Pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap stres kerja melalui pemberdayaan karyawan (studi pada karyawan Jawa Timur Park Batu) / Rahma Dani Andri Astutik

 

Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Transformasional, Pemberdayaan Karyawan, Stres Kerja. Adanya perubahan lingkungan organisasi yang semakin kompleks dan kompetitif, mensyaratkan perusahaan untuk bersikap lebih responsif agar bisa tetap bertahan. Dunia perusahaan sebagai sebuah organisasi harus mampu mencapai tujuan yang direncanakan untuk dapat memenuhi tuntutan pembangunan dan kemajuan teknologi pada masa sekarang. Oleh karena itu kualitas dari sebuah organisasi harus benar-benar diperhatikan. Hal tersebut biasanya terwujud dalam upaya peningkatan kualitas karyawan dan pengaturan manajemen organisasi. Peningkatan kualitas karyawan itu penting karena kemajuan suatu organisasi tidak hanya bergantung dari teknologi mesin, tetapi faktor manusia memegang peranan penting di dalamnya. Salah satu persoalan yang muncul berkaitan dengan diri individu di dalam menghadapi tuntutan organisasi yang semakin tinggi dan persaingan yang keras di tempat kerja karyawan adalah stres kerja. Pengkajian tentang stres kerja dari beberapa referensi ada kaitannya dengan gaya kepemimpinan dan pemberdayaan karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research yang ingin menjelaskan bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap stres kerja melalui pemberdayaan karyawan. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan Jawa Timur Park Batu yang berjumlah 200 orang dengan pengambilan sampel 133 orang. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara langsung dan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap pemberdayaan karyawan maupun stres kerja, selain itu terdapat pengaruh secara langsung dan signifikan antara pemberdayaan karyawan terhadap stres kerja dan terdapat pengaruh secara tidak langsung dan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap stres kerja melalui pemberdayaan karyawan pada Jawa Timur Park Batu. Saran yang bisa diberikan adalah (1) Pimpinan Jawa Timur Park Batu sebaiknya lebih memberikan perhatian terhadap kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi karyawan; (2) Peneliti berikutnya agar lebih mengembangkan dan menggali lebih luas variabel-variabel dan indikator-indikator lain yang berkaitan dengan gaya kepemimpinan transformasional, pemberdayaan karyawan dan stres kerja seperti kepuasan kerja, motivasi kerja, komitmen organisasi, beban kerja serta masa kerja yang dialami karyawan.

Pengaruh lingkungan belajar dan fasilitas belajar di sekolah terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sumberpucung Kabupaten Malang / Daniel Arief Kurniawan

 

Kata Kunci: Lingkungan belajar, fasilitas belajar di sekolah, prestasi belajar Lingkungan belajar merupakan tempat di mana siswa dapat belajar, lingkungan belajar yang nyaman, tenang dan kondusif merupakan salah satu tujuan dan harapan semua pihak khususnya siswa.oeleh karena itu lingkungan belajar yang mendukung di hadapkan terus terwujud karena memiliki dampak yang posistif untuk keberhasilansuatu pendidikan, sehingga nantinya akan berpengaruh terhadap prestasi belajar utamanya siswa. Fasilitas belajar di sekolah merupakan salah satu sarana penunjang untuk keberhasilan siswa dalam prestasi belajar utamanya di sekolah, Fasilitas belajar di sekolah harus sangat di perhatikan karena dapat berdampak terhadap proses belajar mengajar, jadi Fasilitas belajar di sekolah memang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sumberpucung. (2) pengaruh fasilitas belajar di sekolah terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sumberpucung. (3) pengaruh lingkungan belajar dan Fasilitas belajar di sekolah terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sumberpucung. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X SMA Negeri 1 Sumberpucung dengan sampel 166 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menggunakan SPSS 16.0 diperoleh t hitung pada variabel Fasilitas belajar di sekolah(X1) sebesar 11.301dengan signifikansi 0,000. Maka t hitung lebih dari t tabel (11.301> 1,9746) dan besarnya probabilitas (Sig.) 0,000 kurang dari 0,05. Sehingga H0 ditolak dan koefisien regresi signifikan.Sedangkan t hitung pada variabel Fasilitas belajar di sekolah(X2) sebesar 8.559dengan signifikansi 0,00. Maka t hitung lebih dari t tabel (8.559> 1,9746) dan besarnya probabilitas (Sig.) 0,00 kurang dari 0,05. Sehingga H0 ditolak dan koefisien regresi signifikan. Dari data Anova diketahui Fhitung 354.912 dengan signifikansi 0,000. oleh karena probabilitas (0,000) lebih kecil dari 0,05 atau 0,000 < 0,05 dan Fhitung lebih dari Ftabel (354.912 > 4,75) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini maka saran yang diberikan adalah: (1) Di harapkan pihak sekolah memperhatikan lingkungan belajar siswa-siswinya sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya dan lebih meningkatkan lagi Fasilitas belajar di sekolahdi sekolah sehingga siswa-siswi dapat melakukan kegiatan belajar secara nyaman di sekolah. (2) Bagi siswa yang prestasi belajarnya kurang diharapkan selalu berusaha meningkatkan prestasi belajar dan di harapkan lebih memperhatikan tempat lingkungan belajar dan bisa menggunakan Fasilitas belajar di sekolah sesuai dengan kebutuhan pelajaran di sekolah (3) Untuk melengkapi hasil penelitian ini perlu mengadakan penelitian kembali untuk sampel yang lebih luas lagi dan menghubungkan variabel lain di luar variabel dalam penelitian ini.

Identifikasi dan penggolongan kesulitan siswa kelas XI IPA SMA Brawijaya Smart School dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia / Yeni Puspitasari

 

Kata kunci: penggolongan kesulitan, kesulitan siswa, kesetimbangan kimia Ilmu kimia sering disebut sebagai central of science, ini dikarenakan peranannya yang sangat penting di antara ilmu pengetahuan alam yang lain. Salah satu masalah yang menarik adalah banyaknya anggapan siswa bahwa ilmu kimia merupakan mata pelajaran yang sulit dibandingkan dengan ilmu eksakta yang lain. Ini mengakibatkan banyak siswa mengalami kegagalan dalam mempelajari materi kimia. Salah satu materi pokok dalam ilmu kimia yang dianggap sulit oleh siswa adalah kesetimbangan kimia. Ini dikarenakan pokok bahasan kesetimbangan kimia banyak melibatkan konsep yang bersifat abstrak dan terdiri atas banyak konsep yang saling terkait. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat kesulitan siswa dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia, (2) jenis-jenis kesulitan siswa dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia, (3) faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif, dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Brawijaya Smart School tahun ajaran 2010/2011 yang terdiri dari tiga kelas dengan kemampuan yang relatif sama. Sampel diambil secara undian dengan teknik sampling random rumpun (cluster random sampling) dari populasi yang ada, sampel yaitu siswa kelas XI IPA 1 yang berjumlah 23 siswa. Data diambil dengan menggunakan instrumen yang berupa soal tes objektif sebanyak 31 butir soal dan angket sebanyak 25 item pertanyaan. Tes objektif digunakan untuk mengetahui tingkat dan jenis-jenis kesulitan siswa, sedangkan angket digunakan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kesulitan siswa dalam memahami materi pokok kesetimbangan kimia adalah: (a) tergolong sangat rendah pada penentuan harga tetapan kesetimbangan (17,39%); (b) tergolong rendah pada penulisan rumusan tetapan kesetimbangan (34,78%), hubungan antara harga Kc dan Kp (21,74%), dan pengaruh penggunaan katalis terhadap kesetimbangan (39,13%); (c) tergolong cukup tinggi pada pengertian kesetimbangan (51,30%), penentuan harga tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan parsial (53,26%), perhitungan harga derajat disosiasi (60,87%), hubungan harga tetapan kesetimbangan suatu reaksi dengan reaksi lain (54,34%), pengaruh perubahan konsentrasi terhadap kesetimbangan (54,34%), pengaruh perubahan temperatur terhadap kesetimbangan (58,70%), dan pengaruh perubahan volume terhadap kesetimbangan (52,18%); (d) tergolong tinggi pada perubahan laju reaksi ke kanan/ke kiri menuju kesetimbangan (69,56%), dan perubahan konsentrasi

Hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa kelas XI IPS MAN Malang I / Ratu Puspitasari Kencana

 

Kata Kunci: Status sosial ekonomi, Motivasi belajar, Minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi Minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dalam penelitian ini mengambil status sosial ekonomi orang tua sebagai salah satu faktor eksternal dan motivasi belajar sebagai faktor internal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Adakah hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi (2) Adakah hubungan antara motivasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan (3) Manakah yang lebih dominan terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS MAN Malang I tahun pelajaran 2010/2011 dengan jumlah 115 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik proportional random sampling sejumlah 35 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket yang dianalisis dengan tenik korelasi pearson product moment dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sebesar 0,652, (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan minat melanjukan studi ke perguruan tinggi sebesar 0,619, dan (3) Yang paling dominan terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi yaitu status sosial ekonomi orang tua yaitu sebesar 30,12%. Keterbatasan penelitian ini adalah sampel yang digunakan hanya dari 1 sekolah sehingga hasilnya tidak bisa digeneralisasikan dengan sekolah yang lain. Hal ini karena tiap sekolah pasti memiliki latar belakang status sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar peneliti lain mengambil sampel dari beberapa sekolah yang berbeda sehingga dapat diketahui apakah ada perbedaan antar sekolah dimana dengan latar belakang status social ekonomi dan motivasi belajar siswa yang berbeda pula.

Pengaruh persepsi siswa tentang fasilitas sekolah dan kompetensi guru terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar siswa kelas XI Program Keahlian Akuntansi SMK "Karya" Kediri / Fitria Dewi

 

Kata Kunci: Fasilitas Sekolah, Kompetensi Guru, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Prestasi Belajar Akuntansi pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) KARYA Kediri dipengaruhi oleh berbagai faktor baik faktor intern maupun faktor ekstern. Faktor intern diantaranya aspek motivasi, minat, persepsi, kebiasaan atau cara belajar, kesehatan dan Emotional Quotient (EQ), sedangkan faktor ekstern diantaranya peran orang tua, fasilitas sekolah, peran guru dan lingkungan masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh secara langsung persepsi siswa tentng fasilitas sekolah dan kompetensi guru terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar siswa serta pengaruh tidak langsung persepsi siswa tentang fasilitas sekolah, kompetensi guru terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Akuntansi SMK Karya Kediri. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa angket persepsi siswa tentang fasilitas sekolah, persepsi siswa tentang kompetensi guru dan motivasi belajar siswa dan data sekunder berupa nilai raport semester ganjil. Pengujian hipotesis menggunakan analisis Path. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa tentang fasilitas sekolah dan kompetensi guru berpengaruh secara langsung signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Persepsi siswa tentang fasilitas sekolah tidak berpengaruh langsung terhadap prestasi belajar siswa. Persepsi siswa tentang kompetensi guru berpengaruh secara langsung signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Persepsi siswa tentang fasilitas sekolah dan kompetensi guru berpengaruh secara tidak langsung terhadap prestasi belajar siswa melalui motivasi belajar siswa. Motivasi belajar berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin memadai fasilitas sekolah, semakin tinggi tingkat kompetensi guru dan motivasi belajar maka prestasi belajar siswa akan meningkat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan sampel dan wilayah populasi yang lebih luas dan mengembangkan masalah yang terkait dengan tentang fasilitas sekolah, kompetensi guru, motivasi belajar, dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar, sehingga hasil yang didapatkan dapat mengungkap lebih banyak tentang permasalahan yang ada. Penelitian selanjutnya hendaknya juga menggunakan variabel penelitian yang berbeda dengan penelitian ini. Hal ini disebabkan prestasi belajar tidak hanya dipengaruhi oleh fasilitas sekolah, kompetensi guru, dan motivasi belajar.

Pengaruh penerapan model learning cycle berbantuan bahan ajar IPA terpadu bertema global warming terhadap hasil dan motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kepanjen / Vinda Paramita

 

Manajemen sumber daya SMAN 1 Situbondo / Matheus Heru Sumaryanto

 

Tesis, Jurusan Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, MPd., (II) Dr. H. Imron Arifin, MPd. Kata Kunci: manajemen, sumber daya Penelitian terhadap sumber daya yang dimiliki sekolah menarik untuk dilakukan. Hal ini mengingat bagaimana sumber daya yang ada di sekolah dikelola dan diberdayakan akan berdampak pada seberapa efektif dan efisien pengaruh sumber daya tersebut terhadap output pendidikan. SMAN 1 Situbondo merupakan salah satu sekolah unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Situbondo dengan 61 tenaga pendidik aktif, 26 tenaga kependidikan, dan melayani 943 siswa. Pengalaman pengelolaan sumber daya yang dimiliki tidak diragukan lagi mengingat SMA ini merupakan SMA tertua yang ada di Kabupaten Situbondo. Hasil pengelolaan tersebut ditandai dengan banyaknya prestasi yang telah diraih sekolah baik di tingkat kabupaten, tingkat propinsi, maupun tingkat nasional. Memang SMAN 1 Situbondo belum mampu menjangkau prestasi pada tingkat internasional, tetapi pihak sekolah terus memacu diri menuju sekolah bertaraf internasional. Peneliti tertarik meneliti strategi pengelolaan sumber daya di SMAN 1 Situbondo karena sekolah ini paling banyak pengalaman dan paling diminati oleh alumni SMP baik negeri maupun swasta. Penelitian ini sangat kontekstual dan kasuistik sehingga jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hal ini disebabkan lebih mudah mendiskripsikan strategi kepala sekolah dalam mengelola sumber daya sekolah dari pada mengangkakannya. Bagaimana sekolah melakukan pengelolaan sumber daya merupakan fokus utama dalam penelitian ini. Adapun tujuan penelitian adalah mendeskripsikan: (1) kebijakan pendidikan yang menjadi dasar pengelolaan sumber daya, (2) manajemen sumber daya manusia, (3) manajemen keuangan, (4) manajemen sarana dan prasarana, dan (5) manajemen peran serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan sumber daya manusia dilakukan dengan analisa format TT9. Pengorganisasian di SMAN 1 Situbondo dilakukan dalam struktur organisasi lini dan staf. Penggerakkan dilakukan dengan penerbitan surat keputusan pembagian tugas. Kepala sekolah selaku pengawas internal melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas para guru dengan melakukan supervisi kelas, pembinaan, dan koordinasi yang dilakukan pada setiap rapat dan pada setiap hari Senin setelah upacara. Perencanaan keuangan sekolah dituangkan dalam rencana anggaran sekolah (RAPBS). Mata anggaran yang ada dalam RAPBS tidak berubah, yang berubah hanya besarnya. Hal ini disebabkan adanya revisi anggaran dari APBD II. Setiap transaksi keuangan yang terjadi berdasarkan mata anggaran yang telah ditetapkan dicatat dan dibukukan dengan bukti yang cukup sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Semua dana yang berasal dari Pemerintah merupakan uang yang harus dipertanggungjawabkan (UYHD). Laporan atas uang yang harus dipertanggungjawabkan ini dilakukan setiap triwulan, persemester, dan pertahun. Dana yang berasal dari masyarakat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat melalui komite sekolah. Mekanisme laporan diawali dengan rapat bulanan antara sekolah dan pengurus inti komite untuk membahas laporan pertanggungjawaban bulanan. Setiap tiga bulan dilakukan rapat pleno yang dihadiri pihak sekolah, komite, dan pengawas sekolah yang mewakili dinas pendidikan untuk mengesahkan laporan pertanggungjawaban penggunaan keuangan selama tiga bulan. Evaluasi program dilakukan setiap lima bulan sekali. Perencanaan sarana dan sarana dilakukan bersamaan dengan perencanaan keuangan. Hasil draft perencanaan sarana dan prasarana disatukan dalam RAPBS. Hal ini disebabkan keterkaitan antara pengadaan sarana dan prasarana dengan anggaran yang direncanakan. Pengadaan sarana dan prasarana mengikuti aturan standar sarana dan prasarana dan aturan-aturan perbendaharaan negara sehubungan dengan pajak. Barang-barang yang telah diadakan tersebut adalah barang milik negara yang tidak dapat dipindahtangankan serta harus dipertanggungjawabkan keberadaan dan penggunaannya. Pengawasan terhadap barang-barang tersebut dilakukan dengan menggunakan tujuh macam catatan barang inventaris. Komite SMAN 1 Situbondo dibentuk untuk menggalang dan mewadahi dukungan masyarakat, khususnya wali murid. Ada empat fungsi dan peran yang diemban komite sekolah: (1) sebagai penasehat, (2) sebagai pendukung, (3) sebagai pengawas, dan (4) sebagai penghubung. Komite SMAN 1 Situbondo dibentuk sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 44 tahun 2002. Sumber daya yang dimiliki SMAN 1 Situbondo berdampak sangat positip terhadap lulusannya. Hampir setiap tahun target kelulusan 100% dapat tercapai. Lembar demi lembar catatan prestasi pada tingkat kabupaten, tingkat propinsi, dan tingkat nasional terus bertambah. Tidak menutup kemungkinan suatu saat prestasi pada tingkat internasional akan tercatat di buku catatan prestasi SMAN 1 Situondo. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah bahwa keberhasilan pengelolaan sumber daya sangat tergantung pada kepala sekolah selaku pengelolanya. Jadi langkah awal yang harus dilakukan instansi yang berwenang dan terkait dengan pendidikan adalah memilih dan mengangkat kepala sekolah dari tenaga pendidik yang benar-benar baik dan menguasai penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam pekerjaannya sehari-hari. Pemilihan dan pengangkatan harus dilakukan lepas dari pengaruh kepentingan-kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan.

Pengembangan bahan ajar membaca kritis berbasis intervensi responsif dengan multimedia / Endah Tri Priyatni

 

Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, membaca kritis, intervensi responsif, dan multimedia. Membaca kritis yang menekankan penggunaan keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan esensial bagi mahasiswa. Mahasiswa memerlukan keterampilan membaca kritis untuk memperoleh dan mengintegrasikan pengetahuan, memperluas dan memperdalam pengetahuan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan, dan menerapkan keterampilan membaca kritis dalam tugas yang bermakna. Akan tetapi, belum banyak lembaga pendidikan tinggi yang mengembangkan keterampilan membaca kritis secara intensif. Salah satu faktor penyebabnya adalah belum tersedianya bahan ajar membaca kritis yang sesuai dengan level kemampuan dan bidang ilmu yang ditekuni mahasiswa, serta dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis mahasiswa. Sejalan dengan uraian di atas, penelitian ini bertujuan (1) mengembangkan program kegiatan membaca kritis yang terintegrasi dengan program intervensi responsifnya untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis mahasiswa S1 jurusan/prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dalam paket multimedia dan (2) mengkaji efektivitas produk dalam meningkatkan keterampilan membaca kritis mahasiswa S1 jurusan/prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Untuk mencapai tujuan di atas, digunakan desain penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model Recursive, Reflective Design and Development (R2D2). Ada dua fokus dalam pengembangan ini, yaitu fokus penetapan dan fokus penentuan desain dan pengembangan. Pada fokus penetapan, dilakukan penetapan spesifikasi produk dan penetapan tim partisipatif. Pada fokus penen-tuan desain dan pengembangan, dilakukan (1) penentuan desain dan pengem-bangan program kegiatan membaca kritis, (2) penentuan desain dan pengembangan program intervensi responsif, (3) uji coba produk, (4) telaah ahli dan praktisi, dan 5) uji efektivitas produk. Uji efektivitas produk dilakukan untuk melihat efektivitas produk dalam peningkatan kemampuan membaca kritis mahasiswa, menggunakan rancangan praeksperimen dengan pretes-postes kelom-pok tunggal (tanpa kelompok kontrol). Data uji coba produk dan telaah ahli dan praktisi berupa data kualitatif sedangkan data uji efektivitas produk berupa data kuantitatif. Analisis data kualitatif dilakukan dengan teknik analisis domain dengan prinsip kritis dan reflektif, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan SPSS 16,0 for windows. Pengembangan ini telah menghasilkan produk berupa program kegiatan membaca kritis yang terintegrasi dengan program intervensi responsifnya dan dikemas dalam paket multimedia. Program kegiatan membaca kritis memuat delapan kegiatan, yaitu kegiatan membaca kritis 1 sampai dengan 8. Pada kegiatan 1 disajikan kegiatan untuk meningkatkan dua keterampilan pokok, yaitu (1) menentukan isu pokok dan (2) menentukan tujuan. Pada kegiatan 2, disajikan kegiatan untuk meningkatkan dua keterampilan pokok, yaitu (1) menentukan substansi/isi teks yang dibaca dan (2) mengintegrasikan substansi/isi esensial teks yang telah ditemukan. Pada kegiatan 3, disajikan kegiatan untuk meningkatkan dua keterampilan pokok, yaitu (1) mengaitkan butir-butir informasi esensial yang telah ditemukan agar mudah disimpan dalam ingatan jangka panjang dan (2) menambahkan informasi pada informasi esensial yang telah ditemukan agar mudah dipanggil kembali. Pada kegiatan 4, disajikan kegiatan untuk meningkatkan empat keterampilan pokok, yaitu (1) membandingkan, (2) mengklasifikasi, (3) mengurutkan, dan (4) merepresentasikan. Pada kegiatan 5, disajikan kegiatan untuk meningkatkan empat keterampilan pokok, yaitu (1) mengidentifikasi atribut dan komponen, (2) mengidentifikasi pola-pola dan hubungannya, (3) mengidentifikasi ide pokok, dan (4) mengidentifikasi kesalah-an. Pada kegiatan 6, disajikan kegiatan untuk meningkatkan tiga keterampilan pokok, yaitu (1) menyimpulkan, (2) memprediksi, dan (3) mengelaborasi. Pada kegiatan 7, disajikan kegiatan untuk meningkatkan dua keterampilan pokok, yaitu (1) membuat ringkasan dan (2) merekonstruksi. Pada kegiatan 8, disajikan kegiatan untuk meningkatkan dua keterampilan pokok, yaitu (1) menetapkan kriteria dan (2) memverifikasi. Kedelapan kegiatan yang dikembangkan tersebut bersifat continuum (suatu rangkaian yang merupakan satu kesatuan) dan kedelapan kegiatan tersebut diperlukan oleh seorang pembaca kritis agar dapat menentukan isi/informasi umum dari teks yang dibaca, mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi, mengolah informasi secara kritis untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh atas isi bacaan, mengklarifikasi kebenaran isi informasi, mengintegrasikan informasi, dan memberikan penilaian atas gagasan penulisnya. Program kegiatan membaca kritis yang telah dihasilkan tersebut terintegrasi dengan program intervensi responsifnya. Ada tiga hal yang dikembangkan dalam program intervensi responsif, yaitu (1) konsep-konsep teoretis tentang delapan keterampilan berpikir yang ditingkatkan dalam membaca kritis, (2) praktik membaca kritis, dan (3) penjelasan istilah-istilah teknis. Seluruh program intervensi responsif yang dikembangkan difungsikan sebagai program remedial untuk mengoptimalkan penguasaan keterampilan membaca kritis. Produk hasil pengembangan ini telah diuji efektivitasnya dengan uji t sampel berpasangan. Dari hasil statistik uji beda terhadap seluruh aspek keterampilan membaca kritis menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar membaca kritis berbasis intervensi responsif dengan multimedia dalam pembelajaran membaca kritis mampu meningkatkan kemampuan membaca kritis mahasiswa. Hasil uji coba dan angket mahasiswa juga menunjukkan keunggulan produk ini. Produk ini mampu menumbuhkan antusiasme dan gairah belajar mahasiswa. Di sisi lain, produk dalam paket multimedia ini juga memiliki kelemahanan bawaan, yaitu kurang sesuai digunakan untuk melaksanakan pem-belajaran kolaboratif yang multiarah dan dari hasil statistik uji beda per aspek keterampilan menunjukkan bahwa produk ini belum mampu meningkatkan satu aspek keterampilan membaca kritis, yaitu keterampilan menggeneralisasi. Sejalan dengan hal tersebut, produk ini perlu dikembangkan lebih lanjut dan perlu disosialisasikan kepada pihak terkait, khususnya para pengampu matakuliah membaca.

Identifikasi jenis kesulitan siswa kelas X SMK Negeri 4 Malang dalam memahami pokok bahasan stoikiometri / Puput Emelia Yamco

 

Kata Kunci: kesulitan siswa, jenis kesulitan, stoikiometri Stoikiometri merupakan salah satu materi dasar yang memiliki lingkup pemanfaatan yang cukup luas dalam ilmu kimia, namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi ini. Untuk itu identifikasi kesulitan siswa dalam memahami stoikiometri sangat perlu. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui intensitas kesulitan siswa dalam memahami pokok bahasan stoikiometri yang terdiri dari hukum-hukum dasar kimia, konsep mol, rumus kimia zat, kadar zat dalam senyawa, pereaksi pembatas, dan rumus senyawa hidrat (Yang dimaksud intensitas kesulitan adalah tingkat kesulitan siswa dalam memahami pokok bahasan stoikiometri), (2) Untuk mengetahui jenis-jenis kesulitan siswa dalam memahami pokok bahasan stoikiometri (Jenis-jenis kesulitan siswa yang dimaksud adalah dalam pemahaman istilah, pemahaman konsep, dan kemampuan algoritmik), (3) Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam memahami pokok bahasan stoikiometri (Faktor penyebab kesulitan siswa terdiri dari faktor internal yang berasal dari diri sendiri dan faktor eksternal yang berasal dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat). Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 4 Malang tahun ajaran 2010/2011. Sampel penelitian diambil dengan teknik random rumpun (Cluster Random Sampling), yaitu siswa kelas X SMK Negeri 4 Malang yang terdiri dari siswa kelas X PS-A, X MM-F, X TKJ-C. Instrumen penelitian ada dua jenis yaitu tes objektif dan angket. Jumlah soal tes objektif sebanyak 30 soal dengan validitas dari 0,32 sampai dengan 0,65 dan koefisien reliabilitas soal adalah 0,84. Tes objektif digunakan untuk mengetahui intensitas dan jenis kesulitan siswa dalam memahami pokok bahasan stoikiometri, sedangkan angket (25 items) digunakan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam memahami pokok bahasan stoikiometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) intensitas kesulitan siswa dalam memahami pokok bahasan stoikiometri adalah bahwa pemahaman tentang, (a) hukum Lavoisier tergolong sangat rendah (14,7%); (b) hukum Proust tergolong tinggi (63,3%); (c) hukum Dalton tergolong tinggi (72,5%); (d) hukum Gay-Lussac tergolong rendah (31,2%); (e) hipotesis Avogadro tergolong rendah (25,7%); (f) definisi mol tergolong tinggi (75,6%), (g) massa molar tergolong cukup tinggi (57,8%), (h) hubungan antara mol, jumlah partikel, dan jenis partikel tergolong cukup tinggi (43,7%), (i) hubungan antara mol, massa, dan massa molar tergolong cukup tinggi (55,0%), (j) hubungan antara mol, massa, dan volume gas tergolong cukup tinggi (42,7%), (k) hubungan antara mol, massa, massa molar, dan jumlah partikel tergolong cukup tinggi (57,5%), (l) rumus empiris tergolong sangat tinggi (81,6%), (m) rumus molekul tergolong cukup tinggi (47,7%), (n) kadar zat tergolong rendah (39,4%), (o) pereaksi pembatas tegolong cukup tinggi (49,2%), (p) rumus senyawa hidrat tergolong tinggi (73,4%). Jadi secara keseluruhan intensitas kesulitan siswa dalam memahami pokok bahasan stoikiometri tergolong cukup tinggi (53,4%). (2) Jenis-jenis kesulitan siswa dalam memahami pokok bahasan stoikiometri adalah, (a) dalam memahami istilah tergolong cukup tinggi (41,7%); (b) dalam memahami konsep tergolong tinggi (63,0%); (c) dalam kemampuan algoritmik tergolong cukup tinggi (47,5%). (3) Faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam memahami pokok bahasan stoikiometri adalah, (a) faktor yang bersumber dari diri siswa yaitu, tidak adanya alokasi waktu khusus siswa untuk belajar kimia (83,7%), kebiasaan belajar siswa yang hanya belajar jika akan menghadapi ujian (59,2%), dan kurangnya kemampuan awal yang dimiliki siswa (44,9%); (b) faktor yang bersumber dari lingkungan sekolah yaitu terlalu padatnya jadwal sekolah (74,5%); (c) faktor yang bersumber dari lingkungan keluarga yaitu kurangnya kontrol dari orang tua terhadap waktu belajar dan bermain anak (49,0%) dan banyaknya masalah yang terjadi di rumah (28,6%); (d) faktor yang bersumber dari masyarakat yaitu karena siswa tidak memiliki kelompok belajar (74,5%) dan tidak memiliki teman untuk diskusi (58,2%).

Pengaruh penggunaan model pembelajaran learning cycle-STAD terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang pada materi minyak bumi tahun ajaran 2010/2011 / Putri Ary Setyowati

 

Kata Kunci: Model pembelajaran Learning Cycle (LC), STAD, Prestasi Belajar, Minyak Bumi. Pembelajaran konstruktivistik merupakan pembelajaran yang tidak hanya memperhatikan hasil tetapi juga kualitas proses pembelajaran. Pembelajaran tersebut menekankan agar siswa aktif membangun sendiri konsep yang dipelajari selama pembelajaran berlangsung. Salah satu pendekatan pembelajaran yang bersifat konstruktivistik adalah model pembelajaran LC-STAD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas proses pembelajaran dan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC-STAD dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC pada materi pokok minyak bumi. Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan eksperimen semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang tahun ajaran 2010/2011 yang terbagi dalam 8 kelas, yaitu kelas X-1 sampai X-8. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling kelompok, sehingga diperoleh kelas X-2 sebagai kelas eksperimen (kelas LC-STAD) dan kelas X-6 sebagai kelas control (kelas LC). Instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen perlakuan (berupa silabus, RPP, handout, dan LKS) dan instrumen pengukuran (berupa lembar observasi, tes prestasi belajar). Analisis data terdiri dari analisis deskriptif kualitas proses pembelajaran dan analisis statistik. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji t dengan taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kualitas proses pembelajaran antara siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan model pembelajaran LC-STAD dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC. Kualitas proses pembelajaran siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC-STAD lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rata-rata penilaian afektif siswa kelas LC-STAD lebih tinggi daripada penilaian afektif siswa kelas LC, (2) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC-STAD dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC, perbedaan tersebut terlihat dari nilai thitung (5,647) > ttabel (2,358). Prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC-STAD lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rata-rata prestasi belajar siswa kelas LC-STAD sebesar 87,9 lebih tinggi daripada nilai rata-rata prestasi belajar siswa kelas LC sebesar 73,9.

Implementing interactive reading guidesstrategy to improve the reading comprehension ability of the 11th grade students of MAN Jatiwangi-Majalengka / Ato Sutanto

 

Thesis. Graduate Program in English Language Teaching. The State University of Malang. Advisors (I) Dr. Suharmanto, M.Pd. (II) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd. M.Ed. Key words: interactivereading guidesstrategy, improve, reading comprehension ability The results of a preliminary study conducted at MANJatiwangi –Majalengka showed that the students' ability to comprehend the text was not satisfactory. In fact, their achievement was still under the criteria minimum passing of 65. Thus, this classroom action research was done as one of the solutionof the school to overcome the students’ problem in reading comprehension. For that reason, Interactive Reading Guides strategy was applied in the teaching and learning of reading to improve the students’ reading comprehension ability. The design of research wasthe classroom action research in which the researcher and his collaborator worked together designingthe lesson plans, implementing the action, observing the events of action, and and reflecting the result of the action. In conducting the research, the researcher acted as the practitioner and the collaborator acted as an observer. The subjects of the research were 25 students of the eleventh grade of science programat MAN Jatiwangi -Majalengka in 2010/2011 academic year. The research was conducted in three cycles by following the classroom action research procedure, which covered planning, implementing, observing, and reflecting. Each cycle was carried out in four meetings. Data of the research were collected using reading comprehension tests, observation checklist, and field notes. Research findings showed that Interactive ReadingGuides strategy improved of students’ comprehension reading ability. The improvement can be seen from the students’ scores which fulfilled the criteria of success. 70% students reach gain scores as much as 10 pointsfrom the preliminary tests. The students’ score as much as 10 points was 36% in test 1, 52% in test 2 and 92% in test 3. In other words, students with a successful category in the test 1was 9, in test 2 was 13 and in test 3 was 23. The results of the researchrevealed that the appropriate strategy for learning process for students in reading comprehension through Interative Reading Guides Strategy covered these procedures: 1) designing the students’ worksheet, 2) giving the interactive reading guide for each task on the students’ worksheet, 3) preparing pictures related to the topic to activate the students’ background knowledge, 4) asking the students to do tasks on thethe students’ worksheet based on the interactive reading guide given, 5) asking the students to present the answer of their task on board,6) evaluating the answer in class discussion. In addition, the results showed that Interactive Reading GuidesStrategywas very effective to activate the students in the teaching and learning process. The improvement of the students’involvement in the teaching and learning process waspresented in scale poor, fair, good, and very good. Cycle 1 was fair (55%), Cycle 2 was good (72%) and Cycle 3 was very good (77%). Based on the findings , it can be concluded that Interactive Reading Guides Strategy has improved the students’ reading comprehension ability and enabled them to be active in the teaching-learning process. Therefore, it is suggested that English teachers implement this strategy in the teaching-learning process, especially in reading. The principal is expected to facilitate the English teachers in improving the quality of their teaching by making a policy for teachers utilize the strategy. Finally, the future researchers are recommended to conduct the similar research in other level of study with different text type, setting andsubject to see whether Interactive Reading Guides Strategyis also applicable and effective for improving the students‘reading comprehension ability.

Optimalisasi efisiensi rectifier pada penggunaan elektrostatik presipitator di PT. YTL Jawa Timur PLTU Paiton unit 5 dan 6 / Sofi Surohul Fajar

 

Kata Kunci: Rectifier. EDSA Debu industri hasil pembakaran batu bara sangat berbahaya dalam kehidupan, karena dapat menggangu kesehatan dalam pernapasan oleh karena itu diperlukan suatu pencegahan salah satunya dengan penangkapan debu tersebut. Dimana debu tersebut dapat ditangkap melalui berbagai hal, salah satunya dengan sistem elektrik. Perancangan sistem elektrik yang digunakan untuk menangkap debu ini dengan mengunakan tegangan tinggi dan mengubah muatan debu tersebut menjadi bermuatan. Tegangan yang digunakan untuk menangkap debu adalah tegangan searah (DC). Dimana sistem ini pengikatannya menggunakan sistem elektrostatis dari sebuah listrik. Kemampuan dalam menangkap debu menggunakan tegangan ini sangatlah efisiensi dan berkualitas sampai 99,84% Pada pengoptimalan efisiensi rectifier ini dilakukan secara penginjekkan tegangan atau pengaturan tegangan, tegangan disini dilihat dengan penghitungan secara manual maupun aplikasi EDSA, karena pengaturan tegangan dilakukan menggunakan SCR dan diberikan CLR untuk membatasi arus agar tidak terjadi short circuit. Dengan tegangan yang berubah-ubah dapat menghemat energi dan mencegah terjadinya percikan api. Disarankan alat ini perlu dijaga atau dirawat sebaik mungkin agar proses dalam pencegahan limbah industri tidak begitu menghawatirkan bagi kesehatan lingkungan sekitar. Karena alat ini sangat peduli terhadap pencegahan pencemaran lingkungan.

Manajemen kesiswaan pada kelas bilingual (studi kasus di Sekolah Dasar Negeri Kauman 2 Malang) / Wahyu Dwi Vindriani

 

Kata kunci : manajemen kesiswaan, kelas bilingual Manajemen kesiswaan adalah layanan yang difokuskan kepada siswa, maka dalam pengelolaan kesiswaan pada kelas bilingual tidaklah mudah. Seperti fungsi dari manajemen kesiswaan secara umum yaitu sebagai wahana bagi siswa untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin. Jadi dalam pengelolaan kesiswaan pada kelas bilingual harus diperhatikan sesuai dengan kebutuhan siswa serta dapat juga mengembangkan potensi siswa. Penerapan pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan juga harus dipertimbangkan dalam kelas bilingual. Fokus penelitian yang dikaji dalam penelitian ini meliputi : (1) Perencanaan kesiswaan; (2) Pelaksanaan kegiatan kesiswaan; (3) Penentuan standar kenaikan siswa; (4) Pengaturan layanan penunjang kegiatan kesiswaan pada kelas bilingual di SDN Kauman 2 Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data yaitu wawancara, pengamatan berperan serta, dokumentasi dan analisis data. Penelitian dilakukan dengan observasi dan mencari informasi tentang orang-orang yang dapat digunakan sebagai sumber data (informan). Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara tiga orang guru yaitu Miss Dyah Ardhini, Ibu Imarotul Azizah dan Bapak Hari Suprayoga serta Ibu Kepala Sekolah, Mutmainah Amini. Data juga diperoleh melalui observasi dan dokumentasi yang berkaitan dengan manajemen kesiswaan pada kelas bilingual. Dalam penelitian ini untuk pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi, tepatnya triangulasi teknik pengumpulan data. Triangulasi sumber data dilakukan dengan cara menanyakan kebenaran data atau informasi tertentu yang diperoleh dari seorang informan kepada informan lainnya. Kesimpulan penelitian ini meliputi: (1) Perencanaan kesiswaan pada kelas bilingual di SDN Kauman 2 Malang meliputi kegiatan menentukan daya tampung, sistem penerimaan siswa baru untuk kelas bilingual serta orientasi siswa baru. Daya tampung kelas yang mengambil tidak begitu banyak siswa yaitu 60 siswa yang dijadikan menjadi 2 rombongan belajar ini ditujukan agar pembelajaran dalam kelas dapat berjalan dengan lancar. Sistem penerimaan siswa baru di kelas bilingual menggunakan sistem seleksi yaitu siswa mengikuti tes tulis yang diadakan oleh sekolah. Sedangkan untuk orientasi siswa baru bertujuan untuk mengenalkan kehidupan sekolah kepada siswa baru; (2) Pelaksanaan kegiatan kesiswaan ini meliputi pengaturan tentang pengelompokan siswa, kehadiran dan ketidakhadiran siswa serta peningkatan disiplin siswa. Pengelompokan ini didasarkan pada kemampuan siswa dalam mata pelajaran bahasa Inggris agar pembelajaran dalam kelas bilingual dapat berjalan dengan lancar dalam prosesnya. Kehadiran siswa di sekolah ditujukan agar siswa tidak tertinggal dalam memperoleh pelajaran dan ketidakhadiran siswa diatur secara jelas seperti dalam satu tahun siswa boleh tidak masuk maksimal sebanyak 15 hari tanpa keterangan; (3) Penentuan standar kenaikan tingkat ditentukan secara bersama-sama oleh guru dan kepala sekolah. Kenaikan kelas ditentukan berdasarkan nilai akademik, non akademik serta prestasi-prestasi yang didapat oleh siswa; (4) Layanan penunjang kegiatan kesiswaan pada kelas bilingual disesuaikan dengan kebutuhan siswa serta layanan ini diberikan untuk menunjang kegiatan belajar siswa. Layanan khusus untuk siswa kelas bilingual adalah kegiatan conversation yang dilakukan setiap hari kecuali hari senin dan jumat 15 menit sebelum masuk kelas. Berdasarkan kesimpulan penelitian ini, disarankan bagi: (1) bagi Kepala SDN Kauman 2 Malang diharapkan penelitian ini dijadikan dasar untuk mengelola peserta didik pada kelas bilingual; (2) bagi pendidik penelitian ini dijadikan bahan tambahan pengetahuan agar dapat mengelola siswa secara kondusif serta tercapai pembelajaran yang optimal; (3) bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan penelitian ini dapat dijadikan bahan literatur dan bahan referensi, kepustakaan khususnya di bidang manajemen kesiswaan pada kelas bilingual serta menjadi tambahan informasi dalam hal manajemen kesiswaan; (4) Bagi pihak lain yang meneliti topik serupa penelitian ini dapat menjadi sarana untuk mendapatkan informasi tambahan yang berhubungan dengan manajemen kesiswaan untuk membahas permasalahan yang serupa dengan masalah yang diteliti.

Hubungan kemenarikan gaya mengajar dosen dan minat belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Nurul Hudha Purnomo

 

Kata Kunci: kemenarikan gaya mengajar dosen, minat belajar, prestasi belajar Tujuan pendidikan adalah membentuk manusia kearah yang lebih baik pada semua aspek yaitu aspek sikap (afektif), pengetahuan (kognitif) dan gerak (psikomotor). Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) telah berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan dibentuknya badan penjaminan mutu. Tujuan dari badan penjamin mutu tersebut adalah mengontrol kualitas pembelajaran di jurusan. Terdapat beberapa hal yang terkait dalam pembelajaran diantaranya adalah prestasi belajar, kemenarikan gaya mengajar dosen, dan minat belajar. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu, (1) adakah hubungan antara tingkat kemenarikan gaya mengajar dosen dengan prestasi mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan (AP); (2) adakah hubungan antara minat belajar mahasiswa dengan prestasi mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan (AP); (3) adakah hubungan antara kemenarikan gaya mengajar dosen dengan minat belajar mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan (AP); (4) secara bersama-sama adakah hubungan antara kemenarikan gaya mengajar dosen dan minat belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan (AP). Model penelitian yang digunakan adalah model multiple correlational multivariat, jenis penelitian descriptive correlational, bertujuan untuk menjelaskan hubungan kemenarikan gaya mengajar dosen (X1) dan minat belajar (X2), dengan prestasi belajar mahasiswa (Y). Penelitian ini dilakukan di Jurusan Administrasi Pendidikan dengan populasi berjumlah 351 dengan jumlah sampel 187 mahasiswa, teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan instrumen angket, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis korelasi. Hasil penelitian yaitu (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemenarikan gaya mengajar dosen dengan prestasi belajar mahasiswa AP dengan rhitung=0,401>rtabel=0,143, taraf signifikansi 5%; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar mahasiswa AP dengan rhitung=0,616>rtabel=0,143, taraf signifikansi 5%; (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemenarikan gaya mengajar dosen dengan minat belajar mahasiswa AP dengan rhitung=0,386>rtabel=0,143, taraf signifikansi 5%; (4) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemenarikan gaya mengajar dosen dan minat belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa AP dengan dengan rhitung=0,587>rtabel=0,143, taraf signifikansi 5%. Saran yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut (1) bagi Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) FIP UM, hendaknya digunakan sebagai bahan evaluasi tentang gaya mengajar, pada nantinya dosen diharapkan lebih dapat menggali kreatifitas gaya mengajarnya dan dapat memotivasi mahasiswa agar lebih berminat terhadap mata kuliah sehingga prestasi belajarnya dapat meningkat; (2) hendaknya Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan tetap meningkatkan minat belajar, sehingga lebih berminat dalam mempelajari mata kuliah di Jurusan AP, dengan mengetahui karakteristik gaya mengajar dosen, gaya belajar mahasiswa dapat disesuaikan, sehingga prestasi belajarnya meningkat; (3) bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UM, hendaknya digunakan sebagai bahan informasi dan masukan dalam penempatan dosen yang gaya mengajar dan kemampuannya sesuai dengan mata kuliah yang diajarkannya sehingga akan meningkatkan efektivitas pembelajaran dan meningkatkan prestasi belajar; (4) bagi Peneliti Lainnya, hendaknya digunakan sebagai sumber acuan untuk penelitian lebih lanjut, sehingga pada nantinya dapat terungkap lebih banyak gaya mengajar yang diminati oleh mahasiswa dan untuk lebih memperdalam, maka peneliti yang akan melakukan penelitian hendaknya menggunakan metode penelitian kualitatif.

Hubungan antara kompetensi pedagogik guru dan lingkungan belajar dengan perilaku belajar siswa dalam memanfaatkan fasilitas TIK pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Kepanjen / Mira Cempaka

 

Kata Kunci: kompetensi pedagogik, lingkungan belajar, perilaku belajar, fasilitas TIK Perilaku belajar siswa dalam memanfaatkan fasilitas TIK merupakan perwujudan nyata dari pengalaman belajar yang telah dialami sebelumnya. Guru melalui kompetensi pedagogiknya dapat menjadi contoh dan memberikan pengalaman belajar pada siswa dalam memanfaatkan fasilitas TIK secara baik dan benar. Selain itu lingkungan belajar yang saat ini tidak pernah lepas dari fasilitas TIK juga dapat memberikan pengalaman belajar pada siswa, lingkungan belajar tersebut dapat diperinci menjadi lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Hubungan: (1) kompetensi pedagogik guru (X1) dengan perilaku belajar siswa dalam memanfaatkan fasilitas TIK (Y), (2) Lingkungan belajar (X2) dengan perilaku belajar siswa dalam memanfaatkan fasilitas TIK (Y), dan (3) X1 dan X2 secara simultan dengan Y. Objek penelitiannya adalah siswa kelas X SMAN 1 Kepanjen dengan sampel sebesar 150 siswa dari populasi sebesar 270 siswa, yang diperoleh dari nomogram Harry King. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket. Analisa diperoleh dengan menggunakan korelasi parsial untuk mengungkap hubungan antara variabel X1 dan X2 dengan Y, dan regresi ganda yang untuk mengetahui besarnya hubungan variabel X1 dan X2 secara simultan dengan variabel Y. Analisa data dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS for Windows release 17. Hasil penelitian ini adalah (1) Variabel X1 berada dalam kategori sedang sebesar 89,3%, (2) Variabel X2 berada dalam kategori sedang sebesar 82,8%, dan (3) Variabel Y berada dalam kategori sedang sebesar 84,7%. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Variabel X1 berada dalam kategori sedang, (2) Variabel X2 berada dalam kategori sedang, (3) Variabel Y berada dalam kategori sedang, (4) Ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y, (5) Ada hubungan positif dan signifikan antara X2 dengan Y, (6) Ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 secara simultan dengan Y.

Pengaruh pembelajaran kooperatif menggunakan media visual terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas X Jurusan Akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Malang / Puput Yudha Kusumaningtyas

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatif, media visual, hasil belajar. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dapat berdampak positif terhadap hasil belajar akuntansi siswa. Penerapan pembelajaran yang mengaktifkan siswa dalam belajar dapat dilakukan dengan penerapan pembelajaran kooperatif dengan menggunakan media visual. Melalui metode ini siswa dihadapkan oleh suatu permasalahan yang dipadukan dengan penggunaan media visual untuk penyelesaiannya secara berkelompok. Metode ini dapat meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dicobakan metode pembelajaran kooperatif menggunakan media visual pada siswa kelas X KU SMK Muhammadiyah 05 Kepanjen. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengaruh pembelajaran kooperatif dengan menggunakan media visual terhadap hasil belajar. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Pembahasan materi pada penelitan ini dibatasi pada pencatatan transaksi keuangan ke jurnal umum pada perusahaan dagang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Adapun subjek yang diteliti pada penelitian ini adalah siswa kelas X KU. Kelas X KU 1 berjumlah 32 siswa ditetapkan sebagai kelas kontrol yang diajar metode kooperatif tanpa menggunakan media visual dan kelas X KU 2 berjumlah 32 siswa ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang diajar metode kooperatif dengan menggunakan media visual. Instrumen yang digunakan adalah tes berupa pretest dan posttest yang diberikan baik pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Data hasil belajar siswa diperoleh dari selisih antara nilai posttest dan nilai pretest (gainscore). Gainscore tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Berdasarkan analisi uji t yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima yakni penggunaan media visual dalam pembelajaran kooperatif berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa akuntansi kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 05 Kepanjen.Berdasarkan penelitian ini disarankan bagi guru akuntansi menggunakan media visual sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menambah variasi pembelajaran pada pelajaran akuntansi.

Pengaruh kompetensi profesionalisme dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa program studi S1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (studi tentang persepsi mahasiswa) / Devi Hardian Tyasari

 

Kata kunci: Persepsi, Kompetensi Profesionalisme, Motivasi Belajar Persepsi adalah suatu proses individu dalam penginderaan yang mengarah kepada pemberian makna terhadap lingkungannya. Kompetensi profesional dosen adalah kemampuan (baik pengetahuan, sikap dan keterampilan) yang harus dimiliki oleh seorang dosen untuk melaksanakan dan mempertanggungjawabkan tugas-tugasnya sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan. Dalam Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, untuk dapat menjadi dosen yang profesional seseorang harus memiliki empat kompetensi yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Analisis dalam penelitian menggunakan analisis regresi berganda. Variabel dalam penelitian ini adalah persepsi mahasiswa tentang kompetensi kepribadian dosen (X1), persepsi mahasiswa tentang kompetensi pedagogik (X2), persepsi mahasiswa tentang kompetensi profesional (X3), persepsi mahasiswa tentang kompetensi sosial (X4) dan motivasi belajar (Y). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi S1 Pendidikan Akuntansi yang telah melakukan registrasi akademik pada semester genap tahun ajaran 2010/2011. Sampel penelitian ini berjumlah 82 mahasiswa. Teknik pengumpulan datanya adalah menggunakan angket untuk variabel-variabelnya serta dokumentasi untuk jumlah populasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah persepsi mahasiswa tentang kompetensi kepribadian dosen berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi belajar dengan nilai signifikansi sebesar 0,003, persepsi mahasiswa tentang kompetensi pedagogik dosen berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi belajar dengan nilai signifikansi sebesar 0,010, persepsi mahasiswa tentang kompetensi profesional dosen berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi belajar dengan nilai signifikansi sebesar 0,036, dan persepsi mahasiswa tentang kompetensi sosial dosen berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi belajar dengan nilai signifikansi sebesar 0,042. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan beberapa hal diantaranya adalah (1) semua dosen akuntansi terus meningkatkan kompetensi profesionalisme, (2) mahasiswa diharapkan dapat lebih meningkatkan motivasi belajarnya, karena motivasi belajar sangat berperan dalam pencapaian prestasi belajar agar lebih maksimal, (3) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk lebih diperluas lagi ataupun bisa mengkaitkan dengan variabel lain, serta penelitian lebih terfokus pada dosen tertentu.

Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas komunikasi interpersonal dalam proses pembelajaran siswa kelas VII di UPT SMP Negeri 5 Pasuruan / Wahyu Anisah

 

Kata Kunci: Faktor-Faktor Komunikasi Intepersonal, Pembelajaran Untuk menciptakan pembelajaran yang efektif baik di dalam maupun di luar kelas khususnya di SMP (Sekolah Menengah Pertama), maka terdapat beberapa hal yang mempengaruhinya termasuk komunikasi yang terjalin. Siswa yang baru saja memasuki jenjang pendidikan SMP tentunya membutuhkan penyesuaian yang baik terhadap lingkungannya baik secara fisik maupun psikologis. Hal ini dikarenakan siswa tersebut masih mengalami tahap peralihan dari siswa (SD) Sekolah Dasar. Komunikasi interpersonal menjadi penting bagi peneliti karena komunikasi jenos ini mampu merubah perilaku seseorang dan responnya dapat diketahui secara langsung. Asumsi tersebut mewakili latar belakang peneliti untuk mengidentifikasikan factor-faktor yang mempengaruhi kualitas komunikasi interpersonal dalam pembelajaran sehingga diharapkan mampu membantu guru untuk melakukan upaya yang benar dalam melakukan penyesuaian dan pengembangan diri siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: (1) Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi kualitas komunikasi interpersonal dalam proses pembelajaran siswa kelas VII di UPT SMP Negeri 5 Pasuruan? Dan (2) Faktor apakah yang paling mempengaruhi kualitas komunikasi interpersonal dalam proses pembelajaran siswa kelas VII di UPT SMP Negeri 5 Pasuruan? Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendiskripsikan factor-faktor yang mempengaruhi kualitas komunikasi interpersonal dalam proses pembelajaran siswa kelas VII di UPT SMP Negeri 5 Pasuruan, dan (2) Untuk mendiskripsikan factor yang paling mempengaruhi kualitas komunikasi interpersonal dalam proses pembelajaran siswa kelas VII di UPT SMP Negeri 5 Pasuruan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 71 siswa dari 247 responden dengan menggunakan perhitungan slovin dengan tingkat persen kesalahan yang digunakan 10%. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa close form dan data sekunder berupa dokumentasi yang terkait. Uji validitas instrumen menggunakan Product Moment Pearson, sedangkan uji reliabilitas instrumen menggunakan Alpha Cronbach yang dibagikan kepada 30 responden. Berdasarkan hasil uji coba instrumen maka tingkat validitas instrumen dari semua item dinyatakan valid dengan tingkat probabilitas <0,05, sedangkan hasil reliabilitas instrument openness mencapai 0,948 dengan tingkat reliabel sangat tinggi, emphathy mencapai 0,892 dengan tingkat reliabel sangat tinggi, supportiveness mencapai 0,922 dengan tingkat reliabel sangat tinggi, positivenness mencapai 0,894 dengan tingkat reliabel sangat tinggi, dan equality mencapai 0,866 dengan tingkat reliabel sangat tinggi. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat beberapa factor yang mempengaruhi kualitas komunikasi interpersonal antara lain: (1) openness dengan 68,14% dalam kategori cukup, (2) emphaty dengan 79,42% dalam kategori baik, (3) supportiveness dengan 68,09% dalam kategori cukup, (4) positivenness dengan 72,18% dalam kategori cukup, dan (5) equality dengan 75,57% dalam kategori baik. Dari kelima faktor tersebut maka dapat disimpulkan bahwa emphaty merupakan factor tertinggi dengan prosentase 79,42% dalam kategori baik, sedangkan factor terendah adalah supportiveness dengan prosentase 68,09% dalam kategori cukup. Bagi peneliti selanjutnya bisa dikembangkan dengan menggunakan pengamatan dengan sampel yang berbeda, serta menambahkan responden dan melibatkan guru.

Pengaruh penggunaan media pembelajaran kartu kuartet dalam pembelajaran kooperatif model NHT (Numbered Head Together) terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas X Jurusan Akuntansi SMK Islam Batu pada mata pelajaran akuntansi / Ni'maturohmah

 

Perancangan model action figure "Sheila On 7" / Muhammad Ali Mahrus

 

Kata Kunci:Perancangan, Model, Action Figure, Sheila on 7 Menurut kodratnya manusia adalah makhluk yang mengenal keindahan. Manusia dalam usahanya menuju arah penyempurnaan hidupnya memiliki dorongan dan keinginan untuk memperindah diri, memperindah benda-benda yang dimilikinya serta alam sekitarnya. Uraian tersebut menunjukkan bahwa manusia mempunyai kebutuhan akan seni atau berekspresi. Begitu juga Bagi para Animer yang mengekspresikan hobinya melalui menonton film animasi, membaca komik dan mengkoleksi mainan Action Figure. Di Indonesia sendiri banyak kolektor yang mengkoleksi Action Figure, namun disayangkan mereka hanya mengkoleksi Action Figure tokoh dari luar, karena Bangsa Indonesia sendiri juga belum memiliki Action Figure yang berkarakter lokal. Bangsa Indonesia juga belum dapat memproduksi Action Figure. Sehingga hal tersebut dapat menimbulkan berkurangnya rasa cinta dan menghargai produk bangsa sendiri. Dalam Perancangan Model Action Figure “Sheila on 7” ini bertujuan sebagai sarana untuk menambah wawasan bagaimana cara pembuatan model Action Figure. Dan sebagai upaya untuk mempromosikan Action Figure dalam tokoh karakter grup band “Sheila On 7” kepada masyarakat luas. Alasan dipilihnya perancangan Action Figure dalam tokoh karakter dari Publik Figur grup band “Sheila On 7” dalam Tugas Akhir ini, karena sebagian besar dari masyarakat Indonesia pernah melihat, mengenal, dan mengidolakan grup band “Sheila On 7” itu sendiri, sehingga mudah diterima oleh masyarakat luas. Melalui Action Figure ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan menghargai produk bangsa sendiri. Serta bagi penggemar grup band “Sheila On 7” tersebut dapat mengekspresikan rasa sayangnya dengan mengkoleksi Action Figure tokoh idolanya. Dalam perancangan ini menggunakan model prosedural, yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk (UM, 2010: 46). Hasil perancangan ini berupa model Action Figure, selain itu ada beberapa media pendukung lainnya, berupa packaging. stiker, pin dan gantungan kunci.

Upaya sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo / Nina Unun Yulista

 

Kata Kunci: kenakalan siswa, menanggulangi, sekolah, upaya. Masalah kenakalan remaja, khususnya remaja usia sekolah atau remaja yang sedang duduk di bangku sekolah bukan saja meresahkan orang tua dan masyarakat, namun juga meresahkan para guru di sekolah. Kenakalan siswa bukan saja hanya sekedar masalah orang tua dan masyarakat semata. Namun juga merupakan masalah bagi sekolah, karena sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dianggap yang paling bertanggung jawab terhadap hasil pendidikan termasuk di dalamnya karakter seorang anak (siswa). Oleh karena itu perlu perhatian dan upaya sekolah untuk menanggulangi masalah kenakalan remaja/siswa secara dini. Penelitian ini untuk mengungkap upaya sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana gambaran bentuk kenakalan siswa SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo?; (2) Apa faktorfaktor penyebab kenakalan siswa SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo?; (3) Bagaimana upaya sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo?; (4) Apa kendala yang dialami sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus di SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo. Subyek penelitian/informan adalah kepala sekolah, guru PKn, guru BP/BK dan siswa. Untuk pengumpulan data penelitian dalam hal ini peneliti sebagai instrumen penelitian dengan menggunakan alat bantu Lembar Panduan Wawancara, Lembar Pengamatan dan Lembar Catatan Dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan model interaktif Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) Bentuk kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo yaitu Bentuk kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo yaitu pelanggaran terhadap peraturan tata tertib sekolah, pelanggaran terhadap kegiatan belajar mengajar, pelanggaran terhadap ketenteraman sekolah, dan pelanggaran terhadap etika pergaulan dengan warga sekolah; (2) Faktor-faktor penyebab kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo, yaitu Pada dasarnya kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo disebabkan atau ditimbulkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal pada diri siswa itu sendiri, dan faktor eksternal dalam hal ini faktor lingkungan keluarga serta lingkungan sosial (pergaulan antar siswa di sekolah); (3) Upaya sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo adalah Upaya sekolah dalam menanggulangi ii kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo adalah dilaksanakan dalam bentuk program tahunan sekolah berbasis karakter yang meliputi: (a) aspek pembinaan dan (b) aspek pencegahan kenakalan siswa. Penekanan program kegiatan ini adalah pada pengenalan dan pengamalan/penerapan nilai-nilai karakter yang diharapkan melalui intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Secara teknis pelaksanaan program sekolah berbasis karakter ini dikoordinir dan dievaluasi oleh guru PKn sekolah yang bersangkutan; (4) Kendala sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo Kendala sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo dapat dikelompokkan dalam dua faktor kendala, yaitu: (1) kendala internal sekolah, dan (2) kendala eksternal. Berdasarkan temuan penelitian diajukan beberapa saran, antara lain: (1) Bagi sekolah, perlu peningkatan dan berkelanjutan tentang program sekolah berbasis karakter baik yang bersifat intrakurikuler maupun ekstrakurikuler sehingga dapat mengembangkan potensi diri yang dimiliki siswa dalam rangka membantu proses tugas perkembangan nilai-nilai, sikap, moral dan perilaku yang diharapkan. Untuk itu perlu upaya peningkatan pembentukan karakter siswa melalui pendidikan karakter yang terintegrasi ke dalam setiap materi mata pelajaran sesuai dengan kurikulum sekolah (KTSP); (2) Bagi Guru, hendaknya perlu memahami aspek-aspek psikis dan kepribadian siswa secara teliti dan objektif, sehingga dengan demikian dapat dicegah kemungkinan kecenderungan munculnya perilaku menyimpang atau kenakalan di kalangan siswa, dan memudahkan guru dalam memberikan pendidikan dan pengajaran karakter kepada siswa sesuai dengan tugas perkembangan usianya. Terlebih lagi bagi guru PKn dapatnya berperan aktif dalam menumbuhkembangkan nilai-nilai karakter siswa dengan melakukan pembiasaan (habituasi) dalam bentuk perilaku, dan kegiatan yang mencerminkan dari nilai-nilai pendidikan karakter yang menjadi prioritas dari SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo; (3) Bagi Orang Tua Siswa, hendaknya perlu proaktif dan menjalin kerjasama yang baik melalui komunikasi yang intensif kepada pihak sekolah dan guru termasuk guru PKn, sehingga setiap permasalahan yang muncul pada diri siswa dalam hal ini putraputrinya dapat ditanggulangi secara dini. Dengan demikian siswa bersangkutan tidak mengalami kesulitan proses pendidikannya di sekolah; (4) Bagi Peneliti lain, perlu adanya penelitian lebih lanjut dan secara mendalam berkaitan dengan temuan penelitian ini, sehingga dapat membantu pihak sekolah dalam upaya menanggulangi kenakalan atau perilaku menyimpang di kalangan siswa.

Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dengan pembelajaran kontekstual tipe problem based learning pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Negeri 1 Tumpang / Lailiyatul Mufidah

 

Kata Kunci: Efektivitas, Kooperatif Think Pair Share, Kontekstual Problem Based Learning. Belajar Ekonomi tidak hanya sekedar learning to know saja, melainkan harus ditingkatkan menjadi learning to do, learning to be, hingga learning to live together. Oleh karena itu filosofi pengajaran ekonomi perlu diperbaharui menjadi pembelajaran ekonomi. Maka diperlukan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran ekonomi khususnya dalam penelitian ini adalah pada materi Uang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share terhadap hasil belajar, efektivitas pembelajaran Kontekstual Tipe Problem Based Learning terhadap hasil belajar, serta untuk mengetahui efektivitas antara Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share dengan Pembelajaran Kontekstual Tipe Problem Based Learning Pada Mata pelajaran Ekonomi Kelas X di SMA Negeri 1 Tumpang. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experiment. Pengambilan Sampel dilakukan dengan teknik Purpossive Sampling. Instrumen penelitian meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Instrumen aktivitas belajar (lembar observasi aktivitas siswa), Instrumen hasil belajar (nilai Pretest dan posttest). Teknik pengambilan data dilkukan dengan pemberian pretest, pemberian perlakuan (treatment), dan pemberian posttest. Data hasil penelitian kemudian dipaparkan secara deskriptif. Kegiatan analisis data dimulai dengan tahap uji prasyarat analisis hingga pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share efektif untuk diterapkan pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan Uang pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tumpang. Karena bisa meningkatkan hasil belajar siswa dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran. Demikian pula dengan Pembelajaran Kontekstual Problem Based Learning juga efektif untuk diterapkan pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan Uang pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tumpang. Karena bisa meningkatkan hasil belajar siswa dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran. Akan tetapi terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share dengan Pembelajaran Kontekstual tipe Problem Based Learning yang diketahui dari hasil pengujian data Gain Score pada kedua kelompok. Oleh karena itu, diharapkan Guru mata pelajaran ekonomi dapat menerapkan pembelajaran Kooperatif Think Pair Share untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dengan alokasi waktu yang efisien

Rancang bangun kendaraan listrik bersumber energi panas matahari / Safry Heriyanto

 

Kata kunci: Kendaraan Listrik, Energi Panas Matahari. Masalah pemanasan global membuat teknologi otomotif berkembang menjadi teknologi ramah lingkungan. Salah satu jenis teknologi mesin yang ramah lingkungan adalah mobil tenaga surya atau tenaga matahari. Mobil tenaga surya atau tenaga matahari merupakan jenis kendaraan listrik yang menggunakan tenaga matahari sebagai sumber energinya. Maka dalam pengembangannya, rancang bangun kendaraan listrik bersumber energi panas matahari ini dimanfaatkan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global. Prinsip kerja kendaraan listrik ini dimulai dari energi matahari yang dirubah menjadi energi listrik dengan menggunakan panel cell surya. Kemudian controller akan mengatur pengisian battery (accu) secara otomatis. Setelah itu boost konverter akan merubah tegangan battery 12 volt dc menjadi 48 volt dc. Chopper dc-dc mengatur tegangan 12 volt dc sampai 48 volt dc sesuai dengan tegangan kerja motor dc (48 volt dc). Sehingga motor dc dapat digerakkan sesuai dengan yang diinginkan. Kendaraan listrik yang dirancang memiliki spesifikasi panjang 200 cm, lebar sisi depan 50 cm, lebar sisi belakang 100 cm, dan tinggi 150 cm. Metode pengujian yang dilakukan dengan memberikan variasi pengujian kecepatan pada kendaraan listrik, yaitu : tanpa beban (pengemudi) dan berbeban (barang). Kecepatan kendaraan listrik dapat diketahui berdasarkan jarak dan waktu tempuh. Hasil dari rancang bangun kendaraan listrik bersumber energi panas matahari ini dapat disimpulkan bahwa dalam pembuatan kendaraan listrik meliputi pembuatan casis kendaraan listrik, pembuatan gear bagian belakang kendaraan listrik, pembuatan roda belakang kendaraan listrik, pembuatan penyangga roda belakang kendaraan listrik, pembuatan roda depan kendaraan listrik, pembuatan setir kendaraan listrik, pembuatan tempat duduk kendaraan listrik, pembuatan penyangga sel surya pada kendaraan listrik, pembuatan penyangga motor dc pada kendaraan listrik, pembuatan penyangga accu pada kendaraan listrik, pembuatan rem depan kendaraan listrik, dan pembuatan rem belakang kendaraan listrik. Dimana semuanya berfungsi dan berjalan dengan baik. Motor dc yang digunakan pada kendaraan listrik adalah jenis motor dc seri, hal ini dikarenakan karakteristik motor dc pada kendaraan listrik mendekati karakteristik dari motor dc seri.

Perancangan multimedia interaktif pengenalan budaya daerah Indonesia untuk memupuk rasa cinta tanah air pada anak / Sultan Arif Rahmadianto

 

Kata Kunci: multimedia interaktif, budaya daerah Indonesia, cinta tanah air. Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai aset yang sangat berharga. Aset yang dimiliki Indonesia tidak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain. Setiap daerah memiliki ciri khas budaya yang dapat dilihat melalui bentuk senjata tradisional, rumah, pakaian dan tarian adat. Ciri khas budaya tersebut dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa dimata Internasional. Mengenalkan budaya daerah sejak dini kepada anak bisa menjadi hal penting karena saat ini banyak generasi muda yang kurang begitu mengenal dan mencintai kebudayaan daerah Indonesia. Di dalam kegiatan belajar mengajar terutama yang berhubungan dengan pengenalan budaya daerah Indonesia kebanyakan anak masih sulit dalam mengenal, menghafal dan memahami sehingga rasa cinta tanah air pada anak belum terbentuk dengan baik. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif yang efektif, menarik dan komunikatif agar anak tidak bosan dalam mengenal, menghafal dan memahami budaya daerah Indonesia, sehingga dapat memupuk rasa cinta tanah air sejak dini. Model perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah model perancangan procedural. Model perancangan procedural adalah model yang bersifat deskriptif, menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan suatu produk. Perancangan ini menggunakan pendekatan penalaran atau ilmiah, yaitu perancangan produk yang bertorientasi terhadap proses dan produk. Hasil perancangan ini adalah sebuah media penunjang pembelajaran berbasis multimedia interaktif pengenalan budaya Indonesia yang dikhususkan untuk anak usia 6-11 tahun (usia sekolah dasar). Multimedia interaktif ini memerlukan media komunikasi visual untuk menunjang publikasi dan pemasarannya. Media komunikasi visual ini adalah media promosi untuk memperkenalkan produk kepada audiens pada saat launching produk agar tertanam image yang baik terhadap produk multimedia ini. Media komunikasi visual yang telah direncanakan dalam proses launching produk ini antara lain yaitu poster, banner, stiker, cover CD dan buku panduan. Multimedia interaktif dipilih karena memiliki keunggulan dibandingkan dengan media lain yaitu dapat menggabungkan maupun mengombinasikan elemen grafis, audio, video dan terjadinya interaksi antara pengguna dengan media sehingga lebih komunikatif. Namun dari kelebihan tersebut media ini juga mempunyai keterbatasan yaitu hanya bisa digunakan dengan bantuan piranti komputer. Berdasarkan hasil perancangan ini, dapat disarankan agar media pengenalan budaya daerah Indonesia untuk memupuk rasa cinta tanah air pada anak ini diharapkan mampu dimaksimalkan sebagai media penunjang pembelajaran yang efektif, menarik, serta memahami budaya Indonesia yang beraneka ragam.

Studi tentang minat dan motivasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang untuk menjadi guru / Noerman Adi Prasetya

 

Kata Kunci: minat, motivasi, guru Dalam rangka menciptakan tenaga pengajar profesional di bidang teknik bangunan sesuai dengan tujuan utama dari Prodi PTB UM, diperlukan calon mahasiswa yang telah memiliki minat dengan profesi guru sebagai input dan selanjutnya diberikan motivasi berupa proses pembelajaran terpadu sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, sangatlah penting mengetahui faktor-faktor yang membentuk minat dan motivasi mahasiswa Prodi PTB UM untuk menjadi guru. Permasalahan yang muncul dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana minat mahasiswa Prodi PTB UM untuk menjadi guru dan (2) Bagaimana motivasi mahasiswa Prodi PTB UM untuk menjadi guru. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui minat mahasiswa Prodi PTB UM untuk menjadi guru dan (2) mengetahui motivasi mahasiswa Prodi PTB UM untuk menjadi guru. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi PTB UM. Sampel penelitian adalah mahasiswa angkatan 2007-2009 dengan jumlah 277 mahasiswa, kemudian diambil 30% dari tiap-tiap angkatan per jenis kelamin dengan teknik Propotional Random Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan angket. Metode analisis data dengan menggunakan nilai mean. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Minat mahasiswa Prodi PTB UM untuk menjadi guru berada pada kategori baik dan (2) Motivasi mahasiswa Prodi PTB UM untuk menjadi guru berada pada kategori baik. Apabila mahasiswa Prodi PTB UM telah memiliki minat dan motivasi intrinsik untuk menjadi guru dalam dirinya, maka ia secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang mendukung tujuannya menjadi guru dengan tidak memerlukan ransangan dari luar dirinya. Seorang mahasiswa yang memiliki minat dan motivasi intrinsik selalu ingin maju. Keinginan itu dilatar belakangi oleh pemikiran yang positif, bahwa materi pelajaran yang dipelajari menjadi kebutuhannya yang sangat berguna baik kini maupun saat yang akan datang. Sedangkan minat dan motivasi ekstrinsik yang berasal dari luar mahasiswa bukan hal yang tidak diperlukan dalam pendidikan. Motivasi ekstrinsik merupakan apa yang diinginkan seseorang atau tujuan yang menjadi arah kelakuannya, karena komponen luar tersebut merupakan tujuan yang hendak dicapai oleh seseorang, dalam hal ini menjadi guru. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada mahasiswa Prodi PTB UM, agar dapat menjaga dan meningkatkan minat dan motivasinya untuk menjadi guru yang ditunjang dengan sarana, prasarana, dan sumber belajar yang baik., sedangkan untuk Prodi PTB UM, agar informasi minat dan motivasi mahasiswanya untuk menjadi guru dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan baru dengan pelaksanaan yang optimal demi kemajuan mutu pendidikan.

Hubungan antara perhatian orang tua dan prestasi belajar dengan kenakalan remaja / Siti Rohanandari

 

Kata Kunci : Perhatian Orang Tua, Prestasi Belajar, Kenakalan Remaja Pada saat ini, kita sering melihat fenomena tentang meningkatnya kenakalan yang dilakukan oleh remaja – remaja sekolah dan harus ada cara untuk menanggulanginya dari berbagai pihak dan sudut pandang, baik pendidikan, agama, psikologis maupun sosiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi perhatian orang tua, untuk mengetahui deskripsi prestasi belajar, untuk mengetahui deskripsi kenakalan remaja, untuk mengetahui hubungan antara perhatian orang tua dengan kenakalan remaja, untuk mengetahui hubungan antara prestasi belajar dengan kenakalan remaja, dan untuk mengetahui hubungan antara perhatian orang tua dan prestasi belajar dengan kenakalan remaja. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Kademangan, Blitar, dengan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 210 orang dan sampel sebanyak 42 orang. Jenis instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala perhatian orang tua dan kenakalan remaja dengan model penskalaan Likert. Untuk variabel prestasi belajar menggunakan dokumentasi yaitu berupa kumpulan nilai UAS semua mata pelajaran. Analisis deskriptif menggunakan mean dan standar deviasi mutlak. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi product moment dan analisis regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhatian orang tua pada siswa berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 61,9 % ( 26 orang ) hal ini membuktikan bahwa perhatian orang tua pada siswa sangat baik. Prestasi belajar juga berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 66,67 % ( 28 orang ). Hal ini membuktikan bahwa prestasi belajar siswa sangat baik pula. Kenakalan remaja berada pada kategori rendah yaitu sebesar 76,19 % ( 32 orang ). Dari hasil analisis korelasional diketahui bahwa terdapat korelasi negatif antara perhatian orang tua dengan kenakalan remaja (rxy = -0,640, p=0,000), antara prestasi belajar dengan kenakalan remaja (r xy = -0,509, p=0,001). Dari hasil analisis regresi diketahui bahwa terdapat sumbangan faktor perhatian orang tua dan prestasi belajar dengan kenakalan remaja sebesar 42,5 %. Hal ini berarti bahwa hipotesis pada penelitian ini diterima. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti menyarankan kepada beberapa pihak yaitu : (1) pihak sekolah, hendaknya berupaya untuk menjadi lembaga yang memberikan motivasi dan bimbingan kepada siswanya; (2) pihak keluarga, hendaknya tetap memberikan perhatian kepada putra putrinya; (3) diharapkan siswa tetap mempertahankan prestasi belajar dan mematuhi aturan di sekolah maupun di luar sekolah; (4) bagi peneliti lain, hendaknya dapat meneliti lebih mendalam tentang hubungan antara perhatian orang tua dan prestasi belajar dengan kenakalan remaja.

Pengaruh media pembelajaran CD interaktif melalui siklus belajar terhadap motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lawang / Evi Ayu Candra

 

Pengaruh good corporate governance dan likuiditas terhadap manajemen laba perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2006-2008 / Eryna Dian Saputri

 

Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Likuiditas dan Manajemen Laba. Keberlangsungan hidup suatu perusahaan membutuhkan ketepatan dalam pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh pimpinan perusahaan. Sebagai dasar dalam pengambilan keputusan maka dibutuhkan laporan keuangan sebagai gambaran kinerja manajemen perusahaan. Dasar penyusunan dan informasi laba mendorong manajer untuk melakukan manajemen laba. Manajemen laba dapat disebabkan karena adanya asimetri informasi antara manajemen dengan pemilik. Kepemilikan manajerial dan institusional memungkinkan adanya pengendalian terhadap pihak manajemen melalui proses monitoring secara efektif. Faktor lain yang berpengaruh terhadap manajemen laba adalah resiko institusi yaitu tingkat likuiditas. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan likuiditas terhadap manajemen laba. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda, Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara parsial kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan likuiditas berpengaruh negatif signifikan terhadap manajemen laba, (2) secara simultan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan likuiditas juga berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Hal ini dapat terjadi karena dengan proporsi kepemilikan saham perusahaan oleh manajemen dan institusi serta tingkat likuiditas yang tinggi, akan mampu meningkatkan mekanisme pengawasan kinerja manajemen sehingga tindakan manajemen laba dapat ditekan. Saran dalam penelitian ini untuk peneliti selanjutnya diharapkan (1) menambahkan variabel penelitian, (2) menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang dengan jumlah sampel yang lebih banyak, (3) perlu mengembangkan penelitian dengan kriteria perusahaan yang lain misalkan perbankan, perusahaan telekomunikasi dan lain-lain.

Analisis kemampuan guru akuntansi yang tersertifikasi dalam pelaksanaan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) (studi di SMK Muhammadiyah 05 Kepanjen Kabupaten Malang) / Irvan Agung Nugroho

 

Kata kunci: Kemampuan Guru Akuntansi yang Tersertifikasi, Pelaksanaan PAIKEM Sertifikasi adalah salah satu program yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya guru dengan cara meningkatkan standar kualifikasi dan kompetensi guru. Kompetensi yang harus dimiliki seorang guru tersetifikasi meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Dengan demikian, guru yang tersertifikasi adalah guru yang professional. Menjadi guru yang professional tidak hanya sekedar memiliki pengetahuan dan kemampuan mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Banyak teknik, trik, dan lain-lain tentang cara-cara mengajar yang dapat dikembangkan dan kemudian diterapkan guru dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, dalam proses pembelajaran guru diharapkan mampu menciptakan suasana kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan guru akuntansi yang tersertifikasi dalam menyusun perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan kegiatan pembelajaran PAIKEM. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rumus persentase. Berdasar dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan, maka disimpulkan bahwa guru 1 memperoleh persentase 87,88% dengan kategori baik sekali, sedangkan guru 2 memperoleh persentase 78,79% dengan kategori baik. Secara umum hasil penelitian guru 1 dan guru 2 dalam pelaksanaan PAIKEM di SMK Muhammadiyah 05 Kepanjen Kabupaten Malang tergolong dalam kategori baik sekali dengan hasil persentase rata-rata 83,33%. Dengan demikian, dapat disimpulkan guru sudah mampu menerapkan PAIKEM. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru akuntansi atau subyek penelitian memperhatikan pentingnya menyusun perangkat pembelajaran agar dibuat secara individu dengan harapan kompetensi masing-masing guru dapat terlihat, pada saat guru akuntansi atau subyek penelitian dalam melaksanakan PAIKEM agar lebih meningkatkan kemampuan khususnya aspek kreatif dan inovatif. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan memperluas ruang lingkup penelitian dengan cara menambah subyek penelitian agar menunjukkan hasil yang lebih baik.

Pengaruh pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan terhadap reaksi investor (studi kasus pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2007-2009) / Arnolda Maria Christina Nuhuyanan

 

Kata Kunci: Pengungkapan Sosial, Reaksi Investor, Abnormal Return, Unexpected Trading Volume Tanggung jawab sosial merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban yang dilakukan perusahaan atas dampak yang ditimbulkan dari aktivitas operasional yang berpengaruh terhadap masyarakat internal maupun eksternal perusahaan. Investor sebagai salah satu stakeholder kunci sangat mempertimbangkan kinerja sosial dan lingkungan perusahaan dalam melakukan keputusan investasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan terhadap reaksi investor dengan variabel pengukur abnormal return dan unexpected trading volume activity. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dengan variable independen adalah pengungkapan sosial, sedangkan variabel dependen adalah abnormal return dan unexpected trading volume. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2007-2009. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan sosial berpengaruh signifikan terhadap reaksi investor dengan variabel pengukur abnormal return dan pengungkapan sosial berpengaruh signifikan terhadap reaksi investor dengan variabel pengukur unexpected trading volume. Artinya, para investor perusahaan manufaktur Indonesia sudah mulai menggunakan informasi tanggung jawab sosial dalam melakukan keputusan investasi. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah sampel untuk jenis perusahaan lain dan dapat menambah variabel pengukur lainnya dalam mengukur reaksi investor sehingga penelitian selanjutnya bisa lebih akurat.

Pengaruh kecerdasan intelektual (IQ) dan minat belajar akuntansi terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Program IPS di SMA Negeri 2 Blitar / Nuri Setyowati

 

Kata kunci: Kecerdasan Intelektual (IQ), Minat Belajar Akuntansi, dan Prestasi Belajar Siswa. Kecerdasan intelektual adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dengan menggunakan nalar dan gagasan secara rasional dan terarah agar dapat memecahkan suatu masalah sehingga dapat mencapai tujuan. Semakin tinggi tingkat IQ yang dimiliki seseorang, maka semakin tinggi pula prestasi belajar yang dicapai. Selain itu minat merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan prestasi belajar. Besarnya minat seseorang terhadap suatu hal dapat digunakan sebagai pemicu keberhasilan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh kecerdasan intelektual (IQ) terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program IPS di SMA Negeri 2 Blitar. (2) Pengaruh minat belajar Akuntansi terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program IPS di SMA Negeri 2 Blitar. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi ganda dengan menggunakan program SPSS 16.00 for Windows. Populasi penelitian ini berjumlah 139 siswa dengan sampel 70 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) nilai thitung (7,239) > ttabel (2,000) dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan intelektual (IQ) terhadap prestasi belajar siswa. (2) nilai thitung (4,234) > ttabel (2,000) dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar akuntansi terhadap prestasi belajar siswa. Saran yang direkomendasikan sehubungan dengan hasil penelitian adalah: (1) Agar tingkat kecerdasan intelektual (IQ) yang dimiliki oleh seorang siswa dapat berfungsi secara maksimal terutama dalam mata pelajaran akuntansi, dapat dilakukan dengan cara memberikan latihan soal dengan berbagai macam variasi. Sedangkan untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat belajar siswa agar dapat mempengaruhi peningkatan hasil belajar yaitu dengan cara memberikan metode pengajaran berbeda yang bisa lebih menghidupkan kegiatan belajar mengajar di kelas. (2) Sebagai seorang siswa harus dapat menumbuhkan dan mempertahankan minat dalam belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah yang timbul akibat partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada waktu belajar sehingga dapat menunjang prestasi belajar siswa. (3) Bagi peneliti yang mempunyai keinginan mengadakan penelitian sejenis disarankan untuk menambah variabel yang belum diteliti karena masih banyak faktor yang berperan penting dalam pencapaian prestasi belajar, serta menambah sampel antara lain dengan menggunakan banyak siswa atau menggunakan beberapa sekolah. Untuk pengambilan data, peneliti dapat memperbaiki metode yang digunakan, antara lain dengan menambah metode wawancara untuk menghasilkan data yang lebih akurat.

Pengaruh perputaran modal kerja dan partisipasi anggota terhadap profitabilitas koperasi wanita Kabupaten Mojokerto tahun 2010 / Lina Silfia Islami

 

Kata Kunci: Perputaran Modal Kerja, Partisipasi Anggota, Profitabilitas. Profitabilitas adalah untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba baik dari penjualan maupun investasi, indikator ratio profitabilitas adalah Return on Invesment (ROI) dan Return on Equity (ROE). Return On Investment merupakan kemampuan perusahaan (koperasi wanita) untuk menghasilakn laba (SHU) dengan jumlah keseluruhan aktiva. Return On Equity merupakan kemampuan perusahaan (koperasi wanita) untuk menghasilakan laba dengan modal sendiri. Pada umumnya koperasi wanita Kabupaten Mojokerto pada setiap daerah belum menghitung seberapa besar perputaran modal kerja, partisipasi anggota dan profitabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Mengetahui tingkat perputaran modal kerja koperasi wanita Kabupaten Mojokerto, (2) Mengetahui partisipasi anggota koperasi wanita Kabupaten Mojokerto, (3) Mengetahui tingkat profitabilitas koperasi wanita Kabupaten Mojokerto, (4) Mengetahui adakah pengaruh tingkat perputaran modal kerja terhadap profitabilitas koperasi wanita Kabupaten Mojokerto, (5) Mengetahui adakah pengaruh partisipasi anggota terhadap profitabilitas koperasi wanita Kabupaten Mojokerto, (6) Mengetahui adakah pengaruh perputaran modal kerja dan partisipasi anggota terhadap profitabilitas koperasi wanita Kabupaten Mojokerto. Populasinya adalah sebesar 134 dan sampel sebanyak 40 koperasi wanita Kabupaten Mojokerto dengan menggunakan purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas tahun 2010. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode dokumentasi. Penelitian menggunakan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dengan analisis regresi linier berganda yaitu dengan uji parsial dan uji simultan dengan menggunakan program SPSS for Window Release 17.0 dan teknik pengujian dengan menggunakan rumus dari masing-masing variabel dengan menggunakan program Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial (1) Perputaran modal kerja berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas koperasi wanita Kabupaten Mojokerto tahun 2010, (2) Partisipasi anggota berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas koperasi wanita Kabupaten Mojokerto tahun 2010, dan secara simultan (3) Perputaran modal kerja dan partisipasi anggota berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas koperasi wanita Kabupaten Mojokerto tahun 2010. Peneliti selanjutnya sebaiknya menambah variabel-variabel lain, misalnya perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan, dan lain-lain yang potensial dalam memberikan kontribusi terhadap perubahan variabel profitabilitas. Dinas koperasi perlu mengadakan penyuluhan kepada koperasi wanita tentang pentingnya ketiga faktor tersebut yaitu perputaran modal kerja dan partisipasi anggota agar diperoleh tingkat profitabilitas yang optimal. Pengurus koperasi wanita dapat memacu partisipasi anggotanya lebih aktif lagi dan mengelola modalnya lebih optimal, diharapkan agar perolehan labanya atau profitabilitasnya semakin meningkat. Pengawas koperasi wanita pada tahun-tahun berikutnya diharapkan lebih teliti lagi dalam mengawasi perkembangan yang terjadi di setiap koperasi wanita sehingga data yang dilaporkan lebih konkrit dan akurat.

Rancang bangun penaik tegangan sebagai catu tegangan pada mobil listrik / Juli Misdianto

 

Kata Kunci: Penaik Tegangan, Catu Tegangan. Dalam dunia listrik suatu tegangan dapat diubah sesuai dengan kebutuhan dan kebutuhan tersebut tergantung dengan keperluan dari masing-masing penguna. Bagi para penguna listrik/konsumen masih harus diperlukan sutu alat pengatur tegangan dan arus supaya alat-alat yang digunakan tidak mengalami kerusakan yang diakibat over current dan over voltage, pada alat elektronik. Dengan adanya perkembangan teknologi saat ini diciptakan mobil yang hemat energi dan ramah lingkungan dengan menggunakan solar cell. Dengan menggunakan mobil ini maka akan mengurangi polusi udara dan dapat menghemat energi. Dan dalam hal peralatan tersebut masih memerlukan suatu peralatan pendukung yang dapat mengatur tegangan yang akan dialirkan kepada mekaniknya yaitu untuk memutarkan motor yang berfungsi sebagai penggerak roda-roda mobil bertenaga surya tersebut. Dalam hal ini yang digunakan adalah chooper DC-DC dan disebut juga dengan istilah kuadran 2 disebut DC chopper atau dikenal juga dengan istilah DC-DC konverter. Dari hasil pengujian dan pembahasan “ Rancang Bangun Penaik Tegangan Sebagai Catu Tegangan Pada Mobil Listrik.” Penaik Tegangan yang dapat dioperasikan dengan alat ini sebesar V = 12 Vdc s/d 13 Vdc dan f = 50 Hz, sedangkan tegangan yang dihasilkan setelah diubah sebesar 48 Vdc, sesuai dengan motor dc yang digunakan pada mobil listrik hemat energi. Alat ini juga dilengkapi dengan battery serta changernya sebagai penyimpan listrik yang digunakan sebagai cadangan ketika terjadi cuaca mendung.

Pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk AHA (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Fandi Hidayat

 

Kata kunci: bauran promosi, keputusan pembelian. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi bauran promosi (yang terdiri dari periklanan, promosi penjualan, penjualan langsung, dan hubungan masyarakat) serta keputusan pembelian konsumen pada produk AHA dan pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk AHA. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda, uji t dan uji F. Jenis dari penelitian ini adalah deskriptif kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menggunakan produk AHA. Penentuan sampel menggunakan rumus infinite population dengan menggunakan α = 5%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 120 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan multy stage sampling (proportional sampling dan accidental sampling) untuk menyebarkan kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 5 pilihan jawaban. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik. Kesimpulan yang berhasil diperoleh dari responden yaitu (1) Bauran promosi (yang meliputi periklanan, promosi penjualan, penjualan langsung, dan hubungan masyarakat) dan keputusan pembelian konsumen pada produk AHA sudah baik. Hal tersebut tampak dari mayoritas jawaban setuju terhadap item-item pertanyaan yang diberikan oleh konsumen yang menjadi responden dari penelitian. (2) Periklanan berpengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk AHA. Promosi penjualan berpengaruh positif yang signifikan terhadap terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk AHA. Penjualan langsung berpengaruh positif yang signifikan terhadap terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk AHA. Hubungan masyarakat berpengaruh positif yang signifikan terhadap terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk AHA. Dari semua veriabel berpengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk AHA. Hal tersebut tampak dari jawaban responden mayoritas menyatakan setuju terhadap item-item pertanyaan yang diberikan oleh konsumen yang menjadi responden dari penelitian. (3) Bauran promosi (periklanan, promosi penjualan, penjualan langsung, dan hubungan masyarakat) berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk AHA. Bauran promosi (periklanan, promosi penjualan, penjualan langsung, dan hubungan masyarakat) secara bersama-sama mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada produk AHA sebesar 35% sedangkan sisanya sebesar 65% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Saran yang dapat berikan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian ini adalah : (1) Bauran promosi yang dilakukan AHA sudah baik diterima oleh konsumen khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Sebagai penyedia produk layanan internet broadband. AHA sebaiknya memperbanyak variasi produk dan pelayanan dengan melakukan penambahan di paket data dan penambahan jaringan koneksi EVDO melalui berbagai promosinya. Hal ini dapat merangsang konsumen untuk membeli dan tetap setia bagi yang telah memakai. (2) Peneliti Lain di Masa Mendatang agar objek penelitian yang diambil lebih bervariasi. Misalkan masyarakat umum dari berbagai segmen, seperti masyarakat kota, eksekutif, dan sebagainya, serta tempat penelitian yang lebih luas agar data penelitian yang diperoleh lebih valid dan ruang lingkupnya lebih luas. Bagi peneliti lain selanjutnya disarankan untuk juga meneliti dan menganalisa faktor-faktor lain selain bauran promosi yang tidak diteliti dalam penelitian ini, misalnya variabel harga, produk, image selera konsumen, faktor psikologis konsumen, atau bauran pemasarannya

Analisis sistem penagihan pajak bumi dan bangunan (studi pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Blitar) / Pandu Cahyo Anggoro

 

Kata Kunci: Sistem Penagihan dan Pajak Bumi dan Bangunan. Membayar pajak adalah kewajiban setiap warga Negara, namun pada hakekatnya orang enggan membayar pajak. Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan Negara, yang mana dananya digunakan untuk pembangunan nasional. Tugas Akhir (TA) ini bertujuan untuk mengetahui sistem penagihan PBB yang dilakukan oleh KPP Pratama Blitar, penyebab pelelangan tidak dilakukan oleh kontor independen dan alternatif rancangan sistem penagihan PBB. Metode Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Tahapan pemecahaan masalah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan diskriptif eksploratif dimana penulis berusaha mengeksplorasi fenomena yang terjadi di lapangan dan selanjutnya mendiskripsikan temuan pada bab pembahasan. Sistem penagihan PBB KPP Pratama Blitar sudah cukup baik, namun masih memiliki beberapa kekurangan yang dapat menimbulkan kecurangan dan perangkapan fungsi jabatan. Pelaksanaan pelelangan dilakukan sendiri oleh KPP Pratama Blitar dengan alasan biaya, penghematan waktu, sulitnya pengawasan dan rasa tidak percaya. Pelelangan seharusnya dilakukan oleh Bank, Pos atau lembaga-lembaga lain melalui KLN untuk mengurangi tingkat kecurangan dan mempermudah pengawasan dalam proses pelelangan. Proses penagihan PBB, dokumen dibuat rangkap sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memudahkan pengecekkan data dalam proses pencatatan penagihan pajak. Pelaksanaan pelelangan sebaiknya dilakukan oleh lembaga yang ditentukan oleh pemerintah (Bank, Pos, dan lembaga-lembaga lainnya) dengan pengawasan dari pihak KPP Pratama Blitar dan dilakukan di KLN.

Pengaruh penggunaan pati garut sebagai bahan pengikat terhadap bentuk dan tekstur bakso / Nanda Farah Bahroni

 

Kata Kunci: Bakso, daging sapi, pati garut Lazimnya bakso sapi dibuat dengan bahan utama daging sapi dan bahan pengikatnya tepung tapioka . Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu pembuatan bakso daging sapi dengan menggunakan bahan pengikat pati garut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat organoleptik dan tingkat kesukaan, meliputi bentuk dan tekstur bakso daging sapi dengan bahan pengikat pati garut. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Sidik Ragam, apabila ada perbedaan nyata, dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan sangat nyata pada terhadap bentuk bakso sapi pati garut dengan perlakuan penggunaan pati garut sebagai bahan pengikat sebanyak 10%, 15% dan 20% yaitu antara perlakuan B dengan A sebesar (0,64), C dengan A sebesar (0,94), C dengan B sebesar ( 1,58) dan tekstur bakso sapi pati garut antara perlakuan B dengan A sebesar (1,21), C dengan A sebesar (1,93), C dengan B sebesar ( 0,72). Hasil uji hedonik menghasilkan bentuk bentuk bakso sapi pati garut yang disukai panelis adalah bentuk pada perlakuan A (61,11%). Bentuk bakso sapi pati garut yang kurang disukai adalah bentuk pada perlakuan B dan C (3,33%). Tesktur yang disukai yaitu pada perlakuan A (61,11%), tekstur bakso sapi pati garut yang kurang disukai adalah tekstur pada perlakuan B (6,67%). Kesimpulan penelitian ini adalah semakin banyak pemakaian bahan pengikat pati garut, maka bentuk yang dihasilkan menjadi kurang bulat, semakin banyak pemakaian bahan pengikat pati garut tekstur yang dihasilkan semakin kenyal. Bakso sapi pati garut yang disukai panelis adalah bakso sapi dengan komposisi bahan pengikat 10% karena memiliki bentuk dan tekstur yang sesuai dengan standar umum bakso pada umumnya. Dengan demikian pati garut dalam persentase 10%, 15% dan 20% dapat digunakan sebagai bahan pengikat dalam proses pembuatan bakso daging sapi.

Pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan dividen dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan hutang pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) / Danang Anggoro

 

Kata kunci: kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan dividen, ukuran perusahaan, kebijakan hutang Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh variabel independen kepemilikan manajerial (MOWN), kepemilikan institusional (INST), kebijakan dividen (DPR) dan ukuran perusahaan (SIZE) terhadap variabel dependen yaitu kebijakan hutang (DEBT). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Untuk menguji pengaruh secara parsial variabel independen terhadap variabel dependen digunakan uji t. Berdasarkan hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel independen yaitu kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional mempunyai pengaruh yang signifikan dan berhubungan negatif terhadap variabel dependen kebijakan hutang, variabel ukuran perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan dan berhubungan positif terhadap variabel dependen kebijakan hutang, sedangkan variabel kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan dan berhubungan negatif. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,25 menunjukkan bahwa varian dari kebijakan hutang yang dapat dijelaskan oleh variasi kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan dividen dan ukuran perusahaan perusahaan sebesar 25% sedangkan sisanya sebesar 75% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. Variabel lain tersebut dapat berupa free cash flow, profitabilitas, risiko, struktur aktiva, pajak. Berdasar hasil penelitian, dapat disarankan sebagai berikut: (1) bagi perusahaan hendaknya dalam pengambilan keputusan tentang kebijakan hutang sebaiknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan hutang terkait agency cost (2) bagi para investor dan kreditor dalam mengambil keputusan hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan hutang terkait agency costs dan variabel-variabel lain di luar variabel pembentuk agency theory free cash flow, profitabilitas, risiko, struktur aktiva, pajak dan menggunakan sampel dengan wilayah populasi yang lebih besar. yang dapat mempengaruhi kebijakan hutang. (3) untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menambah variabel lain yang mempengaruhi hutang seperti

Analisis persepsi dan aspirasi nasabah terhadap kualitas pelayanan Britama (studi kasus nasabah Britama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Martadinata Malang) / Dony S. Marbun

 

Pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan bagian produksi PT. Bentoel Malang / Dita Perpitasari

 

Kata Kunci: Keselamatan Kerja, Kesehatan Kerja, Kinerja Karyawan. Program keselamatan dan kesehatan kerja sangat bermanfaat bagi perusahaan maupun karyawan, baik masa sekarang maupun masa yang akan dating dan diharapkan dapat memberi pengaruh dalam hal kemampuan untuk mempertahankan kepuasan tenaga kerja sehingga akan mendorong mereka untuk bekerja dengan baik dan berhasil dalam arti kualitas maupun kuantitas. Pada perusahaan dalam melakukan usaha tersebut dengan jalan menyediakan fasilitas maupun sarana untuk menjamin keselamatan kerja maupun kesehatan kerja karyawannya yang berupa penyediaan fasilitas keamanan kerja yang memadai, selain itu dengan membuat peraturan ataupun himbauan mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam perusahaan sangat diperlukan untuk memberikan bimbingan bagi karyawan dalam lingkungan kerja yang aman dan nyaman, hal ini mendukung tercapainya tujuan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi keselamatan dan kesehatan kerja, serta kinerja karyawan PT. Bentoel Malang dan untuk mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja secara parsial maupun simultan terhadap kinerja karyawan PT. Bentoel Malang. Sampel yang digunakan berjumlah 153 karyawan. Teknik analisis data yang digunakan analisis regresi berganda, uji F dan uji t dengan menggunakan program SPSS 15 for Windows. Berdasarkan analisis deskriptif dapat diketahui kondisi keselamatan kerja, kesehatan kerja dan kinerja karyawan yaitu sebagai berikut: 1) Program keselamatan kerja PT. Bentoel Malang sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan. 2) Program kesehatan kerja di PT. Bentoel Malang sudah berjalan dengan baik. 3) Karyawan PT. Bentoel Malang memiliki kinerja karyawan yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan. Berdasarkan hasil analisis linier berganda secara parsial (uji t) dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) ada pengaruh yang positif dan signifikan keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Bentoel Malang, 2) ada pengaruh yang positif dan signifikan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Bentoel Malang. 3) Keselamatan dan kesehatan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Bentoel Malang. Sehubungan dengan hal tersebut, hendaknya perusahaan melaksanakan dengan sepenuhnya syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja terutama penambahan sarana kerja yang belum memadai, dan menerapkan disiplin kerja bagi pekerja, melakukan pengawasan yang ketat karena keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan pula menyelamatkan kelangsungan proses produksi. Hendaknya perusahaan lebih memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan kerja dalam lingkungan perusahaannya sehingga karyawan akan lebih termotivasi untuk lebih berprestasi dalam bekerja.  

Pengaruh persepsi siswa tentang keberadaan guru PPL terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas XI Jurusan IPS pada mata pelajaran ketrampilan akuntansi di SMA Negeri 02 Batu / Virgo Nita Septyani

 

Kata kunci : Persepsi, PPL, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar. PPL adalah suatu program dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang untuk melatih para calon guru menguasai kemampuan keguruan yang utuh dan terintegrasi, sehingga setelah menyelesaikan pendidikannya mereka siap untuk secara mandiri mengemban tugas sebagai guru. Keberadaan guru PPL ini akan menimbulkan persepsi siswa yang berbeda-beda. Persepsi yang positif tentang keberadaan guru PPL diharapkan dapat memiliki pengaruh yang positif pula pada motivasi belajar siswa. Sehingga akan berpengaruh juga terhadap prestasi belajar siswa secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara persepsi siswa tentang keberadaan guru PPL terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi kuantitatif yang menggunakan analisis regresi linear dan analisis jalur (path analysis). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan IPS SMA Negeri 02 Batu dengan jumlah 114 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah proportional random sampling, dengan jumlah 54 siswa. Data diperoleh dengan menyebarkan angket dan dokumentasi berupa nilai siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh langsung persepsi siswa tentang keberadaan guru PPL terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,699,( 2) terdapat pengaruh langsung persepsi siswa tentang keberadaan guru PPL terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,610, (3) terdapat pengaruh langsung motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,779, (4) terdapat pengaruh tidak langsung persepsi siswa tentang keberadaan guru terhadap prestasi belajar siswa melalui motivasi belajar siswa dengan nilai pengaruh sebesar 0,545. Berdasarkan penelitian tersebut disarankan agar (1) siswa hendaknya memiliki persepsi yang baik agar siswa dapat lebih termotivasi untuk belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan siswa dapat meraih prestasi yang baik., (2) mahasiswa praktik atau guru PPL diharapkan dapat lebih memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, sehingga siswa dapat meraih prestasi belajar yang lebik maksimal, (3) peneliti lain yang akan mengadakan penelitian sejenis, diharapkan variabel yang akan diteliti diperluas lagi, sehingga dapat mengungkapkan lebih banyak permasalahan dan memberikan hasil temuan yang bermanfaat bagi banyak pihak.

Pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja (studi kasus pada hotel Pelangi Malang) / Setyoningrum MR.

 

Kata kunci : Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi, dan Kepuasan Kerja SDM merupakan faktor kunci dalam organisasi, oleh karena itu karyawan berhak mendapat imbalan atas konstribusinya baik materi maupun non materi. Salah satunya kepuasan kerja, apabila kepuasan kerja yang dirasakan karyawan semakin tinggi menunjukan sikap positif terhadap pekerjaannya, begitu juga sebaliknya. Dengan tingginya kepuasan kerja maka perusahaan dapat mengelola budaya organisasi dengan baik. Budaya organisasi dan kepuasaan kerja merupakan dua komponen yang mempengaruhi kesuksesan tercapainya tujuan organisasi yang pada akhirnya menciptkan komitmen organisasi yang kuat pada karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara: (1) budaya organisasi terhadap kepuasan kerja, (2) budaya organisasi terhadap komitmen organisasi, (3) kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi, dan (4) budaya organisasi terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja.Jenispenelitian yang digunakanadalahpenelitianExplanatory research.Populasi yang dipilih adalah karyawan Hotel Pelangi Malang sejumlah77 orang. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin dengan hasil sampel sejumlah65 responden, dan metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analysis) Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1). Terdapat pengaruh secara langsung dan signifikan antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Pelangi Malang sebesar 0,657, (2). Terdapat pengaruh secara langsung dan signifikan antara budaya organisasi terhadap komitmen organisasi karyawan Hotel Pelangi Malang sebesar 0,360, (3). Terdapat pengaruh secara langsung dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi karyawan Hotel Pelangi Malang sebesar 0,273, (4). Terdapat pengaruh secara tidak langsung budaya organisasi terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja sebesar 0,179. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Agar karyawan merasakan kepuasan kerja, tentunya perusahaan sebaiknya menyediakan, memenuhi dan memelihara secara terus-menerus faktor-faktor yang dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawannya, seperti gaji dan jenjang karir yang menjanjikan. Kesemuanya itu apabila dilakukan akan menciptakan kepuasan kerja dan pada gilirannya akan mempengaruhi komitmen para karyawan, (2) Untuk meningkatkan komitmen organisasi karyawan, perusahaan harus menumbuhkan rasa identifikasi, keterlibatan dan loyalitas para karyawanterhadap organisasi.Kondisi kerja merupakan faktor utama yang mempengaruhi komitmen organisasi karyawan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi masa studi mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang tahun kelulusan periode 2008-2010 / Desy Febrina Aziza

 

Kata Kunci: masa studi, mahasiswa, faktor-faktor. Pendidikan merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia oleh karena itu keberhasilan dunia pendidikan sebagai faktor penentu tercapainya tujuan pembangunan nasional di bidang pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut diperlukan sebagai bekal dalam rangka menyongsong era global dan pasar bebas yang penuh dengan persaingan. Untuk mencapai keberhasilan dalam dunia pendidikan, diperlukan keterpaduan antara kegiatan tenaga pendidik (guru ataupun dosen) dengan peserta didik. Tenaga pendidik diharapkan mampu mengatur, mengarahkan, dan menciptakan suasana yang mampu mendorong motivasi peserta didik untuk belajar. Tenaga pendidik merupakan kunci dalam peningkatan mutu pendidikan, mereka berada di pusat dari setiap usaha reformasi pendidikan. Masa studi adalah rentang waktu yang disediakan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan program pendidikan. Lama studi ditentukan oleh masing-masing universitas tempat mereka menuntut ilmu. Lama studi di Universitas Negeri Malang (UM) minimal 8 semester dan maksimal 14 semester untuk mahasiswa S1. Beban studi program sarjana sekurang-kurangnya 144 (seratus empat puluh empat) SKS dan maksimal 160 SKS yang dijadwalkan untuk 8 semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 8 (delapan) semester dan selama-lamanya 14 (empat belas) semester. Salah satu tujuan dari proses belajar mengajar adalah adanya perubahan tingkah laku baik aspek pengetahuan (kognitif), aspek sikap (afektif), maupun aspek psikomotorik. Salah satu perubahan aspek kognitif mahasiswa dapat dilihat dari indeks prestasi yang diperoleh. Indeks prestasi dijadikan sebagai tolak ukur penguasaan akademik mahasiswa. Semakin baik penguasaan akademik mahasiswa maka prestasi yang diperoleh pun akan baik pula. Pencapaian prestasi akademik mahasiswa dipengaruhi oleh faktor baik faktor dari dalam diri mahasiswa (internal factor) maupun faktor dari luar diri mahasiswa (eksternal factor). Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) faktor-faktor apa yang mempengaruhi masa studi mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UM tahun kelulusan periode 2008-2010; (2) faktor-faktor apa yang paling dominan mempengaruhi masa studi mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UM tahun kelulusan periode 2008-2010. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, yaitu mendeskripsikan faktorfaktor yang mempengaruhi masa studi mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UM tahun kelulusan periode 2008-2010. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/ angket. Sampel dalam penelitian ini yaitu mahasiswa alumni Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UM tahun kelulusan periode 2008-2010 sebanyak 118 mahasiswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis data pada kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis faktor eksploratori. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi masa studi mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UM tahun kelulusan periode 2008-2010, antara lain: (a) faktor gaya belajar dan faktor lingkungan dengan persentase 16,833%; (b) faktor minat dengan persentase 14,995%; (c) faktor model pembelajaran dan intelegensi dengan persentase 14,056% ; serta (d) faktor teori belajar dengan persentase 8,416%. Faktor yang dominan mempengaruhi masa studi mahasiswa yaitu faktor gaya belajar dan faktor lingkungan. Saran yang dapat disumbangkan dari hasil penelitian ini adalah (1) bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dan juga dapat memberi sumbangan dan manfaat bagi Jurusan Administrasi Pendidikan terutama dalam bidang manajemen peserta didik dan dapat digunakan untuk mengetahui faktor penyebab masa studi mahasiswa; (2) bagi Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi masa penyelesaian studi mahasiswa sehingga pada nantinya diharapkan dosen lebih memacu semangat belajar mahasiswa; (3) bagi Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu referensi pengetahuan bagi Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi masa studi mahasiswa dan dapat memotivasi diri untuk menyelesaikan kuliahnya sesuai dengan masa studi yang telah ditentukan oleh universitas; serta (4) bagi Peneliti Lain, hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk menambah pengetahuan dan digunakan sebagai referensi awal dalam penelitian yang sejenis, hendaknya lebih mengembangkan dan menggali lebih dalam lagi faktor-faktor yang mempengaruhi masa studi mahasiswa dalam penelitian yang lebih sempurna dan ditinjau kembali dari pengelompokan masa studi persemester, karena keterbatasan penelitian ini hanya dianalisis secara keseluruhan.

Pengaruh pembelajaran diagram roundhouse melalui learning cycle terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Lawang / Illiyatus Sholiha

 

Kata kunci: diagram roundhouse, learning cycle, aktivitas belajar, hasil belajar. Ketuntasan belajar hasil belajar kognitif siswa kelas X-4 SMA Negeri 1 Lawang sebelum penelitian, pada materi vermes menunjukkan sekitar 50% siswa masih harus mengikuti tes perbaikan ulangan harian agar standar ketuntasan klasikal 85% dapat tercapai. Pada materi vermes siswa mempelajari siklus hidup berbagai macam spesies cacing dari filum dan kelas yang berbeda sesuai dengan gambar siklus hidup yang terdapat referensi yang dimiliki oleh siswa atau gambar yang ditunjukkan oleh guru. Siswa juga harus mempelajari berbagai istilah asing dan baru bagi siswa yang berkaitan dengan siklus hidup cacing yang dipelajari. Berdasarkan hasil belajar siswa dari hasil ulangan harian yang jauh di bawah standar ketuntasan klasikal menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan hanya memberikan ingatan sementara dalam memori siswa sehingga siswa mudah lupa dengan apa yang telah dipelajari. Hal tersebut didukung dengan hasil pengamatan di kelas yang menunjukkan hampir semua siswa menggambar siklus cacing sama persis dengan yang terdapat pada referensi yang dimiliki sehingga terkesan aktivitas belajar siswa hanya menyalin gambar tanpa ada unsur kreativitas. Sardiman (2008) menjelaskan bahwa di dalam belajar perlu ada aktivitas, karena pada prinsipnya belajar itu adalah berbuat, “learning by doing”, tidak ada belajar kalau tidak ada akivitas. Hasil penelitian sebelumnya oleh Ward dan Wandersee (Wibowo, 2008) terhadap siswi SMA kelas 3 sebuah sekolah di Amerika Serikat yang bernama Elizabeth menunjukkan adanya kemajuan setelah mengikuti latihan pembuatan diagram roundhouse. Setelah mengikuti latihan pembuatan diagram roundhouse, ternyata nilai ujiannya dapat ditingkatkan. Berdasarkan penelitian Rohman (2011), siklus belajar 5E dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa. Berdasarkan uraian tersebut maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran diagram roundhouse melalui learning cycle terhadap aktivitas dan hasil belajar kognitif siswa kelas X SMAN 1 Lawang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kolerasional dengan pendekatan eksperimen yang termasuk dalam penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen). Variabel bebas penelitian adalah pembelajaran diagram roundhouse melalui learning cycle. Variabel terikat penelitian adalah aktivitas belajar, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif siswa. Variabel kontrol penelitian meliputi guru, jumlah jam pelajaran, sarana dan prasarana, kurikulum serta instrumen evaluasi yang sama. Metode pengumpulan data dalam penelitian melalui hasil pretes yang dilakukan sebelum perlakuan dan postes yang dilakukan setelah perlakuan menggunakan instrumen yang sama untuk mengetahui hasil belajar kognitif dan afektif. Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dilakukan dengan cara observasi. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang diberi pembelajaran diagram roundhouse melalui learning cycle menunjukkan aktivitas belajar yang lebih baik dengan rata-rata nilai 70,4 daripada siswa yang diberi pembelajaran konvensional dengan rata-rata nilai 53,4. Siswa yang diberi pembelajaran diagram roundhouse melalui learning cycle menunjukkan hasil belajar kognitif yang lebih baik dengan rata-rata nilai 78,7 daripada siswa yang diberi pembelajaran konvensional dengan rata-rata nilai 72,2. Siswa yang diberi pembelajaran diagram roundhouse melalui learning cycle menunjukkan hasil belajar afektif yang lebih baik dengan rata-rata nilai 82 daripada siswa yang diberi pembelajaran konvensional dengan rata-rata nilai 80.

Studi pelaksanaan manajemen kedisiplinan di SMK PGRI 3 Malang / Amrullah Djunaedy

 

Kata kunci: manajemen, kedisiplinan siswa Disiplin sebagai alat dan sarana untuk membentuk, mengendalikan dan menciptakan pola perilaku seseorang sebagai pribadi yang berada dalam satu lingkungan atau kelompok tertentu. Disiplin sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap siswa, karena disiplin menjadi prasyarat bagi pembentukan sikap, perilaku dan tata kehidupan berdisiplin, yang akan mengantar seorang siswa sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja. Pada tahun 2007/2008, SMK PGRI 3 Malang telah berhasil memenuhi tuntutan pemerintah yang memberikan target bahwa SMK PGRI 3 Tlogomas Kota Malang pada tahun ajaran 2007/2008 harus menampung sejumlah siswa baru minimal 1000 siswa. Keberhasilan SMK PGRI 3 Malang tidak bisa terlepas dari manajemen kedisiplinan yang diterapkan di sekolah tersebut. Bisa dikatakan bahwa SMK PGRI 3 Malang telah berhasil menerapkan manajemen kedisiplinan siswa yang diberi label “succes by disiplin”. Penelitian ini untuk mengetahui pertama pelaksanaan manajemen kedisiplinan siswa di SMK PGRI 3 Malang, kedua kelemahan dan kelebihan pelaksanaan manajemen kedisiplinan di SMK PGRI 3 Malang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Desain deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan secara kualitatif mengenai pelaksanaan, kelebihan dan kelemahannya manajemen kedisiplinan siswa. Subyek penelitian ini adalah Kepala Bidang Kesiswaan, staf Bidang Kesiswaan, guru wali dan siswa SMK PGRI 3 Malang. Metode penggalian data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Penelitan ini menyimpulkan bahwa, pertama, pelaksanaan manajemen kedisiplinan dijalankan sesuai dengan peraturan SMK PGRI 3 Malang, dimana peraturan tersebut berisi tentang pasal-pasal dengan kalimat yang lugas (langsung) mengenai perilaku disiplin di lingkungan sekolah dan luar sekolah serta sanksi-sanksi yangjelas bagi para pelanggarnya.. Kedua, kelebihan dari manajemen kedisiplinan SMK PGRI 3 Malang adalah adanya peraturan tertulis yang mengikat setiap siswa untuk berperilaku disiplin di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Perangkat sekolah mampu menegakkan dan menjalankan manajemen kedisiplinan sesuai dengan peraturan tersebut tanpa adanya toleransi. Hal tersebut membuat lulusan SMK PGRI 3 Malang memiliki sifat disiplin, mampu bersaing dan laku dalam dunia kerja. Sedangkan kelemahan pelaksanaan disiplin di SMK PGRI 3 Malang adalah kurangnya jumlah guru wali yang menangani siswa, dari segi prakerin dirasa terlalu lama jangka waktu pelaksanaannya sehingga dapat mempengaruhi sikap siswa terhadap kebiasaan mereka di sekolah karena sudah terpengaruh lingkungan dunia kerja. Hal ini dapat berpengaruh terhadapo jumlah pelanggaran yang terjadi sehingga menyebabkan tingginya jumlah siswa yang ter-DO (drop out)

Evaluasi RDTRK tahun 2004-2009 dalam penggunaan lahan untuk pemukiman di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang 2004-2009 = RDTRK Evaluation In the Land Utilization for Residential in the Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Devi Ratih Retnowati

 

Kata Kunci: Evaluasi, RDTRK, Pemukiman Rencana Tata Ruang pada dasarnya merupakan bentuk intervensi yang dilakukan agar terwujud alokasi ruang yang nyaman, produktif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan keseimbangan tingkat perkembangan wilayah. Maka dengan berbasis penataan ruang, kebijakan pembangunan akan mewujudkan tercapainya pembangunan berkelanjutan yang memadukan pilar ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Untuk itu berbagai usaha telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk menata ruang secara lebih intensif. Penelitian ini bertujuan (1) mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan pembangunan pemukiman di Kecamatan Kedungkandang dan fungsinya berdasarkan RDTRK 2004-2009, (2) mengetahui faktor-faktor penyebab penyimpangan pelaksanaan pembangunan pemukiman di Kecamatan Kedungkandang dan fungsinya sekarang dengan RDTRK 2004-2009. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Adapun prosesnya dengan mengumpulkan data sekunder yang berupa peta RDTRK Kecamatan Kedungkandang tahun 2004-2009 skala 1:25.000 dan peta penggunaan lahan dengan skala 1:25.000. Penyimpangan diperoleh dengan overlay antara peta RDTRK dengan peta eksisting dibuat bedasarkan hasil observasi dan pengukuran di lapangan, sedangkan alasan penyimpangan diperoleh dari hasil wawancara dengan pemilik lahan maupun pihak yang terkait seperti BAPPEDA, BPN dan PU. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembangunan pemukiman dan fungsi di Kecamatan Kedungkandang mengalami penyimpangan 212,83 Ha atau 5,27 % dari luas keseluruhan 4038,08 Ha dan menurut kriteria tergolong kategori 1 yaitu masuk dalam rentangan 0-20 %, sehingga yang mengalami penyimpangan terbesar yaitu lahan untuk area industri seluas 81,31 Ha atau sekitar 38,20 %, Hal ini dapat dikatakan pelaksanaan pembangunan pemukiman dan fungsi di Kecamatan Kedungkandang belum sesuai dengan rencana tata ruang yang ditetapkan dan tidak harus merevisi sebagian dari rencana tata ruang yang ada, tetapi harus ada penindakan tegas dari aparat terkait dan penegak hukum apabila terjadi pelanggaran peruntukan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan perlu adanya penertiban lewat jalur IMB yang sesuai prosedur terhadap pelaksanaan pembangunan, penyusunan RDTRK harus melibatkan masyarakat melalui aspirasi mereka yang diwakilkan DPRD dan perlu dukungan dari perangkat hukum yang tegasguna menindak pelanggaran yang terjadi.

Penerapan model pembelajaran ADDIE untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V-B SDN Madyopuro 4 Kota Malang / Anthonia Seltit

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran ADDIE, Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada guru kelas V-b yang mengajar di SDN Madyopuro 4 Kota Malang ditemukan guru ternyata masih menggunakan metode yang lazimnya digunakan oleh guru. Hal ini didasarkan pada hasil ulangan harian siswa pada semester II nilai rata-rata kelas V-b menunjukan nilai yang masih rendah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan model pembelajaran ADDIE. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan pembelajaran ADDIE untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research) menggunakan model dari Kemmis dan Taggart denggan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan tes. Subyek penelitin adalah siswa kelas V-b SDN Madyopuro 4 Kota Malang berjumlah 30 siswa yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki. Hasil penelitian diperoleh data bahwa nilai rata-rata aktivitas siswa pada siklus I sebesar 11,26 pada siklus II meningkat menjadi 11,37. Sedangkan, peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa sebelum diberi tindakan sebesar 61,03, siklus I 74,76, pada akhir siklus II meningkat menjadi 81,2. Hasil tersebut telah mencapai standar ketuntasan klasikal baik aktivitas maupun hasil belajar siswa. sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran IPS konsep tokoh-tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka disimpulkan bahwa penerapan ADDIE pada pembelajaran IPS dapat menciptakan suasana yang lebih diperan oleh siswa dan guru sebagai pembimbing belajar. Dengan menggunakan ADDIE aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat. Sesuai kesimpulan diatas maka dapat disarankan kepada guru yang mengembangan pembelajaran IPS melalui ADDIE diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal kepada siswa untuk dapat berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar dikelas.

Pengembangan media CD pembelajaran interaktif mata pelajaran biologi kelas VII semester 2 untuk Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro / Puspa Kartika Sari

 

Kata kunci: pengembangan, media CD pembelajaran interaktif, biologi Media merupakan segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran. Sedangkan media pembelajaran interaktif adalah perwujudan dari multimedia pembelajaran yang memadukan unsur audio, visual serta dapat berinteraksi secara langsung dengan pebelajar, karena interaktif memiliki komunikasi yang bersifat dua arah. Pengembang mengamati pada saat belajar Biologi di kelas VII SMP Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro, proses pembelajaran menggunakan buku teks dan materi yang diberikan pebelajar masih menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab dari pembelajar. Tingkat keefektifan pebelajar dalam hal bertanya, menjawab pertanyaan, menggungkapkan ide gagasan, menganalisis suatu masalah dan proses pembelajaran lainnya menurut pengembang kurang efektif, serta hasil belajar siswa kurang begitu optimal. Sehingga tidak memungkinkan bagi siswa untuk menggunakan media cetak saja. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media CD pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Biologi untuk siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro yang dapat membantu proses pembelajaran dan mempermudah penyampaian materi pelajaran yang lebih efektif dan efisien serta dapat memotivasi siswa dalam menerima pelajaran sehingga dapat meningktkan hasil belajar siswa. Selanjutnya, untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan pengumpulan data melalui metode tes sebagai instrumen pokok, dokumentasi, observasi, dan angket sebagai instrumen pendukung. Media pembelajaran interaktif ini divalidasikan oleh ahli materi sebanyak 2 orang, ahli media sebanyak 2 orang, dan audiens siswa sebanyak 28 orang. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro. Hasil penelitian media pembelajaran interaktif Biologi ini dinyatakan valid dengan hasil perhitungan ahli media 92,5%, ahli materi 91,3% dan siswa perseorangan 93,4% kelompok kecil 92,3% serta siswa uji lapangan 93,9%. Hal ini menunjukkan media pembelajaran interaktif cukup dapat memberikan efek positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa secara menyeluruh, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran interaktif ini efektif dapat digunakan dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro. Keefektifitasan media dapat dilihat dari perbandingan hasil belajar siswa secara individual, kelompok kecil, dan uji coba lapangan diperoleh peningkatan sebesar 100% hal ini menunjukkan media pembelajaran interaktif sangat dapat memberikan efek positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa secara menyeluruh. iii Kesimpulan yang dapat diambil dari pengembangan ini adalah media pembelajaran Biologi SMP Kelas VII ini telah divalidasi oleh 2 orang ahli media, 2 orang ahli materi yakni guru/pengajar Mata Pelajaran Biologi Kelas VII, dan Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro. Secara keseluruhan, validasi media ini dinyatakan valid artinya media pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kelas dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini saran pengembang adalah: (1) bagi guru, media pembelajaran interaktif ini dijadikan sebagai media pembelajaran yang membantu guru dalam proses belajar mengajar, (2) bagi SMP Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengadaan sumber belajar di sekolah, (3) Bagi Siswa, siswa dalam menggunakan media pembelajaran ini harus mempunyai keterampilan dasar dalam pengoperasian komputer, dan beberapa kemampuan dan keterampilan lainnya untuk mendukung penggunaan media ini, (4) bagi pengembang berikutnya, mengkaji lebih dalam pada saat pemilihan materi, pemilihan sofware yang digunakan, dan komposisi warna dan gambar. Pemakaian sound dan backsound agar dapat menghasilkan media yang layak untuk disajikan dalam bentuk media CD pembelajaran. Dan Media ini dapat dijadikan sebagai aplikasi teori dan konsep dalam perencanaan, produksi, evaluasi dan pemanfaatan media pembelajaran

Implementasi strategi pembelajaran kooperatif model group investigation dan peer tutoring untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Tumpang semester ganjil 2010/2011 / Ira Faridlotus Sholichah

 

Kata kunci: Group Investigation (GI) dan Peer Tutoring, Aktivitas, Prestasi Belajar. Seiring dengan proses perubahan yang cepat dalam lingkungan pendidikan, maka hal tersebut juga berdampak pada perubahan kurikulum pendidikan, yaitu dengan diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada sekolah-sekolah sebagai penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yang cenderung teacher-oriented dalam proses belajar mengajar. Diperlukan strategi atau model pembelajaran yang menyenangkan dalam upaya meningkatkan pola pikir peserta didik serta potensi siswa agar berhasil dalam proses belajar mengajar. Upaya atau usaha yang dapat dilakukan oleh guru untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar yang diharapkan, adalah dengan cara menguasai materi pelajaran dan memilih metode pembelajaran yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan Implementasi Strategi Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) dan Tutorial Sebaya (Peer Tutoring) pada mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri I Tumpang 2) Mendeskripsikan aktivitas siswa kelas XI IPS SMA Negeri I Tumpang melalui adanya implementasi strategi pembelajaran kooperatif model Group Investigation dan Tutorial Sebaya (3) Mendeskripsikan prestasi belajar mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri I Tumpang melalui adanya penerapan strategi pembelajaran kooperatif model Group Investigation dan Tutorial Sebaya. Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan analisis pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Alat pengumpulan data menggunakan soal tes, lembar observasi, catatan lapangan, dokumentasi dan angket. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri I Tumpang semester ganjil tahun ajaran 2010/2011. Data tentang aktivitas belajar siswa dapat diketahui melalui setiap indikator elemen kooperatif yang mengalami peningkatan. Sedangkan Prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah Implementasi strategi pembelajaran kooperatif model Group Investigation dan Peer Tutoring dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri I Tumpang semester ganjil 2010/2011. Beberapa saran yang dapat disampaikan, yaitu: (1) Guru mata pelajaran Keterampilan Akuntansi disarankan untuk mencoba menerapkan strategi pembelajaran kooperatif dengan berbagai modelnya, terutama menggunakan model Group Investigation dan Tutorial Sebaya (2) Siswa disarankan untuk mempelajari materi yang akan disampaikan dan berusaha aktif mencari informasi yang berhubungan dengan mata pelajaran yang akan dipelajari (3) Bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengembangkan penelitian ini disarankan untuk menerapkan model pembelajaran Group Investigation dan Tutorial sebaya yang dikolaborasikan dengan model-model pembelajaran kooperatif lainnya.

Penerapan metode pemberian tugas untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa kelas X.7 SMA Negeri 1 Tumpang / Risqiyati

 

Kata kunci: hasil belajar, metode pemberian tugas Keberhasilan dalam pembelajaran dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain yaitu: guru, siswa dan lingkungan belajar. Guru dan siswa merupakan dua faktor terpenting dalam proses pembelajaran. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru perlu memahami hal-hal yang mempengaruhi proses belajar siswa. Selain itu guru juga harus memperhatikan metode pembelajaran efektif yang dapat membantu siswa agar dapat belajar secara optimal dan mampu meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar. Berdasarkan wawancara dengan guru SMA Negeri 1 Tumpang terdapat beberapa kelemahan yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu: 1) dalam penyampaian materi, biasanya guru menggunakan metode ceramah dan diskusi, 2) semua siswa tidak memiliki buku pegangan sendiri untuk mata pelajaran geografi, 3) guru jarang memberikan tugas (4) 32 siswa mendapat remidi karena tidak memperoleh nilai tuntas 75 mereka tidak menguasai materi yang diberikan. Siswa yang tuntas sekitar 4 orang (11%) dari jumlah 36 anak, dan (5) rendahnya motivasi siswa pada saat pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X.7 SMA Negeri 1 Tumpang melalui penerapan metode pemberian tugas. Penelitian ini dirancang dengan Penelitian Tindakan Kelas. Disusun dalam satuan siklus meliputi: (1)Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa melalui penerapan metode pemberian tugas mengalami peningkatan sebesar 64% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 14%. Hasil belajar siswa pada siklus I memiliki rata-rata 80 dan pada siklus II memiliki rata-rata 87 maka diperoleh selisih tingkat keberhasilan untuk hasil belajar sebesar 7. Hasil perhitungan yang telah dilakukan menunjukkan hasil persentase keberhasilan sebesar 14%. Berdasarkan pembahasan disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode pemberian tugas. Penerapan metode pemberian tugas tersebut dapat merangsang pola pikir siswa sehingga berdampak pada hasil belajar mereka. Oleh sebab itu disarankan bagi guru (1) agar perolehan hasil belajar meningkat sebaiknya temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menerapkan metode pemberian tugas, dan (2) perlu pengelolaan kelas yang lebih baik terutama dalam mengatasi siswa yang sering ramai dan gaduh dalam proses pembelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Pengaruh cash deviden coverage, operating cash flow per share serta return on equity terhadap harga saham pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI periode tahun 2008-2010 / Farida Brillianti

 

Kata Kunci: Cash Deviden Coverage, operating Cash Flow Per Share, Serta Return On Equity,Harga Saham Penelitian ini berangkat dari keinginan untuk mengetahui kondisi cash deviden coverage, operating cash flow per share, serta return on equity terhadap harga saham juga apakah ada pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan analisis data bersifat kuantitatif. Teknik sampel menggunakan purposive sampel sebesar 10 perusahaan.. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi selama periode 2008-2010. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heterokedastisitas serta menggunakan analisis regresi linier berganda dengan uji regresi secara parsial (uji t) dan uji regresi secara simultan (uji F). Pengolahan data yang dilakukan peneliti dibantu dengan program SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian bahwa Cash deviden coverage berpengaruh terhadap harga saham sehingga Ho ditolak. Jadi terdapat pengaruh yang signifikan antara cash deviden coverage terhadap harga saham pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI periode 2008-2010. Nilai koefisien beta unstandardized coefficients untuk variabel X1 mempunyai hubungan positif searah. Operating cash flow per share berpengaruh terhadap harga saham. Sehingga Ho ditolak. Jadi, terdapat pengaruh yang signifikan antara operating cash flow per share terhadap harga saham pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI periode 2008-2010. Nilai koefisien beta unstandardized coefficients untuk variabel X2 mempunyai hubungan positif searah. Return on equity tidak berpengaruh terhadap harga sham. Sehingga Ho diterima. Jadi, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara return on equity terhadap harga saham pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI periode 2008-2010. Operating cash flow per share merupakan variabel yang dominan berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini dapat dilihat dari hasil Standardized Coefficients Beta menunjukkan berpengaruh dominan terhadap harga saham yang ditunjukkan oleh nilai koefisien Beta variabel cash operating per share lebih besar dari nilai Beta variable cash deviden coverage dan return on equity. Berdasarkan hasil penelitian bahwa untuk mendapatkan harga saham yang tinggi, investor juga wajib mempertimbangkan rasio arus kas (cash deviden coverage dan operating csh flow per share) karena bila rasio arus kas tinggi maka harga sham juga tinggi. Meskipun hasil penelitian untuk return on equity tidak berpengaruh terhadap harga saham namun dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk melakukan investasi karena memperhitungkan kinerja suatu perusahaan.

Dinamika internal dalam persiapan dan pengambilan keputusan perguruan tinggi negeri untuk menjadi perguruan tinggi yang otonom: studi multikasus pada Kampus Biru, Kampus Hijau, dan Kampus Putih / Totok Suyanto

 

Disertasi.Program Studi Manajemen Pendidikan.Program Pasca Sarjana.Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Prof. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D. (II) Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd. (III) Prof. Dr. Warsono, M.S. Kata kunci: perubahan organisasi, pengambilan keputusan perguruan tinggi. Upaya peningkatan mutu perguruan tinggi di Indonesia dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan baik oleh pemerintah maupun oleh perguruan tinggi sendiri. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melakukan proses perubahan perguruan tinggi negeri untuk menjadi perguruan tinggi yang lebih otonom. Proses perubahan yang dimaksud adalah menjadi perguruan tinggi dengan satus Badan Hukum Milik Negara (BHMN) atau Badan Layanan Umum (BLU). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) proses persiapan dan pengambilan keputusan untuk menjadi perguruan tinggi yang otonom, (2) perubahan struktural dan kultural, (3) peran agen perubahan dalam proses perubahan, (3) pengembangan inovasi dan kreativitas, dan (5) resistensi terhadap perubahan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan rancangan studi multi kasus. Situs yang digunakan dalam penelitian ini adalah Universitas Nusa Penida Surajaya, Institut Tekonologi Merah Putih Surabaya, dan Universitas Nusa Cinta Mialang. Data-data dikumpulkan dengan menggunakan proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya diperiksa kebenaran, kecocokan, dan kehandalannya melalui proses triangulasi, yang dalam hal ini digunakan triangulasi metode dan sumber. Data dari hasil wawancara ditriangulasi dengan data dari dokumen dan observasi. Selain itu, data hasil wawancara dari suatu responden juga dilakukan pengecekan terhadap responden yang lain. Data yang telah terkumpul selanjutnya ditabulasi, diberi kode, dimaknai dan selanjutnya disimpulkan pada setiap situs penelitian, kemudian dibandingkan dengan data pada situs penelitisn yang lain dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) proses persiapan yang dilakukan oleh masing-masing PTN yang diteliti untuk perubahan status menjadi PT yang otonom (BHMN dan/atau BLU) diawali dengan pembuatan usulan kepada pemerintah dan dilanjutkan dengan pembentukan satuan tugas yang diberi mandat untuk mempersiapkan proses perubahan status. Pada aspek pengambilan keputusan, maka keputusan untuk proses perubahan status dilakukan melalui mekanisme jalur formal yang ada di masing-masing PT seperti misalnya rapat pimpinan maupun pengambilan keputusan di tingkat Senat Universitas dan senat Institut;(2) Proses perubahan struktur organisasi terjadi sebagai akibat perubahan status perguruan tinggi, perubahan struktur organisasi ada yang sifatnya fundamental dan ada pula yang parsial. Struktur baru yang dipilih sifatnya flat

Rancang bangun mesin pelabel botol selai / Aris Kurniawan, Yogas Satrianto

 

Kata Kunci: mesin label botolselai, Programmable Logic Controller (PLC) Otomatisasimerupakanalternatif yang tidakdapatdielakkanlagiuntukmemperolehsistemkerja yang sederhana, praktisdanefisien.Untukmenunjang proses inimenggunakanProgramable Logic Control (PLC) sebagaipengontrolnya. TugasAkhirmesin Label BotolSelai yang memilikipanjang 800 mm, lebar 525 mm, tinggi 304 mm, daya 26 watt, kapasitas 20 botolpermenit yang dikontrololeh Programmable Logic Controller (PLC) iniadalahalat yang dapatdigunakanuntukmenempelkan label menggunakansistemgerak conveyor jenis belt, dengankecepatan 0,0875 m/detik, rolpemutarbotol yang terbuatdarikaretdenganputaran 96 rpm, danPneumatik yang digunakansilinderpneumatikkerjaganda (double acting), dengan diameter silinder 20 mm, diameter batang piston 10 mm, panjanglangkah 23 mm, katup yang digunakanadalahkatup 4/2-way danselenoid yang berfungsiuntukmengaturtekananudara yang keluardariunsurpembersihkepneumatiksesuaidenganposisiataugerakandaripneumatik. Pneumatikdikontrololeh PLC yang dikerjakansecaraotomatis. Motor penggerak yang digunakanadalahjenis motor DC dengandayakeseluruhan 26 watt. Tujuandari proses pelabelanotomatisiniadalahmendapatkanhasilpelabelan yang tepatdanketelitiandariobjekdengankapasitasmesin yang direncanakan 20 botolpermenit. Sensor yang digunakandalam proses iniadalah proximity switch Sensor iniberfungsisebagaipemberisinyalke PLC sebagaiinput devicedanakanmeneruskansinyaltersebutpadasistemgerakberikutnya. Proximity switchakanaktifbilaterkenaobjek yang terbuatdarilogam yang terdapatpadatutupbotolselai.

Pengaruh leverage perusahaan, size perusahaan dan kualitas audit terhadap praktik earning management (manajemen laba) (studi kasus perusahaan manufaktur yang listing di BEI) / Muizzuddin Hamam

 

Kata Kunci: leverage perusahaan, ukuran perusahaan, kualitas audit, manajemen laba, discretionary accrual. Manajer mengatur laba dengan menaikkan atau menurunkan laba untuk tujuan tertentu dengan memanfaatkan pemilihan metode akuntansi yang sesuai dengan standar akuntansi. Pilihan metode akuntansi yang secara sengaja dipilih oleh manajemen untuk tujuan tertentu dikenal dengan sebutan manajemen laba. Skripsi ini menjelaskan hubungan antara leverage perusahaan, ukuran perusahaan, dan kualitas audit yang merupakan variabel-variabel independen dengan manajemen laba sebagai variabel dependen. Variabel leverage dalam penelitian ini menggunakan leverage keuangan yang diukur dengan persentase perubahan laba bersih setelah pajak dengan persentase perubahan EBIT. Variabel ukuran perusahaan diwakili dengan nilai logaritma dari aset dan variabel kualitas audit dari ukuran KAP. Sampel yang digunakan adalah 99 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak 2007 sampai dengan 2009. Variabel dependen discretionary accrual (proksi manajemen laba atau nilai akrual hasil rekayasa) diukur dengan menggunakan analisis regresi berganda, untuk memperoleh nilai estimasi total akrual yang diasumsikan sebagai nilai akrual tanpa rekayasa, sehingga nilai discretionary accrual diperoleh dari nilai total akrual yang dilaporkan dikurangi nilai total akrual estimasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah tingkat leverage, ukuran, dan kualitas audit mempengaruhi manajer dalam melaporkan laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan leverage keuangan yang tinggi lebih termotivasi untuk meningkatkan manajemen laba dengan menerapkan kebijakan income increasing accrual. Ukuran perusahaan mendorong manajer memanipulasi laba dengan menurunkan discretionary accrual untuk mengurangi tuntutan pihak eksternal. Kualitas audit dari ukuran KAP secara langsung juga berdampak terhadap tindakan manajemen laba perusahaan.

Kemampuan bercerita dengan menggunakan media VCD animasi dongeng pada siswa kelas VII SMPN 1 Tembelang Jombang / Pratiwi Agustin

 

Kata Kunci: kemampuan bercerita, media vcd animasi, dongeng. Bercerita merupakan keterampilan berbahasa lisan yang bersifat aktif produktif. Setiap siswa mempunyai kemampuan bercerita yang bervariasi yaitu tingkat pengalaman, rasa percaya diri, rasa komunikasi, dan daya ingat terhadap bahan cerita yang berbeda. Asumsi pada penelitian ini yaitu guru di dalam mengajar telah menggunakan media VCD animasi dongeng. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan siswa dalam bercerita dengan menggunakan media VCD animasi dongeng. Media VCD animasi dongeng digunakan sebagai sarana sumber belajar. Aspek-aspek yang diukur dalam penelitian ini, yaitu (1) urutan cerita, (2) volume suara, (3) lafal, (4) intonasi, (5) mimik, dan (6) gestur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes. Analisis hasil penelitian dilakukan secara kuantitatif yang dipaparkan dalam bentuk tabel dan angka-angka. Pada penelitian ini sudah ditentukan patokan yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam bercerita berdasarkan setiap aspek rumusan masalah. Berdasarkan informasi dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, jika siswa mencapai skor ≥ 75% dari jumlah keseluruhan siswa sampel dapat mencapai batas skor lulus purposif yang ditentukan yaitu skor di atas 3,75, maka siswa sampel dikatakan mampu. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan bercerita pada siswa kelas VII SMPN 1 Tembelang Jombang, meliputi aspek (1) persentase urutan cerita kategori baik mencapai 89% (26 siswa), cukup mencapai 6,8% (2 siswa), dan kurang mencapai 3,4 % (1 siswa). Siswa mampu bercerita dalam aspek urutan cerita sebab mencapai ≥ 75%, (2) persentase volume suara kategori baik mencapai 76% (22 siswa), cukup mencapai 21% (6 siswa), dan kurang mencapai 3,4 % (1 siswa). Siswa mampu bercerita dalam aspek volume suara sebab mencapai ≥ 75%, (3) persentase lafal kategori baik mencapai 72% (21 siswa), cukup mencapai 24% (7 siswa), dan kurang mencapai 3,4 % (1 siswa). Siswa tidak mampu bercerita dongeng dalam aspek lafal sebab tidak mencapai 75%, (4) persentase intonasi kategori baik mencapai 44% (13 siswa), cukup mencapai 51% (15 siswa), dan kurang mencapai 3,4 % (1 siswa). Siswa tidak mampu bercerita dalam aspek intonasi sebab ≤ 75%, (5) persentase mimik kategori kurang mencapai 100 % (29 siswa). Siswa tidak mampu bercerita dalam aspek mimik sebab ≤ 75%, (6) persentase gestur kategori cukup baik mencapai 3,4% (1 siswa) dan kurang mencapai 96 % (28 siswa). Siswa tidak mampu bercerita dalam aspek gestur sebab ≤ 75%. Berdasarkan penelitian ini disarankan kepada guru bahasa Indonesia memperhatikan secara sungguh-sungguh penguasaan aspek-aspek yang kurang ii dikuasai siswa seperti urutan cerita, volume suara, lafal, intonasi, mimik, dan gestur. Siswa dapat dilatih rasa komunikasi dan rasa percaya diri agar dapat bercerita dengan baik. Siswa yang sudah menguasai beberapa aspek perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi dengan latihan secara terus menerus.

Perancangan film animasi 3D "Hal Kecil Dapat Berakibat Besar" / Herwin Tri Cahyo

 

Cahyo, Herwin Tri. 2014. Perancangan Film Animasi Pendek 2D “Singo & Mas Dut: Pengenalan Badut”. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Prodi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd (II) H.J. Hendrawan, S.Sn, M.Ds Kata Kunci: film pendek, animasi 2D, candi badut, anak usia8-9 tahun. Bangsa Indonesia dengan berbagai suku bangsanya memiliki banyak peninggalan nenek moyang yang mempunyai nilai sangat tinggi. yang berupa adat istiadat, pakaian, tarian, bangunan dan lain sebagainya. Banyaknya bangunan-bangunan bersejarah peninggalan leluhur merupakan aset yang tinggi karena dapat menarik wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Salah satunya adalah Candi Badut yang terletak di desa Karang Besuki, kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sangat disayangkan karena hingga saat ini masih sedikit sekali bacaan atau tontonan yang memberikan informasi dan pengenalan tentang bangunan-bangunan sejarah di Indonesia. Bahkan bila kita perhatikan di beberapa stasiun televisi terkadang lebih sering menayangkan film-film asing. Oleh karena itu diperlukan sebuah solusi untuk mengatasi kurangnya wawasan pengetahuan generasi muda terhadap bangunan-bangunan sejarah di Indonesia. Untuk menyikapi permasalahan di atas penulis mencoba memberikan alternatif agar dapat dijadikan media referensi hiburan sebagai media tontonan yang dapat diandalkan. Untuk itu dibutuhkan suatu media yang simpel, berkarakteristik dan mudah dimengerti. Salah satu faktor dalam belajar mengajar ialah peranan media belajar. Penggunaan media dalam pembelajaran dapat membantu anak dalam memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa. Penggunaan media dalam pembelajaran dapat mempermudah siswa dalam memahami sesuatu yang abstrak menjadi lebih konkrit. Media filma animasi merupakan media pembelajaran 2 dimensi yang menjadi salah satu solusi sebagai media yang dinilai mampu diterima pihak luas, Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk menyikapi permasalahan di atas adalah dengan menggunakan media audio-visual berupa film animasi / film kartun. Karena saat menonton film kartun, penonton menggunakan kedua belah otaknya. Dari beberapa hal di atas maka dilakukanlah perancangan film animasi “Singo & Mas Dut: Pengenalan Candi Badut”. Perancangan film animasi ini ditujukan untuk anak-anak dengan usia 8 sampai 9 tahun. Karena secara psikologis, kemampuan berpikir dan fantasi anak di usia tersebut meningkat

Perbedaan abnormal return, volume perdagangan saham, bid-ask spread sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan di BEi periode Januari 2007-Desember 2010 / Fitria Dewi

 

Kata kunci: abnormal return, volume perdagangan saham, bid ask spread, stock split Stock split (pemecahan saham) merupakan kebijakan perusahaan untuk menambah jumlah lembar saham yang beredar dengan cara memecah nilai nominal saham berdasarkan rasio pemecahan sahamnya. Teori yang mendasari kebijakan stock split adalah signaling theory dan trading range theory. Teori signaling menyatakan bahwa pemecahan saham memberikan sinyal atau informasi kepada investor tentang prospek masa depan perusahaan. Trading range theory menyatakan bahwa stock split dapat menjaga harga saham supaya tidak terlalu mahal untuk meningkatkan daya beli investor sehingga dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan perbedaan abnormal return, volume perdagangan saham, dan bid ask spread sebelum dan sesudah pengumuman pemecahan saham pada perusahaan yang listing di BEI periode Januari 2007 sampai dengan Desember 2010 serta untuk menjelaskan perbedaan abnormal return, volume perdagangan saham, dan bid ask spread sesudah pemecahan saham pada perusahaan yang digolongkan menjadi perusahaan besar, perusahaan medium, dan perusahaan kecil. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan paired samples t test dan one way ANOVA. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang listing di BEI periode Januari 2007 sampai dengan Desember 2010 yang melakukan kebijakan stock split. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data perusahaan yang dipublikasikan Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa kebijakan stock split berpengaruh negatif terhadap abnormal return. Kebijakan stock split tidak berpengaruh positif terhadap volume perdagangan saham. Kebijakan stock split berpengaruh negatif terhadap bid ask spread. Serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return, volume perdagangan saham, dan bid ask spread sesudah pengumuman pemecahan saham pada perusahaan yang digolongkan menjadi perusahaan besar, perusahaan medium, dan perusahaan kecil. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan alternatif lain dalam penggolongan perusahaan misalnya didasarkan atas industri sehingga dimungkinkan dapat memberikan hasil penelitian yang berbeda. Sebaiknya dalam menganalisis perubahan likuiditas tolok ukur yang digunakan diperluas misalnya diukur dari besarnya komisi untuk broker karena komisi ini ikut menentukan likuiditas saham.

Analisa pergerakan valas dengan metode technical analysis dalam menentukan keputusan investasi di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) periode Januari 2010-April 2011 / Abdul Kholiq Afandi

 

Kata Kunci: Analisis Teknikal, Mata uang, Bearish dan Bullish. Analisis teknikal merupakan studi tentang informasi internal pasar mata uang asing untuk memberikan informasi, meramalkan dan memperkirakan gerakan harga mata uang di masa yang akan datang dengan mengamati harga mata uang di masa lalu serta memberikan rekomendasi mengenai saat yang tepat untuk menjual atau membeli mata uang. Analisis teknikal ini disajikan dalam bentuk grafis (chart) dengan menggunakan berbagai teknik dalam mempelajari pola harga di masa yang akan datang. Informasi yang tercermin dari pergerakan volume perdagangan dan harga mata uang dapat digunakan untuk mengambil keputusan investasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku mata uang-mata uang suatu negara yang tergabung dalam 6 mata uang teraktif berdasarkan nilai perdagangan di BBJ dan memprediksi harga mata uang di masa yang akan datang dengan mengamati dan menganalisis fluktuasi harga mata uang selama Januari 2010- April2011 dengan menggunakan analisis teknikal. Perilaku mata uang digambarkan dengan model garis trend, support dan resistance. Sedangkan untuk melakukan analisis teknikal menggunakan teknik Simple Moving Average (SMA), Relative Strength Index (RSI), On Balance Volume (OBV), dan Alligator. Hasil perhitungan masing-masing teknik ini digunakan untuk pengambilan keputusan. Variabel penelitian yang digunakan adalah harga mata uang dan volume perdagangan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua pasangan mata uang yang tergabung dalam mata uang teraktif berdasarkan nilai perdagangan di BBJ. Data yang digunakan adalah data harga: high (tertinggi), low (terendah), close (penutupan) dan volume perdagangan mingguan mata uang yang masuk sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan investasi dalam empat teknik analisis yang diterapkan pada periode minggu I bulan Mei 2011- minggu ke 4 bulan Mei yang dapat digunakan sebagai acuan investasi. Pembelian dilakukan pada pasangan mata uang GBP/USD dan EUR/USD, sedangkan untuk pasangan mata uang USD/JPY pergerakan harga cenderung melemah, sehingga posisi jual adalah pilihan utama. Untuk peneliti selanjutnya hendaknya memperkecil jumlah sampel penelitian supaya analisis yang dilakukan lebih fokus dan isi materi lebih detail sehingga banyak informasi yang didapatkan. Selain itu disarankan agar menggunakan teknologi software Metatrader.

Kepemilikan bahan ajar dan hubungannya dengan hasil belajar pada warga belajar program paket B di Kabupaten Situbondo / Purwati

 

Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Luar Sekolah Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Prof. Dr. Supriyono, M.Pd. dan Pembimbing II: Dr. M. Djauzi Moedzakir, M.A. Kata kunci: pendidikan kesetaraan, program paket B, bahan ajar, hasil belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepemilikan bahan ajar pada warga belajar yang digunakan dalam pembelajaran program pendidikan kesetaraan paket B setara SMP di Kabupaten Situbondo, dan pengaruhnya terhadap hasil belajar pada warga belajar di Kabupaten Situbondo. Penelitian ekspos fakto dengan desain diskriptif ini dilakukan di Kabupaten Situbondo Jawa Timur terhadap warga belajar program pendidikan kesetaraan paket B yang mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan pada tahun ajaran 2007/2008 berjumlah 440 orang. Sampel diambil secara proporsional sebanyak 196 orang. Data tentang tingkat kepemilikan bahan ajar warga belajar digali dengan angket, sedangkan data hasil belajar digali dengan dokumen hasil belajar. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis diskriptif, dan dilanjutkan dengan uji beda rata-rata dengan teknik uji t atau t-test. Diketahui bahwa warga belajar yang memiliki bahan ajar untuk 5 atau lebih mata pelajaran sebanyak 102 (52,04%), dan selebihnya 94 orang (47,96%) memiliki bahan ajar kurang dari 5 mata pelajaran. Untuk variabel hasil belajar diketahui skor hasil belajar (sekor UNPK) terendah sebesar 28,75 dan skor tertinggi 50,10. Dalam hal ini diketahui bahwa sebagian besar peserta memperoleh skor pada interval 36 – 44, yaitu sebanyak 110 orang (56,12%). Hanya 4 orang (2,04%) di antara mereka yang memperoleh skor di bawah 36,00. Selanjutnya, dari uji t diketahui bahwa tingkat kepemilikan bahan ajar warga belajar program pendidikan kesetaraan paket B setara SMP di Kabupaten Situbondo tidak berpengaruh terhadap hasil belajar. Dengan kata lain hasil belajar warga belajar program pendidikan kesetaraan Paket B setara SMP di kabupaten Situbondo tidak dipengaruhi oleh tingkat kepemilikan bahan ajar warga belajar. Hasil uji beda rata-rata tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan bahan ajar pada program pendidikan kesetaraan Paket B belum terkelola dengan baik. Penelitian ini memberikan bukti bahwa bahan ajar belum mendapat perhatian dari para pembina, penyelenggara, dan pelaksana program pendidikan kesetaraan, khususnya program pendidikan kesetaraan Paket B. Secara konseptual dan teoritik mudah untuk ditemukan bukti bahwa dalam proses belajar mengajar peran bahan ajar sangat strategis dan signifikan dalam memacu kemudahan belajar dan hasil belajar warga belajar. Apabila pada kasus Program Paket B hal ini tidak bisa dibuktikan secara empirik, bukan berarti konsep dan teori bahan ajar tersebut tidak berlaku pada Program Paket B, melainkan lebih disebabkan pada sistem pengelolaan dan cara pembelajaran pada Program Paket B yang belum memenuhi prinsip pembelajaran yang baik. Bahan ajar yang dipakai warga belajar lebih banyak berupa buku-buku sekolah formal. Selain itu, pembelajaran lebih difokuskan pada pembahasan soal-soal ujian. Berdasarkan hasil dan temuan penelitian ini disarankan (1) kepada pelaksana Program Paket B Setara SMP dalam pembuatan maupun penyediaan bahan ajar agar diperhatikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga belajar, agar bahan ajar menarik untuk dibaca dan mudah dipahami oleh warga belajar, sehingga bahan ajar yang dimiliki oleh warga belajar dapat dimanfaatkan secara maksimal guna mencapai hasil belajar yang optimal, dan (2) kepada peneliti lebih lanjut, berkaitan dengan hasil penelitian yang menunjukkan adanya perbedaan antara asumsi peneliti yang menyebutkan bahwa bahan belajar telah dipelajari dan dibaca oleh warga belajar, sedangkan temuan menunjukkan adanya ketidakterbacaan serta sulitnya dipahami oleh warga belajar, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

A study on the strategies of teaching reading comprehension to the fifth grade students in SDN Sumbersari III Malang / Yuli Yani

 

Dinas Pendidikan of East Java, where this research was conducted, issued another decree No. 1702/105/1994 on March 30th 1994. This decree changes the status of English subject in East Java from an elective local content subject to a local content subject in primary schools (Suyanto, 2000). This serious attention to English language teaching is due to the role of English as a means of global communication, and more importantly, the transfer of science and technology. Theoretically, the teaching of English at elementary schools will affect the teaching of English in the following level, meaning that the success of teaching English in secondary schools depends on the teaching at elementary schools. Rachmajanti (2005) supported this idea in her dissertation that there is an impact of teaching English starting at the elementary school on the students’ achievement of English at the first year of lower secondary school. Teaching English to primary school students has been considered increasingly important these days. This is because the introduction of English at this level seems to be in line with the argument that the earlier second language is introduced in school programs, the greater the chance of success in learning. Johnson and Newport (1989, in Lightbown and Spada, 1999: 64) through their study found that there was a strong relationship between an early start to language learning and better performance in the second language. Even people who know about the critical period research are certain that in school programs for second or foreign language teaching, "younger is better". Many people concluded based on the studies such as by Patkowski (1980) or Newport and Johnson (1989) (in Lightbown and Spada, 1999:67) that it is better to begin second language instruction as earlier as possible. When discussing who the children are and how they learn, both teachers and parents know that every child is unique. Pinter (2006) claims that even in the same context there are often significant differences between children within the same age range. These differences show that children have their own worlds which are different from adults. Teachers and parents often notice that individual children enjoy different activities. Such differences in children’s individuals need to be taken seriously The teaching of English at primary school involves the teaching and learning of listening, speaking, reading, and writing (Depdiknas, 2006: 403). Reading, as one of the skills that is taught at this level, can be considered one of the most important skills to be developed. It is because learners of English as a foreign language (EFL) may find it difficult to pick up a lot of English naturally without being able to read since they are not surrounded by people who speak English and they do not interact with them (Utami in Cahyono, 2010: 37). Unfortunately, reading is not a favorite thing to do. However, when reading has become a habit, students will read not only because they need to read but because they like it. The teaching of reading in the elementary school will help the students to build and have the reading habit and skills which will be very valuable in the future. It is in line with what Angier (2010) describes that reading is a habit that people generally develop at a young age. Adults are rarely known to pick up the habit if they do not have as a child. Teaching reading demands a right approach for a certain level of students (Paul, 2003). To teach reading to young learners, there are a number of factors to consider. The first is that children are outspoken and enthusiastic so the use of routine and repetition should be emphasized along with opportunities for interaction and cooperation (Lefever, 2007). Secondly, children are active and like to move around, learn by doing or handson experience and are also interested in exploration. One way to make the learning more fun is to involve students in the creation of the visuals. Certainly students are more likely to feel interested and invested in the lesson and will probably take better care of the materials (Moon 2000). The third is that young learners tend to have short attention spans (Shin, 2006). One way to have their attention and keep them focus in activities is to enrich the activities with lots of brightly colored visuals, toys, puppets, or objects to match the ones used in the stories that the teacher tells. Another way that can be used is that the teacher had better not spent more than 10 or 15 minutes on any one activity because children tend to become bored easily (Shin, 2006). For young students it is a good idea to move quickly from activity to activity. Three-phase technique can be considered the appropriate technique to be used by the teacher in teaching reading. It consists of three reading phases i.e. pre-reading, whilst reading and post-reading and each phase has its own activities in it. The teacher then will have numerous activities that can be conducted for even just one text of reading material.

Pengembangan model latihan kelincahan menggiring bola untuk pemain sepakbola di klub "Persep" Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo / Asnando

 

Kata kunci: pengembangan, model latihan, kelincahan menggiring bola dalam permainan sepakbola. Kelincahan menggiring bola merupakan komponen yang diperlukan dalam permainan sepakbola yang harus dikuasai oleh setiap pemain sepakbola. Tujuan dari latihan kelincahan menggiring bola adalah untuk menghindari sergapan lawan dan melakukan gerak tipu atau mengecoh lawan saat menguasai bola. Berdasarkan hasil observasi di Klub PERSEP belum adanya latihan kelincahan menggiring bola yang variatif untuk meningkatkan keterampilan bermain sepakbola bagi pemain. Oleh karena itu, berdasarkan hasil analisis kebutuhan, maka akan dilakukan pengembangan model latihan kelincahan menggiring bola untuk pemain sepakbola di Klub PERSEP Kecamatan Panarukan,Kabupaten Situbondo. Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk mengembangkan model latihan kelincahan menggiring bola untuk para pemain di Klub PERSEP Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo yang dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan latihan kelincahan menggiring bola. Adapun tahap-tahap dalam prosedur pengembangan model latihan kelincahan menggiring bola dalam permainan sepakbola adalah sebagai berikut: (1) Melakukan penelitian pendahuluan dan pengumpulan data informasi, (2) Melakukan perencanaan atau pengkajian teori, (3) Mengembangkan produk awal berupa model latihan kelincahan menggiring bola, (4) Evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli pelatih sepakbola, 1 ahli kepelatihan sepakbola, (5) Uji coba kelompok kecil, (6) Revisi produk awal, revisi produk berdasarkan evaluasi para ahli dan kegiatan uji coba kelompok kecil, (7) Uji coba lapangan, dengan mengujicobakan hasil revisi produk I, (8) Revisi produk akhir, (9) Hasil produk akhir dari hasil revisi produk akhir. Penelitian ini dilakukan di lapangan Samudera Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Subjek uji coba terdiri dari (1) Tinjauan ahli terdiri dari, 1 ahli pelatih sepakbola dan 1 ahli kepelatihan sepakbola, (2) Uji coba kelompok kecil dengan melibatkan 10 pemain Klub PERSEP Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, (3) Uji coba kelompok besar dengan melibatkan 25 pemain Klub PERSEP Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Hasil evaluasi model latihan ini adalah sebagai berikut: ahli kepelatihan sepakbola dan ahli pelatih fisik sepakbola yaitu 82,187 % (valid), uji coba kelompok kecil 79,84 % (valid), uji coba kelompok besar 82,41 % (valid). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan sebaiknya subjek penelitian ini dilakukan pada yang lebih luas maupun kepada beberapa Klub lain.

Pengaruh Program Praktik Kerja Industri (Prakerin), bimbingan karier, dan prestasi belajar siswa terhadap kesiapan mental kerja siswa kelas XI AK SMK Negeri 1 Pasuruan tahun ajaran 2010/2011 / Ratih Setiawati

 

Kata Kunci: Program Praktik Kerja Industri(Prakerin), Bimbingan Karier, Prestasi Belajar, Kesiapan Mental Kerja Siswa Prestasi praktik kerja industri adalah hasil praktik siswa yang mencerminkan kemampuan dan keterampilan siswa dalam praktik bekerja di dunia industri yang dinyatakan dalam bentuk nilai praktik kerja industri yang diberikan oleh guru praktik atau industri yang bersangkutan. Layanan bimbingan karier adalah suatu layanan yang membantu siswa untuk memahami dirinya, bakat dan minat yang dimiliki untuk membantu kehidupannya di masa depan. Prestasi belajar adalah usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka yang terdapat pada raport siswa yang terdiri dari kompetensi-kompetensi kejuruan yang harus dikuasai siswa yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Praktik kerja industri, bimbingan karier, dan prestasi belajar merupakan faktor yang berpengaruh dalam peningkatan kesiapan mental kerja siswa. Penelitian ini adalah penelitian sampel, dimana sampelnya adalah siswa kelas XI Program Keahlian Akuntansi SMK Negeri 1 Pasuruan yang berjumlah 30 responden. Penelitian ini termasuk penelitian eksplanasi (explanatory research) yaitu untuk menguji pengaruh antar variabel yang dihipotesiskan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner (angket) tentang bimbingan karier dan kesiapan mental kerja siswa dan dokumentasi tentang prestasi praktik kerja industri dan prestasi belajar. Berdasarkan hasil uji F (simultan), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara program praktik kerja industri, bimbingan karier, dan prestasi belajar terhadap kesiapan mental kerja siswa. Hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa program praktik kerja industri, bimbingan karier, dan prestasi belajar berpengaruh positif signifikan terhadap kesiapan mental kerja siswa. Saran bagi kepala sekolah hendaknya dapat menentukan kebijakan yang berguna untuk peningkatan prestasi praktik kerja industri siswa, layanan bimbingan karier, dan prestasi belajar sehingga dapat meningkatkan kesiapan mental kerja siswa

Pengembangan paket pelatihan keterampilan asertif bagi siswa SMK Negeri 1 Malang / Winda Hayu Diah Nisa

 

Kata Kunci: Paket Pelatihan, Asertivitas, Siswa SMK Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Manusia membina hubungan dengan manusia yang lain dalam sebuah lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Sekolah merupakan lingkungan yang sengaja diciptakan untuk membina anak-anak ke arah tujuan tertentu, khususnya untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan sebagai bekal hidupnya di kemudian hari. Salah satu keterampilan dan kemampuan yang diperlukan yaitu asertivitas. Galassi dan Galassi (1977:3) menyatakan bahwa perilaku asertif adalah pengungkapan secara langsung kebutuhan, keinginan, dan pendapat seseorang tanpa menghukum, mengancam atau menjatuhkan orang lain. Untuk dapat meningkatkan perilaku asertif individu, diperlukan media yang tepat dan menarik. Media yang dimaksud adalah paket pelatihan asertivitas. Tujuan umum peneliti adalah menghasilkan paket pelatihan asertivitas bagi siswa SMK Negeri 1 Malang sehingga dapat membantu konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling mengenai asertivitas secara efektif. Tujuan khusus dalam penelitian ini yaitu menghasilkan paket pelatihan asertivitas yang memiliki ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan sehingga dapat meningkatkan asertivitas siswa SMK secara optimal. Desain penelitian dan pengembangan diadaptasi dari strategi pengembangan Borg and Gall, dengan tahap-tahap: (1) melakukan penilaian kebutuhan (need assessment) untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa, instrumen yang digunakan adalah angket kebutuhan siswa terhadap pelatihan asertivitas dan pedoman wawancara untuk konselor. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI TKJ 1 dengan jumlah 33 orang siswa. (2) analisis data dan penetapan prioritas kebutuhan. Teknik analisis menggunakan presentase. Penetapan prioritas kebutuhan dengan cara mengelompokkan peringkat dari yang tertinggi. (3) merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus paket pelatihan asertivitas. (4) menyusun prototipe produk pengembangan yang terdiri atas panduan penggunaan paket pelatihan asertivitas untuk konselor dan paket pelatihan asertivitas untuk siswa SMK. (5) penilaian produk oleh uji ahli. Uji ahli dilakukan oleh seorang ahli BK, ahli media dan ahli bahasa. Instrumen yang digunakan adalah angket penilaian. (6) revisi produk dari uji ahli. (7) penilaian produk oleh calon pengguna yang terdiri dari dua orang konselor. Instrumen yang digunakan adalah angket penilaian uji calon pengguna produk. (8) penilaian produk oleh kelompok kecil yang dilakukan oleh 10 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket penilaian uji kelompok kecil. (9) revisi produk dari calon pengguna produk dan kelompok kecil, (10) produk akhir berupa paket pelatihan asertivitas bagi siswa SMK. Dari hasil pengembangan, paket pelatihan asertivitas ini telah memiliki standar ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan yang baik sehingga dapat digunakan oleh konselor dan siswa dalam melaksanakan pelatihan asertivitas. Saran yang dapat dirumuskan dari penelitian dan pengembangan ini yaitu: untuk peneliti selanjutnya, perlu melakukan penelitian lebih lanjut sampai pada tahap uji lapangan untuk mengetahui efektivitas penerapan paket pelatihan asertivitas; untuk konselor sekolah yang akan menggunakan paket ini untuk lebih mempelajari paket pelatihan asertivitas ini sehingga dapat memberikan pelatihan secara optimal kepada siswa, juga disesuaikan dengan latar budaya dan permasalahan yang dihadapi siswa; untuk siswa sebaiknya mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan asertivitas ini sehingga mendapat hasil yang memuaskan dan bermanfaat; untuk sekolah, pelaksanaan pelatihan asertivitas hendaknya dilakukan setiap tahun dan diberikan kepada semua siswa

Pengaruh metode pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS di SMA Negeri 9 Malang / Anis Eko Wati

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatif dengan menggunakan model STAD, hasil belajar. Dalam kegiatan pembelajaran guru harus mampu menciptakan proses aktif, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan mengubah pola pembelajaran akuntansi yang konvensional menjadi pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif mampu meningkatan aktivitas, pola berpikir kritis, dan kreatif serta hasil belajar akuntansi. STAD (Students Teams Achievement Divisions)merupakan salah satu tipe cooperative learning. Oleh karena itu, penelitian ini mengambil tema metode pembelajaran kooperatif dengan menggunakan tipe STAD mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pembelajaran kooperatif dengan model STAD (Students Teams Achievement Divisions) terhadap hasil belajar. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Hasil belajar yang dicapainya bermakna bagi dirinya sendiri dan akan tahan lama dalam ingatannya dan membentuk perilaku yang dapat digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lainnya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen yang dilaksanakan di SMA Negeri 9 Malang. Adapun Subyek yang diteliti pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS. Kelas XI IPS 1 berjumlah 38 siswa ditetapkan sebagai kelas kontrol yang diajar model konvensional, dan kelas XI IPS 3 berjumlah 36 siswa ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang diajar metode kooperatif dengan menggunakan model STAD (Students Teams Achievement Divisions) . Instrumen yang digunakan adalah tes berupa pre-test dan pos-ttest yang diberikan baik pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Data hasil belajar siswa diperoleh dari selisih antara nilai post-test dan nilai pre-test (gainscore). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, yakni kelas eksperimen 17,64 sedangkan kelas kontrol 13,03. Hasil analisis uji U Mann Whitney menunjukkan nilai p 0,000 lebih kecil daripada 0,05. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran metode kooperatif dengan menggunakan model STAD berpengaruh terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS di SMA Negeri 9 Malang. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Guru harus meningkatkan kemampuan mengajar yang lebih kreatif , inovatif, dan menciptakan suasana belajar menyenangkan. (2) Peneliti selanjutnya, diharapkan mampu menerapkan pembelajaran metode kooperatif dengan model STAD (Student Teams Achievement Divisions) sehingga siswa dapat termotivasi dalam mengikuti proses belajar mengajar dan selanjutnya hasil belajar mereka dapat meningkat.

Pengaruh kualitas layanan jasa terhadap loyalitas pengunjung obyek wisata Jatim Park Kota Batu / C. Putro Asmoro Yanuari

 

Kata Kunci: Kualitas Layanan, Loyalitas Pengunjung Dalam suatu perusahaan jasa pariwisata, konsumen menjadi hal yang penting karena perusahaan tidak akan berarti tanpa adanya konsumen (pelanggan) Dalam hal ini konsumen merupakan fokus utama dalam bahasan mengenai kualitas layanan. Dengan memberikan kualitas layanan yang baik maka hal ini menunjukkan bahwa penyedia jasa mengutamakan keunggulan jasa yang merupakan ciri khas dari produk tersebut sehingga pada akhirnya bisa mencapai kepuasan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Deskripsi kualitas layanan (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty) dan loyalitas pengunjung obyek wisata Jatim Park Batu., (2) Pengaruh tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty secara parsial terhadap loyalitas pengunjung obyek wisata Jatim Park Batu, (3) Pengaruh tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty secara simultan terhadap loyalitas pengunjung obyek wisata Jatim Park Batu, (4) Dimensi kualitas layanan yang dominan pengaruhnya terhadap loyalitas pengunjung obyek wisata Jatim Park Batu.. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengunjung obyek wisata Jatim Park dan tidak bisa ditentukan jumlahnya atau tidak terbatas, serta diperoleh sampel sebesar 100 responden dengan menggunakan teknik sampling aksidental. Peneliti menggunakan kuesioner dengan skala Likert (sangat setuju, setuju, cukup setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju) sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1). Deskripsi kualitas layanan dan loyalitas pengunjung antara lain: (a). Tangibles yang dimiliki oleh obyek wisata Jatim Park Batu sudah baik. Hal tersebut tampak dari 69% responden menjawab setuju. (b). Reliability yang dimiliki oleh obyek wisata Jatim Park sangat baik. Hal ini tampak dari 41% responden menjawab sangat setuju. (c). Responsiveness yang dimiliki obyek wisata Jatim Park sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari 72% responden menjawab setuju. (d). Assurance yang dimiliki obyek wisata Jatim Park sudah baik. Hal ini dapat terlihat dari71% responden menjawab setuju. (e). Emphaty yang dimiliki obyek wisata Jatim Park sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari 58% responden menjawab setuju. (f). Loyalitas pengunjung obyek wisata Jatim Park sudah baik. Hal tersebut tampak dari 45% responden menjawab setuju terhadap item-item pertanyaan yang berkaitan dengan variabel loyalitas pengunjung diantaranya sering berkunjung (kurang lebih 3 kali), merekomendasikan pengunjung lain agar berkunjung, tidak mudah terpengaruh untuk pindah ke obyek wisata lain, serta tidak terlalu sensitif terhadap harga. (2) Pengaruh kualitas layanan secara parsial terhadap loyalitas pengunjung obyek wisata Jatim Park Batu antara lain: (a). Tangibles berpengaruh positif secara signifikan terhadap loyalitas pengunjung. Hal tersebut tampak dari nilai signifikansi t 0,026 < 0,05. (b). Reliability berpengaruh positif secara signifikan terhadap loyalitas pengunjun. Hal tersebut tampak dari nilai signifikansi t 0,003 < 0,05. (c). Responsiveness berpengaruh positif secara signifikan terhadap loyalitas pengunjung. Hal tersebut tampak dari nilai signifikansi t 0,022 < 0,05. (d). Assurance berpengaruh positif secara signifikan terhadap loyalitas pengunjung. Hal tersebut tampak dari nilai signifikansi t 0,011 < 0,05. (e). Emphaty berpengaruh positif secara signifikan terhadap loyalitas pengunjung. Hal tersebut tampak dari nilai signifikansi t 0,008 < 0,05. (3) Variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap loyalitas pengunjung. Hal tersebut tampak dari nilai signifikansi F 0,000 < 0,05. (4) Berdasarkan sumbangan efektif (SE) dapat diketahui nilai kofisien beta paling besar adalah variabel reliability yaitu 0,245, jadi dapat disimpulkan bahwa variabel reliability memiliki pengaruh dominan terhadap loyalitas pengunjung. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk pemilik Jatim Park, melihat ketatnya persaingan dalam bidang jasa khususnya tempat wisata maka pemilik tetap menjaga konsistensi bukti langsung, keandalan, daya tanggap, jaminan dan perhatian yang tulus dengan tetap menjaga keunggulan perusahaan. Dengan kualitas layanan yang baik dan dapat diterima oleh pengunjung maka dapat menjaga loyalitas pengunjung sehingga tetap setia berkunjung. (2) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah variabel penelitian yang dapat mempengaruhi loyalitas pengunjung selain variabel yang diteliti pada penelitian ini.

Pengaruh atribut produk terhadap kepuasan pelanggan produk susu pada KUD Batu / Yudi Sugirahmanto

 

Kata Kunci: Atribut Produk, Kepuasan Pelanggan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atribut produk (yang terdiri dari merek, mutu produk, kemasan, dan label) terhadap kepuasan pelanggan produk susu KUD BATU dan untuk mengetahui variabel atribut (yang terdiri dari merek, mutu produk, kemasan, dan label) yang berpengaruh dominan terhadap kepuasan pelanggan produk susu pada KUD BATU. Teknik analisis yang digunakan regresi berganda, uji F dan uji t. Jenis dari penelitian ini adalah deskripsi kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan KUD BATU yang sudah membeli produk susu. Penentuan sampel menggunakan rumus infinite population dengan menggunakan a = 5%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 90 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan multy stage sampling (proportional sampling dan accidental sampling) untuk menyebarkan kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 5 pilihan jawaban. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik. Kesimpulan yang berhasil diperoleh responden yaitu (1) Atribut produk yang meliputi merek, mutu produk, kemasan, dan label yang terdapat pada KUD BATU sudah baik. Hal tersebut tampak dari mayoritas jawaban setuju terhadap item-item pertanyaan yang diberikan oleh konsumen yang menjadi responden dari penelitian. Kepuasan pelanggan terhadap produk susu cukup tinggi. Hal tersebut juga tampak dari jawaban responden mayoritas menyatakan setuju terhadap item-item pertanyaan yang diberikan oleh konsumen yang menjadi responden dari penelitian. (2) Merek berpengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada produk susu. Hal tersebut tampak dari jawaban responden mayoritas menyatakan setuju terhadap item-item pertanyaan yang diberikan oleh konsumen yang menjadi responden dari penelitian. Mutu produk berpengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada produk susu. Kemasan berpengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada produk susu. Label berpengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada produk susu. Dari semua veriabel berpengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada produk susu KUD BATU. Hal tersebut tampak dari jawaban responden mayoritas menyatakan setuju terhadap item-item pertanyaan yang diberikan oleh konsumen yang menjadi responden dari penelitian. Saran dalam penelitian ini adalah (1) Pada dasarnya sikap konsumen terhadap atribut produk susu KUD BATU sudah baik. Untuk itu pihak perusahan hendaknya tetap menjaga kepercayan konsumen dan menyempurnakan atribut produk yang kurang sehingga dapat mempertahankan pangsa pasarnya dan dapat meraih konsumen yang lebih banyak. (2) KUD BATU sebagai produsen susu hendaknya menambah variasi produk susu yang dihasilkan, sebab dengan persaingan yang semakin tajam maka perusahan harus peka terhadap perubahan selera konsumen terutama gaya hidup masyarakat yang selalu mengikuti trend. (3) Walaupun harga bukan merupakan pertimbangan utama bagi konsumen dalam melakukan pembelian susu, tetapi perusahaan harus selalu mengantisipasi pesaing yang mungkin menawarkan harga yang lebih rendah untuk memenangkan persaingan. Oleh karena itu disarankan perusahan melakukan diversifikasi harga dengan mengeluarkan produk yang sama tetapi kuantitas yang lebih bervariasi sehingga perusahaan memiliki produk yang murah dan terjangkau oleh konsumen dengan tidak mengorbankan kualitas.  

Pengaruh model pembelajaran inkuiri berbantuan multimedia animasi terhadap kemampuan bertanya dan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang / Erika Arvianita

 

Kata kunci: inkuiri, multimedia animasi, kemampuan bertanya, prestasi belajar Berdasarkan kenyataan yang ada pembelajaran fisika di SMP Negeri 2 Malang lebih didominasi oleh pembelajaran konvensional. Siswa cenderung pasif karena hanya menerima materi dan soal dari guru, selain itu siswa juga jarang melakukan percobaan di laboratorim fisika, sehingga prestasi fisika siswa masih rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran tertentu terhadap kemampuan bertanya dan prestasi belajar siswa. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran inkuiri berbantuan multimedia animasi. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui apakah kemampuan bertanya siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri berbantuan multimedia animasi lebih baik daripada kemampuan bertanya siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional; (2) mengetahui apakah prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri berbantuan multimedia animasi lebih baik daripada prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Dua sampel diperoleh secara acak. Dua kelas sampel mendapatkan perlakuan berbeda, kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran inkuiri berbantuan multimedia animasi, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional pada materi pembiasan cahaya pada lensa. Kemampuan bertanya siswa diukur menggunakan rubrik kemampuan bertanya dan prestasi belajar fisika siswa sebagai posttest diukur melalui tes tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bertanya siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri berbantuan multimedia animasi sama dengan kemampuan bertanya siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri berbantuan multimedia animasi lebih baik dari prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional.

Pengembangan panduan latihan beban bagian perut berupa video untuk member di Sanggar Kebugaran Ilmu Keolahragaan (SKIK) Universitas Negeri Malang / Galih Rosydian Syah

 

Kata kunci: penelitian dan pengembangan, video panduan, latihan beban, otot perut, Sanggar Kebugaran Ilmu Keolahragaan UM. Latihan beban adalah jenis umum latihan kekuatan untuk mengembangkan kekuatan dan ukuran otot rangka. Dengan menggunakan gaya gravitasi (dalam bentuk bar berbobot, dumbbell, barbell atau tumpukan beban) untuk melawan gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot. Latihan beban dapat menjaga kekuatan dan ketahanan otot, serta menguatkan tulang. Penyampaian informasi tentang latihan beban dapat disampaikan melalui buku, gambar, video, kaset, dan sebagainya. Peneliti memilih video untuk menyampaikan informasi mengenai latihan beban khususnya untuk otot bagian perut. Video panduan ini dirancang secara sistematis dengan berpedoman pada prinsip-prinsip latihan beban yang telah ada sebelumnya sehingga memungkinkan member di Sanggar Kebugaran Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang dapat menerima informasi tentang latihan beban bagian perut lebih mudah dan menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan video panduan latihan beban bagian perut untuk member di Sanggar Kebugaran Ilmu Keolahragaan (SKIK) Universitas Negeri Malang. Dengan adanya pengembangan video panduan latihan beban bagian perut ini dapat mempermudah member dalam memahami gerakan-gerakan dan berbagai macam latihan beban khususnya bagian perut. Peneliti menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yang diadaptasi menjadi model yang sederhana yaitu: (1) menentukan masalah penelitian; (2) mengumpulkan informasi, (a) mengkaji bahan pustaka, (b) analisis kebutuhan; (3) merancang produk yang berupa video panduan; (4) Uji ahli, (a) uji ahli media (1 orang), (b) uji ahli kebugaran jasmani (1 orang); (c) uji ahli latihan beban (1 orang); (5) revisi I; (6) uji coba kelompok kecil sejumlah 10 member Sanggar Kebugaran Ilmu Keolahragaan; (7) uji coba kelompok besar sejumlah 35 member; (8) revisi II; (9) produk akhir pengembangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil pengembangan ini berupa video panduan latihan beban bagian perut untuk member di Sanggar Kebugaran Ilmu keolahragaan Universitas Negeri Malang. Hasil persentase uji coba kelompok kecil adalah 85,9% dan Hasil persentase uji coba kelompok besar adalah 84%. Dari persentase tersebut menyatakan bahwa produk ini dapat digunakan. Diharapkan hasil ini dapat diuji cobakan kepada lingkup yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada fitness center lain yang ada di kota Malang. Karena penelitian ini hanya terbatas pengembangan produk, maka diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tentang tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan

Elektronik tugas akhir = e-tugas akhir (ETA) / Nanang Kokaryanto

 

Pengaruh penggunaan bahan ajar dengan media quiz creator terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS SMA Negeri 7 Malang / Kiki Putri Uqrowita

 

Kata Kunci: Media Pembelajaran, Motivasi Belajar, Hasil Belajar. Media pembelajaran merupakan unsur yang paling menentukan kualitas pembelajaran. Beberapa manfaat menggunakan media komputer adalah 1) pembelajaran lebih menarik, 2) bahan pembelajaran lebih jelas, 3) metode mengajar lebih bervariasi, dan 4) siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Media pembelajaran berbasis komputer diharapkan dapat mengatasi masalah belajar siswa yaitu, kurangnya motivasi belajar siswa dan rendahnya hasil belajar siswa. Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat nonintelektual dan peranannya menumbuhkan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar. Hasil belajar adalah hasil yang dicapai siswa dalam bentuk skor yang merupakan penilain pengetahuan dan pemahaman terhadap ilmu pengetahuan yang dipelajari. Media pembelajaran dengan quiz creator merupakan salah satu media pembelajaran berbasis komputer. Kelebihan media ini adalah tampilannya lebih menarik dan terdapat latihan soal sehingga siswa juga dapat menggunakannya untuk belajar di sendiri. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan lebih lanjut mengenai penggunaan media quiz creator ini terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui 1) pengaruh penggunaan bahan ajar dengan media quiz creator terhadap motivasi pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS SMA Negeri 7 Malang, dan 2) pengaruh penggunaan bahan ajar dengan media quiz creator terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS SMA Negeri 7 Malang. Pengumpulan data menggunakanteknikkuesionerdantes tulis yang dilaksanakanpadabulan maret-april.Penelitian ini menggunakan teknik pusposive sampling, yang dilakukan pada 73 siswa kelas XII IPS1 dan XII IPS2 SMA Negeri 7 MalangTahunAjaran 2010/2011.Penelitianini merupakan penelitian eksperimen dimana terdapat 2 kelompok yaitu, kelas kelas kontrol dan kelas eksperimen, dan teknik analisis yang digunakan adalah T-test sampel independen. Berdasarkan pada hasil data yang telah diolah maka, hasil penelitiaan adalah: (1) terdapat pengaruh penggunaan bahan ajar dengan media quiz creator terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS SMA Negeri 7 Malang. (2) terdapat pengaruh penggunaan bahan ajar dengan media quiz creator terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS SMA Negeri 7 Malang. Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh dua kesimpulan sebagai berikut. Pertama, ada pengaruh penggunaan bahan ajar dengan media quiz creator terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini berarti tinggi rendahnya motivasi siswa dipengaruhi oleh media yang digunakan. Kedua, ada pengaruh penggunaan bahan ajar dengan media quiz creator terhadap hasil belajar siswa. Hal ini berarti semakin menarik, efektif dan efisien media pembelajaran yang digunakan maka semakin tinggi tingkat hasil belajar siswa.

Pengaruh kecerdasan emosional terhadap efektivitas kepemimpinan (studi pada para pimpinan struktural di Universitas Negeri Malang) / Naufal Fasya Izzudin S.

 

Prediksi Nisbah Pelepasan Sedimen (NPS) sub das Junggo bagian hulu dengan menggunakan model Mutchler di Kecamatan Bumiaji Kota Batu / Meta Sandy Tristian

 

Kata Kunci: erosi, sedimen, Model Mutchler, NPS, DAS NPS (Nisbah Pelepasan Sedimen) model Mutchler merupakan suatu metode mutlak yang dapat digunakan untuk mengukur laju erosi berdasarkan intensitas hujan yang berpotensi menyebabkan run off. Laju erosi yang terjadi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu erosivitas, erodebilitas, panjang dan kemiringan lereng, pengelolaan tanaman, dan pengelolaan lahan. Faktor tersebut dapat mempengaruhi besar nisbah pelepasan sedimen yang diukur pada suatu DAS. Hasil NPS berbanding terbalik dengan nilai luas DAS. Daerah penelitian merupakan sebagian wilayah DAS Brantas yang memiliki fisiografi berupa kemiringan yang terbagi dalam beberapa bagian berdasarkan pada ketinggian tempat. Daerah ini merupakan daerah transportasi bahan-bahan yang hanyut di sungai dan daerah pengendapan bahan pada tempat-tempat di daerah bawah, oleh karena itu bentuk lahan tersusun atas semua bahan dari bahan induk yang menyusun Sub DAS Brantas Hulu. Dalam sepuluh tahun terakhir kondisi Sungai Brantas sangat memprihatinkan akibat alih fungsi lahan di kawasan hulu. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui besar besar intensitas hujan yang menyebabkan run off di sub DAS Junggo bagian hulu (2) Menganalisis hubungan intensitas hujan dengan NPS di sub DAS Junggo bagian hulu (3) Mengetahui luas DAS yang cocok untuk aplikasi NPS model Mutchler di sub DAS Junggo bagian hulu. Penelitian ini dilakukan di Sub DAS Junggo hulu Dusun Junggo Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey. Obyek dalam penelitian ini berupa sedimen yang terangkut (Suspended Load). Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling (sampel bertujuan). Penentuan sampel dengan cara purposive sampling berdasakan hasil tumpang susun peta (overlay), sehingga didapatkan 3 peta penggunaan lahan yaitu 7 unit lahan dengan luas 10,933 ha, 5 unit lahan denga luas 7,279 ha, dan 8 unit lahan dengan luas 11,739 Ha. Analisis data yang dilakukan dengan uji validasi menggunakan metode regresi. Hasil penelitian menunjukkan intensitas hujan minimum yang menyebabkan run off sebesar 7,20 mm/jam dengan analisis regresi sebesar 0,645, hal ini menunjukkan pengaruh intensitas terhadap run off berpengaruh kuat dan cukup signifikan. Intensias hujan juga berpengaruh kuat terhadap nilai NPS pada wilayah DAS dengan luasan 11,739 ha yaitu sebesar 0,725. Luas DAS sebesar 11,739 ha apabila dikaitkan dengan perhitungan NPS model Mutchler kurang signifikan, kerena grafik regresi menyatakan bahwa model ini sesuai pada wilayah DAS uag memiliki luasan 1 ha – 3 ha.

Penerapan model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction (ARIAS) untuk meningkatkan kemampuan memerankan tokoh drama di kelas V SDN Tanjungrejo 5 Kec. Sukun Kota Malang / M. Ridwan Asyrofy

 

Kata kunci: Model Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction (ARIAS), kemampuan, memerankan tokoh drama. Hasil observasi yang dilakukan peneliti di kelas VA SDN Tanjungrejo 5 Kec. Sukun Kota Malang pada pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi memeranakan tokoh drama didapatkan fakta bahwa pembelajaran yang dilakukan guru kurang menarik minat belajar siswa, sehingga hasi1 belajar siswa rendah. Rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 37,31dengan ketuntasan kelas 30,77%, sedangkan SKM yang ditentukan adalah 70,00 untuk hasil belajar dan 70% untuk ketuntasan kelas. Untuk itu agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memerankan tokoh drama, perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction (ARIAS). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model ARIAS yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memerankan tokoh drama. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif model kolaboratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VA SDN Tanjungrejo 5 Kec. Sukun Kota Malang. Dalam penelitian ini peneliti menjadi pengajar dan guru kelas sebagai observer. Proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan model ARIAS dapat dilaksanakan dengan efektif dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 1 pertemuan. Hal ini terbukti pada setiap siklus seluruh indikator dapat tercapai dengan baik sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Aktivitas pembelajaran tersebut meliputi memperhatikan media video drama, latihan, permodelan, pemeranan, dan penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ARIAS untuk materi memerankan tokoh drama yaitu Siswa tampak menunjukkan peningkatan aktivitas belajar, dan juga guru sukses dalam melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan RPP model pembelajaran ARIAS dengan perolehan skor 21 dari total skor 22 (95,45%). Kemampuan memerankan tokoh drama siswa pada penelitian ini meliputi intonasi, pelafalan, dan ekspresi. Teks drama yang diberikan pada siswa telah disesuaikan dengan kemampuan siswa. Hasil belajar pada siklus I rata-rata 78,53 dan ketuntasan kelas 73,08% meningkat pada siklus II menjadi rata-rata 82,05 dan ketuntasan kelas mencapai 88,46%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bahwa penelitian ini dapat dijadikan sebagai sarana rujukan penelitian lebih lanjut dengan memperhatikan dan melakukan persiapan yang matang, permodelan hendaknya lebih ditekankan lagi dan menggunakan media yang lebih menarik.

Pengaruh pengungkapan corporate social responsibility dan profitabilitas perusahaan terhadap reaksi investor (studi pada perusahaan indeks LQ-45 periode 2007-2009) / Ruby Fatmi Soewandito

 

Kata Kunci: Reaksi Investor, Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Profitabilitas Perusahaan, Teori Legitimasi, Teori Signaling. Dalam membuat suatu keputusan investasi, investor membutuhkan informasi yang meliputi informasi kuantitatif seperti rasio profitabilitas, serta informasi kualitatif seperti pengungkapan corporate social responsibility perusahaan. Teori legitimasi menyatakan bahwa pengungkapan corporate social responsibility dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan investor. Teori signaling menyatakan bahwa informasi rasio keuangan akan membantu investor dalam mengambil keputusan investasi. Berdasarkan dua teori tersebut, dapat dinyatakan reaksi investor dipengaruhi oleh informasi pengungkapan corporate social responsibility dan informasi profitabilitas perusahaan. Reaksi investor dapat dinyatakan dalam volume perdagangan saham diluar normal atau unexpected trading volume. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh pengungkapan corporate social responsibility dan profitabilitas perusahaan yang diproksikan dengan Return On Equity (ROE) terhadap reaksi investor yang diproksikan dengan unexpected trading volume. Pemilihan sampel ditentukan dengan metode purposive sampling dan menggunakan pool time series, sehingga diperoleh sebanyak 51 perusahaan indeks LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2009. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda (multiple regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan corporate social responsibility dan profitabilitas diproksikan dengan Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap reaksi investor yang diproksikan dengan unexpected trading volume. Hal ini dikarenakan kecenderungan investor yang lebih menggunakan analisis teknikal dalam investasi. Investor di Indonesia lebih berminat pada investasi yang bersifat jangka pendek. Selain itu kondisi ekonomi yang labil akibat krisis selama periode penelitian menyebabkan penurunan minat investor akibat adanya ketidakpastian return yang diterima dari dana yang diinvestasikan. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan penelitian selanjutnya untuk lebih memperhatikan periode pngamatan, selain itu penelitian selanjutnya dapat menambahkan proksi lain untuk mengukur profitabilitas perusahaan dan reaksi investor. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan standar pengungkapan corporate social responsibility yang lain sehingga subyektivitas dalam penilaian dapat diminimalisasi.

Hubungan antara citra tubuh dan harga diri pada siswa SMA Negeri 1 Bangkalan / Vicky Aprilian Ramadani

 

Kata Kunci : Citra tubuh, harga diri, siswa SMA. Hurlock (1993) menyebutkan bahwa ketidakpuasan pada remaja putra lebih banyak di alami di bagian tubuh tertentu yang dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya citra tubuh yang kurang baik dan kurangnya harga diri selama masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) deskripsi citra tubuh siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bangkalan; (2) deskripsi harga diri siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bangkalan; (3) hubungan antara citra tubuh dan harga diri pada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bangkalan. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan antara citra tubuh dengan harga diri pada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bangkalan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bangkalan. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota. Alat pengumpul data berupa (1) skala citra tubuh yang dikembangkan berdasarkan teori Jersild dengan validitas berkisar (rxy) 0,329 sampai 0,772 dan reliabilitas 0,938; (2) skala harga diri yang dikembangkan berdasarkan teori Coopersmith dengan validitas berkisar (rxy) 0,329 sampai 0,683 dan reliabilitas 0,916. Analisis deskriptif dalam penelitian menggunakan mean absolut dan standar deviasi sedangkan analisis korelasi data menggunakan teknik analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan (1) sebesar 61% atau sebanyak 20 siswa dari 33 siswa memiliki citra tubuh sedang dan 39% atau sebanyak 13 siswa dari 33 siswa memiliki citra tubuh tinggi. (2) sebesar 94% atau sebanyak 31 orang dari 33 orang memiliki harga diri tinggi dan 4% atau sebanyak 2 orang memiliki harga diri rendah. (3) Uji korelasi dalam penelitian ini menggunakan analisis parametrik, yaitu analisis Pearson dan diperoleh koefisien korelasi sebesar r = 0,980, p = 0,000 < 0,01. Hal ini berarti ada hubungan positif antara citra tubuh dan harga diri. Artinya semakin tinggi citra tubuh maka semakin tinggi harga diri. (1) Bagi siswa diharapkan untuk dapat lebih menumbuhkan citra tubuh positif dengan cara membiasakan pola makan yang sehat, memiliki gaya hidup yang aktif, tidak terfokus pada ukuran, postur atau berat badan, mengembangkan bakat dan hobi, dan percaya diri. Dengan citra tubuh yang lebih positif akan meningkatkan harga diri. (2) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian selanjutnya. Diharapkan juga untuk memperluas populasi dan menambah jumlah sampel penelitian agar hasil penelitian yang diperoleh dapat lebih akurat. Selain itu, peneliti untuk penelitian selanjutnya diharapkan mengembangkan instrumen menggunakan teori yang terbaru dan lebih mutakhir.

Upaya meningkatkan keaktifan siswa kelas VII semester 2 di SMP Islam Ngebruk melalui penerapan pembelajaran kooperatif model TAi (Team Assisted Individualization) pada mata pelajaran IPS geografi / Anggun Chusuma Asri

 

Kata kunci: pembelajaran model TAI, keaktifan siswa. Berdasarkan hasil observasi awal terkait keaktifan belajar siswa dan wawancara yang dilakukan dengan guru pada tanggal 14 Oktober 2010, menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran siswa cenderung pasif. Keaktifan siswa masih tergolong rendah, dilihat dari hasil perhitungan lembar observasi sebelum tindakan yaitu terdapat 10 siswa (25,64%) yang tergolong aktif dan 29 siswa (74,36%) yang tergolong tidak aktif. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu diterapkan pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa. Salah satunya dengan penerapan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VII-A semester 2 di SMP Islam Ngebruk. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A semester 2 tahun ajaran 2010/2011 di SMP Islam Ngebruk dengan jumlah siswa 39 orang. Kegiatan penelitian terdiri dari 2 siklus penelitian, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dengan 4 tahapan penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan keaktifan belajar siswa dengan peningkatan rata-rata keaktifan belajar siswa sebesar 43,59% pada siklus I meningkat menjadi 79,49% pada siklus II. Peningkatan keaktifan juga dapat dilihat dengan meningkatnya keaktifan kelompok siswa sebesar 59,01% pada siklus I menjadi 80,09% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VII-A SMP Islam Ngebruk. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang dapat diberikan; 1). Bagi guru geografi, model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang berguna dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa sehingga dapat meningkatkan mutu pengajaran di sekolah; 2). Bagi peneliti selanjutnya, model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) dapat diujicobakan pada materi yang lainnya dengan memberikan beberapa inovasi pada tahap-tahap pembelajarannya agar siswa lebih termotivasi dan pada jenjang sekolah yang lebih tinggi. Disarankan pula memberikan hand out beberapa hari sebelum pelaksanaan pembelajaran dan memberi informasi sebelum pelaksanaan pembelajaran bahwa keaktifan siswa selama pembelajaran akan direkam oleh observer

Pengembangan asesmen berbasis e-portofolio untuk mata pelajaran fisika bagi siswa kelas X SMAN 5 Kediri / Iftahul Halimah

 

Kata kunci: asesmen berbasis e-portofolio, asesmen e-portofolio, e-portofolio fisika Asesmen berbasis e-portofolio merupakan koleksi beberapa bukti kegiatan belajar siswa yang telah disepakati bersama oleh guru dan siswa. Hasil observasi awal di SMAN 5 Kediri, didapatkan informasi bahwa telah ada koneksi internet dan asesmen portofolio, akan tetapi belum menggunakan e-portofolio. Nilai fisika siswa kelas X tahun 2009-2010 pada materi Listrik Dinamis di SMAN 5 Kediri, 80% berada dibawah SKM. Tujuan pengembangan Asesmen berbasis e-portofolio ini adalah untuk (1) mendeskripsikan prosedur pengembangan asesmen berbasis e-portofolio, (2) mendeskripsikan karakteristik asesmen berbasis e-portofolio, dan (3) mendeskripsikan kelayakan instrumen asesmen berbasis e-portofolio. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan adalah; studi pendahuluan, perencanaan pengembangan, penyusunan draf produk, evaluasi produk, dan validasi produk hasil pengembangan. Produk yang dihasilkan adalah berupa asesmen berbasis e-portofolio. Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif merupakan hasil penilaian kelayakan dari validator sedangkan data kualitatif berdasarkan komentar dan saran dari validator. Instrumen pengumpulan data yang dipakai berupa angket. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai rata-rata kelayakan asesmen berbasis e-portofolio adalah sebesar 3,36 yang memenuhi kriteria/kategori layak sehingga dapat digunakan oleh guru sebagai alat/sarana dalam melakukan kegiatan penilaian.

Peningkatan kemampuan bahasa lisan anak kelompok A TK Laboratorium Universitas Negeri Malang melalui metode bercerita berbasis IT / Elik Mastutik

 

Kata Kunci: Bercerita berbasis IT, peningkatan bahasa lisan anak TK kelompok A. Sebagian besar anak didik Kelompok A masih menemui kesulitan untuk mengembangkan kemampuan bahasa, Hasil observasi di Taman Kanak-kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang menunjukkan salah satu indikator pengembangan bahasa yang kurang dapat dikembangkan secara optimal yaitu kemampuan anak dalam menceritakan kembali isi cerita secara sederhana Kemampuan tersebut hanya bisa dicapai 35% anak yang mampu bercerita dan menceritakan kembali isi cerita sederhana dan ada 65% anak yang belum mampu bercerita dan menceritakan kembali isi cerita secara sederhana. Berdasarkan permasalahan tersebut , maka Guru Kelompok A di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang melakukan upaya perbaikan pembelajaran dengan melakukan penelitian dengan tujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan bahasa lisan anak kelompok A melalui metode bercerita berbasis IT. Penelitian dilakukan bersiklus dengan menggunakan model penelitian tindakan kelas dari Kemmis dan MC Taggart (1990). Peningkatan kemampuan bahasa lisan anak kelompok A melalui metode bercerita berbasis IT di TK Lab. UM ini dilaksanakan dengan mengajak anak untuk mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita secara sederhana dengan menggunakan media LCD proyektor. Peneliti melihat kesungguhan anak dalam mendengarkan cerita, mampu menilai perilaku tokoh, mampu menjawab pertanyaan guru tentang isi cerita, mampu menyebutkan mampu menceritakan kembali cerita secara sederhana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Peningkatan kemampuan bahasa lisan anak kelompok A di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang melalui metode bercerita berbasis IT dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mendengar dan menceritakan kembali cerita secara sederhana dari 35% pada pra penelitian menjadi 85%. Hal ini menunjukkan, bahwa peningkatan kemampuan bahasa lisan anak melalui metode bercerita berbasis IT mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mendengarkan dan menceritakan kembali cerita secara sederhana pada anak kelompok A di TK Lab. UM. Saran dalam penelitian ini adalah bercerita berbasis IT (LCD proyektor) dapat dikembangkan dan dijadikan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan di TK.

Analisis sistem pemberian kredit pada PT BPR Armindo Kencana Tanjunganom / Oni Permatasari

 

Kata Kunci: Sistem Pemberian Kredit, BPR Perkembangan perekonomian Indonesia memunculkan bank-bank yang menawarkan berbagai fasilitas layanan. Sebagai lembaga keuangan yang berfungsi menyimpan dana dari masyarakat dan menyalurkannya dalam bentuk pinjaman, bank berusaha memberikan kemudahan dalam layanan pemberian kredit. Namun, pada umumnya masih banyak masyarakat yang kurang memahami tata cara dan syarat pemberian kredit. Oleh sebab itu permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan sistem pemberian kredit pada PT. BPR Armindo Kencana Tanjunganom yang meliputi fungsi-fungsi yang terkait, dokumen yang dibutuhkan, catatan akuntansi yang digunakan dan jaringan prosedur. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan sistem pemberian kredit dan kendala yang timbul dengan sistem yang dijalankan oleh PT BPR Armindo Kencana Tanjunganom. Metode pengumpulan data pada tugas akhir ini menggunakan metode interview, dokumentasi, dan observasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ada pada PT. BPR Armindo Kencana Tanjunganom. Objek kajian dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan sistem pemberian kredit pada PT. BPR Armindo Kencana Tanjunganom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemberian kredit pada PT. BPR Armindo Kencana Tanjunganom ada kekurangan karena tidak adanya flowchart sistem. Disamping itu dokumen yang digunakan belum ada pemberian nomor dan catatan akuntansi yang digunakan masih belum menggunakan jurnal khusus. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa sistem pemberian kredit pada PT. BPR Armindo Kencana Tanjunganom menunjukkan adanya perangkapan jabatan,untuk dokumen yang digunakan masih belum ada penomoran, catatan akuntansinya masih belum spesifik dan masih belum ada flowchart sistem. Sehingga, seharusnya menyediakan flowchart sistem dan dalam pencatatan akuntansinya sebaiknya ke dalam jurnal khusus, yaitu jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, dan jurnal umum. Dokumen yang digunakan seperti kuitansi, bukti penerimaan kas, dan bukti pengeluaran kas sebaiknya menggunakan nomor urut tercetak.

Kajian kecukupan keterampilan eksperimental dan investigasi menurut kurikulum cambridge pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) biologi SMA Negeri rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di Jawa Timur / Irwan Priyanto

 

Kata kunci: Keterampilan Eksperimental dan Investigasi, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Keterampilan eksperimental dan investigasi merupakan salah satu tujuan dari silabus Cambridge, dimana keterampilan ini meliputi keterampilan merencanakan percobaan (eksperimen), mengatur / memanipulasi peralatan, membuat pengukuran dan pengamatan, mencatat dan menyajikan pengamatan dan data,menganalisis data dan menarik kesimpulan, mengevaluasi prosedur, serta mengevaluasi kesimpulan. RSBI yang telah melakukan benchmark dengan kurikulum Cambridge, selain memenuhi standar proses juga harus diperkaya dengan model proses pembelajaran yang diadaptasi atau diadopsi dari kurikulum Cambridge. Proses pembelajaran akan tergambar di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dari hasil observasi yang dilakukan terhadap RPP yang diupload melalui website sekolah di SMA Negeri RSBI se-Jawa Timur, peneliti menemukan adanya perbedaan isi pada komponen RPP dari beberapa RPP yang terkumpul. Adanya perbedaan tersebut mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kecukupan pendekatan keterampilan eksperimental dan investigasi menurut kurikulum Cambridge di dalam RPP biologi yang diupload melalui website sekolah SMAN RSBI se-Jawa Timur. Dari 61 SMA Negeri RSBI se-Jawa Timur, peneliti berhasil mengumpulkan 100 buah RPP biologi dari sekolah SMAN 1 Jember, SMAN 1 Blitar, dan SMAN 4 Malang. Karena keterampilan eksperimental dan investigasi hanya mengacu pada kegiatan belajar dengan kerja praktik, maka peneliti memilih RPP yang kegiatan belajarnya berbasis kerja praktik, didapatkan 28 buah RPP biologi yang kegiatan belajarnya berbasis kerja praktik, secara spesifik 25 RPP dari SMAN 1 Jember, 2 RPP dari SMAN 4 Malang, dan 1 RPP dari SMAN 1 Blitar sebagai sampel penelitian. Penelitian ini terbatas pada analisis dokumen dan menggunakan 7 item penilaian tujuan pembelajaran dan 7 item penilaian langkah- langkah pembelajaran yang diambil dari silabus cambridge sebagai instrumen penelitian. Karakteristik dan fakta tentang RPP didapat dengan cara mengidentifikasi isi masing-masing komponen RPP dan data hasil identifikasi berupa skor/angka. Data tersebut kemudian diolah yang berbentuk persentase dan dinilai berdasarkan kriteria penilaian RPP. Hasil penelitian menunjukkan kecukupan keterampilan eksperimental dan investigasi pada tujuan pembelajaran hanya 1, 07 %, dan dinyatakan sangat kurang, dengan rincian (1) 3 ,21% kecukupan tujuan pembelajaran pada SMAN 1 Jember yang dinyatakan sangat kurang (2) 0 % kecukupan tujuan pembelajaran pada SMAN 1 Blitar yang dinyatakan sangat kurang (3) dan 0 % kecukupan tujuan pembelajaran pada SMAN 4 Malang yang dinyatakan sangat kurang. Untuk langkah-langkah pembelajaran diperoleh persentase kecukupan sebesar 25, 71 % yang dinyatakan kurang baik, dengan rincian (1) 60, 48% kecukupan langkah pembelajaran pada SMAN 1 Jember yang dinyatakan cukup baik (2) 0 % kecukupan langkah pembelajaran pada SMAN 1 Blitar yang dinyatakan sangat kurang (3) dan 16, 67% kecukupan langkah pembelajaran pada SMAN 4 Malang yang dinyatakan sangat kurang. Berdasarkan hasil penelitian ini dan mengacu pada pendekatan eksperimental dan investigasi menurut kurikulum cambridge, peneliti menyarankan untuk beberapa aspek penilaian dalam komponen RPP yang perlu diperbaiki yaitu (a) rumusan tujuan pembelajaran yang tidak mengarah pada keterampilan eksperimental dan (b) pada langkah-langkah pembelajaran, kegiatan pendahuluan yang tidak berisi penjelasan tentang kompetensi yang harus dikuasai, guru tidak mereview materi, dan menuliskan poin-poin penting pada papan tulis, guru tidak menguraikan secara singkat metode dan siswa tidak bertanya tentang prosedur, serta tidak adanya kegiatan diskusi tentang keterampilan yang telah dikembangkan serta diskusi tentang hasil yang diperoleh. Untuk itu peneliti juga menyarankan kepada para guru RSBI untuk (1) memahami ide dasar kurikulum Cambridge dalam pembelajaran sains (2) memahami proses pembelajaran sains menurut silabus Cambridge dan (3) menggunakan ide-ide dasar kurikulum dan pembelajaran menurut silabus Cambridge dalam pembelajaran Biologi.

Analisis kesalahan konsep asam basa pada siswa dan guru kimia RSMABI di kota Malang sertaq upaya perbaikannya dengan strategi konflik kognitif / Iswaning Rahayu

 

Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia. Program Pasca Sarjana, Unversitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Effendy, M.Pd, Ph.D, (II) Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, Ph.D Kata kunci : kesalahan konsep, asam-basa, strategi konflik kognitif Ilmu kimia mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi karena sebagian besar terdiri dari konsep-konsep yang bersifat abstrak. Salah satu materi yang diajarkan di Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional (RSMABI) adalah asam-basa. Kesulitan dalam memahami konsep asam-basa dapat menyebabkan pemahaman yang salah. Pemahaman yang salah ini bila berlangsung secara konsisten dapat menyebabkan kesalahan konsep (misconception). Di RSMABI buku kimia yang digunakan dalam proses pembelajaran ditulis dalam bahasa Inggris. Di samping itu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia digunakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan bahasa Inggris dalam proses pembelajran dapat memberikan kesulitan tersendiri bagi siswa dan dapat menyebabkan kesalahan konsep. Salah satu cara untuk memperbaiki kesalahan konsep adalah dengan penggunaan strategi konflik kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi kesalahan-kesalahan konsep tentang asam-basa siswa RSMABI; (2) untuk mengetahui persentase siswa yang mengalami kesalahan konsep tentang asam-basa yang diidentifikasi dengan menggunakan tes tulis dan wawancara dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris; (3) untuk mengetahui persentase guru kimia yang mengalami kesalahan konsep tentang asam-basa yang diidentifikasi dengan menggunakan tes tulis dan wawancara dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris; (4) untuk mengetahui perbedaan tingkat kesalahan konsep siswa tentang asam-basa yang diidentifikasi dengan menggunakan tes tulis dan wawancara dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (5) untuk mengidentifikasi keefektifan strategi konflik kognitif untuk memperbaiki kesalahan konsep yang dialami siswa tentang asam-basa dibandingkan dengan menggunakan strategi konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan rancangan eksperimen. Rancangan deskriptif digunakan untuk mengetahui jumlah siswa dan guru yang mengalami kesalahan konsep, kesalahan konsep apa saja yang dialami ole siswa dan guru, dan tingkat kesalahan konsep yang terjadi pada siswa dan guru. Rancangan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan strategi konflik kognitif untuk memperbaiki kesalahan konsep siswa. Subyek penelitian ini adalah guru kimia dan siswa pada beberapa RSMABI di Kota Malang. Subyek penelitian ini adalah 76 siswa SMAN 1 dan 67 siswa SMAN 5, 2 orang guru kimia SMAN 1 dan 2 orang guru kimia SMAN 5. Kesalahan konsep siswa dan guru diidentifikasi dengan menggunakan tes tulis pilihan ganda yang diikuti dengan wawancara dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tes pilihan ganda memiliki validitas isi sebesar 97,7% dan koefisien reliabilitas tes yang dihitung dengan rumus Kuder Richardson-20, sebesar 0,82. Setelah identifikasi kesalahan konsep, siswa dibagi dua kelompok. Kelompok pertama, kelas kontrol dilibatkan dalam pembelajaran untuk mengurangi kesalahan konsep asam-basa dengan menggunakan strategi konvensional. Kelas yang lain adalah kelas eksperimen, dilibatkan dalam pembelajaran untuk mengurangi kesalahan konsep asam-basa dengan menggunakan strategi konflik kognitif. Keefektifan strategi konflik kognitif dianalisis dengan menggunakan uji t paired sample t-tes. Hasil-hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Kesalahan-kesalahan konsep tentang reaksi asam-basa yang dialami oleh sedikitnya 30% siswa adalah: (i) Senyawa-senyawa yang mengandung OH seperti CH3COOH dan HCOOH dianggap sebagai basa Arrhenius; (ii) dalam konteks teori asam-basa Bronsted-Lowry siswa menganggap bahwa asam adalah suatu zat yang menghasilkan ion H+ dan basa adalah zat yang menghasilkan ion OH-; (iii) asam konjugasi adalah anion dari asamnya dan basa konjugasi adalah kation dari basanya; (iv) Asam Lewis adalah suatu zat yang mempunyai H+; (v) reaksi asam konjugasi dan basa konjugasi selalu menghasilkan garam; (vi) reaksi antara basa kuat berlebih dan asam kuat tidak menghasilkan garam netral; (vii) reaksi antara asam kuat dan basa kuat dengan berbagai konsentrasi selalu menghasilkan larutan yang netral; (viii) penambahan basa pada larutan buffer akan meningkatkan pH larutan; (ix) reaksi asam kuat dengan basa lemah menghasilkan garam yang bersifat asam karena mengandung anion dari asam kuat. (2) Persentase siswa yang mengalami kesalahan konsep tentang asam-basa yang diidentifikasi dengan tes dan wawancara berbahasa Indonesia adalah 46,9% sementara persentase siswa yang mengalami kesalahan konsep tentang asam-basa yang diidentifikasi dengan tes dan wawancara berbahasa Inggris adalah 44,9%. (3) Tidak ada kesalahan konsep tentang asam-basa pada guru-guru kimia. (4) Tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kesalahan konsep siswa tentang asam-basa yang diidentifikasi dengan tes dan wawancara berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris (5) Strategi konflik kognitif lebih efektif untuk memperbaiki kesalahan konsep siswa tentang asam-basa dibanding strategi konvensional.

Sintesis dan karakterisisasi senyawa diester dari minyak jarak cina (Castor oil) dengan anhidrida propionat / Muhammad Ikhwan Adi Putro

 

Kata kunci : epoksida, diester, minyak jarak cina (Castor oil), pelumas nabati. Minyak jarak cina merupakan trigliserida dengan asam lemak komponen utamanya adalah asam risinoleat. Ikatan rangkap pada asam risinoleat dapat diubah menjadi diester. Senyawa diester merupakan senyawa yang memiliki dua buah gugus ester. Pada penelitian sebelumnya senyawa diester diperoleh minyak kedelai sebagai sumber asam lemak tak jenuh. Sintesis diester dilakukan dengan proses epoksidasi dan dilanjutkan dengan pembukaan cincin epoksida (Sharma et all, 2008). Pada penelitian ini senyawa diester disintesis dari minyak jarak cina melalui reaksi yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis diester dari minyak jarak cina (Castor Oil) melalui reaksi epoksidasi yang dilanjutkan dengan reaksi pemutusan cincin epoksida dengan anhidrida propionat. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah : (1) Pembentukan senyawa epoksida trigliserida minyak jarak cina (Castor Oil) dengan asam peroksi format (asam peroksi format diperoleh dari reaksi asam format dengan hidrogen peroksida), (2) Pembukaan cincin senyawa epoksida menjadi senyawa diester dilakukan dengan menggunakan ahhidrida propionat dengan katalis BF3 dan (3) Karakterisasi senyawa hasil sintesis mengenai indeks bias dan viskositas serta dilakukan identifikasi gugus fungsi dengan menggunakan spektrofotometri infra merah (IR). Hasil penelitian menunjukkan ikatan rangkap dalam minyak jarak cina dapat diubah menjadi gugus diester. Senyawa ini diperoleh dari reaksi epoksidasi minyak jarak cina dengan peroksi format pada suhu 4°C selama 16 jam dan pembukaan cincin dengan anhidrida propionat pada suhu 100°C selama 6 jam. Senyawa diester yang diperoleh memiliki karakter indeks bias 1,47274 (25,1 oC), viskositas 3791 cSt (250C) dan 3335 cSt (400C), serta berat jenis sebesar 0,933 g/mL. Berdasarkan hasil perhitungan viskositas yang telah diperoleh, viskositas diester pada suhu 400C (3335 cSt) memenuhi syarat pelumas roda gigi industri standar AGMA nomer 10.

Potensi serbuk ampas kelapa sebagai adsorden untuk mengadsorpsi ion cd2+ dengan pengaruh ion Cr3+ dan variasi konsentrasi dengan metode kolom / Kunto Wicaksono Dermawan

 

Kata kunci: adsorpsi, Cd2+, Cr3+, konsentrasi, ampas kelapa, metode kolom. Tanaman kelapa merupakan tanaman yang seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Salah satu bagian yang dapat dimanfaatkan adalah ampas kelapa. Ampas kelapa mengandung selulosa 16%, manan 26% dan galaktomanan 61% (Zultiniar, 2009). Pada selulosa dan galaktomanan terdapat situs aktif yang mampu mengikat ion logam berat. Selain situs aktif, ampas kelapa juga memiliki memiliki pori yang dapat menjebak ion logam berat sehingga ampas kelapa dapat digunakan sebagai adsorben. Ion Cd2+ termasuk ion logam berat sehingga kemungkinan dapat diadsorpsi oleh serbuk ampas kelapa. Sistem adsorpsi dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain ion pengganggu dan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh variasi konsentrasi terhadap adsorpsi ion Cd2+ oleh serbuk ampas kelapa dengan metode kolom, 2) mengetahui pengaruh ion pengganggu Cr3+ oleh serbuk ampas kelapa dengan metode kolom, 3) mengetahui potensi serbuk ampas kelapa sebagai adsorben. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dan dilakukan di Laboratorium Penelitian Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode kolom dengan serbuk ampas kelapa sebagai adsorben dan aquades sebagai eluen. Serbuk ampas kelapa yang digunakan berasal dari ampas kelapa yang dikeringkan pada suhu 100°C selama 1 jam lalu dihaluskan dan diayak dengan ukuran 40-50 mesh. Serbuk ampas kelapa kemudian dihilangkan kandungan minyaknya dengan cara disoxhlet dengan pelarut n-heksana. Kedalam kolom yang terbuat dari buret dimasukkan serbuk ampas kelapa. Selanjutnya 50 mL adsorbat dielusikan ke dalam kolom. Variasi konsentrasi Cd2+ adalah 5, 10 dan 15 ppm. Variasi konsentrasi ion Cr3+ masing-masing adalah 5, 10 dan 15 ppm dengan konsentrasi ion Cd2+ tetap, yaitu 10 ppm. Eluen dalam kolom dibiarkan selama 5 menit kemudian dialirkan. Eluat yang keluar dari kolom ditampung tiap 25 mL, sehingga didapatkan 2 fraksi. Sebelum dan sesudah proses adsorpsi, konsentrasi ion Cd2+ diukur dengan SSA. Dari hasil penelitian didapat: 1) Penambahan konsentrasi ion Cd2+ terhadap proses adsorpsi ion Cd2+ oleh adsorben serbuk ampas kelapa dengan metode kolom meningkatkan persentase ion Cd2+ teradsorpsi pada fraksi I, sedangkan pada fraksi II persentase ion Cd2+ teradsorpsi menurun, 2) Penambahan konsentrasi ion Cr3+ terhadap proses adsorpsi ion Cd2+ oleh adsorben serbuk ampas kelapa dengan metode kolom dapat menurunkan persentase ion Cd2+ teradsorpsi, tetapi baik pada fraksi I maupun fraksi II penurunannya tidak terlalu signifikan, 3) Serbuk ampas kelapa berpotensi sebagai adsorben untuk menurunkan kadar Cd2+ dengan kandungan ion Cd2+ dibawah 0,01 mg/L.

Pengembangan panduan pelatihan keterampilan mengelola perasaan siswa SMP / Denok Setiawati

 

Kata Kunci: Panduan, keterampilan mengelola perasaan, pembelajaran berbasis pengalaman Keterampilan mengelola perasaan sangat penting bagi siswa SMP, karena siswa SMP bisa digolongkan pada kategori remaja. Masa remaja dianggap sebagai periode “Badai dan Tekanan”. Disebut sebagai periode “badai dan tekanan” karena pada masa ini remaja mengalami ketegangan emosi sebagai akibat dari perubahan fisik dan pembesaran kelenjar. Meningginya emosi terjadi karena mereka berada di bawah tekanan sosial dan menghadapi kondisi baru, sedangkan selama masa kanak-kanak ia kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan-keadaan itu. Persiapan diri yang kurang terhadap perubahan yang cepat dan dramatis sangat memungkinkan memicu terjadinya masalah- masalah yang serius.Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keterampilan mengelola perasaan siswa adalah dengan membuat panduan pelatihan keterampilan mengelola perasaan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan panduan pelatihan keterampilan mengelola perasaan yang memenuhi kriteria keberterimaan dan menghasilkan panduan pelatihan keterampilan mengelola perasaan yang teruji efektif untuk meningkatkan keterampilan mengelola perasaan siswa SMP. Desain penelitian mengadaptasi prosedur Borg & Gall (1983) yang dikemas dalam tiga tahapan yaitu tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap uji coba. Tahap studi pendahuluan, meliputi asesmen kebutuhan dan studi literatur. Tahap pengembangan menghasilkan draf panduan panduan pelatihan keterampilan mengelola perasaan. Tahap uji coba terdiri dari tiga uji yakni uji lapangan awal, uji coba lapangan dan uji pelaksanaan lapangan. Analisis efektifitas menggunakan uji statistik Mann-Whitney dan analisis rubrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panduan keterampilan mengelola perasaan telah memenuhi kriteria keberterimaan baik berdasarkan hasil uji lapangan awal maupun hasil uji coba lapangan. Uji pelaksanaan lapangan dilakukan dengan desain pretest-posttest control group design dengan 16 subyek memberikan nilai p-value 0.033 untuk keterampilan mengelola perasaan malu, p-value 0.040 untuk keterampilan mengelola perasaan takut dan p-value 0.023 untuk keterampilan mengelola perasaan bersalah. Semua hasil menunjukkan bahwa p-value kecil dari α0,05, maka Ho: η1≤ η2 ditolak. Artinya ada perbedaan yang singnifikan keterampilan mengelola perasaan subyek penelitian antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Rubrik siswa juga menunjukkan perbedaan tingkat keterampilan mengelola perasaan siswa antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Hasilnya tingkat keterampilan subyek penelitian kelompok eksperimen lebih tinggi daripada tingkat keterampilan mengelola perasaan kelompok kontrol. Dengan demikian, panduan pelatihan keterampilan mengelola perasaan siswa SMP dapat dijadikan panduan oleh konselor untuk meningkatkan keterampilan mengelola perasaan siswa. Selain itu perlu ada penelitian lebih lanjut dengan melibatkan sampel yang lebih luas agar semakin banyak siswa yang terampil mengelola perasaannya.

Pengembangan bahan ajar model praktikum akuntansi koperasi materi pencatatan bukti-bukti transaksi bagi mahasiswa program studi pendidikan ekonomi FKIP Universitas Jember / Titin Kartini

 

. Tesis, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mit Witjaksono, MS.Ed., (II) Dr. Dyah Aju Wardhani, M.Si,Ak. Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, model praktikum, akuntansi koperasi, pencatatan bukti-bukti transaksi. Mata kuliah akuntansi koperasi adalah mata kuliah program studi, dimana tujuan akhir dari mata kuliah ini adalah mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menguasai materi kuliah secara baik tentang permasalahan yang dihadapi dalam akuntansi koperasi serta mampu mempraktekkan siklus akuntansi dalam suatu koperasi. Buku teks maupun modul yang selama ini digunakan sebagai acuan dalam perkuliahan sebatas pada konsep teoritis saja, belum menekankan pada praktik nyata. Dikarenakan belum tersedianya referensi aplikatif tentang praktikum akuntansi koperasi, sehingga disusunlah alternatif bahan ajar yang relevan. Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimanakah pengembangan bahan ajar model praktikum akuntansi koperasi yang valid, praktis dan efektif bagi mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Jember dalam menyelesaikan pencatatan siklus akuntansi koperasi berdasarkan bukti transaksi?, sejalan dengan pertanyaan penelitian tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar model praktikum Akuntansi Koperasi yang valid, praktis dan efektif bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jember dalam menyelesaikan pencatatan siklus akuntansi koperasi berdasarkan bukti transaksi. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran ini adalah Model Thiagarajan yang lebih dikenal dengan Model 4-D, yang terdiri dari: (1) Tahap Define (Pendefinisian), (2) Tahap Design (Perancangan), (3) Tahap Develop (pengembangan) dan (4) Tahap Disseminate (Penyebaran). Untuk mendukung pengembangan bahan ajar dalam tahap Design (perancangan) dikembangkan draf awal bahan ajar yang berupa lembar kerja mahasiswa dan dikembangkan pula instrumen penelitian yang berupa: (1) lembar validasi LKM, (2) lembar validasi evalusi, (3) Lembar Observasi LKM, (4) lembar observasi aktivitas mahasiswa, (5) angket penilaian mahasiswa dalam uji keterbacaan dan (6) angket respon mahasiswa. Tahap Develop (pengembangan) memuat uji coba produk yang meliputi (1) uji validasi untuk menilai kevalidan LKM, (2) uji keterbacaan dan (3) uji lapangan untuk menilai kepraktisan dan keefektifan LKM. Hasil uji validasi dua validator terhadap LKM adalah sebesar 3,43 dan hasil uji validasi terhadap evaluasi adalah sebesar 3,18. Berdasarkan kriteria kevalidan termasuk kategori valid. Hasil uji keterbacaan, mahasiswa menyatakan bahwa LKM dapat mempermudah dan membantu pemahaman mahasiswa dalam belajar akuntansi koperasi. Sedangkan hasil uji lapangan untuk kepraktisan bahan ajar, rata-rata dari dua pertemuan diperoleh 3,5 yang termasuk dalam kategori tinggi dengan kata lain bahan ajar model praktikum adalah praktis. Untuk keefektifan bahan ajar meliputi (1) penguasaan materi melalui tes, (2) aktivitas mahasiswa dan (3) respon mahasiswa. Penguasaan materi siklus akuntansi khususnya pada tahap pencatatan yang diperoleh dari skor pretes dan postes, dengan taraf signifikan 5%, rata-rata skor pretes dan postes berbeda nyata dengan signifikan 0,000 yaitu rata-rata pretes 60,23 dengan simpangan baku 14,96 dan postes 76,63 dengan simpangan 9,89. Hasil rata-rata kedua pertemuan aktivitas tiap jenis kegiatan masuk kriteria efektif yaitu antara 10 – 20)% kecuali untuk jenis kegiatan ke-7 (aktivitas mahasiswa yang tidak relevan dengan pembelajaran) antara (0–5)%. Sedangkan hasil angket respon mahasiswa (1) terhadap desain LKM diperoleh lebih sebesar 90,4%, terhadap isi LKM sebesar 92,8%, terhadap implikasi LKM sebesar 91% dan terhadap dampak LKM sebesar 95,5%. Dengan demikian bahan ajar dapat dikatakan efektif. Kekuatan bahan ajar yang telah disusun adalah (1)LKM disusun sistematis untuk digunakan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran, sehingga dosen dan mahasiswa mudah untuk menggunakannya; (2) Bahan ajar ditulis untuk kepentingan mahasiswa sehingga strukturnya disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa hal ini dapat dibuktikan dengan besarnya rata-rata prosentase respon mahasiswa terhadap desain, isi, implikasi maupun dampak LKM rata-rata melebihi 80% dari subjek yang diteliti memberikan respon positif. (3) LKM mencantumkan dan menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga dalam memandu mahasiswa dalam melakukan aktivitas belajar; (4) LKM disusun dengan penciptaan tugas didalamnya sehingga memberi kesempatan mahasiswa untuk berlatih mengerjakan latihan soal secara mandiri atau secara berkelompok. Sedangkan kelemahan bahan ajar ini adalah (1) LKM disusun terbatas hanya pada materi siklus akuntansi koperasi khususnya pada tahap pencatatan (recording) (2) LKM disusun berdasarkan pada karakteristik mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jember sehingga keberadaannya juga sesuai dengan karakteristik mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jember; (3) Transaksi pada LKM bersifat terbatas, tidak semua jenis transaksi disajikan pada lembar kerja mahasiswa.

Kemampuan rasio keuangan dalam memprediksi peringkat obligasi / Meytha Wedhasari

 

Kata Kunci: Rasio Keuangan, Peringkat Obligasi, Teknik Diskriminan Peringkat obligasi merupakan suatu alat informasi dalam menganalisis skala resiko obligasi yang diperdagangkan. Skala ini menunjukan tingkat keamanan suatu obligasi. Keamanan ini ditunjukan oleh kemampuan dalam membayar bunga dan pelunasan pokok pinjaman. Agen pemeringkat dalam menentukan pemeringkat suatu obligasi dipengaruhi oleh beberapa kriteria salah satu diantaranya adalah rasio keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bukti empiris rasio keuangan yang dapat membedakan peringkat obligasi antara perusahaan investment grade dan non-investment grade, serta memperoleh model prediksi peringkat obligasi yang dapat menilai secara tepat. Rasio keuangan yang digunakan untuk memprediksi peringkat obligasi adalah rasio likuiditas, rasio leverage, rasio solvabilitas dan rasio cakupan. Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan yang mengeluarkan obligasi dan memiliki peringkat obligasi di PT. Pefindo. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling. Sejumlah 28 perusahaan dalam periode 2008- 2009 yang memenuhi kriteria. Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik diskriminan dengan model stepwise. Teknik diskriminan digunakan karena sesuai dengan karakteristik variabel dependen yaitu peringkat obligasi yang merupakan skala ordinal. Stepwise pada teknik diskriminan digunakan karena model ini dapat membentuk suatu fungsi dari variabel terbaik. Hasil dari penelitian ini adalah (1) variabel bebas berupa rasio keuangan (likuiditas, solvabilitas, leverage, dan cakupan bunga) terbukti dapat membedakan kategori peringkat obligasi antara investment grade (AAA, AA, A dan BBB) dengan non investment grade (BB, B, CCC dan D), (2) rasio keuangan yang dapat digunakan sebagai model adalah rasio likuiditas dengan proksi rasio lancar dan rasio leverage dengan proksi kewajiban jangka panjang/ total aktiva, tingkat ketepatan dari model prediksi yang terbentuk adalah sebesar 82,1%. Kemudian model ini digunakan untuk memprediksi peringkat obligasi dari 18 perusahaan pada Triwulan I tahun 2011. Terbukti model ini dapat memprediksi sebesar 83,3%. Saran yang dapat diberikan adalah: (1) untuk peneliti selanjutnya dapat menambahkan rasio keuangan lain agar kemampuan prediksi dapat lebih tinggi dan disarankan untuk menggunakan laporan keuangan triwulan sehingga dapat dihasilkan penelitian yang lebih akurat.(2) Kreditur sebaiknya memperhatikan posisi keuangan perusahaan karena laporan keuangan perusahaan terbukti mampu memprediksi tingkat keamanan obligasi. (3) Sebelum calon kreditur memberikan kredit kepada perusahaan sebaiknya melihat keadaan keuangan perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan. (4) Hendaknya pihak perusahaan dapat meningkatkan atau memperbaiki kinerja keuangannya karena kinerja keuangan digunakan sebagai bahan pertimbangan investasi oleh investor.

Pengaruh kinerja keuangan perbankan berdasarkan analisis camels terhadap harga saham (Pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode tahun 2008-2009) / Yulianing Wiharti

 

Kata kunci: Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, Return on Asset, Loan to Deposit Ratio, Harga Saham. Lembaga perbankan merupakan salah satu tulang punggung perekonomian di Indonesia sebagai lembaga pemberi kredit bagi masyarakat. Krisis yang melanda Indonesia menyebabkan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan. Oleh karena itu, perbaikan-perbaikan kinerja perlu dilakukan. Kinerja yang baik akan dapat menarik minat investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut, sehingga dapat meningkatkan harga saham. Kinerja keuangan dapat diukur dengan menggunakan rasio keuangan dan untuk menilai kinerja perusahaan perbankan umumnya digunakan enam aspek penilaian, yaitu : 1) capital; 2) assets; 3) management; 4)earnings; 5)liquidity; 6) sensitivity to market risk, yang biasa disebut CAMELS.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar CAR, NPL, ROA dan LDR dapat mempengaruhi besarnya harga saham baik secara parsial maupun simultan. Populasi yang digunakan adalah semua perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI selama tahun 2008-2009. Dari populasi tersebut terpilih 28 perusahaan sebagai sampel yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan cara dokumentasi data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan Indonesian Capital Market Directory dan Laporan Pengawasan Perbankan. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda dengan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh positif CAR dan ROA terhadap harga saham. Sedangkan perputaran NPL dan LDR berpengaruh negatif terhadap harga saham. Berdasarkan penelitian ini maka disarankan pada peneliti lebih lanjut untuk menambah variabel bebas lain yang memberikan kontribusi terhadap perubahan variabel harga saham. Selain itu peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah sumber data yang digunakan dalam penelitian seperti laporan keuangan tahunan yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Pengaruh penerimaan kredit modal kerja (KMK), dinamika lingkungan, serta tingkat penggunaan teknologi terhadap kinerja UMKM kota malang / Rendhi Dwi Putra Utama

 

Kata kunci: Kredit Modal Kerja, Dinamika Lingkungan, Tingkat Penggunaan Teknologi, dan Kinerja. Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi sektor unggulan untuk pengembangan ekonomi daerah. Perwujudan nyata dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan daerah ialah dengan pelaksanaan ekonomi kerakyatan. Salah satu bentuk ekonomi kerakyatan yakni dengan menempatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai dasar kehidupan ekonomi. Namun dalam perkembangannya, UMKM belum menjalankan fungsi dan peranannya dalam memberikan kontribusi pada pertumbuhan eknonomi sehingga masih kalah dibandingkan sektor lain. Upaya yang dapat ditempuh untuk menjaga konsistensi kinerja UMKM ialah melalui bantuan dari pemerintah berupa peningkatan pemberian kredit modal kerja, dinamika lingkungan, dan tingkat penggunaan teknologi untuk meningkatkan kinerja UMKM. Jenis dari penelitian ini adalah deskriptif explanatory. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: pengaruh pemberian kredit modal kerja, dinamika lingkungan dan tingkat penggunaan teknologi baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja UMKM, serta untuk mengetahui variabel yang dominan mempengaruhi kinerja UMKM Kota Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UMKM Kota Malang yang berjumlah 146 yang didapat dari hasil publikasi BPS Kota Malang. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan menggunakan  = 10%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 50 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan sampel proporsi untuk menentukan jumlah sampel yang diambil dari masing-masing kecamatan di Kota Malang yang akan di teliti. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Proses pengolahan data menggunakan software SPSS 17 for Windows. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara pemberian kredit modal kerja (X1), dinamika lingkungan (X2) dan tingkat penggunaan teknologi (X3) secara parsial terhadap kinerja UMKM (Y) dengan nilai 1 = 0,372 dan sig t = 0.000; 2 = 0,516 dan sig t = 0.000; 3 = 0,558 dan sig t = 0.000. Terdapat pengaruh antara pemberian kredit modal kerja (X1), dinamika lingkungan (X2) dan tingkat penggunaan teknologi (X3) secara simultan terhadap kinerja UMKM (Y) dengan nilai Fhitung sebesar 59,216 dengan tingkat signifikansi 0.000. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja UMKM adalah dinamika lingkungan dengan nilai sumbangan efektif sebesar 47,6 %. Selain itu, dalam diketahui pula bahwa Adjusted R square memiliki nilai sebesar 0,781 ini berarti bahwa variabel pemberian kredit modal kerja, dinamika lingkungan dan tingkat penggunaan teknologi secara bersama-sama mempengaruhi kinerja UMKM sebesar 78,1%, sedangkan sisanya sebesar 21,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh antara variabel pemberian kredit modal kerja terhadap kinerja UMKM, variabel dinamika lingkungan terhadap kinerja UMKM dan tingkat penggunaan teknologi terhadap kinerja UMKM. Sedangkan secara simultan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian kredit modal, dinamika lingkungan dan tingkat penggunaan teknologi terhadap kinerja UMKM. Sedangkan variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja UMKM adalah dinamika lingkungan. Saran dalam penelitian ini adalah: (1). Penerimaan kredit modal kerja yang disalurkan kepada pihak UMKM diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal dan melakukan perencanaan melalui pengelolaan keuangan perusahaan. (2). Pihak UMKM diharapkan mampu mengidentifikasi dinamika lingkungan dengan cermat dan perlunya asosiasi/perkumpulan perusahaan yang bergerak dibidang yang sama. (3). Dalam menerapan teknologi atau penggunaan peralatan produksi harus memperhatikan efektivitas penggunaan. (4).Secara simultan adanya pengaruh antara penerimaan kredit modal kerja (KMK),dinamika lingkungan dan tingkat penggunaan teknologi terhadap kinerja UMKM diharapkan pihak UMKM bisa memaksimalkan ketiga variabel tersebut dalam meningkatkan kinerja perusahaan. (5).Perlu adanya upaya-upaya dari lembaga keuangan atau bank untuk membina UMKM. (6).Perlu adanya peran serta pemerintah selaku pembuat kebijakan untuk lebih intensif dalam memperhatikan UMKM.

Perbedaan hasil belajar sejarah siswa kelas X SMA Taman Madya Malang antara pembelajaran kontekstual melalui peta konsep dan pembelajaran konvensional / Nana Sugiarti

 

Kata kunci: pembelajaran kontekstual, peta konsep, hasil belajar. Mata pelajaran sejarah adalah mata pelajaran yang menanamkan pengetahuan dan nilai-nilai mengenai proses perkembangan masyarakat di Indonesia dan dunia pada masa lampau hingga kini. Fakta, peristiwa, konsep dan generalisasi yang terdapat dalam mata pelajaran sejarah berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan nilai, sikap peserta didik agar dapat direfleksikan dalam kehidupan bermasyrakat, berbangsa dan bernegara. di SMA Taman Madya pembelajaran sejarah masih dilakukan secara konvensional yaitu ceramah, sehingga dalam pembelajaran sejarah prestasi belajar siswa kurang memuaskan. Penggabungan pembelajaran kontekstual melalui peta konsep akan memudahkan siswa, bila konsep-konsep baru dikaitkan pada konsep yang lebih inklusif. Peta konsep juga dapat memberi gambaran visual tentang materi pelajaran yang dapat membantu siswa untuk mengingatkan dan melihat keterkaitan antar konsep serta menjadikan siswa aktif untuk berfikir dan memecahkan suatu masalah. Untuk meningkatkan hasil belajar serta pemahaman siswa di SMA Taman Madya dilakukan penelitian pembelajaran kontekstual melalui peta konsep. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual melalui teknik peta konsep pada siswa kelas X SMA Taman Madya, (2) Apakah ada perbedaan hasil belajar sejarah antara siswa yang di ajar menggunakan pendekatan kontekstual melalui pendekatan teknik peta konsep dengan siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan konvensional pada siswa kelas X SMA Taman Madya. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan pendekatan kontekstual melalui teknik peta konsep pada siswa kelas X SMA Taman Madya, (2) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sejarah antara siswa yang di ajar menggunakan pendekatan kontekstual melalui teknik peta konsep dengan siswa yang di ajar dengan menggunakan pendekatan konvensional pada siswa kelas X SMA Taman Madya. Di dalam penelitian ini, untuk mengatasi permasalahan di atas maka dilakukan penelitian kuantitatif ekperimen semu. Populasinya adalah siswa kelas X SMA Taman Madya Malang. Objek penelitian adalah 48 siswa yaitu kelas XA sebagai kelas kontrol dan kelas XB sebagai kelas eksperimen. Data berupa hasil belajar dikumpulkan melalui tes hasil belajar sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kognitif kelas kontrol 72,75 dan rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 83,17. Hal ini menunjukkan kelas yang diajar dengan pendekatan kontekstual melalui peta konsep lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelas yang diajar dengan metode konvensional. Hasil Uji t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran kontekstual melalui peta konsep dan pembelajaran konvensional yaitu bahwa thitung dan P-Value pada uji t 2 sampel independent ini berturut-turut sebesar 3.840dan 0.000, karena |thitung| > ttabel dan pvalue < maka dapat disimpulkan dengan tingkat kepercayaan 95% bahwa prestasi belajar sejarah siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan siswa di kelas kontrol dengan metode konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan dapat menambah inspirasi bagi guru dalam desain pembelajaran di kelas dan peneliti lain dapat melakukan penelitian peta konsep yang lebih menarik lagi dengan variasi metode dan media yang berbeda, lebih mengembangkan instrument penelitian serta dengan sampel yang lebih luas lagi.

Studi kasus tentang penanganan anak kreatif di Taman Indria Dampit / Dian Jales Vevanti

 

Kata Kunci : Studi Kasus Tentang Penganan Anak Kreatif. Taman kanak-kanak merupakan lembaga pendidikan anak usia dini antara usia 4 sampai 6 tahun. Perkembangan kecerdasaan anak pada usia ini mencapai 80% dari perkembangan kecerdasan secara menyeluruh (sampai dewasa). Anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya perkembangan sebuah potensi anak. Pembelajaran yang dilakukan hendaknya efektif, efisien, dan menyenagkan. Keefektifan itu bias terjadi pada aspek kreatifitas. Kreatifitas merupakan perilaku seorang yang mempunyai kemampuan/ menciptakan sesuatu yang memiliki daya cipta yang tinggi. Kreatifitas merupakan potensi mental yang ada pada individu yang memiliki motivasi tinggi, rasa ingin tahu, dan imajinasi. Seseorang bias dikatakan kreatif apabila dia selalu mencari menemukan jawaban, dengan kata lain dia senang memecahkan suatu masalah. Mereka juga memiliki sikap yang lentur (fleksibel) tidak penurut tidak dogmatis suku mengekspresikan diri dan bersifat natural (asli) Identifikasi masalah untuk mendapatkan informasi tentang kreatifitas yang dialami siswa, kami menggunakan beberapa langkah yaitu dengan cara: Melakukan pengamatan terhadap siswa yang dianggap kreatif di Tk Taman Indria Dampit pada saat KBM, mempelajari setiap aspek perkembangan anak, dan mempelajari data siswa dengan cara observasi dan wawancara. Anak didapatkan memiliki kreatifitas yang cukup tinggi karena banyak menghasilkan sesuatu yang berbeda dengan teman-temannya. Hasil yang didapatkanpun cukup memuaskan. Berusaha untuk memberikan perhatian dan pendekatan pada anak. Diperlukan banyaknya dukungan dan ujian terhadap hasil karya anak apaun bentuknya.

Pengaruh iklan televisi terhadap keputusan pembelian melalui brand recognition menggunakan kartu IM3 (Studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Jefri Hari Prasetya

 

Kata Kunci: iklan televisi, keputusan pembelian, brand recognition, kartu im3 IM3 adalah sebuah merek produk kartu yang berada dibawah kendali PT.Indosat. Kartu IM3 ini banyak digunakan oleh para mahasiswa untuk keperluan berkomunikasi dengan menggunakan telepon genggam. Gencarnya iklan di media televisi tidak dapat di pungkiri dapat membuat konsumen untuk mengenal merek tersebut bahkan dapat mempengaruhi seseorang yang melihat iklan tersebut untuk membeli produk yang di iklankan tersebut. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan sebuah penelitian mengenai hubungan iklan televisi terhadap keputusan pembelian melalui brand recognition tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya pengaruh iklan televisi dengan brand recognition, brand regognition dengan keputusan pembelian, iklan televisi dengan keputusan pembelian dan pengaruh tidak langsung antara iklan televisi dengan keputusan pembelian melalui brand recognition. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian explanatory research dengan menggunakan metode survei. Dalam penelitian ini digunakan analisis jalur. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Strata-1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, dan jumlah sample dalam penelitian ini adalah 150 responden yang pernah menonton iklan kartu IM3 dan juga pernah atau sedang menggunakan kartu IM3. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data diambil selama bulan Februari 2011 dengan menggunakan kuisioner. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut : (1) iklan televisi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap brand rocognition. (2) iklan televisi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. (3) brand recognition mempunyai yang signifikan terhadap keputusan pembelian. (4) iklan televisi mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap keputusan pembelian melalui brand recognition.

Hubungan keterampilan supervisi pengajaran, iklim organisasi sekolah dan motivasi kerja dengan kinerja guru TK di kota Malang / Abdul Huda

 

Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: ( I ) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd., ( II ) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd. Kata kunci: ketrampilan supervisi pengajaran, iklim organisasi sekolah, motivasi kerja, kinerja guru Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) sebagai salah satu lembaga pendidikan anak usia dini memiliki tanggung jawab meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan sumber daya manusia. Diantaranya kualitas guru yakni kinerja guru menjadi sangat penting untuk dikaji secara berkesinambungan. Dalam organisasi manapun kinerja merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam rangka mencapai tujuan organisasi termasuk organisasi di bidang pendidikan. Untuk mencapai tujuan pendidikan seperti yang diharapkan, maka kualitas pendidikan perlu ditingkatkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan serta tersedianya dana yang memadai. Dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya, kepala sekolah diharapkan memiliki ketrampilan supervisi pengajaran untuk membimbing para guru sebagai bawahannya. Artinya apabila seorang kepala sekolah menginginkan tanggung jawab hasil kerja dapat terpenuhi dengan baik, maka harus menerapkan kepemimpinannya yang tepat, menciptakan iklim sekolah yang kondusif dan memotivasi para guru untuk melakukan kegiatan sekolah menuju tujuan yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) ketrampilan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah, iklim organisasi sekolah, motivasi kerja dan kinerja guru Taman Kanak-kanak di kota Malang; serta untuk mengetahui hubungan antara variabel penelitian yaitu: (2) ketrampilan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah sekolah dengan kinerja guru; (3) iklim organisasi sekolah dengan kinerja guru; (4) motivasi kerja dengan kinerja guru; dan (5) ketrampilan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah, iklim organisasi sekolah dan motivasi kerja dengan kinerja guru TK di kota Malang; kemudian (6) untuk mengetahui besar sumbangan efektif ketrampilan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah, iklim organisasi sekolah dan motivasi kerja dengan kinerja guru TK di kota Malang. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen angket model tertutup yang dikembangkan oleh peneliti dalam bentuk rating scale. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi ganda untuk uji hipotesis dengan bantuan komputer program analisis statistik SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat ketrampilan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah berkategori baik dan kinerja guru TK di kota Malang berkategori baik, sedangkan iklim organisasi sekolah, motivasi kerja berkategori sangat baik, dan kinerja guru berkategori sangat baik. (2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketrampilan supervisi pengajaran dengan kinerja guru, (3) terdapat hubungan yang signifikan antara iklim organisasi sekolah dengan kinerja guru, (4) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja guru, (5) terdapat hubungan yang signifikan antara ketrampilan supervisi pengajaran, iklim organisasi sekolah dan motivasi kerja dengan kinerja guru TK di kota Malang, (6) sumbangan efektif ketrampilan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah, iklim organisasi sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru TK di kota Malang sebesar 13,30%, sedangkan sisanya 87,70% adalah besar sumbangan efektif yang berasal dari berbagai faktor atau variabel lain yang tidak termasuk dalam persamaan model regresi yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan: (1) kepada kepala sekolah TK di kota Malang tetap meningkatkan kemampuannya dengan mengkaji dan diskusi tugas dan fungsi antar kepala sekolah khususnya yang berkaitan dengan ketrampilan supervisi pengajaran yang tepat sehingga pembelajaran di TK dapat berlangsung sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak usia TK, (2) guru, staf tata usaha bersama-sama dengan kepala sekolah perlu meningkatkan lagi upaya menciptakan iklim sekolah yang lebih kondusif, membangun motivasi kerja serta kinerja yang tinggi sehingga mutu pendidikan TK di kota Malang semakin lebih baik, (3) Dinas Pendidikan Kota Malang disarankan agar melakukan pembinaan dan berbagai pelatihan kesupervisian terhadap para kepala sekolah TK di kota Malang, serta pembinaan terhadap para guru TK dalam meningkatkan motivasi kerjanya (4) Wali Kota Malang disarankan agar dalam pengangkatan kepala sekolah hendaknya dilaksanakan secara lebih selektif yang didasarkan atas kriteria kompetensi profesional yang harus dimiliki oleh kepala sekolah, serta (5) kepada peneliti lain disarankan agar menjadikan hasil analisis dan temuan penelitian ini sebagai bahan perbandingan untuk dikaji ulang serta dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan atau menghubungkan variabel kinerja guru dengan variabel-variabel lain yang belum tercakup dalam penelitian ini sehingga diperoleh gambaran yang lebih komprehensif bagi pengembangan teori dan praktik manajemen pendidikan Taman Kanak-kakak (TK).

Stres kerja dan keputusan kerja sebagai pemediasi pengaruh konflik peran terhadap komitmen oragnisasi (Studi pada karyawan bagian produksi PR. Gudang Sorgum Malang) / Yulian Dwi Cahyana

 

Kata kunci : Konflik Peran, Stres Kerja, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Organisasi Adanya berbagai macam perkembangan dalam bidang manajemen, maka adalah rasional untuk menduga akan timbulnya perbedaan pendapat, keyakinan-keyakinan serta ide-ide. Konflik berarti adanya oposisi / pertentangan pendapat antara orang-orang, kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi. Dalam melaksanakan kewajiban dan tugasnya, seorang karyawan tentu menghadapi banyak permasalahan yang dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang melampaui kemampuan individu tersebut, maka dikatakan individu itu mengalami konflik peran dan stres kerja. Dengan demikian stres ini merupakan tantangan yang harus di kelola dengan baik oleh karyawan, agar tidak mengganggu segala aktivitas pekerjaan. Selain itu konflik dan stres juga akan berdampak pada kepuasan kerja karyawan yang mana berdampak pada tingkat komitmen organisasi karyawan. Tingkat stres yang rendah akan menghasilkan kepuasan kerja yang tinggi, merasa bahwa pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan yang diharapkan, dan menghasilkan komitmen organisasi yang tinggi. Semakin tinggi kepuasan kerja dan komitmen terhadap organisasi akan menghasilkan rendahnya kecenderungan untuk pergi dari perusahaan atau setia dengan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara: (1) Deskripsi konflik peran, stres kerja, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi PR. Gudang Sorgum Malang; (2) Pengaruh langsung konflik peran terhadap stres kerja karyawan pada PR. Gudang Sorgum Malang; (3) Pengaruh langsung konflik peran terhadap kepuasan kerja karyawan pada PR. Gudang Sorgum Malang; (4) Pengaruh langsung stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PR. Gudang Sorgum Malang; (5) Pengaruh langsung stres kerja terhadap komitmen organisasi karyawan pada PR. Gudang Sorgum Malang; (6) Pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi karyawan pada PR. Gudang Sorgum Malang; (7) Pengaruh secara tidak langsung konflik peran terhadap kepuasan kerja melalui stres kerja karyawan pada PR. Gudang Sorgum Malang; (8) Pengaruh tidak langsung stres kerja terhadap komitmen organisasi karyawan melalui kepuasan kerja karyawan pada PR. Gudang Sorgum Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Populasi yang dipilih adalah karyawan PR. Gudang Sorgum Malang yang sejumlah 160 orang, dengan jumlah sampel yang menjadi respondennya adalah 114 karyawan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur (path analysis). Pengambilan data primer dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa angket atau kuesioner. Instrumen penelitian tersebut menggunakan skala Likert dengan 5 skala pengukuran. Tujuan penelitian ini diwujudkan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif guna menggetahui gambaran masing-masing variabel konflik peran, stres kerja, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows Release 16.00, untuk proses pengolahan data dan analisis jalur (path analysis). Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1). Terdapat pengaruh secara langsung positif yang signifikan konflik peran terhadap stres kerja karyawan pada PR. Gudang i Sorgum Malang sebesar 0,298, (2). Terdapat pengaruh secara langsung negatif yang signifikan konflik peran terhadap kepuasan kerja karyawan pada PR. Gudang Sorgum Malang sebesar -0,125, (3). Terdapat pengaruh secara langsung negatif yang signifikan stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PR. Gudang Sorgum Malang sebesar ¬0,824, (4). Terdapat pengaruh secara langsung negatif yang signifikan stres kerja terhadap komitmen organisasi karyawan pada PR. Gudang Sorgum Malang sebesar ¬0,375, (5). Terdapat pengaruh secara langsung positif yang signifikan kepuasan terhadap komitmen organisasi karyawan pada PR. Gudang Sorgum Malang sebesar 0,298, (6). Terdapat pengaruh secara tidak langsung negatif yang signifikan konflik peran terhadap kepuasan kerja karyawan melalui stres kerja pada PR. Gudang Sorgum Malang sebesar ¬0,371, dan (7). Terdapat pengaruh secara tidak langsung negatif yang signifikan stres kerja terhadap komitmen organisasi karyawan melalui kepuasan kerja pada PR. Gudang Sorgum Malang sebesar -0,621. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Agar konflik peran tidak sering terjadi kepada karyawan, maka seharusnya manajemen perusahaan lebih memperhatikan proses pekerjaan yang dilakukan karyawannya, dengan menyeimbangkan antara harapan-harapan peran yang diinginkan dengan kinerja peran yang dirasakan. (2) Untuk mengurangi stres kerja yang terjadi pada karyawan sebaiknya manajemen memperhatikan dan mengantisipasi faktor¬faktor yang bisa memicu timbulnya stres kerja, seperti emosi, kegerahan, frustasi, perasaan tegang, kehilangan selera makan, tidak bisa tidur, perut sakit dan jantung berdetak lebih cepat yang diakibatkan oleh pekerjaan. (3) Agar dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan, maka manajemen perlu juga memperhatikan faktor-faktor seperti jaminan keselamatan kerja, keadaan fisik (pencahayaan dan ventilasi), tunjangan penyerta (bonus dan komisi), pembayaran gaji, pengakuan atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik, kebebasan yang didapatkan untuk mengerjakan yang terbaik, peluang adanya kenaikan posisi dari posisi awal bekerja disini, dan pekerjaan yang dilakukan. (4) Agar dapat meningkatkan komitmen organisasi karyawan, maka manajemen perlu juga memperhatikan faktor-faktor identifikasi, kesetiaan, dan keterlibatan dalam perusahaan. Perusahaan juga harus memperhatikan konflik yang terjadi oleh karyawan, tingkat stres yang dialami karyawan, serta kepuasan kerja seorang karyawan, yang mana dapat mempengaruhi tingkat komitmen organisasi seorang karyawan. (5) Untuk penelitian selanjutnya yang sejenis, peneliti menyarankan agar mengambil indikator-indikator lain dalam variabel, agar penelitian selanjutnya lebih disempurnakan lagi.

Pengaruh motivasi kerja terhadap produktivitas kerja melalui kepuasan kerja dan komitmen oraganisasional pada PT. Sinar Magnit Malang / Yulian Dwi Pramana

 

Kata Kunci : Motivasi, Kepuasan kerja, Komitmen organisasional, dan Produktivitas Kerja Kepuasan kerja dan komitmen karyawan tersebut dapat dimunculkan dengan memberikan motivasi kepada karyawan. Motivasi adalah dorongan seseorang untuk mengambil tindakan karena orang tersebut ingin melakukan demikian. Apabila orang-orang didorong maka mereka hanya mengadakan reaksi terhadap tekanan. Mereka bertindak karena mereka merasa bahwa mereka harus melakukan demikian. Akan tetapi, apabila mereka dimotivasi, maka mereka mengadakan pilihan yang positif untuk melakukan sesuatu, karena mereka mengetahui tindakan ini mempunyai arti bagi mereka. Apabila karyawan telah memiliki motivasi yang positif maka juga akan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Selain motivasi, produktivitas kerja akan lebih baik dan positif bila dipengaruhi oleh kepuasan kerja dan komitmen organiasional yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi yang ada di PT. Sinar Magnit Malang guna meningkatkan kepuasan kerja serta komitmen organisasional terhadap produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Deskripsi motivasi, kepuasan kerja, komitmen organisasional, dan produktivitas kerja PT. Sinar Magnit Malang; (2) Pengaruh langsung motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Sinar Magnit Malang; (3) Pengaruh langsung motivasi terhadap komitmen organisasional karyawan PT. Sinar Magnit Malang; (4) Pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional karyawan PT. Sinar Magnit Malang; (5) Pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Magnit Malang; (6) Pengaruh langsung komitmen organisasional terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Sinar Magnit Malang; (7) Pengaruh secara tidak langsung motivasi terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja karyawan PT. Sinar Magnit Malang; (8) Pengaruh tidak langsung kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan melalui komitmen organisasional PT. Sinar Magnit Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Populasi yang dipilih adalah karyawan PT. Sinar Magnit Malang yang memiliki masa kerja lebih dari 3 tahun sejumlah 150 orang, dengan jumlah sampel yang menjadi respondennya adalah 109 karyawan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur (path analysis). Pengambilan data primer dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa angket atau kuesioner. Instrumen penelitian tersebut menggunakan skala Likert dengan 5 skala pengukuran. Tujuan penelitian ini diwujudkan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif guna menggetahui gambaran masing-masing variabel motivasi, kepuasan kerja, komitmen organisasional, dan produktivitas kerja. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows Release 16.00, untuk proses pengolahan data dan analisis jalur (path analysis). i Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: (1) Pengaruh motivasi terhadap kepuasan kerja β= 0.552; (2) Pengaruh motivasi terhadap komitmen organisasional β= 0.435, (3) Pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional β= 0.298, (4) Pengaruh kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja β= 0,288, (5) Pengaruh komitmen organisasional terhadap produktivitas kerja β= 0.678, (6) Pengaruh motivasi kerja terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja β= 0.594, (7) Pengaruh tidak langsung kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja melalui komitmen organisasional β=0.490. Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa: (1) Motivasi kerja secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada karyawan , (2) Motivasi kerja secara signifikan berpengaruh terhadap komitmen organisasional pada karyawan PT. Sinar Magnit Malang , (3) Kepuasan kerja secara signifikan berpengaruh terhadap komitmen organisasional pada karyawan PT. Sinar Magnit Malang, (4) Kepuasan kerja secara signifikan berpengaruh terhadap produktivitas kerja pada karyawan PT. Sinar Magnit Malang, (5) Komitmen organisasional secara signifikan berpengaruh terhadap produktivitas kerja pada karyawan PT. Sinar Magnit Malang (6) Motivasi kerja secara tidak langsung dan signifikan berpengaruh terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja pada karyawan PT. Sinar Magnit Malang (7) Kepuasan kerja secara tidak langsung dan signifikan berpengaruh terhadap produktivitas kerja melalui komitmen organisasional pada karyawan PT. Sinar Magnit Malang. Saran yang bisa diberikan berkaitan dengan temuan yang diperoleh adalah: (1) Pimpinan PT. Sinar Magnit Malang sebaiknya selalu berupaya meningkatkan kepuasan kerja dan komitmen organisasional karyawannya. Kepuasan kerja dan komitmen organisasional terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Kepuasan kerja dan komitmen organisasional dapat ditingkatkan melalui peningkatan tingkat motivasi kerja karyawan, karena terbukti motivasi memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan kerja dan komitmen organisasional. Guna meningkatkan tingkat motivasi kerja karyawan, cara-cara yang telah diterapkan pimpinan selama ini (seperti pemberian gaji, pemberian seragam, tunjangan hari raya, serta ruangan kerja yang nyaman) dapat terus dipertahankan. (2) Hasil penelitian memang menunjukkan tingkat produtivitas kerja karyawan tergolong tinggi, tetapi perusahaan yang masih berusia sangat muda secara organisasional harus menghadapi berbagai macam kemungkinan perubahan yang terjadi. Perusahan harus tetap menyiapkan diri dengan merencanakan berbagai strategi dalam menghadapi perubahan terutama yang disebabkan oleh faktor eksternal (politik, ekonomi, sosial, tehnologi serta budaya). Kegagalan perusahaan dalam mengelola dan menjaga motivasi, kepuasan dan komitmen karyawan dapat mempengaruhi kondisi perusahaan di masa datang, terutama berkaitan dengan strategi pertumbuhan dan perkembangan, serta ketahanan dari perusahaan dalam menghadapi berbagai macam perubahan.

Penerapan metode pembelajaran berpikir kritis sebagai upaya meningkatkan minat belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Giri Banyuwangi / Firman Eka Saputra

 

Kata Kunci: penerapan metode pembelajaran berpikir kritis, minat belajar siswa. Pendidikan mempunyai peran penting dalam peningkatan perbaikan mutu Sumber Daya Manusia (SDM), oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Guru merupakan faktor utama di dalam peningkatan kualitas pembelajaran, guru diharapkan dapat memanfaatkan secara optimal seluruh faktor-faktor penunjang pendidikan, salah satunya penggunaan metode pembelajaran yang lebih inovatif. Metode pembelajaran diharapkan dapat menarik minat dan motivasi para siswa, sehingga prestasi dan kualitas pembelajaran dapat menjadi lebih baik. Seperti penggunaan metode pembelajaran berpikir kritis. Metode berpikir kritis merupakan metode pembelajaran yang menitik beratkan pada eksploitasi kemampuan setiap individu untuk memecahkan suatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran berpikir kritis yang mampu meningkatkan minat belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Giri Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Analisis penelitian terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verification. Subyek dari penelitian ini adalah kelas XI IPS sejumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah: penerapan metode pembelajaran berpikir kritis selama kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) Pada kegiatan pembelajaran yang dilakukan, siswa belum terbiasa dengan metode yang diterapkan, yaitu metode berpikir kritis. Hal ini disebabkan siswa baru pertama kali mengenal metode pembelajaran tersebut; (2) Pada penerapan metode berpikir kritis, siswa dituntut belajar dalam mengatasi permasalahan, berusaha mencari fakta dan penyebab permasalahan serta membandingkan permasalahan yang ada; (3) Penerapan metode pembelajaran berpikir kritis di kelas XI IPS SMAN 1 Giri Banyuwangi dilakukan secara maksimal, dengan cara memberi motivasi kepada siswa selama kegiatan pembelajaran. Terbukti saat kegiatan pembelajaran berlangsung, siswa terlihat aktif selama kegiatan pembelajaran, siswa senang ketika guru membantu dalam mengatasi permasalahan, dan berusaha mencari fakta serta penyebab permasalahan dan membandingkan permasalahan yang ada. Dari penjelasan tersebut, dapat dikatakan bahwa siswa berminat selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan adalah: (1) Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kedepannya, diharapkan guru lebih up to date dalam menerapkan metode pembelajaran. Dimana nantinya dapat memberikan dampak yang sangat positif terhadap peningkatan prestasi siswa; (2) Diharapkan pihak instansi/sekolah memfasilitasi guru dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, terutama pengembangan metode-metode pembelajaran yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar ; (3) Bagi peneliti lain yang hendak melakukan penelitian sejenis, disarankan untuk menggunakan pokok bahasan yang sesuai dengan karakteristik berpikir kritis. Pada penelitian ini masih terdapat kekurangan, diharapkan peneliti lain dapat menambahkan beberapa variabel lain yang lebih layak untuk dilakukan penelitian.

Analisis faktor kualitas layanan pada hotel Puri Perdana Blitar / Rio Jajang Indra Wijaya

 

Kata Kunci: analisis faktor, kualitas layanan Dewasa ini, dunia bisnis mengalami persaingan semakin ketat dan diimbangi dengan perkembangan alat-alat teknologi yang semakin canggih. Persaingan memang sangat diperlukan di segala bidang, karena dengan adanya persaingan akan semakin termotivasi dalam diri setiap individu untuk memacu dirinya untuk meningkatkan kualitas diri sehingga dirinya mampu untuk berlomba-lomba atau bersaing dengan siapa saja. Selain itu pemasar juga harus memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan agar konsumen tertarik. Seorang konsumen pastinya menginginkan kualitas pelayanan yang maksimal dari perusahaan sehingga menambah kepuasan bagi dirinya dalam menikmati produk yang telah dibelinya. Untuk mencapai kepuasan itu maka diperlukan variabel-variabel yang dijadikan sebagai sarana dalam pencapaiannya. Variabel-variabel tersebut meliputi keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Hotel Puri Perdana Blitar, berusaha dapat memenuhi kelima variabel tersebut dengan harapan dapat memberikan kepuasan yang maksimal kepada pelanggannya serta para pelanggannya tersebut akan menjadi pelanggan loyal bagi Hotel Puri Perdana Blitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah faktor kualitas layanan di Hotel Puri Perdana Blitar meliputi keandalan, daya tanggap, empati, jaminan, bukti fisik, selain itu untuk mengetahui faktor yang dominan dari kelima faktor di Hotel Puri Perdana Blitar. Tidak ada variabel bebas maupun variabel terikat dalam penelitian ini, tetapi variabel satu dengan yang lainnya saling berketergantungan. Dari hasil analisis faktor yang telah dijelasakan, dapat diketahui bahwa dari 24 variabel setelah dilakukan pengujian terbentuk menjadi 22 variabel yang terotasi ke dalam 6 faktor yaitu, faktor daya tanggap, faktor jaminan, faktor bukti fisik kelengkapan fasilitas, faktor empati, faktor bukti fisisk kenyamanan pelanggan, dan faktor keandalan layanan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa faktor ketepatan layanan memiliki nilai factor loading sebesar 0,938, angka ini adalah nilai tertinggi dari variabel lainnya. Dengan demikian variabel dominan dari dimensi kualitas layanan pada Hotel Puri Perdana adalah variabel ketepatan layanan.  

Pengaruh suku bunga sertifikat Bank Indonsia, non performing loan (NPL), dan pertumbuhan dana pihak ketiga terhadap fungsi intermediasi pada PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. periode tahun 2007-2010 / Dian Kurniasari

 

Penerapan model pembelajaran react untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar fisika pokok bahasan cahaya siswa kelas VIIID MTs Miftahul Ulum Pamekasan tahun ajaran 2010/2011 / Dedi Fachrozi

 

Kata Kunci : aktivitas belajarFisika, model pembelajaran REACT, prestasi belajar Berdasarkan hasil wawancara dengan guru fisika dan observasi di kelas VIIIDMTs Miftahul Ulum Betet Pamekasandiperoleh permasalahan yang didapatialahaktivitas dan prestasibelajar fisika siswa rendah. Rendahnya keaktifan siswa ditunjukkan dengan rendahnya keberanian siswa untuk bertanya pada materi yang dibahas. Indikator lain rendahnya keaktifan siswa yaitu masih sedikitnya siswa yang mau menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh guru, dan mempresentasikan pendapatnya sendiri atau hasil kerja kelompoknya di depan kelas secara sukarela. Rendahnya prestasibelajar fisika ditunjukkan oleh rendahnya nilai rata-rata ulangan harian siswa bila dibandingkan dengan nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 70 untuk mata pelajaran fisika.. Maka penelitian ini dilakukan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasibelajar fisika siswa kelas VIIID Semester GenapMTs Miftahul Ulum Betet Pamekasan dengan model REACT. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiridari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Tindakan yang diberikan adalah penerapan model pembelajaranREACT. Penelitian dilakukan di VIIID Semester GenapMTs MiftahulUlumBetetPamekasandengan subjek penelitian kelas VIIID dengan jumlah 37 siswa, yang kesemuanyaadalahsiswaperempuan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembarobservasiaktivitasbelajarsiswa, dantes. Aktivitas dan prestasi belajar fisika dikatakan berhasil jika ketuntasan belajar keduanyatelah mencapai75% dari seluruh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran REACTdapat meningkatkan aktivitas dan prestasibelajar fisika siswa kelas VIIIDMTs MiftahulUlumBetetPamekasan. Aktivitas Belajar siswa secara keseluruhan mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II sebesar14,92%.Prestasi belajar fisika siswa mengalami peningkatan pada sebelum tindakan ke siklus I dan siklus II yaitu sebesar 10.46 % dan kelas sudah bisa dikatakan tuntas belajarnya.

Pengaruh EPS (Earning Per Share), per (Price earning ratio), dan BV (Book Value), terhadap return saham (Study pada perusahaan food and beverages yang listing di BEI tahun 2007-2009) / Arif Muflichun

 

Kata kunci: EPS(Earning Per Share ), PER(Price Earning Ratio ), BV(Book Value ), Return Saham Investasi dalam saham merupakan salah satu pilihan investasi yang banyak menarik minat investor karena dapat memberikan return (tingkat pengembalian) yang menjanjikan dengan tingkat risiko tertentu. Pendekatan untuk penilaian investasi saham adalah pendekatan analisis teknikal dan pendekatan analisis fundamental.salah satu pendekatan analisis fundamental adalah rasio pasar. Dalam rasio pasar terdapat variable-variabel yang mempengaruhi rasio pasar adalah EPS (Earning Per Share),PER (Price Earning Ratio), BV(Book Value) Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh variabel independen EPS (Earning Per Share),PER (Price Earning Ratio), BV(Book Value) terhadap variable dependen Return Saham. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Untuk menguji pengaruh secara simultan variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) digunakan uji F, sedangkan untuk menguji pengaruh secara parsial variabel independen terhadap variabel dependen digunakan uji t. Berdasarkan hasil uji F (simultan), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel independen EPS (Earning Per Share ) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen Return Saham. PER (Price Earning Ratio) pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen Return Saham. BV(Book Value ) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen Return Saham. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,99 menunjukkan bahwa kemampuan variable-variabel independent dalam menjelaskan variable-variabel dependent sangant terbatas. Nilai satu atau mendekati satu berarti variable-variabel independent memberian hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependent Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan sebagai berikut: (1) para investor yang hendak menanamkan modalnya di pasar modal sebaiknya memperhatikan nilai pasar, (2) para investor juga harus memperhatikan faktor-faktor fundamental dari saham yang dimiliki, atau hendak dimiliki yang dapat dilihat dari analisis rasio-rasio keuangan, dengan memperhatikan dan mempelajari benar-benar bagaimana kondisi keuangan paerusahaan, tentang neraca laporan laba/rugi, serta laporan perubahan modalnya. (3) untuk peneliti selanjutnya yang ingin meneliti penelitian sejenis diharapkan menggunakan sampel penelitian dengan wilayah populasi yang lebih besar serta mengembangkan permasalahan dan pemakaian indikator-indikator yang lebih handal.

Peningkatan hasil belajar siswa dengan metode PBI (Problem Based Introduction) pada pelajaran akuntansi di SMK PGRI 6 Malang / Arif Muflichun

 

Kata kunci: persepsi siswa, gaya mengajar guru, kualitas sekolah, motivasi belajar Gaya mengajar guru adalah salah satu komponen dari ketrampilan menggunakan variasi. Gaya mengajar guru berbeda-beda tergantung dari kretivitas guru untuk menciptakan proses belajar mengajar yang menarik.Penggunaan variasi dalam mengajar diperlukan untuk mengatasi kebosanan atau kejenuhan yang dialami siswa di dalam proses belajar di kelas, sehingga siswa memiliki motivasi belajar. Motivasi belajar siswa juga dapat ditimbulkan dari kualitas sekolahnya. Apabila siswa telah merasa puas dengan kualitas sekolahnya maka akan muncul feed back yang berbentuk tingkah laku, salah satunya adalah dengan meningkatnya motivasi belajar siswa. Hal ini dikarenakan siswa beranggapan bahwa sekolah mereka berkualitas baik, sehingga agar tidak tertinggal dari siswa lainnya maka mereka akan berlomba-lomba untuk belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas(deskriptif) yang dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I terdiri atas empat kali pertemuan dan siklus II terdiri atas dua kali pertemuan, penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai dengan Mei. Subjek penelitian adalah siswa kelas I AK SMK PGRI 6 Malang yang berjumlah 42 siswa, terdiri dari 40 siswa perempuan dan 2 siswa laki-laki. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa motivasi dan prestasi belajar siswa dengan instrumen penelitian berupa tes, lembar observasi penilaian afektif dan psikomotor, lembar observasi keberhasilan tindakan, angket, dan catatan lapangan. Motivasi belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan nilai rata-rata siswa, sedangkan prestasi belajar siswa pada ranah kognitif diukur berdasarkan ketuntasan belajar siswa secara klasikal, ranah afektif dan ranah psikomotorik diukur dengan secara klasikal dari banyaknya jumlah siswa dari deskriptor yang muncul pada setiap aspek. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pembelajaran Problem Based Introduction dengan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Peningkatan motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata persentase motivasi belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan dari 6,09% (Baik) pada siklus I menjadi 7,52% (Sangat Baik) pada siklus II. Peningkatan prestasi belajar dapat diketahui dari ranah kognitif dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 75% menjadi 100%. Pada ranah afektif yang diukur dengan lembar observasi aktivitas siswa pada siklus1 rata-rata 86% meningkat menjadi 91,7% pada siklus II. Pada ranah psikomotor yang diukur dengan lembar observasi aktivitas siswa pada siklus 1 rata-rata 93.4 meningkat menjadi 83.4 siswa pada siklus II. Berdasarkan pada hasil penelitian disarankan agar para pendidik dapat menggunakan model pembelajaran ini karena dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Dalam menerapkan model pembelajaran ini hendaknya media yang akan digunakan harus benar-benar dipersiapkan sebelum pembelajaran dimulai sehingga proses pembelajaran berjalan efektif dan efisien.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 |