Konstruksi beton III perencanaan bangunan pertokoan ultimate strength design
oleh Bejo Sumarsono

 

Penerapan model pembelajaran literasi geografi untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA Ibrahimy Sukorejo Situbondo / Arif Susanto

 

Perbedaan prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan mengerjakan LKS secara berkelompok dan LKS secara individu di SLTP Negeri 3 Singosari / oleh Kuswati Ningsih

 

Survei tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen kota Malang / Sudarmanik

 

ABSTRAK Sudarmanik. 2010. Survei Tingkat Pengetahuan tentang Narkoba dan Bahaya Penyalahgunaannya pada Siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani & Kesehatan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (II) dr. Hartati Eko Wardani, M.Si. Med. Kata kunci: pengetahuan, penyalahgunaan narkoba, dan siswa. Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tidak bisa dicegah. Penyebaran narkoba juga sudah merajalela di sekolah-sekolah dari tingkat perguruan tinggi bahkan pendidikan dasar. Timbulnya masalah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja/pelajar dewasa ini tidak hanya menyangkut remaja atau pelajar itu sendiri akan tetapi juga ada hubungan dengan berbagai faktor yaitu keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, serta aparat hukum, baik sebagai faktor penyebab, pencetus maupun yang menanggulangi. Salah satu upaya penanggulangan narkoba di lingkungan sekolah adalah dengan memasukkan materi bahaya penyalahgunaan narkoba ke dalam satuan pembelajaran pendidikan di sekolah misalnya saja pendidikan jasmani pada setiap jenjang pendidikan, dari tingkat SD, SMP maupun SMA. Namun kenyataannya, materi bahaya penyalahgunaan narkoba tidak terdapat pada satuan pembelajaran jenjang SMP baik itu dari tingkat kelas 1, 2 ataupun kelas 3. Observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada guru-guru pendidikan jasmani di SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang yaitu sebanyak 5 guru di 5 SMP Negeri, menunjukkan bahwa hanya 20% guru yang memberikan materi bahaya narkoba pada muridnya sedangkan 80% guru tidak memberikan materi bahaya narkoba. Untuk mengetahui bahwa siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang mengetahui bahkan menguasai tentang materi bahaya penyalahgunaan narkoba, maka peneliti ingin meneliti tingkat pengetahuan siswa SMP Negeri di Kecamatan klojen Kota Malang tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 2581 siswa. Sampel yang diambil sebanyak 10% dari populasi yaitu 257 siswa. Hasil peneletian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen Kota Malang secara umum adalah 58,75% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang cukup baik, 1,56% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang baik, 32,30% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang kurang baik, dan 7,39% siswa mempunyai kategori pengetahuan yang tidak baik. Rata-rata tingkat pengetahuan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaannya pada siswa SMPN se-Kecamatan Klojen Kota Malang adalah 58,02, dengan standar deviasi 10,36. Sedangkan nilai pengetahuan siswa yang terendah adalah 30 dan nilai yang tertinggi adalah 80. Dengan demikian dapat disimpulkan bawa tingkat pengetahuan siswa SMP Negeri se-Kecamatan klojen Kota Malang adalah cukup baik.

Hubungan perolehan NEM matematika SD dengan prestasi belajar matematika siswa kelas I cawu I SLTP Negeri Purwodadi tahun ajaran 2000/2001 / oleh Rahayu Sri Rejeki

 

Pengaruh pemberian tugas membaca bahan yang akan dibahas pada pembelajaran konsep energi untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas 1 SLTPN I Peterongan Jombang tahun ajaran 1999/2000 cawu 3 / oleh Sri Amaliya

 

Hubungan penilaian siswa tentang kondisi phisik sekolah dengan motivasi belajar siswa di SLTP Negeri 1 Bantaran Probolinggo / oleh Sri Wilujeng

 

Peran kepimpinan kepala sekolah dalam pengembangan sekolah (Studi kasus di SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang) / Pradita Rachmad Saputra

 

Kata kunci: Peran, Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepemimpinan merupakan salah faktor keberhasilan suatu organisasi. Hal ini telah banyak dibuktikan oleh sejarah peradaban manusia bahwa efektif tidaknya pemimpin akan menentukan kelangsungan hidup sekumpulan manusia atau masyarakat. Dalam lingkup pendidikan pemimpin merupakan kunci keberhasilan sebuah sekolah. SMA Negeri 1 Turen merupakan salah satu sekolah yang berkembang sehingga dapat dilihat apakah peran kepemimpinan kepala sekolah sudah terlihat. Kepala sekolah sebagai pemimpin apakah sudah mendelegasikan kewenangannya dengan baik sehingga sumber daya manusia yang ada di sekolah dapat dioptimalkan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Indikator berkembangnya sebuah sekolah adalah pencapaian sekolah dalam hal prestasi akademik dan non akademik. Berdasar uraian konteks penelitian yang dikemukakan diatas , maka fokus yang diangkat dalam penelitian ini adalah peran kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri 1 Turen. Dari fokus diatas dapat diuraikan menjadi sub fokus (a)Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai educator,(b) Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai leader, (c) Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai innovator, (d)Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai motivator. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Turen sebagai satu satunya sekolah menengah atas berstatus negeri di Kecamatan Turen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, jenis studi kasus dengan landasan berpikir fenomenologis. Dalam penelitian ini dilakukan tanpa mengisolasi subjek penelitian dan dilakukan secara langsung di lapangan. Untuk mengumpulkan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian, maka skripsi ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini adalah Berdasarkan uraian tentang hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut (1) Kepala Sekolah sebagai leader dituntut untuk memiliki karakter sebagai pemimpin yang baik. (2)Kepala sekolah sebagai edukator juga menginginkan guru menjadi pendidik yang profesional.. (3)Dari hasil pengamatan memang inovasi kepala sekolah sangat menonjol pada perkembangan fisik bangunan.(4)Kepala SMAN 1 Turen dalam memotivasi bawahan cenderung dengan penghargaan dengan tindakan verbal yakni pemberian ucapan terima kasih secara individual maupun pengungkapan di depan publik, serta pengungkapan rasa bangga.

Analisis kondisi sosial, ekonomi dan demografi penduduk pendatang serta pengaruhnya terhadap keputusan tinggal di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Susilawati

 

ABSTRAK Susilawati. 2016. Analisis Kondisi Sosial, Ekonomi dan Demografi Penduduk Pendatang serta Pengaruhnya Terhadap Keputusan Tinggal Di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Program Studi Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata Kunci: kondisi sosial, kondisi ekonomi, kondisi demografi, keputusan tinggal Desa Sitirejo berbatasan dengan Kecamatan Sukun Kota Malang. Beberapa faktor menyebabkan penduduk lain memutuskan untuk tinggal Desa Sitirejo. Pada tahun 2015 di Kecamatan Wagir, Desa Sitirejo memiliki jumlah penduduk pendatang terbanyak yaitu 265 jiwa. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengangkat kajian tentang faktor yang mempengaruhi penduduk pendatang memutuskan tinggal di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kondisi sosial, ekonomi dan demografi penduduk pendatang serta faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan tinggal di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini yaitu korelasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling dengan jumlah sampel penduduk pendatang sebanyak 73 responden. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal, tabulasi silang dan regresi linier berganda. Variabel independent penelitian yaitu pendidikan, pendapatan, umur, dan beban tanggungan; variabel dependent yaitu keputusan tinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sosial, ekonomi dan demografi secara simultan mempengaruhi keputusan tinggal. Secara parsial variabel ekonomi yang memiliki pengaruh paling besar pada keputusan tinggal di Desa Sitirejo. Mengingat bahwa pendapatan berpengaruh pada keputusan tinggal, maka perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan formal terutama pendalaman mengenai kependudukan dan pelatihan tenaga kerja profesi atau keahlian.

Pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia pada mata pelajaran ekonomi kelas X-A di SMA Negeri 1 Ngantang / Dikha Lulus Arisanti

 

Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Multimedia, Ekonomi Kelas X-A Pembelajaran di kelas sebagai interaksi belajar mengajar antara guru dan siswa bertujuan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Interaksi belajar mengajar bertujuan mencapai tujuan pembelajaran yang sebelumnya telah digariskan dalam kurikulum. Dalam hal ini dibutuhkan strategi penyampaian pesan melalui pemilihan metode dan media yang tepat. Perkembangan teknologi yang begitu pesat mendorong perkembangan media pembelajaran. Untuk itu diperlukan media pembelajaran berbasis multimedia dalam kegiatan pembelajaran di sekolah khususnya pada pembelajaran mata pelajaran Ekonomi di kelas X-A di SMA Negeri 1 Ngantang. Tujuan penelitian pengembang ini adalah menghasilkan produk media pembelajaran berbasis multimedia (penggabungan teks, audio, video dan visual/grafis, program Wondershare Quiz Creator dan program hyperlink dalam program power point) pada mata pelajaran ekonomi yang dituangkan dalam program Microssoft Office Power Point 2007. Multimedia pembelajaran tersebut akan dikemas dalam CD. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan prosedural. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ngantang. Subyek coba dalan desain uji coba adalah siswa kelas X-A SMA Negeri 1 Ngantang. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2010-2011. Instrumen pengumpulan data adalah berupa angket dan wawancara. Angket dipergunakan untuk mendapatkan skor penilaian dan saran/tanggapan. Angket yang disebarkan, merupakan angket dengan menggunakan skala lima. Data yang terkumpul meliputi data kulitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif yaitu data saran dan tanggapan dan data kuantitatif yaitu data berupa skor penilaian. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif dan teknik statistik deskriptif. Hasil validasi ahli isi bidang studi menunjukkan media pengembangan secara umum berada ekspresi kualitas tinggi. Hal ini dilihat dari rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 80% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualifikasi menunjukkan 80% ii menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Draf produk kemudian direvisi sesuai dengan tanggapan dan saran dari ahli materi dan selajutnya divalidasi oleh ahli media pembelajaran. Hasil validasi ahli media pembelajaran menunjukkan media pengembangan secara umum berada pada ekspresi kualitas tinggi. Hal ini dilihat dari rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 75,2% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualifikasi menunjukkan 75, 2% menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Draf produk kemudian direvisi untuk selanjutnya diuji cobakan secara perorangan. Hasil uji coba perorangan menunjukkan media pengembangan secara umum berada ekspresi kualitas tinggi. Berdasarkan penilaian 3 orang siswa secara keseluruhan diperoleh rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 87,3% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualifikasi menunjukkan 87,3% menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan media pengembangan secara umum berada ekspresi kualitas tinggi. Berdasarkan penilaian 9 orang siswa secara keseluruhan diperoleh rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 86,2% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualifikasi menunjukkan 86,2% menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Hasil uji coba lapangan menunjukkan media pengembangan secara umum berada pada ekspresi kualitas tinggi. Berdasarkan penilaian 36 orang siswa secara keseluruhan diperoleh rata-rata prosentase pencapaian penilaian adalah 86% dan data ini kemudian dikonversikan pada tabel konversi kualifikasi. Tabel konversi kualitas menunjukkan 86% menunjukkan tingkat kualitas tinggi. Tahap akhir untuk menghasilkan produk akhir adalah tahap penyempurnaan produk. Pada tahap ini pengembang mengembangkan sebuah blog sederhana yang dapat menjadi media bagi siswa untuk mengakses materimateri Mata Pelajaran Ekonomi. Blog ini mendukung pembelajaran karena akan meningkatkan kegiatan belajar siswa secara mandiri dan aktif.

Kontribusi penguasaan konsep diferensial dan integral terhadap prestasi belajar fisika di SMU Nurul Jadid Paiton Probolinggo tahun pelajaran 1999-2000 / oleh Totok Supriyanto

 

Aplikasi capasitor bank untuk meningkatkan faktor daya motor induksi 1 fasa / Ary Eko Prasetiyo

 

ABSTRAK Prasetiyo, Ary Eko. 2015. Aplikasi Capasitor Bank Pada Motor Induksi 1 Fasa Untuk Mengurangi Konsumsi Daya Reaktif. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto (II) Drs. Puger Honggowiyono Pamungkas, M.T. Kata Kunci: Capasitor Bank, Daya Reaktif, Cos φ, Faktor daya Aplikasi capasitor bank merupakan aplikasi rangkaian pada beban yang ditambahkan satu atau beberapa kapasitor agar dapat memperbaiki Cos φ atau faktor daya dari rangkaian tersebut. Tugas akhir ini membahas tentang kapasitor yang dihubungkan secara paralel pada bebannya. Besar nilai kapasitor ditentukan dengan menghitung besaran beban yang akan dilewati arus khususnya untuk beban induktif, dikarenakan rangkaian capasitor bank ini akan mengurangi penggunaan daya reaktif. Karena sifat dari capasitor tersebut dapat menaikkan faktor daya Cos φ. Untuk penggunaannya diaplikasikan pada industri kecil rumah tangga untuk motor poles batu. Karena motor poles batu ini pada umumnya merupakan motor induksi 1 fasa yang dihubungkan langsung dengan sumber tegangan. Kebanyakan industri poles batu ini adalah merupakan industri di perumahan dengan daya sekitar kurang lebih 1300 Watt. Dan pada kenyataannya dengan daya 1300 watt, industri tersebut hanya dapat memasang motor poles sebanyak 4 buah saja tanpa dibebani yang lainnya jika masing – masing motor memiliki besar beban sekitar 250 Watt. Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa pembuatan desain aplikasi capasitor bank ini dapat memperbaiki faktor daya, sehingga motor 1 fasa yang digunakan betul-betul hanya mengambil daya 250 watt dengan Cos φ =1.

Pengaruh High Energy Milling (HEM) dan lama pemanasan terhadap fasa kristal, kekerasan dan konstanta dielektrik senyawa ilmenit/AI / Ahmad Asrori Nahrun

 

Kata Kunci: High Energy Milling, Lama Pemanasan, Ilmenit, Kekerasan, Dielektrisitas. Ilmenit adalah senyawa yang berbasis besi dan titanium yang memiliki bentuk umum FeTiO3. Secara teori, Ilmenit mengandung 31.6% titanium (setara dengan 52.67% TiO2), 36.8% Fe dan oksigen yang seimbang. Ilmenit memiliki sifat diantaranya bahan paramagnetik, berwarna hitam, tak tembus cahaya dan rapuh. Ilmenit memiliki struktur kristal heksagonal, group ruang R-3, titik leleh 1050oC dan densitas 2400 kg/m2-2700kg/m2, Hardness (Vickers) VHN100=566-698 kg/mm2. Luasnya aplikasi material ini menuntut adanya metode sintesis yang relatif cepat. Pada penelitian ini mengunakan metode High Energy Milling (HEM) karena membutuhkan waktu sintesis yang relatif singkat dengan jumlah bahan yang cukup banyak, suhu rendah dan peralatan yang sederhana serta dapat mereduksi hingga ukuran nanometer. Metode HEM merupakan teknik unik dengan menggunakan energi tumbukan antara bola-bola penghancur dan dinding chamber yang diputar dan digerakkan dengan cara tertentu, metode High Energy Milling ini mampu mereduksi ukuran material sampai dibawah 10 nm. Bahan dasar untuk mensintesis senyawa FeTiO3/Al adalah Ilmenit alam hasil produk samping pengolahan biji timah pulau Bangka serta Aluminium murni. Pada awalnya masing-masing bahan ditimbang kemudian dicampur dan digerus menggunakan HEM dengan lama penggerusan divariasi. Setelah itu bahan di kompaksi dan di panasi dengan lama waktu yang berbeda-beda. Fase dan ukuran kristal sampel diuji menggunakan XRD, kekerasan bahan dikarakterisasi menggunakan Mikro Vikers, dan dielektrisitas dikarakterisasi menggunakan kapasitansimeter digital. Hasil penelitian dengan jelas menunjukkan bahwa ilmenit alam tidak murni tersusun oleh FeTiO3 sehingga ketika ditambahkan Al, di HEM dan dilakukan pemanasan muncul fasa yang cukup banyak. Diluar itu penggerusan HEM telah dapat membentuk fasa baru dan mereduksi ukuran hingga skala nano. Hasil uji kekerasan bahan menunjukkan bahwa semakin lama waktu pemanasan dan semakin lama HEM dapat meningkatkan kekerasan senyawa FeTiO3/Al. Konstanta dielektriknya juga dipengaruhi oleh lama waktu pemanasan dan lama HEM ditunjukkan dengan grafik yang cenderung naik.

Manfaat penggunaan media alami terhadap pemahaman konsep biologi siswa jelas II cawu 2 SLTP Negeri 1 Prambon Nganjuk / oleh Sudayat

 

Pengaruh pemberian kompensasi terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja (Studi pada pegawai tidak tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang) / Apsari Puspitaning Ati

 

ABSTRAK Ati, Apsari Puspitaning. 2010. Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Disiplin Kerja Melalu Motivasi Kerja (Studi pada Pegawai Tidak Tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Sumber Daya Manusia. Program studi S1 Manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syihabudhin, S.E., M.Si. (2) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata kunci : kompensasi finansial, kompensasi non finansial, motivasi kerja, disiplin kerja. Salah satu bentuk perhatian yang dapat diberikan perusahaan kepada pegawai dalam mensejahterakan pegawainya adalah dengan pemberian kompensasi yang memadai. Kompensasi merupakan unsur yang dapat digunakan untuk memotivasi pegawai. Selain itu, kompensasi atau balas jasa dapat berperan penting dalam menciptakan disiplin kerja pegawai, artinya, semakin besar balas jasa yang diberikan kepada pegawai, maka semakin baik pula kedisiplinan pegawai tersebut. Adanya disiplin yang baik dalam perusahaan merupakan salah satu kunci suksesnya sebuah perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompensasi terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja pegawai tidak tetap Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Depo Farmasi RSU Dr. Saiful Anwar Malang pada bulan Januari-Februari 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research yaitu menjelaskan hubungan kautsal antar variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai Depo Farmasi dengan status kepegawaian adalah pegawai tidak tetap (Non PNS) yang berjumlah 104 orang, sedangkan sampelnya diambil menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 83 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu kompensasi finansial (X1), kompensasi non finansial (X2), variabel intervening yaitu motivasi kerja (Z), dan variabel terikat yaitu disiplin kerja (Y). Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (Path Analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian ini dapat diketahui : (1) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi finansial terhadap motivasi kerja sebesar 0,333. (2) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi finansial terhadap disiplin kerja sebesar 0,204. (3) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi non finansial tehadap motivasi kerja sebesar 0,438. (4) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja sebesar 0,373. (5) terdapat signifikansi pengaruh langsung motivasi kerja terhadap disiplin kerja sebesar 0,340. (6) terdapat pengaruh tidak langsung kompensasi finansial terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja sebesar 0,113. (7) terdapat pengaruh tidak langsung kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja melalui motivasi kerja sebesar 0,148. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar pihak pimpinan Depo Farmasi RSSA Malang perlu lebih memperhatikan hak-hak pegawai yang belum diberikan, diantaranya hak cuti tahunan yang sesuai UU Ketenagakerjaan, transparansi pemotongan insentif dan adil dalam pemberlakuan tata tertib di Depo Farmasi RSSA Malang. Sedangkan untuk absensi setiap datang dan pulang kerja, sebaiknya tetap dipertahankan dan ditingkatkan.

Profil tenaga kerja sektor pariwisata di Kota Administratif Batu / oleh Suswadi

 

Hubungan antara kondisi ekonomi orang tua dengan prestasi belajar PPKn siswa kelas I di SLTP Negeri 10 Malang / oleh Wahjuningsih

 

Pengembangan media pembelajaran "Hallo, Deutschland!" untuk matakuliah telaah pranata masyarakat Jerman II / Kartika Rachma Wardhani

 

ABSTRAK Wardhani, Kartika Rachma. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran “Hallo, Deutschland!” Berbasis Autoplay untuk Matakuliah Telaah Pranata Masyarakat Jerman II. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Rizman Usman, M.Pd. Kata kunci: Media Pembelajaran, “Hallo, Deutschland!”, TPMJ II Penelitian dan pengembangan ini bertujuan mengembangkan sebuah media pembelajaran “Hallo, Deutschland!” berbasis Autoplay untuk matakuliah Telaah Pranata Masyarakat Jerman II (TPMJ II). Produk yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan alternatif dalam variasi pembelajaran matakuliah TPMJ II. Media pembelajaran berbasis Autoplay ini dapat dijalankan secara offline. Media pembelajaran tersebut berisi informasi mengenai perumahan dan lingkungan hidup di Jerman. Pada materi perumahan terdiri dari tiga materi mengenai perumahan untuk keluarga, perumahan untuk mahasiswa, dan informasi lain yang berisikan contoh formulir sewa Studentenwohnheim. Pada pembahasan lingkungan hidup terdapat materi mengenai pembagian sampah. Selain itu, media pembelajaran ini juga memiliki Quiz yang memiliki 8 pertanyaan. Penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi model desain pengembangan pembelajaran Sugiyono. Prosedur yang dilakukan melalui 6 langkah yang meliputi, potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk. Sebelum uji produk, media divalidasi terlebih dahulu oleh ahli media dan ahli materi.Uji coba dilakukan pada mahasiswa yang mengikuti matakuliah TPMJ II. Data diperoleh melalui angket tertutup dan dianalisis menggunakan teknik presentase. Hasil pengembangan menunjukan bahwa media pembelajaran “Hallo, Deutschland!” mendapatkan hasil rata-rata 84,8% dan dinyatakan sangat valid. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran “Hallo, Deutschland!” layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada matakuliah TPMJ II dan diduga dapat memotivasi mahasiswa.  

Pengajaran lingkaran di SLTP kelas III cawu 2 dengan menggunakan modul / oleh Ahmad Mukhromin

 

Analisis aspek kognitif butir soal tes akhir yang terdapat dalam buku modul IPA (biologi) SLTP Terbuka kelas III / oleh Mukhammad Taufik

 

Studi komunitas makroinvertebrata pada ekosistem air tawar sumber air panas Cangar Batu Malang / oleh Takim

 

Kajian materi vektor di kelas 3 SMU / oleh Lilis Humaesah Rini

 

Analisis tes akhir modul biologi kelas I cawu II SLTP Terbuka Kecamatan Bumiaji Kotatif Batu tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Supriyanto

 

Studi tentang metode pengajaran ekonomi koperasi di SLTP PGRI 05 Ponggok Blitar tahun 1998 / oleh Paiman

 

Analisis kesesuaian Buku Sekolah Elektronik (BSE) IPS sekolah dasar kelas IV dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan se gugus Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Puji Astuti

 

Kata Kunci: analisis, BSE IPS, KTSP, Kota Malang Banyaknya buku yang beredar termasuk buku IPS memberikan banyak pilihan bagi para pengguna buku untuk menentukan buku yang digunakan sebagai panduan dalam belajar. Selain menguntungkan juga menimbulkan permasalahan baru bagi dunia pendidikan. Permasalahan tersebut, guru maupun siswa sering bingung untuk menentukan buku yang sesuai dengan kurikulum untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Sering dijumpai beberapa konsep dalam buku ajar yang satu berbeda dengan buku yang lain, evaluasi yang ada dalam buku ajar juga tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Selain itu gambar ilustrasi yang ditampilkan dalam buku ajar tidak sesuai dengan materi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang meliputi format sajian dan kesesuaian isi dalam BSE. Kesesuaian isi yang dianalisis meliputi, kesesuaian isi materi BSE IPS SD Kelas IV dengan KTSP, kesesuaian media gambar yang disajikan BSE IPS SD Kelas IV dengan materi, dan kesesuaian sistem evaluasi BSE IPS SD Kelas IV dengan sistem evaluasi pada KTSP. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi (Content Analysis) karena yang menjadi objek kajian dalam penelitian adalah dokumen yang berupa buku IPS SD kelas IV. Hal yang inti dari suatu analisis konten adalah mencari tahu isi dan maksud suatu teks. Sumber data dari penelitian ini adalah 2 buah BSE IPS SD kelas IV yang digunakan di Gugus Madyopuro. Pengambilan data dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan instrumen penelitian. Teknik analisis kuantitatif yang dapat digunakan dalam analisis isi anatara lain distribusi frekuensi. Upaya untuk menjamin keabsahan datanya digunakan teknik trianggulasi dengan sumber. Kegiatan analisis data dimulai dari merumuskan masalah, identifikasi buku ajar, penyusunan instrumen penelitian, pengumpulan data, analisis data, penarikan kesimpulan, dan pelaporan. Berdasarkan hasil amalisis peneliti terhadap BSE IPS Kelas IV yang ditulis oleh I.S Sadiman dan Sehendy Amalia diperoleh hasil sebagai berikut. Kesesuaian format sajian bukunya tergolong baik atau sebesar 66,67 %, kesesuaian media gambar yang ditampilkan tergolong sangat baik atau sebesar 96,72% , kesesuain isi materi dengan KTSP tergolong baik atau sebesar 74,6%, ada 17 materi/indikator yang tidak termuat dalam BSE IPS kelas IV yang ditulis oleh I.S Sadiman dan Shendy Amalia, yaitu sebesar 25,4%. Sesuai hasil ini maka, materi dalam BSE IPS Kelas IV ini tidak sesuai dengan KTSP. Kesesuaian sistem evaluasi dengan KTSP yang ada dalam buku tergolong baik atau sebesar 66,67%. Berdasarkan hasil amalisis peneliti terhadap BSE IPS Kelas IV yang ditulis oleh Radjiman dan A.Triyono diperoleh hasil sebagai berikut. Kesesuaian

Perencanaan sistem penggerak roda belakang pada Isuzu Panther Sporty 4 JA 1,4 cyl OHV diesel
oleh Ivan Widahyudi

 

Penerapan model inkuiri untuk meningkatkan pemahaman konsep pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan pada siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Malang / Indah Siatin

 

Kata kunci: Model nkuiri, Pemahaman Konsep, Perubahan Lingkungan Fisik Terhadap daratan. Pemanfaatan model inkuiri dapat menimbulkan dampak positif seperti terciptanya situasi pembelajaran yang memberikan peluang perkembangan kreativitas pada siswa, motivasi dan meningkatkan pemahaman konsep siswa. Metode ini bertujuan agar siswa mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis, tidak bosan, menyelidiki sendiri masalah, menemukan, memecahkan masalah sendiri, sehingga siswa dapat belajar dengan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan penggunaan metode Inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan pada siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Malang, (2) Mendeskripsikan penggunaan metode Inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep belajar siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur kerja dilaksanakan 2 siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah 45 siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian dengan penerapan model inkuiri mengembangkan kemampuan siswa berfikir secara sistematis, logis dan kritis, agar siswa dapat menemukan sendiri, menyelidiki sendiri menjadi aktif masalah yang dipelajari, memecahkan masalah sendiri sehingga hasilnya optimal dan tidak mudah dilupakan. Hasil observasi aktivitas siswa sebelum tindakan dengan nilai rata-rata kelas 52,8, setelah dilakukan tindakan siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 68 dengan jumlah yang tidak tuntas 12 siswa dan 33 siswa tuntas. Pada tindakan siklus II pemehaman konsep siswa tentang materi meningkat, hal ini terbukti dari kenaikan nilai rata-rata siswa 90 dan ketuntasan klasikal sebesar 93,3%. Disimpulkan bahwa penggunan metode inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Kota Malang pada materi pengaruh lingkungan fisik terhadap daratan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan guru menerapkan model inkuiri pada mata pelajaran IPA sehingga hasil belajar siswa meningkat dan siswa dapat lebih memahami konsep materi yang diberikan yang nantinya tujuan pembelajaran tercapai optimal.

Pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VII SMP Negeri 2 Malang / Anik Tri Susanti

 

ABSTRAK Susanti, Anik Tri. 2015. Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd., (II) Novida Pratiwi, S.Si., M.Sc. Kata Kunci: keterampilan proses sains, inkuiri terbimbing, pendekatan saintifik Proses pembelajaran IPA pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan ilmiah/saintifik (scientific approach) yang menekankan pada kegiatan ilmiah. Melalui kegiatan ilmiah yang dilaksanakan, siswa dapat memperoleh keterampilan proses sains. Keterampilan proses sains merupakan kemampuan intelektual dan fisik yang diperlukan dalam mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Keterampilan proses sains melatihkan kemampuan pemecahan masalah (problem solving) sebagai bekal menghadapi tantangan hidup di kemudian hari. Kenyataan yang ada di lapangan menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa pada kelas VII masih rendah dan belum terlatih. Keterampilan proses sains dapat dilatihkan dengan melakukan pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan keterampilan proses sains siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran pendekatan saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain postest only design. Subjek penelitian melibatkan siswa SMP Negeri 2 Malang semester genap 2015/2016 dengan dua kelompok kelas yaitu kelas VII-G sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII-F sebagai kelompok kontrol. Data keterampilan proses sains diperoleh dari nilai postes kinerja siswa, yakni melaksanakan percobaan secara individu. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains adalah lembar kerja praktikum yang dilengkapi dengan rubrik penilaian. Analisis statistik digunakan untuk menganalisis perbandingan keterampilan proses sains, yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan bantuan software SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan proses sains pada kelas inkuiri terbimbing dan siswa pada kelas pendekatan saintifik dengan nilai t hitung adalah 4,463 lebih besar dari t tabel (thitung> ttabel) yaitu 4,463 > 2,001. Keterampilan proses sains siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing (rerata = 69,50) lebih tinggi dibanding siswa yang belajar dengan pembelajaran pendekatan saintifik (rerata = 57,35).

Pengaruh inflansi, suku bunga, kurs rupiah, dan tingkat likuiditas terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic ndex tahun 2008-2010 / Nurmalitasari

 

Kata Kunci: Inflasi, Suku Bunga, Kurs Rupiah, Likuiditas, Risiko Investasi Saham Risiko merupakan penyimpangan dari hasil yang ingin diperoleh investor. Investor dalam memandang risiko dibagi menjadi tiga yaitu investor yang menyukai risiko (risk seeker), investor yang netral terhadap risiko (risk neutral) dan investor yang tidak menyukai risiko (risk averter). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Inflasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan, (2) Suku Bunga mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan, (3) Kurs rupiah mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan, dan (4) Tingkat likuiditas mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan. Variabel dalam penelitian ini, meliputi variabel bebas yaitu Inflasi (X1), Suku Bunga (X2), Kurs rupiah (X3),Tingkat likuiditas (X4), dan variabel terikat Risiko investasi saham (Y). Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index periode 2008-2010 sebanyak 55 perusahaan. Sampel sebanyak 11 perusahaan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis data regresi berganda yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, dengan menggunakan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Variabel inflasi (X1) mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index; 2) Variabel suku bunga (X2) berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index; 3) Variabel kurs rupiah (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index; 4) Variabel tingkat likuiditas (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index; 5) Variabel yang paling berpengaruh terhadap risiko investasi saham adalah suku bunga. Inflasi, suku bunga, kurs rupiah, dan tingkat likuiditas secara simultan berpengaruh terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010 sebesar 8,8%. Secara singkat dapat disimpulkan: 1) Kondisi inflasi, suku bunga, kurs rupiah, tingkat likuiditas, dan risiko investasi saham perusahaan tahun 2008-2010 yaitu; a) Kondisi inflasi mengalami kenaikan tiap triwulan pada tahun 2008, pada tahun 2009 mengalami penurunan selama empat triwulan, kemudian mengalami kenaikan hingga triwulan IV tahun 2010, b) Kondisi suku bunga mengalami ii kenaikan tiap triwulan pada tahun 2008, pada tahun 2009 mengalami penurunan selama empat triwulan, kemudian stabil pada tahun 2010, c) Kondisi kurs rupiah mengalami kenaikan tiap triwulan pada tahun 2008, pada tahun 2009 mengalami penurunan selama tiga triwulan, kemudian mengalami kenaikan pada triwulan selanjutnya hingga akhir tahun 2010, d) Kondisi tingkat likuiditas masing-masing perusahaan cenderung fluktuatif selama tahun 2008-2010, e) Kondisi risiko investasi saham masing-masing perusahaan cenderung fluktuatif selama tahun 2008-2010; 2) Inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010; 3) Suku bunga berpengaruh positif signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010; 4) Kurs rupiah tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010; 5) Tingkat likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2008-2010. Saran yang dapat diberikan berdasarkan temuan penelitian sebagai berikut: (1) Bagi investor yang hendak menanamkan modal di pasar modal hendaknya memperhatikan tingkat suku bunga dan inflasi sebab dalam penelitian ini terbukti inflasi dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham. (2) Bagi peneliti selanjutnya menambah variabel penelitian yang mempengaruhi risiko investasi saham, seperti peredaran uang, peraturan perpajakan, kebijakan pemerintah, dan lain-lain.

Sistem kontrol atap otomatis dengan tiga pilihan intensitas cahaya / oleh Affan Bachri, Catur Pramudianto

 

Korelasi antara konflik dan kegairahan kerja guru di SMA swasta se Kecamatan Lowokwaru Malang / Merry Herliana

 

Pengembangan panduan pelatihan kesadaran diri melalui drama Segitiga Karpman untuk mencegah peilaku bullying siswa SMP / Titis Firdia Nastiti

 

ABSTRAK Nastiti, Titis Firdia. 2016. Pengembangan Panduan Pelatihan Kesadaran Diri melalui Drama Segitiga Karpman untuk Mencegah Perilaku Bullying Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pebimbing: (1) Dr. Dany M. Handarini, M. A., (2) Dr. Andi Mappiare, A. T. M.Pd. Kata Kunci: Panduan, Kesadaran Diri, Bullying Penelitian pengembangan panduan pelatihan kesadaran diri melalui drama segitiga karpman untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP yang dilatar belakangi oleh maraknya kasus tindakan bullying yang dilakukan siswa. Perilaku bullying disebabkan karena rendahnya kesadaran diri yang dimiliki siswa dalam mencegah perilaku bullying sehingga diperlukan panduan untuk meningkatkan kesadaran diri dalam mencegah perilaku bullying siswa SMP. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP sebagai panduan pelatihan yang dapat digunakan oleh konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling secara optimal. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Borg and Gall (1983). Prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut:1) tahap penelitian pendahuluan (pra survei), 2) tahap perencanaan, 3) pengembangan produk, 4) uji coba tahap awal, 5) revisi terhadap produk utama, berdasarkan masukan dan saran-saran dari hasil uji lapangan awal. Isi dari produk yang dihasilkan yakni berupa buku panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP. Dalam buku panduan ini berisi pelatihan untuk membantu siswa dalam mencegah perilaku bullying disertai dengan langkah-langkah dalam mencegah perilaku bullying menggunakan materi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari agar memudahkan siswa dalam pelaksanaan pelatihan. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang telah dilakukan sesuai saran dan masukan terhadap panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP dapat disimpulkan bahwa panduan untuk konselor berguna, sangat tepat, layak dan patut. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pengembangan panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP, sekolah memfasilitasi agar dapat dijadikan referensi untuk diterapkan disekolah lainnya dengan menyesuaikan karakter siswa disetiap sekolah, pengguna produk harus mempelajari dan memahami pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP agar dapat diaplikasikan kepada siswa dan dapat meningkatkan kesadaran diri siswa sehingga konselor dapat memfasilitasi siswa dengan layanan bimbingan dan konseling yang optimal.

Pengembangan instrumen tes bentuk pilihan ganda bermakna untuk mengidentifikasi miskonsepsi kinematika gerak lurus pada siswa kelas X / Siti Khusnawiyah

 

Kata Kunci : instrumen tes bentuk pilihan ganda bermakna, miskonsepsi, kinematika gerak lurus. Miskonsepsi dapat diartikan sebagai pertentangan atau perbedaan konsepsi seseorang dengan konsepsi yang dimiliki oleh masyarakat ilmiah atau para ahli yang telah diyakini kebenarannya. Miskonsepsi dapat mengganggu pemikiran siswa baik ketika siswa mengerjakan soal maupun ketika siswa mempelajari materi berikutnya. Selama ini alat identifikasi miskonsepsi yang pernah dikembangkan membutuhkan waktu lama dalam proses analisisnya misalnya tes uraian dan wawancara, sehingga sebagian besar guru sulit dan enggan untuk melakukan identifikasi miskonsepsi. Atas dasar kendala tersebut, maka dikembangkan butir tes pilihan ganda bermakna sebagai alat identifikasi mikonsepsi pada materi Kinematika Gerak Lurus. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan alat identifikasi miskonsepsi materi Kinematika gerak lurus yang efektif dan efisien. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan produk serta mengetahui karakteristik produk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Langkah-langkah penelitian yang akan dilaksanakan meliputi: tahap studi pendahuluan dan tahap pengembangan produk. Penelitian ini menggunakan teknik analisis validasi isi dan analisis program AAFF. Kegiatan validasi dilaksanakan oleh validator yang berasal dari pihak guru dan dosen sebagai ahli materi dan ahli penilaian. Pengumpulan data dilakukan dengan meggunakan angket yang disertai rubrik penilaian, soal uraian dan soal pilihan ganda yang dihasilkan. Jenis data penelitian meliputi data kuantitatif berupa penilaian validator berdasarkan skala likert dan data kualitatif berupa tanggapan dan saran yang diberikan oleh validator. Produk akhir penelitian ini adalah instrumen tes bentuk pilihan ganda bermakna. Soal pilihan ganda bermakna adalah alat identifikasi miskonsepsi yang dikembangkan berdasarkan soal uraian yang telah diujikan sebelumnya dan berdasarkan deskripsi jawaban soal uraian. Pilihan ganda bermakna memiliki empat alternatif jawaban yang masing-masing memiliki deskripsi yang berbeda. Deskripsi yang dibuat menggambarkan pemikiran siswa ketika memilih sebuah jawaban. Berdasarkan hasil analisis, produk yang dihasilkan sudah memenuhi kriteria layak, namun masih perlu ada revisi berdasarkan saran, kritik dan tanggapan dari validator. Produk yang dihasilkan mampu membedakan siswa yang mengalami miskonsepsi dan yang tidak mengalami miskonsepsi dan mampu mengelompokkan siswa berdasarkan bentuk miskonsepsinya. Proses identifikasi dilakukan dengan melihat kekonsistenan jawaban siswa.

Perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS ekonomi antara yang diajar dengan menggunakan pembelajaran modul dan yang diajar dengan menggunakan pembelajaran ceramah (studi eksperimen pada kelas VII SMP Negeri 4 Malang tahun ajaran 2010/2011) / Desy Kusumaning

 

Kata Kunci : Hasil Belajar, Pembelajaran Modul, Pembelajaran Ceramah Upaya yang bisa dilakukan untuk mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia pada generasi muda salah satunya adalah meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan akan tercapai jika proses belajar mengajar efisien dan efektif bagi tercapainya pengetahuan siswa. Untuk mewujudkan tercapainya pengetahuan, wawasan dan peningkatan hasil belajar siswa salah satunya dengan menggunakan pembelajaran modul. Pembelajaran modul ini membentuk siswa mandiri dalam belajar, sehingga siswa dapat segera mengetahui hasil belajarnya. Sedangkan pembelajaran ceramah merupakan salah satu metode yang telah banyak diterapkan di sekolah, dimana guru dipandang sebagai sumber kebenaran dan siswa cenderung kurang aktif dan belum mandiri dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa yang mendapat pengajaran modul, untuk mengetahui hasil belajar siswa yang mendapat pengajaran dengan metode ceramah, dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara pembelajaran modul dengan ceramah. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Malang. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2010/2011, sedangkan sampelnya kelas VII E sebagai kelas kontrol dan kelas VII F sebagai kelas eksperimen yang ditentukan dengan teknik random sampling. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimental (eksperimen semu). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar aspek kognitif pada tes kemampuan akhir (postest) antara kelas yang diajar menggunakan pembelajaran modul dengan kelas yang diajar menggunakan pembelajaran ceramah. Terbukti dari hasil uji-t (t-test) yang menunjukkan thitung = 8,683 > ttabel = 1,987. Hal ini juga dibuktikan dengan nilai rata-rata kedua kelas pada saat tes kemampuan akhir (postest). Rata-rata kelas VII F (kelas eksperimen) yang diajar menggunakan pembelajaran modul lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas VII E (kelas kontrol) yang menggunakan pembelajaran ceramah. Nilai rata-rata kelas VII E (kelas kontrol) adalah 83,72 sedangkan nilai rata-rata kelas VII F (kelas eksperimen) adalah 90,15. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dalam mengajar guru hendaknya menggunakan modul untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar, siswa juga diharapkan memiliki kreatifitas yang tinggi sehingga modul yang dipelajari dapat diselesaikan tepat waktu dan bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian tentang penggunaan modul pada materi lain dan diharapkan hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai dasar pengembangan modul sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan di sekolah-sekolah.

Pengembangan paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya di SMA Negeri 8 Malang / Dwi Putri Handayani

 

ABSTRAK Handayani, Dwi Putri. 2016. Pengembangan Paket Pelatihan Keterampilan Komunikasi Konseling Sebaya di SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. M. Ramli, M.A., (II) Irene Maya Simon, M.Pd. Kata Kunci: paket pelatihan, keterampilan komunikasi, konseling sebaya Berdasarkan analisis kebutuhan siswa yang dilakukan melalui pengisian angket kepada siswa yang menikuti ekstrakurikuler konseling sebaya dan wawancara kepada konselor di SMA Negeri Malang diketahui bahwa, konselor sebaya belum mempunyai panduan untuk berlatih keterampilan komunikasi konseling dan konselor sebaya jarang mendapatkan materi dan berlatih keterampilan komunikasi konseling konseling sebaya. Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya di SMA Negeri 8 Malang dan dengan adanya paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya siswa dapat mengikuti ekstrakurikuler dengan mempelajari keterampilan komunikasi konseling sebaya untuk membantu temannya dalam membantu menyelesaikan masalahnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall (1983). Model pengembangan tersebut adalah sebagai berikut: penelitian dan pengumpulan informasi awal, perencanaan, pengembangan draf produk, uji coba ahli, revisi draf produk yang telah di uji cobakan kepada ahli, uji calon pengguna produk (konselor), revisi draf produk yang telah di ujicobakan kepada calon pengguna produk, uji coba kelompok kecil (siswa), revisi produk, dan yang terakhir sampai produk jadi. Data uji coba dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data deskriptif. Subjek ahli terdiri dari tiga orang yaitu dosen bimbingan dan konseling, ahli media dan calon pengguna produk (konselor) SMA Negeri 8 Malang. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan deskriptif. Hasil uji ahli materi menunjukkan bahwa paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya cukup tepat, sangat berguna, sangat menarik, dan sangat mudah. Uji ahli media menunjukan bahwa paket tersebut tepat, sangat berguna, sangat menarik, dan sangat mudah. Menurut calon pengguna menunjukkan bahwa paket ini cukup tepat, sangat berguna, sangat menarik, dan cukup mudah. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif dan data deskriptif menunjukkan bahwa paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya di SMA Negeri 8 Malang memiliki keberterimaan dari segi ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dikemukakan saran sebagai berikut: (1) konselor hendaknya menggunakan paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya dalam memberikan pelatihan kepada konselor sebaya, (2) peneliti selanjutnya perlu melakukan rancangan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan penggunaan paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya dan jika dikembangkan produk serupa sebaiknya ditambahkan keterampilan komunikasi lainnya atau dibuat paket seri duanya dan tahap pengembangan dilakukan pada tahap uji kelompok besar.

Perancangan dan pembuatan alat pengaman pada gedung dengan sistem scanning / oleh M. Arif Hidayat, Setiyono

 

Pengaruh lama pembuatan tape terhadap kadar gula tape dari tiga varietas ubi kayu (manihot esculenta) / oleh Siti Ruliyah

 

Efektivitas penggunaan media tebak gambar (TEGA) dalam pembelajaran example non-example untuk peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas XI IPS 3 SMAN 1 Ngraho-Bojonegoro / Lohayati

 

ABSTRAK Lohayati. 2016. Efektivitas Penggunaan Media Tebak Gambar (Tega) dalam Pembelajaran Example non-Example untuk Peningkatan Motivasi Belajar Siswa pada Matapelajaran Sejarah Kelas XI IPS 3 SMAN 1 Ngraho-Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Joko Sayono, M.Pd., M.Hum, (II) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum. Kata Kunci: pembelajaran sejarah, media tega, motivasi. Pembelajaran sejarah di SMAN I Ngraho diajarkan dengan metode ceramah, pengerjaan LKS, dan merangkum buku paket sejarah di kelas XI IPA dan IPS. Selama kegiatan pembelajaran siswa banyak yang mengantuk, bermain sendiri dan berbicara dengan teman sebangkunya hal tersebut menunjukkan rendahnya motivasi belajar siswa dalam pelajaran sejarah.Matapelajaran sejarah banyak terdapat konsep-konsep yang sulit dipahami oleh siswa tanpa bantuan media, oleh karena itu matapelajaran sejarah membutuhkan media dalam proses pembelajarannya.Salah satu media yang cocok dalam pembelajaran sejarah adalah media tebak gambar (tega). Tujuan dilaksanakan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada matapelajaran sejarah dengan penggunaan media tega. Sesuai dengan fungsi media gambar dalam pembelajaran yaitu: pertama, gambar dapat merangsang motivasi, minat atau perhatian siswa. Kedua, Gambar-gambar yang dipilih dan diadaptasi secara tepat, membantu siswa memahami dan mengingat isi informasi bahan-bahan verbal yang menyertainya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan menggunakanquasi experimental design. Bentuk desain yang digunakan adalah nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini,menggunakannonprobability sampling jenispurposive sampling.Instrumen yang digunakan adalah media tega dan angket motivasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisoner, observasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas data. Pengujian hipotesis diuji dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis hasil penelitian disimpulkan kelas kontrol yang tidak diajar menggunakan media tega motivasi belajar siswa meningkat 0,2%, sedangkan kelas eksperimen yang diajar menggunakan media tega meningkat 19,92%. Berdasarkan Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,014<0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan ada perbedaan motivasi belajar antara kelas yang diajar dengan media tega dengan kelas yang diajar tanpa media tega dengan demikian media tega efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada matapelajaran sejarah. Hasil skor rata-rata motivasi belajar siswa kelas kontrol dari angket sebelum perlakuan adalah 38,64 dan skor rata-rata hasil angket sesudah perlakuan adalah 38,76. Data angket sebelum perlakuan adalah minat 64,25%, kosentrasi 65,42%, dan ketekunan 61,5% dengan demikian motivasi siswa kurang. Data angket sesudah perlakuan adalah minat 65,25, kosentrasi 66,58, dan ketekunan 65,3 dengan demikian motivasi siswa baik. Hasil skor rata-rata motivasi belajar siswa kelas eksperimen dari angket sebelum perlakuan adalah 31,46 dan skor rata-rata hasil angket sesudah perlakuan adalah 42,21. Data angket sebelum perlakuan adalah minat 55,5%, kosentrasi 48%, dan ketekunan 47,75%data tersebut menunjukkan motivasi siswa sangat kurang. Data angket sesudah perlakuan adalah minat 75,71, kosentrasi 79, dan ketekunan 75,61 dengan demikian motivasi siswa sangat baik.

Alat pengambil bola tenis terkontrol infra red remote controller / oleh Faisol Efendi, Andri Dwi Susan Winahyo

 

Analisis butir soal ulangan umum matematika semester genap kelas II SMA Negeri 1 Bangil tahun ajaran 2003/2004 / Ervita Ummul Khoiroh

 

Hubungan kualitas penilaian dengan motivasi belajar siswa pada program keahlian teknik bangunan di SMKN 2 Jember / Achmad Ludfi Sulistiono

 

ABSTRAK Sulistiono, Ahmad Ludfi. 2016. Hubungan Kualitas Penilaian Dengan Motivasi Belajar Siswa Pada Program Keahlian Teknik Bangunan SMK Negeri 2 Jember. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sutrisno, S.T., M.Pd dan (II) Drs. Antelas Eka Winahyo, M.Pd Kata kunci: Kualitas Penilaian, Motivasi Belajar Siswa, SMK program keahlian teknik bangunan Sekolah Menengah Kejuruan sebagai salah satu lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia, kreatif, berilmu, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan pengamatan disekolah dan informasi dari para guru-guru, dari beberapa siswa masih banyak yang mengalami kesulitan belajar sehingga prestasi siswa program keahlian teknik bangunan masih dibawah standar kurikulum yang ditunjukkan dengan hasil tugas disekoah. Kemampuan dan pemahaman guru dalam penilaian serta motivasi belajar diindikasikan sebagai salah satu tidak tercapainya hasil belajar secara maksimal di SMK Negeri 2 Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kualitas penilaian yang dilakukan oleh guru Program Keahlian Teknik Bangunan SMK Negeri 2 Jember; (2) motivasi belajar siswa pada Program Keahlian Teknik Bangunan SMK Negeri 2 Jember; (3) ada tidaknya hubungan kualitas penilaian dengan motivasi belajar siswa Program Keahlian Teknik Bangunan SMK Negeri 2 Jember. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Jember Program Keahlian Teknik Bangunan, dengan rancangan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data hasil penelitian diperoleh melalui angket berskala interval dari sampel penelitian siswa kelas X Program keahlian Bangunan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan korelasi Product Moment dengan berbantu software SPSS 16 for windows. Hasil penelitian (1) kualitas penilaian guru pada Program Keahlian Bangunan di SMK Negeri 2 Jember termasuk dalam kategori sangat baik, (2) motivasi belajar siswa pada pada Program Keahlian Bangunan di SMK Negeri 2 Jember termasuk dalam kategori baik, (3) tidak terdapat hubungan positif yang signifikan antara kualitas penilaian dengan motivasi belajar siswa pada Program Keahlian Bangunan di SMK Negeri 2 Jember, dengan 0,137 (lebih besar) dari 0,05 nilai signifikansi probabilitas. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa agar minat belajar siswa semakin tinggi sehingga prestasi akan lebih baik, serta hasil penilaian yang sudah dicapai guru harap dipertahankan.

Evaluasi mutu organoleptik kue mangkok dengan menggunakan tape beras, tape ketan putih dan tape singkong / oleh Astrid Dian Anggraini

 

Uji mutu organoleptik jelly jambu biji dengan penambahan konsentrasi sari jeruk lemon yang berbeda / oleh Wiyanti Sandra

 

Analisis variasi holding time peleburan terhadap kekuatan impak, cacat makro, dan struktur mikro pada pengecoran logam Al-SI / Johan Wayan Dika

 

Evaluasi mutu organoleptik mi basah dengan bahan dasar tepung terigu yang disubstitusi dengan tepung jagung / oleh Linda

 

Evaluasi mutu organoleptik snack rasa nangka (Artocarpus Heterophyllus Lmk) dengan perlakuan penambahan nangka pada berbagai konsentrasi / oleh Endah Yuliati

 

Perencanaan mesin produksi, perencanaan motor bensin dua langkah
tugas
oleh Sugito

 

Kata rahmat dalam terjemah tafsir Ibnu Abbas: kajian semantik polisemi / Qurrotul Aini

 

ABSTRAK Aini, Qurrotul. 2016. Kata Rahmat dalam Terjemah Tafsir Ibnu Abbas: Kajian Semantik Polisemi. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Imam Asrori, M. Pd, (II) Laily Maziyah, S.pd, M.Pd. Kata Kunci: analisis semantik, polisemi, rahmat, jenis makna, al-Qur’an Polisemi merupakan salah satu cabang ilmu semantik yang mengkaji berbagai macam makna, adanya perbedaan antar makna dapat diketahui melalui penelusuran bahwa munculnya makna tersebut berasal dari satu sumber yang sama. Berdasarkan Mu’jam al-Mufahras, kata rahmat dalam al-Qur’an juz 1 sampai 15 dengan kandungan makna yang beragam diulang hingga 59 kali. Atas dasar itulah penelitian tentang kata rahmat dalam al-Qur’an dilakukan. Penelitian ini untuk mendeskripsikan kata rahmat versi terjemahan tafsir Ibnu Abbas dilihat dari (1) tema, (2) makna, dan (3) jenis makna. Bidang kajian dalam penelitian ini adalah makna semantik kata rahmat dalam al-Quran dengan fokus relasi makna polisemi. Penelitian ini dikategorikan jenis penelitian kualitatif, karena dalam penetian ini yang bertindak sebagai instrumen kunci dalam mengumpulkan dan menginterpretasikan data adalah peneliti sendiri. Obyek yang digunakan dalam penelitian ini berupa al-Qur’an. Dalam pembahasan ini peneliti akan memaparkan hasil penelitiannya dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu ayat al-Qur’an yang terdapat kata rahmat. Peneliti mengadakan penelitian dan analisis terhadap ayat- ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan tema, makna dan jenis makna kata rahmat, sehingga terlebih dahulu peneliti harus mengamati dan mencari ayat-ayat al- Qur’an yang terdapat kata rahmat. Ada tiga tahapan yang dilakukakan peneliti dalam dalam penelitian ini, yaitu: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap penyelesaian. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, kata rahmat bertemakan 9 hal yaitu: (1) rukun Islam, (2) iman, (3) al-Qur’an al-Karim, (4) jihad, (5) amal, (6) manusia dan akhlak, (7) manusia dan hubungan sosial, (8) hukum-hukum, (9) kisah-kisah dan sejarah. Kedua, dari segi makna, kata rahmat memiliki 9 makna yaitu: (1) surga, (2) keselamatan dari adzab, (3) pengukuhan terhadap agama Allah, (4) kasih sayang Allah, (5) kenikmatan, (6) rizki, (7) agama, nabi, islam, dan al-Qur’an, (8) limpahan taufik dan perlindungan, dan (9) turunnya hujan. Ketiga dari sisi jenis makna, didapati bahwa kata rahmat memiliki dua jenis makna yaitu makna konseptual dan asosiatif. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat empat saran dan harapan yang peneliti ajukan untuk mencapai pendalaman terhadap penelitian kata rahmat dalam al-Qur’an (1) diharapkan adanya penelitian lanjutan yang mengkaji kata rahmat dalam al-Qur’an juz 16 sampai 30, (2) diharapkan adanya penelitian serupa yang berlandaskan kajian dari beberapa tafsir, (3) diharapkan adanya penelitian kata rahmat dalam al-Qur’an beserta derivasinya, (4) kepada pembaca diharapkan bisa mengambil banyak manfaat. .

Uji mutu organoleptik pembuatan krupuk sirsak (Annona muricata Linn.) / oleh Wurianti

 

Studi Tentang Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah Kantor Dinas Pengelola Keuangan Dan Kas Daerah Kabupaten Tuban Oleh utut Winangsih

 

Untuk mendukung penyelenggaraan otonomi daerah diperlukan kewenangan yang luas, nyaia dan bertanggung jawab. Secara opemsional di daerah diwujudkan dengan pengatumn, pembagian dan pemanfratan sumber daya nasional yang berkeadilan, serta perimbangan keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Sumber pembiayaan pemerintahan daerah dalam rangka perimbangan keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah dilaksanakan atas dasar desentralisasi, dekonsentrasdi an argasp cmbantuan. Sumber-sumber pernbiayaan pelaksaman des€nlralisasi terdiri dari pcndapatan asli daerall dana perimbangarq pinjaman daerah dan lainlain pendapatand aerahy ang sah. Sumberp endapatana sli daerahm erupakans umber keuangand aerahy ang digali wilayah daerahy ang bersangkutany ang terdiri dari hasil pajak da€ratr, hasil retribusi daerah, hasil perumbaan mitik daerah dan hasil pengelolaan da€xah yang dipisalrkan dan hin-lain pendapbn asli daerahyang sall Dalam mengelola sumber-surnber keuangan daerah, dinas daerah merupakan penyelenggara tugas-tugas tersebuL Salah satu dinas daerah yang perant ersebut,d alam meningkatkanp endapatand aeraha dalahd inas pengelola keungan dan kas dasrah Dalam rangka menyingkapi data yang faktual tentang pengelolaan PendapatanA sli Daerah (PAD) penulis melakukanp enelitian. Adapun rumusan masalahy ang ingin dibahasa dalah( l) apa saja sumber-sumbePr endapatanA sli Daerah Kabupalen Tuban, (2) bagaimanap engelolaanP endapatanA sli Daerah Kabupa&n Tuban, dan (3) apa saja faktor yang mempengaruhi pengelolaan PendapatanA sli Da€rahK abupten Tuban Penelitiani ni menggunakanp endekatank ualitatif. Penggunaanp endekatan kualitatif didasarkan atas pertimbangan telaah Gnomena-fenomena sosial fenomena yang berlangsung secara wqiar dan alamiah bukan dalam kondisi yang terkendali. Karena itulah pendekatan ini cenderuqg menprah pada metode penelitians ecarad eslriptif Data lapangan menegaskan bahua Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tuban berasald ari pajak daerah,r etribusi daerah,h asil perusahaanm ilik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan (baSan laba usaha daerah) dan lain-lain pendapen asli daerah yang sah Pengelolaan sumber keuangan da€rah tenebut diperlukan manajemen keuangan daerah 1ang baik dan bertanggungja wab. Manajernenk euangand aerahP emsrintahD asratrK abupaten Tuban beroriertasi pada anggaran tahunan yang dalam hnl ini tertuang di dalam AnggaranP endapatand an Belanja Daerah (APBD), Perumusana nggarany ang diimplementasikan menga.cu pada keseluruhan proses alokasi sumber daya Pemerintah Daerah maupun pembuatan dokumen tertentu yang merumuskan angka penenmaan dan pengeluaran dalam I tahun anggaran Implementasi kebijakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah ini sebagian besar dinas/instarxi/unit kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban terlibat dalam pengelolaanP endapatanA sli Daerahs esuaid engank ewenangannydaa n bertindak tidak hanya sebagaip enrilrs akan tetapi juga menglmplementasikanke btjakan tersebuts ecarab edeqiangs esuaid enPn struktur yang adad an benifat lop down. BerdasarkanU U NO.22 Tahun 1999 khususnyap asal69 yang berbunyi "Kepala Daerah menetapkan Peraturan Daerah atas persetujuan DPRD dalam rangka penyelenggaraanO tonomi Daerah dan penjabaranl ebih lanjut dari peraturan perundang-undangayna ng lebih tinggi". Kebijakan peningkatanP endapatanA sli Daerah dibuat set€lah APBD Kepala Daerah menetapkan Peraturan Daerah tentangA PBD atasp ersetujuanD PRD. lmplementasik ebijakani ni padad ammya adalahm erealisasikanre ncana( targeQp enerimaanP endapatanA sli Daerahy ang telah dirumuskan/direncanakanD. alam melakukan pengelolaanP endapatanA sli Daerah tersebut banyak sekali fbktor yang mempengaruhinyab aik faktor yang mendukungm aupuny ang menglrambatF. aktor-faktort ersebutd iantaranyaa dalah sumber daya (keuangan da€rah), partisipasi masyarakat dalam pembuatan/penetapaAnP BD, kekurangt aatan Wajib Pajak dan Wajib Retribusi dalam memenuhi kewajibannya ditambah lagi karena belum optimalnya penerapan sanksi hukum disamping terbatasnya kapasitas dan fasilitas, keierlambaian pengiriman &b dan penyetoran uang dari Satuan Kerja Pemungut jugp merupakank sndalay ang dihadapid alam melakulcanp engelolaanP endapatan Asli Daerah yang dilakukan oleh Dinas Pengelola Keuangan dan Kas Daerah Kabupaten Tuban.

Pengembangan model bimbingan karier untuk pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan siswa tunarungu SMALB-B / Endang Pudjiastuti Sartinah

 

Disertasi, Program Studi Bimbingan Konseling, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A., (II) Dr. Dany M. Handarini, M.A., (III) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi. Kata Kunci: bimbingan karier, pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa permasalahan mendasar yang berkaitan dengan pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan pada siswa tunarungu SMALB-B, antara lain; 1) kurangnya pemahaman diri 2) minimnya pengetahuan dalam lingkungan dunia kerja; 3) rendahnya kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap potensi dan prestasi siswa tunarungu dalam bekerja; 4) implementasi kurikulum bimbingan karier di SMALB-B lebih ditekankan pada keterampilan praktis. Dari hasil pengamatan peneliti belum ada model bimbingan karier yang menekankan pada pemahaman diri siswa tunarungu dan kaitannya dengan pemilihan karier di masa datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model bimbingan karier untuk pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan bagi siswa tunarungu SMALB-B. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall (1983) yang terdiri atas 10 langkah, namun dalam penelitian ini hanya menggunakan 6 langkah, yaitu 1) penelusuran dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) pengembangan format produk awal, 4) validasi rancangan prototype, 5) revisi rancangan produk utama, 6) uji lapangan utama (uji skala kecil). Prosedur pengujian akseptabilitas model bimbingan karier ini dilakukan melalui (1) uji ahli Bimbingan Konseling dan ahli Pendidikan Luar Biasa, data dari uji ahli dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif, (2) uji coba lapangan utama atau skala kecil, data dari uji lapangan di analisis dengan menggunakan teknik statistik uji Paired Samples T Test. Dari hasil uji ahli menunjukkan bahwa model bimbingan karier untuk pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan bagi siswa tunarungu tepat dan layak serta dapat digunakan dalam memberikan layanan bimbingan karier bagi siswa tunarungu. Sedangkan dari hasil uji lapangan terbatas menunjukkan adanya perubahan tingkat pemahaman diri dan pemahaman karier siswa tunarungu dengan ditunjukkan hasil uji Paired Samples T Test terhadap komponen-komponen pemahaman minat, pemahaman abilitas, pemahaman kepribadian, pemahaman nilai dan sikap, pemahaman cita-cita atau pola berpikir individu terhadap pekerjaan, pemahaman mengaitkan antara pemahaman diri dengan bidang pekerjaan yang ingin ditekuni. Sehingga dari dua uji akseptabilitas dapat disimpulkan bahwa model bimbingan karier untuk pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan bagi siswa tunarungu SMALB-B telah memenuhi kriteria akseptabilitas yaitu tepat, berguna dan layak digunakan dalam mengoptimalkan perubahan pengetahuan dan keterampilan dalam pemahaman diri dan pemahaman pekerjaan pada siswa SMALB-B.

Uji organoleptik dodol ubi jalar dengan penggunaan bahan pengental yang berbeda / oleh Firza Megawati

 

Kesalahan penggunaan ... biaodian fuhao oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang / Lutfia Dewi Karomah

 

Karomah, Lutfia Dewi. 2015. Kesalahan Penggunaan标点符号biāodiǎn fúhào Oleh Mahasiswa Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dudy Syafruddin, S.S, M.A. (2) M.Kharis, S.Pd, M.Hum. Kata Kunci: Kesalahan, 标点符号biāodiǎn fúhào, Universitas Negeri Malang Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan penggunaan 标点符号biāodiǎn fúhàoyang yang dilakukan oleh mahasiswa pendidikan bahasa Mandarin angkatan 2013 Universitas Negeri Malang dan faktor-faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut. Penelitianini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk jenis penelitian deskriptif.Data dalam penelitian ini adalah kesalahan penggunaan 标点符号biāodiǎn fúhàoyang dilakukan mahasiswa pendidikan bahasa Mandarin angkatan 2013. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan instrumen pendukung berupa tabel analisis data dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat kesalahan penggunaan标点符号biāodiǎn fúhào. Adapun bentuk-bentuk kesalahannya adalah (1) pemilihan标点符号biāodiǎn fúhào yang tidak tepat,(2) penempatan标点符号biāodiǎn fúhào yang tidak sesuai, (3) penulisan标点符号biāodiǎn fúhào yang tidak sesuai, (4) penggunaan tanda baca yang tidak termasuk标点符号biāodiǎn fúhào,dan (5) tidak menggunakan标点符号biāodiǎn fúhào dalam kalimat. Sementara itu, ditemukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan tersebut,yaitu(1) mahasiswa tidak paham keseluruhan penggunaan标点符号biāodiǎn fúhào,(2) terlalu banyak标点符号biāodiǎn fúhàomenyebabkan mahasiswa bingung,(3) mahasiswa tidak memahami kalimat yang seharusnya diberi 标点符号biāodiǎn fúhào,(4) mahasiswa kurang paham penjelasan yang diberikan 老师lǎoshī,(5) mahasiswaterpengaruh dengan tanda baca bahasa Indonesia, (6)mahasiswa tidak mengerti arti kosakata yang terdapat dalam kalimat, dan (7) mahasiswa kurang belajar materi 标点符号biāodiǎn fúhào.

Aplikasi keterampilan komunikasi konselor dalam konseling di SMU negeri sekota Malang
oleh Nurul Hidayah

 

Konseling merupakan proses pemberian bantuan yang di lakukun melalui wawancara dan aplikasi teknik-teknik pengubahan tingkah laku oleh seorang ahli yaitu konselor kepada seseorang yang sedang mengalami masalah, yaitu klien yang bertujuan pada teratasinya masalah yang dialami oleh klien atau pun untuk pengambilan keputusan.

Perencanaan turbin uap
tugas
oleh Sutomo

 

Pengaruh variasi kadar alumina dalam komposisi keramik terhadap kuat lentur keramik tradisional oleh Firdah Mazidah

 

Alumina merupakanb ahant ambahank eramiky angd apatm eningkatkan besark uat lenturk eramikt radisionalN. amuns ejauhi ni belumd iketahuip ola hubungana ntarak adara luminad enganb esark uatl enturk eramikt radisionalO leh karenJitup erlud iteliti bagaimanap ola hubungana ntarak eduav ariabelt ersebut. Untukm engetahupi olah ubungana ntarak eduav ariabelt ersebutm, aka penelitianin i menggunakakno mposisbi ahand asarh asilp enelitianA fwa dengan Lomposiski aolin ilyo, felspard2 8,5o/ok,w arsa9 ,5o/od, anb allclay5 o/oY. artast kadara luminab erturut-turuste besa0ro /o1' ,96Vo,3,85%,5,66%,7,40o/o,9,09%, t0,72 %, 12 ,28%,| 3,80%,| 5,26%,1 6 ,67% . Suhup embakaradna lamp enelitian ini sebesa1r3 00"C. Metodea nalisisy angd igunakana dalah(: 1) muta-mulak eduav ariabel digrafikkand engantu m-bui sebagaki adara luminad ans umbuy sebagabi esar krit lenturu ntukm engetahuki ecenderungamno del 1g;afikny-(af ) bila grafrk cenderunglin ier maka-datad iuji linieritas,( 3) kemudiand atad ifitting untuk mencarii ola hubungank eduav ariabeld alamb entukg aris,( 4) menampilkan ,""ura *ut".atika polah ubungana ntarak eduav ariabelt ersebut' Flasilp eneliiiani ni menunjukkanb ahwap ola hubungana ntiarava riasi kadara luminad engank uat lenturk eramika dalahn on liruer danr egresyi ang palings esuaai dala}r egresip olinomiald enganp ersam.any : 6,0921x"- 65,832x i tol:,r. Berdasarkahna silp enelitianin i, disarankana gard ilakukanp enelitian lebihl anjutd engans uhub akary angt ing$.

Pengaruh bermain ular tangga terhadap hasil belajar penjumlahan siswa tunagrahita kelas 4 SDLB Dharma Wanita Pare Kediri / Arianti Iman Sari

 

ABSTRAK Sari,AriantiIman. 2015. Pengaruh Bermain Ular Tangga Terhadap Hasil Belajar Penjumlahan Siswa Tunagrahita Kelas 4 SDLB Dharmawanita Pare Kediri. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si (II) Drs. Abdul Huda, M.Pd. Kata Kunci : Bermain ular tangga, hasil belajar, tunagrahita Anak tunagrahita memiliki perkembangan kognitif yang lamban sehingga berpengaruh terhadap kemampuan akademiknya. Anak tunagrahita usia sekolah dasar masih mengalami kesulitan untuk menyelesaikan operasi penjumlahan karena permasalahan pada kemampuan kognitif yang seringkali tidak sinkron denganusia dan tingkat kelas yang diduduki. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah bermain Ular Tangga. Bermain ular tangga sangat relevan dengan operasi penjumlahan dimana kegiatan bermain ini dilakukan dengan menjumlahkan bilangan sesuai dengan poin hasil lemparan dadu. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan hasil belajar penjumlahan siswa kelas 4 SDLB Dharmawanita Pare kediri sebelum melakukan kegiatan bermain Ular Tangga (2) Mendeskripsikan hasil belajar penjumlahan siswa kelas 4 SDLB Dharmawanita Pare Kediri sesudah melakukan kegiatan bermain Ular Tangga (3) Mendeskripsikan pengaruh bermain Ular Tangga terhadap hasil belajar penjumlahan siswa kelas 4 SDLB Dharmawanita Pare Kediri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian SSR (Single Subject Researc) dengan desain A-B-A. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen assesmen, tes dan observasi. Kegiatan pada penelitian ini meliputi tahap baseline 1, intervensi dan baseline 2. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif sederhana yang meliputi analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian ini menunjukkan perhitungan mean level pada kondisi baseline1 sebesar 52,5 sedangkan mean level intervensi79,5 dan mean level baseline 2 sebesar 77,4. Serta hasil overlap sebesar 0%. Kesimpulan penelitian ini adalah bermain ular tangga berpengaruh terhadap hasil belajar penjumlahan siswa tunagrahita kelas IV SDLB Dharmawanita Pare Kediri sehingga disarankan kepada guru untukmenggunakan kegiatan bermain ular tangga dalam pembelajaran penjumlahan maupun kegiatan bermain lain yang relevan dengan pembelajaran tertentu dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Perbedaan gaya belajar terhadap hasil belajar siswa SMK / Wahyu Eka Satya Utama

 

ABSTRAK Utama, WahyuEka Satya. 2016. Perbedaan Gaya BelajarterhadapHasilBelajarSiswa SMK. Skripsi, JurusanTeknikSipil,FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T., (II) Drs. Sutrisno, S.T., M.Pd. Kata Kunci:gaya belajar, hasil belajar Rata-rata nilaiaslisiswaPaketKeahlianTeknikKonstruksiBatudanBetonSMK Negeri 1 Singosari dalamkategorirendah.Selain rendahnya hasil belajar, minatbelajarsiswajuga sangatrendah. Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa, diantaranya adalah gaya belajar.Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka penulis mengambil judul perbedaan gaya belajar terhadap hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya belajar siswa, hasil belajar siswa, dan perbedaan gaya belajar VAK (visual, auditorial, kinestetik) terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksplanatoris dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Sampel sejumlah 179 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis anova satu jalur, dan analisis anova faktorial. Hasilpenelitiandidapatkangaya belajar siswaSMK Negeri 1 Singosari, PaketKeahlianTeknikKonstruksiBatudanBeton didominasi oleh siswa yang memiliki gaya belajar auditorial dengan prosentase 45,81%. Hasil belajar sebagianbesarsiswa mendapatkannilai di bawah 75, sehingga hasil belajar mata diklat produktif tergolong rendah. Ada perbedaan yang signifikanantaragayabelajarterhadaphasilbelajarsiswa, pada matadiklatproduktif. Secara umum gaya belajar kinestetik paling unggul pada mata diklat produktif. Secara kelompok gayabelajar visual unggulpadakelompokteori, sedangkangayabelajarauditorialunggulpadakelompokteoripraktik, dangayabelajarkinestetikunggulpadakelompokpraktik.

Upaya peningkatan motivasi dan hasil belajar biologi melalui pembelajaran kooperatif (tipe stad) pada SMU Wahid Hasyim Malang / oleh Qadriyah

 

Perencanaan irigasi
oleh D. Tri Handajani

 

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh I Nyoman Suartama

 

Hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah, kemampuan mengajar guru, status sosial ekonomi orang tua, status akademik, motivasi belajar, dan fasilitas belajar siswa dengan mutu lulusan sekolah menengah umum / oleh Jamaluddin

 

Budaya organisasi perguruan tinggi studi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Abdi Bangsa Indonesia" / oleh Salfen Hasri"

 

Pengembangan Pedoman Operasional Baku (POB) pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan STMIK STIE Asia / Vibryan Iddo Prisantiya

 

ABSTRAK Vibryan Iddo Pristantiya, 2014. Pengembangan PedomanOperasional Baku (POB) Pengolahan Bahan Pustaka di Perpustakaan STMIK STIE Asia. Skripsi, Prodi S1 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd., (II) Dwi Novita Ernaningsih, S.Sos, M.Hum. Kata Kunci: perpustakaan perguruantinggi, POB perpustakaan, pengolahan bahan pustaka Pedoman Operasional Baku (POB) sangat penting dalam menjalankan kegiatan di perpustakaan, terutama pada kegiatan pengolahan bahan pustaka. Hal itu disebabkan POB berperan dalam penjaminan mutu, proses, dan hasil pengolahan bahan pustaka. Mengingat dalam organisasi sangat dimungkinkan terjadinya pembaruan anggota, maka POB berperan sebagai panduan sekaligus sebagai aturan. Tujuan penelitian ini menghasilkan POB pengolahan bahan pustaka STMIK STIE Asia yang efektif dan efisian. Penelitian penggembangan ini menggunakan spesifikasiprodukberupaisi, bahasa, bentukdantampilan Pengembangan POB kegiatan pengolahan bahan pustaka ini sangatlah penting. Hal itu disebabkan hasil dari kegiatan pengolahan digunakan langsung dalam penelusuran informasi koleksi pada bagian layanan. Ketika hasil pengolahan bahan pustaka bermasalah maka akan berdampak secara sistemik pada bagian layanan. Kegiatan pengolahan bahan pustaka melibatkan pustakawan dengan latar belakang pendidikan D3 Perpustakaan dan petugas perpustakaan yang tidak berlatar belakang perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian danpengembanganBorg and Gall yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan. Secara prosedur terbagi atas tiga yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tiga tahapan ini dipadukan dengan metode penelitian Borg and Gall menjadiidentifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, mendesain produk, uji ahli, revisi produk uji ahli, uji coba, dan revisi produk uji praktisi. Pada tahapan uji ahli menelaah prototype produk dengan teori yang ada. Hasil dari uji ahli kemudian diujicobakan pada praktisi di lapangan. Subjek uji ahli melibatkan tenaga kependidikan berkualifikasi S2 Ilmu Perpustakaan, sedangkan uji praktisi melibatkan pustakawan dan petugas Perpustakaan STMIK STIE Asia bagian pengolahan. Jenis data yang didapatkan berupa data kualitatif dari tahapan persiapan dan data kuantitatif dari tahapan uji ahli dan uji coba. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data kualitatifdiperolehdarihasildokumentasi, wawancara, danobservasimenggunakanprosedur: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data; sedangkan untuk data kuantitatif diperolehdarihasilangketmenggunakan kriteria validasi yang disampaikanpada BAB III. Hasil uji POB pengolahan koleksi oleh ahli dan praktisi dari aspek tampilan, isi, dan bentuk mencapai skor 4 dalampengisianangketdanmendapatpersentase100% (layak digunakan tanpa revisi).Hasil yang sedikit berbeda didapatkan dari uji POB pengolahan koleksi oleh praktisi dari aspek bahasa mencapai 87,5%. Nilaiinididapatkandariskor 4 untukkesesuaianbahasadanskor3 untukkemudahanpemahamanbahasa. Secara keseluruhan produk telah lulus validasi produk dengan tanpa revisi, tetapi demi kesempurnaan produk, maka penggunaan bahasa perlu diperbaiki. Selanjutnya diberikan pengantar mengenai penggunaan bahasa tersebut beserta maksud dan tujuannnya. Saran pemanfaatan produk POB pengolahan koleksi ini perlu memperhatikan hal-halberikut (1) sebaiknyapenggunaan e-ddc perlu diperkuat dengan penggunan DDC versi tercetak, (2) hendaknyainput data koleksi memperhatiakan aturan yang berlaku di AACR2, dan (3)sebaiknya koleksi digital dijadikan satu dengan koleksi utamanya yang berupa buku tercetak. Saran pengembanganlebihlanjutkearahkoleksi digital danmenyesuaikandengankondisisetempat

Pengaruh komposisi terhadap kekuatan tarik dan viskositas spesifik poliblend high density polyethylene (HDPE)-pati / oleh Anik Hariyati

 

Plastik merupakan salah satu produk polimer buatan (sintesis) yang sulit didegradasPi.e nggunaanp lastik yang semakinm eningkatd apatm enyebabkanju mlah sampah plastik semakin besar dan dapat mengganggu proses aerasi (penyerapan air ke dalam tanah). Untuk rnengatasi hal tersebut maka perlu dibuat suatu poliblend dengan pati sebagailllernya dan diharapkan plastik poliblend ini dapat terdegradasi Dalam penggunaan bahan polimer faklor yang menentukan mutu bahan adalah kekuatant arik dan viskositasnya.P enelitian ini bertu.;uanu ntuk rnengetahuip engaruh komposisHi DPE-Patit erhadapk ekuatant arik dan viskositass pesifikp oliblendH qql I) en,isty I' olyet h ylene( l IDPE)-Pati. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan dt laboratoriumP 3FT (Pusat Penelitian dan PengenrbanganI; isika 'l'crapan) LII']I Bandungd an laboratoriurTn eknik Kimia PoliteknikU niversitasB rawijayaM alang, dengans ampelb erupaH DPE dan pati dengank ornposisi1 00%,80%,60o/od an4 0Yo volume HDPE. Pengukuran kekuatan tarik (tcnsile strengtlt) dengan menggunakan alat Universal Testing Machines model UCT-5T dan pengukuran viskositas menggunakavni skosimeierB rookfield. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pati akan menurunkan kekuatan tariknya. Sedangkan untuk viskositas spesifik, semakin besar kadar pati yang ditambahkan maka viskositas spesifiknya semakin naik. Turunnya kekuatan tarik dan poliblend HDPE-Pati ini disebabkan pati yang bersifat regas masuk ke dalam matriks HDPE sehingga sifat plastis dari HDPE semakin berkurang. Sedangkakne naikanv iskositass pesifik dari poliblend disebabkana danyaf raksi pati yangi kut larut padas aatp engukuranv iskositasp oliblendt ersebut.

Perbedaan prestasi belajar matematika dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model TGT da metode ekspositori pokok bahasan logaritma siswa kelas I semester I MAN Kota Blitar / Itsna Hayati

 

Motif freudianisme dalam novel Harimau! Harimau!" karya Mochtar Lubis: ditinjau psikologi terhadap tokoh cerita
oleh Heriyanto"

 

Pengembangan media pembelajaran narative probpem solving video untuk mahasiswa pada materi hukum-hukum gerak / Yuni Priyatin

 

ABSTRAK Priyatin, Yuni. 2016. PengembanganMedia PembelajaranNarrative Problem Solving Video UntukMahasiswaPadaMateriHukum-HukumGerak. Skripsi, JurusanFisika, FakultasMatematikadanilmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. SentotKusairi, M.Si, (II) Drs. AgusSuyudi, M.Pd Kata Kunci: Narrative Problem Solving Video, HukumNewtonTentangGerak. Telahdilakukanpenelitiandanpengembangannarrative problem solving video yangmengkajiHukum Newton tentanggerak. Penelitianinibertujuanuntukmengembangkanvideo narative problem solving untukmahasiswafisikaUniversitasNegeri Malang. Dalampengembanganini, penelitimengacu model pengembangan (research and development). Validasiahlidilakukanolehsatudosenjurusanfisika.Ujicobaterbatasdilakukanolehmahasiswa.Hasildarivalidasidanujicobaterbatasdigunakanuntukdasarrevisiproduk.Revisidilakukanduatahap, yaitu: 1) revisisetelahvalidasidan 2) revisisetelahujicoba. Teknikanalisis data dalampenelitiandanpengembanganinimenggunakanteknikperhitunganpersentasedanteknikanalisisdeskriptifkualitatif. Hasilpenelitianmenunjukkanmahasiswa yang menggunakannarrative problem solving videomemilikiskorpenilaian79,37%, sedangkanpenilaiandari validator ahlimateridan media menunjukkanskor77,88 % dan67,85% denganskorsekianmakakriteriavalidasinyamencapai target ataudalamhalinimenunjukkanbahwanarrative problem solving videolayakdigunakansebagaisuplemenpembelajaranmahasiswafisikadasarmaterihukumgerak Newton. Kesimpulandaripenelitianiniadalahnarrative problem solving videocukuplayakdipergunakansebagaipenunjangpembelajaranmahasiswa.

Pengaruh pembelajaran dengan peta konsep terhadap sikap, motivasi, dan penguasaan konsep fisika kelas II SLTP Negeri 2 Tulungagung / oleh Siti Dhamirotun

 

Tingkat penguasaan konsep siswa terhadap Fisika sampai saat ini m,asih rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sikap positif dan motivasi siswa dalam belajar fisika. Siswa cenderung belajar dengan sistem hafalan. Untuk meningkatkan sikap, motivasi, dan penguasaan konsep fisikadiperlukan strategi pembelajarn yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan peta konsep terhadap sikap, motivasi, dan penguasaan konsep Fiika.

Peningkatan hasil belajar matematika bilangan pecahan melalui model Numbered Heads Together (NHT) pada siswa kelas IV SDN 1 Sukorejo Wetan Kabupaten Tulungagung / Roziana Irfa

 

ABSTRAK Irfa, Roziana. 2016. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Bilangan pecahan Melalui Model Numbered Heads Together (NHT) Siswa Pada Kelas IV SDN 1 Sukorejo Wetan Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Ke-pendidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dosen dan Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.Pd, (II) Dra. Widayati, M. H Kata kunci: hasil belajar, bilangan pecahan, model nht Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas IV SDN 1 Sukorejo Wetan Kabupaten Tulungagung menunjukkan bahwa hasil belajar sebagian siswa masih rendah, hal ini bisa dilihat dari 17 siswa sebanyak 10 siswa (59%) yang belum tuntas belajar dan hanya 7 siswa (41%) yang tuntas belajar. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa kurang memahami materi pelajaran. Pada saat belajar kelompok, siswa yang pandai cenderung egois dan tidak mau membantu teman yang kesulitan. Banyak siswa yang diam, terlihat bosan dan ramai sendiri. Sehingga hasil belajarnya kurang baik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan penerapan model NHT pada mata pelajaran matematika materi bilangan pecahan dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran matematika bilangan pecahan siswa kelas IV SDN 1 Sukorejo Wetan Kabupaten Tulungagung melalui model NHT. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi, dokumentasi, wawancara dan catatan lapangan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru dan guru kelas sebagai observer. Hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: nilai rata-rata observasi aktivitas guru dan siswa setiap pertemuan mengalami peningkatan. Sedangkan dari nilai rata-rata kelas dari pratindakan, siklus I kemudian siklus II yang mengalami peningkatan. Pada pratindakan nilai rata-rata klasikal sebesar 49 dengan persentase ketuntasan 41%. Pada siklus I pertemuan 1 nilai rata-rata klasikal 65 dengan persentase ketuntasan 41%. Pada siklus I pertemuan 2 nilai rata-rata klasikal meningkat menjadi 75 dengan persentase ketuntasan 78%. Pada siklus II pertemuan 1 nilai rata-rata klasikal meningkat menjadi 87 dengan persentase ketuntasan 100%. Pada siklus II pertemuan 2 nilai rata-rata klasikal meningkat menjadi 98 dengan persentase ketuntasan 100%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model NHT pada mata pelajaran matematika materi bilangan pecahan sudah sangat baik, berjalan dengan lancar, dan sesuai dengan rancangan langkah-langkah model NHT. Untuk itu disarankan guru dapat mengembangkan model NHT pada mata pelajaran lainnya, siswa hendaknya dapat saling bertukar pendapat saat belajar kelompok dan sekolah hendaknya memberikan fasilitas yang lengkap.

Video mixtape gostreem sebagai sarana publikasi dan informasi streetball / Muhammad Zulkfikar

 

Kata Kunci: Video Mixtape, Streetball, Gostreem, Publikasi dan Informasi. Streetball adalah jenis olahraga variasi dari pengembangan bola basket, tetapi ada perubahan yang mengabaikan aturan-aturan misalnya double ball, traveling, back ball, dan lain-lain. Sesuai aturan didalam streetball yang berlaku di Indonesia, serta beberapa unsur trik dan freestyle yang digunakan dalam melewati lawan di dalam gerakannya. Streetball mulanya kurang diterima di Indonesia karena banyak orang yang menganggap bahwa streetball merusak pola permainan basket konvensional, hal tersebut memunculkan pemikiran pada sebagian pebasket bahwa streetball merupakan sebuah hal yang salah sehingga masih kurang bisa diterima masyarakat, untuk itulah dilakukan dilakukan berbagai cara dalam mengenalkan streetball agar mampu diterima, diantaranya dengan menggunakan video klip atau biasa disebut dengan Video Mixtape. Berdasarkan dari rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan ini yaitu menghasilkan sebuah video mixtape yang akan berfungsi sebagai sarana informasi dan publikasi komunitas streetball “Gostreem”. Video Mixtape adalah kompilasi cuplikan-cuplikan dan lagu-lagu yang direkam dalam urutan tertentu (wikipedia). Mixtape biasanya mencerminkan selera dari kompilator (orang yang mengkompilasi musik), dapat berkisar dari lagu-lagu favorit yang terkonsep jadi sebuah lagu yang dihubungkan dengan tema sesuai suasana hati atau tujuan konsepnya. Eseis Geoffrey O’Brien menyebutkan, mixtape merupakan karya seni yang banyak dipraktekkan di Amerika, dan banyak penggemar mixtape percaya bahwa dengan memilih dan memesan track dalam mengkomposisi video mixtape yang Artistik dapat mengembangkan kombinasi lagu-lagu secara individu. Model perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah model perancangan prosedural, yaitu model yang bersifat deskriptif, dimana menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan sebuah produk. Diawali dengan merumuskan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan beberapa masalah yang akan dipecahkan didalam Perancangan Video Mixtape Gostreem. Untuk memecahkan masalah maka perlu diadakan identifikasi terhadap klien, target audience dan kompetitor. Dari identifikasi yang didapat mengenai klien, target audience dan kompetitor maka penulis akan menganalisa data yang didapat. Melalui analisa data maka didapatkan data-data yang diperlukan untuk mengembangkan konsep dari desain promosinya. Analisa data terdiri dari SWOT (Strenght, weakness, opportunity and treatment).

Implementasi strategi scaffolding sebagai upaya mebangun pemahaman konsep pecahan siswa kelas IV SD Negeri Merjosari 3 Kota Malang / Anwar Muttaqien

 

ABSTRAK Muttaqien, Anwar. 2010. Implementasi Strategi Scaffolding sebagai upaya Membangun Pemahaman Konsep Pecahan Siswa Kelas IV SD Negeri Merjosari 3 Kota Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika SD, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Akbar Sutawidjaja, M.Ed., Ph.D., (II) Drs. H. Muchtar Abdul Karim, M.A. Kata Kunci : scaffolding, strategi scaffolding, konsep pecahan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah yang dihadapi siswa SD Negeri Merjosari 3 Kota Malang, yaitu masih ada diantara mereka yang mengalami kesulitan dalam memahami arti pecahan. Dari hasil diskusi, peneliti menemukan bahwa pembelajaran tidak dibantu untuk membangun sendiri konsep pecahan. Masih dijumpai siswa yang kesulitan dalam mengartikan pecahan dari gambar ke simbol pecahan. Oleh karena itu diperlukan usaha yang serius dalam membangun pemahaman siswa terhadap konsep pecahan. Usaha yang dapat dilakukan guru untuk menyelesaikan persoalan ini adalah dengan menggunakan bahan manipulatif melalui strategi scaffolding. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan strategi scaffolding yang dapat membangun pemahaman siswa terhadap konsep pecahan. Penelitian ini adalah penelitian dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas IV SD Negeri Merjosari 3 Kota Malang. Subjek wawancara adalah 4 siswa yang terdiri dari 1 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang, dan 1 siswa berkemampuan rendah. Pemilihan subjek wawancara berdasarkan skor tes awal dan saran guru matematika dengan pertimbangan siswa-siswa tersebut mudah diajak komunikasi. Pembelajaran dalam penelitian ini terbagi dalam 3 tahap pembelajaran, yaitu (1) tahap awal meliputi menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran, menjelaskan penggunakan bahan manipulatif dan bagaimana siswa bekerja dan menggali pengetahuan subjektif siswa; (2) tahap inti meliputi guru membagikan LKS dan bahan manipulatif kepada siswa dan penerapan strategi scaffolding 1, 2 dan 3; (3) tahap akhir meliputi siswa menyajikan pemahaman konsep pecahan tentang arti pecahan. Di akhir pembelajaran guru beserta siswa membuat kesimpulan dan mengecek kesesuaian dengan tujuan pembelajaran. Untuk mengetahui pemahaman siswa setelah pembelajaran dilakukan melalui tes akhir pembelajaran. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Pada Siklus I diperoleh hasil bahwa ketuntasan siswa dalam pembelajaran 53,33% dengan rata-rata 67,3. Walaupun siswa merespon pembelajaran dengan baik namun prestasi belajar mereka masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya kemampuan siswa untuk menjelaskan arti pecahan dan pemahaman siswa terhadap permasalahan kehidupan sehari-hari. Di samping itu efisiensi waktu yang relatif kurang terhadap kegiatan pembelajaran sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak terlaksana dengan maksimal. Berdasarkan kekurangan yang terjadi pada Siklus I, maka pembelajaran di Siklus II difokuskan pada kegiatan menjelaskan arti pecahan dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Ketuntasan siswa dalam pembelajaran pecahan pada Siklus II mencapai 96,66% dengan rata-rata 96,6. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran dengan strategi scaffolding dapat membangun pemahaman konsep pecahan siswa kelas IV SD Negeri Merjosari 3 Kota Malang.

The use of English songs to teach vocabulary to young learners at "PG/TK Laboratory" of State University of Malang / Tri Itut Wijayanti

 

Key words: songs, teaching vocabulary, young learners Teaching English to young learners, especially for Kindergarten students, is focused on teaching vocabulary because they are still introduced to new language in which it has not ever been learned before. Because teaching English for young learners is not easy, the teachers should have strategies or interesting activities to attract the students in learning English. The use of songs in teaching vocabulary for young learners is an effective way to teach English for young learners because the children can enjoy singing the songs and they are not aware that they are also learning language. Therefore, this study is intended to find out the characteristics of songs used by the teachers, the way the teachers select the songs, and the way the teachers use the songs. It was conducted at PG/TK Laboratory of State University of Malang because PG/TK Laboraturium State University of Malang is one of kindergartens in Malang that administers bilingual class, and the teachers of the bilingual classes use songs to teach vocabulary. This study is a descriptive qualitative research because (1) it concerns with context and meaning, (2) the researcher works in a natural setting, (3) the researcher is the key instrument in collecting data, (4) the data are presented descriptively, and (5) the data are analyzed inductively. The subjects are four teachers of two classes namely two teachers of “A” Bilingual Moon and two teachers of “A” Bilingual Star. In this study, the instruments used are observation checklist, field note, and interview guide for the four teachers. From the findings, it can be concluded the characteristics of the songs used in teaching vocabulary were the lyrics of the songs were simple and not too long, there was the repetition of the words while singing the songs, the vocabulary used in the lyrics was presented in the meaningful context, the lyrics were based on the theme in the school curriculum, and the rhythm of the songs was fun. The teachers also considered the kriteria of the appropriate songs for their students while they were selecting the songs. The criteria were: (1) the vocabulary used in the songs should be based on the theme in the curriculum or related to the students’ lives, (2) the songs should be simple and not too long around 4-5 verses/lines, , and (3) the rhythm of the songs should be familiar by the students. Meanwhile, the teachers had 5 ways to use the songs to teach vocabulary, i.e. singing, singing songs by doing action, singing songs by using chant, singing songs as the background of playing games, singing songs between lessons or doing assignments, and singing songs by using pictures/flashcard/ real objects. Based on the result of this research, there are some suggestions offered. For the teachers of Bilingual Classes at PG/TK Laboratory of State University of Malang, The teachers are expected to be more creative to create their own songs and they can also use the songs since the songs are appropriate for the students. Besides, the teachers are also suggested to find out activities that can be combined with the songs. The teachers can find those activities by reading some books about the teaching of English to young learners, for example a book of “English for Young Learners” which is written by Kasihani K.E. Suyanto. For other teachers who teach young learners in other schools, they are suggested to use songs in teaching and learning English. Finally, for other researchers who will conduct further studies; they are suggested to conduct studies for the effectiveness of using songs in teaching English and the students’ respond toward English songs not only in kindergarten level but also in higher level such as in elementary, secondary, or even tertiary level.

Pengaruh perlakuan awal dan teknik isolaso terhadap rendemen dan kadar sineol minyak kayu putih / oleh Wibowo Budi Susilo

 

Minyak kayup utih merupakanm inyaka tsiri yangd iperolehd ari penyulingan daunt anamank ayu putih (Melaleucal eucadendra)M. inyak kayu putih digunakan sebagabi ahani ndustri farfum dan obat-cbatanK. ualitas minyak kayu putih salah satunyad itentukano leh kadars ineold an kualitasm inyakd apatd itingkatkanm elalui perbaikante knik pengolahante rutamap erlakuana wal, peralatand an teknik isolasi (penyulingans)e rtab iasanyain dustrit idak terlalum emperhatikapne rlakuana wal padap rosesp enyulingasne hinggam engalampi enurunajnu mlah rendemenT.u juan penelitianin i adalahu ntukm engetahuoie ngaruhp erlakuana wald an tekniki solasi yangl ebihe fektifu ntukm endapatkarne ndemedna nk adars ineoyl angt inggi ' Penelitiani ni merupakanp enelitian eksperimentayl ang dilakukan di LaboratoriumK imia FMIPA UniversitasN egeriM alangd an LaboratoriumK imia OrganikF MIPA UniversitasG ajahM ada. Dalam penelitiani ni daun kayu putih dilakukanv ariasip erlakuanya itud aund rra.;andga nt idak( utuh),I amap enyimpanan I hari, 5 hari dan 10 hari sertat eknik isolasinya(d istilasiu apa ir dand istilasia ir) Padap rosesp enyulingatnia p perlakuand ilakukans elama6 .1amm, inyakk ayup utih yangk eluarb ersamaa ir dipisahkand enganc orongp isahd an dimurnikand engan penambahaMn gSOaa nhidrat.K emudiand ianalisisu ntuk mengetahuni ilai berat jenis,i ndeksb ias.P enentuakna dars ineolm enggunakaGnC dan analisisG C-MS. Metodea nalisisG C-MS digunakank arenat idak diperolehs enyawas tandard ari masing-masinkogm ponen. Hasil penelitian ini rnenunjukkan bahrva rendernen tertinggi pada perlakuan I scb.:sar I,1Ito,/a (distilasi trap zrir. | . r l l r t r . I l r . r r i ) . rcn.an L r n l r r k t r s i l i r r . t e n l r t - r l - a s i d r p e r o l e t r 6 mzrcal- senyawa utatna yaitu ft-l)irlcnc ( r -84',7-)- sincol (3,9a9/-)- ri|-r94'z/o (ali;tltl4st uup arr, uau]r, t bar i).

Penerapan PBMP untuk peningkatan hasil belajar pada kompetensi menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi siswa kelas X Madrasah Aliyah Hamid Rusidy Malang / Lusiana Rusiati

 

Kata Kunci: PBMP, hasil belajar Pembelajaran Geografi di sekolah selama ini masih banyak yang belum berhasil atau ideal. Sebagian besar pembelajaran Geografi masih berupa ceramah yang kurang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa sehingga hasil belajar belum mencapai SKM. Berdasarkan hasil observasi awal terhadap hasil belajar siswa Madrasah Aliyah Hamid Rusidy Malang, siswa kelas X hanya memiliki presentase ketuntasan 53,34% dari SKM yang telah ditetapkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diambil langkah menerapkan PBMP (Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan). Melalui penerapan PBMP hasil belajar siswa pada kompetensi menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi dapat meningkat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang menuntut peneliti untuk terlibat langsung dalam proses penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan hingga pelaporan data. Kegiatan penelitian terdiri dari 2 siklus penelitian, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dengan 4 tahapan penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes atau ujian. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X Madrasah Aliyah Hamid Rusidy Malang dengan jumlah siswa 30 orang, pada kompetensi menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi. Instrumen penelitian berupa soal yaitu soal lembar PBMP dan soal tes. Teknik analisis data adalah membandingkan skor tes dari setiap siklus dengan SKM perseorangan dan klasikal, serta menentukan kelompok belajar siswa berdasarkan keheterogenan prestasi akademik dari hasil belajar siswa dalam 3 rangking, yaitu kelompok atas, tengah, dan bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa, baik secara perseorangan ataupun secara klasikal. Secara perseorangan terjadi peningkatan sebesar 22 siswa tuntas pada siklus I meningkat menjadi 26 siswa pada siklus II. Secara klasikal terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar sebesar 73,34% pada siklus I meningkat menjadi 86,67% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka penerapan PBMP dapat meningkatkan hasil belajar siswa, baik secara perseorangan ataupun klasikal, sehingga mereka mencapai standar ketuntasan minimal yang ditentukan. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: (1) bagi guru, gunakan PBMP untuk membelajarkan geografi yang mengandung masalah, misalnya pada materi pelestarian lingkungan hidup agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Agar penerapan PBMP berhasil, hendaknya guru menunjukkan sikap yang positif dan memberikan motivasi lebih kepada siswa seperti memberikan hadiah di akhir siklus. (2) bagi peneliti lain, gunakan PBMP pada topik lain yang sesuai dengan PBMP untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbasis praktikum untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 6 Malang / Atdjeng Sukma Putri

 

Kata Kunci : pembelajaran kooperatif tipe TPS berbasis praktikum, aktitifitas belajar, prestasi belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru fisika kelas XI IPA 3 SMAN 6 Malang diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran guru memberikan materi fisika dengan metode konvensional dan diskusi kelas. Nilai awal sebelum diberi tindakan yang tuntas hanya sebesar 57,5 %. Rata-rata 66,5 dengan nilai tertinggi 70 dan terendah 40. Standar kelulusan minimal 70. Metode praktikum dan diskusi kelompok kecil jarang diterapkan. Metode yang diterapkan belum bisa melibatkan siswa aktif sepenuhnya, sehingga keaktifan siswa yang meliputi aspek afektif dan psikomotorik, dan prestasi belajar fisika siswa rendah. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa dan prestasi belajar fisika siswa adalah model pembelajaran kooperatif tipe TPS berbasis praktikum. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktifitas dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA 3 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS berbasis praktikum. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan penelitian, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.. Tindakan yang diberikan adalah penerapan model TPS berbasis Praktikum. Penelitian dilakukan di SMAN 6 Malang kelas XI IPA 3 yang terdiri dari 40 siswa, terdiri dari 20 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan catatan lapangan, rubrik keaktifan siswa untuk keaktifan, sedangkan prestasi belajar diperoleh dari tes hasil belajar di akhir siklus Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS berbasis praktikum dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA 3 SMAN 6 Malang. Keaktifan siswa secara keseluruhan mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II sebesar 21,35%. Prestasi belajar fisika siswa secara klasikal yaitu 80% (siklus I) menjadi 100% (siklus II). Peningkatan juga terlihat pada rata-rata Nilai Tes Belajar Individu (NTBi) siswa yaitu 71,5 (siklus I) menjadi 79 (siklus II).

Alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana / Nico Adi Cahyo

 

Kata kunci: Alat Kontrol, pH, suhu, ikan arwana. Ikan arwana tergolong ikan yang mahal maka dalam pemeliharaannya harus jeli agar ikan tidak mati karena kesalahan pemeliharaan, yang perlu diperhatikan antara lain adalah parameter air. Disesuaikan dengan kondisi aslinya di alam disarankan agar mereka dipelihara pada rentang pH netral sampai agak masam (pH 6.0 – 7.0) dan pada rentang suhu 26 – 30 °C. Pengontrolan secara manual tentunya akan merepotkan pemelihara ikan arwana, karena harus selalu memperhatikan suhu dan pH air pada akuarium. Maka dari itu dikembangkan suatu alat otomatis pengontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana. Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah : (1) Merancang rangkaian alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana, (2) Merancang software alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana, (3) Membuat keseluruhan alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana, (4) Menguji alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana. Metode perancangan meliputi : (1) Spesifukasi produk, (2) Blok diagram perangkat keras (hardware), (3) Perancangan dan pembuatan perangkat keras (hardware), (4) Perancangan perangkat lunak (software) dan (5) Perancangan dan pembuatan mekanik, (6) Uji coba rangkaian. Prinsip kerja dari alat kontrol ini adalah suhu dan pH air dideteksi melalui sensor ditampilkan nilai sensor pada LCD dan mengontrol suhu dengan mengaktifkan heater jika suhu kurang dari 25 dan Mengontrol pH dengan menyalakan pompa air untuk mengisi dengan air bersih dengan pH antara 6-7 sekaligus mengurangi air pada akuarium jika pH kurang dari 6 dan lebih dari 7. Hasil dari analisis tersebut antara lain: terdapat data yang tidak pasti tergantung proses penurunan atau proses kenaikan suhu data tersebut adalah antara 27 sampai 29 pada suhu tersebut kondisi heater on jika pada proses kenaikan suhu dan kondisi heater off pada saat proses penurunan suhu..begitu juga dengan proses penurunan dan kenaikan pH pada proses kenaikan pH. saat ph 6.2 kondisi pompa air on, saat mencapai 6.8 pompa air off sedangkan terjadi kondisi sebalik saat proses penurunan pH. Hal ini memang dirancang demikian agar frekuensi kondisi on/off pada heater dan pompa air dapat lebih kecil namun suhu dapat tetap terkontrol antara 26-30 dan pH antara 6-7. Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan : (1) rancangan alat terdiri dari sensor suhu LM 35, sensor pH vernier tipe BTA (British Telecom Analog), rangkaian minimum system atmega 8, Rangkaian driver heater, driver pompa air dan rangkaian LCD 16x2 tipe M1632. (2) Software berisi program perintah untuk mengontrol suhu, ph air dan menampilkan nilainya ke LCD, (3) Pada pembuatan keseluruhan alat seluruh rangkaian disusun sesuai blok diagram kemudian mikrokontroler diisi program sesuai rancangan. (4) Setelah di uji alat dapat menampilkan nilai suhu dan pH serta dapat mempertahankan kondisi suhu antara 26 sampai 30 dengan heater dan pH antara 6 sampai 7 dengan pompa air.

Metode spektroskopi FTIR-ATR dan spektroskopi UV-VIS untuk menganalisa mobilitas surfaktan CTMABr dalam etanol pada berbagaio konsentrasi / Mukhamad Syaifudin

 

ABSTRAK Syaifudin, Mukhamad. 2016. Metode Spektroskopi FTIR-ATR dan Spektroskopi UV-Vis untuk Menganalisa Mobilitas Surfaktan CTMABr dalam Etanol pada Berbagai Konsentrasi. Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D, (II) Dr. Endang Budiasih, M.S. Kata kunci: etanol, polaritas, surfaktan n-CTMABr, spektroskopi FTIR-ATR, spektroskopi UV-Vis. Interaksi antara campuran surfaktan CTMABr dan etanol sebagai eluen dalam memisahkan rhodamin B dan tartrazin dari adsorben silika gel, silika-selulosa, dan silika-selulosa-surfaktan mampu mengatasi kesulitan proses pemisahan. Kajian tentang campuran surfaktan CTMABr-etanol perlu dipelajari untuk mengetahui interaksi yang terjadi antara surfaktan CTMABr dan etanol menggunakan spektroskopi FTIR-ATR dan UV-Vis. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mempelajari interaksi antara surfaktan CTMABr dan pelarut etanol berdasarkan data spektrum spektroskopi Inframerah (IR) dan UV-Vis, (2) mempelajari interaksi antara surfaktan CTMABr dan etanol pada berbagai variasi konsentrasi surfaktan CTMABr berdasarkan data spektrum FTIR-ATR dan UV-Vis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spektrum IR dan UV-Vis untuk mengetahui interaksi antara surfaktan CTMABr dan etanol berdasarkan mobilitasnya. Tahapan penelitian yang akan dilakukan yaitu (1) pembuatan larutan induk surfaktan CTMABr dengan pelarut etanol, (2) pembuatan larutan surfaktan CTMABr pada berbagai variasi konsentrasi, dan (3) pengujian larutan surfaktan CTMABr menggunakan spektroskopi FTIR-ATR dan spektroskopi UV-Vis. Spektrum FTIR-ATR CTMABr dalam etanol menunjukkan beberapa modus getaran yaitu modus C-H streching, modus gunting N-CH3, modus kibas-CH2, dan modus gugus pusat N-C. Hasil pengukuran spektroskopi UV-Vis menunjukkan pergeseran panjang gelombang yang mengindikasikan adanya transisi n→π* akibat adanya pasangan elektron bebas dari surfaktan CTMABr. Semakin tinggi konsentrasi CTMABr nilai intensitas yang dihasilkan dari data spektroskopi FTIR-ATR menunjukkan perubahan profil puncak yang menurun dan melebar. Data spektrum UV-Vis menunjukkan semakin tinggi konsentrasi surfaktan CTMABr, serapan mengalamai pergeseran λmax ke arah panjang gelombang yang rendah (pergeseran hipsokromik).  

Perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran diskusi kelompok dengan metode pembelajaran teams games tournament (TGT) kombinasi picture and picture pada pelajaran produktif multimedia kelas X SMK Negeri 12 Malang / Lilik Emi Rahayu

 

Dalam perkembangan dunia pendidikan saat ini, siswa diharapkan tidak lagi pasif hanya menerima saja pengetahuan melalui penjelasan guru melainkan berusaha menggali dan mencari tahu sendiri pengetahuan yang dibutuhkannya. Guru berperan sebagai mediator, fasilitator dan informator yang mengawasi dan membimbing murid-muridnya dalam mempelajari pengetahuan tersebut. Namun adakalanya pembelajaran berlangsung kaku dan tidak menarik sehingga menimbulkan rasa malas dan jenuh bagi siswa yang menyebabkan siswa menjadi pasif dan hasil belajarnya menurun seperti yang terjadi di SMK Negeri 12 Malang. Untuk mengatasi permasalahan di atas, dalam penelitian ini diterapkan metode pembelajaran Teams Games Tournament yang dikombinasikan dengan Picture and Picture dan metode pembelajaran diskusi kelompok. Diskusi kelompok adalah metode yang sering diterapkan di SMK Negeri 12 Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran Diskusi Kelompok dengan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) kombinasi Picture and Picture pada pelajaran Produktif Multimedia. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif komparatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 12 Malang tahun ajaran 2010/2011. Sedangkan sampel penelitian ini adalah kelas X MM 2 (41 siswa) sebagai kelas eksperimen dan kelas X MM 3 (42 siswa) sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen perlakuan dan pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif. Analisis statistik kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan hasil belajar siswa adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan 2 rata-rata awal dan uji hipotesis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh thitung (4,150) > ttabel(1,989). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran diskusi kelompok dengan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) disertai kombinasi Picture And Picture pada pelajaran Produktif Multimedia di kelas X Jurusan Multimedia SMK Negeri 12 Malang.

Perancangan multimedia interaktif Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur untuk media promosi wisata alam Indonesia / Iva Khususia Hidayati

 

Kata Kunci: Perancangan, Multimedia Interaktif, Taman Nasional Komodo Taman Nasional Komodo adalah salah satu obyek wisata alam yang ditetapkan sebagai warisan alam dunia. Taman Nasional Komodo terletak diantara Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pulau Flores) dan Nusa Tenggara Barat (Pulau Sumbawa yang terdiri atas tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil lainnya.Taman Nasional Komodo didirikan untuk melindungi habitat satwa komodo (Varanus Komodoensis) yaitu satu-satunya reptil purba yang tersisa dibumi agar tidak terjadi kepunahan. Perancangan multimedia interaktif ini bertujuan untuk memperkenalkan Taman Nasional Komodo kepada masyarakat luas. Multimedia interaktif Taman Nasional Komodo dirancang secara sederhana namun tetap komunikatif, yang kemudian di simpan berupa file CD berbentuk .exe. Adanya multimedia interaktif Taman Nasional Komodo, diharapkan bisa menambah pengetahuan masyarakat luas tentang keberadaan Taman Nasional Komodo serta tumbuh upaya untuk bersama-sama melestarikannya.

Problematika dalam mengolah bahan pustaka di perpustakaan sekolah tingkat SDN Kota Malang / Choirul Wakhidatun Nisa

 

ABSTRAK Nisa, Choirul Wakhidatun. 2016. Problematika dalam Mengolah Bahan Pustaka di Perpustakaan Sekolah Tingkat SDN Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Harmini, S.Pd., M.Pd, (II) Dra. Sri Estu Winahyu, M.Pd. Kata Kunci: mengolah, bahan pustaka, perpustakaan, sekolah dasar Buku merupakan koleksi atau jenis bahan pustaka yang diolah oleh petugas perpustakaan sekolah dasar. Tujuan petugas perpustakaan sekolah dasar mengolah bahan pustaka yaitu agar pemustaka yang ada di perpustakaan sekolah dasar dapat dengan mudah menemukan bahan pustaka yang diinginkan sehingga dapat digunakan sesuai dengan kepentingannya.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan problematika yang dialami petugas perpustakaan dalam mengolah bahan pustaka di perpustakaan sekolah tingkat SDN Kota Malang dan faktor-faktor yang menjadi penyebab problematika dalam mengolah bahan pustaka yang dialami petugas perpustakaan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini yaitu petugas perpustakaan dari 20 perpustakaan tingkat SDN Kota Malang yang telah dipilih peneliti. Hasil penelitian mengenai problematika yang dialami petugas perpustakaan sekolah dasar dalam mengolah bahan pustaka di perpustakaan sekolah tingkat SDN Kota Malang yaitu memiliki banyak tugas lain yang harus dikerjakan sehingga tidak melaksanakan jadwal mengolah bahan pustaka secara disiplin, kekurangan petugas perpustakaan untuk melakukan katalogisasi pengarang dan katalogisasi subyek serta kekurangan waktu untuk menyusun katalogisasi judul, pengarang dan subyek di almari katalog. Sedangkan faktor-faktor penyebab problematika yang ditemui petugas perpustakaan sekolah dasar di Kota Malang yaitu latar belakang pendidikan petugas perpustakaan yang tidak memiliki dasar ilmu perpustakaan, petugas perpustakaan yang merasa kurang dibantu dengan hanya ada 1 petugas perpustakaan saja dan tidak pahamnya petugas perpustakaan dengan cara katalogisasi buku. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada Dinas Pendidikan Kota Malang bekerjasama dengan perpustakaan Kota Malang mengadakan pelatihan mengolah bahan pustaka secara rutin. Bagi Kepala Sekolah disarankan untuk menambah jumlah petugas perpustakaan yang memiliki kompetensi dalam bidang ilmu perpustakaan serta mengajukan pelatihan secara rutin kepada dinas pendidikan. Sementara itu, bagi petugas perpustakaan disarankan untuk melaksanakan kegiatan mengolah bahan pustaka secara rutin dan disesuaikan dengan pedoman yang benar

Limit dan kekontinuan melalui media komputer dengan bantuan Delphi 3.0
oleh Sonny Oktafianto

 

Komputer adalah tekhnologi yang sudah tidak asing lagi pada saat ini, hanya saj penggunaannya kurang bisa dioptimalkan oleh sebagian orang, terutama untuk alat bantu mahasiswa ataupun pembelajaran matematika. Melihat kenyataan ini mendorong penulis untuk mengembangkan suatu program pembelajaran yang dibuat dari software Delphi 3.0

Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK): study kasus di Desa Kedung Banteng, Oro-oro Ombo Kulon dan Desa Oro-oro Ombo Wetan Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan / Masnuri Ngimatudin

 

Kata-kata kunci : PPEK, ekonomi produktif, BKAD PPEK adalah Program Pemerintah Jawa Timur dalam rangka penanggulangan kemiskinan yang menekankan pada upaya pendayagunaan sumber daya ekonomi yang berfokus pada keterkaitan dan ketergantungan antara pelaku dalam jaringan kerja produksi sampai dengan jasa pelayanan dan upaya-upaya inovasi pengembangannya dalam bentuk: upaya penggalian sumber daya potensial, pengembangan industri, perdagangan, jasa serta investasi lainnya yang bisa mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif yang berdampak pada perluasan dan penciptaan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat miskin. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan rancangan penelitian ini adalah studi kasus. Metode penggalian data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Dengan menggunakan metode tersebut diharapkan dapat diperoleh data secara lebih komprehensif dan mendalam. Tehnik analisa yang digunakan adalah: (1) reduksi data, (2) display data, (3) pengambilan kesimpulan dan verivikasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitina ini, pertama: wujud dari partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan hasil/manfaat yang didapat dari PPEK adalah: (1) pembuatan plengsengan dan gorong-gorong. (2) Menjadi peserta pelatihan dan magang bordir, pertanian sedap malam dan mangga. (3) transfer pengetahuan dan ketrampilan kepada masyarakat yang memiliki usaha sejenis (4) menjadi nasabah kemitraan dan simpan pinjam. Kendala/masalah partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan hasil PPEK. (1) Tingginya kebutuhan pendanaan untuk pembangunan. (2) labilnya tanah yang menyebabkan rusaknya infrastruktur bangunan fisik. (3) Macetnya dana pinjaman di masyarakat yang di sebabkan oleh: bangkrutnya usaha nasabah, gagal panen karena serangan hama dan perubahan musim, wafatnya nasabah dan adanya anggapan bahwa semua dana dari pemerintah merupakan dana hibah sehingga tidak perlu mengembalikan. (4) Tidak adanya agunan untuk realisasi dana usaha simpan pinjam kepada nasabah sehingga mengakibatkan sebagian besar dana mengalami kemacetan. (5) Para nasabah kemitraan tidak memiliki alternatif pasar untuk menjual produk yang telah mereka hasilkan karena terlilit hutang ke tengkulak. (6) Produk spesifik kawasan tidak memiliki label identitas sehingga semakin menyulitkan mitra untukm menjual ke pasar. (7) Belum terbentuknya jaringan komunikasi antar BKAD yang sudah ada. (8) Adanya kesenjangan kualitas sumber daya manusia dengan perkembangan tehnologi dan informasi terkini terutama yang berkaitan dengan penguasaan teknologi pembibitan, budidaya, serta panen dan penanganan pasca panen.

Detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN / Anang Dedy Kharisma

 

Kata Kunci: arus listrik, pencurian arus, sensor arus Sejalan dengan pesatnya pembangunan dan perkembangan industri serta teknologi modern, telah mempengaruhi segala aspek sosial budaya kehidupan umat manusia. Semua kemajuan teknologi itu tidak lepas dari ketergantungan akan energi listrik, sehingga semakin tinggi pula permintaan energi listrik. Dengan sangat banyaknya jumlah konsumen yang memakai energi listrik, tidak jarang konsumen yang melakukan tindakan kecurangan terhadap pemakain energi listrik. Kecurangan yang dilakukan salah satunya adalah memakai energi listrik tanpa melalui prosedur yang berlaku, ini dinamakan pencurian arus listrik. Akibat dari terjadinya pencurian arus listrik, Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menjadi penyedia listrik di Indonesia mengalami banyak kerugian. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk membuat detektor pencurian arus listrik. Prinsip kerjanya adalah mempersempit letak terjadinya kecurangan arus listrik dengan cara membaca, menjumlahkan dan membandingkan arus listrik yang mengalir ke pelanggan menggunakan software pada mikrokontroler ATMEGA16. Dengan demikian wilayah letak terjadinya pencurian arus listrik dapat segera diketahui. Metode perancangan alat meliputi: (a) spesifikasi produk, (b) perancangan sistem, (c) perancangan tiap blok (Hardware) yang meliputi: sensor arus, minimum sistem mikrokontroler ATMEGA16, LCD (Liquid Crystal Display) M1632, buzzer, (c) perancangan perangkat lunak (Software) pada mikrokontroler dan langkah pengujian. Hasil yang didapatkan adalah detektor pencurian arus listrik. Alat ini dipasang pada Gardu Trafo Tiang (GTT), prinsip kerjanya adalah dengan cara mendeteksi arus yang mengalir ke pelanggan yang kemudian dijumlahkan dan dibandingkan dengan arus yang mengalir dari GTT. Apabila arus yang terdeteksi dari GTT lebih kecil atau sama dengan jumlah arus yang terdeteksi ke pelanggan maka alat ini akan menampilkan kondisi normal, sebaliknya apabila arus yang terdeteksi dari GTT lebih besar dari jumlah arus yang terdeteksi ke pelanggan maka alat ini akan menampilkan adanya pencurian serta ada alarm dari buzzer sebagai tanda adanya pencurian arus listrik. Kesimpulan setelah melakukan perancangan, pembuatan dan pengujian serta analisis sistem “detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN” maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Pada perancangan detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN, menggunakan komponen antara lain: sensor arus ACS712-05B dan ACS712-20A, mikrokontroler ATMEGA16, LCD M 1632, buzzer, push-button serta komponen- komponen pelengkapnya.(2) Pembuatan detektor pencurian arus listrik dimulai dari membuat diagram blok, pembuatan mekanik, membuat perangkat keras (hardware), membuat perangkat lunak (software), serta menggabungkan antara mekanik, perangkat lunak dengan perangkat kerasnya. (3) Pengujian detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN diawali dari pengujian tiap blok perangkat keras, pengujian perangkat lunak, serta pengujian alat keseluruhan. Sensor arus yang digunakan dalam alat ini hanya dapat mendeteksi arus AC sesaat, sehingga keluaran dari sensor arus ini tidak pasti. Untuk membaca besarnya arus AC yang sesungguhnya agar dapat diolah secara vektor harus ditambahkan dengan rangkaian elektronika tertentu agar dapat diketahui pergeseran sudutnya. Oleh karena itu, arus AC yang terdeteksi sensor arus ini belum bisa dijumlahkan, sehingga untuk pembuatan detektor pencurian arus listrik ini belum bisa dimanfaatkan pada arus listrik yang mengalir ke pelanggan PLN.

Analisis karakteristik intrinsik B* dan T* dalam bahan superkonduktor sistem BSCCO pada diagram fase vorteks B-T / oleh Diena Ulfaty

 

Superkonduktmore rupakabna hany angm emilikis ifati stimervyaa itum ampu mengatirkina rusl istrik tanpah ambatan.-Superkondutketrobra gmi enjaddi uat ipe ;;iiliip. i-yangd icirikano 'lehe fekM eissne(rp enolakatn:d ,lt:hgp medanlu ar ),;il;;"g;airiya) dant ipeI I yairgd icirikano lehf asev orteksK. ehadiravno rteksin i GE"i pE"ting' untuli 'tn"n"nni*n karalleristik bahan yang meliputi -sifat malretilinyad in transporlits triknyaH. ali ni memberiin formastie rhadaipd entifikasi danp emanfaataanta ua plikasib ahante nebut Padas uperkondulrtotirp € II secarau mum fasev ortekst erbagia tas3 bagian yaitu fasep "au't,* ir dan uap.F asep adars eringkalid iseput.yba.eafal sec ampuran inired staie)yantge rjadip adaB .r< B

Pengaruh penggunaan modul dengan prinsip belajar tuntas terhadap proses pembelajaran fisika, respon siswa, dan prestasi belajar fisika siswa kelas I5 SMU Laboratorium UM tahun pelajaran 2001/2002 / oleh Rini Tri Wahyuni

 

ABSTRAK WahyuniR, ini Tri.2002. l'engaruhP enggunaanM odul denganP rinsipBelaior 'I'untas terhadap Proses Pembelaiaran Fisika, Respon Siswa, dan Prestasi Belajar I'-i,sikaS iswaK elasI 5 SMU LqboratoriumU M I'ahunP elajaran 200/i2 002. SkripsiJ, urusanP endidikaFni sikaF MIPA UniversitaNs egeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.DwiH aryotoM, .Pd.,( 2) Sugiyanto,S.PMd.,S i. Kata kunci: Modul, BelajarT untas,P rosesP embelajaraFni sika,R esponS iswa, PrestasBi elaiarF isikaS iswa Observasai walt erhadapp embelajarafnis ika di kelas1 5S MU Laboratorium UM TahunP elajaran2 00112002d,i temukana danyap ermasalahanP.e rmasalahan lersebuatd alah(l ) rendahnypar estasbi elajars isway angd isebabkaonl ehr endahnya motivasbi elajars iswa,( 2) prosesp embelajarafnis ika yangb erlangsungm asihb elum sesuadi engany angd iharapkand, anm asihb elumb isam elibatkans iswaa ktif dalam prosesp embelajarafnr sikay angb erlangsungB. erdasarkapne rmasalahadni atas,m akap erlua danyati ndakany angd igunakanu ntukm emperbaikinyay,a itu dengan menggunakamno dul. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahudi ampakp enggunaamn oduld engan prinsipb elajart untasd alarnp rosesp embelajarafnis ika.D ampakt ersebudt apatd iketahuid enganm endeskripsika:n ( 1) prosesp embelajarafnis ika denganm enggunakan modul,( 2) respons iswat erhadapp embelajarafnis ika denganm enggunakamn odul, (3) prestasbi elajars iswas etelahb elajard enganm enggunakamn odul. Peneilt ian ini menggunakanp endekatank ualitatif denganj enis peneilt ian tindakank elasy angd irancangd alam3 siklus.M asing-masingsi klust erdiri dari 4 tahapy, aitu: observasir,e fleksi,p erencanaatnin dakan, pelaksanaatnin dakanT. indakank elasy ang diberikan adalahp €nggunaanm odul denganb eberapati ndakant arnbahanS. ubjekp enelitiand i sini adalahs iswak elasI : TahunP elajaran2 00112002 SMU Laboratorium UM. Pengambilan data dilakukan pada bulan April sampai bulan Juni 2002. Hasil pembelajaradne nganti ndakanp enggunaamn odul padas iklusI memperolehh asils ebagabi erikut:( l) prosesp embelajarafnis ika denganm enggunakan modulm ulai menampakkahna sily angb aik, (2) respons iswat erhadapp embelajaran fisikay angb erlangsungm enampakkahna sily angb aik, (3) prestasbi elajarf isika siswam enunjukkana danyap eningkatanK. endalay angd itemuip adas iklusi ni adalah ada9 sisway angk urangm emperhatikapne mbelajarafnis ika yangb erlangsungs,i swa masihk esulitand alamm enyimpulkana pay angd ibaca,t imbulnyaa ntrianu ntukm emeriksakanm odul.P adas iklusI I direncanakatnin dakanu tamay aitu pencantuman skorp enyelesaiamn odul,d anb eberapati ndakant ambahanb aik padap rosesp embelajaranfi sika maupunp adar espons iswa.H asil yangd iperolehd ari siklusI I adalah sebagabi erikut:( l) prosesp embelajarayna ngb erlangsungb aik, (2) respons iswa terhadapp embelajarafnis ika meningkat(,3 ) prestasbi elajarf isika siswam eningkat. Kendala yang ditemui pada siklus II adalah masih ada 3 siswa yang kurang memperhatikapne mbelajarafnis ika"t idak adanyaa lat untukd emonstrasPi. adas iklus III direncanakamn odul di bawa pulang padap ertemuanp ertama.H asil yang diperotehp adas iklus III adalahs ebagabi erikut (t) prosesp embelajaranfi sika yang berlangsunsge makinm embaik,( 2) respons iswat erhadapp embelajarafnis ika semakimn eningkat(,3 ) prestasbi elajars iswas emakinm eningkatS. isway angk urang memperhatikapne lajaranp adas iklus II tinggal 2 orang.

Perencanaan bagian-bagian pompa sentrifugal satu tingkat
oleh I Nyoman Wipara

 

Pengembangan kreativitas menulis puisi dengan strategi pembelajaran menulis puisi-formula di kelas II SLTP Negeri 3 Tuban / oleh Suntari

 

Perencanaan irigasi
oleh Taufiq Hidayat

 

Kajian tentang pengetahuan dan sikap siswa kelas IIISMU Negeri 7 Kediri terhadap zat adiktif dan zat aditif makanan tahun pelajaran 2003/'2004 oleh Christina Dwi Astutik

 

Konsepd alami lmu kimia banyaky angt erkait dengank ehidupans ehari-hari. Zata diktif danz at aditif makananm erupakans alahs ahrk onsepy anga dad alami lrnu kimiad ant erkait langsungd engank ehidupans ehari-harpi adau mumnyad an kesehatapna dak hususny-aU.n tut itu pengetahuatne ntangz at adiktifdan zat aditif makanans angatlahp enting,s upayas iswam engetahuki eunhulgand ank erugian pemakaiazni t adiktif danz at aditif padam akananD. enganp engetahuatne ntangzat umtif O* zat aditif makanand iharapkans iswab isam engambisl ikapt erhadap p.oggunu- zat adiktifdan zat aditifdalamk ehidupans ehari-hariP. enelitianin i fettiJuanu ntut: (1) mengetahutiin gkatp engetahuasni swak elasI II SMU Negeri7 feAri t"ntaog -i "Anif a- zat aditif makanan(,2 ) mengetahusi ikaps iswa.kelasII I SMUN egeri7 Kediri tentangz at adiktif danz at aditif makanan(,3 ) mengetahui hubungariantarpae ngetahuand an sikaps iswak elasI II SMU Negeri7 Kediri tentang zat adiktif dan zat aditif makanan. Penelitianin i merupakanp enelitiand eskriptifk orelasionayl angb ertujuan untukm emperolehg ambarans ecaram enyeluruhm engenapi engetahuadna ns ikap, sertah ubungana ntarap engetahuadna n sikaps iswas MU Negeri7 Kediri tentangz at adiktifd anz at aditif makananP. opulaspi enelitianin i adalahs iswak elasI II SMU Negeri7 Kediri Tahun Pelajaran2 003/2004,yangte rdiri dari dari 8 kelasd engan iurn'tans iswa3 44 anak.S ampepl enelitiant erdiri dari 86 siswad ari kelasI II IPA-3 danI II IPA-I yangd iambild engant e]Kltkp urposives ampel( sampebl ertujuan)D. ata tingkatp engetahuadni dapatkand ikumpulkanm elaluit esp engetahuanT.e sy ang diimafan tetatrd iujicoUatante rlebihd ahulu.H asil uji cobat esp engetahuan mlntrnjukkabna hwl semuait emv alidd enganre liabilitass ebesa0r, 815. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwat ingkatp engetahuatne ntangz at adiktif mencapatin gkatp enguasaakno nseps ebesar7 8,5yod ffi untuk zat aditif makanan sebesa7r 0,0i/oS. itap siswaS MU Nigeri 7 Kediri terhadapz at adiktif-adalahti nggi, sedangkan-sikaspis wat erhadapz at aditif makanante rgolongr endah.H asil analisis koreli,iproduit momentm enunjukkanb ahwat idak adah ubungany angs ignifikan *taru p"ng"tuttuand engans ikaps iswa tenulngzatadiktifd anz at aditif makananh, al inl terUukti-darhi argat ut< t665 "7",yai3tu) 93 x l0r untukt 6i1d an0 ,396u nttrkh arga trros x. Hasil ini menunjukkanb ahwap engetahuasni swat entangz at adiktif danz at "aitif makanany angd iperolehd i sekolahb e$m bisam engubahs ikaps iswa. Berdasarkanh asilp enelitianin i dapatdisarankana gard ilakukanp enelitian yangs ejenisd enganm engambipl opulasyi angl ebih besar( misalnyap adas iswas ekota Kediri).

Pengebangan media peta timbul kenampakan bumi bagi siswa tunanetra kelas VI SDLB kemala Bhayangkari Trenggalek / Faiz Muzakki

 

ABSTRAK Muzakki, Faiz. 2015. Pengembangan Media PetaTimbulKenampakanAlam IPS bagisiswatunanetraKelas VI SDLB KemalaBhayangkariTrenggalek. Skripsi, JurusanPendidikanLuarBiasa, Program Studi S-I, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing : (I) Drs. Ir. EndroWahyuno, M.Si, (II) Drs. H. Ahmad Samawi, M. Hum. Kata Kunci :Pengembangan, Media PembelajaranPetaTimbul, IPS, Tunanetra. Media pembelajaranmutlakdiperlukandalamkegiatan proses pembelajaran, khususnyaAnakBerkebutuhanKhusus (ABK)tunanetra.Mengingatketerbatasan yang dimilikidalamhalpenglihatan yang berdampakpadamiskinnyapengetahuan yang dimilikianak, sehinggadalampenggunaan media petatimbul yang dimodifikasisedemikianrupauntukmembantu proses pembelajaran. Media pembelajaranpetatimbulmerupakan media yang dicetaktimbuldanditambahkandenganhurufbraileuntuknamadaerahdansemuaketerangan yang berada di dalampeta, supayamempermudahanakmemahamiisidaripeta. Hasilobservasi di SDLB KemalaBhayangkarididapatkanbahwapadapembelajaranmatapelajaran IPS, guru masihbelumada media yang sesuaidenganpembelajaran IPS khususnyapadapokokbahasankenampakanalam.Olehkarenaituperluadanyaupayauntukmenghasilkan mediapembelajaranpetatimbul. PenelitianinimenggunakanjenisResearch and Developmentdenganmengadaptasi model dariSugiyono yang telahdimodifikasimenjadi 8 langkahyaitu: (1) identifikasimasalah; (2) pengumpulan data; (3) desainproduk; (4) validasidesain; (5) revisidesain; (6) ujicobaproduk; (7) revisiproduk; (8) produkakhir. Penelitianinibertujuanuntukmengembangkanprodukberupa media petatimbulmatapelajaran IPS untukanaktunanetrakelas VI SDLB KemalaBhayangkarisertamengujikeefektifanpenggunaannya. Media petatimbul yang dikembangkanterdiriatasletakdataranrendah, datarantinggi, sungai, pegunungan, danlaut.Hasilvalidasiahlimateri, media, danpraktisimendapatkankriteriadenganskor 90%, 81%, dan 80%.Dengan 90% bisadinyatakansangatlayak, 81 % dinyatakansangatlayak, dan 80 % dinyatakansangatlayak. Hasilkeefektifan media berdasarkanhasilbelajarsiswamendapatkanskor 100% bisadinyatakansangatlayak.Dari hasilvalidasiketigaahlidanhasilbelajarsiswamenunjukkan media sangatlayakuntukdigunakan. Disarankan guru tetapmendampingidanmemberikanbimbingankepadasiswameskipunperan guru hanyasebagaifasilitator.Bagipenelitiselanjutnya, mengenaiujicoba media petatimbuldapatmengujikankekelompok yang lebihluasuntuklebihmengetahuikeefektifan media petatimbuldanuntuklebihmelengkapiisidaripeta.

Alat peringatan dini bahaya banjir berbasis arduino menggunakan SIM900 / Doni Abdul Mukti

 

ABSTRAK Abdul M, Doni. 2016. Alat Peringatan Dini Bahaya Banjir Berbasis Arduino Menggunakan SIM900. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci: Arduino, SIM900, Sensor ultrasonik. Banjir merupakan bencana alam yang sering menimpa daerah – daerah di Indonesia. Peringatan dini adanya bahaya banjir diperlukan bagi orang-orang penghuni bantaran sungai maupun daerah – daerah rawan banjir agar bisa cepat mengevakuasi barang – barang berharganya dan meminimalisir terjadinya korban jiwa. Untuk itu diperlukan alat yang dapat medeteksi ketinggian air dengan cepat dan memberikan informasi peringatan bahaya akan potensi terjadinya banjir. Alat Peringatan Dini Bahaya Banjir Berbasis Arduino Menggunakan SIM900 mengukur tinggi permukaan air melalui sensor ultrasonik. Sensor ultrasonik berfungsi sebagai penginput data ketinggian air. Lalu data mengenai tinggi air akan diproses oleh Arduino. Kemudian data yang telah diolah oleh Arduino akan ditampilkan LCD dan dikirim menuju handphone menggunakan SIM900. Cara kerja sensor ultrasonik meliputi : (1) Pemancar ultrasonik (Transmitter) memancarkan gelombang ultrasonik menuju permukaan air, (2) Penerima ultrasonik (Receiver) menerima pantulan gelombang ultrasonik, (3) Sensor ultrasonik akan mengkonversi waktu yang dibutuhkan dari pemancaran gelombang sampai penerimaan pantulan gelombang menjadi satuan jarak antara sensor terhadap permukaan air dan (4) Tinggi level air bisa diperoleh melalui rumus pada program Arduino. Sedangkan langkah menginformasikan data menggunakan SIM900 meliputi: (1) Data mengenai tinggi level air dari sensor ultrasonik diproses oleh Arduino, (2) Saat tinggi level air memenuhi batas status banjir yang ditetapkan berupa normal, waspada, awas, dan darurat maka Arduino memerintahkan SIM900 untuk mengirim sms, dan (3) Sms akan ditampilkan pada layar handphone. Evaluasi kinerja pembuatan Alat Peringatan Dini Bahaya Banjir Berbasis Arduino Menggunakan SIM900 dilakukan pada tiap titik yang telah ditentukan. Hasil pengujian trainer ini meliputi: (1) Pengujian Sensor ultrasonik dan LCD untuk mengukur dan menampilkan jarak benda, (2) Pengujian SIM900 untuk mengirimkan pesan, dan (3) Pengujian keseluruhan komponen untuk mengukur tinggi permukaan air dan mengirimkan sms. Seluruh hasil pengujian tersebut telah sesuai dengan rancangan yang telah ditentukan dan berfungsi dengan baik. Guna menunjang pengembangan dari Alat Peringatan Dini Bahaya Banjir Berbasis Arduino Menggunakan SIM900 bisa menggunakan panel surya sebagai supply utama untuk meningkatkan efisien dan juga realtime monitoring tanpa adanya gangguan mati listrik.

Studi perspektif efektivitas dan efisiensi sekolah dengan media rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) (studi kasus di SMU Negeri 1 Malang) / oleh Joko Dwi Fetrianto

 

Pengaruh model pembelajaran Think Talk Write (TTW) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada mata pelajaran geografi / Firda Nisa Izzanatul Hikmah

 

ABSTRAK Hikmah, Firda Nisa I. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Pada Mata Pelajaran Geografi. Skripsi. Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., (II) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si., M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW), Kemampuan Berpikir Kritis. Model pembelajaran Think Talk Write (TTW) diperkenalkan oleh Huinker dan Laughlin yang pada dasarnya model pembelajaran ini dibangun melalui 3 tahapan, yaitu berpikir, berbicara, dan menulis. Dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) siswa mampu mengkonstruksi pengetahuan, mengorganisasi ide, kemudian menguji ide, serta menuliskan hasilnya dalam bentuk tulisan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Talk Write (TTW) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Rancangan penelitian menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian dilakukan di kelas X IIS 1 berjumlah 27 siswa sebagai kelas kontrol dan X IIS 3 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 27 siswa SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung tahun ajaran 2015/2016 rata-rata nilai UAS hampir sama. Instrumen untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan tes essai sebanyak 6 soal. Teknik analisis data menggunakan gain score dan dianasis uji t (t-test) dengan bantuan SPSS for windows. Hasil penelitian menunjukkan gain score kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 24,14 untuk kelas eksperimen dan 16,37 untuk kelas kontrol. Hasil uji t menunjukkan uji t hitung untuk nilai berpikir kritis lebih kecil daripada 0,05 (p<0,05), yaitu 0,001. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian enam indikator berpikir kritis pada kelas eksperimen mengalami kenaikan. Peningkatan tersebut disebabkan siswa telah mampu mengkontruksi pengetahuannya sendiri yang mencakup indikator kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini disarankan sebagai suatu pembelajaran bagi guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi bencana alam.

Pengaruh jenis pendekatan pembelajaran dan tingkat kemampuan berpikir kreatif terhadap perolehan belajar IPS siswa kelas VI SD 17 Dauh Puri Denpasar / oleh I Wayan Sujana

 

Developing a test for measuring graduate students' reading comprehension in the English program at the graduate school of State University of Malang / by Bambang Eko Siagiyanto

 

Implementasi pendidikan life skill dengan metode Pray, Attitude, Knowledge, Skill, Action (PAKSA) di Transformer Center Batu / Pengky Dwi Fathullah Haludhi

 

ABSTRAK Haludhi, Pengky Dwi Fathullah. 2015. Implementasi Pendidikan Life Skill Dengan Metode Pray, Attitude, Knowledge, Skill, Action (PAKSA) di Transformer Center Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Djauzi Moedzakir, M.A, (II) Drs. H. Moh. Ishom Ihsan, M.Pd. Kata Kunci: life skill, metode PAKSA, Transformer Center Semangat jiwa entrepreneur para peserta didik dibentuk melalui program education land yang disebut Transformer Center. Transformer Center juga dijadikan sebagai laboratorium life skill bagi peserta didik SMA Selamat Pagi Indonesia. Dalam Transformer Center terdapat pendidikan life skill dengan metode PAKSA yang diterapkan untuk peserta didik di Transformer Center untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan. PAKSA diterapkan kepada peserta didik selama tinggal di lingkungan Transformer Center. Para Pembina akan membimbing peserta didik dalam mengasah kecakapan hidup di setiap devisi usaha yang ada di Transformer Center. Fokus penelitian yang diangkat dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan life skill dengan metode PAKSA di Transformer Center Batu dan hasil implementasi pendidikan life skill dengan metode PAKSA di Transformer Center Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif degan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Transformer Center yang bertempat di jalan Pandanrejo 1, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikkan kesimpulan. Pengecekkan keabsahan data dalam penelitian ini mengunakan teknik triangulasi sumber, teknik dan waktu. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 2 kesimpulan sebagai berikut, (1) pendidikan life skill dengan metode PAKSA yang diterapkan pada peserta didik di Transformer Center berjalan dengan baik dan menjadikan peserta didik yang professional di bidangnya. (2) Pendidikan Life skill dengan metode PAKSA yang diterapkan pada peserta didik Transformer Center tercakup dalam 4 kecakapan hidup yaitu kecakapan personal peserta didik mempunyai akhlak yang baik dan mampu memecahkan masalah pribadi yang dihadapi, kecakapan sosial peserta didik mampu berkomunikasi dengan baik saat berinteraksi dengan orang lain dan mempunyai jiwa sosial, kecakapan akademik peserta didik mampu berpikir logis dalam hal kognitif dan kecakapan vokasional peserta didik mempunyai kemampuan professional sesuai bidangnya di devisi usaha Transformer Center. Saran dalam penelitian ini adalah: (1) bagi Pendidikan Luar Sekolah sebagai tambahan bahan kajian pengembangan studi pendidikan life skill bagi mahasiswa pendidikan luar sekolah. (2) bagi Transformer Center mengembangkan metode PAKSA dalam pembelajaran nonformal lainnya. (3) bagi peneliti selanjutnya dapat dijadikan landasan untuk penelitian kuantitatif terhadap pendidikan life skill dengan fokus masalah yang berbeda.

Uji komposisi kompos sampah organik terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.) var Green wave / oleh Muhamad Ali Munir

 

Sampahm erupakanp ermasalahayna ngk lasik bagi masyarakapt erkotaan' Orng- sJ;*in meningkatnyjau mlah pendudukp erkotaant': 1I""11!,Y" peniasalahabna ruy aitum eningkatnyvao .lumeb uangans ampahs elaln l,.nirnUuttunb au yangt idak seJaps ampahjugam erupakars arangb erbagai penyakitP. adau mumnyas ampahd apatd ibedakanm enjadid uam acamy artu iampaho rganikd ana norganikS. ampaha norganikm erupakans ampahy angt idak Auputt. rA"-g.udassi,e dangkasna mpaho rganiks ampahy 1n-ed allt t:3tui ' Tanaian seladaa dalaht anamans ayurany angs udahb anyakd ikembangkan, disampinkga ndungagni zi yangt inggi,t anamanin i mudahp emeliharaannya, umumya-cukuppe naetd ann ilai ekonominyay angt inggi' Tujuand ari penelitiani ni adalahu ntuk mengetahupi engaruhk ornposisi komposia mpah organikt erhadapp ertumbuhatna namans eladaP. arameter pertumbuhayna ngd iamatia dalahju mlah daun,t inggi tanamanl,u asp ermukaan daun, berat basah dan berat kering. Jenisp enelitiany angd igunakabne rsifaet ksperimentdael ngan rancangaanc akk elompok( RAK),denga5n ulanganD. ilaksanakapna dal' rulan Septenibe2r0 01, dikebunB iologi,j urusanB iologiF MIPAU niversitaNs egeri MalangA. nalisisy angd igunakaand alaha navak lasifikastui nggadl alarrr rancungana cakk elompok,d ilanjutkanB NT 5%j ika F hitung> F tabel. Perlakuand alamp enelitiani ni adalahd enganp erbandingakno mposisi komposs ampahd ant anahd enganp rosentasinet ervaml ulai l07ns arnpa9i 0ol'. Perlakuadni mulaid engank ontrol3 kg tanahs, elanjutnyma enggunkamn cdia denganp erbandingaann tarak omposs ampaho rganikd enganta nah0: ,3:2,7, 0,6:2,40,, 9:2,11,2:11,,85.: 1,51,, 8:1"22,, 1:0,90, ,6"2,d4a n2 ,7:0,3. Hasilp enelitianin i menunjukkabna hwat idaka dap erbedaavna ngn yata komposiski omposs ampaho rganikt erhadapp ertumbuhatna namans elada ( Lactucas ativaL) varietasG reenw ave

Pengaruh pemberian tugas membuat rangkuman terhadap hasil belajar siswa kelas II pokok bahasan koloid SMUN 2 Probolinggo tahun ajaran 2000/2001 / oleh Imtikhanah

 

Pengajarakni mia di SMU yangb erdasarkapna dat eori behavioristiks elama ini belumm enunjukkanh asilb elajary angm aksimal,H al ini dapatd ilihat dari nilai rata-ratEa BTANAS dann ilai rata-ratak elasm atap elajarank imia yangm asihs angat rendahK. enytaanin i disebabkanka renap rosesp embelajranb erdasarkatne ori behavioristiku rangm emberik esempatakne padas iswau ntukt erlibats ecaraa ktif dlamp rosesp embelajaranD. ewasain i telahb erkembantge ori belajark onstruktivistik yangb anyakm emberik esempatakne padas iswau ntukt erlibats ecaraa ktif dalam prosesp embelajaranM. etodey angd igunakand alamt eori konstruktivistiks alah satunya dalahp emberiantu gasm embuart angkumanP. emberiantu gasm embuat rangkumand imaksudkanu ntuk mengaktifkans iswas ehinggad apatm eningkatkan pengetahuadna np emahamasni swad alamm atap elajarank imia khususnyap okok bahasakno loid. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahuai dat idakanyap erbedaan hasilb elajars iswaa ntaray angd iberikant ugasm embuart angkumand engany ang tidakd iberikant ugasm embuart angkuman. Penelitianin i termasukje nis penelitiane ksperimentaRl. ancangapne nelitian yangd igunakand alamp enelitianin i adlahp erbandingakne lompok.O pulasid alam penelitianin i adalahs eluruhs iswak elasI I tahuna jarat2000l2001S MLIN2 Probolinggoy angt erdiri dari 5 kelas.S ampedl iambil secarara ndomd uak elasd ari limak elas,s atus ebagaki elompokk ontrol dany angs atus ebagaki elompok eksperimenA. nalisish asilp enelitiany angd igunakana dalahu ii t duar ata-ratau ntuk mengetahuaid at idaknya pengaruhp emberiantu gasm embuart angkumante rhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwa:( 1) Ada perbedaahna silb elajara ntara siswa yangd iberi tugasm embuart angkumand engany angt idak diberi tugasmembuarat ngkuman( 2) Sisway angd iberi tugasr angkumanm enunjukkan hasilb elajary angl ebih baik daripadas isway angt idak diberi tugasm embuat rangkuman.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |