The relationship between EFL learning strategies, degree of extroversion, and oral communication proficiency a study of second-year secretarial students at Widya Karya University / by Patrisius Istiarto Djiwandono

 

Nilai-nilai kultural edukatif dalam peribahasa Indonesia (kajian tematis terhadap folklor yang telah didokumentasikan) / oleh Sukatman

 

Analisis wacana interaksi kelas di kelas I SDN Karangrejo 1 Jember / oleh Arju Muti'ah

 

Pengamatan jenis pertanyaan interaktif dalam proses membaca pemahaman suatu proses interaksi dalam kela / by Meilia Adiana

 

The effectiveness of the purpose-based model for teaching reading comprehension at the English Department / by Agustinus Ngadiman

 

Pengaruh interaktif antara strategi membaca dan kebiasaan membaca terhadap perolehan membaca / oleh Karyata Yeanette Alfa Togas

 

Kepemimpinan kiai dalam merintis dan mengembangkan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang / Narimah Triani

 

ABSTRAK Triani, Narimah. 2016. Kepemimpinan Kiai dalam Merintis dan Mengembangkan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Dr. Imron Arifin, M.Pd, (II) Burhanuddin, M.Ed., Ph.D. Kata kunci: kepemimpinan kiai, pengembangan. Kepemimpinan merupakan salah satu yang menentukan keberhasilan suatu organisasi. Agar dapat menghasilkan tujuan yang produktif, pemimpin organisasi dituntut memiliki kompetensi dalam pengembangan organisasi dan perintisan program-program pengembangan yang adaptable. Kiai sebagai pemimpin pondok pesantren bertanggungjawab penuh terhadap pengelolaan lembaga pendidikan tersebut. Untuk mewujudkan organisasi pesantren yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa akan datang diperlukan penerapan model-model kepemimpinan efektif manajemen modern, namun tetap memperhatikan aspek-aspek situasional – kultur, nilai-nilai (values) dan aspek-aspek budaya setempat. Fokus penelitian ini meliputi: 1) proses merintis dan mengembangkan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, 2) peran kiai dalam merintis dan mengembangkan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, 3) gaya kepemimpinan yang digunakan oleh kiai dalam merintis dan mengembangkan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, dan 4) pembagian tugas kepemimpinan diantara 4 pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui proses perintisan dan pengembangan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, 2) mendeskripsikan peran kiai dalam perintisan dan pengembangan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, 3) mendeskripsikan gaya kepemimpinan yang digunakan kiai dalam perintisan dan pengembangan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, dan 4) mendeskripsikan pembagian tugas kepemimpinan oleh para pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus. Untuk pengumpulan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, seperti wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik pengecekan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ketekunan pengamatan triangulasi, pengecekan anggota, dan kecukupan referensial. Peneliti melaksanakan analisis data dengan tahap-tahap reduksi, display dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintisan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang berawal dari kedatangan Kiai Marzuki Mustamar pada 25 Juni 1994 yang menjadi pendorong beberapa bakal santri datang ke daerah Dusun Gasek, Karangbesuki, untuk berguru kepada beliau. Pengembangan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang dimulai dengan adanya kerjasama Kiai Marzuki Mustamar dan Yayasan Sabilurrosyad. Pengembangan-pengembangan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang di antaranya pendirian SMPI Sabilurrosyad, PAM Tirta Mulya, pendirian Pondok Pesantren Sabilurrosyad II di Tegalweru, Dau, Malang, rencana pendirian SMU Sabilurrosyad, rencana pengadaan aula untuk kegiatan warga, dan pengembangan dalam pembentukan karakter santri dalam bidang keilmuan. Peranan Kiai Marzuki Mustamar di antarnya sebagai perintis, pengasuh, pengajar, pengembang, dan agen kebudayaan. Sedangkan gaya kepemimpinan Kiai Marzuki Mustamar adalah demokratis-karismatik. Pembagian tugas organisasi diantara 4 pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang dilaksanakan sebagai berikut: 1) Kiai Marzuki Mustamar sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, 2) Kiai Murtadlo Amin sebagai Ketua Umum Yayasan Sabilurrosyad, 3) Kiai Ahmad Warsito sebagai Sekretaris Umum Yayasan Sabilurrosyad, dan 4) Kiai Abdul Aziz Husein sebagai Ketua bidang Pendidikan Yayasan Sabilurrosyad Saran penelitian ini yaitu: 1) bagi Kepala Kementerian Agama bidang Kepontren untuk mempermudah proses pemberian bantuan kepada pondok pesantren berdasarkan kebutuhan mendasar dan mendesak bagi pondok pesantren tersebut. 2) bagi Ketua RMI (Roudhotul Ma’had Indonesia) agar bukan hanya sekedar menjadi sebuah komunitas perkumpulan, tetapi dapat meningkatkan mutu kepemimpinan melalui kegiatan-kegiatan ilmiah seperti simposium atau halaqoh-halaqoh diniyah guna pengembangan pondok pesantren. Hal ini dilakukan untuk mempererat tali silaturahim dan pengembangan pondok pesantren. 3) Bagi Kiai Marzuki Mustamar selaku pendiri dan pemimpin di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang untuk tetap memberi waktu berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat sekitar dan atau mendelegasikan ustadz yang lain. 4) Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan supaya berusaha mempelajari bidang kepemimpinan pondok pesantren sehingga menguasai bagaimana pelaksanaan kepemimpinan di lingkungan pendidikan non-formal. Sedangkan 5) Bagi para peneliti lain diharapkan melanjutkan penelitian berupa kepemimpinan kiai dalam bidang lainnya yang relevan.

A study on reading materials for the freshmen of the English Department of FKIP Unika Atma Jaya Jakarta / by Kayetana Maria Widi Hadiyanti

 

Pengembangan media pembelajaran berbasis e-book dengan pendekatan project based learning untuk mata pelajaran pemrograman berorientasi objek di SMK Negeri 1 Kota Pasuruan kelas XI Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak semester gasal / Jerino Aulia Kareem

 

ABSTRAK Kareem, Jerino Aulia. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E-Book Dengan Pendekatan Project Based Learning Untuk Matapelajaran Pemrograman Berorientasi Objek Di SMK Negeri 1 Kota Pasuruan Kelas XI Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom., (II)Dr. Ir. H. Syaad Patmantara, M.Pd. Kata kunci: E-Book, Project Based Learning, Pemrograman Berorientasi Matapelajaran Pemrograman Berorientasi Objek adalah matapelajaran yang diajarkan pada tingkat SMK program keahlian rekayasa perangkat lunak.Berdasarkan wawancara dengan Ketua Bidang Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Kota Pasuruan, sumber belajar yang digunakan adalah buku cetak. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah dan pemberian tugas. Tetapi kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran pemrograman berorientasi objek. Hal ini disebabkan siswa kesulitan menemukan sumber belajar yang sesuai. Siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Pasuruan semua sudah memiliki laptop, smarthphone dan akses internet. Sehingga peneliti dan Ketua Bidang Jurusan RPL SMK Negeri 1 Pasuruan merasa media pembelajaran E-Book cocok diterapkan di SMK Negeri 1 Pasuruan. Selain itu siswa lebih menyukai melakukan praktikum secara langsung dengan tanpa memahami materi sebelumnya.Untuk mengatasi hal tersebut, maka dari itu menurut peneliti perlu diadakan pengembangan media pembelajaran berbasis E-Bookdengan pendekatan Project Based Learning untuk matapelajaran pemrograman berorientasi objek di SMK Negeri 1 Kota Pasuruan Kelas XI program keahlian rekayasa perangkat lunak, sehingga guru tidak perlu bingung mencari media pembelajaran yang cocok untuk siswa dan siswa bisa mudah memahami materi pelajaran pemrograman berorientasi objek. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development/R&D) yang menggunakan desain Sugiyono. Terdapat 10 langkah pengembangan model ini, yaitu: (1) mengidentifikasi kebutuhan, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) validasi produk, (7) revisi produk, (8) ujicoba lapangan, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket yang disebarkan kepada ahli materi, ahli media, dan uji lapangan dengan 30 responden (siswa). Data yang dihasilakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Hasil persentase validitas ahli materi sebesar 91,7%, hasil persentase validitas ahli media sebesar 88,3%, dan hasil validasi dari kelompok besar atau uji coba lapangan sebesar 89,7%.Hasil validasi media pembelajaran ini, menunjukkan hasil yang valid dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran di SMK Negeri 1 Pasuruan.

The use of context clues by the students of English IKIP MALANG in reading comprehension / by Kusumarasdyati

 

Pengaruh kesempatan pertumbuhan, aliran kas bebas, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan utang pada perusahaan yang termasuk dalam LQ-45 listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2009 / Candra Yuhandika

 

Kebijakan utang merupakan bagian dalam penentuan struktur modal, yang didefinisikan sebagai salah satu alat untuk pendanaan yang merupakan contractual claim dan cash flow perusahaan, menciptakan adanya potongan pembayaran pajak, mempunyai umur yang tetap dan memiliki prioritas yang baik dalam periode akuntansi maupun dalam masa kebangkrutan. Hirarki teori pecking order menyatakan bahwa manajer dan pemegang saham lebih menyukai pendanaan dari internal perusahaan (pendanaan dari sumber saldo laba). Biaya keagenan merupakan biaya konflik kepentingan antara pemegang saham, kreditur, dan manajer, yang meliputi biaya insentif dan pengawasan agar manajer memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham, serta biaya perlindungan kreditur dari pemegang saham. Peningkatan utang akan menggeser biaya pengawasan perusahaan dari pemegang saham kepada kreditur. Kreditur memiliki jumlah informasi yang lebih sedikit daripada manajer dan pemegang saham (asymmetric information). Hal inilah yang menjadi alasan bagi kreditur untuk menambahkan premi risiko pada tingkat bunga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesempatan pertumbuhan, aliran kas bebas, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan utang. Populasi yang digunakan adalah perusahaan yang tergabung dalam kategori indeks LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2009, dimana dari populasi tersebut terpilih 14 perusahaan berdasarkan metode purposive sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 56 data observasi. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan adalah teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial kesempatan pertumbuhan dan aliran kas bebas berpengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan utang, sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kebijakan utang. Dari hasil penelitian ini diharapkan bagi pemegang saham dan manajer, dalam mengambil keputusan terhadap kebikan utang hendaknya perlu mempertimbangkan tingkat kesempatan pertumbuhan dan aliran kas bebas perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian sejenis, hendaknya menambah jumlah sampel dan jenis perusahaan lain yang tidak hanya tergabung dalam indeks LQ-45 serta menggunakan variabel lain yang berpengaruh terhadap kebijakan utang seperti struktur kepemilikan, kebijakan deviden, struktur aktiva dan profitabilitas perusahaan

Pengaruh penggunaan kartu konsep dalam proses belajar mengajar sistem koloid terhadap prestasi siswa kelas II SMU Antartika Sidoarjo / oleh Ana Siti Chotimah

 

Keterbacaan dan kemampuan membaca pemahaman Kontakte Deutsch 1" siswa SMA di kodya Malang / oleh Rosyidah

 

Communicative performance and classroom interaction a qualitative study of learner - language development in a classroom setting / by Susanto

 

Analisis relevansi materi, proses, dan penilaian pembelajaran pada buku siswa mata pelajaran tata hidang berdasarkan kurikulum 2013 / Devintasari

 

ABSTRAK Devintasari. 2016. Analisis Relevansi Materi, Proses, dan Penilaian Pembelajaran pada Buku Siswa Mata Pelajaran Tata Hidang berdasarkanKurikulum 2013. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes., (2) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd. Kata kunci: relevansi, buku siswa, tata hidang, kurikulum 2013 Kurikulum 2013 (K-13) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Terkait implementasi K-13, pemerintah telah mempersiapkan bahan ajar dalam bentuk buku siswayang dimaknai sebagai buku kerja siswa. Buku SiswaMata Pelajaran Tata Hidang terdapat 2 jilid dan telah didistribusikan ke sekolah-sekolah dalam bentuk soft file. Guru-guru masih banyak yang belum menggunakan buku siswa sebagai sumber belajar karena kurangnya cakupan materi pembelajaran. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan pengkajian mengenai relevansi materi, proses, penilaian, dan kesesuaian pengorganisasian materi belajar pada buku siswa berdasarkan K-13. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif-evaluatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumenter. Data penelitian diperoleh dengan membandingkan materi, proses, penilaian dan pengorganisaisan pembelajaran pada Buku SiswaMata Pelajaran Tata Hidang Jilid 1-2 berdasarkan standar isi, proses, penilaian, dan pengorganisasian materi pembelajaran pada K-13. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, relevansi materi pembelajaran pada Buku SiswaMata Pelajaran Tata Hidang dengan Kompetensi dalamK-13 tergolong relevan (94%) untuk jilid 1 dan tergolong kurang relevan (24%) untuk Buku SiswaMata Pelajaran Tata Hidang jilid 2. Kedua, padaBuku SiswaMata Pelajaran Tata Hidang Jilid 1 tidak menggunakan sintak model pembelajaran tetapi pada tugas individu dan tugas kelompok mengarah pada pendekatan ilmiah. Pada Buku SiswaTata Hidang Jilid 2 menggambarkan sintak model pembelajaran yaitu PBL (Problem Based Learning) dan prosesbelajar mengarah pada pendekatan ilmiah.Ketiga, sistem penilaian pada Buku SiswaTata Hidang Jilid 1-2 sesuai dengan standar penilaian pada K-13,yaitu berupa penilaian penilaian otentik.Keempat, pengorganisasian materi pembelajaran pada Buku SiswaTata Hidang Jilid 1 & 2 sudah sesuai dengan integrasi model pembelajaran dan pendekatan ilmiah.

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah : studi pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Malang Martadinata / oleh Erika Rosaria Jamil

 

Lampiran pengembangan pembelajaran berbantuan komputer dalam pokok bahasan present perfect tenses" matakuliah "structure II" pada program studi pendidikan bahasa Inggris FKIP Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya / oleh Y.G. Harto Pramono"

 

An investigation into the effectuveness of extensive listening in teaching of English as a foreign language to third-semester students of the English Department FPBS IKIP Yogyakarta / by Bambang Sugeng

 

Pengembangan permainan engklek angka berbasis kognitif pada anak TK kelompok A di Kecamatan Wagir Malang / Afifa Qirota A'yunin

 

ABSTRAK A’yunin, Afifa Qurota. 2016. Pengembangan Permainan Engklek Angka Berbasis Kognitif pada Anak TK Kelompok A di Kecamatan Wagir. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn., (II) Wuri Astuti, S.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Kognitif, Permainan Engklek Angka Pembelajaran kognitif yang diterapkan di TK Mentari Kecamatan Wagir masih belum maksimal. Dalam pembelajaran pengenalan angka cenderung di dalam kelas dengan menggunakan media papan tulis dan lembar kerja anak, sehingga mengakibatkan anak mudah bosan dan kurang memahami angka. Pembelajaran angka pada anak dapat dicapai dengan pendekatan yang beragam salah satunya yaitu dengan menggunakan permainan engklek angka. Permainan engklek angka bertujuan untuk mempermudah anak dalam mengenal dan memahami angka. Tujuan penelitian dan pengembangan permainan engklek angka berbasis kognitif yaitu untuk menghasilkan suatu permainan yang aman, mudah, dan menyenangkan yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran kognitif anak kelompok A. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Dick and Carey dengan 9 langkah pelaksanaan strategi penelitian dan pengembangan. Data penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik kuesioner dan observasi. Data yang dihasilkan terdiri dari 3 orang ahli yaitu, ahli pembelajaran anak usia dini, ahli permainan anak usia dini, dan ahli materi pembelajaran anak usia dini, uji coba perorangan 3 anak, uji coba kelompok kecil 6 anak, dan uji coba kelompok besar 20 anak. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah produk permainan engklek angka. Permainan ini didesain supaya aman, mudah dan senang dengan kriteria keberhasilan yaitu: (1) berupa persentase hasil evaluasi dari ahli pembelajaran anak usia dini 92,5% (2) ahli permainan anak usia dini 82,5% (3) ahli materi pembelajaran anak usia dini 90%. Tingkat kemampuan anak dalam menggunakan selama uji coba perorangan diperoleh persentase rata-rata 91,63%, uji coba kelompok kecil diperoleh persentase rata-rata 90%, dan uji coba kelompok besar diperoleh persentase rata-rata 94,58%. Berdasarkan persentase yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa permainan engklek angka layak digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang aman, mudah, dan menyenangkan dalam kegiatan pembelajaran kognitif di TK. Diharapkan permainan engklek angka ini dapat diuji cobakan pada subjek yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Developing the English syllabus for the pre-service training of Conoco Oil Company personnel / by Siti Latifah Kuntjoro

 

Sistem kerja tenaga keperawatan ditinjau dari perbedaan kepribadian tipe A dan tipe B pada RSU Dr. Saiful Anwar Malang / Dania Sukma Rahwita

 

Problems in translation encountered by translation learners of the English Department of IKIP MALANG / by Arif Hertanto

 

Identifikasi bedrock menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Sounding sebagai penentu letak pondasi bangunan sekolah di Karangbesuki Malang / Eka Yunita

 

ABSTRAK Yunita, Eka. 2016. Identifikasi Bedrock MenggunakanMetodeGeolistrikResistivitasKonfigurasiWenner-Sounding sebagaiPenentuLetakPondasiBangunanSekolah di Karangbesuki Malang. Skripsi, Program Studi S1 Fisika, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) DaengAchmadSuaidi, S.Si.,M.Kom., (II) BurhanIndriawan, S.Si., M.Si. Kata Kunci: Resistivitas, Geolistrik, KonfigurasiWenner, Sounding,PondasiBangunan, Bedrock, LitologiBatuan. Pondasibangunanmerupakanhalpentingdalamperencanaanpembangunansuatugedung agar fenomenakegagalanbangunanbisaberkurang. Bangunanbertingkat yang memilikilebihdari 3 lantaimemerlukanpondasibangunan yang stabildankokoh.Pondasibangunanyang dibangun di ataslapisanbedrockdapatmengurangikegagalanbangunan. Identifikasikedalamandanposisi lateral bedrockdibutuhkanuntukmengetahuikondisibawahpermukaantanahterkaitdenganletakpondasibangunansekolah yang akandibangunsebanyak4 dan 9 lantai di Karangbesuki Malang. PenelitianinimenggunakanmetodegeolistrikkonfigurasiWennersecaraSounding. Data penelitian yang diperolehberupa data resistivitassemudantopografi. Pengambilan data menggunakan 20 titiksounding, jarakantartitiksounding 20 meter, spasielektrodakelipatan 2mulai 2 sampai 40 meter,danpanjang lintasan titik sounding 1-10 adalah 300 meter.Pengolahan data menggunakanSoftware Res2Dinvuntukmengetahuiresistivitastiaplapisanbatuan, kemudiandiolahdenganSoftware Voxleruntukmenyajikanpemodelanbawahpermukaan 3 Dimensi. Hasilpengolahan data menggunakanSoftware Res2DinvdanVoxlerpada daerahpenelitianterdiridari 3 lapisanbatuanyaitu: lapisanlempung, pasirdankerikil, sertabedrock.HasilinversiSoftware Res2Dinvpadatitik sounding 1-10ataulintasan 1posisi lateral bedrockditemukanpada 60-98 meter dengankedalaman 10,5-20 meter, 126-164 meter dengankedalaman 14,8-20 meter, 182-194 meter dengankedalaman 17,2-20 meter, dan 238-240 meter dengankedalaman 17,2-20 meter. Padatitiksounding 11-20 ataulintasan 2, posisi lateral bedrockditemukanpada 60-98 meter dengankedalaman 14,8-20 meter, 126-164 meter dengankedalaman 16-20 meter, dan 182-194 meter dengankedalaman 18,6-20 meter. Berdasarkan Software Voxler, posisi lateral bedrock dibawah permukaan tanah menyebar kearah timur dan utara serta semakin ke timur dan utara bedrock semakin dekat dengan permukaan tanah.

A study on the teaching of English at some elementary schools in kodya Malang / by Hudan Dardiri

 

Pelaksanaan pengajaran bidang pengembangan kemampuan berbahasa di Taman Kanak-kanak se kecamatan Klojen wilayah kepenilikan V kotamadya Malang catur wulan II tahun ajaran 1994/1995
oleh Eni Indrawati

 

Asapek-aspek demografi dalam perencanaan pendidikan (studi kebutuhan guru dan gedung sekolah dasar) tahun 1995-2020 di Madura Jawa Timur / oleh Hasanah

 

Pengaruh ekstrak daun sirih merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav.) terhadap kadar interleukin 6 (Il-6) mencit (Mus musculus) galur Swiss model rheumatoid arthritis / Eka Nurzalia

 

ABSTRAK Nurzalia, Eka. 2016. Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav.) terhadap Kadar Interleukin 6 (Il-6) Mencit (Mus Musculus) Galur Swiss Model Rheumatoid Arthristis. Skripsi., Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si (2) Siti Imroatul Maslikah, S.Si, M.Si. Kata Kunci: Ekstrak Sirih Merah, Il-6, Rheumatoid Arthristis Rheumatoid arthristis (RA) ditandai dengan inflamasi yang menyebabkan pembengkakan pada persendian.Inflamasi yang terjadi pada persendian dimulai dengan proliferasi sel T menjadi T helper yang dapat menstimulasi makrofag untuk menghasilkan Interleukin 6 (Il-6). IL-6 dapat meningkatkan ekspresi sel endotel, meningkatkan permeabilitas vaskular, dan pembebasan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel pada membran sinovial. Pengobatan RA di masyarakat menggunakan Disease Modifying Anti Rheumatic (DMARDs) dan Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drug (NSIDs) dalam jangka panjang memiliki efek samping yaitu reaksi hipersensitivitas, gangguan fungsi hati dan ginjal, serta penekanan sistem hematopoetik. Kecenderungan masyarakat beralih dari pengobatan sintetik menjadi herbal memungkinkan eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia, seperti sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.). Terapi herbal diduga tidak memiliki efek samping pada kesehatan, dan pembiayaan yang lebih murah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak sirih merah terhadap kadar IL-6. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini berlangsung selama bulan September-November 2015 di Laboratorium Biologi, kandang pemeliharaan Universitas Negeri Malang, dan Laboratorium Faal Universitas Brawijaya. Sampel yang digunakan 30 mencit jantan galur swiss berumur 8 minggu dengan berat 28-30 gr. Mencit dibagi menjadi 6 kelompok yaitu normal, RA, terapi aspirin, terapi ekstrak sirih merah dengan dosis 100 mg/kgBB/hari, 200 mg/kgBB/hari, dan 400 mg/kgBB/hari. Mencit model RA dibuat dengan menyuntikan Complete Freund’s Adjuvant (CFA) 0,01 ml secara intraperitonial, setelah 7 hari di booster dengan menyuntikkan Incomplete Freund’s Adjuvant (IFA) 0,03 ml di ekstremitas bawah sebelah kiri bawah bagian telapak kaki, kemudian mencit diberi perlakuan selama 3 minggu. Pada akhir perlakuan mencit didislokasi dan diambil darah dari jantung. Serum darah di Uji dengan metode indirect ELISA. Hasil penelitian menunjukkan terapi ekstrak sirih merah menunjukkan kecenderungan penurunan kadar IL-6. Dosis 400 mg/kgBB/day menunjukkan kecenderungan penurunan terbesar kadar IL-6, yaitu 141,5 pg/ml.

Masalah-masalah yang dihadapi guru dalam penerapan metode pembelajaran IPA kelas V di SDN sekecamatan Klojen kodya Malang
oleh Endang Nurhainingsih

 

Pengembangan grafik pengendali Individual Moving Range (I-MR) berbasis distribusi dagum (studi kasus di PT. Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT) / Olivia Monica

 

ABSTRAK Monica, Olivia. 2016. Pengembangan Grafik Pengendali IndividualMoving Range (I-MR) Berbasis Distribusi Dagum (Studi Kasus di PT. Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT)). Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ir. Hendro Permadi, M.Si. Kata kunci: grafik pengendali individual moving range(i-mr), Distribusi Dagum, VGAM. Data individual merupakan datayang berdistribusi normal dengansatu variabel atau data tunggal.Dari data-data tersebut dapat diolah dengan banyak metode, salah satunya adalah metode I-MR (Individual Moving Range). Pada pihak lain tidak semua data yang dihasilkan mengikuti distribusi normal. Tujuan skripsi ini adalah mengembangkan grafik kendali I-MR berbasis distribusi Dagum 3 parameter dengan contoh kasus hasil pengukuran ketebalan pelapis lantai dan dinding marmer jenis Bromo ukuran 40×60 yang diambil dari perusahaan PT. Industri Marmer Indonesia Tulungagung, produksi per hari periode 19 Juni 2015 – 15 Agustus 2015 (selama 50 hari). Nilai parameter distribusi Dagum diperoleh menggunakan paket VGAM pada R 3.2.3. Grafik pengendali I-MR berbasis distribusi Dagum tidak simetris karena nilai jarak antara UCL dan LCLterhadap garis pusat tidak sama. UCL sebesar 21.4459mm, LCLsebesar 12.9875mm, dan rata-rata (X ̅) sebesar 18.795mm. Sedangkan pada grafik kendali MR menunjukkan UCL sebesar 4.551mm, LCL sebesar 0, dan rata-rata (X ̅) sebesar 1.393mm. Jarak antara garis pusat dengan UCLsebesar 2.6509mm dan jarak garis pusat dengan LCLsebesar 5.8075mm.Hasil grafik I-MR berbasis distribusi Dagum menunjukkan bahwa seluruh hasil pengamatan tidak ada data yang keluar dari batas kendali dan menunjukkan kondisi yang stabil atau konsisten serta variabilitasnya masih terkendali. Pada grafik pengendali I-MR berdistribusi normal, selang antara UCL dan LCL grafik Individual sebesar 6.268mm dan selang antara UCL dan LCL grafik MR adalah 3.851mm. Sedangkan selang antara UCL dan LCL grafik Individual dan grafik MR berbasis distribusi Dagum masing-masing adalah 8.4584mm dan 4.551mm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa selang pada grafik pengendali I-MR berdistribusi normal lebih sempit dibandingkan dengan selang pada grafik pengendali I-MR berdistribusi Dagum.

Penjelidikan tentang hal membuat persiapan mengadjar oleh guru-guru sekolah dasar negeri wilajah Medjajan kabupaten Madiun
oleh Soewarno

 

Studi tentang pendapat guru yang mendasari pelaksanaan pengajaran seni rupa pada sekolah dasar negeri di wilayah Kawedanan Tulungagung / oleh Adhnan Sumanto

 

Pengembangan pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan melalui kegiatan bercerita dengan gambar wayang kelompok B TK Dharma Wanita 03 Sonosari Malang (penelitian tindakan kelas) / Dina Maretta Amelia

 

ABSTRAK Amelia, Dina Maretta. 2016. Pengembangan Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Melalui Kegiatan Bercerita dengan Gambar Wayang Kelompok B TK Dharma Wanita 03 Sonosari Malang (Penelitian Tindakan Kelas). Skripsi, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tumardi, S.Pd, M.Pd, (II) Evania Yafie, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: penjumlahan dan pengurangan, bercerita, wayang. Pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan sangat dibutuhkan dalam mengembangkan kemampuan berhitung. Kepekaan terhadap bilangan perlu dikenalkan sejak anak usia dini. Penerapan operasi penjumlahan dan pengurangan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk pengembangan kemampuan kognitif anak perlu adanya pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Hasil observasi awal ditemukan bahwa anak TK Dharma Wanita 03 Sonosari Malang kemampuan kognitifnya masih rendah dalam hal berhitung. Berdasarkan hal tersebut kegiatan bercerita tepat digunakan sebagai alternatif dalam proses memperbaiki pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan penerapan kegiatan bercerita dengan gambar wayang untuk meningkatkan pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan pada kelompok B. 2) mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep operasi penjumlahan dan pengurangan melalui pelaksanaan kegiatan bercerita dengan gambar wayang pada anak kelompok B. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan: observasi, refleksi, perencanaan, dan pelaksanaan. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B sebanyak 21 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan melaksanakan penerapan kegiatan bercerita pada pembelajaran kelompok B, maka hasil belajar anak pra tindakan keberhasilan klasikal 43%, pada siklus I mencapai 71%, dan pada siklus II mencapai 95%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pelaksanaan kegiatan bercerita telah mencapai kemampuan kognitif yang optimal sesuai dengan kriteria keberhasilan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan untuk pendidik dapat menerapkan kegiatan bercerita dengan gambar wayang untuk meningkatkan pemahaman konsep operasi penjumlahan dan pengurangan. Karena sesuai dengan tahapan anak 5-6 tahun yaitu pra operasional sehingga membutuhkan benda konkret untuk pelaksanaan pembelajaran berhitung.

Efektivitas kalimat pada karangan siswa kelas V SD Negeri Ciptomulyo IV Malang tahun 1995/1996
oleh Montoi

 

The Abyss gazes also: the psychological journey of a mentally-tormented soldier in Spec Ops: the Line / Akbar Endarto Gunawan

 

ABSTRAK Gunawan, Akbar Endarto. 2016. The Abyss Gazes Also: The Psychological Journey of a Mentally-tormented Soldier in Spec Ops: The Line. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kukuh Prayitno S., M.A, (II) Drs. Arif Subiyanto, M.A. Kata Kunci: Video Game, Naratif Verbal, Naratif Sinema, Psikoanalisis, Sigmund Freud, Spec Ops: The Line, Teori Sastra. Dalam seabad terakhir, kerangka psikoanalisis dalam wacana sastra kerap dijumpai di antara kerangka teori-teori sastra lain. Hal ini dikarenakan kemampuan kerangka psikoanalisis dalam membangun pemahaman psikologis dari sebuah teks literatur, memungkinkan pembaca menginterpretasikan teks tersebut melalui sudut pandang yang baru. Salah satu tujuan psikoanalisis adalah untuk menguak kinerja mental karakter fiksi dalam suatu teks dan mengaitkannya dengan teori yang terdapat di ilmu psikologi. Teks semakin tampak realistik saat kinerja mental karakter di dalamnya memiliki kesamaan dengan teori psikologi yang ada. Di sisi lain, video game akhir-akhir ini telah memperoleh predikat keabsahan dari akademia sebagai media literatur dikarenakan kapasitasnya dalam menyediakan struktur naratif yang dipadukan secara koheren dengan disiplin ilmu sinema dan interaktivitas pemainnya, menjadikan pengalaman kala menikmatinya menyerupai media literatur lain seperti perpaduan novel dan drama. Salah satu contoh video game terkini yang sesuai untuk diinterpretasi dengan psikoanalisis adalah Spec Ops: The Line, dibuat pada tahun 2012 oleh Yager Development. Dalam video game tersebut, Kapten Martin Walker dan tim Delta yang ia pimpin ditugaskan untuk menginvestigasi sinyal tanda kehidupan dari Dubai yang tak berpenghuni pasca bencana badai pasir memporakporandakan kota itu beberapa waktu sebelumnya. Lewat petunjuk-petunjuk kecil dari perilaku Kapten Walker yang diperoleh dari presentasi verbal dan sinemanya di sepanjang jalan cerita The Line, video game tersebut mampu membeberkan beragam bukti psikologis yang mengarah pada perubahan proses mental Walker sebagai tokoh di dalam cerita The Line. Bukti pertama berasal dari moral disengagement, yaitu meredam segala dampak emosi pada saat Walker membunuh siapapun yang mengancam akan menembaknya. Bukti kedua adalah perwujudan uncanny effect pada diri Walker, yaitu menunjukkan rasa takut yang tidak beralasan akibat spekulasi liarnya sendiri. Bukti ketiga, defense mechanism, lazim dijumpai di saat niat dan ekspektasi Walker tidak sama dengan apa yang sebenarnya terjadi di sepanjang misinya. Beberapa korban tak bersalah terperangkap di baku tembak antara Walker dan batalion yang memusuhinya, sehingga membuat Walker mengalami gejala-gejala yang menyerupai kondisi Post-traumatic Stress Disorder. Walker mulai berhalusinasi sebagai akibat dari stres yang ia alami selama konflik, namun tetap berusaha teguh dengan pendiriannya untuk menyelesaikan obyektif misinya. Akan tetapi, di saat-saat terakhir misi yang diembannya, Walker secara tragis mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Latar belakang minat siswa masuk SMEA dihubungkan dengan prestasi belajar program kejuruan di SMEA Negeri Kediri
oleh Purwaningrum

 

Fenomena klik remaja pada siswa kelas IX.G (Studi kasus di SMP Negeri 1 Blitar) / Retno Siswi Palupi

 

Kata Kunci: Fenomena, Klik, Remaja, Siswa SMP. Klik remaja adalah fakta sosial yang telah terjadi di kalangan anak sekolah. Keberadaan klik remaja relatif mudah berkembang dan sulit dipisahkan dari kehidupan remaja, terutama di lingkungan sekolah yang merupakan tempat bertemunya dengan teman-teman sebaya dan tempat menghabiskan separuh waktu mereka. Fenomena tersebut juga terjadi di SMP Negeri 1 Blitar dimana terdapat sebuah klik yang terkenal yaitu Tjah Mpough. Klik Tjah Mpough membentuk polaritas tertentu sehingga bisa dikenal di kalangan sekolah dan luar sekolah. Oleh karena itu diperlukan penelitian ini agar menggambarkan fenomena klik remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan (1) pandangan terhadap klik Tjah Mpough, (2) perilaku kekhasan yang terlihat dari klik Tjah Mpough yang dijadikan sensasi agar dikenal di lingkungan sekolah bahkan sampai ke sekolah, (3) interaksi internal dan eksternal dari sebuah klik Tjah Mpough sehingga bisa dikenal di lingkungan sekolah bahkan sampai ke sekolah lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Studi kasus. Data penelitian yang digunakan berasal dari hasil observasi peneliti yang dilakukan di SMP Negeri 1 Blitar, hasil wawancara dengan para informan yaitu anggota Tjah Mpough, siswa, guru, dan konselor. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri, untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan ketekunan pengamatan dan triangulasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat diperoleh tiga simpulan yaitu: Pertama, Tjah Mpough yang membentuk polaritas yang anggotanya memiliki kesamaan hobi dan minat di bidang basket dan band, rasa solidaritas yang tinggi diantara anggotanya, selain itu nama Tjah Mpough secara tidak sengaja diberikan oleh seorang guru yang sering memanggil mereka Mpough. Kedua, perilaku kekhasan yang paling menonjol yaitu pembuatan kaos yang didesain khusus untuk anggota TJMC yang dipakai sebagai identitas komunitas tersebut. Ciri khas lain dari Tjah Mpough adalah para anggotanya memberikan akhiran Tjah Mpough di belakang akun facebook mereka. Tjah Mpough juga membuat fanspage yang berisi kegiatan dan dokumentasi mereka. Ketiga, interaksi yang dilakukan Tjah Mpough sangat luas tidak hanya terbatas dengan teman anggotanya saja tetapi juga dengan teman-teman lainnya baik adik kelas maupun siswa dari sekolah lain.

Identifikasi kesulitan konsep-konsep fisika bila ditinjau dari kebiasaan belajar dan interaksi belajar mengajar fisika pada siswa kelas I cawu 3 SMU Negeri 7 Malang tahun ajaran 1995/1996 / oleh Edy Sunarto

 

Peningkatan kemampuan motorik halus melalui teknik mozaik pada anak kelompok A TK Al Hikmah 2 Kecamatan Kanogoro Kabupaten Blitar / Sinta Rizky Alviasari

 

ABSTRAK Alviasari, Sinta rizky. 2016. Peningkatan Kemampuan Motorik halus Melalui Teknik Mozaik Pada Anak Kelompok A TK Al Hikmah 2 Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Skripsi, Progam Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sutansi, M.Pd, (2) Suminah, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: kemampuan motorik halus, teknik mozaik, anak kelompok A Hasil observasi pada kelompok A di TK Al Hikmah 2 kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar ditemukan masalah dalam kemampuan motorik halus yaitu seperti memegang pensil, menggunting, menempel, dan melipat yang belum berkembang secara optimal. Berdasarkan hasil wawancara ditemukan bahwa dari 13 anak kelompok A terdapat 2 anak (15,4%) yang memiliki kemampuan menggunting dan menempel, sedangkan 11 anak lainnya (84,6%) masih mengalami kesulitan dalam hal menggunting dan menempel kertas. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan teknik mozaik untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A TK Al Hikmah 2 kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A TK Al Hikmah 2 kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar. Data dijaring melalui teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, dan teknik catatan lapangan. Data dianalisis dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan teknik mozaik pada kegiatan pembelajaran menjadi lebih maksimal, anak menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan motorik halus dalam kegiatan teknik mozaik dari pratindakan sebesar 15,4% pada siklus I sebesar 38,5% dan pada siklus II meningkat menjadi 84,6%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui teknik mozaik dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dalam hal memegang pensil, menggunting, menempel, melipat di TK Al Hikmah 2 kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar. Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian kepada pihak sekolah diharapkan untuk meningkatkan kreativitas dalam mengadakan kegiatan pembelajaran yang tidak monoton dan dapat memotivasi anak dalam mengembangkan kemampuan motorik halusnya secara optimal.

Pengaruh pretes harian terhadap kebiasaan belajar fisika, tingkat kecemasan danprestasi belajar fisika siswa kelas I SMA Negeri 7 Malang / oleh Emi Rohanum

 

Analisis meme pada laman 9gag.com melalui pendekatan semiotioka / Bagus Prasetyo

 

ABSTRAK Prasetyo, Bagus. 2016. AnalisisMeme Pada Laman9gag.com Melalui Pendekatan Semiotika. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Rudi Irawanto, S.Pd, M.Sn., (II) Heppy Jundan Hendrawan, S.Sn, M,Ds. Kata Kunci: Analisis, Meme, Semiotika. Situs internet yang beragam membuat masyarakat tertarik mengakses internet walau hanya sekedar membaca, berdiskusi, bertukar pikiran ataupun membuat konten pribadi yang berdasarkan opini maupun pengalaman yang kemudian akan dibagikan ke publik sehingga konten tersebut akan menjadi viral. Dalam perkembangan itu, muncul fenomena InternetMeme, adalah gambar, suara, video, pergerakan, cerita, lelucon, dan lain-lain yang diteruskan dari satu pengguna internet ke pengguna lain melalui e-mail, blog dan situs jejaring sosial. 9gag menjadi salah satu forum yang turut menyebarluaskan dan mempopulerkan internet meme. Penelitian ini menggunakan teori semiotika model Ferdinand de Saussure. Teori ini membedah makna tanda dalam sebuah meme. Elemen yang dianalisis adalah elemen tekstual dan visual dari memeSuccess Kid, Bad Luck Brian, dan Futurama Fry. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui fungsi setelah membedah makna tanda di dalamnya. Meme yang dianalisa adalah Success Kid, Bad Luck Brian, dan Futurama Fry. Data meme yang dianalisa diambil dari situs 9gag.com. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, yang diambil dengan teknik dokumentasi dan studi literatur. Penelitian ini menggunakan rancangan pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dalam mengumpulkan data di lapangan. Prosedur pengumpulan data meliputi dokumentasi dan studi literatur, sedangkan teknik analisis data menggunakan checking dan editing. Hasil penelitian ini mencakup fungsi yang didapat dari analisa memeSuccess Kid, Bad Luck Brian, dan Futurama Fry. Fungsi memeSuccess Kid adalah untuk menyampaikan pesan keberhasilan dan keberuntungan, Bad Luck Brian untuk menyampaikan pesan kegagalan atau kesialan, dan Futurama Fry untuk menyampaikan pesan kritis, curiga, dan skeptis.

Studi tentang hubungan antara kemampuan berpikir formal dengan prestasi belajar siswa SMA kelas II untuk materi bentuk molekul dan identifikasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam memakai konsep tersebut / oleh Suprihmiartiningsih

 

Peningkatan kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII SMPN 1 Campurdarat tahun ajaran 2010/2011 dengan menggunakan metode experiental learning / Marista Dwi Rahmayantis

 

Kata Kunci: kemampuan menulis, geguritan, experiential learning Keterampilan menulis pada pelajaran Bahasa Jawa yang diajarkan untuk siswa kelas VIII salah satunya adalah menulis geguritan (puisi bebas). Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran menulis geguritan belum dilaksanakan secara baik sehingga menyebabkan pembelajaran tidak bisa dilaksanakan secara maksimal. Dari observasi yang dilakukan di SMPN 1 Campurdarat ditemukan masalah dalam pembelajaran keterampilan menulis geguritan. Masalah utamanya adalah siswa sulit menyesuaikan judul dengan isi geguritan, pemilihan diksi, penggunaan penginderaan, dan bahasa figuratif dalam penulisan geguritan. Kesulitan tersebut menyebabkan rendahnya mutu dan kualitas tulisan siswa dalam menulis geguritan. Penelitian ini bermaksud meningkatkan kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII SMPN 1 Campurdarat dengan menggunakan metode experiential learning. Dalam metode experiential learning terdapat empat tahap, yaitu yaitu (1) pengalaman konkret, siswa memperoleh atau mengingat pengalaman yang mereka alami, (2) refleksi; merefleksikan, mendeskripsikan, menentukan hal yang menarik, dan belajar dari salah satu pengalaman yang menarik tersebut, (3) berpikir abstrak, dan (4) penerapan. Penelitian yang dilaksanakan di SMPN 1 Campurdarat ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas tersebut dilaksanakan pada dua siklus, siklus I dan siklus II. Siswa yang diamati sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIF berjumlah 41 siswa dengan rincian 19 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang baik pada kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII SMPN 1 Campurdarat setelah menggunakan metode experiential learning. Hasil pretes menunjukkan 92% siswa memperoleh nilai di bawah 75. Hasil tersebut belum mencapai standar ketuntasan minimal (SKM). Persentase rata-rata kemampuan menulis geguritan pada siklus I adalah 68% dengan jumlah siswa yang dikategorikan belum tuntas sebanyak 14 siswa. Aspek yang belum dapat dicapai siswa dengan baik adalah pada aspek penggunaan bahasa figuratif. Sedangkan pada siklus II, persentase rata-rata kemampuan menulis geguritan siswa mencapai 100%. Pada siklus ini siswa dikategorikan telah berhasil dan mencapai SKM yang disyaratkan. Dari data persentase rata-rata kemampuan menulis geguritan siswa mengalami peningkatan sebesar 32% pada siklus II. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode experiential learning dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis geguritan siswa kelas VIII.

A Study of the correlation between reading ability in Indonesian and reading ability in English / by Ghodrat Ollah Rahmanian

 

Pengembangan modul pelajaran biologi kelas VII semester 2 SMPN 13 Malang / Maria Genitrix Suryani

 

Kata kunci: Pengembangan, Modul, pembelajaran Biologi Anak didik merupakan individu yang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain. Permasalahan yang sering dijumpai selama ini adalah banyak guru yang cendrung memperhatikan kelas secara keseluruhan (klasikal), tidak perorangan atau individu, sehingga perbedaan individual kurang diperhatikan. Sementara tiap anak memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan adanya hal tersebut membuat siswa yang cepat belajar menjadi bosan di kelas sedangkan siswa yang lamban semakin sulit mengejar ketertinggalannya. Untuk mengatasi permasalahan di atas pengembang mencoba mengembangkan modul Pembelajaran sistem kontrak. Dengan pembelajaran modul peserta didik dapat belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan, kesempatan dan gaya belajar masing-masing. Di sini peranan guru akan berubah adalah sebagai manajer yang bertugas untuk menyiapkan dan mengondisi kemudahan belajar anak, sebagai observer yang bertugas untuk mendiagnosis kesulitan belajar anak dan selanjutnya membantunya, serta evaluator yang bertugas untuk menilai tingkat penguasaan anak terhadap tujuan pembelajaran. Adapun tujuan dari pengembangan yaitu untuk menghasilkan produk berupa Modul Pembelajaran Sistem Kontrak Mata Pelajaran Biologi Kelas VII Semester 2 SMPN 13 Malang, memvalidasi modul untuk menguji tingkat kelayakannya. Metodologi dalam pengembangan ini menggunakan adaptasi model pengembangan Sadiman yang terdiri dari 9 langkah, yaitu (1) mengidentifikasi kebutuhan, (2) merumuskan tujuan, (3) merumuskan materi, (4) merumuskan alat keberhasilan, (5) menyusun naskah/story board dan storyline, (6) memproduksi, (7) memvalidasi, (8) merevisi (9) produk siap dimanfaatkan. Hasil instrument penilaian oleh evaluator menunjukkan bahwa: (1) ahli media menilai modul yang dikembangkan memenuhi kriteria valid/ layak dengan persentase 91% , (2) ahli materi menilai modul yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid/ sangat layak dengan persentase 86%, (3) audiens perseorangan menilai modul media yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid/ sangat layak dengan persentase 90.7%, (4) audiens kelompok kecil menilai modul media yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid/ sangat layak dengan persentase 86%, (5) audiens klasikal menilai modul media yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid/ sangat layak dengan persentase 87.4% . Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa modul yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat valid dan sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran Biologi kelas VII semester 2 di SMPN 13 Malang. Hasil uji coba pre test maupun post test yang diberikan kepada siswa kelas VII Semester 2 di SMPN 13 Malang untuk mengetahui kelayakan, kefektifan dan keefisien penggunaan modul ini menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa setelah menggunakan modul persentase peningkatan hasil belajar (1) uji coba perseorangan sebesar 30%, (2) uji coba kelompok kecil sebesar 18% (3) uji coba klasikal sebesar 17.1%. Berdasarkan saran dari evaluator dilakukan revisi untuk menyempurnakan modul diantaranya memperbesar logo UM, memperbaiki tata letak penulisan dan konsisten dalam menggunakan angka romawi dalam tiap penggalan 1-4 dan latihan ulangan dalam tiap penggalan 1-4, serta menjelaskan tujuan penelitian kepada siswa-siswi, sehingga lebih termotivasi untuk mempelajari modul. Agar modul Biologi untuk kelas VII semester 2 yang telah direvisi dapat lebih bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran, maka ada beberapa saran berkaitan dengan pengembangan modul pelajaran Biologi kelas VII semester 2 sebagai berikut: 1. Bagi guru a. Guru dapat mengoptimalkan modul hasil pengembangan dengan memanfaatkan dan mengikuti petunjuk yang ada dalam petunjuk guru b. Guru hendaknya selalu mengontrol proses belajar siswa serta membantunya apabila peserta didik menemukan kesulitan c. Guru diharapkan siap dengan program pengayaan bagi siswa yang cepat mempelajari modul dan memberi bimbingan dan memantau bagi siswa yang mengalami kesulitan d. Guru diharapkan dapat menjadi fasilitator belajar siswa, manusia sumber dan sebagai pembimbing e. Guru hendaknya menyediakan waktu untuk kegiatan konsultasi atau diskusi tentang materi dengan siswa 2. Bagi siswa a. Siswa dapat mengoptimalkan modul hasil pengembangan dengan mempelajari sesuai dengan petunjuk yang ada b. Siswa disarankan untuk belajar secara mandiri sesuai kecepatan, kesempatan dan cara belajarnya masing-masing c. Siswa hendaknya segera bertanya pada guru apabila mengalami kesulitan dalam memahami modul agar tidak tertinggal jauh dengan teman yang lain 3. Bagi pengembangan lanjutan Perlu adanya pengembangan modul dengan materi lain yang lebih menarik dan lebih sempurna sehingga dapat digunakan sebagai penunjang (bahan ajar) dalam proses pembelajaran Biologi.

Sikap pengemudi angkutan pedesaan terhadap pekerjaan mengemudi dalam hubungannya dengan tingkat kedisiplinan berlalu lintas di kecamatan Pare kabupaten Kediri
oleh Ika Peni Sulih Damarati

 

Pelaksanaan strategi saluran distribusi pada industri sanitair UD Doa Ibu" Klaseman Malang
oleh Sofiatun Muawanah"

 

Peningkatan keterampilan menulis surat pribadi melalui pemodelan siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar / Renny Purwanti

 

Kata kunci: keterampilan menulis, surat pribadi, model surat pribadi Keterampilan menulis surat pribadi yang dilaksanakan di SDN Sananwetan 2 kota Blitar belum mencapai standar ketuntasan. Hal ini terjadi karena ada beberapa faktor yaitu guru belum menerapkan metode pembelajaran yang menarik, guru belum memanfaatkan media pembelajaran, dan siswa langsung diberi tugas menulis surat kepada teman sebaya tanpa diberi penjelasan terlebih dahulu terkait dengan materi. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan pemodelan dapat meningkatkan keterampilan menulis surat pribadi siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun alur PTK tersebut yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar. Teknik pengumpul data diperoleh dari pengamatan, tes, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis deskriptif kualitatif. Pro-sedur penelitian terdiri dari tiga tahap yaitu pratindakan, tindakan siklus I, dan tindakan siklus II. Hasil penelitian dari data yang didapat menunjukkan bahwa penerapan contoh model surat pribadi dalam pembelajaran menulis surat pribadi meningkat-kan keterampilan menulis surat pribadi siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar. Terbukti nilai hasil menulis surat pribadi yang diperoleh siswa kelas IV SDN Sananwetan 2 kota Blitar pada pratindakan ketuntasan klasikal yang dicapai 50% dengan rata-rata kelas 60, meningkat pada tindakan siklus I dengan ketuntas-an klasikal 80% dan rata-rata kelas 78,1, kemudian meningkat lagi pada tindakan siklus II ketuntasan klasikal yang dicapai 90% dengan rata-rata kelas 82,7. Dari uraian tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran telah berhasil. Saran yang disampaikan untuk guru dan kepala sekolah hendaknya di sekolah menyediakan fasilitas dan sumber belajar yang lengkap bagi siswa. Adanya metode bervariasi yang diberikan guru, siswa diharapakan dapat semakin tertarik untuk mempelajari bahasa Indonesia. Sehingga hasil belajar siswa akan meningkat. Bagi peneliti lain, semoga skripsi ini menjadi dasar dan acuan dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih baik. Sedangkan bagi peneiti sendiri, diharapakan dapat lebih mengembangkan ilmu yang di dapat dalam perkuliahan di dunia kerja sehingga mampu menciptakan metode pembelajaran yang lebih inovatif.

Relief cerita binatang di komputer Candi Panataran: suatu tinjauan terhadap isi dan fungsi cerita / oleh Saut Halomon

 

Peningkatan kemampuan kognitif melalui permainan mencari angka pada kelompok A di TK Kartini Tenggur Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung / Melga Dwi Rohmah

 

ABSTRAK Rohmah, MelgaDwi. 2016. PeningkatanKemampuanKognitifMelaluiPermainanMencariAngkaPadaKelompok A Di TK KartiniTenggurKecamatanRejotanganKabupatenTulungagung. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru PendidikanAnakUsiaDini, JurusanKependidikanSekolahDasardanPrasekolah, FakultasIlmuPendidikanUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sutansi, M.Pd, (2) Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si Kata Kunci: kemampuankognitif, permainanmencariangka, anakkelompok A PenelitiandilaksanakanpadakelompokA di TK KartiniTenggurkecamatanRejotangankabupatenTulungagungditemukanmasalahdalamkemampuankognitifyaitumengenallambangbilangan 1-10 yang belumberkembangsecara optimal. Berdasarkanhasilobservasiditemukanbahwa dari 12 anak kelompok A terdapat 4 anak (33,3%) yang memiliki kemampuan mengenal lambangbilangan 1-10, sedangkan 8 anak lainnya (66,7%) masih mengalami kesulitan mengenallambangbilangan 1-10.Tujuandaripenelitianiniyaitumendeskripsikanpenerapan permainan mencari angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok A di TK Kartini Tenggur kecamatan Rejotangan kabupaten Tulungagungdanmendeskripsikanpeningkatankemampuankognitifanakmelalui permainan mencari angka padaanak kelompok A di TK Kartini Tenggur kecamatan Rejotangan kabupaten Tulungagung. Penelitianinimenggunakanjenispenelitiantindakankelas (PTK).Penelitiandilakukansebanyakduasiklusyaitusiklus I dansiklus II.Setiapsiklusterdiridariperencanaan, pelaksanaan, pengamatan, danrefleksi.Subjekpenelitianiniadalahanakkelompok A TK KartiniTenggurkecamatanRejotangankabupatenTulungagung.Data dijaringmelaluiteknikobservasi, teknikwawancara, teknikcatatanlapangandanteknikdokumentasi.Data dianalisisdengantigatahapanyaitureduksi data, penyajian data danpemberiankesimpulan. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwamelaluipenerapanpermainanmencariangkapadakegiatanpembelajaranmenjadilebihmaksimal, anakmenjadilebihaktifdalamkegiatanpembelajaran. Hal tersebutditunjukkandenganadanyapeningkatankemampuankognitifanakdalammengenallambangbilangan 1-10 daripratindakansebesar 33,3% padasiklus I sebesar 62,5% danpadasiklus II meningkatmenjadi 83,35%. Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwamelaluipermainanmencariangkadapatmeningkatkankemampuankognitifanakdalammengenallambangbilangan 1-10 di TK KartiniTenggurkecamatanRejotangankabupatenTulungagung.Saran yang diberikanberdasarkanhasilpenelitianyaitukepadapihaksekolahdiharapkanmenyiapkanberbagai media yang mendukungkegiatanbelajaranakdan guru hendaknyamemanfaatkan media danmenggunakanmetode yang bervariasisepertipermainanmencariangkauntukmeningkatkankemampuankognitifanak.

Hubungan antara latar belakang sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar mahasiswa
oleh Ellyanti Kosim

 

Hubungan antara jumlah metode mengajar,fasilitas kursus tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan keluarga dengan keberhasilan kursus latihan kerja (KLK) Tulungagung dalam membentuk tenaga kerja yang terampil / oleh Rindang Kusumastuti

 

Peningkatan hasil belajar tentang penjajahan Belanda dan Jepang melalui model mind mapping pada siswa kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar / Tiara Yusuf

 

ABSTRAK Yusuf, Tiara, 2016, Peningkatan Hasil Belajar tentang Penjajahan Belanda dan Jepang melalui Model Mind Mapping pada Siswa Kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar, Skripsi, Jurusan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dra. Tri Murti, S.Pd, M.Pd (2) Suminah, S.Pd, M.Pd Kata kunci: peningkatan, hasil belajar, ips, mind mapping Observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar dalam pembelajaran IPS diketahui bahwa: (1) siswa merasa kesulitan memahami materi tentang perjuangan pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, (2) teknik mencatat biasa, kurang menarik dan kurang efektif, (3) siswa tidak dibiasakan dibiasakan menemukan kata kunci dalam materi, (4) siswa jarang melakukan kegiatan kelompok, (5) siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah, terbukti dari 38 siswa 29 siswa (76%) belum tuntas belajar dan hanya 9 siswa (24%) yang tuntas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Mind Mappingdan meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunkan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian dengan menerapkan model Mind Mapping dalam pembelajaran IPS khususnya pada materi perjuangan pada masa penjajahan Belanda dan Jepang dapat berjalan dengan baik dan mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai rata-rata observasi aktivitas guru sebesar 76% meningkat menjadi 96% pada siklus II. Nilai rata-rata observasi aktivitas siswa sebesar 70% meningkat menjadi 81% pada siklus II. Sementara nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pratindakan sebesar 64% masuk kriteria kurang dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 24%. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 70% masuk kriteria cukup dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 63%. Selanjutnya pada siklus II , nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 82% masuk kriteria baik dengan ketuntasan belajarklasikal sebesar 87% sehingga 13% tidak tuntas dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Mind Mapping dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar, dan disarankan pada guru untuk menerapkan model Mind Mapping agar aktivitas dan hasil belajar siswa lebih maksimal.

legenda tokoh Sunan Giri di kabupaten Gresik: telaah struktur dan fungsi
oleh Samrotul Fuadah

 

Pengembangan LKS (lembar Kerja Siswa) bahan ajar Ragam Hias Batik "Cengger Auam" untuk pembelajaran KD 3.2 dan 4.1 di kelas X SMA Negeri 7 Malang / Dyah Retnosari

 

ABSTRAK Retnosari, Dyah. 2016. Pengembangan LKS (LembarKerjaSiswa) Bahan Ajar RagamHiasBatik ”CenggerAyam” untukPembelajaran KD 3.2 dan 4.1 di Kelas X SMANegeri 7 Malang.Skripsi.JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Dra. LilikIndrawati (2) Ike RatnawatiS.Pd, M.Pd Kata Kunci:Penelitiandanpengembangan, bahan ajar, ragamhias, batik “Cenggerayam” Penelitiandanpengembanganinidilatarbelakangioleh (1) guru memilikikendalamengajarterkaitmateri batik Cenggerayamsebagaikompetensidasar yang akandicapaipesertadidik; (2) tidakadanyadokumenatau data bahan ajar batik CenggerayamsebagaipenunjangpembelajaranSenidanBudayadengan KD 3.2 dan 4.1 di SMA Negeri 7 Malang. Sedangkan batik Cenggerayammemilikipotensibesaruntukmewujudkanaktivitaspembelajaranini.Olehkarenaitu, perluadanyatindaklanjut agar tujuanpembelajaranSenidanBudayadapattercapaidenganbaik.Adapuntujuandaripenelitianpengembanganiniadalahmengembangkanproduk LKS (LembarKerjaSiswa) bahan ajar ragamhias batik ”Cenggerayam” untukpembelajaran KD 3.2 dan 4.1 di kelas X SMAN 7 Malang. Rancanganpenelitianinidiadaptasidariprosedurpenelitianpengembangan Borg dan Gall. Berdasarkanprosedurtersebut, terdapatempattahap proses penelitian, yaknitahapprapengembangan, tahappengembanganproduk, tahapujicobaproduk, dantahappascapengembangan. Pelaksanaanpengembangandilakukanberdasarkantemuananalisiskebutuhanbahan ajar yang dilakukanpadatahapprapengembangan.Produkhasilpengembanganselanjutnyadiujicobakanuntukmengetahuikelayakanproduk, yaknimelaluitigatahapanujicoba yang meliputiujicobaahli, praktisi, danujicobalapangan. Data dalampenelitianiniberupa data kuantitatifdan data kualitatif.Data kuantitatifyakniberupa data skor yang diperolehdarihasilangketpenilaianahli media, ahlimateri, ahlibahasa, praktisi, danujicobalapanganterhadapproduk.Data kualitatifberupakritik, saran-saran yang dituliskanpada format penilaianprodukbahan ajar, maupuninformasilisanketikawawancaralangsungdenganparaahli, praktisidanujicobalapangan (pesertadidik). Penelitianpengembanganinimenghasilkansebuahprodukbahan ajar berbentuk LKS (LembarKerjaSiswa) Batik Cenggerayam.Simpulandaripenelitianpengembanganinitermasukkategorisangatlayakdansiapdiimplementasikan.Akan tetapi, sejumlahrevisidilakukanpadabagian-bagian yang mendapatkritikdan saran darisubjekujicoba.Dengandemikian, hasilpenelitianpengembanganbahan ajar inidiharapkandapatmemberikanmanfaatbagibeberapapihak. Saran terkaitpenelitianiniadalah (1) guru bisamengkreasikankegiatan di kelaswalaupunsudahadabahan ajar, (2) diseminasi produk ini hanyaterbataspadasekolah SMA Negeri 7 Malang (3) produkdapatmenjadibahanreferensibagipengembanglaindenganpenelitian yang serupa.

Nilai-nilai edukatif dalam cerita anak berbahasa Arab pada buku Al-Qiro'ah Ar-Rosyidah
oleh Mohammad Qomaruddin

 

Pemanfaatan kegiatan bermain bola lagu untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok A TK An-Nur Malang / Dwi Rakhmawati

 

ABSTRAK Rakhmawati, Dwi. 2016. Pemanfaatan Kegiatan Bermain Bola Lagu untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Kelompok A TK An-Nur Malang. Skripsi, Prodi S1–Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd., M.Pd., (II) Retno Tri Wulandari, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: bermain bola lagu, bahasa, anak kelompok A Hasil observasi awal menunjukkan rendahnya kemampuan bahasa anak kelompok A TK An-Nur Malang dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Faktor penyebab dari permasalahan ini adalah pembelajaran yang dilaksanakan didominasi oleh guru menggunakan metode ceramah dan tidak menerapkan pendekatan bermain sehingga kurang memotivasi anak untuk terlibat aktif memahami dan mengungkapkan bahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Pemanfaatan kegiatan bermain Bola Lagu untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok A TK An-Nur Malang, 2) Peningkatan kemampuan bahasa anak kelompok A TK An-Nur Malang melalui pemanfaatan kegiatan bermain Bola Lagu. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas oleh Kemmis dan Taggart pada 20 anak kelompok A selama bulan September 2015 dan bulan Maret 2016. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dan guru kelas serta guru sentra bahasa dan peran. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kemampuan bahasa anak kelompok A, dokumentasi berupa foto dan kegiatan pembelajaran, dan pedoman wawancara. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemanfaatan kegiatan bermain Bola Lagu untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok A divariasikan dengan kegiatan lomba bola lagu, estafet bola lagu dan bermain alas lagu yang membuat anak termotivasi untuk memahami bahasa reseptif dan menggunakan bahasa ekspresif dengan benar, 2) Peningkatan kemampuan bahasa anak kelompok A TK An-Nur Malang terjadi melalui pemanfaatan kegiatan bermain Bola Lagu. Hasil dari pra tindakan sebesar 15,79%, siklus I sebesar 58,82%, dan siklus II sebesar 89%. Peningkatan dari pra tindakan ke siklus II sebesar 73,21%. Kesimpulan penelitian yaitu pemanfaatan kegiatan bermain Bola Lagu dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok A TK An-Nur Malang. Saran dari penelitian ini yaitu agar, 1) guru TK hendaknya menggunakan kegiatan bermain Bola Lagu dengan memperbaiki kekurangan penelitian untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok A, 2) peneliti lain hendaknya melakukan penelitian sejenis pemanfataan kegiatan bermain Bola Lagu pada pembelajaran aspek selain bahasa di waktu selanjutnya.

Identifikasi tingkat risiko kecelakaan kerja berdasarkan jenis komponen pekerjaan konstruksi / Kurnia Eka Wijayanti

 

IDENTIFIKASI TINGKAT RISIKO KECELAKAAN KERJA BERDASARKAN JENIS KOMPONEN PEKERJAAN KONSTRUKSI Kurnia Eka Wijayanti, Sonny Wedhanto, dan Nindyawati Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang Email: kurniaekawijaya@yahoo.co.id ABSTRAK: Angka kecelakaan kerja di Indonesia semakin hari semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko kecelakaan kerja berdasarkan jenis-jenis komponen pekerjaan konstruksi pada proyek. Rancangan menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dan inferensial. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik wawancara dari 30 responden. Analisis data dilakukan dalam dua tahap, pertama dilakukan identifikasi tingkat risiko, lalu dilanjutkan dengan mencari korelasi antara hirarki jabatan dalam proyek dengan penilaian tingkat risiko kecelakaan. Dari 55 item variabel diperoleh hasil: (1) tingkat risiko kecelakaan kerja sebagai berikut: satu item pekerjaan tergolong kategori rendah, 32 item kategori sedang, 20 item kategori tinggi, dan tiga item kategori sangat tinggi; (2) item konstruksi atap memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja tertinggi; (3) Penilaian risiko kecelakaan kerja bergantung pada tingkat jabatan pekerja, PM memberikan penilaian tertinggi dan Mandor terendah. Kata Kunci: Tingkat Risiko, Kecelakaan Kerja Konstruksi, K3.

Hubungan antara latar pendidikan tutor, penggunaan metode pembelajaran partisipatif, dan keberhasilan proses pembelajaran Kejar Paket B setara SLTP KH Agus Salim" desa Blarang kecamatan Tutur kabupaten Pasuruan
oleh Enida Made Ruswati"

 

Kesulitan guru dalam menerapkan penilaian autentik pada kurikulum 2013 di SDN se-Kecamatan Sukun Kota Malang / Ida Ayuwulan Sari

 

ABSTRAK Sari, Ida Ayuwulan. 2016. Kesulitan Guru dalam Menerapkan Penilaian Autentik pada Kurikulum 2013 di SDN se-Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Harti Kartini, M.Pd, (II) Drs. M. Imron Rosyadi, Sy., S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: kesulitan guru, sd, penilaian autentik, kurikulum 2013 Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru kelas VI SDN di Kecamatan Sukun, Kota Malang, diperoleh fakta bahwa guru masih merasa bingung dalam menerapkan penilaian autentik. Hal tersebut terjadi saat guru akan menilai per KD namun soal yang diberikan pada siswa harus dalam bentuk tema. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami guru dalam memahami konsep penilaian autentik, merencanakan dan melaksanakan penilaian portofolio, penilaian kinerja, penilaian proyek dan penilaian tertulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari guru-guru kelas I sampai VI Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Sukun Kota Malang dengan jumlah 366 guru yang tersebar di 42 SDN. Sampel yang digunakan sebanyak 80 guru dari 10 SDN, yang ditentukan melalui teknik area nonproposional random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket dan panduan observasi RPP. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian dalam menerapkan penilaian autentik menunjukkan bahwa: sebanyak 34 orang (43%) guru menyatakan kesulitan dalam memahami konsep penilaian autentik, sebanyak 31 orang (39%) guru menyatakan kesulitan dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian portofolio, sebanyak 31 orang (39%) guru menyatakan kesulitan dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian kinerja, sebanyak 44 orang (55%) guru menyatakan kesulitan dalam merencanakan melaksanakan penilaian proyek, dan sebanyak 45 orang (43%) guru menyatakan kesulitan dalam merencanakan melaksanakan penilaian tertulis. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa masih terdapat lebih dari separuh guru-guru di SDN se-Kecamatan Sukun yang menyatakan kesulitan dalam menerapkan penilaian autentik, khususnya dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian proyek. Hal tersebut dikarenakan guru masih kesulitan dalam menentukan kompetensi yang akan dinilai melalui penilaian proyek. Oleh karena itu disarankan kepada guru agar selalu mengikuti perubahan yang terjadi dengan cara membaca aturan-aturan terbaru serta pedoman terkait dengan penerapan penilaian autentik. Apabila masih merasa kesulitan, hendaknya guru melakukan diskusi dengan teman sejawat, kepala sekolah, dan pengawas baik dilakukan di sekolah maupun dalam forum KKG.

Struktur, mitos dan ritus legenda Roro Kembang Sore di Kabupaten Tulungagung
oleh Bambang Nurdin

 

Penerapan permainan tradisional damparan untuk mengembangkan pemahaman lambang bilangan kelompok A di TK PKK Bandulan Malang / Desya Amalia Riandini

 

ABSTRAK Riandini, Desya Amalia. 2016. PenerapanPermainanTradisionalDamparanuntukMengembangkanPemahamanLambangBilanganKelompok A di TK PKK Bandulan Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru PendidikanAnakUsia Dini, JurusanKependidikanSekolahDasardanPraSekolah, FakultasIlmuPendidikanUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Tumardi, S.Pd, M.Pd, (2) Suryadi, S.Sn, M.Pd. Kata Kunci:Damparan, LambangBilangan Berdasarkanhasilobservasi yang dilakukanpadaanakkelompok A di TK PKK Bandulan Malang, ditemukanfaktabahwa 19 anakbelummampumembilang 1-10 danmencocokanlambangbilangandenganjumlahbenda. Pembelajaran yang diterapkan guru selamainijarangmenggunakanmetodebermain. Penelitianinibertujuanuntuk (1) mendeskripsikanpenerapanpermainantradisionaldamparandapatmengembangkanpemahamanlambangbilanganpadaanak. (2) mendeskripsikanpeningkatanpemahamanlambangbilangandenganmenerapkanpermainantradisionaldamparan. Rancanganpenelitian yang digunakanyaitupenelitiantindakankelas. Penelitianinidilaksanakandalam 2 siklus.Setiapsiklusterdapatempattahap yang harusdilaksanakanyaitu: (1) perencanaan; (2) pelakanaan; (3) pengamatan; dan (4) refleksi. Pengumpulan data dilaksanakandenganteknikobservasi, wawancara, dandokumentasi. Instrumenpengumpulan data menggunakanlembarobservasitentangkemampuananak, lembarwawancara, danfotokegiatan. Subjekpenelitianadalahanakkelompok A di TK PKK Bandulan Malang tahunajaran 2015/2016 yang berjumlah 26 anakterdiridari 12 anakperempuandan 12 anaklaki-laki. Hasilpenelitianmenunjukanbahwamelaluipermainantradisionaldamparan, pemahamananakkelompokAtentanglambangbilanganmengalamipeningkatan. Penelitiansiklus I ditemukankerberhasilananakmencapai 61,53% danmengalamipeningkatanpadasiklus II keberhasilananakmencapai 84,61%. Berdasarkan data tersebut, dapatditarikkesimpulanbahwapemahamananaktentanglambangbilangandipengaruhiolehpenggunaanpermainantradisionaldamparan yang memberikankesempatanuntukmelakukanpencocokanantarakartuangkadenganjumlahstikeskrimdidalam proses pembelajaran. Olehkarenaitu, saran untuk guru banyakmemberikan stimulus-stimulus kepadaanakdengan media ataupermainan yang lebihmenariksertamudahdipahamiolehanakdanlebihbermakna yang berkaitantentangpembelajaranlambangbilangan.

Tembang permainan rakyat Nyai Puthut" di desa Kromengan kecamatan Kromengan kabupaten Malang (kajian teks tekstur dan konteks)
oleh Moh. Nasikh Lil Sidi"

 

Penerapan siklus belajar (learning cycle) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa sekolah dasar kelas IV / Rina Cahyani Diastuti

 

Kata kunci: Motivasi Belajar, Prestasi Belajar, Model Siklus Belajar 5E Pembelajaran matematika di kelas IV SDN 1 Balongsari masih bersifat teacher centered sehingga siswa kurang berperan aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran teacher centered dapat menyebabkan motivasi dan prestasi belajar siswa menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IV sekolah dasar. Ketercapaian tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan model siklus belajar 5E. Model ini membuat siswa belajar secara aktif dan bermakna melalui fase pendahuluan (engagement), fase eksplorasi (exploration), fase eksplanasi/penjelasan (explanation), fase elaborasi/penerapan konsep (elaboration), fase evaluasi (evaluation). Harapannya dapat memperbaiki proses belajar dan motivasi belajar siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). PTK ini terdiri atas dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa SDN 1 Balongsari kelas IV-1 dengan banyak siswa 31 siswa. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah Keliling dan Luas Bangun Datar. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, motivasi belajar, prestasi belajar. Prestasi belajar datanya diambil dari hasil tes pada setiap akhir siklus. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase keterlaksanaan pembelajaran, motivasi belajar dan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan model siklus belajar 5E dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa meningkat, yaitu pada siklus I (57.5 %), siklus II (84.17 %). Prestasi belajar siswa meningkat dari observasi awal (67.52 %), ke siklus I (72.90 %), ke siklus II (77.09 %). Keterlaksanaan penerapan siklus belajar meningkat dari siklus I (74.84 %) ke siklus II (82.58 %).

Peranan pemerintah dan masyarakat terhadap pelestarian kebudayaan olahraga sky lot pantai Lekok Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Joko Prihatin Gusindra

 

Kata Kunci: Kebudayaan, Olahraga SkyLot, Pihak-pihak dan Bentuk Pelestarian. Olahraga Sky Lot merupakan olahraga yang di kembangkan oleh penduduk Pesisir Pantai Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan dimana diawali dari kegiatan mencari kerang dengan menggunakan alat yang sederhana yaitu: papan dengan ukuran lebar 30cm dan panjang 50cm. membawa lampu temeran seperti lilin pakai keranjang kecil ditaruh dibahu/ pundak sambil mengambil kerang di sela-sela batu karang. Semenjak ramainya orang melihat unik dan menariknya menyaksikan kegiatan orang mencari kerang yang akhirnya menumbuhkan gagasan membuat perlombaan mencari kerang menggunakan papan seluncur dalam kegiatan acara tradisional pesta pantai. Dimana cikal bakal dari kebudayaan olahraga Sky Lot dimulai dengan kegiatan lomba mencari kerang kemudian berganti lomba adu kecepatan meluncur atau pancalan yang paling cepat yang dikenal dengan nama lomba Sky Lot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pemerintah dan masyarakat terhadap pelestarian kebudayaan olahraga Sky Lot yang ada di Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu suatu pendekatan penelitian yang dalam mengkaji suatu fenomena kehidupan sosial dalam suatu karakteristik yang bersifat spesifik, dalam hal ini adalah upaya pelestarian kebudayaan Sky Lot masyarakat Pantai Desa Tambak Lekok Kabupaten Pasuruan. Hasil Penelitian yang di peroleh mengenai peranan pemerintah dan masyarakat terhadap pelestarian kebudayaan Sky Lot dapat dibedakan menjadi dua yaitu pendukung pelestarian dari dalam dan pendukung pelestarian dari luar. Dimana pendukung dari dalam adalah dinas-dinas kepemerintahan yang berkaitan dengan upaya pelestarian kebudayaan yang terdapat di daerah pemilik kebudayaan olahraga Sky Lot yaitu Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, dimana bentuk upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah adalah penyelenggaraan lomba, pendanaan, pembangunan area perlombaan dan promosi kebudayaan lahraga Sky Lot. Sedangkan pendukung pelestarian kebudayaan dari luar ialah para peserta maupun penonton dari luar daerah yang membantu menyemarakkan kegiatan acara lomba olahraga Sky Lot tersebut, baik menjadi peserta maupun panitia dan generasi muda sekitar kecamatan lekok ikut mengembangkan kebudayaan sky lot dengan rasa cinta pada kebudayaan asli masyarakat lekok Indonesia.

Pemanfaatan media blog untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya siswa tunarungu kelas V SDLB Idayu 2 Kab. Malang / Anis Damayanti Ramatullah

 

ABSTRAK Damayanti,Anis. ” Pemanfaatan Media Web Blog Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Materi Gaya Siswa Tunarungu Kelas V Sdlb Idayu 2 KabMalang ”. Skripsi.Program Studi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing I : Drs.Tomas Iriyanto,S.Pd, M.Pd Pembimbing II : Henry Praherdiono,S.Si,M.Pd Kata Kunci : Media Blog, Hasil Belajar, Gaya, Tuna Rungu Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan media blog untuk meningkatkan Hasil belajar siswa materi gaya tunarungu kelas 5 di SDLB IDAYU 2 Kabupaten Malang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kwalitatif yang dilakukan secara sistematis dan reflektif terhadap berbagai hasil temuan data dalam tindakan. Model penelitian diadaptasi dari model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart dalam Sukaryana ( 2003 : 30 ). Penelitian dilakukan dalam dua siklus tindakan, tiap siklus tindakan terdiri dari empat langkah kegiatan : ( 1 ) Perencanaan tindakan ( 2 ) Pelaksanaan Tindakan ( 3 ) Observasi ( 4 ) Refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDLB IDAYU 2 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Deskripsi data diperoleh dengan melakukan analisis dan sintesis serta mereduksi hasil temuan data pra tindakan dan hasil tindakan, sehingga menjadi paparan data yang dapat dipergunakan untuk menarik kesimpulan hasil penelitian. Deskripsi data hasil penelitian adalah, hasil belajar rata – rata kelas siswa pra tindaka 65 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 65 % ). Setelah dilakukan tindakan, pada siklus I hasil belajar rata – rata meningkat menjadi 67.5 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 67.5 % ), tetapi masih di bawah nilai standart minimal 70 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 70 % ). Setelah melakukan refleksi untuk penyempurnaan pelaksanaan tindakan, pada siklus II hasil belajar rata – rata kelas yang dicapai siswa dapat meningkat menjadi 76.25 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 76.25 % ). Peneliti memutuskan untuk menghentikan tindakan pada siklus II, karena hasil belajar rata – rata kelas siswa telah melebihi standart minimum rata – rata kelas 70 ( tingkat penguasaan materi rata – rata kelas minimum 70 % ), sesuai sasaran yang telah ditetapkan. Berdasarkan data hasil penelitian, disarankan agar dalam pembelajaran IPA guru menggunakan media blog, untuk meningkatkan daya serap siswa dan hasil belajar pada materi pembelajaran, sehingga berdampak pada meningkatnya hasil belajar. Hasil temuan data dalam penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran, penggunaan media blog dapat menciptakan proses pembelajaran komunikatif sehingga siswa dapat terlibat dan menjadi subyek dalam proses pembelajaran.

Sikap dan keterampilan yang perlu dimiliki untuk menjadi konselor sebaya menurut mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang / Dian Ratih Permana

 

Kata kunci: sikap, keterampilan, konselor sebaya Tidak semua mahasiswa bisa menjadi konselor sebaya (peer counselor). Seorang konselor sebaya harus memiliki kualitas pribadi yang baik agar dapat menunjang dalam proses konseling dengan konseli. Kualitas pribadi yang harus dimiliki oleh konselor sebaya meliputi sikap dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keefektifan sikap dan keterampilan yang seharusnya dimiliki untuk menjadi konselor sebaya agar dapat menghasilkan konselor sebaya yang berkualitas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif (descriptive resarch). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang berisi sejumlah sikap dan keterampilan yang nantinya akan dibagikan kepada 30 responden dari angkatan 2008-2010. Hasil analisis penelitian adalah sikap primer yang perlu dimiliki (sangat dibutuhkan) untuk menjadi konselor sebaya adalah (1) sikap menghormati orang lain, dan (2) sikap objektif dalam menyelesaikan masalah. Keterampilan primer yang perlu dimiliki (sangat dibutuhkan) untuk menjadi konselor sebaya adalah (1) keterampilan dalam mengendalikan emosi, dan (2) kemampuan dalam menjaga rahasia orang lain. Hasil dari penelitian ini disarankan bagi bagi mahasiswa jurusan Bimbingan dan konseling: mahasiswa haruslah bisa memahami sikap dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi konseor sebaya, mahasiswa harus memiliki sikap untuk menjadi konselor sebaya yang baik, mahasiswa harus terus melatih keterampilannya untuk menjadi konselor sebaya yang efektif, mahasiswa harus siap untuk menjadi konselor sebaya bagi teman sebayanya, hal ini bertujuan untuk mempersiapkan diri untuk nantinya menjadi seorang konselor profesional. Bagi jurusan Bimbingan dan Konseling, pihak jurusan hendaknya memilih dan melatih konselor sebaya untuk masing-masing angkatan. Sehingga para mahasiswa dapat belajar untuk menjadi konselor sebaya yang baik dan nantinya akan menjadi konselor profesional yang efektif, pihak jurusan hendaknya terus mengasah kemampuan konselor sebaya melalui pelatihan keterampilan agar dapat mencetak konselor sebaya yang efektif. Bagi peneliti Selanjutnya, peneliti diharapkan dalam pengambilan sampel untuk penelitian hendaknya lebih bervariasi dan lebih banyak, untuk memperoleh data yang lebih akurat, materi dalam angket bisa dibuat lebih sederhana untuk memudahkan mahasiswa yang akan menjawab, sikap dan keterampilan yang tertulis di angket bisa ditambahkan lagi.

Upacara adat siraman pusaka gong sebagai salah satu perwujudan aspek budaya masyarakat Sutojayan kabupaten Blitar
oleh Juliana Siswodwirahaju

 

Penerapan model kooperatif tipe stad untuk meningkatkan prestasi belajar pecahan siswa kelas V SDN Pandanrejo 1 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Sri Ramai

 

Kata kunci: prestasi belajar, matematika, model kooperatif Berdasarkan hasil obserfasi yang dilakukan di SDN Pandanrejo 01 pada saat pembelajaran guru terbiasa menjelaskan cara menyelesaikan soal pecahan, guru terbiasa memberikan contoh dipapan tulis dan kemudian memberikan soal untuk dikerjakan, guru terbiasa tidak memberikan kesempatan pada siswa untuk kreatif dan aktif menemukan jawaban / pemecahan sendiri, guru terbiasa tidak menggunakan media dalam pembelajaran. Permasalahan inilah yang menyebabkan prosentase hasil belajar siswa menurun, khususnya dalam mata pelajaran matematika presentase hasil belajar siswa hanya mencapai 55% dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 60 untuk mata pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan : mendeskripsikan penerapan pembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD pada siswa kelas V SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir, dengan menerapkan pembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas V SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir dengan menerapkan pembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD. Rancangan yang digunakan alam penelitian ini adalah menggunakan rancangan penelitian pendekatan kualitatif, karena data yang dikumpulkan berbentuk kata atau kalimat bukan angka. Sedangkan jenis PTK yang digunakan adalah kolaborasi yang dilaksanakan 2 siklus yang meliputi : 1.) perencanaan tindakan, 2.) tindakan, 3.) pengamatan 4.) refleksi. (1) hasil belajar siswa pada tes awal nilai rata-rata 41,53, siklus 1 nilai rata-rata 57,38 dan siklus 2 nilai rata-rata 80,76. (2) aktifitas siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari tes awal 23,07%, siklus 1 menjadi 26,93%, dan siklus 2 mencapai 65,38%. Penerapan model kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar tentang pecahan siswa SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Penerapan model kooperatif tipe STAD dapat mempermudah siswa mencapai prestasi belajar tentang pecahan khususnya bagi siswa kelas V SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Dalam penerapan model kooperatif tipe STAD hendaknya guru dapat mengembangkan lagi penggunaannya. Sehingga siswa mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan oleh guru dan memperoleh nilai sesuai dengan KKM yang diharapkan.

Studi kelayakan proyek penambahan bis patas ditinjau dari aspek keuangan pada PO Akas I Probolinggo
oleh Tjahjo Susilo

 

Penerapan permainan "Mana Aku" untuk meningkatkan kemampuan kognitif memahami konsep lambang bilangan pada anak kelompok B di TK Aisyiyah 7 Kota Malang / Nuril Lailatun Khabiba

 

ABSTRAK Khabiba, Nuril Lailatun. 2016. Penerapan Permainan “Mana Aku” untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Memahami Konsep Lambang Bilangan pada Anak Kelompok B di TK Aisyiyah 7 Kota Malang. Skripsi S1 PG-PAUD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Tomas iriyanto, S.Pd, M.Pd, (2) Eny Nur Aisyah, S.Pd.I, M.Pd. Kata Kunci: Permainan “Mana Aku”, Kemampuan Kognitif, TK B. Kemampuan kognitif dalam menyebutkan urutan bilangan 1 sampai 10, menghubungkan/ memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 10, meniru lambang bilangan 1 sampai 10 (anak diminta untuk menulis) pada anak kelompok B di TK Aisyiyah 7 Kota Malang masih rendah. Hanya 50% anak yang mencapai standar ketuntasan yang ditentukan. Hal ini disebabkan media belajar dan metode pembelajaran yang kurang bervariatif dan menarik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana langkah-langkah penerapan Permainan “Mana Aku” untuk meningkatkan kemampuan kognitif memahami konsep lambang bilangan pada anak kelompok B di TK Aisyiyah 7 Kota Malang; (2) Adakah peningkatan kemampuan kognitif dalam memahami konsep lambang bilangan pada anak kelompok B di TK Aisyiyah 7 Kota Malang setelah dibelajarkan dengan Permainan “Mana Aku”. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi serta instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, dokumentasi dan wawancara. Subyek penelitian anak kelompok B TK Aiyiyah 7 Kota Malang berjumlah 22 anak. Permainan “Mana Aku” diterapkan sesuai dengan langkah-langkah dimulai dari mencari kartu bilangan yang dipasangkan dengan gambar asosiatif yang jumlahnya sesuai 1-10 pada papan flanel. Kegiatan ini dilakukan secara kooperatif dengan 2 anak sebagai pemain pertama. Anak yang lebih awal menyelesaikan permainan “Mana Aku” ini diperbolehkan duduk terlebih dahulu. Permainan “Mana Aku” dilakukan secara bergantian. Berdasarkan penerapan Permainan “Mana Aku” diketahui bahwa kemampuan kognitif dari pratindakan ke siklus I meningkat menjadi 78% dan pada siklus I ke siklus II meningkat persentase ketuntasannya sebesar 95%. Kesimpulan Permainan “Mana Aku” ini dapat dimainkan dengan baik dalam pengembangan kognitif memahami konsep lambang bilangan dan mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak. Saran yang dikemukakan yaitu hendaknya guru menggunakan Permainan “Mana Aku” dengan variasi kegiatan yang dapat meningkat kemampuan kognitif.

Tradisi tutup layang di kelurahahan Brondong kabupaten Lamongan / oleh Azizul Ghofar

 

Analisis perbedaan tingkat literasi keuangan antara laki-laki dan perempuan (studi kasus mahasiswa strata 1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2013) / Masika Ikandari

 

ABSTRAK Ikandari, Masika. 2016. Analisis Perbedaan Tingkat Literasi Keuangan Antara Laki-Laki Dan Perempuan (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2013). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.M., (II) Thomas Soseco, S.E., M.Sc. Kata Kunci: pengetahuan umum, tabungan, asuransi, investasi, jenis kelamin Literasi keuangan dibagi menjadi empat bagian yaitu pengetahuan umum, tabungan, asuransi dan investasi.Mahasiswa merupakan salah satu komponen masyarakat yang jumlahnya cukup besar dimana selama masa perkuliahan mahasiswa berada dalam masa peralihan dari ketergantungan menuju kemandirian secara finansial dan bertanggung jawab penuh atas keputusan keuangan yang dibuat.Mahasiswa laki-laki dan perempuan dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik sehingga memiliki perilaku yang berbeda dalam memandang setiap permasalahan termasuk masalah keuangan yang sedang dihadapi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah ada perbedaan tingkat pemahaman literasi keuanganantara laki-laki dan perempuan pada mahasiswa Strata 1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2013. Peneliti memilih Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang sebagai lokasi penelitian dan menjadikan mahasiswa Strata 1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2013 sebagai populasi dan sampel.Jumlah populasinya sebesar 1.474 mahasiswa.Dalam pemilihan sampel menggunakan metode accidental sampling dan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 314 mahasiswa.Pengumpulan datanya menggunakan data primer dengan penyebaran kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis data sebagai berikut: (1) Uji Validitas, (2) Uji Reliabilitas, (3) Analisis Deskriptif, (4) Uji Independent Sample T-test dan (5) Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan karena mahasiswa tersebut telah memahami dasar-dasar pengetahuan umum tentang keuangan dan pengelolaan keuangan pribadi, dapat membedakan kebutuhan primer dan tersier bagi seorang mahasiswa, dan berada pada tahun angkatan yang sama dan bidang ilmu yang serupa. Selanjutnya pada literasi keuangan dalam bentuk tabungan, asuransi, dan investasi terdapat perbedaan yang signifikan dimana perempuan memiliki literasi keuangan lebih tinggi. Perempuan lebih menyadari akan pentingnya catatan keuangan untuk mengontrol setiap pengeluaran sehingga setiap bulannya perempuan dapat menyisakan uangnya untuk ditabung. Dalam hal asuransi perempuan lebih memiliki sifat berjaga-jaga untuk masa depannya daripada laki-laki yang lebih cuek dan mengikuti arus.Dalam hal investasi perempuan juga lebih sabar dan cermat dalam mengawasi naik turunya harga saham daripada laki-laki yang cenderung malas dan tidak mau belajar.

The rule of content schemata in students listening comprehension / by Bambang Chriswanto

 

Peningkatan keterampilan menulis huruf tegak bersambung melalui metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) pada siswa kelas II SDN Saptorenggo 3 Kabupaten Malang / Nuril Qurroti A'yun

 

ABSTRAK A’yun, Nuril Qurroti. 2016. Peningkatan Keterampilan Menulis Huruf Tegak Bersambung Melalui Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) Pada Siswa Kelas II SDN Saptorenggo 3 Kab. Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : 1) Drs. Rumidjan, M.Pd. 2) Drs. Sjafruddin A.R, S.Pd., M.Pd Kata kunci: Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) , Keterampilan Menulis Tegak Bersambung, SD Menulis tegak bersambung merupakan keterampilan menulis permulaan yang wajib dipelajari siswa di kelas I dan II. Namun kenyataannya siswa kelas II SDN Saptorenggo 3 masih terdapat 11 siswa atau sekitar 50% dari jumlah keseluruhan 23 siswa yang mendapatkan nilai dibawah Kriteria Minimal Ketuntasan (KKM) yaitu 70. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas II SDN Saptorenggo 3 Kabupaten Malang, permasalahan yang sering muncul pada siswa dalam menulis tegak bersambung yaitu masalah ketepatan ejaan, kejelasan tulisan, dan kerapian. Pada pembelajaran menulis tegak bersambung sebelumnya, guru belum pernah menggunakan metode SAS. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan metode SAS pada pembelajaran menulis tegak bersambung di kelas II SDN Saptorenggo 3 Kabupaten Malang serta mengupayakan peningkatan keterampilan menulis tegak bersambung siswa kelas II SDN Saptorenggo 3 Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart dengan subyek seluruh siswa kelas II SDN Saptorenggo 3 Kabupaten Malang. PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan berkolaborasi dengan guru kelas II serta teman sejawat sebagai observer. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) yang melalui beberapa langkah yaitu siswa menulis kalimat, mengurai kalimat menjadi kata, suku kata dan huruf, selanjutnya siswa merangkai huruf menjadi suku kata, kata dan kembali menjadi kalimat utuh seperti semula. Hasil dari penerapan metode SAS pada pembelajaran menulis tegak bersambung menunjukkan bahwa nilai rata-rata rekapitulasi proses menulis siswa dan hasil belajar pada siklus I mencapai 81,4 dengan persentase ketuntasan 91%. Pada siklus II, nilai rata-rata rekapitulasi proses menulis siswa dan hasil belajar meningkat menjadi 84 dengan persentase ketuntasan 95%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode SAS dapat meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa kelas II SDN Saptorenggo 3 Kabupaten Malang. Saran yang diberikan yaitu guru sebaiknya memberikan materi secara terpadu dan memberikan latihanl tambahan untuk melatih keterampilan siswa dalam menulis tegak bersambung.

Peningkatan kemampuan menyebut bilangan 1-10 untuk anak usia 3-4 tahun melalui metode bernyanyi di PAUD Harapan Bangsa Sukorejo Kota Blitar / Nova British Putri Permata Sari

 

ABSTRAK Sari, Nova British Putri Permata. 2016. Peningkatan Kemampuan Menyebut Bilangan 1-10 untuk Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Metode Bernyanyi di PAUD Harapan Bangsa Sukorejo Kota Blitar. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Alif Mudiono, M.Pd., (II) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd. Kata Kunci: Kemampuan menyebut bilangan 1-10, anak usia 3-4 tahun, metode bernyanyi Kemampuan menyebut bilangan 1-10 merupakan salah satu indikator yang ada pada perkembangan kognitif anak usia 3-4 tahun lingkup belajar dan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada anak usia 3-4 tahun di PAUD Harapan Bangsa, diketahui bahwa hanya 3 dari 10 anak atau 30% dengan kriteria sangat kurang yang sudah mampu menyebut bilangan 1-10 secara urut. Berkaitan dengan itu, maka dilakukan kegiatan penelitian menyebut bilangan 1-10 melalui metode bernyanyi. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan 2 hal, yaitu tentang penerapan metode bernyanyi dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan menyebut bilangan 1-10 secara urut pada anak usia 3-4 tahun. Selain itu, untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menyebut bilangan 1-10 secara urut melalui metode bernyanyi pada anak usia 3-4 tahun di PAUD Harapan Bangsa Sukorejo Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Masing-masing siklus memiliki 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas anak, lembar penilaian unjuk kerja kemampuan menyebut bilangan 1-10, pedoman wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam menyebut bilangan 1-10 secara urut melalui penerapan metode bernyanyi. Hal ini dapat diketahui dari hasil pada pra tindakan kemampuan anak hanya mencapai 30% dengan kriteria sangat kurang, pada siklus I meningkat menjadi 66,7% dengan kriteria kurang, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 87,5% dengan kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode bernyanyi mampu meningkatkan kemampuan menyebut bilangan 1-10 pada anak usia 3-4 tahun di PAUD Harapan Bangsa Sukorejo Kota Blitar tahun pelajaran 2015-2016 dan penerapan metode bernyanyi dinyatakan berhasil dan tuntas.

Analisis perbandingan kinerja keuangan antara BPR konvensional dan BPR syariah di wilayah kerja kantor Bank Indonesia Malang / oleh Yasmine Yuniar

 

Karakteristik bentuk dan penampilan tokoh kesenian reyog di kabupaten Ponorogo
oleh Sunaryadi

 

Pengembangan media pop-up book pada pembelajaran subtema lingkungan tempat tinggalku kelas IV SDN Bulukerto 02 Batu / Nurlaely Fazariya

 

ABSTRAK Fazariya, Nurlaely. 2016. Pengembangan Media Pop-Up Book Pada Pembelajaran Subtema Lingkungan Tempat Tinggalku Kelas IV SDN Bulukerto 02 Batu.Skripsi, Program StudiPendidikan Guru SekolahDasar, JurusanKependidikanSekolahDasardanPrasekolah, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. Sumanto, M.Pd., (II) Drs. H. Rumidjan,M.Pd. Kata Kunci: media Pop-Up Book, Lingkungan Tempat Tinggalku kelas IV SD Media mempunyai peran penting dalam proses pembelajaran. Selama ini, penggunaan media masih belum variatif sehingga siswakurangberperanaktifdalampelaksanaanpembelajaran. Untukmemudahkansiswadalammempelajarikonsepmaterisubtema padapembelajarantematikterpadumakadibutuhkanmedia, dengan demikian peneliti ingin mengembangkan media Pop-Up Booksebagai salah satu media pembelajaran pada subtema Lingkungan Tempat Tinggalku. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini yaitu, menghasilkanproduk media Pop-Up BookTemaTempatTinggalkuSubtemaLingkunganTempatTinggalkukelas IV SD (1) valid menurutahlimedia,(2) valid menurut ahli materi, (3) memiliki terapan bagi ahli pengguna, dan (4) efektif menurut ahli lapangan. Penelitianinidirancangdenganmenggunakan model pengembangan prosedural.Penelitimenggunakanlangkah-langkah, sebagaiberikut: (1) analisiskebutuhan, (2) desainproduk, (3) pengembanganprodukawal, (4) validasiahli, (5) revisiprodukawal, (6) ujicobaproduk, dan (7) revisiprodukakhir. Media Pop-Up Bookdigunakan dalam tiga kali pembelajaran, yaitu pada pembelajaran 3, pembelajaran 4, dan pembelajaran 5. Berdasarkan hasilanalisis data validasikepada keseluruhan validator diperoleh data dengan presentase sebesar 92,5% dengan tingkat kevalidan “sangat valid”. Oleh karena itu, Media Pop-Up Booksangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Saran pemanfaatan media Pop-Up Book yaitu, hendaknyadigunakan guru sebagai media alternatifuntukmembantusiswamemahamimateripembelajaran dan produk yang telahdikembangkan sebaiknyadisosialisasikankepada guru danlembagapendidikansekolahdasarbaik di tingkatdaerahmaupunnasionalsupaya menjadilebihbaik.

Pengaruh kinerja lingkungan terhadap laba perusahaan pada perusahaan pertambangan, energi dan migas yang lsiting di BEI tahun 2010-2014 / Maretha Dwi Saraswati

 

ABSTRAK Saraswati, Maretha Dwi. 2016. Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Laba Perusahaan Pada Perusahaan Pertambangan, Energi, dan Migas yang Listing di BEI Tahun 2010-2014. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak., CA., CMA (2) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak., CA. Kata Kunci : Kinerja Lingkungan, Laba Perusahaan, PROPER, Pertambangan Kinerja lingkungan merupakan hasil yang dapat diukur dari sistem manajemen lingkungan, yang terkait dengan kontrol aspek-aspek lingkungannya. Saat ini investor dalam berinvestasi tidak hanya memperhatikan kinerja keuangan perusahaan, namun juga memperhatikan informasi sosial perusahaan. Selain itu, perusahaan dengan kinerja lingkungan yang baik perlu mengungkapkan informasi kuantitas dan mutu sosial lingkungan, agar lebih dapat meningkatkan kepercayaan dimata masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji pengaruh kinerja lingkungan dan laba perusahaan, untuk menguji apakah terdapat pengaruh kinerja lingkungan terhadap laba perusahaan pada tahun berikutnya pada perusahaan pertambangan, energy, dan migas yang listing di BEI pada tahun 2010-2014. Alat ukur yang digunakan untuk menilai kinerja lingkungan yaitu menggunakan peringkat PROPER. Jumlah perusahaan pertambangan, energy, dan migas yang dijadikan sebagai sampel adalah 8 perusahaan dengan pengamatan selama 4 tahun. Berdasarkan metode purposive sampling total sampel penelitian adalah 32 laporan PROPER dan laporan keuangan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Dengan uji asumsi klasik yaitu uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap laba perusahaan. Nilai R square atau koefisien determinasi adalah sebesar 0,121 yang dapat ditafsirkan bahwa variabel bebas kinerja lingkungan memiliki pengaruh kontribusi sebesar 12,1% terhadap variabel dependen laba perusahaan.

Efektivitas penggunaan media pandang pada pengajaran menyimak bagi mahasiswa Program Studi Bahasa Arab FPBS IKIP MALANG angkatan 1994/1995 / oleh Muznah

 

Peningkatan kemampuan membaca permulaan anak usia dini melalui media kartu kata dan gambar di TK B PGRI Srengat Kabupaten Blitar / Dawidz Zulva

 

ABSTRAK Zulva, Dawidz. 2016. Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia Dini Melalui Media Kartu Kata dan Gambar Di TK B PGRI Srengat Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Alif Mudiono, M.Pd, (II) Suwarti, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Kemampuan Membaca Permulaan, Media Kartu Kata dan Gambar Berdasarkan observasi yang dilakukan di TK B PGRI Srengat Kabupaten Blitar, diketahui bahwa dari 17 anak yang tediri dari 11 laki-laki dan 6 perempuan hanya 2 (11,7%) anak yang sudah mampu membaca lancar sedangkan sisanya yaitu 15 (88,3%) anak sudah mampu mengenal huruf namun dalam merangkai kata masih banyak yang mengalami kesulitan. Kemampuan membaca permulaan anak di TK tersebut tergolong kurang sekali. Faktor penyebabnya adalah karena guru kurang menggunakan media dalam pembelajaran sehingga anak mudah bosan. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian yang bertujuan menerapkan media kartu kata dan gambar untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu (1) bagaimana penerapan media kartu kata dan gambar dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia dini di TK B PGRI Srengat kabupaten Blitar, dan (2) bagaimana peningkatan kemampuan membaca permulaan anak usia dini melalui media kartu kata dan gambar di TK B PGRI Srengat Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan 2 siklus. Tiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian yaitu anak TK B PGRI Srengat Kabupaten Blitar sebanyak 17 anak. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas anak, lembar observasi kemampuan membaca permulaan.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif . Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pembelajaran kemampuan membaca permulaan melalui media kartu kata dan gambar. Hal ini dapat diketahui pada siklus I rata-rata hasil observasi aktivitas guru sebesar 78,5% dengan kriteria ketuntasan baik, rata-rata hasil observasi aktivitas anak sebesar 65% dengan kriteria ketuntasan cukup, dan hasil nilai akhir penelitian kemampuan membaca permulaan anak sebesar 58% kriteria ketuntasan kurang. Pada siklus II rata-rata hasil observasi aktivitas guru sebesar 98% dengan kriteria ketuntasan sangat baik, rata-rata hasil observasi aktivitas anak sebesar 88% dengan kriteria ketuntasan sangat baik, dan nilai akhir kemampuan membaca permulaan anak sebesar 85,7% kriteria ketuntasan baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media kartu kata dan gambar, kemampuan membaca permulaan anak usia dini di TK B PGRI Srengat Kabupaten Blitar mengalami peningkatan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa menjalur skripsi (suatu studi pada Program ADP Jurusan PDU IKIP MALANG)
oleh Mochamad Zainuddin

 

Proses berpikir siswa dalam membuat koneksi matematika melalui aktivitas problem solving / Abdollah

 

Jurusan Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Subanji,S.Pd., M.Si.dan (2) Dr. H. Makbul Muksar,S.Pd.,M.Si. Kata kunci: proses berpikir, koneksi matematika, dan aktivitas problem solving. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah yang dihadapi siswa SMP Negeri 1 Kertosono, yaitu kemampuan siswa dalam melakukan koneksi matematika, terutama koneksi antar konsep matematika dan koneksi matematika dengan kehidupan sehari-hari, masih tergolong rendah. Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa siswa sering merasa kesulitan dalam membuat koneksi matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koneksi matematika dalam aktivitas Problem Solving. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan pendekatan penelitian deskriptif eksploratif. Koneksi matematika adalah aktivitas yang dilakukan oleh siswa dalam : menghubungkan antar konsep matematika, prosedur sebagai representasi ekuivalen, keterkaitan matematika dan diluar matematika, serta matematika dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas Problem Solving dalam penelitian ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam memecahkan masalah matematika yang meliputi : (1) memahami masalah (Understanding the problem); (2) Carrying out the plan) dan (4) melakukan pengecekan kembali terhadap semua langkah yang telah dikerjakan (doing recheck).merencanakan cara penyelesaian (Devising a plan); (3) melaksanakan rencana Temuan penelitian ini, bahwa proses koneksi matematika kelompok atas dan kelompok sedang lengkap, sesuai dengan kerangka konseptual dalam pemecahan masalah (Problem Solving) yaitu: mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan penyelesaian dan melakukan pengecekan kembali hasil pekerjaannya dengan cepat. Dalam membuat koneksi antar konsep, subjek kelompok atas dan kelompok sedang mampu menemukan rumus luas trapesium sama kaki sebagai jumlah luas segitiga siku-siku dan luas persegi, sedangkan dalam membuat koneksi matematika dengan kehidupan sehari-hari, subjek kelompok atas dan kelompok sedang, mampu menggunakan matematika dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Proses koneksi matematika subjek kelompok bawah, baik koneksi antar konsep matematika maupun koneksi matematika dengan kehidupan sehari-hari belum sesuai dengan kerangka konseptual dalam pemecahan masalah (Problem Solving). Subjek kelompok bawah tidak dapat menemukan rumus luas trapesium sama kaki sebagai jumlah luas dua segitiga siku-siku dan persegi. Sedangkan dalam membuat koneksi matematika dengan kehidupan sehari-hari siswa kelompok bawah belum secara langsung mengintegrasikan semua informasi yang diperoleh dalam menyelesaikan masalah matematika.

Perkawinan adat Tinjo di desa Banjarwati kecamatan Paciran kabupaten Lamongan (suatu tinjauan sosiologis) / oleh Sutiono

 

Upaya sekolah dalam mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi / Nurina Fardila Sari

 

Kata kunci: Sikap Nasionalisme, Siswa. SMA Negeri 2 Ngawi adalah salah satu sekolah favorit di Kabupaten Ngawi. Sekolah ini banyak menghasilkan generasi penerus Ngawi yang bertanggung jawab dan berpotensi untuk membangun kota Ngawi menjadi lebih maju. Selain itu berdasarkan input kemampuan siswa yang masuk di SMA Negeri 2 Ngawi tergolong tinggi, dan prestasi yang ditorehkan sangat membanggakan, sehingga penulis tertarik untuk menjadikan SMA Negeri 2 Ngawi sebagai objek penelitian, dan oleh karena itu peneliti melakukan penelitian mengenai ”Upaya sekolah dalam Mengembangkan Sikap Nasionalisme Siswa di SMA Negeri 2 Ngawi”. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan program sekolah yang berhubungan dengan nasionalisme, (2) Mendeskripsikan pihak yang berperan dalam upaya sekolah dalam mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi, (3) Mendeskripsikan upaya sekolah dalam mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi, (4) Mendeskripsikan kendala serta upaya mengatasi kendala dalam upaya mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian yang dipilih adalah di SMA Negeri 2 Ngawi. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Metodeanalisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh empat simpulan sebagai berikut. Pertama, program sekolah yang berhubungan dengan nasionalisme melalui bidang akademik dan non akademik. Bidang akademik, melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah yang diintegrasikan berdasarkan materi dan metode pembelajaran. Sedangkan non akademik melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pihak yang berperan dalam upaya mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi yaitu: kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa. Kepala sekolah berperan antara lain: membangun suasana yang kondusif dan menjalin komunikasi yang baik dengan komunitas sekolah, maupun pihak lain. Guru berperan mengevaluasi, dan memotivasi siswa. Karyawan berperan memberikan contoh sikap yang baik pada siswa. Sedangkan siswa berperan sentral sebagai objek dalam penelitian ini. Upaya sekolah dalam mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi, dilakukan melalui bidang akademik dan non akademik. Bidang akademik melalui materi dan metode yang disampaikan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah. Sedangkan non akademik, misalnya kegiatan baksos, yang diselenggarakan oleh OSIS, PMR, Pramuka, dan Pecinta Alam. Kegiatan ini melatih siswa untuk melakukan sikap tolong menolong dan melatih siswa mempunyai rasa kepedulian terhadap sesama tanpa ada perbedaan. Seperti semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika. Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan upaya mengembangkan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Ngawi berasal dari bidang akademik dan non akademik. Dalam bidang akademik, berasal dari siswa dan guru. Sedangkan bidang non akademik yaitu sarana prasarana, dana, dan dukungan dari orang tua.

Korelasi antara prestasi belajar bidang studi bahasa Arab dan kemampuan memahami Al-Qur'an pada siswa Madrasah Aliyah Nurul Ulum Kebonsari Sukun Malang
oleh Munandiroh

 

Analisis kesesuaian pelaksanaan materi ajar buku siswa kelas 3 SD dengan Tema 6 Indahnya Persahabatan di SDN Perrcobaan 02 Kota Malang / Elkana Agnes Yuvikasari

 

ABSTRAK Yuvikasari, Elkana Agnes. 2016. AnalisisKesesuaianPelaksanaanMateri Ajar BukuSiswaKelas 3 SD denganTema 6 IndahnyaPersahabatan di SDN Percobaan 02 Kota Malang. Skripsi, JurusanKependidikan Sekolah dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sutrisno, S.Pd.,M.Pd., (II) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd. Kata Kunci: Analisiskesesuaianpelaksanaan, Bukusiswakelas 3 SD Tema 6 IndahnyaPersahabatan, Kurikulum 2013, Pendekatansaintifik Bukusiswaberperanpentingdalampelaksanaanpembelajaran. Bukusiswamenjadiacuankegiatan-kegiatan yang dilakukansiswauntukmencapaiindikator. PadaKurikulum 2013, bukusiswa yang digunakanmerupakanbukutematik yang memadukanberbagaipelajarankedalamsatutema. Berdasarkan studi pendahuluan diSDN Percobaan 02 Malang,bukusiswa yang digunakankelas III dalampembelajaranmerupakanbukuterbitanKemendikbud.Seluruhkegiatan-kegiatanpembelajaranmengacupadabukusiswatersebut. Penelitian inibermaksuduntukmenganalisiskesesuaianmateri ajar bukusiswadenganpelaksanaanpembelajaran, Kurikulum 2013, danlangkah-langkahsaintifik. Metode penelitian ini menggunakan penelitiandeskriptifkualitatif.Analisiskesesuaiandilakukanantaramateri ajar bukusiswadenganpelaksanaanpembelajaran, kesesuaianmateri ajar bukusiswadenganKurikulum 2013, kesesuianmateri ajar denganlangkah-langkahsaintifik. Bukusiswa yang ditelitibukusiswakelas III SD denganTema 6 IndahnyaPersahabatanterbitanKemendikbud. Penelitiandilakukan di SDN Percobaan 02 Kota Malang selamabulanFebruarihinggaMaret 2016. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwapelaksanaanpembelajarankelas 3 di SDN Percobaan 02 Kota Malang telahsesuaidenganbukusiswaTema 6 IndahnyaPersahabatanterbitanKemendikbud. TetapibukusiswaTema 6 IndahnyaPersahabatan yang digunakan di SDN Percobaan 02 Kota Malang inimasihmemilikibanyakketidaksesuaiandenganKurikulum 2013. Selainitu, bukusiswatersebutjugabanyakmemilikiketidaksesuaiandenganlangkah-langkahpendekatansaintifik. Kesimpulandaripenelitianiniyaitukelas 3 di SDN Percobaan 02 Kota Malang menggunakanbukusiswaTema 6 IndahnyanPersahabatanterbitanKemendikbudsebagaipedomankegiatanpembelajaranmeskipunbukuterbitanKemendikbudtersebutmemilikibanyakketidaksesuaiandenganKurikulum 2013 danlangkah-langkahsaintifik. MakadisarankansekolahtidakhanyamenggunakanbukuterbitanKemendikbudtetapijugabukupenunjang lain yang sesuaidenganKurikulum 2013. Bagi guru SD, disarankanuntukmengembangkanmateri yang adasehinggatidakhanyaberpedomanpadabukusiswa. Bagipenulis, disarankanuntukmemperbaikibukusiswatersebut agar sesuaidenganKurikulum 2013 danlangkah-langkahsaintifik.

Perbedaan penggunaan ketrampilan dasar mengajar oleh guru mata pelajaran program umum dengan guru mata pelajaran program kejuruan kelas IIAK1, IIAK2 dan IIAK3 Jurusan Keuangan di SMEA Negeri Sidoarjo
oleh Joko Prasetyono

 

Hubungan antara tingkat pendapatan orang tua dengan prestasi belajar siswa (studi kasus di SMP Islam Kepanjen)
oleh Sri Utami

 

Persepsi guru tentang penilaian pembelajaran pada kurikulum 2013 di SD Negeri Kota Malang / Rizki Ari Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Rizki Ari. 2016. Persepsi Guru tentang Penilaian Pembelajaran pada Kurikulum 2013 di SD Negeri Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Harti Kartini, M.Pd, (II) Drs. Syaiful Imam, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: persepsi, penilaian pembelajaran, kurikulum 2013, SD Penilaian pada Kurikulum 2013 dilakukan secara menyeluruh meliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan secara seimbang dengan menggunakan berbagai teknik penilaian. Langkah-langkah penilaian yang dilakukan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengolahan, pelaporan dan tindak lanjut hasil penilaian. Pelaksanaan penilaian pembelajaran yang belum optimal tidak terlepas dari persepsi guru tentang penilaian pembelajaran, oleh karena itu perlu diketahui persepsi guru tentang penilaian pembelajaran sehingga dapat dijadikan informasi pelaksanaan penilaian pembelajaran di SD. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) persepsi guru SD tentang perencanaan penilaian, (2) pelaksanaan penilaian, (3) pengolahan penilaian, (4) pelaporan penilaian, (5) tindak lanjut hasil penilaian pada Kurikulum 2013. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi terdiri dari guru kelas I, II, III, IV, V dan VI yang tersebar di 195 SD Negeri di 5 Kecamatan Kota Malang. Sampel penelitian ini berjumlah 106 responden yang diambil dengan teknik area nonproporsional random sampling. Instrumen pengumpul data berupa kuesioner tertutup. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik deskriptif. Dari hasil pengumpulan data diperoleh 93 angket yang layak untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru tentang perencanaan penilaian sebagian besar tergolong baik (89,25%), pelaksanaan penilaian sebagian besar tergolong baik (80,65%), pengolahan penilaian sebagian besar tergolong baik (79,57%), pelaporan penilaian lebih dari setengah tergolong cukup (55,92%) dan tindak lanjut hasil penilaian sebagian besar tergolong baik (67,74%). Tidak ada guru yang memiliki persepsi kurang baik tentang perencanaan, pelaksanaan, pengolahan, pelaporan dan tindak lanjut hasil penilaian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru SD memiliki persepsi yang baik tentang perencanaan, pelaksanaan, pengolahan dan tindak lanjut hasil penilaian, serta memiliki persepsi yang cukup tentang pelaporan penilaian pada Kurikulum 2013. Saran bagi guru agar selalu mengikuti perkembangan dan perubahan aturan tentang penilaian, membaca panduan penilaian agar dapat melaksanakan penilaian pembelajaran sesuai ketentuan serta mendiskusikan dengan teman sejawat atau pimpinan apabila belum memahami. Bagi peneliti lain agar mengembangkan penelitian dengan memperluas populasi penelitian, meneliti komponen Kurikulum 2013 secara menyeluruh serta menambahkan instrumen penelitian dengan angket terbuka.

Studi tentang faktor-faktor kesulitan yang dialami siswa SMKK Jurusan Tata Boga dalam belajar ilmu kimia di SMKK Negeri kodya Malang tahun ajaran 1993/1994 / oleh Sri Wulaningsih

 

Hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan dasar matematika dengan hasil belajar kimia siswa kelas III semester IV program A1 dan program A2 SMA Negeri 1 Bojonegoro / oleh Yahmin

 

Hubungan antara motivasi belajar dan kemampuan ketrampilan proses dengan prestasi belajar biologi siswa kelas II Program Ilmu-ilmu Biologi (A2) di SMA Negeri 2 dan 5 Malang / oleh Zulaichah

 

Hubungan antara kemampuan mengidentifikasi fungtor dengan kemampuan memahami isu wacana tulis pada siswa kelas II SMA Islam Malang tahun 1987/1988
oleh Ribut Wahyu Eriyanti

 

Penggunaan media flip chart untuk meningkatkan kemampuan membaca anak kelompok B TK Kartika IX-41A Malang / Renitaningtyas Marisa Kurniasari

 

ABSTRAK Kurniasari, Renitaningtyas Marisa. 2016. Penggunaan Media Flip Chart untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Kelompok B TK Kartika IX-41A Malang. Skripsi Prodi S1-Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn., (II) Eny Nur Aisyah, S.Pd.I, M.Pd Kata kunci: Kemampuan Membaca Anak Kelompok B, Penggunaan Media Flip Chart Pembelajaran membaca yang menggunakan media buku membaca menjadikan anak kelompok B2 TK Kartika IX-41A Malang merasa bosan dalam mengikuti pelajaran. Anak merasa terbebani setiap kali guru memanggil nama mereka untuk membaca satu-persatu secara bergantian. Hal ini berdampak pada kemampuan membaca anak yang tidak dapat berkembang dengan baik dan motivasi anak terhadap pembelajaran membaca menjadi rendah. Rumusan masalah penelitian ini ada 2, meliputi: 1) bagaimanakah penerapan media flip chart untuk meningkatkan kemampuan membaca anak kelompok B TK Kartika IX-41A Malang; 2) apakah media flip chart dapat meningkatkan kemampuan membaca pada anak kelompok B di TK Kartika IX-41A Malang. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model siklus dari Kemis dan Taggart yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan 3 teknik pengumpulan data, yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, bahwa penggunaan media flip chart dapat meningkatkan kemampuan membaca pada anak. Hal ini dapat dilihat dari persentase keberhasilan kelas pada pra tindakan sebesar 38% mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 53% sedangkan pada siklus II persentase keberhasilan kelas mencapai 88%. Pada siklus II ini penelitian sudah dapat dinyatakan tuntas, hal ini dikarenakan persentase yang dicapai ≥85%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan media flip chart dapat meningkatkan kemampuan membaca pada anak kelompok B TK Kartika IX-41A Malang. Dengan demikian, penulis menyarankan agar guru dapat menggunakan media pembelajaran flip chart dalam meningkatkan kemampuan membaca pada anak. Penggunaan media flip chart ini dilakukan agar anak lebih semangat dan termotivasi untuk belajar.

Dongeng (sinun) di desa Pasinan kecamatan Lekok kabupaten Pasuruan
telaah struktur dan fungsi
oleh Hikmah

 

Bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi orang-orang Arab di Indonesia (studi kasus masyarakat keturunan Arab di Embong Arab kodya Malang)
oleh Ainur Rofiq

 

Penerapan asas-asas pengajaran pengurangan fakta hingga 5 (lima) dalam buku panduan guru matematika kelas rendah sekolah dasar
oleh Syaiful Imam

 

The effect of syntactic complexity on comprehension of students of English Department IKIP MALANG / by ambang Jiwantoro

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |