Peningkatan keterampilan menulis cerita melalui media gambar kartun pada siswa kelas-5 MI Darussalam Desa Kepuharjo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang / Lutfiatul Husna

 

Berdasarkan observasi awal, siswa kurang terampil dalam menulis cerita. Diduga cara mengajar guru yang kurang variatif. Selain itu, siswa kesulitan (bingung) dalam menentukan ide dan kesulitan dalam mengorganisir cerita dari segi kebahasaan. Untuk mengatasi kesulitan tersebut maka dipakailah media gambar kartun untuk membantu siswa dalam aktivitas menulis cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan realitas pembelajaran menulis, data yang dihasilkan berupa data deskriptif yakni tulisan tentang peningkatan keterampilan menulis cerita melalui media kartun. Peneliti sebagai instrument pokok, dengan sasaran penelitian adalah siswa kelas V. Berdasarkan model PTK dimulai dengan perencanaan berupa masalah-masalah di kelas, yang meliputi identifikasi masalah, analisis masalah,perumusan masalah dan perumusan hipotesis tindakan. Setelah itu guru atau peneliti melakukan , action (pelaksanaan), observing (pengamatan) serta reflecting (perefleksian); hasil perefleksian ini, kemudian dipergunakan untuk memperbaiki perencanaan (revisi plan) berikutnya. Penelitian tindakan ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan 2 pertemuan untuk masing-masing siklusnya. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Instrument penelitian terdiri dari pedoman observasi siswa dan guru, pedoman wawancara, serta dokumentasi. Keterampilan menulis tersebut terdiri dari pramenulis yaitu kegiatan mengurutkan gambar, menentukan judul dan membuat kerangka. Menulis atau pemburaman berupa aktivitas pengedrafan. Perbaikan yakni koreksi terhadap cerita itu sendiri. Penyuntingan berupa kegiatan koreksi terhadap ejaan. Publikasi berupa kegiatan penyampaian hasil cerita atau memajang karya. Berdasarkan hasil penelitian siklus I dan siklus II didapatkan prosentase kenaikan skor siswa pada aktivitas pra menulis sebesar 97%, aktivitas pemburaman 93%, aktivitas perbaikan 94%, aktivitas penyuntingan 94%, dan aktivitas publikasi 96%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, lima tahap proses menulis melalui media gambar kartun berseri dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita siswa kelas V MI Darussalam dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kenaikan skor dan nilai yang diperoleh siswa. Pada peneliti selanjutnya kami menyarankan untuk mencoba menggunakan media gambar kartun pada materi maupun mata pelajaran lain.

Pengaruh pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan belanja modal terhadap kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur periode 2011-2014 / Dewi Istiqlaly

 

ABSTRAK Istiqlaly, Dewi. 2016. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan Dan Belanja Modal Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten/ Kota Di Provinsi Jawa Timur Periode 2011-2014. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak, CA, (II) Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, Belanja Modal, Kinerja Keuangan Pemerintah Pemerintah daerah sebagai pihak yang diberikan tugas menjalankan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat wajib melaporkan pertanggungjawaban keuangan daerahnya sebagai dasar penilaian kinerja keuangan. Pengukuran kinerja keuangan pada pemerintah daerah digunakan untuk menilai akuntabilitas dan kemampuan keuangan daerah dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Pengukuran kinerja keuangan dapat dilakukan dengan menggunakan analisis rasio keuangan pemerintah daerah, salah satunya yaitu kemandirian keuangan daerah. Dengan demikian maka suatu daerah yang kinerja keuangannya dinyatakan baik berarti daerah tersebut memiliki kemampuan keuangan untuk membiayai pelaksanaan otonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh bukti secara empris terkait pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Belanja Modal terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Timur periode 2011-2014. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pemerintah kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini mengambil seluruh populasi yang terdiri dari 29 kabupaten dan 9 kota. Data yang digunakan adalah Laporan Realisasi APBD periode 2011-2014, sehingga data pengamatan berjumlah 152. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif, dengan model regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bukti empiris bahwa PAD berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah, dana perimbangan berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah. sementara itu, belanja modal tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Timur. Saran yang dapat diberikan yaitu, penelitian selanjutnya dapat menggunakan pengukuran kinerja keuangan pemerintah lainnya, menambah variabel independen lain seperti variabel non keuangan, serta mengembangkan penelitian sejenis lebih lanjut dengan analisis kualitatif.

oleh Inventarisasi ganggang biru di sumber air panas daerah wisata Alam Cangar kabupaten Malang

 

Inventarisasi euglenovita di rawa Senggreng kecamatan Sumberpucung kabupaten Malang / oleh Untung Durachman

 

Pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pokok bahasan kalor kelas X semester 2 SMAN 1 Maron Probolinggo / Rizky Ayu Maharani

 

ABSTRAK Ayu. Rizky. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Brain Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pokok Bahasan Kalor Kelas X Semester 2 SMAN 1 Maron Probolinggo. Skripsi, Jurusan Fisika Program Studi Pendidikan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Suyudi, M.Pd, (2) Dr. Lia Yuliati, M.Pd Kata Kunci : model pembelajaran Brain Based Learning, model pembelajaran Problem Based Learning, kemampuan berpikir kritis Salah satu tujuan pembelajaran yaitu untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Suatu proses pembelajaran sebaiknya mampu melatih siswa dalam memecahkan masalah dengan kemampuan kritis yang dimiliki siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Brain Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pokok bahasan kalor kelas X Semester 2 SMAN 1 Maron Probolinggo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh kelas X MIA di SMAN 1 Maron Probolinggo tahun pelajaran 2015-2016. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah X MIA 1 sebagai kelas kontrol dan X MIA 2 sebagai kelas eksperimen yang masing-masing kelas terdiri dari 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik posttest. Instrumen perlakuan meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS, dan tes kemampan berpikir kritis. Kegiatan analisis data dilakukan dengan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t, namun sebelumnya dilakukan uji prasyarat dengan melakukan uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitianmenunjukkan nilai t_hitung= 4,689>t_tabel= 2,002 dan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimenyaitu 78,56 sedangkan untuk kelas kontrol 71,46. Nilai t_hitung lebih besar daripada nilai t_tabel, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMAN 1 Maron Probolinggo antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning(PBL).  

Pengaruh suhu penyimpanan terhadap daya kecambah benih kedelai (Clycine max merr.) / oleh Mariyati

 

Pembelajaran seni karawitan Jawa pada mata pelajaran seni budaya di SMA Katolik Diponegoro Kota Blitar / Damai Abadi

 

ABSTRAK Abadi, Damai. 2015. Pembelajaran Seni Karawitan Jawa Pada Mata Pelajaran Seni Budaya Di SMA Katolik Diponegoro Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Program Studi S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (1) Dra, Ida Siti Herawati, M.Pd, (2) Hartono, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: Pembelajaran, Karawitan, SMA. Pembelajaran seni karawitan Jawa banyak memberikan pelajaran kepada siswa seperti keterampilan dalam memainkan gamelan, sikap dalam memainkan gamelan, belajar berkonsentrasi dan bekerja sama.SMA Katolik Diponegoro merupakan sekolah swasta di Kota Blitar yang menerapkan seni karawitan Jawa sebagai materi pelajaran seni musik dalam mata pelajaran Seni Budaya. SMA Katolik Diponegoro Kota Blitar juga rutin mempergelarkan pertunjukan musik dan tari tradisional setiap tahunnya. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran seni karawitan Jawa, (2) pelaksanaan pembelajaran seni karawitan Jawa dan (3) evaluasi pembelajaran seni karawitan Jawa pada mata pelajaran Seni Budaya di SMA Katolik Diponegoro Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di SMA Katolik Diponegoro Kota Blitar. Narasumber dalam penelitian ini adalah guru Seni Budaya bidang seni karawitan Jawa. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, kemudian penyajian data, dan mengambil kesimpulan. Pada pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang digunakan guru terdiri dari silabus dan rencana pelaksanaan pembelaran yang mengacu pada kurikulum KTSP. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru menerapkan metode pembelajaran ceramah, demonstrasi, dan praktik;media pembelajaran seperangkat gamelan dan notasi gendhing; serta melakukan usaha pengelolaan kelasdengan memahami karakter setiap siswa agar pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien. Sedangkan untuk evaluasi pembelajaran mengacu pada tiga aspek yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada: (1) SMA Katolik Diponegoro, agar konsistensi pada penggunaan kurikulum untuk kegiatan intrakulikuler atau kegiatan ekstrakulikuler. (2) Guru, untuk menyusun perangkat pembelajaran lebih lengkap, dan memahami prosedur dalam proses pembelajaran seni karawitan Jawa agar dapat menjadikan sebagai evaluasi untuk pembelajaran selanjutnya. (3) Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, untuk melakukan penelitian pembelajaran seni karawitan Jawa di instansi lain, daerah lain, atau jenjang sekolah yang lain, misalnya SD dan SMP.

Studi tentang pengaruh sitoplasma terhadap frekuensi gagal berpisah (non-disjunction) kromosom kelamin X (Drosophila melanogaster) strain white betina / oleh Nurul Choiriyah

 

Supervisi pengajaran berwawasan spiritual di sekolah dasar (Studi multisitus pada SDK Ursulin, SDK Yasukel dan SDN kota Ratu di Kabupaten Kelimutu) / Natsir B. Kotten

 

Kata kunci: supervisi pengajaran, wawasan spiritual, sekolah dasar Supervisi pengajaran berwawasan spiritual adalah supervisi oleh supervi-sor yang memiliki perilaku membangun karakter berdasarkan kemampuannya mengelola kecerdasan spiritualnya dengan berlandaskan pada nilai-nilai religius, dan etika sosial keagamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan: (1) program supervisi pengajaran yang disusun oleh supervisor yang berwawasan spiritual, (2) teknik supervisi pengajaran berwawasan spiritual, (3) pendekatan supervisi pengajaran berwawasan spiritual, dan (4) sikap dan perilaku guru terhadap pelaksanaan super-visi pengajaran oleh supervisor yang berwawasan spiritual. Penelitian ini menggunakan rancangan studi multisitus dengan metode komparatif konstan. Lokasi penelitian di SDK Ursulin, SDK Yasukel, dan SDN Kota Ratu. Informan dalam penelitian ini adalah pada kepala sekolah dan Guru. Teknik pengumpulan data menggunakan (1) wawancara mendalam, (2) peng-amatan peranserta, dan (3) studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dua tahap, yaitu (1) analisis data situs individu, dan (2) analisis data lintas situs. Pengecekan keabsahan data melalui (1) triangulasi sumber data dan triangulasi teknik pe-ngumpulan data, (2) pengecekan anggota, dan (3) diskusi sejawat serta arahan Dosen Pembimbing. Temuan penelitian menunjukan bahwa: (1) program supervisi pengajaran yang disusun oleh supervisor yang berwawasan spiritual, disusun secara bersama dan bekerjasama dengan melibatkan guru dalam suatu tim kerja. Kerjasama dan kebersamaan tersebut dibangun dengan berlandaskan pada: visi misi, kreatif, inspiratif, bijaksana dan peduli pada orang lain, dan dibangun dengan nilai-nilai relegius yang didasarkan pada kearifan spiritual atau keluhuran nurani (kecerdas-an jiwa), yaitu: sosok dan perilaku yang ramah dan akrab, arif dan bijak, toleran, humanis, dan berwibawa; (2) teknik supervisi pengajaran berwawasan spiritual, dibangun dengan berlandaskan pada nuansa kebersamaan dan kekeluargaan, dan dibangun dengan nilai-nilai relegius yang didasarkan pada kearifan spiritual atau keluharan nurani (kecerdasan jiwa), yaitu mengedepankan doa sebagai sumber kekuatan, motivasi, sikap arif dan bijak, toleran dan humanis, serta sikap ramah dan akrab; (3) pendekatan supervisi pengajaran berwawasan spiritual, dibangun dengan berlandaskan pada motivasi sebagai wujud dari sikap memberikan bim-bingan dan penguatan, membangun semangat kerja, memiliki komitmen, dedikasi, enerjik, dan menjunjung tinggi etika dan wibawa akademik (norma). Pendekatan tersebut juga dibangun dengan berlandaskan nilai-nilai relegius yang didasarkan pada kearifan spiritual atau keluhuran nurani (kecerdasan jiwa), yaitu sosok dan perilaku yang ramah dan akrab, humanis, bersahaja, memiliki keteguhan dan kasih sayang, serta menjaga keutuhan sebagai wujud dari sikap memupuk keber-samaan dalam nuansa kekeluargaan dan rasa persaudaraan; (4) sikap dan perilaku guru terhadap pelaksanaan supervisi oleh supervisor yang berwawasan spiritual, dibangun dengan berlandaskan pada persepsi dan motivasi yang positif, yaitu kepemimpinannya sangat baik, sangat tepat, sesuai, sangat senang, dan sangat menguntungkan. Di samping itu, membangun semangat kebersamaan dan kerja-sama yang baik, membangun relasi yang dilandasi pada keterbukaan dan sema-ngat persaudaraan, dan kekeluargaan, serta dibangun dengan berlandaskan pada nilai-nilai religius yang didasarkan pada kearifan spiritual atau keluhuran nurani (kecerdasan jiwa), yaitu pembinaan dan pelayanan yang mengutamakan: doa, sebagai sumber kekuatan, sikap ramah dan akrab, sikap teguh dan kasih sayang, sikap arif dan bijak, sikap toleran, sikap humanis, berwibawa, dan bersahaja, serta menjaga keutuhan. Berdasarkan temuan-temuan penelitian di atas, disarankan kepada (1) pihak Dinas PPO Kabupaten Kelimutu untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatih-an (Diklat) kepada para kepala sekolah atau calon kepala sekolah tentang Mana-jemen Supervisi Pengajaran Berwawasan Spiritual, sebagai sentuhan penting bagi penanaman nilai-nilai kerja, sebagai fondasi untuk memfungsikan kekuatan inte-lektual dan emosional, memberi motivasi dan produktivitas kerja atas dasar ibadah, dan mengantarkan manusia pada ketenangan diri sejati, (2) bagi kepala sekolah disarankan agar memiliki pemahaman akan konsep dasar supervisi, hubungan timbal balik, dan keterampilan teknis dan non teknik yang berkaitan dengan peran wawasan spiritual atau nilai-nilai religius yang didasarkan pada kearifan spiritual atau keluhuran nurani (kecerdasan jiwa) dalam pembinaan dan pelayanannya, (3) bagi para guru disarankan bahwa pelaksanaan supervisi peng-ajaran berwawasan spiritual, yang berkaitan dengan pemberian bantuan yang bercorak palayanan dan bimbingan profesional telah dilakukan, namun keber-hasilannya sangat tergantung pada tekad dan kemauan guru itu sendiri untuk meningkatkan diri atau tidak. Sehubungan dengan itu, kepada guru-guru disaran-kan agar dapat memanfaatkan kesempatan serta peluang yang dibuat itu untuk meningkatkan motivasi dan disiplin diri terutama motivasi berprestasi, (4) bagi peneliti lain disarankan bahwa pelaksanaan supervisi pengajaran yang berwa-wasan spiritual, dapat memperbaiki kualitas mengajar, meningkatkan kinerja, dan menumbuhkan sikap profesional guru. Agar dapat mengungkap lebih jauh me-ngenai supervisi pengajaran yang berwawasan spiritual, sebaiknya dilakukan pe-nelitian lebih lanjut pada sekolah-sekolah lainnya. Apabila hendak diadakan penelitian lebih lanjut, maka disarankan supaya dilaksanakan pada beberapa situs.

Pengaruh sinar ultraviolet terhadap fenotip (Drosophila melanogaster) strain eym / oleh Masrurun

 

The use dialogue journal to improve the writing ability of the first year students of SMK Negeri 1 Singosari / Nurul Husna

 

Thesis, Graduate Program in English Language Teaching, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd Key words: dialogue journal, improve, writing ability. This study is conducted in order to answer the research problem, “How can Dialogue Journal improve writing ability of the first year students of SMK Negeri 1 Singosari?” This strategy is chosen due to its strengths in encouraging students to be more actively involved in the teaching of writing and in helping students to reduce the worry to write in English so that students’ motivation and ability to write might improve. To answer the research problem, Collaborative Action Research is conducted following the four stages, planning, implementing, observing and reflecting. This study was implemented in one cycle. The Cycle 1 consisted of nine sessions. The subjects of this study are the students of Ototronik Program 3 SMK Negeri 1 Singosari 2010 – 2011 which consists of 32 students. In this study, the students were assigned to write two times in a week in their journal. Their journals were handed in on Monday and they were returned to the students on Wednesday after being responded and the students submitted the next entry on Saturday. The instruments used to collect data are observation sheet, questionnaire, field notes, students’ journal entries and writing test. The results show that dialogue journals obviously can improve the students’ ability in writing sentences, paragraphs. It has been observed that the improvements are caused by the regular writing practice done by the students and the teacher’s response given to their writing. It becomes a sort of on – going dialogue. It also develops a personal relationship between the teacher and each of his students. The improvements can be examined from two points of views: process and product. In the form of process, the students’ attitude improves from time to time as reflected from the results of observation and their answers in the questionnaire. First, the students are actively involved during the writing activities. Second, the students are highly enthusiastic in studying English, especially in writing. Third, the students can write journals freely. The last, the improvements can be also examined from the number of topics and the average number of sentences and paragraphs. In the first entry, they write in 11 topics while in the last three entries, it improves to be 49 topics. In addition, the amounts of the sentences improve in conjunction with the improvement of the average of paragraphs produced from the first entry to the next entry. In the first entry, the average of sentences in one entry is 10.1 while in the sixth entry, it improves to be 14.6. The average of the paragraphs that the students write in the first entry is 1.1 while in the sixth entry, it improves to be 1.4. Meanwhile, in the form of product, it is found that there were only 5 students (17.8%) whose score is 75 but in the post test, it became 75% (21 students) out of 30 subjects. The score has met the criteria of success of product of this study that is greater than or equal to 75. Finally, on the basis of the findings, some suggestions for the English teachers and the future researchers are made. First, since the dialogue journal is a kind of informal writing, we have to focus on the content of their writing rather than on the students’ mechanical errors. However, if we want to develop the quality of their writing, we may do a kind of non – instructive correction without interrupting the communication or distracting from the meaning. In this case, the teacher can serve as a model of correct English usage in the response given. To sum up, the students’ journal entries can also be used by the teacher as a reflection to identify the students’ weaknesses in using the language, so the teacher can plan the lesson and exercises focusing on the language use in the teaching and learning process.

Menulis untuk pengembangan berfikir kritis siswa / Febrike Woro Anjarsari

 

Anjarsari, Febrike W. 2013. Menulis untuk Pengembangan Berpikir Kritis Siswa. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Suyono, M.Pd. Kata Kunci: menulis, berpikir kritis, pembelajaran menulis     Kebutuhan dalam kehidupan menuntut seseorang berpikir secara kritis, kreatif, inovatif dan produktif untuk berkomunikasi dan memecahkan permasalahan. Menulis merupakan aktivitas menuangkan ide, gagasan dan perasaan lewat simbol-simbol grafik yang dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran berpikir.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan konseptual menulis dan pengembangan berpikir kritis, mendeskripsikan aspek berpikir kritis yang berkelindan dengan aspek penting menulis, mendeskripsikan bagaimana menulis digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan mendeskripsikan bagaimana kondisi ideal pembelajaran menulis yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.     Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka yang didukung dengan instrumen berupa matrik analisis. Matrik analisis yang dibuat oleh peneliti berfungsi sebagai instrumen untuk memasukkan dan menganalisis data. Tahapan analisis data yang dilakukan peneliti meliputi (1) langkah persiapan, (2) langkah penganalisisan, dan (3) langkah penyimpulan.     Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh empat kesimpulan hasil penelitian yaitu pertama, menulis dan berpikir kritis berhubungan, yakni (1) menulis sebagai aktivitas berpikir (kritis), dan (2) menulis sebagai media analisis pemikiran (kritis). Kedua, ditemukan 10 aspek berpikir kritis yang berkelindan dengan aspek penting menulis, yakni (1) kejelasan, (2) keakuratan, (3) ketelitian, (4) keterkaitan, (5) kedalaman, (6) keobjektifan, (7) kelogisan, (8) kepentingan, (9) kejujuran, dan (10) kebaruan. Ketiga, ditemukan sepuluh alasan menulis dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa, yakni (1) mengorganisasi perasaan, mengasah daya pikir dan konsentrasi, (2) meningkatkan kreativitas siswa, (3) mengikat ilmu, (4) memecahkan masalah dengan logis dan rasional, (5) mendorong siswa aktif, (6) meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berbahasa, (7) mengubah cara berpikir diri sendiri dan orang lain, (8) meningkatkan ketelitian siswa, (9) mengembangkan keterampilan afektif, dan (10) menantang masa depan. Keempat, ditemukan tujuh kondisi ideal pembelajaran menulis, yakni (1) kondisi ideal pengajar, (2) kondisi ideal siswa dan lingkungan belajar siswa, (3) kondisi ideal proses pembelajaran menulis, (4) kondisi ideal strategi dan model pembelajaran menulis, (5) kondisi ideal bahan pembelajaran menulis, (6) kondisi ideal media pembelajaran, dan (7) kondisi ideal penilaian pembelajaran menulis.

Pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian: studi terhadap pembelian kartu seluler prabayar oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang oleh Fitri Effendy

 

perkemPebratnugmabinnu ohvaansb ii-sinnoisv kaasrit pur osdeuluklenry dai dIanldaomn erasniagc kuuk u."pn *pite sat.k Inoin sterrrmliheant u daarrui ykol3ae€lncr*sag:ma1n leng5gmg...i.:rhmllaartyeesnnrkk tganaunomha,lo aespgarnaeiiy k skaaay narn,gn d gdem inmguialdpinkaa imh,s d ehainirrynra gagwaana tysd rask aanunngd fb a baemehrarbi sliaiaaagrl.an, p-igs m-,fe aarsctakip:lriJ .tmia"tA askeas" utra"nyu"ga p ignneugirl t aasinnyagd alganinnia.gn 't^9-. rll**e: operatosre tuletri dak -bisa h*d;;;il";;iilgt p.r*gg* kkmsuaoeeernrrtmtudaupmsib saetaepia lnmuargilsfbe uamcernyr irt d uairkaernaa mbgnha ki ,sk hieeniwmasonauvuk, aadm osiad maih efkiuantaunng rasi ak agmanalks aareih r upbi'tpse.urualtta"nutinup hglemaigalnaaetae ynrauagm npnin eaafyenknamija na naagdb akii" ngsia"aiiyrmlna;a; uh.r a.m oern."n-rrlga"iiir.-aep.d"rn"n;e'k'ni.ker i"emsjUaumeb nghapataunr rohkgiada kitnruauu,nk,ssi ry:hT, msrleaelnunm ljeaeurdn ntidu tuunhkktum autrnaeugnkms do mianliehnsn iu orgmoeedrertuinamdk h.aboulaati.'rnmitagr mtiab;;neu"pi nt"a-iearl;lnt; rgptiub ekutpaat rnnpo lidglihuaaaknk dn uaa'in*untd tu icugt aturr nvonarn,*"k p ia-i,lnu;agy,"] a"r0"ji". t nLu,i kr-enbobuapu naetgtur kathoatao,nmr i:*y ly, pelanggayna nga nhdaargl.a murah, nafitas ling*,, zuitt* lengkap, serra pelayanan Tujuan penelitian ini adatah untuk mengetahui pengaruh antara l) harga tp!e*edrmh:apbd ealpiJka e

Ekspresi kolokial remaja Poso dalam berbahasa Indonesia (kajian etnografi komunikasi) / Thomas Pandonge

 

ABSTRAK Pandonge, Thomas. 2009. Ekspresi Kolokial Remaja Poso dalam Berbahasa In-donesia. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Abdul Syukur Ibrahim, (2) Prof. Dr. H. Suparno, (3) Dr. H. Sumadi, M.Pd. Kata kunci: ekspresi, kolokial, remaja, konteks, bentuk, fungsi, strategi. Ekspresi kolokial remaja adalah ekspresi remaja dalam bertutur dengan menggunakan bahasa sehari-hari, yakni bahasa daerah dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan mereka dan pranata sosial yang telah berakar dalam kehidupan masyarakat Poso. Kolokial remaja pada hakikatnya merupakan wujud penggunaan bahasa dalam interaksi sosial untuk mencapai tujuan. Penggunaan bahasa dalam percakapan terkait dengan paradigma fungsional yang memandang bahasa sebagai suatu sistem sosial dan budaya. Bahasa digunakan dalam interaksi sosial. Bahasa terikat oleh aturan dan nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memerikan ekspresi kolokial remaja Poso. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan pemerian terhadap tiga aspek utama, yaitu: (1) bentuk ekspresi kolokial remaja yang meliputi: pernyataan, pertanyaan, dan perintah; (2) fungsi ekspresi kolokial remaja yang meliputi: fungsi asertif, direktif, ekspresif, komisif; dan (3) strategi ekspresi kolokial remaja yang meliputi bentuk pernyataan, pertanyaan, dan perintah. Ketiga aspek tersebut secara ekspli-sit dapat mencerminkan ekspresi kolokial remaja Poso. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan etnografi komunikasi. Data penelitian ini berupa tuturan lisan informal remaja Poso sebagai sebuah fenomena sosial remaja yang dipotret melalui bentuk, fungsi, dan strategi ekspresi kolokial remaja Poso. Data rekaman tuturan dan hasil wawancara dijadikan sebagai data utama dalam fokus analisis data penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan perekaman tuturan remaja Poso secara informal. Dalam pengumpulan data, peneliti sebagai instrumen kunci menggunakan instrumen penjaring data yang berupa panduan observasi, panduan wawancara, dan alat perekam elektronik. Setelah data terkumpul, peneliti melakukan analisis data dengan langkah-langkah sebagai berikut: seleksi data, identifikasi data, klasifikasi data, dan kategorisasi data yang didasarkan pada pandangan emik. Aktivitas ini dilakukan untuk mendapatkan data tuturan remaja Poso, berupa: (1) bentuk ekspresi kolokial yang meliputi bentuk pertanyaan, pernyataan, dan perintah; (2) fungsi ekspresi kolokial yang meliputi asertif, direktif, ekspresif dan komisif; dan (3) strategi ekspresi kolokial yang meliputi strategi berupa wujud pernyataan, wujud pertanyaan, dan wujud perintah. Analisis data dilakukan dengan mengikuti alur analisis etnografi komunikasi. Ketiga aspek penelitian dipahami secara cermat melalui level semantik, level reflektif, dan level eksistensial. Untuk memverifikasi temuan penelitian, dilakukan triangulasi temuan tersebut kepada sumber, pakar bahasa, dan pakar budaya. Berbagai fenomena tersebut dapat diidentifikasi melalui bentuk ekspresi kolokial remaja. Bentuk pernyataan ekspresi kolokial remaja diwujudkan melalui rayuan, permohonan, hardikan, ancaman, penyangkalan, cemoohan, sapaan, dan cacian. Bentuk pertanyaan ekspresi kolokial remaja diwujudkan melalui keingintahuan, penegasan, dan pengujian. Selanjutnya, bentuk perintah ekspresi kolokial remaja diwujudkan melalui permintaan, penegasan, ajakan, harapan, paksaan, penolakan, larangan, keluhan, persetujuan, peringatan, pemberitahuan, dan permohonan. Fungsi ekspresi kolokial remaja memberi penguatan terhadap penerapan tuturan yang meliputi ranah simbol-simbol kognitif yang berurusan dengan ide dan keyakinan tentang dunia, dan simbol-simbol ekspresif yang mengomunikasi-kan emosi yang berproses dari seperangkat kriteria yang bersifat kreatif. Fungsi pernyataan, pertanyaan, dan perintah ekspresi kolokial remaja merupakan peran tuturan untuk mendeskripsikan ide atau gagasan yang dituturkan oleh setiap remaja ketika ingin menyampaikan sesuatu kepada lawan tutur sebagai partisipan. Dari analisis data penelitian ditemukan empat fungsi tuturan yaitu fungsi asertif, fungsi direktif, fungsi ekspresif, dan fungsi komisif. Strategi ekspresi kolokial remaja sangat diperlukan untuk menjalin kehar-monisan dalam pergaulan remaja. Strategi yang mereka gunakan dalam per-gaulan tidak terikat pada salah satu strategi saja, melainkan dengan menggunakan berbagai strategi, yakni strategi bentuk pernyataan, strategi bentuk pertanyaan, dan strategi bentuk perintah ekspresi kolokial remaja, serta strategi tersebut tergolong baik strategi langsung maupun strategi tidak langsung dalam tuturan remaja. Strategi tuturan ekspresi kolokial remaja berlangsung secara alamiah dan komunikatif dengan tujuan agar pesan singkat yang disampaikan itu dapat diterima dan dimengerti oleh partisipan. Temuan-temuan ini memiliki implikasi pada makna, baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoretis, temuan penelitian ini memiliki implikasi pada kajian wacana budaya, tindak tutur, sosiolinguistik, dan etnografi komunikasi. Secara praktis, temuan ini memberi manfaat untuk memotivasi kreativitas remaja dalam upaya meningkatkan keterampilan berbicara siswa sebagai peserta didik, sekaligus memperkaya sumber rujukan dalam perencanaan pembelajaran bahasa di sekolah.

Penerapan pembelajaran berbasis proyek (PBP) dipandu dengan group investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi, keterampilan proses, hasil belajar, dan respons siswa kelas X-5 SMA Negeri I Purwosari / Fifin Indarwati

 

Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Projek (PBP), Group Investigation (GI), motivasi, keterampilan proses, hasil belajar, respons. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi Biologi kelas X-5 SMA Negeri I Purwosari diperoleh beberapa fakta dalam pembelajaran antara lain: kegiatan pembelajaran didominasi oleh guru atau teacher centered, guru sering menggunakan metode ceramah, nilai rata-rata siswa di bawah Standar Ketuntasan Minimum, siswa kurang termotivasi mengikuti pelajaran, siswa kurang aktif dalam kegiatan diskusi kelas, dan siswa sering terlambat mengumpulkan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Pembelajaran Berbasis Projek (PBP) dipandu dengan Group Investigation (GI) dalam meningkatkan motivasi, keterampilan proses, hasil belajar, dan respons siswa kelas X-5 SMA Negeri I Purwosari. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri I Purwosari Pasuruan, pada tanggal 21 April 2010 sampai dengan 12 Mei 2010. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan data dianalisis secara deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-5 SMA Negeri I Purwosari. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa motivasi, keterampilan proses, hasil belajar, dan respons siswa. Instrumen penelitian berupa angket motivasi, rubrik penilaian keterampilan proses, soal tes kognitif, dan angket respons siswa. Peningkatan skor rata-rata keseluruhan aspek motivasi belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 0,4. Peningkatan skor rata-rata keseluruhan aspek keterampilan proses dari siklus I ke siklus II sebesar 4,71. Persentase ketuntasan belajar mengalami peningkatan sebesar 20% dari siklus I ke siklus II. Skor rata- rata hasil tes siswa mengalami peningkatan sebesar 8,07. Persentase siswa yang memberikan respons positif (sangat setuju) mengalami peningkatan sebesar 46%. Peresntase siswa yang memberikan respons ragu-ragu berkurang sebesar 38,5% dari siklus I ke siklus II. Persentase siswa yang memberikan respons tidak setuju berkurang sebesar 2,75% dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan Pembelajaran Berbasis Projek dipandu dengan Group Investigation (GI) dapat meningkatkan motivasi, keterampilan proses, hasil belajar, dan respons siswa kelas X-5 SMA Negeri I Purwosari. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Pembelajaran Berbasis Projek dipandu dengan Group Investigation (GI) dalam pembelajaran biologi lebih mendapat perhatian dan tanggapan yang serius dari guru karena melalui model pembelajaran tersebut siswa dapat memperluas dan memperdalam pemahaman tentang pengetahuan pada topik ekosistem yang dikaitkan dengan lingkungan sekitar siswa.

Pengaruh variasi latihan passing terhadap penmingkatan keterampilan teknik dasar passing bawah dalam permainan sepakbola di Sekolah Sepakbola Putra Candi usia 13-15 tahun Kabupaten Banyuwangi / Fajar Budiyanto

 

ABSTRAK Budiyanto, Fajar. 2016. Pengaruh Variasi Latihan Passing Terhadap Peningkatan Keterampilan Teknik Dasar Passing Bawah Dalam Permainan Sepakbola Di Sekolah Sepakbola Putra Candi Kabupaten Banyuwangi Usia 13-15 Tahun. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sapto Adi, M.Kes., (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd. Kata Kunci: sepakbola, pengaruh variasi latihan passing, keterampilan teknik dasar passing bawah. Sepakbola adalah permainan beregu yang dilakukan secara sederhana dan cara memainkan bola dengan menggunakan kaki.Dari semua teknik dasar yang ada dalam sepakbola, teknik passing memiliki peran penting dalam permainan sepakbola. Pelaksanaan proses latihan di Sekolah Sepakbola Putra Candi saat sesi bermain dalam melakukan passingmasih terlalu kencang, asal-asalan, dan kurang akurat sehingga teman sulit untuk menerima bola. Kurangnya variasi di dalam latihan menjadi penyebab siswa merasa jenuh dan sering melakukan kesalahan yangmendasar dalam melakukan passing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi latihan passing terhadap keterampilan teknik dasar passing bawah dalam permainan sepakbola di sekolah sepakbola Putra Candi Kabupaten Banyuwangi. Rancangan penelitian yang dipakai adalah eksperimen dengan desain “matching pretest-posttest control group design”. Jumlah sampel penelitian 30 siswa yang dibagi dalam dua kelompok dengan menggunakan teknik ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes passing dan kontrol bola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variasi latihan passing memberikan hasil yangsignifikan terhadap peningkatan keterampilan teknik dasar passing bawah dalam permainan sepakbola di SSB Putra Candi dengan t_hitung112,3 >t_tabel2,145, sedangkan latihan konvensional memperoleh hasil yang tidak signifikan dengan t_hitung1,684 t_tabel 2,048. Pengaruh variasi latihan passing juga memberikan hasil yang baik dengan kenaikan presentase sebesar 11,8% dari pretest ke posttest. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa variasi latihan passing menunjukkan adanya perbedaan pengaruh terhadap pretes dan posttest, baik kelompok eksperimen maupun kelompok konvensional.Saran yang diberikan kepada pelatih sekolah sepakbola Putra Candi Banyuwangi sebaiknya dalam memberikan program latihan passing menggunakan model variasi latihan passingyang sudah teruji.

Upaya mengatasi kesalahan pemahaman konsep pecahan desimal melalui pembelajaran dengan manipulasi alat peraga sederhana bagi siswa kelas IV SD / oleh Darmin

 

Studi komparatif penerapan life skill education dan pembelajaran konvensional terhada optimalisasi kemampuan belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMU Negeri 2 Sumenep oleh Zurni

 

Pembelajaranm erupakans uatuk ondisi yang diciptakanu ntuk mencapai tujuanp endidikanS. alahs atua ltematifp endekatayna ngd iperlukana dalahli fe skill education yang merupakan konsep kurikulum berbasis kompetensi (KBK) denganp endekatakne cakapanh idup.D i manam ekanismep elaksanaailnya mengakomodasrai nahk ognitif, afektif dan psikomotorik secarain tegratit guru bebasm elakukanim provisasdi alamd esainp embelajannp, enggunaamn ediay ang mendukuntge rciptanyap embelajarayna ngk ondusifdanp enerapanva riasim etode mengajayra ngr elevand enganm ateria jar. Penerapapne mbelajarakno nvensionaal dalahp enerapapne mbelaaj rany ang mengacpua dap elaksanaa(np roses)d, i manak egiatanb elajarm engajar menekankapna dam ateria taui si yangd alamt ataranr iil memiliki karakteristik rnenyandarkakne padah afalan,p emilihani nformasi ditentukano leh gurtt, cenderuntge rfokusp adas atub idangt ertentum, emberikantu mpukanin formasi kepadas iswad an penilaianh asilb elajarh anyar nelaluik egiatana kademikb erupa ujian/ulangan. Dengank eduap endekatadni atask emampuanb elajary angd itekankan padak ecakapaank ademiky angm engacup adas korp re testd anp ostt estd apat dicapasi ecarao ptimal.A rtinya setelahs iswam engalampi rosesb elajarm engajar terjadip erubahansi kapd anp erilakuy angp roporsional. Penelitianin i bertujuanu ntuk( 1) mengetahupi enerapalnif e skill education terhadapo ptimalisaski emampuanb elajars iswap adam atap elajarana kuntansdi i SMUN egeri2 Sumenep(2 ) mengetahumi ekanismep elaksanaapne mbelajaran konvensionatel rhadapo ptimalisaski emampuabne lajars iswap adam atap elajaran akuntansdi i SMU Negeri2 Sumenep(3 ) mengetahupi erbedaanp enerapalnif e skill edrcationd anp embelajarakno nvensionatel rhadapo ptimalisaski emampuan belajars iswap adam atap elajarana kuntansdi i SMU Negeri2 Sumenep. Metodep enelitiany angd igunakana dalahe ksperimenp, opulaspi enelitian adalahs iswak elasI SMU Negeri2 Sumenepta hunp elajaran2 002!2003S. ebagai sampesl ebanyak8 2 sisway angt erbagim enjadid uak elas,y aitu kelasI r Iz Teknik pengambilasna mpelnyaa dralajuhd gments ampling,s edangm etodep engumpulan datanyam enggunakamn etodet est,d okumentasdi,a no bservasi. Hasil penelitiani ni menunjukkanb ahwa( 1) penerapanli fe skill educarion menunjukkakne mampuana wal6 6,476d ank emampuana khir 82,125( 2) penerapapne mbelajarakno nvensionaml enunjukkank emampuana vral6 5,190d an kemamprraank hir6 7,595( 3) terdapapt erbedaanp enerapalnif e skill educationd an pembelajarakno nvensionatle rhadapo ptirnalisaski emampuanb elajars isway ang cukup signifikan, yaitu kelas eksprimen mempunyai kemampuan aktrir 82,125 dan kelask ontrolk emampuana khirnya6 7, 595.H al ini terbuktid enganp enghitungan teknika nalisat- testd enganS PSSl0.0f or windowss ebesa2r ,394p adatanf signikans5i %. Dari data di atasd apatd isimpulkanb ahwat erdapatp erbedaany ang signifikand alamp enerapanlf e skill educationd anp embelajarakno nvensional terhadapo ptimalisaski emampuanb elajars iswap adam aA pelajarana kuntansdi i SMU Negeri 2 Sumenep. Berdasarh asil penelitiant ersebutd isarankanb agi guru-gurup engajarm ata pelajarana kuntansia garm enerapkanli fe skill education dalam setiapk egiatan belajar mengajar karena mempunyai karakteristik yang relevan dengan akuntansi yangl ebih banyakm elakukanl atihan dan keterampiland alam pembelajaranB. agi yangb erminatm engadakanp enelitians ejenis agarm enambahju mlah populasi yangd igunakanu ntukp enelitians ehinggam emperolehh asily ang lebihb aik

Hubungan antara kemampuan berpikir dan hasil belajar pada pembelajaran biologi dengan pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dan jigsaw di kelas III SMP Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang / oleh Ainin Hilmiyah

 

Pelabelan super sisi ajaib pada graph ulat (caterpillars) yang mempunyai n badan dan 2n kaki dengan n bilangan asli / Thereziea Lorentz

 

Lorentz, Thereziea. 2009. Pelabelan Super Sisi Ajaib pada Graph Ulat (Caterpillars) yang Mempunyai n Badan dan 2n Kaki dengan n Bilangan Asli. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Purwanto, Ph.D., (II) Dr. Subanji, S.Pd, M.Si Kata kunci: graph, pelabelan super sisi ajaib, Graph Ulat(Caterpillars). Pelabelan sisi ajaib pada suatu graph G merupakan pemetaan satu-satu dan pada (bijektif) dari V(G) U E(G) ke himpunan bilangan bulat {1,2,3,...,V (G) + E(G)} dengan sifat setiap sisi xy pada graph G yang diberikan berlaku f (xy) + f (x) + f ( y) = k (konstan), f (xy) + f (x) + f ( y) disebut jumlah sisi dari xy dan konstanta k disebut angka ajaib untuk pelabelan pada suatu graph G. Suatu graph dikatakan ajaib jika terdapat pelabelan ajaib pada graph tersebut. Pada skripsi ini dipelajari pelabelan super sisi ajaib pada graph ulat (Caterpillars). Graph ulat (Caterpillars) adalah suatu graph terhubung jika titik ujungnya dipotong akan membentuk lintasan. Titik ujung adalah titik yang berderajat satu. Dari pembahasan diperoleh empat hasil yang menyatakan bahwa untuk graph ulat (Caterpillars) tanpa kepala dan tanpa ekor yang mempuyai n badan, 2n kaki dengan n bilangan asli ganjil mempunyai pelabelan ajaib dengan 2 15 +3 k = n , untuk graph ulat (Caterpillars) tanpa kepala dan tanpa ekor yang mempuyai n badan, 2n kaki dengan n bilangan asli genap mempunyai pelabelan ajaib dengan 2 15 + 2 k = n , untuk graph ulat (Caterpillars) tanpa kepala yang mempuyai n badan, 2n kaki dengan n bilangan asli ganjil mempunyai pelabelan ajaib dengan 2 15 +9 k = n , untuk graph ulat (Caterpillars) tanpa kepala yang mempuyai n badan, 2n kaki dengan n bilangan asli genap mempunyai pelabelan ajaib dengan 2 15 +6 k = n . Selain itu diperoleh kesimpulan bahwa aturan pelabelan tiap titik dan sisi pada graph ulat (Caterpillars) tidak tunggal.

Sifat organoleptik permen jelly subtitusi agar-agar dengan persentase yang berbeda / Ika Gunartin

 

Permen jelly merupakan permen yang dibuat dari air atau sari buah dan bahan pembentuk gel, yang berpenampilan bening dan transparan serta mempunyai tekstur dengan kekenyalan tertentu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu organoleptik permen jelly. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan persentase agar-agar yang berbeda yaitu 10%, 20%, 30%. Pengamatan dilakukan terhadap sifat organoleptik yang meliputi warna, tekstur dan kebeningan dengan pengujian uji mutu hedonik dan uji hedonik oleh panelis. Panelis terdiri dari 20 orang agak terlatih dari mahasiswa D3 Tata Boga angkatan 2005-2006. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam. Hasil analisis data yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata terhadap warna, tekstur dan kebeningan dengan dengan substitusi agar-agar 10%, 20%, 30%. Nilai rerata tertinggi untuk warna 3,66 dengan substitusi 10%. Nilai rerata tertinggi untuk tekstur 3,33 dengan substitusi agar-agar 10%. Nilai rerata tertinggi untuk kebeningan 3,71 dengan substitusi agar-agar 10%. Hasil uji hedonik terhadap permen jelly menunjukkan bahwa warna permen jelly yang disukai panelis adalah permen jelly dengan substitusi agar-agar 10%. Hasil uji hedonik terhadap permen jelly menunjukkan bahwa tekstur yang disukai panelis adalah permen jelly substitusi agar-agar dengan persentase 10%. Hasil uji hedonik terhadap permen jelly menunjukkan bahwa kebeningan yang disukai panelis adalah permen jelly substitusi agar-agar dengan persentase 10%. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu : perbedaan substitusi akan menghasilkan warna, tekstur, kebeningan yang berbeda sangat nyata. Kebeningan dan warna permen permen jelly dengan subtitusi agar-agar 10% paling disukai oleh panelis (68,33%), tekstur permen jelly dengan subtitusi agar-agar 20% paling disukai oleh panelis (61,67%)

Pengaruh mekanisme Good Corporate Governance (GCG), pengungkapan Corporate Social Responsibility (CRS), leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan (studi pada perusahaan yang listing di BEI periode 2011-2013) / Este Hudiati Sholeha

 

ABSTRAK Sholeha, Estie Hudiati. 2015. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance (GCG), Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR), Leverage, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan yang Listing di BEI periode 2011-2013. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Hj. Yuli Widi Astuti, SE., M.Si., Ak. (2) H. Eka Ananta Sidharta, SE., MM., Ak., CA. Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Komisaris Independen, Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR), Leverage, Profitabilitas, Nilai Perusahaan Peningkatan nilai perusahaan yang tinggi merupakan tujuan jangka panjang yang seharusnya dicapai perusahaan. Mekanisme GCG bertujuan untuk mengatur perusahaan agar dapat menciptakan nilai tambah bagi semua stakeholdersnya. Pengungkapan CSR jika dilakukan secara berkesinambungan oleh perusahaan akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan itu sendiri. Tingkat leverage perusahaan menggambarkan risiko keuangan perusahaan. Investor lebih berminat pada perusahaan yang memiliki citra yang baik di masyarakat karena semakin baiknya citra perusahaan, loyalitas konsumen semakin tinggi sehingga dalam waktu lama penjualan perusahaan akan membaik dan profitabilitas perusahaan juga meningkat. Jika perusahaan berjalan lancar, maka nilai saham perusahaan akan meningkat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 383 perusahaan. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dan diperoleh 66 sampel. Penelitian ini diuji menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kepemilikan manajerial memiliki nilai signifikansi 0,003<0,05, sehingga kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. (2) Kepemilikan institusional memiliki nilai signifikansi 0,072>0,05, sehingga kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (3) Komisaris Independen memiliki nilai signifikansi 0,011<0,05, sehingga komisaris independen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. (4) Pengungkapan CSR memiliki nilai signifikansi 0,537>0,05, sehingga pengungkapan CSR tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (5) Leverage memiliki nilai signifikansi 0,811>0,05, sehingga leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (6) Profitabilitas memiliki nilai signifikansi 0,000<0,05, sehingga profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Eksperimentasi pengajaran modul dan tradisional dalam perkuliahan pengantar koperasi di Jurusan PDU FPIPS IKIP Malang / oleh J.G. Nirbito

 

Prosedur pengembangan model program instruksional pada Jurusan Pendidikan Dunia Usaha FKIP Universitas Udayana Singaraja / oleh Naswan Suharsono

 

Inventarisasi ganggang mikroskopis di daerah pasang surut pantai Balekambang kabupaten Malang / oleh Ani Rustiyanti

 

Neraca kehidupan Helicoverpa armigera (Hubner) pada tanaman kapas, jagung,kedelai dan kacang hijau / oleh Enik Kurniawati

 

Studi morfologi bunga spesies-spesies dari marga solanum yang ditemukan di daerah Batu Malang / oleh Sutiyah Tri Lestari

 

Kajian tentang kemampuan dalam memberikan gambaran mikroskopik larutan asam basa dan hasil reaksi larutan asam basa siswa kelas II SMU Negeri I Kesamben tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Widanarni

 

Pengaruh penyiraman dengan limbah cair pembuatan tahu terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.) / oleh Agus Wahyudi

 

Pengembangan digital book sebagai pembelajaran mandiri pada mata kuliah Pengembangan Media Foto untuk mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang / Reni Febriana

 

ABSTRAK Febriana, Reni. 2016. Pengembangan Digital Book sebagai Media Pembelajaran Mandiri pada Mata Kuliah Pengembangan Media Foto untuk Mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Henry Praherdhiono, M.Pd, (II) Eka Pramono Adi, S.IP, M.Si. Kata Kunci: Digital Book, Pembelajaran Mandiri, Pengembangan Media Foto Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pengembang pada mata kuliah Pengembangan Media Foto di Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang, permasalahan pembelajaran yang terjadi adalah belum tersedianya media untuk pembelajaran mandiri, serta belum ada materi yang tepat dan lengkap untuk pokok bahasan lighting wedding photography. Digital book merupakan media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai pembelajaran mandiri. Dengan kelengkapan fitur yang tersedia pada media ini, mahasiswa atau pengguna dapat mengatur sendiri kegiatan pembelajaran sesuai dengan kecepatan dan pemahaman masing-masing individu. Digital book juga menyediakan gambar, serta video sehingga dapat membuat mahasiswa lebih mudah dan tertarik untuk memahami materi. Tujuan dari pengembangan ini yaitu menghasilkan produk digital book yang valid. Pengembangan digital book dikembangkan menggunakan model pengembangan Research and Development (R & D) dalam Sugiyono. Adapun subjek penelitian dalam pengembangan digital book ini adalah mahasiswa angkatan 2014 semester 4 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Media digital book ini divalidasi oleh ahli media dengan persentase 93,33%, ahli materi dengan persentase 96,67%, dan hasil uji coba lapangan sebesar 85,49%. Hal ini menunjukkan bahwa digital book sebagai pembelajaran mandiri dapat dinyatakan valid untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran Pengembangan Media Foto. Pengembang berharap penelitian ini dapat berguna bagi pihak yang membutuhkan serta bermanfaat untuk penelitian selanjutnya yang serupa. Disarankan untuk pengembang selanjutnya dapat mengembangkan digital book yang lebih baik lagi dari segi tepat guna, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang lebih maksimal.

Pengaruh pemanfaatan tepung cacing tanah sebagai bahan penyusun ransum terhadap pertambahan berat basah ikan nila merah (Oreochomis sp.) / oleh Lamiatin

 

Keanekaragaman anggota suku Musaceae yang terdapat di daerah Malang / oleh Khusnul Khotimah

 

Studi tentang pemahaman konsep metode ilmiah, sikap ilmiah dan penggunaan metode ilmiah siswa kelas III program ilnu-ilmu biologi (A2) di sekolah menengah atas negeri se-Kodya Pasuruan / oleh Sri Subekti

 

Pengaruh suhu awal pada isolasi glikogen dari hati sapi / oleh Heru Wahju Widodo

 

Peningkatan keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran melalui manajemen pelatihan teknologi informasi dan komunikasi (penelitian tindakan sekolah di SDN Ngunut 02 Pacitan) / Galih Purnama

 

ABSTRAK Purnama, Galih. 2016. Peningkatan Keterampilan Guru dalam Membuat dan Menggunakan Media Pembelajaran Melalui Manajemen Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Penelitian Tindakan Sekolah di SDN Ngunut 02 Pacitan). Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. A. Sonhadji K.H., M.A., Ph.D ; (II) Dr. H. A. Supriyanto, M.Pd, M.Si Kata kunci : media pembelajaran, pelatihan, teknologi informasi dan komunikasi Perkembangan teknologi mengakibatkan perubahan–perubahan di sekolah dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran merupakan proses komunikasi yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pelatihan memberikan kesempatan kepada guru untuk mendapatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap baru yang mengubah perilakunya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah dan dilaksanakan pada SD Negeri Ngunut 02 Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan dengan sasaran 6 orang guru. Metode yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah (1) tahap pendahuluan/survey awal, (2) tahap perencanaan, (3) tahap pelaksanaan tindakan, (4) tahap observasi dan (5) tahap refleksi. Analisis data dengan análisis deskriptif yaitu dengan membandingkan keterampilan guru membuat dan menggunakan media pembelajaran sebelum diberikan tindakan dengan keterampilan guru membuat dan menggunakan media pembelajaran setelah diberi tindakan dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase setiap tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru SD Negeri Ngunut 02 Pacitan dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi setelah diberi pelatihan mengalami peningkatan dari prasiklus, siklus I, dan siklus II. Keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi pada prasiklus sebesar 0%, pada siklus I sebesar 32,22%, dan pada siklus II 48,88%. Ada peningkatan keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi dari siklus I sampai siklus II sebesar 16,66% dan dari prasiklus sampai siklus II sebesar 48,88%. Dengan demikian pelatihan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi di SD Negeri Ngunut 02 Kabupaten Pacitan. Saran dari penelitian ini adalah: (1) untuk kepala sekolah, supaya memprioritaskan dukungan program, sarana, motivasi yang mengarah pada kemampuan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi guru. (2) untuk guru, agar meningkatkan kemampuan dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk dapat menunjang pekerjaan guru dalam pembelajaran sehingga dapat memperbaiki kualitas pembelajaran. (3) untuk peserta didik, harus ikut menjaga dan merawat sarana dan prasarana yang ada agar dapat difungsikan sebagaimana mestinya dan mengikuti perkembangan teknologi. (4) untuk Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, secara berkelanjutan diharapkan mengadakan pelatihan keterampilan mengoperasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi kepada guru khususnya guru sekolah dasar untuk meningkatkan keterampilan guru. (5) untuk Direktorat Pendidikan SD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bantuan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat mempercepat upaya peningkatan mutu pendidikan. (6) untuk peneliti berikutnya, diharapkan penelitian selanjutnya lebih ditujukan pada manajemen pelatihan untuk pengembangan media pembelajaran yang lebih lanjut dengan menggunakan program-program komputer yang mendukung penggunaan dan pembuatan media pembelajaran.

Tinjauan pelaksanaan kegiatan prkatikum biologi di SMA Negeri se-kabupaten Lumajang tahun ajaran 1993/1994 / oleh Ali Alkhofiki

 

Peningkatan kualitas pembelajaran menulis cerpen dengan pemberian reward (hadiah) dan pinishment (hukuman) pada siswa kelas IX-C SMPN 5 Jombang / Alief Jiantara Riatmojo

 

ABSTRAK Riatmojo, Alif Jiantara. 2016. Peningkatan Menulis Cerpen dengan Pemberian Reward dan Punishment pada Siswa Kelas IX-C SMPN 5 Jombang. Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1 Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. Pembimbing 2 Dr. Nita Widiati, M.Pd. Kata Kunci: menulis cerpen, reward, dan punishment. Strategi pembelajaran menjadi hal yang penting dalam kegiatan belajar, terutama di sekolah. Pemberian strategi motivasi mampu meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar akan mampu ikut berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu alat yang mampu meningkatkan semangat, motivasi, dan keaktifan siswa adalah reward dan punishment. Reward dan punishment selain mampu memberikan motivasi dan semangat kepada siswa juga mampu mengubah perilaku siswa menjadi lebih baik. Reward dan punishment juga mampu membantu siswa menjadi semangat belajar dalam memahami materi tentang cerpen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan proses dan hasil menulis cerpen dengan pemberian reward dan punishment pada siswa kelas IX-C SMP Negeri 5 Jombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-C SMP Negeri 5 Jombang yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara guru dan siswa, tes, angket, dan catatan lapangan. Analisis data proses pembelajaran dan aktivitas siswa dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif, menjumlah skor, dan mengolah skor. Pada hasil karya cerpen siswa dianalisis dengan mengumpulkan hasil menulis cerpen, mengoreksi, dan mengolah skor hasil menulis cerpen. Pada penelitian ini, reward yang digunakan berupa reward stiker, reward kata klasikal, dan reward kata individu. Punishment yang digunakan pada penelitian ini yaitu punishment stiker, punishment pengurangan poin keaktifan, dan punishment yang disesuaikan dengan jenis pelanggaran yang dilakukan siswa. Pengaruh penggunaan reward dan punishment pada kegiatan belajar mengajar mampu mengubah perilaku siswa menjadi lebih baik. Siswa menjadi lebih aktif merespon pembelajaran sehingga pemahaman siswa menjadi lebih baik. Punishment juga mampu mengontrol perilaku buruk siswa. Pemberian punishment mampu memberikan efek jera dan mengembalikan keadaan siswa agar bisa kembali fokus dalam belajar. Berdasarkan hasil observasi, wawancara guru dan siswa, angket, catatan lapangan, dan tes, pemberian reward dan punishment mampu meningkatan kemampuan menulis cerpen siswa dan meningkatkan keaktifan siswa. Peningkatan keaktifan siswa ini ditandai dengan meningkatnya respons siswa selama kegiatan pembelajaran, ketepatan waktu siswa dalam mengumpulkan tugas, kejujuran siswa, dan nilai siswa yang berhasil memenuhi KKM. Hasil nilai peningkatan proses siswa pada siklus 1 sebesar 302 dengan rata-rata nilai 9,51. Pada siklus 2 hasil penilaian proses meningkat menjadi 330 dengan rata-rata nilai 10. Peningkatan penilaian proses dikarenakan siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian proses mengacu pada proses kreatif menulis cerpen. Penilain hasil menulis cerpen siswa meningkat dibanding prasiklus. Rata-rata nilai siswa juga mengalami peningkatan. Pada prasiklus nilai rata-rata siswa 68,24 meningkat pada siklus 1 menjadi 78,12. Pada siklus 2 nilai rata-rata siswa juga meningkat menjadi 81,84. Pada kualitas karya siklus 1 siswa telah berhasil mengembangkan cerpen dengan cukup baik, hanya saja siswa belum mampu mengembangkan konflik dengan maksimal. Pada siklus 2 siswa mampu mengembangkan cerpen dengan sangat baik dan siswa mampu mengembangkan konflik dengan maksimal. Peningkatan hasil ini ditandai dengan isi, bahasa, dan ejaan siswa yang telah ditulis dengan baik. Peningkatan hasil nilai siswa juga dipengaruhi oleh sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian reward dan punishment berperan dalam meningkatkan hasil menulis cerpen siswa serta pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

Penentuan pH dan suhu optimum pada fermentasi onggok menjadi etanol dengan biakan Schizosaccharomyces sp. / oleh Manshur

 

Penngkatan kemampuan menggunakan ejaan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) pada siswa kelas IVB Bandungrejosari 1 Malang / Tri Ayu Listyawati

 

Kata kunci: ejaan, menulis karangan, Bahasa Indonesia, SD, STAD. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di kelas IVB SDN Bandungrejosari 1 Malang didapatkan fakta bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dan kurang terbiasa menggunakan ejaan secara benar ketika menulis karangan. Dari nilai siswa yang diperoleh pada aspek penggunaan ejaan pada pelajaran Bahasa Indonesia materi menulis karangan dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf kapital dan tanda baca) menunjukkan rata-rata kemampuan siswa menggunakan ejaan hanya mencapai 42 dengan ketuntasan kelas 20,5%, sedangkan ketuntasan individual yang ditentukan adalah 65.00 dan ketuntasan kelas sebesar 70%. Untuk itu agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan ejaan perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan kemampuan menggunakan ejaan, dan (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam menggunakan ejaan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif model kolaboratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVB SDN Bandungrejosari 1 Malang. Dalam penelitian ini peneliti menjadi pengajar dan guru kelas sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IVB SDN Bandungrejosari 1 dengan Kompetensi Dasar “menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll)” dengan indikator menulis karangan dengan menggunakan huruf kapital sesuai dengan EYD dan menulis karangan dengan menggunakan tanda baca sesuai dengan EYD dapat dilaksanakan dengan efektif. Keaktifan siswa meningkat dari 72,4% pada awal siklus I menjadi 79,6% pada akhir siklus II. Kemampuan siswa menggunakan ejaan juga meningkat dari rata-rata 42 dan ketuntasan kelas 20,5% sebelum tindakan menjadi rata-rata 83 dan ketuntasan kelas mencapai 86,4% pada akhir siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi guru untuk dapat menggunakan dan mengembangkan model pembelajaran STAD pada mata pelajaran lain, mengembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan selama penelitian, dan diharapkan dapat melakukan inovasi baru agar model pembelajarn STAD lebih inovatif dan bervariasi.

Metode membaca pemahaman langsung dan tak langsung dalam pengajaran membaca pemahaman bahasa Inggeris siswa SMA / oleh Johannes A. Prayogo

 

Pengaruh model latihan dry land sirkuit dan latihan renang sprint terhadap kecepatan renang gaya crawl 50 meter bagi atlet pra-prestasi KU-V (8-9 tahun) perkumpulan renang Amarta Aquatic Malang / Latiful Khobir Farokie

 

ABSTRAK Farokie, LatifulKhobir. 2016.PengaruhModel LatihanDry Land SirkuitdanRenangSprint terhadapKecepatanRenang Gaya Crawl 50 Meter BagiAtletPra-Prestasi KU-V (8-9 tahun) PerkumpulanRenangAmarta Aquatic Malang. Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan,FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing:(I) Dr. EkoHariyanto, M.Pd,(II) Dr. Hariyoko, M. Pd. Kata Kunci: dry land sirkuit, renangsprint,kecepatanrenanggaya crawl Di dalamolahragarenang,gayacrawl merupakansuatuaktivitasfisik yang dilakukan di dalam air dengancaramengayunkanlengankiridankanankedepansecarabergantiandanmencambukkantungkaikedalam air. Dalammelakukanrenanggayacrawl dibutuhkanketerampilanfisik yang baik, sehinggadapatmemberipengaruhkecepatansaatberenang. Penelitianinidilakukanuntukmengetahuipengaruh model latihandry land sirkuitterhadapkemampuankecepatanrenanggayacrawl 50 meter. Metodepenelitianinimenggunakanrancanganeksperimensemu (pretes-postest control group design).Pengambilansampelmenggunakanteknikordinal pairing matching, sampelpenelitianberjumlah 20orang, yakniatletpra-prestasikelompokumur V (8-9 tahun) perkumpulanrenangAmarta Aquatic Malang.Sampeldibagidalamduakelompok, kelompokeksperimenlatihandry land sirkuitberjumlah 10orangdankelompokkontrollatihanrenangsprintberjumlah 10orang.Latihandry land sirkuitdanrenangsprint dilakukanselama 6 minggu, dalamsatuminggu 3 kali pertemuan, latihandenganintensitas 50% sampai 70%. Teknikanalisisdata diolahmenggunakananalisisvariansatujalur (one way anova), denganbantuan program MS. Excel 2010. Hasilpengujianhipotesis (1)terdapatpengaruh yang signifikanmodel latihandry land sirkuitterhadapkecepatanrenanggayacrawl 50 meter. Hasilpengujianhipotesis (2) tidakterdapatpengaruh yang signifikanlatihanrenangsprintterhadapkecepatanrenanggayacrawl 50 meter.Padapengujianhipotesis(3)terdapatperbedaanpengaruhyang signifikanantaralatihandry land sirkuitdenganlatihanrenangsprint. Dengandemikianmodel latihandry land sikuitinidapatmemberikanpengaruh yang lebihbaikterhadapkecepatanrenanggayacrawl 50 meter dibandingkanlatihanrenangsprint. Sehinggadapatdijadikansalahsatu modellatihanuntukmembantumeningkatkankecepatanrenanggayacrawl 50 meter.

Manajemen koperasi sekolah (studi kasus di Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang) / Yatimah Yuda Suprihatin

 

Koperasi sekolah merupakan salah satu substansi dalam manajemen layanan khusus sekolah yang keberadaannya sangat menunjang kegiatan pembelajaran siswa di sekolah. Keberadaan koperasi sekolah akan disenangi jika keberadaannya memberikan fungsi atau manfaat bagi siswa. Koperasi At-Taufiq merupakan salah satu koperasi yang ada di MAN 3 Malang. Koperasi tersebut memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan koperasi sekolah lain yang ada di kota Malang. Keunggulan tersebut antara lain meliputi: (1) dari segi fisik, koperasi tersebut memiliki ukuran ruangan yang cukup besar, yaitu 250 m2; (2) jenis layanan yang ada di koperasi tersebut tidak hanya meliputi bidang usaha saja tetapi juga bidang jasa; (3) koperasi tersebut memiliki prestasi, yaitu koperasi tersebut ditetapkan sebagai koperasi dengan sistematika pembukuan terbaik antar SMU Se-Malang Raya dan koperasi tersebut masuk tiga besar jambore koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen koperasi At-Taufiq MAN 3 Malang yang meliputi: (1) perencanaan program koperasi At-Taufiq; (2) pengorganisasian koperasi At-Taufiq; (3) jenis layanan yang ada di koperasi At-Taufiq; (4) pengawasan dan pelaporan koperasi At-Taufiq; (5) kontribusi yang diberikan koperasi At-Taufiq bagi madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Studi kasus yang digunakan adalah studi kasus observasional. Pada penelitian ini peneliti merupakan satu-satunya pengumpul data, dimana peneliti melakukan sendiri teknik-teknik pengumpulan data. Adapun teknik pengambilan datanya menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sudah didapatkan akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan tiga cara yaitu ketekunan pengamatan, triangulasi, dan ketercukupan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan program koperasi At-Taufiq dilakukan oleh keseluruhan personel koperasi yang meliputi manajer koperasi dan karyawan koperasi, dalam hal ini Kepala sekolah juga ikut terlibat. Kegiatan perencanaan tersebut dilakukan melalui beberapa langkah; (2) koperasi At-Taufiq memiliki struktur organisasi dan mekanisme kerja tertulis yang dirumuskan bersama sebagai pedoman dalam menjalankan program kerja. Manajer koperasi selalu melakukan pembinaan secara rutin kepada karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. (3) jenis layanan yang ada di koperasi At-Taufiq meliputi a) layanan bidang usaha yang terdiri dari unit usaha pertokoan, unit usaha wartel, unit usaha fotokopi, unit usaha kantin, serta unit usaha sponsorship; dan b)layanan bidang jasa yang meliputi instalatir listrik, reparasi TV/ kulkas/ mesin cuci, komputer, travel, servis mobil/ sepeda, fotografi, persewaan terop/ kursi, sound system; (4) proses pengawasan di koperasi At-Taufiq dilakukan oleh badan pengawas yaitu Waka Sarana Prasarana dan dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Pelaporan yang dilakukan oleh karyawan koperasi berupa laporan keuangan bulanan dan laporan persediaan barang (stock opname); (5) kontribusi yang diberikan oleh koperasi terhadap madrasah berupa kontribusi materi dan kontribusi non materi. Dari hasil kesimpulan temuan penelitian di atas, dapat disarankan kepada pihak-pihak yang terkait, yaitu (1) bagi Kepala Sekolah disarankan untuk terus memberikan pengarahan serta masukan/ kritik yang membangun kepada pengelola koperasi agar dapat mempertahankan eksistensi koperasi yang sampai saat ini sudah berkembang pesat; (2) bagi manajer koperasi disarankan untuk mempergunakan modal dari siswa yang berupa simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela yang selama ini tidak pernah dipergunakan untuk mengembangkan usaha koperasi; (3) bagi karyawan koperasi disarankan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan serta lebih meningkatkan kualitas barang yang dijual; (4) bagi siswa, dengan seringnya diadakan lomba antar koperasi, diharapkan dapat dijadikan pengalaman untuk menimba pengetahuan yang lebih mendalam tentang ilmu perkoperasian; (5) bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian sejenis dengan objek yang sama tetapi menggunakan pendekatan yang berbeda atau dengan variabel yang berbeda.

Daya bakterisida ekstrak buah kemukus (Piper cubeba L.) dan pengaruhnya terhadap jamur candida albicans / oleh Sri Sayekti

 

penyebaran jenis-jenis tumbuhan yang termasuk suku zingiberaceae yang ditemukan di daerah Malang / oleh Retno Utari

 

Pembuatan slide suara sebagai media pengajaran biologi kelas II SMP sub konsep indera manusia (mata) / oleh Agustina Kurniawati

 

Studi tentang tipe dan banyaknya stomata pada tumbuhan xerofit sukulen batang genus euphorbia / oleh Herlina Dyah Ratnanigsih

 

Inventarisasi marga ganggang hijau di Coban Luak hutan wisata Cangar kabupaten Malang / oleh Sigid Sudewo

 

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan power point untuk meningkatkan pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat (studi pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Wanci Kab. Wakatobi) / Zulham Jaya

 

ABSTRAK Jaya, Zulham. 2016. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Berbantuan Power Point untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat (Studi pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Wanci Kab. Wakatobi). Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd. (II) Dr. H. Abdur Rahman As’ari, M.A. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif NHT, Power Point, Pemahaman Konsep Berdasarkan hasil observasi awal di kelas IV SDN 1 Wanci Kabupaten Waktobi Provinsi Sulawesi Tenggara, permasalahan yang sering muncul pada pembelajaran matematika bagi siswa kelas IV SDN 1 Wanci selama mengikuti pelajaran matematika diantaranya: (1) Siswa yang pandai mendominasi pekerjaan dalam kelompok, siswa yang lain menunggu hasil, (2) kelompok yang beranggotakan siswa yang memiliki daya tangkap lambat dalam menerima materi pelajaran selalu membuat gaduh, ribut dan bermain-main dalam kelompoknya sehingga banyak soal dalam LKS yang tidak bisa terjawabkan. Persoalan lain juga sering muncul khususnya pada pembelajaran bilangan bulat pada saat melakukan operasi hitung seperti: (-7) + 6; 5 + (-4); (-8) + (-9); (-10) – (-11); (-3) – 7, dan sebagainya. Permasalahan yang muncul yang berkaitan dengan penyelesaian soal-soal seperti itu antara lain bagaimana memberikan penjelasan dan menanamkan konsep tersebut secara konkret. Melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan power point, terjadinya interaksi antara siswa melalui diskusi siswa secara bersama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, dan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan bakat kepemimpinan. Sedangkan keunggulan dari media power point adalah dapat memberikan pengalaman belajar yang konkret dan langsung kepada siswa Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas IV SDN 1 Wanci yang berjumlah 28 siswa. Peneliti sebagai observer I yang akan mengamati aktivitas guru dan dibantu oleh salah seorang guru lain yang bertindak sebagai observer II yang mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran. sedangkan yang akan bertindak sebagai guru model atau dalam hal ini sebagai pemberi tindakan adalah guru kelas IV yang selama ini telah ditugaskan menjadi wali kelas IV di sekolah tempat penulis melaksnakan penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi kegiatan guru dan siswa, soal tes, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan power point yang dapat meningkatkan pemahaman konsep penumlahan danpengurangan bilangan bulat siswa kelas IV SDN 1 Wanci adalah dengan langkah-langkah pembelajaran seperti berikut: (1) tahap pembentukan kelompok dan pemberian nomor, (2) tahap memberikan pertanyaan, (3) tahap berpikir bersama dimana siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk menentukan jawaban dari permasalahan yang diberikan, (4) pemberian jawaban atau guru memanggil salah satu nomor dari salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil jawaban kelompoknya. Hasil tes pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas IV SDN 1 Wanci menunjukan peningkatan yakni pada siklus I diperoleh hasil persentase sebesar 75,00% dengan rata-rata 75,09 dan pada siklus II meningkat sebesar 21,43% menjadi 96,43% dengan perolehan rata-rata 80,85.

Pembuatan busana pesta variasi pleats dari bahan denim / Sri Indayani

 

Kata Kunci: Busana pesta, denim, variasi pleats. Busana merupakan segala sesuatu yang dipakai mulai dari kepala sampai ujung kaki yang memberi kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi sipemakai. Perkembangan busana wanita lebih pesat dibanding busana pria, dalam pembuatan busana wanita diperlukan ketelitian dan kecermatan sesuai dengan model yang berkembang. Hal ini terjadi pula pada pembuatan busana pesta yang modenya senantiasa berubah dan berkembang. Busana pesta adalah pakaian yang melekat pada tubuh yang dipakai pada saat acara tertentu dengan tujuan memperindah penampilan seseorang. Bahan busana pesta biasanya terbuat dari bahan yang berkilau, tetapi kali ini penulis membuat busana pesta berbentuk gaun dari bahan denim. Jenis denim yang dipakai penulis adalah denim straight yaitu cotton denim yang telah ditambahkan polyester. Penulis juga menambahkan variasi ukuran pleats pada gaun, yaitu variasi sunray pleats. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menjelaskan tentang pembuatan pleats dari bahan denim dan menjelaskan pembuatan busana pesta dengan variasi sunray pleats dari bahan denim. Manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca untuk membuat busana pesta berbahan denim dengan variasi pleats. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pattern, cutting, sewing, dan finishing. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp 400.750,00. Hasil yang diperoleh dari pembuatan busana pesta ini adalah berupa gaun berbahan denim dengan variasi sunray pleats. Saran yang dapat diberikan adalah saat proses pemilihan bahan utama hendaknya menggunakan denim yang tidak elastis dan kenali terlebih dahulu jenis pleats yang akan diterapkan bahan denim, sehingga mempermudah pembuatan busana pesta yang menerapkan variasi pleats.

Pengembangan bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter untuk siswa kelas XI / Puji Lestari

 

ABSTRAK Lestari, Puji. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen dengan Sumber Inspirasi Album Foto Cerita Bermuatan Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas XI SMK. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M Pd, ( II) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M. Pd. Kata Kunci: bahan ajar, menulis cerpen, album foto cerita, pendidikan karakter. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Menulis cerpen merupakan salah satu keterampilan menulis yang menghasilkan karya sastra. Studi pendahuluan dilakukan melalui angket yang diisi oleh siswa dan wawancara dengan guru. Bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan kakakter mencakup empat aspek meliputi: isi, sistematika, bahasa, dan tampilan bahan ajar dengan sumber inspirasi album foto cerita yang menarik untuk sisiwa kelas XI SMK. Tujuan pengembangan ini, yaitu (1) menghasilkan isi bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter, (2) menghasilkan sistematika bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter, (3) menghasilkan bahasa bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter yang baku dan komunikatif untuk siswa SMK, dan (4) menghasilkan tampilan produk bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter yang menarik. Model desain adaptasi pengembangan Borg dan Gall digunakan untuk mencapai tujuan penelitian dan pengembangan bahan ajar. Berdasarkan model tersebut, dalam penelitian ini ada tujuh tahap, yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk bahan ajar, (4) validasi ahli dan praktisi, (5) revisi produk awal, (6) uji lapangan terbatas, (7) penyempurnaan produk akhir. Validasi ahli dilakukan melalui uji kepada ahli materi dan ahli pembelajaran menulis kreatif cerpen. Berdasarkan hasil uji produk yang dilakukan pada ahli materi, ahli pembelajaran, praktisi, dan subjek uji diperoleh skor yang berbeda-beda. Data nonverbal (numerik) dan verbal dari hasil uji dijabarkan sebagai berikut. Ahli materi memberikan nilai 95 (sangat layak) untuk kelengkapan materi, 83,33 (sangat layak) untuk kedalaman materi, dan 100(sangat layak) untuk keakuratan materi. Ahli materi memberikan komentar dan saran bahwa foto yang disajikan dalam bahan ajar perlu didekatkan lagi antara jarak cerita dan resolusi foto perlu diperbesar untuk memperoleh kualitas foto yang bagus. Ahli pembelajaran memberikan nilai 100 (sangat layak) untuk isi bahan ajar, 100 (sangat layak) untuk sistematika bahan ajar, 91,66 (sangat layak) untuk bahasa bahan ajar, dan 92,86 (sangat layak) untuk tampilan bahan ajar. Ahli pembelajaran memberikan komentar dan saran bahwa terdapat beberapa struktur kalimat dan kata dalam bahan ajar yang perlu diperbaiki lagi. Praktisi memberikan nilai 100 (sangat layak) untuk isi bahan ajar, 100 (sangat layak) untuk sistematika bahan ajar, 87,5 (sangat layak) untuk bahasa bahan ajar, dan 100 (sangat layak) untuk tampilan bahan ajar. Praktisi memberikan komentar dan saran bahwa dalam judul kegiatan seharusnya menggunakan kalimat aktif supaya judul kegiatan dalam bahan ajar tersebut bisa seimbang. Pada uji lapangan diperoleh hasil persentase terendah dari jawaban siswa adalah 78,57 (sangat layak) dan presentase tertinggi 92.86 (sangat layak) Keseluruhan jawaban siswa mencapai presentase 87,62 (sangat layak). Data verbal dari hasil uji adalah beberapa saran dan komentar untuk memperbaiki beberapa komponen yang masih perlu disempurnakan. Hasil pengembangan bahan ajar dari aspek isi bahan ajar menghasilkan kelengkapan materi, latihan, dan contoh yang sesuai dengan teori menulis cerpen. Teori yang dijabarkan dalam bahan ajar meliputi: definisi cerpen, ciri-ciri cerpen, nilai karakter dalam cerpen, unsur pembangun cerpen, dan langkah-langkah menulis cerpen. Bahan ajar menghasilkan sistematika yang terstruktur. Sistematika bahan ajar mengklasifikasikan materi, contoh, dan latihan ke dalam empat kegiatan. Kegiatan pertama, yaitu Mengenal Cerpen yang berisi materi dan contoh analisis cerpen berdasarkan alur cerpen. Kegiatan kedua, yaitu Menulis Cerpen dengan Sumber Inspirasi Album Foto yang berisi tahap-tahap menulis kerangka, mengembangkan kerangka, dan menentukan judul cerpen. Kegiatan ketiga, yaitu Menyempurnakan Cerpen yang berisi tahap-tahap merevisi cerpen. Kegiatan keempat, yaitu Memublikasikan Cerpen berisi pilihan alternatif apa saja yang bisa dipilih untuk memublikasikan cerpen. Bahan ajar menghasilkan ragam bahasa yang baku, lugas, dan komunikatif sesuai dengan bahasa pembelajaran. Bahan ajar menghasilkan tampilan ukuran buku, sampul buku, dan desain isi buku dengan komposisi warna dan pemberian gambar pendukung yang menarik minat baca. Penyebarluasan produk bahan ajar menulis cerpen ini dapat dilakukan dengan cara (1) disajikan dalam seminar ke sesama mahasiswa, (2) artikel dari hasil penelitian didiseminasikan melalui majalah online, dan (3) produk ini juga bisa disebarluaskan melalui forum MGMP bahasa Indonesia.

Pengaruh macam perlakuan sebelum penyimpanan terhadap jumlah total koloni kapang kontaminan pada teras merk Puger" / oleh Elly Mulyaningsih"

 

Studi morfologi polen anggota suku malvaceae yang ditemukan di daerah Malang / oleh Astri Aminarti

 

Pengaruh metode pengelolaan diri (self-management) terhadap berat badan remaja putri yang mengalami obesitas di SMA Negeri 1 Kepanjen / Siska Dwi Jayanti

 

Kata Kunci: metode pengelolaan diri (self-management), berat badan Obesitas merupakan suatu kondisi kronis yang menunjukkan adanya penumpukkan lemak tubuh yang melebihi normal. Remaja memiliki kecenderungan untuk mengalami penambahan berat badan sebagai akibat dari masa pubertas. Obesitas yang terjadi pada masa remaja perlu mendapat penanganan khusus karena remaja yang obesitas memiliki kecenderungan menjadi dewasa yang obesitas dan rentan terhadap masalah psikologis. Pada remaja khususnya remaja putri sering memilih diet yang tidak sehat dalam menurunkan berat badan dan permasalahan berat badan yang turun-naik tidak dapat dihindari hal ini disebabkan tidak diimbangi dengan perubahan perilaku. Metode pengelolaan diri (self-management) merupakan salah satu metode pengubahan perilaku yang mana klien sendirilah yang dapat mengurangi/ mengubah perilaku lama yang tidak efektif melalui bantuan minimal dari seorang konselor/ terapis dengan menggunakan suatu teknik atau kombinasi teknik tertentu – pemantauan diri, kendali rangsang dan hadiah diri – dalam mempelajari hal-hal yang baru dan mengatur kembali lingkungannya. Metode pengelolaan diri (self-management) diduga mempunyai pengaruh terhadap perubahan berat badan pada remaja putri yang mengalami obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengelolaan diri (self-management) terhadap berat badan remaja putri yang mengalami obesitas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Variabel eksperimental dalam penelitian ini adalah metode pengelolaan diri (self-management) dan variabel terikat adalah berat badan pada remaja putri yang obesitas. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling incidental. Subyek penelitian berjumlah tiga orang remaja putri yang mengalami obesitas di SMA Negeri 1 Kepanjen. Analisis hasil penelitian adalah analisis komparatif menggunakan uji statistik nonparametrik two related sample dengan uji Wilcoxon. Uji hipotesis menunjukkan hasil nilai Z= -1.604 dengan signifikansi 0.109 (p> 0.05) yang berarti bahwa tidak ada pengaruh metode pengelolaan diri (self-management) terhadap berat badan remaja putri yang mengalami obesitas. Ketidakberhasilan metode pengelolaan diri dalam mempengaruhi berat badan pada remaja putri yang mengalami obesitas disebabkan oleh waktu pelaksanaan treatment yang terlalu singkat, prosedur pengelolaan diri yang belum dilakukan secara maksimal, komitmen dan motivasi yang cenderung berubah pada remaja dan kurangnya dukungan dari lingkungan. Metode pengelolaan diri untuk menurunkan berat badan diduga kurang sesuai jika diterapkan pada remaja karena emosi pada remaja cenderung fluktuatif yang dapat mempengaruhi motivasi dalam melakukan pengelolaan diri. Dalam penelitian ini terdapat variabel ekstra yang mempengaruhi penelitian dan perlu dikontrol dengan ketat diantaranya komitmen dan motivasi, serta kondisi lingkungan di sekitar subyek. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan pada penelitian selanjutnya melakukan kontrol yang lebih ketat terhadap variabel-variabel yang ikut berpengaruh selama proses penelitian.

Pengaruh lama penyimpanan ikan bandeng (Chanos chanos Forsk) segar dalam lemari es terhadap total koloni bakteri / oleh Anik Rosilawati

 

Pengaruh jumlah dewan komisaris, kepemilikan institusional dan leverage terhadap manajemen laba (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2009) / Muhamad Yanuar Hendro Nugroho

 

Kata Kunci: Jumlah Dewan Komisaris, Kepemilikan Institusional, Leverage, dan Manajemen Laba. Laporan keuangan merupakan penghubung antara pihak manajemen dengan pihak di luar perusahaan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Asimetri informasi yang terjadi antara manajemen dengan pihak di luar perusahaan telah dimanfaatkan manajemen untuk melakukan manajemen laba dengan berbagai maksud dan tujuan. Tindakan manajemen laba tersebut dapat dikendalikan atau diminimalkan dengan penerapan corporate governance yang konsisten serta kebijakan leverage yang ada didalam perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah dewan komisaris, kepemilikan institusional, dan leverage terhadap manajemen laba. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian Sefiana (2009) yang meneliti tentang pengaruh corporate governance terhadap manajemen laba. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara parsial serta mencari variabel mana yang memiliki hubungan paling dominan terhadap Manajemen laba. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur periode 2007 sampai 2009. Pemilihan sampel berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi linear berganda dan uji t untuk menguji hipotesis yang diajukan.. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial variabel jumlah dewan komisaris dan leverage berpengaruh positif secara signifikan terhadap manajemen laba. Sedangkan kepemilikan institusional tidak berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah dalam penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan periode waktu yang lebih panjang dan menggunakan sampel perusahaan lain seperti LQ-45 dan perbankan, selain itu sebaiknya penelitian selanjutnya menggunakan variabel corporate governance yang lain seperti dewan direksi dan komite audit.

Evaluasi pelaksanaan penilaian pembelajaran produktif pada kompetensi inti KI-1, KI-2, KI-3, KI-4 kurikulum 2013 Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMKN I Jenangan Ponorogo / Abdurrahman Aziz

 

ABSTRAK Aziz, Abdurrahman. 2015. Evaluasi Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran Produktif pada Kompetensi Inti KI-1, KI-2, KI-3, KI-4 Kurikulum 2013 Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMKN 1 Jenangan Ponorogo. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sutrisno, S.T, M.Pd., (II) Drs. H. Bambang Widarta, M.T., Kata Kunci: penilaian pembelajaran, kompetensi inti, kurikulum 2013. Pelaksanaan penilaian pembelajaran guru terhadap siswa yang dilakukan secara benar sesuai dengan standar penilaian akan menjamin mutu kualitas pembelajaran. Karena dari data hasil penilaian pembelajaran yang baik dan benar berguna untuk menyusun dan mengembangkan program pembelajaran selanjutnya. Hal yang tidak mungkin dalam membuat keputusan tentang pendidikan tanpa adanya data dari kegiatan penilaian atau evaluasi pembelajaran. Semua komponen sistem pembelajaran saling mempengaruhi dan menentukan satu dengan yang lain sehingga jika semua komponen berjalan dengan baik, pasti akan menghasilkan keluaran yang maksimal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaksanaan penilaian pembelajaran kelompok produktif bidang keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Mata pelajaran kelompok produktif terdiri dari 8 macam mata pelajaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus, sehingga diperoleh sampel sebanyak 8 mata pelajaran. Teknik pengambilan data menggunakan angket dengan skala likert. Teknik analisis data menggunakan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1) pelaksanaan penilaian pembelajaran pada Kompetensi Inti 1 (KI-1) sebesar 87,50% terlaksana dengan baik, penilaian terbanyak menggunakan teknik observasi, dan yang paling sedikit menggunakan teknik jurnal. (2) Pelaksanaan penilaian pembelajaran pada Kompetensi Inti 2 (KI-2) sebesar 83,33% terlaksana dengan baik, penilaian terbanyak menggunakan teknik observasi, dan yang paling sedikit menggunakan teknik penilaian antar peserta didik. (3) Pelaksanaan penilaian pembelajaran pada Kompetensi Inti 3 (KI-3) sebesar 91,67% terlaksana dengan baik, penilaian terbanyak menggunakan teknik tes tulis (UAS,UTS & UH), dan yang paling sedikit menggunakan teknik penilaian secara lisan. (4) Pelaksanaan penilaian pembelajaran pada Kompetensi Inti 4 (KI-4) sebesar 79,17% terlaksana dengan baik, penilaian terbanyak menggunakan teknik penilaian tes praktik, dan yang paling sedikit menggunakan teknik penilaian portofolio.

Perancangan animasi sebagai media informasi untuk mendukung implementasi program SMANTI sekolah sehat bagi siswa SMA Negeri 3 Malang / Akhmad Soleh Arifin

 

Kata Kunci: animasi, media informasi, uks, sekolah sehat Dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang memicu kesadaran baru bagi pengelola lembaga-lembaga pendidikan untuk senantiasa menyusun program-program baru baik di bidang akademis maupun non akademis dalam rangka meningkatkan mutu pendidikannya. SMA Negeri 3 Malang sebagai salah satu sekolah berstatus RSBI tak lepas dari fakta tersebut. Sekolah yang beralamat di Jl. Sultan Agung Utara No. 7 Kota Malang ini sedang menggiatkan program strategis di bidang non akademis yaitu Program SMANTI Sekolah Sehat. SMA Negeri 3 Malang sangat berkepentingan dengan keberhasilan program tersebut. Berbagai upaya pembenahan fisik dan non fisik telah dilakukan. Namun begitu, implementasi program ini di kalangan siswa masih lemah dan belum optimal. Lemahnya implementasi program tersebut salahsatunya dikarenakan minimnya dukungan media informasi yang efektif, inovatif dan sesuai perkembangan jaman. Dukungan media informasi dalam bentuk tampilan animasi dipandang lebih mudah diterima oleh siswa dan dapat berdampak krusial dalam mendorong implementasi program tersebut. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan suatu media informasi yang efektif dan tepat sasaran. Untuk mencapai tujuan tersebut kegiatan perancangan dilakukan dengan perencanaan yang tepat dan terukur, yakni dengan memperhatikan relevansi antara konsep rancangan, misi/goal serta karakter target audience. Dengan adanya kesesuaian aspek-aspek tersebut, diharapkan media yang dihasilkan mampu memberikan inspirasi bagi siswa sebagai target audience untuk secara mandiri menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah sebagai implementasi warga sebuah sekolah sehat. Kegiatan perancangan ini menggunakan model perancangan deskriptif diawali dari penulisan latar belakang, perumusan masalah dan pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data yang didapat kemudian di analisis untuk menghasilkan suatu konsep perancangan yang sesuai. Kegiatan perancangan ini terdiri dari media utama yaitu animasi yang dikemas dalam desain CD berlabel dengan chasing yang sesuai sebagai bentuk perwajahan luar, dan beberapa media informasi visual lainnya yang digunakan sebagai media paduan. Media-media paduan tersebut terdiri dari: poster, x-banner, mini stiker, dan desain t-shirt.

Pelaksanaan praktikum biologi di SMA Negeri se kotamadya Madiun / oleh Ery Kustini

 

Perbedaan model pembelajaran problem solving dan ceramah untuk peningkatan hasil belajar dan kemampuan memecahkan masalah geospasial mata kuliah SIG pada mahasiswa semester VI Prodi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang / Endang Surjati

 

Kata kunci: Pembelajaran Problem Solving, Hasil Belajar, Memecahkan Masalah, dan Geospasial Pendidikan di perguruan tinggi umumnya mempunyai dua tujuan utama, yaitu pertama mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki lapangan kerja dan kedua untuk mengembangkan manusia yang literat ilmu dan teknologi yang membantunya mengembangkan diri untuk hidup dalam masyarakat sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang berlaku. Model pembelajaran problem solving dalam pembelajaran sangat mendukung pencapaian tujuan yang kedua ini. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui apakah model pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan memecahkan masalah geospasial mahasiswa pada mata kuliah SIG semester VI prodi pendidikan geografi Universitas Negri Malang dan (2) Untuk mengetahui tingkat signifikan perbedaan model pembelajaran problem solving dan ceramah dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah geospasial dengan menggunakan data geospasial. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi dengan desain penelitian nonequivalent (pretest and posttest) control-group design. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen adalah model pembelajaran problem solving dan varibel dependen adalah aspek kemampuan pemecahan masalah geospasial. Populasi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang yang mengikuti mata kuliah sistem informasi geografi yaitu berjumlah 124 orang mahasiswa. Sedangkan sampel yang digunakan adalah kelas L dan kelas K yang berjumlah 70 orang mahasiswa. Metode pengolahan data dilakukan dengan teknik analisa uji t. Temuan hasil penelitian yang diperoleh dari hasil pengujian hipotesis disajikan berikut ini: (1) Model pembelajaran problem solving tidak meningkatkan hasil belajar dan kemampuan memecahkan masalah geospasial mahasiswa pada mata kuliah SIG semester VI Prodi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang dan (2) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran problem solving dan ceramah untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah geospasial dengan menggunakan data geospasial pada mata kuliah SIG semester VI Prodi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Hasil analisa uji-t menunjukkan antara Post problem solving dan Post konvensional tidak ada beda secara signifikan, karena F hitung lebih kecil dari F kritisnya. Nilai F hitung sebesar 2.021 dan signifikan pada level 0,162. Karena nilai Fhitung > Ftabel maka dapat diambil keputusan untuk menerima H0 dan menolak H1, atau dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran problem solving yang dilaksanakan pada kelas eksperimen dengan pembelajaran ceramah yang dilaksanakan pada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan pada pembelajaran sistem informasi geografis hendaknya dosen menerapkan model pembelajaran yang bervariasi menyesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran, mempertimbangkan kemampuan awal mahasiswa mengenai geosfer, dan disarankan agar mahasiswa diarahkan untuk mengadakan secara mandiri sarana dan prasana dalam pembelajaran geografi.

Pengaruh kinerja keuangan pemerintah daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan pada era desentralisasi fiskal di Jawa Timur periode 2008-2013 / Dania Yantiko Abi

 

ABSTRAK Abi, Dania Yantiko.2015. Pengaruh Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan pada Era Desentralisasi Fiskal di Jawa Timur Periode 2008-2013. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Pembimbing :(1) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si. (2) Dr. Agung Haryono,S.E.,M.P.,Ak Kata Kunci : Desentralisasi Fiskal, Kinerja Keuangan Daerah, Rasio Kemandirian, Rasio Efektivitas, Rasio Efisien, Rasio Pertumbuhan, Pertumbuhan Ekonomi, dan Kemiskinan, Analisis Jalur (Path Analysis). Kebijakan desentralisasi fiskal merupakan suatu kebijakan yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengatur segala aktivitas di daerah mulai dari penggalian sumber daya alam yang harus dikembangkan supaya menjadi sumber pendapatan daerah sampai dengan sistem penganggarannya. Desentralisasi fiskal di negara-negara berkembang apabila tidak berpegang pada standar teori desentralisasi, hasilnya mungkin akan merugikan pertumbuhan ekonomi dan efisiensi. Selain itu, desentralisasi fiskal diharapkan akan mampu meningkatkan efisiensi ekonomi yang kemudian berkaitan dengan dinamika pertumbuhan ekonomi. Tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta menurunnya pengangguran dan kemiskinan juga tidak terlepas dari pengelolaan keuangan daerah yang baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pengaruh kinerja keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan pada era desentralisasi fiskal di Jawa Timur periode 2008-2013. Penelitian ini menganalisa pengaruh langsung maupun tidak langsung kinerja keuangan daerah yang diukur dari rasio kemandirian daerah, rasio efektivitas daerah, rasio efisien daerah, dan rasio pertumbuhan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di 38 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur periode 2008-2013. Metode analisis yang digunakan untuk melihat pengaruh variabel-variabel tersebut adalah metode analisis jalur (Path Analysis) dengan menggunakan aplikasi software SPSS PASW Statistics 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio kemandirian, rasio efekivitas, rasio efisien, dan rasio pertumbuhan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif terhadap kemiskinan. Kinerja keuangan daerah diukur dari rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio efisien, dan rasio pertumbuhan tidak berpengaruh terhadap kemiskinan. Sedangkan secara langsung pengaruh rasio rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio efisien, dan rasio pertumbuhan terhadap kemiskinan melaui pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti disarankan agar; (1) Pengelolaan kinerja keuangan daerah lebih utama tepat sasaran pada rasio pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah karena rasio pertumbuhan ini peningkatan nilainya dari tahun ke tahun masih belum stabil. (2) Pemerintah daerah perlu mempertahankan dan meningkatkan pengelolaan kinerja keuangan dengan tujuan proses pembangunan daerah dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat merasakan hasil dari pembangunan ekonomi. (3) Pemerintah daerah perlu menerapkan pengelolaan kinerja keuangan yang mandiri, efektif, efisien dan dinamis untuk memajukan daerah. Kinerja keuangan daerah merupakan salah satu faktor dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan kemiskinan. (4) Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menambah atau menggunakan variabel lain yang lebih relevan dengan pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan. Peneliti juga sebaiknya menggunakan periode dan obyek penelitian yang berbeda.

Studi tentang pelaksanaan kegiatan praktikum biologi di SMA swasta se-kotamadya Malang / oleh Herman Chrisdiantyo Kas

 

Pengaruh motivasi, kemandirian, dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa (studi pada Jurusan Pemasaran SMK Negeri 1 Kraksaan) / Maygie Caroles

 

ABSTRAK Caroles, M. 2015. PengaruhMotivasi, Kemandirian, danLingkunganBelajarSiswaTerhadapPrestasiBelajarSiswa (StudiPadaSiswaJurusanPemasaran SMK Negeri 1 KraksaanTahunAjaran 2014/2015). Skripsi, JurusanManajemen, Prodi Pendidikan Tata Niaga, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sopiah, M.Pd, M.M, (2) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata Kunci: MotivasiBelajar, KemandirianBelajar, LingkunganBelajar, PrestasiBelajar. Pendidikanpadadasarnyaadalahusahasadardanterencanauntukmewujudkansuasanabelajardan proses belajar agar pesertadidiksecaraaktifmengembangkandirinya. Pendidikantidaklepasdarikegiatanbelajar.Berhasiltidaknyapencapaiantujuanpendidikanbanyakbergantungkepadabagaimana proses belajarsiswa di sekolahdanpenguasaanmateripelajaran yang dipelajaridenganditunjukkanolehnilai yang diperolehsiswadalammatapelajaran yang bersangkutanterutamapadamatapelajarankewirausahaan. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiseberapabesarpengaruhmotivasi, kemandirian, danlingkunganbelajarterhadapprestasibelajarsiswamatapelajarankewirausahaan SMK Negeri 1 Kraksaan.Penelitianinidilaksanakan di SMK Negeri 1 Kraksaandenganpopulasiseluruhsiswakelas X dan XI JurusanPemasaran yang berjumlah 137 siswa. Sampeldalampenelitianiniberjumlah102 siswa. Teknikpengumpulan data dilakukandenganobservasidankusioner. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif.Nilaiprestasibelajarsiswasebagaialatpengumpul data penelitian. Dan hasilpengolahan data diketahuibahwamotivasibelajarsiswatergolongbaiksebesar 3,010, kemandirianbelajarsiswajugatergolongbaiksebesar 2,302, danlingkunganbelajarsiswatergolongbaikdengannilai rata-rata 2,605. Teknikanalisis data yang digunakanmetode statistic regresi linier berganda yang diperoleh Y = 63.183+0,142X1+0,159X2+0,139X3. Hal inimenunjukkannilai Y dipengaruhi X1, X2, dan X3. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa: 1) terdapatpengaruhpositifdansignifikan. MotivasiBelajarterhadapPrestasiBelajarSiswa Mata PelajaranKewirausahaan, dibuktikandenganthitung 3,010 >ttabel1,984; 2) terdapatpengaruhpositifdansignifikanKemandirianBelajarterhadapPrestasiBelajarSiswa Mata PelajaranKewirausahaan, dibuktikandenganthitung 2,302 > ttabel1,984; dan 3) terdapatpengaruhpositifdansignifikanLingkunganBelajarterhadapPrestasiBelajarSiswa Mata PelajaranKewirausahaan, dibuktikandenganthitung 2,605 >ttabel 1,984. Saran padapenelitianiniyaitu 1) Dalammeningkatkanprestasibelajarsiswa,siswatidakharusdiberipenghargaandalam proses belajarnya. Siswaharusmemiliki rasa tanggungjawabdanbisamemotivasidirinyasendiriuntukmemperolehprestasibelajar yang diinginkan, 2) Siswabisamenerapkanstrategibelajar yang baikuntukmeningkatkanprestasibelajar, dan 3) Guru sebaiknyadalam proses belajarmengajardikelastidakmenggunakanmetodebelajar yang monoton agar siswatidakbosandandapatlebihmenerimapembelajaran yang diberikanoleh guru. Sehingga, dapatmeningkatkanprestasibelajarsiswatersebut.

Identifikasi kesalahan siswa kelas I MAN Malang I Malang dalam memberi nama dan menuliskan rumus senyawa anorganik biner / oleh Abdul Wahid

 

Pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar headstand pada senam lantai untuk siswa kelas VIII di SMP Negeri 8 Pasuruan / Akhmad Nur Shalih

 

Kata kunci: pengembangan, VCD pembelajaran, teknik dasar headstand, senam lantai. Teknik dasar headstand merupakan salah satu materi yang diajarkan pada kelas VIII di SMP Negeri 8 Pasuruan. Berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan, pada pelaksanaan pembelajaran guru memberikan latihan gerobak dorong, sit up dan back up kemudian pada materi inti guru meberikan contoh sikap headstand setelah itu siswa disuruh melakukan sikap headstand, sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan sikap headstand. Dalam proses pembelajaran guru memerlukan sarana yang mendukung dan kreativitas yang beraneka ragam untuk mencapai suatu pembelajaran yang maksimal. Salah satu sarana yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah dengan tersedianya media VCD pembelajaran yang dapat digunakan sebagai alat untuk membantu pemahaman siswa dalam proses belajar mengajar. Guru mata pelajaran pendidikan jasmani SMP Negeri 8 Pasuruan menyatakan belum ada video pembelajaran tentang materi teknik dasar headstand pada senam lantai dan menyatakan memerlukan video pembelajaran teknik dasar headstand pada senam lantai, oleh karena itu peneliti bertujuan mengembangkan VCD pembelajaran teknik dasar headstand pada senam lantai untuk membantu penjelasan tentang cara melakukan sikap headstand. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), peneliti tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah. Adapun 7 langkah yang dipilih oleh peneliti untuk pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar headstand pada senam lantai adalah sebagai berikut: 1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka, observasi ke sekolah, dan analisis kebutuhan), 2)Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran, buku petunjuk yang akan digunakan, dan perlengkapan evaluasi), 3) Evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli media, 1 ahli pembelajaran pendidikan jasmani, dan 1 ahli senam. Data kuesioner dikumpulkan dan dianalisis, kemudian melakukan revisi produk awal, 4)Melakukan uji coba (kelompok kecil) terhadap produk awal (dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Pasuruan dengan menggunakan 6 subyek yang di ambil 1 siswa dari masing-masing kelas), kemudian data kuesioner dikumpulkan dan dianalisis, 5) Melakukan revisi terhadap produk pertama yang berdasarkan dari hasil kuesioner uji coba (kelompok kecil), 6)Melakukan uji lapangan (kelompok besar) yang dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Pasuruan dengan menggunakan 30 subyek yang di ambil 5 siswa dari masing-masing kelas, kemudian data kuesioner dikumpulkan dan dianalisis, 7) Melakukan revisi produk akhir berdasarkan dari hasil kuesioner, sehingga menjadi produk akhir pengembangan. Berdasarkan hasil analisis data uji coba (kelompok kecil) terhadap 6 orang siswa dan uji lapangan (kelompok besar) terhadap 30 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Pasuruan diperoleh bahwa seluruh aspek dalam pengembangan VCD pembelajaran teknik dasar Headstand untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Pasuruan tersebut telah memenuhi kriteria baik yaitu antara 76% - 100%. Hasil pengembangan ini hanya terbatas pada pengembangan produk, maka diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tentang tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan dan hasil penelitian dan pengembangan ini, diharapkan dapat diuji cobakan pada lingkup yang lebih luas.

Pengembangan media pembelajaran softball menggunakan mobile learning untuk peserta matakuliah softball Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Universitas Negeri Malang / Tri Wulan Cahyani

 

ABSTRAK Cahyani, Tri Wulan. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Softball menggunakan Mobile Learning untuk Peserta Matakuliah Softball Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) I Nengah Sudjana, S.Pd., M.Pd. (2) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran Mobile Learning, Permainan Softball. Matakuliah Softball merupakan Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) pilihan di Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Untuk dapat memahami materi permainan softball diperlukan media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami. Media yang digunakan dapat berupa media audio, audio visual, dan media cetak, termasuk juga handphone. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, maka peneliti mengembangkan media pembelajaran berbasis handphone. Menurut hasil penyebaran angket analisis kebutuhan, diperoleh presentase 100% mahasiswa setuju bila dikembangkan media pembelajaran mobile learning yang berisi materi permainan softball sebagai alternatif sumber belajar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Softball menggunakan mobile learning untuk peserta matakuliah Softball jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan yang diharapkan dapat membantu dalam pembelajaran. Dalam pengembangan produk ini, peneliti mengacu metode pengembangan (Research and Development) dari Borg and Gall (1983:775) yang terdiri dari 10 langkah yang kemudian disederhanakan sesuai teori Ardhana (2002:9) yang mengatakan bahwa prosedur pelaksanaan penelitian dan pengembangan bukan merupaka langkah yang baku, sehingga peneliti hanya menggunakan langkah 1 sampai langkah 7 saja. Hasil akhir dari kegiatan penelitian pengembangan ini adalah berupa produk pengembangan media pembelajaran softball menggunakan mobile learning untuk mahasiswa peserta matakuliah softball jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang yang berisi materi permainan softball dengan spesifikasi produk: 1) produk berupa softfile yang dapat di aplikasikan pada smartphone android yang memiiki aplikasi pembaca epub. 2) produk memiliki halaman yang terdiri dari halaman pembuka, halaman kata pengantar, halaman inti yang berisi materi softball, contoh video pertandingan, halaman riwayat hidup, dan daftar rujukan. Dari hasil analisis data uji coba kelompok kecil diperoleh persentase rata-rata 83,44% dan pada uji coba kelompok besar diperoleh persentase rata-rata 84,15% sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran softball dalam bentuk mobile learning untuk mahasiswa peserta matakuliah softball jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang sudah jelas dan menarik sehingga dapat digunakan sebagai alternatif sumber belajar. Media pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan saran dan evaluasi dari beberapa ahli, yaitu 1 orang ahli media pembelajaran, 1 orang ahli pembelajaran, dan 1 orang ahli pembelajaran softball. Media pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya dapat digunakan oleh peserta matakuliah softball namun dapat juga digunakan untuk wasit, pelatih, maupun mahasiswa yang ingin mengkaji lebih dalam tentang penelitian sejenis. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat membantu pembaca agar lebih mudah dalam memahami materi permainan softball.

Keingintahuan anak dan komunikasi inu (Sebuah kajian dengan perspektif interaksionisme simbolik terhadap anak dari keluarga pedagang) / Raisah Fatich Annisa

 

Kata Kunci : Keingintahuan, Komunikasi, Interaksi Awal masa kanak-kanak adalah usia emas perkembangan. Pada usia ini anak sering memiliki keingintahuan yang tinggi yang pantas diperhatikan. Atas dasar itu, peneliti membuat rumusan masalah: (1) bagaimanakah deskripsi keingintahuan an-ak. Artinya, bagaimana tingkat keingintahuan, arah keingintahuan dan juga tentang tingkat toleransi terhadap keingintahuannya, atau ada deskripsi lainnya ; (2) bagai-manakah deskripsi komunikasi ibu tehadap anak dalam merespon keingintahuan anak. Apakah ibu berkomunikasi otoriter, demokratis, atau permisif ;(3) bagaimana koneksitas antara keingintahuan anak dan komunikasi ibu. Apakah suatu tipe komunikasi yang digunakan ibu dapat juga merubah dimensi perilaku anak. Penelitian dilakukan di sebuah perkampungan di tengah kota Malang. Fokus penelitian ialah interaksi antara ibu dan anak usia 4-6 tahun, pada keluarga pedagang. Disini digunakan pendekatan kualitatif dengan, jenis interaksionisme simbolik. Proses pengambilan sampelnya menggunakan snowball sampling, pengambilan data dilakukan dengan observasi partisipatoris, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsi, mengkatagorisasi dan penegasan koneksi. Hasil yang dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) Pada umumnya anak-anak memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi untuk dipenuhi, cenderung memiliki toleransi frustrasi rendah, dan mengarah pada perkembangan aspek kognitif, afektif, dan konatif; (2) Dalam merespon keingintahuan anak, Ibu cenderung menggunakan salah satu dari tiga tipe komunikasi yaitu otoriter, demokratis, dan permisif. Namun kecenderungan itu bersifat fluktuatif, Ibu tidak selalu berkomunikasi dengan satu tipe saja. Misalnya Ibu yang cenderung demokratis pun juga pernah bersikap otoriter ketika anak menunjukkan sikap tidak patuh, begitu pula pada tipe yang lain; (3) Komunikasi ibu yang semakin mendekati tipe demokratif, menyebabkan tingginya toleransi frustrasi dan tingginya keseimbangan perkembangan aspek kognitif, afektif dan konatif anak. Sebaliknya semakin menjauhi tipe demokratif semakin rendah keseimbangan perkembangan aspek kognitif, afektif, konatif dan juga toleransi frustrasi anak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, disarankan bagi orang tua untuk dapat mengubah tipe komunikasinya kearah tipe komunikasi demokratis. Bagi konselor Bagi konselor terutama di TK dan SD diharapkan dapat memberikan dukungan sistem berupa program atau kegiatan yang dapat membantu orang tua dalam merespon keingintahuan anak.

Hubungan pemanfaatan laboratorium komputer dengan hasil belajar teknologi informasi dan komunikasi (TK) di MA pembangunan Pondok Pesantren Al Fattiah Arjosari Pacitan / Anik Sugiarti

 

Kata Kunci : Pemanfaatan Laboratorium Komputer,Hasil Belajar. Pemanfaatan laboratorium komputer disekolah maupun di madrasah sangat berpengaruh dan berhubungan dengan hasil belajar TIK yang dicapai siswa. Pemanfaatan laboratorium komputer meliputi kondisi laboratorium komputer, intensitas penggunaan laborstorium komputer dan pelaksanaan pembelajaran TIK di laboratorium komputer. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan pemanfaatan laboratorium komputer dengan hasil belajar TIK siswa di MA Pembangunan Pondok Pesantren Al Fattah Arjosari Pacitan. Objek penelitian adalah siswa MA Pembangunan Pondok Pesantren Al Fattah Arjosari Pacitan dengan sampel sebanyak 43 siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan laboratorium komputer dengan hasil belajar TIK siswa. Analisis korelasianal menggunakan analisis korelasi sederhana dan analisis regresi ganda, berbantuan SPSS 16. Hasil penelitian ditunjukkan bahwa peralatan yang ada di laboratorium sudah menunjang dan memenuhi kebutuhan pembelajaran, intensitas penggunaan laboratorium dalam kategori sedang, pelaksanaan pembelajaran memiliki kategori sedang, hasil belajar berada pada kategori sedang. Ditemukan hubungan dari masing- masing sub variabel pada pemanfaatan laboratorium komputer dengan hasil belajar TIK siswa dengan koefisien korelasi masing – masing, kondisi laboratorium komputer 0,453 dengan interpretasi signifikan, intensitas penggunaan laboratorium komputer 0,130 dengan interpretasi tidak signifikan dan pelaksanaan pembelajaran TIK di laboratorium komputer sebesar 0,836 dengan interpretasi signifikan. Pemanfaatan Laboratorium komputer secara simultan terhadap hasil belajar TIK diperoleh koefisien korelasi sebesar 0.889 dengan interpretasi yang signifikan. Berdasarkan temuan penelitian, pemanfaatan laboratorium komputer secara maksimal, akan menunjang kemudahan dan kelancaran siswa dalam memahami materi mata pelajaran TIK dan mata pelajaran yang lain melalui pemanfaatan fasilitas internet yang ada di laboratorium komputer untuk memperoleh berbagai ilmu pengetahuan yang baru, yang akan menunjang hasil belajar TIK siswa maupun hasil belajar pada mata pelajaran yang lain.

Duplikasi isyarat remote kontrol NEC dengan aktivasi sensor Pyroelectric Infra Red (PIR) / Azizah Hidayati

 

ABSTRAK AzizahHidayati 2015.DuplikasiIsyarat Remote Kontrol NEC denganAktivasiSensor PyroelectricInfra Red (PIR), Skripsi, JurusanFisika, FMIPA, UniversitasNegeri Ma-lang.Pembimbing: (I)SamsulHidayat, S.Si, M.T, (II) NugrohoAdi P, S.Si, M.Si, Kata Kunci: :Duplikasi, Remote Kontrol NEC, Krisislistrikmulaimengancam Indonesia dalambeberapatahunkedepan. Hal inidisebabkanterusmeningkatnyakonsumsilistrik di Tanah Air, namuntidakdiikutipenambahaninfrastrukturkelistrikan. Meningkatnyakonsumsilistrik di tanah air inidikarenakankebiasaanmasyarakat Indonesia yang borosenergi. Salah satucontohnyaadalahlupamematikanproyektorsetelah jam kuliahberakhir. Kebiasaanlupamematikanproyektoriniakanberdampakpadapemborosanenergisekitar 180 watt – 300 watt, selainitulampuproyektorakancepathabismasapakainyadanmati. Karenaitudiperlukanpengendaliproyek-tor.Penelitianinibertujuanmenduplikasiisyaratkode remote kontrol NEC. Metodeanalisis yang digunakandalampenelitianiniyaitumetoderesearch and development.Langkah–langkahdalamprosedurpenelitiandanpengembanganpadapembuatanalati-nidiawalidenganmerancangpembuatanalat, mempersiapkanpembuatanalat, pembua-tanalat, mengujialatdanmerevisialat. Berdasarkanhasilpegujian, jarakgerakanmanusiadengan sensor PIR memiliki-jarakmaksimum 4,5 meter danlintasansudut 180o. Hal inikarenaspesifikasi sensor PIR hanyamampumenempuhjarak 5 meter dan 180o.Pengujiansistemsecarakeseluruhanmenunjukkanbahwasensor dapatmendeteksi-gerakanmanusiadanmikrokontrolerdapatmenyimpansertamenjalankan program den-ganbaik. Program yang telahdibuatdapatmenduplikasiisyaratkode NEC.

Perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe stad dengan metode ceramah bermakna terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan menjelaskan fungsi menu dan ikon serta cara penggunaannya pada microsoft word 2003 kelas VIII di SMP Negeri 1 Malang / Nihara Safitri

 

Kata Kunci : Kooperatif Tipe STAD, Ceramah Bermakna, Prestasi Belajar. Dalam menyampaikan materi pembelajaran guru harus mampu memilih model pembelajaran yang efektif dan inovatif sesuai dengan kondisi dan situasi. Kenyataan bahwa siswa memiliki kemampuan yang heterogen merupakan tantangan bagi guru untuk membantu meningkatkan prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran yang inovatif. Salah satu model pembelajaran untuk menghadapi kemampuan siswa yang heterogen adalah model tipe STAD. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan prestasi belajar yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD, (2) untuk mendeskripsikan prestasi belajar siswa yang menggunakan pembelajaran ceramah, (3) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD dengan ceramah bermakna pada pokok bahasan menjelaskan fungsi menu dan ikon serta cara penggunaannya dalam MS.Word 2003 kelas VIII SMP Negeri 1 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan Quasi Experimental Design, sampel yang digunakan adalah kelas VIII A sebagai kelompok eksperimen yang di ajar dengan model STAD dan kelas VIII D sebagai kelompok kontrol yang belajar dengan metode ceramah bermakna. Instrumen yang digunakan yaitu: instrumen pembelajaran berupa silabus, RPP, kisi-kisi, dan kunci jawaban soal. Instrumen pengukuran berupa tes objektif dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS. Analisis statistik kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan prestasi belajar siswa, terdiri dari uji normalitas untuk mengetahui apakah kedua sampel kelas tersebut berdistribusi normal, uji homogenitas digunakan mengetahui apakah kedua sampel kelas tersebut homogen, dan uji hipotesis dengan uji t, digunakan untuk mengetahui ada atau tidak ada perbedaan prestasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang belajar dengan model ceramah bermakna. Untuk prestasi belajar ranah kognitif, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (81,93) lebih tinggi dari kelas kontrol (75,61). Sedangkan untuk prestasi belajar ranah psikomotorik, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (75,43) lebih tinggi dari kelas kontrol (71,62), dan untuk prestasi belajar ranak afektif diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (78,94) lebih tinggi dari pada kelas kontrol (74,54). Sehingga disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar (pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik) siswa materi “Menjelaskan Fungsi Menu dan Ikon Serta Cara Penggunaannya Pada Micosoft Word 2003”

Partisipasi politik masyarakat Kecamatan Blimbing Kota Malang pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2014 / Muhammad Tantowi Hidayat

 

1 ABSTRAK Hidayat, M. Tantowi. 2015. Partisipasi Politik Masyarakat Kecamatan Blimbing Kota Malang pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Unversitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Yuhdi Batubara, S.H, M.H (2) Nurudin Hady, S.H, M.H Kata Kunci: Masyarakat, Presiden, Pemilihan Umum Tahun 2014. Setiap warga negara mempunyai hak untuk mengaspirasikan suara yang diberikan melalui pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden, sebab negara demokrasi lebih mengutamakan kebebasan berpendapat bagi setiap individu tanpa ada paksaan dari siapapun. Oleh karena itu masyarakat harus lebih cermat dalam memilih presiden yang nantinya akan menentukan perkembangan dan kemajuan negara untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui tingkat partisipasi politik masyarakat Kecamatan Blimbing Kota Malang pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2014, (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Kecamatan Blimbing Kota Malang pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2014, (3) mengetahui upaya yang dilakukan pihak KPU Kota Malang dan PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat Kecamatan Blimbing Kota Malang, (4) mengetahui kendala yang dihadapi pihak KPU Kota Malang dan PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2014. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan pendekatatan kualitatif dan jenis penelitiannya kualitatif deskriptif, informan dalam penelitian ini yaitu masyarakat Kecamatan Blimbing. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, display data, dan kesimpulan/verifikasi. Untuk menjamin keabsahan yang diperoleh, peneliti melakukan: (a) uji kredibilitas, yaitu dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, dan triangulasi. Berdasarkan analisis tersebut, diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: Pertama, tingkat partisipasi politik masyarakat kecamatan blimbing pada pemilihan umum presiden yang dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014 sangat tinggi dengan bukti bahwa hasil prosentase 98,55% suara sah dan 1, 45% tidak sah. Kedua, Faktor-Faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat kecamatan blimbing pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden, yaitu: (a) adanya perangsang politik, (b) Karakteristik pribadi pasangan calon presiden dan wakil presiden, (c) Karakteristik sosial seseorang, (d) Keadaan Politik. Ketiga, upaya KPU Kota Malang dan PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat ialah: (a) sosialisasi secara tatap muka, (b) Sosialisasi melalui media elektronik, (c) Sosialisasi melalui 2 media cetak, (d) Membentuk RELASI (Relawan Demokrasi). Keempat, Kendalakendala yang Dialami Pihak KPU Kota Malang dan PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang ialah: (a) Hal tehnis atau penyelenggaraan, (b) Hak pilih peserta pemilihan umum yang berada di rumah sakit. Berikut ini saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya: (1) diharapkan media massa menampilkan tayangan yang mendidik sehingga masyarakat bisa menentukan pilihannya secara tepat dan benar sesuai pilihannya sendiri. Sehingga masyarakat dapat belajar menjadi masyarakat yang tanggap dan cerdas terhadap semua fenomena politik yang terjadi disekitarnya. (2) Pihak KPU Kota Malang dan PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang diharapkan mengetahui faktor yang dapat mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dan bisa memanfaatkan hal tersebut dalam melakukan sosialisasi pemilihan umum pada masyarakat secara menyeluruh guna meningkatkan semangat masyarakat untuk mengikuti pelaksanaan pemilihan umum presiden dan wakil presiden serta dapat meminimalisir terjadinya golput. (3) Pihak KPU Kota Malang dan PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang diharapkan mempunyai strategi yang tepat dalam menanggulangi adanya golput dengan mengembangkan upaya yang ada dan menggunakannya dengan optimal. (4) Diharapkan masyarakat selalu mengikuti informasi baik itu dari media massa maupun sosialisasi yang diadakan oleh PPK Kecamatan Blimbing Kota Malang agar masyarakat sadar akan pentingnya mengikuti pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden.

Pembelajaran IPS melalui metode role playing untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas IV MI Sirojul Huda Rejoso pasuruan / Siti Farihah

 

Kata Kunci : Role Playing, Prestasi belajar, IPS, MI. IPS adalah suatu mata pelajaran yang mengkaji peristiwa, fakta dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan terhadap proses pelaksanaan pembelajaran di MI Sirojul Huda Rejoso Pasuruan didapat data bahwa nilai rata-rata pratindakan 50 kurang dari kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan sekolah yaitu 65, sedangkan ketuntasan belajar klasikal yang diperoleh adalah 18,75% kurang dari kriteria ketuntasan klasikal yang ditentukan sekolah 80%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran IPS, memaparkan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS serta upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Perlu adanya suatu metode pembelajaran sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Role Playing. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan mengikuti model siklus dari Hopkins yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas IV MI Sirojul Huda Rejoso Pasuruan yang berjumlah 16 siswa. Tehnik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi, wawancara dan test. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi berstruktur, format panduan wawancara dan soal test. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: rata-rata belajar siswa dalam pembalajaran IPS secara klasikal mengalami peningkatan dari 50 pada pratindakan menjadi 70,63 pada siklus I kemudian menjadi 77,5 pada siklus II. Aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan hal ini dilihat dari perolehan skor keaktifan siswa pada siklus I dan pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Role Playing dapat meningkatkan aktivitas siswa, prestasi belajar IPS bagi siswa MI Sirojul Huda Rejoso Pasuruan. Berdasarkan penelitian ini hendaklah guru memperhatikan karakteristik siswanya dalam pembelajaran IPS sehingga prestasi siswa meningkat dan pembelajaran yang dilakukan menyenangkan dan bermakna.

Persepsi mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP MALANG terhadap skripsi / oleh R. Dian Mursyidah Kholidiyati

 

Implementasi penjaminan mutu dalam mengefektifan proses pembelajaran (Studi kasus di Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UM) / Fatriya Sari

 

Kata kunci : implementasi, penjaminan mutu, mengefektifkan proses pembelajaran Penjaminan mutu adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan perguruan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga stakeholder memperoleh kepuasan.Di Universitas Negeri Malang melaksanakan penjaminan mutu sebagai bentuk penilaian terhadap komitmen pimpinan, dosen, tenaga administrasi, mahassiswa. Sebagai wujud komitmen terhadap penjaminan mutu akademik dan non akademik di UM dibentuk 3 (tiga) penjaminan mutu yaitu: (1) Badan Penjaminan Mutu (BPM), untuk tingkat universitas, (2) Unit Penjaminan Mutu (UPM), untuk tingkat Fakultas, dan (3) Gugus Penjaminan Mutu (GPM) untuk tingkat Jurusan/program studi. Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) merupakan salah satu jurusan yang melaksanakan penjaminan mutu, hal itu dibuktikan dengan nilai akreditasi A dari Badan Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Berdasarkan informasi tersebut, maka dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui implementasi penjaminan mutu dalam mengefektifkan proses pembelajaran di Jurusan AP FIP UM, dengan fokus dan tujuan penelitian memaparkan tentang, (1) peran dan fungsi penjaminan mutu dalam proses manajerial perguruan tinggi, (2) dasar hukum dan perangkat manual (standar operasional prosedur), (3) prosedur pelaksanaan penjaminan mutu dari tingkat universitas sampai dengan jurusan, (4) siapa saja pihak-pihak yang terkait, (5)prosedur pelaksanaan penjaminan mutu di Jurusan AP, (6) masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan penjaminan mutu di Jurusan AP, (7) alternatif pemecahan masalah dalam penjaminan mutu di Jurusan AP, (8) hasil pelaksanaan penjaminan mutu di Jurusan AP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah studi kasus karena kegiatan penelitian adalah mendeskripsikan dan menganalisis secara intensif dan terperinci. Dalam penelitian ini, peneliti sendiri lah yang berperan sebagai instrumen kunci, dengan subjek penelitian adalah Ketua BPM, GPM, Ketua Jurusan AP, Sekretaris Jurusan AP, anggota GPM, dan dosen AP. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang disampaikan oleh subjek penelitian pada saat wawancara, tindakan yang dilakukan oleh subjek penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan penjaminan mutu. Data yang diperoleh dianalisis selama pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Data yang telah dianalisis kemudian dicek keabsahannya dengan menggunakan dua kriteria, yaitu (1) triangulasi, (2) pengecekan anggota. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi penjaminan mutu dalam mengefektifkan proses pembelajaran di Jurusan AP FIP UM meliputi, (1) peran dan fungsi penjaminan mutu dalam proses manajerial perguruan tinggi, yaitu membangun suatu mutu di universitas, (2) Dasar Hukum dan Perangkat Manual (Standar Operasional Prosedur) yang digunakan dalam Penjaminan Mutu UM. Dasar dan perangkat manual dalam penjaminan mutu, yaitu Kebijakan Nasional Dikti tentang SPMPT UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Renstra Diknas ( tiga pilar utama), Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003-2010, Pokja Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Ditjen Dikti 2003, SK Rektor UM Nomor 0033a/KEP/J36/HK/2006, (3) prosedur Pelaksanaan Penjaminan Mutu mulai dari tingkat universitas sampai dengan jurusan/program studi, dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan, (4) pihak-Pihak yang terkait dalam penjaminan mutu di UM, yaitu semua orang yang berada di dalam lingkungan Universitas Negeri Malang. Seperti, rektor, pembantu rektor I, dekan, pembantu dekan, dosen, tenaga karyawan UM, dan mahasiswa, (5) prosedur pelaksanaan penjaminan mutu di Jurusan AP, yaitu memantau perkuliahan di awal, tengah, dan akhir, (6) masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan penjaminan Mutu di Jurusan AP seperti, (a) perbedaan data, (b)hilangnya daftar hadir, (c) respon lambat dari dosen, (d) kesulitan pembagian waktu, (7) alternatif pemecahan masalah yang dihadapi dalam penjaminan mutu di Jurusan AP seperti, (a) konfirmasi, (b) membuat laporan, (c) pembagian waktu, (d) komunikasi dan mengingatkan terus-menerus, (8) hasil pelaksanaan penjaminan mutu di Jurusan AP seperti, (a) sikap dan dukungan dari dosen maupun jurusan, (b) dosen merasa terbantu, (c) perubahan kedisiplinan dalam hal kehadiran dan pada proses pembelajaran. Berdasarkan kesimpulan penelitian, dapat disarankan bagi: (1) BPM untuk konsisten dalam menjalankan peran dan fungsinya untuk membangun mutu sehingga visi dan misi tercapai, (2) Tim GPM AP untuk meningkatkan kualitas peran dan fungsi sebagai bagian dari jurusan, (3) dosen AP untuk memberikan respons positif terhadap pelaksanaan penjaminan mutu, (4) mahasiswa untuk selalu berperan aktif dalam memberikan umpan balik terhadap apa yang dilakukan oleh dosen sehubungan dengan proses pembelajaran yang terjadi di kelas, (5) peneliti lain untuk mengembangkan peneliti ini dengan metode yang lain.

Mojosari 1981-2012 (perkembangan ekologi sebuah kota kecamatan di Kabupaten Mojokerto) / Ronal Ridho'i

 

Ridho’i, Ronal. 2013. Mojosari 1981-2012 (Perkembangan Ekologi sebuah Kota Kecamatan di Kabupaten Mojokerto). Skripsi, JurusanSejarah, Prodi IlmuSejarah, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ari Sapto, M.Hum, (II) Dr. R. Reza Hudiyanto, M.Hum. Kata Kunci: Mojosari, ekologi, kota. Salah satu tipe khas dari kota-kota di Jawa adalah pertumbuhannya yang lebih dipengaruhi faktor eksternal. Faktor tersebut antara lain adalah yang berhubungan dengan aspek ekonomi dan politik. Pengaruh ekonomi, khususnya ekonomi perkebunan terjadi di Kota Mojosaridengan adanya eksploitasi perkebunan pada masa kolonial. Faktor politik juga dapat mengakibatkan perubahan suatu kota. Hal itu disebabkan karena adanya keputusan dari pemerintah pusat yang dapat mengubah status kota tersebut. Perubahan status kota dari kota kecamatan menjadi kota kabupaten memicu sebuah permasalahan baru, terutama yang berkaitan dengan ekologi kota. Oleh karena itu, inti permasalahan dari skripsi ini adalah bagaimana perkembangan ekologi kota Mojosaripasca penunjukannya sebagai kota kecamatan hingga menjadi ibukota kabupaten. Selain itu, juga perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi ekologi Kota Mojosari sebelum penunjukan sebagai ibukota kabupaten.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan ekologi Kota Mojosari (1981-2012), serta latar historis dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan ekologi Kota Mojosari Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Metode tersebut terdiri dari lima tahap, yaitu pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber tertulis, foto, peta, dan sumber lisan/wawancara), kritik (intern dan ekstern), interpretasi (analisis dan sintesis) dan historiografi. Metode tersebut digunakan untuk menyusun fakta, mendeskripsikan, dan menarik kesimpulan tentang apa yang terjadi di masa lampau. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa fakta sebagai berikut. Pertama, Mojosari bukanlah kota yang baru saja terbentuk karena sudah menunjukkan ciri-ciri perkotaan sejak jaman kolonial. Kedua, perkembangan ekologi Kota Mojosari dapat dilihat dari infrastruktur publik dan pemerintahan, permukiman penduduk, dan penggunaan lahan yang telah diatur sedemikian rupa. Mojosari pada akhirnya diarahkan sebagai kota berbasis ekonomi dan pemerintahan, dengan didukung banyaknya fasilitas perbelanjaan dan fasilitas pemerintahan.Ketiga, perkembangan ekologi Kota Mojosari dipengaruhi oleh faktor politik, ekonomi, dinamika sosial, dan daya dukung lingkungan. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian ini yaitu, Kota Mojosari tumbuh dari hasil sejarah masa lampau melalui proses perkembangan dengan pola spiral. Penulis menyarankan bahwa perlu dilakukan penelitian mengenai Mojosari pada era kerajaan, karena masih terdapat sedikit peninggalan yang masih ada. Selain itu, juga perlu dilakukan penelitian tentang Mojosari di era Kolonial

Redesain livery merpati nusantara airlines untuk meningkatkan citra / Rony Karta Wijaya

 

Kata Kunci : Livery, Merpati Nusantara Airlines, Merpati Nusantara, Citra Merpati Nusantara Airlines merupakan salah satu perusahaan maskapai besar di Indonesia . lebih banyak beroperasi di daerah timur Indonesia sampai menjadi maskapai yang identik didaerah timur. Dan sudah lebih dari dua dekade masih mempertahankan livery lamanya yang sudah dianggap tidak sesuai dengan perubahan desain zaman sekarang. Redesain livery Merpati Nusantara Airlines ditujukan untuk mempertahankan sekaligus menigkatkan citra perusahaan yang dianggap perusahaan tua dan tidak pernah meningkatkan armadanya dikalangan masyarakat sehingga diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat tersebut. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural yaitu menerangkan langkah-langkah yang dilakukan untuk menghasilkan produk. Untuk mengetahui permasalahan yang ada maka dilakukan analisis dari data-data yang telah terkumpul. Berdasarkan analisis data ini nantinya akan menjadi acuan dalam proses perancangan redesain livery dan media pendukung new livery bagi maskapai Merpati Nusantara Airlines untuk meningkatkan citra perusahaannya.

Pengaruh variasi tebal plat terhadap kapasitas lentur plat bertulang bambu / Yulius Andika Krisbiyanto

 

Kata Kunci: variasi tebal plat, kapasitas lentur, plat bertulang bambu. Dalam konstruksi bangunan terdapat elemen struktur bangunan yang menggunakan tulangan baja. Hal tersebut dapat menyebabkan menipisnya ketersediaan tulangan baja di alam. Maka, bambu dipilih sebagai alternatif penggunaan baja dalam konstruksi bangunan. Selain itu bambu merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, bambu juga memiliki kuat tarik mendekati kuat tarik baja tulangan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui hubungan variasi tebal plat dengan kapasitas lentur maksimum pada plat bertulangan bambu secara eksperimen, 2) Mengetahui hubungan variasi tebal plat dengan lendutan maksimum pada plat bertulangan bambu secara eksperimen, 3) Mendapatkan perbandingan kapasitas lentur plat bertulang bambu hasil analisa teoritis dengan hasil eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil pengujian kapasitas lentur model plat dengan menggunakan kapasitas proving ring sebesar 5 ton didapatkan kapasitas lentur maksimum untuk tebal plat 2 cm adalah 138 kg, kapasitas lentur maksimum untuk tebal plat 3 cm adalah 218,5 kg dan untuk kapasitas lentur maksimum untuk tebal plat 4 cm adalah 391 kg. Dengan demikian bisa ditarik hubungan variasi tebal plat dengan kapasitas lentur yang menunjukkan bahwa semakin besar tebal plat maka akan semakin besar pula kapasitas lentur yang dapat ditahan oleh plat tersebut dan hubungan tersebut ditunjukkan pada gambar 4.7. Lendutan maksimum pada saat plat diberikan gaya vertikal tekan dengan menggunakan Digital Dial dihasilkan lendutan maksimum untuk tebal plat 2 cm adalah 1,015 cm, lendutan maksimum untuk tebal plat 3 cm adalah 0,495 cm dan untuk lendutan maksimum untuk tebal plat 4 cm adalah 0,355 cm. Dengan demikian bisa ditarik hubungan variasi tebal plat dengan lendutan yang menunjukkan bahwa semakin besar tebal plat maka akan semakin kecil pula lendutan yang terjadi pada plat tersebut dan hubungan tersebut ditunjukkan pada gambar 4.8. Dari hasil perhitungan analitis dan hasil eksperimen didapatkan bahwa kapasitas lentur yang didapat dari hasil eksperimen pada plat beton bertulang bambu dengan tebal 2 cm lebih besar 28,286 % dari hasil perhitungan analitis, plat beton bertulang bambu dengan tebal 3 cm lebih besar 13,165 % dari hasil perhitungan analitis, plat beton bertulang bambu dengan tebal 4 cm lebih besar 20,772 % dari hasil perhitungan analitis. Dengan demikian bisa ditarik grafik perbandingan antara kapasitas lentur plat bertulang bambu hasil parhitungan anaitis dengan kapasitas lentur plat bertulang bambu hasil eksperimen yang menunjukkan bahwa kapasitas lentur plat bertulang bambu hasil eksperimen memiliki kapasitas lentur lebih besar daripada kapasitas lentur hasil perhitungan analitis dan perbandingan tersebut ditunjukkan pada gambar 5.1.

Koordinasi proteksi arus lebih pada jaringan distribusi menggunakan software EDSA 2005 / Andhika Surya Dwinata

 

Kata Kunci : Beban, Arus, Fuse, Recloser Dalam sistem tenaga listrik, jaringan distribusi memegang peranan penting dalam menyalurkan tenaga listrik dari stasiun supply tenaga listrik kepada konsumen. Oleh karena itu diperlukan sistem pengaman yang baik yang mampu mengantisipasi bentuk gangguan yang mungkin terjadi pada saluran distribusi, Peralatan pengaman yang terdiri dari fuse (CO), recloser (PBO) dan relai arus lebih (OCR). Peralatan pengaman tersebut perlu dipasang terkoordinir pada sistem, sehingga setiap pengaman mempunyai peranan yang penting dalam mengatasi gangguan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Tujuan utama tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan hasil analisis koordinasi proteksi arus listrik pada jaringan distrubusi, sehingga ketika terjadi gangguan letak gangguan akan dapat segera terdeteksi dan peralatan pengaman tersebut akan berkoordinasi sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan terjadinya pemadaman yang lama, dan bila sampai terjadi pemadaman area pemadamannya dapat diperkecil seminimal mungkin. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan tugas akhir ini adalah : (1) pengambilan data lapangan; (2) pengolahan data; (3) analisis data; (4) melakukan simulasi menggunakan program Edsa Technical 2005; dan (5) menganalisis data hasil simulasi. Data lapangan tersebut diperoleh dari data hasil pengukuran beban malam pada PLN Unit Pelayanan dan Jaringan (UP&J) Bululawang. Hasil simulasi menunjukan bahwa dapat diketahui hasil analisis nilai arus gangguan 3 fasa, nilai arus gangguan Line – Line, nilai arus gangguan Line – Ground, nilai arus gangguan Line – Line – Ground. Dimana arus gangguan tersebut menurut 0,5 cycle, 5 cycle, dan 30 cycle. Berdasarkan hasil simulasi dan kesimpulan maka koordinasi peralatan sangat penting bagi jaringan distribusi 20 kV untuk mencapai tingkat keandalan sehingga tidak menyebabkan terjadinya pemadaman yang lama, dan bila sampai terjadi pemadaman area pemadamannya dapat diperkecil seminimal mungkin.

Studi tentang proses pembelajaran seni kaligrafi di MTs Hidayatun Nasyi'in Pasrepan - Pasuruan / Yuna Trilaksono

 

Kata Kunci: Proses Pembelajaran Seni Kaligrafi, Baca Tulis Al-Quran, Seni Budaya Dalam suatu proses pembelajaran seni kaligrafi hendaknya harus diperhatikan berbagai tahapan pembelajaran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. MTs Hidayatun Nasyi’in Pasrepan – Pasuruan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pembelajaran seni, yaitu seni kaligrafi, dimana pembelajarannya tergolong maju, terbukti dengan pernah menjuarai beberapa perlombaan seni kaligrafi. Seni kaligrafi merupakan istilah dari tulisan indah. Penelitian ini ditujukan pada dua mata pelajaran yaitu Baca Tulis Al-Qur’an dan Seni Budaya, yang mencakup tiga tahap pembelajaran yaitu pengorganisasian pembelajaran, penyampaian pembelajaran, dan pengelolaan pembelajaran. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tahapan-tahapan pembelajaran dalam proses pembelajaran seni kaligrafi yang dilaksanakan di MTs Hidayatun Nasyi’in Pasrepan - Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif, dengan jenis deskriptif, peneliti berperan langsung sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis data dan sekaligus pelapor data. Sumber data menggunakan data primer yang diperoleh dari informan serta peristiwa pembelajaran dan data sekunder yang diperoleh dari data dokumentasi. Sedangkan prosedur pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran seni kaligrafi pada mata pelajaran baca tulis al-qur’an dan mata pelajaran seni budaya meliputi tahapan pengorganisaian pembelajaran, penyampaian pembelajaran, dan pengelolaan pembelajaran. Pengorganisasian pembelajaran yang dilakukan oleh guru meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Penyampaian pembelajaran meliputi pelaksanaan pembelajaran, model pembelajaran, pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan interaksi si-belajar dengan media. Pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru meliputi pembuatan catatan kemajuan siswa/ penilaian, pengelolaan motivasional, dan pengelolaan kelas. Pada proses pembelajaran seni kaligrafi pada mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an lebih cenderung pada program akademik berbasis imitasi. Sedangkan proses pembelajaran seni kaligrafi pada mata pelajaran Seni Budaya lebih cenderung pada program akademik berbasis ekspresi. Berdasarkan hasil penelitian diatas, diharapkan proses pembelajaran yang dilakukan dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal.

Pengaruh variasi konsentrasi pereaksi dan waktu perendaman terhadap rendemen kitin dari kulit udang putih (Demacus merguiensis) / oleh Kwarti Sri R.S.

 

Pengaruh perlakuan pada biji sawo (Manilkara achras) terhadap waktu perkecambahan / oleh Setiyo Heruwanto

 

Perbedaan mahasiswa reguler dan non reguler ditinjau dari minat, motivasi dan kebiasaan belajar serta pengaruhnya terhadap prestasi belajar mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah angkatan 2008 Univeritas Negeri Malang / Derta Arjaya

 

Kata kunci: minat belajar, motivasi belajar, kebiasaan belajar, prestasi belajar Ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi berhasil tidaknya mahasiswa selama belajar di universitas, yaitu minat dan motivasi belajar serta kebiasaan belajar yang baik. Minat sangat mempengaruhi kualitas dan pencapaian hasil belajar tertentu serta akan menjaga konsentrasi seseorang sehingga ia dapat menguasai suatu pelajaran dengan baik dan pada gilirannya akan meningkatkan prestasinya pada pelajaran itu. Demikian juga halnya dengan motivasi, pelajar yang memiliki motivasi yang tinggi, akan berusaha lebih keras agar ia bisa mencapai tujuannya. Fakor yang ketiga adalah kebiasaan belajar yang juga sangat menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam belajar. Penelitian ini bertujuan (1) Membandingkan minat belajar mahasiswa sejarah reguler dan Non Reguler angkatan 2008 (2) Membandingkan motivasi belajar mahasiswa sejarah reguler dan Non Reguler angkatan 2008 (3) Membandingkan kebiasaan belajar mahasiswa sejarah reguler dan Non Reguler angkatan 2008 (4) Membandingkan pengaruh minat, motivasi dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa sejarah reguler dan Non Reguler angkatan 2008. Penelitian ini menggunakan rancangan kausal komparatif. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas (X1) adalah minat belajar, (X2) motivasi belajar, (X3) kebiasaan belajar, sedangkan variabel terikat (Y) adalah prestasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa prodi Pendidikan Sejarah angkatan 2008 sejumlah 102 mahasiswa dengan jumlah sampel 51 mahasiswa. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik proportional random sampling (pengambilan sampel secara acak dan seimbang atau sebanding dengan banyaknya populasi penelitian). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dan dianalisis menggunakan bantuan soft ware SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara minat belajar mahasiswa reguler dan non reguler. Hal tersebut ditunjukan oleh nilai pada equal variance assumed (kedua variance sama besar) adalah 6.050 dengan probabilitas signifikansi 0.000 (two tail) < 0,05. Adapun besarnya perbedaan tersebut dapat dilihat dari hasil uji korelasi minat, dimana ditunjukkan bahwa besarnya korelasi minat belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa reguler adalah .634, yang berarti besarnya korelasi antara minat belajar mahasiswa reguler terhadap prestasi belajar mereka adalah 63,4%. Sedangkan besarnya korelasi minat belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa non reguler adalah .610, yang berarti besarnya korelasi antara minat belajar mahasiswa reguler terhadap prestasi belajar mereka adalah 61%. Jadi, minat belajar mahasiswa reguler lebih berpengaruh terhadap prestasi belajar mereka yaitu 2,24%. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar mahasiswa reguler dan non reguler. Hal tersebut ditunjukan oleh nilai pada equal variance assumed (kedua variance sama besar) adalah 2.553 dengan probabilitas signifikansi 0.015 (two tail) < 0,05. Adapun besarnya perbedaan tersebut dapat dilihat dari hasil uji korelasi motivasi, dimana ditunjukkan bahwa besarnya korelasi motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa reguler adalah .605, yang berarti besarnya korelasi antara motivasi belajar mahasiswa reguler terhadap prestasi belajar mereka adalah 60,5%. Sedangkan besarnya korelasi motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa non reguler adalah .584, yang berarti besarnya korelasi antara motivasi belajar mahasiswa non reguler terhadap prestasi belajar mereka adalah 58,4%. Jadi, motivasi belajar mahasiswa reguler lebih berpengaruh terhadap prestasi belajar mereka yaitu 2,1%. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara kebiasaan belajar mahasiswa reguler dan non reguler. Hal tersebut ditunjukan oleh equal variance assumed (kedua variance sama besar) adalah 4.388 dengan probabilitas signifikansi 0.000 (two tail) < 0,05. Adapun besarnya perbedaan tersebut dapat dilihat dari hasil uji korelasi kebiasaan belajar, dimana ditunjukkan bahwa besarnya korelasi kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa reguler adalah .459, yang berarti besarnya korelasi antara kebiasaan belajar mahasiswa reguler terhadap prestasi belajar mereka adalah 45,9%. Sedangkan besarnya korelasi kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa non reguler adalah .394, yang berarti besarnya korelasi antara kebiasaan belajar mahasiswa reguler terhadap prestasi belajar mereka adalah 39,4%. Jadi, minat belajar mahasiswa reguler lebih berpengaruh terhadap prestasi belajar mereka yaitu 6,5%. (4) Dilihat dari pengaruh secara simultan, maka variabel minat, motivasi dan kebiasaan belajar mahasiswa reguler lebih berpengaruh terhadap prestasi belajar mereka (dilihat dari nilai Adjusted R Square masing-masing) dengan perbandingan .566 (56,6%) berbanding .387 (38,7 %). Hal tersebut menunjukan bahwa pengaruh minat, motivasi dan kebiasaan belajar lebih besar (17,9%) daripada pengaruh minat, motivasi dan kebiasaan belajar mahasiswa non reguler.Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara minat belajar mahasiswa reguler dan non reguler. Hal tersebut ditunjukan oleh besaran probablitas (Sig.) 0,578 > 0,05 dan t hitung (0,578) < t tabel (25 ; 0,05) (2,060) untuk minat belajar mahasiswa reguler. Sedangakan besaran probablitas (Sig.) 0,272 > 0,05 dan t hitung (1,134) < t tabel (18 ; 0,05) (2,101) untuk minat belajar mahasiswa non reguler. Saran dalam penelitian adalah (1) Untuk mahasiswa prodi Pendidikan Sejarah baik reguler maupun non reguler pada umumnya dan mahasiswa reguler prodi pendidikan Sejarah angkatan pada khusunya agar dapat meningkatan minat dan motivasi belajar serta memperbaiki kebiasaan belajar agar dapat memperoleh prestasi yang optimal, (2) Untuk para dosen, diharapkan agar penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan dalam menilai minat, motivasi dan kebiasaan belajar mahasiswa, (3) Untuk peneliti, agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk selalu memperbaiki kualitas akademiknya, melalui peningkatan minat dan motivasi belajar maupun memperbaiki kebiasaan belajar dan (4) Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti memberikan saran untuk jurusan Sejarah, agar selalu memperhatikan pentingnya minat, motivasi dan kebiasaan belajar.

Korelasi antara persepsi siswa jurusan mesin produksi STM Negeri Blitar terhadap praktek permesinan dan pengepasan dengan prestasi praktek / oleh Alip Supriyadi

 

Pengembangan perangkat pembelajaran blended kimia ada topik solubility equilibria and the solutibility product dan colloid kelas XI semester 2 Rintisan Sekolah Bertaraf Internasioal / Ubed Sonai Fahruddin Arrozi

 

Kata Kunci: Perangkat pembelajaran, pembelajaran blended, solubility equilibria and the solubility product, colloid, SMA bertaraf internasional. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah melalui peningkatan status sekolah secara bertahap untuk mencapai Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dimana Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan lembaga utama dalam implementasi SBI. Sebelum mencapai status SMA Bertaraf Internasional, SMA harus menjadi Rintisan SMA Bertaraf Internasional (R-SMA-BI) terlebih dahulu. Ditinjau dari aspek kurikulum di RSMA- BI, adanya indikator kinerja tambahan membuat beban kurikulum semakin berat dan membuat aktivitas proses belajar mengajar semakin padat. Hal ini mengakibatkan dibutuhkannya waktu tambahan untuk melaksanakan proses belajar mengajar diluar kelas demi terpenuhinya target kurikulum. Salah satu solusi pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengakomodir pembelajaran di luar kelas adalah pembelajaran blended yang menggabungkan pembelajaran tatap muka (face-to-face) dan pembelajaran online (Littlejohn and Pegler, 2007). Gagasan ini juga didukung dengan adanya kriteria unggulan di RSMA- BI yang mengharuskan pengintegrasian penerapan proses pembelajaran berbasis TIK (Depdiknas, 2009). Dengan adanya tuntutan tersebut, penelitan ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran blended pada mata pelajaran kimia yang materinya mengandung banyak konsep abstrak seperti halnya pada materi pokok solubility equilibria and the solubility product dan colloid. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan terdiri atas lima bagian utama, yaitu bagian awal, pendahuluan, isi, penutup, dan media pembelajaran online. Bagian awal meliputi cover, kata pengantar (preface), daftar isi (table of content), dan daftar gambar (picture list). Bagian pendahuluan, meliputi panduan penggunaan perangkat pembelajaran. Bagian isi meliputi silabus (syllabus), rencana pelaksanaan pembelajaran (lesson plan), uraian materi pelajaran (handout), lembar kegiatan belajar siswa (worksheet), instrumen penilaian (assessment) yang meliputi tiga aspek yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta ringkasan (summary). Bagian penutup meliputi glosarium (glossary) dan daftar pustaka (references). Media pembelajaran online dikem-bangkan dengan menggunakan software open source Moodle. Pengembangan perangkat pembelajaran ini didasarkan atas adaptasi model pengembangan konseptual yang direkomendasikan oleh Dick and Carey. Adapun langkah-langkahnya adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran umum, melakukan analisis pembelajaran, mengidentifikasi kemampuan dan karakteristik awal siswa, menuliskan pengalaman belajar, mengembangkan item tes berbasis kriteria, mengembangkan strategi dan model pembelajaran, mengembangkan dan memilih perangkat pembelajaran, merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, melakukan revisi, dan memproduksi produk yang berupa perangkat pembelajaran yang dilengkapi dengan media pembelajaran online. Desain validasi yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah validasi formatif terhadap perangkat pembelajaran yang dilakukan oleh validator ahli, dan uji kelompk kecil terhadap media pembelajaran online. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis persentase. Berdasarkan penilaian oleh tiga validator diperoleh kesimpulan bahwa skor rata-rata yang diperoleh untuk perangkat dan media pembelajaran yang dikembangkan adalah 94% dengan kriteria valid/layak/baik. Sedangkan data dari hasil uji pada kelompok keci terhadap media pembelajaran online diperoleh kesimpulan bahwa skor rata-rata yang diperoleh adalah 77% dengan kriteria valid/layak/baik. Untuk pengembangan lebih lanjut, hendaknya perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan ini dilakukan uji validasi empirik (uji sumatif) di sekolah untuk mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran, sedangkan untuk mengimplementasikan media pembelajaran online yang telah dikembangkan diharapkan untuk menyosialisasikan terlebih dahulu pada user (guru dan siswa) tentang penggunaannya. Perangkat pembelajaran blended juga perlu dikembangkan untuk topik yang lain.

Studi tentang pengaruh prestasi belajar mata kuliah praktikum mesin konversi energi I terhadap kegiatan kerja praktek di perusahaan otomotif bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK IKIP MALANG
oleh Rusman Hadi

 

Peningkatan kemampuan membaca pemahaman teks melalui teknik scramble siswa kelas V SDN Bedali 05 Kabupaten Kediri / Litta Mariyana

 

Kata Kunci: teknik scramble, membaca pemahaman Berdasarkan studi pendahuluan terhadap pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesi di SDN Bedali 05 kabupaten Kediri diketahui adanya permasalahan dalam pembelajaran. Permasalahan yang dihadapi adalah siswa kurang mampu memahamiisi bacaan dan menyimpulkannya menjadi beberapa paragraf yang runtut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan teknik scramble dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks siswa kelas V SDN Bedali 05 kabupaten Kediri. Untuk penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, dokumentasi dan observasi. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini diawali dengan tahap perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflecting). Prosedur penelitian ini meliputi pratindakan, siklus 1, dan siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik scramble dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks. Siswa semakin sktif dan tidak takut untukmengekspresikan ide-ide yang dimilikinya. Selain menambah pengetahuan, siswa juga bermain sambil belajar, hal ini terlihat pada waktu siswa melaksanakan kerja kelompok. Selain itu penilaian hasil juga mengalami peningkatan, ini terbukti dari nilai pratindakan sampai penilaian proses siklus 1 ketuntasan klasikal adalah 50% dan pada siklus 2 ketuntasan klasikal mencapai 100%. Pada penilaian hasil pratindakan ketuntasan klasikal mencapai 40%, pada siklus 1 mencapai 50% dan pada siklus 2 adalah 100%. Kesimpulan dari data di atas bahwa pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas V SDN Bedali 05 perlu mendapat penanganan khusus pada aspek membaca pemahaman teks dengan materi pokoknya cerita anak.karena siswa kelas Vkurang mampu membaca secara kritis dan menyimpulkan sebuah teks cerita tersebut menjadi beberapa kalimat yang runtut. Berdasarkan kesimpulan yang dipaparkan peneliti maka peneliti memberikan saran, guru hendaknya menggunakan teknik scramble sebagai salah satu cara atau alternative untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan aktifitassiswa dalam kelas, kegiatan ini dilaksanakan secara berkesinambungan dalam mata pelajaran lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan penelitian lebih lanjut dengan materi lain.

Perbandingan kuat tekan spesi yang menggunakan bahan pengisi pasir gali dan pasir sungai dari desa Sekar kecamatan Prigen kabupaten Pasuruan

 

Pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran sejarah di SMP Negeri 1 Malang / Alfian Septa Utama

 

Kata kunci: perpustakaan sekolah, sumber belajar, pembelajaran sejarah Dalam proses pembelajaran ada beberapa hal yang saling berkaitan yaitu guru, siswa, materi pelajaran, metode pembelajaran, serta pemanfaatan sumber belajar, termasuk pula dalam pembelajaran sejarah. Di lingkungan sekolah memang terdapat berbagai sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa maupun guru dalam proses pembelajaran, salah satu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan adalah perpustakaan sekolah. Dalam belajar sejarah salah satu hal penting guna menunjang proses pembelajaran sejarah adalah ketersediaan sumber sejarah, dalam hal ini adalah buku-buku sejarah atau sumber lain yang tersedia di perpustakaan sekolah yang dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran sejarah. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) bagaimanakah koleksi perpustakaan untuk mata pelajaran sejarah di perpustakaan SMP Negeri 1 Malang? (2) bagaimanakah pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran sejarah di SMP Negeri 1 Malang? (3) bagaimanakah hambatan yang terjadi dari pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran sejarah di SMP Negeri 1 Malang? (4) bagaimanakah cara-cara yang ditempuh untuk mengatasi hambatan yang terjadi dari pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran sejarah di SMP Negeri 1 Malang? Penelitian yang dilakukan ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket yang digunakan sebagai alat bantu penelitian dalam memperoleh data yang berasal dari siswa. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Kemudian pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mata pelajaran IPS sejarah, koleksi bahan berupa buku berjumlah 1.217 eksemplar dari jumlah keseluruhan buku di perpustakaan sekolah 15.434 eksemplar, terdiri buku mata pelajaran pokok dan buku penunjang serta ensiklopedi. Koleksi non buku berjumlah 62 buah dari jumlah keseluruhan 201 buah, terdiri dari peta, globe, dan VCD pembelajaran. Pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran sejarah oleh guru dan siswa masih kurang dikarenakan jarang berkunjung ke perpustakaan sekolah untuk memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Pemanfaatan koleksi perpustakaan yang paling banyak berupa koleksi bahan pustaka atau buku, sedangkan pemanfaatan koleksi non pustaka terhambat karena keterbatasan jumlah ataupun jenis koleksinya. Pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar mata pelajaran sejarah ini berupa pemberian lembar tugas siswa baik secara individu ataupun kelompok dari guru yang dalam penyelesaian tugas tersebut siswa diberi kebebasan untuk mencari sumber atau referensi untuk mengerjakan tugas tersebut, termasuk memanfaatkan koleksi perpustakaan sekolah. Hambatan yang terjadi dalam pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran sejarah adalah kurangnya koleksi perpustakaan sekolah untuk mata pelajaran IPS sejarah, fasilitas perpustakaan yang masih memerlukan penambahan, kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran sejarah, serta kurangnya faktor sumber daya manusia yang mendukung, baik dari petugas perpustakaan dan guru sejarah . Cara-cara yang ditempuh untuk mengatasi hambatan tersebut ada dua kategori. Pertama adalah cara-cara yang sudah ditempuh yaitu menambah koleksi buku perpustakaan sekolah dengan pembelian secara bertahap, memperbaiki kualitas sumber daya manusia baik dari petugas perpustakaan maupun guru sejarah. kedua adalah cara-cara yang belum terlaksana dan masih menjadi program selanjutnya adalah penambahan fasilitas perpustakaan sekolah, dan akan menghadirkan sebuah perpustakaan sekolah yang berbasis penerapan teknologi komputer serta pihak sekolah juga memerlukan program khusus untuk lebih mendekatkan perpustakaan sekolah dengan warga sekolah pada umumnya. Berdasarkan kesimpulan maka disarankan kepada pihak sekolah melalui kepala sekolah sebagai pimpinan hendaknya terus berusaha sebaik mungkin dalam usaha menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran di sekolah bagi siswa dan guru termasuk fasilitas belajar yang tersedia di perpustakaan sekolah.

Perangkat alat untuk menampilkan diagram Lissajous tiga dimensi pada osiloskop / oleh Agus Sugeng Purwanto

 

Penerapan model TGT dengan media permainan monopoli MPKP untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran memberikan pelayanan kepada pelanggan (studi pada siswa kelas X APK SMK Cendika Bangsa Kepanjen Kabupaten Malang) / Dian Purwati Putri

 

Putri, Dian Purwati. 2013. Penerapan Model TGT dengan Media Permainan Monopoli MPKP untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Memberikan Pelayanan Kepada Pelanggan (Studi pada Siswa Kelas X APK SMK Cendika Bangsa Kepanjen Kabupaten Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Suharto SM., M.Pd., M.M. (II) Drs. H. Gatot Isnani, M.Si. Kata kunci: Model TGT, Media Permainan Monopoli MPKP, Aktivitas, Hasil Belajar.     KTSP menuntut perubahan dari pola pembelajaran yang berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan menjadi pola pembelajaran yang lebih memberdayakan siswa dengan segala aktivitasnya dalam menemukan dan membangun pengetahuan barunya sebagai hasil belajar. Hal ini sejalan dengan paham konstruktivisme bahwa siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan pemahamannya terkait dengan belajar mengajar. Salah satu model pembelajaran yang berpijak pada pandangan konstruktivisme adalah pembelajaran kooperatif. Dari banyaknya model kooperatif, TGT (Teams Games Tournament) salah satunya. Pada penelitian ini TGT akan diterapkan pada mata pelajaran Memberikan Pelayanan Kepada Pelanggan (MPKP) dengan bantuan Media Permainan Monopoli MPKP.     Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) penerapan model TGT dengan Media Permainan Monopoli MPKP pada mata pelajaran Memberikan Pelayanan Kepada Pelanggan, (2) aktivitas siswa setelah penerapan model TGT dengan Media Permainan Monopoli MPKP pada mata pelajaran Memberikan Pelayanan Kepada Pelanggan, (3) hasil belajar siswa setelah penerapan model TGT dengan Media Permainan Monopoli MPKP pada mata pelajaran Memberikan Pelayanan Kepada Pelanggan, (4) penerapan model TGT dengan Media Permainan Monopoli MPKP pada mata pelajaran Memberikan Pelayanan Kepada Pelanggan mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.     Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Cendika Bangsa yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, wawancara, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Teknik analisis data pada penelitian ini ada tiga yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan.     Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) penerapan pembelajaran model TGT dengan Media Permainan Monopoli MPKP dilakukan sebanyak 2 siklus dengan masing-masing siklus melalui 4 tahap, yaitu: presentasi, pembentukan kelompok, turnamen dengan Media Permainan Monopoli MPKP, dan penghargaan; (2) aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari 76,46% pada siklus I menjadi 88,1% pada siklus II; (3) hasil belajar siswa pada pre test nilai rata-ratanya 42,92 dan ketuntasan belajarnya 8,33% (2 siswa), sedangkan pada post test siklus I rata-rata nilainya sebesar 71,88 dengan ketuntasan belajar 54,17% (13 siswa), pada post test siklus II rata-rata nilainya 81,25 dengan ketuntasan belajar 91,67% (22 siswa); (4) aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 11,64%. Sedangkan hasil belajar aspek kognitif mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 9,38, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT dengan Media Permainan Monopoli MPKP mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.     Berdasarkan penelitian ini, saran yang diberikan Peneliti adalah: (1) sekolah, model TGT dengan Media Permainan Monopoli MPKP juga dapat menjadi rujukan alternatif sebagai model pembelajaran untuk mata pelajaran Memberikan Pelayanan Kepada Pelanggan atau mata pelajaran lain, (2) guru, model TGT dengan Media Permainan Monopoli MPKP bisa menjadi pilihan model pembelajaran yang berbeda serta mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar, (3) siswa, saat model pembelajaran TGT dengan Media Permainan Monopoli MPKP diterapkan perlu meningkatkan minat baca, melatih berpikir kritis, serta mengungkapkan pendapatnya pada saat berdiskusi untuk lebih meningkatkan aktivitas dan hasil belajar selama proses pembelajaran berlangsung, (4) Peneliti selanjutnya, diharapkan bisa membandingkan dengan mengadakan penelitian di sekolah lain dengan menggunakan model yang sama, selain itu dalam proses pembuatan media permainan ini perlu berkonsultasi dengan ahli media untuk menyempurnakan Media Permainan Monopoli MPKP.

Studi tentang aktivitas olahraga dan tingkat kesegaran jasmani karyawan kantor PT. Tunggal Djaja Indah, Sidoarjo tahun 1994
oleh Eko Sugeng Widodo

 

Manajemen hubungan sekolah dan masyarakat studi kasus di SMA Negeri 7 Malang / Rizky Tristian Adiatma

 

Kata kunci : manajemen, hubungan sekolah dan masyarakat. Banyak komponen penting yang dinilai turut menentukan keberhasilan proses pendidikan dalam upaya pencapaian output yang berkualitas. Salah satu diantara kompenen itu adalah partisipasi masyarakat sebagaimana tertulis dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 7 Ayat 1 yang berbunyi bahwa orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya. Untuk itu perlu adanya jembatan antara sekolah dengan masyarakat atau yang lebih dikenal dengan hubungan masyarakat atau public relation. Penelitian ini berangkat dari fokus penelitian tentang proses manjemen hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang. Hasil studi pendahuluan didapatkan dari tiga fokus penelitian yaitu: (1) Perencanaan hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang; (2) Pelaksanaan hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang; dan (3) Pengawasan dan evaluasi hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) observasi partisipasi; (2) wawancara mendalam; dan (3) studi dukumentasi. Data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut kemudian dianalisis guna menyusun dan mengabstraksikan temuan lapangan. Keabsahan data diuji dengan: (1) perpanjangan kehadiran peneliti; (2) pengamatan mendalam; (3) trianggulasi. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: Proses perencanaan hubungan sekolah dan masyarakat berbentuk workshop dan melibatkan seluruh elemen sekolah di mana program-program yang direncanakan akan disampaikan dan disosialisasikan dengan demikian Humas mendapatkan saran, kritik, dan masukan untuk perbaikan program kerja satu tahun ke depan yang nantinya apabila sudah disetujui maka akan disahkan menjadi program kerja satu tahun kedepan. Di dalam proses pelaksanaan hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang yaitu bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam hal sosialisasi pendidikan dan wawasan tentang pergaulan remaja. Kemudian bekerjasama dengan lembaga bimbingan belajar untuk mengadakan tryout sebagai tolak ukur siswa sebelum menghadapi ujian nasional. Selain itu untuk menjaga hubungan baik dan komunikasi dengan alumni, waka humas bekerjasama dengan alumni membuat website alumni yang beralamatkan http://www.ika-sabhatansa.net/alumni/ , dan setiap tahun sekolah mengagendakan temu kangen alumni sebagai ajang silahturahmi dengan keluarga besar SMA Negeri 7 Malang. Kemudian kegiatan KPLS (Kemah Peduli Lingkungan SHABTANSA) diperuntukkan bagi siswa-siswi kelas X. Kemudian ada kunjungan ke rumah siswa yang sifatnya sewaktu-waktu. Yang terakhir yaitu proses pengawasan hubungan sekolah dan masyarakat di SMA 7 Malang dilakukan oleh kepala sekolah dan komite sekolah secara langsung dan periodik tergantung dari jenis kegiatan, Jika kepala sekolah maupun komite tidak ada kegiatan lain maka akan langsung mengawasi jalannya kegiatan tetapi jika tidak maka akan melihat laporan hasil kegiatan. Kalau secara periodik setiap satu minggu sekali kepala sekolah mengadakan rapat koordinasi program dengan seluruh waka termasuk waka humas. Evaluasi program dilakukan setelah program dilaksanakan dan berbentuk laporan hasil program yang nantinya disampaikan pada saat laporan pertanggungjawaban. Saran yang disampaikan dari temuan penelitian: bagi kepala sekolah diharapkan memberikan bimbingan kepada waka humas tentang kegiatan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat sehingga apabila kepala sekolah tidak bisa secara langsung mengikuti kegiatan di bidang hubungan sekolah dan masyarakat maka dapat digantikan oleh wakil kepala sekolah di bidang hubungan sekolah dan masyarakat dan juga mengingat pentingnya tugas dari waka humas demi mencapai tujuan sekolah. Bagi wakil kepala sekolah bagian humas dalam memanajemen suatu kegiatan harus menganalisis faktor-faktor yang nanti akan menghambat suatu kegiatan sehingga faktor yang menghambat keberhasilan suatu program dapat diminimalkan dan nantinya program tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar. Bagi Komite SMA Negeri 7 Malang diharapkan berperan dan membantu secara aktif dalam kegiatan- kegiatan dan selalu memberikan masukan serta saran yang membangun untuk pelaksanaan program-program humas di SMA Negeri 7 Malang sehingga untuk program-program humas selanjutnya akan lebih baik. Bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan memberi teori serta praktek yang nyata kepada mahasiswa tentang manajemen hubungan masyarakat sehingga dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan kegiatan praktek lapangan. Bagi Kepala Dinas Pendidikan diharapkan memberikan bimbingan terhadap sekolah-sekolah menengah atas karena hal tersebut sangat penting sebagai langkah awal untuk menarik minat calon peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bagi peneliti lain diharapkan lebih mengembangkan penelitian sejenis dalam bidang hubungan sekolah dan masyarakat agar lebih luas cakupan penelitiannya sehingga dapat menambah wawasan tentang manajemen hubungan sekolah dan masyarakat

Penerapan model pembelajaran cooperative integrated reading and composition (CIRC) untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Arab siswa kelas VIII MTs Al-Fathoni Poncokusumo Malang / Isnaini Yusliha

 

Revitalisasi Tari Muang Sangkal sebagai seni budaya Sumenep tahun 2010-2014 / Nike Fasluky Tristoria

 

ABSTRAK Tristoria, Nike Fasluky. Revitalisasi Tari Muang Sangkal Sebagai Seni Budaya Sumenep Tahun 2010 – 2014. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Abdul Latif Bustami, M.Si. Kata Kunci: Revitalisasi, Tari Muang Sangkal, Sumenep Tari Muang Sangkal merupakan sebuah tarian khas Kabupaten Sumenep yang gerakan-gerakannya diciptakan atas dasar gerak-gerak tayub Keraton Sumenep dan bertitik tolak pada gerak tari Yogyakarta dan dipadukan dengan gerak-gerak ciptaan lainnya yang tidak menyimpang dari nafas dan ciri-ciri Keraton Sumenep (gerakan tariannya lembut dan gemulai). Tarian ini merupakan sebuah bentuk tari tolak bala atau menolak segala marabahaya yang ditampilkan pada awal pembukaan suatu acara dalam penyambutan para tamu-tamu agung (pemerintah atau pejabat), pernikahan (ketika ada perkawinan), upacara-upacara yang bersifat sakral seperti memperingati hari jadi kabupaten Sumenep. Penelitian ini memiliki tiga rumusan masalah yang akan dikaji yaitu : (1) bagaimana proses tercipta dan perkembangan tari Muang Sangkal di Kabupaten Sumenep, (2) bagaimana upaya pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan tari Muang Sangkal, (3) bagaimana bentuk revitalisasi tari Muang Sangkal pada periode 2010-2014. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Metode penelitian sejarah meliputi pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara terhadap informan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil: (1) tari muang sangkal diciptakan pada tahun 1962 dan mulai dikenalkan pada masyarakat pada tahun 1975. Tari muang sangkal bagi masyarakat Sumenep diyakini bahwa tarian ini merupakan permohonan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari bencana. (2) untuk melestarikan tari Muang Sangkal di Kabupaten Sumenep maka memang harus ada kesinergisan antara pihak pemerintah dan masyarakat, khususnya generasi muda saat ini harus menjadi tonggak sebagai pelestari budaya daerah Madura, agar budaya yang telah ada tidak hilang atau punah dan akan terus menjadi asset dan juga kebanggaan bangsa Indonesia. (3) seiring berkembangnya peradaban, pada tahun 2010 tari Muang Sangkal telah banyak mengalami revitalisasi diantaranya: Kostum dan tata rias, gerak tari, tempat pementasan, alokasi waktu, dan pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan Agar dilakukan penelitian lebih lanjut agar masyarakat lebih mengerti tentang kandungan makna yang terdapat dalam setiap budaya yang dimiliki oleh kabupaten Sumenep khususnya dalam seni tari Muang Sangkal, dan juga cara menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal atau daerah secara berkelanjutan agar tidak tergilas oleh arus globalisasi.

Kemitraan antara dunia usaha/industri dengan dunia pendidikan dalam meningkatkan lulusan SMK (studi kasus jalinan kemitraan antara PT Trakindo Utama dengan SMK Negeri 1 Singosari) / Ambar Sulistyo

 

Kata kunci: kemitraan, kerjasama dunia usaha dengan dunia pendidikan Pemerintah melakukan pembenahan melalui berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan salah satunya Pendidikan Menengah Kejuruan (SMK), tujuan utama antara lain menyiapkan lulusan memasuki dunia kerja. Adanya kebijakan link and match dengan tujuan meningkatkan kualitas lulusan yang memiliki keterampilan dan kemampuan yang professional. Adapun rumusan masalah yang ingin digali melalui penelitian ini adalah Bagaimana pelaksanaan Kurikulum Berbasis Karakter dalam jalinan kemitraan yang diterapkan di SMKN 1 Singosari Program Keahlian Alat Berat, dan kegiatan apa yang tercakup dalam kemitraan terkait dengan tenaga pengajar. Tujuan penelitian adalah Mendeskripsikan pelaksanaan Kurikulum Berbasis Karakter dan kegiatan PSG terkait dalam jalinan kemitraan yang diterapkan di SMK Negeri 1 Singosari Program Keahlian Alat Berat dan mendeskripsikan evaluasi pelaksanaan dari kegiatan yang tercakup dalam kerjasama antara PT Trakindo Utama dengan SMK Negeri 1 Singosari yang terkait dengan tenaga pengajar/guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian menggunakan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Singosari pada program keahlian alat berat pada mata pelajaran produktif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap analisis data adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kurikulum berbasis karakter yang diterapkan di SMKN 1 Singosari program keahlian Alat berat adalah pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang bermuatan karakter di dalamnya. Dalam penyusunan, kurikulum disusun berdasarkan kompetensi-kompetensi hasil rumusan antara pihak sekolah dengan pihak industri yang menghasilkan 7 soft skill, 12 core skill, 1 problem solving, dan 17 work skill. Dalam pelaksanaanya faktor yang mendukung adalah input siswa yang memang sudah terseleksi sebelumnya, dan adanya LBB yang disediakan untuk men-training guru-guru Alat Berat. Faktor yang menghambat adalah belum semua guru bisa dijadikan permodelan dalam pembentukan karakter untuk siswa, dan kurangnya pemantauan karakter siswa. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah bagi siswa, hendaknya kebiasaan positif yang sudah terbentuk di sekolah melalui kurikulum berbasis karakter bisa melekat dan berkembang baik ketika di sekolah maupun di industri, Bagi Industri, hendaknya penyiapan SDM dan keterampilan yang dimiliki lulusan SMK bisa terserap langsung di dunia industri lain, serta Bagi sekolah, hendaknya pada kemitraan ini tidak hanya di khususkan pada jurusan teknik alat berat melainkan dapat memberikan kemitraan pada masing-masing jurusan yang lain.

Hubungan antara fleksibilitas dengan efektifitas gaya kepemimpinan kepala SDN se Kecamatan WajakmKabupaten Malang
oleh Nuri Kirami

 

Pengaruh disiplin, motivasi, dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas X SMK Kepanjen / Alfira Nugraheni

 

ABSTRAK Nugraheni, Alfira. 2015. Pengaruh Disiplin, Motivasi, dan Lingkungan Belajar Terhadap Pretstasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas X SMK Kepanjen . Skripsi. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universias Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Suparti, MP. (II) Dr. Sri Pujiningsih, S.E.,M.Si.,Ak. Kata Kunci: Disiplin Belajar, Motivasi Belajar, Lingkungan Belajar, Prestasi Belajar, Akuntansi. Siswa kelas X jurusan Akuntansi di SMK Kepanjen memiliki prestasi belajar yang beragam. Prestasi siswa dapat dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern diantaranya disiplin dan motivasi belajar. Dengan adanya disiplin dan motivasi yang tinggi maka siswa dapat mencapai hasil belajar yang maksimal sehingga dapat meraih prestasi yang tinggi. Sedangkan faktor ekstern salah satunya adalah lingkungan belajar. Dalam proses belajar juga memerlukan lingkungan belajar yang nyaman sehingga memudahkan siswa dalam berkonsentrasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) apakah ada pengaruh ssignifikan disiplin belajar terhadap prestasi belajar akuntansi kelas X SMK Kepanjen, (2) apakah ada pengaruh signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar akuntansi kelas X SMK Kepanjen, (3) apakah ada pengaruh signifikan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar akuntansi kelas X SMK Kepanjen, (4) apakah ada pengaruh signifikan antara disiplin, motivasi, dan lingkungan belahar terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMK Kepanjen. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitaif. Populasi dalam penelitian ini adalah seuruh siswa kelas X SMK Kepanjen tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 171 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin dan menggunakan teknik Proportional Random Sampling dan diperoleh 120 responden. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpukan bahwa (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin belajar terhadap pretasi belajar siswa kelas X SMK Kepanjen, hal ini dibuktikkan dengan signifikansi sebesar 0.000, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap pretasi belajar siswa kelas X SMK Kepanjen, hal ini dibuktikkan dengan signifikansi sebesar 0.009, (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan belajar terhadap pretasi belajar siswa kelas X SMK Kepanjen, hal ini dibuktikkan dengan signifikansi sebesar 0.000. Saran bagi peneliti selanjutnya sebaiknya peneliti dapat mengukur disiplin dan motivasi belajar siswa dengan cara melakukan observasi terhadap guru dengan RPP dan mengamati disiplin dan motivasi belajar siswa saat proses pembelajaran berlangsung.

Perbedaan hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir kreatif pada peserta didik yang dibelajarkan menggunakan metode saintifik-proyek dan metode saintifik pada materi sistem koloid di SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung / Lia Nurindah Permatasari

 

ABSTRAK Permatasari, Lia Nurindah. 2016. Perbedaan Hasil Belajar Kognitif dan Kemampuan Berpikir Kreatif pada Peserta didik yang Dibelajarkan Menggunakan Metode Saintifik-Proyek dan Metode Saintifik pada Materi Sistem Koloid di SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd (2) Dr. Yahmin, S.Pd.,M.Si. Kata Kunci: Metode Saintifik, Metode Proyek, Metode Saintifik-Proyek, Berpikir Kreatif, Hasil Belajar Kognitif, Sistem Koloid Sistem koloid merupakan salah satu materi kimia SMA yang dipelajari di kelas XI MIA pada semester genap. Materi sistem koloid merupakan materi yang penting dan aplikasinya banyak ditemukan dalam berbagai bidang yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga materi sistem koloid dapat dibelajarkan dengan metode saintifik-proyek. Melalui metode saintifik-proyek peserta didik dapat belajar dengan baik untuk meningkatkan hasil belajar kognitifnya serta kemampuan berpikir kreatifnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar kognitif dan mengetahui kemampuan berpikir kreatif antara peserta didik yang dibelajarkan dengan menggunakan metode saintifik-proyek dengan peserta didik yang dibelajarkan hanya dengan metode saintifik pada materi sistem koloid. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen semu dengan post test only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIA SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel yang digunakan sejumlah dua kelas yaitu kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen 2. Instrumen perlakuan yang digunakan adalah silabus, rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja peserta didik (LKPD). Instrumen pengukuran yang digunakan adalah soal tes ulangan harian dan soal berpikir kreatif. Teknik analisis data penelitian dilakukan dengan cara statistik dan deskriptif. Pengujian hipotesis dihitung menggunakan Independent Sample t-test dengan (Sig.) > 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tidak terdapat perbedaan hasil belajar kognitif peserta didik yang dibelajarkan menggunakan metode saintifik-proyek dengan peserta didik yang dibelajarkan hanya menggunakan metode saintifik (Sig.> 0,05), (2) Rata-rata hasil kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang dibelajarkan menggunakan metode saintifik-proyek adalah lebih tinggi (46,70) daripada rata-rata hasil kemampuan berpikir kreatif pada peserta didik yang dibelajarkan menggunakan metode saintifik (40,90).

Studi tentang interaksi gen mutan bar-3 dan vg pada Drosophila melanogaster / oleh Monika Savitri

 

Penerapan model rally coach dan find someone who untuk meningkatkan keterampilan sosial dan hasil belajar IPS / Lina Marlina

 

ABSTRAK Marlina, Lina. 2016. Penerapan Model Rally Coach Dan Find Someone Who Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SDN Jalantir. (PTK pada Siswa Kelas IV SDN Jalantir) Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi Guru Kelas, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed, M,Si. 2) Dr. Syamsul Hadi, M. Ed, M. Pd. Kata Kunci: Rally coach, Find Someone Who, Keterampilan Sosial, Hasil Belajar. Pendekatan penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Peneliti dalam penelitian ini bertindak sebagai partisipan penuh serta dibantu oleh 2 orang teman sejawat sebagai observer. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IV SDN Jalantir Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016, dengan jumlah siswa 24 siswa terdiri dari 10 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus tiap siklus terdiri dari 4 pertemuan. Prosedur penelitian dilakukan dalam 2 siklus setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah proses dan hasil. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah lembar observasi keterlaksanaan sintak oleh guru dan siswa, lembar observasi keterampilan sosial, angket keterampilan sosial, angket respon siswa terhadap pembelajaran model rally coach dan find someone who, lembar evaluasi, lembar wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Penerapan model rally coach dan find someone who dalam pembelajaran IPS materi kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam serta koperasi dan kesejahteraan rakyat siswa kelas IV oleh guru dan siswa sangat maksimal, hal ini ditinjau dari hasil observasi keterlaksanaan sintak pembelajaran oleh guru dan siswa pada siklus I berada pada kriteria cukup dan pada siklus II pada kriteria sangat baik. b) Penerapan model rally coach dan find someone who dalam pembelajaran IPS kelas IV dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa di mana pada siklus I keterampilan sosial siswa berada pada kriteria cukup dan pada siklus II berada pada sangat baik. c) Penerapan model rally coach dan find someone who dalam pembelajaran IPS siswa kelas IV dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa, hal ini terlihat dari sebanyak 22 siswa yang tuntas dari 24 siswa. Dari penelitian ini disarankan kepada guru, untuk menerapkan pembelajaran model rally coach dan find someone who karena selain dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penggunaan model ini guru disarankan menguasai setiap sintaknya. Selain itu, disarankan guru dapat menerapkan model rally coach dan find someone who dalam mata pelajaran lainnya, b) Kepala Sekolah, disarankan agar mengadakan program bagi guru untuk membahas tentang berbagai macam model pembelajaran, agar dalam prosesnya tidak monoton di satu model. c) bagi siswa, disarankan menerapkan model rally coach dan find someone who secara benar agar dirasakan manfaat dan tujuan dari model pembelajaran tersebut. d) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan penelitian khususnya dengan menggunakan model rally coach dan find someone who.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |