Karakteristik perilaku komunikasi nonverbal dosen Universitas Artha Wacana Kupang berdasarkan empat etnis di Nusa Tenggara Timur / oleh Agustinus M.D. Maniyeni

 

Pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas pada UMKM "Bagus Agriseta Mandiri" / Rina Oktavia

 

Kata Kunci : Debt to Equity Ratio, Debt to Asset Ratio, Longterm Debt to Equity Ratio, dan Return On Equity Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 dan 1998 menyebabkan perekonomian Indonesia mengalami keterpurukan, akan tetapi hal ini tidak berlangsung lama karena adanya investasi pada sector riil, salah satunya adalah UMKM. Undang-Undang RI No. 20 tahun 2008 mendefinisikan UMKM merupakan usaha kecil dengan nilai kekayaan bersih atau nilai asset tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau hasil penjualan tahunan. Walaupun kekayaan sebuah UMKM tidak besar, tetapi mereka dapat menaikkan jumlah laba yang diperoleh setiap tahunnya meski sedang terjadi krisis. Berkaitan dengan itu, maka perlu dilakukan penelitian mengenai penggunaan struktur modal pada usha kecil dalam mempengaruhi laba yang akan diperoleh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi struktur modal UMKM dan pengaruhnya secara parsial maupun simultan terhadap laba. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yang bersifat kuntitatif, dimana pada penelitian ini akan menguji antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah variabel bebas yang terdiri dari Debt to Equity Ratio, Debt to Asset Ratio, dan Longterm Debt to Equity Ratio dengan variabel terikatnya adalah Return On Equity. Penelitian ini hanya berlaku pada Bagus Agriseta Mandiri Batu sebagai subyek penelitian selama periode Juni 2002 sampai Desember 2010. Hasil perhitungan pada Bagus Agriseta Mandiri menunjukkan bahwa variabel bebas maupun variabel terikat trendnya cenderung mengalami kenaikkan. Hasil analisis menunjukkan variabel bebas berupa DER berpengaruh signifikan negative terhadap ROE sebagai variabel terikat, sedangkan DAR dan LDER berpengaruh positif terhadap ROE. Analisis yang dilakukan secara simultan menunjukkan semua variabel bebas yaitu DER, DAR dan LDER secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROE. Pada penelitian selanjutnya sebaiknya peneliti menambah variabel-variabel lain, misalnya bunga, tingkat penjualan, dan lain-lain yang potensial memberikan kontribusi terhadap perubahan variabel Profitabilitas. Selain itu, dapat juga menggunakan sampel berupa UMKM-UMKM lain sehingga dapat memberikan hasil yang lebih signifikan.

Membangun pemahaman siswa kelas V sekolah dasar tentang konsep pengurangan bilangan bulat menggunakan material manipulatif / oleh Arifin

 

Penerapan model pembelajaran rotating trio exchange untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas 4 SDN Kidul Dalem 2 Kota Malang / Tito Santana Eriza

 

Kata Kunci : Model Rotating Trio Exchange, Pembelajaran, IPA Berdasarkan hasil observasi awal yang diperoleh temuan bahwa pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Kidul Dalem 2 Kota Malang masih rendah, hal ini disebabkan karena metode pembelajaran menarik dan menyenangkan sehingga siswa saat belajar kelompok cenderung memilih teman yang mempunyai kemampuan akademik baik serta hasil belajar siswa tidak memenuhi standar ketuntasan minimal. Untuk itu, perlu adanya suatu model pembelajaran yang membuat siswa lebih aktif dan berkembang sikap ilmiahnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan, aktivitas belajar IPA, dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Kidul Dalem 2 Kota Malang pada pembelajaran dengan model Rotating Trio Exchange. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 30 orang. Jenis penelitian ini PTK dengan model kolaboratif partisipatoris. Teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan observasi, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Rotating Trio Exchange dapat meningkatkan pembelajaran siswa kelas IV SDN Kidul Dalem 2 Kota Malang. Keaktifan siswa pada siklus I sebesar 83,43% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 90,75% dengan kategori sangat baik. Pada siklus I pertemuan ke-1 siswa yang tuntas belajar sebanyak 2 siswa atau 6,67% pada siklus I pertemuan ke-2 siswa yang tuntas belajar sebanyak 18 siswa atau 60% pada siklus II pertemuan ke-1 siswa yang tuntas belajar sebanyak 17 siswa atau 56,67% pada siklus II pertemuan ke-2 siswa yang tuntas belajar sebanyak 26 siswa atau 86,67 %. Saran bagi guru, sebaiknya guru menggunakan model Rotating Trio Exchange ini sebagai alternatif dalam memilih model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Bagi kepala sekolah, sebaiknya model Rotating Trio Exchange ini digunakan sebagai bahan pertimbangan sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama dalam pembelajaran dikelas. Bagi peneliti lain atau guru, jika ingin mengembangkan model pembelajaran IPA yang efektif dalam meningkatkan rasa kebersamaan dan suasana yang menyenangkan.

Menelusuri makna kumpulan puisi lautan jilbab karya Emha Ainun Jajib
oleh Indra Sulistyaningsih

 

Hubungan antara pola asuh orang tua dengan pilihan jabatan siswa kelas 2 SMP Negeri se Kota Malang / Ulfatul Millah

 

Peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris melalui penerapan memory-spiel pada siswa kelas IV SDK Marga Bhakti Malang / Brigita Vigara Dista

 

Kata kunci: Memory Spiel, Penguasaan Kosakata. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di kelas IV terdapat beberapa faktor penyebab kesulitan siswa dalam mempelajari kosakata dalam pembelajaran bahasa Inggris yaitu (1) siswa kurang berminat mempelajari bahasa Inggris karena terlalu banyak kosakata yang harus dihafal, (2) kejenuhan siswa terhadap media yang ada, serta (3) kesulitan siswa berkomunikasi karena penguasaan kosakata yang mereka kuasai kurang. Berdasarkan data yang diperoleh sebelum tindakan, diketahui terdapat 10 siswa tidak tuntas dalam tes sebelum tindakan dan 16 siswa dinyatakan tuntas dalam tes sebelum tindakan. Prosentase ketuntasan data sebelum tindakan yaitu 61,53%. Sebagian besar siswa masih kurang dari SKM (Standar Ketuntasan Minimum) yang ditetapkan oleh SDK Marga Bhakti Malang yaitu 59. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penerapan permainan Memory Spiel dalam pembelajaran kosakata bahasa Inggris siswa kelas IV SDK Marga Bhak Malang, (2) mengetahui peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris melalui penerapan permainan Memory Spiel. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDK Marga Bhakti Malang yang berjumlah 26 siswa dengan rincian 15 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah angket, tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Memory Spiel dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris. Hal ini ditunjukkan dari prosentase perolehan nilai siswa sebelum tindakan yaitu 61,53% dan tes penguasaan kosakata sesudah tindakan siklus I sebesar 73,07%. Pada siklus II juga terlihat peningkatan sebesar 88,46%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Penerapan Memory-Spiel dalam pembelajaran kosakata bahasa Inggris ini dilakukan dengan baik, Memory Spiel dapat membantu siswa meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris melalui permainan. Dalam pembelajaran siswa tidak hanya bisa menghafal kosakata akan tetapi mereka juga bisa melatih ingatan otak melalui permainan Memory Spiel. Memory-Spiel juga dapat meningkatkan minat siswa untuk lebih bersemangat mempelajari penguasaan kosakata bahasa Inggris. Hal tersebut dapat diketahui dari peningkatan pada pra tindakan dan siklus I. Penguasaan kosakata siswa pada siklus I belum mencapai ketuntasan belajar, maka dilakukan siklus II. Penguasaan kosakata dari siklus II dinyatakan telah mencapai kriteria keberhasilan yang telah ditentukan, sehingga penelitian dianggap sudah cukup. Dari hasil penlitian ini diharapkan (1) bagi guru bahasa Inggris disarankan untuk Memory Spiel sebaiknya dikembangkan pada materi lain dan lebih kreatif dalam mengembangkan media pembelajaran dengan tetap memperhatikan variasi dan kebutuhan di lapangan. (2) bagi peneliti yang akan datang, semoga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai petunjuk dan pertimbangan untuk penelitian yang lain dalam bidang yang sama yaitu penelitian tentang media.

Analisis keuangan sebagai landasan mengukur kinerja saham pada perusahaan farmasi yang listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ) / Haris Yohananta

 

Hubungan antara kemampuan matematika dengan prestasi belajar fisika kelas 2 SMU Negeri 1 Sukodadi Lamongan tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Zainal Arifin

 

Penerapan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas III SDN Pisangcandi 2 Malang / Nur Zubaidah

 

Kata Kunci: pendekatan komunikatif, pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan berbicara, SD. Pendekatan komunikatif adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi, menekankan pembinaan dan pengembangan kemampuan komunikatif siswa. Penerapan pendekatan komunikatif sepenuhnya dilakukan oleh siswa (student centre) sedangkan guru hanya sebagai fasilitator. Dengan demikian siswa akan mampu bercerita, menanggapi masalah, dan mengungkapkan pendapatnya secara lisan dengan bahasa yang runtut dan mudah dipahami. Didalam penelitian ini penulis menemukan berbagai masalah dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam keterampilan berbicara yaitu, didalam pembelajaran bahasa Indonesia kurang dapat melatih siswa dalam aspek keterampilan berbicara. Siswa belum melakukan kegiatan pembelajaran dengan berbagai metode hanya kegiatan ceramah dan penugasan dalam menceritakan pengalamannya, siswa masih tampak malu, kurang lancar dalam bercerita, dan struktur kalimatnya belum runtut. Ada pula diantara siswa yang tidak mau berbicara di depan kelas. Selain itu, pada saat guru bertanya kepada seluruh siswa, umumnya siswa lama sekali untuk menjawab pertanyaan guru. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut (1) Mendiskripsikan penerapan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran berbicara pada siswa kelas III SDN Pisang Candi 2 Malang, (2) Mendiskripsikan peningkatan keterampilan berbicara pada siswa kelas III SDN Pisang Candi 2 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penilitian Tindakan Kelas (PTK), Subyek penelitian adalah siswa kelas III SDN Pisang Candi 2 Malang Jalan. Pisang Agung III / 8 Malang. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, Instrumen yang digunakan adalah RPP, lembar observasi guru, lembar observasi siswa dengan menilai keberanian, keaktifan, kelancaran, intonasi, keruntutan dalam melakukan percakapan, dan diksi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, pemaparan data, dan kesimpulan. Dalam penelitian ini dapat ditemukan bahwa penerapan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas III SDN Pisang Candi 2 Malang. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata rata pada indikator keberanian siswa 3,17% siklus I manjadi 3,93 % pada siklus II, nilai rata-rata pada indikator keaktifan 2,82% siklus I menjadi 3,27 % pada siklus II, nilai rata-rata pada indikator kelancaran 2,75% siklus I menjadi 3,27% pada siklus II, nilai rata-rata pada indikator intonasi 3,37% siklus I meningkat menjadi 3,69% pada siklus II, nilai rata-rata pada indikator keruntutan 3,62% siklus I meningkat menjadi 3,68%, dan nilai rata-rata pada indicator pemilihan kata 3,17% siklus I menjadi 3,41% pada siklus II. Penerapan pendekatan komunikatif untuk maningkatkan keterampilan berbicara siswa SDN Pisang Candi 2 Malang dapat tercapai. Guru mengoptimalkan pembelajaran keterampilan berbicara pada kegiatan pembelajaran agar siswa mendapatkan hasil yang lebih bagus lagi. Penerapan pendekatan komunikatif meningkatkan keterampilan berbicara siswa, menumbuhkan sikap berani dan aktif dalam melakukan percakapan melaui telepon. Dari uraian diatas dapat dismpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dalam penerapan pendekatan komunikatif dalam pengajaran keterampilan berbicara dari segi keberanian, keaktifan, kelancaran, intonasi, keruntutan dalam melakukan percakapan, dan diksi. Sebagai saran kepada guru dan sekolah, sebaiknya lebih meningkatkan pembelajaran keterampilan berbicara khususnya dalam percakapan melalui telepon.

Kemampuan mengapresiasi drama siswa kelas V SDN Ciptomulyo IX Kotamadya Malang tahun ajaran 1994/1995
oleh Mustamin

 

Perencanaan program sekolah dalam implementasi manajemen berbasis sekolah (studi kasus di SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo) / Yetty Lindiana

 

Pengajaran matriks di SMU kelas II cawu I / oleh Norma

 

Penyajian materi persamaan eksponen untuk kelas II sekolah menengah umum / oleh Bambang Setiyono

 

Peningkatan kemampuan fisik motorik anak kelompok B melalui aktivitas bermain memasukkan bola ke dalam ring di TK Negeri Pembina 3 Sukun Malang / Sulastri

 

Kata Kunci: Penerapan, Kemampuan fisik motorik, Bermain memasukkan bola kedalam ring Latar belakang penelitian ini berawal dari keinginan penulis untuk menguji pengembangan pembelajaran bidang fisik motorik anak dengan rentang usia 5 – 6 tahun. Kebutuhan perkembangan dimensi motorik, kognitif dan kreativitas ini dapat dipuaskan melalui bermain sehingga mampu melakukan koordinasi otak kasar dan berlatih menggunakan kemampuan kognitifnya untuk beraktivitas berjalan, merangkak, berlari, meloncat, melompat, menendang, melempar dan sebagainya. Kemampuan fisik motorik ini merupakan salah satu kemampuan untuk melompat dan melempar bola yang ditentukan jarak dan ketinggian tiang ring. Dari hasil pengujian tersebut, hanya 2 anak yang mampu memasukkan bola ke dalam ring dengan tepat dari keseluruhan jumlah populasi sebanyak 19 anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi aktifitas bermain memasukkan bola ke ring untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik anak kelompok B di TK Negeri Pembina 3 Sukun Malang. Model PTK yang digunakan dalam peneliti ini adalah model Kurt Lewin yang meliputi : perencanaan, pelaksanaan dan observasi, refleksi (Akbar, 2009.) Penelitian dilakukan di TK Negeri Pembina 3 Sukun Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Bermain memasukkan bola ke dalam ring terbukti dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik pada anak kelompok B. Standar nilai keberhasilan klasikal dalam penelitian ini ditetapkan minimal 75 % . Artinya kemampuan fisik- motorik anak dinyatakan meningkat jika rata-rata keberhasilan dalam kelas mencapai minimal pada persentase tersebut. Kesimpulan penelitian ini dapat diketahui jika kemampuan anak mengalami peningkatan pada siklus II dari siklus I. Bermain memasukkan bola dengan berdiri skor peningkatan mencapai 98,47%, memasukkan bola dengan melompat mencapai 94,72%, dan memasukkan bola dengan memantulkan bola satu kali mencapai 84,21 %. Atas dasar temuan penelitian tersebut disarankan kepada guru dan pihak sekolah untuk melakukan pengajaran menggunakan permainan bola yang sangat bermanfaat dalam pengembangan refleksi fisik motorik anak. Kegiatan seyogyanya dikemas secara menarik dan inovatif agar tidak membosankan. Senantiasa memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan anak agar aman dan nyaman serta dapat mengasah ketrampilan anak dalam berkompetisi dengan teman dan menguasai arah serta ketepatan melakukan lemparan

Pemanfaatan obyek-obyek konkrit untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi bagi siswa kelas V SDN Jodipan Kecamatan Blimbing Kota Malang / Santi Sari

 

Kata Kunci: obyek konkrit, menulis puisi, pembelajaran bahasa Indonesia SD Berdasarkan observasi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di SDN Jodipan Kecamatan Blimbing Kota Malang ditemukan beberapa masalah dalam pembelajaran menulis puisi anatara lain: (1) guru hanya menggunakan metode konvensional, yaitu tanya jawab kemudian penugasan; (2) guru tidak menggunakan media khusus yang bisa memotivasi siswa agar bisa menulis puisi dengan baik; (3) guru tidak menginformasikan tahap menulis puisi; (4) siswa tidak memperhatikan penggunaan lirik, bait dan ejaan dalam menulis puisi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan implementasi kemampuan siswa kelas V SDN Jodipan Kecamatan Blimbing Kota Malang dalam menulis puisi dengan pemanfaatan obyek-obyek konkrit (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa kelas V SDN Jodipan Kecamatan Blimbing Kota Malang dalam menulis puisi dengan memanfaatkan obyek-obyek konkrit. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini di laksanakan di SDN Jodipan Kecamatan Blimbing Kota Malang dengan dua siklus pembelajaran dan subyek penelitian siswa kelas V sebanyak 44 siswa dengan menggunakan model kolaboratif. Melalui PTK ini dilaksanakan pembelajaran menulis puisi dengan memanfaatkan obyek-obyek konkrit di lingkungan sekolah, yang berlangsung dalam tiga tahapan menulis, yaitu tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap merevisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pratindakan menunjukkan rata-rata 65,1, siklus I hasil belajar siswa menunjukkan rata-rata 74. pada rata-rata pra tindakan dan siklus I mengalami peningkatan nilai sebesar 8,9 atau 13,6 %. Sedangkan pada siklus II dengan nilai rata-rata 80,3 mengalami kenaikan sebesar 6,3 atau 8,5 % dari siklus I. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan pemanfaatan obyek-obyek konkrit dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang baik, maka disarankan agar guru hendaknya memanfaatkan objek-objek konkrit yang ada di lingkungan sekolah sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis puisi dan proses pembelajaran bisa dilakukan diluar kelas supaya siswa tidak merasa bosan dengan proses belajar mengajar yang selalu dilakukan di dalam kelas. Bagi sekolah hendaknya sekolah memberikan fasilitas yang baik dalam pemenuhan media pembelajaran agar tujuan pembelajaran bisa tercapai dan siswa mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

Penerapan media piramida cerita untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas IV SDN Pagentan 05 Singosari / Frosriana Wahyu Wilujeng

 

Kata Kunci: keterampilan menulis, piramida cerita, Malang Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang wajib diberikan mulai jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Masalah mendasar yang terjadi di kelas IV SDN Pagentan 05 Singosari pada pembelajaran bahasa Indonesia adalah rendahnya kemampuan menulis siswa, terutama menulis cerita. Hal tersebut dikarenakan rendahnya kemampuan siswa menemukan ide yang akan ditulisnya dalam bentuk tulisan. Untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam menulis diperlukan media yang tepat sehingga siswa dapat lebih memacu diri dalam menulis. Piramida cerita merupakan alah satu media yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita siswa dan dapat meningkatkan aktivitas belajar menulis siswa. Rancangan yang digunakan dalam pendekatan ini adalah penelitian tindakan kelas. Data penelitian ini berupa tulisan cerita siswa yang memperhatikan aspek kepaduan antar kalimat, keruntutan cerita, dan penggunaan ejaan. Pengumpulan data yang digunakan adalah berupa tes menulis cerita pada siswa. Metode tes yang digunakan adalah observasi dan tes menulis. Kegiatan analisis data dimulai dari seleksi data, pengoreksian data, pembobotan data, dan penyimpulan data. Pada penelitian ini diperoleh hasil dengan meningkatnya kemampuan menulis cerita dengan memperhatikan kepaduan kalimat, keruntutan cerita, serta penggunaan ejaan. Temuan pada siklus I adalah siswa menghabiskan waktu untuk menggambar dan mewarna sehingga tidak memfokuskan kegiatan menulis ceritanya. Di siklus II hasil menulis siswa lebih meningkat, hal ini dikarenakan siswa membuat piramida cerita di rumah, sehingga waktu untuk menulis cukup lama. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara klasikal meningkatnya kemampuan siswa dalam menulis cerita dengan menggunakan media piramida cerita. Saran dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis sebaiknya menggunakan buku cerita yang didalamnya terdapat gambar yang mudah dibuat agar siswa lebih memfokuskan menulis cerita daripada membuat piramida cerita.

Teaching English for young learners at "TK Negeri Pembina I" Malang / Lepi Leliati

 

English is treated as the first foreign language in Indonesia, and Indonesian people find it important to learn. Some primary schools have treated English as a local content subject even in rural areas since they want to involve themselves in the development of education. Introducing English to young learners should consider their enthusiasm and their interests in learning English; the teacher must motivate the students and be very communicative in teaching English. The purpose of the study is to describe the teaching of English in “TK Negeri Pembina I” Malang in terms of the teaching learning process the classroom, the material used by the teacher, and the techniques of teaching English in the classroom. The design of this study is descriptive qualitative. Related to the result of the study, English teacher is suggested to give simple short stories for the students, in order increase students’ attention in learning English. In telling the story, the teacher may use more interesting media such as: puppets, big books, and picture. The children love listening to stories. Hence, storytelling as part of students’ learning activities will help the teaching and learning process.

Efetivitas penerapan metode demonstrasi disertai tugas berkarya seni kriya ukir logam pada pengajaran seni rupa siswa kelas X SMA Negeri 1 Durenan Trenggalek / Herlin Farida

 

Kata Kunci: efektivitas, metode demonstrasi, kriya ukir logam, SMA, Trenggalek. Kemampuan guru dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran seni rupa di SMA Negeri 1 Durenan kurang bervariasi. Hal ini bisa diketahui dari metode yang digunakan, guru selalu menggunakan metode konvensional yaitu ceramah yang disertai dengan penugasan. Dalam kegiatan ekspresi, guru memberikan contoh karya seni kemudian menugaskan kepada siswa untuk berkarya berdasarkan contoh karya yang diperagakan. Sehingga siswa cenderung meniru. Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya peluang bagi siswa untuk berfikir kreatif. Padahal menurut KTSP, tujuan mata pelajaran seni rupa adalah menampilkan kreatifitas melalui seni rupa. Oleh karenanya, untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam berkarya seni rupa serta meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa, peneliti ingin menerapkan metode demonstrasi disertai tugas berkarya seni kriya ukir logam serta keefektifannya dalam pembelajaran seni rupa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan metode konvensional, proses pembelajaran dengan metode demonstrasi disertai tugas berkarya seni kriya ukir logam dan keefektifan pembelajaran seni rupa dengan metode demonstrasi disertai tugas berkarya seni kriya ukir logam terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimen (eksperimen semu) dengan rancangan penelitiannya adalah One Group Pretest-Posttest Design (rancangan pra-pasca test dalam satu kelompok). Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar observasi dan tes berkarya seni kriya ukir logam serta dokumentasi berupa foto selama proses belajar mengajar berlangsung. Sedangkan analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif . Analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini menggunakan nilai terendah (nilai minimum), nilai tertinggi (nilai maksimum), dan mean (nilai rata-rata) dari kemampuan awal dan kemampuan akhir siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa metode demonstrasi disertai tugas berkarya seni efektif diterapkan dalam pengajaran seni rupa. hal ini dapat dibuktikan dengan nilai kemampuan awal siswa lebih tinggi daripada nilai rata-rata kemampuan akhir siswa dengan perolehan nilai akhir sebesar 81,50 sedangkan nialai awalnya 81.36. Sehingga disarankan kepada guru mata pelajaran seni budaya di SMA Negeri 1 Durenan untuk menerapkan metode demonstrasi sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran pada pengajaran seni rupa karena hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Peningkatan hasil belajar IPS materi Koperasi melalui model two stay-two stray pada siswa kelas IV SDN I Karanganom Kabupaten Tulungagung / Desy Natalia Shandy

 

ABSTRAK Shandy, Desy Natalia. 2016. Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Koperasi Melalui Model Two Stay-Two Stray pada Siswa Kelas IV SDN 1 Karanganom Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.Pd,(2) Dra. Widayati, M.H. Kata kunci: ilmu pengetahuan sosial, koperasi, model two stay-two stray Penelitian dilaksanakan di SDN 1 Karanganom Kabupaten Tulungagung pada kelas IV dengan jumlah siswa 16 yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan karena siswa merasa cepat bosan ketika pembelajaran IPS, sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan penerapan model Two Stay-Two Stray materi koperasi pada siswa kelas IV SDN 1 Karanganom Kabupaten Tulungagung, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS materi koperasi dengan menggunakan model Two Stay-Two Stray pada siswa kelas IV SDN 1 Karanganom Kabupaten Tulungagung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masing terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, tes, dokumentasi, catatan lapangan. Analisis data diawali dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dengan model Two Stay-Two Stray menunjukkan bahwa model ini dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari persentase aktivitas guru pada siklus I, pertemuan 1 sebesar 87% kemudian meningkat pada pertemuan 2 sebesar 93%. Pada siklus II, pertemuan 1 sebesar 93% kemudian meningkat pada pertemuan 2 sebesar 100%. Pada persentase aktivitas siswa pada siklus I, pertemuan I sebesar 80% kemudian meningkat pada pertemuan 2 sebesar 87%. Pada siklus II, pertemuan 1 sebesar 87% kemudian meningkat pada pertemuan 2 sebesar 93%. Pada hasil belajar siswa, persentase ketuntasan pada siklus I pertemuan 1 sebesar 31,25% kemudian meningkat menjadi 56,25%. Pada siklus II, pertemuan 1 sebesar 68,75% kemudian meningkat menjadi 87,5%. Paparan data tersebut dapat disimpulkan bahwa model Two Stay- Two Stray dapat meningkatkan aktivitas maupun hasil belajar pada siswa kelas IV SDN 1 Karanganom Kabupaten Tulungagung. Oleh karena itu, disarankan bagi guru agar menerapkan model Two Stay-Two Stray untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.

Penggunaan model advanced organizer yang dipadu dengan mindmapping untuk meningkatkan pembelajaran IPS di kelas V SDN Donowarih 02 Karangploso Malang / Amalia Dyah Erviana

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Advanced Organizer, Pembelajaran IPS, Hasil Belajar. Pembelajaran yang dilakukan dalam mata pelajaran IPS harusnya dapat mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Berdasarkan observasi di kelas V di SDN Donowarih 02 pada tanggal 7 januari 2011 ditemukan beberapa permasalahan pada pembelajaran IPS. Permasalahan tersebut antara lain (1) Pembalajaran didominasi dengan metode ceramah, (2) guru sering bergantung pada buku teks, (3) siswa kurang memperoleh pengalaman langsung sehingga berpikir kreatif mereka kurang dikembangkan. Oleh karena itu pada penelitian kali ini peneliti ingin mencoba untuk menangani rendahnya hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Advanced Organizer yang dipadu dengan Mindmapping dalam pembelajaran IPS, melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk melaksanakan pembelajaran model Advanced Organizer yang dipadu dengan Mindmapping pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dalam materi pokok perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Jepang di kelas V SDN Donowarih 02 Karangploso Malang. ; 2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS dalam materi pokok perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Jepang siswa kelas V SDN Donowarih 02 Karangploso Malang; (3) Untuk mengetahui aktivitas siswa terhadap model pembelajaran Advanced Organizer yang dipadu dengan Mindmapping pada mata pelajaran IPS dalam materi pokok perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Jepang kelas V di SDN Donowarih 02 Karangploso Malang. Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan sejak Januari 2011 sampai dengan Mei 2011. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Taggrat yang terdiri atas empat fase, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa sebelum tindakan nilai rata-rata siswa 64,65, Diketahui 13 siswa belum mencapai ketuntasan individual. Setelah dilakukan tindakan I hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata 71,2, Selanjutya dilakukan tindakan II dan rata-rata hasil belajar siswa menjadi 80,25. Hal ini menunjukan sudah mencapai KKM yang ditentukan. Terbukti bahwa penerapan model pembelajaran Advanced Organizer yang dipadu dengan Mindmapping dapat meningkatkan hasil belajar IPS dalam materi pokok perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Jepang kelas V SDN Donowarih 02 Karangploso. Selanjutnya peneliti menyarankan kepada guru agar dapat menerapkan model pembelajaran Advanced Organizer yang dipadu dengan Mindmapping pada pembelajaran IPS dengan kompetensi dasar lain ataupun mata pelajaran lain, dengan demikian siswa dapat melakukan pembelajaran secara langsung dan mengembangkan proses berpikirnya melalui presentasi materi dengan menggunakan peta konsep.

Perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan metode ekspositori terhadap peningkatan hasil belajar TIK pada pokok bahasan pengenalan perangkat internet dan intranet siswa kelas IX SMP Negeri 4 Malang / Fatkhur Rochman

 

Kata Kunci: kooperatif Tipe STAD, Ekspositori, Hasil Belajar TIK Permasalahan yang sering kali dijumpai dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran TIK adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Dalam menyampaikan materi pembelajaran guru harus mampu memilih metode mengajar yang paling efektif dan inovatif sesuai dengan kondisi dan situasi. Kenyataan bahwa siswa memiliki kemampuan yang heterogen merupakan tantangan bagi guru untuk membantu meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode pembelajaran yang inovatif. Salah satu metode yang dapat menunjang kemampuan siswa yang heterogen adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui hasil belajar siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Malang dengan menggunakan metode kooperatif Learning Tipe STAD (Student Team Achievement Division), (2) untuk mengetahui hasil belajar siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Malang dengan menggunakan metode ekspositori, (3) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan metode pembelajaran ekspositori pada materi Pengenalan Perangkat Internet dan Intranet Siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu (quasy experimental design) dengan pre-test dan post-test non equivalent control group design, dan jenis penelitiannya yaitu kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 4 Malang semester satu tahun ajaran 2010/2011. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu kelas IXA sebagai kelas kontrol dan kelas IXC sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian ini yaitu instrumen perlakuan dan pengukuran. Instrumen perlakuan berupa perangkat pembelajaran, sedangkan instrumen pengukuran berupa instrumen tes dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dari hasil rata-rata tes awal dengan tes rata-rata akhir dimana kelas eksperimen meningkat dari 64,26 menjadi 85,17 atau sebesar 32,54 % dan kelas kontrol meningkat dari 64,00 menjadi 78,26 atau sebesar 22,28 %. Setelah diuji hipotesis menggunakan Uji-t diperoleh hasil thitung = 3,803 > ttabel = 1,99, yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar TIK antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen secara signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang belajar dengan metode pembelajaran ekspositori.

Karakteristik resensi dalam surat kabar Jawa Pos edisi November 2014-Februari 2015 / Jeffi Mukhdor Lutfi

 

ABSTRAK Lutfi, Jeffi Mukhdor. 2015. Karakteristik Resensi dalam Surat Kabar Jawa Pos Edisi November 2014—Februari 2015.Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd,. (II) Dr. Martutik, M.Pd. Kata Kunci: karakteristik, resensi,surat kabar Resensi merupakan salah satu bentuk tulisan yang terdapat dalam surat kabar. Resensi dapat dijadikan tolok ukur kelayakan suatu buku sebelum dibaca oleh masyarakat. Resensi yang terdapat dalam surat kabar memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan resensi karya siswa. Resensi dibangun atas beberapa unsur yang menopang. Beberapa aspek yang dikaji, yaitu (1) judul, (2) pembukaan, (3) tubuh, dan (4) penutup. Karya resensi di surat kabar merupakan karya resensi yang sudah melalui proses revisi dan seleksi. Oleh karena itu, resensi dalam surat kabar dapat dikatakan memiliki karakteristik tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik resensi dalam surat kabar Jawa Pos. Karakteristik yang akan dideskripsikan meliputi: (1) judul resensi, (2) pembukaan resensi, (3) tubuh resensi, dan (4) penutup resensi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data yang dipaparkan berjumlah 29 resensi dari November 2014—Februari 2015.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tabel analisis data. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini adalah prosedur pengumpulan data melalui dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini yaitu dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Selanjutnya, agar temuan yang diperoleh mendapatkan kebenaran dan kesimpulan yang meyakinkan maka peneliti melakukan peningkatan validitas data dengan melakukan ketekunan pembacaan dan pengecekan sejawat. Berdasarkan paparan hasil analisis data, diperoleh empat simpulan hasil penelitian. Pertama, karakteristik judul yang terdapat dalam resensi Jawa Pos edisi November 2014—Februari 2015, yaitu (1) judul resensi yang mencerminkan ringkasan buku, (2) mencerminkan penilaian, dan (3) sama dengan judul buku. Karakteristik judul yang paling banyak digunakan dalam resensi Jawa Pos tersebut adalah judul resensi yang mencerminkan ringkasan buku dan judul yang mencerminkan penilaian. Karakteristik judul yang jarang digunakan adalah judul resensi yang sama dengan judul buku. Dengan demikian, Karakteristik pada aspek judul tersebut menandakan bahwa penulis resensi Jawa Pos sudah membuat judul resensi dengan baik, terutama yang termasuk dalam karakteristik judul yang mencerminkan ringkasan buku dan judul yang mencerminkan penilaian. Kemunculan karakteristik tersebut menandakan bahwa judul resensi mencerminkan isi resensi yang ditulis. Kedua, karakkteristik pembukaan resensi dalam resensi Jawa Pos edisi November 2014--Februari 2015, yaitu (1) menonjolkan tema, (2) menonjolkan kesan, (3) menonjolkan keunikan buku, (4) menonjolkan pertanyaan, dan (5) menonjolkan pengarang. Sebagian besar penulis resensi memilih pembukaan yang menonjolkan tema. Pembukaan yang jarang digunakan adalah dengan cara menonjolkan keunikan buku, pertanyaan, dan pengarang yang hanya terdapat pada masing-masing satu resensi. Dengan demikian, pembukaan resensi Jawa Pos menonjolkan garis besar buku atau peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan topik buku yang diresensi untuk menarik minat pembaca. Hal tersebut disebabkan pembukaan yang berkaitan dengan topik buku lebih mudah dipahami oleh pembaca surat kabar. Ketiga, karakteristik tubuh resensi yang terdapat dalam resensi Jawa Pos edisi November 2014—Februari 2015, yaitu (1) menonjolkan keunggulan buku, (2) menonjolkan ringkasan cerita, (3) menonjolkan kutipan, dan (4) kelemahan buku. Tubuh resensi yang dikembangkan dengan menonjolkan keunggulan buku dan ringkasan buku merupakan cara yang paling banyak digunakan dalam resensi Jawa Pos edisi November 2014—Februari 2015. Cara yang paling jarang digunakan dalam tubuh resensi adalah dengan cara menonjolkan kelemahan buku. Dengan demikian, penulis resensi Jawa Pos lebih memilih menonjolkan daya tarik dari buku yang diresensi dan menonjolkan bagian isi yang paling berkesan dari buku tersebut dalam bagian tubuh resensi. Keempat, karakteristik penutup resensi dalam resensi Jawa Pos edisi November 2014—Februari 2015, yaitu (1) menonjolkan pesan, (2) menonjolkan kesimpulan, dan (3) menonjolkan sasaran buku. Cara mengembangkan penutup resensi yang dominan digunakan dalam resesi surat kabar Jawa Pos edisi November 2014—Februari 2015 adalah dengan menonjolkan pesan dan kesimpulan. Cara yang paling jarang digunakan dalam penutup resensi adalah dengan menonjolkan sasaran buku. Dengan demikian, keberagaman dalam mengungkapkan penutup resensi menunjukkan bahwa penulis resensi sudah memahami tujuan resensi, yaitu memberikan pertimbangan kelayakan buku. Penulis resensi. mengakhiri resensi dengan mengemukakan pendapat atas keseluruhan isi resensi dengan pertimbangan baik-buruk buku yang diresensi, pesan yang tersirat, dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.

Simulasi lintasan petir berbasis diffusion limited aggregation menggunakan wolfram mathematica 7.0 / Indro Wicaksono

 

diffusion limited aggregation (DLA) pernah dibuat oleh Endah Wahyuni (2007) dengan memperhatikan probabilitas arah gerak menggunakan program Delphi 7. DLA mensimulasikan perjalanan partikel gerak secara acak (random walk) sampai membentuk suatu kumpulan partikel diam. Simulasi serupa pernah dibuat oleh Hiroki Sayama (2008) dengan menggunakan program Wolfram Mathematica 7.0 tanpa memperhatikan probabilitas arah gerak. Berdasarkan kedua program tersebut, maka dibuat program simulasi lintasan petir berbasis DLA dengan menggunakan Wolfram Mathematica 7.0. Model DLA merupakan cellular automata 2 dimensi yang digunakan untuk menggambarkan perjalanan partikel gerak yang bergerak secara acak sampai membentuk kumpulan partikel yang menempel pada partikel diam. Aturan penting yang digunakan yaitu aturan arah gerak dan syarat batas. Aturan arah gerak digunakan bergerak ke arah kanan, kiri, atas, dan bawah berdasarkan probabilitas masing-masing gerak. Sedangkan untuk aturan syarat batas digunakan memantul jika partikel mengenai batas kisi. Pada program simulasi ini, dengan mengubah probabilitas arah gerak masing-masing gerak dan nilai urutan acak tertentu menghasilkan simulasi lintasan petir yang sangat mirip dengan lintasan petir yang terjadi di alam. Hasil program simulasi ini adalah simulasi lintasan petir dengan kecenderungan merambat ke segala arah, kecenderungan merambat ke kanan bawah, kecenderungan merambat ke kiri bawah, kecenderungan merambat ke bawah, kecenderungan merambat ke atas, kecenderungan merambat ke kanan atas, kecenderungan merambat ke kiri atas, dan kecenderungan merambat ke kanan kiri. Simulasi, lintasan petir, diffusion limited aggregation, Wolfram Mathematica 7.0 Simulasi lintasan petir dengan model

Keefektifan komponen pembelajaran program kesetaraan paket C di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Malang / Innecke Kartika Warhana W.

 

Kata Kunci: keefektifan, komponen pembelajaran, program kesetaraan Paket C Pendidikan merupakan sektor penting yang berperan aktif dalam meningkatkan pembangunan bangsa. Masyarakat Indonesia sekarang ini masih banyak yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan terutama masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Pendidikan yang diselenggarakan Lembaga Pemasya-rakatan Kelas I Malang merupakan salah satu bentuk PLS yang tidak lepas dari komponen-komponen PLS yaitu (1) warga belajar, (2) sumber belajar, (3) pamong belajar, (4) ragi belajar, (5) kelompok belajar, (6) sarana belajar, (7) panti belajar, (8) program belajar, dan (9) hasil belajar. Oleh karena itu, penelitian ini mendes-kripsikan mengenai keefektifan komponen pembelajaran program kesetaraan Paket C di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan angket, wawancara, observasi dan studi dokumentasi untuk mengumpulkan data. Angket berisi 26 pertanyaan. Pertanyaan pada angket tersebut diberikan kepada 20 orang warga belajar kesetaraan Paket C sebagai sampel dari populasi yang berjumlah 104 orang. Selanjutnya data tersebut dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua komponen pembelajaran (warga belajar, sumber belajar, pamong belajar, ragi belajar, kelompok belajar, sarana belajar, panti belajar, program belajar, dan hasil belajar) program kesetaraan Paket C dikatakan efektif. Semua pada kategori 75,1-100%. Adapun saran yang disampaikan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan keefektifan komponen pembelajaran, diharapkan: 1. Melibatkan secara lebih aktif dalam proses perencanaan belajar, 2. Memanfaatkan sumber-sumber belajar yang terdapat di lingkungan sekitar, 3. Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dengan baik dengan cara bekerja sama dengan penilik pendidikan, 4. Mengembangkan model-model motivasi belajar untuk meningkatkan semangat warga belajar, 5. Dalam satu kelompok belajar, hanya terdapat 20-25 warga belajar sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik, 6. Memanfaatkan sarana belajar yang ada serta menambah kualitas maupun kuantitas dari sarana belajar, 7. Dapat diperoleh tempat-tempat baru yang lebih layak saat proses pembelajaran, 8. Kurikulum seharusnya disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku, baik dari SKB maupun penyelenggaraan Paket C lain, 9. Adanya evaluasi belajar secara reguler setiap bulan, dan 10. Agar mempertahankan sifat warga belajar yang aktif dalam proses pembelajaran. Karena pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang dapat membawa warga belajar yang aktif.

Keefektifan pertanyaan tambahan pada buku paket pelajaran IPS-Geografi kelas III / oleh Enik Suhernawati

 

Pengenalan serangga kecil melalui multimedia interaktif untuk anak usia 4 sampai 6 tahun dengan teknik macro fotografi / Rio Belimarta

 

ABSTRAK Belimarta, Rio. 2016. “Pengenalan Serangga Kecil Melalui Multimedia Interaktif Untuk Anak Usia 4 Sampai 6 Tahun Dengan Teknik Macro Fotografi” Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Triyono Widodo, M.Sn Kata Kunci: perancangan, serangga, makro, fotografi, multimedia Serangga merupakan golongan hewan yang dominan di muka bumi. Dalam jumlah, mereka melebihi semua hewan melata daratan lainnya dan mereka terdapat dimana-mana. Anak usia 4 sampai 6 tahun belum banyak mengetahui tentang identitas serangga secara detail. Dalam rentang umur ini anak-anak memiliki rasa penasar apabila melihat sesuatu atau binatang seperti serangga yang hinggap ditaman, mereka sering bergerombol hanya untuk melihat aktifitas serangga. Salah satu cara untuk mengenalkan serangga kepada anak-anak adalah dengan sebuah gambar atau foto. Mengamati latar belakang masalah tersebut, permasalahan yang dapat disimpulkan adalah bagaimana cara mengenalkan serangga kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan seperti bermain. Maka dari itu, sewajarnya dibutuhkan solusi alternatif sesuai dengan permasalahan yang telah disimpulkan. Salah satu solusi yang dapat dijadikan pilihan untuk pemecahan masalah tersebut adalah dengan membuat Multimedia Interaktif tentang serangga sebagai sarana untuk pengenalan dan informasi. Dengan adanya karya ini, diharapkan anak-anak dapat mengenal serangga dengan lebih mudah. Metode karya ini dibuat berdasar observasi langsung di lapangan dan buku-buku yang terkait dalam pembuatan multimedia serta internet sebagai sarana pendukung untuk sumber data yang diperlukan. Multimedia Interaktif merupakan suatu wadah penyatuan beberapa media menjadi satu kesatuan. Pada kenyataannya, multimedia merupakan gabungan beberapa media yang kemudian didefinisikan sebagai elemen-elemen dalam pembentukan multimedia. Dalam multimedia ini terdapat foto-foto serangga beserta informasi tentang serangga dan dasar fotografi makro. Desain yang dibuat dalam multimedia disesuaikan untuk anak-anak dengan tampilan yang mudah dipahami dan dengan warna yang identik dengan warna anak-anak.

Identifikasi persepsi konsep sukar dan salah konsep sifat unsur pada siswa SMA Negeri 8 Malang / Armayanti Devinta

 

Kata kunci: persepsi konsep sukar, salah konsep, sifat periodik unsur. Pemahaman konsep sangat diperlukan dalam mempelajari ilmu kimia karena konsep kimia dikembangkan berurutan dari konsep sederhana hingga kompleks. Konsep kompleks (tingkatan tinggi) hanya dapat dipahami jika konsep yang lebih sederhana telah benar-benar dipahami. Kesukaran memahami konsep dapat mengakibatkan persepsi konsep sukar yang berpeluang menimbulkan salah konsep. Persepsi konsep sukar adalah anggapan siswa terhadap konsep yang dianggap sukar dan diukur oleh soal diagnostik dengan persentase jawaban salah (PJS) lebih besar sama dengan 61%. Siswa dikatakan mengalami salah konsep apabila memberikan jawaban salah secara konsisten pada sejumlah soal yang memiliki dasar konsep sama. Sifat periodik unsur adalah salah satu konsep dasar kimia yang harus dipahami untuk mempelajari banyak konsep pada tingkatan yang lebih tinggi, misalnya konsep ikatan kimia. Tujuan penelitian untuk mengetahui profile jawaban salah, persepsi konsep sukar dan salah konsep yang dialami siswa pada konsep sifat periodik unsur. Penelitan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 2010/2011 semester ganjil terdiri dari 50 siswa kelas XI-IPA dan 56 siswa kelas XII-IPA. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan cluster sample. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik berbentuk soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban dan satu jawaban sendiri yang disertai dengan alasan jawaban. Soal disusun berdasarkan peta konsep dan kisi-kisi soal yang berpedoman pada KTSP 2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Profile jawaban salah siswa yang diperoleh kelas XI meliputi mean = 35, median = 40, modus = 46, jawaban salah siswa minimal (Xmin) = 4, dan jawaban salah siswa maksimal (Xmax) = 49 sedangkan untuk kelas XII adalah mean = 36, median = 38, modus = 54, Xmin = 5, Xmax = 55. (2) Persepsi konsep sukar yang dimiliki siswa kelas XI dan XII berdasarkan hasil PJS adalah konsep (a) jari-jari atom dengan indikator mengidentifikasi sifat periodik jari-jari atom berdasarkan nomor atom; (b) jari-jari ion dengan indikator mengidentifikasi sifat periodik jari-jari ion positif berdasarkan nomor atom; (c) energi ionisasi dengan indikator mendefinisikan energi ionisasi, mengidentifikasi sifat periodik energi ionisasi pertama unsurunsur yang memiliki jumlah kulit sama berdasarkan nomor atom, dan mengidentifikasi sifat periodik energi ionisasi pertama unsur-unsur yang memiliki jumlah kulit sama berdasarkan konfigurasi elektron; (d) afinitas elektron dengan indikator mendefinisikan afinitas elektron dan mengidentifikasi sifat periodik afinitas elektron pertama unsur-unsur yang memiliki jumlah kulit sama berdasarkan nomor atom; (e) keelektronegatifan dengan indikator mengidentifikasi sifat periodik keelektronegatifan berdasarkan nomor atom; (f) ii hubungan jari-jari atom dan jari-jari ion dengan indikator mengidentifikasi jarijari atom yang telah diketahui untuk menetukan sifat periodik jari-jari ionnya; (g) hubungan jari-jari atom denngan energi ionisasi dan afinitas elektron dengan indikator menghubungkan jari-jari atom yang telah dikatehui untuk menentukan sifat periodik energi ionisasi dan afinitas elektron; (h) hubungan jari-jari atom dengan jari-jari ion, energi ionisasi, afinitas elektron dan keelektronegatifan dengan indikator menghubungkan jari-jari atom yang telah diketahui untuk menetukan sifat periodik jari-jari ion, energi ionisasi, afinitas elektron dan keelektronegatifan. (3) Salah konsep yang dialami siswa kelas XI dan XII berdasarkan konsistensi jawaban adalah siswa menganggap (a) unsur-unsur yang memiiliki jumlah kulit sama, tetapi jumlah elektron valensi bertambah energi ionisasi pertamanya akan selalu makin besar; (b) unsur-unsur yang memiiliki jumlah kulit sama, tetapi jumlah elektron valensi bertambah energi ionisasi pertamanya akan selalu makin turun; (c) unsur-unsur yang memiiliki jumlah kulit sama, tetapi jumlah elektron valensi bertambah afinitas elektron pertamanya akan selalu makin turun; (d) unsur-unsur yang memiiliki jumlah kulit sama, tetapi jumlah elektron valensi bertambah afinitas elektron pertamanya akan selalu makin naik; (e) unsur-unsur yang memiliki jumlah kulit sama, makin kecil jari-jari atom, sifat periodik afinitas elektron pertamanya selalu naik; (f) unsur-unsur yang memiliki jumlah kulit sama makin kecil jari-jari atom, sifat periodik energi ionisasi pertamanya juga cenderung makin turun.

The parents' role in motivating their children to learn English at SLTP 01 Purwosari, Pasuruan / by Marfiyanto

 

Pengaruh suhu pemanasan pasir besi abu vulkanik gunung Kelud terhadap suseptibilitas magnetik dan morfologi mineral magnetik / Rizma Dwi Hastining

 

ABSTRAK Hastining, Rizma Dwi. 2016. Pengaruh Suhu Pemanasan Pasir Besi Abu Vulkanik Gunung Kelud Terhadap Suseptibilitas Magnetik dan Morfologi Mineral Magnetik. Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Zulaikah, M.Si. (II) Sujito, S.Pd., M.Si. Kata kunci: abu vulkanik, morfologi mineral magnetik, suseptibilitas magnetik Suhu letusan gunung berapi dapat ditunjukkan oleh morfologi mineral magnetik yang memiliki dampak terhadap polusi udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pemanasan pasir besi abu vulkanik Gunung Kelud terhadap suseptibilitas magnetik dan morfologi mineral magnetik serta mengetahui hubungan ketiga parameter fisis tersebut. Sampel yang digunakan adalah abu vulkanik letusan Gunung Kelud dengan variasi suhu pemanasan 0 oC, 500 oC dan 1000 oC. Uji suseptibilitas magnetik untuk mengetahui nilai suseptibilitas magnetik baik low dan high frequency sehingga didapatkan nilai percentage frequency dependent susceptibility (χ_fd%) dan uji SEM-EDAX untuk mengetahui morfologi dan ukuran butir dari mineral magnetik yang terkandung pada abu vulkanik. Hasil penelitian menunjukkan nilai suseptibilitas magnetik abu vulkanik pada suhu 0 oC memiliki nilai χ_lf 376×10-6m3kg-1, χ_hf memiliki nilai 361×10-6m3kg-1 dan χ_fd 4,1% dengan butir yang lebih kecil dan permukaan yang halus. Pada suhu pemanasan 500 oC memiliki nilai χ_lf 296×10-6m3kg-1, χ_hf 291×10-6m3kg-1 dan χ_fd 1,88% dengan butir yang lebih besar dari suhu 0 oC dan permukaan yang sedikit kasar dan berongga. Pada suhu pemanasan 1000 oC memiliki nilai χ_lf 39,8×10-6m3kg-1 , χ_hf memiliki nilai 38,4×10-6m3kg-1 dan χ_fd 3,46% dengan ukuran butir yang besar dan permukaan yang kasar dengan rongga yang lebih besar. Butir pasir besi abu vulkanik Gunung Kelud termasuk multidomain dan campuran antara superparamagnetik dengan non superparamagnetik.

Pelaksanaan rekruitmen pengawai dan hubungannya dengan produktivitas kerja di SMA Swasta se-kota Malang / Any Malyana Sari

 

Kata Kunci: pelaksanaan rekruitmen, produktivitas kerja Rekruitmen adalah serangkaian aktivitas untuk mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. Produktivitas kerja pegawai adalah suatu hasil akhir usaha untuk meningkatkan kualitas kerjanya di segala bidang mulai dari keseluruhan proses perencanaan, penataan dan pendayagunaan sumber daya untuk merealisasikan tujuan bagi kemajuan lembaga. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa tinggi pelaksanaan rekruitmen pegawai di SMA Swasta se-Kota Malang, seberapa tinggimya produktivitas kerja yang dihasikan pegawai di SMA swasta se-Kota Malang dan mengetahui hubungan kualitas pelaksanaan rekruitmen pegawai dengan produktivitas kerja di SMA swasta se-Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini yaitu guru dan pegawai tata usaha SMA Swasta se-Kota Malang dengan jumlah orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster proportional random sampling dengan jumlah sampel menggunakan formula Slovin yaitu 130 guru dan 24 pegawai tata usaha. Sedangkan instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Skala yang digunakan merupakan skala Likert dengan 4 (empat) pilihan jawaban. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan teknik korelasi product moment. Untuk menguji kelayakan instrumen yang disusun digunakan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dalam penelitian ini yaitu korelasi product moment dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Special Services) 16.0 for windows. Hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu rhitung sebesar 0,638> rtabel 0,157dengan taraf signifikansi 5% dengan probabilitas 0,000 <0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pelaksanaan rekruitmen pegawai dengan produktivitas kerja dengan di SMA Swasta se-Kota Malang. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah: (1) Pelaksanaan rekruitmen pegawai di SMA Swasta se-Kota Malang termasuk dalam kualifikasi tinggi; (2) Produktivitas kerja yang dilakukan di SMA Swasta se-Kota Malang termasuk dalam kualifikasi tinggi; dan (3) Ada hubungan yang signifikan antara pelaksanaan rekruitmen pegawai dengan produktivitas kerja yang dilakukan di SMA Swasta se-Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat dikemukakan yaitu: (1) Bagi Dinas Pendidikan Kota Malang digunakan sebagai referensi dalam merekrut ii pegawai; (2) Bagi Jurusan Administrasi Pendidikan dapat dijadikan informasi dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dan sebagai informasi bagi calon pegawai dalam mendapatkan pekerjaan; dan (3) Bagi Peneliti Lain diharapkan dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan bandingan penelitian yang sejenis dengan subtansi yang sama atau penelitian lanjutan dengan mengembangkan ilmu pengetahuan.

An analysis of instructional materials for integrated language lessons in English for the senior high school for the second year students of SMU based on the 1994 curriculum / by Helmi MK

 

Hubungan minat belajar siswa dan kreativitas guru dengan hasil belajar mata pelajaran produktif siswa kelas X Jurusan Otomotif di SMKN 1 Glagah Banyuwangi / Khairul Anwar Afandi

 

ABSTRAK Afandi, Khairul Anwar. 2015. Hubungan Minat Belajar Siswa Dan Kreativitas Guru Dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran Produktif Siswa Kelas X Jurusan Otomotif Di SMKN 1 Glagah Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T., (II) Drs. Ir. Mustaman M. Pd. Kata kunci : Minat Belajar, Kreativitas Dan Hasil Belajar Tujuan pendidikan dikatakan tercapai apabila hasil belajar siswa men-galami peningkatan. Sumber daya manusia yang berkualitas lahir dari pendidi-kan yang bermutu. Baik tidaknya mutu pendidikan dapat dilihat dari hasil bela-jar yang diperoleh peserta didik mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. SMKN 1 Glagah adalah salah satu sekolah kejuruan dibanyuwangi yang berusaha mencetak lulusan untuk siap bekerja dan mampu bersaing dalam dunia kerja. Berdasarkan hasil observasi di SMKN 1 glagah di-dapat beberapa infor-masi tentang hambatan dalam proses pembelajaran didalam kelas, salah satunya adalah masih ada beberapa peralatan praktikum yang kurang mamadai, hal ini dapat menyebabkan proses pembelajaran menjadi terhambat sehingga dapat me mbuat minat belajar siswa kurang. Masalah lain adalah kurang kreatifnya guru dalam menyampaikan materi pembelajaran didalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara minat belajar siswa dan kreativitas guru dengan hasil belajar pelajaran produktif siswa kelas X jurusan otomotif diSMKN 1 Glagah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ran-cangan penelitian adalah deskriptif korelasi. Penelitian korelasional bertujuan untuk menentukan ada tidaknya hubungan dan apabila ada, seberapa erat hubu-nganya serta berarti atau tidak hubungan itu. Dari hasil penelitian diketahui bah-wa minat belajar siswa kelas X jurusan teknik otomotif SMKN 1 Glagah deng-an presentase 86 ,3% memiliki minat belajar yang cukup baik, sebagian besar guru kelas X jurusan teknik otomotif SMKN 1 Glagah dengan presentase 84,7 % memiliki kreativitas yang cukup baik dan hasil belajar siswa cenderung pada kategori lulus baik (52) siswa 59,7%, lulus dengan baik sebanyak (10) siswa 11,4%, lulus cukup sebanyak (25) siswa 28,7%, sebagian besar siswa memiliki nilai rata-rata yang tinggi dengan hasil belajar yang tinggi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara minat bela-jar siswa dan kreativitas guru dengan hasil belajar siswa. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi minat belajar siswa dan kreativitas guru dalam pembe-lajaran, maka semakin tinggi pula hasil belajar siswa, dan begitu pula sebalik-nya.

Modifikasi media peluru berbahan kayu untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang / Feri Mardiyansah Pribadi

 

Kata kunci: Pengembangan, Modifikasi, Pembelajaran, Tolak Peluru, Peluru Kayu Salah satu tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Di dalam dunia pendidikan, pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan satu mata pelajaran yang harus dimasukkan dalam kurikulum di semua jenis dan jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai dengan Perguruan Tinggi (PT). Permainan dan olahraga adalah satu pokok bahasan dari mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang terdapat dalam standart kompetensi Sekolah Menengah Pertama Kelas VII. Salah satu kompetensi dasarnya yaitu mempraktikkan teknik dasar perorangan lanjutan atletik, serta nilai disiplin, semangat, sportifitas, percaya diri dan kejujuran. Nomor-nomor kejuaraan atletik di atas, nomor lempar biasanya digolongkan menjadi lempar cakram, lempar lembing, lontar martil, dan tolak peluru. Dari keempat golongan di atas yang akan dibahas lebih lanjut adalah tolak peluru. Untuk mendukung keberhasilan pembelajaran tolak peluru di sekolah, tentunya diperlukan sarana dan prasarana yang memadai, hal ini biasanya yang menjadi masalah di sekolah. Minimnya sarana dan prasarana di sekolah adalah faktor utama yang menghambat proses pembelajaran tolak peluru. Berdasarkan wawancara dengan salah satu guru olahraga dan di SMP Negeri 1 Kota Malang, pada saat pembelajaran tolak peluru, peluru yang digunakan adalah peluru yang standar, berhubungan dengan antusiasme siswa terhadap pembelajaran tolak peluru, peluru yang standar di rasa sangat berat. Dan juga dijelaskan bahwa pada pembelajaran tolak peluru diperlukan media atau alat yang bisa digunakan pada saat pembelajaran tolak peluru sehingga siswa bisa lebih antusias dan pembelajaran tolak peluru bisa dilaksanakan dengan optimal. Peneliti juga melakukan wawancara pada seorang siswa, dan siswa tersebut tidak senang terhadap pembelajaran tolak peluru. Salah satu alasan yang dikatakan siswa tersebut adalah peluru yang digunakan terasa sangat berat. Maka dalam hal ini modifikasi pada media (peluru) sangat dibutuhkan. Tujuan penelitian & pengembangan ini adalah mendapatkan peluru yang cocok/sesuai dan ada peluru yang dapat dijadikan alat untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang, sehingga pembelajaran tolak peluru bisa dilaksanakan secara optimal. Model pengembangan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi 7 langkah yaitu: (1) Pengumpulan informasi dari observasi dan wawancara (analisis kebutuhan), (2) mengembangkan bentuk persiapan dari rencana produk, (3) proses pembuatan produk dan evaluasi ahli, (4) uji coba (kelompok kecil) menggunakan 9 siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang, (5) revisi rencana produk hasil dari uji coba (kelompok kecil), (6) uji lapangan (kelompok besar) menggunakan 45 siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang, (7) produk akhir hasil pengembangan hasil dari uji lapangan (kelompok besar). Dari penelitian & pengembangan dan prosedur yang dilakukan di atas dihasilkan produk yaitu peluru berbahan kayu untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang. Spesifikasi peluru berbahan kayu tersebut ada 2 yaitu: (1) Spesifikasi produk peluru yang pertama atau peluru model A dengan Bahan kayu, Berdiameter 110-130 mm, dan Berat 600-800 gr, (2) Spesifikasi produk peluru yang kedua atau peluru model B dengan Bahan kayu, Berdiameter 95-110 mm, dan Berat 400-600 gr. Berdasarkan hasil uji coba (kelompok kecil) diperoleh hasil bahwa modifikasi media peluru berbahan kayu untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang dapat digunakan karena memenuhi kriteria valid dengan persentase 96,67%. Dan hasil uji lapangan (kelompok besar) juga diperoleh hasil valid/digunakan dengan persentase 96,89%. Produk penelitian & pengembangan media peluru berbahan kayu untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang ini disarankan dapat dijadikan sarana untuk pembelajaran khususnya tolak peluru oleh guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di sekolah. Dalam hal pemanfaatan produk peluru berbahan kayu ini harus diperhatikan situasi dan kondisi yang ada. Sebagai upaya penyebarluasan produk yang telah dikembangkan ke sasaran yang lebih luas sebaiknya produk yang telah dikembangkan ini dievaluasi kembali disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Dan disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut sehingga hasil pengembangan ini dapat dimanfaatkan dengan baik.

Penerapan model STAD untuk meningkatkan aktivitas siswa pada Tema 4 Subtema 1 Pembelajaran 2 di kelas II SDN Mojolangu 1 Malang / Iis Afriani

 

ABSTRAK Afriani, Iis. 2016. Penerapan Model STAD Untuk Meningkatkan Aktivitas Siswa Pada Tema 4 Subtema 1 Pembelajaran 2 Di Kelas II SDN Mojolangu 1 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Dimyati, S.Pd., M.Pd, (II) Drs. Sutrisno, S.Pd., M.Pd. Kata kunci : Model STAD, aktivitas siswa, SD Kurikulum 2013 membuat kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dirumuskan secara terpadu dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajarannya, siswa dituntut untuk aktif, namun karena gurukelas II di SDN Mojolangu 1 hanya menggunakan metode ceramah, mengakibatkan siswa kelas II di SDN Mojolangu 1 menjadi kurang bersemangat saat kegiatan pembelajaran berlangsung.Sebagian besar siswa lebih senang mengobrol dengan temannya atau bermain sendiri. Hal tersebut menyebabkan nilai yang diperoleh siswa dibawah KKM yang ditentukan oleh kurikulum 2013 di SDN Mojolangu 1 yaitu 75. Oleh sebab itu diambil tindakan untuk meningkatkan aktivitas siswa dengan menerapkan model pembelajaran STAD.penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model STAD pada tema 4 subtema 1 pembelajaran 2 di kelas II SDN Mojolangu I Malang, dan mendeskripsikan peningkatan aktivitas siswa pada tema 4 subtema 1 pembelajaran 2 di kelas II SDN Mojolangu I Malang setelah diterapkannya model pembelajaran STAD. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK), terdiri atas; (1)perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan dan observasi; (3) refleksi; (4) perbaikan rencana. Peneliti bertindak sebagai perancang, pengelola instrumen dan pelaksana tindakan. Subyek peneliti sebanyak 21 siswa. Data dan sumber data yaitu, kemampuan bekerjasama, kemampuan menerima perbedaan kemampuan akademik siswa lain. Pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data, evaluasi dan refleksi dilakukan secara kualitatif. Peningkatan aktivitas siswa pada saat kegiatan pembelajaran tema 4 “Aku dan Sekolahku” subtema 1 “Tugas-tugas Sekolahku” pembelajran 2 terlihat pada hasil observasi sesuai dengan rubrik observasi yang telah disusun oleh peneliti, yaitu rubrik observasi kemampuan bekerjasama dan rubrik observasi penerimaan kemampuan akademik siswa lain. Hasil observasi kemampuan bekerjasama menunjukan pada siklus I 57,1% pada siklus II meningkat menjadi 90,4%, dan hasil observasi penerimaan terhadap kemampuan akademik siswa lain pada siklus I 52,4% pada siklus II meningkat menjadi 80,9%. Penerapan Model Pembelajaran STAD dapat meningkaatkan aktivitas siswa pada tema 4”Aku dan Sekolahku” subtema 1 “Tugas-tugas Sekolahku” pembelajaran 2. Dari hasil penelitian tersebut diharapkan guru dapat menerapkan model-model pembelajaran, salah satunya model STAD, untuk meningkatkan aktivitas siswa saat kegiatan belajar berlangsung.

Pengaruh permainan sudoku fantasi terhadap kemampuan berhitung pada tunagrahita kelas I SDLB BC Kepanjen Kabupaten Malang / Indri Pramesti Rosalina

 

ABSTRAK Pramesti, Indri. 2016. Pengaruh Permainan Sudoku Fantasi Terhadap Kemampuan Berhitung Pada Tunagrahita Kelas I SDLB BC Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. WiwikDwiHastuti,S.Pd, M.Pd, (II) Drs. H. Ahmad Samawi,M.Hum. Kata kunci:Tunagrahita, Sudoku Fantasi, Kemampuan Berhitung Anak tunagrahita ialah anak yang memiliki kecerdasan intelektual dibawah rata-rata serta berperilaku adaptif danpadaumumnyamengalamihambatanpadabidangintelektual, sosialdankognitif. Tahapan awal dalam berhitung adalah membilang, dan memahami konsep angka, hal ini mudah bagi mereka yang normal namun sulit bagi tunagrahita. Kemampuan berhitung tunagrahitaialah memahami konsep simbol bilangan, serta memahami bentuk dan makna dari bilangan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan adanya pengaruh sebelum dan sesudah menggunakan permainan sudoku fantasi dalam kegiatan pembelajaran matematika pada anak tunagrahita ringan (2) mendeskripsikan hasil belajar kemampuan berhitung sebelum dan sesudah menggunakan permainan sudoku fantasi di SDLB BC Kepanjen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Pre-Eksperimental dengan One-Group Pre-test Post-test Design. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar matematika mengisi sudokuyang kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus uji t(UjiSign Test).Subjek penelitian ini ialah4 anak tunagrahita ringan, dengan IQ antara 69-55 yang dapat menerima pendidikan akademik di sekolah.Berdasarkan hasil uji hipotesis dari skor pre-test yaitu 46,25 dan skor post-test yang mencapai 71,25 menunjukkan signifikansi pada nilai, hal ini menunjukkan adanya pengaruh kemampuan berhitung anak tuna grahita ringan setelah menggunakan sudoku fantasi. Hasil belajar berhitung peserta didik tunagrahita dengan menggunakan permainan sudoku fantasi lebih baik dibandingkan dengan tidak menggunakan permainan sudoku fantasi ditunjukkan dengan nilai pre test dan post test yang meningkat serta menunjukkan minatnya untuk belajar dan antusiasme dalam pembelajaran matematika. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berhitung peserta didik tunagrahita ringan kelas I SDLB BC Kepanjen Kabupaten Malang sebelum dan sesudah menggunakan permainan sudoku fantasi, serta terjadi peningkatan hasil belajar yang ditunjukkan dengan antusiasme serta nilai yang meningkat. Berdasarkan temuan selama penelitian maka disarankan kepada guru agar menggunakan permainan sudoku fantasi dalam kegiatan pembelajaran matematika untuk mengatasi kesulitan anak tunagrahita dalam belajar.

Pengatur intensitas cahaya dan pergerakan holder pada lampu teater menggunakan remote control / oleh Yulia Wardhani, Syaekhu Sholihin

 

Pengaruh informasi arus kas terhadap return saham pada perusahaan yang melakukan stock split yang terdaftar di BEI periode 2010-2014 / Faradilla Tsani

 

ABSTRAK Tsani, Faradilla. 2016. Pengaruh Informasi Arus Kas terhadap Return Saham pada Perusahaan yang Melakukan Stock Split yang Terdaftar di BEI Periode 2010-2014. Skripsi, Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak., (II) Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Arus Kas dan Return Saham. Laporan arus kas merupakan bagian dari laporan keuangan dan menjadi salah satu sumber informasi yang mendapat perhatian investor sebagai ukuran kinerja perusahaan. Ukuran kinerja akuntansi perusahaan yang menjadi fokus perhatian investor adalah yang mampu menggambarkan kondisi ekonomi dengan baik serta menyediakan sebuah dasar bagi peramalan aliran kas masa depan suatu saham biasa. Return saham merupakan alat yang digunakan untuk mengukur peramalan aliran kas masa depan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan terhadap return saham pada perusahaan yang melakukan stock split yang terdaftar di BEI periode 2010-2014. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria yaitu perusahaan yang melakukan stock split pada tahun 2010-2014. Berdasarkan kriteria tersebut, maka terpilih sebanyak 44 perusahaan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik parametrik Analisis Regresi Berganda untuk arus kas terhadap return saham digunakan pada data berdistribusi normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara arus kas operasi, investasi, dan pendanaan terhadap return saham. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penelitian ini, seperti: pandangan investor yang lebih melihat dividen sebagai sinyal, jumlah sampel, dan kesalahan metodologis. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diajukan kepada peneliti selanjutnya untuk menambah periode dalam pengamatan sehingga dapat menghasilkan data yang lebih valid dan sampel perusahaan lebih baik tidak hanya menggunakan perusahaan yang terdaftar di BEI. Serta memperhatikan variabel lain yang akan berpengaruh juga terhadap return saham perusahaan.

Pengembangan paket pembelajaran matakuliah metode dan ketrampilan dasar mengajar di Institut Theologia Alethea Lawang / oleh Magdalena Yunavebriwati

 

Pengaruh penggunaan media video faktual terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas VII SMP Negeri 11 Malang / Ainun Rofiah

 

ABSTRAK Rofiah, Ainun. Pengaruh Penggunaan Media Video Faktual terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas VII SMP Negeri 11 Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Martutik, M.Pd., (II) Dr. Titik Harsiati, M.Pd. Kata Kunci: media video faktual, kemampuan menulis cerpen, pembelajaran menulis cerpen. Menulis cerpen merupakan pembelajaran sastra yang harus dikuasai oleh siswa kelas VII dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dan berlatih memahami pikiran, perasaan, dan sikap manusia seutuhnya. Pembelajaran menulis cerpen di SMP Negeri 11 Malang telah dilakukan oleh siswa kelas VII, namun siswa masih kesulitan untuk menentukan ide cerita. Masalah kesulitan menentukan ide dapat diatasi dengan memberikan siswa berbagai pengalaman secara nyata dengan menggunakan media. Salah satu alternatif media yang dapat digunakan adalah media video faktual. Media video faktual membantu siswa mendapatkan pengalaman lebih nyata mengenai peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi. Berdasarkan peristiwa nyata yang ditayangkan akan merangsang imajinasi siswa, siswa seolah-olah dapat merasakan bahwa dia ada di dalam peristiwa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pengaruh penggunaan media video faktual terhadap kemampuan membuat kerangka cerita, (2) mendeskripsikan pengaruh penggunaan media faktual terhadap kemampuan mengembangkan isi cerita, (3) mendeskripsikan pengaruh penggunaan media video faktual terhadap kemampuan menciptakan tokoh dan mengembangkan dialog, (4) mendeskripsikan pengaruh penggunaan media video faktual terhadap kemampuan penggunaan gaya bahasa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian eksperimen semu. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 11 Malang. Sampel penelitian adalah kelas VII-B sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII-C sebagai kelompok kontrol. Pengambilan kedua kelas tersebut sebagai sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel dalam penelitian meliputi variabel bebas yaitu media video faktual dan variabel terikat yaitu kemampuan menulis cerpen siswa. Setelah dilakukan tes menulis cerpen, data sampel diolah menggunakan analisis statistik uji-t pada program komputer SPSS 18.0 for windows dengan taraf signifikansi 0,05. Uji-t bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan media video faktual terhadap kemampuan menulis cerpen siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video faktual berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas VII SMP Negeri 11 Malang, dengan rincian bahwa media video faktual berpengaruh terhadap kemampuan: (1) membuat kerangka cerita dengan nilai signifikansi 0,007<0,05 dengan nilai rata-rata 15,62, (2) mengembangkan isi cerita dengan nilai signifikansi 0,000<0,05 dengan nilai rata-rata 24,81, (3) menciptakan tokoh dan mengembangkan dialog dengan nilai signifikansi 0,017<0,05 dengan nilai rata-rata 25,78, (4) penggunaan gaya bahasa dengan nilai signifikansi 0,038<0,05 dengan nilai rata-rata 14,53. Dengan demikian, media video faktual berpengaruh pada keempat aspek kemampuan menulis cerpen. Nilai rata-rata menunjukkan bahwa siswa unggul dalam aspek menciptakan tokoh dan mengembangkan dialog. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa media video faktual berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas VII SMP Negeri 11 Malang. Pada kemampuan membuat kerangka cerita nilai rata-rata kelas eksperimen lebih unggul, media memberikan pengaruh pada tema dalam kerangka cerita siswa bervariasi. Pada kemampuan mengembangkan isi nilai rata-rata kelas eksperimen lebih unggul, media memberikan pengaruh pada permasalahan yang diangkat dalam cerpen siswa sesuai dengan makna kisah dalam video. Pada kemampuan menciptakan tokoh dan mengembangkan dialog niali rata-rata kelas eksperimen lebih unggul, media memberikan pengaruh pada penciptaan tokoh yang sesuai dengan tokoh yang muncul dalam video, yaitu tokoh keluarga dan pengembangan dialog berdasarkan interaksi yang muncul dalam video. Pada kemampuan penggunaan gaya bahasa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih unggul, media memberikan pengaruh pada penggunaan gaya bahasa yang sesuai dengan lingkungan dan sesuai dengan tema dalam cerpen.

Pengaruh skarifikasi dan gibberellin kyowa terhadap perkecambahan biji palem putri (Veitchia merillii (Becc.) H.E. Moore) / oleh Eko Budi Minarno

 

Pengaruh cash ratio, debt to equity ratio, dan return in equity terhadap dividend payout ratio pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2005-2009 / Wisnu Wicaksono

 

Kata Kunci: Cash Ratio, Debt to Equity Ratio (DER), dan Return on Equity (ROE), Dividend Payout Ratio (DPR). Kebijakan dividen merupakan faktor penting bagi investor dalam menilai baik-buruknya perusahaan, karena besar-kecilnya dividen yang dikeluarkan dapat membawa pengaruh terhadap harga saham perusahaan dapat digunakan sebagai bukti dana likuid yang ada di perusahaan. Disinilah tugas manajemen keuangan dalam menentukan besarnya dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham untuk tetap memberikan kepercayaan kepada investor, namun tetap memperhatikan laba yang akan ditahan, sehingga kelangsungan hidup perusahaan akan tetap terjaga dan tetap memperoleh keuntungan yang maksimal dengan modal yang ada. Kebijakan dividen dapat diukur menggunakan Dividend Payout Ratio. Beberapa rasio keuangan yang digunakan investor untuk menilai kinerja perusahaan dalam penelitian ini diambil tiga faktor yang berpengaruh terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) yaitu Cash Ratio, Debt to Equity Ratio (DER), dan Return on Equity (ROE). Jenis data penelitian adalah kuantitatif dan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI selama tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 sebanyak 151 perusahaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu menggunakan sampel berdasarkan kriteria dengan tujuan tertentu sehingga menghasilkan sampel sejumlah 16 perusahaan. Teknik analisa yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan besarnya Cash Ratio, Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE) dan Dividend Payout Ratio (DPR). Dari hasil persamaan regresi linier berganda dapat diketahui bahwa Cash Ratio, Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE) berpengaruh positif signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR). Secara simultan variabel Cash Ratio, Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR). Cash Ratio merupakan aliran arus kas keluar, sehingga semakin besar posisi kas perusahaan berarti semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Begitu juga dengan Debt to Equity Ratio (DER), DER yang tinggi akan memberikan kesempatan perusahaan untuk memperoleh laba yang lebih banyak sehingga kesempatan perusahaan membagikan dividen lebih besar. Pengaruh Return on Equity (ROE) juga menunjukkan hal yang sama, semakin tinggi ROE akan menunjukkan efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan modal perusahaan. Keuntungan ini yang sebagian akan diberikan kepada pemegang saham dan sebagian digunakan perusahaan sebagai laba ditahan. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum menetapkan kebijakan dividen, manajemen perusahaan perlu mempertimnbangkan variabel Cash Ratio, Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE).

Pengaruh variasi kuat medan magnet serta putaran mesin terhadap emisi gas buang mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar / Ahmad Ilham Romairi

 

Kata Kunci: variasi kuat medan magnet, campuran minyak jarak dan solar, mesin diesel, kandungan gas buang. Mengingat jumlah pasokan dan cadangan minyak bumi di Indonesia pada umumnya semakin berkurang dan disertai kenaikan harga minyak mentah yang meningkat tajam maka banyak masyarakat yang mencari solusi sumber energi alternatif dalam penekanan penggunaan minyak yaitu penggantian bahan bakar solar dengan campuaran solar dan biodiesel (20% minyak jarak-80% solar). Selain ditemukannya berbagai sumber energi alternative, beredar alat tambahan yang berupa magnet untuk meningkatkan performansi dan efisiensi motor bakar diesel.Mesin yang digunakan Nissan dengan pendingin air tipe motor DWE -47 -50 –HS –Av siklus 4 langkahJumlah silinder 4 volume langkah torak 2164 cc diameter silinder 83 mm panjang langkah torak 100mm daya poros maks./ pada put.47 BHP pada 3200 rpm produksi Nissan Tokyo Co. Ltd, Jepang perbandingan kompresi 22 : 1 Bahan bakar solar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan emisi gas buang pada mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar tanpa medan magnet dan menggunakan medan magnet 0,122 Tesla, 0,245 Tesla, dan 0,368 Tesla pada putaran mesin 1300 rpm, 1600 rpm, 1900 rpm, 2200 rpm, dan 2500 rpm.Analisis hasil penelitian adalah analisis dua jalur untuk menguji hipotesis yang diajukan Hasil penelitian ini menunjukkan putaran mesin dan kondisi kuat medan magnet mempengaruhi kadar emisi CO, O2, dan CO2. Dimana nilai tertinggi saat mesin tidak diberi medan magnet yaitu kadar emisi CO pada putaran 2500 rpm, kadar emisi O2 pada putaran 1300 rpm dan kadar emisi CO2 pada putaran 1900 rpm. Sedangkan nilai terendah untuk kadar emisi CO ketika mesin diberi medan magnet 0,122T pada putaran mesin 2500 rpm, untuk kadar emisi O2 mesin diberi medan magnet 0,368 T pada putaran 2200 rpm dan kadar emisi CO2 ketika mesin diberi kuat medan magnet 0,245 T pada putaran 1300 rpm.Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kuat medan magnet, pada berbagai variasi putaran mesin 1300 rpm, 1600 rpm, 1900 rpm, 2200 rpm,dan 2500 rpm. dan interaksi antara kuat medan magnet dan putaran mesin mempengaruhi kadar emisi CO, O2, dan CO2. Dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya bahan bakar biodiesel terhadap persentase kandungan minyak jarak pada solar dengan berbagai macam persentase dan perlu ditingkatkan sampai kandungan 100%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kandungan emisi gas buang yang lain terutama gas-gas yang beracun yang dapat menimbulkan polusi seperti kadar HC. Perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan sumber kemagnetan yang lain, misalnya dengan menggunakan magnet tetap atau magnet yang lain. A

Pengembangan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) dengan media ular tangga untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar mata pelajaran IPS di SMP Islam 1 Batu / Bambang Kuswiyanto

 

Kata-Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, Model TGT, Media Ular Tangga, Motivasi belajar, Hasil belajar IPS. KTSP menghendaki pembelajaran diarahkan pada kegiatan yang mendorong siswa aktif, baik fisik, mental-intelektual, maupun sosial untuk memahami konsep. Hal ini berarti guru dituntut untuk menggunakan strategi pembelajaran yang mengaktifkan interaksi siswa dengan guru, siswa dengan siswa, serta siswa dengan lingkunganya. Dengan demikian arah pembelajaran harus mengacu atau terpusat pada siswa yang mempunyai warna bahwa siswa diarahkan untuk terampil dalam menemukan sendiri tentang konsep-konsep materi pelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada awal penelitian di SMP Islam 1 Batu, selama ini guru mata pelajaran IPS telah melakukan beberapa variasi model pembelajaran dalam proses belajar seperti Tanya jawab, penugasan dan pemberian kuis-kuis tetapi variasi model pembelajaran seperti itu menurut siswa kurang menarik sehingga membuat siswa cepat bosan. Dampak dari keboasanan siswa itu tercarmin dari motivasi siswa yang kuran dan keaktifannya dalam proses pembelajaran juga masih kurang, sehingga berakibat pada penurunan hasil belajarnya. Serta masih belum adanya penekanan dalam kerja kelompok oleh guru menyebabkan interaksi antara siswa dengan siswa masih belum tampak dalam proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti menerapkan pengembangan pembelajaran koopertatif model Team Games Tournament (TGT) dengan media ular tangga untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar mata palajaran IPS di SMP Islam 1 Batu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada setiap siklusnya terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 5 sampai 14 April 2010. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-F semester genap tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 38 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah RPP, wawancara, lembar observasi motivasi, lembar observasi keteptan guru, soal pre tes, soal tes, angket respons siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran, dan catatan lapangan. Motivasi belajar siswa diukur berdasarkan lembar observasi motivasi siswa, sedangkan hasil belajar siswa diukur berdasarkan hasil tes setiap akhir siklus serta ketuntasan belajar siswa pada masing-masing siklus. Teknik pengumpulan data untuk hasil tes menggunakan post tes yang dilaksanakan pada akhir pembelajaraan, aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran menggunakan lembar observasi dan catatan lapangan, tanggapan siswa terhadap pembelajaran menggunakan angket yang diberikan pada akhir pembelajaran siklus II, dan dokumentasi selama proses belajar dikelas. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang menghitung persentase keberhasilan tindakan. Analisis data dilakukan dengan membandingkan data pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pembelajaran kooperatif model TGT dengan media ular tangga secara umum dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada nata pelajaran IPS siswa kelas VIII-F SMP Islam 1 Batu. Dari paparan data dan temuan penelitian diketahui bahwa motivasi belajar klasikal keseluruhan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 20 % dari 80% pada siklus I dan naik menjadi 100% pada siklus II. Hasil belajar siswa dapat diketahui dari tes yang diadakan setiap siklus. Ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 18,42 % dari 60,53% dan naik menjadi 78,95% pada siklus II. Rata-rata respon siswa terhadap pengembangan pembelajaran kooperatif model TGT dengan media ular tangga sebesar 87,32% dengan tingkat keberhasilan sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan pembelajaran kooperatif model TGT dengan media ular tangga dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Dan pembelajaran ini dapat diterima oleh siswa dengan baik terbukti rata-rata respon siswa terhadap pembelajaran ini sebesar 87,32%. Saran dari peneliti adalah Penggunaan model pembelajaran bagi siswa yang bervariasi sangat ditekankan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, Guru mata pelajaran IPS dapat menerapkan pembelajaran kooperatif model TGT dengan media ular tangga yang terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, Guru hendaknya juga mengukur seluruh hasil belajar siswa yang meliputi tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik, Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian sejenis pada kompetensi dasar yang lain guna mengetahui keberhasilan pembelajaran kooperatif model TGT dengan media ular tangga dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Pengembangan modul ajar manipulasi gambar untuk pembuatan karakter pada SMKN 11 Malang / Deliar Rofi Sosiawan

 

Sosiawan, Deliar Rofi. 2014. Pengembangan Modul Ajar Manipulasi Gambar Untuk Pembuatan Karakter Pada SMKN 11 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. (2) M. Zainal Arifin, S.SI., M.Kom. Kata kunci : pengembangan, media pembelajaran, modul ajar, mata pelajaran multimedia. Abstrak: Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru dalam rangka untuk melengkapi komponen belajar dan pembelajaran di sekolah yaitu dengan cara mengembangkan bahan ajar kedalam berbagai bentuk bahan ajar, misalnya bahan ajar yang berupa modul. Modul disebut juga sebagai salah satu bentuk bahan ajar yang didesain secara sistematis agar siswa dapat belajar secara mandiri. Yang di dalamnya memuat seperangkat pengalaman belajar yang terencana dan di dalamnya telah dilengkapi petunjuk untuk belajar sendiri. Artinya, siswa dapat melakukan kegiatan belajar tanpa kehadiran guru secara langsung. Bahasa, pola, dan sifat kelengkapan lainnya yang terdapat dalam modul juga diatur sehingga modul tersebut menjadi ”bahasa pengajar” atau bahasa guru yang sedang memberikan pengajaran kepada murid-muridnya dengan tatap muka.     Model pengembangan yang digunakan dalam mengembangkan modul ajar manipulasi gambar ini mengadaptasi dari model pengembangan sadiman. Tahap-tahap dari model pengembangan sadiman antara lain: (1) identifikasi kebutuhan; (2) perumusan tujuan; (3) perumusan butir-butir materi; (4) perumusan alat pengukur keberhasilan; (5) penulisan naskah media; (6) tes/uji coba; (7) naskah siap diproduksi. Subjek uji coba dalam pengembangan modul ajar yaitu ahli materi dan ahli media serta siswa SMKN 11 malang jurusan multimedia dengan menggunakan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner rating scale yang kemudian diolah dalam bentuk persentase menggunakan rumus persentase menurut Arikunto.     Berdasarkan analisis data yang diperoleh, maka didapatkan data akhir sebesar 98% dari ahli media, 94% dari ahli materi, 81% dari uji coba kelompok kecil dan 90% dari uji coba lapangan. Sehingga di dapatkan hasil rata-rata yang diperoleh adalah sebesar 90,75%. Dari hasil rata-rata yang diperoleh maka media pembelajaran ini secara keseluruhan dapat dinyatakan valid dan tidak perlu direvisi. Media juga dapat digunakan secara mandiri oleh siswa.     

Peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita melalui tahap pemecahan masalah polya bersetting kooperatif pada siswa kelas V SDN Tanjungrejo 1 kota Malang / komarudin

 

Komarodin, 2010. Peningkatan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Melalui Pembelajaran Pemecahan Masalah Bersetting Kooperatif Pada Siswa Kelas V SDN Tanjungrejo 1 Kota Malang, Tesis Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Hj. Cholis Sa’dijah, M.Pd.,M.A. (II) Dr. Dra. Sri Mulyati, M.Pd. Kata kunci: Peningkatan kemampuan, soal cerita, pembelajaran pemecahan masalah, kooperatif Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita operasi hitung pecahan di sekolah dasar disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah bentuk pembelajaran yang diterapkan di sekolah masih konvensional. Guru lebih banyak mendominasi kegiatan belajar mengajar. Siswa hanya mendengar, memperhatikan contoh yang diberikan guru, kemudian mengerjakan latihan soal. Bentuk pembelajaran seperti ini kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruk sendiri pengetahuannya, akibatnya siswa hanya bekerja secara prosedural. Siswa tidak diberi kesempatan untuk membuat sendiri penyelesaian soal cerita operasi hitung pecahan, sehingga apabila siswa dihadapkan pada soal cerita dalam bentuk lain maka siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya. Untuk mengatasi kesulitan siswa tersebut, perlu diciptakan strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa berpartisipasi aktif sekaligus memudahkan siswa dalam memahami masalah dalam soal cerita, yaitu dengan pembelajaran pemecahan masalah bersetting kooperatif. Pembelajaran pemecahan masalah bersetting kooperatif dalam penelitian ini adalah strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa agar aktif dan saling membantu dalam diskusi kelompok. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan rancangan pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita melalui pembelajaran pemecahan masalah pada siswa kelas V SDN Tanjungrejo 1 Kota Malang bersetting kooperatif, (2) mendeskripsikan pelaksanaan rancangan pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita melalui pembelajaran pemecahan masalah pada siswa kelas V SDN Tanjungrejo 1 Kota Malang bersetting kooperatif, dan (3) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita melalui pembelajaran pemecahan masalah pada siswa kelas V SDN Tanjungrejo 1 Kota Malang bersetting kooperatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Data penelitian diperoleh dari hasil tes, hasil wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Pelaksanaan pembelajaran pemecahan masalah bersetting kooperatif dilakukan dengan 3 tahap, yaitu (1) kegiatan awal: menyampaikan tujuan pembelajaran soal cerita, memotivasi siswa, menjelaskan aturan pembelajaran pemecahan masalah bersetting kooperatif, menggali pengetahuan awal siswa tentang pecahan, (2) kegiatan inti: membentuk kelompok asal, membagikan LKS, membentuk kelompok ahli, mencari langkah-langkah penyelesaian dua soal cerita dengan berdiskusi, kembali ke kelompok asal, penjelasan kepada kelompok asal dan presentasi kelompok, (3) kegiatan akhir: menyimpulkan materi pembelajaran, melakukan evaluasi dengan memberikan tes akhir yang dikerjakan secara individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dengan pembelajaran pemecahan masalah bersetting kooperatif menunjukkan adanya peningkatan dari tindakan I ke tindakan II dan tindakan II ke tindakan III pada (a) skor rata-rata tes akhir dari 67,75 menjadi 74 dan menjadi 78,5, (b) rata-rata persentase siswa yang mendapat skor ≥ 65 dari 55% menjadi 72,5% dan menjadi 87,5%, (c) persentase aktivitas guru dari 92% menjadi 95,5% dan menjadi 100%, (d) persentase aktivitas siswa dari 89% menjadi 96% dan menjadi 100%, dan (e) persentase keterampilan kooperatif siswa dari 77,75% menjadi 93% dan menjadi 100%, (2) pada pembelajaran pemecahan masalah bersetting kooperatif ternyata terjadi kerjasama yang baik dalam kelompok yang siswanya heterogen dari sisi kemampuan, etnis, dan jenis kelamin dalam hal (a) mencari langkah-langkah dalam menyelesaikan dua soal cerita, dan (b) memberikan penjelasan penyelesaian soal cerita kepada anggota kelompoknya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru matematika di sekolah dasar (1) untuk menjadikan pembelajaran pemecahan masalah bersetting kooperatif sebagai alternatif strategi pembelajaran soal cerita, (2) apabila ingin menerapkan pembelajaran pemecahan masalah bersetting kooperatif terutama pada saat diskusi di kelompok ahli dan penjelasan materi di kelompok asal, agar menggunakan waktu yang lebih lama sehingga pelaksanaan diskusi dan penjelasan materi dapat berlangsung dengan baik,(3) apabila guru ingin menerapkan pembelajaran pemecahan masalah bersetting kooperatif, disarankan agar guru bukan hanya sebagai mediator dan fasilitator saja, akan tetapi guru juga berperan sebagai intervensiator, seperti menegur, memberi pertanyaan, membimbing, mengarahkan, memberi pancingan, memberi petunjuk, memberi peringatan dan memberi contoh, (4) guru dalam kegiatan pembelajaran, agar sering menggunakan kegiatan belajar kelompok yang heterogen sehingga diharapkan dapat terjadi interaksi sosial antar siswa dan munculnya tutor sebaya.

Laporan kerja praktek di Balai Yasa PJKA Madiun
disusun olej Mulyono

 

Pengembangan LKS untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika kelas III SLTP Negeri I Angkinang Kalimantan Selatan oleh Gazali Rahim

 

Pembelajarafnis ika di SLTPN egeri 1 Angkinangm engalambi eberapa kendalakh ususnyad alamp elaksanaapnr aktikum.P enyebabnyaan taral ain adalahku rangs istematisnyLaK S yangd igunakanU. ntuk itu diperlukans ebuah LKSy angm emuatp etunjuk-petunjupke laksanaaenk sperimeny ang sesuat dengakne mampuans iswaS LTPN egeri I Angkinang.L KS tersebuth arus disesuaikadne ngank urikulumS LTPy angb erlakuy aituk urikulumt ahun1 994 dan kondisi siswa serta lingkungan SLTP Negeri I Angkinang. Penelitianti ndakani ni bertujuanu ntukm engembangkaLnK S sehingga dapamt enunjangp rosesp embelajaradna lamr angkam eningkatkanp emahaman konsepfi sika siswaS LTPN egeri I Angkinang.T ujuant ersebudt icapaid engan mengembangkaLnK S SPKGs ebagami ediap embelajaradne nganm elakukan pengamatatenr hadapk elancarans iswap adas aatp elaksanaaenk sperimend, an pengamatatenr hadapp eningkatanp emahamakno nsepF isika siswap adat iaptiap akhir tindakan. Pendekatayna ng digunakand alamp enelitianin i adalahp endekatan kualitatif.S edangkanjenipse nelitianin i adalahp enelitiant indakank elas dengansu byekp enelitiana dalahs iswaS LTPN egeri I Angkinang,k elasI II A dand iberit indakand enganm enggunakasni klusI dan siklusI I. Tehniky angd igunakand alamp engumpuland ataa dalaho bservasi, wawancarac,a tatanla panganp, erekamanp rosesp embelajaranp,e laksanaatne s awald ant esa khir. Sedangkaann alisad atay angd igunakana dalahr eduksi, displayd atad anp enarikank esimpulanv, erifikasid anr efleksi. Hasil penelitianm enunjukanp enggunaaaLnK S pengembangasne bagai mediap engajarand apatm eningkatkanp emahamakno nsepf isika siswa.H al ini dilihatd ari nilai rata-rata1 7,72t esa khir siklusI meningkamt enjadi8 0,14s aat tesa khirs iklusI I. PengembangaLnK S yangs esuaid apatm enunjangp roses pembelajaradna lamm eningkatkanp emahamakno nsepf isika siswaS LTP Negeri I Angkinang.

Pengembangan buku ajar rancang bangun jaringan berbasis project based learning untuk kelas XI semester 1 paket Keahlian Teknik Komputer Jaringan / Umi Kholifah

 

ABSTRAK Kholifah, Umi. 2015. Pengembangan Buku Ajar Rancang Bangun Jaringan Berbasis Project Based Learning untuk Kelas XI Semester 1 Paket Keahlian Teknik Komputer Jaringan. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing(I) Dr. Muladi,S.T.,M.T.Pembimbing(II) Drs.Slamet Wibawanto, M.T. Kata kunci: buku ajar, Rancang Bangun Jaringan, Project Based Learning. Student center learning merupakan pendekatan pembelajaran pada Kurikulum 2013. Pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) penggunaan Kurikulum 2013 berdampak pada munculnya beberapa mata pelajaran baru salah satunya adalah Rancang Bangun Jaringan. Berdasarkan hasil observasi, bahan ajar yang digunakan oleh guru pada mata pelajaran tersebut bersumber dari internet dan buku sehingga bentuk bahan ajar tersebut masih terpisah-pisah dan tidak menyatu secara utuh. Dengan kondisi tersebut, diperlukan inovasi bahan ajar dengan cara mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Bahan ajar yang dimaksud adalah buku ajar cetak mata pelajaran Rancang Bangun Jaringan kelas XI yang terdiri dari buku siswa dan buku guru. Buku ajar yang dikembangkan menggunakan Project Based Learning (PBL). Model tersebut dipilih karena dengan menggunakan PBL siswa dituntut untuk memiliki kreativitas dan daya pikir yang lebih. PBL juga melibatkan siswa dalam setiap tahapan pembelajaran mulai dari desain, pembuatan produk hingga refleksi. Tujuan dari pengembangan buku ajar adalah (1) menyediakan buku ajar Rancang Bangun Jaringan berbasis PBL untuk Kelas XI Semester 1, (2) menguji kelayakan buku ajar Rancang Bangun Jaringan berbasis PBL untuk Kelas XI Semester 1, dan (3) menguji efektivitas buku ajar Rancang Bangun Jaringan Berbasis PBL untuk Kelas XI Semester 1.Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model Dick and Carey yang terdiri dari 10 tahapan yaitu (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) mengidentifikasi perilaku dan karakteristik, (3) merumuskan tujuan pembelajaran, (4) melakukan analisis pembelajaran, (5) mengembangkan butir test acuan patokan, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7)mengembangkan bahan ajar, (8) merancang dan melaksanakan uji coba formatif, (9) revisi bahan ajar, dan (10) melaksanakan uji coba sumatif. Instrumen pengumpulan data yang akan digunakan dalam pengembangan ini adalah angket. Hasil uji coba formatif pada setiap tahapan yaitu (1) hasil uji perseorangan ahli materi sebesar 87,5%, hasil uji perseorangan ahli media sebesar 97%, (2) hasil uji kelompok kecil sebesar 86,22%, dan (3) hasil uji lapangan sebesar 85,04%. Hasil uji sumatif menunjukkan bahwa dengan menggunakan buku ajar semua siswa mencapai ketuntasan belajar dengan nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dari data yang diperoleh, disimpulkan bahwa buku ajar Rancang Bangun Jaringan berbasis PBL Kelas XI Semester 1 dinyatakan sangat layak dan efektif untuk digunakan untuk siswa kelas XI program keahlian TKJ.

Pengaruh persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran team teaching terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa SMA Negeri 3 Malang / Ratna Setioningrum

 

ABSTRAK Setioningrum, Ratna. Pengaruh Persepsi Siswa tentang Penerapan Pembelajaran Team Teaching terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa SMA Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Makaryanawati, S.E., M.Si., Ak. (II) Satia Nur Maharani, S.E., M.Si., Ak Kata Kunci: Persepsi, Pembelajaran Team Teaching, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Team teaching merupakan pengembangan dari adanya pengajaran individual (individualized instruction) yang memperhatikan perbedaan-perbedaan karakteristik dan kebutuhan masing-masing siswa. Team teaching adalah sebuah pengaturan pengajaran yang melibatkan sedikitnya dua guru dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian atau evaluasi belajar siswa. Penerapan pembelajaran team teaching di sekolah akan menimbulkan persepsi siswa untuk lebih termotivasi dalam mengikuti pelajaran di sekolah. Dengan meningkatnya motivasi belajar siswa akan berpengaruh terhadap hasil belajar atau prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) pengaruh persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran team teaching terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Malang, (2) pengaruh persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran team teaching terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 3 Malang, (3) pengaruh persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran team teaching terhadap hasil belajar siswa melalui motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang dilakukan kepada 53 siswa kelas XI IS-1 dan XI IS-2 di SMA Negeri 3 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanasi asosiatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner (angket) dan dokumentasi. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran team teaching berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,702, (2) persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran team teaching berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,744, (3) persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran team teaching berpengaruh terhadap hasil belajar siswa melalui motivasi belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,567 dan mempunyai pengaruh tidak langsung sebesar 0,398, total nilai keseluruhan sebesar 0,965. Berdasarkan penelitian ini maka saran yang dapat diberikan adalah: (1) para guru team teaching harus meningkatkan kemampuan mengajar yang lebih kreatif, penggunaan media belajar yang lebih inovatif, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar siswa mempunyai persepsi yang positif terhadap pembelajaran yang diterapkan dan siswa menjadi termotivasi untuk belajar. Sehingga hasil belajar (tujuan belajar) dapat dicapai secara maksimal, (2)Siswa diharapkan selalu memiliki persepsi yang positif terhadap penerapan pembelajaran team teaching yang dilakukan guru. Persepsi positif siswa dapat timbul jika terjalin komunikasi yang baik antara siswa dengan guru team teaching, dapat saling terbuka (open mind) dalam segi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sikap penerimaan yang baik terhadap keberadaan guru team teaching serta rasa kepercayaan yang besar siswa bahwa penerapan pembelajaran team teaching dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa. Sehingga ketika diajar oleh guru team teaching akan termotivasi mengikuti pelajaran dan dapat mencapai hasil belajar yang maksimal, (3) Bagi peneliti lain yang akan mengadakan penelitian sejenis, disarankan dapat memperluas variabel yang akan diteliti. Misalnya dengan menambah variabel pengaruh minat dan bakat siswa dalam mengikuti pembelajaran team teaching, kebiasaan belajar siswa, gaya belajar siswa penilaian hasil belajar siswa diperluas dengan menambahkan ranah afektif siswa dan ranah psikomotorik siswa. Sehingga dapat mengungkapkan lebih banyak permasalahan yang dapat diteliti.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk mencapai ketuntasan belajar fisika kelas I MAN 10Solokuro Lamongan oleh Abdul Hakam Mubarok

 

AbSTRAK Mubaroh AH. 2003.P eneropanM etode Penbelaiaran Kooperoti/ Tipe STAD untuk Mencopai Ketunlasan Belaiar Fisika Kelas I MAM l0 Sololaro lamongan ' Skripsij,u rusanP cndidiknnF isikaF lvtlPAU niversitasN egcriM alang. Pembimbin(gl) Drs.S upriyonoK oesH andayantoM, .Pq MA.' (li) Samsul HidayatS, .Si I!4.T. Krta kunci:p cmbclajaraSn? 7D, kctuntasabne lajar Pcncrapamn ctodcp cmbclajaranf isika yang tspat bcrimbasp adsp cmhukan sisway arg altif, keatif, mandiri, bertanggungjawabd, anp eraib prestasiu nggul.S elarna ini purerapanm etodep embelajarany ang adad i MadrasabA liyah Muhammadiyahl 0 \-_- (MAM l0) SolokuroL amongank hususnyam asihc enderungp adam etodec eramah, mcncabtd, anp cmberiant ugasr umah (PR). Ternyatam otod€t ersebutk urang dapat mcningkatkapnr estasbi elajarf isika siswa Untuk itu perlu dicobakanm etode pombclajaralani n, yaitu metodep eurbclajarank oopoatif tipe 5-?7D. Tujuanp enelifianin i adalahu ntukm engetahuai pakahp enerapamn etode pcmbclajarakno opcr*iftipc STAD dapatrnencapaki€ tuntasanb cl4iar fisika siswak elas I MAM l0 Solokuro Larnongan. Pcnclitianin i mcnggunakapna ndckataknu alitatifjenisp cnclitiant indakank clas (PTK).S ubjekp enelitiannysai swak elasI MAM l0 SolokuroL aflrongaryl angb erjumlalt 32o rangs iswad cnganjurnlallra ki-laki 2l orangs iswad anj urnla h pcrempuanI I orang siswa Prosedupr engumpuland *a dalamp enelitiani ni diambil dari (a) datak egiatan pembelajarapna das aatp eneftlpanm etodep embelajarank ooperatif tipe S-17Dd engan icrnbapr cngamata(nb,) datah asilb clajars iswad organp cmberiank uis dant esp restasi. Daa tcrscbudt ianalisisd organt eknik( t) reduksid ata,( 2) paparand at4 dan( 3) pcoaritan kesimpulan. Hasilp cnctitianr ncnunjukkanb ahwapcnerapanm etodep embelajarank ooperatif ApaS \AD memberikakne istimewaabne rupam udahnyas iswam emaharnmi aterim elalui bc$ar kclompoh siswat erbiasam crnecahkanm asalahd cngant crnan-temanny4s iswa terbiasam elakukanta nggungjawabb elajar,d an prestasib elajars iswa meningkat'b egitu jugak crnampuasni swad alarnm enyclesaikanb eberapak uis dBnt cs prestasii ndividu selringgsae carak eseluruhamn enunjukkank enaikans korp restasbi elajar.P ersenfasi kCnnUsanb elajarf isika secwaklasikalm eningkard a'i 71,g7o/omenjad8i 7,5%.D engan dqnikiand apatd ikatakanb ahwap enerapanm etodep ernbelajarank ooperatiftipe S77l) dapamt enuntaskabne lajarf isika siswak elasI MAM 10 SolokuroL amongan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi fertilitas di Desa Sumberagung Kecamatan Wates Kabupaten Kediri / Nur Anggraeni Agustina Wati

 

ABSTRAK Wati, Nur Anggraeni Agustina. 2016. Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Fertilitas di Desa Sumberagung Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Drs. M. Yusuf Idris. Kata Kunci: fertilitas, variabel antara, variabel sosial-ekonomi Fertilitas merupakan hasil nyata dari reproduksi seorang atau sekelompok wanita yang menyangkut banyaknya anak lahir hidup. Salah satu perhitunganuntuk menentukan fertilitas secara umum adalah tingkat kelahiran kasar atau Crude Birth Rate, yaitu jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun.Pasangan Usia Subur Desa Sumberagung sebanyak 1.476 jiwa masih lebih rendah apabila dibandingkan dengan Desa Tawang dan Desa Duwet, tetapi justru memiliki jumlah kelahiran paling tinggi. CBR Desa Sumberagung mencapai 11,72 dan CDR sebesar 7,81 sehingga pertambahan jumlah penduduknya sebesar 3,91. Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan pengkajian mengenai beberapa faktor yang mempengaruhi fertilitas di Desa Sumberagung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fertilitas di Desa Sumberagung, mendeskrispsikan pengaruh dari faktor usia kawin pertama, lama periode reproduksi, lama penggunaan kontrasepsi, mortalitas bayi, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan terhadap fertilitas secara simultan maupun parsial. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi fertilitas di Desa Sumberagung Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian parameter dengan pendekatan korelasional dan metode survei. Penarikan sampel dilakukan secara proporsional random sampling dengan responden wanita pernah kawin berjumlah 90 orang.Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan tabulasi tunggal, tabulasi silang serta regresi linear berganda. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu fertilitas. Secara parsial umur kawin pertama, lama periode reproduksi, lama penggunaan kontrasepsi, dan tingkat pendidikan berpengaruh terhadap fertilitas sedangkan mortalitas bayi dan tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap fertilitas. Variabel yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap fertilitas adalah lama periode reproduksi dan sumbangan paling kecil adalah tingkat pendapatan.

Persepsi guru dan siswa terhadap pemanfaatan laboratorium IPA sebagai sumber belajar di SLTP Negeri 4 Malang
oleh Enny Suharyanti

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pemanfaatan laboratorium IPA sebagai sumber belajar menurut persepsi guru dan siswa. Permasalahan yang dikaji mengenai persepsi guru dan siswa tentang kondisi laboratorium IPA, pemanfaatan laboratoroium IPA, faktor-faktor penghambat dalam pemanfaatan laboratorium IPA dan usaha dalam meningkatkan pemanfaatan laboratorium IPA.

Kriteria sekolah yang efektif menurut peserta didik guru, dan wali murid di SMP Negeri se-kota Kediri / Nita Kristiani Agustina

 

Kata kunci: sekolah yang efektif, peserta didik, guru, wali murid. Kebutuhan dan harapan masyarakat akan mutu pelayanan pendidikan yang baik menjadi pemicu perlunya sekolah yang efektif. Terdapat kriteria-kriteria yang harus dipertimbangkan dalam memilih sekolah. Setiap individu mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, sehingga kriteria sekolah yang efektif menurut peserta didik, guru dan wali murid berbeda pula. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan umum untuk mengetahui kriteria sekolah yang efektif menurut peserta didik, guru dan wali murid di SMP Negeri se-Kota Kediri, sedangkan tujuan penelitian khusus: (1) untuk mengetahui kriteria sekolah yang efektif menurut peserta didik di SMP Negeri se-Kota Kediri; (2) untuk mengetahui kriteria sekolah yang efektif menurut guru di SMP Negeri se- Kota Kediri; (3) untuk mengetahui kriteria sekolah yang efektif menurut wali murid di SMP Negeri se-Kota Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, menggunakan rancangan eksploratori karena bertujuan untuk memperoleh dan menggali gejala alam atau sosial, dengan maksud merumuskan gejala tersebut secara rinci. Populasi berjumlah 16031 orang. Sampel penelitian berjumlah 577 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik pengambilan sampel bertujuan atau purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan angket. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan ada17 faktor kriteria sekolah yang efektif menurut peserta didik, meliputi: (1) kepemimpinan; (2) iklim di sekolah; (3) keterlibatan masyarakat; (4) kesempatan untuk belajar; (5) kompetensi guru; (6) mengorganisasikan sekolah dan kelas; (7) keunggulan sekolah; (8) sekolah sangat menghargai waktu; (9) berorientasi prestasi; (10) standar kerja yang tinggi dan jelas; (11) peran tanggung jawab siswa; (12) partisipasi orang tua dan masyarakat; (13) rata-rata hilangnya waktu per jam pengajaran; (14) kehadiran; (15) frekuensi dan durasi pertemuan formal; (16) waktu belajar; (17) rata-rata ukuran kelas per sekolah. Menurut guru 14 faktor kriteria sekolah yang efektif, meliputi: (1) SDM; (2) potensi sekolah; (3) evaluasi; (4) standar kerja yang tinggi dan jelas; (5) iklim sekolah; (6) sekolah sangat menghargai waktu; (7) keterlibatan masyarakat; (8) partisipasi orang tua dan masyarakat serta tanggung jawab siswa; (9) kinerja guru; (10) luas kelas dan tanggung tawab guru; (11) memiliki program dan jadwal ekstrakurikuler; (12) waktu belajar; (13) metode pembelajaran; (14) iklim di sekolah yang menyenangkan. Menurut wali murid 15 faktor kriteria sekolah yang efektif, meliputi: (1) iklim sekolah; (2)potensi sekolah; (3) terorganisasi dan terprogram; (4) rata-rata hilangnya waktu per jam pengajaran; (5) keterlibatan masyarakat; (6)

Hubungan antara kapasitas erobik maksimal (VO2Max) dan prestasi akademik siswa SD Negeri I Semen kelas IV, V, VI putra
oleh Yemi Kristianingsih

 

ABSTRAK KristianingsiYh,e mi. 2002 Hubungana ntaraK apasitasli robik Makstmalf lTozMar) tlan PrestusiA kademikS i.cwaS DN I SemenK elas IV, V, VI putru. Skripsi.P rogramS tudi pendidikanJ asmaniK, esehatand an Rekreasi, FIP, UniversitasN egeri Malang. pembimbing:( l) Drs. Mahmud YunusM, .Kes,d an( 2) Drs.M ulyaniS urendraM, .S. Katak unci:K apasitaEsr obikM aksima(l VO2M ax),p restasAi kademik Kapasitase robik maksimal( Vo2 Max) merupakan indikator utamat ingkat kesegarjaans manis edangkapnr estasai kademika dalahp restasyi ang dicapaio leh slsway ang merupakanh asil pencariand alam mengeqakantu gas-tugasp elajaran sekolahu, langan atau ujian yang dinyatakan dengan nilai itau skor. Dengan mengendalikavanr iabel-variabeklo ntroly angm empengaruhpir estasai kademiky aitu bahana tau hal yang dipelajari, falctor lingkungan,f aktor instrumentald an tbllor kecerdasaant au tingkat IQ, maka penelitrand enganr ancangank orelasionali ni bertujuaunn tukm engetahuhi ubungana ntarak apasitase robik maksimal( Vo2 Max) danp restasai kademiks iswas DN I semenk elasI V, v. dan VI putra.p engambilan sampedl enganm enggunakatne knik randoms amplingB. anyaks ampeli 0 rir*u putra. Instrumeny ang digunaka^rd alam penelitian ini yaitu mengukur kapasitas erobikm aksimal( Vot Max) denganm enggunakatne s multistafe dan prestasr akademikd iukur melalui dokumen hasil raport cawu II. Teknik korelasi yang digunakaand alahk orelasip roductm oment.H asilnyam enunjukkanb ahwap adat aral' signif,rkans0i ,05 r hitung (-0,446) . r tabel (0,374). bt"t, karena itu duput disimpulkanb ahwap ada3 0 siswat ersebutti dak adah ubungany angs ignifikana ntara kapasitaesr obik maksimal( Vo2 Max) dan prestasia kademiks iswa -soN I semen kelasIV , V, danV l putra. r i

Penerapan pendekatan kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V MI Miftahul Ulum Tunggulwulung Pandaan Pasuruan / Nurul Khikmah

 

Kata Kunci: Pendekatan Kooperatif Tipe Jigsaw, Hasil Belajar, Siswa MI. Guru sebagai pelaksana dan pengembang pembelajaran harus mampu menentukan pendekatan dan metode dalam pembelajaran. Hasil observasi awal ditemukan bahwa hasil belajar siswa di MI Miftahul Ulum Tunggulwulung Pandaan Pasuruan sebelum menerapkan pendekatan kooperatif tipe Jigsaw, 8 siswa (53,33%) dari jumlah 15 siswa (100%) belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang diharapkan yaitu 66. Hal ini disebabkan pembelajaran yang kaku dan hanya terpusat pada guru (teacher centered), sehingga aktifitas belajar siswa menjadi pasif dan berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut pendekatan kooperatif tipe Jigsaw sangat tepat sebagai alternatif untuk memperbaiki/meningkatkan hasil belajar dan aktifitas belajar meliputi kerja sama dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran IPS di kelas V MI Miftahul Ulum Tunggulwulung Pandaan Pasururuan pada Kompetensi Dasar “Mengenal makna peninggalan-peninggalan sejarah yang berskala nasional dari masa Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan proses penerapan pendekatan kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran IPS siswa kelas V MI Miftahul Ulum Tunggulwulung Pandaan Pasuruan, (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas V MI Miftahul Ulum Tunggulwulung Pandaan Pasuruan setelah menerapkan pendekatan kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah 1guru dan 15 siswa MI Miftahul Ulum Tunggulwulung Pandaan Pasuruan setingkat SD (Sekolah Dasar) yang berada di bawah naungan lembaga pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan tehnik tes dan non tes (observasi), sedangkan instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi penerapan pendekatan kooperatif tipe Jigsaw, dan soal-soal test untuk menilai hasil belajar siswa kelas V MI Mifatahul Ulum Tunggulwulung Pandaan Pasuruan dengan penerapan pendekatan kooperatif tipe Jigsaw. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: penerapan pendekatan kooperatif tipe Jigsaw pada pembelajaran IPS di kelas V MI Miftahul Ulum Tunngulwulung Pandaan Pasuruan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam hal kerja sama dan partisipasi belajar. Dan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan setelah penerapan tindakan dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe Jigsaw. Peneliti menyarankan agar guru sebelum menerapkan pendekatan Kooperatif tipe Jigsaw perlu melakukan perencanaan dan penataan ruang kelas yang baik, agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar, serta mempersiapkan media,sumber, dan bahan pembelajaran sehingga alokasi waktu untuk kegiatan pembelajaran lebih efektif dan suasana pembelajaran di kelas lebih kondusif

Hubungan antara persepsi orang tua, harapan masuk, dan persepsi terhadap lulusan dengan minat masuk SMK Program Studi Keahlian TIK bagi siswa SMP di Kabupaten Tulungagung / Salwa Ika Wulandari

 

Wulandari, Salwa Ika. 2015. Hubungan Antara Persepsi Orang Tua, HarapanMasuk,dan Persepsi terhadap Lulusandengan Minat Masuk SMK Program Studi Keahlian TIK Bagi Siswa SMP di Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Setiadi C. P., M.Pd., M.T., (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Kata Kunci: persepsi orang tua, harapan masuk, persepsiterhadap lulusan, dan minat masuk SMKprogram studi keahlian TIK Saat ini pemerintah memiliki kebijakan untuk menambah jumlah SMK di Indonesia. Hal inibertujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran di kalangan lulusan sekolah. Terdapat banyak program studi yang disediakan di SMK, salah satunya adalah program studi keahlian TIKyang mempelajari ilmu tentang komputer. Ilmu komputer sangat bermanfaat, karenadapat langsung diimplementasikan di berbagaisektor kerja. Akan tetapi masih banyak siswa yang kurang memiliki minatmasuk SMK program studi keahlian TIK (Y), sehingga secara tidak langsung akan menghambat rencana pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran.Ada banyak faktor yang mempengaruhi minat siswa tersebut, di antaranya adalah persepsi orang tua (X1), harapan masuk (X2), danpersepsi terhadap lulusan (X3).Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengungkap: (1) signifikansi hubungan antara X1 dengan Y; (2) signifikansi hubungan antara X2 dengan Y; (3) signifikansi hubungan antara X3 dengan Y; (4) signifikansi hubungan antara X1 dan X2 dengan Y; (5) signifikansi hubungan antara X2 dan X3 dengan Y; (6) signifikansi hubungan antara X1 dan X3 dengan Y; (7) signifikansi hubungan antara X1, X2 dan X3 dengan Y. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatifmenggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasipenelitian ini adalah siswa kelas IX SMP di Kabupaten Tulungagung. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposivedan proportional random samplingsehingga diperoleh 347 siswa sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa angket. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan korelasi parsial dan analisis regresi ganda dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X2 dengan Y; (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X3 dengan Y; (4) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 dengan Y; (5) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X2 dan X3 dengan Y; (6) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X3 dengan Y; (7) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1, X2 dan X3 dengan Y. Secara simultanX1, X2 dan X3memberikan kontribusi 59,6% terhadap Y, sedangkan 40,4% lainnya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sumbangan relatif X1 terhadap Y sebesar 16,64%, X2 terhadap Y sebesar 40,71%, dan X2 terhadap Y sebesar 42,65%.

Using graphic organizers to improve students' english writing skill in the process of communicating at the fifth grade elementary school of sekolah Citra berkat Surabaya / Maria Josephine Kriesye Sriemulyaningsih

 

Key words : graphic organizers, learning cycle, communicating process, writing skill English teachers in Indonesia, particularly those whose field is teaching the young learners, have felt the need to find easy, comprehensive, yet still stimulating techniques to expose their students and arouse their interest in the target language use, particularly in writing. This study is then conducted to find efforts in order to enhance the young learners’ proficiency in English as foreign language. This research is intended to describe how the three types of graphic organizers, the Concept Map, the Venn Diagram, the Cyclical / Cycle Map, help to improve the students’ English written skill in the school’s learning cycle certain process. As the basis of analysis, the theories on children’s need and motivation to learn English, constructivism, and the graphic organizers are employed. Some explanation of the previous related studies were also discussed to help strengthen the writer’s belief that the graphic organizers play a great visual help for the children expressing their thoughts, particularly in dealing with the target language. In this research, the writer employed classroom action research (CAR) since it was aimed to answer the present, real problems of the collaborative teacher’s class. As the school applies its own learning cycle, called Teaching Best Practices, that consists of five interrelated steps of Exploring-Planning-Doing-Communicating-Reflecting, the CAR is then accommodated into that school’s learning cycle. Certain focus is dedicated to the Communicating step, as it is the step in which the students perform their achieved result, either in written or verbally The writer wishes to give descriptive-explanatory-interpretative accounts, so six instruments to collect data were used. They were the results of students’ writing inputs and outputs, the checklists of students and teachers’ observation, the field note-taking, and the interview. Partial video recordings were also done several times. To analyze the data, the writer, the collaborative teacher and the triangulator rated the writing inputs and outputs using the established rubrics, conducted the detailed interview to the class students, and conducted internal meeting to discuss the findings. The writer and the collaborative teacher set the teaching guidelines, in which the three types of Graphic Organizers were applied to the Exploring step to brainstorm and compare ideas, to the Planning step to arrange their processes and work plans, and also to the Communicating when they had to deliver verbal presentation to their friends. Having succeeded the CAR cycle for one time, lasted for about four weeks, the result of the study convinced that the graphic organizers are useful for the students to use in their Communicating step, at the moment when they had to perform their verbal group presentation and when they had to express their ideas in a written form. The organizers were helpful to improve students’ English written skill as they were found to be practically applied to explore extensive ideas, compare and draw similarities, and plan sequences. Having applied the types of the organizer, most students experienced the increased result performance. The students also stated their satisfaction of having used the organizers for their verbal communication, in carrying out the presentation. Being used for class presentation, the students confirmed that the organizers also functioned well as media tools which both eased their tension and clarified the topics being discussed. ii Eventually, it is hoped that the findings of the research could benefit the English teachers and the teachers to be, in their effort improving the language teaching, particularly for the young learners to whom particular treatment should be addressed. The suggestions are also offered to various primary schools in their attempt to make the English teaching learning situation better

The use of popup pictures to improve vocabulary mastery of the second year students of state elementary school "Gempol 3" at Pasuruan regency / Lustia Ritia Putri

 

Keywords: instructional media, popup pictures, vocabulary. Instructional media are media which are used in the learning process in the classroom. This thesis deals with popup pictures as an instructional medium. The purpose of the use of popup pictures is to improve vocabulary mastery of the second year students of State Elementary School “Gempol 3”. The problem in this study comes up when the researcher did her observation and asked the students in the 2nd grade of State Elementary School “Gempol 3” about the name of an object or some vocabularies, they could not answer without opening their textbook. They are addicted to always opening their textbooks to find the answer. Popup pictures are papers which contain folded cut-out pictures in a form of two dimensional scenes or figures when the papers are opened. These media are suitable for students of elementary schools in learning new English vocabulary. Vocabulary is a list of words that are taught by the teacher and learned by the students. This classroom action research (CAR) method consists of two cycles, and the approach is qualitative approach. Cycle 1 and Cycle 2 were conducted in five meetings. There were three meetings in Cycle 1 and two meetings in Cycle 2. Each cycle consists of four stages; those were planning, implementation, observing, and reflection. Planning the action consists of prepared teaching strategy, lesson plans, research instruments, instructional media, and criteria of success. Next, it was the implementation of the action which describes the way teacher teaches the students based on the lesson plans and instructional media (popup pictures, and popup pictures + clue cards). In observing the action, the observer observed and collected the data based on the activities in the classroom. In reflecting the action, the researcher analyzed the data and determined whether the actions succeed or not. The material or topic which was used in this research was about the means of transportations and the name of toys. The application of popup pictures + clue cards in Cycle 2 was appropriate to use in learning English vocabulary and improving students’ vocabulary mastery because the forms and the colors of popup pictures were interesting, and the clues which stated in the clue cards could make the students easier to learn the new vocabulary by memorizing the characteristics of an object. This finding could be seen from the scores of the students’ vocabulary test which improved in Cycle 2. The mean of scores in Cycle 1 was 77.34, and the mean of scores in Cycle 2 was 95.84. The results of the mean in vocabulary test Cycle 2 increased from the results of the mean in vocabulary test Cycle 1, from 77.34 to 95.84, and all the students’ scores were above the standard. The success of using popup pictures to improve vocabulary mastery of the second year students of State Elementary School “Gempol 3” appeared when the researcher/teacher used popup pictures and clue cards in learning vocabulary in the Cycle 2. The procedures of using popup pictures + clue cards are as follows: (1) the researcher asked the students to take one of the clue cards, (2) she read the clues or characteristics of an object in the clue card, (3) she asked the name of an object which matched with the clues in clue card to the students, (4) after the students knew the answer, the researcher asked them to find the object by opening the pictures, (5) she asked in what number the object was stated. The researcher did this procedure for the next pictures until the last pictures. Based on the results of the research, the researcher has some suggestions: (1) English teachers in primary schools are suggested to use these media to make the teaching and learning process more fun, relieving the students’ boredom, and attracting the students to be more active in learning English. Popup pictures which were used as an instructional medium especially in learning vocabulary were appropriate because these media have interesting forms and colors; these media were cheap; and the teacher can also create their own popup pictures using recycle material at home. (2) Future researchers are suggested to make the popup pictures more interesting than before if these popup pictures are going to be applied again in their research for students in elementary schools. Using an instructional medium in this case popup pictures were suitable and made learning process more varied. These media will be useful if the students were involved to create the popup pictures by themselves and the level of difficulty must be matched.

Pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Kediri (tahun ajaran 2010/2011) / Anggun Dyah Palupi

 

Kata Kunci: Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua, Motivasi Belajar Siswa, Prestasi Belajar Siswa. Peserta didik dituntut aktif dan mampu menangkap dan memahami suatu pelajaran dengan cara yang paling efektif agar prestasi belajar yang diperoleh memuaskan. Berkaitan dengan hal tersebut, ada banyak hal hal yang mempengaruhi prestasi belajar jika dilihat dari faktor-faktornya yaitu eksternal dan internal, dimana kondisi sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar merupakan beberapa bagian yang termasuk didalamnya. Dan untuk mencapai prestasi yang memuaskan maka dibutuhkan keterkaitan antara faktor-faktor tesebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kondisi sosial ekonomi orangtua dan motivasi belajar siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Kediri pada bulan Maret sampai dengan April 2011 dengan subjek penelitian siswa kelas XI IPS sejumlah 165 siswa, yang kemudian diambil sampel sejumlah 62 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif dan inferensial. Hasil analisis kondisi sosial ekonomi orang tua siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Kediri tahun pelajaran 2010/2011 memiliki tingkat pendidikan orang tua yang cukup baik, pekerjaan orang tua tergolong cukup baik, pendapatan orang tua yang cukup baik, dan jumlah (anak) yang menjadi tanggungan orang tua tergolong cukup. Artinya siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Kediri tahun ajaran 2010/2011 memiliki kombinasi dari keempat subvariabel kondisi sosial ekonomi orang tua yang tergolong cukup baik. Sedangkan motivasi belajar siswa secara intrinsik tergolong sedang dan motivasi belajar siswa secara ekstrinsik tergolong sedang juga. Artinya siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Kediri tahun ajaran 2010/2011 memiliki kombinasi dari kedua subvariabel motivasi belajar siswa yang tergolong sedang. Hasil analisis kondisi sosial ekonomi orang tua siswa memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa sebesar (7,47%). Terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai t sebesar 2,278 dengan signifikansi 0,026. Sedangkan motivasi belajar siswa juga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa sebesar (19,12%). Terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai t sebesar 3.805 dengan signifikansi 0,000. Selain itu diketahui secara simultan bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar siswa memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa sebesar 0,266 (26,6%). Terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai F sebesar 10,697 dengan signifikansi 0,000. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar siswa berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Kediri. Saran yang diajukan dari hasil penelitian adalah (1) SMA Negeri 4 Kediri yaitu sekolah hendaknya memberikan dorongan dan motivasi kepada siswanya untuk dapat berprestasi dengan lebih optimal. (2) Bagi Guru hendaknya tidak membeda-bedakan antara siswa yang kondisi sosial ekonomi orangtuanya baik dengan yang kurang baik, agar siswa tidak merasa di bedakan atau minder sehingga siswa bisa lebih optimal dalam meraih prestasi. Disamping itu, dalam proses pembelajaran guru harus memperhatikan cara mengajar yang lebih efektif dan kreatif dan siswa tidak bosan dalam mengikuti pelajaran, sehingga siswapun lebih termotivasi untuk meraih prestasi. (3) Bagi Siswa hendaknya bisa memotivasi dirinya untuk lebih berprestasi, dengan tidak bergantung pada situasi atau keadaan yang ada. Agar siswa bisa lebih kreatif dan mandiri untuk mencapai cita-cita yang lebih baik. (4) Bagi Peneliti Selanjutnya yaitu apabila melakukan penelitian serupa hendaknya menggunakan variabel independen selain kondisi sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar, yaitu variabel fasilitas belajar, gaya belajar siswa, minat belajar serta perhatian orang tua. Karena masih ada faktor lain yang lebih mempengaruhi prestasi belajar siswa.

Penerapan model mind mapping dalam peningkatan kemampuan mengarang siswa kelas V SDN Suruhan Kidul 2 Tulungagung / Nira Tri Wulandari

 

Kata kunci: mengarang, mind mapping Pembelajaran mengarang kelas V SDN Suruhan Kidul 2 Tulungagung guru masih terfokus pada pencapaian target materi, banyak ceramah, dan tidak menggunakan media pembelajaran, sehingga siswa sangat sedikit yang memiliki kemampuan mengarang. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan (1) penerapan model mind mapping dalam meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas V SDN Suruhan Kidul 2 Tulungagung dan (2) peningkatan kemampuan mengarang dengan model mind mapping siswa kelas V SDN Suruhan Kidul 2 Tulungagung. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes, dan dokumentasi yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel, dianalisis dan ditarik kesimpulan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model mind mapping dapat meningkatkan hasil mengarang siswa kelas V SDN Suruhan Kidul 2 yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata pada pratindakan 65, siklus I sebesar 71, dan siklus II sebesar 78. Ketuntasan belajar pada pratindakan sebesar 36,8%, siklus I sebesar 57,9%, dan siklus II sebesar 84,2%. Nilai aktivitas siswa pada waktu pembelajaran juga meningkat, nilai rata-rata ketuntasan pada siklus I sebesar 79%, dan siklus II sebesar 88%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model mind mapping dilakukan dengan 3 tahap, yaitu pratindakan, siklus I, dan siklus II dimana masing-masing siklus mellui beberapa langkah, yaitu guru menjelaskan langkah membuat mind mapping, siswa menuliskan konsep pengalamannya dengan mind mapping, dan siswa mengarang berdasarkan mind mapping yang telah dibuat. Selain itu, model mind mapping juga meningkatkan hasil belajar siswa dalam mengarang siswa kelas V SDN Suruhan Kidul 2 Tulungagung. Oleh karena itu guru disarankan untuk menerapkan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakter siswa agar dapat meningkatkan hasil pembelajaran.

Peningkatan kemampuan menulis cerita melalui penggunaan media film pada siswa kelas VB SDN Pagentan 01 Singosari / Retno Mulyaningsih

 

Kata Kunci: Menulis cerita, Media Film, Singosari, SD Pembelajaran bahasa Indonesia di SD mencakup 4 aspek, yaitu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Untuk aspek membaca dan mendengarkan siswa tidak mengalami kendala. Tetapi untuk aspek menulis siswa selalu mengalami kesulitan, khususnya menulis di bidang sastra. Hal ini terlihat ketika evaluasi hasil karya siswa. Sebagian besar siswa kurang mampu membuat cerita yang urut, oleh karenanya dalam pengajaran bahasa Indonesia di SD harus diupayakan penggunaan media yang aplikatif dan menarik . pembelajaran yang menarik akan memikat anak-anak untuk terus mengikuti pelajaran dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media film dalam pembelajaran menulis cerita. Aspek-aspek yang akan dideskripsikan mencakup penggunaan kata, kelengkapan kalimat, kesesuaian isi, dan keruntutan cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas, yang dilakukan dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dilakukan selama 3 bulan mulai bulan Februari sampai dengan April 2011. Data yang digunakan berupa karangan siswa berdasarkan film yang telah diputar. Teknik pengumpulan data meliputi Observasi atau pengamatan dan tes kemampuan menulis. Untuk teknik analisis data menggunakan model alir yang meliputi 3 alir kegiatan meliputi (1) reduksi data; (2) penyajian data; (3) verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus 1, kemampuan menulis cerita belum maksimal karena masih banyak siswa yang belum mampu membuat cerita sesuai dengan aspek-aspek yang telah ditentukan. Pada akhir siklus II diperoleh beberapa kesimpulan, Pertama kemampuan siswa dalam menulis cerita meningkat yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata hasil menulis siswa dari pratindakan 51,7, siklus I 61,9 dan siklus II 77,7 . Kedua, mengenai pemilihan kata atau diksi dalam karangan, ketika pratindakan banyak terjadi pengulangan kata dan kesalahan pada kata sambung. Pada saat akhir siklus II siswa telah mampu memilih kata yang tepat dalam menyampaikan pikiran kedalam tulisan, serta pemilihan kata sambung sebagian besar siswa sudah tepat. Begitu juga aspek yang lain, pada akhir siklus II siswa telah mampu menulis kalimat dengan lengkap serta menceritakan dengan urut sesuai dengan jalan cerita film yang telah ditonton. Berdasarkan hasil temuan-temuan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media film dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif , jika pemilihan jenis dan tema film sesuai dengan karakter usia siswa.

Pengaruh variasi penggantian kuarsa dengan toseki pada bahan keramik porcelain terhadap penyusutan, porositas, kekerasan dan konstanta dielektrik / Nindha Ayu Berlianti

 

Kata Kunci: Variasi penggantian kuarsa-toseki, penyusutan, porositas , kekerasan, konstanta dielektrik. Kuarsa merupakan salah satu komponen penyusun bahan dasar porcelain, yang memiliki sifat dapat mengurangi penyusutan dan memperkecil pori. Kuarsa memiliki partikel yang kasar bersifat mekanik, yaitu kekerasan. Kuarsa merupakan keramik elektronik yang memiliki sifat dielektrik mampu menyimpan muatan listrik. Sama halnya dengan toseki, toseki merupakan mineral baru yang mempunyai kemiripan sifat seperti kuarsa. Toseki digunakan sebagai bahan pengganti kuarsa dalam pembuat n keramik porcelain yang memiliki keunggulan diantaranya memiliki susut dan pori kecil, bersifat keras dan mampu menyimpan muatan listrik. Diaplikasikan untuk keramik lantai atau sebagai bahan kapasitor keramik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi penggantian kuarsa dengan toseki pada bahan keramik porcelain terhadap penyusutan, porositas, kekerasan dan konstanta dielektrik. Penelitian ini membuat variasi penggantian toseki dengan kuarsa 5 % -30%. Sintering pada suhu 13000C lama penahanan 6 jam, data dianalisis prosentase penyusutan dan porositas, dihitung nilai konstanta dielektriknya, diuji kekerasan menggunakan metode vickers dan uji mikrostruktur dengan SEM yang diambil tiga nilai variasi penggantian kuarsa dengan toseki tertinggi, sedang dan terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) ada pengaruh variasi penggantian kuarsa dengan toseki terhadap nilai penyusutan bakar dengan pola y = -0,083x + 3,628, nilai penyusutan kering dengan pola y = -0,042x + 2,806 dan nilai penyusutan jumlah dengan pola y = -0,245x + 9,8 yang linier dengan gradien negatif .(2) ada pengaruh variasi penggantian kuarsa dengan toseki terhadap nilai keporian nyata dengan pola y = -0,466x + 22,02, nilai keporian semu dengan pola y = -0,109x + 8,179, nilai peresapan air dengan pola y = -0,193x + 11,33 yang linier dengan gradien negatif. (3) ada pengaruh variasi penggantian kuarsa dengan toseki terhadap nilai kekerasan dengan pola y = 0,559x + 6,255 yang linier dengan gradien positif. (4) ada pengaruh variasi penggantian kuarsa dengan toseki terhadap nilai konstanta dielektrik dengan pola y = 40,41e0,014x yang eksponensial dengan gradien positif. (5) mikrostruktur pada variasi penggantian kuarsa dengan toseki tertinggi, sedang dan terendah terlihat bahwa semakin banyak variasi penggantian kuarsa dengan toseki maka pori – pori yang terlihat dominan tidak ada.

Jumlah total koloni bakteri dan nilai MPN bakteri caliform pada ikan asin basah dari beberapa pasar di Kotamadya Malang / oleh Rahayuningsih

 

Analisis varian multivariat rancangan acak kelompok pada uji daya lanjutan galur-galur kedelai tahan pengisap polong (studi kasus di Balitkabi - Malang) Kiki Putri Anggraini

 

Kata kunci: analisis varian, multivariat RAK, galur-galur kedelai Analisis varian multivariat merupakan salah satu metode statistika multivariat yang digunakan untuk mengetahui perbedaan dari berbagai perlakuan yang dicobakan terhadap respon ganda. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data pengamatan galur-galur kedelai terhadap jumlah polong, jumlah biji, dan berat biji yang diperoleh KP Muneng-Probolinggo. Pengujian asumsi pada analisis varian multivariat yaitu antar variabel jumlah polong, jumlah biji, dan berat biji harus independen, data mengikuti distribusi normal ganda pada variabel jumlah polong, jumlah biji, dan berat biji, serta memiliki kesamaan matrik varian kovarian antar grup pada variabel jumlah polong, jumlah biji, dan berat biji. Hasil uji manova rancangan acak kelompok pada data uji daya lanjutan galur-galur kedelai tahan pengisap polong menunjukkan vektor rata-rata dari 23 galur kedelai pada variabel jumlah polong, jumlah biji, dan berat biji berbeda. Dengan kata lain pada penelitian analisis varian multivariat pada rancangan acak kelompok menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara 23 galur kedelai terhadap hasil jumlah polong, jumlah biji, dan berat biji.

Meningkatkan kreativitas siswa dalam menggambar motif batik melalui pengenalan batik daerah pada kelas VIII-B di SMP Negeri 2 Tumpang tahun pelajaran 2015-2016 / Suhartono

 

ABSTRAK Suhartono. 2015. MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM MENGGAMBAR MOTIF BATIK MELALUI PENGENALAN BATIK DAERAH PADA KELAS VIII-BDI SMP NEGERI 2 TUMPANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016.SKRIPSI, PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA, JURUSAN SENI DAN DESAIN, FAKULTAS SASTRA, UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Dr. HARIYANTO, M.HUM. Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh manusia, dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas manusia. Tujuan pendidikan tidak akan tercapai jika proses interaksi belajar mengajar tidak pernah berlangsung dalam pendidikan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai dibawah KKM, sedangkan idealnya nilai yang harus diperoleh siswa dalam praktik mengambar motif batik minimal 75. Menyadari bahwa sebagian besar siswa merasa kesulitan jika mendapat tugas membuat gambar batik, maka perlu adanya penanganan lebih lanjut untuk motivasi dan kreatifitas siswa. Untuk itu seorang guru dituntut menerapkan beragam metode sesuai dengan kebutuhan siswanya. Sehingga semua siswa tanpa terkecuali mampu membuat gambar batik sesuai dengan yang diinginkan.Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah penerapan pengenalan batik daerah dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam menggambar motif batik bagi siswa kelas VIII-B di SMP Negeri 2 Tumpang?Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menerapkan metode pengenalan motif batik daerah untuk meningkatkan kreatifitas menggambar motif batik. (2) Meningkatkan nilai hasil akhir menggambar motif batik pada siswa kelas VIII-B SMPN 2 Tumpang.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (Action Research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VIII-B di SMP Negeri 2 Tumpang Kabupaten Malang.Dari hasil analisis data didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai dengan siklus II yaitu, siklus I67%, dan siklus II 95%. Pada siklus I hasil pembelajaran menggambar motif batik masih belum menunjukkan hasil yang maksimal, pada tahap siklus I nilai rata-rata kelas 76, dengan prosentase ketuntasan 67% . Berdasarkan hasil refleksi siklus I, dilakukan perencanaan ulang untuk perbaikan pada siklus II, hasilnya terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas pada tahap siklus II menjadi 81% dengan prosentase ketuntasan 95%. Secara keseluruhan dari aspek kesiapan alat dan bahan 67% menjadi 95% mengalami kenaikan 28%, aspek keberanian dalam pengungkapan ide/gagasan dari 28% menjadi 71% ada kenaikan 43%, aspek kreativitas dalam penggayaan awalnya 42% naik menjadi 80% ada kenaikan 38%, sedang aspek pewarnaan dan ketepatan waktu semula semula 67% menjadi 71% mengalami kenaikan 4%. Berdasarkan paparan diatas maka dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini adalah: 1) Pembelajaran dengan metode pengenalan motif batik daerah memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (67%), dan siklus II (95%). 2) Penerapan pembelajaran dengan metode pengenalan motif batik daerah mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan rata-rata jawaban siswa yang menyatakan bahwa siswa termotivasi terhadap pembelajaran motif batik daerah. Kata Kunci: kreatifitas, motif batik, batik daerah.

Perancangan media interaktif dolanan Jawa / Dinny Purwaningsih

 

Dolanan Jawa merupakan merupakan sebuah permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak – anak, remaja maupun orang dewasa. Dolanan Jawa bukan hanya sekedar sebuah permainan tradisional semata, dolanan Jawa merupakan sebuah kebudayaan Indonesia yang harus diapresiasi keberadaannya. Dolanan dolanan Jawa. Jika kepedulian terhadap kekayaan budaya tidak pernah terlintas dalam pikiran kita, bahkan membiarkan ia terkubur oleh arus modernisasi dan gedung-gedung pencakar langit. Pada suatu waktu nanti ia akan dikenang sebagai sesuatu yang pernah dimiliki oleh nenek moyang kita dan hanya menjadi kajian para sejarawan, budayawan, maupun antropolog (http://permatanusantara/ 2009/03/nuansa-pesona-dolanan-bocah_25.html). Jawa dapat dipisahkan menurut seleksi permainannya, jenis permainan dan manfaat permainannya. Seleksi permainan itu sendiri terdiri dari hompila, kacang panjang, cingkiripit, batu, gunting, kain dan suitan. Sedangkan jenis permainan masih dapat dibagi lagi menurut fungsi kecerdasaannya, ketangkasaannya, ketrampilannya dan kreativitasnya. Contoh jenis permainan menurut kecerdasaannya adalah congklak, kelereng, dam –daman dan galah. Menurut ketangkasannya adalah engklek, egrang, balap karung, tarik tambang. Menurut ketrampilannya adalah loncat tinggi, gasing, beklen dan yoyo. Menurut kreatifannya adalah layang – layang, encrak dan gatrik. Untuk manfaat dari permainan tradisonal ada 3 yaitu manfaat menurut kecerdasan anak, kreativitas anak dan media terapi anak. Menurut kecerdasannya dapat dibagi menjadi 6 bagian yaitu mengembangkan kecerdasan emosi anak, mengembangkan kecerdasan logika anak, mengembangkan kecerdasan kinetis anak, mengembangkan kecerdasan natural anak, mengembangkan kecerdasan musikal anak, mengembangkan kecerdasan spiritual anak. Sebuah kebudayaan harus dapat diapresiasi keberadaannya salah satu contoh adalah Dolanan Jawa Kondisi Indonesia yang bervariasi mulai dari alam pegunungan, sungai, dataran, pulau, sampai suku-suku yang mendiaminya, menjadi cikal bakal lahirnya permainan-permainan kreatif yang diciptakan oleh leluhur bangsa. Permainan inipun sarat dengan nilai-nilai filosofis. Nilai-nilai yang disisipkan pun diharapkan dapat dilaksanakan dalam setiap tindakan dengan penuh kesadaran. Sehingga permainan tradisional ini akan banyak memberi pengaruh bagi masa depan bangsa (http://filsafat.kompasiana.com /2009/11/20/permainan-tradisionaltak-populer-lagi/) Permainan tradisional atau

Faktor-faktor penyebab terjadinya perkawinan usia remaja di Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto / Hafsya As Sajdah

 

ABSTRAK As Sajdah, Hafsya. 2016. Faktor-FaktorPenyebabTerjadinyaPerkawinanUsiaRemaja Di Kecamatan Ngoro KabupatenMojokerto. Skripsi. Jurusan Geografi, Program StudiGeografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo, M.S., M.Si (II) Drs. Marhadi Slamet Kistanto, M, Si. Kata Kunci: Pernikahan usiaremaja, Kondisi Sosial, Ekonomi, Budaya, Industrialisasi Batasanusiaperkawinan yang dijelaskan dalam UU No. 01 tahun 1974 tentang Perkawinan pasal 47 ayat (1) dan pasal 50 ayat (1) dan UU RI No. 23 tahun 2002 tentangperlindungananak. Pernikahan usia remaja di Kecamatan Ngoro mengalami kenaikan selama dua tahun terakhir yaitu tahun 2014 sebesar (2%) dan 2015sebesar (6,3). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh faktor pendidikan, beban tanggungan, pendapatan, budaya, danindustrialisasiserta faktor yang paling berpengaruh terhadap pernikahan usia remaja di Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Penelitianinimerupakanpenelitiankuantitatifdenganpendekatanexpose facto. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional untuk mengetahui pengaruhvariabelbebasterhadapvariabelterikatdengan mengunakan metode survey dalam pengumpulan data. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 100 responden dari 18 Desa di Kecamatan Ngoro yang ditentukan secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal, tabulasi silang serta uji statistik regresi linear berganda. Hasil analisis uji regresi linear bergandadantabulasi menunjukkan bahwa semua variabel dependen berpengaruh terhadap perkawinan. Faktor yang paling dominan adalah pendidikan dan sumbangan paling kecil adalah variabelpendapatan, menuruthasilwawancarafaktorlain yang berpengaruhpadakawasanindustriadalahfaktorindustrialisasidankawasan non industrifaktorbudaya.Kesimpulan yang berkaitan dengan perkawinanusiaremaja di Kecamatan Ngoro yaitu 1) hasil penelitian menunjukan usia pernikahan perempuan di Kecamatan Ngoro tergolong rendah dengan rata-rata usia menikah 17 tahun, 2) Mayoritas lama pendidikan perempuan yang menikah muda yaitu 9 tahun, 3) jumlah tanggungan orang tua perempuan yang menikah muda di Kecamatan Ngoro berjumlah 5 orang, 4) Rata-rata pendapatan orang tuaremajaperempuan di kawasan non industridankawasanindustrimasihdibawah UMR kabupatenmojokerto, 5)Budayasalahsatufaktor yang mempengaruhiperkawinanusiaremajauntukkawasan non industri, 6) Faktorindustrialisasidarihasilwawancaradilapanganberpengaruhterhadapterjadinyaperkawinanusiaremajapadakawasanindustri.

Integral berulang dan pengunaannya untuk menghitung volume / oleh Rahimin

 

Pengembangan media pembelajaran berbasis android dengan tema Alltagsleben untuk pembelajaran kosakata dan keterampilan menyimak di SMAN 7 Malang / Salfinea Lailatul Mareta

 

ABSTRAK Mareta, Salfinea Lailatul. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android dengan Tema Alltagsleben untuk Pembelajaran Kosakata dan Keterampilan Menyimak Di SMAN 7 Malang. Skripsi. Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Tiksno Widyatmoko, M.A. Kata kunci: media pembelajaran, Alltagsleben, kosakata, menyimak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Android dengan tema Alltagsleben untuk pembelajaran kosakata dan keterampilan menyimak di sekolah. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu hasil modifikasi dari model penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Prosedur yang dilakukan melalui tujuh tahap yaitu studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk, uji ahli, revisi uji ahli, uji lapangan, dan penyempurnaan produk akhir. Penelitian ini menghasilkan media berupa aplikasi yang dapat dijalankan pada Smartphone Android dengan nama aplikasi ,, Lern Deutsch!’’. Aplikasi ini terdiri dari 4 bagian yaitu materi, latihan, biografi, dan sumber referensi yang digunakan. Bagian pokok terdiri dari materi dan latihan soal. Pada materi terbagi menjadi dua yaitu materi kosakata dan materi menyimak. Pada latihan soal terbagi menjadi dua yaitu untuk kosakata dan menyimak. Untuk soal menyimak terdapat enam bagian. Masing – masing berisikan tiga hingga empat butir soal. Soal latihan dilengkapi dengan respon jawaban. Setelah selesai menjawab, siswa dapat mengetahui secara langsung apakah jawaban yang diberikan sudah benar atau tidak, sehingga media ini dapat digunakan siswa untuk belajar mandiri. Media ini dikembangkan menggunakan perangkat lunak Adobe Flash CS6 yang dikemas praktis berupa aplikasi untuk Android. Data hasil penelitian ini berupa data kualitatif. Adapun data yang diperoleh dari penelitian ini berupa angket dari uji ahli yaitu ahli materi dan ahli media serta hasil observasi uji coba lapangan pada siswa. Produk ini telah melalui tahap validasi oleh dua orang ahli, yaitu ahli media dan ahli materi yakni dosen sastra Jerman. Aplikasi ini telah diujicobakan kepada siswa SMAN 7 Malang. Berdasarkan validasi uji ahli media, media yang telah dikembangkan dinilai valid dengan sedikit revisi. Sementara itu, hasil penilaian dari ahli materi sangat valid, namun ada beberapa materi yang perlu ditambahkan sebelum media digunakan. Hasil uji coba dalam observasi yang dilakukan kepada sepuluh orang siswa menunjukkan bahwa media ini menarik bagi siswa. Siswa menjadi lebih semangat belajar bahasa Jerman. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, media yang dikembangkan layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran bagi siswa.

Pengaruh pemberian air perasan rimpang kunyit (Curcuma domestica Chal.) terhadap pertumbuhan koloni Aspergillus flavus link ex fries / oleh Wahyu Purwo Anggono

 

Peningkatan pemahaman konsep volume bangun ruang dengan model pembelajaran Van Hiele pada siswa kelas V SDN 1 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung / Atik Nurul Khusna

 

Kata kunci: pemahaman konsep, volume, model pembelajaran Van Hiele Kemampuan siswa dalam memahami konsep volume bangun ruang berperan penting terhadap keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Pemahaman konsep merupakan langkah awal yang diambil untuk melangkah pada tahap selanjutnya yaitu aplikasi dalam perhitungan matematika. Tetapi kebanyakan siswa belum menguasai materi prasyarat dari konsep yang diajarkan. Faktor yang menyebabkan rendahnya pemahaman konsep siswa dalam belajar matematika adalah kegiatan pembelajaran yang terpusat pada guru. Kondisi tersebut selaras dengan permasalahan yang terjadi di SDN 1 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung. Hal ini membuat siswa kesulitan dalam memahami konsep volume bangun ruang terutama dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah yang berhubungan dengan konsep volume balok dan kubus. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana penerapan model pembelajaran Van Hiele pada pembelajaran matematika volume bangun ruang pada siswa kelas V SDN 1 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung?, (2) Apakah penerapan model pembelajaran Van Hiele dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas V SDN 1 Pucanglaban terhadap konsep volume bangun ruang?, dan (3) Apakah model pembelajaran Van Hiele dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Pucanglaban terhadap konsep volume bangun ruang? Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data penelitian berupa proses pembelajaran model Van Hiele dan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep volume bangun ruang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kegiatan analisis data dilakukan dengan metode alur meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian yang dilakukan selama dua siklus pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan prestasi belajar siswa terhadap konsep volume bangun ruang. Peningkatan pemahaman konsep siswa mengacu pada kriteria yang didukung dengan hasil wawancara kepada siswa, dimana 86% siswa telah memahami konsep yang diajarkan dengan dibuktikan kemampuan siswa dalam 1) menyatakan ulang suatu konsep, 2) mengklarifikasikan objek i objek menurut sifat-sifat tertentu, 3) memberi contoh dan non-contoh dari konsep, dan 4) mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Sedangkan peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata dan prosentase ketuntasan belajar secara klasikal dari data awal, siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata siswa pada data awal sebesar 51,64 dengan prosentase ketuntasan 36%, 62,14 dengan prosentase ketuntasan 50% pada siklus I, dan pada siklus II 79,29 dengan prosentase ketuntasan 86%

Analisis karakter directional coupler berbasis bahan polimer lithium niobate (LINbO3) / Ika Rosaria Fathony

 

Kata Kunci : directional coupler, indeks bias efektif, panjang kopling, transfer daya, Lithium Niobate Directional coupler merupakan piranti optik yang tersusun atas dua pandu gelombang sejajar dengan salah satu fungsinya yaitu sebagai pendukung teknologi komunikasi lewat pembuatan komponen optika terpadu yang mampu menjalankan fungsi guided, coupled dan sebagainya. Pada skripsi ini dilakukan analisis karakter directional coupler struktur slab berbasis bahan polimer Lithium Niobate (LiNbO3) dengan jenis film yang digunakan adalah planar graded index berprofil 1/cosh2 untuk panjang gelombang 1,33 μm. Directional coupler hasil analisis melalui pengamatan, lebar film paling kecil adalah 0,5 μm menghasilkan nilai indeks bias efektif ternormalisasi sebesar 0,63, frekuensi normalisasi 1,95 Hz, dan nilai indeks bias efektifnya 2,2. Sedangkan pada analisis panjang kopling ketebalan terkecil yang digunakan adalah 0,5 μm, dari hasil analisis didapatkan panjang kopling Lc=0,32cm lalu divisualisasi menggunakan bantuan bahasa pemrogaman Mathematica 7.1 untuk menggambarkan moda simetri dan asimetri. Setelah itu directional coupler juga dianalisis dari segi kemampuan menransfer daya. Hasil penelitian ini menunjukkan directional coupler memenuhi 3-dB power transfer dalam pentransferan daya yaitu semakin besar lebar gap maka akan semakin besar pula panjang kopling (Lc). Maka makin kecil gelombang cahaya yang bisa ditransmisikan ke pandu gelombang dua. Hal ini menunjukkan bahwa dengan makin bertambahnya lebar gap (s), maka semakin besar panjang kopling (Lc) yang artinya semakin lemah kekuatan koplingnya. Dengan demikian, nilai tetapan propagasi efektif moda asimetri (βa) semakin mendekati nilai tetapan propagasi efektif moda simetri (βs).

Studi tentang frekuensi tes tulis terhadap prestasi belajar trigonometri siswa kelas III SLTP Negeri 5 Kodya Malang / oleh Suryani Kushariyanti

 

Persepsi kepala sekolah, guru bidang studi dan siswa terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMP Negeri Kecamatan Lowokwaru Malang / Aries Kurniawan

 

Kata Kunci: persepsi, kepala sekolah, guru bidang studi, siswa, bimbingan dan konseling Bimbingan dan konseling mempunyai peranan yang penting dalam membantu setiap pribadi siswa agar berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. Kerjasama dari kepala sekolah, guru dan siswa sangat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan bimbingan dan konseling. Persepsi yang salah terhadap bimbingan konseling dapat mempengaruhi kerjasama. Kesalahpahaman di sekolah antara lain bahwa bimbingan konseling dianggap sebagai polisi sekolah, BK hanya menangani siswa-siswa yang bermasalah, seperti siswa yang sering tidak masuk sekolah, siswa yang melanggar tata tertib di sekolah. Padahal, tujuan bimbingan konseling di sekolah tidak terbatas bagi siswa yang bermasalah, tetapi siswa yang berprestasi juga perlu mendapatkan bantuan agar dirinya lebih berkembang. Oleh karena itu persepsi yang baik mengenai pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah sangat diharapkan terutama dari kepala sekolah, guru, dan siswa sehingga pelaksanaan bimbingan konseling dapat optimal dan mencapai tujuan. Penelitian ini bertujuann untuk (1) mendeskripsikan persepsi kepala sekolah terhadap pelaksanaan BK di SMP Negeri Kec. Lowokwaru Malang, (2) mendeskripsikan persepsi guru bidang studi terhadap pelaksanaan BK di SMP Negeri Kec. Lowokwaru Malang, (3) mendeskripsikan persepsi siswa terhadap pelaksanaan BK di SMP Negeri Kec. Lowokwaru Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru bidang studi dan siswa kelas VIII di SMPN 11 Malang, SMPN 13 Malang dan SMPN 18 Malang. Teknik pengambilan sampel kepala sekolah menggunakan teknik sampel total, sedangkan sampel guru dan siswa menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan analisis yang digunakan adalah analisis persentase. Hasil penelitian mengenai persepsi kepala sekolah, guru bidang studi dan siswa terhadap pelaksanaan BK di SMP Negeri Kec. Lowokwaru Malang, menunjukkan bahwa secara umum kepala sekolah yang memiliki persepsi yang sangat baik terhadap pelaksanaa BK. Sebagian besar guru bidang studi juga mempersepsi sangat baik pelaksanaan BK. Sedangkan sebagian besar siswa mempersepsi cukup baik pelaksanaan BK di SMP Negeri Kec. Lowokwaru Malang. Sedangkan secara khusus terdapat kepala sekolah, guru bidang studi dan siswa mempersepsi kurang baik pada pelaksanaan perencanaan individual. Berdasarkan hasil penelitian ditujukan beberapa saran: (1) Konselor hendaknya lebih menguasai keterampilan penggunaan alat-alat pengumpul data guna mengungkap potensi maupun kelemahan yang ada pada diri siswa sehingga siswa mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat dalam mengembangkan potensinya. Konselor diharapkan pula meningkatkan kolaborasi dengan kepala sekolah dan guru bidang studi, agar pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah terselenggara sesuai dengan harapan; (2) kepala sekolah diharapkan dapat melengkapi sarana dan prasarana untuk kelancaran pelaksanaan BK; (3) Hendaknya peneliti selanjutnya menggunakan jenis angket yang berbeda pada subyek penelitian yang berbeda dalam pengumpulan data. Peneliti selanjutnya diharapkan pula untuk menggunakan teknik wawancara dan observasi untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih komprehensif.

Karateristik dan prestasi belajar mahasiswa pendidikan tata boga angkatan 2007-2009 jalur PMDK, SPMB, dan SPMK / Dityas Windi Harto

 

Kata kunci: karakteristik, prestasi belajar, perbedaan Karakteristik setiap individu dipengaruhi oleh faktor bawaan dan faktor lingkungan. Karakteristik individu yang terkait dengan pretasi belajar adalah minat dan motivasi. Minat merupakan daya gerak yang mendorong seseorang cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda, atau kegiatan ataupun bisa berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri, sedangkan motivasi berprestasi merupakan suatu dorongan dari dalam diri seseorang untuk memperoleh kepuasan dalam berprestasi dengan lebih baik dari sebelumnya atau dari orang lain untuk mencapai keberhasilan. Prestasi merupakan gambaran kemampuan memahami isi pelajaran yang biasanya dilambangkan dengan skor atau nilai. Tujuan dari penelitian ini meliputi: (1) Mengetahui karakteristik yang meliputi minat dan motivasi mahasiswa Pendidikan Tata Boga angkatan 2007-2009 jalur PMDK, SPMB, dan SPMK, (2) Mengetahui prestasi belajar yang diungkapkan dengan rata-rata IP (ndeks Prestasi) mahasiswa Pendidikan Tata Boga angkatan 2007-2009 jalur PMDK, SPMB, dan SPMK, dan (3) Mengetahui apakah ada perbedaan karakteristik dan prestasi belajar mahasiswa Pendidikan Tata boga angkatan 2007-2009 jalur PMDK, SPMB, dan SPMK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan studi komparatif, sedangkan untuk pengumpulan datanya menggunakan angket dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Tata Boga angkatan 2007-2009 yang berjumlah 173 mahasiswa dengan teknik sampel Random Sampling yang menghasilkan sampel 82 mahasiswa. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa minat mahasiswa jalur PMDK, SPMB, dan SPMK tidak ada perbedaan karena diperoleh F hitung = 2,976 dan F tabel = 3,11 sehingga F hitung < F tabel. Hasil analisis data terkait dengan motivasi berprestasi mahasiswa Pendidikan Tata Boga diperoleh F hitung = 0,653 dan F tabel = 3,11 sehingga F hitung < F tabel maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan motivasi berprestasi mahasiswa Pendidikan Tata Boga jalur PMDK, SPMB, dan SPMK. Hasil analisis data mengenai prestasi belajar diperoleh F hitung = 12,915 dan F tabel = 3,11 maka F hitung > F tabel, jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa Pendidikan Tata Boga jalur PMDK, SPMB, dan SPMK.

Penerapan pendekatan whole language dengan teknik reading alouds untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas I SDN Kejayan I Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Vivi Wijayanti

 

Kata Kunci : whole language, reading alouds, membaca pemahaman, SD Keterampilan membaca menduduki posisi serta peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Membaca merupakan jembatan bagi siapa saja yang ingin meraih kesuksesan. Kenyataannya kemampuan membaca siswa kelas I SDN Kejayan I masih rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya minat baca pada siswa. Metode mengajar guru yang kurang sesuai mengakibatkan penguasaan bahasa Indonesia terbatas. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan pendekatan pembelajaran whole language dengan teknik reading alouds. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran bahasa Indonesia melalui pendekatan whole language dan peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui teknik reading alouds. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, yaitu (1) siklus I, pembelajaran dilakukan dengan menyusun rancangan pembelajaran, kegiatannya menggunakan metose ceramah, tanya jawab, diskusi dan penugasan, (2) siklus II, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media yang lebih bervariasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Kejayan I Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan yang berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kemampuan membaca siswa masih kurang, (2) pada siklus I hanya 18 siswa (60%) dari 30 siswa yang mencapai ketuntasan belajar, (3) pendekatan whole language mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan tersebut sebesar 12 dari siklus I yang tadinya sebesar 72 menjadi 84 dengan ketuntasan belajar 100% dan dikategorikan sangat baik. Saran pada penelitian ini adalah guru diharapkan bias menerapkan pembelajaran dengan pendekatan whole language di sekolah, guru hendaknya lebih kreatif dalam menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa.

Peningkatan keterampilan menulis deskripsi dengan model cooperative script pada siswa kelas IV SDN I Pakel; Kabupaten Tulungagung / Aziz Ichwan Rosadi

 

ABSTRAK Rosadi, Aziz Ichwan. 2016. PeningkatanKeterampilanMenulisDeskripsidengan Model Cooperative Script padaSiswaKelas IV SDN I PakelKabupatenTulungagung.Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan SekolahDasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.H. AlifMudiono, M.Pd., (II) Suwarti, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci:Keterampilan, MenulisDeskripsi, Cooperative Script Hasilobservasi di kelas IV SDN I PakelKabupatenTulungagungmenunjukkanbahwasiswabelummemilikiketerampilan yang baikdanbenardalammenulis. Dari isiatauhasiltulisansiswa, didapatkan data sebagaiberikut: pertama,siswahanyamenulisgambarantentangobjekwisatasecaraumumsaja, belummenuliskannyasecara detail. Kedua,masihbanyaksiswa yang menggunakandanmenuliskan kata yang tidakbaku. Ketiga, siswabelummencermatidanbelumsepenuhnyamengertitentangperbedaanpenulisan kata depandengan kata sambung. Keempat,beberapasiswamasihsalahdalammenggunakandanmenuliskanhurufkapital..Dari 14 siswa, hanyaada 6 siswa (42,9%) yang mencapaiketuntasanbelajar, sedangkan 8 siswa (57,1%) belummencapaiketuntasanbelajarsesuaidenganKriteriaKetuntasan Minimum (KKM) matapelajaranBahasa Indonesia dengannilai minimal 75. Penelitianinibertujuanuntukmenerapkan model Cooperative Script danmeningkatkanketerampilanmenulisdeskripsisiswakelas IV SDN I PakelKabupatenTulungagung. Jenispenelitian yang digunakanadalahpenelitiantindakankelasdenganmenggunakanpendekatankualitatif.Pengumpulandatanyamenggunakanteknikobservasi,tes, catatanlapangan, angketsiswa, dandokumentasi.Selanjutnya, data yang terkumpuldianalisisdengantahapreduksi, penyajian data, danpenarikankesimpulan. Hasilpenelitianterhadapaktivitassiswamenunjukkannilai yang baikdanpeningkatan di tiapsiklusnya.Siswasudahmemahamipenggunaan kata bakudalampenulisan, penggunaantandabacadanhurufkapitalsecaratepat, danperbedaanpenulisan kata depandengan kata sambung. Padaakhirsiklus I, siswamendapatnilai 84,4 dengankriteria "memuaskan", sedangkanpadaakhirsiklus II, siswamendapatnilai 93,8 dengankriteria "sangatmemuaskan". Selainitu, hasilakhirpembelajaranmenulisdeskripsisiswajugamengalamipeningkatan.Padatahappra-tindakan, rata-rata nilaiakhirsiswaadalah 70,6denganjumlahsiswa yang tuntassebanyak 6 siswa (42,9%). Padasiklus I, rata-rata nilaiakhirsiswaadalah 75,2 denganjumlahsiswa yang tuntassebanyak 7 siswa (50%), sedangkanpadasiklus II, rata-rata nilaiakhirsiswaadalah 83,4 denganjumlahsiswa yang tuntassebanyak 12 siswa (85,7%). Berdasarkan data tersebut, dapatdisimpulkanbahwapenerapan model Cooperative Scriptdapatmeningkatkanketerampilansiswadalammenulisdeskripsi.

Pengaruh lingkungan keluarga dan interaksi sosial teman sebaya terhadap hasil belajar mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 6 Malang / Lailatul Ikrom

 

Ikrom, Lailatul. 2014. Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Interaksi Sosial Teman Sebaya Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI IPS di SMA Negerin 6 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. CiptoWardoyo, S.E, M.Pd, M.Si, Ak, CA, (II) Dr. Sunaryanto, M.Ed Kata Kunci: Lingkungan keluarga, interaksi sosial teman sebaya, hasil belajar Pendidikan merupakan aktivitas sadar dan sengaja yang diarahkan untuk membawa peserta didik mencapai tujuan. Agar dapat mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam penyelenggaraan program pendidikan, maka diperlukan evaluasi. Bagi siswa, evaluasi diberikan terhadap hasil belajar mereka. Adapun hasil belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal meliputi faktor kesehatan, psikologis, dan kelelahan, serta faktor eksternal yaitu faktor keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalam penelitian ini faktor yang diteliti adalah faktor eksternal yaitu lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah yang berfokus pada interaksi sosial teman sebaya.     Tujuan dari permasalahan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) Apakah ada pengaruh antara lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi, (2) Apakah ada pengaruh antara interaksi sosial teman sebaya terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi     Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknis analisis regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 166 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini berdasarkan rumus Slovin dengan menggunakan teknik “proportional random sampling”, dan diperoleh 63 responden. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh positif signifikan, hal ini dapat diartikan semakin baik lingkungan keluarga siswa, maka semakin baik pula hasil belajar pada mata pelajaran akuntansi. Interaksi sosial teman sebaya memiliki pengaruh positif signifikan, hal ini dapat diartikan semakin baik (positif) interaksi sosial teman sebaya, maka semakin baik pula hasil belajar pada mata pelajaran akuntansi.     Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1) bagi siswa SMA Negeri 6 Malang dapat membangun hubungan baik dengan anggota keluarga dan antar teman sebaya, (2) bagi guru, membantu siswa dalam permasalahan yang dihadapi dan mengkomunikasikan dengan orang tua serta guru dapat membantu siswa dalam meningkatkan interaksi sosial dengan teman sebayanya, (3) bagi SMA Negeri 6 Malang dapat meningkatkan kerjasama dengan orang tua siswa dalam mensukseskan pembelajaran, (4) bagi penelitian selanjutnya dapat menyempurnakan dan menambahkan hal-hal yang masih kurang dari penelitian ini yaitu dengan cara lebih menambahkan kajian teori, sub variabel ataupun indikator.

Pengembangan augmented reality animasi sistem peredaran darah manusia untuk kelas XI SMA / Baiq Rahayu Hayati

 

ABSTRAK Hayati, Baiq Rahayu. 2016. Pengembangan Augmented Reality Animasi Sistem Peredaran Darah Manusia Untuk Kelas XI SMA. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Sulthoni, M.Pd., (II) Eka Pramono Adi, S.I.P, M.Si. Kata Kunci:multimedia,animasi, augmented reality, tekanan sistole, tekanan diastole Media pembelajaran sebagai komponen pembelajaran, pengembang melalui persepektif teknologi pendidikan mencoba mengembangkan produk media yang dapat digunakan untuk membantu memecahkan permasalahan pembelajaran yang ada. Biologi adalah salah satu mata pelajaran SMA yang mempelajari tentang alam dan isinya.Dalam pembelajaran biologi dikelas guru menggunakan model pembelajaran seperti model pembelajaran penemuan (discovery),project based learning, untuk mendukung model dan metode tersebut guru juga mencoba menggunakan bantuan media seperti torso, guru juga kerap menggunakan multimedia berbentuk presentasi. Meskipun menggunakan model dan metode yang beragam yang dibantu dengan media, guru masih menemukan permasalahan dalam pembelajaran dikelas seperti, susahnya memberikan gambaran atau visualisasi materi yang tidak bisa ditampilkan secara langsung seperti materi yang berkaitan dengan organ-organ manusia. Berdasarkan permasalah tersebut pengembang memutuskan untuk mengembangkan multimedia animasi yang dikombinasikan dengan teknologi augmented reality. Tujuan dari pengembangan ini adalahuntuk menghasilkan produk augmented reality animasi sistem peredaran darah manusia yang valid yang dapat membantu guru dalam mengajar siswa di kelas XI IPA SMA Panjura Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) yang dikembangkan oleh William W. Lee dan Diana L. Owens. Adapun tahapan tersebut antara lain: (1) Analaysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; (5) Evaluation. Subjek penelitian dalam validasi yaitu siswa kelas XI IPA SMA Panjuran Malang yang pernah yang mengikuti mata pelajaran biologi sistem peredaran darah pada manusia. Jenis Data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengembangan multimedia pembelajaran sistem peredaran darah pada manusia ini memenuhi kriteria valid yakni, ahli media 99%, ahli materi 97,5%, guru 97%, uji coba lapangan awal 89,50%, uji coba lapangan utama 89,50%. Saran yang diajukan kepada guru mata pelajaran Biologi adalah pada pembelajaran selanjutnya dapat menggunakan multimedia ini sehingga mahasiswa memperoleh sumber belajar yang maksimal. Bagi pengembang selanjutnya agar dalam mengembangkan menyesuaikan dengan tujuanpembelajaran, lebih bervariasi, lebih baik dan menarik.

Pengembangan profesionalitas guru yang belum disertifikasi (Studi multi khusus di SMKN dan SMAN 2 Bacan Kabupaten Halmahera Selatan) / Rusli Hi Sabtu

 

Kata-kata kunci: pengembangan, profesionalitas, sertifikasi. Guru merupakan komponen paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan, yang harus mendapat perhatian sentral, pertama, dan utama. Figur senantiasa menjadi sorotan strategis ketika berbicara masalah pendidikan, karena guru selalu terikat dengan komponen manapun dalam sistem pendidikan. Secara formal, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa guru adalah tenaga profesional. Oleh karena itu, guru dipersyaratkan memiliki penguasaan kompetensi minimal sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah, yang meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Untuk mencapai penguasaan kompetensi tersebut, maka perlu adanya pengembangan profesionalitas guru. Fokus penelitian ini tertuju pada 3 (tiga) hal, yaitu: (1) bentuk-bentuk pengembangan profesionalitas guru, (2) kendala-kendala pengembangan profesionalitas dan (3) proses evaluasi pengembangan profesionalitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus (multi cases studies). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, obeservasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptip kasus individu dan lintas kasus dengan alur (1) reduksi data (data reduction), (2) penyajian data (data display), dan (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/ verification). Agar memperoleh keabsahan data dilakukan dengan empat kriteria yaitu: kepercayaan (credibility), keteralihan (transferbility), ketergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Temuan-temuan yang diperoleh dalam penelitian adalah: Pertama, bentuk-bentuk kegiatan pengembangan profesionalitas guru di SMAN 2 Bacan: (1) studi banding, (2) pendidikan dan pelatihan (diklat), (3) ceramah, (4) musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), dan (5) pengembangan pribadi. Sedangkan pada SMKN 1 Bacan: (1) pendidikan dan pelatihan (diklat), (2) musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), (3) on the job training (OJT) dan (4) pengembangan pribadi. Kedua, kendala-kendala pengembangan profesionalitas pada kedua sekolah sama yaitu: (1) letak geografis, (2) kebijakan bupati terkait dengan pendidikan gratis, dan (3) kurangya peran serta masyarakat terhadap pengembangan profesionalitas guru. Ketiga, proses evaluasi kegiatan pengembangan profesionalitas guru: (1) Kepala sekolah memberikan petunjuk kepada wakasek kurikulum sebagai penanggungjawab akademik untuk menyampaikan kepada guru yang akan mengikuti kegiatan pengembangan profesionalitas agar selesai mengikuti kegiatan dapat membuat laporan kegiatan, (2) Kepala sekolah menerima laporan kegiatan dari wakasek kurikulum berdasarkan hasil laporan kegiatan dari para guru, (3) Kepala sekolah dan wakasek kurikulum mengadakan rapat dengan para guru, dengan tujuan agar para yang mengikuti kegiatan tersebut untuk mempresentasikan gambaran singkat hasil kegiatan yang diperolehnya, (4) Wakasek kurikulum membentuk panitia kecil agar para guru yang telah mengikuti kegiatan pengembangan profesionalitas dapat membagi informasi kepada teman-teman guru yang tidak mengikuti kegiatan tersebut, (5) Kepala sekolah dan wakasek kurikulum secara periodik melakukan evaluasi dalam bentuk supervisi kelas untuk mengevaluasi kinerja guru. Dari hasil penelitian, dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut. Pertama, Kepala sekolah SMAN 2 Bacan dan SMKN 1 Bacan: (1) melakukan studi banding secara berkala pada sekolah-sekolah berkualitas guna mencari informasi dan gagasan yang terkait dengan pengembangan profesionalitas guru, (2) mengefektifkan kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam upaya mengelola mata pelajaran secara efektif dan efisien, (3) melalukan inovasi program kegiatan pengembangan guru di sekolah secara berkelanjutan, (4) menyesuaikan kegiatan pengembangan profesional guru dengan kondisi dan situasi keadaan laut sehingga para pemateri bisa datang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, (5) melibatkan partisipasi aktif komite sekolah untuk mendukung (supporting) kegiatan pengembangan profesionalitas guru, dan (6) melakukan evaluasi secara sistematis dalam upaya perbaikan program kegiatan pengembangan profesionalitas guru di sekolah sehingga tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan visi dan misi sekolah. Kedua, sekolah-sekolah menengah pada umumnya agar menjadikan kedua sekolah tersebut “model” dalam kegiatan pengembangan profesionalitas guru. Ketiga, Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan agar: (1) merevisi atau meninjau kembali kebijakan tentang pendidikan gratis yang telah diberlakukan selama ini agar sesuai ketentuan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 46 ayat 1 yang menyebutkan bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat, dan (2) mendukung kegiatan pengembangan profesionalitas sesuai dengan kebutuhan sekolah. Keempat, para ahli pendidikan disarankan untuk tetap bekerja keras mencari paradigma, pendekatan ataupun model pengembangan profesionalitas yang mampu mengembangkan kompetensi guru sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kelima, para peneliti lainnya yang berminat terhadap topik penelitian ini dapat mengembangkan dan menggali lebih dalam aspek-aspek yang berkaitan dengan pengembangan profesionalitas guru.

Peningkatan motivasi belajar melalui pemberian PR dalam rangka meningkatkan prestasi belajar biologi siswa kelas IIIA SLTP YP 17" Nglegok Blitar / oleh Siti Marsiyah"

 

Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI MIA 1 SMAN 10 malang pada materi sistem ekskresi dan sistem reproduksi / Diah Ayu Pangastuty

 

ABSTRAK Pangastuty, Diah Ayu. 2016. Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIA 1 SMAN 10 Malang Melalui Model Problem Based Learning ma-teri Sistem Ekskresi dan Reproduksi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Mtematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd. Kata Kunci: PBL, motivasi belajar, dan hasil belajar. Hasil observasi di kelas XI MIA 1 SMAN 10 Malang yang dilakukan selama kegiatan prapenelitian, diketahui motivasi belajar siswa di kelas masih rendah. Rerata aspek perhatian siswa dalam 3 hari observasi sekitar 36,69 %. Rerata aspek keyakinan dalam kegiatan pembelajaran hanya 36,02%. Sedangkan pada rerata aspek keterkaitan materi dengan materi sebelumnya dan dengan ke-hidupan sehari-hari hanya 35,35%. Pada aspek kepuasan terhadap hasil pembe-lajaran rerata 33,33%. Ketuntasan hasil belajar siswa di kelas XI MIA 1 SMAN 10 Malang juga masih rendah. Siswa yang nilainya 78 (KKM) atau lebih pada bab jaringan hewan hanya 50% dari jumlah siswa di kelas. Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui pelaksanaan model Problem Based Learning di kelas XI MIA 1 SMAN 10 Malang (2) meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI MIA 1 SMAN 10 Malang melalui model Problem Based Learning (3) meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MIA 1 SMAN 10 Malang melalui model Problem Based Learning Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 28 Maret 2016 sampai 4 Mei 2016. Data penelitian didapat melalui catatan lapangan, lembar keterlaksanaan model pembelajaran PBL, lembar observasi motivasi belajar siswa, lembar observasi sikap, lembar observasi keterampilan, lembar kerja siswa, dan tes akhir siklus. Keterlaksanaan model pembelajaran oleh guru mengalami peningkatan. Pada siklus I keterlaksanaan model pembelajaran PBL oleh guru 88,9%, sedang-kan pada siklus II 100%. Peningkatan keterlaksanaan model pembelajaran PBL oleh guru mencapai 11,1%. Keterlaksanaan model pembelajaran PBLoleh siswa pada siklus I mencapai 88,9%, sedangkan pada siklus II mencapai 100%. Pening-katan keterlaksanaan model pembelajaran oleh siswa sebesar 11,1%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan keterlaksanaan model pembelajaran pada siklus II. Peningkatan tersebut disebabkan adanya evaluasi pada akhir siklus I. Di samping itu juga siswa beserta guru sudah terbiasa dengan pelaksanaan model pembelajaran PBL di kelas. Motivasi belajar siswa pada siklus II meng-alami peningkatan dibandingkan dengan siklus I. Persentase motivasi belajar siswa pada siklus I mencapai 75,80%, sedangkan pada siklus II mencapai 92,86%. Rerata hasil belajar pengetahuan siswa pada siklus I 85,09, sedangkan pada siklus II mencapai 89,21. Sehingga peningkatan rerata hasil belajar kognitif siswa men-capai 4,21. Hasil belajar keterampilan siswa juga mengalami peningkatan rerata. Pada siklus I rerata hasil belajar keterampilan siswa 76,08, sedangkan pada siklus II mencapai 88,38. Ketuntasan hasil belajar ketereampilan klasikal siswa mening-kat 64,71%. Hasil belajar sikap siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus I rerata hasil belajar sikap siswa mencapai 88,07, sedangkan pada siklus II men-capai 98,28. Sehingga peningkatan rerata hasil belajar sikap siswa mencapai 10,21 dan mengalami peningkatan ketuntasan klasikal siswa sebesar 17,65%. Dengan begitu penelitian ini dapat membuktikan bahwa penerapan PBL dapat mening-katkan motivasi dan hasil belajar siswa. Saran yang dapat disampaikan yaitu sela-ma penerapan model pembelajaran PBL di kelas, guru sebaiknya mempertim-bangkan alokasi waktu. Pengelolaan kelaspun harus baik, supaya seluruh sintaks dalam PBL dapat terpenuhi.

Hubungan tingkat partisipasi siswa dalam berkoperasi sekolah dengan prestasi belajar / oleh Ashadi

 

Penerapan model pembelajaran debate untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Gejugjati II Kecamatan Lekok. Kabupaten Pasuruan pada mata pelajaran PKn / Paris Massa

 

ABSTRAK Massa, Paris. 2010. Penerapan model debat untuk meningkatkan Hasil Belajar siswa Kelas V SDN Gejugjati II Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ahmad Samawi.M,Hum. Pembimbing (II) Drs, Imam Nawawi. M.Si. Kata Kunci : PKn, Hasil Belajar,Model Pembelajaran Debate,dan SD Pelajaran PKn sebagai bagian integral kurikulum nasional dimana didalamnya mempelajari musyawara dalam pengambilan keputusan bersama. Dalam dunia pendidikan, pengambilan keputusan bersama dibutuhkan untuk menghargai pendapat orang lain,Penting pada anak sekolah dasar Hasil orentasi dilapangan dan informasi dari walikelas V SDN Gejugjati II mengalami kesulitan dalam pengambilan keputusan. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengambil sebuah keputusan yang baik dan benar di SD perlu digunakan model dan teknik pembelajaran yang menarik, Hasil penelitian menunjukan bahwa proses penggunaan model pembelajaran debat meningkatkan hasil belajar siswa pada bidang studi PKn dalam pengabilan keputusan, sebelum penerapan model debat siswa mencapai 30,30%. Pada kegiatan pembelajaran dengan mengunakan model debat siklus I rata-rata siswa mencapai 51,51% dan pada siklus II mencapai 90,90%. Model Debate pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN gejugjati II Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Namun demikian nampaknya masih diperlukan upaya-upaya lebih lanjut dalam meningkatkan hasil belajar di sekolah tersebut. Hal ini dikarenakan dalam penerapan Debate membutuhkan waktu yang tidak sedikit agar siswa dapat belajar dan berfikir dalam memecahkan masalah, dan apabila masalah yang dikaji kurang berbobot siswa cenderung bekerja asal-asalan Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1.) Mendeskripsikan cara penerapan model debate guna meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Gejugjati II Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, 2.) Mendeskripsikan bahwa penerapan model Debate dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Gejugjati II Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dengan model model Kemmis dan Taggart dalam Mahanal (2005:20) yang terdiri dari empat tahap; (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Gejugjati II Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan yang terdiri dari 33 siswa. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pengguna metode debate) pada mata pelajaran PKn perlu ditindak lanjuti oleh guru SDN Gejugjati II Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan karena model Debat) mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

The Teaching of english at TK Laboratorium UM Malang / Ristia Yulianti Ahmad

 

English is the international language, so if you want to be insightful and knowledgeable then the English language is something which is very important to be learnt. Many parents in Indonesia want their children to learn English language at early age. With the right method, learning English will be fun.The design of this study is descriptive qualitative and the subject here is a teacher who has an educational background of English in Malang. This research aims to investigate the teaching of English at TK Laboratorium UM Malang. TK Laboratorium UM Malang is a private kindergarten under the auspices of the State University of Malang. There are three problems in this research: (1) what techniques are used in the teaching English at TK Laboratorium UM? (2) what materials are used at TK Laboratorium UM? (3) what media are used in the teaching English at TK Laboratorium UM?. Some of the techniques used by teachers in teaching English are: songs, exercises, games, listen and repeat, listen and do, and question- answer.The materials used by teachers are the development of SKM (Weekly Lesson Plan) as a guide for teachers to give lessons with themes that are already available in the SKM. Teaching process in class A Star is also supported by the using of media such as: flashcards, realia, television set, and toys and accessories. Being a teacher in kindergarten requires creativity, innovation, and being active in determining and creating techniques and media that are suitable for young learners so that learning English becomes fun for them.The data obtained can complement the findings in different aspects, so readers can get more information about teaching and learning English in kindergartens.

Hubungan intensitas komunikasi dan motivasi kerja dengan kinerja tenaga kependidikan Universitas Negeri Malang / Anik Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Anik. 2016. Hubungan Intensitas Komunikasi dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Tenaga Kependidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd. (II) Teguh Triwiyanto, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: intensitas komunikasi, motivasi kerja, kinerja tenaga kependidikan Penyelenggaraan pendidikan perlu dilaksanakan dengan baik agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi apabila pendidikan yang diberikan berkualitas. Perguruan tinggi perlu mengelola sumber daya manusia yang ada di perguruan tinggi tersebut. Sumber daya manusia yang dimaksud yaitu pendidik maupun tenaga kependidikan. Tugas-tugas tenaga kependidikan merupakan tugas yang tidak kalah pentingnya dari tugas pendidik. Oleh karena itu, tenaga kependidikan perlu melakukan tugas-tugas tersebut dengan baik. Kinerja tenaga kependidikan dapat dipengaruhi oleh berbagai hal. Intensitas komunikasi dan motivasi termasuk dalam hal-hal yang dapat mempengaruhi kinerja tenaga kependidikan. Oleh karena itu, perlu adanya komunikasi yang baik antar tenaga kependidikan, dan juga perlu adanya motivasi baik dari dalam maupun dari luar individu untuk memberikan kinerja yang baik pula. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendiskripsikan: (1) seberapa tinggi intensitas komunikasi tenaga kependidikan Universitas Negeri Malang, (2) seberapa tinggi tingkat motivasi kerja tenaga kependidikan Universitas Negeri Malang, (3) seberapa tinggi tingkat kinerja tenaga kependidikan Universitas Negeri Malang, (4) hubungan intensitas komunikasi dengan kinerja tenaga kependidikan Universitas Negeri Malang, (5) hubungan motivasi kerja dengan kinerja tenaga kependidikan Universitas Negeri Malang, (6) hubungan intensitas komunikasi dengan motivasi kerja tenaga kependidikan Universitas Negeri Malang, dan (7) hubungan intensitas komunikasi dan motivasi kerja dengan kinerja tenaga kependidikan Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Malang dengan responden tenaga kependidikan sebanyak 252 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner/angket. Analisis data dalam penelitian ini yaitu: (1) analisis deskriptif, (2) analisis korelasi product moment pearson, dan (3) analisis korelasi ganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) intensitas komunikasi tenaga kependidikan di Universitas Negeri Malang termasuk dalam kriteria sedang, (2) motivasi kerja tenaga kependidikan di Universitas Negeri Malang termasuk dalam kriteria sedang, (3) kinerja tenaga kependidikan di Universitas Negeri Malang termasuk dalam kriteria sedang, (4) ada hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas komunikasi dengan kinerja tenaga kependidikan di Universitas Negeri Malang, (5) ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja tenaga kependidikan di Universitas Negeri Malang, (6) ada hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas komunikasi dengan motivasi kerja tenaga kependidikan di Universitas Negeri Malang, dan (7) ada hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas komunikasi dan motivasi kerja dengan kinerja tenaga kependidikan di Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka saran yang dapat disampaikan yaitu kepada: (1) pimpinan disemua unit kerja Universitas Negeri Malang, hendaknya meningkatkan intensitas komunikasi dengan pegawainya. Pimpinan hendaknya memberikan informasi kepada pegawainya dengan lebih jelas. Selain itu, pimpinan hendakya lebih memperhatikan kondisi kerja dan memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengembangkan diri, (2) tenaga kependidikan Universitas Negeri Malang, diharapkan untuk tidak ragu-ragu dalam menyampaikan pendapatnya kepada pimpinan. Tenaga kependidikan perlu lebih meningkatkan kinerjanya dengan cara menggunakan sarana dan prasarana khususnya barang habis pakai secara efektif dan efisien. Selain itu, tenaga kependidikan di Universitas Negeri Malang hendaknya melakukan perawatan peralatan kantor secara rutin, (3) ketua jurusan Administrasi Pendidikan, hasil penelitian ini hendaknya dapat dijadikan bahan untuk pengembangan materi perkuliahan. Khususnya dalam pengembangan materi perkuliahan manajemen sumber daya manusia, dan (4) peneliti lain, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan oleh peneliti lain dalam melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan variabel lain yang berkaitan dengan kinerja tenaga kependidikan.

Studi tentang pengaruh pH dan waktu pemanasan terhadap tingkat pengurangan kadar kIO3 dalam berbagai sampel garam dapur secara spektrofotometri / oleh Siti Mudrikah

 

Peningkatan kemampuan memecahkan masalah pecahan melalui pendekatan realistic mathematic education di kelas IV SDN Grati I Pasuruan / Lilik Nurhayati

 

Kata kunci: memecahkan masalah pecahan, matematika, Realistic Mathematic Education Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini, rendahnya hasil belajar matematika siswa disebabkan karena pendekatan, metode, atau pun strategi tertentu yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran masih bersifat tradisional, dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pola pikirnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Akibatnya kreatifitas dan kemampuan berpikir matematika siswa tidak dapat berkembang secara optimal. Tujuan diadakan penelitian di SDN Grati I Kabupaten Pasuruan antara lain: mendeskripsikan proses penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah pecahan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa di kelas IV. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Grati I Kec. Grati Kab. Pasuruan dengan jumlah 29 siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dokumentasi dan pengamatan selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas 4 kegiatan melalui prosedur: (a) perencanaan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi, dan (d) refleksi. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pendekatan Realistic Mathematic Education hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran menyelesaikan permasalahan pecahan dalam matematika dapat ditingkatkan. Hal ini bisa dilihat dari rata-rata skor tes mengalami kenaikan dari 61,8 pada siklus 1 dan naik menjadi 71,8 pada siklus 2. Ketuntasan belajar peserta didik juga mengalami peningkatan. Pada siklus 1 ketuntasannya hanya 31 % dan naik pada siklus 2 menjadi 83 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan Realistic Mathematic Education dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa selama pembelajaran. Hal ini tampak dari peningkatan nilai rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal. Adanya variasi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran sangat diperlukan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan adanya penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education membuat siswa menjadi tertarik dengan pembelajaran dan aktif mengikuti pembelajaran karena siswa merasa bahwa ide atau pendapatnya dalam menyelesaikan permasalahan matematika dihargai.

Pengembangan media promosi perumahan berbasis virtual reality deskriptif interaktif / Angga Yustianza Syahputra

 

ABSTRAK Syahputra, Angga Yustianza. 2016. Pengembangan Media Promosi Perumahan Berbasis Virtual Reality Deskriptif Interaktif. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T, (II) Drs. Suparno, S.T, M.T. Kata Kunci: Media Promosi, Virtual Reality, Daya Jual dan Daya Saing Berdasarkan hasil survey di lapangan, media promosi yang digunakan untuk memasarkan perumahan pada umumnya menggunakan cara konvensional, yaitu media promosi 2 dimensi (2D) yang berupa brosur, banner, dan poster, sedangkan media promosi 3 dimensi (3D) berupa maket. Media promosi tersebut masih memiliki beberapa kendala yaitu pada brosur, banner, dan poster desain bangunan hanya bisa dilihat secara tekstual berupa hasil gambar yang di print out. Sedangkan pada maket hanya bisa dilihat tampilan luarnya saja, sehingga konsep dan keunggulan rumah kurang bisa dipahami oleh orang awam. Mengantisipasi kendala tersebut dibutuhkan model media promosi perumahan yang lebih efektif dan dapat meningkatkan daya jual serta daya saing, salah satunya adalah media promosi perumahan berbasis virtual reality deskriptif interaktif. Tujuan dari penelitian adalah menghasilkan suatu produk dan mengetahui kelayakan produk media promosi berbasis virtual reality deskriptif interaktif. Penelitian mengacu pada model pengembangan Research and Development (R&D) dari Borg and Gall (1983:775). Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian berupa angket yang sudah divalidasi oleh dosen selanjutnya diberikan kepada ahli media, arsitek, dan responden pada saat uji coba kelayakan produk. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif untuk menilai kevalidan produk yang dihasilkan sedangkan data kualitatif berupa saran dan tanggapan dari para validator. Data hasil validasi ahli media menyatakan bahwa produk tersebut sudah termasuk kriteria sangat valid dengan presentase 90%, sedangkan data hasil validasi arsitek menyatakan bahwa produk tersebut juga termasuk kriteria cukup valid dengan presentase 84.6%, dan data hasil validasi uji coba kelayakan produk menyatakan bahwa produk tersebut termasuk kriteria sangat valid dengan presentase 86,13%. Produk tersebut juga telah mengalami perbaikan sesuai saran dari ahli media, arsitek, dan responden pada saat uji coba kelayakan produk, yaitu memperbaiki tampilan isi media, mempertajam warna dan detail material, memperbaiki tampilan teks, serta memberi menu dan shortcut pemilihan ruang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produk media promosi perumahan berbasis virtual reality deskriptif interaktif telah memenuhi kriteria validitas, sehingga layak digunakan sebagai media promosi dalam pemasaran perumahan.

Pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia pada mata pelajaran 3DS Max dalam bidang keahlian TGB di SMK Negeri 6 Malang / Arif Kurniawan

 

Kata kunci: media pembelajaran, berbasis multimedia, 3ds Max. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Melakukan explorasi dalam pengembangan software pembelajaran mata diklat 3ds Max di SMK Negeri 6 Malang dengan menggunakan media pembelajaran Multimedia untuk diterapkan sebagai media pembelajaran dan sebagai sumber belajar, (2) Mengidentifikasi kebutuhan bahan pembelajaran dalam bentuk tutorial multimedia untuk mata diklat 3ds Max di SMK Negeri 6 Malang dalam bentuk audio video yang layak untuk diterapkan sebagai media pembelajaran dan sebagai sumber belajar, (3) Menghasilkan bahan pembelajaran dalam bentuk multimedia untuk mata diklat 3ds Max dalam bentuk CD yang layak untuk dijadikan sebagai sumber belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development) yang dilakukan di Bidang keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 6 Malang. Objek penelitian ini berupa pengembangan media pembelajaran dengan Multimedia pada mata pelajaran 3ds Max Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner (angket). Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran dengan powerpoint yang dikemas dalam bentuk CD (compact disk), sedangkan tahapanrancangan pengembangan media yang dilakukan yaitu : (1) Identifikasi Kebutuhan (Mata Pelajaran dan Siswa); (2) Perumusan Masalah; (3) Spesifikasi Media; (4) Pengembangan Produk (Identifikasi Pembelajaran, Analisa pembelajaran, Materi pembelajaran, Desain Softwere, Pengumpulan bahan, Pengembangan Produk, Pembuatan multimedia); (5) Prototype Multimedia; (6) Validasi dan Uji Coba (Ahli Materi, Ahli Media, Audiens); (7) Revisi; (8) Produk Multimedia. Media Pembelajaran dinyatakan layak berdasarkan uji kelayakan menurut ahli materi dengan persentase total sebesar 83,33%, ahli media pembelajaran dengan persentase total sebesar 93,33% dan hasil uji kelompok kecil dengan presentase 79,09%. Produk multimedia pembelajaran yang dihasilkan dibuat untuk kebutuhan pengguna saat ini, dalam pemanfaatannya lebih lanjut perlu diadakan revisi berupa penyesuaian kebutuhan pengguna dimasa yang akan datang. Saran dalam pengembangan produk lebih lanjut dapat dilengkapi dengan bahan-bahan yang dianggap dapat memberikan wawasan lebih kepada pengguna dan lebih mengaktifkan peran siswa

Perilaku belajar mahasiswa etnis Tolaki dan implikasinya bagi bimbingan konseling (studi kasus di STAIN Kendari) / oleh Faizah Binti Awad

 

The Teaching of english at TK Negeri Pembina I Jalan Cibogo Malang / Novianty

 

Key words : teaching English, young learners, and TK Negeri Pembina I Jalan Cibogo Malang TK Negeri Pembina I Jalan Cibogo Malang in terms of teaching method, teaching techniques, teaching materials, and students’ responses. This study is a descriptive qualitative research. The subjects were the English teacher and the students of grade A1 of TK Negeri Pembina I Jalan Cibogo Malang. The main instrument in the study was the researcher, who was supported by some instruments: observation checklist, fieldnotes, video camera and interview. Based on the findings, it was found that the teacher used some kinds of techniques; they are warm up, listen and repeat, listen and do, questionanswer, modeling, game, draw and colour. The teacher used some kinds of media, such as; still picture, white board, and textbook. The materials used by the teacher were taken from Satuan Kegiatan Migguan (SKM) and the textbook entitled“I Can Speak English” was written by Arifin Aulia and published by Erlangga in 2005. The teacher also used her own materials of vocabulary. The using of techniques, media, materials have some strengths and weakness. The strengths were on the effective use of selected materials, the complete media, and good teacher’s performance in using them. The weaknesses were on the materials were the teacher had not made syllabus in teaching English, the picture media was small, and the teaching technique needs to vary. In term of students’ responses students gave varied in responses. When the teacher used the same teaching techniques on different days, the students gave the same responses. It was about 60% students were enthusiastic. But, when the teacher used different technique and learning through play the percentage of enthusiasm increased to 80%. Based on the research findings, some suggestions were given to the teacher to pay more attention to the techniques of teaching and uses different techniques in teaching. The teacher should make a detailed syllabus, so the teaching of English can be organized better. The teacher needs to find more interesting media considering that she teaches young learners. It is suggested that the teacher also attends workshops or seminar about teaching English to young learners more frequently. Learning a new language needs a long process. Therefore, it is interesting to observe how the teaching of English to young learners is done at kindergartens, where the students are about four to five years old. This study was intended to describe the teaching process of English in the kindergarten namely

The mighty mind and autonomous body in Nymphomaniac's Joe / Asmarani Nurmalitasari

 

ABSTRAK Nurmalitasari, Asmarani. 2016. The Mighty Mind and Autonomous Body inNymphomaniac’s Joe. Skripsi, JurusanSastraInggris, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) InayatulFariha, S.S, M.A, (II) Drs. KukuhPrayitnoSubagyo, M.A. Kata kunci: mind and body dualism, Cartesian Dualism, Nymphomaniac. Dualismepikirandantubuh, di sampingperanpentingnyasebagaitopik yang banyakdibahas di sejumlahsubjek, termasuksastra; topiktersebutdianggapstrategisuntukdianalisadari film kontroversialberjudulNymphomaniac. Film tersebutmenceritakanperjalananseorang nymphomaniac ataupecanduseks yang berjuangmelawanpersepsimasyarakatterhadappecanduseks, meyakinibahwadiamelakukanhal yang benar. Pengalamanseksual yang ditampilkanolehkarakterjustrumenekankanbagaimanadiadibentukolehcarapikirandantubuhnyaberintegrasigunamerepresentasikan idealism karakter. Penelitianinibertujuanuntukmenganalisarelasipikirandantubuh yang direpresentasikanoleh Joe, seorangkarakterdalam film berjudul Nymphomaniac; denganmenggunakan Cartesian Dualism sebagailandasanteoripenelitian. Joe dipilihsebagaiobjekpenelitiankarenakuantitasdankualitasperformadalam film yang dianggapsesuaiuntukdijadikansumber data dalampenelitianini, denganmemfokuskananalisapadatingkahlaku, tindakan, perilakudancarakerjapikirannya. Dari hasilanalisa, didapatkanbahwaterdapatrelasinyataantarapikirandantubuh yang direpresentasikanmelaluirepresentasi yang didapatdari Joe. Terdapattigakategoriutama yang masing-masingmenunjukkandualismepikiran-tubuh; yaitumateri internal, pengaruheksternal, dankonsekuensidarihubunganduamateriutamasebelumnya. Ketiganyadimaksudkanuntukmenjelaskandualismepikiran-tubuh yang diperolehdariperilakudan ide-ide yang dimiliki Joe secaralebihspesifik. Terdapathubunganlangsungantaramateri internal, sepertisensasi, danpengaruheksternal yang mempengaruhidualisme yang terjadi. Akibatnya, muncullahkonflikdantekanan mental, yang akhirnyamengakibatkan Joe mengalamiberbagaimacamsituasi yang melibatkankonstruksidualisme yang lebihkompleks. Ketigakategori di atasmendukungteorimengenaidualismepikiran-tubuh yang salingberintegrasi. Di dalampenelitianiniditemukanbahwapikiranmemilikikontrol yang tinggiatasintegrasinyadengantubuh. Pikiranmampumemberiperintah, menghasilkan ide danmenerjemahkanresponkepadatubuh. Namun, halinitidakakanmungkinterjaditanpaadanyatubuhitusendiri. Dengan kata lain, pikiranbergantungpadatubuhdanjugasebaliknya. Hal inisemakinmenunjukkanadanyadualismepikiran-tubuh yang salingberkaitandalamtingkahlakudanprinsip-prinsip, sertasejumlahrepresentasilainnya yang dijadikanobjekdaripenelitianini.

Pengembangan media video tutorial adobe photoshop untuk pembelajaran materi pengenalan bentuk desain dan ragam hias kaligrafi di Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Teguh Fitrianto

 

Kata kunci: Adobe photoshop, Video tutorial, Kaligrafi Untuk mempermudah pembelajaran, dibutuhkan sebuah media yang bisa digunakan sebagai alat penyampaian materi, baik formal maupun nonformal. Secara umum menggunakan peralatan yang banyak dan bahan-bahan yang mahal. Karena itu pembuatan kaligrafi dibutuhkan suatu media efektif dan efesien yang tidak membutuhkan biaya yang banyak. Hal tersebut dilakukan agar peserta didik lebih mudah dan termotivasi dalam belajar dan pembelajaran desain dan ragam hias kaligrafi. Karena itu media video tutorial kaligrafi Adobe Photoshop menjadi penting untuk mempermudah pembelajaran desain dan ragam hias kaligrafi. Tujuan pengembangan ini adalah: (1) mengembangkan media video tutorial Adobe Photoshop untuk pengenalan bentuk-bentuk kaligrafi di jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, (2) Mengetahui cara penggunaan media video tutorial Adobe Photoshop untuk pengenalan bentuk-bentuk kaligrafi di jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Uji lapangan dilaksanakan kepada Mahasiswa Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang. Langkah-langkah pengembangan media pembelajaran video tutorial Adobe Photoshop adalah sebagai berikut: (1) identifikasi kebutuhan, (2) analisis bahan ajar, (3) analisis kebutuhan mahasiswa, (4) desain media, (5) produksi, (6) editing, (7) prototipe media, (8) validasi produk, (9) uji coba produk, (10) revisi dan penyempurnaan, (11) tahap akhir. Teknik analisis data yang digunakan adalah tekhnik analisis data persentase. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti (human instrumen) sebagai instrumen kunci, dan instrumen penunjang berupa angket. Hasil pengembangan dalam penelitian ini berupa produk DVD Video Tutorial Kaligrafi Adobe Photoshop yang telah divalidasikan kepada ahli materi dan ahli media, yang dapat disimpulkan media ini telah valid dan layak untuk di uji coba lapangan. Berdasarkan uji materi yang telah dilakukan, dari 5 aspek yang menjadi aspek penilaian, diketahui bahwa 1 aspek penilaian dikategorikan valid adalah: Kemenarikan materi. Dan 4 aspek penilaian dikategorikan cukup valid adalah: (1) materi bisa menunjang SK, KD dan indikator, (2) kejelasan susunan kata/kalimat, (3) kemudahan mahasiswa dalam memahami materi dengan video tutorial Adobe Photoshop, (4) kepraktisan materi dengan video tutorial Adobe Photoshop Dan berdasarkan uji media yang telah dilakukan, dari 10 aspek yang menjadi aspek penilaian, diketahui bahwa 2 aspek penilaian dikategorikan valid adalah: (1) bentuk tampilan menu pendahuluan, (2) kesesuaian pemilihan warna teks. Dan 8 aspek penilaian dikategorikan cukup valid adalah: (1) kejelasan animasi teks materi, (2) kejelasan animasi teks media, (3) pemilihan warna background, (4) kemudahan pengoperasian, (5) keterlibatan siswa dalam berinteraksi dengan tampilan media, (6) kejelasan informasi yang disampaikan, (7) kesesuaian tampilan aplikasi Adobe Photoshop, (8) kelengkapan fitur dalam program. Angket yang diberikan kepada subjek lapangan terdiri atas 11 aspek penilaian. Setelah dilakukan uji coba lapangan, diketahui bahwa semua aspek penilaian dikategorikan valid yaitu: (1) saya senang belajar Kaligrafi dengan menggunakan media ini, (2) video tutorial mudah dipahami dengan menggunakan media ini, (3) media pembelajaran ini membantu dalam membuat Kaligrafi, (4) media pembelajaran ini dapat meningkatkan semangat belajar, (5) media ini menarik dalam segi bentuk, (6) media ini menarik dalam segi isi, (7) saya memperoleh karakteristik baru dalam segi bentuk media, (8) tampilan dalam media ini menarik, (9) pengoperasian media ini simple atau mudah bagi anda, (10) media pembelajaran ini dapat meningkatkan motivasi saudara untuk belajar, (11) apakah cara belajar dengan menggunakan media pembelajaran seperti ini perlu dikembangkan untuk mata kuliah lain?. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar media pembelajaran ini dapat digunakan sebagai referensi dan salah satu media belajar mahasiswa. Selain itu diharapkan dosen mengkaji ulang terhadap materi-materi di dalam media pembelajaran tersebut.

Kemandirian belajar kelompok dalam meningkatkan pendapatan keluarga (studi kasus pada kelompok pengrajin anyaman bambu Makaaruyen di Desa Kinilow Kecamatan Tomohon Kabupaten Dati II Minahasa) / oleh Marien Pinontoan

 

Perbedaan peningkatan belajar fisika siswa kelas II MTs Negeri Malang I tahun ajaran 1996/1997 yang diberi tugas rumah dengan model berbeda / oleh Dewi Diniatul Abadiyah

 

Pengembangan multimedia interaktif materi persamaan garis lurus untuk siswa SMP kelas VIII / Khodijah Zahro Atika

 

ABSTRAK Atika, Khodijah Zahro. 2016.Pengembangan Multimedia Interaktif Materi Persamaan Garis Lurus untuk Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Mahmudin Yunus, S.Kom, M.Cs, (II) Aning Wida Yanti, S.Si, M.Pd Kata Kunci: multimedia interaktif, persamaan garis lurus Berdasarkan wawancara kepada 3 guru matematika dan hasil belajar siswa kelas VIII B (25 siswa) MTs. Muhammadiyah 01 Tlogomas pada tanggal 15 Januari 2016, VIII B (28 siswa) SMP Negeri 13 Malang pada tanggal 16 Januari 2016, dan VIII C (29 siswa) SMP Muhammadiyah 06 Dau pada tanggal 30 April 2016, diperoleh bahwa siswa-siswi masih mengalami permasalahan dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan materi persamaan garis lurus dan pemahaman siswa pada materi tersebut masih di bawah rata-rata. Untuk menangani hal ini, pengembang memutuskan untuk mengembangkan multimedia interaktif. Multimediainteraktif yang dikembangkan dapat digunakan oleh siswa secara mandiri untuk mempelajari/ mengingat materi persamaan garis lurus, sehingga dapat digunakan oleh siswa yang sedang/ telah mempelajari materi tersebut. Multimedia interaktifinidapat dikontrol oleh penggunanya. Model yang digunakan adalah model tutorial, yang mana teknik penyampaian materi, pertanyaan, dan jawabannya telah dipersiapkan dengan baik supaya terjadi interaksi langsung antara pengguna dengan multimedia tersebut. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada Model Plomp yang (2013:19) terdiri dari 3 tahap, yaitu penelitian pendahuluan, tahap pengembangan atau pembuatan prototipe, dan tahap asesmen. Dalam pengembangan ini dilakukan 3 uji kualitas yaitu uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Uji kevalidan dilakukan oleh validator, yaitu seorang dosen matematika Universitas Negeri Malang. Sedangkan uji kepraktisan dan keefektifan dilakukan kepada 8 siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 06 Dau. Berdasarkan analisis data kuantitatif yang telah dilakukan, diperoleh hasil yang menyatakan bahwa prototipe memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Kriteria tersebut dilihat dari : (1) skor kevalidan dari sisi media diperoleh 3,57 dan dari sisi materi diperoleh 3,85, (2) skor kepraktisan diperoleh 3,25, dan (3) skor keefektifan diperoleh 80. Sedangkan berdasarkan data kualitatif yang berupa komentar dan saran, digunakan sebagai bahan revisi untuk memperoleh multimedia interaktifyang lebih baik.

Perencanaan pengapian elektronik dengan pengatur sudut Dwell pada motor bensin
oleh Sukarmadi

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 |