. Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik sampling pertimbangan (purposive sampling) yang terdiri dari dua kelas, yaitu: kelas XI TKJ2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI TKJ1 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang diajar menggunakan model PBL berbantuan program paket tracer dan kelas kontrol adalah kelas yang diajar menggunakan metode ceramah bermakna berbantuan program paket tracer. Instrumen penelitian terdiri dari instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik kuantitatf untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan hasil belajar siswa yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan dua rata-rata dan uji hipotesis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai hasil belajar secara signifikan antara siswa kelas eksperimen dengan siswa kelas kontro, berdasarkan hasil uji-t yang memperoleh thitung. (6,074) > ttabel (1,658). Hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari hasil belajar siswa kelas kontrol. Diperoleh nilai rata rata hasil belajar kelas eksperimen (83,92) lebih tinggi dari nilai rata-rata hasil belajar kelas kontrol (78,27) dengan selisih sebesar 5,65 poin dan selisih tingkat ketuntasan sebesar 21,2%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan program paket tracer dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar menyelesaikan desain jaringan LAN.

The teaching of EFL writing toprepare for national and school examinations by exemplary senior high school teachers / Arina Shofiya

 

ABSTRAK Shofiya, Arina. 2015. The Teaching of EFL Writing to Prepare for National and School Examinations by Exemplary Senior High School Teachers. Disertasi. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.A., Ph.D., (II) Prof. Mohammad Adnan Latief, M.A., Ph.D., (III) Fachrurrazy, M.A.Ph.D. Key words: Guru percontohan, wash-back, pembelajaran EFL writing, pembelajaran untuk tes Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) merupakan indikator kualitas pendidikan nasional. Hasil kedua ujian tersebut memiliki konsekuensi yang serius terhadap penentuan kelulusan siswa.Oleh karena itu, terdapat efek wash-back, terutama tes writing pada dalam praktek pembelajaran di kelas. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi bagaimana guru mengajarkan EFL writing dalam rangka mempersiapkan siswa menghadapi tes writing di UN dan US. Secara rinci, rumusan masalah dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut: (1) Bagaimana persiapan guru dalam mengajar EFL writing?, (2) Bagaimana guru mengajar EFL writing?, dan (3) Bagaimana guru melakukan asesmen pada writing siswa? Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah empat orang guru bahasa Inggris SMA di Kota Blitar. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Februari 2014 sampai bulan Mei 2014 melalui interview, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tes yang melibatkan guru baik dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan membuat guru lebih antusias dalam menyiapkan proses pembelajaran di kelas. Artinya terdapat wash-back positif yang ditandai adanya pengembangan rencana pembelajaran yang spesifik untuk writing, kegiatan kolaborasi dalam penyusunan rencana pembelajaran, dan berbagai kegiatan dalam pengembangan bahan ajar dan strategi pembelajaran. Adanya tekanan terhadap para guru dalam menyiapkan siswa untuk ujian writing seperti dilaksanakannya sejumlah try-out test menjadikan guru melaksanakan pembelajaran yang strategis.Mereka menyelesaikan penyampaian teori writing pada paruh pertama semester genap. Sisa waktu pada paruh kedua semester genap digunakan untuk latihan mengarang berbagai jenis teks. Berbagai macam kegiatan tugas writing dilaksanakan agar siswa mendapatkan latihan yang memadai sebelum mengikuti UN dan US. Agar pembelajaran lebih efisien, kegiatan mengarang dilaksanakan secara kolaboratif. Kegiatan individual diberikan dalam bentuk pekerjaan rumah (PR). Publikasi karya siswa dilaksanakan melalui dua cara, yaitu ditempel di majalah dinding sekolah dan berupa pengumuman melalui pengeras suara sekolah. Dalam konteks menyiapkan siswa untuk UN dan US, asesmen mendapat perhatian khusus dari guru. Asesmen dilaksanakan dengan dua tujuan yakni menilai pencapaian siswa dan mengidentifikasi permasalahan siswa. Untuk hal ini, guru mengimplementasikan berbagai teknik asesmen seperti asesmen tidak langsung, asesmen langsung, dan portofolio. Proses skoring dilaksanakan dengan menggunakan teknik holistik dan teknik analitik. Teknik holistik dipilih karena praktis digunakan dalam kelas besar. Teknik tersebut digunakan ketika guru melakukan asesmen karya siswa di akhir proses writing.Teknik analitik dipilih karena memudahkan guru dalam mendiagnosa area writing yang perlu ditingkatkan. Teknik tersebut digunakan ketika melakukan asesmen karya siswa pada tes formatif. Penelitian ini menghasilkan beberapa saran bagi berbagai pihak yaitu guru, pengambil kebijakan, desainer tes UN, dan peneliti berikutnya. Para guru disarankan untuk membuat persiapan pembelajaran yang baik agar tercipta pembelajaran yang berkualitas. Di samping itu, tes writing di UN dan US sebaiknya tidak dianggap sebagai hambatan dalam menyelenggarakan pembelajaran writing yang baik. Para pengambil kebijakan sebaiknya tidak terlalu sering menyelenggarakan try out tes UN karena guru dan siswa memerlukan waktu untuk merefleksi kelemahan dan keunggulan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Para desainer tes UN disarankan untuk menambahkan jumlah soal writing pada UN agar proporsinya seimbang dengan jumlah soal keterampilan bahasa yang lain. Selain itu, para peneliti di masa yang akan datang diharapkan untuk melaksanakan penelitian yang menghasilkan teknik dan skoring asesmen yang lebih praktis dan ramah terhadap guru mengingat isu tersebut sampai sekarang belum terselesaikan.

Peningkatan keterampilan berbicara dengan pendekatan komunikatif pada siswa kelas III di MI Miftahul Huda I Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Cholilah

 

Aplikasi manajemen futsal berbasis visual basic 2005 dan SQL server / Sufyan Saifullah

 

Kata Kunci: Futsal, Microsoft Visual Basic 2005, database SQL Server. Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan. Olahraga futsal semakin digemari oleh masyarakat kota dari berbagai kalangan, mulai dari Anak Sekolah, Mahasiswa, Karyawan, dan banyak lagi. Tak heran di sudut kota cukup banyak yang menyediakan sarana tempat olahraga futsal ini. Alasan yang didapat dari berbagai pihak karena olahraga futsal adalah olahraga alternatif bagi kebanyakan warga kota, yang sulit mendapatkan lapangan sepak bola. Wajar apabila sekarang banyak orang yang membuka usaha untuk bidang ini, karena cukup menjanjikan. Namun saat ini biasanya masalah yang dihadapi oleh pengelola futsal adalah sistem pemesanan yang masih manual, dimana data masih dikelola oleh kemampuan manusia. Mulai dari pencatatan pemesanan, nota transaksi, jadwal permainan, selesai permainan hingga pembukuan masih dilakukan manual. Sistem pemesanan tersebut kurang efisien karena banyak menyita waktu. Dalam proyek akhir ini, telah dibuat suatu perangkat lunak aplikasi untuk memudahkan pengelolaan lapangan futsal. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 2005 dengan database SQL Server . Proyek akhir ini menghasilkan suatu aplikasi yang memudahkan para pemilik usaha arena futsal untuk memudahkan dalam dalam mengatur penjadwalan serta manajemen lapangan futsal.

Penerapan asas-asas pengajaran pengurangan fakta hingga 5 (lima) dalam buku panduan guru matematika kelas rendah sekolah dasar
oleh Syaiful Imam

 

Penerapan metode eksperimen pencampuran warna untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok A TK Al-Hidayah Dawuhan Kota Blitar / Endang Purwanti

 

Kata Kunci : Metode Eksperimen, Pencampuran Warna, Perkembangan Kognitif Permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam proses kegiatan belajar mengajar tersebut berdampak pada hasil belajar anak, dimana 50% anak tidak mampu menyebutkan dan menceritakan. Dari fakta sederhana di atas, penyusun mencoba mengatasi permasalahan anak tersebut dengan menerapkan metode eksperimen untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak khususnya dalam mengenal konsep pencampuran warna. Metode eksperimen dimanfaatkan sebagai metode dalam kegiatan pembelajaran karena masa kanak-kanak adalah masa bermain dan pembelajaran akan lebih bermakna jika dilakukan melalui bermain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode eksperimen pencampuran warna pada anak kelompok A TK Al-Hidayah Dawuhan Kota Blitar dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan kognitif anak kelompok A TK Al-Hidayah Dawuhan Kota Blitar setelah belajar melalui metode eksperimen pencampuran warna. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research. Penelitian Tindakan Kelas adalah proses investigasi terkendali untuk menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Proses pemecahan masalah tersebut dilakukan secara bersiklus, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil pembelajaran di kelas tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kemampuan awal kognitif anak 46,25 rata-rata nilai kelompok A TK Al-Hidayah Dawuhan Kota Blitar kemudian meningkat dengan diterapkannya metode eksperimen dalam pelajaran mencampur warna. Peningkatan pada siklus I penelitian tindakan kelas ini meningkat dengan rata-rata 68,75 dengan tidak adanya anak yang berkemampuan kognitif rendah. Dalam pembuktian peningkatan kognitif anak, peneliti dan kolaborator melaksanakan siklus II untuk melakukan upaya peningkatan yang lebih dari penerapan metode eksperimen yang mana kemudian hasil nilai rat-rata anak menjadi 88,75. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah terjawbanya rumusan masalah yang selnajutnya diharapkan penelitian ini dapat berguna dalam meningkatkan proses belajar dan mengajar PAUD di sekolah manapun.

Pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk meningkatkan kualitas pendidikan (studi multi situs di SD Negeri Alaskandang 2 dan MI Bahrul Ulum Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo) / Arif Imam Mulyana

 

Kata Kunci : Pengelolaan, Dana BOS, Kualitas pendidikan Setiap organisasi memerlukan suatu pengelolaan agar proses kegiatan yang dilakukan menjadi efektif dan efisien. Pengelolaan suatu organisasi dilakukan oleh sumber daya manusia yang berkompeten dibidangnya. Pengelolaan dana BOS harus dilakukan secara sistematis mulai dari perencanaan sampai pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Fokus penelitian adalah bagaimana pengelolaan dana BOS di SD Negeri Alaskandang 2 & MI Bahrul Ulum. Rincian fokusnya: (1) Bagaimana pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), (2) Bagaimana penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), (3) Bagaimana dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Bagaimana kualitas pendidikan di SD Negeri Alaskandang 2 & MI Bahrul Ulum. Penelitian ini dilakukan di SDN Alaskandang 2 dan MI Bahrul Ulum kabupaten Probolinggo. Pendekatan ini menggunakan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara, (2) observasi, (3) dokumentasi. Sumber data menggunakan teknik sampling yaitu mencari informan yang paham mengenai hal - hal yang berkaitan dengan fokus penelitian ini. Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif, dimana penyelidikan deskriptif tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang. Proses analisis data dalam penelitian ini dimulai dengan menelaah seluruh data yang sudah tersedia melalui alat pengumpul data, yaitu wawancara dan pengawasan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi dan dokumen resmi. Adapun tahap – tahap analisis data yaitu : (1) reduksi data, (2) display data, (3) verifikasi data. Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa (1) pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah di SDN Alaskandang 2 dan MI Bahrul Ulum menyesuaikan proses manajemen yaitu tahap perencanaan, pengorganisasian, pengawasan serta evaluasi, (2) penggunaan dana BOS di SDN Alaskandang 2 dan MI Bahrul Ulum sudah sesuai dengan petunjuk teknis pengelolaan, namun alokasi dana pada tiap - tiap item sekolah berbeda, hal ini disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing - masing. Dana BOS di SDN Alaskandang 2 digunakan untuk pembelajaran praktek dan prasarana penunjangnya, sarana kegiatan pembelajaran dan komponen lain seperti honor guru, bahan ATK dan transportasi yang berkenaan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Sedangkan dana BOS di MI Bahrul Ulum digunakan lebih diutamakan untuk penyediaan sarana dan prasarana sekolah, honor guru, bahan ATK dan transportasi, (3) Kualitas pendidikan di SDN Alaskandang 2 bisa dikatakan cukup baik, hal ini bisa dilihat pada masalah sarana dan prasarana sekolah yang dapat teratasi dengan baik dengan tersedianya dana BOS, adanya guru les, peningkatan nilai rata - rata pada tiap - tiap kelas, serta output 100% pada tiap tahunnya. Kualitas pendidikan di MI Bahrul Ulum juga bisa dikatakan cukup baik, hal ini dapat dilihat dari peningkatan prestasi siswa baik nilai mata pelajaran maupun ekstrakurikuler dilihat dari jumlah penghargaan yang diperoleh di setiap perlombaan beserta peningkatan jumlah siswa baru dan pencapaian kelulusan 100%. Berdasarkan temuan tersebut disarankan kepada yang pertama, Pihak Manajemen Sekolah diperlukan transparansi yang lebih baik mengenai pengelolaan dan penggunaan dana BOS dengan melakukan evaluasi terus menerus yang melibatkan orang tua siswa dan pihak yang terkait seperti pihak monitoring penggunaan dana BOS. Kedua, Dinas Pendidikan Nasional dan Departemen Agama, diharapkan untuk lebih memberikan dukungan dengan cara memberikan informasi terkait dengan sistem pengelolaan dana BOS yang efektif atau dengan memberikan penghargaan bagi manajemen sekolah yang mampu mengelola dana BOS yang paling baik. Hal ini untuk memotivasi manajemen sekolah dalam memanfaatkan dana BOS untuk peningkatan kualitas pendidikan.Ketiga, bagi Jurusan Administrasi Pendidikan, karena pengelolaan dana BOS merupakan bagian dari sistem pengelolaan pendidikan di Indonesia, maka diharapkan lebih memperdalam kajian tentang manajemen pendidikan sekolah khususnya pengelolaan dana pendidikan. Keempat, peneliti lain, bagi peneliti lain yang melakukan penelitian dengan subjek yang sama dapat menggunakan pendekatan yang berbeda dan lebih mendalam untuk memperoleh data.

Manajemen pembelajaran rintisan sekolah bertaraf internasional (studi kasus di SMP Negeri 1 Sumenep) / Katrin Widariyati

 

Kata kunci: kurikulum, kegiatan pembelajaran, rintisan sekolah bertaraf Internasional Dalam upaya peningkatan mutu, efisiensi, relevansi, dan peningkatan daya saing secara nasional dan sekaligus internasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, maka telah ditetapkan pentingnya penyelenggaraan satuan pendidikan bertaraf Internasional, baik untuk sekolah negeri maupun swasta. Pendidikan bertaraf Internasional harus memiliki daya saing yang tinggi dalam hasil-hasil pendidikan (output dan outcomes), proses, dan input sekolah baik secara nasional maupun internasional. Hal ini didasari oleh tuntutan kurikulum bertaraf Internasional yang mengharuskan peserta didik dalam masuk kelas Internasional harus mampu berkompetisi secara global dengan siswa dari negara lain. Beberapa kemampuan umum yang lazim menjadi tolak ukur keinternasional adalah kemampuan dalam sains, kemampuan dalam bidang teknologi, dan kemampuan lain yang bersifat karya-karya inovatif dan kreatif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sumenep dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus. Dalam penelitian ini, peneliti sebagai instrumen kunci , dengan subyek penelitian Kepala Sekolah, koordinator kurikulum, guru dan siswa RSBI SMP Negeri 1 Sumenep. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara mendalam; (2) observasi; dan (3) dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut dianalisis selama pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Pada saat pengumpulan data, data yang telah diperoleh kemudian diuji dengan menggunakan metode triangulasi sumber dan ketekunan pengamatan untuk mengetahui keabsahan data. Hasil penelitian di kelas RSBI SMP Negeri 1 Sumenep menunjukkan proses perencanaan kurikulum dan pembelajaran dilakukan dengan menyusun silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, program semester, tahunan dan kalender pendidikan. Untuk proses pelaksanaan kurikulum dan pembelajaran terdiri dari Pengelolaan Kelas dan Proses pembelajaran bertaraf Internasional di kelas RSBI. Pengelolaan kelas di RSBI dilakukan dengan memenuhi jumlah siswa per kelas berkisar 25-30 siswa, beban mengajar guru minimal 24 jam tiap minggunya kecuali 12 jam tiap minggu untuk guru yang tugas belajar. Proses pembelajaran bertaraf Internasional terdapat tiga kegiatan, yaitu kegiatan awal, inti dan penutup. Kegiatan inti dibagi menjadi tiga bagian yaitu ekspositori, tanya jawab, dan penugasan. Evaluasi kurikulum dan pembelajaran dapat dinilai dari beberapa aspek, yaitu dilihat dari keseharian siswa di kelas bagaimana siswa menerima dan menyalurkan pelajaran yang diterima dengan baik; tugas-tugas yang diberikan oleh guru dikumpulkan tepat waktu; keaktifan dalam diskusi bagaimana siswa bertanya dan menjawab pertanyaan; Tes Formatif 1, Tes Formatif 2, Ujian Akhir Sekolah, dan penilaian dari sikap siswa. Ketuntasan belajar harus mencapai nilai 80, bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan dalam belajar maka wajib untuk mengikuti remidi. Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan bagi : (1) Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sumenep hendaknya menerapkan sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional sepenuhnya mulai dari kelas VII sampai kelas IX, sehingga tidak ada perbedaan antara kelas RSBI, unggulan dan reguler. Selain itu Kepala Sekolah harus dapat meningkatkan dan mengembangkan kurikulum, menciptakan tenaga pendidik yang berkualitas sehingga lulusannya dapat memiliki kemampuan daya saing Internasional; (2) Kepala Dinas Pendidikan Kota Sumenep dalam bidang kurikulum dan pembelajaran hendaknya selalu mengevaluasi penerapan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional terutama dalam hal kurikulum, sarana dan prasarana, tingkat keberhasilan RSBI jika dilihat dari proses belajar-mengajar dan guru pengajar, agar sekolah tersebut senantiasa memberikan pelayanan kepada siswa sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yaitu mencapai sekolah bertaraf Internasional. Dengan adanya keberhasilan dari satu sekolah yaitu SMP Negeri 1 Sumenep, Kepala Diknas dapat memotivasi sekolah yang lain untuk menjadi RSBI sehingga pendidikan yang ada di Sumenep dapat berkembang dengan baik dan mempunyai daya saing Internasional; (3) Wakasek kurikulum seharusnya tetap mempertahankan dan meningkatkan kurikulum RSBI SMP Negeri 1 Sumenep yang mengacu pada standar pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pengembangan kurikulum juga harus senantiasa dilakukan secara berkesinambungan sehingga proses belajarmengajar dapat berjalan dengan lancar;(4) Guru Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMP Negeri 1 Sumenep selalu meningkatkan kinerja dan kualitas dalam proses belajar-mengajar agar siswa termotivasi dalam belajar dan memperoleh hasil yang memuaskan dalam pendidikan yang ditempuh dengan cara selalu mengembangkan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sesuai dengan pengetahuan pendidikan yang semakin berkembang. Guru juga harus dapat menggunakan sarana dan prasarana dengan seefisien mungkin seperti LCD, laptop, serta media pembelajaran lainnya; (5) Pengelola Jurusan Administrasi Pendidikan, hasil penelitian ini hendaknya menjadi tambahan referensi mengenai program sekolah bertaraf Internasional yang saat ini sudah mulai menjadi perhatian penting pemerintah khususnya dalam dunia pendidikan; dan (6) Peneliti Lain, diharapkan melakukan penelitian sejenis pada berbagai aspek lain yang bermanfaat dari manajemen Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Aspek yang bermanfaat untuk diteliti, misalnya manajemen sarana dan prasarana Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.

The flouting of grice's conversational maxims in oral verbal humor on "Bukan Empat Mata" talk show / Nodistya Septian Indrastana

 

Kata Kunci: humor verbal lisan, maksim-maksim percakapan Grice, pelanggaran maksim-maksim percakapan, cara pelanggaran maksim percakapan Grice. Humor memiliki peran penting dalam kehidupan manusia karena humor dapat meringankan beban psikologis dan menyegarkan pikiran seseorang. Pada dasarnya, humor memiliki dua bentuk, yaitu humor verbal dan humor non-verbal. Seringkali orang-orang menciptakan humor verbal dalam percakapan dengan cara melanggar maksim-maksim percakapan yang dikemukakan oleh Grice. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis fenomena pelanggaran maksim-maksim percakapan Grice dalam humor verbal lisan yang terdapat dalam acara talk show “Bukan Empat Mata”. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menemukan maksim-maksim percakapan yang dilanggar dalam humor verbal lisan yang terdapat dalam acara “Bukan Empat Mata” dan bagaimana cara maksim-maksim percakapan tersebut dilanggar dalam humor verbal yang terdapat dalam acara “Bukan Empat Mata”. Penelitian ini menganalisis 46 ucapan yang diperoleh dari sembilan episode talk show “Bukan Empat Mata”. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui tiga tahap, yaitu dengan cara mengunduh sembilan episode tersebut dari internet, memutar video hasil unduhan untuk menentukan ucapan mana yang mengandung pelanggaran maksim percakapan, dan menulis data yang diperoleh. Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi jenis pelanggaran maksim dan cara pelanggaran maksim yang terdapat dalam data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keempat maksim percakapan Grice dilanggar dalam humor verbal lisan yang terdapat dalam talk show “Bukan Empat Mata”. Pelanggaran maksim dengan frekuensi tertinggi terjadi pada maksim kualitas. Kemudian, tiga urutan berikutnya adalah maksim relevansi, maksim pelaksanaan atau maksim cara, dan maksim kuantitas. Persentase masing-masing maksim secara berurutan adalah (57.14%), (16.33%), (14.29%), dan (12.24%). Dari hasil analisis dalam penelitian ini ditemukan tiga cara melanggar maksim-maksim percakapan Grice, yaitu dengan cara membelokkan ambiguitas bahasa, membelokkan logika, dan menggunakan bahasa kiasan. Penelitian ini juga mengungkap bahwa humor verbal lisan yang terdapat dalam talk show berfungsi untuk membangun suasana yang kondusif dalam percakapan, menghaluskan pertanyaan-pertanyaan yang cenderung sensitive, dan menunjukkan serta menjaga hubungan yang baik antar partisipan dalam percakapan di mana terdapat humor tersebut.

Hubungan konsep diri,informasi karier danprestasi belajar dengan perencanaan karier / oleh Kusbandiami

 

Pengaruh lama pemasakan dan lama perendaman terhadap penurunan kadar vitamain C dalan daun sawi (B. Juncea L) / oleh Sapta Herlambang

 

Studi tentang perbedaan efisiensi turbin air cross flow pada beberapa proyek percontohan PLTM
oleh Sucipto

 

Pengaruh balikan hasil tes bakat dan minat terhadap kematangan karir siswa SMA / oleh Partino

 

Black flag : what happen under the shadow of women's movement / Achmad Fatkhur Rozi

 

INTISARI Rozi, A. F. 2015. Black Flag: What Happened Under the Shadow of Women’s Movement. JurusanSastraInggris, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: 1) Drs. KukuhPrayitno S., M.A. 2) MochamadNasrulChotib, S.S, M.Hum. Kata Kunci: Assassin’s Creed, BajakLaut, Patriarki Assassin’s Creedmerupakansalahsatumerchandisepopuleryang berceritamengenaikebebasansertaharga yang harusdibayaruntukmencapainya. Dari segisekuel, Assassin’s CreedIV: Black Flag-lah yang paling mendapattempat di hati para penikmatdanpenggemardengankesuksesannyameraihangkapenjualanmelebihi 10 juta copy di seluruhduniauntukversigamenyadantelahmeraupkesuksesandenganmendapat label “best seller”untukversi novel. Olehkarenaitu, haltersebutmembuktikanbahwaBlack Flag, baikversi video game maupun novel, layakuntukdianalisa. Dalam setting Assassin’s Creed yang penuhdengankekerasan, perempuanselaludigambarkansebagaisosokpenurutdanlemah. Namun, dalam plot ceritaBlack Flag, tidaksemuaperempuandigambarkandemikian, adabeberapaperempuan yang memilikipenggambarankaraktersebagaiperempuan yang mematikandankuat. Perempuan-perempuaninibahkandigambarkansebagaiperempuan yang lebihdarimampuuntukmembuatlaki-lakipatuhpadamereka.Penelitimemilih 3 karakterperempuandariBlack Flag; Marry, Anne dan Caroline. Ketigakarakterperempuantersebutmemilikikapasitasuntukmendominasilaki-lakimenggunakankemampuanmereka. Marry denganketerampilandankekuatannya, Anne denganpesonadankeberaniannya, serta Caroline dengankecantikandansikapanggunya. Hanyasaja, dengansegenapkekuatanhegemonilaki-laki yang mengontrolmasyarakat, perempuankurangmendapatkuasaatasbanyakhal. Menggunakanteori Feminism dariConnel, penelitianinibertujuanuntukmenjawabpertanyaanapakahperempuanbenar-benarmampumengendalikanlaki-lakibahkanketikahal-hal yang merekalakukanuntukmengendalikanlaki-lakidipandangsebagaihal yang sia-siadalam setting Black Flag yang berorientasikepadalaki-laki.Padaakhirnya, wanitatetapbergantungdandikendalikanlaki-lakimeskimerekasudahberusahamelepaskandiridaribelenggu system patriarki.

Aplikasi fungsi trigonometri pada pengukuran jarak dan statika
oleh Nurul Hamidah

 

Tulisan ini membahasm engenaia plikasi fungsi trigonometri. Aplikasi fungsi trigonometrim erupakans uatuc arau ntuk mencarip enyelesaians uatum asalah denganm enggunakanfu ngsi trigonometri.D asarp embahasansk ripsi ini menggunakakno nsept entangs egitig4 sudutd alam segtiga, fungsi trigonometri,d an penamaantr i gonometri. Aplikasi fungsi trigonometri yang menjadi pembahasand i sini adalaha plikasi fungsit rigonometriy angb erhubungand enganp engukuranjarakd an slatika.A plikasi fungsik igonometri padap engukuranja rak dapatm enggunakans udutd epresim aupun sudute levasi.A plikasi fungsi trigonometriy ang berhubungand engans tatika digunakanu ntuk perhitrrnganp ermasalahang ayad an momen. Pengukurans ecarat idak langsung,s udutp engukurannyad apatm enggunakasn sudutd epresim aupuns udute levasi. Pengukurans udutd epresip rinsip yang digunakana dalahp engukurand ilakukan dari tempaty angl ebih tinggi dari pengamat dan sudul yang dibentuk merupakan sudut yang dibenhrk antaru garis mendatar dengang arisy ang menghubungkana ntarap engamatd engano bjek. Pengukuran sudute levasip rinsip yang digunakana dalahp engukurand ilahkan dari tempaty ang lebih rendah dari pengamat dan sudut yang dibentuk merupakan sudut antara garis mendatard engang arisy ang menghubungkana ntarap engamatd an objek. Sudut depresdi an sudute levasim erupakand ua suduty ang konruen,s edangp erbedaannya terletak pada cara pengukuran sudutnya.

Pengaruh similar name terhadap keputusan konsumen dalam membeli mie instan merek Mie Sedaap versus Supermi Sedaap (studi pada mahasiswa Universitas Negeri Malang) / Abdul Ghofur

 

Kata Kunci: Similar Name, Keputusan Konsumen Perkembangan usaha bisnis dalam era globalisasi saat ini semakin pesat ditandai dengan tingkat persaingan antar perusahaan yang semakin tinggi dan ketat. Keadaan tersebut menyebabkan perusahaan pada umumnya berusaha untuk mempertahankan kelangsungan hidup, mengembangkan perusahaan, memperoleh laba optimal serta berusaha memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi perusahaan pesaing. Seorang pemasar dituntut mampu menciptakan strategi pemasaran yang tepat dalam rangka persaingannya dengan perusahaan lain. Pemasar juga harus menciptakan produk yang mampu mengkarakteristikkan diri agar konsumen mengenal produk-produk yang dipasarkan oleh perusahaan tersebut. Untuk mengantarkan identitas perusahaan agar mudah dikenal konsumen, merek menjadi hal yang sangat penting. Perusahaan-perusahaan yang masih tergolong baru biasanya selalu meniru atau mengikuti merek yang menjadi perusahaan pemimpin (market leader) dalam pasar, karena cara tersebut lebih efektif dan efisien. Kemiripan merek diharapakn membuat konsumen menarik asosiasi bahwa merek perusahaan pengikut (follower) memiliki citra yang sama dengan merek pemimpin pasar (market leader). Meniru, menyamarkan ataupun menyamakan produk terutama dalam hal merek oleh perusahaan pengikut (follower) merupakan bentuk dari konsep similar name. Produk yang memiliki maupun yang menggunakan merek yang serupa (similar name) akan mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih produk maupun jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Strategi ini pernah diterapkan oleh SuperMi Sedaaap saat pertama kali masuk pasaran untuk mengambil pasar mie instan yang didominasi oleh Mie Sedaap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kondisi similar name dan keputusan konsumen, mengetahui pengaruh similar name (nama, istilah, tanda, simbol) secara parsial terhadap keputusan konsumen, mengetahui pengaruh similar name secara simultan terhadap keputusan konsumen, dan mengetahui faktor yang dominan mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli Mie Sedaap versus SuperMi Sedaaap pada mahasiswa Universitas Negeri Malang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kausalitas yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hubungan sebab-akibat antara variabel bebas (similar name) terhadap variabel terikat (keputusan konsumen). Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh mahasiswa S1 (strata satu) Universitas Negeri Malang yang menjadi pembeli sekaligus konsumen Mie Sedaap dan SuperMi Sedaaap, dimana jumlah populasinya tidak diketahui (indefinite population). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang, teknik yang digunakan dalam penentuan sampel adalah sample aksidental (accidental sampling) yaitu penentuan sampel berdasarkan siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti yannng dapat digunakan sebagai sampel dan cocok sebagai sumber data. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial, yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial sub variabel nama, istilah, tanda, dan simbol berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan konsumen. Sedangkan secara simultan menunjukkan bahwa sub variabel nama, istilah, tanda, dan simbol berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli mie instan merek Mie Sedaap versus SuperMi Sedaaap pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Hasil ini dapat dilihat pada analisis Regresi Berganda dengan koefisien determinasi ( ) sebesar 35,6 %, berarti bahwa ada pengaruh nama, istilah, tanda, dan simbol terhadap konsumen dalam membeli mie instan merek Mie Sedaap versus SuperMi Sedaaap pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang sebesar 35,6 %, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Saran dari penelitian ini adalah: (1) Saran Saran ditujukkan kepada PT Indofood Sukses Makmur yang memproduksi SuperMi Sedaaap, hendaknya berani menciptakan produk baru yang berbeda dan mempunyai karakteristik khusus agar konsumen mudah mengenali produk tersebut. Tidak hanya membuat kemiripan kemasan maupun meniru secara utuh dari produk Mie Sedaap yang menjadi pemimpin pasar (market leader). (2) Untuk PT Karunia Alam Segar (grup dari Wing’s Food) yang memproduksi Mie Sedaap hendaknya bisa menyempurnakan produk agar mempunyai ciri khas yang sulit ditiru oleh perusahaan pengikut (follower). Selain itu perlu adanya inovasi dan diversifikasi pada produk mie instan baik dari segi kemasan maupun dari produk yang dihasilkan agar tidak mudah ditiru dan agar dapat mempertahankan pasarnya. (3) Saran bagi konsumen sebaiknya teliti terlebih dahulu produk yang akan dibeli, berhati-hati sebelum melakukan pembelian, dan sangat disarankan untuk tidak tergesa-gesa dalam melakukan keputusan pembelian terlebih dengan adanya praktik similar name tersebut.

The effectiveness of stand-up comedy on college students' speaking achievement / Joko Adi Saputro

 

ABSTRAK Saputro, Joko Adi. 2015. The Effectiveness of Stand-up Comedy on College Students’ Speaking Achievement. Tesis S2. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Arwijati W. Murdibjono, Dip.TESL, M.Pd. (II) Prof. A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D. Kata kunci:Stand-up Comedy,Kemampuan berbicara mahasiswa Penelitian ini dilakukan guna menginvestigasi keefektifan stand-up comedy dalam meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa dalam pengajaran kelas public speaking pada mahasiswa semester empat jurusan Bahasa dan Sastra Inggris di Universitas Kanjuruhan Malang. Stand-up comedy ditawarkan untuk mengajar speaking khususnya untuk bisa berbicara di depan umum (Monolog) karena pada semester akhir mereka dituntut untuk mempresentasikan skripsi mereka. Pada akhirnya, hasil dari penelitian ini diharapkan bisa menjawab rumusan masalah yaitu apakah mahasisiwa bisa mendapatkan kemampuan berbicara lebih bagus setelah diajar dengan menggunakan stand-up comedy. Penelitian ini menggunakan model pre-experimental research design dengan pra-tes dan pasca-tes. Subjek penelitian adalah kelas reguler semester empat jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Terdapat dua puluh siswa pada kelas ini. Ada dua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. Siswa diberikan perlakuan dengan melalui beberapa prosedur antara lain persiapan (menulis jokes), pra-pertunjukan (menerima umpan balik), pertunjukan (berpengalaman pertunjukan langsung). Instrumen yang pertama adalah pra-tes dan pasca-tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan berbicara mahasiswa sebelum dan sesudah perlakuan dan instrumen yang kedua adalah kuesioner yang digunakan untuk mengetahui pendapat mahasiswa tentang stand-up comedy agar menguatkan penghitungan statistik. Data dianalisis dengan menggunakan paired-sample t-testyang terdapat pada aplikasi SPSS 16.00 untuk menolak Nul Hypothesis dan menggunakan aplikasi Microsoft Excel untuk menghitung prosentase persepsi mahasiswa terhadap stand-up comedy. Hasil temuan menunjukkan bahwa kemampuan berbicara mahasiswa lebih bagus setelah diajar selama delapan pertemuan dengan stand-up comedy. Rata-rata dari nilai pra-tes adalah 49.91 sedangkan rata-rata dari pasca test adalah 64.35. Ini menunjukkan bahwa nilai dari pasca tes lebih tinggi dari pada nilai pra-tes. Hasil dari paired-sample t-test adalah -16.281. Ini berarti bahwa di bawah 0.05 (95%) yang berarti terdapat perbedaan significan antara nilai pra-tes dan pasca-tes. Selanjutnya, Prosentase kesuksesan berdasarkan kuesioner adalah 92%. Ini berarti bahwa mahasiswa senang menggunakan stand-up comedy dalam meningkatkan kemampuan berbicara mereka. Kesimpulannya adalah stand-up comedy efektif untuk mengajar kemampuan berbicara mahasiswa. Terakhir, penelitian ini bermanfaat untuk guru atau dosen dan peneliti berikutnya. Namun, untuk membuat stand-up comedy lebih memungkinkan dalam pelaksanaannya, ada beberapa saran yang disediakan. Untuk guru atau dosen, siapkan seluruh materi dengan hati-hati termasuk topik, video, dan materi untuk membuat lawakan; pastikan bahwa anda mengerti setiap langkah-langkah dalam mengajar speaking; dan motivasi mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan. Untuk peneliti berikutnya, disarankan untuk menggunakan desain quasi-experiemental reserach untuk membandingkan stand-up comedy dengan teknik lainnya. Peneliti berikutnya juga bisa memberi tambahan variabel dalam penelitian mereka karena mahasiswa memiliki karakter yang berbeda-beda yang mungkin mempengaruhi kemampuan berbicara mereka.

Pengembangan sikap moral dalam pembelajaran PKn melalui values investment approach (VIA) pada siswa kelas VA MI Miftahul Huda Sukolilo Jabung Kabupaten Malang / Maya Wiyantiningsih

 

Kata kunci : Values Investment Approach (VIA), sikap moral, pembelajaran PKn, SD. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru PKn di kelas VA MI Miftahul Huda Sukolilo Jabung Kabupaten Malang terdapat permasalahan tingkah laku siswa seperti malas, tidak dapat mengendalikan diri, kurang menghargai orang tua, berkata kotor, suka membantah, bertengkar dengan teman dan berbohong. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PKn dengan Values Invesment Approach (VIA) (2) mendeskripsikan dampak penerapan Values Invesment Approach (VIA) terhadap sikap moral siswa kelas VA MI Miftahul Huda Sukolilo Jabung Kabupaten Malang. Values Invesment Approach (VIA) adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang secara sistematis membantu siswa untuk menjelaskan isu-isu nilai melalui kegiatan kognitif dan afektif yang membutuhkan keputusan tindakan secara periodik. Penelitian ini dilaksanakan di MI Miftahul Huda Sukolilo Jabung Kabupaten Malang, dengan subyek siswa kelas VA yang berjumlah 29 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data sikap moral menggunakan angket sikap moral dan lembar observasi aspek afektif serta cerita penalaran moral. Pembelajaran tipe Values Invesment Approach (VIA) terdiri dari beberapa strategi yaitu: (1) rituals, (2) constructions, (3) dilema moral, (4) simulasi, (5) paper and pencil test, (6) tes skala sikap, (7) kertas penelitian, (8) catatan pribadi dan biografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap moral siswa setelah penerapan dengan Values Invesment Approach (VIA) meningkat dari siklus I ke siklus II baik dilihat dari angket tindakan maupun lembar observasi. Berdasarkan angket skap moral siklus I persentase skor klasikal adalah 69,28% dengan kategori baik. Pada siklus II meningkat menjadi 76,67% dengan kategori baik. Berdasarkan lembar observasi aspek afektif pada siklus I rata-ratanya 19,7 dan pada siklus II rata-ratanya 24,5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan Values Invesment Approach (VIA) dapat mengembangkan sikap moral siswa kelas VA MI Miftahul Huda Sukolilo Jabung, Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru untuk menerapkan Values Invesment Approach (VIA) dengan penelitian tindakan kelas agar dapat mengembangkan sikap moral siswa. Bagi penelitian lanjutan, agar menggunakan teknik dalam constructions, rituals, simulasi dan paper and pencil test disesuaikan dengan pokok bahasan pada mata pelajaran. Karena teknik-teknik pada Values Investment Approach (VIA) dapat menciptakan ketertarikan siswa pada mata pelajaran dan mengembangkan sikap moral siswa.

Kafaah tholabah fi kitabati al-hamzati / oleh Nafsiyati

 

Tindak elisitasi dalam wacana kelas: kajian mikroetnografi terhadap bahasa guru / Fitri Resti Wahyuniarti

 

Tesis, tidak diterbitkan, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dawud, M.Pd, (II) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd. Kata Kunci: tindak elisitasi, guru, wacana kelas Penggunaan bahasa dalam pembelajaran di kelas merupakan realitas komunikasi yang berlangsung dalam interaksi kelas. Dalam interaksi kelas, guru selalu menggunakan bahasa untuk memperlancar proses interaksi pembelajaran. Dalam interaksi tersebut, guru harus mampu berkomunikasi dengan baik untuk mencapai pembelajaran yang aktif. Selain itu, guru memiliki tugas untuk mengelola kegiatan pembelajaran yang memungkinkan berlangsungnya pembelajaran yang lebih efektif dan meningkatkan keterampilan siswa serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejalan dengan pernyataan-pernyataan tersebut, salah satu wujud dari meningkatkan keterampilan-keterampilan yang dimiliki siswa dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dengan penggunaan tindak bahasa dalam pembelajaran. Satu di antara tindak yang penting adalah tindak elisitasi. Tindak elisitasi merupakan wujud dari memancing siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran di kelas. Secara umum, permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah tindak elisitasi guru dalam wacana kelas. Masalah tersebut dirinci ke dalam sub masalah yang meliputi (1) bentuk tindak elisitasi guru dalam wacana kelas, (2) fungsi tindak elisitasi guru dalam wacana kelas, dan (3) makna tindak elisitasi guru dalam wacana kelas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan mikroetnografi yang berorientasi pada teori pragmatik. Penelitian ini digunakan untuk memotret penggunaan bahasa guru dalam wacana kelas selama satu bulan. Data penelitian ini berupa tuturan guru yang diindikasikan sebagai tindak elisitasi dalam wacana kelas. Data tersebut diperoleh dari tuturan guru kelas V di SDN Penanggungan Malang yang terletak di Jalan Cimanggis No. 2 Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Malang. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Oleh karena itu, kehadirannya wajib dalam pengumpulan data. Pengumpulan data menggunakan handycam untuk merekam tuturan guru dan alat tulis untuk mencatat konteks peristiwa tutur. Pada pengumpulan data dilakukan dengan teknik “Simak Bebas Libat Cakap” (SBLC), peneliti hanya mengamati penggunaan bahasa guru dan siswa tanpa terlibat dalam interaksi mereka. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, sampai penarikan kesimpulan (verifikasi) dengan memanfaatkan triangulasi sebagai teknik pengecekan keabsahan data temuan. Dari hasil penelitian tindak elisitasi guru dalam wacana kelas dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, terdapat tiga bentuk elisitasi, yakni (a) tindak interogatif, (b) tindak deklaratif, dan (c) tindak imperatif. Tindak interogatif meliputi (1) bentuk interogatif dengan kata apa, (2) bentuk interogatif dengan kata siapa, (3) bentuk interogatif dengan kata kapan, (3) bentuk interogatif dengan kata berapa, (4) bentuk interogatif dengan kata atau, (5) bentuk interogatif dengan kata kenapa, (6) bentuk interogatif dengan kata mengapa, (7) bentuk interogatif dengan kata gimana, (8) bentuk interogatif dengan intonasi, (9) bentuk interogatif dengan menghilangkan sebagian suku kata, dan (10) bentuk interogasi. Tindak deklaratif diwujudkan dalam bentuk pernyataan. Tindak imperatif meliputi (1) perintah, (2) permintaan, (3) ajakan, (4) desakan, (5) larangan, dan (6) saran. Kedua, fungsi tindak elisitasi meliputi (a) menanyakan, (b) menyatakan, dan (c) memerintah. Fungsi menanyakan meliputi (1) meminta jawaban atau keterangan, (2) meminta alasan, dan (3) meminta pendapat. Fungsi menyatakan meliputi (1) menyatakan informasi dan (2) menyatakan penjelasan. Fungsi memerintah meliputi (1) menyuruh, (2) mengajak, (3) mendesak, (4) melarang, dan (5) menyarankan. Bentuk perintah dihadirkan dengan kata coba, menunjuk identitas nama, dan lihat, sedangkan pemintaan dihadirkan dengan kata sebutkan dan tolong. Bentuk ajakan menggunakan kata coba dan ayo, sedangkan desakan menggunakan kata ayo dan intonasi tinggi. Bentuk Larangan diikuti dengan kata jangan, sedangkan bentuk saran memberikan contoh lain yang maknanya berbeda tetapi penggunaan katanya hampir sama. Ketiga, makna tindak elisitasi dalam wacana kelas diwujudkan dalam beberapa makna. Makna tersebut meliputi (a) makna bertanya, (b) makna menyatakan, dan (c) makna memerintah. Makna bertanya meliputi (1) meminta jawaban atau keterangan seperti: makna meminta jawaban atau keterangan tentang sesuatu, makna meminta jawaban atau keterangan tentang identitas “nama”, makna meminta jawaban atau keterangan tentang waktu, makna meminta jawaban atau keterangan tentang jumlah, dan makna meminta jawaban atau keterangan tentang pilihan, (2) meminta alasan, dan (3) meminta pendapat. Makna menyatakan meliputi (1) menyatakan informasi dan (2) menyatakan penjelasan. Makna memerintah meliputi (1) menyuruh, (2) mengajak, (3) mendesak, (4) melarang, dan (5) menyarankan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan guru SD dalam memilih dan menggunakan tindak elisitasi yang meliputi bentuk, fungsi, dan makna yang bervariasi sesuai dengan konteks pembelajaran. Dengan demikian, perilaku guru terhadap siswa tampak sebagai upaya membangun komunikasi yang sehat dan komunikatif, menghindari suasana yang membosankan serta benar-benar menumbuhkan dan mengembangkan potensi siswa secara maksimal. Selain itu, dapat memberikan masukan kepada kepala sekolah untuk memotivasi dan meminta komitmen para guru agar senantiasa merencanakan, mengembangkan, dan menerapkan aktivitas belajar mengajar dengan memanfaatkan potensi penggunaan tindak elisitasi dalam pembelajaran di kelas. Bagi peneliti berikutnya, diharapkan dapat melakukan penelitian yang berhubungan dengan tindak elisitasi dalam wacana kelas yang fokus kajiannya terhadap bahasa yang digunakan siswa terhadap guru dan siswa terhadap siswa dalam wacana kelas.

Motivasi belajar anak-anak di Petilasan Joyoboyo Desang Menang Kabupaten Kediri / Heny Wahyusi Pustanto

 

Abstrak Pustanto, Heny Wahyusi. 2015. Motivasi Belajar Anak-anak di Petilasan Joyoboyo Desa Menang Kabupaten Kediri. Tesis, Program Studi S2 Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof Dr. Hariyono, M.Pd., (II) Dr. Ach.Amirudin,M.Pd kata kunci : Motivasi Belajar, Petilasan Joyoboyo Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan motivasi belajar anak-anak di Petilasan Joyoboyo Desa Menang Kabupaten Kediri. Penelitian ini menjelaskan tentang motivasi belajar anak-anak yang tinggal di sekitar petilasan Joyoboyo. Tepatnya di Desa Menang Kecamatan Pagu sekitar 12 km dari Kabupaten Kediri ada satu tempat yang dianggap sakral dan begitu diyakini penduduk sekitar sebagai tempat untuk berdoa dan meminta berkah atau pengharapan. Tempat itu dikenal dengan sebutan ”Petilasan Joyoboyo”. Anak-anak yang tinggal di sekitar petilasan melakukan kegiatan yang menurut peneliti tidak biasa dilakukan bila mereka mekakukan aktivitas belajar. Anak-anak lebih suka belajar di dalam lokasi Petilasan, daripada belajar di rumah. Anak-anak mempunyai keyakinan bahwa lokasi Petilasan Joyoboyo bisa memberi motivasi belajar bagi mereka. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif mendiskripsikan tentang motivasi belajar anak-anak di petilasan Joyoboyo. Posisi peneliti sebagai peneliti sepenuhnya. Pertimbangan ini bertujuan untuk mendapatkan data penelitian yang murni dari objek data. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi petilasan Joyoboyo, tepatnya Desa Menang kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Sekitar 12 km dari pusat kota Kediri. Data yang diperoleh dari penelitian berupa data fisik, data tertulis dan data lisan. Sumber data berupa semua komponen yang ada di lokasi petilasan Joyoboyo, dalam hal ini terdiri dari pengunjung lokasi petilasan Joyoboyo, yaitu anak anak yang belajar di lokasi Joyoboyo, beserta juru kunci sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap petilasan Joyoboyo.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Analisis data diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut : Anak-anak yang tinggal di sekitar Petilasan Joyoboyo bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dalam hal ini berinteraksi dengan lingkungan di Petilasan Joyoboyo. Dari hasil interaksi tersebut anak-anak termotifasi belajarnya. Sosok Joyoboyo adalah sumber inspirasi bagi anak-anak. Ia mampu mensugesti mereka untuk menjadi lebih baik lagi terutama tentang hasil belajar mereka. Menurut peneliti Lingkungan belajar yang kondusif di lokasi Petilasan Joyoboyo adalah faktor utama yang mendukung kegiatan belajar anak-anak yang ada di sekitar Petilasan Joyoboyo yaitu berupa sebuah lokasi religi yang nyaman, bersih dan sejuk sehingga mampu mendukung usaha belajar anak-anak di sekitar Petilasan Joyoboyo tersebut. Kegiatan belajar itu menjadi kebiasaan yang dilakukan anak-anak bahkan bisa mememotivasi belajar mereka menjadi lebih baik. Di samping pembiasaan dan anjuran dari Orang Tua tentang keyakinan dan kepercayaan kepada Eyang Joyoboyo tidak harus disalahartikan dengan hal yang negative. Hanya pelaksanaanya saja yang kadang kurang pas atau cenderung ke hal kemusrikan. Hal ini yang harus dirubah untuk tidak begitu mendasarkan sosok Joyoboyo sebagai penentu keputusan tetapi beliau ( Joyoboyo ) adalah hanya orang yang dianggap suci dan hanya sebagai perantara doa manusia kepada Tuhan. Bukan sebagai penentu nasib mnusia. Sebab hanya Tuhan yang bisa menjawab dan mengabulkan doa manusia. Penelitian ini hanya terbatas di sekitar lokasi Petilasan Joyoboyo saja. Oleh karena itu, bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan hasil penelitian ini dengan sumber data yang berbeda guna memperkaya kajian ilmu di bidang pendidikan dasar ,khususnya mengenai motivasi belajar. Bagi anak-anak di sekitar Petilasan diharapkan untuk tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran ini. Ternyata pembelajaran yang mereka lakukan sangat menarik dan bisa dikembangkan di dunia ilmu pendidikan. Bagi Guru bisa memahami bahwa lingkungan sekitar kita bisa memotivasi belajar anak-anak. .

Peningkatan kemampuan bercerita dengan menggunakan media gambar pada anak kelompok B di TK PKK Bandulan Malang / Eka Dessea

 

Kata kunci: kemampuan bercerita, gambar yang dibuat sendiri, TK Bercerita merupakan kebutuhan universal manusia, dari anak-anak hingga orang dewasa. Bercerita adalah menuturkan sesuatu yang mengisahkan tentang perbuatan atau suatu kejadian secara lisan dalam upaya untuk mengembankan potensi kemampuan berbahasa. Pada umumnya anak kelompok B di TK PKK Bandulan Malang. Sebagian besar menunjukkan kemampuan bahasanya kurang tercapai dibandingkan kemampuan dasar lainnya, terutama bercerita. Dapat dikatakan kemampuan bercerita rendah dalam (1) keberanian 50%; (2) ketepatan 25%; (3) kelancaran 25%. Kegiatan bercerita merupakan aktivitas penting dan tak terpisahkan dalam program pendidikan anak usia dini. Untuk mengatasi masalah tersebut, diterapkan pembelajaran bercerita dengan menggunakan gambar yang dibuat sendiri pada anak kelompok B di TK PKK Bandulan Malang. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran bercerita dengan menggunakan gambar yang dibuat sendiri; (2) mendeskripsikan perkembangan kemampuan bercerita dengan menggunakan gambar yang dibuat sendiri. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang melalui siklus-siklus. Subyek penelitian ini ialah anak kelompok B dengan jumlah 22 anak. Instrumen penelitian berupa panduan observasi aktifitas-aktifitas siswa untuk mengetahui kemampuan bercerita. Analisis data penelitian yang dipakai adalah deskriptif kuantitatif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan bercerita dengan menggunakan gambar yang dibuat sendiri pada siklus I mencapi skor 86,36% sedangkan pada siklus II mencapai skor 100%.Pada siklus II, anak menjadi lebih mengerti, memiliki keberanian serta tepat, lancar dalam bercerita. Saran yang disampaikan meliputi (1) Guru hendaknya selalu kreatif dan inovatif dalam membantu mengembangkan semua potensi anak; (2) demi terlaksananya dan kelancaran bercerita dengan menggunakan gambar yang dibuat sendiri guru TK hendaknya bersemangat dan selalu memberikan motivasi kepada anak dan selalu membimbing dalam bercerita; (3) tidak semua kegiatan bercerita membosankan bagi anak, namun marilah selalu membiasakan kegiatan tersebut. Pada kegiatan awal maupun di kegiatan akhir pembelajaran marilah kita sedikit bercerita dan anak bisa menirukan kembali cerita itu agar anak bisa terlath berbicara lancar, tepat dan benar.

Upaya peningkatan prestasi belajar fisika melalui pendekatan agama siswa kelas 1 catur wulan III MTs Negeri Pare tahun ajaran 2000/2001 / oleh Denok Tri Setyowati

 

Keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar gurulah yang paling bertanggungja wab, untuk itu frlru haruslahp andai-pandadi alamm emilih metode Oanp enOetiian pengajarany ang akand igunakan Salahs atum etoded an pendekatanp engaiaiany attg Ouputd igunakana dalahm etodec eramahd engan menggunakanP endekatana gama. Tujuaryang ingin dlapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakaht it*u Vi"g-atai-arm elaiui pendekatana gamap restasinyale bih baik daripadas iswi yang diajar tanpam elalui pendekatana gama' Jenisp eneliiian ini aaaiatre ksperimentadl enganm enggunakanra ncangan eksperimentasl emu,d engant ekmk pemadanan-(matchingte)r hagaPs atua tau lebih variabel yung -"*frntyai korelasi sigrrifikasi dengan varlaUglteriJ

Modelling of selected factors affecting students' listening comprehension / Yoga Purnama

 

ABSTRAK Purnama,Yoga. 2015. Modelling of Selected Factors Affecting Students’ Listening Comprehension. Thesis. English Language Teaching, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Sri Rachmajanti, M.Pd., DipTESL., (II) Dr. Arwijati Wahjudi, M.Pd., DipTESL. Kata kunci: pola hubungan, kosa kata, schemata, strategi mendengarkan, EFL listening comprehension Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mencari pola hubungan yang terbaik antara faktor-faktor yang terpilih seperti pengetahuan kosakata, latar belakang pengetahuan tentang topik wacana dan strategi mendengarkan, terhadap EFL listening comprehension. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mencari kontribusi dari masing masing variabel. Penelitian ini mengguankan metode kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 106 mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ada dua instrument yang digunakan di dalam penelitian ini, yaitu dalam bentuk tes dan kuesioner. Tes digunakan untuk mengambil data dari variabel-variabel seperti pengetahuan kosakata, latar belakang pengetahuan tentang topik wacana, dan EFL listening comprehension. Sementara kuesioner digunakan untuk mengambil data tentang strategi mendengarkan. Semua data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik regresi berganda melibatkan desain korelasi yang dikenal sebagai Analisis Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pola hubungan antara pengetahuan kosakata, latar belakang pengetahuan tentang topik wacana dan strategi mendengarkan terhadap EFL listening comprehension menyatakan bahwa pengetahuan kosakata menjadi satu-satunya variabel yang memiliki kontribusi signifikan terhadap EFL listening comprehension; (2) latar belakang pengetahuan tentang topik wacana dan strategi mendengarkan ditemukan tidak berkorelasi secara signifikan dengan EFL listening comprehension; (3) kontribusi total semua variabel dalam diagram jalur di dalam penelitian ini adalah 34,5% sedangkan residu dari diagram jalur adalah 65,5%; (4) dalam pola hubungan jalur, pengetahuan kosakata berkontribusi 46,9% untuk EFL listening comprehension, pengetahuan latar belakang tentang topik wacana 12,8%, dan strategi mendengarkan 13,9%; (5) kontribusi terbesar dalam diagram jalur berasal dari pengetahuan kosakata dimediasi oleh strategi mendengarkan yang berkontribusi 49,4% dari total nilai keseluruhan dan diikuti oleh jalur dari kontribusi langsung pengetahuan kosakata terhadap EFL listening comprehension yang berkontribusi 46,9% dari seluruh nilai total di dalam diagram jalur. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini,dapat disimpulkan bahwa satu satunya variabel yang memiliki kontribusi signifikan terhadap EFL listening comprehension adalah pengetahuan kosakata. Untuk penelitian di masa yang akan datang, disarankan bahwa variabel yang akan diteliti melibatkan variabel - variabel lain yang mungkin memiliki kontribusi lebih terhadap EFL listening comprehension termasuk faktor-faktor kognitif yang lain (seperti IQ dan language aptitude) dan faktor afektif (seperti emosi, self-esteem, empati, kecemasan, sikap, dan motivasi), karena residual yang ditemukan masih cukup tinggi dalam penelitian ini.

Kemampuan siswa dalam memahami aspek kuantitatif termokimia di kelas II SMU 2 Genteng Banyuwangi / oleh Lina Kusumawati

 

Developing an English speaking course syllabus for the non-English teachers of Pamerdi Christian School Malang / Mutiara Via Dolorosa

 

ABSTRAK Dolorosa, Mutiara Via. 2015. Pengembangan Silabus Kelas Speaking Bahasa Inggris untuk Guru Non-Bahasa Inggris di Sekolah Kristen Pamerdi Malang. Tesis. Program Pascasarjana, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd. M.Ed. (II) Dr. Arwijati Wahjudi, Dip. TESL, M.Pd. Kata kunci: pengembangan, kelas speaking, silabus, guru non-Bahasa Inggris Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah silabus bagi guru-guru non-Bahasa Inggris di Sekolah Kristen Pamerdi. Penelitian ini dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Sekolah Kristen Pamerdi, yaitu tidak-adanya silabus di kelas English Speaking Course. Penelitian ini menerapkan prosedur Penelitian dan Pengembangan. Model pengembangan silabus yang digunakan untuk melaksanakan penelitian ini adalah Pengembangan Program Bahasa oleh Yalden (1987). Model ini mencakup beberapa tahap, yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) deskripsi tujuan, (3) pemilihan pengembangan tipe silabus, (4) pembuatan proto silabus, (5) pembuatan silabus pedagogi, dan (6) evaluasi yang mencakup validasi dari ahli dan tahap uji coba. Silabus dalam penelitian ini dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan yang dilaksanakan di Sekolah Kristen Pamerdi, melibatkan para guru anggota English Speaking Course, manajer sekolah, para kepala sekolah, bidang ahli, serta tutor pengajar kelas tersebut. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan para pembelajar (anggota kelas English Speaking Course). Silabus ini merupakan silabus fungsional-situasional yang dikembangkan dengan pertimbangan bahwa tipe silabus ini sesuai dengan kebutuhan para pembelajar. Dalam penelitian ini, seorang ahli ditunjuk untuk membantu meningkatkan kualitas silabus. Silabus tersebut divalidasi dan diperbaiki kembali sehingga terjamin kualitasnya. Silabus ini memiliki beberapa detail, yakni: topik, kompetensi dasar, indikator, materi, aktivitas kelas, alokasi waktu, dan sistem penilaian yang dapat digunakan sebagai panduan bagi pengajar kelas dalam membuat rencana pembelajaran English Speaking Course. Silabus ini juga menawarkan sumber pembelajaran dan media untuk masing-masing topik. Silabus ini juga dilengkapi dengan contoh rencana pembelajaran. Tutor yang bersangkutan sangat disarankan menggunakan silabus ini sebagai panduan dalam proses mengajar kelas English Speaking Course. Silabus ini dapat diterapkan pula pada sekolah maupun institusi lain yang memberikan kelas speaking Bahasa Inggris bagi guru-gurunya. Untuk peneliti selanjutnya, yang membuat silabus dalam studi mereka, direkomendasikan untuk menggunakan tahap-tahap pengembangan silabus dari Yalden, sebab langkah pengembangannya cukup sistematis dan efektif, serta dapat menggunakan hasil penelitian sebagai bahan referensi.

Efektivitas pemberian tugas kokurikuler bentuk soal essai teka-teki silang dan bentuk soal essai biasa ditinjau dari prestasi belajar fisika pokok bahasan alat-alat optik di SLTP Negeri I Gratitunon Pasuruan / oleh Ira Rusilawati

 

The relationship between English Departement students' multiple intelligences scores and their English language skills / Annisa Kurnia Asri

 

ABSTRAK Asri, Annisa K. 2015. Hubungan antara Kecerdasan Majemuk dan Keahlian Berbahasa Inggris pada Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris. Tesis, Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Bambang Yudi Cahyono, Ph.D., (II) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. Kata Kunci: kecerdasan majemuk, keahlian berbahasa inggris, kecerdasan bahasa, kecerdasan kinestetis-tubuh Kecerdasan Majemuk mempercayai bahwa tiap orang memiliki tipe dan level kecerdasan yang berbeda-beda. Mahasiswa yang belajar di dalam satu jurusan yang sama seperti di jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, pun memiliki tipe dan level kecerdasan yang berbeda-beda. Hal ini didukung pula dengan fakta bahwa mahasiswa jurusan Sastra Inggris tersebut memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda seperti program bahasa, IPA, IPS ataupun pendidikan vokasi. Oleh karena itu, studi ini ditujukan untuk mengetahui: (1) korelasi Kecerdasan Majemuk dan keahlian berbahasa Inggris mahasiswa jurusan Sastra Inggris, (2) tipe kecerdasan yang memiliki korelasi paling signifikan dengan keahlian berbahasa Inggris, dan (3) korelasi tiap tipe kecerdasan dengan keahlian berbahasa Inggris. Studi ini menerapkan desain penelitian hubungan dengan menerapkan analisa statistik Pearson product-moment. Jumlah subjek dalam studi ini sebanyak empat puluh tujuh mahasiswa angkatan 2014. Data diambil menggunakan kuesioner Kecerdasan Majemuk dan daftar nilai Intensive Course (IC) yang telah meliputi skor keahlian mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis. Kuesioner Kecerdasan Majemuk disebarkan ke tiga kelas; satu kelas percobaan untuk mengukur realibilitas kuesioner dan dua kelas lainnya untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa hipotesis nol diterima: Kecerdasan Majemuk dan keahlian berbahasa Inggris tidak memiliki hubungan yang signifikan (r = 0.063). Hal ini menunjukkan bahwa skor dari Kecerdasan Majemuk tidak dapat digunakan untuk memprediksi keahlian berbahasa Inggris. Hubungan tersebut bisa terjadi karena kuesioner Kecerdasan Majemuk yang terdiri atas sembilan aspek berdasarkan sembilan tipe kecerdasan yang diusulkan oleh Gardner. Oleh karena itu, kuesioner tersebut tidak fokus mengukur tipe kecerdasan tertentu. Faktanya, tiap orang dilahirkan dengan tipe dan level kecerdasan yang berbeda-beda. Hasil penelitian selanjutnya menunujukkan bahwa ada dua tipe kecerdasan yang memiliki hubungan signifikan dengan keahlian berbahasa Inggris yaitu kecerdasan bahasa dan kinestetis-tubuh. Kecerdasan bahasa memiliki hubungan positif yang signifikan (r = 0.357) dan kecerdasan kinestetis-tubuh memiliki hubungan negatif yang signifikan (r = -0.369). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi skor kecerdasan bahasa seseorang, maka semakin tinggi keahlian berbahasa Inggrisnya. Sementara itu, semakin tinggi skor kecedasan kinestetis-tubuh seseorang, semakin rendah keahlian berbahasa Inggrisnya, begitu pula sebaliknya. Tujuh tipe kecerdasan lain memiliki hubungan positif dan negatif namun tidak signifikan dengan keahlian berbahasa Inggris. Tipe-tipe kecerdasan yang menunjukkan hubungan positif tapi tidak signifikan yaitu kecerdasan logika-matematika (r = 0.259), kecerdasan spasial (r = 0.012), kecerdasan musik (r = 0.02), kecerdasan intrapersonal (r = 0.159), dan kecerdasan eksistensial (r = 0.08). Sedangkan dua kecerdasan lainnya yang menunjukkan hubungan negatif tapi tidak signifikan yaitu kecerdasan interpersonal (r = -0.077) dan kecerdasan naturalis (r = ¬-0.159). Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran untuk guru bahasa Inggris, mahasiswa jurusan Sastra Inggris, dan calon peneliti. Guru bahasa Inggris disarankan untuk memberikan variasi pengajaran dan media yang digunakan dengan mengacu pada prinsip kecerdasan bahasa. Selain itu, guru bahasa Inggris juga disarankan untuk memberikan variasi aktivitas di kelas dengan mengacu pada kecerdasan logika-matematika, kecerdasan spasial, kecerdasan musik, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan eksistensial. Mahasiswa jurusan Sastra Inggris yang telah memahami kelemahan dan kelebihannya dalam Kecerdasan Majemuk dapat memilih cara belajar yang sesuai serta tahu pekerjaan yang diminati. Terakhir, calon peneliti disarankan untuk menyelidiki hubungan Kecerdasan Majemuk dengan tata bahasa atau kosakata dalam bahasa Inggris. Saran lain untuk calon peneliti yaitu menggunakan analisis statistic menggunakan multiple regression, menambah jumlah subjek, dan menggunakan latar subjek berbeda.

Implementing STAD with Podcast materials to improve students' listening ability / Yunita Puspitasari

 

Thesis. Graduate Program in English Language Teaching. State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Nur Mukminatien M.Pd, (II) Dr. Yazid Basthomi, M.A. Key words: podcast materials, STAD, listening ability The fact that the Junior High School students have problems in listening comprehension was the concern of this study. The result of the preliminary study conducted at MTs Al-As’ad Jombang showed several findings: a) the students disliked the teaching of listening; b) the students stated that listening was difficult; c) the teacher used unvaried material; d) the teacher unwisely used time allotment. To solve these problems, a collaborative action research was conducted by implementing Student Teams Achievement Division (STAD) with podcast materials. The study was focused on describing how implementing STAD with podcast materials can improve students’ listening ability. STAD is selected as the strategy since it can motivate students to encourage and help each other master the skill presented by the teacher. Besides, this is the simplest model of cooperative learning which is believed to be very effective, meaningful, and motivating. While podcast is chosen as a source of materials as it comes in various themes, levels, and it is free and easy to be segmented. This collaborative action research comprised two cycles; each cycle consisted of four meetings. Three meetings were the implementation of the strategy, and the last meeting was devoted for the achievement test. The subjects of the research were 12 students of the eight grade of MTs Al-As’ad Jombang in 2010/2011 academic year. In conducting this study, the researcher and the collaborator worked together in planning, implementing, observing, and reflecting during the implementation of STAD with podcast materials. The data of the study were gathered through the following instruments: achievement test, observation checklists, and field notes. The achievement tests used to obtain data on the students’ listening ability to comprehend main idea and identifying detailed information. The tests were in pictures-cued selection, chart-filling and short-answer essay type. The tests were administered after three-meeting instruction. The data resulted from the achievement tests were analyzed quantitatively. The observation checklists and field notes were utilized in observing the action. The observation checklists were aimed to collect the data on the students’ participation during the implementation of STAD with podcast materials. They consisted of lists of students’ activities during the implementation of the strategy. Field notes were needed to record any phenomena emerged during the implementation of the strategy which could not be covered by the observation checklists. The findings of the study showed that in implementing STAD with podcast materials two main steps should be followed, namely; initiating and integrating. Initiating meant that googling and selecting of some podcast sites begun, they were selected to meet the need of the students and the learning objectives, worksheets were constructed to support the presentation of the podcast materials, and the chosen podcast materials were segmented. Integrating was the step in which STAD was integrated with podcast materials. Here STAD with podcast materials employed three-phase technique, i.e. Pre-listening, Whilst-listening, and Post-listening. In each phase important stages of STAD emerged. Pre-listening conveyed teach stage in which the teacher sets context, brainstorms, and prepares students for the coming podcasts materials. Whilst-listening includes team-study in which students worked in groups to finish the tasks in their listening worksheets while listening to the podcast materials and their segments. Post-listening consisted of test and team-recognition. The test was in the form of individual quiz and the recognition was done by giving certificates which were pasted on the class announcement board to groups of students. The results of the study also revealed that implementing STAD with podcast materials can improve the students listening ability. The improvement was indicated by the increase of students’ average listening scores from 47.083 in preliminary study, 56.81 in the first cycle and 67.38 in the second cycle. Besides, the results of the study showed that the students were enthusiastic and active in the teaching and learning process using podcast materials presented through STAD. From the research findings, it can be inferred that the strategy is not only effective in improving the students’ listening ability but also in enhancing their participation in the learning process. Therefore, it is suggested that English teachers apply it since it is beneficial in terms of giving the students a motivating way in practicing their listening skill. Finally, it is suggested that further researchers conduct similar action research in the teaching of listening of descriptive texts in the different level of education, for example, Senior High School. Moreover, it is also suggested that future researchers conduct action research in the teaching of listening using different genres for instances; report, narrative, recount or procedure texts.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |