Analisis pengaruh kebijakan hutang, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan direksi, dan komisaris terhadap menajemen laba (Studi pada perusahaan perbankan yang listing di BEI periode 2004-2008) / Nura Baktir

 

Kata Kunci: agency problem, kebijakan hutang, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran direksi, ukuran komisaris, bank, discretionary accrual Pendelegasian wewenang dari pemilik perusahaan kepada manajer dapat menimbulkan konflik kepentingan dalam perusahaan. Hal ini dapat terjadi karena terdapat perbedaan kepentingan antara keduanya. Teori yang membahas masalah ini adalah teori keagenan dimana manajer dapat disebut sebagai agen dan pemilik sebagai prinsipal. Untuk meminimalkan konflik ini terutama pada perusahaan perbankan banyak hal yang dapat dilakukan. Seperti menerapkan kebijakan hutang, peningkatan kepemilikan manajerial, institusional, ukuran direksi, dan komisaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebijakan hutang, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran direksi, dan komisaris terhadap manajemen laba yang diukur dengan discretionary accrual. Populasi yang digunakan adalah perusahaan perbankan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia tahun 2004-2008. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 16 bank yang diperoleh berdasarkan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan cara dokumentasi yang diperoleh dari laporan tahunan bank yang didownload dari masing-masing website bank yang dijadikan sampel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 16 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan kelima variabel bebas tersebut berpengaruh terhadap manajemen laba. Sedangkan secara parsial kebijakan hutang, kepemilikan institusional, dan ukuran komisaris berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap manajemen laba. Variabel kepemilikan manajerial berpengaruh positif tidak signifikan terhadap manajemen laba. Variabel ukuran direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan sampel yang diteliti lebih banyak dan mewakili kondisi populasi. Selain itu juga menambah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi manajemen laba.

Perubahan manajemen kurikulum RSBI di SMA Negeri 1 Sumenep / Hidayatur Rachman

 

Kata kunci: perubahan manajemen, kurikulum RSBI. Era globalisasi menuntut kemampuan daya saing yang kuat dalam berbagai bidang, seperti bidang teknologi, manajemen dan sumberdaya manusia. RSBI adalah sekolah nasional yang menyiapkan peserta didik berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia dan tarafnya internasional sehingga lulusannya memiliki kemampuan daya saing internasi. Kurikulum yang digunakan pada RSBI adalah Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang meliputi: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian baik dari dalam maupun luar negeri, yang diyakini telah memiliki reputasi mutu yang diakui secara internasional. Fokus penelitian ini secara umum adalah bagaimana perubahan manajemen kurikulum RSBI di SMA Negeri 1 Sumenep, sedangkan fokus secara rinci meliputi: (a) bagaimana perubahan manajemen kurikulum RSBI dengan penerapan full day school di SMA Negeri 1 Sumenep; (b) apakah faktor penghambat dan pendukung dalam perubahan manajemen kurikulum RSBI di SMA Negeri 1 Sumenep; (c) bagaimana mengatasi faktor penghambat perubahan manajemen kurikulum RSBI di SMA Negeri 1 Sumenep; (d) bagaimana pemberdayaan faktor pendukung dalam perubahan manajemen kurikulum RSBI di SMA Negeri 1 Sumenep. Tujuan penelitian ini secara umun adalah mengetahui perubahan manajemen kurikulum RSBI dengan penerapan full day school di SMA Negeri 1 Sumenep. Tujuan khususnya adalah mendeskripsikan tentang perubahan kurikulum RSBI, faktor penghambat dan faktor pendukung dalam perubahan manajemen kurikulum RSBI, cara mengatasi faktor penghambat dalam perubahan manajemen kurikulum RSBI, cara pendayagunaan faktor pendukung dalam perubahan manajemen kurikulum RSBI. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, jenis penelitian adalah studi kasus karena ada satu kasus pada satu objek penelitian, yaitu SMA Negeri 1 Sumenep. Lokasi penelitian di jalan Payudan Timur No 1 Sumenep. Dalam penelitian ini dilakukan kepada kepala sekolah dan guru SMA Negeri 1 Sumenep. Sumber data yang digunakan dalam penelitian melalui wawancara, observasi dan pengamatan yaitu dengan keterlibatan peneliti mengamati secara langsung serta dokumen yang berkaitan dengan perubahan manajemen kurikulum RSBI. Data yang diperoleh dianalisis selama dan setelah pengumpulan data, maka data yang diperoleh akan menjawab fokus penelitian, yang menggunakan beberapa teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah perubahan manajemen kurkulum RSBI di SMA Negeri 1 Sumenep ditetapkannya model pembelajaran baru yaitu sekolah full day ii atau belajar sehari penuh dimana siswa masuk sekolah mulai pukul 06.00 WIB hingga 15.30 WIB, jam tambahan tersebut dialokasikan untuk kegiatan peningkatan mutu pendidikan. Pada faktor penghambat perubahan manajemen kurikulum RSBI dalam menerapkan full day school yang terdiri dari faktor penghambat dan pendukung perubahan manajemen kurikulum RSBI dalam menerapkan full day school, dimana masyarakat banyak penolakan atas perubahan karena besarnya biaya SPP dan bertambahnya jam masuk sekolah sehingga guruguru dan siswa tidak memiliki waktu istirahat pada siang hari, sedangkan pendukung dalam perubahan adalah sarana pembelajaran yang cukup memadai sehingga perubahan tetap terlaksana. Sekolah dalam mengatasi hambatan yaitu memberikan penjelasan tentang misi, tujuan dari diberlakukannya perubahan sekolah kepada masyarakat atau orang tua siswa. Pada pemberdayaan faktor pendorong perubahan yaitu sekolah harus meningkatkan mutu dan kualitas tenaga pengajar, sarana prasarana belajar termasuk perpustakaan dan laboratorium serta sumber-sumber belajar lainnya untuk mencapai sekolah bertaraf internasional. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disarankan kepada: (1) kepala SMA Negeri 1 Sumenep dalam perubahan sekolah dikembangkan untuk mecapai sekolah bertaraf internasional; (2) bagi pendidik dan karyawan SMA Negeri 1 Sumenep untuk selalu memiliki semangat dalam mengembangkan sekolah dalam mencapai sekolah bertaraf internasional; (3) sekolah Lain agar dapat mengembangkan sekolahnya untuk mencapai taraf internasional; (4) bagi Jurusan Administrasi Pendidikan agar menginformasikan hasil penelitian ini kepada mahasiswa, sehingga perubahan manajemen kurikulum RSBI dengan penerapan full day school yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Sumenep dapat menginspirasi mereka untuk meneliti tentang perubahan kurikulum RSBI yang lebih baik; (5) bagi peneliti lain dapat melanjutkan penelitian yang sejenis pada berbagai aspek lain yang bermanfaat pada perubahan manajemen kurikulum. Aspek yang bisa diteliti misalnya mutu sekolah RSBI menuju SBI dalam konteks full day school.

Dampak kemampuan serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap perilaku siswa dalam melaksanakan praktikum dan nilai hasil praktikum di Laboratorium Teknik Pemesinan SMK Negeri 6 Malang / Irwan Bagus Fathony

 

Kata kunci: kemampuan dan penerapan K3, perilaku siswa, nilai hasil praktikum Berbagai macam kecelakaan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan menjadi ancaman yang sangat berarti dalam setiap aktivitas kegiatan. Oleh karena itu usaha pencegahannya tidak boleh diabaikan begitu saja tanpa adanya tindak lanjut untuk mengatasinya. Sejalan dengan berbagai pengalaman akan terjadinya kecelakaan khususnya di dunia kerja. Kita harus mengetahui akan pentingnya K3, baik itu ditempat industri maupun di dunia pendidikan misalnya di SMK Negeri 6 Malang. Untuk mengetahui penerapan K3 di Laboratorium Teknik Pemesinan pada siswa SMK Negeri 6 Malang dilakukan dengan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa terhadap K3 di dalam melaksanakan praktikum, mengetahui keadaan fasilitas K3, mengukur perilaku siswa dalam praktikum dan mengetahui nilai hasil praktikum setelah menerapkan K3 di laboratorium Teknik Pemesinan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Juni 2010 kepada siswa kelas X Teknik Pemesinan mengenai pemahaman siswa terhadap K3 di dalam melaksanakan praktikum dan penerapan K3 di Laboratorium Teknik Pemesinan SMK Negeri 6 Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpul data. Hasil penelitian diperoleh: (1) Tingkat kemampuan siswa terhadap K3 di dalam melaksanakan praktikum di laboratorium Teknik Pemesinan SMK Negeri 6 Malang adalah sangat baik sebesar 17%, baik sebesar 81%, cukup baik sebesar 2% dan kurang baik sebesar 0% serta kurang sekali sebesar 0%, (2) Tingkat penerapan K3 di laboratorium Teknik Pemesinan SMK Negeri 6 Malang adalah sangat baik sebesar 16%, baik sebesar 77%, dan kurang baik sebesar 7%. Penerapan K3 tersebut meliputi laboratorium kerja mesin dan laboratorium kerja bangku, dan (3) Secara keseluruhan kemampuan serta penerapan K3 terhadap perilaku siswa serta nilai hasil praktikum di laboratorium Teknik Pemesinan SMK Negeri 6 Malang adalah sangat baik sebesar 26%, baik sebesar 65%, dan cukup baik sebesar 8% dan kurang baik sebesar 1%. Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan (1) bagi siswa disarankan untuk mematuhi peraturan dan juga pedoman khususnya mengenai K3 di dalam melaksanakan praktikum di laboratorium Teknik Pemesinan agar dalam pelaksanaannya tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kecelakaan sehingga dapat melakukan praktikum dengan baik, (2) bagi guru praktikum disarankan untuk mematuhi peraturan dan juga pedoman khususnya mengenai K3 di dalam melaksanakan pengajaran praktikum di laboratorium Teknik Pemesinan agar dalam pelaksanaannya guru dapat membantu siswanya agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, dan (3) bagi mahasiswa fakultas teknik Universitas Negeri Malang disarankan agar membekali mahasiswa khususnya program studi pendidikan teknik mesin sebelum praktik mengajar tentang standar K3 pada laboratorium di SMK.

Analisis faktor-faktor yang mempengarui keputusan masyarakat untuk menggunakan jasa gadai kredit cepat aman pada Perum Pegadaian cabang Walikukun Ngawi / Lucky Anto Wicaksono

 

Kata Kunci: Faktor-faktor, Masyarakat, Menggunakan jasa gadai Kredit Cepat Aman Pada dunia bisnis di jaman sekarang, masyarakat cenderung ingin mendapatkan modal dengan cepat dan tanpa memberikan pengorbanan yang terlalu berarti. Perum Pegadaian menawarkan produk-produk yang diharapakan bisa mendekati karakteristik masyarakat dalam mendapatkan modal. Salah satu produk Perum Pegadaian yang paling diminati masyarakat adalah Kredit Cepat Aman. Banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat menggunakan jasa gadai Kredit Cepat Aman, khususnya pada Perum Pegadaian yang diteliti. Dalam analisis ini terdiri dari dua metode, yaitu: (1)Hipotesis Penelitian untuk keterkaitan antara faktor yang satu dengan faktor yang lain. (2)Skala Likert untuk menilai seberapa besar pengaruh masing-masing faktor. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan yaitu: (1)Faktor yang paling mempengaruhi responden mengambil keputusan menggunakan jasa gadai Kredit Cepat Aman adalah tingkat bunga yang rendah. (2) Menempati urutan kedua dari faktor yang paling menentukan resopnden dalam memutuskan untuk menggunakan jasa gadai Kredit Cepat Aman adalah tingkat pendapatan yang rendah. (3)Faktor lokasi menempati urutan ketiga dalam pengambilan keputusan untuk menggunakan jasa gadai Kredit Cepat Aman. (4)Faktor pelayanan karyawan juga turut mempengaruhi keputusan menggunakan jasa gadai Kredit Cepat Aman, tapi hanya menempati urutan terakhir dari hasil penelitian.

Pemanfaatan media dua dimensi untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Randuagung 04 Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang / V. Tutik Purwati

 

Kata Kunci : hasil belajar, pkn, media dua dimensi Berdasarkan observasi awal di SDN Randugading 04 pada saat pembelajaran guru terbiasa menggunakan metode ceramah, guru tidak memberikan kesempatan pada siswa untuk aktif dan kreatif menemukan jawaban sendiri, sehingga pemahaman yang diterima siswa hanya bersifat kognitif. Permasalahan inilah yang menyebabkan persentase keberhasilan siswa menurun, khususnya dalam mata pelajaran PKn persentase keberhasilan hanya mencapai 55%, di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 65. Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan pemanfaatan media dua dimensi pada pembelajaran tentang kebebasan berorganisasi pada siswa kelas V SDN Randugading 04 Kecamatan Tajinan, (2) Mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa kelas V SDN Randugading 04 Kecamatan Tajinan, dengan memanfaatkan media dua dimensi, (3) Mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas V SDN Randugading 04 Kecamatan Tajinan dengan memanfaatkan media dua dimensi. Peneliti menggunakan rancangan penelitian pendekatan kualitatif, karena data yang dikumpulkan berbentuk kata atau kalimat bukan angka. Jenis PTK kolaboratif dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Penerapan pemanfaatan media dua dimensi melalui pembelajaran pada siklus I nilai rata-rata 78,67 meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata 90,43. (2) Aktivitas siswa pada siklus I nilai rata-rata 18,51 meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata 62,95. (3) Hasil belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata 67,21 dan pada siklus II nilai rata-rata 77,59. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan pembelajaran PKn dengan memanfaatkan media dua dimensi telah sesuai dengan langkah-langkahnya, (2) Pemanfaatan media dua dimensi dapat meningkatkan aktivitas belajar PKn pada siswa kelas V SDN Randugading 04, (3) Pemanfaatan media dua dimensi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Randugading 04. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar: Guru menerapkan pemanfaatan media dua dimensi dalam pembelajaran PKn, kompetensi dasar : “Kebebasan Berorganisasi” di kelas V semester II. Alat yang digunakan perlu dipersiapkan.

Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray (TSTS) untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata diklat melakukan negosiasi (study kasus pada siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 1 Turen) / Anisah Lutfiyah

 

Kata kunci: TSTS ( Two Stay Two Stray ), Keaktifan, Hasil Belajar. Seiring dengan proses perubahan yang cepat dalam lingkungan pendidikan, maka hal tersebut juga berdampak pada perubahan kurikulum pendidikan, yaitu dengan diterapkannya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada sekolah-sekolah sebagai penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yang cenderung teacher-oriented dalam proses belajar mengajar. Untuk mengetahui tuntutan dan target dari kurikulum baru yang diterapkan, maka diperlukan strategi atau model pembelajaran yang menyenangkan dalam upaya meningkatkan pola pikir peserta didik serta potensi siswa agar berhasil dalam proses belajar mengajar. Untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar yang diharapkan, upaya atau usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan cara menguasai materi pelajaran dan memilih metode pembelajaran yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah (1) Penerapan Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 1 Turen.(2) Mengetahui keaktifan belajar siswa melalui penerapan Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray pada siswa kelas X Pemasaran SMKNegeri 1 Turen.(3) Untuk mengetahui hasil belajar mata diklat Melakukan Negosiasi siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 1Turen melalui penerapan Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray. Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan analisis pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Alat pengumpulan data menggunakan soal tes, lembar observasi, catatan lapangan, dokumentasi, angket. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 1 Turen tahun ajaran 2009/2010. Data tentang keaktifan belajar siswa dapat diketahui melalui setiap indikator elemen kooperatif mengalami peningkatan keaktifan. Hasil analasis data bila ditinjau dari Hasil belajar peserta siswa di tinjau dari aspek kognitif mengalami peningkatan yaitu pada pada post test siklus I jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 24 siswa (72.72%) sedangkan yang belum tuntas belajar adalah 9 siswa (27.27%). Pada post test siklus II jumlah siswa yang tuntas belajar meningkat menjadi 29 siswa (87.87%) dan yang belum tuntas belajar adalah 4 siswa (12.12%). Bila ditinjau dari aspek afektif juga mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I siswa yang tuntas adalah 19 siswa (57.57%) dan yang belum tuntas adalah 14 siswa (42.42%). Pada siklus II mengalami peningkatan , yaitu siswa yang tuntas adalah 31 siswa (93.93%) dan yang belum tuntas adalah 2 siswa (6.06%). Sedangkan analisis data terhadap keaktifan siswa juga mengalami peningkatan setiap siklusnya. Pada siklus I rata-rata persentase untuk deskriptor (1) Saling Ketergantungan Positif (75%), (2) Interaksi Langsung Antar Individu (62.5%), (3) Akuntabilitas Individu (68.75%), (4) Keterampilan Berinteraksi antar Individu dan Kelompok (83.5%). Pada siklus II mengalami peningkatan untuk tiap-tiap deskriptor yaitu (1) Saling Ketergantungan Positif (93.75%), (2) Interaksi Langsung Antar Individu (100%), (3) Akuntabilitas Individu (93.75%), (4) Keterampilan Berinteraksi antar Individu dan Kelompok (100%). Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah penerapan Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu: (1) Guru mata diklat Melakukan Negosiasi SMKNegeri 1 Turen, disarankan untuk mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS). (2) Bagi siswa untuk mempersiapkan diri dengan belajar telebih dahulu sebelum mengikuti pelajaran di kelas (3) Bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengembangkan penelitian ini disarankan untuk menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray pada mata diklat yang berbeda.

Studi tentang media pembelajaran dalam pelaksanaan KTSP pada keahlian teknik pemesinan di SMK se-Kota Malang / Muhammad Zulkarnain

 

Pembimbing: (1) Dr. Amat Nyoto, M.Pd, (2) Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T. Kata kunci: Studi, Media, Teknik Pemesinan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui guru di SMK se-Kota Malang pada Keahlian Teknik Pemesinan apakah mencantumkan media pembelajaran dalam RPP; (2) Mengetahui apa yang dilakukan guru di SMK se-Kota Malang pada Keahlian Teknik Pemesinan dalam mengadakan media pembelajaran; dan (3) Mengetahui bagaimana guru dalam menggunakan media pembelajaran di SMK se-Kota Malang pada Keahlian Teknik Pemesinan. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang mendeskripsikan variabel-variabel penelitian secara sistematik ke dalam sebuah kriteria berdasarkan data faktual pada saat penelitian. Hasil penelitian tentang media pembelajaran pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada keahlian teknik pemesinan di SMK se-Malang tergolong sangat baik. Pengadaan media pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada keahlian teknik pemesinan di SMK se-Kota Malang tergolong kurang baik. Dalam penggunaan media pembelajaran oleh guru pada keahlian teknik pemesinan di SMK se-Kota Malang tergolong kurang baik.

Penerapan strategi konflik kognitif berbantuan media untuk memperbaiki salah konsep pada pokok bahasan gerak lurus siswa kelas VII semester II SMPN 2 Ponggok Kabupaten Blitar tahun ajaran 2009/2010 / Heni Trisnawati

 

Kata kunci: Strategi Konflik Kognitif, Salah konsep. Berdasarkan hasil observasi awal didapat bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep yang berakibat pada kesalahan konsep siswa. Sehingga perlu dilakukan sebuah upaya untuk mengatasinya, dalam penelitian ini dilakukan strategi konflik kognitif. Pada penelitian kali ini dirumuskan masalah antara lain,(1) Bagaimanakah pelaksanaan penerapan strategi konflik kognitif berbantuan media yang dapat memperbaiki salah konsep pada siswa kelas VII SMPN 2 Ponggok? (2) Apakah penerapan strategi konflik kognitif dengan berbantuan media dapat memperbaiki salah konsep sebesar 80-100% pada siswa kelas VII SMPN 2 Ponggok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penerapan strategi konflik kognitif berbantuan media yang dapat memperbaiki salah konsep pada siswa kelas VII SMPN 2 Ponggok dan untuk mengetahui bahwa penerapan strategi konflik kognitif dengan berbantuan media dapat memperbaiki salah konsep sebesar 80-100% pada siswa kelas VII SMPN 2 Ponggok. Penelitian ini dilakukan di SMPN II Ponggok pada bulan April sampai dengan Mei 2010 dalam 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri atas 2 pertemuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Untuk mengetahui perbaikan konsep siswa digunakan pre test dan post test harian. Selain itu dilakukan wawancara dengan siswa untuk mengetahui konsep mana yang masih belum dimengerti oleh siswa. Pelaksanaan penerapan strategi konflik kognitif ini terbilang cukup baik ditandai dengan adanya peningkatan keterlaksanaan strategi konflik kognitif pada siklus I dan siklus II, pada siklus I didapat prosentase keterlaksanaan konflik kognitif adalah sebesar 49,6% pada pertemuan I dan 71,4 % pertemuan II siklus I meningkat menjadi 80,6% pertemuan I dan 86,26 % pertemuan II siklus II. Sedangkan perbaikan konsep siswa sudah mengalami peningkatan dari 69% pada tes akhir siklus I meningkat menjadi 85 % dilihat dari tes siklus II. Selain dari nilai tes akhir siklus perbaikan monsep juga didapat dari hasil post tes pada akhir pelajaran Pada siklus pertama keberhasilan Post test 74 % sedangkan dalam siklus kedua didapat keberhasilan post testnya 78 %. Untuk hasil wawancara mengetahui konsep yang dipahami siswa didapat 42% pada pertemuan pertama dan 52 % pada pertemuan kedua siklus pertama. Pada siklus kedua pemahaman konsep siswa sudah meningkat dari 74 % pada pertemuan pertama meningkat menjadi 82 %. Dari hasil di akhir siklus perbaikan kesalahan konsep siswa masuk dalam kategori “ baik”. Dari penelitian kali ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan strategi konflik kognitif dapat untuk memperbaiki kesalahan konsep siswa dalam proses pembelajaran dan peran guru sangat penting dalam keberhasilan siswa.

Manajemen pembelajaran dalam pelatihan kesehatan reproduksi remaja (Studi kasus di Balai Diklat KB Nasional Malang) / Hendrick Hartanto

 

Kata Kunci: Pelatihan, Manajemen Pembelajaran dan Kesehatan Reproduksi Remaja Pelatihan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) diselenggarakan oleh Balai Diklat KB Nasional Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pembelajaran pada pelatihan KRR dengan studi kasus di Balai Diklat KB Nasional Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan dirancang dalam bentuk kualitatif deskriptif. Metode penggalian data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisa yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, Manajemen pembelajaran pada pelatihan KRR di Balai Diklat KB Nasional Malang adalah terbagi pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, meliputi persiapan materi atau substansi pembelajaran oleh para Widyaiswara dan sarana prasarana pembelajaran yang dilakukan oleh bagian tata usaha. Pada tahap persiapan para Widyaiswara melakukan identifikasi kebutuhan belajar dengan mengadakan pre test yang diikuti seluruh peserta pelatihan. Pada tahap pembelajaran, pelaksanaan pelatihan KRR berjalan dengan lancar karena ketersediaan media pembelajaran yang memadai, distribusi bahan belajar yang baik serta keterampilan dan kecakapan para Widyaiswara dalam menggunakan metode pembelajaran. Pada tahapan evaluasi sebagai tahapan terakhir, evaluasi dilakukan terkait dengan tiga hal; (1) evaluasi peserta, mengenai penguasaan peserta terhadap materi pelatihan yang meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan , (2) evaluasi Widyaiswara, dilakukan untuk menilai dan mengamati performa para Widyaiswara dalam pembelajaran dan (3) evaluasi penyelenggaraan yang ditujukan untuk menilai tingkat pelayanan Balai Diklat dalam penyelenggaraan pelatihan. Dari hasil penelitian tersebut, saran-saran yang diajukan yaitu: (1) bagi Balai Diklat KB Nasional Malang hendaknya dapat dijadikan sebagai bahan tambahan untuk lebih meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan KRR di masa yang akan datang, (2) Bagi Jurusan Administrasi Pendidikan agar menjadikan hasil penelitian ini sebagai tambahan bahan kajian pengembangan ilmu manajemen pendidikan khususnya dalam hal manajemen pembelajaran pada pelatihan dan, (3) Bagi peneliti lain agar lebih menyempurnakan hasil penelitian ini dan mengembangkan penelitian serupa tentang manajemen pembelajaran dengan studi kasus yang berbeda khususnya dalam hal inovasi pembelajaran.

Implementasi penilaian proses berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dalam pembelajaran bahasa Jerman di SMA Negeri 7 Malang / Pipit Dwi Natalia

 

Kata Kunci : Implementasi, Penilaian Proses, KTSP, Pembelajaran bahasa Jerman Penilaian merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dalam sistem pendidikan saat ini. Adanya sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan gambaran kualitas pembelajaran dan memberikan motivasi kepada siswa. Salah satu prinsip penilaian berdasarkan KTSP adalah menyeluruh, yang artinya penilaian terhadap proses dan hasil belajar siswa harus dilakukan secara menyeluruh, utuh, tuntas, baik yang berkenaan dengan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Seperti yang diketahui bahwa pelaksanaan KTSP tiap sekolah berbeda, oleh sebab itu peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana penerapan penilaian proses dalam pembelajaran bahasa Jerman di SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk penilaian proses pada keempat kompetensi berbahasa Jerman dengan menggunakan ketiga aspek penilaian. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data dari hasil wawancara, dokumentasi Rencana Pelaksanaan Pembelajarana, observasi, dan catatan lapangan. Sumber data utama pada penelitiana ini adalah guru mata pelajaran bahasa Jerman SMA Negeri 7 Malang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah catatan lapangan, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Adapun tabel-tabel digunakan untuk mempermudah pengklasifikasian data dan analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi penilaian yang dilakukan oleh guru pada beberapa kompetensi belum sesuai dengan prinsip penilaian KTSP, selain itu terdapat beberapa kesalahpahaman konsep penilaian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hal tersebut menyebabkan tidak jelasnya hasil penilain pada aspek afektif dan psikomotorik. Dari hasil penelitian tersebut diharapkan menjadi masukan bagi pihak-pihak yang terlibat berikut ini (1) Guru mata pelajaran bahasa Jerman agar memperdalam pemahaman tentang perbedaan kriteria penilaian pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. (2) Dosen mata kuliah perencanaan pembelajaran bahasa Jerman, agar memperdalam materi penilaian proses terutama untuk ketiga aspek penilaian, sehingga diharapkan mahasiswa benar-benar memahami ketiga aspek penilaian.

Penggunaan strategi pair check untuk meningkatkan kemampuan menyimak-menulis siswa kelas VII D SMP Negeri 13 Malang / Luthfiyatul Imro'ati

 

Kata kunci: menyimak-menulis, strategi pair check, pembelajaran menyimak. Pelaksanaan pembelajaran menyimak di sekolah sering diabaikan oleh guru. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Salah satunya adalah karena keterampilan menyimak dianggap sebagai keterampilan yang cenderung pasif. Di SMPN 13 Malang menunjukkan banyak siswa yang kurang antusias, tidak bersemangat, dan kesulitan berkonsentrasi dalam pembelajaran menyimak. Akibatnya, siswa kurang bisa menemukan isi simakan sehingga siswa tidak bisa memberikan tanggapan terhadap isi bahan simakan baik secara lisan maupun tulis. Akibat lainnya siswa kurang bisa mengespresikan pikiran, ide, gagasan, dan pengalamannya melalui tulisan. Berkaitan dengan kurangnya kemampuan siswa kelas VIII D SMP Negeri 13 Malang dalam menyimak, guru pernah mencoba menerapkan metode berdiskusi untuk merangsang siswa menyimak-menulis, tetapi kurang efektif. Misalnya hasil belajar siswa terkait dengan kemampuan menemukan ide pokok dari bahan simakan pada aspek ini, siswa masih mengalami kesulitan, siswa kurang bisa menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan mempertimbangkan kelima unsur 5W+1H (What, Who, Where, When, Why, How) sehingga siswa kurang bisa memberikan tanggapan, utamanya dalam bentuk tulisan. Untuk menyempurnakan metode diskusi yang dilakukan oleh guru, peneliti menawarkan strategi pair check. Dalam strategi pair check juga terdapat diskusi, namun diskusi yang dilakukan yaitu dalam kelompok kecil/saling berpasangan. Dengan diterapkannya strategi pair check, diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII D SMP Negeri 13 Malang dalam pembelajaran menyimak-menulis. Dalam menyimak, peningkatan ditekankan pada aspek kemampuan menemukan pokok-pokok isi berita (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi. Dalam menulis sebagai respon dari menyimak, peningkatan ditekankan pada aspek kemampuan menyimpulkan isi berita serta meningkatkan kemampuan memberikan tanggapan secara tertulis mengenai isi berita yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan teknik pengunpulan data yang terdiri dari instrumen utama dan instrumen penunjang. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti bertindak sebagai perencana, pelaksana, dan pelapor penelitian dalam pelaksanaan. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data, pengolah data, dan sekaligus penganalisis data. Peneliti sebagai instrumen utama menggunakan RPP sebagai panduan melaksanakan tindakan di kelas. Sedangkan instrumen penunjang yaitu (1) pedoman observasi, (2) pedoman wawancara, (3) angket, (4) dokumentasi (5) tes, dan (6) rubrik penelitian. Data dalam penelitian ini berupa data verbal dan data nonverbal. Data verbal terdiri dari data verbal lisan dan verbal tulis. Data verbal lisan berwujud catatan lapangan berupa proses tindakan yang terjadi pada masing-masing siklus. Data verbal tulis ii berupa hasil tulisan siswa pada tiap siklus dan dianalaisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diantaranya adalah keterampilan menyimak-menulis siswa kelas VIII D SMP Negeri 13 Malang bisa ditingkatkan dengan penerapan strategi pair check. Peningkatan tersebut terdiri dari kualitas proses pembelajaran dan kualitas hasil pembelajaran. Pada kualitas proses pembelajaran terdiri dari tiga aspek yang meliputi kesungguhan, kerjasama, dan partisipasi. Setelah diberi tindakan berupa strategi pair check dalam pembelajaran menyimak-menulis siswa ketiga aspek tersebut menunjukkan adanya kemajuan belajar menyimak-menulis mulai dari awal sampai pada akhir pemberian tindakan. Kualitas hasil belajar menyimak-menulis siswa kelas VIII D SMP Negeri 13 Malang dengan menggunakan strategi pair check terdiri dari tiga aspek, yakni kemampuan menemukan pokok-pokok isi berita, kemampuan membuat kesimpulan isi berita secara tertulis, dan kemampuan membuat tanggapan isi berita secara tertulis. Berdasarkan hasil menyimak-menulis siswa dengan menggunakan strategi pair check kemampuan siswa meningkat dengan hasil yang maksimal. Kemampuan menemukan pokok-pokok isi berita pada prasiklus sebesar 71,6, pada siklus I sebesar 80,7, dan pada siklus II sebesar 86,6. Kemampuan membuat ksimpulan isi berita secara tertulis pada prasiklus sebesar 69,6, pada siklus I sebesar 85,8, dan pada siklus II sebesar 91,4. Kemampuan membuat tanggapan isi berita secara tertulis pada prasiklus sebesar 71,9, pada siklus I sebesar 76,5, dan pada siklus II sebesar 92,2 Mengingat manfaat yang dapat diperoleh siswa, maka disarankan bagi guru untuk bisa menerapkan strategi pair check untuk meningkatkan ketrampilan menyimak-menulis bagi siswa dengan permasalahan yang sama, berusaha meningkatkan kompetensi siswa dalam menyimak-menulis, memotivasi siswa dan meningkatkan minat siswa pada menyimak-menulis, mengembangkan media dan strategi menyimak-menulis. Bagi peneliti yang akan datang diharapkan untuk meneliti tentang peningkatan menyimak-menulis dengan strategi pair check dengan subjek dan tempat penelitian lain dan meneliti tentang menyimak-menulis dengan strategi pembelajaran yang lain. Hasil ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan pendidikan, khususnya pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia. Dengan menerapkan strategi pair check dalam pembelajaran menyimak-menulis, diharapakan proses pembelajaran menyimak-menulis di sekolah lebih menyenangkan dan menarik bagi siswa.

Pemodelan fisika metode geolistrik konfigurasi schlumberger untuk memetakan tanah yang terkontaminasi merkuri / Endro Lesmono

 

Kata kunci: pasir, konfigurasi Schlumberger, resistivitas, tanah,merkuri, Res2dinv. Usaha pertambangan, oleh sebagian masyarakat sering dianggap sebagai penyebab kerusakan dan pencemaran lingkungan. Sebagai contoh, pada kegiatan usaha pertambangan emas skala kecil, pengolahan bijih dilakukan dengan proses amalgamasi dimana merkuri (Hg) digunakan sebagai media untuk mengikat emas. Merkuri merupakan polutan berbahaya, melalui bioakumulasi di dalam jaringan tubuh, logam merkuri ini dapat menimbulkan dampak yang bervariasi. Mengingat sifat merkuri yang berbahaya, maka penyebaran logam ini perlu diawasi agar penanggulangannya dapat dilakukan sedini mungkin secara terarah.Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan pemodelan fisika untuk mengidentifikasi anomali tanah yang terkontaminasi merkuri. Metode pengukuran resistivitas dilakukan terhadap medium pasir dalam kotak kayu berukuran 120 x 50 x 50 cm dengan variasi: tanpa anomali, 1 kg tanah, 1 kg tanah tercampur 4 gr merkuri, kemudian 1 kg tanah tercampur 8 gram merkuri. Masing-msing variasi dilakukan pengukuran sebanyak 156 kali, sounding 4 cm, dan mapping 4 cm. Hasil pengukuran diolah menggunakan sofware res2div untuk interpretasi dan analisis Berdasarkan hasil pengukuran dan pengolahan data dari keempat variasi tersebut berturut-turut nilai resistivitasnya yaitu: 1.308 Ω-m, 484 Ω-m , 13,6 Ω-m, dan 9,40 Ω-m. Dari variasi nilai resistivitasn memperlihatkan bahwa semakin besar jumlah kandungan merkuri dalam tanah maka nilai resistivitasnya semakin kecil.

Penerapan model pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Jurusan Pemasaran pada mata pelajaran kewirausahaan di SMK Islam Batu / Fera Edyani

 

Kata kunci: Role Playing, Hasil Belajar. Tujuan pendidikan di sekolah harus mampu mendukung kompetensi tamatan sekolah, yaitu pengetahuan, nilai, sikap, dan kemampuan untuk mendekatkan dirinya dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan kebutuhan daerah. Kegiatan pembelajaran pada dasarnya bukan semata-mata bertujuan untuk mentransfer ilmu dari guru kepada siswa. Inti dari kegiatan suatu sekolah adalah pada Proses Belajar Mengajar (PBM), dimana kualitas belajar siswa banyak ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan Proses Belajar Mengajar tersebut. Strategi pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai model. Salah satu alternative model pembelajaran adalah model pembelajaran role playing (bermain peran). Model bermain peran ini mempunyai nilai tambah yaitu: (1) Dapat dijamin jika seluruh siswa dapat berpartisipasi dan mempunyai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dalam bekerja sama hingga berhasil, dan (2) Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Tujuan penelitian ini adalah Mendiskripsikan penerapan model pembelajaran role playing pada siswa kelas X jurusan Pemasaran SMK Islam Batu. (2) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X Jurusan Pemasaran SMK Islam Batu dengan menerapkan model pembelajaran role playing. (3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan model pembelajaran role playing pada siswa kelas X jurusan Pemasaran SMK Islam Batu. Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan analisis pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Alat pengumpulan data menggunakan soal tes, lembar observasi, catatan lapangan, dokumentasi dan pedoman wawancara. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran SMK Islam Batu tahun ajaran 2009/2010. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah penerapan model pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dimana pada pre-test siklus I terdapat 3 siswa yang tuntas dan 32 siswa yang belum tuntas. Post-test siklus I terdapat 10 siswa yang tuntas 25 siswa yang belum tuntas. Pada pre-test siklus II terdapat 25 siswa yang tuntas dan 10 siswa belum tuntas. Post-test siklus II terdapat 27 siswa tuntas dan 8 siswa yang belum tuntas. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu: (1) Guru Mata Pelajaran Kewirausahaan agar mempertimbangkan untuk menggunakan model pembelajaran Role Playing dalam proses pembelajaran agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran. (2) Para siswa diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran agar dapat memperoleh manfaat berupa pengetahuan dan pemahaman yang lebih meningkat. (3) Pihak sekolah diharapkan untuk menciptakan lingkungan belajar dan sarana pembelajaran yang lebih lengkap, sehingga dapat membantu kelancaran proses pembelajaran. (4) Penulis mengharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi peneliti-peneliti selanjutnya untuk mencari solusi bagaimana cara guru mengontrol atau membuat para siswa lebih menghargai guru ketika sedang ada di depan kelas, memberi motivasi dan mengontrol siswa dalam pembelajaran.

Perancangan film dokumenter kesenian kentrung Pak Sumeh dengan judul Sak Akhir Hayat / Nur Kholiq

 

Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd, (II) Drs. Ponimin, M.Hum. Kata Kunci : Film Dokumenter, Kesenian Kentrung, Pak Sumeh Kentrung merupakan salah satu seni pertunjukan yang berupa cerita bertutur atau lisan. Pada setiap pementasannya, Kentrung dimainkan oleh empat sampai enam orang yang bertindak sebagai Dalang sekaligus berperan sebagai wayang atau tokoh dalam cerita, pengrawit atau panjak, dan waranggana (pesinden). Pak Sumeh, adalah salah satu dalang Kentrung Tradisional yang berasal dari desa Dayu, kecamatan Nglegok, kabupaten Blitar. Pak Sumeh selain berposisi sebagai Dalang, beliau juga pimpinan Grup Kentrung Tri Santoso Budoyo. Nama Sumeh adalah nama samaran yang beliau dapat sewaktu bermain Ludruk. Karena jiwa humorisnya, Kentrung yang dia bawakan juga tidak lepas dari banyolan-banyolan. Sehingga mempunyai daya tarik tersendiri, dan mudah di terima untuk berbagai usia. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan film dokumenter tentang sebagian kisah hidup seorang Dalang Kentrung. Perancangan film dokumenter ini menggunakan model prosedural. Langkah-langkah untuk menghasilkan produk film dokumenter meliputi tiga tahapan, yaitu pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Dalam pra-produksi disusun storyline dan storyboard berdasarkan studi literatur dan identifikasi lapangan. Tahap produksi meliputi perekaman gambar, perekaman suara narasumber, editing, revisi dan finishing. Tahap pasca produksi adalah rendering movie dan DVD burning agar produk ini dapat dijalankan dengan bantuan DVD Player ataupun komputer. Perancangan ini menghasilkan film dokumenter dalam format DVD dengan durasi 30 menit. Dengan gaya direct cinema yang meminimalisir suara dubbing narasi, dengan memaksimalkan hasil interview sebagai narasi dalam film ini. Dengan hasil perancangan ini, diharapkan akan mengenalkan kesenian Kentrung yang keadaannya hampir punah, dan paara pelaku kesenian ini sudah berusia lanjut. Dengan kondisi yang seperti ini, perancang berharap suatu ketika muncul para generasi muda untuk peduli terhadap kesenian Kentrung ini. iii Kholiq, Nur 2010. Documentary Designing Art Kentrung Pak Sumeh with the title Sak Akhir Hayat. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Supervisor: (I) Dr. Moeljadi Pranata, M. Pd, (II), Drs. Ponimin, M. Hum. Keywords: Documentary Film, Arts Kentrung, Pak Sumeh Kentrung is one form of performance art that tells a story or oral. At each plays, Kentrung played by four to six people who act as a puppeteer at the same time acting as puppets or characters in the story, or panjak pengrawit, and waranggana or sinden (singer). Pak Sumeh, is one of the masterminds of Traditional Kentrung from Dayu village, Nglegok sub-district, Blitar district. Pak Sumeh besides positioned act as a puppeteer, he also led the Group Kentrung Budoyo Tri Santoso. Sumeh name is a pseudonym that he can be at play Ludruk. Because the soul of humor, which he brought Kentrung also not be separated from the farce, farce. Thus has its own charm, and easy on the thank for all ages. The purpose of this design is to produce a documentary about some of the life story of a puppeteer Kentrung. The design of this documentary uses procedural model. The steps to produce a documentary film covering the three phases, namely pre-production, production and post production. In pre-production storyboards prepared based on the storyline and literature studies and field identification. Production stage includes the recording of picture, voice recording sources, editing, revising and finishing. Post-production stage is the rendering movie and DVD burning so that this product can be run with the help of a DVD Player or computer. This design to produce a documentary film in DVD format with a duration of 30 minutes. With a style that minimizes direct cinema dubbing voice narration, by maximizing the results of the interview as a narrative in this film. With the results of this design, is expected to introduce the arts Kentrung whose condition is almost extinct, and paara perpetrators of this art are elderly. With conditions like this, the designers hope to one when it appears the young generation to care about this Kentrung art.

Perbedaan motivasi kerja ditinjau dari gender pemimpin pada karyawan PG Soedhono Ngawi dan PG Poerwodadie Magetan / Yurika Indah Wardhani

 

Kata Kunci : motivasi kerja, Gender pemimpin perempuan, Gender pemimpin laki-laki Isu gender semakin ramai dibicarakan, terutama di bidang industri, dimana terdapat perbedaan proporsi antara perempuan dan laki-laki dalam meniti karir pada jenjang manajer keatas di lingkungan Pabrik Gula. Dalam hal ini aspek yang paling berpengaruh dengan keadaan tersebut adalah motivasi kerja karyawan, karena motivasi kerja dengan pemimpin adalah dua hal yang saling berhubungan. Motivasi kerja adalah kekuatan (dorongan) yang ada dalam diri dan di luar karyawan yang mengarahkan dan mempertahankan perilaku kerja dalam melaksanakan tugas-tugasnya yang mengarah kepada suatu tujuan kerja tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan motivasi kerja ditinjau dari gender pemimpin pada karyawan PG Soedhono Ngawi dan karyawan PG Poerwodadie Magetan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif, populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PG Soedhono dan PG Poerwodadie bagian SDM dan Umum yang berjumlah 137 orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik proporsional random sampling sebanyak 60 karyawan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala motivasi kerja model Likert yang dikembangkan berdasarkan dari teori Victor Vroom menggunakan 72 aitem. Dari uji validitas menghasilkan aitem valid sebanyak 43, yakni 18 aitem favorabel dan 25 aitem unfavorabel, dengan koefisien validitas rxy berkisar antara 0,367 sampai 0,882. Uji reliabilitas menghasilkan koefisien r= 0,957. Teknik analisis data menggunakan analisa deskriptif dan uji t-test independent sample. Hasil penelitian adalah (1) secara umum motivasi kerja karyawan dengan gender pemimpin perempuan dalam klasifikasi sedang (2) secara umum motivasi kerja karyawan dengan pemimpin laki-laki dalam klasifikasi sedang (3) hasil analisis komparatif dengan menggunakan t-test independent sample diperoleh t= 4,468 (p=0,000<0,05), berarti bahwa ada perbedaan motivasi kerja secara signifikan ditinjau dari gender pemimpin pada karyawan PG Soedhono Ngawi dan PG Poerwodadie Magetan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada (1) karyawan, hendaknya mengelola dan berusaha meningkatkan motivasi kerja dengan dan tanpa memandang kemampuan pemimpin berdasarkan gender (2) pimpinan, hendaknya menjalankan tugas dan tanggung jawab berdasarkan dengan kemampuan yang dimiliki dengan apa yang di inginkan oleh perusahaan (3) pihak perusahaan, selektif dalam memilih pemimpin, tidak menilai orang dari jenis kelamin (4) bagi peneliti yang tertarik untuk meneliti topik yang sama hendaknya memperhatikan aspek lain yang berkaitan dengan motivasi kerja di luar gender pemimpin.

Pembuatan busana pesta model two pieces berbahan black denim dengan aplikasi rajutan / Dhana Rosilawati

 

Kata Kunci: busana pesta, two pieces, black denim, aplikasi rajutan. Busana adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Busana berfungsi sebagai pelindung harus dapat memberikan rasa aman, nyaman, estetika, dan percaya diri pada pemakai. Salah satu jenisnya adalah busana pesta. Busana pesta adalah busana yang dipakai untuk menghadiri suatu pesta. Dalam pembuatan Tugas Akhir ini penulis merancang busana pesta model two pieces. Two pieces terdiri dua bagian yaitu bagian atas dan bagian bawah. Bagian atas disebut blus, sedangkan bagian bawah disebut rok. Bahan yang digunakan adalah black denim. Denim merupakan simbol gaya hidup barat yang diadaptasi secara luas sehingga menembus seluruh lapisan masyarakat di penjuru dunia. Black denim adalah denim berwarna hitam yamg digunakan sebagai bahan dalam pembuatan busana pesta. Agar terkesan lebih indah, penulis memberikan sentuhan hiasan aplikasi rajutan dengan model lingkaran menyerupai bunga dan lengkungan dibuat 3 warna. Ketiga warna tersebut adalah perpaduan warna merah, hijau, dan kuning. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah ingin menampilkan suatu produk yang menggunakan teknik rajutan benang katun yang dipadukan dengan black denim. Manfaat dari hasil Tugas Akhir ini dapat dijadikan sumber inspirasi dalam bidang pembuatan busana pesta dengan model two pieces dengan aplikasi rajutan. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp.41.250,00. Hasil yang diperoleh dari pembutan busana pesta ini adalah berupa busana two pieces dengan hiasan aplikasi rajutan dari bahan black denim yang diberi kombinasi kain tulle yang dapat menimbulkan kesan feminin, mewah, dan indah ditambah dengan aksesoris anting dan sepatu hot yang dihiasi denngan aplikasi rajutan menambah hiasan menawan bagi pemakaiannya. Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya pemilihan bahan pada rajutan menggunakan benang yang bahannya lebih lembut misalnya, benang polyester agar hasilnya akan terlihat lebih lembut dan bagus.

Pembelajaran fisika menggunakan kartu peraga untuk meningkatkan pemahaman terhadap konsep arus listrik pada siswa kelas 3 SLTPN 1 Malang oleh Sarindi

 

Kurva kuadratik dan permukaan oleh Sulih Tri Hariningsih

 

Pembelajarn dalil pythagoras dengan pendekatan beracuan kontruktivistik pada siswa SLTP kelas II semester 1 oleh Wardatul Baidhok

 

Rendahnyakualitapsu rdidikm matematrka di lndonesian dakl epasd ari problematikad al.* pt*#li"*t-mJ*t"it" di IndonesiaP' roblematika pembetajara*nu t"tut'xu"iiil"*" r"t trl siswa^hanpir tidak pemah dituntut untukm encobas trateg# diri"*; ait*unrtt*ecahkan masalab (2) i*iil"]*t;i-t*adtatu"ti"tetaoidengan.sesamasiswaselamaproses oembelajuant"l I gtrrun dii'ilffi;ctfrbil keputusayna ngb ersifatk urikulum rmtr*tepentingaorcrus'il*-g*-ptourfr "-{1^T.loouembanganskernatastswa meniadti erbelenggrs etlngga-dapat darrala eatifitass iswad alam mer;ecahkamn asalahia' rffi ;idtGitk^ suatu-oenaekatan ponbelajarany ang menrungkinkm-* ,po o'*iogftatkan presasi jup memoedulikapne *embangan skernatasi swa.B erdasart'il*t.T.r.rol.ti*"vamat ipenoekatank onstruktivistiklah yangm emung!

Luas dan topik yang berkaitan oleh Mohammad Yusuf Wibisono

 

Luasm erupakans alahs atup okokb ahasand alamg eometriH. al_hayl ang berhubungadne nganlu ass uatud aerahs eringd ipergunakadna lamk ehidupan sehari-haris. uatub ilangany angm enunjukkanb anyaknyab idangs atuand asar untukm enufupis uatud aerahd isebutl uass uatud aerah. Pembuktianb eberaparu musl uass uatud aeraha kanm empermudadha lam penyelesaiapne rmasalahaluna ss uatud aerahA. dapunt opik yangb erkaitand and i bahasd alamp enulisana dalahlu asp oligon,d i antaranyalu asp ersegpi anjang, luass egitigal,u ast rapesiuml,u asb elahk etupat,l uasl ingkarand ant eorema Phytagoras. t 1

Penyelesaian masalah transportasi pada perusahaan jasa travel rosalia indah menggunakan teori dualitas oleh Retno Dessy Utami

 

Program linier merupakan salah satu cabang Matematika yang berhubungan denganm asalahp engoptimalanM. asalaht ansportasi adalahs alahs atuc ontohp enerapan programl inier. Dalam penulisani ni dibahasm engenaip enyelesaianm asalalr transportaspi adap erusahaajna sa travel RosaliaI ndah,y aitu menentukanp enghasilan maksimumd enganb iayay angm inimum. Padap rinsipnyam asalaht ansportasi membahaste ntangp enentuano ngkos angkutm inimum dalamp rosesp endistribusiank omoditi dari beberapas umberm enuju ke beberapatu juan. Namun,t idak selamanyam asalaht ransportasbi erpolam inimum, dapatj uga berpolam aksimum.J ika hal ini terjadi, maka masalahtr ansportasbi erpola maksimumd apatd iubahm enjadim asalaht ransportasbi erpolam inimum. Dalam meny. elesaikasne tiapm asalahr ansportasi langkahp ertamay ang harusd ilakukan yaitu menyusuns olusil ayakb asisy angt idak merosotA. rtinya, solusil ayakb asisi ni paling banyakm emuatm + n -l variabely ang tidak samad engann ol, denganm : banyaknya sumber dan n : banyaknya tujuan. Masalaht ransportaspi adap erusahaajans at ravelR osaliaI ndahi ni adalah masalahtr ansportasbi erpolam aksimumy ang tidak seimbang.U ntuk menyelesaikan masalahtr ansportasin i, digunakanm etodef ansportasi dan teori dualitas.T emyata denganm enggunakanm etodei ni pendapatanto tal yang dapatd iperolehp erusahaan Rosalial ndah sebesarR p. 129.6 40. 000, 00 sedangkanp endapatanto talyang diperolehRosalIian dahs ebesarRp1.2 4.1 90.0 00

Transformasi laplace dan aplikasinya oleh Ullistiana

 

Menentukan selesaian sistem persamaan diferensial berbentuk X"=AX berdasarkan nilai eigen oleh Anik Farida

 

Sistemp ersamaand iferensialb erbentuk fn = AX dapatd isclesaikand engan metode eliminasi atau dengan menggunakan nilai eigen. Metode eliminasi sulit di$mkan umrk menyelesaitans istemp ersanaand iferensial png berukuranl ebih Ucsat Oati 2u2. Telzpi dengan menggunakan nilai eigen dapat diperluas untuk mcnyclcssilans istem persamaand iferensial yang bcrukuran lebih bcsar dafi 2/2' Untuk menyelesaikan sistem persam&rn diferensial berbentuk X'= AX, sclesaiannydaim isalkanX = Be'OScodt engan1 =-o)2 adalahn ilai eigenA ' Jika diperoleh nilai eigen A adalah l', = l', = ]' rnaka *lemian dimisallan X = Bcosolt + Csinot , dengant ujuan untuk memperolehd ua selesaiany ang bebas linier.

Penerapan persamaan diferensial orde satu dalam populasi oleh Aisya

 

Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai masarah-masalahya ng penyelesaiannya menggunakan bantuan matematika. Misarnya penggunaan PersamaanD iferensial Biasa dalam sains dan teknologi. Salah satJ p"rrggun*nnyu yaitu dalam populasi, dimana populasi sendiri merirpakan bagian'aari ekotogr, sedangkane kologi adalahc abangd ari biologi. Kelahirart kematian, migrasi dan interaksi populasi merupakan sebagial dari faltor-faklor yang mempengarutrpi erhitungant aju'p"tto*uutin populasi.u ntuk men-gjtah{ pengaruh-pengaruthe rsebut dalam-perhitungan lajl pertumbuhan populasdi ilakukand enganb antuanp ersamaadni ferensialK. i'iian ini fe.tu;uan untuk mengetahuik egunaanp ersamaand iferensial untuk memtr'antup erhitunga' laju pertumbuhanp opulasi yang dipengaruhio reh kerahiran,k ematian,m igiasi dan interakspi opulasi. - Dengan bantuan persamaand iferensiarm enunjukkanb ahwa kelahiran, kematian,m igrasi dan interaksi populasi dapat mempengaruhlia ju pertumbuhan plulasi. Mis-alnyaji,k a konstantay ang dihasilkand ari seiisihb anyatnyak elahiran 9"ngT banyaknyak ematianb erhargap 'ositif,m akaj umlah popuru.iu .rtumbah,d an lumlah populasia kan berkuranga tau menurunji ka konrtantunyub ".tu.gu negatif. l:eitu juga-denganp engaruhm lgrasi,d alamh aiini yang kita Iitrut uiaurr emigrasi. Di mana jika konstanta emigraii semakin besar nilaiiya maka jurnlah popurasi semakinm enurun.S edangkanin teraksi suatu populasiy ang satu denganp opulasi yangl ain akans alingm empengaruhait aut idak tirgantungk oi'oiri y*g diketahui. Berdasarkanh asil penulisanin i, disarankaiur gur-dilukukunp e"ngkajialne bih lanjut tentangb antuanp ersa'maadni ferensiadl_a lari bicrangy ung ruin, misarnya .bantuanp ersamaadnil brensiadl alamb idangp sikologi.

Teorima sylow dan aplikasinya oleh Lathiful Anwar

 

Hubungan antara panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai dengan prestasi lari cepat murid SDN I Malasan, Durenan-Trenggalek, tahun ajaran 2003/2004 oleh Ony Sulistyawati

 

Pengaruh latihan lompat tali (rope skipping) terhadap prestasi lari 100 meter pada sswa putra kelas II SMP Negeri 6 Malang peserta kejurda atletik se Malang Raya tahun 2003 oleh Wiwied Widieatmoko

 

Penerapan analisis konjoin untuk menentukan persepsi dan preferensi mahasiswa matematika Universitas negeri Malang terhadap kriteria calon suami ideal oleh Adysti Issusilaningtyas

 

Penentuan statistik uji perbedaan mean dari dua sampel yang berditribusi lognormal suatu pendekatan teoritis dan simulasi oleh Nur Anggraini

 

Uji perbedaan dua mean dari dua sampel dengan Uji t-student mensyaratkana sumsin ormalitas data. Permasalahanm uncul ketika sampely ang diambil ternyata lebih cenderungb erdistribusi lognormal. Berdasarkanr umusan permasalahante rsebut,m aka tujuan penelitian ini adalahm enentukans tatistik uji yang tepat bagi rataan dari data berdistribusi lognorrnal yang didasarkan atas nilai ujian lI Statrnat I kelas A dan kelas B. Metode analisis dalam penelitian ini dilakukan terhadap data hasil evaluasi Ujim II(UTS) yang berdisfiibusi logrorrnal. Tahapan analisis dijelaskan dengan langkah-langkah sebagai berikut:(l) membuktikan secarateoritis rasio dari dua distribusi normal dan logrrormal denganm enggunakanU ji Rasio Likelihood, (2) melakukanp endeteksiand istribusi dari data nilai Ujian II kelas A dan B dengan menggunakanp lot kuantil-kuantil dari data sebenarnya(,3 ) melahftan pengujian berdasarkan statistik yang diperoleh unhrk distribusi nounal dan lopormal, (4) simulasi data berdasar statistik dari data Ujian Il yang berdistribusi lopormal, (5) membandingkan kedua datia hasil simulasi dengan menggunakan Uji t mauprm Z. Hasil penelitian ini menunjukkan:(l) secara teoritis terbukti bahwa perbedaan rata-rata dari dua data berdistribusi lopormal dapat didekati dengan uji Z, seperti pada pengujian perbedaan mean dari dua data yang berdistribusi normal, (2) pembuktian secara empiris atau simulasi data, yaitu dengan melakukan Uji tstudent pada data yang dibangkitkan dengan ukuran tertentu" dimana kondisi data berdistribusi normal dan lognormal memberikan hasil pengujian hipotesis yang menyatakanb ahwa FIog agal ditolak. Hal ini berarti tidak adap erbedaany ang nyata antma distribusi normal dan logrrormal, (3) padapembuktiat dengan simulasi data untuk berbagai ukuran sampel terhadap perbedaan rata-rata dari data hasil simulasi distribusi lognormal memperoleh hasil yang menunjukkan bahwa terdapatp erbedaanr ata-rataa ntarad ua metodep embelajarand, imanam etode penrbelaaj ran MTB-TILSM memberikann ila i rata-ratay utg lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional

Meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika dengan pendekatan spikk dalam pokok bahasan rangkaian listrik kelas III cawu I pada SLTP Negeri 17 Banjarmasin Kalimantan Selatan oleh Indaryo

 

Motivasi dalamb elajard apatd ilihat dari karakteristikti ngkahl aku siswa yangm enyangkumt inat,k etajamanp erhatiank, etekunank, onsentiasia, k;tivitasd, an partisipasdi alamp rosesp embeJajarasni.s way angm emiliki motivasid al ambelajar akan menampakanm inat yangb esard an perhitian yang penuht erhadapt ugas- tugas belajar.S ebaliknyas isway angm emiliki motivasir inain' dalamb elajara kan Plngnnat

Penerapan pembelajaran model investigasi kelompok untuk meningkatkan sikap, minat dan motivasi belajar fisika siswa kelas 2 SLTP Laboratorium UM pokok bahasan kalor oleh Elly Rahmah

 

Upaya peningkatan keteramilan proses dan motivasi belajar fisika siswa kelas II-B melalui penerapan pembelajaran model siklus belajar di SLTP Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2002/2003 oleh Ika Rahmawati

 

Format pembelajaran, format penilaian, dan kecakapan hidup (life skills) pada pembelajaran biologi semester 2 tahun ajaran 2002/2004 di SMP Negeri 4 Malang pasca sosialisasi kurikulum 2004 oleh Aan Khuriyah

 

Gagasanb aru sebagaiw ujud penyernpurnaank urikulum adalahk urikurum berbasis kompetensi yang rencananya diberrakukan pada tahun 2004. Kurikulum 2004 (kurikulum berbasisk ompetensi)m anggunakanp endekatanb erbasis kompetensi, sehingga diharaptan dapat diwujudkan lurusan pendidikan yang be'ttompeen sosialisasi kunkulum 200a sudah dilaksanakan di sekolah-sefohh dan untuk pengernbanganle bih lanjut adalaht ergantungb apimana guru dapat mengrmplemenasikannyad alam kegiatanp embelajaran.r enerapanf mrutum berbasisk ompetensid iiringi dengans trategip embetajarank ontelsrual dan penilaian yangjuga berbasisk onteksnnl , yaitu denganm enggunakanfo nnat asesrnena utentik. Penelitiand ilaksanakanu nhrk mangetahuiformatp embelajaran, format penilaian, dan kecakapan hidup (Life skl/s) ying diterapkan or.rt gu. Biologi pada pembelajaran Biologi pasca iosialisari t**utu*ZOOq. Penelitian dilalorkan di sMp Negeri 4 Malang pada bulan Mei sampai Juni 2004.J enisp enelitiana dalahd iskriptif Subyeky angd -itelitia aaah guru b;togl kelas I dan guru biologi kelas 2. Data yang diperotJtr aoatatr berupa"format pembelajaranf,o rmatp enilaiany ang diterapkand, an kecakapayna ngd iberajarkan olefr guru biologi" Hasil penelitian menturjukkanb ahwa format pemberajarany ang diterapkan oleh guru kelas l adalaht idak menggunakans ikrusbetalar,iicat aoaLut".i ' kontekstual dalam pembelajaran, tidak ada kegiatan konJtuktivisme, tidak ada inkuiri sains,m etoded an rcknik pernbelajaran-masikhu rang bervariasi,t iaat Ja silabus dan skenario pembelajaran yang dibuat guru. pada guru kelas 2 sudah melaksanakasni klusb elajar,a dam aterik onteksruadl alamlembelaja ran,a di kegiatan konstruktivismea, da inkuiri sains,t etapif ormatp embelajirante rsebut belurn konsisten dilaksanakan pada semua topikbahasan. Metode dan teknik pembelajarany ang diterapkang uru sudahb ervariasid an banyakm etode-metode yang bermuatank ontekstual,b elum ada skenariop embelajarand alam rencana pembelajarans,u daha das ilabusy ang dibuatg uru, tetapi -belum memenuhi kaioatr podomanpengembangansi labus.F ormat penilaiany ang zudafra iteraphn [Ja kelas I adalah ryFr-and-pencil t"tt,penilaian ternan sejawat, aan peie.;ain rumah Sedangkanp ada ketas 2tardapatp aper-and-pencirr esr,p enilaiariteman sejawat,p resentasdi an diSkusi,s ertap ekery'aarnu mah. Kecakap'any ang dibelajarkaonle hq uru,p adak erast aank itas2 adalahk€ cakapairniu foi, fecalapans osiald, ank ecakapabne rpikira sionaKl. ecakapanfouamoie tiputi kerajinarkl etelitiank,e beraniakne, sopanaKne. cakapasno siaml eliputti< eriasama kelompok,m enerimap endapadt an memberikanp endapatK. ecakapanb erpikir rasionabl erupap enguasaakno nsep. Bertitik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang dapat dikemukakan adalah( l ) dalamm enerapkanfo rmat pembetajarasne suadi enganK urikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yaitu pembelajaran yang bermuatan kontekstuals, ebagaai lternatifgurud apatm emanfaatkasna ranad anp rasarana yangada di lingkungan sekitar sekolah sebagai media dalam pernbelajaran. Misalny4 mengajak siswa untuk belajar diluar kelas dengan memanfaatkan lingkungan yang ada di lingkungan sekitar sekolah, (2) dalam penerapan format penilaians esuadi enganK urikulum 2004( Kurikulum BerbasirKompetensiy) aitu denpn ase$nena utentik guru diharapkand apat mempertahankanfo rmat penilaian autentik yang sudaha da dan berusahau ntuk mengembangkanfo rmat lsesmen autentik yang lain, misalnya: portofolio, wawancara (inten:iew\,asesmen kineqa Qtedormancea sesmen),t es pengalamanla ngsung( har ds-on asiessment)., p€nggnaan p€rtanyaan,d an lain-latL (3) guru dapatm engernbangkanp cnerapan kecakapan hi&tp (Lrfe sblls) dari yang dibelajarftan dan pada attrimya ailaditan tujuan pembelajarany ang dievaluasih asilnya.

Diagnosis kesulitan belajar matematika siswa kelas II SMU pokok bahasan rumus-rumus perkalian fungsi trigonometri di MAN 1 Ponorogo tahun ajaran 2000/2001 oleh Sulistyoningsih

 

Sekolahs ebagalie mbagap endidikanb erkewajibanm emberki esempatan belajars eluas-luasnykae padas etiaps is*a untuk mengembangkadni ri seoptimal mungkin.K enyataans ehari-hardi alamp rosesb elajarm engajard i sekolahs enailtiasa dijunpei siswa yang mengalami kesulitan belajar. Untuk mengetahui atau menyelidikis ebabk esulitans iswad alamm empelajarmi atematikaa dalahd engan metode analisis kesalahan. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahupi rosentassei sway angm engalami kesulitanb elajard anm engetahujei nis-jenisk esulitans iswap adaw aklu mempelaiari pokok bahasanr umus-rumusp erkalianf irngsi trigonometri. Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Ponorogo pada bulan Maret sampai denganb ulanA pril. Penelitianin i tergolongp enelitiand eskriptifU. ntukm emperoleh datap enelitiand igunakanm etodet es yaitu tes diagnostik.P engambilans ampel penelitianm enggunakatne knik stratefieds amplingd anr andoms amplingH. asil penelitiani ni menunjukkamb ahwa7 7,5 o/os iswam engalamik esulitanb elatar matematikap adap okokb ahasanru mus-rumusp erkalianf ungsit rigonometri. Adapunj enis kesulitan-kesulitany ang dialami siswaa ntaral ain: mengubah rumus-rumupse rkalianf ungsit rigonometrik e penjumlahana taup engurangan; operasia ljabard alamb entuk fungsi trigonometri; menentukanr umusk osinus maupuns inusu ntukj umlah ataus elisihd ua sudut;m enentukan ilai fungsi trigonometrpi adas uduti stimewa;d anm enentukanid entitastr igonometri. l l t

Pengukuran faktor lande (g) tembaga (II) klorida (CuCl2) dengan electron spin resonance (ESR) oleh Khairuddin

 

Spektroskopei lectrons pin resonance( ESR) didasarip adak enyataanb ahwa ion, atom, molekul atau fragmen molekul yang memiliki jumlah elektron ganjil menunjukkasni fat magnetiks uatuk arakteristiky ang disebabkank arenas pinning elekront idak berpasangansa mbil mengelilingi inti. Teknik ESR telah banyak dipergunakasne caram eluasd an merupakans alahs atup €ralatanu tamay ang digunakadna lama nalisisb ahan. Salahs atui nformasiy angd apatd iperolehd ari spektroskopEi SRa dalah faktorl and6( g), dimanaf aktor landdb ergantungp ada susunand an pembentukan molekulero, rientasim olekul dalam medand an susunane lektron dari molekul. Fa*tor landdjugam enyatakanka rakteristikd ari elektrony angt idak berpasangadna ri suatu bahan. Bahan yang dipergunakan untuk penelitian ini adalah tembaga dalam senyawa klorida,y akni tembaga(I I) kloridaa nhidrat( CuCtr)d ant embaga(l l) kloridah idrat (CuClz.2HzOd) alam bentuk kistal denganm assak eduab ahant ersebuts atug ram. Tujuanp enelitianin i adalahu ntukm enentukan ilai faklor landdd ari keduab ahan tersebut. Penelitianin i dilakukanp adab ulanA pril sampaAi gustus2 004y ang bertempadti LaboratoriumF isikaM ateriald an LaboratoriumF isikaM odern,J urusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian ini adalah jenis eksperimend, enganp engukurann ilai faktor landdu ntuk setiapb ahanm enggunakan dua buah kumparan kontak tusuk yang berbeda pada alat dasar ESR, Dari penelitianin i diperolehh asitu ntukb ahant embaga(I I) kloridaa nhidrat (CuClz)u ntukk umparank ontakt usuk I , faktor land€nya2 ,557t 0,008d engan kesalaharne latif0 ,317o/doa nu ntukk umparank ontakt usuk2 , faktorl andCnya 2,555t 0,017 dengank esalahanrp latif 0,685%.S edangkaunn tukb ahant cmbaga( tI) kloridah idart( CuCl2.2HrOu) ntukk umparank ontakt usuk l, faktor landdnya 2,766t0,012 dengank esalahanre latif0 ,420o/doa n untukk umparank ontakt usuk2 , faktorl andCnya2 ,665t0,016 dengank esalahanre latif 0,598%. Dari nilai fakror lande yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa bahan tembaga(l l) kloridaa nhidrat( CuClz)d ant embaga(l l) klorida hidrat( CuClz.2HzO) memiliki karakteristiky angb erbedau ntukp erilakue lehron yangt idak berpasangan dalam bahan tersebut.

Karakterisasi kelistrikan karbon arang kayu oleh Rr. Sukma Adawiyah

 

Karbonm erupakans alahs atus enyaway angb anyakt erdapadt i alam' rn*p"nvuite.,rrltan dank eistimewaanP' enelitiante ntanga rangk ayuy ang ffiil;Jah satu b";;k dr" karbon masih jarang dilakukan terutama tentang sifat listriknYa. Arangk ayud ikaraktensaskie listrikannyam elaluim etodep engambiland ataa rusteganganM. etode ini dru-lukan untuk mengetahuhi ubunganr apat arus-tegangadna n nJUun'gakno nduktivitas-suhu-resistivitas' Sampevl unga igt;;ku" Jalamp enelitianin i berbentukb ulk' Penelitianin i dilaksanakaani f,aboratoriumF isikaM aterialJ urusanF isikaF MIPA UM padab ulan Juni-Agustu2s0 04. Berdasarkananalisishasilpenelitiandiperolehnilairapatarusyangsemakin meningkat dengan ""ik"y";;;dii "lui t ot inniultut yang semakin meningkat denganb ertambahnyatt i"'-t' otuon ilai resistivitasy ang semakinm enurund engan ""itv"-ttttt. Hal inimenunjukkanb ahwas uhumempengaruhrai pata rus' konduktivitaso un. "rrrtrl[J, ,"r"i" itu memperlihatkabna hwas ampetle rgolong semikonduktor. -. Berdasarkanhasilpenelitianini,dapatdisarankanagardilakukanpenelitian lebihl anjut,m isalnyau ntrilime"getattu.lb bititur listrik dans useptibilitapsa da arangk ayua un- "n|uo,tu'" il;lt6-t ini sebagalia ngkaha wal untukm elakukan fin"iltlu" yang lebih jauh lagi terhadap arang kayu'

Efektifitas penerapan pembelajaran konstekstual dengan metode kooperatif dan kolaborasi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pokok bahasan listrik arus searah terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas II SMU Laboratorium Universitas Negeri Malang oleh Eni La

 

Berdasarkans umberd ata guru pengajarf isika, prestasibelaiatf isika siswa kelas II SMU Laboratorium Universitas Negeri Malang masih dibawah rat&'rata dikarenakano leh beberapafa ktor, salahs atunyaa dalahp enggunaanm etode konvensionMl. aka dalamp enelitianin i diajukand uaa lternatifm etodep embelajaran, yaitu metodep embelajarank ooperatifd an metodep embelejarank olaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah diantara metode kooperatif, metode kolaborasi dan metode konvensional yang paling efektif terhadap prestasbi elajarf isika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian semi eksperimen dengan 3 sampel terpisahd alam satup opulasi.K emampuana wal masing-masingk elompok diukur denganm enggunakanp ra-tes.P restasib elajar fisika siswad iukur denganp asca-tes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMU Laboratorium UM tahun ajaran2001l200b2e rjumlah2 35 sisway angt erdiri dari 5 kelas,s ampedl alam penelitianin. i adalahs iswak elasI I- 1 dan kelasI I-5 yangd iambil secaraa cak,y ang masing-masinkge lasb erjumlah4 6 siswa.D ari duak elass ampedl ikelompokkan menjad4i kelompoky aitu kelompoku ji coba,k onvensionakl,o operatifdan kolaborasiU. ntuk mengujih ipotesisd igunakanu jit dana nalisisv arians atujalan' Dari hasila nalisisU ji-t Gain didapat\ +- 6.66,t r-: : 1'90,t z-z:2.09 dan ttua=1 .67p adat araf signifikasi5 % dengand k (N+N-2).H al ini menunjukkanb ahwa metode kooperatif lebih efektif dari konvensional, metode kolaborasi lebih efektif darik onvensionadl ank ooperatiflebihe fektifdari kolaborasiD. an dari hasila nava scheffete st 1-2:4 .78,i-z: 1.99,I z-t:2.84 dant tur- 1.67p a.datarasfi grrifrkas5i % dengan dk (N+N-2).Dengan demikian metode kooperatif lebih efektif dari pada konvensionalm, etodek olaborasil ebih efektifdari konvensionadl an metode kooperatiflebih efektifdari pada kolaborasi, dengan anava dapat disimpulkan bahwa metode kooperatif paling efektif dibandingkan metode kolaborasi dan metode konvensionatel rhadapp restasbi elajars iswak elasI I SMU LaboratoriumU M. Disarankank epadap engajaru ntuk menggunakanm etodek ooperatifdank olaborasi sebagaai ltematifm stodep embelajarasne laianm etodek onvensional.

Penerapan pembelajaran metode visualisasi dengan pemutaran VCD dalam rangka meningkatkan motivasi dan prestasi belajar pada pokok bahasan radioaktif dan teknologi nuklir siswa kelas II SMU Muhammadiyah Malang oleh R. Moch. Jusuf Adi Susilo

 

Pengembangan media pembelajaran kimia yang interaktif untuk pokok bahasan struktur atom berbasis komputer oleh Evi Nur'aeni

 

Mata pelajaran kimia merupakan mata pelajaran wajib di SMA. Bagi siswa SMA, kimia merupakans alahs atum atap elajarany ang cukup sulit. Kimia memiliki karakteristiks ebagaki onsepa bstraky angs ulit dipahamiA. gar konsepa bstrakm udah dipahami, diperlukan strategi pembelajaran yang berkualitas lepe{ menggunakan meAiap emOelajaraTn.e rkaitb elumb eragamnyma ediap embelajarakni mia, terutama media pembeiajaran berbasis komputer, maka perlu dikembangkan media pembehjarany ang interaltif Padap enelitiani ni, dikembangkanm edia pembelajaran berbasiJ komputei untuk pokok bahasan struktur atom. Media pembelajaran ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu media pembelajaran dalam p- embelajarans truktur atom. iangkah yang diambil dalam pengembanganm edia pembelajaranb erbasis komputer iii adaiah:-mengkaji kurikulum, mengkaji materi struktur atom, mengkaji progam komputer, membuat form, melakukan uji kelayakan, menganalisis data, .oiting. subjek Uji tcelayakan( validator)t erdiri dari 3 Dosen dan 10 Mahasiswa (yangielah mengikuti mata kuliah PPL) Jurusan Kimia universitas Negeri Malang. Hasil pengembanganm edia pembelajaranm enunjukanb ahwa: (l) hasil pengembangamn edia pembelajarante rdiri dari 3 bagian yaitu bagian pendahuluan, bugr- Iri, bagian eviluasi. Bagian pendahulua4te rdiri dari: form cover, form, petunjukp emakaianf,o rm tujuan pembelajaranB. agiani si terdiri dari 3 sub pokok 6uh*un, yaitu sub pokok bahasan perkembangan teori atom, sub pokok bahasan partikel dasar penyusun atom, sub pokok bahasan isotop dan notasi atom. Bagian ivaluasit erdiri dari latihans oaly ang dilengkapid enganjawaband, an evaluasyi ang dilengkapi dengan data base untuk menyimpan data hasil evaluasi siswa. (2) berdaiartan hasil uji kelayakan,p roduk pengembanganin i memiliki kriteria layak digunakans ebagaim edia pembelajaranM. eskipun demikian, pengembanganm edia ini perlu diujicobakanu ntuk mengetahutii ngkat keefektifannya.

Penggunaan set peraga praktikum kemagnetan dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan keterampilan proses siswa kelas IIIC SLTP An-Nur Bululawang tahun pelajaraan 2002/2003 oleh Siti Zulaikah

 

The quality of reading materials used in the "English in Focus" textbook for the ninth graders / Deni Sapta Nugraha

 

Thesis. Graduate Program of English Education of State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Monica Djoehana D. Oka, M.A, (2) Prof. Dr. Nurmukminatien, M.Pd. Key Words: quality, reading materials, textbook, readability, suitability, exploitability, authenticity, relevancy to standard of content The objective of this research is to find out the quality of reading materials in the ‘English in Focus’ textbook. The research was guided by five specific research questions pertaining to five categories of qualified reading materials including readability of the text, suitability of the text, exploitability, authenticity and relevancy of the texts to standard of content. This study, therefore, is designed as a descriptive-evaluative or content analysis with quantitative data. The instruments used to get the data are: 1) ARTS (Analyses of Reading Text Sheet) which is made based on qualified reading material criteria suggested by Nuttal (1996), Anderson (1999), and Day (1999). It is used to evaluate the suitability, exploitability, authenticity and relevancy of the texts to the standard of content, 2) RIC (Readability Index calculators ®) that is employed to evaluate the readability of the texts, and 3) Questionnaires which are used to see students and teachers’ attitude toward the reading materials in “English in Focus.” The fulfillment of criteria is quantified with ‘very much’ (85%-100%), ‘much’ (65%-84%), moderately (55%-64%), slightly (40%-54%), and very slightly (0-39%) which are then respectively considered as very good, good, fair, poor, and very poor. The researcher acted as the main evaluator besides also involving four peer evaluators at Graduate Program in English Education of Malang State University. The findings show that the readability index of reading materials used in the textbook ‘English in Focus’ are very poor. In terms of suitability of content, the reading materials are good. The exploitability of the text is categorized as good. The authenticity of the text is categorized as good. The relevancy of the text to the standard of content is categorized poor. Overall, the quality of reading materials used in the textbooks is good. Although there are some texts, particularly in term of readability of the texts which are inappropriate for the ninth graders and relevancy of the texts which is not relevant to the standard of content, some other texts can somehow still be used since the other categories indicate that the texts are good. Based on the findings, some suggestions are proposed. The writer is suggested to consider the text readability and relevancy before presenting the texts into a textbook. The teachers should exactly know the observed level of their students’ reading proficiency in order to be able to provide appropriate level of the texts. The teachers also should be able to generate technique of teaching reading when a certain possibilities of the qualification reading materials appeared. It is what the teachers do in the classroom as the impact of the quality of reading materials. Additionally, teachers can use the category of selecting reading materials used in this research when they want to give supplementary reading materials from the other resources. It is also recommended for other researchers to conduct the same study at different level of the students’ i.e senior high schools.

Dampak pemberian aturan dalam menentukan jumlah peb pada atom pusat molekul dengan substituen atom oksigen terhadap kemampuan dalam menuliskan struktur lewis pada siswa kelas II SMA Negeri 1 Pasuruan oleh Nurfani Hendriyanti

 

Penulisanst rukturl cwis merupakasna lahs atum aterid alamp okokb ahasan ikaAnk imia yangs eringm enimbulkanke sulitanb agis iswa.O lehk arenait u jika siswam engalamkie sulitand alamm enuliskans trukturlewis,m akakernrmgkinan siswati dak-dapamt enunjukkatne rjadinyaik atank ovalenb, aik itu ikatank ovalen dalams uatum olekula taui on. Dalamp engajarapne nulisans nukturL ewisd i SMA belumd iberikana turent entangp enentuanjumlaPhE Bp adaa tomP usatH. al ini memungkinkasnis wam enemuki esulitand alamm enuliskans tnrkturl ,ewism olekul ataui oq khususnyyaa ngm emiliki PEBp adaa tomp usatnyaP. enelitianin i bertujuan untuk:( l) mengetaltupie ngaruhp emberiana turand alarnm enentukajunm lahP EB padaa tomp usat erhadapk emampuasni swaS MA kelasI I dalamm enulislcasnt ruktur Lewis.( 2) mengetahupie nyebaubt amak esulitans iswaS MA kelasI I dalam menuliskasnm kar Lewism olekuld engans ubstituena tomo ksigen. Penelitianin i merupakapne nelitiand eskriptife ksperimentadle ngan rancangaOn neG roupP retest-PosteDste srir. Populaspi enelitianin i adalahs iswa kelasI I SMAN egeriI Pasuruatna hunx jaran20D2?00y3u rg terdiri dari enank elas yaituk elasI I.l sampadi enganIL 6. Berdasarkanni lai rata-ratak elasb idangs ffii kimiak eenamk elast ers€bubt ersifath omogerS{. ampepl enelitianin i adalahk elasI I.2 dant r.6 dipilih secarau ndiany angt erdiri dari 60 orangs iswa.k rstrumenp enelitian ini berupate ss ubyektiyf angr crdiri dari 13i tem dant iap itemt erdiri dari empats ubitem. D ari hasilu ji cobad iperolehv aliditasi si sebesa1r 00% danr eliabilitast es diukurd enganru musK R-20,s ebesa0r, 75.D atad ianalisisd enganu ji perbedaadnu a rata-rata. Hasilp enelitiany angd iperoleha dalah(:1 ) kemampuasni swad alam menuliskansf uktur kwis setelahp emberiura turand alamm enentukajunm lsh PEB atomp usatm olekuld engans ubstitueant omo ksigenle biht inggi dibandingkan sebelump emberiana turan(. 2) Penyebaubt amak esulitans iswad alamm enuliskan strukturL ewisa dalahm enghitunjgu mlahP EBp adak ulit valensai tomp usat.

Pengaruh economic value added (EVA), market value added ()MVA) dan arus kas operasi terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI / Ria Wahyuning Budiasri

 

Kata Kunci: economic value added, market value added, arus kas operasi dan return saham. Economic Value Added (EVA) merupakan analisis kinerja keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan nilai tambah bagi investor dengan cara membebankan pada biaya modal yang timbul sebagai akibat investasi yang dilakukan. Market value Added (MVA) merupakan selisih antara nilai pasar dan modal yang diinvestasikan investor. Arus kas operasi merupakan salah satu sumber informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan terutama dalam berinvestasi. Return saham merupakan selisih penurunan capital (capital loss) selama periode tertentu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi korelasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh EVA, MVA, arus kas operasi terhadap return saham secara parsial. Dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh EVA, MVA, arus kas operasi terhadap return saham secara bersama-sama pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan variabel EVA tehadap return saham. Tidak ada pengaruh yang signifikan variabel MVA terhadap return saham. Selanjutnya terdapat pengaruh yang signifikan variabel arus kas operasi terhadap return saham. Sedangkan secara simultan variabel EVA, MVA dan arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap return saham dari perusahaan manufaktur yang listing di BEI. Berdasarkan penelitian ini maka disarankan dalam penelitian lebih lanjut untuk menambah variabel bebas yang lain yang dapat diindikasikan berpengaruh terhadap return saham dan meneliti jenis perusahaan lain. Bagi investor penelitian ini dapat di jadikan gambaran tentang pengaruh EVA, MVA dan arus kas operasi terhadap return saham sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan investasinya.

Identifikasi penggunaan analogi dalam buku teks kimia SMU oleh Yani Kurniati

 

Penerapan model pembelajaran quantum learning untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika di kelas IV SD Negeri Bajang 02 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Fitria Linda Kurniawati

 

Kata Kunci: Quantum Learning, hasil belajar, siswa Hasil observasi awal yang telah dilakukan di SDN Bajang 02 pada mata pelajaran Matematika materi bangun ruang, diperoleh data bahwa siswa belum menguasai materi bagun ruang. Hal ini ditandai dengan hasil belajar yang dipe-roleh siswa pada tes akhir pembelajaran hanya 55% siswa yang nilainya sesuai dengan standar ketuntasan kelas dan 45% siswa lainnya belum memenuhi standar ketuntasan kelas yang ditetapkan. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan suatu perbaikan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran model Quantum Learning. Model Quantum Learning merupakan model yang digunakan dalam pem-belajaran Matematika dapat membawa siswa belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan. Siswa akan mendapatkan pengalaman belajar saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Dalam kegiatan pembelajaran, guru berperan sebagai penggerak atau pembimbing, sedangkan siswa berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Model penelitian yang digunakan adalah model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa asing sering dikenal Classroom Action Research (CAR) dengan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pu-taran spiral, melalui dua siklus pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas ini ber-tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mata pelajaran Matematika pada siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan menggunakan model Quantum Lear-ning. Penelitian ini dilakukan terhadap 20 siswa kelas IV SD Negeri Bajang 02 pada semester II tahun ajaran 2009/2010. Jenis data dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Bajang 02. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Quantum Lear-ning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan rata-rata persentase ketuntasan belajar sis-wa pada pra tindakan 55% menjadi 75% pada siklus I, sehingga terjadi peningka-tan sebesar 20%. Sedangkan paa siklus II ketuntasan belajar mencapai 85%, hal ini menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar sebesar 10%. Simpulan hasil penelitian memberikan informasi bahwa penerapan model Quantum Learning pada kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas be-lajar siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran diharapkan guru dapat menerapkan pembelajaran dengan model Quantum Learning sehingga siswa lebih aktif dalam belajar dan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian bagi peneliti sendiri agar dapat menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman khususnya berhubungan dengan pendidikan yang ditempuh. Selain itu diharapkan juga dapat menambah wawasan dalam dunia penelitian pendidikan agar mutu pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

Analisis rasio keuangan daerah pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) periode anggaran 2006-2008 sebagai penilaian kinerja pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aser Daerah Kabupaten Tulungagung / Isti Puji Hastuti

 

Kata Kunci : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Analisis Rasio Keuangan Daerah, Penilaian Kinerja pada DPPKAD. Pemerintah Daerah mengacu pada APBD,dalam menjalankan fungsinya dan dari APBD tersebut kinerja Pemerintah Daerah dapat diketahui, yaitu dengan membandingkan pos-pos tertentu dalam APBD maka akan diperoleh rasio keuangan daerah yang dapat digunakan sebagai sarana menilai seberapa baik kinerja Pemerintah Daerah dalam mengelola sumber daya daerah yang bersangkutan. Untuk mencapai kinerja pemerintah daerah yang baik diperlukan analisis rasio pada APBD Kabupaten Tulungagung, diantaranya: rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas PAD, rasio efektivitas pajak daerah, derajat kontribusi BUMD, analisis pertumbuhan belanja,dan rasio efisiensi belanja. Hasil penulisan ini adalah : Tingkat kemandirian daerah Kabupaten Tulungagung masih tergolong rendah dan tingkat ketergantungan daerah Kabupaten Tulungagung terhadap sumber dana ekstern masih sangat tinggi. Rasio efektivitas PAD Daerah Kabupaten Tulungagung telah efektif dalam merealisasikan PAD. Rasio Efektivitas Pajak Daerah Kabupaten Tulungagung dalam mengumpulkan pajak daerah belum sesuai dengan jumlah penerimaan pajak daerah yang ditargetkan sudah dikategorikan baik. Derajat kontribusi BUMD Kabupaten Tulungagung bila dibandingkan dengan PAD lainnya relatif masih rendah. Analisis Pertumbuhan Belanja, sebagian besar pendapatan daerah Kabupaten Tulungagung digunakan untuk mengalokasikan atau mendanai belanja publik. Rasio Efisiensi Belanja, Kabupaten Tulungagung telah efisien dalam mengalokasikan belanja daerah, karena kurang dari 100%, dan juga tidak melebihi dari target yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan : (1) Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung harus meningkatkan PAD, dengan cara meningkatkan pajak daerah dan retribusi daerah sebagai pemberi kontribusi terbesar pada PAD. (2) meningkatkan kedua pos pajak daerah dan pos retribusi daerah, karena pos ini memberikan kontribusi terbesar terhadap besarnya penerimaan PAD. (3) melakukan pemungutan dan penagihan pajak daerah secara aktif, melaksanakan reward system kepada setiap Wajip Pajak (WP) yang telah disiplin membayar pajak daerah. (4) Meningkatkan pos hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan (BUMD). (5) Menekan pertumbuhan belanja dengan melakukan efisiensi belanja. (6) menanamkan semangat kepada setiap jiwa pegawai pemerintah daerah untuk melakukan penghematan dalam setiap belanja.

Kajian tentang penjelasan analogis dalam buku pelajaran kimia SMA kelas III yang digunakan di SMA Kota Malang oleh Khairul Iffandi

 

Terdapat tiga aspek penting yang harus diperhatikan dalam memahami ilmu kimia yaitu aspek makroskopis, sub mikroskopis dan simbolik. Hakekat ilmu kimia inilah yang diyakini membawa kesulitan bagi siswa yang lemah dalam kemampuan visualisasi atau berfikir abstrak. Unhrk mangatasi hal ini guru dapat membantu siswa memperoleh pemahaman konseptual dengan memakai alat pengajaran seperti model dan penjelasan analogis. Sumber penjelasan analogis guru sangat bervariasi diantaranya adalah buku pelajaran dan jumal. Tujuan penelitiana dalahu ntuk: (l) Mendeskripsikanb uku-buku pelajarank imia SMA kelas III yang paling banyak menggunakan penjelasan analogis dalam menyampaikan konsep.konsep kimia; (2) Mengidentifikasi lokasi purjelasan analogisy ang disajikano leh penulis;( 3) Mendeskripsikanb agaimanakaphe nulis menyajikan penjelasan analogisnya yang meliputi: (a) Efek visualisasi; (b) Hubungan analogis wfima analog dan target; (c) Tingkat kesulitan; (d) Tingkat abstraksi analog dan konsep targeq (e) Posisi relevansi antara analog dan konsep target;( f Tingkat pengayaan(;g ) Carap enulism enunjukkanp enjelasana nalogis; (h) Keterbatasan penjelasan analogis; (4) Menganalisis penjelasan analogis yang disampaikan oleh penulis yang mengandung konsep analog yang salah, (5) Menganalisis ketrnggulan dan kelemahan dari penjelasan analogisnya; (6) Menganalisisp enjelasana nalogisy ang lebih baik. Penelitian ini adalah deskriptif. Obyek penelitian adalah tujuh buku pelajaran" Kimia SMA Kelas III" yang ditulis oleh Liliasari (Balai Pustaka)I;r fan Anshory (Erlangga); M. Purba (Erlangga); Yayan Sunarya (Grafindo); Tina dkk. (Bumi Aksara); Poppy dkk. (Rosda Karya); Elly Marwati dkk. (Angkasa Bandung). Insfrunen penelitian adalah peneliti sendiri. Data yang berupa deskripsik onsep-konseypa ng menggunakanp enjelasana nalogisd ianalisiss esuai dengan tujuan penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Buku yang paling banyak menggunakan penjelasan analogis adatah buku yang ditulis oleh Irfan Anshory @rlangga)d engan9 buah penjelasana nalogis;( 2) Lokasi penjelasan analogisy ang banyakd isajikano leh penulisy aitu pada pokok bahasanP: rotein; Kmbohidrat; Biomolekul dan metabolisme; Struktur atom; Gas mulia; Senyawa karbon; Haloalkana; (3) Penulis dalam menyajikan penjelasan analogisnya dari 13 yang teridentifikasi maka didapal Efek visualisasi memiliki format verbal; Hubmgan analogis antara analog dan tmget cenderung terhubung secara struktural-fungsional; Tingkat kesulitan penjelasan analogis cukup dipahami; Tingkat abstraksi analog dan konsep target mempunyai tingkat kognitif bersifat konlrit/abstrak; Posisi relevansi antma analog dan konsep target cenderung sesudah konsep target ditunjukkan; Tingkat pengayaan banyak memiliki tingkat petrgayirut diperluas; Penulis memberikan petunjuk adanya penjelasan analogis; Penulis tidak memberikan batasan secara keseluruhu. (4) Penjelasan analogis yang disampaikan oleh penulis mengandung 3 buah analogi yang salah yaitu pada pokok bahasan sistim periodik, konsep posisi gas mulia dalam SPU; pokok bahasan Rantai polimer pada selulosa, konsep karbohidrat; pokok bahasan haloalkana, konsep reaksi adisi; (5) Kelemahan penjelasan analogs yang dikemukakan: Tidak adanya batasan penjelasan analogis; Penjelasan analogis yang digunakan mernpunyai dua sifat penyumbang dan hanya menyatakantarget seperti analog tanpa disertai penjelasan panjang lebar; Petunjuk analogis yang digunakan kurang spesifik, sedangkan keunggulan penjelasan analogisnya adalah: Penjelasan analogis yang dikemukakan sudah sesuai dengan konsep target; Penjelasan analogisnya ditampilkan secara sederhana tapi bisa menjelaskan konsep target; (6) Berdasarkan penjelasan analogis yang disampaikan penulis telah dibuat penjelasan analogis yang lebih baik yang dikemukakan oleh penulis, peneliti maupun dari jumal-jumal kimia.

Identifikasi kendala yang dihadapi siswa dalam belajar fisika kelas II semester I tahun ajaran 2002/2003 di MAN Denanyar Jombang Jawa Timur oleh Dwi Susilo

 

Peningkatan motivasi belajar fisika dalam pembelajaran berbasis konstruktivis siswa kelas II semester II di SMU Negeri 2 Malang oleh Desy Syarifah

 

Identifikasi kondisi profesionalisme dan non profesionalisme guru fisika kelas II SLTPN se kota Malang dalam pembelajaran fisika berdasarkan kurikulum 1994 dan suplemennya oleh Wagimin

 

Peningkatan aspek psikomotor dan aspek kognitif melalui pembelajaran berbasis konstruktivis pada bidang studi fisika siswa kelas II semester II SLTP Negeri 4 Malang tahun ajaran 2002/2003 oleh Joni Tri Wahyono

 

Praktisi pendidikan terus melakukan berbagai upaya dalam memajukan pendidikand, iantaranyad enganm eningkatkank ualitas pembelajaranU. saha meningkatkank ualitasp embelajarand ilakukan denganu payam enerapkan pembelajarabne rbasisk onsfuktivis. Konstruktivis merupakans uatur ujukan pembelajarayna ng beranggapanb ahwa pengetahuany ang diperolehs iswa dikonstruksi siswa sendiri. P9!g4g44q diperoleh siswa secara aktif dengan berinterakslai ngsungd engano byek,p engalamadna n lingkunganm erekad, an semata-matbau kan diterima secarap asif dari guru mereka. Penelitianb ertujuanu ntuk mengetahupi eningkatana spekp sikomotord an kogrritifs iswa SLTP Negeri 4 Malang melalui penerapanp embelajaranb erbasis konstrutivisA.s pekp sikomotoyr angd imaksudd alamp enelitianin i adalaha spek pembelajarayna ng berkaitand engank eterampilanm otorik, sedangkana spek kogritif adalatra speky ang berkaitand engank ecerdasans iswa.S elaini tu penelitianin i juga untuk menghasilkanp erangkatp embelajaranb erbasis konstruktivis yang telah teruji dapat meningkatkan aspek psikomotor dan aspek kognitifsiswa,k hususnyap adat opik pembiasacna hayap adal ensad ana lat optik. Penelitiand ilaksanakand i SLTPN egeri 4 Malang, padas eftesterg enap tahuna jaran2 00212003S. ubyekp enelitiannyaa dalahs iswak elasI I-F. Jenis penelitian ini adalah kualitatifdalam bentuk penelitian tindakan kelas. Tindakan yangd iberikan adalahm enerapkanp embelajarank onstruktivisd engan model siklus belajar yang terdiri dari tiga khap, yaitu tahap eksplorasi, tahap pengenalan konsepd, an tahapp enerapank onsep.P enelitiand ilaksanakand alamd ua siklus, yaitu siklus I padat opik pembiasanc ahayad an siklus Il padat opik alat opik. Hasil analisis dan refleksi setelah tindakan siklus I dan siklus II menunjukkkanb ahwaa spekp sikomotord an aspekk ognitif siswam eningkat selamap embelajaranP. eningkatana spekp sikomotors iswat erjadi pada keterampilanm engamati, menggunakana lat dan bahan,m enafsirkanp engamatan, mengkomunikasikadna n menerapkank onsep.P eningkatanp adaa spekk ognitif ditandai dengan peningkatan skor siswa pada saiap evaluasi dari 2 siklus yang telahd ilaksanakanH. asil penelitiani ni juga menunjukkanb ahwa skenario pembelajarayna ngd ilengkapid enganlk s berbasisk onstruktivism ampu meningkatkana spekp sikomotord ana spekk ognitifpadab idangs tudif isika siswak elasl l-F semestelrl SLTPN egeri4 Malang

Perbedaan motivasi belajar dan sikap terhadap fisika siswa kelas III SLTP Negeri 3 Baureno Bojonegoro yang diberi muatan lokal elektronika dan yang tidak oleh Akhmad

 

ABSTRAK Aklunad.2 003.P erbedaanM otivasiB elajar dan Silap TerhadapF isilo Siswa KelasI II SLTPN egeri3 BaurenoB oionegoroyangD iberi MuatanL okal EleHronila dany ang Zrda*.S kripsi:J urusanF isikaF MIPA Universitas NegerMi alangP. embimbing(l:) Dr. Arief HidayatM, 'Si. (2) Drs.Y udyantoM, .Si. Kata Kunci: Muatan Lokal, Elekronika, Motivasi, Sikap, Fisika. Dalamp rosesb elajarm engajadr i sekolahk, eberhasilasni swad apatd ilihat dari motivasid ans ikaps iswat ersebutM. otivasid ans ikapi ni dipengaruhoi leh faktor intemald anf aktor eksternalS. alahs atuf aktor eksternayl angd apat mempengarumhi otivasib elajarf isika dans ikapt erhadapfi sika adalahd engan memberikanb ekalp engaahuanya ngr elevany, aitu muatanlo kal elektonika.H al ini didasarpi emikiranb ahwam uatanlo kal elektronikam emilikir uangl ingkup pembahasayna ng.sejaladne nganfi sika Sisway angm engikutmi uatanlo kal ele.kronikaa kanm emiliki motivasib elajarf isika dans ikapt ethadapfi sikay ang positif, sehinggas iswaa kana ktil giat, dans enangd enganp elajaranfi sika. Penelitiany angs ederhanian i dilakukanu ntukm enjawabp ertanyaan, apakahm otivasib elajarf isika dans ikapt erhadapfi sika sisway angm emperoleh muatanlo kal elekronikal ebihb aik dari padas isway angt idak murpooleh muatanlo kal elektronika. Dalamp enelitianin i dipilih subyekk elasI II SLTPN egeri3 Baureno Bojonegorota hunp elajaran2 002/2003s ebanya8k 8 siswa.M etodey ang digunakand alamp engumpuladna taa dalahs kalam otivasiu ntukm engetahui motivasi belajar fisika dan skala sikap untuk mengaahui sikap siswa terhadap fisika.D atay angd iperolehd alarnp enelitianin i adalahd atas korr notivasbi elajar fisika dand atas kors ikapt erhadapfi sika.D atat ersebukt emudiand iolahs ecara statistikd enganu ji t+esy angs ebelumnytae lahd ilalaftanu ji normalitasd anu ji homogenitas. Berdasarkahna silu ji hipotesisd apatd isimpulkanb ahwas isway ang mendapatkamn uatanlo kal elektronikam ernpunyami otivasib elajarf isikay ang lebihb aik dans ikapt erhadapfi sikay angl ebihb aik dari padas isway angt idak mendapatkamn uatanlo kal eleknonikad enganta raf signifikans5i 7o.O lehk arena itu penelitim enyarankakne padag uruf isika untukm embekalmi uatanlo kal elektronikak epadas iswaa gart ennotivasdi anb ersikapp ositifdalamp roses pernbelajarafinsi ka.

Peningkatan hasil belajar matematika materi pecahan pada siswa kelas III dengan menggunakan media benda kongkrit di Sekolah Dasar Negeri Candirenggo 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Anik Kasijani

 

Kata Kunci: Media Benda kongkrit,belajar,berfikir MatematikaSD Pembelajaran matematika untuk kelas III SDN Candirenggo 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, kurangnya siswa memahami operasi hitung pecahan saat pembelajaran berlangsung, dikarenakan guru masih menggunakan pembelajaran satu arah dan belum menggunakan media benda konkret, sehingga nilai siswa rendah dengan nilai rata-rata .Oleh karena itu saat proses pembelajaran siswa belum mencapai atau memenuhi standart ketuntasan belajar 70 yang telah ditentukan oleh satuan sekolah, permasalahan tersebut dicoba diatasi dengan menggunakan media benda konkrit pada siswa kelas III untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan dengan menggunakan media benda konkrit dalam penelitian dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana keaktifan belajar siswa melalui pembelajaran media benda konkrit di kelas III SDN Canirenggo 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang? 2.Apakah penerapan penggunaan media benda konkrit dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Candirenggo 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang pada pembelajaran matematika materi pecahan? Dalam pembelajaran matematika materi pecahan dengan menggunakan media benda konkrit siswa terlibat aktif dan berhasil dengan baik. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) dan dilakukan dengan siklus yang meliputi :1.merencanakan tindakan(planning) 2.melaksanakan tindakan(action),3. mengobservasi tindakan ( observation ) dan 4 . merefleksi tindakan (reflection). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Canirenggo 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang,alat pengumpulan data penelitian ini adalah pedoman observasi wawancara,tes tulis dan dokumentasi Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dari pra tindakan sampai siklus 2 bisa meningkatan hasil belajar siswa dan keaktifan siswa dari rata-rata pra tindakan 50,88 menjadi 62,24 pada siklus 1 dan naik menjadi 77,36 pada siklus 2, demikian juga peningkatan pada ketuntasan hasil belajar pra tindakan 24% atau 6 siswa menjadi 62,24% atau 12 siswa pada siklus 1 dan menjadi 77,36% atau 21 siswa pada siklus 2, tindakan ini sudah tidak dilanjutkan lagi ke siklus berikutnya karena sudah memenuhi standart ketuntasan belajar minimal > 70 yang ditentukan dari sekolah. Didalam pembelajaran materi pecahan dengan menggunakan media benda konkrit pada siswa kelas III, dapat meningkatkan prestasi dan dapat meningkatkan kemampuan siswa, serta aktif pada saat pembelajaran. Dengan menggunakan media benda konkrit saat pembelajaran berlangsung dan menggunakan metode bervariasi yaitu : demonstrasi, diskusi kelompok dan pemberian tugas serta latihan, bagi siswa yang belum tuntas mencapai nilai standart ketuntasan belajar, diharapkan penggunakan media benda konkrit agar pelaksanaan pembelajaran sukses dan memenuhi standart ketuntasan belajar minimal yang ditentukan dari sekolah .

Penerapan model pembelajaran berbasis aktivitas dalam rangka meningkatkan minat siswa pada bidang fisika SMU Negeri 1 Jombang kelas III IPA oleh M. Shohib Anwar

 

Implementasi pembelajaran fisika berbasis konstruktivis dalam upaya peningkatan aspek kognitif dan aspek psikomotor pada siswa kelas II semester II SMU Negeri I Malang tahun ajaran 2002/2003 oleh Asmawi

 

Praktisi pendidikan terus melakukan berbagai upaya dalam memajukan p€ndidikand, iantaranyad enganm eningkatkank ualitasp embelajaranU. saha meningkatkanku alitasp embelajarand ilakukan denganu payam enerapkan pembelajarabne rbasisk onstruktivis.K onstruktivis merupakans uatur ujukan penbelejanny angb eranggapabna hwap engetahuany ang diperolehs iswa dikonsfrukssii swas endiri.P engetahuadni perolehs iswas ecaraa ktifdengan berint€rakslia ngsungd engano bye( pengalamand an lingkunganm ereka,d an s€mata-matbau kand iterima secarap asif dari guru mereka. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahupi eningkatana spekk ognitifdan aspekp sikomotors iswaS MUN I Malang melalui penerapanp embelajaran konstuktivisA. spekk ognitif yangd imaksudd alamp enelitianin i adalaha spek yangb erkaitand engank ecerdasasni swa,s edangkaans pekp sikomotora dalah aspeky angb erkaitand engank eterampilanm otorik siswa.s elaini tu penelitianin i jugau ntukm enghasilkapne rangkapt embelajarabne rbasisk onstruktivisy ang telaht eruji dapatm eningkatkana spekk ognitif dan aspekp sikomotors iswa, . khususnypaa dap okokb ahasanO ptika geometr(i pembiasanca hayad an pembiasacna hayap adal ensac embung)d anp okokb ahasana lato ptik (lup, mikroskop, dan ieleskop). Penelitiand ilaksanakadni SMUN I Malang,p adas emestegr enapt ahun ajaran20021200S3u.b yekp enelitiannyaa dalahs iswaK elasI I-2. Jenisp enelitian ini adalahk ualitatifdalam bentukp enelitiant indakank elas.T indakany ang diberikana dalahm enerapkapne mbelajarakno nstruktivisd enganm oders iklus belajayr angt erdiri dari tiga tahap,y aitu tahape ksplorasit,a happ engenalan konsepd, ant ahapp eneftrpakno nsep.P enelitiand ilaksanakadna iamduas iklus. SiklusI padap okokb ahasano ptikag eometri,s edangkasni klusI I padap okok bahasana lat optik. Hasila nalisisd anr efleksip adas iklusI dans iklusI I menunjukkabna hwa aspekk ognitifd ana spekp sikomotors iswam eningkast elamap embelajaran. Peningkatana spekk ognitifsiswa ditandaid enganp eningkatans kor siswap ada setiape valuasdi ari duas iklusy angt elahd ilaksanakanp.e ningkatana spek pikomotor siswat erjadip adak eterampilanm engamatim, enggunakaanl atd an bahanm, enafsirkanp engamatanm, engkomunikasikadna nm enerapkakno nsep. Hasilp enelitianin i juga menunjukkanb ahwas kenariop embelajarayna ng dilengkapdi enganL KS berbasisk onstruktivism ampum eningkatkana spek kognitifd an-aspepks ikomotorp adas iswak elasI I-2 semesteIrI SMUNi Malane pada bidang studi fisika.

Pendeskripsian tari tamborin sebagai tari religi / Satriyana Prasetya Wijayanti

 

Kata kunci: tamborin, tari, religi, deskripsi Sejak menjelang tahun 1980-an Tari Tamborin mulai digunakan dalam acara ritual gereja di Indonesia. Saat ini tari tersebut telah diterima dan digunakan dalam acara kebaktian raya di banyak gereja di Indonesia. Persebaran tari tersebut cukup pesat, demikian juga yang terjadi di Kota Malang. Meskipun demikian, sejauh ini belum pernah ada upaya untuk meneliti dan mendeskripsikan ragam tari tersebut secara akademis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tari Tamborin sebagai tari religi menurut dimensi gerak, musik, dan rupa serta aspekaspek lain yang terkait dengan keberadaannya. Penelitian ini dilakukan di beberapa gereja di Kota Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan tipe penelitian naturalistik. Informan kunci yang dijadikan sumber data ialah para pelaku Tari Tamborin yang terdiri atas para pelatih dan penari tarian tersebut. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dipertajam dengan penggunaan metode triangulasi. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan sebagai berikut. (1) Tari Tamborin berkembang sebagai tari religi karena terdapat dalam kegiatan ritual ibadah Kristiani pada gereja-gereja berdenominasi; (2) Tarian ini digunakan sebagai pengiring saat penyembahan dan pujian; (3) Properti yang digunakan dalam Tari Tamborin, yaitu tamborin, cop stick, tanpa alat, pom-pom, banner, atau stick dengan pita di ujungnya; (4) Busana yang digunakan model atasan menggunakan kaus putih yang pres dengan tubuh. Bagian luarnya berwarna cerah atau kalem. Bawahannya rok putih berjenis satin. Alas kaki menggunakan sepatu Tari Balet; (5) Pelatihan Tari Tamborin agar penari memahami gerak, maka dilakukan dengan mengulang tiap ragam gerak 3 sampai 6 kali. Dalam menghafal gerak, dilakukan dengan mengulang ragam dengan tempo pelan semakin lama semakin cepat. (6) Tari Tamborin memiliki motif gerak dasar dan puluhan ragam gerak yang terus berkembang; (7) gerak Tari Tamborin bertolak dari filosofi Kristen yang berdasarkan/bersumber pada ayat-ayat pada Kitab Suci Untuk tindak lanjut penelitian ini disarankan beberapa hal sebagai berikut: (a) dilakukan penelitian sejenis namun dengan cakupan yang lebih luas, (b) dilakukan penelitian lanjutan untuk memotret berbagai aspek yang terkait dengan model persebaran dan dinamika kreativitas pelaku Tari Tamborin; (c) dilakukan seminar dan workshop nasional untuk mengembangkan genre tari ini agar fungsi dan kebermanfaatannya semakin lebih baik. ii ABSTRACT Wijayanti, satriyana Prasetya. 2010. Description of the tambourine as Dance Dance Religion. Thesis, Department of Art and Design, State University of Malang FS. Advisor: Dr. Moeljadi Pranata, M. Pd Keywords: tambourine, dance, religion, description Since the late 1980s began to be used in a tambourine dance rituals of the church in Indonesia. When this dance has been received and used in the service highways in many churches in Indonesia. The dance spread quite rapidly, so too is happening in the city of Malang. However, so far there has never been an effort to examine and describe the variety of academic dance. This study aimed to describe the tambourine dance as a religious dance according to the dimensions of movement, music, and visual as well as other aspects related to its existence. This research was conducted at several churches in the city of Malang. The research approach used was qualitative research on the type of naturalistic research. Key informant data sources is taken as the actors dance tambourine composed of coaches and dancers dance. Data were collected using depth interviews, observation, and documentation. Data analysis was sharpened by the use of triangulation methods. This research produced some findings as follows. (1) Dance tambourine dance evolved as a religion because it is in religious rituals in churches Christian denomination; (2) This dance is used as accompaniment during worship and praise; (3) Property used in dance tambourine, that tambourine, cops stick , without tools, pom-poms, banners, or stick with a ribbon at one end; (4) Clothing supervisor model uses a pressed white shirt with the body. Brightly colored exterior or muted. Assorted white satin skirt subordinates. Footwear uses Ballet Dance shoes; (5) Training Dance tambourine in order to understand the motion of a dancer, then performed by repeating each range of motion of three to six times. In memorizing the motion, carried out by repeating the range with slow tempo faster and faster. (6) Dance tambourine has the basic movement patterns and dozens of kinds of motion that continues to grow; (7) tambourine dance movement starting from a Christian philosophy based on / derived from verses in the Bible. To follow up this study suggested several areas as follows: (a) conducted similar research but with wider coverage, (b) conducted the study continued to take pictures of various aspects related to the distribution model and the dynamics of creativity Dancing tambourine players, and (c) done seminars and national workshops to develop the genre of dance is so the function and kebermanfaatannya getting better.

Penerapan penilaian kinerja (performance assesment) pada mata pelajaran fisika dengan pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kemampuan siswa Madrasah Aliyah Matsaratul Huda Penempan Pamekasan (MAN) melakukan kegiatan ilmiah oleh Achmad Hafidi

 

ABSTRAK Hrfidi, Achmad. 2 003.P enerapanP enilaiqnK inerla (PerformancAe ssesmenl) Pada Mata Pelajaran l"isika Dengan Pembektjaran KooperatiJ (lntuk MeningkatftaKn emampuanS iswaM adrasahA liyah MatsaratulH uda PanefrpanP emekasa(nM AM DalamM elakukanK egiatanl lmiuh. Skripsi. JurusanP endidikanF isikaF MIPA UniversitasN egeriM alang.P embimbing: (I) Drs.A gusS uyudiM, .Pd.,( II) HeriyantoS, .Pd.M, .Si. Katak unci ; penilaiank inerja,p elajaranfi sika,k emampuansi swa,k egiatanil miah Belajarf isikab ukanh anyab erhadapadne ngante on-teon,r umus-rumuast au denganm enghafasl aja,m elainkanh arusb erbuats esratur, nengalamim, elihat,d an memecahkapne rmasalahadne ngans egalaa speky ang berkaitand engannyah, al ini dapadt ilakukand engans alahs atup embelajarabne rbasisa ktivitas.P embelajaran eksperimentamsie nuntutevaluastiid akhanyauntukmengetahuaip ayang diketahui olehs iswat etapij uga apay ang dapatd ilakukano leh siswa.S elamain i penilaian ataue valuasyi angd igunakanu ntuk mengetahukie berhasilapne mbelajaralne bih dititikberatkapna daf brmatiftesy angd rlakukanp adaa khir pelajaranP. adahal p€nerapaenv aluastie rsebukt urange fektifdalamm engetahuhi asilp roses pembelajaranka, renait u penelitii ngin menerapkaenv aluasdi alamb entukp enilaian kinerjaQ terformancaes sessmendt)e nganp embelajarakno operatif. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahuai pakahp enempanp enilaian kinerjaQ terformancaes sessmendt)e nganp embelajarakno operatifd apat meningkatkakne mampuansi swad alamm elakukank egiatanil miah (observasi, merumuskahni potesisd, ani nferensi)P. enelitiand ilaksanakadni kelas1 2( putri) MadrasahA liyah MatsaratuHl uda( MAM) PanempanP amekasapna das emeste2r tahunp elajaran2 0021200.3 Hasil analisisd atap enelitianm enunjukkanb ahwak eterampilans iswad alam melakukano bservasmi, erumuskanh ipotesisd, ani nferensmi engalampi eningkatan darip utaranI sampapi utaranII I, yaitu keterampilanm elakukano bservas7i 2,2o/o; 94 ,4%,9 7,2o/doa ni nferensi5 0%;8 3,3%,I 00%,m erumuskanh ipotesis 70 ,8%; 83,3%,95,8%d anm engevaluashii potesis5 5,6%;8 3,4o/o8;8 '9o/om, engumpulkan data7 2,2o/o8;3 , 3o/o9; 7, 2ond anm enganalisids ala6 0,7otoI ;0 0%; 10 00/0K. etuntasan kelasd ari putaranI sampapi utaranI II adalah9 5,5%;100%;1 00%. Berdasarkahna silp enelitianin i, penelitim enyarankaang ard alam pembelajaranfi sika diterapkanm etodep enilaiank inerja, sehinggag uru akan memperolehp enilaianp roduk,p rosesd ans ikapi lmiah secarau tuh. 0 L

Pengelolaan program akselerasi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Kota Malang / Siti Fitria Rohmatika

 

Kata kunci : pengelolaan, program akselerasi. Strategi pendidikan yang ditempuh selama ini bersifat klasikal massal yang memberikan perlakuan standar/rata-rata kepada semua peserta didik sehingga kurang memperhatikan perbedaan antar peserta didik dalam kecakapan, minat dan bakatnya. Dengan strategi semacam ini, keunggulan akan muncul secara acak dan sangat tergantung kepada motivasi belajar peserta didik serta lingkungan belajar dan mengajarnya. Oleh karena itu, perlu dikembangkan keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik agar potensi yang dimiliki menjadi prestasi yang unggul. Program akselerasi atau lebih dikenal dengan program pendidikan khusus bagi peserta didik cerdas istimewa/bakat istimewa adalah pelayanan pendidikan bagi anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa yang dikelola dalam bentuk program akselerasi (kelas khusus) dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan program reguler (program normal standar). Fokus dalam penelitian ini meliputi (1) latar belakang penyelenggaraan program akselerasi; (2) perencanaan program akselerasi; (3) pengorganisasian program akselerasi; (4) pelaksanaan program akselerasi; (5) pengawasan/evaluasi program akselerasi; (6) faktor-faktor pendukung (internal dan eksternal) dan faktor-faktor penghambat (internal dan eksternal) program akselerasi dan (7) upaya pemecahan faktor-faktor penghambat (internal dan eksternal) program akselerasi di SMP Negeri 3 Malang. Tujuan penelitian ini meliputi (1) mendeskripsikan latar belakang penyelenggaraan program akselerasi; (2) mendeskripsikan perencanaan program akselerasi; (3) mendeskripsikan pengorganisasian program akselerasi; (4) mendeskripsikan pelaksanaan program akselerasi; (5) mendeskripsikan pengawasan/evaluasi; (6) mendeskripsikan faktor-faktor pendukung (internal dan eksternal) dan faktor-faktor penghambat (internal dan eksternal) program akselerasi serta (7) mendeskripsikan upaya pemecahan faktor-faktor penghambat (internal dan eksternal) program akselerasi di SMP Negeri 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara, (2) observasi dan (3) dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan/keajegan penelitian, sehingga memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan. Dilakukan pula triangulasi sumber dan data, yaitu mengecek kebenaran informasi serta data dengan membandingkan sumber dan data dari sumber lain. Analisis data dilakukan dengan 3 teknik yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Temuan dalam penelitian ini adalah (1) latar belakang penyelenggaraan program akselerasi di SMP Negeri 3 Malang adalah banyak orangtua siswa yang mengusulkan agar sekolah tersebut menyelenggarakan program akselerasi, kemudian pada tahun ajaran 2007/2008 SMP Negeri 3 Malang pertama kali menyelenggarakan program akselerasi; (2) perencanaan program akselerasi dimulai dengan membentuk tim khusus untuk mengelola program akselerasi, kurikulum yang di gunakan sama dengan program reguler atau program normal standar yaitu KTSP; (3) pengorganisasian program akselerasi mendeskripsikan tentang kedudukan atau wewenang dalam dalam suatu organisasi yang memuat rincian tugas dari masing-masing jabatan. Jabatan tersebut terdiri dari penanggung jawab, penasehat, ketua program, sie kurikulum, sie kesiswaan, sie sarana dan prasarana, bendahara, wali kelas dan tim pengajar program akselerasi; (4) pelaksanaan program akselerasi merupakan realisasi dari program akselerasi yang dimulai dengan sosialisasi, pendaftaran, seleksi, pengumuman sampai pelaksanaan pembelajaran dalam program akselerasi; (5) pengawasan/evaluasi program akselerasi di SMP Negeri 3 Malang berupa laporan pertanggungjawaban kepada Dinas PSLB dalam bentuk laporan semester, sistem evaluasi yang dilakukan sama dengan program regular dan siswa akselerasi harus memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 80 setiap mata pelajaran; (6) faktor-faktor pendukung dan faktor-faktor penghambat di SMP Negeri 3 Malang meliputi sarana dan prasarana yang disediakan, tenaga pengajar yang berpengalaman dan berkompeten serta melakukan seleksi yang bagus mengenai siswa yang akan masuk dalam program akselerasi ini, peran komite sekolah yang ikut membantu dalam penyelenggaraan program sekolah. Sedangkan untuk faktor penghambat meliputi masalah waktu dan kegiatan sekolah yang berbenturan dengan aktivitas pembelajaran, tuntutan orang tua serta perbedaan tingkat ekonomi orangtua siswa; dan (7) upaya pemecahan faktor-faktor penghambat, pihak sekolah memberikan kebijakan kepada siswa yang mengikuti kegiatan sekolah dengan memberikan pelajaran tambahan dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengelola program akselerasi ini dengan mengembangkan potensi yang ada dalam diri siswa. Sedangkan untuk masalah tingkat ekonomi, sekolah mengupayakan dengan subsidi silang bagi siswa yang kurang mampu. Saran dalam penelitian ini adalah kepada (1) kepala sekolah, pelaksanaan program akselerasi hendaknya ditingkatkan lebih baik lagi dan faktor-faktor penghambat diminimalisasi agar tujuan dalam program akselerasi itu dapat tercapai; (2) ketua program akselerasi, hendaknya menjalin kerjasama dan melakukan studi banding dengan sekolah lain untuk pengembangan program akselerasi di SMP Negeri 3 Malang menjadi lebih meningkat lagi; (3) guru program akselerasi, hendaknya selalu meningkatkan peran sertanya dalam mengajar siswa program akselerasi, yaitu dengan menerapkan berbagai model pembelajaran yang sesuai; (4) akademisi Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya lebih memperbanyak pengembangan ilmu, dengan mengadakan sosialisasi dalam bentuk pendidikan dan pelatihan (diklat), seminar dan simposium yang berhubungan dengan bagaimana cara mengelola suatu program yang baik khususnya program akselerasi; dan (5) peneliti lain, disarankan melakukan penelitian pengembangan untuk mengetahui proses pengelolaan program akselerasi dengan memperdalam topik dan permasalahan serta kajian teori.

Penerapan model siklus belajar dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan keterampilan proses siswa kelas 2 semester 2 di SLTP LAB Universitas Negeri Malang oleh Raudatul Hasanah

 

ABSTRAK HasanatUR audatul.2 0[.3.P enerapanM odel SiHw Belajar Dalam Pembelajaran Fisika Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Siswa Kelas 2 Semeste2r Di SLTPL ab UniversitasN egeri Malang. Skripsi,J urusan FisikaP rogramS tudiP endidikanF isikaF MIPA UniversitasN egeri MalangP. embimbing(:l) Dra.E ndangP unvaningsiMh,. Si,( 2) Drs SupriyonoK oesH andayantoM, .Pd,M .A. Kata Kunci: Model SiklusB elajar,K eterampilanP roses. Model siklusb elajara dalahs alahs atum odelp embelajarayna ng berlandaskapna dap andangakno nstruktivismeK. onstruklivismem emandang pengetahuaintu harusd ibanguns endiri dalamp ikiran siswad imanas iswad alam kondis"i bebas". Penelitianin i bertujuanu ntukm endeskripsikapne nerapamn odels iklus belajard alamp embelajarafnis ika yangm eliputi:( 1) mendeskripsikan pelaksanaalna ngkah-langkahp embelajaranfr sika yangd ikemask e dalam skenariop embelajaramn odels iklusb elajaru ntukm engetahupi eningkatamn utu pembelalarayna ngd ilaksanakaonl ehg uru,d an( 2) untukm engetahupie ningkatan ketrampilamp rosesy angd ialamis iswa.P enelitianin i dilaksanakapna das emester II tahunp elajaran2 00212003d i SLTP LaboratoriumU niversitasN egeri Malang. Subjekd alamp enelitianin i adalahs isrvak elas2 -B. Penelitianin i menggunakapne ndekataknu alitatifd enganje nis penelitian tindakank elas.T indakany angd iberikand alamp enelitianti ndakank elasi ni adalahp enerapamn odels iklusb elajary angt erdiri dari tiga tahapv aitu:t ahap eksplorasti,a happ engenalakno nsepd, ant ahapp enerapakno nsep. Hasila nalisisd anr efleksis etelahti ndakanp adas iklusI dans iklusI I menunjukabna hwam utup embelajarayna ngd ilaksanakaonl ehg urus emakin baik.H al ini dilihatdari berapap ersenit em-itemy angd ilaksanakan. Keterampilanp rosess iswas elamap embelajaramn engalampi eningkatanse cara keseluruhaunn tukm asing-masinkge terampilanp rosesy angd ilatihkan. Keterampilan-ket€rampilyaann gd ilatihkanm eliputi:m elakukanp engamatan, mengemukakahni potesis,m elakukanp ercobaanm, enggunakaanl at percobaan, mengumpulkand ata,m embuatg ambar,m enerapkank onsep,s ertam enyusund an menyampaikalna poran.

Pengaruh penerapan pembelajaran terpadu dengan menggunakan model webbing terhadap prestasi belajar biologi siswa kelas 1 semester II SMP Negeri 4 Malang oleh Thina Maya Dewi

 

Pendekatapne mbelajarany ang diterapkano leh guru merupakans alahs aftt faktor pentingy ang mempenganrhpi restasib elajar siswa. Adanya perhaliatr terhadap nurturant e.flbct disamping instruclional e.flbct juga mempengaruhi prestasbi elajars iswa. Materi dalam m8ta pelajaranB iologi memuat banyak konsep mulai dari konsep yang sengat sederhana sampai durgan konsep yang sangatk ompleks. Sehingga dalam pembelajarannyas angat dibutuhkan suatu pendekatapne rnbelajarand enganr nodel tertenttly ang mampum erangsangs iswa untukb erpikirk ritis dan aktif dalamm encari,m enelnukand, an meny'ustukto nsep pelajaran dengan usaha sendiri, sehingga ilmu yang mereka peroleh dapat bertahan lama dalam stnrktur kognitiftya. Penerapan pembelajaran terpadu dengan menggunakan model webbing diduga merupakan pendekatan pembelajarany ang dapat mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut dikarenakan dalam pembelajaran terpadu dengan model webbing ini telah memiliki landasan filosofi kontruktivisme, sehingga siswa mampu menyusun sendiri konsep maten yang ingin dipelajari. 'fujuarr dari porrcliliurin i adnlaltr trrlukt tlcngctahupie rbedaapnr estnsi llclujtr lliologi siswny ungr liujurd crrgururr sncr'al,kllulcr rrrbolajurulcrrt ptdttt ttulcl schbinlgt lcngarrs iswtt ytrrg diitjar delrg,alt idak rrlcrtcrapkalpr embclajaratt tcrlrndun odel wahhingk,'l tlsttsttytgt xr{ap okokh ttltusalt'to la InteraksOi rganistne, llipolcsisd alarnp crrclitianir ri atlaluhu dap orbr,rlaapnr eslasbi elajart liologi siswa yang diajar dcngnn mcncrupkan ponbclujuran torpudu nalel wehhing dcngrut sisway angd iajar dengant idak menerapkanp embelajarante rpadum odelw ehbing. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SMP Negeri 4 Malang yang tersebard alam 6 kelas. Dari 6 kelast ersebuts ecarac luster diambil 2 kelas scbagai sampel penelitian, yaitu kelas lB dan lC. Untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok konfrol, maka kedua kelas tersebut diundi lag;t. Berdasarkahna silu ndiand iperolehk elas I B sebanyak4 6 siswas ebagaki elompok eksperimend an kelas lC sebanyak4 3 siswas ebagaki elompokk ontrol. Sehingga jumlah total sampel penelitian scbanyak 89 siswa. Kemampuan awal siswa dalam mata pelajaranB iologi dilihat dari nilai rata-ratau langans emesterI dari kedua kelornpokte rsebuat dalahh omogen. l'trda pcrtcliliarri tti kclontlxrk cksporirtrcrdr iajar dengant neltorapkall pembelajaran terpadu modelwebbing, sedangkan kelompok kontrol diajar dengan tidak menerapkan pembelajaran tcrpadu model wehbing. Setelah eksperimen berakhir, kedua kelompok tersebut diberi tes akhir dengan bentuk danjumlah soal yang sama, yainr pilihan ganda sebanyak 30 butir soal. Khusus pada kelompok eksperimen juga dilengkapi dengan pengamatan selama proses pembelajaran dan hasil dari webbing jugs dinilai, sehingga tampak jelas adanya instructional elJbct dan nurlumnl e/fect. prestasibelajar Biologi dihitrurg dengan menggunakan uji t. Berdasarkan hasifa nalisisd ata diperoleht p*n">t6 6"1b, erarti hipotesisn ol (H, ) ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar Biologi siswa yang {iajT dengan menerapt

Meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN gunungsari Kecamatan Tajinan melalui pendekatan kontekstual / Ponco Setyono

 

Kata Kunci: Hasil Belajar, Pendidikan Kewarganegaraan, Kontekstual. Ide penelitian ini muncul dengan diperolehnya data nilai ulangan harian pada kompetensi dasar “pemerintahan desa” pada mata pelajaran PKn, semester I kelas IV di SDN Gunungsari kecamatan Tajinan yang kurang dari standar ketuntasan. Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan penerapan pendekatan kontekstual pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaran (PKn) tentang Pemerintahan Desa pada siswa kelas IV SDN Gunungsari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaran (PKn) tentang “Pemerintahan Desa” pada siswa kelas IV SDN Gunungsari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang, setelah penerapan pendekatan kontekstual. (3) Mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa setelah diterapkan pendekatan kontekstual. (4) Mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap suasana pembelajaran kontekstual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, yang meliputi empat tahap (perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi). Penyebaran angket diberikan kepada seluruh siswa kalas IV berisi pendapat siswa tentang suasana pembelajaran kontekstual, sedangkan hasilnya diolah dengan analisis deskriptif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Gunungsari kecamatan Tajinan, sebanyak dua puluh siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran PKn melalui langkah-langkah, siswa dibentuk kelompok, pembagikan LKS untuk melakukan observasi ke balai desa, diskusi, menemukan materi dari buku sumber, presentasi tentang hasil diskusi serta tes pada pertemuan ke dua. (2) Hasil belajar PKn pada siklus I prosentase ketuntasan belajar 90% meningkat menjadi 100% pada siklus II. (3) Keaktifan siswa pratindakan 20% meningkat menjadi 80% pada siklus I dan pada siklus II menjadi 85%. (4) Pendapat siswa terhadap suasana pembelajaran kontekstual prosentasenya 90 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan pendekatan kontekstual telah sesuai dengan langkah-langkahnya. (2) Penerapan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (3) Penerapan kontekstual dapat meningkatkan aktivitas siswa. (4) Tanggapan siswa terhadap suasana pembelajaran kontekstual sangat menyenangkan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar guru menerapkan pendekatan kontekstual pada pembelajaran PKn, kompetensi dasar “Pemerintahan Desa”, di kelas IV semester I.

Penerapan metode injuiri untuk meningkatkan pemahaman sifat-sifat bangun ruang siswa kelas IV SDN Waung I Nganjuk / Suprapti

 

Kata-kata kunci : Metode Inkuiri, Bangun Ruang Menurut Sanjaya (2008:196) metode pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berfikir itu sendiri biasanya dilakukan dengan mengadakan tanya jawab antara guru dan siswa. Bangun ruang adalah bangun yang mempunyai panjang, lebar dan tinggi. Jika diperhatikan lebih lanjut, pada balok terdapat 6 permukaan yang tepinya berbentuk persegi panjang dan pada kubus terdapat 6 permukaan yang tepinya berbentuk bujur sangkar, masing-masing permukaan itu disebut sisi. Pada kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas, guru masih mendominasi kegiatan pembelajaran sehingga siswa cenderung pasif. Hal ini mengakibatkan prestasi belajar siswa menadi rendah. Berdasarkan masalah tersebut diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. Apakah metode pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep bangun ruang kubus dan balok pada siswa kelas IV SDN Waung I Nganjuk? 2. Apakah pembelajaran inkuiri dapat menjadikan siswa aktif dalam pembelajaran? Untuk membahas masalah tersebut, maka dilakukan penelitian tindakan kelas IV di SDN Waung I, Kecamatan Baron, kabupaten Nganjuk tahun pembelajaran 2009/2010 yang berjumlah 20 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang diawali dengan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah minimal 75% siswa memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu mendapatkan nilai ≥65, 40 %, aktivitas kegiatan siswa memiliki nilai “Baik” minimal 80%, serta guru melaksanakan 80 % indikator kinerja sesuai dengan lembar observasi kinerja guru telah tercapai. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode inkuiri pada pembelajaran matematika materi menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi belajar tersebut dari nilai rata-rata 46 meningkat menjadi 81,75. Pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri akan menjadikan proses pembelajaran menjadi berpusat pada siswa. Siswa menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini akan membuat siswa menjadi berkembang menjadi individu yang dapat mengembangkan potensinya secara menyeluruh.

Upaya peningkatan prestasi belajar siswa kelas I semester II SMPN 2 Sukowono Jember dalam mata pelajaran biologi melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif, adaptasi model jigsaw oleh Dwi Sri Astutik

 

Pemilihanm etodep embelajaranya ngt epatd apatb erdampakp ositif terhadap prestasbi elajars iswa. Selamai ni metodep embelajarany ang seringd igrurakan khususnyad i SMPN 2 SukowonoJ emberd alam mata pelajaranb iologi adalah pembelajarank onvensionald engan metode ceramah, yang ternyata kurang mampum eningkatkanp restasbi elajars iswa. Berdasarkahna sil wawancarad engang urub iologi danh asilo bservasCi i kelas I SMPN 2 Sukowono Jember, diketahui bahwa siswa kurang termotivasi dalam mengikutik egiatanp embelajaranH. al ini dapat ditunjukkan denganp erilaku siswas elamap embelajarabne rlangsungy,a itu: siswam engantukd alamm engikuti pembelajarank,u rangb ersemangakt,u rangm emusatkanp erhatianp adap elajaran dan cenderungp asif Berdasarkank ondisi tersebut,m aka dilakukan penelitian tindakank elas denganm enerapkanm etode pembelajarank ooperatif adaptasi modejli gsawd alamr angkau ntukm eningkatkanp restasbi elajars iswa. Metodep enelitiany angd igunakana dalahp enelitiand eskriptifk ualitatif yang berbentukti ndakank elasd an dirancangd alam dua siklus.M asing-masingsi klus terdiri dari empat tahapany ang terdiri dari perencanaantin dakan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reJlection)S. ubyekp enelitiani ni adalah siswa kelas iC SMPN 2 Sukowono Jembeyr angb erjumlah3 5 siswad ang uruk elasy angm engajark elast ersebut. Hasrl penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajarakno operatif,a daptasmi odelj igsaw dapatm eningkatkanh asil belajar sebesa3r1 ,72%p adas iklusI dan4 1,14%poa das iklusI I. Kualitash asilb elajarp un meningkadt ari baik dengann ilai PersentasAe nalisis (Pa) sebesa7r 1o/om enjadi sangabt aik dengann ilai PersentasAen alisis( Pa)s ebesa8r 6,28%. Berdasarkanh asil penelitian dapat disimpulkanb ahwa penerapanm etode pembelajarank ooperatif, adaptasim odel jigsaw dapat meningkatkanp restasi belajars iswa.O leh karenai tu, disarankanb agi guru bidangs tudi biologi untuk menggunakamn etodep embelajarakno operatit,a daptasmi odelj igsaw ini sebagai alternatif\dalam membelajarkan siswa dan bagi peneliti yang lain, dapat mengembangkapne nelitiani ni denganp okokb ahasanla in.

Implementasi pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar fisika siswa kelas X-C MAN Malang I semester II tahun ajaran 2009/2010 / Uyunun Nafi'ah

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, kemampuan berpikir kritis, prestasi belajar fisika Fisika merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit dan membosankan bagi kebanyakan siswa. Metode ceramah dan berpusat pada guru (teacher centered) membuat siswa menjadi pasif dan mengakibatkan prestasi belajar menjadi tidak maksimal. Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas X-C MAN Malang 1, siswa memiliki potensi besar untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya, namun metode yang kurang tepat membuat kemampuan siswa tersebut menjadi tenggelam. Dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, siswa bekerja aktif dalam kelompok untuk menggali pengetahuannya serta mengungkapkan pendapat. Pada pembelajaran ini siswa harus menguasai materi sepenuhnya untuk kemudian mampu menjelaskan kepada siswa lain sehingga memacu kemampuan berpikir kritisnya yang diharapkan berdampak positif pada prestasi belajarnya. Pada pembelajaran ini siswa juga mendapatkan informasi lain dari kelompok lain yang tidak dimiliki oleh kelompoknya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei 2010. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai perencana, pengumpul data, penganalisis data dan pelapor hasil penelitian. Teknik pengumpulan data dengan tes dan wawancara dengan bantuan dari dua guru bidang studi fisika dan dua observer. Data yang dihasilkan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dari perspektif pengembangan interaksi pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw oleh peneliti sebesar 83,60% pada siklus I dan meningkat menjadi 87,30% pada siklus II. Peningkatan keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sebesar 3,70 % (2) Kemampuan berpikir kritis siswa juga mengalami peningkatan dari 70,10% pada siklus I menjadi 88,00% pada siklus II. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 17,90% (3) Prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 69,44% dengan nilai rata-rata 72,76 pada siklus I menjadi 86,11% dengan nilai rata-rata 76,80. Peningkatan prestasi belajar fisika siswa 16,67%.

Uji eksperimentasi aplikasi lumpur lapindo sebagai bahan tambahan untuk pembuatan genteng / Eva Yuliatna Saputri

 

Kata Kunci : Genteng , lumpur lapindo , kualitas Genteng keramik adalah suatu unsur bangunan yang berfungsi sebagai penutup atap dan dibuat dari tanah liat, dengan atau tanpa dicampur dengan bahan tambahan.Lumpur lapindo sebagai bahan tambahan untuk genteng,tidak berbahaya dan bisa diolah menjadi bahan konstruksi.Lumpur memiliki kandungan yang cocok untuk pembuatan genteng keramik Di antaranya lumpur lapindo mengandung tanah bercampur pasir dan memiliki sifat yang mudah dibentuk.Genteng standar menggunakan bahan utama berupa tanah liat, sedangkan untuk genteng yang akan diteliti menggunakan lumpur Lapindo dengan komposisi 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%,dan60%dari volume campuran lumpur Lapindo dengan tanah liat.Pada genteng yang diteliti akan dilakukan uji terhadap kualitas genteng yang meliputi pandangan luar,ketepatan ukuran dan ketahanan terhadap perembesan air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas genteng dengan atau tanpa campuran lumpur lapindo ditinjau dari pandangan luar dan berat,bagaimana kualitas genteng ditinjau dari ketepatan ukuran, bagaimana kualitas genteng ditinjau dari ketahanan terhadap perembesan air dan bagaimana komposisi campuran lumpur lapindo yang memenuhi standar kualitas genteng.Material benda uji diambil dari lumpur lapindo Sidoarjo , Jl.Gayung Kebunsari No.50 Surabaya. Populasi penelitian adalah genteng produksi pengrajin Desa Belahan Tengah Mojosari-Mojokerto. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 168 buah genteng.Terdiri dari sampel kontrol 0%, 10%, 20%,30%,40%,50%,dan 60%.Dan masing-masing 24buah untuk sampel eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen.Penelitian eksperimen dimulai dari pengambilan sampel yaitu lumpur lapindo kemudian pembuatan benda uji yang dilakukan di industri pembuatan genteng. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pandangan luar genteng yang memenuhi standar adalah dengan menggunakan campuran lumpur lapindo sebanyak 0%,10%,20%,30% dan 40%. Dari segi berat genteng 0% , 10%,dan 20%. Dari segi ketepatan ukuran panjang berguna semua memenuhi tetapi tidak dirumuskan dalam standar kualitas artinya memiliki ukuran diantara kecil dan sedang, kecuali campuran 60% termasuk ukuran kecil.Untuk ukuran lebar berguna yang memenuhi standar adalah genteng tanpa campuran lumpur dan dengan campuran lumpur sebanyak 10% .Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan genteng yang menetes adalah keseluruhan benda uji mulai dari tanpa campuran sampai dengan campuran sebanyak 60%. Dengan demikian genteng dari produksi pengrajin dari Desa Belahan Tengah Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto memiliki kualitas yang jelek berdasarkan NI-19 BAB II pasal 2.4.

Manajemen humas pada sekolah inkulsi (studi multi kasus pada SMPN 18 dan SMPK Bhakti Luhur - Malang) / Andreas Wato

 

Kata Kunci: manajemen hubungan masyarakat, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, sekolah inklusi Tulisan ini merupakan sebuah uraian tentang proses manajemen humas pada sekolah inklusi. Apa yang diuraikan berikut ini merupakan hasil penelitian pada sekolah inklusi SMPN 18 dan SMPK Bhakti Luhur Malang. Upaya untuk menguraikan tema ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan fenomenologis etnografi dengan rancangan studi multi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa proses manajemen humas pada sekolah inklusi meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Efektivitas metode diskusi dengan pendekatan konstruktivisme terhadap peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran biologi kelas II SMU Neger I Sidayu Gresik oleh Ainun Afidah

 

ABSTRAK AfidahA, inun.2 002.E fektivitasM elode Diskusdi enganP endekataKn onstruktivi.gme Ibrhadap Peningkatan Aktivitas dan Prestasi Belajar siswa dalam Mata Pelajaran Biologi Siswa Kelas II SMU Negeri I Sidoyu Gresik. Skripsi, Jurusan Biologi, Program studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas NegeriMalang. Pembimbin(gl) Drs.S oewoloM, .Pd.,( 2) Drs.S arwonoM, .pd. Katak unci: Diskusib iasa,d iskusik onstruktivismep, restasbi elajar,a ktivitas Dalamu sahap encapaiantu juan belajars angatd iperlukank omunikasti imbal balik dan kerja sama yang baik antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan gurus. alahs atup embelajarayna ngm engutamakakno munikasdi ank erjasama adalah metoded iskusi.D alamd iskusii ni siswad ituntuta ktif selamap rosesb elajarm engajar berlangsungu.n tuk mengaktifkans iswa dalam prosesb elajar mengajart ersebut, makad alamp elaksanaamn etoded iskusii ni disertaip endekatank onstruktivismed i manap endekatanin i lebih menekankanp adap entingnyak eaktifans iswa.P enelitian ini bertujuanu ntuk mengetahui:l) perbedaana ktivitqs dan prestasib elajar antara siswa yang diajar dengan metode diskusi biasa dengan siswa yang diajar dengan metoded iskusi konstrulfivisme,2 ) efektivitasp enggunaanm etoded iskusi dengan pendekatakno nstruktivismete rhadapp eningkatana ktivitasd anp restasbi elajars iswa. Rancanganp enelitian yang digunakana dalahP retest-PostesCt ontrol Group Design dengan pemilahan kelompok yang diacak. Populasi penelitian adalah siswa kelasl l SMU Negeri I SidayuG resikt ahun pelajaran2 002D0A3s ebanyak7 kelas, sedangkasna mpelnya2 kelasy ang ditentukans ecaraa cak. Kelas II3 sebagaki elas kontrol dan kelas lla sebagai kelas eksperimen. Data aktivitas siswa selama proses belajarm engajard irekam denganm enggunakanle mbar observasis, edangkand ata presasi belajar siswa diperoleh dari selisih skor pascatesd an prates.D ata aktivitas siswad ianalisisd engana nalisisd eskripsi-kuantitatisf,e dangkand atap restasbi elajar siswad ianalisisd enganm enggunakarnu musu ji bedar ata-ratap adat araf sifnifikansi 0,05. Hasil penelitiani ni menunjukkanb ahwa:l ) sisway angd iajar denganm etode diskusik onstrulctivismlee bih aktif daripadas isway angd iajard enganm etoded iskusi biasa, 2) siswa yang diajar dengan metode diskusi konstruktivisme mempunyai prestasbi elajarl ebih baik Caripadas isway ang diajar denganm etoded iskusib iasa, dan3 ) penggunaamn etoded iskusik onstruktivismele bih efektif dalamm eningkatkan prestasbi elajard ana ktivitass iswa.

Pengembangan VCD pertolongan pertama dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di kelas VII semester I SMP Negeri 3 Bojonegoro / Ebta Heri Susanto

 

Kata kunci : VCD, Perolongan Pertama, kelas VII, SMP Negeri 3 Bojonegoro Pertolongan pertama adalah pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit, cedera atau kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar. Kegiatan pertolongan pertama ada dalam kurikulum Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) yaitu siswa dapat mempraktikkan secara sederhana kegiatan pertolongan pertama. Materi pertolongan pertama telah disampaikan dalam kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di kelas VII semester I di SMP Negeri 3 Bojonegoro, namun dalam penyampaiannya belum menggunakan media apapun. Metode penyampaiannya masih menggunakan metode ceramah tanpa menggunakan media apapun. Guru dalam hal ini berperan sebagai satu-satunya sumber belajar, padahal seharusnya guru bukan menjadi satu-satunya sumber belajar, namun harus dapat mengembangkan media pembelajaran yang menarik agar tercipta suasana pembelajaran aktif, efektif dan menyenangkan. Dari permasalahan tersebut maka perlu dikembangkannya media pembelajaran audiovisual. VCD Pembelajaran pertolongan pertama dipilih sebagai media yang dikembangkan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan VCD pertolongan pertama dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di kelas VII semester I SMP Negeri 3 Bojonegoro. Peneliti mengacu model pengembangan (research and development) Borg dan Gall. Dari sepuluh langkah, peneliti mengambil tujuh langkah dalam proses penelitian ini. Hal ini dilakukan karena penelitian pengembangan yang dilakukan hanya untuk satu sekolah saja dan didasarkan pada karakteristik, keterbatasan waktu, tenaga serta biaya. Langkah-langkah yang diambil adalah: (1) Analisis kebutuhan, (2) Pembuatan rancangan produk, (3) Evaluasi ahli (4) Pembuatan produk awal, (5) Uji coba kelompok kecil, (6) Uji coba kelompok besar, (7) Produk hasil akhir pengembangan. Berdasarkan tinjauan ahli terhadap rancangan produk disimpulkan bahwa rancangan produk telah sesuai dan dapat diproduksi menjadi VCD Pembelajaran, selanjutnya produk berupa VCD pembelajaran diuji coba menggunakan instrumen uji coba. Hasil dari uji coba kelompok kecil adalah: perlu dirubah dan direvisi mengenai gambar/tanyangan musik pembuka, setelah dilakukan revisi pada produk maka produk di uji coba pada kelompok besar dengan jumlah 35 siswa. Hasil dari uji lapangan (kelompok besar) adalah semua isi yang ada dalam VCD pembelajaran telah memenuhi kriteria dan semua isi dapat digunakan sekaligus dinyatakan bahwa VCD Pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas VII SMP Negeri 3 Bojonegoro.

Pemanfaatan lingkungan alam sekitar untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Gadang 1 Kecamatan Sukun Kota Malang / Ely Kristiyana Cahyaningtrang

 

Kata Kunci : Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar, Hasil belajar, Aktivitas, IPA Berdasarkan observasi awal siswa kelas IV SDN Gadang 1 cenderung pasif dalam pembelajaran IPA. Hal ini dikarenakan pembelajaran masih menggunakan cara tradisional/konvensional. Metode yang digunakan lebih banyak ceramah, sehingga guru berperan aktif dalam pembelajaran. Pemanfaatan media pembelajaran sangat minim. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemanfaatan lingkungan alam sekitar pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Gadang 1; (2) memaparkan peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Gadang 1 melalui pemanfaatan lingkungan alam sekitar; (3) memaparkan peningkatan aktivitas belajar IPA siswa kelas IV SDN Gadang 1 melalui pemanfaatan lingkungan alam sekitar; (4) memaparkan tanggapan siswa kelas IV SDN Gadang 1 terhadap pemanfaatan lingkungan alam sekitar dalam pembelajaran IPA. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif model kolaborotif partisipatoris. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Gadang 1 Malang. Dalam penelitian ini peneliti dibantu oleh guru kelas IV. Langkah PTK ini meliputi 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Empat tahap tersebut merupakan langkah berurutan dalam satu siklus dan berhubungan dengan siklus berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lingkungan alam sekitar dapat meningkatkan pembelajaran IPA. Selain itu meningkatkan hasil belajar siswa yang pratindakan rata-rata 63,3 meningkat pada siklus I pertemuan 1 menjadi 77,1 pertemuan 2 menjadi 80,1 Pada siklus II pertemuan 1 hasil belajar siswa menjadi 82,8 pertemuan 2 menjadi 85,5 Ketuntasan belajar secara klasikal siswa meningkat, pada pratindakan ketuntasan secara klasikalnya adalah 31,5 % pada siklus I pertemuan 1menjadi 78,9 %, pertemuan 2 menjadi 84,2 %. Dan pada siklus II pertemuan 1 menjadi 86,8 %, pertemuan 2 menjadi 92,1 %. Aktivitas siswa juga meningkat. Siswa lebih aktif dan antusias selama proses belajar mengajar. Tanggapan siswa setelah pembelajar berlangsung juga positif. Siswa menjadi lebih menyukai dan senang dengan pembelajaran IPA. Saran yang diberikan peneliti adalah guru-guru hendaknya memilih media pembelajaran yang efektif bagi siswa dalam menyampaikan materi pelajaran IPA, yaitu dengan pemanfaatan lingkungan alam sekitar agar meningkatkan pembelajaran IPA.

Peningkatan kemampuan menulis permulaan melalui metode struktural analitik sintetik (SAS) pada siswa kelas I SDN Sruwi Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan / Nurul Hasanah

 

Kata kunci: menulis permulaan, metode Struktural Analitik Sintetik (SAS), hasil belajar. Keterampilan menulis merupakan kegiatan produktif yang sebaiknya dimiliki oleh seseorang. Pengetahuan serta keterampilan menulis dapat dimiliki melalui bimbingan dan latihan yang intensif, yaitu dimulai sejak sekolah dasar. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di kelas I SDN Sruwi Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan, kemampuan menulis siswa masih rendah yaitu rata-rata 60,2 sedangkan kriteria ketuntasan belajar minimum yaitu 65. Hal itu diduga karena penggunaan metode pembelajaran menulis permulaan yang kurang tepat. Oleh karena itu, peneliti menawarkan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dengan harapan permasalahan tersebut dapat segera diatasi. Metode SAS adalah metode pembelajaran menulis permulaan dengan cara menguraikan sebuah kalimat yang diambil dari sebuah cerita menjadi kata-kata, suku kata, dan huruf, kemudian disusun kembali dari huruf, menjadi suku kata, kata, dan kembali menjadi kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis permulaan melalui metode SAS di kelas I SDN Sruwi Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar menulis permulaan siswa kelas I SDN Sruwi KecamatanWinongan Kabupaten Pasuruan melalui metode SAS. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model “Guru Sebagai Peneliti”. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas: perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Subyek penelitian adalah siswa kelas I SDN Sruwi Kecamatan winongan berjumlah 32 siswa. Dari hasil observasi selama kegiatan penelitian tindakan kelas ini didapatkan data rata-rata nilai kemampuan menulis pada siklus I sebesar 74,3 dan siklus II sebesar 80,1. Hasil belajar yang sudah mencapai KKM pada siklus I, 23 siswa (71,8%) dan siklus II 28 siswa (87,5%). Dari segi keaktivan, semua siswa sudah terlibat dalam kegiatan tanya jawab dan dapat menyelesaikan tugas dengan benar dan tepat waktu. Dengan kata lain keaktivan dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Disarankan bahwa dalam pembelajaran menulis permulaan guru kelas I SDN Sruwi Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan hendaknya menggunakan metode SAS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam melaksanakan penelitian lebih lanjut metode SAS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam melaksanakan penelitian lebih lanjut.

Penerapan tugas kelompok dan diskusi untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa biologi kelas 1 SMUN 2 Malang oleh Dian Baroroh

 

sekolahm erupakapnu satp endidikanfo rmald alamm asyarakast.e kolah memilikpi erananp enfingd alamm ewujudkamn asyarakayta ngm enujuk earah kehidupayna ngl ebihb aik dans esuayi angd icita-citakans.e bagabi agiand ari lreryluruhasnis temp endidikans, ekolahm emitikit ugasp okok,y aitum engembangkan kualitassu mbedr ayam anusias edinim ungkins ecamte raraht,e rpadud an-menyeluruh melaluiberbaguapi ayap roaktifd anl aeatifo tehs eluruhk omponenb angsaa gar generamsi udad apatb erkembansge carao ptimald isertadi enganh akd ukung:ddna n Iingkungasne suadi enganp otensiny(aG BHN, 1999:24). _ Aktivitasb elajard i sekolahm erupakatna nggunjga wabs iswa.s edangkan gurub erperasne bagafia silitatoru ntuk menciptakalnin gkunganb elajary anfefehif reetapq pembelajarayna ngl erlangsunge fektif dapaat uruun antaraia in dengan tugask elompokd and iskusi.T ugask elompokm erupakamn etodep embalajaran Trfului pemberiatnu gass ecarak elompoky angd i harapkand apatheningkatkan ahivitasd anp restassi iswa.D iskusim erupakakne giatans alingp ertukarainn formasi pateriy angd ipelajaroi lehs iswa.D iskusiy ange fektif membuasf iswam encapai kesuksesabne lajary angd itandadi enganp eningkatapnr estasbi elajar. Berdasarkahna silo bservasdi i kelasI -B SMUN2 tvfalango fteanui bahwa siswak uranga ktif dalamm engikutki egiatanp embelajaraHn.a l ini ditunjuklon selamap embelajarabne rlangsunyga itu siswab erbicaras endiri,r nengantug menggodtae man-temanndya nk unanga ktif dalamt anyaja wab.B erdasarkakno ndisi tersebumt akad ilalcukapne nelitiand enganm eneraplontu gask elompokd and iskusi dalamm eningkatkaant rivitasd anp restasbi elajari iswa. - Jenisp enelitianin i adalahp enelitianti ndakank elasa tauP TK yangd ilakukan dalamd uas iklus.P enelitianin i bertujuanu ntukm engetahukie efektifanp enerapan tugask elompokd and iskusid alamm eningkatlona ktivitasd anp restasbi elajars iswa SMUN2 Itlalanga hun ajaran2 003/2 004u ntukm atap elajaranb iologi.p enelitiand i lalekand i kelasI -8 dengiajnu mtahs iswas ebanya4kl orang.ld ateri yangd iajarkan adalahp ola-polain teraksdi ans iklusb iogeokimia.Teknpike ngambilaOn aa menggunakalenm baro bservaspi,o stt estd an rubrik penilaiantu gask elompok. Penelitiadni laksalakapna data ngga1l 9M ei 2004s ampa2i 7 Mei2004. I Hasilp enelitianp adas iklusI menunjukkapne rsentasaek tivitasb elajars iswa scbcsa5r6 o /0S. edanglcapna das iklusI I menunjukkapne rsentasaek tivitasb elajar siswa8 2% .P restasbi elajars iswap adas iklusI menunjukkanra ta-n1ta74,7d5a n dkhsI I menrmjukkarna a-raa 85.K ualitash asilb elajars iswap adas ikhs I mencappoei rsentasaen alisis(p a)s ebesa7r4 ,75%s edangkapna das iklusI I mencapai perc€ntaasn€a lisis(p a)s ebesa8r5 ol0. Berdasarkahna silp enelitiand apatd isimpulkanb ahwa:1 ) penerapatnu gas kelompodka nd iskusdi apatm eningkatkaank tivias belajars isw42 ) penerapatnu gas kelompodka nd iskusid apatm eningkatkapnr estasbi elajars iswa,O lehk arenait u, disarankabna gig urub idangs tudib iologid apatm enerapkamn etodetu gask elompok dand iskusiin i sebagami etodea lternatifd alamp embelajaran

Penerapan metode problem solving untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Gambiran I Prigen Pasuruan / Kristiani

 

Keywords: Methods, Problam Solving, PKN, Elementary School. PKN learning in class V SDN Gambiran I Prigen Pasuruan District, is less enthused by the students. Learning activities focused on the delivery of material by the teachers so that students' attention focused on the teachers. This condition resulted in student learning activities to be reduced, which eventually resulted in a low interest student learning to understand and master the learning material and learning outcomes are unsatisfactory. Therefore, learning outcomes of students in learning in class V PKN SDN Gambiran I Prigen Pasuruan District need improvement. The purpose of this study are: (1) describe the implementation of the application of problem solving method in class V student learning PKN Gambiran I SDN and (2) describe the improvement of student learning outcomes in the implementation of the learning method of problem solving in social studies class I Gambiran SDN V This study design was used in action research (CAR), which consists of two cycles. Each cycle includes the step of planning, action, observation, and reflection.Subject and source of research data is a class V student and teacher I Gambiran SDN Prigen Pasuruan District. The instrument used in this study is the observation guides, interview guides, and test. Results showed: (1) good teachers are able to apply learning with problem solving on the learning method in class V PKN SDN Gambiran First District Prigen Pasuruan with these steps: formulating the problem, analyzing problems, formulating hypotheses, collecting data, testing hypotheses, formulate recommendations and problem solving, and (2) problem solving methods to enhance motivation and learning outcomes PKN V graders SDN Gambiran First District Prigen Pasuruan through cyclical action is fair, with their level of ability of 75.48%. Based on the results, it can be put forward several suggestions, among others: (1) teachers can apply and of developing teaching methods on learning problem solving competence or PKN into other themes, which suit the situation and environmental conditions respective schools (2) for school principals, need to increase supervision and guidance to teachers with innovative teaching related to learning and other learning PKN thus expected to improve the quality of learning, and students into a better direction, and (3 ) for supervisors kindergarten / elementary school, a need to increase teacher training through education and training (Training) associated with the competence and professionalism of teachers. With this effort is expected to improve teacher performance keinerja and better than ever.

Pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan proses dan hasil belajar sistem koordinasi siswa kelas 2 semester 2 SMAN 2 Sumenep oleh Hendri Ariyani

 

Berdasarkahna silo bservaspi enulisp adat anggal6 April 2004d i SMA Neger2i Sumenepp, rogesb elajarm engajayr angd igunakanm asihb erpusapt ada ' gurud an siswak urangd iberdayakanP. rosesb elajarm engajars eperti ni perlu diperbaikmi enjadib erpusapt adas iswa.S alahs atuc amnyaa dalahd engan menggunakamn etodep embelajarank ooperatif. Padap enelitiani ni ditekankan padap embelajarakno operatifm odelj igsaw. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahupi rosesb elajard anh asilb elajar sistemk oordinassi iswak elas2 semeste2r SMAN 2 Sumenepm elalui pembelajarakno operatifm odelj igsaw. Jenisp enelitianin i merupakanp enelitianti ndakank elas.p enelitian dilaksanakadna lam2 siklus.S etiaps iklusm encaku p 4 tahapk egiatany, aitu I ) rencantain dakan2, ) pelaksanaatinn dakan3, ) observasdi,a n4 ) analisisd an refleksiS. ubyekp enelitiana dalahs iswak elas2 semeste2r tahuna jann 2003- 2004S MAN 2 Sumenepje, nis datanyab erupap rosesb elajark ooperatify ang meliputi5 unsurk ooperatifd anh asilb etajard iambild ari tesa khir siklus.' l'eknik analisidsa tay angd igunakaand alaha nalisisd eskriptifyangm eliputi:I ) reduksi data,2)p armrradna ta,d an3 ) penyimpulan. Hasilp enelitianin i rnenunjukkabna hwap rosesb elajars iswam cningkat. Peningkatainn i ditandaid enganm eningkatnyap ersentastein gkatk etercapaiaBn (baik)p adas etiap5 unsurk ooperatify, aitu: salingk etergantungapno sitif(dari 31,67%ke7 6,67%),t anggungja wab perseoranga(nd n 28,89%k e 71,6%),t atap muka( dari2 5,560/koe 75,56%)k, omunikasai ntark elompok(d ari 1g,33%k e 62270/0d),a ne valuaspi rosesk elompok(d ari 23,33%k e 54,44%1s.e raini tu,j uga terjadpi eningkatahna silb elajard aris iklus| (62,s9/ kategorci ukup)k e siklusl i (77,79/ kategori baik). Dengand emikiand apatd isimpurkanb ahwap embelajaran kooperatifmodejilg saw dapatm eningkatkanp rosesd anh asilb erajais iswa

Pengaruh pengelompokan siswa berdasarkan gaya belajar dan multiple intelligences pada model pembelajaran learning cycle terhadap hasil belajar kimia siswa kelas XI IPA SMAN 3 Lumajang / Feri Dwi Widayanti

 

Tesis, Program Pascasarjana, Program Studi Magister Pendidikan Kimia Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed. (II) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc, Ph.D. Kata kunci: Gaya belajar, Multiple Intelligences, Model Pembelajaran Learning Cycle, Hasil Belajar Kimia. Dalam pembelajaran selama ini guru lebih memperhatikan faktor eksternal, padahal faktor internal sangat berpengaruh tehadap keberhasilan belajar siswa. Faktor internal yang perlu diperhatikan adalah gaya belajar dan multiple intelligences. Identifikasi gaya belajar dapat digunakan untuk pengelompokan siswa dalam belajar sehingga siswa dapat belajar dengan cara yang tepat. Identifikasi multiple intelligences (MI) dapat membantu guru mengetahui jenis kecerdasan yang dimiliki siswa. Siswa dengan tingkat MI yang tinggi dapat diharapkan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking ability) dalam belajar kimia. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah learning cycle (LC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan kemampuan higher order thinking antara siswa yang dikelompokkan berdasarkan gaya belajar dan tingkat multiple intelligences pada model pembelajaran LC dengan siswa yang dikelompokkan berdasarkan heterogenitas dan tingkat multiple intelligences pada model pembelajaran LC pada siswa kelas XI IPA SMAN 3 Lumajang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu dengan design faktorial 2 x 3. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMAN 3 Lumajang dengan sampel penelitian yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas ekperimen dengan perlakukan pengelompokan berdasarkan gaya belajar dan tingkat multiple intelligences pada model pembelajaran LC dan kelas kontrol dengan perlakuan pengelompokan berdasarkan heterogenitas dan tingkat multiple intelligences pada model pembelajaran LC. Hasil uji coba instrumen menunjukkan bahwa 29 soal valid dengan reliabilitas 0,899. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan program SPSS versi 16.0 for windows pada taraf signifikan α = 0,05 dengan uji anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelompokan siswa berdasarkan gaya belajar dan tingkat multiple intelligences pada model pembelajaran LC berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar dan kemampuan higher order thinking siswa. Siswa kelas ekperimen memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu untuk nilai hasil belajar 84,09 dan 76,31, sedangkan nilai kemampuan higher order thinking 80,61 dan 69,15.

Aplikasi pendektesian kematangan buah pepaya menggunakan teknik segmentasi warna / Akhmad Rosyidin

 

Kata Kunci: pengolahan citra, segmentasi warna, grayscale, biner. Pengolahan citra digital dan analisis citra telah dikembangkan dan diaplikasikan dengan tujuan memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasikan oleh manusia atau komputer. Teknik pengolahan citra, mentransformasikan citra masukan menjadi citra lain agar keluaran memiliki kualitas gambar yang lebih baik dari pada kualitas citra masukan. Segmentasi warna adalah teknik untuk membedakan atau memisahkan objek-objek yang ada dalam suatu citra, sehingga bentuk, luas, model dan ketepatan hitungan menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari.. Untuk mencapai hal itu manusia berusaha merekayasa seperangkat elektronik hardware atau software yang otomatis agar kinerjanya praktis dan efisien. Dalam proyek akhir ini, telah dibuat suatu perangkat lunak aplikasi untuk mendeteksi kematangan buah pepaya. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan microsoft visual basic 6.0. Pendeteksian kematangan buah pepaya ini diawali meng-capture buah pepaya menggunakan webcam dengan metode cropping. Kemudian proses dilanjutkan dengan menggunakan metode grayscale, setelah metode grayscale selesai dilakukan. Selanjutnya menggunakan metode biner. Tiap metode saling berhubungan dan berjalan secara berurutan dari metode cropping, metode grayscale dan metode biner. Hasil pengujian proyek akhir aplikasi pendeteksian kematangan buah bahwa pengujian terhadap 10 kondisi objek buah pepaya menghasilkan error rata-rata 12,14%. Pada pengujian paling tinggi nilai prosentase kematangannya adalah 87%. Sedangkan nilai paling rendah pada nilai prosentase kematangannya 1%. Proses pengujian dilakukan didalam ruangan dengan pencahayaan cukup. Aplikasi pendeteksian kematangan buah memiliki keluaran biner daerah kematangan dan prosentase kematangan. Berdasarkan hasil pengujian ini, dapat disimpulkan bahwa cahaya mempengaruhi dalam aplikasi pendeteksian kematangan buah. Disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode-metode yang lain dalam pengolahan citra. Dengan tujuan supaya memiliki nilai error yang lebih kecil pada pendeteksian kematangan buah.

Kualitas soal ulangan umum biologi kelas 1 semester II SLTP Negeri 2 Malang tahun ajaran 2002/2003 oleh Rosida Luthfi Ana

 

Dalam proses belajar mengajar perlu adanya evaluasi guna mgnggJahui keefeklifans uatup errgaiuians etamaia ngka waktu tertentu.E valuasih asil belajar siswa merupakan Lagian integral dari sebuah program pengjaran yang menyajikan informasls ebagabi ahanO asirU agip engambiianke putusanp endidikanH asil belajar siswa tersebut lievaluasi dengan menggunatan tes buatan gurq tes ini bertujuan untuk mengukurs ejauhm anJtingkat penguasaansi swat erhadapm ateri pelajaran yang telah iiajarkan. Untuk itu perlu adanya soal yang berkualitas agar dapat ."igot* hasil belajar siswa secara menyeluruh dan sebenarnya' Ulangan umum merupakan tes buatan guru yang telah menjadi kewenangan penuht iap rJkotuf,d alamp enyel"ngg.**yiTetapi kenyataans ekarangin i masih banyaktesbuatangu.yunguetumterpotatandantercobakanpadasekelompok besars iswas ehrngga.r .urio,,,,r* kualitasnyab elum meyakinkan Hal ini juga didukungolehbebapapenelitidiantaranyaSugiyanti(1996)'Musa(2000),danUtami tZOOOiln. tuk itu perlu dilakukanp eninjauank ualitast esm elaluia nalisiss oal' penelitian ini bertujuan uniut mlngetatrui kualitas soal ulangan umum biologt kelasI semesteIrl sLTP Negeri2 MalangTahunA jaran2 0021200d3a ri segi validitas isi, reliabilitas, tingfat kesukaran,d ayab eda,d an sebaranr anahk ognitif' femit penelitianin i adalafr'penelitiadne skriftif dengans ubyeks oaly angb erbentuk obyekrifdan essai. Hasil penelitianin i menunjukanb ahwa; 1. validitasi si yangd imiliki soalu langanu mumb iologrk elasI semester.ISl LTP Negeri z lntatan-tga trun aiaran?0021200s3u dahb aik (persentasev aliditas = 88,887o). 2. reliabilitast esp adas oalu langanu mumb iologi kelasI semesteIrI SLTPN egeri2 Malang tahun ajaran 2OO2DOAte3r masukk ategori sedang( t = 9:6^14]* 3. tingkat-kesukarans oal ulanganu mum biologi kelas I semesterIl SLTPN egeri 2 Milang tahuna jaran2 002/1003b elumt ersebars ecarap roporsiona(l0 % ataut idak ada soil sukar, -8t,+g% soals edangd, anl l,llo/o soalm udah)' 4. dayab edas oalu langanu mumb iologi kelasI semesteIrl SLTPN egeri2 Malang trtun uiurun }OOZIiOOa3d alahr endah( hanya2 soaly ang dapatd igunakan)' 5. sebaranra nahk ognitif soalu langanu mumb iologi kelas1 somestelrl SLTPN egeri - iVf"f.*g "ft.t ijaran 2002/2003s, emuaa spekk ognitif sudaht erpenuhtie tapi persentasuen tukt iap aspeknyab elumm erata

Dampak Barbie Culture sebagai ikon budaya konsumerisme terhadap prosesw pembelajaran sosial komunitas kolektor Barbie pusat di kota Bandung / Okky Maretta Anggara

 

Kata Kunci: Barbie Culture, Konsumerisme, Citra Barbie, Pembelajaran Sosial Barbie seakan telah menghegemoni kehidupan anak-anak terkait dengan pemberian variasi orang tua dalam proses pembentukan realisasi diri. Barbie kemudian menjadi sebuah agen perubahan dan menjadi sebuah tokoh sentral dalam pembentukan identitas diri para penggemarnya baik dari segi tubuh barbie maupun watak barbie, sehingga mempengaruhi proses pembelajaran sosial mereka. Subjek dalam penelitian ini adalah Komunitas Kolektor Barbie Pusat Kota Bandung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Citra seperti apa yang muncul dan hidup dikalangan komunitas kolektor barbie pusat di Kota Bandung terhadap boneka barbie? (2) Bagaimana Barbie Culture bisa menjadi gaya hidup bagi kalangan komunitas kolektor barbie pusat di Kota Bandung? (3) Bagaimana anggota komunitas Barbie Culture pusat di Kota Bandung dalam berinteraksi sosial baik di dalam komunitas maupun diluar komunitas kolektor barbie? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui citra yang muncul dan hidup dikalangan komunitas kolektor barbie pusat di Kota Bandung terhadap boneka barbie (2) Untuk mengetahui Barbie Culture bisa menjadi gaya hidup bagi kalangan komunitas kolektor barbie pusat di Kota Bandung (3) Untuk mengetahui anggota komunitas Barbie Culture pusat di Kota Bandung dalam berinteraksi sosial baik di dalam komunitas maupun diluar komunitas kolektor barbie? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif karena peneliti mendeskripsikan dengan kata-kata secara sistematis dan akurat mengenai fakta-fakta, sirat serta hubungan antara fenomena yang diteliti. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dari informan dan foto hasil penelitian. Untuk menganalisis dan mengolah data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan citra barbie yang cantik dan anggun, barbie menjadi sosok yang ideal dan sempurna bagi kalangan kolektor barbie, sehingga saat ini barbie menjadi ikon budaya konsumerisme karena barbie seakan telah menghegemoni penggemarnya untuk bertindak konsumtif. Komunitas barbie itu lahir seiring dengan maraknya kolektor barbie yang ada di Kota Bandung dan kemudian dibentuk di seluruh Indonesia. Dari sekian kolektor yang menjadi informan menganut barbie culture untuk menunjukkan identitas dirinya agar eksistensinya diakui oleh orang banyak. Dalam pembelajaran sosial mereka cenderung individualis dan terkesan tertutup dengan orang lain. Sehinnga komunitas yang terbentuk cenderung mengalamai cacat sosial akibat kuatnya intervensi. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan bagi peneliti lain untuk dapat mengembangkan penelitian ini dalam komunitas kolektor baik barbie ataupun kolektor yang lain, dengan metode dan fokus yang berbeda.

Pembelajaran dengan model diskoveri-inkuiri untuk meningkatkan ketercapaian life skils siswa SMA Negeri 5 Malang oleh Denis Agustin

 

persaingan'*Jngiig"t:"ngku p""a"t', t"api gagal dalam-mernbekali anak ;;*'rlrk- rtrroum"aui'un1'tetiaupan langka panjang. Manusia akan selalu ' Of,uOupt* piar proUf"ra hidup Vut-Stt tu* gipecahkand enganm enggunakan t"rtugii *r*u aut tit"^iv*g crlputd imanfaatkank' emampuans epertii tulah 6;;;p"k- *r"rt otuinti"toinup"o hidup' Konsep dan cara pemecahan ditemukans endiri or"t ,is*a melalui slrangkaianp engalamanb .elajar. Belajar sebaiknyadialami,n"tut,'iperbuatanl*e'*c,dilalQkal'olehsiswasecaraaktif baik secarain AviOuafmauputtt "to,,,po[. Muk" -tutun masalah yang diajukan adalah'tsagai--uff iuiit- p*tri!'1t Biologid i SMANs -Matanmg enjadi pembelajarana "ng* *J"l diskoveri-inkuiri untuk meningkatkank etercapaian life skills siswa". Tujuan penelitian adalah menjadikan praktikum Biologi di SMAN 5 Malangm enjad^pi embelajarand enganm odel diskoveri-inkuiri untuk meningkatkanu "t"niii^iiitttitt siswa.P enelitiand ilaksanakan pada tanggl 27 M'idan l0 l*i ZOb+, t"d-gf.- subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas II.8 SMAN5 Malang. Dari hasil peielitian disimpulkanb ahwap raktikumP .rotogdt i sekolah dapatd ijadikan pembelajaranO *ST model diskoveri-inkuiri yaitu dengan melaksanakanru n*J-i'a"*an fdu pror"r inkuiri di dalamt ahapank egiatan awal, inti, a"" p".-t p*"a aatam sittus uelajar. PembelajarT dengan model diskoveri-inkuiri teUh |erhasil meningkatkanli fe skillss iswad enganb aih *"iiprii, perroral Jiilyaitu kesadarane ksistensid id' thinking skill yaitu k;a"p", mengambilk eputusand an memecahkanm asalahs; ocial skill yuttr [""utuirn kominikasi lisan dan bekedasamaa; cademics kill yaiflt p€nguasaan to*"p, kecakapanid entifikasi varibel, menghubungkavna riabel'da1 melaksanakanp"n"riti-;a*vocationalskillyaitukecakapanyangberkaitan J."g- peralatand - b"h- sertak ecakapanp elaksanaanp engumpulan data' Beberapak ecakapany ang u"lu; t".*pui aenganu aitcm eliputi:p ersonal skill yaitukesadaranaranpotlnsldin;thinking".f.',/fjfr yiit1ktlil$1:|"1t1 informasi aun rn"ngo;h informasi; socia'[s kitl yaitu kecakapank omunikasi tertulis; dana cadelmics kilt yaitukecakapanm erumuskanh ipotesis, Saran-s aran yang dapatdikemukakand ari penelitiana dalahg uru diharapkan melalrukan rtn"iiti* serupa untuk menyempurnakan kekurangan yang adap m" p"""iiti"ti ini, melaksanakanp embelajarand enganm odel diskoveri_inkuiri unt i -eratihkan dan lebih meningkatkanketsrcapian I{e sftil/.ss iswa.d an mulai melatihkank ecakapanfr ee inkuiri siswa'

Kemampuan menulis tembang macapat pucung siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bantur Malang / Setiadi

 

Kata Kunci: kemampuan menulis, tembang macapat, pucung Menulis macapat merupakan keterampilan bersastra yang harus dikuasai oleh siswa. Dalam kurikulum KTSP dijelaskan bahwa kemampuan bersastra adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain melalui bahasa tulis. Dalam hal ini siswa dituntut agar mampu menulis tem-bang macapat pucung berdasarkan kaidah penulisan yang sudah baku. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan siswa dalam menulis macapat sesuai dengan kaidah dan diharapkan dapat digunakan untuk membuat media maupun menentukan strategi pembelajaran yang tepat. Tembang Macapat adalah bentuk puisi Jawa tradisional. Setiap baitnya mempunyai baris kalimat (gatra) tertentu. Setiap gatra mempunyai jumlah suku kata (guru wilangan) tertentu dan berakhir pada bunyi sajak akhir (guru lagu; guru suara) tertentu. Jumlah suku kata maupun vokal akhir bergantung atas kedudukan baris bersangkutan pada pola metrum yang digunakan. Di samping itu pemba-caannya pun menggunakan pola susunan nada yang didasarkan pada nada game-lan. Secara tradisional terdapat sebelas pola metrum macapat,yakni Dhandhang gula, Sinom, Asmaradana, Durma, Pangkur, Mijil, Kinanthi, Maskumambang, Pucung, Gambuh, dan Megatruh. Pucung merupakan salah satu jenis tembang macapat yang memiliki sifat lucu, santai, dan teka-teki, ditulis empat baris disetiap bait dengan aturan penulisan (12u, 6a, 8i, 12a). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan menulis tembang macapat pucung siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bantur Malang. Masalah yang diteliti meliputi (1) kemampuan menulis guru gatra, (2) kemampuan menulis guru wilangan, (3) kemampuan menulis guru lagu, (4) kemampuan menulis isi, dan (5) kemampuan menulis pilihan kata. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes. Analisis hasil penelitian dilakukan secara kuantitatif yang dipaparkan dalam bentuk tabel dan angka-angka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan menulis tembang macapat pucung siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bantur Malang, secara umum mampu menulis dengan baik. Kemampuan siswa menulis guru gatra dan guru lagu menunjukkan persentase 100% termasuk kategori sangat baik. Sedangkan pada aspek menulis guru wilangan kemampuan siswa yang masuk kategori baik 68,4%, cukup 18,4%, dan kurang 13,2%, aspek isi kategori baik 78,9%, cukup 7,9%, dan kurang 13,2%, aspek pilihan kata kategori baik 84,2% dan cukup 15, 8%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya, dengan menggunakan strategi tertentu untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis macapat. Dalam menulis macapat yang perlu diperhatikan adalah aturan penulisan dan penggunaan bahasa.

Analisis kesesuaian petunjuk kegiatan praktikum pada buku biologi SMU kelas II terbitan Tiga serangkai dengan fungsi pengajaran biologi kurikulum 1994 oleh Masrukhatin

 

Sistem kredit cukai atas pemesanan pita cukai hasil tembakau di kantor pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai tipe A2 Juanda / IMade Surya Di Putra

 

Kredit Cukai. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Juanda adalah unit organisasi terdepan dari Departemen Keuangan untuk melaksanakan tugas pengawasan lalulintas barang impor dan ekspor, pengawasan barang kena cukai, dan bertugas juga memungut bea masuk, bea keluar dan cukai. Cukai adalah salah satu penerimaan negara terbesar yang diperoleh negara dari produksi rokok. Pemungutan cukai harus dilaksanakan sejak barang kena cukai (BKC) selesai dibuat. Pelaksanaan pembayaran cukai rokok dilakukan dengan menempelkan/melekatkan pita cukai pada pembungkus rokok sebagai bukti sudah membayar cukai. Dengan demikian para pengusaha pabrik rokok harus menyediakan sejumlah uang untuk membeli pita cukai yang akan dilekatkan pada produksi rokoknya. Uang yang harus disediakan pengusaha rokok untuk membeli pita cukai cukup banyak. Tergantung dari hasil produksi barang kena cukai yang dihasilkan. Dalam rangka memberi keringanan para pengusaha rokok agar tidak terlalu terbebani harus menyediakan sejumlah uang (dana) untuk membeli pita cukai secara langsung, maka Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memberikan fasilitas penundaan pembayaran cukai atau sering dikenal dengan kredit cukai. Dengan demikian dana yang seharusnya untuk membeli pita cukai secara langsung, dapat dipergunakan untuk kegiatan operasinal perusahaan yang lain. Pemberian kredit cukai yang selama ini telah berlangsung di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Juanda, sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi perusahaan rokok. Namun persyaratan pemberian kredit dengan batasan nilai omset tertentu terdapat kelemahan yang perlu diperbaiki. Masih banyak perusahaan rokok yang layak memperoleh kredit, akan tetapi karena ketidaktahuan para pengusaha rokok, mereka tidak dapat menikmati fasilitas tersebut. Oleh karena itu kedepan, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Juanda, diharapkan sering memberikan sosialisasi tentang kredit cukai kepada para pengusaha rokok. Harus mengusulkan ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta untuk menyempurnakan sistem pemberian kredit cukai. Agar fasilitas kredit cukai ini bisa dinikamati para pengusaha rokok Usaha Kecil Menengah (UKM), tidak hanya dinikmati oleh perusahaan rokok yang besar.

Hambatan yang dialami guru dalam melaksanakan praktikum biologi di SMU Negeri Kabupaten Bangkalan dan upaya untuk mengatasinya oleh Hosiyah

 

ABSTRAK Hosiyah2. 003H. ambatanya ng Diulaml Gurud qlqmM elalcsonqkaPnr ahikum Biologid i SMUN egeri KabupatenB angkaland an Upayau ntuk MengatasinyaS. kripsi.P rogramS tudiP endidikanB iologi FMIPA UniversitasN egeriM alang.P embimbing(:I ) Drs.M asjhudiM, .Pd; (II) Drs. TriastonoIP , M.Pd. Katr kunci: guru,p raktikum,S MUNegeriB angkalanh, ambatan Biologi sebagasi alahs atum atap elajarany angd iberikand i Sekolah MenengaUhm uma dal&hm atap elajarany angb erlandaskaenk sperimenD. engan melakukaenl sperimena taub iasad isebupt raktikums iswad apatm enemukasne ndiri konsepkonseypa ngs edangd ipelajarinyaM. elaluip engamatasne ndiri,d iharapkan siswale bihm emahamkio nsepkonsetpe rsebudt anl ebihl amad iingat. Praktikumm erupakasna lahs atuk egiatanla boratoriumD. alamk eberhasilan pelaksanaapnra ktikuma dab eberaphaa l yangm empengarukhei giatanp raktikum antarala in saranad anp rasara$ala boratorium(a latd anb ahanp raktikumr,u ang praktikumw, aktupraktikum)s, ertiag urus ebagapi engelolad anp elaksanpar aldkum. Tujuanp enelitianin i adalah(:l ) identifikasid ank ualifikasih ambatayna ng dialamgi urud alarnm elaksanakapnra ktikumb iologid i SMUN egeriK abupaten Bangkaladni tinjaud ari safimad an prasaranala boratoriump, engelolaadna n pelaksanaapnra ktikumi(. 2) Mengetahuui payag uruu ntukm engatashia mbatayna ng dialaminya. Jenisp enelitiany angd igunakana dalahp enelitiand eskriptifdengatne knik pengumpuladna tam enggunakaann gkest ebagadi atau tamad ano bservassie bagai datap elengkapS. amperle spondeyna ngd igunakana dalahg urub iologi sebanya7k orangd ans iswak elasI I sebanyak1 00o rang.A nalisisd atay angd igunakana dalah teknika nalisisd eskiptif denganru musp €rsentase. Berdasarkaann alisisd atay angd iperolehd apatd isimpulkans ebagabi erikut; (l) pelaksanaapnr ahikumb iologid i SMUN egeriK abupatenB angkalanm asih banyakm engalamhi ambatan-hambathaanm, batatne rsebubt erupaa: latp raktikum, bahanp raktikumd, anap raktikump, emahamamn aterip raktikumo lehs iswaw, aktu praktikumd anj umlahl aborarr/pembimbipnrga ktikum;( 2) upayay angd ilakukan gurud alamm engatashia mbatayna ngd ialamia ntarala in menugaskasnis wa membuaatl ats ederhansae suapi etunjukg uru,m enugaskasnis wam encarbi ahan sendirim, embicarakadne nganW akaseku rusans aranad anp rasaranam, enjelaskan kembalsi ampasi iswap ahamm, engadakadne monstrasdi,a nm engelompokkasnis wa. Sarany angd apatd iberikanu ntukm enunjangp elaksanaapnr aktikumy aitu disediakana lat batrarLg urup ernbimbing(l aboran),w aktud and anay ang cukupB. imbingang uruj uga harusd itingkatkarLle bihk eatif dant erampild alam memanfaattaant atd anb alran.

Penerapan pembelajaran berbasis kerja ilmiah secara kooperatif tipe stad dengan penilaian kinerja untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan motivasi belajar siswa kelas II SMA Negeri 5 Malang oleh Pujiningrum

 

Berdasarkahna sil dilakukan oleh peneliti pada siswa kelasI I SMA Negeri guru dalam menyampaikanm ateri pelajaranb el sainsy angb ercirikank erja ilmiah.G urum asih Flfietode ceramah yang bersifat teacher center. pengalarnan leh siswa hanya terbatas pada mendengar. Selain itu kemam_ fr'ttrja ilmiah sebagaci iri ilmu sainsb elumt erevaluask-ai renap enilaiany ang diterapkanh anyab ersifatp engetahuanm eraruip aper and pencir resr. untuk Kemamptnn Kerje llniah dqn Motjvasi Belai, Negen 5 Mulung. Skripsi, Jurusan Biologi. iq BiologrF MTPAU niversitasN egeriM alang. (I) Dra SunarmiM, .pd. (ID Drs. Triastonol mengataksei adaante rsebudt iperrukanp embelajaianya ngd apatm emahamkan suatuk onsepm, emotivassi iswad aramb erajard anm inirai kemampuanke rla ilmiahs iswaP embelajarayna ngd iterapkand alamp enelitianin i adarahp embelajarar berbasisk e{a ilmiah secarak ooperatif tip" Srao denganp "nrtur'ui kinena. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahuai danyap eningkatank emampuank e4ai lmiah danm otivasib erajars iswam elaluip emuita.,arinb erbasisk erja ilmiahs ecarak ooperatitfi pe STADdenganp enilaiank inerja. Metodey angd igunakand alamp enelitiany aitu penelitianti ndakank eras yangm eliputi2 siklust indakan.D arams atus iklusm eliputit ahap:p erencanaan lindakanp, elaksanaatnin dakan,o bservasdi anr efleksi. 's"uy"t yang digunakan dalamp enelitianin i adalahs isrvak elasI l-r denganju mlah 4: sis*a"ai Slura Negen5 Malang.D alamp enelitianin i metodep engumpuladna tam elaluio bservasik egiatand ana fttivitass iswas elamap embeiaiaianb erlangsungse rtaa ngket siswaA. nalisisd atas ecarad eskripski ualitatif Hasil penelitianm enunjukkanb ahwad enganm enerapkapne mbelajaran berbasikse {a ilmiah secara,kooperadtief nganp "niluiunt ine{a dapatm enrngtatkank emampuakne rjai lmiahd anm otivasbi elaiars iswa. Berdasarkahna silp enelitianin i, disarankana gard ilakukanp enelitian lebihl anyumt isalnyap enerapanp embelajarayna ngs amaa kant etapipenilaian kine4a dilakukan setelahp embelajarane ksperimens ehinggate bermatnaan pembelajarakno operatifs emakinm eningkadt anp enerapapne mbelaiarabne rbasis kerja ilmiah secarak ooperatif dengant ipe yang berbeda.

Peningkatan kompetensi belajar siswa melalui metode simulasi pada konsep saling ketergantungan bagi siswa kelas 1 SLTPN 2 Malang oleh Hanik Lailatul Masruroh

 

Pemilihanm etode pembelajarany ang tepat berdampakp ositif terhadap keberhasilabne lajars iswa.D alam pembelajaraBn iologi, banyakf enomenay ang tidak dapatd ituduLkan melalui pengamatrnla ngsungs, ehinggap erlu diciptakan suasantair uana taub uatanS. alahs atua lternatifm etodey angd apatd iterapkana dalah metodes imulasui ntukl ebihm endekatkasnis wap adas ituasri iil. Penelitianin i bcrtujuanu ntukm engetahu1i:) kompetenskie rjai lmiahs iswa dalamm elaksanakamne todes imulaspi adak onseps atingk etcrgnntunga2q) Tingkat penahammk onseps iswas etelahd iajarkand enganm etodes imulasi3, ) motivasi belajars iswa selamap embelajaradne nganm etodes imulasi,4 ) kerjasamas iswa selamap embelajaradne nganm ctodes imulasi. Penelitianin i termasukP enelitianT indakanK elas( PTK) yangt erdiri dari 2 siklus tindakaruy aitu: Perencanaatnin dakan,p elaksanaatnin dakaq observasdi an refleksi.S ubyekp enelitiana dalahs iswak elas li den lb SLTPN2 lv{alangT. eknik pengumpuladna tad ilakukand cnganm enggunakamne todetc s dano bservaskie giatan siswad enganle mbaro bscrvasyi ang meliputi kerja ilmiah siswq pcndapast iswa selamad iskusim, otivasbi elajadr ank erjasamsais woD. atay angd iperolehk emudian dianalisiss ecarad eskiptif'. Data hasil penelitianm enunjukkanb ahwa: 1) Pcncrapanm etodcs imulasi dapat meningkatkan kompetensi kerja ilmiah siswa, yang meliputi standar kompetensrin elakukanp enyelidikani lmiall berkomunikasiil niah, menunjukkan kreatifitasd an memecahkamn asalahs ertab ersikapi lmiah, 2) denganp enerapan metodes imulasii ni dap6td iketahuib ahwat ingkat pcmahamasni swap adak onscp saling ketergantungana dalaht inggi dan juga sebagaai lternatifb agi guru dalam melakukan penilaian terhadap pemEhaman konsep siswa yaitu dengan menggabungkatenk nik tes, observasgi uru atau denganb antuano bserveru ntuk mengamatik egiatan siswa selama pembelajarand engan menggunakanle mbar obsewasi, 3) motivasi belajar siswa sangat tinggi, hal ini dapat diketahui tlari antusiasmes iswa dalam mernainkanp erannyas ebagaik elompok arsitek dan kelompokp eran,4 ) denganm enerapkanm etodes imulasi ini dapat membangun kcrjasarnaa nlar sisw4 karenad alam mcrnainkanp cran dituntut adanyai nteraksi dengana nggotkse lompoyka ngl ain,

Kajian teoritis koefisien regresi linear sederhana dan berganda oleh Nujbatul Karimah

 

Analisis regresi komponen utama untuk mengatasi multikolinearitas pada analisis refreasi linier berganda oleh Anis Kurniawati

 

Perbandngan analisis regresi linier berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi antara TKW dan TKL di Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo oleh Sri Lestari

 

Model regresi logistik biner: suatu implementasi regresi logistik biner pada hubungan antara nem dan motivasi terhadap kelulusan mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Malang oleh Yulia Mariani

 

Secara umum, ada dua macam metode regresi yaitu regresi linier dan regreslio gistik.A dapuna nalisisy angd igunakanp adar egresil ogistik mempunyai prinsip yang sama dengan analisis yang digunakan pada regresi linier. Perbedaan dasar antara regresi logistik dengan regresi linier terletak pada peubah responnya. Peubahr espond alamr egresil inier bertipe kontinu sedangkanp adar egresil ogistik peubahr esponnyab ertipe kategorik. Analisisr egresil ogistik yangd igunakanp adas kripsii ni bertipeb iner.H al ini berarti peubah respon bertipc kategorik biner (dycothomous). Illustrasi dari peubah biner (dycuhomow) adalah sebagai berikut : 0 : bila kejadian yang diamati tidak terjadi (pada penplitianini 0 menyatahan Tidak Lulus' 1 : bila kejadian yang diamati terjadi (pada penelitian ini I menyatakan 'Lulus' Penelitian ini dilakukan di lingkungan FMIPA Universitas Negeri Malang, dengan 150 responden mahasiswa angkatan 2002, deri lima jurusan antara lain Matematik4 Fisika, Kimia" Biologi, dan Geografi. Peubah bebas yang digunakan antara lain NEM, serta lima peubah motivasi intrinsik dan lima peubah motivasi ekstrinsik.D ari l0 peubahm otivasi ini direduksid enganm enggunakana nalisis faklor menjadi 3 peubah hasil reduksi. Sehingga peubah bebas yang dimasukkan dalam model antara lain NElvI, upaya mencapai hasil optimal (F1), minat (Fz), dan lingkungant empat tinggal (Fr). Sedangkanp eubahr esponb erupas kor kelulusan mahasiswa dari 4 kelompok mata kuliah eksakta (Matematika Dasar I, Fisika Dasar I, Kimia Dasar I, dan Biologi Umum). Setelah dilakukan analisis regresi logistik biner, diperoleh keterangan bahwa peubah upaya mencapai hasil optimal dan NEM mempunyai pengaruh yangn yatat erhadapk elulusans emuam atak uliah,p eubahm inatt idak mempunyai pengaruh yang nyata terhadap kelulusan mata kuliah Kimia Dasar I sajq sedangkan lingkungan tempat tinggal tidak mempunyai pengaruh yang nyata terhadapk elulusanm atak uliah MatematikaD asarI danB iologi Umum

Aplikasi peramalan deret berkala menggunakan regresi linier berganda dengan variabel boneka dan model sinusoidal oleh Sulistiyaningsih

 

Pengaruh strategi perusahaan terhadap perkembangan usaha KUD Singosari Malang oleh Suwito

 

Setiapo rganisastie rmasukK UD dalamm enjalankanu sahanybae rtuiuan untukd apatp erkembanganle mbaganyaT. erdapatb erbagais trategiy ang dapat dijalankan agar dapat mencapai tujuan lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikapne ngaruhs trategyi angd iterapkano lehK UD Singosardi alam menjalankauns ahanyyaa ngm eliputi:s trategsi tabilitass, trategpi enciutand, an strategip erluasanR. ancanganp enelitiany ang digunakana dalahd eskriptif korelasionaSl. ubyekp enelitianin i adalahs eluruhk aryawanK UD Singosaryi ang berjumlah1 5o rang.P engumpuladna tad ilalcukand enganm enggunakaknu esioner dand okumentas(bi ukuR AT). Analisisd atam enggunakaann alisisd istribusi frekuensid, anr egresil inier denganm enggunakapnr ogramS PSSfo r Window vers8i .0. Hasilp enelitianm enunjukkan(:l ) sebesa6r 6,6%r espondenm enyatakan bahwas trategsi tabilitaste lahd ilaksanakadni KUD Singosari(;2 ) sebesa7r 3,3% respondenm enyatakanb ahwas trategip enciutant elah dilaksanakand i KUD Singosari(;3 ) sebesa7r 3,3Vos trategpi erluasante lahd ilaksanakadni KUD Singosari;( 4) secaras imultan Strategip erusahaanya ng diterapkanp engurusd an manajerb erpengaruhte rhadapp erkembanganu sahaK UD Singosari.S ecara simultanp engaruhnysae besa4r 9,3%,s elebihnyad ipemgaruhoi lehv ariabel ain di luarv ariabely angd iteliti; dan( 5) secarap artialS trategSi tabilitasm emberikan kontribusyi angp alingb esart erhadapP erkembangaUns ahaK UD yaitu sebesar 77%,s elanjutnyad iikuti olehv ariabelS trategPi erluasanse besa3r 6,5Vod, an StrategPi enciutany aitu sebesa2r 4,7%. Disarankana gar (1) dalamm elaksanakauns ahayangs udaha da hendaknyap engurusd an manajert etapm empertahankauns ahay ang sudaha da denganle bih meningkatkanke rjasamad enganp ihakk etiga,y aitu denganP LN, Pabrik Gula, perbankan sebagai penyedia dana, dan dengan pihak-pihak lain; dan (2) hendaknytaid ak tergesa-gesuan tukm embukau sahab arus ebelumm elakukan studi kelayakany ang teliti. Hal ini didasarkanp adap emikiranb ahwa mengembangauns ahay angk urangt eliti akanm engakibatkainn efrsiensbi aik dalams egip ermodalant,e nagam aupunw aktu. Demikian pula dengank ebijakan penciutanu sahay angs aati ni dijalankand; an( 3) bagip enelitiy anga kan melakukanp enelitiany ang sejenish endaknyam emasukkanv ariabeld i luar variabeyl angt elahd iteliti.

Pembalikan terhadap lingkaran oleh Dini Setyayu Restuti

 

Dalamtopikpembalikanterhadaplingkarandibahastentangdefinisidan teorema,yaltua ernisl pembalikant erhadapl ingkaran,d efinisi bidangp embalikan' letak titik balikan, ukurans udut,b ayangang aris danb ayanganli ngkaran' Masalahy ang dibahasa ialair pJmuuktiant eorema-teoremyaa ngb erlakup ada pembalikante rh;dat lingkarany, aitult; Pembalikana dalaht ransformaspi ada fiAungp embalikan(,Z ) iitit tatitan dari titik padal ingkaranp embalikana dalahti tik itu sendiri,( 3) Jika suatut itik terletakd i daerahd alaml ingkaranp embalikanm aka titik balikannyate rletakd i daerahlu ar lingkaranp embalikanb, egituj uga seuahtcnya,(B+iil a o adalahp usatp embaiikand enganp anjangja ri-jari r, danj ika P aane tlilt-titik yangk eduanyati dak collineard enganO danj ika P ' danQ 'berturutrurutt itik balikand ari P danQ makaA oPQ sebangudne nganA OQ'l- , (5) Ukuran suduta ntarad uak urvak arenap embalikana dalaht etap,( 6) jika Io..uglt p"*fafi6n dan / garis yang tiiak melalui titik O maka baya*gatgaris / karena 16,, adalahli ngkarany angm elaiuiO , (7) JikaI 6..pembalikand anc rl ingkarany ang melaluit itik O m;ka bayanganc ra, dalahg arisy angs ejajard engang ariss inggungc r padat itik O, (8) JikaI o..peibalikan dan p adalahl ing$aranyangti dak melaluit itik b makab ayanganp adaiahli ngkarany angt idak melaluit itik O' (9) Jika1 6'' pembalikand airI garisy ung, r,-"lulo{ti ,ttukub uyuttganI adalahg arisi tu sendiri, (10)l adalahli ngkaranb. afangatdt ari y adalahtetapjikad anh anyajikaYo rtogonal denganli ngkaranP embalikan. Kesimpulanpadabahasaniniadalah(l)Titikbalikandarititikpadalingkaran pembalikana dalaht itik itu sendiri,s edangkatnit ik balikand ari titik di daerahd alam iingkuranp embalikana dalaht itik di daerahlu ar lingkaranp embalikanb, egituj uga ,"f,aimyu, (2) Sifar_sifadra ri pembalikante rhadapli ngkarana dalah(, a) Merupakan tungsis atu-satud anp ada,( b) iidak mengubahukurasnu duta ntarad uak urva'( c) Meiretakang arisy angt idak urelaluip usatp embalikank epadali ngkarany ang melaluip usaip embalikan(,d ) Merneiakang arisy angm elaluip usatp embalikan t.puAu garisi iu sendiri,i e) Memetakanli ngkarany angt idak melaluipusat p".turii* kepadali ngkaiany angt idak melaluip usatp embalikan(,f llvlemetakan tnltutun yangrnelaluipusaite mbalikank epadag arisy angt idak melaluip usat f"ilUutitun din sejajard engang ariss inggungli ngkarant ersebupt adap usat 1 l l lv pembalikan(,g ) Memetakanli ngkarany ango rtogonadl enganli ngkaranp embalikan kepadali ngkarani tu sendiri. Untuk dapatm emperluasp emahanmatne ntangp embalikand, isarankanb agi yangb erminatu ntukm engkajil ebih lanjut tentangp embalikanm, isalnyap embalikan terhadapb ola.

Analisis kesalahan siswa kelas I semester 2 SLTPN 2 Blitar dalam menyelesaikan soal matematika pokok bahasan segitiga oleh Binti Safa'atun

 

Kenyataadni lapangatne nangr endabnpn ilai EBTANASm atap elajaran matcmatikma enunjuklcabna hwas iswam asihb anyakm engalamkie sulitans ehingga berakibabta nyaturykae salahadna lamp engerjaasno al.soaml atematikaB. erdasarkan informasdi arig urum atematikkae lasI SLTPN2 Blitar prestasbi elajars iswap ada pokokb ahasasne gitigare ndahP. ermasalahayann gm uncula dalah* di manakahle tak kesalahadns nj enisk esalahadna lamm epyelesaikasno al-soaml atematikkah ususnya pokokbahassaeng tigas iswak clasI semeste2r SLTPN2 Blitar". Penelitianin i berhduanu ntukm endeslripsikalne takk esalahadna njenis kcsalaltnd alamm enyelesaikasno als egrtigas iswak elasI semeste2r SLTPN2 Blitara garb isam enemukajanw aband ari permasalahayna ngt imbul.K egiatan penelitiainn i diharapkadna pabt ermanfaakth usunyab agig urum at€matikdai SLT?N2 Blitar sebagapi ertimbangadna lamu sahap reventifu ntukm engatasi kesalahasnis wad emik esempurnaapnro sesb elajarm engajar. Pengambiladna tad ilaku-kapna dab ulanA pril 2004.D atau tamad iperoleh melalutie sy angd iikutio leh4 0 siswak elasl .A SLTPN2 Blitar.P enentuadna erah penelitiand ilakulffr denganc arad itetapkanya itud i SLTPN2 Blitar danp enentuan respondepne nelitianju ga ditetapkanya itus iswak elasL A SLTPN2 Blitar karena prestasbi elajarm atematikdai ketasin i rendahs ehinggdai harapkaang arjenis kesalahanyandgil akukans iswal ebihb anyalc Ilasil anrlisisd atam enunjukkabna hwas isnak elasl .A SLTPN2 Blitrr melakukakne salahadna lamm enyelesaikasno als egitigas ebagabi erikut: kesalahan penggunaadna ta5 2,174 o/ok,e salahamn enginterpretasikbaanh asa8 ,6960/o, penyimpangateno remaa taud efinisi7 ,2460/koe, salahatne knis26,087Ykoe, salahan selaink eempakt esalahadni alas5 ,797o/o

Irisan kerucut dan aplikasinya oleh Ana Latifah

 

rrisank erucumt erupakasna rahs atut opiky angd ipelajardi alamG eometri Analit. Irisan kerucut adalJhk urva perpotongana ntaras uatub idang dengan 'il;tiltku.un tegat.irirunin i Ateiompotkamn enjaddiu ay, aitui:r isan kerucut sejati dan itru,, tt"'o"ot turunan' Skripsi ini hanya membahas.insan kerucuts ejativ angu entul-Gntutnya adalahp arabolae' lipsd anh iperbolt"' Sedangkanir isan kerucul-** yangU entutnyaa ntaral ain berupad ua gans ;;.pffi;;;,-r.Uuut, tttit 0"" ,.U,iahlaritsi dai drlelaskakna rentaid ak beriruburigand engana plikasi yang akand ibahas' Parabolam empunyapi €rsamaaunm umy t :4px' elipsm empunyai persamaaunm um x' , y t = 1.,s edangkahni perbolam empunyapl ersamaan 7-t umum4-4=' a' b - lrisank erucumt empunyaaip likaspi entingd alamb idangte knikd an industriS. elainit u pe"tdild dalamb idange konomia' stronomki'e dokteran danl ainlain terutamyaa n'gb irtrutungand engansi fatr eflektifnya'

Perbedaan prestasi belajar hubungan sudut pusat, panjang busur, dan luas juring antara siswa yang diajarmenggunakan pembelajaran kooperatif model STAD, model JIGSAW, dan ekspositori di SLTPN 9 Blitar kelasII semester II tahun ajaran 2002/2003 oleh Kristiani

 

Pengaruh penilaian kinerja terhadap motivasi kerja karyawan melalui kepuasan kerja (Studi pada karyawan PT. Taspen (Persero) cabang Malamg) / Iis Irawati Lestari

 

Kata kunci : Penilaian Kinerja, Kepuasan Kerja, Motivasi Kerja Motivasi kerja merupakan salah satu factor yang dapat mempengaruhi kinerja seorang karyawan dalam bekerja. Masing-masing karyawan memiliki motif berbeda yang dapat mendorong mereka untuk bekerja. Salah satu factor yang dapat memotivasi karyawan yakni dari kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan. Karyawan yang merasa puas terhadap pekerjaannya akan termotivasi untuk bekerja dengan baik. Penilaian kinerja merupakan salah satu factor yang berpengaruh pada kepuasan kerja karyawan, semakin karyawan paham dan merasa bahwa penilaian kinerja yang ada dalam peruasahaannya baik, maka kepuasan yang dirasakan juga akan meningkat. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui kondisi deskriptif penilaian kinerja, kepuasan kerja dan motivasi kerja karyawan, mengetahui pengaruh penilaian kinerja terhadap kepuasan kerja, mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap motivasi kerja, mengetahui pengaruh secara langsung penilaian kinerja terhadap motivasi kerja serta mengetahui pengaruh tidak langsung penilaian kinerja terhadap motivasi kerja melalui kepuasan kerja. Penilaian kinerja dalam Brown, dkk (2010) terdiri dari empat indikator, yakni kejelasan, komunikasi, kepercayaan dan keadilan. Sedangkan untuk indikator kepuasan kerja dari Winardi (2004) terdiri dari lima indikator yakni pekerjaan itu sendiri, pembayaran (upah/gaji), supervisi, kesempatan untuk promosi dan rekan kerja. Lebih lanjut, dalam Timpe (1991) terdapat empat indikator dari motivasi kerja yakni kebutuhan untuk maju/promosi, kebutuhan pengakuan, kebutuhan mendominasi(mengarahkan/memimpin) dan kebutuhan finansial. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh yakni seluruh karyawan pelaksana PT. TASPEN (Persero) Cabang Malang yang berjumlah 31 orang. Pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, wawancara, dokumentasi dan observasi langsung. Analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptif dan analisis path yang menghitung pengaruh langsung dan tidak langsung antara variabel penilaian kinerja (X), Kepuasan Kerja (Z) dan Motivasi Kerja (Y). Dikarenakan dalam penelitian ini meruapakan penelitian populasi, maka hanya dicari pengaruh positif/negatif antar variabel penelitian. Hasil penelitian ini yakni karyawan PT. TASPEN (Persero) Cabang Malang setuju bahwa penilaian kinerja yang telah ada sudah baik, Sebagian besar karyawan puas dengan pekerjaannya dan Rata-rata karyawan memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja. Sedangkan hasil pengujian hipotesis didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh secara langsung yang positif Penilaian ii Kinerja (X) dan Kepuasan Kerja (Z), terdapat pengaruh secara langsung yang positif Kepuasan Kerja (Z) dan Motivasi Kerja (Y), terdapat pengaruh secara langsung yang positif Penilaian Kinerja (X) dan Motivasi Kerja (Y) dan terdapat pengaruh secara tidak langsung yang positif Penilaian Kinerja (X) terhadap Motivasi Kerja (Y) melalui Kepuasan Kerja (Z). Saran yang dapat diberikan yakni manajemen PT. TASPEN (Persero) Cabang Malang diharapkan terus dapat mengontrol Penilaian Kinerja yang telah ada terutama dari segi komunikasi antara karyawan serta keadilan dalam proses penilaian, sehingga tetap baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Manajemen juga diharapkan tetap dapat mempertahankan Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja karyawan yang sudah baik dengan lebih memperhatikan faktor non finansial seperti pengembangan karir (kesempatan promosi/naik jabatan) sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang ada dalam perusahaan sehingga dapat membuat karyawan semakin puas dan termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

Peranan kesenian tradisional "Sandur" sebagai sarana pelestarian nilai-nilai kearifan lokal di desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro / Esti Nur Fuadah

 

Kata kunci : Kesenian Tradisional, Teater, Sandur, Nilai-Nilai Kearifan Lokal. Kesenian teater tradisional sandur di Desa Ledok Kulon diduga berperan sebagai pelestarian nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Desa Ledok Kulon, meskipun kesenian Sandur ini langka dan hampir punah, akan tetapi kesenian sandur ini masih banyak peminatnya khususnya masyarakat di Bojonegoro. Kesenian tradisional Sandur memiliki ciri-ciri yang sama dengan teater tradisional daerah lainnya yaitu mempunyai sifat yang sederhana dalam penyajiannya. Daya tarik pertunjukan kesenian Sandur terletak pada kemampuannya sebagai pembangun dan pemelihara solidaritas kelompok serta sebagai pemelihara nilai-nilai kearifan lokal yang ada pada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendiskripsikan sejarah kesenian teater tradisional Sandur (2)Mendiskripsikan praktik pelaksanaan kesenian teater tradisional Sandur (3)Mendiskripsikan tema yang diangkat dalam kesenian teater tradisional Sandur, (4)Mendiskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam pertunjukan kesenian teater tradisional Sandur (5)Mendiskripsikan persepsi masyarakat (penonton) terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam pertunjukan teater Sandur (6)Mendiskripsikan prospek pengembangan kesenian teater tradisional sandur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitataif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Adapun analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dengan cara studi dokumentasi, wawancara, serta observasi partisipatif. Penelitian dilakukan di desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro, dengan obyek penelitian adalah masyarakat desa Ledok Kulon, pemain Sandur, perangkat desa Ledok Kulon, Guru Kesenian SMK, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro. Hasil dari penelitian ini kesenian Sandur lahir di Desa Ledok Kulon sejak tahun 60-an yang berawal dari upacara syukuran saat panen tiba kemudian berkembang menjadi sebuah pertunjukan rakyat. Kesenian Sandur ini tidak hanya berfungsi sebagai tontonan atau hiburan semata tetapi sebagai sebagai media melestarikan nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat. Kesenian Sandur mengajarkan budipekerti, tolong menolong, dan teposeliro pada setiap pertunjukannya, terdapat pula nilai-nilai didalamnya seperti nilai edukatif, nilai moral, nilai keindahan, nilai religius, nilai hiburan, dan nilai seni. Dalam pertunjukannya kesenian sandur dilakukan 3 sampai 5 jam pada malam hari yang terbagi dalam delapan adegan yang terdapat dalam tiga babak, pergantian babak selalu ditandai dengan tembang yang dilantunkan panjak hore. pertunjukkan sandur sampai saat ini masih menunjukkan eksistensinya dan semakin maju.Persepsi masyarakat terhadap kesenian Sandur inipun sangat beragam banyak orang yang gemar menonton Sandur dan merasa sandur membawa dampak positif dan terpengaruh dengan tema dan nilai-nilai yang dibawakan dalam setiap pertunjukkannya tapi ada pula yang merasa dngan melihat kesenian sandur tidak membawa pengaruh apa-apa karena merasa kesenian sandur hanya sebuah hiburan semata. Kesenian sandur ini akan tetap eksis dan bertahan di tengah-tengah perkembangan teknologi seperti sekarang ini, karena kesenian Sandur ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan saja tetapi sebagai penyeimbang di tengah-tengah perkembangan teknologi sekarang ini, karena MGMP Kesenian dan Dinas Periwisata dan kebudayaan telah sepakat untuk memasukkan Sandur kedalam ekstrakulikuler di sekolah-sekolah SMK. Dengan begitu kesenian sandur akan tetap eksis dan bertahan di tengah-tengah globalisasi saat ini.

Selesaian sistem persamaan diferensial linear homogen orde satu mnggunakan transformasi laplace oleh Nungky Kusuma Dewi

 

Sistemp ersamaand iferensiall inear homogeno rde satum enggunakan transtbrmasLi aplaced apatd iselesaikand enganm atriks, dengant erlebihdulu ,o"ooorit ransfoimasLi aplaced ari sistemt eriebu1 Teori-teori yangb erlaku pada ;;;;dtd;;ial biasao rdes atuj uga berlakup adas istemp ersamaan diferensial tersebut. Dalam prosesp enyelesaiansi stemp ersamaand iferensiall inear homogeno rde satu * = ,4X mengg,nakantr ansformasLi aplace,d ijumpai beberapak asus. Kasus tersebutd iantaranYaad alah: (1) Jika de(1F0, (2) Jika t4A)4 dan det(A) > 0' (3) Jikat 4A) : 0 dand et(A)< 0 (de(,4) = -lde(l)l) ' (a) Jika t4A) dandet(/) bebasA, : 0, (5) iika rr(,4)d and et(,4)b ebasA, > 0, (6) Jikat (A) dandet(,4b)e basA, < 0 (A = -l{)'

Kesulitan mahasiswa memahami dan mengungkapkan kembali makna dalam cerita pendek berbahasa jerman k dalam bahasa Indonesia oleh Widyana Ika Rosidah

 

Terjemahaand alahb entukk omunikastie rtulisa ntarap engarang, penerjemadha, np embacaT.e rjemahayna ngb aikh arusm emilikik etepatamn akna, kesejajarabne ntuk,d ant ingkatk eterbacaayna ngt inggi. 'letapi mahasiswdaa n penelitsi endirim enghadapbie berapak esulitand alamm enerjemahkaann, tarala in kesulitanm encarpi adananm aknay angt epat,a kibatnyate ksB sas ulit dimengerti danr naksudnytiad akj elas. Tuluanp enelitianin i adalahm enganalisdisa nm endeskripsikkaens ulitan yangd ihadapmi ahasiswdaa lamm enerjemahkacenr itap endekb erbahasJae rman ked alamB ahasaln donesiaS. umbedr atap enelitianin i adalahh asilt erjemahan ceritap endekb erbahasJae rmanm ahasiswJau rusans astraJ ermana ngkatanI 9 99 yangm emprogramm atakuliahT erjemahanJe rman-Indonespiaa das emesteerm pat. Seteladha tap enelitiante rkumpuls, elanjutnydaa tad ianalisisL.a ngkahnyaad alah mengklasifikasidaant a,k emudianm endeskripsikannyyaai,t ud engan membandingkaannt arate demahamn ahasiswdae ngank onstrukstei rjemahan yangb enara taut erjemahanya ngd isarankan. Dari hasila nalisisd itemukanb ahwam ahasiswma engalamki esulitan dalamm emahamdi anm engungkapkakne mbalim aknak e dalamb ahasa IndonesiaK.e sulitanm emahammi aknate rdirid arik esulitanm emahammi akna kata,m aknaf rasam, aknak lausad, anm aknak alimatA. dapunk esulitan mengungkapkkaenm balmi aknak ed alamb ahasaln donesidai tandadi engan adanyap enghilangadna np enambahainn tbrmasiP. enghilangainn fbrmasit erdiri darip enghilangakna ta,f iasa,k lausa,d an kalimat.A dapunp enambahan informasti erdiri dari penambahafnra sa,d ank lausa. Kesulitanp enerjemahayna ngd ihadapmi ahasiswpaa dau mumnya disebabkaonl eh kurangnyap enguasaabna hasaIn donesiad ans trukturb ahasa Jermanjugaku rangnypae nguasaakno sakatbaa hasaJe rmanA. kibatnyam ereka tidak dapatm enemukanp adananm aknay angs esuadi anh asilt erjemahannya menyimpandga rit eksa slinyaU. ntukm engataskie sulitand anm engurangi kesalahadna lamp enerjemahadni sarankanke padam ahasiswau ntukm emahami danm enguasatei knik-teknikp enerjemahadna nl ebih banyakb erlatih menerjemahkatne ks-teksy angm emuatk lausa-klausrae latif. l

Peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV dengan menggunakan peta konsep di SDN Percobaan 2 kota Malang / Endah Umi Noer Sehaten

 

Kata Kunci : Pembelajaran IPA, peta konsep, hasil belajar Hasil observasi awal di SDN Percobaan 2 Malang ditemukan bahwa pembelajaran IPA kelas IV materi sumber daya alam masih kurang melibatkan siswa secara aktif. Guru mendominasi pembelajaran, melalui kegiatan ceramah dan mencatat. Hasil belajar siswa rata-rata 60 atau masih dibawah SKBM yang telah ditentukan oleh pihak sekolah yakni 65. Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa perlu dilakukan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran peta konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Penggunaan model pembelajaran peta konsep, (2) Hasil belajar IPA siswa kelas IV menggunakan model pembelajaran peta konsep, (3) Aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran peta konsep. Penelitian ini dilakukan di SDN Percobaan 2 Malang dengan subyek siswa kelas IV sebanyak 26 siswa yang terdiri dari 13 perempuan dan 13 laki-laki. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis & Mc. Tanggart, meliputi (1) perencanaan (planning), (2) tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), (4) refleksi (reflecting). Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data bahwa guru telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah peta konsep. penerapan model peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar pra tindakan 49,2, siklus I 76,6 dan siklus II 83,3. Sedangkan secara klasikal diperoleh hasil 92,3% siswa telah mencapai SKBM. Penggunaan model pembelajaran peta kosep terbukti dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Peningkatan skor rata-rata aktivitas siswa pada siklus I 51,5 dan siklus II 66,2. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa penerapan model peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa di SDN Percobaan 2 Malang. Hasil penelitian ini memiliki harapan agar model peta konsep dapat diterapkan dalam pembelajaran IPA khususnya materi sumber daya alam karena pembelajaran peta konsep menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung kepada siswa, sehingga pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 |