Penerapan strategi pemecahan masalah heuristik II untuk meningkatkan balajar hitung penjumlahan di kelas I SD / Neni Lita Herminati

 

ABSTRAK Herminati, L. N. Penerapan Strategi Pemecahan Masalah Heuristik II untuk Meningkatkan Belajar Hitung Penjumlahan di Kelas I SD Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan KSDP Program PJJ S1 PGSD. Pembimbing : Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL), Strategi Pemecahan Heuristik II, Penjumlahan, Matematika, SD. Guru sebagai pelaksana dan pengembang pembelajaran harus mampu memilih dan menerapkan berbgai pendekatan dan metode untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil observasi awal diketemukan bahwa hasil belajar siswa di SDN Ngemplakrejo dari 30(100%) siswa sebanyak 23 (76.6%) siswa belum mencapai kriteria ketentuan kelas yang diharapkan minimal 80%. Berdasarkan hal itu, pendekatan pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan strategi pemecahan masalah heuristik dalam pembelajaran matematika sangat tepat sebagai alternatif dalam proses pembelajaran, karena siswa dilibatkan secara aktif, efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika melalui penerapan strategi pemecahan masalah heuristik II; (2) Meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematikan melalui penerapan strategi pemecahan masalah heuristik II; (3) Meningkatkan kemampuan belajar hitung penjumlahan pada siswa kelas I SDN Ngemplakrejo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dengan metode Kemmis dan Taggart yang terdiri dari empat fase, yaitu perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan teknik tes dan non tes (observasi dan wawancara), sedangkan instrumen pengumpulan data berupa: pedoman observasi untuk menilai aktivitas, kreativitas, efektivitas, dan pembelajaran menyenangkan bagi siswa, soal pre test dan post test untuk menilai hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan menerapkan strategi pemecahan masalah heuristik II. Dari hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran matematika dengan menerapkan strategi pemecahan masalah heuristik II terjadi beberapa peningkatan yaitu: (1) untuk aktivitas, kreativitas, efektivitas, dan rasa senang siswa terhadap pembelajaran yang diperoleh mulai siklus I sampai siklus II mengalami peningkatkan yang signifikan. Yaitu dari 30 (100%) siswa seluruhnya sudah mencapai kriteria aktif, kreatif, efektif dan rasa senang dalam pembelajaran; (2) hasil belajar pada waktu pre test adalah 46,7 dengan kriteria sangat rendah mengalami peningkat pada siklus I yaitu 74,6 dengan kriteria cukup tinggi dan mengalami peningkatan yang signifikan lagi pada siklus II 87,6 dengan kriteria tinggi. Meskipun ada 3 (10%) yang tidak mencapai kriteria ketuntasan individu namun ketuntasan belajar kelas sudah tercapai yaitu minimal 80%. Namun demikian, nampaknya masi sangat di perlukan upaya-upaya lebih lanjut dalam usaha memperbaiki dan menngkatkan hasil belajar siswa di sekolah tersebut.

Peningkatan aktivitas dan hasil belajar seni tari melalui pembelajaran kooperatif dengan metode group investigation (GI) pada kelas X H SMA Negeri 1 Pamekasan tahun pelajaran 2009/2010 / Femi Souvranita Hayuningtias

 

Kata kunci: keterampilan praktek seni tari, kooperatif, group investigation (GI). Proses kegiatan belajar mengajar mata pelajaran praktek seni tari di kelas X H SMA Negeri I Pamekasan lebih banyak didominasi oleh guru, dengan demikian guru lebih aktif daripada siswa. Dari bentuk pembelajaran secara konvensional ini membuat hasil belajar siswa dalam ketrampilan praktek tari rendah. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran praktek seni tari di kelas X H SMA Negeri 1 Pamekasan, diperlukan pembaharuan dalam proses belajar mengajar hasil belajar siswa dalam praktek seni tari lebih meningkat. Salah satu pembaharuan dalam proses belajar mengajar keterampilan praktek tari sebagai bentuk pembelajaran yang inovatif bagi guru dalam pemberian materi praktek seni tari adalah model pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation (GI). Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar praktek tari melalui model pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation (GI). Dengan penerapan model pembelajaran tersebut pada pelajaran praktek seni tari, maka akan diketahui bagaimana aktivitas dan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation (GI) pada mata pelajaran praktek seni tari. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pamekasan kelas X H yang banyaknya 36 orang siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus. Siklus pertama diselesaikan dalam 6 pertemuan dengan pembagian kelompok yang bersifat heterogen berdasarkan kemampuan siswa. Sedangkan siklus kedua diselesaikan dalam 6 pertemuan dengan pembagian kelompok yang bersifat heterogen berdasarkan jenis kelamin siswa. Hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa hasil belajar pada keterampilan praktek tari pada siklus I siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 16 siswa dari 36 siswa. Sedangkan hasil tes kemampuan siswa pada siklus II, melalui pembelajaran kooperatif metode Group Investigation (GI) kualitas pembelajaran keterampilan praktek seni tari siswa kelas X H SMA Negeri I pamekasan lebih meningkat dengan hasil yang memuaskan. Dengan jumlah siswa yang mengalami ketuntasan sebanyak 32 orang dari 36 siswa. Guru seni tari SMA, hendaknya mencoba atau membiasakan diri selama pemberian mata pelajaran seni tari menggunakan model pembelajaran kooperatif metode GI (Group Investigation). Hal ini karena pembelajaran kooperatif metode GI (Group Investigation) mampu memberikan pengembangan kegembiraan belajar yang sejati dan sekaligus sebagai acuan bagi perkembangan kepribadian yang sehat antar siswa.

Perancangan video promosi jasa layanan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari (BBIB) Singosari-Malang / Hafid Rozaqi M.

 

ABSTRAK Ma’ruf,Hafid Rozaqi. 2015. PerancanganVideo Promosi Jasa Layanan BBIB Singosari. Skripsi Program StudiDesainKomunikasi Visual, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. MoeljadiPranata, M.Pd. (II) Andy Pramono, S.Kom, M.T. Kata Kunci: Perancangan,Video Promosi Jasa Layanan BBIB Singosari BBIB Singosari bertujuan mengenalkan dan mempromosikan layananannya dengan menggunakan video promosi. BBIB Singosari memerlukan rancangan video promosi yang dapat memberikan informasi dan data mengenai 9 Layanan Badan Layanan Umum (BLU) serta layanan yang ditawarkan secara efektif, jelas, dan menarik. Ini bertujuan untuk meningkatkan target kinerja dan pendapatan BBIB Singosari dari jasa layananyang dapat menarik minat target market yaitu para pelaku peternakan dan juga khalayak umum khususnya pelajar. Perancangan ini menggunakan model prosedural dengan langkah-langkah sistematik dan terstruktur, berurutan dari awal hingga akhir. Data yang dipakai sebagai acuan berupa data teoritis dan data yang bersumber dari observasi, wawancarasecara langsung kepada pihak BBIB Singosari. Pengumpulan data juga dilakukan melalui dokumentasi berupa foto dan video di lapangan yang juga didukung dengan data dari internet dan arsip BBIB Singosari. Produk yang dihasilkan berupa video promosi berbasis video. Produk ini berupa video slideshow dengan konsep gaya desain modem, terdiri atas 9 sekuen berdasarkan kebutuhan isinya. Ukuran resolusi video adalah 1280 pixel x 720 pixel, yang dikerjakan dengan piranti lunak komputer menggunakan Adobe Illustrator CS6 (pembuatan elemen grafis), Adobe Premier CS6 (perangkaian video), Adobe After Effect CS6 (pemberian efek visual dan animasi), dan Adobe Encore CS6 (pemberian link setiap halaman). Untuk mendukung video promosiini maka dibuat media promosi berupa x-banner, poster, brosur, kalender, stiker, folder, kemasan dan DVD label. Kelemahan dari video promosi berbasis video ini adalah pada pengaksesan yang terbatas hanya pada orang-orang yang mampu menggunakan DVD player. Video promosi berbasis video ini belum diuji coba, maka disarankan agar dilakukan pengujian untuk diketahui keefektifannya. Data sekolah yang terdapat dalam produk ini merupakan data yang diperoleh saat perancangan ini berlangsung.Perancanganvideo promosi jasa layanan BBIB Singosaribergunauntukmengenalkan secara informatifkepada para pelaku bidang peternakan serta khalayak umum yang sedang berkunjung ke BBIB Singosari. Perancanganinidiharapkandapatdigunakanolehlembaga, mahasiswa program studistudiDesainKomunikasi Visual, maupunseluruhcivitas academia UniversitasNegeri Malang.

Studi tentang ragam hias bordir dan proses pembuatan kerajinan bordir di rumah busana "Faiza Bordir" di Desa Kalirejo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan / Sonie Maulana

 

Kata Kunci: Identifikasi ragam hias, motif, seni kerajinan, bordir Seni kerajinan Bordir sudah membudaya di Indonesia. Seni Bordir selalu hidup dan berkembang, disukai masyarakat dan dapat diaplikasikan dalam berbagai karya. Keindahan sebuah karya bordir mempunyai daya tarik dan nilai tambah tersendiri. Hampir semua seni kerajinan perlu didukung oleh motif ragam hias seperti batik, keramik, porselen dll. Begitu pula seni kerajinan bordir, ragam hias memegang peran utama. Karena ragam hias sangat menentukan dalam membuat karya bordir yang indah, variatif dan penuh warna. Bordir merupakan salah satu warisan seni/budaya Indonesia yang mempunyai nilai seni tinggi. Guna melestarikan warisan budaya tersebut "Faiza Bordir" terus berupaya mengembangkan seni bordir dengan produk-produk yang digali dari khazanah budaya dan seni Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi macam ragam hias kerajinan bordir yang terdapat pada rumah busana "Faiza Bordir" (2) proses pembuatan kerajinan bordir pada rumah busana "Faiza Bordir". Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, karena pada penelitian ini berusaha mengungkapkan gejala secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Alternatif metode yang diambil ini adalah metode deskriptif. Hal-hal yang berkaitan dengan ragam hias desain kerajinan bordir pada rumah busana "Faiza Bordir" di dusun Kalirejo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan akan dideskripsikan dalam penelitin ini. Hasil dari penelitian ini adalah (1) jenis produk yang dihasilkan dibedakan menjadi dua, yaitu produk busana dan produk non-busana. Pada produk busana antara lain, blus, kebaya, mukena, baju gamis, gaun, kemeja, baju anak, kerudung dan busana muslim. Sedangkan pada produk non-busana antara lain, taplak meja, tempat tisu, sampul buku/sampul Al-Qur'an, tas jinjing/tas wanita, penutup dan tatakan gelas, sarung bantal, kipas, sepatu dan kotak seserahan. (2) ragam hias untuk menghias produknya, yaitu motif geometris dan motif non-geometris. (3) Alat untuk membuat kerajinan bordir yaitu mesin bordir, pemidangan, kertas minyak/kertas roti, kertas karbon, gunting, solder dan setrika. Bahan untuk membuat kerajinan bordir yaitu kain dan benang. (4) terdapat tiga proses utama pembuatan kerajinan bordir pada Rumah Busana "Faiza Bordir" yang meliputi tahap persiapan, tahap inti dan tahap akhir.

Motivasi belajar anak-anak di Petilasan Joyoboyo Desang Menang Kabupaten Kediri / Heny Wahyusi Pustanto

 

Abstrak Pustanto, Heny Wahyusi. 2015. Motivasi Belajar Anak-anak di Petilasan Joyoboyo Desa Menang Kabupaten Kediri. Tesis, Program Studi S2 Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof Dr. Hariyono, M.Pd., (II) Dr. Ach.Amirudin,M.Pd kata kunci : Motivasi Belajar, Petilasan Joyoboyo Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan motivasi belajar anak-anak di Petilasan Joyoboyo Desa Menang Kabupaten Kediri. Penelitian ini menjelaskan tentang motivasi belajar anak-anak yang tinggal di sekitar petilasan Joyoboyo. Tepatnya di Desa Menang Kecamatan Pagu sekitar 12 km dari Kabupaten Kediri ada satu tempat yang dianggap sakral dan begitu diyakini penduduk sekitar sebagai tempat untuk berdoa dan meminta berkah atau pengharapan. Tempat itu dikenal dengan sebutan ”Petilasan Joyoboyo”. Anak-anak yang tinggal di sekitar petilasan melakukan kegiatan yang menurut peneliti tidak biasa dilakukan bila mereka mekakukan aktivitas belajar. Anak-anak lebih suka belajar di dalam lokasi Petilasan, daripada belajar di rumah. Anak-anak mempunyai keyakinan bahwa lokasi Petilasan Joyoboyo bisa memberi motivasi belajar bagi mereka. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif mendiskripsikan tentang motivasi belajar anak-anak di petilasan Joyoboyo. Posisi peneliti sebagai peneliti sepenuhnya. Pertimbangan ini bertujuan untuk mendapatkan data penelitian yang murni dari objek data. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi petilasan Joyoboyo, tepatnya Desa Menang kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Sekitar 12 km dari pusat kota Kediri. Data yang diperoleh dari penelitian berupa data fisik, data tertulis dan data lisan. Sumber data berupa semua komponen yang ada di lokasi petilasan Joyoboyo, dalam hal ini terdiri dari pengunjung lokasi petilasan Joyoboyo, yaitu anak anak yang belajar di lokasi Joyoboyo, beserta juru kunci sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap petilasan Joyoboyo.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Analisis data diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut : Anak-anak yang tinggal di sekitar Petilasan Joyoboyo bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dalam hal ini berinteraksi dengan lingkungan di Petilasan Joyoboyo. Dari hasil interaksi tersebut anak-anak termotifasi belajarnya. Sosok Joyoboyo adalah sumber inspirasi bagi anak-anak. Ia mampu mensugesti mereka untuk menjadi lebih baik lagi terutama tentang hasil belajar mereka. Menurut peneliti Lingkungan belajar yang kondusif di lokasi Petilasan Joyoboyo adalah faktor utama yang mendukung kegiatan belajar anak-anak yang ada di sekitar Petilasan Joyoboyo yaitu berupa sebuah lokasi religi yang nyaman, bersih dan sejuk sehingga mampu mendukung usaha belajar anak-anak di sekitar Petilasan Joyoboyo tersebut. Kegiatan belajar itu menjadi kebiasaan yang dilakukan anak-anak bahkan bisa mememotivasi belajar mereka menjadi lebih baik. Di samping pembiasaan dan anjuran dari Orang Tua tentang keyakinan dan kepercayaan kepada Eyang Joyoboyo tidak harus disalahartikan dengan hal yang negative. Hanya pelaksanaanya saja yang kadang kurang pas atau cenderung ke hal kemusrikan. Hal ini yang harus dirubah untuk tidak begitu mendasarkan sosok Joyoboyo sebagai penentu keputusan tetapi beliau ( Joyoboyo ) adalah hanya orang yang dianggap suci dan hanya sebagai perantara doa manusia kepada Tuhan. Bukan sebagai penentu nasib mnusia. Sebab hanya Tuhan yang bisa menjawab dan mengabulkan doa manusia. Penelitian ini hanya terbatas di sekitar lokasi Petilasan Joyoboyo saja. Oleh karena itu, bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan hasil penelitian ini dengan sumber data yang berbeda guna memperkaya kajian ilmu di bidang pendidikan dasar ,khususnya mengenai motivasi belajar. Bagi anak-anak di sekitar Petilasan diharapkan untuk tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran ini. Ternyata pembelajaran yang mereka lakukan sangat menarik dan bisa dikembangkan di dunia ilmu pendidikan. Bagi Guru bisa memahami bahwa lingkungan sekitar kita bisa memotivasi belajar anak-anak. .

Penggunaan teknik menulis buku harian sebagian salah satu proses pembelajaran menulis bahasa Arab siswa kelas XI Bahasa Madrasah Aliyah At-Taraqqie Malang / Arfi Zalifatul Ikromiyah

 

ABSTRAK Ikromiyah, Arfi Z. 2015. Penggunaan Teknik Menulis Buku Harian Sebagai Salah Satu Proses Pembelajaran Menulis Bahasa Arab Siswa Kelas XI Bahasa Madrasah Aliyah At-Taraqqie Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurhidayati, M.Pd, (II) Ali Ma’sum, S.Pd, M.A. Kata Kunci: Buku Harian, Maharah Kitabah, Proses Pembelajaran Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat menulis siswa di MA At-Taraqqie Malang. Hal tersebut disebabkan oleh tidak adanya pembiasaan untuk menulis sejak dini. Karena itu pelajar cenderung melupakan pentingnya menulis. Keterampilan menulis selalu diakhirkan, dianggap sebagai keterampilan yang paling tidak penting. Padahal sesungguhnya keterampilan menulis merupakan keterampilan yang paling sulit, maka dari itu keterampilan menulis membutuhkan waktu belajar yang lebih lama dari keterampilan lainnya. Sedangkan waktu belajar Bahasa Arab di MA sangat terbatas. Karena sempitnya waktu belajar Bahasa Arab di kelas, membuat pembelajaran tidak maksimal. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini difokuskan pada keterampilan menulis Bahasa Arab menggunakan teknik menulis buku harian sebagai salah satu proses pembelajaran yang dilakukan di luar kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan hasil dari penggunaan buku harian sebagai salah satu proses pembelajaran kitabah Bahasa Arab yang ada pada siklus I dan siklus II. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian, penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas XI Bahasa yang terdiri dari 19 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini, dari 19 siswa yang terdaftar sebagai siswa di kelas XI Bahasa hanya 16 siswa yang mengikuti penelitian. Karena 2 siswa pindah sekolah dan 1 siswa sakit. Dari 16 siswa tersebut, 13 siswa mengalami peningkatan nilai dalam menulis buku harian dari siklus I ke siklus II. Sedangkan 3 lainnya mengalami penurunan nilai, karena mereka tidak mengerjakan tugas menulis buku harian di siklus II. Nilai yang didapatkan siswa masih rendah, hal tersebut karena waktu penelitian yang terbatas. Jika penelitian dilakukan dalam jangka waktu yang lebih panjang, dampaknya akan semakin terlihat. Akan tetapi siswa sudah menunjukkan dampak positif, selain nilai yang meningkat juga munculnya minat siswa untuk berlatih menulis sejak adanya penelitian ini. Saran dari hasil penelitian ini, kepada guru Bahasa Arab MA At-Taraqqie hendaknya menggunakan buku harian dalam proses pembelajaran Bahasa Arab untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Begitu pula kepada Jurusan Satra Arab UM. Bahwa dalam proses pembelajaran kitabah dosen dapat menggunakan teknik menulis buku harian, selain praktis, siswa juga tidak akan bisa mencontek temannya. Saran untuk peneliti lanjut, bahwa teknik ini dapat digunakan sebagai alat evaluasi dalam pembelajaran keterampilan menulis Bahasa Arab. Selain itu peneliti hendaknya menggunakan jangka waktu yang lebih panjang lagi.

Pengembangan media pembelajaran extensive green roof technology untuk materi pemanasan global di SMP Brawijaya Samart School Malang / Rifki Luthfidyanto

 

ABSTRAK Luthfidyanto, Rifki. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Extensive Green Roof Technology untuk Materi Pemanasan Global di SMP Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ibrohim, M.Si, Pembimbing (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S Kata kunci: media pembelajaran, extensive green roof technology, pemanasan global Extensive green roof technology (EGRT) berpotensi dikembangkan pada bidang pendidikan melalui pengembangan media pembelajaran. Berdasarkan hasil survei lapangan yaitu SMP Brawijaya Smart School (BSS) Malang belum memiliki media pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata untuk menunjang materi pemanasan global. Selain itu, 90% peserta didik belum mengetahui bahwa green roof merupakan salah satu cara menanggulangi dampak pemanasan global. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk media pembelajaran berupa benda model EGRT dan handout materi pemanasan global yang dilengkapi buku petunjuk penggunaan media pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini merujuk kepada model Research and Development (R&D) dari Borg dan Gall, namun hanya sampai langkah ke-5 dari 10 langkah. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah media pembelajaran berupa benda model EGRT dan handout materi pemanasan global yang dilengkapi buku petunjuk penggunaan media pembelajaran. Data diperoleh melalui angket validasi ahli dan angket respon peserta didik. Perolehan skor rata-rata pada hasil validasi ahli materi 76,4% (valid), ahli media 90,7% (sangat valid), dan ahli praktisi lapangan 86,4% (sangat valid). Persentase rata-rata dari penilaian validator adalah 84,8% (sangat valid) yang mengindikasikan bahwa pengembangan media pembelajaran EGRT yang dihasilkan layak digunakan untuk menunjang materi pemanasan global. Pada tahap akhir, yaitu uji coba lapangan awal diperoleh skor rata-rata 85,9% yang berarti media pembelajaran EGRT mendapat respon yang “baik” dari peserta didik di SMP BSS Malang.

Perubahan kondisi sosial ekonomi akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perkebunan tebu di Kecamatan Wates Kabupaten Blitar / Candra Lisnandia Rachman

 

Rachman, Candra Lisnandia. 2014. Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Akibat Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Perkebunan Tebu di Kecamatan Wates Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si, (II) Dr. I Nyoman Ruja,S.U. Kata Kunci: Alih Fungsi Lahan, Perubahan, Sosial, Ekonomi, Petani Penggunan lahan dan mata pencaharian penduduk di Kecamatan Wates mayoritas bergerak di sektor pertanian. Jenis pertanian mayoritas di sektor tanaman bahan makanan seperti padi, jagung, ketela pohon, kacang tanah dan kedelai. Masalah dalam penelitian ini adalah jumlah produktifitas pertanian tanaman bahan makanan mengalami penurunan pada tahun 2009-2012. Penurunan jumlah produktifitas pertanian ini di sebabkan oleh petani mengubah tanaman dari bahan pangan menjadi tebu. Produktifitas perkebunan tebu mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari 632,48 kw atau ha pada tahun 2011 menjadi 728,15 kw atau ha pada tahun 2012. Luas perkebunan tebu meningkat meningkatan 50%. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik sosial ekonomi petani yang melakukan alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan tebu, (2) mengetahui faktor yang menyebabkan petani melakukan alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan tebu , dan (3) Bagaimana perubahan kondisi sosial ekonomi petani dari sebelum alih fungsi lahan ke sesudah alih fungsi lahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan menggunakan metode survey. Data yang diperlukan berupa primer dan sekunder.Populasi pada penelitian ini adalah petani tebu di Kecamatan Wates 149 jiwa. Sampel dalam penelitian ini sebesar 60 jiwa. Analisis pada pada penelitian ini menggunakan tabulasi tunggal dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. (1) Karakteristik responden: mayoritas berusia produktif, berstatus kawin, memiliki beban tanggungan yang besar, bermata pencaharian sebagai petani, dan memiliki tegalan. (2) Faktor alih fungsi lahan dikarenakan pendapatan yang diterima lebih besar ketika menanam tebu dan perawatan tanaman tebu lebih mudah dari pada tanaman pangan. (3) Terjadi perubahan kondisi sosial ekonomi pasca alih fungsi lahan, perubahan tersebut berupa peningkatan bidang ekonomi meliputi daya beli sandang, , kebutuhan kesehatan, kualitas fisik rumah dan kebutuhan transportasi, perubahan sosial meliputi pemakaian alat telekomunikasi yang moderen, waktu luang yang dimiliki lebih banyak dan bentuk tabungan yang dimiliki.

Pembelajaran pemecahan masalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika tentang luas bangun datar siswa kelas V SDN Karanganyar Pasuruan / Tutik Suharti

 

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan menggunakan pembelajaran pemecahan masalah. Dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah Pembelajaran Pemecahan Masalah dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas V SDN Karanganyar Pasuruan dalam pembelajaran matematika? 2) Bagaimanakah Pembelajaran Pemecahan Masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika tentang luas bangun datar siswa kelas V SDN Karanganyar Pasuruan? 3) Apakah Pembelajaran Pemecahan Masalah dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN Karanganyar Pasuruan dalam pembelajaran matematika materi luas bangun datar? Hasil pembelajaran menunjukkan bahwa menggunakan pembelajaran pemecahan masalah pada luas bangun datar (persegi, persegi panjang, trapesium, dan layang-layang) dapat meningkatkan pemahaman siswa. Disamping itu siswa masih memerlukan latihan-latihan sebagai penguatan. Sebagai saran agar hasil pembelajaran menjadi maksimal dan menarik maka guru hendaknya perlu menyeimbangkan antara waktu untuk drill, penggunaan media dan diskusi.

Pengaruh limbah kulit buah kakao dan kopi sebagai campuran media tanam terhadap produksi dan kandungan gizi jamur tiram (Pleurotus spp.) sebagai materi penyusunan buku budidaya jamur tiram / Imam Mudakir

 

Mudakir, Imam. 2014. Pengaruh Limbah Kulit Buah Kakao dan Kopi Sebagai Campuran Media Tanam Terhadap Produksi dan Kandungan GiziJamur Tiram (Pleurotus spp.) Sebagai Materi Penyusunan Buku Budidaya Jamur Tiram. Disertasi Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Dr. Fatchur Rohman, M.Si., dan (III) Dr. Abdul Gofur, M.Si. Kata Kunci: gizi, jamur tiram,limbah kulit buah kakao, limbah kulit buah kopi, media tanam, produksi. Pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Jembermenghasilkan dampak peningkatan limbah di antaranya limbah serbuk gergaji kayu, buah kakao maupun kopi. Limbah-limbah tersebut dapat digunakan sebagai campuran media tumbuh dalam budidaya jamur tiram dan mempunyai potensi menjadi masalah lingkungan bila tidak diolah.Media tanam (baglog) jamur tiram yang didukung baik secara fisik dan kimia yang baik akan mempengaruhi produksi dan kandungan gizi jamur tiram. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji pengaruh limbah kulit buah kakao dan kopi sebagai campuran media tanam terhadap produksidan kandungan gizi jamur tiram putih dan coklat,serta tersusunnyabuku ilmiah populer berbasis riset.Penelitian ini terbagi menjadi dua bagian, pertamayaitu penelitian eksperimen dilakukanmenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 macam perlakuan perbandingan serbuk gergaji kayu (S) dan Limbah perkebunan (L) pada media tanam jamur tiram putih (P. ostreatus) dan jamurtiram coklat (P. cystidiosus). Adapun 7 perlakuan tersebut adalah SL0(100% serbuk gergajidan 0% limbah)/kontrol, SL1(80% serbuk gergajidan 20% kulit buah kakao), SL2(75% serbuk gergajidan 25% kulit buah kakao), SL3(70% serbuk gergajidan 30% kulit buah kakao), SL4(80% serbuk gergajidan 20% kulit buah kopi), SL5(75% serbuk gergajidan 25% kulit buah kopi) dan SL6(70% serbuk gergajidan 30% kulit buah kopi).Kedua yaituimplementasi hasil penelitian berupa penyusunan buku ilmiah populer berbasis riset. Analisis data hasil penelitian eksperimen menggunakan analisis one-way-anovadan T test dan dilanjutkanmenggunakanuji Duncan 5%. Penentuan kelayakan buku, menggunakan instrumen dan rubrik penilaian buku ilmiah populer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah kulit buah kakao dan kopi sebagai campuran media tanam menunjukkan pengaruh signifikan terhadap jumlah tubuh buah dan berat produksi jamur tiram tiap periode panen. Jumlah tubuh buah tiram putih tertinggi padaSL2 yaitu 37,94buah dan SL6 yaitu 46,56buah. Adapunjumlah tubuh buah tertinggi pada jamur tiram coklat pada SL2 yaitu 32,44 buah dan SL6 yaitu 32,56buah. Diameter tudung jamur tiram putih tertinggi padaSL3 yaitu 11,5cm dan SL4 yaitu11,68cm, padajamur tiram coklat, diameter tudung tertinggi pada SL2 yaitu 13,41cm dan SL5 yaitu13,07cm. Panjang tangkai jamur tiram putih terpanjang pada SL2yaitu 5,25cm dan SL4 yaitu 5,08cm dan SL6 yaitu 5,08cm, pada jamur tiram coklat panjang tangkai terpanjangSL3yaitu 5,90cm dan SL6yaitu 5,97cm.Berat produksi jamur tiram putih tertinggi padaSL3 yaitu 498,19g dan SL6 yaitu 519,81g. Adapun berat produksi tertinggi pada jamur tiram coklat pada SL3 yaitu 566,94g dan SL6 yaitu 585,69g, secara statistik perlakuan terbaik yaitu SL2 yaitu 493,19g dan SL5 yaitu 514,06g. Hasil analisi data dengan T test menunjukkan adanya perbedaan berat produksi yang signifikan bila dibandingkan antara berat produksi jamur tiram putih dan tiram coklat,yaitujamur tiram putih dengan berat 486,99g dan tiram coklat 530,46g.Berat total produksi jamur tiram putih tertinggi pada SL3 yaitu 1995,00g dan SL6 yaitu 2079,25g.Adapun pada tiram coklat berat total produksi tertinggi padaSL3 yaitu 2267,75g dan SL6 yaitu 2342,75g. NilaiBiolgycal Efficiency Ratio (BER) jamur tiram putih tertinggi padaSL2 yaitu 56,69% dan SL4 yaitu 60,47%. Nilai BER tertinggi pada jamur tiram coklat pada SL2 yaitu 64,49% dan SL5yaitu 67,84%. Kandungan protein tertinggi dalam jamur tiram putih pada SL3yaitu2,24% dan SL6yaitu 2,16%, namun kandungan protein yang optimal pada SL5 yaitu 2,24%. Adapunjamur tiram coklat mempunyaikandungan protein tertinggi pada SL3 yaitu 2,71% dan SL6 yaitu 2,66%. Berdasarkan hasil uji T terdapat perbedaan yang signifikan antara jamur tiram putih dan tiram coklat, dimana kandungan protein jamur tiram putih yaitu1,98 % dan jamur tiram coklat yaitu 2,10%. Kandungan lemak tertinggi pada SL3 yaitu 0,05% dan tidak berbeda nyata antara jamur tiram putih dan tiram coklat. Kandungan karbohidrat jamur tiram putih tertinggi pada SL3 yaitu 5,76% dan SL6 yaitu 5,80%,padajamur tiram coklat, karbohidrat tertinggi pada SL3yaitu 7,78% dan SL6yaitu 6,46 %. Hasil uji T kandungan karbohidrat jamur tiram putih lebih rendah daripada tiram coklat yaitu karbohidrat jamur tiram putih yaitu 5,26% dan jamur tiram coklat yaitu 6,07%. Kandungan serat tertinggi dihasilkan oleh jamur tiram putih pada SL3 yaitu 4,60% dan SL6 yaitu 4,71%, namun perlakuan yang optimal pada SL2 yaitu 4,50%, Adapun pada jamur tiram coklat kandungan protein tertinggi pada SL3 yaitu 3,56% dan SL6 yaitu 3,26%, tetapi yang perlakuan optimal pada SL1 yaitu 3,28% dan SL5yaitu 3,15%.Kandungan air jamur tiram putih tertinggi pada SL5 yaitu 92,83%,Adapun kandungan air tertinggi pada jamur tiram coklat pada SL1 yaitu 91,85% dan SL5 yaitu 92,66%.Kandungan abu tertinggi dihasilkan olehjamur tiram putih pada SL2 yaitu 0,77% dan SL6 yaitu 0,78%,adapun pada jamur tiram coklat tertinggi pada SL3 yaitu 0,92% dan SL5 yaitu 0,84%. Berdasarkan data dari seluruh pengamatan dengan parameter produksi dan kandungan gizijamur tiram dapat disimpulkan dan disarankanyaitu penggunaan 75% serbuk gergaji kayu dan 25% kulit buah kakao (SL2) dan 75% serbuk gergaji kayu dan 25% kulit buah kopi (SL5) merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan produksi dan kandungan gizi jamur tiram putih maupun tiram coklat. Jamur tiram coklat lebih unggul dalam produksi dan kandungan gizi bila dibandingkan dengan jamur tiram putih. Berdasarkan hasil penelitian ini telah disusun sebuah buku ilmiah populer yang berjudul “Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao dan Kopi Sebagai Media Tanam Jamur Tiram” dan hasil validasi menghasilkan bahwa buku ini layak untuk dijadikan sebagai referensi masyarakat khususnya yang berminat dalam hal budidaya jamur tiram.

Tinjauan pengajaran geografi di SD Negeri Pringo Kecamatan Bululawang / oleh Endang Sri Hastuti

 

Penerapan metode belajar learning cycle-5E pada mata pelajaran akuntansi terhadap siswa kelas XII IPS 1 untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar di SMA Negeri 6 Malang / Dyah Titin Kurniatin

 

Kata Kunci: learning cycle-5 fase, aktivitas, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan siswa maupun guru yang bersangkutan, mengindikasikan bahwa guru langsung pemberian tugas-tugas. Selanjutnya guru tidak memberikan eksplanasi dan evaluasi terhadap tugas yang diberikan. Dalam hal ini siswa belajar sendiri sehingga mereka belum menemukan jawaban mana yang benar yang harus dipergunakan. Tujuan penelitian adalah: (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XII-IPS1 dengan model Pembelajaran Learning cycle 5E di SMA Negeri 6 Malang. (2)Untuk mendeskripsikan bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII-IPS1 dengan menggunakan model Pembelajaran Learning Cycle 5E di SMA Negeri 6 Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan pendekatan kualitatif. Alat pengumpulan data menggunakan, tes, lembar observasi, lembar catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII-IPS1 SMA Negeri 6 Malang tahun ajaran 2009/2010. Hasil penelitian menunjukkan: model pembelajaran Learning Cycle 5E dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pada siklus I berdasarkan lembar observasi aktivitas siswa dalam penerapan model pembelajaran learning cycle 5E memperoleh skor kurang dari kriteria ketuntasan belajar yaitu mendapat skor 56,66%. Pada siklus II nilai aktivitas siswa penilaian dengan lembar observasi aktivitas siswa skor rata-rata kelas meningkat menjadi 76,66% berarti dalam hal ini meningkat sebesar 20%. Peningkatan skor ini mengalami kenaikan secara signifikan. Hasil belajar yang diperoleh dari tiga aspek yaitu aspek kognitif siklus I sebesar 73,8% dan siklus II naik menjadi 77,1%. Sedangkan ditinjau dari segi afektif dapat diketahui persentase sebesar 56,7% dan untuk siklus II dengan persentase (65,8%). Untuk aspek psikomotorik pada siklus I hasil yang diperoleh sebesar 24,3% dan pada siklus II meningkat menjadi 65,8%. Dengan demikian penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran learning cycle 5E dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XII-IPS1 SMA Negeri 6 Malang. Beberapa saran dari peneliti diharapakan bisa meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar untuk belajar secara mandiri seperti pada fase eksplorasi dan siswa tetap dapat mengingat dari kegiatan tersebut dikarenakan hasil dari menemukan dan mengetahui letak kesalahan diharapakan dari proses itu siswa tetap dapat mengingat materi yang telah dipelajari. Serta dapat dijadikan sebagai bahan dalam mengembangkan variasi-variasi metode untuk meminimalisasikan kejenuhan dalam proses belajar mengajar di dalam kelas

Teori ferroelektrik elektronik oleh Sri Yuana Partiwi

 

Dalamtu lisani ni. dipaparkatne orid arif erroelektrisitaysa ngd iawalid ari sebuahfa set ransisei lektronik.Untumk engetahuhia l-hayl angb erkaitand engan ferroelektrike lektronik.m akap erlu dilakukank ajiant entangte ori ferrnelekfrik elekfonik. Kajiani ni mempunyatiu jrtan( a) unhrkm emahamsi olusiS CMF( self consistenmt eanf ield) uuhrkk eadaand asard ari modelF alicov-Kimball(; b) untuk meng;etahpuei rhitungans useptibilitaslin ier dari modelF alicov-Kimballd; an( c) unRrkm engetahupie rhitrurgansu septibilitash armonikk eduad ari modelF alicov- Kimball. Metodek ajiany angd igunakadna lamk ajiani ni adalahm etodek ajianp ustaka hasilp enelitiany angt elahd ilakukano lehp arai lmuwan,y angd ikemasd alamb entuk jumal penelitianK. ajianp ustakain i berusaharm urkm emberikang ambarante ntang pembahasatne ori ferroelektrike lektonik. Adapunl angkah-langkayha ngd itah*an olehp enelitia ntaral ain: (a) mengumpulkadna udata yangb erasadl ari semuaju rnal danj uga yangb erasadl an buku-bukuy angt erkaitd enganft rroelekfrik elektonik; (b) mengambhil al-haly angt €rkait denganb ahanf erroelekrik elekfioniku ntukd ijadikan pemrlisanin i; (c) menyusund atay angt elahd iperolehs ehinggam enjadis ebuah tulisany angm emilikib ahasayna ngb erurutand anj ugaj elas. Hasilk ajian ini, menginvestigaksai rakteristiko ptik linier dann on linier dari modelF alicov-KisrballS. olusiS CtvIFm erupakans uatup enyelesaiatne oritisd ari suatuk eadaand asard ari modelF alicov-Kimbalyl angm empunyaki oherensdi iantara electrond padam omantumk danh olef padam omentum-k . sifat-sifatf erroelektrik elektroniky angb erhubungadne ngang ejalae lecnond apatd iselesaikand engans olusi SCMF. Transisi temperahr pada fenoelekfiik elellronik dapat mengakibatkan perubahasni metrii nversiy angd apatd ilihat dari perubatranfr ekuensyi angd ihasilkan rnenjaddi uak ali dari frekuensis emulad anp urjangg elombangy angm enjadi setengadha ri keadaans emulaO. lehk arenai tu perhihmgany angb erkaitand engan fenoelekrik elekronik dapat dilala*anmelatui solusi SCMFBahan ferroelekrik elelctroniky angd alamt ulisani ni disebutd enganp erpaduanb abanc ampurand apat diaplikasikanp adas uku-sukup adaH amiltonianS. ukup ertamad ari l{amiltonian adalahk eseimbangayna ngt eratury aitu optik non linier. Sukuk eduad ari Flamiltoniana dnlahk eseimbanga)na og tidak t€rahr )ang dapatd iaplikasikenp ada optik non linier yangd alama rlisani ni adalahp embangkitahna rmonikk edua.

Pengaruh bauran ritel terhadap kepuasan pelanggan (studi pada Minimarket Rubelan ABC Malang) / Daniel Aprilian Ananta

 

ABSTRAK Ananta, D., A. 2015. Pengaruh Bauran Ritel terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi pada Minimarket Rubelan ABC Malang). Skripsi, Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Wayan Jaman Adi Putra, M.Si. (II) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E., M.M. Kata kunci: bauran ritel, kepuasan pelanggan, merchandising Perkembangan zaman dan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi menyebabkan kebutuhan akan barang dan jasa semakin banyak. Hal tersebut menyebabkan persaingan bisnis khususnya bisnis ritel semakin ketat tidak terkecuali minimarket Rubelan ABC. Pada saat ini masyarakat memandang bisnis ritel tidak hanya menjual barang atau jasa, melainkan juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang baik untuk kenyamanan kepada konsumen atau pelanggan dalam berbelanja. Hal itu yang menyebabkan Rubelan ABC sangat memperhatikan aspek bauran ritel dalam memberikan kepuasan kepada konsumen atau pelanggannya. Berkaitan dengan hal itu maka perlu dilakukan kajian teoritis dan empiris tentang bauran ritel dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) deskripsi tentang bauran ritel dan kepuasan pelanggan Rubelan ABC, 2) besarnya pengaruh bauran ritel terhadap kepuasan pelanggan Rubelan ABC secara parsial dan simultan dan 3) variabel bauran ritel yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan Rubelan ABC. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif untuk menjawab pernyataan di atas. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu: 1) kuesioner yang disebarkan secara teknik random sampling pada 160 responden, 2) wawancara pada manajer toko, 3) observasi dan 4) data sekunder yang diambil dari literatur. Kemudian data dianalisis menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis hipotesis, koefisien determinasi dan sumbangan efektif. Berdasarkan hasil uji simultan menunjukkan bahwa bauran ritel (X) berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y) Rubelan ABC. Kemudian hasil uji parsial pada penelitian ini menunjukkan merchandising (X1) dan store atmosphere (X6) masing-masing tidak signifikan pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan (Y) Rubelan ABC, sedangkan price (X2), place (X3), marketing communication (X4) dan retail service (X5) masing-masing berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y) Rubelan ABC. Sedangkan Adjusted R square menunjukkan bahwa variabel bebas bauran ritel menyumbang sebesar 51,6% terhadap variabel terikat yaitu kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil sumbangan efektif, variabel place sebagai penyumbang efektif terbesar terhadap kepuasan pelanggan Rubelan ABC sebesar 13,3%.

Evaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan permukiman di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri / Habibarani Khoirun Nisa'

 

ABSTRAK Nisa’, Habibarani K. 2015. Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Kawasan Permukiman di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Rudi Hartono, M.Si (II) Drs. Sudarno Herlambang, M. Si. Kata kunci: evaluasi kesesuaian lahan, permukiman Permukiman merupakan daerah di luar kawasan lindung yang digunakan sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian masyarakat berada di wilayah perkotaan dan perdesaan. Kecamatan Mojoroto memiliki luas wilayah 24,601 km2. Pertambahan penduduk sebesar 3.912 jiwa/tahun menyebabkan kebutuhan akan permukiman juga meningkat. Apabila diproyeksikan hingga tahun 2018 dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata sebesar 3,00%, jumlah penduduk Kecamatan Mojoroto adalah 116.530 jiwa dengan kebutuhan rumah mencapai 23.306 unit. Untuk itu perlu dilakukan adanya evaluasi lahan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan yang dapat dikembangkan sebagai kawasan permukiman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan permukiman dan menganalisis sebaran kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan permukiman di Kecamatan Mojoroto berdasarkan kelas kesesuaian lahan untuk pemukiman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Pengolahan data spasial menggunakan software ArcView 3.3. yaitu dengan cara menumpangsusunkan tiga peta yaitu peta jenis tanah, peta kemiringan lereng, dan peta penggunaan lahan. Populasi yang diperoleh dari tumpag susun (overlay) peta sebanyak 16 satuan lahan, sampel penelitian yang diambil sebanyak 5 unit lahan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penentuan kelas kesesuaian lahan untuk permukiman ditetapkan berdasarkan jumlah hasil pengharkatan (scoring) terhadap parameter-parameter kesesuaian lahan pada satuan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas sesuai untuk pengembangan kawasan permukiman 15.933,3 m2 dari luas seluruh unit lahan, terletak di seluruh kelurahan di Kecamatan Mojoroto yaitu Kelurahan Sukorame, Kelurahan Bandar Lor, Kelurahan Mojoroto, Kelurahan Pojok, dan Kelurahan Lirboyo. Jadi, seluruh unit lahan sesuai untuk dikembangkan menjadi kawasan permukiman.

Pengembangan modul keterkaitan struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit pada sistem saraf untuk mencapai SKL-SP dan tujuan mata pelajaran biologi pada siswa kelas XI di SMA Negeri I Grati Pasuruan / Dia Faroka

 

Kata kunci : Modul keterkaitan struktur, fungsi dan proses serta kelainan/penyakit pada sistem saraf, SKL-SP, Tujuan Mata Pelajaran Biologi. Berdasarkan hasil Observasi, diketahui bahwa pembelajaran Biolodi di SMA Negeri I Grati menggunakan Lesson Study dan Non Lesson Study. Proses Lesson Study dilaksanakan sekali setiap semester untuk mata pelajaran biologi begitu juga dengan mata pelajaran yang lain. Sehingga pelaksanaan lesson study belum dapat mencapai visi dan misi sekolah. Permasalahan yang terjadi pada Lesson Study maupun Non Lesson Study yaitu, a) Siswa kurang dilibatkan secara aktif dikelas, b) Kemampuan berfikir belum dipertimbangkan sebagai bagian integral dari pembelajaran, c) Siswa yang cerdas dan cepat belajarnya terhambat dengan adanya siswa yang lamban dan siswa yang lamban akan semakin kesulitan, LKS yang digunakan kurang efektif, efisien dan fleksibel, d) LKS belum dapat mencapai tujuan Biologi dan SKL-SP. Alternatif solusi permasalahan yang tejadi adalah a) menggunakan Bahan ajar berupa modul yang menerapkan informasi, dan pengetahuan, secara logis, kritis, kreatif dan inovatif. Sehingga siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri dan tidak hanya menerima informasi saja, b) menggunakan Bahan ajar yaitu modul karena bersifat Self intructional, Self Containned, Adaptif, Stand alone,dan user friendly. Model Pengembangan modul yang digunakan penulis mengikuti langkahlangkah sebagai berikut : 1)Potensi dan Masalah, 2) Pengumpulan Informasi, 3) Desain Modul, 4) Validasi Modul pembelajaran dan uji coba kelompok kecil, 5) Revisi Modul pembelajaran I, 6) Uji Coba langsung Modul pembelajaran, 7) Revisi Modul pembelajaran II, 8) Penyempurnaan Modul. Hasil validasi yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi, guru dalam tampilan modul yaitu SKL-SP dan Tujuan Biologi adalah 80,21%, 91,73%, 90,73%, sedangkan hasil validasi modul berdasarkan gagasan modul berupa visual,gambar dan video yaitu 79.58%, 96,87%, 93,75%.Hasil uji coba kelompok kecil dan besar yaitu 84.64% dan 89.58%. Data hasil validasi dari ahli media, ahli materi dan guru serta uji coba kelompok kecil dan besar bahwa modul tidak perlu direvisi. Meskipun berdasarkan data kuantitatif modul telah telah dinyatakan valid dan layak tetapi perlu ditindak lanjuti mengenai komentar dan saran ahli media, ahli materi, guru dan kelompok kecil serta besar. Produk yang dihasilkan adalah modul Keterkaitan Struktur, Fungsi, Dan Proses Serta Kelainan/Penyakit Pada Sistem Saraf untuk mencapai Kompetensi Dasar. “Keterkaitan antara Struktur, Fungsi, dan Proses Serta Kelainan/Penyakit yang terjadi pada Sistem Regulasi”. Modul ini mempunyai 5 kegiatan belajar dengan alokasi waktu 8 x 45 menit. Saran pemanfaatan dan pengembangan lebih lanjut dari hasil pengembangan ini dapat dikembangkan sebagai berikut 1) Modul yang dikembangkan dapat dimanfaatkan lebih lanjut dengan diproduksi oleh sekolah yang bersangkutan dengan seijin peniliti. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan membelajarkan siswa secara mandiri dan sebagai contoh modul yang memiliki komponen lengkap, memenuhi standart lulusan mata pelajaran dan tujuan mata pelajaran Biologi, 2) Diperlukan ketelitian dalam membuat modul yang mencapai SKL-SP dan Tujuan mata pelajaran Biologi

Alat penetas telur bebek otomatis berbasis arduino mega / Andi Alfian

 

ABSTRAK Alfian, Andi. 2016. Alat Penetas Telur Bebek Otomatis Berbasis Arduino Mega. TugasAkhir, JurusanTeknikElektro. Program Studi D3 TeknikElektro, FakultasTeknik. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, Ph.D. Kata Kunci: Prototype, SistemOtomasi, DHT11, ArduinoMega. Mesin tetas adalah sebuah alat yang menggantikan proses pengeraman yang dilakukan oleh indukan. Dengan menggunakan mesin tetas, maka keuntungan yang akan didapat adalah kapasitas penetasan yang lebih besar. Selama ini kebanyakan mesin tetas di industri peternakan masih menggunakan sistem konvesional, dimana alat penetasan telur tersebut masih dilakukan secara manual, yaitu pemutaran telur untuk mendapatkan distribusi temperatur yang merata pada permukaan telur, pada saat inilah menyebabkan penurunan suhu dan mengurangi kebersihan.Alat penetas inimenggunakanmikrokontrolerAtmega2560 (sebuahkeping yang secarafungsionalbertindaksepertisebuahkomputer) yang dimanfaatkanuntukmewujudkanrangkaianelektronikdari yang sederhanahingga yang kompleks. Yangbertujuanuntukmempermudahdalam proses penetasan telur bebek. Tahapandalampeerancanganiniterdiridari: (1) blok diagram, (2) proses perancangan, (3) hardware,(4) software, dan (5) hasilpengujian. Pengujianprototype dilakukandengancaramengujitiapblokkomponendanpengujiansistemkeseluruhan. Hasilpengujianmemperlihatkan pada saat tombol start ditekan, maka secara otomatis sistem akan aktif selama 28 hari dan sensor suhu diatur dengan rentang maksimal 39°C dan kelembaban rentang maksimal 75%.Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa, alat penetas inidapatbekerjasesuaidenganprinsipkerja yang dirancang. Dengandemikianprototype yang dibuatdapatberfungsidenganbaikdansesuaidenganperancangan.

Hubungan antara frekuensi penggunaan teknik supervisi pendidikan oleh kepala sekolah dengan ketrampilan guru sekolah dasar negeri di kecamatan Lawang Kabupaten Malang
oleh R.A. Artrinia Arianto

 

Guru memegang peranan dalam pendidikan dan pengajaran di Sekolah Dasar.O leh karenai tu ketrampi.lanm engajar guru perlu ditingkatkan, dibina, dan dipertahankans ehinggak emampuand an ketrampilan yang dimiliki benar-benar mendukung profesinya. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah : (l) sejauhmana frekuensi penggunaante knik supervisip endidikan oleh Kepala SD Negeri di kecamatan Lawang Kabupaten Malang? (2) bagaimanakah penerapan ketrampilan mengajar guru SD Negeri di kecarnatan Lawang Kabupaten Malang? (3) apakah ada hubungan antaraf rekuensi penggunaante knik supervisi pendidikan dengank etrampilan menga1agr uru SD Negeri di kecamatanL awang KabupatenM alang? Penelitiani ni dilakukan di SD Negeri di kecamatan Lawang Kabupaten Malang dengan tujuan untukm engetahuif rekuensi penggunaante knik supervisip endidikan oleh kepala sekolah dan ketrampilan mengajar guru SD Negeri di kecamatan Lawang Kabupaten Malang sertah ubungana ntaraf rekuensi penggunaante knik supervisip endidikan oleh kepalas ekolahd engank etrampilanm engajarg uru SD Negeri di kecamatanL awang Kabupaten Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kore.lasiona.Sl.a mpely ang diambil adalah2 5 % dari jumlah populasi yaitu 86 orang guru dari 13 SD Negeri. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan teknik supervisip enggunaano leh Kepala Sekolaht ermasukd alam kategori "tinggi". Dan ketrampilanm engajarg uru SD Negeri di kecamatanL awangK abupatenM alang termasuk dalam kategori "sangat tinggi". Hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara frekuensi penggunaan teknik supervisi oleh Kepala Sekolah dengan ketrampilan mengaJar guru SD Negeri di kecamatan Lawang Kabupaten Malang sehingga Kepala Sekolah dan guru-guru senantlasa bekerjasamdae mi kelancaranp rosesb elajarm engajard i sekolah.

Penerapan model pembelajaran laboratori untuk meningkatkan hasil belajar menjahit pengembvangan diri SMP Islam 02 Pujon / Yuliani

 

Kata Kunci : Laboratori, Sistem kelompok, Hasil belajar menjahit Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujutkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Untuk mencapai itu semua, guru mempunyai peran yang sangat penting terhadap keberhasilan peserta didiknya. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti dengan guru pembimbing ekstrakurikuler menjahit di SMP Islam 02 Pujon, diperoleh informasi bahwa pembelajaran yang dilaksanakan di kelas pengembangan diri menjahit masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari hasil menjahit siswa pengembangan diri menjahit pada semester pertama yang rata-rata masih dibawah SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimum). Melihat kondisi ini, maka diperlukan suatu metode pembelajaran yang tepat, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Metode pembelajaran laboratori sistem kelompok dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil menjahit siswa. Model pembelajaran ini mengajak siswa untuk berhadapan langsung dengan material bahan dan praktik. Kegiatan ini juga menuntut siswa untuk melakukan latihan dan bekerja sama dengan sistem kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan metode pembelajaran laboratori sistem kelompok dalam upaya untuk meningkatkan hasil belajar menjahit siswa pengembangan diri menjahit SMP Islan 02 Pujon tahun pelajaran 2010-2011 Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, karena peneliti lebih banyak mengumpulkan data baik dalam bentuk data kualitatif maupun data kuantitatif. Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian tindakan kelas, dengan subyek siswa kelas pengembangan diri menjahit SMP Islam 02 Pujon. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah: (1). Observasi, digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selam proses pembelajaran berlangsung, (2). Catatan lapangan, digunakan untuk melengkapi data yang tidak tercantum dalam lembar observasi, (3). Hasil tes praktik, untuk mengetahui tes siklus akhir siswa. Data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan mencari nilai rata- rata dan presentasinya. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis data yang terdiri dari mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada siklus I, antara lain adalah : (1). Presentase keberhasilan aktivitas kegiatan kelompok pertemuan pertama mencapai 73,2 %, sedangkan pada pertemuan kedua 79,7 %. (2). Presentase keberhasilan Pengelolaan pembelajaran guru pada pertemuan pertama 83,3% sedangkan pada pertemuan kedua 89%. (3). Nilai rata-rata kelas 73,39. Hasil analisis data pada siklus I ini menunjukkan bahwa hasil pelaksanaan siklus I masih banyak kekurangan. Adapun hasil penelitian pada siklus II, antara lain adalah (1). Presentase keberhasilan aktivitas kegiatan kelompok mencapai 89.28 %, (2). Presentase keberhasilan pengelolaan pembelajaran guru 96,87% . (3). Nilai rata- rata kelas 80,17. Hasil analisis data pada siklus II sudah mencapai SKBM (standar Ketuntasan Belajar Minimum) ini berarti pelaksanaan pada tindakan II telah cukup baik. Hasil analisis siklus III memperoleh jasil antara lain adalah, (1). Presentase keberhasilan aktivitas kegiatan kelompok 91,66 %, (2). Presentase keberhasilan pengelolaan pembelajaran guru 98,95%.(3). Nilai rata-rata kelas 90.28. Hal ini berarti pelaksanaan pada tindakan III telah sangat baik. Berdasarkan hasil analisis data ketiga siklus tersebut, terlihat bahwa hasil pelaksanaan tindakan pada siklus II dan III mengalami peningkatan biladibandingkan pada siklus I. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan motode laboratori sistim kelompok dapat meningkatkan hasil belajar menjahit siswa pengembangan diri menjahit SMP Islam 02 Pujon Tahun ajaran 2010-2011.

Hubungan antara bimbingan oleh orang tua dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa kelas II SLTP Negeri 7 Pasuruan tahun ajaran 1999/2000
oleh Evi Kristiana

 

Lembagas ekolahb ertanggungJ awab aLasp endidikan p€serlad idiknya, agar memilikip restasdi i bidangk ognitif, afektif, dan psikornotor.U ntuk mencapaik etiga aspekte rsebudt ipengaruhoi leh bchrapa lhktor anlaral ain dari dalam dirr sisrva maupun dari luar diri siswa seperti bimbingan oleh orang tua dan nrotivasi belajar sjswa. Bimbingan orang tua dan moljvasi bclalar menrpakan salah satu faktor penunjankge trerhasilanp restasbi clajar pescrtad rdik. Tu3uanp enelirianin i adalahu ntuk menjaw6bm asalahp okok yang rnenjadi perhatiadna larnS rnelitianin i, yaitu( l) apakaha dah ubungana ntara.bimhingaonle h orangtw r denganm otivasib elajars iswa,( 2) apakaha da hubungana ntarab inrbingan oleh orang tua dengan prestasi belajar siswa, (3) apakah ada hubungan anrara motivasbi elajard enganp restasib elajar sisrva,d an (4) apakaha da hubungana nlara bimbingano leh orangt ua dan motivasib ela-iasr rswad enganp restasbi elajars isrva. Rancangan penelitian ini adalah dcsknptif korelasional. populasi

Penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan keterampilan metakognitif dan hasil belajar biologi siswa kelas X4 SMAI Ma'arif Singosari-Malang-Jawa Timur / Humila Ainun Nadhiroh

 

ABSTRAK Nadhiroh, Humila Ainun. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X4 SMAI Ma’arif Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi,Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Murni Saptasari, M.Si., (2) Dra. Sunarmi, M.Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran PjBL, Keterampilan Metakognitif, Hasil Belajar. Proses pembelajaran Biologi di kelas X4 SMAI Al Ma’arif Singosari masih cenderung menggunakan metode ceramah yang berpusat pada guru. Model pembelajaran yang diterapkan belum melatih siswa untuk memecahkan suatu permasalahan sesuai dengan langkah kerja ilmiah. Hal ini menyebabkan pemberdayaan proses berpikir siswa masih lemah dan hasil belajar siswa kurang memuaskan.Pemberdayaan proses berpikir berkaitan erat dengan keterampilan metakognitif yang akan membantu siswa menjadi pebelajar mandiri. Keterampilan metakognitif akan berdampak pada ketercapaian hasil belajar yang memuaskan. Berdasarkan uraian tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa kelas X4 SMAI Al Ma’arif Singosari. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tahap penelitian tindakan kelas yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan non tes. Teknis tes dengan pemberian soal tes akhir silklus, sedangkan teknik non tes dengan lembar observasi, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Keterlaksanaan pembelajaran PjBL diukur dengan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Keterampilan metakognitif diukur dengan lembar kuesioner metakognitif O’Neil & Abedi, serta tes Essay menggunakan rubrik metakognitif oleh Corebima. Hasil belajar diukur dengan soal tes akhir siklus, lembar penilaian proyek, lembar penilaian sikap, dan lembar asesmen kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa meningkat melalui model pembelajaran PjBL. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari kenaikan persentase keterampilan metakognitif dan hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Keterampilan metakognitif siswa berdasarkan hasil kuesioner sebesar 65,04% meningkat sebanyak 4,14% menjadi 69,18% pada siklus II. Keterampilan metakognitif yang diukur melalui tes Essay menggunakan rubrik metakognitif sebesar 56,68% meningkat sebanyak 3,74%menjadi 60,42%.pada siklus II. Peningkatan hasil belajar siswa klasikal ranah pengetahuan dari 56,25% meningkat sebesar 18,75% menjadi 75,00%, ranah sikap yaitu 75,00% meningkat sebesar 6,25% menjadi 81,25%, ranah keterampilan yaitu 75,00% meningkat sebesar 9,37% menjadi 84,37%. Kesimpulan yaitu penerapan model pembelajaran PjBL dapat menngkatkan keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa kelas X4 SMAI Al Ma’arif Singosari. Berdasarkan hasil penelitian dapat diberikan saran bahwa penerapan model PjBL membutuhkan persiapan yang matang dan kemampuan pengelolaan kelas dengan baik.

Studi pemahaman tata nama hidrokarbon siswa kelas I SMUN 1 Kotatif Batu / oleh Puji Mulyani

 

BerdasarkanG BPP1 994M ata PelajaranK imia, tata namaI UpAC untuk iridrokarbon alifatik (alkana, alkena, dan alkuna) disajikan di kelas I cawu 3, yaitu padap okok bahasanh idrokarbond an minyak bumi. Bagi siswaS MU kelasI pelajarank imia merupal-anm atap elajaranb aru sehinggas iswad imungkinkan nengalami kesulitan dalam memahami konsepkonsep yang ada termasuk dalam penerapanta ta namah idrokarbon.B eberapah asil penelitianm enunjukkanb ahwa siswam engalamik esulitand alam mempelajaris enyawak arbon.o leh karenai tu penulisi ngin mengetahubi agaimanap emahamans iswak elasI SMUN 1 Kotatif Batu tentang tata nama IUPAC untuk senyawa hidrokarbon. Penelitiani ni menggunakanm etoded eskriptif denganp opulasip enelitian seluruh siswa kelas I SMUN I Batu tahun pelajaran l99gl20oo yang terdiri dari tujuh kelas.B erdasarkanni lai nta-ratakimia cawu2 ,anggotapopulasdi ianggaph omogen sehinggas etiapk elasm empunyaip eluangy ang samas ebagasi ampel.S ampeld ipilih secaraa cakd an sebagasi ampelp enelitiana dalahk elas l-l,l-2, dan I-5. Untuk mengetahutii ngkat pemahamans iswat entangt ata namah idrokarbond igunakan instrumenb erupat es pilihan gandas ebanyak4 0 butir soal. Sebelumd igunakanu ntuk pengambilan data instrumen ini diujicobakan kepada 42 siswa kelas I SMUN I Batu yangt idak dijadikans ampeyl aitu kelasI -3 untukm engetahuvia liditas,r eliabilitas, dayab edad an tingkat kesukaranb utir soal.u ntuk pengambiland atad igunakans oal sebanyak3 0 butir yang memenuhik eempatk riteria uji cobad an datay angd iperoleh dianalisisd enganm enggunakante knik persentase. . Hasil penelitiany angd iperolehd apatd isimpulkans ebagabi erikut: pemahamans iswak elasI SMUN I Kotatif Batu tentang:( l) penamaanh idrokarbon yangt idak bercabangte rgolongb aik (73to/o),c ukup( 13,7%),t idak baik (12,9%), (2) Penamaahni drokarbony angm empunyasi atuc abangte rgolongb aik {37, l%), cukup (28,27o),t idak baik (34,7yo), (3) Penamaanh idrokarbony ang mempunyar lebih dari satuc abangte rgolongb aik (30,6%),c ukup( 28,2%),k urangb atk( 23,4o/o), tidak baik (17,7%),( 4) Penerapaant urant atan amaT UPACte rgolongb aik (23,4%), cukup (46,8%),t idak baik (29,8o/o)(,5 ) Penulisanr umuss tnrkturh idrokarbony ang tidak bercabangte rgolongb aik (79%),c ukup( 17,7%%)t,i dak baik (3,2%), (6) Penulisan rumus struktur hidrokarbon yang mempunyai satu cabang tergolong baik(69,a%)c, ukup(19,4%)k,u rangbaik( 9,7o/o),tidakba(i1k, 6%),(7)penulisan rumus struktur hidrokarbon yang mempunyai lebih dari satu cabang tergolong baik (48,4%), cukup (34,1%), kurang baik (8,1%), dan tidak baik(12,1

Pelaksanaan pembelajaran di Pondok Pesantren Salafiyah Bahrul Muhtadin Kota Batu dalam membentuk kepribadian santri / Zefri Prasetyo

 

Kata Kunci: Pembelajaran Pesantren, Kepribadian Pesantren merupakan lembaga non formal yang tumbuh dari dan dalam masyarakat untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat. Pesantren tidak hanya dijadikan sebagai lembaga ilmu keagamaan belaka, akan tetapi pesantren adalah satu kesatuan integral yang tidak dapat lepas dari realitas obyektif agar mampu menjawab tantangan zaman. Kepribadian santri merupakan tujuan utama dari pesantren. Para ulama’ sepakat bahwa moralitas seorang santri menduduki ranking teratas mengungguli kompetensi keilmuannya. Dalam hal ini kepribadian/akhlak dikedepankan sampai-sampai mengalahkan kedalaman ilmu. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk medeskripsikan bentuk-bentuk pembelajaran pondok pesantren salafiyah Bahrul Muhtadin, pelaksanaan pembelajaran pondok pesantren salafiyah Bahrul Muhtadin, serta mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran pondok pesantren salafiyah Bahrul Muhtadin dalam membentuk kepribadian santri. Rancangan penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Penelitian pelaksanaan pembelajaran di pondok pesantren salafiyah bahrul muhtadin kota batu dalam membentuk kepribadian santri. Penelitian dilakukan di pondok pesantren salafiyah Bahrul Muhtadin Kota Batu. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat pesantren Bahrul Muhtadin Kota Batu. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verivikasi). Hasil Penelitian menunjukkan: (1) Bentuk-bentuk pembelajaran di Pondok Pesantren Salafiyah Bahrul Muhtadin dibagi menjadi beberapa macam diantaranya Madrasah Diniyah, Pengkajian kitab kuning, dan Toriqoh Qodiriyah wanaqsyabandiyah. Pembelajaran Pondok Pesantren Bahrul Muhtadin menggunakan sistem belajar mengajar tradisional dengan pengajian kitab secara bandongan atau sorogan kepada bapak Kyai dan ustadz dan menggunakan paduan kitab-kitab kuning salaf karya para ulama' terdahulu, baik dalam bidang tauhid, fiqih, bahasa, maupun tasawuf. (2). Pelaksanaan pembelajaran di pondok pesantren Bahrul Muhtadin dimulai sejak subuh hingga malam hari. secara garis besar Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan programnya. Unsur-unsur Pelaksanaan Pembelajaran Pondok Pesantren Salafiyah Bahrul Muhtadin meliputi beberapa aspek antara lain : waktu pelaksanaan, kurikulum pembelajaran, metode pembelajaran, dan evaluasi. (3).Dalam rangka membentuk kepribadian santri Pesantren Bahrul Muhtadin menerapkan beberapa hal antara lain pemahaman santri terhadap materi yang diajarkan, pembiasaan hidup bermoral, dan penerapan disiplin melalui tata tertib. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka saran yang dapat disampaikan adalah: (1) Pengasuh Pesantren hendaknya memberikan program ketrampilan agar santri mempunyai bekal lebih. (2) Dalam kurikulum pembelajaran sebaiknya dimasukkan pengetahuan umum. (3) Dalam pelaksanaan pembelajaran hendaknya ustadz lebih variatif lagi dalam menggunakan metode pembelajaran. (4)Hendaknya dalam proses pembelajaran ustadz menambah media pembelajaran. (5)Hendaknya santri selalu fokus dalam menempuh pembelajaran dan selalu menaati tata tertib pesantren.

Pengaruh volume arang alam-zeolit alam dan arang aktif-zeolit aktif terhadap penurunan tingkat kekeruhan dan kadar Ca2+ pada nira kelapa / oleh Dwi Handayani N.

 

Gulak elapam erupakanp roduka groindustryi angc ukupp enting,s ebab peranand anf ungsinyati dak dapatd igantikano leh gulajenisl ain.M utu gulak elapa srngatd ipengaruhoi leh niranya,c arap engolahand anp eralatany angd igunakanN. ira mudah- sekalmi engalamfie rmentaski arenap Hnyar endahu. ntuk mingf,ambat prosesfe rmentasmi akad. itambahkanla rutank apur.p enambahakna puiyang b:rlebihana kanm engakibatkakno ndisin ira menjadik eruhk arenati rbentut sistem loloid, danj ika nira ini diolaha kanm enghasilkagnu lak elapay angb erkualitas rendah. Penelitianin i dilakukand engantu juanu ntukm engetahupi engaruhv olume aranga lam-zeoliat lamd ana ranga ktif-zeolita ktif terhadapp e.r.lr*an tingkat kekeruhand ank adarC a2*p adan ira kelapa.p enentuank ekeruhanp adan iia menggunakantu rbidimeter,s edangkank adar Ca2*m enggunakana iat SSA. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwap enggunaavno rumea ranga lam-zeolit alam dan arang aktif-zeolit aktif sangatb erpengaruhte rhadupp rnri nun tingkal kekeruhan dan kadar ca" pada nira kerapa. Hasil yang efektif ,ntlt datu kekeruhan dan kadar ca2* diperoleh pada kombinasi votume ldcm3-ts cmt, uait yang aram ataupuny ang aktif Ditinjau dari persentasep enumnanu ntuk data kekeruhany ang menggunakavno lume aranga lam-zeolita lam adalahs ebesar6 5,g9% . sedanskan untuka rarga ktif-zeolita ktif persentaspee nurunannysae besagr 3,20%U. ntuk-dara kadarc a'- dengana ranga lam-zeolita lam persentaspe€ nurunannysae besar5 '7,gg%, sedangkaunn tuka ranga ktif-zeolita ktifpersentaspee nurunannyiae besarg 1,07o /o

Hubungan antara biaya hidup mahasiswa teknologi pendidikan Universitas Negeri Malang angkatan 1995/1996 dan 1996/1997 dengan prestasi akademik dan non akademik
oleh Heri Wiratno

 

Dalamd uniap endidikank, hususnyad i sekolahte rdapavt ariasit ingka-. pencapaiahna silb elajara taup restasbi elajar.p restasbi elajari ni beranjakd ariy ang palingr urdah sampadi engany angp atingt inggi. Keadaanin i tentum emacup ara pendidiky angb erkecimpungd alam duniap endidikanu nrukm emperbaikdi an meningkatkapnr estasbi elajara nakd idik. Pencapaiapnr estasbi elajarm ahasisrndraip engaruhoi leh taktor-faktorin ternal yangm eliputi:k ematangamn,o tivasik, ondisik esehatajans rnandi anr ohanit,i ngkat kecerdasadna ns ebagainyaF.a ktor-fhktoer l*stema(ld ari luar) meliputif aktors osia{ yangm erupakapne ngaruyha ngd atangd ario rang-orancgli s ekelilingm ahasiswbaa ik secarala ngsunmg aupunti dakl angsungd,a nn ons trsiayi angr ncliput:i keadaan sekolahk,u rikulums, uhu,c uacak, eadaatnc mpat inggal,k t:a

Pelaksanaan fungsi pemasaran pada pengusaha industri rumah tangga sanitair di desa Karangbesuki kecamatan Sukun Kotamadya Malang
oleh Wiwin Dariwati

 

Sesuatufu ngsi pemasaranm erupakans uatua ktivitasp entingy ang terspesialisasyi,a ng harusd ilaksanakand alamp rosesp eftrsaran.U ntuk mengetalui pelaksanaafnu ngsi pemasaranp adap engusahain dustri rumaht anggas anitaird i Desa KarangbesukKi ecamatamS ukunK otamadyaM alangp edu dilaksanakanp enelitian. Penelitianin i bertujuanu ntuk mengetahufiu ngsi pemasaranp adap engusahain dustri rumaht anggas anitaird an diharapkand apatd igunakano leh parap engusahas erta lembagay ang berkepentingans ebagabi atrani nformasid an pertimbangand alam melaksanakadna n mengkajif ungsi pemasarante rsebut. Bahan-bahanp enelitiany ang digunakand iperolehd ari parap engusahain dustri rumaht anggas anitairy ang tersebard i wilayah DesaK arangbesukKi ecamatanS ukun KotamadyaM alang. Penelitiani ni dilaksanakand enganm enggunakatne knik angket, wawancarad an observasi.S edangkanra ncanganp enelitiany ang digunakana dalahn on hipotesiss ampeld iamb-idl ari semuap opulasia tau subyekp enelitiany angb erjumlah2 5 pengusahaA. nalisisu ntuk hasil penelitiany ang digunakana dalaha nalisisp rosentase. Ilasil dari penelitianm enunjukkanb ahwap adap engusahain dustri rumah tanggas anitaird i DesaK arangbesukKi ecamatanS ukunK otamadyaM alangt elah dilaksanakand enganb aik, yaitu terdapat2 5 responden( 1007o)d uijumlah total25 respondenp adaf ungsi pembeliand an untuk pelaksanaafnu ngsi penjualand ilaksanakan cukup bailq yaitu terdapat2 5 responden( 100%), pelaksanaafnu ngsi transportasyi aitu 12r esponden(4 8%) melaksanakadne nganc ukupb aik dan 13r esponden(52%) melaksanakadne ngank urangb aik karenap arap engusahap adau mumnyat idak memiliki saranatr ansportasis endiriu ntuk kegiatand istribusip emasaranp, elaksanaan fungsi penyimpananya itu 19 responden( 76%) melaksanakadne ngank urangb aik dan 6 respondenm elaksanakadne nganb uruk karenat idak memiliki saranag udang penyimpanankh ususp roduk sanitair,s ehinggad alamp elaksanaafnu ngsit ersebut pengusaham enyewad ali fihak lain. Sedangkans ecarau mumu ntuk pelaksanaafnu ngsi penunjangy ang meliputi pelaksanaanfu ngsi pembelanjaamn elaksanakadne ngan cukup baik yaitu 25 responden( 100%), pelaksanaafnu ngsi penanggungarne siko dilaksanakand enganc ukup baik 25 responden( 10ff/o), pelaksanaafnu ngsi standardisasdii laksanakand enganc ulnrpb aik 25 responden(1 00%) dan pelaksanaan informaspi asard ilaksanakadne nganb aik 25 responden(1 00%). Berdasarkanh asil penelitiant ersebuts arany ang dapatd iberikana dalah: Pada pelaksanaafnu ngsi penjualanp erlu ditingkatkand alamh al menarikk onsumen/pembeli denganc aram engadakanp romosip enjualand an diskon karenap embeliand alam jundaht ertentu sertam engadakanke mitraanu sahag una mempeduasd aerah pemasaxanp,a daf ungsi pengangkutanp erlu ditingkatkanp enyediaans arana pengangkutagnu na kelancarank egiatand istribusid enganjalanm embelia lat transportassi epertip ick up ataut ruck secarak elompoh padap elaksanaafnu ngsi penyimpanapne du adanyas aranap enyimpananb erupag udangk hususy ang memadai, padap elaksanaafnu ngsi pembelanjaapne rlu adanyat ambahanm odal dengan mengajukank idit kepadab anl padap elaksanaafnu ngsi penanggungarne siko perlu ditingkatkang unam enghindarki erugiand an padap elaksanaafnu ngsi standardisasi perlu ditingkatkand alamh al kualitasb arangp roduksib erdasarkanp angsap asary ang akand i tuju sertam engadakanp engawasand an penyortiranb arangs ebelumd ikirim kepada konsumen.

Matlab untuk menyelesaikan sistem persamaan linier
oleh Al Hikmah Ahadiyah

 

P eneerdbnnoaygrtegaoursnennpgsayea aapnnik rku oosargminisrsup at eunmtmtep.up r ek "dnt margalaae-mjnaav urpaunenasnii fulgfCi*anntlj -pa*r:rl"* an;ngtM "gdau;tn;eiamlikia atnik a mmaesdihia t ekrobmartpoausrtak ea*rr.He naal metodein versm atrik, metodea "t"*in*'-ut ik, _)m. Meteotdopede eym arnagid' toibraaDhna osoa lditatlrea,h ffj:lr pemfaLloracnr out, metod. p"ratroiun choreskvd an merodee riminasi Pakept MroAgTratrmixi n LiA rBeolaratilfo truy(r Mu AuTirLaA B ) merupakapna ketp rogramb erbasims atrik. --';"gil" nsuempeerrTBtiik uaa' dsnaiacprP,ia sati sbsd ecaratmbal a,ma gueapni ugngFa omrturaugntaf .r* r feGiln f'uAn"t,ontab mta dahis-gaaursanpathaee kmraarpnoua gnnlrtau aikmnp neayyrnaah .nitgur naginan menentukasne lesaiatne rlb9u* t d*eton[g an,n .o"itJun selesaians rr. unir-an aapat ".puit*.nu matrik'M ATTAB dapatb ekerjaa "igun"ffiil*ornu SpuLn tduakpm aedtn itgueli{sad kaarnma mabt reikn.tuk iii

Kereta api jalur Madiun-Ponorogo tahun 1907-1984 dan nilai pendidikannya / Gilang Eka Damayanti

 

Kata Kunci: Kebijakan Kereta Api Indonesia, Kereta Api Jalur Madiun-Ponorogo, Dampak Kebijakan Transportasi Penelitian tentang sejarah transportasi merupakan sebuah kajian yang sangat menarik. Dari berbagai jalur kereta api yang ada di Pulau Jawa, salah satu jalur tersebut adalah jalur Madiun-Ponorogo. Penelitian terhadap sejarah jalur ini penting karena menyangkut aspek-aspek sosial-ekonomi penduduk kawasan ini, dalam hal ini distribusi barang, manusia dan juga pengembangan ekonomi sebuah wilayah. Kedua, penelitian ini juga memiliki arti penting karena berkaitan dengan efek kebijakan transportasi di tingkat pusat terhadap keberadaan jalur transportasi di kawasan ini. Berdasar latar belakang tersebut di atas, maka penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembukaan jalur kereta api Madiun-Ponorogo. Kedua mendeskripsikan bentuk kebijakan transportasi dari periode Kolonial hingga Orde Baru. Ketiga, mengetahui dampak dan nilai pendidikan dari pembangunan kereta api jalur Madiun-Ponorogo 1984. Penelitian skripsi menggunakan metode penelitian sejarah. Penelitan ini diawali dengan pemilihan topik, pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi dan diakhir dengan penulisan. Penelitian ini dibatasi dengan cakupan waktu dari tahun 1907 hingga tahun 1984. Tahun 1907 diambil sebagai batas awal, karena pada tahun ini merupakan awal pembangunan jalur kereta api Madiun-Ponorogo. Tahun 1984 diambil sebagai batas akhir karena pada tahun tersebut pemerintah membekukan operasional kereta api jalur Madiun-Ponorogo. Berdasar penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Pertama, Sejarah pembangunan jaringan rel kereta api jalur Madiun-Ponorogo ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan manusia dalam hal pengangkutan bahan produksi yang memiliki nilai ekonomis tinggi yang tumbuh subur di daerah tersebut. Kedua, belum adanya jalan darat yang memungkinkan untuk pengangkutan massal. Hal ini dikarenakan, jalan rusak dan berlubang dan hanya bisa dilalui pada musim kemarau. Ini ditambah dengan belum adanya moda transportasi modern lain selain kereta api di kawasan Madiun-Ponorogo. Disisi lain, adanya dua pabrik gula yang menghubungkan daerah di sekitar kawasan tersebut, yaitu Pabrik Gula Pagotan dan Kanigoro. Hasil produksi kedua industri gula ini harus diimbangi dengan pembukaan akses dan modernisasi transportasi. Ketiga, Pemberhentian operasional ini juga disebabkan ketidakmampuan perusahaan dalam menrespon tren penurunan animo masyarakat terhadap kereta api jalur Madiun-Ponorogo. Tidak ada strategi khusus yang diambil dalam mengatasi permasalahan. Kebijakan penambahan armada bus tidak dianggap sebagai ancaman terhadap kelanjutan operasional kereta api. Kolusi yang terjadi diantara petugas kondektur dengan penumpang yang pembawa banyak barang tidak dicegah sehingga kebocoran itu tidak dapat diatasi. Dari penerapan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan ini secara tidak langsung juga berdampak pada kehidupan masyarakat di sekitar jalur yang dilalui kereta api khususnya jalur Madiun-Ponorogo. Dampak tersebut antara lain terlihat (1) pada penduduk yang telah menggunakan jasa kereta api jalur ini, hal ini menyangkut dalam hal menunjang kegiatan perdagangan masyarakat, (2) pada wilayah bekas stasiun yang dilalui kereta api jalur ini berdampak pada para pedagang kaki lima atau pedagang asongan yang secara berlahan memindahkan lapaknya guna mempertahankan kesejahteraan hidupnya, bahkan beberapa stasiun-stasiun bekas tempat pemberhentian dialihfungsikan menjadi kios daging, gudang rempah-rempah dan radio daerah dan (3) pada jalur lalu lintas darat, setelah kereta api jalur Madiun-Ponorogo tidak beroperasi kembali, jalur lalu lintas darat semakin rame. Hal ini dikarenakan, semakin padatnya jasa transportasi lain yang beroperasi disekitar rel kereta api jalur Madiun-Ponorogo, seperti bus, truk, pick up, motor dan mobil. Sedangkan, nilai-nilai kependidikan yang cantum dalam tulisan ini antara lain nilai sportifitas menghadapi persaingan, nilai toleransi dan nilai kejujuran. Hal ini dipertegas lagi karena adanya inefisiensi terhadap transportasi yang selama ini digunakan masyarakat, kalah persaingan dengan jasa transportasi lain dan tidak adanya inovasi di bidang layanan jasa khususnya perbaikan gerbong kereta api.

The teaching of English at Madrasah Tsanawiyah Negeri Cilendek Tasikmalaya based on the 1994 English curriculum / by Aji Suradji

 

Penerapan pembelajaran model siklus belajar (the 5E learning cycle model) untuk meningkatkan keterampilan proses ilmiah dan motivasi belajar IPA siswa kelas VII-C SMPN 1 Sukodono Lumajang / Mas'udah

 

Jurusan IPA Terpadu, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Arif Hidayat, M.Si, (II) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si. Kata kunci: Siklus belajar, Keterampilan proses, Motivasimbelajar. Kemampuan akademik siswa di kelas pada umumnya heterogen. Kondisi seperti ini merupakan suatu kesulitan tersendiri bagi seorang guru, terutama dalam pengelolaan kelas. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mampu mengatasi hal tersebut melalui penerapan suatu metode dengan tepat. Kegiatan pembelajaran kini harus mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada penyesuaian guru terhadap kebutuhan siswa, sehingga siswa dapat lebih aktif, kreatif dan merasa senang dalam lingkungan belajarnya. Hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi serta melakukan pengamatan langsung pembelajaran di kelas pada SMPN 1 Sukodono khususnya kelas VII-C pada pembelajaran IPA ditemukan beberapa permasalahan di antaranya adalah: 1) siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar; 2) pada saat guru sudah menerangkan hampir 50% siswa masih belum siap dengan pembelajaran, 3) aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran masih rendah, pada saat guru memberikan pertanyaan kurang dari 30% siswa yang mengacungkan tangan, , 4) selama proses diskusi kelompok hanya mengandalkan teman yang dianggap pandai atau paling mampu dalam kelompok tersebut, 5) kegiatan pembelajaran masih didominasi guru dan siswa kurang diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat dalam proses pembelajaran.6) rata-rata kriteria keterampilan proses yang dimiliki siswa dalam belajar kurang baik (KB) dengan persentase antara 25-49%, sehingga siswa cenderung sulit untuk menyelesaikan permasalahan sendiri; 7) Hasil belajar siswa, ketuntasan secara klasikal baru mencapai 75,86%, sehingga kelas dinyatakan belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Untuk mengatasi adanya masalah dalam kegiatan belajar mengajar di kelas tersebut, perlu adanya perbaikan model pembelajaran. Salah satu inovasi pembelajaran yang di dalamnya terdapat serangkaian aktivitas untuk memperoleh pengetahuan selama proses pembelajaran adalah dengan menerapkan The 5 E Learning Cycle Model (LCM) Dalam the 5 E LCM, setiap fase siswa diberi kesempatan untuk berlatih mengoperasikan alat, berlatih menghitung dan menganalisis data, mengaplikasikan konsep fisika dikehidupan sehari-hari, mengambil kesimpulan dari materi yang disampaikan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pengumpulan data dilaksanakan mulai tanggal 22 April sampai 3 Juli 2010. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas VII-C SMP N 1 Sukodono yang berjumlah 29siswa, yang datanya dapat dianalisis dan disimpulkan yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran model siklus belajar (learning cycle) dapat meningkatkan keterampilan proses ilmiah dan prestasi belajar IPA siswa di kelas VII-C SMPN 1 Sukodono. Peningkatan keterampilan proses ilmiah siswa didasarkan pada penguasaaan aspek Ketrampilan Proses Siswa. Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Hasil penjaringan data dengan angket menunjukkan ada peningkatan motivasi sebesar 4% dari 84% pada siklus I menjadi 88% pada siklus II. Hasil observasi menunjukkan motivasi belajar siswa juga meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 6,5%. Hasil belajar Hasil belajar IPA siswa klasikal siswa berupa tes kognitif meningkat sebesar 12% dari siklus I ke siklus II yaitu dari siklus I sebesar 75,86% ke siklus II sebesar 86,20%. Peningkatan tersebut sudah memenuhi ketuntasan yang ditetapkan yaitu 85%. Saran dalam penelitian ini (1)Hasil dari penerapan pembelajaran model siklus belajar (learning cycle) terbukti telah berhasil meningkatkan keterampilan proses ilmiah dan prestasi belajar siswa, oleh karena itu bagi guru bidang studi disarankan untuk menerapkan model pembelajaran ini pada materi dengan karakteristik yang sesuai. (2) Bagi tenaga pengajar yang tertarik menggunakan model pembelajaran Learning Cycle -baiknya mempertimbangkan hal-hal seperti: kesiapan guru, kesiapan siswa, dan keter-sediaan waktu untuk menyusun bahan pembelajaran.(3) Guru diharapkan melakukan upaya pendekatan untuk lebih memotivasi siswa yang sering membuat ramai dan gaduh sehingga pelaksanaan kegiatan pembe-lajaran dapat berjalan lancar dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.(4) Guru hendaknya dapat melakukan pendekatan secara khusus pada siswa yang bermasalah untuk lebih meningkatkan motivasi belajarnya.

Pengaruh penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum pada materi pembelajaran sel terhadap motivasi dfan hasil belajar siswa kelas XII-IPA SMA Negeri 8 Malang / Cahyono Nugroho

 

Kata kunci: Pembelajaran Inkuiri, metode praktikum, motivasi Siswa, hasil belajar Pembelajaran sains / biologi tidak seharusnya hanya mendudukkan siswa sebagai pendengar ceramah dengan guru memerankan diri sebagai pengisi “air informasi” ke kepala siswa yang dianggap sebagai botol kosong yang perlu diisi dengan ilmu pengetahuan. Siswa harus diberdayakan agar mau dan mampu berbuat untuk memperkaya pengalaman belajarnya (learning to do) dengan meningkatkan interaksi lingkungan fisik dan sosialnya, sehingga mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya terhadap dunia sekitarnya (learning to know). penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan metode praktikum, memfasilitasi siswa agar lebih mudah memahami pelajaran, mengetahui bagaimana bentuk sel sebenarnya, serta tahapan proses pembelahan sel dan akhirnya dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: 1) penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum terhadap motivasi siswa pada materi pembelahan sel dengan menggunakan awetan basah pada proses spermatogenesis belalang, 2) pengaruh penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan tekniks praktikum terhadap hasil belajar siswa pada materi pembelahan sel dengan menggunakan awetan basah pada proses spermatogenesis belalang, 3) bagaimana keterampilan siswa dalam proses pelaksanaan praktikum. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasy experimental design) dengan rancangan eksperimen yang digunakan adalah Non Random Pre-tes Post-test Kontrol Group untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Hasil penelitian pengaruh penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut: (1) Ada pengaruh Penerapan pembelajaran strategi inkuiri dengan teknik praktikum terhadap hasil belajar siswa. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum mempengaruhi hasil belajar sebesar 2,4%, (2) Ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran Konvensional. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum memiliki nilai 8,54% dan 11,9% lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan metode pembelajaran Konvensional. (3) Ada pengaruh penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum terhadap minat siswa terhadap belajar. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum memiliki nilai 0,418% dan 0,412% lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode pembelajaran Konvensional. (4) Ada pengaruh penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum terhadap perhatian siswa terhadap belajar. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum memiliki nilai 0,767% dan 0,584% lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode pembelajaran Konvensional. (5) Ada pengaruh penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum terhadap konsentrasi siswa terhadap belajar. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum memiliki nilai 0,302% dan 0,445% lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode pembelajaran Konvensional. (6) Ada pengaruh penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum terhadap ketekunan siswa terhadap belajar. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum memiliki nilai 0,073% dan 0,372% lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode pembelajaran Konvensional. (7) Ada pengaruh penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum terhadap motivasi belajar dan hasil belajar. Diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi motivasi siswa semakin tinggi pula hasil belajar siswa. (8) Dengan penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum siswa mengerti bentuk langsung dari sel-sel pada proses spermatogenesis dan tahapan-tahapan pembelahan sel. (9) Dengan penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan teknik praktikum siswa memiliki kemampuan dan keterampilan yang baik.

Gagasan Soekarno mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia / Niswatur Rosidah

 

ABSTRAK Rosidah, Niswatur. 2015. Gagasan Soekarno Mengenai Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia. Skripsi, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd, M.H (2) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum Kata Kunci: Gagasan, Pancasila, Trisila dan Gotong-Royong Indonesia merupakan negara yang kaya kan berbagai pulau dan kekayaan Alam yang melimpah. Bukan menjadi rahasia lagi jika Indonesia pernah dijajah oleh bangsa lain. dari pengalaman dijajah tersebut para pemimpin bangsa membangkitkan semangat untuk merdeka. Salah satunya Soekarno yang sudah dikenal dengan bapak bangsa dan dikenal dengan Penggali Pancasila. Pancasila yang merupakan Dasar Negara Indonesia ini merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisah. Perjuangan para pemimpin bangsa ini dalam mencapai kemerdekaan sangatlah susah dan Soekarno sebagai penggali Pancasila memberikan pikirannya mengenai Dasar negara mulai dari Pancasila lalu diperasnya menjadi Trisila dan diperasnya kembali menjadi Gotong-Royong. Walaupun akhirnya Pancasilalah yang dijadikan sebagai Dasar Negara. Rumusan Masalah dalam penulisan ini adalah (1) Bagaimana pokok-pokok pemikiran Soekarno mengenai Pancasila?; (2) Bagaimana pokok-pokok pemikiran Soekarno mengenai Trisila?; (3) Bagaimana pokok-pokok pemikiran Soekarno mengenai Gotong-Royong?; (4) Bagaimana tanggapan para ahli terhadap padangan Soekarno tersebut?. Tujuan Penulisan ini adalah adalah (1) Untuk mengetahui pokok-pokok pemikiran Soekarno mengenai Pancasila; (2) Untuk mengetahui pokok-pokok pemikiran Soekarno mengenai Trisila; (3) Untuk mengetahui pokok-pokok pemikiran Soekarno mengenai Gotong-Royong; (4) Untuk mengetahui tanggapan para ahli terhadap padangan Soekarno tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan melakukan analisis melalui data dan fakta yang diperoleh dari sumber pustaka dan dokumen. Dengan menggunakan anaslisis data, antara lain; komparasi, kompilasi, Deduktif dan Induktif Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa (1) gagasan Soekarno mengenai Pancasila, yang usulkan pada pidatonya 1 juni 1945 yang mencetuskan lima prinsip yakni, Kebangsaan, internasionalisme atau peri kemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan social dan yang terakhir Ketuhanan. Disini Soekarno juga mengatakan bahwa Pancasila merupakan dasar negara dan sebuah falsafat Indonesia yang digali dari diri bangsa Indonesia itu sendiri, (2) setelah mengutarakan usulan mengenai rumusan dasar negara yang dikenal dengan nama Pancasila kemudian Soekarno melanjutkan pidato apabila ada yang tidak menyukai bilangan lima, Pancasila tersebut diperas nya menjadi trisila atau tiga sila, tiga sla tersebut antara lain adalah sosio nasionalisme, sosio demokrasi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa, (3) Soekarno kemudian melanjutkan kembali jika tidak menyukai bilangan tiga maka trisila tersebut diperasnya menjadi satu sila (ekasila) atauyang disebut dengan Gotong-Royong. Soekarno beranggapan bahwa gotong-royong merupakan ciri khas dari bangsa Indonesia itu sendiri. Soekarno menginginkan semua sila pada Pancasila dilandasi dengan gotong-royong. Namun Soekarno menyerahkan semua keputusan kepada peserta sidang, mau pilih Pancasila, Trisila ataupun Gotong-Royong. Akan tetapi Soekarno lebih memilih Pancasila, (4) Soekarno telah diketahui sebagai penggali Pancasila. Dalam hal ini tentunya ada beberaoa para ahli yang setuju dengan pendapat Soekarno da nada pula yang tidak setuju dengan pendapat Soekarno. Nama Para Ahli yang setuju dengan Pendapat Soekarno adalah Muh. Yamin, Soediman Kartohadiprojo, Notonagoro, Suharto, Roeslan Abdoelgani, Ki Hajar Dewantara, dan Mohammad Hatta. Pihak yang tidak setuju antara lain: Nugroho Notosusanto, Sunoto. Berdasarkan temuan peneliti maka peneliti menyarankan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mempelajari lebih lanjut mengenai sejarah lahirnya pancasila dan betapa pentingnya Pancasila bagi Bangsa Indonesia. karena Pancasila yang digali oleh Soekarno bukanlah sekedar pemikiran yang secara spontan lahir melainkan sudah direnungkan dan dipikirkan oleh Soekarno sejak dahulu dan Pancasila merupakan jati diri bangsa Indonesia itu sendiri.

Pengaruh aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan kedisiplinan mengikuti kegiatan belajar mengajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 2010/2011 / Bekti Dwi Sulistyowati

 

Kata Kunci: Aktivitas dalam Kegiatan Ekstrakurikuler, Kedisiplinan dalam Belajar Mengajar, Prestasi Belajar Akuntansi Aktivitas dalam kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan siswa diluar jam belajar mengajar dalam rangka mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki siswa. Aktivitas dalam kegiatan ekstrakurikuler sering dijadikan sebagai salah satu faktor penyebab penurunan prestasi belajar siswa. Padahal menurut Amal (2005:378) menjelaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ikut andil dalam menciptakan tingkat kecerdasan yang tinggi. Kedisiplinan mengikuti kegiatan belajar mengajar adalah keadaan tertib, teratur, taat untuk melaksanakan kegiatan belajar yang sudah menjadi kebiasaan dan kesadaran dari dalam dirinya dengan mematuhi perintah-perintah dan larangan-larangan. Dengan ketertiban dan keteraturan tersebut niscaya pelaksanaan proses belajar mengajar yang baik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang sebelumnya telah dirancang akan dapat terpenuhi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan kedisiplinan dalam belajar mengajar terhadap prestasi belajar akuntansi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan sampel tiap kelas yang dihitung berdasarkan rumus Slovin. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang dilakukan dengan teknik kuisioner dan dokumentasi nilai raport siswa. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regeresi ganda. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh negatif antara aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar, dan tidak terdapat pengaruh antara kedisiplinan dalam kegiatan belajar mengajar terhadap prestasi belajar siswa dan secara simultan tidak terdapat pengaruh positif signifikan antara aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan kedisiplinan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang. Adapun saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah (1) pihak sekolah sebaiknya memberi batasan mengenai jumlah kegiatan dan durasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti siswa, (2) kegiatan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan mata pelajaran akuntansi perlu dikembangkan baik jenis kegiatannya maupun jumlah pesertanya, (3) penilaian dalam mata pelajaran selain hanya memperhitungkan hasil tes akhir akuntansi sebaiknya memperhitungkan proses kedisiplinan dalam belajar mengajar.

Perubahan fungsi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada era reformasi di Indonesia / Chamim Asma'ul Chusna

 

ABSTRAK Chusna, Chamim, Asmaul. 2015. Perubahan Fungsi Tentara Nasional Indonesia (TNI pada Era Reformasi di Indonesia. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., M.H., (2) Drs. H. Petir Pudjantoro, M.Si. Kata Kunci: TNI, Perubahan Fungsi, Reformasi. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam sejarah Republik Indonesia memainkan peranan sangat penting sejak awal berdirinya negara ini. Perjalanan panjang TNI pernah melakukan fungsi sebagai tentara pejuang bersama rakyat melawan agresi militer yang mengancam kemerdekaan bangsa. Pada era Orde Lama TNI mulai mengalami pelebaran fungsi dengan diterapkan Dwi Fungsi ABRI yang dipelopori oleh Jendral A.H. Nasution membawa TNI sebagai kekuatan negara yang menjalankan dua fungsi yaitu; sebagai alat pertahanan negara dan juga menjalankan fungsi sosial-politik. Pada era Orde Baru TNI mendominasi pemerintahan Soeharto dengan di masukkannya TNI sebagai golongan fungsional. Perubahan fungsi yang digelorakan oleh para demonstran penuntut reformasi berhasil melengserkan Presiden Soeharto dan juga menuntut dihapuskannya Dwifungsi ABRI. Reformasi nasional membawa TNI untuk melakukan reformasi diri, dengan melalui berbagai upaya yang dilakukan TNI akhirnya disepakati hasil untuk menjadi tentara profesional yang lepas dari arena politik, sesuai dengan paradigma baru TNI. Dilanjutkan dengan rumusan berbagai implementasi yang ingin dijalankan secara menyeluruh, komprehensif dan holistik dalam rangka pertahanan negara dan pembangunan bangsa pada era reformasi ini. Tujuan dari penelitian ini pertama untuk mendeskripsikan faktor-faktor perubahan fungsi TNI yang disebabkan keadaan yang regresif terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia antara lain karena (1) pandangan kritis para perwira (2) perkembangan demokrasi di Indonesia (3) tuntutan kelompok reformis (4) ketentuan hukum. Kedua, mendeskripsikan implikasi perubahan fungsi TNI dalam kehidupan bangsa, sebagai alat pertahanan. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan empat pendekatan yaitu: komparasi, kompilasi dan deduktif serta induktif. Analisis data dilakukan dengan cara: pengumpulan bahan-bahan kepustakaan, melalui studi pustaka terkait sumber bacaan berupa buku-buku, dokumen perundang-undangan, penyajian rangkuman data (reduksi) dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan ketekunan pengamatan dan uraian rinci. Berdasarkan analisis data, diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, perubahan fungsi TNI yang melalui reformasi internal dan paradigma baru diperoleh faktor-faktor yang melatar belakangi perubahan tersebut. Kedua, implikasi perubahan fungsi TNI melalui berbagai upaya dalam menyongsong paradigma baru abad XXI membawa konsekuensi implementasi kedepan menjadi TNI yang profesional, efektif, efisien dan modern. TNI tidak lagi berkiprah di ranah sosial politik, namun ruang geraknya khusus menjalankan fungsi pertahanan negara. Saran yang diberikan peneliti dalam penelitian ini antara lain: (1) terkait perubahan fugsi, dari dwifungsi menjadi satu fungsi pertahanan saja, TNI dengan segenap seluruh komponen cadangan dan pendukung perlu memahami tugas, peran, dan fungsi masing-masing. Pemerintah sipil maupun TNI untuk tidak saling intervensi. (2) terkait implikasi perubahan fungsi, TNI sudah melakukan berbagai upaya dalam menyongsong paradigma baru abad XXI perlu komitmen dan kontinyuitas atas hasil paradigma baru dan reformasi internal TNI. Peneliti berharap pelaksanaan hasil kesepakatan bangsa pemerintahan dan TNI tetap pada koridornya dan antara pemerintah dan TNI itu diharapkan bersinergi dengan baik untuk mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia. Kemudian diharapkan juga bagi peneliti lain untuk menyempurnakan dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai perkembangan pelaksanaan dari fungsi pertahanan pada era yang akan datang, kemudian gagasan apa yang mungkin bisa diberikan bagi pengembangan kualitas mendatang.

Pengembangan modul multimedia pengelolaan sampah berwawasan sains, teknologi, dan masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta didik / Eni Setyowati

 

Pendidikan Biologi. Program Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S., (II) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., dan (III) Dr. Ir. Harry Soekotjo Dachlan, M.Sc. Kata kunci: modul multimedia, pengelolaan sampah, pengetahuan, sikap, perilaku Penelitian dan pengembangan produk ini bertujuan untuk menghasilkan produk pembelajaran berupa modul multimedia pengelolaan sampah berwawasan Sains Teknologi Masyarakat (STM) yang terdiri dari (1) modul tertulis dan multimedia interaktif yang disimpan dalam compact disk (CD). Alasan dilakukan penelitian dan pengembangan produk ini ialah adanya permasalahan bahan ajar mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup di SMA Kabupaten Tulungagung. Bahan ajar yang ada masih menekankan pada aspek kognitif saja. Pengembang beranggapan bahwa pemecahan masalah dengan produk akan menjadi salah satu alternatif pemecahan atas ketidakberhasilan pembelajaran pengelolaan sampah di sekolah. Selain itu, pengembang juga beranggapan bahwa perlu dikembangkan bahan ajar berbantuan komputer yang berdasarkan prinsip pembelajaran memudahkan belajar peserta didik. Metode penelitian dan pengembangan ini menggunakan siklus penelitian dan pengembangan Borg & Gall (1985) yang dimodifikasi. Alasan pemilihan penelitian dan pengembangan (R & D) ini ialah karena R & D ialah metode yang sesuai dengan tujuan penelitian dan pengembangan ini, dan R & D memiliki beberapa karakter yang sesuai dalam proses pengembangan produk bahan ajar yang ideal, diantaranya R & D dapat melibatkan kolaborasi berkelanjutan antara praktisi dan peneliti, serta dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktek. Data diperoleh melalui serangkaian uji coba yang dibedakan berdasarkan fungsinya menjadi: (1) data dari uji validitas oleh pakar dan praktisi lapangan untuk mereview produk pengembangan, dan (2) data dari uji coba lapangan skala kecil dan skala besar untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan produk pengembangan. Data yang berasal dari pakar digunakan untuk analisis isi yang dilakukan dengan mengelompokkan informasi-informasi yang berupa masukan, tanggapan, dan saran perbaikan. Hasil analisis ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk mereview produk yang dikembangkan. Data dari uji coba lapangan dianalisis dengan patokan acuan penilaian (PAP) Universitas Negeri Malang dan gain score ternormalisasi yang digunakan untuk menganalisis nilai pre test dan post test. Berdasarkan hasil uji validitas dari pakar dan praktisi lapangan dinilai sangat layak. Berdasarkan uji coba lapangan skala kecil diperoleh nilai pre test pengetahuan sebesar 76,40%, tergolong tinggi, nilai post test pengetahuan sebesar 95,28%, tergolong sangat tinggi. Nilai pre test sikap sebesar 83,12%, tergolong tinggi, nilai post test sikap sebesar, 93,24%, tergolong sangat tinggi. Nilai pre test manifestasi perilaku sebesar 60,43%, tergolong cukup, nilai post test manifestasi perilaku sebesar 83,48% tergolong tinggi. Gain score pada pengetahuan peserta didik terhadap materi pengelolaan sampah sebesar 0,8, tergolong tinggi. Gain score pada sikap peserta didik terhadap sampah sebesar 0,6 tergolong cukup. Gain score manifestasi perilaku sebesar 0,5 tergolong cukup. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik pengetahuan, sikap, dan manifestasi perilaku peserta didik mengalami kenaikan setelah pembelajaran dengan modul multimedia pengelolaan sampah berwawasan STM. Berdasarkan uji coba lapangan skala luas diperoleh nilai pre test pengetahuan sebesar 80,65%, tergolong tinggi, nilai post test pengetahuan sebesar 96,27%, tergolong sangat tinggi. Nilai pre test sikap sebesar 81,23%, tergolong tinggi, nilai post test sikap sebesar 97,98%, tergolong sangat tinggi. Nilai pre test manifestasi perilaku sebesar 68,82%, tergolong cukup, nilai post test manifestasi perilaku sebesar 94,89% tergolong tinggi. Gain score pada pengetahuan peserta didik terhadap materi pengelolaan sampah sebesar 0,80 tergolong tinggi. Gain score pada sikap peserta didik terhadap sampah sebesar 0,86 tergolong sangat tinggi. Gain score manifestasi perilaku sebesar 0,84 tergolong tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik pengetahuan, sikap, dan manifestasi perilaku peserta didik mengalami kenaikan setelah pembelajaran dengan modul multimedia pengelolaan sampah berwawasan STM. Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa semua tahap kegiatan dapat dikerjakan dengan sangat baik. Peserta didik terlihat antusias dan dapat meningkatkan peran guru sebagai fasilitator. Ini menunjukkan bahwa modul multimedia pengelolaan sampah berwawasan STM dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta didik. Beberapa saran terkait dengan hasil penelitian dan pengembangan antara lain: 1) bagi guru, penerapan modul multimedia ini akan lebih baik manfaatnya jika dilakukan persiapan secara matang dan guru menjadi lebih kreatif, menampilkan pembelajaran yang inovatif, tidak membosankan bagi peserta didik, serta lebih memudahkan peserta didik untuk memahami materi pengelolaan sampah, 2) bagi lembaga atau dinas terkait, produk ini dapat digunakan sebagai media, alat, atau sarana dalam strategi penyampaian pesan pada proses pembelajaran dari seorang pendidik kepada peserta didik, 3) bagi peserta didik, produk ini akan lebih baik manfaatnya jika peserta didik sudah mempelajari terlebih dahulu petunjuk pembelajaran dan sudah tahu mengoperasikan multimedia, serta membaca secara runtut dari awal sampai akhir, 4) saran terhadap disemiansi produk ialah agar produk ini dapat disebarkan secara luas baik kepada peserta didik di tingkat SMA atau di masyarakat luas, dan 5) saran untuk pengembangan lebih lanjut ialah diharapkan dapat menambah tampilan yang lebih bervariasi dan dapat mengangkat tema yang lain serta dapat menambahkan dengan perangkat lunak lain agar produk lebih inovatif.

Peranan Polisi dalam meminimalkan carok di Kabupaten Pamekasan (studi di Polres Pamekasan) / Umi Suci Sumantri

 

ABSTRAK Sumantri, Umi Suci. Peranan Polisi Dalam Upaya Meminimalkan Carok di Kabupaten Pamekasan (Studi di Polres Pamekasan). Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum (II) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum. Kata Kunci: Polisi, carok, meminimalkan Manusia sebagai makhluk sosial saling berinteraksi antar manusia yang satu dengan yang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia sebagai makhluk sosial juga tidak bisa terlepas dari suatu konflik, karena basis dari konflik adalah interaksi sosial. Dalam menyelesaikan suatu konflik, seseorang menyelesaikannya dengan cara yang berbeda-beda ada yang diselesikan dengan jalan musyawarah, menempuh jalur hukum, dan ada juga yang melakukan tindakan main hakim sendiri (eigenrichting) contohnya carok yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Madura. Sampai saat ini masyarakat Madura masih banyak yang melakukan carok apabila harga dirinya merasa dilecehkan terutama menyangkut kehormatan istri, oleh karena itu sangat diperlukan alat negara yang berfungsi untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta menegakkan hukum dalam hal ini adalah Polisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) faktor-faktor yang melatar belakangi terjadinya carok di Kabupaten pamekasan; (2) upaya-upaya yang dilakukan polisi untuk meminimalkan carok di kabupaten pamekasan; (3) faktor-faktor yang menghambat polisi dalam upaya meminimalkan carok di Kabupaten pamekasan; (4) faktor-faktor yang menunjang polisi dalam upaya meminimalkan carok di Kabupaten pamekasan; (5) upaya yang dilakukan polisi untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam upaya meminimalkan carok di Kabupaten pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian diskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Data penelitian yang berupa dokumentasi dan hasil wawancara dengan beberapa informan yaitu Iptu Iriyanto selaku KANIT I Satuan Reserse Kriminal Polres Pamekasan, tokoh masyarakat yaitu Bapak Subairi (Ketua Yayasan Alhasani Pamekasan), mantan narapidana, serta keluarga korban carok yaitu Ikamah. Kegiatan analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif, dimulai dari tahap 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama mengenai faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya carok di Kabupaten pamekasan yaitu gangguan terhadap istri, sengketa tanah, salah paham atau selisih pendapat, hutang piutang dan tersinggung yang pada dasarnya mengacu pada masalah pelecehan harga diri. Kedua, upaya-upaya yang dilakukan polisi dalam meminimalkan carok di Kabupaten pamekasan dibagi menjadi tiga yaitu (1) upaya pencegahan yang i ii terdiri dari penyuluhan hukum, razia senjata tajam, pengajian, melalui kerja sama dengan tokoh masyarakat. (2) penindakan, yaitu setelah polisi mendapatkan laporan,polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan, mengamankan pelaku yang diduga melakukan tindak pidana,penyidikan, hingga pemberkasan sampai ke pengadilan. (3) upaya pengamanan pasca carok yaitu melakukan penjagaan ketat di TKP sampai sidang vonis di pengadilan. Ketiga, faktor-faktor penghambat polisi dalam meminimalkan carok di kabupaten pamekasan yaitu (1) paradigma masyarakat dalam memandang carok (2) masyarakat tidak mau menjadi saksi (3) pelaku carok dilindungi (4) kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap Polisi. Keempat, faktor-faktor yang menunjang polisi dalam meminimalkan carok di Kabupaten pamekasan yaitu : (1) adanya kerja sama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat (2) adanya pelatihan dan pembinaan bhabinkamtibmas (3) adanya informasi-informasi dari masyarakat. Kelima upaya yang dilakukan polisi untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam meminimalkan carok di Kabupaten pamekasan yaitu (1) mengubah paradigma masyarakat (2) melindungi saksi dalam proses pemeriksaan (3) meningkatkan kemampuan penyidik dan (4) meyakinkan masyarakat terhadap polisi. iii KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat serta hidayahNya penulis mampu menyelesaikan skripsi dengan judul “Peranan Polisi Dalam Upaya Meminimalakan Carok di Kabupaten Pamekasan (Studi di POLRES Pamekasan)” dengan baik. Keberhasilan penulisan skripsi ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak yang telah membantu sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan. Untuk itu, penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu selama proses penyusunan hasil penelitian ini. Ucapan terimakasih ini khusus penulis sampaikan kepada pihak-pihak berikut 1. Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang yang telah memberikan idzin penelitian kepada penulis. 2. Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si selaku ketua jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang yan telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian. 3. Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum selaku pembimbing I yang senantiasa memberikan bimbingan serta motivasi dan pengarahan kepada penulis dalam menyelesaikan penelitian ini. 4. Rusdianto Umar, S.H, M.Hum selaku pembimbing II yang dengan sabar memberikan bimbingan sepenuhnya pada penulis dalam menyelesaikan penelitian ini 5. Dr.H. A.Rosyid Al Atok M.Pd, M.H selaku dosen pembimbing akademik (PA) yang telah memberikan bimbingan akademik sejak awal perkuliahan. iv 6. AKBP Sugeng Muntaha S.I.K, M.H selaku Kapolres Pamekasan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian. 7. Bapak Iptu Iriyanto selaku Kanit I Pidum Satuan Reserse Kriminal POLRES Pamekasan yang sudah meluangkan waktu untuk berbagi informasi kepada penulis. 8. Bapak Subairi selaku tokoh masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk berbagi informasi dengan penulis. 9. Kepada orang tuaku khususnya almarhumah Ibunda tercinta Hoszaimatur Rahmah terima kasih atas kasih sayang dan pengorbanan yang telah diberikan kepada penulis, Bapak tercinta Moh. Munir, bapak Asrul Imami atas kasih sayang dan doa yang tiada henti semoga apa yang telah beliau berikan kepada penulis, dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT. 10. Kepada keluargaku, adik tercinta Mery Asti Wulandari dan Fikri Maulana Imami yang telah memberikan semangat kepada penulis, kakek serta om tante. 11. Koko Setiadi Santoso yang telah memberikan kasih sayang yang tulus dan ikhlas serta semangat yang tiada hentinya kepada penulis. 12. Teman-teman seperjuangan off C, Desi, Alfin, Komang, Tri, Lela, Lia, Mbak Kharir, Roni, Abror, serta semua teman-teman offering C yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Teman-teman kos Barokah, Maria Ulfa, Ika R, Ika, Novi, Widi, Mega,Tiwi, Fifta yang telah memotivasi penulis. 13. Sahabat penulis sesama pelajar yang berasal dari Pamekasan, Liza, Darma, mbak Afi, Ridak, Ipunk, Fauzi semoga kita sukses kawan. v 14. Keluarga besar Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan angkatan 2012 tanpa terkecuali. 15. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan baik secara moril maupu materiil pada waktu penulis melakukan penyusunan skripsi ini Semoga segala bantuan dari semua pihak yang telah diberikan kepada penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini, akan mendapatkan imbalan yang lebih baik dari Allah SWT. Walaupun telah dikerjakan secara maksimal dan melibatkan banyak pihak, penulis menyadari bahwa skripsi yang merupakan persyaratan untuk menempuh strata satu ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, saran dan kritik membangun sangat diharapkan oleh penulis demi menyempurnakan skripsi ini. Malang, 05 November 2015 Penulis

Pengaruh earning per share, return on equity dan dividend per share terhadap harga saham perusahaan BUMN yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2009 / Haya Iddha Anestsysca Ortri

 

Keywords: Earning Per Share (EPS), Return on Equity (ROE), Dividend Per Share (DPS), dan Harga Saham Melalui pasar modal perusahan dapat meningkatkan modalnya. Pergerakan harga saham ditentukan menurut permintaan dan penawaran yang didasarkan pada persepsi investor. Harga saham akan naik jika permintaan terhadap saham tersebut meningkat. Sebaliknya, harga saham akan turun jika permintaan terhadap saham tersebut menurun. Harga saham ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu faktor dari luar perusahaan, seperti inflasi, suku bunga, kurs valuta asing, keadaan politik suatu negara; dari dalam perusahaan salah satunya adalah pengumuman laporan keuangan perusahaan berupa Earning Per Share, Dividen Per Share, Price Earning Ratio, Net profit margin, Return on Assets, Return on Equity. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kondisi harga saham, Earning Per Share, Return on Equity, dan Dividend Per Share, (2) mengetahui pengaruh Earning Per Share, Return on Equity dan Dividen Per Share secara parsial terhadap harga saham, (3) mengetahui pengaruh Earning Per Share, Return on Equity dan Dividen Per Share secara simultan terhadap harga saham. Populasi yang digunakan adalah perusahaan BUMN yang listing di BEI tahun 2007-2009. Di mana seluruh anggota populasi akan diteliti yaitu sebanyak 15 perusahaan. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi data sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial yakni regresi linear berganda dengan dukungan perangkat lunak SPSS versi 14.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kondisi harga saham menurun pada tahun 2009, rata-rata EPS cenderung meningkat, rata-rata ROE menurun pada tahun 2008, rata-rata DPS menurun pada tahun 2009, (2) Secara parsial EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham, ROE dan DPS tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, (3) Secara simultan EPS, ROE, dan DPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan (1) Investor sebaiknya menganalisis return dan risiko investasi, baik itu dari dalam maupun dari luar perusahaan, (2) Perusahaan perlu memperhatikan kondisi laba karena investor sangat memperhatikan hal tersebut, (3) peneliti selanjutnya dapat menggunakan variabel lain yang memasukkan modal biaya dan risiko dalam analisisnya seperti EVA dan PER. Serta variabel lain yang berasal dari luar perusahaan seperti keadaaan ekonomi, inflasi, suku bunga, dan kurs. Periode juga perlu diperpanjang agar lebih terlihat trend variabel.

Pengaruh metode mengajar, gaya belajar, dan sarana belajar mahasiswa terhadap prestasi akademik mahasiswa (studi kasus pada mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2011dan 2012) / Gucia Arniaga

 

ABSTRAK Arniaga, Gucia. 2015. Pengaruh Metode Mengajar Dosen, Gaya Belajar, dan Sarana Belajar terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd., M.M (II) Handri Dian Wahyudi, S.Pd., S.E., M.Sc. Kata Kunci: metode mengajar, gaya belajar, sarana belajar, prestasi akademik Prestasi akademik adalah hasil belajar yang dicapai oleh mahasiswa ketika mengikuti kegiatan pembelajaran di perkuliahan selama satu semester yang ditunjukkan dengan nilai sesuai batas ketuntasan minimum yang telah di tetapkan oleh universitas. Prestasi akademik dapat dipengaruhi diantaranya metode mengajar dosen, gaya belajar, dan sarana belajar. Metode mengajar sebagai faktor eksternal harus sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Gaya belajar sebagai faktor internal, mahasiswa harus mengetahui cara yang efektif untuk dapat mengerti dengan materi yang telah disampaikan oleh dosen. Sarana belajar sebagai faktor eksternal, harus digunakan secara maksimal agar kegiatan belajar dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui (1) metode mengajar dosen, gaya belajar, sarana belajar, dan prestasi akademik mahasiswa prodi S1 Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (2) pengaruh metode mengajar dosen, gaya belajar, dan sarana belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa prodi S1 Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, baik secara parsial dan simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa prodi S1 Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2011 dan 2012 dengan sampel penelitian sebanyak 109 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Uji coba pertama yang dilakukan mendapatkan hasil 8 pernyataan yang tidak valid dari 30 pernyataan. Kemudian dilakukan uji coba kedua dan mendapatkan hasil 30 pernyataan valid dari 30 pernyataan. Setelah melakukan uji coba dengan hasil 30 pernyataan valid dari 30 item pernyataan, barulah dilakukan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif signifikan metode mengajar dosen terhadap prestasi akademik mahasiswa prodi S1 Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2011 dan 201,. (2) terdapat pengaruh positif signifikan gaya belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa prodi S1 Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2011 dan 2012, dan (3) tidak terdapat pengaruh sarana belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa prodi S1 Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2011 dan 2012. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa saran bagi dosen maupun mahasiswa, yaitu (1) mahasiswa lebih senang jika dosen mengajar diselingi contoh-contoh nyata agar memotivasi mahasiswa, (2) dosen lebih sering memberikan tugas agar mahasiswa belajar, (3) selalu memanfaatkan sarana yang telah disediakan oleh fakultas untuk proses pembelajaran, dan (4) penambahan pada titik-titik wifi dan tempat duduk yang nyaman untuk berwifi.

Penggunaan metode inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada pokok bahasan magnet SDN Pisangcandi 2 kecamatan Sukun kota Malang / Sri Handayani

 

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menekankan adanya perolehan pengalaman langsung melalui proses pembelajaran. Untuk mata pelajaran kimia, metode inkuiri terbimbing merupakan salah satu alternatif untuk memberikan pengetahuan secara langsung kepada siswa untuk melakukan kerja ilmiah. Metode inkuiri terbimbing adalah salah satu metode pembelajaran yang sesuai untuk mencapai tujuan dari kurikulum tingkat satuan pendidikan. Akan tetapi metode tersebut mempunyai beberapa kelemahan, salah satunya dalam penyampaian konsep yang tidak terjangkau inderawi oleh karena itu diperlukan media pembelajaran berbasis komputer untuk menutupi kekurangan dari metode tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dalam metode inkuiri terbimbing terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa pada materi kimia koloid. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI MAN 3 Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dengan postes only design. Kelas yang dijadikan kelas sampel adalah kelas XI-IPA4 dan XI-IPA3. Kelas XI-IPA4 dijadikan sebagai kelas ekperimen yang dibelajarkan menggunakan metode inkuiri terbimbing berbantuan media pembelajaran berbasis komputer sedangkan kelas XI-IPA3 dijadikan sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan menggunakan metode inkuiri terbimbing. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah soal tes yang valid dengan reliabilitas 0,865 dan angket. Instrumen diberikan setelah perlakuan. Analisis data dengan menggunakan uji t dan uji u dengan bantuan SPSS Seri 17 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi dan motivasi belajar yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan metode inkuiri terbimbing berbantuan media pembelajaran berbasis komputer dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode inkuiri terbimbing. Siswa yang dibelajarkan menggunakan metode inkuiri terbimbing berbantuan media pembelajaran berbasis komputer mempunyai nilai rata-rata prestasi belajar sebesar 80,74 dan rata-rata skor motivasi sebesar 105,68. Sedangkan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode inkuiri terbimbing mempunyai nilai rata-rata prestasi belajar 71,12 dan rata-rata skor motivasi sebesar 98,59.

Perencanaan mesin pengerol pipa penggerak manual dengan sistem hidrolik / oleh Mafa'udin dan Herman Ariyanto

 

Penerapan pembelajaran kooperatif Think Pair Share untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-A SMP Brawijaya Smart School Malang / Agustin Eka Ariestari

 

Kata kunci : pembelajaran kooperatif, Think Pair Share, hasil belajar Hasil observasi awal yang dilakukan pada tanggal 09 dan 10 Mei 2012 di Kelas VII-A menunjukkan bahwa pembelajaran belum berpusat pada siswa. Hal tersebut diperkuat dengan hasil belajar siswa yang masih dibawah Standar Ketuntasan Minimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif Think Pair Share dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-A SMP Brawijaya Smart School Malang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Kegiatan pembelajaran terdiri dari dua siklus. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan tes formatif. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pola Kegiatan Ekonomi Penduduk, Penggunaan Lahan, dan Pola Permukiman Penduduk Berdasarkan Kondisi Fisik Muka Bumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pra tindakan nilai rata-rata kelas sebesar 63,59 dengan 6 siswa tuntas, Siklus I 75,16 dengan 18 siswa tuntas, dan Siklus II 82,19 dengan jumlah siswa tuntas 28 siswa. Nilai rata-rata kelas ini mengalami peningkatan tiap siklus yaitu sebesar 18,19 % pada Siklus I dan sebesar 9,35% pada Siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan : (1) Sekolah diharapkan menggalakkan penggunaan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share untuk perbaikan pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa. Upaya merealisasikannya melalui sosialisasi penggunaan pembelajaran kooperatif ataupun mengikutsertakan guru-guru mata pelajaran dalam pelatihan tentang penerapan pembelajaran kooperatif dengan model Think Pair Share, (2) guru hendaknya berusaha menggunakan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share sebagai tindakan kelas untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPS Geografi. Upaya pelaksanaannya dengan pembuatan Rancangan Pembelajaran yang disusun dengan memasukkan tata cara pembelajaran kooperatif Think Pair Share dalam kegiatan inti yang juga disesuaikan dengan evaluasi pembelajaran sehingga pembelajaran lebih optimal dan dapat lebih meningkatkan hasil belajar siswa, (3) Penulis mengharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya dalam penelitian maupun penulisan karya ilmiah mereka dalam penerapan pembelajaran kooperatif Think Pair Share untuk mengukur aspek yang lain.

Pengaruh kebiasaan belajar dan kecerdasan intelektual (IQ) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMA Negeri 1 Selong / Baiq Rizka Amaliyah Saputri

 

Kata Kunci: Kebiasaan Belajar, Kecerdasan Intelektual (IQ), Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh siswa dalam periode tertentu. Prestasi belajar akan optimal apabila guru memahami berbagai macam kebiasaan belajar yang dilakukan para siswa dan tingkat kecerdasan intelektual (IQ) yang dimiliki oleh siswa sebab antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya berbeda. Kebiasaan belajar dan kecerdasan intelektual (IQ) merupakan bagian dari faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi yang akan diteliti dalam penelitian ini. Keberhasilan dalam belajar bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual (IQ) saja tetapi juga kebiasaan belajar. Begitu pula dalam kaitannya dengan keberhasilan belajar siswa yang tercermin dalam hasil belajar ekonomi juga tidak lepas dari peranan kecerdasan intelektual (IQ) dan kebiasaan belajar yang baik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah kebiasaan belajar siswa dalam mempelajari bidang studi ekonomi di SMA Negeri 1 Selong (2) Bagaimanakah tingkat kecerdasan intelektual (IQ) siswa di SMA Negeri 1 Selong (3) Bagaimanakah tingkat prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMA Negeri 1 Selong (4) Adakah pengaruh kebiasaan belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMA Negeri 1 Selong (5) Adakah pengaruh kecerdasan intelektual (IQ) terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMA Negeri 1 Selong (6) adakah pengaruh secara simultan kebiasaan belajar siswa dan kecerdasan intelektual (IQ) terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMA Negeri 1 Selong. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebiasaan belajar dan kecerdasan intelektual (IQ) terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMA Negeri 1 Selong, berdasarkan tujuan tersebut, maka metode yang digunakan adalah metode angket dan dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Selong semester gasal tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 59 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang tidak menggunakan sample. Jenis rancangan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Kebiasaan belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Selong tergolong cukup. Tingkat kecerdasan intelektual (IQ) siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Selong tergolong rata-rata. Sedangkan tingkat prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Selong tergolong baik. (2) Secara parsial, kebiasaan belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa, terbukti dari sig t (0.000) < α (0.05). Kecerdasan intelektual (IQ) juga mempengaruhi prestasi belajar ekonomi secara signifikan, terbukti dari sig t (0.000) < α (0.05). (3) Secara simultan, kebiasaan belajar dan kecerdasan intelektual (IQ) berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa yang ditunjukkan dengan nilai sig F (0.000) < α (0.05). Nilai R square sebesar 0.565 hal ini berarti variable kebiasaan belajar dan kecerdasan intelektual (IQ) secara simultan berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi sebesar 56.5%, sedangkan sisanya 43.5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Selong memiliki kebiasaan belajar yang tergolong cukup, tingkat kecerdasan intelektual (IQ) yang tergolong rata-rata, dan tingkat prestasi belajar ekonomi siswa yang tergolong baik. Secara parsial dan simultan ada pengaruh yang signifikan antara kebiasaan belajar dan kecerdasan intelektual (IQ) terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Selong. Oleh karena itu peneliti sarankan kepada kalangan pendidik agar tidak hanya terpaku pada kecerdasan intelektual (IQ) sebagai penentu keberhasilan pendidikan, karena faktor lain seperti kebiasaan belajar juga menentukan keberhasilan pendidikan.

Komparasi persepsi siswa tentang program full day school antara kelas X, kelas XI dan kelas XII di MAN 3 Malang / Achmad Afandi

 

Kata Kunci : Persepsi Siswa Tentang Program Full Day School, Tingkatan Kelas (Kelas X, Kelas XI dan Kelas XII). Reformasi pendidikan merupakan respon terhadap perkembangan tuntutan global sebagai suatu upaya mengadaptasikan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan SDM untuk memenuhi tuntutan zaman yang sedang berkembang. Untuk dapat mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, berkualitas dan berprestasi, maka tidak hanya kurikulum yang dilakukan perubahan atau penyempurnaan oleh pemerintah dan satuan pendidikan, akan tetapi program pembelajaran di sekolah juga dilakukan perubahan yang salah satunya berupa program pembelajaran full day school (belajar sehari penuh) sebagai penyempurnaan dari program half day school atau konvensional (belajar setengah hari). Akan tetapi semenjak diterapkannya program full day school di indonesia, terjadi pro-kontra dari para pengamat pendidikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai persepsi siswa tentang program full day school antara kelas X, kelas XI dan kelas XII di MAN 3 Malang, sehingga tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan persepsi siswa tentang program full day school antara kelas X, kelas XI dan kelas XII. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-komparatif, yaitu mendeskripsikan hasil penilaian dari analisis persepsi siswa tentang program full day school dengan cara membandingkan (komparasi) persepsi siswa kelas X, kelas XI dan kelas XII di MAN 3 Malang, yang masing-masing tiap tingkatan kelas pada sekolah tersebut diambil satu kelas secara acak (random) dan seluruh siswa pada kelas tersebut ditetapkan untuk dijadikan sampel penelitian ini. Analisis data pada penelitian ini dalah uji F dan pos hoc test. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansinya 0,00, artinya terdapat perbedaan persepsi siswa tentang program full day school di antara kelas X, kelas XI dan kelas XII. Perbedaan tersebut dikarenakan siswa yang belum familiar, belum terbiasa dan masih dalam proses adaptasi, seperti siswa kelas X akan memiliki persepsi yang cenderung kurang baik dan berbeda dengan siswa kelas XI dan kelas XII yang mempersepsikan baik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disimpukan bahwa terdapat perbedaan persepsi siswa yang signifikan antara siswa kelas X, kelas XI dan kelas XII mengenai program full day school. Adapun keterbatasan penelitian ini yaitu dalam mengukur persepsi siswa tentang program full day school hanya berasal dari angket. Saran yang dapat diajukan adalah diharapkan kepada Kementerian Pendidikan Nasional/Kementerian Agama bekerja sama dengan satuan pendidikan (sekolah) untuk mengoptimalkan pelaksanaan program full day school demi tercapainya tujuan dari program tersebut.

Hubungan persepsi siswa etnis Bugis tentang nilai-nilai budaya siri' dan konsep diri tentang kemampuan akademik dengan motivasi berprestasi (suatu studi di SLTA Negeri Kotamadya Palu) / oleh Askar

 

Implementasi pembelajaran geometri dengan menggunakan Manipulative Material bagi siswa kelas V SD Negeri 3 Blimbing / oleh Pinta Dwi Finanti

 

Pengaruh tipe mengajar guru pada mata pelajaran akuntansi terhadap motivasi belajar siswa dan sikap belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Malang / Dwi Novianti

 

Kata kunci : Tipe Mengajar Guru Pada Mata Pelajaran Akuntansi, Motivasi Belajar Siswa, Sikap belajar Siswa Mutu pendidikan saat ini perlu ditingkatkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru mempunyai peranan yang cukup besar dalam menentukan keberhasilan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Peranan guru sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan karena guru adalah pihak yang paling dekat berhubungan dengan peserta didik dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Dengan kata lain tipe mengajar guru diperlukan dalam proses belajar mengajar yang berimplikasi terhadap kualitas motivasi belajar siswa dan sikap belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tipe mengajar guru pada mata pelajaran akuntansi terhadap motivasi belajar siswa dan sikap belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanasi kuantitatif. Data diambil dari populasi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Malang. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan proportional random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket (kuesioner). Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan Pearson Product Moment untuk uji validitas, Alpha Cronbanch untuk uji reliabilitas, dan regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh dari variabel-variabel dalam penelitian. Dari hasil analisis data diketahui terdapat pengaruh antara tipe mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai sig t (0,000) < α 0,050 dan tipe mengajar guru terhadap sikap belajar siswa dengan nilai sig t (0,000) < α 0,050. Nilai R square sebesar 0,413 menunjukkan bahwa variabel tipe mengajar guru berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 41,3%. Sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain di luar penelitian. Nilai R square untuk variabel tipe mengajar guru terhadap sikap belajar siswa sebesar 0,575 yang menunjukkan bahwa variabel tipe mengajar guru berpengaruh terhadap sikap belajar siswa yaitu sebesar 57,5%. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan para guru untuk mengembangkan kreatifitas dalam menentukan teknik (tipe) mengajar yang efektif dan variatif dalam proses belajar mengajar di kelas khususnya untuk mata pelajaran akuntansi dalam rangka meningkatkan motivasi belajar dan sikap belajar positif siswa.

Organisasi pelaksanaan pendidikan sistem ganda pada sekolah menengah kejuruan (studi kasus pada SMK Negeri 4 Malang) / oleh Rochmanu Fauzi

 

Pengembangan desain pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik pada mata kuliah difusi inovasi pendidikan / oleh Mustaji

 

Pengembangan metode hitung tes lari 12 menit dan 2,4 kilometer dalam bentuk aplikasi untuk mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang / Galuh Tri Pamungkas

 

ABSTRAK Pamungkas, Galuh Tri. 2015. Pengembangan Panduan Metode Hitung Tes Lari 12 Menit dan 2,4 Kilometer dalam Bentuk Aplikasi untuk Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan , Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Supriyadi, M.Kes., (2) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata Kunci: penelitian pengembangan, kesegaran jasmani, tes lari 12 menit, tes 2,4 kilometer, aplikasi. Berdasarkan penelitian awal dan analisis kebutuhan yang sudah dilakukan peneliti pada mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Off A tahun 2011 diperoleh informasi bahwa: (a) 100% mahasiswa menyatakan setuju apabila dibuat pengembangan metode hitung otomatis tes lari 12 menit dan 2,4 km; (b) 80% mahasiswa menginginkan pengembangan metode hitung otomatis tes lari 12 menit dan 2,4 km berupa aplikasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan, untuk mengembangkan Metode Hitung Otomatis Tes Lari 12 Menit dan 2,4 Kilometer dalam Bentuk Aplikasi untuk mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan FIK UM, agar penghitungan tes lari 12 menit dan 2,4 kilometer lebih mudah, cepat dan tepat. Sehingga data yang diolah akan valid. Dalam Penelitian ini, peneliti mengembangkan aplikasi hitung tes lari 12 menit dan 2,4 kilometer menggunakan metode yang mengacu pada model pengembangan research and development Borg and Gall, peneliti hanya menggunakan 8 langkah, yaitu: (1) pengumpulan informasi, (2) pembuatan produk awal, (3) revisi produk awal berdasarkan evaluasi ahli, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk dari hasil uji coba kelompok kecil, (6) uji coba kelompok besar, (7) revisi dan produk akhir, (8) produk pengembangan aplikasi hitung tes lari 12 menit dan 2,4 kilometer. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner Berdasarkan hasil validasi ahli materi kebugaran jasmani diperoleh hasil 87,5%, ahli programmer diperoleh hasil 85,4% dan ahli media diperoleh hasil 79,5%. Berdasarkan dari hasil uji coba yang diperoleh dari uji coba kelompok kecil adalah 88,75% hasilnya sangat valid, sedangkan uji coba kelompok besar adalah 89,5% hasilnya sangat valid, maka aplikasi hitung otomatis tes lari 12 menit dan 2,4 kilometer layak digunakan untuk mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan FIKUM Aplikasi hitung tes lari 12 menit dan 2,4 kilometer diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam penghitungan dan rekapitulasi hasil tes lari 12 menit dan 2,4 kilometer. Produk aplikasi tersebut dapat menjadi subtitusi dari penghitungan manual.

Persepsi siswa tentang sikap guru PPL dan keterampilan mengelola kelas terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar siswa kelas X Akuntansi di SMK Negeri 1 Malang / Intan Mayasari

 

Kata kunci: Persepsi, Sikap Guru PPL, Keterampilan Mengelola Kelas, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar. Prestasi belajar merupakan salah satu tolak ukur menilai keberhasilan belajar siswa. Dalam kegiatan pembelajaran banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, beberapa diantaranya seperti persepsi siswa tentang sikap guru PPL, keterampilan mengelola kelas, serta motivasi belajar. Jika persepsi siswa tentang sikap guru dan keterampilan mengelola kelas positif, maka akan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan secara tidak langsung akan meningkatkan prestasi belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh langsung persepsi siswa tentang sikap guru PPL terhadap motivasi belajar siswa, (2) pengaruh langsung keterampilan mengelola kelas terhadap motivasi belajar siswa, (3) pengaruh langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar, (4) pengaruh tidak langsung antara persepsi siswa tentang sikap guru PPL dan keterampilan mengelola kelas terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar siswa kelas X Akuntansi di SMK Negeri 1 Malang. Penelitian ini termasuk penelitian eksplanasi dengan menggunakan analisis regresi dan analisis jalur (path analysis). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi SMK Negeri 1 Malang dengan jumlah sampel sebanyak 82 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) persepsi siswa tentang sikap guru PPL memiliki pengaruh langsung terhadap motivasi belajar, (2) keterampilan mengelola kelas tidak memiliki pengaruh langsung terhadap motivasi belajar, (3) motivasi belajar memiliki pengaruh langsung terhadap prestasi belajar siswa, (4) persepsi siswa tentang sikap guru PPL dan keterampilan mengelola kelas memiliki pengaruh tidak langsung terhadap prestasi belajar siswa memlalui motivasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disarankan agar (1) guru PPL harus terus berusaha menjaga sikap selama kegiatan pembelajaran dan berusaha meningkatkan keterampilan mengelola kelas sehingga dapat menciptakan suasana kelas yang kondusif serta mencoba model pembelajaran yang inovatif agar bisa memotivasi siswa, (2) meningkatkan motivasi belajar, karena dilihat dari persepsi siswa, guru PPL yang mengajar kelas X Akuntansi SMKN 1 Malang memiliki sikap dan keterampilan mengelola kelas yang cukup baik.

Perbedaan hasil belajar perkembangbiakan secara kawin antara siswa yang belajar melalui media tape, teks, video SMU Muhammadiyah II Yogyakarta / oleh Said Alhadi

 

Sindy's mastery of daily-expressions in English as a second language; a case study / Rara Zukhrufi

 

Zukhrufy, Rara. 2014. Sindy’s Mastery of Daily-Expressions in English as a Second Language; Case Study. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Evynurul Laily Zen, S.S., M.A. Kata Kunci: penguasaan bahasa, bahasa ke dua, anak bilingual/multilingual, ekspresi sehari-hari dalam bahasa Inggris, explication, induction, input bahasa. Sindy adalah anak berumur delapan tahun yang mampu berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa keduanya pada konteks Indonesia. Dia telah diperkenalkan kepada bahasa Inggris semenjak dia masih bayi. Terlebih lagi dia mengenal bahasa Inggris melalui penggunaan bahasa Inggris sehari-hari yang telah dia dapatkan pada saat bermain dengan ayahnya. Ayahnya telah melakukan penelitian terkait dengan perkembangan kosa kata bahasa Inggris Sindy pada saat Sindy berumur 4.5 tahun. Hasilnya menunjukan bahwa Sindy dapat mengembangkan kosa kata bahasa Inggrisnya dengan sangat baik selama satu tahun. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lain yang berfokus pada penguasaan bahasa kedua Sindy terutama dalam pengucapan ekspresi sehari-hari dalam bahasa Inggris. Penelitian ini juga ditujukan pada pembahasan proses explication dan induction pada penguasaan Sindy dalam ekspresi bahasa Inggris sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dekskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitan ini adalah peneliti dan lima puluh ekspresi bahasa Inggris yang dikembangkan dari web International House Bristol dan kurikulum KTSP untuk sekolah dasar. Subjek dalam penelitian ini adalah Sindy, anak Indonesia berumur 8 tahun yang belajar bahasa Inggris sebagai bahasa keduanya. Dalam pengumpulan data, peneliti meneliti Sindy selama 2 bulan (16 pertemuan) dan merekam pengucapan Sindy dalam bahasa Inggris untuk menggambarkan bagaimana Sindy menguasai ekspresi sehari-hari dalam bahasa Inggris. Dalam analisa data, peneliti mengembangkan ucapan yang dihasilkan Sindy melalui proses explication dan induction dan mengembangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penguasaan bahasa kedua Sindy. Peneliti menemukan bahwa Sindy dapat menghasilkan lima puluh ekspresi sehari-hari dalam bahasa Inggris. Empat puluh tujuh ekspresi dapat dihasilkan dengan benar dan tepat, sedangkan tiga ekspresi yang lain tidak dapat diproduksi dengan benar dan tepat. Pada pengamatan kemampuan Sindy dalam penggunaan empat puluh tujuh ekspresi sehari-hari dalam bahasa Inggris tanpa penjelasan dan model selama interaksi, peneliti berasumsi bahwa Sindy telah menguasai kemampuannya melalui proses induction. Ini dimungkinkan karena pola yang mudah, pengetahuan Sindy akan ekspresi-ekspresi tersebut yang sudah didapatkan dari keluarganya walaupun mereka tidak pernah menjelaskannya kepada Sindy, dan kebiasan membaca Sindy yang dapat membantu penguasaan bahasa keduanya. Akan tetapi, Sindy tidak berhasil menggunakan tiga ekspresi lainnya, yaitu ekspresi belasungkawa, mengharapkan sesuatu, dan ekspresi ketidaksetujuan, walaupun peneliti telah memberikan situasi yang sama dan model selama interaksi. Ini dimungkinkan karena pola yang sulit seperti yang telah diungkapkan Hammerly, konteks yang berbeda antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, kesalahpahaman, dan pemahaman Sindy yang kurang dalam ekspresi-ekspresi tersebut. Kesimpulannya, proses induction terkadang bermanfaat untuk mempelajari pola yang mudah dalam bahasa kedua (bahasa Inggris) selama anak-anak mendapatkan perkenalan yang cukup dalam bahasa Inggris sehingga mereka dapat melakukan analisis sendiri. Proses explication bagus untuk pola yang mudah, namun sulit untuk pola yang rumit. Sebagai tambahan, pembelajaran simultaneous, input bahasa, dan keinginan maupun motivasi Sindy untuk belajar bahasa ke dua membantunya untuk menguasai kemampuannya dalam berbicara bahasa Inggris. Peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat berguna bagi dosen dan mahasiswa linguistik untuk dijadikan sebagai referensi untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik akan pemerolehan bahasa kedua dan dapat digunakan sebagai referensi untuk mengembangkan dan memperkaya materi pada kelas psycholinguistics terutama pada bagian explication dan induction, EYL, dan SLA, bagi anak-anak Indonesia untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris mereka, dan yang terakhir bagi para peneliti lain sebagai referensi untuk melakukan penelitian lain di bidang perolehan bahasa kedua, terutama proses induction dan explication dalam perolehan jangka panjang

Studi tentang pemahaman siswa SMU terhadap reaksi kimia / oleh Prayitno

 

Pengembangan modul pembelajaran berbasis discovery learning pada mata pelajaran pengolahan citra digital untuk SMK kelas XI semester 1 Program Keahlian Multimedia / Dwi Umi solikhatin

 

ABSTRAK Solikhatin, Dwi Umi. 2016. Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Discovery Learning pada Mata Pelajaran Pengolahan Citra Digital untuk SMK Kelas XI Semester 1 Program Keahlian Multimedia. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muladi, S.T., M.T. (2) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., M.T. Kata Kunci: Modul Pembelajaran, Pengolahan Citra Digital, Discovery Learning. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Pengolahan Citra Digital, mendapatkan keterangan bahwa tingkat motivasi siswa tergolong rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari pengumpulan tugas yang tidak tepat waktu. Para siswa juga memiliki inisiatif yang rendah untuk mengembangkan keterampilan belajar yang dimiliki. Hal tersebut menjadikan para siswa tidak berkembang dalam keterampilan belajarnya dan hanya bergantung pada tugas yang telah diberikan oleh guru. Salah satu upaya adalah dengan menggunakan modul pembelajaran. Kegiatan pembelajaran akan menjadi lebih terstruktur dan siswa menjadi lebih termotivasi dengan adanya modul pembelajaran. Pengembangan modul pembelajaran ini menggunakan model pengembangan Dick and Carey dengan menerapkan 9 langkah. Tahapan tersebut antara lain: (1) Identify Instructional Goals; (2) Conduct Instructional Analysis; (3) Identify Entry Behaviours; (4) Write Performance Objectives; (5) Develop Criterian Reference Test; (6) Develop Instructional Strategy; (7) Develop and Select Instructionals Materials; (8) Design and Conduct Formative Evaluation; dan (9) Revise Instructional. Oleh sebab itu modul yang dikembangkan memiliki strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan akan memudahkan siswa dalam belajar dan memahami materi yang ada pada modul. Modul yang dihasilkan terdiri dari dua modul cetak, yaitu modul siswa dan modul guru yang menerapkan model Discovery Learning. Berdasarkan hasil validasi dari ahli materi memperoleh persentase 94,2% (sangat valid), dari ahli media memperoleh persentase 79,9% (cukup valid), dari uji coba kelompok kecil memperoleh persentase 83,12% (cukup valid), dan dari uji coba lapangan memperoleh persentase 86,39% (sangat valid). Berdasarkan data tersebut modul pengolahan citra digital dinyatakan sangat layak untuk digunakan.

Keanekaragaman serangga tanah di padang rumput sadengan, hutan heterogen, dan hutan homogen Rowo Bendo Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi / oleh Dian Sri Purwahyuni

 

Penerapan pakem dengan menggunakan tabel prediksi akar pangkat tiga untuk meningkatkan proses dan hasil belajar matematika siswa kelas VI SDN Paggungrejo KOta Pasuruan / Hasan Bisri

 

ABSTRAK PENERAPAN PAKEM DENGAN MENGGUNAKAN TABEL PREDIKSI AKAR PANGKAT TIGA UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI SDN PANGGUNGREJO KOTA PASURUAN HASAN BISRI SDN. Panggungrejo Kec.Bugul Kidul Kota Pasuruan adalah satu-satunya sekolah yang terletak di wilayah pesisir paling utara,mempunyai cirii khusus yang bernafas islami. Berdasarkan observasi di kelas VI pada tahun ajaran 2007/2008 menunjukkan nilai ulangan harian/semester matematika rata-rata 5,8 (lima,delapan) di bawah KKM ( 6,0). Permasalahan tersebut sebenarnya cukup kompleks pada pembelajaran matematika di kelas VI,akan tetapi secara umun dapat diidentifikasi menjadi beberapa masalah yaitu proses belajar dan hasil belajar siswa sangat rendah terhadap pelajaran matematika. Pembelajaran konvensional yang selalu didominasi oleh guru,cenderung ceramah, dan tidak memberi kesempatan untuk bertanya,sementara siswa hanya sebagai pendengar yang baik,sehingga kurang termotivasi untuk berfikir aktif dan kreatif terhadap materi pelajaran matematika.Oleh karena itu penulis mencoba untuk menangani masalah pembelajaran tersebut dengan strategi yang tepat dan metode pembelajaran yang sesuai sehingga penulis perlu mengadakan penelitian tindakan kelas PTK). Melihat berbagai hasil penelitian tentang strategi PAKEM dengan menggunakan tabel prediksi menentukan akar pangkat tiga penulis optimis bahwa dengan mengubah pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran yang aktif,kreatif,dan inovatif akan dapat meningkatkan proses belajar dan hasil belajar siswa,sehingga nilai pelajaran matematika terutama pada kompetensi dasar bilangan kubik dan akar pangkat tiga meningkat mencapai nilai di atas KKM .

Pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui membaca / Anggi Intansari

 

Intansari, Anggi. 2014. Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Membaca.Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Suyono, M.Pd. Kata kunci: berpikir kritis, membaca Membaca merupakan keterampilan berbahasa yang mendasari keempat aspek kebahasaan yang sempurna. Membaca merupakan jendela dunia sebagai dasar mengembangkan kemampuan berbahasa yang lain. Membaca adalah kegiatan reseptif oleh pembaca atas bacaan yang di dalamnya mengandung pesan dan informasi penulis.Sebagai bagian dari kegiatan berbahasa, membaca berkaitan erat dengan aktivitas berpikir.Melalui kegiatan membaca, pembaca memperoleh pesan dan informasi melalui aktivitas membaca kemudian mengolah pesan dan informasi yang diperoleh dengan aktivitas berpikir kritis.Pada kenyataannya, sebagian besar pembaca hanya membaca sebuah teks sekilas tanpa mengolah informasi dan mentranformasikannya pada kehidupan nyata.Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan alasan, temuan masalah, wujud strategi membaca yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir, dan masalah serta solusi yang tepat dalam meningkatkan kemampuan berpikir melalui membaca. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian telaah pustaka dengan menggunakan rancangan penelitian deksriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data verbal berupa jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, atau terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis sendiri sebagai instrumen utama dan matrik analisis sebagai sarana pemetaan data.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan matrik pencatatan data yang berisi kolom kutipan data, kolom analisis sementara, dan kolom sumber data.Analisis dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap analisis, dan tahap simpulan. Berdasar hasil analisis yang dilakukan, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian.Pertama, kegiatan membaca dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritis, yaitu (1) kegiatan membaca menjadikan seseorang terampil mencari dan mengolah informasi yang dibutuhkan, (2) kegiatan membaca dapat membiasakan seseorang untuk menggunakan pemahamannya dalam menyelesaikan masalah secara empiris, dan (3) kegiatan membaca menjadikan seseorang kaya akan pengetahuan dan pemahaman sehingga merangsang untuk menuangkan pemikirannya ke dalam tulisan. Kedua, ditemukan wujud strategi membaca yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, yaitu (1) SQ3R, (2) POSSE, (3) KWL, (4) PORPE, (5) DRTA, dan (6) SQ4R. Ketiga, ditemukan masalah dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui membaca, yaitu (1) minimnya intensitas membaca, (2) ketidaktepatan strategi membaca yang digunakan, (3) keterbatasan skemata atau kosa kata pembaca, dan (4) kurangnya konsentrasi dan fokus membaca. Solusi yang ditawarkan dari masalah yang ditemukan tersebut adalah (1) menambah intensitas membaca, (2) menawarkan lima strategi membaca modern yang telah ditemukan, (3) penambahan kosa kata yang dibantu dengan meningkatkan intensitas baca, dan (4) meningkatkan konsentrasi membaca.

Hubungan antara pengalaman kerja dengan prestasi kerja pegawai di UD. Arjasa Batu Malang
oleh Sulis Tiqomah

 

Perusahaamn enrpakansu ahro rganisasyi angb ergerakd alarnb idaqgu saha tefieutr dalarnr angkam encapahi rjuany aiurm eurperolekhe untugany urg mal$imat dand alur upayam eng,embangkuasna lurryaU- uhrk mencryaiu sahate rsebuat aqgat berhubungadne ngtabne berapafaktosr,a lahe ah.dri aataruryalirldorpreutakseir jadari karyawanp erusahaayna ngb ersaaglndakna renap restaski erja eratk aitannyad engan produktivitasO. lehk arenaih rm asalaphr estaski edam erupakms ahrh alp entiqgy ug layaku nhrkd iperhatikaonl ehp impinante rhadakpa ryawuro lehp erusahamnya Mengingapte ntingrrypar ertaski erjak aryawanm, akap erlus ekalid itiajau faktor-faktory angd iperlukana gart ercapaip restasik erjatersebutl.' aktor$ ertebut antarala in adalahp engalamakne rja Melaluik egialanp enelitianin i, pemrlisin gin mengetahul)i: bagaimankao ndisip engalamakne rjap eglwai,2 ) bagaimanakondisi prestaski erjap egawaid, an3 ) bagaimanhau brmgaann tarap engalammke rjad engan prestaski erja pegawai. Populasdi alarnp enelitianin i adalahs eluruhk aryawand i UD. ARJASAB atu Malangy angb erjumlah5 5 orangy angt erdiri dari karyawurs taf,p roduksim, udor, bahand ang udut&P enelitianin i adalahp enelitianp opulasdi ant idakm enggunakan sampepl enelitiank arenajumlarhe spondeknu rmgd ari 1QQl!.f imfeetd arih asil penelitianin i bagiI lD. ARJASAa dalahs ebagatia mbahmin formasmi engenahia l'hal yanga dak aitarnyad enganp engalamakne rja danp restasik erja pegawai.R ancangan peneilt i any urgd igunakaand aal hp eneIi ti and eld

Redesign corporate identity Maclov Clothing Malang / Ahmad Rojabidtaufiqurrahman

 

ABSTRAK Rojabidtaufiqurrahman,Ahmad.2016.RedesignCorporate IdentityMaclov ClothingMalang. Skripsi, Program StudiDesainKomunikasi Visual, JurusanSenidanDesain,FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing:RudiIrawanto, S.Pd, M.Sn. Kata Kunci:Redesign,Logo, Corporate Identity. MaclovClothingmerupakansalahsatukonveksipakaianyangadadiKota Malangyang memilikikonsepbisnisdankarakteristikberbedadengankonveksipakaianlainnya. Seiringdenganperkembanganpasardanbertambahnyajumlahperusahaanjasakonveksiyang bergerakpadabidangyangsama,MaclovClothing perlumenciptakansebuahidentitas visual baruyang memilikikonsepkuat sebagaipenanamancitraatauimageyang positif agardapattetapbertahan,bersaing, dantidaktertinggalolehkompetitor. Model perancanganyang digunakanadalahmodelperancanganprosedural, yaitumodelperancanganyang bersifatdeskriptifdimanamenggariskanlangkah- langkahyang harusdiikutidalammenghasilkansebuahprodukdimanamenggunakanproseduryang dikemukakanolehSuriantoRustan.Langkah- langkahproseduralyang dilakukandalam prosesperancanganinidenganpengumpulandata melaluiobservasi, wawancara,danstudidokumentasi. Perancanganinimenghasilkancorporateidentity baruberupalogoyang di- aplikasikanpadaberbagaimedia komunikasivisualuntukmembangundanmening-katkancitraperusahaanyang positif. Hasildariperancanganinidiharapkandapatmenjadiacuandalamredesigncorporateidentity,baikbagimahasiswa, desainergrafis, pengajar, danlain sebagainya.

Statistika tak parametrik
uji tanda, uji peringkat bertanda Wilcoxon dan uji Mann-Whitney
oleh Nazulah Muflichah

 

Proses pembelajaran kompetensi keramik kelas XII di Jurusan Kriya Keramik SMK Negeri 5 Malang / Damai Rosanian

 

Industri kerajinan keramik adalah salah satu usaha industri yang masih bisa bertahan ditengah-tengah tingginya tingkat persaingan saat ini. Banyak masyarakat yang berminat dan tertarik untuk menekuni bidang usaha kerajinan ini. Keinginan untuk mempelajarai tentang kerajinan keramik muncul karena banyaknya industri kerajinan keramik yang mampu tumbuh dan berkembang menjadi industri yang besar. Akan tetapi tentu saja industri yang berkembang tersebut ditunjang dengan tenaga- tenaga yang mempunyai keahlian dibidang keramik, karena keberadaan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dibidang keramik akan sangat membantu dalam berkembangnya sebuah usaha. Maka dari itu penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap, bagaimanakah proses pembelajaran kompetensi keramik di kelas XII, serta hasil pembelajaran kompetensi keramik di kelas XII SMK Negeri 5 Malang, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan keterampilan yang diperlukan di dunia usaha.

Studi tentang kemampuan siswa kelas 1 SLTPN 1 Tanggunggunung Kabupaten Tulungagung dalam melaksanakan kegiatan teknologi di dalam pembelajaran fisika / oleh Purwanti

 

Pembelajarafnis ika di SLTPd anS MU dewasain i, di arahkanp adap ola pembelajarayna ngb erbasisp adaa ktivitass iswa.P rosesp embelajarafnis ika mengarahkasni swaa garm ampum engenali,m emahamid an memecahkan permasalatran-permasalahyang t erkait dengank onsepkonsepf isika. Suatuu paya untukm elatih siswam enerapkanp engetahuand an keterarrrpilany angs udah dikuasainya/dimilikinymae laluip endekatapne mecahamn asalahu ntirkm encapai tujuant ertentu,t erutamay angb erkaitand engank eperluan/kepentingasnis waa taupun masyarakaste hari-hari,d ikenal dengank egratant eknologi.K egiatani ni ditandai dengank egiatanm erancangd an membuatm odel untuk menerapkans uatuk onsep. Tujuand ari penelitianin i adalahu ntukm endeskripsikaknc mampuansi swa kelasI SLTPNI Tanggunggunundga lamm elaksanakanke giatant eknologi di dalam pembelajaranfis ika unit tekanan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalan deskiptif. Datap enelitiani ni didapatkand enganc aram emberikanp ermasalahakne giatan teknologik epadas iswat erlebih dahuluk emudiand ilakukano bservaspi elaksanaan kegiatant eknologinya.D ataj uga diperolehd ari hasil dokunentasib enrpah asil laporan dan hasil karya siswa. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwq kemampuans iswad alamm elaksanalcan kegiatant eknologi adalahs ebagabi erikut nilai persentasetc rtinggi yaiu 42,35Vo siswam ampum elaksanakanke giatant eknologi dengank a.tegorbi aik. 8,82%s iswa dengank ategoris angabt aik. 3l,l7yo siswad engank ategorci ukupb aik.D an l3,52Vo siswam empunyaki ategorik urangb aik. Sedangkan4 .14% siswam elaksanakan kegiatan teknologi dengan kategori tidak baik. Secarau mum penelitiani ni menyimpulkan,b ahwas ebagianb esars iswak elas I SLTPN 1 Tanggunggununmg empunyaik emampuanm elaksanakanke giatan teknologiy angb aik. Saran-sarayna ng dapatd iberikana dalah( l) hendaknyag uru menerapkans trategip embelajaranfi sika yangm engaratpr adak egiatany ang berorientaspi adat eknologi agara nakt erbiasab erpikir dan bertindakk reatif; (2) bagi penelitib erikutnyad isarankanu ntukm enelitih ubungana ntarak egiatante knologi dengan prestasi belajar fisika.

Pengaruh persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru PPL dan fasilitas belajar di sekolah terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa pada pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMAN 1 Kepanjen / Baharrudin Ramadhani Wicaksono.

 

Kata kunci : Persepsi, Kompetensi Profesional Guru PPL, Fasilitas Belajar, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar. Guru memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan karena guru merupakan faktor utama dalam pendidikan dan pengajaran disekolah. Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah motivasi belajar. Kompetensi profesional yang dimiliki oleh guru PPL dan fasilitas belajar yang memadai di sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, karena kedua komponen tersebut dapat dijadikan jembatan dalam penyampaian materi agar dapat dipahami oleh siswa. Jika kompetensi profesional guru PPL dan fasilitas belajar di sekolah baik, maka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan secara tidak langsung mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru PPL dan fasilitas belajar di sekolah terhadap motivasi dan prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomii kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kepanjen. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi menggunakan analisis regresi dan analisis jalur (path analysis). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kepanjen Malang dengan jumlah 105 siswa. Data diperoleh dengan menyebarkan angket dan dokumentasi berupa nilai ujian akhir semester ganjil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh langsung persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru PPL terhadap motivasi belajar, 2) terdapat pengaruh langsung fasilitas belajar di sekolah terhadap motivasi belajar, 3) terdapat pengaruh langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar, 4) terdapat pengaruh tidak langsung persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar, dan 5) terdapat pengaruh tidak langsung fasilitas belajar di sekolah terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar. Berdasarkan penelitian tersebut disarankan agar (a) sekolah dapat terus meningkatkan kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar di sekolah dengan melanjutkan tingkat pendidikan guru ke jenjang yang lebih tinggi serta peningkatan faslitas belajar yang ada di sekolah karena hal tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, (b) siswa terus berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar yang didukung dengan kompetensi profesional guru PPL ekonomi/akuntansi SMA Negeri 1 Kepanjen Malang yang baik serta fasilitas belajar di sekolah yang memadai.

Kajian tentang penggunaan buku paket fisika SMU jilid 1 cawu I oleh guru-guru fisika kelas 1 SMU Negeri se Kota Malang dalam rangka pelaksanaan kurikulum SMU 1994 yang disempurnakan / oleh Masidah

 

Citation practices in Indonesian EFL theses / Nugrahaningtyas Fatma Anyassari

 

ABSTRAK Anyassari, Nugrahaningtyas Fatma. 2017. Praktik-praktik Pengutipan dalam Tesis Berbahasa Inggris. Tesis, Program Pascasarjana Pengajaran Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A; Pembimbing II: Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd, M.Ed. Key Words: pengutipan, korpus, tesis Pengutipan, satu hal yang tak bisa dipisahkan dari penulisan dalam lingkup akademis, sejauh ini telah mendapat banyak sorotan penelitian. Penelitian ini secara empiris membahas tentang praktik-praktik pengutipan dalam tesis S2 yang telah ditulis oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang. Ada tiga fokus dalam penelitian ini yaitu jenis-jenis pengutipan, kata kerja (yang digunakan untuk mengutip), dan tensis (pilihan bentuk kata kerja berdasarkan waktu terjadinya sebuah peristiwa atau perbuatan). Penelitian ini menggunakan pendekatan korpus analisis. Ada 7 tesis yang dijadikan sebagai sumber data dalam penelitian ini. Ketujuh tesis tersebut didapat dengan metode purposive sampling. Dari ketujuh tesis tersebut didapat 305 buah kutipan yang kemudian digunakan sebagai korpus penelitian ini. AntConc3.4.3w, salah satu perangkat lunak untuk menganalisa korpus, dipilih untuk membantu proses analisa. Jenis pengutipan dianalisa berdasarkan Thompson and Tribble (2001), kata kerja berdasarkan Hyland (2002), dan tensis berdasarkan Swales and Feak (2004). Dari analisa korpus ditemukan bahwa jenis kutipan yang paling sering digunakan adalah Verb Controlling diikuti oleh Source, Identification, Naming, Non-citation, Adjunct, Origin, sedangkan jenis kutipan Reference sama sekali tidak muncul. Kemudian, analisa pada kata kerja yang digunakan untuk mengutip menemukan bahwa ada sepuluh kata kerja yang sering digunakan. Kesepuluh kata kerja tersebut adalah argue, explain, support, state, define dari Discourse Act; show, confirm, find, conduct dari Research Act; dan believe dari Cognitive Act. Kata kerja yang paling sering digunakan adalah ‘menyatakan’ (state) yang masuk dalam kategori Discourse Act. Terakhir, terkait dengan tensis, ketiga jenis tensis yang digunakan untuk mengutip juga muncul dalam korpus dengan simple present tense menjadi tensis yang paling banyak digunakan dalam mengutip penelitian-penelitian terdahulu. Meski kebanyakan bentuk tensis digunakan sesuai fungsinya, masih ada beberapa tensis yang belum sesuai. Penelitian ini menyarankan bahwa pengutipan terutama jenis pengutipan, kata kerja, dan tensis dirasa perlu diajarkan dalam kelas untuk membantu mahasiswa mengembangkan kecakapan mengutip. Kecakapan ini nantinya berkontribusi dalam membentuk penulis pemula menjadi penulis yang handal dalam lingkup akademis. Data-driven learning bisa menjadi pilihan teknik pengajaran. Dengan menggunakan contoh dari lapangan, penulis pemula dapat merefleksikan apa yang telah dipraktekkan sejauh ini. Kemudian, penulis pemula juga dapat merefleksi bagaimana penulis berpengalaman mengutip.Penelitian ini menyarankan peneliti selanjutnya untuk memperluas penelitian terkait topik praktik-praktik pengutipan dalam bahasa Inggris. Penulis menyarankan untuk meneliti topik ini dalam Bab Diskusi dengan lebih banyak korpus. Kemudian, penulis juga menyarankan agar meneliti tujuan komunikatif dari kutipan, meneliti kata kerja untuk mengutip dari sisi semantik, dan melakukan wawancara kepada penulis berpengalaman untuk mengonfirmasi temuan-temuan dalam penelitian ini.

Studi tentang pengaruh ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) terhadap pertumbuhan kapang Aspergillus clavatus Desm / oleh Nailis Sa'adah

 

Bawang putih (Allium sativum L.) mulai dibudidayakan sekitar abad ke' 16, namun pendayagunaannyoal eh manusias udah sejak ribuan tahun yang lalu. Penggunaanb awang putih selain untuk bumbu penyedap,ju ga untuk obat tradisional.B arvangp utih mengandunga llisin dan diallil sulfida yang bersifat bakterisida dan fungisida (Rulcman4 1995). Aspergillus clovatus Desm. ialah salahs atuj enis kapangy angd apatm engkontaminasbia hanm akananK. apangi ni mempunyai kemampuan untuk menghasilkan mikotoksin, yaitu patulin yang bersifat hepatotoksik dan neurotoksik (Foster, 1973 dalam Makfoeld, 1993)' Secaraa lamiah patutin ditemukanp ada buah-buahand an serealia( Makfo€ld, r9e3). Penelitian ini bertujuan untuk: l) mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih terhadap pertumbuhan kapang Aspergillrc clsvqtus Desm., 2) meneliti perbedaan pengaruh konsentrasi ekstrak bawang putih terhadap daya hambat pertumbuhank apangA spergillw clqvatusD esm.,d an 3) mengetahuki onsentrasi ekstrakb awangp utih yang paling efektif untuk menghambapt ertumbuhank apang Aspergillus clavatus Desm. secara invifo. Pengaruh ekstrak bawang putih terhadapp ertumbuhank apangA sperg,illusc lavatu.gD esm.d iketahuid enganc ara mengukurd iameterk oloni kapangte rsebust etelahd iberi perlakuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilakukan di laboratorium Mikrobiologi, jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang mulai bulanO ktobers ampaid enganD esembe2r 002.R ancangapne nelitiany ang digunakani alah RancanganA cak Lengkap (RAL). Hasil penelitiand ianalisis menggunakaAn nalisis VariansiT unggal.E kstrakb awangp utih yang digunakan dafamp enelitiand ibuatd enganb erbagaki onsentrasiy,a il'l.tlo /o,2o/o,3Yo,4%5o/,o , 60/07,0 , 8Yog, Yo,danI0 %. Hasil penelitian menuqiukkan bahwa: 1) ekstrak bawang putih berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan kapang Aspergillus clqvatus Desm.: 2) aAa perbedaan pengaruh yang sangat nyata pada konsentrasi ekstrak bawang putih terhadap daya hambat pertumbuhan kapang Aspergillus clavatw Desm.; 3) konsentrasei kstrak bawangp utih yang paling efektif menghambat pertumbuhank apangAspergillusc lovatusD esm. ialah 8%, sedangkank onsentrasi l% memberi daya hambdt yang paling rendah terhadap pertumbuhan kapang A spergi I lus c lwal ug Desm.

Evaluasi pengendalian intern atas pelaksanaan sistem akuntansi penjualan dan penerimaan kas pada KPRI Ugoro RSI Dr. Radjiman Widiodiningrat Lawang / oleh Dita Yanita Sari

 

Penerapan model siklus belajar hipotetikal deduktif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X-2 SMA Panjura Malang / Meidanta Madwiratna

 

Kata kunci: Pollutant, metode geolistrik, res2dinv. Penelitian ini dilakukan di sekitar tempat pembuangan akhir desa Mulyorejo yang termasuk dalam wilayah Kota Malang Propinsi Jawa Timur karena berdasarkan fakta yang telah ada daerah tersebut berpotensi terdapat polutan sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi polutan sampah di bawah permukaan tempat pembuangan akhir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner. Proses pengambilan datanya yaitu dengan menentukan lintasan serta titik-titik elektroda arus dan potensial. Kemudian, mengalirkan tegangan dan menginjeksikan arus. Setelah itu, memindahkan elektroda potensial dengan spasi yang ditentukan dan menghasilkan nilai resistivitas. Pengukuran dilakukan pada tiga lintasan yaitu lintasan 1 dan lintasan 2. Hasil pengukuran diolah menggunakan Software Res2dinv. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengolahan data dari ketiga lintasan tersebut berturut-turut nilai resistivitasnya yaitu: 5.08 – 454 Ωm dan kesalahan interasinya adalah 15.5% Dan10.8 – 549 Ωm dan kesalahan interasinya adalah 16.6 % . Variasi nilai resistivitas yang relatif kecil memperlihatkan bahwa nilai dibawah 10-100 Ωm menunjukan adanya polutan sampah yang berada pada kedalaman 5-6 meter dari penimbunan.

Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), suku bunga Bank Indonesia (BI rate) dan inflasi terhadap penyaluran kredit bank umum swasta nasional di Indonesia periode 2009-2011 / Meidina Asriningtyas

 

Asriningtyas, Meidina.2013. Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate) dan Inflasi Terhadap Penyaluran Kredit Bank Swasta di Indonesia Periode 2009-2011. Skripsi, Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Grisvia Agustin, S.E, M.Sc (II) Thomas Soseco, S.E, M.Sc Kata Kunci : Penyaluran Kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate), Inflasi. Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan. Kredit merupakan sumber pendapatan yang terbesar bagi bank dibandingkan sumber pendapatan lainnya. penyaluran kredit bank dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap penyaluran kredit. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, teknik pengumpulan menggunakan teknik dokumentasi, dokumen yang digunakan adalah laporan keuangan dari Bank Indonesia (BI) dalam bentuk Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI). Selanjutnya data yang digunakan merupakan data skunder (time series). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier berganda (multiple regression analysis model ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dana Pihak Ketiga berpengaruh positif terhadap penyaluran, Capital Adequacy Ratio tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit. Sedangkan BI Rate memiliki pengaruh yang negatif terhadap penyaluran kredit, inflasi tidak memiliki pengaruh terhadap penyaluran kredit bank swasta. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bagi bank swasta di Indonesia untuk lebih memperhatikan dan mempertimbangkan faktor internal dan faktor eksternal dalam pengambilan keputusan penyaluran kredit.

Perancangan iklan layanan masyarakat tentang perlindungan owa Jawa dari kepunahan / Wahyu Trio Widodo

 

ABSTRAK TrioWidodo,Wahyu.2016.Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Tentang Perlindungan Owa Jawa Dari Kepunahan. Skripsi, Program Studi Desain komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Moch Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn (II) Mohammad Sigit, S.Sn. Kata Kunci: Iklan Layanan Masyarakat, Perlindungan, Owa Jawa. Owa Jawa merupakan salah satu satwa endemik Indonesia yang berada di Jawa tengah dan Jawa,Barat yang keberadaanya kini mengkawatirkan, jumlah Owa Jawa terus berkurang karena habitat alaminya terus menyempit karena perluasan ladang pertanian oleh masyarakat, perburuan liar, pemeliharaan hingga penyelundupan. Owa Jawa juga termasuk satwa yang dilindungi di Indonesia, berdasarkan peraturan perlindungan binatang liar tahun 1931 Nomor 266,Sk no.54 /kpts/um/1972 dan peraturan pemerintah No 7 tahun 1999. Namun meski undang-undang sudah ada tapi masih minim sosialisasi ataupun ajakan untuk menjaga kebaradaan Owa Jawa dari pemerintah maupun pihak swasta. Tujuan dari perancangan Iklan Layanan Masyarakat ini adalah untuk memberi informasi, memfasilitasi serta mengajak masyarakat untuk ikut peran serta menjaga keberadaan Owa Jawa di habitat aslinya. Media yang digunakan untuk Kampanye perlindungan Owa Jawa terdiri dari dua media yaitu media utama dan media pendukung. Media utama meliputi logo, vidio infografis, booklet sedangkan media pendukung meliputi x-banner, stiker, pin, poster, aplikasi smartphone, akun media social, web dan t-shirt. Metode yang digunakan dalam perancangan Iklan Layanan ini terdiri dari tiga tahap yaitu perencanaan media, perencanaan konsep kreatif dan perancangan media. Tahap perencanaan media meliputi tujuan dan strategi media. Tahap perencanaan konsep kreatif meliputi tujuan dan strategi kreatif. Tahap perancangan media meliputi pra-produksi dan produksi media yang digunakan (media utama dan media pendukung). Diperoleh kesimpulkan bahwa perancangan Iklan Layanan Masyarakat Tentang Perlindungan Owa Jawa dari Kepunahan, menghasilkan beberapa media (logo, video, booklet) yang dapat menjadi media kampanye yang efektif, efisien dan menarik dengan menggunakan tagline yaitu “Peduli, Sayangi, Lindungi” serta dengan media pendukung (x-banner, stiker, pin, aplikasi smartphone, akun media social, web dan t-shirt.) yang dapat mendukung media utama agar dapat mempengaruhi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan Owa Jawa i

Pengaruh strategi pembelajaran berbasis aktivitas terhadap sikap ilmiah IPA siswa SLTP kelas I untuk siswa SLTP berkemampuan awal tinggi / oleh Roiva Resmawati

 

Persepsi ibu-ibu tentang alat kontrasepsi IUD di kelurahan Sukun kecamatan Sukun kota Malang
oleh Ita Churniawati

 

Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk rnengatasmi asalahk ependudukana dalah melalui program Keluarga Berencana. Dalam KeluargaB erencanate lah ditetapkano leh BKKBN bermacam-rnacamal at kontrasepsi antara lain lUD. Alat kontasepsi IUD adalah salah satu metode kontrasepsmi oderny ang tertuat dari bahanp lastik halus berukurank ecil, bagian batangxyad ililiti tembagay angb erbenhrks piral,h uruf T, angka7 dan kipas.A dapun keuntungand ari alat kontrasepsIi UD adalahp raktis, ekonomis,m udahd i kontrol dan aman.E feksampingd ari alat ini adatatrp endarahani,n feksi, keputihan' nyeri wallu hai4 nyeri waktu senggamad an mules-mulesT. etapi alat ini tidak menyebabkan te4adinyak ankerd anc acat. Tujuan penelitiani ni adalahm endiskripsikanp ersepsii bu-ibu tentanga lat kontrasepsi IUD di Keturahan Sukun meliputi pemahaman terhadap benar salahnya alat kontrasepsfiU D, pcndapatt entangm anfaatd an kebijaksanaapn€ nggunaaanl at kontrasepsi IUD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adaluh angket dan wawancaraS. ampely angd iambil ibwibu pasang3lul sia suburp esertaK B sebanyak 50 orang denganm enggunakante knik purposives ample atau sampel bertujuan. Analisis yang dipakai adalah analisis presentase. Hasit dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (l) Semua ibu'ibu sudah memahami benar salahnya terhadap alat kontrasepsi dengan rincian sebagai berikut ibw.ibum emahamtie ntanga lat konbasepsii,b u-ibu memakaia lat kontrascpsIiU D' ibu-ibu memahamit entangp rosesk et'a alat kontrasepsIi UD, ibu-ibu memahami efek sampingd ari alat kontrasepsIiU D. (2) Pendapaitb u-ibu tentangm anfaatd an kebrlaksanaapne nggunaana lat kontrasepstiU D dapt diketahuii bu-ibu mengetahui manfaat dari alat kontrasepsi ILID, ibu-ibu menyatakan bahwa tempat untuk pemasangaanl at kontrasepsIiU D dapatd ilakukand i rumahs akit.( 3) Responib ribu dalamp enggunaaanl at kontrasepsIiU D dapatd iketahui ibu-ibu mau menggunakan alatk ontrasepsIit lD dengank emauans endirit anpaa dap aksaand ari orangl ain. Berdasarkants muan penelitian disararftan kepade Pengembangll mu Pengetahuaang arm engadakapnc nelitianl ebih lanjut t€nbng KeluargaB erencana sehinggph asilnyad apatm embentukp ersepsyi ang positif bagi ibu-ibup ng belum mengerttie ntanga lct kontrasepsdi an dapotm cqiadib atranu ntuk mengembangkan pendidikanb eru yang borupap enyuluhanu ntuk membcrikanm otivasi dan bag InstansiT erkait disarankan agar lebih meningkatl@pne ryuluhand an sosialisasi sertad iadakaunyam edia edukasit entEnga lat kontrasepsdi an agar mernperkecil biayap emasangaanla tk ontrasepskih ususryab agik eluargap ra sejahtera

Studi tentang pelaksanaan praktikum fisika kelas II cawu I di MTs swasta kodya Malang berdasarkan kurikulum SLTP tahun 1994 / oleh Nur Kholis Baskoro

 

Kegiatanp raktikuml isika sangabt erperand alamp rosesb elajarm engajar fisika.D engank egiatanp raktikums iswaa kand apatm empelajarfii sika melalui pengamatasne carala ngsungte ntangf enomenaa taup losesn yata.S elaini tu padad iri siswaa kant umbuhr asak esadarainlm iahy angm enyangkusti kapi lmiah,p ioses ilmiah,d anp roduki lmiah.D alamh ali ni praktikumfi sikam empunyaai rti yang sangakt hususs ebagapi enunjangp rosesb elajarm engajar. Penelitiainn i bertujuanu ntukm engetahukie sesuaiamna terid alam pelaksanaakne giatanp raktikumf isika, faktorp endukungd, anf aktor penghambat dalamp elaksanaakne giatanp raktikumf isika di MTs swastak odyaM alang berdasarkaknu rikulumS LTP1 994. Jenisp enelitianin i adalahd eskriptifk uantitalifd enganp opulasMi Ts sw-asta kodyaM alangI.n strumenp enelitianin i berupaa ngkeyt angd iberikank spadag uru fisikak elasII . Datay a ng diperoel hd ianalisisd enganm enggunakapne rsentasuen tuk mengetahupi ersentasfea ktorp endukungf,a klor penghambadt,a np ersentase kesesuaiamn ateri denganp elaksanaakne giatanp raktikumf i sikab erdasarkan kurikulum SLTP 1994. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwap elaksanaakne giatanp raktikumf isika di MTs swaslak odyaM alangd ilihal dari kondisig uru,s iswa,s aranad, anp rasarana belumd apatd ilaksanakasne penuhnykaa renala tarb elakang uruy angt idaks esuai, jumlahj am mengajayr angt erlalub anyak,k urangnyaa lternatifg urub ila rvaktu praklikumy angd isediakank urangj,u mlah siswad alams aluk elompokt erlalu banyakt,i dak adanyate sa wald ant esa khir dalamk egiatanp raktikum,k ual.itaas lat yangk urangm emadahdi,a nt idaks esuainyjau mlaha latd engajnu mlatrs iswa. Padap enelitianin i berhasidl iidentifikasbi eberapfaa ktorp endukundga n penghambpaet laksanaakne giatanp raktikumfi sikab erdasa,i:aknu rikulumS LTP 1994y angd ialamio lehp engajafri sika kelasI I MTs swaslak odvaM alang. (1) Adapunb eberapfaa klory angm enjadpi endukunagd alah (a) Ditinjaud arip ihakg urum eliputi.L okakaryaya ngd iikutid alarnm enunjang wawasang uru,p enyusunapne rencanaapnr aklikum,p enyusunabnu ku petunjukp elaksanaapnr aktikum,d anm elakukanu ji cobap raktikum. (b) Ditinjaud arip ihaks isrvam eliputi:a danyap erhatiasni swat erhadap demonstrasyia ngd ilakukang uru,k eterlibatans iswa dalamk erjad i laboratoriump,e mbuatalna poranp raktikumd, and iskushi asilp raktikum. (c) Ditiniau d aris aranad anp rasaranma eliputi:a danyab ukup etunjuku ntuk .guru'adanyabukupetunjukuntuksiswa,danpetunjukpraktikutttS,ang mengarahkasni swau ntrukm enemukanko nsep' ('-2'()u S)e dangkafna ktory angm enjadpi enghambadt alah: Oitiijaud arip ihakg urum elipuli:I ,atar.belakanggu ruy angl idaks esuaim' asa ' ' kerji keda guruy angt ertalup endekd alamm engajarfi sika,a danyap elaiaran lain yangd ipegangt,e rlalub anyakju mlahj am meng'ljark, urangr esponnya guru'dalimm Jlakianakanp raktikums esuadi engank urikulumy angb erlaku' furungnyug urud alamm enyiapkana lat_alapt raktikumy anga kand igunakan, dank rirangnyaal tematifg urub ilaw aktuy angd isediakaknu rang' (b) Ditinjaud -arpi ihaks iswam eliputi:jumlahs iswad alams atuk elompokte rlalu ' uanyat

Efektifitas penggunaan LKS dalam pembelajaran getaran dan gelombang untuk siswa SLTP Negeri 20 Banjarmasin / oleh Zuraidah Hayati

 

LembaranK eqa Siswam erupakans alahs atum edia pembelajarany ang memperhatikapnr osesb elaiar siswa dan hasil belajar.D enganL KS siswa dibantu untukm enghimpunp engetahuany angt elah diperolehnyad an mengarahkanp roses belajarnyaD. enganm "ngguttakanL KS siswa akanb ersemangatti nggi untuk belajar danm emahamki onsepkansepfi sika. Penelitian ini 6effujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar fisika antaras isway ang belajar denganm enggunakanL KS dan sisway angb elajar tanpa menggunakaLnK S. Penelitiani ni merupakanp enelitians emi eksperimenP. opulasip enelitiani ni adalahs eluruhs iswak elas II SLTP Negeri 20 BanjarmasinT ahunP elajaran2 000 i 2001d engans ampel kelasl l A dank elasI I C dari tiga kelasy anga da Ada duad ata yangd ipeilukand alamp enelitianin i yaitu : datak emampuana wal,dand ata prestasi behjarf isika.P engujianh ipotesism engenapi erbedaapnr estasbi elajara ntarak edua kelald enganm enggunakaunj i-t. Sebelumh ipotesisd iuji dilakukanu ji prasyarat analisisy angm enyangkuut ji normalitasd anu ji homogenitas' Dari uji ,hipotesidsi perolehh asilt r,it= 5,576> tr"u= 1,993d enganta raf signifrkana : 0,05,y angm enunjukkanb ahwaa dap erbedaapnr gstaqbi elajarf isika -ylaentagj sairg nifikana ntaras isway angb elajard enganm engggnakaLnK S_dan.siswyaa ng tanpam enggunakaLnK S. Reratap restasbi elajarf isiskay angb elajard engan mengunakaLnK S ( XA = 64,148) lebih tinggi dari padas isway angb elajart anpa menggunakaLnK S ( Xc :48,183 ). Jadip embelajaradne nganm enggunakaLnK S mamtum emberikanp restasbi elajarf isika yangl ebih tinggi dari padap embelajaran yangt anpam enggunakaLnK S

Tingkat pemenuhan fasilitas pendidikan khususnya gedung sekolah di kota Malang tahun 2000 / oleh Nur Laila

 

Evalt'asti ingkat pemenuhanfa silitasp endidikanp erlu dilakukan dengant ujuan: (l)Mendapatkainn formasi yang tepatm engenais tandark ebutuhanf asilitas pndidikany angd ibutuhkanm asyarakast aati ni (di Kora Mhng). (2) Mengetahui kualitapsr asaranaa tauf asilitas yang tersediay ang dapatm enampungp erkembangan jumlahp nduduk, baik yang melaksanakanp rogramp endidikans aati ni maupun dimasyaa nga kand atang.D engand emikian dari hasil evaluasid apatd ilakukanr evisi danrn odifikasti erhadapp embangunanse lan;utnya. Rancangapne nelitrany angd igunakand alamp enelitianin i adalahd eskdptif yangb ersifaet valuatif Penelitianin i berusaham engruaikanst andakr ebutuhan, kondisid, ant ingkat pemenuhanfa silitas pendidikand i Kota Malang tahun2 000. Adapuonb jek dalam penelitiana dalahs emuaju mlah unit fasilitas pendidikanu ntuk lenjanSg TI( SD, SLTP,d anS LTA yanga dad r Kota Malangt ahun2 000. Dalamp enelitianin i datad iambild ari kantorB ApPEDA,B pS, danD IKNAS KotaM alang,d enganm enggunakante knik dokumentasai depund atay angd iperoleh berupdaa tas kundery aitu dataj umlatr penduduk,d ata standarjumlahp enduduk pndukungf asilitasp endidikan,d an dauaju mlah fasilitas pendidikans aati ni. sedangkatenk nik wawancarad ilakukand enganm emakaia ngkett erhadapp impinan BAPPEDAd anD IKNAS Kota Malang untuk memperolehin formasi tentang pnyebabk ekurangand an kelebihanf asilitas yang terjadi dr Kota Malang.A dapun tingkapt ernenuhanfa silitasp endidikany ang dievaluasia dalahm encakupe mpat jenjangp endidikany aitu STK, SD, SLTP,d an SLTA dengana nalisisd ata menggunakraunm uss tandapr elayananfa silitasd alamk ota. Arulisis terhadapd aa yangt elahd ikumpulkand iperolehh asils ebagabi erikut: (l) Di Kota Malang pada tahun 2000 standar kebutuhan fasilitas pendidikan yang palingb esar ulainyap adajenjangs rK yaitu 720u nit gedungs ekolahs, edangkan yangm lainyap alingk ecil adalahd i sLTA bequmlah7 5 unit yangh arusd ipenuhi.( 2) Kondisfia silitasp endidikand i Kota Malangt ahun2 000p adae mpajte njang pendidikans ebagianb esarb eradap adak ategorik ekuranganfa silitas kecuali di SLTA (kelebihafna silitas).( 3) Tingkatp emenuhafna silirasp endidikand i Kota Malang 2000p adalecmnaljenlanpse ndidikans ebagiabne sart€ rgolongd alamk iteria nemenuhki,e cualdi i SLTAt ennaiukd alamh iteria sangamt emenuhi.

Mengajarkan matrix di SMA klas I / oleh Mudhiah Baisa

 

Keanekaragaman makrozoobentos di sungai Kalisat Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Abdul Halim

 

Kata Kunci: Keanekaragaman, Makrozoobentos, Sungai Kalisat Penelitian tentang Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Kalisat Kecamatan Dau, Kabupaten Malang telah dilakukan dari bulan Oktober sampai bulan November 2010. Pengambilan sampel makrozoobentos dan pengukuran faktor lingkungan seperti suhu, turbiditas, DO, pH, dan kecepatan arus, dilakukan pada 5 stasiun pengamatan, dengan 5 kali pengambilan dan jarak antar pengambilan 1 minggu. Hasil penelitian menunjukkan komunitas makrozoobentos di sungai kalisat kecamatan Dau terdiri dari 9 taksa meliputi, Planaria sp (Tricladida), baetis sp (Ephemeroptera), viviparous javanicus (Gastropoda), symphito psyche sp (Trichoptera), Hidropsyche instabilis (Trichoptera), Tubnifex sp (Chaetopoda), goniobasis sp (Gastropoda), Helisoma trivolvis (Gastropoa), dan Ecdyonorus venosus (Ephemeroptera). Larva Insecta mendominasi distasiun I, II, dan III, akan tetapi semakin menurun kea rah hilir dan mulai banyak ditemukan taksa dari kelas Gastropoda dan Chaetopoda. Nilai Indek keanekaragaman secara meruang berturut-turut dari yang terendah ke yang paling tinggi adalah 1,487(stasiun II), 1,567 (stasiun I), 1,624 (stasiun III), 1,708 (stasiun IV), dan 1,710 (stasiun V). adapun secara mewaktu berturut-turut adalah pada minggu ke-1 (1,729), minggu ke-2 (1,598), minggu ke-3 (1,609), minggu ke-4 (1,589), dan minggu ke-5 (1,571). Hasil análisis regresi ganda bertahap menyimpulkan bahwa pH merupakan faktor abiotik yang paling menetukan keanearagaman makrozoobentos, dengan nilai r2 (koefisien determinasi) 36,90 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin ke arah hilir kualitas air di sungai Kalisat cendrung menurun disebabkan pencemaran organik.

Pemanfaatan bentuk geometri ceria dalam meningkatkan kecerdasan matematis pada Kelompok B TK PKK Setya Putra Bokor Tumpang / Ulfa Khutamul Laili

 

ABSTRAK Laili, Ulfa, Khutamul. 2015. Pemanfaatan Bentuk Geometri Ceria Dalam Meningkatkan Kecerdasan Matematis Pada Tk Pkk Setya Putra Bokor Tumpang Kelompok B. skripsi, program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah,Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn., (II) Suryadi, S.Sn. Kata Kunci: kecerdasan matematis, kegiatan geometri ceria. Berdasarkan penelitian pada observasi awal, ditemukan fakta bahwa kegiatan pembelajaran kemampuan matematis anak pada kelompok B TK PKK SETYA PUTRA Bokor Tumpang Malang ditemukan anak belum mampu menjumlah angka dengan baik disamping itu anak juga kurang antusias dalam pembelajarannya. Pada saat menghitung anak kurang dapat menghitung dengan baik. Kegiatan geometri ceria merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalh tersebut agar kemampuan matematis anak dapat berkembang dengan baik. Penelitian ini dilaksanakan untuk menerapkan kegiatan menyusun balok geometri sesuai urutan dan menghitung kemudian hasilnya menempel menggunakan macam-macam potongan geometri sesuai perintah, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan kemampuan matematis pada anakkelompok B TK PKK SETYA PUTRA Bokor Tumpang Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pbservasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa lembar penilaian, lembar wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini anak kelompok B TK PKK SETYA PUTRA Bokor Tumpang Kabupaten Malang terdiri dari 31 siswa. Hasil penelitian penerapan kegiatan geometri ceria dilakukan dengan 2 siklus, siklus I dilaksanakan 2 pertemuan sedangkan siklus ke II dilakukan sekali pertemuan. Hasil analisis data kemampuan matematis anak mengalami peningkatan, persentase rata-rata anak pada siklus I mencapai 64% , kemudian pada siklus II persentase keberhasilan anak naik mencapai 82%. Berdasarkan data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan geometri ceria dapat meningkatkan kecerdasan matematis anak kelompok B TKK PKK SETYA PUTRA Bokor Tumpang Kabupaten Malang. Oleh karena itu, disarankan kepada guru untuk menerapkan kegiatan geometri ceria ppada saat pembelajaran matematika karena kegiatan geometri ceria dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang dengan meningkatnya kemampuan matematis anak.

Metode pengajaran menggambar ilustrasi di SMP sebagai sarana mencapai tujuan pendidikan / oleh Sumanto

 

Keanekaragaman perifiton pada substrat pantai berlumpur Muara Kali Ngapuri Ujung Pangkah Gresik / Ahmad Nizarul Fanani

 

Kata Kunci: Keanekaragaman, Perifiton, Pantai Berlumpur Kawasan pantai berlumpur juga menerima pasokan nutrien yang besar dari daratan yang terbawa oleh arus sungai. Oleh sebab itu pantai berlumpur merupakan wilayah yang subur dan disukai oleh perifiton. Perifiton sangat penting peranannya dalam ekosistem perairan karena merupakan produsen primer yakni sebagai penghasil oksigen dan bahan organik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui komposisi dan kepadatan spesies perifiton, tingkat keanekaragaman spesies perifiton, dominansi spesies perifiton yang ditemukan pada substrat pantai berlumpur Kali Ngapuri Ujung Pangkah Gresik, dan mengetahui faktor abiotik yang paling menentukan terhadap keanekaragaman spesies perifiton yang ditemukan pada substrat pantai berlumpur Kali Ngapuri Ujung Pangkah Gresik. Waktu penelitian adalah waktu pengambilan sampel yaitu pada tanggal 19-28 September 2010 pada saat surut purnama. Tempat penelitian adalah kawasan pantai berlumpur di kecamatan Ujung Pangkah, kabupaten Gresik dan di laboratorium FMIPA gedung Biologi ruang 109. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dengan pengamatan dan penghitungan perifiton pada Sedwick Rafter dibawah mikroskop. Penghitungan keanekaragaman dihitung dengan menggunakan nilai indeks keanarekaragaman Shanon-Wiener, sedangkan kelimpahan dihitung dengan menggunakan indeks dominansi. Komposisi spesies perifiton yang ditemukan pada substrat pantai berlumpur Kali Ngapuri Ujung Pangkah Gresik adalah sebanyak 9 jenis, yaitu Closterium Sp., Navicula Sp., Cuspidotrix Sp., Cocconeis Sp., Pleurosigma Sp.1, Biddulphia Sp., Pleurosigma Sp.2, Peridinium Sp., dan Gonium Sp.. Kepadatan spesies perifiton yang menjauhi mangrove sebesar 1300 individu/m2 dan menjauhi muara sebesar 1196 individu/m2 merupakan kepadatan paling tinggi. Indeks keanekaragaman tertinggi pada transek 10 (menjauhi muara) dengan nilai 1,96, dan transek e (menjauhi mangrove) dengan nilai 1,98. Keanekaragaman terendah terdapat di transek 1 (dekat muara) dengan nilai 1,18, dan di transek a (dekat mangrove) dengan nilai 1,73. Pada tiap transek dan plot didapatkan spesies Pleurosigma Sp.1 yang melimpah dan memiliki nilai dominansi tertinggi sebesar 38,88% dan 35,22%. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap keanekaragaman, kemerataan, maupun kekayaan jenis perifiton adalah salinitas. Faktor abiotik yang lain berupa suhu dan pH juga berpengaruh meskipun pengaruhnya lebih kecil dari salinitas.

Perbedaan hasil belajar dan literasi kimia siswa kelas XI SMAN 4 Malang yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing pendekatan intertekstual dengan inkuiri terbimbing pada materi kesetimbangan kimia ditinjau dari kemampuan awal / Ika Farida Yuliana

 

ABSTRAK Yuliana, Ika Farida. 2015. Perbedaan Hasil Belajar dan Literasi Kimia Siswa Kelas XI SMAN 4 Malang yang Dibelajarkan dengan Model Inkuiri Terbimbing Pendekatan Intertekstual Dengan Inkuiri Terbimbing Pada Materi Kesetimbangan Kimia Ditinjau dari Kemampuan Awal. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Wayan Dasna, M. Si., M. Ed. (II) Dr. Siti Marfuah, M.S. Kata kunci: inkuiri terbimbing, pendekatan intertekstual, hasil belajar, literasi kimia, kemampuan awal Karakteristik materi kesetimbangan kimia yang mencakup ketiga level multi representasi dapat menimbulkan kesulitan belajar. Hal tersebut dapat diatasi melalui pembelajaran berbasis inkuiri dengan strategi intertekstual. Penggunaan pendekatan intertekstual mampu menyajikan pembelajaran yang berbasis multi representasi dan aplikatif sehinggamenyajikan pembelajaran yang bermakna. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh inkuiri terbimbing dengan pendekatan intertekstual terhadap hasil belajar; (2) pengaruh kemampuan awal terhadap hasil belajar; (3) pengaruh inkuiri terbimbing dengan pendekatan intertekstual terhadapkemampuan literasi kimia siswa; (4) pengaruh kemampuan awal terhadap kemampuan literasi kimia siswa; (5) interaksi antara kemampuan awal dan strategi pembelajaran terhadap hasil belajar; (6) deskripsi pengaruh inkuiri terbimbing dengan pendekatan intertekstual terhadap kemampuan literasi kimia; (7) deskripsi pengaruh kemampuan awal terhadap kemampuan literasi kimia; (8) deskripsi hasil belajar sikap dan ketrampilan siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing dengan pendekatan intertekstual dan inkuiri terbimbing. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan post-test only control group design dan rancangan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IA SMA Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2014/2015 yang terdiri dari enam kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XIIA 5 sebagai kelompok eksperimen dan XIIA 6 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian berupa instrumen perlakuan dan pengukuran. Intrumen pengukuran berupa soal tes hasil belajar kognitif dan tes keterampilan literasi kimia.Instrumen tes yang digunakan telah divalidasi oleh 3 validator dan telah melalui uji reliabilitas dengan nilai 0.819 dan 0,801. Uji hipotesis menggunakan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh inkuiri terbimbing dengan pendekatan intertekstual terhadap hasil belajar kognitif; (2) ada pengaruh kemampuan awal yang berbeda terhadap hasil belajar kognitif; (3) ada pengaruh inkuiri terbimbing dengan pendekatan intertekstual terhadap kemampuan literasi kimia siswa; (4) ada pengaruh kemampuan awal yang berbeda terhadap kemampuan literasi kimia siswa;(5) tidak terdapat interaksi antara kemampuan awal dan strategi pembelajaran yang digunakan terhadap hasil belajar siswa; (6) kemampuan literasi kimia siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing dengan pendekatan intertekstual lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing, (7) siswa berkemampuan awal tinggi memiliki kemampuan literasi kimia yang lebih tinggi dibandingkan siswa berkemampuan awal rendah, (8) hasil belajar sikap dan ketrampilan kelas yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing dengan pendekatan intertekstual tidak jauh berbeda dengan kelas yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing.

Hubungan motivasi berprestasi dengan produktivitas kerja wirausaha kecil dan menengah di sentral UKM tempe Sanan Malang / Liony Surya Munika

 

Kata Kunci : motivasi berprestasi, produktivitas kerja dan wirausaha keripik tempe Eksistensi usaha-usaha kecil dan menengah pada dasarnya memberikan kontribusi yang bernilai bagi perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan seberapa besar motivasi berpestasi dan produktivitas kerja serta (2) menjelaskan hubungan antara kedua variabel tersebut pada para wirausaha keripik tempe di Sentra Industri Tempe Sanan, kelurahan Purwantoro, kecamatan Blimbing, Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-korelasional. Data diperoleh dengan Skala Motivasi Berprestasi (reliabilitas 0,947) dan Format Ukur Produktivitas Kerja (validitas logika) terhadap 20 orang wirausaha melalui teknik purposive technique sampling dari populasi sebanyak 43 orang. Data dianalisis dengan uji korelasi nonparametik Rank-Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) rerata motivasi berprestasi 59,35 dan SD 9,933, dalam kategori tinggi (75%), kategori sedang (15%) dan kategori rendah (10%); (2) rerata produktivitas kerja 1,4315 dan SD 0,25075, dalam kategori sedang (45%), kategori rendah (40%) dan kategori tinggi (15%); (3) ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan produktivitas kerja (Spearman’s Rho = 0,847 dan sig. = 0,000 < 0,01). Berdasarkan hasil penelitian disarankan : 1) bagi wirausaha keripik tempe di Sanan, perlu mengikuti berbagai penyuluhan, pelatihan yang menunjang kemampuan dan ketrampilan manajerial sumber daya manusia dan operasional kerja yang efektif untuk mengembangkan semangat tekun berusaha, berinisiatif, berinovatif dan berkreatif dalam usaha ; 2) bagi KOPTI ”Bangkit Usaha” , agar (a) memiliki program kerja berdasarkan rencana dan tujuan realistik untuk meningkatkan motivasi berprestasi dan memperlengkapi anggota dengan ketrampilan manajerial sumber daya manusia dan operasional kerja yang efektif dan efisien, (b) meningkatkan kemampuan bekerjasama para anggota terhadap pihak-pihak luar yang berkompeten dalam upaya pengembangan usaha ; 3) bagi peneliti selanjutnya, hendaknya menggunakan seting penelitian dari sentra industri lain selain keripik tempe dan mungkin menambahkan variabel yang diteliti, sehingga hasil penelitiannya dapat dibandingkan dengan hasil penelitian ini.

Perancangan media komunikasi visual anti rasis untuk Aremania / Achmad Nur Rofi'sam

 

ABSTRAK Sam, Achmad, Nur, Rofi’. 2015. Perancangan Media Komunikasi Visual Anti Rasis Untuk Aremania.Skripsi, Desain Komunikasi Visual, Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hariyanto, M.Hum. ; Pembimbing (2) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd Kata kunci : Perancangan, Media Komunikasi Visual, Anti Rasis. Kegiatan membuat Media Komunikasi Visual, merupakan langkah awal untuk melakukan sebuah sosialisasiyang dilakukan Arema untuk menanggulangi rasisme yang dilakukan Aremania, adanya media ini digunakan sebagai media sosialisasi yang dilakukan. Media komunikasi visual ini tidak sekedar menjadi bahan sosialisasi saja melainkan sebuah strategi dalam memperkenalkan sosialisasi yang dilakukan Arema. AREMANIA adalah salah satu contoh suporter terbaik di Indonesia dengan berbagai kreatifitasnya yang sangat memukau banyak pihak, masih ada saja beberapa oknum Aremania yang melakukan tindakan rasis di stadion maupun di jalanan umum, hal itu sangat merugikan Arema dan masyarakat umum. Oleh karena itu Arema akan melakukan segala upaya agar tindakan rasis Aremania tidak terjadi lagi, Arema menyadari diperlukan sebuah media komunikasi visual sebagai bentuk sosialisasi terhadap Arema. Sehingga disaat yang bersamaan penulisa berkesempatan merancang Media Komunikasi Visual Anti Rasis untuk Aremania. Model perancangan prosedural yang bersifat deskriptif, adalah model yang digunakan untuk merancangan media ini, pola dasar perancangan Sadjiman Ebdi Sanyoto, yang telah dimodifikasi penulis, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan identifikasi data lapangan.Media yang dihasilkan dalam perancangan ini antara lainperancangan website, poster berseri, dan beberapa media pendukung. Ide besar konsep perancangan ini adalah “rasisme adalah tindakan yang tidak mendidik bagi Aremania yang masih berusia dini, dan tidak semua kendaraan plat L adalah bonekmania”. Dengan Konsep tata desain modern dan simple,teknik berbasis vektor dan fotografi. Hasil dari perancangan ini adalah terciptanya media komunikasi visual yang representatif yang diharapkan mampu menjadi sarana komunikasi visual untuk mendukung upaya Arema dalam memerangi rasime yang terjadi di kalangan Aremania, dan memberi kesan bahwa Aremania itu adalah suporter terbaik anti rasis dan cinta damai.

Konstribusi kompetensi dan pengalaman mengajar terhadap motivasi kerja dan kinerja guru serta dampaknya pada hasil belajar siswa / Hermin Arista

 

ABSTRAK Arista, Hermin. 2015. Kontribusi Kompetensi dan Pengalaman Mengajar terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja Guru serta dampaknya pada Hasil Belajar Siswa. Tesis, Program Studi S2 Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eddy Sutadji, M.Pd, dan (II) Dr. Hakkun Elmunsyah, M.T. Kata kunci: kompetensi guru, pengalaman mengajar guru, motivasi kerja guru, kinerja guru, hasil belajar siswa Reformasi di bidang pendidikan kejuruan, menuntut perubahan karakter guru yang ada selama ini terbiasa dengan pola kepemimpinan instruksi, semua serba diatur dari atas, guru kehilangan kreativitas. Padahal untuk mampu bersaing di era global, yang serba canggih, era yang menuntut tingkat adaptasi yang tinggi terhadap perubahan, memerlukan guru yang mempunyai motivasi dan kinerja tinggi. Kompetensi yang harus dimiliki guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dan kontribusi antara variabel eksogen terhadap variabel endogen. Variabel eksogen pada penelitian ini adalah kompetensi pedagogik (X1), kompetensi kepribadian dan sosial (X2), dan pengalaman mengajar guru (X3). Variabel endogen pada penelitian ini adalah motivasi kerja guru (Y1), kinerja guru(Y2), dan hasil belajar siswa (Z). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex-post facto. Sampel yang digunakan adalah 64 guru SMK N Kompetensi Keahlian Teknik Elektronika Industri di Kabupaten Malang dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, dokumentasi, angket, wawancara, dan observasi. Penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan model dekomposisi unuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel bebas (eksogen) terhadap variabel terikat (endogen). Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial dengan program SPSS for windows versi 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik; kompetensi kepribadian dan sosial; dan pengalaman mengajar guru berkontribusi secara signifikan (97,5%) terhadap motivasi kerja guru, (98,3%) terhadap kinerja guru, dan (98,8%) terhadap hasil belajar siswa. Secara umum 99,8% berkontribusi secara signifikan terhadap hasil belajar siswa dan 0,2% dipengaruhi faktor-faktor lain. Hasil penelitian ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pihak sekolah dan dinas pendidikan Kabupaten Malang guna peningkatkan kinerja guru dan hasil belajar siswa.

Perencanaan inverter pada mobil Mitsubishi L-300
oleh Rudi Hartono

 

Desain dan pembuatan alat pembuat kunci duplikat dengan penggerak motor /Roksun Saefulloh, Yudhi Harianto

 

Pada masa sekarang ini kunci menjadi barang yang dimiliki oleh setiap orang. Pada saat ini proses penggandaan kunci masih dilakukan secara manual dengan kikir. Masalah terletak pada lamanya waktu dalam proses penggandaan kunci. Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk mempercepat proses penggandaan kunci. Metode yang digunakan meliputi : menentukan prinsip kerja alat, membuat sket gambar alat, membuat gambar detail alat, membuat alat, menghitung harga jual alat. Hasilnya berupa pembuat kunci duplikat berdimensi 250mm x 200mm x 162mm dengan penggerak motor 60 Watt dengan harga Rp.2.500.000,-.

Meningkatkan motivasi dan hasil belajar persamaan garis lurus siswa kelas VIII melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) / Moh. Nasrul Fuad

 

ABSTRAK Fuad, Moh. Nasrul. 2009. Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Persamaan Garis Lurus Siswa Kelas VIII Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together). Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A. dan (II) Aning Wida Yanti, S.Si, M.Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together), Motivasi Belajar, Hasil Belajar. Berdasarkan observasi awal melalui wawancara dengan guru mata pelajaran Matematika kelas VIII-A MTs Surya Buana Malang, diperoleh informasi bahwa motivasi dan hasil belajar sebagian besar siswa pada mata pelajaran Matematika masih tergolong rendah. Proses pembelajaran Matematika di MTs Surya Buana Malang sering menggunakan metode ceramah dan pengerjaan soal secara individu. Siswa kurang termotivasi untuk belajar Matematika. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa masih banyak nilai tes hasil belajar siswa yang belum memenuhi Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ditetapkan di MTs Surya Buana Malang. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan motivasi dan hasil belajar Matematika siswa kelas VIII-A MTs Surya Buana Malang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan November 2009. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 55,82% yang termasuk dalam kategori kurang, sedangkan pada siklus II motivasi belajar siswa meningkat menjadi 78,44% yang termasuk dalam kategori baik. Motivasi belajar siswa mengalami persentase peningkatan sebesar 22,62%. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus I skor rata-rata kelas sebesar 65,34 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 65,52%, sedangkan pada siklus II skor rata-rata kelas meningkat menjadi 87,52 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 89,66%. Skor rata-rata kelas mengalami peningkatan sebesar 22,18 sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal mengalami persentase peningkatan sebesar 24,14%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Matematika siswa kelas VIII-A MTs Surya Buana Malang.

Pengembangan media pembelajaran CD interaktif berdasarkan karakter siswa pada matapelajaran biologi kelas XI SMA Negeri 2 Malang / Anton Sujarwo

 

Kata Kunci: Media, Pembelajaran, CD Interaktif. Berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa pembelajaran Biologi di SMA Negeri 2 Malang menunjukkan bahwa pembelajarannya berpusat pada guru sehingga siswa kurang mandiri, media CD Interaktif yang digunakan oleh guru sebagai sarana mengajar biologi, belum mampu memotivasi siswa untuk belajar mandiri, karena CD Interaktif yang dimiliki oleh SMA Negeri 2 Malang mempunyai spesifikasi 1.CD Interaktif bersifat monoton; 2.CD Interaktif tidak dilengkapi dengan audio; 3.Penyajian isi dari CD Interaktif padat materi (buku teks); 4.Tidak disertakan evaluasi soal pada CD Interaktif; 5.CD Interaktif tidak memiliki indikator dan tujuan pembelajaran; 6.CD Interaktif tidak dilengkapi dengan kesimpulan materi;7.CD Interakti tidak sesuai dengan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), sehingga CD Interaktif yang digunakan sebagai bahan ajar kurang memenuhi karakter siswa, maka pengembangan media perlu dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk multimedia pembel-ajaran CD Interaktif yang memenuhi kriteria kelayakan berdasarkan pada standar kompetensi lulusan mata pelajaran dan tujuan mata pelajaran biologi dan karakter siswa melalui kompetensi dasar struktur dan fungsi jaringan tumbuhan untuk pokok bahasan jaringan epidermis. Penelitian ini menggunakan model pengembangan prosedural yang bersifat deskriptif. Model pengembangan CD interaktif ini melalui beberapa tahap, yaitu:1) Analisis kebutuhan media, 2) Analisis karakteristik siswa, 3) Perumusan indikator pembelajaran, 4) Perumusan butir-butir materi secara terperinci dan tujuan pembelajaran, 5) Penyusunan alat pengukur keberhasilan atau alat evaluasi, 6) Melakukan pengembangan prototipe, 7) Melakukan uji prototipe, 8) Melakukan revisi prototipe, 9) Melakukan produksi prototipe, 10) Mengadakan Tes (Sadiman, 2002:97). Uji Validasi yang digunakan adalah uji validasi ahli media, ahli materi, dan responden sebanyak 36 siswa. Instrumen validasi yang digunakan berupa angket berbentuk check list. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan teknik deskriptif persentase dengan cara mengubah data kuantitatif menjadi bentuk persentase kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk data kualitatif. Hasil pengembangan menyatakan bahwa media CD Interaktif jaringan epidermis layak digunakan. Kelayakan media didasarkan pada uji validasi yang diperoleh dari ahli media dengan rerata persentase 92,55%, ahli materi dengan rerata persentase 100%, dan responden dengan rerata persentase 93,36%, sehingga media CD Interaktif layak untuk digunakan sebagai bahan aja

Proses pengadopsian norma kelauarga kecil bahagia dan sejahtera pada pasangan usia subur kasus pada masyarakat desa Petungsewu kecamatan Dau kabupaten Malang / oleh Yuliana Lamury

 

Pengembangan modul pembelajaran kimia untuk kelas XI semester III Program Kejuruan Teknik Mekanik Otomotif dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) / Farida Andriani

 

Program Studi Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D., (II) Dra Surjani Wonorahardjo, Ph.D. Kata kunci: modul kimia, teknik mekanik otomotif, pembelajaran berbasis masalah Pembelajaran kimia di sekolah menengah kejuruan tidak dikaitkan secara langsung dengan pelajaran produktif. Dalam kondisi ini siswa cenderung tidak terlibat secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran kimia akan lebih bermakna jika mampu menciptakan kondisi pembelajaran bagi siswa untuk terlibat secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Ini dapat dicapai dengan menyediakan modul kimia yang berkaitan secara langsung dengan pelajaran produktif. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan modul pembelajaran kimia tentang baterai otomotif untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas IX semester tiga. Modul tersebut tentang larutan elektrolit dan elektrokimia yang berhubungan dengan pemeliharaan baterai otomotif. Modul ini dikembangkan berdasarkan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL). Pengembangan modul mengadopsi model 4-D dari Thiagarajan et al. yang terdiri dari 4 langkah. Langkah pertama adalah menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Langkah pertama melibatkan tiga aktivitas utama: (1) analisis kompetensi dasar dan standar kompetensi pelajaran kimia dan pelajaran produktif; (2) analisis materi pembelajaran kimia yang digunakan pada sekolah menengah kejuruan, (3) analisis materi kimia yang dibutuhkan dan berhubungan dengan materi produktif. Langkah kedua adalah perencanaan draft modul. Langkah ketiga adalah penyusunan draft modul ke dalam modul. Langkah keempat adalah penyebaran modul yang telah dikembangkan. Sebelum pada langkah penyebaran, modul yang telah dikembangkan divalidasi oleh dosen kimia di Universitas Negeri Malang, guru kimia dan guru kelistrikan otomotif di SMKN 1 Blitar. Untuk mengidentifikasi keefektifan modul dalam memotivasi siswa dan dalam meningkatkan hasil pembelajaran, modul yang dikembangkan diujicobakan kepada siswa kelas IX TKR 2 SMKN I Blitar. Data yang dikumpulkan terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif terdiri dari umpan balik dan saran perbaikan modul oleh dosen kimia, guru kimia dan guru kelistrikan otomotif. Data kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penilaian modul yang dikembangkan berdasarkan standar penilaian bahan ajar yang telah dirumuskan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Data kuantitatif terdiri dari jawaban kuesioner dan skor tes hasil belajar siswa. Data kuantitatif dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan tes hasil pembelajaran siswa. Tes hasil belajar siswa terdiri dari 25 soal, dengan validitas isi 0,94. Modul kimia hasil pengembangan terdiri dari 2 kegiatan belajar, 155 halaman. Masing-masing kegiatan belajar terdiri dari tujuan pembelajaran, pendahuluan, studi kasus dengan langkah-langkah pemecahannya, materi pembelajaran, rangkuman, evaluasi, dan umpan balik. Glosarium, kunci jawaban, dan daftar pustaka diberikan di akhir bagian modul. Hasil validasi ahli menunjukkan kelayakan isi 90.5%, kelayakan penyajian 87.4%, dan kelayakan kebahasaan 82.3%. Revisi modul telah dilakukan berdasarkan saran yang diberikan oleh para ahli. Berdasarkan hasil vaidasi ahli, modul yang telah direvisi layak digunakan dalam proses pembelajaran kimia di SMK. Tes hasil belajar siswa dengan menggunakan modul pengembangan menunjukkan bahwa lebih dari 90% siswa mencapai KKM untuk nilai kimia dan 100% siswa mencapai KKM untuk nilai kerja praktek bengkel tentang pemeliharaan baterai otomotif. 87,1% siswa menyatakan bahwa modul tersebut efektif dalam memotivasi belajar kimia siswa. Berdasarkan hasil yang telah disampaikan di atas dapat dikatakan bahwa modul kimia tentang baterai otomotif yang dikembangkan untuk siswa kelas IX semester III layak untuk digunakan. Evaluasi lebih lanjut tentang kelayakan dan efektivitas modul harus dilakukan dengan diseminasi lebih luas.

Studi Batik Kontemporer karya M. Ali Muchlison di "Batik Lesoeng" Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 40 Kabupaten Ponorogo / Agustina Dwi Mardika

 

ABSTRAK Mardika, Agustina Dwi. 2015. Studi Batik Kontemporer Karya M. Ali Muchlison Di “Batik Lesoeng” Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 40 Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M. Sn, (II) Drs. A.A.G Rai Arimbawa, M. Sn. Kata Kunci: Batik kontemporer, “Batik Lesoeng”, Ponorogo. Kota Ponorogo terletak di Provinsi Jawa Timur tidak hanya terkenal dengan reognya, tapi juga banyak tersebar industri-industri kecil. Industri-industri kecil tersebut bergerak di bidang makanan khas Ponorogo maupun kerajinan tangan. Salah satunya adalah industri batik dengan corak khas Ponorogo. Kota Ponorogo adalah salah satu kota yang pernah menjadi bukti sejarah perbatikan di Indonesia. Pada tahun 1960-1980 kota Ponorogo memiliki ratusan pembatik. Batik di Kabupaten Ponorogo juga memiliki sejarah besar, bahkan pernah mengalami masa jaya sehingga menjadi penyuplai produk bernilai seni tinggi itu ke luar daerah. Salah satu industri batik di Ponorogo adalah “Batik Lesoeng”, di tempat tersebut terdapat dua jenis batik, yaitu batik khas Ponorogo dan batik kontemporer. Pada penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah batik kontemporer. Batik kontemporer yang diciptakan Bapak M. Ali Muchlison motif dan warnanya beragam merah, hijau, kuning, biru dan lain-lain. Menurut beliau membuat desain batik kontemporer yang unik dan beda dengan batik lainnya adalah salah satu cara untuk melestarikan dan membantu pemerintah untuk mengangkat kembali kejayaan batik di Ponorogo. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan batik kontemporer karya M. Ali Muchlison di “Batik Lesoeng” Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 40 Kabupaten Ponorogo yang di dalamnya terdapat ciri khas batik kontemporer, ciri khas warna, dan ciri khas teknik pembuatan batik kontemporer. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, berupa paparan data mengenai batik kontemporer karya M. Ali Muchlison di “Batik Lesoeng” Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 40 Kabupaten Ponorogo yang diperoleh dari observasi langsung dan data sekunder dari berbagai sumber. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari tahap deskripsi, analisis formal, interpretasi dan evaluasi/ keputusan. Hasil penelitian ini berupa, (1) ciri khas batik kontemporer karya M. Ali Muchlison yang terdapat di “Batik Lesoeng” adalah batik kontemporer klasik dan kontemporer murni. Dengan ciri khas isian motif berupa kawung, parang dan ukel; (2) ciri khas warna dari batik kontemporer karya M. Ali Muchlison di “Batik Lesoeng” adalah menggunakan warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan hijau yang terinspirasi dari warna burung merak, ada juga warna-warna lain seperti warna ungu, orange, merah muda, hitam, cokelat, dll. Pewarna yang digunakan adalah pewarna sintetis yaitu pewarna napthol; (3) ciri khas teknik pembuatan batik kontemporer karya M. Ali Muchlison di “Batik Lesoeng” yaitu menggunakan penggabungan teknik tulis dengan menggunakan canting, serta teknik lukis dengan menggunakan kuas.

Tingkat kemampuan petugas lapangan kelauarga berencana Jawa Timur dalam melaksanakan tugas berdasarkan penilaian pengawas / oleh Raldiati

 

Analisis perbedaan kinerja reksadana pendapatan tetap konvensional dengan reksadana pendapatan tetap syariah menggunakan indeks Sharpe, Treynor, dan Jensen periode 2010 / Ratna Mustika Utomo

 

Kata Kunci : Kinerja Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional, Kinerja Reksadana pendapatan Tetap Syariah, Indeks Sharpe, Indeks Treynor, Indeks Jensen Reksadana pendapatan tetap konvensional maupun reksadana pendapatan tetap syariah memiliki profil risiko rendah dengan pengembalian/ return yang cukup sehingga sesuai dengan ciri investor Indonesia yang menginginkan risiko rendah, aman, dan tingkat pengembalian yang cukup. Berdasarkan teori pasar modal, terdapat beberapa metode untuk mengukur kinerja reksadana adalah Indeks Sharpe, Indeks Treynor, dan Indeks Jensen. Berdasarkan ketiga indeks tersebut maka dapat dinilai apakah kedua jenis reksadana mampu mengalahkan kinerja pasar atau sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan antara kinerja reksadana pendapatan tetap konvensional dengan reksadana pendapatan tetap syariah berdasarkan indeks Sharpe, indeks Treynor, indeks Jensen. Populasi penelitian adalah reksadana pendapatan tetap konvensional dan reksadana pendapatan tetap syariah yang dinyatakan aktif oleh BAPEPAM pada tahun 2010. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas lima reksadana pendapatan tetap konvensional dan lima reksadana pendapatan tetap syariah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah t-test independent samples test. Teknik analisis data menggunakan bantuan program komputer SPSS for windows seri 17.0 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional dan Syariah memiliki kinerja yang lebih tinggi dari pada kinerja pasar sebagai tolok ukurnya. (2) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional dengan Syariah berdasarkan indeks Sharpe, namun secara rata-rata Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional memiliki kinerja yang lebih tinggi daripada Reksadana Pendapatan Tetap Syariah. (3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional dengan Syariah berdasarkan indeks Treynor, namun secara rata-rata Reksadana Pendapatan Tetap Syariah memiliki kinerja yang lebih tinggi daripada Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional. (4) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional dengan Syariah berdasarkan indeks Jensen, namun secara rata-rata Reksadana Pendapatan Tetap Konvensional memiliki kinerja yang lebih tinggi daripada Reksadana Pendapatan Tetap Syariah.

Pengaruh penggunaan media video fenomena alam terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi kompleks siswa kelas XI SMA Negeri 7 Malang / Sella Budiarty

 

ABSTRAK Budiarty, Sella. 2015. Pengaruh Penggunaan Media Video Fenomena Alam terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Kompleks Siswa Kelas XI SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd, (II) Musthofa Kamal, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Media video fenomena alam, kemampuan menulis, teks eksplanasi kompleks. Teks eksplanasi kompleks merupakan teks yang bertujuan untuk menginformasikan kepada pembaca mengenai proses terjadinya suatu peristiwa. Bagi siswa, menulis teks eksplanasi kompleks bukanlah hal yang mudah karena siswa harus benar-benar paham terlebih dahulu mengenai proses terjadi atau terbentuknya suatu peristiwa. Oleh karena itu, diperlukan adanya media yang menarik dan dapat merangsang siswa untuk menulis teks eksplanasi kompleks. Salah satu media yang dianggap sesuai yaitu media video fenomena alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video fenomena alam terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi kompleks, baik secara keseluruhan maupun dari aspek struktur, isi, dan ciri bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 7 Malang dan sebagai sampelnya yaitu kelas XI-MIA 2 dan kelas XI-MIA 4. Kelas XI-MIA 2 sebagai kelompok kontrol dan kelas XI-MIA 4 sebagai kelompok eksperimen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes yang berupa perintah dan petunjuk menulis teks ekspalanasi kompleks beserta rubrik penyekorannya. Sumber data yang digunakan adalah hasil karangan teks eksplanasi kompleks dari siswa. Data penelitian ini berupa skor kemampuan menulis teks eksplanasi kompleks secara keseluruhan maupun dari aspek struktur, isi, dan ciri bahasa. Data tersebut diperoleh melalui langkah-langkah pengumpulan data yang berupa pelaksanaan pretes dan postes. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik dengan bantuan program SPSS 16,0 for Windows dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan media video fenomena alam terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi kompleks, baik secara keseluruhan maupun pada aspek struktur, isi, dan ciri bahasa. Berdasarkan hasil penelitain tersebut, dikemukakan dua saran yakni sebagai berikut. Pertama, bagi guru Bahasa Indonesia diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan untuk menggunakan media video fenomena alam dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi kompleks. Kedua, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan dalam mengadakan penelitian sejenis pada aspek lain dan diharapkan pula dapat mengadakan penelitian sejenis yang kemudian dikembangkan menjadi penelitian pengembangan.

Pengaruh stock market value, net profit margin dan leverage operasi terhadap perataan laba pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008 / Nurlita Fani Rubyanti

 

Kata Kunci: Stock Market Value, Net Profit Margin, Leverage Operasi dan Perataan Laba Media komunikasi yang umum digunakan untuk menghubungkan berbagai pihak dalam perusahaan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan perusahaan menggambarkan kondisi dan perkembangan keuangan perusahaan. Untuk memperlihatkan kinerja yang positif, seringkali manajemen melakukan praktik perataan laba. Manajemen perataan laba digunakan untuk menciptakan laba yang stabil dan perataan laba juga dilakukan oleh para manajer untuk mengurangi fluktuasi dari laba yang dilaporkan. Perataan laba dipengaruhi oleh berbagai faktor yang diantaranya adalah Stock Market Value, Net Profit Margin, Leverage Operasi dan untuk itu dibutuhkan adanya analisis terhadap pengaruh dari faktor-faktor tersebut diatas terhadap perataan laba. Berdasarkan ilustrasi sebelumnya, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah "Apakah Stock Market Value, Net Profit Margin dan Leverage Operasi mempunyai pengaruh secara simultan dan parsial terhadap Perataan Laba". Penelitian ini dilakukan kepada perusahaan Manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia sebanyak tiga puluh empat perusahaan dan penelitian ini diambil mulai tahun 2006 sampai dengan tahun 2008. Dari hasil penelitian ini bahwa Hipotesis pertama yang diajukan yakni bahwa stock market value, net profit margin dan leverage operasi mempunyai pengaruh secara simultan terhadap perataan laba, terbukti berpengaruh kebenarannya dan Hipotesis kedua yang diajukan yakni bahwa stock market value, net profit margin dan leverage operasi mempunyai pengaruh secara parsial terhadap perataan laba, dapat terbukti kebenarannya karena berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa variabel net profit margin dan leverage operasi yang memiliki pengaruh nyata terhadap perataan laba. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel lain yang lebih potensial memberikan kontribusi terhadap variabel perataan laba, seperti misalnya tingkat inflasi, gross profit margin, price earning ratio, serta kondisi pasar saham. Disarankan juga untuk menambah periode observasi, dan jumlah sampel penelitian, misalnya untuk semua perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia, sehingga hasilnya lebih mencerminkan keadaan pasar modal di Indonesia yang sesungguhnya.

Kajian tentang tingkah laku kepiting fiddler pada area hutan bakau di Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik / Yeni Liswatin Qomariyah

 

Kata kunci: Kepiting fiddler, Hutan mangrove Kepiting fiddler adalah kepiting yang memiliki salah satu capit yang besar, yang berada di sebelah kanan atau kiri kepalanya. Kepiting fiddler memiliki peranan yang sangat penting dalam ekosistem mangrove, sehingga kepiting ini perlu dilestarikan dengan baik agar tidak punah. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan penelitian mengenai tingkah laku kepiting fiddler pada hutan bakau di Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tingkah laku makan kepiting fiddler, mulai muncul dari liang, mulai bersembunyi di dalam liang, dan tekstur serta bentuk liang kepiting fiddler. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif eksploratif. Data penelitian berupa tingkah laku kepiting fiddler, bentuk liang, dan tekstur liang kepiting fiddler pada hutan bakau di Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pengamatan langsung di area penelitian. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap mendeskripsikan tingkah laku makan kepiting fiddler, mulai muncul dari liang, mulai bersembunyi di dalam liang, tekstur dan bentuk liang kepiting fiddler. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperoleh dua simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, tingkah laku makan pada kepiting fiddler ada tiga pola, (1) mengambil makanan sambil berjalan miring, (2) mengambil makanan sambil berjalan lurus, dan (3) mengambil makanan dalam keadaan diam. Kepiting fiddler jantan mengambil makanan dengan capit kecilnya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya, capit yang besar menutupi bagian depan kepalanya. Sedangkan kepiting fiddler betina mengambil makanan di lumpur dengan kedua capit kecilnya. Kepiting fiddler mulai muncul dari liang antara pukul 06.50-06.56 WIB, sekitar satu setengah jam setelah air laut surut. Kepiting fiddler bersembunyi ke dalam liang dan lama tidak muncul lagi antara pukul 15.11- 15.50 WIB, sekitar satu jam sebelum air laut pasang. Kedua, tekstur liang kepiting fiddler adalah halus, liang ini ada yang berbentuk huruf “U”, dan ada pula yang berbentuk huruf “J”, liang huruf “J” ini nantinya akan membentuk huruf “U”. Liang yang berbentuk huruf “U” bagian dalam liang saling berhubungan dengan liang disampingnya sehingga membentuk huruf “U”. Jarak antara dua liang yang saling berhubungan ini rata-rata 4,5 cm. Keliling liang rata-rata berukuran 5,7 cm, dan kedalaman liang rata-rata berukuran 16,1cm.

Analisis rasio keuangan pengukur kinerja perusahaan dan pengaruhnya terhadap harga saham dan ekspektasi return saham sebagai bahan pengambilan keputusan bagi investor (studi pada perusahaan BUMN di Bursa Efek Indonesia) / Yarnest

 

Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. J.G. Nirbito, M.Pd, (II) Dr. Hari Wahyono, M.Pd, dan (III) Dr. Sunaryanto, M.Ed. Kata kunci: Rasio keuangan, harga saham, ekspektasi return saham, pengambilan keputusan Kinerja perusahaan merupakan alat perencanaan dan pengendalian bagi pimpinan dan investor dalam periode waktu tertentu. Dengan mengukur kinerja perusahaan, maka dapat diperoleh informasi (data) untuk membantu proses pengambilan keputusan dan dapat memberi dasar yang baik bagi manajemen perusahaan secara keseluruhan. Pengelolaan perusahaan yang efektif dan kebijakan manajemen yang mengacu kepada peningkatan share holder value, akan menjadi tolok ukur bagi para investor dan funds managers. Investor akan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan investasi, antara lain harga saham, kinerja perusahaan (laporan keuangan maupun laporan lainnya). Rasio keuangan dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur keberhasilan kegiatan perusahaan di bidang keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis : bagaimana kinerja perusahaan BUMN yang listing di Bursa Efek Indonesia di ukur dari rasio-rasio keuangan; pengaruh faktor rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, rasio profitabilitas dan rasio saham secara parsial dan simultan terhadap harga saham dan ekspektasi return saham; manakah dari faktor rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, rasio profitabilitas dan rasio saham yang berpengaruh dominan terhadap harga saham dan ekspektasi return saham; Pengaruh faktor harga saham perusahaan terhadap ekspektasi return saham; Faktor rasio keuangan sebagai pengukur kinerja perusahaan, harga saham dan ekspektasi return saham menjadi bahan pengambilan keputusan investor dalam berinvestasi pada perusahaan BUMN. Penelitian ini menggunakan rancangan ex post facto, sedangkan teknik analisis yang digunakan yaitu analisis multiple regression dengan program Eviews, uji F dan uji t. Berdasarkan hasil analisis data bahwa rasio leverage yang terdiri dari total debt to equity ratio, rasio aktivitas yang terdiri dari working capital turnover dan rasio saham yang terdiri dari earning per share (EPS) dan price to book value share secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan BUMN. Rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, rasio profitabilitas dan rasio saham secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham maupun terhadap ekspektasi return saham perusahaan BUMN. Temuan penelitian ini mengindikasikan, bahwa faktor kinerja perusahaan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, rasio profitabilitas dan rasio saham mempengaruhi harga saham dan ekspektasi return saham. Rasio leverage yang diukur dari tangible assets debt coverage dan rasio saham yang diukur dari price earning ratio, dividend per share, payout ratio dan book value per share secara parsial berpengaruh signifikan terhadap ekspektasi return saham perusahaan BUMN. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan BUMN memiliki aktiva berwujud yang cukup untuk memenuhi kewajiban hutang jangka panjangnya. Sedangkan rasio likuiditas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspektasi return saham. Faktor harga saham tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspektasi return saham. Dimana terdapat pengaruh negatif dan tidak signifikan antara harga saham terhadap ekspektasi return saham. Secara substansial hasil uji korelasionalitas menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memberikan nilai yang negatif. Temuan penelitian ini mengindikasikan, bahwa variabel harga saham meningkat atau menurun, maka ekspektasi return saham akan mengalami penurunan atau peningkatan. Faktor rasio keuangan sebagai pengukur kenerja perusahaan, harga saham dan ekspektasi return saham menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investor dalam berinvestasi pada perusahaan BUMN yang listing di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan Rasio saham yang diukur dengan price to book value share merupakan faktor dominan yang mempengaruhi harga saham, dan rasio saham yang diukur dengan payout ratio merupakan faktor dominan mempengaruhi ekspektasi return saham. Manfaat untuk pembelajaran melalui pendidikan ekonomi, maka diperlukan kurikulum bidang ekonomi bagi Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi yang berhubungan dengan aspek Manajemen Keuangan sesuai dengan pengaruh rasio-rasio keuangan terhadap harga saham dan ekspektasi return saham dan manajemen investasi, sabagai bahan pengambilan keputusan bagi para investor, dengan metode pembelajaran yang berfungsi sebagai cara untuk menyajikan materi, yaitu menggunakan metode ceramah dengan menjelaskan konsep, prinsip atau prosedur tentang berinvestsi di pasar modal melalui media pembelajaran yang memiliki kemampuan tunggal adalah media handout dan media visual atau media audio untuk audiens kecil.

Pengaruh kupon, maturitas, yield to maturity obligasi dan tingkat suku bunga terhadap harga obligasi negara seri fixed rate yang listing di BEI periode 2006-2008 / Rosa Rismayanti

 

Kata Kunci: kupon, maturitas, yield to maturity obligasi, suku bunga SBI dan harga obligasi. Penelitian mengenai obligasi dirasakan masih terbatas apabila dibandingkan dengan penelitian mengenai saham di Indonesia karena terbatasnya data dan instrumen ini relatif baru apabila dibandingkan dengan saham. Padahal saat ini instrumen obligasi relatif mulai marak dijual dan diperdagangkan di Indonesia. Penelitian mengenai obligasi yang telah dilakukan tersebut memiliki kesimpulan penelitian yang berbeda-beda perihal pengaruh variabel-variabel yang diteliti terhadap perubahan harga obligasi. Sehingga perlu dilakukan penelitian yang secara khusus mengkaji obligasi. Penelitian ini mengkaji pengaruh kupon, maturitas, yield to maturity obligasi dan tingkat suku bunga terhadap harga obligasi di Bursa Efek Indonesia. Populasi yang digunakan adalah obligasi Negara seri fixed rate yang listing di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2008 sebanyak 18, dimana dari populasi tersebut dipilih sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria, terpilih 10 obligasi Negara seri fixed rate yang dijadikan sampel. Data dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan metode pooled data yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dan Harian Bisnis Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi linier berganda dengan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua variabel kupon, maturitas, yield to maturity obligasi dan tingkat suku bunga SBI berpengaruh signifikan terhadap harga obligasi Negara seri fixed yang listing di BEI periode 2006-2008. Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah (1) jika investor dan calon investor ingin membeli obligasi sebaiknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga obligasi. (2) bagi kalangan akademisi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan referensi (3) bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menambahkan variabel-variabel lain diluar variabel penelitian seperti likuiditas, rating, risiko obligasi misalnya default risk, exchange risk, call risk yang dapat mempengaruhi naik turunnya harga obligasi.

Peningkatan kemampuan berhitung melalui metode bermain penjumlahan dengan benda-benda nyata kelompok A di TK Kartika IV-34 Gaprang Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar / Titin Yuseptina

 

Kata Kunci: kemampuan berhitung, metode bermain penjumlahan dengan benda-benda nyata. Kemampuan berhitung di TK Kartika IV-34 Gaprang Kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pembelajaran pra tindakan masih belum tuntas. Hal ini disebabkan metode pembelajaran guru mayoritas menggunakan metode pemberian tugas dan anak tidak secara langsung menghitung dengan benda yang nyata. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan penerapan metode bermain benda-benda nyata dalam peningkatan kemampuan berhitung anak di TK Kartika IV-34 Gaprang Kecamatan kanigoro Kabupaten Blitar (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan berhitung melalui metode bermain benda-benda nyata di TK Kartika IV-34 Gaprang Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Penelitian ini dilakukan di TK Kartika IV-34 Gaprang Kelompok A yang berjumlah 12 anak, mulai bulan Nopember-Desember 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode pengumpulan data berupa observasi. Peneliti berkolaboratif dengan guru lain sebagai obsever, dalam kegiatan penelitian baik perencanaan, pelaksanaan, pengamatan maupun refleksi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, diketahui kemampuan berhitung anak yang ditunjukkan oleh hasil evaluasi. Dengan menerapkan metode bermain penjumlahan dengan benda-benda nyata, kemampuan berhitung anak mengalami peningkatan yaitu siklus I 60 %, siklus II 76,6 %. Berdasarkan hasil penelitian ini, pembelajaran pada siklus I menggunakan model pembelajaran secara klasikal sehingga pembelajaran siklus I belum maksimal, karena dalam pembelajaran klasikal banyak anak yang berbicara sendiri dan tidak memperhatikan penjelasan guru. Sedangkan pada siklus II menggunakan pendekatan kelompok dan individu pembelajaran berhitung anak semakin meningkat, karena dengan model kelompok dan individu anak lebih berkonsentrasi dan mendengarkan penjelasan guru sehingga anak lebih teliti dalam melakukan perhitungan. Atas dasar hasil penelitian tersebut, disarankan agar guru dapat memilih metode dan kreatif dalam mencoba ide baru agar proses pembelajaran berhasil dengan baik dan tidak membosankan misalnya dengan menggunakan metode bermain agar dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak. Harapan peneliti, semoga dengan pengalaman peneliti ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan yang terjun di dunia pendidikan.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 |