Pengaruh penambahan filler abu sekam padi terhadap nilai karakteristik Marshall dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS) pada campuran Hot Rolled Sheet (HRS) / Wendha Novita Sisweni

 

ABSTRAK Novita Sisweni, Wendha. 2015.Pengaruh Penambahan Filler Abu Sekam Padi Terhadap Nilai Karakteristik Marshall dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS) pada Campuran Hot Rolled Sheet (HRS). Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd, M.T, (II)Drs. H. Bambang Supriyanto, S.T, M.T. Kata Kunci:abu sekam padi, hot rolled sheet (HRS).indeks kekuatan sisa (IKS), karakteristik marshall. Banyaknya jalan raya yang mengalami kerusakan sebagian besar diakibatkan oleh konstruksi jalan yang tidak sesuai dengan pemakaian (over load) ditambah lagi dengan tingginya curah hujan di Indonesia yang mengakibatkan lepasnya ikatan aspal dengan agregat. Peneliti mencoba untuk melakukan penambahan Filler abu sekam padi terhadap Indeks Kekuatan Sisa (IKS) upaya mewujudkan usaha untuk mengurangi kerusakan jalan raya agar konstruksi jalan lebih kuat dan tahan lama dengan banyaknya bahan alternatif untuk campuran aspal. Penggunaan penambahan filler Abu Sekam Padi pada Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) memberikan keuntungan yaitu dapat mengurangi penggunaan filler Portland Cement(PC) dengan adanya kandungan silika alami yang tinggi pada Abu Sekam Padi yang memiliki aktivitas pozzolanic seperti sifat yang dimiliki pada semen. Tujuan penelitian iniyaitu:1)Mengetahui Kadar Aspal Optimum (KAO) yang menggunakan Filler PC pada campuran HRS ditinjau dari nilai karakteristik Marshall, 2) Mengetahui Kadar Filler Optimum (KFO) yang menggunakan penambahan filler Abu Sekam Padi pada campuran HRS ditinjau dari nilai karakteristik Marshall, 3) Mengetahui pengaruh penambahan Filler Abu Sekam Padi terhadap IKS. Dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan HRS-WCdengan jumlah pembagian benda uji sebanyak 42 benda uji dengan penentuan kadar aspal 6%, 6,5%, 7%, 7,5%, 8%, dan 8,5%. Penentuan untuk kadar filler Abu Sekam Padi sebanyak 0%, 4,5%, 5,5%, 6,5%, 7,5%, dan 8,5%. Pada perendaman IKS benda uji dibagi menjadi 2 bagian, yaitu dengan perendaman selama 30 menit dan 24 jam dengan suhu 600C. Berdasarkan hasil pengujian yaitu: 1) KAO pada campuran HRS-WC dengan menggunakan filler PC tanpa penambahan filler Abu Sekam Padi diperoleh KAO sebesar 8% dengan hasil stabilitas bernilai 1219,67 kg, flow dengan nilai 4,77 mm, VIM dengan nilai 5,71%, VMA dengan nilai 26,56%, VFB dengan nilai 78,66%, MQ dengan nilai 260,92 kg/mm, dan density dengan nilai 2,19 gr/cc, 2) KFO pada campuran HRS-WC dengan menggunakan penambahan filler Abu Sekam Padi diperoleh hasil KFO sebesar 5,5% dengan hasil nilai dari stabilitas sebesar 1237,54 kg, nilai flow sebesar 3,93 mm, nilai VIM sebesar 5,19%, nilai VMA sebesar 28,76%, nilai VFB sebesar 81,98%, nilai MQ sebesar 319,57 kg/mm, dan nilai hasil dari density sebesar 2,20 gr/cc, 3) Berdasarkan pengaruh penambahan Filler Abu Sekam Padi terhadap IKS pada campuaran HRS didapat nilai IKS sebesar 95,74% yang berarti nilai IKS pada penambahan filler Abu Sekam Padi telah memenuhi persyaratan pada Bina Marga.

Pembelajaran berbasis budaya lokal orang Tana-Ai / Andreas Ande

 

Abstrak Salah satu kekhasan yang dimiliki oleh berbagai etnik di Indonesia ini adalah jati diri dari berbagai etnit itu. Tanpa nilai jati diri itu, kehidupan dalam masyarakat berlangsung secara tidak seimbang dan tidak harmonis. Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang merupakan jati diri dari orang Tana Ai. Nilai-nilai ini dijaring dari kegiatan hidup sehari-hari orang Tana Ai. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode deskriptif. Acuan perolehan data bersumber dari data primer dan data sekunder, yang diperoleh melalui studi pustaka, dan pengamalaman langsung di lapangan. Data ini kemudian diolah dan dideskripsikan dalam bentuk karya tulis ilmiah untuk memperlihatkan bagaimana wujud pembelajaran yang berorientasi pada kebudayaa lokal orang Tana Ai. Hasil yang diperoleh melalui penulisan karya ilmiah ini ialah bahwa program pembelajaran yang diberikan di sekolah tidak lagi merupakan program pusat yang dilaksanakan di daerah-daerah tetapi merupakan suatau program yang telah berintegrasi dengan materi lokal, sehingga dapat menghindarkan peserta didik dari alienasi dengan kebudayaan sendiri. Di sini anak dibantu untuk memperoleh berbagai pengetahuan moderen tetapi tidak kehilangan jati dirinya. Kata Kunci: Pembelajaran, kebudayaan lokal, jati diri.

Citra perempuan dalam kumpulan cerpen Jangan Main-main (Dengan Kelaminmu) karya Djenar Maesa Ayu / Fajar Dwi Mulianto

 

ABSTRAK Mulianto, Fajar Dwi. 2015. Citra Perempuan dalam Kumpulan Cerpen Jangan Main-main (dengan Kelaminmu). Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunoto, M.Pd, (II) Karkono, S.S., M.A. Kata kunci: Perempuan, Citra diri, Citra Sosial. Pada dasarnya perempuan sama dengan laki-laki, yaitu sama-sama memiliki masalah tersendiri. Terkadang,masalah yang dihadapi perempuan lebih rumit daripada yang dihadapi laki-laki. Hal tersebut tergambar dalam karya sastra. Karya sastra adalah replika kehidupan nyata. Meskipun fiksi, persoalan yang diangkat dalam karya sastra tentu tidak lepas dari kehidupan perempuan dalam dunia nyata. Jangan Main-main (dengan Kelaminmu) adalah karya sastra berupa kumpulan cerpen yang mencitrakan perempuan berbeda denganperempuan dalam konstruksi sosial masyarakat Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan duahal dalam kumpulan cerpen Jangan Main-main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Maesa Ayu, yaitu citra diri perempuan dan citra sosial perempuan. Citra diri perempuan ditinjau dari aspek fisik dan psikis. Sedangkan citra sosial perempuan ditinjau dari aspek peran dalam masyarakat danperan dalam keluarga. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kritik sastra feminis. Sumber data pada penelitian ini yaitu kumpulan cerpen Jangan Main-main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Maesa Ayu. Data penelitian ini berupa dialog, monolog, dan narasi dalam kumpulan cerpen Jangan Main-main (dengan Kelaminmu). Pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis cerpen secara intensif. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, namun penulis menggunakan instrumen pembantu berupa kodifikasi dan tabel panduan analisis. Kegiatan analisis dimulai dari tahap identifikasi, mengodifikasi data, menganalisis data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh empat hasil penelitian sebagai berikut. 1) Ditinjau dari aspek fisik, Djenar menciptakan citra perempuan yang tidak beruntung secara fisik dalam konstruksi sosial sebagai tokoh protagonis yang melawan dominasi laki-laki dan menciptakan citra perempuan yang beruntung secara fisik dalam konstruksi sosial sebagai tokoh antagonis yang melanggar moral, 2) ditinjau dari aspek psikis, Djenar menciptakan tokoh perempuan yang kuat tetapi masih menunjukkan ketersiksaan perempuan dari belenggu budaya patriarki,3) ditinjau dari aspek peran dalam masyarakat, Djenar menciptakan citra perempuan dengan peran yang bertentangan dengan moral budaya Indonesia seperti pacar gelap, selingkuhan, dan pelacur, dan 4) ditinjau dari aspek peran dalam keluarga, Djenar menciptakan citra perempuan dengan peran sebagai istri, anak, dan ibu yang selalu tertindas oleh sikap laki-laki dalam keluarga. Bedasarkan hasil penelitian melalui empat aspek tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut. Citra perempuan dalam kumpulan cerpen Jangan Main-main (dengan Kelaminmu)menunjukkan bahwa secara fisik perempuan yang dicitrakan adalah sempurna, secara psikis yang dicitrakan adalah perempuan tersakiti, secara peran dalam masyarakat yang dicitrakan adalah perempuan menantang moral, dan secara peran dalam keluarga perempuan yang dicitrakan adalah perempuan tertindas.Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai tambahan wawasan tentang dunia perempuan bagi pembaca sastra, pengajar sastra, peneliti lain, dan masyarakat umum.

Communication strategies employed by ELT students across genders at Universitas Negeri Malang / Yusparizal

 

ABSTRAK Yusparizal. 2016. Strategi Komunikasi Yang Digunakan Oleh Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Laki-laki dan Perempuan di Universitas Negeri Malang. Tesis, Pendidikan Bahasa Inggris, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (1) Dr. Enny Irawati, M.Pd., (2) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. Penelitian ini berusaha untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris laki-laki dan perempuan di Universitas Negeri Malang dan persepsi mereka terhadap penggunaan strategi komunikasi tersebut dalam komunikasi lisan. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan menjadi pembahasan dalam penelitian ini sebagai sebuah usaha untuk mengembangkan pengetahuan tentang penggunaan strategi komunikasi dan bagaimana penemuan penelitian ini nantinya mampu membantu mereka untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini berjumlah 24 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang yang terdiri dari 12 mahasiswi dan 12 mahasiswa. Data utama dari penelitian ini adalahu ucapan para mahasiswi dan mahasiswa yang didapatkan dengan cara mengadakan diskusi kelompok di dalam kelas dengan memberikan berbagai topik kepada mereka. Ada duabelas strategi komunikasi yang diamati dalam penelitian ini. Strategi komunikasi tersebut diusulkan oleh Dornyei (1995). Strategi komunikasi tersebut adalah (1) message abandonment, (2) topic avoidance, (3) circumlocution, (4) approximation, (5) use of all-purpose words, (6) word coinage, (7) use of non-linguistic signal, (8) literal translation, (9) foreignizing, (10) code switching, (11) appeal for help, dan (12) time gaining strategy. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa baik mahasiswi maupun mahasiswa sama-sama hanya menggunakan 10 dari 12 strategi komunikasi yang diajukan oleh Dornyei (1995). Para mahasiswi menggunakan approximation 37 kali (35.2%), time gaining 26 kali (24.8%), message abandonment 9 kali (8.6%), use of all-purpose words 8 kali (7.6%), literal translation 7 kali (6.7%), circumlocution 4 kali (3.8%), use of non-linguistic signal 4 kali (3.8%), code switching 4 kali (3.8%), topic avoidance 3 kali (2.9%), dan appeal for help 3 kali (2.9%). Di sisi lain, para mahasiswa menggunakan approximation 47 kali (32.4%), time gaining 44 kali (30.3%), use of all-purpose words 19 kali (13.1%), code switching 10 kali (6.9%), message abandonment 9 kali (6.2%), appeal for help 5 kali (3.4%), topic avoidance 4 kali (2.8%), literal translation 3 kali (2.1%), circumlocution 2 kali (1.4%), dan use of non-linguistic signal 2 kali (1.4%). Para mahasiswi dan mahasiswa sama-sama setuju bahwa strategi komunikasi sangat bermanfaat dalam membantu mereka untuk mengatasi kesulitan saat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, membantu untuk berunding dengan lawan bicara, untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, dan untuk menyelesaikan masalah guna mencapai tujuan dalam berkomunikasi. Untuk para peneliti yang ingin melaksanakan penelitian di bidang yang sama, sangat dianjurkan untuk meneliti strategi komunikasi yang digunakan oleh penutur asli Bahasa Indonesia terhadap penutur asli Bahasa Inggris atau melakukan penelitian eksperimen untuk melihat dampak pelatihan strategi komunikasi terhadap peningkatan kemampuan berbicara mahasiswa. Kata kunci: strategi komunikasi, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, laki-laki dan perempuan, Universitas Negeri Malang

Implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas / Agus Purwasih

 

Kata kunci: Implementasi, Pendidikan karakter, Mata Pelajaran Ekonomi Pendidikan karakter di beberapa negara sudah diterapkan dan mendapatkan prioritas utama. Namun di Indonesia, pendidikan karakter masih dianggap sebuah wacana dan belum diintegrasikan dalam pendidikan formal. Pada tahun 2010, pemerintah telah mensosialisasikan pendidikan karakter di tiap jenjang pendidikan. Kebijakan ini dilaksanakan oleh semua sekolah mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan perguruan tinggi. Pendidikan karakter adalah mengintegrasikan nilai karakter dan mengimplementasikannya pada setiap mata pelajaran. Guru tidak lagi memusatkan pada materi yang diajarkan saja, namun, guru juga bertugas untuk memasukkan nilai karakter ke dalam silabus dan rencana pembelajaran dan kemudian menerapkan nilai-nilai tersebut melalui aktifitas pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup implementasi pendidikan karakter, faktor pendukung dan faktor penghambatnya, serta hasil dari implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran ekonomi di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dan termasuk jenis penelitian fenomenologi. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami sehingga tidak ada batasan dalam memahami fenomena yang sedang dikaji. Penelitian ini mengambil lokasi di SMA Negeri 3 Malang dan SMA Laboratorium UM untuk memberikan hasil penelitian yang luas dan lengkap. Penelitian ini mengambil subyek kelas X SMA Laboratorium UM dan kelas XI SMA Negeri 3 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh 3 kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran ekonomi dapat dilihat dari silabus, RPP serta proses pembelajaran di dalam kelas. Bentuk silabus dan RPP setiap sekolah formatnya berbeda, namun memiliki tujuan yang sama. Silabus yang menerapkan pendidikan karakter menambahkan satu kolom karakter, kolom tersebut berisi nilai karakter yang direncanakan guru sesuai dengan materi yang diajarkan dengan nilai karakter yang terkait dengan materi tersebut. Sedangkan dalam RPP, nilai karakter dilihat dari indikator atau tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Nilai karakter yang dipilih dikaji berdasarkan materi pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik. Kedua, faktor pendukung penerapan pendidikan karakter adalah pihak sekolah dan jajaran yang seesuaran instansi pendidikan yang terkait. Bentuk dukungan tersebut dapat dilihat dari penyediaan fasilitas dan sarana dalam implementasi pendidikan karakter. Dukungan dari pihak sekolah berupa diadakannya workshop dan dari dinas pendidikan dukungan tersebut dalam bentuk pemberian buku pedoman penerapan pendidikan karakter yang dapat dijadikan pedoman sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Faktor penghambat pendidikan karakter adalah waktu yang dibutuhkan untuk mebuat perangkat pembelajaran lebih lama karena harus memilah nilai karakter yang cocok untuk dilaksanakan sesuai dengan materi. Selain itu waktu yang lama dalam penyampaian nilai karakter didalam kelas juga merupakan faktor penghambat dalam pengimplementasian pendidikan karakter pada mata pelajaran ekonomi. Ketiga, implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas sudah baik. Namun, penilaian pendidikan karakter dimasukkan dalam penilaian afektif. Hal itu karena belum adanya rubrik baku untuk menilai pendidikan karakter. Proses pembelajaran yang berlangsung juga sudah baik. Guru menyampaikan nilai karakter secara lebih luas kepada siswa, tidak hanya terkait dengan nilai yang dimasukkan dalam silabus, namun guru juga menyampaikan nilai karakter sesuai dengan kegiatan pembelajaran sehingga menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.

Pengaruh gaya, motivasi, dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Produktif siswa kelas X APK SMK Negeri 1 Turen Kabupaten Malang / Salman Alfarisi

 

ABSTRAK Alfarisi, S. 2015. Pengaruh Gaya, Motivasi, Dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Produktif Siswa Kelas X APK SMK Negeri 1 Turen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Gatot Isnani, M. Si., (II) Elfia Nora, S.E., M.Si. Kata Kunci: gaya belajar, motivasi belajar, fasilitas belajar, hasil belajar Pendidikan yang menjadi kunci perkembangan suatu bangsa tidak hanya bertumpu pada hal-hal yang bersifat sistem atau institusional karena pendidikan yang sebenarnya merupakan interaksi belajar mengajar yang melibatkan peserta didik dan pendidik yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan individu peserta didik yang mandiri, dewasa, dan utuh. Pendidikan menengah kejuruan atau SMK sebagai bagian dari sistem pendidikan di Indonesia, yang mana pendidikan kejuruan ini diproyeksikan sebagai pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dengan spesialisasi khusus. Setiap peserta didik memiliki perbedaan dalam menyerap atau mengolah informasi. Perbedaan dalam menyerap dan mengolah informasi dikenal dengan gaya belajar atau modalitas belajar. Ada tiga jenis gaya belajar seseorang yaitu visual, auditorial dan kinestetis. Disamping masalah gaya belajar, seringkali kondisi motivasi dan keberadaan fasilitas belajar menjadi faktor yang juga mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi gaya belajar, motivasi belajar, dan fasilitas belajar; (2) Deskripsi hasil belajar siswa; (3) Pengaruh gaya, motivasi, dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X APK SMK Negeri 1 Turen; (4) Pengaruh dominan gaya belajar, motivasi belajar, dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X APK SMK Negeri 1 Turen. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Variabel bebas dari penelitian ini adalah gaya belajar (X1), motivasi belajar (X2), dan fasilitas belajar (X3) dengan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa (Y). populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X APK SMK Negeri 1 Turen yang berjumlah 108 siswa dengan sampel 84 siswa. Pengambilan sampel ini menggunakan proportional random sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa: (1) Model regresi memenuhi asumsi normalitas, terlihat dari titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal pada gambar grafik P-P Plot of Regression Standardized Residual. (2) Model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. terlihat pada gambar grafik scatterplot tidak membentuk suatu pola tertentu dan menyebar acak di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. (3) Model regresi tidak terjadi multikolinearitas. Jadi, model regresi layak untuk digunakan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) Gaya belajar yang dominan dimiliki siswa adalah gaya belajar visual, kemudian gaya belajar auditorial, dan yang terakhir adalah gaya belajar kinestetis; (2) Motivasi belajar pada siswa dapat diklasifikasikan tinggi; (3) Fasilitas belajar pada siswa dapat diklasifikasikan memadai; (4) Hasil belajar siswa termasuk dalam klasifikasi baik. Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa: (1) Tidak ada pengaruh yang signifikan antara gaya belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran produktif; (2) Ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran produktif; (3) Ada pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran produktif; (4) Variabel fasilitas belajar mempunyai pengaruh yang dominan yaitu sebesar 13,15%. Berdasarkan penelitian ini, peneliti menyarankan: (1) Bagi SMK Negeri 1 Turen melalui kepala sekolah harus mempertahankan serta meningkatkan fasilitas belajar secara optimal; (2) Bagi guru SMK Negeri 1 Turen hendaknya lebih dekat dengan siswa; (3) Bagi peneliti yang tertarik melanjutkan penelitian ini sebaiknya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang variabel lain yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa selain dari gaya, motivasi, dan fasilitas belajar seperti lingkungan keluarga, bakat, kesehatan, intelegensi dan efikasi diri.

Penerapan model pembelajaran Student Team-Achievement (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar matematika kelas VII-C siswa SMP Darusalam Blitar / Junita Finisya W.

 

Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Hasil Belajar Siswa. SMP Darusalam adalah salah satu SMP yang ada di kota Blitar. Kelas VII-B merupakan salah satu kelas yang ada di SMP Darusalam. Berdasarkan informasi yang diperoleh guru metode pembelajaran yang sering digunakan guru adalah metode ceramah, tanya jawab, dan pemberian tugas. Salah satu permasalahan yang dialami kelas VII-B selama proses pembelajaran matematika di kelas adalah nilai hasil belajar matematika siswa yang tergolong rendah. Dengan permasalahan ini peneliti ingin melakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran STAD pada kelas VII-B. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan model pembelajaran STAD dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa SMP Darusalam Blitar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yakni siklus I dan siklus II. Prosedur penelitian ini terdiri dari 4 tahap yakni tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan tahap refleksi. Kriteria keberhasilan tindakan yang ditentukan adalah 70% dari jumlah siswa yang ada di kelas mendapat nilai hasil belajar (rata-rata yang diperoleh dari nilai kelompok dan nilai akhir siklus) ≥ 70. Data persentase hasil belajar yang diperoleh pada siklus I adalah 66,6%. Sedangkan data presentase hasil belajar yang diperoleh pada siklus II adalah 71,4%. Data tersebut menunujukan adanya peningkatan hasil belajar pada siklus II yakni 71,4%. Data hasil siklus II ini telah memenuhi kriteria hasil belajar yang telah ditetapkan. Dengan demikian pembelajaran STAD pada penelitian ini dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Darusalam Blitar. Berdasarkan data yang telah disebutkan, penerapan model pembelajaran STAD yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa dapat dirangkum yakni tahapan-tahapan STAD yang dilakukan guru adalah tahap presentasi oleh guru, tahap berkelompok yang dibentuk berdasarkan tingkat kemampuan siswa, pada saat berkelompok ini guru memberikan bantuan kepada siswa dengan memberikan contoh soal lain beserta penyelesaianya terkait soal yang ada di LKK, tahap pelaksanaan kuis dan tahap penghargaan kelompok.

Aplikasi peramalan deret berkala menggunakan regresi linier berganda dengan variabel boneka dan model sinusoidal oleh Sulistiyaningsih

 

The teaching of English at Pendidikan Ahli Madya (PAM) Keperawatan Malang
a case-study / by Permana Zaski Sulianta

 

Budaya organisasi berbasis kearifan lokal Suku Melayu dalam proses pembelajaran (studi multi kasus pada SMP Negeri 1 Arut Selatan dan SMA Negeri 1 Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah) / Rismayasari Wulan

 

ABSTRAK Wulan, Rismayasari. 2015. Budaya Organisasi Berbasis Kearifan Lokal Suku Melayu dalam Proses Pembelajaran (Studi Multi Kasus pada SMP Negeri 1 Arut Selatan dan SMA Negeri 1 Pangkalan Bun). Tesis, Jurusan Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji, K.H., M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. H. M. Huda A.Y., M.Pd Kata Kunci: Budaya Organisasi, Kearifan Lokal Suku Melayu, Proses Pembelajaran Kemajemukan bangsa Indonesia bukanlah lagi realitas yang baru terbentuk. Kemajemukan dari segi etnis, budaya, bahasa, dan agama, merupakan realitas sejarah yang berlangsung lama di negeri ini.Masyarakat Indonesia dipandang sebagai dinamika yang mewarnai keberagaman budaya di Indonesia. Kalimantan Tengah sebagaimana halnya provinsi-provinsi lainnya di Indonesia, adalah sebuah pulau yang memiliki beragam suku dengan keanekaragaman budayanya pula. subyek yang menjadi sorotan peneliti dalam mengembangkan penelitian ini adalah suku Melayu. Pada dasanya yang sebenarnya bahwa Suku Dayak Melayu ini tidak ada, yang ada adalah Suku Melayu yaitu suku yang di identikan dengan Suku yang memeluk agama islam namun karena latah masyarakat penyebutan Suku Dayak Melayu menjadi berkembang dikalangan masyarakat yang pada dasarnya antara suku Dayak dan Melayu itu berbeda. Suku Melayu Kotawaringin Barat merupakan suku yang mendiami daerah aliran sungai Arut (Pangkalan Bun). Berdasarkan konteks penelitian terkait dengan budaya organisasi berbasis kearifan lokal suku melayu dalam Proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Arut Selatan dan SMA Negeri 1 Pangkalan Bun maka fokus penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut: 1) Karakteristik dan Nilai-nilai Budaya Organisasi Berbasis Kearifan Lokal Suku Melayu dalam Proses Pembelajaran, 2) Proses Sosialisasi Internalisasi Budaya Organisasi Berbasis Berbasis kearifan lokal suku melayu dalam proses pembelajaran, 3)Kontribusi budaya organisasi berbasis kearifan lokal Suku Melayu dalam Proses Pembelajaran.Sedangkan tujuan dari penelitian ini untuk medeskripsikan: 1) karakteristik dari nilai-nilai dalam budaya organisasi Suku Melayu dalam Proses Pembelajaran, 2) proses sosialisasi internalisasi budaya organisasi berbasis kearifan lokal Suku Melayu dalam Proses Pembelajaran, 3) kontribusi budaya organisasi Suku melayu terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi multi kasus. Kehadiran seorang peneliti sangat penting karena peneliti adalah informan kunci dari sebuah penelitian. Lokasi penelitian berada pada dua sekolah yaitu pada SMP Negeri 1 Arut Selatan dan SMA Negeri 1 Pangkalan Bun. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa serta sekretaris Kraton Indra Kencana (Kesultanan Kutaringin). Teknik yang digunakan dalam mengambil data menggunakan dua teknik yaitu purposive sampling dan snowball sampling. Prosedur pengumpulan data menggunakan studi observasi, wawancara,dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kasus individu dan analisis data dalam kasus. Pengecekan keabsahan data yang digunakan ada 4 kriteria yaitu: kepercayaan (credibility), kebergantungan (dependability), kepastian (confirmability) dan keteralihan (transferability). Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Karakteristik nilai-nilai budaya organisasi didasarkan pada visi misi sekolah dengan pengintegrasian pada proses pembelajaran muatan lokal namun tetap mengacu pada KTSP, 2) kepala sekolah selalu mensosialisasikan melalui dua tahap, sosialisasi terhadap guru-gurumeliputi keikutsertaan guru dalam pelatihan atau workshop yang berkaitan dengan integrasi budaya lokal, pemenuhan sarana dan prasarana, serta pembinaan oleh kepala sekolah dan teman sejawat. dan sosialisasi terhadap peserta didik yang dilakukan melalui forum-forum tertentu, baik secara formal maupun non formal, 3) Kontribusi budaya suku melayu di SMP Negeri 1 Arut Selatan lebih pada penerapan peraturan, sedangkan pada SMA Negeri 1 Pangkalan Bun lebih mengarah pada kegiatan kemasyarakatan yang berbasis budaya. Keduanya berkontribusi pada hubungan sekolah dengan masyarakat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Karakteristik nilai-nilai budaya organisasi didasarkan pada visi misi sekolah dengan pengintegrasian pada proses pembelajaran muatan lokalnamun tetap mengacu pada KTSP, 2) kepala sekolah selalu mengikutsertaan guru dalam pelatihan atau workshop yang berkaitan dengan integrasi budaya lokal, serta pembinaan oleh kepala sekolah dan teman sejawat. Dan sosialisasi terhadap peserta didik yang dilakukan melalui forum-forum tertentu, baik secara formal maupun non formal, 3) SMP Negeri 1 Arut Selatan kontribusi budaya lebih pada penerapan peraturan berbasis adat, sedangkan pada SMA Negeri 1 Pangkalan Bun pada kegiatan kemasyarakatan yang berbasis budaya. Penelitian ini disarankan kepada: 1) Kepala Sekolah agar selalu memberikan motivasi dan penguatan kepada pada warga sekolah agar tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal dan menjunjung tinggi budaya lokal,2)Bagi guru agar selalu agar selalu menciptakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan CTL dan pengalaman belajar yang diterima peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, 3) Dinas Pendidikan agar selalu memberikan penguatan tertentu kepada sekolah-sekolah lain untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam kegiatan sekolah, 4)Bagi masyarakat Suku Melayu, agar selalu mempertahankan dan melestarikan serta mengembangkan nilai-nilai budaya lokal dengan menjalin hubungan kerjasama dan komunikasi dengan lembaga pendidikan sekitar, dan 5) Bagi peneliti lain agar mengembangkan penelitian serupa sehingga dapat memperkaya khasanah keilmuan mengenai budaya organisasi.

Pengaruh self efficacy, status ekonomi orang tua, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa program studi SI Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Septim Martina Habibie

 

Kata Kunci: Self Efficacy, Status Ekonomi Orang Tua, Motivasi Belajar, dan Prestasi Belajar Belajar di perguruan tinggi merupakan pilihan strategis untuk mencapai tujuan individual bagi yang menyatakan diri untuk belajar melalui jalur formal. Orang-orang yang belajar di perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya mempunyai kemampuan kognitif tetapi juga harus mempunyai self efficacy yang merupakan bagian dari sikap (attitude) dan motivasi yang kuat untuk bisa mencapai prestasi belajar yang diinginkan. Kemampuan ekonomi orang tua juga sangat menentukan keberhasilan dalam belajar. Mahasiswa harus benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk dapat menjadi mahasiswa yang berkualitas karena pendidikan di perguruan tinggi membutuhkan biaya yang cukup banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel self efficacy, status ekonomi orang tua, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Penelitian menggunakan populasi mahasiswa program studi pendidikan akuntansi angkatan 2009 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yaitu sebanyak 70 mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif sedangkan data primer berupa hasil angket untuk variabel self efficacy, status ekonomi orang tua, dan motivasi belajar, sedangkan data sekunder berupa IPK mahasiswa. Teknik analisis adalah analisis regresi berganda. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa self efficacy, status ekonomi orang tua dan motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar. Dari hasil penelitian juga dapat diketahui bahwa variabel self efficacy mempunyai pengaruh dominan terhadap prestasi belajar. Bagi mahasiswa disarankan dapat menumbuhkan semangat untuk belajar meskipun memiliki status sosial ekonomi yang rendah karena hal itu tidak bisa dijadikan patokan orang tua yang memiliki status sosial ekonomi yang rendah, prestasinya juga akan rendah dan sebaliknya. Mahasiswa juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat melalui motivasi mereka belajar dan memupuk self efficacy untuk menjadi lebih tinggi. Bagi pendidik diharapkan mampu menumbuhkan self efficacy mahasiswa serta motivasi belajar para mahasiswa karena peranan pendidik dalam proses pembelajaran sangat penting sehingga prestasi belajar akan maksimal. Bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel-variabel di luar penelitian ini yang bisa untuk menentukan faktor-faktor yang bisa mempengaruhi prestasi belajar yang bersifat internal (kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, bakat) atau faktor eksternal (perhatian orang tua, sosial budaya, dan kegiatan ekstrakurikuler)

Penerapan model pembelajaran kooperatif (Think Pair Share) TPS untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Batu semester gasal 2011/2012 / Dani Surya Putra

 

Kata Kunci: Think Pair Share, Hasil Belajar Berdasarkan Observasi dan Pengalaman Praktik Lapangan pada tangal 20 Juli dan tanggal 2 November 2011 di SMP Negeri 3 Batu dalam pembelajaran, khususnya siswa kelas 8b, kurang aktif dalam mengikuti pelajaran dan bila diberi pertanyaan siswa tidak ada yang bersedia mengangkat tangan. Demikian pula bila diminta bertanya tidak bersedia mengangkat tangan melainkan mereka gemar berbicara dengan teman- teman sebangkunya di dalam kelas. Selain itu hasil belajar yang dicapai sebagian siswa pada mata pelajaran ekonomi masih kurang, belum memenuhi SKM yang diterapkan SMP Negeri 3 Batu yaitu 75. Dari jumlah 7 kelas, prosentase ketuntasan belajar secara klasikal kelas 8b lebih rendah dibandingkan dengan kelas lain dalam pelajaran ekonomi ( berdasarkan analisis nilai kelas 8a-8g pada materi kelangkaan). Pengklasifikasian kelas di SMP Negeri 3 Batu secara random berarti tidak ada kelas Unggulan. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Strategi pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS). Pembelajaran ini memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisit memberikan siswa waktu lebih banyak untuk berpikir, menjawab, dan saling membantu sama lain. Saat pertanyaan diajukan ke seluruh siswa, setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan sebelum dilaporkan kepada kelompoknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Ekonomi siswa kelas 8b SMP Negeri 3 Batu melalui penerapan pembelajaran kooperatif model TPS. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Data penelitian berupa Hasil belajar kognitif siswa diperoleh melalui skor yang berupa tes yang dilakukan setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil belajar Kognitif siswa mengalami peningkatan sebesar 23,54% dari nilai rata-rata yang sebelumnya 50,78% menjadi 74,12% pada siklus 1 dan pada siklus II meningkat sebesar 16,56% dari rata-rata 67,81 % menjadi 84,37%. Hasil belajar afektif di peroleh dari pengamatan rubrik penilaian aspek afektif yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran, dalam pengamatan pada siklus 1 jumlah nilai rata-rata 58,8% pada siklus II meningkat sebesar 80,1% ada peningkatan 21,3%. Sehingga dapat disimpulkan aspek kognitif hasil belajar siklus I, siswa belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal karena jumlah nilai yang diperoleh masih dibawah 80%. Sedangkan pada siklus II, siswa sudah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal karena jumlah nilai yang diperoleh lebih dari 80%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa, Pada aspek afektif hasil belajar siklus I ke siklus II ada peningkatan 21,3% poin dan penilaian aspek afektif siklus II lebih tinggi dari pada siklus I. adanya peningkatan tersebut Dikarenakan siswa sudah memahami prosedur pembelajaran yang menggunakan pembelajaran kooperatif model TPS pada saat proses belajar mengajar.

Tahap berpikir dalam belajar geometri siswa-siswa kelas II SMP Negeri Abepura di Jayapura berpandu pada model Van Hiele / oleh Ronaldo Kho

 

Penentuan matching maksimum pada graph bipartisi tidak berlabel dengan menggunakan algoritma matching maksimum (oleh Alom, dkk.) / Ayu Sadika

 

Kata Kunci: matching, matching maksimum, algoritma matching maksimum (oleh Alom, dkk.) Dalam kehidupan sehari-hari penerapan graph sangat bermanfaat. Suatu masalah akan menjadi lebih jelas atau mudah dipahami serta lebih mudah dianalisa dengan menggunakan model atau rumusan teori graph yang sesuai. Dalam graph terapan terdapat suatu bahasan mengenai matching. Matching di adalah himpunan dengan setiap pasang sisinya saling asing. Matching berukuran maksimum di graph G adalah matching M yang mempunyai ukuran terbesar. Untuk menentukan matching maksimum pada graph bipartisi tidak berlabel dapat digunakan algoritma matching maksimum (oleh Alom, dkk.). Algoritma ini juga dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari dengan ketentuan berpasangan tepat satu-satu. Skripsi ini membahas penentuan atau pencarian matching maksimum pada graph bipartisi tidak berlabel dengan menggunakan algoritma matching maksimum (oleh Alom, dkk.). Pada skripsi ini juga diberikan contoh penerapan algoritma matching maksimum (oleh Alom, dkk.) dalam kehidupan sehari-hari, misalkan saja pada masalah pengoptimalan pemasangan karyawan dengan posisi kerja yang sesuai dengan keahliannya, pengoptimalan pemasangan kelompok kursus dengan ruang kelas , serta pengoptimalan pemasangan antibiotik dengan pasien. Skripsi ini tidak hanya membahas algoritma matching maksimum (oleh Alom, dkk.) saja, namun juga membandingkan dengan algoritma matching maksimum yang telah dibahas dalam skripsi sebelumnya oleh Fatmawati (2006) yaitu algoritma matching maksimum pada graph bipartisi tidak berlabel. Selanjutnya, agar lebih mudah dalam menyelesaikan permasalahan matching maksimum pada graph bipartisi tidak berlabel, algoritma matching maksimum (oleh Alom, dkk.) direpresentasikan dalam program komputer menggunakan Borland Delphi 7.

Selesaian sistem persamaan diferensial linear homogen orde satu mnggunakan transformasi laplace oleh Nungky Kusuma Dewi

 

Sistemp ersamaand iferensiall inear homogeno rde satum enggunakan transtbrmasLi aplaced apatd iselesaikand enganm atriks, dengant erlebihdulu ,o"ooorit ransfoimasLi aplaced ari sistemt eriebu1 Teori-teori yangb erlaku pada ;;;;dtd;;ial biasao rdes atuj uga berlakup adas istemp ersamaan diferensial tersebut. Dalam prosesp enyelesaiansi stemp ersamaand iferensiall inear homogeno rde satu * = ,4X mengg,nakantr ansformasLi aplace,d ijumpai beberapak asus. Kasus tersebutd iantaranYaad alah: (1) Jika de(1F0, (2) Jika t4A)4 dan det(A) > 0' (3) Jikat 4A) : 0 dand et(A)< 0 (de(,4) = -lde(l)l) ' (a) Jika t4A) dandet(/) bebasA, : 0, (5) iika rr(,4)d and et(,4)b ebasA, > 0, (6) Jikat (A) dandet(,4b)e basA, < 0 (A = -l{)'

Keefektifan penerapan strategi pengelolaan diri untuk menurunkan frekuensi membolos siswa kelas X di SMKN 2 Pamekasan / Ratna Ayu Cahyaning Rizza

 

Kata kunci : Pengelolaan diri, perilaku membolos, konseling Tata tertib sekolah merupakan salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa, tata tertib harus ditaati dan dilaksanakan oleh siswa. Siswa yang disiplin akan mematuhi ketentuan-ketentuan sekolah sehingga diharapkan mereka dapat berkembang optimal dan berhasil studinya. Siswa yang frekuensi membolosnya cukup tinggi dapat diartikan sebagai siswa yang tidak disiplin. Siswa yang tidak disiplin memerlukan pengelolaan diri, sehingga dia perlu merubah perilaku tersebut agar disiplin dan tidak membolos. Pengelolaan diri (self-management) adalah suatu kemampuan yang berkenaan dengan kesadaran diri dan keterampilan individu dalam mengarahkan pengubahan tingkah lakunya sendiri dengan menggunakan satu atau kombinasi beberapa strategi (pemantauan diri, kendali rangsang, dan penghargaan diri). Dengan kata lain self-management merupakan kemampuan individu dalam mengelola diri dan lingkungan untuk mengubah perilakunya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah strategi pengelolaan diri (self-management) dapat menurunkan frekuensi membolos siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah metode pengelolaan diri (self-management) dan variabel terikat adalah frekuensi membolos siswa. Pemberian treatment dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan yang dilaksanakan selama 2 minggu. Subjek penelitian berjumlah tujuh orang siswa kelas X yang memiliki frekuensi membolos tinggi di SMK Negeri 2 Pemekasan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, yaitu melihat presensi siswa. Analisis data menggunakan analisis statistik nonparametrik menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi pengelolaan diri (self-management) efektif menurunkan perilaku membolos siswa. Frekuensi membolos siswa setelah dilatih pengelolaan diri mengalami penurunan. Hasil analisis pengujian hipotesis berdasarkan uji statistik two related sample test Wilcoxon adalah (Z= - 2.388a) dan nilai Asymp. sig. (2-tailed) sebesar 0.017, yang artinya strategi pengelolaan diri efektif untuk mengurangi frekuensi membolos siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan pada (1) Konselor agar menggunakan strategi pengelolaan diri self-management) untuk meminimalkan munculnya perilaku membolos siswa, (2) Peneliti selanjutnya untuk mempertimbangkan waktu pemberian treatment (3) Dilakukan lebih dari satu kali pemberian posttest untuk melihat tingkat efektifitas jangka panjang terhadap tingkat pengelolaan diri siswa

Pengaruh suhu sintering pada keramik berpori dengan bahan aditif arang sekam padi (5% dan 20%) terhadap nilai densitas, kuat tekan dan mikrostruktur / Nanik Setyowati

 

Kata kunci : Keramik berpori, arang sekam padi, sintering, kuat tekan, densitas, mikrostruktur Keramik berpori merupakan keramik yang dapat dimanfaatkan sebagai filter gas buang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu sintering terhadap nilai densitas, nilai kuat tekan dan mikrostruktur pada bahan keramik yang ditambahkan bahan aditif berupa arang sekam padi (5% dan 20%). Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah eksperimen. Bahan keramik di buat dengan metode diepressing, dimana bahan dicampur kemudian di cetak dan dipress. Bahan keramik yang digunakan dengan komposisi bahan dasar keramik (Feld spar 20%, Kaolin 30%, clay 30% serta kwarsa 20% ) ditambah bahan aditif arang sekam padi sebanyak 5% dan 20% kemudian di sintering dengan menggunakan variasi suhu pada temperatur 1000 °C, 1100 °C, dan 1200°C selama 240 menit. Setelah sampel jadi kemudian dikarakterisasi dengan uji densitas, kuat tekan dan mikrostruktur. Pengujian mikrostruktur diambil dari nilai kuat tekan tertinggi dan nilai kuat tekan terendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Semakin besar suhu sintering maka nilai densitasnya semakin besar. (2) Semakin besar suhu sintering nilai kuat tekannya semakin besar. (3) Semakin banyak komposisi aditif arang sekam padi maka nilai kuat tekannya semakin kecil. (4) S emakin besar komposisi arang sekam padi maka nilai densitasnya semakin kecil. (5) Nilai kuat tekan cenderung naik apabila pada mikrostruktur jumlah pori – pori yang muncul semakin berkurang.

Studi tentang pelaksanaan pembelajaran pembuatan kemeja pada mata pelajaran pembuatan busana industri di kelas XI Busana Butik SMKN 5 Malang / Nenok Mitasari

 

ABSTRAK Mitasari, Nenok. 2016. Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Pembuatan Kemeja Pada Mata Pelajaran Pembuatan Busana Industri di Kelas XI Busana Butik SMKN 5 Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang.(1) Dra.Nur Endah Purwaningsih,M.Pd (2) Dra.Idah Hadijah,M.Pd. Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, pembuatan kemeja, program busana butik. Program busana butik ditujukan untuk menghasilkan tenaga kerja yang profesional dan kompeten dalam bidang tata busana seperti, menjahit, mendesain busana dan bidang lain yang berkaitan dengan busana. Kegiatan belajar pembuatan kemeja dimulai dari membuat pola, memotong bahan, menjahit bahan, dan finishing. Kegiatan menjahit kemeja merupakan kategori sulit, namun walaupun dalam kategori sulit nilai siswa berada di atas KKM, oleh sebab itu mata pelajaran pembuatan kemeja perlu diteliti. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran pembuatan kemeja pada mata pelajaran pembuatan busan industri. Ditinjau dari rumusan masalah, maka penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa busana butik kelas XI yang berjumlah 63 siswa. Instrumen menggunakan angket. Skala pengukuran menggunakan skala Guttman. Uji validitas instrumen ini menggunakan rumus Product Moment. Reliabilitas instrumen menggunakan rumus KR (Kuder Richardson )20, dan dianalisis menggunakan persentase. Kesimpulan penelitian ini adalah kegiatan pendahuluan yang dialaksanakan guru yaitu mempersiapkan siswa untuk belajar sehingga kondisi siswa sudah siap untuk mengikuti pelajaran dengan seksama. Kegiatan inti yang dilaksanakan yaitu guru mampu menguasai materi, media pembelajaran, metode pembelajaran, memberikan tugas, mengelola kelas, memberi motivasi, dan berperan sebagai narasumber, sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar. Kegiatan penutup yaitu guru mampu merangkum materi bersama siswa, mampu memberikan umpan balik sehingga siswa dapat mengetahui dimana letak kekurangan selama membuat kemeja, dan guru mampu menyampaikan rencana pembelajaran untuk materi selanjutnya, sehingga siswa dapat mempersiapkan untuk kegiatan belajar selanjutnya. Saran bagi guru diharapkan dapat mempertahankan dan menambah/melengkapi materi dan media pembelajaran pembuatan kemeja sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan dan dapat menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Bagi sekolah diharapkan dapat menfasilitasi sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan praktek siswa busana butik agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan meneliti media pembelajaran agar lebih meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran.

Pengaruh strategi pemasaran terhadap volume penjualan : studi pada sentra industri kecil tempe di Sanan Malang / oleh Eka Kurniawati

 

Dewasa ini persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat dan banyak perusahaan yang dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen atau pelanggannya dalam memenuhi semua keinginan konsumen. Konsumen merupakan hal yang penting untuk kelangsungan sebuah perusahaan, oleh karena itu mempertahankan konsumen sangatlah perlu dilakukan oleh sebuah perusahaan, agar kesuksesan sebuah perusahaan dapat tercapai. Berdasarkan hal tersebut pelayanan merupakan landasan dasar yang memperkuat keseluruhan proses pemasaran untuk dapat terus berjalan. Penulisan Skripsi ini bertujuan mendeskripsikan Pelaksanaan Strategi Pelayanan Untuk Meningkatkan Volume Penjualan Sentra industri kecil tempe di Sanan Malang. Untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan Strategi Pelayanan Untuk Meningkatkan Volume Penjualan Sentra industri kecil tempe di Sanan Malang. Ada tiga masalah yang diamati, yaitu: (1) Strategi Pelayanan yang diberikan Sentra industri kecil tempe di Sanan Malang; (2) Pelaksanaan Strategi Pelayanan Untuk Meningkatkan Volume Penjualan Sentra industri kecil tempe di Sanan Malang; (3) Kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan strategi pelayanan yang diberikan oleh Sentra industri kecil tempe di Sanan Malang; (4) Cara mengatasi kendala yang terjadi dalam pelaksanaan strategi pelayanan yang diberikan oleh Sentra industri kecil tempe di Sanan Malang. Hasil dari Praktek Kerja Lapangan (PKL) menunjukkan bahwa: (1) Strategi pelayanan yang dilakukan oleh Sentra industri kecil tempe di Sanan Malang yaitu dengan memberikan service excellence yang meliputi kecepatan, ketepatan, keramahan dan kenyamanan. Koperasi ini sangat mengutamakan pelayanannya, karena kualitas pelayanan memiliki hubungan erat dengan kepuasan konsumen sehingga terciptanya loyalitas konsumen dapat berpengaruh terhadap Volume Penjualan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan adalah: Bukti Fisik/Tangibles, Keandalan/Reliability, Daya Tanggap/Responsiveness, Jaminan/Assurance, Empati/Emphaty. (2) Pelaksanaan strategi pelayanan dapat meningkatkan Volume Penjualan Koperasi, pelaksanaan strategi pelayanan dapat memberikan kepuasan konsumen dan dapat menciptakan loyalitas konsumen, berpotensi menjadi penghasilan masa depan, menumbuhkan rekomendasi "Getok Tular" positif, meningkatkan Volume Penjualan Sentra industri kecil tempe di Sanan Malang. (3) Kendala-kendala yang sering terjadi dalam pelaksanaan pelayanan. Kurangnya tempat duduk dan meja di depot susu Smesco Mart, tugas yang sangat padat membuat pegawai kurang memuaskan konsumen karena rasa capai. (4) Memperluas tempat yang ada dan menambah jumlah kursi dan meja yang sekarang ini ada, selalu mengawasi segala pelayanan yang diberikan pegawai terhadap konsumen. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh penulis, maka saran yang ingin disampaikan penulis kepada Sentra industri kecil tempe di Sanan Malang, adalah: (1) Hendaknya Sentra industri kecil tempe di Sanan Malang memperluas lokasi, menambah tempat duduk dan kursi agar dapat menampung pengunjung yang semakin bertambah. Hal ini dirasa penulis dapat memberikan rasa nyaman terhadap konsumen yang terus bertambah. (2) Berdasarkan pengamatan yang didapat oleh penulis selama PKL hendaknya pihak Sentra industri kecil tempe di Sanan Malang selalu memantau pegawai dalam memberikan pelayanan, karena pelayanan yang memuaskan sangat berpengaruh sekali terhadap kelangsungan koperasi dan Volume Penjualan koperasi.

Pemerolehan struktur kalimat bahasa Jawa anak usia 1 - 4 tahun
oleh Syaikhul Munib

 

Pengembangan pembelajaran bolavoli dengan multimedia interaktif untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) / Sylfia Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, Sylfia. 2016. Pengembangan Latihan Permainan Bolavoli Dengan Multimedia Interaktif Berupa Autolay Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. D Wasis Dwiyoga, M.Pd, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata Kunci:Pengembangan latihan Bolavoli, autoplay Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan peneliti ditemukan dalam satu set permainan dari 12 peserta ekstrakulikuler bolavoli kurang baik dalam menguasai passing bawah bahkan sering dari mereka melakukan kesalahan pada saat melakukan passing bawah. Peneliti juga melakukan wawancara pada pelatih ekstrakulikuler bolavoli di SMPN 1 Lengkong yang menerangkan bahwa program latihan yang selama ini dilaksanakan belum menggunakan variasi latihan passing bawah sehingga kurang menarik minat peserta untuk mengikuti latihan, membuat peserta menjadi bosan dan jenuh selama proses latihan berlangsung, Tidak adanya media pendukung seperti penggunaan multimedia sebagai panduan juga merupakan suatu alasan kenapa kurangnya pemberian variasi latihan passing bawah bolavoli kepada peserta ekstrakulikuler. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan mengembangkan latihan bolavoli, dan menguji kelayakan produk yang dikemas dalam bentuk autoplay media studio. Sehingga dapat membantu pemahaman latihan passing bawah permainan bolavoli untuk meningkatkan keterampilan passing bawah pada peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMPN 1 Lengkong Kabupaten Nganjuk. Penelitian dan pengembangan (research and development) yang mengacu pada model penelitian dan pengembangan Lee and Owen. Tahap-tahap penelitian ini antara lain analisis kebutuhan, desain produk, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Hasil pengembangan produk berupa variasi passing bawah bolavoli dengan multimedia interaktif berupa autoplay. Berdasarkan uji coba kelompok kecil pada 8 peserta latihan diperoleh persentase 82,22% yang berarti produk sangat valid sehingga produk dapat digunakan tanpa revisi. Sedangkan pada uji coba kelompok besar pada 30 peserta diperoleh persentase 83,98% yang berarti produk sangat valid sehingga produk dapat digunakan tanpa revisi pada latihan di Ekstrakurikuler bolavoli di SMP. Pengembangan latihan bolavoli dengan multimedia interaktif berupa autolpay untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dapat dipergunakan bagi peserta latihan ekstrakurikuler bolavoli karena mudah dilakukan, produk yang dihasilkan menarik minat peserta untuk mempelajari teknik dasar bolavoli.

Pengaruh perubahan Indkes Bias Cladding pada Loss Power serat optik Singlemode SMF-28 / Firman Budianto

 

Kata Kunci: Loss power, Cladding, Serat optik singlemode step index SMF-28. Serat optik merupakan salah satu produk teknologi berdasar prinsip pemantulan total. Perkembangan zaman yang semakin cepat, mempengaruhi fungsi serat optik yang awalnya sebagai alat telekomunikasi sekarang dapat digunakan sebagai sensor. Salah satu piranti yang dapat diaplikasikan adalah mencari pengaruh perubahan cladding dan loss power pada suatu fluida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari pengaruh loss power dan perubahan cladding dengan variasi viskositas larutan gliserin menggunakan serat optik singlemode step index tipe SMF-28. Pengukuran dilakukan dengan alat optical power meter untuk menentukan daya keluaran dan loss test set sebagai sumber cahaya. Cladding serat optik dihilangkan pada bagian tengahnya menggunakan scrub kurang lebih 10 cm. Bagian serat optik tanpa cladding tersebut kemudian dicelupkan seluruhnya pada larutan gliserin. Viskositas didapat dengan memvariasi konsentrasi gliserin yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, 50% 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%. Grafik hubungan loss power dan viskositas menunjukkan bahwa nilai viskositas yang paling besar yaitu pada gliserin dengan konsentrasi 100%. Nilai loss power yang paling kecil tergantung pada panjang gelombang yang digunakan, yaitu 1) untuk 􀫃= 1310 nm pada kosentrasi sebesar 20%, 2) untuk 􀫃= 1490 nm pada konsentrasi sebesar 30%, 3) 􀫃= 1550 pada konsentrasi sebesar 10%, dan yang terakhir 4) untuk 􀫃= 1625 pada konsentrasi sebesar 30%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah, kenaikan viskositas larutan gliserin mengakibatkan kenaikan indeks bias cladding, sehingga loss power akan naik.

Pengaruh konflik peran terhadap kinerja melalui stres kerja (studi pada perawat RS Aisyiyah Bojonegoro) / Ahmad Riskhi F.R.

 

Kata Kunci: Konflik Peran ,Stres Kerja, Kinerja Rumah sakit merupakan sebuah organisasi yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan. Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan, maka rumah sakit perlu menjaga kualitas layanannya terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kualitas pelayanan dapat tercermin dari kerja pegawai rumah sakit. Sukses stau tidaknya suatu perusahaan dapat dilihat dari kinerja yang ditampilkan para karyawannya. Oleh karena itu, suatu perusahaan akan selalu menuntut para karyawan untuk bekerja secara optimal karena baik buruknya kinerja karyawan akan mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Konflik peran dan stres kerja yang tinggi akan membuat kinerja karyawan menurun. Menurunnya kinerja tentu akan mempengaruhi layanan kesehatan kepada masyarakat.Permasalahan mengenai kinerja merupakan permasalahan yang akan selalu dihadapi oleh perusahaan. Oleh karena itu permasalahan tersebut harus selalu dicari solusinya agar nantinya didapatkan mutu pelayannan yang baik serta pasien merasa puas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi koflik peran, stres kerja, dan kinerja pada RS Aisyiyah Bojonegoro. Selain itu juga untuk mengetahui bagaimana pengaruh antar variabel bebas (konflik peran) terhadap variabel terikat (kinerja) melalui variabel intervening (stres kerja). Jenispenelitian yang digunakanadalahpenelitianekspalanatori.Populasi yang digunakanadalahperawat RS Aisyiyah Bojonegoro yang berjumlah 116.Dari 116 perawatdiambilsampel86 perawatberdasarkanteknikpurposive sampling.Teknik pengambilan data yang digunakan meliputi kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitiandianalisisdenganmenggunakananalisisregresi linear berganda. Hasilanalisisdiketahuikondisi konflik peran yang sangat rendah, stres kerja yang rendah dan kinerja yang tinggi pada perawat RS Aisyiyah Bojonegoro. Sselain itu, hasil analisis diketahui bahwakonflikperanberpengaruhnegatifterhadapkinerja. Variabel konflik peran berpengaruh positif terhadap stres kerja. Sedangkanvariabelstreskerjasignifikannegatifterhadapkinerja. Saran yang dapatdikemukakansehubungandenganhasilpenelitianiniadalah (1) BagiRumahsakitharusselalumemperhatikankeadaanstres dan konflik yang dialami oleh perawatnya, karena hal itu akan mempengaruhi kinerja perawat. Suksesstautidaknyasuatuperusahaandapatdilihatdarikinerja yang ditampilkanparakaryawannya, karenabaikburuknyakinerjakaryawanakanmempengaruhikinerjaperusahaansecarakeseluruhan. (2) Bagipenelitiselanjutnyadiharapkanagar menambahkan variabel lain agar penelitian selanjutnya lebih bervariasi untuk kemudian disempurnakan. Peneliti selanjutnya dapat menambah variabel lain seperti iklim organisasi, dukungan organisasi, keterlibatan organisasi, atau lama bekerja yang kemungkinan masih memiliki pengaruh terhadap stres kerja dan kinerja.

Penerapan model pembelajaran NHT dan carousel feedback untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran prinsip-prinsip kerjasama dengan kolega dan pelanggan siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang / Zulistiowati

 

Kata Kunci: Pembelajaran Numbereds Heads Together (NHT), Pembelajaran Carousel Feedback, Hasil Belajar. Pendidikan merupakan sebuah tolok ukur keberhasilan suatu bangsa. Akan tetapi banyak masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan, salah satunya adalah lemahnya proses pembelajaran. Pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan siswa hanya diam, duduk dan menerima informasi dari guru. Guru dalam menyampaikan materi pelajaran kurang kreatif dan menarik perhatian siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran yang demikian membuat siswa tidak termotivasi untuk mengikuti pelajaran serta kurang bisa memahami materi yang disampaikan oleh guru karena mereka merasa bosan dengan kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang monoton. Masalah ini pada akhirnya berdampak negatif pada hasil belajar siswa di sekolah. Stategi-strategi yang dapat memberikan peran aktif siswa dalam proses belajar adalah menerapkan model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) atau Carousel Feedback agar dapat melatih siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir, mengeluarkan pendapat, dan bekerjasama dalam kelompok. Tujuan penelitian ini adalah, untuk mendiskripsikan penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan Carousel Feedback, untuk mengetahui hasil penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan Carousel Feedback, untuk mengetahui apa saja hambatan sekaligus solusi dalam pelaksanaan pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan Carousel Feedback pada mata pelajaran Prinsip–prinsip Kerjasama dengan Kolega dan Pelanggan siswa kelas X APK SMK Muhammadiyah 2 Malang. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X APK SMK Muhammadiyah 2 Malang tahun ajaran 2011/2012 dengan jumlah 30 orang siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 (empat) siklus. Setiap siklus meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, angket, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: 1)Reduksi data, 2)Penyajian data, dan 3)Penyimpulan hasil analisis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan Carousel Feedback dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar pada pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berdasarkan pada : siklus I hasil belajar rata-rata siswa adalah 78,67 dan mengalami peningkatan sebesar 2,66 menjadi 81,33 pada siklus II .Aspek afektif pada siklus I memiliki rata-rata nilai 84,92 dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 86, 29 . Aspek psikomotorik pada siklus I rata-rata nilai siswa sebesar 83,4 dan meningkat sebesar 3,8 menjadi 87,2 pada siklus II. Aspek nilai karakter pada siklus I pada semua indikator masih memerlukan adanya perbaikan dan pada siklus II hanya satu indikator yang masih memerlukan perbaikan. Selain itu, penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) mendapat respon sangat positif sebesar 93% siswa dan 7% siswa memberikan respon positif. Sedangkan peningkatan hasil belajar pada pembelajaran Carousel Feedback berdasarkan pada: siklus III hasil belajar rata-rata siswa adalah 88,67 dan mengalami peningkatan sebesar 0,6 menjadi 89,33 pada siklus IV .Aspek afektif pada siklus III memiliki rata-rata nilai 90,96 dan mengalami peningkatan sebesar 2,93 menjadi 93,89 pada siklus IV. Aspek psikomotorik pada siklus III rata-rata nilai siswa sebesar 89,4 dan meningkat sebesar 0,8 menjadi 90,2 pada siklus IV. Aspek nilai karakter baik pada siklus III maupun IV tidak ada indikator yang memerlukan adanya perbaikan. Selain itu, penerapan model pembelajaran Carousel Feedback 100% mendapat respon sangat positif dari siswa. Saran yang direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian ini adalah biasakan untuk menggunakan pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) atau Carousel Feedback dalam meningkatkan minat belajar siswa, biasakan untuk mengadakan diskusi kelompok, sesuaikan pelaksanaan siklus belajar dengan RPP, bagi siswa SMK belajar yang rajin, biasakan berdiskusi dan mengeluarkan pendapat, untuk penelitian selanjutnya hendaknya model-model ini dikembangkan lagi dan tidak hanya dalam pelajaran Prinsip–prinsip Kerjasama dengan Kolega dan Pelanggan tetapi di mata pelajaran yang lain juga.

Pengembangan media pembelajaran game edukasi pada pokok bahasan aritmetika sosial untuk siswa kelas VII / Sebti Mardiana

 

ABSTRAK Mardiana, Sebti. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Game EdukasipadaPokokBahasanAritmetikaSosialuntukSiswaKelas VII. Skripsi, S1 PendidikanMatematika, JurusanMatematika, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Abd. Qohar, M.T., (2) DarmawanSatyananda, S.T., M.T. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Game Edukasi, AritmetikaSosial. Matematikamerupakansalahsatumatapelajaranwajib yang ada di setiapjenjangpendidikan. Selainitu, matematikadigunakan di berbagaibidangilmudankehidupan. Sayangnya, fakta di lapanganmenunjukkanbahwasiswamenganggapmatematikasebagaipelajaran yang kurangdisukaikarenasulitdikuasaiataupunmembosankan. Salah satukemampuan yang diharapkanolehkurikulumdalampembelajaranmatematikaadalahketerampilanmenyelesaikanpermasalahan yang berhubungandenganaritmetikasosial. Keterampilaninimenuntutsiswauntukbanyakberlatihsoal. Olehkarenaitu, dibutuhkansuatu media untukberlatihsoal yang menyenangkandanmemotivasisiswadalambelajarmatematika. Salah satubentuk media yang dapatdigunakanadalah game edukasi. Penelitianinimerupakanpenelitianpengembangan. Tujuandaripenelitianpengembanganiniadalahmenghasilkan media pembelajaranberupa game edukasiberbasiskomputerpadapokokbahasanaritmetikasosialuntuksiswakelas VII yang valid, praktis, danefektif. Penelitianmenggunakan model plomp yang disesuaikandenganjenisproduk yang dikembangkan. Padatahapujicoba, dilakukakanbeberapatahapanyaituujivaliditasolehahlimateridanahli media, danujikepraktisandankeefektifanmelaluiujicobaterbataskepadasiswaselakusasaranpengguna media. Padatahaptersebutdiperoleh data kualitatifberdasarkanhasilpenilaian validator maupunrespondendalamangketsertanilaiujikompetensisiswa. Hasilujicobamenunjukkanhasilsebagaiberikut. (1) Ahli materimenyatakanbahwa media sangat valid dandapatdipergunakandengankriteria 94,23%. (2) Ahli media menyatakanbahwa media sangat valid dandapatdipergunakandengankriteria 93,75%. (3) Data ujikompetensimenunjukkan media sangatefektifdenganperolehan rata-rata nilai 84,97. (4) Siswameresponpositif media denganpersentase 89,58%, sehingga media sangatpraktismenurutsiswa. Olehkarenaitu, media yang dikembangkantelahmemenuhikriteriakualitas, yaitu valid, praktis, danefektif.

Peningkatan kemampuan menulis teks berita dengan strategi ATDRAP siswa kelas II SMP Negeri 4 Kendali / oleh I Made Sukada

 

Rancang bangun robot manual penata joss stick pot, candle base, dan joss stick menggunakan mikrokontroler dengan koneksi joystick menggunakan kabel DB 25 / Eka Yusman Burhanudin

 

Kata kunci: Joss Stick, Candle Base, Joss Stick Pot, Rule Kri 2011, Kabel Db 25 Dalam kontes Robot Indonesia dengan tema Robot perangkai bunga persahabatan diharuskan membangun dan robot dengan tugas yang berbeda-beda 1 robot manual untuk menata Joss Stick Pot, Candle Base, dan Joss Stick dan 2 robot lain adalah robot otomatis untuk menata bunga persahabatan serta meletakkan pada permukaan sungai. Robot manual dibangun dengan kontrol penuh dari seseorang driver dalam melaksanakan tugas-tugasnya, joystick dibangun dengan interaksi untuk mengisi robot dan tombol-tombol yang sediakan untuk tugas meletakkan maju, mundur, dan menurun mengambil, dan membawa Joss Stick Pot, Candle Base, dan Joss Stick. Semua gerakan robot digerakan oleh motor-motor yang dikendalikan oleh mikrokontroler AVR ATMEGA 32 menterjemahkan sinyal-sinyal interaksi yang dialirkan dari Joystick melalui kabel DB 25.

Hubungan antara berat badan dan tinggi badan dengan hasil lompat jauh siswa putra SMA Islam Almaarif Singosari Malang / Ath Thariqkud Dayan

 

Kata kunci: berat badan, tinggi badan, dan hasil lompatan. Lompat jauh adalah suatu aktivitas gerakan yang dilakukan di dalam lompatan untuk mencapai lompatan yang sejauh-sejauhnya. Lompat jauh ini adalah olahraga yang menggabungkan kecepatan (speed), kekuatan (stenght), kelenturan (flexibility), daya tahan (endurance), dan ketepatan (acuration) dalam upaya untuk memperoleh jarak lompatan sejauh-jauhnya. Kecepatan dan otot kaki yang kuat juga berkaitan dengan berat dan tinggi badan, karena dalam olahraga lompat jauh kaki mendapat beban yang besar dalam lompatan. Dengan latar belakang asumsi masyarakat yang menyatakan bahwa perbedaan postur tubuh atau berat dan tinggi badan seseorang mempengaruhi hasil lompatan maka penelitian ini dilakukan. Dalam penelitian ini digunakan rancangan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui kecenderungan ada dan tidaknya korelasi antar variabel. Penelitian korelasional ini dilakukan karena untuk mengetahui seberapa besar kekuatan hubungan antar variabel yang akan diteliti. Dengan subyek penelitian 30 siswa putra SMA Almaarif Singosari Malang, sehingga dalam penelitian ini ada dua variabel yaitu variabel tergantung dan variabel bebas. Dengan asumsi H0: tidak ada hubungan antara berat dan tinggi badan dan dengan lompatan.H1: ada hubungan antara berat dan tinggi badan dengan lompatan. Instrumen penelitian yang digunakan ada dua macam, yaitu instrumen alat dan instrumen tes. Penelitian yang dilakukan akan menghasilkan data berupa data rasio, maka data yang terkumpul dilakukan analisa melalui statistika inferensial berupa analisis regresi sederhana, berganda, dan teknik analisis korelasi. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh tiga kesimpulan penelitian sebagai berikut. Pertama, Dengan hasil H0 ditolak dan H1 diterima, maka ada hubungan negatif antara berat badan dan lompat jauh yang berarti jika berat badan semakin berat maka hasil lompat jauh akan pendek . Besarnya pengaruh berat badan terhadap lompatan sebesar 0,962 atau 96,2%. Kedua, Oleh karena H0 ditolak dan H1 diterima, maka ada hubungan antara tinggi badan dengan lompatan. Besarnya pengaruh tinggi badan terhadap lompatan sebesar 0,534 atau 53,4%. Ketiga, Berdasarkan perhitungan diperoleh angka korelasi antara berat dan tinggi badan secara gabungan mempunyai hubungan dengan lompatan. Besarnya hubungan ialah 69,1%. Kesimpulannya bahwa untuk setiap cabang olahraga perlu diperhatikan komposisi tubuh atletnya agar dapat menghasilkan hasil yang maksimal.

Penggunaan bahan ajar berbantuan ilustrasi visual untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP Negeri 15 Mataram / Sanapiah

 

Mitos dan ritus labuh sesaji di telaga Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan (telaah struktur dan makna)
oleh Dwi Rohman Soleh

 

ABSTRAK Soleh, Dwi Rohman. 2002. Mitos dan Ritus Labuh Sesaii di Telaga Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan (felaah Stntktur dan Makna). Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sasta, Universitas Negeri Malang. Pembimbing(:I ) Drs. SoedjijonoM, .Hum , (tr) Drs. OscarR usmaji,M .Pd. Kata kunci: mitos, ritus, ritus labuh sesaji. Folklor merupakan warisan budaya nasional yang mempunyai nilai-nilai berhargad an perlu dikembangkand an dimanfaatkanu ntuk kehidupanm asak ini dan yanga kand atang.S epertih alnyau pacaral abuh sesajid i TelagaS arangany ang dilakukanp adah ari Jum'atP onb ulanR uwahd enganc aram elarungkanse sajik e TelagaS arangand enganm aksuda garp enungguT elagaS arangany aitu Kyai Pasir danN yai Pasirt idak marahs ehinggam asyarakatS aranganb isa hidup tentram' l^abuh sesajiin i melekatd alam kehidupanm asyarakakt hususnyam asyarakadt esaS arangan KecamatanP laosanK abupatenM agetan.T radisi uFacarala buh sesajid i Telaga Sarangasnu dahm erupakant radisi yang dilaksanakand an bersifat sakal. Sehubungadne nganh al tersebutm, akay angm enjadim asalahd alamp enelitian adalah(l ) bagaimanakasht rukturm itos labuhs esajid i TelagaS arangan(,2 ) apa maknam itosl abuhs esajid i TelagaS arangan(,3 ) apau nsur-unsurri tus yanga dapada labuhs esajdi i TelagaS arangan(,4 ) bagaimanad eskripspi elaksanaarnit us labuh sesajdi i TelagaS arangand, an (5) apa maknar itus labuh sesajid i TelagaS arangan' Penelitiant erhadapm itos dan ritrs labuh sesajid i TelagaS arang,aKn ecamatan PlaosanK abupatenM agetan( Telaah Struktur dan Makna) tergolongp enelitian kualitatif,k arena( l) bersifatd eskriptif,( 2) d^tadikumpulkans ecarala ngsungd ari hasilo bservaswi, awancarad an rekamand, an( 3) penelitib ertindaks ebagai instrumesne kaligusp engumpudl ata. Dari hasila nalisisd iperolehd eskripsis ebagabi erikut( 1) strukturm itos labuh sesajdi i TelagaS aranganya ngm eliputi; (a) alur, yakni alur awal,t engahd, ana khir, (b) tokoh, yakni tokoh utama dan tokoh bawahan, (c) latar, yakni latar tempat, latar waktud an latar suasanad, an (d) amanat,y akni mengandunga jaranb udi pekerti yang patutd icontohd an dikerjakan sertam engandungfa lsafahh idup yang patut direnungkand an dilaksanakany aitu masyarakatS arangany angt elatr mempunyai anggapabna hwab encanaa lam yang menimpam asyarakaSt arangand i akibatkan olehp enguasaT elagaS aranganm arah( Kyai Pasir dan Nyai Pasir).U ntuk menangkal haly angt idak diinginkant ersebutm akam asyarakamt embuat" sesaji"y ang dilarungkand i Telaga Sarangan(,2 ) maknam itos labuh sesajid i TelagaS arangan, yaknis etiapt erjadi bencanaa lam di Saranganm, aka pendudukS arangan menganggabpa hway ang melakukana dalahK yai dan Nyai Pasir.O leh sebabi tu para orangte rdahulu( sesepuhm asyarakatS aranganb) erpikiran bahwak ejadians emacam l l ini tidak boleh dibiarkan saja dan perlu ditrngkal deirgan wujrd 'sceaji", (3) unsurunsur ritus yang ada pada labuh sesaji di TelagaS arangarqy akni unsuru pacara penghormatadna n upacaras elamatanR. itus upacarap enghormatand imaksudkan untukm enghormatim urcaneK yai dan Nyai Pasird i TelagaS aranganS. edangkan, ritus upacaras elamatand imaksudkanu ntuk menjagak eselamatanw argam asyarakat Sarangadna ri gangguanb encanaa lam png ditimbulkan oleh maraluryaK yar dalt Nyai Pasir,( 4) pelaksanaanri tus labuh sesajid i TelagaS arangn di persiapkans egala sesuatunybaa ik yang menyangkutb ahaa sesaji,p eralaan, personaliam aupunw aktu penyelenggaraadna n syarat-syarayt ang harusd ipenuhi,d an (5) maknar itus labuh sesajid i TelagaS arangany, akni secarav edikal maknar itus labuh sesajim engandung maksudu ntuk memohonk eselamatanm, emohonr ezeki kepadaT uhan dan para leluhur( Kyai dan Nyai Pasir)d i SarangarrS edangkans ocaxah orisontall abuh sesaji di TelagaS aranganm empunyaim aknas ebagawi adahi nteraksi sosialy ang dapat membinas olidaritass osial antaras esamam asyarakatS arangand an denganp ejabat pemerintahan. Berdasarkanp enelitian int dapt disarankana garp enelitian selanjutnyad apat mengernbangkapne nelitian t€rbadapf olkloryang lebihmcndetail lagi, d€ngan harapana gars astral isan, setengahli san, ataupuns asfa tulis dapatl ebih berkembang dengank emajuani nformasi yang ada.

Perilaku wajib Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dalam tinjauan theory of planned behavior (studi kasus pada Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Pasuruan) / Nur Alfiyah

 

ABSTRAK Alfiyah, Nur. 2015. Perilaku Wajib Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Dalam Tinjauan Theory of Planned Behavior (Studi Kasus pada Dinas Pengelolaan Keuangan Kabupaten Pasuruan). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak (2) Dr. H. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak, CA Kata Kunci: Perilaku, Wajib Pajak PBB-P2, Theory of Planned Behavior, Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dialihkan menjadi pajak daerah sesuai UU No 28 tahun 2009. Pencapaian realisasi penerimaan pajak PBB-P2 Kabupaten Pasuruan pada tahun 2013-2014 mengalami penurunan,. Sampai saat ini kesadaran wajib pajak masih sulit diwujudkan. Dalam Theory of Planned Behavior dijelaskan bahwa perilaku yang ditampilkan oleh individu timbul karena adanya niat untuk berperilaku. Adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu, maka diperlukan pembahasan mengenai perilaku wajib pajak PBB-P2 tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku Wajib Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan berdasarkan Theory of Planned Behavior di DPKD Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan melakukan wawancara secara mendalam dengan 6 Wajib Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan yang dianggap mewakili dan 2 fiskus sebagai informan. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku negatif wajib pajak menyebabkan intensi mereka untuk membayar pajak kurang, dibuktikan dengan tidak menyiapkan alokasi dana untuk membayar pajak dan masih ada yang menganggap pelayanan dalam membayar pajak itu rumit, padahal pihak DPKD sudah banyak memberikan kemudahan dan membayar dimana saja. Seperti: melalui pemerintah desa, bank, dan kantor pelayanan DPKD Kabupaten Pasuruan. Perilaku negatif tersebut disebabkan berbagai alasan, yaitu kurangnya pengetahuan mereka tentang perpajakan; membayar pajak masih memberatkan bagi mereka; yakin adanya penyelewengan uang pajak oleh petugas pajak; dan hanya sebagian kecil yang merasa bersalah jika tidak membayar pajak. Namun tidak semua wajib pajak pada DPKD Kabupaten Pasuruan mempunyai perilaku negatif. Banyak juga yang mempunyai perilaku positif sehingga bisa memicu munculnya intensi mereka untuk membayar pajak PBB-P2. Perilaku positif tersebut dibuktikan dengan perasaan biasa saja ketika membayar pajak karena hal tersebut merupakan kewajiban dan sudah merasakan manfaat setelah membayar pajak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan beberapa hal diantaranya adalah: (1) Bagi DPKD Kabupaten Pasuruan diharapkan untuk menambah kegiatan sosialisasi, karena sudah terbukti adanya wajib pajak yang kurang memiliki pengetahuan perpajakan dengan baik. (2) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan mampu melakukan kajian ulang mengenai Theory of Planned Behavior dan ilmu perpajakan di wilayah lain.

Penerapan model think pair share untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V SN Lesanpuro I Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Nur Ulfa

 

Kata Kunci: Model Think Pair and Share, Pembelajaran, Aktivitas, Hasil Belajar Model Think-Pair-Share adalah salah satu model pembelajaran yang merupakan struktur kegiatan belajar mengajar berkelompok. Pada model ini siswa dikelompokan secara berpasangan (dua siswa), yang mengakibatkan terjadinya stimulus dan respon diantara siswa tersebut. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan terhadap pembelajaran IPA ditemukan fakta bahwa pembelajaran hanya terkait pada tugas yang di berikan yang berisi kumpulan soal-soal. Aktifitas siswa cenderung pasif, hanya sebatas menyelesaikan tugas yang diberikan kemudian dikerjakan tanpa adanya penjelasan, pengamatan, dan percobaan. Hal ini berdampak buruk terhadap hasil belajar siswa. Berkaitan dengan itu, perlu diadakan perbaikan pembelajaran dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan penerapan model Thik Pair and Share.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Think Pair and Share dalam pembelajaran IPA serta aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Lesanpuro I kecamatan kedungkandang kota Malang dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan dua jenis penelitian tindakan kelas yaitu pendekatan deskriptif dan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Lesanpuro I kecamatan Kedungkandang kota Malang. Data penelitian yang dikumpulkan yakni data berupa paparan penerapan model Think Pair and Share, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran IPA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan tes. Pada penelitian ini diperoleh dua simpulan yakni (a) Pembelajran IPA sudah sesuai dengan langkah-langkah model Think Pair and Share (b) Pembelajaran dengan menggunakan model Think Pair Share, ternyata mampu mengubah aktivitas dan hasil belajar terhadap pelajaran-pelajaran yang dianggap sulit, yang semula kurang semangat, kurang menarik, serta membosankan, (c) Pembelajaran TPS pada siswa kelas V SDN Lesanpuro 1 Kota Malang mampu meningkatkan hasil belajar. Hal ini terbukti sebelum tindakan rata-rata hasil siswa 57,97 dengan ketuntasan belajar 4,76% meningkat menjadi 60 dengan ketuntasan belajar 16,66% siklus 1, kemudian meningkat lagi pada siklus I pertemuan 2 menjadi 70,95 dengan ketuntasan belajar 50% kemudian terjadi peningkatan pada siklus II peremuan 1 menjadi 81,66% dan terjadi lagi peninggkatan pada siklus II pertemuan 2 yang menvapai 86,66%. Untuk itu, disarankan model pembelajaran Think Pair and Share hendaknya dapat diterapkan dalam pembelajaran khususnya dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Analisis metode penetapan job grade sebagai dasar penetapan kompensasi (studi pada PT Bumi Lamongan Sejati Maharani Zoo & Goa) / Sholihul Herfandi

 

ABSTRAK Herfandi, Sholihul. 2015. AnalisisMetodePenetapan Job Grade sebagaiDasarPenetapanKompensasi. Skripsi, S1 Manajemem, JurusanManajemen, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syihabudhin, S.E., M.Si., (2) Afwan Hariri AgusProhimi, S.E., M.Si. Kata Kunci:Job Grade, Kompensasi. Perubahanperekonomian global menuntutsetiapperusahaanuntukbisabertahandalammenghadapipersaingan. Salah satucara yang bisadigunakanolehperusahaandalammenghadapipersainganadalahdenganmemulainyadaripembinaansumberdayamanusia, halinikarenakekuatandarisuatuperusahaanadalahterletakpadakekuatan orang-orang yang adadidalamnya. Pembinaansumberdayamanusia yang pertamaharusdiperhatikanadalahpemberiankompensasi yang sesuaidenganjabatan yang diemban. Banyaknyajabatandalamsuatuperusahaanmembuatpenetapannilaikompensasi yang akandiberikanpadamasing-masingjabatanmenjadiberagamsehinggaperludibuatjob gradinguntukmembantuperusahaandalammemberikankompensasidengancaramengelompokkanjabatan-jabatanyangadadalamgrade-gradetertentu. Penelitianinimerupakanpenelitiankualitatif. Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmengetahuimetodepenetapanjob grade yang dipakaiolehperusahaansertakeberartiannyadalampemberiankompensasikepadamasing-masingjabatan. Penelitimelakukananalisisterhadapmetodepenetapanjob grade. Analisisdilakukanterhadap data-data yang digunakandalammenentukanjob grade. Analisisdilakukanterhadapseluruhgrade yang sudahadauntukdiketahuibagaimanaproses yang dilaksanakandalammetodepenetapanjob gradetersebut. Penilaiandilakukanolehtimpenyusun yang terdiridariGeneral Manager, Personal Manager, dan HRD Staff. Penelitijugamelakukananalisisterhadapkomponenkompensasi yang diberikankepadakaryawan. Penelitimelakukananalisismengenaikomponenapasaja yang digunakandalammenentukanbesarankompensasi. Sehinggaakandiketahuikeberartianjob gradedalammenentukanbesarankompensasi. Kesimpulan yang didapatadalahperusahaanmenggunakanmetodeklasifikasiuntukpenetapanjob grade. Data yang dinilaiadalahjob descriptiondanjob specification. Indikatorpenilaian yang digunakanadalahfaktordan sub faktor yang sudahditetapkanolehtimpenyusunSeluruhpekerjaanbobotfaktordalampenilaiannyasama, tapi yang berbedaadalahtidaksemua item di setiapfaktormenjadikomponenpenilaiansemuajabatanhinggadidapatkanoutputberupajob valuedarimasing-masingjabatan. Selanjutnyajabatan-jabatantersebutakandikelompokkansesuaijob valuenyadenganrange value yang sudahditetapkanpadamasing-masinggrade. Komponenkompensasiterdiridarigajipokok, tunjangan-tunjangan, danlembur. Job gradedigunakanuntukmenentukangajipokokdantunjanganjabatan, sedangkantunjanganprestasi, keahlian, dankerajinanditentukanolehpenilaian personal yang dilakukanolehDepartment Coordinatormasing-masingdepartemen, adapununtukkomponentunjanganmasakerjadanlemburditentukanolehkaryawanitusendiri.

Kepemimpinan "Kyai Nasib" dalam meningkatkan mutu pendidikan pesantren (Studi multisitus pada Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, Pesantren Luhur Husna Surabaya dan Pesantren Mahasiswa An-Nur Surabaya) / Muhammad Shodiq

 

Kata kunci: kepemimpinan, “kyai nasib”, mutu pendidikan, pesantren. Tumbuhnya pesantren di perkotaan menunjukkan telah terjadi perubahan pada dunia pesantren itu sendiri. Sebagai salah satu contoh pesantren yang sampai saat ini tetap eksis di perkotaan adalah Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya, dan Pesantren Mahasiswa An-Nur Surabaya. Setelah penulis mengadakan penulisan terhadap ketiga pesantren tersebut maka terlihat adanya dua perubahan yakni: 1) perubahan dari segi kyai: seiring dengan dinamika yang terjadi dalam dunia pesantren maka muncullah tipologi “kyai nasib” yaitu seseorang pendiri dan pengasuh pesantren yang bukan keturunan kyai nasab (pesantren) akan tetapi karena keilmuan agama dan manajerialnya serta kharisma yang ada pada dirinya maka umat menyebutnya “kyai” (disebut “kyai nasib”). 2) perubahan dari segi pendidikan pesantren: pesantren kyai nasib lebih terbuka dan penuh inovasi yang mana tidak hanya mengajarkan khazanah intelektualisme Islam klasik tetapi juga mengajarkan santrinya dengan ilmu-ilmu modern. Penulisan ini bermaksud untuk mengungkap lebih mendalam tentang kepemimpinan “kyai nasib” dalam meningkatkan mutu pendidikan pesantren, yakni (a) tipe kepemimpinan “kyai nasib”; (b) strategi “kyai nasib”, dan (c) dampak kepemimpinan “kyai nasib”. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multisitus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Pengecekan kredibilitas data dilakukan dengan teknik trianggulasi, member check, dan diskusi teman sejawat. Sedangkan pengecekan auditabilitas data penulisan dilakukan dengan para pembimbing sebagai dependent auditor untuk mengauditnya. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisir, ditafsir, dan dianalisis secara berulang-ulang, baik melalui analisis dalam kasus maupun melalui analisis lintas kasus guna menyusun konsep dan abstraksi temuan penulisan. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa Pertama, ditemukan tipe kepemimpinan “kyai nasib” dalam meningkatkan mutu pendidikan pesantren yaitu: (a) mengedepankan prinsip egaliter dilingkungan pesantren sehingga ada kedekatan hubungan antara kyai, ustad dan santri sehingga tercipta suasana pesantren yang lebih dinamis dan dialogis antara kyai, ustad dan santri, (b) mengedepankan prinsip demokratis di lingkungan pesantren, maka otoritas sepenuhnya didelegasikan ke para ustad dan santri yang mana masing-masing bisa menyadari akan tugas dan kewajibannya, (c) seorang motivator di lingkungan pesantren sehingga ustad dan santri merasakan senang dan gairah tinggal di lingkungan pesantren dengan suasana yang menyenangkan, (d) merupakan pemimpin karismatik dilingkungan pesantren yang mana segala pesona pribadi, kemampuan dan keahlian pemimpin menjadi kekuatan yang membuat ustad dan guru setia, loyal dan taat kepada sang “kyai nasib”. Kedua, ditemukan strategi “kyai nasib” dalam meningkatkan mutu pendidikan pesantren, meliputi: (a) Bidang Pendidikan dan Pengajaran yaitu: 1) meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pesantren dan manajemen pesantren, 2) pengurus dan para ustad diajak berjalan bersama-sama dalam meningkatkan mutu pendidikan pesantren, 3) mendirikan pusat kegiatan santri yaitu: Masjid, Ruang belajar dan Asrama atau pondok dan menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat, 4) menyusun materi dirosah dan kurikulum pesantren sesuai perkembangan zaman, 5) menggunakan tiga macam sistem pengajaran pesantren, yakni: pengajaran klasikal, pengajaran kolektif, dan pengajaran individual. (b) Bidang Ubudiyah dan Keagamaan yaitu: memberikan pelayanan pesantren terhadap: 1) pelayanan masjid dan mushola 2) pengelolaan badan amil zakat, infak dan shodaqoh, 3) penyelenggaraan manasik haji dan umroh, 4) pelaksanaan qurban, 5) khotib, (c) Bidang Mu’amalah dan Sosial, yaitu: 1) memberikan pelayanan pesantren terhadap pengelolaan koperasi pondok pesantren (koppontren), 2) pelayanan pondok pesantren terhadap pengelolaan wartel, dan 3) memberikan pelayanan pesantren terhadap pengelolaan Pos Kesehatan Pesantren (poskestren). Ketiga, dampak kepemimpinan “kyai nasib” dalam meningkatkan mutu pendidikan pesantren, yaitu: 1) Interaksi sosial antar komunitas pesantren nasib yang penuh kekeluargaan, 2) visi, misi, dan tujuan pesanten nasib beorientasi ke depan, dan 3) sistem pendidikan dan pengajaran pesantren nasib bersifat komprehensif. Saran-saran dalam penulisan ini antara lain disampaikan kepada: (1) Kyai: melestarikan suasana pesantren lebih dinamis dan dialogis antara kyai, ustad dan santri, (2) Santri: agar selalu menjaga komunikasi yang efektif kepada kyai, ustad, dan sesama santri, (3) Pesantren lain: hasil penulisan sebagai masukan dan informasi keilmuan tentang peningkatan mutu pendidikan pesantren, (4) Penulis, para ahli, ilmuwan, cendekiawan muslim, dan penulis selanjutnya: agar dijadikan sebagai bahan dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kepemimpinan kyai dalam meningkatkan mutu pendidikan pesantren, (6) Perguruan Tinggi Islam: supaya memberikan masukan dan informasi baru tentang keilmuan tentang kepemimpinan “kyai nasib” dalam peningkatan mutu pendidikan pesantren, (7) Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM): supaya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa tingkat doktor dalam mengkaji tentang manajemen pendidikan tidak hanya sebatas sekolah formal atau perguruan tinggi umum saja akan tetapi juga penulisan-penulisan yang mengkaji manajemen di dunia pesantren, (8) IAIN Sunan Ampel Surabaya tempat penulis sebagai Dosen Fakultas Dakwah: merupakan kontribusi yang luar biasa bagi lembaga IAIN Sunan Ampel Surabaya karena telah ditemukan tipologi kyai dari terminologi loka yang belum pernah ditulis dan dikaji oleh penulis lain yakni tipologi “Kyai Nasib” (seseorang yang biasa dipanggil masyarakat kyai akan tetapi bukan keturunan dari kyai nasab), (9) Kementerian Agama: agar selalu memberikan motivasi dan dukungan baik moril maupun material dalam setiap penulisan dan pengembangan dalam dunia pesantren, kyai dan santri, serta (10) Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI/Organisasi Pesantren): memberikan kontribusi baru tentang model kepemimpinan dan strategi “kyai nasib” dalam peningkatan mutu pendidikan pesantren.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran sistem komputer di kelas XI TKJ 1 SMK Negeri 2 Malang / Rofiatus Sholikah

 

ABSTRAK Sholikah, Rofiatus. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Sistem Komputer di Kelas XI TKJ 1 SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi S1 PendidikanTeknikInformatika,JurusanTeknikElektro,FakultasTeknik,UniversitasNegeri Malang. Pembimbing : (i) Drs. PugerHonggowiyono,M.T, (ii) M. Zainal Arifin, S.Si,M.Kom. Kata kunci : Model pembelajarankooperatif, Think Pair Share, hasilbelajar, penelitiantindakankelas Perancangan yang matangsebelummelakukantahapan-tahapandalampembelajaranmerupakanhal yang sangatpenting. Apabilasalahsatutahapandalampenerapan model pembelajarantidakdilakukan, makaakanmempengaruhihasilbelajarsiswa. Hal inisepertilatarbelakang yang penelititemukan di lapangan. Adapunpermasalahan yang terdapatdalamkelastersebutadalahsebanyak 2 siswaterlihattidaksemangatdalamkegiatanpembelajaran, sebanyak 19 siswaterlihatkurangantusiasketika guru panjanglebarmenjelaskanmateri, sebanyak 7 siswaterlihatmalas-malasandalammendengarkandanmencatatpenjelasanmateridari guru akibattidakadanyabahan ajar yang mendukung, selainitusebanyak 5 siswatidakterlibatdalamdiskusi. Penyebabkurangberhasilnyakegiatanpembelajaransistemkomputer di kelastersebutakibatdariguru yang tidakmemahamilangkah-langkah model pembelajaranThink Pair Share, yang seharusnyaThink Pair Sharemerupakanactive learningmenjadipembelajaranteacher oriented(satuarah) yang monotondengankegiatanceramahdanhapalanpadasiswa, makauntukmengatasinyadiperlukanperbaikanpenerapan model pembelajaranThink Pair Sharedi kelas XI TKJ 1 SMK Negeri 2 Malang sesuaidenganlangkah-langkah yang ditetapkan. Denganmenerapkan model pembelajarankooperatifTipeThink Pair Sharedenganlangkah yang tepatdiharapkandapatmeningkatkanhasilbelajarsiswa yang terdiridaritigaaspek, yaitumampumeningkatkanhasilbelajaraspekkognitif, mampumeningkatkanhasilbelajaraspekafektif, danmampumeningkatkanhasilbelajaraspekpsikomotorik.Denganmenggunakan model PenelitianTindakanKelasmilikKemmisMcTaggart, penelitimerancangkegiatanpembelajaransebelummenerapkannyadi kelas XI TKJ 1 SMK Negeri 2 malang yang berjumlah 31 siswa. Akhirdarisikluspenelitianinimemperolehhasil yang maksimal.Siswamampumemperolehpeningkatanhasilbelajarpadamatapelajaransistemkomputer. Rata-rata hasilbelajarsiswaaspekkognitifyaitusebesar78,55 di siklus I menjadimaksimalyaitu 95di siklus II.Selainhasilbelajaraspekkognitif, aspekafektif juga mengalamipeningkatanyaitu80,54 di siklus I, meningkatmenjadi 88,39 di siklus II.Hal initerjadi pula padahasilbelajaraspekpsikomotorik, perolehansaatsiklus Isebesar 80,97, di siklus II nilai rata-rata aspekpsikomotorikinimencapai 90,32.Siklusdihentikanketikaseluruhsiswaberhasilmencapai KKM danmasing-masingsiswamengalamipeningkatanhasilbelajar.

Analisis sistem pengendalian intern pemberian kredit pemilikan rumah (KPR) dalam mencegah kredit macet pada PT. Bank Tabungan Negara Cabang Malang / Rifa Athul Hasanah

 

Kata kunci: Sistem Pengendalian Intern pemberian KPR Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu produk yang ditawarkan oleh PT. Bank Tabungan Negara Cabang Malang kepada masyarkat. Pemberian KPR paling mendominasi dibandingkan kredit lainnya, Hal ini dapat memicu terjadinya kredit macet pada penyaluran KPR, pada umumnya bisa disebabkan karena adanya perpindahan tugas/mutasi, terjadinya pemecatan karyawan, adanya musibah, perusahaan bangkrut, penurunan usaha maupun adanya kesengajaan untuk tidak membayar, tetapi kredit macet ini lebih banyak terjadi pada nasabah yang termasuk pegawai swasta atau wirausaha dan kemungkinan kecil terjadi pada pegawai pemerintah. Oleh karena itu dalam untuk menghindari hal tersebut, maka tujuan penulisan tugas akhir ini adalah menjelaskan sistem pemberian KPR serta pelaksanaan sistem pengendalian intern pemberian KPR dalam mencegah kredit macet pada PT. BTN Cabang Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka dalam pemberian KPR harus memperhatikan unsur-unsur SPI yaitu otorisasi, pemisahan tugas, praktik yang sehat, pembatasan akses terhadap aktiva, serta pengecekan independen atas kinerja. Pada PT. BTN Cabang Malang sistem pemberian kredit mulai dari pelaksanaan sistem pengendalian intern sudah diterapkan melalui otorisasi, pemisahan tugas, praktik yang sehat, pembatasan akses terhadap aktiva, serta pengecekan independen atas kinerja. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kinerja karyawan, menghindari kecurangan serta penyalahgunaan harta perusahaan. Dari analisis dan pembahasan, bahwa sistem pelaksanaan pengendalian intern sudah baik, karena untuk membantu kelancaran pemberian KPR dengan melindungi perusahaan dari kecurangan, penggelapan, serta penyalahgunaan harta perusahaan serta untuk mengetahui kinerja karyawan. Berdasarkan hasil pengamatan disarankan, (1) Karyawan harus lebih teliti dalam menginput data, agar tidak terjadi kesalahan input yang dapat menghambat pengecekan aktiva pada unsur praktik yang sehat. (2) Pada unsur pengecekan independen atas kinerja, karyawan harus memperhatikan dokumen-dokumen yang dianggap penting agar tidak mudah direkayasa. Saran-saran tersebut bertujuan untuk membantu pelaksanaan sistem pengendalian intern pemberian KPR dalam mencegah kredit macet pada PT. BTN Cabang Malang.

Penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan mind map untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN 1 Prigi Kebumen / Irwan Hidayat

 

ABSTRAK Hidayat, Irwan. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Berbantuan Mind Mapuntuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDN 1 Prigi Kebumen. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar: (I) Siti Malikhah Towaf, M.A., Ph.D (II). Prof. Dr. Ruminiati, M.Si. Kata kunci: cooperative script, mind map, berpikir kritis, dan hasil belajar Pembelajaran IPS pada siswa Kelas V SDN 1 Prigi berdasarkan hasil observasi, menunjukkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Siswa cenderung lebih suka menerima catatan yang diberikan oleh guru dibandingkan mencari sendiri, atau menemukan secara kelompok materi pembelajaran yang sedang dipelajari. Dalam pelaksaanaan pembelajaran guru hanya sekedar memberi isi kompetensi yang harus diterima siswa tanpa memperhatikan pemahaman siswa. Dari dokumen hasil belajar juga terungkap hasil belajar IPS rendah karena belum memenuhi KKM IPS yaitu ≥ 70. Rendahnya hasil belajar siswa juga diikuti dengan rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa. Permasalahan ini dapat diatasi dengan model pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa dengan melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam menemukan konsep pembelajaran, melalui penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan mind map. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan mind map untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPS kelas V SDN 1 Prigi Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Proses PTK dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus dilakukan sebanyak tiga pertemuan. Penelitian dilakukan di SDN 1 Prigi Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, dengan subyek penelitian 13 siswa kelas V tahun pelajaran 2015-2016. Pengumpulan data diperoleh dari, observasi pembelajaran, tes keterampilan berpikir kritis, tes hasil belajar kognitif, lembar penilaian afektif, dan catatan lapangan. Hasil penelitian penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan mind map menunjukkan persentase keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I mencapai 64,29%(8 siswa) dan pada siklus II meningkat menjadi 84,61% (11 siswa). Persentase hasil belajar siswa pada siklus I pada ranah afektif mencapai 76,92% (10 siswa), kognitif 69,23% (9 siswa)dan pada siklus II meningkat pada ranah afektif menjadi 92,30% (12 siswa), kognitif 86,41% (11 siswa). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa terjadi karena penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan mind map. Untuk melaksanakan pembelajaran cooperative script berbantuan mind map guru harus dapat memancing partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran terutama saat menyampaiakan pendapat. Hal ini karena sering dijumpai siswa ragu ragu dalam mengungkapkan gagasan yang dimilikinya.

Hubungan antara persepsi siswa tentang atraksi interpersonal guru dan motivasi belajar siswa di MAN 3 Malang / oleh Chintia Kusumasari

 

Kesulitan-kesulitan dalam pelakasanaan pembelajaran mata pelajaran seni budaya dan keterampilan bidang seni rupa di kelas V SDN Arjosari 01 Kecamatan Blimbing tahun pelajaran 2011-2012 / Tukirno

 

Kata Kunci : Pelaksanaan, Pembelajaran, Seni Budaya, Seni Rupa, Pelaksanaan seni budaya bidang seni rupa di sekolah sering mengalami kendala karena diberikan dalam jumlah jam sangat terbatas, padahal cakupan materinya terentang sangat luas. Jumlah durasi waktu pelajaran seni tidak sebanding dengan jumlah jam yang disediakan untuk mata pelajaran lainnya. Akibatnya, guru mendapatkan kesulitan dalam menentukan kompetensi kepada peserta didik berdasarkan jumlah jam yang disediakan. Secara umum tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran seni budaya bidang seni rupa kelas V SDN 1 Arjosari Kecamatan Blimbing. Sedangkan tujuan penelitian secara khusus yaitu untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan dalam persiapan guru sebelum mengajar, proses pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran seni budaya bidang seni rupa kelas di kelas V SDN Arjosari 1 Kecamatan Blimbing. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, metode pengamatan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, paparan data dan menarik kesimpulan. Instrumen yang digunakan ialah dengan menggunakan observasi dan wawancara. Tempat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berlokasi di SDN 1 Arjosari Kecamatan Blimbing. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ditemukan kendala-kendala dalam pelaksanaan mata pelajaran seni budaya bidang seni rupa di kelas V SDN Arjosari 1 Kecamatan Blimbing. Dalam persiapan pembelajaran ada beberapa hal antara lain kendala dalam merumuskan tujuan, menetapkan langkah pembelajaran, menentukan metode dan media yang tepat. Sedangkan pada pelaksanaan pembelajaran masalah yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan kelas, pemberian motivasi dan penguatan. Hal yang perlu diperhatikan pada pelaksanaan evaluasi, aspek penilaian pada karya siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada semua pihak untuk lebih menyiapkan diri terutama bagi lingkungan pendidikan/sekolah agar persiapan sebelum pembelajaran benar-benar disiapkan, pelaksanaanya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, dan tentunya evaluasi benar-benar dilaksanakan sesuai kurikulum/aturan yang berlaku.

Pengaruh ukuran, profitabilitas, dan umur perusahaan terhadap tingkat social disclosure dalam laporan tahunan perusahaan-perusahaan high profile / Bachtiar Arifin

 

Kata Kunci: Ukuran perusahaan, Profitabilitas, Umur Perusahaan, dan Social disclosure Pelaporan informasi sosial perusahaan adalah proses komunikasi pengaruh sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan kepada masyarakat luas. Salah satu cara untuk mengkomunikasikan pertanggungjawaban sosial perusahaan adalah dengan melakukan pengungkapan informasi sosial dalam laporan tahunan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ukuran, profitabilitas, dan umur perusahaan terhadap tingkat social disclosure perusahaan dalam laporan tahunannya. Sampel yang digunakan dalam penelitain ini adalah 25 perusahaan yang bergerak dalam sektor agribisnis, pertambangan, industri dasar dan kimia, otomotif, barang konsumsi, transportasi, telekomunikasi dan pariwisata dan telah terdaftar di BEI tahun 2006-2007. Pengambilan sampel berdasarkan metode purposive propotionated random sampling. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Content Analysis sedangkan pengolahan dan analisis data menggunakan software SPSS Versi 15.00 Dari hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi sebagai berikut PS = 26,383a + 0,00000046Size + 0,374ROA + 0,009ROE+ 0,063AGE + e. Secara simultan ada pengaruh yang signifikan faktor-faktor ukuran perusahaan, profitabilitas,dan umur perusahaan terhadap tingkat social disclosure perusahaan. Bila dilihat dari Adjusted R square pengaruh tersebut sebesar 48,7 % sedangkan sisanya sebesar 51,3 % di pengaruhi faktor-faktor lain. Secara parsial hanya ukuran perusahaan yang berpengaruh secara signifikan. Sedangkan profitabilitas dan umur tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat social disclosure. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu praktek pengungkapan tanggung jawab sosial yang dilaksanakan masih rendah karena rata-rata perusahaan hanya mengungkapkan sebanyak 37 % dari total pengungkapan. Dalam penelitian selanjutnya sebaiknya disempurnakan dengan menambah periode penelitian yang lebih panjang, dan memperbanyak variabel independen, perusahaan yang diteliti akan lebih baik bukan perusahaan high profile saja tetapi juga terhadap seluruh perusahaan yang terdaftar maupun yang belum terdaftar dalam BEI. Bagi pihak manajemen perusahaan hendaknya memperhatikan praktik pengungkapan sosial sebagai salah satu strategi untuk memasuki pasar global yang menuntut produk perusahaan yang ramah lingkungan sosialnya.

Peningkatan kualitas kuat tekan beton dari pasir gali daerah Wajak Kabupaten Malang dengan perbaikan gradiasi berbagai komposisi
oleh Hasan Bisri

 

Hasil pengujian hipotesis dengan uji-t pada taraf signifikansi a : 0,01 adalah sebagabi erikut: (1) tidak ada perbedaank ualitas kuat tekan betony ang signifikan antara beton yang dibuat dari pasir gali wajak mumi dengan beton yang dibuat dari pasirg ali wajak yang diperbaikig radasinyad engank omposisi7 5% pasi gali wajak dan 25%op asir gali Lawang, (2) ada perbedaank ualitas kuat tekan beton ying srgnifikan antara beton yang dibuat dari pasir gali walak murni dengan beton yang dibuatd ari pasirg ali wajak yang diperbaikig radasinyad engank omposisi5 0% pasir gali wajak dan 509irp asir gali Lawang,( 3) ada perbedaank ualitask uat tekanb eton yang sigffrkan antara beton yang dibuat dari pasir gali wajak murni dengan beton yangd ibuatd ari pasir gali wajak yangd iperbaikig radasinyad engank omposis2i 5% pasirg ali wajak dan 75o/op asirg ali Lawang,( 4) ada perbedaanku alitask uat tekan beton yang signifikan antara beton yang dibuat dari pasir gali wajak murni dengan beton yang dibuat dari pasir gali Lawang murnr. Dapat disimpulkan bahwa: (1) beton yang dibuat dari pasir gali Wajak yang diperbaikig radasinyad engank omposisi7 5%op asn gaii wajak dan 25%op asir gali Lawang tidak memenuhi syarat sebagai beton strukur, (2) beton yang dibuat dari pasirg ali Wajak yangd iperbaiki gradasinyad engank ornposis5i 0%op asirg ali Wajak dan5 0%op asir gali Lawangm emenuhis yarats ebagabi etons truktur,( 3) betony ang dibuatd ari pasirg ali Wajak yangd iperbaikig radasinyad engank omposisi2 5o/op asir gali Wajak dan7 5%op asir gali Lawangm emenuhis yarats ebagabi etons truktur,d an (4) betony ang dibuat dari pasir gali Lawangm umi memenuhis yarats ebagabi eton stnrktur. v1

Implementasi model pembelajaran kooperatif CIRC berbasis lesson study untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan (studi pada siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 02 Malang) / Ika Lestarianto

 

Kata kunci : CIRC, lesson study, aktivitas, hasil belajar. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan pada saat ini adalah lemahnya proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang ada selama ini ternyata cenderung membuat siswa sangat terbebani dengan materi dan tugas yang diberikan oleh guru, sehingga siswa merasa bosan di dalam kelas. Dalam proses pembelajaran telah banyak pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh guru tetapi sampai saat ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan, hal ini ditunjukkan dengan hasil-hasil ujian siswa baik ujian nasional maupun ujian sekolah. Dari pihak sekolah sendiri juga belum berdaya untuk menciptakan suasana belajar yang memungkinkan siswa berpikir kritis, kreatif, bertanggungjawab atas dirinya sendiri dan lingkungan belajarnya. Oleh sebab itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran harus digalakkan melalui upaya pembelajaran yang inovatif. Implementasi pembelajaran yang inovatif ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya melalui implementasi strategi pembelajaran untuk mendorong siswa menjadi student centre. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk perbaikan dan peningkatan layanan profesional pendidikan dalam menangani proses belajar mengajar di SMK Muhammadiyah 2 Malang. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk memberikan inovasi pembelajaran dengan menawarkan model pembelajaran kooperatif CIRC berbasis lesson study untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa yang diimplementasikan pada mata diklat kewirausahaan. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas (PTK) atau sering disebut dengan Classroom Action Reasearch. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, sumber data dari penelitian ini adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari hasil tes, wawancara, angket, pengamatan dan data sekunder yang diperoleh dari dokumen arsip-arsip SMK Muhammadiyah 2 Malang. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 2 Malang. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan instrumen penelitian yaitu soal pre test dan post test, catatan lapangan, observasi aktivitas guru dan siswa, pengamatan lesson study, dokumentasi dan angket yang kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan verivikasi. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu siklus I dan siklus II. Teknik analisis data berupa teknik deskriptif persentase dan deskripif kualiatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dari siklus I ke siklus II yang dapat diukur pada hasil observasi aktivitas siwa siklus I sebesar 90 % dan siklus II sebesar 100%. Terjadi peningkatan sebesar 10% . Selain itu peningkatan aktivitas juga dapat dilihat melalui penilaian hasil belajar aspek afektif . Terjadi peningkatan rata-rata persentase aspek afektif dari siklus I 83,07% ke siklus II 84,35%. Terjadi peningkatan sebesar 1,28%. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang dapat dilihat melalui analisis nilai siswa pada aspek kognitif (pre test dan post test) yaitu pada siklus I setelah dilakukan tindakan rata-rata skor tes siswa 77,75 dengan persentase ketuntasan belajar 82,93%, pada siklus II setelah dilakukan tindakan skor rata-rata tes siswa menjadi 81,76% dengan persentase kelulusan belajar sebesar 85,71%. Pada analisis angket diperoleh hasil bahwa siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 2 Malang dapat menerima model pembelajaran kooperatif CIRC berbasis lesson study untuk diimplementasikan pada mata diklat kewirausahaan. Dari hasil penelitian yang sudah dijelaskan dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran kooperatif CIRC berbasis lesson study pada mata diklat kewirausahaan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 2 Malang. Saran untuk pihak-pihak yang terkait diantaranya: (1) guru mata diklat kewirausahaan hendaknya dapat mengalokasikan waktu sesuai dengan perencanaan, tidak hanya memotivasi siswa tetapi perlu memberikan hukuman kepada siswa ketika ada siswa yang kurang memperhatikan, (2) siswa hendaknya mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh, (3) peneliti selanjutnya yang akan yang akan menerapkan model pembelajaran yang sama dengan situasi dan kondisi sekolah yang sama hendaknya dapat lebih bervariasi, (4) Pemerintah sebagai pemimpin bangsa hendaknya lebih memperhatikan peningkatan mutu pendidikan tidak hanya melalui pemberdayaan sekolah tetapi juga profesionalisme guru salah melalui implementasi sebuah model pembelajaran yang berbasis lesson study.

Keefektifan Problem Solving Strategy (PSS) untuk meningkatkan keterampilan memecahkan masalah pada siswa SMP / Miftahus Surur

 

ABSTRAK Surur, Miftahus. 2016. Keefektifan Problem Solving Strategy (PSS) untuk Meningkatkan Keterampilan Memecahkan Masalah Pada Siswa SMP. Tesis. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Triyono, M.Pd., (II) Dr. Dany M. Handarini, MA. Keywords: problem solving strategy, memecahkan masalah Keterampilan memecahkan masalah merupakan kemampuan yang dibutuhkan siswa sepanjang masa sebagai bekal belajar dan menjalani kehidupan sehari-hari. Hasil survey PISA (the Programme for International Student Assessment) menunjukkan bahwa kompetensi mensintesa, mengasosiasi dan memecahkan masalah siswa di Indonesia terbukti masih rendah. Rendahnya kemampuan memahami, menalar dan menganalisa suatu masalah yang dialami siswa dapat mempengaruhi hasil belajar dan prestasinya di sekolah, sehingga berdampak pada lemahnya kemampuan memecahkan masalah. Keterampilan dalam menyelesaikan masalah yang harus dimiliki oleh siswa SMP tidak secara langsung terbentuk dengan sendirinya. Kemampuan ini harus dilatih sejak dini baik di lingkungan keluarga maupun sekolah agar individu mampu memilih, menganalisis dan menemukan alternatif solusi yang tepat untuk setiap permasalahan yang dialaminya. Problem Solving Strategy (PSS) merupakan strategi bimbingan untuk meningkatkan keterampilan memecahkan masalah siswa di sekolah menengah pertama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan Problem Solving Strategy (PSS untuk meningkatkan keterampilan memecahkan masalah pada siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan whitin group or individual design dan bentuk rancangan penelitian yang digunakan adalah equivalent time series design. Subjek penelitian sejumlah 6 orang siswa kelas VIII SMPN 26 Malang yang dipilih berdasarkan penjaringan skala keterampilan memecahkan masalah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua instrumen yang berupa skala dan rubrik tes. Instrumen skala digunakan pada saat pretest dan posttes, sedangkan pada tes 1, tes 2 dan tes ke 3 diberikan rubrik tes yang harus dipecahkan oleh subjek. Hasil analisis dari uji statistik non parametik dengan menggunakan uji wilcoxon sign rank test pada saat pretest dan posttest diperoleh skor z hitung sebesar 2.201 dan taraf signifikansi (p) = 0,028 < 0,05 menunjukkan ada perbedaan sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Kemudian, hasil uji hipotesis menggunakan rubrik pada tes 1 dengan tes 2 diperoleh skor z hitung sebesar 2.207 dan taraf signifikansi (p) = 0,027 < 0,05 yang berarti H0 ditolak, dilanjutkan pada hasil tes 2 dengan tes 3 diperoleh skor z hitung sebesar 2.220 dan taraf signifikansi (p) = 0,026 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan uji hipotesis terakhir dengan menggunakan rubrik pada tes 3 dengan tes 1 diperoleh skor z hitung sebesar 2.227 dan taraf signifikansi (p) = 0,027 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan problem solving strategy (PSS) efektif untuk meningkatkan keterampilan memecahkan masalah pada siswa SMP. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan bagi sekolah dapat memprogramkan pelatihan problem solving strategy (PSS) untuk meningkatkan keterampilan memecahkan masalah pada siswa. Bagi konselor dapat menerapkan prosedur problem solving strategy (PSS) sebagai alternatif dalam mendampingi siswa melalui program layanan bimbingan kelompok. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya lebih mengeksplorasi tingkat masalah yang dicakup pada subyek dengan tingkatan dan jenjang usia yang lebih tinggi.

Pengaruh pembelajaran organisasi kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja karyawan Koperasi Syariah (BMT) di Malang Raya / Muchni Marlikan

 

Kata Kunci : Pembelajaran Organisasi, Kepemimpinan, Motivasi, Kinerja. Proses pembelajaran organisasi yang efektif dan didukung oleh kemampuan pemimpin dalam mendorong dan memotivasi karyawannya agar berkinerja tinggi merupakan modal dasar bagi pencapaian kinerja organisasi secara keseluruhan. Demikian pula halnya dengan kinerja karyawan Koperasi Syariah di Malang Raya. Prinsip-prinsip dasar manajemen organisasi seperti Pembelajaran organisasi, Kepemimpinan, Motivasi kerja, dan Kinerja karyawan perlu didorong dan direalisasikan dalam rangka mewujudkan kuantitas dan kualitas Koperasi Syariah di Malang Raya. Sejumlah teori dan hasil penelitian telah menunjukkan bahwa keempat variabel tersebut (Pembelajaran organisasi, Kepemimpinan, Motivasi kerja, dan Kinerja karyawan) berkontribusi pada peningkatan kualitas Sumberdaya Pengelola Koperasi Syariah, dimana Sumberdaya Manusia sangat sentral perannya dalam proses hingga hasil akhir suatu manajemen organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran organisasi, kepemimpimpinan dan motivasi terhadap kinerja karyawan Koperasi Syariah di Malang Raya. Penelitian ini merupakan bentuk rancangan penelitian kuantitatif dengan obyek penelitian adalah karyawan Koperasi Syariah yang terdiri dari 33 unit Koperasi Syariah yang berada di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu). Populasi dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 170 orang. Sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah sejumlah 118 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik proporsional sampel atau sampel imbangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner sebagai media mendapatkan data dari sampel yang juga sekaligus sebagai responden. Hasil pengolahan data dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan program software komputer Liniear Struktural Relation (LISREL) menunjukkan sebagian dari pola hubungan antar variabel tidak terbukti atau tidak berpengaruh secara signifikan. Untuk membuktikan adanya pengaruh antar variabel digunakan nilai standarized (tingkat pengaruh variabel) dan p-value. Hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh variabel pembelajaran organisasi terhadap motivasi adalah tidak terbukti. Demikian juga hipotesis yang menyatakan ada pengaruh variabel kepemimpinan terhadap kinerja adalah tidak terbukti. Sedangkan pola hubungan antar variable lain, seperti pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi terbukti, pengaruh pembelajaran organisasi terhadap kinerja juga terbukti dan pengaruh motivasi terhadap kinerja adalah terbukti atau berpengaruh secara signifikansi terbukti. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada pemerintah (Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah), pengelola koperasi, peneliti, dan lembaga penelitian untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait dengan pengembangan Sumber Daya Manusia, khususnya karyawan Koperasi agar mampu menemukan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja karyawan sebagai sumbangsih terhadap pengembangan pendidikan, utamanya pendidikan ekonomi.

Kekerabatan jenis-jenis Dillenia di Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi - Pasuruan berdasarkan ciri morfologi vegetatif dan generatif / Devi Arifianti Mahadi

 

Kata kunci: Morfologi vegetatif dan generatif, kekerabatan jenis-jenis Dillenia Tumbuhan Dillenia mempunyai nilai manfaat dalam kehidupan sehari-hari di berbagai daerah di Indonesia maupun di negara lain. Hasil observasi di Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi pada bulan Agustus 2010, terdapat 11 jenis Dillenia yang dikonservasi dari habitat aslinya dengan variasi morfologi vegetatif dan generatif. Tujuh jenis Dillenia sedang berbunga pada saat penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi morfologi jenis-jenis Dillenia yang ada di UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi dan hubungan kekerabatannya berdasarkan morfologi vegetataif dan generatif. Jenis penelitian yaitu deskriptif eksploratif. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan September-Desember 2010. Tahapan yang digunakan adalah observasi, koleksi, deskripsi, identifikasi, dan analisis hubungan kekerabatan fenetik menggunakan analisis cluster. Hasil penelitian diperoleh 106 karakter morfologi vegetatif dan 197 karakter morfologi generatif dari 7 jenis Dillenia yaitu Dillenia pentagyna Roxb., Dillenia philippinensis Rolfe., Dillenia serrata Thunb., Dillenia celebica Hoogl., Dillenia suffruticosa (Griff.) Martelli in Becc., Dillenia auriculata Martelli, Dillenia ochreata (Miq.) Teijsm. & Binn. ex Martelli. Hasil analisis cluster terhadap 7 jenis Dillenia menunjukkan bahwa ada 3 kelompok yang masingmasing kelompok diduga sub marga. Pendugaan didasarkan pada hasil perhitungan koefisien asosiasi dan perbedaan morfologi generatif yang mencolok pada masing-masing kelompok. Kekerabatan terdekat ditemukan pada Dillenia serrata Thunb. dengan Dillenia celebica Hoogl. dengan koefisien asosiasi sebesar 0,41. Dillenia pentagyna Roxb. terhadap ke enam jenis Dillenia lain yaitu Dillenia philippinensis Rolfe., Dillenia serrata Thunb., Dillenia celebica Hoogl., Dillenia suffruticosa (Griff.) Martelli, Dillenia auriculata Martelli, Dillenia ochreata (Miq.) Teijsm. & Binn. ex Martelli memiliki hubungan kekerabatan yang sangat jauh dengan koefisien asosiasi sebesar 0,1. Penelitian ini perlu dilanjutkan, khususnya untuk mengkaji hubungan kekerabatan jenis Dillenia lainnya yang belum berbunga, selain itu juga dapat dilakukan penelitian tentang etnobotani tumbuhan Dillenia di berbagai daerah.

Sikap siswa MAN Sumenep terhadap pengajaran bahasa Arab / oleh Zakariya

 

Pengaruh strategi pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran langsung dan keaktifan belajar terhadap kecakapan akademik pebelajar kelas V SDK STA. Maria Assumpta Kupang / Angelikus Nama Koten

 

ABSTRAK Koten, Angelikus Nama, 2016, Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Langsung dan Keaktifan Belajar terhadap Kecakapan Akademik Pebelajar Kelas V SDK Sta. Maria Assumpta Kupang. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Ed; Pembimbing II: Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd; Pembimbing III: Dr. Sihkabuden, M.Pd Kata kunci: Pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran langsung, keaktifan belajar, kecakapan akademik Paradigma pembelajaran yang dianut oleh guru sebagai pembelajar tampak pada strategi pembelajaran yang diterapkan dalam mengelola pembelajaran. Penerapan strategi pembelajaran yang kurang tepat, jarang melibatkan pebelajar secara aktif dalam proses pembelajaran, dan pembelajaran yang cenderung monoton akan berpengaruh terhadap hasil belajar pebelajar pada mata pelajaran yang dipelajari. Pada jenjang pendidikan dasar umumnya, para pembelajar cenderung menerapkan strategi pembelajaran langsung, di mana aktivitas pembelajaran berpusat pada pembelajar sehingga mengakibatkan rendahnya hasil belajar pebelajar. Agar pebelajar dapat terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran, maka pembelajar hendaknya mampu memilih dan menerapkan strategi pembelajaran yang dapat memotivasi pebelajar lebih aktif belajar untuk meningkatkan kecakapan akademiknya. Pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu strategi pembelajaran yang berpusat pada pebelajar, karena dapat mengaktifkan pebelajar, memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk mengkonstruksi pengetahuan sendiri, dan memberi peluang bagi pebelajar untuk bekerja sama dalam mencari dan menemukan pengetahuan serta memecahkan suatu masalah. Di samping penerapan strategi pembelajaran, terdapat sejumlah faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil pembelajaran. Salah satu faktor di antaranya adalah keaktifan belajar. Keaktifan belajar merupakan motor penggerak utama dalam kegiatan belajar maupun pembelajaran. Para pebelajar dituntut untuk aktif secara fisik, intelektual, dan emosional. Implikasi prinsip keaktifan belajar terwujud pada perilaku-perilaku seperti: mencari sumber pengetahuan atau informasi yang dibutuhkan, mengadakan tanya jawab dan diskusi, melakukan percobaan, membuat laporan atau karya tulis, dan sebagainya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh utama dan pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dan keaktifan belajar terhadap kecakapan akademik pebelajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh utama dan pengaruh interaksi variabel perlakuan terhadap kecakapan akademik pebelajar Kelas V SD. Penelitian yang dilaksanakan ini merupakan penelitian kuasi eksperimen, dengan rancangan penelitian versi nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah pebelajar kelas V SDK Sta. Maria Assumpta Kupang berjumlah 102 orang (3 kelas). Sampel penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik sampel kelompok acak, di mana yang diacak adalah kelas-kelas. Data yang dikumpulkan diolah dengan statistik inferensial menggunakan teknik analisis varian (Anava) dua jalur 2 x 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan kecakapan akademik antara kelompok pebelajar yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah dengan kelompok pebelajar yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran langsung, (2) ada perbedaan kecakapan akademik antara kelompok pebelajar yang memiliki keaktifan belajar tinggi dengan kelompok pebelajar yang memiliki keaktifan belajar rendah, dan (3) tidak ada interaksi antara strategi pembelajaran (pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran langsung) dan keaktifan belajar (keaktifan belajar tinggi dan keaktifan belajar rendah) terhadap kecakapan akademik pebelajar. Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan kepada para guru sebagai pembelajar agar mencoba menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah pada materi pokok dalam mata pelajaran tertentu sesuai dengan karakteristik materi yang dipelajari. Selain itu, para pembelajar hendaknya memperhatikan karakteristik pebelajar dengan mengkondisikan keaktifan dan kemandirian pebelajar terlebih dahulu, sehingga penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah dapat berlangsung dengan lancar dan mencapai hasil belajar secara maksimal.

Penerapan metode bermain tebak huruf berbasis neuro sensory untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak di kelompok B RA. 03 Al Khoiriyah Batu / Widyaiswari Lisa Hidayat

 

Kata kunci: Metodete bak huruf, membaca permulaan, neurosensory Sejumlah guru taman kanak-kanak kini ”terpaksa” menekankan kemampuan membaca kepada siswanya. Padahal hal ini bertentangan dengan kurikulum TK/RA. Dalam kurikulum anak hanya sebatas dikenalkan kepada membaca permulaan saja salah satunya yaitu mengidentifikasi dan menyebutkan huruf. Melalui metode bermain tebak huruf berbasis neuro sensory anak akan diajarkan untuk mengidentifikasi dan menyebutkan huruf vocal dan konsonan yang ada di sekitarnya dengan metode bermain tanpa dibebani perasaan tertekan karena pembelajaran yang dilakukan dikemas dengan menggunakan permainan yang menarik dan menantang untuk anak. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan penerapan metode bermain tebak huruf berbasis neuro sensory dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca permulaan anak pada kelompok B di RA 03 Al Khoiriyah Batu, setelah menerapkan metode bermain tebak huruf berbasis neuro sensory. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 3 siklus dengan masing-masingsiklus tiga kali pertemuan. Ada-pun tahapanpelaksanaannya yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, danrefleksi.Subyekpenelitianiniadalahsiswakelompok B di RA 03. Al Khoiriyah Batu. Jumlah siswa di sekolah tersebut adalah 31 anak yang berusia 5-6 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes, observasi dan dokumentasi .Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa instrumen penilaian tes identifikasi huruf dan lembar observasi. Berdasarkan hasil observasi dan olahdata yang telah dilakukan dalam penelitian ini menunjukan bahwa penerapan metode bermain tebak huruf berbasis neuro sensory dapat dilaksanakan dengan baik dan mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak, terbukti anak bersemangat dan senang melakukan permainan ini serta hasil ketuntasan klasikal yang didapatkan pada siklus III mencapai 90,3 %. Metode bermain tebak huruf berbasis neuro sensory dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak.Melalui metode bermain, pembelajaran yang dilakukan anak akan lebih mengena dan menyenangkan serta tidak membebani otak anak. Sehingga harapan kedepan anak akan mampu berkembang secara optimal. Melalui penelitian ini disarankan agar civitas PAUD dapat menerapkan metode bermain tebak huruf berbasis neuro sensory untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak di Taman kanak-kanak.

Penerapan model cooperative learning untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IV di SDN Lesanpuro I Kecamatan Kedungkandang Malang / Amsya Kalorbobir

 

Penggunaan serat optik singlemode tipe SMF-28 sebagai pedekteksi tekanan pada konstruksi beton / Billy Septian Putra Adi Kusuma

 

Kata Kunci: Serat optik singlemode, sensor serat optik, beton. Struktur bangunan dapat mengalami kerusakan parah bila tidak dideteksi sedini mungkin. Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan bangunan adalah tekanan. Tekanan dapat digunakan untuk menguji seberapa kuat material bangunan tersebut. Berkaitan dengan itu, maka pada penelitian ini serat optik digunakan untuk mendeteksi tekanan pada material bangunan berupa beton. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan memberikan tekanan berupa beban sebesar 1 Kg-15 Kg pada material beton yang berisi serat optik. Pemasangan serat optik pada material beton menggunakan konfigurasi melingkar. Hasil data yang diperoleh berupa daya keluaran yang dihasilkan serat optik. Daya keluaran tersebut digunakan untuk menentukan besarnya Loss yang ditimbulkan oleh serat optik. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap menghitung nilai ralat hasil pengukuran, menghitung nilai Loss serat optik, membuat grafik hubungan antara beban yang diberikan dengan Loss yang ditimbulkan oleh serat optik. Berdasarkan analisis perhitungan diperoleh nilai Loss serat optik pada panjang gelombang 1310 nm sebesar 0,528 dB-1,20 dB. Nilai Loss yang dihasilkan serat optik pada panjang gelombang 1550 nm sebesar 15,1 dB-21,6 dB. Berdasarkan analisis grafik diperoleh nilai koefisien kemiringan grafik pada panjang gelombang 1310 nm dan 1550 nm masing-masing sebesar -0,065 dB/Kg dan -0,537 dB/Kg. Ketika serat optik dilengkungkan, maka garis normal akan berubah arah mengikuti permukaan inti serat optik. Hal tersebut menyebabkan sudut datang cahaya yang merambat pada serat optik memiliki nilai yang lebih kecil dari sudut kritis dan menyebabkan sinar dapat menembus inti dan keluar dari serat optik. Cahaya yang keluar tersebut menimbulkan rugi daya pada serat optik. Semakin tajam lengkungan pada serat optik, maka semakin besar pula rugi daya yang ditimbulkan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua kesimpulan sebagai berikut. Pertama, pemasangan serat optik pada konstruksi beton menggunakan konfigurasi melingkar dengan diameter sebesar ±2 cm yang ditempatkan disepanjang konstruksi beton. Hal tersebut bertujuan agar serat optik dapat mendeteksi tekanan secara merata disepanjang beton. Kedua, besar nilai beban yang diberikan pada serat optik memiliki hubungan linier yang sebanding dengan besarnya Loss yang dihasilkan oleh serat optik. Panjang gelombang yang baik digunakan pada sumber cahaya adalah sebesar 1310 nm, dimana menghasilkan nilai koefisien Loss terkecil sebesar -0,065 dB/Kg.

Analisis perbedaan harga dan volume perdagangan saham perusahaan pemenang Indonesia sustainability reporting award (ISRA) 2008 / Rizky Hagya Deshinta

 

Kata Kunci : Sustainability Reporting, Abnormal Return, Trading Volume Activity Indonesia Sustainability Reporting Award adalah event yang diselenggarakan oleh IAI-KAM dan NCSR yang ditujukan untuk korporat yang menerapkan Sustainability Reporting (SR) secara baik. Sustainability Reporting sendiri adalah laporan yang memuat kinerja ekonomi, lingkungan dan tanggungjawab sosial korporat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris perbedaan harga saham yang diproksikan Abnormal Return (AR) dan Trading Volume Activity (TVA) sebelum dan sesudah pengumuman Indonesia Sustainability Reporting Award (ISRA) 2008. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif, dimana penelitian ini membandingkan Abnormal Return dan Trading Volume Activity sebelum dan sesudah pengumuman event Indonesia Sustainability Reporting Award 2008 pada perusahaan pemenang award yang listing di BEI. Periode pengamatan dilakukan selama 10 hari, yaitu 5 hari sebelum dan sesudah event. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah harga saham harian (closing price), jumlah saham yang diperdagangkan, serta jumlah saham yang beredar pada perusahaan pemenang Indonesia Sustainability Reporting Award 2008. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon Signed Ranks Test dengan taraf signifikansi α=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan baik untuk Abnormal Return dan Trading Volume Activity sebelum dan sesudah event Indonesia Sustainability Reporting Award 2008 pada perusahaan pemenang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Indonesia Sustainability Reporting Award 2008 tidak mempunyai kandungan informasi sehingga tidak dapat mempengaruhi keputusan investor atau pasar modal tidak bereaksi akan adanya event Indonesia Sustainability Reporting Award 2008 dan diduga karena kurangnya publikasi oleh pihak perusahaan pemenang dan penyelenggara. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan antara lain: (a) pihak penyelenggara dengan perusahaan terkait hendaknya melakukan publikasi melalui berbagai media sehingga investor dengan mudah mendapat sinyal good news yang diberikan sebagai sarana komunikasi perusahaan untuk memberikan nilai tambah perusahaan sehingga dapat mempengaruhi keputusan investor, (b) peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan jenis, variabel, serta periode penelitian yang berbeda.

Hubungan antara kecerdasan emosional dan pengaturan tugas dengan kinerja pegawai dinas pendidikan di Kabupaten Aceh Barat Daya Nanggroe Aceh Darussalam / oleh Ismail

 

Hubungan antara kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri se-gugus 6 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar / Indah Kusuma Ariany

 

Kata Kunci: Kebiasaan membaca, kemampuan membaca pemahaman, SD. Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual dan berpikir. Hal ini memerlukan ketekunan dan latihan yang berkesinambungan untuk melatih kebiasaan membaca agar kemampuan membaca, khususnya kemampuan membaca pemahaman dapat dicapai. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mengetahui kebiasaan membaca siswa kelas VI SDN se-Gugus 6 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, (2) mengetahui kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI SDN se-Gugus 6 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, dan (3) mengetahui ada tidaknya hubungan antara kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI SDN se-Gugus 6 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah 53 orang siswa kelas VI SDN se-Gugus 6 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Instrumen yang digunakan adalah angket kebiasaan membaca dan soal tes kemampuan membaca pemahaman. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Hasil analisis statistik korelasi menunjukkan (1) nilai rhitung sebesar 0,368, sedangkan rtabel adalah 0,270 dengan batas signifikasi 5%; (2) nilai signifikansi adalah 0,007; dan (3) nilai rhitung berada pada interval koefisien antara 0,200 sampai dengan 0,399. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI SDN se-Gugus 6 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar dengan tingkat korelasi rendah. Artinya kebiasaan membaca memiliki hubungan yang nyata dan berarti dengan kemampuan membaca pemahaman, namun hanya memberikan kontribusi yang rendah terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa dan sisanya ditentukan oleh faktor lain. Agar kemampuan membaca pemahamannya tinggi, siswa hendaknya memiliki kebiasaan membaca yang tinggi pula, misalnya dengan cara senantiasa memanfaatkan waktu luangnya untuk melakukan aktivitas membaca. Guru beserta pihak sekolah hendaknya mendukung usaha siswa dengan memperhatikan fasilitas yang dapat menunjang dan memicu motivasi serta semangat membaca siswa.

Analisis strategi perekrutan, seleksi, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia untuk menciptakan budaya organisasi yang berprinsip syariah (studi kasus pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk Cabang Malang) / Tri Wahyuni

 

Kata Kunci: Perekrutan, Seleksi, Pelatihan, Pengembangan, Budaya Organisasi Tingginya persaingan perbankan syariah saat ini menuntut sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten. Aspek internal dalam setiap perusahaan/perbankan yang kondusif membantu tumbuh kembangnya perbankan syariah, misalkan saja dalam penciptaan budaya organisasi. Budaya organisasi merupakan identitas yang membedakan antara organisasi yang satu dengan organisasi lainnya. Budaya oganisasi merupakan suatu kepercayaan yang dianut oleh karyawan yang ada didalam organisasi tersebut. Sumber daya manusia sangat berperan penting, sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya. Strategi awal yang harus dilakukan perusahaan yaitu strategi dalam perekrutan dan seleksi, Untuk meningkatkatkan kemapuan karyawan di dalam organisasi, dapat melalui program pelatihan dan pengembangan SDM. Dengan strategi perekrutan dan seleksi serta pelatihan dan pengembangan SDM yang sesuai, maka budaya organisasi yang ingin diciptakan oleh perusahaan dapat tercapai. Berangkat dari masalah tersebut, peneliti memiliki kuriositas yang lebih untuk meneliti bagaimana sebenarnya dalam penciptaan budaya organisasi yang berprinsip syariah di PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk Cabang Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi perekrutan, seleksi, pelatihan, dan pengemabangan sumber daya manusia untuk menciptakan budaya organisasi yang berprinsip syariah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, Karen ini lebih cocok untuk kasus yang sedang peneliti teliti, karena penelitian ini membutuhkan penelitian yang lebih mendalam. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwasanya dalam perekrutan kurang spesifik, untuk seleksi masih terkesan agak longgar, sedangkan untuk pelatihan dan pengembangan masih diperlukan tentang pelatihan nilai, sehingga budaya yang diinginkan bisa terwujud, namun untuk dilihat secara keseluruhan sudah baik. PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk khususnya cabang Malang bisa lebih membenahi tentang strategi-strategi yang berkenaan dengan penciptaan budaya organisasi yang berprinsip syariah.

Perancangan media promosi obyek wisata religi Kediri / Eka Cahya Winantya Putra

 

ABSTRAK Putra, Eka Cahya Winantya. 2016. Perancangan Media Promosi Obyek Wisata Religi Kediri. Skripsi, Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyanto, M.Hum, (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Media Promosi, Obyek Wisata Religi, Kediri Banyak sekali potensi wisata yang terdapat di Kota dan Kabupaten Kediri, terutama potensi wisata religi seperti,Situs Setono Gedong, Pura Penataran Agung Kilisuci, Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Gua Maria Puhsarang, dan Petilasan Sri Aji Joyoboyo.Tetapi kurangnya dukungan promosi menjadi salah satu kendala dalam pengembangan wisata religi yang ada di Kediri. Tujuan dari perancangan media promosi wisata religi Kediri adalah untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisatawan yang mengunjungi obyek wisata religi di Kediri. Perancangan ini menggunakan model perancangan metode dari Sanyoto. Tahapan perancangan berawal dari merumuskan latar belakang, rumusan masalah, tujuan perancangan, identifikasi data, sintesis, konsep perancangan media utama dan media pendukung, dirancang melalui tahap perencanaan media dan perencanaan kreatif, yang kemudian menghasilkan desain final. Hasil perancangan ini adalah berupa video tentang wisata religi di Kediri berdurasi 60 detik dan berukuran 1280 x 720 px, poster berukuran A1, leafletberukuran three fold, x-bannerberukuran 160 x 60 cm, dan katalog wisata berukuran 27 x 21 cm.  

Pengaruh gaya tambahan terhadap Loss pada serat optik plastik tipe FD=620-10 dan serat optik silika tipe SMF-28 / Miftah Hida Prihantanty

 

Kata Kunci: Serat optik, plastik tipe FD-620-10, silika tipe SMF-28, elastisitas. Sensor serat optik merupakan pemandu gelombang yang terbuat dari bahan dielektrik (gelas atau silika) yang dimanfaatkan mentransmisikan cahaya. Serat optik plastik terbuat dari polimetil metakrilat (PMMA), sedangkan claddingnya terbuat dari kopolimer metakrilat flourinated alkil. Serat optik silika terbuat dari Silica Dioksida (SiO2) yang didopping dengan Germanium Dioksida (GeO2). Selain memiliki kelebihan, serat optik juga mempunyai batas kemampuan menahan tarikan yang disebut kemampuan tegang serat optik. Kemampuan menegang itu disebut efek elasto optik. Elasto optik merupakan efek yang ditimbulkan oleh peregangan partikel penyusun. Jika terjadi peregangan pada serat optik maka cahaya yang seharusnya dipantulkan kembali ke dalam core tidak dipantulkan tetapi diteruskan menuju cladding atau bahkan jika peregangan yang terjadi sangat luas maka cahaya akan keluar. Ini yang disebut rugi daya (loss). Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat elastisitas serat optik plastik dan silika berdasarkan rugi daya (loss) serat optik saat diberi beban. Serat optik plastik yang digunakan adalah serat optik plastik tipe FD-620-10 dan serat optik silika yang digunakan adalah serat optik silika tipe SMF-28. Serat optik plastik diberi perlakuan dengan menggantungkan beban pada serat optik, mulai dari beban 200 gram, kelipatan 200 gram dan beban penggantung bermassa 50 gram, variasi beban dilakukan sampai serat optik putus. Serat optik silika juga diberi perlakuan sama yaitu menggantungkan beban dengan variasi mulai dari 100 gram kemudian kelipatan 100 gram sampai serat optik putus pada massa beban 1 kg. Berdasarkan grafik didapatkan hubungan yang linier antara gaya tarik dengan loss, pada frekuensi 30,71 MHz diperoleh nilai slope sebesar -0,151 dB/N dan koefisien linier 0,98. Sedangkan pada serat optik silika, sebelum serat optik putus perubahan loss tidak begitu signifikan, tetapi ketika serat optik tepat akan putus nilai loss serat optik yaitu -48 dB. Berdasarkan grafik didapatkan hubungan yang linier antara gaya tarik dengan loss, pada panjang gelombang 1490 nm diperoleh nilai slope sebesar -2,174 dB/N dan koefisien linier 0,252. Kesimpulan pada eksperimen ini ada dua. Pertama serat optik plastik lebih elastis dibandingkan serat optik silika. Kedua, untuk digunakan sebagai sensor serat optik plastik lebih baik karena lebih peka terhadap gangguan lingkungan, tetapi jika digunakan untuk komunikasi serat optik silika lebih baik karena lebih tahan terhadap gangguan lingkungan.

Peningkatan keterampilan membaca nyaring melalui metode learning starts with a question di kelas IV SDN Madyopuro 1 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Roswita Deraukin

 

Kata Kunci: Peningkatan Ketrampilan Membaca Nyring, Metode Learning Starts With A Question Bahasa Indonesia bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap membaca nyaring di depan kelas dan berani di hadapan banyak orang, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi,dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun menimpa masyarakat. Permasalahan yang terjadi di kelas IV SDN Madyopuro adalah rendahnya hasil belajar siswa dan kerja sama siswa dalam proses belajar. Sehingga perlu adanya tindakan yang inovatif dalam pembelajaran. Metode Learning Starts With A Question adalah salah satu dari metode prosedural. Yaitu metode yang menyarankan agar penerapan prinsip desain pembelajaran disesuaikan dengan langkah-langkah yang harus di tempuh secara berurutan. Alasan dalam memakai Metode Learning Starts With A Question ini adalah karena pada SDN Madyopuro dalam pembelajaran di kelas guru pada proses pembelajaran tidak biasanya menggunakan model ataupum atau strategi pembelajaran,hanya guru membiasakan siswa untuk selalu belajar dengan cara mengerjakan tugas-tugas yang terdapat pada buku LKS masing-masing tanpa ada penjelasan apapun dari guru.Oleh karena itu dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Metode Learning Starts With A Question agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada siswa kelas IV SDN Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model MC Kernan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes selama proses pembelajaran.Data yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; hasil pratindakan rata-rata hasil belajar siswa 64,33%, Setelah titerapkan pembelajaran metode Learning Starts With A Question pada siklus I dan siklus II maka, pada hasil pos tes siklus I hanya 10 (45,45 %) siswa yang mampu memperoleh nilai di atas standar keberhasilan yang ditetapkan (70 %) dan 25 (55,55%) siswa lainya belum mencukupi standar yang ditetapkan dengan rata-rata kelas adalah 75 %. Sedangkan pada siklus dua rata-rata kelas meningkat menjadi 20 (90 %) siswa, dan tingkat keberhasilan siswa berkurang menjadi 2 (9,91 %) siswa. Oleh karena itu secara klasikal rata-rata nilai siswa dalam kelompok maupun individu siswa

Perancangan iklan layanan masyarakat untuk resiko kepunahan lutung Jawa di alam liar / Razzi Alimannafi Akbar

 

ABSTRAK Akbar, Razzi Al Alimannafi.2016. Perancangan Iklan Layanan Masyarakat untuk Resiko Kepunahan Lutung Jawa Di Alam Liar. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc, Ph.D. Kata Kunci: Perancangan, iklan layanan masyarakat, Lutung Jawa, kepunahan Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) adalah salah satu primate endemik Indonesia yang terancam punah di alam liar. Lutung Jawa telah ditetapkan sebagai satwa dilindungi sejak tahun 1999. Faktor-faktor yang menyebabkan populasi Lutung Jawa kurang adalah semakin sempit habitat mereka serta perburuan liar. Lutung Jawa diburu untuk dikonsumsi sebagai obat, makanan, dan diperdagangkan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah melakukan kampanye melalui iklan layanan masyarakat. Perancangan iklan layanan masyarakat ini mengadaptasi model perancangan dari Rhenald Kasali dan model perancangan Heru Effendy, yaitu: (1) penemuan masalah,(2) identifikasi data dananalisis data, (2) menentukan tujuan iklan, (3) menentukan tema iklan, (4) perencaaan media, (5) menulis naskah, (6) perencanaan dan persiapan, (7) perekaman gambar dan suara, (8) editing dan (9) rendering. Data untuk pembuatan iklan layanan masyarakat ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Iklan layanan masyarakat ini diharapkan dapat membantu Lutung Jawa sebagai satwa langka dilindungi dan dapat mengurangi perburuan liar serta perdagangan Lutung Jawa di masa yang akan datang. Produk promosi berupa poster, billboard, video teaser sosial media, poster sosial media, web banner dan merchandise untuk keperluan menggalang dana dalam kampanye.  

Peningkatan kemampuan motorik kasar melalui permainan "The Big Ant" pada anak kelompok A TK PGRI 02 Sutojayan Kabupaten Malang / Dwi Anggraeny Puspita Sari

 

ABSTRAK Anggraeny, Dwi. 2016. Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan The Big Ant pada Anak Kelompok A TK PGRI 02 Sutojayan Kabupaten Malang. Skripsi Prodi SI – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M. Pd, (II) Wuri Astuti, S.Pd. Kata Kunci:Permainan The Big Ant, Kemampuan Motorik Kasar, Anak Kelompok A Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan fisik motorik kasar anak dalam proses kegiatan bermain belum maksimal pencapaiannya. Anak tidak mampu menirukan gerakan seperti binatang yaitu merangkak, berlari, melompat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) bagaimana penerapan permainan The Big Antuntuk meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak kelompok A di TK PGRI 02 Sutojayan Kabupaten Malang, (2) apakah permainan The Big Antdapat meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak kelompok A di TK PGRI 02 Sutojayan Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian adalah anak kelompok A TK PGRI 02 Sutoajayan Kabupaten Malang berjumlah 25 anak. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan terhadap kemampuan motorik anak dan kegiatan fisik motorik lebih menyenangkan. Permainan The Big Ant dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok A TK PGRI 02 Sutojayan Kabupaten Malang terbukti dari hasil ketuntasan kelas siklus I 64% dan ketuntasan kelas siklus II 96% sehingga mengalami peningkatan sebesar 32%. Permainan The Big Antditerapkan dengan cara mengajak anak untuk melakukan kegiatan dengan menirukan gerakan yang dicontohkan. Permainan The Big Antdalam pembelajaran fisik motorik terbukti dapat menigkatkan kemampuan motorik kasar anak karena sudah mencapai target yang ditentukan yaitu 75%. Bagi guru TK disarankan memanfaatkan permainan The Little Ant untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar, sehingga anak tidak merasa bosan.

Peningkatan kemampuan memahami teks bacaan melalui strategi Know-Want to Knowledge-Learned (KWL) pada siswa kelas III SDN 3 Gandusari Kabupaten Trenggalek / Reny Herdikawati

 

Kata kunci : kemampuan, memahami teks bacaan, strategi KWL Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas III SDN 3 Gandusari, kemampuan siswa dalam memahami teks bacaan tidak sesuai dengan harapan. Banyak siswa yang belum baik dalam menjawab pertanyaan, menyatakan pendapat atau perasaan berkaitan dengan isi teks dan menyimpulkan isi teks dalam beberapa kalimat. Sehingga hasil belajarnya juga kurang baik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi KWL untuk meningkatkan kemampuan memahami teks bacaan pada siswa kelas III SDN 3 Gandusari Kabupaten Trenggalek dan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan memahami teks bacaan pada siswa kelas III SDN 3 Gandusari Kabupaten Trenggalek melalui strategi KWL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: nilai rata-rata kemampuan awal siswa dalam memahami teks bacaan adalah 68 dengan ketuntasan belajar sebesar 23%. Setelah dilaksanakan siklus I, nilai rata-rata kemampuan memahami teks bacaan siswa meningkat menjadi 75 dengan ketuntasan belajar sebesar 59%. Selanjutnya pada siklus II, nilai rata-rata kemampuan memahami teks bacaan siswa mengalami peningkatan menjadi 82 dengan ketuntasan belajar sebesar 82%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran membaca melalui strategi KWL dapat membantu siswa memahami teks bacaan, menjawab pertanyaan, menyatakan pendapat atau perasaan yang berkaitan dengan isi bacaan, dan menyimpulkan isi bacan dalam beberapa kalimat. Untuk itu diharapkan guru menerapkan strategi KWL dalam pembelajaran membaca sehingga siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran dan memperoleh hasil yang maksimal.

Pengaruh minat dan motivasi mahasiswa menjadi guru terhadap kebiasaan belajar mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Merina Indriastuti

 

Kata Kunci: minat menjadi guru, motivasi menjadi guru, kebiasaan belajar. Salah satu penyebab kegagalan pendidikan di Indonesia dikarenakan masih banyak lembaga pendidikan di Indonesia yang hanya mengacu pada hasil belajar, tetapi kurang memperhatikan proses belajar. Banyak penelitian yang mengkaji tentang hasil belajar atau prestasi belajar sebagai variabel terikatnya, tetapi belum ada penelitian yang mengkaji mengenai proses belajar (kebiasaan belajar). Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu diadakan penelitian untuk mengkaji pengaruh minat dan motivasi mahasiswa menjadi guru terhadap kebiasaan belajar mahasiswa. Adapun tujuannya adalah untuk (1) mengetahui apakah minat mahasiswa menjadi guru memberikan pengaruh terhadap kebiasaan belajar, dan (2) mengetahui apakah motivasi mahasiswa menjadi guru memberikan pengaruh terhadap kebisaan belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian explanation dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive propotional sampling dengan jumlah sampel sebanyak 109 mahasiswa yang diambil dari angkatan 2007 dan 2008 Prodi S1 Pendidikan Akuntansi FE UM yang diwakili secara proporsional sesuai dengan jumlah mahasiswa setiap offering. Teknik pengumpulan datanya yaitu dengan menggunakan angket sebagai instrumen penelitian. Uji kualitas instrumen dilakukan sebanyak 2 kali dan pengambilan data penelitian dilakukan pada tanggal 15 Maret 2010. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Seluruh penggujian dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 16 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa menjadi guru tidak memberikan pengaruh terhadap kebiasaan belajar mahasiswa, sedangkan motivasi mahasiswa menjadi guru memberikan pengaruh terhadap kebiasaan belajar mahasiswa sebesar 20,2%. Tidak berpenpengaruhnya minat mahasiswa menjadi guru terhadap kebiasaan belajar bisa dikarenakan indikator yang ditetapkan untuk mengukur minat mahasiswa menjadi guru, tidak dapat mengakomodasi setiap kebutuhan mahasiswa dalam mengukur minatnya untuk menjadi guru. Dari hasil penelitian ini, disarankan untuk mahasiswa Prodi SI Pendidikan Akuntansi FE UM, hendaknya senantiasa menambah wawasannya agar motivasinya untuk menjadi guru akan semakin meningkat. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian yang sejenis, hendaknya menggunakan variabel lain sebagai variabel bebasnya dan menambah variabel prestasi belajar untuk variabel terikatnya. Hal ini dilakukan agar penelitian-penelitian tersebut akan saling melengkapi, sehingga pada akhirnya dapat ditarik kesimpulan secara komprehensif (menyeluruh).

Manajemen pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan II bagi calon pegawai negeri sipil angkatan 642/643 tahun 2012 (Studi kasus di Badan Pendidikan dan Latihan Propinsi Jawa Timur) Dimas Agustian Eko Yusanto

 

Kata kunci : manajemen, diklat, pegawai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur utama Sumber Daya Manusia (SDM). Sebagai aparatur negara mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Sosok PNS yang mampu memainkan peranan tersebut, yaitu PNS yang mempunyai kompetensi antara lain diindikasikan dari sikap dan perilakunya yang penuh dengan kesetiaan dan ketaatan kepada negara, bermoral dan bermental baik, profesional, sadar akan tanggung jawab sebagai pelayan publik, serta mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk membentuk itu semua organisasi pemerintahan maupun instansi-instansi terkait memerlukan suatu manajemen Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang baik. Manajemen Diklat yaitu suatu proses pembelajaran dalam organisasi yang mengarah pada perubahan sikap dan perilaku pegawai memenuhi harapan kualifikasi kerja dan tuntutan perkembangan organisasi baik internal maupun eksternal. Diklat Prajabatan sangatlah dibutuhkan oleh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang ingin meningkatkan jenjang karir, di sisi lain dapat memperoleh pengetahuan/keterampilan dan keahlian yang nantinya dapat diterapkan dalam bekerja serta mendukung karirnya sehingga mampu meningkatkan kinerjanya dalam rangka pengembangan organisasi. Fokus Penelitian ini 1) bagaimana perencanaan Diklat Prajabatan bagi CPNS di Badan Diklat Propinsi Jawa Timur, 2) bagaimana pelaksanaan diklat Prajabatan bagi CPNS di Badan Diklat Propinsi Jawa Timur, 3) bagaimana penilaian/pengevaluasian Diklat Prajabatan bagi CPNS di Badan Diklat Propinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian ini 1) mengetahui perencanaan Diklat Prajabatan bagi CPNS di Badan Diklat Propinsi Jawa Timur, 2) mengetahui pelaksanaan Diklat Prajabatan bagi CPNS di Badan Diklat Propinsi Jawa Timur, 3) Untuk mengetahui penilaian Diklat Prajabatan bagi CPNS di Badan Diklat Propinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan di Badan Diklat Propinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara tidak tersruktur; (2) observasi partisipatif aktif; dan (3) dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dilakukan melalui tiga cara, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kesimpulan penelitian sebagai berikut: 1) melakukan analisis kebutuhan, 2) mengkaji peraturan perundang-undangan, 3) mengkaji faktor penunjang dan resiko, 4) mengkaji ruang lingkup hasil yang diharapkan, 5) merumuskan tujuan, 6) menetapkan rincian anggaran dan urutan kegiatan, 7) menetapkan waktu, lokasi dan penanggung jawab, dan 8) menyusun dalam bentuk paper perencanaan. Tahap perencanaan Diklat Prajabatan Golongan II prosesnya: 1) permohonan pemanggilan calon peserta Diklat Prajabatan dari Badan Diklat Propinsi Jawa Timur ke Biro Kepegawaian SETDA Propinsi Jawa Timur, 2) pemanggilan calon peserta Diklat Prajabatan oleh Biro Kepegawaian SETDA Propinsi Jawa Timur kepada bagian kepegawaian kabupaten/kota serta bagian kepegawaian kanwil dari instansi terkait, 3) seleksi administrasi dan akademis calon peserta Diklat Prajabatan, dan 4) menyusun surat keputusan penyelenggaraan Diklat Prajabatan dan salinannya disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur, Depdagri, Badan Pengawas, Biro Kepegawaian, dan Biro Keuangan SETDA Propinsi Jawa Timur. Dalam kegiatan pelaksanaan Diklat Prajabatan Golongan II ini diawali dengan pembukaan Diklat, kegiatan pembelajaran baik di dalam ruangan maupun luar ruangan, dan terakhir penutupan Diklat. Pengevaluasian/penilaian di Badan Diklat Propinsi Jawa Timur sangatlah luas mulai dari peserta Diklat, tenaga pengajar sampai penyelenggara/ panitia. Untuk peserta Diklat penilaian terdiri dari aspek sikap dan perilaku, yaitu terdiri atas 1) disiplin, 2) kerjasama, 3) prakarsa serta aspek penguasaan materi ,yaitu mencakup bahan ujian tertulis. Aspek tenaga pengajar penilaiannya terdiri atas: 1) penguasaan materi, 2) sistematika penyajian, 3) kemampuan menyajikan, 4) ketepatan waktu, kehadiran dan menyajikan, 5) penggunaan metode dan sarana Diklat, 6) sikap dan perilaku, 7) cara menjawab pertanyaan dari peserta, 8) penggunaan bahasa, 9) pemberian motivasi kepada peserta Diklat, 10) pencapaian tujuan pembelajaran, 11) kerapian berpakaian, dan 12) kerjasama antar tenaga pengajar, peserta dan penyelenggara. Sedangkan penilaian untuk penyelenggara terdiri atas: 1) efektivitas penyelenggaraan, 2) ketersediaan bahan ajar Diklat, 3) kesiapan sarana Diklat, 4) kesesuaian pelaksanaan program dengan rencana, 5) ketersediaan dan kelengkapan sarana dan prasarana Diklat, 6) kebersihan kelas, asrama, kafetaria, kamar mandi, WC, dan lain-lain, dan 7) ketersediaan fasilitas olah raga dan kesehatan. Saran penelitian ini bagi: 1) Kepala, Kabid Kepemimpinan Tingkat Dasar, dan Tim Penyelenggara Badan Diklat Propinsi Jawa Timur perlu pengembangan berbagai teknik program pelatihan sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai aset/modal dalam organisasi maupun instansi, 2) Para peserta Diklat, agar selalu senantiasa mengikuti program Diklat dengan sebaik-baiknya sehingga peserta Diklat menjadi PNS yang diharapkan sebagai Aparatur Pemerintah, 3) Para Akademisi Jurusan Administrasi Pendidikan, untuk mengembangkan Ilmu Manajemen Diklat di dalam Jurusan Administrasi Pendidikan yang nantinya semakin bertambahnya Subtansi Manajemen yaitu Matakuliah Pengembangan Profesi Diklat, 4) Peneliti Lain, yang melakukan penelitian dengan subjek yang sama dapat menggunakan pendekatan kuantitatif dan lebih mendalam untuk memperoleh data yang komplek.

Meningkatkan prestasi belajar kompetensi mengoperasikan peralatan pengalih daya tegangan rendah melalui metode pembelajaran kooperatif model jigsaw pada kelas XI PFL 1 dan kelas XI PFL 2 SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang tahun pelajaran 2008/2009 / Bedjo Ali Said

 

Tesis. Jurusan Pendidikan Kejuruan, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M. Pd., (II) Drs. Wahyu Sakti G.I., M. Kom. Kata kunci: nilai hasil belajar siswa, mengoperasikan peralatan pengalih daya tegangan rendah, metode pembelajaran kooperatif model jigsaw. Bilamana ditinjau dari kelulusan siswa SMKN 1 Singosari dua tahun terakhir yaitu tahun pelajaran 2009/2010 dan tahun pelajaran 2010/2011 tingkat kelulusan siswa mencapai 99,9 % maka dapat diartikan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan selama ini sudah baik. Namun demikian pada waktu tertentu tidak mustahil terdapat hasil penilaian yang masih kurang dan perlu ditingkatkan lebih optimal. Seperti nilai hasil belajar kompetensi mengoperasikan peralatan pengalih daya tegangan rendah di kelas XI Teknik Pemanfaatan Energi di SMKN 1 Singosari semester 3 tahun pelajaran 2008/2009 pada penilaian pra tindakan baru mencapai 50% siswa yang kompeten. Hal tersebut disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi kurang melibatkan siswa secara aktif Setelah mengamati beberapa metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas peneliti berkeyakinan bahwa metode pembelajaran kooperatif model jigsaw lebih tepat diterapkan dalam pembelajaran mengoperasikan peralatan pengalih daya tegangan rendah. karena siswa dilatih untuk bekerjasama dalam kelompok, diskusi dan bertanggungjawab terhadap keberhasilan kelompoknya. Disamping itu temuan penelitian yang dilakukan Hanan (2009:88) menegaskan bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Jailolo, Maluku. Penelitian Hadiantono (2009:92) juga menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa Politeknik Negeri Malang dibandingkan tipe diskusi panel. Sementara itu Hayaton (2010:129) menyimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Montasik, Aceh Besar. Guna meningkatkan hasil belajar siswa, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas melalui metode pembelajaran kooperatif model jigsaw dengan tujuan:1) Untuk mendiskripsikan apakah metode pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat terlaksana dengan baik pada pembelajaran kompetensi mengoperasikan peralatan pengalih daya tegangan rendah di kelas XI Pfl 1 dan kelas XI Pfl 2 Program Studi Teknik Pemanfaatan Tenaga listrik SMKN 1 Singosari tahun pelajaran 2008/2009 . 2) Untuk mendiskripsikan apakah metode pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SMKN 1 Singosari tahun pelajaran 2008/2009. Metode penelitian kooperatif model jigsaw ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) sebanyak tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, hasil observasi kegiatan guru dan siswa, hasil observasi keterampilan kooperatif siswa, dan hasil wawancara serta catatan lapangan. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa pada siklus I ketuntasan siswa baru mencapai 62,50% hal tersebut dikarenakan keaktifan guru maupun siswa masih rendah, sebagai hasil refleksi pada siklus I tersebut, maka pada siklus II diadakan peningkatan keaktifan guru maupun siswa sehingga nilai hasil belajar siswa pada siklus II meningkat menjadi 84,38%, sedangkan pada siklus III keaktifan guru maupun siswa sudah sangat baik karena itu ketuntasan belajar siswa mencapai 96,88%. Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat diterapkan dengan baik dan hasilnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa serta berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa, dapat menumbuhkan kerjasama kelompok, saling membantu dalam menghadapi masalah dan mencari solusinya, dapat mengurangi rasa egois dan dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa.

Partisipasi peserta pendidikan keterampilan : studi kasus peningkatan minat santri dalam pembelajaran keterampilan perikanan di Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura Kalimantan Selatan / oleh Sri Iswahyuningsih

 

Penerapan model Cooperative Learning tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar pengukuran listrik siswa SMK PGRI 3 Malang / Taufik Hardiansyah

 

ABSTRAK Hardiansyah, Taufik. 2016. Penerapan Model Cooperative Learning Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pengukuran Listrik pada Siswa SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. PugerHonggowiyono, M.T.,(II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci: Cooperative Learning, STAD,HasilBelajar, Pengukuran Listrik Berdasarkan observasipadapeserta didik kelas X SMK PGRI 3 Malang diperolehbahwa indikator rendahnya hasil belajar peserta didik disebabkan oleh: (1) metode pembelajaran yang digunakan oleh guru diantaranya ceramah, tanya – jawab dan penugasan;(2) dalam kisaran waktu 135 menit guru menggunakan 100 menit untuk menjelaskan materi menggunakan metode ceramah tanpa media pembelajaran dan sisanya 35 menit digunakan untuk tanya jawab dan latihan soal di lembar kerja siswa; (3) terdapat enam peserta didik yang bosan dan akhirnya gaduh serta tidak menghiraukan penjelasan guru. Selain itu ada seorang siswa yang sering menggambar ketika pembelajaran berlangsung; (4) sarana dan prasarana pendukung tidak bekerja dengan baik, seperti penempatan proyektor yang kurang nyaman untuk dilihat oleh seluruh peserta didik dan ruang kelas yang panas. Penelitianinidilaksanakandengantujuanuntukmenyelesaikanbeberapamasalahpada guru danpesertadidik. PenelitimemilihuntukmelaksanakanPenelitian Tindakan Kelas (PTK) danmenerapkan modelCooperative Learningtipe STAD denganScientific Approachuntukmembantumeningkatkanhasilbelajarpesertadidik yang belum optimalakibatmetodepembelajaran yang kurangtepat. Penelitimenggunakanmodel penelitian berbentuk siklus (cycle). Model siklus yang digunakan berbentuk spiral, model penelitian ini dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Langkah - langkah dalam model penelitian spiral meliputi planning (perencanaan), action (tindakan), observer (pengamatan) dan reflecting (refleksi). Penerapan modelCooperative Learningtipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X PBA SMK PGRI 3 Malangpadamatapelajaranpengukuranlistrik. Hal ini ditunjukkan olehpeningkatanhasil belajarsiswa yang bermasalahdarisiklus I, II dan III.Pada siklus I AchmadIsma'ildan Aziz RahmawanDwi Putra berhasilmeraihnilaidiatasstandarketuntasan minimum (SKM). Persentasekeseluruhan ranah pengetahuanpadasiklus I adalah 78,85%, ranah sikap mencapai 80,77% dan ranah keterampilan mencapai 84,62%. Pada siklus II Daniel Reynaldi Hariono, Al-qodim Abi Asa danDhikaLesmanaberhasilmeraihnilaidiatas SKM.Persentase ketuntasan hasil belajar siswa siklus II pada ranah pengetahuan adalah 88,46%, ranah sikap mencapai 92,31% serta ranah keterampilan mencapai 92,31%. Pada siklus III Andika Ahmad ArdiantodanAndhikaDwiPrasetya Putra berhasilmeraihnilaidiatas SKM.Persentase ketuntasan hasil belajar siswa siklus III pada ranah pengetahuan adalah 96%, ranah sikap 96% dan ranah keterampilan mencapai 96%.

Penerapan model power teaching dan cooperative script untuk meningkatkan keterampilan menulis bahasa Indonesia dalam meringkas isi wacana cerita kelas V SDN Ketawanggede I Kota Malang / Mertha Tyananda Putri

 

Kata Kunci: model power teaching, model cooperative script, keterampilan menulis Bahasa Idoesia, meringkas isi wacana. Berdasarkan fakta yang ditemukan peneliti terdapat permasalahan yang terjadi dikelas V SDN Ketawanggede I Kota Malang dalam keterampilan menulis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia khususya dalam merigkas isi wacana. Berdasarkan hasil wawacara yang dilakukan oleh peneliti dengan guru kelas V di SDN Ketawanggede I Kota Malang, menjelaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran masih mengandalkan guru sepenuhnya atau masih teacher centered. Guru lebih sering meggunakan ceramah, penugasan yang dilakukan secara individu sehingga siswa merasa cepat bosan dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini, yaitu: (1) mendeskripsikan penerapan model power teaching dan cooperative script pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V dalam meringkas isi wacana cerita, (2) medeskripsikan peningkatan keterampilan menulis Bahasa Indonesia dalam meringkas isi wacana cerita kelas V SDN Ketawanggede I Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain PTK yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus mempunyai 4 tahapan, yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan dan pengamatan, (3) refleksi, dan (4) perbaikan rencana. Pelaksanaan siklus II sama dengan siklus I yang terdiri atas 4 (empat) tahapan. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti didapatkan hasil yaitu: (1) Dengan menggunakan langkah-langkah model power teaching dan cooperative script, keterampilan menulis siswa menjadi meningkat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dalam keterampilan menulis dalam meringkas isi wacana cerita, yang mana pada siklus I siswa hanya menuliskan kembali cerita sedangkan pada siklus II siswa telah meringkas isi wacana dengan menggunakan bahasa mereka sendiri dengan mempertimbangkan ejaan dan isi dari wacana cerita tersebut, (2) peningkatan hasil belajar dalam keterampilan menulis khususnya meringkas isi Penerapan model cooperative script dan power teaching pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VA SDN Ketawanggede I terbukti meningkatkan keterampilan menulis siswa. Kelebihan dari kedua model tersebut yaitu model power teaching dan cooperative script membangun komunikasi antar siswa, sehingga antusiasme dan konsentrasi dapat dibangun dengan menggunakan model ini. Kelemahan dari kedua model tersebut yaitu berpotensi kelas menadi gaduh dan memancing siswa untuk bermain-main. Berdasarkan penelitian ini disarankan bagi guru diharapkan dapat menciptakan suatu inovasi dalam pembelajaran seperti penggunaan model pembelajaran dan mengkombinasikannya dengan beberapa metode pembelajaran yang cocok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

Upaya meningkatkan keterampilan passing bawah dan passing atas permainan bolavoli dengan variasi permainan untuk siswa kelas VIII B di SMP Taman Siswa Kota Malang / Ahmad Fauzi

 

ABSTRAK Fauzi, Ahmad. 2016. “Upaya Meningkatkan Keterampian Teknik Passing Bawah Dan Passing Atas Permainan Bolavoli Dengan Variasi Permainan Untuk Siswa Kelas VIII B Di Smp Taman Siswa Kota Malang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata Kunci: Permainan Bolavoli, Passing bawah, Passing atas, Variasi Permainan Permainanbolavoli adalah permainan yang dimainkan oleh dua tim pada satu lapangan dan setiap tim terdiri dari enam orang, untuk memainkan bola di lambungkan melewati net sebelum menyentuh tanah dan dimainkan dengan penerapan teknik yang benar.Pada observasi awal yang dilakukan di kelas VIII B SMP Taman Siswa Kota Malang diketahui bahwa keterampilanpassingbawah dan passingatas siswa masih kurang. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan keterampilanteknikpassingbawah danpassing atas permainan bolavoli dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di kelas VIII B SMP Taman Siswa Kota Malang dengan menggunakan variasi permainan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan menggunakan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahapyaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Taman Siswa Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan teknik passingbawah danpassing atas pada siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan variasi permainan. Pembelajaran dengan variasi permainan dilakukan dalam dua siklus, yaitu tiga pertemuan disiklus pertama dan tiga pertemuan disiklus kedua. Tingkat keberhasilan siswa pada siklus pertamapassing atas sebanyak 66%, passing bawah 69%, pada siklus keduapassing atas sebanyak 83%, sedangkan passing bawah 86%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa dalam penerapan pembelajaran keterampian teknik passingbawah dan passingatas permainan bolavoli dengan variasi permainan dapat meningkatkan keterampilan teknik passingbawah maupun passingatas pada siswa kelas VIII B SMP Taman Siswa Kota Malang.

Hubungan antara perhatian orang tua dan perkembangan bahasa anak Play Group di TA Ar-Ridlo Malang / Eriqa Pratiwi

 

Kata Kunci: Perhatian, Perkembangang Bahasa Anak Play Group Cara bicara anak sangat dipengaruhi oleh perhatian orang tua yang di-berikan. Perhatian orang tua akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskipsikan tingkat perhatian orang tua di TA Ar- Ridlo Malang tahun ajaran 2011/2012. (2) Mendiskripsikan tingkat perkembangan bahasa anak Play Group di TA Ar-Ridlo tahun ajaran 2011/2012. (3) Mendiskripsikan hubungan perhatian orang dan perkembangan bahasa anak Play Group di TA Ar-Ridlo tahun ajaran 2011/2012. Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas (X) perha-tian orang tua, dan variabel terikatnya (Y) perkembangan bahasa anak Play Group. Penelitian ini merupakan penenilitian sensus yaitu semua populasi menjadi responden penelitian yaitu 26 anak Play Group yang terdiri dari 17 anak laki-laki dan 9 anak perempuan di TA Ar-Ridlo Malang. Penelitian ini menggunakan skala atau angket sebagai intrumen penelitian, kemudian di olah menggunakan teknik analisis korelasi yang bertujuan mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel X dan variabel Y. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan ada korelasi positif dan signi-fikan antara perhatian orang tua dan perkembangan bahasa anak Play Group di TA Ar-Ridlo Malang pada tahun ajaran 2011-2012. Pengaruh yang tinggi ini ter-bukti dari nilai R Square yang mencapai 0,680 atau 68%. Hasil tersebut diperoleh dari hasil positif dan signifikan yang ditunjukkan melalui hasil analisis data menggunakan SPSS 18.00 Saran diberikan kepada perhatian orang tua untuk meningkatkan perha-tian melalui komunikasi yang baik antara anak dengan orang tua sehingga tercipta lingkungan yang mendukung perkembangan bahasa anak.

Peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPS melalui metode group investigasi (GI) siswa kelas IV SDN Kiduldalem I Kecamatan Klojen Kota Malang / Leonardus Ngoyem

 

Kata kunci: Group Investigasi (GI), aktivitas dan hasil belajar, IPS SD. Dari hasil observasi serta wawancara dengan guru kelas IV Malang tentang metode yang digunakan oleh guru masih menggunakan metode ceramah, tanya-jawab, pemberian tugas dan jarang menggunakan metode-metode atau pendekatan yang baru (inovatif), seperti pembelajaran kooperatif dan lainnya, mengakibatkan siswa malas dan enggan belajar IPS, hasil belajar yang dicapai pun tidak maksimal.hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa pada hasil pre test yaitu = (15.85%) yang tuntas =7/(25.92), dan yang tidak tuntas = 20/(74.07) Sehingga perlu adanya tindakan yang inovatif dalam pembelajaran. Berdasarkan pada masalah tersebut maka peneliti bermaksud mengadakan upaya perbaikan pembelajaran dengan menawarkan salah satu metode yang dianggap mampu yaitu metode Group Investigasi. untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kiduldalem I yang mencakup pemahaman konsep dan kemampuan kerjasama antar siswa. pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif metode Group Investigasi (GI). Group Investigasi (GI) terdiri atas enam komponen antara lain Seleksi topik dan pembagian kelompok, Merencanakan kerja-sama, Implementasi, Analisis dan sintesis, Penyajian hasil akhir, Evaluasi. Pembelajaran dilakasanam pada mata pelajaran IPS khususnya materi pokok Perkembangan teknologi komunikasi. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Kiduldalem I Kecamatan Klojen Kota Malang yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara, dan tes selama proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk Peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPS melalui Metode Group Investigasi (GI) siswa kelas IV SDN Kiduldalem 1 Kecamatan Klojen Kota Malang. Dengan analisis data secara kualitatif, dan penelitian tindakan secara kolaboratif. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa (1 Penggunaan metode Goup Investigasi (GI) dapat meningkatka aktivitas siswa secara individu dan kelompok khususnya dalam proses pembelajaran untuk memahami materi Ilmu Pengetahuan Sosial hal ini terbukti bahwa dalam proses pembelajaran siswa yang belajar aktif guru hanya menjadi fasilitator yang menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek koqnitif, afektif dan psikomotor.sehingga terbukti bahwa aktivitas yang dilakukan siswa yaitu baik secara individu maupun secara kelompok terjadi peningkatan dengan baik.(2 Dampak dari pembelajaran kooperatif metode Group Investigasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari perbandingan hasil belajar pra tindakan yang memperoleh presentase nilai rata-rata kelas 58.70% dengan tingkat keberhasilan siswa secara individu 25.92% dan tingkat ketidak berhasilan siswa 74.07%, pada siklus I meningkat menjadi, prensentase nilai rata-rata kelas 69,44%, dan tingkat keberhasilan siswa meningkat menjadi 44,44%, sedangkan tingkat ketidak berhasilan siswa menurun menjadi 55,55%. Sedangkan pada siklus II meningkat lagi menjadi, presentase nilai rata-rata kelas mencapai 81.89%, tingkat keberhasilan siswa menjadi 82. 75% dan tingkat ketidak berhasilan siswa menurun menjadi hanya 17. 24%. Berdasarkan pada hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode Group Investigasi dapat meningkatkan Aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN KidulDalem I,yang mana siswa telah mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok dan hasil belajar pun meningkat.

Perancangan geographical mapping wisata peternakan digital berbasis virtual reality / Dian Kurnia Pambudi

 

ABSTRAK Pambudi, Dian Kurnia. 2016. Perancangan Geographical Mapping Wisata Peternakan Digital Berbasis Virtual Reality. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Andy Pramono, S.Kom, M.T. (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Perancangan, Wisata Digital, Virtual Reality, Peternakan. Peternakan di Indonesia merupakan potensi yang sangat besar baik dari hasil susu atau daging. Generasi-generasi kedepan sebaiknya melestarikan hal ini dan mengembangkan menjadi lebih baik. Wisata adalah salah satu cara mengenalkan hal-hal tersebut kepada anak-anak agar timbul ketertarikan sejak dini. Media wisata adalah faktor penunjang keberlangungan dan ketertarikan masyarakat terhadap sektor usaha ini, namun untuk anak-anak akan terhambat oleh faktor keamanan mereka terhadap penyakit-penyakit hewan yang sangat kuat dan mudah menyebar. Wisata virtual adalah solusi untuk permasalahan tersebut. Wisata Virtual yang telah ada berupa foto-foto melalui blog, video, dan foto 360. Namun, media-media yang ada tersebut dikhususkan untuk dewasa, yang telah mampu mengakses dan memahami penggunaan media-media tersebut. Peternakan juga perlu dikenalkan kepada anak-anak agar mereka mengetahui proses dan pembagian wilayah apa saja yang ada di dalam peternakan sapi. Sehingga untuk mennyampaikan informasi peternakan ini membutuhkan media lain yang sesuai dan juga disukai anak-anak, salah satunya adalah virtual reality. Konten dalam wisata digital melalui virtual reality kan menarik perhatian anak untuk berpetualang di dalamnya. Virtual reality yang menawarkan cara baru menikmati suasana ini ditambahkan dengan lingkungan animasi tiga dimensi dengan warna dan tekstur akan banyak disukai anak-anak. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural, yaitu model perancangan yang bersifat deskriptif dimana menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan sebuah produk dimana menggunakan prosedur yang dikemukakan oleh Bruce Archer. Langkah-langkah prosedural yang dilakukan dalam proses perancangan ini dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Perancangan ini menghasilkan wisata digital virtual reality yang menjelaskan pembagian-pembagian lokasi pada peternakan sapi perah yang perlu disampaikan kepada anak. Virtual reality ini berupa aplikasi android berformat .apk sebagai media utama, sedangkan untuk media pendukung berupa augmented reality, x-banner, poster, cover CD, T-shirt, dan stiker.

Pengaruh budaya organisasi dan jiwa intrapreneurship terhadap kinerja karyawan (studi pada karyawan PT. Hero Sakti Motor Gemilang Malang) / Wahyu Agung Handono

 

Kata Kunci: budaya organisasi, jiwa intrapreneurship, kinerja Di Indonesia perusahaan yang bergerak di sektor bisnis dan industri manufaktur di bidang otomotif memiliki peran penting dalam meningkatkan kondisi perekonomian. Kemampuan produksi dan permintaan produk otomotif yang besar, membuat persaingan menjadi sangat ketat, perusahaan yang bergerak di industri otomotif dituntut meningkatkan kinerja karyawan agar kualitas produk dan pelayanan menjadi optimal. Budaya organisasi dan jiwa intrapreneurship yang dipandang sebagai variabel bebas yang mempengaruhi peningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan jiwa intrapreneurship yang ada di PT Hero Sakti Motor Gemilang Malang terhadap kinerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan PT Hero Sakti Motor Gemilang Malang yang berjumlah 110 orang, didapatkan sampel sebanyak 86 orang dari teknik random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu budaya organisasi (X1), jiwa intrapreneurship (X2), dan variabel terikat kinerja karyawan (Y). Analisis data yang dipakai adalah analisis regresi linear berganda dan analisis statistik deskriptif. Secara parsial dapat dikatakan bahwa setiap variabel bebas berpengaruh secara nyata pada variabel terikat. Didapatkan koefisien sebesar 0.454 dari analisis regresi berganda, hasilnya variabel intrapreneurship (X2) memiliki pengaruh terbesar dalam dalam penelitian ini. Secara simultan, didapatkan hasil pengaruh total variabel budaya organisasi (X1) dan variabel jiwa intrapreneurship (X2) pada variabel kinerja karyawan (Y) adalah sebesar 0.553 atau sekitar 55.3%, dan sisanya sebesar 44.7% dipengaruhi oleh variabel lain, maka hipotesis yang diterima adalah hipotesis Ha dan dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama terdapat pengaruh yang nyata dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar PT Herosakti Motor Gemilang Malang selalu meningkatkan dan mempertahankan budaya organisasi yang menghargai kreatifitas, inovasi serta rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Karena dengan dihargainya kreatifitas karyawan tersebut maka akan muncul ide-ide atau gagasan yang baik untuk organisasi maupun kinerjanya itu sendiri dan jiwa intrapreneurship akan terbentuk.

Perancangan buku pop up "Oca Sahabat Primata" untuk anak sekolah dasar / Karnellia Siska Kristiningrum

 

ABSTRAK Kristiningrum, Karnellia Siska. 2016, Perancangan Buku Pop Up “Oca Sahabat Primata” Untuk Anak Sekolah Dasar. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn., M.Sn., (II) H. J. Hendrawan, S.Sn, M.Ds. Kata Kunci: Pop Up, Primata. Menurut IUCN beberapa macam primata asli Indonesia telah masuk daftar punah, yaitu: Kukang Jawa, Orangutan Sumatera, dan Simakobu. Pembuatan buku pop ini bertujuan sebagai sarana belajar dan pengenalan anak terhadap jenis primata yang terancam punah. Belum banyak media untuk anak-anak yang membahas primata asli Indonesia, maka dari itu perlu dibuat media yang mengenalkan kepada anak tentang beberapa jenis primata asli Indonesia yang terancam punah, penyebab, dan cara penanganannya. Perancangan media ini menggunakan model prosedural yang bersifat deskriptif milik Yongky Safanayong dan Sanyoto. Sanyoto yang memilih urutan langkah dari penentuan latar belakang dan tujuan masalah perancangan, identifikasi data, analisa, konsep perancangan, proses produksi, dan desain final. Perancangan ini menghasilkan ensiklopedia yang memuat tema primata asli Indonesia yang terancam punah, memiliki dimensi ukuran 24 x 3 x 20 cm, terdiri dari 22 halaman. Menggunakan unsur visual kartun dengan pemakaian warna-warna pastel dan cerah yang sesuai untuk anak-anak didukung dengan media lain seperti t-shirt, tumbler, tas, pin, x-banner, buku panduan,dan poster. Melalui hasil perancangan media ini, diharapkan anak-anak bisa mengetahui beberapa macam primata asli Indonesia yang terancam punah, yaitu Kukang Jawa, Orangutan Sumatera, Simakobu.

Perancangan video sebagai media promosi batik Druju / Rifky Bima Ramadhani

 

Redesain kemasan "Belvia" Surabaya sebagai upaya peningkatan daya saing produk / Shella Mutiara Ambar Sari

 

ABSTRAK Sari, Shella Mutiara Ambar 2016. Redesain Kemasan “Belvia” Surabaya Sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing Produk.Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni Dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sarjono, M.Sn (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn Kata Kunci : Redesain kemasan, oleh-oleh khas surabaya, daya saing produk “Belvia” merupakan home industry di kota Surabaya yang bergerak dibidang bakery dan pastry. Produk unggulan dari “Belvia” adalah mini pie yang merupakan oleh-oleh khas kota Surabaya. Namun sampai saat ini kemasan yang digunakan masih sederhana dan belum mampu untuk bersaing dengan produk oleh-oleh khas Surabaya lainnya. Beberapa konsumen “Belvia” berpendapat desain kemasan mini pie yang digunakan belum maksimal dan masih sederhana. Melihat permasalahan ini “Belvia” memerlukan perancangan untuk redesain kemasan mini pie. Desain kemasan yang akan dirancang disesuaikan dengan kebutuhan dan mengacu kepada teori desain kemasan, prinsip desain kemasan, manfaat desain kemasan, dan aspek-aspek yang berkaitan erat dengan desain kemasan. Metode yang digunakan untuk meredesain kemasan mengacu pada metode Bruce Archer, yaitu metode perancangan prosedural atau disebut juga perancangan deskriptif. Melalui hasil proses pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemasan yang diperlukan untuk “Belvia” mini pie adalah kemasan primer dan sekunder. Hasil data yang telah dikumpulkan diproses melalui analisis sebagai langkah awal memvisualkan hasil desain berupa konsep redesain yang akan digunakan dalam merancang. Setelah konsep tersusun tahapan selanjutnya adalah mevisualkan hasil desain final serta wujud nyata aplikasi redesain kemasan “Belvia” mini pie. Dengan adanya redasain kemasan mini pie “Belvia” diharapkan daya saing antara produk mini pie “Belvia” lebih unggul dibandingkan dengan produk oleh-oleh lainnya.

Peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi melalui pendekatan proses menulis di kelas IV SDN Margomulyo 02 Kabupaten Blitar / Erika Puspitasari

 

Kata Kunci : menulis, karangan deskripsi, pendekatan proses menulis Berdasarkan hasil observasi pratindakan, ada beberapa permasalahan dalam pelaksanaan menulis karangan deskripsi di antaranya, siswa kesulitan dalam menemukan ide atau gagasan, belum mampu mengembangkan paragraf dengan baik, belum mampu menceritakan rangkaian peristiwa yang terjadi secara runtut dalam bentuk bahasa tulis, dan kurang termotivasi mengikuti pembelajaran menulis. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan pendekatan proses menulis dalam keterampilan menulis karangan deskripsi di kelas IV SDN Margomulyo 02 Kabupaten Blitar dan, (2) mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi melalui pendekatan proses menulis di kelas IV SDN Margomulyo 02 Kabupaten Blitar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus I terdiri dari 3 kali pertemuan dan Siklus II terdiri dari 2 kali pertemuan. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas IV yang berjumlah 14 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes tulis, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan proses menulis dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa pada setiap tahap. Pada pembelajaran pratindakan nilai rata-rata siswa sebesar 63, siklus I sebesar 80, dan siklus II sebesar 87. Persentase ketuntasan belajar siswa pada pratindakan sebesar 36%, siklus I sebesar 71%, dan siklus II sebesar 93%. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu dengan menggunaan pendekatan proses menulis dalam pembelajaran bahasa Indonesia tentang menulis karangan deskripsi terbukti dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas IV dalam menulis karangan deskripsi. Maka disarankan agar guru menggunakan pendekatan proses menulis dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis karangan.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-square-share pada mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang dalam matakuliah landeskunde II / Desy Faristya Ergananti

 

Ergananti, Desy Faristya. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Square-Share pada Mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang dalam Matakuliah Landeskunde II. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Iwa Sobara, S.Pd, M.A., (II) Dudy Syafruddin, S.S, M.A. Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif, Think-Pair-Square-Share, Landeskunde II     Think-Pair-Square-Share merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini menuntut mahasiswa untuk belajar secara mandiri dan sekaligus dapat bekerjasama dengan teman dalam kelompok untuk memahami materi yang dipelajari. Think-Pair-Square-Share menjadi alternatif dalam pembelajaran yang biasanya dilaksanakan dengan cara presentasi kelompok dan diskusi tanya jawab seperti pada matakuliah Landeskunde II di Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang.     Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa offering B Jurusan Sastra Jerman tentang materi pada matakuliah Landeskunde II setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Square-Share. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang angkatan 2013. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa offering B Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2013. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes, dan angket. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa offering B tentang materi Verbraucherschutz in Deutschland berdasarkan nilai tes yang diperoleh setelah penerapan Think-Pair-Square-Share termasuk dalam kategori baik. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa penerapan Think-Pair-Square-Share sangat efektif jika diterapkan pada matakuliah Landeskunde II, karena membuat mahasiswa aktif selama perkuliahan.

Perencanaan mesin penyerut rotan
oleh Amin Slamet

 

Analisis motif ragam hias wuwung hias gerabah di sentra "Sumber bangun Sarana Genteng" Kabupaten Trenggalek / Yudha Penaeusha Muridno

 

ABSTRAK Penaeusha Muridno, Yudha. 2016. Analisis Motif Ragam Hias Wuwung Hias Gerabah di Sentra Sumber Bangun Sarana Genteng Kabupaten Trenggalek. Skripsi. Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyanto, M. Hum, (II) Ike Ratnawati S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Wuwung Hias Gerabah, Motif Ragam Hias, Sumber Bangun Sarana Genteng, Trenggalek. Wuwung hias gerabah merupakan salah satu bagian dari ragam hiasan atap rumah tradisional Jawa yang keberadaannya mulai menghilang seiring perkembangan zaman. Dari permasalahan tersebut penelitian ini penting dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan dan memberikan pemahaman mengenai bentuk, maksud, motif hias dan prinsip organis estetik yang terkandung pada masing-masing bentuk wuwung hias gerabah yang dijadikan objek penelitian. Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian di sentra Sumber Bangun Sarana Genteng yang berada di Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam pengumpulan data, diperoleh sumber data primer yaitu hasil wawancara pada pemilik sentra dan perajin. Data sekunder diperoleh dari buku terkait dan dokumentasi. Pada penelitian ini, ditemukan enam macam bentuk wuwung hias yang dijadikan objek penelitian yaitu: Wuwung gunungan sebagai lambang ketrentraman, wuwung ular naga sebagai lambang penolak bencana, wuwung peksi garudha sebagai lambang pemberantas kejahatan, wuwung mustaka sebagai simbul ke Islaman, wuwung mahkota Kresna sebagai simbul tokoh Kresna dan wuwung mahkota Gatotkaca sebagai simbul dari tokoh. Pada ke enam wuwung hias tersebut ditemukan beberapa motif hias yang dapat dibedakan menjadi dua motif yaitu: Motif Organis yaitu motif hias lung-lungan, motif sulur, dengan bentuk daun, bunga dan tangkai yang telah mengalami stilasi dan terdapat bentuk hewan yaitu naga dan burung garuda. Motif geometris berupa motif hias jlamprang, tlacapan, kawung dan lereng yang divisualisasikan dengan bentuk garis lurus, garis patah-patah, lingkaran, setengah lingkaran dan segitiga. Prinsip organisasi estetik pada ke enam wuwung hias tersebut ditinjau dari keselarasan yaitu adanya perulangan motif yang sama. Keseimbangan, terdapat kesimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informan (asimetris). Kesebandingan terjalin dengan adanya perpaduan besar dan kecil pada motif hias. Ritme tercapai dengan adanya motif yang saling berhubungan. Pusat perhatian terdapat pada motif hias yang proporsinya paling besar. Saran bagi masyarakat Jawa diharapkan untuk tetap melestarikan wuwung hias gerabah yang merupakan salah satu peninggalan ragam hias Indonesia yang patut untuk dilestarikan. Bagi pendidikan, diharapkan bisa dijadikan bahan ajar yang bermuatan lokal sehingga menjadi sumber belajar siswa. Bagi peneliti selanjutnya, bisa dijadikan referensi dalam penelitian seni ragam hias budaya Indonesia.

Analisis kesalahan gramatika dalam berbicara mahasiswa Jurusa Sastra Jerman Universitas Negeri Malang berdasarkan taksonomi siasat permukaan / Lisa Anggraini

 

Kata Kunci: kesalahan gramatika, berbicara, taksonomi siasat permukaan. Keterampilan berbicara sebagai bentuk dari keterampilan berbahasa lisan mempunyai peran yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, baik di masyarakat maupun di dalam lingkungan pendidikan. Dalam pembelajaran bahasa, khususnya pada keterampilan berbicara bahasa asing, siswa atau mahasiswa dituntut agar dapat berbicara. Meskipun demikian, berbahasa lisan itu tidak mudah, terlebih jika berbicara dalam bahasa asing, seperti bahasa Jerman. Sehubungan dengan hal tersebut, keterampilan berbicara bahasa Jerman diajarkan secara formal di Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang pada beberapa matakuliah, salah satunya adalah matakuliah Freier Vortrag. Berdasarkan fakta yang terdapat di lapangan, kesalahan gramatika masih mewarnai bahasa lisan pembelajar pada matakuliah Freier Vortrag. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan analisis kesalahan gramatika yang dilakukan oleh mahasiswa dalam berbicara pada matakuliah Freier Vortrag. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan gramatika berdasarkan taksonomi siasat permukaan yang dilakukan mahasiswa dalam berbicara pada matakuliah Freier Vortrag. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang angkatan 2008 yang sedang mengikuti matakuliah Freier Vortrag pada tahun ajaran 2011/2012. Adapun data dalam penelitian ini adalah ujaran yang mengandung kesalahan gramatika berdasarkan taksonomi siasat permukaan yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2008 Universitas Negeri Malang pada saat berbicara dalam mata kuliah Freier Vortrag. Untuk memperoleh data, peneliti sebagai instrumen utama dalam penelitian ini menggunakan instrumen bantuan, yaitu alat perekam data. Hasil analisis menunjukkan bahwa masih ditemukan data yang berhubungan dengan kesalahan (1) penghilangan (omission), (2) penambahan (addition), (3) salah formasi (misformation), dan (4) salah susun (misordering).

Evaluasi pelaporan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) pada pemerintah Kota Batu / oleh Ratih Damayanti Wardoyo

 

Peningkatan hasil belajar PKn melalui model pembelajaran Role Playing siswa kelas III SDN Plosoarang 01 Kabupaten Blitar / Anita Lestari

 

Kata Kunci: hasil belajar, pkn, model pembelajaran role playing Data yang diperoleh pada pengamatan awal bahwa pada kegiatan pembelajaran, guru menggunakan model tradisional. Selain itu, data hasil belajar PKn menunjukkan bahwa hasil belajar PKn siswa di bawah KKM. Dari 18 jumlah siswa yang tuntas adalah 3 siswa, sedangkan siswa yang belum tuntas adalah 15 siswa. Hal itu disebabkan siswa belum memahami materi pelajaran, sehingga 83% siswa tidak mencapai KKM yang telah ditetapkan yaitu 70. Berdasarkan hal tersebut, perlu diadakan penelitian yang bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan pelaksanaan model pembelajaran Role Playing pada pembelajaran PKn di kelas III SDN Plosoarang 01 kabupaten Blitar, (2) untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Plosoarang 01 kabupaten Blitar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan pembelajaran PKn melalui model pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar PKn siswa SDN Plosoarang 01. Persentase aktivitas guru pada siklus I sebesar 67%, pada siklus II sebesar 92%. Persentase aktivitas siswa pada siklus I sebesar 70%, pada siklus II sebesar 88%. Sedangkan hasil belajar memperoleh nilai rata-rata pada pratindakan 56, siklus I 68, dan siklus II 82. Ketuntasan belajar pada pratindakan sebesar 17%, siklus I sebesar 44%, dan siklus II sebesar 83%. Dari 18 jumlah siswa yang tuntas adalah 15 siswa, sedangkan siswa yang belum tuntas adalah 3 siswa. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian adalah bahwa kegiatan PKn melalui model pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk itu disarankan agar guru menggunakan model pembelajaran Role Playing karena selain dapat meningkatkan hasil belajar siswa, juga dapat meningkatkan sikap, nilai-nilai untuk memecahkan masalah.

Pengembangan permainan tradisional lompat tali untuk pembelajaran fisik motorik anak kelompok B di TK Tunas Patria Sananwetan Kota Blitar / Erwin Pujo Laksonmo

 

Kata kunci: Pengembangan, Permainan, Lompat Tali, Fisik Motorik Lompat tali merupakan permainan tradisional yang dilaksanakan secara kelompok dengan jumlah pemain yang beragam serta mempergunakan rantai karet gelang. Inti permainan ini adalah anak mampu melompati rantai karet gelang mulai dari ketinggian terendah sampai tertinggi, dan untuk meraih keberhasilan seluruh anggota kelompok harus mampu melompati semua ketinggian yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi terhadap anak kelompok B di TK Tunas Patria Sanawetan Kota Blitar, pembelajaran fisik motorik melalui permainan tradisional lompat tali menggunakan alat rantai karet gelang belum pernah dilaksanakan dan merasa perlu untuk dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan permainan tradisional lompat tali yang diharapkan mudah untuk dilakukan, menyenangkan dan tidak membahayakan bagi anak. Prosedur pengembangan permainan tradisional lompat tali adalah: 1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi, 2) Melakukan perencanaan, selanjutnya dievaluasi oleh para ahli, 3) Mengembangkan bentuk produk awal, 4) Melakukan uji coba kelompok kecil dengan 6 subjek, 5) Melakukan revisi terhadap produk awal, 6) Melakukan uji lapangan utama dengan 42 subjek, 7) Melakukan revisi produk. Intrumen yang digunakan adalah berupa kuesioner berisi tentang rancangan produk dan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Hasil pengembangan ini adalah 93,1% anak mudah melakukan permainan, 95,7% anak senang melakukan permainan dan 95,2% anak tidak berbahaya melakukan permainan. Berdasarkan data hasil pengembangan permainan tradisional lompat tali, maka dapat disimpulkan bahwa permainan tersebut mudah untuk dilakukan, menyenangkan dan tidak membahayakan bagi anak. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diujicobakan kepada kelompok yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain hal tersebut karena penelitian ini hanya terbatas pada pengembangan produk, diharapkan ada penelitian selanjutnya untuk menguji tingkat keefektifan dari produk yang dikembangkan.

Aplikasi penentuan jenis wireles bridge pada instalasi jaringan wireless menggunakan koordinat GPS berbasis android / Pravantio Fazori

 

Kata kunci : wireless bridge, koordinat GPS, android Pada saat ini, manfaat jaringan komputer dan internet sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga banyak orang berlomba-lomba untuk memasang internet di rumah masing-masing. Untuk memperluas jaringan digunakanlah teknologi wireless bride. Dalam pemasangan wireless bridge perangkat keras yang digunakan sebagai alat bantu masih tergolong mahal dan membutuhkan Global Positioning System (GPS) yang berfungsi untuk menentukan posisi yang memiliki keakuratan cukup tinggi. Selain hal diatas proses pemasangan wireless bridge tergolong rumit karena tidak portable, disebut tidak portable karena alat-alat yang digunakan terpisah atau sendiri-sendiri sehingga untuk mengetahui posisi dan jarak memerlukan beberapa alat yang akan menambah biaya pemasangan wireless bridge. Tujuan tugas akhir ini merancang sebuah aplikasi android yang berfungsi untuk membantu pengguna dalam menghitung jarak dua lokasi berdasarkan koordinat GPS dan menentukan access point yang sesuai dengan jarak tersebut. Metode yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah metodologi Sequential Linear Model dengan tahap-tahap sebgai berikut, analysis, design, Implementation dan yang terakhir testing. Hasil pengujian fasilitas penghitungan dua koordinat pada aplikasi ini memiliki hasil yang sama dengan penghitungan melalui google maps yang telah terpercaya. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini terbukti mampu berjalan dengan baik dalam membantu proses penghitungan jarak dua koordinat dan menentukan jenis access point yang sesuai, walaupun masih banyak kekurangan. Salah satunya adalah aplikasi ini belum dilengkapi dengan aplikasi chating. Oleh karena itu untuk pengembangan aplikasi ini perlu ditambahkan aplikasi chating untuk komunikasi langsung antar pengguna.

Upaya meningkatkan kemampuan bahasa melalui metode bermain menggunakan truk pintar pda anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan VII Tenggilisrejo Winongan Pasuruan / Watini

 

Kata Kunci: kemampuan bahasa, truk pintar, metode bermain truk pintar. Kemampuan bahasa sangat penting bagi anak usia dini, kerena merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki anak sebagai persiapan membaca dan menulis untuk memasuki jenjang Sekolah Dasar. Untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak, perlu adanya media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan pada saat pelaksanaan pelajaran membaca. Penggunaan metode bermain truk pintar sangat tepat digunakan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran.Hasil observasi awal ditemukan bahwa anak Tk Dharma Wanita Persatuan VII Tenggilisrejo Pasuruan masih rendah sebelum mengguanakan metode bermain truk pintar. Sebagian anak belum mampu mencapai kriteria ketuntasan yang ditentukan oleh sekolah yaitu 60% dari ketuntasan individu. Tujuan penelitihan ini adalah: 1) Mendeskripsikan penerapan metode bermain truk pintar untuk kemampuan di kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan VII Tenggilisrejo, 2) Mengembangkan kemampuan bahasa anak melalui metode bermain truk pintar di kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan VII Tenggilisrejo. Penelitihan ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan 2 (dua) siklus. Masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitihan ini adalah anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan VII Tenggilisrejo sebanyak 20 anak. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi secara langsung terhadap kegiatan bermain truk pintar anak. Hasil penelitian ini menunjukkan metode bermain truk pintar dapat meninkatkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan VII Tenggilisrejo. Hasil observasi anak mulai dari pratindakan (49) dengan prosentase (15%), meningkat pada siklus I (67) dengan prosentase (45%), dan meningkat lagi pada siklus II (89) dengan prosentase (90%). Kepada guru-guru TK disarankan bisa menggunakan metode bermain truk pintar ini dengan cara memasangkan kartu dengan kata akan memudahkan, motivasi dan menarik minat anak dalam pelaksanaan kegiatan membaca, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa pada saat pembelajaran.

Peningkatan kemampuan motorik halus melalui bermain melipat kertas (origami) pada anak kelompok A2 TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Ika Yuli Kustanti

 

Kata Kunci: Kemampuan Motorik Halus, Bemain Melipat Kertas (origami), Anak Usia Dini Masalah penelitian ini berawal dari observasi di lapangan, diketahui kegiatan bermain melipat kertas (origami) dilakukan hanya 1-2 kali dalam satu minggu, bahkan dalam satu minggu tidak ada kegiatan bermain melipat kertas (origami). Kegiatan peningkatan kemampuan motorik halus anak dilakukan hanya dengan mewarnai gambar. Pemberian penguatan yang diberikan oleh guru sangat terbatas hanya pada anak yang berhasil mengerjakan tugas. Hal ini menyebabkan perlu adanya penelitian tentang peningkatan kemampuan motorik halus melalui bermain melipat kertas (origami) pada anak kelompok A2 TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan rumusan masalah bagaimana penerapan bermain melipat kertas (origami) untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak, apakah kemampuan motorik halus dapat ditingkatkan melalui bermain melipat kertas (origami) pada anak kelompok A2 TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang. Subyek penelitian adalah 13 anak kelompok A2 TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi kegiatan anak, dan hasil karya anak. Analisis data yang digunakan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Langkah pembelajaran bermain melipat kertas (origami) 1) Persiapan alat dan bahan. 2) Menunjukkan hasil lipatan. 3) Anak mengambil alat dan bahan. 4) Guru memberikan penjelasan dengan mempraktikkan cara melipat dan anak langsung menirukan tahapan melipat. 5) Anak menunjukkan hasil lipatan dan memainkannya pada taman tiruan. 6)Pengumpulan hasil karya anak. Hasil penelitian menunjukkan skor keberhasilan pada pra tindakan sebesar 60,3%, siklus I sebesar 70,5% . Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 10,2% dari pra tindakan ke siklus I. Pada siklus I skor keberhasilan mencapai 70,5% dan pada siklus II sebesar 93,6%. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 23,1%. Berdasarkan hasil penelitian kegiatan kemampuan motorik halus dapat dilakukan dengan kegiatan bermain melipat kertas (origami). Disarankan kepada guru dapat menerapkan kegiatan bermain melipat kertas untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Bagi sekolah disarankan penelitian ini dapat dijadikan kebijakan dalam meningkatkan kemampuan motorik halus. Disarakan pada peneliti lain agar dapat menerapkan origami pada perkembangan aspek fisik motorik kasar, kognitif, dan bahasa.

Evaluasi pelaksanaan pengembangan ekowisata Pantai Bedul dn pendapatan masyarakat di Desa Sumbersari Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi / Imelda Prima Valentina

 

Kata Kunci: evaluasi, ekowisata, pendapatan Kabupaten Banyuwangi memiliki 37 obyek wisata yang bisa dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Salah satunya adalah obyek wisata Pantai Bedul yang terletak di Desa Sumberasri. Seiring dengan berjalannya waktu pada tahun 2007 ditandatangani MoU (Memorandum of Understanding) mengenai kerjasama antara Pemerintah Desa Sumberasri dan Balai Taman Nasional Alas Purwo mengenai pengembangan ekowisata Pantai Bedul. Hal ini bertujuan untuk mengalihkan ketergantungan ekonomi masyarakat Desa Sumberasri terhadap Taman Nasional Alas Purwo. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui kondisi Pantai Bedul setelah menjadi ekowisata Pantai Bedul di Desa Sumberasri Kecamatan Purwaharjo Kabupaten Banyuwangi, (2) mengetahui pendapatan masyarakat di ekowisata Pantai Bedul Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode sensus, disebut juga dengan penelitian populasi. Populasi yang diambil adalah masyarakat yang terlibat di ekowisata Pantai Bedul dengan jumlah 53 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Analisis yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan tabulasi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pengembangan ekowisata Pantai Bedul meningkat pada tahun 2009-2010 yakni pendidikan lingkungan hidup. Kenaikan jumlah peserta pendidikan lingkungan hidup meningkat sebesar 841,67%, luas penanaman hutan mangrove meningkat sebesar 200%, jumlah peserta penyuluhan masyarakat meningkat sebesar 66.67%. Sedangkan unsur pendukung pengembangan ekowisata yakni fasilitas, aksesibilitas perbaikan jalan, dan peningkatan sumber daya manusia pada tahun 2009-2010 terjadi penambahan. Kemudian unsur pendukung pengembangan ekowisata Pantai Bedul yakni atraksi, aksesibilitas jumlah kendaraan yang masuk ke ekowisata Pantai Bedul, akomodasi dan pengunjung pada tahun 2009 tidak ada sedangkan pada tahun 2010 ada minat pengunjung terhadap atraksi yang disuguhkan, jumlah kendaraan yang masuk, adanya penginapan yang mendukung sarana akomodasi, dan adanya pengunjung yang datang ke ekowisata Pantai Bedul. (2) Rata-rata pendapatan pokok dan sampingan sebelum dan setelah pengembangan ekowisata Pantai Bedul menunjukkan bahwa pendapatan pokok merupakan penyumbang terbesar dalam meningkatnya pendapatan responden yakni Rp 470.283 dan Rp 693.868.

Analisis kesalahan penulisan huruf kapital dalam karangan narasi pada siswa kelas V SDN Ketawanggede 2 Malang / Yeni Yusella

 

Kata Kunci: analisis kesalahan, penulisan huruf kapital, karangan narasi. Siswa dalam menulis baik itu berupa paragraf atau hanya sebuah kalimat sering melakukan kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan. Kesalahan-kesalahan itu antara lain dalam hal pemakaian unit-unit kebahasaan yang meliputi bentukan kata, kalimat, paragraf, ejaan, tanda baca, dan penulisan huruf kapital yang melanggar kaidah baku bahasa Indonesia sehingga akan menimbulkan bentuk yang tidak diinginkan. Pemakaian bahasa Indonesia tersebut dikatakan melanggar atau menyimpang karena tidak sesuai dengan aturan ragam pemakaian bahasa Indonesia baku. Ragam pemakaian bahasa Indonesia baku merupakan ragam yang dipakai dalam situasi resmi, baik secara lisan maupun tertulis. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskriptif obyektif tentang: (1) wujud kesalahan penulisan huruf kapital dalam karangan narasi siswa kelas V SDN Ketawanggede 2 Malang, (2) tingkat kesalahan penulisan huruf kapital dalam karangan narasi siswa kelas V SDN Ketawanggede 2 Malang, dan (3) faktor-faktor penyebab kesalahan penulisan huruf kapital dalam karangan narasi yang dilakukan oleh siswa kelas V SDN Ketawanggede 2 Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif. Dengan metode ini, kesalahan penulisan huruf kapital yang ditulis oleh siswa dapat dijelaskan. Sesuai dengan metode penelitian yang digunakan, instrumen penelitian dalam penelitian ini ialah peneliti sendiri yang dibantu dengan panduan identifikasi dan analisis data sebagai instrumen pembantu. Subyek penelitian dalam penelitian ini ialah siswa kelas V SDN Ketawanggede 2 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 26 siswa, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Sumber data penelitian ini ialah hasil karangan narasi siswa dan kuesioner siswa. Data penelitian ini berupa data tertulis yang mengkaji wujud kesalahan penulisan huruf kapital, tingkat kesalahan penulisan huruf kapital, dan faktor penyebab kesalahan penulisan huruf kapital yang terdapat dalam karangan narasi yang dilakukan oleh siswa kelas V SDN Ketawanggede 2 Malang. Penganalisisan data dilakukan dengan cara melingkari huruf kapital yang salah dalam karangan narasi siswa, kemudian diklasifikasikan atau dikelompokkan sesuai dengan jenis kesalahannya serta dianalisis wujud dan tingkat kesalahan penulisan huruf kapital. Selanjutnya, peneliti menganalisis faktor penyebab kesalahan penulisan huruf kapital yang terdapat dalam karangan narasi yang dilakukan oleh siswa dengan menggunakan hasil kuesioner siswa. Setelah itu, peneliti melakukan penginterpretasian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) wujud kesalahan penulisan huruf kapital dalam karangan narasi pada siswa kelas V SDN Ketawanggede 2 Malang antara lain: (a) kesalahan penulisan sebagai huruf pertama pada awal kalimat, (b) kesalahan penulisan yang digunakan sebagai huruf pertama petikan langsung, (c) kesalahan penulisan yang digunakan sebagai huruf pertama nama geografi (nama gunung, pantai, kota, lokasi, dan sebagainya), (d) kesalahan penulisan yang digunakan sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah, (e) kesalahan penulisan yang digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang dipakai dalam penyapaan/pengacuan, (2) tingkat kesalahan penulisan huruf kapital dalam karangan narasi pada siswa kelas V SDN Ketawanggede 2 Malang berjumlah 148 atau sebesar 31% termasuk kategori sedikit, akan tetapi 22 dari 26 siswa atau 85% telah melakukan kesalahan penulisan huruf kapital (3) Faktor-faktor penyebab kesalahan penulisan huruf kapital dalam karangan narasi yang dilakukan oleh siswa kelas V SDN Ketawanggede 2 Malang sebab (a) ketidaktahuan atau (b) kekhilafan/kekeliruan. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada: (1) siswa, hendaknya lebih meningkatkan kemampuannya dalam menulis huruf kapital juga dalam pemahaman mengenai unsur kebahasaan yang lain, (2) guru, hendaknya lebih meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia antara lain dengan menggunakan metode pembelajaran bervariasi tidak terbatas pada metode ceramah dan tanya jawab. Selain itu juga lebih banyak memanfaatkan media pembelajaran agar penyampaian materi lebih menarik bagi siswa, (3) Kepala Sekolah, agar selalu memberikan pengawasan terhadap guru dalam kegiatan pembelajaran, sekaligus berupaya mendorong semangat siswa untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik dalam berkomunikasi secara lisan maupun tertulis, (4) peneliti selanjutnya, perlu penelitian lanjutan terutama mengenai metode pembelajaran Bahasa Indonesia pada pokok bahasan menulis.

Analisis perbedaan hari perdagangan terhadap return saham: pengujian monday effect, week four effect, dan April effect di BEI (studi pada perusahaan LQ-45 periode 2007 sampai dengan 2008) / Sonya Ayu Anggraini

 

Kata Kunci: Hari Perdagangan, Return Saham, Monday Effect, Week Four Effect, April Effect. Pasar modal menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan di luar sistem perbankan yang dapat memberikan dana dengan cara relatif lebih mudah. Informasi yang tercermin dalam harga saham akan menentukan bentuk pasar efisien yang dapat dicapai. Hipotesis pasar yang efisien atau efficient market hypothesis sampai saat ini masih menjadi perdebatan yang menarik di bidang keuangan, masih ada pro dan kontra di kalangan praktisi dan akademisi bidang keuangan tentang hipotesis pasar yang efisien. Di satu sisi terdapat banyak penelitian memberikan bukti empiris yang mendukung konsep pasar yang efisien. Namun, disisi lain muncul sejumlah penelitian yang menyatakan adanya anomali pasar, yang merupakan penyimpangan terhadap hipotesis pasar yang efisien. Variabel dalam penelitian ini adalah return saham. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan return yang signifikan antar hari perdagangan (Monday effect), antar minggu perdagangan (Week-four effect), antar bulan perdagangan (April effect). Penelitian ini bersifat deskriptif komparatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan LQ 45 yang berjumlah 66 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2008. Sampel yang diambil sebanyak 20 perusahaan yang dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui akses internet dengan situs www.idx.co.id dan www.finance.yahoo.com. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis Analysis of Variance, one sample t test, independent sample t test dengan bantuan program SPSS 17.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan return yang signifikan antar hari perdagangan (Monday effect), antar minggu perdagangan (Week-four effect), antar bulan perdagangan (April effect). Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah (1) bagi peneliti lain, peneliti yang tertarik dalam mengembangkan penelitian ini, disarankan untuk menambah variabel lain dan menggunakan sampel perusahaan yang lain, serta menambah periode penelitian, (2) bagi calon investor, dapat memberikan informasi agar investor saham bisa melakukan transaksi jual-beli saham kapanpun tanpa perlu memperhatikan hari perdagangan tertentu sebab return saham antar hari perdagangan, minggu perdagangan, maupun bulan perdagangan tidak berbeda secara signifikan.

Pengaruh penggunaan hand puppet terhadap kemampuan menyimak isi dongeng siswa kelas II SDN Sumberkradenan Pakis Malang / Heru Tri Prasetya

 

Kata kunci : Hand puppet, kemampuan menyimak isi dongeng. Hand Puppet dipilih sebagai alternatif media pembelajaran karena media boneka sangat dekat dengan dunia anak-anak dan meskipun Hand Puppet termasuk media visual, akan tetapi media tersebut berguna untuk memvisualisasikan dongeng yang disampaikan oleh guru pada pembelajaran menyimak isi dongeng di kelas II SDN Sumberkradenan Pakis Malang. Dengan menerapkan media Hand Puppet di dalam proses pembelajaran menyimak dongeng, konsentrasi siswa menjadi lebih terfokus terhadap proses pembelajaran, motivasi dan minat siswa terhadap pembelajaran menyimak dongeng dapat lebih ditingkatkan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yang menggunakan rancangan penelitian Quasi Eksperiment dimana menggunakan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Untuk mengukur kemampuan awal kelas kontrol dan kelas eksperimen dilakukan dengan uji kemampuan awal (pretes). Kemudian pada kelas eksperimen diberi perlakuan, setelah perlakuan diberikan, baru diadakan uji kemampuan akhir (postes) untuk kelas eksperimen. Penelitian ini dalam menguji hipotesisnya menggunakan uji regresi, yaitu menguji pengaruh variabel bebas yang terdiri dari Hand Puppet (X) terhadap variabel terikat kemampuan menyimak (Y). Uji hipotesis menggunakan analisis regresi. Uji regresi digunakan untuk tujuan peramalan, dimana dalam model tersebut ada sebuah variabel independen X (bebas) dan variabel dependen Y (terikat). Dalam penelitian ini uji regresi digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel (X) terhadap variabel (Y). Variabel bebasnya (X) adalah proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan Hand puppet dan variabel terikatnya (Y) adalah kemampuan menyimak dongeng siswa kelas II. Pada perhitungan Descriptive Statistics menghasilkan hitungan yaitu, Variabel Y mempunyai rata-rata 81,36 dan standar deviasi 8,335 Variabel X mempunyai ratarata 76,05 dan standar deviasi 6,793. Pada perhitungan Correlations diperoleh perhitungan yaitu Sign. < 0,05 (0,000 < 0,05) maka Ho ditolak sehingga Ha diterima, maka terdapat korelasi antara variabel Y dan X dengan koefisien korelasi sebesar 1,000. Serta pada hasil perhitungan Coefficientsa Reggresion Dari hasil pengolahan dengan SPSS, diperoleh Sign =0,000.Karena Sign. < α (0,000 < 0,05) maka Ho ditolak. Kesimpulannya Ho ditolak sehingga Ha yang diterima, yaitu X berpengaruh terhadap Y. Berdasarkan ikhtisar hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan Hand Puppet terhadap kemampuan menyimak isi dongeng siswa kelas II SDN Sumberkradenan Pakis Malang.

Implementasi model pembelajaran inkuiri dipasu Student Team Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar pada pelajaran biologi siswa kelas X SMA Negeri 02 Batu / Cindy Armei Hariyanti

 

Hariyanti, Cindy Armei. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dipadu Student Team Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan Keterampilan pada Pelajaran Biologi Siswa SMA Negeri 02 Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Istamar Syamsuri, M. Pd., (2) Dr. Betty Lukiati, M.S. Kata Kunci: Inkuiri, Student Team Achievement Divisions (STAD), Keterampilan Proses, Hasil Belajar. Observasi yang dilakukan di kelas X MIPA 3 SMA Negeri 02 Batu diketahui bahwa pembelajaran masih pasif dan tidak berpusat pada siswa. Siswa terbiasa dengan pembelajaran yang hanya diberikan informasi saja yang berakibat pada antusiasme siswa tergolong rendah. Hasil observasi yang telah dipaparkan dapat diketahui bahwa keterampilan proses siswa yang masih rendah dapat berdampak pada hasil belajar siswa yang tergolong rendah. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri dipadu dengan Student Team Achievement Divisions (STAD). Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inkuiri dipadu STAD dalam meningkatkan keterampilan proses serta hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Tahap penelitian tindakan kelas yang dilakukan adalah peerencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan 2 siklus PTK dengan 7 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan tes. Keterampilan proses diukur menggunakan lembar observasi kinerja. Penilaian keterampilan proses meliputi penilaian diskusi dan penilaian laporan. Hasil belajar kognitif diukur dengan menggunakan tes akhir siklus, hasil belajar afektif diukur menggunakan lembar observasi afektif dan hasil belajar psikomotor diukur menggunakan lembar penilaian psikomotor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses dan hasil belajar siswa meningkat. Data yang diperoleh pada kemampuan berpikir kritis yang berupa penialaian diskusi dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 9,56. penilaian laporan dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 7, 22. Hasil belajar kognitif siswa yang dihitung secara klasikal mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 23,53%. Hasil belajar afektif siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 5,59 dan hasil belajar psikomotor mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 4,01. Kesimpulan yang dapat diambil adalah penerapan model pembelajaran inkuiri dipadu STAD dapat menigkatkan keterampilan proses dan hasil belajar siswa kelas X MIPA 3 SMA Negeri 02 Batu.

Kesalahan pemengggalan kata pada tulisan narasi siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus 5 Kecamatan Klojen Kota Malang / Devie Eka Maryanti

 

Kata Kunci: Pemenggalan Kata, Tulisan Narasi, Siswa Sekolah Dasar Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia untuk berinteraksi satu sama lain. Berdasarkan media atau sarana, bahasa terdiri dari dua ragam, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis. Bahasa Indonesia sebagai bahasa tulis memiliki tatanan baku sebagai aturan tetap atau standar sehingga tidak dapat berubah setiap saat. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan negara harus dilestarikan. Salah satu usaha pelestariannya dengan menjadikan salah satu pelajaran pokok yang diberikan sejak jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Aspek mata pelajaran bahasa Indonesia secara umum, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Suatu kegiatan yang menghasilkan tulisan disebut menulis. Salah satu aspek penilaian dalam suatu tulisan adalah kerapian dan kejelasan tulisan dengan menggunakan kosakata, kalimat, ejaan yang benar sehingga dapat dipahami oleh pembaca. Salah satu hal yang termasuk dalam ejaan adalah pemenggalan kata yang merupakan cakupan dari unsur kebahasaan. Berdasarkan hasil observasi di SDN Kauman 03 Malang, banyak ditemukan kesalahan pemenggalan kata. Misalnya kata “pergi” pada kalimat “aku dan keluargaku pergi ke pantai” dipenggal menjadi “pe-rgi”. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kesalahan pemenggalan kata dasar dan kata berimbuhan pada tulisan narasi siswa kelas IV sekolah dasar Gugus V Kecamatan Klojen Kota Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus V Kecamatan Klojen Kota Malang sebanyak 495 siswa. Sampel diambil sebanyak 20% dari populasi, yaitu 99 siswa yang diambil dengan teknik probability sampling jenis random sampling. Data dikumpulkan dengan cara mendokumentasikan hasil tulisan narasi siswa kemudian dianalisis pemenggalan kata yang terjadi dengan menggunakan rumus persentase. Temuan penelitian berupa enam tipe kesalahan, yaitu (1) salah karena huruf-hurufnya tidak sempurna, (2) salah karena pemenggalannya tanpa tanda hubung, (3) salah karena pemenggalan kata tidak tepat, (4) salah karena pemenggalan tidak tepat dan tanpa tanda hubung, (5) salah karena huruf tidak sempurna dan tanpa tanda hubung, dan (6) salah karena huruf tidak sempurna dan pemenggalan tidak tepat. Faktor penyebab kesalahan ada dua, yaitu faktor kecerobohan dan faktor ketidaktahuan. Berdasarkan hasil penelitian, kesalahan pemenggalan kata dasar pada tulisan narasi siswa kelas IV sekolah dasar gugus V Kecamatan Klojen Kota Malang sebesar 32,75%, yaitu 245 kata dari 748 kata dasar. Kesalahan pemenggalan kata berimbuhan pada tulisan narasi siswa kelas IV sekolah dasar gugus V Kecamatan Klojen Kota Malang sebesar 49,55%, yaitu 167 kata dari 337 kata berimbuhan. Oleh karena itu, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia kelas IV untuk merancang Lembar Panduan Pengeditan (LPP) untuk membantu siswa menemukan kesalahan pemenggalan kata pada tulisannya secara mandiri. Rekomendasi dari penelitian ini ditujukan kepada peneliti lain untuk meneliti pengaruh LPP terhadap peningkatan kemampuan siswa dalam memenggal kata.

Peningkatan kemampuan menulis sinopsis cerita melalui pemodelan pada kelas V SDN Kalipang 03 Kabupaten Blitar / Mujiasih

 

Kata kunci: menulis sinopsis cerita, pemodelan. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa siswa kelas V SDN Kalipang 03 Kabupaten Blitar memiliki kemampuan menulis sinopsis cerita yang rendah, maka perlu diadakan penelitian untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil penerapan teknik pemodelan untuk meningkatkan kemampuan menulis sinopsis cerita siswa kelas V SDN Kalipang 03 Kabupaten Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menulis sinopsis cerita melalui pemodelan dapat meningkatkan hasil sinopsis cerita siswa kelas V SDN Kalipang 03 yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata pada pratindakan 57, siklus I pertemuan 1 69, siklus I pertemuan 2 sebesar 80 dan siklus II 82. Ketuntasan belajar pada pratindakan sebesar 59%, siklus I pertemuan 1 sebesar 66%, siklus I pertemuan 2 sebesar 76%, dan siklus II 90%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran menulis sinopsis cerita melalui pemodelan dapat meningkatkan hasil belajar menulis sinopsis cerita siswa kelas V SDN Kalipang 03 Kabupaten Blitar. Oleh karena itu guru disarankan untuk menerapkan pemodelan dalam melaksanakan pembelajaran menulis sinopsis cerita.

Das image Indonesiens und sein einfluss auf die reiseentscheidung auf den Deutschen tourismusmarkt / Rizky Dian Sari

 

Schlüsselwörter: Tourismus, Image, Reiseentscheidung, Indonesien Tourismus stellt weltweit gesehen eine der Boom-Branchen der Wirtschaft. Außerdem verbucht kein anderer Wirtschaftszweig global gesehen so viel Umsatz und sichert so viele Arbeitsplätze wie der Tourismusbereich. Deswegen nimmt der Wettbewerb unter den Urlaubszielen immer weiter zu, um mehr Touristen zu gewinnen. Heutzutage wird die Destinationslandschaft zunehmend diversifizierter. Es ist schwierig für die Reisenden bei der Entscheidungsfindung mit einer Vielzahl von Destinationsangeboten, so dass die Reiseentscheidung nicht mehr leicht zu treffen ist. In der Dienstleistungsbranche Tourismus spielen sowohl materielle Faktoren wie beispielsweise Reisekosten, Verkehrsmittel oder die Entfernung der Reiseziele, als auch immaterielle Faktoren wie Image, eine sehr große Rolle. Diese liegen im Fokus der Überlegungen, wenn eine Reiseentscheidung getroffen wird. Diese Arbeit beschäftigt sich mit dem Image Indonesiens bei den deutschen Touristen, weil die Deutschen eine wichtigste Quellnation des internationalen Reiseverkehrs sind und behandelt die Frage, ob die vielen Probleme in Indonesien wie beispielsweise Tsunamis, Naturkatastrophen, Bombenattentate, Vogelgrippe, sowie Flugzeugunglücke ein schlechtes Image Indonesiens verursachen und ob diese Probleme die Reiseentscheidung der deutschen Touristen beeinflussen. Weiterhin soll basierend auf die Ergebnisse der Arbeit gezeigt werden, welche Maßnahmen Indonesien durchführen muss, damit der Tourismus Indonesiens in in der Welt wird. Im Rahmen dieser Arbeit werden empirische Untersuchungen verwendet. Eine Erhebung unter den deutschen Studenten wurde durchgeführt, da die deutschen Studenten als potentielle Touristen für Indonesien ansehen werden. Im Ergebnis wird deutlich, dass das Image der Urlaubsdestination Indonesien bei den Deutschen nachweislich einen Einfluss auf die Reiseentscheidung hat. Hier wird basierend auf die Ergebnisse der Arbeit empfohlen, dass Indonesien zuerst seine Realität verbessern sollte und dann müsste eine entsprechende Kommunikation nach außen durchgeführt werden. Schließlich sollte auch eine Image-Kontrolle durchgeführt werden, weil nur so ermittelt werden kann, in wieweit zwischenzeitliche Maßnahmen das Image Indonesiens in die gewünschte Richtung verändert haben.

Studi perbandingan bilangan peroksida antara minyak kelapa proses kering dan minyak kelapa proses enzimatik / oleh Krisyani

 

Minyak keiapam engandungk omponenn utrisiy ang diperlukano leh tubuh manusiaB. erbagaic ara dilakukan untuk memperolehm inyak dari dagingb uah kelapa baiks ecaratr adisionaml aupunm odern.M inyak kelapap rosesk ering merupakan minyaky angd iperolehd ari perusakans istem emulsi minyakd alamd agingb uah kelapam elaluip cmanasanp arutand agingb uahk elapa.S edangkanp adap roses enzimatikp erusakans isteme mulsi melalui penambahaenn zlmv ang mampu memecaphr otein.E nzim tersebuta dalahe nzim paparns ebagaei nzrmp rotcolrtrkk uat dalamp engambilanm inyakk elapad an dagingb uah kelapa.A danyap erbedaan pengambilamni nvaki ni dapatm empengaruhkiu alitasm inyaky angd ihasilkan. Bilanganp eroksidam erupakann ilai terpentingu ntuk menentukand era.lat ketengikanp adam inyak.D enganm cngetahubi esarnyab ilanganp croksidad apat diketahukiu alitasm inyakt ersebutD alamp enelitianrn i akand iukurb tlangan peroksidpaa dam asing-masinmg inyaky angm empunyapi rosesb erbcdaA. nalisis datay angd igunakana dalahd iskriptrfk uantitatit'. Llerdasarkahna siIp enelitiand apatd isimpulkanb ahwaa dap erbedaan bilanganp eroksrdaa ntaram inyak kelapap rosesk enng dan min-vakk elapap roses enzimatikP. erbedaapne ningkatabnr langanp eroksidam rnyak kelapap roses enzimatikle bih ta1amd ibandingkand enganm inyakk elapap rosesk ering Pada minggu keenam bilangan peroksida minyak kelapa proses enzimatik tclah mencapar batasm inimumy angd itentukano leh Sll yaitu5 .425m g O2r'gm inyak.S edangkan minyak kelapa proses kering masih di bawah batas minimum yaitu 1,97i mg O2ig minyak Perbedaanin i disebabkank arenak etengikano leh oksidasid an ketengikan oleh enzim.

Penggunaan model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar IPS di kelas IV SDN No. 008 Batu Sopang Kabupaten Paser Kalimantan Timur / Ardansyah

 

ABSTRAK Ardansyah. 2016. Penggunaan Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPS di Kelas IV SDN. No. 008 Batu Sopang Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar. Pancasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M. E., M.Pd., (II) Prof. Hj. Utami Widiati, M. A., Ph. D Kata kunci: model pembelajaran DLPS, pemecahan masalah, motivasi, prestasi belajar Proses pembelajaran selalu berkaitan dengan peranan guru sebagai pendidik, fasilitator dan motivator bagi siswanya. Peran guru tidak hanya mentransfer ilmunya kepada siswa tetapi juga mengajak siswanya untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki dengan memberi contoh yang baik serta menggunakan berbagai metode/pendekatan pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran yang tepat dan dikatakan berhasil jika dalam proses pembelajaran tersebut memberi kesempatan siswa untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya terutama dalam kemampuan memecahkan permasalahan yang kompleks. Dalam langkah penerapan model pembelajaran DLPS pada penelitian ini dimulai dari mencari penyebab langsung dari timbulnya suatu masalah, kemudian menyelesaikan masalah tersebut sesuai dengan analisis penyebab langsung yang telah dilakukan. Kegiatan ini dilakukan dalam dua loop terpisah, dimana loop pertama diarahkan kepada pendeteksian penyebab utama dari timbulnya masalah, kemudian merancang dan mengimplementasikan sebuah solusi yang disebut solusi sementara. Sedangkan loop kedua menekankan pada pencarian dan penemuan penyebab ditingkat yang lebih tinggi dari masalah itu, kemudian merencanakan dan mengimplementasikan solusinya, yang disebut solusi utama. Hal ini sesuai dengan indikator yang ingin ditingkatkan yaitu mengidentifikasi masalah, menentukan dan menerapkan strategi penyelesaian masalah, serta menafsirkan solusi penyelesaian masalah sesuai dengan konsep dan fakta yang ada. Dari hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dengan penggunaan model pembelajaran DLPS didapatkan adanya peningkatan terhadap motivasi belajar siswa baik yang diamati melalui proses observasi maupun dari sebaran angket dari jumlah responden yang berjumlah sebanyak 31 orang siswa yang diperoleh persentase sebesar 82% dengan kategori motivasi sangat baik. Sedangkan dari hasil observasi Siklus I rata-rata persentase motivasi siswa adalah sebesar 66% dan pada Siklus II sebesar 81%. Sedangkan prestasi belajar siswa selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan yang positif. Prestasi belajar dalam penelitian ini dikatakan meningkat apabila KKM IPS > 70, dan daya serap kelas mencapai > 80%. Selanjutnya, ketuntasan belajar IPS secara klasikal dengan menggunakan model pembelajaran DLPS yang diperoleh dari analisis data pada Siklus I hanya mencapai persentase 52%, selanjutnya terjadi peningkatan pada Siklus II yang mencapai 81%.

Peningkatan kemampuan menulis kreatif naskah drama satu babak dengan menggunakan media kartu drama kelas VIII.3 di SMP Negeri 21 Malang tahun ajaran 2011-2012 / Ayu Suci Iryantati

 

Kata Kunci: penulisan naskah drama, media kartu drama Menulis sebagai salah satu keterampilan berbahasa perlu mendapat perhatian yang serius dalam pembelajaran di sekolah. Pembelajaran menulis tidak lepas dari keterampilan menyimak dan membaca, namun dalam hal ini penulis lebih menekankan pada pembelajaran menulis naskah drama. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan beberapa hal yang mencakup penulisan naskah drama yaitu: a) bagaimana cara meningkatkan kemampuan menggambarkan tema yang relevan, b) bagaimana meningkatkan kemampuan menggambarkan tokoh dan perwatakan tokoh yang jelas, c) bagaimana meningkatkan kemampuan menggambarkan alur yang jelas dan tajam, d) bagaimana meningkatkan menggambarkan setting atau latar yang jelas, singkat dan sangat hidup, dan e) bagaimana meningkatan kemampuan mengembangkan peristiwa menjadi prolog, epilog, dialog dan ekspresi yang sesuai. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti menyiapkan pembelajaran menulis kreatif naskah drama dengan menggunakan media kartu drama. Kartu drama berisi a) tema, b) tokoh dan penokohan, c) peristiwa, dan d) setting tempat, waktu dan suasana. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes menulis naskah drama, observasi, wawancara, dan dokumentasi foto. Instrumen yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah instrumen penelitian yang berupa tes digunakan untuk mengungkapkan data tentang kemampuan menulis teks drama, pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi foto. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap persiapan, pengkodean, penilaian, dan penafsiran hasil penilaian. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama siswa dapat meningkatkan kemampuan mengembangkan tema yang relevan pada pembelajaran menulis kreatif naskah drama satu babak dengan menggunakan media kartu drama. Tema yang telah dikembangkan pada siklus I dan 2 yaitu Persahabatan dapat Terpecah Belah karena Keegoisan. Kedua, siswa dapat meningkatkan kemampuan mengembangkan tokoh dan perwatakan tokoh yang jelas pada pembelajaran menulis kreatif naskah drama satu babak dengan menggunakan media kartu drama. Tokoh-tokoh yang telah dikembangkan pada siklus I yaitu Olive (protagonis), Meta (tritagonis yang mendukung Protagonis), Bondan (tritagonis yang mendukung Protagonis), Satrya (tritagonis yang mendukung Protagonis), Luna (tritagonis yang mendukung Protagonis), Lexa (Antagonis) dan Tita (tritagonis yang mendukung Antagonis). Sedangkan Tokoh-tokoh yang telah digambarkan pada siklus II yang dikembangkan yaitu Doko (Protagonis), Paijo (Antagonis), Joko (tritagonis yang mendukung Antagonis), Suminem (tritagonis yang mendukung Protagonis), Bu Aminah (tritagonis sebagai penengah). Ketiga, siswa dapat meningkatkan mengembangkankan setting atau latar yang jelas, singkat dan sangat hidup pada pembelajaran menulis kreatif naskah drama satu babak dengan dengan menggunakan media kartu drama. Kartu setting tempat yang telah dikembangkan pada siklus I yaitu ruang kelas; kamar rumah sakit; rumah sakit; dan halaman sekolah. kartu setting waktu yang telah dikembangkan pada siklus I yaitu siang hari (sepulang sekolah); dan keesokan harinya. kartu latar suasana yang telah dikembangrkan pada siklus I yaitu kaget; tegang; panik; sedih; bahagia; dan takut. Kartu Setting Tempat yang telah dikembangkan pada siklus II yaitu Diruang Kelas. Kartu Setting Waktu yang telah dikembangkan pada siklus II yaitu Waktu Istirahat Sekolah. Kartu Latar Suasana yang telah dikembangkan pada siklus II yaitu Bahagia; dan Tegang. Keempat, siswa dapat meningkatkan kemampuan mengembangkan peristiwa sesuai tahapan alur dengan menggunakan kartu peristiwa pada pembelajaran menulis kreatif naskah drama satu babak dengan menggunakan media kartu drama. Tahapan alur yang telah dikembangkan pada siklus I dan II yaitu eksposisi atau pelukisan awal cerita, komplikasi atau pertikaian awal, klimaks atau titik puncak, penurunan konflik, dan resolusi atau penyelesaian atau falling action. Kelima, siswa dapat meningkatkan kemampuan mengembangkan peristiwa ke dalam dialog-dialog, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan sesuai dengan ciri-ciri dialog pada pembelajaran menulis kreatif naskah drama satu babak dengan menggunakan media kartu drama. ciri-ciri dialog yang telah dikembangkan pada disiklus I dan II yaitu dialog yang mengembangkan tema, dialog harus mengembangkan tokoh dan karakter tokoh, dialog terkadang mengembangkan setting tempat; waktu dan suasana, dan dialog harus mengembangkan peristiwa dan konflik yang ada. Keenam, siswa dapat meningkatkan kemampuan mengembangkan peristiwa ke dalam prolog, epilog dan ekspresi pada pembelajaran menulis kreatif naskah drama satu babak dengan menggunakan media kartu drama.

Penerapan metode bercerita dengan menggunakan media wayang gapit untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak kelompok B TK Pertiwi Mayangsari 2 Bendosewu Kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Endang Septiarsih

 

Kata kunci : kemampuan bahasa, media wayang gapit, metode bercerita, TK Penelitian ini berlatar belakang pada masih kurangnya kemampuan berbahasa anak dalam hal menceritakan pengalaman atau kejadian secara sederhana, bercerita menggunakan kata ganti aku, saya, kamu, dia, dan mereka, mendengarkan cerita dan menceritakan kembali cerita yang baru didengar. Hal ini disebabkan karena kegiatan pembelajaran bersifat monoton, kegiatan pembelajaran berpusat pada guru, media pembelajaran kurang kreatif dan pengelolaan ruang kelas yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan metode bercerita dengan menggunakan media wayang gapit yang dapat mengembangkan kemampuan bahasa anak, (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan bahasa anak melalui penerapan metode bercerita dengan menggunakan media wayang gapit pada anak kelompok B di TK Pertiwi Mayangsari 2 Bendosewu Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Dalam setiap siklus terdiri dari beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2012 sampai dengan 8 Februari 2012. Tehnik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru kelompok B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita dengan menggunakan media wayang gapit terbukti dapat mengembangkan kemampuan bahasa anak. Hal ini terbukti pada siklus I kemampuan rata-rata anak mencapai 66,44% meningkat menjadi 87,78% pada siklus II. Peningkatan ditandai dengan meningkatnya kemampuan bahasa anak melalui kegiatan menceritakan kembali cerita yang baru didengar dan menceritakan pengalaman secara sederhana. Hasil kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) metode bercerita dengan menggunakan media wayang gapit dimulai dengan mempersiapkan SKH, Skenario, alat dan sumber belajar anak, pada penerapannya selain guru bercerita anak juga diminta untuk bercerita dengan menggunakan media tersebut, (2) metode bercerita dengan menggunakan media wayang gapit dapat diterapkan dengan baik dalam pengembangan kemampuan bahasa anak kelompok B TK Pertiwi Mayangsari 2 Bendosewu. Disarankan untuk penelitian lebih lanjut dalam pembelajaran dapat menggunakan media wayang gapit untuk meningkatkan berbagai aspek kemampuan anak.

Peningkatan kemampuan siswa dalam menjumlahkan bilangan pecah dengan menggunakan model TPS di kelas IV SDN Madyopuro I Malang / Yuliana Gaelagoy

 

Kata Kunci :Pembelajaran Kooperatif Model Thik Pair and Share Peningkatan Kemampuan Menjumlahkan Bilangan Pecah. Upaya untuk mencapai taraf pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan, dituntut adanya suatu kreatifitas ilmiah yang dapat menunjang proses belajar mengajar agar terlaksana secara efektif, tidak hanya dari guru, tetapi juga peran aktif dari siswa sebagai peserta didik. Guru harus menanamkan keberanian kepada siswa untuk berbuat sesuatu yang dapat mendukung proses belajarnya, bukan hanya belajar untuk menerima, tetapi juga harus belajar untuk memecahkan masalah terhadap tugas-tugas yang diberikan. Think Pair and Share (TPS) merupakan pendekatan yang mengacu pada pembelajaran ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model TPS dan kemampuan menjumlahkan bilangan pecah kelas IV SDN Madyopuro I Malang yang jumlah 43 siswa. Teknik pengumpulan data dilaksanakan sebanyak dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dari hal observasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika tentang penjumlahan pecahan dengan pembelajaran kooperatif tipe think par and share di peroleh hasil bahwa pada pra tindakan hasil belajar siswa mencapai rata-rata 38,95. Terdapat 18 (31,74 %) siswa telah mencapai ketuntasan individu sedangkan 25 (68,26 %) siswa belum mencapai ketuntasan belajar yang telah ditetapkan sebesar 70. Sedangkan ketuntasan belajar kelas minimal 75% juga belum tercapai. Pada siklus I Hasil belajar siswa diperoleh rata-rata sebesar 86,02 sebanyak 38 (81,97 %) siswa sudah mencapai Kriteria ketuntasan individu. Sebanyak 5 (18,03 %) siswa belum tuntas belajar karena belum mencapai kriteria ketuntasan individu. Pada siklus II hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Madyopuro I Malang mengalami kenaikan dengan rata-rata sebesar 87,32 sebanyak 40 (100%) siswa telah mencapai ketuntasan belajar individu maupun ketuntasan klasikal. Dengan demikian tingakt pemahaman siswa meningat baik dari hasil rata-rata maupun nilai kelas dari hasil presentasi siswa secara individu.Penerapan model think pair and share (TPS) dapat meningkatkan kemampuan siswa SDN Madyopuro I Malang dalam menjumlahkan bilangan pecah. Penggunaan model think pair and share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa SDN Madyopuro I Malang dalam menjumlahkan bilangan pecah.

Peningkatan kemampuan membaca permulaan melalui permainan kartu kata pada anak kelompok B RA Perwanida Sumberingin Blitar / Siti Masrofah

 

Kata Kunci : Membaca permulaan, permainan kartu kata, kemampuan bahasa, RA Perwanida Sumberingin Berdasarkan observasi yang telah dilakukan bahwa kemampuan membaca permulaan anak kelompok B masih rendah.. Penyebab kesulitan dikarenakan kurang memanfaatkan alat peraga, guru, kurang kreatif, kurang adanya kesempatan bagi anak untuk mengemukaan pendapatnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan pemecahan masalah dengan menerapkan permainan kartu kata (1) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan permainan kartu kata dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak didik kelompok B RA Sumberingin Sanankulon Blitar (2)Mendeskripsikan permainan kartu kata agar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak didik kelompok B RA Sumberingin Sanankulon Blitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Pada masing-masing siklus dilakukan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah semua anak didik kelompok B RA Perwanida Sumberingin Sanankulon Blitar dengan jumlah 25 anak didik. Penelitian ini dilaksanakan dari 5 Nopember 2011 sampai dengan 10 Maret 2012. Data diambil dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Permainan Kartu kata dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B RA Perwanida Sumberingin Blitar. Dengan Permainan Kartu kata dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaankata pada siklus I 64% sedangkan nilai rata-rata siklus II mencapai 80,33%. Antara siklus I dengan siklus II ada peningkatan 15,67%. Pendidik Anak Usia Dini disarankan untuk menerapkan permainan kartu kata untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan karena pada penelitian dapat meningkatkan kemampuan menghubungkan gambar dengan kata, melafalkan huruf dan kata yang terangkai, menirukan kembali 4-5 kata dan dapat menambah kosakata anak.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |