Peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu siswa kelas X-9 SMA Negeri 1 Sooko Kabupaten Mojokerto / Riandari Wahyu Imana

 

Kata kunci: keterampilan menulis cerpen, metode latihan terbimbing, media teks lagu. Tidak sedikit siswa yang mengalami hambatan dalam mengembangkan keterampilannya menulis cerpen. Hal ini juga dialami siswa kelas X-9 SMA Negeri 1 Sooko Kabupaten Mojokerto, hambatan-hambatan tersebut yaitu daya imajinasi siswa masih kurang, diksi yang digunakan dalam menulis cerpen kurang bervariasi, kesulitan menentukan tema, dan kurang dapat mengembangkan ide. Dalam hal ini siswa dituntut untuk mampu menulis cerpen yang baik, namun kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-9 SMA Negeri 1 Sooko masih rendah. Rendahnya kemampuan menulis tersebut disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-9 SMA Negeri 1 Sooko digunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Berdasarkan uraian di atas, Tujuan penelitian mengetahui peningkatan (1) keterampilan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-9 SMA Negeri 1 Sooko Kabupaten Mojokerto, dan (2) proses menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-9 SMA Negeri 1 Sooko Kabupaten Mojokerto. Metode kualitatif dengan instrumen pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi foto. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus terdiri atas empat tahap, yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Data penelitian yang diambil adalah kemampuan menulis cerpen siswa diambil melalui tes dan nontes. Tes yang digunakan berupa tes menulis cerpen dan rubric penilaian cerpen. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupa pedoman observasi, wawancara, jurnal, angket, dan dokumentasi foto. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data penelitian, disimpulkan bahwa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang meningkat sebesar 20,44% setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hasil rata-rata tes menulis cerpen pratindakan sebesar 61,30 dan pada siklus I diperoleh hasil rata-rata sebesar 68,62, kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 77,05 atau meningkat sebesar 12,29% dari siklus I. Perilaku siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pun mengalami perubahan ke arah positif. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih serius dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen. Selanjutnya, dari hasil penelitian tersebut, penulis memberikan saran (1) guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menggunakan metode latihan terbimbing dengan

Persepsi guru terhadap budaya sekolah dalam hubungannya dengen kinerja guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Kota malang / Reni Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Reni. 2015. Persepsi Guru Terhadap Budaya Sekolah Dalam Hubungannya Dengan Kinerja di SMP Negeri Se-Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Ali Imron, M.Pd, M.Si (II) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd. Kata Kunci: Budaya Sekolah dan Kinerja Guru. Pendidikan merupakan upaya untuk memajukan dan mengembangkan potensi diri serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam suatu bangsa. Keunggulan pada suatu sekolah adalah memiliki budaya sekolah (school culture) yang kokoh, dan berpengaruh terhadap kinerja guru dan kualitas mutu sekolah. Perpaduan semua unsur baik siswa, guru, dan orang tua yang bekerjasama dalam menciptakan komunitas yang lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas, serta bertanggung jawab dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, menjadikan sebuah sekolah unggul dan favorit di masyarakat. Budaya sekolah yang baik akan secara efektif menghasilkan kinerja yang terbaik pada setiap individu, kelompok kerja/ unit dan sekolah sebagai satu institusi, dan hubungan sinergis antara tiga tingkatan tersebut. Budaya sekolah diharapkan memperbaiki mutu sekolah, kinerja di sekolah dan mutu kehidupan yang diharapkan memiliki ciri sehat, dinamis atau aktif, positif dan profesional. Kinerja Guru merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk melaksanakan, menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan harapan dan tujuan yang telah ditettapkan. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru Menurut Supardi (2013:50) bahwa, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja atau kinerja seseorang antara lain adalah lingkungan, perilaku manajemen, desain jabatan, penilaian kinerja, umpan balik dan administrasi pengupahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat budaya sekolah, mendeskripsikan tingkat kinerja guru, dan mengetahui hubungan persepsi guru terhadap budaya sekolah dalam hubungannya dengan kinerja guru di SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Instrumen yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dengan populasi 242 guru. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling sehingga sampel yang didapat sebanyak 144 guru. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu sebagai berikut: persiapan, pelaksanaan, pengolahan data, dan pelaporan. Analisis data menggunakam teknik analisis deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap budaya sekolah di SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Kota Malang memiliki kualifikasi tinggi, tingkat kinerja guru di SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Kota Malang memiliki kualifikasi tinggi, ada hubungan antara persepsi guru terhadap budaya sekolah dalam hubungannya dengan kinerja guru di SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Saran penelitian ini: Bagi Kepala SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, penelitian ini diharapkan dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dengan adanya pengaruh dari budaya sekolah; Bagi Guru SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru dengan adanya penelitian terhadap budaya sekolah; Bagi Jurusan Administrasi Pendidikan, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai ilmu pengetahuan yang selanjutnya dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut; Bagi Peneliti Lain, yang berminat dan tertarik oleh hasil penelitian ini maka diharapkan dapat mengkaji lebih lengkap, mampu menyempurnakan penelitian ini, dan dapat mengembangkan hasil penelitian ini dengan menambahkan variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini.

Pengaruh pemanfaatan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan motivasi siswa terhadap prestasi siswa kelas X dan XI Madrasah Aliyah Negeri Gondanglegi tahun ajaran 2013/2014 / Ana Faizatus Sholichah

 

Sholichah, Ana Faiza. 2013.Pengaruh Pemanfaatan Dana BSM dan Motivasi Belajar Siswa kelas X dan XI di MAN Gondanglegi. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Bambang Pranowo, SE, M.Pd, Ak, (2) Grisvia Agustin, S.E., M.Sc. Kata kunci : Pemanfaatan Dana BSM, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Masalah kemiskinan selalu ada di setiap Negara dan akan berdampak secara langsung kepada pendidikan karena kebanyakan dari masyarakat miskin taraf pendidikannya juga akan rendah. Padahal pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk setiap manusia. Kondisi tersebut mengaharuskan pemerintah melakukan kebijakan dalam menyelesaikan masalah kemiskinan dan salah satu cara yang di tempuh adalah dengan memberikan dana pengalihan dari pengurangan subsidi BBM untuk bidang pendidikan. Madratsah Aliyah Negeri merupakan salah satu sekolah lanjut tingkat atas yang mendapatkan dana kompensasi untuk bidang pendidikan berupa dana bantuan siswa miskin (BSM) yang di tujukan utuk membantu siswa yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan biaya sekolah selama di MAN. Dana BSM seharusnya di gunakan secara baik untuk kelancaran kegiatan belajarnya, dengan andanya dana BSM di harapkan siswa tidak merasa terbebani dengan mahalnya biaya sekolah tersebut. Motivasi belajar juga sangat di butuhkan dalam meningkatkan prestasi siswa, tanpa adanya motivasi belajar yang tinggi siswa akan sulit mendapatkan nilai atau hasil belajar yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pemanfaatan dana BSM terhadap prestasi belajar siswa kelas X dan XI MAN Gondanglegi (2) pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas X dan XI MAN Gondangegi, (3) pengaruh pemanfaatan dana BSM dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas X dan XI MAN Gondanglegi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI MAN Gondanglegi yang berjumlah 172 siswa. Sampel sebanyak 65 siswa. pengumpulan data dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Data dianalisis dengan bantuan pengolahan program SPSS 16.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan dana BSM terhadap prestasi belajar siswa kelas X dan XI MAN Gondanglegi sebanyak, (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas X dan XI di MAN Gondanglegi, (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan dana BSM dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas X dan XI MAN Gondangelgi.

Karakteristik ekstrak bunga agung kuning (Caesalpinia pulcherrima) dalam pelarut air dan pelarut etanol, sebagai indikator asam basa / oleh Tri Mulati

 

Upaya peningkatan keterampilan proses fisika melalui pendekatan kontekstual (Contextual teaching and learning) model siklus belajar bagi siswa kelas I SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / oleh Hilmiyatul Widdah

 

Korelasi pembagian kerja dengan prestasi kerja pegawai tata usaha Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) IKIP MALANG
oleh Helmi Susanti

 

Pengembangan modul suplemen bahan ajar geomorfologi umum model Depdiknas untuk S1 Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang / Agung Suprianto

 

ABSTRAK Suprianto, Agung. 2015. PengembanganModulSuplemenBahan Ajar GeomorfologiUmum Model Depdiknasuntuk S1 JurusanGeografiFakultasIlmuSosialUniversitasNegeri Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Geografi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. SugengUtaya, M.Si., (II) Dr. I Nyoman Ruja, S.U. Kata Kunci:Modul Geomorfologi Karst, Model Depdiknas Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ModulGeomorfologi KarstModelDepdiknas. Modul terdiri dari dua set, Modul 1 tentang GeomorfologidanBentukLahanAsalSolusionaldanModul 2 tentang Topografi Karst. Pengembangan modul berdasarkan keterbatasan bahan ajar yang kontekstualdanberbahasa Indonesia. Moduljugadikembangkandenganmenggunakanpendekatangeografi,yaitukewilayahan, kelingkungan, dankeruangan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan proseduralDickand Carey. Model tersebut dimodifikasi berdasarkan kebutuhan pengembangan, sehingga langkah-langkah pengembangannya: 1) analisiskebutuhan; 2) analisismateri; 3) penulisanbahan ajar; 4) validasiahlidanujicoba; dan 5) revisi.Uji coba dilakukan setelah modul divalidasi oleh ahli materi/isi tentang Geomorfologi Karst, Bahasa Indonesia, dan RancanganPembelajaranGeografi. Uji coba modul terdiri dari uji coba kelompok kecil dan besar di S1 JurusanGeografiFIS UM. Jumlah subjek uji coba kelompok kecil terdiri dari 8 mahasiswa, sedangkan kelompok besar 16mahasiswa. Data uji coba dianalisis menggunakan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar tambahan. Berdasarkan data darisemuaresponden, yaituvalidasi ahli, dosen, dan subjek uji coba, modul mendapatkannilaikuantitatif85 % yang berartikualifikasibaik. Selainitu, keefisienanmoduljuganampakdaritingkatpemahamanmahasiswaterhadapmoduldengankualifikasibaik. Moduldalamkualifikasibaikdantidakperludirevsi, penelititetapmelakukanrevisigunapenyempurnaanproduk. Revisidilakukansebanyaktiga kali. Perbaikan pada revisi pertama meliputi: isi materi, kosa kata, kalimat, paragraf, desain sampul, danpenjabaranstandarisi. Perbaikan pada revisi kedua meliputi: kosa kata, gambar di dalamisimodul, danpenyederhanaankuncijawaban. Perbaikan ketiga meliputi: penambahangambarkontekstualdanpembuatanpoin-poinpadakuncijawaban.Produk perlu dikembangkan menjadi modul onlinedan dieksperimenkan untuk mengetahui efektivitasnya dalam pembelajaran.

Perancangan multimedia interaktif Museum Malang Tempo Doeloe / Adi Suryo Permadi

 

ABSTRAK Permadi, Adi Suryo. 2015. Perancangan Multimedia Museum Malang Tempoe Doeloe. Tugas Akhir. Prodi Game Animasi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Andy Pramono S.Kom, M.T, (2) Mitra Istiar Wardhana S. Kom, M.T. Kata Kunci: Perancangan, Multimedia Interaktif, Museum Malang Tempoe Doeloe. Museum adalah tempat untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa dan diharapkan museum dapat menggambarkan nilai aspek-aspek sejarah dan warisan budaya sebagai cerminan suatu bangsa. Malang yang memiliki sejarah cukup panjang, diantaranya jaman pra sejarah, kerajaan dan sejarah Malang modern. Maka, daripada itulah Museum Malang Tempo Doeloe adalah museum yang menyajikan sejarah khusus tentang Kota Malang. Menyampaikan informasi melalui sebuah teknologi agar sebuah produk lebih dikenal dan segala informasi lebih bisa tersampaikan kepada masyarakat luas bahkan diharapkan mempu membangkitkan masyarakat supaya tergerak hatinya untuk melakukan sebuah kunjungan di museum, khususnya Museum Malang Tempo Doeloe. Perancangan multimedia interaktif Museum Malang Tempo Doeloe bertujuan agar masyarakat bisa memperoleh informasi digital tentang Museum Malang Tempoe Doeloe. Tahap-tahap perancangan terdiri atas tiga bagian, yakni: (1) Tahap Pra Produksi, (2) Tahap Produksi, dan (3) Tahap Pasca Produksi. Tahap pra produksi dimulai dari perumusan latar belakang, identifikasi tujuan, pembatasan ruang lingkup, sampai dengan konsep desain. Tahap produksi yakni mulai merancang multimedia interaktif. Tahap pasca produksi yakni Publish, dan dilengkapi dengan beberapa media pendukung. Media pendukung tersebut antara lain label CD, pin, stiker, dan kemasan. Perancangan multimedia interaktif Museum Malang Tempo Doeloe berbasis android dikemas dengan menarik dan mudah untuk dioprasikan. Aplikasi multimedia ini berisi tentang sejarah Kota Malang yang cukup panjang, diantaranya jaman pra sejarah, kerajaan dan sejarah Malang modern. Aplikasi multimedia interaktif ini dapat membantu menyampaikan informasi dengan lebih mudah dan menarik mengenai museum kepada masyarakat, khususnya Museum Malang Tempo Doeloe.

Masalah knapsack 0-1 dengan metode Branch and Bound / oleh Mega Rohayati

 

Penerapan model pembelajaran mind mapping dengan pendekatan contextual teaching learning sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-9 pada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Grogol Kediri / Winda Aprillia

 

Kata kunci: model pembelajaran Mind Mapping, pendekatan Contextual Teaching Learning , hasil belajar. Hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar. Dengan hasil belajar siswa menunjukkan kemampuannya memecahkan tugas-tugas belajarnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan siswa kelas X-9 serta observasi di kelas X-9 hasil belajar siswa pada mata pejaran ekonomi di SMA Negeri 1 Grogol masih tergolong rendah karena jumlah siswa yang mendapatkan nilai diatas Standart Ketuntasan Belajar Minimum belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal yang mana ketuntasan belajar secara klasikal di SMA Negeri 1 Grogol Kediri di tetapkan sebesar 75%. Hal itu dibuktikan dengan sebelum diterapkan model pembelajaran mind mapping berdasarkan nilai UH hanya 15 siswa atau 40,54% dari 37 siswa yang dikatakan tuntas belajarnya. Sedangkan berdasarkan nilai UAS hanya 11 siswa atau 29,73% siswa yang dikatakan tuntas dalam belajarnya. Guru lebih banyak menggunakan metode ceramah sehingga siswa kurang bisa mengkonstruk ide-idenya sendiri dan mengalami kesulitan dalam mengingat konsep-konsep pada mata pelajaran ekonomi sehingga siswa menjadi merasa bosan atau kurang antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran ekonomi sehingga menyebabkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi menjadi rendah. Upaya mengatasi masalah tersebut, diperlukan perbaikan dengan menerapkan model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang diterapkan adalah model pembelajaran mind mapping dengan pendekatan contextual teaching learning. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Maret sampai 16 April 2011. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan tujuan untuk dapat meningkatkan hasil belajar Ekonomi siswa yang diperoleh dari kegiatan kerja kelompok atau diskusi dan tes akhir tindakan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-9 di SMA Negeri 1 Grogol Kediri yang terdiri dari 37 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran mind mapping dengan pendekatan contextual teaching learning yang dilakukan pada siswa kelas X-9 pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Grogol Kediri mengalami peningkatan berdasarkan hasil observasi dari pelaksanaan siklus I ratarata persentase keberhasilan tindakannya sebesar 66,67% dengan skor klasifikasi baik. Sedangkan pada siklus II rata-rata persentase keberhasilan tindakannya sebesar 85,1% dengan skor klasifikasi baik sekali, sehingga terjadi peningkatan ii sebesar 18,43%. Selain itu, penerapan model pembelajaran mind mapping dengan pendekatan contextual teaching learning yang dilakukan pada siswa kelas X-9 pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Grogol Kediri dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa dari aspek kognitif secara keseluruhan mengalami peningkatan dari sebelum dilakukan tindakan ke siklus I kemudian ke siklus II. Peningkatan hasil belajar siswa dari sebelum tindakan ke siklus I berdasarkan nilai Ulanagan Harian sebesar 24,32% dan berdasarkan nilai Ujian Akhir Semester sebesar 35,13%. Tetapi pada siklus I belum memenuhi ketuntasan belajar secara klasikal (<75%). Dan dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebesar 16,22%. Dan pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal sudah tercapai (75%). Selain itu, hasil belajar siswa dari aspek afektif dan psikomotor secara keseluruhan juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dari aspek afektif peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 21,62%, sedangkan dari aspek psikomotor peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 14, 26 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran mind mapping dengan pendekatan contextual teaching learning mengalami peningkatan begitu juga hasil belajar siswa kelas X-9 di SMA Negeri 1 Grogol Kediri pada mata pelajaran ekonomi mengalami peningkatan melalui penerapan model pembelajaran mind mapping dengan pendekatan contextual teaching learning.

Prosedur pengelolaan dan efisiensi penemuan kembali arsip di kantor perpustakaan, arsip dan dokumentasi Kabupaten Tulungagung / Linda Prihyanti

 

ABSTRAK Prihyanti, Linda. 2009. “Prosedur Pengelolaan dan Efisiensi Penemuan Kembali Arsip di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung”. Skripsi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agung Winarno, M.M., (II) Drs. Sarbini. Kata kunci: prosedur dan efisiensi arsip. Setiap kantor, baik kantor pemerintah maupun swasta bahkan rumah tangga dan perorangan, niscaya akan terlibat dengan arsip. Arsip merupakan suatu kumpulan catatan secara tertulis (warkat) yang disimpan secara sistematis sehingga memudahkan dalam penemuan kembali. Kearsipan merupakan bagian pekerjaan kantor yang sangat penting. Informasi tertulis yang tepat harus tersedia apabila diperlukan agar kantor dapat memberikan pelayanan yang efektif. Kearsipan sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan administrasi karena arsip merupakan pusat ingatan bagi setiap kegiatan dalam suatu kantor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem kearsipan dan sejauh mana tingkat pengelolaan kearsipan di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung. Adapun pengelolaan arsip yang diteliti meliputi: (1) sistem penyimpanan arsip, (2) azas penyimpanan arsip, (3) peralatan dan perlengkapan yang digunakan, (4) prosedur pengelolaan arsip, (5) prosedur penyimpanan arsip, (6) prosedur penemuan kembali arsip, (7) kendala-kendala yang dihadapi. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung yang beralamat di Oerip Sumohardjo 4A Tulungagung mulai bulan Januari 2009 sampai April 2009. Responden dalam penelitian ini adalah arsiparis kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung, jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode wawancara, metode dokumentasi dan metode tes kecepatan. Analisis data yang digunakan adalah jangka waktu penemuan kembali arsip, angka kecermatan dan angka efisiensi. Hasil penelitian ini adalah: (1) sistem Penyimpanan Arsip di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung adalah menggunakan sistem kombinasi antara sistem nomor dan sistem subjek. (2) azas penyimpanan arsip di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung adalah azas kombinasi antara azas sentralisasi dan azas desentralisasi, (3) peralatan dan perlengkapan yang digunakan di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung adalah filling cabinet, almari, snelhechter, map, guide, dan lain-lain (4) prosedur pengelolaan arsip di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung adalah semua arsip yang telah dikumpulkan kemudian dilakukan pemilahan, untuk memisahkan arsip asli, duplikat dan non arsip, setelah itu, dilakukan pendataan arsip yang dibuat dalam Daftar Pertelaan Arsip, selanjutnya dilakukan pembungkusan arsip yang kemudian dimasukkan ke dalam kotak arsip dan terakhir dilakukanlah penyimpanan yaitu dengan meletakkan kotak arsip tersebut pada rak arsip yang terdapat pada ruang penyimpanan arsip., (5) prosedur penyimpanan arsip di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung adalah dengan cara menyusun arsip dalam folder menurut kode klasifikasi kemudian folder tersebut dimasukkan dalam kotak arsip in aktif dan di susun secara vertikal pada rak arsip dalam ruangan dengan pengaturan suhu yang telah ditentukan, (6) prosedur penemuan kembali arsip di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung yaitu dengan mengetahui subjek atau pokok masalah dan tahunnya, mencari nomor urut agenda surat dalam buku agenda, mencari arsip dalam snelhechter sesuai dengan pokok masalah dan tahunnya, setelah snelhechter ketemu langkah selanjutnya mencari arsip yang diperlukan dalam snelhechter sesuai dengan nomor urut buku agenda (7) kendala-kendala yang dihadapi di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung antara lain tenaga-tenaga SDM, sarana dan prasarana, kurangnya perhatian arsiparis terhadap penataan arsip. Saran penelitian ini adalah: (1) Untuk lebih meningkatkan sistem penyimpanan arsip sebaiknya sistem penyimpanan menggunakan komputerisasi untuk memudahkan dalam pencarian data arsip. (2) Untuk peneliti lain yang tertarik dengan penelitian yang serupa dengan penelitian ini akan lebih baik jika bisa magang pada tempat penelitian sehingga hasilnya akan lebih maksimal. (3) Hendaknya diadakan pelatihan-pelatihan khusus agar dari masing-masing petugas bisa lebih mendalami seluk beluk bidang kearsipan. (4) Hendaknya semua petugas lebih fokus melaksanakan tugasnya masing-masing, khususnya dalam bidang kearsipan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan.

Perancangan film animasi 3 dimensi tentang peningkatan kreativitas anak melalui pemanfaatan barang bekas / Sultan Jawi Jaya

 

ABSTRAK Jaya, Sultan, Jawi. 2015. Perancangan Animasi 3 Dimensi Tentang Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Pemanfaatan Daur Ulang Sampah. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd. (II) Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, M.T. Kata kunci: animasi 3 dimensi, peningkatankreativitas, pemanfaatan daur ulang. Sebagaiupayamenyediakantayangan yang layak untuk anak-anak, yang dapatmenjadisaranabereksplorasidanbelajarmemanfaatkan bahan bekas makadibuatlahperancangan film animasi.Tema yang diambilmerupakankreativitas, dengan kreativitas itu konsep pemanfaatan barang bekas dilakukan.Tujuan dari perancangan film animasi ini yaitu menghasilkan film animasi tentangpeningkatan kreativitas anak melalui pemanfaatan bahan bekas. Perancangan film animasi ini menggunakan model4D, langkah-langkah model ini adalah define, data, design dan disseminate.Model 4D merupakan salah satu model perancangan prosedural. Model tersebut menggambarkan tahapan langkah-langkah kerja secara prosedural. Pada tahap define dilakukan penetapan dan batasan perancangan. Pada tahap data dilakukan eksplorasi data referensi dan lapangan untuk dianalisis sintesis, upaya ini sebagai dasar penentuan konsep perancangan. Pada tahap design dilakukan perancangan film animasi berdasarkan konsep yang telah ditentukan. Pada tahap disseminate dilakukan kegiatan pameran hasil perancangan dan penulisan artikel untuk jurnal ilmiah. Perancangan ini menghasilkan film animasi berjudul “Kejuaraan Kreativitas” dengan konsep yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak melalui pemanfaatan daur ulang yangberdurasi 9,14 menit. Spesifikasi film animasi sebagai berikut (a)Film animasi 3 dimensi(b) Gaya visual kartunis (c) Teknik CG (Computer Grafik)(d) Bahasa Indonesia (e)sofwareyang digunakan Blender(modeling dan animasi),Adobe Premier (sound dan editing) dan Adobe After Effect (penambahan visual effect). Untuk mendukung perancangan maka dibutuhkan produk pendukung x-banner, note book, poster, jam, kaos, label CD, dan gantungan kunci. Berdasarkanhasilperancangandapatdisimpulkanbahwasebelummerancanganimasidiperlukan research sebagaisumber data dalamperancangan.Research yang dilakukanterkaitdenganpermasalahan yang ingindiselesaikandan target audience.Denganmelakukanresearch, memudahkankitadalammembuatperancanganuntukmenyelesaikanpermasalahan yang ada.Dalammengerjakananimasi, terlebihdahulumembuatpipelineanimasi.Denganpipelineanimasi, pengerjaananimasimenjadisistematis.Film animasiinitidak dikerjakan secara team, namun dikerjakan secara perorangan selama 1 bulan,sehinggahasilanimasikurangmaksimal. Hasilperancangananimasiinibelumdiujicobakansehinggatingkatkeberhasilannyabelumdapatdipastikan

Analisis pengaruh haunch terhadap kekakuan struktur balok beton bertulang / Risfanda Ardiansyah

 

ABSTRAK Ardiansyah, Risfanda. 2016. Analisis Pengaruh Haunch terhadap Kekakuan Struktur Balok Beton Bertulang. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Edi Santoso, M.T., (II) Apif M. Hajji, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D. KataKunci: kekakuan,lentur, balokhaunchbeton bertulang, metode elemen hingga Balok merupakan elemen struktur yang didesain untuk memikul lentur dan geser karena balok cenderung mengalami runtuh akibat lentur dan geser. Untuk meningkatkan kekuatan struktur, balok didesain dengan haunchdimana haunch merupakan penebalan dimensi pada segmen tumpuan balok. Dengan didesainnya haunch, balok akan mengalami peningkatan kekakuan terhadap lentur berhubung dengan semakin bertambahnya momen inersia (I). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kinerja struktur balok haunchyang dikomparasikan dengan balok prismatis. Hal ini ditinjau darilendutan, kekakuan, daktilitas, keruntuhan, pola retak, regangan dan tegangan. Dalam penelitian melakukan analisis MEH dan eksperimen, kemudian dilakukan verifikasi hasil selisih perbandingan dari kedua model penelitian. Rancangan dalam penelitian ini diawali tahap analisis MEH kemudian dilanjutkan dengan eksperimen. Pada analisis MEH dilakukan analisis balok prismatis dan balok haunchdengan 4 variasi dimensi sudut kemiringan (α = 3,07o,6,12o,9,13o dan 12,10o). Dari hasil analisis MEH ditentukansalah satu balok haunchberdimensi optimum terhadap kinerja struktur untuk dilakukan pengujian kuat lentur pada tahap eksperimen dengan pembandingnya balok prismatis. Hasil penelitianmenunjukkan balok Haunch-04(α = 12,10o) mampu mengoptimalkan kinerja struktur dibandingkan balok prismatis meliputi lendutan, kekakuan, daktilitas, regangan dan tegangan. Dari hasil analisis MEHpada balok Haunch-04 terjadi penurunan lendutan sebesar 52,54%, peningkatan kekakuan sebesar 33,60%, peningkatan faktor daktilitas sebesar 15,01% dan peningkatan tegangan terutama pada tengah bentang yaitu sebesar 12,59% (beton) dan 15,29% (baja tulangan). Hasil eksperimen terjadi penurunan lendutan sebesar 56,74%, peningkatan kekakuan sebesar 65,64%, peningkatan faktor daktilitas sebesar 18,18% dan penurunan regangan sebesar 63,21% (beton) dan 65,22% (baja tulangan). Balok Haunch-04 mengalami kombinasi retak, yaitu retak vertikal (akibat lentur) dengan retak diagonal (akibat geser). Verifikasi hasil eksperimen dikomparasikan terhadap hasil MEH mengalami penurunan hingga mencapai sebesar 34,31%.

Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Orang Tua Terhdap Prestasi Belajar Siswa Di Madrasah Aliyah Aslamiyah Kedungjambe Singgahan Tuban oleh Nurhayan

 

Pendidikan""11li_rrytapemerintaster,k oratr' merupakatann ggunjagw abs emupai hak,!|svlratit 0". ti*rg". padati ngkafto rmapr endidikan ffiffir$f,trf-"1x?".*h'ur''*il;i"["i"er'"ii"a;;];;Ji[un'.ni"penelitianin i bertujuanu ntuk:0 ) Menr ti*s*rqgnjnqlylrlfl ,lli*'rurffii;filliili+Tll#?rrs)ecrt0nnnr0neqggal gg?rdtpaarrs,ae hhpaminnaarTsTp eennewu usr n bbkitatgaaaei agbsnipnrnun(eia a, 3; n l l ldtsa)areM i i,sk ra 6aemsarnnmi ara gweslr€ ausrpOri tkae;efi "M h ntrda y;u"rni;Ot;iu";ld;trnff;.iiila ll;#;fii-flt'niiir; 'ia Aarairo,ib ynureazyrrn0,,a u^0pknsr2saue /tnb2rapagv0meKe j0naikp3eydr odaiaiodpuhnioun ka rzgaso rinibra za emonruobjgr ruez nraa. hfleket ,'"brc;i;ffi;rrn o* dokumenradsai tarnif##hffit ffi'llll:"ll"td dil;k;;,i'ai mp eenri t i i ni n i aiaiaieisi r*p,itirr"*"rffiil fuiil'ii,i ::o-" "ry* 9j { I ).L ata Br e $l ang p eniddk i an o r agnr ua ["p;tr"ii{vr:ltl1;ilfi't#r'$fgdi8:.brfTr,H smeebmapnuynasypkairs.ie 5ws (taI a 8 s,Ii .8*7,popl,'tiisprj;, r1rEfi;.iZflii;il #b";r#iil,lli,prestasbi eiajakru ranbga ik ffirlffi*etgff*ri*"litlr#'i,t1-f, *' ,*#illi,. . - prang tua diharaRkan npupmaaenenndttuncsainmlkuud y nlredakuJaa ar apaapknnnriaa phebatgnrt sekce ntrstagayrbisdaapre;vnia sri ld ainrai m ji n{ ima:ge6la1rm anls,qibIvak -oe,aq friifir, sniai,st ]uJsgke*6nnaf*gftop it if ou iiral;tf t;riifauutiiJinakus*,;i.s i:p; roil"il a"ti"1*rsgaar i,jonas,ie*r icp,"ic "a"aea.'rrkqrna,atm"i dii f"i deirid#a.mliolikabo"aamalu?nmng *i?a#i ue "kltn.trnr,ge u}yarya;"wauu, na*n,gsggr

Pembinaan gelandangan di Tresno Mulyo Kelurahan Sidoharjo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan
oleh Gendut Sukandar

 

Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Status Pekerjaan Orang Tua Dengan Prestasi Belajar Siswa SMUAN Tumpang Tahun Ajaran 2000/2001 oleh Diah Fatminingtias

 

Status sosial ekonomi orang tua adalah salah satu faktor yang diduga mempengaruhpi restasib elajar siswa. Statuss osiale konomi orangt ua meliputi tiga unsury aitu pekerjaan,p endidikand an pendapatanD. alam penelitiani ni hanya mengambil dua unsur yakni pendidikan dan pekerjaan orang tua dan hubungannya dengan prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab masalah pokok yang menjadi perhatian dalam peneliti an ini, yaitu: (l ) Adakah hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa? (2) Adakah hubungan antara status pekerjaan orang tua dengan prestasi belajar siswa? (3) Adakah hubungan antara tingkat pendidikan dan status pekerjaan orang tua? (4) Adakah hubungan antara tingkat pendidikan dan status pekerja.ur orang tua dengan prestasi belajar siswa? Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMUN I Tumpang tahun ajwan200012001S. ampely ang dipakai dalam penelitiani ni adalahs iswak elasI I SMUN I Tumpang yang besarnya 25% dari populasi. Pemilihan sampel penelitian ini adalahs ampelp urposif, di mana sampeld itentukanb erdasarkantu juan dari peneliti. Instrumen yang digunakan berupa angket dan raport merupakan studi dokumentasinya. Teknik pengolahand ata yang digunakana dalaht eknik korelasip roduct momentd an analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (l) Terdapat hubungan yang signifikan antarat irigkat pendidikano rangt ua denganp restasib elajar siswa,s ebesa0r ,829,( 2) Terdapat hubungan yang sigrifikan antara status pekerjaan orang tua dengan prestasi belajars iswa,s ebesa0r ,374, (3) Tidak terdapath ubungany ang sigrifikan antarat ingkat pendidikand an statusp ekerjaano rangt ua, sebesa0r ,200 (4) Terdapath ubungany ang signifikan antara tingkat pendidikan dan status pekerjaan orang tua dengan prestasi belajar siswa,s ebesar9 1,440. Sumbangane fektif tingkat pendidikano rangt ua terhadap prestasib elajar sebesar5 8,33834%,s edangkans umbangane fektif statusp ekerjaan orang tua terhadap prestasi belajar sebesar 14,84866yo. Berdasarkanh asil penelitiand apatd isimpulkan,b ahwat ingkat pendidikand an status pekerjaan orang tua dengan prestasi belajar siswa memrnjukkan bahwa ketiga variable tersebut berhubungan erat karena memang antara tingkat pendidikan dan status pekerjaan orang tua berkorelasi positif dengan prestasi belajar. Saran-saranya ng dikemukakana dalahs ebagabi erikut: (l) Bagrp eneliti selanjutnyab ila diadakanp enelitianl anjutan diharapkana kan melengkapip enelitian sebelumnyaya ng membahasfa ktor-faktor yang dlbahasd alam penelitiani ni, (2) Bagi orang tua diharapkan dapat memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya seperti memberi perhatian belajar pada anak, karena perhatian orang tua dapat membantu meningkatkanp restasib elajar siswa,d an (3) Bagi konselord iharapkand apatm embantu permasalahayna ng dihadapi siswa,t erutamas isway ang orangt uanyab erpendidikand an statusp ekerjaannyare ndah,k onselorh arusa ktifbekerja samad engang uru bidang studi untuk memberikan pelajaran tambahan tanpa dipungut biaj,a pada siswa yang status sosialnyare ndahd an prestasinyar endah.D an untuk sisway ang statuss osialnyat inggi, konselor harus memberi bantuan pada mereka terutama yang berhubungan dengan kegiatan belajar atau informasi lain yang mereka butuhkan untuk mempertahankan dan meningkatkanp restasis iswat ersebut ii

Efektivitas Model Pembelajaran Inkuisi Induktif Dan Deduktif Dalam MengembangkanKreativitas Siswa SMUN I Pakel Tulungagung oleh Sutiyah

 

Untuk melaksanakatnu gasd alamm eningkatkanp rosesb elajarm engajar, gurum enempatki edudukans ebagafii gur sentralU. payau ntukm emberikana ltematif padag urud alamm elaksanakapnr osesb elajarm engajadr alamm odelp embelajaran. Dari beberapam etodep embelajarante, rdapamt odelp embelajarainn duktif dan deduklifyangk eduanyad apatd igunakanb ila tujuani nstruksionalnyma encakup belajark onsepd ana taug eneralisasKi.e duam etodet ersebulte bihb anyakp ersamaan daripadap erbedaannnya. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahuei fektivitasd alamm engembangkan keativitas siswas MUN I PakelT ulungagunga ntarak elompoky angd iajard engan menggunakamn odelp embelajarainn kuiri induktif dand eduktif. Penelitianin i dilaksanakapna dac aturw ulanI I tahunp elajaran2 00012001 bertempadt i SMUN I PakelT ulungagungS. ampeyl angd igunakans ebanya2k kelas berjumlah7 2 siswa.D ari keduak elornpokt ersebumt asing-masinkge lompokd iberi perlakuany angb erbedaS. ebelumd iberi perlakuany angb erbedat,e rlebihd ahulu diukurk emampuana walm asing-masinkge lompokd enganm engambinl ilai car"uI . Sedangkalnc eativitasd iukurd engante sk reativitass etelahs iswad iberi perlakuan. Untuk mengetahupi erbedaaknr eativitasfi sika antaram asing-masing kelompokd igunakanu ji kesarnaand uar ata-ratau: ji duap ihakd anu ntukm engetahuil ebih efektif dalamm engembangkaknre ativitasd enganrn embandingkannil ai raIa-tatanya. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwat erdapapt erbedaadna lamm engembangkank reativitass iswaS MUN I PakelT ulungagunga ntarak elompoky angd iajar denganm enggunakamn odelp embelajarainn kuiri induktifdand eduktifpadat araf signifikan0 ,05;y aitut 6trurg3: ,834> 1,999t 1ro;osd;e ngand b: 70.N ilai rata-rata kriativitasm odelp embelaJarainnk uiri induktif :77,778 >72,222d aripadam odei pembelajarainn kuiri deduktif, makam odelp embelajarainn kuiri indukif lebih efeldif dalamm engembangkaknre ativitass iswaS MUN I Pakel' l'ulungagundga ri pada dedukti

Penerapan model pembelajaran Team Based Learning (TBL) untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa akuntansi di SMKN 2 Blitar / Arina Manasikana

 

ABSTRAK Manasikana, Arina. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Team Based Learning (TBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Akuntansi di SMKN 2 Blitar. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diana Tien Irafahmi S. Pd., M. Ed. (II) Bety Nur Achadiah S. Pd., M. Sc. Kata Kunci: Model Pembelajaran Team Based Learning,Collaborative Learning, Berpikir Kritis, Hasil Belajar Kognitif. Melalui pendidikan, seseorang mampu menggali dan mengembangkan segala potensi yang ada pada dirinya. Pada siswa SMK keterampilan berpikir kritis sangat diperlukan dalam era global untuk meningkatkan kemampuan bersaing, mengatasi masalah-masalah kehidupan yang semakin kompleks dan menyiapkan siswa menghadapi dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas X akuntansi SMKN 2 Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis PenelitianTindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, angket, dan tes. Sedangkan analisis data meliputi data tindakan penelitian, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar kognitif siswa. Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi 1 SMK Negeri 2 Blitar yang berjumlah 35 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Based Learning dapat meningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil analisis data kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I mencapai rata-rata 79, pada siklus 1 sebanyak 57% siswa telah mendapatkan nilai di atas SKM. Pada siklus II siswa mencapai rata-rata 84,6. Hasil belajar kognitif siswa pada observasi awal yang didapatkan dari pre-test sebesar 29% meningkat pada siklus 1 sebesar 51% dengan ketuntasan individu sebanyak 18 siswa dari 35 siswa. Hasil ketuntasan pada siklus 2 sebesar 86% dengan ketuntasan individu sebanyak 30 siswa dari 35 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif. Hal ini dikarenakan pada tahapan model pembelajaran Team Based Learning lebih mempersiapkan dengan baik kegiatan pra-persiapan sebelum kelas dimulai dan siswa melakukan diskusi pada tes individu selanjutnya diikuti pemecahan permasalahan secara kelompok.

Studi Tentang Strategi Penyampaian Pada Pelatihan manajemen Qolbu Di Yayasan Daarut Tauhiid Bandung Oleh Khairun Nisa

 

Pelatihanm anajemenq olbu yangd ilaksanakand i yayasanD aarutT auhiid adalahp elatihans piritual yang menawarkans olusi atas permasalahanh idup denganko nsepb eningh ati yangd apatd iaplikasikand alamk ehidupans ehari-hari. Dalamp elaksanaapne mbelajarannyma enerapkans trategip enyampaianse bagai metodeu ntuk menyampaikanis i pelatihank epadap esertad an/untukm enerima responm asukany angb erasadl ari peserta.S trategip enyampaiatne rdiri atast iga komponeny aitu mediap embelajarayna ngd igunakani,n teraksib elajarm engajar danf ormatb elajarm engajayr angd iterapkanD. alamp elatihanm anajemenq olbu ini pesertad iajak aktif dengan menggunakans trategi experiential learning. disampinjga linank omunikasyi angb aik antarap emateri/fasilitatodre nganp eserta dalamm enyampaikamn ateri mempengeruhkie aktifanp esertad alam mengikuti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanp elaksanaans trategi penyampaianp ada pelatihan manaj€menq olbu dengan fokus kajian pada karakteristikm edia-mediay ang digunakan,f ormat belajar mengajard an interaksi belajarm engajary angt erjadi padap elatihant ersebut. Penelitiani ni didesains ecarak ualitatif denganp endekatanfe nomenologis. Pengumpuland ata dilakukan melalui teknik wawancara,s tudi dokumentasid an observasiA. nalisis data dilakukand engant eknik analisad eskriptif, reflektif dan induktif. Ilasil penelitianm emperlihatkanb ahwap elaksa naans trateglp enyampaian sanpt diperyaruhi oleh pengoptimalan penggunaan media vang terlihat pada bahaq alat yang digunakan serta orang-orang yang terlibat langsung dalam penyampaian pelatihan, Format berkelompok dan klasikal yang digunakan terutana pada matei-materi inti dan outing dan untuk kegiatan diluar kelas dilakukans ecarain dividualt ergantungke inginanp arap esertay angm engikutinya, nalaupuns elalud idampingoi leh fasilitatord apatm embuatp €sertam enjadil ebih akrab dan senang berkerjasama serta menambah pengalaman belajar pescrta, disampingk ondisiy ang kondusift erlihat baik di dalam maupun di luar kelas mendukunkge giatanb elajarp esertap elatihank. eaktifand an keakrabanp emateri dan fasilitator dalam mengarahkanp eserta di berbagaik egiatany ang dilakukan membuapt esertaa ktif mengikutip elatihan. Sebagabi ahanp ertimbanganb agi pihak pelaksanaD aarutT auhiid dalam meningkatkaknu alitas pelatihanm anajemenq olbud iberikanb eberapas arand an masukana ntarala in (l ) perlu pengrekrutapne materi,k arenas elamain i pemateri sangatte rbatass edangkanp emintaanp elatihans emakinm eningkat(,2 ) pemateri sebaiknyale bih meningkatkanh ubungane mosionalk epadap eserta,a gar kesan pelatihanle bih mendalamb agi peserta(,3 ) perlu diformate valuaski edalamanis i materiu ntuk pesertab aik itu tes maupunn on tes,a garp ihak penyeleggarbae narbenar mengetahui sejauh mana peserta memahami makna pelatihan ini dan kualitasnyjau ga dapatd ipertanggungiawabka(n4.). terusb erkreasai garp elatihan dapatl ebih baik. Sedangkanb agi pelaku pelatihan sebaiknyam empersiapkan strategpi embelajarand engans ebaikm ungkin agarp esertap elatihanb enar-benar terkesand an dapatm engaplikasikannyas ertat erus mengadakanp erubahank earah yangl ebih baik untuk semuap elatihany angd iselenggarakan.

Penggunaan media kartu kata untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I di SDN Senggreng 01 Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang / Nadia Joan Rahmadhani

 

ABSTRAK Rahmadhani, Nadia Joan. 2016. Penggunaan Media Kartu Kata Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas I di SDN Senggreng 01 Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. M.Thoha A.R., S.Pd., M. Pd. Pembimbing (2) Dr. Muhana Gipayana, M. Pd. Kata kunci : membaca permulaan, media kartu kata. Hasil observasi pembelajaran bahasa Indonesia keterampilan membaca permulaan siswa kelas I SDN Senggreng 01 Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang terdapat beberapa kekurangan diantaranya, (1) guru hanya menggunakan metode ceramah, (2) guru tidak menggunakan media sehingga siswa kurang berminat dan tidak aktif dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan masih banyak siswa kelas I yang masih belum bisa membaca dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan media kartu kata pada siswa kelas I SDN I Senggreng 01 Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaborasi yang dilakukan sebanyak dua siklus. Desain penelitian menggunakan model Kemmis Mc. Teggart dengan subjek penelitian siswa kelas 1 yang berjumlah 24 siswa. Langkah-langkah peneliti berupa, (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Data yang diperoleh berupa tes, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data diawali dengan mengumpulkan data, menyajikan dan mendeskripsikan data kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan dengan penerapan media kartu kata ternyata dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas I. Pada tahap pratindakan rata-rata nilai kelas 65 dengan persentase ketuntasan 42%. Siklus I pertemuan pertama mengalami peningkatan rata-rata menjadi 71 dengan persentase ketuntasan 58%., siklus I pertemuan kedua mengalami peningkatan rata-rata menjadi 76 dengan persentase ketuntasan 79%. Siklus II diperoleh rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia siswa sebesar 80 dengan persentase keberhasilan tindakan sebesar 96%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia keterampilan membaca permulaan setelah diterapkan pembelajaran menggunakan media kartu kata.

Bentuk-bentuk kerukunan umat beragama Kristen dan Islam di Desa Peniwen Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang / Haikal Jadid

 

ABSTRAK Jadid, Haikal. 2016. Bentuk-bentuk Kerukunan Umat Beragama Kristen dan Islam di Desa Peniwen Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. GM. Sukamto, M.Pd., M.Si, (II) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A., Ph.D Kata Kunci: Kerukunan, Kerjasama, Toleransi, Peniwen Desa Peniwen merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang yang masyarakatnya memiliki perbedaan agama. Di desa tersebut Agama Kristen memang menjadi agama mayoritas, dan Agama Islam memiliki jumlah penganut yang sangat sedikit. Namun, masyarakat mampu menciptakan dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Penelitian ini memiliki empat rumusan masalah, diantaranya: (1) Bagaimana kondisi geografis Desa Peniwen Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang? (2) Bagaimana Toleransi diantara masyarakat Desa Peniwen Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang dalam melaksanakan kegiatan keagamaan? (3) Faktor apa saja yang membentuk kerukunan antar umat beragama di Desa Peniwen Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang? (4) Bagaimana bentuk kerukunan masyarakat Desa Peniwen Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Kehadiran peneliti berfungsi sebagai pengumpul data. Lokasi penelitian terletak di Desa Peniwen Kecamatan Kromengan. Sumber datanya ialah informan, aktivitas, lokasi, serta arsip. Prosedur pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data (Display data), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Tahap penelitian meliputi persiapan, rancangan, pelaksanaan, dan pelaporan. Berdasarkan analisis data, diperoleh empat kesimpulan hasil penelitian. Pertama, para pendatang yang menetap di Desa Peniwen membawa pola kebudayaan baru dan Agama Islam. Walaupun sempat terjadi konflik diawal perkembangan Islam, namun masyarakat sudah dapat saling bertoleransi satu sama lain. Kedua, toleransi masyarakat ditunjukkan dengan sikap saling mendukung, tidak saling mengganggu kegiatan keagamaan umat beragama lain, serta saling membantu dalam melaksanakan perayaan hari besar keagamaan. Ketiga, faktor khusus terbentuknya kerukunan di Desa Peniwen ialah faktor keturunan, faktor nilai perjuangan, faktor kepemimpinan, dan faktor nilai kerjasama saat terbentuknya desa. Keempat, bentuk kerukunan antar umat beragama dapat dilihat melalui intensitas interaksi di antara masyarakat, sikap saling tolong-menolong, dan kerjasama masyarakat dalam melaksanakan kegiatan desa atau Adat Desa Peniwen. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, saran bagi peneliti selanjutnya adalah agar meneliti sejarah terbentuknya Desa Peniwen dan peristiwa Peniwen Affair. Adat Desa Peniwen, juga dapat diteliti agar diperoleh makna dari kegiatan tersebut. Sehingga, selain kerukunan antar umat beragama, masih terdapat beberapa objek dan peristiwa di Desa Peniwen yang perlu untuk diteliti.

Pengaruh kualitas layanan terhadap partisipasi anggota KPRI "Praja Mukti" Pemerintah Kabupaten Blitar / Rida Kurnia Hayati

 

Inovasi blondes kukus berbahan dasar tepung labu kuning / Hilvina Sekar Sari

 

Kata kunci: blondies kukus, tepung labu kuning. Blondies merupakan variasi dari brownies yang merupakan cake yang tidak mengembang (bantat) dan tidak berpori dengan proses akhir dipanggang maupun dikukus. Perbedaan brownies dan blondies terletak pada warna akhir yang dihasilkan dan bahan yang digunakan. Pada penelitian ini pembuatan blondies menggunakan tepung labu kuning dari jenis bokor. Pembuatan tepung labu kuning melalui proses blanching agar kandungan β-karoten tidak berkurang selama proses pengeringan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen pembuatan blondies kukus tepung labu kuning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui volume pengembangan blondies kukus , dan sifat organoleptik blondies kukus yang meliputi rasa, warna, tekstur dan aroma melalui uji pembedaan dan uji hedonik. Pengambilan data menggunakan panelis agak terlatih yaitu mahasiswa Tata Boga yang telah menempuh mata kuliah pastry. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Uji T atau T Test. Apabila thitung > ttabel maka ada perbedaan yang sangat nyata. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tekstur blondies kukus tepung labu kuning dengan blondies kukus terigu dengan skor 62. Volume pengembangan blondies kukus terigu sebesar 88,8 cm³ lebih mengembang daripada blondies kukus tepung labu kuning dengan selisih volume pengembangan sebesar 11,41%. Rasa blondies kukus yang disukai adalah blondies kukus tepung labu kuning dengan persentase kesukaan 64,44%. Warna blondies kukus yang disukai adalah blondies kukus tepung labu kuning dengan persentase kesukaan 88,89%. Tekstur blondies kukus yang disukai adalah blondies kukus tepung labu kuning dengan persentase kesukaan 84,45%. Aroma blondies kukus yang disukai adalah blondies kukus tepung labu kuning dengan persentase kesukaan 65,55%. Kesimpulan penelitian adalah tekstur blondies kukus tepung labu kuning padat dan berpori halus, sedangkan blondies kukus terigu berpori besar dan lebih mengembang. Volume blondies kukus tepung labu kuning tidak memenuhi kriteria pengembangan blondies, sementara blondies kukus terigu sebagai kontrol memenuhi kriteria pengembangan. Blondies kukus tepung labu kuning lebih disukai dalam hal rasa, warna, tekstur, dan aroma. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah melakukan penelitian tentang analisis finansial blondies kukus tepung labu kuning untuk dipasarkan secara luas.

Persepsi mahasiswa terhadap program studi teknologi pendidikan hubungannya dengan motivasi belajar mahasiswa teknologi pendidikan KTP FIP Universitas Negeri Malang
oleh Dwi Riswanti

 

Salahs atud aris ekianb anyakp rograms arjanaya nga dad i UniversitaNse geri Malanga dalahp rograms tudiT eknologPi endidikapna dajurusaKnT p yang merupakabna giand ariF akultaIsl mu PendidikanS.e bagami ahasiswpae ngikut pro$ams tudiT EPs udahte ntum asing-masinmga hasiswaak anm emilikip ersepsi yangb erbedaa ntaras atud engany angl ain terhadapp rograms tudiy angt engah diikutinyaP. ersepspio sitifa kanm embentukke sadaradna nm ampum engarahkan tingkahl akut ersebutp, adag ilirannyam ampum empengaruhmi otivasib elajar mahasiswa. Persepsmi ahasiswtae rhadapp rograms tudiT EP merupakanp endapat, tanggapaant aup enilaianm ahasistvtae rhadaps egalas esuatuya ngm enyangkut programs tudiT EPy angm eliputip ersepstie rhadapin formasik atalogF Ip, persepsr terhadapjenism atakuliahp rograms tudiT EP,P ersepstei rhadaps aranap enunjang progmms tudiT EP,p ersepstie rhadaptu juanp rograms tudiT Ep, danp ersepsi terhadapk eberadaapnr ograms tudiT EP.M otivasib elajarm ahasiswma eliputi motivasdi alamm engikutpi erkuliahatna tapm uka,m otivasdi alamm enyelesaikan tugaste rstruktudra nm otivasdi alamm enyelesaikatung asm andiri. Penelitiainn i bertujuanu ntukm engetahutini gkatp ersepsdia nt ingkat motivasbi elajarm ahasiswTaE PK TPF IPU niversoitaNse geriM alangs ertau ntuk mengetahuhiu bunganp ersepsmi ahasiswtae rhadapp rogmms tudiT Ep dengan motivasib elajarm ahasiswTa EP KTP FIPu niversityasN egeriM alang.I nstrumen yangd igunakand alamp enelitianin i adalaha ngket.S edangkaunn tukk egiatan analisisd atad igunakante knika nalisisp rosentasuen tukm engetahutiin gkatf rekuensi setiaps ubv ariabedl anu ntukm engetahusie berapbae sarh ubunganp ersepsi mahasiswtae rhadapp rograms tudir EP denganm otivasib elajarm ahasiswTa Ep KTP FIPU niversitasN egeriM alangd igunakante knika nalisisk orelaspi roduct moment. Hasilp enelitianm enunjukkanb ahwap adau mumnyam ahasiswma emiliki persepsyi angt inggi terhadapp rograms tudir EP danm otivasib elajarm ahasiswa TEPK TP FIPU niversitasN egeriM alangr ata-ratati nggi.H asil uji hipotesis menunjukkabna hwaH l diterimay angb erartib ahwaa dah ubungany angs ignifikan nl antarap ersepsmi ahasiswtae rhadapp rograms tudiT EP denganm otivasib elajar mahasiswTaE PK TP FIPU niversitasN egeriM alang.H al ini berartip ersepsi mahasiswate rhadapp rograms tudi TEP Berpengaruhte rhadapm otivasib elajar mahasiswaT EP KTP FIP UniversitasN egeri Malang.P eneliti menyalankank eadaan demikianp erlud ipertahankakna renajikap ersepsmi ahasiswtae rhadapp rograms tudi nyab emilaip ositifm akat ingkatm otivasib elajarm erekapuna kant inggis ehingga merekad apatm encapatiin gkatk eberhasilannyyaan gi ngind icapai'

Kesatria hanoman dalam ekspresi keramik seni / Muhammad 'Afaf Hasyimy

 

ABSTRAK ‘Afaf Hasyimy, Muhammad. 2016. Kesatria Hanoman dalam Ekspresi Keramik Seni. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ponimin, M.Hum. Kata Kunci:kesatria Hanoman, penciptaan, seni keramik Kesenian tradisional wayang perlahan mulai tergantikan oleh budaya modern, seperti film, televisi, media online, jejaring sosial, dan lain sebagainya, bahwa kemajuan teknologi menggeser kesenian tradisional dan berdampak pada perkembangan pola pikir generasi penerus. Hal tersebut membuat pencipta merasakan gelisah. Selanjutnya diolah menjadi sebuah ide penciptaan karya seni. Pada penciptaan ini, penulis terinspirasi ceritakesatria Hanoman yang terkandungtentang ajaran moral dan rasa nasionalisme budaya dalam karya seni keramik. Seni keramik dipilih oleh pencipta yang diungkapkan sebagai media komunikasi visual selanjutnya untuk dipresentasikan ke dalam sebuah pameran. Penciptaan karyaseni keramik bermula dari eksplorasi atau menemukan suatu konsep penciptaan yang didalamnya terdapat suatu ide/gagasan, tema, objek penciptaan karya seni, dan kajian karya terdahulu. Hal tersebut sebagai acuan dalam penciptaan seni keramik ini. Selanjutnya dilakukan penyusunan sebuah konsep bentuk berupa figuratif deformatif dan figuratif dekoratif. Setelah proses tersebut dilanjutkan pada tahap proses visualisasi awal, yakni meliputi pembuatan gambar sketsa alternatif, setelah itu menentukan gambar sketsa terpilih.Proses selanjutnya yakni pengolahan bahan, meliputi proses percampuran tanah liat dan perbandingan bahan berupa ball clay 50%, stoneware 20%, dan pasir samot 30%. Tahap selanjutnya adalah pembentukan wujud dan proses pembentukan karyatersebut dilakukan dengan teknik pinching dan teknik pilinan.Tahap berikutnya yakni tahap pembakaran karya menggunakan tungku bak terbuka. Selanjutnya proses finishing karya dengan menggunakan polish wax floor polishuntuk memberikan kesan antik. Setelah semua karya sudah jadi, tahap selanjutnya adalah memberikan deskripsi pada setiap karya yang meliputi penjelasan bentuk dan makna yang terkandung di dalam setiap karya. Tahap berikutnya adalah presentasi karya berupa dipamerkannya seluruh karya yang sudah diciptakan untuk diapresiasi oleh para apresiator. Hasil proses kreatif berupadelapan karya seni keramik dengan media fisik tanah liat dan media estetik berupa bentuk dan ruang, serta tekstur. Bentuk karya ini secara visual memiliki karakter deformatif dekoratif.Dengan mengangkat temaKesatria Hanoman, diharapkan melalu karya ini dapat menyampaikan pesan moral yang terkandung. Sehingga hal tersebut dapat dijadikan sebagai motivasi dalam membentuk karakter diri dan pembelajaran setiap masyarakat. Dalam penciptaan karya seni keramik ini, diharapkan dapat memberikan nilai-nilai edukatif kepada generasi sekakarang agar lebih menghargai dan mengenal budaya. Selain itu, melalui penciptaan karya seni keramik ini diharapkan menjadi salah satu pengembangan budaya wayang dan pesan moral yang diangkat dari ketokohan kesatria Hanoman.

Otomatisasi sistem pengepakan hio gaharu berbasis zelio smart relay / Ahmad Ridhwan

 

ABSTRAK Ridhwan, Ahmad. 2016. OtomatisasiSistemPengepakanHioGaharuBerbasis Zelio Smart Relay. TugasAkhir, JurusanTeknikElektro. Program Studi D3 TeknikElektro, FakultasTeknik. UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Drs. DwiPrihanto, S.S.T., M.Pd. Kata Kunci: Konveyor, Zelio Smart Relay, Sistem Pengepakan Industri rumahan yang berkembang di masyarakat sering kali memiliki kekurangan pada kualitas produk. Penyebabnya ialah keterbatasan teknologi yang digunakan mulai dari proses produksi sampai pengemasan. Begitu juga dialami oleh pelaku usaha hio gaharu. Mayoritas pekerjaan dilakukan secara konvensional yang menggunakan tenaga manusia secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji kelayakan alat otomatisasi sistem pengepakan hio gaharu berbasis zelio smart relay sehingga mendatang bisa dibuat pada skala yang lebih besar. Kendali zelio smart relay dipilih karena kemudahan memprogram dan harga yang ekomonis di kelasnya. Hio yang siap kemas dihitung dengan jumlah tertentu sebelum masuk dalam kardus secara otomatis. Kardus menuju tempat pengisi melalui belt conveyor secara otomatis. Keseluruhan proses dikendalikan oleh smart relay dengan cara mengumpulkan data dari input, memproses pada unit pemrosesan, dan memberi perintah pada output. Zelio smart relay bertipe SR2B121JD akan menerima masukan dari sensor cahaya sebagai pendeteksi hio dan kardus, push button sebagai start dan stop. Hio yang masuk kardus dilakukan pencacahan sehingga memiliki batasan untuk satu kemasan, serta semua hasil pemrosesan ditindaklanjuti dengan pemberian sinyal perintah pada aktuator. Berdasarkan hasil uji coba, seluruh rangkaian elektrik telah mampu bekerja dengan baik sehingga sensor cahaya, motor konveyor, motor buka tutup bekerja secara normal. Namun, masih terdapat kekurangan ketika hio tersangkut pada bagian corong dan pengondisian kardus kosong dan penuh yang kurang baik. Selain hal tersebut, alat ini mampu memberikan kecepatan dan ketepatan hitungan jumlah hio dalam satu kemasan secara otomatis dan efisien.

Pengujian paritas daya beli relatif di Indonesia tahun 2001-2003 / Binti Nur Cholisiyah

 

Model pembelajaran pendidikan luar sekolah di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in Tasikmadu Lowokwaru Malang / Yayuk Fitriani

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran, Pendidikan Luar Sekolah, Pondok Pesantren Pondok pesantren merupakan bagian dari pendidikan luar sekolah yang bernaung di bawah Kementrian Agama. Pondok pesantren (pontren) tetap eksis dan konsisten dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat pembelajaran agama Islam (tafakuh fi dien) untuk menarik serta menanamkan kesan tetap eksis pontren menawarkan berbagai model dalam pembelajarannya. Model pembelajaran yang ditawarkan di pontren meliputi sorogan, balahan, hafalan, dan tabarok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman profil, prinsip, model pembelajaran, dan harapan santri di pontren, dan bisa menggunakannya sebagai acuan untuk merumuskan model pembelajaran dalam proses pembelajaran Pendidikan Luar Sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di Pontren Hidayatul Mubtadi`in yang berlokasi di Kelurahan Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitiannya adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data natural setting, sedangkan teknik penggalian datanya adalah dengan observasi berperan serta (participan observation), wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah triangulasi tiga sisi, sehingga data yang diperoleh tersebut merupakan data yang benar dan valid juga dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pontren ini didirikan oleh Almaghfurllah salafy dengan manajemen modern dan misinya mengembangkan nilai-nilai keIslaman ahlusunnah wal jamaah, melalui pendidikan formal, non-formal, dan informal pada masyarakat yang berwawasan rohmatan lil alamiin dan tujuannya membantu masyarakat mendapatkan pendidikan sesuai dengan kemajuan zaman. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa model pembelajaran yang berlangsung di pontren tersebut memakai prinsip pembelajaran yang klasik tradisionalsalafiyah. Santri ingin memiliki keterampilan yang sama seperti pelajar pada umumnya, sederhananya santri tidak ingin dianggap kuper. Harapan ini harus mendapat perhatian khusus agar mereka yang belajar di pontren dapat bernafas lega, maka tentang sinergi antara pola pembelajaran yang Islami dan pembelajaran kehidupan umum dipandang sangat penting, mengingat bahwa kesuksesan santri dalam kehidupan bermasyarakat bisa dioptimalkan dengan menyeimbangkan antara ilmuilmu agama dengan pengetahuan selaras dengan visi, misi, dan tujuan pontren. Dengan model pembelajaran yang ada di pontren, pendidkan luar sekolah bisa menjadikan pontren sebagi lembaga pengembangan masayarakat resminya di dalam pontren maupun masyarakat sekitar pontren. Menjadikan pontren tersertifikasi ijazahnya seperti program PLS lainnya, sehingga pontren bisa berperan optimal terhadap peran-peran yang memungkinkan untuk dilakukan dan tidak hanya sebagai tambahan dalam tatanan masyarakat. Berdasarkan pada hasil penelitian model pembelajaran luar sekolah di Pontren Hidayatul Mubtadi`in ini maka disarankan: (1) Untuk Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, agar proses pendidikan luar sekolah mengembangkan kemitraannya dengan pontren sebagai salah satu bidang garapan pendidikan luar sekolah; (2) bagi lembaga hasil penelitian model pembelajaran pendidikan luar sekolah di Pontren Hidayatul Mubtadi`in ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengkomunikasikan tentang kesinergian antara pola pembelajaran yang Islami dengan pembelajaran berwawasan umum. KH. Agus Salim Mahfudz pada tahun 1972, berupa pondok salafiyah dan pada tahun 1989 berdirilah yayasan pendidikan Islam (YPI) yang menaungi Pontren, yayasan yatim piatu, PAUD, RA, MI, MTs, dan MA. Visinya adalah menyelenggarakan pendidikan berwawasan keIslaman yang

Pengembangan modul IPA berbasis konstruktivisme model learning cycle 5E materi energi dalam sistem kehidupan untuk siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Malang / Peni Handayani

 

ABSTRAK Handayani, Peni. 2016. Pengembangan Modul IPA Berbasis Kosntruktivisme Model Learning Cycle 5E Materi Energi dalam Sistem Kehidupan untuk Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Masjhudi, M.Pd, (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd Kata Kunci: Modul IPA, Learning cycle 5E, Energi dalam Sistem Kehidupan IPA menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains yang dapat diperoleh dengan pembelajaran yang berbasis konstruktivis. Hasil observasi pada SMP Muhammadiyah 6 Malang menunjukkan bahwa kebanyakan siswa kurang terbiasa dengan kegiatan konstruktivis, untuk itu perlu dibiasakan terlebih dahulu dengan modul yang membimbing siswa untuk membangun secara mandiri pengetahuannya. Model pembelajaran yang menerapkan konstruktivis salah satunya adalah model learning cycle 5E. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan modul IPA berbasis konstruktivisme model Learning cycle 5E untuk SMP Kelas VII. Modul dikembangkan menggunakan model pengembangan 4D dari Thiagarajan (1974). Prosedur pengembangan terdiri dari tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebar luasan produk), namun pada pengembangan modul ini hanya sampai pada tahapan develop saja. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa skor angket penilaian dari validator, skor angket penilaian modul oleh siswa, dan penilaian hasil belajar siswa. Data kualitatif berupa saran dan komentar dari validator maupun siswa terhadap modul. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi produk, angket siswa, dan lembar penilaian hasil belajar siswa. Uji coba skala terbatas dilakukan kepada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Malang berjumlah 16 siswa. Hasil pengembangan berupa modul IPA berbasis konstruktivme model learning cycle 5E untuk siswa dan guru yang di dalamnya ada 6 kegiatan belajar. Setiap kegiatan belajar pada modul IPA mengacu pada model pembelajaran learning cycle 5E, yaitu kegiatan engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation. Hasil validasi oleh 3 validator ahli (ahli materi, ahli pengembangan modul, dan ahli praktisi lapangan) serta siswa (uji coba skala kecil) secara berturut-turut mendapatkan skor sebesar 4.4 dan 4.1 dari skor maksimal 5. Hasil belajar siswa secara klasikal mendapatkan nilai rata-rata 83. Kesimpulan dari hasil uji coba tersebut adalah produk yang dikembangkan termasuk dalam kriteria valid sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Saran berdasarkan hasil pengembangan ini ditujukan kepada peneliti lain agar menggunakan produk ini sebagai inspirasi melakukan berbagai pengembangan. Penggunaan modul sebaiknya diimbangi dengan praktikum sehingga seluruh indikator dalam kompetensi dasar dapat tercapai.

Upaya penanggulangan pekerja anak di Indonesia / Dyah Eka Larasati

 

Pengembangan multimedia interaktif permutasi bagian-bagian busana pada mata pelajaran desain busana tingkat XI Tata Busana di SMK Negeri 3 Malang / Ana Isro Iliani

 

Iliani, Ana Isro. 2014. Pengembangan multimedia Interaktif Permutasi Bagian-Bagian Busana Pada Mata Pelajaran Desain Busana Tingkat XI Tata Busana Di SMK Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Multimedia Interaktif, Permutasi Bagian-bagian Busana. Materi mendiskripsikan bagian-bagian busana merupakan materi pokok dalam mata pelajaran desain busana. Muatan materi yang cukup banyak pada kurikulum 2013 hanya dialokasikan waktu 4 jam pelajaran. Media pembelajaran yang memuat materi yang lengkap dan bisa membantu siswa dalam mempelajari materi dengan mudah dan menyenangkan perlu diadakan untuk membantu pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan hasil yang memuaskan. Tujuan daripada pengembangan media ini adalah untuk : (1) menghasilkan multimedia interaktif permutasi bagian-bagian busana untuk mata pelajaran desain busana Tingkat XI program keahlian tata busana, (2) mengetahui kelayakan media yang dikembangkan berdasarkan penilaian ahli dan responden siswa dan (3) mengetahui keefektifan media yang dikembangkan berdasarkan pencapaian hasil belajar siswa. Pengembangan media interaktif permutasi bagian-bagian busana didasarkan pada langkah-langkah pengembangan media menurut Sadiman yang terdiri dari 8 tahap yaitu: (1) identifikasi kebutuhan, (2) perumusan tujuan, (3) perumusan butir-butir materi, (4) perumusan alat pengukur, (5) penulisan naskah media, (6) test/uji coba, (7) revisi dan 8) naskah siap produksi. Kelayakan media yang dikembangkan dinilai oleh 5 orang ahli yang terdiri dari 2 dosen Pendidikan Tata Busana, Universitas Negeri Malang, satu guru Tata Busana, satu guru Tehnik Komputer Jaringan serta seorang ahli bahasa dari guru Bahasa Indonesia dari SMK Negeri 3 Malang. Penilaian didasarkan pada kelayakan isi dan kelayakan penyajian. Kelayakan media interaktif yang dikembangkan didasarkan pada pencapaian hasil belajar pada tahap uji coba meliputi uji perseorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan. Data yang dikumpulkan terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa masukan dan saran yang diberikan oleh ahli maupun siswa untuk perbaikan media yang dikembangkan. Data kuantitatif terdiri dari skor hasil belajar siswa dan penilaian terhadap media yang dikembangkan dan diidentifikasi menggunakan angket. Hasil pengembangan media interaktif permutasi bagian-bagian busana menunjukkan bahwa: (1) media yang dikembangkan terdiri dari pendahuluan, materi dan penutup berupa quiz. Media dirancang untuk belajar mandiri dan dikemas dalam bentuk CD atau disimpan dalam soft file yang disimpan dalam flashdisk, (2) media layak dipergunakan dalam mata pelajaran desain busana pada Kompetensi Dasar mendiskripsikan bagian-bagian busana dan (3) media interaktif permutasi bagian-bagian busana efektif berdasarkan pencapaian hasil belajar. Kenaikan hasil belajar pada tahap uji perseorangan adalah sebesar 83%, pada tahap uji kelompok kecil sebesar 50% dan pada tahap uji lapangan sebesar 36 %. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan, media ini disarankan kepada guru dan siswa tingkat XI Tata Busana untuk digunakan pada materi mendiskripsikan bagian-bagian busana.

Validasi media pembelajaran roda putar ajaib di RA. Hasanuddin Malang / oleh Susanti Hermawati

 

Pengembangan buku teks geografi materi kondisi geografis Indonesia model buku blue gold / Falik Wardana

 

ABSTRAK Wardana, Falik. 2016. Pengembangan Buku Teks Geografi Materi Kondisi Geografis Indonesia Model Buku Blue Gold. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd., (II) Ir. Juarti, M.P. Kata Kunci: pengembangan, buku teks geografi, blue gold Pengembangan buku teks didasari permasalahan kelemahan dan kesalahan yang masih ditemukan dalam buku teks geografi. Kelemahan dan kesalahan tersebut diketahui setelah dilakukan analisis terhadap buku teks geografi penerbit Erlangga (2013) pada materi kondisi geografis Indonesia. Kelemahan dan kesalahan tersebut, yaitu: (1) isi (konten) buku teks didominasi oleh fakta/data, (2) kesalahan penggunaan tanda baca dan kosa kata, (3) susunan kalimat dan paragraf yang tidak tepat, (4) kesalahan konsep, dan (5) ilustrasi yang tidak berfungsi. Pengembanganini bertujuan untuk menghasilkan produk buku teks geog-rafi materi kondisi geografis Indonesia untuk SMA/MA kelas XI yang didesain dengan model buku Blue Gold. Pemilihan model buku didasaridengan standar kelayakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), meliputi: (1) materi, (2) penyajian, (3) kebahasaan, dan (4) ilustrasi. Pengembangan buku teks ini mengikuti langkah-langkahDick and Carey yang dimodifikasi, kemudian dipilih delapan langkah disesuaikan dengan kebu-tuhan, yaitu: (1) menganalisis kesalahan dan kelemahan buku teks geografi pener-bit Erlangga (2013) pada materi kondisi geografis Indonesia, (2) memilih model buku acuan dalam pengembangan, (3) menyusun draft buku teks geografi, (4) validasi buku teks oleh ahli materi, (5) revisi draft buku teks, (6) uji coba lapangan, (7) revisi, dan (8) diseminasi. Hasil uji coba lapangan menunjukkan nilai rata-rata siswa terhadap tes pe-ngetahuan dan pemahaman materi kondisi geografis Indonesia mencapai 80,48. Hal ini lebih dari kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran geografi di MAN 1 Malang yakni 78. Secara klasikal 84% siswa mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Merujuk pada kriteria tingkat pemahaman yang diadaptasi dari Akbar (2013), skor tersebut dapat dikategorikan sangat baik. Oleh karena itu, produk buku teks layak digunakan dalam pembelajaran.

Hubungan antara tingkat partisipasi siswa di koperasi sekolah dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMPNH 1 Wlingi / Wahyu Sari Retno

 

Menentukn posisi kebocoran pipa dalam tanah dengan metode geolistrik konfigurasi Wenner / Raehanayati

 

Kata kunci: Geolistrik, Konfigurasi Wenner, Sounding Mapping, Res2dinv, Kebocoran Pipa. Sistem jaringan perpipaan merupakan komponen utama dari sistem distribusi air bersih atau air minum. Dalam perkembangannya sistem instalasi pipa memerlukan pengawasan dan perawatan yang kontinyu, hal ini untuk mengurangi kerugian-kerugian akibat kondisi instalasi yang salah satunya mempengaruhi umur pipa. Permasalahan-permasalahan yang sering timbul akibat kurangnya perawatan dan umur pipa antara lain: kebocoran pipa, sering terjadi kerusakan pipa, dan penurunan tingkat layanan penyediaan air bersih untuk konsumen. Di Indonesia tingkat kebocoran pipa air masih tinggi, dan sampai saat ini instansi-instansi PDAM menentukan kebocoran dengan menggunakan metode radioisotop. Telah diketahui bahwa radioisotop ini memancarkan sinar radioaktif yang dapat membahayakan manusia. Sehingga perlu diadakan penelitian dengan metode geolistrik. Metode geolistrik adalah salah satu metode dalam geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan untuk mengetahui struktur geologi di bwah permukaan bumi. Metode ini banyak digunakan untuk pencarian air tanah, eksplorasi, dan menentukan benda berongga. Penelitian geolistrik menggunakan pemodelan di lapangan dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner (Sounding-Mapping) dengan panjang bentangan yang digunakan yaitu 15 m. Pemodelannya menggunakan pipa paralon dengan panjang 4 m dan ditanam pada kedalaman 1 m. Sebelum ditanam pipa tersebut dilubangi pada jarak 7.5 m dari titik awal pengukuran. Pipa dilubangi dengan jari-jari 0.35 cm. Sebelum melakukan pengukuran, air yang di dalam drum dialirkan ke dalam pipa dan kembali lagi ke drum sehingga menimbulkan efek kebocoran pipa. Hal ini dimaksudkan untuk menguji metode geolistrik dalam penerapannya dibidang geoteknik, yaitu mempelajari pola anomali akibat kebocoran pipa dalam tanah. Dari hasil interpretasi software Res2dinv ver 3.54x dapat diketahui pola anomali yang disebabkan akibat pipa bocor. Pusat kebocoran pipa terletak pada bentang 7.3 m dan pada kedalaman 1.02 m dengan nilai resistivitas 66.9 Ω m. Hal tersebut mendekati titik bocor pipa yang telah ditentukan sebelumnya. Pada saat pemodelan, pipa diberi lubang pada bagian bawah pipa sehingga air lebih banyak yang merembes ke bawah, hal tersebut mengakibatkan daerah sekitar pipa nilai resistivitasnya lebih tinggi karena di daerah tersebut relatif kering.

Analisis pembentukan portofolio dengan menggunakan single index market model (studi pada Bursa Efek Jakarta) / Evy Widyaningrum

 

Pengaruh ketinggian tempat terhadap jumlah eritrosit katak lembu (Rana Catesbeiana) / oleh Nining Purwati

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh FetinggiT teTpat terhadap jumlah eritrosit fatat feriUui non* "ot"tUuicnc). lni-adatahp enelitiane ksperimental yangm enggunakan*n "*iui acak lengkapd enganl ima perlakuank etinggian tempaKt.e tinggianted;;"lifui oiob m.oftz' oo-+0m0 d pl'4 00-600 m dpl' ilit_800; aii aaoa oo-_i00m0d pld engalinm ak aliu langaunn tuk.setiap ou"e"i"l;aijuk uan. . r, :,,--- ketinggian 0_200 m dpl, katak dipelihara di Kutorejo Mojokerto,200-- 400 m dpl di Kemasantanrit Aojot no, +Og-^-!o9:nd pl di SumbenarMi alang'6 00- 800 rn dpl di Mojorejo l**":o s"tr, dan 800-1000 in dpl, di Pasar Batu Kelurahan Temasu. mur katakr "*uu vi"g digunakana dalah3 --4b uland engan berat badan t 100 gram. Analisishasilpenelitianyangdigunakan.adalahanalisisvariansklasifikasi tunggai Hasil p"n"titiun *"n*juituiUutt*u ketinggian tempat berpengaruh terhadapju mlah eritrositk aAk lembu( Ranac atesbiiana).lnididasarkan padahasil analisisy angm enuniul.kunfa n*u n hitung( g2,778)le bihb esar. dari FJabel baik padata rafs ignif,m o,rjiiz,sil *""p* ;t;f sigru-filcaon'! 1.q/3) Kltinggtan i"lnd t""g;engakibatkanlum*t"iit*sir palingt inggi adalahte mpatd engan ketinssian8 00--1000il; i";d""gk* jumlahe ritrorit yuttgp alingr endah adalah t.*piid.ngun ketinggia0n- 200m dpl' Rendahnykaa daro ksigenp adat empat-tempatyantign Cq m:Yaki,batkan jaringantu buhh ewany ungb '"'oOup adate mpatte rsebumt engalamhii poksta (kekurangaonk sigen)H. t;il;iffity"bP* *t melepaskalne bihb anvak globulin i." g,":ri r.u*, u-"niuri l.rp*outri faktore ritropoietirke n..Kedyr altort ersebut t.rin:t iutti membentuekr itopoietiny angm erangsang produksei ntostt (eritropoiesi*s")i rirrgg"lo*futte ritrositsJmakbine rtambaDh.a rih asilp erhitungan tekananp arsialo r, dik;i;;uun*u puauk etinggian0 -200m dpl tekanan parsia0l 2 adalah1 59,2m mHgt "l;sdfi"d;ketinggian--ao0--1000m dpl adalah 148'47 mmHg.la di semakintiilgir*ti, *pu, dl-utasp etmukaalna ut,m akakadar oksigen r;e,nutrlne ndashc hinggjuam lahc ritrossitc nraktinin ggt'

Perbedaan penggunaan injektor lubang satu dan injektor lubang empat terhadap emisi gas buang CO dan HC pada mesin EFI / M. Irfan Nabhani

 

ABSTRAK Nabhani, M. Irfan. 2016. PerbedaanPenggunaanInjektorLubangSatu Dan InjektorLubangEmpatTerhadapEmisi Gas Buang CO Dan HC PadaMesin EFI. Skripsi, JurusanTeknikMesin FT UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. (II) Drs. H. Imam MudaNauri, S.T., M.T. Kata Kunci: Injektor, Emisi Gas Buang, Saatinijumlahpemakaiankendaraanbermotormengalamipeningkatan.Denganmeningkatnyajumlahkendaraantersebutmenimbulkanbanyakmasalah, salahsatunyaadalahsemakinmeningkatnyapolusiudarakarenaemisi gas buanghasilpembakarancampuranbahanbakardanudara yang tidaksesuai.Hal tersebutterjadikarenacampuranbahanbakardanudaratidakhomogen. Salah satucarauntukmeningkatkanhomogenitascampuranbahanbakardanudaraadalahmenggantiinjektordenganjumlahlubang yang lebihbanyak,karenajumlahlubanginjektormempengaruhipengabutanbahanbakar. Semakinbanyakdansemakinkecil diameter lubanginjektorhasilpengabutanjugasemakinhalus. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhvariasijumlahlubanginjektormesin EFI terhadapkadaremisi gas buang. Penelitianinimenggunakanmetodeeksperimentalsemudenganobjekpenelitianmenggunakanmesin Suzuki Wagon-R 1000 cc. Pengujiandilakukandenganmenggunakangas analyzerpadaputaranmesin 800 rpm – 5800 rpm dengankenaikan 250 rpm.Teknikanalisis data menggunakananalisisPaired Sample T-Testdenganbantuansoftwere SPSS for Windows. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahawa: (1) Terdapatperbedaanpenggunaaninjektorlubangsatudaninjektorlubangempatterhadapemisi gas buang CO padamesin EFI. Selisihnyasebesar 0,221% lebihkecilkadaremisi gas buang CO yang dihasilkaninjektorlubangempat. (2) Terdapatperbedaanpenggunaaninjektorlubangsatudaninjektorlubangempatterhadapemisi gas buang HC padamesin EFI. Selisihnyasebesar 35,24 ppm lebihkecilkadaremisi gas buang HC yang dihasilkaninjektorlubangempat. Berdasarkanhasilpenelitian, dapatdisarankan agarpenelitianlanjutanmenggunakaninstrumendenganmerkmobil lain yang berbedadanvariasijumlahlubanginjektor yang digunakanditambahdengan 8 lubang, sehinggadidapat 3 variasiinjektor yang berbeda.

Metode penyederhanaan fungsi Boole
oleh Agus Pemilutig

 

AllabarB oolem erupaiun, utotts atus istemr natematikay angb ertujuanu ntuk rnenyederhanaksauna tuf ungsil ogikaB oole.F ungslio gikay angd iperoleh rnerupakahna sily angm inimum.T etapia pakah asily angd iperolehm erupakasna tusatunyah asily angm inimum?. Ada beberapate knik yangd apatd igunakand alamm eminimumkanfu ngsi Booley angm emungkinkanterdapbaet berapah asila khir.D ua metodey anga kan dibahasp adas kripsii ni adalahm etodep etaK arnaughd anm etodeM c-Quine. Metodei ni rnasing-masinmg emiliki kelebihand ank elemahanb aik padap enggunaan komputer maupun pada manipulasi secara manual. Dengan mengetahui kedua rnetodete rsebudt iharapkanp arap embacad apatm emanipulasfiu ngsiB ooles esuai denganm etodey angd ianggapp ralcisd anc epat.U ntuk mendapatkasnu atur angkaian yangm urahs elaind idukungo lehp eminimumanfu ngsiB oolej uga harusd idukung olehb anyaknyag erbangy angd iperlukanP. adau mumnyad alams atuk emasanIC mempunyagi erbangy angs amas ehinggad ari peminimumanfu ngsiB ooley ang berupab eberapag erbangy angt idak samah arusd iubahm enjadig erbangy angs ama' Untuk mengubahm enjadig erbangy angs amab iasanyah arusm emanipulasfiu ngsi Booley angt elahd isederhanakaIn{a. l ini kurangp ralcis.U ntuk mengatashi al ini digunakamn etoded iagramb lok. l l l

Pengaruh penerapan blended learning dalam model kooperatif STAD menggunakan moodle pada matakuliah kimia organik II terhadap prestasi belajar dan motivasi mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang / Kriesna Kharisma Purwanto

 

Purwanto, Kriesna Kharisma. 2013. Pengaruh Penerapan Blended Learning dalam Model Kooperatif STAD Menggunakan Moodle pada Matakuliah Kimia Organik II terhadap Prestasi Belajar dan Motivasi Mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., Pembimbing (II) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D. Kata kunci: blended learning, model kooperatif STAD, kimia organik, prestasi belajar, motivasi     Penerapan suatu model pembelajaran memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa untuk mencari, menemukan, menyusun, dan memahami suatu konsep, termasuk konsep-konsep dalam Kimia Organik II. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi Kimia Organik II dan tidak ampu menyelesaikan pembelajaran Kimia Organik II di kelas sesuai alokasi waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar (kognitif) serta motivasi mahasiswa setelah dibelajarkan dengan menggunakan model kooperatif STAD dan blended learning yang dipadu dengan model kooperatif STAD dalam mempelajari Kimia Organik II.     Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi experimental design) dan analisis deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa, S1 Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang yang menempuh matakuliah Kimia Organik II pada tahun akademik 2013/2014. Jumlah sampel penelitian (N) =74 mahasiswa (masing-masing kelas 37 mahasiswa). Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode tes (kuis dan tes akhir), metode angket, dan metode observasi. Uji hipotesis dilakukan dengan teknik analisis MANOVA satu jalur dengan taraf signifikansi (α) = 0,05 , sedangkan analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan motivasi dan kepuasan belajar mahasiswa, serta keterlaksanaan proses pembelajaran.     Hasil penelitian menunjukan bahwa prestasi belajar (kognitif) antara mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan blended learning yang dipadu dengan model kooperatif STAD memiliki kecenderungan lebih tinggi dibanding mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan model kooperatif STAD, yaitu 85,8 banding 83,5. Selain itu, motivasi belajar antara mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan blended learning yang dipadu dengan model kooperatif STAD tidak jauh berbeda dengan mahasiswa yang dibelajarkan dengan model kooperatif STAD, dimana skor rata-rata motivasi kedua kelas adalah 137 (kategori sedang). Berdasarkan hasil analisis MANOVA diperoleh kesimpulan bahwa ada perbedaan prestasi belajar (kognitif) antara mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan blended learning yang dipadu dengan model kooperatif STAD dengan mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan model kooperatif STAD, sedangkan untuk motivasi belajar mahasiswa tidak ada perbedaan. Berdasarkan hasil temuan yang diperoleh, disarankan bagi pembaca yang ingin melakukan penelitian sejenis hendaknya mendesain format blended learning dengan pembagian alokasi waktu yang tepat, mengatur atau menyediakan aktivitas pembelajaran dalam Moodle sesuai kebutuhan, dan mendesain kuis online semenarik mungkin.     

Content analysis on the English E-book "developing English competencies for Senior High School (SMA/MA) grade X" / Ratih Yulianti

 

Key words: content analysis, e-book, tenth graders. This study is conducted in order to analyze the English textbook “Developing English Competencies for Senior High School (SMA/MA) Grade X” published by the government in terms of (1) the relevancy of the book with the standard of content from the Board of National Education Standard, (2) organization, (3) language content, (4) the language skills, (5) topic, (6) lay out and graphics, and (7) the practical consideration taken from the criteria proposed by the Board of National Education Standard and these following Experts including Harmer (1983), Grant (1991), Sheldon (1988), and Cunningsworth (1995). The method of the research is descriptive evaluative by using content analysis design. The techniques of data collection used were evaluation rating scale, questionnaire and interview guide. In terms the relevancy of the book with the standard of content from the Board of National Education Standard, the textbook was categorized as good with the total score percentage 66.8%. Secondly, in terms of organization, the textbook was categorized as fair with the total percentage 60%. Thirdly, in terms of language content, the textbook was categorized as fair with the total percentage 58.33%. Fourthly, in terms of language skills, the textbook was categorized as good with the total percentage 71%. Fifthly, in terms of the topic, the textbook was categorized as fair with the total percentage 60%. Sixthly, in terms of lay out and graphics, the textbook was categorized as good with the total percentage 71.6%. Seventhly, in terms of practical considerations, the textbook was categorized as fair, with the total percentage 60%. The overall fulfillment of the seven criteria reached 63.96%. It could be inferred that the book was good. Based on the findings the researcher suggested that the authors of the textbook should improve the quality of the textbook by considering several aspects above. The textbook publishers should also be more selective in choosing the textbooks they would publish. The English teachers of tenth graders needed to create new materials not only from the book. For other researchers who might conduct studies on the similar topic about textbook evaluation, it was suggested that the future researchers should make more careful consideration in selecting the criteria of textbook evaluation.

Pelaksanaan pembelajaran komputer di SMK Widya Dharma Turen kabupaten Malang
oleh Agus Ismanto

 

Pembelajarkaonm puterd i Indonesias angadt i butuhkanb aik dalamj enjang sekolahm enengamh aupunp erguruanti nggi. SMK sebagasi alahs atu kejuruajnu ga memerlukanp embelajaradne nganfa silitask omputer.S ehingga jenjangp endidrkaSn MK, siswap erlud isiapkand engank etrampiland anp engetahuan memadayai ngd apatd igunakans ebagabi ekalp adad uniak erjad ans ebagabi ekal kej enjangp endidikany angl ebiht inggi. Untuk memenuhhi arapans eperti disebutkand iatasp erlu diadakanp enelitian tentang pelaksanaanp embelajaran . Permasalahyaann gd iangkatp adap enelitianin i meliputi;k esiapan pembelajarank omputer, prosesp embelalarank omputer, dan upaya sekolah meningkatkaknu alitasp embelajarakno mputer. Penelitiainn i bertujuanu ntukm engetahusi eberapbae sark adarp elaksanaan pmbelajarakno mputedr i SMK WidyaD harmaT urenK abupatenM alang. Metodey ang dalamp enelitianin i adalahm etoded eskriptif.P opulasdi alamp enelitianin i rdalahg urup engajakro mputerk, epalal aboratoriumk omputer,d ans isway angm engrkuti pembelajarkaonm puterS. edangkatne knik sampeyl angd igunakany aitu teknik sampel tota(l untukg urud ank epalal aboratoriumd) ant eknik sampeal cak( untuks iswa). Berdasarkahna silp enelitiany angt elahd ilakukand iketahuib ahwaju mlah komputeyar nga dad i SMK WidyaD harmaa dalah3 2 unit. Kesiapanp erlengkapan pmbelajarakno mputetre lahd iketahubi ahwaje nis perangkakt erask omputery ang tenedrdai SMKW idyaD harmam eliputi:m onitor,s pesifikaspi rocessorm, emoryG AM),' medipae nyimpanadna, np rinter.J enisp erangkakt erask omputert ersebust udah dimanfaatkuannt ukp embelajarakno mputerP. erangkaltu nakk omputery angt ersediad i SMKW idyaD harmaT uren meliputi:D OS, pengolahk ata,d anp engolahd ata.P erangkat lunakk ornputeyr angt ersediat ersebutt elah dimanfaatkano leh guru untuk pembelajaran komputePr.e rsonaliyaa ngt erlibatd alamk egiatanp embelajarakno mputers udahm emadai baikte nagpae ngajarp, etugask hususd, ans iswa. Padata hapk egiatanp embelajarakno mputers emuag uru( 4 orang)t elahm elakukan tahapan-tahappaenm belajarand enganb aik walaupuna dab eberapata hapy angb elum drlakukasne caram aksimal. Upayas ekolahu ntukm eningkatkanku alitasp embelajarakno mputery aitu perbaikapne rangkakt erasd an perangkatl unak komputer Sedangkanu payag uru untuk meningkatkkauna litasd iri dalamb idangk omputera dalahb erdiskusdi engans esamag uru komputemr, engikutki ursusk omputerm, engamatpi erkembangakno mputer( rTrembaca majalahin, ternet)M. otivasis iswad alamb elajark omputert ermasukk ategorikanb aik

Pengembangan suplemen bahan ajar geografi SMA model BSNP kurikulum 2013 berbasis kearifan lokal suku Using di Kabupaten Banyuwangi / M. Rizqon Al Musafiri

 

ABSTRAK Musafiri, M. Rizqon Al. 2016. Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Geografi SMA Model BSNP Kurikulum 2013 Berbasis Kearifan Lokal Suku Using di Kabupaten Banyuwangi. Tesis. Prodi Pendidikan Geografi. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si., (2) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph.D Kata Kunci: Pengembangan, Suplemen Bahan Ajar, Kearifan Lokal, suku Using Bahanajar SMA yang menjelaskan tentang suku Using hanya mengkaji pada kaidah bahasa dan kesenian, belum ada yang spesifik membahas keterkaitan pengembangan potensi wisata dan ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal.Pengkajianterhadapbahan ajar geografi SMA kelas XI di SMAN 1 Genteng, menggunakanbukugeografi 2 kelas XI kurikulum 2013 penulisYulmadiaYulir.Materipokokbudayatradisionalsebagaipotensiwisatadanekonomikreatifbelumtercantum dalam buku.PotensiKearifanlokalSukuUsingdapatdijadikansebagaisuplemenbahan ajar geografipadasiswa SMA kelas XI.Hal inisesuaidengansilabuskurikulum 2013 kelas XI yang adapadakompetensidasar (KD) 4.5 Menyajikananalisiskeragamanbudayabangsasebagaiidentitasnasionalpadakonteksinteraksi global dalambentukgambardanpeta. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah (1) mengidentifikasi pokok-pokok materi Geografi SMA kelas XI tentang kearifan lokal suku Using di Kabupaten Banyuwangi; (2) mengembangkan suplemen bahan ajar Geografi SMA kelas XI berbasis kearifan lokal suku Using di kabupaten Banyuwangi; dan (3) menguji keefektifan suplemen bahan ajar Geografi SMA kelas XI berbasis kearifan lokal suku Using di Kabupaten Banyuwangi. Suplemen bahan ajar dikembangkan dengan menerapkan model Research and Developmnet (R&D) dari Borg and Gall. Tahapan pengembangan mengadopsi tujuh langkah, yaitu : 1) penelitianawaldanpengumpulaninformasi, 2) perencanaan, 3) pengembanganprodukawal, 4) ujicobaprodukawal, 5) revisiprodukutama, 6) ujicobaprodukutama, 7) revisiprodukoperasional. Rancangan produk telah melewati tahap validasi ahli materi, ahli bahasa, ahli desain pembelajaran dan praktisi pembelajaran (guru). Tahapan selanjutnya melakukan uji coba lapangan kepada 12 siswa di SMAN 1 Genteng Kabupaten Banyuwangi. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan suplemen bahan ajar Geografi SMA berbasis kearifan lokal suku Using. Produk pengembangan telah divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, ahli desain pembelajaran, dan ahli pembelajaran (guru) dengan masing-masing memperoleh nilai 80%, 78%, 73% dan 92%. Rata-rata validasi dari ahli mendapat presentase sebesar 80,75% dengan kriteria sangat layak dan efektif untuk digunakan. Setelah divalidasi, suplemen bahan ajar dilakukan uji coba lapangan. Hasil uji coba lapangan pada siswa kelas XI menunjukkan bahwa suplemen bahan ajar layak untuk digunakan dengan presentase 87% termasuk dalam kriteria sangat layak. Pengembangan suplemen bahan ajar geografi SMA ini terbatas pada materi pokok budaya tradisional sebagai potensi wisata dan ekonomi kreatif. Pengembangan ini difokuskan pada kearifan lokal suku Using di Desa kemiren Kabupaten Banyuwangi. Bahan ajar sebaiknya dikembangkan secara utuh dan komprehensif pada semua indikator yang ada, sehingga menghasilkan suplemen bahan ajar yang utuh dalam satu mata pelajaran geografi.Evaluasi formatif ini hanya dilakukan sampai pada tahap uji coba kelompok kecil. Bagi pengembang lebih lanjut dapat melakukan uji coba kelompok kecil, sedang, dan tahap uji coba lapangan yang lebih luas.

Konsep poros maritim sebagai paradigma baru dalam pembangunan nasional / Herlan Prasetyo

 

ABSTRAK Prasetyo, Herlan. 2016. Konsep Poros Maritim sebagai Paradigma Baru dalam Pembangunan Nasional. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si., (II) Hj. Yuniastuti, S.H., M.Pd. Kata Kunci: konsep poros maritim, implementasi, pembangunan nasional. Konsep poros maritim yang dibentuk Presiden Jokowi dimaksudkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi di wilayah laut Indonesia. Beragamnya potensi laut Indonesia yang berupa sumberdaya perikanan, sumberdaya minyak dan gas bumi, pariwisata bahari, industri dan jasa maritim, serta Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dapat menghasilkan nilai ekonomi yang sangat tinggi apabila dikelola dengan maksimal. Tindakan melawan hukum yang banyak terjadi di laut Indonesia, seperti pencurian ikan, lamanya waktu bongkar muat di pelabuhan, dan pelanggaran wilayah perbatasan oleh negara tetangga adalah fakta, bahwa masih terdapat permasalahan dalam pengelolaan wilayah laut Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, untuk mendeskripsikan makna konsep poros maritim. Kedua, mendeskripsikan tentang implementasi konsep poros maritim. Ketiga, adalah mendeskripsikan tentang tantangan implementasi konsep poros maritim. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan empat metode analisis yaitu: komparasi, kompilasi, deduktif, dan induktif. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan bahan-bahan kepustakaan, melalui studi pustaka terkait sumber bacaan berupa buku-buku, dokumen perundang-undangan, penyajian rangkuman data (reduksi) dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan ketekunan pengamatan dan uraian rinci. Berdasarkan analisis tersebut, diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, konsep poros maritim merupakan pemahaman tentang wilayah maritim Indonesia seluas 6 juta km2, garis pantai sepanjang 95.181 km, dan memiliki beragam jenis sumberdaya alam di lautan. Oleh karena itu, sangat tepat apabila pembangunan nasional diarahkan pada pemanfaatan seluruh potensi di wilayah maritim Indonesia. Kedua, implementasikan ke dalam empat bidang pembangunan nasional secara berkesinambungan. Bidang politik, ada kebijakan pembentukan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumberdaya dan pembentukan Satuan Tugas Pemberantasan Illegal Fishing. Bidang ekonomi, ada kebijakan Tol Laut, dengan pengembangan kapal-kapal nelayan, pembangunan dan pengembangan pelabuhan, pembangunan Pusat Logistik Berikat (PLB), pengembangan industri galangan kapal. Kemudian ada kebijakan investasi asing industri perikanan dan kebijakan percepatan waktu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan, dengan memperbanyak jalur hijau barang, meningkatkan biaya denda, kereta api pelabuhan, meningkatkan sistem teknologi informasi, penambahan kapasitas crane (alat derek), dan penyederhanaan peraturan perizinan, serta pemberantasan mafia di pelabuhan. Bidang sosial budaya ada kebijakan pengembangan pariwisata bahari dan pengembangan pendidikan maritim. Bidang pertahanan dan keamanan (hankam) ada kebijakan pembentukan Badan Keamanan Laut (Bakamla), pengembangan alutsista TNI Angkatan Laut, dan pengembangan alutsista TNI Angkatan Udara. Ketiga, tantangan implementasi konsep poros maritim terdiri dari sistem teknologi dan informasi, sarana dan prasarana, sumberdaya manusia, dan kondisi maritim Indonesia. Saran yang diberikan peneliti kepada pemerintah, yaitu (1) agar konsep poros maritim yang dibentuk oleh Presiden Jokowi benar-benar menjadi efektif dan efisien dalam rangka pembangunan nasional, sebaiknya kebijakan yang telah dibuat dapat diimplementasikan secara komprehensif. (2) tantangan implementasi konsep poros maritim, berupa pengembangan sistem teknologi dan informasi, sarana dan prasarana, sumberdaya manusia, dan kondisi maritim Indonesia sebaiknya terus dikembangkan agar dapat berfungsi optimal dalam mengelola wilayah laut Indonesia. Saran terakhir, bagi peneliti sejenis diharapkan untuk menyempurnakan dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai perkembangan pelaksanaan dari konsep poros maritim berikutnya, kemudian gagasan apa yang mungkin bisa diberikan bagi pengembangan kemaritiman nasional dimasa yang akan datang.

Analisis pengaruh dimensi kualitas produk terhadap kepuasan dan dampaknya terhadap loyalitas pelanggan TELKOMSEL (studi pada mahasiswa Universitas Negeri Malanag) / Brahmantyo Rezky

 

Kata kunci: dimensi kualitas produk, kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan. Paradigma pemasaran saat ini adalah customer oriented. Hal ini menjadikan kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan sebagai hal yang ingin diraih setiap pelaku insdustri. Setiap pelaku industri berusaha menciptakan kepuasan dan loyalitas pelanggan dengan terus memperbaiki setiap dimensi kualitas produknya yang terdiri dari: kinerja, interaksi pegawai, reliabilitas/konsistensi kinerja, daya tahan, ketepatan waktu dan kenyamanan, estetika, kesadaran akan merek. Penelitian ini menggunakan analisis jalur untuk mencari pengaruh antara dimensi kualitas produk yang terdiri dari: kinerja, interaksi pegawai, reliabilitas/konsistensi kinerja, daya tahan, ketepatan waktu dan kenyamanan, estetika, kesadaran akan merek; terhadap kepuasan pelanggan dan dampaknya terhadap loyalitas pelanggan Telkomsel. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menggunakan kartu prabayar Telkomsel (simPati dan As). Subyek penelitian berjumlah 355 diambil dengan metode cluster sampling dari tiga fakultas (Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial, dan Fakultas MIPA) dimana dari tiga fakultas tersebut diwakili dua program studi dan setiap program studi diwakili oleh dua kelas. Skala yang disajikan dalam penelitian ini menggunakan model penskalaan Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor tingkat kinerja, interaksi pegawai, konsistensi kinerja, daya tahan, ketepatan waktu dan kenyamanan, estetika, kesadaran akan merek; kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan tergolong tinggi. Analisis jalur menunjukkan bahwa pengaruh antara kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan signifikan dengan koefisien jalur 0,322, interaksi pegawai dan estetika memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan Telkomsel dengan koefisien jalur masing-masing 0,512 dan 0,210. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik interaksi pegawai dengan pelanggan dan juga semakin tinggi estetika produk Telkomsel, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pelanggan yang juga akan berdampak pada semakin tingginya loyalitas pelanggan Telkomsel. Perhitungan ketepatan model menghasilkan angka 63,3% yang berarti bahwa kontribusi model untuk menjelaskan hubungan struktural dari ketujuh variabel yang diteliti adalah sebesar 63,3% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terlibat di dalam model. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada perusahaaan untuk melakukan pelatihan pelayanan prima secara berkala, terus memperbaiki desain produk dan juga fasilitas kantor pelayanan sehingga diharapkan mampu menciptakan kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan.

Perbandingan keterampilan mengelola marah siswa yang diintervebsi dengan strategi emotional literacy dan focus group discussion / Desika Nanda Nurvita

 

ABSTRAK Nurvita, Desika Nanda. 2015. Perbandingan Keterampilan Mengelola Marah Siswa SMP yang Diintervensi dengan Strategi Emotional Literacy dan Focus Group Discussion. Tesis. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Nur Hidayah. M.Pd, (2) Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd. Kata kunci : emotional literacy, focus group discussion, keterampilan mengelola marah Marah merupakan emosi negatif kuat yang secara subjektif dialami seseorang sebagai keadaan yang ditimbulkan oleh antagonisme terhadap orang atau sesuatu yang dianggap menjadi sumber dari suatu peristiwa tidak menyenangkan. Keadaan antagonisme tersebut menyiratkan ketegangan yang sedang berlangsung, konflik, perlawanan, atau penyerangan terhadap sumber ancaman yang dirasakan. Ketidakmampuan mengelola emosi marah yang dirasakan dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang dapat merugikan diri subjek yang mengalami emosi marah maupun orang lain. Agar siswa memiliki keterampilan mengelola marah, maka diperlukan suatu metode untuk meningkatkannya yaitu strategi emotional literacy dan focus group discussion. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan tingkat keterampilan mengelola marah secara signifikan antara siswa yang diberi perlakuan dengan strategi emotional literacy dan focus group discussion. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain the pretest- posttest two treatment designs. Subjek penelitian ini diambil dari kelas VII.3 dan VII.5. Hasil pretest menunjukkan terdapat 12 siswa yang memiliki skor keterampilan mengelola marah sangat rendah dan rendah, kemudian 12 siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu 6 orang untuk eksperimen I dengan intervensi strategi emotional literacy dan 6 orang untuk eksperimen II dengan intervensi strategi focus group discussion. Instrumen penelitian menggunakan skala pengelolaan marah. Data dianalisis dengan menggunakan Wilxocon sign Rank Test untuk mengetahui peningkatan keterampilan mengelola marah pada masing-masing kelompok eksperimen dan Mann-Whitney U Test untuk menguji apakah ada perbedaan keefektifan kedua intervensi. Hasil analisis menunjukan setiap strategi yang digunakan memberikan kenaikan yang signifikan dan menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara keefektifan kedua metode terhadap peningkatan keterampilan mengelola marah. Saran dari penelitian ini adalah: (1) bagi guru bimbingan dan konseling: (a) dapat menggunakan kedua intervensi untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan marah, (b) dapat menggunakan kedua intervensi dengan mempelajari buku panduan peningkatan keterampilan mengelola marah; (2) bagi peneliti selanjutnya: (a) melakukan penelitian dengan mengaplikasikan strategi emotional literacy dalam desain PTK atau PTB, (b) menggunakan pemicu marah yang lebih bervariasi, (c) melakukan penelitian tindakan untuk melihat keefektifan kedua strategi ini dengan memperbaiki buku panduan yang ada.

Manajemen kurikulum dalam pengembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika (studi multi-situs di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dan Universitas Muhammadiyah Malang) / Nursanjaya

 

ABSTRAK Nursanjaya. 2015. Manajemen Kurikulum dalam Pengembangan Budaya Akademik dan Kompetensi Sivitas Akademika (Studi Multi-Situs di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dan Universitas Muhammadiyah Malang). Disertasi: Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji, K.H., M.A., Ph.D.; (II) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd; (III) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd Kata kunci: manajemen kurikulum, budaya akademik, kompetensi sivitas akademika, perguruan tinggi Muhammadiyah. Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) adalah perguruan tinggi swasta yang pengelolaannya di bawah kewenangan Majelis Pendidikan Tinggi (MPT) Muhammadiyah, bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan kuat dalam keimanan serta memiliki kemampuan profesional dibidangnya melalui catur dharma PTM. Dipilihnya UMSurabaya, UMSIDA, dan UMM sebagai situs penelitian berpijak pada latar alamiah terhadap kebijakan dan upaya yang dilaku-kan oleh ketiga PTM tersebut, yakni, pertama, keunggulan dalam merancang kurikulum berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Kedua, sebagai PTM yang berhasil baik dalam layanan akademik dan administrasi, fasilitas yang lengkap, dan dukungan sivitas akademika yang profesional. Ketiga, sebagai PTM yang banyak melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan ragam kegiatan yang bermutu dan berkelanjutan. Penelitian ini difokuskan pada: (1) peran manajemen kurikulum dalam pe-ngembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika, yang meliputi orientasi pada penguatan kemampuan akademik dan profesionalisme sivitas aka-demika, dan manajemen kurikulum yang dikembangkan PTM dilaksanakan dalam bentuk program dan/atau kegiatan yang terstruktur; (2) strategi yang dilakukan PTM terhadap penguatan manajemen kurikulum dalam mengembangkan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika, yakni menyusun kerangka strategis dan skala prioritas, penguatan manajemen kurikulum dan pembelajaran, strategi peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa, pelayanan akademik, relevansi kuri-kulum dengan perubahan sosiokultural masyarakat yang berorientasi pada pengembangan budaya akademik; (3) implementasi manajemen kurikulum dalam pengembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika, yang me-liputi orientasi pada penguatan kompetensi AIK, serta penguatan life-skill meng-arah pada penguatan kearifan lokal, pengembangan budaya akademik berorientasi pada kebebasan sivitas akademika dalam memaknai kebebasan akademik dan tradisi akademik, dan jaminan berkembangnya sistem pendidikan tinggi berbasis AIK, berbudaya akademik yang Islami serta sesuai dengan khazanah budaya bangsa; dan (4) dampak manajemen kurikulum terhadap pengembangan budaya akademik dan kompetensi yang dilakukan PTM dalam menjawab berbagai peru-bahan sosiokultural yang terjadi di masyarakat, yakni PTM mengembangkan sifat responsif-proaktif terhadap perkembangan sosiokultural masyarakat, memberi arah dan warna terhadap perubahan masyarakat, dan terbangunnya sinergitas antara PTM dengan masyarakat sehingga memunculkan sense of belonging. Metode yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi multi-situs. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik, yaitu: wawancara mendalam; observasi partisipan; dan studi dokumentasi. Keabsahan data dilaku-kan dengan empat kriteria pengecekan, yakni kredibilitas; transferabilitas; depen-dabilitas; dan konfirmabilitas. Data yang terkumpul dianalisis dengan mengguna-kan teknik deskriptif yang penerapannya pada tiga alur kegiatan, yaitu: reduksi data; data display; dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode induksi analitik yang dimodifikasi. Melalui penelitian ini, diperoleh temuan berikut: (1) peran manajemen kuri-kulum dalam pengembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika diarahkan dalam mewujudkan PTM yang berkarakter morality, intellectuality, dan entrepreneurship, serta mengembangkan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika yang mampu memecahkan berbagai persoalan iptek melalui berbagai pendekatan dan praktek profesional melalui riset yang menghasilkan karya kreatif, teruji, orisinil, dan bermanfaat bagi masyarakat dengan menjadikan AIK sebagai bagian yang terintegrasi dalam seluruh aktivitas; (2) strategi penguatan mana-jemen kurikulum di PTM dilakukan dengan menyusun kerangka strategis dan skala prioritas dalam bentuk Renstra yang dijabarkan dalam Renop dan RIP yang terintergrasi dengan AIK sebagai basis pengembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika, dan pengembangan life-skill yang mengedepankan semangat fastabiqul khairat berbasis nilai-nilai AIK; (3) implementasi manajemen kurikulum dilakukan secara aplikatif dengan menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah, persoalan sosial, dan realitas sosial sebagai sumber inspirasi untuk melahirkan pola pembelajaran yang tepat dalam membangun budaya akademik yang lebih konkret dan praktis; dan (4) manajemen kurikulum yang dilaksanakan PTM ber-dampak pada tumbuhnya sifat responsif-proaktif terhadap perkembangan sosio-kultural masyarakat melalui rekonstruksionistik-sosial sebagai solution provider design berbasis AIK, dan membangun sense of belonging dengan masyarakat yang berkarakter Islami melalui pengabdian pada masyarakat atau penelitian yang hasilnya berdayaguna bagi pengembangan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar PTM menerapkan kebijakan dan terobosan terhadap manajemen kurikulum dalam mengembangkan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademikanya yang benar-benar terintegrasi dengan nilai-nilai AIK. Bagi MPT PP Muhammadiyah, hasil penelitian ini men-jadi bahan masukan dalam mengevaluasi pengembangan budaya akademik ber-basis AIK yang terintegrasi di PTM. Bagi perguruan tinggi lainnya, hasil pene-litian ini dapat dijadikan sebagai acuan alternatif dalam mengembangkan mana-jemen kurikulum dalam mengembangkan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademikanya. Bagi Kopertis Wilayah VII Jatim, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam melakukan pengawasan dan pem-binaan terhadap perguruan tinggi swasta mengenai manajemen kurikulum dalam pengembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika. Bagi Dirjen Dikti di Kemenristekdikti, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam membuat kebijakan yang lebih baik bagi pengembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika di perguruan tinggi di Indonesia. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi acuan bagi penelitian berikutnya tentang manajemen kuri-kulum dalam pengembangan budaya akademik dan kompetensi sivitas akademika di perguruan tinggi dari sudut pandang atau aspek lainnya.

Pengaruh kandungan informasi laporan arus kasa dan laba bersih terhadap return saham (studi empiris pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI) / Pramudya Ery Firmanto

 

Kata Kunci : Kas Operasi, Laba Bersih, Return Saham. Laporan keuangan merupakan laporan yang bertujuan untuk menunjukkan posisi keuangan pada suatu perusahaan yang sekaligus dapat menggambarkan keadaan perusahaan tersebut. Laporan keuangan sebagai hasil akhir dari proses akuntansi memang dirancang untuk menyediakan kebutuhan informasi bagi calon investor, kreditor, dan pemakai eksternal lainnya untuk pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus kas operasi dan laba bersih terhadap return saham. Penelitian ini memerlukan pengujian hipotesis menggunakan uji statisitik dengan teknik regresi linear berganda. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dan diperoleh sampel 30 perusahaan Consumer Goods yang listing di BEI periode 2008-2009. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi. Hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara informasi arus kas operasi terhadap return saham pada perusahaan consumer goods, karena nilai signifikansi arus kas operasi sebesar 0,224 lebih besar dari 0,05. Hal ini disebakan karena pada tahun 2008 krisis global berpengaruh terhadap perdagangan saham di BEI. Investor takut melakukan pembelian saham, selain saham-saham unggulan. Sedangkan hasil pengujian laba bersih diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara informasi laba bersih terhadap return saham pada perusahaan consumer goods. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi arus kas operasi sebesar 0,038 lebih kecil dari 0,05. Investor menggunakan laba bersih untuk mengukur kinerja perusahaan. Kesimpulan yang bisa diperoleh dari penelitian ini adalah informasi arus kas operasi tidak bisa memberikan informasi untuk menentukan keputusan investasi untuk memperoleh return aktual. Sedangkan informasi laba bersih dapat digunakan dalam menentukan keputusan investasi untuk memperoleh return atas investasi saham. Penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan, yaitu pada tahun penelitian 2008 terjadi krisis global yang mengakibatkan kondisi pasar modal dalam negeri menjadi labil. Sehingga investor disarankan sebaiknya juga memperhatikan analisis fundamental dalam mengambil keputusan sebelum melakukan investasi selain memperhatikan informasi laba bersih.

Peningkatan kemampuan menulis puisi dengan menggunakan teknik definisi pada siswa kelas V SDN Ampelgading 01 / Yashinta Laras Wilujeng

 

ABSTRAK Laras, Yashinta. 2016. Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Menggunakan Teknik Definisi pada Siswa Kelas V SDN Ampelgading 01.ProdiPendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd. (2) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si. Kata kunci: menulis puisi, teknik definisi Kemampuan menulis puisi bagi siswa sekolah dasar sangat penting agar siswa mampu mengekspresikan apa yang mereka pikirkan dan menggali kreativitas mereka dalam menciptakan karya sastra. Dengan penggunaan teknik yang tepat, maka akan menciptakan karya yang bagus dan menarik. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan menulis puisi dengan menggunakan teknik definisi pada siswa kelas V SDN Ampelgading 01. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Ampelgading 01 berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam proses penelitian digunakan dua siklus yang menjadi acuan peneliti untuk membuktikan peningkatan kualitas karya puisi siswa. Siklus I bertujuan mengenalkan penulisan puisi dengan menggunakan teknik definisi secara berkelompok. Sedangkan Siklus II menjadi acuan peneliti untuk menguatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam menulis puisi menggunakan teknik definisi secara individu. Hasil penelitian kemampuan menulis puisi dengan menggunakan teknik definisi pada siswa yaitu siswa mampu menentukan tema sesuai dengan benda yang diamati, menggunakan diksi yang tepat, mampu menggunakan majas dengan baik, mengembangkan kata-kata yang telah ditemukan menjadi sebuah puisi, mudah merangkai kata menjadi sebuah puisi yang utuh dan menarik.Dengan adanya teknik definisi, hasil menulis puisi siswa meningkat dari Siklus I ke II.

Penerapan perpaduan model pembelajaran numbered heads together (NHT) dan example non example untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar ekonomi siswa kelas X-9 SMAN 5 Malang / Tissa Nikmatul Layla

 

Kata Kunci: model pembelajaran Numbered Heads Together, model pembelajaran Example Non Example, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X-9 SMA Negeri 5 Malang dalam proses belajar mengajar masih rendah. Guru selalu berusaha menerapkan model-model pembelajaran ceramah dan diskusi, mengabaikan metode yang inovatif seperti Jigsaw, STAD. Saat guru melakukan metode ceramah tanpa variasi, siswa terkadang kurang memahami materi, kurang melaksanakan proses tanya jawab, dan pengerjaan tugas yang dilaksanakan dirasa kurang maksimal. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan proses pembelajaran sehingga kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa meningkat. Berkaitan dengan itu, maka peneliti memutuskan menerapkan adalah perpaduan model pembelajaran Numbered Heads Together dan Example Non Example. Rumusan masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimanakah penerapan perpaduan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan model Example Non Example pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang?, (2) Apakah penerapan perpaduan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan model Example Non Example dapat meningkatkan Kememapuan berpikir kritis ekonomi pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang?, (3) Apakah penerapan perpaduan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan model Example Non Example dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang? (4) Bagaimana respon siswa kelas X-9 SMA Negeri 5 Malang Malang terhadap penerapan perpaduan model pembelajaran Numbered Heads Together dan Example Non Example? Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlangsung dalam 2 siklus, Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-9 SMA Negeri 5 Malang yang terdiri dari 36 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, angket dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil observasi Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan dua siklus juga telah memperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa perpaduan model pembelajaran Numbered Heads Together dan Example Non Example dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dari siklus 1 ke siklus 2 yaitu 24,30 % dilihat dari 4 aspek yang diteliti dan hasil belajar siswa tampak dari adanya jumlah siswa yang tuntas belajar dari siklus 1 ke siklus 2 dengan keterangan sebagai berikut : (a) Peningkatan hasil belajar dilihat dari aspek kognitif siswa yang tuntas siklus 1 ke siklus 2 yaitu 8,26% dari siklus sebelumnya yaitu dari 83,34% menjadi 91,60%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian tersebut yaitu: (1)Penerapan Perpaduan Model Pembelajaran tersebut pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X-9 SMA Negeri 5 Malang berjalan baik; (2)Penerapan Perpaduan Model Pembelajaran tersebut dapat Meningkatkan kemampuan berpikir kritis; (3)Penerapan Perpaduan Model Pembelajaran tersebut dapat Meningkatkan Hasil Belajar; dan (4)Respon siswa kelas X-9 SMA Negeri 5 Malang terhadap penerapan perpaduan model pembelajaran tersebut adalah positif. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu: (1) Bagi sekolah, dapat sebagai bahan referensi sekolah untuk peningkatan mutu pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 5 Malang; (2) Bagi guru-guru, hendaknya mulai mencoba menerapkan perpaduan model pembelajaran yang baru dan inovatif sesuai dengan keadaan siswa; (3) Bagi siswa, hendaknya siswa lebih termotivasi dan aktif saat mendengarkan pelajaran ekonomi; (4) Bagi peneliti, hendaknya lebih tanggap dengan permasalahan dalam pendidikan khususnya dalam pelajaran ekonomi

Eksistensi seni pertunjukan Ludruk Karya Budaya di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto (1969-2012) serta nilai pendidikan moralnya / Putri Dwi Apsari

 

Apsari, Putri Dwi. Eksistensi Seni Pertunjukkan Ludruk Karya Budaya di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto (1969-2012) serta Nilai Pendidikan Moralnya. Skripsi. Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum (II) Dra. Yuliati, M.Hum Kata kunci : eksistensi, seni pertunjukan ludruk, moral     Ludruk yang sering disebut dengan sandiwara ludruk merupakan salah satu kesenian khas dari daerah Jawa Timur. Di daerah Mojokerto sendiri terdapat sebuah grup ludruk yang cukup tua yaitu Ludruk Karya Budaya. Ludruk Karya Budaya juga pernah mengalami pasang surut di dalam suatu pementasan. Ludruk Karya Budaya sampai saat ini masih dapat bertahan dan bahkan dari segi prestasi dan kualitas bermain selalu meningkat. Latar belakang inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tentang eksistensi ludruk Karya Budaya di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto tahun 1969-2012 serta nilai pendidikan moralnya.     Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui sejarah perkembangan Ludruk Karya Budaya di Mojokerto tahun 1969-2012, 2) mengetahui upaya dalam mempertahankan seksistensi seni pertunjukan Ludruk Karya Budaya tahun 1969-2012 serta nilai pendidikan moralnya.     Metode penelitian yang dipakai adalah metode sejarah. Metode penelitian ini terdiri dari 5 tahap yaitu 1) pemilihan topik, 2) heuristik, 3) verifikasi, 4) interpretasi, dan 5) historiografi.     Hasil penelitian ini adalah sejarah perkembangan ludruk Karya Budaya dari tahun 1969-2012 mengalami pergantian pimpinan selama dua kali. Pimpinan pertama oleh Cak Bantu pada tahun 1969 sampai tahun 1992 dan selanjutnya digantikan oleh anaknya yaitu Eko Edy Susanto pada tahun 1993. Didirikannya ludruk ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor yaitu sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Ludruk Karya Budaya dalam mempertahankan eksistensinya pada masa Cak Bantu melakukan beberapa upaya yaitu promosi, pementasan, dan menerapkan aturan pada anggotanya, sedangkan pada masa Pak Edy upaya yang dilakukan adalah manajemen dan pementasan ludruk yang baik, promosi, mengikuti festival, syuting ludruk, latihan pementasan, evaluasi setiap tahun dan upaya kaderisasi. Upaya yang dilakukan oleh ludruk Karya Budaya juga mengandung nilai moral antara lain sikap yang saling bekerja sama, bertanggungjawab, disiplin dan saling menghargai antara sesama anggota ludruk Karya Budaya. Sikap yang berkaitan dengan nilai moral tersebut dapat membantu ludruk Karya Budaya dalam mempertahankan eksistensi mereka.

Penerapan algoritma K-Means Cluster pada sistem informasi alumni berbasis web di SMKN 1 Nganjuk / Aang Sobri Kresna Mukti

 

ABSTRAK Sobri, Aang. Penerapan Algoritma K-Means Cluster padaSistemInformasi Alumni Berbasis Webdi SMK Negeri 1 Nganjuk. Skripsi, Prodi S1 PendidikanTeknikInformatika, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Heru Wahyu H., S.T., M.T. (II) M. Zainal Arifin., S.Si., M.Kom. Kata Kunci: Sistem Informasi, Waterfall, Web, K-MeansCluster. Setiap tahun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia meluluskan banyak siswa siswanya yang akhirnya disebut dengan alumni. Alumni dari sebuah sekolah sebenarnya memiliki peran yang sangat signifikan bagi perkembangan suatu sekolah. SMK Negeri 1 Nganjuk saat ini sudah memiliki halaman web sendiri dan sebagai penyampaian informasi kepada siswa dan masyarakat. Namun web yang dimiliki SMK Negeri 1 Nganjuk belum menyampaikan informasi tentang alumninya, hal ini menarik perhatian masyarakat karena berhasil atau tidaknya suatu instansi pendidikan melakukan pembinaan dapat dilihat dari record alumni yang dihasilkannya. Sistem informasi ini dilengkapi fitur untuk mengetahui masa tunggu kerja alumni, dengan menggunakan kuisioner yang ada pada sistem informasi ini. Fitur ini memanfaatkan algoritma K-Means Cluster. Algoritma ini mengelompokkan waktu tunggu alumni sesuai dengan pengelompokkannya. Di sini pengelompokkan waktu tunggu kerja alumni dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu: (1) Cepat, (2) Sedang, dan (3) Lama. Model pengembangan yang digunakan di dalamrancangansystem informasiiniadalahpengembanganWaterfall. Model pengembanganinidilakukanmelalui 5 tahapan,yaitu: (1)analisiskebutuhansistem, (2)desainsistemdanperangkatlunak, (3)impelentasidanpengujian, (4)integrasidanpengujiansistem, (5)penerapandanperawatanproduk. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, didapat hasil sebagai berikut: (1) pengujian fungsionalitas oleh ahli sistem informasi mendapat skor 100%, (2) pengujian usabilitas oleh ahli sistem informasi mendapat skor 100%, (3) pengujian fungsionalitas oleh administrator mendapat skor 100%, (4) pengujian usabilitas oleh administrator mendapat skor 100%, (5) hasil uji coba fungsionalitas oleh alumni mendapat persentase sebesar 100%, dan (6) hasil uji coba usabilitas oleh alumni mendapat persentase sebesar 100%. Berdasarkan hasil uji coba tersebut, maka penerapan algoritma k-means cluster pada sisteminformasi alumni di SMKNegeri 1 Nganjukberbasis web layakuntukdigunakan.

The effects of using different formats of concept mapping on the quality of idea for expository writing / Sri Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Sri. 2015. PengaruhPenggunaanBerbagaiMacam Format PemetaanKonseppadaKualitasIdeTulisanEkpositori. Disertasi. Program StudiPendidikanBahasaInggris. Program PascasarjanaUniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Prof.Dr.Nurmukminatien, M.Pd.,(II) Prof.Ali Saukah, M.A., Ph.D, (III) Prof. UtamiWidiati, M.A., Ph.D. Kata kunci:PemetaanKonsepdengan Computer, PemetaanKonsepdenganMenggunakanTulisanTangan, PemetaanKonsepBerkolaborasi, PemetaanKonsepIndividu,TulisanEkspositori. Dalam proses menulis, tahapmerencanakandanpersiapanmenulissenantiasadianggaptahapan yang paling sulitkarenabanyakpeneliti-penelititentangmenulismenyatakanbahwaparapenulisbiasanyamenghabiskan paling banyakwaktunyapada proses perencanaanmenulis. Padatahapanperencanaanmerupakansaat-saatparapenulismengumpulkan ide-ide merekaataumelakukan “brainstorming” sebelummemulaikegiatanmenulis.Denganpertimbanganperencanannmerupakantahapan yang paling pentingdalam proses menulis, seharusnyaadastrategi yang diterapkanolehpembelajarbahasaasing yang bisamembantumerekamerasakankemudahandalam proses menulismulaidaritahapawalsampaitahapan-tahapanberikutnya. Pemetaankonsepmerupakansalahsatustrategi yang telahdicobakankeefektifannyaolehpenelit-penelitisebelumnyakhususnyadigunakansebagai “brainstorming” padatahapanperencanaan. Olehkarenapenelitianinibertujuanuntukmenemukanapakahpenggunaanberbagaimacam format pemetaankonsepberpengaruhpadakualitas idedalammenulisteksekspository, masalahdalampenelitianinidirumuskandalamsebuahrumusanmasalah yang umumyaitu: “Apakahpengaruhpemetaankonsepdengankomputeratautulisantanganpadakualitas ide untuktulisanekspositoritergantungpadapenggunaansecaraberkolaborasiatauperorangan?” Duarumusanmasalahselanjutnyaadalahtindaklanjutdarirumusanmasalah yang sifatnyalebihluasdiatasyaitu: 1) Apakahkualitas ide dalamtulisanekspositoridipengaruhiolehpenggunaanpemetaankonsepdengankomputerdan/atautulisantangan? 2) Apakahkualitas ide untuktulisanekspositoridipengaruhiolehaplikasipemetaankonsepsecaraberkolaborasidan/ atausecaraperorangan? Untukmenjawabmasalahpenelitiantersebut, penelitianinimenggunakanrancanganpenelitianeksperimentulenhanyapascaujidenganmenggunakanpembandingdandengandesainfaktorial.Aplikasipemetaankonsepdenganberkolaborasi/individusebagaivariabelbebaspertamadanpemetaankonsepdenganmenggunakankomputer/tulisantangansebagaivariabelbebaskedua. Ada empatpuluhlimasiswa yang terlibatdalampenelitianini. Merekasecaraacakdikelompokkanmenjadiempatkelompok yang berbeda.Masing-masingkelompokmenerapkansatu format pemetaankonsepsebagaimana yang ditugaskanpadawaktueksperimen,lalumenulissebuahnaskaheksopsisiberdasarkantesmenulis yang diberikandanmenggunakanpetakonsep yang telahdigambarsebagaioutline ide-ide yang dituangkandalamtulisannya.Selanjutnya, skor yang diperolehdarihasiltulisannyamenjadi data penelitianini. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwapenghitunganstatistikterhadapinteraksiantarapemetaankonsepdengankomputeratautulisantangandanpemetaankonsepsecaraindividuataukolaboratifpadakualitasideuntuktulisanekspositorisiswatidaksignifikan, F (1, 41) = 1.49, p = .23.Hasil analysis keduamenunjukkanadanyaperbedaan yang signifikanantarapenggunaankomputerdantulisantangandalammenggambarpetakonsep yang ditunjukkandenganhasilF(1, 41) = 5.63, p (.02) < α (.05). Skorreratapemetaankonsepdengan computer (n = 23, M = 82.98, SD = 4.70) secarasignifikanlebihrendahdaripemetaankonsepdengantangan (n = 22, M = 86.68, SD = 5.92).HasilanalisisketigamenunjukkanbahwapengaruhutamadaripemetaankonsepdengancaraberkolaborasiatausecaraperoranganF(1, 41) = 2.52, p (.12) > α (.05) tidakmenunjukkanhasil yang signifikan. Hasildaripenghitungan statistic diatasmerupakanjawabandariketigarumusanmasalahpadapenelitianini.Pertama, tidakadanyainteraksiefek yang signifikandaripengunaanpemetaankonsepdengankomputer/tulisantangandanpemetaankonsepberkolaborasi/perorangan.Olehkarenatidakadanyainteraksi, pengaruhdaripemetaankonsepdengankomputerataupuntulisantanganpadakualitaside untuktulisanekspositori.tidaktergantungpadaapakahsiswamelakukanpemetaankonsepdengancaraberkolaborasiatauindividu Berdasarkantemuandanhasildaripenelitianini, disarankankepadapengajarmenulisuntukmengimplementasistrategipenggunaankonsepdikelasnyaterutamapenggunaanpemetaankonsepdengankomputer.Disarankanjugakepadapengajarmenulisuntukmengajarataumelatihpemetaankonsepsecaraberkolaborasidenganefektifdanefisien.. Untukpeneliti yang akandatangdisarankanuntukmenggunakan software pemetaankonsepyang asliataumenggunakan software yang lainnya yang tersedia di internet. Olehkarenaparamahasiswadalampenelitianinimendapatkanhasil yang lebihrendahdalampenggunaanpemetaankonsepdengan computer, penelitian yang akandatangdisarankan agar menyertakanvariabel yang lain sepertitingkatkemahiranberbahasadantingkatkemahiranpenguasaankomputer.Lebihjauhlagi, peneliti yang akandatangdisarankan agar mempersiapkanpartisipandalampenelitiannyauntukbenar-benarmemahamibagaimanamelakukanpemetaankonsepsecaraberkolaborasi.

Peran Pelabuhan Barus dalam perdagangan di Kawasan Asia abad V_VI Masehi dan konstribusinya pada bidang ppendidikan / Edwin Rahadian Pratama

 

Pratama, Edwin Rahadian. 2014. Peran Pelabuhan Barus dalam Perdagangan di Kawasan Asia Abad V – VI Masehi dan Kontribusinya pada Bidang Pendidikan. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dewa Agung Gede Agung, M.Hum, (II) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum. Kata Kunci: Barus, perdagangan Asia, komoditi Barus merupakan salah satu daerah di Sumatra yang memiliki peran penting dalam perdagangan internasional di kawasan Asia pada abad V – VI Masehi. Barus berperan sebagai pelabuhan yang menghubungkan bangsa-bangsa dari Asia Barat dan Asia Selatan dengan Asia Tenggara dan Asia Timur. Peran penting Barus dalam perdagangan di kawasan Asia pada masa itu disebabkan oleh posisi Barus yang strategis dan terdapatnya komoditi wewangian yang banyak dicari oleh para pedagang dari berbagai bangsa. Penelitian ini menjadi penting karena masih jarangnya penelitian yang membahas aspek ekonomi dari daerah-daerah di Nusantara pada masa kuno. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tiga hal, yang mencakup kondisi Barus pada abad V – VI Masehi, kondisi perdagangan internasional di kawasan Asia abad V – VI Masehi, dan peran pelabuhan Barus dalam perdagangan internasional di kawasan Asia abad V – VI Masehi. Penelitian ini dilakukan dengan cara studi pustaka yang menggunakan metode historis. Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah 1) pemilihan topik yang didasarkan pada kedekatan emosional dan kedekatan intelektual. 2) heuristik atau pengumpulan data. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. 3) kritik yang terdiri dari kritik ekstern dan kritik intern. 4) interpretasi yang melalui tahap analisis dan sintesis. 5) historiografi, yaitu tahap penulisan sejarah. Data dalam penelitian ini diperoleh dari buku-buku yang berkaitan dengan daerah Barus. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Barus adalah daerah yang memiliki peran penting dalam kegiatan perdagangan di kawasan Asia pada abad V – VI Masehi. Hal itu dibuktikan dengan munculnya nama Barus pada catatan-catatan dari bangsa lain, sebagai contoh adalah Polu, Fansur, dan Barousai. Kedua, kondisi perdagangan di kawasan Asia pada masa itu menyebabkan Barus dapat ikut serta dalam kegiatan perdagangan itu. Pada masa itu wewangian menjadi komoditi yang banyak dicari oleh para pedagang dari berbagai bangsa, khususnya di Asia (Arab, Persia, India, dan Cina). Ketiga, Barus dapat berperan dalam kegiatan perdagangan di kawasan Asia pada abad V – VI Masehi karena Barus memiliki beberapa jenis wewangian, di antaranya kamper, kemenyan, dan getah gaharu. Kamper merupakan wewangian yang memiliki kualitas tinggi dan memiliki banyak manfaat. Kemenyan dan getah gaharu adalah komoditi yang dapat menjadi barang pengganti dari tanaman mur Persia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya beberapa daerah di Nusantara (contohnya Barus) telah memiliki peran penting pada perdagangan internasional sejak awal tarikh Masehi. Hal itu disebabkan oleh posisi Nusantara yang strategis dan kekayaan alam berlimpah yang dimiliki oleh Nusantara. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah penelitian tentang daerah-daerah di Nusantara yang memiliki peran penting pada masa kuno. Masih banyak daerah-daerah di Nusantara yang memiliki peran penting pada masa kuno tetapi masih belum banyak diteliti, sebagai contoh Lamuri, Gresik, dan Tuban.

Pembelajaran penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan menggunakan media komik pada siswa kelas III SD Muhammadiyah 08 Dau / oleh Syaifyl Hadi

 

Interaksi sosial pedagang di sekitar Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Faadlailir Rahmah Desa Sananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang / Lukman Rahmawan

 

ABSTRAK Rahmawan, Lukman. 2016. Interaksi Sosial Pedagang di sekitar Pondok Pesantren Bihaaru Bahri Asali Faadlailir Rahmah Desa Sananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Skripsi. Progam Studi Pendidikan IPS. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. GM. Sukamto M.Pd, M.Si, (II) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A., Ph.D. Kata Kunci: Interaksi Sosial, Pedagang, Interaksionisme Simbolik. Pariwisata dewasa ini terus berkembang keberadaannya. Jawa timur memiliki beberapa objek pariwisata religi salah satunya Ponpes Bi Ba’a Fadlrah. Keberadaan pondok memberikan manfaat tersendiri bagi masyarakat sekitar, terutama pedagang di sekitar pondok. Pedagang di sekitar Ponpes Bi Ba’a Fadlrah tentu akan saling berinteraksi dalam kegiatan perdagangan. Rumusan masalah untuk penelitian ini adalah: (1) Bagaimana karakteristik perdagangan di sekitar Ponpes Bi Ba’a Fadlrah Desa Sananrejo? (2) Bagaimana bentuk interaksi sosial antar pedagang di sekitar Ponpes Bi Ba’a Fadlrah Desa Sananrejo? (3) Bagaimana bentuk interaksi sosial pedagang dengan pembeli di sekitar Ponpes Bi Ba’a Fadlrah Desa Sananrejo?(4) Bagaimana makna interaksi para pedagang di sekitar Ponpes Bi Ba’a Fadlrah Desa Sananrejo?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan interaksionisme simbolik. Kehadiran peneliti dalam penelitian ini sebagai pengumpul data. Lokasi penelitian dilaksanakan di sekitar Ponpes Bi Ba’a Fadlrah di Desa Sananrejo. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, dengan subjek dan informan yang dipilih secara snowball. Prosedur pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Tahap penelitian yang dilakukan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Berdasarkan analisis data, diperoleh beberapa kesimpulan penelitian. Pertama, terdapat 7 jenis usaha perdagangan di sekitar Ponpes Bi Ba’a Fadlrah . Mayoritas perdagangan dijalankan oleh perempuan dan paling banyak memiliki tempat usaha menetap. Kedua, interaksi antar pedagang terjadi dalam kelompok kecil dan adanya organisasi Forum Peduli Kampung (FPK) di lingkungan pedagang. Ketiga, interaksi antara pedagang dengan pembeli terdapat dalam proses jual beli. Keempat, makna yang terkandung dalam interaksi para pedagang terdapat dalam interaksi verbal dan interaksi nonverbal. Manfaat penelitian ini bagi pendidikan IPS dapat dijadikan tambahan wawasan dan dapat menumbuhkan sikap peka sosial, positif dan terampil. Disarankan peneliti selanjutnya mengkaji mengenai pedagang di sekitar Ponpes Bi Ba’a Fadlrah di luar prespektif interaksionisme simbolik atau dapat meneliti hubungan antara FPK dengan Pemerintah Desa Sananrejo terkait pengelolaan area sekitar pondok untuk kesejahteraan masyarakat Desa Sananrejo secara keseluruhan.

Persepsi pengunjung terhadap keberadaan ruang koleksi non buku UPT (Unit Pelaksana Teknis) Perpustakaan Proklamator Bung Karno di Kota Blitar / Sintya Nova Nur Azizah

 

Azizah, Sintya Nova Nur. 2014. Persepsi Pengunjung Terhadap Keberadaan Ruang Koleksi Non Buku UPT (Unit Pelaksanaan Teknis) Perpustakaan Proklamator Bung Karno Di Kota Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hariyono, M. Pd, (II) Drs. H. Kasimanuddin Ismain, M. Pd. Kata Kunci : Persepsi, Pengunjung, Ruang Koleksi Non Buku.    Tahun 2005 Museum Bung Karno yang berperan menyimpan koleksi artefak, beralih menjadi Ruang Koleksi Non Buku UPT (Unit Pelaksanaan Teknis) Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Hal tersebut, menyebabkan terjadinya banyak persepsi di kalangan pengunjung terkait dengan bangunan di depan Makam Bung Karno sebagai museum atau galeri. Penamaannya pun menjadi perdebatan, dikarenakan Kota Blitar sendiri telah memiliki tempat disimpannya benda-benda peninggalan Bung Karno yaitu Istana Gebang. Berdasarkan permasalahan tersebut, Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Latar belakang pengadaan Ruang Koleksi Non Buku UPT (Unit Pelaksanaan Teknis) Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar Tahun 2004. (2) Perkembangan Ruang Koleksi Non Buku UPT (Unit Pelaksanaan Teknis) Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar. (3) Persepsi pengunjung terhadap keberadaan Ruang Koleksi Non Buku UPT (Unit Pelaksanaan Teknis) Perpustakaan Proklamator Bung Karno di Kota Blitar. (4) Persepsi pengunjung mengenai fungsi pendidikan Ruang Koleksi Non Buku UPT (Unit Pelaksanaan Teknis) Perpustakaan Bung Karno di Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Prosedur analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yakni meliputi reduksi data, data display (penyajian data), verifikasi (penarikan kesimpulan).    Hasil dari penelitian ini adalah latar belakang pengadaan Ruang Koleksi Non Buku UPT (Unit Pelaksanaan Teknis) Perpustakaan Proklamator Bung Karno bertujuan agar masyarakat yang berkunjung ke Makam Bung Karno tertarik pula untuk belajar dan mendalami pribadi sekaligus pemikiran Bung Karno. Perkembangan Ruang Koleksi Non Buku UPT (Unit Pelaksanaan Teknis) Perpustakaan Proklamator Bung Karno dari segi fisik belum mengalami perubahan. Sedangkan dari segi koleksi, cukup menunjukkan adanya perkembangan terbukti dari jumlah koleksi, walaupun tidak setiap tahun mengalami penambahan, namun koleksi yang dipamerkan semakin bertambah banyak. Jumlah pengunjung sejak Tahun 2005 sampai dengan 2013 telah banyak mengalami peningkatan terbukti dengan jumlah pengunjung yang meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan 31 orang pengunjung, 16 diantaranya mengatakan bahwa Ruang Koleksi Non Buku UPT (Unit Pelaksanaan Teknis) Perpustakaan Proklamator Bung Karno lebih sesuai dikatakan sebagai museum, 9 pengunjung mengatakan sebagai galeri dan 6 pengunjung lainnya mengatakan sebagai setengah museum dan setengah galeri. Berdasarkan fungsi pendidikannya 31 orang pengunjung menyatakan bahwa Ruang Koleksi Non Buku tersebut berfungsi menambah wawasan tentang sejarah perjuangan dan kepribadian Bung Karno khususnya bagi generasi penerus bangsa agar menjadi panutan dan motivasi untuk belajar serta untuk mengenang jasa-jasa pahlawannya. Berdasarkan penelitian ini, penulis mengharapkan pihak-pihak yang terkait di antaranya pengelola UPT (Unit Pelaksanaan Teknis) Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar agar mengupayakan solusi mengenai persoalan ketidak jelasan penamaan ruang koleksi non buku sebagai museum atau galeri beserta sarana dan prasarana yang dihadirkan, sehingga tidak mengakibatkan asumsi yang beraneka ragam dikalangan masyarakat. Begitu juga dengan peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji lebih lanjut terkait tema ini. Misalnya dalam hal upaya UPT (Unit Pelaksanaan Teknis) Perpustakaan Bung Karno Blitar mengembangkan nilai dan fungsi pendidikan yang terdapat pada Ruang Koleksi Non Buku agar cita-cita dan pemikiran Bung Karno dapat direaktualisasikan oleh generasi penerus bangsa.

Pengembangan paket PBWeb materi jarak pada bangun ruang / oleh Edy Wihardjo

 

Meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah pecahan melalui langkah-langkah Polya di kelas IV SDN Plinggisan Pasuruan / Desi Tri Handayani

 

Kata Kunci: meningkatkan menyelesaikan masalah, metode Polya Soal penyelesaian masalah matematika adalah soal yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Soal penyelesaian masalah biasanya diletakkan pada tiap akhir pokok bahasan atau sub pokok bahasan. Pada pokok bahasan pecahan misalnya diakhiri dengan soal cerita yang melibatkan operasi penjumlahan dan pengurangan begitu juga pada pokok bahasan yang lain. Demikian pula halnya dengan soal-soal cerita yang diberikan pada materi penjumlahan dan pengurangan, sudah barang tentu akan melibatkan operasi tersebut. Kemampuan menyelesaikan soal cerita di SD Negeri Plinggisan belum mencapai hasil yang optimal, meskipun upaya guru telah dilakukan dengan mengadakan latihan berulang-ulang. Berdasarkan pengamatan peneliti sebagai guru kelas IV, bahwa hasil ulangan materi pecahan terutama berbentuk soal cerita, siswa yang mengalami kesulitan sebanyak 65% dari 30 siswa. Dengan kata lain kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal cerita baik pada proses pengerjaan maupun pada hasil yang dicapai belum menunjukkan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan metode Polya dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penyelesaian masalah pada siswa kelas IV SDN Plinggisan Kabupaten Pasuruan dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan menyelesaikan soal penyelesaian masalah pecahan pada siswa kelas IV SDN Plinggisan Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan di kelas IV SDN Plinggisan sebanyak dua siklus. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 siswa. Indikator keberhasilan siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 65 % atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila dikelas tersebut terdapat 80 % yang telah mencapai nilai lebih dari 65. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan digunakannya metode Polya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penyelesaian masalah pecahan. Berdasarkan temuan diatas, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Polya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penyelesaian masalah dapat ditingkatkan. Saran yang perlu disampaikan kaitannya dengan hasil penelitiaan ini adalah metode Polya dapat digunakan untuk menyelesaikan soal penyelesaian masalah pecahan.

Pendidikan, pengalaman, motivasi, cara pengupahan, dan produktivitas tenaga kerja bangunan bidang kayu dan cat di kotamadya Malang
oleh Mun Khayirotul Ummah

 

Tenaga kerja bangunan mempunyai peranan yang besar dalam proses pelaksaasnu atup embangunank, arenai tu agarp rosesp elaksanaans uatu pembangunabne rjalan lancar diperlukant ukangy ang mempunyaip roduktivitas tinggi. Produktivitas tukang dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, pengalaman, motivasi dan cara pengupahan. Rumusanm asalahp adap enelitian ini adalah:( l) bagaimanala tar belakang pendidikanp, engalamanm, otivasi, dan cara pengupahantu kangk ayu dan cat?,( 2) berapati nggi tingkat kompetensip roduktiftukang kayu dan cat?,( 3) apakaha da pelbedaana ntaral atar belakangt ingkat pendidikan,p engalamanm, otivasi, dan cara pengupahadne nganp roduktivitast ukangk alr dan cat? Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahui:( l) deslcripslia tar belakang pendidikanp, €ngalamanm" otivasi dan cara pengupahantu kangk ayu dan cat, (2) deskipsi tingkat kompetensip roduktiftukang koyu dan cat, (3) perbedaana ntara latarb elakangp endidikan,p engalamanm, otivasi dan cara pengupahand engan produktivitasy ang dimiliki oleh tukangk ayu dan cat di KotamadyaM alang. Untuk menjawabp ermasalahand igunakanr ancanganp enelitiand eskriptif korelasionadl enganp endekatans uwey. Populasiy ang digunakanp adap enelitiani ni adalahtu kangk ayu dan cat yang tengahb ekerjap adap royek-proyekp embangunand i kotamadyaM alang, sampeld iambil dengant eknik cluster samplingyangd idasarkan pada asal tenaga kerja di empat wilayah Kotamadya Malang yaitu wilayah utara, selatanb, aratd an timur KotamadyaM alang.Dari pengambilans ampeld iperoleh3 0 respondeunn tuk tukangk ayu dan 30 respondenu ntuk tukangc at. Teknik pengambiland ata dilakukan secaraa ngketd engant eknik wawancarao, bservasdi an dokumentasi. Berdasarkanh asil penelitiand idapatkanbahwa:( l) tingkat pendidikantenaga kerjab angunanb idang kayu dan cat tergolongr endalr,y ainr73,33o/otu kangk ayu dan 80% tukang cat berpendidikan Sekolah Dasa\25,67o/o tukang kayu dan 2}o/on*ang catb erpendidikanS MP s€rtat idak adar espondenb aik dari tukangk ayu maupun tukangc at yangb eqpendidikans ampaik e SMU, (2)'pengalamantu kangk ayu dan tukangc at relatif tinggi, yaittt7}% respondenm empunyaim asak eda sebagati ukang kalu di atas l0 tahun dan 56,670/mo empunyaim asak erja sebagati ukangc at di atas 10 tahun, (3) motivasi tukang kayu dan tukang cat masih tergolong rendah (100%), (4) carap engupahany angberlaku padat ukangk a1'ud an tukangc at adalahc ara tv pengupahahna riand anb orongan,8 6,67%t ukangk ayud an 83,33o/tou kangc at menggunakacna rap engupahahna rianw alaupunm erekal ebih senangd enganc ara pengupahabno rongan(,5 ) produktivitastu kangk ayu dant ukangc at tergolong sedangd,il ihatd arim odusp roduktivitadsa lams atuh ariy angt ermasukr iteria sedanmg empunyapi rosentastee rbesar. Dari hasil uji statistikd enganc aram engujik esamaand uar ata-rata(u ji-t) padati ngkatk epercayaa9n5 % diperoleh:( 1) untukt ukangk ayud idapatb ahwat idak adap erbedaapnr oduktivitasy angs ignifikana ntaral atarb elakangp endidikan, pengalamand,a n cara pengupahan(,2 ) untuk tukang cat didapatb ahwat idak ada perbedaapnr oduktivitasy angs ignifikana ntaral atarb elakangp endidikand, anc ara pengupahatne,t apit erdapapt erbedaanp roduktivitasy angs ignifikana ntara pengalamadai bawah1 0t ahund engand i atas1 0t ahun.

Pengembangan model pembelajaran matematika kontekstual untuk meningkatkan kreativitas siswa sekolah menengah atas / Endah Sulastri

 

ABSTRAK Sulastri,Endah.2015. Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Kontekstual untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah Atas. Disertasi, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.S.,M.Sc., (II) Dr. I Nengah Parta, M.Si., dan (III) Dr. Hery Susanto,M.Si. Kata Kunci: Pengembangan, Model Pembelajaran, Matematika Kontekstual, Kreativitas. Kreativitas dapat diperoleh melalui pendidikan. Untuk memperoleh siswa yang kreatif diperlukan pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitias siswa, sehingga penelitian ini mengembangkan model pembelajaran matematika kontekstual yang dapat meningkatkan kretivitas siswa dengan menggunakan masalah matematika kontekstual. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan hasil pengembangan model pembelajaran matematika kontekstual yang valid, praktis dan efektif dapat meningkatkan kreativitas siswa Sekolah Menengah Atas ?. Pengembangan ini berdasar pada tahapan model pembelajaran yang diadopsi tahapan model pengembangan masalah umum bidang pendidikan dari Plomp (2007) yang terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) preliminary research/investigasi awal (2) prototyping phase/tahap prototipe: (3) assessment phase/tahap penilaian Untuk mendukung pengembangan model, dikembangkan perangkat pembelajaran dan instrumen. Perangkat pembelajaran terdiri dari Rencana Pengembangan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan untuk melaksanakan model itu di kelas. Instrumen terdiri dari: (1) lembar validasi Model dan Perangkat, (2) Lembar Observasi Keterlaksanaan Model, (3) Lembar Observasi Aktivitas Siswa, (4) Angket Respon Siswa, dan (5) Penguasaan Bahan Ajar dan Tes Kreativitas. Prototipe yang telah disusun divalidasi oleh tiga validator. Hasil validasi menunjukan bahwa, prototipe memenuhi syarat kevalidan. Reliabilitas lembar validasi Model dan Perangkat diuji berdasar hasil validasi prototipe model dan perangkat. Pengujian reliabilitas ini, dilakukan berdasar pada hasil validasi dari tiga validator. Untuk tiap-tiap indikator dihitung selisih dan jumlah dari validator terendah dan tertinggi dengan menggunakan rumus R = [1 – (A-B)/(A +B)] x100%, dengan A merupakan penilaian maksimum dari validator, dan B merupakan penilaian minimum dari validator. Kriteria instrumen dikatakan reliabel, jika nilai R ≥75%. Lembar Observasi Keterlaksanaan Model dan Lembar Observasi Aktivitas Mahasiswa tidak divalidasi ke validator, tetapi hanya didiskusikan dengan teman sejawat yang telah melakukan penelitian pengembangan. Pada penelitian ini dilakukan 3 kali uji coba yang dilakukan di SMAN 2 Kediri. Hasil ujicoba I, diperoleh (1) keterlaksanaan model masuk kategori sebagian besar terlaksana, aktivitas siswa masuk dalam kategori aktif, dan respon siswa secara klasikal positif. Sesuai keputusan tentang kepraktisan model yang sudah dibuat, maka pada ujicoba I masih belum memenuhi aspek kepraktisan II (aktivitas siswa) dan III(respon siswa). Kepraktisan model dapat dikatakan terpenuhi pada ujicoba II. Namun demikian, dari pemeriksaan secara mendalam ternyata masih ditemukan ada aktivitas siswa yang penilaiannya masuk kategori kurang aktif. Pada ujicoba III, penilaian untuk seluruh aktivitas siswa sudah masuk kategori aktif. Keefektifan model diperoleh melalui tiga kali ujicoba. Pada ujicoba I, hasil tes kreativitas siswa rata-ratanya berkatagori rendah. Pada ujicoba II, dan III kreativitas matematika siswa kategori cukup, tetapi pada aspek kebaruan hanya beberapa siswa yang mempunyai penyelesaian berbeda walaupun belum tuntas. Namun demikian terdapat peningkatan kreativitas, yaitu prosentase hasil kreativitas uji coba pertama, kedua dan ketiga berturut-turut 57, 60,9 dan 61,4. Hasil uji coba dari fase pengembangan mulai pertama sampai dengan ketiga diperoleh model pembelajaran matematika kontekstual untuk meningkatkan kreativitas siswa SMA dengan sintak: (a) orientasi, (b) pembekalan dan penyajian masalah matematika kontekstual, (c) diskusi kelompok, (d) presentasi hasil diskusi, dan (e) penutup, dengan revisi pada presentasi hasil diskusi ditambah dua aspek untuk mefokuskan siswa dalam diskusi dan menuliskan alasan pengajuan pertanyaan. Temuan dalam penelitian ini antara lain (a) kriteria kebaruan pada aspek kreativitas kurang, berarti hanya beberapa siswa yang dapat menemukan cara diluar cara yang diberikan guru yang diperoleh dari pengalaman belajar sebelumnya, (b) jenis diskusi dengan materi beda pada setiap kelompok membuat siswa aktif pada kelompoknya sendiri dan berusaha untuk dapat mempresetasikan sebaik mungkin, (c) penemuan konsep dari masalah matematika kontekstual dapat membuka cara berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah dengan banyak cara.

Pengaruh persepsi wajib pajak tentang kualitas pelayanan perpajakan terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi (studi pada KPP Pratama Malang Utara) / Helmi Nur Ardiansyah

 

ABSTRAK Ardiansyah, Helmi Nur. 2016. Pengaruh Persepsi Wajib Pajak Tentang Kualitas Pelayanan Perpajakan terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Pada KPP Pratama Malang Utara). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurika Restuningdiah., S.E., M.Si., Ak, CA (II) Dr. Eka Ananta Sidharta., S.E., M.M., CA. Kata Kunci:kualitas pelayanan, persepsi bukti fisik, persepsi keandalan, persepsi daya tanggap, persepsi jaminan dan empati, tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Penerimaan nasional suatu negara dihasilkan dari dua sumber penerimaan. Penerimaan dari sektor perpajakan merupakan sumber penerimaan yang utama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi bukti fisik, persepsi keandalan, persepsi daya tanggap, persepsi jaminan dan empati terhadap tingkat kepatuhan Wajib Pajak orang pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara. Penelitian ini menggunakan Perilaku yang Direncanakan sebagai grand theory, yang menyebutkan bahwa perilaku yang dilakukan individu muncul karena adanya niat untuk berperilaku. Penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai alat penelitian. Metode sampling yang digunakan adalah accidential sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara sebanyak 63.880 (enam puluh tiga ribu delapan ratus delapan puluh) wajib pajak orang pribadi. Sampel yang digunakan adalah 100 wajib pajak orang pribadi. Instrumen yang digunakan telah memenuhi uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian secara parsial diketahui bahwa persepsi bukti fisik, persepsi keandalan, persepsi daya tanggap, persepsi jaminan dan empati berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Saran untuk KPP Pratama Malang Utara adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan, serta harapan Wajib Pajak orang pribadi. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah (1) menambah variabel independen lain, (2) Menggunakan metode purposive sampling untuk pengambilan sampel, (3) melakukan metode wawancara untuk mengurangi bias dari jawaban responden.

Penerapan penilaian berbasis kelas dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA Negeri 1 Kalasan, Sleman, Yogyakarta / Istika Sri Sulistyandari

 

Perkembangan motif batik Jonegoroan Kabupaten Bojonegoro tahun 2003-2013 dan nilai pendidikannya / Ayu Mirawati

 

Mirawati, Ayu. 2014. Perkembangan Motif Batik Jonegoroan Kabupaten Bojonegoro Tahun 2009-2013 dan Nilai Pendidikannya. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum, (II) Dr. H. Abdul Latif Bustami, M.Si. Kata kunci: perkembangan, motif, batik Jonegoroan      Batik Jonegoroan asli Bojonegoro mempunyai motif unik yang membedakan dengan corak atau motif batik lainnya di Indonesia. Bojonegoro merupakan sebuah Kabupaten yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Kekayaan ini menginspirasi Ibu Mafudho Suyoto istri bupati Bojonegoro untuk menjadikannya sebagai motif Batik melalui lomba design. Berkaitan dengan hal ini, maka diperlukan pembahasan mengenai perkembangan motif batik Jonegoroan Kabupaten Bojonegoro.      Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup sejarah batik Jonegoroan Kabupaten Bojonegoro, makna filosofis dari macam-macam motif batik Jonegoroan di Bojonegoro, dan perkembangan motif batik Jonegoroan yang terdapat di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2009-2013 dan nilai pendidikannya.      Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah. Penelitian sejarah merupakan penelitian yang mencoba untuk mendeskripsikan secara sistematis dan objektif dengan berbagai tahap. Adapun langkah-langkah dalam penelitian sejarah adalah: (1) pemilihan topik, (2) pengumpulan sumber (heuristic), (3) kritik sejarah/keabsahan sumber (verifikasi), (4) analisis dan sintesis (interpretasi). (5) penulisan sejarah (historiografi).      Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, masalah sejarah batik Jonegoroan dilatarbelakangi oleh kekayaan alam dan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Bojonegoro. Kekayaan ini menginspirasi Ibu Mafudhoh Suyoto istri bupati Bojonegoro untuk menjadikannya sebagai motif batik melalui lomba design.      Kedua, masalah makna filosofis dari macam-macam motif batik Jonegoroan kabupaten Bojonegoro. Batik Jonegoroan mempunyai 14 motif yang dipengaruhi oleh lingkungan alam dan kebudayaan yang ada di Bojonegoro. Ke-14 motif tersebut adalah Pari Sumilak (maknanya padi yang menguning), Sata Ganda Wangi (maknanya secara kualitas maupun kuantitas tembakau produksi Kabupaten Bojonegoro sudah diakui seluruh Nusantara), Parang Dahana Mungal (maknanya sumber api abadi yang tidak kunjung padam), Jagung Miji Emas (maknanya budidaya jagung menjadi salah satu potensi unggulan di bidang pertanian), Mliwis Mukti (maknanya kesederhanaan pemimpin), Gatra Rinonce (menggambarkan pelestarian lingkungan di tengah industri migas), Rancak Thengul (menggambarkan salah satu kesenian tradisional di Kabupaten Bojonegoro), Parang Lembu Sekar Rinambat (menggambarkan peternak sapi di Kabupaten Bojonegoro terus berkembang), Sekar Jati (maknanya berkembangnya sentra-sentra kerajinan kayu jati yakni meubel, bubut kayu, dan gembol), Belimbing Lining Limo (maknanya buah belimbing Ringinrejo ini patut menjadi ikon dan potensi wisata petik buah di Kabupaten Bojonegoro), Surya Salak Kartika (maknanya potensi salak Wedi di Kabupaten Bojonegoro sudah dikenal masyarakat), Pelem-pelem Suminar (maknanya mengenalkan mangga untuk dijadikan potensi daerah), Sekar Rosella (maknanya keindahan dan kegunaan bunga rosella), Woh Rining Pisang (maknanya bahan untuk pembuatan makanan khas Kabupaten Bojonegoro yakni ledre).      Ketiga, masalah perkembangan motif batik Jonegoroan yang terdapat di kabupaten Bojonegoro pada tahun 2009-2013 serta nilai pendidikannya. Motif batik Jonegoroan mengalami perkembangan motif, tahun 2009 mempunyai 9 (sembilan) motif, dan tahun 2013 berkembang 5 (lima) motif menjadi 14 motif. Nilai pendidikan dari perkembangan motif batik Jonegoroan ialah pendidikan karakter, pendidikan moral, dan pengembangan muatan lokal.

Pengaruh merek dan kemasan terhadap keputusan pembelian produk mie instan merek mi "Sedaap" : survey pada ibu-ibu Kelurahan Sumbersari Malang / oleh Sensusiani Isriyati

 

Interferensi leksikal dan morfologis bahasa Madura terhadap bahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas IV SDN Sukorejo Sukowono Jember / Lailina

 

Penggunaan keterampilan bertanya pada proses belajar mengajar fisika di kelas 1 SMU Negeri 5 Malang / oleh Titik Wuryanti

 

Pengembangan sistem timbal balik pada Visitor Counter System (VCS) di Perpustakaan SMA Negeri 8 Malang berbasis PHP dan MySQL / Fahrizal Deny Devgan

 

ABSTRAK Devgan, Fahrizal Deny. 2015. Pengembangan Sistem Timbal Balik Pada Visitor Counter System (VCS) di Perpustakaan SMA Negeri 8 Malang Berbasis PHP dan MySQL. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd, (II) H. Sokhibul Ansor, S.Sos, M.Hum. Kata Kunci: aplikasi perpustakaan, aplikasi web, pengembangan sistem, visitor counter system. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh sekolah sebagai sarana pendukung dan penunjang proses kegiatan belajar mengajar bagi para murid. Dalam perkembangan perpustakaan, pemanfaatan teknologi informasi sangat dibutuhkan mengingat tuntutan masa sekarang. Perpusatakaan SMA Negeri 8 Malang memiliki siswa aktif maupun pasif yang sering berkunjung di perpustakaan, namun dalam pelaporan data pengunjung belum begitu konsisten, akurat dan lambat. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan sistem penghitung jumlah pengunjung perpustakaan dengan tujuan menghasilkan prototipe aplikasi sistem timbal balik pada Visitor Counter System (VCS) di perpustakaan SMA Negeri 8 Malang berbasis PHP dan MySQL dan memperkenalkan sebagian kecil dari sistem informasi perpustakaan. Metode oleh penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan dengan model waterfall. Langkah-langkah pengembangan: (1) tahap analisis yang berdasarkan tiga komponen sistem yakni perangkat keras, perangkat lunak, dan brainware atau pengguna, (2) tahap desain produk yang dirancang berdasarkan tahap analisis mulai dari ruang lingkup produk, arus data hingga user interface dengan bahasa pemrograman PHP: Hypertext Preprocessor dan menggunakan basis data MySQL, (3) tahap kode, peneliti menerjemahkan desain produk kedalam bahasa pemrograman yang dapat dimengerti oleh komputer dengan menggunakan tool Adobe Dreamweaver, dan (4) tahap tes/uji coba produk dengan metode black-box yang memfokuskan pengujian pada sisi fungsional dari produk. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner validasi ahli dengan metode black-box yang dilakukan oleh dosen ahli perangkat lunak Perpustakaan Universitas Negeri Malang sebagai validator dan pengunjung sekaligus petugas sebagai responden. Penelitian ini menghasilkan prototipe aplikasi sistem timbal balik pada Visitor Counter System (VCS) di perpustakaan SMA Negeri 8 Malang berbasis PHP dan MySQL. Produk yang dihasilkan dapat membantu pengolahan data pengunjung perpustakaan secara cepat, akurat, tepat, dan sesuai yang dibutuhkan oleh SMA Negeri 8 Malang. Berdasarkan hasil analisis uji coba produk dengan metode black-box dan uji tampilan pengguna, produk yang dikembangkan mendapatkan persentase keseluruhan sebesar 76% yang berarti valid atau dapat digunakan tanpa revisi. Dari hasil tersebut berarti peneneliti dapat menyimpulkan bahwa produk yang dikembangkan sudah valid dan dapat digunakan oleh Perpustakaan SMA Negeri 8 Malang.

Hubungan antara perhatian orang tua, bimbingan guru, dengan prestasi belajar matapelajaran kejuruan dalam pelaksanaan kurikulum 1994 rumpun bangunan SMK Negeri 1 Singosari Malang tahun ajaran 1999/2000
oleh Siti Nurhidayah

 

Penelitianinibertujuanuntukmengetahuihubunganantaraperhalianolang tua,b imbingang urud enganp restasbi elajarm atapelajarakne juruanP. enelitian ini jugabukaitand enganp Jatsanaa turikulum sekolahm enengahke juruan( Sh,fl() 1994k hususnyrau mpunb angunanS MK N I SingosarMi alang Subyekpenelitianaa*arrsiswakelasllrumpunbangunanSMKNlSingosan Malangs ebanya8k1 respondenD. atap erhatiano rangt ua' bimbingang uru diunglapkan dengan kuesioner, sedanglan prestasi belajar matapelajaran kejuruan menggunakandokumentasi.Validitasinstrumenpenelitiandianalisisdengan nl.nfr*** rumus product moment dari pearson. sedangkan kesahihan butrr insfrumend ianalisisd enganm enggunakanru musa lphad ari Cranbach'U ntuk mengujihipotesisyangdiajukanmenggunakanteknikanalisiskorelasiproduct memont dan regresi ganda dua prediktor' Hasilanalisadatamenunjukkanhubunganyangpositifantaraperhatianorang tua,bimbingangurudenganprestasibelajarmatapelajarankejuruanbaiksecara sendiri-sendirmi aupunb irsama-sarnaB. esarnyak oefesienk orelasiy ang diperoleh disajikans ebagabi erikut Koefisien korelasi antarap erhatiano rangt ua dengan prestasibelajarmatapelajarankejuruansebesar0,358;koefisienkorelasiantara fi*Uiog* g*o dengaop restasib elajar matapelajarank ejuruan sebesar 0y'18; serta koefisiens ecalab ersamu'runrua ntarap erhatiano rangt ua' bimbingan guru dengan prestasibelajarmatapelajarankejuruansebesar0,500'Untukitudisarankanuntuk memngkatkapne rhatiano rangt ua dan kerjasamay angk uat dank ontinue antara pihak sekolah dan Pihak orang hra.

Hubungan antara minat masuk program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2003 Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Dewi Laili Hurin Farida

 

Penerapan pendekatan konstruktivistik untuk meningkatkan perbaikan, proses dan hasil belajar sejarah dengan model jigsaw kelas X-8 IPS MAN Malang II Batu tahun ajaran 2014/1015 / Moh. Sofi Sufyan

 

Sofyan, Sufyan. 2014 Penerapan Pendekatan Konstruktivistik Model Jigsaw Kelas X –8 IPS MAN Malang II Batu. Skripsi, Jurusan S1 Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. Nur Hadi, M. Pd., M. Hum.(II) Drs. Mashuri, M. Hum. Kata Kunci: , Penerapan Pendekatan Konstruktivistik, Meningkatkan Hasil Belajar MAN Malang II Batu. MAN Malang II Batu berdiri pada tahun 1970. Sekolah ini adalah sekolah yang berbasis agama. Observasi awal 4 Agustus 2014 dalam pembelajaran di kelas X –8 IPS terlihat kondisi kelas kurang stabil. Maksud dari kondisi kelas kurang stabil adalah ketika proses pembelajaran suasana kelas rame dan tidak kondusif dengan kondisi seperti itu sehingga diperlukan PTK.Yang menjadi fokus penelitian ini adalah(1) Penerapan pendekatan konstruktivistik model jigsaw untuk pembelajaran sejarah di kelas X –8 IPS MAN Malang II Batu.(2) Pendekatan konstruktivistik dapat memperbaiki proses pembelajaran sejarah siswa di kelas X –8 IPS MAN Malang II Batu.(3) Pendekatan konstruktivistik dapat meningkatkan hasil pembelajar sejarah siswa di kelas X –8 IPS MAN Malang II Batu. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) Peneitian tindakan kelas ini dilakukan 2 siklus, dalam 1 siklus 2 kali pertemuan.Penelitian kualitatif adalah penelitian untuk mengungkapkan suatu fenomena atau gejala dimana peneliti memerankan sebagai instrument pengumpul data.Temuan penelitian di MAN Malang II Batu khususnya di kelas X-IPS 8 dari hasil belajar siswa mengalami peningkatan, hal ini di buktikan dengan tugas harian siswa dan hasil ulangan harian, siswa bisa menjawab soal-soal yang di berikan oleh guru. Dari jumlah 28 siswa yang mendapat nilai KKM, 20 siswa dan 8 siswa lainnya mendapat nilai diatas KKM. Di Bawah ini perincian hasil belajar siswa kelas X-8 IPS. Hasil penelitian tersebut,diharapkan(1) Dapat menjadi bahan evaluasi guru sejarah di MAN Malang II Kota Batu.(2)Kepada peneliti selanjutnya, apabila ingin melakukan penelitian yang sejenis dengan objek atau subjek yang berbeda, skripsi ini bisa digunakan sebagai acuan dan perbandingan yang nantinya dapat dikembangkan lagi.(3)Bagi Pendidikan, diharapkan dengan adanya hasil penelitian ini bisa menambah wawasan kepada para guru, khususnya guru sejarah dalam memberikan materi tentang sejarah. Manfaat penelitian:1) Bagi siswa sebagai sarana untuk memudahkan dalam menerima dan memahami materi pembelajaran sejarah.2) Bagi guru dapat dijadikan masukan dalam mengenal model pembelajaran dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa di kelas X-8 IPS.3) Bagi peneliti dapat menambah wawasan dan pengalaman langsung dalam menerapkan proses pembelajaran melalui model jigsaw

Wortbildung der worter auf -1 und -0 in der deutschen umgangssprache / von Deddy Kurniawan

 

Metode deret kuasa untuk menyelesaikan persamaan diferensial linier homogin orde dua
oleh Suhartatik

 

Pengaruh insentif terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja (studi pada karyawan PT PLN (Persero) APJ Malang) / Camelia Maharani Koesoema

 

ABSTRAK Koesoema, Camelia Maharani. 2016. Pengaruh Insentif terhadap Kinerja melalui Motivasi Kerja (Studi pada Karyawan PT PLN Persero Malang). Skripsi, Jurusan manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si (2) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E., M.M. Kata Kunci : Insentif, Motivasi Kerja, Kinerja Permasalahan peningkatan kinerja erat kaitannya dengan bagaimana memotivasi karyawan. Banyak cara yang dapat dilakukan perusahaan guna meningkatkan motivasi kerja karyawan agar kinerjanya pun juga meningkat, salah satunya adalah dengan pemberian insentif. Apabila insentif yang diberikan perusahaan sudah tepat, maka akan menumbuhkan motivasi dan berimbas pada peningkatan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh insentif terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja (studi pada karyawan PT PLN (Persero) APJ Malang). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 56 responden dari 65 karyawan. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah proportional random sampling dan teknik pengujian data yang digunakan meliputi uji validitas dan uji reliabilitas. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path). Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa 1) Insentif berpengaruh secara langsung, positif, dan signifikan terhadap motivasi kerja dibuktikan dengan nilai β= 0,297 dan sig t= 0,026<0,05, 2) Motivasi kerja berpengaruh secara langsung, positif, dan signifikan terhadap kinerja dibuktikan dengan nilai β=0,416 dan sig t= 0,000<0,05, 3) Insentif berpengaruh secara langsung, positif, dan sinifikan terhadap kinerja dengan β = 0,597 dan sig t = 0,000 < 0,05, 4) Insentif berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja melalui motivasi kerja dengan β= 0,123. Saran yang diberikan kepada PT PLN (Persero) APJ Malang adalah hendaknya mengadakan acara family gathering untuk seluruh karyawan, hal ini dimaksudkan agar dapat mempererat hubungan silahturahmi antara pimpinan dan karyawan atau antara karyawan dengan karyawan, karena dari hasil analisis penelitian item pertanyaan kinerja mengenai karyawan yang dapat membina hubungan dan kerja sama yang baik mendapat skor terendah dan didominasi dengan jawaban kurang setuju. Selain dapat mempererat hubungan antar karyawan, dapat juga sebagai penyegaran bagi karyawan setelah melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari. Selain itu, pemberian bonus bulanan dirasa mampu semakin membangkitkan motivasi kerja karyawan dibandingkan pemberian bonus yang hanya satu tahun sekali.

Pemanfaatan laboratorium bahasa dalam pembelajaran istima' (menyimak) di Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang / Aniza

 

Keortogonalan polinomial legendre
oleh Dewi Fatimah

 

Karakteristik karangan biografi karya siswa SMA Laboratorium UM tahun ajaran 2014/2015 / Putu Rezha Setiyawan

 

ABSTRAK Setiyawan, P.R. 2015.Karakteristik Karangan Biografi Karya Siswa SMA Laboratorium UM Tahun Ajaran 2014/2015.Skripsi, JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd. , (II)Drs. DwiSaksomo. M.Si. Kata Kunci :struktur teks biografi, ciri bahasa teks biografi, siswakelas XI SMA Laboratorium UM Teks biografi merupakan teks yang menceritakan perjalanan hidup seseorang, meliputi latar belakang keluarga dan pendidikan, tempat dan tanggal lahir, prestasi dan pencapaian yang diraih dengan ketentuan ditulis oleh orang lain. Menulis teks biografi merupakan kegiatan yang membuat penulis lebih mengenal sosok tokoh yang akan ditulis, pencapaian dan prestasi yang digapai tokoh. Berkaitan dengan ini, penulis membuat penelitian dengan judul Karakteristik Karangan Biografi Karya Siswa SMA Laboratorium UM Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan karakteristik karangan biografi karya siswa kelas XI SMA Laboratorium UM, yang pertama ialah struktur isi teks biografi yang meliputi orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi, kemudian yang kedua ialah ciri bahasa teks biografi yang meliputi konjungsi intrakalimat dan antarkalimat, pronomina, kalimat simplek, kata penunjuk, dan diksi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan struktur teks dan ciri bahasa teks diperoleh dari 20 siswa XI-IPS 1 dan 20 siswa XI-IPA 3. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu (1) identifikasi data, (2) klasifikasi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, terdapat dua kesimpulan. Kesimpulan pertama yaitu struktur teks, seluruh siswa mampu menuliskan orientasi dengan benar, meliputi latar belakang, tempat dan tanggal lahir, urutan peristiwa banyak yang kurang diceritakan secara mendetail, terakhir pada reorientasi hanya sedikit yang menyajikannyakarena tahapan ini merupakan pilihan. Kesimpulan kedua yaitu ciri bahasa teks, konjungsi antarkalimat dan intrakalimat sudah bervariasi, penulisan pronomina bervariasi dengan banyaknya acuan yang dipakai, penulisan kalimat simplek ditambahkan dengan keterangan tempat atau waktu, penulisan kata penunjuk kejadian kurang maksimal karena tidak lengkapnya unsur kata penunjuk yang ditulis, diksi yang dipakai sudah bervariasi.

Penggunaan media gambar dalam pembelajaran matematika pokok bahasan volume kelas V SDN Mergosono I Kedungkandang Kota Malang / Sri Indarwinarsih

 

Peningkatan pemahaman konsep pecahan dengan menggunakan alat peraga kepingan pecahan bidang geometris siswa kelas III SDN Mergosono II Kota Malang / Etik Kusweni

 

Pengaruh penggunaan dan kemudahan fasilitas e-filing terhadap tingkat kepuasan wajib pajak orang pribadi dalam pelaporan SPT secara online pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batu / Sheyla Ken Nesya

 

ABSTRAK Nesya, Sheyla Ken. 2016. Pengaruh Penggunaan dan Kemudahan Fasilitas E-filing terhadap Tingkat Kepuasan Wajib Pajak Orang Pribadi dalam Pelaporan SPT Secara Online pada KPP Pratama Batu. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Cipto Wardoyo, SE., M.Pd., M.Si., Ak., CA. (II) Dr. H. Tuhardjo, SE., M.Si., Ak Kata kunci: penggunaan dan kemudahan, e-filing, tingkat kepuasan wajib pajak orang pribadi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besarnya penggunaan dan kemudahan fasilitas e-filing yang terdiri dari penggunaan dan kemudahan terhadap tingkat kepuasan Wajib Pajak Orang Pribadi dalam pelaporan SPT secara Online pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batu. Penelitian ini menggunakan grand theory Technology Acceptance Model (TAM) yang menjelaskan perilaku menggunakan Teknologi Informasi (TI) diawali oleh adanya persepsi mengenai manfaat (usefulness) dan persepsi mengenai kemudahan menggunakan TI (ease of use). Penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai alat penelitian yang disebar kepada Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Batu. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan menggunakan metode incidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batu yang menggunakan fasilitas e-filing sebanyak 21.374 (dua puluh satu ribu tiga ratus tujuh puluh empat) Wajib Pajak Orang Pribadi. Sampel yang digunakan adalah 100 Wajib Pajak Orang Pribadi. Instrumen yang digunakan telah memenuhi uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa penggunaan fasilitas e-filing berpengaruh positif terhadap tingkat kepuasan Wajib Pajak Orang Pribadi sebesar 32,30%. Selanjutnya untuk kemudahan penggunaan fasilitas e-filing berpengaruh positif terhadap tingkat kepuasan Wajib Pajak Orang Pribadi sebesar 29,20%. Saran untuk KPP Pratama Batu adalah (1) Pelaksanaan pelaporan SPT secara online melalui fasilitas e-filing perlu dijaga dan ditingkatkan, (2) Agar memberikan surat himbauan kepada Wajib Pajak untuk dapat melaporkan SPT Tahunannya secara online menggunakan fasilitas e-filing, (3) Membuat suatu sistem yang memungkinkan pengguna / Wajib Pajak mendapatkan e-FIN secara online. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah (1) diharapkan dapat meningkatkan nilai koefisien determinasi dengan meneliti variabel lain yang berpengaruh terhadap kepuasan wajib pajak orang pribadi, (2) agar dilengkapi dengan teknik pengumpulan data melalui instrumen penelitian wawancara sehingga hasil yang diberikan dapat lebih akurat.

Studi tentang evaluasi guru pendidikan jasmani dan kesehatan dalam pelaksanaan pengajaran pendidikan jasmani dan kesehatan di SD Negeri Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang / Anton Dwi R.H.

 

Pengembangan paket layanan bimbingan sosial dengan pendekatan klarifikasi nilai siswa / oleh Musari

 

Hubungan implementasi teknik pembinaan profesional dengan performansi mengajar guru di Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Firly Khoirun Nisa

 

ABSTRAK Nisa, Firly Khoirun. 2016. Hubungan Implementasi Teknik Pembinaan Profesional dengan Performansi Mengajar Guru di Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Burhanuddin, M.Ed. Ph.D (II) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd Kata Kunci: Teknik pembinaan profesional, Performansi mengajar guru. Guru merupakan unsur terpenting dalam lembaga pendidikan, karena sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Tenaga pendidik perlu dibina agar mereka menjadi lebih profesional. Guru yang profesional adalah guru yang menguasai kompetensi paedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. oleh karena itu guru sangat memerlukan bantuan pembinaan profesional dalam rangka meningkatkan pembelajaran di dalam kelas. Pembinaan Profesional dapat diberikan kepada guru melalui kegiatan supervisi dengan berbagai teknik yang dapat disesuaikan dengan permasalahan guru. Pengawas/Kepala Sekolah diharapkan dapat memberikan pembinaan profesional melalui supervisi kepada guru agar performansi guru dalam mengajar semakin meningkat. Permasalahan dalam penelitian ini mengenai tingkat efektifitas implementasi pembinaan profesional yang dilakukan di MI se-Kecamatan Singosari karena MI se-Kecamatan Singosari saat ini merupakan sekolah rujukan masyarakat yang tinggal di daerah Singosari. Sehingga rumusan masalah yang dapat dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana tingkat efektivitas implementasi teknik pembinaan profesional guru di MI se-Kecamatan Singosari jika dilihat dari perbedaan gender, usia, kualifikasi akademik dan masa kerja guru?; (2) Bagaimana tingkat kulaitas performansi mengajar guru di MI se-Kecamatan Singosari jika dilihat dari perbedaan gender, usia, kualifikasi akademik dan masa kerja guru?; (3) Bagaimana hubungan implementasi teknik pembinaan profesional guru terhadap performansi mengajar guru di MI se-Kecamatan Singosari? Penelitian ini menggunakan rancangan deskripstif korelasional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan implementasi program pembinaan profesional dengan performansi mengajar guru. Populasi penelitian ini yaitu guru MI se-Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dengan jumlah 165 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik propotional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 117 orang guru. Sedangkan instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Skala yang digunakan merupakan skala Likert dengan 4 (empat) pilihan jawaban. Dan data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif dan teknik korelasi product moment. Untuk menguji kelayakan instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas, analisis data penelitian ini menerapkan teknik korelasi product moment yang diselesaikan melalui program SPSS (Statistical Product and Special Service) 18.0 for windows. Hasil analisis data penelitian menunjukkan sebesar 0,726 > 0,195 dengan taraf signifikansi 5%, berarti ada hubungan signifikan antara program pembinaan profesional dengan performansi mengajar guru di MI se-Kecamatan Singosari. Untuk hubungan variabel Y dengan variabel kontrol, yaitu hanya antara variabel performansi mengajar guru dengan kualifikasi akademik guru menunjukkan sebesar 0,027 < 0,05, berarti ada hubungan signifikan antara performansi mengajar guru dengan kualifikasi guru di MI se-Kecamatan Singosari. Dilihat dari implementasi teknik pembinaan profesional yang dilakukan ditemukan bahwa tingkat efektifitas implementasi pembinaan profesional guru termasuk dalam kualifikasi sangat efektif, dan tingkat kualitas performansi mengajar guru di MI se-Kecamatan Singosari juga termasuk dalam kualifikasi sangat baik. Terdapat pula hubungan yang signifikan antara implementasi teknik pembinaan profesional dengan performansi mengajar guru, dan terdapat hubungan yang signifikan antara performansi mengajar guru dengan kualifikasi akademik guru di MI se-Kecamatan Singosari. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat dikemukakan bagi kepala sekolah di MI se-Kecamatan Singosari diharapkan dapat melaksanakan pembinaan profesional secara rutin di sekolah dengan berbagai teknik terutama teknik yang jarang digunakan untuk pembinaan profesional dan harus disesuaikan dengan permasalahan guru. Bagi guru-guru di MI se-Kecamatan Singosari diharapkan dapat terus mempertahankan dan meningkatkan performansi mengajarnya agar kualitas pembelajaran, mutu pendidikan, kualitas lulusan, dan kemajuan sekolah dapat terus meningkat. Bagi mahasiswa jurusan Administrasi pendidikan dapat mempelajari pedoman-pedoman maupun hasil penelitian mengenai pembinaan profesional dan performansi mengajar guru, sehingga ke depannya apabila mahasiswa sudah lulus dan masuk dalam dunia pendidikan dapat mengimplementasikan apa yang telah dipelajari dengan baik. Dan bagi peneliti lain diharapkan dapat dipergunakan sebagai acuan apabila mahasiswa dan peneliti lain berminat meneliti lebih lanjut tentang pembinaan profesional dan performansi mengajar guru dengan variabel, populasi yang berbeda, dan instrumen yang tidak hanya mengambil dari persespi guru, namun juga mencakup sudut pandang pimpinan, teman sejawat, dan siswa. Selain itu juga peneliti lain diharapkan dapat meneliti beberapa teknik yang tidak diungkap dalam penelitian ini.

Pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan CV. Top Ten Tobacco Kediri) / Aprillia Dwi Kartikasari

 

Kata Kunci : Budaya Organisasi, Kepuasan kerja, dan Komitmen organisasional. Perkembangan dalam dunia usaha di Indonesia saat ini yang semakin cepat dan pesat berakibat juga pada berubahnya budaya. Sehingga organisasi dituntut untuk mempunyai budaya organisasi yang membedakan dengan organisasi lain yang sejenis. Percepatan perubahan lingkungan berakibat pada perubahan budaya perusahaan. Bagaimana karyawan berperilaku dan apa yang seharusnya mereka lakukan, banyak dipengaruhi oleh budaya yang dianut oleh organisasi tersebut, atau disebut dengan budaya organisasi. Kesuksesan sebuah organisasi tidak hanya didukung oleh budaya organisasinya saja tetapi juga bagaimana organisasi tersebut menumbuhkan komitmen bagi karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi yang ada di CV. Top Ten Tobacco Kediri guna meningkatkan kepuasan kerja serta komitmen organisasi. Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu budaya organisasi sebagai variabel independen, kepuasan kerja sebagai variabel intervening, dan komitmen organisasional sebagai variabel dependen. Tujuan penelitian ini diwujudkan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif guna menggetahui gambaran masing-masing variabel budaya organisasi, kepuasan kerja, dan komitmen organisasional. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows Release 12.0, untuk proses pengolahan data dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: (1) Pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja b= 0,640, (2) Pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasional b= 0,297, (3) Pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional b= 0,303, (4) Pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja b= 0,490. Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa: (1) terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan; (2) Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikasi budaya organisasi terhadap komitmen organisasional , (3) terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional, (4) terdapat pengaruh tidak langsung positif yang signifikan budaya organisasi terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja. Deskripsi penilitian menyatakan bahwa budaya organisasi tinggi, kepuasan kerja tinggi dan komitmen organisasional tinggi. Saran yang bisa diberikan berkaitan dengan temuan yang diperoleh adalah: (1) Hasil analisis deskriptif yang meliputi budaya organisasi, kepuasan kerja, dan komitmen organisasional digunakan CV. Top Ten Tobacco Kediri untuk lebih memperhatikan komitmen organisasional karyawan pada organisasi atau perusahaan misalnya dengan sering mengadakan suatu kegiatan yang melibatkan seluruh karyawan ikut dalam kegiatan tersebut, yang nantinya kebersamaan akan muncul pada diri karyawan. Dengan adanya rasa kebersamaan yang terjalin dapat menumbuhkan komitmen bagi diri karyawan, (2) Untuk menciptakan budaya organisasi yang kondusif sebaiknya budaya organisasi CV. Top Ten Tobacco terus meningkatkan dalam memperhatikan suatu pekerjaan , pengambilan keputusan, pertemuan rapat diusahakan tepat waktu, dan mengambil keputusan berdasarkan fakta. (3) Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional. Sehingga perlu ditempuh cara-cara untuk dapat terus meningkatkan kepuasan kerja. Cara-cara meningkatkan kepuasan kerja karyawan adalah dengan memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan kerja karyawan yaitu faktor pegawai dan faktor pekerjaan. antara lain dengan cara member kesempatan untuk bekerja sendiri, melakukan hal yang berbeda dalam bekerja, dengan cara begitu semoga dapat menciptakan kepuasan kerja yang tinggi. (4) Hendaknya CV. Top Ten Tobacco Kediri untuk meningkatkan komitmen organisasi yang tinggi, seharusnya perusahaan harus selalu menanamkan bahwa nilai-nilai karyawan sama dengan perusahaan

Penerapan matriks Leslie dan metode Newton-Raphson pada pemanenan populasi ayam betina / Henie Mulyaningsih

 

Pembelajaran menulis deskripsi dengan pendekatan proses bagi siswa kelas V sekolah dasar / oleh Lemien Leiwakabessy-Wattimury

 

Peningkatan kecerdasan interpersonal melalui permainan tukar kartu pada anak usia 3-4 tahun di PAUD Laboratorium UM Kota Blitar / Fitriani

 

ABSTRAK Fitriani. 2016. Peningkatan Kecerdasan Interpersonal Melalui Permainan Tukar Kartu Pada Anak Usia 3-4 Tahun di PAUD Laboratorium UM Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Hadi Mustofa, M.Pd., (II) Dr. H. Alif Mudiono, M. Pd. Kata Kunci: Kecerdasan Interpersonal, Permainan Tukar Kartu Berdasarkan hasil observasi di PAUD Laboratorium UM Kota Blitar hanya 36,3% anak yang mampu berhubungan sosial dengan teman sebaya. Ditemukan beberapa masalah yang menjadi penyebabnya, yaitu pembelajaran yang diterapkan cenderung menggunakan LKS serta mengerjakannya secara individu dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan kurang membangun adanya interaksi anak satu sama lain. Melalui permainan tukar kartu pada anak usia 3-4 tahun di PAUD Laboratorium UM Kota Blitar kecerdasan interpersonal anak akan meningkat. Permainan tukar kartu dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal anak usia 3-4 tahun di PAUD Laboratorium UM Kota Blitar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dilakukan selama dua siklus, meliputi tahapan: (1) persiapan; (2) pelaksanaan; (3) pengamatan; (4) refleksi. Metode pengumpulan data observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Subjek penelitian anak usia 3-4 tahun, tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 11 anak. Alat pengumpul data berupa: (1) lembar observasi aktivitas guru; (2) lembar observasi aktivitas anak; (3) lembar observasi sikap anak; (4) lembar observasi keterampilan interpersonal anak; (5) lembar observasi pengetahuan anak; (6) catatan lapangan. Peningkatan kecerdasan interpersonal anak pada pratindakan mencapai persentase ketuntasan sebesar 36,3% dengan kategori belum berkembang, meningkat pada siklus I yaitu mencapai ketuntasan sebesar 49,4% dengan kategori belum berkembang dan siklus II mencapai persentase ketuntasan sebesar 75% dengan kategori sudah berkembang Peningkatan kecerdasan interpersonal dari pratindakan ke siklus I meningkat dengan persentase 13,1%, siklus I ke siklus II meningkat dengan persentase 25,6%, dan dari pratindakan ke siklus II meningkat dengan persentase 38,7%. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan tukar kartu dapat diterapkan dengan baik serta dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal anak usia 3-4 tahun PAUD Laboratorium UM Kota Blitar. Melihat keberhasilan penerapan permainan tukar kartu, disarankan agar guru menggunakan permainan tukar kartu untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal.

Gagasan feminisme dalam novel perempuan di titik nol karya Nawal el-Saadawi
oleh Mufarrochah

 

Hambatan yang dihadapi guru bahasa Indonesia kelas I SMA Negeri di Kota Malang dalam melaksanakan pengajaran bahasa Indonesia berdasarkan kurikulum 2004 / Yulianti

 

Hubungan antara kemampuan akademik, motivasi kerja, dan minat menjadi guru dengan profesionalisme guru pada sekolah dasar di kecamatan Kubutambahan kabupaten Buleleng / oleh I Gede Meter

 

Peningkatan hasil belajar IPS materi Koperasi melalui media ular tangga pada siswa kelas IV SDN Binangun 01 Kabupaten Blitar / Luky Andriya Ningsih

 

ABSTRAK Ningsih, Luky Andriya.2016.Peningkatan HasilBelajar IPS MateriKoperasimelalui Media UlarTanggapadaSiswaKelas IV SDN Binangun 01 KabupatenBlitar.Skripsi, ProgamStudi S1 Pendidikan Guru SekolahDasar, JurusanKependidikanSekolahDasardanPrasekolah, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Sunyoto, S.Pd.,M.Si., (2) Dra. Hj. Sri Murdiyah, M.Pd. Kata Kunci: media ulartangga, hasilbelajar, ips Hasilobservasiyang dilakukanpada proses pembelajaransiswakelas IV SDN Binangun 01 danwawancaradengan guru diketahuibahwaterdapatpermasalahan yang munculpadapembelajaran IPS sebagaiberikut: (1) dari 18 siswaterdapat 14 siswa yang hasilbelajarnyamasih di bawah KKM 70, (2) sebagianbesarsiswamerasakesulitanmenghafalmateri-materidalammatapelajaran IPS, (3)guru hanyamenggunakanmetodeceramahpadapembelajaran IPS, (4)kurangmelibatkansiswadalam proses pembelajaran, (5)siswajarangbelajarsecaraberkelompok di kelas, dan (6) padasaat proses pembelajaran IPS, guru belummenggunakan media pembelajaran yang melibatkansiswauntukaktifdalam proses pembelajaran. UntukmemperbaikikeadaantersebutdilakukanPenelitianTindakanKelas (PTK).Penelitianinidilaksanakandengantujuanmendeskripsikanpenggunaan media pembelajaranUlarTanggapadapembelajaran IPS materikoperasisiswakelas IV SDN Binangun 01 KabupatenBlitardanpeningkatanhasilbelajar IPS materikoperasimelalui media ulartanggapadasiswakelas IV SDN Binangun 01 KabupatenBlitar. PenelitianinimerupakanPenelitianTindakanKelas (PTK) denganpendekatandeskriptifkualitatif.Prosedur PTK terdiridariduasiklus, padamasing-masingsiklusdilakukanlangkah (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasidan (4) refleksi.Subjekpenelitianyaitusiswadan guru kelas IV SDN Binangun 01 KabupatenBlitar yang berjumlah 18 siswa.Penelitiberperansebagai guru matapelajaran IPS kelas IV. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa rata-rata persentasekeberhasilanaktivitas guru dalampelaksanaanpembelajaranpadasiklus I sebesar 76% danpadasiklus II sebesar 91,5%. Rata-rata persentaseketuntasanakivitassiswapadasiklus I sebesar 47% danpadasiklus II sebesar 86%.Persentaseketuntasanhasilbelajarsiswaranahafektifpadasiklus I 47%, padasiklus II sebesar 88,5%. Persentaseketuntasanhasilbelajarsiswaranahpsikomotorpadasiklus I sebesar 47% danpadasiklus II sebesar 83,5%. Persentaseketuntasanhasilbelajarsiswaranahkognitifpadasiklus I sebesar 33% danpadasiklus II sebesar 83,5%. Padapertemuanterakhir, dari 18 siswa, terdapat 16 siswa yang sudahtuntasbelajar. Data hasilpenelitiantersebutdapatdisimpulkanbahwapenggunaan media ulartanggadapatmeningkatkankeberhasilanaktivitasmengajar guru, ketuntasanaktivitassiswadanhasilbelajar IPS padasiswakelas IV SDN Binangun 01 KabupatenBlitar.

Kesalahan pembentukan finalsatz bahasa Jerman oleh mahasiswa angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang / Taufan Reza Achmadi

 

Kata kunci: kalimat, Finalsatz, kesalahan pembentukan Aturan tata bahasa merupakan hal yang penting dalam mempelajari bahasa Jerman. Aturan tata bahasa ada agar komunikasi antara satu dengan yang lain dapat terjalin dengan baik dan benar. Tata bahasa menunjukkan dan mendeskripsikan sebuah struktur bahasa dan bagaimana orang melakukannya. Pembelajar atau mahasiswa sebaiknya menggunakan tata bahasa dengan baik dan benar dalam usaha mereka menuangkan ide-ide baik dalam wacana tulis maupun wacana lisan. Tata bahasa bahasa Jerman memberikan aturan-aturan bagaimana seseorang membentuk kalimat aktif maupun kalimat pasif, kalimat tanya, kalimat perintah, kalimat langsung dan tidak langsung, kalimat final (Finalsatz), dan masih banyak lagi. Finalsatz memiliki makna keinginan, maksud, maupun tujuan mengenai sesuatu. Bila dicermati,secara teoritis untuk membentuk sebuah Finalsatz relatif mudah, akan tetapi tidak demikian dengan yang terjadi di lapangan. Mahasiswa masih merasa kesulitan dalam membentuk Finalsatz dengan baik dan benar. Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya banyak kesalahan dalam tes yang dikerjakan mahasiswa ketika diminta menyusun Finalsatz. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dibuat mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2009 dan faktor-faktor penyebab terjadinya kesalahan pembentukan Finalsatz. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah deskriptf kualitatif. Data penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam membentuk Finalsatz bahasa Jerman. Instrumen penelitian ini adalah tes yang diberikan pada mahasiswa berupa sepuluh soal pembentukan Finalsatz dan angket. Berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan dapat diketahui mahasiswa masih kesulitan dalam pembentukan Finalsatz. Terdapat empat macam kesalahan pembentukan Finalsatz yang dilakukan mahasiswa yaitu (1) kesalahan pembentukan Finalsatz dengan bentuk yang terbalik antara damit-Satz maupun Infinitifkonstruktion, terdapat dua puluh lima macam kesalahan. (2) Kesalahan peletakan kata kerja dalam Nebensatz, tujuh kesalahan. (3) kesalahan berupa pengulangan subjek dalam Nebensatz, tujuh kesalahan. (4) sepuluh kesalahan. Kesalahan yang paling banyak dibuat mahasiswa adalah kekeliruan dalam membentuk Finalsatz dengan menggunakan bentuk damit-satz maupun Infinitivkonstruktion. Mahasiswa tidak mengerti apakah kalimat sebaiknya dibentuk menggunakan damit-Satz atau Infinitivkonstruktion. Kata kerja yang tedapat dalam Nebensatz harus diletakkan di akhir kalimat, akan tetapi banyak mahasiswa yang lupa terhadap aturan tersebut. Hal inilah yang menjadi kesalahan kedua. Selain itu mahasiswa mengulang subjek dalam Nebensatz pada Finalsatz yang menggunakan Infinitivkonstruktion. Berdasarkan hasil angket dapat diketahui mahasiswa kesulitan dalam membedakan dua jenis Finalsatz. Berasarkan hasil penelitan disarankan pada pengajar agar menyampaikan materi Finalsatz lebih detail disertai dengan latihan-latihannya. Untuk mahasiswa sebaiknya mencari materi Finalsatz dari sumber lain dan banyak berlatih di rumah.

Diksi guru bahasa Indonesia dalam interaksi belajar mengajar di kelas II SMK PGRI 02 Malang / Farihi

 

Perencanaan pegas hidrolis kendaraan roda empat menggunakan sistem hydropneumatik pada jeep opel blazer type SL-i
oleh Antonius Tri Wibowo

 

Pengembangan e-modul berbasis adobe flash CS6 padamata pelajaran Penataan Barang Dagang (studi pada siswa kelas XI Pemasaran di SMKN 1 Boyolangu Tulungagung) / Indah Zahrotul Fauziah

 

ABSTRAK Fauziah, Indah Zahrotul. 2016. Pengembangan E-Modul Berbasis Adobe Flash CS6Pada Mata Pelajaran Penataan Barang Dagang (Studi Pada Siswa Kelas XIPemasaran di SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Sutrisno, M.M. (2) Dr. Suwarni, M.Si. Kata Kunci: E-Modul, Adobe Flash CS6, Penataan Barang Dagang Perkembangan teknologi yang sangat pesat menghasilkan hal-hal baru, baik teknologi secara umum maupun perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Perkembangan teknologi tersebut menuntut pendidik untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif. Salah satunya menggunakan multimedia interaktif yang dikemas dalam bentuk e-modul atau modul elektronik dengan memanfaatkan aplikasi Adobe Flash CS6. Software tersebut merupakan software grafis animasi yang dapat membuat objek grafis dan menganimasikannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan Prosedur penelitian dan pengembangan (R&D) ADDIE yang digabungkan dengan Borg & Gall, meliputi 5 tahap yaitu: (1) Analisis (analisis kebutuhan), (2) Design (media pembelajaran), (3) Development (validasi media dan materi), (4) Implementasi (uji coba terbatas dan uji coba lapangan) dan (5) Evaluasi (revisi tiga kali). Penelitian ini menggunakan angket untuk memperoleh hasil yang valid dalam pengembangan e-modul. Angket diberikan kepada ahli materi, ahli media, dan pengguna e-modul (siswa).E-modul ini divalidasi oleh dua validator sebanyak tiga kali, yaitu produk awal, setelah uji coba terbatas, dan setelah uji coba lapangan. Berikut adalah hasil yang diperoleh pada tahap terakhir validasi, diantaranya validasi ahli media sebesar 99,31%, validasi ahli materi sebesar 98,61%, dan validasi siswa 90,03%. Berdasarkan hasil tersebut maka e-modul yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai sumber belajar pada mata pelajaran penataan barang dagang. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul berbasis Adobe Flash CS6 pada siswakelas XI Pemasaran di SMKN 1 Boyolangu Tulungagung sebagai alternatif sumber belajar siswa.Saran pengembangan lebih lanjut yaitu (1) pengembangan e-modul ini dapat dimodifikasi dengan aplikasi/software pembuatan media lain dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi, dan (2) penelitian pengembangan e-modul agar menambahkan video dan ilustrasi gambar pada e-modulyang telah dikembangkan.

Proses perubahan dalam penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di MTsN Malang I / Cieciel Khusriny

 

Set percobaan sistem komunikasi optik / oleh Nurul Widayati

 

Sistemk omunikasoi ptik adalahs istemk omunikasyi angm enggunakan optik. Sistem serat ini terdiri dari tiga komponenK. omponenp ertamaa dalahp emancar optik yangf ungsinyam engubahs inyall istrik p"rrrb"ru informasi. en;uli ,inyur optik untukd ipancarkank,o mponenk eduaa dalahs erato ptik sebagai transmisic ahaya iieaia dari perrancaro ptik ke penerimao ptik,L ompon.i.t,. tigu adarah qelerima optik yang berfungsis ebagapi enerimac ahayad ari serato ptik lelanjutnya diubah menjadi sinyal listrik. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahubi esard anb entuks inyarg erombang saati nput rangkaianp emancadr ihubungkand engano utputg eneratosr ampapi ada batasf rekuens4i 00 Hz, mengukurr ugi-iugi dayiyangarterJa*ans erato ptik, mengetahubi esard anb entuks inyalg elombangs aati nput rangkaiunp .n.rirnu menerimac ahayad ari serato ptik sampabi ataJfrekuens4i 00 FIz. Hasilp enelitianin i menunjukkanb ahwab entuks inyarg elombangy ang drhasilkans etr angkaianp emancaor ptik tersebumt engalami -arrto.ri pu'oufr ekuensi 1R0u0g.iH-r"u kg: id ltaaysa ya atanugh d ailneywama takamnp um emodulassi ampabi atasd i bawah2 50B aud, oleh serato ptik sepanjang1 60c m adalah (-0,49 t 0,009) dB/m pada rentang frekuensi r0 Hz sampai 400 Hz, set rangkaian penenmao ptik hanyam ampum emodulasdii bawahf rekuens4i 00L Iz. Dari penelitiand idapatkank esimpuranb ahwas etr angkaianp emacahr anya mampum emodulassi ampai4 00H z, rugi-rugid ayay angd ilewatkans erata dalah (-0'49 t 0,009)d B/m,s etr angkaianp enerim-haa nyam ampum emodulasi batas4 00 Hz saia. sampai

Studi korelasi kesempatan mengembangkan profesi dan kondisi lingkungan kerja dengan kinerja guru teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Kabupaten Trenggalek / Sonny Triyo Wurianto

 

Kata Kunci: Kesempatan mengembangkan profesi, kondisi lingkungan kerja, kinerja Guru TIK Tugas utama Guru TIK adalah membentuk pola pikir peserta didik yang sistematis, kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah dengan bantuan teknologi. Pada kenyataannya Guru TIK lebih sering mengajarkan cara meng¬ope-ra¬sikan komputer. Hal tersebut disebabkan oleh kesempatan mengembangkan profesi yang diterima Guru TIK belum cukup untuk meningkatkan kinerjanya. Selain itu juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja, sebagian besar sekolah-sekolah di Kabupaten Trenggalek terletak di daerah dataran tinggi yang mengakibatkkan lambatnya pe¬nye¬diaan sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran TIK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap hubungan antara kesempatan mengembangkan profesi (X1) dan kondisi lingkungan kerja (X2) dengan kinerja Guru TIK (Y) di Kabupaten Trenggalek baik secara parsial maupun simultan. Serta mendeskripsikan masing-masing variabel X1, X2, dan Y. Penelitian ini menggunakan metode Ex Post Fakto untuk mengungkap hu-bung¬an antara variabel bebas dan variabel terikat secara kuantitatif korelasional. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah Guru TIK di Kabupaten Trenggalek. Data yang diperoleh diuji dengan uji asumsi klasik untuk menguji pra¬syarat analisis dan uji hipotesis untuk mengungkap hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian: (1) variabel X1 dalam kategori cukup sebesar 35%, (2) variabel X2 dalam kategori cukup kondusif sebesar 29%, (3) variabel Y dalam kategori baik sebesar 33%, (4) Ada hubungan positif dan signifikan antara kesempatan mengembangkan profesi dengan kinerja Guru TIK di Kabupaten Trenggalek, (5) Ada hubungan positif dan signifikan antara kondisi lingkungan kerja dengan kinerja Guru TIK di Kabupaten Trenggalek, (6) Ada hubungan positif dan signifikan antara kesempatan mengem¬bang¬kan profesi dan kondisi lingkungan kerja dengan kinerja Guru TIK di Kabupaten Trenggalek. Kesimpulan: sumbangan prediktor terhadap kriteriumnya sebesar 31,7%, yang dijabarkan sebagai (1) sumbangan efektif variabel X1 sebesar 20,5%, (2) sumbangan efektif variabel X2 sebesar 11,2%. Sedangkan 68,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar faktor yang diteliti.

Pemanfaatan buah siwalan (Borassus flabellifer L) pada pembuatan permen jelly / Cempaka Vidy Putri

 

ABSTRAK Putri, Cempaka Vidy. 2016. Pemanfaatan Buah Siwalan (Borassus flabellifer L) Pada Pembuatan Permen Jelly. TugasAkhir. Program Studi D3 Tata Boga Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Aisyah Larasati, S.T., M.T., MIM., Ph.D., (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Permen Jelly, Buah Siwalan, Uji Kesukaan Permen jelly merupakan salah satu produk makanan yang banyak digemari oleh banyak kalangan terutama anak anak. Rasanya yang manis dengan tekstur kenyal membuat permen jelly memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula yang tepat pada pembuatan permen jelly siwalan dan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, dan tekstur permen jelly siwalan. Uji coba resep dilakukan sebanyak tiga kali. Uji formula yang pertama menggunakan 100 gr puree siwalan, 20 gr gelatin, 50 gr glukosa, 75 gr gula pasir, 3 gr jeruk nipis. Formula pertama menghasilkan permen jelly yang lembek serta rasa permen yang terlalu manis dan rasa jeruk nipis yang dominan sehingga rasa buah siwalan kurang terasa. Pada uji coba kedua mengalami penambahan pada gelatin sebanyak 10 gram serta penggantian air jeruk nipis dengan asam sitrat sebanyak 1gr, menghasilkan permen siwalan lebih kokoh dari formula pertama namun belum sesuai keriteria yang diharapkan. Sedangkan pada rasa asam pada permen jelly sesuai yang diinginkan, namun pada formula kedua ditemukan permasalahan yang baru yakni warna permen jelly kurang menarik, bentuk yang kurang inovatif serta kurangnya tekstur siwalan pada saat dikonsumsi. Lalu pada formula ketiga mengalami perbaikan dengan menambahkan potongan buah siwalan sebagai isian dalam permen, serta penambahan warna merah sehingga memberiken rasa dan warna yang dapat menarik konsumen. Panelis terdiri dari 30 panelis agak terlatih yang terdiri dari mahasiswa D3 Tata Boga angkatan 2012 dan 2013. Uji kesukaan panelis terhadap permen jelly siwalan dilakukan dengan cara memberi sampel produk dan dilanjutkan mengisi angket uji kesukaan. Hasil uji kesukaan menunjukan bahwa 50% panelis menyukai warna permen jelly, 53,3%penelis menyukai suka terhadap rasa permen jelly, dan 50% panelis menyatakan suka terhadap tekstur permen jelly. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa permen jelly siwalan disukai oleh panelis.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |