Evaluasi taman kota binaan masyarakat di Kota Malang bagian selatan berdasarkan struktur vegetasi dan fungsi ekologis / Siti Anisyah

 

Kota Malang termasuk Provinsi Jawa Timur dengan luas sekitar 110,06 km2 dan merupakan kota terbesar kedua setelah Surabaya. Sebagai kota besar kota Malang tidak terlepas dari permasalahan lingkungan. Laju pertumbuhan populasi penduduk yang tinggi di kota Malang mengakibatkan peningkatan pembangunan fisik dan lahan- lahan yang seharusnya dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin menyempit sehinga lingkungan kota Malang hanya maju secara ekonomi tetapi mundur secara ekologi. Salah satu bentuk infrastruktur Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota Malang yang memiliki peranan penting dalam pelunakan iklim mikro yaitu taman kota. Taman kota memiliki peranan besar dalam pelunakan iklim mikro daerah perkotaan. Namun, masih sedikit sekali penelitian mengenai pengaruh struktur vegetasi terhadap fungsi ekologis taman kota di kota Malang bagian Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) struktur vegetasi taman kota binaan masyarakat di kota Malang bagian selatan , (2) pengelompokkan taman kota binaan masyarakat di kota Malang bagian selatan berdasarkan struktur vegetasi dan fungsi ekologis, (3) hubungan antara pengelompokkan struktur vegetasi dan pengelompokkan fungsi ekologis taman kota binaan masyarakat di Kota Malang bagian selatan, (4) evaluasi hasil pengelompokkan taman kota binaan masyarakat di kota Malang bagian selatan berdasarkan fungsi ekologisnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2007 sampai Juli 2007. Penelitian ini dilakukan di taman-taman kota yang dibina oleh masyarakat di Kota Malang wilayah bagian selatan, yaitu meliputi 11 taman kota. Pengambilan data dari taman kota berupa struktur vegetasi dan fungsi ekologis taman kota. Struktur vegetasi taman kota diamati berdasarkan variabel kerapatan (Kr) dan kerimbunan relatif (Dr) untuk mendapatkan Indeks Nilai Penting (INP), selanjutnya untuk pengelompok-kan taman berdasarkan struktur vegetasi dengan teknik ordinasi. Faktor ekologis taman dihitung berdasarkan parameter intensitas cahaya, kelembaban udara, suhu udara, kecepatan angin, intensitas suara yang dilakukan didalam dan diluar taman, baik pada waktu pagi, siang, dan sore hari yang digunakan untuk mengetahui kemampuan taman dalam mereduksi faktor ekologis. Selanjutnya, dibahas mengenai hubungan antara pengelompokkan struktur vegetasi dan pengelompokkan fungsi ekologis taman kota binaan masyarakat di kota Malang bagian selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ordinasi taman berdasarkan struktur vegetasi menghasilkan kelompok yang berbeda dengan pengelompokkan taman berdasarkan fungsi ekologisnya. Taman yang memiliki struktur vegetasi berbeda dapat memiliki fungsi ekologis yang sama. Taman kota yang dibina oleh masyarakat di kota Malang bagian selatan memiliki fungsi ekologis yang kecil dalam pelunakan iklim mikro. Taman yang memiliki fungsi ekologis besar yaitu Taman Terusan Dieng. Taman dapat berfungsi dengan baik tidak hanya dipengaruhi oleh komponen dalam taman tetapi juga dipengaruhi oleh komponen di luar taman. Dari hasil penelitian ini diharapkan pembangunan taman kota Malang harus sesuai dengan peruntukkannya, penambahan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH), perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kandungan CO2 dan partikulat udara dalam taman.

Penerapan pembelajaran kooperatif model Team Assisted Individualization (TAI) berbasis eksperimen untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar fisika siswa kelas X-A MAN Rejotangan Tulungagung / Ahmad Asrori Nahrun

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif TAI, Aktivitas, Prestasi Belajar Berdasarkan hasil observasi awal di MAN Rejotangan kelas X-A peneliti menemukan beberapa hal berkaitan dengan pembelajaran, diantaranya 1) sebelum kegiatan pembelajaran dimulai siswa terlihat kurang siap, 2) guru jarang memanfaat-kan alat-alat praktikum yang ada ataupun media konstektual, 3) beberapa siswa terli-hat tidak fokus, 4) Siswa jarang bertanya tentang materi pelajaran karena mereka ku-rang tertarik dengan pembelajaran, 5) Siswa kurang bekerja sama dan tidak bertang-gung jawab terhadap tugasnya, 6) nilai rata-rata tes siswa terlihat masih rendah yaitu sebesar 55,30 dengan persentase ketuntasan sebesar 18,5%. Hal itu menunjukkan bah-wa aktifitas kooperatif dan prestasi belajar fisika siswa masih rendah, sehingga perlu dilakukan tindakan untuk memperbaiki hal ini. Berdasarkan permasalahan tersebut diterapkan model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif selama proses pembe-lajaran dan saling membantu untuk memproleh pemahaman. Pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran kooperatif TAI yang bertujuan untuk meningkatkan aktivi-tas dan prestasi belajar fasika siswa. Model pembelajaran kooperatif TAI dalam pene-litian ini meliputi tahap placement test and team, teaching group, student creative, team study, whole class unit, fact test, team score and team recognition. Lokasi penelitian ini di Kab. Tulungagung dengan subjek penelitian siswa ke-las X-A MAN Rejotangan. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang ber-langsung dalam dua siklus. Pada siklus I subpokok bahasan yang diberikan adalah kuat arus, tegangan dan hambatan serta cara pengukurannya. Untuk memperbaiki kekurangan pada siklus I, pemberian tindakan dilan-jutkan pada siklus II dengan subpokok bahasan hambatan jenis, hukum I dan II kirchoff. Teknik pengumpulan data aktivitas guru selama pembelajaran berlangsung melalui 1) observasi dengan menggunakan lembar keterlaksanaan proses pembelajaran, 2) aktivitas belajar siswa melalui observasi dengan menggunakan lembar obser-vasi aktivitas kooperatif siswa, 3) data prestasi belajar diperoleh dari tes. Data tersebut dianalisis dengan perhitungan rata-rata dan persentase yang kemudian diartikan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan. Perolehan persentase pencapaian aktivitas siswa secara klasikal pada siklus I 89,33% dengan taraf baik pada siklus II meningkat menjadi 95,11 % dengan taraf baik. Prestasi belajar siswa meningkat dari data awal sebesar 55,30 menjadi 76,52 pada siklus I dan 77,11 pada siklus II. Siswa yang tuntas belajar juga mengalami peningkatan. Data awal menunjukkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 5 anak, pada siklus I sebanyak 18 anak dan pada siklus II meningkat menjadi 24 anak. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan pada penelitian ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif TAI dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar fisika siswa kelas X-A MAN Rejotangan Tulungagung.

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema bunyi untuk siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kepanjen / Eka Dian Handayani

 

ABSTRAK Handayani, Eka Dian. 2010. Pengembangan Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme dengan Tema Bunyi untuk Siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Kepanjen. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Supriyono Koes H., M.Pd, MA, (2) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd. Kata kunci: Paket IPA Terpadu, tema bunyi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional secara tegas menyatakan bahwa subtansi mata pelajaran IPA pada SMP/MTs merupakan IPA Terpadu. Hasil penelitian awal terhadap pengembangan paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme di wilayah Malang Raya pada tahun 2008 juga menunjukkan bahwa kebutuhan guru IPA SMP di Malang Raya terhadap paket IPA Terpadu benar-benar mendesak. Sebagian besar guru IPA (35 dari 37 orang atau 94,6%) menyatakan bahwa mereka membutuhkan paket IPA Terpadu untuk pembelajaran IPA SMP. Hasil pengamatan di beberapa toko buku di Kota dan Kabupaten Malang juga menunjukkan bahwa belum ditemukan buku IPA SMP yang dirancang secara terpadu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Paket IPA Terpadu dengan tema Bunyi untuk siswa kelas IX SMPN 4 Kepanjen yang layak dan Panduan Pelaksanaan Paket IPA Terpadu dengan tema Bunyi untuk guru SMPN 4 Kepanjen yang layak. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Langkah penelitian pengembangan yang diterapkan pada penelitian ini adalah (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan bentuk awal produk, (4) uji coba lapangan awal, dan (5) revisi produk utama. Kelayakan Paket IPA Terpadu dan Panduan Pelaksanaan Paket IPA Terpadu dengan tema Bunyi dinilai menggunakan angket. Angket ini tidak dikembangkan sendiri, tetapi diambil dari penelitian Koes H., 2009. Penilaian kelayakan dilakukan oleh 2 dosen IPA dan 2 guru IPA SMP. Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil penilaian angket dianalisis dengan teknik analisis rata-rata untuk mengetahui tingkat kelayakan paket yang dikembangkan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa Paket IPA Terpadu dengan Tema Bunyi memperoleh nilai rata-rata 3,76 yang berarti layak, sedangkan Panduan Pelaksanaan Paket IPA Terpadu memperoleh nilai rata-rata 3,71 yang berarti layak. Dengan demikian, dari hasil penilaian dapat disimpulkan bahwa Paket IPA Terpadu dan Panduan Pelaksanaan Paket IPA Terpadu dengan tema Bunyi telah dinilai layak. Walaupun sudah dikategorikan layak, Paket IPA Terpadu dan Panduan Pelaksanaan Paket IPA Terpadu belum dapat digunakan sebagai pedoman dan sumber belajar bagi siswa. Untuk dapat digunakan, disarankan melakukan uji empirik terhadap Paket IPA Terpadu dan Panduan Pelaksanaan Paket IPA Terpadu sehingga dapat diketahui tingkat efektivitas paket terhadap siswa.

Pembelajaran PPKn pokok bahasan keyakinan dengan
menggunakan media permainan ular tangga siswa kelas III SDN
Tanjungrejo VI / oleh Heri Susanto

 

Peranan masyarakat dan pemerintahan daerah dalam melestarikan kesenian Lesung dan Bedug (LEDUG) Suro sebagai upaya penguatan identitas daerah dan pelestarian asset budaya bangsa Indonesia di Kabupaten Magetan / Desy Eka Romadani

 

Romadani, Desy Eka. 2014. Peranan Masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam Melestarikan Kesenian Lesung dan Bedug (Ledug) Suro sebagai Upaya Penguatan Identitas Daerah dan Pelestarian Aset Budaya Bangsa Indonesia di Kabupaten Magetan. Skripsi. Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. M. Yudhi Batubara, S.H, M.Hum, (II) Drs. Margono, M.Pd, M.Si Kata Kunci : kesenian lesung dan bedug, peran masyarakat dan pemerintah daerah, upaya pelestarian Indonesia merupakan negara yang luas dan kaya akan kebudayaan di setiap masing-masing daerah. Salah satu contoh kebudayaan daerah yaitu di Kabupaten Magetan terdapat kebudayaan dalam wujud kesenian lesung dan bedug (ledug). Kesenian lesung dan bedug merupakan kesenian tradisional dari kabupaten Magetan. Kesenian ini telah menjadi tradisi masyarakat kabupaten Magetan dan selalu ditampilkan setiap menjelang malam tahun baru islam atau jawa (suro). Kesenian lesung dan bedug yang berasal dari akar budaya di daerah ini dibentuk dari para seniman dan budayawan. Penelitian yang berjudul Peranan Masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam Melestarikan Kesenian Lesung dan Bedug (Ledug) Suro sebagai Penguat Identitas Daerah dan Pelestarian Aset Budaya Bangsa Indonesia di Kabupaten Magetan ini bertujuan mendeskripsikan (1) sejarah dan tujuan kesenian lesung dan bedug (ledug) suro, (II) prosesi pelaksanaan kesenian lesung dan bedug (ledug) suro, (III) peran masyarakat dan pemerintah daerah dalam melestarikan kesenian lesung dan bedug (ledug) suro, (IV) kendala-kendala yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah dalam mempertahankan kesenian lesung dan bedug (ledug) suro, dan (V) upaya masyarakat dan pemerintah daerah dalam mempertahankan kesenian lesung dan bedug (ledug) suro. Penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di kabupaten Magetan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi berperan serta dan dokumentasi. Kesenian lesung dan bedug ini tercipta dari akar budaya yang melekat dalam masyarakat. Pelaksanaan kesenian lesung dan bedug ini juga ada beberapa tahapan yaitu persiapan, upacara pembukaan, acara, pemberian penghargaan, dan penutup. Masyarakat dan pemerintah daerah mempunyai peran penting dalam pelaksanaan kegiatan ini. Masyarakat sebagai pendukung kesenian ini difasilitasi oleh pemerintah daerah untuk melestarikan kesenian ini. Namun dalam mempersiapkan kegiatan kesenian ini banyak terdapat kendala-kendala yang dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Kendala-kendala yang dihadapi berupa kurangnya minat dari masyarakat, mahalnya anggaran yang dikeluarkan, minimnya bahan untuk produksi peralatan. Masyarakat dan pemerintah daerah juga melakukan upaya untuk menanggulangi kendala-kendala tersebut dengan cara memberikan seminar kepada masyarakat, bekerja sama dengan pengusaha bahan produksi peralatan, memberikan anggaran untuk kegiatan kesenian dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magetan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dalam pelaksanaan kegiatan kesenian lesung dan bedug (ledug) suro ini sebagai masyarakat dan pemerintah daerah yang termasuk dalam warga negara, tetap melestarikan kesenian daerah yang ada. Kendala-kendala yang dihadapi bisa diselesaikan dengan cara bijak. Pemerintah membuatkan museum untuk semua peralatan yang sudah tidak digunakan, sehingga bisa mengetahui perubahan dan perkembangan dari kesenian lesung dan bedug, serta buku pengenalan mengenai kesenian lesung dan bedug yang ada di Kabupaten Magetan.

Aplikasi studi desain komunikasi visual pada industri pertelevisian : perancangan media promo alternatif program acara baru "Mixmatch" di PT. Indosiar Visual Mandiri, Tbk. / oleh Rizki Ayu Ramadhana

 

Survei tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen kota Malang / Sudarmanik

 

ABSTRAK Sudarmanik. 2010. Survei Tingkat Pengetahuan tentang Narkoba dan Bahaya Penyalahgunaannya pada Siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani & Kesehatan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (II) dr. Hartati Eko Wardani, M.Si. Med. Kata kunci: pengetahuan, penyalahgunaan narkoba, dan siswa. Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tidak bisa dicegah. Penyebaran narkoba juga sudah merajalela di sekolah-sekolah dari tingkat perguruan tinggi bahkan pendidikan dasar. Timbulnya masalah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja/pelajar dewasa ini tidak hanya menyangkut remaja atau pelajar itu sendiri akan tetapi juga ada hubungan dengan berbagai faktor yaitu keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, serta aparat hukum, baik sebagai faktor penyebab, pencetus maupun yang menanggulangi. Salah satu upaya penanggulangan narkoba di lingkungan sekolah adalah dengan memasukkan materi bahaya penyalahgunaan narkoba ke dalam satuan pembelajaran pendidikan di sekolah misalnya saja pendidikan jasmani pada setiap jenjang pendidikan, dari tingkat SD, SMP maupun SMA. Namun kenyataannya, materi bahaya penyalahgunaan narkoba tidak terdapat pada satuan pembelajaran jenjang SMP baik itu dari tingkat kelas 1, 2 ataupun kelas 3. Observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada guru-guru pendidikan jasmani di SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang yaitu sebanyak 5 guru di 5 SMP Negeri, menunjukkan bahwa hanya 20% guru yang memberikan materi bahaya narkoba pada muridnya sedangkan 80% guru tidak memberikan materi bahaya narkoba. Untuk mengetahui bahwa siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang mengetahui bahkan menguasai tentang materi bahaya penyalahgunaan narkoba, maka peneliti ingin meneliti tingkat pengetahuan siswa SMP Negeri di Kecamatan klojen Kota Malang tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 2581 siswa. Sampel yang diambil sebanyak 10% dari populasi yaitu 257 siswa. Hasil peneletian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang secara umum adalah 58,75% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang cukup baik, 1,56% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang baik, 32,30% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang kurang baik, dan 7,39% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang tidak baik. Rata-rata tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMPN se-Kecamatan Klojen Kota Malang adalah 58,02, dengan standar deviasi 10,36. Sedangkan nilai pengetahuan siswa yang terendah adalah 30 dan nilai yang tertinggi adalah 80. Dengan demikian dapat disimpulkan bawa tingkat pengetahuan siswa SMP Negeri se-Kecamatan klojen Kota Malang adalah cukup baik.

Peran kepimpinan kepala sekolah dalam pengembangan sekolah (Studi kasus di SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang) / Pradita Rachmad Saputra

 

Kata kunci: Peran, Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepemimpinan merupakan salah faktor keberhasilan suatu organisasi. Hal ini telah banyak dibuktikan oleh sejarah peradaban manusia bahwa efektif tidaknya pemimpin akan menentukan kelangsungan hidup sekumpulan manusia atau masyarakat. Dalam lingkup pendidikan pemimpin merupakan kunci keberhasilan sebuah sekolah. SMA Negeri 1 Turen merupakan salah satu sekolah yang berkembang sehingga dapat dilihat apakah peran kepemimpinan kepala sekolah sudah terlihat. Kepala sekolah sebagai pemimpin apakah sudah mendelegasikan kewenangannya dengan baik sehingga sumber daya manusia yang ada di sekolah dapat dioptimalkan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Indikator berkembangnya sebuah sekolah adalah pencapaian sekolah dalam hal prestasi akademik dan non akademik. Berdasar uraian konteks penelitian yang dikemukakan diatas , maka fokus yang diangkat dalam penelitian ini adalah peran kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri 1 Turen. Dari fokus diatas dapat diuraikan menjadi sub fokus (a)Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai educator,(b) Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai leader, (c) Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai innovator, (d)Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai motivator. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Turen sebagai satu satunya sekolah menengah atas berstatus negeri di Kecamatan Turen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, jenis studi kasus dengan landasan berpikir fenomenologis. Dalam penelitian ini dilakukan tanpa mengisolasi subjek penelitian dan dilakukan secara langsung di lapangan. Untuk mengumpulkan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian, maka skripsi ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini adalah Berdasarkan uraian tentang hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut (1) Kepala Sekolah sebagai leader dituntut untuk memiliki karakter sebagai pemimpin yang baik. (2)Kepala sekolah sebagai edukator juga menginginkan guru menjadi pendidik yang profesional.. (3)Dari hasil pengamatan memang inovasi kepala sekolah sangat menonjol pada perkembangan fisik bangunan.(4)Kepala SMAN 1 Turen dalam memotivasi bawahan cenderung dengan penghargaan dengan tindakan verbal yakni pemberian ucapan terima kasih secara individual maupun pengungkapan di depan publik, serta pengungkapan rasa bangga.

Pengembangan bahan ajar menulis cerpen menggunakan media gambar untuk siswa kelas XI SMK / Dyah Untari Tyashastuti

 

Tyashastuti, Dyah Untari. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen Menggunakan Media Gambar untuk Siswa Kelas XI SMK. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mudjianto, M.Pd., (II) Prof. Dr. Sumadi, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, menulis cerpen, media gambar     Pembelajaran menulis cerpen di SMK kurang diminati siswa. Siswa SMK lebih menyukai hal-hal yang praktis dan riil, yang tidak memerlukan pengimajinasian. Berkaitan dengan proses pembelajaran menulis, terutama menulis cerpen agar berlangsung dengan baik, guru sebagai pembimbing dan fasilitator dituntut mampu menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan dapat memotivasi siswa agar senang menulis cerpen.      Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan (1) bahan ajar yang memenuhi syarat pengembangan isi bahan ajar, (2) bahan ajar yang memenuhi syarat pengorganisasian isi bahan ajar, (3) bahan ajar yang memenuhi syarat penggunaan bahasa dalam bahan ajar, dan (4) bahan ajar yang memenuhi syarat tampilan bahan ajar.     Empat tahap pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan bahan ajar, yaitu (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba produk, dan (4) tahap revisi atau penyempurnaan. Produk hasil pengembangan diujicobakan untuk mengetahui kelayakan produk, yaitu melalui uji ahli, uji praktisi, dan uji kelompok kecil (siswa SMK kelas XI).     Data dalam penelitian ini berupa data numerik dan data verbal. Data numerik diperoleh dari hasil penilaian ahli, praktisi, dan siswa terhadap produk, yakni berupa skor. Data verbal dibedakan menjadi data tertulis dan data lisan. Data verbal tertulis berupa catatan, komentar, kritik, maupun saran-saran yang dituliskan oleh subjek coba pada lembar penilaian, sedangkan data verbal lisan berupa informasi lisan ketika wawancara langsung dengan ketiga kelompok uji. Hasil wawancara selanjutnya ditranskripsikan agar dapat dianalisis.     Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Instrumen pendukung adalah angket penilaian, pedoman wawancara, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan data verbal tulis dari angket, (2) mentranskripkan data verbal lisan, (3) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasi data verbal tulis dan lisan berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data dan menyimpulkan untuk bahan revisi produk bahan ajar.     Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa bahan ajar. Bahan ajar tersebut berisi materi tentang cerpen, struktur cerpen, contoh cerpen yang menggunakan media gambar, pembahasan, serta latihan. Bahasa yang digunakan adalah ragam formal, komunikatif, dan logis. Ilustrasi dalam bahan ajar mempertimbangkan kesesuaian dengan siswa SMK kelas XI dan kesesuaian dengan materi yang dibahas.     Berdasarkan hasil analisis ketiga tahap uji coba yang telah dilakukan, diperoleh simpulan bahwa produk bahan ajar ini layak digunakan untuk pembelajaran. Namun, beberapa aspek dalam bahan ajar masih harus direvisi untuk kesempurnaan produk bahan ajar. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, disarankan agar siswa menggunakan bahan ajar ini dalam pembelajaran menulis cerpen, mencermati isi bahan ajar, dan menanyakan kepada guru jika ada hal-hal yang tidak dimengerti. Guru disarankan menggunakan bahan ajar ini sebagai salah satu sumber dalam pembelajaran menulis cerpen. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan, antara lain dalam forum MGMP dan dapat juga dimuat dalam jurnal penelitian. Langkah-langkah pengembangan dapat dijadikan acuan dalam pengembangan bahan ajar menulis yang lain.

Penyusunan tes keterampilan bolavoli untuk siswa putra SMP Negeri kelas 2 di SMP Negeri 6 Probolinggo / oleh Jadmiko Dwi Saputro

 

Analisis kondisi sosial, ekonomi dan demografi penduduk pendatang serta pengaruhnya terhadap keputusan tinggal di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Susilawati

 

ABSTRAK Susilawati. 2016. Analisis Kondisi Sosial, Ekonomi dan Demografi Penduduk Pendatang serta Pengaruhnya Terhadap Keputusan Tinggal Di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Program Studi Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata Kunci: kondisi sosial, kondisi ekonomi, kondisi demografi, keputusan tinggal Desa Sitirejo berbatasan dengan Kecamatan Sukun Kota Malang. Beberapa faktor menyebabkan penduduk lain memutuskan untuk tinggal Desa Sitirejo. Pada tahun 2015 di Kecamatan Wagir, Desa Sitirejo memiliki jumlah penduduk pendatang terbanyak yaitu 265 jiwa. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengangkat kajian tentang faktor yang mempengaruhi penduduk pendatang memutuskan tinggal di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kondisi sosial, ekonomi dan demografi penduduk pendatang serta faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan tinggal di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini yaitu korelasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling dengan jumlah sampel penduduk pendatang sebanyak 73 responden. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal, tabulasi silang dan regresi linier berganda. Variabel independent penelitian yaitu pendidikan, pendapatan, umur, dan beban tanggungan; variabel dependent yaitu keputusan tinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sosial, ekonomi dan demografi secara simultan mempengaruhi keputusan tinggal. Secara parsial variabel ekonomi yang memiliki pengaruh paling besar pada keputusan tinggal di Desa Sitirejo. Mengingat bahwa pendapatan berpengaruh pada keputusan tinggal, maka perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan formal terutama pendalaman mengenai kependudukan dan pelatihan tenaga kerja profesi atau keahlian.

Pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia pada mata pelajaran ekonomi kelas X-A di SMA Negeri 1 Ngantang / Dikha Lulus Arisanti

 

Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Multimedia, Ekonomi Kelas X-A Pembelajaran di kelas sebagai interaksi belajar mengajar antara guru dan siswa bertujuan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Interaksi belajar mengajar bertujuan mencapai tujuan pembelajaran yang sebelumnya telah digariskan dalam kurikulum. Dalam hal ini dibutuhkan strategi penyampaian pesan melalui pemilihan metode dan media yang tepat. Perkembangan teknologi yang begitu pesat mendorong perkembangan media pembelajaran. Untuk itu diperlukan media pembelajaran berbasis multimedia dalam kegiatan pembelajaran di sekolah khususnya pada pembelajaran mata pelajaran Ekonomi di kelas X-A di SMA Negeri 1 Ngantang. Tujuan penelitian pengembang ini adalah menghasilkan produk media pembelajaran berbasis multimedia (penggabungan teks, audio, video dan visual/grafis, program Wondershare Quiz Creator dan program hyperlink dalam program power point) pada mata pelajaran ekonomi yang dituangkan dalam program Microssoft Office Power Point 2007. Multimedia pembelajaran tersebut akan dikemas dalam CD. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan prosedural. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ngantang. Subyek coba dalan desain uji coba adalah siswa kelas X-A SMA Negeri 1 Ngantang. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2010-2011. Instrumen pengumpulan data adalah berupa angket dan wawancara. Angket dipergunakan untuk mendapatkan skor penilaian dan saran/tanggapan. Angket yang disebarkan, merupakan angket dengan menggunakan skala lima. Data yang terkumpul meliputi data kulitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif yaitu data saran dan tanggapan dan data kuantitatif yaitu data berupa skor penilaian. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif dan teknik statistik deskriptif. Hasil validasi ahli isi bidang studi menunjukkan media pengembangan secara umum berada ekspresi kualitas tinggi. Hal ini dilihat dari rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 80% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualifikasi menunjukkan 80% ii menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Draf produk kemudian direvisi sesuai dengan tanggapan dan saran dari ahli materi dan selajutnya divalidasi oleh ahli media pembelajaran. Hasil validasi ahli media pembelajaran menunjukkan media pengembangan secara umum berada pada ekspresi kualitas tinggi. Hal ini dilihat dari rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 75,2% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualifikasi menunjukkan 75, 2% menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Draf produk kemudian direvisi untuk selanjutnya diuji cobakan secara perorangan. Hasil uji coba perorangan menunjukkan media pengembangan secara umum berada ekspresi kualitas tinggi. Berdasarkan penilaian 3 orang siswa secara keseluruhan diperoleh rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 87,3% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualifikasi menunjukkan 87,3% menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan media pengembangan secara umum berada ekspresi kualitas tinggi. Berdasarkan penilaian 9 orang siswa secara keseluruhan diperoleh rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 86,2% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualifikasi menunjukkan 86,2% menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Hasil uji coba lapangan menunjukkan media pengembangan secara umum berada pada ekspresi kualitas tinggi. Berdasarkan penilaian 36 orang siswa secara keseluruhan diperoleh rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 86% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualitas menunjukkan 86% menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Tahap akhir untuk menghasilkan produk akhir adalah tahap penyempurnaan produk. Pada tahap ini pengembang mengembangkan sebuah blog sederhana yang dapat menjadi media bagi siswa untuk mengakses materimateri Mata Pelajaran Ekonomi. Blog ini mendukung pembelajaran karena akan meningkatkan kegiatan belajar siswa secara mandiri dan aktif.

Fenomena pesugihan di pesarean Gunung Kawi Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang dan muatan pendidikannya / Zamhari Prastyo Hadi

 

Hadi, Zamhari Prastyo. 2014. Fenomena Pesugihan di Pesarean Gunung Kawi Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang dan Muatan Pendidikannya. Skripsi, Jurusan Sejarah, Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. GM. Sukamto, M.Pd., MSi. Kata Kunci: Fakta, Mitos, Pesugihan, Pesarean Gunung Kawi        Pesarean Gunung Kawi merupakan sebuah tempat wisata religi yang banyak didatangi orang untuk berziarah. Kemasyhuran Pesarean Gunung Kawi sudah tersebar ke seluruh Indonesia bahkan sampai mancanegara. Kondisi Pesarean Gunung Kawi berbeda dengan pesarean pada umumnya. Pengunjung atau peziarah yang datang berasal dari latar belakang etnis, suku dan agama yang berbeda-beda. Rumusan masalah dari penelitian yang dilakukan adalah: (1). latar belakang historis Pesarean Gunung Kawi, (2). Fakta dan mitos yang berkembang di pesarean Gunung Kawi, (3) Perbandingan antara fakta dan mitos yang berkembang di Pesarean Gunung Kawi Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang.    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian dalam penelitian ini yaitu di Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan dan triangulasi merupakan teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini.    Hasil dari penelitian ini yang pertama, secara historis Pesarean Gunung Kawi memiliki latar belakang makam Eyang Djoego dan Raden Mas Iman Soedjono. Kedua tokoh ini adalah mantan pasukan dan juga orang terdekat Pangeran Diponegoro yang lari ke wilayah Jawa bagian timur setelah kalah pada Perang Jawa. Selama Hidupnya kedua tokoh ini banyak membantu masyarakat dan menyebarkan Islam, hingga sampai kematiannya kharisma mereka masih ada dengan bukti banyaknya peziarah yang datang ke Pesarean Gunug Kawi. Kedua, terdapat berbagai macam fakta dan mitos di sekitar Pesarean Gunung Kawi. Fakta sosial, seperti slametan, ziarah, tahlil akbar satu Selo dan duabelas Suro serta orang-orang yang mengerubungi pohon Dewa Ndaru. Fakta benda yakni, bahwasannya di Pesarean Gunung Kawi terdapat makam Eyang Djoego dan Raden Mas Iman Soedjono, guci Janjam, pohon Dewa Ndaru, tempat peribadatan Kwan Im dan Ciamsi serta beberapa benda atau tempat lain. Di sisi lain ada banyak mitos di Pesarean Gunung Kawi. Namun secara umum mitos yang ada di sekitar Pesarean Gunung Kawi dikaitkan dengan keuntungan atau kekayaan dan keberhasilan. Ketiga, Hasil dari perbandingan antara fakta dan mitos yang ada di Pesarean Gunung Kawi memberikan gambaran bahwa hampir setiap fakta yang ada di sekitar Pesarean Gunung Kawi selalu diikuti oleh mitos-mitos di dalamnya. Perbandingan ini telah memberikan pengetahuan bahwasannya pada bagian-bagian tertentu suatu objek bisa menjadi fakta dan memiliki mitos-mitos di dalamnya. Penelitian lanjutan yang mengenai hal-hal yang ada di Pesarean Gunung Kawi, misalnya meneliti tentang pola pikir para pedagang dan pramuwisata di sekitar Gunung Kawi.

Hubungan kecepatan membaca dengan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas II MAN I Tulungagung tahun ajaran 2004/2005 / oleh Siti Zulaika

 

Aplikasi capasitor bank untuk meningkatkan faktor daya motor induksi 1 fasa / Ary Eko Prasetiyo

 

ABSTRAK Prasetiyo, Ary Eko. 2015. Aplikasi Capasitor Bank Pada Motor Induksi 1 Fasa Untuk Mengurangi Konsumsi Daya Reaktif. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto (II) Drs. Puger Honggowiyono Pamungkas, M.T. Kata Kunci: Capasitor Bank, Daya Reaktif, Cos φ, Faktor daya Aplikasi capasitor bank merupakan aplikasi rangkaian pada beban yang ditambahkan satu atau beberapa kapasitor agar dapat memperbaiki Cos φ atau faktor daya dari rangkaian tersebut. Tugas akhir ini membahas tentang kapasitor yang dihubungkan secara paralel pada bebannya. Besar nilai kapasitor ditentukan dengan menghitung besaran beban yang akan dilewati arus khususnya untuk beban induktif, dikarenakan rangkaian capasitor bank ini akan mengurangi penggunaan daya reaktif. Karena sifat dari capasitor tersebut dapat menaikkan faktor daya Cos φ. Untuk penggunaannya diaplikasikan pada industri kecil rumah tangga untuk motor poles batu. Karena motor poles batu ini pada umumnya merupakan motor induksi 1 fasa yang dihubungkan langsung dengan sumber tegangan. Kebanyakan industri poles batu ini adalah merupakan industri di perumahan dengan daya sekitar kurang lebih 1300 Watt. Dan pada kenyataannya dengan daya 1300 watt, industri tersebut hanya dapat memasang motor poles sebanyak 4 buah saja tanpa dibebani yang lainnya jika masing – masing motor memiliki besar beban sekitar 250 Watt. Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa pembuatan desain aplikasi capasitor bank ini dapat memperbaiki faktor daya, sehingga motor 1 fasa yang digunakan betul-betul hanya mengambil daya 250 watt dengan Cos φ =1.

Pengaruh High Energy Milling (HEM) dan lama pemanasan terhadap fasa kristal, kekerasan dan konstanta dielektrik senyawa ilmenit/AI / Ahmad Asrori Nahrun

 

Kata Kunci: High Energy Milling, Lama Pemanasan, Ilmenit, Kekerasan, Dielektrisitas. Ilmenit adalah senyawa yang berbasis besi dan titanium yang memiliki bentuk umum FeTiO3. Secara teori, Ilmenit mengandung 31.6% titanium (setara dengan 52.67% TiO2), 36.8% Fe dan oksigen yang seimbang. Ilmenit memiliki sifat diantaranya bahan paramagnetik, berwarna hitam, tak tembus cahaya dan rapuh. Ilmenit memiliki struktur kristal heksagonal, group ruang R-3, titik leleh 1050oC dan densitas 2400 kg/m2-2700kg/m2, Hardness (Vickers) VHN100=566-698 kg/mm2. Luasnya aplikasi material ini menuntut adanya metode sintesis yang relatif cepat. Pada penelitian ini mengunakan metode High Energy Milling (HEM) karena membutuhkan waktu sintesis yang relatif singkat dengan jumlah bahan yang cukup banyak, suhu rendah dan peralatan yang sederhana serta dapat mereduksi hingga ukuran nanometer. Metode HEM merupakan teknik unik dengan menggunakan energi tumbukan antara bola-bola penghancur dan dinding chamber yang diputar dan digerakkan dengan cara tertentu, metode High Energy Milling ini mampu mereduksi ukuran material sampai dibawah 10 nm. Bahan dasar untuk mensintesis senyawa FeTiO3/Al adalah Ilmenit alam hasil produk samping pengolahan biji timah pulau Bangka serta Aluminium murni. Pada awalnya masing-masing bahan ditimbang kemudian dicampur dan digerus menggunakan HEM dengan lama penggerusan divariasi. Setelah itu bahan di kompaksi dan di panasi dengan lama waktu yang berbeda-beda. Fase dan ukuran kristal sampel diuji menggunakan XRD, kekerasan bahan dikarakterisasi menggunakan Mikro Vikers, dan dielektrisitas dikarakterisasi menggunakan kapasitansimeter digital. Hasil penelitian dengan jelas menunjukkan bahwa ilmenit alam tidak murni tersusun oleh FeTiO3 sehingga ketika ditambahkan Al, di HEM dan dilakukan pemanasan muncul fasa yang cukup banyak. Diluar itu penggerusan HEM telah dapat membentuk fasa baru dan mereduksi ukuran hingga skala nano. Hasil uji kekerasan bahan menunjukkan bahwa semakin lama waktu pemanasan dan semakin lama HEM dapat meningkatkan kekerasan senyawa FeTiO3/Al. Konstanta dielektriknya juga dipengaruhi oleh lama waktu pemanasan dan lama HEM ditunjukkan dengan grafik yang cenderung naik.

Pengaruh pemberian kompensasi terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja (Studi pada pegawai tidak tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang) / Apsari Puspitaning Ati

 

ABSTRAK Ati, Apsari Puspitaning. 2010. Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Disiplin Kerja Melalu Motivasi Kerja (Studi pada Pegawai Tidak Tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Sumber Daya Manusia. Program studi S1 Manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syihabudhin, S.E., M.Si. (2) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata kunci : kompensasi finansial, kompensasi non finansial, motivasi kerja, disiplin kerja. Salah satu bentuk perhatian yang dapat diberikan perusahaan kepada pegawai dalam mensejahterakan pegawainya adalah dengan pemberian kompensasi yang memadai. Kompensasi merupakan unsur yang dapat digunakan untuk memotivasi pegawai. Selain itu, kompensasi atau balas jasa dapat berperan penting dalam menciptakan disiplin kerja pegawai, artinya, semakin besar balas jasa yang diberikan kepada pegawai, maka semakin baik pula kedisiplinan pegawai tersebut. Adanya disiplin yang baik dalam perusahaan merupakan salah satu kunci suksesnya sebuah perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompensasi terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja pegawai tidak tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang pada bulan Januari-Februari 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research yaitu menjelaskan hubungan kautsal antar variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai Depo Farmasi dengan status kepegawaian adalah pegawai tidak tetap (Non PNS) yang berjumlah 104 orang, sedangkan sampelnya diambil menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 83 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu kompensasi finansial (X1), kompensasi non finansial (X2), variabel intervening yaitu motivasi kerja (Z), dan variabel terikat yaitu disiplin kerja (Y). Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (Path Analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian ini dapat diketahui : (1) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi finansial terhadap motivasi kerja sebesar 0,333. (2) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi finansial terhadap disiplin kerja sebesar 0,204. (3) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi non finansial tehadap motivasi kerja sebesar 0,438. (4) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja sebesar 0,373. (5) terdapat signifikansi pengaruh langsung motivasi kerja terhadap disiplin kerja sebesar 0,340. (6) terdapat pengaruh tidak langsung kompensasi finansial terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja sebesar 0,113. (7) terdapat pengaruh tidak langsung kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja sebesar 0,148. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar pihak pimpinan Depo Farmasi RSSA Malang perlu lebih memperhatikan hak-hak pegawai yang belum diberikan, diantaranya hak cuti tahunan yang sesuai UU Ketenagakerjaan, transparansi pemotongan insentif dan adil dalam pemberlakuan tata tertib di Depo Farmasi RSSA Malang. Sedangkan untuk absensi setiap datang dan pulang kerja, sebaiknya tetap dipertahankan dan ditingkatkan.

Profil tenaga kerja sektor pariwisata di Kota Administratif Batu / oleh Suswadi

 

Pengembangan sistem analisis hasil tes di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Alifah Diantebes Aindra

 

ABSTRAK Aindra, Alifah Diantebes. 2016. Pengembangan Sistem Analisis Hasil Tes di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T. (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom. Kata Kunci : sistem, analisis hasil tes Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang merupakan sebuah lembaga pendidikan tidak terlepas dari proses pembelajaran dan evaluasi hasil belajar. Evaluasi hasil belajar dilakukan dengan menggunakan tes, tes disini berupa sekelompok pertanyaan yang disebut soal atau tugas-tugas yang harus dijawab atau diselesaikan oleh mahasiswa dengan tujuan untuk mengukur hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Berbagai strategi harus dilakukan untuk mendapatkan hasil evaluasi yang benar-benar valid. Dengan perkembangan teknologi yang ada, saat ini tes dapat dilakukan secara online. Tindak kecurangan selama pelaksanaan tes dapat dikurangi dengan melakukan pengacakan soal dan membentuk beberapa paket soal agar soal yang diterima oleh mahasiswa tidak sama persis. Selain itu, analisis butir soal perlu dilakukan untuk melihat kualitas dari soal yang diberikan serta melakukan analisis statistik deskriptif, agar dosen mendapatkan keterangan atau gambaran keadaan berdasarkan kumpulan nilai. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dikembangkan sistem analisi hasil tes berbasis web. Sistem analisis hasil tes bertujuan untuk membantu dosen di Jurusan Teknik Elektro dalam membuat paket soal, melakukan pengacakan soal, melakukan analisis butir soal, dan analisis statistik deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan. Pengembangan sistem ini merujuk pada model pengembangan waterfall yang terdiri dari (1) tahap perencanaan (planning), (2) tahap analisis (analysis), (3) tahap desain (design), dan (4) tahap implementasi (implementation). Subyek uji coba penelitian ini terdiri dari : (1) ahli perangkat lunak, (2) pengurus tata usaha di Jurusan Teknik Elektro sebagai pengguna admin, (3) tiga dosen di Jurusan Teknik Elektro sebagai pengguna dosen, dan (4) 15 mahasiswa di Jurusan Teknik Elektro sebagai pengguna mahasiswa. Metode pengujian yang digunakan adalah black-box Testing. Sistem analisis hasil tes yang telah dikembangkan memiliki tiga pengguna yakni administrator, dosen dan mahasiswa, serta terdapat fitur utama yakni pengacakan soal, analisis butir soal dan analisis statistik deskriptif. Hasil pengujian dengan menggunakan black-box testing mandapat presentase rata-rata 100% sehingga fungsionalitas sistem analisis hasil tes dapat dikatakan valid.

Analisis kadar pemanis buatan (natrium sakarin) dalam minuman squash yang beredar di pasaran Kota Malang secara spektrofotometri / oleh Dian Yuniarsih

 

Pengembangan media pembelajaran "Hallo, Deutschland!" untuk matakuliah telaah pranata masyarakat Jerman II / Kartika Rachma Wardhani

 

ABSTRAK Wardhani, Kartika Rachma. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran “Hallo, Deutschland!” Berbasis Autoplay untuk Matakuliah Telaah Pranata Masyarakat Jerman II. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Rizman Usman, M.Pd. Kata kunci: Media Pembelajaran, “Hallo, Deutschland!”, TPMJ II Penelitian dan pengembangan ini bertujuan mengembangkan sebuah media pembelajaran “Hallo, Deutschland!” berbasis Autoplay untuk matakuliah Telaah Pranata Masyarakat Jerman II (TPMJ II). Produk yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan alternatif dalam variasi pembelajaran matakuliah TPMJ II. Media pembelajaran berbasis Autoplay ini dapat dijalankan secara offline. Media pembelajaran tersebut berisi informasi mengenai perumahan dan lingkungan hidup di Jerman. Pada materi perumahan terdiri dari tiga materi mengenai perumahan untuk keluarga, perumahan untuk mahasiswa, dan informasi lain yang berisikan contoh formulir sewa Studentenwohnheim. Pada pembahasan lingkungan hidup terdapat materi mengenai pembagian sampah. Selain itu, media pembelajaran ini juga memiliki Quiz yang memiliki 8 pertanyaan. Penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi model desain pengembangan pembelajaran Sugiyono. Prosedur yang dilakukan melalui 6 langkah yang meliputi, potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk. Sebelum uji produk, media divalidasi terlebih dahulu oleh ahli media dan ahli materi.Uji coba dilakukan pada mahasiswa yang mengikuti matakuliah TPMJ II. Data diperoleh melalui angket tertutup dan dianalisis menggunakan teknik presentase. Hasil pengembangan menunjukan bahwa media pembelajaran “Hallo, Deutschland!” mendapatkan hasil rata-rata 84,8% dan dinyatakan sangat valid. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran “Hallo, Deutschland!” layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada matakuliah TPMJ II dan diduga dapat memotivasi mahasiswa.  

Pengembangan media pembelajaran interaktif pada renang gaya dada untuk siswa kelas X SMK Negeri 11 Malang / Juarifa

 

ABSTRAK Juarifa.2016. Pengembangan Media PembelajaranInteraktifPadaRenang Gaya Dada UntukSiswaKelasX SMK Negeri 11 Malang.Skripsi,JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan,UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Oni BagusJanuarto, M.Kes. (II) Sri Purnami, S.Pd.,M.Pd. Kata kunci:media pembelajaraninteraktif,renanggayadada. Media pembelajaraninteraktifmerupakansaranapendukungpelaksanaanproses belajar. Penyampaianmateripembelajaranmembutuhkanmedia belajar yang variatifdanmenarik, yangdisesuaikandengantingkatkebutuhanbelajarsiswa.Denganadanyakemajuanteknologi, guru diharapkanmemilikimetodekhususdalampenyampaianmateripembelajaran. Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmengembangkan media pembelajaraninteraktifpadarenanggaya dada dalammembantumempermudahsiswakelas X SMK Negeri 11 dalammemahamisetiapruntutanmateridandengantampilanmenarikdapatmembantu proses pembelajaran. Metode yang digunakandalampenelitianinimengacupada model pengembangan(resaerch and development)Borg and Gall. Dari sepuluhlangkah yang ditemukan Borg and Gall, namunpenelitihanyamenggunakan 7 langkah yang meliputi: (1) analisikebutuhan, (2) rancangandesign produkawal, (3) revisiahli, (4) ujikelompokkecil, (5) revisikelompokkecil, (6) ujikelompokbesar, (7) revisiprudukakhir. Penelitianpengembanganinidikembangkanmelaluisaran danevaluasiparaahli, ujicobakelompokkecildanujilapangan (kelompokbesar).Hasilpengembanganapabiladilihatdaripersentasekeberhasilanyaitu (1) 1 ahlirenangpersentasenyaadalah 90,83%, (2) 1 ahlipembelajaranpersentasenyaadalah86,46%,(3) 1 ahli media persentasenyaadalah73,57%, (4)9 siswauntukujikelompokkecilpersentasenyaadalah80,11%,dan(5) 30 siswauntukujilapangan (kelompokbesar) persentasenyaadalah86%. Artinya media pembelajaraninteraktifinisangatbaikdandapatdigunakandalam proses pembelajaranuntuksiswakelas X SMK Negeri 11 Malang. Kesimpulannyaadalahdenganadanya media pembelajaraninteraktifdengankonseppembelajaran yang variatifdapatmembantusiswadalammemahamisetiapruntutanmateri yang ada di dalam media pembelajarandanisipada media pembelajaran yang disesuaikandengankemampuansiswa. Saran untukpenelitianpengembanganlebihlanjutadanyakonseppembelajaran yang lebihvariatif, sertakeefektifannyasupayalebihbermanfaatdanjugasasarandari media jugatidakhanyatertujupadasiswakelas X saja,melainkanuntukyang membutuhkan media pembelajaraninterkaktifpadarenanggaya dada.

Penerapan algoritma winnowing pada sistem pendeteksi plagiarisme artikel ilmiah di jurusan teknik elektro Universitas Negeri Malang / Devi Ratnasari

 

ABSTRAK Ratnasari, Devi. 2016. Penerapan Algoritma Winnowing pada Sistem Pendeteksi Plagiarisme Artikel Ilmiah di Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Heru Wahyu Herwanto,S.T.,M.Kom. (2) M. Zainal Arifin, S.Si., M. Kom. Kata Kunci : Deteksi Plagiarisme, Artikel Ilmiah, Jurnal, Winnowing, Fingerprint. Plagiarisme merupakan tindakan penjiplakan atas suatu karya atau gagasan seseorang. Plagiarisme ini bukan merupakan hal baru di Indonesia. Penyebab utama dari plagiarisme adalah kurang ketatnya kontrol terhadap artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan selain memang faktor sedikitnya SDM yang memiliki gagasan-gagasan baru dan brilliant. Artikel penelitian-penelitian para ahli, akademisi, ataupun praktisi pada bidang tertentu diterbitkan atau dipublikasikan di jurnal ilmiah. Keaslian dari setiap artikel dalam jurnal sangat penting karena sering terjadi tindak plagiasi yang merugikan pemilik gagasan ataupun penulis artikel. Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya pengembangan sistem deteksi plagiarisme artikel ilmiah untuk menanggulangi kekhawatiran tersebut. Sistem deteksi plagiarisme bekerja berdasarkan algoritma yang diterapkan. Terdapat beberapa algoritma yang digunakan untuk menganalisis kesamaan substring, diantaranya algoritma Winnowing. Metode yang digunakan dalam algoritma ini adalah metode fingerprint. Fingerprint merupakan metode yang dalam penerapannya menggunakan fungsi hash untuk menemukan kesamaan pada suatu teks atau dokumen. Penggunaan algoritma ini memiliki keunggulan dalam pendeteksian plagiarisme yaitu mampu mengetahui posisi string atau kata yang disinyalir memiliki kesamaan dalam proses pembandingan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan Waterfall. Waterfall merupakan model pengembangan dengan prosedur yang bertahap, sehingga untuk menuju ke tahapan kedua atau berikutnya harus melalui tahapan pertama terlebih dahulu. Penelitian pengembangan ini menghasilkan sistem deteksi plagiarisme yang berguna untuk memudahkan pengguna, pengelola jurnal teknik elektro, untuk mengetahui tingkat plagiasi pada artikel yang diunggah dengan artikel yang ada di dalam basis data teknik elektro. Algoritma winnowing yang diterapkan pada sistem berfungsi membantu mengidentifikasi kemiripan artikel ilmiah berdasarkan persentase kemiripan dan letak kemiripan kedua artikel.

Hubungan antara sikap guru tentang kurikulum 2013 dengan kinerjanya dalam pembelajaran di SMA Negeri Kota Bojonegoro / Andhika Yoga Pratama

 

ABSTRAK Pratama, Andhika Yoga. 2015. Hubungan Antara Sikap Guru tentang Kurikulum 2013 dengan Kinerjanya dalam Pembelajaran di SMA Negeri Kota Bojonegoro. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Budi W, M.Pd, (II) Wildan Zulkarnain, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: sikap guru, kurikulum 2013, kinerja dalam pembelajaran Kurikulum 2013 akan mengajak siswa berpikir kreatif. Selain itu, kurikulum ini akan menyeimbangkan kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan siswa. Perubahan kurikulum dalam dunia pendidikan seharusnya bukan menjadi sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Apalagi perubahan itu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Pada saat ini kurikulum pendidikan di Indonesia akan mengalami perubahan. Walaupun perubahan itu tidak terlalu signifikan bahkan hanya mengubah kata saja. Misalnya kata “Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar” berubah menjadi “Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar”. Selain itu ada beberapa mata pelajaran yang dikurangi jam pelajarannya atau bahkan dihilangkan, serta ada mata pelajaran tertentu yang dianggap penting ditambah jam pelajarannya, ini dilakukan untuk menciptakan peserta didik yang berkarakter dan sesuai dengan budaya Indonesia. Sebuah penelitian bisa berjalan dengan baik diperlukan sebuah rancangan penelitian yang baik pula agar dalam pelaksanaan penelitian bisa berjalan lancar. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif-korelasi dengan model Korelasional Dwivariat. Model ini dapat digambarkan sebagai berikut dimana Sikap Guru tentang Kurikulum 2013 (X) dan Kinerja Guru dalam Pembelajaran (Y), Populasi dalam penelitian ini berjumlah 206 orang, Berdasarkan data jumlah guru SMAN Kota Bojonegoro adalah 206 guru untuk itu jumlah sampel yang diambil 136 guru. Penetapan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan tabel formula Slovin. Data dikumpulkan melalui angket dengan validitas pada variabel sikap (X), yaitu 0,774, sedangkan validitas pada variabel sikap (Y), yaitu 0,735. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan uji asumsi klasik. Kesimpulan dari penelitian sikap guru tentang kurikulum 2013 dengan kinerjanya dalam pembelajaran di SMAN Kota Bojonegoro adalah sebagai berikut. (1) Berdasarkan hasil distribusi frekuensi oleh responden yaitu guru SMAN kota Bojonegoro, maka dapat disimpulkan bahwa sikap guru tentang adanya kurikulum 2013 bisa dikatakan setuju atau merespon baik adanya kurikulum baru pengganti kurikulum lama. (2) Berdasarkan hasil distribusi frekuensi oleh responden yaitu guru SMAN kota Bojonegoro, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja guru dalam pembelajaran di SMAN kota Bojonegoro dikatakan baik. (3) Secara keseluruhan uji hipotesis diperoleh hasil ada hubungan sikap guru tentang kurikulum 2013 dengan kinerjanya dalam pembelajaran di SMAN kota Bojonegoro. (4) Tidak ada perbedaan sikap guru laki-laki dan perempuan tentang Kurikulum 2013. Jadi, antara guru laki-laki dan perempuan tidak terjadi perbedaan sikap mengenai kurikulum 2013 di SMAN kota Bojonegoro. (5) Terbukti tidak ada perbedaan kinerja guru laki-laki dan perempuan dalam pembelajaran. Hal ini berarti anatara guru laki-laki dan perempuan di SMAN kota Bojonegoro sama saja kinerjanya dalam pembelajaran meskipun menggunakan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013. (6) Terdapat perbedaan sikap antar SMAN di kota Bojonegoro, bahwa antara SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3 dan SMAN 4 Bojonegoro terjadi perbedaan sikap mengenai kurikulum 2013. (7) Terbukti tidak ada perbedaan sikap antar SMAN di kota Bojonegoro. Jadi, antara SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3 dan SMAN 4 Bojonegoro tidak terjadi perbedaan kinerja dalam pembelajaran. Saran dalam penelitian ini, sebagai berikut: (1) Saran kepada guru dalam pembelajaran agar mempunyai sikap postif dalam melakukan tugasnya sebagai pendidik dan tetap bersemangat untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang berpengaruh dalam kinerjanya sendiri, dalam hal ini dalam bidang kurikulum. Kurikulum baru harus disikapi dengan bijak untuk terciptanya tujuan pembelajaran yang diinginkan, meskipun sudah terbiasa dengan kurikulum lama. Jadi, guru SMAN kota Bojonegoro diharapkan berkontribusi positif dalam pelaksanaan proses belajar mengajar pada kurikulum 2013 ini dan meningkatkan kompetensi masing-masing guru. (2) Saran bagi sekolah sebagai wawasan dalam pembenahan dan penyempurnaan atas kekurangan-kekurangan yang ditemui dalam pelaksanaan dan penerapan kurikulum 2013 di suatu sekolah. Pihak sekolah harus senantiasa memberikan dorongan dan motivasi kepada tenaga pendidik atau guru untuk meningkatkan kinerja dan tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan. (3) Saran untuk mahasiswa jurusan Administrasi Pendidikan adalah digunakannya penelitian ini sebagai rujukan dan referensi untuk perkuliahan dalam matakuliah manajemen kurikulum. (4) Peneliti lain diharapkan hasil penelitian ini ditindak lanjuti dengan literatur lebih baik dan lebih lengkap dan sampel yang lebih luas serta mengkaji lebih dalam agar menghasilkan penelitian yang lebih baik dalam hal kurikulum dan menjadikan penelitian ini sebagai bahan rujukan dalam penelitian selanjutnya serta sebagai referensi dalam pelaksanaan penelitian yang akan datang dalam aspek kurikulum.

Penerapan model pembelajaran make a match terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa SMP Negeri 9 Malang pada mata pelajaran IPS / Annisa'ul Afiyah

 

ABSTRAK Afiyah, Annisa’ul. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Make a Macth Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 9 Malang pada Mata Pelajaran IPS. Skripsi, Prodi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Siti Malikhah Towaf, M.A., Ph.D., (2) Drs. Soetjipto, S.H.,S.E., M.Pd. Kata kunci: motivasi belajar, hasil belajar, pembelajaran kooperatif, make a macth Kualitas kehidupan bangsa sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikannya. Kurikulum 2013 yang menekankan pada proses pembelajaran siswa aktif guru fasilitator. Model pembelajaran make a macth termasuk pada metode pembelajaran kooperatif yang mengutamakan kekompakan dan kerjasama antar anggota kelompok untuk kesuksesan bersama. Model pembelajaran make a macth dapat digunakan dalam semua mata pelajaran dan menyenangkan. Perbedaaan metode pembelajaran kooperatif dan metode pembelajaran ceramah ialah: jika model kooperatif menggunakan interaksi satu arah sedangkan pada metode kooperatif menggunakan interaksi yang mendorong kesusksesan antar individu.Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui perbedaan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model make a macth dengan siswa yang dibelajarkan dengan model ceramah; 2) hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model make a macth dengan siswa yang dibelajarkan dengan model ceramah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi experiment design) yang termasuk pendekatan penelitian kuantitatif, dan rancangan deskriptif. Rancangan eksperimen semu digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol diberi perlakuan yang berbeda. Rancangan penelitian deskriptif digunakan untuk mendiskripsikan keterlaksanaan model pembelajaran make a macth dan motivasi belajar siswa.Populasi dari penelitian ini siswa VIII SMPN 9 Malang tahun ajaran 2015/2016. Sampel yang digunakan kelas VIII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII H sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menenjukkan bahwa ada perbedaaan motivasi belajar dan hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model make a macth dengan siswa yang dibelajarkan dengan model ceramah. Perbedaan tersebut ditunjukkan pada nilai rata-rata motivasi belajar pada kelas eksperimen ( 60,9 kelas kontrol ( 54,4). Dan hasil dari uji hipotesis pada hasil belajar menunjukkan perolehan nilai 0,032 < 0,05 artinya ditolak. Artinya ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe make a macth dengan motivasi siswa yang dibelajarkan menggunakan metode ceramah. saran untuk peneliti selanjutnya Sebaiknya mencobakan make a macth dipadukan dengan media yang lain seperti mind mapping. Jadi hasil diskusi kelompok siswa setelah presentasi dibuat mind mapping. Tetapi harus juga mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan pada penelitian.

Pengembangan modul ajar digital mata kuliah mobile learning untuk mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang / Purnianingsih

 

ABSTRAK Purnianingsih. 2016. Pengembangan Modul Ajar Digital Matakuliah Mobile Learning untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (2) Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T. Kata Kunci : modul, digital, mobile learning, epub Mobile Learning merupakan salah satu sajian matakuliah pilihan prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Matakuliah ini memberikan pemahaman mengenai konsep dasar teknologi mobile dan learning. Berdasarkan observasi yang dilakukan, terdapatbeberapa mahasiswa yang kurang dapat memahami materi dengan baik. Salah satu contohnya pada bahasan buku digital, 21 dari 34 mahasiswa belum dapat mencapai nilai minimal yang ditetapkan oleh dosenpengampu karena mengalami kesulitan dalam mencari referensi yang tepat dan mudah dipahami.Dosen pengampu juga menyatakan bahwa tidak semua bahasan akan disampaikan dalam perkuliahaan karena terbatasnya waktu. Pengembangan modul ajar untuk membantu mahasiswa belajar secara mandiri sudah pernah dilakukan. Namun,modul ajar yang dikembangkanbelum mencakup keseluruhan materi dalam satu semester. Hal tersebut membuat mahasiswa harus aktif mencari referensi tambahan sendiri.Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menyediakan bahan ajar berupa modul ajar digitalyangberformat epub. Tujuan penelitian ini adalah merancang, menghasilkan, dan memvalidasi kelayakan modul ajar digital matakuliah mobile learningyang dikembangkan. Model pengembangan modul ajardigitalmobile learningini merujuk pada model pengembangan Sugiyono yang terdiri dari 10 tahapan, yakni: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk, (8) ujicoba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan penyebaran angket. Pengujian akan dilakukan oleh beberapa subjek coba, yakni ahli materi, ahli media, dan mahasiswa. Hasil penelitian pengembangan ini adalah modul ajar digital untuk matakuliah mobile learning. Kelayakan media pembelajaran dihitung berdasarkan hasil penilaian validasi ahli dan uji coba mahasiswa menggunakan rumus yang mengacu pada Akbar. Penentuan kriteria validitas dan kelayakan modul ajar digital mengacu pada kriteria kelayakan Akbar. Berdasarkan validasi ahli, hasil penilaian dari ahli materi adalah 86.54% dan hasil penilaian dari ahli media adalah 96.15%. Sedangkan hasil penilaian pada uji coba mahasiswa sebesar84.02% untuk uji coba kelompok kecil dan 89.56% untuk uji coba lapangan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa modul ajar digital dinyatakan layak untuk digunakan dalam matakuliah mobile learning.

Analisis kesesuaian Buku Sekolah Elektronik (BSE) IPS sekolah dasar kelas IV dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan se gugus Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Puji Astuti

 

Kata Kunci: analisis, BSE IPS, KTSP, Kota Malang Banyaknya buku yang beredar termasuk buku IPS memberikan banyak pilihan bagi para pengguna buku untuk menentukan buku yang digunakan sebagai panduan dalam belajar. Selain menguntungkan juga menimbulkan permasalahan baru bagi dunia pendidikan. Permasalahan tersebut, guru maupun siswa sering bingung untuk menentukan buku yang sesuai dengan kurikulum untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Sering dijumpai beberapa konsep dalam buku ajar yang satu berbeda dengan buku yang lain, evaluasi yang ada dalam buku ajar juga tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Selain itu gambar ilustrasi yang ditampilkan dalam buku ajar tidak sesuai dengan materi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang meliputi format sajian dan kesesuaian isi dalam BSE. Kesesuaian isi yang dianalisis meliputi, kesesuaian isi materi BSE IPS SD Kelas IV dengan KTSP, kesesuaian media gambar yang disajikan BSE IPS SD Kelas IV dengan materi, dan kesesuaian sistem evaluasi BSE IPS SD Kelas IV dengan sistem evaluasi pada KTSP. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi (Content Analysis) karena yang menjadi objek kajian dalam penelitian adalah dokumen yang berupa buku IPS SD kelas IV. Hal yang inti dari suatu analisis konten adalah mencari tahu isi dan maksud suatu teks. Sumber data dari penelitian ini adalah 2 buah BSE IPS SD kelas IV yang digunakan di Gugus Madyopuro. Pengambilan data dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan instrumen penelitian. Teknik analisis kuantitatif yang dapat digunakan dalam analisis isi anatara lain distribusi frekuensi. Upaya untuk menjamin keabsahan datanya digunakan teknik trianggulasi dengan sumber. Kegiatan analisis data dimulai dari merumuskan masalah, identifikasi buku ajar, penyusunan instrumen penelitian, pengumpulan data, analisis data, penarikan kesimpulan, dan pelaporan. Berdasarkan hasil amalisis peneliti terhadap BSE IPS Kelas IV yang ditulis oleh I.S Sadiman dan Sehendy Amalia diperoleh hasil sebagai berikut. Kesesuaian format sajian bukunya tergolong baik atau sebesar 66,67 %, kesesuaian media gambar yang ditampilkan tergolong sangat baik atau sebesar 96,72% , kesesuain isi materi dengan KTSP tergolong baik atau sebesar 74,6%, ada 17 materi/indikator yang tidak termuat dalam BSE IPS kelas IV yang ditulis oleh I.S Sadiman dan Shendy Amalia, yaitu sebesar 25,4%. Sesuai hasil ini maka, materi dalam BSE IPS Kelas IV ini tidak sesuai dengan KTSP. Kesesuaian sistem evaluasi dengan KTSP yang ada dalam buku tergolong baik atau sebesar 66,67%. Berdasarkan hasil amalisis peneliti terhadap BSE IPS Kelas IV yang ditulis oleh Radjiman dan A.Triyono diperoleh hasil sebagai berikut. Kesesuaian

Formulasi beras analog berbasis tepung umbi suweg (Amorphophallus campanulatus B1) dan tepung jagung ditinjau dari kadar protein, serat dan uji organoleptik / Anggi Yulistyowati

 

ABSTRAK Yulistyowati, Anggi. 2016. Formulasi Beras Analog Berbasis Tepung Umbi Suweg (Amorphophallus campanulatus B1) dan Tepung Jagung ditinjau dari Kadar Protein, Serat dan Uji Organoleptik. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. (II) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M. Si. Kata Kunci : Beras Analog, Umbi Suweg, Teknologi Ekstrusi Konsumsi beras di Indonesia mencapai angka 103,18 kg/kapita/tahun, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sering dilakukan impor beras sebesar 266.889.662 kg pada tahun 2013. Indonesia memiliki sumber pangan lokal salah satunya umbi suweg. Umbi suweg dapat ditingkatkan nilai gunanya dengan dijadikan bahan beras analog umbi suweg dan tepung jagung menggunakan teknologi ekstrusi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan protein, serat dan amilosa beras analog umbi suweg dan tepung jagung serta uji hedonik nasi beras analog umbi suweg dan tepung jagung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor dan tiga level perlakuan yaitu penambahan tepung umbi suweg dengan jumlah persentase berbeda 40%, 50%, dan 60% dengan dua kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA (Analysis of Variance), yang dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan pada kandungan protein, serat dan amilosa pada beras analog umbi suweg dan tepung jagung dengan rasio 40%:60%, 50%:50% dan 60%:40%. Hasil uji hedonik rasa, tekstur, warna dan aroma pada beras analog umbi suweg dan tepung jagung dengan rasio 40%:60%, 50%:50% dan 60%:40% menunjukan adanya perbedaan yang nyata. Hasil uji hedonik rasa, warna, tekstur dan aroma dengan nilai tertinggi didapat dari beras analog dengan rasio 40%:60%.

Penerapan model inkuiri untuk meningkatkan pemahaman konsep pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan pada siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Malang / Indah Siatin

 

Kata kunci: Model nkuiri, Pemahaman Konsep, Perubahan Lingkungan Fisik Terhadap daratan. Pemanfaatan model inkuiri dapat menimbulkan dampak positif seperti terciptanya situasi pembelajaran yang memberikan peluang perkembangan kreativitas pada siswa, motivasi dan meningkatkan pemahaman konsep siswa. Metode ini bertujuan agar siswa mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis, tidak bosan, menyelidiki sendiri masalah, menemukan, memecahkan masalah sendiri, sehingga siswa dapat belajar dengan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan penggunaan metode Inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan pada siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Malang, (2) Mendeskripsikan penggunaan metode Inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep belajar siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur kerja dilaksanakan 2 siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah 45 siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian dengan penerapan model inkuiri mengembangkan kemampuan siswa berfikir secara sistematis, logis dan kritis, agar siswa dapat menemukan sendiri, menyelidiki sendiri menjadi aktif masalah yang dipelajari, memecahkan masalah sendiri sehingga hasilnya optimal dan tidak mudah dilupakan. Hasil observasi aktivitas siswa sebelum tindakan dengan nilai rata-rata kelas 52,8, setelah dilakukan tindakan siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 68 dengan jumlah yang tidak tuntas 12 siswa dan 33 siswa tuntas. Pada tindakan siklus II pemehaman konsep siswa tentang materi meningkat, hal ini terbukti dari kenaikan nilai rata-rata siswa 90 dan ketuntasan klasikal sebesar 93,3%. Disimpulkan bahwa penggunan metode inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Kota Malang pada materi pengaruh lingkungan fisik terhadap daratan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan guru menerapkan model inkuiri pada mata pelajaran IPA sehingga hasil belajar siswa meningkat dan siswa dapat lebih memahami konsep materi yang diberikan yang nantinya tujuan pembelajaran tercapai optimal.

Bioshock infinite: grand fantasy in disguise / Muhammad Faris Faishal Afif

 

ABSTRAK Afif, M. F. A. Bioshock Infinite: Grand Fantasy in Disguise. Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: 1) Drs. Kukuh Prayitno S., M.A. 2) Drs. ArifSubiyanto, M.A. Kata Kunci: permainan video, Bioshock Infinite, gangguankepribadiannarsistik, penyalahgunaan agama Buku, film, dan drama adalahkaryaseni yang dikenalmemilikinarasidi dalamnya. Untukmahasiswasastra, ketigabentuksenitersebutadalahsubjekpaling umumuntukpenelitian. Namun, adasatulagi media seni yang layakuntukditelusurilebihdalam, yaituvideo game. Samasepertibuku, film, dan drama, video game jugabisadimanfaatkansebagaipenyampainarasi yang menarik (Lee, Park, &Jin, 2006). Penelitianinibertujuanuntukmenemukanatribut Narcissistic Personality Disorder (NPD) dalamkarakterantagonisdariBioshockInfinitedanhubunganmerekadenganpenyalahgunaan agama yang ada didalamnarasipermainankarenanarsismeparahatau NPD lebihcenderungmenimbulkankonflikdaripadabentuknarsismenormal. Bioshock Infinitedikembangkandandipublikasikanoleh Irrational Games dan 2K Games. Permainannyasendiridibelidandiunduholehpenelitidari platform permainan videoberbasis Internet, Steam. Penelitianmenggunakanmetodedeskriptifkualitatifdenganpendekatan analysis kontenuntukmempelajari data yang diperoleh. Fenomena NPD danhubungannyadenganpenyalahgunaan agama yang adadalampermainanvideo dibahasdi dalamanalisis, denganharapanmemberikankontribusiuntukmempelajariilmusosialdankritiksastra. Data mengenai NPD danpenyalahgunaan agama disajikandi dalampermainandalambentuk visual dantekstual. Transkriprekamandalam game, yang merupakansalahsatusumberutama data, dapatdilihatmelalui menu di dalampermainan video. Studiinimenunjukkanbahwaenamdarisembilankriteria NPD, tersediadalamedisiterbarudariDiagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, DSM-V, ditemukandalamkarakterantagonis, Father Comstock. Selaintemuan NPD, pelecehan agama jugaadadalamnarasiBioshockInfinite. penyalahgunaan agama iniadalahperwujudandarisalahsatukriteria NPD yang adadalamkarakterFather Comstock ini, sifatmuluk-muluk. Diamenggunakan agama sebagaipemanisuntukdoktrindantiraninya yang kejam. Dalammewujudkanmimpibesarnya, Father Comstock jugaterbuktimemenuhisyaratuntukmenciptakanlingkunganpenyalahgunaanyang kondusifyang diusulkanoleh Martinez (2009). Sementarakasusnyatadari NPD, terutama yang ekstrim, sangatjarang, NPD dapatmenyebabkankasuskejahatandanpelanggaran yang lebihumumdalammasyarakat. Penelitianinipadagangguankepribadiandanpenyalahgunaanagama bertujuanuntukmemberikanwawasanbahwabentuk paling langkadarigangguankepribadiandapatmenyebabkanbentukpelanggaran yang lebihumumdalammasyarakat. MahasiswasastraInggrisbisamendapatkankeuntungandaripenelitianinidenganmemahamipenelitianinisebagaidiskusipelengkaptentangbagaimanamemilihprodukbudayasepertipermainan video untukdijadikanbahananalisis. Untukpenelitidi masa mendatang, penelitianinidapatdigunakansebagaidasaruntukmelakukanstudilebihlanjutdalammenemukanadanyagangguankepribadiannarsismepadaindividudanmengidentifikasihubunganpotensialnyadengankejadianlainnyadalammasyarakat modern.

Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis mata pelajaran geografi siswa kelas XI IPS 1 MAN 1 Malang / Bayu Firmantara

 

Firmantara, Bayu. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas XI IPS 1 Man 1Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hendri Purwito, M.Si (2) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. Kata Kunci: model Pembelajaran Problem Based Learning, kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan observasi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan di MAN 1 MALANG, diketahui bahwa kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran Geografi dapat dikatakan cenderung rendah. Hal ini disebabkan model pembelajaran ceramah yang cenderung memaksa siswa untuk menghafal materi. Model pembelajaran yang disarankan untuk mengatasi rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa adalah model pembelajaran Problem Based Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matapelajaran Geografi siswa di kelas XI IPS 1 MAN 1 MALANG. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari 2 siklus, siklus pertama terdiri dari 2 pertemuan, dan siklus 2 juga terdiri dari 2 pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas XI IPS 1 dengan jumlah siswa 36 orang. Data dalam penelitian ini berupa kemampuan berpikir kritis siswa. Instrumen yang diberikan yaitu lembar observasi kemampuan berpikir kritis siswa dan soal tes. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada peningkatan hasil kemampuan berpikir kritis mata pelajaran Geografi kelas XI IPS 1 MAN 1 MALANG. Rata- rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa siklus I adalah 49,85. Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 87,19. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 1 MAN 1 Malang. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan model pembelajaran Problem Based Learning dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta dapat dijadikan landasan untuk melakukan penelitian sejenis di masa mendatang.

Penerapan pembelajaran pola PBMP menggunakan strategi kooperatif model GI (Group Investigation) terhadap hasil belajar biologi dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas I SMP Negeri 1 Bululawang / oleh Shirley Diah Puspa

 

Pengaruh inflansi, suku bunga, kurs rupiah, dan tingkat likuiditas terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic ndex tahun 2008-2010 / Nurmalitasari

 

Kata Kunci: Inflasi, Suku Bunga, Kurs Rupiah, Likuiditas, Risiko Investasi Saham Risiko merupakan penyimpangan dari hasil yang ingin diperoleh investor. Investor dalam memandang risiko dibagi menjadi tiga yaitu investor yang menyukai risiko (risk seeker), investor yang netral terhadap risiko (risk neutral) dan investor yang tidak menyukai risiko (risk averter). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Inflasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan, (2) Suku Bunga mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan, (3) Kurs rupiah mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan, dan (4) Tingkat likuiditas mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan. Variabel dalam penelitian ini, meliputi variabel bebas yaitu Inflasi (X1), Suku Bunga (X2), Kurs rupiah (X3),Tingkat likuiditas (X4), dan variabel terikat Risiko investasi saham (Y). Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index periode 2008-2010 sebanyak 55 perusahaan. Sampel sebanyak 11 perusahaan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis data regresi berganda yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, dengan menggunakan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Variabel inflasi (X1) mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index; 2) Variabel suku bunga (X2) berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index; 3) Variabel kurs rupiah (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index; 4) Variabel tingkat likuiditas (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index; 5) Variabel yang paling berpengaruh terhadap risiko investasi saham adalah suku bunga. Inflasi, suku bunga, kurs rupiah, dan tingkat likuiditas secara simultan berpengaruh terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010 sebesar 8,8%. Secara singkat dapat disimpulkan: 1) Kondisi inflasi, suku bunga, kurs rupiah, tingkat likuiditas, dan risiko investasi saham perusahaan tahun 2008-2010 yaitu; a) Kondisi inflasi mengalami kenaikan tiap triwulan pada tahun 2008, pada tahun 2009 mengalami penurunan selama empat triwulan, kemudian mengalami kenaikan hingga triwulan IV tahun 2010, b) Kondisi suku bunga mengalami ii kenaikan tiap triwulan pada tahun 2008, pada tahun 2009 mengalami penurunan selama empat triwulan, kemudian stabil pada tahun 2010, c) Kondisi kurs rupiah mengalami kenaikan tiap triwulan pada tahun 2008, pada tahun 2009 mengalami penurunan selama tiga triwulan, kemudian mengalami kenaikan pada triwulan selanjutnya hingga akhir tahun 2010, d) Kondisi tingkat likuiditas masing-masing perusahaan cenderung fluktuatif selama tahun 2008-2010, e) Kondisi risiko investasi saham masing-masing perusahaan cenderung fluktuatif selama tahun 2008-2010; 2) Inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010; 3) Suku bunga berpengaruh positif signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010; 4) Kurs rupiah tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010; 5) Tingkat likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010. Saran yang dapat diberikan berdasarkan temuan penelitian sebagai berikut: (1) Bagi investor yang hendak menanamkan modal di pasar modal hendaknya memperhatikan tingkat suku bunga dan inflasi sebab dalam penelitian ini terbukti inflasi dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham. (2) Bagi peneliti selanjutnya menambah variabel penelitian yang mempengaruhi risiko investasi saham, seperti peredaran uang, peraturan perpajakan, kebijakan pemerintah, dan lain-lain.

Gaya bahasa laki-laki dalam komunikasi melalui facebook komunitas seniman / Muh. Irfan Mukhlishin

 

ABSTRAK Irfan Mukhlishin, Muh. 2016. Gaya Bahasa Laki-Laki Dalam Komunikasi Melalui Facebook Komunitas Seniman. Tesis. Universitas Negeri Malang. pembimbing I Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd., Pembimbing II Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. Kata Kunci: Gaya Bahasa, Komunikasi, seniman, facebook Penelitian ini mengkaji gaya bahasa yang digunakan oleh komunitas seniman di kota Malang, khususnya seniman laki-laki dalam berkomunikasi setiap hari di media sosial facebook. Sementara itu, pemilihan seniman laki-laki yang dijadikan subjek penelitian ini pun karena komunitas seniman terdiri dari laki-laki dan perempuan yang tergabung didalamnya maka, di pilih seniman laki-laki didasarkan pada beberapa kriteria, seperti berkesenian di bidang sastra (akademisi), drama teater, musik, dan tari dalam kurun waktu yang cukup lama serta ajeg berkesenian meskipun telah mengalami perbaikan ekonomi (melihat seni sebagai minat, bukan pekerjaan). Berdasarkan konteks penelitian masalah tersebut di atas, dapat dirumuskan fokus masalah penelitian sebagai berikut: (a) Bagaimana bentuk dan makna gaya bahasa laki-laki komunitas seniman dalam facebook; (b) Bagaimana fungsi gaya bahasa laki-laki komunitas seniman dalam facebook. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Data dianalisis secara objektif berdasarkan fakta nyata yang ditemukan dan kemudian memaparkannya secara deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode distribusional dalam tiga tahap, yaitu tahap pengumpulan data, tahap penganalisisan data dan tahap penyajian data. Hasil penelitian gaya bahasa yang digunakan seniman laki-laki di kota Malang adalah gaya bahasa perbandingan dan gaya bahasa pertentangan. Gaya bahasa perbandingan yang digunakan dalam komunikasi di media sosial facebook adalah Personafikasi, simile, epanortesis, perifrasis. Gaya bahasa pertentangan yang banyak digunakan dalam komunikasi di media sosial facebook adalah hiperbola, satire, aksimoron, sinisme, dan klimak. Fungsi gaya bahasa yang banyak digunakan oleh para seniman dalam komunikasi di media sosial facebook adalah instrumental, regulatoris, intraksional, imajinatif, dan representasional. Kesimpulan dari penelitian ini gaya bahasa yang digunakan seniman laki-laki di kota Malang melalui media sosial facebook adalah gaya bahasa perbandingan dan pertentangan. Fungsi gaya bahasa instrumental, regulatoris, intraksional, imajinatif, dan representasional. Saran untuk peneliti selanjutnya agar meneliti tentang tindak tutur atau kesantunan para seniman yang ada di kota Malang dalam komunikasi melalui media sosial facebook.

Perancangan animasi iklan layanan masyarakat tentang pentingnya kelestarian hutan tropis di Indonesia / Bayu Saputro

 

ABSTRAK Saputro, Bayu. 2016. PerancanganAnimasiIklan Layanan Masyarakat Tentang Pentingnya Pelestarian Hutan Tropis Di Indonesia.TugasAkhir, JurusanSenidanDesain. FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Joko Samodra, S.Kom. M.T, (II) Ike Ratnawati S.Pd. M.Pd. Kata Kunci: Perancangan, Animasi, Hutan Tropis. Melestarikan tropis merupakan salah satu kebiasaan budaya dan kearifan lokal yang diturunkan oleh nenek moyang kita. Mereka dengan budayanya masing-masing telah menjaga kelestarian ekosistem hutan tropis di daerahnya melalui aturan-aturan adat mereka, dan juga budaya mereka yang berperan penting dalam menjaga kelestarian plasma nutfat dalam hutan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, karena kebutuhan, karena alasan kesejahteraan, bahkan karena keserakahan manusia, telah mengabaikan kelestarian hutan tropis di Indonesia. Dengan berbagai alasan itulah, ekosistem hutan tropis sedikit demi sedikit semakin berkurang, hewan yang dulunya banyak, kini beberapa diantaranya terancam punah. Pembakaran hutan, penebangan liar, pencurian kayu, dan masih banyak lainnya telah menyebabkan dampak yang sudah dirasakan oleh makhluk hidup lainnya. Tujuan perancangan ini adalah untuk membuat sebuah video animasi yang berbasis iklan layanan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan tropis di Indonesia berupa kombinasi animasi 2D dan animasi 3D, agar generasi mudalah yang di tuntut untuk membawa semangat baru untuk kelestarian hutan tropis kita tercinta. Walaupun dengan langkah kecil, akan berdampak positif bagi kelestarian alam. Metodepembuatananimasi 2D melalui 3 tahapan, yaitupraproduksi, produksidanpascaproduksi.Tahapawal yang penulislakukan adalah mengumpulkan data dari sumber buku dan internet. Setelah data terkumpul penulis menentukan konsep desain meliputi, storyboard, desainkarakterdanproperti. Tahapan selanjutnya, penulis menentukan referensi karakter berupa foto orang asli, sebagai referensi desain karakter dan properti.Tahapselanjutnyayaitu proses animating, merupakan proses untuk “menghidupkan” ataumenganimasikanstoryboardsecarakomputerisasi, proses compositing, yaitu proses untukmenggabungkanelemen-elemen, proses dubbing, yaitu proses rekamansuaraberdasarkannarasi, proses editingpenggabunganpotongan-potongan video. Selanjutnya, final rendering, menghasilkan movie berupa gabungan satu file video dengan format MPEG 4. Hasilperancanganyaitu DVD animasiiklan layanan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan tropis di Indonesia.

Korelasi antara konflik dan kegairahan kerja guru di SMA swasta se Kecamatan Lowokwaru Malang / Merry Herliana

 

Bilangan kompleks dan akar persamaan polinom
oleh Anis Wiwin Wijayati

 

Dalaurs kripsii ni ditralra(se ntangB ilanganK orrrplekdsa nA karP ersatnaan Polinornm, eliputi: akark uadrabt ilangann egatifk, onjugaspi, embagiabni langan konrpleksb,i dangk onrpleksp,e mbagiasni ntetikt,e oremas isa,t eoremafa ktor, teoremad asara Iabar,a karp ersamaapno linomd engank oefisienb ulatd ana kar persarnaapno linonrd engank oefisienrc al. Bilangank ompleksa da.lnshu atub ilanguny angb erbentuzk= x+i!, denganx dan y adalahb ilanganre ald ani '-- l . f)alamh al ini x dinamakabna gianr eald ariz dany bagianim njincr. l'ersamaapno linoma dalahs uatue kspresyia ngberbentuakn xn+ a,,.1xn+-.r. .+ ar x+ao= 0, dinranaa a,% -r, ...,a r ,aoa dalahk onstantdae ngana n*0d ann adalah derajadt arip olinomt ersebut. Selesaiadna rip olinornd isebu"ta kar"p ersamaapno linomA. kar persanraan adalahb ilangany angb ila disubstitusikakne peubahd alamp ersamaatne rsebut nremberikasnu atuk eidentikan. Jika( x1= b(x-crXx-c:)...(x-cdne)n,g acnr , cr, ..., cna kar( x) danb koefisie(nx ). Secarau muma karc r .c: . ...,c ,,p olinomn onkonstafn(x ) tidak; rrlu berbeda ntara yangs atud engayna ngl uin.J ikup alings edikidt uuu kars amam, aka( x) mempunyai akart crtentuJ. ikaa kar0 1f iuncul rn kali,m akuc 1t lisebuat karf (x) dengana kar rangkarpt r

Pengembangan panduan pelatihan kesadaran diri melalui drama Segitiga Karpman untuk mencegah peilaku bullying siswa SMP / Titis Firdia Nastiti

 

ABSTRAK Nastiti, Titis Firdia. 2016. Pengembangan Panduan Pelatihan Kesadaran Diri melalui Drama Segitiga Karpman untuk Mencegah Perilaku Bullying Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pebimbing: (1) Dr. Dany M. Handarini, M. A., (2) Dr. Andi Mappiare, A. T. M.Pd. Kata Kunci: Panduan, Kesadaran Diri, Bullying Penelitian pengembangan panduan pelatihan kesadaran diri melalui drama segitiga karpman untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP yang dilatar belakangi oleh maraknya kasus tindakan bullying yang dilakukan siswa. Perilaku bullying disebabkan karena rendahnya kesadaran diri yang dimiliki siswa dalam mencegah perilaku bullying sehingga diperlukan panduan untuk meningkatkan kesadaran diri dalam mencegah perilaku bullying siswa SMP. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP sebagai panduan pelatihan yang dapat digunakan oleh konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling secara optimal. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Borg and Gall (1983). Prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut:1) tahap penelitian pendahuluan (pra survei), 2) tahap perencanaan, 3) pengembangan produk, 4) uji coba tahap awal, 5) revisi terhadap produk utama, berdasarkan masukan dan saran-saran dari hasil uji lapangan awal. Isi dari produk yang dihasilkan yakni berupa buku panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP. Dalam buku panduan ini berisi pelatihan untuk membantu siswa dalam mencegah perilaku bullying disertai dengan langkah-langkah dalam mencegah perilaku bullying menggunakan materi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari agar memudahkan siswa dalam pelaksanaan pelatihan. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang telah dilakukan sesuai saran dan masukan terhadap panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP dapat disimpulkan bahwa panduan untuk konselor berguna, sangat tepat, layak dan patut. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pengembangan panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP, sekolah memfasilitasi agar dapat dijadikan referensi untuk diterapkan disekolah lainnya dengan menyesuaikan karakter siswa disetiap sekolah, pengguna produk harus mempelajari dan memahami pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP agar dapat diaplikasikan kepada siswa dan dapat meningkatkan kesadaran diri siswa sehingga konselor dapat memfasilitasi siswa dengan layanan bimbingan dan konseling yang optimal.

Pengembangan instrumen tes bentuk pilihan ganda bermakna untuk mengidentifikasi miskonsepsi kinematika gerak lurus pada siswa kelas X / Siti Khusnawiyah

 

Kata Kunci : instrumen tes bentuk pilihan ganda bermakna, miskonsepsi, kinematika gerak lurus. Miskonsepsi dapat diartikan sebagai pertentangan atau perbedaan konsepsi seseorang dengan konsepsi yang dimiliki oleh masyarakat ilmiah atau para ahli yang telah diyakini kebenarannya. Miskonsepsi dapat mengganggu pemikiran siswa baik ketika siswa mengerjakan soal maupun ketika siswa mempelajari materi berikutnya. Selama ini alat identifikasi miskonsepsi yang pernah dikembangkan membutuhkan waktu lama dalam proses analisisnya misalnya tes uraian dan wawancara, sehingga sebagian besar guru sulit dan enggan untuk melakukan identifikasi miskonsepsi. Atas dasar kendala tersebut, maka dikembangkan butir tes pilihan ganda bermakna sebagai alat identifikasi mikonsepsi pada materi Kinematika Gerak Lurus. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan alat identifikasi miskonsepsi materi Kinematika gerak lurus yang efektif dan efisien. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan produk serta mengetahui karakteristik produk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Langkah-langkah penelitian yang akan dilaksanakan meliputi: tahap studi pendahuluan dan tahap pengembangan produk. Penelitian ini menggunakan teknik analisis validasi isi dan analisis program AAFF. Kegiatan validasi dilaksanakan oleh validator yang berasal dari pihak guru dan dosen sebagai ahli materi dan ahli penilaian. Pengumpulan data dilakukan dengan meggunakan angket yang disertai rubrik penilaian, soal uraian dan soal pilihan ganda yang dihasilkan. Jenis data penelitian meliputi data kuantitatif berupa penilaian validator berdasarkan skala likert dan data kualitatif berupa tanggapan dan saran yang diberikan oleh validator. Produk akhir penelitian ini adalah instrumen tes bentuk pilihan ganda bermakna. Soal pilihan ganda bermakna adalah alat identifikasi miskonsepsi yang dikembangkan berdasarkan soal uraian yang telah diujikan sebelumnya dan berdasarkan deskripsi jawaban soal uraian. Pilihan ganda bermakna memiliki empat alternatif jawaban yang masing-masing memiliki deskripsi yang berbeda. Deskripsi yang dibuat menggambarkan pemikiran siswa ketika memilih sebuah jawaban. Berdasarkan hasil analisis, produk yang dihasilkan sudah memenuhi kriteria layak, namun masih perlu ada revisi berdasarkan saran, kritik dan tanggapan dari validator. Produk yang dihasilkan mampu membedakan siswa yang mengalami miskonsepsi dan yang tidak mengalami miskonsepsi dan mampu mengelompokkan siswa berdasarkan bentuk miskonsepsinya. Proses identifikasi dilakukan dengan melihat kekonsistenan jawaban siswa.

Perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS ekonomi antara yang diajar dengan menggunakan pembelajaran modul dan yang diajar dengan menggunakan pembelajaran ceramah (studi eksperimen pada kelas VII SMP Negeri 4 Malang tahun ajaran 2010/2011) / Desy Kusumaning

 

Kata Kunci : Hasil Belajar, Pembelajaran Modul, Pembelajaran Ceramah Upaya yang bisa dilakukan untuk mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia pada generasi muda salah satunya adalah meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan akan tercapai jika proses belajar mengajar efisien dan efektif bagi tercapainya pengetahuan siswa. Untuk mewujudkan tercapainya pengetahuan, wawasan dan peningkatan hasil belajar siswa salah satunya dengan menggunakan pembelajaran modul. Pembelajaran modul ini membentuk siswa mandiri dalam belajar, sehingga siswa dapat segera mengetahui hasil belajarnya. Sedangkan pembelajaran ceramah merupakan salah satu metode yang telah banyak diterapkan di sekolah, dimana guru dipandang sebagai sumber kebenaran dan siswa cenderung kurang aktif dan belum mandiri dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa yang mendapat pengajaran modul, untuk mengetahui hasil belajar siswa yang mendapat pengajaran dengan metode ceramah, dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara pembelajaran modul dengan ceramah. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Malang. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2010/2011, sedangkan sampelnya kelas VII E sebagai kelas kontrol dan kelas VII F sebagai kelas eksperimen yang ditentukan dengan teknik random sampling. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimental (eksperimen semu). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar aspek kognitif pada tes kemampuan akhir (postest) antara kelas yang diajar menggunakan pembelajaran modul dengan kelas yang diajar menggunakan pembelajaran ceramah. Terbukti dari hasil uji-t (t-test) yang menunjukkan thitung = 8,683 > ttabel = 1,987. Hal ini juga dibuktikan dengan nilai rata-rata kedua kelas pada saat tes kemampuan akhir (postest). Rata-rata kelas VII F (kelas eksperimen) yang diajar menggunakan pembelajaran modul lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas VII E (kelas kontrol) yang menggunakan pembelajaran ceramah. Nilai rata-rata kelas VII E (kelas kontrol) adalah 83,72 sedangkan nilai rata-rata kelas VII F (kelas eksperimen) adalah 90,15. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dalam mengajar guru hendaknya menggunakan modul untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar, siswa juga diharapkan memiliki kreatifitas yang tinggi sehingga modul yang dipelajari dapat diselesaikan tepat waktu dan bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian tentang penggunaan modul pada materi lain dan diharapkan hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai dasar pengembangan modul sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan di sekolah-sekolah.

Kajian tentang kesalahan siswa kelas III IPA SMU Negeri I Gondang tahun pelajaran 1998/1999 dalam memahami sifat fisika dan ikatan kimia air / oleh Rosaria Siswiyanti

 

Tujuanp engajarainlm u kimiab erdasarkaGnB PPS MU 1994a dalaha gars iswa tnenguorokoi nsep-konsekpim ia,s alingk eterkaitannyad,a np enerapannydaa lam kehidupasne hari-hamri aupunte knologi.S alahs atuz aty urg dipelajardi alamil mu timia di SMU adalaha ir. Hasilp enelitianG riffith danP reston(1 992)d i Kanadad an Supriyad(i1 997)d i Lumajangp adas iswak elasI I SMU menunjukkaand anya pe.aita."n yangs alahte ntanga ir, misalnyam assaI molekula ir padae s,a ir cair,d an uapa ir adalahb erbedap, adahapt emahamayna ngb enart entanga ir pentingb agis iswa uniukm empelajakrio nsep-konselapi ny angb erhubungan.Tujupaenn elitianin i adalah untukm engetahulei bihl anjutk esalahasni swaS MU kelasI II IPA dalamm emahami sifatf isikad ani katank imia air. Informasmi engenakie salahasni swat ersebudt apat digunakasne bagapi ertimbangabna gig urud alamm engupayakasntr ategbi elajar mengajayra ngl ebiht epatb erkaitand engans ifatf isikad ani katank imiaa ir. Penelitianin i menggunakamne toded eskriptifP. opulasyi angh omogen dijumpapi adas iswak elasI II IPA SMU NegeriI GondangT, ulungaguntga hun pilalo.un1 998/1999S, ampepl enelitians ebesa8r0 siswad iambils ecaraa cakd ari 83 iiswa kelasI II IPAr danI II IPAz.I nstrumenp enelitianb erupate sy angt erdirid ari2 5 butir denganri ncian1 soalo byektil 3 soals ubyektifd, an2 l soals emiobyektiDf. ari uji cobai nstrumenp enelitiand iperolehv aliditasis i sebesa9r5 %od anr eliabilitads engan rumusK -R.21s ebesa0r, 619.S elanjutnydaa tap enelitiayna ngd iperoledha rit esp ada respondedni analisids engante knikp ersentase. Dari penelitiand iperolehh asil-hassile bagabi erikut.B anyaknyasi sway ang salahd alamm emahamkio nsep-konseypa ngb erkaitand engans ifatf isikaa ir sebesar 58%d ani katank imiaa ir sebesa5r2 %.K esalahasni swad alamm emahamsii fatf isika air meliputi:( l) perubahawn ujuda ir menghasilkazna tb aru( 30%),( 2) partikelpartikepl enyusugne lembung-gelembusnaga ta ir dipanaskabnu kanm olekul-molekul air( 70%),( 3) partikel-partikeple nyusuuna ps aata ir dipanaskabnu kanm olekulmolekuul r (66%),( 4) zaty angm enyusutnit ik{itik cairanp adat utupg elasm inuman panasy angt elahd inginb ukanm olekul-molekuali r (38%),( 5) zaty angm enyusun titik-titik cairanp adap ermukaalnu ar darig elasb erisie sb ukanm olekul-molekuali r (25%),( 6) ukuran( volume)I molekula ir padae s,a ir cair,d anu apa ir adalahb erbeda (55%),( 7) massaI molekual irp adae s,a ir cair,d anu apa ira dalahb erbed(a3 2%), (8) gerakm olekul-molekuali r tidak seiringd engank enaikante mperatukre tigaw ujud ur (26%),(9) titik didiha ir padak eadaan ormalb ukan1 000C padat ekanan1 atm (06;/o),(10)a ir tidak dapatm endidihp adas uhu9 00C (497o)(, l l) titik bekua ir pada keadaan ormalb ukan0 0C padatekananI atm( 70%),( 12) airtidak dapatm embeku padas uhu5 0C (59o/o)(,1 3) glukosay angd ilarutkand alama ir tidakm enurunkan tekananu app elarut( 20%), (14) Nacl yangt ertarutd alama ir tidakm enaikkatnit ik didihl arutan( 65%),d an( 15) garamd apury angd itaburkanp adae st idakm enurunkan titik bekul arutan( 35%).S edangk esalahasni swad alamm emahamiki atank imiaa ir meliputi:( l) air bukanm erupakasne nyawad ariH 2d anO z( 44%),( 2) sifat-sifagt asH 2 danO zm asiht ampakp adaa ir (34%),( 3) rumusm olekula ir padak etigaw ujuda ir bukanH zO( llo/o), (4) bentukm olekula ir padak etigarvujuda ir bukanh urufV (67%), (5) zuduti katanp adam olekula ir bukans ebesa1r 04,50(h uruf 'V) (71%), (6) antara atom-atomp enyusunm olekula ir tidakt erjadii katank ovalen( 21%),( 7) molekula ir padak etigaw ujud air tidak bersifatp olar (157o),( 8) NaCl, NHr, dan asama s€tat idak dapatl arutd alama ir (26%),( 9) antaram olekul-molekuali r padae sd ana ir cairt idak terjadii katanh idrogen( 45%),d an( 10) energpi anasp adap eleburane sm enjadui apa ir tidakb erfunjgsuin tukm emperbesjaarr ak antaram olekul-molekuali r (51

Penerapan model Coorporative Integrated, Reading, and Composition (CIRC) untuk meningkatkan pembelajaran tematik siswa kelas IV SDN Lesanpuro 01 Malang / Deni Kurniawan

 

ABSTRAK Kurniawan, Deni. 2016. Penerapan Model Cooperative Integrated reading and Composition (CIRC) Untuk Meningkatkan Pembelajaran Tematik Siswa Kelas IV SDN Lesanpuro 01 Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Dimyati, S.Pd, M.Pd, (2) Dra. Nur Hanifah, M.Pd Kata Kunci: Model CIRC, Pembelajaran Tematik Pembelajaran merupakan proses interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang saling bertukar informasi. Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas IV SDN Lesanpuro 01 Malang pada 28 Januari 2016 menunjukkan bahwa selama pembelajaran guru tidak menggunakan model dan media pembelajaran sama sekali untuk memudahkan siswa memahami materi, sumber belajar yang digunakan hanya LKS, artinya sumber belajar siswa terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, penerapan model Cooperative Integrated Reading And Composition dalam hasil pembelajaran tematik siswa kelas IV SDN Lesanpuro 01 Malang dan mendeskripsikan hasil pembelajaran tematik setelah diterapkan model Cooperative Integrated Reading And Composition siswa kelas IV SDN Lesanpuro 01 Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini yakni siswa kelas IV SDN Lesanpuro. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan 3 tahapan yakni reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan pada hasil pembelajaran tematik yakni pada siklus I diproleh presentase sebanyak 69% dengan klasifikasi cukup. Sedangkan peningkatan pada hasil pembelajaran tematik pada siklus II yakni 90% dengan klasifikasi baik. Kesimpulan pada penelitian adalah model Cooperative Integrated Reading And Composition dapat meningkatkan pembelajaran tematik siswa kelas IV SDN Lesanpuro 01 Malang. Hasil pembelajaran dengan menggunakan model CIRC pada siklus I ke siklus II meningkat dengan ketuntasn klasikal yakni 90% Saran dari penulis agar guru data menggunakan model yang lebih bervariasi agar siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan guru. Disarankan guru dapat menerapkan model CIRC sebagai salah satu model Pembelajaran yang dapat meningkatkan pembelajaran siswa.

Pengaruh penanaman modal asing, penanaman modal dalam negeri dan belanja modal terhadsap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur tahun 2010-2013 / Reza Lianatul Rizky

 

ABSTRAK Rizky, Reza Lianatul. 2015. Pengaruh Penanaman Modal Asing, Penanaman Modal Dalam Negeri dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi di Indonesia Tahun 2010-2013. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Grisvia Agustin, S.E., M.Sc. (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si. Kata kunci : Penanaman Modal Asing, Penanaman Modal Dalam Negeri, Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan pembangunan ekonomi suatu wilayah dengan melihat besarnya PDRB. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah penanaman modal. Penanaman modal terbagi menjadi dua yaitu penanaman modal yang berasal dari pihak swasta dan pemerintah. Penanaman modal yang berasal dari pihak swasta berdasarkan badan usaha yang tercantum dalam Undang-Undang No 25 tahun 2007 Tentang Penanaman Modal terdiri dari dua jenis, yaitu penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri. Sedangkan penanaman modal yang berasal dari pemerintah adalah belanja modal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penanaman modal asing, penanaman modal dalam negeri dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode tahun 2010-2013. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif . Data yang digunakan merupakan data sekunder dengan data panel. Data panel yang digunakan adalah data cross section dengan 33 provinsi di Indonesia dan data time series periode tahun 2010-2013. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi panel dengan model Fixed Effect. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan penanaman modal asing, penanaman modal dalam negeri dan belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi di Indonesia tahun 2010-2013.

Dinamika MA Almaarif Singosari Malang tahun 1966-2014 / Affiatus Zahroh

 

Analisis beton bertulang berbasis software dalam perencanaan bangunan gedung / oleh Ageng Fristnawan

 

Implementasi public relation pada Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang / Aulia Afan Miftaqurahman

 

ABSTRAK Miftaqurahman Aulia, Afan 2016. Implementasi Public Relation Pada Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang. Tugas Akhir Program Studi DIII Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajeman, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Afwan Hariri Agus Prohimi., S.E.,M.Si. Kata kunci : Strategi, Public Relation, Citra (image) Strategi adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan arahan serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya. Berbagai teknik analisis bisnis dapat digunakan dalam proses ini, termasuk analisis strategi membangun citra (image) yang meliputi Produk (service), Pelayanan terhadap publik, Budaya perusahaan, Perilaku Individu di dalam perusahaan. Penerapan strategi yang baik didalam suatu perusahaan dapat memberikan hasil yang memuaskan, hal ini dapat dilihat pada Kantor Penanaman Modal yang melaksanakan berbagai penerapan strategi yang baik. Subyek yang dipergunakan sebagai sumber data laporan adalah Kantor Penanaman Modal, yang merupakan salah satu instansi pemerintah yang bergerak dibidang penanaman modal, khususnya untuk meningkatkan nilai investasi. Instansi ini merupakan salah satu instansi pemerintah yang bergerak di penanaman modal yang berada di Kabupaten Malang. Tujuan laporan yang dilakukan pada PT. Petrokimia Gresik yaitu (1) untuk mengetahui penerapan Public Relation yang dilakukan oleh Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang, (2) Untuk mengetahui masalah yang dihadapi pada Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang terkait penerapan Public Relation, (3) untuk memberikan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi pada Kantor Penanaman Modal terkait penerapan penerapan Public Relation Citra (image) adalah gambaran persepsi publik tentang perusahaan atau organisasi menyangkut semua kegiatan yang dilakukan organisasi terhadap publik. Hal ini dapat dilihat pada Kantor Penanaman Modal yang menerapkan strategi membangun citra (image). Berdasarkan hasil laporan yang penulis lakukan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh pegawai Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang dalam menerapkan strategi membangun citra (image) yang dilakukan pada periode selanjutnya agar mendapatkan hasil yang optimal dari penerapan strategi membangun citra (image).

Analisis butir soal ulangan umum matematika semester genap kelas II SMA Negeri 1 Bangil tahun ajaran 2003/2004 / Ervita Ummul Khoiroh

 

Karakteristik struktur dan kekuatan tarik biokomposit tapioka dengan penguat montmorillonit / Reza Wanjaya

 

ABSTRAK Wanjaya, Reza. 2016. Karakteristik Struktur dan Kekuatan Tarik Biokomposit Tapioka dengan Penguat Montmorillonit. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T, (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T. Ph.D. Kata kunci : Biokomposit plastik, plasticizer, tepung tapioka, montmorillonit, kekuatan tarik, x-ray diffraction. Plastik biokomposit adalah plastik yang akan terurai di alam dengan bantuan mikroorganisme. Salah satu alasan penggunaan tepung tapioka sebagai bahan utama pembuatan plastik dikarenakan tanaman ini memiliki komoditas yang banyak di Indonesia, untuk memperoleh komposisi dari komponen penyusun biokomposit maka dibuat tepung tapioka sebagai bahan dasar, gliserol sebagai plasticizer, dan montmorillonit sebagai filler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan montmorillonit terhadap sifat fisik dan mekanik biokomposit tepung tapioka yang meliputi penentuan gugus fungsi menggunakan FTIR, kristalinitas menggunakan XRD dan pengamatan permukaan patahan menggunakan SEM, uji tarik dengan standar ASTM D882-09. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan, yaitu uji pendahuluan dan sintesis biokomposit tepung tapioka dengan penguat montmorillonit. Hasil yang diperoleh dari uji pendahuluan menunjukkan bahwa konsentrasi tapioka dengan sifat mekanik terbaik adalah 5,215 MPa dengan konsentrasi tepung tapioka 5,0% (b/v) dan gliserol 1,5% (v/v). Komposisi tersebut digunakan untuk mensintesis biokomposit tapioka dengan variasi konsentrasi montmorilonit, yaitu 0% ; 2,5% ; 5,0% ; 7,5% ; dan 10% (b/b). Penambahan konsentrasi montmorilonit 2,5 – 5,0% mampu meningkatkan sifat mekanik biokomposit dengan kekuatan tarik 6,344 MPa, persentase pemanjangan 13,5% , modulus elastisitas 47 MPa, dan densitas 1,183 g/cm3. Hasil uiji XRD menunjukan adanya puncak difraksi montmorillonit pada sudut 2 adalah 19,770 dan ditemukan gugus fungsi baru biokomposit dengan panjang gelombang FTIR 2400 – 1850 cm-1.

Pengaruh keputusan investasi, keputusan pendanaan dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan (perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2011-2014) / Cindy Ayu Prastika

 

ABSTRAK Prastika, Cindy Ayu. 2016. Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Listing Di BEI Tahun 2011-2014). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak, CA (2) Dr. Dodik Juliardi, SE., M. M., Ak Kata Kunci : Keputusan Investasi, Pendanaan, Profitabilitas, dan Nilai Perusahaan. Setiap perusahaan memiliki keinginan untuk terus tumbuh dan berkembang. Tujuan jangka panjang ini dapat tercapai apabila manajemen keuangan melakukan fungsinya dengan baik sehingga dapat maningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2011-2014. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 38 dari populasi sebanyak 121. Sumber data yang digunakan adalah laporan keuangan tahun 2011, 2012, 2013, dan 2014. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Metode analisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama, keputusan investasi yang diproyeksikan dengan PER berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Kedua, keputusan pendanaan yang diproyeksikan dengan DER berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Ketiga, profitabilitas yang diproyeksikan dengan ROE berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Saran bagi perusahaan hendaknya melakukan peningkatan nilai perusahaan dengan mengambil keputusan tentang pengeluaran modal perusahaan untuk investasi dan pendanaan serta peningkatan profitabilitas usahanya dengan benar. Saran bagi investor hendaknya memilih perusahaan yang mampu meningkatkan hasil labanya Saran bagi peneliti selanjunya selain menggunakan data sekunder, peneliti juga dapat menggunakan data primer, memperbanyak variabel penelitian, dan menambahkan periode-periode penelitian.

Perancangan film animasi pendek 2 dimensi "Singo & Mas Dut: Pengenalan Candi Badut" untuk anak-anak usia 8-9 tahun / Herwin Tri Cahyo

 

Hubungan sejumlah faktor-faktor non-kognitif dengan performansi akademik siswa Madrasah Aliyah Negeri di Naggroe Aceh Darussalam / oleh Fakhri Yacob

 

Analisis pengendalian intern atas persediaan gula TR 10% pada pabrik gula Ngadirejo Kediri tahun 2011 / Jefri Dwi Prayogo

 

Kata kunci: pengendalian intern, persediaangula TR 10%, analisis. Persediaanadalahsatudariaktivapenting yang dimilikiolehperusahaan.Karenapersediaanmerupakansuatuaktivamakaharusdilakukanpengendalian tern yang baikuntukmenjagapersediaantersebutdarihal-halburuk yang mungkinterjadi.Olehkarenaitu, tujuandaripenelitianiniadalahmenganalisispengendalian intern yang dilakukanoleh PG Ngadirejo Kediri gunamendapatkangambaran yang jelasmengenaipengendalian intern persediaangula TR 10% yangditerapkan. Untukmemperoleh data yang diperlukanmakapenulismenggunakanalatpengumpul data berupawawancaradankepustakaan.Dalampenelitianini, jenis data yang digunakanadalah data primer dan data sekunder.Penulismemperoleh data melaluiwawancaradanobservasi. Data yang diperolehdaripenelitianadalahstrukturorganisasiperusahaan, job description, dokumentransaksidanlaporanpersediaan, latarbelakangkaryawan, danpraktik yang sehat.Dari data-data yang diperolehdilakukanpembahasanmengenaimengevaluasikesesuaian SPI unsurpemisahanfungsipengelolaanpersediaangula TR 10%, mengevaluasikesesuaianotorisasidandokumenprosedurpersediangula TR 10%, mengevaluasikesesuaianpraktik yang sehatataspersediaangula TR 10%, danmengevaluasikesesuaiankualitaskaryawan yang menanganiprosedurpersediaangula TR 10%. Dari hasilpenelitiandisimpulkanbahwapengendalian intern ataspersediaangula TR 10% pada PG Ngadirejo Kediri sudahcukupefektif, dimanaadanyapemisahandiantarafungsi-fungsiterkaitdenganpenerimaandanpengeluaranbarang.Pemantauanterhadappersediaangula TR 10% jugadilakukansecaraperiodikolehbagianlogistikmelaluikegiatan stock opname.

Developing snake-and-ladder-based board game for the speaking activities of the seventh graders of junior high school / Lilis Nur Hidayati

 

ABSTRACT Hidayati, Lilis Nur. 2016. Developing Snake-and-Ladder-Based Board Game for the Speaking Activities of the Seventh Graders of Junior High School. Undergraduate Thesis. English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisors: (1) Francisca Maria Ivone, M.A., Ph.D., (II) Dr. Sri Rachmajanti, Dip. TESL, M.Pd. Keywords: board game, instructional medium, speaking activity, teaching medium, seventh graders This study aims to develop an educational product for the seventh graders of SMP Negeri 2 Malang. The product was developed as a supplementary medium for speaking activities. The final product of this study was a set of a board game entitled “ZOOMBA” that facilitates the students to speak. The board game was developed based on the basic competences of the second semester syllabus used for the seventh graders of SMP Negeri 2 Malang. The language functions of the selected basic competences are asking and answering question and describing animals in a simple way. This study was classified into Research and Development (R&D) research because the result was a product used for educational purposes. This study adapted R&D cycle by Borg and Gall (2003) to simplify the process that involved seven stages of development: needs analysis, product development, expert and teacher validation, revision, try-out, final revision, and producing the final product. From the needs analysis, the target students needed an instructional medium for speaking activities. In the developing material stage, the prototype of the product was developed. Some aspects of the products: the design and layout, content, skill, language, sudents’ interest, the board game materials and the pedagogy were validated by the experts: a lecturer and a teacher. A revision was conducted based on the feedback from the experts’ validation. In addition, the comprehensive data about the use of product were obtained from the try-out stage, students’ questionnaire and observation sheets of the teacher and the researcher, as the input for producing the final product. Based on the result of the try-out, the board game achieved the objective of the study. The board game helps the students gain their confidence and motivate them to speak by facilitating them with the attractive Question, Bonus, and ZOOMBA Cards. The questionnaire was distributed after the try-out showed that the students were really interested in the board game because of the attractiveness of the board game and contextual materials which were appropriate with their level. For the English teachers, the board game is expected to be useful as a supplementary medium for speaking activity. The board game, however, was only designed for the speaking activities of seventh graders of junior high school. Other researchers are suggested to integrate other English skills such as listening, reading, and writing or developed other games which are more attractive and addressed to different level of students.

Pendekatan Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) dalam pembelajaran PKn di SMPN Satap 1 Tambelangan kelas VII Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sumenep / Wahid Ismail

 

ABSTRAK Ismail, Wahid. 2014 Pendekatan Aktif Inovatif Kreatif dan Menyenangkan (PAIKEM) dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Satap 1 Tambelangan Kelas VII Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si (2) HJ. Yuni Astuti SH, M.Pd Kata Kunci: Pendekatan PAIKEM, mapel PPKn. Upaya untuk dapat menghasilkan mutu pendidikan yang baik, maka Pendekatan Aktif Inovatif Kreatif dan Menyenangkan (PAIKEM) dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMPN Satap 1 Birem Kelas VII Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang” menjadikan penulis ingin meneliti apakah pembelajaran PPKn dengan Pendekatan PAIKEM benar-benar dapat menumbuhkan keaktifan siswa untuk belajar menyenangkan sehingga kelas menjadi hidup, tidak hanya sebagai pendengar yang pasif. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah Pendekatan PAIKEM dalam pembelajaran PPKn di SMPN 1 atap Birem Kelas VII Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang? (2) Apakah kendala atau hambatan dalam melaksanakan Pendekatan PAIKEM dalam pembelajaran PPKn di SMP 1 atap Birem Kelas VII Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang? (3) Bagaimanakah solusi dalam mengatasi kendala dalam Pendekatan PAIKEM di SMPN 1 atap Birem Kelas VII Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang? Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Deskriptif kualitaif yaitu teknik analisa data berupa narasi pada data yang bersifat naratif. Sedangkan metode yang digunakan untuk pengumpulan data terdiri dari metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Subjek dari penelitian ini adalah Siswa kelas VII SMPN Satap 1 Tambelangan. Berdasarkan temuan penelitian diperoleh hasil (1) penerapan PAIKEM berjalan dengan baik walaupun tidak sempurna (2) kendala penerapan PAIKEM di SMPN Satap 1 Tambelangan terdapat pada pengadaan buku paket dan sarana IT (3) solusi kendala PAIKEM dilakukan dengan menggunakan sarana dan media apa adanya.

Perbedaan rata-rata hasil belajar pemrograman web dengan penerapan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dan Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas X RPL di SMKN 2 Singosari / Muh.Zaenal Hilmi

 

Hilmi, Muh. Zaenul. 2014. Perbedaan Rata-rata Hasil Belajar Pemrograman Web dengan Penerapan Model Pembelajaran Student Team Achievement (STAD) dan Problem Based Learning pada Kelas X RPL di SMKN 2 Singosari. Skripsi, Prodi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs.Slamet Wibawanto, M.T (II) Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Hasil Belajar, Model Problem based Learning, Model Student Team Achievement Division. Guru dituntut dapat mengembangkan kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi siswa mendapatkan pengalaman. Pada pemrograman web, model pembelajaran Student Team Achievement Division dan Problem Based Learning adalah salah satu dari pembelajaran kooperatif yang sesuai. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan siswa untuk dapat bekerja sama dalam kelompok, mengemukakan pendapat, bersosialisasi dan berpikir kritis. Hal itulah yang mendasari penelitian tentang perbedaan kedua model ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah posttest-only control design. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah hasil belajar meliputi ranah kognitif dan afektif siswa kelas X RPL pada materi pemrograman web sebagai variabel terikat sedangkan, variabel bebasnya adalah penerapan model pembelajaran Student Team Achievement Division dan Problem Based Learning. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan post test. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi penilaian sikap dan tes hasil belajar siswa. Teknik analisis data dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan dua rata-rata. Setelah kedua kelas diberi perlakuan yang berbeda, hasil uji kesamaan dua rata-rata yang didapatkan dengan SPSS Statistic 17 adalah nilai signifikasi sebesar 0,471. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpukan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar Pemrograman Web antara siswa yang diajar menggunakan model kooperatif tipe Student Team Achievement Division dan Problem Based Learning.

Pengembangan model bimbingan karier untuk pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan siswa tunarungu SMALB-B / Endang Pudjiastuti Sartinah

 

Disertasi, Program Studi Bimbingan Konseling, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A., (II) Dr. Dany M. Handarini, M.A., (III) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi. Kata Kunci: bimbingan karier, pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa permasalahan mendasar yang berkaitan dengan pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan pada siswa tunarungu SMALB-B, antara lain; 1) kurangnya pemahaman diri 2) minimnya pengetahuan dalam lingkungan dunia kerja; 3) rendahnya kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap potensi dan prestasi siswa tunarungu dalam bekerja; 4) implementasi kurikulum bimbingan karier di SMALB-B lebih ditekankan pada keterampilan praktis. Dari hasil pengamatan peneliti belum ada model bimbingan karier yang menekankan pada pemahaman diri siswa tunarungu dan kaitannya dengan pemilihan karier di masa datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model bimbingan karier untuk pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan bagi siswa tunarungu SMALB-B. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall (1983) yang terdiri atas 10 langkah, namun dalam penelitian ini hanya menggunakan 6 langkah, yaitu 1) penelusuran dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) pengembangan format produk awal, 4) validasi rancangan prototype, 5) revisi rancangan produk utama, 6) uji lapangan utama (uji skala kecil). Prosedur pengujian akseptabilitas model bimbingan karier ini dilakukan melalui (1) uji ahli Bimbingan Konseling dan ahli Pendidikan Luar Biasa, data dari uji ahli dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif, (2) uji coba lapangan utama atau skala kecil, data dari uji lapangan di analisis dengan menggunakan teknik statistik uji Paired Samples T Test. Dari hasil uji ahli menunjukkan bahwa model bimbingan karier untuk pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan bagi siswa tunarungu tepat dan layak serta dapat digunakan dalam memberikan layanan bimbingan karier bagi siswa tunarungu. Sedangkan dari hasil uji lapangan terbatas menunjukkan adanya perubahan tingkat pemahaman diri dan pemahaman karier siswa tunarungu dengan ditunjukkan hasil uji Paired Samples T Test terhadap komponen-komponen pemahaman minat, pemahaman abilitas, pemahaman kepribadian, pemahaman nilai dan sikap, pemahaman cita-cita atau pola berpikir individu terhadap pekerjaan, pemahaman mengaitkan antara pemahaman diri dengan bidang pekerjaan yang ingin ditekuni. Sehingga dari dua uji akseptabilitas dapat disimpulkan bahwa model bimbingan karier untuk pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan bagi siswa tunarungu SMALB-B telah memenuhi kriteria akseptabilitas yaitu tepat, berguna dan layak digunakan dalam mengoptimalkan perubahan pengetahuan dan keterampilan dalam pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan pada siswa SMALB-B.

Penerapan strategi pembelajaran pemecahan masalah sistematis berbasis lesson study untuk meningkatkan proses dan hasil belajar mekanika teknik siswa SMKN 1 Kediri / Prastyo Dwi Nugroho

 

ABSTRAK Nugroho, Prastyo Dwi. 2016. Penerapan Strategi Pembelajaran Pemecahan Masalah Sistematis Berbasis Lesson Study Untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Mekanika Teknik Siswa SMKN 1 Kediri. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Tri Kuncoro, M.Pd., (II) Drs. Wahyo Hendarto Yoh, M.T. Kata Kunci: pemecahan masalah sistematis, lesson study, proses, hasil belajar. Berdasarkan informasi dan data yang diperoleh dari guru matadiklat Mekanika Teknik SMKN 1 Kediri bahwa dalam belajar Mekanika Teknik siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi. Hasil belajar siswa kelas X tahun 2013 dan 2014 siswa mendapatkan nilai B-. Dari kondisi tersebut guru menyatakan belum ada peningkatan lebih baik hingga tahun 2015 sehingga diambil untuk dijadikan permasalahan dan diulas dalam meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan strategi pembelajaran pemecahan masalah sistematis berbesis lesson study, yaitu penerpaan prosedur pemecahan maslaah sistematis pada siswa dengan lesson study. Pelaksanaan berdasarkan tahapan pada lesson study, yaitu: (1) plan (perencanaan), (2) do (pelaksanaan), dan (3) see (refleksi). Cara pengumpulan data dalam meningkatkan proses dan hasil belajar siswa yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran pemecahan masalah sistematis, yang menekankan pada prosedur penyelesaian masalah, tahapan sebagai berikut: (1) memahami masalahnya, (2) membuat rencana penyelesaian, (3) melaksanakan rencana penyelesaian, (4) memeriksa kembali, mengecek hasilnya. Hasil penelitian pada pelaksanaan lesson study I proses perencanaan pembelajaran menunjukkan prosentase sebesar 69,52%, proses pelaksanaan pembelajaran sebesar 66,70%, dan hasil belajar siswa mencapai ketuntasan sebesar 58,06%. Lesson study II lebih ditingkatkan dalam menekankan prosedur strategi pemecahan masalah sistematis, serta meningkatkan pembelajaran oleh guru. Diperoleh hasil dari perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran lesson study II oleh guru mengalami peningkatan sebesar 79,92% dan 84,39%, rerata prosentase dasi perencanaan dan pelaksanaan kedua lesson study mencapai 74,40% dan 75,55% pembelajaran dalam kategori baik. Hasil belajar siswa diketahui ada trend peningkatan hasil belajar siswa mencapai total 80,64% dan berpredikat sangat baik.

Laporan kerja praktek di bengkel Dinas Pekerjaan Umum Kota Madya Dati II Malang
oleh Bejo Sofianto

 

Pengaruh kebiasaan belajar, kepercayaan diri, dan lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa (studi pada siswa kelas X program keahlian ADP di SMK Negeri 2 Blitar semester ganjil 2015/2016) / Retno Ruliana

 

ABSTRAK Ruliana, Retno. 2016. Pengaruh Kebiasaan Belajar, Kepercayaan Diri, dan Lingkungan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 2 Blitar Semester Ganjil 2015/2016). Skripsi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd.,M.M (II) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata Kunci : Kebiasaan Belajar, Kepercayaan Diri, Lingkungan Sekolah, Prestasi Belajar. Prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor- faktor yang berasal dari luar diri seseorang (ekstern) dan faktor yang berasal dari dalam diri seseorang (intern). Setiap individu mempunyai faktor yang berbeda-beda. Dalam penelitian ini ada tiga faktor yang diuji dan diduga mempengaruhi prestasi belajar siswa. variabel tersebut adalah kebiasaan belajar, kepercayaan diri ,dan lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan variabel kebiasaan belajar, kepercayaan diri, lingkungan sekolah dan prestasi belajar (2) mengetahui apakah ada pengaruh kebiasaan belajar, kepercayaan diri, dan lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 2 Blitar Semester Ganjil 2015/2016 secara parsial maupun simultan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Administrasi Perkantoran dengan jumlah 148 siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik proportional random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 104 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner untuk memperoleh data tentang kebiasaan belajar, kepercayaan diri, dan lingkungan sekolah. Metode dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data prestasi belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah (1) kebiasaan belajar secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa (2) kepercayaan diri secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa (3) lingkungan sekolah secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa (4) kebiasaan belajar, kepercayaan diri dan lingkungan sekolah secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Agar siswa mempunyai prestasi belajar yang memuaskan maka diharapkan siswa bisa menanamkan kebiasaan belajar secara teratur dan bersungguh-sungguh dalam belajar serta menjaga semangat belajar dengan memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan meningkatkan kedisiplinan dengan mengikuti aturan di sekolah dengan baik. Pihak sekolah juga diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih giat dalam belajar dan mematuhi peraturan di sekolah.

Hubungan kapabilitas kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, harapan, dan kualitas mengajar guru dengan keefektifan sekolah pada SDN di Kota Yogyakarta / oleh Rahmat Murbojono

 

Pengaruh variasi kadar alumina dalam komposisi keramik terhadap kuat lentur keramik tradisional oleh Firdah Mazidah

 

Alumina merupakanb ahant ambahank eramiky angd apatm eningkatkan besark uat lenturk eramikt radisionalN. amuns ejauhi ni belumd iketahuip ola hubungana ntarak adara luminad enganb esark uatl enturk eramikt radisionalO leh karenJitup erlud iteliti bagaimanap ola hubungana ntarak eduav ariabelt ersebut. Untukm engetahupi olah ubungana ntarak eduav ariabelt ersebutm, aka penelitianin i menggunakakno mposisbi ahand asarh asilp enelitianA fwa dengan Lomposiski aolin ilyo, felspard2 8,5o/ok,w arsa9 ,5o/od, anb allclay5 o/oY. artast kadara luminab erturut-turuste besa0ro /o1' ,96Vo,3,85%,5,66%,7,40o/o,9,09%, t0,72 %, 12 ,28%,| 3,80%,| 5,26%,1 6 ,67% . Suhup embakaradna lamp enelitian ini sebesa1r3 00"C. Metodea nalisisy angd igunakana dalah(: 1) muta-mulak eduav ariabel digrafikkand engantu m-bui sebagaki adara luminad ans umbuy sebagabi esar krit lenturu ntukm engetahuki ecenderungamno del 1g;afikny-(af ) bila grafrk cenderunglin ier maka-datad iuji linieritas,( 3) kemudiand atad ifitting untuk mencarii ola hubungank eduav ariabeld alamb entukg aris,( 4) menampilkan ,""ura *ut".atika polah ubungana ntarak eduav ariabelt ersebut' Flasilp eneliiiani ni menunjukkanb ahwap ola hubungana ntiarava riasi kadara luminad engank uat lenturk eramika dalahn on liruer danr egresyi ang palings esuaai dala}r egresip olinomiald enganp ersam.any : 6,0921x"- 65,832x i tol:,r. Berdasarkahna silp enelitianin i, disarankana gard ilakukanp enelitian lebihl anjutd engans uhub akary angt ing$.

Pasir sungai Amprong di desa Madyapuro Kabupaten Malang sebagai bahan campuran beton
oleh Karsukmia Nandja

 

Kajian Etnozoologi masyarakat Desa Hadiwarno Kabupaten Pacitan dalam konservasi penyu sebagai bahan penyusunan booklet penyuluhan masyarakat / Dwi Setyawan

 

Setyawan, Dwi. 2014. Kajian Etnozoologi Masyarakat Desa Hadiwaarno Kabupaten Pacitan dalam Konservasi Penyu sebagai Bahan Penyusunan Booklet Penyuluhan Masyarakat. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fatchur Rohman, M.Si., (2) Dr. Hedi Sutomo, S.U. Kata Kunci: Etnozoologi, konservasi, penyu, booklet Penyu merupakan hewan langka, sehingga kepunahan penyu di Indonesia akan sangat merugikan, karena merupakan salah satu faktor penyangga ekosistem kehidupan. Apabila pemanfaatan penyu tidak dilakukan dengan bijaksana, maka hal ini dapat menyebabkan penurunan populasi secara permanen. Pemanfaatan penyu oleh masyarakat desa Hadiwarno kabupaten Pacitan dalam perkembangannya mulai kearah konservasi. Sekalipun demikian, masih banyak pemanfaatan penyu yang bersifat eksploitasi. Pemanfaatan penyu secara eksploitasi bukan tanpa sebab, karena masyarakat memanfaatkannya untuk kebutuhan ekonomi dan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Tetapi, sebelum daging penyu dikonsumsi terlebih dahulu harus disembelih oleh dukun sembelih penyu, karena di masyarakat berkembang mitos bahwa penyu merupakan hewan keramat dan siapa saja yang memakannya akan meninggal atau mendapatkan kesialan. Permasalahan tersebut perlu dikaji, yaitu pengaruh latar belakang pendidikan, pengetahuan etnozoologi, status ekonomi keluarga, sikap terhadap pemanfaatan penyu. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung antara latar belakang pendidikan terhadap pemanfaatan penyu di desa Hadiwarno kabupaten Pacitan, (2) menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung antara pengetahuan etnozoologi terhadap pemanfaatan penyu di desa Hadiwarno kabupaten Pacitan, (3) menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung antara setatus ekonomi keluarga terhadap pemanfaatan penyu di desa Hadiwarno kabupaten Pacitan, (4) menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung antara sikap terhadap pemanfaatan penyu di desa Hadiwarno kabupaten Pacitan, dan (5) mengembangkan hasil penelitian sebagai bahan penyusunan booklet untuk penyuluhan masyarakat di desa Hadiwarno kabupaten Pacitan. Jenis penelitian yang digunakan ialah korelasional kausal dengan menggunakan statistik analisis jalur (path-analysis). Variabel eksogen adalah latar belakang pendidikan, pengetahuan etnozoologi, dan status ekonomi keluarga. Variabel endogen adalah sikap dan pemanfaatan penyu. Populasi dibedakan menjadi populasi sampling dan populasi sasaran. Populasi sampling dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di desa Hadiwarno kabupaten Pacitan. yang berprofesi sebagai nelayan dan pengelola konservasi penyu. Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga (KK) di desa Hadiwarno kabupataen Pacitan. Analisis data dibedakan atas 2 cara: (1) penelitian deskriptif, dan (2) penelitian korelasional kausal dengan menggunakan analisis jalur. Uji hipotesis menggunakan analisis jalur dengan taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05). Sebelum uji analisis jalur, dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, uji multikolinieritas, dan uji autokorelasi. Karena hasil uji prasyarat menyatakan variabel latar belakang pendidikan memiliki nilai kurang dari nilai signifikansi 0,05 (p < 0,05) maka dinyatakan distribusi data tidak normal dan tidak bisa diuji dengan analisis jalur, sehingga pengujian hipotesis tidak dilakukan. Hasil penelitian korelasional kausal menunjukkan: Pengaruh pengetahuan etnozoologi, dan status ekonomi keluarga terhadap sikap. Pengujian secara simultan tidak diterima pada taraf sigifikan p = 0,121 > 0,05. Dilanjutkan dengan pengujian secara individu, “pengaruh pengetahuan etnozoologi terhadap sikap” dengan nilai probabilitas signifikan = 0,041 dan “pengaruh status ekonomi keluarga terhadap sikap” dengan nilai probabilitas signifikan = 0,951. Sehingga perlu diperbaiki melalui metode trimming. “pengaruh pengetahuan etnozoologi terhadap sikap” di dapatkan nilai signifikan p = 0,039 < 0,05. Nilai koefisien diterminasi R2 = 0,044 bermakna bahwa koefisien jalur yang signifikan secara statistik hanya pengetahuan etnozoologi terhadap sikap, sedangkan koefisien jalur status ekonomi keluarga terhadap sikap secara statistik tidak signifikan. Pengetahuan etnozoologi secara individu berpengaruh terhadap sikap sebesar 4,45%, artinya variabel lain juga berpengaruh terhadap sikap sebasar 91,39% dan belum dapat dijelaskan dalam penelitian ini. Pengaruh pengetahuan etnozoologi, status ekonomi keluarga, dan sikap terhadap pemanfaatan penyu. Pengujian secara simultan diterima pada taraf sigifikan p = 0,001 < 0,05. Nilai koefisien diterminasi R2 = 0,162 bermakna bahwa secara bersama-sama pengetahuan etnozoologi, status ekonomi keluarga, dan sikap berpengaruh terhadap pemanfaatan penyu sebesar 16,2%, sedangkan variabel lain juga berpengaruh terhadap sikap sebesar 83,8% dan belum dapat dijelaskan dalam analisis penelitian ini. Pengujian secaara individu “Pengaruh pengetahuan etnozoologi terhadap pemanfaatan penyu” dengan nilai probabilitas (sig.) = 0,013. “Pengaruh status ekonomi keluarga terhadap pemanfaatan penyu” dengan nilai probabilitas (sig.) = 0,041. “Pengaruh sikap terhadap pemanfaatan penyu” dengan nilai probabilitas (sig.) = 0,032. Adapun pengaruh pengetahuan etnozoologi terhadap pemanfaatan penyu sebesar 6,10% status ekonomi keluarga terhadap pemanfaatan penyu sebesar 3,49%. Pengaruh sikap terhadap pemanfaatan penyu sebesar 7,02%. “Pengaruh status ekonomi keluarga dan sikap terhadap pemanfaatan penyu” diterima pada taraf signifikan p = 0,006 < 0,05. Pengaruh status ekonomi keluarga dan sikap secara simultan dan langsung sebesar 1,08%, dan terdapat pengaruh tidak langsung latar sebesar 80,28%. Pengaruh tidak langsung pengetahuan etnozoologi terhadap pemanfaatan penyu melalui sikap sebesar 0,06%. Hasil penelitian pengembangan, yaitu analisis data hasil validasi booklet oleh validator ahli isi dan ahli media pembelajaran. Hasil validasi ahli isi, bahwa booklet masuk dalam kategori sangat baik dan tidak perlu di revisi dengan total nilai sebesar 96,45%. Validator bidang media pembelajaran memberikan putusan bahwa booklet masuk dalam kategori sangat baik dan tidak perlu direvisi dengan total nilai sebesar 93,7%. Dari hasil keputusan oleh tim validator, dapat disimpulkan bahwa booklet dapat digunakan.

Percakapan dalam media sosial twitter / Lutfia Silviana

 

ABSTRAK Silviana, Lutfia. 2014. Percakapan dalam Media Sosial Twitter. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd, (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si. Kata Kunci: percakapan, media sosial Twitter, SPEAKING, pola percakapan tulis dan tidak langsung Percakapan adalah kegiatan komunikasi yang melibatkan sedikitnya dua orang untuk menyampaikan maksud pribadi. Percakapan menjadi mudah karena didukung oleh teknologi yang menyediakan fasilitas berkomunikasi. Fasilitas tersebut adalah media sosial khususnya Twitter. Media sosial Twitter berkaitan dengan fenomena berkomunikasi pada saat ini. Percakapan dalam media sosial dikaitkan dengan komponen tutur dari aspek SPEAKING yaitu setting, participant, ends, act sequences, key emotions, instrumentalities, norm of interaction, dan genre. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek SPEAKING dalam media sosial Twitter dan mengetahui pola-pola percakapan secara tertulis dan tidak langsung yang membedakan dari pola-pola percakapan secara lisan dan langsung. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, dengan orientasi teoretis etnografi komunikasi. Peneliti mengamati percakapan dalam media sosial Twitter. Peneliti merancang instrumen penelitian sesuai kajian pustaka yang telah peneliti lakukan. Data berupa percakapan secara tertulis dalam media sosial Twitter. Sumber data adalah akun-akun pribadi dalam media sosial Twitter. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan, sebab peneliti melakukan observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan membuat pengkodean. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, diperoleh hasil penelitian bahwa kedelapan aspek SPEAKING, yaitu setting, participant, ends, act sequences, key emotions, instrumentalities, norm of interaction, dan genre digunakan pada percakapan dalam media sosial Twitter. Namun, tidak semua aspek tersebut tampak. Ditemukan aspek yang hilang yaitu setting dan key emotions. Pada aspek setting, latar tempat hilang digantikan dengan situasi. Pada aspek key emotions, perasaan tidak tampak jelas dan digantikan dengan aspek Instrumentalities. Ditemukan pula aspek yang bergeser yaitu ends, act sequences, dan norm of Interaction. Pada aspek ends lebih condong pada maksud tujuan daripada maksud hasil. Pada act sequences mengalami banyak ketidaksepadanan topik. Pada norm of interaction mengalami banyak negative face daripada positive face. Terdapat 6 pola percakapan yang ditemukan sesuai hubungan antar aspek SPEAKING. Antara lain participant- ends, participant-act sequences, participan – instrumentalities, participant- norm of interaction, participant –genre, dan key – intrumentalities. Dari masing-masing tersebut saling dikaitkan dan mendapatkan pola-pola yang lebih spesifik dari pola sebelumnya. Penelitian pada percakapan dalam media sosial Twitter yang dilihat berdasarkan aspek SPEAKING terdapat dua kesimpulan. Pertama, percakapan tulis tidak sebaik percakapan secara lisan dan langsung. Percakapan tulis dan tidak langsung terdapat aspek yang hilang seperti setting tempat dan key emotions. Dan aspek yang bergeser seperti ends, act sequences, dan norm of interaction. Kedua, berdasarkan data dan pola yang terbentuk, ditemukan banyak pola yang berhubungan dengan partisipan. Maka, pada percakapan tulis dan tidak langsung aspek participant berperan penting dalam tersampainya sebuah pesan tersebut. Penelitian ini disarankan pada 3 pihak antara lain calon peneliti, mahasiswa bahasa dan sastra, dan pemerhati bahasa. Pada calon peneliti, penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan percakapan secara tulis dan tidak langsung dengan percakapan secara lisan dan langsung. Pada mahasiswa bahasa dan sastra, penelitian ini sebagai inspirasi penelitian berikutnya bahwa bahasa mengikuti fenomena dalam masyarakat. Fenomena media sosial Twitter dan bahasa yang digunakan, menjadi contoh bahwa penelitian bahasa tidak selesai pada satu generasi saja. Namun ada perubahan pada generasi yang akan datang dengan perubahan pada aspek bahasa pula. Pada pemerhati bahasa, sebagai acuan untuk melihat pergerakan bahasa dan masyarakatnya. Bahasa yang digunakan oleh masyarakat dapat diidentikkan dengan keadaan masyarakat itu sendiri. Maka dari itu, pemerhati bahasa dapat menyikapinya dari sisi kesopanan dan kedinamisan masyarakat pengguna bahasa khususnya dalam media sosial Twitter.

Pemgembangan inventori self disclosure bagi siswa usia sekolah menengah atas di Malang / oleh Maryam B. Gainau

 

Pembinaan anak jalanan di luar sistem persekolahan (studi kasus antusiasme anak jalanan mengikuti pembinaan di Sanggar Alang-alang Surabaya) / oleh Wiwin Yulianingsih

 

Pengembangan aplikasi game edukasi untuk membantu meningkatkan konsntrasi siswa autis / Maghfiroh Binti Sholikah

 

ABSTRAK Sholikah, Maghfiroh Binti. 2015. Pengembangan Aplikasi Game Edukasi untuk Membantu Meningkatkan Konsentrasi Siswa Autis. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Muhammad Jauharul Fuady, S.T., M.T. Pembimbing (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T, M.T. Kata Kunci:Autisme, game edukasi, konsentrasi belajar Teknologi informasi dan komunikasi pada saat ini berkembang sangat pesat tidak terkecuali teknologi animasi. Dampak dari berkembangnya teknologi informasi ini dapat dirasakan di seluruh bidang tak terkecuali bidang pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK). Salah satu pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan ABK adalah sebagai terapi visual anak autis dengan menggunakan game komputer. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di SMPLB River Kids siswa autis masih memiliki konsentrasi yang rendah. Selain itu di SMPLB River Kids masih menggunakan alat peraga untuk memberikan terapi maupun proses pembelajaran.Dengan memanfaatkan teknologi animasi maka dapat dikembangkan game sebagai sarana terapi visual dan memantau konsentrasi siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi game edukasi untuk memantau tingkat konsentrasi siswa autis serta mengetahui tingkat kelayakan aplikasi game edukasi sebagai suplemen media pembelajaran untuk memfokuskan siswa yang disertai dengan usage analysisgame edukasi. Model pengembangan yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi game edukasi yaitu model pengembangan Borg and Gall. Adapun tahap-tahap pengembangan tersebut meliputi: (1) analisis kebutuhan; (2) perancangan media; (3) produksi media; (4) reviewahli materi dan ahli media; (5) revisi materi dan media; (6)uji coba lapangan; (7) revisi media; (8) media siap digunakan. Berdasarkan hasil analisis data dari hasil validasi dan ujicoba lapangan yang telah dilakukan didapatkan persentase dari ahli media sebesar 91,67%, hasil validasi ahli materi sebesar 82,86%, dan hasil uji coba lapangan sebesar 76,12% sehingga aplikasi game edukasi sudah dinyatakan sangat valid. Selain dinyatakan sangat valid aplikasi game edukasi memiliki usage analysis yang bagus ditunjukkan dengan semakin singkatnya waktu permainan dan skor pemain semakin meningkat.Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa game edukasi sebagai suplemen media pembelajaran untuk membantu meningkatkan konsentrasi siswa autis SMPLB ini dapat digunakan.

Penerapan strategi "mind mapping" untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang dalam pembelajaran al-qira: 'ah al-ula: / Puteri Septia Rizki Handayani

 

ABSTRAK Handayani, Puteri Septia Rizki. 2016. Penerapan Strategi Mind Mapping untuk Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang dalam Pembelajaran Al-Qira:`ah Al-U:la:. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Irhamni, M.Pd, (2) Dra. Nur Anisah Ridwan. M.Pd. Kata kunci:strategi mind mapping, pemahamanmahasiswa,Qira:`ah Kegiatan membaca pada pembelajaran Al-Qira:`ah Al-U:la:di offering A 2014 tidak jarang dihadapkan pada berbagai masalah. Salah satu permasalahan yang dihadapiadalahpemahaman mahasiswa tentang isi suatu teks. Kemampuan mahasiswa dalam memahami teks cukup baik. Namununtuk lebih meningkatkan pemahaman mahasiswa menjadi lebih baik diperlukan strategi belajar yang dapat membantu memahami dengan baik materi yang dipelajari. Sehingga pembelajaran lebih efisisen dan efektif. Salah satunya adalah strategi mind mapping. Strategi mind mapping adalah strategi merangkum materi secara visual dan grafis dalam satu halaman penuh dengan topik inti di tengah dan subtopik sebagai cabangnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan strategi mind mapping untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa JSA-UM dalam pembelajaran Al-Qira:`ah Al-U:la:serta mendeskripsikan peningkatan pemahaman mahasiswa JSA UM dengan strategi mind mapping dalam pembelajaranAl-Qira:`ah Al-U:la:. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus, tiap siklus dua pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Pada penelitian ini terdapat dua jenis data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data dan pengecekan, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan strategi mind mappinguntuk meningkatkan pemahaman mahasiswa offering A 2014 dalam pembelajaran Al-Qira:`ah Al-U:la: berlangsung sangat efektif sebesar 73,24% pada siklus I dan 77,57% pada siklus II. (2) adanya peningkatan terhadap hasil belajar mahasiswa offering A 2014 dalam pembelajaran Al-Qira:`ah Al-U:la: setelah diterapkan strategi mind mappingdengan nilai rata-rata76.31 pada siklus I dan 87.71 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada dosen Qira:`ah hendaknya menerapkan strategi mind mapping sebagai variasi dalam kegiatan pembelajaran untuk membantu mahasiswa belajar secara mandiri dan meningkatkan keterampilan berbahasa Arab terutama keterampilan membaca. Kepada mahasiswa hendaknya menggunakan berbagai macam strategi belajar salah satunya strategi mind mapping untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Arab dan melatih diri untuk belajar secara mandiri. Kepada Peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan penelitian sejenis dengan menerapkan jenis strategi belajar yang lain untuk membantu meningkatkan keterampilan berbahasa Arab mahasiswa.

Studi tentang motif batik pada rumah industri batik "Djojo Koesoemo" Dusun Talok Kabupaten Blitar / Lutfatul Khanan

 

Khanan, Lutfatul. 2014. Studi Tentang Motif Batik Pada Rumah Industri Batik Djojo Koesoemo Dusun Talok Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Lilik Indrawati, M.Pd, (II) Ike Ratnawati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Desain, Motif, Rumah Industri Batik, Blitar.      Saat ini batik memang merupakan bagian dari kebudayaan yang sudah populer bagi masyarakat Indonesia. Bahkan batik sudah melekat pada keseharian masyarakat. Keaadaan ini didukung oleh semakin banyaknya rumah industri batik yang muncul disetiap daerah dengan berbagai karya motif baru. Salah satu rumah industri tersebut adalah rumah industri batik “Djojo Koesoemo” yang berdiri sejak tahun 2010 hingga sekarang. Rumah industri batik “Djojo Koesoemo” berasal dari Dusun Talok Desa Pojok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar yang didirikan oleh Adib Arifianto. Motif- motif yang dihasilkan merupakan motif yang terinspirasi dari lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui latar belakang dan visualisasi dari motif batik pada rumah industri batik “Djojo Koesoemo”.      Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, berupa paparan data mengenai latar belakang dan visualisasi motif batik pada rumah industri batik Djojo Koesoemo. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Tahap analisis data dimulai dari tahap reduksi data, paparan data dan penarikan kesimpulan. Kemudian dilakukan trianggulasi sumber data untuk menjaga keabsahan data.      Motif batik yang dibuat, berdasarkan ide dari lingkungan sekitar. Motif batik tersebut dibuat berdasarkan beberapa faktor antara lain: (1) keinginan desainer memperkenalkan potensi daerahnya, (2) keinginan memperkaya ragam motif yang dibuat, (3) keinginan melestarikan warisan tradisi, (4) ingin menyampaikan pesan melalui karya; dan (5) berdasarkan pesanan. Dilihat dari visualisasi motif batik pada karya perajin, ditemukan motif golongan binatang air, tumbuh- tumbuhan, makhluk imajinatif, dan motif pemandangan. Motif batik pada rumah industri batik tersebut merupakan motif yang lengkap dengan ornamen motif dan isen- isen motif, walaupun pada ornamen hanya terdapat ornamen utama tanpa ornamen tambahan.      Dari hasil penelitian, disarankan kepada pemilik rumah industri batik Djojo Koesoemo agar menambah ragam motif batik tentang potensi yang dimiliki kabupaten Blitar, serta mendokumentasikan setiap kaya yang dibuat. Sedangkan untuk peneliti lain disarankan untuk menggali informasi lain yang belum diketahui dari penelitian ini, karena keterbatasan penelitan. Manfaat bagi pelajar atau masyarakat umum dapat digunakan sebagai sumber referensi pencarian data mengenai motif batik dari kabupaten Blitar. Bagi peneliti lain, agar temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk dapat dikembangkan menjadi penelitian yang lebih lanjut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pengajuan kartu kredit : studi kasus pada PT. BNI '46 Surabaya / oleh Roni Teguh Setiawan

 

Pengaruh model pembelajaran inquiry terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran geografi SMA / Irma Yuliantin

 

ABSTRAK Yuliantin, Irma. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi SMA. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yususf Suharto, M.Pd, (II) Dr. Budi Handoyo, M.Si. Kata kunci: model pembelajaran inquiry, kemampuan berpikir analitis Penggunaan suatu model dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kemampuan berpikir yang dimiliki oleh siswa. Model pembelajaran inquiry dipilih karena kegiatan belajar yang dilakukan melibatkan seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga siswa dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Pelaksanaan model pembelajaran inquiry dimulai dari siswa mengajukan pertanyaan, kemudian dilanjutkan dengan membuat hipotesis, siswa mengumpulkan data melalui kegiatan penyelidikan, data yang sudah diperoleh dianalisis dan disesuaikan dengan hipotesis, siswa membuat kesimpulan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah model pembelajaran inquiry berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran Geografi SMA. Sesuai dengan rumusan masalah penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan model pembelajaran inquiry terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran Geografi SMA. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan Pretest-Postest Control Group Design. Penelitian ini menggunakan kelas X IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPS 4 sebagai kelas kontrol dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling karena semua kelas X IPS mempunyai kemampuan yang hampir sama. Instrumen pengukuran kemampuan berpikir analitis menggunakan soal esai sebanyak 5 soal. Analisis data yang digunakan adalah uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inquiry berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,022 yang berarti < 0,05. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran inquiry memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Saran yang bisa diberikan oleh peneliti adalah guru bisa menggunakan model pembelajaran inquiry untuk menumbuhkan kemampuan berpikir analitis siswa, dan peneliti lain diharapkan mampu menumbuhkan kemampuan berpikir lainnya dengan menggunakan model pembelajaran inquiry.

Pengembangan job sheet pada matakuliah sepeda motor bagi mahasiswa S1 Pendidikan Teknikl Otomotif Universitas Negeri Malang / Borga Eka Nurcahya

 

ABSTRAK Nurcahya, BorgaEka. 2014. Pengembangan Job SheetpadaMatakuliahSepeda Motor bagiMahasiswa S1 PendidikanTeknikOtomotifUniversitasNegeri Malang.Skripsi, JurusanTeknikMesin, Program Studi S1 PendidikanTeknikOtomotif, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sutijono, M. M, (II) Dra. Anny Martiningsih, M.Kes. Kata Kunci: pengembangan,job sheet, sepeda motor. Perkuliahanpraktikumsepeda motor di JurusanTeknikMesinFakultasTeknikUniversitasNegeri Malang pelaksanaanpembelajarannyamasihberagam. Hal inidikarenakanbelumadanyabukupedomandasarberupajob sheet di matakuliahsepeda motor yang dapatmenyeragamkanpembelajaran di setiap offering S1 PTO UniversitasNegeri Malang.Tujuandaripenelitianiniadalahmenghasilkanprodukprototypejob sheetdanmengetahuikelayakandariproduktersebutuntukpelaksanaanmatakuliahsepeda motor bagimahasiswa S1 PendidikanTeknikOtomotifUniversitasNegeri Malang. Model pengembangan yang digunakanadalah model pengembanganmenurutPustekkomDepdiknas 2008. Langkah-langkahpengembanganterdiridaribedahkurikulum, identifikasi media, pengembangannaskah, produksi, validasidesain, penyempurnaan, ujicobadanrevisi. Bedahkurikulumdilakukandenganmelihatdeskripsidantujuandarimatakuliahsepeda motor padakatalogJurusanTeknikMesinFakultasTeknikUniversitasNegeri Malang. Setelahmelakukanpeninjauankurikulum, prosedurselanjutnyaadalahmelakukanidentifikasi media. Identifikasi media dilakukanberdasarkanmasalah yang adapadamatakuliahsepeda motor. Padatahapselanjutnyayaitupengembangannaskah. Padatahappengembangannaskahdilakukanpengembangankomponenjob sheet. Produksiawalyaituberupajob sheetyang diproduksidalamskalakeciluntuk proses validasi. Validasijob sheetmeliputipenilaianolehahli media danahlimaterisepeda motor. Selanjutnyadilakukanujicobalapanganskalakecilpadamahasiswa S1 PendidikanTeknikOtomotif yang pernahmenempuhmatakuliahsepeda motor berjumlah 20 orang. Setelahujicobalapanganmakadidapatkanprodukakhijob sheet. Berdasarkananalisis data dalampenelitianinidiperolehdata validasijob sheet.Data hasilvalidasijob sheetolehahli media memperolehpersentase89.58% yang teramasukdalamkriteria valid.Data hasilvalidasiolehahlimaterimemperolehpersentase84.99% yang termasukdalamkriteria valid.Data hasilujicobapadamahasiswamemperolehpersentase86.33% yang termasukdalamkriteria valid.berdasarkanhasilanalisis data dapatdisimpulkanbahwajob sheet yang dikembangkantelahlayakdigunakandalampembelajaran. Saran pengembanganlebihlanjut, pengembanganjob sheet dilakukanmengikutiperkembanganteknologi yang adakhususnyateknologisepeda motor danmengujiefektifitaspenggunaaanjob sheet terhadapprestasibelajarapesertadidikataupenelitiantindakandalam proses pembelajaran.

Pembelajaran berbicara bahasa Indonesia kelas X SMKN 12 Malang tahun ajaran 2012/2013 / Ratna Dwi Susanti

 

Susanti, Ratna Dwi. 2013. Pembelajaran Berbicara Bahasa Indonesia Kelas X SMKN 12 Malang Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd, (II) Indra Suherjanto, S.Pd., M.Sn. Kata kunci: pembelajaran bahasa Indonesia, pembelajaran berbicara, berbicara bahasa Indonesia     Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek kebahasaan yang wajib dikuasai oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada manajemen sekolah SMKN 12 Malang disebutkan bahwa lulusan SMK wajib menguasai beberapa kompetensi, diantaranya berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun, serta menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Berdasarkan pernyataan tersebut, keterampilan berbicara wajib dikuasai siswa agar lulus dari sekolah. Pembelajaran memegang peranan penting dalam penguasaan keterampilan berbicara. Komponen yang ada di dalam pembelajaran perlu diteliti secara cermat untuk mengetahui pengaruhnya dalam penguasaan keterampilan berbicara.     Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan beberapa hal, meliputi perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan kendala pembelajaran berbicara kelas X SMKN 12 Malang tahun ajaran 2012/2013.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari pembelajaran berbicara kelas X TKJ 3 SMKN 12 Malang. Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, angket, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan meliputi instrumen kunci dan penunjang. Instrumen kunci, yakni peneliti sendiri dan instrumen penunjang berupa lembar catatan lapangan, angket, kamera, handycam, dan alat tulis. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan triangulasi dan ketekunan pengamatan. Teknik analisis data terdiri dari tiga tahap pokok, yaitu reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan.     Berikut penjabaran hasil penelitian pembelajaran berbicara kelas X SMKN 12 Malang. Perencanaan pembelajaran mencakup perumusan skenario pembelajaran, penyusunan materi, dan penyediaan media. Bukti fisik perencanaan pembelajaran adalah RPP. RPP yang dirumuskan guru sudah cukup baik. Namun terdapat kekurangan pada RPP yang disusun guru, yakni alokasi waktu pada langkah-langkah pembelajaran kurang rinci, materi yang tercantum pada RPP masih kurang lengkap, dan media pembelajaran tidak dilampirkan.     Pelaksanaan pembelajaran berbicara di SMKN 12 Malang tidak sesuai dengan RPP. Pembelajaran seharusnya dilaksanakan dua kali, tetapi menjadi tiga kali. Pelaksanaan pertemuan pertama lancar, terkendali, dan sesuai dengan perencanaan guru seperti yang tercantum pada RPP. Hampir semua siswa berpartisipasi dalam pembelajaran. Namun, pelaksanaan pertemuan kedua dan ketiga kurang maksimal. Penyebabnya adalah metode yang dipilih guru kurang mampu menarik minat siswa. Siswa kurang fokus pada pembelajaran, akibatnya kompetensi yang harus dikuasai tidak dapat dicapai secara maksimal.     Penilaian dilakukan oleh guru dan siswa dengan berpedoman pada instrumen penilaian. Instrumen penilaian berupa rubrik penilaian yang disusun dengan jelas dan disertai rambu-rambu penilaian. Namun, nilai yang diberikan oleh guru maupun siswa tidak sepenuhnya mengacu pada rubrik penilaian.     Kondisi pembelajaran berbicara bahasa Indonesia kelas X SMKN 12 Malang, yakni RPP yang disusun guru kurang lengkap, metode yang dipilih guru kurang efektif, guru kurang maksimal dalam mengendalikan dan mengarahkan siswa mengikuti pembelajaran, sebagian besar siswa gugup saat berpidato maupun menyampaikan tanggapan, sebagian besar siswa tidak senang berpidato, dan beberapa siswa kurang bersemangat mengikuti pembelajaran.     Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan (1) perencanaan pembelajaran berbicara di SMKN 12 Malang meliputi perumusan skenario pembelajaran, penyusunan materi, dan penyediaan media yang terangkum dalam bentuk RPP; (2) pelaksanaan pembelajaran berbicara di SMKN 12 Malang kurang maksimal dan tidak sepenuhnya sesuai dengan perencanaan; (3) penilaian pembelajaran berbicara di SMKN 12 Malang dilakukan oleh guru dan siswa, tetapi penilaian tidak sepenuhnya menggunakan rubrik penilaian; dan (4) kendala yang muncul pada pembelajaran berbicara di SMKN 12 Malang, yakni guru kurang mampu mengorganisasi kelas dan siswa kurang berminat terhadap metode pembelajaran. Saran yang dapat peneliti berikan berdasarkan hasil penelitian pembelajaran berbicara bahasa Indonesia di SMKN 12 Malang sebagai berikut. Guru harus lebih cermat dalam merencanakan pembelajaran. Penentuan metode dan media sebaiknya disesuaikan dengan minat siswa. Metode yang dipilih harus mampu mengakomodasi semua siswa untuk performansi. Penilaian pembelajaran berbicara umumnya memerlukan waktu yang relatif lama karena siswa harus tampil satu persatu. Salah satu cara untuk menyiasati hal tersebut, yakni dengan menggunakan peer assessment. Misalnya, siswa membentuk kelompok, kemudian menilai penampilan teman dengan mengacu pada rubrik penilaian yang telah disediakan guru. Dengan cara tersebut, semua siswa berkesempatan untuk performansi dan memperoleh nilai. Dalam melaksanakan pembelajaran berbicara, guru hendaknya memberi contoh/pemodelan agar siswa dapat melaksanakan tugas secara maksimal serta dapat mengurangi potensi melakukan kesalahan. Dalam melakukan penilaian, guru hendaknya selalu berpedoman pada instrumen penilaian. Hal ini penting dilakukan untuk mengurangi subjektivitas penilaian dan menjaga kevalidan nilai yang diberikan.     Siswa harus lebih fokus pada pembelajaran. Apabila ada materi atau penjelasan yang kurang dipahami hendaknya bertanya kepada guru atau teman yang lebih paham. Siswa hendaknya berlatih di rumah agar lebih siap saat performansi sehingga kompetensi yang harus dikuasai dapat dicapai secara maksimal.     Peneliti lanjutan sebaiknya melakukan penelitian di luar objek yang telah diteliti. Penelitian dapat difokuskan pada faktor penunjang dan penghambat dalam pembelajaran maupun problematika pembelajaran. Dengan demikian, hasil penelitian dapat menjadi acuan bagi pendidik untuk membenahi pembelajaran agar lebih efektif dan maksimal.

Penggunaan media benda konkrit dan gambar untuk meningkatkan pemahaman konsep bilangan pecahan bagi siswa kelas III SDN Bandulan V Kecamatan Sukun Kota Malang tahun pelajaran 2004-2005 / oleh Djoni Purhadi

 

Pengaruh atribut produk terhadap minat beli ulang konsumen (studi pada UKM Kedai Susu di Malang) / Gucia Arniaga

 

ABSTRAK Arniaga, Gucia. 2016. Pengaruh Atribut Produk Terhadap Minat Beli Ulang Konsumen Kedai Susu di Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titis Shinta Dhewi, S.P., M.P. (II) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata Kunci: atribut produk, merek, harga, kualitas produk, kemasan, minat beli ulang Pada umumnya, konsumen menggunakan panca inderanya untuk memilih produk dengan merasakan, mendengar dan melihat atribut yang menempel pada produk tersebut. Apabila pelanggan puas terhadap barang atau kualitas layanan yang diberikan maka akan timbul kesetiaan pelanggan sehingga minat beli pelanggan meningkat dan membuat pelanggan kembali melakukan pembelian ulang. Atribut produk yang akan diteliti meliputi, merek, harga, kualitas produk, dan kemasan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui (1) keadaanmerek, harga, kualitas produk, kemasan, dan minat beli ulang konsumen Kedai Susu, (2) pengaruh merek, harga, kualitas produk, dan kemasan terhadap minat beli ulang konsumen Kedai Susu di Kota Malang, baik secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pembeli Kedai Susu di Kota Malang yang telah membeli produk Kedai Susu minimal dua kali. Teknik sampling yang digunakan adalahpurposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 150 responden.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)menurut persepsi konsumen merek dan hargaKedai Susu memiliki rata-rata cukup baik, sedangkan kualitas produk dan kemasan memiliki rata-rata baik, (2) terdapat pengaruh positif signifikan merek terhadap minat beli ulang konsumen Kedai Susu di Kota Malang, (3) terdapat pengaruh positif signifikan harga terhadap minat beli ulang konsumen Kedai Susu di Kota Malang, (4) terdapat pengaruh positif signifikan kualitas produk terhadap minat beli ulang konsumen Kedai Susu di Kota Malang, (5) terdapat pengaruh positif signifikan kemasan terhadap minat beli ulang konsumen Kedai Susu di Kota Malang, dan (6) terdapat pengaruh signifikan positif merek, harga, kualitas produk, dan kemasan terhadap minat beli ulang konsumen Kedai Susu di Kota Malang secara simultan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ada beberapa saran bagi perusahaan Kedai Susu di Kota Malang, yaitu (1) lebih memperluas promosi produknya agar banyak didengar dan banyak konsumen yang mengenal produk, (2) harus ada inovasi produk agar bisa sesuai dengan harga yang diberikan, (3) menambah jenis rasa yang ditawarkan kepada konsumen, (4) kemasan lebih dipercantik lagi agar konsumen lebih tertarik.

Kinerja mahasiswa peserta PPL Program Studi Setara Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan semester gasal tahun ajaran 1999/2000
oleh Heru Setyo Nugroho

 

Implementasi strategi scaffolding sebagai upaya mebangun pemahaman konsep pecahan siswa kelas IV SD Negeri Merjosari 3 Kota Malang / Anwar Muttaqien

 

ABSTRAK Muttaqien, Anwar. 2010. Implementasi Strategi Scaffolding sebagai upaya Membangun Pemahaman Konsep Pecahan Siswa Kelas IV SD Negeri Merjosari 3 Kota Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika SD, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Akbar Sutawidjaja, M.Ed., Ph.D., (II) Drs. H. Muchtar Abdul Karim, M.A. Kata Kunci : scaffolding, strategi scaffolding, konsep pecahan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah yang dihadapi siswa SD Negeri Merjosari 3 Kota Malang, yaitu masih ada diantara mereka yang mengalami kesulitan dalam memahami arti pecahan. Dari hasil diskusi, peneliti menemukan bahwa pembelajaran tidak dibantu untuk membangun sendiri konsep pecahan. Masih dijumpai siswa yang kesulitan dalam mengartikan pecahan dari gambar ke simbol pecahan. Oleh karena itu diperlukan usaha yang serius dalam membangun pemahaman siswa terhadap konsep pecahan. Usaha yang dapat dilakukan guru untuk menyelesaikan persoalan ini adalah dengan menggunakan bahan manipulatif melalui strategi scaffolding. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan strategi scaffolding yang dapat membangun pemahaman siswa terhadap konsep pecahan. Penelitian ini adalah penelitian dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas IV SD Negeri Merjosari 3 Kota Malang. Subjek wawancara adalah 4 siswa yang terdiri dari 1 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang, dan 1 siswa berkemampuan rendah. Pemilihan subjek wawancara berdasarkan skor tes awal dan saran guru matematika dengan pertimbangan siswa-siswa tersebut mudah diajak komunikasi. Pembelajaran dalam penelitian ini terbagi dalam 3 tahap pembelajaran, yaitu (1) tahap awal meliputi menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran, menjelaskan penggunakan bahan manipulatif dan bagaimana siswa bekerja dan menggali pengetahuan subjektif siswa; (2) tahap inti meliputi guru membagikan LKS dan bahan manipulatif kepada siswa dan penerapan strategi scaffolding 1, 2 dan 3; (3) tahap akhir meliputi siswa menyajikan pemahaman konsep pecahan tentang arti pecahan. Di akhir pembelajaran guru beserta siswa membuat kesimpulan dan mengecek kesesuaian dengan tujuan pembelajaran. Untuk mengetahui pemahaman siswa setelah pembelajaran dilakukan melalui tes akhir pembelajaran. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Pada Siklus I diperoleh hasil bahwa ketuntasan siswa dalam pembelajaran 53,33% dengan rata-rata 67,3. Walaupun siswa merespon pembelajaran dengan baik namun prestasi belajar mereka masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya kemampuan siswa untuk menjelaskan arti pecahan dan pemahaman siswa terhadap permasalahan kehidupan sehari-hari. Di samping itu efisiensi waktu yang relatif kurang terhadap kegiatan pembelajaran sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak terlaksana dengan maksimal. Berdasarkan kekurangan yang terjadi pada Siklus I, maka pembelajaran di Siklus II difokuskan pada kegiatan menjelaskan arti pecahan dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Ketuntasan siswa dalam pembelajaran pecahan pada Siklus II mencapai 96,66% dengan rata-rata 96,6. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran dengan strategi scaffolding dapat membangun pemahaman konsep pecahan siswa kelas IV SD Negeri Merjosari 3 Kota Malang.

The use of English songs to teach vocabulary to young learners at "PG/TK Laboratory" of State University of Malang / Tri Itut Wijayanti

 

Key words: songs, teaching vocabulary, young learners Teaching English to young learners, especially for Kindergarten students, is focused on teaching vocabulary because they are still introduced to new language in which it has not ever been learned before. Because teaching English for young learners is not easy, the teachers should have strategies or interesting activities to attract the students in learning English. The use of songs in teaching vocabulary for young learners is an effective way to teach English for young learners because the children can enjoy singing the songs and they are not aware that they are also learning language. Therefore, this study is intended to find out the characteristics of songs used by the teachers, the way the teachers select the songs, and the way the teachers use the songs. It was conducted at PG/TK Laboratory of State University of Malang because PG/TK Laboraturium State University of Malang is one of kindergartens in Malang that administers bilingual class, and the teachers of the bilingual classes use songs to teach vocabulary. This study is a descriptive qualitative research because (1) it concerns with context and meaning, (2) the researcher works in a natural setting, (3) the researcher is the key instrument in collecting data, (4) the data are presented descriptively, and (5) the data are analyzed inductively. The subjects are four teachers of two classes namely two teachers of “A” Bilingual Moon and two teachers of “A” Bilingual Star. In this study, the instruments used are observation checklist, field note, and interview guide for the four teachers. From the findings, it can be concluded the characteristics of the songs used in teaching vocabulary were the lyrics of the songs were simple and not too long, there was the repetition of the words while singing the songs, the vocabulary used in the lyrics was presented in the meaningful context, the lyrics were based on the theme in the school curriculum, and the rhythm of the songs was fun. The teachers also considered the kriteria of the appropriate songs for their students while they were selecting the songs. The criteria were: (1) the vocabulary used in the songs should be based on the theme in the curriculum or related to the students’ lives, (2) the songs should be simple and not too long around 4-5 verses/lines, , and (3) the rhythm of the songs should be familiar by the students. Meanwhile, the teachers had 5 ways to use the songs to teach vocabulary, i.e. singing, singing songs by doing action, singing songs by using chant, singing songs as the background of playing games, singing songs between lessons or doing assignments, and singing songs by using pictures/flashcard/ real objects. Based on the result of this research, there are some suggestions offered. For the teachers of Bilingual Classes at PG/TK Laboratory of State University of Malang, The teachers are expected to be more creative to create their own songs and they can also use the songs since the songs are appropriate for the students. Besides, the teachers are also suggested to find out activities that can be combined with the songs. The teachers can find those activities by reading some books about the teaching of English to young learners, for example a book of “English for Young Learners” which is written by Kasihani K.E. Suyanto. For other teachers who teach young learners in other schools, they are suggested to use songs in teaching and learning English. Finally, for other researchers who will conduct further studies; they are suggested to conduct studies for the effectiveness of using songs in teaching English and the students’ respond toward English songs not only in kindergarten level but also in higher level such as in elementary, secondary, or even tertiary level.

Pengaruh respon iklan, pemahaman ekonomi dan kecerdasan emosional terhadap perilaku konsumsi siswa kelas X IIS di SMA Brawijaya Smart School Malang / Afief Hidayatullah Alfarisi

 

ABSTRAK Alfarisi, Afief Hidayatullah. 2016. Pengaruh Respon Iklan, Pemahaman Ekonomi, dan Kecerdasan Emosional Terhadap Perilaku Konsumsi Siswa Kelas X IIS SMA Brawijaya Smart School. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si., (II) Drs. Mardono, M.Si Kata Kunci: Respon Iklan, Pemahaman Ekonomi, Kecerdasan Emosional, Dan Perilaku Konsumsi Siswa. Pada era globalisasi ini banyak remaja yang terjebak dalam perilaku konsumsi yang tidak rasional. Maraknya iklan di berbagai media menyebabkan remaja khusunya siswa Sekolah Menengah Atas menjadi melakukan konsumsi tidak sesuai dengan kebutuhanya. Agar siswa dapat melakukan konsumsi yang rasional harus memiliki pengetahuan ekonomi yang tinggi utumanya topik tentang perilaku konsumen. Selain itu, ketika siswa atau remaja melakukan konsumsi dengan emosional juga akan menyebabkan siswa melakukan konsumsi dengan tidak rasional atau tidak sesuai kebutuhanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh respon iklan terhadap perilaku konsumsi siswa, (2) Pengaruh Pemahaman ekonomi terhadap perilaku konsumsi siswa, (3) Pengaruh kecerdasan emosional terhadap perilaku konsumsi siswa, (4) Pengaruh respon iklan, pemahaman ekonomi, dan kecerdasan emosional terhadap perilaku konsumsi siswa. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IIS SMA Brawijaya Smart School yang berjumlah 56. Pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Data dianalisis dengan program SPSS 21.00 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara respon iklan terhadap perilaku konsumsi siswa kelas X IIS SMA Brawijaya Smart School, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemahaman ekonomi terhadap perilaku konsumsi siswa kelas X IIS SMA Brawijaya Smart School, (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan emosional terhadap perilaku konsumsi siswa kelas X IIS SMA Brawijaya Smart School, (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara respon iklan, pemahaman ekonomi, dan status sosial ekonomi terhadap perilaku konsumsi siswa kelas X IIS SMA Brawijaya Smart School. Saran yang dapat diberikan penulis dalam penelitian ini adalah: (1) Bagi guru ekonomi, hendaknya guru mampu mengoptimalkan pembelajaran ekonomi sehingga siswa dapat memiliki pemahaman ekonomi yang tinggi, (2) Bagi siswa, siswa diharapkan mampu mengontrol emosi serta respon iklanya agar mampu melakukan konsumsi secara rasional. Bagi peneliti selanjutnya, apabila hendak melakukan penelitian dengan topik yang sama hendaknya melakukan penelitian dengan mengembangkan ketiga variabel bebas yang telah diteliti serta dapat menemukan variabel lain yang belum diteliti.

Penerapan PBMP untuk peningkatan hasil belajar pada kompetensi menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi siswa kelas X Madrasah Aliyah Hamid Rusidy Malang / Lusiana Rusiati

 

Kata Kunci: PBMP, hasil belajar Pembelajaran Geografi di sekolah selama ini masih banyak yang belum berhasil atau ideal. Sebagian besar pembelajaran Geografi masih berupa ceramah yang kurang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa sehingga hasil belajar belum mencapai SKM. Berdasarkan hasil observasi awal terhadap hasil belajar siswa Madrasah Aliyah Hamid Rusidy Malang, siswa kelas X hanya memiliki presentase ketuntasan 53,34% dari SKM yang telah ditetapkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diambil langkah menerapkan PBMP (Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan). Melalui penerapan PBMP hasil belajar siswa pada kompetensi menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi dapat meningkat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang menuntut peneliti untuk terlibat langsung dalam proses penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan hingga pelaporan data. Kegiatan penelitian terdiri dari 2 siklus penelitian, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dengan 4 tahapan penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes atau ujian. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X Madrasah Aliyah Hamid Rusidy Malang dengan jumlah siswa 30 orang, pada kompetensi menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi. Instrumen penelitian berupa soal yaitu soal lembar PBMP dan soal tes. Teknik analisis data adalah membandingkan skor tes dari setiap siklus dengan SKM perseorangan dan klasikal, serta menentukan kelompok belajar siswa berdasarkan keheterogenan prestasi akademik dari hasil belajar siswa dalam 3 rangking, yaitu kelompok atas, tengah, dan bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa, baik secara perseorangan ataupun secara klasikal. Secara perseorangan terjadi peningkatan sebesar 22 siswa tuntas pada siklus I meningkat menjadi 26 siswa pada siklus II. Secara klasikal terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar sebesar 73,34% pada siklus I meningkat menjadi 86,67% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka penerapan PBMP dapat meningkatkan hasil belajar siswa, baik secara perseorangan ataupun klasikal, sehingga mereka mencapai standar ketuntasan minimal yang ditentukan. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: (1) bagi guru, gunakan PBMP untuk membelajarkan geografi yang mengandung masalah, misalnya pada materi pelestarian lingkungan hidup agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Agar penerapan PBMP berhasil, hendaknya guru menunjukkan sikap yang positif dan memberikan motivasi lebih kepada siswa seperti memberikan hadiah di akhir siklus. (2) bagi peneliti lain, gunakan PBMP pada topik lain yang sesuai dengan PBMP untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbasis praktikum untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 6 Malang / Atdjeng Sukma Putri

 

Kata Kunci : pembelajaran kooperatif tipe TPS berbasis praktikum, aktitifitas belajar, prestasi belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru fisika kelas XI IPA 3 SMAN 6 Malang diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran guru memberikan materi fisika dengan metode konvensional dan diskusi kelas. Nilai awal sebelum diberi tindakan yang tuntas hanya sebesar 57,5 %. Rata-rata 66,5 dengan nilai tertinggi 70 dan terendah 40. Standar kelulusan minimal 70. Metode praktikum dan diskusi kelompok kecil jarang diterapkan. Metode yang diterapkan belum bisa melibatkan siswa aktif sepenuhnya, sehingga keaktifan siswa yang meliputi aspek afektif dan psikomotorik, dan prestasi belajar fisika siswa rendah. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa dan prestasi belajar fisika siswa adalah model pembelajaran kooperatif tipe TPS berbasis praktikum. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktifitas dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA 3 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS berbasis praktikum. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan penelitian, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.. Tindakan yang diberikan adalah penerapan model TPS berbasis Praktikum. Penelitian dilakukan di SMAN 6 Malang kelas XI IPA 3 yang terdiri dari 40 siswa, terdiri dari 20 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan catatan lapangan, rubrik keaktifan siswa untuk keaktifan, sedangkan prestasi belajar diperoleh dari tes hasil belajar di akhir siklus Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS berbasis praktikum dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA 3 SMAN 6 Malang. Keaktifan siswa secara keseluruhan mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II sebesar 21,35%. Prestasi belajar fisika siswa secara klasikal yaitu 80% (siklus I) menjadi 100% (siklus II). Peningkatan juga terlihat pada rata-rata Nilai Tes Belajar Individu (NTBi) siswa yaitu 71,5 (siklus I) menjadi 79 (siklus II).

Alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana / Nico Adi Cahyo

 

Kata kunci: Alat Kontrol, pH, suhu, ikan arwana. Ikan arwana tergolong ikan yang mahal maka dalam pemeliharaannya harus jeli agar ikan tidak mati karena kesalahan pemeliharaan, yang perlu diperhatikan antara lain adalah parameter air. Disesuaikan dengan kondisi aslinya di alam disarankan agar mereka dipelihara pada rentang pH netral sampai agak masam (pH 6.0 – 7.0) dan pada rentang suhu 26 – 30 °C. Pengontrolan secara manual tentunya akan merepotkan pemelihara ikan arwana, karena harus selalu memperhatikan suhu dan pH air pada akuarium. Maka dari itu dikembangkan suatu alat otomatis pengontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana. Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah : (1) Merancang rangkaian alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana, (2) Merancang software alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana, (3) Membuat keseluruhan alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana, (4) Menguji alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana. Metode perancangan meliputi : (1) Spesifukasi produk, (2) Blok diagram perangkat keras (hardware), (3) Perancangan dan pembuatan perangkat keras (hardware), (4) Perancangan perangkat lunak (software) dan (5) Perancangan dan pembuatan mekanik, (6) Uji coba rangkaian. Prinsip kerja dari alat kontrol ini adalah suhu dan pH air dideteksi melalui sensor ditampilkan nilai sensor pada LCD dan mengontrol suhu dengan mengaktifkan heater jika suhu kurang dari 25 dan Mengontrol pH dengan menyalakan pompa air untuk mengisi dengan air bersih dengan pH antara 6-7 sekaligus mengurangi air pada akuarium jika pH kurang dari 6 dan lebih dari 7. Hasil dari analisis tersebut antara lain: terdapat data yang tidak pasti tergantung proses penurunan atau proses kenaikan suhu data tersebut adalah antara 27 sampai 29 pada suhu tersebut kondisi heater on jika pada proses kenaikan suhu dan kondisi heater off pada saat proses penurunan suhu..begitu juga dengan proses penurunan dan kenaikan pH pada proses kenaikan pH. saat ph 6.2 kondisi pompa air on, saat mencapai 6.8 pompa air off sedangkan terjadi kondisi sebalik saat proses penurunan pH. Hal ini memang dirancang demikian agar frekuensi kondisi on/off pada heater dan pompa air dapat lebih kecil namun suhu dapat tetap terkontrol antara 26-30 dan pH antara 6-7. Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan : (1) rancangan alat terdiri dari sensor suhu LM 35, sensor pH vernier tipe BTA (British Telecom Analog), rangkaian minimum system atmega 8, Rangkaian driver heater, driver pompa air dan rangkaian LCD 16x2 tipe M1632. (2) Software berisi program perintah untuk mengontrol suhu, ph air dan menampilkan nilainya ke LCD, (3) Pada pembuatan keseluruhan alat seluruh rangkaian disusun sesuai blok diagram kemudian mikrokontroler diisi program sesuai rancangan. (4) Setelah di uji alat dapat menampilkan nilai suhu dan pH serta dapat mempertahankan kondisi suhu antara 26 sampai 30 dengan heater dan pH antara 6 sampai 7 dengan pompa air.

Otomatisasi pengereman motor induksi tiga fasa dengan listrik arus searah
oleh Abd. Rahim, Bambang Iriadi

 

Perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran diskusi kelompok dengan metode pembelajaran teams games tournament (TGT) kombinasi picture and picture pada pelajaran produktif multimedia kelas X SMK Negeri 12 Malang / Lilik Emi Rahayu

 

Dalam perkembangan dunia pendidikan saat ini, siswa diharapkan tidak lagi pasif hanya menerima saja pengetahuan melalui penjelasan guru melainkan berusaha menggali dan mencari tahu sendiri pengetahuan yang dibutuhkannya. Guru berperan sebagai mediator, fasilitator dan informator yang mengawasi dan membimbing murid-muridnya dalam mempelajari pengetahuan tersebut. Namun adakalanya pembelajaran berlangsung kaku dan tidak menarik sehingga menimbulkan rasa malas dan jenuh bagi siswa yang menyebabkan siswa menjadi pasif dan hasil belajarnya menurun seperti yang terjadi di SMK Negeri 12 Malang. Untuk mengatasi permasalahan di atas, dalam penelitian ini diterapkan metode pembelajaran Teams Games Tournament yang dikombinasikan dengan Picture and Picture dan metode pembelajaran diskusi kelompok. Diskusi kelompok adalah metode yang sering diterapkan di SMK Negeri 12 Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran Diskusi Kelompok dengan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) kombinasi Picture and Picture pada pelajaran Produktif Multimedia. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif komparatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 12 Malang tahun ajaran 2010/2011. Sedangkan sampel penelitian ini adalah kelas X MM 2 (41 siswa) sebagai kelas eksperimen dan kelas X MM 3 (42 siswa) sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen perlakuan dan pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif. Analisis statistik kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan hasil belajar siswa adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan 2 rata-rata awal dan uji hipotesis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh thitung (4,150) > ttabel(1,989). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran diskusi kelompok dengan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) disertai kombinasi Picture And Picture pada pelajaran Produktif Multimedia di kelas X Jurusan Multimedia SMK Negeri 12 Malang.

Perancangan multimedia interaktif Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur untuk media promosi wisata alam Indonesia / Iva Khususia Hidayati

 

Kata Kunci: Perancangan, Multimedia Interaktif, Taman Nasional Komodo Taman Nasional Komodo adalah salah satu obyek wisata alam yang ditetapkan sebagai warisan alam dunia. Taman Nasional Komodo terletak diantara Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pulau Flores) dan Nusa Tenggara Barat (Pulau Sumbawa yang terdiri atas tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil lainnya.Taman Nasional Komodo didirikan untuk melindungi habitat satwa komodo (Varanus Komodoensis) yaitu satu-satunya reptil purba yang tersisa dibumi agar tidak terjadi kepunahan. Perancangan multimedia interaktif ini bertujuan untuk memperkenalkan Taman Nasional Komodo kepada masyarakat luas. Multimedia interaktif Taman Nasional Komodo dirancang secara sederhana namun tetap komunikatif, yang kemudian di simpan berupa file CD berbentuk .exe. Adanya multimedia interaktif Taman Nasional Komodo, diharapkan bisa menambah pengetahuan masyarakat luas tentang keberadaan Taman Nasional Komodo serta tumbuh upaya untuk bersama-sama melestarikannya.

Penerapan pendekatan komunikatif dalam pengajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) se-kabupaten Gresik tahun 1999-2000
oleh Fitrotin Nufus

 

Problematika dalam mengolah bahan pustaka di perpustakaan sekolah tingkat SDN Kota Malang / Choirul Wakhidatun Nisa

 

ABSTRAK Nisa, Choirul Wakhidatun. 2016. Problematika dalam Mengolah Bahan Pustaka di Perpustakaan Sekolah Tingkat SDN Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Harmini, S.Pd., M.Pd, (II) Dra. Sri Estu Winahyu, M.Pd. Kata Kunci: mengolah, bahan pustaka, perpustakaan, sekolah dasar Buku merupakan koleksi atau jenis bahan pustaka yang diolah oleh petugas perpustakaan sekolah dasar. Tujuan petugas perpustakaan sekolah dasar mengolah bahan pustaka yaitu agar pemustaka yang ada di perpustakaan sekolah dasar dapat dengan mudah menemukan bahan pustaka yang diinginkan sehingga dapat digunakan sesuai dengan kepentingannya.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan problematika yang dialami petugas perpustakaan dalam mengolah bahan pustaka di perpustakaan sekolah tingkat SDN Kota Malang dan faktor-faktor yang menjadi penyebab problematika dalam mengolah bahan pustaka yang dialami petugas perpustakaan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini yaitu petugas perpustakaan dari 20 perpustakaan tingkat SDN Kota Malang yang telah dipilih peneliti. Hasil penelitian mengenai problematika yang dialami petugas perpustakaan sekolah dasar dalam mengolah bahan pustaka di perpustakaan sekolah tingkat SDN Kota Malang yaitu memiliki banyak tugas lain yang harus dikerjakan sehingga tidak melaksanakan jadwal mengolah bahan pustaka secara disiplin, kekurangan petugas perpustakaan untuk melakukan katalogisasi pengarang dan katalogisasi subyek serta kekurangan waktu untuk menyusun katalogisasi judul, pengarang dan subyek di almari katalog. Sedangkan faktor-faktor penyebab problematika yang ditemui petugas perpustakaan sekolah dasar di Kota Malang yaitu latar belakang pendidikan petugas perpustakaan yang tidak memiliki dasar ilmu perpustakaan, petugas perpustakaan yang merasa kurang dibantu dengan hanya ada 1 petugas perpustakaan saja dan tidak pahamnya petugas perpustakaan dengan cara katalogisasi buku. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada Dinas Pendidikan Kota Malang bekerjasama dengan perpustakaan Kota Malang mengadakan pelatihan mengolah bahan pustaka secara rutin. Bagi Kepala Sekolah disarankan untuk menambah jumlah petugas perpustakaan yang memiliki kompetensi dalam bidang ilmu perpustakaan serta mengajukan pelatihan secara rutin kepada dinas pendidikan. Sementara itu, bagi petugas perpustakaan disarankan untuk melaksanakan kegiatan mengolah bahan pustaka secara rutin dan disesuaikan dengan pedoman yang benar

Keterlaksanaan affective assessment pada pembelajaran fisika kurikulum 2013 di MAN kota Malang / Achmad Hidayat

 

ABSTRAK Hidayat, Achmad. 2016. Keterlaksanaan Affective Assessment pada Pembelajaran Fisika Kurikulum 2013 di MAN Kota Malang. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Sugiyanto S.Pd., M.Si, (2) Drs. Sumarjono, M.Pd. Kata Kunci: Keterlaksanaan, Affective Assessmen, Kurikulum 2013 Asesmen berdasarkan Kurikulum 2013 pada kenyataannya di awal penerapan masih belum terlaksana sepenuhnya sebagaimana diharapkan. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan di satuan pendidikan pelaksana Kurikulum 2013, teridentifikasi bahwa permasalahan utama dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah asesmen hasil belajar peserta didik. Asesmen pada kognitif dan psikomotor oleh pendidik tidak mengalami kesulitan untuk diterapkan, seperti teknik asesmen pada portofolio dan proyek, sedangkan teknik yang digunakan oleh pendidik pada affective assessment khususnya sikap spiritual dan social sulit dilakukan, karena untuk setiap Kompetensi Dasar (KD) tiap peserta didik diasumsikan harus dinilai menggunakan berbagai teknik (observasi, jurnal, penilaian diri, dan penilaian teman sejawat). Teknik affective assessment pada Kurikulum 2013 dikatakan kompleks dengan harus menerapkan empat teknik penilaian di tiap KD. Memperhatikan kondisi tersebut di atas, makapenelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan mutu Kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini yaitu untuk: (1) mendeskripsikan perencanaan affective assessment (2) mendeskripsikan pelaksanaan affective assessment (3) mendeskripsikan pelaporan affective assessment, yang dilakukan oleh pendidik mata pelajaran Fisika di MAN Kota Malang. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pendidik kelas XI mata pelajaran Fisika di MAN 1 Malang, MAN 2 Malang, MAN 3 Malang. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian meliputi angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam peneitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan affective assessment Kurikulum2013 sebesar 68% dengan katagori baik. Pada tahap perencanaan affective assessment terlaksana dengan baik (66%), tahap pelaksanaan affective assessment terlaksana dengan baik (67%), tahap pelaporan affective assessment terlaksana dengan baik (71%). Hal ini masih belum terlaksana secara sempurna karena terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan sejalan dengan pedoman yang telah ditetapkan pada Kurikulum 2013.

Detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN / Anang Dedy Kharisma

 

Kata Kunci: arus listrik, pencurian arus, sensor arus Sejalan dengan pesatnya pembangunan dan perkembangan industri serta teknologi modern, telah mempengaruhi segala aspek sosial budaya kehidupan umat manusia. Semua kemajuan teknologi itu tidak lepas dari ketergantungan akan energi listrik, sehingga semakin tinggi pula permintaan energi listrik. Dengan sangat banyaknya jumlah konsumen yang memakai energi listrik, tidak jarang konsumen yang melakukan tindakan kecurangan terhadap pemakain energi listrik. Kecurangan yang dilakukan salah satunya adalah memakai energi listrik tanpa melalui prosedur yang berlaku, ini dinamakan pencurian arus listrik. Akibat dari terjadinya pencurian arus listrik, Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menjadi penyedia listrik di Indonesia mengalami banyak kerugian. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk membuat detektor pencurian arus listrik. Prinsip kerjanya adalah mempersempit letak terjadinya kecurangan arus listrik dengan cara membaca, menjumlahkan dan membandingkan arus listrik yang mengalir ke pelanggan menggunakan software pada mikrokontroler ATMEGA16. Dengan demikian wilayah letak terjadinya pencurian arus listrik dapat segera diketahui. Metode perancangan alat meliputi: (a) spesifikasi produk, (b) perancangan sistem, (c) perancangan tiap blok (Hardware) yang meliputi: sensor arus, minimum sistem mikrokontroler ATMEGA16, LCD (Liquid Crystal Display) M1632, buzzer, (c) perancangan perangkat lunak (Software) pada mikrokontroler dan langkah pengujian. Hasil yang didapatkan adalah detektor pencurian arus listrik. Alat ini dipasang pada Gardu Trafo Tiang (GTT), prinsip kerjanya adalah dengan cara mendeteksi arus yang mengalir ke pelanggan yang kemudian dijumlahkan dan dibandingkan dengan arus yang mengalir dari GTT. Apabila arus yang terdeteksi dari GTT lebih kecil atau sama dengan jumlah arus yang terdeteksi ke pelanggan maka alat ini akan menampilkan kondisi normal, sebaliknya apabila arus yang terdeteksi dari GTT lebih besar dari jumlah arus yang terdeteksi ke pelanggan maka alat ini akan menampilkan adanya pencurian serta ada alarm dari buzzer sebagai tanda adanya pencurian arus listrik. Kesimpulan setelah melakukan perancangan, pembuatan dan pengujian serta analisis sistem “detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN” maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Pada perancangan detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN, menggunakan komponen antara lain: sensor arus ACS712-05B dan ACS712-20A, mikrokontroler ATMEGA16, LCD M 1632, buzzer, push-button serta komponen- komponen pelengkapnya.(2) Pembuatan detektor pencurian arus listrik dimulai dari membuat diagram blok, pembuatan mekanik, membuat perangkat keras (hardware), membuat perangkat lunak (software), serta menggabungkan antara mekanik, perangkat lunak dengan perangkat kerasnya. (3) Pengujian detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN diawali dari pengujian tiap blok perangkat keras, pengujian perangkat lunak, serta pengujian alat keseluruhan. Sensor arus yang digunakan dalam alat ini hanya dapat mendeteksi arus AC sesaat, sehingga keluaran dari sensor arus ini tidak pasti. Untuk membaca besarnya arus AC yang sesungguhnya agar dapat diolah secara vektor harus ditambahkan dengan rangkaian elektronika tertentu agar dapat diketahui pergeseran sudutnya. Oleh karena itu, arus AC yang terdeteksi sensor arus ini belum bisa dijumlahkan, sehingga untuk pembuatan detektor pencurian arus listrik ini belum bisa dimanfaatkan pada arus listrik yang mengalir ke pelanggan PLN.

Pengaruh latihan acceleration dan repetition terhadap peningkatan kecepatan lari sprint 100 meter pada kegiatan ekstrakurikuler atletik SMAN 1 Turen ditinjau dari kekuatan otot tungkai / Audia Akida Pradani

 

ABSTRAK Pradani, AudiaAkida. 2016. PengaruhLatihanAcceleration danRepetition terhadapPeningkatanKecepatanLariSprint 100 Meter padaKegiatanEkstrakurikulerAtletik SMAN 1 Turen Ditinjau dari Kekuatan Otot Tungkai.Skripsi, JurusanPendidikanKepelatihanOlahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan,UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Supriatna, M.Pd., (2) Dr. SaptoAdi, M.Kes. Kata kunci: lari sprint 100 meter, latihan acceleration, latihan repetition Pada cabang olahraga atletik, lari 100 meter dilakukandaristartsampaifinishdengankecepatanpenuh. Faktorlatihan yang paling dibutuhkanuntuksemuanomorlarisprint adalahkecepatan(speed). Ada berbagaimacambentukdanmetodelatihan yang dapatdilakukanuntukmengembangkankecepatan, dalam penelitian ini menggunakan latihan acceleration dan latihan repetition yang dilakukan di SMAN 1 Turen. Berdasarkanhasilwawancaradenganpelatihekstrakurikulerdanpengamatanpeneliti, padakegiatanlarisprintkecepatanlarisiswa-siswinyakurangbaik, sulituntukmeningkatkankecepatanlarinya, sertapelatihkurangbervariasidalammemberikanlatihankecepatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan acceleration dan latihan repetition terhadap peningkatan kecepatan lari sprint 100 meter pada kegiatan ekstrakurikuler atletik SMAN 1 Turen ditinjau dari kekuatan otot tungkai. Rancanganpenelitian yang digunakanadalahrancanganeksperimentalberbentukRandomized Pretest-Posttest Control Group Design.Sampel penelitian ini sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakanberupateslari 100 meter.Data yang diperolehdianalisismenggunakananalisisuji t cuplikan kembar dan uji t amatan ulangan. Hasilperhitunganuji t amatanulangan,latihanaccelerationdiperoleh thitung= 35,17> ttabel 5% = 2,145, latihanrepetition thitung = 103,227> ttabel 5% = 2,145. Hasil perhitunganuji t cuplikankembar thitung = 0,125< ttabel 5% = 2,048. Disimpulkanbahwaadapeningkatankecepatanlarisprint 100 meterakibatlatihanaccelerationdanlatihanrepetitionditinjau dari kekuatan otot tungkai, dantidakadaperbedaan yang signifikanantaralatihanaccelerationdanlatihanrepetitionterhadappeningkatankecepatanlarisprint 100 meter ditinjau dari kekuatan otot tungkai. Persentasepeningkatan18,067% untuk latihan acceleration sedangkan 16,093%untuklatihanrepetition. Saran bagipelatihyaitu dapat menerapkankedua metode latihan tersebut kepadapesertakegiatanekstrakurikuleruntukmeningkatkankecepatan lari sprint, karena mempunyai pengaruh yang sama. Saran penelitianselanjutnya,penelitianinidapatdijadikansebagaibahanmasukanmaupunperbandinganjikapenelitiselanjutnyainginmembahas variabel bebas yang sejenistetapidenganberbagaikomponenlatihan yang berbeda.

Pengaruh penggunaan modul dengan prinsip belajar tuntas terhadap proses pembelajaran fisika, respon siswa, dan prestasi belajar fisika siswa kelas I5 SMU Laboratorium UM tahun pelajaran 2001/2002 / oleh Rini Tri Wahyuni

 

ABSTRAK WahyuniR, ini Tri.2002. l'engaruhP enggunaanM odul denganP rinsipBelaior 'I'untas terhadap Proses Pembelaiaran Fisika, Respon Siswa, dan Prestasi Belajar I'-i,sikaS iswaK elasI 5 SMU LqboratoriumU M I'ahunP elajaran 200/i2 002. SkripsiJ, urusanP endidikaFni sikaF MIPA UniversitaNs egeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.DwiH aryotoM, .Pd.,( 2) Sugiyanto,S.PMd.,S i. Kata kunci: Modul, BelajarT untas,P rosesP embelajaraFni sika,R esponS iswa, PrestasBi elaiarF isikaS iswa Observasai walt erhadapp embelajarafnis ika di kelas1 5S MU Laboratorium UM TahunP elajaran2 00112002d,i temukana danyap ermasalahanP.e rmasalahan lersebuatd alah(l ) rendahnypar estasbi elajars isway angd isebabkaonl ehr endahnya motivasbi elajars iswa,( 2) prosesp embelajarafnis ika yangb erlangsungm asihb elum sesuadi engany angd iharapkand, anm asihb elumb isam elibatkans iswaa ktif dalam prosesp embelajarafnr sikay angb erlangsungB. erdasarkapne rmasalahadni atas,m akap erlua danyati ndakany angd igunakanu ntukm emperbaikinyay,a itu dengan menggunakamno dul. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahudi ampakp enggunaamn oduld engan prinsipb elajart untasd alarnp rosesp embelajarafnis ika.D ampakt ersebudt apatd iketahuid enganm endeskripsika:n ( 1) prosesp embelajarafnis ika denganm enggunakan modul,( 2) respons iswat erhadapp embelajarafnis ika denganm enggunakamn odul, (3) prestasbi elajars iswas etelahb elajard enganm enggunakamn odul. Peneilt ian ini menggunakanp endekatank ualitatif denganj enis peneilt ian tindakank elasy angd irancangd alam3 siklus.M asing-masingsi klust erdiri dari 4 tahapy, aitu: observasir,e fleksi,p erencanaatnin dakan, pelaksanaatnin dakanT. indakank elasy ang diberikan adalahp €nggunaanm odul denganb eberapati ndakant arnbahanS. ubjekp enelitiand i sini adalahs iswak elasI : TahunP elajaran2 00112002 SMU Laboratorium UM. Pengambilan data dilakukan pada bulan April sampai bulan Juni 2002. Hasil pembelajaradne nganti ndakanp enggunaamn odul padas iklusI memperolehh asils ebagabi erikut:( l) prosesp embelajarafnis ika denganm enggunakan modulm ulai menampakkahna sily angb aik, (2) respons iswat erhadapp embelajaran fisikay angb erlangsungm enampakkahna sily angb aik, (3) prestasbi elajarf isika siswam enunjukkana danyap eningkatanK. endalay angd itemuip adas iklusi ni adalah ada9 sisway angk urangm emperhatikapne mbelajarafnis ika yangb erlangsungs,i swa masihk esulitand alamm enyimpulkana pay angd ibaca,t imbulnyaa ntrianu ntukm emeriksakanm odul.P adas iklusI I direncanakatnin dakanu tamay aitu pencantuman skorp enyelesaiamn odul,d anb eberapati ndakant ambahanb aik padap rosesp embelajaranfi sika maupunp adar espons iswa.H asil yangd iperolehd ari siklusI I adalah sebagabi erikut:( l) prosesp embelajarayna ngb erlangsungb aik, (2) respons iswa terhadapp embelajarafnis ika meningkat(,3 ) prestasbi elajarf isika siswam eningkat. Kendala yang ditemui pada siklus II adalah masih ada 3 siswa yang kurang memperhatikapne mbelajarafnis ika"t idak adanyaa lat untukd emonstrasPi. adas iklus III direncanakamn odul di bawa pulang padap ertemuanp ertama.H asil yang diperotehp adas iklus III adalahs ebagabi erikut (t) prosesp embelajaranfi sika yang berlangsunsge makinm embaik,( 2) respons iswat erhadapp embelajarafnis ika semakimn eningkat(,3 ) prestasbi elajars iswas emakinm eningkatS. isway angk urang memperhatikapne lajaranp adas iklus II tinggal 2 orang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen bergabung dengan jaringan multi level marketing (Studi kasus pada PT Network Bhakti Persada Cabang Malang) / oleh Ari Irawan

 

Latihan teknik dasar pukulan block menggunakan metode latihan drill variasi di Persatuan tenis Meja (PTM) Tri Dharma Malang / Diajeng Lia Regita Sari

 

ABSTRAK Regita Sari, DiajengLia. 2015.LatihanTeknikDasarPukulan Block MenggunakanMetodeLatihan Drill Variasi di PersatuanTenisMeja (PTM) Tri Dharma Kota Malang. Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaanUniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dra. Sri Purnami, M.Pd. (II) Dr. Imam Hariadi, M.Kes., Kata Kunci: latihan, block, metodelatihan drill variasi, tenismeja. Padaolahragatenismejablock adalahcara paling sederhanauntukmengembalikanpukulan yang keras. Block di pelajarigunauntukmemberikan rasa percayadiribahwaatletdapatmengatasisemuaserangandarilawan. Berdasarkan observasi awaldanwawancaradenganpelatih di PTM Tri Dharma Malang. Dalam proses latihan, pelatihmenerapkan model latihan bola banyak (multiball) dan model latihan bola 1 (monoball) untukmelatihpukulanteknikdasardrive, topspin, pushblock, dan smash. Namununtuklatihanteknikdasarblock sangatlahkurang. Dari observasiberdasarkanindikator yang diberikanmasihbanyakatlet yang belummemahamidenganbenarpukulanblock.Makadisusunlahpenelitianaksilatihanteknikdasarpukulanblock menggunakanmetodedrillvariasi. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipeningkatanteknikdasarpukulan block menggunakanmetodelatihandrillvariasi di PTM Tri Dharma Malang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metodepenelitianaksi (action research) ataudapatdisebutjugapenelitiantindakanolahraga, langkah-langkahpenelitianiniterdiridarisiklus-siklus yang salingberhubungan, masing-masingkegiatanutamanya yang adapadasetiapsiklusyaitu: (a) Perencanaantindakanperbaikan, (b) Pelaksanaantindakanperbaikan, observasidaninterpretasi, (c) Analisisdanrefleksi, (d) Perencanaantindakanlanjut. Teknikanalisis data yang digunakanadalahanalisiskualitatifdankuantitatifberupapersentase. Berdasarkanpaparan data padasiklus 1, didapatkanhasildaripertemuan ke-9 minggu ke-3 untukteknikdasarpukulanblock forehnadpadagerakanawal 73,6%, perkenaan 70,8%, gerakanlanjutan 67%. Padapukulanblock backhand gerakanawal 65,2%, perkenaan 67%, gerakanlanjutan 67%. Karenadarihasilpadasiklus I masihadaindikator yang belummencapai target, makadilanjutkanpadasiklus II.Padasiklus II didapatkanhasildaripertemuan ke-18 minggu ke-6 untuktekinikdasarpukulanblock forehand padagerakanawal 94,4%, perkenaan 87,5%, gerakanlanjutan 100%. Padapukulanpukulanblock backhand gerakanawal 91,6%, perkenaan 93,7%, gerakanlanjutan 100%. Hal inidikarenakanpadasiklus 2 adabeberaparevisitentangbentuklatihanmetode drill yang awalnyaatletmerasamasihkurangbanyakvariasiuntukmelakukanlatihanmetode drillvariasidansekarangsudahdibuatlebihbervariasisehinggaatletlebihtermotivasidanmudahuntukmelakukannya. Denganmemberikanbentuklatihanteknikdasarpukulanblock forehand danblock backhand yang bervariasidenganmenggunakanmetodedrill variasi, keterampilanteknikdasarpukulanblock forehand danblock backhand atlet di PTM Tri Dharma Malang meningkat. Hal inidapatdilihatpadaperbandingannilaidarihasilobservasiawal, hasilsiklus I danhasilsiklus II.Tetapi, padasiklus I atletbelummencapainilaimaksimalsehinggadiadakannyasiklus II denganmerevisi program latihanmenjadilebihsederhana.

Studi evaluasi pelaksanaan program bimbingan konseling pada sekolah menengah atas di kota Jayapura / oleh Piet Jakobus Msen

 

Pengembangan modul administrasi sarana dan prasarana berbasis learning cycle 5E untuk meningkatkan hasil belajar siswa (studi pada kelas XII Administrasi Perkantoran di UPT SMK negeri 1 Pasuruan) / Lailatul Maulindah

 

Kajian tentang pengetahuan dan sikap siswa kelas IIISMU Negeri 7 Kediri terhadap zat adiktif dan zat aditif makanan tahun pelajaran 2003/'2004 oleh Christina Dwi Astutik

 

Konsepd alami lmu kimia banyaky angt erkait dengank ehidupans ehari-hari. Zata diktif danz at aditif makananm erupakans alahs ahrk onsepy anga dad alami lrnu kimiad ant erkait langsungd engank ehidupans ehari-harpi adau mumnyad an kesehatapna dak hususny-aU.n tut itu pengetahuatne ntangz at adiktifdan zat aditif makanans angatlahp enting,s upayas iswam engetahuki eunhulgand ank erugian pemakaiazni t adiktif danz at aditif padam akananD. enganp engetahuatne ntangzat umtif O* zat aditif makanand iharapkans iswab isam engambisl ikapt erhadap p.oggunu- zat adiktifdan zat aditifdalamk ehidupans ehari-hariP. enelitianin i fettiJuanu ntut: (1) mengetahutiin gkatp engetahuasni swak elasI II SMU Negeri7 feAri t"ntaog -i "Anif a- zat aditif makanan(,2 ) mengetahusi ikaps iswa.kelasII I SMUN egeri7 Kediri tentangz at adiktif danz at aditif makanan(,3 ) mengetahui hubungariantarpae ngetahuand an sikaps iswak elasI II SMU Negeri7 Kediri tentang zat adiktif dan zat aditif makanan. Penelitianin i merupakanp enelitiand eskriptifk orelasionayl angb ertujuan untukm emperolehg ambarans ecaram enyeluruhm engenapi engetahuadna ns ikap, sertah ubungana ntarap engetahuadna n sikaps iswas MU Negeri7 Kediri tentangz at adiktifd anz at aditif makananP. opulaspi enelitianin i adalahs iswak elasI II SMU Negeri7 Kediri Tahun Pelajaran2 003/2004,yangte rdiri dari dari 8 kelasd engan iurn'tans iswa3 44 anak.S ampepl enelitiant erdiri dari 86 siswad ari kelasI II IPA-3 danI II IPA-I yangd iambild engant e]Kltkp urposives ampel( sampebl ertujuan)D. ata tingkatp engetahuadni dapatkand ikumpulkanm elaluit esp engetahuanT.e sy ang diimafan tetatrd iujicoUatante rlebihd ahulu.H asil uji cobat esp engetahuan mlntrnjukkabna hwl semuait emv alidd enganre liabilitass ebesa0r, 815. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwat ingkatp engetahuatne ntangz at adiktif mencapatin gkatp enguasaakno nseps ebesar7 8,5yod ffi untuk zat aditif makanan sebesa7r 0,0i/oS. itap siswaS MU Nigeri 7 Kediri terhadapz at adiktif-adalahti nggi, sedangkan-sikaspis wat erhadapz at aditif makanante rgolongr endah.H asil analisis koreli,iproduit momentm enunjukkanb ahwat idak adah ubungany angs ignifikan *taru p"ng"tuttuand engans ikaps iswa tenulngzatadiktifd anz at aditif makananh, al inl terUukti-darhi argat ut< t665 "7",yai3tu) 93 x l0r untukt 6i1d an0 ,396u nttrkh arga trros x. Hasil ini menunjukkanb ahwap engetahuasni swat entangz at adiktif danz at "aitif makanany angd iperolehd i sekolahb e$m bisam engubahs ikaps iswa. Berdasarkanh asilp enelitianin i dapatdisarankana gard ilakukanp enelitian yangs ejenisd enganm engambipl opulasyi angl ebih besar( misalnyap adas iswas ekota Kediri).

Penerapan strategi promosi pada perusahaan sepatu Multi Wear Malang / oleh Muhamad Anang Naharu

 

Pengaruh pendekatan scientific-chemoentrepreneurship (Saintifik-CEP) pada pokok bahasan hidrokarbon terhadap minat berwirausaha, motivasi dan hasil belajar kognitif / Norma Wahyu Tri Mentari

 

ABSTRAK Mentari, Norma Wahyu Tri. 2016.PengaruhPendekatan Scientific-Chemoentrepreneurship (Saintifik-CEP) padaPokokBahasanHidrokarbonterhadapMinatBerwirausaha, Motivasi, danHasilBelajarKognitif.Skripsi,Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1)Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si.(2) Eli HendrikSanjaya, S.Si, M.Si. Kata kunci:.hidrokarbon, saintifik, chemoentrepreneurship Mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui dunia pendidikan sangat penting karena pendidikan adalah agen perubahan yang diharapkan dapat menanamkan karakter maupun semangat berwirausaha. Materi hidrokarbon memiliki konsep-konsep abstrak yang harus dipahamisiswa, namunpembelajaran yang umumdilakukanmasihkonvesionalsehinggasiswasulitmemahamimateri.Disisi lain, penerapan kontekstual dari materi hidrokarbon banyak dijumpai dalam berbagai produk.Pendekatansaintifik-CEP merupakanpendekatan yang dapatdigunakanuntukmemperolehpemahamanmaterisekaligusketerampilanberwirausahapadasiswa.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhpendekatansaintifik-CEP terhadapminatberwirausaha, motivasidanhasilbelajarkognitifsiswa. Rancangan penelitianyang digunakanadalahPosttest Only Control Group Design.Populasipadapenelitianiniadalahdelapankelas program keahlianteknologidanrekayasa SMKN 6 Malang. Pengambilansampeldilakukandenganteknikcluster random sampling. Kelas yang digunakanuntuksampeladalahkelas XI OTO2 sebagaikelaseksperimendankelas XI MP1 sebagaikelaskontrol.Instrumen pengukuran hasil perlakuan terdiri atas lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, soal posttest, angket minat berwirausaha, dan angket motivasi belajar.Sebelum digunakan soal posttest, angket minat berwirausaha, dan angket motivasi belajar dihitung validitas dan reliabilitasnya. Data keterlaksanaan pembelajaran dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Sedangkan data minat berwirausaha, motivasi belajar dan hasil belajar kognitif siswa diuji hipotesis dengan uji Independent Sample t-Testdan dihitung besar kontribusirelatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan pembelajaran kimia materi hidrokarbon dengan pendekatan saintifik-CEP berlangsung dengan kriteria sangat baik dengan rata-rata pencapaian keterlaksanaan 97,58%; (2) Terdapatpengaruhpendekatansaintifik-CEP terhadapminatberwirausahadengankontribusirelatifkategorisedang, siswa yang dibelajarkandenganpendekatansaintifik-CEP memilikiskorminatberwirausaha yang lebihtinggidibandingkansiswa yang dibelajarkandenganpendekatansaintifik; (3) Terdapatpengaruhpendekatansaintifik-CEP terhadapmotivasibelajardengankontribusirelatifkategorisedang, siswa yang dibelajarkandenganpendekatansaintifik-CEP memilikiskormotivasibelajar yang lebihtinggidibandingkansiswa yang dibelajarkandenganpendekatansaintifik; (4) Terdapatpengaruhpendekatansaintifik-CEP terhadaphasilbelajarkognitifdengankontribusirelatifkategorisedang, siswa yang dibelajarkandenganpendekatansaintifik-CEP memilikiskorhasilbelajarkognitif yang lebihtinggidibandingkansiswa yang dibelajarkandenganpendekatansaintifik.

Pelayanan jasa oleh UPMB dalam prosedur penetapan besar tagihan rekening telepon di PT. Telkom Kandatel Malang / oleh Anis Rahmatin Hakim

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |