Fungsi rasional dan grafiknya
oleh Solichin

 

pembahasan fungsi rasional dan grafiknya dalam matematika dapat ditemukan dalam aljabar. Dalam skripsi ini dibahas konsep fungsi rasional dengan koefisien bilangan real.

Sistem persamaan diferensial taklinear
oleh Ernawati Mulyono

 

Di dalams knpsii ni dibahass istemp ersamaadni ferensiayl angm empunyai bentuk umum t A - lT = P(*,v) Jdr ld,=l tr(-'t) - (dt Sistemte rsebudt isebudt engans istemo tonornusT.i tik (xs,y6p) adab idangp hase (ataub rdangx y) yangm embuaftu ngsiP danQ padas istemo tonomubse rnilani ol menjadpi crhatialnth usus'l.' itik( xo,ygt)c rsebumt erupakathit ik kritisd aris istenr otonomusA.d ab cberapma acamti pct itik kritisd aris istemu tonomusa,n tarala in: titik simpul,t itik pelanat,i tik pusatd ant itik spiral.T rayektoria taul intasand ari masing-masintgip e titik kritis tersebudt apatl ebihj elas danm udahd igambarkan dengan.b antuanko mputer( denganp rogramp haser)D. isampingm empunyai bennacam-macartnip e, titik kritis juga dapatd ikatakans tabil, stabil asimlotik atau takstabil.

Pelaksanaan strategi pertumbuhan intensif pengembangan usaha (studi kasus pada perusahaan konveksi Puspa Sari Malang)
oleh Muawanah

 

Munculnya berbagai perusahaan home induslri garment, menghadapkan perusahaabne rsaingd an tetap mempertahankane ksistensiu sahanya.P arap engusaha tid"t tt*yu dttuntut untuk mempertahankank elangsmgan hidup usahanya,t etapi juga dituntut unhlk tetap mengembangkan usahanya. Salah satu cala untuk mengernbangkanu saha adalah rnelalui strategl pemasaran terutalna strategl perttimbuhaint ensif.A lasannyaa dalahd enganm enggunakanst rategip erturnbtrhan intensiyf angt epat,m aka perusahaand apat mengefisiensikakne giatannyas ehingga r.rpttolth profit demi kelangsturganu sahanya.P enelitiani ni bertujuanu ntttk mengetahupi iluktunuun stralegi pertumbuhani ntensif pada pertrsahaank onveksi ABSTRAK rnenggunakan pendekatal kualitatif dcngan Bagi Puspa Niaga PuspaS ariM alang. Penelitian rnetode dan siudr rnemberi pengumpuland ata yaitu obsewasi peran serta, wawancara lnendalam dokumentasAi.n alisis data dilaktkan dengan l) rnengorganisasdia ta 2) kode3 ) mencarpi enjelasan-penjelasaahne rnatifdan4 ) penyajiand ata Hasil penelitian rni rnenunjukkan bahwa pelaksanaan strategi pertumbuhan intensifi ni dimulai denganp loses perencanaans trategiy ang berorientasip ada pasar dan selanjurnydai realiiasikand alam pelaksanaans trategip enetrasip asar,s rategi pengembangapna sard an shategip engembanganp roduk. hoses perencanaalSl frategl yangU eroriintaspi ada pasart erdiri dari beberapal angkah l) penegasanm isi dan visi perusahaan2,) melihat tend kecenderunganli ngkungan disertai penentuank ritena produk perusahaan, 3) memperhihngkan kekuatan dal kelemahzur perusahaan ditunjang dengan inspirasi bisnis, 4) menentukan alternatif strategi yang akan digunakanp erusahaans,e dangkanp elaksanaans trategtp enesasid ilaksanakand engan cara menarikj umlah konsumen produk sekarangu ntuk pasar sekaTangd an pada strategpi enefraspi asari ni perusahaakno nveksiP uspaS ari rnengadakadrtif ferensiast produt denganp roduk pesaings edangkans trategip engernbangapna lar dilakukatr padaw aktul; banyakp eminatp roduk, 2) per'sahaanm empunyasi tockb ahanb aku, dan pakaianja di yangb etumt e{ual habis.S edangkasnt rategpi engembangapnr oduk baru'dilakukantr ntuk l) menyesuaikand engans elera konstuneny ang berubah, 2) perusahaainn gin di aTenap emasaranp roduknyat arnpil beda. Strateg;pl ertumbuhan yangp alingm enlrurtungkanb agi pengembangauns ahaa dalahs trategip enetraspi asar drjalankan bersama-sama atau secara

Persepsi dunia usaha perbengkelan di Malang terhadap praktek industri mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
oleh Mohamad Fauzan

 

Konsepp endidikanli nk and matcha dalehs istemp endidikayna ng memadukalnnl ara apa yangd iperolohsi swad i duniap endidikadne ngan duniai ndustris. alah satu upayau ntukm elaksanakakno nsepp endidikan tcrsebuat dalahd ilaksanakannyparo gramp rakteki ndustrbi agi mahasiswa ProgramSt udPi endidikaTne knikM esinJ urusanT eknikM esin. - Tujuand ilaksanakannyparo gramp rakteki ndustrdi i bengkela, dalah untuk meningkatkans kil/ atau keterampilanm ahasisway .ng telah diperolehnysae lamad i bangkup erkutiahasne rtad apatl ebih-siapd atam menghadadpuin iak erjay anga kand ihadapinynaa nti. Jenisp enelitianin i adalahp enelitiand eskriptify, aitum endeskripsikan tentangp ersepsdi unia usahap erbengkeladni Malangt erhadapp rogram praktek industri mahasiswa. Instrumen penelitian ini menglun6ran angkeuku_esiodneenr ganp opulasis eturuhd unia usaha perbeni[etand i y.laygl KotamadyMa alangy angb erjumta3h2 bengkets. lmpetfenelitian ditentukadne nganm enggunakatne kniks amplingb ertujuana tiu purposive, yaitu.darsi ejumlah3 2 bengkelp, enelitmi enentuka2ns bengkeld, an 16 bengkeyl ang b€rsediad ijadikans ampelp enetitianD. ata peielitiany ang masuks etelahd isElekssi,e lanjutnydah nalisisd engante knikp ersentrase. Darih asila nalisisd ata,.dapadt isimpulkabna hwa( i) separuhd ari duniau sahap erbengkeladni Malangm emilikpi ersepsyi ing iioax uak terhadapta happ ersiapanp rakteki ndustrim ahasiswa(,2. ) -seb=agian besar duniau sahap erbengkeladni Malangm emitikpi ersepsi-yanbga i[ terhadap tahapp elaksanaapnr aktekin dustrmi ahasiswa(,3 ) sebagiinb esard unia usahap erbengkeladni M alangm emilikpi ersepsyi angb aiki erhadape vatuasi prakteikn dustrmi ahagiswa. Berdasarkahna sil penelitiante rsebut,m aka untuk meningkatkan kualitasp elaksanaaPnl khususnyap adat ahapp ersiapand, isarankina gar pihakJ urusanT eknikM esinm engadakakne rjasamas icara tertulisd, engan pihakd uniau sahap erbengketakhnu susnydai witayahK otamadyMaa tangl

Studi aspek astistik yang terdapat pada interior bangunan utama Masjid Agung Jami' di Kota Malang
oleh Fitri Labuda

 

Artistikr nerupakakna ndungadna ris cbuabhe ntukb aiks ecara maupuisni y angm emenuhi visual segarsay aradt ank aidahp enciptaasne niA. rtrstik seringkadliig urrakadna lamm embicarakahna l-rrasl enia tauk .,r.-;r;"i t;;g berhubungdaenn gasnc galak atagorpie mbcntuskc nrlt u sendiril )ada 'angunan inrerio: utamaM as.lrdA gungJ ami'h 4aranyga ngt erahb erusiad uaa badt ersebut temyataJudgSa umpabi entuk-kentuyka r,ga rtistik.p adas etiap merupakan aspeka rthtiki tu kornponeyna ngb erbeda-olaoaa it bentuk*, otrrgouu'*unun perwujudannyrean. tub anvakh alr nen dasacr rans lratcgyr angiipakai, riuuu, 'l'u-iuan pencrirrainni adarauh. tuk rnencesk"ripsaiksapnc ka rtistikp acra interiorbangunuatna maM aslidA gung.tamir' vaiangd r Kotav atang,u eicasa.tan padakarakieiisst.iaf l.pac narl"n...trrint]laaur is egi. risur.cni, .1,,. pri;;ii;;ni scna betdasarklaalna rbelakapneun alaa.n,, ,aimtue ngerlik clnscpn,l akua Pe'elitian duni sal ini menggunakpaenn dckatiknu aliutir danr rrctoddec 'kriptif dengamn odclL :ontcnttrn uris.ttr.)se ngambiladna tad rlakukaan. ngonu t,ra*asid an wawancadrean gafnih aky zrngb.e rsangkutan 1,aittua kmirV .,1i.l"agungfurni. MalaugA.n alisids atad rrr;rkkukro..nir o intr:nsidI arid cskripskia sar produpke nelitian h;nggam cnladi dengatne knrka nalisais i( cttttcnut nuli.r\,,\\. :rbagaai spcka rtistikv angt erdapapt ada r r 'M i t langin in rcngandunnigla i_niLsaein i nrnvap. erbedaagna vad alarns atu as.liidn i didasaroil chf hktorb udava rpug avad i sinim cnrandgi sengaujan tuk harlu tiutrarn as.iiyda ngt rmpaka rt;stik. daa turanb akut atar uangb ingunan duana ntarag ayaJ aua dan' f imr-rr sinit liupavakatne bihc ondongp a

Pembuktian teorema pythagoras dan terapannya untuk siswa SLTP kelas II cawu I
oleh Ana Susanti

 

Pengembangan model program pendidikan dan pelatihan berbasis peta kompetensi pada PPPPTK bidang otomotif dan elektronika Malang / Jojon Suherman

 

ABSTRAK Suherman, Jojon. 2016. Pengembangan Model Program PendidikandanPelatihanBerbasisPetaKompetensipadaPPPPTK BidangOtomotifdanElektronikaMalang. Disertasi, Program StudiManjemenPendidikan, Pascasarjana, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd, (II) Dr.Kusmintardjo, M.Pd, (III) Prof. Dr. Ali ImronM.Pd, M.Si Kata kunci: petakompetensi, diklatberjenjang, kelayakankompetensi, software mapping kompetensi. PusatPengembangandanPemberdayaanTenagaPendidikdanTenagaKependidikan (PPPPTK) sebagailembagaDiklatmemilikitugaspokokdanfungsimenyusundanmengembangkan program Diklatdalamupayapeningkatankompetensipendidikdantenagakependidikan. Padasaatini PPPPTK menghadapimasalahpelayananDiklat yang belumefektifdanefisiendalamhal: caramenyusun program Diklat yang bertahapdanberkelanjutan, caramenentukanpesertaDiklatdancarapenjaminankualitashasilDiklat. Penelitiandanpengembanganinibertujuanmenghasilkan model program Diklatberjenjangberbasispetakompetensididukungdengansoftware mapping kompetensi. Metodepenelitiandanpengembanganinimenggunakan model penelitiandanpengembangan (research and development) dari model Borg dan Gall yang disederhanakanolehPusatPenelitianKebijakandanInovasiPendidikanDepartemenPendidikanNasional (Depdiknas) menjadi lima langkahyaitu (1) penelitianawal, (2) pengembanganprodukawal, (3) validasiahli, (4) Ujicobalapanganskalakecil, (5) Ujicobalapanganskalabesardanimplementasiproduk.Obyekpenelitianiniterdiridari (1) pejabat PPPPTK BOE Malang sebagaiahli, (2) widyaiswarasebagaipenyusun program Diklat, penyusun program ujikompetensidanpenggunasoftware mapping kompetensi, (3) guru sebagaipesertaDiklat.Ujicobaprodukdanimplementasiprodukdilaksanakanmelaluiworkshop, pelaksanaanDiklatdansosialisasisoftware di SMK seluruh Indonesia. Berdasarkanhasilpenelitianawal, produkawal yang dikembangkanterdiridari (1) konsep model program Diklatberbasispetakompetensi, (2) panduanpengunaaninstrumenpenyusunanperangkat program Diklatberjenjang (3) Panduanpengunaaninstrumenperangkat program kelayakankompetensi, (4) software mapping kompetensidan, (5) manual penggunaansoftware mapping kompetensi. Keberhasilanprodukdalampenelitianinidiukurmelaluitingkatkegunaanproduk, tingkatkemudahanpenggunaanproduk, tingkatkelengkapanproduk, tingkatketerbacaanproduk, tingkatefektivitasprodukdandayatarikprodukmenggunakanskalapenilaian 1-5 dengankatagorisangatrendah= 1, rendah= 2, cukup = 3, tinggi = 4 dansangattinggi = 5. Berdasarkanvalidasiahlidari lima produk yang divalidasimenunjukkantingkatkegunaan, tingkatkemudahanpenggunaan, tingkatkelengkapandantingkatketerbacaan model memilikiskorrerata 4,81termasukdalamkatagori “sangattinggi’ denganrevisipadastrukturbahasadantujuaninstrumen. Ujicobapenggunaanprodukdalamskalakecildilakukanoleh 12 widyaiswara, 6 SMK dan 24 guru SMK untukmemahamikonsep, menggunakaninstrumendansoftware mapping kompetensi. HasilUjicobamenunjukkantingkatkegunaan, tingkatkemudahanpenggunaan, tingkatkelengkapandantingkatketerbacaan model memilikiskorrerata 4,62 termasukkatagori “sangattinggi”denganrevisipadajumlahdankodefikasiinstrumendantampilansoftware. Ujicobapenggunaanprodukdalamskalabesardilakukanoleh 24 widyaiswara, 12 SMK dan 48 guru SMK untukmemahamikonsep, menggunakaninstrumendansoftware mapping kompetensi. HasilUjicobamenunjukkantingkatkegunaan, tingkatkemudahanpenggunaan, tingkatkelengkapandantingkatketerbacaan model memilikiskorrerata 4,63 termasukkatagori “sangattinggi” denganrevisipadapenyempurnaansusunan kata. Implementasipenggunaanprodukdilakukanoleh 189 widyaiswra, 34 SMK dan 350 guru SMK, 72 guru Diklatasesor, 708 guru Diklatkompetensiuntukmelaksanakan model. Hasilimplementasimenunjukkanhasiltingkatefektivitasprodukskorrerata 4,85termasukkatagori “sangattinggi”, tingkatdayatarikprodukrerataskor 4,86 termasukkatagori “sangattinggi”, tingkatkepuasaanpelaksanaanujikompetensiskorrerata 4,60 termasukkatagori “sangattinggi” dantingkatketercapaianhasilprodukdapatmenghasilkandokumenperangkat program Diklatdanperangkatujikompetensisertamenghasilkan data base 4230 guru SMK masukpadasoftware mapping kompetensi. BerdasarkanhasilUjicobadanimplementasiprodukdisarankankepada: (1) Ditjen GTK agar dapatmembuatkebijakanpenggunaan program Diklatberjenjang, ujikompetensidansoftware mapping kompetensi, (2) PPPPTK agar dapatmenggunakan program Diklatberjenjang, ujikompetensidan software mapping kompetensisebagaialatanalisiskebutuhanDiklat, (3) DinasPendidikan, Sekolahdan Guru menggunakansoftware mapping kompetensiuntukrencanausulanDiklat (4) peneliti lain agar melakukanpenelitianpadaefektitas model dibandingkandengan model Diklatlainnya.

Peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP negeri 12 Malang menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing pada persamaan linier du variabel / Cynthia Aviva

 

ABSTRAK Aviva, Cynthia. 2015. Peningkatan Hasil Belajar Persamaan Linier Dua Variabel Siswa Kelas VIII SMP Negeri 12 Malang Menggunakan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Indriati Nurul Hidayah, S. Pd, M. Si. Kata kunci: Pembelajaran penemuan terbimbing, hasil belajar siswa. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 12 Malang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa cenderung kurang aktif dalam pembelajaran dan hasil belajar siswa tergolong masih rendah. Menanggapi hal tersebut diperlukan adanya perbaikan dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing diharapkan model tersebut dapat membantu dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika melalui model penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 12 Malang pada materi persamaan linier dua variabel. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dapat dikatakan berhasil apabila ketuntasan belajar klasikal kelas mencapai ≥80%. Rancangan pembelajaran yang dirancang oleh peneliti yaitu membentuk kelompok yang heterogen sesuai dengan kemampuan siswa. Pembelajaran yang dirancang peneliti sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran penemuan terbimbing. Pada pelaksanaan tindakan, langkah awal yang dilakukan guru pemberian apersepsi. Setelah itu, guru melakukan tahap pemberian rangsangan sekaligus motivasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Guru membentuk kelompok yang heterogen sesuai kemampuan dan memperhatikan teman bermain siswa agar tidak gaduh saat diskusi kelompok. Lalu membimbing siswa dalam tahap identifikasi masalah, tahap pengumpulan data, dan tahap pengolahan data. Tahap selanjutnya yaitu tahap pembuktian dengan presentasi hasil pekerjaan kelompok dan tahap menarik kesimpulan yakni dengan menyimpulkan hasil diskusi tiap-tiap kelompok yang merupakan hasil dari pembahasan materi yang dipelajari, dan memberi tes akhir yang dikerjakan siswa secara individu di akhir siklus. Setelah melaksanakan pembelajaran dengan model penemuan terbimbing hasil belajar siswa meningkat yaitu hasil belajar kognitif siswa pada siklus I adalah 76,67% dan pada siklus II meningkat menjadi 93,33%. Sedangkan untuk hasil belajar afektif siswa ditunjukkan dengan hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I dalam kategori baik menjadi sangat baik pada siklus II.

Pengaruh pembelajaran bahasa lintas kurikulum terhadap kompetensi komunikatif siswa kelas IV SD
oleh Mustagfiroh

 

Identifikasi kesalahan belajar konsep pengukuran luas dan tindakan perbaikannya bagi siswa kelas III sekolah dasar / oleh Pramonoadi

 

Perbaikan pembelajaran teknik dasar passing dada (Chest pass) bola basket, menggunakan part-whole methods untuk siswa kelas VII A, SMP Negeri 1 Pamekasan / Faizal Januariansyah

 

Kata kunci: perbaikan pembelajaran passing dada bolabasket Salah satu ruang lingkup mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan untuk jenjang SMP / MTs adalah permainan dan olahraga yang meliputi: olahraga tradisional, permainan, eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor, manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bolabasket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya (BSNP, 2006:513). Bolabasket merupakan salah satu ruang lingkup permainan dan olahraga yang diajarkan pada mata pelajaran pendidikan jasmani kelas VII semester gasal dengan standar kompetensi mempraktikkan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, dengan kompetensi dasar mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar lanjutan dengan koordinasi yang baik, serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi tempat dan peralatan. untuk jenjang SMP (BSNP, 2006:513-515), Teknik dasar chest pass (passing dada) adalah sub materi pokok dari cabang olahraga bolabasket yang diajarkan pada kelas VII A SMP Negeri 1 Pamekasan semester gasal. Part-whole Methods merupakan metode yang dikembangkan Pendekatan Motor Learning. “Part-whole (bagian-keseluruhan) akan sesuai untuk pembelajaran teknik dasar, yaitu dari bagian-bagian teknik hingga teknik secara keseluruhan” (Widijoto, 2010:11). Pemberian part-whole metods tidak secara global malainkan pembelajaran dari bagian-bagian teknik hingga keseluruhan teknik. Pemberian pendekatan part-whole methods pada siswa sebagai upaya pemberian kemudahan pemahaman teknik pasing dada (chest pass) bola basket. Dari hasil observasi tanggal 8 maret di SMPN 1 Pamekasan, siswa kelas VII A angkatan 2009, yang berjumlah 40 orang siswa semester gasal pada proses pembelajaran passing dada (chest pass) bolabasket, diperoleh data sebagai berikut: (1) 2 Siswa yang kurang bersemangat selama poses pembelajaran passing dada (chest pass) bolabasket, (2) 1 Siswa terlihat kurang aktif pada waktu mengikuti pembelajaran passing dada (chest pass) bolabasket; (3) sedangkan dilihat dari penguasaan teknik passing dada (chest pass) bolabasket ada 33 Siswa yang kurang sempurna pada waktu melakukan gerakan passing dada (chest pass) bolabasket. Terkait teknik dasar chest pass, pada waktu pembelajaran, (1) 25 Siswa kaki tidak melangkah kedepan pada waktu melakukan Chest pass,(2) 17 Siswa sikunya masih terbuka kesamping pada saat melakukan Chest pass, (3) 15 Siswa masih parabol pada waktu melakukan Chest pass, (4) 12 Siswa pada waktu melakukan Chest pass tangan terlalu tegak. Identifikasi permasalahan pada pembelajaran antara lain: Terkait dengan media/alat pembelajaran, bola basket standar yang dipergunakan pada pembelajaran terlalu berat bagi anak kelas VII A, sehingga siswa takut untuk menangkapnya. Terkait dengan strategi dan pengelolaan kelas saat pembelajaran, (1) pemberian contoh gerakan chest pass oleh guru dilakukan secara global, sehingga siswa merasa kesulitan dalam menerima materi yang telah diberikan oleh guru, (2) pemberian contoh oleh guru dilakukan dari satu sisi saja, dan mengabaikan perhatian siswa saat contoh diberikan, sehingga siswa kurang antusias untuk melihat contoh yang dilakukan oleh guru. Berdasarkan identifikasi permasalahan sebagaimana tersebut diatas, secara kolaborasi dengan teman sejawat, dilakukan upaya perbaikan dan dirancang suatu pembelajaran pasing dada (chest pass) dengan menggunakan bolavoli, sebagai upaya meminimalkan ketakutan siswa saat menerima bola dalam pembelajaran, penggunaan model part- whole, sebagai upaya pemberian kemudahan pemahaman teknik, serta peningkatan pengelolaan kelas agar siswa lebih bersungguh-sungguh pada saat pembelajaran. Rancangan penelitian ini adalah rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Penelitian ini merupakan bentuk kajian reflektif yang dilakukan peneliti untuk tujuan perbaikan layanan profesionalisme guru dalam menangani proses pengajaran di kelas. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan 2 siklus, dimana setiap siklusnya melakukan tiga kali pertemuan. sampai tidak ditemukan kekurangan dan kelemahan dalam proses pembelajaran. Pada setiap siklus terdiri dari 4 tahap yakni: perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Part-whole Methods merupakan metode yang dikembangkan pendekatan Motor Learning. Part-whole adalah pembelajaran dari bagian-bagian teknik hingga teknik secara keseluruhan dan metode ini sesuai untuk pembelajaran teknik dasar (Widijoto, 2010:11). Tujuan penelitian ini adalah memperbaiki pembelajaran teknik passing dada (cchest pass) bolabasket untuk siswa kelas VII A SMP Negeri I Pamekasan. Adapun tahap-tahap teknik dasar dalam melakukan pasing dada (chest pass) sebagai berikut: (a) bola dipegang sesuai dengan teknik memegang bola basket. (b) sikut dibengkokkan ke samping sehingga bola dekat dengan dada. (c) sikap kaki dapat dilakukan sejajar atau kuda-kuda dengan jarak selebar bahu. (d) ditekuk, badan condong kedepan, dan jaga keseimbangan. (e) bola didorong kedepan dengan kedua tangan sambil meluruskan lengan dan diakhiri dengan lecutan pergelangan tangan sehingga telapak tangan menghadap keluar. (f) bagi yang baru belajar, gerakan pelurusan dapat dibantu dengan melangkahkan salah satu kaki kedepan. (g) arah operan setinggi dada, atau antara pinggang dan bahu penerima. (h) bersamaan dengan gerak pelepasan bola, berat badan dipindahkan didepan

Keterampilan kepemimpinan wanita kepala sekolah dalam menciptakan iklim sekolah yang lebih baik pada SD Negeri Percobaan Kodia Malang / oleh Kadariah

 

The role of students background knowledge of topics in the comprehension of English texts at the accounting departement of vocational high schools in Pacitan / by Retno Widayanti

 

Perencanaan sistem pengaktif boster rem pada saat mesin mati mendadak pada motor diesel Mitsubishi 120 PS
oleh Lilin Sugiarto

 

Pembuatan busana avant garde dengan hiasan aplikasi tiga dimensi / Hanimul chotun

 

ABSTRAK Chotun, Hanimul. 2016. Pembuatan Busana Avant Garde dengan Hiasan Aplikasi Tiga Dimensi. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Study Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd., (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd Kata Kunci: Busana Avant Garde, Hiasan Aplikasi Tiga Dimensi Busana Avant Garde merupakan wujud dari inovasi dan inspirasi yang direalisasikan ke dalam bentuk karya busana.Adapun inspirasi utama busana avant garde ini adalah gunung bromo yang termasuk salah satu keindahan alam yang dimiliki suku Tengger Jawa. Gunung bromo dipilih karena bentuknya yang cukup unik dengan tekstur guratan-guratan yang memberikan nilai seni tersendiri. Dalam penerapannya gunung bromo diwujudkan dalam bentuk hiasan aplikasi tiga dimensi yakni bentuk yang memiliki ruang dan bervolume. Adapun tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah: (1) memberikan penjelasan tentang busana avant garde; (2) memberikan penjelasan tentang hiasan aplikasi tiga dimensi; dan (3) memberikan penjelasan tentang pembuatan busana avant garde dengan hiasan aplikasi tiga dimensi. Hasil jadi busana avant garde sesuai dengan desain yang telah dirancang sebelumnya, penulis mengembangkan bentuk hiasan aplikasi yang semula hanya berupa potongan kain menjadi bentuk tiga dimensi, akan tetapi terdapat beberapa kekurangan dalam proses pembuatan busana yaitu; (1) pada hiasan aplikasi tiga dimensi efek guratan-guratan tidak terlihat jelas; (2) benang senar yang digunakan untuk membuat lipit masih tampak dari luar; (3) pada proses pembuatan busana avant garde melalui dua tahap pembuatan draft yang menyebabkan waktu produksi tidak efektif; dan (4) dalam proses pressing akhir cape blazer mengalami kesulitan sebab bentuk hiasan aplikasi yang bervolume dan berlipit serta dijahit paten sehingga hasil pressing tidak bisa maksimal. Saran yang dapat disampaikan dalam proses pembuatan busana avant garde ialah; (1) pada proses pressing bahan kain keras (trubenais) untuk hiasan aplikasi tiga dimensi diusahakan merekat sempurna agar efek guratan-guratan terlihat lebih jelas; (2) benang senar yang digunakan untuk membuat lipit hiasan aplikasi tiga dimensi sebaiknya lebih diposisikan kedalam sehingga benang tidak akan tampak dari luar; (3) pada proses pembuatan draft sebaiknya sudah dalam bentuk jadi busana avant garde tanpa harus membuat draft basic terlebih dahulu, agar tidak memperlambat proses produksi busana; dan (4) pada proses pressing akhir cape blazer harus dilakukan dengan menggunakan setrika uap, hal ini dikarenakan bentuk hiasan yang bervolume dan memiliki lipit yang dijahit paten.

Pengaruh faktor motif ekonomi dan kelompok referensi yang di mediasi oleh pertimbangan ekonomi terhadap pemilihan program studi pendidikan ekonomi oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Universitas Negeri Malang / Edwin Wantah

 

Kata Kunci : Motif Ekonomi, Kelompok Referensi, Pertimbangan Ekonomi, Pemilihan Program Studi Pendidikan Ekonomi Motif ekonomi mahasiswa program studi pendidikan ekonomi dan dorongan dari kelompok referensi yaitu keluarga, teman maupun alumni merupakan faktor yang diduga mempengaruhi Pilihan mahasiswa pada program studi pendidikan ekonomi fakultas ekonomi Universitas Negeri Manado. Permasalahan yang terjadi sering pilihan pada program studi pendidikan ekonomi tidak relevan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan akan output program studi pendidikan ekonomi yang terbatas pada karir di bidang keguruan dan kesulitan berkarir pada profesi diluar profesi keguruan serta adanya ketidaksesuaian antara pilihan mahasiswa pada program studi pendidikan ekonomi dengan minat mereka pada profesi keguruan diakibatkan kurangnya informasi tentang program studi pendidikan ekonomi dan informasi peluang kerja dari lulusan program studi pendidikan ekonomi yang diberikan pihak program studi pendidikan ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado. Selain adanya pengaruh langsung motif ekonomi mahasiswa dan pengaruh kelompok referensi yakni keluarga, teman dan alumni dalam penelitian ini di gambarkan juga pengaruh motif ekonomi dan dorongan kelompok referensi yang dimediasi oleh pertimbangan ekonomi yang dilakukan oleh mahasiswa untuk memilih program studi pendidikan ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester kedua (genap) angkatan tahun 2010 program studi pendidikan ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai faktor motif ekonomi, kelompok referensi yang mempengaruhi pemilihan program studi pendidikan ekonomi secara langsung maupun yang dimediasi oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomi. Dalam penelitian ini penarikan sampel mengunakan teknik random sampling yang diambil dari sebagian populasi target yaitu mahasiswa semester kedua angkatan 2010. Jumalah keseluruhan sampel penelitian adalah 120 orang mahasiswa dengan karateristik gender 35 orang laki-laki dan 85 orang perempuan. Untuk karateristik usia responden, rata-rata responden berusia 18 tahun. Penelitian ini mengunakan alat analisis multivariat dengan mengunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa motif ekonomi mahasiswa mempengaruhi secara signifikan pemilihan program studi pendidikan ekonomi kemudian motif ekonomi mempengaruhi signifikan pertimbangan ekonomi. Untuk pengaruh tidak langsung motif ekonomi ke pemilihan program studi pendidikan ekonomi dapat disimpulkan memiliki pengaruh signifikan. Untuk pengaruh variabel kelompok referensi terhadap pemilihan program studi pendidikan ekonomi secara langsung tidak memiliki pengaruh signifikan, sementara untuk pengaruh kelompok referensi terhadap pertimbangan ekonomi terdapat pengaruh yang signifikan. Untuk pengaruh tidak langsung kelompok referensi terhadap pemilihan program studi pendidikan ekonomi lewat pertimbangan ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan. Untuk variabel pertimbangan ekonomi memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap pemilihan program studi pendidikan ekonomi. Dari hasil penelitian disarankan bagi program studi agar dapat mempersiapkan ouput program studi yang berkualitas dengan layanan akademik yang berkualitas. Saran bagi pihak program studi, Fakultas Ekonomi dan Universitas Negeri Manado untuk menjalin hubungan dengan stakeholders baik pemerintah dan swasta untuk dapat membantu mahasiswa dengan bantuan biaya pendidikan atau beasiswa. Saran bagi program studi pendidikan ekonomi Fakultas Ekonomi Unima untuk dapat meningkatkan layanan akademik yang berkualitas dan perlu memaksimalkan kualitas lulusan. Saran bagi mahasiswa program studi pendidikan ekonomi untuk dapat memaksimalkan potensi diri mereka di dalam proses studi di program studi pendidikan ekonomi sehingga cita-cita dan harapan mereka dapat terwujud ketika selesai studi dari program studi pendidikan ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado. Saran bagi calon mahasiswa program studi pendidikan ekonomi untuk dapat mempertimbangkan pilihan masuk pada program studi pendidikan ekonomi merupakan pilihan yang rasional dan sudah sesuai dengan minat dari calon mahasiswa itu sendiri.

Rancang bangun mesin gergaji kayu kombinasi gerak putar dan gerak lurus / oleh Puji Setiyawan, Totok Tri Setyawan

 

Pengaruh metode problem based learning )PBL) terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IS di SMA Negeri 7 Malang / Ratna Farida

 

Kata kunci: Problem Based Learning, Hasil Belajar Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dapat berdampak positif terhadap hasil belajar akuntansi siswa. Penerapan pembelajaran yang mengaktifkan siswa dalam belajar dapat dilakukan dengan penerapan problem based learning. Melalui metode ini siswa dihadapkan oleh suatu permasalahan (berupa tugas yang diberikan). Metode ini dapat mendorong siswa untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap permasalahan yang diberikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dicobakan metode problem based learning pada siswa kelas XI IS SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar akuntansi siswa yang diajar melalui problem based learning dan hasil belajar siswa yang hanya melalui metode konvensional. Pembahasan materi pada penelitian ini dibatasi pada laporan keuangan perusahaan jasa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dikembangkan dengan pretest-posttest control group design. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IS 1 SMA Negeri 7 Malang yang berjumlah 37 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI 4 IS SMA Negeri 7 Malang yang berjumlah 35 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes subjektif. Penelitian ini terdiri dari tiga data, yaitu data kemampuan awal siswa, data kemampuan akhir siswa dan data hasil belajar Akuntansi. Data hasil belajar siswa diperoleh dari selisih antara nilai post tes dan pre test (gainscore). Gainscore tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang diajar melalui problem based learning (kelas eksperimen) memiliki hasil belajar yang lebih baik dari siswa yang diajar hanya melalui metode konvensional (kelas kontrol). Berdasarkan penelitian ini disarankan bagi guru akuntansi menggunakan metode problem based learning sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menambah variasi pembelajaran pada kompetensi dasar menyusun laporan keuangan. Bagi peneliti berikutnya dapat melakukan penelitian tentang metode PBL dalam pembelajaran dengan mengembangkan materi yang lebih luas dan memvariasikan dengan teknik lain. Soal pretest dan posttest dibedakan tetapi dengan tingkat kesulitan yang sama. Sebaiknya tugas secara individu agar siswa menjadi aktif. Bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian semacam ini dengan menambah aspek afektif dan psikomotorik untuk mengukur hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan.

Perencanaan mesin pemotong padi berkapasitas 5000 m2
oleh Joni Hariyanto

 

Penerapan schule-Spielen untuk menghafal kosakata pada tema schulsachen siswa kelas X SMA Negeri 1 Lawang / Ana Nur Adiyati

 

ABSTRAK Adiyati, Ana Nur. 2016. Penerapan Schule-Spielen untuk Menghafal Kosakata pada Tema Schulsachen Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi. Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Primardiana H.W., M.Pd. Kata Kunci: Schule-Spielen, bermain, pembelajaran, kosakata. Kosakata memiliki peran penting dalam pembelajaran bahasa. Berdasarkan pengamatan, pemahaman kosakata di SMA Negeri 1 Lawang masih rendah, karena metode yang digunakan dalam mengajar kurang menarik. Schule-Spielen adalah permainan yang diterapkan pada siswa kelas X Lintas Minat bahasa Jerman SMA Negeri 1 Lawang untuk membantu siswa dalam menghafal dan memahami kosakata dengan baik dan untuk menjadikan pembelajaran kosakata yang menarik. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan mendiskripsikan penerapan Schule-Spielen serta kendala yang dialami dalam penerapannya. Dalam penelitian ini digunakan rancangan penelitian kualitatif. Data penelitian diperoleh dari data hasil observasi dan data hasil wawancara terhadap siswa kelas X Lintas Minat bahasa Jerman SMA Negeri 1 Lawang yang berjumlah 20 orang. Schule-Spielen dilakukan oleh siswa dengan cara siswa menyebutkan kosakata dari benda yang dimilikinya serta menyebutkan nama benda yang dimiliki oleh siswa yang lain. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, penerapan Schule-Spielen dapat membantu siswa dalam menghafal dan memahami kosakata bahasa Jerman sesuai dengan tema Schulsachen. Schule-Spielen juga dapat membantu siswa dalam menggunakan Akkusativ terutama mengenai Unbestimmter Artikel. Siswa terlibat aktif, merasa nyaman dan senang dalam pembelajaran, walaupun siswa sedikit mengalami kendala dalam mengingat kosakata yang telah diucapkan siswa sebelumnya apabila kurang berkonsentrasi. Selain itu, penerapan Schule-Spielen membuat suasana kelas sedikit ramai serta dalam pelaksanaannya membutuhkan tempat yang cukup luas.

Kesiapan sumber daya manusia dalam implementasi standar pelayanan publik di Dinas Pendidikan kota Batu / Vininda Sasiani

 

Kata kunci: kesiapan, standar pelayanan publik, sumber daya manusia. Standar pelayanan menurut Lembaga Administrasi Negara (2003) adalah suatu tolok ukur yang dipergunakan untuk acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai komitmen atau janji dari pihak penyedia pelayanan kepada pelanggan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Pelayanan Publik merupakan wujud dari penerapan Total Quality Management (TQM). TQM merupakan suatu usaha pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus antara produk, jasa, tenaga kerja, proses, dan lingkungannya (Nasution, 2001: 29). Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dapat diukur melalui faktor kinerja atau produktivitas dari SDM tersebut. Karena jika faktor kinerja atau produktivitas telah dimiliki, maka SDM dianggap berkompeten dalam pelaksanaan kebijakan. Menurut Gomes (2003: 160), produktivitas sangat dipengaruhi oleh faktor knowledge, skills, abilities, attitudes, behaviours. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, yaitu mendeskripsikan kesiapan sumber daya manusia dalam mengimplementasaikan standar pelayanan publik di Dinas Pendidikan Kota Batu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/ angket. Sampel dalam penelitian ini yaitu pegawai Dinas Pendidikan Kota Batu sebanyak 93 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis data pada kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif . Dari penelitian ini, diketahui beberapa data, antara lain: (1) sebanyak 1 orang (1,1%) sangat belum siap untuk mengimplementasikan Standar Pelayanan Publik di Dinas Pendidikan Kota Batu, 3 orang (3,2%) belum siap, 16 orang (17,2%) cukup siap, 16 orang (17,2%) siap, 37 orang (39,8%) sangat siap, dan 20 orang (21,5%) sangat siap sekali; (2) tingkat kesiapan pengetahuan adalah 3 orang (3,3%) di antaranya belum memahami tentang Standar Pelayanan Publik di Dinas Pendidikan Kota Batu, 7 orang (7,5%) sudah memahami, sedangkan 83 orang (89,2%) sangat memahami tentang standar pelayanan publik; (3) tingkat kesiapan keahlian adalah 16 orang (17,2%) yang belum memiliki keahlian yang sesuai dengan pekerjaan yang sekarang sedang diemban di Dinas Pendidikan Kota Batu, 39 orang (41,9%) memiliki keahlian yang sesuai, sedangkan 38 orang (40,9%) yang memiliki keahlian yang sangat sesuai; (4) tingkat kesiapan kemampuan 7 orang (7,5%) belum memiliki kemampuan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya, 18 orang (19,4%) memiliki kemampuan yang sesuai, sedangkan 68 orang (73,1%) memiliki kemampuan yang sangat sesuai untuk melaksanakan tugasnya; (5) tingkat kesiapan sikap adalah, 8 orang (8,6%) belum memiliki sikap yang baik dalam melaksanakan tugasnya, 18 orang (19,4%) memiliki sikap yang baik dalam melaksanakan tugasnya, dan 41 orang (44,1%) ii memiliki sikap yang sangat baik dalam melaksankan tugasnya; (6) tingkat kesiapan perilaku adalah 87 orang pegawai (93,5%) yang memiliki perilaku yang sangat baik dalam menjalankan tugasnya, sedangkan 6 orang sisanya (6,5%) memiliki perilaku yang cukup baik. Peneliti mengemukakan saran sebagai berikut: (1) hendaknya Kepala Dinas lebih memperhatikan kesiapan pegawai pegawai.; (2) hendaknya pegawai Dinas Pendidikan Kota Batu meluruskan niat untuk menjadi PNS yang sebenarnya, yaitu pelayan masyarakat; (3)bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UM, alangkah baiknya jika Pelayanan Publik yang baik juga diterapkan di Jurusan Administrasi Pendidikan, tentunya berimbang dengan biaya perkuliahan yang semakin meningkat; (4) diharapkan dengan dibuatnya skripsi ini, mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan menjadi lebih kritis menanggapi fenomena sosial, terutama di bidang pendidikan; dan (5) untuk peneliti lain, hendaknya untuk penelitian selanjutnya, dapat menambah skala penilaian dan memperluas pertanyaan sehingga lebih bisa dinilai secara jelas dan mendetail

Pengefektifan pembelajaran pemahaman prosa fiksi melalui penggunaan booktalk di kelas III Sekolah Dasar Negeri Kauman I Kodya Malang / oleh Suwarjo

 

Analisis sektor ekonomi unggulan perekonomian Kabupaten Malang (tahun 2011-2014) / Ufi Swaraswati Fadillah

 

ABSTRAK Fadillah, Ufi Swaraswati. 2016.Analisis Sektor Ekonomi Unggulan Perekonomian Kabupaten Malang Tahun 2011 – 2014.Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nasikh, S.E, M.P., M.Pd. (2) Dr. Imam Mukhlis, SE, M.Si. Kata kunci: Sektor Unggulan, Location Quetient, Shift Share, Tipology Klassen Pembangunan merupakan proses perubahan yang direncanakan dan merupakan suatu kegiatan yang berkesinambungan, berkelanjutan dan bertahap ke tingkat yang lebih maju dan lebih baik. Masalah – masalah seperti rendahnya tingkat kesejahteraan msayarakat, kemiskinan, pengangguran, ketimpangan sosial dan ketimpangan pendapatan merupakan permasalahan yang dapat menghambat berjalannya pembangunan nasional di suatu negara khususnya di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor unggulan perekonomian Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa runtun waktu (time series) dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Malang dan Provinsi Jawa Timur 2011 – 2014. Metode pengumpulan data yaitu metode dokumentasi, selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan alat analisis Location Question (LQ), Shift Share (SS), Tipology Klassen. Hasil perhitungan Location Quetient (LQ) menunjukkan yang termasuk dalam sektor unggulan (LQ>1) yaitu : Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan,, Sektor Industri Pengolahan, Sektor Kontruksi, Sektor Perdagangan Besar dan Eceran: Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, dan sektor jasa lainnya. Analisis Shift Share (SS) menggunakan komponen pertumbuhan differential (D) menunjukkan 6 sektor dengan rata – rata D positif, yaitu sektor pengadaan listrik dan gas, sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, sektor kontruksi, sektor transportasi dan pergudangan, serta sektor jasa perusahaan dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan & jaminan sosial wajib. Sedangkan komponen proportional (P) menujukkan bahwa ada 11 sektor yang memiliki rata – rata positif yaitu industri pengolahan,kontruksi, perdagangan besar dan eceran: reparasi mobil dan sepeda motor, penyediaan akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, real estate, jasa perusahaan, jasa pendidikan, jasa kesehatan dan kegiatan Sosial, dan jasa lainnya. Dan yang terakhir hasil analisis Tipology Klassen Sektor yang termasuk maju dan tumbuh pesat diantaranya Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Sektor Kontruksi,Sektor Jasa Lainnya.

Diagnostik kesulitan melakukan operasi pembagian bersusun bilangan cacah dan remidinya pada murid kelas IV Sekolah Dasar Negeri Penanggungan I Kota Madya Malang / oleh Wasito

 

Hubungan antara perolehan guru dalam pendidikan latihan dan dukungan kepala sekolah dengan performansi mengajar guru di SLTP Negeri Kota Malang / oleh Yuwono Patwiyanto

 

Kepemimpinan transformasional kepala sekolah (studi multikasus pada dua SMA negeri dan satu MA negeri berprestasi di Kota Banda Aceh) / Fauzuddin

 

Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji KH, M.A, Ph. D., (II) Prof. Dr. Willem Mantja, M. Pd (III) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd Kata kunci: kepala sekolah, kepemimpinan transformasional, sekolah menengah atas, madrasah aliyah. Pendidikan merupakan usaha membantu anak didik mencapai kedewasaan, diselenggarakan dalam suatu kesatuan organisasi sehingga usaha yang satu de-ngan lainnya saling berhubungan dan saling mengisi. Pengelolaan pendidikan dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta berkelanjutan meru-pakan komitmen dalam pemenuhan janji sebagai pemimpin pendidikan. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam memberi arah kepada sebuah sekolah yang sukses. Sangat erat hu-bungannya antara mutu kepala sekolah dengan berbagai aspek kehidupan sekolah seperti disiplin sekolah, iklim budaya sekolah dan juga termasuk perilaku negatif peserta didik. Dalam pada itu kepala sekolah bertanggung jawab atas manajemen pendidikan secara mikro, yang secara langsung berkaitan dengan proses pembela-jaran di sekolah. Sebagimana dikemukakan dalam Pasal 12 ayat 1 PP Nomor 28 tahun 1990 bahwa: "Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan ke-giatan pendidikan, administrasi sekolah, Pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana". Penelitian ini bermaksud untuk mengungkapkan lebih mendalam tentang kepemimpian kepala sekolah pada dua Sekolah Menengah Atas dan satu Madrasah Aliyah Negeri berprestasi di Kota Banda Aceh. Tegasnya bahwa, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kepala sekolah dalam melakukan perubahan di sekolahnya sehingga menjadi sebuah sekolah yang berprestasi, baik dalam perannya dalam membangun visi dan misi sekolah, upaya yang dilakukan-nya dalam mengelola perubahan di sekolah, dan dukungan atau bantuannya terha-dap transformasi individu guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multikasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, ob-servasi partisipasi, dan studi dokumentasi. Pengecekan kredibilitas data dilakukan dengan teknik trianggulasi, member check, dan diskusi teman sejawat. Sedangkan pengecekan auditabilitas data penelitian dilakukan dengan para pembimbing se-bagai independent auditor untuk mengauditnya. Data yang terkumpul melalui ke-tiga teknik tersebut diorganisir, ditafsir, dan dianalisis secara berulang-ulang, baik melalui analisis dalam kasus maupun melalui analisis lintas kasus guna menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transfor-masional yang diterapkan oleh kepala sekolah sangat efektif dalam menciptakan sebuah sekolah menjadi berprestasi, yaitu melalui upaya-upaya yang dilakukan kepala sekolah, seperti: Pertama, dalam mengembangkan visi dan misi sekolah, kepala sekolah terlebih dahulu melakukan observasi dan mendalami budaya sekolah, mempelajari kekuatan dan kelemahan sekolah, melibatkan semua unsur sekolah dalam menciptaka visi dan misi sekolah, mensosialisasikan visi dan misi sekolah yang ingin dicapai, dan visi tersebut kemudian dioperasionalkan ke dalam misi dan diterjemahkan ke dalam tujuan yang jelas, serta dikomunikasikan kepada seluruh warga sekolah. Kedua, dalam melakukan berbagai perubahan disekolah kepala sekolah (1) menerapkan pola kepemimpinan yang demokratis, (2) mampu membangun jaring-an kerjasama dengan seluruh personil sekolah dan pihak luar baik dalam upaya peningkatan prestasi siswa maupun dalam upaya peningkatan kualitas profesiona-lisme guru, (3) pelibatan staf dalam pengambilan keputusan, (4) memiliki keung-gulan dalam membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak, (5) memba-ngun tim kerja (team-work) yang kuat, (6) mampu menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif, (7) menfasilitasi bawahannya dalam bekerja dan pengemba-ngan diri, (8) memotivasi para guru dan siswa agar memiliki minat dan semangat untuk berkembang dan belajar lebih giat, (9) menciptakan atmosfir yang mendo-rong para siswa untuk belajar dengan suasana yang nyaman melalui penyediaan fasilitas belajar yang nyaman, layanan khusus, inovasi pembelajaran, penyeleng-garaan kegiatan intra dan ekstra kurikuler yang menyenangkan, dan (10) melaku-kan analisis SWOT dan sasaran strategis dengan cara melibatkan pihak-pihak yang terkait secara proporsional. Ketiga, dalam mendukung/membantu transformasi individu guru, kepala sekolah (1) melakukan pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru mela-lui program MGMP, (2) mendorong guru untuk mau mengikuti berbagai seminar, pelatihan, dan workshop, (3) mengajak guru untuk melakukan penelitian dan suka menulis sebagai tujuan dalam meningkatkan kualitas individu guru, (4) memberi kesempatan kepada guru untuk melanjutkan pendidikan, (5) memberi kesempatan guru untuk membimbing kelompok kreativitas siswa, (6) menciptakan strategi atau kebijakan untuk mensukseskan pikiran-pikiran yang inovatif, (7) bersama-sama guru mengembangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode mengajar sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku, (8) melakukan perencanaan kebutuhan anggaran untuk pembinaan guru, dan melakukan supervisi. Kepala sekolah diharapkan untuk tetap meningkatkan kualitas kepemim-pinannya dan tetap mempertahankan image masyarakat tentang sekolah favorit dan berprestasi terhadap ketiga sekolah tersebut dengan terus meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa, dan senantiasa mempertahankan dukungan atau pembinaan kepada guru untuk mengembangkan kualitas diri mereka melalui kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelatihan, seminar, workshop, kursus-kursus dan juga memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan lanjut, khususnya bagi guru-guru yang memiliki minat dan berpotensi.

Pelaksanaan pengembangan karir dan pengaruhnya terhadap prestasi kerja karyawan pada PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) Wonolangan Probolinggo
oleh Neneng Koes Hariyanti

 

PT PerkebunanN usantaraX I iPersero) Surabayam erupakanB adan Usaha Milik Negara. PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) Surabaya merrbawahi 16 pabrik Gu'ia, 1 pabrik Pasa/Spriritus, 4 Rumah Sakit, dan I Pabrik Karung Karena PT PerkebunaNn usantaraX I (Persero)S urabayat erdiri dari 22 Pabrik, perlu adanya penanganaSnu mberD aya Manusia (SDM) yang cukup baik Tanpa adanyaS DM PT 'perkedunan Nusantara XI (Persero) Suribaya tidak dapat mengelolah perusahaannya sehingga tujuan yang teiah ditetapkan tidak akan tercapai Perusahaan perlu prngJibungun kaiir karyawannya, karena ilmu pengetahuan dan teknologi settap saidapat ierubah dan bertambah. Dengan adanya pengembangan karir kaq'awan' kedua belah pihak baik perusahaan maupun karyawan dapat mernperoleh manfaat yaitu adanya peningkatan kualitas prestasi kerja. Penelitian ini bertuluan untuk rnengetahupi "luktunuun pengembangank arir dan pengaruhnya terhadap prestasl te4a faryawan PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) Wonolangan Probolinggo pinelitian ini dilakukan di PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) wonolanganP robolinggop ada bulan April sampaiM ei 2001. Rancanganp enelitian ini menggunakan ran"angun deskripsi korelasional. Data mengenai pelaksanaan p.ng.*bungun karir karyawan diperoleh dari karyawan melalui angket, dan data ,ne,igeoapii .rtu.i kerja karyawand iperoleh dari Kepala Bagian Personaliam elalui angk-ept.o pulasi peneitian ini adalah seluruh karyawan PT PerkebunanN usantaraX l pJrsero) Wonolangan Probolinggo yang berjumlah 331 orang, sedangkan sarnpel yang diambil adalaiZ)oto dari jumlah karyawan maka jumlah sarnpel penelrtian int t.riu*tutt 66 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Oestriptif yang mJndeskripsikank ondisi pelaksanaanp engembangank arir dengan disekolahka. ke pendidi[an formal, mengikuti pendidrkan non fomral dan pemindahan karyawan, serta kondisi prestasi kerja karyawan PT . Perkebttnan irTusantaXral (Persero)W onolanganP robolinggo. Teknik analisis regresi yang terdiri dari pelaksanaapne ngembanganka rir dengand isekolahkank e pendidikan formal, r.ngituti pendi&tan non formal, pernindahan karyawan digunakan untuk men[etahuip engaruhm asing-masings ub vanabel dan secarab ersama-samate rhadap prestaski er.1ak aryawan. Berdasarkanh asil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: (1) kondisi pelaksanaapne ngembangank arir karyawan dengan disekolahkank e- pendidikan formal PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) wonolangan Probolinggo pada umumnya sering dilaksanakan, terbukti dengan 40 orang responden (60,6 1%) menyatakan sering dilaksanakan, (2) kondisi pelaksanaan pengembangan karir karya*an dengan mengikuti pendidikan non formal PT Perkebunan Nusantara XI (peisero)W onolangan probolinggo pada umumnya sering dilaksanakan,t erbukti a.nguni + orang reiponden( 51,52%) menyatakans ering dilaksanakan(, 3) kondist pelaisanaan pengembangan karir karyawan dengan pemindahan karyawan PT PerkebunaaNnu santaraX I (Persero)w onolanganP robolinggop ada umumnyas enng dilaksanakan, terbukti dengan 34 orang responden (51 ,52%) menyatakan serlng dilaksanakan(,4 ) kondisi prestasi kerja karyawan PT PerkebunanN usantaraX I (PerseroW) onolanganP robotinggop ada umurnnyas elalu berprestasi,t erbukti 32 orang responden (48,48%) dinyatakan selalu berprestasi, (5) ada pengaruh yang signi?rkan antara pelaksanaan pengernbangan karir dengan disekolahkan ke p*diait^r, formal terhadap prestasi kerja karyawan PT Perkebunan Nusantara Xl (nersero) Wonolangan Probolinggo, ttirbukti dengan F hitun556,83099 dan F tabel:+,60(, 6) adap engaruhy ang signifikana ntarap elaksanaanp engembangakna rir dengan mengikuti pendidikan non formal terhadap prestasi kerja karyawan PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) Wonolangan Probolinggo, terbukti dengan F hitun582,00251 dan F tabel:4,00, (7) ada pengaruh yang signifrkan antara pelakianaan pengembangan karir dengan pemindahan karyawan terhadap prestasr i

Analisa HDL (High Density Lipoprotein), serat pangan (dietary Fiber), dan uji organoleptik kue satu berbahan dasar bekatul (rice bran) / Sulisa Rosita Mabruroh

 

ABSTRAK Mabruroh, Sulisa Rosita. 2016. Analisa HDL (High Density Lipoprotein), Serat Pangan (Dietary Fiber), Dan Uji Organoleptik Kue Satu Berbahan Dasar Bekatul (Rice Bran). Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Dra. Mazarina Devi, M. Si. (2) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Kue Satu, Bekatul (Rice Bran), HDL (High Density Lipoprotein), Serat Pangan (Dietary Fiber). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung bekatul sebagai bahan dasar pembuatan kue satu bekatul dengan uji organoleptik, kandungan HDL (High Density Lipoprotein), serat pangan (Dietary Fiber), dan uji warna pada kue satu bekatul. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan dua kali pengulangan dengan formula antara tepung bekatul dan tepung kacang hijau 65%:35%, 70%:30%, dan 75%:25%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA (Analysis of Variance), yang dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian tepung bekatul sebagai bahan dasar pembuatan kue satu pada uji organoleptik, kandungan HDL (High Density Lipoprotein), serat pangan (Dietary Fiber), dan uji warna. Formula terbaik kue satu bekatul terdapat pada formula 2 (B2) dengan perbandingan 70%:30%. Formula terbaik ini memiliki spesifikasi kandungan HDL High Density Lipoprotein) 15,94%, serat pangan (Dietary Fiber) 8,00%, uji warna 76,43%, uji hedonik warna 4,07, uji hedonik rasa 3,97, uji hedonik aroma 3,84, dan uji hedonik tekstur sebesar 3,86.

Hubungan antara kondisi fisik tempat kerja dengan prestasi kerja pegawai
(penelitian pada pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Malang)
oleh Endah Widiastutik

 

Suatup restaski erjat idak dihasilkand engans endirinyao leh setiapp egawai, tetapi ditentukano leh m&cam-macamfa ktor yang mendukungp restasi_kerjaS. alah satunyaa dalah kondisi fisik tempat kerja yang baik. Dengan adanyak ondisi fisik kerja yang nyaman,b ersih, pencahayaany ang cukup serta ventilasi yang baik akan *.ni*U.rt-tun kegairahan kerja pegawai sehingga pegawai dapat menyelesaikan tugas/pekerjaaynu .,g dibebankan padanyad engan baik. Rumusan masalahd alam pJ*Utiun i"i uOuUfl (1) bagaimanakahk ondisi fisik tempatk erja pegawaiD inas iendidikanK abupatenM alang?,( 2) bagaimanakathin gkat prestasik erja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Malang?, (3) apakah ada hubungan antara kondisi fisik tem' pakt erjad enganp reitasik erjap egawaDi inasP endidikanK abupatenM alang? trianfaat dari hasil penelitian ini bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Malang adalahs ebagati ambahani nformasi mengenaih al-hal yang ada kaitannyad engan kondisif isik tempat kerja dan prestasik erja pegawai.R ancanganp enelitiany ang digunakaand atahd iskriptif korelasional- Teknik yung dip"rgunakand alam pengumpuland ata adalah: (1) teknik angket, (2) teknik *u*un"u.a, (3) teknik dokumentasi. Sedangkan penelitian ini terirasukp enelitianp opulasi,k arenaju mlah respondenku rangd ari I 00' Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian inr yaitu analisis prosentasdei gunakanu ntuk menganalisak ondisi frsik tempat kerja dan pretasik erja pegawai.S edangtcanu ntuk mengetahui ada tidaknya hubungan signifikan antara toidisi frsik tempat kerja dengan prestasi kerja digunakan teknik analisis korelasi tata jenjangS pearmadne ngans kalad atao rdinal. Hasil analisis menunjukkan bahwa (l) kondisi fisik tempat kerja Dinas PendidikaKna bupatenM alangpadat ingkatb aik (69,64o /,),( 2) kondisip restaski erja 'pheog6auwoagi*D inas Pendidikan KiUupaten Malang pada tingkat ting$, (3) terdapat yang sigrrifikan antara kondisi fisik tempat keqia dengan prestasi kerja p"gu*ii Oi"alpe"aiAikan Kabupaten Malang yang ditunjukkan oleh nilai koefisien i.oi.t*i rho hitung 0,9880 lebitr besar dari rho tabel 0,266 pada N : 56 dan taraf sisffikan 5 %. ut

Pengaruh keberadaan perpustakaan dan internet sebagai sumber belajar akuntansi terhadap hasil belajar (Studi pada mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2008-2009) / Amalia Septiani Erikasari

 

Kata kunci: keberadaan perpustakaan, keberadaan internet, hasil belajar mahasiswa. Adanya perpustakaan dan jaringan internet di lingkungan perkuliahan akan memudahkan mahasiswa untuk memperoleh semua informasi yang diinginkan, khususnya bahan perkuliahan. Kemudahan akses informasi ini dapat menambah pengetahuan atau wawasan mahasiswa sehingga dapat memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keberadaan perpustakaan dan internet sebagai sumber belajar akuntansi terhadap hasil belajar mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi Angkatan 2008-2009. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa program studi S1 Pendidikan Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2008-2009. Sampel diambil sebanyak 42 mahasiswa angkatan 2008-2009. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanasi (explanatory research), data yang digunakan adalah data primer yang dijabarkan dalam angket keberadaan perpustakaan dan internet sebagai sumber belajar akuntansi, sedangkan data sekunder berupa nilai rata-rata indeks prestasi akuntansi. Teknik analisis data adalah teknik analisis regresi berganda. Dari hasil analisis diketahui bahwa keberadaan perpustakaan dan internet sebagai sumber belajar akuntansi sebesar 53% yang berarti bahwa perubahan hasil belajar akuntansi dipengaruhi oleh keberadaan perpustakaan dan internet sebagai sumber belajar akuntansi sebesar 53% dan sisanya sebesar 47% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar penelitian ini. Hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh keberadaan perpustakaan dan internet sebagai sumber belajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa program studi S1 Pendidikan Akuntansi Angkatan 2008-2009. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut: (1)Keterbaruan buku-buku yang disediakan di perpustakaan pusat Universitas Negeri Malang untuk lebih diperbaruhi karena buku-buku yang ada mayoritas adalah buku dengan tahun terbit yang sudah tidak lazim untuk dijadikan kajian pustaka dalam sebuah karya ilmiah. (2) Pada penelitian mendatang yang sejenis diharapkan dapat menggunakan variabel-variabel lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi hasil belajar yang tidak diteliti pada penelitian ini. (3) Dalam pengambilan sampel, penelitian sejenis lainnya sebaiknya menggunakan metode random sampling sehingga hasil penelitiannya dapat digeneralisasikan terhadap populasi

Upaya peningkatan hasil belajar fisika pokok bahasan alat-alat optik di SMU Negeri 2 Malang melalui pendekatan ketrampilan proses dengan menggunakan metode praktikum disertai diskusi kelompok / oleh Fitri Kusumayanti

 

Pengaruh hasil belajar kelompok matakuliah keahlian berkarya terhadap keberhasilan pelaksanaan praktik industri mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga angkatan 2007 Universitas Negeri Malang / Dian Prayogi

 

Kata kunci: pengaruh, Keahlian Berkarya, Praktik Industri Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar kelompok matakuliah Keahlian berkarya terhadap keberhasilan pelaksanaan Praktik Industri mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga Angkatan 2007 Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian explanatory dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini kurang dari 100, sehingga seluruh populasi dijadikan objek penelitian. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga yang telah melaksanakan Praktik Industri, jadi jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 47 mahasiswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi analisa persentase, uji normalitas, uji lineraitas, uji homokedastisitas dan regresi ganda dengan menggunakan bantuan program SPSS Ver. 16 For Windows. Berdasarkan hasil analisa persentase didapatkan hasil bahwa sebagian besar mahasiswa mendapatkan nilai cukup baik. Bedasarkan hasil uji normalitas didapatkan hasil bahwa semua variabel X dan Y berdistribusi normal, sehingga analisa data dapat dilanjutkan dengan uji homokedastisitas dan uji linearitas. Bedasarkan uji homokedastisitas didapatkan hasil bahwa semua variabel mempunyai varians yang sama. Bedasarkan uji linearitas didapatkan hasil bahwa semua nilai asymp. Sig (2-tailed) variabel X > 0.005, maka data dapat dinyatakan linear. Dari hasil uji regresi menunjukkan adanya pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y sebesar 0,658. Jadi 65,8% variabel keberhasilan pelaksanaan Praktik Industri dipengaruhi oleh kelompok matakuliah Keahlian Berkarya. Bedasarkan hasil perhitungan, hipotesis yang diajukan penulis diterima karena terdapat pengaruh antara hasil belajar kelompok matakuliah Keahlian Berkarya terhadap keberhasilan pelaksanaan Praktik Industri.

Upaya guru dalam membelajarkan siswa menyelesaikan soal cerita pada mata pelajaran matematika kelas IV di SDN se-kecamatan Karangploso Malang
oleh Sri Fatmawati

 

Regulasi kanker oleh gen cWNT5A secara in vitro pada sel fibroblas chicken kidney (CK) terinduksi cadmium / Martina Kurnia Rohmah

 

Kata Kunci: regulasi, proliferasi, apoptosis, in vitro Kanker merupakan penyebab kematian utama di dunia setelah penyakit jantung. Pada tahun 2004, terdapat sekitar 7,4 juta kematian akibat kanker atau sekitar 13% dari seluruh total kematian penduduk dunia. Terapi gen merupakan salah satu jenis pengobatan kanker yang mulai banyak dipelajari saat ini. Tujuan aplikatif dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan terapi gen melalui pendekatan pengendalian regulasi gen yang berperan di dalam perkembangan tumor. Protein Wnt merupakan glikoprotein yang disekresikan dan berperan penting dalam beberapa aspek perkembangan hewan dan homeostasis jaringan dewasa. Sinyal Wnt bersifat pleiotropik dengan efek stimulasi mitogenik, spesifitas sel dan differensiasi, serta berimplikasi pada pembentukan tumor. Jalur sinyal Wnt ada 2 macam yaitu jalur sinyal Wnt canonical dan Wnt non-canonical. Jalur Wnt canonical (pada vertebrata) meliputi Wnt-1, Wnt3a, dan Wnt-8, mentransduksi sinyal untuk pembentukan komponen seluler yang evolusioner dan berperan penting di dalam kontrol proliferasi dan differensiasi sel. Pada manusia, ketidaksesuaian aktivitas jalur sinyal Wnt canonical diasosiasikan dengan tingginya frekuensi tumor pada jaringan. Selain Wnt canonical juga terdapat Wnt non-canonical yang memiliki 2 jalur sinyal yaitu Polar Cell Planar (PCP) dan Ca2+. Di antara famili Wnt non-canonical, gen Wnt5a mempunyai aktivitas antagonis dari Wnt-Wnt yang menginduksi kanker (canonical Wnt) melalui jalur -catenin. Cadmium merupakan karsinogen kelas 1 yang dapat menimbulkan efek karsinogenik melalui jalur sinyal Wnt canonical/-catenin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola regulasi gen cWnt5a secara in vitro pada sel fibroblas Chicken Kidney (CK) terinduksi cadmium. Sel CK diinduksi kanker dengan menggunakan cadmium, kemudian ditransfeksi dengan gen cWnt5a dalam virus Replication Competent ALV LRT with a Splice Acceptor (RCAS). Pada penelitian ini, CK normal merupakan kontrol negatif, sedangkan CK kanker (CK + cadmium) dan CK + gen cWnt5a sebagai kontrol positif (1 dan 2). Hasil 3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromide 0,5% (MTT) Proliferation Assay menunjukkan bahwa gen cWnt5a dapat menurunkan proliferasi (down regulate) (p < 0,05) secara signifikan pada sel kanker CK terinduksi cadmium. Uji apoptosis menunjukkan bahwa gen cWnt5a dapat menginduksi apoptosis (up regulate) (p < 0,05) secara signifikan pada sel kanker CK terinduksi cadmium.

Hubungan antara pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang
oleh Endang Setyo Rini

 

Penerapan perpaduan metode kooperatif model STAD (Student Teams Achievment Division) dan talking stick untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA 3 SMAN 1 Lawang / Ria Ratih Puspasari

 

ABSTRAK Ria Ratih Puspasari. 2016.Penerapan Perpaduan Metode Kooperatif Model STAD (Student Teams Achievment Division) Dan Talking Stick Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIA 3 SMAN 1 Lawang.Skripsi, Program StudiPendidikanEkonomi, JurusanEkonomi Pembangunan, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing (I) Prof. Dr. Sri UmiMintartiWidjaja, S.E.M.P.Ak. (II) Drs. Prih Hardinto, M.Si. Kata Kunci: STAD, Talking Stick, Hasil Belajar. Berdasarkanobservasi yang dilakukan oleh peneliti, proses pembelajaran yang terdapat pada kelas X MIA 3 SMAN 1 Lawang masihcenderungpasifsiswaterlihatragu-ragudalammenjawabpertanyaanmengungkapkanpendapatdanberdiskusikelompok.Dapatdikatakanbahwaaktivitasbelajarsiswa di kelastersebutmasihrendah.Salah satu metode pembelajaran yang mengarah pada siswa untuk lebih aktif, kreatif, inspriratif dan menyenangkan adalah metode pembelajaran kooperatif dengan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievment Division) dan Talking Stick sebagai model baru yang diterapkan di kelas X MIA 3. Dengan model pembelajaran STAD dan Talking Stick siswa akan lebih mudah menerima materi pelajaran selain itu siswa juga lebih aktif, kreatif, inspiratif dan menyenangkan untuk menemukan sendiri pengetahuan dan keterampilan serta sikap saling bekerja sama melalui aktivitas belajar. Penelitianinibertujuan: (1) untukmengetahuipenerapan metode pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievment Division) dan Talking Stick pada mata pelajaran Ekonomi siswa kelas X MIA 3 SMAN 1 Lawang, (2) untukmengetahuiapakahpenerapanmetode pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievment Division) dan Talking StickdapatmeningkatkanhasilbelajarsiswakelasX MIA 3 SMAN 1 Lawang. JenispenelitianiniadalahPenelitianTindakanKelasdenganpendekatandeskriptifkualitatif.Penelitianiniterdiridari 2 siklus yang masing-masingsiklusterdiridari 4 tahapan, yaitutahapperencanaan, pelaksanaan, pengamatandanrefleksi.subjekpenelitianadalahsiswakelasX MIA 3 SMAN 1 Lawangtahunajaran 2015/2016 yang berjumlah35siswa. Metodepengumpulan data dalampenelitianinimenggunakanobservasi, soaltes, wawancara, catatanlapangan, dandokumentasi. Hasilpenelitianinimenunjukkanadanyapeningkatan hasil belajar siswa aspek afektif dan aspek kognitif.Untukpeningkatanaspek kognitif siswa, dapatdilihatdarihasilpre-testdanpost-testsiklus I dansiklus II.Padasaatpre-testsiklus I, jumlahsiswa yang tuntassebanyak2 orang (5.71%),sedangkanpadasaatpost-test jumlahsiswayang tuntasmeningkatmenjadi 28 orang (80%). Padasaatpre-testsiklus II, jumlahsiswa yang tuntassebanyak5 orang (14.2%),sedangkanpadasaatpost-test jumlahsiswayang tuntasmeningkatmenjadi32 orang (91.4%). Secarakeseluruhan, rata-rata hasilpost-test siklus I dan II mengalamipeningkatansebesar6.5%.Selaindapatmeningkatkanhasil belajar siswa aspek afektif dan aspek kognitif.

Paket program untuk simulasi jalannya sinar dan pembentukan bayangan pada lensa / oleh Sigit Wiranto

 

Hubungan antara daya ledak otot lengan dengan kemampuan tolak peluru gaya menyamping pada siswa putra kelas XI Teknik Otomasi Industri SMK PGRI Singosari Malang / Awud

 

ABSTRAK Awud. 2016. HubunganAntaraDayaLedakOtotLenganDenganKemampuanTolakPeluru Gaya MenyampingPadaSiswa Putra Kelas XI TeknikOtomasiIndustri SMK PGRI Singosari Malang. Skripsi. JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FIK UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. SitiNurrochmah, M. Kes (2) Drs. TatokSugiarto ,S.Pd, M.Pd Kata Kunci:Hubungan, dayaledakototlengan, tolakpeluru, gayamenyamping. Salah satubagiandarinomorlemparadalahtolakpeluru, Untukmemperolehhasiltolakpeluru yang baikdiantaranyaditentukanolehteknikdankondisifisik yang bagus. Hasiltolakpeluruditentukanolehbeberapaunsurkondisifisikyaituunsurdayaledakototlengan, kecepatanmelempar, dankekuatan. Dari beberapaunsurkondisifisiktersebut, dayaledakototlenganmerupakansalahsatufaktor yang pentingdalamkemampuantolakpeluru, dikarenakandayaledakototlengandipergunakanuntukmenolakpelurupadasaatmelakukantolakan, yang menentukanjauhnyatolakan. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahui (1) hubungan yang signifikanantaradayaledakototlengandengankemampuantolakpelurugayamenyamping (2) untukmengetahuibesarnyasumbanganvariabeldayaledakototlengandengankemampuantolakpelurugayamenyampingsiswaputrakelas XI TeknikOtomasiIndustri SMK PGRI Singosari Malang. Rancanganpenelitian yang dipakaiadalahrancangansurveiberbentukkorelasional. Dari populasisebanyak 40 siswadiambilsampel 90% yaitu 36 siswadenganteknikpurposive sistematics proportional randome sampling. Instrumenpenelitianmenggunakaninstrumentesberupatesdayaledakototlengandantestolakpelurugayamenyamping. Pengumpulan data menggunakanteknikpengukuranbentuktesfisikyaitutestolakpelurutanpaawalanuntukdayaledakototlengandantestolakpelurugayamenyamping. Data yang terkumpuldianalisisdenganmenggunakanstatistikainferensialberupauji r, dandilanjutkandenganujilanjutberupauji t. Hasilanalisismenunjukkannilairhitungsebesar 0, 667, dandibandingkandenganrtabel(α 0,05)sebesar 0,329. Nilairhitung>rtabelberartiadahubunganantaravariabelbebasdanterikat. Hasilanalisisuji t diperolehhasilthitung 5,22danttabel(α 0,05)sebesar 1.69 sehinggaadahubungan yang signifikanantaravariabeldayaledakototlengandengankemampuantolakpelurugayamenyamping. Besarnyasumbanganefektifitassebesar 44,5%. Hasilpenelitiandisimpulkanbahwaadahubungan yang signifikanantaradayaledakototlengandengankemampuantolakpelurugayamenyamping(α 0,05). Saran bagi guru di SMK PGRI Singosari Malang untuklebihmenekankanlatihandayaledakototlenganuntukmemperolehhasiltolakan yang maksimal.

Pengaruh perspeksi orang tua tentang perilaku produksi, perilaku konsumen dan intensitas pendidikan informal dalam keluarga terhadap sikap wirausaha Siswa Sekolah Menengah Kejuruan bidang keahlian bisnis dan manajemen Kota Malang / oleh Hadi Sriwiyana

 

Identifikasi penghambat dan pendukung proses pembelajaran berdasarkan kurikulum SMU 1994 yang dialami guru fisika kelas I di Kabupaten Magetan / oleh Femi Triastuti

 

evaluasik, arenati dak adaw aktu.(2)F aktor-faktoyr angm enjadip endukunga dalah: (a) ditinjau dari kondisig urum eliputi: g4,6vob ebanm ingajit gu,u yangk urangd ari ?1ju^ tiap minggunva;r 00vog uruf isika di SMUN rvragitanti aat.erigu.;at - bidangstudlia in selainb iga$. studif isika; 100%gurum Jndapapt "ng*uf,* rcntang sulrlemenG BPP1 994;( b) ditinjau dari perencanaapne muetaiaranio' ox gu* sebelumm elaksanakakne grltanp embelajaramn embuapt erangkapt embeialaran; 100%t idak mengalamki esulitanm enuliskanp okok bahasark/ -onsedpa iamm embuat programc atuirwulan,9 2)%tidak mengalamki esulitanm erumuskanT pK dan9 2,3% menentukansu mberp embelajaradna ramm embuast atuanp elajaran(,c ) ditinjaud ari pela ks anaanp embelaaj ranm eliputi: 10 0% ti dak mengalamki eiulitan'd alam pengelolaakne las.(d)d itinajud ari evaluaspi embelajaramn eliputr: r00o/oii d^k mengalamki esulitanm enyusuna lat evaluasdi iawaipokokb ahasan1; 00%t idak mengalamki esulitanm enyusuna lat evaluasmi enyangkuat spekp engetahuansi,k ap danp sikomotorik,1 00%t idak mengaramki esulitanm enentukann ila:ir aport.

Penerapan model pembelajaran think pair share untuk meningkatkan pemahaman konsep geografi kelas XI IPS di MA Nurul Ulum Kota Malang / Lambang Tri Setya

 

ABSTRAK Setya, Lambang Tri. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Geografi Kelas XI IPS di MA Nurul Ulum Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd (2) Drs. Hendri Purwito, M.Si Kata Kunci: Think Pair Share, Pemahaman Konsep Penelitian ini berdasarkan permasalahan yang dialami siswa kelas XI IPS MA Nurul Ulum Kota Malang yaitu rendahnya pemahaman konsep pada pembelajaran geografi. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada 24 Februari 2016 di kelas XI IPS siswa masih kesulitan dalam memahami konsep yang di ajarkan, dengan kata lain pemahaman konsep siswa masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan beberapa temuan, antara lain : 1) siswa masih kesulitan menjawab pertanyaan guru mengenai konsep lingkungan hidup, 2) Hasil ujian akhir semester siswa menunjukkan 99% belum memenuhi KKM yang ditentukan, 3) siswa belum aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pemahaman konsep yang rendah ini dikarenakan kurangnya variasi model pembelajaran yang digunakan oleh guru yang didominasi dengan metode ceramah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman konsep siswa dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari pra tindakan, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, dan refleksi. Subjek penelitian yakni siswa kelas XI IPS MA Nurul Ulum Kota Malang dengan jumlah 23 siswa. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Kompetensi Dasar Menganalisis pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Pengambilan data dengan lembar observasi, catatan lapangan, dan tes. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep geografi siswa MA Nurul Ulum Kota Malang. Rata-rata pemahaman konsep siswa sebesar 72,89% pada siklus I menjadi 81% pada siklus II. Peningkatan pemahaman konsep siswa dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 8,11%. Model pembelajaran Think Pair Share ini diharapkan dapat digunakan guru mata pelajaran geografi sebagai alternatif model pembelajaran. Selain itu penggunaan media pembelajaran yang bervariasi juga sangat dianjurkan, karena akan memudahkan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Pengembangan bahan ajar kimia berbasis kontekstual untuk rintisan SMA bertaraf internasional kelas XI semester 2 pada materi asam basa / Siti Mushlihatul Ummati

 

Kata kunci: bahan ajar, kontekstual, Rintisan SMA Bertaraf Internasional (RSMA- BI), asam basa Materi asam basa adalah salah satu materi yang diajarkan di R-SMA-BI. Materi pokok asam-basa bersifat konseptual dan algoritmik. Pemahaman siswa tentang materi asam basa akan lebih mendalam apabila siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Namun, pada umumnya buku teks kimia yang ada belum memfasilitasi hal tersebut. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk merangsang keaktifan siswa adalah pendekatan kontekstual. Dalam pendekatan ini, siswa dituntut untuk dapat mengaitkan materi yang dipelajari dengan situasi dunia nyata sehingga siswa mengalami pembelajaran yang bermakna. Untuk itu, peneliti mengembangkan bahan ajar kimia berbasis kontekstual untuk R-SMA-BI pada materi asam basa agar dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam memilih dan menggunakan bahan ajar. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah diperolehnya bahan ajar kimia pada materi asam basa dengan pendekatan kontekstual dan terujinya kelayakan bahan ajar ditinjau dari hasil validasi isi. Pengembangan bahan ajar dilakukan dengan mengadopsi 10 langkah model pengembangan Dick & Carey, namun pada penelitian ini hanya dilakukan hingga tahap ke sembilan. Langkah-langkah dalam pengembangan bahan ajar ini yakni, (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) menganalisis materi pembelajaran, (3) identifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa, (4) penulisan pengalaman belajar siswa, (5) mengembangkan item tes berbasis kriteria, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan bahan ajar, (8) mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif, (9) merevisi bahan ajar. Validasi isi bahan ajar dilakukan oleh validator ahli dan pengguna bahan ajar. Instrumen yang digunakan berupa angket dengan skala Likert. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Angket dianalisis dengan menggunakan teknik analisis nilai rata-rata dan teknik analisis presentase. Produk dari penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar kimia berbasis kontekstual untuk Rintisan SMA Bertaraf Internasional kelas XI semester 2 pada materi asam basa. Hasil validasi bahan ajar oleh validator ahli diperoleh nilai ratarata 3,3 dan persentase 87% untuk aspek kelayakan isi. Aspek kebahasaan memperoleh nilai rata–rata 3,7 dan persentase 93%. Sedangkan aspek penyajian materi memperoleh nilai rata–rata 3,5 dan persentase 88%. Berdasarkan validasi isi oleh pengguna bahan ajar, diperoleh nilai rata-rata 3,4 dan presentase skor sebesar 86%. Berdasarkan hasil validasi, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar kimia berbasis kontekstual R-SMA-BI kelas XI pada materi asam basa yang telah dikembangkan sudah baik dan layak untuk divalidasi empirik di lapangan.

Hubungan kekuatan otot tungkai dan kelincahan dengan kemampuan dribble bolabasket pada siswa kelas VIII A MTs negeri Jabung Kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Yanuar Bagus Wiji Kurniawan

 

ABSTRAK Bagus, Yanuar. 2016. Hubungan Kekuatan Otot Tungkai dan Kelincahan dengan Kemampuan Dribble Bolabasket pada Siswa Kelas VIII A MTs Negeri Jabung Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: kekuatan otot tungkai, kelincahan, dribble bolabasket Hipotesis awal dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kekuatan otot tungkai dan kelincahan dengan kemampuan dribble bolabasket siswa kelas VIII A MTs Negerei Jabung Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot tungkai dan kelincahan dengan kemampuan dribble bolabasket pada siswa kelas VIII A MTs Negeri Jabung Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa MTs Negeri Jabung Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Sampel yang diambil dengan teknik purposive random sampling adalah 34 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kelincahan menggunakan tes shuttle run, kekuatan otot tungkai menggunakan leg and back dynamometer, dan kemampuan dribble menggunakan tes dribble bolabasket. Dengan pertimbangan tujuan penelitian dan jenis data yang diperoleh beberapa data rasio, maka data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistika inferencial berupa uji r. Hasil analisis data diperoleh besarnya hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan dribble bolabasket dengan 34 siswa sebesar 0,4033. Karena rhitung > rtabel (α 0,05) berarti ada korelasi antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan dribble bolabasket pada siswa kelas VIII A MTs Negeri jabung Kecamatan Talun Kabupaten Blitar dengan sumbangan efektifitas sebesar 16,26 %. Kemudian besarnya hubungan antara kelincahan dengan kemampuan dribble bolabasket dari hasil perhitungan sebesar 0,6221. Karena rhitung > rtabel (α 0,05) berarti ada korelasi antara kelincahan dengan kemampuan dribble bolabasket pada siswa kelas VIII A MTs Negeri jabung Kecamatan Talun Kabupaten Blitar dengan sumbangan efektifitas sebesar 38,7 %. Koefisien korelasi selanjutnya adalah kekuatan otot tungkai dan kelincahan dengan kemampuan dribble bolabasket sebesar 0,6569. Karena rhitung > rtabel (α 0,05) berarti ada korelasi antara kekuatan otot tungkai dan kelincahan dengan kemampuan dribble bolabasket pada siswa kelas VIII A MTs Negeri jabung Kecamatan Talun Kabupaten Blitar dengan sumbangan efektifitas sebesar 43,16 %. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dan kelincahan dengan kemampuan dribble bolabasket. Penelitian ini masih banyak menyimpan kekurangan, diharapkan pada penelitian yang selanjutnya lebih mengembangkan variabel yang diukur, sampel penelitian, prosedur penelitian dan instrumen yang digunakan.

Pengaruh pencilan terhadap batas kendali 3-sigma untuk faktor kendali X dan R
oleh Endrayana Putut Laksminto Emanuel

 

Penggunaan teorema de Moivre dalam menentukan perpangkatan suatu bilangan kompleks serta menentukan rumus sin n0 dan cos n0
oleh Endang Suprapti

 

Dalam menentukan perpantangan suatu bilangan kompleks dengan pangkat bulat, dapat dilakukan dengan teorema binominal dan teorema De Moivre. Diantara kedua cara, penggunaan Teorema De Moivre merupakan cara efkif karena proses perhitungan yang lebih sederhana.Terema De Moivre mempunyai kelebihan yang lain yaitu dapat digunakan untuk menentukan perpangkatan suatu bilangan kompleks dengan pangkat pecahan. Khusus untuk pangkat pecahan, rumus yang digunakan merupakan pengembangan dari Teorema De Moivre.

Pengaruh persepsi konsumen tentang kualitas pelayanan pada Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso terhadap proses keputusan pembelian ) studi pada pelanggan Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami Malang) / Fifi Nofitasari

 

ABSTRAK Nofitasari, Fifi. 2016. Pengaruh Persepsi Konsumen Tentang Kualitas Pelayanan Pada Warung Griya Bebek Dan Ayam Nelongso Terhadap Proses Keputusan Pembelian (Studi Pada Pelanggan Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Aniek Indrawati, S. Si., M.M. (II) Handri Dian Wahyudi, S. Pd., S.E., M.Sc. Kata Kunci : Proses Keputusan Pembelian, Kualitas Pelayanan, Bukti Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan dan Perhatian Di tengah persaingan bisnis warung makan yang semakin hari semakin menjamur dan banyaknya permintaan masyarakat akan kebutuhan makanannya maka konsumen akan dihadapkan pada pilihan berbagai warung makan dengan menu yang sama sering kita jumpai. Namun untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat, haruslah memiliki kualitas pelayanan yang harus diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimana deskripsi persepsi konsumen tentang kualitas pelayanan (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy) dan proses keputusan pembelian di Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami; (2) Apakah ada pengaruh positif yang signifikan dari kualitas layanan secara parsial dan secara simultan terhadap proses keputusan pembelian di Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami; (3) Variabel kualitas pelayanan (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance , dan Emphaty) yang paling dominan mempengaruhi proses keputusan pembelian di Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan Jenis riset yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner, kemudian hasilnya dianalisis melalui analisis regresi berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah Semua pelanggan yang sedang melakukan pembelian di Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling, sedangkan untuk penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Cochran diperoleh sampel sebanyak 180 responden. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) Persepsi konsumen tentang variabel Bukti Fisik di Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami adalah tidak cukup baik, sedangkan variabel Kehandalan , Daya Tanggap, Jaminan dan Perhatian adalah cukup baik. (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel Kehandalan, Jaminan dan Perhatian berpengaruh secara parsial terhadap proses keputusan pembelian, sedangkan pada variabel Bukti Fisik dan Daya Tanggap secara parsial tidak terdapat pengaruh secara positif dan signifikan terhadap proses keputusan pembelian di Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami. (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel Bukti Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan dan Perhatian secara simultan atau bersama-sama terhadap proses keputusan pembelian di Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami. (4) Variabel Perhatian mempunyai pengaruh dominan terhadap proses keputusan pembelian di Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami. Berdasarkan hasil dalam penelitian ini, penulis menyarankan: (1) memperluas lahan parkir agar pelanggan yang ingin membeli di sana tidak kerepotan dan merasa aman untuk memarkir kendaraannya. Karyawan Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami juga harus tepat waktu dalam menyajikan pesanan agar pelanggan tidak bosan untuk menunggu makanan mereka. Serta, karyawan Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami harus lebih tanggap dalam mengatasi keluhan pelanggan agar pelanggan merasa diperhatikan. (2) karyawan Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami lebih meningkatkan pengetahuan tentang makanan dan minuman yang ada, sehingga jika pelanggan menanyakan menu maka karyawan sudah faham dengan menu yang ditanyakan pelanggan. Serta Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami menambah sarana untuk menyampaikan keluhan terhadap Warung Griya Bebek dan Ayam Nelongso Cabang Bendungan Sutami seperti melalui papan yang di tempel di dinding kemudian diberi kertas memo sehingga akan lebih menarik lagi.

Pemahaman tentang sistem periodik dan kemampuan membaca grafik sifat-sifat periodik unsur siswa kelas I MAN Kota Blitar tahun ajaran 2000/2001 / oleh Hanik Afifah

 

Pengaruh pengumuman pemecahan saham (Stock split) dan pengumuman deviden sebelum dan sesudah ex-devidend date terhadap trading volume activity (TVA) (Studi pada perusahaan yang listing di BEI yang melaksanakan stock split dan pengumuman deviden tahun 2005 - 2010) / Lina

 

Kata kunci: Stock Split, Dividen, Trading Volume Activity (TVA) Keputusan investasi untuk menentukan apakah akan melakukan transaksi dipasar modal ditentukan oleh berbagai informasi yang dimiliki, baik informasi yang tersedia di public maupun informasi private. Informasi tersebut bernilai bagi investor jika keberadaannya menyebabkan investor melakukan transaksi dipasar modal yang tercermin pada perubahan aktivitas volume perdagangan saham. Salah satu bentuk informasi yang mempengaruhi keputusan tersebut adalah stock split dan pengumuman dividen. Sampel yang digunakan sebanyak 30 perusahaan go public yang melakukan pengumuman stock split dan pengumuman dividen. Masalah dalam penelitian ini adalah stock split berpengaruh terhadap trading volume activity dan apakah pengumuman dividen berpengaruh terhadap trading volume activity. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apakah terdapat perbedaan trading volume activity sebelum dan sesudah stock split dan adakah perbedaan trading volume activity setelah terjadi pengumuman dividen sebelum dan sesudah ex-dividen date. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis statistik. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis uji t sampel berpasangan (paired sample t-test). Agar uji yang dihasilkan valid maka sebelum dilakukan analisis paired sample t-test maka dilakukan uji normalitas menggunakan uji kolmogorof smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan pada volume penjualan saham antara sebelum dan sesudah stock split. Hasil uji secara keseluruhan menunjukkan prob Sig (2 tailed) 0,294>0,05 yang berarti H0 diterima dan Ha ditolak. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada volume penjualan saham sebelum dan sesudah pengumuman dividen. Hasil uji adalah nilai Sig (2 tailed) 0,641>0,05 yang berarti H0 diterima dan Ha ditolak. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk mempertimbangkan (1) variabel-variabel lain yang mempengaruhi volume penjualan saham, (2) mengelompokkan sampel sesuai dengan jenis industri di BEI sehingga lebih diketahui pengaruh dari tiap variabel, (3) untuk menambah periode penelitian sehingga hasil akan lebih presentatif.

Validasi media pembelajaran :Pengenalan Bentuk Geometri dan Angka" di TK Dharma Wanita I Ds. Puspo Kec. Puspo Kab. Pasuruan / oleh M. Khamim

 

Peningkatan hasil belajar operasi hitung campuran menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) di kelas II SDN Bandung Kabupaten Tulungagung / Riya Dwi Rahayu

 

Pengembangan media pembelajaran berbasis animasi Flash untuk pelajaran gambar bentuk di MTsN Terate Sumenep / Helmiy Rohmanil Aziz

 

Aziz, Helmiy Rohmanil. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Animasi Flash Untuk Pelajaran Gambar Bentuk di MTsN Terate Sumenep. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Purwatiningsih, M.Pd, (II) Drs. Eko Budi Winarno. Kata Kunci: media pembelajaran, gambar bentuk, seni budaya kelas VII Media pembelajaran memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam kegiatan pembelajaran untuk pencapaian tujuan pembelajaran yang lebih maksimal. Media pembelajaran dapat diartikan juga sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan, atau pendapat sehingga ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju. Salah satunya dalam penyampaian materi menggambar bentuk dalam pelajaran Seni Budaya. Oleh karena itu sangat perlu adanya pengembangan media pembelajaran yang mengangkat materi tentang menggambar bentuk untuk membantu pembelajaran Seni Budaya dalam kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran yang khusus mengangkat tentang materi menggambar bentuk dengan memanfaatkan software Macromedia Director MX 2004 berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 pada tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas VII untuk semester gasal, Standar Kompetensi Ekspresi dan pokok bahasan ditekankan pada seni rupa. Materi yang diangkat yaitu menggambar bentuk. Model penelitian dan pengembangan dalam penelitian ini merupakan model pengembangan prosedural yaitu model Four-D (Define, design, develop dan disseminate). Telah divalidasikan kepada ahli materi, ahli media, dan kelompok besar. Dari hasil validasi yang telah dilakukan, media pembelajaran ini dinyatakan valid atau layak digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah. Perhitungan statistik secara keseluruhan melalui validasi memperoleh skor antara lain: ahli media 72, ahli materi 70, ahli dan kelompok besar 96. Revisi produk yang diperoleh diantaranya merubah layout opening, penambahan video tutorial pada materi, memperindah tampilan pada RPP, dan penyempurnaan pada tombol navigasi. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan agar (1) Pendidik dapat memanfaatkan media pembelajaran ini untuk memaksimalkan pelajaran gambar bentuk. (2) Peserta didik dapat belajar dengan mandiri dan semangat di rumah karena sudah dimudahkan dengan adanya media pembelajaran ini. (3) Lembaga Sekolah memanfaatkan media ini semaksimal mungkin untuk kegiatan pembelajaran dalam pencapaian tujuan belajar yang maksimal. (4) Menjadikan media sebagai alternatif pembelajaran di sekolah agar siswa tidak jenuh dalam mengikuti kegiatan pembelajaran (5) Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan media pembelajaran yang lebih baik lagi, tepat guna dan tepat sasaran sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Studi tentang pemahaman pengetahuan peraturan pertandingan pencak silat kategori tanding hasil dari Munas IPSI XI tahun 2003 pada mahasiswa Jurusan PJK peserta mata kuliah T dan P pencak silat II Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang / Adi Prasetia

 

ABSTRAK Prasetia, Adi. 2009. Studi Tentang Pemahaman Pengetahuan Peraturan Pertandingan Pencak silat Kategori Tanding Hasil dari MUNAS IPSI XI Tahun 2003 pada Mahasoswa Jurusan PJK Peserta Mata Kuliah Teori dan Praktik Pencak Silat II Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Sulistyorini, M.Pd (2) Dra. Siti Nurrochmah, M.Kes Kata Kunci : Pemahaman, Pengetahuan, Peraturan Pertandingan Pencak Silat Pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga pertandingan yang berkembang pesat saat ini. Hal ini dapat dilihat dengan adanya berbagai pertandingan yang ada. Silat adalah inti sari dari pencak, ilmu untuk perkelahian atau membela diri mati-matian yang tidak dapat dipertunjukkan di depan umum. Pencak silat juga sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan memiliki peraturan pertandingan yang lengkap, bahkan secara rinci untuk mengatur jalannya sebuah pertandingan. Pencak silat sebagai olahraga pertandingan, membutuhkan peraturan-peraturan untuk mengatur jalannya sebuah pertandingan. Tujuan dibuat peraturan ini adalah agar dalam pertandingan dapat berjalan lancar, dapat dinikmati dengan aman dan bagi pihak yang kalah dapat menerima kekalahannya. Selain itu para pelaku olahraga pertandingan pencak silat dapat terlindungi keselamatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemahaman pengetahuan peraturan pertandingan pencak silat kategori tanding hasil dari MUNAS IPSI XI Tahun 2003 bagi mahasiswa Jurusan PJK peserta mata kuliah Teori dan Praktik Pencak Silat II Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJK) tahun 2009. Populasi dalam penelitian ini sebesar 187 orang mahasiswa Jurusan PJK peserta mata kuliah Teori dan Praktik Pencak Silat II. Sampel penelitian sebesar 47 orang mahasiswa melalui teknik randem sampling. Instrumen yang digunakan adalah instrumen nontes berupa angket dengan teknik analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak (19,15%) mahasiswa memiliki pemahaman pengetahuan pertandingan pencak silat sangat baik. Terdapat (61,70%) mahasiswa yang memiliki pemahaman pengetahuan peraturan pertandingan pencak silat yang baik dan sebanyak (19,15%) mahasiswa yang memiliki pemahaman pengetahuan peraturan pertandingan pencak silat yang kurang baik. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa mahasiswa Jurusan PJK angkatan 2007 peserta mata kuliah Teori dan Praktik Pencak Silat II memiliki pemahaman pengetahuan yang baik tentang peraturan pertandingan pencak silat hasil dari MUNAS IPSI XI Tahun 2003. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada 1). Lembaga (dosen pembina mata kuliah pencak silat I dan II) untuk memberikan materi pencak silat I dan II dengan metode atau cara yang mudah dipahami oleh mahasiswa sehingga memiliki pemahaman pengetahuan yang sangat baik tentang peraturan pertandingan pencak silat, 2) mahasiswa untuk lebih menambah informasi atau pengetahuan tentang peraturan pertandingan pencak silat, 3) Peneliti selanjutnya hendaknya perlu mengembangkan aspek lain yang mempengaruhi tentang pemahaman pengetahuan peraturan peraturan pertandingan pencak silat.

Efektivitas pengelolaan dan penyimpanan kearsipan pada Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Banyuwangi / Georgiana Savitri Apriliza

 

Apriliza, Georgiana Savitri. 2014. Efektivitas Pengelolaan Dan Penyimpanan Kearsipan Pada Kantor Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si., (II) Drs. H. Mohammad Arief M.Si. Kata kunci : Efektivitas Pengelolaan dan Penyimpanan Arsip Kearsipan merupakan bagian pekerjaan kantor yang sangat penting. Kearsipan memegang peranan bagi kelancaran jalannya suatu kantor, yaitu sebagai sumber informasi, dan sebagai pusat ingatan bagi suatu kantor. Informasi tertulis yang tepat harus tersedia apabila diperlukan, agar kantor dapat memberikan pelayanan yang efektif, maka dari itu perlu adanya pengelolaan dan penyimpanan arsip dengan baik serta dengan menyesuaikan kondisi kantor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) untuk mendeskripsikan bagaimana sistem penyimpanan dan pengelolaan arsip yang digunakan di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Banyuwangi. (2) untuk mendeskripsikan penerapan sistem kearsipan di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Banyuwangi. (3) untuk mengetahui bagaimana efektivitas pengelolaan dan penyimpanan kearsipan di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Banyuwangi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengelolaan dan penyimpanan kearsipan di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif, wawancara berstruktur, dokumentasi serta tes kecepatan penemuan kembali arsip dan perhitungan angka kecermatan. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi sumber. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Sistem penyimpanan arsip yang diterapkan pada Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Banyuwangi dikelompokkan berdasarkan masalah, (2) Azas penyimpanan arsip yang digunakan yaitu azas desentralisasi, dimana setiap pencipta arsip, dalam hal ini masing-masing seksi dan sub bagian di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Banyuwangi melaksanakan penyimpanan dan penataan berkas masing-masing, (3) Peralatan dan perlengkapan dalam penyimpanan arsip diantaranya Ordner, folder, snelhecter map, filling cabinet, box arsip, rak arsip, almari arsip, brangkas, mesin penghancur kertas (papper shredder), peralatan kebersihan, buku agenda, perangkat komputer dan buku daftar pertelaan arsip, (4) Kendala yang dihadapi di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Banyuwangi adalah kurangnya tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi, (5) Pemeliharaan dan perawatan arsip dilakukan dengan cara membersihkan debu yang menempel pada arsip dengan alat yang tidak merusak kondisi fisik arsip yaitu dengan menggunakan vacum cleaner, sedangkan untuk arsip yang kondisinya baik dapat dilakukan dengan pemberian kapur barus serta pemberian pengharum ruangan, (6) Penyusutan dan pemusnahan arsip dilakukan dengan cara dinilai terlebih dahulu apakah arsip itu masih punya nilai guna dipakai atau sudah tidak punya nilai guna lagi dan Jadwal Retensi Arsip (JRA), cara pemusnahan dicacah dengan mesin penghancur kertas atau bisa juga dengan cara dibakar, (7) Penemuan kembali arsip aktif menggunakan Buku Agenda sedangkan arsip in aktif menggunakan mesin komputer atau database, serta menggunakan buku daftar pertelaan arsip. (8) Tes kecepatan dan kecermatan penemuan kembali arsip di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Banyuwangi berada pada kategori sangat cepat yaitu mencapai delapan puluh persen dan angka kecermatan penemuan kembali arsip sebesar nol persen hal tersebut menunjukkan dalam menemukan kembali arsip sangat cermat. Saran a) Penambahan sumber daya manusia atau tenaga kerja di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Banyuwangi, agar lebih cepat dan terselesaikan dalam menangani penumpukan arsip yang berserakan, b) Ruangan kearsipan in aktif terlalu sempit, seharusnya lebih lebar lagi ruangan arsip tersebut agar lebih leluasa dalam penataan arsip dan terlihat lebih rapi, penataan di ruang arsip aktif masih kurang baik penataannya, c) Dalam pencatatan buku agenda arsip seharusnya setiap surat keluar dan surat masuk harus dicantumkan / diberi nomer surat.

Peranan Pusat Koperasi Pegawai Negeri di Kota Kabupaten Tulungagung
oleh Kusmiatun

 

Perbandingan alogma brute-force dan pencocokan string pada file teks / Bambang Eko Prasetyo

 

ABSTRAK Prasetyo, Bambang Eko. 2010. Perbandingan Algoritma Brute-Force dan Algoritma Boyer-Moore Dalam Pencocokan String Pada File Teks. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing:. (I) Darmawan Satyananda S.T., M.T. (II) Mahmudin Yunus, S.Kom. Kata Kunci: Pencocokan String, Teks, Pattern, Brute-Force, Boyer-Moore Dalam mencari suatu informasi/string pada suatu file teks, kita akan mengalami kesulitan jika file teks tersebut terdiri dari beberapa kata. Akan semakin sulit jika file teks terdiri dari jutaan kata. Masalah akan semakin rumit jika kita harus mencari diantara banyak file teks, yang masing-masing file teks terdiri dari jutaan kata. Tentu akan lebih baik jika kita mampu mendapatkan informasi yang diinginkan dalam waktu singkat. Permasalahan ini sudah dapat diatasi oleh Algoritma Pencocokan String. Algoritma ini sudah diterapkan oleh search engine pada internet maupun Komputer Lokal (Intranet). Pada skripsi ini, akan coba membuat suatu program sederhana untuk memberikan alternatif bagi pengguna dalam melakukan pencocokan string. Pencocokan string dapat dilakukan dengan dan tanpa memperhatikan kekapitalan huruf (sejenis dengan fitur “Match Case” pada “Find” dalam beberapa program). Program tersebut menerapkan cara kerja dari algoritma Brute-Force dan algoritma Boyer-Moore. Selain itu, juga telah dilakukan studi literatur mengenai cara kerja, dan perbedaan hasil dari kedua algoritma tersebut. Setelah melakukan kajian dan penelitian terhadap kedua algoritma tersebut, disimpulkan bahwa hasil dari kedua algoritma tersebut adalah sama. Namun algoritma Brute-Force lebih baik digunakan dalam pencocokan satu karakter, atau beberapa karakter yang tersusun dalam suatu kata (semakin sedikit karakter, semakin efisien pencariannya), sedangkan algoritma Boyer-Moore lebih baik digunakan dalam pencocokan kata, atau rangkaian beberapa kata (semakin banyak karakter, semakin efisien pencariannya).

Tiwul instan substitusi tepung bekatul sebagai makanan fungsional bagi penderita hipertensi / Mira Suciani

 

Suciani, Mira. 2014. Tiwul Instan Substitusi Tepung Bekatul Sebagai Makanan Fungsional Bagi Penderita Hipertensi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Boga. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M. Si. (II) Dra. Nunung Nurjanah, M. Kes. Kata Kunci: Tiwul Instan, Tepung Bekatul, Makanan Fungsional, Penderita Hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kadar serat pada tiwul instan substitusi tepung bekatul, organoleptik (mutu hedonik dan hedonik) warna, rasa, tekstur tiwul instan dan asupan serat pada penderita hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan sampel penelitian tiwul instan substitusi bekatul, dan penderita hipertensi. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA (Analysis of Variance)dan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil kandungan serat tiwul instan substitusi tepung bekatul per 100 g dengan substitusi tepung bekatul 10% 2,55 g, substitusi tepung bekatul 20% 2,76 g, dan substitusi tepung bekatul 30% 3,19 g. Hasil mutu hedonik tiwul instan menunjukkan terdapat perbedaan warna, rasa, dan tekstur. Warna dan rasa tiwul instan terbaik substitusi tepung bekatul 20%=10%. Tekstur terbaik tiwul instan terdapat pada tiwul instan dengan substitusi 10%, 20%, dan 30%. Hasil tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, dan tekstur tiwul instan menunjukkan perbedaan. Warna yang paling disukai tiwul instan substitusi tepung bekatul 20%. Rasa dan tekstur paling disukai tiwul instan substitusi tepung bekatul 10%. Rata-rata asupan serat makanan pada penderita hipertensi pria per hari adalah 13,37 g, sedangkan pada penderita hipertensi wanita adalah 11,56 g per hari. Secara keseluruhan penderita hipertensi kekurangan serat per hari.

Studi komparasi profesionalisme guru yang sudah mengikuti dan belum mengikuti setifikasi (pada SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen di Kabupaten Kediri) / Novi Ratnawati

 

ABSTRAK Ratnawati, Novi. 2009. Studi Komparasi Profesionalisme Guru yang Sudah Mengikuti dan Belum Mengikuti Sertifikasi (Pada SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen di Kabupaten Kediri). Skripsi, Program Studi S-1 Pendidikan Tata Niaga Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Gatot Isnani, M.Si, (II) Ely Siswanto, S.Sos, M.M, Kata kunci: Profesionalisme Guru, Sertifikasi. Kehidupan berbangsa dan bernegara tidak lebih bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Salah satu pihak yang berperan dalam dunia pendidikan adalah guru. Syarat menjadi guru adalah memiliki sertifikat pendidik yang didapat melalui empat uji kompetensi. Berdasarkan teori yang ada maka tingkat profesionalisme guru yang sudah megikuti dan belum mengikuti program sertifikasi akan berbeda. Kabupaten Kediri adalah salah satu kabupaten yang telah melaksanakan program sertifikasi. Dalam penelitian ini akan diketahui perbedaan profesionalisme guru SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen di kabupaten Kediri tiap kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profesionalisme guru yang belum dan sudah sertifikasi, serta untuk melihat perbedaan profesionalisme guru yang belum dan sudah sertifikasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMK Bidang keahlian Bisnis dan Manajemen yang sudah sertifikasi dan sebagian guru SMK Bidang keahlian Bisnis dan Manajemen yang belum sertifikasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk responden yang belum sertifikasi adalah purposive sampling, sedangkan yang sudah sertifikasi diambil secara keseluruhan. Jumlah responden secara keseluruhan adalah 18 yang terdiri dari 9 responden yang belum sertifikasi dan 9 responden yang sudah sertifikasi. Skala yang digunakan adalah skala Likert 5 (lima) pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis inferensial non parametrik uji Mann Whitney dan keseluruhan analisis ini menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian responden yang sudah sertifikasi adalah: (1) 6 (66,67%) responden menyatakan selalu mengaplikasikan kompetensi pedagogik, (2) 4 (44,44%) responden menyatakan selalau mengaplikasikan kompetensi kepribadian, (3) 7 (77,78%) resonden menyatakan selalu mengaplikasikan kompetensi profesional; (4) 5 (55,56%) responden menyatakan selalu mengaplikasikan kompetensi sosial. Sedangkan responden yang belum sertifikasi adalah: (1) 4 (44,44%) responden menyatakan sering mengaplikasikan kompetensi pedagogik, (2) 4 (44,44%) responden menyatakan kadang-kadang mengaplikasikan kompetensi kepribadian, (3) 4 (44,44%) resonden menyatakan kadang-kadang mengaplikasikan kompeensi profesional; (4) 4 (44,44%) responden menyatakan kadang-kadang mengaplikasikan kompetensi sosial. Dari hasil analisis uji Mann Whitney didapatkan nilai z hitung = -2,789 > z tabel = +1,960 atau probabilitas (Asym.sig) 0,005< 0,05. Dengan demikian terdapat perbedaan profesionalisme guru yang sudah mengikuti sertifikasi dan belum mengikuti sertifikasi dibidang kompetensi pedagogik. Kompetensi kepribadian didapatkan nilai z hitung = -2,388> z tabel = +1,960 atau probabilitas (Asym.sig) 0,017< 0,05. Dengan demikian terdapat perbedaan profesionalisme guru yang sudah sertifikasi dan belum sertifikasi dibidang kompetensi kepribadian. Kompetensi profesional didapatkan nilai z hitung = -2,800> z tabel = +1,960 atau probabilitas (Asymp.sig) 0,005< 0,05. Dengan demikian terdapat perbedaan profesionalisme guru yang sudah sertifikasi dan belum sertifikasi dibidang kompetensi profesional. Kompetensi sosial didapatkan nilai z hitung = -2,225> z tabel = +1,960 atau probabilitas (Asymp.sig) 0,024< 0,05. Dengan demikian terdapat perbedaan profesionalisme guru yang sudah sertifikasi dan belum sertifikasi dibidang kompetensi sosial. Sehingga secara keseluruhan didapatkan nilai z hitung = -2,280> z tabel = +1,960 atau probabilitas (Asymp.sig) 0,004< 0,05. Dengan demikian terdapat perbedaan profesionalisme guru yang sudah sertifikasi dan belum sertifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa: (a) Responden yang belum sertifikasi sering mengaplikasikan komponen pedagogik dalam proses belajar mengajar. Sedangkan responden yang sudah sertifikasi selalu mengaplikasikan komponen pedagogik dalam proses belajar mengajar; (b) Responden yang belum sertifikasi kadang-kadang mengaplikasikan komponen kepribadian dalam proses belajar mengajar. Sedangkan responden yang sudah sertifikasi sering mengaplikasikan komponen kepribadian dalam proses belajar mengajar; (c) Responden yang belum sertifikasi kadang-kadang mengaplikasikan komponen profesional dalam proses belajar mengajar. Sedangkan responden yang sudah sertifikasi selalu mengaplikasikan komponen profesional dalam proses belajar mengajar; (d) Responden yang belum sertifikasi kadang-kadang mengaplikasikan komponen sosial dalam proses belajar mengajar. Sedangkan responden yang sudah sertifikasi selalu mengaplikasikan komponen sosial dalam proses belajar mengajar. Sedangkan berdasarkan analisis Mann Whitney dapat diketahui komparasi profesionalisme guru bidang keahlian Bisnis dan Manajemen yang sudah mengikuti dan belum mengikuti sertifikasi yaitu: (a) dalam kompetensi pedagogik terdapat perbedaan antara guru yang sudah mengikuti dengan guru yang belum mengikuti sertifikasi; (b) dalam kompetensi kepribadian terdapat perbedaan antara guru yang sudah mengikuti dengan guru yang belum mengikuti sertifikasi; (c) dalam kompetensi profesional terdapat perbedaan antara guru yang sudah mengikuti dengan guru yang belum mengikuti sertifikasi; (d) dalam kompetensi sosial terdapat perbedaan antara guru yang sudah mengikuti dengan guru yang belum mengikuti sertifikasi. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan profesionalisme guru yang sudah mengikuti dengan guru yang belum mengikutisertifikasi. Saran untuk guru yang sudah sertifikasi hendaknya kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial guru dalam mengajar dipertahankan atau bahkan ditingkatkan, sedangkan untuk guru yang belum sertifikasi hendaknya kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial terus ditingkatkan agar tujuan pendidikan nasional tercapai. Responden menyarankan agar program sertifikasi lebih tingkatkan dan pencairan tunjangan profesi diberikan secara teratur.

Upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar fisika melalui model pembelajaran kooperatif tipe think pair and share (TPS) berbasis praktikum siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Kotaanyar Kabupaten Probolinggo / Yossi Krisdiana

 

Kata kunci: Keaktifan, prestasi belajar, model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share, Praktikum. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Kotaanyar, yang sebagian besar (55%) menyatakan bahwa fisika itu sulit dan membosankan. Keadaan ini didukung masih rendahnya prestasi belajar siswa yang ditunjukkan dari hasil tes ulangan harian dengan nilai rata-rata sebesar 51,2. Selain itu ada kecenderungan siswa kelas VIII-A saat mengikuti pelajaran fisika, yaitu: (1) aktivitas yang dilakukan siswa kurang aktif, (2) kurang merespon, (3) kurang bersemangat, (4) bila diberi pertanyaan asal menjawab saja, dan (5) bila diberi tugas tidak dikerjakan serta kurang percaya diri. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa, dan meningkatkan Prestasi belajar fisika siswa kelas VIII- A SMP Negeri 1 Kotaanyar Probolinggo melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share (TPS) Berbasis Praktikum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Kotaanyar Probolinggo dengan subyek penelitian kelas VIII-A dengan jumlah 40 siswa, terdiri dari 18 siswa perempuan dan 22 siswa laki-laki. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), LKS, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar keaktifan siswa, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share (TPS) Berbasis Praktikum dapat meningkatkan meliputi: (1) Keaktifan guru dari siklus I sebesar 84,1% dan siklus II sebesar 92,8%, pada siklus I guru masih sulit mengendalikan kelas dan kurangnya memenejemen waktu, pada siklus II guru sudah bisa mengendalikan kelas. (2) Keaktifan siswa meningkat dari 68,59% menjadi 82,5%. (3) nilai ratarata prestasi belajar siswa pada siklus I sebesar 63,25 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 55% dari 40 siswa dan pada siklus II sebesar 76,75 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 85% dari 40 siswa. Peningkatan nilai rata-rata prestasi siswa pada siklus I dan II sebesar 14,25%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share (TPS) Berbasis Praktikum dapat meningkatkan Keaktifan dan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Kotaanyar Probolinggo.

Penerapan metode diskusi syndicate group untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VII A SMPN 24 Malang pada materi kaitan antara kondisi geografis dengan keadaan penduduk / Evy Agustina Rokhmawati

 

ABSTRAK Rokhmawati, Evy A. 2010. Penerapan Metode Diskusi Syndicate Group untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas VII A SMPN 24 Malang pada Materi Kaitan antara Kondisi Geografis dengan Keadaan Penduduk. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Achmad Amirudin, M. Pd (II) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M. Pd., M. Si Kata Kunci: Metode Diskusi Syndicate Group, keaktifan belajar siswa Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 3 November 2009 di Kelas VII A SMPN 24 Malang, diketahui bahwa siswa masih kurang aktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih didominasi oleh guru atau dapat dikatakan guru aktif, sedangkan siswa hanya duduk, mendengarkan, mencatat, bermain sendiri dan ada yang diam, sehingga terlihat pasif di dalam proses pembelajaran yang berlangsung. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini diterapkan Diskusi Syndicate Group, yang merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif untuk melatih siswa aktif dalam pembelajaran, yakni bertanya, menjawab pertanyaan, dan memberi saran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan menggunakan metode tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Prosedur penelitian tindakan kelas ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Kegiatan pembelajaran terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi. Penelitian dilaksanakan di Kelas VII A SMPN 24 Malang dengan jumlah siswa 51 orang, pada materi Kaitan antara Kondisi Geografis dengan Keadaan Penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan keaktifan kelompok dan keaktifan belajar siswa Kelas VII A SMPN 24 Malang yang ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase keaktifan kelompok pada siklus I sebesar 56,53% (cukup) meningkat menjadi 80,13% (sangat baik) pada siklus II. Peningkatan keaktifan belajar siswa pada siklus I sebesar 58,04% (cukup) meningkat menjadi 81,71% (sangat baik) pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, diajukan saran-saran sebagai berikut: (1) Guru sebaiknya menerapkan Metode Diskusi Syndicate Group sebagai salah satu alternatif dalam kegiatan pembelajaran dengan memberikan materi problematik agar tujuan diskusi dapat tercapai, (2) Guru sebaiknya dapat mengelola kelas lebih baik terutama dalam mengatasi siswa yang sering membuat ramai dan gaduh, sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar, (3) Guru sebaiknya dapat mengatur alokasi waktu secara tepat, sehingga semua kegiatan pembelajaran Metode Diskusi Syndicate Group terlaksana, (4) Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya mendatangkan observer yang lebih banyak lagi agar keaktifan belajar siswa dapat diamati secara cermat.

Peningkatan kemampuan melukis cat air teknik Aquarel melalui metode pemodelan pada siswa kelas VIII F SMPN 1 Singosari / Susilaningtyas Amperawati

 

Amperawati, Susilaningtyas. 2010. Peningkatan Kemampuan Melukis Cat Air Teknik Aquarel Melalui Metode Pemodelan pada Siswa Kelas VIII F di SMPN 1 Singosari, Skripsi, Program Studi S1Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni dan Disain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Triyono Widodo, M.Sn, (2) Drs.Andi Harisman. Kata Kunci : Kemampuan melukis, teknik aquarel,. metode pemodelan.. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa siswa kelas VIII F SMPN 1 Singosari memiliki kemampuan yang sangat kurang dalam teknik melukis dengan cat air. Hal ini disebabkan melukis cat air dipandang sulit dan kurang menarik. Siswa sering mengalami kesulitan dalam menuangkan idenya dan mengekspresikan keinginannya melalui alat dan media cat air. Untuk itu perlunya diadakan penelitian ini sebagai responsive terhadap rendahnya kemampuan melukis cat air teknik aquarel pada siswa kelas VIII F SMPN 1Singosari. Dan metode pemodelan sebagai salah satu solusi dalam pemecahan masalah tersebut. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah metode pemodelan bisa efektif dan efisien dalam pembelajaran melukis cat air teknik aquarel pada siswa kelas VIII F SMPN 1 Singosari, 2) Apakah metode pemodelan dapat meningkatkan kemampuan melukis cat air teknik aquarel pada siswa kelas VIII F SMPN 1 Singosari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan melukis cat air teknik aquarel melalui metode pemodelan pada siswa kelas VIII F SMPN 1 Singosari. Penelitian ini adalah PTK dengan pendekatan deskriptif dan untuk menda patkan data serta analisisnya melalui aktivitas dan responsive siswa dalam PBM. Model pembelajaran yang digunakan dalam PBM adalah pembelajaran langsung ( explicit instruction ). Rencana penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus, pada setiap siklusnya dilaksanakan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII F di SMPN 1 Singosari. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pemodelan pada pembelajaran melukis cat air teknik aquarel bagi siswa kelas VIII F di SMPN 1 Singosari pada siklus I mencapai rata-rata 77 % dan pada siklus II mengalami peningkatan rata-rata, yaitu 81 %. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran melukis cat air teknik aquarel melalui metode pemodelan lebih efisien dan dapat meningkatkan kemampuan melukis siswa. Dengan demikian metode pemodelan bisa dijadikan sebagai acuan dalam pembelajaran Seni Budaya, khususnya seni rupa..

Pengembangan bahan ajar tematik untuk siswa kelas IV sekolah dasar (studi pada siswa kelas IV SDN Sokosari 1 Tuban) / Ina Agustin

 

Agustin, Ina. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Tematik untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar (Studi pada Siswa Kelas IV SDN Sokosari 1 Tuban). Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, Ph.D.,(II) Dr. Muhardjito, M.S. Kata kunci: Bahan Ajar, Modul Pembelajaran, Pembelajaran Tematik, Peta Konsep.    Penerapan kurikulum 2013 mengharuskan bahwa seluruh siswa pada jenjang sekolah dasar dari kelas satu sampai dengan kelas enam menerapkan pembelajaran tematik. Wawancara dengan guru kelas IV SDN Sokosari 1 Tuban serta observasi lapangan, menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan oleh guru belum maksimal, karena pada buku siswa belum terdapat pengembangan latihan soal dan isi bacaan pada buku siswa belum sesuai dengan kondisi tempat tinggal siswa sehingga siswa membutuhkan sumber belajar tambahan yang sesuai dengan karakteristik dan kondisi tempat tinggal siswa. Tujuan Penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar tematik yang valid, efektif dan dapat diterapkan untuk siswa kelas IV sekolah dasar.     Pengembangan bahan ajar tematik ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall (1983) dengan melakukan Sembilan langkah yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) desain produk, (4) validasi produk oleh para ahli, (5) revisi 1, (6) uji coba kelompok kecil, (7) revisi II, (8) uji lapangan, (9) produk akhir. Validasi produk, diberikan kepada ahli materi dan ahli desain. Uji Coba Produk dilakukan dengan uji coba lapangan kepada guru dan siswa dilanjutkan revisi sehingga didapatkan produk akhir bahan ajar tematik untuk siswa kelas IV sekolah dasar.     Hasil Pengembangan menghasilkan produk bahan ajar tematik yang berupa modul tematik yang dilengkapi dengan buku panduan guru. Materi pada modul tematik disajikan dalam bentuk peta konsep yang berada di setiap awal pembelajaran. Modul tematik terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian pendahuluan, pembahasan dan penutup. Buku panduan guru berisi tentang panduan penggunaan bahan ajar tematik dalam kegiatan pembelajaran, penilaian, silabus, RPP, dan daftar rujukan. Uji coba produk terdiri atas uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Hasil rata-rata kevalidan dari validasi ahli dalam penelitian ini mencapai 73%. Uji coba lapangan dilakukan untuk mengetahui keterterapan dan keefektifan produk yang berupa bahan ajar tematik untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Hasil ujicoba lapangan pada keterterapan produk mencapai 92%. Hasil ujicoba lapangan pada keefektifan produk untuk aspek hasil belajar siswa dilihat dari ranah kognitif, ranah afektif dan psikomotor mencapaai 100% bagi siswa yang mencapai skor ≥ 75 dari 100. Aspek aktivitas belajar mencapai 80%, sehingga dapat dinyatakan bahan ajar tematik efektif digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan data di atas, produk yang telah dikembangkan dapat dikatakan valid, dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas IV SDN Sokosari 1 Tuban dan efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Pengaruh sistim upah terhadap perhitungan harga pokok hasil produksi pabrik tekstil PT Kancil Mas Bangil / oleh Suhartati

 

Pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap intensi turnover melalui komitmen organisasi karyawan (Studi pada karyawan PT. Hero Sakti Motor Gemilang Malang) / Andri Kurniawan

 

ABSTRAK Kurniawan, Andri. 2009. Pengaruh Kepuasan Kerja Karyawan Terhadap Intensi Turnover Melalui Komitmen Organisasi Karyawan (Studi pada karyawan PT. Hero Sakti Motor Malang).Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.M.Arief, M.si, (II) Drs.I. Nyoman Suputra,M.si. Kata Kunci : Kepuasan Kerja, Komitmen Karyawan, Intensi Turnover Kinerja suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kondisi dan perilaku karyawan yang dimiliki perusahaan tersebut. Fenomena yang seringkali terjadi adalah kinerja suatu perusahaan yang telah demikian bagus dapat dirusak, baik secara langsung maupun tidak, oleh berbagai perilaku karyawan yang sulit dicegah terjadinya. Salah satu bentuk perilaku karyawan tersebut adalah keinginan berpindah (intensi turnover) yang berujung pada keputusan karyawan untuk meninggalkan pekerjaannya. Sebagai upaya untuk menekan terjadinya turnover karyawan, perusahaan dapat menerapkan kebijakan-kebijakan yang dapat menarik minat seorang karyawan untuk tetap bekerja dan berkarya dengan sumber daya yang dimilikinya. Usaha untuk mengurangi keinginan keluar kerja (turnover intentions) ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kepuasan kerja karyawan. faktor-faktor kepuasan kerja dapat mempengaruhi komitmen karyawan pada organisasi. Kepuasan kerja nampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya. Sebaliknya karyawan yang tidak terpuaskan oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan pekerjaan nampak memiliki sikap negatif yang mencerminkan kurangnya komitmen mereka terhadap perusahaan seperti sering mangkir, produktivitas rendah, perpindahan karyawan, tingginya tingkat kerusakan, timbulnya kegelisahan serta terjadinya tuntutan-tuntutan yang berakhir dengan mogok kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap intensi turnover dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komitmen organisasi karyawan sebagai variabel penengah (intervening variable). Sesuai dengan rancangan konsep penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan analisis jalur, yang merupakan penerapan dari regresi berganda (multiple regression analysis). Dari teknik tersebut akan diketahui pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat baik secara langsung, maupun tidak langsung dengan melalui variabel intervening. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel Kepuasan Kerja (X), variabel Komitmen Karyawan (Z), dan variabel Turnover intentions (Y). Untuk kepentingan ii penulis mengadakan suatu penelitian pada PT. Hero Sakti Motor Gemilang di Malang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tercatat 65 karyawan pada PT.HSMG.Sedangkan dalam penarikan sampel digunakan metode “Proportioned Stratified Random Sampling”dan diperoleh hasil sebesar 40 responden. Jumlah ini dianggap memenuhi batasan sampel yang telah diisyaratkan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan kuesioner (penyebran daftar pertanyaan). Adapun metode analisis yang digunakan dalam perhitungan adalah analisis inferensial dan analisis jalur. Pada pengujian hipotesis pertama, hasil uji analisis regresi antara variabel kepuasan kerja (X) dan variabel komitmen organisasi (Z), dapat diambil kesimpulan bahwa terjadi korelasi positif atau searah antara variabel kepuasan kerja (X) dan variabel komitmen organisasi (Z). Artinya, bila kepuasan kerja meningkat maka komitmen organisasi karyawan juga akan meningkat. Dan terjadi pengaruh yang signifikan antara keduanya. Ini dibuktikan dengan besaran nilai b = 0,484, sig = 0,002 dan nilai R2 = 0,235. Pada pengujian hipotesis kedua, hasil uji analisis regresi antara variabel Kepuasan Kerja (X) Terhadap Intensi Turnover (Y), dapat diambil kesimpulan bahwa terjadi korelasi negatif antara variabel Kepuasan kerja (X) Terhadap Intensi Turnover (Y). Artinya, bila kepuasan kerja meningkat maka intensi turnovernya akan menurun. Dan terjadi pengaruh yang signifikan antara keduanya. Ini dibuktikan dengan besaran nilai b= -0,404, sig= 0,010 dan nilai R2= 0,163. Dari hasil uji analisis regresi antara variabel komitmen organisasi (Z) Terhadap intensi turnover (Y), dapat diambil kesimpulan bahwa terjadi korelasi negatif antara variabel komitmen organisasi (Z) terhadap intensi turnover (Y) tetapi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan antara keduanya. Ini berarti, perubahan variabel komitmen organisasi tidak mempengaruhi secara signifikan perubahan intensi turnover. Ini dibuktikan dengan besaran nilai b= -0,252, sig= 0,116 dan nilai R2= 0,064. Dari hasil uji analisis jalur antara variabel kepuasan kerja (X) terhadap intensi turnover (Y) melalui komitmen organisasi (Z) sebagai variabel intervening didapatkanh koefisien determinasi yaitu sebesar 0,167 dapat disimpulkan bahwa 16,7% perubahan variabel Y (Intensi Turnover) disebabkan oleh perubahan variabel X (Kepuasan Kerja) dan Z (Komitmen Organisasi) sedangkan sisanya 83,3% disebabkan oleh faktor lain di luar perubahan variabel X (Kepuasan Kerja) dan Z (Komitmen Organisasi). Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa variabel komitmen organisasi (Z) tidak dapat memediasi pengaruh kepuasan kerja (X) terhadap intensi turnover (Y). Dari nilai interprestasi hasil analisis yang didapatkan yaitu 0,366, dapat ditarik kesimpulan bahwa model penelitian ini berinterprestasi korelasi rendah yaitu berada pada rentang skala 0,20-0,399. Artinya 36,6% data dapat dijelaskan oleh model penelitian ini, sedangkan sisanya 63,4% dijelaskan oleh variabel yang tidak ikut diteliti dalam penelitian ini. Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa komitmen terhadap organisasi yang dimiliki karyawan pada PT. Hero Sakti Motor Gemilang bukan merupakan faktor penentu yang dapat mempengaruhi niat karyawan untuk berhenti kerja. Intensi turnover yang terjadi lebih dapat disebabkan oleh kondisi kepuasan kerja yang dirasakan karyawan. Untuk menekan tingkat intensi turnover karyawan, perusahaan perlu memperhatikan tingkat kebutuhan dan keinginan (need and demand) karyawan yang terjadi selama ini, langkah nyata yang dapat dilakukan yaitu dengan berusaha melakukan pendekatan secara baik kepada karyawan dengan harapan segala bentuk permasalahan yang menyangkut kepuasan kerja karyawan di perusahaan dapat terselesaikan dengan baik sehingga tidak menghambat aktivitas yang dilakukan perusahaan dan dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan untuk kedepannya. Pihak manajemen diharapkan untuk tetap melakukan eveluasi atas kinerja yang telah dicapai oleh karyawan, hal tersebut dalam rangka untuk proses pengendalian atas komitmen para karyawan dalam bekerja di perusahaan dengan harapan dapat tercipta komitmen yang tinggi para karyawan selama bekerja di perusahaan.

Hubungan antara konformitas peer group dengan sikap merokok pada mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang / Lusi Septiyanti

 

Septiyanti, Lusi. 2014. Hubungan Antara Konformitas Peer Group dengan Sikap Merokok pada Mahasiswa Perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Fattah Hidayat, S.Psi, M.Psi (II) Farah Farida Tantiani, S.psi, M.Psi. Kata Kunci: Konformitas Peer Group, Sikap Merokok, Mahasiswa Perokok Fakultas Kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) gambaran konformitas peer group pada mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, (2) gambaran sikap merokok pada mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, (3) hubungan antara konformitas peer group dengan sikap merokok mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Dalam pengambilan sampel, peneliti mengambil 60 mahasiswa yang sesuai dengan karakteristik penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data penelitian ini menggunakan skala konformitas peer group dengan validitas berkisar antara 0.359-0.876 dengan reliabilitas 0,964. Skala sikap terhadap rokok dengan validitas berkisar 0,325-0,720 dengan realibilitas 0,869. Validitas pada alat pengumpul data dievaluasi menggunakan validitas konstruk dan penghitungan dengan rumus Pearson Product Moment. Reliabilitas alat tes diperoleh menggunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis Pearson Correlation dengan bantuan SPSS 16.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konformitas peer group dengan sikap merokok pada mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang dengan r = 0,642 dan p = 0,000 < 0,05. Berdasarkan nilai korelasi, variabel dikatakan berpengaruh karena nilai signifikannya lebih kecil atau sama dengan 0,05 (sig. < 0,05). Manfaat dari penelitian ini, diharapkan mahasiswa dapat memilih lingkungan peer group yang positif, dan dapat lebih mempedulikan bahaya yang ditimbulkan oleh rokok. Dan berdasarkan hasil penelitian, bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konformitas peer group dengan sikap merokok pada mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, dapat disarankan agar mahasiswa dapat memilih lingkungan peer group yang memberikan pengaruh positif terhadap mahasiswa, dan mahasiswa diharapkan lebih mempedulikan bahaya merokok, sehingga dapat membentuk diri agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri, maupun lingkungan sekitar.

Penerapan metode simulasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran PKn di SDI Al-Yasini Ngabar Kraton Pasuruan / Miftahurrohmah

 

ABSTRAK Miftahurrohmah. 2010. Penerapan metode simulasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Dalam Pembelajaran PKn Di SDI AL-YASINI Ngabar Kraton Pasuruan. Skripsi jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. FIP Universitas Negeri Malang. pembimbing: (1) Drs.Ir. Endro Wahyuno, M.Si (2) Dra. Nur Hanifah, M. Pd. Kata kunci: Penerapan Metode Simulasi, Hasil belajar, PKn SD Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) bertujuan untuk membentuk watak warga negara yang baik, yaitu warganegara yang tahu, mau, dan sadar akan hak serta kewajibannya. Untuk meningkatkan kemampuan dan kemauan siswa dalam pembelajaran PKn, perlu adanya pembelajaran yang sesuai dengan penerapan pembelajaran yang diharapkan untuk hasil belajar meningkat dan lebih baik. Hasil observasi awal ditemukan bahwa siswa SDI al-yasini belum menerapkan metode simulasi. Sebagian siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasan yang ditentukan oleh sekolah yaitu 65 ketuntasan individu. Berdasarkan hal ini, metode simulasi sangat tepat digunakan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan penerapan metode simulasi untuk siswa kelas V dalam pembelajaran PKn di SDI al-yasini Ngabar Kraton Pasuruan; 2) Mendeskripsikan aktifitas siswa kelas V dalam pembelajaran PKn di SDI al-yasini Ngabar Kraton Pasuruan; 3) Mendeskripsikan penerapan metode simulasi untuk peningkatan hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran PKn di SDI al-yasini Ngabar Kraton Pasuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simulasi yaitu pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung sehingga siswa dapat memahami konsep, prinsip , sikap dan nilai didalamnya. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitataif dan deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDI al-yasini sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan tes. Hasil analisis data setelah penerapan metode simulasi menunjukkan bahwa: 1) Pembelajaran PKn dengan penerapan metode simulasi, kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP mencapai nilai 96,1dengan kategori A; 2) Untuk aktivitas belajar secara klasikal mencapai nilai 82,8 % dengan kategori A; 3) Hasil belajar siswa mencapai nilai 83,6 dengan ketuntasan belajar 88%. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan metode simulasi dalam pembelajaran PKn siswa kelas V SDI al-yasini dapat meningkatkan hasil belajar siswa, terbukti dari hasil yang diperoleh siswa dapat dilihat dari rata-rata hasil tes mulai dari pre tes (62,72) dengan prosentase (32%), meningkat siklus I (73,6) dengan prosentase (48%), dan meningkat lagi siklus II (83,6) dengan prosentase (88%) yang terus mengalami peningkatan. Saran yang disampaikan kepada guru yaitu lebih profesional dalam menjalankan tugas mengajar untuk merangsang minat belajar siswanya, serta melibatkannya secara utuh dalam pembelajaran

Peningkatan kemampuan menulis surat dinas kelas VIII SMP Negeri 2 Bantur dengan menggunakan teknik kartu ilustrasi / Titah Ikaning Rahayu

 

Kata Kunci: peninngkatan, kemampuan menulis surat dinas, kartu ilustrasi Menulis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses belajar yang dialami siswa selama menuntut ilmu di sekolah. Dengan tulisan, mereka dapat mengungkapkan berbagai informasi, pengetahuan, dan gagasan yang mereka miliki. Dengan banyaknya latihan, pembelajaran menulis diharapkan keterampilan siswa dalam menulis lebih meningkat. Kegiatan pembelajaran menulis dalam penelitina ini difokuskan pada kompetensi dasar menulis surat dinas. Menulis surat dinas merupakan materi yang ada dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) untuk jenjang SMP dan SMA. Penelitian ini dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa kemampuan siswa dalam menulis surat dinas masih rendah. Kenyataan ini disebabkan beberapa hal (1) siswa masih kesulitan untuk menyusun format surat dinas dengan baik dan benar, (2) siswa masih kesulitan untuk menulis kalimat dengan baik dan benar dan (3) siswa masih kesulitan dalam penulisan ejaan. Tujuan peneliti dalam penelitian tersebut adalah (1) agar siswa dapat menyusun format surat dinas dengan baik dan benar, (2) agar siswa dapat menulis kalimat dengan baik dan benar dan (3) agar siswa dapat menggunakan ejaan dengan baik dan benar. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis surat dinas dengan baik dan benar diperlukan sebuah metode pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu, penelitian menggunakan metode kartu ilustrasi. Dengan menggunakan metode ini siswa lebih mudah belajar dalam menyusun format surat dinas, menulis kalimat dan penggunaan ejaan dengan baik dan benar. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian disusun dalam satuan siklus yang meliputi perancanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Penetapan subjek didasarkan pada hasil analisis studi pendahuluan dan wawancara oleh peneliti. Subjek umum yang diberi tindakan, seluruh siswa kelas VIII A. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2010 sampai dengan 24 Mei 2010. Data diperoleh melalui instrumen utama yaitu melalui observasi, pedoman, wawancara dan dokumentasi. Hasil penilaian hasil menunjukkan bahwa menggunakan metode kartu ilustrasi, kemampuan siswa dalam menulis surat dinas meningkat.

Studi pembelajaran tari jathil pada mata pelajaran muatan lokal seni reog di SMP 1 Jetis Ponorogo sebagai upaya pelestarian kesenian daerah setempat / Nanda Rochmahningtyas

 

Ponorogo merupakan kota yang terkenal dengan kesenian Reog. Salah satu usaha pemerintah daerah Ponorogo untuk melestarikan kesenian daerah setempat dengan memasukkannya pada mata pelajaran muatan lokal. SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo merupakan satu-satunya SMP yang menjadikan kesenian reog sebagai mata pelajaran muatan lokal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran tari Jathil pada mata pelajaran muatan lokal serta mengetahui cara mengatasi factor penghambat. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian diskriptif. Subyek penelitian guru dan siswa. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumen. Analisis yang dilakukan dengan mengorganisasikan data, mengelompokkan data serta klasifikasi data, memaparkan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian mencakup empat hal mendasar yaitu: (1) Persiapan pembelajaran tari Jathil di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo berlangsung sesuai dengan perangkat yang disusun yaitu SILABUS dan RPP, perangkat pembelajaran meliputi dua standart kompetensi yaitu yang pertama mengenal seni pertunjukan seni reog Ponorogo dan yang ke dua mengenal dan memahami ragam gerak tari pertunjukan reog; (2) Pelaksanaan pembelajaran tari Jathil dengan menggunakan strategi pengenalan dan dengan menggunakan metode demonstrasi, tanya jawab dan drill,media pembelajaran yang berupa kaset pita, tape, VCD player, kaset VCD, dan sampur telah digunakan secara maksimal serta sarana prasarana ruang kesenian yang telah memenuhi standart kelayakan, guru telah dapat mengelola kelas sehingga kelas menjadi nyaman untuk menjalani proses pembelajaran; (3) Evaluasi pembelajaran dalam bentuk ujian praktek dengan mempraktekkan ragam gerak tari Jathil dengan aspek yang dinilai wiraga, wirasa, dan wirama; (4) Faktor yang mempengaruhi pembelajaran adalah faktor intern yang tidak terdapat faktor penghambat dan minatyang tinggi sebagai faktor pendukung sedangkan faktor ekstern yang menghambat ada pada iringan, berupa kaset yang tidak ada cadangannya, sedangkan factor pendukung ada dari pihak sekolah dan keluarga berupa pemberian fasilitas semisal kaset pita, tape, VCD player, kaset VCD, dan sampur. Beberapa saran yang diberikan penulis, yaitu: bagi Diknas Kabupaten Ponorogo, diharapkan SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo menjadi pelopor bagi SMPSMP lain untuk memasukkan kesenian reog pada mata pelajaran muatan lokal dan dari penelitian ini diharapkan menjadi salah satu wacana penambah informasi tentang pembelajaran yang berlangsung pada mata pelajaran muatan lokal

Nilai moral dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi / Annisa Dzulqoidah

 

Dzulqoidah, Annisa. 2014. Nilai Moral Dalam Novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd, (II) Musthofa Kamal, S.Pd., M.Sn Kata kunci: karya sastra, nilai moral. Pada masa ini, bangsa Indonesia sedang mengalami degradasi moral. Wujud dari hal tersebut dapat dilihat dengan maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja, tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkoba, ketidakpatuhan anak kepada orang tuanya, dan lain sebagainya. Munculnya beragam peristiwa tersebut salah satunya merupakan akibat dari menurunnya moralitas yang ada pada masyarakat saat ini. Karya sastra sebagai sebuah karya kreatif yang lahir dari pemikiran dan pengalaman pengarangnya sering mencerminkan pandangannya dalam melihat sebuah kehidupan. Pengalaman tersebut ditulis sebagaimana adanya untuk dimaknai sebagai bentuk implementasi dari pengungkapan pikiran maupun perasaan yang ada pada diri manusia. Sebagai sebuah karya kreatif, karya sastra tidak hanya mengandung unsur keindahan, karya sastra sering mencerminkan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu novel yang mengandung nilai moral adalah novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. Dalam novel Ranah 3 Warna, pengarang berusaha menyajikan nilai moral sebagai salah satu nilai yang akan dipaparkan kepada pembaca. Pengarang tidak hanya ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya saja tetapi secara implisit juga mempunyai dorongan untuk memengaruhi pembaca agar lebih memahami, menghayati, dan menyadari masalah serta ide yang diungkapkan. Selain itu, pengarang juga menyampaikan pandangan-pandangannya tentang kehidupan yang dapat memberi faedah kepada pembacanya. Oleh sebab itu, pembaca bisa mengambil pelajaran yang terdapat di dalam karya sastra tersebut dengan penuh kesadaran sehingga dapat dijadikan sebagai bahan renungan dalam kehidupan sehari-hari. Identifikasi nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Ranah 3 Warnadidasarkan pada teori etika Bertens.Teori etika yang dikemukakan oleh Bertens digunakan sebagai landasan dalam mengidentifikasi perilaku tokoh dalam cerita yang mengandung nilai-nilai moral. Penelitian ini secara rinci bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi yang meliputi, (1) nilai moral individu, (2) nilai moral sosial, dan (3) nilai moral ketuhanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data penelitian berupa dialog dan narasi antartokoh yang mengandung nilai moral. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca berulang-ulang. Untuk menjaga keabsahan temuan, peneliti menggunakan teknik berdiskusi dengan teman sejawat dan melakukan pendalaman materi dengan cara membaca berulang-ulang. Teknik analisis data dalam penelitian ini mencakup tiga tahapan, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi data. Pertama, reduksi data dilakukan dengan identifikasi, klasifikasi, dan kodifikasi data.Kedua, tahap penyajian data. Pada tahap ini, data disajikan dalam bentuk yang sudah disesuaikan dengan rumusan masalah yang akan diteliti. Terakhir, tahap verifikasi data. Verifikasi data dilakukan dengan cara mengaitkan data dengan teori yang telah dijadikan dasar penelitian atau teori utama. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan terkait nilai moral dalam novel Ranah Tiga Warna karya A. Fuadi, yaitu nilai moralindividu, nilai moral sosial, dan nilai moral ketuhanan.Pertama, nilai moral individu menyangkut hubungan manusia dengan diri sendiri serta kejiwaannya. Nilai moral individu mendorong individu yang bersangkutan untuk mencapai kesejahteraan dalam kehidupan sebagai individu yang mampu memanfaatkan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki tanpa melibatkan atau bahkan merugikan individu yang lainnya. Nilai moral individu dalam penelitian ini adalah 1) tanggung jawab berupa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan bekerja dengan semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil sebaik munngkin, (2) keoptimisan berupa pantang menyerah ketika menghadapi suatu masalah, dan (3) kejujuran berupa berlaku jujur apa adanya, tidak mengurangi atau menambahi informasi yang diketahui. Kedua, nilai moral sosial menyangkut hubungan manusia satu dengan manusia lainnya. Nilai moral sosial mengacu pada semua kegiatan yang menimbulkan kesatuan, kekuatan, kedamaian, dan kehormatan bagi masyarakat serta perbuatan yang menimbulkan pengaruh baik dan keselamatan bagi orang lain. Segala sesuatu yang dilakukan seorang manusia, tidak terlepas dari penilaian manusia lainnya. Nilai moral sosial dalam penelitian ini adalah (1) menolong sesama berupa meringankan beban teman dan meringankan beban orang lain, (2) kepedulian sosial berupa memperhatikan atau peka terhadap sesuatu yang terjadi di masyarakat, dan (3) berbakti berupa berbakti kepada orang tua. Ketiga, nilai moral ketuhanan menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan. Baik berupa perilaku, kepercayaan, serta semua hal yang berhubungan dengan Tuhan. Nilai moral ketuhanan dalam penelitian ini adalah (1) berdoa berupa memohon kepada Tuhan, (2) ikhlas berupa memberikan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan, dan (3) bersyukur berupa mengucapkan terimakasih kepada Tuhan atas rezeki yang telah diberikan. Berdasarkan nilai moral yang terkandung dalam novel Ranah 3 Warna diharapkan pembaca dapat mengambil pelajaran moral yang terkandung di dalamnya. Karya sastra yang baik hendaknya mengandung unsur-unsur pendidikan dan pembelajaran, bukan hanya unsur hiburan semata. Salah satunya mengenai nilai-nilai moral yang dapat disiratkan dalam cerita sebagai pembelajaran kepada pembaca.

Analisis biaya kualitas pada PT. Pesona Remaja Malang / Sulistyorini

 

Masalah-masalah pembelajaran tematik tema lingkungan di kelas II SDN Purwosari II Pasuruan / Mar'atus Sholichah

 

Kata kunci: masalah pembelajaran tematik, tema lingkungan, siswa SD Kelas II Pada penelitian yang penulis lakukan di kelas II SDN Purwosari II Pasuruan tentang pembelajaran tematik yang bertemakan lingkungan, ternyata guru masih mengalami kesulitan mulai dari penyusunan silabus, penyusunan RPP, implementasi pembelajaran, hingga penilaian tematik tema lingkungan. Oleh karena itu permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) apa saja masalah yang dialami guru kelas II SDN Purwosari II Pasuruan dalam menganalisis kurikulum menjadi silabus tematik yang bertemakan lingkungan?, 2) apa saja masalah yang dialami guru kelas II SDN Purwosari II Pasuruan dalam menyusun RPP tematik yang bertemakan lingkungan?, 3) apa saja masalah yang dialami guru kelas II SDN Purwosari II Pasuruan dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik yang bertemakan lingkungan?, 4) apa saja masalah yang dialami guru kelas II SDN Purwosari II Pasuruan dalam menentukan penilaian pembelajaran tematik yang bertemakan lingkungan?, dan bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan masalah yang dialami guru kelas II SDN Purwosari II Pasuruan dalam menganalisis kurikulum menjadi silabus tematik yang bertemakan lingkungan, 2) untuk mendeskripsikan masalah yang dialami guru kelas II SDN Purwosari II Pasuruan dalam menyusun RPP tematik yang bertemakan lingkungan, 3) untuk mendeskripsikan masalah yang dialami guru kelas II SDN Purwosari II Pasuruan dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik yang bertemakan lingkungan, 4) untuk mendeskripsikan masalah yang dialami guru kelas II SDN Purwosari II Pasuruan dalam menentukan penilaian pembelajaran tematik yang bertemakan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa angket, observasi, wawancara, dokumentasi untuk mengkaji permasalahan dalam pembelajaran tematik di kelas II SDN Purwosari II Pasuruan. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa guru kelas II SDN Purwosari II Pasuruan mengalami permasalahan dalam hal menganalisis kurikulum menjadi silabus tematik yang bertemakan lingkungan, menyusun RPP tematik yang bertemakan lingkungan, implementasi pembelajaran tematik yang bertema lingkungan, penilaian tematik yang bertemakan lingkungan. Bertitik tolak dari hasil penemuan, maka disarankan agar Sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan mengusahakan pelatihan-pelatihan tentang pembelajaran tematik. Selain itu guru kelas II harus berpedoman pada: ketentuan-ketentuan pembelajaran tematik, silabus tematik, program pelaksanaan, tingkat perkembangan siswa, dan lingkungan sekitar siswa.

Perkembangan moral anak muda dalam organisasi Derakan Pemuda (GP) di GPIB Sejahtera Malang / Priskila Fainsenem

 

ABSTRAK Fainsenem, Priskila. 2015. Perkembangan Moral Anak Muda dalam Organisasi Gerakan Pemuda (GP) di GPIB Sejahtera Malang. Skripsi, Program Studi PPKn, JurusanHukumdanKewarganegaraan, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Si, (II) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum. Kata Kunci:perkembangan moral,gerakan pemudaGPIB. Moral adalah tentang baik dan buruknya suatu perbuatan. Moral kognitif berhubungan dengan pengertian akan moral dan kemampuan individu dalam memecahkan masalah tentang dilema moral yang dihadapinya. Dalam perkembangannya moral kognitif berkembang melalui struktur tingkatan tahapan. Tahapan tersebut dilalui dengan cara yang sistematis dan tidak meloncat dari tahapan di depannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) menjelaskan perkembangan moral yang berkembang dalam organisasi Gerakan Permuda (GP) di GPIB Sejahtera Malang, (2) menjelaskan faktor yang menyebabkan perkembangan moral anak muda dalam organisasi Gerakan Permuda (GP) di GPIB Sejahtera Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pada penelitian deskriptif ini, peneliti berusaha untuk menjelaskan bagaiman perkembangan moralanak muda dalam organisasi Gerakan Permuda (GP) di GPIB Sejahtera Malang. Melalui jenis penelitian ini data yang telah terkumpul berupa hasil dari wawancara tentang dilema moral yang disusun secara sistematis, akurat, dan faktual. Hal tersebut untuk memberikan penjelasan secara terperinci dan sesuai dengan keadaan yang sesuai dengan perkembangan moral anak muda dalam organisasi Gerakan Permuda (GP) di GPIB Sejahtera Malang tanpa adanya rekayasa. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) perkembangan moral anak muda dalam organisasi Gerakan Permuda (GP) di GPIB Sejahtera Malang berada pada tiga tahap yaitu pada orientasi menjadi “anak baik”, orientasi hukum dan ketertiban, serta orientasi kontrak sosial legalistis. Dari sepuluh informan, satu informan berada pada tahap ketiga yaitu orientasi menjadi “anak baik”, enam informan berada pada tahap keempat yaitu orientasi hukum dan ketertiban, dan tiga informan berada pada tahap kelima yaitu orientasi kontrak sosial legalistis Berdasarkan data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa perkembangan moral anak muda dalam organisasi Gerakan Permuda (GP) di GPIB Sejahtera Malang, yang paling dominan adalah pada tahapkeempat. Sangatlah dibutuhkan kerjasama dari masing-masing pihak untuk meningkatkan perkembangan moral anak dalam organisasi Gerakan Permuda (GP) di GPIB Sejahtera Malang. Dan faktor yang menyebabkan perkembangan moral anak muda dalam organisasi Gerakan Permuda (GP) di GPIB Sejahtera Malang adalah faktor dari dirinya sendiri dan faktor dari luar seperti lingkungan kerja, sekolah dan masyarakat.Saran bagi anak muda di GPIB Sejahtera Malah adalah diharapkan perkembangan moral mereka dapat berkembang ke arah yang lebih baik lagi.

Penggunaan media kartu bilangan untuk meningkatkan kemampuan menentukan kelipatan suatu bilangan kelas IV SDN Satriyan 03 Kanigoro Blitar / Wahyu Tri Setiani

 

Kata Kunci : Kemampuan, Media, Kartu Bilangan, Kelipatan, Bilangan Guru merupakan faktor utama yang memiliki peranan sebagai pengelola dan pengembang pembelajaran yang di tuntut aktif dan kreatif dalam mengajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil observasi awal ditemukan bahwa hasil belajar siswa kelas IV SDN Satriyan 03 Kanigoro Blitar yang diperoleh 55% dari 20 siswa nilai hasil belajarnya masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mendeskripsikan gambaran tentang penggunaan media kartu bilangan siswa kelas IV SDN Satriyan 03 Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. (2) Untuk mendeskripsikan gambaran tentang hasil belajar siswa dengan menggunakan kartu bilangan pada siswa kelas IV SDN Satriyan 03 Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. (3) Untuk mengetahui peningkatan kemampuan menentukan kelipatan suatu bilangan dengan penggunaan media kartu bilangan pada siswa kelas IV SDN Satriyan 03 Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), melalui empat tahapan: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi hasil tindakan. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tiga kali pertemuan. Dalam satu kali pertemuan meliputi: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Satriyan 03 Kanigoro Blitar. Subyek penelitian ini siswa kelas IV, sebanyak 20 orang siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan meliputi lembar tes soal,. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data kualitatif, yang meliputi mereduksi data, memaparkan data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran kartu bilangan ini dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas IV SDN Satriyan 03 Kanigoro Blitar. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan hasil formatif yang meningkat yaitu dari pra tindakan mencapai rata-rata 55%, pada siklus I ke 51.7% pada siklus II. Pada siklus II ini sudah mencapai ketuntasan belajar diatas 70%, bahkan mencapai 100%, sehingga kegiatan penelitian dihentikan. Dampak dari penggunaan media kartu bilangan ini dapat meningkatkan tingkat aktivitas proses belajar siswa, hasil belajar siswa, standar nilai ketuntasan belajar siswa, dan cara menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media kartu bilangan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada guru untuk dapat menggunakan media benda kongkret pada saat menanamkan konsep materi KPK. Bagi siswa agar lebih meningkatkan aktivitas dalam belajar. Bagi peneliti selanjutnya dapat memberi informasi, wawasan serta dapat meningkatkan lagi hasil dari penelitian ini, dan pada penelitian tentang media kartu bilangan dapat terlaksana lebih sempurna lagi.

Pengerjaan soal cerita lima langkah untuk meningkatkan hasil belajar penjumlahan dan pengurangan pecahan siswa kelas V SDN Sumberkembar 02 Blitar / Erik Dwi Widowati

 

Kata Kunci : Soal cerita, pecahan, hasil belajar Pada kenyataan di lapangan, siswa kelas V SDN Sumberkembar 02 Kabupaten Blitar memperoleh nilai di bawah KKM. Maka, perlu diadakan penelitian untuk mengatasi masalah tersebut. Rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah keterlaksanaan penerapan pengerjaan soal cerita lima langkah untuk meningkatkan hasil belajar penjumlahan dan pengurangan pecahan siswa kelas V SDN Sumberkembar 02 Blitar? 2) Apakah ada peningkatan hasil belajar penjumlahan dan pengurangan pecahan kelas V SDN Sumberkembar 02 Blitar melalui penerapan pengerjaan soal cerita lima langkah? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran penjumlahan dan pengurangan pecahan melalui penerapan pengerjaan soal cerita lima langkah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Sumberkembar 02 yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata pada pratindakan 47,25, siklus I 54,29, dan siklus II 79,83. Ketuntasan belajar pada pratindakan sebesar 62,5%, siklus I sebesar 37,65%, dan siklus II 100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pengerjaan soal cerita lima langkah dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas V SDN Sumberkembar 02 Blitar, oleh karena itu guru disarankan untuk menggunakan model-model pembelajaran yang inovatif untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran yang optimal.

Peningkatan hasil belajar IPS melalui model quantum learning di kelas IV SDN Mangunan 01 Kabupaten Blitar / Yuli Ariningsih

 

Kata Kunci: hasil belajar, IPS, Quantum Learning. Hasil observasi pratindakan yang telah dilakukan di SDN Mangunan 01 pada mata pelajaran IPS, diperoleh data bahwa siswa belum menguasai materi. Hal ini ditandai dengan hasil belajar siswa pada tes akhir pembelajaran hanya 37% siswa sudah mencapai nilai diatas KKM dan 63% siswa masih dibawah KKM. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan suatu perbaikan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran model Quantum Learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model Quantum Learning pada pembelajaran IPS kelas IV di SDN Mangunan 01 kabupaten Blitar dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Mangunan 01 setelah menggunakan model Quantum Learning. Model Quantum Learning merupakan model yang digunakan dalam pembelajaran IPS yang dapat membawa siswa belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan. Siswa akan mendapatkan pengalaman belajar saat pembelajaran berlangsung. Siswa akan lebih aktif dalam berinteraksi dengan situasi belajarnya. Pembelajaran IPS di kelas IV SDN Mangunan 01 melalui langkah-langkah TANDUR yang ada dalam Quantum Learning. Pembelajaran diawali dengan mempersiapkan dan merencanakan materi, selanjutnya menumbuhkan minat belajar siswa. Siswa kemudian diajak melakukan pengamatan secara langsung sehingga siswa alami melakukan sendiri. Langkah berikutnya siswa memberikan nama atau mendefinisikan sebuah konsep dari apa yang sudah mereka amati, dan mendemontrasikan hasil pengamatan yang diperoleh. Dilanjutkan ulangi dengan memberikan tes akhir sebagai hasil belajar yang akan digunakan untuk mengukur pemahaman siswa, dan yang terakhir rayakan keberhasilan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus dengan dua kali pertemuan yang masing-masing terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IV SDN Mangunan 01 kabupaten Blitar. Data yang diperoleh berupa hasil tes dan lembar observasi (aktivitas siswa dan guru di dalam kegiatan pembelajaran). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka diperoleh peningkatan rata-rata persentase hasil belajar siswa di kelas IV dari sebelum siklus adalah 37% mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 70%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 33%. Sedangkan siklus II mencapai 89%, hal ini menunjukkan peningkatan hasil belajar sebesar 19%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penerapan model Quantum Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Mangunan 01 kabupaten Blitar.

Peningkatan kemampuan membaca pemahaman dengan menggunakan surat kabar pada siswa kelas V-C SD Negeri Bareng 3 Kota Malang / Lia Shinta Asmawati

 

Kata Kunci : Membaca Pemahaman, Surat Kabar, SD. Hasil observasi menunjukkan bahwa tingkat kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V-C SD Negeri Bareng 3 rendah, hal ini dapat dilihat dari: (1) Hasil penilaian membaca yang dilaksanakan oleh guru selama kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia. Siswa belum mampu menjawab pertanyaan tanpa penjelasan terlebih dahulu dari guru; (2) Aktivitas pembelajaran berpusat pada guru; (3) Guru hanya menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan; (4) Media pembelajaran hanya terpaku bacaan yang tersedia pada buku pelajaran. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan oleh guru terutama ketika pembelajaran membaca pemahaman terkadang membuat siswa mengalami kesulitan dalam menangkap materi yang disampaikan. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan media. Hal ini menyebabkan siswa lebih sering berfikir secara abstrak. Untuk itu, perlu adanya media yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa yaitu surat kabar. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan penggunaan surat kabar untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri Bareng 3 Malang dan (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri Bareng 3 setelah menggunakan surat kabar. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas V-C SD Negeri Bareng 3 Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahapan, yaitu (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, (4) Refleksi. Menggunakan empat cara dalam pengumulan data, yaitu (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Tes, (4) Dokumentasi. Analisi data dalam penelitian ini menggunkan tiga cara, yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan data. Penerapan penggunaan surat kabar pada pembelajaran membaca pemahaman dimulai dengan setiap kelompok dipersilakan memilih salah satu bacaan yang terdapat pada surat kabar dan bersama-sama mendiskusikan tentang isi bacaan tersebut. Pada kegiatan akhir, guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran dan siswa melaksanakan tes untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman. Siswa merasa sangat senang dan aktif ketika melaksanakan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan surat kabar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan surat kabar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas V-C SD Negeri Bareng 3 Malang. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kemampuan awal siswa dalam membaca pemahaman adalah 33,06 dengan ketuntasan klasikal sebesar 8,33%. Setelah dilaksanakan siklus I, nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa meningkat menjadi 63,75 dengan ketuntasan klasikal sebesar 47,22%. Selanjutnya pada siklus II, nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa kembali mengalami peningkatan menjadi 83,06 dengan ketuntasan klasikal sebesar 88,89%. Saran yang diberikan hendaknya guru dapat mengembangkan penggunaan surat kabar dengan lebih bervariasi, bagi peneliti lain dapat disajikan sebagai dasar pertimbangan dalam melakukan penelitian lebih lanjut dan sejenis dengan materi cakupan yang lebih luas, siswa diharapkan untuk meningkatkan kegemaran membaca agar semakin terlatih dalam memahami isi bacaan.

Penggunaan hyperlink pada mind mapping untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPS kelas V di SD Negeri Karang Besuki 1 Kecamatan Sukun kota malang / Praharisti Kurniasari

 

Kata kunci: Hyperlink Mind Mapping, Proses Belajar, Hasil Belajar, Pembelajaran IPS SD. Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti pada di SDN Karang Besuki 1 Kota Malang terhadap proses pembelajaran IPS telah ditemukan permasalahan yaitu guru menggunakan pembelajaran tradisional dan hanya mengejar target terselesainya materi pelajaran. Guru monoton dalam mengajar, masih menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan presentasi berdasarkan LKS, sehingga siswa cenderung pasif pada saat pembelajaran berlangsung. Hal ini ditunjukkan oleh nilai yang diperoleh siswa. Dari nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 58, ternyata hanya 6 siswa yang memenuhi standar ketuntasan belajar dan 32 siswa yang belum tuntas. Artinya ketuntasan belajar secara klasikal belum tercapai, hanya 16% siswa tuntas belajar dan yang belum tuntas 84%. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan hyperlink pada mind mapping dan mendeskripsikan penggunaan hyperlink pada mind mapping dalam meningkatakan proses dan hasil belajar IPS SD di SDN Karangbesuki 1 Malang. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Karangbesuki 1 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah PTK, dalam bentuk kolaboratif partisipatoris. Pelaksanaan PTK mengacu pada model siklus PTK oleh Kemmis dan Taggart meliputi empat tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik penilaian hasil karya siswa, teknik angket, skala sikap, wawancara, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan hyperlink pada mind mapping, hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari rekapitulasi hasil belajar siswa. Peningkatan nilai rata-rata hasil karya siswa pada pra tindakan ke siklus I mengalami peningkatan dari 39,55 menjadi 60,69 dan pada siklus II menjadi 76,92. Hasil tes akhir juga mengalami peningkatan. Nilai rata-rata hasil tes akhir dari pra tindakan ke siklus I mengalami peningkatan dari 38,93 menjadi 57,89 dan pada siklus II menjadi 73,76. Sedangkan aktivitas siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan. Nilai rata-rata hasil observasi aktivitas siswa dari pra tindakan ke siklus I mengalami peningkatan dari 39,90 menjadi 76,76 dan pada siklus II meningkat menjadi 81,05. Sedangkan hasil skala sikap juga mengalami peningkatan. Nilai rata-rata hasil skala sikap siswa dari pra tindakan ke siklus I mengalami peningkatan dari 16,05 menjadi 25,65 (dari rendah menjadi tinggi) dan pada siklus II meningkat menjadi 31,21 (dari tinggi menjadi sangat tinggi). Saran yang dapat diberikan oleh peneliti dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SD adalah untuk Kepala Sekolah sedapat mungkin menyediakan sumber bacaan lebih lengkap dan bervariasi jenisnya (bukan buku saja) baik di perpustakaan maupun sudut baca di kelas. Selain itu, untuk menunjang pembelajaran yang menggunakan hyperlink diharapkan sekolah mempunyai alat-alat yang menunjang untuk pembelajaran tersebut, misalnya computer dan LCD. Bagi guru hendaknya mampu mengoperasikan komputer dan menguasai program aplikasi pendukung mind mapping sehingga dapat menggunakan hyperlink pada mind mapping dalam pembelajaran. Bagi peneliti lain hendaknya hendaknya perlu dikembangkan untuk memperbaiki kekurangan agar memperoleh hasil yang lebih baik lagi. Peneliti lain dapat menguji atau meneliti pada pokok bahasan yang lain atau bidang studi yang lain.

Pengendalian motor stepper pada rancang bangun papan iklan pertokoan
oleh Hasan Basri, Mochamad Sulkan

 

Back-up tegangan menggunakan magnetic contactor pada jaringan listrik tiga fasa
oleh Dwi Retno Supriyadi, Agung Prabowo

 

Pengaruh kemasan shampo sachet 6 ml terhadap pengambilan keputusan pembelian shampo : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / oleh Dewi Arsanti

 

Perencanaan ulang belitan stator motor induksi tiga fasa, 3 hp, 220/380 v, 50 Hz, 2870 rpm
oleh Abdul Manaf Firdaus, Alif Mustafa Rahman

 

Implementasi manajemen strategik dalam mengelola sekolah unggul (Studi multi kasus di Mts. Negeri 1 SMPN 2 Mataram) / M. Ary Irawan

 

Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd. (2) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd. Kata-kata kunci: manajemen strategik, sekolah unggul. Akibat adanya perubahan globalisasi yang semakin pesat menuntut perlunya relevansi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja/industri terhadap mutu lulusan (out-put), selain itu munculnya lembaga pendidikan yang bertaraf internasional. Persaingan kini terjadi pada hampir semua bidang usaha, bukan hanya pada bidang bisnis saja, tetapi persaingan tersebut juga telah merambah ke dunia pendidikan kita, mulai dari Play Group, SD, SLTP, SLTA, Universitas, bahkan ke institusi-institusi pendidikan lainnya. Oleh karena itu tantangan sekolah-sekolah saat ini adalah bagaimana mengelola sekolah unggul sehingga dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat. Dengan kata lain, dunia pendidikan khususnya pada sekolah-sekolah kini dituntut untuk mampu mengembangkan strategic management yang pada dasarnya banyak diterapkan dalam dunia usaha, sebagai langkah antisipatif terhadap kecenderungan-kecenderungan baru guna mencapai dan mempertahankan posisi bersaingnya, sehingga nantinya dapat dihasilkan manusia-manusia yang memiliki sumber daya manusia berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Fokus penelitian ini tertuju pada 3 (tiga) hal, yaitu: (1) formulasi strategik, (2) implementasi strategik dan (3) proses evaluasi program kegiatan sekolah dalam mengelola sekolah unggul. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, obeservasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptip kasus individu dan lintas kasus dengan alur (1) reduksi data (data reduction), (2) penyajian data (data display), dan (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/ verification). Agar memperoleh keabsahan data dilakukan dengan empat kriteria yaitu: kepercayaan (credibility), keteralihan (transferbility), ketergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Temuan-temuan yang diperoleh dalam penelitian adalah: Pertama, formulasi strategik dalam mengelola sekolah unggul meliputi: (1) Memiliki dasar yang kuat dalam penyusunan visi dan misi sekolah, (2) Melakukan analisis lingkungan sekolah baik pada aspek internal maupun eksternal, (3) Merumuskan tujuan sekolah sesuai dengan visi dan misi sekolah, dan (4) Menetapkan strategi secara komprehensip. Kedua, implementasi strategik dalam mengelola sekolah unggul terdiri atas: (1) Pembentukan struktur organisasi sekolah yang jelas, (2) Membuat kebijakan dan program kerja sekolah rasional dan relevan, (3) Pengembangan budaya sekolah yang sehat, (4) Pemanfaatan dan pengembangan sumber daya sekolah, dan (5) Perlibatan komite sekolah dalam kegiatan pendidikan di sekolah secara efektif. Ketiga, proses evaluasi program dalam mengelola sekolah unggul terdiri dari: (1) Penentuan indikator evaluasi yang berpijak pada rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS), (2) Mengumpulkan informasi dan data melalui: monitoring dan evaluasi (monev), supervisi, pertemuan pribadi, rapat sekolah, audit internal dan eksternal yang dilaksanakan secara sistematis (3) Menganalisis dan mengidentifikasi permasalahan yang menjadi kendala pelaksanaan kegiatan program sekolah, dan (4) Melaksanakan rencana tindak lanjut terhadap rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) secara berkelanjutan. Dari hasil penelitian, dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut. Pertama, Bagi MTs. Negeri 1 dan SMPN 2 Mataram agar berupaya secara terus-menerus mempertahankan dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Kedua, sekolah lainnya yang sedang berkembang dan belum berprestasi di Kota Mataram pada umumnya: (1) Agar berpegang teguh dan berpedoman pada visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan sekolah; (2) Melibatkan partisipasi aktif orang tua murid, masyarakat, dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan (stakeholder) lainnya dalam mendukung penyelenggaraan program kegiatan sekolah; dan (3) Melakukan evaluasi secara sistematis dalam upaya perbaikan program kegiatan sekolah. Ketiga, pemerintah: (1) menyediakan anggaran pendidikan secara berkelanjutan dan tepat waktu; (2) lebih intensif melakukan monitoring dan evaluasi secara objektif, transparan, akuntabel dan demokratis. Keempat, Komite sekolah dan Masyarakat kota Mataram: agar lebih maksimal untuk menjalankan peran dan fungsinya sebagai pemberi pertimbangan (advisory agency), pendukung (supporting agency), pengontrolan (controlling agency), dan mediator (mediating agency) sehingga tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan bersama. Kelima, Para peneliti lainnya yang ingin meneliti kasus-kasus sejenis, hendaknya melakukan penelitian lanjutan dan mengkaji secara mendalam variabel-variabel yang belum sempat dikaji pada penelitian ini.

Pengembangan paket belajar berbantuan komputer materi luas dan keliling segitiga pada kelas V sekolah dasar / oleh Sudarman

 

Penokohan dalam naskah drama akal bulus scapin: Karya Jean Baptiste Poquelin 'Moliere' / Eddita Dwi Gustanto

 

Kata kunci: naskah drama, drama, penokohan Naskah drama merupakan suatu karya sastra yang berbeda dengan karya sastra lainnya. Dalam naskah drama, cerita yang disusun berbentuk dialog yang menggunakan bahasa lisan komunikatif. Penggunaan bahasa sepert ini dimaksutkan untuk memberi unsur keindahan yang mampu mempengarui pembaca. Seperti naskah pada umumnya, naskah drama juga memiliki unsur intrinsik sebagai unsur pembangun yang meliputi tokoh, alur, latar, sudut pandang, tema dan amanat. Unsur ini kemudian disusun dengan memperhatikan penyusunan naskah sebagai naskah drama yang memperhatikan hal seperti, mampu mengangkat cerita tentang kegembiraan dan ketakutan bercampur dengan kegembiraan dan ketakutan yang ada pada diri pembaca, mampu memberikan kekayaan batin, naskah dalam hal ini berarti mampu memberikan sesuatu yang menyenangkan, menghibur, membuat penonton tertawa, dan membuat penonton merasa mendapatkan sesuatu yang menyenangkan, mampu menciptakan imajinasi pembaca serta membahas tentang pandangan kondisi manusia. Sementara itu, drama dapat dikatakan sebagai suatu karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan manusia melalui dialog dan lakuan. Dialog dan lakuan ini merupakan unsur utama dalam sebuah drama, karena selain menggunakan dialog sebagai drama naskah juga memperhatikan lakukan sebagai drama pentas, dengan menggabungkan kedua unsur ini maka drama dapat dikatakan sempurna. Berangkat dari pengertian naskah drama dan drama di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penokohan dalam sebuah naskah drama. Penokohan sendiri memiliki pengertian sebagi cara pengarang menampilkan tokoh dalam cerita. Untuk mengetahui penokohan dalam suatu cerita, dapat dilihat dari jenis, peranan, dan fungsi tokoh, dengan memperhatikan sifat tokoh yang menyertainya. Kemunculan sifat tokoh ini dapat dilihat dari dimensi fisiologis, psikologis dan sosiologis. Berdasarkan jenis tokoh dalam cerita, terdapat tokoh sederhana dan tokoh kompleks, sedangkan dilihat dari perananya, terdapat tokoh antagonis, protagonis dan tokoh tritagonis, sementara itu, dilihat dari fungsinya terdapat utama dan pembantu. Tokoh inilah yang kemudian ditemukan dan hasilnya diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan teori sastra khususnya tokoh dalam sebuah karya sastra drama, serta mampu menambah wawasan bagi pembaca mengenahi kajian karya sastra tentang deskripsi penokohan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif, yang menjelaskan dengan cara menggambarkan penokohan secara apa adanya tidak dimanipulasi keadaanya yang menekankan deskripsi secara alami serta dalam kegiatan penelitian tidak menggunakan angka untuk mengumpulkan data dan memberikan penafsiran kepada hasilnya. Data yang digunakan berupa analisis unit motivasional naskah drama Akal Bulus Scapin dengan menggunakan metode daftar rujukan untuk memperkaya data penelitian. Data penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan instrumen kunci berupa peneliti yang bertindak sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data dengan cara menganalisis secara langsung tentang penokohan yang terdapat dalam naskah drama. Dengan menggunakan instrumen tambahan berupa tabel penokohan dilihat dari jenis, peranan, fungsi dan sifat tokoh dilihat dari dimensi fisiologis, psikologis dan sosiologis. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah seperti, melakukan pembacaan awal secara seksama untuk mengetahui kandungan isi dalam naskah terkait unsur penokohan, melakukan interprestasi naskah dengan menemukan penokohan dilihat dari jenis, peranan, fungsi tokoh dalam cerita serta sifat-sifat tokoh dengan melakukan pembacaan secara heuristic, yaitu pembacaan secara bolak-balik mulai dari awal hingga akhir untuk mengetahui peristiwa atau kejadian yang terdapat dalam naskah yang ada hubunganya dengan unsur penokohan. Menemukan dialog, peristiwa dan kejadian yang ada hubungannya dengan tokoh dilihat dari jenis, peranan, fungsi dan sifat-sifat tokoh dalam naskah. Kemudian menarik kesimpulan dengan menemukan tokoh kompleks, sederhana, tokoh protagonis, antagonis, obstacle, tritagonis, tokoh utama, dan tokoh pembantu disertai dengan sifat-sifat tokoh dengan memberikan bukti berupa kutipan dialog dan peristiwa dari naskah Akal Bulus Scapin. Hasil dari penelitian ini berupa tokoh dilihat dari jenis tokoh, berupa tokoh sederhana pembantu protagonis yang diperankan oleh Hyacinte , Zerbinete, Scapin, Silvestre dan Leandre, tokoh sederhana pembantu antagonis yang diperankan oleh tokoh Geronte dan Nerine. Kemudian tokoh kompleks yang diperankan oleh Argante dan Octave. Sementara itu dilihat dari perannya, terdapat tokoh protagonis yang diperankan oleh Octave, tokoh antagonis yang diperankan oleh Argante, tokoh obstacel yang diperankan oleh Scapin, Leandre ,Hyacinte, Zerbinete dan Silvestre, dan tokoh teritagonis diperankan oleh tokoh Geronte. Dilihat dari fungsi tokoh, terdapat tokoh utama yang diperankan oleh Argante dan Octave, tokoh pembantu protagonis yang diperankan oleh Hyacinte, Silvestre,Zerbinette, Scapin, Leandre dan tokoh pembantu antagonis yang diperankan oleh Geronte dan Nerine. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi peneliti lanjutan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang penokohan yang tidak hanya dilihat dari jenis, peranan dan fungsi tokoh dalam cerita.

Tahlilu muhtawa kutubi ta'limi qiro'atil Qur'an "Iqro" wa Ummi wa Qiroati / Thoyyibatul Amaliya

 

ABSTRAK Amalia, Thoyyibatul. 2015. Analisis Isi buku pelajaran membaca Al-Qur’an “Iqra’ dan Qiraati dan Ummi”. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Drs. H. Muhaiban dan (2) Dr. Ahmad Munjin Nasih, M.Ag Kata Kunci: Analisis, buku, membaca. Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah dengan bahasa arab, maka tidak di perbolehkan bagi seorang muslim membacanya kecuali dengan bahasa arab. Bahasa arab penting bagi masyarakat indonesia karena mayoritas penduduk indonesia adalah muslim. Dan bahasa arab ini digunakan ketika beribadah seperti sholat. Dan Pelajaranmembaca Al-Qur’an di daerah malang sekolah menggunakan buku-buku pelajaran membaca Al-Qur’an seperti “Iqra’, Qiraati dan Ummi”, dan penulis menemukan kekurangan dan kelebihan dalam buku-buku ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) materi buku-buku pelajaran membaca Al-Qur’an untuk anak “Iqra’ dan Qiraati dan Ummi” mengenai huruf-hurufnya, kata-katanya, kalimat-kalimatnya atau ayat-ayat Al-Qur’an dan metodenya (2) tampilan buku-buku pelajaran membaca Al-Qur’an untuk anak “Iqra’ dan Qiraati dan Ummi” mengenai warna-warnanya, gambar-gambarnya, hiasan-hiasannya dan huruf-hurufnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah informasi atau isi dari buku Iqra’ Qiraati dan Ummi. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini yaitu buku Iqra’, Qiraati dan Ummi” dan tulisan yang penting yang di bahas seputar penelitian ini yaitu isi dan tampilan, kemudian membuat analisis mengenai dari buku-buku ini .dan instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan instrumen pendukungnya adalah arahan dan bukti analisis sebagai penguat dalam penelitian ini. Langkah analisis data dalam penelitian ini adalah penulis membaca buku-buku pelajaran membaca Al-Qur’an “Iqra’ dan ummi dan Qiraati”, kemudian menentukan materi dan tampilan di dalam buku-buku tersebut, kemudian menganalisis materi dan tampilan buku-buku tersebut, dan yang terakhir menyimpulkan matei dan tampilan dari buku-buku tersebut. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwasanya dalam buku-buku pelajaran membaca Al-Quran terdapat kekurangan dan kelebihan yaitu sebagai berikut: kekurangan dan kelebihan dalam buku Iqra’ yaitu : kekurangan diantaranya: (1) tidak adanya wadah (lembaran) untuk tugas-tugas sekolah, (2) kalimat yang digunakan beberapa tidak bermakna, (3) tidak adanya daftar isi di akhir buku, (4) tidak adanya Motto atau semboyan, (5) tidak adanya hal-hal yang menarik siswa untuk membaca. Sedangkan kelebihan dari buku ini diantaranya: (1) adanya peningkatan materi secara bertahap dari yang mudah ke yang sulit, (2) adanya pengulangan dan peningkatan materi, (3) adanya latihan membaca, (4) ukuran huruf sesuai dengan usia anak, (5) adanya tulisan pendahuluan penggunaan buku bagi murid dan guru, (6) adanya ringkasan huruf-huruf hijaiyah. Sedangkan kekurangan dan kelebihan buku Qiraati yaitu: kekurangan diantaranya: (1) tidak adanyawadah (lembaran) untuk tugas-tugas sekolah, (2) kalimat yang digunakan beberapa tidak bermakna, (3) di akhir lembaran jilid pertama terdapat huruf hijaiyah tidak berharokat, (4) tidak adanya daftar isi di akhir buku, (5) tidak adanya Motto atau semboyan, (6) tidak adanya hal-hal yang menarik siswa untuk membaca. Sedangkan kelebihan dari buku ini diantaranya: (1) adanya peningkatan materi secara bertahap dari yang mudah ke yang sulit, (2) adanya pengulangan dan peningkatan materi, (3) adanya latihan membaca, (4) ukuran huruf sesuai dengan usia anak, (5) adanya tulisan pendahuluan penggunaan buku bagi murid dan guru, (6) adanya ringkasan huruf-huruf hijaiyah. Sedangkan kekurangan dan kelebihan dalam buku Ummi yaitu: kekurangan diantaranya (1) tidak adanya wadah (lembaran) untuk tugas-tugas sekolah, (2)di akhir terdapat huruf hijaiyah tidak berharokat, (3) tidak adanya daftar isi di akhir buku, (4) tidak adanya Motto atau semboyan, (5) tidak adanya hal-hal yang menarik siswa untuk membaca. Sedangkan kelebihan dari buku ini diantaranya: (1) adanya peningkatan materi secara bertahap dari yang mudah ke yang sulit, (2) adanya pengulangan dan peningkatan materi, (3) adanya latihan membaca, (4) terdapat ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist-hadist nabi,(5) ukuran huruf sesuai dengan usia anak, (6) adanya tulisan pendahuluan penggunaan buku bagi murid dan guru, (7) adanya ringkasan huruf-huruf hijaiyah.

A Analysis of the dialect of hucklebery finn / by Mas'ud Sulaiman

 

Pengaruh model pembelajaran treffinger berlatar outdoor study terhadap kemampuan berpikir kreatif mata pelajaran geografi siswa SMA / Hesti Agustyan

 

ABSTRAK Agustyan, Hesti. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Berlatar Outdoor Study Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mata Pelajaran Geografi Siswa SMA. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mustofa, M.Pd, (II) Dra. Yuswanti A. W. M.Si Kata Kunci: Model Pembelajaran,Treffinger,Bepikir Kreatif Model pembelajaran Treffingermelatih siswa memecahkan masalah dengan menggunakan tahapan sumbang saran, analogi, dan pemecahan masalah kreatif. Penggunaan tahapan tersebut melatih siswa agar memiliki berbagai macam alternatifpemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pe-ngaruh model pembelajaran Treffinger berlatar Outdoor Study terhadap kemampuan berpikir kreatif mata pelajaran geografi siswa SMA Rancangan penelitianyang digunakan adalah eksperimen semu dengannon equivalent control group design.Populasi penelitian yaitu siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lawang.Terdapat dua subjek dalam penelitian ini, kelompok eksperimen yaitu siswa kelas XI IIS 4 yang diberi perlakuan model pembelajaran Trefinger ber-latar outdoor study dan kelompok kontrol yaitu siswa kelas XI IIS 2 yang tidak diberi perlakuan khusus. Pemilihan tersebut berdasarkan kesetaraan nilai UTS siswa pada mata pelajaran geografi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essai. Analisis data yang digunakan adalah uji-t untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan(1) nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif sis-wa pre-test kelas kontrol sebesar 71,00 dan kelas eksperimen dengan model pem-belajaran Treffinger sebesar 71,66. Hal ini menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan berpikir kreatif yang setara karena selisih nilai pada kemampuan awal hanya 0,66.(2) nilai rata-rata post-test kelas kontrol 77,8 dan kelas eksperimen de-ngan model pembelajaran Treffinger sebesar 82,38. Hal ini menunjukkan bahwa ke-dua kelas sukses dalam pembelajaran karena keduanya mengalami peningkatan hasil. (3) nilai gain score kemampuan berpikir kreatif siswa kelas kontrol sebesar 6,8 dan kelas eksperimen dengan model pembelajaran Treffinger sebesar 10,72. Lebih tinggi gain score kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen sebanyak 3,92.Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Treffinger membuat peningkatan hasil ber-pikir kreatif lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. (4) hasil uji hipotesis menun-jukkan nilai signifikan atau probabilitas 0,02 < 0,05, maka H_0 ditolak, yang berarti model pembelajaran Treffinger berlatar outdoorstudy berpengaruh terhadap kemam-puan berpikir kreatif mata pelajaran geografi SMA. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Treffinger berlatar outdoor study terhadap kemampuan berpikir kreatif mata pelajaran geografi siswa SMA. Disarankan untuk peneliti selanjutnya untuk menguji pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap variabel lain serta pada lokasi, jenjang pendidikan, atau materi lain.

Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray guna meningkatkan hasil belajar siswa kelas X PJ A pada mata pelajaran peluang baru dari pelanggan di SMK PGRI 3 Malang / Diana Khomsatul

 

Kata Kunci: Model Two Stay Two Stray, Hasil Belajar Pendidikan merupakan pilar tegaknya bangsa. Melalui pendidikanlah bangsa akan tegak mampu menjaga martabat, tetapi salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan saat ini adalah masalah lemahnya proses pembelajaran Begitu juga yang terjadi di SMK PGRI 3 Malang. Berdasarkan wawancara dan observasi pada hari kamis tanggal 14 April 2011 dengan guru mata pelajaran Peluang Baru dari Pelanggan kelas X PJ A di SMK PGRI 3 Malang, permasalahan utama yang dihadapi oleh siswa adalah kemampuan rendah yang menyebabkan hasil belajar dari nilai ulangan atau tes ada yang meraih nilai di bawah Standar Ketuntasan Minimal (SKM) individu yaitu 70. Pada pengamata awal tersebut menunjukkan bahwa guru masih mendominasi atau cenderung berpusat pada guru (teacher centered) pada pembelajaran di kelas yang mana kesemuanya itu membuat siswa merasa jenuh dan kurang ada semangat atau ketertarikan lagi untuk menyukai pelajaran Peluang Baru dari Pelanggan. Salah satu model pembelajaran yang berkembang pada saat ini adalah pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil, secara heterogen. Pembelajaran kooperatif itu sendiri memiliki berbagai macam model pembelajaran beberapa diantaranya adalah model two stay two stray. Model two stay two stray (TSTS) dapat melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar. Pokok pikiran pembelajaran kooperatif model two stay two stray adalah memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi kepada kelompok lain. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui keadaan penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray pada mata pelajaran Peluang Baru dari Pelanggan di SMK PGRI 3 Malang. (2) Untuk mengetahui keadaan hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray. (3) Untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang muncul selama diterapkannya pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray serta bagaimana solusinya pada mata pelajaran Peluang Baru dari Pelanggan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan pendekatan kualitatif terdiri dari dua siklus. masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan antara lain perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas X PJ A di SMK PGRI 3 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi, tes, dan catatan lapangan. ii Analisis data yang digunakan melalui 3 tahap yaitu reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada aspek kognitif siklus I menunjukkan 69.41% sedangkan siklus II menunjukkan 77.56%, hal tersebut menjelaskan adanya peningkatan rata-rata sebesar 8.15%. sedangkan pada aspek afektif nilai rata-rata siklus I sebesar 67% dan pada siklus II sebesar 78%. Dengan demikian mengalami peningkatan sebesar 11%. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan antara lain: (1) Bagi guru SMK PGRI 3 Malang khususnya guru mata pelajaran Peluang Baru dari Pelanggan, sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dalam kegiatan pembelajaran agar hasil belajar siswa meningkat. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah pembelajaran model Two Stay Two Stray sehingga model ini disarankan untuk diterapkan di kelas tetapi disesuaikan dengan materi yang diajarkan, (2) Bagi siswa hendaknya mengikuti pembelajaran tersebut dengan sungguh-sungguh, karena pembelajaran tersebut akan melatih siswa berpikir kritis, berani mengungkapkan pendapat, dapat memecahkan suatu permasalahan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, (3) Bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian dengan situasi dan kondisi sekolah yang sama, hendaknya menerapkan model pembelajaraan kooperatif yang lebih bervariasi sehingga kemampuan dan hasil belajar siswa lebih meningkat lagi.Serta pada lembar observasi sebaiknya lebih dispesifikkan lagi berdasarkan frekuensi setiap penilaian karakteristiknya sehingga akan tampak jelas apa yang dinilai pada proses pembelajaran

Strategi penyampaian isi pembelajaran mata pelajaran aqidah akhlak di MTs Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa / oleh Borahima

 

Peningkatan hasil belajar PKn melalui problem based learning (PBL) pada siswa kelas V SDN Garum 03 Kabupaten Blitar / Ika Dian Rahmawati

 

Kata kunci: hasil belajar, pkn, problem based learning (pbl) Penelitian ini bertolak dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan peneliti sehingga ditemukan adanya permasalahan mengenai rendahnya hasil belajar dalam mata pelajaran PKn di SDN Garum 03 Kabupaten Blitar khususnya kelas V. Salah satunya dapat dilihat dari LKS (Lembar Kerja Siswa) yang biasa digunakan siswa sebagai penuntun kegiatan untuk menguji konsep dalam buku atau informasi yang disampaikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V dengan menerapkan Problem Based Learning (PBL) dalam mata pelajaran PKn di SDN Garum 03 Kabupaten Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan 2 siklus. Subyek dari penelitian ini adalah kelas V di SDN garum 03 Kabupaten Blitar dengan jumlah 21 siswa. Setiap siklus PTK terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar wawancara, lembar laporan, catatan lapangan, soal tes, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase ketercapaian PBL dan hasil belajar siswa (ranah kognitif). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase pada hasil belajar setelah tindakan PBL dilakukan dari siklus I sampai siklus II. Persentase pada hasil karya siswa (laporan) mengalami peningkatan sebesar 7,95% dari siklus I sebesar 75,05% ke siklus II sebesar 83%. Hasil belajar siswa untuk ranah kognitif juga mengalami peningkatan sebesar 10,47%. Persentase hasil belajar pada siklus I sebesar 80% dan pada siklus II sebesar 90,47%. Daya serap klasikal siswa juga mengalami peningkatan sebesar 2,66%. Pada siklus I daya serap klasikal sebesar 84% dan siklus II sebesar 86,66%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dikatakan bahwa penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Garum 03 Kabupaten Blitar.

Penerapan model pembelajaran cooperative script dengan media audio visual untuk meningkatkan hasil belajar IPA terpadu siswa kelas VIII G semester II SMP Negeri 15 Malang / Wina Diah Permana Putri

 

ABSTRAK Putri, Wina Diah Permana. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script dengan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Terpadu Siswa Kelas VIII G Semester II SMP Negeri 15 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M. Pd., (II) Dr. Endang Suarsini, M. Ked. Kata Kunci: Cooperatve Script, Media Audio Visual, Hasil Belajar. Berdasarkan hasil observasi di kelas VIII-G SMP Negeri 15 Malang ditemukan beberapa masalah yakni, 1) siswa terlihat tidak aktif dikelas, 2) siswa terlihat bosan dengan pembelajaran yang dilakukan di kelas, 3) pembelajaran hanya terpaku pada buku paket saja, 4) banyak siswa yang tidak mendengarkan guru di kelas, dan 5) hasil belajar pengetahuan siswa masih rendah, ketuntasan klasikalnya yakni sebesar 45,16%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIIIG SMP Negeri 15 Malang melalui penggunaan model pembelajaran Cooperative Script dengan media audio visual. Desain penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 30 April 2015 sampai dengan tanggal 28 Mei 2015. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, catatan lapangan, lembar observasi sikap siswa, lembar observasi keterampilan siswa, dan tes akhir siklus. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII G SMP Negeri 15 Malang. Ketercapaian tindakan oleh guru pada siklus I adalah 82,81% sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 96,33%. Hasil belajar pengetahuan siswa pada pra-penelitian sebesar 45,16%, setelah diterapkan penggunaan model pembelajaran Cooperative Script dengan media audio visual mengalami peningkatan menjadi 67,74%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 87,09%. Hasil belajar sikap sosial siswa pada siklus I sebesar 67,74%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 80,64%. Hasil rata-rata belajar sikap spiritual siswa pada siklus I sebesar 75, dan pada siklus II meningkat menjadi 77. Hasil belajar keterampilan siswa pada siklus I sebesar 54,83%, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 87,09%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Cooperative Script dengan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-G SMP Negeri 15 Malang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar guru lebih memperhatikan alokasi waktu yang digunakan agar pembelajaran berlangsung secara efisien dan pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu variasi model pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

Peranan adat dalam kehidupan masyarakat petani desa Seketi kecamatan Balongbendo Krian kabupeten Sidoarjo
oleh Fety Susilowati

 

Hubungan pengetahuan dan sikap petani terhadap pelaksanaan konservasi lahan di Junggo desa Tulungrejo Kec. Bumiaji kota batu / Yeni Mayangsari

 

Kata Kunci: pengetahuan konservasi lahan, sikap terhadap konservasi lahan, pelaksanaan konservasi lahan, petani Kawasan hutan adalah bagian lingkungan hidup yang berupa kawasan lindung. Kawasan hutan di daerah Junggo merupakan kawasan hutan yang dekat dengan pemukiman penduduk. Pemukiman penduduk yang dekat dengan kawasan hutan berimplikasi terhadap kondisi hutan yaitu hutan mengalami alih fungsi lahan. Pengetahuan dan sikap penduduk tentang upaya untuk tetap melestarikan fungsi lahan sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan pelaksanaan konservasi lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan dan sikap petani terhadap pelaksanaan konservasi lahan serta sumbangan efektif antara pengetahuan dan sikap petani terhadap pelaksanaan konservasi lahan. Jenis penelitian ini adalah survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan responden sebanyak 42 orang. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS version 16 for windows. Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) ada hubungan positif secara signifikan antara pengetahuan konservasi lahan dengan pelaksanaan konservasi lahan dengan nilai t hitung sebesar 0,946 dengan nilai signifikan 0,000. (2) ada hubungan positif secara signifikan antara sikap terhadap konservasi lahan dengan pelaksanaan konservasi lahan t hitung sebesar 4,520 dengan nilai signifikan 0,000. (3) ada sumbangan efektif dari pengetahuan sebesar 25,4% dan sikap memberikan sumbangan efektif sebesar 48,48% terhadap pelaksanaan konservasi lahan. (4) sumbangan efektif pengetahuan dan sikap sebesar 73,9 %, sedangkan sisanya sebesar 26,1% ditentukan oleh variabel lain selain pengetahuan dan sikap. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan perlunya meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam konservasi lahan dengan mengintensifkan program penyuluhan pertanian untuk pengetahuan dan pemberian pelatihan khusus untuk meningkatkan sikap dalam konservasi lahan.

Pengaruh model latihan menggunakan metode praktik distribusi terhadap keterampilan dribble anggota esktrakurikuler bolabasket SMPN 18 Malang / Zena Anfidi Langga

 

ABSTRAK Langga, Zena Anfidi. 2016. Pengaruh Model Latihan Menggunakan Metode Praktik Distribusi Terhadap Keterampilan Dribble Siswa Anggota Ekstrakurikuler Bolabasket SMPN 18 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Supriyadi, M.Kes., (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Bolabasket, metode praktik distribusi, keterampilan dribble. Dribble merupakan teknik dasar yang harus dikuasai dalam bolabasket. Diperlukan latihan yang konsisten untuk mengusai teknik tersebut. Salah satu metode latihan untuk melatih teknik yang efektif adalah metode praktik distribusi. Metode ini bisa diterapkan pada latihan semua teknik termasuk dribble. Dalam permainan bolabasket di SMPN 18 Malang yang telah diobservasi, hasilnya disimpulkan bahwa keterampilan dribble siswa SMPN 18 Malang masih didominasi dengan kurang baiknya keterampilan dribble, maka perlu diberikan model latihan yang sesuai dengan kebutuhan untuk mengembangkan keterampilan dribble yaitu dengan menambahkan metode praktik distribusi pada latihan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model latihan menggunakan metode praktik distribusi terhadap keterampilan dribble siswa anggota ekstrakurikuler bolabasket di SMPN 18 Malang. Perlakuan diberikan untuk 18 kali pertemuan selama 6 minggu, serta pretest diberikan sebelum perlakuan dan posttest diberikan setelah pertemuan terakhir perlakuan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra-eksperimen model rancangan “Pretes dan Posttest Satu Kelompok” dengan randomisasi serta satu kelompok eksperimen tanpa kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota ekstrakurikuler bolabasket SMPN 18 Malang dengan jumlah 27 siswa dan diambil sampel sebanyak 20 siswa dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Instrumen yang digunakan menggunakan tes dribble bolabasket dari Knox. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis uji-t amatan ulang (Paired Sample T Test) menggunakan bantuan SPSS 23. Hasil dari analisis data uji t amatan ulang memperoleh t hitung 5.169 lebih besar dari nilai probabilitas 0.05, berarti kemampuan dribble bolabasket siswa meningkat. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara model latihan menggunakan metode praktik distribusi terhadap peningkatan keterampilan dribble siswa anggota ekstrakurikuler bolabasket SMPN 18 Malang. Saran pemanfaatan, program latihan metode praktik distribusi ini bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk dipakai saat latihan, serta menambah variasi latihan pelatih untuk meningkatkan keterampilan dribble, saran untuk penelitian selanjutnya, diharapkan melalui penelitian lain dapat disajikan sebagai bekal untuk mengkaji lebih dalam serta dikembangkan dalam bentuk penelitian lain dengan variabel bebas yang berbeda atau ditambah dengan variabel kontrol dengan subjek penelitian yang lebih luas.

Strategi penyampaian isi pembelajaran kitab kuning pada pondok pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat / oleh M. Natsir

 

Pengembangan model latihan teknik melewati lawan menggunakan media video untuk meningkatkan skill pemain dalam permainan sepakbola / Dimas Alif Ariyono

 

ABSTRAK Ariyono, Dimas, Alif 2015. Pengembangan model latihan teknik melewati lawan menggunakan media video untuk meningkatkan skill pemain di SSB Lamongan Soccer Academy Kabupaten Lamongan Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana, M.Pd (2) dr. Agung Kurniawan, M.Kes Kata Kunci: penelitian pengembangan,sepakbola, latihan teknik melewati lawan Berdasarkan hasil analisis data awal, 25 dari 30 siswa (83%) menyatakan bahwa latihan teknik melewati pemain sangat bermanfaat bagi pemain saat bertanding, 27 dari 30 siswa (90%) sangat tertarik terhadap latihan teknik melewati lawan, 25 dari 30 siswa (83%) sangat membutuhkan latihan teknik melewati lawan, 26 dari 30 siswa (87%) menyatakan bahwa model latihan yang digunakan dalam teknik melewati lawan masih kurang bervariasi, 28 dari 30 siswa (93%) menyatakan jarang diberikan materi latihan teknik melewati lawan menggunakan video pembelajaran Tujuan penelitian dan pengembangan model latihan teknik melewati lawan di Sekolah Sepakbola Lamongan Soccer AcademyKabupaten Lamonganyaitu memberikan variasi dan model latihan teknik melewati lawan yang nantinya diharapkan hasil pengembangan latihan tersebut dapat bermanfaat saat pertandingan khususnya bagi pemain di Sekolah Sepakbola Lamongan Soccer Academy Kabupaten Lamongan. Model yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model prosedural yang langkah-langkah pengembangan merujuk pendapatBorg and Gall. Dari 10 langkah pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall, yang disederhakan oleh Ardhana, peneliti menggunakan 7 langkah yaitu. (1) Analisis kebutuhan dan produk awal, (2) uji ahli, (3) revisi produk, (4) uji kelompok kecil, (5) revisi produk, (6) uji kelompok besar, dan (7) produk akhir. Jenis data yang diperoleh berbentuk data kualitatifdan data kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari hasil analisis kebutuhan 83% membutuhkan model latihan teknik melewati lawan dan dari hasil uji coba kelompok kecil adalah 85,31 % hasilnya baik sekali, sedangkan dari uji coba kelompok besar diperoleh hasil85,03 %baik sekali. Dengandemikian dapat disimpulkan bahwa model latihanteknik melewati lawan dapat diterapkan di Sekolah Sepakbola Lamongan Soccer Academy Kabupaten Lamongan. Dalam penelitian model latihan teknik melewati lawan menghasilkan produk berupa media video bentuk vcd yang disertai dengan teks, narasi dan musik serta model atau pemeran video yang nantinya dapat digunakan sebagai media untuk melaksanakan latihan teknik melewati lawan melalui pengamatan video.Dalam pemanfaatan model latihan teknik melewati lawan dalam permainan sepakbola diharapkan bermanfaat bagi siswaSekolah Sepakbola sehingga siswa Sekolah Sepakbola dapat lebih terbantu dalam upaya meningkatkan skill.

Tingkah laku makan harian gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Secret Zoo Kota Batu, Jawa Timur / Tiara Aldezia

 

ABSTRAK Aldezia, T. 2016. “Tingkah Laku Makan Harian Gajah Sumatera (Elephas maximus sumateranus) di Secret Zoo, Kota Batu, Jawa Timur” Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati, M.S. (II). Dr. Abdul Ghofur, M.Si. Kata kunci : Tingkah Laku Makan, Gajah Sumatera, Secret Zoo. Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan jenis mamaliabesar asal Indonesia yang tersebar di sepanjang Kepulauan Sumatera. International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources(IUCN)yang merupakan lembaga konservasi dunia telah menetapkan status Gajah Sumatera dalam kondisi kritis (critically endangered). Upaya untuk menghambat kepunahan populasi Gajah Sumatera dapat melakukan konservasi eksitu. Aktivitas makan merupakan tingkah laku dominan yang dilakukan oleh gajah selama hidupnya, sehingga perlu dilakukan perhatian khusus. Secret Zoo merupakan salah satu lembaga konservasi eksitu di Kota Batu untuk melestarikan populasi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumateranus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku makan harian, frekuensi gerakan belalai, dan persentase lama waktu makan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumateranus) di Secret Zoo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Data yang diperoleh berupa jenis tingkah laku makan harian, frekuensi gerakan belalai serta persentase lama waktu makan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumateranus). Objek dalam penelitian ini menggunakan empat ekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumateranus) yang berada di Secret Zoo. Satu ekor gajah jantan dan tiga ekor gajah betina. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2016. Pengamatan dilakukan selama 14 hari pada pukul 10.00-11.00, 13.00-14.00, dan 15.00-16.00. Hasil penelitian menunjukkan tingkah laku makan harian yang muncul berjumlah 6 jenis, yaitu gerakan belalai, penggunaan gading, gerakan kaki depan, gerakan kaki belakang, gerakan ekor, dan gerakan telinga. Baik gajah jantan maupun gajah betina memunculkan tingkah laku yang sama. Frekuensi gerakan belalai keempat ekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumateranus) tertinggi dimiliki oleh Anis sebesar 255,8 dan frekuensi terendah dimiliki oleh Andalas sebesar 211,3. Tira memiliki rerata frekuensi gerakan belalai sebesar 247,6 dan Nazumi yang memiliki rerata frekuensi sebesar 241,5.Persentase lama waktu makan keempat ekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumateranus) tertinggi dimiliki oleh Nazumi sebesar 35,1 %, sedangkan terendah dimiliki oleh Andalas sebesar 28,3 %. Gajah betina lainnya yaitu Anis dan Tira memiliki persentase yang sama yaitu sebesar 34 %.  

Pengembangan buku elektronik materi teknik dasar mengoper dan menembak bolabasket bagi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 9 Malang / Oki Dwijayanto

 

ABSTRAK Dwijayanto, Oki. 2015. Pengembangan Media Ajar Materi Teknik Dasar Mengoper dan Menembak Bolabasket Melalui Buku Elektronik Bagi Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Oni BagusJanuarto, M.Kes. (II)Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: buku elektronik, mengoper,menembak, bolabasket. Penggunaan e-book di dalam pembelajaran merupakan media yang diminati oleh peserta didik. Hal ini disebabkan media elektronikberbasiskomputerlebihmenarikdanvariatif. Berdasarkandarihasilwawancara yang dilakukanpenelitidenganpendidikdanobservasipadapesertadidik di SMP Negeri 9 Malang, padatanggal 15 Januari 2015 diketahuibahwaketersediaan media pembelajaran yang terdapatpadasekolahberupaLCDproyektordanjugajugaalat bantu pengerassuara di setiapkelas, denganpresentase 90% masihberfungsidenganbaik. Dan setiappenyampaianmateri di kelas, pendidikmenggunakan media power point sebagai media penyampaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media ajar materiteknikdasarmengoperdanmenembakbolabasketmelaluibukuelektronikbagipesertadidikkelas VIII SMP Negeri 9 Malang diharapkandapatmembantupesertadidikdalammenerimamateridanmampubelajarsecaramandiri di luar jam sekolah. Metodepenelitiandanpengembanganinimengacupada model proseduralatau model pengembanganresearch and developmentdari Borg and Gall yang terdiridari 10 langkahpenelitian, namunpenelitihanyamenggunakan 8 langkahyaitu : (1) analisisproduk yang dikembangkan, (2) rancanganprodukawal, (3) evaluasiparaahli, (4) ujicobakelompokkecil, (5) revisiproduk, (6) ujicobakelompokbesar, (7) revisiprodukakhir, (8) hasilprodukakhirpengembangan.Hal inidisebabkankarenalangkah-langkah yang diambildisesuaikandengankebutuhanpenelitiandanpengembangan yang akanditeliti. Berdasarkan hasil dari uji coba kelompok kecil dengan jumlah peserta didik sebanyak 8 orang diperoleh persentase sebesar 78% hasilnya baik dan hasil dari uji coba kelompok besar dengan jumlah peserta didik sebanyak 35 orang diperoleh persentase sebesar 80% hasilnya baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengembangan media ajar materi teknik dasar mengoper dan menembak bolabasket melalui buku elektronik bagi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 9 Malang dapat digunakan dalam proses pembelajaran khususnya dalam materi teknik dasar bolabasket. Kesimpulandan saran dari penelitian ini meliputi (1) hasilakhirdaripenelitiandanpengembanganiniberupapengembangan materi teknik dasar mengoper dan menembak bolabasket melalui buku elektronik, (2) pengembangan buku elektronik ini dapat dimanfaatkan peserta didik untuk lebih menguasai teknik dasar mengoper dan menembak bolabasket, (3) untuksasaranpenelitianatausubjekpenelitiandiharapkantidakhanyasebataspadapesertapesertaekstrakurikuler SMP Negeri9Malang saja, tetapijugasekolah-sekolah lain dandalamlingkup yang lebihluaslagi.

Program nonlinier
oleh Nur Shofia

 

Penerapan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS MA Mu'allimat Kota Malang semester genap tahun ajaran 2015/2016 / Abd. Holiq

 

ABSTRAK Holiq, Abd. 2016. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI IPS MA Mu’allimat Kota Malang Semester Genap Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sapir., S.Sos, M.Si (II) Ro’ufah Inayati, S.Pd., M.Pd Kata Kunci: keaktifan, hasil belajar siswa, dan pembelajaran berbasis masalah Berdasarkan temuan observasi awal yang dilakukan di MA Mu’allimat Kota Malang pada kelas XI IPS , diketahui bahwa kondisi kelas cenderung tidak aktif dan kurang bersemangat. Hal ini ditunjukkan dengan pasifnya siswa dalam mengemukakan pendapat selama pembelajaran berlangsung. Hal ini yang menjadi permasalahan dalam kegiatan pembelajaran di kelas dan akan berdampak pada hasil belajar siswa. Maka dari itu diperlukan suatu pembelajaran yang tepat, menarik, dan menyenangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pembelajaran tersebut yaitu model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) yang diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih aktif dalam belajar mereka sehingga mampu meningkatkan keaktifan dan juga hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI IPS MA Mu’allimat Kota Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS MA Mu’allimat Kota Malang yang beralamatkan di Jalan Ade Irma Suryani III/374 Kota Malang dengan jumlah siswa 17 orang yang seluruhnya berjenis kelamin perempuan pada tahun ajaran 2015/2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah keaktifan belajar siswa dari lembar observasi dan hasil belajar siswa dari aspek kognitif. Instrumen yang digunakan adalah soal tes yang terdiri dari 15 soal pilihan ganda, lembar observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa kelas XI IPS .Hal ini ditunjukkan dengan persentase hasil keaktifan belajar siswa siklus I sebesar 57% dan pada siklus II meningkat 77%. Peningkatan hasil belajar siswa dapat terlihat dari ketuntasan hasil belajar siswa ranah kognitif dengan nilai rata-rata post test siswa yang meningkat dari siklus I sebesar 78,2% meningkat menjadi 88,07% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI IPS MA Mu’allimat Kota Malang. Saran untuk guru mata pelajaran Ekonomi bahwa model ini dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |