Penerapan model pembelajaran think pair share dan talking stick untuk meningkatkan hasil belajar siswa (Studi pada siswa kelas X APK SMK Muhammdiyah 2 Malang standar kompetensi mengelola data/informasi di tempat kerja) / Linda Hesti Sariningtyas

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Think Pair Share, Talking Stick, Hasil Belajar Berdasarkan data-data pada saat pra penelitian yang dilakukan di SMK Muhammdiyah 2 Malang diperoleh informasi bahwa pembelajaran pada standar kompetensi Mengelola data/informasi di tempat kerja masih jarang menggunakan model pembelajaran yang bervariasi. Guru mengawali pelajaran dengan menjelaskan materi, meminta siswa berdiskusi lalu siswa presentasi di depan kelas. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa yang masih belum maksimal. Untuk mengatasi masalah ini dapat digunakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, yang dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga pemahaman siswa mengenai materi dapat lebih maksimal. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick. Model pembelajaran ini akan membuat siswa lebih mengusai materi serta menghilangkan rasa bosan karena diselingi dengan permainan. Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dalam tiap siklus. Pada pertemuan pertama diterapkan tahap Think dan tahap Pair. Sedangkan pada pertemuan kedua diterapkan tahap Share dan dalam tahap ini diselingi dengan Talking Stick. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui penerapan pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick, 2) Untuk mengetahui tingkat hasil belajar siswa pada pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick, 3) Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick, 4) Untuk mengetahui solusi apa saja yang yang dapat digunakan untuk mencegah atau mengatasi faktor penghambat pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick, 5) Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) Wawancara, 2) Tes, 3) Observasi, 4) Catatan lapangan, 5) Angket, 6) Dokumentasi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMK Muhammadiyah 2 Malang dengan subjek penelitian kelas X APK yang berjumlah 39 siswa. Standar kompetensi yang digunakan adalah Mengelola data/informasi di tempat kerja. Untuk mengetahui hasil belajar siswa digunakan tes sebelum dan sesudah siswa menerima materi yaitu berupa pre test dan post test. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penerapan model pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick sudah berjalan dengan baik, 2) Rata-rata hasil belajar siswa pada pre test siklus I adalah 49,74 sedangkan nilai rata-rata hasil belajar post test siklus I adalah 91,16. Pada pre test siklus II ratarata hasil belajar siswa adalah 68,97 sedangkan pada post test siklus II rata-rata hasil belajar siswa adalah 91,41. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X APK SMK Muhammadiyah 2 Malang standar kompetensi Mengelola data/informasi di tempat kerja, 3) Model pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick mempunyai beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukungnya yaitu: adanya perlengkapan pembelajaran yang mudah dicari yaitu tongkat, penguasaan materi dan tahap-tahap model pembelajaran oleh guru yang bersangkutan serta kemamupuan guru dalam mengelola kelas. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu: masih belum tersedia buku-buku penunjang mengenai standar kompetensi Mengelola data/informasi di tempat kerja karena standar kompetensi ini merupakan standar kompetensi yang masih baru, jumlah siswa ganjil sehingga salah satu siswa tidak mendapat pasangan, 4) Solusi untuk mengatasi dan mencegah faktor penghambat yaitu: mengusulkan pada pihak sekolah agar melengkapi buku-buku penunjang khususnya pada standar kompetensi Mengelola data/informasi di tempat kerja. Sedangkan solusi untuk jumlah siswa yang ganjil adalah dengan meminta salah satu observer untuk menjadi pasangan siswa, 5) Berdasarkan hasil perolehan respon siswa dapat diketahui bahwa siswa merasa senang dengan adanya model pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang diberikan oleh peneliti adalah 1) Bagi sekolah diharapkan dapat mengusahakan adanya buku penunjang maupun modul khususnya bagi standar kompetensi Mengelola data/informasi di tempat kerja, 2) Bagi guru penerapan model pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick sangat cocok untuk dilaksanakan karena dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa, memupuk rasa saling membutuhkan dan belajar untuk saling menghargai pendapat orang lain, 3) Bagi peneliti berikutnya model pembelajaran ini sangat cocok diterapkan pada materi-materi yang bersifat teori serta diharapkan dapat mengembangkan penelitian berikutnya dengan baik.

Implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (Standar ISI, standar kompetensi lulusan, proses pembelajaran) di RSDBI Lawangan Daya II Pamekasan / Citra Fitri Kholidya

 

Kata Kunci : standar isi, kompetensi lulusan, proses pembelajaran Standar Isi merupakan ruang lingkup materi dan tingkat kompotensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran dan silabus yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan proses pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan bersama guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan dapat membangkitkan semangat peserta didik untuk belajar secara mandiri dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana implementasi kurikulum RSBI di SDN Lawangan Daya II Pamekasan khususnya dalam pelaksanaan SI, SKL dan proses pembelajaran sesuai dengan ciri tambahan yang merupakan karakteristik esensial Sekolah Dasar Bertaraf Internasional. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti merupakan instrumen kunci dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, peneliti menjadi partisipasi moderat dalam pelaksanaan pengumpulan data selama di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan mengoreksi kelengkapan data dari masing-masing instrumen yang telah dipersiapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SDN Lawangan Daya II merupakan sekolah yang telah menerapkan SI, SKL dan proses pembelajaran sesuai dengan BSNP , mengadaptasi kurikulum dari negara OECD selanjutnya disesuaikan dengan kondisi sekolah. Skala prioritas adalah pengembangan SDM yang ada, pengusaan Bahasa Inggris aktif, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Bahasa yang digunakan dengan bilingual. Ciri khas RSBI di SDN Lawangan Daya adalah dengan ada mata pelajaran Science and math yaitu mata pelajaran IPA dan Matematika dengan bilingual yaitu Bahasa Inggris kemudian jika menjadi kosakata baru guru menerjemahkan kedalam Bahasa Indonesia. Model pembelajaran dengan pembelajaran aktif, kreatif,efektif dan menyenangkan. Guru selalu berupaya menjadikan siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran. Guru dengan aktif menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi dengan siswa dan membiasakan siswa juga berbahasa Inggris aktif. Pembelajaran yang berlangsung di kelas dengan berbasis TIK agar pembelajaran lebih menarik perhatian siswa. Guru akan memberikan program remidi bagi siswa yang nilainya kurang dari KKM yang telah ditentukan. Pengembangan agar menjadi SBI terus dilakukan demi kualitas terbaik. Ciri SBI yang belum diterapkan adalah sistem administrasi berbasis TIK, SI idealnya standar dengan Sekolah Bertaraf Internasional, SKL bestandar internasional, proses pembelajaran menjadi tauladan serta menjalin sister school.

Pengembangan program latihan variasi serangan dalam permainan bolavoli di klub bolavoli RSSA kota Malang / Dodik Andi Wicaksono Setyawan

 

Key word: development, attack variation, Volleyball, Volleyball RSSA club Malang City. Base finding result via observation activity, kuesioner's interview and broadcast, found about problem which is attack variation in Volleyball's game at Volleyball RSSA's club subtracted Malang City relevant with game while at the site, so researcher wants to develop variation training model Volleyball's attack at Volleyball RSSA's club Malang City. To the effect that wants to be reached by this research is develop attack variation in Volleyball's game at Volleyball RSSA's club Malang City so athlete gets to do attack variation with every consideration and effective. Observational method that is utilized is modification developmental method from Borg and Gall. Procedure that is utilized in this development (1 ) analisis the need, (2 ) early product makingses, (3 ) product test-drivings, (4 ) first product revision, (5 ) field test-drivings, (6 ) final product revisions, and (7 ) developmental final products. Base pro evaluation result Volleyball is 83,70%, overall yielding data little agglomerate quiz is 97,54%, overall yielding data big agglomerate quiz is 97,74%. In develop research towards more, researcher has many tipses, as follows: (1 ) At The Moment group test-drivings, better is done on subjek that wider, or more a lot of, (2 ) observational activities can good do that at other team or even at Volleyball's club that have equality with subjek research, (3 ) Chooses subjek better more tend goes to teams that have minimal training schedules thrice one week. It gets bearing by program team training for that mengusai can developed product, (4 ) this developmental Result just until graded one product, came up product effectiveness zoom that developed, so advisable is drawned out on research hits developed product effectiveness.

Penyusunan modul pengajaran matematika kelas VII semester II tentang jajargenjang dan trapesium / Indra Kartikasari

 

Kata Kunci: Matematika, modul, jajargenjang dan trapesium. Seseorang yang belajar matematika tidak hanya memiliki pengetahuan matematika tetapi juga bermanfaat dalam memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi, dan alam. Pengadaan modul sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Alasannya siswa bisa belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing. Jadi pada akhirnya berbagai kemampuan yang berkumpul tidak merasa saling dirugikan antara yang satu dengan yang lainnya. Pada skripsi ini dibuat modu I dan modul II tentang Trapesium. Modul I dan modul II ini disusun dengan rincian sebagai berikut: petunjuk untuk guru, lembar kegiatan siswa, lembar kerja siswa, penyelesaian lembar kerja siswa, lembar tes, penyelesaian lembar tes. Dewan Penguji

Kompetensi lulusan jurusan pendidikan luar sekolah dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja / Kartika Eka Paksa Trisnaning Tyas

 

Kata Kunci: kompetensi, lulusan pendidikan luar sekolah, dunia kerja Penelitian ini bermaksud mendeskripsikan kompetensi yang dimiliki lulusan jurusan pendidikan luar sekolah, Kompetensi yang dibutuhan dalam dunia kerja dan penyerapan lulusan jurusan pendidikan luar sekolah dalam dunia kerja, Metode penelitian ini menggunakan deskriptif dengan analisis kuantitatif. Deskriptif karena penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan atau melukiskan tentang kompetensi lulusan pendidikan luar sekolah dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Dan kuantitatif karena bertujuan memperoleh dukungan berupa data kuantitatif di lapangan. Populasi semua lulusan jurusan pendidikan luar sekolah Universitas Negeri Malang angkatan 2001/2002 sampai dengan 2005/2006 adalah 110, diambil sampel sebesar 30% dengan teknik accidental sampling , teknik pengambilan sampel karena factor “kebetulan” Penelitian ini menggunakan instrumen angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Penyerapan lulusan jurusan pendidikan luar sekolah dalam dunia kerja mencapai upper level yaitu 100% (2) 49% dengan responden 16 orang menjadi pegawai dan karyawan, 30% lulusan atau 10 orang dari total responden bekerja sebagai pengelola program pada lembaga PLS, 15% lulusan dengan responden 5 orang bekerja sebagai guru dan dosen, dan sisanya (9%) atau 2 orang responden berwiraswasta.(3) Untuk mendapatkan pekerjaan, hampir seluruh lulusan membutuhkan waktu kurang dari satu tahun, (4) Meskipun bekal pengetahuan dan ketrampilan lulusan kurang mencukupi untuk bersaing dalam dunia kerja, namun hampi separuh lulusan menyatakan pekerjaan mereka sangat relevan dengan latar belakang pendidikan luar sekolah, Berdasarkan berbagai temuan dalam penelitian ini, disampaikan beberapa saran: (1) Kompetensi umum dalam dunia kerja perlu dipelajari lebih lanjut diluar perkuliahan, karena jurusan belum maksimal dalam membekali kompetensi umum dalam dunia kerja. Lulusan juga diharapkan mampu menjalin koneksi dengan pihak pengguna lulusan sehingga ketika lulus tidak bingung dalam mencari pekerjaan, (2) Jurusan perlu Jurusan perlu meningkatkan hubungan dengan pihak pengguna lulusan agar lulusan tidak sulit dalam mencari kerja terutama pada bidang yang relevan dengan PLS, (3) Hendaknya melakukan pengembangan terhadap hasil penelitian ini melalui metode dan fokus yang berbeda, sehingga dapat memberikan kontribusi dan masukan terhadap jurusan PLS dan pihak pengguna lulusan .

Pengaruh pertumbuhan ekonomi, inflansi, indeks pembangunan manusia dan pengangguran terhadap kemiskinan di Indonesia tahun 1980-2010 / Erfan Sugiarto

 

Kata kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, Indeks Pembangunan Manusia, Pengangguran dan Kemiskinan Kemiskinan merupakan fenomena sosial sejak zaman dahulu. Kemiskinan terjadi di banyak negara berkembang maupun negara maju. Berbagai aspek yang timbul akibat dari kemiskinan di kehidupan masyarakat adalah hal pendidikan, kesehatan, pangan, pekerjaan dan umumnya dalam hal kekayaan harta atau minimnya akan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah menurunkan tingkat kemiskinan yang merupakan salah satu penyakit dalam perekonomian suatu negara, sehingga harus disembuhkan atau paling tidak dikurangi, dan merupakan permasalahan kompleks yang perlu ditangani serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi inflasi, Indeks Pembangunan Manusia, dan pengangguran terhadap kemiskinan di Indonesia antara tahun 1980-2010. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kuantitatif menggunakan alat analisis SPSS dengan metode regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji t dan uji f. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, World Bank dan Human Development Report. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah variabel pertumbuhan ekonomi, inflasi, Indeks Pembangunan Manusia, dan Pengangguran secara simultan menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap variabel kemiskinan.Sedangkan variabel pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, dan Pengangguran secara parsial menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap variabel kemiskinan, dan variabel inflasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kemiskinan.

Improving students' readung comprehension ability through directed reading-thinking activity strategy at MTsN Mojokerto Kediri / Masduki

 

Thesis. Graduate Program in English Language Education, State University of Malang. Advisors: (1) Dr.Yazid Basthomi.MA., (II) Prof. Dr.Hj. Nur Mukminatien, M.Pd Key words: DRTA strategy, reading comprehension, narrative text. This study is designed to improve the students’ reading skill by using DR-TA strategy. The objective of the study is to improve the students’ reading ability through Directed Reading-Thinking Activity strategy at MTs Negeri Mojoroto Kediri. This strategy is nominated since it has been proven an effective strategy to help the students develop critical reading skill and encourage them to be active readers. The study is a collaborative classroom action research design in which the researcher and the collaborative teacher work together in conducting this study. The subjects of this study are 43 second year students of MTs Negeri Mojoroto of the 2010/2011 academic year. All students are taken as the subjects of the research. The researcher acts as the teacher while the English teacher becomes the researcher’s collaborator to observe the implementation of DR-TA strategy. This study was conducted in two cycles. Each cycle consists of two meetings following the procedures of an action research,namely planning of the action, implementation of the action, observation, and analysis and reflection. To collect the data, the researcher uses some instruments such as observation form, field notes, and students’ reading score. The finding shows that the appropriate procedures of implementing the DR-TA strategy in the teaching learning of reading skill of this study consists of the following procedures, in pre-reading step;(1) grouping the students (2) explaining the objective of the lesson, (3) leading the students to the topic by delivering some questions and showing a picture,(4) asking the students to predict the topic of the text from the picture and the title given, (5) intoducing new vocabulary items; in the guided silent reading (1) delivering open ended questions, (2) asking the students to make the predictiont of the topic of the text and write the prediction in the worksheet, (3) instructing the students to share with their pairs, (4) asking the students to read the text silently by answering the questions (5) asking the students to confirm whether their prediction need to be revised or not; in post reading step; (1) checking and Discussing their prediction to prove whether their predictions need to be revised or not. (2) asking to evaluate their predictions using information from the text to support their opinions (3) asking the students to do the task individually and discuss their answers, (4) guiding the students to find out the answers of the literal and inferential questions, (5) asking the students to find evidence to support their prediction. The finding of the research also shows that the implementation of DR-TA strategy in the teaching and learning reading skill is effective in improving the students’ reading skill. The improvement is indicated by the increase of the students’ score. In preliminary study, there were 11 students ( 25%) whose score reached the minimum score (KKM = 60 ), it could encrease to 27 students (62%) in cycle one, and improved to 38 students (88%) in cycle two. The findings of the study also described that this strategy improved the students’ involvement and participation from 57.03% in Cycle 1 to 85.% in Cycle 2.

Pengaruh kesulitan belajar penguasaan kompetensi terhadap prestasi belajar mata pelajaran akuntansi siswa kelas X SMK Muhammadiyah 05 Kepanjen tahun ajaran 2010/2011 / Intantia Pravidiana

 

Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Prestasi Belajar Akuntansi Rendahnya prestasi belajar akuntansi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kesulitan belajar yang terdiri dari faktor internal, faktor eksternal. faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam individu yang sedang belajar, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar individu yang sedang belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh kesulitan belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran akuntansi pada siswa jurusan akuntansi di SMK Muahammadiyah 05 Kepanjen. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 05 Kepanjen. Adapun subjek yang diteliti pada penelitian ini adalah siswa kelas X KU yang berjumlah 54 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara kesulitan belajar akuntansi (X) terhadap prestasi belajar akuntansi (Y). Hasil uji F menunjukkan signifikasi (probabilitas) yang menyertainya lebih kecil dari signifikasi alfa, maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kesulitan belajar akuntansi maka prestasi belajar akuntansi akan menurun. Hal ini berarti hipotesis awal diterima. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan ada pengaruh signifkan negatif kesulitan belajar terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas X SMK Muhammadiyah 05 Kepanjen. Saran yang diberikan dengan banyaknya faktor penyebab kesulitan belajar dalam belajar akuntansi, maka dibutuhkan kerjasama yang baik antara berbagai pihak diantaranya pihak sekolah dalam hal ini guru, orang tua, lingkungan masyarakat maupun siswa itu sendiri dalam mencapai tujuan pendidikan seperti yang diharapkan.

The analysis of english textbook "Modul bahasa Inggris X" published and used by public senior high school 2 Malang as a pre-international standard school / Andika Eki Pranata

 

Key words: Textbook, Aims and Approaches, Organization, Language Content and Skills, Topic, Methodology The study analyzes the textbook entitled “Modul Bahasa Inggris X” published and used by Public Senior High School 2 Malang to see whether the content of textbook meets the criteria of a good EFL textbook in terms of the aims and approaches, organization, language content, language skills, topics, and methodology. This study focuses on content analysis design that attempts to analyze the English textbook used by the tenth graders of Public Senior High School 2 Malang. The techniques to collect the data are scoring rubric, interview guide, and questionnaires. Based on the findings, firstly, in terms of aims and approaches, the textbook is categorized as good. Secondly, in terms of organization, the textbook is categorized as fair. Thirdly, in terms of language content, the textbook is categorized as fair. Fourthly, in terms of language skills, the textbook is categorized as good. Next, in terms of topic, the textbook is categorized as fair. Sixthly, in terms of methodology, the textbook is categorized as good. Based on the findings, the researcher suggests the textbook writer to improve the quality of the textbook by considering several aspects in the textbook. For the publishers, it is suggested they can maintain the quality of the textbook in terms of the content and layout of the textbook. The English teachers of the tenth graders can use the textbook by considering finding and providing another alternative material as complementary media to teach their students. For the other researchers who may conduct studies on the similar subject, this research can be used as one of references for the next researcher who wants to deal with the content analysis of a textbook.

Telaah penerapan pendekatan inkuiri pada RPP biologi SMA kelas X semester genap buatan mahasiswa PPL Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang / Amirul Hasan

 

Kata kunci: pendekatan inkuiri, RPP biologi, mahasiswa PPL PPL ialah matakuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa program studi pendidikan dengan sistem terjun langsung ke sekolah praktik sebagai wahana bagi perwujudan dan latihan mengajar nyata sebelum menjadi seorang tenaga pendidik sesungguhnya. Mahasiswa PPL merupakan penerus generasi pendidik yang harus dipersiapkan menjadi guru profesional. Mahasiswa tersebut harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam hal mengajar menggunakan berbagai macam model, pendekatan-pendekatan, strategi, metode, atau suatu teknik tertentu. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan ialah pendekatan inkuiri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengungkap penerapan pendekatan inkuiri pada RPP biologi SMA Kelas X Semester Genap TA 2010/2011 buatan mahasiswa PPL Jurusan Biologi FMIPA UM Tahun 2011 aspek tujuan pembelajaran, metode, dan kegiatan belajar pada lingkup materi KD 3.3 Kingdom Plantae dan KD 3.4 Kingdom Animalia. Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data utama menggunakan studi dokumentasi RPP. RPP yang terhimpun sebanyak 67 RPP dari 10 sekolah praktik. Data itu didukung oleh angket jejak pendapat dari mahasiswa PPL. Analisis data di dalam penelitian menggunakan analisis deskriptif terhadap seluruh data temuan. Data yang diambil dan yang disajikan di dalam penelitian ini ialah data yang sesuai fokus penelitian, yaitu penerapan pendekatan inkuiri pada RPP aspek tujuan pembelajaran, metode, dan kegiatan belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase penerapan pendekatan inkuiri aspek tujuan pembelajaran diperoleh sebesar 42,9%, aspek ini menyandang predikat “kurang”. Sementara persentase pada aspek metode diperoleh 67,1%, dan aspek kegiatan belajar sebesar 71,7%, dan kedua aspek RPP tersebut menyandang predikat “baik”. Hasil studi angket jejak pendapat pada mahasiswa PPL diperoleh beberapa argumen terkait dengan penerapan pendekatan inkuiri pada RPP, seperti: (1) tidak semua materi pelajaran bisa diajarkan menggunakan pendekatan inkuiri; (2) terbatasnya alokasi waktu untuk kegiatan belajar dan mengajar mata pelajaran biologi di SMA; (3) penerapan pendekatan inkuiri pada pembelajaran memerlukan waktu lama; (4) kurangnya motivasi belajar siswa sehingga perlu bimbingan guru. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada mahasiswa PPL yang akan mengajar biologi (IPA untuk SMP) sebaiknya menerapkan pendekatan inkuiri yang bisa dimulai dengan menyusun silabus dan RPP berbasis pendekatan inkuiri. Pendekatan inkuiri ini bisa melatih siswa untuk belajar secara mandiri dan membelajarkan berpikir dan bersikap ilmiah, dan bisa membuat siswa mengalami sendiri belajarnya. Siswa yang mengalami secara langsung proses belajarnya bisa memperpanjang ingatan, membuat belajarnya bermakna, dan dapat meningkatkan potensi intelektual.

Pengaruh metode problem based learning (PBL) dengan Weblog sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IS SMA Negeri 7 Malang / Hutami Silvia Sahara

 

Kata kunci: Problem Based Learning dengan Weblog, Hasil Belajar Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dapat berdampak positif terhadap hasil belajar akuntansi siswa. Penerapan pembelajaran yang mengaktifkan siswa dalam belajar dapat dilakukan dengan penerapan problem based learning dengan weblog. Melalui metode ini siswa dihadapkan oleh suatu permasalahan (berupa tugas yang diberikan) yang dipadukan dengan penggunaan weblog untuk penyelesaiannya. Metode ini dapat mendorong siswa untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap permasalahan yang diberikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dicobakan metode problem based learning dengan weblog pada siswa kelas XI IS SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar akuntansi siswa yang diajar melalui problem based learning dengan weblog lebih baik dari hasil belajar siswa yang hanya melalui metode problem based learning. Pembahasan materi pada penelitian ini dibatasi pada laporan keuangan perusahaan jasa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dikembangkan dengan pretest-posttest control group design. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IS 4 SMA Negeri 7 Malang yang berjumlah 35 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IS 1 SMA Negeri 7 Malang yang berjumlah 35 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif. Penelitian ini terdiri dari tiga data, yaitu data kemampuan awal siswa, data kemampuan akhir siswa dan data hasil belajar Akuntansi. Data hasil belajar siswa diperoleh dari selisih antara nilai post tes dan pre test (gainscore). Gainscore tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol, yakni kelas eksperimen 18,86 Sedangkan kelas kontrol 11,29 dan berdasarkan analisis uji t diperoleh signifikansi (0,03) < (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima yang berarti ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar melalui metode problem based learning dengan weblog. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang diajar melalui problem based learning dengan weblog (kelas eksperimen) memiliki hasil belajar yang lebih baik dari siswa yang diajar hanya melalui metode problem based learning (kelas kontrol). Berdasarkan penelitian ini disarankan bagi guru akuntansi menggunakan metode problem based learning dengan weblog sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menambah variasi pembelajaran pada kompetensi dasar menyusun laporan keuangan.

Pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir (PEMP) bagi nelayan pantai Prigi Trenggalek / Nevi Nur Laili

 

Pengaruh pembelajaran kooperatif tipe send-a-problem terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI SMK Negeri I Boyolangu Tulungagung / Endah Wahyuningsih

 

Kata kunci : pembelajaran kooperatif tipe Send-A-Problem, hasil belajar Metode pembelajaran memiliki peranan yang penting dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang selama ini digunakan adalah metode pembelajaran konvensional, dimana metode ini masih kurang mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu metode pembelajaran yang berorientasi pada siswa adalah metode pembelajaran kooperatif tipe Send-A-Problem yang mana metode ini mampu mengaktifkan siswa selama proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran kooperatif tipe Send-A-Problem terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri I Boyolangu Tulungagung tahun ajaran 2010/2011. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Akt 1 sebagai kelas kontrol dan XI Akt 2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah tes yang berbentuk multiple choice. Hasil dari analisis validitas dengan rtabel 0,361 diperoleh 25 butir soal dikatakan valid, sehingga semua butir soal dikatakan valid. Data juga reliabel karena nilai Alpha Cronbach's sebesar 0,865 dan lebih besar dari 0,60. Dari hasil uji-t diketahui kemampuan awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah sama dengan 70.595 untuk kelompok eksperimen dan 72.541 untuk kelompok kontrol. Nilai thitung = - 1,063 < ttabel = 1,993 dan nilai probabilitas (Sig) = 0,113 > 0,050. Setelah perlakuan/treatment diberikan terlihat bahwa rata-rata kemampuan akhir kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada kelompok kontrol dengan 87.027 untuk kelompok eksperimen dan 80.757 untuk kelompok kontrol. Nilai thitung = 4,124 > ttabel = 1,993 dan nilai probabilitas (Sig) = 0,000 < 0,050. Nilai rata-rata gain score kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada kelompok kontrol yaitu 16.432 untuk kelompok eksperimen dan 6,162 untuk kelompok kontrol. Nilai thitung = 11,140 > ttabel = 1,993 dan nilai probabilitas (Sig) = 0,000 < 0,050 yang berarti ada perbedaan hasil belajar antara pembelajaran kooperatif tipe Send-A-Problem dengan pembelajaran konvensional. Saran yang diajukan adalah: (1) bagi guru bidang studi akuntansi diharapkan dapat menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Send-A-Problem sebagai alternatif pilihan pembelajaran dikelas, (2) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan populasi, sampel penelitian dan pokok bahasan yang lebih luas agar mendapatkan data yang lebih baik, (3) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan soal pre-test dan post-test yang berbeda tetapi dengan tingkat kesukaran yang sama.

Analisis kesalahan dan perbaikan penyajian objek matematika pada buku teks matematika SMA kelas XI program ilmu pengetahuan alam / Ahmad Lutfi

 

Kata kunci: kesalahan penyajian objek matematika, buku teks matematika. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan pembelajaran matematika di sekolah adalah kualitas buku teks matematika yang digunakan. Berdasarkan pengalaman dan beberapa penelitian yang telah dilakukan ditemukan banyak kesalahan pada penyajian objek matematika pada buku teks diantaranya isi yang kurang lengkap, urutan materi yang tidak s esuai dengan kurikulum, dan penggunaan konsep yang tidak konsisten. Pada penelitian ini, penulis mengkaji 3 buku teks matematika SMA kelas XI Program Ilmu Pengetahuan Alam, yaitu: PPS, YWL, dan ERN. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian penyajian materi pada buku teks dengan kurikulum, dan juga mendeskripsikan kesalahan dan perbaikan penyajian objek matematika pada buku teks matematika yang dijadikan sebagai objek kajian. Kesalahan penyajian objek matematika dalam hal ini adalah ketidaktepatan dalam menyajikan objek matematika (fakta, konsep, prinsip, dan keterampilan). Kegiatan utama penelitian ini adalah mengkaji dan menganalisis isi buku teks. Analisis isi adalah suatu cara untuk memeriksa isi dokumen secara objektif dan sistematis. Dari pengkajian yang dilakukan, didapatkan bahwa penyajian materi pada buku PPS dan ERN sudah sesuai dengan kurikulum, yaitu dengan persentase kesesuaian untuk buku PPS 89% dan buku ERN 78%. Sedangkan buku YWL kurang sesuai, yaitu dengan persentase 63%. Untuk kesalahan penyajian objek matematika pada masing-masing buku teks, yaitu dengan rincian: (1) kesalahan penyajian fakta ditemukan pada buku PPS sebanyak 6 data, pada buku ERN sebanyak 4 data, pada buku YWL sebanyak 17 data, (2) kesalahan penyajian konsep ditemukan pada buku PPS sebanyak 17 data, pada buku ERN sebanyak 25 data, pada buku YWL sebanyak 7 data, (3) kesalahan penyajian prinsip ditemukan pada buku PPS sebanyak 4 data, pada buku ERN sebanyak 4 data, pada buku YWL sebanyak 2 data, dan (4) kesalahan penyajian keterampilan ditemukan pada buku PPS sebanyak 9 data, pada buku YWL sebanyak 9 data. Berdasarkan hasil pengkajian ini, ditemukan kesalahan objek matematika pada buku teks matematika SMA kelas XI Program Ilmu Pengetahuan Alam. Saran-saran yang dapat diberikan, yaitu: (a) guru sebaiknya mempelajari tentang kebenaran objek matematika yang disajikan pada buku teks yang akan digunakan, dan (b) untuk peneliti selanjutnya, pengkajian terhadap buku teks matematika SMA perlu dikembangkan dalam rangka mengkaji aspek matematika yang lain.

Penerapan pembelajaran tematik untuk meningkatkan hasil belajar pengukuran berat siswa kelas III SDN Gondowangi 01 Kecamatan Wagir / Endang Rusnanik

 

Kata kunci: model pembelajaran tematik, hasil belajar, pengukuran berat, pembelajaran SD Hasil observasi terhadap siswa kelas III di SDN Gondowangi 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang siswa kurang mampu memahami pengukuran berat yang disampaikan. Siswa merasa kesulitan dalam mengidentifikasi satuan berat serta penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.. Hal ini dikarenakan dalam proses pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan fakta tersebut peneliti mengadakan penelitian dengan tujuan: mendeskripsikan langkah-langkah penerapan pembelajaran tematik, mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa dan mendiskripsikan peningkatan pemahaman pengukuran berat siswa kelas III melalui pembelajaran tematik pada mata pelajaran Matematika di SDN Gondowangi 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) model kolaboratif, yaitu kerjasama antara peneliti dengan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran tematik yang dikolaborasikan dengan metode pembelajaran diskusi kelompok mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SDN SDN Gondowangi 01 Wagir Kabupaten Malang. Peningkatan rata-rata aktivitas belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 13,3%, peningkatan prosentase ketuntasan belajar kelas yang menunjukkan tingkat pemahaman siswa terhadap teks cerita anak dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 31%. Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran tematik dapat meningkatkan aktivitas, dan hasil belajar siswa kelas III di SDN Gondowangi 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Saran kepada guru-guru hendaknya memilih model pembelajaran yang sesuai dan efektif dalam penyampaian materi pelajaran Matematika. Guru dapat menerapkan dan mengembangkan model pembelajaran kooperatif pada pembelajaran Matematika ke dalam kompetensi atau tema-tema yang sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan sekolah masing-masing karena terbukti dengan menerapkan model pembelajaran tematik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran.

Persepsi siswa trhadap kualitas pendidikan mata diklat produktif pada kelas X di SMK Negeri Winongan Pasuruan / Irchanuddin Radinal Mochtar

 

Kata Kunci: kualitas Layanan Pendidikan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa tentang kualitas layanan pendidikan yang meliputi (1) layanan kegiatan belajar mengajar, (2) layanan sarana dan prasarana, (3) layanan bimbingan konseling dan (4) lingkungan sekolah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 99 siswa. Sampel yang diambil yaitu keseluruhan dari jumlah populasi, sehingga teknik pengambilan sampel juga menggunakan total sampling. Pengambilan data dilakukan di SMK Negeri Winongan. Instrumen yang digunakan untuk proses pengumpulan data adalah angket layanan kegiatan belajar mengajar, angket layanan sarana dan prasarana, angket layanan bimbingan konseling dan angket lingkungan sekolah. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mempersepsikan kualitas layanan kegiatan belajar mengajar kurang baik dengan persentase 40,4%, sebagian besar siswa mempersepsikan kualitas layanan sarana dan prasarana kurang baik dengan persentase 46,5%, sebagian besar siswa mempersepsikan kualitas layanan bimbingan konseling baik dengan persentase 59,6% dan sebagian besar siswa mempersepsikan lingkungan sekolah kurang baik dengan persentase 72,3%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semua layanan dalam belajar mengajar dipersepsikan kurang baik. Hal ini dikarenakan metode, media dan sumber belajar serta strategi yang digunakan oleh guru kurang mempermudah siswa dalam memahami materi yang disampaikan dan juga guru dalam memberikan penguatan perlu untuk meyakinkan siswa terhadap suatu teori dengan memberikan penghargaan secara lisan maupun tertulis. Fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki kurang lengkap dan tidak memadai serta pengelolaan yang kurang optimal. Layanan bimbingan konseling terhadap siswa yang berkualitas dapat memotivasi siswa dan siswa memiliki akhlak yang mulia terhadap masyarakat sekitar. Lingkungan yang kurang baik yang membuat siswa tidak nyaman dan aman dalam belajar serta tujuan yang telah direncanakan dapat jadi kendala oleh siswa. Selanjutnya dapat disarankan bagi: 1) pihak sekolah untuk Untuk memadai, mempertahankan, menjaga, dan merawat sarana dan prasarana sekolah yang sudah ada untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar. 2) Guru dalam proses penelitian ini diketahui belum memenuhi dengan keinginan siswa, maka disarankan untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang telah ada. 3) Lebih berani untuk mengeluarkan pendapat apabila kualitas layanan pendidikan di sekolah tidak sesuai dengan harapan/kebutuhan siswa dan ikut serta menjaga kualitas layanan di sekolah dengan sebaik-baiknya. 4) Bagi para peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian serupa, disarankan agar melibatkan variabel-variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini untuk lebih menyempurnakan temuan-temuan dalam penelitian ini. Selanjutnya penelitian ini dapat dikembangkan dengan memperluas populasi atau memperluas objek penelitiannya.

Pengaruh ukuran perusahaan, kondisi keuangan perusahaan, dan opini audit tahun sebelumnya terhadap pemberian opini audit going concern (Studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008/2010) / Rina Nalurita

 

Kata Kunci: Opini Audit Going Concern, Ukuran Perusahaan, Kondisi Keuangan Perusahaan, Opini Audit Tahun Sebelumnya, Regresi Logistik. Laporan keuangan yang merupakan tanggung jawab manajemen perlu diaudit oleh KAP yang merupakan pihak ketigayang independen. Oleh karena itu, memerlukan jasa auditor untuk memeriksa dan mengevaluasi lapran keuangan yang telah dibuat agar dapat dipertanggungjawabkan baik kepada pihak intern maupun ekstern. Auditor memiliki tugas untuk memberikan opini atas laporan keuangan tersebut yaitu mengenai kewajaran penyajiannya serta pertimbangan atas kelangsungan hidup (going concern) suatu perusahaan. Opini audit going concern merupakan opini audit modifikasi yang dalam pertimbangan auditor terdapat ketidakmampuan atau ketidakpastian signifikan atas kelangsungan hidup perusahaan dalam menjalankan operasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh ukuran perusahaan, kondisi keuangan perusahaan, dan opini audit tahun sebelumnya terhadap pemberian opini audit. Pemilihan sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling dan diperoleh 38 perusahaan manufaktur periode 2008-2010 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pada penelitian ini ukuran perusahaan diproksikan dengan natural logaritma total aktiva, kondisi keuangan perusahaan diproksikan dengan The Altman Model, dan opini audit tahun sebelumnya diproksikan dengan opini audit yang diterima perusahaan pada tahun sebelumya yaitu going concern audit opinion (GCAO) dan non going concern audit opinion (NGCAO). Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi logistik (logistic regresion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan yang diproksikan dengan The Altman Model dan opini audit tahun sebelumnya berpengaruh terhadap pemberian opini audit going concern. Namun penelitian ini tidak dapat membuktikan pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap pemberian opini audit going concern. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi investor dan calon investor ketika akan melakukan investasi pada suatu perusahaan. Bagi penelitian selanjutnya dapat menambah variabel lain seperti kualitas auditor, debt default, menggunakan perusahaan pada berbagai sektor industri sehingga bisa melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemberian opini audit going concern.

Penerapan pembelajaran dengan pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) dengan metode kooperatif model think pair share (TPS) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa SMA Negeri 2 Blitar / Fitria Ratnasari

 

Kata kunci: pola PBMP, metode kooperatif model TPS, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar Biologi Berdasarkan hasil observasi di SMA Negeri 2 Blitar yaitu di kelas X-3 pada tanggal 10 November 2010 dan di kelas X-8 pada tanggal 12 Februari 2011 , dapat diketahui bahwa siswa kurang menyukai pelajaran Biologi. Sebanyak 80% siswa menganggap materi Biologi adalah materi hapalan dan hanya 35% siswa yang aktif pada kegiatan pembelajaran, sehingga mengakibatkan sebanyak 100% siswa tidak lulus SKM pada KD 3 dan KD 4, 55% siswa pada KD 2, dan 72% siswa pada KD 1. Metode pembelajaran yang sering digunakan adalah metode ceramah, mengerjakan LKS, dan metode tanya-jawab. Hal ini menyebabkan siswa belum mampu membangun pemahaman mengenai suatu konsep, sehingga ke-terampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa rendah. Berdasarkan kondisi ter-sebut dilakukan penelitian dengan tujuan untuk (1) meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA Negeri 2 Blitar melalui penerapan pembelajaran pola PBMP dengan metode kooperatif model TPS. (2) meningkatkan hasil belajar Biologi siswa SMA Negeri 2 Blitar melalui penerapan pembelajaran pola PBMP dengan metode kooperatif model TPS. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Prosedur penelitian meliputi kegiatan pra penenelitian dan pelaksanaan penelitian. Pada kegiatan pra penelitian dilakukan observasi kegiatan pembelajaran dan pada pelaksanaan penelitian dilakukan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) keterampilan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke II. Secara berturut-turut taraf ke-berhasilan tindakan klasikal siklus I dan II adalah 25,00% dan 81,25%, 2) hasil belajar kognitif siswa yang diukur dengan persentase ketuntasan belajar klasikal mengalami peningkatan dari siklus I ke II. Secara berturut-turut persentase ke-tuntasan belajar klasikal siklus I dan II adalah 43,75% dan 84,37%. 3) hasil belajar ranah afektif siswa yang diukur dengan rata-rata nilai mengalami pe-ningkatan dari siklus I ke II. Secara berturut-turut rata-rata nilai siklus I dan II adalah 77,62 dan 80,80. 4) hasil belajar ranah psikomotor yang diukur dengan taraf keberhasilan tindakan klasikal mengalami peningkatan. Secara berturut-turut taraf keberhasilan tindakan klasikal siklus I dan II adalah 34,37% dan 87,50%. Pada pelaksanaan pembelajaran, guru harus dapat mengelola kelas dan waktu secara maksimal sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

Pengaruh harga minyak dunia, nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga SBI terhadap Jakarta Islamic Index (JII) / Titik Indriasari

 

Pengaruh atmosfir toko (Sture Atmosphere) terhadap pembelian ulang (Repeat purchase) (Studi pada konsumen Matahari Departement Store MATOS) / Agus Nuruz Zaman

 

Kata kunci : Atmosfir toko, keputusan pembelian ulang Perkembangan usaha eceran saat ini berkembang dengan pesat, hal ini menyebabkan persaingan yang semakin kompetitif, khususnya bisnis retail yang bergerak dibidang fashion. Hal ini dikarenakan semakin banyak jenis bisnis yang bergerak di bidang yang sama, misalnya butik, distro dan factory outlet di kota Malang misalnya terdapat puluhan bahkan ratusan bisnis yang bergerak di bidang fashion diantaranya yang cukup familiar di telinga kita adalah : Trenz, insipird, Bandung sport, no way out, revolver, Ramayana Department Store, Matahari Department Store dan lain-lain. Untuk dapat menarik konsumen agar melakukan pembelian ulang, salah satunya dapat dilakukan dengan kreatifitas penciptaan suasana (Atmosphere) yang menyenangkan dan menarik di dalam toko. Berdasarkan penjelasan tersebut maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Atmosfir Toko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran keadaan atmosfir toko store atmosphere terhadap pembelian ulang; (2) Pengaruh faktor desain terhadap pembelian ulang; (3) Pengaruh faktor sosial terhadap pembelian ulang; (4) Pengaruh faktor ambien terhadap pembelian ulang; (5) Pengaruh atmosfir toko secara simultan terhadap pembelian ulang; (6) Atmosfir toko manakah yang memiliki kontribusi paling tinggi dalam mempengaruhi pembelian ulang konsumen. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Accidental Sampling yaitu menentukan sampel berdasarkan kebetulan, dimana jumlah sampel yang diambil sebanyak 73 orang konsumen dengan menggunakan rumus Daniel & Terrel. Skala yang digunakan adalah Skala Likert dengan 5 (lima) opsi pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan bantuan SPSS 16.00 Version. Hasil penelitian ini adalah: (1) 44 responden (60,27%) menyatakan setuju bahwa faktor desain mempengaruhi keputusan pembelian ulang konsumen; (2) 36 responden (49,32%) menyatakan setuju bahwa faktor sosial mempengaruhi keputusan pembelian ulang konsumen; (3) 42 responden (57,53%) menyatakan setuju bahwa faktor ambien mempengaruhi keputusan pembelian ulang konsumen. Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa variabel Amosfir Toko (X) yakni Faktor Desain (X1) dan Faktor Sosial (X2) secara parsial tidak mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian ulang. Sedangkan Faktor Ambien (X3) mempunyai pengaruh positif yang signifikan. Adanya pengaruh tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi dari uji t dari masing-masing variabel

Hubungan keadaan sosial ekonomi orang tua dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi (Studi kasus pada siswa kelas IX SMP Negeri 4 Malang) / Agus Nuruz Zaman

 

Kata kunci : Keadaan sosial ekonomi orang tua, lingkungan belajar, prestasi belajar Ilmu pengetahuan dan teknologi pada jaman sekarang ini semakin maju, oleh karena itu pendidikan di Indonesia harus dituntut lebih maju agar penerus bangsa tidak tertinggal jauh dengan Negara lain. Dalam menghadapi masalah tersebut langkah yang harus dicermati adalah perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), karena SDM yang berkualitas dan mempunyai ketrampilan sangat dibutuhkan di era globalisasi. Oleh sebab itu, pembangunan di Indonesia ini terutama untuk meningkatkan SDM yang bermutu dan berkualitas yang berperan penting adalah pendidikan. Dalam peningkatan kualitas pendidikan juga merujuk pada peningkatan proses belajar mengajar, diharapkan siswa dapat mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi materi pelajaran yang akan disampaikan oleh guru. Selain proses belajar terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar, diantaranya adalah keadaan sosial ekonomi orang tua dan lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran keadaan sosial ekonomi orang tua siswa kelas IX (2) gambaran lingkungan belajar siswa kelas IX (3) Bagaimana gambaran prestasi belajar siswa kelas IX (4) Apakah terdapat hubungan antara keadaan sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas IX (5) Apakah terdapat hubungan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas IX. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Proportional Random Sampling yaitu menentukan sampel secara acak dan dengan jumlah proporsi yang tepat, dimana jumlah sampel yang diambil sebanyak 70 orang konsumen dengan menggunakan teori Arikunto yakni mengambil sampel sebanyak 25% dari populasi. Skala yang digunakan. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan bantuan SPSS 16.00 Version. Hasil penelitian ini adalah: (1) sebanyak 57 responden atau sebesar 81,43% memiliki orang tua dengan keadaan sosial ekonomi pada kategori sedang; (2) sebanyak 39 responden atau sebesar 55,71% memiliki lingkungan belajar pada kategori tinggi; (3) sebanyak 35 responden atau sebesar 50% memiliki prestasi belajar pada kategori sedang; (4) terdapat hubungan antara keadaan sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar; (5) terdapat hubungan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar. Berdasarkan hasil chi square dapat diketahui bahwa variabel keadaan sosial ekonomi orang tua (X1) dan variabel lingkungan belajar (X2) memiliki hubungan dengan prestasi belajar. Adanya hubungan tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi chi square dari dari masing-masing variabel < 9,69. Dimana nilai tersebut berturut-turut sebagai berikut: untuk Faktor keadaan sosial ekonomi orang tua (X1) mempunyai nilai chi square 2,007, nilai tersebut jika dibandingkan Chi Square tabel hasilnya adalah lebih kecil (2,007<9,49). Sedangkan untuk faktor lingkungan belajar (X2) mempunyai nilai chi square 5,6, nilai tersebut jika dibandingkan Chi Square tabel hasilnya adalah lebih kecil (5,6<9,49). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Keadaan sosial ekonomi orang tua sosial siswa kelas IX SMP Negeri 4 Malang sebagian besar adalah pada kategori sedang yang ditunjukkan dengan prosentase sebesar 81,43%; (2) Kondisi lingkungan belajar siswa kelas IX SMP Negeri 4 Malang sebagian besar adalah pada kategori tinggi yang ditunjukkan prosentase dengan prosentase sebesar 55,71%; (3) Kondisi prestasi belajar siswa IX SMP Negeri 4 Malang sebagian besar adalah pada kategori sedang yang ditunjukkan dengan prosentase sebesar 50%; (4) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keadaan sosial ekonomi orang tua siswa kelas IX SMP Negeri 4 Malang dengan prestasi belajar; (5) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar siswa kelas IX SMP Negeri 4 Malang dengan prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada SMP Negeri 4 Malang: (1) agar selalu meningkatkan sarana dan prasarana yang baik, penggunaan metode pembelajaran yang inovatif serta selalu menjaga baik hubungan dangan siswa. Hal ini terkait dengan pemenuhan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa untuk belajar di lingkup sekolah; (2) Kepada guru hendaknya terus memotivasi siswa yang minder dalam pergaulan dan belajar karena memiliki keadaan sosial ekonomi orang tua yang rendah, sehingga siswa terus berprestasi; (3) Diharapkan kepada orang tua siswa untuk terus memberi motivasi dan mendampingi anak pada saat belajar agar anak tetap dapat berprestasi meskipun misalnya berada dalam kondisi ekonomi yang kurang untuk mencukupi pemenuhan fasilitas belajar; (4) bagi peneliti selanjutnya agar memperluas kajian/indikator penelitian pada variabel keadaan sosial ekonomi, karena banyak faktor lain diluar penelitian ini yang dapat mempengaruhi prestasi belajar, misalnya jumlah tanggungan orang tua, dan pendidikan non formal yang diperoleh orang tua.

Menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linier dan kuadrat / Fransina Januhubun

 

Kata kunci : Selesaian, persamaan dan pertidaksamaan linier dan kuadrat Menyelesaikan persamaan linier, persamaan kuadrat, pertidaksamaan linier dan pertidaksamaan kuadrat merupakan pokok bahasan yang penting dalam pelajaran matematika SMU Kelas I. Penulisan ini bertujuan untuk membahas tentang menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linier dan kuadrat yang nantinya akan menambah bekal untuk terjun dalam dunia pendidikan. Menentukan selesaian dari sistem persamaan linier dapat dilakukan dengan menggunakan metode eliminasi, metode substitusi dan metode grafik sedangkan menentukan selesaian dari persamaan kuadrat dilakukan dengan cara memfaktorkan, melengkapkan kuadrat dan menggunakan rumus kuadratik. Disamping itu, untuk menentukan selesaian dari pertidaksamaan linier digunakan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, menambahkan atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan positif yang sama. Dan kedua, mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan negatif yang sama maka tanda berubah. Sedangkan untuk menentukan selesaian dari pertidaksamaan kuadrat digunakan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, mengubah pertidaksamaan kuadrat menjadi persamaan kuadrat dan dijadikan ruas kanan sama dengan nol. Kedua, menentukan akar-akar dari pertidaksamaan. kuadrat. Ketiga, menentukan nilai-nilai pembuat nol dari akar-akar pertidaksamaan kuadrat, Keempat, menggambarkan nilai-nilai pembuat nol pada diagram garis bilangan. Kelima, menentukan tanda di daerah sekitar pembuat nol yaitu + atau -. Dan keenam, menentukan himpunan penyelesaian dari tanda pada diagram garis bilangan tersebut dan dinyatakan dalam bentuk interval. Dengan mendapatkan selesaian dari persamaan dan pertidaksamaan linier dan kuadrat maka harus diperlukan bentuk umum dan langkah-langkah untuk menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linier dan kuadrat tersebut.

Stres kerja sebagai pemediasi pengaruh karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja (Studi pada PT. BPR Bina Reksa Karyaartha Pare) / Lisa Kristiani

 

Kata kunci: Karakteristik Pekerjaan, Stres Kerja, Kepuasan Kerja Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam organisasi yang keberadaannya dapat menentukan sukses atau tidaknya organisasi dengan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk menunjang keberhasilan suatu organisasi maka kepuasan kerja dari karyawan harus terpenuhi dengan baik. Selain kepuasan kerja karyawan variabel karakteristik pekerjaan juga merupakan faktor yang paling berpengaruh bagi banyak organisasi karena variabel ini selain berpengaruh terhadap stres kerja tetapi juga pada kepuasan kerja. Semakin baik karakteristik pekerjaan yang ada pada pekerjaan dapat membantu meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini dilakukan pada PT. BPR Bina Reksa Karyaartha Pare, dengan jumlah populasi sebanyak 67 karyawan dengan sample sebanyak 61 karyawan dan pengambilan sample sampel berupa Proportionate Random Sampling. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan suatu bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Variabel dalam penelitian ini, terdiri dari variabel bebas (X)Karakteristik Pekerjaan, variabel moderator (Z) Stres Kerja, dan variabel terikat (Y) Kepuasan Kerja. Data diperoleh dengan menggunakan beberapa cara, antara lain: angket, wawancara, dan observasi. Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa: (1) terdapat pengaruh signifikan, langsung dan negatif karakteristik pekerjaan terhadap stres kerja, (2) terdapat pengaruh signifikan dan langsung karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja, (3) terdapat pengaruh signifikan, langsung dan negatif stres kerja terhadap kepuasan kerja. Saran yang bisa diberikan hendaknya digunakan sebagai alternatif bagi pihak manajemen PT. BPR Bina Reksa Karyaartha Pare untuk memperhatikan bagaimana karakeristik pekerjaan yang tinggi tidak membuat karyawan mengalami stres kerja tetapi tetap bisa meningkatkan kepuasan kerja karyawannya.

Perbaikan pembelajaran teknik dasar passing dada (Chest pass) bola basket, menggunakan part-whole methods untuk siswa kelas VII A, SMP Negeri 1 Pamekasan / Faizal Januariansyah

 

Kata kunci: perbaikan pembelajaran passing dada bolabasket Salah satu ruang lingkup mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan untuk jenjang SMP / MTs adalah permainan dan olahraga yang meliputi: olahraga tradisional, permainan, eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor, manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bolabasket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya (BSNP, 2006:513). Bolabasket merupakan salah satu ruang lingkup permainan dan olahraga yang diajarkan pada mata pelajaran pendidikan jasmani kelas VII semester gasal dengan standar kompetensi mempraktikkan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, dengan kompetensi dasar mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar lanjutan dengan koordinasi yang baik, serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi tempat dan peralatan. untuk jenjang SMP (BSNP, 2006:513-515), Teknik dasar chest pass (passing dada) adalah sub materi pokok dari cabang olahraga bolabasket yang diajarkan pada kelas VII A SMP Negeri 1 Pamekasan semester gasal. Part-whole Methods merupakan metode yang dikembangkan Pendekatan Motor Learning. “Part-whole (bagian-keseluruhan) akan sesuai untuk pembelajaran teknik dasar, yaitu dari bagian-bagian teknik hingga teknik secara keseluruhan” (Widijoto, 2010:11). Pemberian part-whole metods tidak secara global malainkan pembelajaran dari bagian-bagian teknik hingga keseluruhan teknik. Pemberian pendekatan part-whole methods pada siswa sebagai upaya pemberian kemudahan pemahaman teknik pasing dada (chest pass) bola basket. Dari hasil observasi tanggal 8 maret di SMPN 1 Pamekasan, siswa kelas VII A angkatan 2009, yang berjumlah 40 orang siswa semester gasal pada proses pembelajaran passing dada (chest pass) bolabasket, diperoleh data sebagai berikut: (1) 2 Siswa yang kurang bersemangat selama poses pembelajaran passing dada (chest pass) bolabasket, (2) 1 Siswa terlihat kurang aktif pada waktu mengikuti pembelajaran passing dada (chest pass) bolabasket; (3) sedangkan dilihat dari penguasaan teknik passing dada (chest pass) bolabasket ada 33 Siswa yang kurang sempurna pada waktu melakukan gerakan passing dada (chest pass) bolabasket. Terkait teknik dasar chest pass, pada waktu pembelajaran, (1) 25 Siswa kaki tidak melangkah kedepan pada waktu melakukan Chest pass,(2) 17 Siswa sikunya masih terbuka kesamping pada saat melakukan Chest pass, (3) 15 Siswa masih parabol pada waktu melakukan Chest pass, (4) 12 Siswa pada waktu melakukan Chest pass tangan terlalu tegak. Identifikasi permasalahan pada pembelajaran antara lain: Terkait dengan media/alat pembelajaran, bola basket standar yang dipergunakan pada pembelajaran terlalu berat bagi anak kelas VII A, sehingga siswa takut untuk menangkapnya. Terkait dengan strategi dan pengelolaan kelas saat pembelajaran, (1) pemberian contoh gerakan chest pass oleh guru dilakukan secara global, sehingga siswa merasa kesulitan dalam menerima materi yang telah diberikan oleh guru, (2) pemberian contoh oleh guru dilakukan dari satu sisi saja, dan mengabaikan perhatian siswa saat contoh diberikan, sehingga siswa kurang antusias untuk melihat contoh yang dilakukan oleh guru. Berdasarkan identifikasi permasalahan sebagaimana tersebut diatas, secara kolaborasi dengan teman sejawat, dilakukan upaya perbaikan dan dirancang suatu pembelajaran pasing dada (chest pass) dengan menggunakan bolavoli, sebagai upaya meminimalkan ketakutan siswa saat menerima bola dalam pembelajaran, penggunaan model part- whole, sebagai upaya pemberian kemudahan pemahaman teknik, serta peningkatan pengelolaan kelas agar siswa lebih bersungguh-sungguh pada saat pembelajaran. Rancangan penelitian ini adalah rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Penelitian ini merupakan bentuk kajian reflektif yang dilakukan peneliti untuk tujuan perbaikan layanan profesionalisme guru dalam menangani proses pengajaran di kelas. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan 2 siklus, dimana setiap siklusnya melakukan tiga kali pertemuan. sampai tidak ditemukan kekurangan dan kelemahan dalam proses pembelajaran. Pada setiap siklus terdiri dari 4 tahap yakni: perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Part-whole Methods merupakan metode yang dikembangkan pendekatan Motor Learning. Part-whole adalah pembelajaran dari bagian-bagian teknik hingga teknik secara keseluruhan dan metode ini sesuai untuk pembelajaran teknik dasar (Widijoto, 2010:11). Tujuan penelitian ini adalah memperbaiki pembelajaran teknik passing dada (cchest pass) bolabasket untuk siswa kelas VII A SMP Negeri I Pamekasan. Adapun tahap-tahap teknik dasar dalam melakukan pasing dada (chest pass) sebagai berikut: (a) bola dipegang sesuai dengan teknik memegang bola basket. (b) sikut dibengkokkan ke samping sehingga bola dekat dengan dada. (c) sikap kaki dapat dilakukan sejajar atau kuda-kuda dengan jarak selebar bahu. (d) ditekuk, badan condong kedepan, dan jaga keseimbangan. (e) bola didorong kedepan dengan kedua tangan sambil meluruskan lengan dan diakhiri dengan lecutan pergelangan tangan sehingga telapak tangan menghadap keluar. (f) bagi yang baru belajar, gerakan pelurusan dapat dibantu dengan melangkahkan salah satu kaki kedepan. (g) arah operan setinggi dada, atau antara pinggang dan bahu penerima. (h) bersamaan dengan gerak pelepasan bola, berat badan dipindahkan didepan

Pengaruh kebiasaan belajar dan intensitas pemanfaatan internet sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS Ekonomi) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Malang / Heppy Dwi Ariadi

 

Kata Kunci: Kebiasaan Belajar, Intensitas Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar, Hasil Belajar . Kebiasaan belajar yang baik akan meningkatkan respon siswa, serta juga akan meningkatkan pemahaman akan suatu mata pelajaran. Jika pemahaman akan mata pelajaran baik niscaya akan mendapatkan hasil belajar yang baik pula. Kemampuan belajar apabila didukung dengan fasilitas belajar yang memadai di sekolah ataupun di rumah berupa peralatan dan perlengkapan, maka memperoleh hasil belajar yang cenderung lebih baik. Dari teori tersebut peneliti ingin mencoba melakukan penelitian di SMP Negeri 1 yang notabene merupakan sekolah favorit di Kota Malang. Di sekolah tersebut terdapat berbagai fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, salah satunya internet baik itu di ruang multimedia dan fasilitas hotspot. Namun dalam hal pemanfaatannya sebagai sumber belajar selama ini dalam pengamatan peneliti, peneliti menyimpulkan kurang, pemanfaatan yang sering digunakan oleh siswa lebih cenderung ke hiburan. Oleh karena itu peneliti ingin membuktikan apakah jika fasilitas belajar memadai akan berdampak baik pada hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh kebiasaan belajar terhadap hasil belajar siswa, (2) pengaruh intensitas pemanfaatan internet terhadap hasil belajar siswa (3) pengaruh kebiasaan belajar dan intensitas pemanfaatan internet terhadap hasil belajar siswa SMPN 1 Malang. Sampel yang digunakan adalah semua kelas VIII yang berjumlah 153 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket, dan tes. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linear berganda Berdasarkan analisis data melalui uji t yang diuraikan pada bab IV dapat disimpulkan bahwa kebiasaan belajar berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS (Ekonomi). Dapat dilihat pada sumbangan sebesar secara parsial sebesar 22,3% dan bernilai positif. Sedangkan untuk intensitas pemanfaatan internet sebagai sumber belajar juga berpengaruh secara secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS (Ekonomi) siswa kelas VIII. ). Dapat dilihat pada sumbangan sebesar secara parsial sebesar 18,1% dan bernilai positif. Dan secara simultan ternyata ada pengaruh juga antara variabel kebiasaan belajar dan intensitas pemanfaatan internet sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS (Ekonomi) siswa SMP Negeri 1 Malang. Dapat dilihat dari hasil analisis pengujian koefisien determinasi (R2) diperoleh nilai R Square (R2) 0,405 atau pengaruhnya sebesar 41%. Berdasarkan hasil penelitian ini maka saran yang diberikan adalah: (1) bagi siswa untuk terus meningkatkan kebiasaan belajarnya agar dapat meningkatkan hasil belajar dan selalu memanfaatan internet secara positif sebagai sumber belajar agar dapat meningkatkan hasil belajarnya.(2) bagi guru dapat selalu meningkatkan kebiasaan belajar siswa dalam setiap kegiatan belajar mengajar dan memanfaatkan fasilitas pembelajaran yang telah disediakan secara maksimal. Selain itu selalu memberikan arahan kepada peserta didik untuk selalu memanfaatkan internet untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat terutama sebagai sumber belajar. (3) bagi peneliti selanjutnya untuk dapat memperluas variabel lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini, karena pada dasarnya masih banyak faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa misalnya faktor internal; motivasi, bakat, intelegensi dan faktor eksternal misalnya fasilitas belajar, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

Analisis perbedaan multiple intellegence karyawan kusuma agrowisata hotel Batu berdasarkan jenis kelamin sebagai dasar perumusan strategi pemindahan karyawan (Studi pada karyawan Kusuma Agrowisata Hotel batu) / Anita Fitriawati

 

Kata Kunci: Multiple Intellegence, Jenis Kelamin, Pemindahan Karyawan Adanya globalisasi telah membawa dampak yang cukup besar bagi industri-industri di Indonesia, baik sektor industri manufaktur maupun sektor jasa. Hal ini menuntut suatu organisasi untuk mempunyai keunggulan bersaing, salah satunya dalam hal sumber daya manusia. SDM yang baik dan berkualitas akan membawa pertumbuhan perusahaan kearah yang positif, begitu pula sebaliknya. Agar dapat bersaing di era globalisasi yang semakin ketat, SDM sebaiknya tidak hanya mengandalkan aspek intelektual saja dalam bekerja. Multiple Intellegence tidak hanya mengukur kecerdasan seseorang dari aspek intelektual saja, namun ada kecerdasan-kecerdasan lain yang diperlukan SDM dalam menghadapi dunia kerja. Pengkajian tentang Multiple Intellegence dari beberapa referensi ada kaitannya dengan jenis kelamin. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang ingin mengetahui bagaimana Multiple Intellegence karyawan dan apakah terdapat perbedaan Multiple Intellegence yang signifikan antara karyawan pria dan wanita sebagai dasar perumusan strategi memindahkan karyawan pada Kusuma Agrowisata Hotel Batu yang posisi jabatannya tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliknya. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan Kusuma Agrowisata Hotel Batu yang berjumlah 40 orang, yang terdiri dari 19 orang karyawan wanita dan 21 orang karyawan pria. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Mulptiple Intellegence karyawan Kusuma Agrowisata Hotel Batu adalah tinggi. Selain itu berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara antara karyawan pria dan karyawan wanita pada Kusuma Agrowisata Hotel Batu pada kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan interpersonal, serta kecerdasan intrapersonal. Namun, karyawan pria dan wanita pada Kusuma Agrowisata Hotel Batu mempunyai perbedaan yang signifikan pada kecerdasan kinestetis dan kecerdasan naturalis. Saran yang bisa diberikan adalah (1) pihak manajemen Kusuma Agrowisata Hotel Batu tidak perlu membuat pengkategorian berdasarkan jenis kelamin dalam memberikan tugas dan tanggung jawab pada karyawan yang akan menduduki posisi jabatan yang memerlukan kecerdasan linguistik, matematis-logis, visual-spasial, interpersonal, maupun kecerdasan intrapersonal. (2) mempertimbangkan jenis kelamin sebaiknya dilakukan pihak manejemen dalam memberikan tugas dan tanggung jawab terhadap karyawan yang akan menduduki posisi jabatan yang memerlukan kecerdasan kinestetis maupun kecerdasan naturalis. (3) Peneliti selanjutnya diharapkan mampu menggali lebih dalam aspek kecerdasan lain dalam Multiple Intellegence yang tidak dibahas dalam penelitian ini, yakni kecerdasan musikal. Selain itu, peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengaitkan variabel Multiple Intellegence dengan variabel lain.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model stad (Student teams-achievement divisions) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas X AK 1 SMK Muhammadiyah 3 Singosari / Nurina Rahmawati

 

Kata kunci : Metode STAD (Student Teams Achievement Divisions), Aktivitas belajar dan Hasil Belajar. Kegiatan pembelajaran akuntansi kelas X AK 1 SMK Muhammadiyah 3 Singosari masih menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas. Hal ini menyebabkan siswa pasif dan hanya sedikit yang melakukan aktivitas belajar. Sedikit siswa yang melakukan aktivitas ini akan berdampak pada hasil belajar. Hasil belajar dilihat dari nilai ulangan sumatif yang menunjukkan banyak siswa memiliki nilai dibawah Standar Ketuntasan Minimum sekolah yaitu 75. Adanya masalah pembelajaran tersebut diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif model STAD diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X AK 1 SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 3 Singosari pada semester 2 tahun pelajaran 2010/2011. Penelitian dilaksanakan dua siklus dengan materi pelajaran Laporan Keuangan dan laporan Arus Kas perusahaan dagang. Subyek penelitian adalah siswa kelas X Ak 1 yang terdiri dari 42 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, tes, angket, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif model STAD, dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa yang mau melakukan aktivitas belajar di kelas, meningkatnya jumlah siswa yang memiliki nilai di atas SKM, dan meningkatnya perubahan sikap siswa kearah yang lebih baik. Berdasarkan dari hasil penelitian, dapat dikemukakan saran adalah sebagai berikut. Bagi sekolah, pembelajaran kooperatif model STAD dapat menjadi alternatif pertimbangan dalam upaya memperbaiki strategi pembelajaran yang telah ada. Bagi guru mata pelajaran yang bersangkutan, untuk menerapkan metode pembelajaran kooperatif model STAD di kelas sehingga dapat mengatasi masalah keaktifan siswa dalam pembelajaran. Bagi peneliti selanjutnya, (1) sebaiknya dalam melaksanakan penelitian setiap siklus digunakan untuk menyelesaikan satu Kompetensi Dasar. Setiap Kompetensi Dasar diselesaikan dalam waktu minimal dua sampai tiga kali pertemuan. Sehingga guru dapat lebih optimal dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran STAD; (2) minimal dalam satu kelompok belajar didampingi oleh satu orang observer. Observer dapat mengamati dan mencatat siswa yang melakukan lima aktivitas belajar secara detail; (3) peneliti diharapkan membuat rekaman video pada saat penelitian berlangsung. Sehingga peneliti dapat melihat kembali proses belajar selama penelitian.

Pengaruh faktor motif ekonomi dan kelompok referensi yang di mediasi oleh pertimbangan ekonomi terhadap pemilihan program studi pendidikan ekonomi oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Universitas Negeri Malang / Edwin Wantah

 

Kata Kunci : Motif Ekonomi, Kelompok Referensi, Pertimbangan Ekonomi, Pemilihan Program Studi Pendidikan Ekonomi Motif ekonomi mahasiswa program studi pendidikan ekonomi dan dorongan dari kelompok referensi yaitu keluarga, teman maupun alumni merupakan faktor yang diduga mempengaruhi Pilihan mahasiswa pada program studi pendidikan ekonomi fakultas ekonomi Universitas Negeri Manado. Permasalahan yang terjadi sering pilihan pada program studi pendidikan ekonomi tidak relevan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan akan output program studi pendidikan ekonomi yang terbatas pada karir di bidang keguruan dan kesulitan berkarir pada profesi diluar profesi keguruan serta adanya ketidaksesuaian antara pilihan mahasiswa pada program studi pendidikan ekonomi dengan minat mereka pada profesi keguruan diakibatkan kurangnya informasi tentang program studi pendidikan ekonomi dan informasi peluang kerja dari lulusan program studi pendidikan ekonomi yang diberikan pihak program studi pendidikan ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado. Selain adanya pengaruh langsung motif ekonomi mahasiswa dan pengaruh kelompok referensi yakni keluarga, teman dan alumni dalam penelitian ini di gambarkan juga pengaruh motif ekonomi dan dorongan kelompok referensi yang dimediasi oleh pertimbangan ekonomi yang dilakukan oleh mahasiswa untuk memilih program studi pendidikan ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester kedua (genap) angkatan tahun 2010 program studi pendidikan ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai faktor motif ekonomi, kelompok referensi yang mempengaruhi pemilihan program studi pendidikan ekonomi secara langsung maupun yang dimediasi oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomi. Dalam penelitian ini penarikan sampel mengunakan teknik random sampling yang diambil dari sebagian populasi target yaitu mahasiswa semester kedua angkatan 2010. Jumalah keseluruhan sampel penelitian adalah 120 orang mahasiswa dengan karateristik gender 35 orang laki-laki dan 85 orang perempuan. Untuk karateristik usia responden, rata-rata responden berusia 18 tahun. Penelitian ini mengunakan alat analisis multivariat dengan mengunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa motif ekonomi mahasiswa mempengaruhi secara signifikan pemilihan program studi pendidikan ekonomi kemudian motif ekonomi mempengaruhi signifikan pertimbangan ekonomi. Untuk pengaruh tidak langsung motif ekonomi ke pemilihan program studi pendidikan ekonomi dapat disimpulkan memiliki pengaruh signifikan. Untuk pengaruh variabel kelompok referensi terhadap pemilihan program studi pendidikan ekonomi secara langsung tidak memiliki pengaruh signifikan, sementara untuk pengaruh kelompok referensi terhadap pertimbangan ekonomi terdapat pengaruh yang signifikan. Untuk pengaruh tidak langsung kelompok referensi terhadap pemilihan program studi pendidikan ekonomi lewat pertimbangan ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan. Untuk variabel pertimbangan ekonomi memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap pemilihan program studi pendidikan ekonomi. Dari hasil penelitian disarankan bagi program studi agar dapat mempersiapkan ouput program studi yang berkualitas dengan layanan akademik yang berkualitas. Saran bagi pihak program studi, Fakultas Ekonomi dan Universitas Negeri Manado untuk menjalin hubungan dengan stakeholders baik pemerintah dan swasta untuk dapat membantu mahasiswa dengan bantuan biaya pendidikan atau beasiswa. Saran bagi program studi pendidikan ekonomi Fakultas Ekonomi Unima untuk dapat meningkatkan layanan akademik yang berkualitas dan perlu memaksimalkan kualitas lulusan. Saran bagi mahasiswa program studi pendidikan ekonomi untuk dapat memaksimalkan potensi diri mereka di dalam proses studi di program studi pendidikan ekonomi sehingga cita-cita dan harapan mereka dapat terwujud ketika selesai studi dari program studi pendidikan ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado. Saran bagi calon mahasiswa program studi pendidikan ekonomi untuk dapat mempertimbangkan pilihan masuk pada program studi pendidikan ekonomi merupakan pilihan yang rasional dan sudah sesuai dengan minat dari calon mahasiswa itu sendiri.

Pengaruh metode problem based learning )PBL) terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IS di SMA Negeri 7 Malang / Ratna Farida

 

Kata kunci: Problem Based Learning, Hasil Belajar Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dapat berdampak positif terhadap hasil belajar akuntansi siswa. Penerapan pembelajaran yang mengaktifkan siswa dalam belajar dapat dilakukan dengan penerapan problem based learning. Melalui metode ini siswa dihadapkan oleh suatu permasalahan (berupa tugas yang diberikan). Metode ini dapat mendorong siswa untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap permasalahan yang diberikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dicobakan metode problem based learning pada siswa kelas XI IS SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar akuntansi siswa yang diajar melalui problem based learning dan hasil belajar siswa yang hanya melalui metode konvensional. Pembahasan materi pada penelitian ini dibatasi pada laporan keuangan perusahaan jasa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dikembangkan dengan pretest-posttest control group design. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IS 1 SMA Negeri 7 Malang yang berjumlah 37 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI 4 IS SMA Negeri 7 Malang yang berjumlah 35 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes subjektif. Penelitian ini terdiri dari tiga data, yaitu data kemampuan awal siswa, data kemampuan akhir siswa dan data hasil belajar Akuntansi. Data hasil belajar siswa diperoleh dari selisih antara nilai post tes dan pre test (gainscore). Gainscore tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang diajar melalui problem based learning (kelas eksperimen) memiliki hasil belajar yang lebih baik dari siswa yang diajar hanya melalui metode konvensional (kelas kontrol). Berdasarkan penelitian ini disarankan bagi guru akuntansi menggunakan metode problem based learning sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menambah variasi pembelajaran pada kompetensi dasar menyusun laporan keuangan. Bagi peneliti berikutnya dapat melakukan penelitian tentang metode PBL dalam pembelajaran dengan mengembangkan materi yang lebih luas dan memvariasikan dengan teknik lain. Soal pretest dan posttest dibedakan tetapi dengan tingkat kesulitan yang sama. Sebaiknya tugas secara individu agar siswa menjadi aktif. Bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian semacam ini dengan menambah aspek afektif dan psikomotorik untuk mengukur hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan.

Pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan corparate social responsibility terhadap harga saham (Studi pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2008 dan 2009) / Wahyu Chandra Aribowo

 

Kata Kunci : Harga Saham, kepemilikan manajemen, kepemilikan institusional, dan corporate social responsibility Kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional adalah dua mekanisme corporate governance utama yang membantu mengendalikan masalah keagenan. Salah satu alasan manajemen melakukan pelaporan tanggungjawab sosial adalah untuk alasan strategis. Investor individual tertarik terhadap informasi sosial yang dilaporkan dalam laporan tahunan. Untuk itu dibutuhkan suatu sarana yang dapat memberikan informasi mengenai aspek sosial, lingkungan dan keuangan secara sekaligus. Sarana tersebut dikenal dengan nama laporan keberlanjutan (sustainability reporting). Penelitian Henie, S.A. 2008 menghasilkan bahwa variabel KM, KI, ROI, ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham (61,6%). Variabel KM berpenagruh dominan terhadap harga saham (p-value = 0,007). Hasil penelitian Kristiawan. 2009 menyatakan secara simultan dan parsial KM, KI, CSR terbukti berpengaruh dan signifikan terhadap harga saham, KI merupakan variabel dominan dalam mempengaruhi harga saham sebesar 0,475 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis adanya pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan corporate social responsibility terhadap Harga Saham. Pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling terhadap perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008 dan 2009 sebanyak 20 perusahaan. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan uji analisis deskriptif, pengujian asumsi klasik, analisis regresi berganda dan uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kepemilikan manajerial memiliki pengaruh terhadap harga saham, variabel kepemilikan institusional berpengaruh terhadap harga saham dan variabel corporate social responsibility memiliki pengaruh terhadap harga saham. Disaranakan dalam pengungkapan tanggung jawab sosial atau Corporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan hendaknya diperbaharui agar bisa disesuai dengan kondisi yang ada dalam masyarakat sebagai komitmen perusahaan terhadap kebijakan ekonomi, kebijakan lingkungan dan sosial, sehingga perusahaan dapat mencapai posisi yang lebih baik dan nilai saham perusahaan akan lebih stabil bahkan dapat meningkat.

Kontribusi matakuliah manajemen usaha boga teori terhadap keberhasilan pelaksanaan praktik manajemen usaha boga restoran mahasiswa S1 Tata Boga Universitas Negeri Malang / Enggar Putri Arisna Ika Wahyusi

 

Kata Kunci: matakuliah Manajemen Usaha Boga Teori, matakuliah Manajemen Usaha Boga Restoran. Penelitian ini dilakukan, sebagai tolak ukur keberhasilan pelaksanaan praktik MUB Restoran. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rancangan ex-post facto. Variabel penelitian ini terdiri dari: matakuliah MUB teori dan matakuliah MUB Restoran. Matakuliah MUB teori disebut variabel X sebagai variabel bebas, dan MUB Restoran disebut variabel Y sebagai variabel terikat, yang terdiri dari MUB Restoran (Fajar Teaching Restaurant), MUB Restoran (Fajar Café), dan MUB Restoran Café Warna. Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga angkatan 2007 yang telah lulus matakuliah MUB teori dan MUB Restoran. Jumlah mahasiswa yang dijadikan subjek penelitian adalah 49 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, dan analisis regresi yaitu regresi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) matakuliah MUB teori mempunyai kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan praktik MUB Restoran (Fajar Teaching Restaurant), diketahui pula matakuliah MUB teori memberikan variasi sebesar 23,3% terhadap perubahan MUB Restoran (Fajar Teaching Restaurant), (2) matakuliah MUB teori mempunyai kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan praktik MUB Restoran (Fajar Cafe), diketahui pula matakuliah MUB teori memberikan variasi sebesar 13,8% terhadap perubahan MUB Restoran (Fajar Cafe), dan (3) matakuliah MUB teori mempunyai kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan praktik MUB Restoran (Café Warna), diketahui pula matakuliah MUB teori memberikan variasi sebesar 29,3% terhadap perubahan MUB Restoran (Café Warna). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara matakuliah manajemen usaha boga (MUB) teori dan matakuliah manajemen usaha boga (MUB) Restoran mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga angkatan 2007 Universitas Negeri Malang.

Pengaruh informasi rasio camels terhadap praktik manajemen laba pada BAnk Umum Syariah tahun 2006/2010 / Ade Fatichan Nur

 

Kata Kunci: Informasi Rasio CAMELS, Praktik Manajemen Laba. Perbankan adalah industri yang sarat dengan berbagai regulasi, hal ini karena fungsinya sebagai intermediasi mengandung risiko besar. Dengan adanya regulasi tersebut mengakibatkan hubungan keagenan industri ini unik, yaitu bank akan selalu menempatkan kepentingan regulator di atas kepentingan pihak lain sehingga moral hazard terhadap suatu regulasi yang muncul lebih menunjukkan lemahnya peraturan dibandingkan konflik antara manajer dan pemilik. Regulasi perbankan terus berkembang, seiring dengan kemunculan bentuk operasional perbankan yang baru, yaitu bank syariah yang beroperasi dengan sistem bagi hasil. Bank Indonesia (BI) melalui PBI Nomor 9/1/PBI/2007 yang disempurnakan dengan SE BI Nomor 9/24/DPbS tanggal 30 Oktober 2007 menetapkan alat ukur resmi penilaian tingkat kesehatan bank umum berdasarkan prinsip syariah di Indonesia yang diukur dengan analisis CAMELS. Adanya tuntutan dari regulator mengenai tingkat rasio CAMELS tertentu yang harus dicapai bank umum syariah mendorong bank-bank umum syariah meningkatkan kinerja keuangannya dengan berbagai cara agar dinilai sehat dan tidak dimerger atau dilikuidasi oleh BI, salah satunya dengan melakukan praktik manajemen laba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh informasi rasio CAMELS yang diproksi dengan rasio Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM), Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Return On Assets (ROA), Net Operating Margin (NOM), dan Short Term Mismatch (STM) terhadap praktik manajemen laba pada bank umum syariah. Data yang digunakan adalah laporan keuangan Bank Umum Syariah selama periode triwulan pertama tahun 2006 sampai triwulan keempat tahun 2010. Dalam penelitian ini menggunakan sampel 2 Bank Umum Syariah, yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI). Metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Kesimpulan yang dapat diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, yaitu: Informasi rasio KPMM, KAP, ROA dan NOM tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba, sedangkan informasi rasio STM berpengaruh terhadap praktik manajemen laba. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu bagi bank agar mempertahankan dan meningkatkan tingkat kesehatannya yang tergolong baik, bagi masyarakat agar mempertimbangkan faktor lain selain keuangan dalam memilih bank syariah, bagi BI agar hasil penelitian ini dijadikan pertimbangan dalam menyusun regulasi, dan bagi penelitian selanjutnya agar proksi CAMELS sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia dan menambah jumlah sampel penelitian sehingga penelitian dapat digeneralisir.

Kesiapan sumber daya manusia dalam implementasi standar pelayanan publik di Dinas Pendidikan kota Batu / Vininda Sasiani

 

Kata kunci: kesiapan, standar pelayanan publik, sumber daya manusia. Standar pelayanan menurut Lembaga Administrasi Negara (2003) adalah suatu tolok ukur yang dipergunakan untuk acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai komitmen atau janji dari pihak penyedia pelayanan kepada pelanggan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Pelayanan Publik merupakan wujud dari penerapan Total Quality Management (TQM). TQM merupakan suatu usaha pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus antara produk, jasa, tenaga kerja, proses, dan lingkungannya (Nasution, 2001: 29). Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dapat diukur melalui faktor kinerja atau produktivitas dari SDM tersebut. Karena jika faktor kinerja atau produktivitas telah dimiliki, maka SDM dianggap berkompeten dalam pelaksanaan kebijakan. Menurut Gomes (2003: 160), produktivitas sangat dipengaruhi oleh faktor knowledge, skills, abilities, attitudes, behaviours. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, yaitu mendeskripsikan kesiapan sumber daya manusia dalam mengimplementasaikan standar pelayanan publik di Dinas Pendidikan Kota Batu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/ angket. Sampel dalam penelitian ini yaitu pegawai Dinas Pendidikan Kota Batu sebanyak 93 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis data pada kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif . Dari penelitian ini, diketahui beberapa data, antara lain: (1) sebanyak 1 orang (1,1%) sangat belum siap untuk mengimplementasikan Standar Pelayanan Publik di Dinas Pendidikan Kota Batu, 3 orang (3,2%) belum siap, 16 orang (17,2%) cukup siap, 16 orang (17,2%) siap, 37 orang (39,8%) sangat siap, dan 20 orang (21,5%) sangat siap sekali; (2) tingkat kesiapan pengetahuan adalah 3 orang (3,3%) di antaranya belum memahami tentang Standar Pelayanan Publik di Dinas Pendidikan Kota Batu, 7 orang (7,5%) sudah memahami, sedangkan 83 orang (89,2%) sangat memahami tentang standar pelayanan publik; (3) tingkat kesiapan keahlian adalah 16 orang (17,2%) yang belum memiliki keahlian yang sesuai dengan pekerjaan yang sekarang sedang diemban di Dinas Pendidikan Kota Batu, 39 orang (41,9%) memiliki keahlian yang sesuai, sedangkan 38 orang (40,9%) yang memiliki keahlian yang sangat sesuai; (4) tingkat kesiapan kemampuan 7 orang (7,5%) belum memiliki kemampuan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya, 18 orang (19,4%) memiliki kemampuan yang sesuai, sedangkan 68 orang (73,1%) memiliki kemampuan yang sangat sesuai untuk melaksanakan tugasnya; (5) tingkat kesiapan sikap adalah, 8 orang (8,6%) belum memiliki sikap yang baik dalam melaksanakan tugasnya, 18 orang (19,4%) memiliki sikap yang baik dalam melaksanakan tugasnya, dan 41 orang (44,1%) ii memiliki sikap yang sangat baik dalam melaksankan tugasnya; (6) tingkat kesiapan perilaku adalah 87 orang pegawai (93,5%) yang memiliki perilaku yang sangat baik dalam menjalankan tugasnya, sedangkan 6 orang sisanya (6,5%) memiliki perilaku yang cukup baik. Peneliti mengemukakan saran sebagai berikut: (1) hendaknya Kepala Dinas lebih memperhatikan kesiapan pegawai pegawai.; (2) hendaknya pegawai Dinas Pendidikan Kota Batu meluruskan niat untuk menjadi PNS yang sebenarnya, yaitu pelayan masyarakat; (3)bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UM, alangkah baiknya jika Pelayanan Publik yang baik juga diterapkan di Jurusan Administrasi Pendidikan, tentunya berimbang dengan biaya perkuliahan yang semakin meningkat; (4) diharapkan dengan dibuatnya skripsi ini, mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan menjadi lebih kritis menanggapi fenomena sosial, terutama di bidang pendidikan; dan (5) untuk peneliti lain, hendaknya untuk penelitian selanjutnya, dapat menambah skala penilaian dan memperluas pertanyaan sehingga lebih bisa dinilai secara jelas dan mendetail

Strategi kepemimpinan sekolah dalam melaksanakan program sekolah cuma-cuma dan memberdayakan partiaipasi masyarakat (Studi kasus di SMP Harapan I Dlangu Mojokerto) / Agus Pramono

 

Tesis, Program Studi Manajemen Pen¬didik¬an, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembim¬bing I: Dr. H. Imron Arifin, M.Pd, dan Pembimbing II: Dr. H. Kusmintar¬djo, M.Pd. Kata kunci: kepemimpinan sekolah, pro¬gram sekolah cuma-cuma, pemberdayaan partisipasi masyarakat. Adanya krisis ekonomi yang berkepanjangan membuat salah satu tujuan pendidikan, yaitu pemerataan pendidikan di Indonesia dan terwujudnya tujuan Pro¬¬gram Wajib Belajar 9 Tahun pada tahun 2009 menjadi tertunda. Hal ter¬sebut di atas menjadi salah satu alasan dan latar belakang dilaksana¬kannya pro¬gram seko¬lah cuma-cuma di SMP Harapan I Dlanggu Mojokerto. Namun demikian, keberhasilan program sekolah cuma-cuma tersebut sa-ngat bergantung pada beberapa hal, antara lain, partisipasi orang tua/masyarakat sekitar. Untuk itu, diperlukan kegigihan ke¬pala sekolah dan guru untuk proaktif mengga¬lang dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, bahwa masyarakat ikut ber¬tanggung jawab terhadap kemajuan pendidikan anak mereka. Untuk mengungkap dan mendeskripsikan fokus penelitian tentang bagai-ma¬nakah strategi kepemim¬pinan sekolah dalam melaksanakan program sekolah cuma-cuma dan memberdayakan partisipasi masyarakat: studi kasus di SMP Harapan I Dlanggu Mo¬jokerto, maka penelitian ini memiliki sub fokus sebagai berikut: (1) Bagaimana¬kah strategi kepemimpinan sekolah dalam melaksanakan pro¬gram se¬ko¬lah cuma-cuma, dan (2) Bagaimanakah strategi kepemimpinan sekolah dalam memberdayakan partisipasi ma¬sya¬rakat. Untuk menjawab fokus penelitian di atas, maka penelitian ini mengguna-kan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pe-milihan informan dilakukan dengan teknik bola salju, dan diperoleh informan ke-pala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara sekolah, guru, staf tata usaha, ketua komite sekolah, anggota dewan pendidikan, orang tua/wali murid, dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh temuan bahwa: (1) Dalam pelak-sanaan program sekolah cuma-cuma: (a) Latar belakang dilaksanakannya program sekolah cuma-cuma adalah: kon¬di¬si ekonomi masyarakat sekitar yang kurang mampu, kondi¬si se¬kolah saat itu yang mengalami penu¬run¬an jumlah siswa, dan adanya pem¬berian dana BOS oleh pemerintah untuk mendukung tercapai¬nya pro-gram Wajar 9 Tahun; (b) Tujuan dilaksanakannya program sekolah cuma-cuma adalah se¬bagai wadah un¬tuk menampung siswa kurang mam¬pu yang ingin mengenyam pendidikan/sekolah de¬ngan biaya yang relatif murah, terjangkau dan bahkan gratis; (c) Strategi sekolah dalam pelaksanaan program sekolah cuma-cuma dipilah men¬ja¬di tiga tahapan, yaitu: peren¬canaan dan persiapan, sosi¬alisa¬si dan kebijakan dan stra¬tegi pelaksanaan program; (d) Faktor yang mendukung dan

Pengaruh indeks bursa nasdaq, Ftseng Hang Seng, dan ASX terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) periode tahun 2011 / Lely Erletta

 

Kata Kunci :Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indeks bursa saham Global, Indeks Nasdaq, Indeks Hang Seng, Indeks FTSE, dan Indeks ASX. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), diantaranya adalah indeks bursa saham global. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh antara indeks bursa global Nasdaq, Hang Seng, FTSE dan ASX terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia BEI. Indeks bursa Nasdaq merupakan salah satu indeks terbesar Amerika yang sering digunakan sebagai indikator saham teknologi dunia. Sedangkan indeks bursa Hang Seng merupakan salah satu indeks termaju dikawasan Asia hingga sering digunakan sebagai acuan bursa saham dikawasan Asia. Untuk kawasan Eropa diwakili oleh indeks bursa FTSE yang merupakan indeks dengan kapitalisasi tertinggi dikawasan tersebut. Sementara Australia yang merupakan salah satu negara terdekat dengan indonesia memiliki indeks bursa ASX. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks harian bursa global Nasdaq, Hang Seng, FTSE, dan ASX periode 1 Januari sampai dengan 31 Maret 2011. Selama periode pengamatan digambarkan bahwa hubungan antara indeks bursa global Nasdaq, Hang Seng, FTSE, dan ASX tidak sesuai dengan teori yang ada. Hal ini didukung dengan adanya kesenjangan dengan beberapa penelitian terdahulu. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan SPSS 17 dengan syarat pengujian antar variabel dengan tingkat signifikan 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel indeks bursa saham global (Nasdaq, Hang Seng, FTSE, dan ASX) secara bersama-sama berpengaruh terhadap IHSG. Sedangkan, secara individual hanya variabel indeks Hang Seng yang berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Sementara indeks Nasdaq, FTSE dan ASX tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, maka disarankan bagi penelitian selanjutnya perlu menambah jumlah periode pengamatan sehingga akan lebih jelas pola hubungan antar variabel dan kekuatan pengujian dapat ditingkatkan. Menambahkan variabel lain selain indeks bursa global dan regional seperti variabel makro ekonomi. Bagi investor hendaknya memperhatikan beberapa factor yang mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan. Salah satunya adalah indeks bursa saham global dan regional. Hal ini dapat dijadikan sebagai acuan para investor dalam mengambil keputusan investasi.

Analisis pengaruh arus kas dan laba terhadap return saham perusahaan LQ-45 tahun 2008-2010 / Rizki Yulia Nita Sari

 

Isolasi, karakterisasi, dan indentifikasi komposisi asam lemak minyak biji kacang mete (Anacardium occidentale L) / Sigibertus Pandang Jamad

 

Kata kunci: Anacardium occidentale L, isolasi, karakterisasi, identifikasi, minyak kacang mete Tanaman jambu mete adalah suatu tanaman yang termasuk dalam spesies Anacardium occidentale L. Dalam setiap satu butir biji mete, rata-rata terdiri dari 70% (berat) kulit biji dan 30% (berat) biji kacangnya. Manfaat dari tanaman jambu mete yang belum dikenal masyarakat luas adalah potensi minyak biji kacangnya. Biji kacang mete termasuk salah satu produk kacang-kacangan yang paling banyak diperdagangkan dan dikelompokkan sebagai komoditi "mewah" (luxury) dibandingkan dengan kacang tanah atau almond. Kegunaan utama dari kacang mete adalah kudapan (snacks), campuran pada industri gula-gula dan industri roti. Kacang mete merupakan sumber protein yang baik, oleh karena itu penelitian tentang kandungan kimia pada biji kacang mete perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi minyak biji kacang mete, mengetahui karakter dan komponen minyak biji kacang mete. Penelitian ini bersifat eksperimental dan dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pada penelitian ini ekstraksi minyak biji kacang mete dilakukan dengan soxhlet dengan pelarut n-heksana. Setelah itu campuran minyak dan larutan dievaporasi dengan menggunakan rotavapor. Minyak biji kacang mete yang diperoleh dihitung rendemennya, dikarakterisasi yang meliputi indeks bias, titik leleh, massa jenis, viskositas, bilangan asam, bilangan penyabunan, dan bilangan iod. Identifikasi komposisi asam lemak dilakukan dengan kromatografi gas spektroskopi massa (GC-MS) terhadap campuran metil esternya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak biji kacang mete yang diperoleh berwarna kuning jernih, pada suhu kamar berwujud cairan kental, tidak berbau dengan rendemen 43% terhadap bobot kering. Karakterisasi minyak biji kacang mete adalah sebagai berikut: massa jenis sebesar 0,872 g/mL, indeks bias 1,467 (25 0C), titik leleh 150C, viskositas sebesar 0,04543 Ns/m2, bilangan asam sebesar 0,395, bilangan penyabunan sebesar 225,791, dan bilangan iod sebesar 81,987. Hasil identifikasi komponen utama minyak biji kacang mete adalah sebagai berikut: asam lemak jenuh antara lain asam palmitat (asam heksadekanoat), (15,49%); asam stearat (asam oktadekanoat), (13,27%); asam 9,10,12-trimetoksi-oktadekanoat (3,48%) dan asam eikosanoat (asam arachidat), (1,20%) dan asam lemak tak jenuh antara lain asam oleat (asam 9-oktadekenoat), (47,20%); asam linoleat (asam 9,12-oktadekadienoat), (0,59%) dan asam 12,15- oktadekadienoat (1,24%).

Hubungan antara komunikasi interpersonal dengan komitmen organisasi pada karyawan PG Wringin Anom Situbondo / Winda Pradipta Mastuti

 

Efektivitas pembelajaran berbasis modul pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X MAN 2 Tulungagung / Atik Tri Wahyuni

 

Kata kunci: pembelajaran modul, hasil belajar. Untuk mencapai keberhasilan kualitas belajar mengajar yang diharapkan perlu adanya suatu pendekatan pembelajaran yang relevan sesuai tuntutan kurikulum yang terus berubah. Untuk itu pendekatan yang digunakan dalam proses belajar mengajar terutama dalam pembelajaran ekonomi, seharusnya siswa diposisikan sebagai pusat perhatian belajar. Sehingga dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut : (1) Adakah penggunaan pembelajaran berbasis modul lebih efektif daripada pembelajaran konvensional pada mata pelajaran ekonomi kelas X MAN 2 Tulungagung?, (2) Adakah perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis modul dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran ekonomi kelas X MAN 2 Tulungagung?. Salah satu strategi belajar mengajar efektif dan efisien adalah melibatkan siswa secara aktif dan kreatif, dalam proses pembelajaran. Proses belajar mengajar efektif dan efisien dengan melibatkan langsung siswa dapat memotivasi siswa untuk belajar aktif dan kreatif yaitu dengan menggunakan pembelajaran berbasis modul dalam setiap pelajaran berlangsung. Dengan demikian siswa akan menemukan konsep yang dipelajari. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Quasi eksperimental atau eksperimental semu. Populasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X MAN 2 Tulungagung, sedangkan sampelnya kelas X-E dan X-H MAN 2 Tulungagung tahun ajaran 2010/2011. Analisis penelitian yang dipakai adalah uji beda dua rata-rata atau “t-test”. Meningkatnya hasil belajar siswa dapat diketahui dari ketuntasan belajar dan hasil kemampuan akhir siswa atau post-test pada matapelajaran ekonomi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dengan menggunakan modul ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa terbukti dengan analisis hasil belajarnya yang dapat dilihat dari ketentuan belajar siswa terdapat perbedaan yang signifikan. Yaitu pada kelas kontrol masih terdapat banyak siswa yang tidak tuntas. Sedangkan kelas eksperimen banyak siswa yang telah tuntas. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode konvensional pada mata pelajaaran ekonomi tidak lebih baik dari kelas eksperimen serta terdapat perbedaan yang signifikan dari pembelajaran modul terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di MAN 2 Tulungagung, dan saran yang bisa diberikan adalah agar dalam mengajar, guru hendaknya menggunakan modul untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar, siswa diharapkan memiliki kreativitas yang tinggi sehingga modul yang dipelajari dapat diselesaikan tepat waktu.

Pengaruh keberadaan perpustakaan dan internet sebagai sumber belajar akuntansi terhadap hasil belajar (Studi pada mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2008-2009) / Amalia Septiani Erikasari

 

Kata kunci: keberadaan perpustakaan, keberadaan internet, hasil belajar mahasiswa. Adanya perpustakaan dan jaringan internet di lingkungan perkuliahan akan memudahkan mahasiswa untuk memperoleh semua informasi yang diinginkan, khususnya bahan perkuliahan. Kemudahan akses informasi ini dapat menambah pengetahuan atau wawasan mahasiswa sehingga dapat memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keberadaan perpustakaan dan internet sebagai sumber belajar akuntansi terhadap hasil belajar mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi Angkatan 2008-2009. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa program studi S1 Pendidikan Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2008-2009. Sampel diambil sebanyak 42 mahasiswa angkatan 2008-2009. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanasi (explanatory research), data yang digunakan adalah data primer yang dijabarkan dalam angket keberadaan perpustakaan dan internet sebagai sumber belajar akuntansi, sedangkan data sekunder berupa nilai rata-rata indeks prestasi akuntansi. Teknik analisis data adalah teknik analisis regresi berganda. Dari hasil analisis diketahui bahwa keberadaan perpustakaan dan internet sebagai sumber belajar akuntansi sebesar 53% yang berarti bahwa perubahan hasil belajar akuntansi dipengaruhi oleh keberadaan perpustakaan dan internet sebagai sumber belajar akuntansi sebesar 53% dan sisanya sebesar 47% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar penelitian ini. Hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh keberadaan perpustakaan dan internet sebagai sumber belajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa program studi S1 Pendidikan Akuntansi Angkatan 2008-2009. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut: (1)Keterbaruan buku-buku yang disediakan di perpustakaan pusat Universitas Negeri Malang untuk lebih diperbaruhi karena buku-buku yang ada mayoritas adalah buku dengan tahun terbit yang sudah tidak lazim untuk dijadikan kajian pustaka dalam sebuah karya ilmiah. (2) Pada penelitian mendatang yang sejenis diharapkan dapat menggunakan variabel-variabel lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi hasil belajar yang tidak diteliti pada penelitian ini. (3) Dalam pengambilan sampel, penelitian sejenis lainnya sebaiknya menggunakan metode random sampling sehingga hasil penelitiannya dapat digeneralisasikan terhadap populasi

Pengaruh penghasilan orang tua dan kebiasaan belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Negeri 2 Sumberpucung Kabupaten Malang tahun pelajaran 2010/2011 / Aristyo fajar Wicaksono

 

Pengembangan profesionalitas berkelanjutan guru bersertifikat pendidik di SMK Rumpun Teknologi se Malang Raya / Sujianto

 

Tesis. Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Amat Mukhadis, M.Pd., (II) Drs. Isnandar, M.T. Kata kunci: pengembangan profesionalitas berkelanjutan, investasi pengembangan diri, publikasi ilmiah, karya inovatif. Keberadaan Undang-undang Guru dan Dosen (UUGD) telah mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan, membenahi faktor kualitas guru sebagai faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Kebijakan “guru sebagai profesi” merupakan langkah transformatif untuk mengubah jabatan guru sebagai profesi yang dapat meningkatkan mutu guru secara sistemik dan berkelanjutan. Di samping mengatur perlindungan terhadap hak-hak guru, Undang-undang Guru juga memberikan peluang dan rangsangan berprestasi bagi guru dalam menjalankan tugasnya. Diharapkan bahwa peningkatan mutu guru berlangsung secara berkelanjutan sebagai faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. Oleh sebab itu, dirasa perlu terus mendorong para guru untuk meningkatkan kompetensi pasca sertifikasi. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka dirasakan perlu adanya studi mengenai Pengembangan Profesionalitas Berkelanjutan pada guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bersertifikat pendidik. Sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan bukti empirik tentang kondisi guru dalam mendukung usaha untuk mencapai pelaksanaan sertifikasi guru yang efektif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan subjek penelitian guru kejuruan yang bersertifikat pendidik se-Malang Raya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner yang berupa angket dan pedoman wawancara. Adapun hasil uji coba tingkat validitas instrumen guru menunjukkan 82,53% valid. Reliabilitas instrumen menunjukkan 0,952 untuk sub variabel investasi pengembangan diri secara mandiri, berkelompok, dan melembaga, 0,951 untuk sub variabel publikasi ilmiah secara mandiri, berkelompok, dan melembaga, 0,970 untuk sub variabel karya inovatif secara mandiri, berkelompok, dan melembaga. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik deskriptif dengan menggunakan formula persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan kenyataan bahwa pemberlakuan UU Guru dan Dosen (UU Nomor 14 Tahun 2005) diikuti dengan tunjangan profesi sebenarnya memberikan harapan besar untuk menumbuhkan minat guru untuk selalu mengembangkan profesionalitasnya, namun kenyataanya tidak demikian. Pengembangan profesionalitas berkelanjutan guru bersertifikat pendidik di SMK rumpun teknologi se-Malang Raya melalui investasi pengembangan diri (secara mandiri, berkelompok, dan melembaga) tergolong kategori rendah sebanyak 61,99%, kategori sedang sebanyak 26,49%, dan kategori tinggi sebanyak 11,62%, artinya sebagian besar guru bersertifikat pendidik hanya dalam kategori kadang-kadang melakukan investasi pengembangan diri melalui diklat fungsional guru, kegiatan kolektif guru, melakukan tindakan reflektif, dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pengembangan profesionalitas berkelanjutan guru bersertifikat pendidik di SMK rumpun teknologi se-Malang Raya melalui publikasi ilmiah (secara mandiri, berkelompok, dan melembaga) tergolong kategori rendah sebanyak 89,06%, kategori sedang sebanyak 9,14%, dan kategori tinggi sebanyak 1,80%, artinya sebagian besar guru bersertifikat pendidik hanya dalam kategori kadang-kadang melakukan aktivitas meneliti dan menulis yang dipublikasikan dalam bentuk buku, majalah, jurnal, modul, atau buku pedoman. Pengembangan profesionalitas berkelanjutan guru bersertifikat pendidik di SMK rumpun teknologi se-Malang Raya melalui karya inovatif secara mandiri, berkelompok, dan melembaga tergolong kategori rendah sebanyak 79,41%, kategori sedang sebanyak 14,89%, dan kategori tinggi sebanyak 5,69%, artinya sebagian besar guru bersertifikat pendidik hanya dalam kategori kadang-kadang melakukan karya inovatif dengan menemukan/membuat teknologi tepat guna, menemukan/menciptakan karya seni, membuat/memodifikasi alat pelajaran/ peraga/praktikum, dan mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, atau soal. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan partisipasi guru bersertifikat pendidik dalam pengembangan profesionalitas berkelanjutan, antaralain: 1) Guru bersertifikat pendidik perlu secara berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi sebagai wujud dari tunjangan profesi yang diterima dengan memanfaatkan program-program peningkatan profesionalisme guru melalui organisasi/komunitas pendidikan (MGMP), forum ilmiah guru, dll. 2) Lembaga atau sekolah perlu membuat program pengembangan profesionalitas berkelanjutan bagi guru melalui perencanaan yang matang dan masuk dalam RAPB sekolah, seperti program: academy award untuk guru dengan berbagai kategori, pendampingan dari universitas terdekat atau asosiasi profesi, supervisi kinerja guru dengan memasukkan aspek pengembangan profesionalitas berkelanjutan. 3) Pemerintah melalui dinas pendidikan bersama universitas yang menerbitkan sertifikat pendidik perlu membuat jam wajib bagi guru bersertifikat pendidik untuk melaksanakan pengembangan profesionalitas sebagai pendukung dari program sertifikasi guru, seperti: diklat berjenjang, kuliah dengan Sistem Kredit Semester (SKS), atau melalui pemberkasan portofolio pengembangan profesionalitas. 4) Bagi peneliti, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan: variabel faktor pendukung (model atau alasan guru bersertifikat pendidik belum melaksanakan pengembangan profesionalitas berkelanjutan), data yang lebih banyak, responden yang berasal dari berbagai wilayah, dan deskripsi hasil penelitian berdasarkan otoritas wilayah (Kota dan Kabupaten).

Pengaruh hasil belajar kelompok matakuliah keahlian berkarya terhadap keberhasilan pelaksanaan praktik industri mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga angkatan 2007 Universitas Negeri Malang / Dian Prayogi

 

Kata kunci: pengaruh, Keahlian Berkarya, Praktik Industri Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar kelompok matakuliah Keahlian berkarya terhadap keberhasilan pelaksanaan Praktik Industri mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga Angkatan 2007 Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian explanatory dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini kurang dari 100, sehingga seluruh populasi dijadikan objek penelitian. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga yang telah melaksanakan Praktik Industri, jadi jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 47 mahasiswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi analisa persentase, uji normalitas, uji lineraitas, uji homokedastisitas dan regresi ganda dengan menggunakan bantuan program SPSS Ver. 16 For Windows. Berdasarkan hasil analisa persentase didapatkan hasil bahwa sebagian besar mahasiswa mendapatkan nilai cukup baik. Bedasarkan hasil uji normalitas didapatkan hasil bahwa semua variabel X dan Y berdistribusi normal, sehingga analisa data dapat dilanjutkan dengan uji homokedastisitas dan uji linearitas. Bedasarkan uji homokedastisitas didapatkan hasil bahwa semua variabel mempunyai varians yang sama. Bedasarkan uji linearitas didapatkan hasil bahwa semua nilai asymp. Sig (2-tailed) variabel X > 0.005, maka data dapat dinyatakan linear. Dari hasil uji regresi menunjukkan adanya pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y sebesar 0,658. Jadi 65,8% variabel keberhasilan pelaksanaan Praktik Industri dipengaruhi oleh kelompok matakuliah Keahlian Berkarya. Bedasarkan hasil perhitungan, hipotesis yang diajukan penulis diterima karena terdapat pengaruh antara hasil belajar kelompok matakuliah Keahlian Berkarya terhadap keberhasilan pelaksanaan Praktik Industri.

Regulasi kanker oleh gen cWNT5A secara in vitro pada sel fibroblas chicken kidney (CK) terinduksi cadmium / Martina Kurnia Rohmah

 

Kata Kunci: regulasi, proliferasi, apoptosis, in vitro Kanker merupakan penyebab kematian utama di dunia setelah penyakit jantung. Pada tahun 2004, terdapat sekitar 7,4 juta kematian akibat kanker atau sekitar 13% dari seluruh total kematian penduduk dunia. Terapi gen merupakan salah satu jenis pengobatan kanker yang mulai banyak dipelajari saat ini. Tujuan aplikatif dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan terapi gen melalui pendekatan pengendalian regulasi gen yang berperan di dalam perkembangan tumor. Protein Wnt merupakan glikoprotein yang disekresikan dan berperan penting dalam beberapa aspek perkembangan hewan dan homeostasis jaringan dewasa. Sinyal Wnt bersifat pleiotropik dengan efek stimulasi mitogenik, spesifitas sel dan differensiasi, serta berimplikasi pada pembentukan tumor. Jalur sinyal Wnt ada 2 macam yaitu jalur sinyal Wnt canonical dan Wnt non-canonical. Jalur Wnt canonical (pada vertebrata) meliputi Wnt-1, Wnt3a, dan Wnt-8, mentransduksi sinyal untuk pembentukan komponen seluler yang evolusioner dan berperan penting di dalam kontrol proliferasi dan differensiasi sel. Pada manusia, ketidaksesuaian aktivitas jalur sinyal Wnt canonical diasosiasikan dengan tingginya frekuensi tumor pada jaringan. Selain Wnt canonical juga terdapat Wnt non-canonical yang memiliki 2 jalur sinyal yaitu Polar Cell Planar (PCP) dan Ca2+. Di antara famili Wnt non-canonical, gen Wnt5a mempunyai aktivitas antagonis dari Wnt-Wnt yang menginduksi kanker (canonical Wnt) melalui jalur -catenin. Cadmium merupakan karsinogen kelas 1 yang dapat menimbulkan efek karsinogenik melalui jalur sinyal Wnt canonical/-catenin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola regulasi gen cWnt5a secara in vitro pada sel fibroblas Chicken Kidney (CK) terinduksi cadmium. Sel CK diinduksi kanker dengan menggunakan cadmium, kemudian ditransfeksi dengan gen cWnt5a dalam virus Replication Competent ALV LRT with a Splice Acceptor (RCAS). Pada penelitian ini, CK normal merupakan kontrol negatif, sedangkan CK kanker (CK + cadmium) dan CK + gen cWnt5a sebagai kontrol positif (1 dan 2). Hasil 3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromide 0,5% (MTT) Proliferation Assay menunjukkan bahwa gen cWnt5a dapat menurunkan proliferasi (down regulate) (p < 0,05) secara signifikan pada sel kanker CK terinduksi cadmium. Uji apoptosis menunjukkan bahwa gen cWnt5a dapat menginduksi apoptosis (up regulate) (p < 0,05) secara signifikan pada sel kanker CK terinduksi cadmium.

Problematika dan diagnosis kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini di desa ngabab Kecamatan Pujon Kabupaten Malang / Fajrin Agustina

 

Kata Kunci: tumbuh kembang anak usia dini Anak usia dini berada dalam masa keemasan di sepanjang rentang usia perkembangan manusia. Anak tumbuh dan berkembang dalam lingkup sosial. Lingkup sosial awal yang meletakkan dasar perkembangan anak adalah keluarga. Dengan demikian, orang tua memiliki peranan yang penting dalam perkembangan anak usia dini. Sudah merupakan kewajiban orang tua untuk menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak. Namun, potensi tersebut hanya dapat berkembang apabila diberi rangsangan, bimbingan, bantuan, dan perlakuan yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang problematika dan diagnosis kebutuhan anak usia dini dalam pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang untuk kehidupannya di Desa Ngabab. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan phenomenologik. Penelitian ini mendeskripsikan kondisi anak usia dini dalam pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini di Desa Ngabab. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Instrumen yang digunakann untuk mengumpulkan data berupa human instrument, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan uji credibility dengan cara perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi data dan melakukan kegiatan uji confirmability.Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap penyajian data dan tahap menarik kesimpulan data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Secara umum kondisi anak usia dini cukup baik, meskipun ada yang mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya yaitu mengalami gizi buruk. Kesibukan orang tua setiap hari, menyebabkan perhatian dan kasih sayang kurang terhadap anak dan bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan terhadap anak. Kondisi pendidikan anak usia dini memprihatinkan, hanya anak usia 5-6 tahun yang memperoleh layanan pendidikan. Sedangkan anak dibawah umur lima tahun belum mendapat layanan pendidikan. Kesadaran masyarakat mengenai pendidikan masih sangat kurang, karena latar belakang yang rendah mengakibatkan kebutuhan pendidikan anak belum terpenuhi secara maksimal Masih rendahnya layanan pendidikan, khususnya lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hanya anak yang berusia 5-6 tahun saja yang mendapat layanan pendidikan di lembaga Taman Kanak-Kanak, sedangakan anak di bawah umur lima tahun belum terlayani pendidikannya yang seharusnya memperoleh layanan tersebut, sehingga bisa membantu dalam mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak sesuai dengan tahapan perkembangannya dan dapat memajukan kehidupan anak di masa yang akan datang menjadi manusia yang berkualitas untuk meningkatkan taraf hidupnya. Berdasarkan simpulan diatas diperoleh saran sebagai berikut. Pertama bagi orang tua atau masyarakat hendaknya sadar akan pentingnya pendidikan bagi anak sejak dini dan lebih memperhatikan tumbuh kembang anak sejak usia dini, orang tua juga meningkatkan pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan anak melalui berbagai media. Kedua Pemerintah Desa Ngabab, diharapkan lebih memperhatikan pendidikan anak sejak usia dini, dengan cara mendirikan lembaga PAUD dengan begitu diharapkan kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini dapat terpenuhi secara maksimal.

Pengaruh stres kerja terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja karyawan (Studi pada karyawan PT. PLN Persero distribusi Jawa Timur APJ Bojonegoro) / Prisca Nourmanovieta

 

Kata Kunci : Stres Kerja, Kepuasan kerja, dan Komitmen organisasional. Komitmen organisasional merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi organisasi. Ketika seorang mempunyai komitmen organisasional dalam organisasinya tentu karyawan akan berupaya semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk mewujudkan tercapainya tujuan organisasi. Kesuksesan tercapainya tujuan organisasi tidak semata-mata karena adanya komitmen organisasi pada diri karyawan tetapi rasa kepuasan dalam bekerja. Karyawan yang memiliki kepuasan kerja akan meredam stres yang terjadi dalam pekerjaan mereka. Sehingga apabila seorang karyawan memiliki kepuasan kerja yang tinggi maka akan mengelola stres kerja dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja karyawan yang ada di PT. PLN Persero Distribusi Jawa Timur APJ Bojonegoro terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja. Jumlah sampel adalah 69 responden dengan menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling dengan berdasarkan level manajemen pada setiap unit. Respondennya adalah karyawan PT. PLN Persero Distribusi Jawa Timur APJ Bojonegoro. Pengambilan data primer dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa angket atau kuesioner. Instrumen penelitian tersebut menggunakan skala Likert dengan 5 skala pengukuran. Tujuan penelitian ini diwujudkan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif guna mengetahui gambaran masing-masing variabel stres kerja, kepuasan kerja, dan komitmen organisasional. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows Release 16.0, untuk proses pengolahan data dan analisis jalur (path analysis). Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa: (1) terdapat pengaruh langsung negatif yang signifikan stress kerja terhadap kepuasan kerja karyawan; (2) Terdapat pengaruh langsung negatif yang signifikasi stres kerja terhadap komitmen organisasional , (3) terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional, (4) terdapat pengaruh tidak langsung negatif yang signifikan stress kerja terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja. Deskripsi penilitian menyatakan bahwa stres kerja rendah, kepuasan kerja tinggi dan komitmen organisasional tinggi.

Pengaruh status sosial ekonomi orang tua dan pemanfaatan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar ekonomi melalui minat belajar ekonomi pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X di MAN 2 Tulungagung / Ika Movitasari

 

Kata Kunci: Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Fasilitas Belajar, Prestasi Belajar, Minat Belajar. Dalam pelaksanaan pendidikan ada tiga unsur yang ikut bertanggung jawab yaitu: Orang Tua, Masyarakat, dan Pemerintah. Dalam dunia pendidikan formal, fenomena belajar mengajar dapat dilihat sebagai suatu proses belajar mengajar dan lebih menekankan pada terciptanya kegiatan pada diri siswa. Dalam mewujudkan lembaga pendidikan orang tua siswa dilibatkan dalam partisipasi swadana, hal ini secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh pada prestasi siswa. Keadaan sosial ekonomi orang tua menentukan perkembangan dan pendidikan anak disamping sebagai faktor penting bagi kesejahteraan keluarga. penyediaan fasilitas belajar juga sangat penting bagi kelangsungan prestasi belajar siswa di sekolah. Minat belajar merupakan aspek yang sangat penting bagi penentu prestasi belajar siswa. Kondisi sosial ekonomi orang tua, penyediaan fasilitas belajar yang memadai dan minat siswa yang tinggi akan dapat mendukung tercapainya prestasi belajar yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui gambaran status sosial ekonomi orang tuapenyediaan fasilitas belajar, minat belajar dan prestasi belajar siswa kelas X MAN 2 Tulungagung. (2) Mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara status sosial ekonomi orang tuapenyediaan fasilitas belajar, minat belajar dan prestasi belajar siswa kelas X MAN 2 Tulungagung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan analisis jalur. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dokumentasi data diperoleh dari sampel penelitian yang diambil dari siswa kelas X MAN 2 Tulungagung. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa termasuk kategori cukup status sosial ekonomi orang tua tergolong tinggi, fasilitas belajar tergolong rendah, serta minat belajar yang rendah. Dari hasil analisis pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial (1) ada Pengaruh Langsung Status Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap prestasi belajar siswa sebesar (2) ada Pengaruh Langsung Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa (3) ada Pengaruh Langsung minat belajar siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa, (4) Terdapat Pengaruh tidak Langsung Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Fasilitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa melalui Minat Belajar Siswa. Sehubungan dengan kesimpulan diatas maka disarankan kepada pihak terkait yaitu siswa untuk lebih berani membuka diri kepada bapak ibu guru agar berkomunikasi dalam kegiatan pembelajaran agar menjadi lebih nyaman dan juga siswa menggunakan fasilitas yang sudah tersedia semaksimal mungkin agar mencapai prestasi belajar yang lebih baik.

Pengembangan bahan ajar kimia berbasis kontekstual untuk rintisan SMA bertaraf internasional kelas XI semester 2 pada materi asam basa / Siti Mushlihatul Ummati

 

Kata kunci: bahan ajar, kontekstual, Rintisan SMA Bertaraf Internasional (RSMA- BI), asam basa Materi asam basa adalah salah satu materi yang diajarkan di R-SMA-BI. Materi pokok asam-basa bersifat konseptual dan algoritmik. Pemahaman siswa tentang materi asam basa akan lebih mendalam apabila siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Namun, pada umumnya buku teks kimia yang ada belum memfasilitasi hal tersebut. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk merangsang keaktifan siswa adalah pendekatan kontekstual. Dalam pendekatan ini, siswa dituntut untuk dapat mengaitkan materi yang dipelajari dengan situasi dunia nyata sehingga siswa mengalami pembelajaran yang bermakna. Untuk itu, peneliti mengembangkan bahan ajar kimia berbasis kontekstual untuk R-SMA-BI pada materi asam basa agar dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam memilih dan menggunakan bahan ajar. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah diperolehnya bahan ajar kimia pada materi asam basa dengan pendekatan kontekstual dan terujinya kelayakan bahan ajar ditinjau dari hasil validasi isi. Pengembangan bahan ajar dilakukan dengan mengadopsi 10 langkah model pengembangan Dick & Carey, namun pada penelitian ini hanya dilakukan hingga tahap ke sembilan. Langkah-langkah dalam pengembangan bahan ajar ini yakni, (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) menganalisis materi pembelajaran, (3) identifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa, (4) penulisan pengalaman belajar siswa, (5) mengembangkan item tes berbasis kriteria, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan bahan ajar, (8) mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif, (9) merevisi bahan ajar. Validasi isi bahan ajar dilakukan oleh validator ahli dan pengguna bahan ajar. Instrumen yang digunakan berupa angket dengan skala Likert. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Angket dianalisis dengan menggunakan teknik analisis nilai rata-rata dan teknik analisis presentase. Produk dari penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar kimia berbasis kontekstual untuk Rintisan SMA Bertaraf Internasional kelas XI semester 2 pada materi asam basa. Hasil validasi bahan ajar oleh validator ahli diperoleh nilai ratarata 3,3 dan persentase 87% untuk aspek kelayakan isi. Aspek kebahasaan memperoleh nilai rata–rata 3,7 dan persentase 93%. Sedangkan aspek penyajian materi memperoleh nilai rata–rata 3,5 dan persentase 88%. Berdasarkan validasi isi oleh pengguna bahan ajar, diperoleh nilai rata-rata 3,4 dan presentase skor sebesar 86%. Berdasarkan hasil validasi, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar kimia berbasis kontekstual R-SMA-BI kelas XI pada materi asam basa yang telah dikembangkan sudah baik dan layak untuk divalidasi empirik di lapangan.

Pengaruh modernitas individu, sikap berprestasi siswa dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas VII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang / Ratih Hapsari Wahyu Widarti

 

Kata Kunci: Modernitas Individu, Sikap Berprestasi, Perhatian Orang Tua, Prestasi Belajar. Di dalam proses belajar mengajar keberhasilan siswa dapat dilihat, salah satunya yaitu dengan melihat prestasi belajarnya di sekolah yang tidak hanya ditentukan oleh lingkungan pendidikan saja ada faktor-faktor lain yang mempengaruhinya yaitu faktor intern dan ekstern. Dari jenis klasifikasi faktor tersebut dapat diambil beberapa yaitu bisa berupa modernitas individu yang mana sangat penting mengetahui tingkat prosentase modernitas individu siswa pada perkembangan zaman saat ini,bagaimana siswa bisa memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada untuk meningkatkan prestasi belajar mereka. Selain itu sikap berprestasi juga bisa menentukan tingkat keberhasilan siswa hanya dengan melihat sikap berprestasi siswa,semangat dan keinginan siswa untuk berkembang lebih baik dalam proses belajar mengajar dan ditunjang dengan hasil prestasi belajar yang dimiliki siswa. Serta melalui perhatian orang tua karena sebagian besar waktu siswa dihabiskan di lingkungan keluarga jadi apabila siswa mendapatkan perhatian orang tua yang penuh maka akan membantu siswa dalam proses belajar mengajar sebab ada perhatian orang tua yang akan selalu membantu,berkomunikasi dan memenuhi segala kebutuhan siswa demi meningkatkan prestasi belajarnya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah modernitas individu, sikap berprestasi, Perhatian Orang Tua sebagai variabel independen dan prestasi belajar sebagai variabel dependen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan antara modernitas individu, sikap berprestasi dan perhatian orang tua secara parsial dan simultan terhadap prestasi belajar siswa. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Polulasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang, sedangkan sampel diambil sebanyak 63 siswa dengan teknik purposive random sampling. Adapun alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan analisa data menggunakan bantuan SPSS 16.0 for windows dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa modernitas individu berpengaruh positif terhadap prestasi belajar, sikap berprestasi berpengaruh positif terhadap prestasi belajar, perhatian orang tua berpengaruh positif terhadap prestasi belajar dan secara simultan modernitas individu, sikap berprestasi, dan perhatian orang tua berpengaruh positif terhadap prestasi belajar. Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan penelitian ini adalah bagi siswa hendaknya dapat meningkatkan modernitas individu dan sikap berprestasi. Bagi orang tua diharapkan diharapkan dapat memberikan perhatian kepada siswa sehingga dapat membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Bagi guru hendaknya dapat memberikan pengarahan kepada siswa mengenai apa pengaruhnya modernitas individu, sikap berprestasi dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian diluar variabel pada penelitian ini yang juga berpengaruh terhadap prestasi belajar.

Pengaruh persepsi guru tentang implementasi sistem manajemen ISO 9001 : 2008 terhadap kinerja profesionalisme guru SMK Swasta di Malang Raya / Santoso Hardiyansah

 

Kata Kunci: persepsi guru, sistem manajemen mutu ISO 9001:2008, kinerja profesionalisme guru. Persepsi guru terhadap implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 menggambarkan tindakan guru dalam melaksanakan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 menggambarkan tindakan guru dalam melaksanakan sistem manajemen mutu dengan baik atau tidak jika guru memiliki persepsi positif terhadap implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 maka guru akan dapat terlibat dalam manajemen peningkatan mutu pendidikan disekolahnya, disamping itu guru akan bekerja dengan rasa tanggung jawab dan profesional. Dari pengamatan peneliti selama ini penelitian sistem manajemen mutu hampir 90 persen dilakukan pada SMK Negeri saja, sedangkan pada sekolah swasta sangat minim diteliti, berkaitan dengan hal tersebut diperlukan penelitian tentang sistem manajemen mutu di SMK swasta dan peneliti memilih SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dan SMK PGRI 3 Malang, karena SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dan SMK PGRI 3 Malang merupakan sekolah teknologi swasta yang berstatus sekolah bertaraf internasional yang menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008.. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup persepsi guru, kinerja profesionalisme guru dan pengaruh persepsi guru tentang implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 terhadap kinerja profesionalisme guru pada SMK Swasta di Malang Raya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Penjaringan data untuk guru dilakukan dengan penyebaran angket. Sebelum instrumen digunakan untuk meneliti, maka diuji cobakan dahulu melalui uji pakar, hal ini dilakukan untuk mengetahui layak atau tidaknya instrumen digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Instrumen yang digunakan juga harus diuji dengan uji validitas dan realibilitas agar layak untuk digunakan. Kemudian data yang diperoleh dianalisis untuk menjabarkan penyajian data secara jelas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 𝑟𝑥1 = 0.371 dan p = 0.001 (p < 0.05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan sebesar 13.8% antara persepsi guru tentang implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 terhadap kinerja profesionalisme guru pada SMK Swasta di Malang Raya. Saran penelitian antara lain : (1) Bagi Peneliti lain, yang ingin meneliti dengan variabel bebas yang sama, sebaiknya mencoba untuk mengaitkan dengan variabel terikat lain karena banyak faktor-faktor yang dipengaruhi oleh penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008. Sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 merupakan sistem yang banyak diadopsi oleh dunia bisnis dan terbukti i ii memberikan kontribusi yang tinggi bagi perusahaan, sedangkan untuk institusi-institusi khususnya sekolah masih sedikit yang menerapkan sehingga diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk mencoba melakukan penelitian berupa perbandingan tingkat kontribusi yang diberikan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 kepada perusahaan dan institusi khususnya sekolah. (2) Bagi Guru, dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh pihak sekolah seoptimal mungkin guna pencapaian peningkatan mutu sekolah dan meningkatkan serta mempertahankan kinerja profesionalismenya. Jika dilihat dari sektor jam kerja guru dapat memanfaatkan alokasi waktu oleh sekolah untuk memperbaiki kualitas siswa agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan persyaratan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 yaitu mnerapkan tindakan yang perlu untuk mencapai hasil yang direncanakan dan peningkatan berkelanjutan dari proses tersebut. (3) Bagi Kepala Sekolah, sebagai manajemen puncak diharapkan meninjau sistem manajemen mutu organisasinya dalam selang waktu yang direcanakan untuk memastikan kebijakan mutu dan sasaran mutu agar lebih meningkatkan kinerja guru hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu sekolah sehingga sekolah tetap dipercaya oleh masyarakat sebagai sekolah yang bermutu. Selain itu diharapkan agar memberikan informasi kepada pelanggan yaitu masyarakat tentang sistem yang di lakukan disekolah agar masyarakat mengerti kelebihan yang dimiliki oleh sekolah dan memberikan jaminan terhadap lulusan berupa informasi lowongan kerja di perusahaan atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar target penempatan lulusan dapat dicapai seoptimal mungkin. (4) Bagi Lulusan, agar lulusan dapat lebih bersaing dalam dunia kerja dan industri maupun dunia pendidikan yang lebih tinggi, sekolah dapat menjamin penyaluran lulusan dan memberikan informasi-informasi tentang dunia kerja dan industri serta informasi jejang pendidikan yang lebih tinggi. Sekolah juga dapat mempertahankan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dan kinerja profesionalisme guru sehingga tercipta lulusan yang berkompeten. (5) Bagi Komite Sekolah, agar memelihara dokumen-dokumen pedoman mutu dari audit yang telah dilakukan berkala dan memperhatikan kesejahteraan guru kinerja profesionalisme yang telah dicapainya berdasarkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 sehingga guru tidak mencari pekerjaan lain dan tetap fokus dalam dunia pendidikan.

Pengaruh pengumuman pemecahan saham (Stock split) dan pengumuman deviden sebelum dan sesudah ex-devidend date terhadap trading volume activity (TVA) (Studi pada perusahaan yang listing di BEI yang melaksanakan stock split dan pengumuman deviden tahun 2005 - 2010) / Lina

 

Kata kunci: Stock Split, Dividen, Trading Volume Activity (TVA) Keputusan investasi untuk menentukan apakah akan melakukan transaksi dipasar modal ditentukan oleh berbagai informasi yang dimiliki, baik informasi yang tersedia di public maupun informasi private. Informasi tersebut bernilai bagi investor jika keberadaannya menyebabkan investor melakukan transaksi dipasar modal yang tercermin pada perubahan aktivitas volume perdagangan saham. Salah satu bentuk informasi yang mempengaruhi keputusan tersebut adalah stock split dan pengumuman dividen. Sampel yang digunakan sebanyak 30 perusahaan go public yang melakukan pengumuman stock split dan pengumuman dividen. Masalah dalam penelitian ini adalah stock split berpengaruh terhadap trading volume activity dan apakah pengumuman dividen berpengaruh terhadap trading volume activity. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apakah terdapat perbedaan trading volume activity sebelum dan sesudah stock split dan adakah perbedaan trading volume activity setelah terjadi pengumuman dividen sebelum dan sesudah ex-dividen date. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis statistik. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis uji t sampel berpasangan (paired sample t-test). Agar uji yang dihasilkan valid maka sebelum dilakukan analisis paired sample t-test maka dilakukan uji normalitas menggunakan uji kolmogorof smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan pada volume penjualan saham antara sebelum dan sesudah stock split. Hasil uji secara keseluruhan menunjukkan prob Sig (2 tailed) 0,294>0,05 yang berarti H0 diterima dan Ha ditolak. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada volume penjualan saham sebelum dan sesudah pengumuman dividen. Hasil uji adalah nilai Sig (2 tailed) 0,641>0,05 yang berarti H0 diterima dan Ha ditolak. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk mempertimbangkan (1) variabel-variabel lain yang mempengaruhi volume penjualan saham, (2) mengelompokkan sampel sesuai dengan jenis industri di BEI sehingga lebih diketahui pengaruh dari tiap variabel, (3) untuk menambah periode penelitian sehingga hasil akan lebih presentatif.

Pengaruh minat memilih program keahlian akuntansi dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Program Keahlian Akuntansi di SMK Negeri 1 Mojoagung / Auliya Shofwan

 

Kata Kunci: Pengaruh Minat, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar. Minat merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan prestasi belajar, dimana merupakan salah satu hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih program keahlian di SMK. Motivasi merupakan factor psikologis yang berfungsi menimbulkan, mendasari, dan mengarahkan perbuatan belajar. Prestasi belajar merupakan salah satu dasar dalam menentukan kenaikan kelas, pemilihan program, kelulusan dan penentuan peringkat kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1)Pengaruh positif dan signifikan antara minat memilih program keahlian akuntansi terhadap prestasi belajar. (2)Pengaruh positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa program keahlian akuntansi terhadap prestasi belajar. (3)Pengaruh positif dan signifikan antara minat memilih program keahlian dan motivasi belajar akuntansi terhadap prestasi belajar. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Penelitian ini disebut penelitian eksplanasi. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi ganda dengan menggunakan bantuan program SPSS 14.00 for Windows. Dalam penelitian ini diambil sampel berjenis propability sampling, sedangkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan simple random sampling dan stratified random sampling. Hasil analisis menunjukkan (1) Terdapat pengaruh positif yang signifikan dari minat memilih program keahlian Akuntansi terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian akuntansi di SMK Negeri 1 Mojoagung. (2) Terdapat pengaruh positif yang signifikan dari motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian akuntansi di SMK Negeri 1 Mojoagung. (3) Terdapat pengaruh positif yang signifikan dari minat memilih program keahlian akuntansi dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian akuntansi di SMK Negeri 1 Mojoagung. Saran yang direkomedasikan terkait dengan hasil penelitian adalah: (1) Seorang guru hendaknya dapat menimbulkan minat yang dimiliki oleh siswa yang akan mempenggaruhi peningkatan hasil belajar. (2) Seorang guru hendaknya dapat menumbuhkan motivasi yang dimiliki oleh siswa agar dapat mencapai hasil belajar yang lebih baik. (3) Sebagai seorang siswa hendaknya dapat menumbuhkan dan mempertahankan minat dalam belajarnya baik disekolah maupun diluar sekolah, sehingga dapat menunjang prestasi belajarnya. (4) Bagi peneliti yang mempunyai keinginan mengadakan penelitian yang sejenis disarankan untuk menambah variabel yang belum diteliti karena masih banyak faktor yang berperan penting dalam pencapaian prestasi belajar secara optimal selain minat dan motivasi.

Identifikasi kesulitan-kesulitan yang dialami siswa kelas II dalam mempelajari materi termokimia di SMU Negeri I Pamekasan / oleh Zakiyah

 

A Process genre approach to improve the studens' writing ability / Enur Siti Nurjanah

 

Kata-kata kunci: pendekatan genre proses, kemampuan menulis. Temuan awal dalam preliminary study mendorong penulis untuk melakukan penelitian dalam pembelajaran menulis pada siswa kelas sebelas MA Persis Katapang, Bandung. Dari angket yang berisi sepuluh pernyataan ditemukan bahwa sebagian besar siswa mempunyai kesulitan untuk menulis dalam bahasa Inggris. Kesulitan mereka adalah dalam hal mendapatkan ide, menyusun ide dan dalam menemukan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan ide-ide mereka. Untuk memecahkan masalah ini, pendekatan proses genre diterapkan dalam pembelajaran menulis di kelas tersebut. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kemampuan menulis siswa melalui penerapan pendekatan proses genre. Penulis menggunakan penelitian tindakan kelas kolaboratif, dalam hal ini dia bekerja sama dengan guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus yang terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pelaksanaan strategi ini membutuhkan enam kali dua jam pelajaran. Subjek penelitian terdiri dari 36 siswa kelas sebelas MA Persis Katapang, Bandung, tahun ajaran 2010/2011. Data dikumpulkan melalui penugasan menulis sebelum dan sesudah action, ceklis pengamatan, catatan lapangan dan kuesioner. Penilaian tulisan siswa dalam penugasan sebelum dan sesudah action dilakukan oleh dua orang rater (penilai). Dalam pada itu, reliabilitas antar rater dihitung dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment untuk mengukur tingkat persetujuan dari dua rater tersebut. Nilai reliabilitas antar kedua rater tersebut adalah 87% sebelum action dan 76% sesudah action. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pelaksanaan pendekatan proses genre untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa berhasil secara efektif dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut. Pertama, modeling of text (MoT), dalam hal ini siswa diberikan salah satu jenis teks yang akan mereka tulis setelah itu. Sementara itu, building knowledge of the field (BKoF) dilakukan di tahapan MoT dan JCoT, di awal kegiatan pembelajaran. Kedua, diskusi mengenai ciri-ciri kebahasaan, dalam hal ini para siswa didorong untuk menemukan beberapa ciri kebahasaan dalam teks yang diberikan, para siswa juga mendapat penjelasan mengenai ciri-ciri kebahasaan dalam teks tersebut dan mengerjakan latihan tentang ciri-ciri kebahasaan yang dimaksud. Dalam langkah berikutnya, joint construction of text (JCoT) bagian 1, guru dan siswa bekerja sama untuk menghasilkan sebuah teks. Langkah ini diikuti oleh joint construction of text (JCoT) bagian 2, yang dalam hal ini siswa membuat draf tulisan dengan plan sheet dan expansion sheet, serta merevisi dan mengedit draf tersebut dengan bantuan temannya untuk menghasilkan sebuah tulisan yang baik. Terakhir, dalam independent construction of text (ICoT) siswa membuat teks secara individu. Setiap tahapan prosedur tersebut dilakukan dalam satu kali pertemuan yang terdiri dari dua jam pelajaran, kecuali untuk JCoT 2 yang membutuhkan dua pertemuan. Pendekatan proses genre telah terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa, akan tetapi efektif juga dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Perolehan nilai rata-rata siswa meningkat dari 47 dalam penugasan sebelum action menjadi 70 dalam penugasan sesudah action, partisipasi siswa juga bisa mencapai 100%. Selain itu, pendekatan ini juga efektif untuk menumbuhkan sikap positif siswa terhadap pelajaran menulis dan menulis dalam bahasa Inggris. Berdasarkan hasil analisis dan diskusi, disarankan bagi guru bahasa Inggris yang memiliki masalah yang sama untuk menggunakan pendekatan genre proses dalam pembelajaran menulis. Akan tetapi, mereka perlu memperhatikan jangka waktu yang diberikan kepada siswa dalam menulis; sebaiknya diselingi dengan kegiatan yang menyenangkan seperti permainan diantara langkah JCoT dan ICoT sehingga siswa tidak merasa bosan terus menerus menulis. Selanjutnya, dalam diskusi mengenai ciri-ciri kebahasaan, siswa sebaiknya diberikan latihan yang tidak hanya dalam tingkatan kalimat tetapi juga dalam tingkatan paragraf, contohnya paragraf rumpang. Bagi para peneliti yang akan melakukan penelitian dalam pengimplementasian pendekatan proses genre, disarankan untuk memberikan topik yang berbeda pada tahapan ICoT, sehingga kemampuan siswa dalam menulis sebuah esei dari genre tertentu dapat terukur dengan baik.

Using pattern poems to improve the grammar in the writing products of the students of MA Al-Hidayah Malang / Evi Yusnia Maria Ulfa

 

Thesis, English Language Teaching, Graduate Program, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Arwijati Wahjudi, M.Pd, Dip. TESL (II) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd, M.Ed. Key Words: Pattern Poems, improvement, Grammar, Writing Product Grammar has a special position in writing since it becomes one of the aspects that constructs the genre of the writing. It is expected that the students master grammar in order to produce good writing in English. However, the students in MA al-Hidayah Malang still cannot fulfil this expectation. From the preliminary study conducted, the grammar competence which was reflected in their writing products was still poor because there were still many errors in the sentences. Concerning with this case, Classroom Action Research implementing Pattern Poems was conducted to investigate how pattern poems can improve the grammar in the writing products of the students of MA al-Hidayah Malang. This research is designed to improve the students' grammar in their writing products by using pattern poem strategy. This strategy involves students to learn grammar in more interesting and different way than had been experienced previously. Thus, the problem can be stated as follows: "How can pattern poems improve the grammar in the writing products of the students of MA al-Hidayah Malang?" The subjects of this study were the students of the tenth graders of MA al-Hidayah Malang, 2010/2011 academic year. This study was conducted by following the procedures of the classroom action research, namely: planning, implementing, observing, and reflecting. This research ran for five meetings. The four meetings were allocated for four poems; they were adjective poem, adjective placement poem, adverb poem, and contrast poem. And the last one meeting was used to write the descriptive text. The result of this study shows that pattern poem can improve students’ grammar competence and can be used as one of the ways in improving students' grammar in writing. This research thus brings success to the students because all of the students met the criteria of success in the grammar component. From 38 students, 14 students get the score of 67, 10 students get 75, 5 students get 83, 6 students get 92, and 3 students get 100. From the observation and the questionnaire, the enthusiasm was also shown by the students. This is proven by the fact that more than 50% of the students participated in the activities and were involved actively. From the questionnaire given in the end of the research, the result shows that 56% of the students chose positive response to the strategy applied, 25.5% students chose very positive response, 18.5% students chose negative response, and 0% students chose very negative response. The implementation of the strategy by using pattern poems is firstly begun by introducing the poems to the students. The teacher shows the poems and also the pattern of the poems which consist of some parts of speech. This introduction is done in the poems selected like adjective and adverb poems. Whereas adjective placement and contrast poem are introduced by showing the pattern of the typical sentences in the poems. The second activity is done by modelling to the students of how to write the poems according to the pattern. Thirdly, after the students understand how to write the poems, they should practice writing poems with their groups. The writing may be followed by performing the poems in front of the class. And in the last activity, the students write their own poems individually. Finally, English teachers facing similar problems are suggested to apply Pattern Poem, for it is not only beneficial in improving the grammar but also in motivating the students' enthusiasm in learning. For the students, the exercises will help them to improve their ability in writing the right pattern of English sentences. For future researchers, it is expected that they can conduct the same study but in different type of text genre for example narrative or recount which emphasize the need of writing sentences in the past form.

Studi awal pemanfaatan limbah kertas sebagai membran selulosa asetat dalam pemisahan gas NOx dari asap rokok / Marizka Rahmasari

 

Kata Kunci: membran, selulosa asetat, gas NOx, pemisahan gas Senyawa oksida nitrogen merupakan salah satu senyawa berbentuk gas yang berbahaya bagi kesehatan. Sumber pencemaran gas NOx berasal dari proses industri yang berasal dari cerobong pabrik, gas buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik, emisi kendaraan bermotor dan asap rokok. Pada penelitian digunakan sampel asap rokok karena sampel lebih mudah didapatkan. Pada penelitian ini, diharapkan mampu memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat. Apabila membran selulosa asetat dapat mengurangi kadar gas NOx yang terdapat dalam asap rokok, membran dapat dimanfaatkan oleh industri rokok dengan cara memasang membran selulosa asetat pada rokok, sehingga kadar gas NOx yang dihisap oleh pengguna rokok dapat berkurang. Selain itu juga dapat digunakan pada knalpot kendaraan bermotor. Tujuan penelitian adalah (1) Untuk mengetahui kadar gas NOx setelah melewati membran selulosa asetat dengan perbandingan massa selulosa dan volume asam asetat glasial 1 g:4 mL, (2) Untuk mengetahui kadar gas NOx setelah melewati membran selulosa asetat dengan perbandingan massa selulosa dan volume asam asetat glasial 1 g:8 mL, dan (3) Untuk mengetahui karakteristik membran selulosa asetat yang dibuat dengan perbandingan massa selulosa dengan volume asam asetat glasial 1 g:4 mL dan 1 g:8 mL menggunakan analisis FT-IR dan SEM Penelitian merupakan penelitian eksperimental. Tahapan dalam penelitian adalah: (1) tahap delignifikasi untuk menghilangkan komponen dari kertas selain selulosa, (2) pembuatan membran melalui reaksi asetilasi dengan menggunakan asam asetat glasial dengan katalis H2SO4 pekat 98%, (3) penentuan kadar gas oksida nitrogen dari asap rokok sebelum dan sesudah pemasangan membran selulosa asetat, dan (5) karakteristik membran selulosa asetat dianalisis menggunakan FT-IR dan SEM. Hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) Membran selulosa asetat dengan perbandingan 1g:4mL dan 1g:8mL berhasil terasetilasi setelah dianalisis menggunakan FT-IR. Membran selulosa asetat dengan perbandingan 1 g:8 mL mempunyai struktur permukaan yang lebih rapat dibandingkan membran 1 g:4 mL setelah karakterisasi menggunakan SEM dan (2) Kadar oksida nitrogen setelah dilewatkan membran selulosa asetat 1 g:4 mL adalah 54,62% dan setelah dilewatkan membran selulosa asetat 1g:8 mL adalah 51,42%.

Pengintegrasian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 6 Malang / Bayu Ariwijanarko

 

Kata kunci: Integrasi TIK, Pembelajaran ekonomi Perkembangan teknologi terutama teknologi komunikasi dan teknologi informasi (TIK), yang telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan tak terkecuali pendidikan, sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk memberikan dukungan terhadap adanya tuntutan reformasi dalam sistem pendidikan. Namun tidak semua Guru mampu memanfaatkan TIK dalam pembelajaran secara optimal. Guru ekonomi kelas X SMA Negeri 6 Malang adalah salah satu dari sekian Guru yang telah mengintegrasikan TIK dalam pembelajarannya. Hanya saja, apakah pengintegrasian TIK dalam pembelajaran tersebut telah sesuai dengan pedoman-pedoman yang ada dan apakah telah memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru ekonomi SMA Negeri 6 Malang mengenai pengintegrasian TIK pada pembelajaran, kendala yang dihadapi guru ekonomi dalam mengintegrasikan TIK pada, serta mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan pembelajaran ekonomi yang mengintegrasikan TIK di SMA Negeri 6 Malang. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian dipaparkan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik kuesioner, wawancara ,observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data digunakan triangulasi data. Analisis data menggunakan analisis induktif. Berdasarkan tujuan penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa Guru SMA Negeri 6 Malang yakin pemanfaatan TIK secara optimal, mempunyai banyak manfaat dan dapat membantu dalam penyampaian pembelajaran. Kendala yang dihadapi oleh guru ekonomi SMA Negeri 6 Malang dalam melaksanakan pembelajaran yang mengintegrasikan TIK adalah kurang lengkapnya sarana TIK yang dimiliki sekolah dan kekurang mampuan guru dalam mengoperasikan TIK. Dalam perencanaan pembelajaran yang mengintegrasikan TIK, Guru ekonomi menggunakan pendekatan software. Dalam pelaksanaan pembelajaran sendiri, Guru menggunakan strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa menjadi aktif, serta memanfaatkan program Excel dalam mengolah hasil belajar siswa. Dari hasil kesimpulan, ada beberapa saran yang diajukan peneliti. Diantaranya adalah hendaknya kebijakan Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Malang lebih mengarah kepada pengembangan kemampuan Guru dalam mengoperasikan TIK, serta pemenuhan fasilitas TIK yang dibutuhkan Guru. Kedua, hendaknya Guru lebih meningkatkan kemampuannya dalam mengoperasikan TIK, serta dapat menciptakan dan mempertahankan kreatifitas dan inovasi baru di dalam pembelajaran.

An analysis of speaking materials in developing english competencies for SMA/MA grade XI based on ctl / Refanita

 

Kata Kunci: Materi Berbicara, Buku teks dan pembelajaran kontekstual Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bahan berbicara pada buku teks yang berjudul Developing English Competencies untuk SMA/ MA Kelas XI berdasarkan CTL dengan melihat ada atau tidaknya ke tujuh komponen CTL yaitu konstruktivisme, menemukan, bertanya, masyarakat belajar , pemodelan, refleksi dan penilaian autentik. Untuk desain penelitian, peneliti menggunakan analisis isi. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah lembar analisis yang dikembangkan berdasarkan 7 komponen CTL ( konstruktivisme, menemukan, bertanya, masyarakat belajar, model, refleksi dan penilaian yang autentik. Kriteria penilaian digunakan untuk mendeskripsikan aplikasi komponen CTL. Jika skornya berkisar antara 5 sampai 6, dikategorikan baik, bila skornya antara 3 sampai 4, dikategorikan cukup, skor antara 1 sampai 2 dikategorikan buruk dan skor 0 sangat buruk. Temuan menunjukkan bahwa aplikasi komponen CTL dalam buku ini, dalam hal konstruktivisme dikualifikasikan cukup, menemukan kualifasi baik, bertanya dengan kualifikasi sangat buruk, masyarakat belajar dikategorikan baik, model dikategorikan sangat buruk, refleksi dengan kualifikasi cukup and penilaian yang otentik juga berkualifikasi cukup. Diluar permasalahan yang diteliti ada temuan lain. Pertama ada satu kegiatan yang tidak sesuai dengan topik yang dibicarakan. Kedua, tidak adanya pemisahan antara materi yang merespon fungsi bahasa dengan merespon monolog dalam jenis text. Ketiganya ada kesalahan ejaan kata dan kesalahan dalam tata bahasa. Pada intinya, bukunya ini cukup baik untuk digunakan sebagai bahan ajar dengan menambahkan kegiatannya dan mengurangi kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan topic yang dibicarakan. Berkaitan dengan temuan beberapa saran diusulkan untuk para guru dan peneliti yang akan datang. Dalam hal konstruktivisme, gambar dapat diberikan untuk memotivasi para siswa dalam mengingat pengetahuan mereka sebelumnya. Ada beberapa strategi lain yang dapat digunakan untuk mengaktifkan pengetahuan yang sudah mereka miliki seperti tes diagnosa, tabel KWl, berpikir , belajar dengan melakukannya. Dalam hal menemukan, menberikan kegiatan yang bervariasi Dalam hal betanya, memberikan pertanyaan yang membuat siswa berpikir. Dalam hal masyarakat belajar, pengelompokan siswa pada kelompok yang lebih besar dapat difasilitasi agar terbentuknya hubungan yang lebih dekat antar siswa dan berikan kesempatan yang lebih banyak kepada siswa untuk bebicara dan dan berbagi pikiran. Kegiatan pemodelan dapat dilakukan oleh guru sebelum meminta siswa untuk melakukan sesuatu. Refleksi lebih baik diberikan setelah pelajaran selesai dan bisa dalam bentuk jurnal, diskusi, catatan, menceritakan pengalaman langsung tentang pelajaran baru dan hasil karya siswa. Jenis lain dari penilaian seperti wawancara lisan, deskripsi dengan petunjuk gambar atau cerita, kesenjangan informasi, teks cerita / menceritakan kembali, improvisasi / roleplays / simulasi, laporan lisan, dan debat dapat ditambahkan. Untuk peneliti yang akan datang, disarankan bahwa mereka melakukan evaluasi tidak hanya untuk bahan berbicara tetapi juga untuk keterampilan bahasa lain dan mereka dapat menggunakan lembar analisis yang digunakan dalam penelitian ini atau mengembangkan lembar analisis yang lain.

Implementasi manajemen berbasis sekolah dalam penyelenggaraan rintisan sekolah bertaraf internasional (Studi multikasus pada tiga SMP Negeri di kota Buaya dan kota Udang) / Eddy Sutijanto

 

). Desertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd.,(II) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H, M.A., Ph.D,(III) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd. Kata kunci : manajemen berbasis sekolah, rintisan sekolah bertaraf internasional, SMP Negeri Munculnya Era globalisasi yang ditandai dengan persaingan yang sangat ketat dalam semua aspek kehidupan, memberi warna/pengaruh terhadap tuntutan akan kualitas sumber daya manusia, termasuk sumber daya pendidik sebagai unsur yang mempunyai posisi sentral dan strategis dalam pembentukan SDM berkualitas. Sungguh untuk membentuk sumber daya manusia, yang mampu berkompetensi perlu peningkatan mutu pendidikan, melalui Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Untuk mendiskripsikan upaya peningkatan mutu, efisien, relevan, dan memiliki daya saing kuat, dalam penyelenggaraan SMP- RSBI yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN 20/2003): Pasal 50 ayat(3)dinyatakan bahwa”pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional”; perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini dilakukan di tiga SMP Negeri 1 RSBI Kota Buaya, SMP Negeri 6 RSBI Kota Buaya, SMP Negeri 1 Kota udang, untuk memenuhi upaya pendidikan bertaraf internasional sebagai upaya menyiapkan peserta didik dalam mempersiapkan daya saing, dan pendidikan juga berkewajiban untuk melestarikan karakter nasional. Kondisi tersebut diiringi dengan tumbuh dan berkembangnya tuntutan otonomi daerah, sektor pendidikan, tuntutan reformasi juga bergulir seiring dengan arus reformasi. Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Pemerintah memperkenalkan dan menggalakkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (School Based Quality Improvement), atau di sekolah-sekolah terkenal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multisitus. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi peran serta, dan teknik dokumentasi. Informasi dipilih menggunakan teknik purposif, yang dipadukan dengan teknik snowball sampling. Informasi kunci dalam penelitian ini adalah kepala sekolah. Data yang terkumpul melalui teknik tersebut, diperiksa dan dilakukan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Begitu data secara keseluruhan selesai diperiksa, data terkumpul dianalisis dengan analisis dalam situs maupun analisis lintas situs. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan bagaimana proses perumusan visi,misi, tujuan ketiga situs. Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan dan Pemenuhan Indikator Kinerja Kunci Tambahan (IKKT), pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Melalui penelitian ini diperoleh temuan antara lain: (1). Perumusan Visi, misi dan tujuan (2). Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan dan Pemenuhan Indikator-Indikator Kinerja Kunci Tambahan (IKKT), pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (3). Peranan Dinas Pendidikan, Peranan Komite Sekolah, peranan Iklim sekolah, dan peranan pemerhati pendidikan(stakeholders) Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Analisis penelitian, Situs I, Situs II dan Situs III tentang : Manajemen Kepala Sekolah pada pengelolaan rintisan sekolah bertaraf internasional, yang dibangun bukan atas dasar atasan- bawahan, melainkan berdasarkan teamwork, merupakan wujud mengimplementasikan pengembangan program sekolah. Implementasi manajemen berbasis sekolah, Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan dan Pemenuhan Indikator Kinerja Kunci Tambahan (IKKT), Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Peranan Dinas Pendidikan, Peranan Komite Sekolah / orang tua, Peranan / pemerhati(stakeholders) pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Berdasarkan temuan-temuan,Pembahasan penelitian Situs I, Situs II dan Situs III, pada :(1).Temuan perumusan Visi, (b) perumusan Misi, c. perumusan tujuan Sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. (2) Temuan Pemenuhan IKKT (Standar Proses, SKL) RSBI (3). Temuan Standar Kurikulum RSBI, (4).Temuan Kegiatan Belajar Mengajar (PBM) (5).Implementasi Pembelajaran MIPA (Matematika, IPA), (6). Temuan implementasi MBS pada Peranan Dinas Pendidikan, Komite Sekolah, dan Pemerhati Pendidikan(stakeholders) RSBI Pada bagian akhir penelitian diuraikan hasil penelitian, terdiri dari: (1) Kesimpulan, (2). Implikasi Teoritis, (a) prinsip belajar mandiri; (b) rinsip belajar sebagai transformasi budaya; (c). prinsip pembelajaran mendorong kreativitas; (d) prinsip selalu saling belajar. (3). Implikasi praktis internasional, (a). implikasi proses pembelajaran Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional; (b) Implikasi Guru Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (c) Implikasi bagi Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional; (d) Implikasi bagi Sarana /Prasaran Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional; (e) Implikasi Perilaku Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional; (f). Implikasi Perilaku Guru Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. (4). Saran-Saran. (5). Kegunaan bagi Peneliti Lanjutan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.

Efektivitas penerapan pembelajaran kooperatif model team games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran IPS (Ekonomi) di SMP Negeri 1 Karangploso Malang / Linda Romadhona

 

Kata kunci: Konvensional, Team Games Tournament (TGT), Hasil Belajar Kurikulum 2004 berbasis kompetensi, yang diperbaharui dengan kurikulum 2006 yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), telah berlaku selama 4 tahun dan semestinya dilakukan secara utuh pada setiap sekolah. Cara guru yang mengajar siswa dalam kelas masih tetap saja menggunakan cara lama, yaitu dengan menggunakan metode ceramah-ekspositori. Sehingga siswa hanya sebagai pendengar setia, dan hasil belajar yang diperoleh dalam nilai ulangan selalu dibawah SKM. Pembelajaran kooperatif model TGT (Team Games Tournament) adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mempunyai tahap : (1) guru menjelaskan materi sebagai informasi awal, (2) siswa dibagi dalam kelompok, (3) siswa belajar bersama anggota masing-masing kelompok, (4) pelaksanaan turnamen, (5) penskoran dan penghargaan kelompok. Dengan demikian, siswa akan lebih banyak mencurahkan waktunya untuk tugas belajar dengan kelompok, dan dengan waktu yang sedikit dapat menguasai materi secara mendalam, tanpa harus menghafal konsep yang ada di dalam buku. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) pada pokok bahasan Ketenagakerjaan kelas VIII SMP Negeri 1 Karangploso Malang; 2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan menerapkan metode ceramah (konvensional) pada pokok bahasan Ketenagakerjaan kelas VIII SMP Negeri 1 Karangploso Malang; dan 3) Untuk mengetahui Efektivitas belajar siswa yang diajar dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) pada pokok bahasan Ketenagakerjaan kelas VIII SMP Negeri 1 Karangploso Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen, dengan rancangan penelitian adalah Quasi Experimental Design. Populasi pada penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Karangploso Malang. Sedangkan sampel yang diambil terdiri dari dua kelas, dimana satu kelas sebagai kelompok eksperimen yaitu kelas VIII-E dan satu kelas sebagai kelompok kontrol yaitu kelas VIII-F yang diambil dengan teknik Purposive Random Sampling. Data diambil dari dokumentasi, wawancara, dan tes (pre test dan post test). Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, dan uji hipotesis yaitu uji beda rata-rata kemampuan awal (t test), kemampuan akhir (t test), dan gain score (t test). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT) dengan peningkatan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode ceramah (konvensional). Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan Uji-t diperoleh hasil: 1) Nilai rata-rata pre test dari kelompok kontrol adalah 41,12 dan nilai pre test pada kelompok eksperimen adalah 42,90; 2) Nilai rata-rata post test kelompok kontrol yang diajar dengan metode ceramah (konvensional) sebesar 74,19 dan nilai rata-rata post test kelompok eksperimen yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) sebesar 84,19; dan 3) Rata-rata gain score kelompok kontrol yang diajar dengan metode ceramah (konvensional) 33,06, sedangkan rata-rata gain score kelompok eksperimen yang diajar dengan pembelajaran koopertaif model Team Games Tournament (TGT) sebesar 41,29. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode ceramah (konvensional).

Pengaruh profesionalisme dan pengalaman auditor terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan / Silvi Afindayanti

 

Kata Kunci: Pertimbangan Materialitas, Profesionalisme Auditor, Pengalaman Auditor, Regresi Berganda. Pertimbangan materialitas merupakan pertimbangan yang profesional yang dipengaruhi persepsi auditor atas kebutuhan orang yang memiliki pengetahuan memadai dan meletakkan kepercayaan pada laporan keuangan (SPAP, 2001). Sesuai dengan standar diatas, maka seorang auditor dituntut untuk memiliki sikap profesionalisme serta pengalman audit yang cukup dalam melakukan pertimbangan materialitas. Fridati (2005) menyatakan ketepatan pertimbangan tingkat materilitas yang dilakukan oleh auditor dipengaruhi oleh profesionalisme auditor yang diproksikan dengan 4 dimensi yaitu pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kemandirian, dan hubungan dengan rekan seprofesi. Koroy (2005) menyatakan bahwa ketepatan pertimbangan materilitas juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman audit. Auditor yang kurang berpengalaman mempunyai kecenderungan yang lebih tinggi dalam menghapus persediaan dibanding auditor yang berpengalaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kemandirian, hubungan dengan rekan seprofesi, dan pengalaman auditor terhadap pertimbangan materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan. Pemilihan sampel ditentukan dengan metode berdasarkan kemudahan, sehingga diperoleh sampel sebanyak 35 auditor yang menduduki jabatan sebagai partner, manajer, dan supervisor. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengabdian pada profesi, hubungan dengan rekan, dan pengalaman auditor memiliki nilai sig.< 0,05, sehingga berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan, tetapi variabel kewajiban sosial dan kemadirian memiliki nilai sig.>0,05 yang berarti bahwa kewajiban sosial dan kemandirian seorang auditor tidak berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan. Hal ini dikarenakan pengalaman auditor, kondisi dan ukuran perusahaan yang diaudit oleh auditor tersebut berbeda-beda, sehingga dalam menentukan tingkat materialitas tergantung dari pengalaman auditor, ukuran dan kondisi masing-masing perusahaan yang diaudit, selain itu, banyaknya tekanan yang dihadapi oleh auditor pada saat melakukannya audit serta adanya kepentingan keuangan yang cukup besar pada perusahaan yang diaudit juga dapat merusak kemandirian atau independensi seorang auditor dalam melakukan pertimbangan tingkat materialitas pada laporan keuangan.

Pengaruh persepsi siswa mengenai variasi metode mengajar guru terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI jurusan IPS pada Mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 3 Malang / Siska Aristiyawati

 

Kata Kunci: Persepsi Siswa Mengenai Variasi Metode Mengajar Guru, Motivasi Belajar, dan Hasil Belajar Siswa Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan suatu bangsa. Pendidikan yang berkualitas baik akan mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas baik pula, maka dari itu kualitas pendidikan senantiasa perlu ditingkatkan. Guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan suatu bangsa. Baik atau buruknya perilaku atau cara mengajar guru akan sangat mempengaruhi citra lembaga pendidikan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pelajaran berakhir. Penggunaan metode mengajar yang bervariasi diharapkan tumbuh berbagai kegiatan siswa, yaitu terciptalah interaksi edukatif. Setiap metode mengajar guru yang dipilih dan digunakan oleh guru membawa pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap motivasi dan pencapaian hasil belajar yang diharapkan. Timbulnya motivasi belajar siswa di kelas, dipengaruhi oleh adanya persepsi siswa terhadap kemampuan guru dalam mengajar, termasuk penguasaan guru dalam menggunakan metode mengajar yang bervariasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara langsung persepsi siswa mengenai variasi metode mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa kelas XI jurusan IPS pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 3 Malang, pengaruh secara langsung motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI jurusan IPS pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 3 Malang, dan pengaruh secara tidak langsung persepsi siswa mengenai variasi metode mengajar guru terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar siswa kelas XI jurusan IPS Pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 3 Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS tahun ajaran 2010/2011, yang berjumlah 55 siswa. Dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket dan dokumentasi. Sedangkan untuk pengelolaan datanya, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif , uji asumsi dan teknik analisis jalur. Berdasarkan analisis jalur/part analisis diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif secara langsung antara persepsi siswa mengenai variasi metode mengajar guru terhadap motivasi belajar. Terdapat pengaruh positif secara langsung motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa. Terdapat pengaruh positif secara tidak langsung persepsi siswa mengenai variasi metode mengajar guru terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar siswa.

Penerapan model pembelajaran group investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan (Studi kasus pada siswa kelas X multimedia di SMK Muhammadiyah 3 Singosari) / Wahid Nur Fitrianto

 

Kata Kunci: Model Group Investigation (GI), Motivasi Belajar, hasil belajar. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Berbagai upaya pendidikan telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan kajian-kajian dan pengembangan kurikulum di Indonesia secara bertahap, konsisten, dan disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan jaman. Salah satu metode pembelajaran yang berkembang pada saat ini adalah pembelajaran kooperatif. Salah satu bentuk pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI). Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI), mengetahui motivasi belajar siswa, mengetahui hasil belajar siswa, mengetahui kendala-kendala dan solusi yang dihadapi dan penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada kelas X Multimedia dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar di SMK Muhammadiyah 3 Singosari pada mata pelajaran Kewirausahaan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian tidakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Multimedia di SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi, tes, cacatan lapangan, dan angket motivasi siswa. Teknik analisis data melalui 3 tahap yaitu Data Reduction (Data Reduksi), data display (Penyajian Data) dan conclusion drawing (Penarikan Kesimpulan). Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I skor tertinggi yang diperoleh adalah 4,45 dari skor maksimalnya adalah 5,00, dan termasuk dalam baik dan mendapatkan poin B. Pada siklus II skor tertinggi yang diperoleh adalah 4,7 termasuk dalam kategori sangat baik dan mendapat poin A. Walaupun peningkatannya kurang signifikan, dan terdapat beberapa siswa yang justru mengalami penurunan, akan tetapi secara keseluruhan pembelajaran ini mampu meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar. Selain itu penelitian ini menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar siswa yang terlihat dari perbandingan hasil nilai Pre dan Post Test sebelum dan sesudah penerapan model Group Investigation (GI). Jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus I sebanyak 29 siswa( 87,87%) sedangkan yang belum tuntas 4 siswa (12,12%) dari 33 siswa. Hasil siklus II menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan dengan siswa yang tuntas sebanyak 31 siswa ( 93,93%) dan yang belum tuntas sebanyak 2 siswa (6,06%). Walaupun pada

Pengaruh citra produk terhadap proses keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor yamaha (Studi pada pelanggan Dealer UD. Surya Mas Motor Jombang) / Nindyo Kumoro

 

Kata Kunci: Citra Produk, Proses Keputusan Pembelian. Citra merupakan suatu hal yang penting diperhatikan oleh perusahaan, apabila perusahaan memiliki citra yang baik maka produk dari perusahaan tersebut akan dapat pula diterima dengan baik dipasaran. Demikian halnya dengan citra yang dimiliki oleh produk yang dihasilkan apabila produk sebelumnya memiliki citra yang baik maka pada peluncuran produk berikutnya kemungkinan besar akan mendapat sambutan yang baik pula bagi konsumen. Penelitian ini berusaha menjelaskan pengaruh citra produk terhadap proses keputusan pembelian sepeda motor pada UD. Surya Mas Motor Jombang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan lima variabel bebas dan satu variabel terikat, variabel bebas terdiri atas Desain, Warna, Kualitas, Jaminan, dan pelayanan. Sedangkan variabel terikatnya adalah Proses keputusan pembelian sepeda motor Yamaha. Populasi dalam penelitian ini adalah pembeli sepeda motor Yamaha pada UD. Surya Mas Motor. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Acidental sampling. Dalam penelitian jumlah sampel yang menggunakan rumus Slovin dengan hasil 94 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ß1 dari desain produk adalah sebesar 0,426, nilai thitung 3,091 dan signifikan pada level 0,003. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara desain produk terhadap pengambilan keputusan pembelian karena thitung > ttabel yaitu 3,091>1,987. (2) β2 dari warna adalah sebesar 0,584, nilai thitung 3,326 dan signifikan pada level 0,001. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara warna terhadap proses keputusan pembelian karena thitung > ttabel yaitu 3,326 > 1,987. (3) β3 dari kualitas produk adalah sebesar 0,803, nilai thitung 4,132 dan signifikan pada level 0,000. Ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara kualitas produk terhadap proses keputusan pembelian thitung > ttabel yaitu 4,132 > 1,987. (4) β4 dari jaminan adalah sebesar 0,524, nilai thitung 3,223 dan signifikan pada level 0,002. Ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara jaminan terhadap proses keputusan pembelian thitung > ttabel yaitu 3,223 > 1,987. (5) β5 dari pelayanan adalah sebesar 0,668, nilai thitung 3,166 dan signifikan pada level 0,002. Ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara jaminan terhadap proses keputusan pembelian thitung > ttabel yaitu 3,166 > 1,987. Berdasarkan hasil uji F yang diperoleh nilai Fhitung sebesar 37,225 > Ftabel sebesar 2,318 dengan signifikan pada level 0,000 hal ini menunjukan bahwa secara simultan kelima variabel bebas berpengaruh positif dan signifikan terhadap proses keputusan pembelian sepeda motor Yamaha. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh atau dominan dalam penelitian ini adalah X3 kualitas produk. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian yaitu secara parsial ada pengaruh positif dan signifikan antara citra produk (desain produk, warna produk, kualitas produk, jaminan produk, pelayanan) maupun bersama - sama terhadap proses keputusan pembelian telah terbukti. Sedangkan saran yang bisa dikemukakan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama penelitian adalah sebagai berikut: (1) Citra produk hendaknya diperhatikan, terutama adalah faktor kualitas produk yang memiliki sumbangan efektif tertinggi atau mempunyai pengaruh paling besar pada proses pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen. (2) Lebih meningkatkan citra produk untuk lebih meyakinkan konsumen agar bisa memberikan persepsi bahwa motor Yamaha adalah bagus atau baik. (3) Untuk penelitian selanjutnya penelitian ini bisa dijadikan pembanding dengan perusahaan lainnya.

Pengembangan motorik anak usia dini melalui media puzzle (Studi peserta didik di pos PAUD Melati Bangka Tasikmadu Malang) / Titing Marwati

 

Kata kunci: Pengembangan Motorik, Anak Usia Dini, Media Puzzle Penyelenggaraan pendidikan sejak dini mampu meningkatkan kualitas kehidupan bangsa di masa mendatang. Satuan pendidikan anak usia dini di Indonesia adalah (0-6 tahun) dikatagorikan sebagai PAUD. Metode pembelajaran yang ditetapkan untuk anak usia dini adalah metode belajar melalui bermain, karena dalam bermain anak dapat mengekplorasikan dan mengekspresikan kemampuan yang dimilikinya. Kemampuan yang dimiliki oleh anak seperti kemampuan fisik motorik, dimana perkembangan fisik (motorik) merupakan proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Setiap gerakan yang dilakukan peserta didik merupakan hasil kegiatan yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perkembangan fisik (motorik) meliputi perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Dalam penelitian ini difokuskan pada anak usia 3,5 – 5,5 tahun, disebutkan dalam undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I, Pasal 1, Ayat 14, dinyatakan bahwa “Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Sehingga dalam hal ini, upaya pengembangan motorik anak usia dini adalah melalui media permainan membangun atau biasanya disebut dengan media puzzle. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan 3 cara, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknis analisis data dengan menggunakan cara yaitu, reduksi data, display data dan verifikasi data atau pengambilan kesimpulan tentang perilaku anak usia dini dalam bermain media puzzle, perkembangan motorik pada anak usia dini serta bermain media puzzle untuk mengembangkan motorik pada anak usia dini. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan adalah pengembangan motorik anak usia dini melalui media puzzle adalah difokuskan pada peserta didik kelompok besar usia 3,5-5,5 berjumlah 15 peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan jenis-jenis media puzzle yang terdapat di Pos PAUD Melati Bangsa Tasikmadu Malang dan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran media puzzle dalam mengembangkan motorik anak usia dini di Pos PAUD Melati Bangsa Tasikmadu Malang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka ada beberapa saran antara lain: (1) Jenis media puzzle yang digunakan untuk anak usia dini sebaiknya 1-5 potongan gambar dan 5-12 potongan gambar, karena disesuaikan dengan karakteristik, minat serta kebutuhan peserta didik (2) Dalam pelaksanaan iii pembelajaran media puzzle terutama dalam pemilihan gambar untuk pembelajaran media puzzle, sebaiknya pamong memilih gambar harus lebih menarik agar peserta didik di Pos PAUD Melati Bangsa lebih suka dan berminat untuk tetap datang serta mengikuti kegiatan pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran media tersebut pamong harus memberikan pengawasan terhadap kemampuan perkembangan anak dan selalu memberikan motivasi kepada anak didik agar peserta didik selalu termotivasi untuk melakukan sesuatu dalam mengerjakaan media yang diberikan oleh pamong tersebut dengan senang.

Studi pelaksanaan kolom dan balok beserta rincian anggaran biaya pada proyek pembangunan sentra bisnis Driyorejo Sidoarjo / Tevit Dwi Septiawan

 

Kata kunci : pelaksanaan, kolom dan balok, anggaran biaya Kolom dan balok adalah elemen struktur bangunan yang berfungsi meneruskan beban dari struktur di atasnya ke struktur bawahnya. Kegagalan dalam merencanakan dan melaksanakannya dapat berakibat langsung pada runtuhnya struktur-struktur lain yang berhubungan dengan kolom dan balok, maka dalam hal ini diperlukan perencanaan yang teliti dan pengawasan yang ketat dalam pelaksanaannya. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan kolom dan balok, serta rincian anggaran biaya. Hasil studi ini diharapkan dapat menambah pemahaman cara merencanakan, melaksanakan dan menghitung anggaran biaya pekerjaan kolom dan balok. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mendiskripsikan hasil temuan lapangan kemudian mencocokkan dengan standar perencanaan dan pelaksanaan sehingga dapat diambil kesimpulan. Hasil perencanaan kolom K2 dimensi 20 cm × 40 cm, dengan metode tulangan 2 sisi menggunakan besi beton 6 D13 dengan sengkang Ø10-12,5 cm yang mampu memikul kombinasi beban axial (Pu) sebesar 66,2623 kN dan momen (Mu) sebesar 19.964 kNm. Sedangkan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, kolom K2 dimensi 20 cm × 40 cm menggunakan besi beton 12 D13 dengan sengkang Ø10-12,5 cm. Pada perencanaan balok B2-1 dimensi 20 cm × 30 cm, untuk balok B2-1 di daerah tumpuan untuk tulangan tarik menggunakan besi beton 6 D13 dengan sengkang Ø8-15 cm yang mampu memikul momen (Mu) sebesar 41.635 kNm dan untuk tulangan tekan menggunakan besi beton 5 D13 dengan sengkang Ø8-15 cm yang mampu memikul momen (Mu) sebesar 34.573 kNm. Sedangkan perencanaan untuk balok B2-1 dimensi 20 cm × 30 cm di daerah lapangan untuk tulangan tarik dan tekan menggunakan besi beton 3 D13 dengan sengkang Ø8-15 cm yang mampu memikul momen (Mu) sebesar 21.241 kNm. Sedangkan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, balok B2-1 dimensi 20 cm × 30 cm di daerah tumpuan untuk tulangan tarik menggunakan besi beton 3 D13 dengan sengkang Ø8-15 cm dan untuk tulangan tekan menggunakan besi beton 2 D13 dengan sengkang Ø8-15 cm. Sedangkan balok B2-1 dimensi 20 cm × 30 cm di daerah lapangan untuk tulangan tarik dan tekan menggunakan besi beton 2 D13 dengan sengkang Ø8-15 cm. Pada tahapan pekerjaan kolom dan balok dimulai dari pekerjaan penulangan, bekisting, pengecoran, pembongkaran bekisting dan perawatan beton umumnya telah sesuai dengan teori. Namun pada pengecoran kolom terjadi beberapa kesalahan yaitu dalam pelaksanaan pengecoran beton tidak memperhitungkan jarak jatuh ke permukaan terdekat, hal ini dapat mengakibatkan penumpukan pada dasar kolom. Pada proyek ini telah terjadi perbedaan perhitungan biaya pekerjaan kolom K2 dan balok B2-1 antara biaya pelaksanaan pekerjaan di lapangan sebesar Rp 2.179.384.301, dengan biaya hasil perencanaan yaitu sebesar Rp 2.223.424.769. Perbedaan hasil biaya terjadi dikarenakan besi beton yang digunakan antara hasil perencanaan dan hasil pada lapangan berbeda Dari angka tersebut telah diketahui bahwa pelaksanaan pekerjaan kolom K2 dan balok B2-1 telah terjadi pembesaran biaya. Perbedaan tersebut dapat diartikan sebagai kerugian dari pelaksana atau pemborong. Berdasarkan hasil studi lapangan dapat disarankan untuk melakukan pengawasan yang lebih teliti terutama pada perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan kolom dan balok, sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana kerja.

Penerapan pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) dengan metode kooperatif tipe NHT untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII. 7 SMP Negeri 5 Malang / Coryna Nilam Sari

 

Kata Kunci: PBMP, NHT, kemampuan berpikir kritis PBMP merupakan pola pembelajaran yang di dalamnya tidak terjadi kegiatan mengajar secara langsung, melainkan melalui jalinan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat terbuka dan saling berhubungan. PBMP dapat me-ningkatkan kemampuan berpikir siswa, sebab siswa akan terasah pikirannya jika diberikan pertanyaan-pertanyaan. Dalam PBMP ini siswa dituntut untuk bekerja secara individu sehingga penguasaan konsep bisa lebih maksimal. Sedangkan disisi lain, perkembangan kurikulum pendidikan menyarankan agar siswa lebih diutamakan untuk berkolaborasi dengan siswa lain agar siswa lebih aktif dan mampu bersosialisasi dengan baik. Oleh karena itu, diterapkannya PBMP dengan metode kooperatif tipe NHT ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis tiap individu siswa namun juga tidak mengesampingkan pentingnya kolaborasi antar siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pendekatan penelitian ini merupakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu menggunakan instrumen berupa lembar acuan penilaian keterampilan ber-pikir kritis siswa, lembar acuan penilaian tes kognitif, lembar keterlaksanaan pem-belajaran oleh guru, dan lembar keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII.7 SMP Negeri 5 Malang semester 2 (genap) tahun pelajaran 2010/2011. Jumlah siswa di kelas tersebut adalah 29 orang, terdiri atas 13 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Kemampuan berpikir kritis siswa dalam penelitian ini dilihat dari ketuntasan siswa dalam mengerjakan lembar PBMP dan dilihat dari tes kognitifnya. Ketuntasan klasikal untuk lembar PBMP yaitu 75%, sedangkan ketuntasan klasikal untuk tes kognitif yaitu 85%. Adapun SKM untuk PBMP dan tes adalah 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Kemampuan berpikir kritis siswa dilihat dari ketuntasan siswa mengerjakan lembar PBMP menunjukkan peningkat-an dari 75,9% pada siklus 1 menjadi 100% pada siklus 2. Kemampuan berpikir kritis siswa dilihat dari tes kognitif pada siklus 1 dan 2 juga menunjukkan pe-ningkatan sebesar 7,1% dari 82,6% menjadi 89,7%. Hasil perhitungan taraf ke-sukaran tes kognitif siklus 1 dan 2 menunjukkan hasil yang relatif sama. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang digunakan pada siklus 1 dan 2 memiliki tingkat kesulitan yang relatif sama sehingga pada siklus 2 hasil tes kognitif siswa meng-alami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan PBMP dengan metode kooperatif tipe NHT perlu dikembangkan untuk meningkatkan proses belajar siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Efektivitas penerapan model pembelajaran think pair share (TPS) terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang / Alfian Halid Sofian

 

Kata Kunci : Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS), Akuntansi, Hasil Belajar Model pembelajaran Think Pair Share (TPS) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran Think Pair Share (TPS) adalah model pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan penguasaan akademik siswa, dan juga lebih mudah diterapkan di berbagai jenjang pendidikan. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang tahun pelajaran 2010/2011 dengan jumlah 139 siswa yang terbagi ke dalam 4 kelas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Sampel yang ditetapkan terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI IPS 2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IPS 4 sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS), sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan cara memberikan tes kemampuan akhir pembelajaran akuntansi pada pokok bahasan jurnal umum. Hasil penelitian ini menunjukkan keefektifan dari penerapan model pembelajarn Think Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar siswa, terbukti dari hasil uji-t yang menunjukkan signifikansi (0,007) < Alpha (0,05). Adapun keterbatasan dari penelitian ini adalah bentuk soal yang digunakan untuk pre test dan post test adalah sama dengan tingkat kesukaran yang sama serta penelitian hanya dilakukan pada satu pokok bahasan saja dikarenakan adanya keterbatasan waktu penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar peneliti lain melakukan penelitian tentang penggunaan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada materi lain atau lebih dari satu pokok bahasan dengan menambah waktu penelitian sehingga dapat diketahui keefektifan penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Pengaruh metode penugasan berbasis internet terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI di SMA Negeri 8 Malang / Rara Citra Ayuningtyas

 

Kata kunci: Penugasan Berbasis Internet, Hasil Belajar Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dapat berdampak positif terhadap hasil belajar akuntansi siswa. Penerapan pembelajaran yang mengaktifkan siswa dalam belajar dapat dilakukan dengan penerapan pembelajaran melalui penugasan berbasis internet. Melalui metode ini siswa dihadapkan oleh suatu permasalahan (berupa tugas yang diberikan) yang dipadukan dengan penggunaan internet untuk penyelesaiannya. Metode ini dapat mendorong siswa untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dicobakan metode pembelajaran melalui penugasan berbasis internet pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan berbasis internet terhadap hasil belajar siswa. Pembahasan materi pada penelitian ini dibatasi pada laporan keuangan perusahaan jasa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dikembangkan dengan pretest-posttest control group design. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 8 Malang yang berjumlah 28 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 8 Malang yang berjumlah 28 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif dan esai. Data hasil belajar siswa diperoleh dari selisih antara nilai post tes dan pre test (gainscore). Gainscore tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol, yakni kelas eksperimen 21,43 Sedangkan kelas kontrol 12,04 berdasarkan analisis uji t diperoleh signifikansi (0,04) < (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima yang berarti ada perbedaan positif yang signifikan terhadap hasil belajar melalui metode penugasan berbasis internet. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang diajar melalui penugasan berbasis internet (kelas eksperimen) memiliki hasil belajar yang lebih baik dari siswa yang diajar melalui metode ceramah dan tanya jawab (kelas kontrol). Berdasarkan penelitian ini disarankan bagi guru akuntansi menggunakan metode penugasan berbasis internet sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menambah variasi pembelajaran pada kompetensi dasar menyusun laporan keuangan

Pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, likuiditas dan leverage terhadap manajemen laba (Studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2008-2009) / Iffatur Rosyidah

 

Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Likuiditas, Leverage, Manajemen Laba. Laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap, dengan tujuan untuk mempertanggung jawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepada manajemen. Manajemen laba dilakukan oleh manajer pada faktor-faktor fundamental perusahaan, yaitu dengan intervensi pada penyusunan laporan keuangan berdasarkan akuntansi akrual. Masalah keagenan muncul karena adanya perilaku oportunistik dari agent, yaitu perilaku manajemen untuk memaksimumkan kesejahteraannya sendiri yang berlawanan dengan kepentingan principal. Timbulnya manajemen laba dapat dijelaskan dengan teori agency. Sebagai agen, manajer secara moral bertanggung jawab untuk mengoptimalkan keuntungan para pemilik (principal) dan sebagai imbalannya akan memperoleh kompensasi sesuai dengan kontrak Sehingga dibutuhkan suatu manajemen dalam pengaturan laba terhadap perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, likuiditas dan leverage terhadap manajemen laba perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan adalah laporan keuangan dan annual report perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2008-2009. Dalam penelitian ini menggunakan 22 sampel perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Kesimpulan yang dapat diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda yaitu: (1) Terdapat pengaruh positif signifikan dari variabel kepemilikan manajerial (X1) dan Leverage (X4) terhadap manajemen laba perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2008-2009, (2) Tidak terdapat pengaruh signifikan dari variabel kepemilikan institusional (X2) dan Likuiditas (X3) terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2008-2009. Saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu bagi peneliti beserta kalangan akademis agar dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya serta diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur akuntansi.

Pengaruh kemampuan personal selling (Sales) terhadap keputusan pembelian dalam memilih rumah (Studi pada pembeli rumah yang dikembangkan oleh PT. Pancanaka Malang di Tirtasari Recidence Sukun) / Dadang Arfi Permana Putra

 

Kata kunci: personal selling, aktivitas sales, keahlian sales, karakteristik sales, keputusan pembelian Kebutuhan dan keinginan konsumen yang beraneka ragam dan banyaknya produk baru yang bermunculan yang ditawarkan kepada konsumen membuat konsumen sekarang ini menjadi semakin selektif terhadap pembelian barang-barang kebutuhannya, sehingga hal tersebut membuat perusahaan harus selalu berusaha untuk memenuhi selera konsumen dan memuaskan kebutuhan – kebutuhannya. Promosi menunjukkan pada berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan kebaikan produknya, membujuk dan mengingatkan para pelanggan dan konsumen sasaran untuk membeli produk tersebut. Suatu perusahaan harus memutuskan berapa banyak perbedaan (misalnya, manfaat, keistimewaan) yang harus dipromosikan kepada pelanggan sasarannya. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh personal selling (aktifitas sales, keahlian sales, karakteristik pribadi sales) yang signifikan secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian rumah di PT. PANCANAKA Malang; 2) mengetahui variabel personal selling yang dominan terhadap keputusan pembelian rumah di PT. PANCANAKA Malang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi, karena dalam penelitian ini memiliki tujuan akhir untuk melihat kaitan hubungan antar variabel. bebas X (independen) yang terdiri dari aktivitas sales (X1), keahlian sales (X2), karakteristik sales (X3). Sedangkan keputusan pembelian sebagai variabel terikat Y (dependen). Populasi dalam penelitian ini adalah pembeli rumah yang dikembangkan oleh PT.PANCANAKA Malang khususnya di Tirtasari Residence Sukun. Teknik pengambilan sampel Non Probability Sample diperoleh sampel sejumlah 86 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke tiga variabel bebas yang berpengaruh secara parsial hanya keahlian sales dan karakteristik sales. Secara simultan variabel aktivitas sales, keahlian sales dan karakteristik sales berpengaruh terhadap keputusan pembelian rumah di perumahan PT. PANCANAKA Malang. Variabel keahlian sales merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian rumah di perumahan PT. PANCANAKA Malang .

Penerapan lesson study untuk meningkatkan kemampuan mengajar mahasiswa program studi pendidikan biologi FMIPA UM dalam praktik pengalaman lapangan (PPL) di SMP 1 Malang / Aprillia Rhamadhany

 

Kata Kunci: lesson study, kemampuan mengajar, mahasiswa pendidikan biologi, praktik pengalaman lapangan, SMPN 1 Malang. Dunia pendidikan akhir-akhir ini tengah mencari solusi atas permasalahan yang dialami dalam proses dan praktik pembelajaran. Salah satu alternatif yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu penerapan lesson study. Solusi tersebut diimplementasikan pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan FMIPA UM yang menempuh Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Melalui lesson study guru akan melakukan kolaborasi dengan guru lain untuk merancang, mengamati dan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penerapan lesson study dan kemampuan mengajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UMdi SMPN 1 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kolaboratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tindakan yang dimaksud pada penelitian ini adalah tahapan Plan, Do, dan See. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UM angkatan 2007 dengan jumlah mahasiswa empat orang (selanjutnya disebut GM) dan siswa kelas VIII-A, VIII-C, VIII-F, dan VIII-I. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar penilaian kemampuan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar penilaian kemampuan praktik mengajar, lembar observasi lesson study, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lesson study di SMPN 1 Malang secara keseluruhan berada pada kategori terlaksanan dengan persentase rata-rata keterlaksanaan sebesar 80,4 % yang meliputi: tahap plan 88,5%, tahap do 75,4 %, dan tahap see 77,4 %. Kemampuan mengajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UM mengalami peningkatan dan berada pada kategori baik yaitu pada GM I dengan skor rata-rata 82,7, GM II dengan skor rata-rata 81,1, GM III dengan skor rata-rata 79,3, dan GM IV dengan skor rata-rata 78, 4. Rata-rata siswa berpendapat menarik dalam mengikuti proses pembelajaran, hal itu terbukti tingkat kemenarikan siswa mencapai 72,0%. Untuk tingkatan tidak menarik mencapai 0%, cukup menarik mencapai 21,1%, dan sangat menarik mencapai 2,8%. Berdasarkan persentase angka ketuntasan belajar siswa pada UH KD 1 dan KD 2, hampir seluruh kelas yang diteliti mengalami ketuntasan. Pada kelas VIII-A persentase angka ketuntasan yang dicapai sebesar 90,3% dan 100%. Kelas VIII-C sebesar 83,3% dan 100%. Kelas VIII-F sebesar 84,4% dan 75%. Kelas VIII-I sebesar 86,7% dan 96,7%. Melalui lesson study dapat meningkatkan kemampuan mengajar GM dan juga hasil belajar siswa sehingga lesson study dapat dijadikan alternatif baru untuk memperbaiki proses pembelajaran dan keprofesionalan guru.

Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap audit delay (Studi empiris perusahaan real estate property yang terdaftar di BEI tahun 2008-2009) / Ranny Kartika Sari

 

Kata kunci: audit delay, ukuran perusahaan, lama menjadi klien KAP,laba atau rugi, ukuran KAP Ketepatan waktu merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan nilai laporan keuangan dan merupakan salah satu indikator yang digunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan.Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan, lamanya menjadi klien KAP, laba/rugi, dan ukuran KAP secara parsial terhadap audit delay . Populasi yang digunakan dalam penelitian ini ada 102 perusahaan berasal dari perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEI tahun 2008 dan 2009 . Total sampel yang ada pada penelitian ini berjumlah 19 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling,Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji asumsi klasik dan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa faktor ukuran perusahaan dengan nilai 0.040 berpengaruh signifikan terhadap audit delay. ukuran KAP sebesar 0.047 berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Sedangkan lama menjadi klien KAP dengan nilai 0.323 tidak berpengaruh terhadap audit delay, dan laba/rugi sebesar 0.565 juga tidak berpengaruh terhadap audit delay. Dari hasil analisis ukuran perusahaan dan ukuran KAP merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Sedangkan faktor lamanya menjadi klien KAP dan laba/rugi tidak berpengaruh terhadap audit delay. Secara berurutan, faktor yang paling dominan hingga yang tidak dominan adalah ukuran perusahaan, ukuran KAP, lamanya menjadi klien KAP, dan laba/rugi. Dianjurkan untuk penelitian selanjutnya bisa menambah faktor lain yang mempengaruhi audit delay , menambahkan perusahaan, dan tahun yang akan diteliti agar terlihat komparabilitas antara perusahaan satu dengan yang lain dengan industri yang sama atau yang berbeda.

Perkembangan media pembelajaran berbantuan komputer pada mata pelajaran akuntanasi di SMK Negeri 2 Blitar / Mohamad Asnal Mahfud

 

Kata Kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Komputer, Mata Pelajaran Akuntansi Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di SMK Negeri 2 Blitar khususnya pada mata pelajaran akuntansi terdapat masalah yang berkaitan dengan proses pembelajaran,diantaranya pembelajaran akuntansi yang masih menggunakan metode ceramah atau bersifat satu arah,guru lebih dominan dan siswa mendengarkan,penggunaan media juga sangat kurang, hal ini mengakibatkan minat belajar siswa mengalami penurunan yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas hasil belajar. Oleh karena itu dalam mata pelajaran akuntansi diperlukan pengembangan media yang menggabungkan berbagai media untuk proses pembelajaran atau yang disebut dengan multimedia pembelajaran. Penggunaan multimediamedia pembelajaran seperti ini diharapkan dapat membantu siswa maupun guru agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami. Multimedia pembelajaran yang dikembangkan mencakup beberapa komponen yaitu teks, gambar, suara, dan video dengan materi pengelolaan bukti transaksi. Program multimedia pembelajaran ini dirancang dengan bantuan program-program komputer dan digabungkan dengan software Borland Delphi 07. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan. Peneliti menggunakan model pengembangan Borg & Gall yang telah disesuaikan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan untuk mengukur efektifitas multimedia pembelajaran menggunakan selisih antara nilai posttest dan nilai pretest (gainscore). Data kuantitatif dari angket dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase untuk menentukan kelayakan multimedia pembelajaran dan data selisih antara nilai posttest dan nilai pretest (gainscore) dianalisis dengan dengan menggunakan metode Mann Whitney U Test untuk menentukan pengaruh dari penggunaan media pembelajaran berbantuan komputer terhadap peningkatan hasil belajar.Data yang diperoleh dari hasil validasi keseluruhan sebesar 78,59% ini berarti multimedia layak digunakan, hasil uji hipotesis dengan menggunakan metode Mann Whitney U Test diperolah probabilitas 0,007 < 0,05, artinya ada pengaruh yang signifikan dari pemanfaatan multimedia pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMK Negeri 2 Blitar. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbantuan komputer ini layak digunakan dan efektif sebagai media pembelajaran akuntansi.

Pengembangan bahan ajar bilogi materi ekosistem untuk SMA RSBI (Rintisan sekolah bertaraf internasional) kelas X dengan pendekatan salingtemas / Sofia Putri Rahayu

 

Kata kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, RSBI, Salingtemas. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah saat ini dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah melakukan perubahan menuju perbaikan dalam sistem pendidikan nasional. Upaya yang dilakukan diantaranya yaitu perbaikan pada KTSP, Mutu Sekolah, Standar Kompetensi Lulusan, serta Sarana dan Prasarana. Perbaikan sarana dan prasarana itu salah satunya dengan menyediakan bahan ajar. Selama ini di sekolah-sekolah RSBI belum tersedia bahan ajar yang mendukung standar sekolah baik dalam hal content maupun bahasa yang digunakan (Bahasa Indonesia). Bahan ajar adalah buku yang berisi bahan pelajaran suatu bidang studi tertentu yang digunakan sebagai buku acuan baik oleh guru maupun siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan bahan ajar biologi materi ekosistem dengan pendekatan salingtemas untuk membantu para guru sebagai alternatif pengembangan proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan bahan ajar. Bahan ajar yang dikembangkan adalah bahan ajar biologi materi ekosistem dengan pendekatan salingtemas. Prosedur penelitian meliputi pengkajian potensi dan masalah, kajian referensi atau literatur, desain bahan ajar, validasi bahan ajar, revisi I bahan ajar, validasi keterbacaan bahan ajar pada siswa, revisi II bahan ajar, dan penyempurnaan bahan ajar. Subyek validasi (validator) bahan ajar yang dikembangkan terdiri dari dua orang dosen biologi Universitas Negeri Malang dan dua orang guru biologi SMAN 3 Malang. Data yang diperoleh dalam penelitian meliputi (1) data kuantitatif berupa skor angket penilaian validator, dan (2) data kualitatif berupa tanggapan atau saran dari validator dan siswa. Hasil pengembangan berupa bahan ajar yang mempunyai tiga kegiatan materi pokok Peran Komponen Ekosistem dalam Aliran Energi dan Daur Biogeokimia, Keterkaitan antara Kegiatan Manusia dengan Masalah Perusakan/Pencemaran Lingkungan, dan Jenis-jenis Limbah dan Daur Ulang Limbah. Masing-masing kegiatan belajar dilakukan melalui pendekatan salingtemas yang meliputi lima tahap (apersepsi, pembentukan konsep, aplikasi konsep, pemantapan konsep, dan evaluasi). Hasil penilaian validator tentang kelayakan isi sebesar 89,819% yang berarti valid, dan keterbacaan 83,59% yang berarti cukup valid. Validasi keterbacaan bahan ajar pada siswa secara umum sudah terlaksana dan siswa dapat memahami bahan ajar dengan baik. Berdasarkan hasil validasi kelayakan isi dan validasi keterbacaan pada siswa, maka bahan ajar yang dikembangkan telah dapat digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar biologi di SMA RSBI kelas X.

Pengaruh kredit bermasalah, tingkat suku bunga kredit, dan simpanan masyarakat terhadap penyaluran kredit oada PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jatim cabang Blitar / Ryandis Ubaedilah

 

Kata Kunci: Kredit Bermasalah, Tingkat Suku Bunga Kredit, Simpanan Masyarakat dan Penyaluran Kredit BPR berfungsi sebagai lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit. PT. BPR Jatim Cabang Blitar merupakan salah satu BPR yang ada di kota Blitar melaksanakan fungsinya di daerah Kota dan Kabupaten Blitar. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk menganalisis pengaruh kredit bemasalah terhadap penyaluan kredit (2) Untuk menganalisis pengaruh tingkat suku bunga kredit terhadap penyaluran kredit (3) Untuk menganalisis pengaruh simpanan masyarakat terhadap penyaluran kredit4) Untuk mengnalisis pengaruh kredit bermasalah, tingkat suku bunga kredit , dan simpanan masyarakat secara simultan terhadap penyaluran kredit, tempat yang diteliti adalah PT. BPR Jatim Cabang Blitar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian causal explanatory. Dalam pengumpulan datanya, penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan PT. BPR Jatim Cabang Blitar. Peneliti menggunakan analisis regresi berganda (multiple regression) dengan bantuan SPSS 17 for Windows. Dengan pengujian asumsi klasik,regresi dan uji hipotesis. Berdasarkan pengolahan data atau analisis data ditemukan hasil: (1) Kredit bermasalah berpengaruh secara negatif signifikan terhadap penyaluran kredit (2) Tingkat suku bunga kredit berpengaruh secara negatif signifikan terhadap penyaluran kredit (3) Simpanan masyarakat berpengaruh secara positif signifikan terhadap penyaluran kredit (4) Kredit bermasalah, tingkat suku bunga kredit dan simpanan masyarakat secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap penyaluran kredit. Kredit bermasalah berpengaruh secara negatif signifikan terhadap penyaluran kredit, artinya jika kredit bemasalah meningkat maka penyaluran kredit akan menurun. Tingkat suku bunga kredit berpengaruh secara negatif signifikan terhadap terhadap penyaluran kredit, artinya jika tingkat suku bunga meningkat maka penyaluran kredit akan menurun. Simpanan masyarakat berpengaruh secara positif signifikan terhadap penyaluran kredit, artinya jika simpanan masyarakat meningkat maka penyaluran kredit akan meningkat. PT. BPR Jatim Cabang Blitar diharuskan memiliki manajemen perkreditan yang baik, dengan lebih memperhatikan kelayakan calon peminjam agar tidak terjadi peningkatan kredit macet karena debitur yang kurang bertanggung jawab. Tinggi rendahnya tingkat suku bunga kredit perlu diperhatikan, agar tidak terjadi kredit macet, karena jika tingkat suku bunga kredit tinggi maka tingkat kredit bermasalah akan meningkat. Selain itu jika tingkat suku bunga tinggi, permintaan kredit akan menurun. Perlu dilakukan penghimpunan dana masyarakat secara optimal, hal ini dapat dilakukan dengan program hadiah yang menarik, pelayanan kepada nasabah yang baik, penambahan jaringan yang luas dan mudah diakses, selain itu proses kredit lebih dipercepat, tanpa mengabaikan kelayakan calon debitur.

Efektivitas bibliokonseling melalui bacaan "Kisah Hermawan dan tiga orang Rudi" untuk meningkatkan penerimaan diri siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Malang / Rosyida Mulyasari

 

Remaja membutuhkan kemampuan untuk dapat menerima dirinya. Hal ini dikarenakan penerimaan diri dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku mereka dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Selain itu, penerimaan diri juga merupakan elemen penting bagi remaja untuk mengaktualisasikan diri. Berkembangnya popularitas status bahwa siswa jurusan IPA lebih baik dari jurusan IPS adalah kondisi yang sangat berpengaruh bagi penerimaan diri siswa IPS, khususnya bagi mereka yang mengalami kegagalan masuk jurusan IPA. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas bibliokonseling dalam meningkatkan penerimaan diri bagi siswa SMA khususnya siswa jurusan IPS. Bibliokonseling adalah salah satu teknik yang digunakan dalam proses bimbingan dan konseling dengan menggunakan bahan bacaan sebagai media untuk mencapai suatu tujuan. Dalam penelitian ini, teknik bibliokonseling menggunakan bacaan “Kisah Hermawan dan Tiga Orang Rudi” untuk meningkatkan penerimaan diri siswa kelas XI jurusan IPS. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan one group pretest posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI jurusan IPS di SMA Negeri 2 Malang dengan tingkat penerimaan diri sedang. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis statistik nonparametik melalui teknik analisis wilcoxon dengan bantuan program komputer SPSS versi 16.0. Hasil penelitian ini antara lain: (1) penerimaan diri siswa kelas XI jurusan IPS sebelum pemberian treatment berada pada kategori sedang ; (2) penerimaan diri siswa kelas XI jurusan IPS setelah pemberian treatment berada pada kategori tinggi; (3) teknik bibliokonseling melalui bacaan “Kisah Hermawan dan Tiga Orang Rudi” efektif dalam meningkatkan penerimaan diri siswa kelas XI jurusan IPS. Atas dasar hasil penelitian, penulis mengajukan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: (1) konselor dapat menggunakan teknik bibliokonseling melalui media bacaan “Kisah Hermawan dan Tiga Orang Rudi” sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan penerimaan diri siswa kelas XI IPS; (2) diharapkan peneliti selanjutnya menggunakan kelompok kontrol disamping kelompok eksperimen, sehingga efektivitas bibliokonseling lebih meyakinkan.

Pengaruh economic value added (EVA), return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) terhadap return saham (Studi pada perusahaan yang tergabung dalam 50 biggest market capitalization tahun 2009) / Aris Yuliono

 

Kata Kunci : Economic Value Added (EVA), Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Return saham. Perusahaan yang tergabung 50 Biggest Market Capitalization merupakan perusahaan yang mempunyai kapitalisasi pasar terbesar, selain itu juga mempunyai pangsa pasar besar dan menjadi leader perusahaan sejenisnya. Sehingga hal ini menarik perhatian investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Motif pemodal atau investor menanamkan dananya adalah mendapatkan return (tingkat pengembalian) yang maksimal dengan risiko minimal. Menilai baik buruknya kinerja keuangan suatu perusahaan diperlukan alat untuk mengukurnya. ROA dan ROE merupakan alat ukur yang sering digunakan para investor untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, dan sekarang telah berkembang alat ukur baru yaitu EVA. EVA adalah pendekatan baru yang digunakan dalam penelitian pengukuran kinerja keuangan dengan memfokuskan pada penciptaan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari alat-alat ukur tersebut terhadap Return saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang tergabung dalam 50 Biggest Market Capitalization tahun 2009 yang berjumlah 50 perusahaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan dihasilkan 31 perusahaan sebagai sampel yang memenuhi kriteria. Analisis yang digunakan adalah uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Economic Value Added (EVA) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, (2) Return On Assets (ROA) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, (3) Return On Equity (ROE) berpengaruh signifikan dan mempunyai hubungan positif terhadap return saham, (4) Economic Value Added (EVA), Return On Assets (ROA), dan Return On Equity (ROE) berpengaruh secara simultan terhadap return saham. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi Perusahaan 50 Biggest Market Capitalzation untuk lebih efisien dan efektif lagi dalam pengelolaan aktiva agar menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. Karena pada penelitian ini ROA berpengaruh negatif terhadap return saham. Meskipun hasil penelitian untuk EVA tidak signifikan tetapi dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk melakukan investasi karena memperhitungkan biaya hutang dan juga biaya ekuitas.

Analisis penyerapan tenaga kerja pada industri rokok di Kecamatan Sukun kota Malang (Studi kasus pada pekerja bagian produksi tahun 2005-2009) / Catur Sugiarto

 

Kata Kunci: Penyerapan Tenaga Kerja, Industri Rokok Permasalahan yang dihadapi oleh Kota Malang pada umumnya dan Kecamatan Sukun kota Malang pada khususnya adalah masih seputar besarnya angkatan kerja dan sempitnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Hal itu masih diperparah oleh relatif rendahnya kualitas sumber daya manusia sehingga pada akhirnya menyebabkan relatif tingginya angka pengangguran. Sehingga sektor industri khususnya sektor industri rokok diharapkan dapat memecahkan permasalahan ketenagakerjaan tersebut, serta sekaligus diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pendapatan pemerintah Dalam analisis ini peneliti akan menganalis penyerapan tenaga kerja pada sektor industri rokok di wilayah kecamatan Sukun kota Malang, Masalah yang akan dibahas dalam analisis kali ini dapat dirumuskan yaitu: Bagaimana keadaan tenaga kerja industri rokok di wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang dan Seberapa besar tingkat elastisitas penyerapan tenaga kerja pada industri rokok di Kecamatan Sukun Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Dengan menggunakan metode ini dan berdasarkan data-data yang diperoleh melalui metode simple random sampling terhadap 10 pabrik rokok yang diambil sebagai sampel selama lima tahun pengamatan dari tahun 2005-2009 serta informasi-informasi yang diperoleh diharapkan dapat lebih mudah menguraikan dan menggambarkan dengan jelas kondisi industri rokok, Selanjutnya hal tersebut akan dianalisa dengan menggunakan konsep elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah tenaga kerja pada perusahaan rokok di Kecamatan Sukun dari tahun ke tahun meningkat. Hal ini membuktikan bahwa industri rokok di wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang dapat mengatasi permasalahan ketenagakerjaan. Namun di sisi yang lain terjadi penurunan jumlah produksi dari tahun 2008-2009. Hal ini disebabkan faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahanya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif. Lambatnya pertambahan produksi ini disebakan karena penyediaan dari bahan pelengkap dalam produksi seperti modal, mesin, tenaga listrik, bahan mentah dan sebagainya. Penyerapan tenaga kerja pada perusahaan rokok di Kecamatan Sukun Kota Malang menunjukkan bahwa total produksi relatif tidak peka terhadap penyerapan tenaga kerja. Koefisien yang dihasilkan adalah nilainya inelastis yang artinya total produksi mengalami peningkatan sebesar satu persen, perubahan penyerapan tenaga kerja lebih kecil dari satu persen. Hal ini disebabkan karena perusahaan menuntut peningkatan produktivitas kerja karyawan sehingga pertambahan produksi yang dihasilkan pekerja senilai dengan pertambahan upah yang diterimanya, Perusahaan membebankan kenaikan upah kepada konsumen dengan menaikan harga jual barang, serta kenaikan cukai setiap tahunnya sehingga mengakibatkan perusahaan membebankan pajak kepada konsumen dengan cara menaikkan harga jual per unit barang yang diproduksi. Sebagai masukan bagi Pemerintah dengan melihat fenomena tersebut, pihak pemerintah hendaknya tidak membebani masalah tenaga kerja dengan tidak menaikan cukai setiap tahunnya pada industri rokok. Sedangkan masukan bagi perusahaan seharusnya tidak terlalu membebankan kenaikan upah atau kenaikan cukai kepada konsumen dengan menaikan harga jual barang. Karena dengan menaikan harga jual ini akan menurunkan jumlah permintaan masyarakat akan hasil produksi. Turunnya permintaan masyarakat akan hasil produksi mengakibatkan penurunan pendapatan bagi perusahaan.

Pengaruh variasi suhu kalsinasi pada karakter zeqlit dan pengaruh massa zeolit-ni dalam reaktor terhadap uji aktivitas zeolit-ni sebagai katalitas pada konversi metanol menjadi hidrokarbon / Tamam Abimanyu

 

Kata kunci : zeolit, hidrokarbon, katalis Zeolit merupakan kristal aluminosilikat terhidrasi yang mempunyai kemampuan sebagai katalis. Hal ini karena zeolit memiliki struktur berpori dalam rongga yang teratur dan situs aktif yang dapat bereaksi dengan reaktan. Pengubahan situs aktif dengan logam transisi Ni pada zeolit mempunyai tujuan meningkatkan stabilitas termal, volume pori dan luas permukaan, sehingga memperbanyak situs aktif. Keadaan ini diharapkan akan mempercepat reaksi antar reaktan dengan katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi suhu kalsinasi terhadap rasio Si/Al dan keasaman padatan, dan mengetahui variasi massa zeolit-Ni dalam reaktor terhadap uji aktivitas zeolit-Ni sebagai katalis. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu kalsinasi dan massa zeolit-Ni dalam reaktor terhadap aktivitasnya sebagai katalis pada konversi metanol menjadi hidrokarbon. Penelitian uji aktivitas katalis dilakukan pada suhu kalsinasi yang berbeda-beda(6500C, 7500C, 8500C, 9500C) dan massa zeolit alam, zeolit aktif, zeolit-Ni dalam reaktor (2 g, 6 g, 10 g). Untuk mengetahui berbagai faktor yang berpengaruh terhadap aktivitas katalis maka dilakukan pengendalian ukuran zeolit yang digunakan yaitu 8-10 mesh dan suhu konversi yaitu 4000C. Metode penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, meliputi persiapan sampel berupa zeolit, kemudian aktivasi zeolit alam, kalsinasi, impregnasi zeolit aktif dengan menggunakan larutan nikel sulfat (NiSO4) 15%, konversi metanol menjadi hidrokarbon, dan karakterisasi dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan rasio Si/Al dan keasaman padatan dipengaruhi oleh suhu kalsinasi. Hasil penelitian (1) Hasil Si/Al terlihat tertinggi terjadi Z-Ni 750 yaitu sebesar 5,636. (2) Keasaman padatan tertinggi terjadi Z-Ni 750 yaitu sebesar 2,700 mmol/gram. (3) Adapun hasil konversi metanol menjadi hidrokarbon menggunakan katalis zeolit (Z-Alam 2 g, Z-Alam 6 g, Z-Alam 10 g, Z-Aktif 2 g, Z-Aktif 6 g, Z-Aktif 10 g, Z-Ni 2 g, Z-Ni 6 g, dan Z-Ni 10 g) adalah produk yang berupa hidrokarbon dengan produk paling dominan berupa senyawa heksana, dan 1,2,3,4,5-pentametilbenzana, senyawa-senyawa lain dengan presentasi kecil yaitu: 1,2-dimetilbenzena; 1,3-dimetilbenzena; 1,2,3-trimetilbenzena, metilsiklopentana; 1-etil-2-isopropilbenzena, metilbenzena, dan turunan benzena yang lain.

Pengaruh analisis kebangkrutan model altman (Z-Score) terhadap risiko saham (Studi pada perusahaan automotive and allied products yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2009) / Agung Ariadi

 

Kata Kunci : kebangkrutan, z-score, risiko saham Kinerja keuangan merupakan suatu prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam periode tertentu yang menunjukkan tingkat kesehatannya. Kemampuan sebuah perusahaan dalam mengelola aset-aset yang dimilikinya akan menjadi senjata utama untuk dapat survive di dalam era persaingan terbuka seperti sekarang ini. Sebuah kondisi persaingan yang menuntut ketangguhan dan kejelian sebuah perusahaan dalam mengambil langkah ke depan agar mampu bersaing dengan para kompetitor. Laporan keuangan merupakan refleksi dari kinerja sebuah perusahaan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan para investor. Salah satu cara mengukur kinerja keuangan perusahaan tersebut adalah dengan menggunakan analisis kebangkrutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat kebangkrutan terhadap tingkat risiko saham sebuah perusahaan. Tingkat risiko saham diasumsikan menjadi perhatian utama setiap investor disaat tingkat kebangkrutan meningkat. Tingkat kebangkrutan diukur dengan Model Altman, sedangkan tingkat risiko saham diukur dengan menggunakan beta saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan Automotive and Allied Products yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2009. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh yaitu penentuan sampel dengan mengambil seluruh populasi yang ada agar hasil penelitian dapat dinilai secara utuh. Data-data dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan analisis regresi sederhana dan koefisien korelasi peringkat Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian besar perusahaan Automotive and Allied Products berada dalam kondisi sehat, (2.a) tingkat kebangkrutan Model Altman kondisi sehat berpengaruh negatif signifikan terhadap risiko saham, (2.b) tingkat kebangkrutan Model Altman kondisi bangkrut dan rawan bangkrut tidak berpengaruh terhadap risiko saham. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada para perusahaan Automotive and Allied Products untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan secepatnya melakukan langkah antisipatif jika menemui indikasi-indikasi kebangkrutan. Sedangkan bagi investor disarankan untuk menganalisa lebih jeli dengan memperhatikan perbandingan return dan risiko yang akan diperoleh apabila ingin melakukan investasi di perusahaan yang termasuk ke dalam kondisi bangkrut. Penelitian ini dapat dikembangkan bagi peneliti-peneliti berikutnya untuk mengetahui faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat risiko saham.

Efektivitas penerapan model pembelajaran koopeartif konstruktivistik dan pembelajaran kooperatif team assited individualization (TAI) terhadap hasil belajar (Studi eksperimen siswa kelas X di SMA Islam Al-Ma'arif Singosari) / Ardy Oktantyo Putro

 

Kata kunci : pembelaran kooperatif konstruktivistik, pembelaran kooperatif model TAI, hasil belajar. Pada pembelajaran ekonomi di SMA Islam Al Maarif Singosari Malang pada umumnya guru masih menggunakan metode konvensional, LKS dan masih kurang bervariasi. Prestasi belajar yang diperoleh siswa kelas X secara umum kurang memuaskan, sebagian besar nilai siswa yang diperoleh kurang memenuhi standart ketuntasan minimum yang ditetapkan di SMA Islam Al Maarif Singosari Malang yaitu 70. Salah satu strategi belajar mengajar efektif dan efisien adalah melibatkan siswa secara aktif dan kreatif, dalam proses pembelajaran. Proses belajar mengajar efektif dan efisien dengan melibatkan langsung siswa dapat memotivasi siswa untuk belajar aktif dan kreatif yaitu dengan menggunakan pembelajaran kooperatif konstruktivistik dan pembelajaran kooperatif model TAI (Team Assisted Individualization). Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Quasi eksperimental atau eksperimental semu. Populasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X di SMA Islam Al Maarif Singosari Malang. Sedangkan sampelnya kelas X-1 sebagai kelas control dan X-4 sebagai kelas eksperimen yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Analisis penelitian yang dipakai adalah uji beda dua rata-rata atau “t-test”. Meningkatnya hasil belajar siswa dapat diketahui dari ketuntasan belajar dan hasil kemampuan akhir siswa atau post-test pada mata pelajaran ekonomi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif konstruktifistik ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibanding dengan menggunakan pembelajaran kooperatif team assisted individualization (TAI) terbukti dengan analisis hasil belajarnya yang dapat dilihat dari ketentuan belajar siswa terdapat perbedaan yang signifikan. Yaitu pada kelas eksperimen terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 25,7%, sedangkan pada kelas kontrol terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 23,8%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif konstruktifistik pada mata pelajaaran ekonomi lebih baik dari kelas kontrol yang menggunakan metode kooperatif mode TAI (Team Assisted Individualization) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X di SMA Islam Al Maarif Singosari Malang. Saran yang diberikan berupa Perlu adanya pengondisian bagi masing-masing tingkat satuan pendidikan dan guru mata pelajaran ekonomi khususnya. Dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model TAI agar dapat mencapai hasil optimal dalam mencapai tujuan pendidikan. Penerapan pembelajaran model TAI hendaknya disesuaikan dengan materi yang diajarkan dan lingkungan belajar siswa serta ketersediaan waktu yang cukup. Hal ini dikarenakan dengan waktu yang optimal pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan akan mendapat hasil pembelajran yang efektif dan efisien.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli sepeda motor honda (Studi pada pengguna sepeda motor honda di kota Malang) / Clorida Oktarima

 

Kata kunci: perilaku konsumen, keputusan pembelian Perkembangan industri otomotif khususnya roda dua saat ini telah berkembang dengan pesat dan diwarnai dengan persaingan keras antar produsen motor. Persaingan yang sangat ketat ini membuat konsumen yang teliti dulu sebelum membeli. Pengaruh yang mendasari perilaku konsumen ada tiga kategori, yaitu 1) pengaruh lingkungan, 2) perbedaan dan pengaruh individu, 3) proses psikologis. Ketiga kategori ini mendasari perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor Honda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang dipertimbangkan konsumen di Kota Malang dalam membeli sepeda motor Honda dan mengetahui faktor mana yang paling besar dipertimbangkan konsumen dalam membeli sepeda motor Honda. Penelitian ini dilakukan Kota Malang. Faktor-faktor dalam penelitian ini meliputi faktor budaya, faktor sub budaya, faktor kelas sosial, faktor kelompok acuan, faktor motivasi, faktor persepsi dan faktor pengetahuan konsumen. Populasi dalam penelitian yaitu pengguna sepeda motor Honda di Kota Malang dengan jumlah sampel sebanyak 207 responden yang dipilih dengan menggunakan accidental sampling dan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis faktor. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: Faktor kelompok acuan memilik kontribusi varian sebesar 13.489% dengan eigen value sebesar 8,093. Faktor kelas sosial memiliki kontribusi varian sebesar 9.938% dengan eigen value sebesar 5.963.. Faktor sub budaya memilik kontribusi varian sebesar 9.185% dengan eigen value sebesar 5.511. Faktor produk memiliki kontribusi varian sebesar 7.392% dengan eigen value sebesar 4.435. Faktor persepsi memiliki kontribusi varian sebesar 6.647% dengan eigen value sebesar 3.988. Faktor pembelian memiliki kontribusi varian sebesar 5.489% dengan eigen value sebesar 3.293. Faktor ekonomis memiliki kontribusi varian sebesar 4.910% dengan eigen value sebesar 2.946. Faktor pengetahuan konsumen memiliki kontribusi varian sebesar 4.377% dengan eigen value sebesar 2.626. Faktor harga memiliki kontribusi varian sebesar 3.824% dengan eigen value sebesar 2.295. Faktor efisien memiliki kontribusi varian sebesar 3.505% dengan eigen value sebesar 2.103. Faktor motivasi memiliki kontribusi varian sebesar 2.750% dengan eigen value sebesar 1.650. Faktor promosi memiliki kontribusi varian sebesar 2.458% dengan eigen value sebesar 1.475. Faktor budaya memiliki kontribusi varian sebesar 1.764% dengan eigen value sebesar 1.058. Dapat disimpulkan bahwa faktor kelompok acuan merupakan faktor yang dominan.

Penerapan pembelajaran kooperatif model TPS (Think Pair Share) untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Tumpang semester genap tahun 2010/2011 / Elina Rodhiyah

 

Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Model TPS (Think Pair Share), hasil belajar. Setiap kegiatan belajar mengajar selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan peserta didik. Keberhasilan proses pendidikan tidak dapat dilepaskan dari proses belajar di sekolah, sebab sekolah merupakan salah satu pelaksana pendidikan yang dominan dalam keseluruhan organisasi pendidikan disamping keluarga dan masyarakat. Pada umumnya, masyarakat menilai keberhasilan proses belajar di sekolah dengan melihat prestasi belajar siswa. Apabila prestasi belajar baik, maka dapat dikatakan bahwa proses belajar mengajarnya telah berhasil. Tetapi sebaliknya apabila prestasi belajarnya buruk dan tidak memuaskan, maka dapat dikatakan proses belajarnya belum berhasil. Hasil belajar siswa merupakan suatu puncak proses belajar dimana siswa berhasil dalam menguasai dan memahami materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk angka atau skor. Berdasarkan observasi dan wawancara kepada guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 1 Tumpang, pada pembelajaran ekonomi guru masih menggunakan model ceramah dimana peran guru lebih dominan dibanding siswa, kemudian siswa mengerjakan LKS. Model pembelajaran yang dilaksanakan di kelas kurang menarik bagi siswa yang mengakibatkan banyak siswa menjadi jenuh, belum sepenuhnya melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, dan kondisi yang cukup ramai jika diajar. Selain itu hasil belajar yang dicapai sebagian siswa pada mata pelajaran ekonomi masih kurang, belum memenuhi KKM yang diterapkan SMA Negeri 1 Tumpang yaitu 75 khususnya pada kelas X.7. Model pembelajaran kooperatif TPS (Think Pair Share) merupakan model pembelajaran dengan keuntungan dan keunggulan yaitu, mudah diterapkan diberbagai jenjang pendidikan dan dalam setiap kesempatan, menyediakan waktu berpikir untuk meningkatkan kualitas respons siswa, siswa menjadi lebih aktif dalam berpikir mengenai konsep dalam mata pelajaran, siswa menjadi lebih memahami tentang konsep topik pelajaran selama diskusi, siswa dapat belajar dari siswa lain, setiap siswa dalam kelompoknya mempunyai kesempatan untuk berbagi atau menyampaikan idenya. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang diperoleh dari tes akhir belajar. Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan selama dua siklus, tiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan dan setiap siklusnya terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan dan pengamatan, refleksi, dan perbaikan rencana. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X.7 SMA Negeri 1 Tumpang yang terdiri dari 36 siswa. Langkah-langkah model pembelajaran ini adalah think (berpikir), pair (berpasangan), dan share (berbagi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model TPS(Think Pair Share) dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Ekonomi siswa kelas X.7. Dibuktikan dengan jumlah siswa yang tuntas pada siklus I sebanyak 27 siswa (75%), yang belum tuntas 9 siswa (25%). Pada siklus II siswa yang tuntas sebanyak 32 siswa (88,9%), yang belum tuntas 4 siswa (11,1%). Kriteria Ketuntasan Minimal adalah 75, sedangkan KKM Klasikal 80% dari jumlah keseluruhan siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka penerapan pembelajaran kooperatif model TPS (Think Pair Share) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kemudian saran dalam menerapkan model TPS(Think Pair Share) dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, selain itu penerapan model pembelajaran TPS(Think Pair Share) dapat dilakukan pada mata pelajaran yang sama namun pada lokasi yang berbeda. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar tidak hanya menilai hasil belajar tapi juga menilai segala aktivitas atau keaktifan setiap siswa dalam melaksanakan langkah-langkah model ini.

Kajian kandungan kristal kalsium oksalat pada organ segar, serbuk simplisia, air seduhan, serta enapan seduhan dari empat tanaman obat / Wahyu Dwi Arini

 

Kata kunci: kristal kalsium oksalat pada tanaman obat, serbuk simplisia, seduhan Tanaman tapak liman (Elephantopus scaber L.), jambu biji (Psidium guajava L.), pegagan (Centella asiatica (L.) Urban), dan remek daging (Exocaria cochinchinensis Lour.) dapat digunakan sebagai obat tradisional dan telah diketahui mengandung kristal kalsium oksalat. Tanaman obat dapat dimanfaatkan sebagai jamu dalam bentuk serbuk simplisia, air rebusan simplisia, maupun air seduhan serbuk simplisia. Kristal kalsium oksalat yang terdapat pada air dan enapan seduhan serbuk simplisia jika dikonsumsi kemungkinan dapat memicu terbentuknya batu ginjal, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang keberadaan kristal kalsium oksalat pada simplisia daun: tapak liman, jambu biji, pegagan, remek daging, dan akar tapak liman. Penelitian ini bertujuan menentukan ukuran, kerapatan kristal kalsium oksalat pada organ segar tanaman obat, mengetahui keberadaan kristal kalsium oksalat pada serbuk simplisia, air dan enapan seduhan simplisia dari daun: tapak liman, jambu biji, pegagan, remek daging, dan akar tapak liman. Penelitian ini bermanfaat untuk menentukan keamanan konsumsi serbuk simplisia, air beserta enapan seduhan serbuk simplisia daun: tapak liman, jambu biji, pegagan, remek daging, dan akar tapak liman. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan di Laboratorium Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang pada bulan Oktober 2010-Januari 2011. Sampel penelitian diperoleh dari kebun Balai Materia Medica Batu. Data berupa bentuk dan ukuran kristal kalsium oksalat dianalisis secara deskriptif. Data berupa jumlah dan kerapatan kristal kalsium oksalat dianalisis menggunakan Analisis Varian Tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kristal kalsium oksalat berbentuk prisma terdapat pada akar dan daun tapak liman, serta daun jambu biji. Kristal kalsium oksalat berbentuk druses terdapat pada daun: tapak liman, jambu biji, remek daging, dan pegagan. Ukuran kristal kalsium oksalat bentuk prisma yang terkecil terdapat pada daun tapak liman, sebesar 5-10 μm. Ukuran kristal kalsium oksalat bentuk druses yang terkecil terdapat pada daun tapak liman, sebesar 5-12,5 μm. Rerata kerapatan terendah kristal kalsium oksalat bentuk prisma terdapat pada daun jambu biji, sebesar 1,36/mm2. Rerata kerapatan kristal kalsium oksalat terendah bentuk druses terdapat pada daun pegagan, sebesar 6,12/mm2. Kristal kalsium oksalat masih ditemukan pada serbuk simplisia, dan enapan serta air seduhan serbuk simplisia, tetapi jumlahnya lebih sedikit dibandingkan di organ segar. Masyarakat sebaiknya mengkonsumsi simplisia akar dan daun tapak liman, daun jambu biji, daun pegagan, daun remek daging dalam bentuk air seduhan serbuk simplisia tanpa enapannya atau kapsul yang berasal dari ekstrak simplisia.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal (Studi pada perusahaan food and beverages tang listing di BEI periode 2007-2009) / Benny Kristianto

 

Kata Kunci : Struktur Aktiva, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Pertumbuhan Penjualan, Struktur Modal (DER). Struktur modal menunjukkan perbandingan antara total hutang dengan total ekuitas. Banyak faktor yang mempengaruhi struktur modal. Dalam penelitian ini diambil empat variabel yang berpengaruh terhadap struktur modal, yaitu struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, pertumbuhan penjualan. Struktur aktiva adalah perbandingan jumlah aktiva tetap dengan total aktiva. Ukuran perusahaan merupakan cerminan dari besarnya kekayaan perusahaan dihitung dengan logaritma dari total aktiva. Profitabilitas diukur dari tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pemegang saham. pertumbuhan penjualan diukur dengan membandingkan selisih penjualan suatu periode dengan periode sebelumnya dibagi penjualan periode sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan food and beverages yang listing di BEI periode 2007-2009 sebanyak empat belas (14) perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak sepuluh (10) perusahaan. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Variabel struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap struktur modal karena setiap kenaikan atau penurunan variabel tersebut mengakibatkan perubahan pada struktur modal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain yang mempengaruhi struktur modal seperti dividend payout, inflasi, suku bunga, leverage operasi, risiko bisnis, dan menambah periode penelitian agar hasil penelitian lebih baik.

Pengaruh informasi arus kas terhadap volume perdagangan saham dan return saham (Studi empiris pada perusahaan LQ45 yang listing di BEI periode 2007-2009) / Dina Putri Rahayu

 

Kata kunci: Arus Kas, Volume Perdagangan Saham, Return Saham Perkembangan bisnis saat ini semakin menuntut setiap perusahaan untuk mampu bersaing, sehingga dapat mengatur ketersediaan modal. Dalam memperoleh ketersediaan modal perusahaan tidak hanya mengandalkan dari internal tetapi juga harus mencari dari luar perusahaan. Begitu pula dengan seorang investor yang selalu ingin mendapatkan hasil ekonomi dari modal yang telah diinvestasikannya. Maka investor tersebut harus memperoleh informasi yang akurat, tepat waktu dan lengkap. Informasi tersebut salah satunya adalah informasi laporan keuangan arus kas yang dapat menambah preferensi investor tentang risiko dan return yang diharapkan investor. Informasi yang dikeluarkan akan memiliki makna jika menyebabkan investor melakukan transaksi di pasar modal, yang akan tercermin melalui perubahan volume perdagangan saham dan return saham. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksplanasi dengan variabel bebas informasi arus kas terhadap variabel terikat volume perdagangan saham dan return saham. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2007-2009 dengan jumlah 135 perusahaan. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 20 perusahaan dari total populasi, instrumen penelitian ini dengan menggunakan data kuantitatif, teknik analisis dengan menggunakan regresi kanonikal berdasarkan hubungan variabel bebas terhadap dua variabel terikat. Dari hasil penelitian terdapat pengaruh positif antara informasi arus kas (X) terhadap volume perdagangan saham (Y1) dan return saham (Y2) . Hal ini menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada informasi arus kas akan menyebabkan perubahan pada volume perdagangan saham dan return saham. Semakin baik informasi arus kas akan meningkatkan volume perdagangan saham dan return saham. Pada penelitian yang akan datang hendaknya menambah sampel dalam jumlah lebih besar, rentang waktu yang lebih panjang dan juga menambah variabel independen, agar mendapatkan hasil yang lebih reliabel dan bagi investor diharapkan lebih memantapkan lagi dalam menangkap dan mengelola informasi yang berada di pasar secara efisien, baik itu informasi financial maupun non finansial yang berpengaruh langsung maupun tidak terhadap keputusan berinvestasi, guna mendapatkan investasi yang lebih efektif dan menghasilkan nilai tambah atas investasi yang dilakukan.

Pengaruh persepsi mahasiswa program studi pendidikan akuntansi tentang sertifikasi guru terhadap motivasi mahasiswa menjadi guru ( Studi pada mahasiswa Universitas Negeri Malang 2007-2009) / Deden Irwanto

 

Kata kunci: persepsi mahasiswa, sertifikasi guru, motivasi Pendidikan merupakan investasi dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Peningkatan mutu sumber daya manusia sangat ditentukan oleh pendidikan yang diterima oleh individu tersebut, sehingga pendidikan berfungsi sebagai pendorong dalam peningkatan kecakapan dan kemampuan manusia agar menjadi masyarakat yang berkualitas. Dalam hal ini seorang guru dituntut untuk selalu meningkatkan profesionalismenya demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Dalam rangka peningkatan kemampuan profesinalisme guru maka pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam undang-undang 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen yakni sertifikasi. Tujuan dari program sertifikasi yaitu untuk meningkatkan mutu dan kualitas guru. Selain itu guru yang telah lolos sertifikasi akan mendapatkan kemudahan fasilitas pengembangan diri dan peningkatan kesejahteraan. Dengan adanya fasilitas pengembangan diri dan peningkatan kesejahteraan tersebut diharapkan akan menambah motivasi mahasiswa terhadap profesi guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi mahasiswa program studi pendidikan akuntasi 2007-2009 tentang sertifikasi guru terhadap motivasi mahasiswa untuk menjadi guru. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksplanasi dengan variabel bebas persepsi mahasiswa tentang sertifikasi guru terhadap variabel terikat motivasi mahasiswa menjadi guru. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan Akuntasi 2007-2009 dengan jumlah 328 mahasiswa, pengambilan sampel dengan mengunakan proporsional random sampling dengan jumlah sampel 80 atau 25% dari total populasi, instrumen penelitian ini dengan mengunakan kuesioner, teknik analisis dengan mengunakan regresi sederhana berdasarkan hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat. Dari hasil penelitian terdapat pengaruh positif antara Persepsi Mahasiswa tentang Sertifikasi Guru (X) terhadap Motivasi Mahasiswa Menjadi Guru (Y). Hal ini menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada persepsi mahasiswa tentang sertifikasi guru akan menyebabkan perubahan pada motivasi mahasiswa menjadi guru dengan arah yang searah. Semakin tinggi persepsi mahasiswa tentang sertifikasi guru akan meningkatkan motivasi mahasiswa menjadi guru. Pada penelitian yang akan datang hendaknya menambahkan variabel-variabel yang lebih bervariasi. Dengan demikian hasil yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak permasalahan dan memberikan hasil temuan penelitian yang lebih berarti dan bermanfaat bagi banyak pihak.

Analisis work sheet mata pelajaran biologi kelas X semester I yang digunakan di SMA Negeri 3 Malang tahun pelajaran 2010/2011 berdasarkan pendekatan pembelajaran inkuiri / Wahyu Dwi Arini

 

Kata kunci: analisis work sheet, pembelajaran inkuiri Pembelajaran menggunakan work sheet diharapkan dapat mendorong siswa aktif melakukaan kegiatan, sehingga memungkinkan siswa untuk menemukan prinsip-prinsip. Petunjuk pada work sheet harus dapat mengarahkan aktivitas belajar siswa dalam memecahkan persoalan dan memantapkan pengalaman belajar siswa setelah akhir proses belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan isi work sheet berdasarkan pembelajaran inkuiri. Pembelajaran inkuiri melibatkan siswa secara aktif dalam menemukan konsep dasar, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep dan ingatan siswa terhadap suatu konsep akan bertahan lebih lama. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran dan masukan kepada penyusun work sheet tentang kesesuaian isi work sheet dengan pembelajaran inkuiri. Work sheet yang dianalisis merupakan work sheet biologi kelas X semester 1 SMA Negeri 3 Malang yang diperoleh dari salah satu guru tim penyusun work sheet biologi kelas X semester 1. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2010- Januari 2011. Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian deskriptif. Data berupa kesesuaian materi dengan aspek kebenaran materi, sains lingkungan teknologi masyarakat (salingtemas), pemberian contoh dan gambar; dan kesesuaian petunjuk praktikum, petunjuk nonpraktikum, soal latihan dengan pembelajaran inkuiri berdasarkan kurikulum nasional dan kurikulum Cambridge dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian materi pada work sheet dengan aspek kebenaran materi, salingtemas, pemberian contoh dan gambar sebesar 46,76%, sehingga tergolong kriteria kurang baik. Kesesuaian petunjuk kegiatan praktikum pada work sheet dengan pembelajaran inkuiri sebesar 24,7%, sehingga tergolong kriteria sangat kurang baik. Kesesuaian isi work sheet (petunjuk praktikum) berdasarkan penilaian keterampilan dan kemampuan bereksperimen sebesar 21,43%, sehingga tergolong kriteria sangat kurang baik. Kesesuaian petunjuk kegiatan nonpraktikum pada work sheet dengan pembelajaran inkuiri sebesar 29,75%, sehingga tergolong kriteria sangat kurang baik. Kesesuaian soal-soal latihan pada work sheet dengan pembelajaran inkuiri sebesar 14,29%, sehingga tergolong kriteria sangat kurang baik. Peneliti menyarankan jika ingin dikembangkan work sheet berdasarkan pembelajaran inkuiri maka sejak awal penyusunan work sheet harus diperhatikan tuntutan yang ada di dalam pembelajaran inkuiri.

Studi deskriptif ranah afektif siswa program keahlian teknik otomotif di SMK Swasta se kota Malang / Buyung Rudyanto

 

Manajemen kedisiplinan siswa sekolah dasar (Studi multi kasus pada sekolah yang menerapkan model sistem half-day school, full-day school, dan boarding school di MAlang dan Blitar) / Taufiq

 

Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji KH, M.A, Ph. D., (II) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd., (III) Prof. Dr.Willem Mantja, M.Pd Kata-kata kunci: manajemen kedisiplinan, sekolah dasar, sistem regular, full- day school, boarding school, pondok pesantren. Sebuah penelitian dengan temuan menarik dan cukup mengejutkan pernah diselenggarakan oleh dua pakar yaitu Bogdan dan Taylor (1975). Penelitian ini sebenarnya semula dimaksudkan untuk menjawab atau mengetahui tentang kemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Ternyata, dalam hasil penelitian yang publikasinya diberi judul ”When the teachers meet technology” ini, problema yang terlebih dulu harus ditangani sebelum menjawab soal kegunaan teknologi pendidikan adalah justru soal tertib dan disiplin peserta didik. Tidak mungkin, menurut Bogdan dan Taylor(1975:30) mengharapkan manfaat tinggi dari teknologi pendidikan tanpa terlebih dulu menangani soal tertib dan disiplin kelas. Dalam penelitian ini dibahas mengenai perencanaan program kedisiplinan siswa, pola pengaturan kedisiplinan siswa, cara penanggulangan masalah disiplin, dan hasil kedisiplinan siswa di sekolah yang menerapkan model sistem regular (half day school), sekolah penuh hari (full day school) , dan sekolah ber asrama (boarding school). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, ob-servasi, dan studi dokumentasi. Pengecekan kredibilitas data dilakukan dengan teknik trianggulasi, member check, dan diskusi teman sejawat. Sedangkan pengecekan auditabilitas data penelitian dilakukan dengan para pembimbing se-bagai independent auditor untuk mengauditnya. Data yang terkumpul melalui ke-tiga teknik tersebut diorganisir, ditafsir, dan dianalisis secara berulang-ulang, baik melalui analisis dalam kasus maupun melalui analisis lintas kasus guna menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, perencanaan program kedisiplinan siswa perlu melibatkan seluruh stake holder sekolah sehingga kendala-kendala yang ada dalam pelaksanaan dapat diatasi dengan efektif. Disamping itu agar perencanaan kedisiplinan siswa berjalan efektif diperlukan untuk membreak down visi dan misi lembaga. Kedua, dasar pengaturan kurikulum dan waktu 6 jam pada sekolah umum atau half day school adalah: berbasis standar kurikulum dari diknas, dan kegiatan ekstra kurikular. Sedangkan pendidikan yang menggunakan waktu 9 jam (full day school), kurikulum yang digunakan adalah kurikulum Diknas, ekstra kurikular dan mulok berupa kegiatan mengaji ilmu agama dan kegiatan kursus bahasa asing. Sementara itu penyenyelenggaraan pendidikan dengan dasar pengaturan waktu 24 jam (boarding school) lebih banyak variabel kurikulum dan kompetensi serta target yang ingin dicapai yang menjadi goal nya bila dibandingkan dua model sistem yang lain. Begitu juga dengan pengaturan personalia yang terlibat didalamnya. Sistem boarding school membutuhkan personalia lebih banyak bila dibanding dengan model sistem regular maupun full day school. Penelitian ini juga menegaskan tidak adanya dampak negatif berlebihan sebagai akibat dari pengaturan kedisiplinan siswa, asalkan lingkungan diciptakan dengan kondusif, pembelajaran yang menyenangkan, dan mempertimbangkan aspek psikologis siswa dalam berbagai aktivitas sekolah. Ketiga, pendekatan penanganan siswa yang melakukan pelanggaran kedisiplinan dilakukan melalui beberapa tahapan. Berdasarkan temuan-temuan penelitian maka dapat diklasifikasikan bahwa ada beberapa pendekatan penanganan masalah disiplin siswa: (1) pendekatan kognitivistik yaitu dengan cara memberikan pengertian terhadap maksud dan tujuan diberlakukannya peraturan sehingga siswa dapat memahami keuntungan dan kerugian dari tindakannya.(2) pendekatan behavioristik yaitu dengan cara diberi hukuman yang bisa menjerakan siswa agar tidak mengulang lagi perbuatan yang sama. (3) pendekatan humanistik yang diterapkan dengan tidak memberikan hukuman pada siswa karena asumsi bahwa anak adalah boss dan mereka perlu betah berada dipesantren untuk tujuan memperdalam ilmu-ilmu agama.(4) pendekatan spiritualistik yaitu dengan penanganan masalah disiplin dengan cara menggugah spiritualitas santri. Sedangkan penyebab prilaku tidak disiplin pada diri siswa, yaitu:(1) faktor keluarga, (2) faktor pergaulan anak, (3) faktor eksternal seperti guru yang tidak menarik, (4) faktor kurang tegasnya pelaksanaan peraturan. (5) kurangnya keteladanan. Keempat, hasil kedisiplinan siswa pada sekolah dapat dilihat dari aspek prilaku berdisiplin seperti mematuhi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah dengan Indikator antara lain para siswa berprilaku baik terhadap lingkungan, guru, orang tua, dan juga kepada sesama teman-temanya. Kompetensi dan prestasi yang diraih oleh sekolah berbanding lurus dengan kedisplinan yang mereka terapkan. Artinya semakin disiplin suatu sekolah semakin banyak prestasi yang dapat diraih baik dari faktor akdemik maupun non akademik dan begitu juga sebaliknya. Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah menolak pandangan bahwa model sistem full day school hanya memperpanjang waktu, dan berakibat negatif pada psikologis anak. Dan justru penelitian merekomendasikan perlunya keberadaan institusi untuk tercapainya hasil kedisiplinan dan tujuan instructional yang lebih tinggi. Secara teoritis penelitian ini juga menyumbangkan satu pola pendekatan dalam penanganan masalah disiplin yaitu dengan memperhatikan spiritualitas peserta didik. Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan beberapa saran, yaitu antara lain: (1) bagi kepala sekolah dituntut untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinannya terutama dalam mengupayakan peran serta keterlibatan aktif seluruh komponen sekolah dalam manajemen kedisiplinan siswa, (2) bagi orang tua perlu mengontrol penggunaan waktu dan aktivitas anak diluar sekolah yang menerapkan half day school,(3) bagi penyelenggara sekolah dengan model sistem full day school perlu memperhatikan aspek menyenangkan dalam strategi pembelajarannya, menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan iklim belajar yang seperti keluarga agar kecemasan banyak fihak mengenai dampak negatif tersebut tidak terjadi.

Implementasi manajemen strategik dalam mengelola sekolah unggul (Studi multi kasus di Mts. Negeri 1 SMPN 2 Mataram) / M. Ary Irawan

 

Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd. (2) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd. Kata-kata kunci: manajemen strategik, sekolah unggul. Akibat adanya perubahan globalisasi yang semakin pesat menuntut perlunya relevansi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja/industri terhadap mutu lulusan (out-put), selain itu munculnya lembaga pendidikan yang bertaraf internasional. Persaingan kini terjadi pada hampir semua bidang usaha, bukan hanya pada bidang bisnis saja, tetapi persaingan tersebut juga telah merambah ke dunia pendidikan kita, mulai dari Play Group, SD, SLTP, SLTA, Universitas, bahkan ke institusi-institusi pendidikan lainnya. Oleh karena itu tantangan sekolah-sekolah saat ini adalah bagaimana mengelola sekolah unggul sehingga dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat. Dengan kata lain, dunia pendidikan khususnya pada sekolah-sekolah kini dituntut untuk mampu mengembangkan strategic management yang pada dasarnya banyak diterapkan dalam dunia usaha, sebagai langkah antisipatif terhadap kecenderungan-kecenderungan baru guna mencapai dan mempertahankan posisi bersaingnya, sehingga nantinya dapat dihasilkan manusia-manusia yang memiliki sumber daya manusia berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Fokus penelitian ini tertuju pada 3 (tiga) hal, yaitu: (1) formulasi strategik, (2) implementasi strategik dan (3) proses evaluasi program kegiatan sekolah dalam mengelola sekolah unggul. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, obeservasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptip kasus individu dan lintas kasus dengan alur (1) reduksi data (data reduction), (2) penyajian data (data display), dan (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/ verification). Agar memperoleh keabsahan data dilakukan dengan empat kriteria yaitu: kepercayaan (credibility), keteralihan (transferbility), ketergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Temuan-temuan yang diperoleh dalam penelitian adalah: Pertama, formulasi strategik dalam mengelola sekolah unggul meliputi: (1) Memiliki dasar yang kuat dalam penyusunan visi dan misi sekolah, (2) Melakukan analisis lingkungan sekolah baik pada aspek internal maupun eksternal, (3) Merumuskan tujuan sekolah sesuai dengan visi dan misi sekolah, dan (4) Menetapkan strategi secara komprehensip. Kedua, implementasi strategik dalam mengelola sekolah unggul terdiri atas: (1) Pembentukan struktur organisasi sekolah yang jelas, (2) Membuat kebijakan dan program kerja sekolah rasional dan relevan, (3) Pengembangan budaya sekolah yang sehat, (4) Pemanfaatan dan pengembangan sumber daya sekolah, dan (5) Perlibatan komite sekolah dalam kegiatan pendidikan di sekolah secara efektif. Ketiga, proses evaluasi program dalam mengelola sekolah unggul terdiri dari: (1) Penentuan indikator evaluasi yang berpijak pada rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS), (2) Mengumpulkan informasi dan data melalui: monitoring dan evaluasi (monev), supervisi, pertemuan pribadi, rapat sekolah, audit internal dan eksternal yang dilaksanakan secara sistematis (3) Menganalisis dan mengidentifikasi permasalahan yang menjadi kendala pelaksanaan kegiatan program sekolah, dan (4) Melaksanakan rencana tindak lanjut terhadap rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) secara berkelanjutan. Dari hasil penelitian, dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut. Pertama, Bagi MTs. Negeri 1 dan SMPN 2 Mataram agar berupaya secara terus-menerus mempertahankan dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Kedua, sekolah lainnya yang sedang berkembang dan belum berprestasi di Kota Mataram pada umumnya: (1) Agar berpegang teguh dan berpedoman pada visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan sekolah; (2) Melibatkan partisipasi aktif orang tua murid, masyarakat, dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan (stakeholder) lainnya dalam mendukung penyelenggaraan program kegiatan sekolah; dan (3) Melakukan evaluasi secara sistematis dalam upaya perbaikan program kegiatan sekolah. Ketiga, pemerintah: (1) menyediakan anggaran pendidikan secara berkelanjutan dan tepat waktu; (2) lebih intensif melakukan monitoring dan evaluasi secara objektif, transparan, akuntabel dan demokratis. Keempat, Komite sekolah dan Masyarakat kota Mataram: agar lebih maksimal untuk menjalankan peran dan fungsinya sebagai pemberi pertimbangan (advisory agency), pendukung (supporting agency), pengontrolan (controlling agency), dan mediator (mediating agency) sehingga tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan bersama. Kelima, Para peneliti lainnya yang ingin meneliti kasus-kasus sejenis, hendaknya melakukan penelitian lanjutan dan mengkaji secara mendalam variabel-variabel yang belum sempat dikaji pada penelitian ini.

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme bertema rokok untuk SMP/MTs kelas VIII semester I / Eka Vasia Anggis

 

Kata Kunci : Paket IPA Terpadu, Konstruktivisme, Tema Rokok, , Siswa SMP Kelas VIII Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA untuk SMP/MTs merupakan IPA terpadu. Pada penelitian sebelumnya oleh Handayanto, dkk., (2009: 32) menyatakan bahwa berdasarkan pelaksanaan pembelajaran IPA di SMP Negeri Wilayah Malang Raya,menunjukkan bahwa hampir semua guru (96,2%) memiliki kemampuan mengajar materi IPA terutama materi seputar KD yang dibelajarkan. Namun demikian, sebagian besar guru (76,9%) jarang mengaitkan materi yang dibahas dengan cabang IPA lain yang relevan. Penemuan ini memberikan alasan yang jelas mengapa sebagian besar guru IPA (35 dari 37 orang atau 94,6%) menyatakan bahwa mereka membutuhkan paket IPA terpadu untuk pembelajaran IPA SMP. Berdasarkan pengamatan buku IPA terpadu untuk SMP/MTs yang dijual di toko-toko buku Kota Malang (Dian Ilmu, Toga Mas, Gramedia), konsep-konsep materi yang diberikan belum menunjukkan adanya IPA terpadu. Berdasarkan kenyataan tersebut, penulis melaksanakan penelitian pengembangan. paket IPA terpadu yang terdiri atas buku siswa dan buku panduan guru. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tahap-tahap yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penulis yaitu (1) tahap pengumpulan informasi dan penelitian, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji lapangan awal tahap pertama, (5) revisi produk pokok tahap pertama, (6) uji lapangan awal tahap kedua, (7) produk akhir paket IPA terpadu. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket uji kelayakan buku siswa dan uji kelayakan buku panduan guru dilakukan oleh validator guru maupun dosen dan uji keterbacaan buku siswa yang dilakukan oleh siswa SMP kelas VIII. Data hasil uji kelayakan diperoleh dari validator-validator yang telah ditetapkan. Data penelitian terdiri dari data skor dan data deskriptif. Data skor berupa data ordinal yang diubah menjadi data interval, salah satunya dapat diubah menjadi bentuk persentase yang dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan rerata persentase kelayakan tahap pertama, menunjukkan buku siswa memiliki kelayakan 92,45% dan buku panduan guru sebesar 92,41% sehingga dapat disimpulkan paket IPA terpadu sudah layak untuk dilakukan validasi ke SMP Negeri 9 Malang. Berdasarkan rerata persentase kelayakan tahap kedua, menunjukkan buku siswa memiliki kelayakan sebesar 99,50% dan buku panduan guru memiliki kelayakan sebesar 88,50% yang berarti layak. penulis menyarankan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut dengan melakukan uji coba kelas sehingga diperoleh paket IPA terpadu yang teruji secara empiris. Uji coba dapat dilakukan dengan uji eksperimen maupun Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Penerapan pembelajaran kooperatif TGT (Team Games Tournament) dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Malang / Kartika Dwi Nawasita

 

Kata Kunci: pembelajaran kooperatif TGT, pendekatan kontekstual, motivasi belajar siswa, hasil belajar siswa Kurikulum yang digunakan pada saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004, yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang operasional, disusun, dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah. Ciri utama KTSP yaitu, (1) berpusat pada siswa, (2) memberikan mata pelajaran dan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual, dan (3) mengembangkan mental yang kaya dan kuat pada siswa. KTSP memudahkan tiap sekolah untuk menentukan model pembelajaran yang digunakan. Salah satu model yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 10 Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif TGT dengan pendekatan kontekstual, (2) meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 10 Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif TGT dengan pendekatan kontekstual. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan pokok bahasan organisasi makhluk hidup. Data dalam penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar. Instrumen yang digunakan berupa soal tes, lembar observasi, dan catatan lapangan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Malang sebanyak 41 orang siswa dengan jumlah siswa perempuan 17 orang dan 24 orang siswa laki-laki. Waktu pelaksanaan penelitian mulai bulan September 2007 sampai Desember 2008. Hasil penelitian ini adalah (1) motivasi belajar klasikal siswa kelas VII E yang meningkat dari 60,15% di siklus I menjadi 64,65% pada siklus II, 2) penerapan pembelajaran Team Games Tournament (TGT) meningkatkan hasil belajar siswa dari 56,1% pada siklus I menjadi 78,05% di siklus II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif TGT dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Malang. Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengharapkan agar Pembelajaran kooperatif TGT dapat diterapkan pada pokok bahasan selain Organisasi Makhluk Hidup dan tidak hanya diterapkan pada SMP Negeri 10 Malang tetapi dapat diterapkan pada sekolah lainnya karena penerapan pembelajaran tersebut dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa

Penokohan dalam naskah drama akal bulus scapin: Karya Jean Baptiste Poquelin 'Moliere' / Eddita Dwi Gustanto

 

Kata kunci: naskah drama, drama, penokohan Naskah drama merupakan suatu karya sastra yang berbeda dengan karya sastra lainnya. Dalam naskah drama, cerita yang disusun berbentuk dialog yang menggunakan bahasa lisan komunikatif. Penggunaan bahasa sepert ini dimaksutkan untuk memberi unsur keindahan yang mampu mempengarui pembaca. Seperti naskah pada umumnya, naskah drama juga memiliki unsur intrinsik sebagai unsur pembangun yang meliputi tokoh, alur, latar, sudut pandang, tema dan amanat. Unsur ini kemudian disusun dengan memperhatikan penyusunan naskah sebagai naskah drama yang memperhatikan hal seperti, mampu mengangkat cerita tentang kegembiraan dan ketakutan bercampur dengan kegembiraan dan ketakutan yang ada pada diri pembaca, mampu memberikan kekayaan batin, naskah dalam hal ini berarti mampu memberikan sesuatu yang menyenangkan, menghibur, membuat penonton tertawa, dan membuat penonton merasa mendapatkan sesuatu yang menyenangkan, mampu menciptakan imajinasi pembaca serta membahas tentang pandangan kondisi manusia. Sementara itu, drama dapat dikatakan sebagai suatu karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan manusia melalui dialog dan lakuan. Dialog dan lakuan ini merupakan unsur utama dalam sebuah drama, karena selain menggunakan dialog sebagai drama naskah juga memperhatikan lakukan sebagai drama pentas, dengan menggabungkan kedua unsur ini maka drama dapat dikatakan sempurna. Berangkat dari pengertian naskah drama dan drama di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penokohan dalam sebuah naskah drama. Penokohan sendiri memiliki pengertian sebagi cara pengarang menampilkan tokoh dalam cerita. Untuk mengetahui penokohan dalam suatu cerita, dapat dilihat dari jenis, peranan, dan fungsi tokoh, dengan memperhatikan sifat tokoh yang menyertainya. Kemunculan sifat tokoh ini dapat dilihat dari dimensi fisiologis, psikologis dan sosiologis. Berdasarkan jenis tokoh dalam cerita, terdapat tokoh sederhana dan tokoh kompleks, sedangkan dilihat dari perananya, terdapat tokoh antagonis, protagonis dan tokoh tritagonis, sementara itu, dilihat dari fungsinya terdapat utama dan pembantu. Tokoh inilah yang kemudian ditemukan dan hasilnya diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan teori sastra khususnya tokoh dalam sebuah karya sastra drama, serta mampu menambah wawasan bagi pembaca mengenahi kajian karya sastra tentang deskripsi penokohan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif, yang menjelaskan dengan cara menggambarkan penokohan secara apa adanya tidak dimanipulasi keadaanya yang menekankan deskripsi secara alami serta dalam kegiatan penelitian tidak menggunakan angka untuk mengumpulkan data dan memberikan penafsiran kepada hasilnya. Data yang digunakan berupa analisis unit motivasional naskah drama Akal Bulus Scapin dengan menggunakan metode daftar rujukan untuk memperkaya data penelitian. Data penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan instrumen kunci berupa peneliti yang bertindak sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data dengan cara menganalisis secara langsung tentang penokohan yang terdapat dalam naskah drama. Dengan menggunakan instrumen tambahan berupa tabel penokohan dilihat dari jenis, peranan, fungsi dan sifat tokoh dilihat dari dimensi fisiologis, psikologis dan sosiologis. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah seperti, melakukan pembacaan awal secara seksama untuk mengetahui kandungan isi dalam naskah terkait unsur penokohan, melakukan interprestasi naskah dengan menemukan penokohan dilihat dari jenis, peranan, fungsi tokoh dalam cerita serta sifat-sifat tokoh dengan melakukan pembacaan secara heuristic, yaitu pembacaan secara bolak-balik mulai dari awal hingga akhir untuk mengetahui peristiwa atau kejadian yang terdapat dalam naskah yang ada hubunganya dengan unsur penokohan. Menemukan dialog, peristiwa dan kejadian yang ada hubungannya dengan tokoh dilihat dari jenis, peranan, fungsi dan sifat-sifat tokoh dalam naskah. Kemudian menarik kesimpulan dengan menemukan tokoh kompleks, sederhana, tokoh protagonis, antagonis, obstacle, tritagonis, tokoh utama, dan tokoh pembantu disertai dengan sifat-sifat tokoh dengan memberikan bukti berupa kutipan dialog dan peristiwa dari naskah Akal Bulus Scapin. Hasil dari penelitian ini berupa tokoh dilihat dari jenis tokoh, berupa tokoh sederhana pembantu protagonis yang diperankan oleh Hyacinte , Zerbinete, Scapin, Silvestre dan Leandre, tokoh sederhana pembantu antagonis yang diperankan oleh tokoh Geronte dan Nerine. Kemudian tokoh kompleks yang diperankan oleh Argante dan Octave. Sementara itu dilihat dari perannya, terdapat tokoh protagonis yang diperankan oleh Octave, tokoh antagonis yang diperankan oleh Argante, tokoh obstacel yang diperankan oleh Scapin, Leandre ,Hyacinte, Zerbinete dan Silvestre, dan tokoh teritagonis diperankan oleh tokoh Geronte. Dilihat dari fungsi tokoh, terdapat tokoh utama yang diperankan oleh Argante dan Octave, tokoh pembantu protagonis yang diperankan oleh Hyacinte, Silvestre,Zerbinette, Scapin, Leandre dan tokoh pembantu antagonis yang diperankan oleh Geronte dan Nerine. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi peneliti lanjutan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang penokohan yang tidak hanya dilihat dari jenis, peranan dan fungsi tokoh dalam cerita.

Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray guna meningkatkan hasil belajar siswa kelas X PJ A pada mata pelajaran peluang baru dari pelanggan di SMK PGRI 3 Malang / Diana Khomsatul

 

Kata Kunci: Model Two Stay Two Stray, Hasil Belajar Pendidikan merupakan pilar tegaknya bangsa. Melalui pendidikanlah bangsa akan tegak mampu menjaga martabat, tetapi salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan saat ini adalah masalah lemahnya proses pembelajaran Begitu juga yang terjadi di SMK PGRI 3 Malang. Berdasarkan wawancara dan observasi pada hari kamis tanggal 14 April 2011 dengan guru mata pelajaran Peluang Baru dari Pelanggan kelas X PJ A di SMK PGRI 3 Malang, permasalahan utama yang dihadapi oleh siswa adalah kemampuan rendah yang menyebabkan hasil belajar dari nilai ulangan atau tes ada yang meraih nilai di bawah Standar Ketuntasan Minimal (SKM) individu yaitu 70. Pada pengamata awal tersebut menunjukkan bahwa guru masih mendominasi atau cenderung berpusat pada guru (teacher centered) pada pembelajaran di kelas yang mana kesemuanya itu membuat siswa merasa jenuh dan kurang ada semangat atau ketertarikan lagi untuk menyukai pelajaran Peluang Baru dari Pelanggan. Salah satu model pembelajaran yang berkembang pada saat ini adalah pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil, secara heterogen. Pembelajaran kooperatif itu sendiri memiliki berbagai macam model pembelajaran beberapa diantaranya adalah model two stay two stray. Model two stay two stray (TSTS) dapat melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar. Pokok pikiran pembelajaran kooperatif model two stay two stray adalah memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi kepada kelompok lain. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui keadaan penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray pada mata pelajaran Peluang Baru dari Pelanggan di SMK PGRI 3 Malang. (2) Untuk mengetahui keadaan hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray. (3) Untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang muncul selama diterapkannya pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray serta bagaimana solusinya pada mata pelajaran Peluang Baru dari Pelanggan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan pendekatan kualitatif terdiri dari dua siklus. masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan antara lain perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas X PJ A di SMK PGRI 3 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi, tes, dan catatan lapangan. ii Analisis data yang digunakan melalui 3 tahap yaitu reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada aspek kognitif siklus I menunjukkan 69.41% sedangkan siklus II menunjukkan 77.56%, hal tersebut menjelaskan adanya peningkatan rata-rata sebesar 8.15%. sedangkan pada aspek afektif nilai rata-rata siklus I sebesar 67% dan pada siklus II sebesar 78%. Dengan demikian mengalami peningkatan sebesar 11%. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan antara lain: (1) Bagi guru SMK PGRI 3 Malang khususnya guru mata pelajaran Peluang Baru dari Pelanggan, sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dalam kegiatan pembelajaran agar hasil belajar siswa meningkat. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah pembelajaran model Two Stay Two Stray sehingga model ini disarankan untuk diterapkan di kelas tetapi disesuaikan dengan materi yang diajarkan, (2) Bagi siswa hendaknya mengikuti pembelajaran tersebut dengan sungguh-sungguh, karena pembelajaran tersebut akan melatih siswa berpikir kritis, berani mengungkapkan pendapat, dapat memecahkan suatu permasalahan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, (3) Bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian dengan situasi dan kondisi sekolah yang sama, hendaknya menerapkan model pembelajaraan kooperatif yang lebih bervariasi sehingga kemampuan dan hasil belajar siswa lebih meningkat lagi.Serta pada lembar observasi sebaiknya lebih dispesifikkan lagi berdasarkan frekuensi setiap penilaian karakteristiknya sehingga akan tampak jelas apa yang dinilai pada proses pembelajaran

Pengaruh stres kerja dan ambiguitas peran terhadap komitmen afektif melalui kepuasan kerja (Studi pada karyawan pabrikasi PG Krebet baru Bululawang Malang) / Anis Ulfa Diana

 

Kata Kunci : Stres Kerja, Ambiguitas Peran, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Afektif Sumber daya manusia adalah aset organisasi yang penting dan membuat sumber daya organisasi lainnya bekerja. Keberadaan tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting artinya bagi kemajuan perusahaan. Dengan keberadaan tenaga kerja tentu saja tidak terlepas dengan stres kerja dan ambiguitas peran. Stres kerja adalah reaksi phisik dan psikis berupa perasaan tegang atau tertekan karena tuntutan pekerjaan yang mempengaruhi prestasi kerja sebagai hasil akhir dari pekerjaan yang diperoleh selama periode waktu tertentu, yang mendorong seseorang untuk mempunyai motivasi dalam mengembangkan karir. Sedangkan ambiguitas peran adalah kurangnya informasi tentang pekerjaan yang dilakukan. Faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja pada dasarnya secara praktis dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap komitmen afektif. Kesuksesan sebuah organisasi didukung oleh bagaimana organisasi tersebut menumbuhkan komitmen organisasi yang dipahami sebagai ikatan kejiwaan individu terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan ambiguitas peran terhadap komitmen afektif melalui kepuasan kerja yang ada di PG. Krebet Baru I Malang. Penelitian ini dilaksanakan di PG. Krebet Baru I Malang. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan bagian pabrikasi PG. Krebet Baru I Malang yang berjumlah 65 orang. Sedangkan sampelnya diambil sebanyak 56 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan suatu bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu stres kerja (X ) dan ambiguitas peran (X2), variabel interfening yaitu kepuasan kerja (Z) dan variabel terikat yaitu komitmen afektif (Y). Data yang diperoleh dengan menggunakan beberapa cara, antara lain : angket atau kuesioner, wawancara atau interview, dokumentasi dan observasi. Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga uji coba kuesioner untuk menguji instrumen tidak perlu dilakukan. Sedangkan untuk uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelima hipotesis alternatif yang diajukan adalah diterima. Deskripsi penelitian menyatakan bahwa karyawan mengalami stres kerja sebulan sekali, ambiguitas peran rendah, kepuasan kerja tinggi, dan komitmen afektif tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar pihak PG. Krebet Baru I Malang lebih memperhatikan lagi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan antara lain menyangkut faktor ekstrinsik (misalnya Jaminan keselamatan kerja, kondisi fisik (Pencahayaan dan ventilasi), tunjangan, gaji) dan faktor intrinsik (misalnya pengakuan atas pekerjaan, kebebasan dalam pekerjaan, peluang adanya kenaikan posisi/promosi, pekerjaan yang dilakukan).. Dimana apabila faktor-faktor tersebut lebih diperhatikan lebih baik lagi akan dapat menumbuhkan komitmen mereka untuk bekerja lebih keras.

Pengaruh keadilan distributif dan keadilan kepuasan kerja (Studi pada karyawan pabrikasi PG Krebet Baru Malang) / Tegar Rizkika Afthartu

 

Kata Kunci : Keadilan distributif, Keadilan prosedural, Kepuasan kerja, dan Komitmen organisasi. Keadilan berasal dari kata adil yang berarti wajar dan layak atau tidak berat sebelah. Keadilan karyawan di dalam perusahaan atau organisasi biasa disebut dengan keadilan organisasi. Keadilan organisasi dibagi menjadi dua dimensi yaitu keadilan distributif dan keadilan prosedural, keadilan distributif yaitu presepsi karyawan tentang kewajaran yang dirasakan dari hasil yang diterima, sedangkan kedilan prosedural adalah keadilan prosedur atau cara yang digunakan untuk menentukan hasil tersebut. Keadilan sudah menjadi kebutuhan setiap manusia dan disitu terdapat tuntutan yang sama untuk diperlakukan adil, termasuk karyawan untuk diperlakukan adil. Aspek-aspek keadilan dalam kehidupan organisasi harus dipenuhi sehingga karyawan mendapatkan kepuasan kerja dengan terpenuhinya aspek-aspek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keadilan distributif dan keadilan prosedural terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja yang ada di PG Krebet Baru Malang. Penelitian ini dilakukan di PG Krebet Baru Malang, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pabrikasi bagian pabrik tengah pada PG Krebet Baru Malang yang berjumlah 67 karyawan, sedangkan sampelnya diambil sebanyak 57 karyawan dan teknik pengambilan sampel berupa simple random sampling. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur yang merupakan suatu bentuk terapan dari analisis regresi berganda. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas Keadilan Distributif dan Keadilan Prsedural, variabel intervening Kepuasan Kerja, dan variabel terikat Komitmen Organisasi. Data diperoleh dengan menggunakan beberapa cara, antara lain: kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa: (1) terdapat pengaruh langsung yang signifikan keadilan distributif dan keadilan prosedural terhadap kepuasan kerja; (2) terdapat pengaruh langsung yang signifikan keadilan distributif dan keadilan prosedural terhadap komitmen organisasi; (3) terdapat pengaruh langsung yang signifikan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi; (4) terdapat pengaruh tidak langsung keadilan distributif dan keadilan prosedural terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja. Deskripsi penelitian menyatakan bahwa keadilan distributif tinggi, keadilan prosedural cukup, kepuasan kerja tinggi dan komitmen organisasi cukup. Saran yang bisa diberikan untuk PG Krebet Baru adalah lebih menguatkan keadilan prosedural dan komitmen organisasi hendaknya perusahaan mengumpulkan informasi yang akurat dan lengkap dalam pengambilan keputusan dan meningkatkan keterikatan karyawan agar karyawan lebih setia dan tidak segan-segan untuk mengajak kerabat untuk bekerja d PG Krebet Baru Malang

Strategi pembelajaran integrasi iman dan ilmu di lembaga pendidikan kristen kota Malang (Studi kasus penggunaan strategi pembelajaran matematika dan sejarah) / Julia Tanti Raulina Saragi

 

Kata sandi: strategi pembelajaran, integrasi iman dan ilmu Strategi pembelajaran adalah seperangkat tindakan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran yang memudahkan siswa untuk mencapai tujuan belajarnya. Cakupan tindakan tersebut substansial yang meliputi variabel: (1) setting (latar) pembelajaran, (2) pengelolaan dan pengorganisasian bahan ajar, (3) pengalokasian waktu, (4) pengaturan pola pembelajaran, (5) metode, teknik,dan prosedur pembelajaran, (6) pengaturan dan pemanfaatan media pembelajaran, (7) penerapan prinsip-prinsip pembelajaran, (8) penerapan pola aktivitas pembelajaran, (9) pengembangan dan pengaturan iklim pembelajaran Di Kota Malang terdapat banyak sekolah Kristen. Namun tidak semua menerapkan integrasi Iman dan Ilmu. Sekolah yang akan dijadikan subjek penelitian adalah sekolah yang memiliki budaya untuk menjadikan Alkitab sebagai dasar dakam penyusunan kurikulum. Integrasi iman dan ilmu berarti menerapkan prinsip-prinsip iman Kristen dalam setiap ilmu pengetahuan. Matematika merupakan mata pelajaran wajib dalam sekolah dasar. Banyak anggapan yang mengatakan bahwa matematika sulit. Begitu pula dengan Sejarah. Mata pelajaran yang sering dianggap membosankan karena peristiwanya yang sudah terjadi beratus tahun yang lampau. Keunikan kedua mata pelajaran ini yang mendorong penulis untuk mengetahui bagaimana kaitan mata pelajaran tersebut dengan Iman Kristen. Penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Subjek dalam penelitian adalah 2 guru bidang studi yakni Matematika dan Sejarah. Alat pengumpul data yang digunakan adalah arsip, kuesioner, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan jalan mengumpulkan data untuk kemudian mengatur, mengurutkan, mengelompokkan data serta mengkategorikan data tersebut. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui 2 metode: (1) triangulasi dan (2) pemeriksaan teman sejawat melalui diskusi. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada strategi pembelajaran yang khusus yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang terintegrasi iman dan ilmu. Menurut hasil penelitian setting yang digunakan dalam pembelajaran matematika dan sejarah adalah setting pembelajaran yang umum, hanya ditambah dengan ayat-ayat Alkitab yang mendukung materi pelajaran. Media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika dan sejarah yang terintegrasi iman dan ilmu adalah media pembelajaran sederhana yang tidak biasa digunakan dalam pembelajaran sejarah dan matematika. Yang menjadi keunikan atau perbedaan yang signifikan dalam pembelajaran matematika dan sejarah yang terintegrasi iman dan ilmu dari sudut pandang pendidikan Kristen adalah setiap materi pelajaran diberikan ayat pendukung dari Alkitab yang kemudian menjadi dasar untuk mempelajari materi tersebut. Namun dari hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa penggunaan ayat Alkitab sebagai dasar dalam materi pembelajaran belum sepenuhnya memiliki kaitan. Untuk pembelajaran matematika ada beberapa ayat pendukung yang tidak memiliki kaitan dengan materi yang sedang dipelajari. Berbeda dengan pembelajaran matematika ayat pendukung yang digunakan dalam pembelajaran sejarah sudah memiliki kaitan dengan materi yang sedang dipelajari. Berdasarkan hasil penelitian disarankan ditemukan bahwa strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru matematika dan sejarah dapat mencapai tujuan pembelajaran matematika dan sejarah yang terintegrasi iman dan ilmu. Yang perlu dipertimbangkan oleh guru matematika adalah penggunaan ayat pendukung dalam materi pelajaran matematika. Adalah baik jika pihak sekolah dapat menyediakan teolog yang dapat menolong guru dalam penggunaan dan penafsiran ayat Alkitab.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 |