Perbedaan Prestasi belajar sub pokok bahasa pencemaran air antara pembelajaran inkuiri induktif dengan pembelajaran bermedia kartu konsep pada siswa kelas II MAN 3 Malang tahun pelajaran 2003/2004 oleh Binti Arifi Frida

 

Dalam kurikulum kimia SMA 1994c irsebutkanb ahwa salahs atut ujuan pengala.ainlm u kimrad i sMA adalahm ampum enerapkaun" tu_uguk1o nsepk imia untrikm emecahkanm asalahd alamk ehidupans ehari-hand an teknologi secara ilmiah.P encemarana ir merupakans alahs atum ateri dalam GBPPk imia SMA tahun 1994y angditerapkajnu ga OiUaN padas iswak elasI I semestegr enapP. embelajaran p.n .n,ui* alr O'iU 4NJ Malang pida umumny-ad ilaksanakand enganp endekatan ekspositoriP. embelajaran*e *pikatt tta*fer informasi dari guru kepadas iswa. curu tranya bertindal sebagai pemberi informasi mutlak. Akibatnya siswa pasif dan fr*Vu r"ngfruf4 materi uniuk menghadaptie s. Hasil belajar yang diperolehh anya menunjukk-ajunm lah nilai tes.Melalupi embelajarayna ngtepatd iharapkans iswa dapatJLUihm emahamid an menjagal ingkungannyad ari pencemar€rn-'. Berdasarkanh al tersebui,a tternatif metodep embelajaEny ang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode inkuiri indulrtif dan media kartu konsep, yang dilakukand i MAN 3 Malang pada siswak elas tr semesterg enap.P enelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahupi erbedaanp restasibelajars ub pokok bahasan p.nrrln*- air antarap embelajaranin t

Kualitas mikrobiologi air tahu yang dijual di kota Makassar berdasarakan nilai MPN coliform, coliform fekal dan jumlah koloni bakteri escherichia coli sebagai materi penyuluhan masyarakat / Evi Ristiana

 

Kata Kunci: Kualitas Mikrobiologi Air Tahu, Nilai MPN Coliform, Nilai MPN Coliform Fekal dan Jumlah Koloni Bakteri Escherichia coli, Materi Penyuluhan Masyarakat. Air tahu merupakan salah satu jenis minuman hasil olahan kedelai, yang banyak diminati masyarakat Makassar karena bernilai gizi tinggi. Minat masyarakat kota Makassar untuk mengkonsumsi air tahu yang semakin meningkat, pada kenyataannya tidak diimbangi dengan kesadaran para pengrajin air tahu untuk memberikan jaminan dan kelayakan konsumsi air tahu untuk para konsumennya. Sampai saat belum diketahui kualitas mikrobiologi air tahu yang dijual di kota Makassar. Penelitian ini diharapkan dapat mengungkap tentang kualitas mikrobiologi air tahu yang banyak beredar di kota Makassar berdasarkan nilai MPN coliform, coliform fekal dan jumlah koloni bakteri Escherichia coli. Apabila kualitas mikrobiologi air tahu yang beredar di kota Makassar telah diketahui dan disosialisasikan kepada masyarakat. Para konsumen air tahu akan lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi air tahu yang ada di kota Makassar. Selanjutnya pengrajin air tahu diharapkan berusaha meningkatkan kualitas air tahu yang diproduksinya.

Pengaruh penggabungan (Regrouping) Sekolah dasar terhadap tingkat efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan se-Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Dwi Budi Susanto

 

Kata kunci: penggabungan sekolah (regrouping), keefektifan, efisiensi Regrouping merupakan penggabungan beberapa Sekolah Dasar (SD) menjadi satu dalam rangka efisiensi anggaran pendidikan dan efektifitasnya untuk peningkatkan mutu pendidikan, atau merupakan usaha penyatuan dua unit SD atau lebih menjadi satu kelembagaan atau institusi dan diselenggarakan dalam satu pengelolaan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh efektifitas dan efisiensi regrouping terhadap penyelenggaraan pendidikan. Objek penelitian ditujukan kepada guru dan kepala sekolah sebagai responden. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah pelaksanaan regrouping pada SD Negeri se-Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, (2) Seberapa tinggi tingkat keefektifan sekolah sebelum regrouping, (3) tingkat keefektifan sekolah sesudah regrouping, (4) Seberapa tinggi tingkat efisiensi sekolah sebelum dan sesudah regrouping, (5) Seberapa tinggi tingkat efisiensi sekolah sesudah regrouping, (6) Adakah perbedaan tingkat efektivitas penyelenggaraan pendidikan sebelum dan sesudah regrouping, dan (7) Adakah perbedaan tingkat efisiensi penyelenggaraan pendidikan sebelum dan sesudah regrouping. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan regrouping yang dilakukan di SD Negeri Se-Kecamatan Kraton, (2) Mendeskripsikan tingkat keefektifan sekolah sebelum regrouping dalam upaya penyelenggaraan pendidikan, (3) Mendeskripsikan tingkat keefektivan sekolah sesudah regrouping dalam upaya penyelenggaraan pendidikan, (4) Mendiskripsikan tingkat efisiensi sekolah sebelum regrouping dalam upaya penyelenggaraan pendidikan, (5) Mendiskripsikan tingkat efisiensi sekolah sesudah regrouping dalam upaya penyelenggaraan pendidikan, (6) Mengetahui perbedaan tingkat efektivitas penyelenggaraan pendidikan sebelum dan sesudah regrouping, (7) Mengetahui perbedaan tingkat efisiensi penyelenggaraan pendidikan sebelum dan sesudah regrouping. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Dengan menggunakan dua penelitian, yaitu penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dan penelitian deskriptif komparatif kausal (causal comparative method). Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis uji-t. Populasi ini didapatkan dari banyak jumlah SD, yaitu 7 sekolah dan mendapatkan populasi sebanyak 58 orang guru dan 7 orang kepala sekolah. Jumlah populasi keseluruhan sebanyak 65 orang. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan sampel populasi. iv Kesimpulan yang diperoleh adalah: (1) Pelaksanaan regrouping pada Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, sudah berjalan sangat baik dan pelaksanaannya sudah sesuai dengan acuan pedoman penggabungan sekolah yang telah dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri, (2) Keefektifan penyelenggaraan pendidikan sebelum mengalami regrouping, hasil yang didapatkan adalah sangat efektif. Dalam hal ini sekolah yang jumlah peserta didiknya sedikit, justru lebih efektif dalam kegiatan belajar-mengajar, (3) Keefektifan penyelenggaraan pendidikan sesudah regrouping, hasil yang didapatkan adalah tidak efektif. Dalam hal ini berdasarkan temuan di lapangan menilai keefektifan penyelenggaraan pendidikan sesudah regrouping terdapat peningkatan dalam hal ini, jumlah peserta didik baru semakin dapat dikontrol dengan baik, (4) Efisiensi penyelenggaraan pendidikan sebelum mengalami regrouping, hasil yang didapatkan adalah cukup efisien. Dalam hal ini Dinas Pendidikan sulit untuk mengklasifikasikan sekolah, dikarenakan terlalu banyak sekolah, (5 )Efisiensi penyelenggaraan pendidikan sesudah mengalami regrouping, hasil yang didapatkan adalah sangat efisien. Dalam hal ini berdasarkan temuan di lapangan menilai efisiensi penyelenggaraan pendidikan sesudah regrouping terdapat peningkatan dalam hal ini Dinas Pendidikan, tidak perlu lagi mengangkat Kepala Sekolah baru, dikarenakan akan mengisi jabatan atau menggantikan Kepala Sekolah yang pensiun, (6) Perbedaan tingkat efektivitas penyelenggaraan pendidikan sebelum dan sesudah regrouping didapatkan hasil, bahwa terdapat perbedaan antara efektifitas penyelenggaraan pendidikan sebelum dan sesudah regrouping. Dalam hal ini perbedaannya terdapat pada peningkatan kualitas pendidikan, (7) Perbedaan tingkat efisiensi penyelenggaraan pendidikan sebelum dan sesudah regrouping terdapat pada penghematan anggaran pendidikan, serta pada pengangkatan Kepala Sekolah baru. Saran yang dikemukakan dalam penelitian ini: (1) Kepala Sekolah, hendaknya dengan adanya pelaksanaan regrouping. Dalam hal kepala sekolah harus bersedia di mutasi atau dipindah tugaskan ke daerah lain., (2) Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan, dengan pelaksanaan regrouping tentu akan mengurangi pengangkatan kepala sekolah baru, sehingga terjadi efisiensi anggaran pendidikan, (3) Dinas Pendidikan hendaknya hasil evaluasi pelaksanaan regrouping tersebut guna penyempurnaan selanjutnya, (4) Guru hendaknya dengan bertambahnya tenaga pendidik, tentunya dapat melaksanakan kegiatan belajar-mengajar yang sangat baik, (5) Pengelola Jurusan Administrasi Pendidikan hendaknya menjadikan skripsi dengan tema regrouping ini dapat menjadi kajian pengetahuan matakuliah manajemen perubahan dalam manajemen pendidikan, (6) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya meneliti variabel yang lebih menarik dan memperbanyak subjek yang diteliti, sehingga penelitian ini dapat lebih berkembang, bermanfaat dan berkualitas, variabel yang direkomendasikan adalah pengaruh penggabungan (regrouping) sekolah terhadap tingkat kualitas belajar- mengajar siswa serta layanan pendidikan.

Pengelolaan program pendidikan kesetaraan Paket C di LSM Aliansi Nasyarakat Miskin Malang Kota Malang / Abdul Rohman

 

Rohma, Abdul. 2014. Pengelolaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C di LSM Aliansi Masyarakat Miskin Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. M. Djauzi Moedzakir, M.A. (2) Dr. M. Ishaq, M.Pd Kata Kunci: Paket C, LSM, Pengelolaan, Program Program Pendidikan Kesetaraan Paket C Setara SMA merupakan program pendidikan bagi para warga belajar dengan kategori putus sekolah (SMA) atau tidak naik kelas. LSM Aliansi Masyarakat Miskin Malang merupakan salah satu penyelenggara program pendidikan kesetaraan Paket C sebagai bentuk kegiatan pendidikan luar sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola pengelolaan program Paket C yang diselenggarakan, apa saja faktor pendukung dan penghambat yang ditemua serta bagaimana sumberdaya manusia dan non manusia di LSM Aliansi Masyarakat Miskin Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan dirancang dalam bentuk studi kasus. Teknik penggalian data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) pengelolaan progam paket C di LSM Aliansi Masyarakat Miskin Malang, (2) faktor pendukung dan penghambat pengelolaan program paket C, dan (3) strategi lembaga dalam mengatasi masalah pengelolaan program paket C. Pengelolaan Progam Paket C di LSM Aliansi Masyarakat Miskin Malang di bagi dalam tiga hal yaitu: persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam tahap persiapan tutor menyiapkan bahan/materi utuk pembelajaran, pada tahap pelaksanaan tutor menyampaikan materi yang sudah disiapkan dengan menggunakan media seadanya, dan pada tahap evaluasi para tutor mengunakan metode tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dari warga belajar. Faktor pendukung dan penghambat pengelolaan program paket C meliputi waktu penyelenggaraan program paket C pada hari minggu, biaya pendidikan yang gratis, dan tempat yang nyaman sedangkan faktor penghambatnya adalah minimnya sarana-prasarana utamanya adalah media pembelajaran dan tutor yang kurang memahami pola pembelajaran andragogi. Strategi yang dilakukan lembaga dalam mengatasi masalah pengelolaan program paket C adalah dengan memetakan akar permasalahannya, dalam hal ini ada dua kategori, yaitu: aspek manusia dan nonmanusia. Aspek manusia, meliputi: (a) Kualifikasi yakni, strategi yang dilakukan lembaga adalah dengan memperbanyak jaringan dengan organisasi-organisasi mahasiswa intra kampus dan organisasi ekstrakampus. Untuk meminimalisasi kekurangan personil dalam tubuh lembaga, (b) kompetensi, dalam meningkatkan sumber daya manusia lembaga, lembaga melakukan beberapa hal yaitu: dengan mengadakan pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pembelajaran dan lembaga juga melakukan studi banding dengan PKBM, dan (c) motivasi, yakni dalam meningkatkan motivasi para tutor dan pengurus, lembaga melakukan pendekatan emosional kepada masing-masing personal yang ada dalam lembaga, pendekatan-pendekatan informal. Sedangkan aspek nonmanusia meliputi wilayah sarana prasarana dan keuangan. Strategi yang dilakukan lembaga adalah dengan membangun kerjasama dengan semua golongan, utamanya adalah lembaga donor. Saran dari penelitian ini adalah: (1) pengelola pengelola program kesetaraan paket C hendaknya melakukan perbaikan dan penataan di bidang administrasi, melakukan kontroling terhadap proses pembelajaran, peningkatan kualitas tutor, dan melengkapi fasilitas-fasilitas pembelajaran utamanya adalah media pembelajaran, dan (2) tutor paket C hendaknya melakukan pengembangan bahan dan media pembelajaran serta strategi pembelajaran yang digunakan, dan meningkatkan kapasitas keilmuan utamanya dalam pembelajaran orang dewasa (andragogi).

Studi awal adsorpsi-desorpsi ion Cd2+ dalam air oleh arangkomersial, serbuk gergaji, dan arangdari kayu lamtoro gung (leucaena leucacephala) dengan variasi volume dan pH adsorbat oleh Shopatis Soadah

 

Adsorpsi merupakan proses dimana suatu komponen bergerak dari satu kef asal ain dant erjadi padap ermukaanF. aktor yang mempengaruhpi roses i antara lain volume dan pH adsorbat. pH adsorbat dapat mempengaruhi adsorbedna nm enghidrolisisa dsorbeny angm engandunsge lulosa, danb ahan-bahaonr ganikl ain yangd apatd ihidrolisis.S edangkavno lume jumlah spesiesd alaml arutans emakinb anyaks ehinggak ompetisi tedadid alamp rosesa dsorpsidesorpssie makink ompleks.I on Cd'* nerupakaino n logamb erat pencemary ang beracund an dapat menyebabkan Sngguank esehatanB. erdasarkans tudi awal arangk omersial,s erbukg ergaji,d an arangd ari kayu lamtoro gung dapatm enyerapi on logam beratd alam air. Perielitiani ni merupakanp enelitianl aboratorisy ang dilakukan di laboratoriumK imia FMIPA lIM. Serbukg ergaji kayu lamtoro gung diperoleh dariT urus,G ampengrejoK, ediri, JawaT imur. Arang kayu diperolehd ari karbonassie rbukg ergaji kayu lamtoro gung, sedangkana rangk omersialy ang digunakamn empunyaim erk Sigma.A dsorbend ikarakterisasiu ntuk mengetahui kadaar ir, kadara bu, massaje nis, dan daya serapt erhadapl arutanI z. Adsorben digunakaunn tuk mengetahuki emampuana dsorpsit erhadapi on Cd'* dalarna ir denganm etodeb atch,v ariasip H adsorbat1 ,0;2,5;4 ,0; dan5 ,2 sertav olume adsorba3t0 , 50, dan 70 rnL, kemudia-nd ikocok menggunakans hsker 100r pm selama2 0 menit. Konsentrasi on Cd2*d iukur denganS pektrofotometerS eiapan Atom (SSA). Hasilp enelitianm enunjukkanb ahwap enambahavno lumea dsorbapt ada setiapp H menyebabkanp ersentaseC d" yang teradsorpsoi leh adsorbena rang komersials, erbuk gergajik ayu lamtoro gung dan arangk ayu lamtoro gung semakintu run. Kenaikanp H adsorbatp adas etiapv olume menyebabkan persentasCed 2*yangte radsorpsoi leh adsorbens emakinn aik.i ada arang komersiadl an serbukg ergajik ayu lamtoro gung adsorpsim aksimump adap H 4,0; sedangkaanr angk ap lamtoro gung maksimump qqap H 4,0 sampai5 ,2. Berdasarkakne mampuannyma engadsorpsiio n Cd'* dan pengaruhnyate rhadap warnala rutana dsorbatk ualitas arangk omersiald enganm assas atu gtam adalah yangpalingbaik. Serbuk gergaji kayu lamtoro gung dengan massa dua gram kemampuaand sorpsinyale bih mendekatia rangk omersiald aripadaa rangk ayu lamtoro gung dengan massa 0,752 $am tetapi serbuk gergaji kayu lamtoro gung menurunkanku alitasw arna adsorbatm enjadi kuning kecoklatan.

Metode pembelajaran di luar kelas berbasis potensi wilayah sebagai sarana pembelajaran kecakapan hidup di SLTP Negeri 1 Pujon Kabupaten Malang oleh Hanafia Al Faruq

 

Potenswi ilayah merupakans esuatuy arrgj arangdimanfaatkand alam menunjanpge mbelajarabni ologi padas iswa.H al ini disebabkano leh sistem pendidikand i Indonesiay ang masihm empertahankanp embelajarank onvensional denganm etodec eramahd alam kelas sebagasi arananyaH. al ini berakibats iswat idak mengenadle nganb aik potenswi ilayahd i sekitarnyaK. ecakapanh idupm erupakan salahs atuh asilb elajary angd iharapkano leh kurikulumb erbasisk ompetens(iK BK). Kecakapahni dup seringkali tidak terpenuhid alam prosesb elajarm engajard i sekolahH. al ini disebabkano leh keterbatasanp engalamanb elajary ang disediakan gurus elamaP BM. Salahs atu metodep embelajarany ang dapatd igunakanu ntuk memanfaatkapno tensiw ilayah sebagapi enunjangm ateri biologi sekaligusm trmpu menyediakapne ngalamanb elajary ang memunculkank ecakapanh idup padas iswa adalahm etodep embelajaradni luar kelas. Penelitiand ilakukand enganm elaksanakapne nelitiant indakank elasy ang bertujuanu ntuk menerapkanm etodep embelajarand i luar kelasd alamP BM untuk memunculkakne cakapanh idup siswad enganm emanfaatkapno tenswi ilayah.H al ini berdasarkahna sil angketk epadas iswak elasI dan II sertag uru SLTP Negeri I PujonK ab. Malang yang menyebutkanb ahwap embelajaranm asihb anyakd ilakukan di dalamk elasd an pengalamanb elajard ari luar kelasb elum pemahm erekal akukan. Penelitianti ndakank elasi ni dilakukand i SLTPN egeriI PujonK ab. Malang dengans ubyekp enelitians iswak elasI A. Penelitianin i terdiri atas2 siklust indakan yangm asing-masinsgi klust indakand ilakukanm elaluiI siklus belajar.P enelitian dilaksanakapna dat anggal9-21A gustus2 004. Kecakapanh idup yang muncul selamaP BM dikategorikank e dalams ub vwiabel personal skill, thinking skill, social skill, acsdemic skill, dan vocqtional skill ditentukanm elalui instrumenu tamab erupap edomanp engamatanD. ilakukanj uga penghitunganke berhasilanti ndakanb erdasa*an perolehanh asil belajarb erupap re testd anp ost test sebelumd an sesudahp emberiantindakans ertaa ngkit sisway ang menunjukkanm otivasi siswas elamap emberiant indakans ebagadi atap enunjang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama pemberian tindakan, muncul kecakapanh idup padas iswa.P adak eduas iklus tindakan,d iketahuim unculnya kecakapanh idup siswa dalamk ategori baik dengana danyap eningkatanp ersentase keberhasilaryya itu 67,85%p adas iklust indakant ahapI dan7l,43Yop adas iklus tindakan tahap II. Dari segi hasil belajar, juga terlihat adanya peningkatarl dimana padas iklus tindakant ahap| 2l,9yo siswam encapaki etuntasanb elajars ecara klasikaf meningkat menjadi 85,36% pada siklus tindakan tahap II. Berdasarkan jawaban angket, diketahui bahwa motivasi siswa juga meningkat. siswa juga lebih mengenapl otensiw ilayahs ekitarnya. Berdasarkahna silp enelitianin i, disarankank epadag uru biologiu ntuk menerapkapne mbelajaradni luar kelasd enganm emanfaatkapno tenswi ilayah iii 1V dalamm enyampaikamn ateri biologi. Selaini tu, perlu dilakukanp enelitians ejenis pda konsep-konsbeipo logi yang lain gunam engetahuki eberhasilapne nggunaan nctodep embelajaradni luar kelasb erbasisp otensiw ilayah dalam membangun lecakapahni dup siswa.

Uji toksisitas klorin terhadap mortalitas larva udang windu (penaeus monodon) oleh A. Hasan Fahmi

 

Penggunaank lorin sebagadi esinfektanb ak larva dalam budidayau dang windu tidai'ianya membunuhir ikroorganismep engganggute' tapiS 1* Lon."nturi tertentuju ga mampum eracunlia rvau dangw indu' Penelitianin i bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi klorin dengan mortalitas i"*u ua"ngw indu faie postl arva6 yungdinyatakanse bagani ilai LCso-96 jam klorin untuk lawa udang windu fase post larva 6' penelitiand ilakuicand i LaboratoriumU nit PembinaanP embenihaUn dang WinauOppUW)Situbondo,tanggallgJulisampail5Agustus2002'.Jenis p"n"iiti- adalahe ksperimend enganR ancanganA cak Lengkap( RAL) yang ierdiri atas6 perlakuand an3 ulan-ganK.o nsentraski lorin yangd igunakana dalah 0,00p pmt,, tiOp pm1, ,25p pm1, ,50p pm1, ,75.ppgma,j l2,90,epm:-?il.yi^g dipeioiedhi anuiiiids engamn enggunakaanna lisipsr obiut ntukm engetanul hubungana ntarak onseniraski lorin denganm ortalitasla rvau dangw indu fasep ost iu*o o"yongd inyatakans ebagani ilai LCso-96ja m klorin untukl arvau dangw indu fase post larva 6. Hasil penelitianin i menunjukkana dah ubungana ntarak olsentrasik |orin denganm ortalitasla rvau dangw indu faseq ostl-3 rva6 dengann ilai Lcso-96 jam kloin untuk larva udang windu post lawa6 adalah 1,34 ppm' Berdasarkantr asitp enititian ini, dapatd isarankana gark onsentrasi klorinyangdigunakansebagaibahandesinfektandalambudidayaudangwindu tidak melebihi I,34 PPm.

Pandangan siswa mengenaipengetahuan dan sumber pendidikan seks dan pengetahuan penyakit menular seksual (PMS) di SMU Negeri 2 Sumenep oleh Yuliya Hanifah

 

Keanekaragaman serangga tanah (infauna) di Gunung Kelud Kabupaten Kediri oleh Junaidah

 

Pengaruh kadar garam dan lama penyimpanan terhadap kualitas mikrobiologi dan hasil uji organoleptik bakasang sebagai bahan modul pembelajaran bagi masyarakat pengrajin bakasang / Farida Bahalwan

 

Kata Kunci: garam, kualitas mikrobiologis, biokimia, organoleptik dan bakasang. Sebagian besar masyarakat di Pulau Banda bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional. Hasil tangkapan nelayan sering dijual langsung kepada konsumen dan sisanya dijadikan dalam berbagai produk lainnya. Salah satu cara tradisional yang sering dilakukan oleh masyarakat di Pulau Banda dalam mengawetkan ikan hasil tangkapan adalah dengan cara fermentasi dalam bentuk bakasang. Fermentasi bakasang biasanya dilakukan menambahkan garam pada pembuatan bakasang. Penambahan garam pada pembuatan bakasang dapat dilakukan dengan tujuan untuk mengontrol pertumbuhan bakteri kontaminan maupun untuk menambah citarasa bakasang. Sampai saat ini, masyarakat di Pulau Banda belum mengetahui konsentrasi garam yang tepat dalam pembuatan bakasang. Selain itu, belum ada penelitian yang bertujuan untuk menguji kualitas mikrobiologi dan biokimia bakasang ikan cakalang. Tujuan penelitian ini ialah untuk: 1) mengetahui pengaruh kadar garam dan lama penyimpanan terhadap kualitas mikrobiologis dan kualitas biokimia bakasang ikan cakalang, dan 2) mengetahui kualitas organoleptik bakasang ikan cakalang berdasarkan perlakuan kadar garam dan lama penyimpanan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial. Uji organoleptik dilakukan oleh 17 orang panelis terhadap spesififikasi bakasang berupa: 1) tekstur, 2) warna, 3) aroma dan 4) rasa. Uji kualitas mikrobiologi bakasang dilakukan pada Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Negeri Malang, sedangkan uji bikimia dilakukan pada Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kadar garam terhadap Angka Lempeng Total bakteri bakasang. Rerata angka Lempeng Total bakteri terendah terlihat pada perlakuan dengan konsentrasi kadar garam 250 gram yaitu sebesar 8,8 x 101 cfu/g, sedangkan rerata Angka Lempeng Total bakteri tertinggi terlihat pada kelompok perlakuan kadar garam 150 gram dengan rerata sebesar 1,9 x 103 cfu/g. Terdapat pengaruh lama penyimpanan terhadap kualtias mikrobiologi berdasarkan Angka Lempeng Total bakteri. Rerata Angka Lempeng Total bakteri terendah terlihat pada lama penyimpanan 35 hari yaitu 4,6 x 101 cfu/g, sedangkan rerata Angka Lempeng Total bakteri terendah tinggi terlihat pada kelompok perlakuan lama penyimpanan 0 hari yaitu 5,9 x 103 cfu/g. Hasil analisis data juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kadar garam terhadap kadar protein bakasang. Rerata kadar protein terendah yaitu 17,423% terlihat pada kelompok perlakuan kadar garam 300 gram, sedangkan kadar protein tertinggi yaitu 19,397% ialah pada kelompok perlakuan penambahan garam 200 garam. Lama penyimpanan juga berpengaruh secara signifikan terhadap kadar protein bakasang. Rerata kadar protein terendah yaitu 15,419% tampak pada perlakuan lama penyimpanan 0 hari sedangkan rerata kadar protein tertinggi yaitu 21,114% pada kelompok perlakuan lama penyimpanan 35 hari. Kadar garam juga berpengaruh secara signifikan terhadap kadar lemak bakasang ikan cakalang. Rerata kadar lemak terendah sebesar 5,009% ialah pada perlakuan kadar garam 150 gram sedangkan rerata kadar lemak tertinggi sebesar 5,519% yaitu pada perlakuan kadar garam 200 garam. Lama penyimpanan juga berpengaruh secara signifikan terhadap kadar lemak bakasang. Rerata kadar lemak terendah yaitu 4,672% tampak pada perlakuan lama penyimpanan 0 hari sedangkan rerata kadar lemak tertinggi yaitu 6,342% pada kelompok perlakuan lama penyimpanan 21 hari. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1) terdapat pengaruh yang signifikan konsentrasi garam dan lama penyimpanan terhadap kualitas mikrobiologis, kualitas biokimia dan organoleptik bakasang, 2) hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa tingkat kesukaan panelis terhadap bakasang ikan cakalang tertinggi adalah pada kadar garam 200 gram dan lama penyimpanan 35 hari, 3) bakasang yang mempunyai kualitas terbaik ditinjau berdasarkan Angka Lempeng Total bakteri ialah kadar garam 250 gram dan lama penyimpanan 28 hari. Bakasang dengan kadar protein yang terbaik terdapat pada perlakuan kadar garam 200 gram dan lama penyimpanan 35 hari. Bakasang dengan kadar lemak yang terbaik ialah pada perlakuan kadar garam 300 gram dan lama penyimpanan 21 hari serta organoleptik terbaik ialah kadar garam 200 gram dan lama penyimpanan 35 hari.

Hubungan kadar Hb dan VO2maks dengan kecepatan pulih asal setelah aktivitas erobik oleh Alfan Shodiq

 

Tingkat kesegaranjasmansi eseorangd itentukan oleh banyak faktor baik itu faktor fisiologis yang salah satmya adalah kadar Hb dan VOz maks maupun faktor lingkungan.Pengukurank adar Hb dan V0: maks dapatd igrrnakanu ntuk mengetahuki ecepatanp ulih asalt ubuh dalam mempertahankank ondisi normal tubuh setelah melakukan aktivitas sarnpai terjadi kelelahan (exhausted). Tujuan penelitian ini adalah untuk murgetahui hubungan kadar Hb dan V02maks dengan kecepatan pulih asal pada 33 Mahasiswa PJKR ekstensi Angkatan 2002 OffK yang mengikuti mata kuliah Tes dan Pengukuran, Jurusan Ilmu KeolahragaanF akultasl lmu PendidikanU niversitasN egeri Malang. Satu hari sebelum tes lari l5 mcnit dilakukan, terlebih dahulu diular kadar Hb dari masing-masing sampel, dan 10 menit sebelum tes lari diukur dahulu denyut jantung awalnya. Pengumpulan data V02 maks dilakukan dengan tes lari 15 menit dari Balke di mana tes tersebut sekaligus merupakan aktivitas brobik yang dimaksudd alamp orelitiar ini. Sedangkand atak ecepatanp ulih asald iperoleh dengan memonitor waldu penurunan frekuensi denyut jantung kembali ke awal sepertis ebelumte s lari 15 menit. Data penelitian diuji dengan analisis korelasional antma kadar Hb dan V02maks dengan kecepatan pulih asal. Hasil penelitian: dari hasil analisis data penelitian diketahui korelasi antara variabelk adarH b dank ecepatanp ulih asal rh(x,y) =0,1479a0,426, hipotesis mengatakur Ho ditolak berarti ada hubtmgan antara kadar Hb dan VOz maks. Sedangkans ecamb ersama-samkao relasi antarak adm Hb dan VOz maks dengan kecepatanp ulih asald iketahuiR= 0,167< qO,426, hipotesism engatakanH o gagal ditolak dengan demikian tidak ada hubungan antara kadar Hb dan VOz maks dengank ecepatanp ulih asalp ada MahasiswaP JKR ekstsnsiA ngkatan 2002 Off K yang mengikuti mata kuliah Tes dan Pengukuran, Jurusan Ilmu Keolalragaan FakultasI lmu PendidikanU niversitasN egeriM alang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan ruang jalan sebagai sarana kegiatan keluarga padalokasi perumahan di Kodya Malang oleh Parwanto

 

Pengaruh ketinggian tempat terhadapjumlah eritrosit katak lembu (rana catesbeiana) oleh Nining Purwati

 

Kajian pustaka tentang metabolisme dan program latihan lari sprint 100 meter oleh Isa Asrofi

 

Lari 100 meter adalah suatu cara lari yang ditempuh dengan kecepatan maksimal dan waktu yang sesingkat-singkatnya. Ukuran prestasi adalah waktu yang singkat. Untuk mencapai prestasi larj sprint 100 meter yang baik, perlu dikembangkan kondisi fisik melalui suatu latihan yang membutuhkan energi maksimal.F enomenad i lapanganb ahwap elatih dalamm embuatp rograml atihan lai sprint 100 meter hanya berdasarkan pengalaman dan mengesampingkan variabel sistem energi, karena pelatih ingin programnya berjalan dengan waktu yang telah ditentukan tanpa menyadari bahwa sistem energi merupakan salah satu unsur yang harus diperhatikan dalam membuat program latihan. . Tujuan dari kajian ini adalah unfuk mengetahui metabolisme energi pada lari sprint 100 meter dan pro gram latihannya. Lari sprint 100 meter merupakan suatu bentuk ahivitas fisik yang cukup berat sebabd ilakukand engank ecepatanm aksimald an waktu sesingkamt ungkin. Teknik lari sprint 100 meter adalah gerakan start, gerakwr sprint, dan gerakan finish. Faktor-faktory ang mempengaruhliat .'i sprint 100 meter adalahd ayal edak dan kecepatanr eaksi unhrk start 9ertakecepatanu ntuk larinya. Untuk itu progr.rm latihan lari sprint 100 meter berdasarkans istem energi menggunakanla tihan interval training bentuknya ada trga yaitu kecepatan dengan jarak latihan 30 sampai 80 meter dan waktt recovery selama 3 menit, daya tahan (stamina) dengan jarak latihan 120 sampai 200 meter dan waktu recovery selama 8 menit, dan percepatanb erupal atihan lari akselerasi,la tihan akselerasid iselingi deselerasi, latrhan uphill dan latihan downhill dwgan recovery selama 3 menit. Diperoleh suatu kesimpulan bahwa sistem energi pada lari sprint 1OO meter sebagian besar adalah sistem ATP-PC dan sebagian kecil sistem asam laktat, maka program latjhan lari sprint lQ} meter denganb erdasarkans istem energi adalah latihwt interval training dengan bentuk latihan kecepatan, daya tahan (stamina) dan percepatan. Oleh karena itu diharapkan pada pelatih agar variabel sistem energt dapat dijadikan salah satu dasar dalam membuat program latihan lari sprint 100 meter -

Studi tentang latara belakang dan motivasi pesertasenam lansia di sasanapondok Blimbing Indah Kecamatan Blimbing Kota Malang oleh Ahmad Heri Susanto

 

Olahragam erupakansa lahs atuk egiatany angs angapt entinguntuk dilakgkans etiip manusiaH, al ini disebabkakna renad alams ejarathr idupny4 manusiaa t<.amne ngalampi rosesm €nuaS. ebabk',e cantikand ank eindahantu buh tiJ* *rt dapat bitahanielamanya. Untuk inrlah tubuh tetap metngtlqq . . latihan-latihaonla luagam eskipuine lahm emasukmi asala nsiaH. al ini disebabkan karenam anfaaot lalragat unguttutbt *yak misalnyau ntukm enjagak esehatadna s kebu-Tgaurjuatnau nbkuhhmu saunsudsaiar.ipenelitianiniadalatruntuk:(l)Memperolehgambaran tentangta tarU etat

Kajian pustaka tentang penatalaksanaan obesitas melalui diet dan aktivitas fisik oleh Dianan Sulistyo

 

Obesitasm erupakans uatuk elebihanb eratb adan2 0% di atasb eratb adan ideal dengan unro. p""t'ilffi]"-ur. ot"tit* dipengaruhi oleh beberapa faktor antarala in genetik,, ",i;i;l;k"; sosial'd ang "'uL uo&n yangk urang'P enyebab utama obesitas adalah tidak seimbangrya antara jumlah asopan O:l::3: jutt"n kalori yang dikelua*an5'iai'i"ta"[{;u":11i^t "k* cenderunmge mpunvraeis iko terserangp enyakit ,"p"i aiiu'es millitus'tekanand araht inggi' penyakitj antung i"t"".i iritttt"ris dan go ut Dietm erupakahna lp entingd alamg rogrlmp enurunan be*t 9ug^ Dalamh al ini ada 7 macam O,.t yung Olpat di"pilih yartu setengah puasap' ua^skaa' lori seimbang' rendahk alori seimuang;ffi;;;;;;i'?naan utori tinggip rgteln'r endah ketogeniko anr endaitra ruoirioia'te. ad penaeritu oGsital-dianjurkaunn tukm emilih diet kalori seimbandg" ;;#;-k"tbittlatut karena pada {iet \at:ri s:lTbanc mengandunkga loti tiOat to'u"g darie nergim etaboiisme basal dan mengandung semiazar,zat--,::dll^hlllU*l|.::{:i;'n'***:k.#lt,:U"l'*' katbohidrat sangat ere 'l;ifir; rosenesistp"*u*t'ilo"i"*"xla'"''ryi''*a{::,LTligt{:H.1}}?X1,1;""\ dil;k"ian dapatberhasi\ maka pendenta fH"?JiXli"m;",e"n- ubru:'n"lkyagn:) 11l,ltrlLfril'Sfi5H-T" *lill ili*ti+f:"r*iliir$'n?dli;'a'mr#-n'il i::Hb*lfff#llk$lf;f:i, T*ra-fiTHff##::#fl* }ilflfB EI'oilft;" 't::n'ffull*l"nlJ"l''Hil#;llJr

Perbedaa tingkat kesegaran jasmani antara mahasiswa putra program studi (Prodi) IK dan PJKR angkatan 2001 jurusan ilmu keolahragaan FIP Universitas Negeri Malang oleh Fajri Hosnil Hatimah

 

Pembelajaran di Jurusan llmu Keolahragaan t€rdapat dua karakteristik pembelaiaran yaitu pembelajaran teori dan praktek. Khusus pada pembelajaran prakteka kan berdampakt erhadapt ingkat kesegaranja smani. Di lingkunganp rogam shdi IK dan PJKR kesegarajna smani diperotehm elalui berbagaai ktivit$ jasmani pda waktu pembelajaran matakuliah teori dan praktek (matakuliah piattetc). Aktivitas jasmani yang dilakukan mahasiswa prodi IK pada waktu mengikuti kuti*r prahek tidak adat untutanm aksimal,s edangkanp adam ahasiswap rodi pJrR dituntut melakukan secara maksimal. Perbedaan pada tuntutan k*ika pernbelajaran matakuliah teori dan praktek (gerak) rersebut aken berdampak terhadap tingkat kesegarajna smani antaram ahasiswap utra programs tudi IK dan pJKR. permasalahan tersebumt enariku ntuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untr* mengetahui dan mengkaji ada tidaknya pe6edaant ingkat kesegaranja smani antara mahasiswap utra proai ur dan PJKR angkatra2n0 01 JurusanI lmu KeolahragaanF IP universitas Negeri lvlalang. Rancanganp enelitiany ang digunakanb erupar ancangann on eksperimental betbeluk kausal komperatif. Populasi yang digunakan b€rjumlatr 65 orang Teknik sampling ue.rupa puryxtsive ,simple random sompling berbentrrk undian dengan rynempatank embali berjumlah4 6 orang. Instumen penelitian menggunakant€ s lari 12 menit. Penelitian ini dilakukan di lapangan universitas Negeri Malang Bulan September-Oktobe2r0 03. Data dikumpulkan dengant eknik observasid an dianalisis dengante knik Analisis Varian Satu Jalan.D ata dianalisis denganb antuank alkulator CasioF X 3600.P engujianh ipotesism enggunakantarasf ipifikansi 5olo. Ilasil pengolahand ata ditemukanF uurg: l4,g7g, F,"uus n = 4,08. Ilasil uji Lean significance Difbrence (LSD) di temukar- 133,480,b cdrt-m ean dari kedua kelompok:2 55s22. uji LSD : 133,480< setisihk eduak erompok2 55,622,b erarti ada peftedaan yang signifikan tingkat kesegaranja smaai antara m{asiswa pufia programs tudi IK dan PJKR.T ingkat kesegarajna smani prodi pJKR 7: zsrc,edl sedangkanx IK : 2261,045. Berarti tingkat kesegaranja smani pJKR lebih baik dibandingp adam ahasiswaIK angkatan2 001. Berdasarkan hasil analisis data tenebut, maka dapat disimpulkan bahwa "ada.p erbedaanr ng signifikan tingkat kesegaranja smani intara matrasiswap uha _RrodIiK dan PJKR angkatan 2001 Jurusan Ilmu KeolahragaanF Ip univeisitas Negeri lvfalang". u

Analisis penggunaan ruang sempadan jalan di lokasi pemukiman Kotamadya Malang sebagai sarana bangunan untuk kegiatan keluarga oleh Imam Wahyudi Prasetyawan

 

Pengaruh pengeringan-pembasahan terhadap kuat geser tanah ekspansif Pakuwon Surabaya Barat oleh Sarfah Mogili

 

Tanah merupakan landasan dari suaru struktur atau konstnrksi, baik konstruksi bangunan mauplm jalan. Dimana pada pekerjaan tersebut sering dijumpai p"-uiututt* yang berkaitan dengan kembang susut akibat perubahan tiJr'o-iyu atau disebuti ebagai tanah ekspansif( exspansives oil). Peristiwa t"tlung susutt erjadip adam usimp enghujard anm usimk e'lnaraus;e hinggap olu Ju"y" ienelitian"terhadapta nahe kspansipf adap erumahanP akuwonS urabaya narit se6agapi edomand alamp embangunadni atast anaht ers$ut' fe;'eldiao yang dilalnrkani ni mernpunyatiu juan rmt'k mengetahu(il ) Variasig fadasit rrn ie*poog eksparsrf;( 2) nilai batas-bataAst terberg;d an (3) perubatrink uat gesery ang dipadatkand engans tailrdapr roctor yang mendapat perlakuanp engaingan- punbasahan. Penelitianin i merupakanp enelitiane ksperimentadl,e ngm menggunakan tanah lempnng ekspansif yang diambil dari kawasan perumahan Pakuwon Gabaya bri't. Suiop4 glllah ekspansif tersebut diuji sifat fisik dan. sifat mekanisnyaS. ifat fisihberupap orgujiant erhadapm alisas aringand ann ilai-batasbatas Atierberg, sedangkanu ntuk sifat mekanis adalah kuat geser dengan mengg*akat -tlnconfiied CompressionT esr. Selanjutnyad ata yan-g. telah tutriipul dihihmgk emudiand ibuatkang rafik. Dari ganbarg rafik dianalisisd an hasilnyad iartikans esuadi engank ecendrungayna nga da' Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah; (l) tanah yang diteliti masuk dalarnt anatri anau tak organit; (2) denganP I sebesar3 9,22Vota nah Oigotongkat pada tanah sangat ekspansif dan tanah yang merniliki swe.lling poiensli yang tinggr; dan (3) Pada pengujian kuat geser akibat penguingan ierfaOi p*ubihan*kout g"t"t yang tidak drastis, sedangkanp ada pqilaku p'a"iir* u*h"o terjadi penurunany ang drastist ertradapk mt gess yaltu-padak adar mencapa+i b,SO%d ikarenakanp ori-pori padat anahm emiliki kadara ir yang berlebihan.

Perbedaan kuat geser jenis tanah ekspansif dari beberapa kedalaman tanah yang ditambah dengan bahan stabilisasi semen di Desa Setro Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik oleh Supriyanto

 

Uji kualitas kubus beton menggunakan agregat pasir Tenggarong dan kerikil Palu menurut metode SKSNI T-15-1990-03 oleh Saili

 

Beton adalah bahan bangunan yang dipakai untuk pembuatan konstruksi bangunan. Salah satu bahan campuran beton adalah a.gregat kasar disamping agregath alus, semen,d an air. Dalam penggunasnnyau ntuk membuatc ampuran betonh arusm emenuhsi yarat ertentu. Tujuand ilakukannyap enelitiani ni adalah: Untuk mengetahuki uat tekan kwalitas betond enganc ampurana gregakt asard ari Tenggarongd an palu. Agregat yang digunakan dalam penelitian ini bcrasal dari daerah Tenggarong Kalimantan Timur dan Palu. Dalam penelitian ini perlakuan yang diberikan adalahb eton denganc ampuran aE,egatk asar dari Tenggarongd an dari Palu. Kemudian dilakukan uji kuat tekan beton tersebut pada umur beton 2t hari. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengujian Bahan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. campuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah I semen: 2 agregath alus : 3 agregatkasarp. engujian beton menggunakane ksperimeny ang meliputi pengujiank uat tekan betonp adau mur 2g hari, untuk mengetahusi igrrifikansid ari perbedaank uat tekan dilakukan uji T-test. Dengan taraf signifikansi 5010h, asil penelitian menunjukkanb ahwa kuat tekan dengan cirmpuran agregat kasar dari rengarong dan palu yang tidak dicuci lebih kuat secaras ignifikand ibandingd engank uat tekanb etond enganc ampuran agregatk asard ari Tenggarongd an Palu yang dicuci. Itl

Uji beda kuat tekan beton yang menggunakan pasir alami Tarakan dan Malang dengan menggunakan metode doe (British Department of Environment) dan SKSNI T-15-1990-03 oleh Sadirun

 

Agregat kerikil alami dan pasir asal Tarakan dapat digunakan bahan pencampubr eton,m asihk urangd imanfaatkanP. adahala pabilam asyarakamt au memanfaatkans ecarab esar-besaranD aerah Tarakan mempunyai sumber daya alam agregat kasar kerikil alami sangat potensial. Dari kenyataan dilapangan inilah awal mula, keinginan peneliti untuk mengadakanp enelitian tentang agregatk erikil dan pasir alami asal Tarakan. Gagasanp enelitiani ni muncul dari pengalamanp ribadi penelitr,s etelahm elihat masyarakat daerah Tarakan dan sekitamya untuk pembuatan bangunan-bangunan besar (struklural) selalu mendatangkan agrept batu pecah dari luar daerah atau luar pulau Tarakan. Adapun tujuan dari penelitiani ni adalahu ntuk mendapatkang ambaran secarao byektifapakaha gregata lami, kerikil dan pasir alami asalr arakan dapat digunakan dan dapat didesain untuk bahan pencampur beton bermutu tinggi atau beton-beton struktural. Untuk memecahkanp ermasalahante rsebutp eneliti mengambils ampel, pasir dan kerikil alam dari rarakan untuk diadakan pengujian di Laboratorium Universitas Negeri Malang untuk diuji, analisa ayakan, berat jenis, penyerapan, kadar air dan kadar lumpurnya. Penelitianin i menggunakamn etodep erancangaDn OE danm etodeS KSNI T-15-1990-03 dari pengujian bahan di Laboratorium Bahan Teknik Sipil universitas Negeri Malang didapat analisa saringan pasir masuk zone 3 didapat FM : 2 agregakt asarF M : 6,76 gradasbi utiranm aksimum2 0 mm. Beratj enis pasirS SD: 2,38,p enyerapa2n, l0yo,a $egatk asard idapabt eratje nis SSD2 ,40, penyerapan 2,35%. Kadar air 1,80% berat isi lepas 1,5 kgldm3. Dalam perancangand enganm etodeD OE dan SKSM T-15-1990-03d enganb endau ji kubus beton 15 x 15 x 15 cm, slump 3 - 8 cm, semen gresik tipe I dapat disimpulkanb ahwad idapatp erbandirigayna ngs ama,yaitup erbandingavno lume semen2 60V m-'p, asir5 58,47V m',k erikil7 32,71Um',air1 73,78U m'11: 2,15: 2,85 . 0,67) dan perbandingabne rat-: semen3 25 kglm3,p asir 622,16k g/m3, kerikil1 099,0k6g /m',a ir 173,78k g/m'(1 : l,9l : 3,38: 0.53). Penelitiani ni menggunakanm etode eksperimeny ang ditunjuk dengan menggunakan3 0 benda uji, untuk beton menggunakana gregatk erikil alami Tarakanp asir Tarakan 15 benda uji, untuk beton menggunakank erikil alami Tarakanp asir Malang 15 bendau ji, masing-masingke lomp,okp engujiant ekan beton di uji pada umur 7 hari, 14 hari dan 2l h?rr. Flasil pengujian kuat tekan beton di analisis dengan menggunakan uji t-test dengan bantuan kornputer programS PSS.P enelitiani ni dilaksanakand i LaboratoriumB ahanT eknik Sipil FakultasT eknik universitasN egeriM alangp adab ulan Juni2 004s ampaAi gustus 2004. Berdasarkahna sil penelitiand apatd isimpulkanb ahwak uat tekanr ata-rata beton umur 28 hari untuk campurank erikil Tarakan pasir Tarakans ebesar: 309,81 kglcm^2d an beton campurank erikil Tarakan pasir Malang sebesar: 250,69k g/cm', melalui uji t-test didapatkanh argat : 9,814d an df = 28, harga probabilitasnya(p ) "=0 ,000< 0,05 dengand emikianh ipotesisy ang berbunyia da perbedaank uat tekan beton hasil campurank erikil Tarakanp asir Tarakand engan beton hasil campuran kerikil rarakan pasir lv{alang diterima dan didukung oleh data. Oleh karenah argar eratak uat tekanb etonh asil campurank erikil Tarakan dan pasir Tarakan 309,81 kg/cm' t ha.ga rerata kuat tekan beton hasil campuran kerikil Tarakan dan pasir Malang 250,69 kg/cmz, maka dapat dinyatakan bahwa kuat tekanb etonh asil campurank erikil Tarakand an pasirT arakanp adau mur2 8 hari lebih baik.

Uji beda kuat tekan beton dengan campuran agregat kasar dari tarakan dan agregat kasar dari Malang oleh Bindu Lumbantoruan

 

Uji modul elastisitas beton normal fas 0.4 yang diberi bahan tambahan superplasticizer untuk bahan grouting ekspansif pada sambungan balok beton pracetak oleh Trijana Herawati

 

Uji kuat tarik lentur dan lebar retak beton normal fas 0.4 dengan bahan tambahan superplasticizer sebagai bahan grouting ekspansif pada sambungan beton pracetak oleh Jelly Guruh Taufani

 

Upaya meningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas I melalui pemberian tugas sebelum materi diajarkan di SMUN I Lawang oleh Yuliana

 

Upaya peningkatan prestasi belajar fisika siswa melalui pembelajaran koperatif model jigsaw pada materi suhu dan pemuaian di kelas I Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Sumberjati Kadur Pamekasan oleh Zainuddin

 

Upaya peningkatan prestasi belajar fisika siswa kelas II-A SLTP Laboratorium Universitas Negeri Malang melalui pendkatan konstekstual oleh A.A. Zamroni

 

Perbedaan prestasi belajar fisika siswa yang diajar dengan metode demonstrasi dengan siswa yany diajar dengan metode ceramah kelas II MA Al-Fattah Banyuurip Ujungpangkah Gresik tahun pelajaran 2002/2003 oleh Zubaidah

 

Penentuan matching maksimum pada graph bipartisi berbobot dengan menggunakan algoritma genetika / Anisak Heritin

 

Hubungan antara cara belajar sejarah d SMU dan di Perguruan Tinggi dengan prestasi belajarmata pelajaran sejarah nasional dan sejarah umum dan prestasi belajarmatakuliah sejarah Indonesia modern pada mahasiswa Jurusan Sejarah input Kalimantan Timur angkatan 1999/2000 ol

 

Peningkatan keterampilan proses siswa kelas III MTs Nurul Huda Malang tahun pelajaran 2002/2003 dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan lembar kerja siswa (LKS) oleh Tri Ida Rohayati

 

Pola mobilitas dan faktor yang menyebabkan minat anak jalanan mengikuti pendidikan formaldi Kota Malang oleh Eni Kuswati

 

Struktur dan fungsi relief cerita kunjarakarna di candi jago oleh Muhammad Teguh

 

Profil pelaksanaan praktikum kimia koloid di SMU Negeri Kota Ponorogo oleh Yaniek Sri Purwati

 

Studi tentang keterterapan metode eksperimen dalam pembelajaran untuk pemahaman konsep sistem koloid pada siswa kelas II SMU Negeri 1 Lawang oleh Nurul Nur Khasanah

 

Penerapan manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat dalam mengelola publikasi sekolah menengah swasta se kota Malang oleh Fitria Agustiandari

 

Studi pelaksanaan pekerjaan balok dan pelat lantai dengan analisa biaya pada pembangunan gedung kewirausahaan Universitas Politeknik Malang / Kholilur Rahman

 

Kata Kunci: Pelaksanaan, analisa biaya, balok dan pelat lantai Pada era sekarang ini, pembangunan gedung perkuliahan banyak dibuat lebih dari 2 lantai, hal tersebut dimaksudkan untuk meluaskan bangunan kearah vertikal dari pada ke arah horizontal. Hal ini dikarenakan lahan yang semakin terbatas, sehingga untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakanya bangunan bertingkat menjadi alternatif untuk mengatasi keterbatasan lahan. Seperti kita ketahui bahwa bangunan bertingkat salah satunya gedung perkuliahan membutuhkan konstruksi balok dan pelat lantai sebagai dasar untuk lantai 2, 3 dan seterusnya. Karena balok adalah bagian struktur yang berfungsi untuk menahan gaya lentur sedangkan pelat lantai berfungsi sebagai lantai pada lantai 2, 3 dan seterusnya. Maka di dalam pelaksanaan bangunan rumah sikit perlu pengawasan yang cukup, untuk menghasilkan ketepatan dalam konstruksi tersebut. Studi pelaksanaan ini bertujuan untuk mengetahui: (1) metode pelaksanaan konstruksi balok dan pelat lantai; (2) rencana anggaran biaya pekerjaan balok dan pelat lantai jika dihitung dengan menggunakan metode SNI-2002; (3) rencana anggaran proyek pekerjaan balok dan pelat lantai dan (4) selisih biaya dari rencana anggaran biaya yang dihitung menggunakan metode SNI-2002 dengan biaya proyek pada proyek Pembangunan Gedung Kewirausahaan Universitas Politeknik Negeri Malang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi (pengamatan), tanya jawab (wawancara), dan dokumentasi. Pada studi ini diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan tentang pelaksanaan balok dan pelat lantai. Dari studi lapangan pelaksanaan konstruksi balok dan pelat lantai pada umumnya sudah sesuai dengan kajian pustaka, kecuali pada pekerjaan pemadatan beton dan pembongkaran bekisting kurang sesuai dengan kajian pustaka. Hasil dari perhitungan RAB yang dihitung menggunakan metode SNI-2002 dengan RAB proyek menunjukkan perhitungan RAB lebih besar dari pada perhitungan RAB proyek, Selisih antara kedua perhitungan tersebut sekitar 3%.

Isolasi, karakteristik, dan identifikasi komposisi asam lemak minyak biji pinang sirih (arecacatechu) oleh R. Nir Alvia

 

Uji kuat tekan dan kuat tarik belah beton normal fas 0.4 dengan bahan tambahan superplasticizer sebagai bahan grouting ekspansif pada sambungan beton pracetak oleh Eko Purwantoro

 

Kebijakan pelaksanaan k3 pada perusahaan jasa konstruksi properti di Wilayah Malang oleh Aris Agus Lidia Wicaksono

 

Pelaksanaan keselamatan kerja di perusahaan jasa kosntruksi: studi kasus terhadap mandor, tukang dan kuli bangunan oleh Azizatul Asma

 

Analisis sistem pengendalian intern pemungutan pajak hotel di Dinas Pendapatan Daerah Pemkot Malang / Lilik Setiowati

 

Kata kunci : Pengendalian Intern, Pemungutan Pajak Hotel Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang adalah salah satu unit kerja dibawah naungan Pemerintah Kota Malang yang mempunyai tugas Pokok dan Fungsi sebagai koordinator pungutan dibidang Pendapatan Asli Daerah. Adapun Visi dan Misi Dinas Pendapatan Kota Malang mengacu/mendukung kepada Visi dan Misi Pemerintah Kota Malang sehingga dalam pelaksanaan tugasnya baik program dan kegiatan dalam upaya memenuhi target penerimaan PAD dapat tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Sistem pengendalian intern pada pemungutan pajak hotel perlu diperhatikan, karena sistem pengendalian intern yang berfungsi dengan baik sesuai dengan yang ditetapkan akan mempengaruhi secara langsung terhadap tujuan perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem pengendalian intern pemungutan pajak hotel di Dinas Pendapatan Daerah Pemkot Malang. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi. Dalam pemecahan masalah dilakukan metode pemecahan masalah dengan langkah-langkah penelahaan terhadap Sistem Pengendalian Intern Pemungtan Pajak Hotel, analisis terhadap keunggulan dan kelemahan Sistem Pengendalian Intern, pemberian rekomendasi untuk mengatasi kelemahan Sistem Pengendalian Intern. Hasil analisis dari penelitian diperoleh penerapan sistem pengendalian intern pemungutan pajak hotel adalah pembayaran pajak yang ditangani oleh bagian BKP ( Bendaharawan Kas Penerimaan ) yang penyetorannya dilakukan setiap hari, sehingga tindak penyelewengan terhadap keuangan dapat dihindari. Dipenda mempunyai bentuk struktur organisasi garis dan staf yaitu wewenang dan tugas berasal dari pimpinan yang dibantu oleh masing-masing bagian pembagian tugas dan tanggung jawab yang merata, sehingga tidak menunjukkan adanya duplikasi pekerjaan. Kelemahan dalam sistem ini adalah formulir yang digunakan dalam operasinya ada beberapa yang masih belum memiliki nomor urut tercetak. Rekomendasi dari sistem pengendalian intern pemungutan pajak hotel bertujuan memaksimalkan fungsi dari sistem pemungutan pajak hotel, dengan cara melakukan pemeriksaan pekerjaan secara mendadak kepada karyawan, memperbaiki sistem pengendalian intern yang ada dengan memberi nomor urut tercetak pada semua formulir yang digunakan dalam operasinya.

Studi evaluasi pelaksanaan pekerjaan lapis permukiman menggunakan beton aspal pada proyek pembangunan jalan Widang-Gresik-Surabaya / Retno Anggarsih

 

Kata kunci: pelaksanaan, lapis permukaan, beton aspal Transportasi merupakan suatu sistem yang sangat diperlukan oleh manusia, dan transportasi yang paling sering digunakan adalah sistem transportasi darat. Oleh karena itu untuk menciptakan transportasi darat yang baik maka diperlukan perkerasan jalan yang berkualitas. Seperti pada pembanguan Jalan Widang-Gresik-Surabaya yang akan diciptakan lapisan permukaan yang berkualitas dengan tiga lapis campuran aspal yang digunakan. Lapis permukaan ini merupakan lapis teratas dan paling rawan terjadi kerusakan jika pemakai jalan membawa muatan yang sangat berat. Maka dalam hal ini selama proses pengerjaan lapis permukaan diperlukan pengawasan yang ekstra. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pekerjaan lapis permukaan secara keseluruhan, cara kerja, proses pengevaluasian dan pengawasannya. Pada studi ini diharapkan dapat menambah serta memperkaya ilmu dan wawasan tentang pelaksanaan pekerjaan jalan khususnya pada pekerjaan lapis permukaan. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memeriksa kelengkapan data. Data tersebut kemudian akan dibandingkan dengan kajian pustaka sehingga dapat diambil kesimpulan dan saran. Hasil studi evaluasi pelaksanaan lapis permukaan adalah sebagai berikut. Tahapan pekerjaan lapis permukaan dimulai dari pekerjaan percobaan pemadatan dan percobaan penghamparan, pekerjaan persiapan, pekerjaan lapisan pengikat perkerasan, pembuatan dan produksi campuran beraspal, pengankutan ke lokasi, penghamparan dan pemadatan campuran beraspal dan pengendalian mutu. Cara pengevaluasian pelaksanaan lapis permukaan dengan cara melakukan penegndalian mutu pada setiap pekerjaan yang kemudian hasil tersebut dibandingkan dengan spesifikasi yang telah dibuat. Jika terdapat ketidaksesuaian maka akan dilakukan tindakan untuk memperbaikinya. Namun ada pekerjaan yang sedikit tidak sesuai dengan spesifikasi dan ada kendala non teknis yang menghambat pekerjaan yaitu keterlambatan pengiriman ke lokasi serta kerusakan pada komponen AMP (Asphalt Mixing Plant). Berdasarkan hasil studi lapangan dapat disarankan untuk lebih melakukan pengawasan yang ekstra agar pekerjaan sesuai dengan yang direncanakan serta penambahan waktu untuk perawatan mesin pada peralatan yang akan dipakai agar lebih sedikit resiko untuk terjadinya kerusakan alat saat pekerjaan dimulai, sehingga akan menghasilkan mutu lapis permukaan yang baik

Studi lapangan pelaksanaan surface course pada proyek peningkatan jalan SP. Kayu Arang Kota Pekanbaru Propinsi Riau / Filemon Febrian Siahan

 

Kata kunci: studi lapangan dan pelaksanaan surface course Infrastruktur Jalan memegang peranan penting dalam kehidupan kita, sebagian besar aktifitas kita membutuhkan jalan sebagai prasarana transportasi yang ada. Karena jika infrastuktur jalan mengalami kerusakan atau gangguan, maka aktifitas kita yang membutuhkan infrastruktur jalan akan menjadi terganggu. Permasalahannya adalah bagaimana cara membuat suatu infrastruktur jalan arteri dengan prosedur yang benar. Lapisan surface adalah salah satu elemen struktur jalan yang berhubungan langsung dengan seluruh pengguna jalan arteri. Kegagalan pelaksanaannya akan berakibat langsung pada rusaknya struktur lain yang mendukungnya. Maka dari itu dalam mendirikan struktur jalan arteri memerlukan metode dan pengawasan yang ketat. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pekerjaan surface yang dimulai dari proses produksi campuran aspal panas di AMP hingga seluruh metode pelaksanaan dan proses quality control yang dilakukan dilapangan. Metode pengumpulan data yaitu metode dokumentasi dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan memeriksa kelengkapan data. Data tersebut kemudian akan dibandingkan dengan kajian pustaka sehingga dapat diambil kesimpulan dan saran. Hasil studi ini menunjukkan bahwa: (1) proses produksi laston pada AMP dilakukan sudah sesuai dengan spefikisasi yang ada, dari segi material seluruhnya memenuhi spesifikasi yang sudah ditentukan. Pada saat pendistribusian campuran aspal panas juga standart yang ditentukan untuk menjaga suhu campuran aspal panas dengan menutup bak truck menggunakan terpal juga sudah dilakukan; (2) pada proses pelaksanaan pekerjaan surface, terdapat beberapa ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan jalan dari segi pelaksanaannya. Dimisalkan pada pelaksanaaan pemadatan campuran aspal panas yang hanya dilakukan dalam 2 tahapan, sedangkan menurut spesifikasi umum 2006 menyatakan bahwa proses pemadatan campuran aspal panas harus dilakukan dalam 3 tahapan. Ada juga tahapan yang tidak dilaksanakan dilapangan yaitu tahapan percobaan lapangan (Trial Mix) yang sangat penting dalam menentukan banyak lintasan pemadatan yang harus dilakukan dan pengujian mutu aspal yang harus sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan. Namun untuk proses pekerjaan lainnya, sudah dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang ada.

Pendayagunaan lumpur Lapindo sebagai bahan campuran pembuatan batu bata / Gusti Arya Seta

 

Kata- kata kunci : lumpur Lapindo, bahan campuran, batu bata Batu bata adalah material penyusun dinding yang terbuat dari tanah liat atau lempung yang berasal dari tanah sawah yang subur. Batu bata dibuat dengan cara mencetak bahan dasar yang dicampur dengan bahan tambahan dalam suatu cetakan kemudian dikeringkan dan dibakar. Lumpur memiliki kandungan yang cocok untuk pembuatan batu bata. Di antaranya lumpur Lapindo yang mengandung tanah bercampur pasir dan memiliki sifat yang mudah dibentuk. Pemanfaatan lumpur Lapindo dapat mengurangi penggunaan bahan baku pembuatan batu bata yang umumnya diambil dari lahan produktif yang seharusnya lebih tepat digunakan sebagai lahan pertanian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yang dimulai dari pengambilan sampel yaitu lumpur Lapindo kemudian pembuatan benda uji yang dilakukan di industri pembuatan batu bata. Sampel penelitian ini menggunakan batu bata dengan kadar lumpur Lapindo sebanyak 25% dan 50%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas batu bata dengan campuran lumpur Lapindo jika dibanding dengan batu bata merah pada umumnya. Pengujian kualitas meliputi: pengujian tampak luar dan ukuran, pengujian absorbsi, pengujian kadar garam dan pengujian kuat tekan. Metode pengujian yang digunakan disesuaikan dengan Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan I. (1) Hasil pengujian kualitas ketepatan ukuran dan kualitas tampak luar batu bata dengan kadar lumpur Lapindo 25% dan 50% tidak memenuhi syarat yang ditetapkan oleh SK SNI S-04-4989-F dan PUBI 1956. Batu bata ini akan mengakibatkan tidak ratanya permukaan dinding dan tidak mampu menahan beban inersial yang dapat memunculkan retak-retak halus pada permukaan dinding dan spesi batu bata. (2) Hasil uji absorbsi batu bata kadar lumpur Lapindo 25% dan 50% tidak memenuhi standar syarat mutu SII 0021-78 & NI-10 karena lumpur mempunyai daya serap air tinggi, sehingga menimbulkan banyak rongga pada batu bata yang berimplikasi pada berkurangnya kekuatan batu bata dan kualitas bangunan. (3) Hasil pengujian kadar garam untuk batu bata dengan kadar lumpur Lapindo 25% dan 50% memenuhi standar SK SNI S-04-4989-F. Pada batu bata tidak terdapat lapisan putih atau pengkristalan. Dari segi kadar garam, batu bata ini mempunyai daya rekat yang tinggi dengan spesinya. (4) Hasil pengujian uji kuat tekan untuk batu bata dengan kadar lumpur Lapindo 25% dan 50% tidak memenuhi standar NI-10 dan SII-0021-78. Lumpur Lapindo termasuk dalam tanah liat primer, sehingga dalam keadaan kering batu bata akan menjadi sangat rapuh dan berakibat pada buruknya kekuatan dan kualitas bangunan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa batu bata dengan campuran lumpur Lapindo tidak baik bila digunakan sebagai bahan penyusun dinding.

Studi evaluasi pelaksanaan pekerjaan balok beton bertulang pada proyek pembangunan tahap III gedung kuliah bersama Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Jl. Semarang No. 5 Malang / Dadik Suseno

 

Kata Kunci: Studi Evaluasi Pelaksanaan balok Pada era globalisasi ini pembangunan gedung, ruko (rumah bertoko) maupun rumah tinggal difokuskan untuk meluaskan bangunan kearah vertikal daripada kearah horizontal. Hal ini dikarenakan lahan yang ada semakin sempit serta disebabkan adanya kemajuan teknologi dalam bidang konstruksi bangunan. Dengan dibuatnya bangunan bertingkat diharapkan menjadi alternatif untuk mengatasi keterbatasan lahan khususnya di kota-kota besar, serta dapat berfungsinya kemajuan ilmu dan teknologi dalam bidang konstruksi bangunan tersebut, dan dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif serta mampu menerapkan ilmu dan teknologi secara nyata dilapangan dengan cermat. Seperti kita ketahui bahwasanya bangunan bertingkat membutuhkan balok sebagai dasar untuk lantai 2, 3 dan seterusnya. Karena balok merupakan bagian struktur yang berfungsi untuk menahan gaya lentur sedangkan pelat berfungsi sebagai lantai pada lantai 2, 3 dan seterusnya. Maka dalam pelaksanaannya balok membutuhkan ketepatan dan ketelitian, sehingga pelaksana dan mandor harus jeli dan teliti dalam pengawasan pekerjaan ini. Studi evaluasi pelaksanaan ini bertujuan mengetahui tahap pelaksanaan pekerjaan balok pada Proyek Pembangunan Tahap III Gedung Kuliah Bersama Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5 Malang, serta bagaimana metode pelaksanaan tulangan , bekisting, pengecoran, perawatan, pembongkaran bekisting. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui teknik observasi (pengamatan), interview (tanya jawab) dan dokumentasi. Dari hasil studi pelaksanaan pekerjaan balok mengenai pekerjaan penulangan, bekisting, pengecoran, perawatan dan pembongkaran bekisting secara umum sudah memenuhi persyaratan yang berlaku. Waktu pembongkaran bekisting hendaknya diperhitungkan, karena pembongkaran bekisting terlalu cepat dapat mempengaruhi mutu beton. Proses pembongkaran bekisting hendaknya tidak menggunakan alat-alat yang dapat memberikan gaya tarik yang besar. Hal ini tidak sesuai dengan kajian pustaka yang ada. Berdasarkan studi lapangan ini dapat disarankan agar dilakukan pengawasan yang lebih teliti pada pelaksanaan pekerajaan balok, sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Studi penulangan dinding beton pada gedung boiler proyek pembangunan laboratorium Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang / Indah Nursanthi

 

Kata Kunci : Penulangan, Dinding Beton, Gedung Boiler Dengan seiring perkembangan zaman yang semakin pesat dan kebutuhan akan teknologi serta sumber daya manusia yang kompeten, maka persaingan du-nia kerja akan semakin ketat. Untuk itu, dalam dunia pendidikan tingkat Universitas khususnya, mampu menghasilkan lulusan yang bermutu dan berkom-peten dan mampu bersaing dalam dunia kerja. Universitas Negeri Malang meru-pakan salah satu lembaga pendidikan yang diharapkan mampu menghasilkan lu-lusan yang sesuai dengan kriteria tersebutStudi mengenai penulangan dinding be-ton untuk bangunan boiler yang di-gunakan pada laboratorium kimia politeknik negeri malang sebagai ruang mesin untuk memanaskan air. Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang menyelenggarakan pendi-dikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus. Di bangku Perkuliah-an mahasiswa telah memperoleh teori-teori dengan penerapan disiplin ilmu Konstruksi Bangunan. Salah satu pencapaian yang diinginkan dalam Prodi D3 Teknik Sipil Universitas Negeri Malang adalah mahasiswa dapat menghitung pembebanan pada suatu bangunan. Salah satunya adalah menghitung struktur bangunan dan salah satu struktur bangunan adalah dinding beton. Namun demi-kian dalam penyajiannya perkuliahan hanya difokuskan pada perhitungan struktur portal dan plat. Dinding beton tidak disajikan dalam perkuliahan. Tujuan dari proyek akhir ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembe-banan struktur dinding beton, dan juga bagaimana perencanaan tulangan dinding beton.Perhitungan yang dilakukan menggunakan bantuan software untuk memu-dahkan perhitungan. Software yang digunakan adalah STAAD Pro 2004. Tulangandindinggeserdihitungsetelahterlebihdahulumenghitung mom-en yang terjadiakibatbebantersebut di atasmenggunakanbantuan program STAAD Pro momenyanglaludilanjutkandenganmenghitungsecara manual.Pengoperasionalan program STAAD Pro harusdilakukansecarasistematisdanpengisian input data secarateliti agar diperolehhasil yang benar.

Studi evaluasi pelaksanaan lapisan pondasi jalan pada proyek pembangunan jalan dan jembatan Widang-Gresik-Surabaya / Gunawan Triyono

 

Kata kunci: Lapisan pondasi jalan, pembangunan jalan. Lapis pondasi bawah adalah lapisan perkerasan yang terletak di atas lapisan tanah dasar dan di bawah lapis pondasi atas dan lapisan pondasi atas adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara lapis pondasi bawah dan lapis permukaan. Lapisan pondasi jalan ini sebagai pondasi utama dalam menopang beban dari kendaraan. Tujuan studi lapangan ini adalah: (1) mengetahui proses persiapan pada pengerjaan lapis pondasi jalan; (2) mengetahui proses pengerjaan lapis pondasi jalan. Hasil dari studi lapangan diketahui bahwa urutan pelaksanaan pekerjaan adalah sebagai berikut: (1) persiapan pengerjaan lapis pondasi jalan, dengan pengukuran memberi tanda batas pada jalan yang akan diperbaiki; (2) pembongkaran jalan lama dan perbaikan lapisan tanah dasar bisa dilaksanakan jika persiapan sudah selesai; (3) pemasangan geotextile bisa segera dilakukan setelah perbaikan tanah dasar selesai dilaksanakan; (4) penghamparan dan pemadatan selected material, kemudian pekerjaan agregat klas-B diteruskan agregat klas-A; dan (5) pengerjaan selected material, agregat klas-B dan agregat klas-A dilakukan dalam 2 layer atau 2 tahap, yang mencangkup penghamparan, perataan dan pemadatan. Berdasarkan hasil studi lapangan ini, disimpulkan: (1) persiapan sebelum melakukan pekerjaan lapisan pondasi dengan melakukan pengukuran-pengukuran, memberi tanda batas, dan memberi rambu peringatan pada jalan yang akan diperbaiki; (2) pekerjaan lapisan pondasi ini meliputi persiapan, pembongkaran jalan lama, perbaikan lapisan dasar, pemasangan geotextile, pekerjaan selected material, agregat klas-B dan agregat klas-A; (3) desain lapisan pondasi pada proyek ini ketebalan selected material dan agregat klas-B adalah 35 cm, dan agregat klas-A adalah 30 cm; dan (4) untuk proses pekerjaan lapisan pondasi jalan harus sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan pemilik proyek. Berdasarkan hasil studi lapangan ini, disarankan: (1) seharusnya geotextile yang dipasang tidak boleh robek, karena bisa mengurangi kekuatan geotextile itu sendiri; (2) sebaiknya alat-alat untuk melakukan pekerjaan disiapkan terlebih dahulu dengan kondisi yang bagus, agar tidak bermasalah ketika melakukan pekerjaan yang bisa memperlambat waktu pekerjaan yang telah ditentukan.

Pelaksanaan manajemen sekolah di SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang / Abdul Kamid

 

Kata kunci: Pelaksanaan, Manajemen, SekolahA. Peningkatan mutu lulusan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah, tetapi juga ditentukan oleh faktor manajemen pendidikan atau manajemen sekolah yang diterapkan di lembaga pendidikan tersebut. SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang memiliki visi atau tujuan meningkatkan produktivitas dan keterampilan siswa. Untuk mencapai visi atau tujuan tersebut, produktivitas kerja guru, karyawan dan anggota sekolah perlu mendapat perhatian sekolah. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja guru, karyawan dan anggota sekolah adalah dengan menerapkan pelaksanaan manajemen sekolah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan manajemen sekolah khususnya dari aspek kedisiplinan yang meliputi tingginya suasana rasa kepedulian karyawan terhadap pencapaian tujuan perusahaan, tingginya semangat dan gairah kerja serta inisiatif para karyawan dalam melakukan pekerjaan, besarnya rasa tanggung jawab para karyawan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, berkembangnya rasa memiliki dan rasa solidaritas yang tinggi di kalangan karyawan, dan meningkatkan efisiensi dan produktivitas para karyawan di SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara metode mendalam wawancara terhadap kepala sekolah, guru, karyawan, siswa dan anggota sekolah sebagai responden, metode dokumentasi dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis komparatif tetap. Proses tersebut mencakup empat tahap yaitu: pembandingan kejadian yang aplikatif terhadap setiap kategori, integrasi kategori dan kawasannya, pembatasan teori, dan penulisan teori. Hasil penelitian ini, bahwa Perencanaan Manajemen Sekolah di SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang menggunakan konsep kemitraan dengan melibatkan semua stakeholder yang ada di sekolah. Pengorganisasian melalui tahap pembagian kerja, pengelompokan kerja dan koordinasi. Pelaksanaan menggunakan prinsip kesatuan komando dan prinsip disiplin dan tertib, melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian karyawan atau anggota sekolah. Pengawasan meliputi pengawasan kinerja anggota sekolah dengan menggunakan buku absen karyawan dan guru serta pengontrolan langsung terhadap kinerja karyawan dan guru dan pengontrolan terhadap progran-program yang sudah terlaksana atau yang belum terlaksana dengan melihat apakah tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak, hal ini dengan menggunakan standar pelaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Distribusi dan kelimpahan ganggang serta ivertebrata penggerek laut pada jenis kayu pembuatan kapal di perairan pantai pulau Ambon dan penerapannya dalam pendidikan masyarakat di Kecamatan Leihitu / Hasan Tuaputty

 

kata kunci: jenis kayu, sementasi ganggang, kelimpahan penggerek laut, pengetahuan nelayan, tingkat pendidikan. Bahan kayu yang digunakan sebagai alat transportasi dan alat melaut oleh masyarakat di daerah Maluku Tengah terdiri atas berbagai jenis kayu, tetapi umumnya adalah kayu titi, (Gmelina moluccana Backer), kayu damar (Agathis alba Foxw), kayu besi (Inesia amboinensis Thouaes), kayu bintangur (Calophyllum inophyllum Liin). Dalam menetapkan standar keawetan kayu yang tepat untuk masyarakat pesisir dan nelayan, maka dilakukan eksperimen terhadap sifat keawetan kayu dan survey terhadap penguasaan pengetahuan nelayan tentang kualitas kayu untuk membuat perahu atau kapal.. Penelitian ini dilakukan sesuai permasalahan yaitu (1) Jenis-jenis ganggang dan invertebrata penggerek laut apa saja yang melekat pada jenis kayu pembuatan kapal, kedalaman perendaman, jarak perendaman dari tepi pantai? (2) Bagaimana pengaruh jenis kayu pembuatan kapal, kedalaman perendaman, jarak perendaman dari tepi pantai terhadap sementasi ganggang? (3) Bagaimana pengaruh jenis kayu pembuatan kapal, kedalaman perendaman, jarak perendaman dari tepi pantai terhadap kelimpahan invertebrata penggerek laut? (4) Apakah ada korelasi antara sementasi ganggang dengan kelimpahan penggerek laut terhadap kerusakan jenis kayu pada kedalaman perendaman 1 m dan 2 m dalam jarak 30 m dan 50 m dari tepi pantai? (5) Apakah ada perbedaan pengetahuan sebelum (pre tes) dan sesudah penyuluhan (post tes) tentang kualitas kayu dan invertebrata penggerek laut pada kelompok nelayan? (6) Apakah ada perbedaan penguasaan pengetahuan tentang kualitas kayu dan invertebrata penggerek laut pada kelompok nelayan yang memiliki tingkat pendidikan berbeda? Hasil identifikasi jenis ganggang dan invertebrata yang menempel pada jenis kayu perlakuan yaitu (1) ganggang terdari dari Clorophyceae, sebanyak 7 jenis, Rhodophyceae 3 jenis dan Phaeophycea 4 jenis (2) invertebrata penggerek laut yang menempel pada jenis kayu perlakuan adalah Lepas sp, Balanus balanus, Chatamalus proteus, Cellana tramoserica, Styela plicata, Crassostrea ieginica. Hasil analisis anava ganda dijelaskan sebagai berikut (1) Jenis kaya berpengaruh sangat signifikan terhadap sementasi ganggang dan kelimpahan invertebrata penggerek laut (2) Kedalaman perendaman berpengaruh sangat signifikan terhadap sementasi ganggang dan kelimpahan invertebrata (3) Jarak perendaman berpengaruh sangat signifikan terhadap sementasi ganggang dan kelimpahan invertebrata (4) terdapat hubungan yang signifikan antara sementasi ganggang dan kelimpahan invertebrata terhadap kerusakan kayu perlakuan (5) terdapat perbedaan antara pengetahuan awal dan pengetahuan setelah mengikuti penyuluhan (5) ada perbedaan penguasaan pengetahuan masyarakat nelayan berdasarkan tingkat pendidikan. u perlakuan. Berdasarkan sementasi ganggang dan distribusi serta kelimpahan invertebrata penggerek laut yang menempel pada kayu perlakuan sesuai hasil analisis memberikan gambaran bahwa kayu bintanggur memiliki sifat awet diikuti , tetapi kayu titi dan kayu damar kurang memiliki sifat awet, hal ini disebabkan tekstur kayu bintangur dan kayu besi berdasarkan kesan raba tekstur seratnya halus dan licin dibandingkan dengan kayu titi dan kayu damar. Analisi korelasi menunjukkan hubungan sementasi ganggang dan kelimpahan penggerek laut terhadap kerusakan kayu. Kayu bintangur memiliki daya tahan di lingkungan air laut dibandingkan dengan kayu besi, kayu titi dan kayu damar. Berdasarkan hasil survey terhadap masyarakat nelayan melalui tes yang dan dilakukann analisis menunjukkan ada perbedaan signifikan antara prates dan pascates. Pengetahuan awal kelompok nelayan yang berpendidikan SMA lebih tinggi 1,416 kali dibandingkan nelayan yang berpendidikan dasar dan penguasaan pengetahuan dari nelayan yaang berpendidikan SMA 1,082 kali lebih tinggi dari para nelayan berpendidikan dasar. Masih banyak yang berpendidikan dasar, sehingga perlu dilakuan pemberdayaan melalui pendidikan masyarakat secara non formal dan formal. Pemerintah daerah perlu memberikan kesempatan bagi anak-anak nelayan memperoleh pendidikan formal pada jenjang yang lebih tinggi bagi masa depan mereka, karena semakin tinggi pendidikan formal semakin baik tingkat penguasaan pengetahuan dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang.

Flouting and hedging in the graduate students' classroom discussion context at state University of Malang / Munawwir Hadi Wijaya

 

Key words: Cooperative principle, hedging a maxim, flouting a maxim, implicature, communication, classroom interaction, discussion context. When we hear pieces of language, we normally try to understand not only what the words mean, but what the speaker of those words intends to convey. The study of ‘intended speaker meaning’ is called pragmatics. In many ways, pragmatics is the study of ‘invisible’ meaning, or how we recognize what is meant even when it isn’t actually said. In order for that to happen, speakers must be able to depend on a lot of shared assumptions and expectations. The investigation of those assumptions and expectations provides us with some insight into how make our utterances more communicative in a conversation. A basic underlying assumption we make when we speak to one another is that we are trying to cooperate with one another to construct meaningful conversations. This assumption is known as the cooperative principle. Moreover, an implicature is something meant, implied, or suggested distinct from what is said. Implicatures can be part of sentence meaning or dependent on conversational context, and can be conventional or unconventional. Regarding the conversational implicature, this study takes the graduate students’ classroom discussion context at State University of Malang as the object of the study under the guidelines of three research questions, those are: (1) How does the flouting of maxims occur in the graduate students’ classroom discussion context?; (2) How does the hedging of maxims occur in the graduate students’ classroom discussion context?; and (3)Why do flouting and hedging occur in graduate students’ classroom discussion context? In addition, five out of sixteen topics were chosen randomly since the focus of this study is not on the topic of the discussion but on how the maxims are hedged and flouted in the conversational utterances among the students during the discussion. The utterances considered to be included are, (1) the introduction uttered by the presenters in the beginning of the discussion, (2) the presentations of the presenters, (3) the discussions that occur between the presenters and the audiences, after the presenters present their topics, and (4) the endings by the presenters. Furthermore, the data are displayed and ordered according to the following procedures: first, the statements suspected contain maxim flouts are grouped based on the topics; second, they are classified into types of flouts and hedges, and then further grouped under the four maxims of the cooperative principle. Once data ordering and reduction are done, the next phase is recovering the implicature of each maxim flout. To do this each statement or fragment of the statement should be analyzed with the purpose on finding the entailed meaning, first, by describing and clarifying what the speaker intents to say; second, by drawing an inference out of the statement or fragment of the statement which then gives rise to a related implicature by considering the given context. The results of the study show that the occurrence of flouting of maxims is denoted by various indicators, such as: redundancy, less informative, untruthful, inadequate evidence, out of topic, obscurity, ambiguity, prolixity, and disorderliness. Moreover, the way hedging of maxims occurs is carried out by means of the assertion of framing statement, personal opinion, expression of topic change indicator, and expression which indicates the obscurity. Furthermore, mostly the members of the discussions committing violation of the maxims on the basis of the following circumstances: the speaker assumes that the hearer is following the flow of the speaker’s ideas and what is unstated can be understood right away; the speaker tries to avoid answering some issues in which they may not have sufficient knowledge on them; the speaker makes obscure statements intentionally to “trap” the hearer in order to be confused with his/her questions or statements; the speakers do not want to get involved in any further discussion, for the information conveyed is limited; the truth values of the information conveyed may lack commitment; the messages conveyed may not be relevant, since they are expressed for politeness sake only; and the speakers are cautious in showing that there is a query in the speakers’ mind whether or not the hearers are following the speakers’ discourse adequately or suggests that the speaker is aware of the vagueness of his utterance to the hearers. Regarding the significant of the cooperative principle, the results of study can be used to raise the awareness of EFL teacher on the importance of cooperative principle to be applied in a classroom discussion to make it more effective, and provide knowledge for the teacher in a classroom to help the students on how to learn language through discussion by making them aware of possible violation of the cooperative principle.

Pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa SMKN 6 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Wulan Pramita Sari

 

ABSTRAK Pramita Sari, Wulan. 2010. Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd., M.T. (II) Drs. Pribadi, ST., M.T. Kata kunci: lingkungan belajar, prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa Kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 6 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X, XI dan XII Kompetensi Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 6 Malang Tahun Ajaran 2009/2010 sebanyak 189 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive random sampling. Untuk sampel penelitian berjumlah 88 siswa dari seluruh kelas X Kompetensi Keahlian Gambar Bangunan . Analisis menggunakan regresi linier berganda dengan taraf signifikansi 5%. Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantara faktor yang mempengaruhi adalah lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa, dan diharapkan dapat digunakan oleh semua pihak yang terkait sebagai dasar untuk menjaga serta meningkatkan kualitas belajar siswa terutama dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam lingkungan keluarga ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa, hal ini terbukti dengan nilai sig = 0,000 (0,000 < 0,05). Sedangkan dalam lingkungan sekolah ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa, hal ini terbukti dengan nilai sig = 0,000 (0,000 < 0,05). Dan untuk lingkungan masyarakat juga ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan masyarakat terhadap prestasi belajar siswa, hal ini terbukti dengan nilai sig = 0,000 (0,000 < 0,05). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat, baik secara parsial maupun secara simultan. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan yaitu, (1) Bagi orang tua dan seluruh anggota keluarga diharapkan untuk bersama-sama ikut membangun lingkungan keluarga yang harmonis agar tercipta hubungan yang baik, penuh pengertian, kasih sayang. (2) Dari pihak sekolah juga agar selalu menyediakan media belajar dan pemenuhan fasilitas sekolah yang memadai dalam upaya meningkatkan prestasi belajar. (3) Kepada siswa diharapkan dapat membagi waktu saat mengikuti atau berpartisipasi dalam kegiatan bermasyarakat tanpa melupakan kewajiban di sekolah. (4) Diharapkan pada semua pihak, baik dari orang tua, guru maupun siswa itu sendiri agar dapat saling mendukung dan menjaga kehidupan baik di rumah, di sekolah dan di masyarakat.

Analisis kesalahan-kesalahan dalam menggambar teknik siswa kelas X Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / M. Misbachudin Hasim As'ari

 

Kata kunci: analisis kesalahan, membaca gambar teknik, SMK Gambar Teknik adalah alat komunikasi antar pembuat dan perencana. Untuk mencapai komunikasi yang baik, perencana, juru gambar dan pembuat harus memakai bahasa yang sama, berpedoman dengan Standart ISO (International Standard Organization). Membaca gambar teknik merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang pada berbagai posisi dan jabatan dalam sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi teknik. Namun dalam kenyataanya masih banyak kesalahan yang dilakukan siswa dalam menggambar teknik. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Kesalahan-kesalahan apa saja yang terjadi dalam menggambar teknik siswa kelas X SMKN 1 Singosari dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen (2) Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam menggambar teknik siswa kelas X SMKN 1 Singosari dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Singosari dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen kelas X jurusan Teknik Pemesinan.Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah dengan melakukan observasi pada saat pelajaran berlangsung, analisis dokumen siswa yang berupa tugas-tugas yang telah dikumpulkan siswa serta wawancara dengan guru yang mengajar mata diklat Membaca Gambar Teknik. Dari hasil Penelitian ini, maka kesalahan-kesalahan yang terjadi ditinjau dari segi persiapan alat yang banyak ditemui yaitu: (1) Cara menempatkan dan mempersiapkan kertas gambar tidak dilekatkan dengan pita perekat (SMKN 1 Singosari (SS): 2 dari 27 anak, SMKM 1 Kepanjen (SK): semua dari 43 anak), (2) Cara meruncingkan pensil pada jangka berbentuk konis (SS: 1, SK: 7), (3) Penyetelan sudut pada engsel tidak tegak lurus/kurang dari 900 (SS: 2, SK: semua kecuali 4 anak), (4) Jarum yang digunakan untuk menjangka adalah ujung biasa bukan menggunakan ujung dengan dada/shoulder end (SS: 7, SK: 9), (5) Penyetelan pensil dan jarum pada jangka sama panjang (SS: 0, SK: 2) pensil lebih panjang (SS: 2, SK: 3). Kesalahan-kesalahan yang terjadi ditinjau dari segi proses yang banyak ditemui yaitu: (1) Posisi sudut pensil saat menarik garis condong ke kanan, atau condong ke kiri dari arah menarik garis (SS: 2, SK: 10), (2) Pensil tidak diputar saat menarik garis (SS: 3, SK: 10), (3) Cara menarik garis dengan di dorong bukan ditarik (SS: 3, SK: 3), (4) Cara membuat garis sejajar tidak menggunakan dua penggaris (SS: 2, SK: 13), (5) Cara memegang dan memutar jangka dengan cara diputar dengan menarik kaki jangka yang berengsel (SS: 1, SK: 2), (6) Tidak menggunakan sablon huruf (SS: 0, SK: 27) (7) Cara menggunakan sablon huruf dengan tidak menggunakan penggaris lain sebagai landasan saat menggeser sablon (SS: 1, SK: 2), ) (8) Posisi rapido tidak tegaklurus terhadap kertas gambar saat menarik garis. (SS: 3, SK: 0). Kesalahan-kesalahan yang terjadi ditinjau dari hasilnya yaitu: (1) Fungsi/penggunaan garis garis yang tidak sesuai dengan fungsinya, contohnya garis gores digunakan sebagai garis sumbu (SS: 1, SK: 2), (2) Garis yang seharusnya tipis digambar tebal, contohnya garis bantu digambar dengan garis tebal (SS: 0, SK: 4), (3) Garis yang seharusnya tebal digambar tipis, contohnya garis benda nyata digambar dengan garis tipis (SS: 0, SK: 10), (4) Garis ukuran digambar dengan garis tebal (SS: 1, SK: 1), (5) Penggambaran ujung anak panah yang terlalu besar (SS: 4, SK: 5), terlalu kecil (SS: 2, SK: 4), tumpul (SS: 3, SK: 4), (6) Penulisan ukuran tidak dapat dibaca dari sebelah kanan (SS: 0, SK: 2), (7) Pada kepala gambar, penulisan keterangan tidak lengkap (SS: 3, SK: 5), (8) Penggambaran garis arsir (jarak antar garis) yang terlalu halus (SS: 3, SK: 3), terlalu kasar (SS: 1, SK: 2), terlalu tebal (SS: 0, SK: 2), tidak teratur (SS: 4, SK: 15), sudut kurang/lebih dari 450 (SS: 3, SK: 20), (9) Pertemuan Garis: antara garis tidak bertemu (SS: 4, SK: 5) pertemuan garis berlebih (SS: 2, SK: 3), membesar di ujungnya (SS: 2, SK: 0), (10) Bentuk huruf tidak sesuai dengan ketentuan (tidak menggunakan sablon) (SS: 2, SK: 25). Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam menggambar berdasarkan keterangan-keterangan dari informan, yaitu: (1) Kemampuan intelektual. (2) Peralatan yang tidak lengkap. (3) Kedisiplinan siswa.(4) Kemampuan ekonomi (berpengaruh tetapi tidak sangat utama). (5) Niat (motivasi) (6) Kurangnya perhatian siswa saat diterangkan (kurang konsentrasi)

Penggunaan media specimen pada pembelajaran ilmu pengetahuan alam untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kebonagung 06 Malang / Dyah Purwahyuni

 

Kata Kunci: Media Specimen, Hasil Belajar, IPA Hasil observasi awal di SDN Kebonagung 06 Malang ditemukan bahwa pembelajaran IPA kelas IV pokok materi struktur akar dan fungsinya, guru masih menggunakan metode konvensional dan jarang menggunakan media. Hasil belajar siswa rata-rata masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil pra tindakan yaitu 49,5 dan masih terdapat 42 siswa (91,30%) belum mencapai ketuntasan belajar individu yang telah ditetapkan yaitu 65. Selain itu juga dapat diketahui bahwa rata-rata kelas nilai UTS IPA pada semester gasal 2009 sebesar 59 yang juga masih jauh dari KKM yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penggunaan media specimen pada pembelajaran IPA di kelas IV SDN Kebonagung 06 Malang, (2) peningkatan hasil belajar IPA dengan menggunakan media specimen, (3) keaktifan siswa ketika pelaksanaan pembelajaran materi struktur akar dan fungsinya dengan media specimen dan (4) mendeskripsikan tanggapan siswa kelas IV SDN Kebonagung 06 Malang mengenai pelaksanaan pembelajaran materi struktur akar dan fungsinya dengan media specimen. Penelitian ini dilakukan di SDN Kebonagung 06 Malang dengan subyek siswa kelas IV sebanyak 46 siswa yang terdiri dari 19 putra dan 27 putri. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis & Mc. Taggart, meliputi empat tahap yaitu 1) planning, 2) acting & observing, 3) reflecting dan 4) revise plan. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media specimen pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Kebonagung 06 Malang dapat dilaksanakan dengan baik, dalam dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Hal ini terbukti pada setiap siklus seluruh indikator dapat tercapai dengan baik sesuai RPP yang dibuat. Penggunaan media specimen juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari rata-rata sebelumnya yaitu 69 dengan ketuntasan belajar kelas 65,22% pada siklus I meningkat menjadi 79 dengan ketuntasan belajar kelas sebesar 89,13% pada siklus II. Selain itu, penggunaan media specimen juga terbukti meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini siswa juga memberikan tanggapan positif, yaitu mereka merasa senang dalam mengikuti pembelajaran dan lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SD adalah guru dapat menggunakan media specimen pada materi atau mata pelajaran lain. Selain itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan penelitian-penelitian lain agar menjadi lebih baik di kemudian hari.

Pengaruh penerapan contextual teaching and learning dengan model pembelajaran kooperatif numbered heads together terhadap motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VII MTs Surya Buana Malang / Fevvin Madriasih Utami

 

Kata kunci: Contextual Teaching and Learning, Numbered Heads Together, motivasi belajar, hasil belajar Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan guru Biologi pada tanggal 25 Januari 2010 menunjukkan bahwa pembelajaran Biologi di MTs Surya Buana belum pernah menerapkan CTL-NHT. Pembelajaran yang dilakukan cenderung menggunakan metode ceramah dibantu dengan media tayangan LCD. Pembelajaran dengan menggunakan metode praktikum terkadang dilakukan tetapi belum mampu mencapai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar siswa. Hasil wawancara dengan guru juga diperkuat dengan observasi pada Februari sampai dengan Maret 2010. Hasil observasi menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa rendah. Rendahnya motivasi belajar ditunjukkan dengan kurangnya perhatian siswa terhadap pelajaran, ketidakpuasan siswa terhadap hasil belajar, rendahnya rasa percaya diri, dan kekurangmampuan siswa dalam menghubungkan konsep yang diperoleh dalam pembelajaran Biologi dengan konsep yang diperoleh dari pembelajaran yang lain serta kehidupan nyata siswa. Salah satu alternatif untuk memecahkan permasalahan tersebut, adalah penggunaan CTL-NHT di dalam pembelajaran. Variasi pembelajaran dengan menggunakan CTL-NHT diharapkan dapat membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Penelitian ini dilakukan di MTs Surya Buana Malang semester genap 2009/2010. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MTs Surya Buana Malang Kelas VII tahun ajaran 2009/2010. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A yang berjumlah 25 orang dan siswa kelas VII B yang berjumlah 19 orang sebagai kelas eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian control group pre test post test. Data motivasi dan hasil belajar yang diperoleh dari hasil pre tes dan post tes dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik Anakova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran CTL-NHT berpengaruh meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas VII MTs Surya Buana dengan, nilai probabilitas CTL-NHT 0,024 atau kurang dari 0,05. Pembelajaran CTL-NHT berpengaruh meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas VII MTs Surya Buana, dengan nilai probabilitas CTL-NHT 0,027 lebih kecil dari 0,05. Pembelajaran CTL-NHT berpengaruh meningkatkan hasil belajar afektif siswa kelas VII MTs Surya Buana, dengan nilai probabilitas CTL-NHT 0,042 atau kurang dari 0, 05. Pembelajaran CTL-NHT tidak berpengaruh meningkatkan hasil belajar psikomotor siswa kelas VII MTs Surya Buana, dengan nilai probabilitas CTL-NHT 0,89 atau lebih dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ii pembelajaran dengan CTL-NHT berpengaruh meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif dan afektif siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan di atas, pembelajaran dengan CTL-NHT terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran biologi di sekolah. Selain itu pada penelitian ini pendekatan pembelajaran yang dipakai adalah CTL dengan model pembelajaran kooperatif NHT, maka dapat dicobakan pendekatan dan model pembelajaran lain misalnya, Inside-outside-circle, bamboo dancing, the power of two, point-counter-point untuk mengetahui pengaruhnya terhadap motivasi dan hasil belajar siswa.

Pengaruh penggunaan model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) berbantuan media interaktif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK kelas VIII SMPI Al-Ishlah Trowulan Mojokerto / Siti Masruroh

 

Kata Kunci: Contextual Teaching And Learning, Hasil Belajar, Ceramah Bermakna, TIK. Keberhasilan dalam proses pembelajaran yang dicapai oleh guru selain dari media yang digunakan juga tidak lepas dari strategi atau metode pembelajaran yang digunakan. Kepandaian guru dalam menentukan metode pembelajaran berdampak positif dalam peningkatan hasil belajar yang dicapai siswa. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah contextual teachingand learning. Contextual teaching and learning merupakan suatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa ke dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran CTL berbantuan media interaktif dengan siswa yang belajar menggunakan metode ceramah bermakna berbantuan media LCD pada kompetensi dasar Membuat dokumen pengolah angka sederhana . Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif komparatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPI Al-Ishlah Trowulan Mojokerto tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 195 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan adalah dua kelas yaitu VIIId sebagai kelompok kontrol dan kelas VIIIe sebagai kelompok eksperimen, kelas kontrol adalah kelas yang diajar menggunakan metode ceramah bermakna berbantuan media LCD sedangkan kelompok eksperimen adalah kelompok yang diajar menggunakan model pembelajaran CTL berbantuan media interaktif. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling kelompok (kluster). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode ceramah bermakna berbantuan media LCD dan model pembelajaran CTL berbantuan media interaktif dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas VIII SMPI Al-Ishlah Trowulan Mojokerto. Instrumen yang digunakan adalah instrumen perlakuan yaitu rpp, silabus, LKS, kisi-kisi soal, dan kunci jawaban dan instrumen pengukuran berupa tes akhir, lembar penilaian observasi afektif dan psikomotorik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS For Windows. Analisis stasistik kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan hasil belajar siswa yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan dua rata-rata, uji hipotesis, dan uji korelasi Product Moment. iv Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas kontrol adalah 62,2 dan pada kelas eksperimen adalah 70,5, nilai rata-rata dari masing-masing kelas diuji hipotesis dengan meggunakan Uji-t dan Uji korelasi Product Moment. Uji-t digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan nilai rata-rata hasil belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen, dari Uji-t diperoleh hasil yaitu thitung. 2,173 > ttabel 1,658. Sedangkan Uji korelasi Product Moment digunakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran pada kelas kontrol dan kelas eksperimen, dari Uji korelasi Product Moment diperoleh hasil yaitu rhitung > rtabel (0,496 > 0,316) pada kelas kontrol dan rhitung > rtabel (0,528 > 0,329) pada kelas eksperimen. Kesimpulan dari hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai hasil belajar siswa yang belajar menggunakan pembelajaran CTL berbantuan media interaktif dengan siswa yang belajar dengan metode ceramah bermakna berbantuan media LCD pada kompetensi dasar Membuat dokumen pengolah angka sederhana . Model pembelajaran CTL berbantuan media interaktif memberikan pengaruh yang positif terhadap kelas VIIIe, dengan penerapan model CTL siswa menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga hasil belajar kelas VIIIe (eksperimen) lebih tinggi dari pada kelas VIIId (kontrol).

Peningkatan mutu kayu meranti merah (shorea sp.) melalui sistem perendaman dalam larutan urea-natrium borat oleh Deny Efendy

 

Dovesaini,p anbangunapne runalrand anp ennrkimanb erkembancgu kup pesatH. al ini m€ndormgp ermintaanka yug €rgajials ebagabi atranb aku bangunaink u ncrrgnlmi p€ningkdanP. eningkaanp €rmintaanka yug ergajian ini tidaks elalud ryat terpeauhdi engnnb aik,t autamak ayud engank ualitasy ang bagusd u mempunyakiw ean tinggi (kelasa wetI -I[), krena padar mrunnya kayuyangb er|ndiasd m mempunyaki eawdm ringg harganya'nehadla n jumlabnyap unt qbdss. Faldat €rs€buitk rtl mendorongk ayuy angb uedard an banyakd ipaeasi ocaralu asa dnlnhf tqru d€Nrpnh argayangm gah danb iasanya meinpunyakie aweany mg r€ndah( kelas[ I-IV), sepertki ayum erantmi erah. Penelitianin i betujuanu tuh mernpcrtaikdi ur modngkatlcan'kualitkaasy u m€rmti orcrall ditinjaud ri sifrt nekmik, ketaharante rhadaps erangajna mur perusakk qvud o rsyapt m8h. M*odaymg digunatm dalamp €oditie ini adalahd enganp ere,ndaman, yainrkayumenntin erah (sanpel)d irtndm dalan larutanu rea-natriumbo rat selamr2i 4j arn Sanpelk ayum erantmi aah diqii sifrt mekaniknyad enganu ji t*m rmiversaIln strcn Corpomtion furtesI X AutomotedM alerial Testing Systen8 .08.M. Interaksyi angt €rjadia ntalau r€a.natriumb oratd engans elulosa kayud ianalisisd €ngaos petdrofo0ometinaf ro msahJovo FT/IRJ -2000 19100. Uji kdahanmt eftadaps erangajna nur dilalnrkand aryEnc aram eletakkakna yud i atasb ia&anja mur yangb enrmn duah si Uji keuhanante rtadapr ayapt anah dilakukand -rgm cra mdeakkank ryu di pdrrangEsk ebrurs elamak trang lebih lima bulm" Sqd hsyum €rantmi erahy ug dignalcaand alamp enelitianin i dipcoleh dri Toko Bmgunm'tlDTmjungKr5n" di desa Banjar Arun, SingosariM, alang,y aitu kryu balokb emlnran( 7x10x200)o . Fhsil penditim menrmjukkmb ahnrok ryu merurti merahy angt elatr direndamd alan lrrlan urea*afrirunb oratmengalampi€ nin*atan sifatm ekanik 4;6sa6ingk+dr EU"n yrng direadm dalama quadeysa itu k€kuatante kan meiringk* 3,7687qt qnngan (MOR) meningk* 3J64o/od, m moduluse lastisitas nenioglrat2 13, 690ohI Iasil analisislR mcnunjuk{ranb ahurap emrdamanka yu dalrm urca-nmiumb orath snyr mmgbasiltsoi nt€raksfi sika (tidak tfrjadi realisi kimia).K Aar neranti mcrahy rng direndand alaml anrtanu rea-natrhubno rat le,bihta lrm (rusrven)t ertsdry s€rmgg jrmiwp leotous abalonusd annyapt anatt dibandingkakna yuy angd irendamd alama gades

Pengaruh model problem based learning (PBL) yang dilengkapi dengan evaluasi portofolio terhadap kompetensi belajar pembuatan WEB pada siswa kelas X di SMK Negeri 6 Malang / Rafiqa Durotul Maknuna

 

Keywords: Competency, Problem Based Learning, Portofolio Evaluation, and Web. Problem-Based Learning Model (PBL) is the learning model that gives a freedom to student in constructing his own knowledge and in looking for himself of its meaningfull what they learn, by real and actual problems which presented in learning, thus what they obtain from learning process is not lossing, because process result is from construct of his own knowledge, not from memorizing process. This research objective is to know effect of Problem-Based Learning model (PBL) which completed with portofolio evaluation towarf Learning Competency to Make Web with look exist or not the significant differences from average value result of learning competencey at experiment classroom with control classroom. The research design used is quasi experimental design by selecting unrademized group, the sampling used is two classes. These are grade X RPL 3 as an experimental group and grade X RPL 2 as experimental control. The experimental group is the group intrsucted by using Problem-Based Learning Model (PBL). While experimental control is the class instructed using meaningfull specch method. An instrument used is: treatment instrument in rpp form, sylabus, handout, question grill, answering key, and scorring. Measurement instrument is portofolio job-sheet, valuing form of observation process, valuing form of observation affective and final test. Data analysis tecnique used is quantitative analysis tecnique with SPSS software. Analysis of quantitative statistical was used for analyzing data of early ability student and learning competency of student which consists of normality test used to know whether both the classroom sampling is distributed normaly, homogenity test was used to know whether both the classrooms are homogene, and hypothesis test with one path ANOVA test was used to know exist or not exist differences between experimental classroom and control classroom. Research result of average of student learning competency valur at experimental classroom is 84,70 and at control classroom is 76,50, average value from each classroom is examined by using t-test. T-test was used to know whether exist differences of average value of learning competency at experimental class and control class. From t-test is obtained the result tcount 6,657 > ttable 1,658. The conclusion from result analysis showed that there are differences between value average of student learning competency that instructed using PBL and instructed using meaningfull speech method. PBL gives positive effect toward grade V RPL 3. By implementation PBL, the student becomes active in learning at classroom. ii So lerning competency of grade X RPL 3 (experimental) is higher than grade X RPL 2 (control).

Pengaruh strategi pembelajaran reading questioning and answering (RQA) pada perkuliahan fisiologi hewan terhadap kesadaran metakognitif, keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Makasar / Arsad Bahri

 

Kata kunci: RQA, metakognitif, hasil belajar kognitif Strategi perkuliahan di Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar masih didominasi oleh strategi pembelajaran konvensional yang belum mampu mengoptimalkan hasil belajar mahasiswa dan belum mengupayakan untuk memberdayakan kemampuan metakognitif mahasiswa. Hal ini berdampak terhadap kemampuan kognitif mahasiswa cenderung rendah karena mahasiswa belum terlatih menjadi pebelajar yang mandiri. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi pembelajaran yang memberdayakan kemampuan berpikir mahasiswa yang berimplikasi pada peningkatan hasil belajarnya. Strategi pembelajaran RQA sebagai suatu strategi konstruktivistik yang baru dikembangkan dan belum ada penelitian yang mengkaji potensi strategi pembelajaran RQA secara terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran, kemampuan akademik, dan interaksi strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik terhadap kesadaran metakognitif, keterampilan metakognitif, dan hasil belajar kognitif mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA UNM pada mata kuliah Fisiologi Hewan, serta tanggapan mahasiswa terhadap penerapan strategi pembelajaran RQA pada mata kuliah Fisiologi Hewan. Penelitian ini adalah quasi eksperimen, yaitu dua sampel diberi perlakuan strategi pembelajaran berbeda dengan mempertimbangkan kemampuan akademik awal lalu dilihat pengaruhnya terhadap kesadaran dan keterampilan metakognitf serta hasil belajar kognitif mahasiswa. Desain yang digunakan adalah Pretest-postest Nonequivalent Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket MAI, tes uraian untuk mengukur keterampilan metakognitif (menggunakan rubrik) dan hasil belajar kognitif mahasiswa, serta angket tanggapan mahasiswa terhadap proses perkuliahan. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial (statistik Anacova dengan bantuan program SPSS 13,0 for Windows, dilakukan dengan taraf signifikansi 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh strategi pembelajaran terhadap kesadaran metakognitif, keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif mahasiswa. Ada perbedaan signifikan antara kesadaran metakognitif mahasiswa yang diajar dengan multistrategi 4,89% lebih tinggi dibandingkan dengan RQA. Perbedaan signifikan juga terlihat antara skor keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif mahasiswa yang diajar dengan RQA masing-masing 22,77% dan 12,57% lebih tinggi dibandingkan dengan multistrategi; (2) tidak ada pengaruh kemampuan akademik terhadap kesadaran metakognitif, tetapi berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif mahasiswa. Ada perbedaan signifikan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif mahasiswa berkemampuan akademik tinggi masing-masing 30,82% dan 18,01% lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa berkemampuan akademik rendah. (3) tidak ada pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik terhadap kesadaran metakognitif, tetapi berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif mahasiswa. Perbedaan signifikan terlihat pada skor keterampilan metakognitif pada kombinasi RQA dan kemampuan akademik rendah 14,85% lebih tinggi daripada kombinasi mutistrategi dan kemampuan akademik rendah, kombinasi multistrategi dan kemampuan akademik tinggi 10,48% lebih tinggi daripada kombinasi RQA dan kemampuan akademik rendah, dan kombinasi RQA dan kemampuan akademik tinggi 27,85% lebih tinggi dari pada kombinasi multistrategi dan kemampuan akademik tinggi. Perbedaan signifikan juga terlihat pada skor hasil belajar kognitif pada kombinasi RQA dan kemampuan akademik rendah 23,13% lebih tinggi dari pada kombinasi multistrategi dan kemampuan akademik rendah, dan kombinasi RQA dan kemampuan akademik tinggi 8,65% lebih tinggi dari pada kombinasi RQA dan kemampuan akademik rendah; (4) Hasil pengukuran kesadaran metakognitif dengan menggunakan angket MAI memperlihatkan penurunan skor dari pretes ke postes yang mengindikasikan bahwa angket MAI tidak mampu merekam dengan baik kesadaran metakognitif mahasiswa; dan (5) tanggapan mahasiswa terhadap perkuliahan yaitu: perkuliahan Fisiologi Hewan terasa lebih menyenangkan, tidak membosankan, mampu meningkatkan kemampuan berpikir, membuat mahasiswa mampu mengatur dan mengevaluasi cara belajarnya dan mampu menyadarkan mahasiswa untuk belajar lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pengajar menerapkan strategi pembelajaran yang menekankan pada perkembangan kognitif dan aspek metakognitif untuk membentuk mahasiswa menjadi pebelajar yang mandiri, mengimplementasikan strategi pembelajaran RQA pada perkuliahan yang lain, mempertimbangkan aspek kemampuan akademik dalam pemilihan strategi agar dapat memberdayakan mahasiswa berkemampuan akademik tinggi dan akademik rendah, dan sebaiknya memanfaatkan achievement test dengan menggunakan rubrik untuk mengukur keterampilan metakognitif mahasiswa, serta perlu dilakukan penelitian tentang potensi strategi RQA lainnya.  

Tes pilihan ganda yang diperluas sebagai asesmen alternatif untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran fisika di kelas I MTs Negeri 1 Malang oleh Munawirul Qulub

 

Pengukuranh asil belajar merupakans uatub agiand ari prosesp embelajaran sebagami asukanb agi peningkatanm utu hasil belajar. Salahs atub entuk alat ukur kualitasp embelajarana dalaht es pilihan ganday ang diperluas.P enelitiani nr bertujuanu ntuk (l ) mendeskripsikanb agaiamanakaphe rancangand an penyusunante s pilihan ganday ang diperluasb erdasarkanm ateri bahana jar dan kurikulum yangb erlaku,( 2) mendeskripsikanb agaimanakaht es pilihan ganda yang diperluas dapat digunakan dalam meningkatkan kualitas proses siswa, dan (3) mendeskripsikanb agaimanakahte s pilihan ganday ang diperluasd apat digunakand alam meningkatkanp rosesp embelajarany angd ilakukan oleh guru. Tes pilihan ganda yang diperluas adalah tes pilihan ganda yang dilengkapi dengan alasan atau tanggapnyang mendasari suatu pemilihan jawaban. Hal tersebutb ertujuanu ntuk meningkatkank ualitan dan pemanfaatante s pilihan ganda sebagai alat ukur kualitas pembelajaran. Penelitiand ilaksanakadni MTs NegeriI Malangy angt erletakd i jalan Bandung No 8 Malang. Subyek dalam penelitian yaitu siswa kelas I-D tahun ajaran20A3?00d4i MTs NegeriI Malang,d enganju mlah siswas ebanya4k 0. Pengumpuland atam enggunakante knik observasi,w awancarad, an dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi, paparan data, menarik kesimpulan sementarad an melakukanr efleksi. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwap €nggunaante s pilihan ganday ang diperluasd apatm enghasilkang ambaranp rosesp mbelaiuan siswas ecaral ebih jelas sertad apatl ebih banyakm emberim asukanb agi peningkatank ualitas pembelajaran. Berdasarkanh asil penelitiani ni, disarankana gard ilakukanp enelitianl ebih lanjut tentangp enggunaante s pilihan ganday ang diperluasd alam meningkatkan kualitas pembelajaran pada malapelajaran yang lain.

Perbedaan antara pembelajaran berbasis aktvitas dengan pendekatan demontransi dan pembelajaran konvensional terhadap minat siswa SMU Negeri II Bojonegoro kelas III IPA pada bidang studi Fisika oleh Diah Ratnasari

 

Pengembangan skenario pembelajaran dan lmbar kerja siswa (LKS) dalam pembelajaran fisika berbasis konstruktivisme siswa kelas II SLTPN 4 Malang oleh Yuniarti Sholichah

 

Kajian tentang kualitas mikrobiologi es lilin di Kabupaten Nganjuk berdasarkan nilai MPN bakteri coliform Fekal oleh Ujang Surindra

 

Es lilin merupakans alahs atuj enis minumanr ingany angb anyakd ikonsurnsoi leh masyarakatk,h ususnyaa nak-anaky angd uduk di SekolahD asar. Selainm urahm inumani ni tergolongm inumany angm udahd ibuats ehinggaje nis minumani ni banyakd iproduksid alamb entuki ndustrir umaht angga.B erdasarkan observaspi enelitid i lapanganm emperlihatkabna hwap rodusenk **rg,n.,nperhatikank ebersihand alamp rosesp embuatane sl ilin, selaini tu berdasarkan hasilw awancarad enganp enjuald apatd iketahuib ahwaa ir yangd idapatb erasal dari air sumur dan jarak antara septic tank dengan sumur kurang dari l0 meter. Berdasarkadna tas tatistiky ang diperolehd ari dinask esehatanka bupatenN ganjuk, untukb ulan April tahun2 003 menunjukkanb ahwapenyakist aluranp encernaanb anyakd ideritao leh anak-anakd ibawahu mur 13 tahun. Penelitiainn i be(ujuanu ntukI ) mengetahunii laiM pN baliterci olifonn fekald afa rnc s lilin. l) mcnqclahujui mlahb akteril ischerithiuc rrlrd alanrc s lilin. 3.;r nengetahukui alitasru ikrobiologei s lilin berdasarkannil ai IvIPNb akten coliform fekal, dan4 ) mengidentifikasbi akteria nggotak elompokc olifonn fekal selainli scherichia coliyang terdapadt alame sl ilin yangd uual pedagangd i sekitarS ekolahD asarp adae mpatk awedanand i kabupatenN ganjukb erdasarkan nilai MPN bakteric oliform fekal. penelitiani ni dilaksanakamn ulai bulanM ei sampadi enganb ulanJ uli 2003 di laboratoriumM ikrobiologi JurusanB iologi universitasN egeriM alang.M etodey angd igunakand alamp enelitianin i ialah deskriptif. Hasil penelitianr nenunjukkanb ahwa:l ) nilai MpN bakteriC olifonn fekald alams ampeel sl ilin ialah2 ,02x r03s er/I00m l sampel2. )iumtahb akteri lischerichiac oli yangd itemukanu ntuk ketigat irgkat pengenceraina lah 1,51x l0'sel/0,01 ml. 3) nilai MpN bakteric oliform fekatt erbuktmi elebihi batass tandary angd itetapkano leh Dirjen poM nornor0 372618/sKNll/g9 yaitu k'rang dari3 sel/I00m l sampel4, ) terdapa4t isolatb akteria nggotak elompok bakteric olifonn fekald alams ampeel s lilin , tiga isolatt ermasukd alarng enus Iischerichia dan satu isolat tennasuk dalarn genus Shigella.

Hubungan antara pelaksanaan pendekatan manajemen kelas dan motivasi berprestasi siswa di MAN Malang I oleh Saidatur Rohmah

 

Abstrak RochmaS, aidatur.2 003. Hubungana ntaraP elaksanaanP endekatanM anajemen Kelas dan Motivasi Berprestasi Siswa di MAN Malang I. Skripsi, Jurusan AdminitrasPi endidikanF IP UniversitasN egeriM alang.P embimbing: I Prof.D r. Willem Mantja,M .Pd,II Dra. MustiningsihM, .Pd Krta kunci : pendekatamn anajemenk elas,m otivasib erprestasi. Manajemenk elas adalahs eperangkakt egiatang uru untuk menoiptakand an mempertahankkaonn disi belajar mengajard i sekolaha garm encapaih asil yang maksimaUl. ntuk itu diperlukans osokg uru yang profesionaly aitu guru tidak hanya menguaspari osedurd an metodep engajarante tapij uga menguasapi endekatan manajemekne las.D engana danyap endekatanm anajemenk elasd iharapkant ercipta suasankae lasy angk ondusifd anm ampum enumbuhkamn otivasib erprestasbia gi siswas ehinggam utu hasilb elajars iswam eningkat. Dalam pelaksanaanp endekatanm anajemenk elas,g uru dapatm enggunakan pendekatan-pendekaatannta ral ain: pendekatanp engubahanti ngkah lakq pendekatan sosioe mosionald, anp endekatapnr osesk elompok.A dapunk riteria sisway ang mempunyami otivasi berprestasai dalahk ebutuhanu ntuk berprestasim, enghindard ari kegagalante, kun mengerjakantu gas,t idak sukam embuang-buanwg aktu, memiliki keaktifand alam PBM sertas uka beke{asamad engano rang-orangy ang cakap. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana pelaksanaan pendekatamna najemenk elasd i MAN MalangI ?,(2) bagaimanati ngkatm otivasi berprestassii swa di MAN Malang I?, dan (3) adakahh ubungana ntarap elaksanaan pendekatamna najemenk elasd enganm otivasis iswad i MAN MalangI ? Tujuan penelitiani ni untuk mengetahupi elaksanaanp endekatanm anajemen kelasm, otivasi berprestassi iswad i MAN Malang I dan hubungana ntarap elaksanaan pendekatamn anajemenk elasd an motivasi berprestassi iswad i MAN Malang L Populasi penelitian ini adalah siswa MAN Malang I kelas I dan II yang berjumlah5 41 sisw4 terdiri dari siswak elasI : 126o rangd an 100o rangu ntuk siswak elasI I. Untuk mendapatkand atat entangp elaksanaanp endekatanm anajemen kelasd anm otivasib erprestasSi. ampeyl angd iambilb erjumlah2 26 sisway ang ditetapkanb erdasarkanta bel Krejcei. Teknik pengambilans ampela dalaht eknik "proporsionalr andoms ampling". Pengumpuland ata dilalokan dengant eknik angketd an datayangterkumpuld i dalamu ji cobav aliditas untuk mengetahugi ugur tidaknyat iap butir angketd enganm enggunakante hikproduct moment. Teknik analisisd atay ang digunakana dalaht eknik prosentaseu ntuk analisis diskriptif dan teknik kqrelasip roduct momentd enganm enggunakanS PSSF or Windows9 7 release8 untuk mengetahuhi ubungana ntarap elaksanaanp endekatan manajemenk elasd an motivasi berprestassi iswa.B erdasarkanh asil analisisd ata disimpulkanb ahwa:( 1) pelaksanaapne ndekatamn anajemenke lasd i MAN MalangI bbeerrkkuuia fiakl ifrai ksabbis aaik iil q.d ( 2a1nkG o n) daidsmria ; uor *igva- sbi #er*pirr+esdr;a ssiis wad i M;;A.iNil# M ara1n"Ig n juu*g, a

Aktivitas belajar siswa D III instek TNI AD dalam mendukung kondisi belajar mengajar efektif oleh Dina Uswatun Hasanah Eskawati

 

Siswam erupakans ubyeku tamad alamk egratanb elajarm engajaro, lehk arena itu siswa harus berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar melibatkan berbagai bentuk kegiatan, dari kegiatan fisik yang mudah diamati sampai kegiatan psikis yang sulit diamati. Akrivitas belajar siswaa kanm endukungte rciptanyak ondisib elajarm engajare kfektif. Kondisib elajar mengajare fektif ditandai dengana danyas ituasi belajar yang menyenangkadna n menggairahkanH.a l ini menunjukkanb ahwah arusa danyak edisiplinank, onsentrasi, danp artisipasai ktif dari siswa.P enelitianin i mengambiol byeks iswaD III INSTEK TNI-AD, karena siswa D III INSTEK TNI-AD mempunyai jadwal kegiatan kesehariand an peraturany ang telah ditetapkano leh lembagap endidikan.A ktivitas siswa D III INSTEK TNI-AD berbedad engana ktivitas siswa diperguruanti nggi lainnya. Penelitianin i bertujuanu ntukm endiskripsikana ktivitasb elajarD III INSTEK TNI-AD dalamm endukungk ondisi belajarm engajare fektif, terkait dengant ingkat kedisiplinand an tingkat konsentrasinydaa lamm engikutij adwal kegratany angt elah ditetapkant,i ngkatk edisiplinand ant ingkatk onsentrasinydaa lamm engikutik egiatan belajar mengajar, tingkat kedisiplinan dan tingkat konsentrasinya dalam menyelesaikantu gas perkuliahan,s erta tingkat partisipasis iswa dalam bertanya, menjawabp ertanyaand,a nd iskusi. Penelitianin i dilakukand i LembagaP endidikanIN STEK TNI AD, tanggal1 6 Maret sampai 5 April 2000. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif.P enarikans ampelp adap enelitiani ni adalahd engans ystematics ampling. Analisish asilp enelitiany angd ipakaia dalahd enganm enjumlahs kort otal. Hasil penelitiani ni menunjukkanb ahwa( 1) tingkat kedisiplinans iswad alam mengikuti jadwal kegiatan dengan kualifikasi sangatinggi, (2) tingkat kedisiplinan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan kualifikasi sangat tinggl, (3) dan tingkat kedisiplinans iswa dalam.menyelesaikatung as perkuliahand engan kualifikasi sangat tinggi, (4) tingkat konsentrasi siswa dalam mengikuti jadwal kegratand engank ualifikasi tinggi, (5) tingkat konsentrassi iswa dalam mengikuti pdkaearglatiiamstimp aanebs nesiy liaeswjlaears m daaieklnaatgnmua g bjaaesrrdp taeennrkyguaald niaek hnuaganaldi fneiki naugsaai lintfkii nkugaagshiif ,ti ik(n6ag);gti isni,a g(lItg)aa t ttk tinionfngfis gei,n (pt7ra)ar tstiinsis giispkwaasati mpsiaserwntiusani dpjaualksaski miaswn bm aade hanwljaaamw ska isebwg piaea Drtata ndnI IiyIs akIauNnsSd id eTenEngKgaa nTn kkN uuIaa-AlliiffDiikk aabsseiit -liutnirngi-glim ji,ia rmaaspiintu p'me(9ne)en ldtitiuniakgnukin naigt dkoiiknudtiis dib eenlgaajankr m onesnegnatjraars.dei afenkp taifrk,t aisriepnaasky ie adnigsi iapnlignaatnt si nisgwgai py ualnag. san'gatti nggi tiaat _ _^_!"bugai bahan pertimbangan bagi gurJdo."n -ai Lembaga pendidikan IbNeSbTerEaKp asT aNrIa-nAs De bdaaglaaimm a msueknainng,a knattakraanl ak oinn; s(el)n tgrausriud ahna rpuasr btaisnipyaaski b seisriwnate, raadkasi de.neasl iswaa garm engetahufia ktor kejenuhan'siswa(;2 ) guru harusb erpartisipasi sebagasi iswad an beradad ia_ntarsais waa garm engetahuki ebutuhans iswa;( 3) guru mempunyapi emikirany angf leksibela garm engertid anm emahampi emikirans iswa. ii

Pengaruh minat, masa kerja, latar belakang pendidikan dan status sosial ekonomi terhadap gaya kepemimpinan wali kelas di SMK Negeri I Malang oleh Lilik Suryani

 

Seorangw ali kelas hendaknyam ampum engelolak elas karenam erupakan lingkunganb elajar serta merupakana spek-aspekd ari lingkungans ekolah terorganisisr. Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan menggunakafna silitask elasb agi bermacam-macakme giatanb elajarm engajara gar tercapai hasil yang baik, sedangkan tujuan khusus adalah mengembangkan kemampuansi srvad alam belajar.U ntuk itu dituntut para wali kelas dalam membimbingm, egarahkadna nm engkoordinisri swaa nakw alinya.D alamp enelitian ini tujuannya dalah: (l) untukm engetahufai ktor-faktoyr angb erpengaruthe rhadap kepemimpinawna li kelas,( 2) faktorm anay angd ominanb erpengaruthe rhadap {e6:mimpinan.P enelitianin i dilakukanp adag uru wali kelasS MK Negeri I pq bcrjumlah 28 responden. ffibd dalam'penelitiainni adalahm inat( Xl), masak erja ()(2), latar pendidikapnt3 ), statuso sia(lX 4) dang ayakepemimpin(Yan). Sedangkan hipotesids alamp enelitianin i adalah: (l) adap engaruhy angs ignifikana nraram inat, masa ket'a, laar belakang pendidikan dan status sosial ekonomi terhadap gaya kepeinimpinawna li kelas(, 2) faklorl atarb elakangp endidikanm emberikanp engaruh dominante rhadapg ayak epemimpinawn ali kelas.S ehinggay ang menjadiv ariabel bebasaa dalahm inat, masak erja, latar belakangp endidikand an statuse konomi, sedangkagna yak epemimpinasne bagavi ariabetl erikat. Berdasarkaann alisisd ata, untuk uji hipotesism ayor diperoleh F hitung 5,82932d an F tabeld enganta raf signifikan5 % yaitu 2,00 sehinggaH o ditolak dan Had iterimaa taua dap engaruhya ngs ignifikana ntarm inat,m asak erja,l atarb elakang pendidikand ans tatuss osiale konomit erhadapg ayak epemimpinang uru wali kelas SMK NegeriI lvlalang,d an untuk hipotesism inor denganm enggunakaunj i t atau regresi parsial diperoleh bahwa faktor latar belakang pendidikan memberikan pengaruhd ominant erhadapg aya kepemimpinand engank oefisienr egresip arsial 0.613095. Faktory ang mempengaruhgia ya kepemimpinana dalahm inat, masak e{a, latar belakang pendidikan dan status sosial ekonomi dan faktor latar belakang pendidikan meruipakan faktor yang berpengaruh dominan terhadap gaya kepemimpinawn ali kelasd i sMK Negeri I Malang.S arany ang diberikanp enulis adalah(: | ) dilakukanp embinaapne ngelolaakne task epadaw ali kelass ecararu tind an berkala sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada siswa, (2) perlu adanya pendidikaant ambahann on formal dalam bentuk pelatihan-prlatihaunn tuk meningkatkapne ranawn ali kelas. yang dan

Pengaruh pendekatan contextual teaching and learning (CTL) modek inkuiri terhdapa keterampilan proses dan peningkatan prestasi belajar fisika siswa kelas III IPA SMU Negeri 2 Malang tahun pelajaran 2003-2004 oleh Zulkarni

 

Perangkat tes berbasis komputer untuk materi tes berbentuk teks, gambar atau grafik oleh Muhlis

 

Survei tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran pendidikan jasmani SMAN se Kabupaten Ngawi oleh Yeni Andiasary AS.

 

Pembuatan alat pencatat daya listrk berbasis personal computer (PC) oleh Siti Nurul Hidayah

 

Penelitian ini dilakukan untuk membuat suatu alat yang dapat mencatat pemakaiand ayal istrik berbasisp ersonal computer( PC). Padap embuatana lat p€ncatadt ayal istrik ini digunakant ransformators ebagasi ensory ang dapat mengeluarkatne gangand ari adanyap erubahand ayal istrik. Perubahand ayal istrik beban( lampu) padaa rus listrik bolak-balik (AC) menyebabkante rjadinyap erubahan kuata rusy ang memiliki perubahanb esard an polaritast erhadapw aktu. Dengan prinsipk erja transformator,s ensorb eke{a berdasarkanin duksi elektromagnetikP. ada saatt erjadi perubahanfl uk magnetikp adak umparant ransformator,t ransformator akanm enghasilkaGn GL induksia taua ruSin duksip adak umparans ekunder. Perubahana rusy ang terbacad alamb entukt egangand, ikuatkand an disearahkaonl eh rangkaianp enguatL M74l dan rangkaianp enyearahd engant apis kemudiand iteruskank e ADC 0809 untuk ditampilkan oTehP ersonalC omputer( PC) denganb antuanP PI8 255. Hasil pengujianp embuatana lat pencatatd ayal istrik menujukkanb ahwa (l ) Transformatoyra ngb erfungsis ebagasi ensorm enghasilkatne gangank eluaran dari perubahand aya listrik denganp €rsaflxulnT: egengan= 0,0265ln(Ilaya) - 0,lH}6, dengans impangans ebesa0r ,916.( 2) Rangkaianp enguatt eganganLMT4l yangdigunakanm emilki ratz-ratap enguatans ebesar2 . (3) RangkaianA DC 0809 yangd igunakanm enghdsilkapne rsamaanK: eluaran ADC : 50,719( Tegangan Analog)+ 1,386d engans impangans ebesa0r .9998.( 4) Pencatatadna yal istrik yang dilakukanm enunjukkanb ahwaj umlah dayay ang merupakanb esarante nagaa kan semakinb esard enganw aktu pemakaiany ang semakinl ama.H al ini sesuadi engan persamaayna ngd itunjukkano leh W: V.I.t.

Pembuatan media voltmeter digital untuk peragaan praktikum elektronika digital oleh Ande Sulistyawan

 

voltmeterd igital merupakans alahs atua laty angd igunakans ebagami edia peragad alamp raktikume lekrronikad igital.p enelitiani ni bertujuanu ntuk membuavt oltmeterd igital sebagami edia peragad anm engetahusi pesifikasyi ang meliputik etelitian,k etepatans, ertak epekaanv oltmeterd igitaty angd ihasilkan. Pembuatanvo ltmeterd igital ini menggunakamn etodes tudi pengembangadne, nganm elakukanla ngkahJangkaha ntaralains turlil iteratur, perencanaan dasar, pembuatan alat danpengujian alat. . Sumbert eganganli strik yangd iukur dalamp engujianv oltmeterd igital berasadl a'jp. ower supplyy angtegangannydai ubah-ubahdengarne sistorv ariabel sehing.gdai peroleht egangank eluarana ntara0 ,0 sampadi engin9 ,9 volt. fengujianv oltmeterd igital hasilb uatany, aitu denganm embandingkavno ltmeter digilal tersebudt enganv oltmeters tancilrk eluaranp abriky angs udahm emiliki spesifikasi. Dari analisisd atad iperolehn ilai penyimpangakne telitians ebesalr,0 g %, penyimpangakne tepatans ebesarl4 ,IA % dann ilai kepekaanv oltmeterd igital sebesa0r, 1.S ecarak eseluruhanp,e nelitianin i telahm enghasilkasne buaha lat ukur teganganli strik (voltmeter)d igital denganja ngkahp engukuran0 ,0 sampai dengan9 ,9 volt.

Prevalensi penyakit penduduk di tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Supit Urang Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang oleh Innaha Jannatul Firdaus

 

Prevalensi merupakan jumlah penderita suatu penyakit pada suatu daerah tertentu. Tingg rendahnya prevalensi penyakit ditentukan oleh radius yang berbeda. Prevalenspi enyakit setiapw aktu dapat berubah-ubahk arenap engaruhd ari kegiatan manusiad an prosesa lam. Penelitiani ni secarau mum bernrjuanmu ntuk mengetahui tingkatp revalenspi enyakit dan tindakanm asyarakadt alam menyikapip enyakit yang timbul di TPA Supit Urang. Sedangkank egunaanp enelitian ini bagi peneliti adalah sebagasi aranap engaplikasiante ori perkuliahank edalame rnpiris khususnyat entang dampakT empatP embuanganS ampahA khir terhadapp enyakitd i masyarakat. Penelitiani ni dirancangd enganm enggunakanm etode survey. Populasip ada penelitian ini adalah penduduk yang bertempot tingepl di sekitar TPA Supit Urang, sedangkan sampel di ambil sebanyak 100 responden. Pengambilan sampel menggunakatne knik Stratified ProporsionalR andom Sampling yaitu pengambilan secaraa cak berdasarkanja rak dari TPA dengan menggunakanr adius pemukiman <100 m,100-<500 m, 500-<1 km dan radius >l km di lokasi TPA. Teknik pengumpuladna ta menggunakanm etodeo bservaslia pangand, okumentasiT. eknik analisad atanyam enggunakana nalisisd eskriptif kuanriratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penyakit masyarakat di TPA Supit Uranga da perbedaanti ngkat prevalensip enyakit antarak eempatr adius daerah penelitiarLb ahwat ingkat prevalensip enyakit radius terdekat dari TPA Supit Urang paling tinggi yaitu mencapai tingkat kejangkitan 28 % yaitu jenis penyakit sakir kepalad eng;anp enyebaranra dius semakin dekat radius denganT PA semakint inggi tingkat kejangkitan, sebaliknyo semakin jauh radius dengan TPAsemakin rendah tingkatk ejangkitans, edangkatnin gkat prevalenspi enyakitt erkecilm encapatii ngkat kejangkitan 7 o/o yaitu dengan jenis penyakit desentri dan kulit, dengan penyebaran radius semakin dekat radius dengan TPA semakin rendah sebaliknya semakin jauh semakinti nggi tingkat kejangkitan.P endudukd alam menyikapip enyakit yang timbul melakukand ua tindakany aitu pertamad enganP encegahana ntara lain ; Penyediaan air bersih,le bihb anyakm inuma ir bersihj,i ka beke4am emakami asker( tutupm uka), makant idak disembarangte mpat,m enjagak ebersihanm akanan,i stirahatc ukup dan makan tidak telat, pemberantasanla lat dan tikus, membiasakanh idup bersih. Tindakanm asyarakakte duaa datahP engobataann taral ain; Pengobatasne ndiri,P Ml, Dukun,R umahS akit,P uskesmads an Dokter.

Pengaruh pengangkutan batubara terhadap polusi debu di Desa Embalut Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kartanegara Proppinsi Kalimantan Timur oleh Esti Wahyu Utami

 

Pendayagunaasnu mberdayal am sepertib ahang alian batubarah arusd isertai denganu payam elestarikank emampuanlin gkunganh idup yang scrasid an seimbang, gunam enunjangp embangunayna ngb erkesinambungdaann d ilaksanakasne carate rpadu danm enyeluruhs,e hinggae lcsploitasyia ngd itakukanp adas uatut empatt idak merusak tata guna lahan yang ada di tempat itu. PT Kitadin sebagai salatr satu perusahan pertambangabna tubarad i KalimantanT imur terus melakukanu sahau ntuk selalu mangontrokl ualitas lingkungan,t etapi kenyataannyhaa l tersebuts ecaral uas masih Tepq{g masalahb agi masyarakast ekitar area pelabuhanb atubaraM, asalahy ang timbul di areap elabuhana dalahk egiatanp engangkutabna tubaram enimbulkanp olus'i debuy angd iakibatkano leh kendaraapne ngangkubta tubarad ank egiatanp engangkutan ini berpengaruthe rhadapk esehatan/keluhmana syarakaste kitar,p enilitian ini AiUtrutan di desaE mbalutK ecamataTn enggaronsge berangK abupatenK utai Kartanegarad,e ngan tujuanu ntuk mengetahui1: ) Pengaruhp engngkutanb atubarate rhadapp oiusid ebu,2 ; Pengaruphe ngangkutabna tubarate rhadapk esehatan/keluhmana syarakaiet kitar. Penelitiani ni menggunakamn etodes urvei,d enganp engambilans ampely ang meliputi sampel titik untuk mengukur kualitas debu dan sampel respondin untul mengetahupie ngaruhnytae rhadapm asyarakaste kitar.T eknik pengcmUitasna mpetli tik menggunakamn etodes ystematicp oint sampling,u ntuk menentukan? sampelt itik. Pengukuradne bud ilakukans ebanyadku ak ali untuks etiapt itik yaitub ulanJ uli 2OOAt an {-sustus2 003. pengukurand ilakukanp adas aat cuacac erah.H asil pengukurand ebu {b-andingkadne ngans tandarb aku mutu udaraa rnbiens esuadi engan-SuraKte putusan GubemuKr epalaD aerahT inglot I PropinsiK alimantanT imur Nomor3 39 Tahun1 988 tentang Baku Mutu Lingkungan di Kalimantan Timur, dengan nilei ambang batas kandungadne bu0 ,26m g.perm t. untuk teknikp engambilarne spondedni lakukan-dengan carar andoms amplingy aitu menentuka4n0 respondeyna ngt erletakw da7 titik dengan carad iundi terlebih dahulu.T eknik pengumpuland ata sampelr es-ponoednig unalan teknikw awancardae nganb antuanp edomanw awancara. Hasil penelitianm enun-jukkabna hwal ) padab ulanJ uli 2003d anA gustus2 003, makad iperolchd atab ahwak ualitasd ebud i arealp elabuhanb atubarate rlolong telah melebihi standar baku mutu udara ambient. pengukuran pada bulan Juli 2003, meluXtrlckan.kadadre but ertinggib eradas atu titik yaitu Mesl pehbuhand engan2 ,6 mg/m',P engukurapna dab ulanA gustus2 003,m enunjukkakna dard ebut ertinggib erada duat itik yaitu MessP elabuhand an Jembatans ungais eparid engan2 ,6 myt:. untuk titik lainnyas epertik antorp elabuhanc,r ushingp lant,p oi satparnbengkedla nw ashing plant sehsar 1,3 mg/m'. Adanya polusi debu tidak semua berasal dari transportasi batubarma elainkana daj uga yang berasadl ari kendaraanu rnum,h al ini karenaja lan mnsportasbia tubarati dak sajad igunakanu ntuk kepentinganp ertambangamn elainkan juga untuk kepentinganu mum. 2) Pengaruh pengangkutanb atubara terhadap kesehaun/keluhmaans yarakaste kitard apatb erupas esakn apasj,e muranp akaiank otor, pengaruinhi terjadip adajarak0 -600 meterd ari jalan transportasbia tubaras"e dangkan Wdsja rakX 00 meterk enampakain i cenderungtid ak ada.

Studi tentang perubahan Taman Kota dan Jalur Hijau Kota Malang tahun 1994-2003 oleh Anotonia Shanti Puspita

 

Pembangunanko ta seringk ali mengabaikank eberadaanru angt erbukah ijau (RTH). RTH "tanah cadangand alamp embangunans truktural" yangt idak memiliki nitai ikonomis. Luas RTH pada suatu lahan yang ideal dengan perbandingan 40o/o'.60o/o,ihnai lb erarti pembangunanh anyab oleh dilakukan maksimal 60% dur luasl ahand ans isanya4 0% diperuntukanu ntukR TH. Perbandingatne rsebutti dak harusb erlakub agi kot4 pembangunanR TH di kota tergantungd engank ebijaksanaan kotat ersebuyt angd isesuaikand engank ondisid erahnyaL. uasR TH di kota Malang seluas2 36,7Fiaafzu2l,5%d ari luask otatermasuks awahd anl ahan,M inimnyal uas RTH karenab anyakd aerahr esapany angd igunakans ebagaki awasanp erumahan. Padap enelitiani ni RTH yangd imaksudh anyas ebatasta mank ota danj alur hijau yangt ercatatd i dinasp ertamanank ota Malang. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mendiskripsikant entangk ondisi tamank ota danj atur hijau kota Malang. Ada beberapah al yang akand idiskripsikany -aitu( 1) mengetahuliu as penyusutanta mank ota danj alur hijau di Kota Malang;(2) mengetahupi emanfaatanta mank ota danj alur hijau setelahp rosesa lih fungsi dilakgkan;( 3) usatrap emerintatru ntuk membangunta mank ota danj alur hijau. Penelitiani ni mengunakanm etodes uwei dengand ata sekundery angb erupa data taman kota dan jalur hijau tahun 1994 dsn2002 yang berasal dari dinas Pertamanank ota Malang. Surveil apangand alam penelitiani ni dimaksudkanu ntuk memperolehd atap enyusutanp" emanfaatand an kondisi tamank ota danj alur hijau dilapanganA. nalisisd alamp enelitianin i menggunakaann alisisk eruangand an diskripsi dengan bantuan teknik pemetaan. Hasil penelitiant amank ota danj alur hijau Kota Malangs elamap eriode1 994 sampa2i 003 mengalamip enyusutans ebesar1 8.59%s edangkanp enambahanlu as RTH sebesarl3.33%.lfuiln i berartil uasR TH yangh ilangs ebesa5r .260/soe lama peride 1994-2003T. amank ota danj alur hijau kota Malang padat ahun 2003 seluas 15.6255ru Q.142% dari luask otaM alang).P enyusutatna mank ota danj alur hijau sebagianb esard igunakanu ntuk kepentinganu mum sepertib alai RW, pos keamanan, danp elebaranja lan. Dalam usahau ntuk membangunta mank ota danj alur hijau pemerintahk ota Malang bekerjas amad enganb erbagaip ihak baik itu masyarakat ataupun pihak swasta.

Pembelajaran dengan menggunakan peta konsep dan keterampilan bertanya guru untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi konsep ekosistem siswa kelas 1 semester II SLTP Laboratorium Universitas Negeri Malang oleh Puji Wahantoro

 

ABli'I'RAK WahantoroP, uji. 2003.l )enthelajurund enganM enggunukapne ta Konseptl an Keterampilan Bertanya (iuru wiluk Meningkatkan Molivasi dan prestasi Belajar Biologi Kon,seplik osistemS isu'aK clasI SemesteIri SLTp Laboratorium( lniversitasN ege;iM ukmg.S kripsi,J urusanp endidikan Biologi,F MIPAU niversitaNs egeriM alang.P embimbing(l:) Dra. HerawatSi usilo,M.Sc,Ph.(Dll)., D rs.I brohim.M.Si. Kata kunci:P embelajarabnio logi,p etak onsepk, eterampilabne rtanyam, otivasi belajarp, restasbi elajar. _ Metodey angd iterapkaonl ehg urua dalahs alahs atuf aktory ang berpengarutehr hadap restasbi elajars isv,ap. embelajarabnio logim embutuhkan suatum etodey angd apatm erangsansgis wau ntukm eningkatkakne terampilan berpikirnyad ana ktif menemukakno rrsespe hinggialm u merekad apatb ertahan lama.M etodep embelajaradne ngann ienggunakapne tak onsepd arrk eterampilan bertanyag urud i dugam erupakamn etodep embelajarayna ngd apatm encapai tujuan tersebut. ' Penelitiainn i bcrtujua(n l ) untukm engctahpuei ningkatamno tivasbi elajar biologis iswak elasI SLTPL aboratoriumU niversitaNs egeriM alangy ang menggunakapne tak onsepd ank eterampilabne rtanyag urud alam pembeafj arannya(2, ) untukm engetahupie ningkatapnr estasbi elajarb iologis iswa kelasI SL'I'PL aboraioriumU niversitaNs egeriMaranygu ogr .nggunakanp eta konsepd ank eterampilabne rtanyag urud alamp embelajarannya. . Jenisp enelitiayna ngd igunakacni alamp enelitiainn i adalahp enelitian tindakank elasP. enelitianin i dilakukand cngan5 x pertemuadna lam3 siklus.T iap siklusm encaku4p tahapk egiatany a:tu:( l) persiapatnin dakan(,2 ) pelaksanaan tindakan(,3 ) observasdi,a n( 4) analisisd anr efleksiT. eknika nalisijd atay ang digunakayna itu:(l) reduksdi ata,( 2) paparand ata,( 3) kesimpulanv,e rifilasidan refleksiT. indakany angd iberikany aitu, nelengkappie tak oniepy angb elum lengkapp adas iklusI , mempresentasikapne tak onsepb uatans iiwa sicara individup adas iklusI I danm empresentasikpaent ak onseph asild iskuski elompok pada siklus IIL Padas iklusI siswad apatm enjawabo ertanyaagnu rus etelahm embuka buku paket.S iswah anyad iam ketikag urum emberik esempataunn tukb enanya. Peta konsep buatan siswa hampir salna semua. Padas iklusI I siswam ulai beranir nengungkapkapne ndapatJ.u mlahs iswa yangm enge{akanp etak onsepm eningkadt ibandingkadne ngans iklus sebelumnyaD. ari hasilt esf ormatif I diperolehs korr ata-ratas iswas ebesa7r 0,73 dengan5 6,1%s isway angm encapakie tuntasabne lajar. Padas iklusI II, siswat ampakl etih aktif dalamp embelajarans.i swas ering bertanyam engenami ateriy angk urangd ipahamid anm engemukakajanw aban alasp €rtanyaagnu ru.P embuatapne tak onseps iswajugas emakinb aik yang ditunjukkand engana danyap eningkatann ilai petak oniepd ari hasild iskusi kelompokD.a rih asitl esf ormatiIfl dipenrleshk orr ata-ratsais was ebesa7r7 ,14 denga8n8 ,04%si sway angm encapkaei tuntasabne lajadr anp adate sf ormatiflj

Analisis soal tes masuk mahasiswa baru jurusan biologi jalur non reguler di Universitas Negeri Malang tahun 2003 oleh Iva Yuliana

 

Seleksjia lur Non Regulerd ilakukand engante sy angd ilaksanakasne tiap tahuno leh UniversitasN egeriM alangs etelahd iadakannyau jian SpMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) yang bertujuan untuk menyeleksi calon mahasiswab aru di universitasN egeri Malang sendiri. Soal tes masuks eleksi jalur non regulerm erupakans alahs atub entukt es yang dibuat oleh tim dosen darip erguruanti nggi itu sendiriu ntuk diujikank epadap esertau jian seleksijalur nonr eguler,m akad ari itu soalt esh arusm emenuhpi rasyarast oaly angb aik. Penelitianin i bertujuanu nhrkm enganalisiso alb iologi seleksjia lur Non RegulerM ahasiswaB aru UniversitasN egeriM alang( uM) , dilihat dari validitas isi, reliabilitas,t ingkat kesukarand, an daya beda soal, sehinggak ita dapat mengetahukiu alitass oalt ersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subjek penelitian berupa salinan Lembar Jawaban Komputer (LJK) dan soal biologi 2003 yang semuanybae rbentuks oal obyektif. Berdasarkanh asil penelitiand apatd iketahui bahwa: l. validitas isi, soal tes rnasuk mahasiswa baru jurusan biologi jalur non regulerd i UniversitasN egeriM alangt ahun2 003d ari 15 soalm enunjukkan 100%s oaly ang valid artinyas oalt ersebust esuadi enganG Bpp 1994.D an untuk perimbanganju mlah soal adalahu ntuk kelas I sebesar4 0%ok.e las 2 sebesa2r 6,67%,d ank elas3 sebesa3r 3,33%. 2. reliabilitass oal, soal tes masukm ahasiswab aruj urusanb iologi jalur non reguler di Universitas Negeri Malang tahun 2003 memiliki koefisien reliabilitass ebesa0r ,211689b, erartis oalt erseburte liabilitasnyare ndah. 3. tingkat kesukarans oal,s oalt es masukb iologij alur non regulerm ahasiswa baru Universitas Negeri Malang 2003 menunjukkan bahwa soal yang tergolongm udah 13,33yos, oal yang tergolongs edang6 0%od, ans oaly ang tergolongs ukar2 6,67Y o. 4. dayab eda soal, soal tes masukb iologi jalur non regulerm ahasiswab aru Universitas Negeri Malang 2003 adalah soal yang dapat digunakan lagi 53,33yos, oaly angh arusd irevisi2 0Yo,d ans oaly angh arusd iganti2 6,670A

Kajian purnahuni tingkat kepuasan terhadap faktor fisik bangunan pada penghuni rumah susun sederhana Kutobedah Kota Malang oleh Ana Afriana

 

Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahutiin gkatk epuasatne rhadapfa ktor fisik bangunasne carau ry, dan.gambaratin gkatk epuasapire nghuniie.hadap faktorf isik bangunadni tinjaud arik arakteristikleluariaF "k;, fi-.ik b."eunanp ada genglitig ini meliputib ahanb angunanja,r inganr istik, air dant "t"ponJt.uuangan limbah,in tensitasp encatrayaamna taharil,u ai ruanganf,a silitasR usun,'tisilitas umumd ans irkulasui daraK- arakteristikk eluargay angd itinjaum eliputi.;u-latr anggotkae luargat,i ngkatp endidikank epalak etuargqt ingrat pengnlilan perbulan, jenis-pekerjaakne palak eluargas, tatusp enghunianJ".uiingg"td ;-*Jrur.,r. H*il penelitianin i diharapkadna patd ig'nakans ebagapi ertimbanlana uru,,,- merencanakRanu sunb agip emerintadhn deviloper. . . sam-peyla ngd igunakand aramp ehelitianin i adarahp enghunRi usun sederhanKau tobedahK otaM arangA. dapunt ekniky anga igr"i.* aJ.- pengamtilanl* pet respondeand alahte knikr andom.i *pIing. ang. keMtD. eattoayd aepn egntegrukmumpupluadrn a tad igunakanin strumenb erupa'kuesionaetra u dianarisisd enganra ngkah-langkar"hu .g"il;mt, (l) tabulasdi 1a, hasily angd iperolehb erdasarkaknu esionJy ung "aiaiiurutun dalamta bel,( 2) anarisis r." d?rHp{[.g"ngan menggunaka-"nio 1iilui rot";. Hasilp enelitianin i menujukkanb ahwati ngkatk epuasanpenghu,;terhaoap faktorf isik bangunasne carau mumt ermasuka aramm arink"ri ."d;pu;. Tingkat kepuasapne nghuntie rhadap..faktfoi{lk bangunadni tingaua arir cara[tJJstikk eluarga ryo4*i adalahs ebagaMi $tt. (l) j.mtatr-anggotkai tuarga2 ;;;,;:4 ganl .ebihdar5i orangt ermasuka atamt< urffikaiicukupp ui, rziiirfia:t pen"*drisdikan kepalak eluargaS D,S LTp,S LTA termasukd alamn "ririmi"*up i-uar,'1:;, ingku, penghasilapne rbulank urangd ari Rp 500.000,s- ampaRi p 1.000.00bi,# r*rr. dalamkualifilrasciu kupp uas,( 4)ienis pekerjaa*ni -.a"wurtur c..".* a"i* hl*rli$!-fkik*aicsui kcu1p\u p ppuuaass,,(( 65)) ssetamtuusha u niank onirat danm ilik senairit "r-il,rr aura,n klasifikasil amat inggart "t *u. aau--tuairu*i cukupp uas.( 7) asals ukuJ awad anM adurate rmasuk-d--aklaumal ifikasi. utup pu

Pengaruh penggunaan alat pemutus sistem perlambatan otomatis terhadap emisi gas buang (CO, CO2 dan HC) pada motor bensin Toyota 4K oleh Hernowo Subiantoro

 

Kendaraanb ermotorp adaa badi ni telahm enjadis uatuf asilitasp entingd alam sebagianb esarb entuka ktivitask ehidupanm anusiaD. i negarak ita bahkand i dunia internasionatlr, ansportastei lahm enjadis alahs atut ulangp unggungr oda perekonomiaDn.a ri sekianb anyakp rodukski endaraabne rmotors. elainm emberi kemudahanb agi umatm anusiaju ga mulai.dirasakadna mpakn egatifrryate, rlebihlebihd enganti mbulnyak erusakanli ngkungany angd itandaid enganti mbulnya pencemaraund ara,p emanasagnl obalb umi danp enyakits aluranp emapasapna da manusia.A kibat ketergantunganm anusiat erhadaps aftrnat ransportaski endaraan bermotort ernyatat elah menjadip enyumbangte rbesarp enyebabp olusi udarak ota. lnti dari timbulnya pencemaranu darad i kota-kotay ang berlalu lintas padata dalah produk emisi gas buang dan prosesp embakarany ang tidak sempurnad ari kendaraan bermotor.A da tiga emisi pokok yang dihasilkank endaraanb ermotor,y aitu yang pertamak arbonm onoksida(C O),k eduaa dalahk arbond ioksida( CO2)d ank etiga adalahh idrokarbo(nH C). Untuk membatassi ertam engontroel misig dsb uangd ari kendaraabne rmotor makad ilakukans uatuc arap embatasannySa.a lahs atuc aray angd ikembangkan adalahd enganc arap enambahaanl at pemuluss istemp erlamhatano tomutisA. lat ini bekerjas ecarae lektronikyangin putnyab erasadl ari sensork atupg asd ans ensor putaranm otor, sedangkano utputnyak c selenoidk arburator.S istemp erlambatanin i bekerjap ada saatk endaraamn engalampi erlambatadna nm engerem(p edalg as dilepas) atau tepatnya pada saat putaran tinggi menuju putaran rendah. Motor akan berhentib ekerjas esaakt arenas uplai bahanb akart erhenti.B erhentinyas uplai bahan bakar ke rrang intake manifold dapat kita setel pada putaran motor tertentu sesuai dengan keinginan kita. Berhentinya suplai bahan bakar ke ruang intake manifold dapat kita setel pada putaran motor tertentu sesuai dengan keinginan kita, dengan catatanti dak padap utarans tasionemr otor (+ 1250r pm). Padas aatt urun,p engemudi mengrnjakp edalr em yangb erartim elepasp edalg as.S aati nilah sakelayr ang terpasanpga dap edalg asm enghubungJ.i ka putaranm esinm asihd iatas1 250r pm makar elai putaranb ekerjaB. ekerjanyare lai putaranm engakibatkarne lai pemutus jugab ekerjau ntukm emutuskana rusI G yangm enujuk e selenoids ehinggab ahan bakar bensin tidak mengalir ke ruang intake manifold Pada kondisi ini proses pengapiante rusb erlangsungd an kemudianu ntuk selangw aktu sepers ekiand etik motor meniadakanp rosesp embakaranl., ogikanyaj ika tidak terjadi proses pembakaranm akat idak adap roduksi gasC O, COz,d an HC. Jika putarans udaht urun kurang dari 1250 rpm maka relai putaran tidak bekerja lagi, sehingga relai pemutus juga tidak bekerja untuk memutus arus dari IG ke selenoid. Dengan demikian bahan bakar akan mengalir kembali secara otomatis, dan motor akan tetap hidup dan kembali bekerja. Penelitiani ni bermulad ari adanyap ermasalahayna itu apakaht erdapat perbedaank adare misi gasb uangC O, CO2,d an HC padam otor Toyota 4K antara yang menggunakana lat pekutuss istemp erlambatano tomatisd engany angt idak. Sehinggat ujuan dari penelitiani ni adalahu ntuk mengetahupi erbedaank adare misi gasb uangC O, CO2,d an HC padam otor Toyota 4K antaray ang menggunakana lat pekutuss istemp erlambataont omatisd engany angt idak.Tempapt enelitiand ilakukan di LaboratoriumO tomotipU niversitasN egeriM alang,d enganb antuana latE mission 'l'ester,s ertae ngines tandT oyota4 K. Rancangapne nelitiany angd igunakana dalah jenis eksperimentaAl.n alisish asilp enelitiany angd ipakaia dalaht eknika nalisis statistiku ji-T denganta rafsignifikans0i .05.P elaksanaaann alisisd ilakukand engan menggunakabna ntuank omputerm elaluip rogram. l?SlSP C - for wirulowsr eleuse 8,0.K egiatany angd ilakukana dalahm endatak adare misig asb uangC O,C Oz,d an HC pada motor Toyota 4K antara yung *"nggunakan alat pemutus sistem perlambataont omatisd engany angt idak (lndependenSt ampleT est). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbdaan yang sangat signifikan kadar emisi gas buang CO, CO2, dan HC pada motor Toyota 4K antara yang menggunakana lat pemutuss istemp erlambatano tomatisd engany angt idak. Besarnyap erbedaakna dare misiC O dengann ilai t-tes: 16y'30d anp < 0,05; untuk perbedaakna dare misiC O2d engann ilai t-tes: 19,425d anp < 0,05; sedangkan perbedaakna dare misiH C dengann ilai t-test: 3,494 danp < 0,05. Dari analisisp enelitiani ni dapatd isimpulkanb ahwaa da perbedaanka dar emisi gasb uangC O, COzd an HC antaray ang menggunakana lat pemutuss istern perlambataont omatisd engany angt idak padam otorT oyota4 K. Hasil penelitianin i juga merekomendasikaun tukp engembangapne nelitian selanjutnyay ang sejenisu ntuk pengaruhp enambahana lat pernutuss istem perlambatano tomatist erhadape fisiensib ahanb akard an waktu perlambatanS. elain itu juga penambahano bjek penelitianu ntuk menggunakanm otor denganm erk dan jumlah silinder yang berbeda.

Studi analisis pengaruh jenis dan komposisi polyblend PVC-biopolimer sebagai bahan pengisi terhadap struktur mikro, nilai kekerasan, dan nilai uji tarik pada bodi otomotif oleh Abdul Ghoni Firdaus

 

Bahanp engisi( filler) merupakans alahs atud ari varianb ahanp enarnbah yang ditambahkan pada polimer pada saat proses pembuatan. Tujuan dari penambahanb ahan pengisi kedalarn polimer tertentu antara lain untuk mengurangbi iaya produksi barang plastik dari bahan bakunya dan untuk menambashi fat mekanjk dari bahanp lastik tersebuts ertam emperbaiksi truktur mikrop olimerd enganr nembentuks trukturi olekul potyblendbaru. Bahan pengisi yang dicampurkan pada polimer ada dua macam, yaitu bahanp engisio rganikd an bahanp engisia norganikD. alam penelitiani ni, bahan pengisyi ang diteliti adalahb ahanp engisio rganikd ari polimer pertanianb erupa pati (amilum) atau yang disebut sebagai Biopolimer antara lain yang dipakai dalam penelitian adalah pati jagung, pati gandum, dan pati sagu. Dan untuk polimer yang dijadikan paduan dengan Biopolimer adalah polimer PVC. Penggabungapno limer atau yang disebut blendingp olymer @olyblend)d alarn penelitianin i merupakante knik untuk mendapatkabna hanp olimer baru dengan sistemd uaf asa,y aitu fasat erdispersdi anf asap endispersDi. alam prosesb lending polymerf asat erdispersai dalahp olimerP VC yang sebagapi olimern on polar dan fasap endispersaid alahB iopolimerb erupap ati yangs ebagapi olimerp olar. Untuk menghasilkanb erbagait nacart sifat, baik itu srfat mekanik,s ifat teknologis,s ifat fisika, dan sifat kirnia dari blendingp olymer yang diproses tergantungd ari jenis fasa pendispersdi an junlah prosentasek omposisi fasa pendispersdia lam pencampurapna da fasat erdispersiD. alam prosesb lending polymcr dikenal polipaduany ang bersifati nmtiscibleb lend danm i.scihleb lend. Dalarnp ernbentukapno lipaduana kand iperolehk arakteristipko limery angl ebih kuat, fase komponenp encampuranti dak terpisah,j adi satu, dan kelihatan homogebni la dietsale watm ikroskope leklron. Bahan Polimer PVC yang digunakan adalah dalarn bentuk granula dengajne nis grey PYC yang didapatd ari PT PolychernI ndo Inc. yang bertempat di desaM angunrejo-MerakS, erangJ, awaB arat. Penelitianin i dilakukanp adaL aboratoriurnU ji PolimerP usatP enelitian Fisikad i kompleksL IPI Gedung1 0 (LaboratoriurnF isika Terapan)B, andung pada tanggal 22 Maret sarnpai 3l Maret 2004. Rancangan penelitian yang digunakana dalahr ancang ana cakb erdasarkajenn is dank omposisip emberianp ati pada PVC. Analisis hasil penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisisv ariand engan2 jaIan.V ariasijenisp ati yangd igunakand alamp olyblend denganP VC adalahp ati jagung, pati gandurn,d an pati sagu,s edangkanv ariasi komposisi pati yang diberikan dalam polyblend dengan PVC adalah komposisi terbaiks ebesalr0 %,30%,dan 50%0. Hasil penelitian menunjukkan ,bahrva terdapat pengaruh pemberian variasij enis dan komposisiB iopolimerb erupap ati jagung,p ati gandum,d an pati sagu pada polyblend dengan PVC dengan ditunjukkan pada struktur mikro polipaduann, ilai uji tarik, dan nilai kekerasanV. ariasij enis pati padap olyblend PVC-Biopolimery ang ntiscibleb lend adalahp ati gandum.I ni ditunjukkanl ewat analisad engana lat berupaS canningE lectronM icroscope( SEM) terlihat bahwa patig andumd istribusip ati terlihat meratak" ompak,d an rapatd an nilai pengujian mekanik terlihat nilai uji tarik dan nilai uji kekerasan signifikan .yang rnenunjukkante rdapatp engaruhb esarj enis pati bila dipolyblendd enganP VC. Sedangkajne nis pati jagung dan sagui mmiscibleb lend bila dipolyblendd engan PVC yangt erlihatp adae tsal ewat SEM distribusip enyebarapna ti kurangm erat4 kurangk ompak,d an kurangr apaty angm enjadikann ilai sifat mekanikp adas aat pengujianti dak signifikanb ila drbandingkadne nganp olipaduanP VC-Biopolirner berupa pati gandum. Untuk variasi kornposisi pati terbaik yang diberikan pada polyblend PVC-Biopolimer adalah kornposisi sebesar 10-35% dengan memperbaiki ikatan antar permukaan, memperbaiki kerapatan jenis serta mernperbainki lai sifatm ekanikp adaP VC.P adav ariasik omposissi ebesa5r0 % pemberianp ati padap olyblend PVC-Biopolimerm enunjukkanb ahwa variasi komposisini i, variasij enis polipaduanim ntiscibleb lend dengand itunjukkan distribusbi utiran menjadi tidak kompatibel,k urang merata,d an tidak kompak. Variasik omposisi sebesar5 0% menjadikann ilai kekerasanp olyblend pyCBiopolimer semakin meningkat, akan tetapi nilai kekuatan tarik dan nilai perpanjangapnu tus pada pengujianu ji tarik menurun drastis sifat elastisitas, kekenyaland,a nk euletannya. Hasil penelitiani ni dapatd iterapkanp adap embuatanb odi otomotify ang utamanydaa lamm emproduksbi agian-bagianb odi dan aksesorisp adao tomotif seperli dash board maupun lrcusing AC pada mobil dan finger guard speedometefer,n der maupunl eg shield padas epedam otor. Hasil penelitian polyblend PVC-Biopolimer diatas, dalam memperkuat hasilp enelitiant entangp olyblendp olymer dapatd itambahkand enganb erbagai jenis bahan additive seperti filler, stabilizer, plasticizer, dan pigmen (pewarna). Padap engujianp olyblendp olymer, prlu ditambahkanb eberapap engujians elain pengujian struktur mikro dan pengujian sifat mekanik, antara lain Fourier TransformIn fra Red (FTIR), Thermal Analyzer( DSC, DTA, dan TMA), X ray DifractionQ RD), dan AbrasionT ester.

Studi tentang faktor-fator pendukung dan penghambat dalam melaksanakan kegiatan praktikum biologi kelas II berdasarkan kurikulum 1994 di MAN Kodia Kediri oleh Rosiana

 

Isolasi bakteri lipolitik dalam limbah cair rumah tangga Kota Malang sebagai kegiatan praktikum pokok bahasan analisis limbah dan isolasi mikrooraginismedi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kimia Industri oleh Suhulatin

 

Limbaho airr umaht anggam crupakaani r buangadna ri kegiatanm encuci, memasadka nm andid ari pernukimanp endudukL. imbahi ni banyakm engandunzga t organik dan anorganik yang dapat didegradasi oleh bakteri. Salah satu zat organik yangt erkandungd alaml imbahc air rumaht anggaa dalahle mak.L emaki ni dapat dihidrolisiso lehb akterim enjadis enyaway angl ebih sederhanyaa itu asaml emakd an gliserolB. akteriy angm emiliki kemampualnn i disebutb akteril ipolitik. Kegratan isolasbi akteril ipolitik bakreril imbahc air rumaht anggam erupakank egiatany ang dapadt ilaksanakadni SekolahM enengaKh ejuruan( SMK) programk eahliank imia industrki arenaa danyap okokb ahasana nalisisl imbahd ani solasim ikroorganisme dalamm atap elajaranm ikrobiologii ndustri. Penelitianin i bertujuanu nhrkm engetahugi enusb akteril ipolitik yangt erdapat dalamli rnbahc air rumaht anggad anm engembangkarna ncanganke giatan pembelajaranu ntuk melakukani solasib akleri lipolitik yang terdapatd alaml imbah cair rumah tangga. Penelitiand ilaksanakadni LaboratoriumM ikrobiologi JurusanB iologi UniversitaNs egeriM alangp adab ulanM aret-Mei2 002.Penelitiainn i menggunakan metoded eskriptife ksploratif.ld entifikasik arakterb akterid irujuk menggunakan kuncii dentifikasil lergey'sM anual of DeterminativeB acteriologto lehB reed( 1957), sedangra ncanganm odelk egiatany angd isajikand ievaluasoi lahp ihak SMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat I 3 isolal bakteri dalam limbah cair rumah tangga kota Malang yang diberi kode A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, danM . Isolatb akteriy angm emiliki kemampuanlip olitik adalahis olatA , B, C, D, E, . L, danM yangd iidentifikasis ampati ingkatg enus.I solatF , G, H, I, J, danK yang tidak memiliki kemampuanli politik tidak diidentifikasi. Berdasarkana nalisisy ang merujukp adaB ergey'sM anual ctfD eterminativeB acteriologto lehB reed( 1957) makai solatA danE masukd alamg enus- ly'eisser,ia is olatB adalahg enus Lactobacillusi,s olatC danD adalahg enusS treptococcuss,e rtai solatL danM adalahg enusB acillus. Rancanganm odel kegiatanp embelajaranis olasi bakteri lipolitik limbahc air rumaht anggain i dapatd ilakukand i SMK karenad apat menunjangk egiatanp embelajarany aitu memberikanp engetahuand an keterampilan kepadasi swad alamm engisolasmi ikroorganisme

Bentuk penyajian, ajaran/nilai dan fungsi yang terdapat dalam kesenian jemblung desa Margomulyo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar oleh Atik Sudjiarti

 

Studi tentang tari genjring dukuh kuntulan Tegalsari Desa Sanankulon Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar oleh Yeni Andiarti

 

Studi tentang emosi manusia dalam ilustrasi wajah karakter komik jepang (manga) oleh Ady Wicaksono

 

Komunikasin on verbar dalam bentuk gambarm enggambarkansu atuh ar atau stTTnas epertii lustrasi padak omik Jepang( manga).p ene-iitianin i bertujuanu ntuk untukm enge.t ahuis ejarahp erkembanganf,d ngguitbu.un wajah karakter-i"rtq mengetahupie nggambaraenm osi manusiaa iaaiam numga. Penelitiani ni mengg. unakanp endekatand eskriptlrkualitatif dengan menggunakamne todes tudi kepustakaan/dokumedna n observasip. enetitran *l*:LT,t:r,!l!ap sampel nanga New Kungfu Boy Volume I sampai 14 iaransan raKesnMr aekawav ansd iterbitkano leh pr. Elex Media Komputinho, Gramedia Kelompok Hasilp enelitianm enunjukkanb ahwa:l ) periodep entingp erkembangan mangaa dalahm asaR estorasMi eiji dan setelahi erang tiurriu rl zl p"rlg"mbaran wajah-karakremr angat etap menraatik aidah tata retaklagi*-uagi-'*;i;; 1uhs, matah, idung,d anm urut)d an;3 )penggaqbalane mosim anusiuii urut- dengan mengolahp enggambaranb agian-bagiinw ajah karakter mqnsa.

Perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa bergaya belajar visual, auditorial, dan kinestetis serta hubungan motivasi dengan prestasi belajar biologi siswa kelas II MAN 3 Malang oleh Bangkit Styawan

 

Untuk dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan terutama untuk mencetaski swad enganp restasiy ang memuaskanb, anyakf aktor yang harusd iperhatikan olehs eorangp endidik. Diantaraf aktor-faktor tersebuta ntaral ain adalahp entingnya mengetahguai yab elajars iswas ehinggad iketahuis trategmi engajayr angs esuid engan gayabelajayra ngd imilikinya,k arenas etiaps iswam emiliki gayab elajary angb erbedabedaa ntaras iswa satud engany ang lainnya. Ada tiga jenis gayab elajary aitu visual, auditoriadl,a nk inestetisy angs etiaps iswam emiliki kecenderungayna ngk uatp adas alah utu gaya belajar walaupun dimungkinkan untuk memiliki lebih dari satu gaya belajar. Dengamn engetahugi ayab elajars iswam akap engajadr apatd enganm udah menyesuaikacna ram engajaru ntuk menyampaikanin formasi baru padas iswad an demikiajnu ga siswapund apatm engambill angkahJangkahu ntuk memudahkan menerimian formasib aru yang nantinyaa kanm eningkatkanp restasib elajarm ereka. Kemudianfa ktor keduanyaa dalahm otivasi siswa,s eorangp endidik haruss edapat mungkinm eningkatkanm otivasi belajars isw[ karenas ebagaimandai ketahuim otivasi jugam emberikank ontribusi yang besarb agi tercapainyap restasiy ang diharapkan. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahusi ebarang ayab elajarv isual, auditorial, dank inestetisi swak elas II MAN 3 Malang,m engetahuai dat idaknyap erbedaan prestabsie lajara ntaras isway angb ergayab elajarv isual,a uditoriald, ank inestetis, mengetahuaid at idaknya hubungana ntaram otivasi belajard enganp restasib elajar biologsi iswa. Penelitiani ni menggunakanm etodee xpostfucto.D iawali denganu jicoba imfiumenu ntuk gayab elajar.H asil ujicoba tersebutd iperoleh7 5 butir pernyataanv alid danr eliabeld ari 95 jumlah butir pernyataany ang diujicobakan.P opulasid alam penelitian ini a&lah semuas iswak elasI I MAN 3 Malang yang semuanyab erjumlah6 kelasd an kemudiadni ambils ampesl ebanyak2 kelass ecalaa cak,d enganju mlah total siswad ari keduak elas adalahTTs iswa"k emudiank esemuas iswat ersebutd ianalisisj enis gaya belajarnySa.i sway angt elahd iketahujie nis gayab elajarnyad ianalisisp restasbi elajamya sesuadi enganje nis atauk elompok gayab elajarnya.P restasib elajary ang dimaksud adalanhi lai raportk etikas iswad i kelasI semeste2r danreratan ilai ulanganh arian, tugasd, anp raktikum padak elasI I semester1 . Hasilp enelitianm enunjukanb ahwa:( 1) sebarang ayab elajars iswas ebagai berikutl:8 siswab ergayab elajarv isual,2 0 siswab ergayab elajara uditorial,d an9 siswa bergaybae lajark inestetiss, edangka3n0 sisway angl ain tidak mempunyagi ayabelajar, karendaa ri penghitunganZ skor tidak memperolehs kor minimal yang telah ditentukan. Sehinggtaid ak dapatd itentukanje nis gayab elajary ang merekam iliki, (2) adap erbedaan i Pfstasbi elajarb iologi antaras isway angb ergayab elajarv isual,a uditorial,d ank inestetis jika berdasarkani lai reratau langanh arian,t ugas,d an praktikum kelasI I, namunj ika .b.erfasarkannila i raport semeste2r kelasI makat idak adap erbedaanp resiasib elajar biologai ntaras iswab ergayab elajarv isual,a uditorial,d ani inestetis,i :y tia* uau hubungaann taram otivasib elajars iswad enganp restasbi elajarb iologi siswak elasI I MAN3 Malans. l1

Hubungan antara pengetahuan tentang lingkungan hidup dengan sikap terhadap pelestariannya pada siswa SMA Negeri dan Swatakelas I di Kabupaten Jombang oleh Sri Lestari

 

Antaram anusiad enganli ngkungannytear dapast alingk etergantungdaann bentukk etergantungtaenr sebudt iantaranyaad alahm anusiam emerlukaani r untuk kelangsungahnid upnyad anl ingkunganm embutuhkapne lestarianU.n tukm enjaga keseimbangalinn gkungahni dupt ersebudt iperlukans ifatk onservasmi anusiad alam memanfaatkalnin gkunganP. engetahuabna rud iperlukanm anusiau ntukp eduli terhadaplin gkungadna lamh al ini dapatd ilakukanm elalujia lur pendidikafno rmal maupunp endidikann onformal. . Tujuanp enelitianin i adalah:1 ) untukm engetahupi engetahuatne ntang lingkungahni dups iswaS MA kelasI di KabupateJno mbang,2u) ntukm engetahui perbedaapne ngetahuatne ntangli ngkunganh idupa ntaras iswaS MA Negerid an SMA Swastak elasI di KabupatenJ ombang3, ) untukm engetahusi ikapt erhadap pelestarianlin gkunganh idup siswaS MA kelasI di KabupatenJ ombang4, ) untuk mengetahupi erbedaansi kapt erhadapp elestarianlin gkunganh idup antaras iswa SMA Negerid anS MA Swastak elasI di KabupateJno mbang5,) untukm engetahui hubungaann tarap engetahuatenn tangli ngkunganh idupd cngans ikapt crhadap pelestariannypa das iswaS MA kelasI di KabupatcJno mbang6,) untukm cngctahui hubungaann tarap engetahuatenn tangli ngkunganh idupd engans ikapt erhadap pelestariannypa das iswaS MA Negerik elasI di KabupateJno mbangd,a n7 ) untuk mengetahuhi ubungana ntarap engetahuatne ntangli ngkunganh idupd engans ikap terhadapp elestariannypaa das iswaS MA Swastak elasI di KabupatenJ ombang. Penelitianin i adalahp enelitians urveid enganm enggunakarna ncangan deskriptikf omparatimf aupunk orelasionaPl.e laksanaapne nelitiand ilakukanb ulan April sampadi enganA gustus2 004.S isway angd ijadikans ampeal dalahs iswaS MA Negerid an Swastak elasI di KabupatenJ ombangD. atay angd iperolehd ianalisis dengana nalisisv arianu ntukm engetahuhi ubunganp engetahualnin gkunganh idup dengans ikapt erhadapp elestariannypaa das iswaS MA kelasI di KabupatenJo mbang danu ji-t untukm engetahupi erbedaapne ngetahuadna ns ikapa ntaras iswaS MA Negerid engans iswaS MA Swastad i KabupateJno mbang. Hasilp enelitianin i menunjukkapne ngetahualinn gkunganh idupp adas iswa SN{AK elasl .di KabupatenJ ombangra ta-ratate rgolongti nggi. Ada perbedaan pengetahuayna ngs ignifikana ntaras iswaS MA Negerid engans iswaS MA Swasta, siswaS MA Negerim emiliki pengetahualne biht inggi daripadas iswaS MA Swasta. Sikapt erhadapp elestarianlin gkunganh idupp adas iswaS MA KelasI di Kabupaten Jombangra ta-ratate rgolongti nggi. Ada perbedaasni kapy angs ignifikana ntaras iswa SMA Negerid enganS MA SwastaS, MA Negerim emiliki sikapl ebih positif terhadap pelestarianlin gkunganh idupd aripadas iswaS MA Swastan, amunt idak berartis iswa SMA Swastam emiliki sikapn egatift erhadapp elestarianlin gkunganh idup' Pengetahuante ntangl ingkungaihidup menerrtukans ikapt erhadapp elestariannya padisiswa SMA kJlast ti faUupatenJ ombangP. engetahuatne ntanglingkungan t iOrrpf urang menentukans ikap ierhadapp elestariannyap adas iswa SMA Negeri tetai t Oi Ka=bupateJonm bangP. engetahuatne ntangli ngkunganh idupjugak urang 'n.nrntutun sikapt erhadapp il.rtuiiunnya padas iswaS MA Swastak elasI di Kabupaten Jombang.

Tingkat pengetahuan tentang lngkungan dalam kaitannya dengan sikap terhadap pelestarian lngkungan hidup siswa SMU Negeri di Kota Malang oleh Dedy Norsandi

 

Pengetahuans iswat erhadapp elestarianl ingkunganh idup sangatp enting untuk membentuks ikap yang peduli dan bertanggungja wab terhadapp elestarian lingkungan hidup. Pendidikan lingkungan hidup sangat penting dan dibutuhkan bagi semuas iswa agarp erbuatannyam encerminkant anggungj awab terhadapp elestarian lingkunganh idup. Meskipun para guru telah mengintegrasikanm ateri PLH ke dalam matap elajarany ang sesuai,t etapi padak enyataannyas eorangp endidik di sekolah masih banyakm engalamik esulitand alam mengevaluassi ejauhm anat ingkat pengetahuans iswat entangl ingkunganh idup dan sikap siswat erhadapp elestarian lingkungan hidup. Penelitian korelasional ini bertujuan untuk mengetahui: (l) tingkat pengetahuans iswat entangl ingkunganh idup pada siswa SMU Negeri di Kota Malang, (2) sikap siswat erhadapp elestarianl ingkunganh idup padas iswa SMU Negeri di Kota Malang, (3) apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentangl ingkungand engans ikap siswa dalamp elestarianli ngkunganh idup pada siswa SMU Negeri di Kota Malang. Penelitian ini diharapkan sebagai masukan bagi dunia pendidikand alam pengembanganp engajaranP endidikanL ingkunganH idup pada kurikulum sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMU Negeri di Kota Malang. Sampel sekolah ditentukan dengan cara undian yaitu SMU Negeri 3 Malang, SMU Negeri 8 Malang, dan SMU Negeri 9 Malang. Sampel siswa yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMU Negeri 3 Malang, kelas II SMU Negeri 8 Malang, dan kelas II SMU Negeri 9 Malang. Sedangkan teknik pengambilans ampel( responden)d engant eknik acak sederhana(s imple random Sampling).J enisi nstrumenp enelitian ini ada2 yaitu tes pengetahuand an angkets ikap.A nalisis hasil penelitianm enggunakanp ersentaseu ntuk mengetahui tingkat pengetahuand an sikap siswa,d an teknik korelasiP roduct Momentr Pearson untuk mengetahuhi ubungana ntarat ingkat pengetahuand an sikap siswa. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwa:( l) tingkat pengetahuans iswat entang lingkungan hidup pada siswa SMU Negeri di Kota Malang adalah luas, (2) sikap siswat erhadapp elestarianli ngkunganh idup padas iswa SMU Negeri di Kota Malang adalahp ositif, (3) terdapath ubungany ang signifikan antarap engetahuante ntang lingkungand engans ikap siswad alam pelestarianli ngkunganh idup padas iswaS MU Negeri di Kota Malang. Berdasarkanh asil penelitian ini, dapatd isarankana garD epartemen Pendidikan Nasional memasukkan Pendidikan Lingkungan Hidup ke kurikulum sekolahu ntuk dapatm eningkatkant ingkat pengetahuans iswat entangl ingkungan hidup. Kepada guru supaya dapat mengintegrasikan materi PLH pada mata pelajaran yang dibimbing. Kepadas iswa untuk meningkatkanw awasanp engetahuante rhadap pelestarianli ngkunganh idup perlu mengikuti kegiatane kstrakurikulerd i sekolah antaralain seperti kerja bakti, pencinta alam, pramuka. Untuk penelitian selanjutnya diharapkanm eneliti faktor yang mempengaruhpi embentukans ikapt erhadap pelestarianli ngkunganh idup selaint ingkat pengetahuante ntangl ingkunganh idup

Hubungan penguasaan materi pelestarian sumberdaya alam dengan sikap terhadap pengelolaan lingkungan hidup siswa kelas II SLTP Negeri 2 Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur oleh Siti Muhajaroh

 

Kerusakan lingkungan (terjadinya polusi, banjir dan lain-lain) serta ancaman menipisnya sumber daya alam, semakin lama dirasakan semakin kompleks. Beberapa upayau ntuk merzurggulangtie lah diupayakans alahs atunyaa dalahm elalui pendidikand alamb entukm aterip elestarians umberd ayaa lamy angd isaiikand i kelas irielohh lanjutanr ingkatp ertaind-1Sr.riis)e m-ixieIi. i-rpiia'rni ti;ak lain adalah untuk menumbuhk embangkans ikap positif terhadapp elestariand an pengelolaan lingkungan Sikapt egantungp adap engetahuany ang dimiliki individu. yang menjadi Masalaha dalaha pakaha dah ubungana ntaxap €nguasaanm ateri pelestarian sumberdayaa lam dengans ikap terhadapp engelolaanli ngkunganh idup siswak elasI I sLTP Negeri 2 Kecamatan Babulu Kabupaten penajam paser utara Kalimantan Timur. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mendeskripsikanh ubungana ntarap cnguasaan materi pelestarians umberdayaa lam dengans ikap terhadapp engelolaanli ngkungan hidup siswa SLTP Negeri 2 di Kecamatan Babulu Kabupaten penajam paser utara Kalimantan Timur. Penelitian ini mengambil populasi siswa-siswi kelas II sLTp \:g* 2 Babulu,y ang berjumlah 120o rang,s edangkanp engambilans ampelnya dilakukan secaraa cak/randoms amplingd enganju mlah sampel4 5 siswa.D ata penelitiand ikumpulkand engand okumentas(i penguasaamn ateri pelestarians umber daya alam melalui hasil tes ulangan harian siswa) dan angket (untuk sikap terhadap pengelolaanli ngkunganh idup), sementaraa nalisisd atanyam enggunakante knik analisis product moment yang dilakukan dengan fasilitas komputer program statistik SPSS 10.0 For Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penguasaamn ateri pelestarians umberdayaa lam dengans ikap terhadapp engelolaan lnglrycan hidup siswa SLTP Negeri 2 di Kecamatan Babulu Kabupaten penajam PaserU tara KalimantanT imur. llal ini berarti bahwas emakinm enguasami ateri pelestarians umberdayaa lam maka akan semakinp ositif sikapnyat erhadap pengelolaanli ngkunganh idup.

Sikap dan perilaku masyarakat nelayan dalam pengelolaan lingkungan hidup di daerah pantai Desa Jeku Eja Kecamatan Kusan Hilir Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu Kalaimantan Selatan oleh Eva Dewi Yulianti

 

Permukiman linghmgan pantai yang ada di Indonesia pada wnunnya identik dargan masyarakat nelayan dan lingkungan kumuhnya. Desa Juku Eja sendiri merupakan salah satu desa pantai di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Adapun masyarakat di desa ini pada ummrnya bennatap encaharians ebagani elayan. Sernentarait u kesadaran masyarakaat kan pentingnyam engelolal ingkungan pantai denFn baik masih kurang serta masih rendahnya tinet{at pendidikan masyarakat pada umumnya berpengaruhte rhadapp engetahuanm erekat entangl ingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap dan perilaku masyarakadt i desat ersebut.P enelitiani ni termasukp enelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 100 kepala keluarga. Pengambilan data ifigunakan metode angket (kuisioner) sebagi data primer yang dibagikan ke setiap sampel penelitian. Teknik dokumentasijuga digunakan oleh peneliti sebagai data sekunder. Teknik analisis datayang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif denganm enggrmakanta bulasi funggal unfuk mengetahuib esamyap ersentasi. Kemudian untuk skoring digunakan skala Likert. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil sebagai berikut. Sikap masyarakat terhadapp engelolaanli ngkunganp antaim enunjukan2 9%osangatbaik,62%baIk, 9o/oc ukup baih 0% kurang dan 0%os angatk urang. Sedangkanp erilaku masyarakate rhadapp engelolaanl ingkungan pantai menunjukan l%os angatbark, 25o/obaik,60% cukup baik, 14% kurang baik dan 0% sangat kurang. Dari angka tersebut dapat dilihat untuk sikap masyarakat pada runumnya sudah baik dan untuk perilaku sendiri pada umumnyac ukup baik. Akan tetapi persentaspi erilaku masyarakat di bawah persentasi sikap, sehingga dalam hal ini menunjukan bahwa sikap masyarakat yang baik dalam kehidupan sehari-hari kurang diterapkan dalam berperilaku yang baik terhadap lingkungamya.

Pengembangan media slide audio pembelajaran biologi pokok bahasan pelestarian sumber daya alam hayati kelas I semester 2 di SMU Negeri 5 Malang oleh Novan Noor Andhika

 

ABSTRAK Noor Andhika, Novan. 2003. PengemhanganM edia Slide Audro l)embelajaranl liolog,i Pokok Rahasan Pelestarian Sumber Daya Alam Hayatt Kclas I Scmester 2 di SMU Negeri 5 Malang. Skripsi, JurusanT eknologi PendidikanF 'akultasll mu Pendidikan Universitas Negeri Malang. PembimbinS (I) H. lbrahim M.Sc, Pembimbing( II) Drs Dedi Kuswandi,M .Pd. I(ata Kunci : PengembangaMn edia Slide Audio PembelajaranB iologi Pokok Bahasan PelestarianS umberD aya Alam Hayati Kelas I Semester2 di SMU Negeri 5 Malang Slide merupakan salah satu media pembelajarn yang dapat dimanfaatkan untuk menyajikanm aterip elajaran.P enelitiani ni akan membahasp engembanganm edia slide sebagami edia pembelajaranB iologi di SMU Negeri 5 Malang. Berdasarkanh asil observasdi i SMU Negeri 5 Malang, dalam penyampaianm ateri pembelajaranb iologi pokok bahasarp elestarians umberd aya alam kurang efektif, karenag uru masih menggunakanm etodep embelajaranh anya denganc eramahs aja,u nruk ini pengembang membuata lternatif pemecahanm asalahp embelajaranm elalui upayap engembangan medias lide sebagaim ediap embelajaranP. engembanganin i bertujuanu ntuk menghasilkanm edia slide pembelajaranb iologi pokok bahsanp elestarians umberd aya alamh ayati kelas I semester2 untuk mencapait ujuan yang telah ditetapkan. Subjeku ji cobad alam pengembangans lide ini adalahs iswa SMU Negeri 5 Malangk elas I semester2 yang sedangm engikuti pelajaranb iologi. Pengumpuland ata menggunakanin strumenb erbentr* angketu ntuk ahli media materi dan audien.Untuk mengetahuhi asil belajars iswam enggunakane valuasid alam bentukp ree-testd an posttest. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data dari hasil validasi ahli media, ahli materid an audiena dalahp rosentaseS. edangkanu ntuk mengolahd atah asil belajar siswa digunakanu ji test T. llasil pengembangans lide ini memenuhik riteria valid yakni ahli mediad iperolehh asil 83,75o/oa,h li materi diperolehh asil 88,75%,d an audiend iperoleh hasil 85,125%s edangkand atah asil belajar siswa menunjukkanh asi thit'ng:3,048 bila dibandingkan denganh arga ttuu"pr ada taraf signifikan 0 ,Al : 2.4502 dan pada taraf sigrrifikan 0,05 : 1,6944, bila dibandingkan dengan to maka 3,048 > 2,4502 > 1,6944 dengand emikian hargat " dinyatakans ignifikan. Berdasarkanr umusanh ipotesisy ang telah ditetapkan maka thiturs> tbbelk arena ada perbedaany ang signifikan pada hasil belajara ntaras isway ang menggunakanm edia slide audio (ekspenmen)d engany ang tidak menggunakanm edia slide audio (pembanding).D eng;and emikian l-ll diterima dan H 0 ditolak, karenaa dap erbedaana ntaras ebelumd an sesudahm enggunakanm edia slide. Sarany ang dapatd iberikan antaral ain perlunyap engembanganm edias lide audio pembelajaranp okok bahasanb iologi pokok bahasanp elestarians umberd ayaa lam hayati (l) untukj urusan Teknologi Pendidikanh endalaryale bih membukad iri dengand unia luar denganc ara memperkenalkanm, engadakanp amerans ertam ernbuatr nediap ernbelajaran, khususnya media pembelajaran yang diharapkan dapat menambah wawasan bagi guru. (2) Unruk pengembangans elanjutnya,y ang berminatm engadakanp engembangans erupa, hendaknyap engembanganm edia slide audio tidak hanyad ikembangkand i SMU Negeri 5 Malang, tetapi dapat juga dikembangkan di SD, SLTP, SMU, SMK, BLK, Perguruan Tinggi, maupun yang lainnya" baik negeri maupuns wasta.Selainit u sarank hususu ntuk pengembangamn edia slide audio pembelajaranb iologi pokok bahasanp elestarians umber dayaa lam hayati ini, padab agian-bagiante rtentus upayal ebilr dijabarkand engan menambahkajnu mlah frame, atau pengambilano bjek lagi untuk lebih dikembangkan.H al ini terkait denganl uasnyao bjek penelitians ertas elalub erkembangnyail mu biologi. PengembangaMn edia Slide tidak hanyat erbatasp adam ateri pelajaranb iologi pokok bahasanp elesiarians umberdayaa lam hayati, tetapij uga dapatd ikembangkanju ga pada materi serta mata pelajaran yang lain, agar dapat membanfu guru mempermudah penyampaianm ateri pelajarand an memotivasis iswa dalam belajar.D engand emikian proses kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara efektif.

Lingkungan alami sekolah sebagai media belajar dalam peningkatan pemahaman konsep biologi pokok bahasan ekologi siswa kelas I semester II SMUN Gending Kabupaten Probolinggo oleh Mamik Suryaningsih

 

ABSTRAK SuryaningsihM, amik. 2003.L ingkunganA lami Sekolahs ebagaiM edia Belalar dalam PeningkatanP emahamanK onsepB ktlogi pokok Bohasan Ekologi Siswa Kelas I Semester II SMLIN I Gending Kabupaten Probolinggo. Pembimbing (I) Dra. Sunarmi, M.pd, (II) Drs. FatchuRr ohmanM. .Si. Kata-katak unci : tumbuhan sekitar, media belajar, peningkatanp emahaman, ekologi. SMTIN I Gending Kabupaten Probolinggo dipilih sebagai tempat penelitiank arenal etaknyas trategisd an alam sekitarnyay ang alami menunjang untukd imanfaatkanse bagalio kasip engamatadna lamp embelajaraenk ologi. Untuk dapat meningkatkanp emahamank onsep biologi pokok bahasan ekologi maka pada penelitian tindakan kelas ini dilakukan upaya memanfaatkan tumbuhans ekitars ekolahs ebagami ediab elajarnyap. enelitiant indakank elasi ni dilakukan dalam tiga siklus pembelajaranp ada tanggal3 l Maret - 30 April, masing-masings iklus diikuti dengant indakan refleksi. Subyek penelitiannya adalahs iswak elas l-1 SMUN I GendingK abupatenp robolinggoy angb erjumlah 40 orang. Hasil analisisd ata diperolehk eberhasilanb elajar pada siklus I sebesar 70%op, adas iklus II sebesa8r 5%, dan pada siklusI II sebesa9r 2,5o/oH. al ini menunjukkana danyap eningkatank onsepb iologi pokok bahasane kologi yang cukupb aik padas iswad ari siklus I, II dan siklus III, sehinggali ngkungana lami sekolahd apatd imanfaatkand alam peningkatanp emahamank onsepb iologi pokok bahasane kologip adas iswa. Berdasarkanh asil penelitian, maka dapat disarankanh al-hal sebagai berikut : (l) kepadap emerintahu, ntuk tidak membangung edunga tau bengunan lainnyad i tempat-tempatyangb isa digunakans ebagasi inau wisata,( 2)kepada guru-guruu ntuk meningkatkanp elatihanP TK (PenelitianT indakanK elas) agar mampu mengatasim asalahd alam prosesp embelajarannyad, an (3) para peneliti diharapkan untuk berminat meninjau aspek lain yang berkaitan dengan pemanfaatank eberadaantu mbuhan sekitar sekolah dalam pembelajaranb iologi sehinggad apatm emperkaykah asanahk eilmuwanm ereka.

Pengembangan media slide pembelajaran tata graha program keahlian akomodasi perhotelan kompetensi menyiapkan kamar tamu untuk siswa tingkat II semester 3 di SMK Negeri3 kelompok pariwisata Malang oleh Hery Maryanto

 

Salahs atum ediap embelajarayna ngd apatd igunakand and imanfaatkan Oafampi osesp onU"lujrin Ol setotani O6an meOias lide.B erdasarkahna sil "Utt"i"i di SMK Negerif Mahng tingkatI I semesterd3i dalamm enyampaikan r.t"i p"f":"t* tata-Grahag, urum engalamiframla1adna lamm emberikan contoh-contobhe ndas ebenamyyaa ngd igunakand alamp raktekt anpah arus dibawkae dalamke lass, elainit u siswam engalamkie sulitanm emahampie san yangte rfau verbalistikm, ateriy angb ersifata bstrak,.dapne nyampaiamn ateri y*g i,a* Aupadt iulangk embAi.U ntut itu pengembanmg empr'ryait erobosan taf,n p"rUeia.yaramne ]alupi engembangmane dias lidep embelajarasne, hingga Oif,ar' uit* dapatm eningta*an efemintasp rosesb elajarm engajadr i kelas. Pengembanga-enO la slidep embelajaraTna taG rahaK ompetensi Akomodasiperhoteiaunn tuks iswat ingkatI I serneste3r tersebudt isajikand alam satuk ali jam pelajaranp/ ert€muanT. ujuanp engemburgamn edias lide pembelajaraand alahu ntukm enyajikanri ngkasand ari suatup engamatayna ng panjang/lamdaa nm embergi ambaranya ngj elal tentangb enda-bendyaa ngs ukar Oi-utlt.rru langsungk arenau kurannyate rlalub esara taut erlaluk ecil. LangkahJangkdaahl amp engembangmane dias lidep embelajaradni,a ntaranya: (l) fuentifikaki ebutuhan(2, ) analisatujuapne mbelajara(n3,) pengembangan mataip embelajara(n4,) mengembangkaalna te valuas(i,5 ) menyusunna skah(,6 ) renyui* petunjukp emanfaata(n7,) produksi(,8 ) validasi(,9 ) revisid an peny.mpurnuan.suUi'etu.jicobapeirgembanganmediaslidepembelajaranTata bufiuu AoUns iswaS MK Negei3 Malangt ingkatI I semest€3r sebanya2k6 siswa yangd ibagid alamd uak elompoky aituk elompoke ksperimedna nk elompok pe-bandiog/k ontrol,m asing-masintge rdiri dari 13 siswa.I nstrumen p*go*potin datam enggunakaann gket( kuisioner)y ang{ rujicob.ao leha hli meOiaa, htl materi,a udienVs iswa.U nhrkm engukuhr asilb elajars iswa menggunakatens b obentukp ilihan gandab erupap re-tesd anp ost-tesd ari siswa kelonipoke ksperimedna ns iswak elompokp embandinagt auk ontrol.S edmgkan analisad atay angd igunakanu ntukm engolahd atad ari respondeanh li medi4 ahli materi,s iswi individuald ans iswak elompokk ecil menggunakatne knik persentasUe.n tukm engujih ipotesism enggunakaann alisisu ji t (t tes)d engan tarafs ignifikans5i %. onlasarkuurji coba/v alidasim edias lidep embeiajqany angd ilakukan lbti,aiu, ahlim aterid ans iswad iperolehh asils ebagabi erikut:a ttli 5o/oa hlim ater8t 7, 5o/qd ans iswain dividua8l 6,3%s ertas iswa kex:il88,2oD/oa.r ih asilp enelitiante rsebutb, erdasarkaknr iteriay ang nasing-tn6t1nm8e menuhki rit€riav alid' psnryn lemikian m{ia slide nao loiptt*titvtenlapkan Kamar Tamu untuk siswa tingkat II - I OapaOt igunaat nu ntrrk-prosebse lajarm enga.iartaiks ecarain dividual, ;;f rc.l r.ipun klasikal.A asil uji t menunjukkabna hwat r'itong = 2,569, fro*Jtutit* 'Oengan hargat tuuepra data rafs igrrifikan0 ,05= 2,064m, aka !t r. p*gtt OeriitlanH o ditolakk arenaa dap erbedaahna silbelajayra ng antra-siswak elompoke ksperimor( menggunakamn edias lide *) A*g siswa kelompok pembanding (tidak morggun"kq *:9:' ffiUUtit-i Artinyah asilb elajars isway angm enggunakamne dia slide lebih baik. Saranu ntukp eny€mpumaamne dias lidep embelajaraTna taG raha tensMi enyiapk"nfi mar Tamua dalatrs ebagabi erikut:I ) unhrks iswa' siiAep emUeUiaradna patd ijadikans ebagasi alahs atus umbebr elajaru ntuk ivasiie giatanUetaia2r), untukg rru,m edias lidep ernbelajarainni daryt @- r.tuiui mediaie mUelajarayna ngm emb*g Suryd alamm elaksanakan 6can p.tU-aajaran3,) wrtukk epalaS MK Negoi 3 YdTq, 9tp?!d lgtT*T. drgui l*r- pertimbangaunn tukp engadaapnu sats umberb elajard i sekolah4' ) .tu[ ptog".6ang, medias lidep embeiajaradna pald ijadikans ebagaai plikasi.. teorri tanio nsepd -dro poenc-auq produksi,e valuasid, anp e'anfaatanm edia penbelajarajn) , unt* iurusattT eknologiP endidikurU M, medias lide iemUehjaradna patd ijadikanb ahsr masukand alamm engembangkan-media pernbelajarbaang im atrasiswak,h ususnyau ntukM ataK uliahP engembangan ivtoOinuo tod anS Uae6, ) rurtr* masyarakadt,a patm enunjukkakne beradaan JurusaTne knologPi endidikans ebagapi engembanmg ediap embelajarayna ng . ;ttp"" po**iuu* produksi,v AiOaii,e valuasid, anp emanfaatamn ediau ntuk mengoptimattapnro seib elaSamr engajarb, aik pembelajaradni lingkungan peodOituofo rmaVsekoladtra nn on fomralb aik di instanspi emerintahm aupun swasta.

Hubungan antara tingkat pendapatan, pendidikan ibu, perawatan, gizi dan kondisi lingkungan perumahan dengan kualitas fisik balita di Kelurahan Karang Besuki Kecamatan Sukun Kota Malang oleh Yeni Asdaniah

 

Tingkat PendapatanP, endidikanl bu, PerawatanG' izi dan Kondisi LingkunganF erumahana dalahb eberapafa ktor yang erat kaitannyad enganK ualitas risit

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat morbiditas balita daerah aliran sungai brantas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang: sebagai evaluasi kesehatan masyarakat oleh Paridah

 

Tolak ukur kesehatan masyarakat salah satunya ditentukan tinggi rendahnya kesehatanb alita. Kesehatanb alita ini sangatd itentukano leh perilaku kesehatan masyarakat yang terkait dcngan pengguaan air benitr, pendidikan ibu, ling;kungan biofisik, pendapatank eluarga,d an jumlah anggotak eluarga.p endudukd i aliian sungai Brantas sangat rentan dengan keadaan di atas, sehingp perlu adanya diadakan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-falctor yang mempengaruhi tingkat morbiditas balita di daerah aliran sungai Brantas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga yang mempunyai anak balita. Penentuan sampel daerah oengan teknik purvosive sampting. Sedangkan menentukan responden di lapangan menggunakan te}ltik sistenotic random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara,/interviewd engan menggunakan kuesioner.A nalisis data denganm enggunakanta bulasi silang dan rcgresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita tingkat morbiditasnya termasuk rendah. Keadaan morbiditas balita tersebut mempunyai hubungan yang signifikan terhadap independenl variabte, baik terhadap masingmasing variabet maupun keseluruhan, yaitu: jumlah anggota keluarga" pendidikan ibu, pendapatan keluargas" umberairb enih dan lingkunganb iofisik.

Penerapan pembelajaran kooperatif model STAD untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika siswa SMAN 2 Malang tahun ajaran 2003/2004 oleh Siti Sya'idah

 

Guru SMAN 2 Malangd alamm elaksanakakne giatanb elajarm engajarfi sika menerapkamne todec eramahB. erdasarkaonb servasai wal,t emyatap enerapan metodtee rsebumt enyebabkapna ras iswak urangm endapakte sempataunn tuk mengembangkkaena tivitas.S elaini tu, siswaju ga kurangt erlibats ecarao ptimal dalamk egiatanp embelajaranH.a l ini merupakasna lahs atup enyebabku rangnya motivassi iswad alamb elajarH. asilo bservasai wald i SMAN 2 Malangju ga menunjukkaknu rangnyap erhatians iswat erhadapm aterip elajaranfi sika.H al ini tampakd ari seringnyas iswat erlambamt asukk e kelas.P erhatiansi swaju ga sering terpecashe lamak egiatanp embelajarabne rlangsungB.e rdasarkahna silw awancara dengagnu ruf isikad i SMAN 2 Malang,h asilb elajars iswajugac ukupr endah. Berdasarkapne rmasalahayna ngm unculd ilapangatne rsebutm, akam etodec eramah dianggapkr uangt epatu ntuk diterapkans ehinggap erlu dicari metodela in yangl ebih tepatU. ntuki tulah,p embelajarakno operatimf odelS TAD dicobad iterapkand an dianalisidsa mpaknytae rhadapm otivasid anh asilb elajarf isika siswa.Tujuadna ri penelitianin i adalahm endeskripsikapnro sesd anh asilp enerapapne mbelajaran kooperatifm odelS TAD dalamu payam eningkatkanm otivasid anh asilb elajars iswa. Peuelitianin i merupakapne nelitiank ualitatifd enganje nis penelitianti ndakan kelas( classrooma ctionr esearch)P. enelitianin i berlangsundga lamd uas iklus, yakni:s iklusI menggunakamna teriS tuktur Inti danR adioaktivitadsa nS iklusI I menggunakamna teriR eaksIi nti danT eknologNi uklir. Subyekp enelitiana dalah siswak elasI I-8 SMAN 2 Malang.P engumpuladna tam enggunakatenk nik wawancarao,b servaspi,r a-tesd anp asca-tesa,n gkedt anc atatanla panganT. ahaptahapd alamp enelitianin i meliputit ahapp rap enelitianp, elaksanaatinn dakan, analisisd atad anp elaporanh asilp enelitianT. eknika nalisisd atay angd igunakan adalahre duksdi ata,p aparand ata,p enarikank esimpuland,a nr efleksi. Berdasarkahna sila nalisisd atad anp embahasadna patd isimpulkanb ahwa pembelajarakno operatimf odelS TADy angd iterapkand apatm eningkatkamn otivasi danh asilb elajarf isika siswa.P eningkatamn otivasib elajarf isika siswad apatd ilihat darip eningkatasnk orm otivasis ebelump emberianti ndakand ans esudaphd mberian tindakany, aitu:s kors ebelumti ndakan3 .63d ans esudathin dakan3 ,77.J adi,t erjadi peningkatamn otivasis ebesa0r, 14a tau2 ,8 %. Peningkatahna silb elajarf isikad apat dilihatd arip eningkatasnk orr ata-ratap asca-tesP.a das iklusI skorr ata-ratap asca-tes adalah5 3,51s edangkapna das iklusI I sebesa6r 2,22.Dengadne mikiant edadi peningkatasnk orr ata-ratap asca-tesse besa8r, 71% . Secarau mum sarand alam penelitiani ni adalahs ebaiknyag uru mencoba menerapkapne mbelajarank ooperatif model STAD. Hal ini karenam odel pembelajaratenr sebutm erupakans alahs atum odel pembelajarany ang dapat

Tinjauan geografis terhadap lokasi pembangunan pasar besar Tuban oleh Lifti Hidayati

 

Pasarm erupakasnu atut empats entrabl agi masyarakadti .:tlit"Tl1^91* seuaibtu , totasip asahr aruste rletakd i suatute mpayt angm emungkinkapna rtlslpasl seiumlabhe sarp enduduiv" "tg i*iiUat. baik. sebagagi enjual pembeli d;ffi;;",;;fia;-iiuun saatin i scdangm embangupna sartesarP. asar besarin i nantinyat o.."p"["o putut p"tO"gangayna ng utamad i Kota Tuban' pembangunpaans airn i u"i[uiiuni enganf asilitarp ur".d i Tutany .anc,terbatlaosk,a si ;;;;t;tu ueihimpitana .tg"" r"t.s wisataa lim vangd ikemliangkasne rtat idak memadalai gi untukp "n!"n1i;ngonp. embangunapna sarb esarT. ubanb erlokasdi i il;";;; UaiatX .otafu Uan.U ntJk mengetahusei suatii daknyalo kasip embangunan pu*uiU".uT, ubanm akai" ttu aitututtot*inja,u1g eografidsa ril okasti ersebut' penelitianin l UJrtujuanu ntuk mininjau lokasi pembangunapna sarb esar Tuband i KotaT ubanP. eneiitiainn i dimaks'rdkaunn tukm engetahui: iD P;; b*ar Tubano lii":"" a.ti aspe\ geografisl;o kasi'j arak' pendudukd an aksesibilitasn(y2a), f esesuaialno kasip emUangunapna sabr esaTr ubanb erdasarkan i"t*ilJ*r pltut, trl Pengembangfaansi litas.pasbaer saTr uban' Jenisp eneliti""i ;; ;,g"iakan adalahp enelitiand eskriptief valuatidf engan analisisp rogramto lasts iliim i"nio*".i g"ogr"fr( SIG)d enganc ara.membandingkan lokaspi asabr esaTr ubanf fiun jol"ri-fi'tui alternatifD, atay angd iperlukaand alah jumtahK epatar eruargi i[f; ir;;;r"a, aksesibititajsa,r ak,k emiringalne rengd an lingkunga(ne nvironmen;tAi: -J;ta tersebukte mudiadni analisisse hinggdai peroleh skorm asing-maslionkga si. Hasil skoringm enunjukkabna hwap embangunapnT ar b:sar..ditinjadua ri aspekg eografil;o kasi,i" r"f.' ptJtauk dan'aksesiUititasnbyeara dad i urutank e-2 dari3 lokasyi ango ianaiisuk.u t"ng idealnya-lokapsei mbangunan-p.baessaarTr uban Vangte rletat'O[ia *asanr celurahaPi erbond ipengaruhoil ehj umlahp. enduduyka ng rendahd anl uasu r*u.r ut"rtipund emikians ecarau mumd apadt ikatakanlo kasip asar besarT uban.,rtu p pot.nri"itifu fasilitas-fasilitapse nunjang-seppeertni gadaanjalur angkutanko ta dan, "n.*u jalur lingkary ang.,mengtrubungpkaasna. r..besdaer ngan terminawl isatas elesai-d#g,r; O"ig- d"tikianiarany angb isad iberikaunn tuk p"*".intutt Kota Tuban ada=lashe geram enyelesaikapne mbangunapna sarb esar iou* a* fasilitas_fasilitpaesn uqiansge suadi engayna ngt elahd irencanakan.

Analisis desain logo cooperative identity PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia dalam rangka Hari Ualang Tahun ke 13 oleh Devi Kurnia

 

Kualitas air sumur penduduk di sekitar daerah pembuangan sampah Dusun Supit Urang Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang oleh Sofia Wilda

 

Pembuangan sampah akhir yang berada di daerah Dusun Supit Urang merupakan tempat pembuangan sampah terbesar di Kota Malang. Lindi sampah tersebut akan meresap ke dalam air tanah dan kemudian masuk kedalam sumur penduduk. Hal itu mempengaruhi kondisi kualitas air iumur yang berada di sekitarnyaS. edangkana, ir sumur sebagasi umbera ir bersih bagi masyarakaht arus mempunyai kadar kualitas yang layak sebagai air minum. Latar belakang tersebut memunculkanp ermasalahanya ng dirumuskans ebagabi erikut.(1) bagaimanak ualitas air sumur di wilayah Dusun Supit Urang Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun kota Malang, (2) apakah kualitas air sumur memenuhi standar baku mutu air minum, khususnya di sekitar daerah pembuangan sampah Dusun Supit Urang Kelurahan MulyorejoK ecamatanS ukunK ota Malang. Penelitian ini bertujuan: (l) untuk mengetahui kualitas air sumur di sekitar tempat pembuangans ampahd i daerahS upit Urang KelurahanM ulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang, (2) untuk mengetahui kualitas air sumur di sekitar daerah pembuangans ampahb aik secarau nsur fisika maupunu nsur kimia yang terkandung dalam air sumur di Dusun Supit Urang Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian laboratoris, yaitu mengukur unsur-unsur fisik dan kimia yang terdapat dalam air sumur penduduk. Unsur kimia logam seperti Sulfat (SOq'-), Besi (Fe), Nitrit ( NOr), Kesadahan (CaCO3), ZatOrganik (KmnOa) di uji di laboratorum. Sampel air sumur diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan dengan metode survei, sampel air diuji laboratoriumJ asa Tirta. Analisis data dilakukan secarad eskriptif persentasey, aitu untuk memperoleh gambaran tentang kualitas air sumur penduduk di sekitar daerah Supit Urang. Hasil uji laboratorium dibandingkan dengan standar baku mutu air yang ditetapkanD epartemenK esehatanR L Hasil penelitian ini menunjukkan. Kualitas air sumur di sekitar daerah pembuangasna mpaha dalahS uhu( 25,3"), Zat padatt erlarut( TDS) ( 176,8-163,2' 196,8m gnQ,K ekeruhan( 0,2 - 0,5 - 0,1 SkalaN TU), Kesadahan(C aCO') 104-100- rc3 mgh" Sulfat (SO+'-)1 ,34-1,45-1,39m gtt Nitrit (NOr) <0,02 mg/lt, Besi (Fe) 2,19-1,56-0,94 mdl! Zat organik (KMnO4) <0,1 mg/lt, standar baku mutu d"qgan penentu kualitas aimyu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 |