Perbandingan antara anggaran fleksibel dengan anggaran statis dalam penyusunan BOP di PG Kebon Agung Malang / oleh Tatik Herayati

 

Pengembangan media movie maker pada mata pelajaran kearsipan kelas X Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 6 Malang / Fika Dwi Rahmania

 

ABSTRAK Rahmania, Fika Dwi. 2016. Pengembangan Media Movie Maker Pada Mata Pelajaran Kearsipan Kelas X Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 6 Malang. Skripsi, Program Studi Adinistrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Sutrisno, M.M (2) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si Kata Kunci: Media Pembelajaran, Media Movie Maker, Kearsipan Pengembangan media pembelajaran Movie Maker merupakan media untuk membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran Kearsipan. Berdasarkan informasi dari guru Mata Pelajaran Kearsipan bahwa motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran masih kurang dan proses pembelajaran masih menggunakan papan tulis sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan guru kurang memanfaatkan fasilitas yang ada di dalam kelas. Selain itu pada materi tertentu siswa akan lebih memahami materi dengan melihat contoh secara nyata tidak hanya bersifat abstrak. Untuk lebih memudahkan guru dalam menyampikan materi dan membangun pemahaman siswa, penelitian ini mengembangkan media pembelajaran Movie Maker pada Mata Pelajaran Kearsipan Siswa Kelas X Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 6 Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk untuk menghasilkan produk media pembelajaran movie maker dalam kompetensi dasar Mengidentifikasi Alat dan Bahan Kearsipan serta Menjelaskan Pengurusan Surat Masuk dan Keluar untuk siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran SMK PGRI 6 Malang. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ASSURE yang digabungkan dan dimodifikasi dengan model pengembangan 4D sehingga di peroleh 7 tahap pengembangan yaitu:1) Menganalisis Karakteristik Siswa, 2) Menetapkan Tujuan Pembelajaran, 3) Tahap Perancangan, 4) Tahap Pengembangan, 5) Melibatkan Siswa dalam Proses Pembelajaran, 6) Evaluasi dan Revisi, 7) Produk Akhir. Berdasarkan hasil validasi ahli media dan ahli materi, dimana ahli media menunjukkan bahwa persentase sebesar 100% dan ahli materi menunjukkan bahwa persentase sebesar 96,87% dimana jumlah tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran movie maker memiliki kriteria sangat valid. Hasil validasi oleh siswa kelompok kecil menunjukkan persentase sebesar 82% di peroleh dari hasil skor empirik dibagi skor maksimal. Hasil validasi oleh siswa kelompok besar menunjukkan persentase sebesar 81,7% di peroleh dari hasil skor empirik dibagi skor maksimal. Saran kepada guru dan siswa khususnya, sebelum menggunakan media movie maker sebaiknya dipersiapkan perangkat presentasi seperti LCD dan Proyektor serta pengeras suara jika diperlukan. Hal tersebut perlu diperhatikan dengan seksama karena berpengaruh pada tampilan media yang ditayangkan. Perangkat presentasi yang baik akan menghasilkan tampilan yang baik, namun sebaliknya jika perangkat yang digunakan dalam kondisi tidak baik maka tampilan yang ditayangkan juga tidak baik dan akan menimbulkan dampak kesalahpahaman dalam mengartikan tampilan.

Hubungan antara minat masuk program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2003 Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Dewi Laili Hurin Farida

 

Pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar geografi peserta didik kelas X IPS MAN 3 Malang / Siti Nuriyah

 

ABSTRAK Nuriyah, Siti. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Geografi Peserta Didik Kelas X IPS MAN 3 Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si, (II) Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc, Ph.D. Kata Kunci: Discovery Learning, hasil belajar Tuntutan kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik. Discovery Learning dipilih sebagai model karena dengan pendekatan saintifik meningkatkan proses berpikir, memecahkan masalah, berorientasi pada siswa, menyenangkan, dan kaya sumber belajar.Tujuan penelitianini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar (kognitif, afektif, keterampilan) peserta didik kelas X MAN 3 Malang. Metode penelitian menggunakaneksperimen semu dengan one group time series designmelalui versi eksperimen semu pretes-postes kelompok tunggal materi ekuialen dengan menggunakan teknik purpossive sampling pada kelas X IPS 1 MAN 3 Malang. Instrumen berupa tes objektif diuji coba berdasarkan validitas, realibilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda. Instrumen afektif menggunakan lembar observasi dan instrumen keterampilan melalui Lembar Kerja Peserta Didik berdasarkan judgment validity. Sedangkan, uji hipotesis menggunakan paired t-test dan perbandingan Mean nilaihasil belajar. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui uji hipotesis nilai kognitif, afektif, dan keterampilan secara urut sebesar 0,005, 0,002, dan 0,004. Mean nilai kognitif, afektif, dan keterampilan kelompok kontrol secara berurutan adalah 72,04, 69,40, dan 72,92. Sedangkan untuk kelompok eksperimen sebesar 78,70, 75,14, dan 80,11. Uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar dan terjadi peningkatan hasil belajar dari perlakuan I hingga II. Hal ini menunjukkanada pengaruh Discovery Learning terhadap hasil belajar geografi peserta didik kelas X IPS MAN 3 Malang. Saran yang perlu diperhatikan saat menerapkan model ini adalah menyusun RPP dengan memperhatikan waktu dan kondisi atau jadwal sekolah, membuat permasalahan kontekstual yang tidak terlalu sulit untuk menyesuaikan waktu, menggunakan media pada kegiatan stimulationuntuk mengidentifikasi masalah kontekstual, dan menggunakan alat bantu untuk analisis data seperti Ms. Excel, serta desain penelitian time series yang membutuhkan waktu lama perlu kesiapan peneliti dan perencanaan yang matang.

Perlakuan akuntansi terhadap pengakuan pendapatan dan beban klaim pada program Tabungan Hari Tua (THT) di PT Taspen (Persero) / oleh Abdul Hadi Mawardi

 

Pengaruh insentif terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja (studi pada karyawan PT PLN (Persero) APJ Malang) / Camelia Maharani Koesoema

 

ABSTRAK Koesoema, Camelia Maharani. 2016. Pengaruh Insentif terhadap Kinerja melalui Motivasi Kerja (Studi pada Karyawan PT PLN Persero Malang). Skripsi, Jurusan manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si (2) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E., M.M. Kata Kunci : Insentif, Motivasi Kerja, Kinerja Permasalahan peningkatan kinerja erat kaitannya dengan bagaimana memotivasi karyawan. Banyak cara yang dapat dilakukan perusahaan guna meningkatkan motivasi kerja karyawan agar kinerjanya pun juga meningkat, salah satunya adalah dengan pemberian insentif. Apabila insentif yang diberikan perusahaan sudah tepat, maka akan menumbuhkan motivasi dan berimbas pada peningkatan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh insentif terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja (studi pada karyawan PT PLN (Persero) APJ Malang). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 56 responden dari 65 karyawan. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah proportional random sampling dan teknik pengujian data yang digunakan meliputi uji validitas dan uji reliabilitas. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path). Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa 1) Insentif berpengaruh secara langsung, positif, dan signifikan terhadap motivasi kerja dibuktikan dengan nilai β= 0,297 dan sig t= 0,026<0,05, 2) Motivasi kerja berpengaruh secara langsung, positif, dan signifikan terhadap kinerja dibuktikan dengan nilai β=0,416 dan sig t= 0,000<0,05, 3) Insentif berpengaruh secara langsung, positif, dan sinifikan terhadap kinerja dengan β = 0,597 dan sig t = 0,000 < 0,05, 4) Insentif berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja melalui motivasi kerja dengan β= 0,123. Saran yang diberikan kepada PT PLN (Persero) APJ Malang adalah hendaknya mengadakan acara family gathering untuk seluruh karyawan, hal ini dimaksudkan agar dapat mempererat hubungan silahturahmi antara pimpinan dan karyawan atau antara karyawan dengan karyawan, karena dari hasil analisis penelitian item pertanyaan kinerja mengenai karyawan yang dapat membina hubungan dan kerja sama yang baik mendapat skor terendah dan didominasi dengan jawaban kurang setuju. Selain dapat mempererat hubungan antar karyawan, dapat juga sebagai penyegaran bagi karyawan setelah melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari. Selain itu, pemberian bonus bulanan dirasa mampu semakin membangkitkan motivasi kerja karyawan dibandingkan pemberian bonus yang hanya satu tahun sekali.

Strategi penetapan harga jual pada Sigma minimarket Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / oleh Anita Widayanti

 

Pemanfaatan laboratorium bahasa dalam pembelajaran istima' (menyimak) di Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang / Aniza

 

Karakteristik karangan biografi karya siswa SMA Laboratorium UM tahun ajaran 2014/2015 / Putu Rezha Setiyawan

 

ABSTRAK Setiyawan, P.R. 2015.Karakteristik Karangan Biografi Karya Siswa SMA Laboratorium UM Tahun Ajaran 2014/2015.Skripsi, JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd. , (II)Drs. DwiSaksomo. M.Si. Kata Kunci :struktur teks biografi, ciri bahasa teks biografi, siswakelas XI SMA Laboratorium UM Teks biografi merupakan teks yang menceritakan perjalanan hidup seseorang, meliputi latar belakang keluarga dan pendidikan, tempat dan tanggal lahir, prestasi dan pencapaian yang diraih dengan ketentuan ditulis oleh orang lain. Menulis teks biografi merupakan kegiatan yang membuat penulis lebih mengenal sosok tokoh yang akan ditulis, pencapaian dan prestasi yang digapai tokoh. Berkaitan dengan ini, penulis membuat penelitian dengan judul Karakteristik Karangan Biografi Karya Siswa SMA Laboratorium UM Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan karakteristik karangan biografi karya siswa kelas XI SMA Laboratorium UM, yang pertama ialah struktur isi teks biografi yang meliputi orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi, kemudian yang kedua ialah ciri bahasa teks biografi yang meliputi konjungsi intrakalimat dan antarkalimat, pronomina, kalimat simplek, kata penunjuk, dan diksi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan struktur teks dan ciri bahasa teks diperoleh dari 20 siswa XI-IPS 1 dan 20 siswa XI-IPA 3. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu (1) identifikasi data, (2) klasifikasi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, terdapat dua kesimpulan. Kesimpulan pertama yaitu struktur teks, seluruh siswa mampu menuliskan orientasi dengan benar, meliputi latar belakang, tempat dan tanggal lahir, urutan peristiwa banyak yang kurang diceritakan secara mendetail, terakhir pada reorientasi hanya sedikit yang menyajikannyakarena tahapan ini merupakan pilihan. Kesimpulan kedua yaitu ciri bahasa teks, konjungsi antarkalimat dan intrakalimat sudah bervariasi, penulisan pronomina bervariasi dengan banyaknya acuan yang dipakai, penulisan kalimat simplek ditambahkan dengan keterangan tempat atau waktu, penulisan kata penunjuk kejadian kurang maksimal karena tidak lengkapnya unsur kata penunjuk yang ditulis, diksi yang dipakai sudah bervariasi.

Validasi media pembelajaran rota tone di TK Pertiwi II Selorejo Kec. Bagor Kab. Nganjuk / oleh Retno Wuryaningrum

 

Penggunaan media gambar dalam pembelajaran matematika pokok bahasan volume kelas V SDN Mergosono I Kedungkandang Kota Malang / Sri Indarwinarsih

 

Peningkatan pemahaman konsep pecahan dengan menggunakan alat peraga kepingan pecahan bidang geometris siswa kelas III SDN Mergosono II Kota Malang / Etik Kusweni

 

Penggunaan informasi akuntansi penuh dalam perencanaan laba jangka pendek dengan pendekatan impas pada perusahaan shuttlecock Nasional" Kepanjen
oleh Ning Faidah"

 

gIakntafaop dnream,n ndat oestaikd a kelu bnniagtyaaannmy s apei nengnga ugahrmpn aaerkar uaigp;ruannkdaaeknkiun aof,to" aUrnma imagsupimiaA seu( nsB;gr;eAean;;ka;Etr io" vnteacnla ap nkoaiivanant,) .totar Pit:T ;d aibnagnkad*p* ien,"ng,drkeeadnkndag irelaatkamuhd kuuaia nt dam ehanun_nftq aeaaranaini knahfilo s irria s mu teunrr .hi.u.a"rnd.u"aunpi*nt k"fnaorn;pi; ;ei;n;uru$nh;dtr u,akla, umt,p ieurre,unnck aen daealpanab na. l:Tltoy scelebnaggaadnaPia rtesiemnarenr ib naleifttoiirfatdr umnaijn luaaia smdina .up a knekurnunuektkanam ntnuesp ainp angepd eneaurpr "eheltn.r;s cu*e"asr"naa*a ihnaa'inatuisnat ani bd*uparatea tktrrneuaycs'paaotrah carta.b i.aaarjin.yap i aun"inrg"iagik*di arl*:i pr" ete-nncdaenka. kan denga{na ta mengenaiin {ormasii ""a"p""i.Jai tahun lggT- 2xxl,InforKmeapsai njen paehnivealt iatihamunn u1 l9a9i b9u-r2a0n0A 0p'nara 21010{o2r masLiw " tatun rss9-2000.p eraksanaan mPmAdeideegnranuugpgnguueaimknntHkuaa pafajnpdaiu-n su elaa

Studi tentang evaluasi guru pendidikan jasmani dan kesehatan dalam pelaksanaan pengajaran pendidikan jasmani dan kesehatan di SD Negeri Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang / Anton Dwi R.H.

 

Hubungan implementasi teknik pembinaan profesional dengan performansi mengajar guru di Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Firly Khoirun Nisa

 

ABSTRAK Nisa, Firly Khoirun. 2016. Hubungan Implementasi Teknik Pembinaan Profesional dengan Performansi Mengajar Guru di Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Burhanuddin, M.Ed. Ph.D (II) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd Kata Kunci: Teknik pembinaan profesional, Performansi mengajar guru. Guru merupakan unsur terpenting dalam lembaga pendidikan, karena sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Tenaga pendidik perlu dibina agar mereka menjadi lebih profesional. Guru yang profesional adalah guru yang menguasai kompetensi paedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. oleh karena itu guru sangat memerlukan bantuan pembinaan profesional dalam rangka meningkatkan pembelajaran di dalam kelas. Pembinaan Profesional dapat diberikan kepada guru melalui kegiatan supervisi dengan berbagai teknik yang dapat disesuaikan dengan permasalahan guru. Pengawas/Kepala Sekolah diharapkan dapat memberikan pembinaan profesional melalui supervisi kepada guru agar performansi guru dalam mengajar semakin meningkat. Permasalahan dalam penelitian ini mengenai tingkat efektifitas implementasi pembinaan profesional yang dilakukan di MI se-Kecamatan Singosari karena MI se-Kecamatan Singosari saat ini merupakan sekolah rujukan masyarakat yang tinggal di daerah Singosari. Sehingga rumusan masalah yang dapat dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana tingkat efektivitas implementasi teknik pembinaan profesional guru di MI se-Kecamatan Singosari jika dilihat dari perbedaan gender, usia, kualifikasi akademik dan masa kerja guru?; (2) Bagaimana tingkat kulaitas performansi mengajar guru di MI se-Kecamatan Singosari jika dilihat dari perbedaan gender, usia, kualifikasi akademik dan masa kerja guru?; (3) Bagaimana hubungan implementasi teknik pembinaan profesional guru terhadap performansi mengajar guru di MI se-Kecamatan Singosari? Penelitian ini menggunakan rancangan deskripstif korelasional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan implementasi program pembinaan profesional dengan performansi mengajar guru. Populasi penelitian ini yaitu guru MI se-Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dengan jumlah 165 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik propotional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 117 orang guru. Sedangkan instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Skala yang digunakan merupakan skala Likert dengan 4 (empat) pilihan jawaban. Dan data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif dan teknik korelasi product moment. Untuk menguji kelayakan instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas, analisis data penelitian ini menerapkan teknik korelasi product moment yang diselesaikan melalui program SPSS (Statistical Product and Special Service) 18.0 for windows. Hasil analisis data penelitian menunjukkan sebesar 0,726 > 0,195 dengan taraf signifikansi 5%, berarti ada hubungan signifikan antara program pembinaan profesional dengan performansi mengajar guru di MI se-Kecamatan Singosari. Untuk hubungan variabel Y dengan variabel kontrol, yaitu hanya antara variabel performansi mengajar guru dengan kualifikasi akademik guru menunjukkan sebesar 0,027 < 0,05, berarti ada hubungan signifikan antara performansi mengajar guru dengan kualifikasi guru di MI se-Kecamatan Singosari. Dilihat dari implementasi teknik pembinaan profesional yang dilakukan ditemukan bahwa tingkat efektifitas implementasi pembinaan profesional guru termasuk dalam kualifikasi sangat efektif, dan tingkat kualitas performansi mengajar guru di MI se-Kecamatan Singosari juga termasuk dalam kualifikasi sangat baik. Terdapat pula hubungan yang signifikan antara implementasi teknik pembinaan profesional dengan performansi mengajar guru, dan terdapat hubungan yang signifikan antara performansi mengajar guru dengan kualifikasi akademik guru di MI se-Kecamatan Singosari. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat dikemukakan bagi kepala sekolah di MI se-Kecamatan Singosari diharapkan dapat melaksanakan pembinaan profesional secara rutin di sekolah dengan berbagai teknik terutama teknik yang jarang digunakan untuk pembinaan profesional dan harus disesuaikan dengan permasalahan guru. Bagi guru-guru di MI se-Kecamatan Singosari diharapkan dapat terus mempertahankan dan meningkatkan performansi mengajarnya agar kualitas pembelajaran, mutu pendidikan, kualitas lulusan, dan kemajuan sekolah dapat terus meningkat. Bagi mahasiswa jurusan Administrasi pendidikan dapat mempelajari pedoman-pedoman maupun hasil penelitian mengenai pembinaan profesional dan performansi mengajar guru, sehingga ke depannya apabila mahasiswa sudah lulus dan masuk dalam dunia pendidikan dapat mengimplementasikan apa yang telah dipelajari dengan baik. Dan bagi peneliti lain diharapkan dapat dipergunakan sebagai acuan apabila mahasiswa dan peneliti lain berminat meneliti lebih lanjut tentang pembinaan profesional dan performansi mengajar guru dengan variabel, populasi yang berbeda, dan instrumen yang tidak hanya mengambil dari persespi guru, namun juga mencakup sudut pandang pimpinan, teman sejawat, dan siswa. Selain itu juga peneliti lain diharapkan dapat meneliti beberapa teknik yang tidak diungkap dalam penelitian ini.

Penalaran dalam wacana iklan RCTI
oleh Florentina Anjar Kuntari

 

Hubungan kebiasaan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mata diklat kejuruan siswa SMK kelas III se Kabupaten Tulungagung / Moh. Syamsul Huda

 

Pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan CV. Top Ten Tobacco Kediri) / Aprillia Dwi Kartikasari

 

Kata Kunci : Budaya Organisasi, Kepuasan kerja, dan Komitmen organisasional. Perkembangan dalam dunia usaha di Indonesia saat ini yang semakin cepat dan pesat berakibat juga pada berubahnya budaya. Sehingga organisasi dituntut untuk mempunyai budaya organisasi yang membedakan dengan organisasi lain yang sejenis. Percepatan perubahan lingkungan berakibat pada perubahan budaya perusahaan. Bagaimana karyawan berperilaku dan apa yang seharusnya mereka lakukan, banyak dipengaruhi oleh budaya yang dianut oleh organisasi tersebut, atau disebut dengan budaya organisasi. Kesuksesan sebuah organisasi tidak hanya didukung oleh budaya organisasinya saja tetapi juga bagaimana organisasi tersebut menumbuhkan komitmen bagi karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi yang ada di CV. Top Ten Tobacco Kediri guna meningkatkan kepuasan kerja serta komitmen organisasi. Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu budaya organisasi sebagai variabel independen, kepuasan kerja sebagai variabel intervening, dan komitmen organisasional sebagai variabel dependen. Tujuan penelitian ini diwujudkan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif guna menggetahui gambaran masing-masing variabel budaya organisasi, kepuasan kerja, dan komitmen organisasional. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows Release 12.0, untuk proses pengolahan data dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: (1) Pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja b= 0,640, (2) Pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasional b= 0,297, (3) Pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional b= 0,303, (4) Pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja b= 0,490. Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa: (1) terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan; (2) Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikasi budaya organisasi terhadap komitmen organisasional , (3) terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional, (4) terdapat pengaruh tidak langsung positif yang signifikan budaya organisasi terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja. Deskripsi penilitian menyatakan bahwa budaya organisasi tinggi, kepuasan kerja tinggi dan komitmen organisasional tinggi. Saran yang bisa diberikan berkaitan dengan temuan yang diperoleh adalah: (1) Hasil analisis deskriptif yang meliputi budaya organisasi, kepuasan kerja, dan komitmen organisasional digunakan CV. Top Ten Tobacco Kediri untuk lebih memperhatikan komitmen organisasional karyawan pada organisasi atau perusahaan misalnya dengan sering mengadakan suatu kegiatan yang melibatkan seluruh karyawan ikut dalam kegiatan tersebut, yang nantinya kebersamaan akan muncul pada diri karyawan. Dengan adanya rasa kebersamaan yang terjalin dapat menumbuhkan komitmen bagi diri karyawan, (2) Untuk menciptakan budaya organisasi yang kondusif sebaiknya budaya organisasi CV. Top Ten Tobacco terus meningkatkan dalam memperhatikan suatu pekerjaan , pengambilan keputusan, pertemuan rapat diusahakan tepat waktu, dan mengambil keputusan berdasarkan fakta. (3) Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional. Sehingga perlu ditempuh cara-cara untuk dapat terus meningkatkan kepuasan kerja. Cara-cara meningkatkan kepuasan kerja karyawan adalah dengan memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan kerja karyawan yaitu faktor pegawai dan faktor pekerjaan. antara lain dengan cara member kesempatan untuk bekerja sendiri, melakukan hal yang berbeda dalam bekerja, dengan cara begitu semoga dapat menciptakan kepuasan kerja yang tinggi. (4) Hendaknya CV. Top Ten Tobacco Kediri untuk meningkatkan komitmen organisasi yang tinggi, seharusnya perusahaan harus selalu menanamkan bahwa nilai-nilai karyawan sama dengan perusahaan

Penerapan matriks Leslie dan metode Newton-Raphson pada pemanenan populasi ayam betina / Henie Mulyaningsih

 

Hubungan antara nilai matematika pada tes masuk SMA Muhammadiyah 1 Babat tahun ajaran 2003/2004 dengan prestasi belajar matematika di kelas satu pada materi notasi sigma dan deret aritmatika / Siswandi Afandi

 

Peningkatan kecerdasan interpersonal melalui permainan tukar kartu pada anak usia 3-4 tahun di PAUD Laboratorium UM Kota Blitar / Fitriani

 

ABSTRAK Fitriani. 2016. Peningkatan Kecerdasan Interpersonal Melalui Permainan Tukar Kartu Pada Anak Usia 3-4 Tahun di PAUD Laboratorium UM Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Hadi Mustofa, M.Pd., (II) Dr. H. Alif Mudiono, M. Pd. Kata Kunci: Kecerdasan Interpersonal, Permainan Tukar Kartu Berdasarkan hasil observasi di PAUD Laboratorium UM Kota Blitar hanya 36,3% anak yang mampu berhubungan sosial dengan teman sebaya. Ditemukan beberapa masalah yang menjadi penyebabnya, yaitu pembelajaran yang diterapkan cenderung menggunakan LKS serta mengerjakannya secara individu dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan kurang membangun adanya interaksi anak satu sama lain. Melalui permainan tukar kartu pada anak usia 3-4 tahun di PAUD Laboratorium UM Kota Blitar kecerdasan interpersonal anak akan meningkat. Permainan tukar kartu dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal anak usia 3-4 tahun di PAUD Laboratorium UM Kota Blitar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dilakukan selama dua siklus, meliputi tahapan: (1) persiapan; (2) pelaksanaan; (3) pengamatan; (4) refleksi. Metode pengumpulan data observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Subjek penelitian anak usia 3-4 tahun, tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 11 anak. Alat pengumpul data berupa: (1) lembar observasi aktivitas guru; (2) lembar observasi aktivitas anak; (3) lembar observasi sikap anak; (4) lembar observasi keterampilan interpersonal anak; (5) lembar observasi pengetahuan anak; (6) catatan lapangan. Peningkatan kecerdasan interpersonal anak pada pratindakan mencapai persentase ketuntasan sebesar 36,3% dengan kategori belum berkembang, meningkat pada siklus I yaitu mencapai ketuntasan sebesar 49,4% dengan kategori belum berkembang dan siklus II mencapai persentase ketuntasan sebesar 75% dengan kategori sudah berkembang Peningkatan kecerdasan interpersonal dari pratindakan ke siklus I meningkat dengan persentase 13,1%, siklus I ke siklus II meningkat dengan persentase 25,6%, dan dari pratindakan ke siklus II meningkat dengan persentase 38,7%. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan tukar kartu dapat diterapkan dengan baik serta dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal anak usia 3-4 tahun PAUD Laboratorium UM Kota Blitar. Melihat keberhasilan penerapan permainan tukar kartu, disarankan agar guru menggunakan permainan tukar kartu untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal.

Gagasan feminisme dalam novel perempuan di titik nol karya Nawal el-Saadawi
oleh Mufarrochah

 

Hambatan yang dihadapi guru bahasa Indonesia kelas I SMA Negeri di Kota Malang dalam melaksanakan pengajaran bahasa Indonesia berdasarkan kurikulum 2004 / Yulianti

 

Peningkatan hasil belajar IPS materi Koperasi melalui media ular tangga pada siswa kelas IV SDN Binangun 01 Kabupaten Blitar / Luky Andriya Ningsih

 

ABSTRAK Ningsih, Luky Andriya.2016.Peningkatan HasilBelajar IPS MateriKoperasimelalui Media UlarTanggapadaSiswaKelas IV SDN Binangun 01 KabupatenBlitar.Skripsi, ProgamStudi S1 Pendidikan Guru SekolahDasar, JurusanKependidikanSekolahDasardanPrasekolah, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Sunyoto, S.Pd.,M.Si., (2) Dra. Hj. Sri Murdiyah, M.Pd. Kata Kunci: media ulartangga, hasilbelajar, ips Hasilobservasiyang dilakukanpada proses pembelajaransiswakelas IV SDN Binangun 01 danwawancaradengan guru diketahuibahwaterdapatpermasalahan yang munculpadapembelajaran IPS sebagaiberikut: (1) dari 18 siswaterdapat 14 siswa yang hasilbelajarnyamasih di bawah KKM 70, (2) sebagianbesarsiswamerasakesulitanmenghafalmateri-materidalammatapelajaran IPS, (3)guru hanyamenggunakanmetodeceramahpadapembelajaran IPS, (4)kurangmelibatkansiswadalam proses pembelajaran, (5)siswajarangbelajarsecaraberkelompok di kelas, dan (6) padasaat proses pembelajaran IPS, guru belummenggunakan media pembelajaran yang melibatkansiswauntukaktifdalam proses pembelajaran. UntukmemperbaikikeadaantersebutdilakukanPenelitianTindakanKelas (PTK).Penelitianinidilaksanakandengantujuanmendeskripsikanpenggunaan media pembelajaranUlarTanggapadapembelajaran IPS materikoperasisiswakelas IV SDN Binangun 01 KabupatenBlitardanpeningkatanhasilbelajar IPS materikoperasimelalui media ulartanggapadasiswakelas IV SDN Binangun 01 KabupatenBlitar. PenelitianinimerupakanPenelitianTindakanKelas (PTK) denganpendekatandeskriptifkualitatif.Prosedur PTK terdiridariduasiklus, padamasing-masingsiklusdilakukanlangkah (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasidan (4) refleksi.Subjekpenelitianyaitusiswadan guru kelas IV SDN Binangun 01 KabupatenBlitar yang berjumlah 18 siswa.Penelitiberperansebagai guru matapelajaran IPS kelas IV. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa rata-rata persentasekeberhasilanaktivitas guru dalampelaksanaanpembelajaranpadasiklus I sebesar 76% danpadasiklus II sebesar 91,5%. Rata-rata persentaseketuntasanakivitassiswapadasiklus I sebesar 47% danpadasiklus II sebesar 86%.Persentaseketuntasanhasilbelajarsiswaranahafektifpadasiklus I 47%, padasiklus II sebesar 88,5%. Persentaseketuntasanhasilbelajarsiswaranahpsikomotorpadasiklus I sebesar 47% danpadasiklus II sebesar 83,5%. Persentaseketuntasanhasilbelajarsiswaranahkognitifpadasiklus I sebesar 33% danpadasiklus II sebesar 83,5%. Padapertemuanterakhir, dari 18 siswa, terdapat 16 siswa yang sudahtuntasbelajar. Data hasilpenelitiantersebutdapatdisimpulkanbahwapenggunaan media ulartanggadapatmeningkatkankeberhasilanaktivitasmengajar guru, ketuntasanaktivitassiswadanhasilbelajar IPS padasiswakelas IV SDN Binangun 01 KabupatenBlitar.

Implementasi pembelajaran berbasis observasi gejala fisis sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi belajar fisika dasar 1 bagi mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Fisika di Universitas Negeri Malang tahun akademik 2004/2005 / oleh Yulita Fit

 

Kesalahan pembentukan finalsatz bahasa Jerman oleh mahasiswa angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang / Taufan Reza Achmadi

 

Kata kunci: kalimat, Finalsatz, kesalahan pembentukan Aturan tata bahasa merupakan hal yang penting dalam mempelajari bahasa Jerman. Aturan tata bahasa ada agar komunikasi antara satu dengan yang lain dapat terjalin dengan baik dan benar. Tata bahasa menunjukkan dan mendeskripsikan sebuah struktur bahasa dan bagaimana orang melakukannya. Pembelajar atau mahasiswa sebaiknya menggunakan tata bahasa dengan baik dan benar dalam usaha mereka menuangkan ide-ide baik dalam wacana tulis maupun wacana lisan. Tata bahasa bahasa Jerman memberikan aturan-aturan bagaimana seseorang membentuk kalimat aktif maupun kalimat pasif, kalimat tanya, kalimat perintah, kalimat langsung dan tidak langsung, kalimat final (Finalsatz), dan masih banyak lagi. Finalsatz memiliki makna keinginan, maksud, maupun tujuan mengenai sesuatu. Bila dicermati,secara teoritis untuk membentuk sebuah Finalsatz relatif mudah, akan tetapi tidak demikian dengan yang terjadi di lapangan. Mahasiswa masih merasa kesulitan dalam membentuk Finalsatz dengan baik dan benar. Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya banyak kesalahan dalam tes yang dikerjakan mahasiswa ketika diminta menyusun Finalsatz. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dibuat mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2009 dan faktor-faktor penyebab terjadinya kesalahan pembentukan Finalsatz. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah deskriptf kualitatif. Data penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam membentuk Finalsatz bahasa Jerman. Instrumen penelitian ini adalah tes yang diberikan pada mahasiswa berupa sepuluh soal pembentukan Finalsatz dan angket. Berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan dapat diketahui mahasiswa masih kesulitan dalam pembentukan Finalsatz. Terdapat empat macam kesalahan pembentukan Finalsatz yang dilakukan mahasiswa yaitu (1) kesalahan pembentukan Finalsatz dengan bentuk yang terbalik antara damit-Satz maupun Infinitifkonstruktion, terdapat dua puluh lima macam kesalahan. (2) Kesalahan peletakan kata kerja dalam Nebensatz, tujuh kesalahan. (3) kesalahan berupa pengulangan subjek dalam Nebensatz, tujuh kesalahan. (4) sepuluh kesalahan. Kesalahan yang paling banyak dibuat mahasiswa adalah kekeliruan dalam membentuk Finalsatz dengan menggunakan bentuk damit-satz maupun Infinitivkonstruktion. Mahasiswa tidak mengerti apakah kalimat sebaiknya dibentuk menggunakan damit-Satz atau Infinitivkonstruktion. Kata kerja yang tedapat dalam Nebensatz harus diletakkan di akhir kalimat, akan tetapi banyak mahasiswa yang lupa terhadap aturan tersebut. Hal inilah yang menjadi kesalahan kedua. Selain itu mahasiswa mengulang subjek dalam Nebensatz pada Finalsatz yang menggunakan Infinitivkonstruktion. Berdasarkan hasil angket dapat diketahui mahasiswa kesulitan dalam membedakan dua jenis Finalsatz. Berasarkan hasil penelitan disarankan pada pengajar agar menyampaikan materi Finalsatz lebih detail disertai dengan latihan-latihannya. Untuk mahasiswa sebaiknya mencari materi Finalsatz dari sumber lain dan banyak berlatih di rumah.

Diksi guru bahasa Indonesia dalam interaksi belajar mengajar di kelas II SMK PGRI 02 Malang / Farihi

 

Pengembangan e-modul berbasis adobe flash CS6 padamata pelajaran Penataan Barang Dagang (studi pada siswa kelas XI Pemasaran di SMKN 1 Boyolangu Tulungagung) / Indah Zahrotul Fauziah

 

ABSTRAK Fauziah, Indah Zahrotul. 2016. Pengembangan E-Modul Berbasis Adobe Flash CS6Pada Mata Pelajaran Penataan Barang Dagang (Studi Pada Siswa Kelas XIPemasaran di SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Sutrisno, M.M. (2) Dr. Suwarni, M.Si. Kata Kunci: E-Modul, Adobe Flash CS6, Penataan Barang Dagang Perkembangan teknologi yang sangat pesat menghasilkan hal-hal baru, baik teknologi secara umum maupun perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Perkembangan teknologi tersebut menuntut pendidik untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif. Salah satunya menggunakan multimedia interaktif yang dikemas dalam bentuk e-modul atau modul elektronik dengan memanfaatkan aplikasi Adobe Flash CS6. Software tersebut merupakan software grafis animasi yang dapat membuat objek grafis dan menganimasikannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan Prosedur penelitian dan pengembangan (R&D) ADDIE yang digabungkan dengan Borg & Gall, meliputi 5 tahap yaitu: (1) Analisis (analisis kebutuhan), (2) Design (media pembelajaran), (3) Development (validasi media dan materi), (4) Implementasi (uji coba terbatas dan uji coba lapangan) dan (5) Evaluasi (revisi tiga kali). Penelitian ini menggunakan angket untuk memperoleh hasil yang valid dalam pengembangan e-modul. Angket diberikan kepada ahli materi, ahli media, dan pengguna e-modul (siswa).E-modul ini divalidasi oleh dua validator sebanyak tiga kali, yaitu produk awal, setelah uji coba terbatas, dan setelah uji coba lapangan. Berikut adalah hasil yang diperoleh pada tahap terakhir validasi, diantaranya validasi ahli media sebesar 99,31%, validasi ahli materi sebesar 98,61%, dan validasi siswa 90,03%. Berdasarkan hasil tersebut maka e-modul yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai sumber belajar pada mata pelajaran penataan barang dagang. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul berbasis Adobe Flash CS6 pada siswakelas XI Pemasaran di SMKN 1 Boyolangu Tulungagung sebagai alternatif sumber belajar siswa.Saran pengembangan lebih lanjut yaitu (1) pengembangan e-modul ini dapat dimodifikasi dengan aplikasi/software pembuatan media lain dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi, dan (2) penelitian pengembangan e-modul agar menambahkan video dan ilustrasi gambar pada e-modulyang telah dikembangkan.

Proses perubahan dalam penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di MTsN Malang I / Cieciel Khusriny

 

Survey tentang minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 4 Malang / Muh. Ridho Ilyasa

 

ABSTRAK Muh, RidhoIlyasa. 2011 Survey minatsiswaterhadapkegiatanekstrakurikulerolahraga di SMA Negeri 4 Malang.Skripsi.JurusanIlmuKeolahragaan. FakultasIlmuKeolahragaan. Pembimbing (1) I NengahSudjana, M.Pd., (2) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata kunci: minat, kegiatanekstrakurikulerolahraga Dalam upaya meningkatkan pendidikan setiap sekolah banyak hal yang harus diperhatikan baik di luar maupun di dalam sekolah. Setiap siswa dan guru juga perlu turut andil dalam setiap kegiatan yang ada di sekolah.Oleh karena itu dibutuhkan sebuah cara agar mencapai suatu pendidikan yang berkualitas.Salah satunya yaitu kegiatan seperti pengembangan diri bagi para siswa yang sesuai dengan kemampuan sehingga dapat mengembangkan kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari para siswa.Berdasarkan hasil observasi awal pada bulan agustus 2014 di SMA Negeri 4 Malang terdapat 5 cabang ekstrakurikuler olahraga yang masih aktif dan juga memiliki fasilitas yang masih bisa digunakan, namun masih banyak siswa yang bermalas-malasanatau sekedar hanya bermain dan bergurau tanpa adanya semangat yang muncul dari setiap diri siswa. Mengapamerekakurangberminatmengikutikegiatanekstrakurikulerolahraga?.JadiPenelitiberupayauntukmenelitibagaimanaatauseberapabesarminatsiswaterhadapkegiatanekstrakurikuler di SMA Negeri 4 Malang. Rumusanmasalahdalampenelitianiniadalahbagaimanakahminatsiswaterhadapkegiatanekstrakurikuler di SMA Negeri 4 Malang.Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuiminatsiswaterhadapkegiatanekstrakurikuler di SMA Negeri 4 Malang. Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahpenelitianstatistikdeskriptifpersentase.Padapenelitianinisampel yang diambiladalah 20% dari total populasi per kelasdenganjumlah total 606 siswadansiswi, yaitukelas X dankelas XI. Tekniksampel yang digunakanadalah cluster sampling (sampelkelompok) yang bertujuan agar subjekpenelitiantidakterpusatpadasatukelompoktertentu, dimananantinyapadasetiapkelompoknyaakandiambil 20% darijumlahsiswadansiswikelas X danKelas XI denganjumlah 117 sampelpenelitian. Hasilpenelitianinisecaraumumtelah di ketahuinilaipersentaseminatsiswaterhadapkegiatanekstrakurikulerolahraga di SMA Negeri 4 Malang adalahsebesar 77,61%. Secarakhususdilihatdariketiga sub variabelperhatiandengannilai 78,62%, kemauan 77,99%, dankesenangan 76,23%. Jadikeberadaanekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 4 Malang mendapatrespon yang baikbagiparasiswadansiswi yang mengikutikegiatantersebut. Kesimpulandalampenelitianiniadalahsecaraumumminatsiswaterhadapkegiatanekstrakurikulerolahraga di SMA Negeri 4 Malang termasukdalamkategoribaik.Secarakhususdilihatdariaspekperhatiantermasukdalamkategoribaik, kemauantermasukdalamkategoribaik, dankesenangantermasukdalamkategoribaik.Saran daripenelitianiniadalahdiharapkanpihaksekolahlebihmemperbaikilagiminatsiswa di sekolahterutamapadakegiatanekstrakurikulerolahraga.

Studi korelasi kesempatan mengembangkan profesi dan kondisi lingkungan kerja dengan kinerja guru teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Kabupaten Trenggalek / Sonny Triyo Wurianto

 

Kata Kunci: Kesempatan mengembangkan profesi, kondisi lingkungan kerja, kinerja Guru TIK Tugas utama Guru TIK adalah membentuk pola pikir peserta didik yang sistematis, kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah dengan bantuan teknologi. Pada kenyataannya Guru TIK lebih sering mengajarkan cara meng¬ope-ra¬sikan komputer. Hal tersebut disebabkan oleh kesempatan mengembangkan profesi yang diterima Guru TIK belum cukup untuk meningkatkan kinerjanya. Selain itu juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja, sebagian besar sekolah-sekolah di Kabupaten Trenggalek terletak di daerah dataran tinggi yang mengakibatkkan lambatnya pe¬nye¬diaan sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran TIK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap hubungan antara kesempatan mengembangkan profesi (X1) dan kondisi lingkungan kerja (X2) dengan kinerja Guru TIK (Y) di Kabupaten Trenggalek baik secara parsial maupun simultan. Serta mendeskripsikan masing-masing variabel X1, X2, dan Y. Penelitian ini menggunakan metode Ex Post Fakto untuk mengungkap hu-bung¬an antara variabel bebas dan variabel terikat secara kuantitatif korelasional. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah Guru TIK di Kabupaten Trenggalek. Data yang diperoleh diuji dengan uji asumsi klasik untuk menguji pra¬syarat analisis dan uji hipotesis untuk mengungkap hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian: (1) variabel X1 dalam kategori cukup sebesar 35%, (2) variabel X2 dalam kategori cukup kondusif sebesar 29%, (3) variabel Y dalam kategori baik sebesar 33%, (4) Ada hubungan positif dan signifikan antara kesempatan mengembangkan profesi dengan kinerja Guru TIK di Kabupaten Trenggalek, (5) Ada hubungan positif dan signifikan antara kondisi lingkungan kerja dengan kinerja Guru TIK di Kabupaten Trenggalek, (6) Ada hubungan positif dan signifikan antara kesempatan mengem¬bang¬kan profesi dan kondisi lingkungan kerja dengan kinerja Guru TIK di Kabupaten Trenggalek. Kesimpulan: sumbangan prediktor terhadap kriteriumnya sebesar 31,7%, yang dijabarkan sebagai (1) sumbangan efektif variabel X1 sebesar 20,5%, (2) sumbangan efektif variabel X2 sebesar 11,2%. Sedangkan 68,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar faktor yang diteliti.

Peningkatan hasil belajar siswa melalui model think pair share pada pemnbelajaran IPS kel;as V SDN 01 Rejosari Kabupaten Tulungagung / Okvia Hayuningtyas

 

ABSTRAK Hayuningtyas, Okvia. 2016. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Think Pair Share Pada Pembelajaran IPS Kelas V SDN 01 Rejosari Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Tri Murti, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Widayati, M.H Kata kunci: peningkatan, hasil belajar, Think Pair Share Hasil observasi yang dilakukan terhadap proses pembelajaran IPS di kelas V SDN 01 Rejosari Kabupaten Tulungagung diketahui terdapat beberapa hambatan dan permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran kelompok antara lain: (1) dalam pembelajaran guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) guru belum memberi kesempatan siswa untuk berpendapat, (3) guru masih mendominasi kegiatan pembelajaran, (4) siswa kurang berpartisipasi dalam pembelajaran, (5) kegiatan pembelajaran didominasi oleh siswa yang pandai saja, (6) masih banyak siswa yang kurang percaya diri atau kurang berani untuk menyampaikan pendapat atau hasil diskusi, (7) siswa kurang bekerjasama dengan teman kelompoknya untuk memecahkan masalah. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa, didapatkan hasil bahwa 24 siswa mendapat nilai <70 dan 13 siswa mendapat nilai >70. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Think Pair Share dan peningkatan hasil belajar siswa kelas V SDN 01 Rejosari Kabupaten Tulungagung melalui model Think Pair Share. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diperoleh prosentase hasil belajar siswa meningkat dari tahap pratindakan, siklus I, dan siklus II. Pada siklus I pertemuan 1 aktivitas guru memperoleh 80% dan pertemuan 2 memperoleh 93%. Pada siklus II pertemuan 1 aktivitas guru memperoleh 100% dan pertemuan 2 memperoleh 100%. Sedangkan aktivitas siswa pada siklus I pertemuan 1 memperoleh 43,24 % dan pertemuan 2 memperoleh 64,87%. Pada siklus II pertemuan 1 memperoleh 81,09 % dan pertemuan 2 memperoleh 91,90%. Untuk rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 memperoleh 40,54% dan pertemuan 2 memperoleh 59,46%. Pada siklus II pertemuan 1 memperoleh 75,68 % dan pertemuan 2 memperoleh 83,79%. Disimpulkan bahwa penerapan model Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS materi mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Oleh karena itu disarankan bagi para guru untuk menggunakan model Think Pair Share pada pembelajaran IPS supaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SDN 01 Rejosari Kabupaten Tulungagung.

Translation analysis on the translation of Gordon Dryden and Jeanette Vos' The Learning Revolution
by Yuna Puteri Kadarisman

 

ABSTRACT KadarismanY, una Puteri. 2002. T'ran,slationA n1lv'fi't on the T'ranslatetlI '-ersiont tl (iortJonD rydenc tnd.Ieannetlez os'The LeamingR evolution.G raduatc ThesisofDepartmentofEnglish,FacultyofLetters,stateUnir.ersityof Malang. Advisors: (I) Dr. M. Djohana D' Oka' (II) Dra' Mirjarn AnugerahwatiM, . A Keyw ords: Translationt,r anslationa nalysis,n on-literaryt ext This thesis attempts to evaluate a work of translation after the translation rs published.Thweo rk of translationanalyzedis a non-literaryb ook entitledR evolu'sr i-.uraB elalar. This book is translatedf iom the English t ersion writtel by Gordon Dryden and Jeannette Vos entitled The Leartttng revolutrcn The analysis of the translatedv ersion is limited to the left-hand pageso f the book. 'lhose pages are the high-lightepda gesr vhichc ontains ummaryo f eachc hapter,h igh-lightedp ointsf iom *,J ngh-t-ta ni pag.s, u.rd quotalions and facts which support the information given in ther ig' ht-handp ages. The anatyiisi s donef irstly by sortingo ut the sentencesin to phrasesa nd words to be analyzed separately and more thoroughly. Then the researcher does an identificationo ftranslationp rocedureu sedb y eachi tem in eachl anguagec omponent ofwords,p hrasesa, nd sentencesT. he third stepo fanalysis is to identifot he degreeo f r.rr"g" "tnr"rvation of eachi tem. In this part of analysis,e rrors.int ranslatlona re recogn-izeadn da nalyzedd eeplyt o find outthe possiblec ausesT. his is the next anuli.isd one The last analylis is suggestingim provementt o errorsi dentifiedi n the tranilationT. his improvementi s doneb asedo n the resulto f previousa nalyseso f identifoingt ranslatibnp rocecluresd, egreeo f messagec onservationa nd possible causes-whichaf fect the degreeo f messagec onseryation.M oreover, the improvemenf is nor only given to the items which contain errors but also the alreadv t-aithful translationrsv hicha re still ablet o be improved The resultso f thosea nalysesa re.i n word and phrasel evels,t he translation qualityr s good;h orvever,in seniencele vel,t he translationq uality is not sufficient. This i; du; to the higher number of errors identified jn the sentence level. More than a half of the errors found in tbe sentence level are the accumulation of errors "vhich occur in tlre lower level of language i.e., the word and phrase levels' Basedo n the resulto fthe translationt he researchesr uggeststh e establishmelrr ofa board oftranslation controller to control any translation result to be published' This board of controller is an independent structure in which a translation is examined to minimrze errors.

Pengembangan multimedia interaktif berbasis audiovisual menggunakan lectora inspire pada mata pelajaran dasar-dasar perbankan di SMK / Ati Nuryanti

 

ABSTRAK Nuryanti, Ati.2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Audiovisual Menggunakan Lectora Inspire Pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Perbankan Di SMK. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dr. Sunaryanto, M. Ed., (II) Dr. Eka Ananta Sidharta,. S.E., M.M. C.A. Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Audiovisual, Lectora Inspire Paradigma pembelajaran menuntut guru sebagai fasilitator bagi siswanya. Guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin merambah di dunia pendidikan. Multimedia interaktif menggunakan lectora inspire dapat dijadikan inovasi media pembelajaran yang diharapkan mampu menarik minat dan memotivasi siswa untuk belajar. Multimedia interaktif berbasis audiovisual menggunakan lectora inspire merupakan kombinasi antara teks, gambar, audio, video, animasi dengan memanfaatkan indera dengar (audio) dan indera penglihatan (visual) secara bersama-sama. Multimedia interaktif ini dirancang dengan program Powtoon, Wondershare Quizcreator, Camtasia, Snagit, Adobe Photoshope. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk multimedia interaktif berbasis audiovisual menggunakan lectora inspire pada mata pelajaran dasar-dasar perbankan di SMK. Selain itu juga untuk menguji kelayakan dan keefektifan produk yang telah dihasilkan. Metode pengembangan yang digunakan adalah model Borg & Gall yang telah dimodifikasi yang terdiri dari: 1) Potensi dan Masalah, 2) Pengumpulan Data, 3) Desain Produk, 4) Validasi Desain, 5) Revisi Desain, 6) Uji Coba Produk, 7) Revisi Produk, 8) Produksi Masal. Uji coba dilaksanakan pada kelas X Perbankan di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Jenis data pada penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil validasi ahli dan pengguna (guru dan siswa) yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase. Data kualitatif berupa saran dan kritik dari validator digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan revisi produk. Hasil validasi oleh ahli materi memperoleh persentase sebesar 84,76%, ahli media sebesar 91,54%, dan hasil uji coba pengguna terbatas (guru dan siswa) sebesar 88,35%. Sehingga rata-rata secara keseluruhan diperoleh sebesar 88,22% yang dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis audiovisual dapat dinyatakan sangat valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada guru khususnya, untuk memanfaatkan produk multimedia interaktif dengan bantuan buku petunjuk penggunaan dalam proses pembelajaran. Saran kepada pengembang selanjutnya dapat membuat produk dengan konsep dan materi lain dengan memanfaatkan media online.

Pengembangan inventori adaptabilitas karier siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) / Ifa Ruhimatul Fadhilah

 

ABSTRAK Fadhilah,IfaRuhimatul.2016.Pengembangan Inventori Adaptabilitas Karier Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, FakultasIlmuPendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd, (II) Drs. Harmiyanto, M.Pd. Kata kunci : Adaptabilitas Karier, Inventori, Siswa SMK. Pengembanganinventoriadaptabilitaskariersiswasekolahmenengahkejuruan (SMK) dilatarbelakangibelumtercapainyatugasperkembangansiswa SMK padaaspekwawasandankesiapankarier, masihbanyaksiswa SMK yang belummampumemahamidirinyadanragu dengan karier yang akan mereka tekuni, mereka juga belum tahu program studi lanjutan yang akan dipilih.Dari haltersebutmakadiperlukaninstrumensebagaialatpehamandiri. Penelitianinidilaksanakandengantujuanuntukmenciptakansebuah instrument pengumpul data yang dapatmembantusiswauntukmemahamidirinyadanmembantukonseloruntukmengukurtingkatadaptabilitaskariersiswa SMK. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengadaptasi langkah-langkah pengembangan dari Borg and Gall dengan langkah- langkah sebagai berikut: 1)mengumpulkan data,2)melakukan perencanaan, 3)mengembangkan produk awal, 4)melakukanujicobalapangantahapawal, 5)melakukanrevisidanpenyusunantahapakhir. Subjek uji validitas konstruk adalah dosen bimbingan dan konseling. Yang memiliki latar belakang pendidikan S-2BimbingandanKonseling, memiliki masa kerja minimal 5 tahun dan berkompeten dalam bidang instrumentasi. Berdasarkan uji validitas konstruk, diketahui bahwa sebagian besar isi dari inventori adaptabilitas karier siswa SMK, sudah sesuai dengan teori adaptabilitas karier oleh Savickas.Uji coba terbatas melibatkan 29 siswa kelas XI SMKN 3 Malang. Tujuan dari uji coba terbatas ini adalah untuk mengetahui sejauh mana inventori adaptabilitas karier ini, mampu dipahami oleh siswa SMK. Kemudian, uji lapangan utama dilaksanakan kepada 142 siswa kelas XI SMKN 3 Malang. Untuk menghitung koefisien validitas adalah menggunakan rumus korelasi product moment, sedangkan untuk menghitung koefisien reliabilitas menggunakan rumus alpha cronbach, serta untuk penormaan ideal menggunakan rumus kelas interval. Produk yang dihasilkanadalah sebuah inventori adaptabilitas karier siswa SMK, yang berisi70 item pernyataan terkait 4 aspek adaptabilitas karier yaitu : kepedulian, kontrol, rasa ingin tahu dan keyakinan. Produk ini sudah memenuhi syarat alat ukur, antara lain validitas, reliabilitas dan penormaan. Berdasarkan hasil pengembangan ini,diharapkankonselormampu memanfaatkan inventori adaptabilitas karier siswa SMK inisebagai salah satu alat pengumpul data nontesting. Selain itu, untuk penelitiselanjutnyadiharapkanmampumengembangkanprodukinisampai 10 tahapandari model penelitian Borg and Gall, danmengembangkan produk ini menjadi software, atau berbasis komputer,serta sebagai alatpenelitianatauinstrumenuntukpenelitianselanjutnya.

Implementasi nilai-nilai demokrasi pada proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) di MAN kota Blitar / Tri Nafisatur Rofi'ah

 

Kata Kunci: Implementasi, nilai-nilai demokrasi, pembelajaran, pendidikan kewarganegaraan Pembelajaran Pkn yang memuat nilai-nilai demokrasi adalah pembelajaran secara sadar dan terencana untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif, dan kritis terhadap lingkungan sekitar yakni di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Pembelajaran Pkn yang memuat nilai-nilai demokrasi bukan sekedar pembelajaran yang hanya mentransfer pengetahuan (kognitif) namun juga menekankan pada pembentukan karakter (afektif), dan kesadaran moral dalam melakukan tindakan (psikomotorik), terhadap pembelajaran Pkn yang memuat nilai-nilai demokrasi di MAN kota Blitar. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) bagaimana pengintegrasian nilai-nilai demokrasi ke dalam silabus PKn di MAN kota Blitar, 2) bagaimana penyusunan RPP PKn yang memuat nilai-nilai demokrasi di MAN kota Blitar, 3) bagaimana pelaksanaan pembelajaran PKn yang memuat nilai-nilai demokrasi di Man kota Blitar, 4) apa sajakah kendala pada proses pembelajaran PKn yang memuat nilai-nilai demokrasi di MAN kota Blitar, 5) bagaimana mengatasi kendala dalam proses pembelajaran PKn yang memuat nilai-nilai demokrasi di MAN kota Blitar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan beberapa hal yang mencangkup: (1) pengintegrasian nilai-nilai demokrasi kedalam silabus PKn, (2) penyusunan RPP PKn yang memuat nilai-nilai demokrasi, (3) pelaksanaan pembelajaran PKn yang memuat nilai-nilai demokrasi, (4) kendala-kendala pada proses pembelajaran Pkn yang memuat nilai-nilai demokrasi, (5) upaya untuk mengatasi Kendala pada proses pembelajaran Pkn yang memuat nilai-nilai demokrasi Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data utama diperoleh dari kata kata dan tindakan mengenai guru dan siswa, selain itu dari kesiswaan dan tata usaha sebagai data tambahan atau sekunder. Data diperoleh melalui observasi, untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh sisiwa, wawancara untuk mengetahui pengintegrasian nilai demokrasi ke dalam silabus, penyusunan RPP, kendala dalam proses pembelajaran serta upaya untuk mengatasi kendala pada proses pembelajaran, data berupa perangkat pembelajaran dan profil sekolah diperoleh dari studi dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Analisa data yang digunakan adalah (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dan analisis data penelitian implementasi nilai-nilai demokrasi pada proses pembelajaran PKn menunjukkan: (1) prosedur pengintegrasian nilai-nilai demokrasi ke dalam silabus Pkn adalah (a) mengidentifikasi SK dan KD yang akan menjadi pengintegrasian nilai-nilai demokrasi, (b) menambah sumber belajar mengenai pengetahuan umum yang berhubungan dengan materi pembelajaran yang mencermikan nilai-nilai demokrasi, (2) prosedur penyusunan RPP PKn yang memuat nilai-nilai demokrasi adalah: (a) melihat silabus yang telah ada terlebih dahulu, materi mana yang cocok diintegrasi dengan nilai-nilai demokrasi, (b) menyisipkan nilai-nilai demokrasi pada nilai karakter, (c) menambah sumber belajar yang sesuai dengan materi pembelajaran, (3) pelaksanaan pembelajaran PKn yang memuat nilai-nilai demokrasi terdiri dri tiga tahap: a) tahap perencanaan, berkaitan dengan perangkat pembelajaran berupa program tahunan, program semester, silabus, dan sistem penilaian, serta rancangan pelaksanaan pembelajaran, b) tahap pelaksanaan, pada tahap ini pembelajaran PKn yang memuat nilai-nilai demokrasi dilakukan dengan menerapkan metode diskusi dan tanya jawab dengan memanfaatkan media yang telah ada, c) tahap evaluasi, berkaitan dengan penilaian, ada dua macam penilaian yaitu penilaian penguasaan konsep atau pemahaman dan penilaian penerapan atau sikap. Penilaian penguasaan konsep atau pemahaman dilakukan dengan ulangan harian, dengan KKM 75, apabila ada siswa di bawah KKM maka diadakan remidi, dan penilaian penerapan dilakukan dengan skala sikap. (4) kendala dalam pores pembelajaran PKn terdiri dari: (a) guru mengalami kesulitan dan kurang teliti dalam menentukan nilai-nilai demokrasi yang sesuai dengan materi PKn, (b) pada pelaksanaan pembelajaran kendala yang dialami guru ada 3 yaitu (a) guru mengalami kendala pada keterbatasan waktu pembelajaran yang tidak sesuai dengan materi yang begitu banyak, (b) kurangnya antusiasme siswa terhadap pembelajaran, (c) sulitnya menentukan media pembelajaran yang cocok. (5) upaya untuk mengatasi kendala adalah (a) pada penyusunan RPP guru harus teliti dan kreatif dalam menentukan nilai-nilai demokrasi yang sesuai dengan materi PKn, (b) pada pelaksanaan pembelajaran ada 3 upaya untuk mengatasi kendala, yaitu (a) dengan keterbatasan waktu pemebelajaran guru sering memberikan tugas pasa siswa, (b) guru melakukan inovasi dengan pengalaman-pengalaman baru dan pintar menarik perhatian siswa, (c) guru melakukan pengembangan media pembelajaran. Dari penelitian di atas maka dikemukakan saran sebagai berikut: 1) didalam penyusunan RPP yang memuat nilai-nilai demokrasi guru sebaiknya cermat dalam menentukan nilai-nilai demokrasi yang sesuai dengan materi pembelajaran, 2) guru harus pandai mengatur waktu pembelajaran agar waktu pembelajaran bisa di manfaatkan dengan baik, 3) pada diskusi kelmpok hendaknya siswa memanfaatkan kesempatan waktu untuk melakukan Tanya jawab, 4) alangkah baiknya guru menambah pengetahuan umum terkait pembelajaran yang memuat nilai-nilai demokrasi, 5) guru harus memiliki kreativitas dalam membangkitkan semangat siswa.

Perbedaan kematangan emosi ditinjau dari kebutuhan akan cinta pada mahasiswi di fakultas pendidikan psikologi Universitas Negeri Malang / Ruud ayu Dewanti

 

Kata kunci: Kematangan emosi, kebutuhan akan cinta, mahasiswi Sebagai individu yang telah memasuki tahap perkembangan dewasa awal salah satu permasalahan yang tidak bisa lepas dari kehidupan seorang mahasiswi adalah permasalahan cinta. Hal tersebut tidak bisa lepas dari salah satu tugas perkembangan masa dewasa awal yaitu mencari pasangan, disisi lain mahasiswi adalah manusia yang tidak pernah lepas dari kebutuhan akan cinta. Kebutuhan akan cinta adalah suatu perasaan yang dibutuhkan oleh manusia agar manusia dapat berkembang dan bersosialisasi, dikarenakan manusia adalah makhluk yang tidak bisa berpisah antara satu sama lain. Mahasiswi dalam menghadapi suatu permasalahan membutuhkan kematangan emosi. Kematangan emosi merupakan suatu keadaan dimana seorang individu telah mencapai keberhasilan dalam mengelola emosinya dengan lebih baik yang memiliki ciriciri antara lain kontrol emosi, pemahaman diri, dan penggunaan fungsi kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kematangan emosi ditinjau dari kebutuhan akan cinta pada mahasiswi di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif karena peneliti akan mendeskripsikan atau menggambarkan berdasarkan datadata mengenai tingkat kematangan emosi dan kebutuhan akan cinta, serta perbedaan kematangan emosi ditinjau dari kebutuhan akan cinta pada mahasiswi di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswi yang telah memasuki tahap perkembangan dewasa awal dengan karakteristik berusia 20-22 tahun yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang dengan populasi berjumlah 130 orang. Untuk menganalisis data menggunakan statistik inferensial parametrik yaitu Independent Sample Test untuk mengetahui perbedaan kematangan emosi ditinjau dari kebutuhan akan cinta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan kematangan emosi ditinjau dari kebutuhan akan cinta pada mahasiswi di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang yang dibuktikan dengan nilai yang diperoleh dari uji Independent Sample Test sebesar (t= 0,954) dengan signifikansi (0,344 > 0,05). Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan bahwa terdapat perbedaan kebutuhan akan cinta berdasarkan status hubungan pada mahasiswi di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada: 1) mahasiswi pada saat seseorang menjalankan suatu hubungan romantis, tinggi atau rendahnya kematangan emosi seseorang akan terlihat seiring dengan berjalannya waktu, maka penting bagi pasangan untuk saling memahami satu sama lain. Apabila mahasiswi menginginkan hubungan cinta yang berkualitas maka dibutuhkan sikap saling memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing. Ketika ada salah satu dari pasangan yang memiliki kematangan emosi rendah maka disarankan bagi pasangannya untuk berusaha memahami dan membimbing kearah kematangan yang lebih baik. 2) peneliti selanjutnya agar menambah metode penelitian supaya didapat subyek penelitian yang lebih akurat sesuai dengan kriteria yang diinginkan serta menambah jumlah subyek penelitian agar diperoleh data yang lebih akurat.

Pengaruh penggunaan bahan ajar dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar pembelajaran PPKn mahasiswa D-2 PGSD IKIP Singaraja / oleh Made Putra

 

Upaya meningkatkan hasil akhir, melalui model explicit instruction menggambar perspektif pada siswa kelas IXG di SMP Negeri 1 Purwosari, Kabupaten Pasuruan / Hari Basuki

 

ABSTRAK Basuki, Hari. 2016. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar, melalui Model Explicit Instruction Menggambar Perspektif pada Siswa Kelas IX G di SMP Negeri I Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing :Drs.Didiek Rahmanadji, M.Pd Kata kunci : Hasil Belajar, Perspektif, Explicit Instruction Penelitian ini dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa hasil belajar siswa kelas IX G SMPN 1 Purwosari pada materi menggambar perspektif tergolong rendah. Rendahnya hasil belajar tersebut terlihat masih kurang maksimalnya dalam menerapkan prosedur menggambar perspektif Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Hasil Belajar menggambar perspektif melalui penerapan model pembelajaran Explicit Instruction. Manfaat hasil penelitian dapat memberikan pengalaman langsung pada guru-guru dan siswa yang terlibat dalam rangka memperoleh pengalaman baru. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas melalui 3 siklus, yang mana pada setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX G yang berjumlah 36 orang dengan indikator kinerja pada penelitian ini yakni siswa dikatakan tuntas dalam belajar, bila nilai hasil evaluasi >75. Melalui penerapan pembelajaran Explicit Instruction (Pengajaran Langsung), dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural (pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu) dan pengetahuan deklaratif (pengetahuan tentang sesuatu yang dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi) yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah. Berkaitan dengan hal tersebut hasil belajar siswa cenderung akan meningkat, berdasarkan analisis data menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada materi menggambar perspektif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar pada akhir siklus Iangkah pencapaian rata-rata sebesar 71,20 dengan daya serap 71,20 % dan ketuntasan belajar 75%. Pada akhir siklus II angka pencapaian nilai rata-rata 88,20 dengan daya serap 88,20% dan ketuntasan belajar 79,17%, Sedangkan pada siklus III tingkat keberhasilan 89,5%. Dengan demikian dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa pembelajaran menggambar perspektif dengan menggunakan model pembelajaran Explicit Instruction dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX G SMP Negeri 1 Purwosari Kab. Pasuruan Tahun Pelajaran 2015/2016.

Dampak ekonomi dan ekologi wisata air panas Gonoharjo / Arif Subekti

 

Kata Kunci: Wisata, Gonoharjo, Ekonomi, Ekologi Pembukaan Wisata Air Panas Gonoharjo tahun 1982, yang mengembangkan usaha-usaha konservasi sumberdaya alam, dalam beberapa hal telah mengubah fungsi tanah perkebunan milik Perhutani Jawa Tengah serta milik warga, menjadi lahan eksplorasi yang bersifat eksploitatif disamping pemekaran areal wisata yang bersifat ekspansif. Hal ini secara bifurkatif, memberikan efek yang di satu sisi positif bagi kemajuan perekonomian penduduk, namun di sisi lain berakibat negatif pada bidang ekologi, yakni bagi pelestarian lingkungan yang dijadikan areal wisata serta pendukung potensi Wisata Air Panas Gonoharjo. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini menyangkut (1) bagaimana keadaan ekonomi dan kondisi ekologi Desa Gonoharjo sebelum dibukanya pariwisata, (2) bagaimana keadaan ekonomi dan ekologi Desa Gonoharjo setelah dibukanya pariwisata, (3) bagaimana pola perubahan keadaan ekonomi dan ekologi Desa Gonoharjo sejak tahun 1982 hingga tahun 2011. Penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif fenomenologis. Deskriptif kualitatif perspektif fenomenologis berarti usaha mencatat, melukiskan, menguraikan, dan melaporkan buah pikiran, sikap tindak, dan perilaku manusia serta gejala alam yang menyangkut ekonomi dan ekologi dalam kenyataan. Sumber data yang diperoleh menggunakan observasi lapang dan sumber lisan melalui wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan; (1) corak kehidupan ekonomi dan ekologi Desa Gonoharjo sebelum tahun 1982 secara global adalah agraris, yakni perikehidupan yang mendasarkan usaha ekonominya pada pengelolaan lahan, bahwa tanah merupakan faktor produksi utama bagi penduduk Desa Gonoharjo. Secara ekologis, keseimbangan alam lingkungan desa masih terjaga, dengan belum diadakannya ekplorasi dan ekspansi dalam rangka eksploitasi alam untuk usaha pariwisata. Mobilitas juga masih rendah, sehingga konformitas penduduk relatif masih terjaga; (2) corak kehidupan ekonomi dan ekologi Desa Gonoharjo setelah tahun 1982 mengalami perubahan, dari warna agraris menjadi beragam, dengan terbukanya lapangan pekerjaan baru berikut kesempatan usaha baru yang mengiringinya, bahwa tanah yang sebelumnya merupakan faktor produksi utama bagi penduduk Desa Gonoharjo, menjadi bergeser sebagai komoditas, khususnya bagi penduduk yang memiliki lahan di sekitar areal wisata. Sementara efek langsung dari pembukaan areal wisata beserta varian bisnis yang mengiringinya ialah terjadinya ketidakseimbangan ekologis pada lahan di sekitar areal wisata pada khususnya dan keseluruhan Desa Gonoharjo pada umumnya; (3) pembacaan pola perubahan keadaan ekonomi dan ekologi Desa Gonoharjo sejak tahun 1982 hingga tahun 2011 mengambil pola yang jika digambarkan berbentuk spiral, dalam arti bahwa sejarah perubahan keadaan ekonomi dan ekologi Desa Gonoharjo bukanlah sejarah yang berulang, yang terus bergerak dalam lingkaran tiada ujung. Berdasarkan pembahasan hingga kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini, saran-saran yang dapat disampaikan ialah; (1) manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif; dalam arti manusia tidak sekedar mengandalkan hidup mereka pada kemurahan dan keramahan lingkungan, manusia telah berabad-abad lamanya mengembangkan pengelolaan lingkungan dan mengolah sumberdaya secara aktif demi memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan seleranya. Hendaknya usaha aktif ini tetap memerhatikan kondisi lingkungan beserta upaya peremajaannya disamping pelestariannya kembali; (2) berbagai kebijakan yang berkaitan langsung dengan upaya ekplorasi dan ekspansi hutan hendaknya tetap menjaga keseimbangan dari segenap alam yang teratur; (3) bagi peneliti yang hendak melanjutkan membahas permasalahan yang sama, masih sangat banyak aspek yang belum dikaji perihal Pariwisata Air Panas Gonoharjo ini. Untuk mendapatkan sejarah yang lebih baik mengenai pariwisata ini, peneliti selanjutnya dapat mengakses Museum Arsip, serta tokoh kunci lainnya yang belum dapat penulis gali keterangannya. Sebagai masukan untuk fokus penelitian dari aspek kajian yang lain, peneliti dapat menggali kembali aspek sosial budaya kaitannya dengan pembukaan pariwisata ini, atau sejarah Desa Gonoharjo beserta sejarah pariwisata, baik dari rumpun arkeologi maupun antropologi.

Strategi penyampaian pembelajaran PPKn di SDN Bareng Kota Malang / oleh Yuliani Narzet

 

Pengaruh penggunaan media kartu angka untuk meningkatkan kemampuan matematika operasi hitung pengurangan anak tunagrahita kelas V SDLB Eka Mandiri Kota Batu / Ikrima Kartika

 

ABSTRAK Kartika, Ikrima. 2016. Pengaruh Penggunaan Media Kartu Angka Untuk Meningkatkan Kemampuan Matematika Operasi Hitung Pengurangan Anak Tunagrahita Kelas V SDLB Eka Mandiri Kota Batu. Skripsi S1 PLB, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (2) Dra. Sudarsini, M. Pd Kata Kunci: tunagrahita, kemampuan operasi hitung pengurangan, media kartu angka Siswa tunagrahita memliki keterbatasan dalam hal kognitifnya. Tunagrahita secara umum merujuk pada kecerdasan di bawah rata-rata, hal ini terjadi karena otak bagian short term memory mengalami gangguan sehingga siswa tunagrahita tidak bisa menghafal dalam jangka waktu yang lama. Salah satu contoh yang bisa diambil yaitu saat pelajaran matematika ketika diberikan tugas untuk mengerjakan soal siswa kesulitan untuk mengerjakan karena memori jangka panjang yang ada dalam otak tidak berfungsi dengan semestinya. Padahal dalam pelajaran matematika ada banyak rumus yang harus dihafalkan oleh siswa. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan kemampuan operasi hitung pengurangan anak tunagrahita kelas V SDLB Eka Mandiri sebelum penggunaan media kartu angka. (2) Untuk mendeskripsikan kemampuan operasi hitung pengurangan anak tunagrahita kelas V SDLB Eka Mandiri sesudah penggunaan media kartu angka. (3) Untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media kartu angka terhadap kemampuan operasi hitung pengurangan anak tunagrahita kelas V SDLB Eka Mandiri Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre-eksperimen dengan desain one group pre-test post-test design. Dimana sebuah eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpa menggunakan kelompok kontrol atau pembanding. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini tidak bersifat random. Hasil penelitian menunjukkan perolehan nilai rata-rata pada tahap pre-test yaitu 66, sedangkan perolehan rata-rata nilai pada tahap post-test meningkat menjadi 88 setelah dilakukan perlakuan.dari perhitungan tersebut dapat dinyatakan adanya pengaruh penggunaan media kartu angka sebagai bentuk intervensi terhadap kemampuan operasi hitung pengurangan sebagai target behavior. Hasil output diperoleh nilai sig. 2 (2-tailed) sebesar 0.034 yang berarti bahwa nilai sig.2 (2-tailed) lebih kecil dari nilai α (0,05). Berdasarkan kriteria tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu angka berpengaruh terhadap kemampuan operasi pengurangan Adapun saran bagi Guru dalam penelitian ini adalah Guru dapat menggunakan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.

Penggunaan graph pada model percobaan dengan bantuan matriks
oleh Dhina Nurhidhayati

 

ABSTRAK Nurhidhayati,D hina, 2002.P enggunaanG raphp ada Model Percobuand engan BantuenM atriks,Skipsi,J urusanM atematikaF, akultasM atematikad anI lmu PenggetahuaAn lam, UniversitasN egeri Malang Pembimbing(I ) : Drs. GatotM uhsetyo,M .Sc (Il) : Dra. SaptiW ahyuningsihM, .Si Kata-katr Kttnei : Bloks, Matriks-KeterhubunganM, odel Percobaan Model percobaana dalahk umpuland ari beberapah impunanb agiany ang memuajtu mlah anggotas ama( lebih dari satu)d engans yarats etiapk elompokdarF anggotait u hanyat erdapatpadasatubloks( himpunanb aglan).M atriks keterhubungadnig unakano lehm odelp ercobaanu ntukm empermudamh elihat parameter-parametyear ng aday aitu (v},r,k, ri ), keempatp arameterd ari model percobaavn, b,r,kd apatd ilihat langsungp adam atriksk eterhubungasne dangkan parameterd2a patd ilihatd enganm enghitunMg 'M. Model percobaanm enggunakamn atriksk eterhubungaunn tukm embantu mempermudaahn alisisd anm elihatp arameter-parameytearn ga dap adam odel.D an bloksd igunakanu ntukr nenyatakahni mpunanb agiand enganti dak adau nsury ang diulangp adas etiapb loksnyab, loksjuga digunakanu ntukm enentukabna nyaknl'a himpunanb agianp adam odelp ercobaan. Padam odelp ercobaabne rlakub anyaknyjae nis padam asing-masinbgl oks harusk urangd ari banyaknyajenisk eseluruhanD. an banyaknyab lokst ergantung padab anyaknyajenisp adas etiapb loks.D engand emikianb anyaknyab loksp ada setiapm odel percobaana kant ergantungp adaj umlahjenis perbloksny

Pengembangan bahan ajar melalui media blog untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Kearsipan materi Komputerisasi Kearsipan (studi pada siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI Turen) / Wahyu Satya Kusuma

 

ABSTRAK Kusuma, Wahyu Satya. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Melalui Media Blog Untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Kearsipan Materi Komputerisasi Kearsipan (Studi pada Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI Turen). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mohammad Hari, M.Si (II) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si Kata kunci: pengembangan bahan ajar, media blog, hasil belajar, komputerisasi kearsipan Penelitian pengembangan ini didasari oleh terbatasnya bahan ajar Mata Pelajaran Kearsipan. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa bahan ajar Kearsipan masih terbatas, serta sumber yang digunakan dalam pembelajaran masih belum lengkap, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran juga masih rendah. Pembelajaran Kearsipan dengan menggunakan bahan ajar melalui media blog ini diharapkan dapat membuat siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran, berfikir kritis, serta dapat memecahkan suatu permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah 1) menghasilkan bahan ajar untuk Materi Komputerisasi Kearsipan dengan menggunakan media internet yang dikemas kedalam blog, 2) mengetahui kelayakan bahan ajar yang telah dikembangkan melalui hasil validasi. 3) mengetahui perkembangan rata-rata hasil belajar siswa. Rancangan penelitian ini diadaptasi dari model penelitian dan pengembangan yang terdiri dari 10 tahap yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba produk, revisi produk, produksi akhir. Validasi dilakukan oleh 2 orang yang pertama dosen Jurusan Manajemen Program Studi Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Malang sebagai validator ahli media dan yang ke dua ahli materi guru Mata Pelajaran Kearsipan SMK PGRI Turen dan 36 siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK PGRI Turen sebagai subjek uji coba. Produk yang dikembangkan berupa bahan ajar melalui media blog yang telah divalidasi. Berdasarkan hasil validasi diperoleh data bahwa bahan ajar ini termasuk kategori layak digunakan dengan hasil persentase validasi ahli materi 85%, validasi ahli media 90% dan respon siswa 90%. Berdasarkan hasil post test presentase nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan sebanyak 6%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan bahan ajar ini dapat meningkatkan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan: (1) Ketika menggunakan bahan ajar ini, hendaknya komputer/laptop tersambung dengan jaringan internet yang cukup memadai sehingga kegiatan belajar dapat belajar dengan lancar dan memberikan petunjuk dalam menggunakan nya. (2) Untuk pengembang lebih lanjut bisa menambahkan bentuk aplikasi lain yang mendukung demi mengembangkan produk media pembelajaran yang lebih interaktif.

Hubungan pengaturan tata ruang kantor terhadap kegairahan kerja pegawai tata usaha di SLTP Kota Malang
oleh Imelda Suryani

 

Bagiank etatausahamane rupakapno st erdepabna gip enyelenggaraan administrasseik olahD. alamm elaksanakapnc kcr.iaatna tau sahas alahs aluf bktor p€ntinyga ngt urutm enentukanke lancarannyaad alahp enataanru angk antory ang baikd and apatm enciptakansu asanate mpatk erjay angm enyenangkanP.e nataatna ta ruangkantoryaknugr angb aikd apatm enghamburkatenn agaw, aktu,s ehingggaa irah ke{a menurun. Dengan suasana keria yang menyenangkan akan mendorong pegawai untukle bihb ergairahd alamm enyelesaikapne kerjaannyas,e hinggap ekerjaand apat berjalalna ncar. Masaladha lamp enelitianin i adalah(. I ) Apakaha dah ubungaann tara pengaturatant ar uangk antort erhadapk egairahank erja pegawati atau sahad i SLTP kotaM alang? (2)bagaimantaa tar uangk antord i SLTPk otaM alang? (3)B agaimana tingkakte gairahakne rjap egawatia tau sahad i SLTPk otaM alang? Penelitiainn i dilakukand i SLTPk otaM alangy angb ertujuanu ntuk menentukhaunb ungaann tarap engaturatna tar uangk antort crhadapk cgairahaknc ria pegawatai tau sahad i SLTPk ota Malang. Rancangapne nelitianin i adalahd eskriptikf orelasionaMl. etoded eskriptif untukm emaparkamn,e nganalisdaa nm enafsirkand atad ari variabelt atar uangk antor dank egairahakne {a pegawai.S edangkamn etodek orelasionaul ntukm enentukan hubungapne ngaturatna tar uangk antort erhadapk egairahank erjap egawatia ta usaha di SLTP kotaMalang. Populaspie nelitianin i adalahs eluruhp egawatia tau sahad i SLTPk ota Malangy, angb erjumlah2 97 orang.A dapuns arnpelnydai tetapkan6 0 orangy ang masing-masisnegk olahd iambil 3 pegawai. Teknikp engumpuladna taa dalaha ngket,d okumentasoi, bservasiS. edangkan teknika nalisisd ataa dalah(: I ) chi kuadrat,u ntuk mengetahupi erbedaan (2)t eknika nalisisk orelasip roductm oment,u ntukm engujih ubunganp engaturatna ta ruangk antort erhadapk egairahank e{a pegawai. Berdasarkahna sila nalisisd ata,d iperolehk esimpulan(:1 ) kondisit atar uang kantodr i SLTPk otaM alangb eradap adak ualifikasit inggi (2) tingkatk egairahan kerjap egawadi i SLTPk otaM alangb eradap adat ingkatt inggi (3) terdapaht ubungan yangp ositifa ntarutataru angk antort erhadapk egairahank erjap egawatia tau sahad i SLTP kota Malang. Saran-sarayna ngd iberikana dalah(: 1) kepalab agiant atau sahaS LTPk ota Malangd alamp engaturanta tar uangk antord ibuatl ebihb aik untukm eningkatkan kegairahakne rjap egawa(i 2) Pegawatia ta usahad i SLTPk ota Malangl ebih meningkatkagna irahk erjanya( 3) JurusanA dministrasPi endidikana garm emberi materpi embekalatne ntangs kripsi( 4) Mahasiswas ebagaai cuanu ntukm enelitil ebih lanjut tentang tata ruang kantor dan kegairahan ke{a pegawai, dengan variabel dan populasyia ngb erbeda.

Hubungan motivasi belajar dan kemandirian belajar dengan prestasi belajar IPS pada siswa SLTP I Muara Jawa Kutai Kartanegara Kalimantan Timur / oleh Winarto

 

Mitos Mbah Ayu di Desa Bakung Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro / Ulfa Rosyidah

 

ABSTRAK Rosyidah, Ulfa. 2016. MitosMbahAyu di DesaBakungKecamatanKanorKabupatenBojonegoro.Skripsi, JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. DjokoSaryono, M.Pd, (II) Dr. Sunoto, M.Pd Kata kunci: mitosMbahAyu, DesaBakung, Bojonegoro. MitosMbahAyumerupakansalahsatuceritarakyat yang ada di DesaBakung, KecamatanKanor, KabupatenBojonegoro, JawaTimur.Ceritainidiwariskansecaraturun-temurunsehinggasampaisekarangmasihdikenalolehmasyarakat.KeberadaanmitosMbahAyumemilikibeberapapengaruhdalamkehidupanmasyarakat.MbahAyudipercayasebagaisalahsatu orang yang berjasadalammenyebarkan agama Islam di DesaBakung.BeliaumemilikinamaasliGustiAyu. Menurutcerita yang diketahuimasyarakat, beliaumasihtermasukdalamketurunanWaliMbejagung yang berasaldariTuban, JawaTimur.Selamahidup, beliautermasuk orang yang giatdanrajinbekerja, beliaujugaramahkepadasiapapun.Banyakkejadian yang menurutwargadapatdikategorikansebagaisesuatu yang ‘ajaib’.Salah satucontohnyaadalahpadamasahidupnya, MbahAyumemilikisawahberhektar-hektar.Namunselama proses penanamansampaipanenpadi, beliautidakpernahmemintabantuankepadasiapapun. Beberapahal ‘ajaib’ inilah yang kemudianmelatarbelakangimunculnyaberbagaikepercayaan di masyarakat, yang olehbeberapa orang masihdianggapberpengaruhhinggasaatini.UntukmenemukanfungsidanpengaruhmitosdalammasyarakatDesaBakungdigunakanteorifungsimenuruttigaahli, yaituPeursen, Bascom, danDundes.Teoritersebutdigunakankarenadapatmengungkapkanfungsidanpengaruhmitosterhadapmasyarakat, yang tertuanglewatceritaMbahAyu.PenelitianinisecararincibertujuanuntukmemaparkanbentuknaratifmitosMbahAyu, memaparkanfungsimitosMbahAyu, danmemaparkanpengaruhmitosMbahAyudalammasyarakat. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatif.Penelitianinitermasukdalamjenispenelitianetnografi.Data penelitianiniberupaberupamitosMbahAyu yang hidup di DesaBakung, KecamatanKanor, KabupatenBojonegoro.Pengumpulan data menggunakanteknikwawancara, observasi, dokumentasi, danangket.Untukmengecekkeabsahan data dilakukanpengecekankembaliinformasidan data yang telahdiperoleh, dandiskusidengantemansejawatdandosenpembimbing. HasilpenelitianmenunjukkanbahwabentuknaratifmitosMbahAyuberubah-ubahsesuaidenganpenerimaandanpemikiranmasyarakatterhadapcerita.Ditemukan 5 versiceritadenganpersamaandanperbedaanpadamasing-masingversi.Dalampenelitianinijugaditemukan 6 fungsimitosMbahAyu yang meliputi; menyadarkanmanusiatentangkekuatanajaib, memberikanpengetahuantentangdunia, cerminatauproyeksiangan-anganpemiliknya, alatpendidikan, pengawasnormadalammasyarakat, dankritikmasyarakat. PadapenelitianinijugaditemukanduapengaruhmitosMbahAyuterhadapmasyarakat; pengaruhmitosdalamwujudkepercayaandanpenaruhmitosdalamwujud ritual dankegiatan. SecarakeseluruhanceritamengenaiMbahAyu yang adadalammasyarakatDesaBakungmerupakansebuahsaranauntukmenjelaskanmitosMbahAyu yang ada di DesaBakung.Lewatceritatersebut, masyarakatinginmenunjukkanalasankepercayaan yang mengakarkuatdalamkehidupanmasyarakatDesaBakung. Berdasarkanpemaparanbentuknaratif, fungsi, danpengaruhmitosMbahAyudiharapkanmasyarakatDesaBakung agar dapatlebihmenghargaidanmelestarikansastralisan yang dimiliki.Hal inidapatmembantumengenalkandanmewariskanmitosMbahAyusebagaikekayaanbudaya yang dimilikiolehmasyarakatDesaBakung.

Kajian tentang kemampuan membaca tabel kimia pada pokok bahasan sistem periodik unsur siswa kelas 1 SMU Negeri 2 Bondowoso tahun ajaran 2001/2002 / oleh Desy Sugiharti

 

BerdasarkaGn BPP kurikulurnS MU 1994 rnatap elajarank irnia, siswa diharapkarnne rnahammi ateris isternp criodiku nsurd engann renafsirkabna gana tau tabels isternp eriodiks erta siht-sifat atoln. Sebagianb esard ata dan irtfbrrnasi pembelajarpaand ap okokb ahasainn i disajikand alanrb entukt abel.D alarnh al ini siswad iharapkand apatr nengenalpi ola kecenderungatenr tentuy angt erdapadt alam tabesl ehinggsai swar nampuI nenernukaant uran-aturaknin riay angt erdapadl alam tabelD. eugand ernikiank, ernarnpuasnis wau ntukn teuganalisdisa tad alalnb entuk tabeli ni akan rnetrunjankge berhasilasni swat nernaharnnir ateris isletnp eriodik unsurH. al ini rnendoronpge nulisi nginm engetahubia gaimantain gkatk emampuan siswak elas I dalaurm enrbacata bei kiuria pada pokok bahasau sisternp eriodik unsur. Penelitianin i adalahp enelitiand eskiptif denganp opulassi eluruhs iswak elas I SMLN 2 Bondowoso tahur ajaran 2001n002 terdili dari 6 kelas yang dibagi rnerrjad2i kelompokb erdasarkanni lai rata-ratak itnia cawu I. Sarnpepl enelitian terdirdi ali6 2 siswa,l 0 siswab erasadl arik elornpokI dan5 2 siswad arik elornpo2k yang diarnbil secaraa cak. Untuk mengetahuti ingkat ketnampuans iswa dalam rnembactaab elk imiap adap okokb ahasasni stemp eriodiku nsurd igunakatne sy ang berupate sp ilihang artdas ebanyakl6 butir soaly arrgs etnuatryran erupakasno alv alid. Berdasarkatinn gkatk esukaranny4a soalt ermasuks oals r*ar, l0 soalt ermasuks oal sedandga n 2 soalt ernrasumk udah,B erdasarkadna yab edanyal,' { soalt ermastlk cukupd an2 soalt erurasubka ik.R eliabilitatse sa dalah0 ,688.D atad ianalisise cara deskriptifu ntuk rnengetahupi ersentastein gkat ketnampuans iswad alamm embaca label kinia pada pokok bahasans istenr periodik unsur. Persentasleil lgkal keurarnpuadna larnr netnbacala belk irnia padap okok bahasans istetnp griodiku nsur diperolehd enganr nernbandingkajunr nlahj awabanb enary ang diberikans iswa dengajnu rnlahs iswad ikalikanju rnlahs oald ikalikan1 00%. Hasil penelitiany angd iperoleha dalah: lirrgkatk emamptrasnis wak elasI SMUN2 Bondowosdoa larnh al (l). rnernbacjuad ut tabeta dalahc ukup( 14W,Q). membaesaa tuany anga dad alamt abela dalahc vkup( 729ro()3, ),r nenghubungkdaant a yangs atud engand atay angl ainnyaa dalahk urangb aik (55%)d an( 1). tnemanfaatkan tabel untuk nreuyelesaikasuo al adalah cukup (60%).Dengank ata lain tingkal kemarnpuarna ta-ratas iswak elasI SMLIN2 Bondowosod alamr nembactaa belk imia adalahcu kup( 63%). ul

Pengaruh komposisi ZnO pada nanokomposit Fe3O4/ZnO core-shell terhadap struktur, morfologi dan fotodegradasi pada pewarna methylene blue / Siti Maryam

 

ABSTRAK Maryam, Siti. 2016. Pengaruh Komposisi ZnO pada Nanokomposit 〖Fe〗_3 O_4/ZnO Core-Shell terhadap Struktur, Morfologi dan Fotodegradasi pada Pewarna Methylene Blue. Skripsi, Program Studi Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Nandang Mufti,S.Si, M.T, Ph.D. (2) Dr. Ahmad Taufiq, M.Si. Kata kunci: Fe_3 O_4/ZnO, core-shell, fotokatalis, fotodegradasi. Penghilangan zat warna menggunakan metode fotodegradasi dengan bantuan fotokatalis ZnO memiliki keuntungan mudah digunakan, tidak beracun, ramah lingkungan, fotosensitif, dan mempunyai kemampuan baik dalam mendekomposisi senyawa organik dan bakteri berbahaya yang sering mengkontaminasi lingkungan. Akan tetapi ZnO tidak bersifat magnetik maka material ini sulit dipisahkan dari larutan setelah digunakan.Oleh karena itu, untuk memaksimalkan kemampuan ZnO agar dapat digunakan secara berulang maka pembentukan komposit berstruktur core-shelldengan material magnetik Fe_3 O_4 perlu dikembangkan. Pada penelitian ini, dilakukan variasi komposisi ZnO untuk mengetahui pengaruhnya terhadap struktur kristal dan morfologi nanokomposit Fe_3 O_4/ZnOcore-shell dan sifat fotodegradasi pada pewarna Methylene Blue. Bahan dasar yang digunakan adalah pasir besi, HCl dan NH_4OH untuk pembentukan Fe_3 O_4 sebagai core (inti), Zn-asetat dan NH_3 untuk pembentukan ZnO sebagai shell (kulit). Metode yang digunakan adalah kopresipitasi untuk pembentukan Fe_3 O_4 dan presipitasi untuk pembentukan nanokomposit Fe_3 O_4/ZnOcore-shell. Serbuk yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan XRD, SEM-EDX, BET dan UV-Spetrofotometer. Struktur kristal dianalisis menggunakan Rietica dan Microcal Origin, ukuran butir rata-rata dianalisis menggunakan ImageJ berdasarkan hasil fotografi SEM dan luas permukaan diperoleh dari hasil analisis Multi Point BET. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanokomposit Fe_3 O_4/ZnOcore-shell telah berhasil disintesis dengan kandungan atom ZnO 2,8-12,32 %. Pada komposisi ZnO di bawah 9%, terbentuk fase baru berupa Fe_2 O_3 yang terbentuk akibat Fe_3 O_4 yang teroksidasi. Komposisi ZnO tidak mempengaruhi struktur kristal tetapi mempengaruhi morfologi karena tingkat aglomerasi tiap sampel berbeda.Ukuran butir komposit mengalami penurunan dengan meningkatnya konsentrasi ZnO sedangkan luas permukaannya berbanding terbalik dengan ukuran butir. Tingkat degradasi terhadap pewarna methylene bluepada sampel yang mengandung Fe_2 O_3semakin menurun dengan bertambahnya komposisi ZnO tetapi semakin naik pada sampel tanpaFe_2 O_3.

Pengembangan buku teks bergambar biologi pokok bahasan sistem transportasi catur wulan II kelas II sekolah lanjutan tingkat pertama
oleh Wahyuni

 

Berdasarkahna silp enelitiany angd ilalcukano leh kvie danLenz(19S2),di kesimpulkabna hwaa dap erbedaayna ngs ignifikanj ika belajarm elaluib ukut eks bergambabri la dibandingkanb ukut ekst anpag ambarB. elajard enganb ukut eks tanpag ambarB. elajard enganb ukut eksb ergambadr apatm emotivasbi elajars iswa, sehinggma eningkatkanm utu pembelajaran. Tersedianybau ku teksb ergambamr erupakanu payau ntukm eningkatkan mutup embelajaradna nm emperkayab ahana jar yangt ersediap adam atapelajaran IPA Biologi. Masalahp enelitianin i dirumuskans ebagabi erikut: 1. Apakaha dap erbedaanh asilb elajary angs ignifikana ntaras ubjeky angb elajarkan melaluib ukut eksb ergambabr ila dibandingkand enganb ukut ekst anpag ambar. Olehk arenait u perlud ilakukanp engembangapnr odukb uku teksb ergambar. 2. ApakahB uku teksb ergambaIrP A Biologi yangd isertaik omponen-komponen pembelajarasne carale ngkapd an sistematisv alid yangt inggi untukm emperkaya pembelajarasne carae fektifdan dapatm encapatiu juanp embelajaran. Bukua jar yangd ikembangkanin i dirancangh anyau ntuks atup okokb ahasan. SistemT ransportasdi an diharapkand apatd ipergunakanu ntuk kebutuhanjenis produk,y aitu : buku panduang uru, panduans iswad an buku teks bergambarB. uku panduagnu rub erisikani dentitasm atapelajaranra, sional,k erangkap embelajarand,a n sumbebr acaan. Panduans iswam emuatk erangkais i pembelajarans,e dangkabnu kut eks bergambamr eliputik omponen-komponepne tunjuk,t ujuanp embelajaraknh usus, uraianis i, rangkumans, oall atihan,k uncij awaban,l atihand ans umberb acaan. Prosedudr alamp engembangaini dibagim enjadie mpatt ahap.Tahappe rtama menentukamn atap elajarany anga kand ikembangkan.Tahakpe duap ersiapan pengembangan.Tahkaepti gau ji cobap rodukb uku teksb ergambamr eliputir eviu pertamad anr eviu kedua.R eviup ertamaa dalaht injauana hli mediap embelajaran, analisisd anr evisiI ,tinjauana hli isi pembelajarana,n alisisd anr evisiI l,uji coba perorangadna nk elompokk ecil, analisis,s kort esta wal dant esta khir,d ana nalisis. Reviuk eduaa dalahu ji cobal apangan(g uru,dosen,dasnis wa,analisis,diskripsi stimulugsa mbar,daann alisis.T ahapk eempapt rodukp engembangabnu kut eks bergambar. Hasil uji coba terhadapp roduk pengembangainn i dapatd isimpulkanb ahwa: l. Produkb ukut eksb ergambamr atapelajaraBni ologi denganm enggunakan modelD ick danC areyt elahd apatm emudahkabne lajars iswa. 2. Produkp engembangabnu ku teks bergambarin i telah memenuhik riteria kelayakand an kemenarikant erutamam elalui tahapanp enyusunan, analisis,d an revisi berdasarkanm asukany ang bersifatk onstruktifdari para ahli. 3. Teruji secarae mpirik melaluiu ji cobal apanganc ocoku ntuks asaran penggunaH. al tersebudt itunjuklan oleh penilaianm elaluia ngkety ang diberikan pada guru dan siswa temyata telah dapat meningkatkan perolehanh asilb elajars iswa. 4. Agar buku teks bergambar ini dimanfaatkan oleh siswa kelas II catur wulan II makal ebih baik diperkenalkand and ipresentasikatne rlebihd ahulud i sanggar-sanggIaPrA SekolahL anjutanT ingkatP ertamad i Malang

Kepedulian masyarakat Desa Branta pesisir Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan terhadap sampah rumah tangga / oleh Sri Wahyuni

 

Pengaruh penambahan unsur P dan K terhadap berat polong pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata (L) Wilczek) varietas walet / oleh Eka Erna Harnani

 

Penerapan model bermain peran (Role Playing) untuk meninggalkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X APK 2 SMKN 1 Probolinggo / Isa Annaqif

 

Kata Kunci: Penerapan model bermain peran (role playing), hasil belajar Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Berbagai upaya pendidikan telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan kurikulum di Indonesia secara bertahap, dan disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan jaman. Selain pengembangan kurikulum, hal yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah proses pembelajaran. Pada SMK Negeri 1 Probolinggo, metode pembelajaran yang banyak diterapkan adalah metode konvensional seperti ceramah dan tanya jawab yang menyebabkan siswa pasif dan kurang mandiri dalam belajar. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi yang dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Strategi tersebut dapat dilakukan dengan mengimpelentasikan pembelajaran kooperatif, sehingga suasana belajar lebih kondusif dan mendorong peran aktif siswa dalam belajar. Salah satu bentuk pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran Bermain Peran (Role Playing), dimana siswa berinteraksi dan saling membantu satu sama lain sehingga secara langsung dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X APK 2 SMK Negeri 1 Probolinggo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi, tes, dan catatan lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data) dan Conclusion Drawing (Penarikan Kesimpulan). Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I aktivitas kooperatif siswa secara klasikal hanya mencapai persentase sebesar 66,67%. Pada siklus II meningkat sebesar 30,55% menjadi 97,22%. Selain itu penerapan model ini menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar siswa, baik dalam ranah kognitif maupun afektif. Pada ranah kognitif, peningkatan tersebut terlihat dari perbandingan hasil pre-test yang dilaksanakan pada saat pra tindakan dengan hasil post-test yang diberikan pada saat akhir penerapan. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada saat pre-test sebanyak 15 siswa (41,67%) sedangkan yang belum tuntas sebanyak 21 siswa (59,33%). Hasil post-test siklus I menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan siswa yang tuntas sebanyak 24 siswa (66,67%) dan yang belum tuntas sebanyak 12 siswa (33,33%). Untuk hasil post-test siklus II juga menunjukkan peningkatan hasil belajar jika dibandingkan dengan siklus I yaitu dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 35 siswa (97,22%) dan yang belum tuntas sebanyak 1 siswa (2,78%). Walaupun pada post-test siklus II masih terdapat siswa yang belum tuntas, ini adalah hal yang wajar karena cukup sulit untuk mencapai taraf keberhasilan 100% siswa tuntas semua. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diajukan adalah pertama, bagi sekolah perlu adanya literatur mata pelajaran kewirausahaan yang lebih lengkap. Kedua, bagi siswa perlu adanya keberanian dan motivasi yang tinggi untuk terus giat belajar. Ketiga, bagi guru pembelajaran dengan teknik role playing dapat dijadikan alternatif pilihan pembelajaran di kelas untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Keempat, bagi peneliti selanjutnya untuk mengetahui hasil belajar siswa, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan penerapan teknik bermain peran (role playing) dengan menggunakan kompetensi dan subyek penelitian yang berbeda. Selain itu, peneliti selanjutnya juga dapat menerapkan metode pembelajaran kontekstual yang menarik lainnya yang dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan hasil belajar mereka.

Pemakaian rumus De Moivre bilangan kompleks dalam memperoleh rumus trigonometri cosinus sudut rangkap dan sinus sudut rangkap / oleh Ikhwan

 

Survei tentang nilai MPN bakteri coliform air saluran pengairan Kedung Kandang di Desa Ketawang Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Daerah Tingkat II Malang / oleh Rinuk Dwi Astutik Mahaningtyas

 

A proposed syllabus for english course (IPKU-1201) for students of mechanical engineering of Institut Saint & Teknologi AKPRIND, Yogyakarta / Suprih Ambawani

 

Pendidikan Bahasa Inggris Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang, the State University of Malang. Pembimbing: (1) Dr. Arwijati W. Murdibjono, M.Pd., Dip. TESL (2) Dr. Suharmanto, M.Pd. Kata kunci: silabus, Jurusan Teknik Mesin Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan silabus bahasa Inggris bagi mahasiswa jurusan Teknik Mesin di Institut Sains & Teknologi AKPRIND, Yogyakarta karena silabus untuk pembelajaran bahasa Inggris (IPKU 1201) belum ada. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan (R&D). Model pengembangannya mengadopsi model pengembangan pelajaran oleh Richard (2001) yang terdiri dari beberapa tahap yaitu: (1) melakukan analisa kebutuhan; (2) mengembangkan course rationale; (3) menentukan entry and exit level, (4) menentukan and mengurutkan isi, (6) merencanakan isi (memilih tipe silabus),(7) merencanakan scope and sequence (8) menulis silabus mengajaran,(9) evaluasi/revisi produk akhir yang meliputi validasi ahli terhadap rancangan silabus, melakukan uji coba dengan membuat lesson plan (RPP) dan melakukan revisi. Analisa kebutuhan penelitian ini. dilaksanakan di Jurusan Teknik Mesin, Institut Sains & Teknologi AKPRIND, Yogyakarta yang melibatkan mahasiswa semester 5, ketua jurusan, tiga pengajar mata kuliah bidang studi dan juga dosen pengajar bahasa Inggris. Tahap ini dilaksanakan untuk memperoleh kebutuhan mahasiswa dalam mempelajari bahasa Inggris dan dilakukan dengan cara membagikan angket dan wawancara. Hasil dari tahap ini digunakan untuk mengembangkan silabus. Karena produk ini diimplementasikan di jurusan Teknik Mesin, silabus ini selain divalidasi oleh ahli dibidang pengembangan silabus juga divalidasi oleh pengajar bidang studi Teknik Mesin untuk mencocokkan kesesuaian topik dalam silabus dengan materi bidang studi untuk mendukung pemahaman mahasiswa. Revisi dilakukan berdasarkan koreksi, saran dan kritik dari para ahli. Kemudian produk yang sudah direvisi akan diujicobakan kepada guru bahasa Inggris untuk membuat dua contoh lesson plan berdasarkan silabus tersebut. Produk dari penelitian ini adalah a topic based syllabus Bahasa Inggris untuk Jurusan Teknik Mesin yang dilengkapi dengan course outline dan dua rencana pelaksanaan pembelajaran sebagai contoh. Silabus difokuskan pada ketrampilan membaca. Materi yang dibahas berkaitan dengan bidang studi mahasiswa Pertemuan efektif berlangsung dalam 12 minggu selama 100 menit. Format silabus terdiri dari: standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi, kegiatan belajar mengajar, test , alokasi waktu dan sumber materi. Beberapa saran diajukan dalam menerapkan silabus ini antara lain: 1) pengajar bahasa Inggris perlu bekerja sama dengan pengajar bidang studi untuk mendapatkan gambaran yang tepat tentang topic yang dibahas, 2) diskusi/seminar yang dihadiri oleh pengajar bahasa inggris sangat diperlukan untuk mensosialisakan produk, 3) evaluasi dan revisi terhadap silabus perlu terus dilakukan seiring dinamika kebutuhan belajar mahasiswa dan aktivitas pembelajaran.

Identifikasi pemahaman konsep bilangan oksidasi siswa kelas I SMUN 3 Jombang tahun ajaran 1997/1998 / oleh Endang Andayani

 

Evaluasi taman kota binaan masyarakat di Kota Malang bagian selatan berdasarkan struktur vegetasi dan fungsi ekologis / Siti Anisyah

 

Kota Malang termasuk Provinsi Jawa Timur dengan luas sekitar 110,06 km2 dan merupakan kota terbesar kedua setelah Surabaya. Sebagai kota besar kota Malang tidak terlepas dari permasalahan lingkungan. Laju pertumbuhan populasi penduduk yang tinggi di kota Malang mengakibatkan peningkatan pembangunan fisik dan lahan- lahan yang seharusnya dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin menyempit sehinga lingkungan kota Malang hanya maju secara ekonomi tetapi mundur secara ekologi. Salah satu bentuk infrastruktur Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota Malang yang memiliki peranan penting dalam pelunakan iklim mikro yaitu taman kota. Taman kota memiliki peranan besar dalam pelunakan iklim mikro daerah perkotaan. Namun, masih sedikit sekali penelitian mengenai pengaruh struktur vegetasi terhadap fungsi ekologis taman kota di kota Malang bagian Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) struktur vegetasi taman kota binaan masyarakat di kota Malang bagian selatan , (2) pengelompokkan taman kota binaan masyarakat di kota Malang bagian selatan berdasarkan struktur vegetasi dan fungsi ekologis, (3) hubungan antara pengelompokkan struktur vegetasi dan pengelompokkan fungsi ekologis taman kota binaan masyarakat di Kota Malang bagian selatan, (4) evaluasi hasil pengelompokkan taman kota binaan masyarakat di kota Malang bagian selatan berdasarkan fungsi ekologisnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2007 sampai Juli 2007. Penelitian ini dilakukan di taman-taman kota yang dibina oleh masyarakat di Kota Malang wilayah bagian selatan, yaitu meliputi 11 taman kota. Pengambilan data dari taman kota berupa struktur vegetasi dan fungsi ekologis taman kota. Struktur vegetasi taman kota diamati berdasarkan variabel kerapatan (Kr) dan kerimbunan relatif (Dr) untuk mendapatkan Indeks Nilai Penting (INP), selanjutnya untuk pengelompok-kan taman berdasarkan struktur vegetasi dengan teknik ordinasi. Faktor ekologis taman dihitung berdasarkan parameter intensitas cahaya, kelembaban udara, suhu udara, kecepatan angin, intensitas suara yang dilakukan didalam dan diluar taman, baik pada waktu pagi, siang, dan sore hari yang digunakan untuk mengetahui kemampuan taman dalam mereduksi faktor ekologis. Selanjutnya, dibahas mengenai hubungan antara pengelompokkan struktur vegetasi dan pengelompokkan fungsi ekologis taman kota binaan masyarakat di kota Malang bagian selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ordinasi taman berdasarkan struktur vegetasi menghasilkan kelompok yang berbeda dengan pengelompokkan taman berdasarkan fungsi ekologisnya. Taman yang memiliki struktur vegetasi berbeda dapat memiliki fungsi ekologis yang sama. Taman kota yang dibina oleh masyarakat di kota Malang bagian selatan memiliki fungsi ekologis yang kecil dalam pelunakan iklim mikro. Taman yang memiliki fungsi ekologis besar yaitu Taman Terusan Dieng. Taman dapat berfungsi dengan baik tidak hanya dipengaruhi oleh komponen dalam taman tetapi juga dipengaruhi oleh komponen di luar taman. Dari hasil penelitian ini diharapkan pembangunan taman kota Malang harus sesuai dengan peruntukkannya, penambahan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH), perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kandungan CO2 dan partikulat udara dalam taman.

The implementation of the 1994 English curriculum at SMU Jenderal Sudirman Lumajang / by Jamaludin

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model Team Assisted Individualization (TAI) berbasis eksperimen untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar fisika siswa kelas X-A MAN Rejotangan Tulungagung / Ahmad Asrori Nahrun

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif TAI, Aktivitas, Prestasi Belajar Berdasarkan hasil observasi awal di MAN Rejotangan kelas X-A peneliti menemukan beberapa hal berkaitan dengan pembelajaran, diantaranya 1) sebelum kegiatan pembelajaran dimulai siswa terlihat kurang siap, 2) guru jarang memanfaat-kan alat-alat praktikum yang ada ataupun media konstektual, 3) beberapa siswa terli-hat tidak fokus, 4) Siswa jarang bertanya tentang materi pelajaran karena mereka ku-rang tertarik dengan pembelajaran, 5) Siswa kurang bekerja sama dan tidak bertang-gung jawab terhadap tugasnya, 6) nilai rata-rata tes siswa terlihat masih rendah yaitu sebesar 55,30 dengan persentase ketuntasan sebesar 18,5%. Hal itu menunjukkan bah-wa aktifitas kooperatif dan prestasi belajar fisika siswa masih rendah, sehingga perlu dilakukan tindakan untuk memperbaiki hal ini. Berdasarkan permasalahan tersebut diterapkan model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif selama proses pembe-lajaran dan saling membantu untuk memproleh pemahaman. Pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran kooperatif TAI yang bertujuan untuk meningkatkan aktivi-tas dan prestasi belajar fasika siswa. Model pembelajaran kooperatif TAI dalam pene-litian ini meliputi tahap placement test and team, teaching group, student creative, team study, whole class unit, fact test, team score and team recognition. Lokasi penelitian ini di Kab. Tulungagung dengan subjek penelitian siswa ke-las X-A MAN Rejotangan. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang ber-langsung dalam dua siklus. Pada siklus I subpokok bahasan yang diberikan adalah kuat arus, tegangan dan hambatan serta cara pengukurannya. Untuk memperbaiki kekurangan pada siklus I, pemberian tindakan dilan-jutkan pada siklus II dengan subpokok bahasan hambatan jenis, hukum I dan II kirchoff. Teknik pengumpulan data aktivitas guru selama pembelajaran berlangsung melalui 1) observasi dengan menggunakan lembar keterlaksanaan proses pembelajaran, 2) aktivitas belajar siswa melalui observasi dengan menggunakan lembar obser-vasi aktivitas kooperatif siswa, 3) data prestasi belajar diperoleh dari tes. Data tersebut dianalisis dengan perhitungan rata-rata dan persentase yang kemudian diartikan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan. Perolehan persentase pencapaian aktivitas siswa secara klasikal pada siklus I 89,33% dengan taraf baik pada siklus II meningkat menjadi 95,11 % dengan taraf baik. Prestasi belajar siswa meningkat dari data awal sebesar 55,30 menjadi 76,52 pada siklus I dan 77,11 pada siklus II. Siswa yang tuntas belajar juga mengalami peningkatan. Data awal menunjukkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 5 anak, pada siklus I sebanyak 18 anak dan pada siklus II meningkat menjadi 24 anak. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan pada penelitian ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif TAI dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar fisika siswa kelas X-A MAN Rejotangan Tulungagung.

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema bunyi untuk siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kepanjen / Eka Dian Handayani

 

ABSTRAK Handayani, Eka Dian. 2010. Pengembangan Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme dengan Tema Bunyi untuk Siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Kepanjen. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Supriyono Koes H., M.Pd, MA, (2) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd. Kata kunci: Paket IPA Terpadu, tema bunyi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional secara tegas menyatakan bahwa subtansi mata pelajaran IPA pada SMP/MTs merupakan IPA Terpadu. Hasil penelitian awal terhadap pengembangan paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme di wilayah Malang Raya pada tahun 2008 juga menunjukkan bahwa kebutuhan guru IPA SMP di Malang Raya terhadap paket IPA Terpadu benar-benar mendesak. Sebagian besar guru IPA (35 dari 37 orang atau 94,6%) menyatakan bahwa mereka membutuhkan paket IPA Terpadu untuk pembelajaran IPA SMP. Hasil pengamatan di beberapa toko buku di Kota dan Kabupaten Malang juga menunjukkan bahwa belum ditemukan buku IPA SMP yang dirancang secara terpadu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Paket IPA Terpadu dengan tema Bunyi untuk siswa kelas IX SMPN 4 Kepanjen yang layak dan Panduan Pelaksanaan Paket IPA Terpadu dengan tema Bunyi untuk guru SMPN 4 Kepanjen yang layak. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Langkah penelitian pengembangan yang diterapkan pada penelitian ini adalah (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan bentuk awal produk, (4) uji coba lapangan awal, dan (5) revisi produk utama. Kelayakan Paket IPA Terpadu dan Panduan Pelaksanaan Paket IPA Terpadu dengan tema Bunyi dinilai menggunakan angket. Angket ini tidak dikembangkan sendiri, tetapi diambil dari penelitian Koes H., 2009. Penilaian kelayakan dilakukan oleh 2 dosen IPA dan 2 guru IPA SMP. Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil penilaian angket dianalisis dengan teknik analisis rata-rata untuk mengetahui tingkat kelayakan paket yang dikembangkan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa Paket IPA Terpadu dengan Tema Bunyi memperoleh nilai rata-rata 3,76 yang berarti layak, sedangkan Panduan Pelaksanaan Paket IPA Terpadu memperoleh nilai rata-rata 3,71 yang berarti layak. Dengan demikian, dari hasil penilaian dapat disimpulkan bahwa Paket IPA Terpadu dan Panduan Pelaksanaan Paket IPA Terpadu dengan tema Bunyi telah dinilai layak. Walaupun sudah dikategorikan layak, Paket IPA Terpadu dan Panduan Pelaksanaan Paket IPA Terpadu belum dapat digunakan sebagai pedoman dan sumber belajar bagi siswa. Untuk dapat digunakan, disarankan melakukan uji empirik terhadap Paket IPA Terpadu dan Panduan Pelaksanaan Paket IPA Terpadu sehingga dapat diketahui tingkat efektivitas paket terhadap siswa.

Konstruksi beton III perencanaan bangunan pertokoan ultimate strength design
oleh Bejo Sumarsono

 

Penerapan model pembelajaran literasi geografi untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA Ibrahimy Sukorejo Situbondo / Arif Susanto

 

Perbedaan prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan mengerjakan LKS secara berkelompok dan LKS secara individu di SLTP Negeri 3 Singosari / oleh Kuswati Ningsih

 

Survei tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen kota Malang / Sudarmanik

 

ABSTRAK Sudarmanik. 2010. Survei Tingkat Pengetahuan tentang Narkoba dan Bahaya Penyalahgunaannya pada Siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani & Kesehatan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (II) dr. Hartati Eko Wardani, M.Si. Med. Kata kunci: pengetahuan, penyalahgunaan narkoba, dan siswa. Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tidak bisa dicegah. Penyebaran narkoba juga sudah merajalela di sekolah-sekolah dari tingkat perguruan tinggi bahkan pendidikan dasar. Timbulnya masalah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja/pelajar dewasa ini tidak hanya menyangkut remaja atau pelajar itu sendiri akan tetapi juga ada hubungan dengan berbagai faktor yaitu keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, serta aparat hukum, baik sebagai faktor penyebab, pencetus maupun yang menanggulangi. Salah satu upaya penanggulangan narkoba di lingkungan sekolah adalah dengan memasukkan materi bahaya penyalahgunaan narkoba ke dalam satuan pembelajaran pendidikan di sekolah misalnya saja pendidikan jasmani pada setiap jenjang pendidikan, dari tingkat SD, SMP maupun SMA. Namun kenyataannya, materi bahaya penyalahgunaan narkoba tidak terdapat pada satuan pembelajaran jenjang SMP baik itu dari tingkat kelas 1, 2 ataupun kelas 3. Observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada guru-guru pendidikan jasmani di SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang yaitu sebanyak 5 guru di 5 SMP Negeri, menunjukkan bahwa hanya 20% guru yang memberikan materi bahaya narkoba pada muridnya sedangkan 80% guru tidak memberikan materi bahaya narkoba. Untuk mengetahui bahwa siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang mengetahui bahkan menguasai tentang materi bahaya penyalahgunaan narkoba, maka peneliti ingin meneliti tingkat pengetahuan siswa SMP Negeri di Kecamatan klojen Kota Malang tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 2581 siswa. Sampel yang diambil sebanyak 10% dari populasi yaitu 257 siswa. Hasil peneletian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang secara umum adalah 58,75% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang cukup baik, 1,56% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang baik, 32,30% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang kurang baik, dan 7,39% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang tidak baik. Rata-rata tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMPN se-Kecamatan Klojen Kota Malang adalah 58,02, dengan standar deviasi 10,36. Sedangkan nilai pengetahuan siswa yang terendah adalah 30 dan nilai yang tertinggi adalah 80. Dengan demikian dapat disimpulkan bawa tingkat pengetahuan siswa SMP Negeri se-Kecamatan klojen Kota Malang adalah cukup baik.

Hubungan perolehan NEM matematika SD dengan prestasi belajar matematika siswa kelas I cawu I SLTP Negeri Purwodadi tahun ajaran 2000/2001 / oleh Rahayu Sri Rejeki

 

Pengaruh pemberian tugas membaca bahan yang akan dibahas pada pembelajaran konsep energi untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas 1 SLTPN I Peterongan Jombang tahun ajaran 1999/2000 cawu 3 / oleh Sri Amaliya

 

Hubungan penilaian siswa tentang kondisi phisik sekolah dengan motivasi belajar siswa di SLTP Negeri 1 Bantaran Probolinggo / oleh Sri Wilujeng

 

Peran kepimpinan kepala sekolah dalam pengembangan sekolah (Studi kasus di SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang) / Pradita Rachmad Saputra

 

Kata kunci: Peran, Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepemimpinan merupakan salah faktor keberhasilan suatu organisasi. Hal ini telah banyak dibuktikan oleh sejarah peradaban manusia bahwa efektif tidaknya pemimpin akan menentukan kelangsungan hidup sekumpulan manusia atau masyarakat. Dalam lingkup pendidikan pemimpin merupakan kunci keberhasilan sebuah sekolah. SMA Negeri 1 Turen merupakan salah satu sekolah yang berkembang sehingga dapat dilihat apakah peran kepemimpinan kepala sekolah sudah terlihat. Kepala sekolah sebagai pemimpin apakah sudah mendelegasikan kewenangannya dengan baik sehingga sumber daya manusia yang ada di sekolah dapat dioptimalkan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Indikator berkembangnya sebuah sekolah adalah pencapaian sekolah dalam hal prestasi akademik dan non akademik. Berdasar uraian konteks penelitian yang dikemukakan diatas , maka fokus yang diangkat dalam penelitian ini adalah peran kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri 1 Turen. Dari fokus diatas dapat diuraikan menjadi sub fokus (a)Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai educator,(b) Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai leader, (c) Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai innovator, (d)Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai motivator. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Turen sebagai satu satunya sekolah menengah atas berstatus negeri di Kecamatan Turen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, jenis studi kasus dengan landasan berpikir fenomenologis. Dalam penelitian ini dilakukan tanpa mengisolasi subjek penelitian dan dilakukan secara langsung di lapangan. Untuk mengumpulkan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian, maka skripsi ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini adalah Berdasarkan uraian tentang hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut (1) Kepala Sekolah sebagai leader dituntut untuk memiliki karakter sebagai pemimpin yang baik. (2)Kepala sekolah sebagai edukator juga menginginkan guru menjadi pendidik yang profesional.. (3)Dari hasil pengamatan memang inovasi kepala sekolah sangat menonjol pada perkembangan fisik bangunan.(4)Kepala SMAN 1 Turen dalam memotivasi bawahan cenderung dengan penghargaan dengan tindakan verbal yakni pemberian ucapan terima kasih secara individual maupun pengungkapan di depan publik, serta pengungkapan rasa bangga.

Analisis kondisi sosial, ekonomi dan demografi penduduk pendatang serta pengaruhnya terhadap keputusan tinggal di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Susilawati

 

ABSTRAK Susilawati. 2016. Analisis Kondisi Sosial, Ekonomi dan Demografi Penduduk Pendatang serta Pengaruhnya Terhadap Keputusan Tinggal Di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Program Studi Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata Kunci: kondisi sosial, kondisi ekonomi, kondisi demografi, keputusan tinggal Desa Sitirejo berbatasan dengan Kecamatan Sukun Kota Malang. Beberapa faktor menyebabkan penduduk lain memutuskan untuk tinggal Desa Sitirejo. Pada tahun 2015 di Kecamatan Wagir, Desa Sitirejo memiliki jumlah penduduk pendatang terbanyak yaitu 265 jiwa. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengangkat kajian tentang faktor yang mempengaruhi penduduk pendatang memutuskan tinggal di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kondisi sosial, ekonomi dan demografi penduduk pendatang serta faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan tinggal di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini yaitu korelasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling dengan jumlah sampel penduduk pendatang sebanyak 73 responden. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal, tabulasi silang dan regresi linier berganda. Variabel independent penelitian yaitu pendidikan, pendapatan, umur, dan beban tanggungan; variabel dependent yaitu keputusan tinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sosial, ekonomi dan demografi secara simultan mempengaruhi keputusan tinggal. Secara parsial variabel ekonomi yang memiliki pengaruh paling besar pada keputusan tinggal di Desa Sitirejo. Mengingat bahwa pendapatan berpengaruh pada keputusan tinggal, maka perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan formal terutama pendalaman mengenai kependudukan dan pelatihan tenaga kerja profesi atau keahlian.

Pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia pada mata pelajaran ekonomi kelas X-A di SMA Negeri 1 Ngantang / Dikha Lulus Arisanti

 

Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Multimedia, Ekonomi Kelas X-A Pembelajaran di kelas sebagai interaksi belajar mengajar antara guru dan siswa bertujuan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Interaksi belajar mengajar bertujuan mencapai tujuan pembelajaran yang sebelumnya telah digariskan dalam kurikulum. Dalam hal ini dibutuhkan strategi penyampaian pesan melalui pemilihan metode dan media yang tepat. Perkembangan teknologi yang begitu pesat mendorong perkembangan media pembelajaran. Untuk itu diperlukan media pembelajaran berbasis multimedia dalam kegiatan pembelajaran di sekolah khususnya pada pembelajaran mata pelajaran Ekonomi di kelas X-A di SMA Negeri 1 Ngantang. Tujuan penelitian pengembang ini adalah menghasilkan produk media pembelajaran berbasis multimedia (penggabungan teks, audio, video dan visual/grafis, program Wondershare Quiz Creator dan program hyperlink dalam program power point) pada mata pelajaran ekonomi yang dituangkan dalam program Microssoft Office Power Point 2007. Multimedia pembelajaran tersebut akan dikemas dalam CD. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan prosedural. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ngantang. Subyek coba dalan desain uji coba adalah siswa kelas X-A SMA Negeri 1 Ngantang. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2010-2011. Instrumen pengumpulan data adalah berupa angket dan wawancara. Angket dipergunakan untuk mendapatkan skor penilaian dan saran/tanggapan. Angket yang disebarkan, merupakan angket dengan menggunakan skala lima. Data yang terkumpul meliputi data kulitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif yaitu data saran dan tanggapan dan data kuantitatif yaitu data berupa skor penilaian. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif dan teknik statistik deskriptif. Hasil validasi ahli isi bidang studi menunjukkan media pengembangan secara umum berada ekspresi kualitas tinggi. Hal ini dilihat dari rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 80% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualifikasi menunjukkan 80% ii menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Draf produk kemudian direvisi sesuai dengan tanggapan dan saran dari ahli materi dan selajutnya divalidasi oleh ahli media pembelajaran. Hasil validasi ahli media pembelajaran menunjukkan media pengembangan secara umum berada pada ekspresi kualitas tinggi. Hal ini dilihat dari rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 75,2% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualifikasi menunjukkan 75, 2% menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Draf produk kemudian direvisi untuk selanjutnya diuji cobakan secara perorangan. Hasil uji coba perorangan menunjukkan media pengembangan secara umum berada ekspresi kualitas tinggi. Berdasarkan penilaian 3 orang siswa secara keseluruhan diperoleh rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 87,3% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualifikasi menunjukkan 87,3% menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan media pengembangan secara umum berada ekspresi kualitas tinggi. Berdasarkan penilaian 9 orang siswa secara keseluruhan diperoleh rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 86,2% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualifikasi menunjukkan 86,2% menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Hasil uji coba lapangan menunjukkan media pengembangan secara umum berada pada ekspresi kualitas tinggi. Berdasarkan penilaian 36 orang siswa secara keseluruhan diperoleh rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 86% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualitas menunjukkan 86% menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Tahap akhir untuk menghasilkan produk akhir adalah tahap penyempurnaan produk. Pada tahap ini pengembang mengembangkan sebuah blog sederhana yang dapat menjadi media bagi siswa untuk mengakses materimateri Mata Pelajaran Ekonomi. Blog ini mendukung pembelajaran karena akan meningkatkan kegiatan belajar siswa secara mandiri dan aktif.

Kontribusi penguasaan konsep diferensial dan integral terhadap prestasi belajar fisika di SMU Nurul Jadid Paiton Probolinggo tahun pelajaran 1999-2000 / oleh Totok Supriyanto

 

Aplikasi capasitor bank untuk meningkatkan faktor daya motor induksi 1 fasa / Ary Eko Prasetiyo

 

ABSTRAK Prasetiyo, Ary Eko. 2015. Aplikasi Capasitor Bank Pada Motor Induksi 1 Fasa Untuk Mengurangi Konsumsi Daya Reaktif. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto (II) Drs. Puger Honggowiyono Pamungkas, M.T. Kata Kunci: Capasitor Bank, Daya Reaktif, Cos φ, Faktor daya Aplikasi capasitor bank merupakan aplikasi rangkaian pada beban yang ditambahkan satu atau beberapa kapasitor agar dapat memperbaiki Cos φ atau faktor daya dari rangkaian tersebut. Tugas akhir ini membahas tentang kapasitor yang dihubungkan secara paralel pada bebannya. Besar nilai kapasitor ditentukan dengan menghitung besaran beban yang akan dilewati arus khususnya untuk beban induktif, dikarenakan rangkaian capasitor bank ini akan mengurangi penggunaan daya reaktif. Karena sifat dari capasitor tersebut dapat menaikkan faktor daya Cos φ. Untuk penggunaannya diaplikasikan pada industri kecil rumah tangga untuk motor poles batu. Karena motor poles batu ini pada umumnya merupakan motor induksi 1 fasa yang dihubungkan langsung dengan sumber tegangan. Kebanyakan industri poles batu ini adalah merupakan industri di perumahan dengan daya sekitar kurang lebih 1300 Watt. Dan pada kenyataannya dengan daya 1300 watt, industri tersebut hanya dapat memasang motor poles sebanyak 4 buah saja tanpa dibebani yang lainnya jika masing – masing motor memiliki besar beban sekitar 250 Watt. Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa pembuatan desain aplikasi capasitor bank ini dapat memperbaiki faktor daya, sehingga motor 1 fasa yang digunakan betul-betul hanya mengambil daya 250 watt dengan Cos φ =1.

Pengaruh High Energy Milling (HEM) dan lama pemanasan terhadap fasa kristal, kekerasan dan konstanta dielektrik senyawa ilmenit/AI / Ahmad Asrori Nahrun

 

Kata Kunci: High Energy Milling, Lama Pemanasan, Ilmenit, Kekerasan, Dielektrisitas. Ilmenit adalah senyawa yang berbasis besi dan titanium yang memiliki bentuk umum FeTiO3. Secara teori, Ilmenit mengandung 31.6% titanium (setara dengan 52.67% TiO2), 36.8% Fe dan oksigen yang seimbang. Ilmenit memiliki sifat diantaranya bahan paramagnetik, berwarna hitam, tak tembus cahaya dan rapuh. Ilmenit memiliki struktur kristal heksagonal, group ruang R-3, titik leleh 1050oC dan densitas 2400 kg/m2-2700kg/m2, Hardness (Vickers) VHN100=566-698 kg/mm2. Luasnya aplikasi material ini menuntut adanya metode sintesis yang relatif cepat. Pada penelitian ini mengunakan metode High Energy Milling (HEM) karena membutuhkan waktu sintesis yang relatif singkat dengan jumlah bahan yang cukup banyak, suhu rendah dan peralatan yang sederhana serta dapat mereduksi hingga ukuran nanometer. Metode HEM merupakan teknik unik dengan menggunakan energi tumbukan antara bola-bola penghancur dan dinding chamber yang diputar dan digerakkan dengan cara tertentu, metode High Energy Milling ini mampu mereduksi ukuran material sampai dibawah 10 nm. Bahan dasar untuk mensintesis senyawa FeTiO3/Al adalah Ilmenit alam hasil produk samping pengolahan biji timah pulau Bangka serta Aluminium murni. Pada awalnya masing-masing bahan ditimbang kemudian dicampur dan digerus menggunakan HEM dengan lama penggerusan divariasi. Setelah itu bahan di kompaksi dan di panasi dengan lama waktu yang berbeda-beda. Fase dan ukuran kristal sampel diuji menggunakan XRD, kekerasan bahan dikarakterisasi menggunakan Mikro Vikers, dan dielektrisitas dikarakterisasi menggunakan kapasitansimeter digital. Hasil penelitian dengan jelas menunjukkan bahwa ilmenit alam tidak murni tersusun oleh FeTiO3 sehingga ketika ditambahkan Al, di HEM dan dilakukan pemanasan muncul fasa yang cukup banyak. Diluar itu penggerusan HEM telah dapat membentuk fasa baru dan mereduksi ukuran hingga skala nano. Hasil uji kekerasan bahan menunjukkan bahwa semakin lama waktu pemanasan dan semakin lama HEM dapat meningkatkan kekerasan senyawa FeTiO3/Al. Konstanta dielektriknya juga dipengaruhi oleh lama waktu pemanasan dan lama HEM ditunjukkan dengan grafik yang cenderung naik.

Manfaat penggunaan media alami terhadap pemahaman konsep biologi siswa jelas II cawu 2 SLTP Negeri 1 Prambon Nganjuk / oleh Sudayat

 

Pengaruh pemberian kompensasi terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja (Studi pada pegawai tidak tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang) / Apsari Puspitaning Ati

 

ABSTRAK Ati, Apsari Puspitaning. 2010. Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Disiplin Kerja Melalu Motivasi Kerja (Studi pada Pegawai Tidak Tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Sumber Daya Manusia. Program studi S1 Manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syihabudhin, S.E., M.Si. (2) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata kunci : kompensasi finansial, kompensasi non finansial, motivasi kerja, disiplin kerja. Salah satu bentuk perhatian yang dapat diberikan perusahaan kepada pegawai dalam mensejahterakan pegawainya adalah dengan pemberian kompensasi yang memadai. Kompensasi merupakan unsur yang dapat digunakan untuk memotivasi pegawai. Selain itu, kompensasi atau balas jasa dapat berperan penting dalam menciptakan disiplin kerja pegawai, artinya, semakin besar balas jasa yang diberikan kepada pegawai, maka semakin baik pula kedisiplinan pegawai tersebut. Adanya disiplin yang baik dalam perusahaan merupakan salah satu kunci suksesnya sebuah perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompensasi terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja pegawai tidak tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang pada bulan Januari-Februari 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research yaitu menjelaskan hubungan kautsal antar variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai Depo Farmasi dengan status kepegawaian adalah pegawai tidak tetap (Non PNS) yang berjumlah 104 orang, sedangkan sampelnya diambil menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 83 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu kompensasi finansial (X1), kompensasi non finansial (X2), variabel intervening yaitu motivasi kerja (Z), dan variabel terikat yaitu disiplin kerja (Y). Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (Path Analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian ini dapat diketahui : (1) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi finansial terhadap motivasi kerja sebesar 0,333. (2) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi finansial terhadap disiplin kerja sebesar 0,204. (3) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi non finansial tehadap motivasi kerja sebesar 0,438. (4) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja sebesar 0,373. (5) terdapat signifikansi pengaruh langsung motivasi kerja terhadap disiplin kerja sebesar 0,340. (6) terdapat pengaruh tidak langsung kompensasi finansial terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja sebesar 0,113. (7) terdapat pengaruh tidak langsung kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja sebesar 0,148. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar pihak pimpinan Depo Farmasi RSSA Malang perlu lebih memperhatikan hak-hak pegawai yang belum diberikan, diantaranya hak cuti tahunan yang sesuai UU Ketenagakerjaan, transparansi pemotongan insentif dan adil dalam pemberlakuan tata tertib di Depo Farmasi RSSA Malang. Sedangkan untuk absensi setiap datang dan pulang kerja, sebaiknya tetap dipertahankan dan ditingkatkan.

Profil tenaga kerja sektor pariwisata di Kota Administratif Batu / oleh Suswadi

 

Hubungan antara kondisi ekonomi orang tua dengan prestasi belajar PPKn siswa kelas I di SLTP Negeri 10 Malang / oleh Wahjuningsih

 

Pengembangan media pembelajaran "Hallo, Deutschland!" untuk matakuliah telaah pranata masyarakat Jerman II / Kartika Rachma Wardhani

 

ABSTRAK Wardhani, Kartika Rachma. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran “Hallo, Deutschland!” Berbasis Autoplay untuk Matakuliah Telaah Pranata Masyarakat Jerman II. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Rizman Usman, M.Pd. Kata kunci: Media Pembelajaran, “Hallo, Deutschland!”, TPMJ II Penelitian dan pengembangan ini bertujuan mengembangkan sebuah media pembelajaran “Hallo, Deutschland!” berbasis Autoplay untuk matakuliah Telaah Pranata Masyarakat Jerman II (TPMJ II). Produk yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan alternatif dalam variasi pembelajaran matakuliah TPMJ II. Media pembelajaran berbasis Autoplay ini dapat dijalankan secara offline. Media pembelajaran tersebut berisi informasi mengenai perumahan dan lingkungan hidup di Jerman. Pada materi perumahan terdiri dari tiga materi mengenai perumahan untuk keluarga, perumahan untuk mahasiswa, dan informasi lain yang berisikan contoh formulir sewa Studentenwohnheim. Pada pembahasan lingkungan hidup terdapat materi mengenai pembagian sampah. Selain itu, media pembelajaran ini juga memiliki Quiz yang memiliki 8 pertanyaan. Penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi model desain pengembangan pembelajaran Sugiyono. Prosedur yang dilakukan melalui 6 langkah yang meliputi, potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk. Sebelum uji produk, media divalidasi terlebih dahulu oleh ahli media dan ahli materi.Uji coba dilakukan pada mahasiswa yang mengikuti matakuliah TPMJ II. Data diperoleh melalui angket tertutup dan dianalisis menggunakan teknik presentase. Hasil pengembangan menunjukan bahwa media pembelajaran “Hallo, Deutschland!” mendapatkan hasil rata-rata 84,8% dan dinyatakan sangat valid. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran “Hallo, Deutschland!” layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada matakuliah TPMJ II dan diduga dapat memotivasi mahasiswa.  

Pengajaran lingkaran di SLTP kelas III cawu 2 dengan menggunakan modul / oleh Ahmad Mukhromin

 

Analisis aspek kognitif butir soal tes akhir yang terdapat dalam buku modul IPA (biologi) SLTP Terbuka kelas III / oleh Mukhammad Taufik

 

Studi komunitas makroinvertebrata pada ekosistem air tawar sumber air panas Cangar Batu Malang / oleh Takim

 

Kajian materi vektor di kelas 3 SMU / oleh Lilis Humaesah Rini

 

Analisis tes akhir modul biologi kelas I cawu II SLTP Terbuka Kecamatan Bumiaji Kotatif Batu tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Supriyanto

 

Studi tentang metode pengajaran ekonomi koperasi di SLTP PGRI 05 Ponggok Blitar tahun 1998 / oleh Paiman

 

Analisis kesesuaian Buku Sekolah Elektronik (BSE) IPS sekolah dasar kelas IV dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan se gugus Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Puji Astuti

 

Kata Kunci: analisis, BSE IPS, KTSP, Kota Malang Banyaknya buku yang beredar termasuk buku IPS memberikan banyak pilihan bagi para pengguna buku untuk menentukan buku yang digunakan sebagai panduan dalam belajar. Selain menguntungkan juga menimbulkan permasalahan baru bagi dunia pendidikan. Permasalahan tersebut, guru maupun siswa sering bingung untuk menentukan buku yang sesuai dengan kurikulum untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Sering dijumpai beberapa konsep dalam buku ajar yang satu berbeda dengan buku yang lain, evaluasi yang ada dalam buku ajar juga tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Selain itu gambar ilustrasi yang ditampilkan dalam buku ajar tidak sesuai dengan materi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang meliputi format sajian dan kesesuaian isi dalam BSE. Kesesuaian isi yang dianalisis meliputi, kesesuaian isi materi BSE IPS SD Kelas IV dengan KTSP, kesesuaian media gambar yang disajikan BSE IPS SD Kelas IV dengan materi, dan kesesuaian sistem evaluasi BSE IPS SD Kelas IV dengan sistem evaluasi pada KTSP. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi (Content Analysis) karena yang menjadi objek kajian dalam penelitian adalah dokumen yang berupa buku IPS SD kelas IV. Hal yang inti dari suatu analisis konten adalah mencari tahu isi dan maksud suatu teks. Sumber data dari penelitian ini adalah 2 buah BSE IPS SD kelas IV yang digunakan di Gugus Madyopuro. Pengambilan data dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan instrumen penelitian. Teknik analisis kuantitatif yang dapat digunakan dalam analisis isi anatara lain distribusi frekuensi. Upaya untuk menjamin keabsahan datanya digunakan teknik trianggulasi dengan sumber. Kegiatan analisis data dimulai dari merumuskan masalah, identifikasi buku ajar, penyusunan instrumen penelitian, pengumpulan data, analisis data, penarikan kesimpulan, dan pelaporan. Berdasarkan hasil amalisis peneliti terhadap BSE IPS Kelas IV yang ditulis oleh I.S Sadiman dan Sehendy Amalia diperoleh hasil sebagai berikut. Kesesuaian format sajian bukunya tergolong baik atau sebesar 66,67 %, kesesuaian media gambar yang ditampilkan tergolong sangat baik atau sebesar 96,72% , kesesuain isi materi dengan KTSP tergolong baik atau sebesar 74,6%, ada 17 materi/indikator yang tidak termuat dalam BSE IPS kelas IV yang ditulis oleh I.S Sadiman dan Shendy Amalia, yaitu sebesar 25,4%. Sesuai hasil ini maka, materi dalam BSE IPS Kelas IV ini tidak sesuai dengan KTSP. Kesesuaian sistem evaluasi dengan KTSP yang ada dalam buku tergolong baik atau sebesar 66,67%. Berdasarkan hasil amalisis peneliti terhadap BSE IPS Kelas IV yang ditulis oleh Radjiman dan A.Triyono diperoleh hasil sebagai berikut. Kesesuaian

Perencanaan sistem penggerak roda belakang pada Isuzu Panther Sporty 4 JA 1,4 cyl OHV diesel
oleh Ivan Widahyudi

 

Penerapan model inkuiri untuk meningkatkan pemahaman konsep pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan pada siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Malang / Indah Siatin

 

Kata kunci: Model nkuiri, Pemahaman Konsep, Perubahan Lingkungan Fisik Terhadap daratan. Pemanfaatan model inkuiri dapat menimbulkan dampak positif seperti terciptanya situasi pembelajaran yang memberikan peluang perkembangan kreativitas pada siswa, motivasi dan meningkatkan pemahaman konsep siswa. Metode ini bertujuan agar siswa mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis, tidak bosan, menyelidiki sendiri masalah, menemukan, memecahkan masalah sendiri, sehingga siswa dapat belajar dengan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan penggunaan metode Inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan pada siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Malang, (2) Mendeskripsikan penggunaan metode Inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep belajar siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur kerja dilaksanakan 2 siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah 45 siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian dengan penerapan model inkuiri mengembangkan kemampuan siswa berfikir secara sistematis, logis dan kritis, agar siswa dapat menemukan sendiri, menyelidiki sendiri menjadi aktif masalah yang dipelajari, memecahkan masalah sendiri sehingga hasilnya optimal dan tidak mudah dilupakan. Hasil observasi aktivitas siswa sebelum tindakan dengan nilai rata-rata kelas 52,8, setelah dilakukan tindakan siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 68 dengan jumlah yang tidak tuntas 12 siswa dan 33 siswa tuntas. Pada tindakan siklus II pemehaman konsep siswa tentang materi meningkat, hal ini terbukti dari kenaikan nilai rata-rata siswa 90 dan ketuntasan klasikal sebesar 93,3%. Disimpulkan bahwa penggunan metode inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Kota Malang pada materi pengaruh lingkungan fisik terhadap daratan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan guru menerapkan model inkuiri pada mata pelajaran IPA sehingga hasil belajar siswa meningkat dan siswa dapat lebih memahami konsep materi yang diberikan yang nantinya tujuan pembelajaran tercapai optimal.

Pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VII SMP Negeri 2 Malang / Anik Tri Susanti

 

ABSTRAK Susanti, Anik Tri. 2015. Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd., (II) Novida Pratiwi, S.Si., M.Sc. Kata Kunci: keterampilan proses sains, inkuiri terbimbing, pendekatan saintifik Proses pembelajaran IPA pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan ilmiah/saintifik (scientific approach) yang menekankan pada kegiatan ilmiah. Melalui kegiatan ilmiah yang dilaksanakan, siswa dapat memperoleh keterampilan proses sains. Keterampilan proses sains merupakan kemampuan intelektual dan fisik yang diperlukan dalam mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Keterampilan proses sains melatihkan kemampuan pemecahan masalah (problem solving) sebagai bekal menghadapi tantangan hidup di kemudian hari. Kenyataan yang ada di lapangan menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa pada kelas VII masih rendah dan belum terlatih. Keterampilan proses sains dapat dilatihkan dengan melakukan pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan keterampilan proses sains siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran pendekatan saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain postest only design. Subjek penelitian melibatkan siswa SMP Negeri 2 Malang semester genap 2015/2016 dengan dua kelompok kelas yaitu kelas VII-G sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII-F sebagai kelompok kontrol. Data keterampilan proses sains diperoleh dari nilai postes kinerja siswa, yakni melaksanakan percobaan secara individu. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains adalah lembar kerja praktikum yang dilengkapi dengan rubrik penilaian. Analisis statistik digunakan untuk menganalisis perbandingan keterampilan proses sains, yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan bantuan software SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan proses sains pada kelas inkuiri terbimbing dan siswa pada kelas pendekatan saintifik dengan nilai t hitung adalah 4,463 lebih besar dari t tabel (thitung> ttabel) yaitu 4,463 > 2,001. Keterampilan proses sains siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing (rerata = 69,50) lebih tinggi dibanding siswa yang belajar dengan pembelajaran pendekatan saintifik (rerata = 57,35).

Pengaruh inflansi, suku bunga, kurs rupiah, dan tingkat likuiditas terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic ndex tahun 2008-2010 / Nurmalitasari

 

Kata Kunci: Inflasi, Suku Bunga, Kurs Rupiah, Likuiditas, Risiko Investasi Saham Risiko merupakan penyimpangan dari hasil yang ingin diperoleh investor. Investor dalam memandang risiko dibagi menjadi tiga yaitu investor yang menyukai risiko (risk seeker), investor yang netral terhadap risiko (risk neutral) dan investor yang tidak menyukai risiko (risk averter). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Inflasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan, (2) Suku Bunga mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan, (3) Kurs rupiah mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan, dan (4) Tingkat likuiditas mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan. Variabel dalam penelitian ini, meliputi variabel bebas yaitu Inflasi (X1), Suku Bunga (X2), Kurs rupiah (X3),Tingkat likuiditas (X4), dan variabel terikat Risiko investasi saham (Y). Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index periode 2008-2010 sebanyak 55 perusahaan. Sampel sebanyak 11 perusahaan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis data regresi berganda yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, dengan menggunakan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Variabel inflasi (X1) mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index; 2) Variabel suku bunga (X2) berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index; 3) Variabel kurs rupiah (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index; 4) Variabel tingkat likuiditas (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index; 5) Variabel yang paling berpengaruh terhadap risiko investasi saham adalah suku bunga. Inflasi, suku bunga, kurs rupiah, dan tingkat likuiditas secara simultan berpengaruh terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010 sebesar 8,8%. Secara singkat dapat disimpulkan: 1) Kondisi inflasi, suku bunga, kurs rupiah, tingkat likuiditas, dan risiko investasi saham perusahaan tahun 2008-2010 yaitu; a) Kondisi inflasi mengalami kenaikan tiap triwulan pada tahun 2008, pada tahun 2009 mengalami penurunan selama empat triwulan, kemudian mengalami kenaikan hingga triwulan IV tahun 2010, b) Kondisi suku bunga mengalami ii kenaikan tiap triwulan pada tahun 2008, pada tahun 2009 mengalami penurunan selama empat triwulan, kemudian stabil pada tahun 2010, c) Kondisi kurs rupiah mengalami kenaikan tiap triwulan pada tahun 2008, pada tahun 2009 mengalami penurunan selama tiga triwulan, kemudian mengalami kenaikan pada triwulan selanjutnya hingga akhir tahun 2010, d) Kondisi tingkat likuiditas masing-masing perusahaan cenderung fluktuatif selama tahun 2008-2010, e) Kondisi risiko investasi saham masing-masing perusahaan cenderung fluktuatif selama tahun 2008-2010; 2) Inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010; 3) Suku bunga berpengaruh positif signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010; 4) Kurs rupiah tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010; 5) Tingkat likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010. Saran yang dapat diberikan berdasarkan temuan penelitian sebagai berikut: (1) Bagi investor yang hendak menanamkan modal di pasar modal hendaknya memperhatikan tingkat suku bunga dan inflasi sebab dalam penelitian ini terbukti inflasi dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham. (2) Bagi peneliti selanjutnya menambah variabel penelitian yang mempengaruhi risiko investasi saham, seperti peredaran uang, peraturan perpajakan, kebijakan pemerintah, dan lain-lain.

Sistem kontrol atap otomatis dengan tiga pilihan intensitas cahaya / oleh Affan Bachri, Catur Pramudianto

 

Korelasi antara konflik dan kegairahan kerja guru di SMA swasta se Kecamatan Lowokwaru Malang / Merry Herliana

 

Pengembangan panduan pelatihan kesadaran diri melalui drama Segitiga Karpman untuk mencegah peilaku bullying siswa SMP / Titis Firdia Nastiti

 

ABSTRAK Nastiti, Titis Firdia. 2016. Pengembangan Panduan Pelatihan Kesadaran Diri melalui Drama Segitiga Karpman untuk Mencegah Perilaku Bullying Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pebimbing: (1) Dr. Dany M. Handarini, M. A., (2) Dr. Andi Mappiare, A. T. M.Pd. Kata Kunci: Panduan, Kesadaran Diri, Bullying Penelitian pengembangan panduan pelatihan kesadaran diri melalui drama segitiga karpman untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP yang dilatar belakangi oleh maraknya kasus tindakan bullying yang dilakukan siswa. Perilaku bullying disebabkan karena rendahnya kesadaran diri yang dimiliki siswa dalam mencegah perilaku bullying sehingga diperlukan panduan untuk meningkatkan kesadaran diri dalam mencegah perilaku bullying siswa SMP. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP sebagai panduan pelatihan yang dapat digunakan oleh konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling secara optimal. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Borg and Gall (1983). Prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut:1) tahap penelitian pendahuluan (pra survei), 2) tahap perencanaan, 3) pengembangan produk, 4) uji coba tahap awal, 5) revisi terhadap produk utama, berdasarkan masukan dan saran-saran dari hasil uji lapangan awal. Isi dari produk yang dihasilkan yakni berupa buku panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP. Dalam buku panduan ini berisi pelatihan untuk membantu siswa dalam mencegah perilaku bullying disertai dengan langkah-langkah dalam mencegah perilaku bullying menggunakan materi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari agar memudahkan siswa dalam pelaksanaan pelatihan. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang telah dilakukan sesuai saran dan masukan terhadap panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP dapat disimpulkan bahwa panduan untuk konselor berguna, sangat tepat, layak dan patut. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pengembangan panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP, sekolah memfasilitasi agar dapat dijadikan referensi untuk diterapkan disekolah lainnya dengan menyesuaikan karakter siswa disetiap sekolah, pengguna produk harus mempelajari dan memahami pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP agar dapat diaplikasikan kepada siswa dan dapat meningkatkan kesadaran diri siswa sehingga konselor dapat memfasilitasi siswa dengan layanan bimbingan dan konseling yang optimal.

Pengembangan instrumen tes bentuk pilihan ganda bermakna untuk mengidentifikasi miskonsepsi kinematika gerak lurus pada siswa kelas X / Siti Khusnawiyah

 

Kata Kunci : instrumen tes bentuk pilihan ganda bermakna, miskonsepsi, kinematika gerak lurus. Miskonsepsi dapat diartikan sebagai pertentangan atau perbedaan konsepsi seseorang dengan konsepsi yang dimiliki oleh masyarakat ilmiah atau para ahli yang telah diyakini kebenarannya. Miskonsepsi dapat mengganggu pemikiran siswa baik ketika siswa mengerjakan soal maupun ketika siswa mempelajari materi berikutnya. Selama ini alat identifikasi miskonsepsi yang pernah dikembangkan membutuhkan waktu lama dalam proses analisisnya misalnya tes uraian dan wawancara, sehingga sebagian besar guru sulit dan enggan untuk melakukan identifikasi miskonsepsi. Atas dasar kendala tersebut, maka dikembangkan butir tes pilihan ganda bermakna sebagai alat identifikasi mikonsepsi pada materi Kinematika Gerak Lurus. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan alat identifikasi miskonsepsi materi Kinematika gerak lurus yang efektif dan efisien. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan produk serta mengetahui karakteristik produk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Langkah-langkah penelitian yang akan dilaksanakan meliputi: tahap studi pendahuluan dan tahap pengembangan produk. Penelitian ini menggunakan teknik analisis validasi isi dan analisis program AAFF. Kegiatan validasi dilaksanakan oleh validator yang berasal dari pihak guru dan dosen sebagai ahli materi dan ahli penilaian. Pengumpulan data dilakukan dengan meggunakan angket yang disertai rubrik penilaian, soal uraian dan soal pilihan ganda yang dihasilkan. Jenis data penelitian meliputi data kuantitatif berupa penilaian validator berdasarkan skala likert dan data kualitatif berupa tanggapan dan saran yang diberikan oleh validator. Produk akhir penelitian ini adalah instrumen tes bentuk pilihan ganda bermakna. Soal pilihan ganda bermakna adalah alat identifikasi miskonsepsi yang dikembangkan berdasarkan soal uraian yang telah diujikan sebelumnya dan berdasarkan deskripsi jawaban soal uraian. Pilihan ganda bermakna memiliki empat alternatif jawaban yang masing-masing memiliki deskripsi yang berbeda. Deskripsi yang dibuat menggambarkan pemikiran siswa ketika memilih sebuah jawaban. Berdasarkan hasil analisis, produk yang dihasilkan sudah memenuhi kriteria layak, namun masih perlu ada revisi berdasarkan saran, kritik dan tanggapan dari validator. Produk yang dihasilkan mampu membedakan siswa yang mengalami miskonsepsi dan yang tidak mengalami miskonsepsi dan mampu mengelompokkan siswa berdasarkan bentuk miskonsepsinya. Proses identifikasi dilakukan dengan melihat kekonsistenan jawaban siswa.

Perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS ekonomi antara yang diajar dengan menggunakan pembelajaran modul dan yang diajar dengan menggunakan pembelajaran ceramah (studi eksperimen pada kelas VII SMP Negeri 4 Malang tahun ajaran 2010/2011) / Desy Kusumaning

 

Kata Kunci : Hasil Belajar, Pembelajaran Modul, Pembelajaran Ceramah Upaya yang bisa dilakukan untuk mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia pada generasi muda salah satunya adalah meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan akan tercapai jika proses belajar mengajar efisien dan efektif bagi tercapainya pengetahuan siswa. Untuk mewujudkan tercapainya pengetahuan, wawasan dan peningkatan hasil belajar siswa salah satunya dengan menggunakan pembelajaran modul. Pembelajaran modul ini membentuk siswa mandiri dalam belajar, sehingga siswa dapat segera mengetahui hasil belajarnya. Sedangkan pembelajaran ceramah merupakan salah satu metode yang telah banyak diterapkan di sekolah, dimana guru dipandang sebagai sumber kebenaran dan siswa cenderung kurang aktif dan belum mandiri dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa yang mendapat pengajaran modul, untuk mengetahui hasil belajar siswa yang mendapat pengajaran dengan metode ceramah, dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara pembelajaran modul dengan ceramah. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Malang. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2010/2011, sedangkan sampelnya kelas VII E sebagai kelas kontrol dan kelas VII F sebagai kelas eksperimen yang ditentukan dengan teknik random sampling. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimental (eksperimen semu). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar aspek kognitif pada tes kemampuan akhir (postest) antara kelas yang diajar menggunakan pembelajaran modul dengan kelas yang diajar menggunakan pembelajaran ceramah. Terbukti dari hasil uji-t (t-test) yang menunjukkan thitung = 8,683 > ttabel = 1,987. Hal ini juga dibuktikan dengan nilai rata-rata kedua kelas pada saat tes kemampuan akhir (postest). Rata-rata kelas VII F (kelas eksperimen) yang diajar menggunakan pembelajaran modul lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas VII E (kelas kontrol) yang menggunakan pembelajaran ceramah. Nilai rata-rata kelas VII E (kelas kontrol) adalah 83,72 sedangkan nilai rata-rata kelas VII F (kelas eksperimen) adalah 90,15. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dalam mengajar guru hendaknya menggunakan modul untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar, siswa juga diharapkan memiliki kreatifitas yang tinggi sehingga modul yang dipelajari dapat diselesaikan tepat waktu dan bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian tentang penggunaan modul pada materi lain dan diharapkan hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai dasar pengembangan modul sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan di sekolah-sekolah.

Pengembangan paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya di SMA Negeri 8 Malang / Dwi Putri Handayani

 

ABSTRAK Handayani, Dwi Putri. 2016. Pengembangan Paket Pelatihan Keterampilan Komunikasi Konseling Sebaya di SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. M. Ramli, M.A., (II) Irene Maya Simon, M.Pd. Kata Kunci: paket pelatihan, keterampilan komunikasi, konseling sebaya Berdasarkan analisis kebutuhan siswa yang dilakukan melalui pengisian angket kepada siswa yang menikuti ekstrakurikuler konseling sebaya dan wawancara kepada konselor di SMA Negeri Malang diketahui bahwa, konselor sebaya belum mempunyai panduan untuk berlatih keterampilan komunikasi konseling dan konselor sebaya jarang mendapatkan materi dan berlatih keterampilan komunikasi konseling konseling sebaya. Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya di SMA Negeri 8 Malang dan dengan adanya paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya siswa dapat mengikuti ekstrakurikuler dengan mempelajari keterampilan komunikasi konseling sebaya untuk membantu temannya dalam membantu menyelesaikan masalahnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall (1983). Model pengembangan tersebut adalah sebagai berikut: penelitian dan pengumpulan informasi awal, perencanaan, pengembangan draf produk, uji coba ahli, revisi draf produk yang telah di uji cobakan kepada ahli, uji calon pengguna produk (konselor), revisi draf produk yang telah di ujicobakan kepada calon pengguna produk, uji coba kelompok kecil (siswa), revisi produk, dan yang terakhir sampai produk jadi. Data uji coba dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data deskriptif. Subjek ahli terdiri dari tiga orang yaitu dosen bimbingan dan konseling, ahli media dan calon pengguna produk (konselor) SMA Negeri 8 Malang. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan deskriptif. Hasil uji ahli materi menunjukkan bahwa paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya cukup tepat, sangat berguna, sangat menarik, dan sangat mudah. Uji ahli media menunjukan bahwa paket tersebut tepat, sangat berguna, sangat menarik, dan sangat mudah. Menurut calon pengguna menunjukkan bahwa paket ini cukup tepat, sangat berguna, sangat menarik, dan cukup mudah. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif dan data deskriptif menunjukkan bahwa paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya di SMA Negeri 8 Malang memiliki keberterimaan dari segi ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dikemukakan saran sebagai berikut: (1) konselor hendaknya menggunakan paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya dalam memberikan pelatihan kepada konselor sebaya, (2) peneliti selanjutnya perlu melakukan rancangan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan penggunaan paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya dan jika dikembangkan produk serupa sebaiknya ditambahkan keterampilan komunikasi lainnya atau dibuat paket seri duanya dan tahap pengembangan dilakukan pada tahap uji kelompok besar.

Perancangan dan pembuatan alat pengaman pada gedung dengan sistem scanning / oleh M. Arif Hidayat, Setiyono

 

Pengaruh lama pembuatan tape terhadap kadar gula tape dari tiga varietas ubi kayu (manihot esculenta) / oleh Siti Ruliyah

 

Efektivitas penggunaan media tebak gambar (TEGA) dalam pembelajaran example non-example untuk peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas XI IPS 3 SMAN 1 Ngraho-Bojonegoro / Lohayati

 

ABSTRAK Lohayati. 2016. Efektivitas Penggunaan Media Tebak Gambar (Tega) dalam Pembelajaran Example non-Example untuk Peningkatan Motivasi Belajar Siswa pada Matapelajaran Sejarah Kelas XI IPS 3 SMAN 1 Ngraho-Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Joko Sayono, M.Pd., M.Hum, (II) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum. Kata Kunci: pembelajaran sejarah, media tega, motivasi. Pembelajaran sejarah di SMAN I Ngraho diajarkan dengan metode ceramah, pengerjaan LKS, dan merangkum buku paket sejarah di kelas XI IPA dan IPS. Selama kegiatan pembelajaran siswa banyak yang mengantuk, bermain sendiri dan berbicara dengan teman sebangkunya hal tersebut menunjukkan rendahnya motivasi belajar siswa dalam pelajaran sejarah.Matapelajaran sejarah banyak terdapat konsep-konsep yang sulit dipahami oleh siswa tanpa bantuan media, oleh karena itu matapelajaran sejarah membutuhkan media dalam proses pembelajarannya.Salah satu media yang cocok dalam pembelajaran sejarah adalah media tebak gambar (tega). Tujuan dilaksanakan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada matapelajaran sejarah dengan penggunaan media tega. Sesuai dengan fungsi media gambar dalam pembelajaran yaitu: pertama, gambar dapat merangsang motivasi, minat atau perhatian siswa. Kedua, Gambar-gambar yang dipilih dan diadaptasi secara tepat, membantu siswa memahami dan mengingat isi informasi bahan-bahan verbal yang menyertainya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan menggunakanquasi experimental design. Bentuk desain yang digunakan adalah nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini,menggunakannonprobability sampling jenispurposive sampling.Instrumen yang digunakan adalah media tega dan angket motivasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisoner, observasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas data. Pengujian hipotesis diuji dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis hasil penelitian disimpulkan kelas kontrol yang tidak diajar menggunakan media tega motivasi belajar siswa meningkat 0,2%, sedangkan kelas eksperimen yang diajar menggunakan media tega meningkat 19,92%. Berdasarkan Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,014<0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan ada perbedaan motivasi belajar antara kelas yang diajar dengan media tega dengan kelas yang diajar tanpa media tega dengan demikian media tega efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada matapelajaran sejarah. Hasil skor rata-rata motivasi belajar siswa kelas kontrol dari angket sebelum perlakuan adalah 38,64 dan skor rata-rata hasil angket sesudah perlakuan adalah 38,76. Data angket sebelum perlakuan adalah minat 64,25%, kosentrasi 65,42%, dan ketekunan 61,5% dengan demikian motivasi siswa kurang. Data angket sesudah perlakuan adalah minat 65,25, kosentrasi 66,58, dan ketekunan 65,3 dengan demikian motivasi siswa baik. Hasil skor rata-rata motivasi belajar siswa kelas eksperimen dari angket sebelum perlakuan adalah 31,46 dan skor rata-rata hasil angket sesudah perlakuan adalah 42,21. Data angket sebelum perlakuan adalah minat 55,5%, kosentrasi 48%, dan ketekunan 47,75%data tersebut menunjukkan motivasi siswa sangat kurang. Data angket sesudah perlakuan adalah minat 75,71, kosentrasi 79, dan ketekunan 75,61 dengan demikian motivasi siswa sangat baik.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |