Analisis pengaruh rasio kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas terhadap penyaluran kredit pada bank umum di Indonesia (periode 2010-2013)

 

Uji hedonik pilus substitusi jengkol dengan perlakuan awal perebusan menggunakan air abu gosok / Ninda Febrianti

 

ABSTRAK Febrianti, Ninda. 2016. UjiHedonikPilusSubsitusiJengkoldenganPerlakuanAwalPerebusanMenggunakan Air Abu Gosok. TugasAkhir, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. NunungNurjanah, M.Kes. (II) Dra. TetiSetiawati, M.Pd. Kata kunci :Jengkol, Pilus, PilusJengkol, Abu Gosok Jengkolmerupakansalahsatujenissayuranyang didalamnyabanyakterkandungzat penting, salahsatunyaadalahprotein. Kadar protein dalam biji jengkol melebihi kadar protein dalam tempe, namun karenabau yang tidaksedapjengkoljarangdikonsumsi.Baujengkolsebenarnyadapatdikurangi, meskibaunnyabelumbisadihilangkansamasekali. Salah satu cara menghilangkan bau jengkol adalah dengan menggunakanabu gosok karena banyak mengandung mineral. Padapenelitianinijengkoldiolahmenjadimakananringanyaitupilusjengkol.Pembuatanpilusjengkoldiharapkanmenjadiprodukbaru yang akandikenalmasyarakatsebagaimakananringan yang sehatbagitubuh.Penelitianinibertujuanuntukmendapatkanformulasi yang tepatdalampembuatanpilusjengkol, mengetahuitingkatkesukaanpanelisterhadapwarna, rasadanteksturpilusjengkol, sertamengetahuihargajualprodukpilusjengkol.Panelisterdiridari 70 orang panelisagakterlatih, yaitu S1Pendidikan Tata Boga 2012 dan D3 Tata boga 2013. Ujikesukaanpanelisterhadappilusjengkoldilakukandengancaramemberisampelprodukdandilanjutkanmengisiangketujikesukaan. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwawarnapilusjengkoldisukaipanelissejumlah 27 orang (38,6%), rasa pilusjengkoldisukaipanelissejumlah 35 orang (50%),danteksturpilusjengkoldisukaipanelissejumlah17 orang (24,2%).Berdasarkanhasilanalisis data tersebut, diperolehkesimpulanhasilsebagaiberikut.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaformulasi yang tepatpadapembuatanpilusjengkoladalahformulasipadaujicobaketigadenganmenggunakanjengkolsebesar 40%dengantepungtapiokasebesar 60%, Panelis yang sukapadawarnapilusjengkolsebanyak 38,6%, rasa pilusjengkolsebanyak 50%, teksturpilusjengkolsebanyak 24,2% danhargajualpilusjengkollebihmahaldibandingkanhargapilusbiasa (tanpamenggunakanjengkol) padaumumnya. Pada penelitian ini caramenghilangkanbaupadajengkolmenggunakanabugosok, makadisarankanpadapenelitiselanjutnyauntukmenggunakancara yang berbeda. Bagimasyarakatpilusjengkolinidapatdijadikansebagaipeluangusahaberbahandasarpanganlokal, agar jengkollebihdikenalolehmasyarakatluas, namun disarankanuntukmenggunakanmesinpencetakpilus agar bentukpilusseragamdanlebih memperhatikan ukuranpilussekaligoreng agar warnapilus jengkol sama rata.

Peningkatan kemampuan menyimak siswa kelas III SDN Merjosari 02 Malang dengan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual / Muhamad Rozi Iskandar

 

Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Monica Djoehana D. Oka, MA, (2) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd Kata kunci: sekolah dasar, kemampuan menyimak, teknik membuat catatan, bimibingan guru, media audiovisual. Menyimak adalah salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting, disamping membaca, berbicara, dan menulis yang diajarkan di Sekolah Dasar (SD). Dalam komunikasi sehari-hari kegiatan menyimak mencapai 50%, berbicara 25%, membaca 15%, dan menulis 10%. Lebih dari pada itu, komunikasi tidak akan dapat berlangsung dengan lancar tanpa keterampilan menyimak. Berdasarkan informasi awal yang didapatkan terungkap bahwa dalam pembelajaran menyimak di kelas III SDN Merjosari 02 Malang terdapat tiga permasalahan yaitu masih belum maksimalnya nilai menyimak siswa yang hampir 50% masih di bawah KKM, pembelajaran belum memanfaatkan media, dan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru tidak efektif dan efisien untuk membimbing siswa mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap secara aktif sehingga siswa kesulitan memahami isi cerita. Oleh karena itu, layak dilakukan penelitian tindakan kolaboratif dengan guru kelas untuk menerapkan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas III SDN Merjosari 02 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan kemampuan menyimak siswa kelas III SDN Merjosari 02 Malang dengan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Masing-masing siklus meliputi beberapa tahap (1) tahap prasimak, (2) tahap saatsimak, (3) pascasimak, dan (4) evaluasi pembelajaran. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang disusun dalam siklus daur ulang yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Proses pelaksanaan penelitian ini bersifat kolaboratif-partisipatoris yaitu kerjasama antara peneliti dan guru kelas sebagai praktisi lapangan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan non tes. Instrumen tes berupa lembar soal dan handout berupa naskah cerita yang sudah dikosongkan beberapa bagian tertentu untuk kemudian dilengkapi siswa, sedangkan instrumen nontes berupa lembar observasi, lembar catatan lapangan aktivitas siswa dan guru, pedoman wawancara, dan dokumentasi foto. Proses peningkatan kemampuan menyimak pada tahap prasimak dalam penelitian ini dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Pada tahap saatsimak menunjukkan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual dapat meningkatkan antusiasme, kesungguhan dan perhatian siswa pada cerita yang disimak. Pada tahap pascasimak pelaksanaan pembelajaran difokuskan pada penyimpulan pembelajaran, evaluasi dan refleksi proses dan hasil pembelajaran. Siswa sangat antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru. Peningkatan antusiasme siswa sangat signifikan pada siklus II. Hal ini diketahui dari hasil rekaman observasi, catatan aktivitas guru dan siswa, wawancara, dan dokumentasi foto. Adapun peningkatan kemampuan menyimak cerita dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I kemampuan siswa mencatat hal-hal penting dalam cerita mencapai nilai rata-rata 80 dengan kategori sangat baik (SB) dan kemampuan siswa mengomentari tokoh-tokoh cerita mencapai nilai rata-rata 74,6 dengan kategori baik (B). Pada siklus II terjadi penigkatan yang signifikan pada kemampuan siswa mencatat hal-hal penting dalam cerita yaitu mencapai nilai rata-rata 90,92 dengan kategori sangat baik (SB) dan kemampuan siswa megomentari tokoh-tokoh cerita mencapai nilai rata-rata 95,45 dengan kategori sangat baik (SB). Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disarankan kepada (1) kepala sekolah agar memberikan fasilitas yang memadai untuk menunjang pembelajaran menyimak di kelas, (2) guru SD agar menggunakan teknik membuat catatan atas bimbingan guru melalui media audiovisual sebagai salah satu alternatif teknik pembelajaran menyimak cerita di SDN Merjosari 02 Malang khususnya, di SD lain umumnya, (3) kepada peneliti lain agar melakukan penelitian baru yang sejenis dengan menggunakan teknik pembelajaran yang berbeda.

Suatu penelitian pustaka tentang pengenalan bilangan pecah dan operasinya pada tingkat sekolah dasar
oleh Nikendari

 

Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan pada siswa kelas III SDN Mergosono II Malang / Sriyati

 

Kata-kata Kunci: Media Gambar Seri, Menulis, Karangan. Masalah mendasar yang dikeluhkan guru kelas II SDN Mergosono II pada pembelajaran Bahasa Indonesia adalah rendahnya kemampuan menulis siswa, terutama pada pembelajaran menulis karangan.Hal tersebut ditandai antara lain oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menemukan ide yang akan dituliskannya ke dalam bentuk karangan sehingga karangan yang ditulisnya hanya seadanya, biasanya hanya terdiri atas 4-5 kalimat. Peneliti menggunakan gambar seri sebagai media pembelajaran karena gambar seri baik sekali untuk dijadikan media pembelajaran karena gambarnya sederhana, menarik dan langsung selesai. Hal ini sesuai dengan sifat anak kelas III yang berusia rata-rata 9 tahun. Pada tahap ini, anak mulai melakukan identifikasi terhadap tokoh tertentu yang menarik perhatiannya. Selain itu gambar seri juga berfungsi sebagai sarana berpikir anak. Sebab dengan melihat gambar, fantasi dan daya cipta anak akan berpikir sesuai alur cerita dalam gambar seri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan penggunaan media gambar seri pada pembelajaraan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas III SDN Mergosono II Malang, (2) mendiskripsikan apakah penggunaan media Gambar Seripada pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meninngkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas III SDN Mergosono II Malang. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat fase: (1) penyusunan perrencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Pengumpulan data dengan tehnik: (1)observasi, (2)wawancara, (3)catatan lapangan, dan (4) dokumen sedangkan instrument pe gumpulan data berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, pedoman catatan lapangan dan instrument penugasan. Dari hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti diperoleh data bahwa penggunaan media gambar seri terbukti mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mennulis karangan. Pada siklus I pertemuan ke-1 nilai rata-rata kemampuan siswa menulis karangan mencapai 72,1. Pada pertemuan ke-2 meningkat menjadi 75,8. Pada siklus II pertemuan ke-1 nilai rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan mencapai 77,9 sedangkan pada pertemuan ke-2 nilai rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan meningkat menjadi 82,0..

Pembuatan busana khusus "Angel of Toraja" dengan menggunakan teknik smock modifikasi / Nina Enjelia

 

ABSTRAK Enjelia, Nina. 2016. Pembuatan Busana Khusus “Angel of Toraja” dengan Menggunakan Teknik Smock Modifikasi. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., (II) Rudi Nurdiansyah, S.T., M.T., Busana Khusus ini diberi judul “Angel of Toraja” karena menggambarkan manusia yang harus bekerja cepat, tepat waktu, disiplin, dan terampil serta memadukan unsur kebudayaan Toraja dengan mengambil bentuk atap rumah Tongkonan. Menggambarkan manusia yang memiliki sayap dengan busana yang memiliki detail unik. Angel of Toraja merupakan busana two piece yang terdiri dari mini dress dan aksesoris kerangka besi. Proses pembuatannya menggunakan creative fabric berupa smock modifikasiyang membentuk motif khas Toraja yaitu Paqambo Uai. Pembuatan smock modifikasidibuat dengan cara menjepit garis-garis yang sudah dijahit terlebih dahulu dengan menggunakan benang senar menjadi bentuk yang diinginkan. Hasil jadi yang dihasilkan berupa mini dress berwarna gold full creative fabric dan mempunyai aksesoris kerangka besi yang berbentuk atap rumah Toraja yang terbalik. Kerangka besi terbuat dari besi ringan yang dibentuk dengan cara di las. Smock modifikasi dibuat terlebih dahulu dengan menjahit lurus kain berjarak 9 cm sepanjang panjang dress yang diinginkan sebelum memotong bahan, lalu dilakukan proses pressing dengan posisi hasil jahitan berada diposisi dua garis hasil jahitan. Perawatan busana sebaiknya jangan dilipat karena akan merusak smock modifikasinya. Cukup digantung pada hanger dan dimasukkan kedalam cover jas agar tidak ada debu yang menempel pada lipatan busana. Mencuci busana dengan teknik dry clean (pembersihan kering atau tanpa air). Kata Kunci: Smock Modifikasi, Angel of Toraja, Budaya Toraja

Pengembangan media pembelajaran digital pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan untuk siswa SMA kelas XI / Fatchiyatun Ni'mah

 

Kata Kunci: Media Pembelajaran, media pembelajaran digital, kelarutan dan hasil kali kelarutan Pembelajaran kimia dilaksanakan dengan memperhatikan tiga aspek penting, yaitu aspek makroskopis, mikroskopis dan simbolik. Penyampaian materi kimia yang bersifat mikroskopis seringkali menggunakan analogi maupun penyederhanaan. Namun, penyederhanaan konsep yang tidak dapat mewakili konsep secara keseluruhan dapat menimbulkan miskonsepsi bagi siswa. Pembelajaran yang terpaku dan bertumpu pada buku teks dan media dengan penyajian materi secara informatif dan bersifat verbal dirasa belum mampu membantu siswa untuk mengkonstruk pengetahuan yang mereka bangun. Salah satu sumber belajar yang dapat digunakan untuk membelajarkan siswa mengenai konsep kimia yang bersifat mikroskopis adalah media pembalajaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis komputer yang menarik, interaktif, mudah dipahami dan dapat digunakan oleh siswa secara mandiri atupun digunakan oleh guru untuk membelajarkan siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan serta untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan serta untuk mengetahui kelayakan media yang dihasilkan. Penelitian pengembangan menggunakan rancangan model pengembangan Dick & Carey yang telah disesuaikan. Pengembangan dilaksanakan dalam 6 tahap, yaitu (1) mengidentifikasi masalah, (2) mengembangkan strategi pembelajaran, (3) pengembangan media pembelajaran, (4) uji validasi, (5) revisi media pembelajaran, (6) produksi media pembelajaran. Uji validasi isi dilaksanakan oleh 2 dosen kimia UM dan 3 guru kimia SMA. Subyek dalam uji coba terbatas adalah siswa kelas XI SMA yang telah menerima materi kelarutan dan hasil kali kelarutan sebelumnya. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung rata-rata skor, kemudian dikategorikan ke dalam empat kriteria. Hasil penelitian pengembangan berupa berupa soft file media pembelajaran digital yang dikemas dalam CD dan dilengkapi dengan program auto run. Media pembelajaran digital yang dihasilkan memiliki 4 bagian utama, yaitu cover, pendahuluan, materi dan evaluasi. Media pembelajaran yang dikembangkan bersifat interaktif, dapat diakses secara runut, yaitu dari kiri ke kanan ataupun secara acak sesuai dengan kebutuhan pengguna, disajikan 4 pilihan musik klasik dan disajikan materi pengayaan. Berdasarkan hasil analisis data uji validasi, diperoleh nilai rata-rata skoring 3,6 yang memenuhi kriteria sangat layak dan nilai rata-rata skoring 3,25 untuk uji coba terbatas dengan kriteria layak. Media hasil pengembangan dapat dimanfaatkan untuk membantu guru dalam membelajarkan siswa maupun sebagai sumber belajar mandiri bagi siswa. Saran untuk pengembangan produk lebih lanjut yaitu pelaksanaan uji empirik terhadap media yang dikembangkan agar dapat diketahui keefektifan media

Residu kuadrat kebalikan kuadrat dan simbol jacobi
oleh Ridha Susanti

 

Penerapan fungsi bernilai vektor dalam hukum Kepler dan gravitasi
oleh Ulfa Hadiana

 

Peningkatan kemampuan membaca puisi siswa dengan menggunakan metode modeling di kelas 3 SDN oro-oro Ombo Kulon I Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan / Rizky Rahmaniah

 

ABSTRAK Rahmaniah, Rizky. 2016. Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi Siswa dengan Menggunakan Metode Modeling di Kelas 3 SDN Oro-Oro Ombo Kulon I Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. H. Sjafruddin A. R, S.Pd, M.Pd. (2) Dr. H. Muhana Gipayana, M.Pd Kata Kunci: Peningkatan, membaca puisi, metode modeling, SD Menurut pengamatan dan wawancara yang dilakukan peneliti masalah yang dihadapi guru dalam pembelajaran puisi yaitu, kurangnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, guru masih belum menemukan cara mengajar bahasa Indonesia dengan menarik, sulitnya memahami puisi bagi siswa, kurangnya pemberian contoh pembacaan puisi yang diberikan guru, dan siswa tidak aktif dalam pembelajaran.Tujuan penelitan ini untuk mendeskripsikan penggunaan metode modeling untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi siswadan juga mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca puisi siswa dengan metode modeling di kelas 3 SDN Oro-Oro Ombo Kulon I Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi guru dan siswa, dan lembar penilaian untuk membaca puisi yang dilakukan oleh siswa. Tahap penelitian ini dilakukan dengan melakukan pratindakan, pelaksanaan tindakan siklus I dan pelaksanaan tindakan siklus II.Setelah melakukan penelitian dengan beberapa tahappada siklus I dan siklus II berselisih 134 dan rata-rata skor akhir 18,42 dengan kulifikasi baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh bahwa penggunaan metode modeling dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi membaca puisi dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa kelas 3 SD.Tahap dalam metode modeling ini dilakukan dengan empat tahap dalam setiap siklus. Saran yang dapat diberikan yaitu:dalam pembelajaran melalui metode modeling, jika memang guru kesulitan menemukan seorang ahli, maka bisa disarankan menggunakan video ataupun audio jika yang diperlukan hanya sebatas suara seperti pembacaan berita, guru setidaknya melatih keterampilan membaca puisi dengan baik dan benar,sehingga guru tidak memerlukan model untuk mengajar dalam materi membaca puisi;pemberian motivasi yang dilakukan pihak guru maupun sekolah untuk tetap memotivasi siswa agar dapat membaca puisi dengan baik dan benar. Dalam memberikan motivasi sekolah dapat melaksanakan lomba-lomba puisi antar kelas pada hari-hari peringatan nasional.

Topologi pada bilangan real
oleh Nurul Wafiyah

 

Peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan 3M pada kelompok B1 TK negeri Pembina Kepanjenkidul Kota Blitar / Restu Nur Cholidah

 

ABSTRAK Cholidah, Restu. 2016. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan 3M Pada Kelompok B1 TK Negeri Pembina Kepanjenkidul Kota Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Lilik Bintartik, M.Pd, (2) Dra. Sutansi, M.Pd. Kata kunci: peningkatan, motorik halus, kegiatan 3M Penelitian ini berlatar belakang pada rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B1 di TK Negeri Pembina Kepanjenkidul Kota Blitar pembelajaran melipat, menggunting, dan menempel. Hal ini disebabkan karena anak mengalami kesulitan pada saat diberi tugas yang mengharuskan melewati tahap melipat, menggunting, dan menempel. Kesulitan siswa timbul karena guru tidak memberikan contoh langkah-langkah kegiatan dari awal.Berdasarkan kenyataan di lapangan, peneliti mencoba mengatasi permasalahan dalam usaha mengembangkan kemampuan motorik halus anak dalam berolah tangan. Dengan pelaksanaan 3M diharapkan anak dapat lebih terampil.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui dan mendeskripsikan penerapan 3M dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B1 dan 2) Mendeskripsikan peningkatan keterampilan motorik halus anak kelompok B1 di TK Negeri Kepanjenkidul Kota Blitar melalui penerapan 3M. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembarobservasiaktivitas guru dan anak, lembar observasi kemampuan motorik halus anak, dokumentasi berupa foto, dan catatan lapangan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan subjek sebanyak 20 anak, terdiri dari 11 anak perempuan dan 9 anak laki-laki. Penerapan 3M dilaksanakan sesuai dengan RPPH dan langkah-langkah yang disesuaikan dengan kondisi sekolah serta kemampuan anak agar anak merasa nyaman ketika melakukan kegiatan 3M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan motorik halus anak. Peningkatan klasikal pada siklus I dengan nilai rata-rata 61,87 dan pada siklus II nilai rata-rata kelasnya sudah mencapai 80,62. Begitu juga dengan persentase ketuntasan klasikal. Pada siklus I ketuntasan klasikalnya hanya 57,5% sedangkan pada siklus II ketuntasan klasikalnya sudah mencapai 90%. Jadi dari siklus I ke siklus II persentase ketuntasan klasikalnya sudah mengalami peningkatan sebesar 32,5%. Berdasarkan hasil analisa penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan 3M dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus pada anak. Disarankan pada lembaga dan pendidik untuk menerapkan kegiatan 3M untuk mengembangkan kemampuan motorik halus pada anak usia dini.

Studi tentang pemberian tes formatif persub pokok bahasan dan pemberian tes formatif per pokok bahasan pada geometri di SMP Negeri I Bangkalan
oleh Endang Julistini

 

Geometri netral dan kajian postulat kesejajaran euclide
oleh Widayat

 

Selesaian sistem kongruensi linier berbantuan komputer
oleh Mohammad Aliyuddin Muradi

 

Isolasi gen asymetric leaves1 (AS1) pada brokoli (Brassica oleracea L. var. Italica Plenck) / Pratiwi Prananingrum

 

Kata-kata kunci: Brokoli, gen ASYMMETRIC LEAVES1 Brokoli (Brassica oleracea L. var. Italica Plenck) dibudidayakan dan dikonsumsi sebagai sayuran di Indonesia. Tanaman ini mengandung senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan, misalnya: sulphoraphane dan erucine yang diketahui sebagai agen pencegah kanker. Budidaya Brokoli di Indonesia menghadapi kendala, terutama pengendalian patogen. Gen ASYMMETRIC LEAVES 1 (AS1) diketahui berperan sebagai regulator resistensi fungi dan bakteri. Gen ini berperan sebagai regulator positif resistensi patogen bakteri sedangkan pada fungi berperan sebagai regulator negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi gen AS1 dari Brassica oleracea L. var. Italica Plenck. Gen AS1 diisolasi dari Brokoli menggunakan metode amplifikasi Polymerase Chain Reaction (PCR). Primer yang digunakan mengacu pada primer untuk amplifikasi gen ASYMMETRIC LEAVES1/ROUGH SEATH2/PHANTASTICA (ARP) pada anggota sub famili Ruschioideae dengan beberapa modifikasi berdasarkan conserve region pada multiple alignment gen AS1 dari Arabidopsis thaliana (A. thaliana) dan RS2 dari Zea mays (Z. mays). Primer yang digunakan adalah Forward 5’-GTTAGGVAAGTGGTGGGAAGT-3’ dan reverse 5’-CCATTGATCAGCCARYTTCTG-3’. Sekuen yang diperoleh dianalisis menggunakan program DNA baser untuk memperoleh consensus sequence, SIXFRAME untuk mengetahui reading frame, dan Clustal W untuk alignment determinasi dan analisis asam amino. Dari hasil penelitian ini diperoleh sekuen gen AS1 sepanjang 610 pasang basa yang merupakan bagian tengah gen AS1. Berdasarkan alignment dengan AS1 dari A. thaliana dan C. hirsuta diketahui 295 pasang basa upstream dan sekitar 127 pasang basa downstream belum teramplifikasi, sedangkan berdasarkan alignment dengan Z. mays RS2 diketahui 295 pasang basa upstream dan sekitar 148 pasang basa downstream belum teramplifikasi, dengan demikian gen yang telah terisolasi adalah AS1 partial sequence. Desain primer upstream dan downstream masih diperlukan untuk memperoleh sekuen utuh AS1 dari B. oleracea L. var. Italica Plenck.

Peningkatan kemampuan mendeskripsikan benda secara tertulis melalui media gambar siswa kelas II MI Miftahul Huda 1 Manaruwi Bangil / Istiqomah

 

Kata Kunci: Mendeskripsikan benda, tertulis, media gambar. Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisa. Tujuan penulisan skripsi ini adalah: (1) Mendeskripsikan penggunaan media gambar dalam meningkatkan kemampuan mendeskripsikan benda dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas II MI Miftahul Huda. (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam mendeskripsikan benda secara tertulis dengan menggunakan media gambar pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II MI Miftahul Huda 1. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus memerlukan waktu 4 x 30 menit.Tehnik pengumpulan data yang digunakan antara lain: observasi, Wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mendeskripsikan secara tertulis melalui pemanfaatan media gambar dengan peningkatan 9% pada siklus I dibandingkan dengan nilai pratindakan, dan peningkatan 6,6% pada siklus II. Dengan identifikasi gambar secara teliti didukung kemampuan siswa mendeskripsikan benda secara tertulis dan bimbingan guru selama kegiatan berlangsung maka terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa kelas II MI Miftahul Huda. Untuk membantu siswa mendeskripsikan benda sebaiknya guru memanfaatkan gambar dalam pembelajaran mendeskripsikan benda agar kemampuan siswa dapat meningkat.

Keterhubungan pada ruang topologi
oleh Bekti Widodo

 

Pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI LM Ekonomi di SMA Negeri 1 Singosari semester gasal tahun ajaran 2015/2016 / Rengga Fernando

 

ABSTRAK Fernando, Rengga. 2016. Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah dan Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Semester Gasal Kelas XI LM Ekonomi SMA Negeri 1 Singosari Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardono, M.Si (II) Drs. Prih Hardinto, M.Si Kata Kunci : Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah, Disiplin Belajar, Hasil Belajar Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di SMA Negeri 1 Singosari permasalahan yang ditemukan peneliti di kelas XI LM Ekonomi yaitu rendahnya hasil belajar, masih banyak ditemukan nilai siswa pada mata pelajaran ekonomi yang di bawah KKM. Hal ini terjadi karena masih rendahnya tingkat pemanfaatan perpustakaan sekolah dan disiplin belajar siswa. Pemanfaatan perpustakaan sekolah sangat penting dilakukan oleh siswa secara maksimal agar mereka tidak mengalami kesulitan untuk memperoleh sumber belajar sehingga hasil belajar yang diperoleh juga optimal. Begitu pula dengan disiplin belajar, sikap disiplin dalam belajar harus terbiasa dilakukan oleh siswa agar kegiatan belajar mereka berjalan dengan baik. Padahal secara teori pemanfaatan perpustakaan sekolah dan disiplin belajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini adalah bentuk penelitian kuantitatif dengan jenis eksplanasi. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi semester gasal siswa kelas XI LM Ekonomi SMA Negeri 1 Singosari tahun ajaran 2015/2016 (2) pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi semester gasal siswa kelas XI LM Ekonomi SMA Negeri 1 Singosari tahun ajaran 2015/2016 (3) pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi semester gasal siswa kelas XI LM Ekonomi SMA Negeri 1 Singosari tahun ajaran 2015/2016. Populasi dalam penelitian ini sebesar 89 siswa dari 3 kelas XI LM Ekonomi yang kemudian pengambilan sampelnya menggunakan teknik Proportional Random Sampling dengan menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh 73 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS For Windows 16 dengan taraf signifikasi sebesar 0,05. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI LM Ekonomi SMA Negeri 1 Singosari (2) terdapat pengaruh yang signifikan disiplin belajar terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI LM Ekonomi SMA Negeri 1 Singosari (3) terdapat pengaruh yang signifikan pemanfaatan perpustakaan sekolah dan disiplin belajar terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI LM SMA Negeri 1 Singosari. Hasil belajar dalam penelitian ini adalah nilai UTS pada semester ganjil tahun ajaran 2015-2016. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Pihak sekolah khususnya pengelola perpustakaan sekolah diharapkan dapat mempermudah siswa dalam proses peminjaman buku-buku atau artikel yang ada di perputakaaan dan lebih melengkapi buku-buku maupun artikel yang sesuai dengan kebutuhan siswa. (2) Guru diharapakan menanamkan sikap disiplin pada saat proses pembelajaran dengan cara meningkatkan tata tertib di kelas agar pembelajaran berjalan secara kondusif dan memberi sanksi yang tegas bagi siswa yang melanggar disiplin belajar pada saat pembelajaran (3) Sebagai implikasi dari penelitian ini, diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk mengkaji secara mendalam lagi terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa karena kemungkinan banyak faktor lain yang besar pengaruhnya terhadap hasil belajar.

Kemampuan menyelesaikan soal verbal siswa kelas II SMP di Kotamadya Malang
oleh Achmad Kusaeri

 

Pembuatan busana pesta wanita berbahan black denim dengan aplikasi rajutan berbentuk bunga rosette / Laili Triwidiya

 

Kata Kunci: Busana Pesta, Black Denim, Aplikasi Rajutan, Bunga Rosette. Busana mempunyai hubungan yang erat dengan manusia. Busana berfungsi untuk memenuhi rasa keindahan, dan menambah rasa percaya diri pada sipemakai. Salah satu jenisnya adalah busana pesta. Busana pesta merupakan busana yang digunakan untuk acara pesta baik yang bersifat formal, semi formal, maupun nonformal Pembuatan Tugas Akhir ini, penulis merancang busana pesta wanita dengan hiasan aplikasi rajutan berbentuk bunga rosette yang dirangkai dengan daun. Bahan yang digunakan adalah denim berwarna hitam. Denim merupakan simbol gaya hidup barat yang diadaptasi secara luas sehingga karyanya dapat menembus seluruh lapisan masyarakat diseluruh penjuru dunia. Agar terkesan lebih indah, penulis memberikan sentuhan aplikasi rajutan berbentuk bunga rosette yang dirangkai dengan daun dibuat dengan perpaduan warna merah, kuning, ungu, dan hijau. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah ingin menampilkan suatu produk yang menggunakan teknik rajutan dengan bahan benang katun yang diaplikasikan pada denim berwana hitam. Manfaat dari hasil Tugas Akhir ini dapat dijadikan sumber inspirasi dalam bidang pembuatan busana pesta dengan model gaun A-Line yang terdiri dari satu potongan (one peace) Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 152.500. Hasil yang diperoleh dari pembuatan busana pesta ini adalah berupa busana pesta wanita dengan hiasan aplikasi rajutan dari bahan denim berwarna hitam yang dikombinasi dengan kain jala berwarna hitam polos sehingga dapat menciptakan kesan feminim, mewah, dan glamour ditambah aksesoris bandana rajutan. Saran yang dapat diberikan adalah pada setiap pengerjaan harus dikerjakan secara urut sesuai dengan prosedur pembuatan busana pesta wanita sehingga sproduk akan selesai tepat waktu.

Polinomial dengan koefisien kompleks
oleh Luk Asliyah

 

Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan insider ownership terhadap nilai perusahaan melalui Dividend Payout Ratio (DPR) (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode tahun 2012-2014) / Risdiani Ekaning Handari

 

ABSTRAK Handari, R.E. 2015. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Insider Ownership terhadap Nilai Perusahaan melalui Dividen Payout Ratio (DPR) (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2014). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ely Siswanto, S.Sos., M.M, (II) Trisetia Wijijayanti, S.E., M.BA. Kata Kunci : Nilai Perusahaan, Debt to Equity Ratio, Insider Ownership dan Dividend Payout Ratio Tujuan utama perusahaan yaitu untuk meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan akan tercermin dari harga saham perusahaan bagi perusahaan yang menerbitkan sahamnya di pasar modal. Penyerahan wewenang pemilik perusahaan pada pihak profesional untuk melakukan pengelolaan perusahaan menimbulkan konflik kepentingan antar stakeholder. Hal tersebut dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Beberapa cara untuk mengurangi konflik kepentingan yaitu dengan upaya peningkatan utang, struktur kepemilikan dan dividen. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ketidakkonsistenan hasil penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Debt to Equity Ratio dan Insider Ownership terhadap nilai perusahaan melalui Dividend Payout Ratio. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode tahun 2012-2014 sebanyak 137 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 12 perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis path dengan bantuan SPSS 16.0 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, 2) Insider ownership tidak berpengaruh signfikan terhadap nilai perusahaan, 3) Dividend Payout Rasio tidak berpengaruh signfikan terhadap nilai perusahaan, 4) Debt to Equity Rasio tidak berpengaruh signifikan terhadap Dividend Payout Rasio, dan 5) Insider ownership tidak berpengaruh signfikan terhadap Dividend Payout Rasio. Saran yang diberikan berkaitan dengan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Bagi perusahaan, sebaiknya lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan utang 2) Bagi investor, sebelum berinvestasi sebaiknya harus mempertimbangkan struktur modal yang digunakan perusahaan. 3) Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya menambah variabel lain yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan, menambah sampel penelitian dari sektor lain sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.

Hubungan antara sikap terhadap matematika dan kebiasaan belajar matematika dengan prestasi belajar matematika peserta didik SMEA Negeri Tulungagung
oleh Tri Prasetyo

 

Motif, persepsi, pembelajaran dan sikap konsumen dalam transaksi online di forum jual beli situs www.kaskus.co.id / Rukhi Efendi

 

Efendi, Rukhi. 2011.Motif, Persepsi, Pembelajaran dan Sikap Konsumen dalam Transaksi Online Di Forum Jual Beli Situs www.kaskus.co.id. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Gatot Isnani, M.Si. (II)Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E, M.Si. Kata kunci:Motif, Persepsi, Pembelajaran, Sikap, Forum Jual Beli Perkembangan teknologi informasi, khususnya di dunia maya (internet) menjadikan transaksi jual beli secara online semakin berkembang. Hal ini mendorong terbentuknya forum komunitas internet yang menyediakan wadah bagi para penjual untuk memperluas tempat jualan. Salah satunya ialah www.kaskus.co.id. Kelebihan internet memberikan keuntungan bagi para penjual untuk memasarkan produknya. Namun sifat anonimitas, menjadi kelemahan terbesar dalam penjualan secara online. Penjualan melalui online transaction terkenal rentan terhadap kasus penipuan. Begitu pun dalam forum jual beli yang terdapat dalam Kaskus. Namun, hal ini tidak membuat FJB Kaskus menjadi sepi. Sebaliknya, forum ini malah semakin ramai. Fokus penelitian ini untuk mengetahui: (1) motif konsumen dalam memilih untuk mempergunakan media internet dalam bertransaksi. Termasuk referensi produk yang digunakan oleh konsumen sebelum melakukan pembelian online dan alasan konsumen memutuskan untuk memilih Forum Jual Beli Kaskus sebagai media belanja online, (2) persepsi dan sikap konsumen atas kegiatan pembelian online yang dilakukan dalam Forum Jual Beli Kaskus, (3) pembelajaran dalam berbelanja secara online. Termasuk di dalamnya berupa keuntungan dan kerugian, serta kelebihan dan kelemahan dalam bertransaksi secara online dibandingkan dengan pembelian secara konvensional, dalam sudut pandang konsumen yang sekaligus pengguna Forum Jual Beli Kaskus Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap evaluasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut:(1) Motif terbentuk berdasarkan dua faktor, yaitu faktor satisfier dan faktor dissatisfier. Faktor satisfier meliputi ketersediaan berbagai jenis barang dan didukung oleh fasilitas keamanan dan kemudahan yang ditawarkan membuat buyer nyaman untuk melakukan transaksi. Faktor dissatisfier yang berupa kasus penipuan atau barang yang tidak cocok dengan deskripsi yag ada, keberadaannya tidak mengurangi motivasi buyer untuk melakukan transaksi dalam Forum Jual Beli Kaskus, (2) Persepsi buyer bergantung pada motif buyer yang didukung dengan informasi yang diterima. Hal yang mendasari perbedaan motif yaitu, cara buyer tersebut dalam menginterpretasikan motif dan informasi yang diterima. Buyer dapat menggunakan pengalaman kaskuser lain yang telah melakukan transaksi terlebih dahulu. Hal ini akan memberikan pembelajaran pada buyer tersebut. Dengan melakukan pembelian, buyer juga akan mendapatkan pembelajaran untuk dapat mengetahui cara melakukan transaksi yang aman melalui pengalaman yang dialaminya, (3) Proses pembelajaran akan membuat sikap buyer terbentuk, baik sikap positif maupun negatif bergantung pada pengalaman yang dialami buyer. Hal ini akan membuat buyer memiliki cara tersendiri dalam menghindari kasus penipuan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti dapat menyarankan sebagai berikut: (1)Agar buyer lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi online di FJB Kaskus dan dalam melakukan pembelian buyer harus mencari info sedetail-detailnya. Info dapat berupa barang, penjual dan fasilitas-fasilitas yang bisa digunakan untuk mendukung keamanan dalam melakukan transaksi di FJB Kaskus. Selain itu buyer harus membiasakan untuk membaca isi thread dengan sejelas-jelasnya dan menanyakan hal-hal yang tidak jelas atau kurang diketahui kepada seller. Agar dapat menghindari kekecewaan buyer jika barang yang datang tidak sesuai dengan yang diharapkan buyer, yang mana hal itu dapat berujung kepada pemikiran negatif tentang seller, (2) Seller harus mendeskripsikan tentang barang yang dijualnya secara mendetail agar buyer tidak bingung terhadap barang yang dijual. Selain itu seller harus bersikap ramah terhadap buyer dan bersedia menjawab pertanyaan buyer dengan sesegera mungkin dengan jawaban yang sejelas-jelasnya. Seller juga harus meng-update di dalam thread jika barang yang dijual sudah terjual, (3) Peneliti selanjutnya yang akan membahas hal yang sama yaitu motif, persepsi, pembelajaran dan sikap konsumen dalam transaksi online di forum jual beli situs www.kaskus.co.id hendaknya membahas tentang peran Rekber dalam transaksi di FJB Kaskus dan proses personal branding Rekber pada saat pertama membuka jasa tersebut.

Keefektifan teknik swa-kelola dan swa-penguatan untuk menin gkatkan efikasi diri akademik siswa SMAN 9 Malang / Dewi Nugraheni,

 

Nugraheni, Dewi. 2012. Keefektifan Teknik Swa-Kelola dan Swa-Penguatan untuk Meningkatkan Efikasi Diri Akademik Siswa SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Triyono, M.Pd (2) Drs. Harmiyanto, M.Pd Kata kunci: teknik swa-kelola, teknik swa-penguatan, efikasi diri Pada umumnya setiap siswa memiliki kewajiban untuk rajin belajar agar prestasi belajarnya meningkat. Salah satu faktor yang mempengaruhi naik turunnya prestasi belajar adalah efikasi diri. Efikasi diri adalah keyakinan untuk memperkirakan kemampuan dirinya sendiri dalam menyelesaikan suatu tugas atau kegiatan yang memiliki tujuan tertentu. Perilaku yang menunjukkan efikasi diri rendah diantaranya adalah mengobrol dengan teman, bercanda dengan teman, melamun, meninggalkan tugas sebelum selesai dikerjakan, melihat jawaban teman, bermain HP, tidur-tiduran di kelas, dan melakukan aktivitas tertentu yang tidak ada kaitannya dengan proses belajar (memainkan pulpen dan dasi). Teknik swa-kelola dan swa-penguatan merupakan teknik pengubahan perilaku yang dapat membantu siswa dalam mengelola perilakunya, dan memberikan penguatan untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa. Teknik swa-kelola adalah suatu kemampuan yang berkenaan dengan kesadaran diri dan keterampilan di mana individu mengarahkan pengubahan tingkah lakunya sendiri dengan pemanipulasian stimulus dan respon baik internal maupun eksternal. Sedangkan teknik swa-penguatan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memberi respon kepada diri sendiri yang berguna untuk menampilkan kembali perilakunya atau mengubah perilakunya tersebut tanpa tergantung lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik swa-kelola dan swa-penguatan untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa SMAN 9 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu, jenis one group pretest-posttest design, dan menggunakan desain eksperimen A-B-A. Subjek penelitian sebanyak 18 siswa kelas X yang didasarkan dari hasil pretest, wawancara dengan konselor dan observasi untuk menentukan subjek penelitian. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan antara pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pretest dengan menggunakan persentase efikasi diri dapat diperoleh data 83,3% memiliki tingkat kriteria sedang dan 16,6% memiliki tingkat kriteria rendah. Sedangkan hasil posttest setelah siswa diberikan intervensi didapatkan kenaikan tingkat persentase efikasi diri siswa yaitu 5,5% memiliki tingkat kriteria sangat tinggi, 83,3% memiliki tingkat kriteria tinggi, dan 11,1% memiliki tingkat kriteria sedang. Dengan demikian teknik swa-kelola dan swa-penguatan efektif untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa SMAN 9 Malang. Berdasarkan hasil temuan, disarankan: (1). Sebaiknya bagi peneliti selanjutnya diharapkan adanya kelompok kontrol. (2). Hasil penelitian ini hanya berlaku pada tempat pelaksanaan penelitian. (3) Diharapkan konselor tetap memberikan intervensi agar siswa bisa mengoptimalkan pelaksanaan teknik ini.

Pengaruh penggantian kuarsa dengan lumpur lapindo dan pasir gunung merapi terhadap porositas, susut bakar dan kuat tekan keramik stoneware / Tri Ayuning Sumartini

 

Kata kunci: keramik stoneware, lumpur Lapindo, pasir gunung Merapi, porositas (peresapan air dan keporian semu), susut bakar, kuat tekan. Keramik stoneware/ steengoet /keramik batu, yaitu keramik yang dibuat dari campuran-campuran tanah liat, ball clay, kaolin, kuarsa, feldspar dan tanah tahan api. Jika disinter sampai suhu pembakaran yang ditentukan akan menghasilkan penggelasan, sehingga strukturnya menjadi rapat dan kedap air, karena hampir tidak berpori. Suhu pembakaran keramik stoneware ini sekitar 12500 C. Untuk memiliki produk keramik dengan sifat fisis yang baik tidaklah mudah, perlu diadakan berbagai penelitian antara lain pemberian bahan pengganti yang mendukung pembuatan keramik. Dalam penelitian ini digunakan bahan campuran yaitu lumpur Lapindo dan pasir gunung Merapi sebagai pengganti kuarsa. Kualitas keramik dapat dilihat dari sifat fisis yang dimilikinya yaitu porositas yang terdiri dari peresapan air dan keporian semu, susut bakar dan kuat tekan keramik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variasi komposisi lumpur Lapindo dan pasir gunung Merapi merupakan variabel bebas, porositas (peresapan air dan keporian semu), susut bakar dan kuat tekan sebagai variabel terikat, sementara suhu sintering dan lama sintering dibuat tetap (sebagai variabel kontrol). Adapun tahap pembuatan sampel meliputi (a) Penentuan komposisi (b) Pencampuran (homogenisasi) (c) Pencetakan (pembentukan) (d) Pengeringan (e) Sintering (f) Pendidnginan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) semakin meningkat massa lumpur Lapindo maka semakin menurun nilai peresapan air akibat adanya pengaruh ukuran butir lumpur yang lebih halus (b) semakin meningkat massa lumpur Lapindo maka semakin menurun nilai keporian semu akibat ukuran butir lumpur yang lebih halus dan adanya difusi atom yang mengeliminasi pori (c) semakin meningkat massa lumpur Lapindo maka semakin meningkat nilai susut bakar keramik semakin kecil pori maka susut bakar semakin besar, (d) semakin besar massa lumpur Lapindo maka nilai kuat tekan tidak menunjukkan nilai yang semakin besar pula, hal ini diakibatkan karena pengaruh distribusi butiran yang tidak merata. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka saran dari penelitian ini yaitu Perlu adanya data penunjang yang mampu memperkuat analisis yaitu melalui uji SEM.

Penentuan karakteristik indikator campuran ekstrak bunga putri malu dengan bunga ribang merah dan pemanfaatannya dalam titrasi asam basa / oleh Diah Wahyuni P.D.

 

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas VII B di MTs NU Pakis Malang / Miftahus Surur

 

Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, aktifitas belajar, hasil belajar. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal dalam proses pembelajaran Biologi di kelas VII B MTS NU Pakis Malang terdapat beberapa permasalahan yang membuat proses pembelajaran kurang berjalan dengan maksimal dan berpengaruh pada pencapaian hasil belajar siswa. Beberapa permasalahan tersebut yaitu, 1) sebagian besar siswa cenderung pasif dan hanya siswa-siswa tertentu saja yang aktif; 2) interaksi antar siswa dalam bertanya dan bertukar pendapat masih minim karena guru masih menggunakan metode ceramah. Sehingga pembelajaran berjalan monoton dan membosankan, hal ini menyebabkan siswa tidak fokus pada pelajaran, berbuat gaduh, dan mengganggu siswa lain; 3) siswa kurang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan guru; 4) siswa cenderung bersikap individualis karena minimnya kesempatan untuk bergabung dalam kelompok, berdiskusi dan menyelesaikan masalah dalam kelompok. Permasalahan ini harus segera teratasi dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw siswa akan diberi kesempatan untuk membangun kerjasama kelompok, saling bertukar pendapat dalam membangun pengetahuan, saling membantu dalam mengatasi kesulitan masing-masing dan juga membangun tanggung jawab siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan kepada masing-masing anggota kelompok. Dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw akan terbentuk suatu interaksi positif yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa yang berpengaruh pada peningkatan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dirancang dengan model penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII B MTs NU Pakis Malang yang berjumlah 42 siswa. Tindakan yang dilakukan yaitu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data melalui lembar obsevasi aktivitas belajar siswa pada saaat porses pembelajaran berlangsung dan evaluasi pada setiap akhir siklus. Pada pelaksanaan tindakan siklus I ada beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki yaitu, 1) jarak antar kelompok yang terlalu dekat memudahkan siswa mengganggu kelompok lain; 2) pengelolaan kelas yang masih kurang menyebabkan banyak siswa yang pasif; 3) penentuan porsi diskusi yang terlalu singkat; 4) penggunaan bahasa pada bahan ajar yang dianggap terlalu rumit oleh siswa; 5) pembagian porsi materi yang kurang seimbang pada setiap sub pokok bahasan. Kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus I diperbaiki pada siklus II. Adapun perbaikan yang dilakukan yaitu. 1) menyesuaikan kembali jarak antar kelompok sehingga lebih leluasa dan tidak berhimpitan dengan kelompok lain; 2) melakukan pengawasan lebih intensif dalam proses diskusi dan menegur siswa yang berbuat gaduh dan kurang aktif; 3) menentukan porsi waktu diskusi yang tepat sesuai dengan bobot materi yang didiskusikan; 4) menyusun materi dengan penggunaan bahasa yang lebih sederhana agar lebih mudah dipahami; 5) menyamaratakan porsi materi pada setiap sub pokok bahasan yang akan didiskusikan. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, membuktikan bahwa: 1) terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I dan siklul II. Pada siklus I tingkat aktivitas belajar siswa sebesar 69,66% dan termasuk dalam kategori aktif, sedangkan pada siklus II tingkat aktivitas belajar siswa sebesar 78,84% dan termasuk dalam kategori aktif. 2) terjadi peningkatan pada niai rata-rata kelas pada siklu I dan II. Pada tahap pra tindakan rata-rata kelas siswa 57,52 kemudian meningkat pada siklus I menjadi 74,29 kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 78,81. 3) terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II sesuai dengan jumlah siswa yang mampu mencapai ketuntasan belajar. Pada tahap pra tindakan jumlah siswa yang dinyatakan tuntas belajar berjumlah 8 siswa atau 19,05%, kemudian jumlah itu meningkat pada siklus I menjadi 29 siswa atau 69,05% dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 37 siswa atau 88,10% dan dinyatakan tuntas secara klasikal karena angka tesebut melebihi angka minimal yaitu 85%. Pada tahap pra tindakan jumlah siswa yang tidak tuntas belajar berjumlah 34 siswa kemudian jumlah itu menurun pada siklus I menjadi 13 siswa dan juga terjadi penurunan jumlah pada siklus II menjadi 5 siswa.

Studi korelasi antara kemampuan berpikir formal dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri II Nganjuk kelas II A-1 untuk materi pH hidrolisis dan identifikasi kesulitan dalam memahami materi tersebut / oleh Wahyuda Hayati

 

Pengembangan sistem kontrol tempat parkir mobil menggunakan PLC untuk meningkatkan pemahaman fungsi counter sebagai trainer perkuliahan PLC pada mahasiswa Program Studi PTE FT UM / Rizky Wahyu Pratama

 

ABSTRAK Pratama, Rizky Wahyu. 2016. Pengembangan Sistem Kontrol Tempat Parkir Mobil Menggunakan PLC untuk Meningkatkan Pemahaman Fungsi Counter Sebagai Trainer Perkuliahan PLC pada Mahasiswa Program Studi PTE FT UM. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Drs. Setiadi C.P., M.Pd., M.T. (2) Ahmad Fahmi, S.T, M.T. Kata kunci : pengembangan, trainer, programmable logic controller, tempat parkir Trainer merupakan seperangkat media pembelajaran praktikum berbentuk simulasi yang sama dengan kondisi sebenarnya. Salah satu sistem kontrol yang amat luas pemakaiannya adalah Programmable Logic Controller (PLC). Fungsi counter sebagai fungsi dasar PLC merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami dengan baik oleh mahasiswa. Tujuan pengembangan ini adalah (1) merancang dan membuat trainer sistem kontrol tempat parkir mobil dengan menggunakan PLC (2) merancang dan membuat manual book sistem kontrol tempat parkir mobil, (3) merancang dan membuat jobsheet sistem kontrol tempat parkir mobil dan (4) mengidentifikasi kelayakan media sebagai penunjang pemahaman fungsi counter. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model Addie. Media pembelajaran yang dihasilkan berupa trainer sistem kontrol tempat parkir mobil beserta manual book dan jobsheet. Produk trainer ini terdiri dari beberapa bagian yaitu 2 pasang sensor photodioda dan LED sebagai input sensor masuk mobil dan input sensor keluar mobil, 3 buah push button sebagai tombol start, stop dan reset, 2 buah lampu indikator berwarna merah dan hijau sebagai indikator penuh tidaknya tempat parkir mobil dan 2 buah seven segment untuk menampilkan jumlah mobil yang terdapat didalam tempat parkir. Uji coba ditujukan kepada ahli media dan ahli materi serta mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang yang sedang menempuh mata kuliah Workshop PLC. Uji coba dilaksanakan untuk mengetahui tingkat kelayakan dari media trainer yang dibuat dan melihat keefektifan trainer dalam meningkatkan pemahaman terhadap fungsi counter. Hasil uji coba validasi trainer didapatkan persentase tingkat kelayakan sebesar 80%, uji coba validasi manual book didapatkan persentase tingkat kelayakan sebesar 78% dan uji coba validasi jobsheet didapatkan persentase tingkat kelayakan sebesar 75,6%. Berdasarkan hasil uji coba diperoleh nilai signifikansi <0,5 sehingga disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan trainer sistem kontrol tempat parkir mobil mempunyai nilai pemahaman fungsi counter yang lebih tinggi dibanding pembelajaran tanpa menggunakan trainer sistem kontrol tempat parkir mobil.

Identifikasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa kelas III IPA SMU Negeri III Madiun dalam menyelesaikan soal-soal pH hidrolisis / oleh Yunara Dyah Widiastuti

 

Analisis pengendalian intern atas prosedur penagihan piutang usaha pada unit Service PT Astra International Tbk - Daihatsu Cabang Malang / Alvi Noor Zakiyya

 

Kata Kunci: Pengendalian Intern, Prosedur Penagihan Piutang Pengendalian intern adalah rangkaian aktivitas yang bertujuan untuk melindungi kekayaan perusahaan. Pengendalian intern menjadi sangat penting karena setiap kekayaan perusahaan harus dilindungi dan dijaga, termasuk kekayaan perusahaan dalam bentuk piutang. Pengertian prosedur adalah bagian dari sistem yang berupa rangkaian tindakan atau kegiatan yang melibatkan beberapa orang untuk memproses transaksi-transaksi yang terjadi sampai menjadi laporan yang siap digunakan. Dengan demikian prosedur penagihan piutang dapat dikatakan sebagai rangkaian tindakan yang melibatkan beberapa orang untuk memproses transaksi piutang. Tugas Akhir ini disusun dengan tujuan untuk mendeskripsikan prosedur penagihan piutang dan pengendalian intern atas prosedur yang telah dilaksanakan tersebut pada Unit Service PT. Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang. Data yang digunakan adalah data yang didapat selama proses Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT. Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang. Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah adalah deskriptif kualitatif, yaitu dengan memberikan penjelasan-penjelasan terhadap data yang diperoleh dengan dasar bahan pustaka yang relevan terhadap masalah yang ingin dipecahkan. Unit Service PT. Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang mempunyai piutang kepada perusahaan yang memiliki kerjasama dengan Unit Service PT. Astra International, Tbk - Daihatsu. Dalam hal pembayaran biaya service, perusahaan tersebut memiliki periode jatuh tempo selama 14 hari dari tanggal faktur service. Terkait piutang tersebut, perusahaan menerapkan prosedur penagihan piutang dengan mengirimkan bukti service asli berupa rangkap dua faktur service dan kuitansi bersama dengan surat tagihan yang dilengkapi dengan SPK asli dari perusahaan kerjasama (PKS) serta faktur pajak standar. Untuk menjamin bahwa seluruh piutang perusahaan akan tertagih, PT. Astra International, Tbk - Daihatsu menerapkan empat (4) prosedur pengendalian intern. Salah satu cara untuk mengurangi kecurangan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, PT. Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang sebaiknya menunjuk seseorang yang independen untuk melakukan pengecekan terhadap dokumen, otorisasi, termasuk prosedur yang dilaksanakan.

Evaluasi pemahaman konsep kesetimbangan kimia secara mikroskopis pada siswa kelas II dan III IPA SMUN 1 NGanjuk tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Eni Kusrini

 

Studi prestasi belajar reaksi redoks dengan sikuensi perubahan bilangan oksidasi-ion elektron pada siswa kelas II SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 1993/1994 / oleh Fathur Rahman

 

Sintesis senyawa hidroksi ester dari minyak jarak Cina (Castrol Oil) / Yuyun Musabbikha

 

Kata-kata kunci: minyak jarak cina (castrol oil), biopelumas, senyawa hidroksi ester, epoksidasi, pembukaan cincin epoksida. Pemanfaatan minyak jarak cina (castrol oil) sebagai pelumas sangat terbatas, karena hanya untuk digunakan pada mesin hidroulik. Hal ini dikarenakan viskositasnya yang tinggi. Selain itu ikatan rangkap dalam minyak jarak cina mudah teroksidasi karena penyusun utama minyak jarak cina adalah asam risinoleat (asam 12-hidroksi-cis-9-oktadekenoat). Pengubahan ikatan rangkap dalam minyak jarak menjadi gugus ester akan meningkatkan ketahanannya terhadap oksidasi. Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah: 1) epoksidasi minyak jarak dengan asam peroksi format, 2) pembukaan cincin epoksida dengan asam format membentuk senyawa hidroksi ester. Analisis dan identifikasi senyawa hasil dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan spektrometri IR. Karakterisasi senyawa hasil sintesis menggunakan indeks bias dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan ikatan rangkap dalam minyak jarak cina dapat diubah menjadi hidroksi ester. Hal ini dapat dilihat pada hasil spektrum IR nya. Senyawa ini diperoleh dari reaksi epoksidasi minyak dengan peroksiformat pada suhu 4°C selama 16 jam dan pembukaan cincin dengan asam format pada suhu 100°C selama 6 jam. Viskositas senyawa hasil adalah 7,74 Nsm-2 , viskositas ini lebih besar dari viskositas minyak jarak yaitu 5,74 Nsm-2 Hal ini disebabkan oleh terbentuknya gugus -OH dan ester sehingga ikatan hidrogen antar molekulnya makin kuat. Indeks bias senyawa hasil sintesis 1,465, angka ini lebih kecil dari indeks bias minyak jarak yaitu 1,473-1,477.

Perancangan teaser animasi 2 dimensi sebagai visualisasi pengenalan karakter intellectual property Roh Garuda / Faris Arman

 

ABSTRAK Arman, Faris. 2015. Perancangan TeaserAnimasi 2DimensiSebagaiVisualisasiPengenalanKarakterIntelectualPropertyRoh Garuda. Skripsi,ProgramStudiDesainKomunikasiVisual,JurusanSenidanDesain,FakultasSastra,UniversitasNegeriMalang.Pembimbing:(I) Drs.Sarjono,M.Sn.(II) Andreas SyahPahlevi, S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Perancangan, Teaser Animasi,Roh Garuda. Globalisasimenciptakanperkembanganteknologi, sosialdanekonomimelajupesatsehinggamenjadikancelahbesarbagipopular culturemasukke Indonesia.Popular culturejugamengakibatkanmasyarakat Indonesia mulaimelupakanbudayanyasecaraperlahan. OlehkarenanyamuncullahRoh Garuda sebagaiproduk visual idealisberbasisIP yang lahirdari ide bahwakarakteradalahbagianterpentingdarisebuah film setelahkualitasdariceritanyadanmembawamisiuntukmenjadipop culture Indonesia. Padaperkembanganyaadabeberapakendala yang dihadapiolehcreatorRoh Garuda, yaknimemperkenalkankelimatokohutamanyadanmenginformasikanaudiencesbahwaRoh Garuda merupakancerita yang bergenreaction. Selainitutimbuljugakesulitanuntukmembuat media yang dapatmemberikangambaranproduk visual Roh Garuda kepadacaloninvestor. Model perancangan yang digunakanadalah model perancanganprosedural, yaitu model perancangan yang bersifatdeskriptifdimanamenggariskanlangkah-langkah yang harusdiikutidalammenghasilkansebuahprodukdimanamenggunakanprosedur yang dikemukakanolehBruce Archer dankemudiandimodifikasisesuaikebutuhan. Langkah-langkahprosedural yang dilakukandalam proses perancanganinidenganpengumpulan data melaluiobservasi,danwawancara. Menggunakanmetodeglassboxdanblackboxsebagaidasarperumusancreative briefmaupunkonsepberdasarkan data yang telahdiperoleh yang akandikonsultasikankepadacreator IPRoh Garuda untukmencapaihasil yang diinginkan.Sehinggamelahirkankonsep teaser sebagai media utamadengankonsepcinematic action yang menampilkankisahBhimelawankekuatanjahatdanperkenalankelimakarakterRoh Garuda. Perancanganinimenghasilkan teaser animasi 2D danvideo character introduction. Teaseranimasiiniberformat mini HD 1280x720 pixel yang dirancanguntukYoutubedanmemerlihatkanpertempuranBhidenganrohjahat. Sedangkanvideo character introductiondirancanguntukInstagram yang berisitentangsekelumitgambarankekuatandarilimatokohutamaRoh Garuda. Mediapendukung yang digunakanadalah, , poster, picture story, dan web banner. Melaluihasildariperancanganini, diharapkandapatmengenalkankarakterRoh Garuda padatarget audiences, sertadapatdijadikansebagaisaranareferensidalammerancangteaseranimasi 2D lain kedepannya. .

Efektivitas pembahasan soal-soal ulangan harian terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas I SMU Negeri I Tanggul kabupaten Jember tahun ajaran 1995/1996 / oleh Salim Nakhas

 

Hubungan komponen-komponen kemampuan verbal matematika dengan prestasi belajar fisika cawu I siswa kelas I SMU Negeri Maospati tahun ajaran 1995/1996 / oleh Sri Purwatiningsih

 

Perbedaan konformitas terhadap peran gender maskulin pada mahasiswa etnis Jawa dan Madura di Universitas Negeri Malang / Megah Restiningtyas

 

ABSTRAK Restiningtyas,Megah. 2016. PerbedaanKonformitasTerhadapPeran Gender MaskulinpadaMahasiswaEtnisJawadan Madura di UniversitasNegeri Malang. Skripsi, JurusanPsikologi, FakultasPendidikanPsikologi, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Indah YasminumSuhanti, S.Psi, M.Psi, Psikolog. Kata Kunci: KonformitasTerhadapPeran Gender Maskulin, EtnisJawa, Etnis Madura Konformitasterhadapperan gender maskulinpadamahasiswaetnisJawadan Madura di UniversitasNegeri Malangyaituperubahanperilakuataukeyakinanuntukmenyesuaikandiridengannorma yang berlakuterhadapperannyasebagaiseoranglaki-lakiberdasarkanlatarbelakangetnisJawadan Madura yang memilikiperbedaankarakterutamadarimasing-masingetnisnya. Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmengetahuibagaimanadeskripsikonformitasterhadapperan gender maskulinmahasiswalaki-lakietnisJawadan Madura di UniversitasNegeri Malang danuntukmengetahuiapakahterdapatperbedaankonformitasterhadapperan gender maskulinpadamahasiswalaki-lakietnisJawadan Madura di UniversitasNegeri Malang. Penelitianinimenggunakanrancangandeskripsidankomparasidengansubjekpenelitian 35 orang sukuJawadan 35 orang suku Madura di UniversitasNegeri Malang, instrumenpenelitianmenggunakanskalaConformity Masculine Norm Inventory 46 (CMNI-46) denganmetodelikertmenggunakan 72 aitem, kemudiandilakukanujivaliditasdanterdapat 30 aitem valid, danreliabilitassebesar 0,893. Hasilanalisisdeskriptifdapatdisimpulkanbahwasebagianbesarmahasiswalaki-lakisukuJawadansuku Madura di UniversitasNegeri Malang termasukdalamkategorisedang, yaituuntukmahasiswasukuJawasebesar 80% danmahasiswasuku Madura sebesar 65,71%. Hasilanalisisuji-t diperolehkoefisien t-hitungyaitu 3,850 dankoefisienprobabilitasnyasebesar 0,000 padatarafsignifikansi 5%.Nilai p-value (0,000 < 0,05) makadapatdisimpulkanterdapatperbedaan yang signifikanterhadapkonformitasterhadapperan gender maskulinpadamahasiswaetnisJawadan Madura di UniversitasNegeri Malang. Saran yang dikemukakanbagiSubjekpenelitiansebaiknyamelakukanpertimbangandalampergaulan (bisaituperkataanataucarabecanda) agar tidakmenimbulkankonflikmengingatterdapatperbedaanuntukmenyesuaikandiridengannorma-normamaskulinpadamahasiswasukuJawadanmahasiswasuku Madura.Bagipenelitiselanjutnyahendaknyamenambahataumengembangkanteorimengenaikonformitaskhususnyakonformitasterhadapperan gender maskulindanmenggunakanteknik sampling yang lebihbisadigeneralisasikan.BagiPsikologSosialdanPsikologPerkembangan, untukkasus yang berhubungandenganpenyesuaiandiridengannorma-normamaskulinsebaiknyadipertimbangkandalampemberian saran atauperlakuankarenaterdapatperbedaanuntukmenyesuaikandiridengannorma-normamaskulinpadasuku yang berbeda.

Pengaruh larutan kedelai terhadap spermatogenesis mencit (Mus musculus) galur balb C / Anita Dwi Puspitasari

 

Kata Kunci: Larutan Kedelai, Spermatogenesis, Mencit Indonesia merupakan negara yang kaya akan flora dan fauna. Diantara kekayaan tersebut, tanaman obat merupakan salah satu kekayaan yang telah dimanfaatkan sejak dahulu. Kedelai merupakan salah satu tanaman obat yang mengandung antioksidan. Selain itu kedelai juga mengandung Isoflavon (Shisemul, 2009) yang mempunyai efek menurunkan kolesterol (Koswara, 2005). Isoflavon diketahui dapat menghambat 17-β-hidroksisteroiddehydrogenase (Karahalil, 2006 dalam Rahmi 2007), enzim yang membantu pengubahan androstenedion menjadi testosteron (Johnson & Everitt, 2000). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh larutan kedelai terhadap spermatogenesis mencit (Mus musculus) galur Balb C dan untuk mengetahui dosis larutan kedelai yang mulai berpengaruh terhadap spermatogenesis mencit (Mus musculus) galur Balb C. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan diulang 6 kali. Penelitian ini dilakukan di kandang percobaan, laboratorium mikroteknik (105) dan laboratorium zoologi (214) Biologi FMIPA UM. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Agustus 2010 sampai dengan Februari 2011. Penelitian ini menggunakan 24 ekor mencit (Mus musculus) jantan galur Balb C dengan rentangan berat badan 25-29 gram dan kisaran umur 8-10 minggu. Prosedur kerja pada penelitian ini diawali dengan pemeliharaan mencit. Perlakuan diberikan dengan caragavage dengan dosis 0 g/kg BB; 0,369 g/kg BB; 0,74 g/kg BB; 1,47 g/kg BB. Perlakuan diberikan setiap hari selama 36 hari. Pembuatan sediaan histologis testis dengan metode parafin dan pewarnaan Haematoxylin-Eosin. Pengamatan dilakukan dengan menghitung jumlah spermatogonia, jumlah spermatosit primer, jumlah spermatosit sekunder, jumlah spermatid serta spermatozoa. Hasil analisis varian, menunjukkan bahwa semua parameter yang diukur mengalami penurunan setelah diberi larutan kedelai. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan rerata jumlah sel germa. Selain itu juga dapat dilihat pada foto irisan histologis testis terlihat bahwa pada semua dosis ditemukan tiap jenis sel germa, namun dengan kepadatan yang berbeda yang dapat dilihat dari susunan sel germa. Penurunan mulai terjadi pada dosis 0,369 g/kg BB dan dosis 1,47 g/kg BB adalah dosis yang memberikan pengaruh paling besar

Hubungan persepsi siswa terhadap penerapan media pengajaran fisika dan sikap siswa terhadap gejala fisis yang terhadi di lingkungan sekitar dengan prestasi belajar fisika siswa kelas I SMU Negeri Gondanglegi kabupaten Malang / oleh Umi Kulsum

 

Peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe stad (Studen teams achievement division) pada siswa kelas IV SDN Kademangan 05 Kab. Blitar) / Arik Widyasari

 

Kata Kunci: Pembelajaran Matematika, Kooperatif Tipe STAD, Hasil Belajar Pembelajaran matematika Di SDN Kademangan 05 pada umumnya masih menggunakan metode konvensional. Apabila ada kesulitan siswa terlihat diam saja dan tidak mempunyai keinginan untuk bertanya dengan gurunya maupun ber-tukar pendapat dengan temannya. Selain itu media yang digunakan tidak menarik dan sulit dipahami oleh siswa. Akibatnya hasil belajar matematika pada pra tinda-kan sangat rendah yaitu dari 20 siswa hanya ada 1 siswa yang memperoleh skor 70 atau 5% dari jumlah siswa dan 19 siswa lain memperoleh skor antara 20 – 60. Berbagai kekurangan dan kelemahan tersebut perlu diadakan upaya per-baikan untuk pembelajaran selanjutnya dengan menerapkan model pembelajaran yang bisa meningkatkan hasil belajar siswa yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). Model ini dipilih karena sesuai dengan keadaan siswa di SDN Kademangan 05 yang pada umumnya hete-rogen baik kemampuan individunya maupun jenis kelaminnya, selain itu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memotivasi siswa khususnya dalam hal bertanya dan mengeluarkan pendapat sehingga siswa dapat memahami materi dengan mudah dan hasil belajar dapat meningkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) bagai-manakah pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas IV SDN Kademangan 05 pada pra tindakan? (2) bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas IV SDN Kademangan 05 dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada tiap siklus? (3) bagaimanakah peningkataan hasil belajar matematika di kelas IV SDN Kademangan 05 dari pra tindakan, siklus I dan siklus II dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD?. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas IV SDN Kademangan 05 pada tahap pra tindakan, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus I dan siklus II, (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dari pra tindakan, siklus I dan silklus II. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualititatif. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga tahap yaitu pra tindakan, siklus I dan siklus II. Masing-masing tahap terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Data dan sumber yang dibutuhakan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar siswa yang meliputi produk dan keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara (1) teknik observasi, (2) teknik kuis, (3) teknik kuisioner/angket. Instrumen yang digunakan berupa (1) lembar observasi, (2) kuisioner/angket, (3) kuis/tes, (4) catatan lapangan (field note). Teknik analisa data dipilah menjadi 4 kelompok data, (1) data hasil belajar siswa, (2) data pengamatan pembelajaran kooperatif tipe STAD, (3) data kegiatan mengajar guru, dan (4) data yang diperoleh dari angket siswa. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada saat pos tes pra tindakan adalah 49 kualifikasi nilai kurang, pada siklus I adalah 71,65 kualifikasi nilai baik, sedang-kan pada siklus II adalah 85,5 kualifikasi nilai sangat baik. Dari hasil belajar ter-sebut dapat diketahui peningkatan dari pra tindakan ke siklus I sebesar 22,65%, sedangkan dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 13,85%. Aktivitas siswa pada pra tindakan memperoleh skor 9,42 atau kualifikasi nilai sangat kurang, aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor 76,42 atau kualifikasi nilai baik, dan aktivitas siswa pada siklus II memperoleh skor 95,28 atau kualifikasi nilai sangat baik. Sedangkan aktivitas guru pada pra tindakan memperoleh skor 19,1 atau kualifikasi nilai sangat kurang, aktivitas guru pada siklus I memper-oleh skor 83,50 atau kualfikasi nilai baik, dan aktivitas guru pada siklus II memperoleh skor 94,50 atau kualifikasi nilai sangat baik. Kesimpulan berdasarkan temuan dari peneliatian ini, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran selama pra tindakan, siklus I dan siklus II dengan mene-rapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika, serta dapat meningkatkan aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam mengembangkan keterampilan kooperatif dalam hal (1) menghargai pendapat orang lain, (2) mengambil giliran dan berbagi tugas, (3) mengundang orang lain untuk bicara, (4) bertanya, (5) mendengarkan dengan aktif, (6) tidak berbeda dalam tugas, (7) bersama-sama memeriksa jawaban. Saran yang diberikan berdasarkan kesimpulan diatas adalah (1) bagi siswa, setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengapli-kasikan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kehidupan sehari-hari khususnya dalam hal bekerjasama dan mengeluarkan pendapat, (2) bagi guru, dapat mengembangkan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran lainnya berdasarkan hasil peningkatan yang telah dicapai pada mata pelajaran matematika, (3) bagi peneliti lain, penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki keku-rangan dan memperoleh hasil yang memuaskan, (4) bagi peneliti, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan dan memperoleh hasil yang memuaskan.

Pengaruh konsep diri fisika dan kemampuan mengimprovisasi formula fisika terhadap prestasi belajar fisika mahasiswa jurusan pendidikan fisika angkatan 1995/1996 FPMIPA IKIP MALANG / oleh Nikmaturrochmah

 

Penerapan turunan dalam bisnis dan ekonomi / oleh Puji Diah Lestari

 

Pengaruh pembelajaran sistem modul pada materi jasa pra-aksara di Indonesia terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas V SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso / Ahmad Dairabi

 

Kata kunci : pembelajaran sistem modul, masa pra-aksara, motivasi belajar, hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah dalam menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan pembelajaran. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneleti, SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso memiliki problematika yaitu rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Rendahnya motivasi belajar siswa tampak dari perilaku siswa di kelas saat kegiatan belajar mengajar dimana siswa sering tidak memperhatikan penjelasan guru dan cenderung untuk berbicara dengan teman. Sedangkan rendahnya hasil belajar siswa terlihat dari banyaknya hasil ulangan siswa yang masih belum mencapai KKM. Berdasarkan hasil diskusi dengan guru mata pelajaran IPS didapat, bahwa rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa disebabkan oleh kurangnya sumber belajar, mengingat belum adanya perpustakaan dan fasilitas lain yang menunjang kelancaran proses belajar mengajar. Oleh sebab itu diperlukan suatu sumber belajar yang lengkap, efisien, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa. Sumber belajar yang dimaksud adalah modul pembelajaran yang dikhususkan pada mata pelajaran IPS bidang kajian sejarah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1)Bagaimanakah pengaruh pembelajaran sistem modul terhadap motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso?. (2) Bagaimanakah pengaruh pembelajaran sistem modul terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso. Penelitian ini bertujuan (1) Menjelaskan pengaruh pembelajaran sistem modul sejarah dalam proses pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso. (2) Menjelaskan pengaruh penggunaan modul sejarah dalam proses pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan populasi siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso semester gasal tahun pelajaran 2010/2011. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa keseluruhan 48 orang. Pada pelaksanaannya kelas eksperimen diberi perlakuan dengan pembelajaran sistem modul sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar dan tes hasil belajar sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan perubahan motivasi belajar antara kelompok kontrol dan eksperimen. Kelas kontrol tidak mengalami peningkatan motivasi belajar secara signifikan (hanya meningkat 1,28%), sedangkan kelompok eksperimen mengalami peningkatan motivasi berlajar yang cukup signifikn (6,33%). Sedangkan untuk hasil belajar siswa, juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan dimana kelompok eksperimen mengalami peningkatan rata-rata hasil yang cukup signifikan dari 51,25 menjadi 70,20 (meningkat 18,95), sedangkan pada kelas control hanya mengalami penigkatan rata-rata hasil belajar dari 51,46 menjadi 63,75 (meningkat 12,29). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sistem modul berpengaruh positif terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan. Pembelajaran dengan sistem modul disarankan untuk terus dikembangkan terutama untuk menyediakan sumber belajar yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa.

Analisis gaya bahasa (uslub) dan isi kandungan (maudlu') surat-surat makiyah dalam Al-Qur'an yang turun pada periode permulaan, periode pertengahan, dan periode terakhir
oleh Bisri Mustofa

 

Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Return On Asset (ROA) terhadap return saham pada perusahaan property and real estate yang listing di BEI pada tahun 2014 / Fajrin Hanafiah

 

ABSTRAK Hanafiah, Fajrin. 2016. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Return On Asset (ROA) terhadap Return Saham Pada Perusahaan Property and Real Estate yang Listing di BEI Pada Tahun 2014. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Fadia Zen, S. E., M. M. (II) Trisetia Wijijayanti, S.E., M. BA Kata Kunci: Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA), return saham, perusahaan property and real estate Tujuan investor untuk berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan (return) di masa mendatang. Pada investasi saham, sumber return terdiri dari dua komponen yaitu yield dan capital gain (loss). Sumber return saham yang digunakan pada penelitian ini adalah capital gain (loss). Sebelum berinvestasi, investor harus memperhatikan kinerja perusahaan karena dapat mempengaruhi return saham. Salah satu kinerja perusahaan yang perlu diperhatikan investor adalah Debt to Equity Ratio (DER) dan Return On Asset (ROA). Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan Property and Realestate yang listing di BEI tahun 2014 sebanyak 46 perusahaan. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive samplingsehingga diperoleh sampel sebanyak 44 perusahaan. Teknis analisis yang digunakan adalah analisisregresi berganda. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kondisi DER, ROA, dan return saham pada perusahaan sampel, (2) untuk menguji apakah DER berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan sampel, serta (3) untuk menguji apakah ROA berpengaruh positif signifikanterhadap return saham perusahaan sampel. Hasil penelitian ini adalah (1) kondisi DER perusahaan sampel tergolong rendah, kondisi ROA perusahaan sampel tergolong sedang, sedangkan return saham perusahaan sampel tergolong sedang, (2) DER berpengaruh signifikan terhadap returnsaham perusahaan sampel, (3) ROA tidak berpengaruh positif signifikan terhadap return saham perusahaan sampel. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka saran yang dapat diajukan oleh peneliti adalah (1) bagi investor, sebaiknya lebih memperhatikan DER perusahaan dan memperhatikan faktor lain seperti nilai tukar dan suku bunga (2) bagi perusahaan, kedepannya lebih meningkatkan kinerjanya, tetap mengendalikan proporsi penggunaan utang, dan hendaknya mempunyai jalan alternatif untuk mengatasi kebijakan Loan To Value yang diberlakukan oleh BI, (3) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan memasukan variabel perubahan total aset, membagi perusahaan sampel antara perusahaan yang mendapat keuntungan dan perusahaan yang mengalami kerugian, memperpanjang masa periode penelitian dan meneliti return saham harian bukan return saham rata-rata agar lebih mengetahui pada hari keberapa saja variabel bebas berpengaruh terhadap return saham

Metaphor in advertisement found in selected Newsweek International Magazines / by Akhmad Hadiwijaya

 

The effect of students' familiarity with topics on their compositions / by Anik Nunuk Wulyani

 

Pemahaman konsep siswa kelas VIII unggulan non SBI SMP Negeri 1 Singosari pada materi atom, ion dan molekul tahun pelaharan 2010/2011 / Dewi Julaichah

 

Kata kunci: pemahaman konsep, atom, ion, molekul. Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari materi dan perubahannya. Sebagian besar konsep dalam ilmu kimia merupakan konsep yang abstrak. Menurut pengalaman, penyebab kegagalan dalam mempelajari ilmu kimia adalah kegagalan mempelajari konsep kimia dengan baik, sehingga untuk menghindari kegagalan tersebut, penting bagi siswa untuk mempelajari konsep-konsep dalam ilmu kimia. Konsep atom, ion dan molekul merupakan konsep dasar yang penting untuk dipahami karena berkaitan dengan konsep-konsep kimia lainnya. Penelitian tentang atom, ion dan molekul yang pernah dilakukan di luar negeri secara garis besar menemukan bahwa siswa mengalami beberapa miskonsepsi tentang atom, ion dan molekul. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui presentase siswa SMP Negeri 1 Singosari kelas VIII unggulan non SBI yang memahami konsep (1) atom, (2) ion, (3) molekul, dan mengetahui (4) konsep siswa yang masih salah tentang materi pengertian atom, ion dan molekul. Penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII unggulan non SBI SMP Negeri 1 Singosari, yaitu kelas VIII D, VIII E, dan VIII I. Sampel penelitian adalah kelas VIII D dan VIII E yang dipilih dengan teknik random sederhana dengan cara undian kelas. Instrumen penelitian berupa tes objektif yang tersusun dari 30 soal masing-masing dengan 4 alternatif jawaban. Instrumen valid dari segi isi dengan validitas 99% dan memiliki reliabilitas α = 0,62. Pelengkapan data dilakukan dengan teknik wawancara. Analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif yang meliputi analisis persentase siswa yang memahami konsep, kemudian hasilnya dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan persentase siswa SMP Negeri 1 Singosari kelas VIII unggulan non SBI tahun pelajaran 2010/2011 yang memahami konsep (1) atom adalah 84,3%, (2) ion adalah 72, 5%, (3) molekul adalah 83%, (4) konsep siswa yang masih salah pada materi pengertian atom, ion dan molekul antara lain (a) atom adalah partikel bermuatan (3%), (b) ion adalah bagian dari atom yang terletak di inti atom (3%), (c) ion adalah kumpulan molekul (8%), (d) Cl2, Br2, dan H2 adalah ion karena merupakan kumpulan atom (4%) (e) Cl2, Br2, dan H2 adalah ion karena merupakan kumpulan ion/terbentuk dari ion Cl-, Br-, dan H+ (2%), (f) molekul adalah gabungan dari dua atau lebih unsur (23%), (g) molekul adalah gabungan dari dua atau lebih senyawa (7%), dan (h) molekul adalah gabungan dari ion (5%).

A study on rhetorics by Indonesian and English native writers in the Jakarta Post / by Ovie Risna Kartika

 

Pengaruh efikasi diri siswa dan tipe tes terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Malang / Sri Ami Ati

 

Kata Kunci: Efikasi Diri, Tipe Tes, Prestasi Belajar Pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan murid ini diharapkan dapat tercermin dalam prestasi belajar. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa baik itu eksternal maupun internal. Salah salah faktor internal adalah efikasi diri yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, untuk melihat perubahan tingkah laku siswa mengenai pemahaman dan pengusaan terhadap mata pelajaran tertentu maka diperlukan evaluasi yang merupakan tahap terakhir dari sistem pengajaran. Mengingatnya umumnya dalam melakukan evaluasi berupa tes maka dalam penelitian ini menggunakan tes untuk melihat tingkat pencapaian siswa terhadap pelajaran akuntansi yaitu tes pilihan ganda dan tes esai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki efikasi diri tinggi dan siswa yang memiliki efikasi diri rendah, (2) Perbedaan prestasi belajar antara Siswa yang diberikan Tes Pilihan Ganda dengan Siswa yang diberikan Tes Esai, (3) Pengaruh Interaksi antara Efikasi Diri Siswa dan Tipe Tes terhadap Prestasi Belajar . Efikasi diri siswa merupakan keyakinan yang dimiliki oleh siswa terhadap kemampuan yang mereka miliki dalam mengerjakan soal-soal akuntansi. Sedangkan tipe tes merupakan tes yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa yaitu tes pilihan ganda dan tes esai. Prestasi belajar adalah hasil dari post test yang diberikan kepada siswa dengan menggunakan tes pilihan ganda dan esai saat penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian factorial design experimental yang dengan menggunakan 2x2 faktorial yang dilaksanakan di SMA Negeri 5 Malang. Populasi penelitian ini sebanyak 94 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Adapun sampel yang diteliti adalah dari kelas XI IPS 1 dan XI IPS 3 sehingga sampel penelitian diperoleh 60 siswa. Pengujian hipotesis dengan menggunakan anova two way dengan bantuaan SPSS 16 for windows. Berdasarkan hasil pengujian anova two way maka diperoleh hasil penelitian (1) Terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki efikasi diri tinggi dan siswa yang memiliki efikasi diri rendah, (2) Terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberikan tes pilihan ganda dan siswa yang diberikan tes esai, (3) Terdapat pengaruh interaksi efikasi diri dan tipe tes terhadap prestasi belajar siswa. Saran dari penelitian ini yaitu bagi Guru agar sebelum melakukan tes terhadap siswa sebaiknya mengetahui tingkat efikasi diri siswa. Selain itu, diperlukan upaya guru agar siswa dapat memiliki pemahaman yang komprehesif, Sehingga, dapat diperoleh prestasi belajar siswa sesuai dengan yang diharapkan.

Teknik pengembangan paragraf dalam karangan siswa kelas III SMUN 7 Malang tahun ajaran 1996/1997
oleh Ani Sulistiyowati

 

Stabilisasi dengan pasir terhadap perubahan karakteristik fisik dan daya dukung tanah lempung Desa Deket Kulon Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan / Hayu Meida Dwi Harsiwi

 

ABSTRAK Harsiwi, Hayu Meida Dwi. 2016. Stabilisasi dengan Pasir Terhadap Perubahan Karakteristik Fisik dan Daya Dukung Tanah Lempung Desa Deket Kulon Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. I Wayan Jirna, M.T, (II) Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T. Kata kunci: tanah lempung, karakteristik fisik tanah, daya dukung, stabilisasi pasir, CBR. Tanah dasar yang berupa tanah lempung, umumnya memiliki sifat plastisitas tinggi dan memiliki daya dukung rendah yang akan membuat jalan menjadi cepat rusak. Beberapa tahun terakhir kerusakan jalan raya di Kabupaten Lamongan mencapai 73,27%. Tanah di Kabupaten Lamongan memiliki nilai CBR cukup rendah yaitu 0,57% sedangkan syarat nilai CBR yang dikeluarkan Bina Marga yang digunakan sebagai tanah dasar yaitu memiliki nilai CBR > 10%. Untuk meningkatkan nilai daya dukung tanah lempung dapat dilakukan dengan metode stabilisasi dengan pasir untuk memperbaiki gradasi sehingga daya dukung tanah meningkat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) mengetahui karakteristik fisik tanah lempung setelah distabilisasi dengan pasir. (2) mengetahui daya dukung tanah lempung setelah distabilisasi dengan pasir menggunakan parameter CBR. Bahan stabilisasi yang digunakan berupa pasir, diharapkan dapat memperbaiki gradasi tanah, dan mengatasi sifat tanah yang memiliki daya dukung rendah akibat gradasi tanah yang halus. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental. Analisis data yang digunakan merupakan penelitian deskriptif. Data penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Penambahan bahan stabilisasi berupa pasir sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dengan total sampel benda uji sebanyak 45 buah. Parameter yang diuji dalam penelitian ini antara lain LL, PL dan CBR. Pada hasil pengujian diperoleh presentase pasir terbaik pada stabilisasi adalah 20%, yang menyebabkan nilai LL yang semula 72% turun menjadi 57,5% dan nilai IP yang semula 33,26% turun menjadi 23,31%. Semakin banyak penambahan pasir, semakin menurunkan nilai LL dan IP. Hasil pengujian CBR pada presentase penambahan pasir 20% menujukkan nilai CBR Soaked naik dari 0,733% menjadi 2,19% Semakin besar presentase penambahan pasir, maka semakin besar pula nilai CBR yang diperoleh. Saran untuk penelitian lanjutan adalah menambah presentase pasir diatas 20% untuk meningkatkan nilai CBR yang dapat memenuhi standar Bina Marga, (2012) yaitu CBR > 10%.  

Nilai-nilai budaya wabita Jawa dalam novel Pengakuan Pariyem" karya Linus Suryadi AG dan manfaatnya bagi pengajaran apresiasi sastra di SMTA
oleh Agus Suyanto"

 

Pengembangan kemampuan motorik kasar melalui permainan balap mobil mencari bola pada anak kelompok B di TK Permata Bunda Sawojajar Malang / Annisa Mawaddah Mutiara Sari

 

ABSTRAK Sari , Annisa Mawaddah Mutiara. 2016. Pengembangan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Balap Mobil Mencari Bola pada Anak Kelompok B di TK Permata Bunda Sawojajar Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan SekolahDasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tumardi, S.Pd., M.Pd, (II) Evania Yavie., S.Pd., M.Pd . Kata Kunci: anak kelompok B, kemampuan motorik kasar, permainan Balap Mobil Mencari Bola Hasil observasi pada anak kelompok B di TK Permata Bunda Sawojajar Malang, menunjukkan bahwa, kemampuan motorik kasar anak belum optimal. Kegiatan fisik motorik cenderung difokuskan pada fisik motorik halus saja. Fisik motorik kasar hanya difokuskan pada kegiatan persiapan masuk kelas. Pembelajaran terlalu terpusat pada guru dan stimulasi untuk pengembangan aspek motorik kasar anak relatif kurang. Penelitian dengan tujuan: (1) Mendeskripsikan penerapan permainan balap mobil mencari bola untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik anak kelompok B, (2) Mendeskripsikan peningkatan fisik motorik kasar anak kelompok B. Rancanagan penelitian tergolong penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus dimana setiap siklus terdapat dua kali pertemuan. Masing-masing siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian yaitu anak kelompok B di TK Permata Bunda Sawojajar Malang dengan jumlah 17 anak. Istrumen pengumpulan data penelitian adalah dokumentasi dan lembar observasi. Analisis data penelitian dilakkan dengan menerapkan teknik dskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Balap Mobil Mencari Bola dapat dilaksanakan dengan baik oleh guru dan anak. Hal ini diketahui dari aktivitas guru yang mengikuti urutan langkah-langkah: (1) Guru menyiapkan alat dan bahan untuk permainan, (2) Guru menjelaskan langka-langka permainan, (3) Guru menjelaskan aturan permainan, (4) Guru memberikan contoh cara permainan, (5) Guru mengatur anak-anak agar berbaris sesuai absen, (6) Guru memberikan motivasi dan pujian kepada anak, (7) Guru mengevaluasi perkembangan kemampuan motorik kasar. Dengan pembelajaran seperti itu kemampuan fisik motorik kasar anak meningkat dari siklus I ke siklus II. Rata-rata kemampuan fisik motorik kasar anak pada siklus I sebesar 63,2 dan rata-rata kemampuan fisik motorik kasar anak pada siklus II sebesar 85,3. Peningkatan kemampuan motorik kasar anak dalam hal kelincahan, keseimbangan, kekuatan dan ketepatan antara siklus I dan siklus II yaitu 22,1 dengan prosentase 35%.

Manajemen persediaan pada perusahaan keramik Soekardie Malang / oleh Pujiati

 

Makna riset pemasaran (studi kasus pada Koperasi Asuransi Indonesia Kantor Unit Produksi DAerah Blitar)
oleh Widayatin

 

Penerapan model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan hasil belajar IPS geografi pada materi hidrosfer kelas VII semester 2 di SMP Negeri 1 Bangil Pasuruan / Debby Adecandra

 

Kata kunci: Talking Stick, Hasil Belajar. Observasi awal diketahui bahwa metode pembelajaran Geografi yang dilakukan di SMP Negeri 1 Bangil Pasuruan adalah ceramah, dan kerja kelompok. Siswa kurang antusias dalam pembelajaran geografi, 41% siswa asik bermain sendiri ketika pembelajaran berlangsung, Pada saat kegiatan kerja kelompok siswa yang memiliki kemampuan yang tergolong sedang dan rendah hanya pasif dan tidak berani berpendapat. Hal itu menyebabkan setiap siswa tidak memiliki kesempatan yang sama untuk mengemukakan pendapat dalam menjawab tugas kelompok tersebut dan proses belajar bersama belum tercapai secara optimal. Hal itu terlihat dari hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 26% dan rata-rata kelasnya sebesar 67,6. Jumlah ketuntasan belajar siswa itu kurang dari standar ketuntasan minimal (SKM) untuk mata pelajaran Geografi sebesar > 75 dan ketuntasan belajar klasikalnya sebesar > 85%. Hasil belajar tersebut perlu diperbaiki dengan menerapkan model pembelajaran Talking Stick, karena model ini mengajak siswa untuk lebih aktif dan model pembelajaran Talking Stick tidak hanya mengajak siswa belajar tapi juga bermain yang dapat memotivasi siswa untuk mengikuti materi yang disampaikan guru, diharapkan pengetahuan siswa akan bertambah, dan hasil belajarnya juga meningkat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa. Upaya untuk mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini dirancang dengan model penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada bulan Februari 2011. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII-B yang berjumlah 43 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, Instrumen pengumpulan data melalui tes tiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan ke siklus I yaitu dari rata-rata hasil belajar 67,6 dengan persentase ketuntasan belajar 26% menjadi 71,6 dengan persentase ketuntasan belajar 53%. Pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar dari 71,6 menjadi 78,9 dengan persentase ketuntasan belajar 88%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pembelajaran kooperatif model Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar IPS Geografi pada materi hidrosfer siswa kelas VII semester 2 di SMP Negeri 1 Bangil Pasuruan. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan: (1) Bagi guru geografi agar menggunakan model Talking Stick untuk meningkatkan hasil belajar siswa. (2) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran dengan model Talking Stick dengan pokok bahasan yang berbeda.

Studi tentang volume penjualan dilihat dari promosi dan siklus kehidupan produk pada perusahaan konveksi di kodya Malang
oleh Ni Wayan Nursilawati

 

Analisis dimensi kualitas layanan paket pos kilat khusus (studi pada Kantor Pos Besar Malang) / Yudha Sukma Budiman

 

Kata kunci : Dimensi Kualitas Jasa ( Bukti fisik, Keandalan, Daya tanggap, Jaminan, dan Empati) Perusahaan yang bergerak dibidang jasa harus dapat meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan karena itu merupakan suatu tujuan utama. Dalam menilai atau melihat suatu kualitas layanan jasa, hal ini dapat dilihat melalui beberapa aspek yang biasa dikenal dengan dimensi kualitas jasa. Dimensi kualitas jasa ini terdiri dari Bukti fisik, Keandalan, Daya tanggap, Jaminan, dan Empati. Diperlukan kualitas layanan yang baik dari karyawan untuk meningkatkan minat konsumen dalam memakai jasa pos yang terutama paket pos kilat khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan paket pos kilat khusus di Kantor Pos Besar malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis kualitas pelayanan bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability),daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) pada Kantor Pos Besar Malang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mono variabel yaitu kualitas pelayanan dengan sub variabel bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Hasil analisis deskriptif data menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dengan dimensi bukti fisik, keandalan, daya tangap, jaminan, dan empati rata-rata dinyatakan baik oleh pelanggan, hasil penelitian analisis faktor terdapat 6 faktor pembentuk kualitas layanan yaitu faktor 1 meliputi peralatan yang modern, karyawan yang mempunyai penampilan menarik dan rapi, kerapian, kebersihan, dan kenyamanan ruang tunggu, tempat pakir yang luas., faktor 2 meliputi kecepatan dalam proses pengiriman, ketepatan dalam proses pengiriman, kesiapan pegawai dalam membantu pelanggan dalam menangani keluhan, kinerja pelayanan pegawai, kemudahan prosedur transaksi, faktor 3 meliputi kesigapan pegawai dalam melayani pelanggan, pegawai merespon dengan cepat terhadap keluhan pelanggan, pegawai menyampaikan informasi yang jelas., faktor 4 meliputi kecepatan dalam proses pengiriman, kesiapan pegawai dalam membantu pelanggan, pegawai merespon dengan cepat terhadap keluhan pelanggan, faktor 5 meliputi ketepatan dalam proses pengiriman, kemudahan prosedur transaksi, dan faktor 6 meliputi kejujuran dan tanggung jawab pegawai dan pegawai dapat memahami kebutuhan pelanggan, dan dari 6 faktor di atas faktor 1 merupakan faktor yang dominan. Diharapkan dengan terpenuhinya semua aspek dimensi (keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik) menjadikan kualitas layanan pada Kantor Pos Besar Malang dapat bersaing dengan perusahaan lainnya.

Nilai-nilai dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara / Yuni Purwaningsih

 

Purwaningsih, Yuni. 2014. Nilai-nilai Karakter dalam Novel Sepatu Dahlan Karya Khrisna Pabichara. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd., (II) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. Kata kunci: nilai, karakter, novel, Sepatu Dahlan Hakikat karya sastra bersifat dulce et utile yang berarti menyenangkan dan berguna. Menyenangkan berkenaan dengan cunsummatory value, berguna berkenaan dengan contributory value. Penulisan karya sastra pada hakikatnya tidak hanya menyampaikan nilai-nilai estetika, namun juga nilai-nilai etik. Dengan karya sastra, diharapkan ada pengalaman asimilasi dan akomodasi kognitif dalam pencapaian pengetahuan, sekaligus dapat memperoleh pengalaman, penghayatan serta proses internalisasi nilai-nilai dalam rangka pembentukan sikap. Sesuai dengan tujuan dan fungsi penulisannya, karya sastra dianggap sebagai media yang tepat untuk menyampaikan dan menanamkan nilai-nilai kehidupan. Pada masa kini nilai karakter merupakan isu yang menarik untuk dibahas. Novel Sepatu Dahlan karya Krisna Pabichara yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi (biografi) tokoh Dahlan Iskan ditengarai sarat dengan nilai karakter, setidaknya dapat dipetik manfaat positif setelah membaca novel ini. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendiskripsikan nilai-nilai karakter yang terdapat pada novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara. Nilai-nilai karakter yang dimaksud adalah nilai-nilai karakter dalam hubungannya dengan (1) Tuhan Yang Maha Esa, (2) diri sendiri, (3) sesama, (4) lingkungan, dan (5) kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan struktural semiotik. Data penelitian berwujud paparan kebahasaan tertulis yang mengandung nilai-nilai karakter, yang berupa paparan naratif dan kalimat percakapan (dialog) yang menggambarkan karakter, perbuatan, dan pemikiran tokoh. Data diperoleh melalui kegiatan membaca berulang-ulang, kemudian mereduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Sepatu Dahlan terdapat nilai-nilai karakter dalam hubungannya dengan (1) Tuhan Yang Maha Esa, (2) diri sendiri, (3) sesama, (4) lingkungan, dan (5) kebangsaan. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, terwujud dalam nilai (1) beriman dan bertakwa, dan (2) bersyukur. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri, terwujud dalam nilai (1) jujur, (2) bertanggung jawab, (3) disiplin, (4) kerja keras, (5) percaya diri, (6) berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, (7) mandiri, dan (8) cinta ilmu. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama terwujud dalam nilai (1) menghargai karya dan prestasi orang lain, (2) santun, dan (3) demokratis. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan terwujud dalam nilai peduli sosial. Sedangkan nilai karakter dalam hubungannya dengan kebangsaan terwujud dalam nilai (1) nasionalis, dan (2) menghargai keberagaman. Dari hasil temuan, disimpulkan bahwa nilai-nilai karakter tersebut dapat digunakan sebagai motivasi dan bahan kajian bagi pembaca untuk bertindak dengan karakter yang baik. Tentunya pembaca harus dapat memilah bahwa dalam novel Sepatu Dahlan juga terdapat perilaku yang menunjukkan karakter tidak baik dan tidak layak dijadikan teladan. Penanaman nilai karakter tidak dapat dilakukan secara cepat, namun membutuhkan waktu yang lama, berkesinambungan dan bertahap. Motivasi dan kesadaran pribadi untuk selalu berbuat baik dan tidak melanggar aturan agama, merupakan dasar yang kuat untuk membentuk manusia dengan karakter baik, didukung oleh keteladanan dan pembiasaan orang tua, serta lingkungan pergaulan yang sehat. Karakter baik, sangat disarankan bagi setiap manusia dalam menjalankan perannya di muka bumi, mengingat setiap manusia adalah makhluk Tuhan Yang Maha Esa, dengan berbagai kepribadian, yang hidup di tengah masyarakat sebagai bagian dari suatu bangsa. Berdasarkan hasil penelitian, saran disampaikan kepada pihak berikut. Pertama pembaca, agar dapat menjadi referensi sekaligus menggugah minat untuk mempelajari dan menggali nilai-nilai karakter yang terdapat pada karya sastra yang lain, khususnya novel. Kedua guru, agar dapat digunakan sebagai referensi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia tertutama pada kegiatan apresisasi sastra dikaitkan dengan nilai-nilai karakter, sebagai bekal siswa untuk hidup di masyarakat yang beradab dengan budi pekerti dan etika yang baik, serta dapat dijadikan motivasi pada siswa, agar gemar membaca sastra yang mengandung muatan-muatan karakter dan nilai-nilai kehidupan yang dapat diaplikasikan pada kehidupan masa kini. Ketiga perpustakaan, agar memperbanyak koleksi bacaan fiksi yang bermuatan nilai-nilai moral dan karakter bangsa, serta memfasilitasi untuk melakukan bedah buku, guna mengulas dan mengkaji lebih mendalam tentang isi buku dengan mendatangkan nara sumber. Keempat penulis buku, agar lebih giat menulis buku untuk menambah khasanah sastra Indonesia, terutama yang memiliki muatan nilai-nilai kehidupan, sekaligus turut membentuk karakter dan moral generasi muda (pembaca). Kelima peneliti selanjutnya, agar dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan rujukan untuk penelitian lanjutan tentang nilai-nilai karakter terhadap karya sastra, untuk lebih memperkaya khasanah kajian sastra.

Korelasi hubungan kerja kemanusiaan dengan moral kerja pegawai di Pusat Pengembangan Penataran Guru IPS dan PMP Malang
oleh Sumitro

 

Hubungan antara pelaksanaan pengawasan dengan disiplin kerja pegawai Kantor Depdikbud kecamatan di wilayah kabupaten Jember
oleh Iin Sugihartini

 

Survai tentang kualitas balita di desa Poncokusumo kecamatan Poncokusumo kabupaten Malang / oleh Indah Arjati

 

Karakter sebagai unsur penggerak cerita dalam novel Teggelamnya Kapal Van Der Wijk karya Hamka
oleh Rosnah Anisah

 

Using fun activities to improve listening skill of the ninth grade students at MTsN Mojokerto / Hanna Andyani

 

Tesis. Program Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Fachrurrazy, MA., Ph.D., (II) Dr. Arwijati Wahjudi, Dip.,TESL.,M.Pd. Kata Kunci: Tic Tac Toe Game, Running Dictation Game, Whispering Game, Ketrampilan Menyimak. Berdasarkan pengalaman peneliti selama mengajar di MTsN Mojokerto, ada tiga masalah sehubungan dengan pengajaran menyimak khususnya bagi murid-murid kelas III: 1) kebanyakan nilai pelajaran menyimak murid murid masih dibawah KKM yaitu 60; 2) kebanyakan dari murid-murid sangat tidak antusias dengan pelajaran menyimak; 3) sangat sulit bagi murid-murid untuk memahami pembicaraan native ditape. Masalah-masalah tersebut disebabkan oleh dua factor; 1) guru-guru kurang kreatif dalam menggunakan bahan menyimak yang telah tersedia; 2) guru-guru kurang bervariasi dalam mengajar menyimak. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yang masing-masing terdiri dari 3 pertemuan. Adapun subyek dari penelitian ini adalah murid-murid kelas III MTsN Mojokerto. Instrumen penelitian ini adalah tes menyimak, checklist pengamatan dan kuesioner. Kriteria kesuksesan tercapai jika 55% murid mendapatkan nilai lebih dari 60 dan 75% murid memiliki respon yang positif terhadap penerapan game. Dengan penerapan game, kriteria kesuksesan tercapai pada siklus kedua. 74% total murid yang memperoleh nilai lebih dari 60 dan 90% siswa memiliki respon yang positif terhadap penerapan game. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prosedur dari game yang efektif adalah sebagai berikut: Tic Tac Toe Game: (1) menunjukkan gambar dan memberikan pertanyaan sehubungan dengan gambar tersebut, (2) menuliskan beberapa kata (kosakata) yang berhubungan dengan topic di papan tulis dan guru membacanya kemudian meminta murid-murid untuk mengulangnya, (3) memberitahukan ke murid-murid tentang bagaimana memainkan permainan Tic Tac Toe dan juga aturan-aturan mainnya, (4) membagi kelas menjadi 2 tim, A dan B dan menggambar kotak di papan tulis yang terdiri dari 9 kotak didalamnya, (5) masing-masing murid dalam tiap tim memilih nomor dari kotak tersebut, kelompok A seharusnya menjawab pertanyaannya, jika menjawab dengan benar, maka akan ditulis A dikotak tersebut, tetapi jika menjawab salah dan kelompok B menjawab dengan benar maka akan ditulis B dikotak tersebut, ketika kedua murid dari masing-masing kelompok maju kedepan, maka murid-murid yang lainnya menuliskan bahan-bahan dari teks prosedur yang mereka dengarkan. Running Dictation Game: (6) menunjukkan gambar dan memberikan pertanyaan sehubungan dengan gambar tersebut, (7) menuliskan beberapa kata (kosakata) yang berhubungan dengan topic di papan tulis dan guru membacanya kemudian meminta murid-murid untuk mengulangnya, (8) memberitahukan ke murid-murid tentang bagaimana memainkan permainan Running Dictation Game dan juga aturan-aturan mainnya, (9) menyiapkan beberapa kalimat pendek dan tuliskan masing-masing dikertas kemudian tempelkan masing-masing kertas tersebut di pohon, (10) bagilah murid-murid menjadi beberapa kelompok dan masing-masing murid ditiap kelompok membentuk suatu barisan, (11) murid 1 dimasing-masing kelompok lari ke pohon 1, membaca kalimatnya, mengingatnya, dan berlari kembali ke kelompoknya dan mendiktekan kalimat yang diingat ke murid 2, murid 2 mendengarkan dengan hati-hati dan menuliskannya di kertas, setelah itu murid 1 mengambil posisi di belakang murid 5, (12) setelah selesai menulis dikertas, murid 2 menyerahkan kertasnya kepada murid 3, kemudian murid 2 lari ke pohon kedua dan seterusnya, mainkan permainan ini sampai semua kelompok telah menuliskan keseluruhan kalimatnya. Whispering Game: (14) menunjukkan gambar dan memberikan pertanyaan sehubungan dengan gambar tersebut, (14) menuliskan beberapa kata (kosakata) yang berhubungan dengan topic di papan tulis dan guru membacanya kemudian meminta murid-murid untuk mengulangnya, (15) memberitahukan ke murid-murid tentang bagaimana memainkan permainan Whispering Game dan juga aturan-aturan mainnya, (16) menyiapkan beberapa kalimat pendek dan tuliskan dikertas kemudian digandakan sesuai dengan jumlah kelompoknya, (17) bagilah murid-murid menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok harus memilih seorang murid sebagai penulis yang tugasnya menuliskan kalimat-kalimat yang didengarnya, dan juga seorang pelari, setelah itu semua murid dalam setiap kelompok harus membentuk garis, (18) murid 1 masing-masing kelompok (pelari) membaca kalimat 1, mengingatnya, meletakkan kertasnya, lari ke kelompoknya dan membisikkan kalimat yang diingat kepada murid 2, dan murid 2 mendengarkan dengan seksama, mengingatnya dan membisikkan ke murid 3 dan seterusnya, murid yang terakhir (penulis) mendengarkan, mengingatnya dan menuliskannya dikertas, mainkan permainan ini sampai semua kelompok menulis semua kalimat yang ada. Berdasarkan penemuan penelitian ini; 1) para guru bahasa inggris disarankan untuk mengaplikasikan game-game ini dalam pengajaran menyimak mereka untuk meningkatkan ketrampilan menyimak murid-murid mereka; 2) kepala sekolah dapat menyediakan fasilitas-fasilitas sehubungan dengan penerapan game ini; 3) peneliti lain disarankan untuk menyiapkan perencanaan yang matang sebelum melakukan penelitian yang hampir sama agar pengaplikasian game ini dapat berjalan dengan baik.

Karakter protagonis wanita dalam novel terjemahan Bila Esok Tiba karya Sidney Sheldon ditinjau dari psikologi analitis C.G. Jung
oleh Galatea Khairani Husni

 

Hubungan antara persepsi mengenai kemampuan mengajar guru dan kemanfaatan bahan pelajaran dengan minat belajar terhadap mata pelajaran geografi siswa SMAN di kabupaten Tulungagung / oleh Eny Pudjiastuti

 

Hubungan pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap minat baca siswa di SDN Sumbersari 1 Kota Malang / Yudi Setiyono

 

Kata kunci: Perpustakaan, Minat Baca, Pemanfaatan Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di SDN Sumbersari 1 Kota Malang pada tanggal 06 Februari 2011 didapatkan fakta pemanfaatan pepustakaan kurang optimal. Selain itu siswa hanya terfokus pada buku paket dan LKS sehingga minat baca siswa kurang optimal, seharusnya guru memberikan tugas yang berhubungan dengan buku-buku yang ada di perpustakaan sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat baca siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti ingin mengambil judul: “Hubungan Pemanfaatan Perpustakan Sekolah Terhadap Minat Baca Siswa di SDN Sumbersari 1 Kota Malang”. Penelitian ini bertujuan untuk (1); Mendeskripsikan pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh Siswa di SDN Sumbersari 1 Kota Malang; (2) Mendeskripsikan minat membaca siswa di SDN Sumbersari 1 Kota Malang; (3) Mendeskripsikan hubungan antara pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa terhadap minat membaca siswa di SDN Sumbersari 1 Kota Malang. Populasi penelitian ini adalah siswa SDN Sumbersari 1 kota Malang mulai kelas IV hingga kelas VI yang berjumlah 68 siswa. Dilihat dari jumlah populasi yang hanya 68 siswa maka semua anggota populasi penulis jadikan sampel. Adapun instrumen dan pengumpulan data dalam penelitian ini penulis menggunakan angket, sedangkan analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikemukakan beberapa kesimpulan penelitian, yaitu: (1) pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa SDN Sumbersari 1 Kota Malang dapat dikategorikan baik dengan perolehan nilai maksimum 49,00, nilai minimum 30,00, dan nilai rata-rata 40,16 dengan nilai standar deviasi 4,95; (2) minat baca siswa SDN Sumbersari 1 Kota Malang dapat dikategorikan sangat tinggi perolehan nilai maksimum 97,00, nilai minimum 68,00, dan nilai rata-rata mencapai 84,75 dengan nilai standar deviasi 6.40; (3) terdapat hubungan yang positif yang signifikan antara pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap minat baca siswa di SDN Sumbersari 1 Kota Malang, dengan nilai koefisien korelasi product moment untuk Ry(Rata-rata) sebesar 0,326. Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat diberikan beberapa saran, yaitu: (1) Kepala Sekolah, karena kepala sekolah memangku jabatan tertinggi di SDN Sumbersari 1Kota Malang, maka perlu kiranya kepala sekolah memberikan saran dan kebijakan kepada guru kelas untuk mendorong dan membiasakan siswa memanfaatkan buku-buku yang ada di perpustakaan sekolah, serta mengalokasikan dana untuk menambah koleksi buku dan fasilitas lain yang diperlukan, (2) Guru sekolah dasar bisa lebih memotivasi siswa membaca buku di perpustakaan sekolah dengan cara memberikan tugas sekolah yang berkaitan dengan buku-buku yang ada di perpustakaan; (3) Peneliti Lanjut, hasil penelitian hanya dilakukan di Sumbersari 1 Kota Malang. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian kembali dibeberapa sekolah yang mengalami kondisi serupa agar hasil yang diperoleh dapat berlaku secara umum dan dapat dijadikan pembanding bagi peneliti selanjutnya.

Studi tentang pengembangan produk dan volume penjualan sangkar burung pada perusahaan sangkar burung ardha di Kecamatan Turen Kabupaten Malang oleh Choirul Umatin

 

Volumep enjualanm erupakans alahs atuf aktory angm empengaruhi kontnbusUi sahaM ikro Kecil dan Menengah( tlKM) terhadapP rodukD omestik Bruto( PDB).U payay angd apatd ilakukanp erusahaaunn tukm eningkatkavno lume penjualante rsebuti alah denganm elaksanakanp rogramp engembangapnr oduk. Masalahya nga kand ikaji dalamp enelitianin i meliputi,( l) bagaimanap rogram pengembangapnr oduk yang dilakukan oleh perusahaans angkarb urungA rdha? (2) berapav olumep enjualans ebelumd iadakanp engembangapnr oduk? (3) berapav olume penjualans esudahd iadakanp engembangapnr oduk? ( ) adakahp erbedaany ang signifikan antaras ebelumd an setelahd iadakan pengembangapnr oduk terhadapv olume penju alan? Penelitianin i bernrjuan( l) untuk mengetahupi rogmm pengembangapnr oduk yang dilakukan oleh perumhaan sangkar burung Ardha, (2) mengetahui volume penjualan sebelump engembangapnr oduk,( 3) mengetahuvi olumep enjualans etelah pengembangapnr oduk serta( 4) untuk mangetahuai pakaha dap erber{aanya ng signifikana ntaras ebelumd ans etelahd iadakanp engembangapnr odukt erhadap volume penlualan. Penelitiani ni dilakukan padap erusahaans angkarb urungA rdha di Kecamatan TurenK abupatenM alang selamabulanA pril-Mei 2004,t eknik pengumpuland ata yangd igunakand alamp enelitianin i adalahw awancarao, bservasdi and okumentasi. Sedangkanp engambilans ampelm enggunakante knik sampelb ertujuan,d engan jumlah sampe6l tahund ant eknik analisisnyam enggunakaunj i-t. Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwa( 1) programp engembangapnr oduk yangd ilakukanm eliputim odifikasip roduk,p erluasanli ni produkd anp enghapusan lini produk, (2) volume penjualans ebelump engembangapnr oduk denganf ttarata sebesa5r 6.075u nit, (3) volumep enjualans etelahp engembangapnr odukd engan rata-ratas ebesa6r 9.550u nit serta( 4) berdasarkanu ji-t dengand erajatk ebebasan (n-I ), taraf signifikans0i ,05 diperoleha ngkap robabilitas0 ,004. Berdasarkanh asil penelitiand apatd isimpulkanb ahwat erdapatp erbedaany ang signifikan,antarsae belumd an setelahp engembangapnr odukt erhadapv olume penjualanB. erdasarkante muanp enelitian,m aka dapatd iajukan sarany aitu pengembangapnro dukm erupakanp rogramy angs angapt entingu ntukm eningkatkan volumep enjualans, ehinggap erusahaahna russ ecarak ontinyum engadakainn ovasi, inovasbi aruu ntuk memperkayali ni sertam otif produk yang ditawarkand alam nclaksanakapnr ogam tersebuth endaknyad ilakukan denganh ati-hatidan cermat fa** p.gttt tefoeUumt embutuhkanb iaya, waktu sertar esiko yang besu'

Identifikasi kesalahan konsep esensial pada siswa kelas II SMA negeri kabupaten Lumajang dalam pelajaran geografi semester IV tahun ajaran 1993/1994 / oleh Muhammad Suhudi

 

Upaya peningkatan pemahaman konsep sejarah melalui Peta konsep siswa kelas II SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang / oleh Diah Umamah Mulyono

 

Hubungan antara keikutsertaan guru dalam forum MGMP dan kemampuan melaksanakan kurikulum 1994 bidang studi geografi di SMP dan SMU se-kabupaten Malang / oleh Siti Soleha

 

The ability of the second year students of English Department of IKIP MALANG in developing paragraphs / by Nunun Maslukah

 

Pengaruh atribut produk terhadap loyalitas pelanggan produk hand & body lotion Citra (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Yurike Oktarika Perdanasari

 

Kata kunci : atribut produk, merek, kemasan, kualitas produk, loyalitas pelanggan Seiring dengan perkembangan jaman dan semakin meningkatnya kesadaran akan merawat kesehatan kulit membawa angin segar bagi perusahaan industri terutama di bidang kosmetik dan kecantikan khususnya produk hand & body lotion. Salah satu merek hand & body lotion yang digemari oleh sebagian masyarakat adalah merek Citra. Perilaku para konsumen pengguna Hand & Body Lotion Citra ini tidak lepas dari pengaruh atribut produk yang melekat pada produk tersebut yang membuat mereka memutuskan untuk membeli dan menggunakan Hand & Body Lotion Citra. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif kausalitas (asimetris) yang bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran atribut produk (merek (X1), kemasan (X2), kualitas produk (X3)) produk Hand & Body Lotion Citra bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (2) pengaruh atribut produk (merek (X1), kemasan (X2), kualitas produk (X3)) secara parsial terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra, (3) pengaruh atribut produk (merek (X1), kemasan (X2), kualitas produk (X3)) secara simultan terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra, (4) pengaruh dari atribut produk (merek (X1), kemasan (X2), kualitas produk (X3)) yang dominan terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang membeli dan menggunakan produk Hand & Body Lotion Citra. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 140 responden. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling untuk menyebarkan kuesioner yang dilaksanakan pada bulan Maret 2011. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner, skala pengukuran yang dipakai adalah Skala Likert (Sangat Setuju, Setuju, Cukup Setuju, Kurang Setuju, dan Tidak Setuju). Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) pada variabel merek, kredibilitas dan superioritas produk Hand & Body Lotion Citra tergolong baik, (2) pada variabel kemasan, kemudahan penggunaan, daya tarik, dan identitas produk Hand & Body Lotion Citra tergolong baik, (3) pada variabel kualitas produk, keadaan fisik dan keawetan produk Hand & Body Lotion Citra tergolong cukup baik, (4) pada variabel loyalitas pelanggan, keadaan loyalitas pelanggan pada produk Hand & Body Lotion Citra cukup baik. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif signifikan atribut produk (merek, kemasan, dan kualitas produk) secara parsial terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (2) terdapat pengaruh positif signifikan atribut produk (merek, kemasan, dan kualitas produk) secara simultan terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (3) variabel yang dominan mempengaruhi loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang adalah variabel kemasan. Atribut produk mempengaruhi loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang sebesar 48%, sedangkan sisanya 52% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) dari hasil analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa keadaan merek dan kemasan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang tergolong baik, serta keadaan kualitas produk dan loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang tergolong cukup baik, (2) pengaruh atribut produk secara parsial terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang antara lain: (a) terdapat pengaruh positif dan signifikan merek secara parsial terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (b) terdapat pengaruh positif dan signifikan kemasan secara parsial terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (c) terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas produk secara parsial terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (3) atribut produk yang terdiri dari merek, kemasan, dan kualitas produk secara simultan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (4) berdasarkan Sumbangan Efektif (SE), variabel kemasan memiliki pengaruh dominan terhadap loyalitas pelanggan produk Hand & Body Lotion Citra pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Hal ini dikarenakan kemasan dapat menimbulkan ketertarikan konsumen pada produk dan melakukan pembelian ulang. Saran yang dapat diberikan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama melaksanakan penelitian ini adalah: (1) Sumbangan Efektif yang terbesar adalah variabel kemasan, sebesar 18,89%. Jadi, PT Unilever Indonesia Tbk sebaiknya lebih kreatif dan lebih modern dalam mengembangkan kemasan produk Hand & Body Lotion Citra untuk menarik perhatian dan minat konsumen, sehingga konsumen terdorong untuk membeli dan menggunakan Hand & Body Lotion Citra, (2) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah variabel penelitian yang dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan selain variabel yang diteliti pada penelitian ini.

Pengaruh penggunaan media CD terhadap prestasi belajar sistem pengisian konvensional siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Sumberasih Kabupaten Probolinggo / Lalu Surya Budi Martha

 

Kata kunci: Media Gambar, Media CD, Prestasi Belajar. Penelitian di lakukan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan media CD dan media gambar terhadap prestasi belajar. Pembelajaran di laksanakan pada sistem pengisian konvensional. Alasan di lakukan penelitian ini karena pembelajaran mengenai sistem pengisian konvensional yang berlangsung di SMK Negeri 1 Sumberasih Kabupaten Probolinggo Jawa Timur selama ini masih menggunakan metode ceramah yang di imbangi dengan metode demonstrasi oleh guru. Siswa yang di ajar menggunakan metode seperti ini di nilai kurang mampu mengaplikasikan teori yang di dapat pada kegiatan praktikum pada pembelajaran selanjutnya, hal ini akan menghambat perkembangan keterampilan/skill siswa. Akibat proses pembelajaran dengan metode ceramah tersebut juga membuat diri siswa cenderung pasif dan hanya mendengarkan ceramah dari guru saja. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar sistem pengisian konvensional siswa yang di ajar menggunakan media gambar dan siswa yang di ajar menggunakan media CD serta mengetahui perbedaan prestasi belajar sistem pengisian konvensional siswa yang di ajar menggunakan media gambar maupun media CD. Penelitian ini menggunakan desain post-test control group design yang di laksanakan dengan menggunakan kelompok yang sudah ada. Subjek dalam penelitian di lakukan pada siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan yang berjumlah 34 siswa. Prestasi belajar di ukur dari hasil post-test siswa. Teknik analisis data yang di gunakan adalah analisis uji-t. Hasil penelitian terhadap kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa akibat perlakuan. Rata-rata skor prestasi belajar siswa kelompok kontrol yang di ajar menggunakan media gambar lebih rendah dari rata-rata skor prestasi belajar kelompok eksperimen yang di ajar menggunakan media CD. Dari hasil analisis di ketahui bahwa ada perbedaan prestasi belajar kelompok siswa yang di ajar menggunakan media gambar dan kelompok siswa yang di ajar menggunakan media CD.

Studi tentang korelasi antara sejumlah faktor intern ekstern mahasiswa dengan prestasi belajar pada matakuliah stenografi mahasiswa Program Administrasi Perkantoran S-1 Jurusan PDU semester 1 tahun 1989-1990 FPIPS IKIP MALANG
oleh Slamet Rahardjo

 

Media pembelajaran berbantuan komputer pada materi pecahan untuk siswa kelas V sekolah dasar / Endah Trajuningsih

 

Penggunaan komputer telah berkembang ke berbagai diversifikasi keperluan pendidikan, salah satunya sebagai media pembelajaran untuk siswa SD. Dengan memperhatikan kemampuan kognitif dan karakteristik siswa SD dikembangkan suatu media pembelajaran berbantuan komputer pada materi pecahan untuk siswa kelas V Sekolah Dasar ini. Pembuatan media pembelajaran ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kognitif dan karakteristik siswa kelas V SD, menarik dan efektif dengan mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006. Pengembangan media pembelajaran ini melalui beberapa tahap, yaitu: (1)penyusunan rancangan, meliputi perumusan tujuan, pengembangan materi pembelajaran dan perumusan alat ukur keberhasilan; (2) penulisan naskah, meliputi pembuatan flowchart dan storyboard; (3) produksi media pembelajaran, meliputi penentuan desain tampilan dan spesifikasi hardware dan software dan (4) validasi media pembelajaran, yaitu validasi oleh pakar pendidikan matematika dan pakar komputer serta pelaksanaan uji coba kepada beberapa siswa. Hasil pengembangan media ini berupa paket program (software), yaitu sebuah file executable. Proses validasi media pembelajaran ini dilakukan oleh 2 orang pakar pendidikan matematika dan 2 orang pakar komputer. Instrumen yang digunakan dalam proses validasi berupa angket atau kuesioner tertutup. Angket yang digunakan berbentuk checklist dan isian komentar dan saran. Data diolah dalam bentuk kulalitatif deskriptif dengan cara mengubah data kuantitatif menjadi bentuk persentase. Hasil validasi media pembelajaran ini memenuhi kriteria sangat valid dari pakar pendidikan matematika dan kriteria valid dari pakar komputer. Dari uji coba media yang dilakukan kepada 3 siswa kelas V SD, diperoleh respon yang sangat baik dari siswa, yaitu siswa merasa senang dengan kombinasi warna dan berbagai gambar, siswa merasa mudah memahami materi yang disampaikan dan mudah dalam menggunakan media ini. Siswa juga berkomentar bahwa pembelajaran yang dilakukan seperti bermain game, jika pembelajaran matematika di sekolah juga menggunakan media pembelajaran seperti itu maka mereka akan lebih semangat dalam belajar matematika.

Pengembangan paket pelatihan regulasi diri untuk siswa SMP / Veronica Damay R.

 

Kata kunci: paket pelatihan, regulasi diri, siswa SMP Manusia memerlukan tujuan dan perencanaan yang baik dalam menentukan setiap langkah yang akan dilalui, namun tidak jarang tujuan yang telah ditetapkan tidak dapat tercapai dengan baik karena kurangnya perencanaan yang baik dan kedisiplinan diri untuk tetap fokus terhadap tujuannya. Selain faktor kemampuan pribadi individu, lingkungan yang mendukung, dan kepribadian individu, dibutuhkan faktor lain, yaitu kemampuan regulasi diri. Berdasarkan data yang diambil dari penelitian di SMP Negeri 13 Malang, siswa masih belum mendapatkan pelatihan regulasi diri. Siswa belum memiliki kesadaran belajar dari dalam dirinya, dan masih mengandalkan instruksi dari orang lain. Hal tersebut yang menjadi latar belakang disusunnya paket pelatihan regulasi diri siswa SMP, dan rumusan masalah peneliti adalah belum adanya media bimbingan dalam bentuk paket pelatihan regulasi diri siswa SMP. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan seperangkat paket pelatihan regulasi diri siswa SMP, beserta panduan untuk konselor, yang dapat digunakan dalam memberikan bimbingan pribadi dan bimbingan belajar. Berdasarkan hasil kajian pustaka dan analisis need assessment, peneliti menyusun draf paket, kemudian melakukan uji ahli. Tahap pertama oleh ahli BK untuk menilai dan memberi masukan tentang materi paket. Selanjutnya, draf juga dinilai oleh ahli bahasa yang menilai tata bahasa paket dan kemudahan kata atau kalimat untuk dipahami di dalam paket. Tahap kedua dinilai oleh calon pengguna produk. Berdasarkan uji ahli, peneliti mendapatkan data kuantitatif dan data kualitatif untuk melakukan revisi produk. Setelah melakukan revisi produk. Tahap ketiga, yaitu uji kelompok kecil, yang dilakukan kepada siswa di kelas, dan siswa diminta untuk mengisi angket untuk menilai paket pelatihan regulasi diri. Berdasarkan uji ahli, hasil penelitian ini memiliki skor rata-rata 3,3 yang artinya sangat berguna, sangat tepat, sangat layak dan sangat menarik. Dari hasil uji kelompok kecil, menunjukkan bahwa langkah-langkah pelatihan mudah diikuti, dan tampilan paket menarik. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan paket pelatihan regulasi diri siswa SMP, maka (1) konselor hendaknya menggunakan paket ini sesuai dengan petunjuk penggunaan paket pelatihan regulasi diri untuk siswa SMP; (2) saran untuk peneliti selanjutnya, hendaknya memperluas populasi dan subyek penelitian agar didapatkan data generalisasi yang lebih luas dan paket dapat digunakan di pada sekolah-sekolah yang lain; dan (3) panelitian ini hanya terbatas pada SMP Negeri 13, apabila akan menggunakan paket pelatihan ini di sekolah lain, maka perlu dilakukan penyesuaian dengan karakteristik siswa maupun sekolah yang akan menggunakan paket pelatihan ini.

Penerapan metode role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SDN Wajak 01, Kabupaten Malang / Nuri Kurniawati

 

Berdasarkan observasi awal siswa kelas V SDN Wajak 01 ditemukan beberapa permasalahan pada pembelajaran IPS materi Keanekaragaman Suku dan Budaya Indonesia , yaitu: (1) siswa kurang tertarik pada pelajaran; (2) siswa cenderung pasif dalam pembelajaran; (3) siswa merasa bosan untuk belajar; (4) rendahnya hasil belajar siswa. Hal tersebut dikarenakan pembelajaran masih menggunakan metode ceramah, sehingga guru berperan aktif dalam pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut di atas perlu diadakan pembaharuan dalam hal metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang sesuai adalah metode role playing, yaitu metode pembelajaran yang menekankan kenyataan dimana para murid diikutsertakan dalam permainan peranan di dalam mendemonstrasikan masalah-masalah sosial. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan metode role playing dalam pembelajaran Keragaman Suku dan Budaya Indonesia kelas V SDN Wajak 01, Kabupaten Malang; (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Keragaman Suku dan Budaya Indonesia dengan diterapkannya metode role playing di kelas V SDN Wajak 01, Kabupaten Malang Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan dan observasi, refleksi dan perbaikan rencana. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Wajak 01 Kabupaten Malang yang berjumlah 35 siswa yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Tindakan penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember pada semester 1 tahun ajaran 2009/2010. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role playing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Wajak 01 Kabupaten Malang. Hal ini dilihat dari peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II. Perolehan rata-rata postes yang juga meningkat tajam, dari rata-rata sebelumnya (63,37) mengalami peningkatan pada siklus I dengan rata-rata kelas sebesar (77,60) dan prosentase ketuntasan belajar kelasnya yaitu (62,86%) meningkat pada siklus II dengan rata-rata kelasnya sebesar (88,43) dan prosentase ketuntasan belajar kelasnya sebesar (97,14%). Berdasarkan hasil penilitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode role playing telah sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah direncanakan dan mengalami peningkatan secara bertahap serta penerapan metode role playing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Wajak 01 Kabupaten Malang. Disarankan agar guru dapat menciptakan suatu variasi dalam pembelajaran dan dapat mnerapkan metode role playing pada materi lain yang sesuai.

Pengaruh diversifikasi produk terhadap omzet penjualan di industri keramik Betek Doea Malang
oleh Retno Widowati

 

Penerapan pembelajaran dengan penemuan terbimbing berbantuan media manipulatif untuk meningkatkan pemahaman matematika siswa SMP kelas VII / Egis Fernanda

 

ABSTRAK Fernanda, Egis, 2016.PenerapanPembelajaranDenganPenemuanTerbimbingBerbantuan Media ManipulatifUntukMeningkatkanPemahamanMatematikaSiswa SMP KelasVII .Skripsi, Program StudiPendidikanMatematika FMIPA UniversitasNegeri Malang, Pembimbing: Prof. Drs. GatotMuhsetyo, M.Sc. Kata Kunci: media manipulatif, pemahamanmatematika, penemuanterbimbing Tujuanpenelitianiniadalahmemperbaikicaramengajaruntukmeningkatkanpemahamanmatematikasiswatentangmateritransformasimelaluimetodepenemuanterbimbingberbantuanmedia manipulatif. JenispenelitianiniadalahPenelitianTindakanKelasdenganduasiklus, sikluspertamaterdiridariempatpertemuandansikluskeduaterdiridariduapertemuan. Subyekpenelitianadalahseluruhsiswakelas VII C SMPNegeri 13 Malang sebanyak 34 orang, 17 laki-lakidan 17perempuan. Pemilihansubyekpenelitiandidasarkanpadaobservasiawal yang dilakukanpenelitikepadasiswakelas VII C SMPNegeri 13 Malang diketahuibahwabeberapasiswamasihseringmelakukankesalahandalampenulisanataupenyajianhimpunandanmenggambar diagram Venn.Terdapat 61,76 % darijumlahsiswakelas VII C yang masihseringmelakukankesalahanbaikkesalahandalamhalpenulisanataupenyajianhimpunandanmenggambar diagram Venn. PenelitiandilakukanpadabulanFebruari-Maret 2015.Kegiatanpembelajaran yang dilakukanolehsiswameliputi, kegiatanpenemuanpada LKS dengandiskusikelompok, penggunaan media manipulatifgunamembantu proses penemuan,presentasihasilkegiatan,danpengerjaantes. Data diperolehdarinilaihasiltesakhirsiklus, pengkajianhasiltes, hasilobservasiaktivitas guru dansiswadancatatanlapangan.Kriteriakeberhasilanpenelitianiniadalahjikapersentasesiswa yangpahamdanmampumenyelesaikanpermasalahanpadasetiapnomorsoaltesmencapai 75%, persentasejumlahsiswa yang tuntasdalampembelajaran minimal 80% darijumlahsiswasatukelasdengankriteriaketuntasanbelajarnilaites 75, danhasilobservasiaktivitas guru dansiswa minimal 75%. Hasilpenelitianpadasiklus I diperoleh rata-rata persentasesebesar 76,84% darijumlahsiswa yangpahamdanmampumenyelesaikanpermasalahanpadasetiapnomorsoaltes, danpersentase rata-rata aktivitassiswasiklus I adalah 89,33%danaktivitas guru sebesar 89,96%. Padasiklus IIdiperoleh rata-rata persentasesebesar 83,82% darijumlahsiswa yangpahamdanmampumenyelesaikanpermasalahanpadasetiapnomorsoaltes, danpersentase rata-rata aktivitassiswasiklus IIadalah 91,5% danaktivitas guru sebesar93,13%. Hasilobservasiaktivitas guru dansiswaselamapembelajaransiklus II termasukdalamkategori “SangatBaik”. Berdasarkanhasilpenelitian yang telahdilakukan,penerapanpembelajarandenganpenemuanterbimbingberbantuan media manipulatifmeningkatkanpemahamanmatematikasiswakelas VII C SMP Negeri 13 Malang padamateritransformasi .

Pengaruh partisipasi anggota di koperasi sekolah terhadap minat enterpreneur di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto / Anas Syaifuddin Zuhri

 

Kata kunci: Pengaruh, Partisipasi Anggota di Koperasi Sekolah, Minat Entrepreneur Koperasi Sekolah adalah koperasi yang anggotanya para siswa atau murid – murid dari suatu sekolah, yang fungsinya sebagai wadah untuk mendidik tumbuhnya kesadaran berkoperasi di kalangan siswa sebagai anggota dan pengurus. Koperasi sekolah mempunyai nilai dan potensi strategis untuk mengatasi masalah pengangguran karena skill yang tidak memadai dalam kewirausahaan atau entrepreneur, potensi yang dimiliki oleh koperasi sekolah adalah sebagai berikut :1) koperasi sekolah sebagai wahana pembelajaran sehingga memiliki alternatif bagi kepentingan di masa depan, (2) potensi peningkatan kualitas sumber daya manusia karena koperasi sekolah sebagai sarana pembelajaran berkoperasi dan mengasah potensi kewirausahaan sehingga tersedianya wahana proses pembelajaran memiliki alternatif menjadi mandiri sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, (2) potensi sebagai wahana pembelajaran karena para siswa mengenal dan mempraktekkan sendiri aktivitas – aktivitas transaksi atau berusaha seperti mencatat, membukukan, melayani pelanggan, menerima barang, mengelola barang serta berbagai aktivitas transaksi lainya. Karena pengembangan kewirausahaan (entrepreneur) tidak dapat dilakukan secara instant. Sikap mental kewirausahaan (entrepreneur) membutuhkan sentuhan – sentuhan nyata, untuk mengasah potensi – potensi internal yang ada pada diri masing - masing orang agar menjadi peka dan terlatih. Pengembangan kewirausahaan (entrepreneur) juga sesuai dengan dengan tujuan pendirian koperasi. Pada saat koperasi sekolah benar - benar dirasakan siswa sebagai wadah yang dapat menggembleng diri mereka dalam menghadapi hari esoknya maka minat entrepreneur juga dapat muncul pada saat siswa di gembleng dalam wadah koperasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi koperasi sekolah dan partisipasi anggota koperasi sekolah di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto, (2) mendeskripsikan dan menganalisis minat entrepreneur anggota koperasi sekolah di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto, (3) mendeskrips-ikan dan menganalisis bagaimanakah pengaruh partisipasi anggota di koperasi sekolah terhadap minat entrepreneur di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional dengan analisis deskriptif dan analisi regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keadaan koperasi sekolah Bina Mandiri di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto adalah baik, dilihat dari tingkat partisipasi anggota di dalam koperasi sekolah yang tergolong aktif dan cukup aktif, partisipasi anggota di bidang organisasi koperasi sekolah adalah cukup aktif, partisipasi anggota di i bidang modal adalah aktif, partisipasi anggota di bidang usaha adalah aktif, (2) minat entrepreneur siswa yang menjadi anggota koperasi sekolah di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto tergolong berminat karena memiliki dua aspek pembentuk minat entrepreneur yang tinggi yaitu aspek afektif dan kognitif yang diperoleh di koperasi sekolah maupun di luar koperasi sekolah, (3) Terdapat pengaruh yang signifikan baik secara parsial maupun simultan antara partisipasi anggota di koperasi sekolah terhadap minat entrepreneur di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto karena kegiatan perkoperasian yang dilaksanakan oleh anggota di koperasi sekolah Bina Mandiri SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto yang menjadi anggota koperasi sekolah melalui partisipasi organisasi, di bidang usaha dan di bidang modal berpengaruh terhadap minat entrepreneur siswa yang menjadi anggota koperasi sekolah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan: (1) Bagi Kepala Sekolah: Pihak sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah disarankan untuk menggunakan koperasi sebagai laboratorium kewirausahaan atau entrepreneur bagi siswa karena minat entrepreneur siswa dapat timbul melalui koperasi sekolah. (2) Pihak Guru: Guru diharapkan lebih optimal lagi dalam memberikan bimbingan dan pembelajaran tentang koperasi sekolah kepada para pengurus dan anggota yang merupakan siswa kelas X dan XI, khususnya guru mata pelajaran ekonomi dan pembimbing koperasi. (3) Pihak Siswa: a. Siswa di harapkan lebih meningkatkan partisipasinya di dalam koperasi sekolah sebagai anggota, sebagai pengurus, sebagai pengawas, di dalam bidang usaha dan di dalam bidang modal serta meningkatkan pengetahuan tentang koperasi dan koperasi sekolah, b. siswa diharapkan memanfaatkan koperasi sekolah sebagai laboratorium kewirausahaan. (4) Peneliti selanjutnya : Agar objek yang diteliti lebih luas, sehingga hasil penelitian lebih representatif dan valid. (5) Pengurus dan anggota koperasi sekolah : a. para pengurus senantiasa semakin aktif dalam mengelola koperasi untuk peningkatan atau kemajuan koperasi sekolah dan lebih optimal lagi dalam menjalankan tugas sebagai pengurus, b. anggota koperasi sekolah diharapkan agar berpartisipasi lebih aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh koperasi sekolah. ii

Peningkatan hasil belajar PKn tentang nilai-nilai Pancasila kelas II melalui metode simulasi di SDN Ngaringan 02 Gandusari Kabupaten Blitar / Nurfita Dwi Astanti

 

Kata Kunci: Peningkakatan, PKn, Nilai, metode, simulasi Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan dalam bangku pendidikan formal. Matapelajaran ini memfokuskan pada pembentukan warga negara yang baik, cerdas, terampil dan berkarakter seperti yang diamanatkan dalam UUD 1945. Peningkatan kualitas pembelajaran PKn sangat diperlukan mengingat pentingnya mata pelajaran ini bagi pembentukan generasi bangsa. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran diantaranya yaitu dengan penggunaan metode. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa di SDN ngaringan 02 memiliki permasalahan diantaranya yaitu siswa memahami nilai-nilai Pancasila, selain itu siswa belum bisa mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan metode simulasi dalam pembelajarannya. Pada penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode simulasi pada pembelajaran PKn kelas II SDN Ngaringan 02 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, (2) mendeskripsikan Peningkatan hasil belajar PKn tentang nilai-nilai Pancasila kelas II SDN Ngaringan 02 Kecamatan gandusari Kabupaten Blitar. Untuk mencapai tujuan tesebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan tindakan disusun dalam satuan siklus yang terdiri, perencanaan, tindakan observasi, dan refleksi. Instrumen utama pengumpulan data dalam penelitian ini adalah peneliti dibantu guru kelas II dengan menggunakan angket, lembar observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I, siswa mempunyai ketuntasan belajar 42%. Pada siklus II siswa mempunyai ketuntasan belajar 85,7%. Hal ini menunjukan peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 43,7%. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan dengan menggunakan metode simulasi siswa lebih aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga siswa mampu mencapai kreteria ketuntasan minimal yang ditentukan oleh sekolah. Dari penelitian ini dapat disarankan guru dalam penggunaan ini member kesempatan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal yang belum atau kurang faham sebelum dilakukannya permainan simulasi. Hal itu diperlukan agar siswa lebih lancar dalam memerankan perannya saat permainan simulasi. Melaksanakan metode simulasi sesuai dengan tahap-tahapannya sehingga siswa dapat melakukan simulasi denagan baik. Selain itu guru hendaknya dalam memilih property/ perlengkapan disesuaikan dengan kondisi lingkungan siswa sehingga penggadaan property tidak menghalangi pelaksanaan kegitan simulasi.

Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) untuk meningkatkan hasil belajar persamaan linear satu variabel pada kelas 7C SMP Brawijaya Smart School / Rizqi A'maliyah

 

ABSTRAK A’maliyah, Rizqi. 2015. Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Persamaan Linear Satu Variabel pada Kelas 7C SMP Brawijaya Smart School. Skripsi, Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sisworo, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Pendekatan RME, Persamaan Linear Satu Variabel. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di kelas 7C SMP Brawijaya Smart School kota Malang, ditemukan saat proses pembelajaran berlangsung terdapat siswa yang kurang dapat menyelesaikan soal cerita dari masalah kontekstual dan siswa kurang aktif saat guru meminta mereka bertanya dan berpendapat. Banyak siswa yang mengaku apabila kurang meminati pelajaran matematika. Ditemukan juga hasil belajar pada materi Persamaan Linear Satu Variabel di kelas 7C pada dua tahun sebelumnya, siswa yang mencapai KKM pada materi Persamaan Linear Satu Variabel kurang dari 30%. Pembelajaran menggunakan pendekatan RME bertujuan untuk melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran dan dapat mengkonstruksi pengetahuan selama proses pembelajaran di kelas. Materi Persamaan Linear Satu Variabel banyak digunakan pada kegiatan sehari-hari dan materi tersebut dapat dikombinasikan dengan pendekatan RME. Tujuan penelitian kali ini adalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 7C dari SMP Brawijaya Smart School pada materi Persamaan Linear Satu Variabel menggunakan pendektan RME hingga total siswa dalam kelas yang mencapai KKM lebih dari atau sama dengan 50%. Penelitian kali ini menggunakan siklus model spiral menurut Kemmis dan Mc Taggart. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan RME diawali dengan memahami masalah kontekstual kepada siswa, kemudian dilanjutkan meminta siswa untuk menyelesaikan masalah kontekstual yang telah dipahami. Kemudian guru meminta siswa untuk membandingkan dan mendiskusikan jawaban, dilanjutkan dengan meminta siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Setiap proses pembelajaran siswa dituntut aktif dan guru hanya menjadi fasilitator untuk mengarahkan siswa melakukan setiap kegiatan pembelajaran dengan baik dan sesuai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan peneliti menggunakan pendekatan RME pada materi Persamaan Linear Satu Variabel dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 7C SMP Brawijaya Smart School tahun pelajaran 2014-2015. Ditunjukkan dengan persentase ketuntasan belajar pada siklus 1 adalah 54,16% sedemikian sehingga penelitian telah mencapai tujuan dengan kata lain presentase ketuntasan belajar siswa di kelas lebih dari 50% sehingga dapat dikatakan spiral dari penelitian

Kajian persamaan normal Hesse dan beberapa aplikasinya / oleh Asmadi

 

Penggunaan model webbed dalam pembelajaran terpadu untuk meningkatkan pemahaman berbagai kompetensi pada tema keluarga siswa kelas II SDN Gondowangi III Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Lilik Nurmawati

 

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1). mendeskripsikan penerapan pembelajaran terpadu dalam meningkatkan pemahaman tema keluarga di SDN Gondowangi III; (2) mendeskripsikan dampak peningkatan pemahaman siswa pada model webbed pembelajaran terpadu tema keluarga pada siswa kelas II di SDN Gondowangi III; (3) dan mendeskripsikan dampak penggunaan webbed dalam pembelajaran terpadu terhadap keaktifan, kerjasama, keberanian dan rasa senang siswa kelas II SDN Gondowangi III. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 2 siklus. Langkah PTK ini meliputi 2 siklus, masing-masing siklus dilaksanakan selama 3 hari. Siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika telah mencapai kriteria ketuntasan sebesar 70 % dari keseluruhan subyek penelitian dengan rata-rata skor minimal 75. Subyek penelitian adalah siswa kelas II SDN Gondowangi III Kecamatan Wagir yang berjumlah 33 anak. Pada penelitian ini menggunakan alat pengumpulan data berupa: lembar observasi (pengamatan) untuk mengamati kegiatan siswa, wawancara, LKS, studi dokumentasi dengan hasil tes dan foto-foto pada saat pembelajaran, serta lembar evaluasi untuk menilai pemahaman siswa pada tema keluarga. Hasil penelitian menunjukkan: (a) penggunaan model webbed dalam pembelajaran terpadu tema keluarga pada siswa kelas II SDN Gondowangi III dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut yaitu; (1) kegiatan awal ( apersepsi, guru memberikan kebebasan untuk mengutarakan pendapat); (2) kegiatan inti (penjelasan materi, pembagian kelompok, penjelasan kelompok yaitu guru memberikan penjelasan tentang penggunaan dan pengisian LKS, selama siswa mengerjakan LKS guru berkeliling memberikan bimbingan pada setiap kelompok, melaksanakan diskusi kelas (membacakan hasil diskusi) yaitu guru mengadakan bimbingan dan memberikan konsep yang benar; dan (3) kegiatan akhir (membimbing dan menyimpulkan, refleksi (melihat catatan siswa, mengadakan tanya jawab tentang pelajaran yang baru dipelajari dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari, mengadakan evaluasi untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap konsep keluarga yang telah dipelajari); (b) model Webbed dapat meningkatkan pemahaman siswa pada tema keluarga dari skor rata-rata pre tes 59,67 menjadi 73,01 pada siklus I dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 78,81; (c) model Webbed dapat meningkatkan keaktifan siswa dari 76,5% menjadi 81,8 % pada siklus II , kerjasama siswa dari 72,7 % pada siklus I meningkat menjadi 77,3% pada siklus II , keberanian siswa mengalami peningkatan dari 66,7 % pada siklus I menjadi 71,2 % pada siklus II dan rasa senang siswa dalam belajar meningkat dari 83,3% pada siklus I menjadi 87,9% di siklus II. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan: (a) pelaksanaan pembelajaran terpadu dengan model Webbed dapat dilaksanakan dengan baik untuk mengajarkan tentang tema keluarga; (b) penggunaan model Webbed dalam pembelajaran terpadu dapat meningkatkan pemahaman terhadap kompetensi MTK, Sains, Bahasa Indonesia dan SBK pada tema keluarga pada siswa kelas II di SDN Gondowangi III, (c) Dampak penggunaan model Webbed dalam pembelajaran terpadu dapat meningkatkan keaktifan siswa, kerjasama, keberanian dan rasa senang siswa dalam belajar. Berdasarkan kesimpulan diatas dapat diberikan saran kepada, (a) guru agar menggunakan model webbed dalam pembelajaran terpadu tema keluarga, (b) bagi kepala sekolah agar selalu memberikan dorongan kepada guru-guru untuk menerapkan pembelajaran terpadu dalam pembelajaran, (c) bagi penelitian lanjut agar hendaknya menerapkan dan mengembangkan model Webbed dalam pembelajaran terpadu dengan tema-tema yang lain ataupun bagi kelas-kelas diatasnya.

Peranan penilaian portofolio dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa pada pembelajaran PKn di SDN BI Tlogowaru Malang / Meila Tri Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Meila Tri. 2009. Peranan Penilaian Portofolio dalam Mengoptimalkan Kemampuan Berpikir Siswa pada Pembelajaran PKn di SDN BI Tlogowaru Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yayik Sayekti, SH., M.Hum (II) Dra. Sri Untari, M.Si Kata kunci: peranan penilaian portofolio, optimalisasi kemampuan berpikir siswa, pembelajaran PKn. Portofolio adalah inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar praktik-empirik atau pengalaman nyata. Penilaian portofolio ini sudah banyak diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, termasuk di SDN BI Tlogowaru Malang. Namun kenyataan di lapangan saat ini menunjukkan bahwa sebagian dari siswa memandang mata pelajaran PKn sebagai mata pelajaran yang bersifat konseptual dan teoritis. Sehingga ketika mengikuti pelajaran PKn, siswa lebih cenderung mendengar, mencatat, mengerjakan soal dan menghafal konsep-konsep teori-teori yang diceramahkan oleh guru atau bersifat konvensional. Akibatnya setiap pelajaran berlangsung siswa menjadi kurang tertarik, kurang berminat dan kurang diberi kesempatan lebih banyak untuk mengoptimalkan kemampuannya yang menyebabkan kemampuan berpikir siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan peranan penilaian portofolio pada pembelajaran PKn; (2) mendeskripsikan penilaian portofolio yang dilakukan oleh guru dapat mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa dalam pembelajaran PKn; (3) mendeskripsikan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan penilaian portofolio untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa; dan (4) mendeskripsikan cara mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan penilaian portofolio untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau disebut Classroom Action Research. Tindakan dalam penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus melalui empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa Kelas III SDN BI Tlogowaru Malang yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) peranan penilaian portofolio pada pembelajaran PKn yaitu digunakan sebagai landasan mencapai level penguasaan berikutnya dengan memberikan lembar tugas terhadap tugas kliping maupun mading pada siklus I dan II, sehingga siswa dapat memahami tugas serta dapat beralih kepenguasaan kompetensi berikutnya; dan berperan sebagai ranah yang harus dikembangkan yaitu pembelajaran dilakukan dengan mengacu pada tahapan kemampuan berpikir; serta sebagai pencatatan kemampuan yang telah dicapai siswa sehingga dapat digunakan sebagai umpan balik (feed back) bagi siswa; (2) penilaian portofolio dapat mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa terbukti dengan perbaikan atau peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 48% meningkat pada siklus berikutnya mencapai 84% untuk tugas kliping, mading dan LKS; (3) hambatan yang dihadapi dalam penelitian ini meliputi hambatan yang berasal dari guru yaitu pelaksanakan penilaian proses menuntut perhatian yang lebih kepada siswa, waktu terbatas dan penentuan kriteria penilaian atau rubrik penilaian; sedangkan hambatan dari diri siswa yaitu siswa ramai saat pelajaran, dan ketidaklengkapan siswa dalam membawa bahan yang ditugaskan; (4) untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu dengan meminta bantuan kepada guru Kelas III untuk melakukan penilaian proses di kelas, pengkondisian waktu, melakukan koordinasi dalam penentuan kriteria penilaian, mengingatkan siswa untuk lebih memperhatikan, dan pengorganisasian yang lebih matang. Adapun saran yang dapat diajukan adalah: (1) seyogyanya siswa diberi kesempatan lebih banyak untuk mengoptimalkan kemampuannya pada setiap pelajaran; (2) Seyogyanya guru dapat mengembangkan kriteria penilaian dengan membuat rubrik penilaian yang lebih detail; (3) bagi sekolah dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menerapkan kebijakan yang berkaitan dengan KBM; (4) bagi peneliti lanjutan dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk penelitian sejenis.

Evaluasi perencanaan dan pengendalian pembelian barang dagang pada Apotek Pelita Sari Malang / oleh Ayu Ananda Suminar

 

Modul pengajaran matematika tentang lingkaran untuk siswa kelas III IPA cawu I SMU
oleh Anang Yunarto

 

Mutu organoleptik kue nagasari dengan perlakuan penggunaan santan yang berbeda / oleh Ari Dian Ambarwati

 

Pengembangan bahan ajar membaca sastra berbasis kecerdasan spiritual bagi siswa sekolah dasar / Prima Vidya Asteria

 

Kata kunci: pengembangan bahan ajar, membaca sastra, kecerdasan spiritual. Kehidupan siswa dihadapkan pada berbagai persoalan hidup yang kompleks. Semua itu sesungguhnya merupakan permasalahan spiritual. Oleh karena itu, kecerdasan spiritual yang dimiliki setiap siswa harus dikembangkan agar siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepribadian baik dan luhur. Sementara itu, salah satu tujuan pembelajaran sastra juga untuk membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang berkarakter luhur. Dengan demikian, pembelajaran sastra dapat dilakukan sebagai sarana untuk mengembangkan kecerdasan spiritual siswa. Berdasarkan paparan pada bagian latar belakang tersebut, maka tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar membaca sastra berbasis kecerdasan spiritual bagi siswa SD. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah (1) mengembangkan bahan ajar membaca pantun berbasis kecerdasan spiritual bagi siswa SD, (2) mengembangkan bahan ajar membaca puisi berbasis kecerdasan spiritual bagi siswa SD, (3) mengembangkan bahan ajar membaca cerita anak berbasis kecerdasan spiritual bagi siswa SD, dan (4) mengembangkan bahan ajar membaca teks drama anak berbasis kecerdasan spiritual bagi siswa SD. Untuk mencapai tujuan penelitian di atas digunakan rancangan penelitian yang diadaptasi dari model pengembangan R2D2. Model R2D2 memiliki tiga fokus, yaitu fokus definisi (define focus), fokus desain dan pengembangan (design and development), dan fokus desiminasi (dissemination focus). Produk hasil pengembangan selanjutnya diujicobakan untuk mengetahui kelayakan produk, yakni melalui tiga kelompok uji yang meliputi (1) uji ahli yakni ahli pembelajaran sastra, ahli kecerdasan spiritual, dan ahli media, (2) uji praktisi yakni guru, dan (3) uji siswa SD kelas IV, V, dan VI SDN Margomulyo 1 Ngawi. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu bahan ajar membaca sastra berbasis kecerdasan spiritual bagi siswa SD. Produk ini telah mengalami proses penyempurnaan dan uji coba sehingga menghasilkan produk yang memenuhi kriteria. Berdasarkan hasil uji coba, maka dapat ditarik kesimpulan dari produk yang dihasilkan berikut. Bahan ajar merupakan perwujudan dari skenario pembelajaran. Bahan ajar yang dikembangkan dikemas dalam bentuk buku disajikan secara menarik, dan sistematis dengan menggunakan bahasa, serta ilustrasi yang mendukung siswa dalam mempelajari kompetensi membaca sastra. Wujud dari bahan ajar yang dikembangkan yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian pendahuluan bahan ajar berisi sampul, kata pengantar, program pembelajaran, petunjuk penggunaan, daftar isi. Halaman pendahuluan bertujuan untuk mempersiapkan siswa dalam membaca sastra. Bagian isi berisi pengantar teori; contoh, latihan; rangkuman; kenali dirimu; dan renungkan pesan ini. Bagian isi bertujuan untuk mencapai indikator dari kompetensi dasar membaca sastra. Bagian penutup berisi daftar rujukan dan glosarium. Daftar rujukan memuat sejumlah daftar buku yang dapat dijadikan rujukan pembaca untuk lebih memperdalam kegiatan pembelajaran. Bahan ajar ini telah melalui serangkaian uji coba, yaitu pada ahli pembelajaran sastra, ahli kecerdasan spiritual, ahli sastra anak, praktisi, dan siswa. Dari keseluruhan uji yang dilakukan diperoleh masukan dan saran sebagai dasar pertimbangan melakukan revisi. Berdasarkan hasil pengembangan ini, maka dapat diketahui kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dihasilkan layak diimplementasikan dalam pembelajaran membaca sastra di SD. Saran-saran guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia agar dapat menggunakan produk sebagai rambu-rambu yang dapat diterapkan di lapangan. Melalui pengenalan produk bahan ajar membaca sastra yang dihasilkan diharapkan situasi pembelajaran membaca sastra menjadi lebih menarik dan aplikatif. Saran bagi penyusun bahan ajar disarankan untuk mengembangkan prosedur yang telah ditempuh dalam penyusunan bahan untuk membuat buku teks pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Prosedur perlu ditempuh sebagai dasar penyusunan buku teks yang sesuai dengan kondisi lapangan dan relevan dengan kebutuhan siswa. Saran bagi penelitian ini dapat menyusun bahan ajar pada keterampilan berbahasa yang lain, dan bahan ajar yang dikembangkan pada penelitian ini dapat digunakan peneliti lain sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian pada kompetensi membaca yang lain.

Pendidikan politik dan peranannya bagi generasi muda dalam mengisi kemerdekaan
Miranu Triantoro

 

Hubungan antara sejumlah faktor penghambat belajar dengan prestasi belajar siswa jurusan IPS SMA Negeri se Kodya Malang / Tuhardjo

 

Gaya dalam cerpen-cerpen Nugroho Notosusanto sebagai salah satu alternasi bahan pelajaran apresiasi sastra siswa SMA
Syahrul Udin

 

Peningkatan keterampilan menulis paragraf melalui model pembelajaran picture and picture siswa kelas IV SDN Plosorejo 01 Kademangan Blitar / Umi Zulai'in

 

Kata Kunci: menulis paragraf, Picture and Picture, sekolah dasar Menulis paragraf merupakan bagian dari kegiatan mengarang. Oleh sebab itu, keterampilan menulis paragraf harus diterampilkan dulu sebelum menulis karangan. Namun, kenyataan di lapangan siswa langsung diberi tugas mengarang tanpa diterampilkan dulu menulis paragraf. Selain itu, guru tidak menerapkan model pembelajaran inovatif sehingga pembelajaran membosankan bagi siswa. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Picture and Picture dalam pembelajaran menulis paragraf siswa kelas IV SDN Plosorejo 01 Kademangan Blitar dan peningkatan keterampilan menulis paragraf siswa kelas IV SDN Plosorejo 01 Kademangan Blitar melalui penerapan model pembelajaran Picture and Picture. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Plosorejo 01 Kademangan Blitar. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes tertulis, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualiatitatif dengan langkah reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Picture and Picture dapat berjalan baik dan dapat meningkatkan keterampilan menulis paragraf siswa kelas IV SDN Plosorejo 01 Kademangan Blitar terbukti hasil belajar siswa menunjukkan ketuntasan klasikal dari 30% pratindakan menjadi 80% pada siklus I dan 90% pada siklus II. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Picture and Picture dapat meningkatkan keterampilan menulis paragraf siswa kelas IV SDN Plosorejo 01 Kademangan Blitar.

Pengaruh kompetensi auditor, independensi auditor dan due profesional care terhadap kualitas audit di Kantor Akuntan Publik Kota Malang / Ashafita Vesilia Caprira

 

ABSTRAK Caprira, Ashafita Vesilia. 2015. Pengaruh Kompetensi Auditor, Independensi Auditor dan Due Professional Care terhadap Kualitas Audit di Kantor Akuntan Publik Kota Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ika Putri Larasati, S.E., M.Com. (II) Sulastri, S.pd, M.SA. Kata Kunci: kompetensi auditor, independensi auditor, due professional care, kualitas audit, KAP Kota Malang. Kualitas audit merupakan kemungkinan (probability) yang terjadi ketika auditor mengaudit laporan keuangan klien. Hal tersebut membuat auditor dapat menemukan pelanggaran yang terjadi dalam sistem akuntansi klien dan melaporkan dalam laporan audit. Kualitas jasa yang dihasilkan oleh para profesi akuntan publik diatur dan dikendalikan melalui berbagai standar yang diterbitkan oleh organisasi profesi tersebut, (Mulyadi, 2010: 35). Kompetensi, independensi, dan due professional care memiliki peran penting dalam penentu kualitas audit. Hal ini sesuai dengan Attribution Theory yang menjelaskan bahwa perilaku seorang auditor dalam menginterpretasikan suatu peristiwa, alasan atau sebab perilaku individu. Attribution Theory menjelaskan bagaimana auditor yang tidak berkompetensi dan due professional care akan melakukan atribusi kesalahan lebih besar. Independensi auditor didasari oleh attribution theory eksternal yang memaksa seorang auditor melakukan perbuatan tertentu dari tekanan situasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi auditor, independensi auditor, dan due professional care terhadap kualitas audit dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Malang. Teknik convenience sampling digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian terdapat sembilan (9) KAP dengan 70 auditor. Data yang digunakan merupakan data primer yang berasal dari auditor yang bekerja pada KAP di Kota Malang, yaitu auditor yang menduduki jabatan sebagai partner, manajer, auditor senior dan junior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi auditor, independensi auditor, dan due professional care berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hal ini berarti bahwa ketika nilai kompetensi auditor, independensi auditor dan due professional care di KAP tinggi, maka kualitas audit juga akan tinggi sedangkan saat nilai kompetensi auditor, independensi auditor dan due professional care di KAP rendah, maka kualitas audit juga akan rendah. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bahwa perusahaan menyediakan pelatihan yang memadai baik eksternal maupun internal kepada auditor junior dan auditor senior agar dapat menghasilkan audit yang berkualitas.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |