Pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja melalui komitmen organisasi (Studi pada karyawan CV. Citra Mitra Boxindo Singosari Malang) / Mustafa Ramadhan

 

Kata Kunci : Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi, dan Kepuasan Kerja Kemajuan teknologi, kondisi sosial ekonomi, dan sempitnya lapangan kerja telah mendorong kreativitas masyarakat. Kreativitas ini berujung pada banyak munculnya perusahaan-perusahaan baru. Munculnya perusahaan-perusahaan baru ini turut memperluas kebutuhan akan tenaga kerja manusia, sehingga kualitas tenaga kerja memegang peranan yang sangat penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Apalagi dalam era globalisasi dimana persaingan antar perusahaan sudah tidak melihat sekat dan batas-batas negara. Maka kualitas individu tenaga kerja manusialah yang menentukan produktivitas dan kualitas kinerja sebuah perusahaan. Namun rintangan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini adalah bagaimana menciptakan tenaga kerja manusia atau sumber daya manusia yang dapat menghasilkan kinerja yang optimal sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Kualitas sumber daya manusia akan terpenuhi apabila kepuasan kerja dapat tercapai dengan sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen organisasi dan kepuasan kerja pada karyawan CV. Citra Mitra Boxindo Singosari-Malang Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pengaruh secara langsung budaya organisasi terhadap komitmen organisasi karyawan CV. Citra Mitra Boxindo, (2) Pengaruh secara langsung budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan CV. Citra Mitra Boxindo, (3) Pengaruh secara langsung komitmen organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan CV. Citra Mitra Boxindo, (4) Pengaruh secara tidak langsung budaya organisasi terhadap kepuasan kerja melalui komitmen organisasi karyawan CV. Citra Mitra Boxindo. Penelitan ini dilaksanakan di CV. Citra Mitra Boxindo Singosari Malang. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan CV. Citra Mitra Boxindo Singosari Malang yang berjumlah 46 orang. Penelitian ini adalah penelitan populasi, jadi semua subjek yang ada diambil semua. Analisis data yang dipakai adalah analisis statistik deskriptif dan analisis jalur (path analysis). Tujuan dari analisis statistik deskriptif adalah untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adanya supaya data lebih mudah dibaca dan dipahami tanpa adanya penarikan kesimpulan, sedangkan analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu budaya organisasi (X), variabel intervening yaitu komitmen organisasi(Z), dan variabel terikat kepuasan kerja (Y). Instrumen dalam penelitian ini menggunakan item-item dari penelitan sebelum-sebelumnya dengan penyesuaian sesuai dengan subjek penelitian. Dalam penelitian ini uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Distribusi frekuensi dalam analisis statistik deskriptif menghasilkan: (1) Distribusi frekuensi variabel budaya organisasi diketahui bahwa jawaban setuju dengan responden 35 (76,09%) menduduki peringkat tertinggi, (2) Distribusi frekuensi variabel komitmen organisasi diketahui bahwa jawaban setuju dengan responden 35 (76,09%) menduduki peringkat tertinggi (3) Distribusi frekuensi variabel kepuasan kerja diketahui bahwa jawaban setuju dengan responden 34 (73,91%) menduduki peringkat tertinggi. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis jalur adalah sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh secara langsung positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap komitmen organisasi dengan  sebesar 0,607 dan sig 0,000, (2) Terdapat pengaruh secara langsung positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja dengan  sebesar 0,289 dan sig 0,027, (3) Terdapat pengaruh secara langsung positif dan signifikan antara komitmen organisasi terhadap kepuasan kerja dengan  sebesar 0,543 dan sig 0,000, (4) Terdapat pengaruh tidak langsung positif antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja melalui komitmen organisasi sebesar 0,329 dan koefisien total determinasi total yang diperoleh sebesar 0,618. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan agar pihak CV. Citra Mitra Boxindo untuk: (1) Mempertahankan budaya organisasi yang ada dan lebih konsisten serta disiplin sehingga dapat meningkatkan komitmen organisasi karyawan dan kepuasan kerja karyawan, (2) Menciptakan suasana kerja yang harmonis antar karyawan dengan pimpinan dengan cara lebih sering berkomunikasi baik di dalam lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja, (3) Perusahaan lebih memperhatikan kepuasan kerja karyawan pada organisasi atau perusahaan dengan mengadakan suatu kegiatan yang melibatkan seluruh karyawan seperti outbound atau kegiatan yang meliabatkan seluruh karyawan dalam kegiatan tersebut, yang nantinya kebersamaan dan kepuasan akan muncul pada diri karyawan, (4) lebih memperhatikan kepuasan karyawan agar karyawan lebih berkomitmen dan agar karyawan selalu melakukan yang terbaik untuk perusahaan, (5) Manajemen selalu memberikan semangat dan mau menerima masukan saran dan kritik dari karyawan.

Studi etnografi strategi perlakuan terhadap kesalahan berbahasa kasus pembelajaran bahasa kedua di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Keputran I / oleh Suwarna

 

Penerapan permainan bilangan untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian kelas II SDN Jedong 02 Kecamatan Wagir / Andi Pratiwi

 

Kata Kunci : Pembelajaran matematika SD, permainan, perkalian Materi perkalian mulai diberikan di kelas II dan sebagai dasar materi perkalian di kelas lebih tinggi. Hasil observasi pendahuluan menunjukkan bahwa hasil belajar matematika pada materi perkalian di kelas II SDN Jedong 2 Kecamatan Wagir masih rendah. Hasil belajar yang rendah dikarenakan siswa masih belum memahami konsep perkalian dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keterlaksanaan permainan bilangan untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian kelas II SDN Jedong 02 Kecamatan Wagir, (2) mengetahui penerapan permainan bilangan dapat peningkatan pemahaman konsep perkalian kelas II SDN Jedong 02 Kecamatan Wagir. Penelitian ini difokuskan pada peningkatan pemahaman konsep perkalian siswa dalam pelajaran Matematika. Subjek penelitan ini adalah kelas II sebanyak 15 anak. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: (1) refleksi awal, (2) perencanaan, (3) pelaksanaan, (4) observasi dan evaluasi, (5) refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, hasil evaluasi, dan tugas kelompok. Kemudian data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu, (1) bagaimanakah keterlaksanaan permainan bilangan untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian kelas II SDN Jedong 02 Kecamatan Wagir dan (2) apakah dengan menggunakan permainan bilangan dapat meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa kelas II SDN Jedong 02 Kecamatan Wagir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan bilangan dapat meningkatkan pemahaman konsep perkalian. Pada observasi pendahuluan, tingkat ketuntasan belajar siswa hanya 20%. Akhir siklus 1 ketuntasan belajar siswa mencapai 60%. Pelaksanaan siklus 2 ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 73,3% . Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa: (1) permainan bilangan dapat diterapkan dengan baik dalam pembelajaran konsep perkalian pada mata pelajaran matematika kelas II SDN Jedong 02 Kecamatan Wagir, (2) penerapan permainan bilangan dapat meningkatkan pemahaman konsep perkalian kelas II SDN Jedong 02 Kecamatan Wagir.

Deskripsi pola-pola kebiasaan berbahasa mahasiswa Universitas Lampung / oleh Ali Mustofa

 

Manajemen pembelajaran bahasa inggris di Lembaga Pendidikan Nonformal (Studi kasus di basic english course (BEC) Pare-Kediri) / Umi Nafi'ah

 

Kata Kunci: Manajemen pembelajaran Bahasa Inggris, pendidikan nonformal, BEC Pare-Kediri. Dalam kehidupan suatu negara, pendidikan memegang peranan yang penting untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Pendidikan di Indonesia dibagi menjadi tiga sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 pasal 13 yaitu pendidikan formal, nonformal dan infomal. Pendidikan formal meliputi sekolah, pendidikan nonformal meliputi lembaga kursus dan pendidikan informal dilakukan oleh keluarga. Diadakannya pendidikan nonformal ini bertujuan pengganti, penambah, dan pelengkap pendidikan formal. Pelaksanaan pembelajaran pendidikan nonformal tidak jauh berbeda dengan pendidikan formal pada umumnya. Dalam pembelajaran juga dibutuhkan manajemen yang baik. Manajemen pembelajaran tersebut meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi. Ketiga prinsip tersebut tidak dapat dipisahkan. Hal ini dikarenakan keberhasilan pembelajaran tergantung dari bagaimana seorang pimpinan bisa mengatur manajemen pembelajaran dengan baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasinya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimanakah manajemen pembelajaran Bahasa Inggris di lembaga pendidikan nonformal di Basic English Course (BEC) Pare-Kediri. Subfokus pada penelitian ini adalah (1) perencanaan pembelajaran Bahasa Inggris, (2) pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris, (3) evaluasi pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan di BEC Pare-Kediri dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara tidak terstruktur, (2) observasi berperan serta, (3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul dari ketiga teknik tersebut diorganisasi dan dianalisis. Keabsahan data dicek dengan menggunakan ketekunan pengamatan, teknik triangulasi sumber dan teknik. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut: pertama, perencanaan pembelajaran Bahasa Inggris yang terdiri dari penentuan materi, penentuan guru sebagai penyampai materi, perencanaan metode pembelajaran dan penyusunan jadwal pelajaran. Kedua, dalam pelaksanaan pembelajaran, BEC membagi menjadi tiga level belajar yaitu BTC, CTC, TC dan menggunakan metode pembelajaran yang bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan. Metode-metode belajar yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, debat, percobaan/praktik, hafalan dan mengadakan review. Ketiga, BEC menggunakan dua macam evaluasi yaitu evaluasi pembelajaran dan evaluasi pada siswa. Dua evaluasi tersebut saling mempengaruhi terhadap nilai dan kelulusan siswa. Dari hasil penelitian ini, disarankan sebagai berikut: (1) Bagi kepala BEC untuk menambah fasilitas pembelajaran Bahasa Inggris agar pembelajaran bisa lebih optimal, (2) Bagi kepala lembaga kursus yang lain untuk mengkaji lebih dalam tentang manajemen pembelajaran yang diterapkan di BEC, (3) Jurusan mengkaji tentang manajemen di lembaga nonformal, (4) disarankan bagi peneliti lain agar dapat meneliti manajemen pembelajaran dari substansi lain dengan latar yang berbeda.

Analisis hirarki penguasaan bahan ajar matematika topik persamaan dan pertidaksamaan pada siswa kelaas I SMP Negeri 17 Pontianak / oleh Ade Mirza

 

Introduction to a rapping buginese grammar by Samsuri

 

Laporan kerja praktek di CV Gajah Mada Malang selama bulan Januari dan Pebruari
oleh Paryono

 

Inferring relevant meanings from indeterminate utterances / by Taufiq

 

Pengaruh aspek-aspek geografis aliran Sungai Brantas terhadap pengairan daerah Malang dan Kepanjen / oleh Gandhy Priyadi

 

Using categorial vocabulary strategy to improve descriptive paragraph writing skill of the 10th graders of MAN Tambak Beras Jombang / Nismatul Afroch

 

ABSTRAK Afroch, N. 2016. Using a Strategy Categorical Vocabulry yo Improve Descriptive Paragraph Writing Skill of the 10th Graders of Man Tambak Beras Jombang. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor 1: Dra. S. Nurul Muthmainah, M.A. Advisor 2: Dr. Sintha Tresnadewi, M.Pd. Kata kunci: Paragraf deskriptif, kosa kata berkategori Menulis adalah salah satu dari keempat keterampilan bahasa inggris yang sangat berperan penting untuk murid belajar bahasa inggris sebagai bahasa asiing. Dalam menulis paragraf, murid dianggap memiliki keteraampilan yang bagus dalam menulis ketka mereka dapat mengekspresikan ide, menyusun dalam sebuah paragraf yang mengandung isi yang bagus, susunan yang tepat, kosa kata yang sesuai dan benar, tata bahasa yang tepat, dan mekanik yang sesuai. Penelitian ini direncanakan untuk meningkatkat keterampilan menulis murid dalam menulis paragraf deskriptif di MAN Tambak Beras Jombang. Berdasarkan persiapan penelitian dengan mewawancarai seorang guru bahasa inggris, membagikan kuisoner, dan melakukan pre-test untuk murid diketahui jika murid X MIPA 8 memiliki beberapa masalah dalammenulis deskriptif paragraf. Masalah utama dari murid dalam pembelajaran mereka adalah kurangnya kosa kata, karena faktor inilah kulitas tulisan mereka sangat rendah. Tanpa kosa kata yang cukup murid tidak dapat mengembangkan ide dan isi mereka, dan mereka juga tidak dapat menyusun ide dan isi dengan baik.Oleh karena itu, peneliti melakukan sebuah penelitian untuk memecahkan masalah. Peneliti menggunakan sebuah strategi kosa kata semantik dengan menggunakan Categorical vocabularyuntuk meningkatkan kemampuan menulis murid. Categorical vocabularyadalah sebuah kumpulan kosa kata dari strategi semantikberkait yang menggunakan perangkat yang didesain dalam bentuk word listyang memuat beberapa kosa kata yang bisa digunakan untuk mendiskripsikan orang dan tempat. Categorical vocabulary membantu memperkaya kemampuan kosa kata murid dan mengembangkan ide –ide. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang memiliki empat langkah. Diantaranya perencanaan, penerapan, pengamatan, refleksi. Subjek dari penelitian adalah murid X MIPA 8 di MAN Tambak Beras Jombang pada semester pertama tahun pelajaran 2015-2016. Ada 35 murid di kelas. Penelitian ini menggunakan enam instrumen. Diantaranya saran penulisan, rubrik penilaian dari keterampilan menulis, cek list observasi, catatan lapangan, dan kuisoner. Berdasarkan hasil temuan, bisa disimpulkan bahwa pengimplementasian sebuah stratgy kosa kata semantik dengan menggunakan Categorical vocabulary dapat dapat meningkatkan keterampilan menulis pada paragraf deskriptif. Ini dibuktikan dengan kebanyakan murid yang lulus nilai minimal 75. Ada 91,42% dari murid atau 32 dari 35 murid yang nilainya sama dengan atau diatas 75. Setelah strategi ini diterapkan, murid menunjukkan respon yang positif. Kebanyakan murid menukai dan nyaman dengan pengimplementasian Categorical vocabulary.

Kesalahan penggunaan preposisi aus dan von dalam matakuliah aufsatz II Prodi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Malang / Omega Nur Bashiroh

 

Bashiroh, Omega Nur. 2015. Kesalahan Penggunaan Preposisi aus dan von dalam Matakuliah Aufsatz II Prodi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Malang. Skripsi. Prodi Pendidikan Bahasa Jerman, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Deddy Kurniawan, S.Pd., M.A. (2) Dudy Syafruddin, S.S., M.A. Kata Kunci: preposisi aus dan von, analisis kesalahan, matakuliah Aufsatz II Ada beberapa preposisi dalam bahasa Jerman yang sulit dibedakan dalam penggunaannya, misalnya preposisi aus dan von yang keduanya diikuti oleh Kasus Dativ. Hal tersebut kadang menjadi masalah bagi pembelajar bahasa Jerman di Indonesia untuk menerapkan kedua preposisi tersebut dalam karangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan preposisi aus dan von dalam karangan mahasiswa Prodi Bahasa Jerman Universitas Negeri Malang dan mengidentifikasi faktor penyebabnya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil karangan mahasiswa offering AA yang sedang menempuh matakuliah Aufsatz II dan mahasiswa itu sendiri yang berjumlah 34 orang sebagai responden. Data yang dikumpulkan berupa kalimat-kalimat yang mengandung preposisi aus dan von yang dianalisis kesalahannya, dan hasil wawancara dengan mahasiswa sebagai data pendukung. Peneliti menggunakan dua instrumen pendukung, yaitu tabel dokumentasi dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa, yaitu: (1) tertukarnya preposisi aus dan von atau sebaliknya, (2) kesalahan dalam menentukan Kasus yang mengikuti preposisi aus dan von, (3) kesalahan dalam penempatan preposisi aus dan von sesuai dengan Angabestellung, (4) kesalahan dalam penggunaan preposisi aus dan von yang seharusnya menggunakan preposisi lainnya, (5) penggunaan preposisi aus dan von yang tidak diperlukan dalam kalimat, dan (6) terdapat Kasus setelah preposisi aus dan von yang tidak diperlukan. Beberapa faktor penyebab mahasiswa melakukan kesalahan-kesalahan tersebut dapat diketahui melalui hasil wawancara, yaitu (1) penguasaan penggunaan preposisi aus dan von yang kurang, (2) jarang menerapkan atau berlatih preposisi aus dan von dalam karangan, (3) jarang mempelajari preposisi sehingga lupa, (4) penguasaan kosa kata bahasa Jerman yang kurang, dan (5) pengaruh bahasa Indonesia. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagian kecil mahasiswa masih melakukan kesalahan penggunaan preposisi aus dan von karena dipengaruhi oleh beberapa faktor tersebut.

Sebaran pigmen tumbuhan dalam familia euphorbiaceae / oleh Dwi Listyorini

 

Laporan kerja praktek di Dipo Lokomotip PJKA Malang
disusun oleh Bambang Trisulo

 

Errors in the production of conditional sentences / by Beleven Khrismawan

 

Pembelajaran penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan menggunakan media komik pada siswa kelas III SD Muhammadiyah 08 Dau / oleh Syaifyl Hadi

 

Laporan praktek otomotif 3 kelistrikan otomotif
oleh Tugas Irianto

 

Agihan erodibilitas tanah pada penggunaan lahan tegalan dan perkebunan di Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso / Dhimas Bagus Virgiawan

 

ABSTRAK Lutvaniyah, Siti. 2015. StudiFilogenetikKatak di Wilayah KabupatenSumenepBerdasarkanDNA Barcode Cytochrome-c Oxidase sub unit I (COI).Skripsi, JurusanBiologi, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M.Si., (II) Dra. DwiListyorini, M.Si., D.Sc. Kata Kunci: Filogenetik, DNA Barcode, Cytochrome-c Oxidase Sub-unit I (COI), Polypedatesleucomystax, Sumenep. Katakmerupakansalahsatubioindikatoruntukmengetahuiperubahanlingkungan. Hal inididukungolehkulitkatak yang sangatsensitif, sehinggaperubahanlingkunganakansangatberpengaruhbagikeberlangsunganhidupnya. Populasikatak di duniaterusmengalamipenurunankarenaberbagaifaktor, baikalamiahmaupunfaktorbuatan.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuihubungankekerabatankatak yang ada di Sumenep Madura denganmenggunakanDNA Barcode COI.Sampling dilakukanmelaluimetodejelajahpadabulan November sampaiDesember 2014.Identifikasdilakukanberdasarkan 35 karaktermorfologidan 23 karaktermorfometrik, sertadiperkuatdengananalisisDNA Barcode COI.Isolasi DNAdilakukanpadaduasampeldarisetiaplokasi samplingmenggunakanjaringan kaki kataksehinggadiperoleh DNA total. Amplifikasi gen COI dari DNA total dilakukandenganmenggunakanprimer COIF: (5’-TTCTCTACTAACCACAAAGACATTGG-3’) dan COIR:(5’-TAGACTTCTGGGTGGCCGAAAAATCA-3’). Amplifikasi gen menghasilkanfragmensepanjang 609-711 bpdariempatsampel. AnalisisfilogenetikmenunjukkanbahwaseluruhsampelmerupakankatakpohonataudikenalsebagaiPolypedatesleucomystaxdanberkerabatdekatdenganPolypedatesmegacephalus.PerludilakukanidentifikasikaraktermorfologidariPolypedatesmegacephalussebagaispesiespembandinguntukmendukunghasilanalisissecaramolekuler.Selainitu, kajianhubungankekerabatankatak di wilayahtersebutperludilakukandenganDNA Barcode gen mitokondria yang lain agar diperoleh data yang lengkap.

Meningkatkan kemampuan bercerita dengan menerapkan teknik senam otak (brain gym) pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas III SDN Sumberingin 3 Kabupaten Trenggalek / Ratna Arumsari

 

ABSTRAK Arumsari, Ratna. 2010. Meningkatkan Kemampuan Bercerita Dengan Menerapkan Teknik Senam Otak (Brain Gym) Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III SDN Sumberingin 3 Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Program S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd (2) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd. Kata kunci: bercerita, teknik senam otak (brain gym), bahasa Indonesia Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas III SDN Sumberingin 3 selama ini masih dilaksanakan secara klasikal dimana guru hanya menjelaskan dan siswa hanya mendengarkan penjelasan guru sehingga siswa kurang aktif berbicara. Selama pembelajaran berlangsung guru memegang otoritas penuh, sedanglan siswa hanya pasif saja. Ini menyebabkan kemampuan bercerita siswa rendah. Berdasarkan hasil orientasi tersebut, untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa di SDN Sumberingin 3 perlu diterapkan teknik pembelajaran yang menarik dan baru untuk siswa, yaitu dengan menerapkan teknik senam otak (Brain Gym). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan teknik Brain Gym untuk meningkatkan kemampuan bercerita di kelas III SDN Sumberingin 3; (2) mendeskripsikan penerapan teknik Brain Gym untuk meningkatkan kemampuan bercerita di kelas III SDN Sumberingin 3; (3) mendeskripsikan peningkatan kemampuan bercerita di kelas III SDN Sumberingin 3 teknik Brain Gym. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang mana peneliti bertindak sebagai pengajar langsung sedangkan guru kelas sebagai pengamat. Penelitian dilaksanakan di SDN Sumberingin 3 Kabupaten Trenggalek, dengan obyek penelitian yang berjumlah 16 siswa. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan rata-rata nilai kelas 73,75 dengan ketuntasan kelas mencapai 62,5% dengan. Pada siklus I masih terdapat 6 siswa yang belum tuntas karena siswa belum bisa bercerita dengan lancar. Hasil pada siklus II menunjukkan rata-rata kelas 80,62 dengan ketuntasan kelas mencapai 93,75%. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa penerapan teknik Brain Gym dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam bercerita. Pembelajaran bercerita menggunakan teknik Brain Gym juga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan siswa dapat aktif dalam kegiatan belajar di kelas. Saran kepada guru, hendaknya dalam mengajar tidak sekadar mengajarkan buku dan menggunakan teknik pembelajaran yang monoton. Guru SD hendaknya lebih cermat dalam pemilihan teknik maupun metode pembelajaran agar siswa agar siswa terlibat aktif dalam pembelajaran serta dapat menambah pengetahuan siswa. Bagi pihak sekolah hendaknya dapat mengembangkan wawasan dalam penggunakan dan penerapan variasi pembelajaran baik dalam metode, teknik maupun strategi. Diharapakan pada penelitian selanjutnya dapat lebih mengembangkan teknik maupun metode pembelajaran bercerita yang lebih baik.

Pengembangan paket PBWeb materi jarak pada bangun ruang / oleh Edy Wihardjo

 

Pendekatan pembelajaran realistics mathematic education (RME) untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa kelas VIII SMP 10 Malang / Rofiq Widiyawati

 

Kata kunci: Realistics Mathematics Education (RME), penalaran. Berdasarkan wawancara dan pengakuan guru matematika kelas VIII F SMPN 10 Malang, metode yang sering digunakan guru pada pembelajaran matematika adalah belajar mandiri yang mengacu pada metode penemuan terbimbing. Karakter siswa yang sulit mengikuti pembelajaran, membuat pembelajaran matematika menjadi tidak bermakna, sehingga siswa masih menggunakan hafalan sebagai solusi belajar mereka. Dari hasil analisis ulangan harian dan tes awal untuk mengetahui kemampuan penalaran siswa menunjukkan bahwa siswa masih lemah untuk bernalar. Siswa sering lupa pada materi-materi yang sudah pernah diajarkan sehingga siswa masih kesulitan dalam menghubung-hubungkan ide-ide atau konsep yang ada sehingga menyulitkan siswa dalam mencari solusi atau penyelesaian, serta siswa masih lemah dalam menarik kesimpulan dari apa yang sudah dipelajari. Penelitian ini mendeskripsikan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan RME untuk melihat peningkatan kemampuan penalaran siswa kelas VIII F SMPN 10 Malang pada materi persamaan garis lurus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F SMPN 10 Malang yang berjumlah 44 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dengan siklus I terdiri dari empat kali pertemuan dan siklus II terdiri dari dua kali pertemuan. Peneliti menggunakan nilai tes yang telah dirancang untuk mengetahui kemampuan penalaran siswa dari masing-masing siklus untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran yang dicapai siswa. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa pada siklus I persentase banyaknya siswa tang tuntas belajar adalah 84,09% atau sebanyak 37 siswa, sedangkan pada siklus II persentase banyaknya siswa yang tuntas belajar adalah 93,18% atau sebanyak 41 siswa, dengan nilai rata-rata kelas naik dari 66,08 (untuk nilai Pretest siklus I) dan 72,93 (untuk nilai postest I siklus I) menjadi 78,00 (nilai postest II siklus II). Menurut ketuntasan pembelajaran yang diterapkan di SMPN 10 Malang, pelaksanaan pembelajaran dikatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 85% siswa mendapat nilai minimal 68. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran Realistics Mathematic Education (RME) dapat meningkatkan kemampuan penalaran siswa kelas VIII F SMPN 10 Malang.

Materials development paragraph writing for students of English Departement of FKIP Nusa Cendana University / by Maria Faustina Sutini

 

Struktur komunitas hewan makrobentos secara mewaktu di perairan tambak udang tradisional pring lor di desa Bangunsari, Kecamatan Jabon-Kabupaten Sidoarjo / Kuntum Febriyantiningrum

 

Kata kunci: struktur komunitas, hewan makrobentos, tambak udang, faktor fisika-kimia Tambak merupakan ekosistem akuatik buatan yang dibentuk manusia untuk pemeliharaan ikan dan udang. Areal perairan Tambak Udang Pring Lor di Desa Bangunsari, Kecamatan Jabon-Sidoarjo tergolong ekosistem perairan payau buatan yang sudah lama dimanfaatkan untuk penduduk sekitar dalam rangka usaha budidaya udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) komposisi dan kepadatan populasi; (2) keanekaragaman dan kemerataan; (3) dominansi dan (4) faktor fisika-kimia yang paling berkorelasi kuat dengan kepadatan hewan makrobentos di perairan tambak udang Pring Lor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif yang berlangsung selama bulan September 2010-April 2010, sedangkan pengambilan data dilakukan pada bulan September-Oktober 2010 yang bertepatan dengan masa sebelum dan sesudah penebaran benur. Pengambilan sampel dilakukan di lima titik yang berbeda dengan menggunakan alat keruk Eikman dan dilakukan penyaringan sampel menggunakan saringan bertingkat. Pengamatan dan identifikasi sampel dilakukan menggunakan mikroskop stereo. (1) Komposisi hewan makrobentos dianalisis secara kualitatif, (2) kepadatan populasi dihitung secara kuantitatif dan (3) indeks keanekaragaman (H’) dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shanon-Wienner dan perbedaan H’ mengunakan uji T, (4) dominansi hewan makrobentos dianalisis secara kuantitatif berdasarkan nilai kepadatan populasi relatif. Selain itu dilakukan pengukuran faktor fisika-kimia perairan tambak, yaitu DO, BOD, COD, TSS, TDS, suhu, salinitas, turbiditas, konduktivitas, pH air, nitrat dan phosphat. Selanjutnya, hasil pengukuran tersebut akan dianalisis secara statistik menggunakan regresi ganda bertahap untuk mengetahui faktor fisika-kimia yang paling berhubungan dengan kepadatan populasi hewan makrobentos. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi komunitas hewan makrobentos pada tambak udang Pring Lor terdiri atas 15 taksa hewan tergolong ke dalam 5 kelas. Terdapat fluktuasi jumlah kepadatan populasi masing-masing taksa secara mewaktu. Berdasarkan perhitungan Indeks Keanekaragaman Shanon- Wiener secara mewaktu, keanekaragaman hewan makrobentos berkisar antara 1,5-2,3 dengan indeks kemerataan (E) berkisar antara 0,80-0,88. Pada setiap waktu pengambilan, dominansi hewan makrobentos berbeda-beda. Sedangkan hasil pengukuran faktor abiotik yang telah diregresikan menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kepadatan populasi hewan makrobentos adalah suhu, pH, BOD, COD, TDS, konduktivitas, salinitas dan TSS.

Pemanfaatan permainan sulap untuk meningkatkan pemahaman konsep bilangan anak kelompok A di TK Wisnuwardhana Wonosari Kabupaten Malang / Koko Diana

 

ABSTRAK Diana, Koko. 2016. Pemanfaatan Permainan Sulap untuk Meningkatkan PemahamanKonsep Bilangan Anak Kelompok A di TK Wisnuwardhana Wonosari Kabupaten Malang. Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.I Made Seken, M.Pd., (II) Suryadi S. Sn., M. Pd. Kata Kunci: permainan sulap, konsep bilangan, pendidikan anak usia dini Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di TK Wisnuwardhana Wonosari, diketahui bahwa kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan masih kurang optimal. Penyebab dari rendahnya kemampuan anak adalah pembelajaran yang masih konvensional, media yang digunakan kurang menarik, dan kegiatan yang kurang mampu membangun keaktifan dan minat anak Penelitianinimendeskripsikan pembelajaran dalam pemahaman konsep bilangan pada anak kelompok A TK Wisnuwardhana Wonosari dengan memanfaatkan permainan sulap. Selain itu juga mendeskripsikan peningkatan kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan setelah pelaksanaan permainan sulap. Penelitianinimenggunakan rancanganPenelitianTindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan dalam 2 siklusyang setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan observasi, refleksi, revisi . Subyek penelitian ini adalah 21 anak kelompok A di TK Wisnuwardhana Wonosari. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembarobservasi, lembarpenilaian, pedomanwawancara, dokumentasi, dancatatanlapangan. Pelaksanaan permainan sulap berjalan sesuai rencana dengan beberapa perbaikan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan persentase ketuntasan kelas yang pada pratindakan sebesar 42,9% meningkat menjadi 57,1% pada siklus I. Pada siklus II dilakukan perbaikan terhadap kekurangan pembelajaran yang ditemukan pada refleksi sehingga kemampuan anak meningkat menjadi 85,7%. Berdasarkan temuan dan hasil penelitian, peneliti menyimpulkanbahwa tindakan pada permainan sulap dalam penelitian ini dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep bilangan pada anak kelompok A. Tindakan yang dimaksud meliputi: 1)memotivasianaksebelummemasuki area bermain, 2)memperlihatkanpermainansulap di depananak, 3) mengaitkanpermainansulapdengankonsepbilangan, 4) pelaksanaan permainansulap yang berkaitandengankonsepbilangansecarabertahap, 5) pemberianlembarkegiatan yang barudanberbedadaribiasanya.Penelitimenyarankanpermainan sulap dapatdimanfaatkan dan di revisi untuk menyempurnakan kekurangan yang ditemukan pada data yang ada dalam refleksi.

Laporan kerja praktek di perusahaan las dan konstruksi CV Nasional Malang
disusun oleh Khoirul Amin

 

Pengaruh persepsi atmosfer toko terhadap keputusan konsumen membeli pakaian (Studi kasus pada Toko Apolo Jln. Cokro Aminoto 22 Blitar) / Ageng Satriyono

 

Kata Kunci: atmosfer toko, keputusan pembelian Meningkatnya kebutuhan konsumen mengakibatkan semakin pesatnya persaingan usaha untuk menyediakan kebutuhan tersebut. Dalam usaha bisnis bertujuan awal untuk mencapai keuntungan. Kondisi ini menuntut para pelaku usaha bisnis untuk tetap bertahan hidup dan menjaga eksistensi diantara berberapa pesaing yang ada. Misalnya pada usaha retail, menghadapi tantangan bagaimana cara memikat konsumen sehingga loyalitas konsumen dapat tercapai. Oleh karena itu, maka setiap pelaku usaha bisnis retail harus mempunyai strategi yang tepat. Desain atmosfer toko, merupakan salah satu strategi yang berdampak terhadap minat keputusan konsumen untuk membeli. Toko Apolo no.22 Blitar tentunya memiliki strategi yang beda dibanding dengan toko pesaing terkait pengaturan atmosfer toko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi atmosfer toko terhadap keputusan konsumen membeli pakaian. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dan asosiatif yang bersifat korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung dari toko apolo 22 Blitar. Teknik pengambilan sampel dengan random sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda. Dari hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa hasil analisis deskriptif dapat diketahui deskripsi atmosfer toko Apolo 22 Blitar, dirasakan kurang baik oleh konsumen dan perlu adanya perbaikan. Sedangkan berdasarkan pengaruh atmosfer toko baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan konsumen membeli pakaian, diperoleh kesimpulan bahwa: 1) lay out berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen membeli pakaian; 2) aroma berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen membeli pakaian; 3) sajian musik berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen membeli pakaian; 4) tata warna berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen membeli pakaian; 5) tata cahaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen membeli pakaian; dan 6) display berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen membeli pakaian. Berdasarkan beberapa kesimpulan diatas, maka saran yang dapat peneliti berikan untuk toko Apolo harus meningkatkan atmosfer toko agar lebih baik lagi. Sedangkan untuk penelitian yang sejenis yang akan datang disarankan untuk menambah variabel bebas selain lay out, aroma, sajian musik, tata warna, tata cahaya, dan display, serta variabel terikat keputusan konsumen Sehingga hasil penelitian nantinya akan berbeda dan hal ini dapat dijadikan pembanding sekaligus melengkapi penelitian ini.

Laporan study eksksursi pada pabrik gula Jatiroto - Prosida Jember - pengalengan ikan PT CIP Denpasar Bali - pemintalan benang Patal Tohpati Bali - pengalengan ikan PT Bali Raya Bali
oleh Any Asmoro

 

Pengaruh metode pembelajaran (STAD VS Presentasi) dan Lokus kendali terhadap hasil belajar (Keefektifan dan daya tarik pembelajaran) mahasiswa pada mata kuliah metode penelitian di Jurusan Pendidikan Olahraga FIK Unesa / Miftah Faris Prima Putra

 

Kata Kunci: metode pembelajaran, lokus kendali, dan hasil belajar Mata kuliah metode penelitian merupakan mata kuliah pendukung utama bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian. Bila dalam mata kuliah tersebut mahasiswa belum mampu memahami prosedur pelaksanaan penelitian, dapat diasumsikan mereka akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas melakukan penelitian. Apabila hal tersebut terjadi, besar kemungkinan kululusan S1 yang waktu normalnya dapat ditempuh delapan semester maka akan terhambat. Nilai rata-rata UAS mata kuliah metode penelitian adalah 61,4 atau C. Hasil belajar yang kurang baik tersebut merupakan masalah yang perlu dicari penyelesaiannya agar tujuan pembelajaran bisa tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode pembelajaran (STAD dan presentasi) dan lokus kendali (internal dan eksternal) terhadap hasil belajar (keefektifan dan daya tarik pembelajaran). Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh utama (main effect) dan pengaruh interaksi (interaction effect) variabel metode pembelajaran dan lokus kendali terhadap hasil belajar. Rancangan penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen nonequivalent pretests-postest control group design dengan desain faktorial 2 x 2. Subyek penelitiannya adalah mahasiswa angkatan 2009 Jurusan Pendidikan Olahraga FIK UNESA, yang berjumah lima kelas. Teknik pengambilan subyek penelitian dilakukan dengan cara purposive random sampling. Dua kelas yang terpilih adalah kelas B dengan jumlah 34 mahasiswa dan D dengan jumlah 30 mahasiswa. Kelas B diajar dengan metode presentasi, sedangkan kelas D diajar dengan metode STAD. Data orientasi lokus kendali diambil dengan instrumen lokus kendali yang dikembangkan oleh Rotter (1966) dan telah digunakan oleh Degeng dan Pali (2001) dalam penelitiannya, data kecermatan penguasaan atau unjuk kerja diambil dengan instrumen keefektifan pembelajaran yang dikembangkan sendiri oleh peneliti, sedangkan data kemenarikan pembelajaran diambil dengan instrumen daya tarik pembelajaran yang dikembangkan dan digunakan oleh Degeng dan Pali (2001). Untuk mengetahui gambaran penyebaran data penelitian digunakan analisis deskriptif. Sedangan untuk mengetahui perbedaan dan interaksi antar variabel digunakan analisis manova. Semua pengujian hipotesis dalam penelitian tersebut dilakukan dengan alpha (α) 5% atau 0,05. Sesuai dengan hipotesis yang diajukan, pengujian hipotesis menemukan (1) nilai F 1,941 dan nilai Sig. 0,169 sehingga nilai Sig. > α atau 0,169 > 0,05. Dengan hasil tersebut hipotesis Ho diterima, artinya tidak terdapat perbedaan keefektifan pembelajaran pada mata kuliah metode penelitian antara kelompok mahasiswa yang belajar melalui metode pembelajaran STAD dengan kelompok mahasiswa yang belajar melalui metode pembelajaran presentasi. Ini terjadi pada kondisi orientasi lokus kendali internal maupun eksternal, (2) nilai F 23,697 dan nilai Sig. 0,000 sehingga nilai Sig. < α atau 0,000 < 0,05. Dengan hasil tersebut hipotesis Ho ditolak, artinya terdapat perbedaan daya tarik pembelajaran pada mata kuliah metode penelitian antara kelompok mahasiswa yang belajar melalui metode pembelajaran STAD dengan kelompok mahasiswa yang belajar melalui metode pembelajaran presentasi. Ini terjadi pada kondisi orientasi lokus kendali internal maupun eksternal, (3) nilai F 0,543 dan nilai Sig. 0,464 sehingga nilai Sig. > α atau 0,464 > 0,05. Dengan hasil tersebut hipotesis Ho diterima, artinya tidak terdapat perbedaan keefektifan pembelajaran pada mata kuliah metode penelitian antara kelompok mahasiswa yang berorientasi lokus kendali internal dengan kelompok mahasiswa yang berorientasi lokus kendali eksternal. Ini terjadi pada kelas STAD maupun kelas presentasi, (4) nilai F 0,129 dan nilai Sig. 0,720 sehingga nilai Sig. > α atau 0.720 > 0,05. Dengan hasil tersebut hipotesis Ho diterima, artinya tidak terdapat perbedaan daya tarik pembelajaran pada mata kuliah metode penelitian antara kelompok mahasiswa yang berorientasi lokus kendali internal dengan kelompok mahasiswa yang berorientasi lokus kendali eksternal. Ini terjadi pada kelas STAD maupun kelas presentasi (5) nilai F 0,228 dan nilai Sig. 0,635 sehingga nilai Sig. > α atau 0.635 > 0,05. Dengan hasil tersebut hipotesis Ho diterima, artinya tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan orientasi lokus kendali terhadap keefektifan pembelajaran, (6) nilai F 0,020 dan nilai Sig. 0,888 sehingga nilai Sig. > α atau 0,888 > 0,05. Dengan hasil tersebut hipotesis Ho diterima, artinya tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan orientasi lokus kendali terhadap daya tarik pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikemukakan saran-saran yang terkait dengan pemanfaatan hasil penelitian dan penelitian lebih lanjut sebagai berikut: (1) menerapkan metode pembelajaran kooperatif seperti STAD dalam mata kuliah metode penelitian di Jurusan Pendidikan Olahraga FIK UNESA, (2) penelitian lanjutan hendaknya diarahkan dengan menambahkan variabel terikat yaitu variabel efisiensi pembelajaran, (3) penelitian lanjutan hendaknya menggunakan kelas atau kelompok yang jumlah orientasi lokus kendalinya setara antara orientasi lokus kendali internal dengan orientasi lokus kendali eksternal.

Hubungan kualitas komunikasi pramusaji dengan kepuasan konsumen dalam pelayanan (Studi pada Restoran dan Butik Pendidikan pada Juruisan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang) / Ruliana Halfa Pratiwi

 

Pratiwi, Ruliana Halfa. 2013. Hubungan Kualitas Komunikasi Pramusaji dengan Kepuasan Konsumen dalam Pelayanan Studi Pada Restoran dan Butik Pendidikan pada Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd (II) Dr. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd Kata kunci: komunikasi, pramusaji, kepuasan, konsumen     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas komunikasi pramusaji dengan kepuasan konsumen dalam pelayanan di Restoran dan Butik Pendidikan pada Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Variabel bebas yang digunakan adalah komunikasi pramusaji sedangkan untuk varibel terikatnya adalah kepuasan konsumen. Subjek dalam penelitian ini yaitu pramusaji Restoran dan Butik Pendidikan pada Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang. Lokasi penelitian ini terletak di Restoran dan Butik Pendidikan pada Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang. Konsumen Restoran dan Butik Pendidikan pada Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang dalam penelitian ini sebagai responden. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup.     Hasil penelitian yang diperoleh antara lain (1) kualitas komunikasi pramusaji tergolong baik, (2) kepuasan konsumen terhadap kualitas komunikasi pramusaji dalam memberikan pelayanan tergolong puas, dan (3) ada hubungan yang kuat antara kualitas komunikasi pramusaji dan kepuasan konsumen.     Saran yang dapat disampaikan adalah (1) bagi manager Restoran dan Butik Pendidikan pada Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja pramusaji, melakukan evaluasi kinerja pramusaji minimal sekali dalam satu minggu, (2) bagi pamusaji Restoran dan Butik Pendidikan pada Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, hendaknya menerima dengan baik setiap kritik dan saran yang diberikan konsumen agar kualitas komunikasi pramusaji dapat meningkat, (3) bagi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, dapat mempertahankan matakuliah Managemen Usaha Boga dan Kuliah Kerja Usaha yang dilaksanakan di Restoran dan Butik Pendidikan pada Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, (4) bagi peneliti berikutnya supaya melakukan penelitian tentang kualitas produk, lokasi restoran dan sistim markettingnya.

Manajemen program parenting education(studi kasus pada RA Al-Ikhlas Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang) / Fitria Dewi Andani

 

ABSTRAK Andani, Fitria Dewi. 2016. Manajemen Program Parenting Education : Studi Kasus di RA Al-Ikhlas Kecamtan Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ach Rasyad, M.Pd. (II) Drs. H . Moh. Ishom Ihsan, M.Pd. Kata Kunci : Manajemen Program Parenting Education, RA Al-Ikhlas Manajemen program parenting education merupakan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan yang diperuntukkan kepada orangtua, pengasuh, dan anggota keluarga yang lain berperan secara langsung dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak (parenting education). Parenting education bukan sesuatu yang baru, namun banyak lembaga yang tidak dapat melaksanakannya. Penelitian ini dilakukan di RA Al-Ikhlas yang merupakan lembaga dengan konsep sekolah alam. Maka dilakukan suatu penelitian untuk mempelajari manajemen parenting education di RA Al-Ikhlas, dengan fokus penelitian : (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) evaluasi; (4) faktor pendukung dan penghambat program parenting education. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Metode penggalian data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Prosedur analisis data dalam penelitian ini adalah dengan langkah (1) mereduksi data merangkum pokok-pokok data yang dikumpulkan; (2) menyajikan data melaksanakan penggalian data; (3) memverifikasi data atau menarik kesimpulan data yang diperoleh; (4) membahas mengenai manajemen program parenting education, untuk pemeriksaan keabsahan data peneliti melakukan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa: (1) perencanaan program parenting education yang ada di lembaga RA Al-Ikhlas Kepanjen melibatkan seluruh pihak sekolah, pihak-pihak yang terlibat adalah kepala sekolah, pendidik, dan komite sekolah; (2) pelaksanaan hari konsultasi orangtua dengan konsep berbeda, yaitu kegiatan konsultasi orangtua yang dibuat berbeda dengan lembaga lain, dengan dilakukan kapan saja di sekolah tidak ada penjadwalan khusus; (3) evaluasi kegiatan program parenting education di RA Al-Ikhlas kepanjen dilakukan setiap berakhirnya kegiatan program parenting education; (4) faktor pendukung kegiatan program parenting education yaitu sumber daya manusia, penerapan kegiatan yang menyenangkan, dan partisipasi orangtua. Sedangkan faktor penghambat munculnya ketidak percayaan dari warga sekitar sekolah. Saran dari penelitian ini adalah: (1) bagi kepala sekolah, diharapkan dapat menyelaraskan waktu antara kegiatan program parenting education dan waktu luang orangtua peserta didik; (2) bagi pendidik, diharapkan mampu menciptakan program-program yang lebih kreatif lagi dan dapat merangsang ketertarikan orangtua untuk datang ke sekolah dan berpartisipasi penuh dalam setiap penyelenggaraan kegiatan; (3) bagi orangtua peserta didik, diharapkan ikut berpatisipasi penuh dalam perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi.

Persepsi guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Sumenep yang telah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) terhadap Kurikulum Berbasis Bompetensi (KBK) / oleh Anik Budiarti

 

Laporan kuliah kerja lapangan
oleh mahasiswa jurusan mesin angkatan 1983

 

Pengaruh cara, kebiasaan, dan gaya belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kepanjen / Nurul Laily Hidayati

 

Kata Kunci: cara belajar, kebiasaan belajar, gaya belajar, dan hasil belajar. Cara belajar siswa merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada situasi belajar tertentu, dimana kegiatan-kegiatan tersebut mencerminkan usaha belajar yang dilakukan oleh siswa. Kebiasaan belajar dapat diartikan suatu bentuk perilaku yang dilakukan secara terus-menerus oleh individu untuk mendapatkan sesuatu hal yang baru baik berupa pengetahuan, ketrampilan maupun sikap dan nilai positif. Gaya belajar merupakan cara yang digunakan secara terus menerus oleh siswa dalam menerima, mengatur, dan mengolah informasi. Hasil belajar merupakan gambaran kemampuan siswa dalam memenuhi suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar dalam satu kompetensi dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Populasinya adalah siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kepanjen yang berjumlah 83 siswa, dalam penelitian ini diambil sampel sebanyak 69 siswa berdasarkan rumus Slovin dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Variabel dalam penelitian ini antara lain: cara belajar (X1), kebiasaan belajar (X2), gaya belajar (X3), dan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi (Y). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pengaruh cara belajar siswa (X1) terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi (Y) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < α = 0,05 berarti cara belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. (2) Pengaruh kebiasaan belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar (Y) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 < α = 0,05 berarti kebiasaan belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. (3) Pengaruh gaya belajar siswa (X3) terhadap hasil belajar (Y) diperoleh nilai signifikansi 0,000 < α = 0,05 berarti gaya belaajr siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. (4) Pengaruh cara (X1) , kebiasaan (X2) , dan gaya belajar siswa (X3) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (Y) diperoleh nilai signifikansi melalui uji simultan (uji F) sebesar 0,000 < α = 0,05, hal ini berarati cara, kebiasaan, dan gaya belajar siswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kepanjen. Saran yang diajukan adalah (1) bagi guru ekonomi hendaknya menggunakan media tulisan atau power poin karena kebanyakan siswa memiliki gaya belajar visual (2) Bagi sekolah hendaknya mengelola dan memanfaatkan dengan baik komputer dan LCD yang ada di dalam kelas (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas subvariabel dari cara belajar seperti faktor-faktor yang mempengaruhi cara belajar siswa serta kebiasaan baik dan buruk siswa dalam proses pembelajaran.

Validasi media pembelajaran "Papan Flanel Baca" untuk pengenalan belajar membaca persiapan anak TK di RA Al Fitgriyah I Watuagung Prigen Kabupaten Pasuruan / oleh Sri Nanik

 

Validasi media pembelajaran papan nuansa di TK. Dharma Wanita Mataram Rejotangan Tulungagung / oleh Imam Supti

 

Penerapan pembelajaran dengan media buku ajar untuk menin gkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X-5 SMAN ! Sooko Mojokerto semester genap tahun pelajaran 2011/2012 / Prisma Intaniyah

 

Kata Kunci : Media Buku Ajar, Ekonomi, Hasil Belajar Pembaharuan di bidang pendidikan ini sebenarnya dimulai dari perubahan behaviorisme (aliran pendidikan) yang diwujudkan dengan pembelajaran yang bersifat teacher centered (berpusat pada guru) dengan pandangan konstruktivisme. Berkaitan dengan perubahan paradigma guru dalam proses belajar mengajar guru perlu menerapkan pembelajaran inovatif yang mampu dan memperkaya pengalaman belajar sehingga aktivitas siswa dalam belajar akan meningkat, akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran ekonomi. Buku ajar yaitu buku teks yang digunakan sebagai rujukan standard pada mata pelajaran tertentu yang disusun sistematis dan sederhana disertai petunjuk pembelajaran. Isi buku ajar yang disampaikan dalam bentuk ide, fakta, data, dan makna secara tertulis. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto. Dengan mengambil tindakan pada satu kelas yakni kelas X-5 dengan jumlah 33 siswa yang terdiri dari 19 perempuan dan 14 laki- laki. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas pembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-5 SMAN 1 Sooko Mojokerto semester genap tahun ajaran 2011/2012 pada materi indeks harga dan inflasi. Penelitian dilaksanakan selama bulan Februari sampai Maret 2012. Instrumen penelitian berupa lembar observasi afektif siswa, lembar observasi aktivitas guru, pre tes dan pos tes, lembar wawancara guru, lembar catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian dideskripsikan menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas X-5 pada siklus ke II mengalami peningkatan yang signifikan pada aspek belajar kognitif dan aspek afektif dengan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil belajar siswa X-5 meningkat mencapai skor klasikal kelas yakni 85% dengan nilai SKBM adalah 75 untuk nilai mata pelajaran ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dalam mengajar guru hendaknya menggunakan modul, untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang tinggi sehingga modul yang dipelajari dapat diselesaikan tepat waktu, dan bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian tentang penggunaan media buku ajar pada materi lain dan diharapkan hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai dasar pengembangan media buku ajar sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan di sekolah.

Validasi media pembelajaran "The Magic Fan" di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 7 Malang / oleh Ely Wahyuningsih

 

Validasi media pembelajaran meja pengenalan angka pada kelompok B di RA Muslima NU Al Hikmah XXXII Cangkring Malang Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / oleh Tuchfatul Aliyah

 

Validasi media pembelajaran PIN Ball Ajaib di RA Ta'limusshibyan / oleh Nadhifah

 

Pengaruh self-efficacy dan motivasi belajar terhadap hasil belajar dengan kemandirian belajar sebagai variabel intervening pada mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Ade Fatichah Nur

 

Kata Kunci: Self-Efficacy, Motivasi Belajar, Kemandirian Belajar, Hasil Belajar Tujuan Pendidikan nasional bukan sekedar membentuk peserta didik yang berilmu, tetapi juga mandiri dalam belajar. Menurut ahli pendidikan, kemandirian belajar hanya ditujukan kepada orang dewasa (andragogi). Pendidikan di perguruan tinggi bagi mahasiswa tergolong dalam pendidikan andragogi, dimana pendidikan di perguruan tinggi terdapat tuntutan kompetensi bagi mahasiswa bukan hanya dalam tataran teoritis, tetapi juga skill praktis yang terkonsep secara teoritis. Karena kemandirian berasal dari kata dasar “diri”, maka yang diduga kuat mempengaruhinya adalah Self-Efficacy dan Motivasi Belajar yang ada dalam diri mahasiswa masing-masing. Jika Self-Efficacy dan Motivasi Belajar mahasiswa baik, maka dapat meningkatkan Kemandirian Belajar dan secara tidak langsung mampu meningkatkan Hasil Belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara Self-Efficacy dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar dengan Kemandirian Belajar sebagai variabel intervening pada mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi Angkatan 2009 FE UM. Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif menggunakan analisis jalur (path analysis). Populasi penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi Angkatan 2009 FE UM berjumlah 85 mahasiswa, dengan sampel 65 mahasiswa. Data diperoleh dengan menyebarkan angket dan dokumentasi berupa nilai Indeks Prestasi mahasiswa semester gasal tahun ajaran 2011/2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh langsung Self-Efficacy terhadap Kemandirian Belajar, 2) terdapat pengaruh langsung Motivasi Belajar terhadap Kemandirian Belajar, 3) terdapat pengaruh langsung Kemandirian Belajar terhadap Hasil Belajar, 4) terdapat pengaruh tidak langsung Self-Efficacy terhadap Hasil Belajar melalui Kemandirian Belajar, dan 5) terdapat pengaruh tidak langsung Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar melalui Kemandirian Belajar. Berdasarkan penelitian tersebut disarankan agar (a) pendidik (dosen) mampu menumbuhkan Self-Efficacy dan Motivasi Belajar secara ekstrinsik yang dimiliki mahasiswa untuk menumbuhkan Kemandirian Belajar (b) mahasiswa terus memupuk Self-Efficacy dan Motivasi Belajar yang dimiliki, serta menyediakan hal-hal yang menunjang belajar, karena baik Self-Efficacy, Motivasi Belajar, dan Kemandirian Belajar berpengaruh terhadap Hasil Belajar.

The Effects of the implementation of the interactional approach on the students writing ability / by Lies Amin Lestari

 

Hubungan antara kondisi sosial ekonomi keluarga dan prestasi akademik mata pelajaran ekonomi SMA dengan minat melanjutkan pendidikan ke Fakultas Ekonomi di perguruan tinggi (Studi kasus pada kelas XII IPS SMA Negeri 3 Kota Probolinggo) / Fidyah Jayatri

 

Kata Kunci: sosial ekonomi, prestasi akademik, minat melanjutkan pendidikan Kondisi sosial ekonomi merupakan suatu kondisi keluarga banyak menentukan perkembangan dan pendidikan anak karena kebutuhan belajar anak memang memerlukan dana. Prestasi akademik mata pelajaran ekonomi SMA merupakan pencapaian hasil belajar siswa setelah melakukan usaha belajar. Jadi ketika ketika kondisi sosial ekonomi keluarga siswa semakin mendukung pemenuhan kebutuhan belajar siswa, maka pencapaian prestasi akademik siswa diharapkan dapat maksimal sehingga akan memunculkan minat siswa untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan secara parsial dan simultan variabel kondisi sosial ekonomi keluarga dan prestasi akademik mata pelajaran ekonomi SMA dengan minat siswa kelas XII IPS SMA Negeri 3 Probolinggo untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruaan Tinggi. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XII IPS SMA Negeri 3 Probolinggo dengan sampel 52 siswa dari tiga kelas tersebut sebagai responden. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket,dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis korelasi ganda. Dengan menggunakan analisis korelasi melalui SPSS 17.0 diperoleh hasil thitung > ttabel untuk tiap-tiap variabel yaitu 4,450 > 2,021 untuk variabel kondisi sosial ekonomi dan 5,117 > 2,012 untuk variabel prestasi akademik mata pelajaran ekonomi SMA. Dari hasil analisis diketahui pula bahwa sekitar 71,4 % minat melanjutkan pendidikan ke jurusan ekonomi di Perguruan Tinggi berhubungan dengan kondisi sosial ekonomi keluarga dan prestasi akademik mata pelajaran ekonomi SMA. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara parsial dan simultan variabel kondisi sosial ekonomi keluarga dan prestasi akademik mata pelajaran ekonomi SMA dengan minat siswa SMA Negeri 3 Probolinggo untuk melanjutkan pendidikan ke jurusan ekonomi di Perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan (1) bagi guru untuk memberi gambaran kepada siswa mengenai pentingnya meraih keinginan yang baik bagi siswa demi masa depannya. (2) bagi siswa diharapkan terus belajar dengan baik serta tetap menjaga harapan yang sesuai minatnya dengan baik agar dapat mencapai cita – cita yang diharapkan. (3) Penelitian selanjutnya yang melakukan penelitian dengan topik sama diharapkan dapat mengambil populasi lebih besar dan dapat dilakukan di tempat/jenjang pendidikan yang berbeda.

Solusi numerik rangkaian RLC seri dan paralel dengan metode runge-kutta orde empat / oleh Dian Tri Nitya Sari

 

Kontribusi tindak pembelajaran guru kelas 3 sekolah dasar pada peningkatakn keterampilan berbahasa Indonesia siswa / oleh Mg. Rini Kristiantari

 

Hubungan wawasan dunia kerja dan kompetensi akademik dengan kesiapan memasuki dunia kerja padxa siswa kelas XII Program Stusi Elektronika SMK di Malang / Habibi

 

Kata Kunci: Wawasan Dunia Kerja, Kompetensi Akademik, Kesiapan Memasuki Dunia Kerja, Siswa Kelas XII, Program Studi Elektronika. Dunia kerja merupakan tujuan akhir yang ingin diraih oleh setiap lulusan, termasuk lulusan SMK program studi elektronika. Karena pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan siswanya untuk bekerja dalam bidang tertentu. Namun pada kenyataannya 50 persen lebih lulusan SMK belum mendapatkan pekerjaan sesuai bidang keahliannya. Hal ini dikarenakan siswa tidak mengetahui kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Oleh karena itu, sebelum lulus siswa harus memiliki wawasan dunia kerja dan kompetensi akademik yang tinggi untuk memasuki dunia kerja. Dengan demikian siswa dapat memiliki kesiapan yang matang untuk memasuki dunia kerja. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan tingkat wawasan dunia kerja (X1); (2) Mendeskripsikan tingkat kompetensi akademik (X2); (3) Mendeskripsikan tingkat Kesiapan memasuki dunia kerja (Y); (4) Mendeskripsikan signifikansi hubungan X1 dengan Y; (5) Mendeskripsikan signifikansi hubungan X2 dengan Y; dan (6) Mendeskripsikan signifikansi hubungan X1 dan X2 dengan Y. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Metode sampling yang dipakai adalah proporsional random sampling dengan responden 155 siswa. Analisis diperoleh dengan menggunakan teknik regresi linear ganda, yaitu untuk mengetahui besarnya hubungan X1 dan X2 secara bersama- sama dengan Y. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS for windows release 16. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Tingkat X1 dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 82 responden (53%); (2) Tingkat X2 dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 152 responden (98%); (3) Tingkat Y dalam kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 75 responden (48%). Nilai koefisien parsial antara X1 dengan Y yaitu Ry1 sebesar 0,686. Nilai koefisien korelasi parsial antara X2 dengan Y yaitu Ry2 sebesar 0,293. Besarnya nilai koefisien korelasi ganda 2 prediktor antara X1 dan X2 dengan Y yaitu R sebesar 0,695. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) X1 berada dalam kategori tinggi, X2 berada dalam kategori tinggi, dan Y berada dalam kategori sangat tinggi; (2) Ada hubungan positif antara X1 dengan Y dengan sig. = 0,00 < 0,05; (3) Ada hubungan positif antara X2 dengan Y dengan sig. = 0,00 < 0,05; (4) Ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 dengan Y dengan sig. = 0,00 < 0,05. Variabel wawasan dunia kerja dan kompetensi akademik memberikan sumbangan efektif terhadap kesiapan memasuki dunia kerja sebesar masingmasing 46,34% dan 2,06% dengan total sumbangan 48,40%. Sedangkan 51,60% disebabkan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian.

Laporan kerja praktek pada perusahaan las dan konstruksi CV Nasional Malang
disusun oleh Bambang Suparmadi

 

Peningkatan hasil belajar penjumlahan pecahan melalui model pembelajaran two stay two stray (TSTS) pada siswa kelas IV SDN Madyopuro 2 Malang / Nangsi Wadjin

 

Kata kunci: Pembelajaran Matematika, Model Two Stay-Two Stray (TSTS). Pelaksanaan pembelajaran matematika hendaknya guru dapat mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar yang ditujukan kepada siswa agar dapat mencapai tujuan belajarnya. Permasalahannya tentang aktivitas dan hasil belajar siswa. Akar penyebab munculnya hasil belajar siswa di bawah SKM yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 70%, karena dalam proses KBM guru di kelas masih cenderung menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, tugas individu dan guru belum paham dengan model-model pembelajaranKegiatan pembelajaran tersebut berdampak pada aktivitas dan pemahaman siswa tarhadap materi yang diajarkan. Siswa cenderung pasif, lebih dominan bercerita dengan teman sebangkunya. sehingga pemahaman siswa pada materi penjumlahan pecahan kurang. Hasil Tes menjukan bahwa kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal. Untuk soal no 1Sebanyak 17, %, untuk soal no 2 sebanyak 15%, untuk soal no 3 sebanyak , 57,5%, untuk soal no 4 sebanyak 13 % dan untuk soal no 5 sebanyak 67,5%. Hasil tes menunjukan bahwa siswa kurang terampil dalam menghitung penjumlahan pecahan. Tujuan penilitian ini: 1)Mendiskripsikan penerapan model TSTS dalam pembelajaran Matematika kelas IV SDN Madyopuro 2 Malang, 2)Mendiskripsikan peningkatan Aktivitas belajar Matematika siswa kelas IV SDN Madyopuro 2 Malang setelah belajar melalui model pembelajaran TSTS, 3)Mendeskripsikan hasil siswa kelas IV SDN Madyopuro 2 Malang dalam pembelajaran Matematika yang diajar dengan model TSTS. Penelitian ini dirancang dengan model penelitian tindakan kelas deskritif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, observasi, lembar APKG dan dokumentasi. Selama proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus sesuai dengan alur penelitian PTK. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai rata-rata hasil belajar siswa siklus I pertemuan pertama 68,22 termasuk kategori (rendah) dan pertemuan kedua nilai rata-rata hasil belajar siswa 75,11 termasuk kategori(cukup). Pelaksanaan tindakan siklus I pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua meningkat sebesar (6, 89%). sedangkan siklus II pertemuan pertama hasil belajar siswa (76,22) termasuk kategori(cukup) dan pertemuan kedua mencapai 79,77 termasuk kategori(tinggi). Pelaksanaan tindakan siklus II pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan sebesar (3,55%). Dari data hasil temuan peneliti di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat “Peningkatan Hasil Belajar Penjumlahan Pecahan Melalui Model Pembelajaran Two Stay-Two Stray (TSTS) Pada Siswa Kelas IV SDN Madyopuro 2 Malang.

Kemampuan membaca pemahaman teks berbahasa Jawa siswa kelas V SD Negeri Gambirkuning Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2009/2010 / Tri Wusananingrum

 

Kata kunci: kemampuan membaca pemahaman, teks berbahasa Jawa Salah satu kompetensi dasar di dalam kurikulum muatan lokal Bahasa Jawa kelas V SD yang terkait dengan kemampuan membaca adalah membaca pemahaman. Kemampuan siswa dalam memahami bacaan yang dibaca dapat diketahui apabila siswa dapat menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan isi teks bacaan dan dapat menceritakan kembali isi teks yang telah dibacanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan isi teks dan kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi teks berbahasa Jawa yang telah dibaca. Berdasarkan tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dalam penelitian ini berupa skor kemampuan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan isi teks dan skor kemampuan menceritakan kembali isi teks yang telah dibaca. Berdasarkan analisis data, dapat diketahui bahwa kemampuan siswa kelas V SD Negeri Gambirkuning, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2009/2010 dalam membaca teks berbahasa Jawa kurang memadai. Hal ini diketahui dari jumlah siswa yang memperoleh skor 60, baik dalam tes menjawab pertanyaan maupun tugas menceritakan kembali isi teks yang telah dibaca, kurang dari 75% dari jumlah siswa sampel. Dari kesimpulan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran berikut ini: (1) guru hendaknya sering memberikan latihan membaca, (2) guru hendaknya lebih sering memberikan tes menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan isi teks bacaan, (3) dalam kegiatan pembelajaran membaca, guru hendaknya sering melatih siswa untuk menceritakan kembali teks yang telah dibacanya, sehingga pembelajaran membaca tidak berhenti hanya pada kegiatan membaca, (4) guru hendaknya menanamkan kebiasaan membaca kepada siswa. (5) siswa hendaknya membiasakan diri untuk membaca setiap hari, baik di sekolah maupun di rumah, dan (6) untuk peneliti selanjutnya, hendaknya lebih memperluas lingkup objek penelitian, indikator-indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan membaca, serta penggunaan strategi membaca pemahaman sehingga didapat hasil penelitian yang lebih komprehensif.

Pengetahuan, persepsi, dan sikap konselor terhadap Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Malang / Bellinda Mega Candy Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Bellinda Mega Candy.2015.Pengetahuan, Persepsi, dan Sikap Konselor Terhadap Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Malang.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes, (II) Drs. Hariyadi Kusumo,M.Pd. Kata Kunci: Pengetahuan, Persepsi, Sikap, Konselor, MGBK Kompetensi konselor harus selalu dikembangkan. Salah satu wadah pengembangan kompetensi konselor yaitu, Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). Tetapi, dari hasil dilapangan menunjukkan fakta bahwa kegiatan MGBK diimplementasikan berbeda oleh konselor dan sebagian besar konselor masih belum memahami makna MGBK, tujuan, hingga manfaat yang didapat konselor dari MGBK. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan, persepsi, dan sikap konselor terhadap MGBK. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deksriptif kuantitatif, dengan subjek konselor sekolah menengah atas (SMA) Negeri Kota Malang anggota MGBK. Penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen pengumpul data kemudian diolah dan ditetapkan kategori pengetahuan (tinggi, sedang, rendah), persepsi (positif, cukup, negatif) dan sikap (positif, cukup, negatif) menggunakan rumus lebar interval sama dengan jarak pengukuran (nilai teringgi – nilai terendah) dibagi jumlah interval dan teori kategori pengetahuan, persepsi dan sikap. Kegiatan analisisnya dilakukan dari paparan hasil angket tersebut. Berdasarkan analisis data dihasilkan: Sangat banyak konselor (100%) yang memiliki pengetahuan pada klasifikasi tinggi. Cukup banyak konselor (33,33%) memiliki persepsi positif, banyak konselor (66,67%) memiliki persepsi cukup, dan pada klasifikasi negatif tidak ada. Sedikit konselor (8,33%) yang memiliki sikap positif, sangat banyak konselor (91,67%) yang memiliki sikap cukup posiitif, dan pada klasifikasi negatif tidak ada. Kesimpulan penelitian ini adalah (1)Sangat banyak konselor SMA Negeri Kota Malang yang memiliki pengetahuan tinngi tentang MGBK (mulai dari pengertian, landasan hukum, tujuan, fungsi, peranan, tugas dan kegiatan) meliputi mengetahui, memahami, menggunakan, menguraikan, menyimpulkan dan mengevaluasi dengan baik. (2) sangat banyak konselor SMA Negeri Kota Malang yang memiliki persepsi cukup positif terhadap MGBK. (3) sangat banyak konselor SMA Negeri Kota Malang yang memiliki sikap cukup positif terhadap MGBK. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan agar MGBK meningkatkan persepsi menjadi positif dan meningkatkan sikap konselor menjadi sikap yang positif. Sehingga MGBK bisa menjadi wadah pengembangan kompetensi bagi konselor yang sesuai dengan tujuan, fungsi, tugas dan peranan MGBK.

Permasalahan dan solusi guru ekonomi yang tersertifikasi dalam mengembangkan bahan ajar ekonomi (penelitian pada SMA Negeri di Kota Malang) / Maya Arista

 

Kata Kunci: Masalah, Solusi, Pengembangan, Bahan Ajar Kemampuan guru dalam menyusun perencanan pengajaran dan mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran, merupakan salah satu indikator dari ketercapaian kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Perencanaan pengajaran dituntut dapat merumuskan kebutuhan belajar, sumber belajar, media pembelajaran dan bahan ajar yang dibutuhkan. Pengembangan bahan ajar yang dilakukan oleh guru ekonomi selama ini terdapat berbagai permasalahan yang menghambat proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui masalah yang dihadapi guru dalam menembangkan bahan ajar dan solusi guru untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan pada tanggal 10 Maret sampai 8 April 20111. Subyek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Ekonomi pada SMA Negeri di Kota Malang. Analisis data secara deskriptif digambarkan dengan bantuan program microsoft office excel 2007 dengan teknik diagram yang menggambarkan frekuensi jawaban responden pada masing- masing pertanyaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar penting dilakukan untuk mendapatkan bahan ajar baru sesuai dengan yang diharapkan guru. Kesimpulan yang dapat diambil, yaitu Masalah yang dihadapi guru dalam mengembangkan bahan ajar meliputi keterbatasan kesediaan buku yang menjadi sumber bahan ajar dan diatasi dengan penggunaan sumber bahan ajar lain, ketidak sesuaian isi buku dengan yang diharapkan guru dan diatasi dengan memadukan isi dari berbagai sumber bahan ajar, ketidak mampuan guru mengakses internet untuk mencari sumber bahan ajar diatasi dengan mengikuti pelatihan-pelatiah dan seminat TIK serta menggunakan sumber bahan ajar lain, masalah aktivitas guru yang cukup padat diatasi dengan memanfaatkan aktivitas tersebut untuk mendapatkan tambahan informasi mengenai pengembangan bahan ajar, masalah kurangnya sarana-prasarana yang mendukung proses pengembangan bahan ajar diatasi dengan mengakses internet dengan biaya sendiri dan memohon pada pihak sekolah untuk memperbaiki fasilitas sarana-prasarana, masalah tidak adanya patokan khusus pemilihan sumber bahan ajar dan patokan khusus evaluasi bahan ajar diatasi dengan mendiskusikan patokan tersebut dengan rekan MGMP.

Penerapan teknik permainan bahasa crossword untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi di kelas IV SDN Madyopuro 5 Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Tina Wamona

 

Kata Kunci: Permainan Crossword, Keterampilan Menulis Puisi di SD. Bahasa Indonesia adalah belajar berkomonikasi. Bahasa merupakan saran komonikasi dalam masyarakat. Untuk dapat berkomonikasi yang baik, seseorang perlu belajar cara berbahasa yang baik dan benar. Pembelajaran bahasa akan lebih baik manakalah dipelajari sejak dini dan berkesinambungan. Begitu pula di Indonesia, bahasa Indonesia mmenjadi materi pembelajaran yang wajib diberikan disetiap jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Hal itu dilakukan supaya peserta didik mampu menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta mampu menerapkannya dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggungkapkan (1) Penerapan Menggunakan Teknik Permainan Bahasa Crossword untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi, (2) Penerapan menggunakan Teknik Permainan Bahasa crossword dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi pada siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi data pelaksanaan pembelajaran pada tahap para tindakan dan pelaksanaan penelitian dengan menggunakan teknik permainan bahasa crossword, wawancara, tes, dokumentasi (foto). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pembelajaran masih bersifat konvesional dimana pembelajaran berpusat pada guru, (2) Hasil belajar pada pembelajaran bahasa Indonesia masih perentase nilai rata-rata 53.15% dari 46 siswa, dengan tingkat keberhasilan siswa mencapai 24.45% , (3) Hasil pembelajaran siswa pada siklus I pertemun pertama memperoleh presentasi rata-rata kels 56.6%, sedangkan pada pertemuan II memperoleh presentase rata-rata kels 69%, pada siklus II pertemuan I memperoleh presentase rata-rata kelas 74.86% sedangkan pada pertemuan II memperoleh presentase rata-rata kelas dengan penigkatan 85.95% Berdasarkan pembelajaran dapat disimpulkan bahawa penerapan teknik permainan bahasa crossword dapat meningkatakan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas IV SDn Madyopuro 5 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Berdasarkan penelitian ini, didasarkan kendaknya guru dapat memelih dan menggunakan teknik permainan bahasa yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan.

Laporan praktek kerja mekanis di workshop PT Rothmas of Spall Mall Indonesia Malang 8 Juni s.d. 4 Agustus 1987
oleh Toton Rachmanto

 

Pengaruh penerapan strategi pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan metakogniotif, penguasaan konsep, dan retensi siswa kelas X di SMAN 7 dan SMAN Gondanglegi Malang / Mawarti Endah Pratiwi

 

Program Studi Pendidikan Biologi. Program Pasca Sarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. A.D. Corebima, M.Pd; (II) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd Kata kunci: pembelajaran berbasis proyek, metakognitif, penguasaan konsep, retensi Pembelajaran IPA di Indonesia khususnya mata pelajaran Biologi saat ini diarahkan untuk mencari tahu dan melaksanakan suatu eksperimen sehingga dapat membantu peserta didik memperoleh pemahaman tentang dirinya sendiri dan alam sekitar. Kompetensi yang diharapkan dapat tercapai melalui pembelajaran ini adalah tercapainya kemampuan metakognitif siswa yaitu kesadaran siswa terhadap sesuatu yang dipikirkannya, tercapai peningkatan penguasaan konsep Biologi siswa serta peningkatan retensi siswa. Salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan mampu meningkatkan tiga kemampuan tersebut adalah strategi pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan metakognitif, penguasaan konsep serta retensi siswa. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 7 Malang dan SMAN Gondanglegi Malang pada semester genap 2009/2010 dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri di Malang tahun ajaran 2009/2010. Sedangkan sampel penelitian ini adalah kelas siswa kelas X SMAN 7 dan SMAN Gondanglegi Malang masing-masing dalam 2 rombongan belajar. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian menggunakan non equivalent group design. Analisis yang digunakan adalah analisis anakova nonfaktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis proyek tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kemampuan metakognitif, penguasaan konsep, dan retensi jika dibandingkan dengan pembelajaran multistrategi yang diterapkan pada kelas kontrol. Peningkatan kemampuan metakognitif siswa pada kelas eksperimen adalah sebesar 3,2% sedangkan siswa pada kelas kontrol yang difasilitasi pembelajaran multistrategi mengalami peningkatan kemampuan metakognitif sebesar 5,5%. Penguasaan konsep siswa yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran berbasis proyek meningkat sebesar 17,88%. Siswa yang difasilitasi dengan pembelajaran multistrategi peningkatan penguasaan konsepnya dibandingkan hasil pretes adalah 9,37%. Kenaikan retensi hasil belajar dibandingkan hasil postes pada siswa yang difasilitasi pembelajaran berbasis proyek adalah sebesar 10,63%. Pada siswa yang difasilitasi pembelajaran multistrategi pada kelas kontrol kenaikan retensinya dibandingkan hasil postes adalah sebesar 3,78%. Strategi pembelajaran berbasis proyek berdasarkan penelitian ini selain mampu meningkatkan retensi siswa, diduga mampu mengembangkan keterampilan proses sains siswa dan menumbuhkan rasa percaya diri serta sikap siswa terhadap lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran proyek terhadap kemampuan keterampilan proses dan sikap siswa terhadap lingkungan.

Laporan praktek kerja pada perusahaan daerah Tosana pabrik semen, konstruksi & pengecoran Sumber Mas Malang
disusun oleh Satoto

 

Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan (Studi pada pengunjung Taman Wisata Jawa Timur Park Batu) / Nur Alifatul CH.

 

Kata kunci: Kualitas Layanan, Kepuasan Pelanggan Kualitas Layanan pada suatu bisnis sangat penting untuk diperhatikan karena kualitas layanan yang baik akan mempengaruhi kepuasan pelanggan dan kinerja yang sesuai dengan harapan pelanggan akan mempengaruhi kepuasan pelanggan. Dengan menggunakan kualitas layanan yang baik, maka hal ini menunjukkan bahwa penyedia jasa mengutamakan keunggulan produk jasa yang merupakan ciri khas dari produk tersebut sehingga pada akhirnya bisa mencapai kepuasan pelanggan. Diperlukan adanya profesionalisme dalam mengelola yaitu dengan cara meningkatkan kualitas layanan karena kunci dari keberhasilan perusahaan yang bergerak dibidang jasa. Penelitian ini bertujuan (1) Deskripsi kualitas layanan, (2) Pengaruh kualitas layanan secara parsial dan simultan terhadap kepuasan pelanggan, (3) Variabel yang dominan mempengaruhi kepuasan palanggan. Variabel bebas penelitian ini adalah tangibles (X1), reliability (X2), responsiveness (X3), assurance (X4), emphaty (X5). Penelitian ini dilakukan selama bulan Februari-Maret 2012. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental sampling. Penyebaran kuesioner dilakukan terhadap 156 responden dari populasi sebanyak 135.611 pengunjung. Hasil tersebut dihitung dengan menggunakan rumus Isaac dan Michael. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda dengan menggunakan program SPSS For Windows seri 17.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) variabel tangibles responden menjawab setuju pada kinerja sebesar 60.9%, (2) variabel reliability pada kinerja diketahui sebanyak 61,5% responden menjawab setuju pada kinerja, (3) variabel responsivenes diketahui sebanyak 61,6 % responden menjawab setuju pada kinerja, (4) Variabel assurance diketahui sebanyak 50% responden menjawab setuju pada kinerja, (5) Variabel emphaty diketahui sebanyak 64,1% responden menjawab setuju pada kinerja. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Kualitas layanan yang terdiri dari tangibles, reliability, responsiveness, assurance, emphat, berpengaruh terhadap kepuasan Pelanggan Wisata Jawa Timur Park Batu. Pelanggan mempunyai persepsi yang baik karena sudah sesuai dengan harapan pelanggadari tangibles, reliability, responsiveness, assurance, emphat, terhadap kepuasan pelanggan Taman Wisata Jawa Timur Park Batu, (3) jika dibandingkan dengan variabel tangibles, responsiveness, assurance, emphat variabel reliability memiliki pengaruh dominan terhadap kepuasan pelanggan Taman Wisata Jawa Timur Park Batu. Saran yang dapat diberikan adalah: (1) Taman Wisata Jawa Timur Park Batu terus meningkatkan kualitas layanan dalam pelaksanaannya perlu ditingkatkan lagi, agar dapat beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan, dengan begitu pelanggan akan mendapat layanan yang memuaskan sesuai dengan harapan pelanggan, (2) Sebaiknya Karyawan yang cepat dalam melayani pelanggan, serta sikap ramah yang selalu ditunjukkan oleh setiap karyawan menjadi indikator yang terus dilakukan, sehingga pengunjung akan merasa nyaman dalam berkunjung di Taman Wisata Jawa Timur Park Batu, maka disarankan bagi peneliti (3) Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah variabel kualitas layanan: features, conformance to specification, dan yang lainya, yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan selain variabel tangibles, reliability, responsiveness, assurance, emphaty yang diteliti pada penelitian ini, sehingga penelitian ini dapat lebih berkembang, (4) Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengambil populasi diluar objek wisata karena pengunjung Taman Wisata yang sedang melakukan kunjungan biasanya menginginkan liburan tanpa memikirkan apapun apalagi untuk mengisi kuesioner dari para mahasiswa yang sedang melakukan observasi, sehingga pengunjung biasanya untuk mengisi kuesioner tidak sesuai kebanyakan mengisi seenaknya tanpa memperhatikan isi kuesioner.

Perencanaan knalpot racing sistem header pada motor bakar bensin 4 langkah / oleh Andrian Jaya Irawan

 

Uji organoleptik keripik simulasi substitusi tepung uji jalar / oleh Indriani

 

Potensi getah jarak pagar (Jatropha curcas) terhadap proses penyembuhan luka pada mencit (Mus musculus) galur Balb C sebagai sumber belajar mata kuliah fisiologi hewan di perguruan tinggi / Bevo Wahono

 

Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umie Lestari, M.Si dan (II) Dr. H. Abdul Gofur, M.Si. Kata Kunci: jarak pagar, proses penyembuhan luka Masyarakat menggunakan obat herbal sebagai salah satu pilihan dalam pengobatan. Salah satu tanaman yang sering digunakan masyarakat untuk pengobatan adalah jarak pagar. Jarak pagar mengandung tannin, flavonoid, saponin, curcacyline, cyclic octapeptide dan curcain. Zat-zat ini secara sinergis dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menguji potensi getah jarak pagar terhadap proses penyembuhan luka pada mencit (Mus musculus), 2) memanfaatkan hasil penelitian potensi getah jarak pagar terhadap proses penyembuhan luka pada mencit (Mus musculus) sebagai sumber belajar berkarakter pada mata kuliah fisiologi hewan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental, rancangannya mengikuti rancangan acak kelompok. Variabel bebasnya adalah konsentrasi getah jarak pagar 0%, 50%, 75% ,100% dan lama hari pengamatan hari ke-4 dan hari ke-7. Variabel terikatnya adalah jumlah sel fibroblast, neokapilerisasi, dan re-epitelisasi. Data jumlah sel fibroblas, neokapilerisasi dan re-epitelisasi yang didapat, dianalisis menggunakan Analisis Varians Dua Jalur (Two Way ANOVA) dengan tingkat signifikan 5%. Apabila terdapat perbedaan, dilakukan uji lanjut dengan uji Least Significant Difference (LSD) dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada potensi getah jarak pagar terhadap proses penyembuhan luka pada mencit. Getah jarak pagar dengan konsentrasi 50%, 75% dan 100% berpengaruh signifikan terhadap jumlah sel fibroblas pada pengamatan hari ke-4 dan hari ke-7, re-epitelisasi terhadap waktu pengamatan hari ke-4 dan ke-7, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap re-epiteliasi pada masing-masing kelompok perlakuan dan neokapilerisasi pada pengamatan hari ke-4 dan ke-7 pada masing-masing kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian ini dan kajian pustaka yang relevan, disusun sebuah bahan ajar yang berupa modul berkarakter bagi mahasiswa pada mata kuliah Fisiologi Hewan pokok bahasan sistem integumen.

Perencanaan automatic transfer switch dengan kendali kontaktor / oleh Heru Basuki

 

Laporan praktek kerja di PINDA Tosana unit pabrik mesin & konstruksi Sumber Mas Malang
oleh Suradi

 

Manajemen kelas inklusi: Studi multikasus pada TK Roudhotul Hikmah dan SD Islam Sabilillah di Kabupaten Jombang / Nawaafila

 

Kata kunci: manajemen kelas, sekolah inklusi. Manajemen kelas inklusi merupakan suatu proses kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan oleh guru agar dapat menjaga suasana kelas agar kondusif sehingga tujuan pembelajaran di kelas inklusi tercapai. Di kabupaten Jombang, jumlah sekolah inklusi masih terbatas. Namun, Lembaga Pendidikan Roudhotul Hikmah merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang membuka kelas inklusi mulai dari TK hingga SD. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan suatu penelitian untuk mempelajarai manajemen kelas inklusi di TK Roudhotul Hikmah dan SDI Sabilillah, dengan fokus serta tujuan penelitian diantaranya tentang (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) evaluasi/penilaian; (4) faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan kelas inklusi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif eksplanatoris, yaitu suatu metode penelitian yang tidak menguji hipotesis melainkan memaparkan dan mengelola data. Jenis penelitian ini adalah multikasus karena terdapat dua kasus pada dua objek penelitian, yaitu TK Roudhotul Hikmah dan SDI Sabilillah di Kabupaten Jombang. Dalam penelitian ini, peneliti sendiri yang berperan sebagai instrumen kunci, dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru/terapis, dan prompter di TK Roudhotul Hikmah dan SDI Sabilillah. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang disampaikan oleh subjek penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan manajemen kelas inklusi. Data yang diperoleh dianalisis selama pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Untuk mengumpulkan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian, skripsi ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, seperti wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Tahap analisis data dengan cara memilah-milah data, pada setiap data yang didapat langsung diolah. Penggunaan triangulasi data dengan menggunakan tahapan: (1) mengajukan berbagai macam variasi pertanyaan, (2) mengeceknya dengan berbagai sumber data, (3) memanfaatkan berbagai metode agar pengecekan kepercayaan data dapat dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kelas inklusi di TK Roudhotul Hikmah dan SDI Sabilillah, meliputi tahapan-tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian, serta faktor pendukung dan penghambat dalam manajemen kelas inklusi. Perencanaan kelas inklusi dilakukan oleh guru kelas. Perencanaan yang dilakukan di TK Roudhotul Hikmah sebelum mengelola kelas yakni menyiapkan LKH, menyiapkan media pembelajaran, dan mengkondisikan peserta didik. Sedangkan perencanaan kelas inklusi di SDI Sabilillah meliputi persiapan media dan mengkondisikan peserta didik. Di TK Roudhotul Hikmah, pelaksanaan kelas meliputi, (1) menerapkan model kelas inklusi berupa kelas khusus penuh, (2) kelas inklusi memiliki dua ruangan kelas, yakni kelas besar (gazebo) dan kelas kecil ( 2 x 2 m) untuk satu peserta didik dan satu terapis, (3) menggunakan metode pengajaran ABA (Applied Behavior Analysis) secara one on one (individual), (4) setiap peserta didik memiliki kepribadian unik sehingga guru harus memahami karakteristik masing-masing peserta didik, (5) bertujuan untuk memanamkan kemandirian, konsentrasi, dan kepatuhan peserta didik, (6) sosialisasi di kelas regular setiap satu minggu sekali untuk melatih peserta didik memahami lingkungannya, (7) kegiatan pembelajaran setiap hari senin s.d. jumat, kegiatan pembelajaran di kelas meliputi kegiatan awal, inti, dan penutup. Sedangkan pelaksanaan kelas inklusi di SD Sabilillah meliputi, (1) menerapkan model kelas inklusi penuh, di mana peserta didik berkebutuhan khusus melaksanakan kegiatan pembelajaran bersama denga peserta didik lainnya (normal) sepanjang hari di kelas reguler dengan menggunakan kurikulum yang sama, (2) kelas inklusi hanya memiliki satu ruangan saja, di kelas 1 dan 4, (3) menggunakan metode pengajaran secara klasikal, kelompok, dan individual sesuai dengan materi yang diajarkan, (4) setiap peserta didik memiliki kepribadian unik, (5) bertujuan mengajarkan peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan secara lisan, tulis, dan praktik, (6) sosialisasi dilakukan setiap hari, (7) Kegiatan pembelajaran setiap hari senin s.d. sabtu, kegiatan pembelajari diawali dengan salam dan doa bersama, begitu juga pada kegiatan penutup. Penelitian tentang manajemen kelas inklusi yang dilakukan oleh pengelola TK Roudhotul Hikmah dan SDI Sabilillah menghasilkan temuan-temuan penelitian yang dibahas dengan cara membandingkan informasi yang diperoleh dari kedua objek penelitian tersebut, sehingga dapat disimpulan bahwa terdapat persamaan yaitu dalam: (1) berada pada satu naungan yayasan yang sama; (2) penyiapan media dan materi; (3) menggunakan metode penyampaian materi disesuaikan dengan kondisi peserta didik; (4) faktor penghambat dan kesulitan dalam mengkondisikan kelas; (5) penilaian pada proses dan hasil akhir. Sedangkan perbedaannya meliputi beberapa aspek, yaitu (1) model kelas; (2) model pembelajaran; (3) fokus materi; (4) karakteristik peserta didik; (5) model penilaian. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi (1) pengelola TK dan SDI Roudhotul Hikmah Roudhotul hikmah agar terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam menyelenggarakan pendidikan inklusi; (2) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan agar turut serta mengkaji segala permasalahan pendidikan inklusi untuk memperkaya khasanah ilmu dan sebagai wujud pendalaman ilmu Manajemen Pendidikan; (3) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang agar melaksanakan pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada kepala sekolah dan guru sekolah inklusi untuk meningkatkan kemapuan dan keterampilan secara administrasi dan kemampuan dalam mengelola kelas inklusi; (4) peneliti lain agar melakukan penelitian lanjutan misalnya Kepemimpinan Kepala Sekolah Inklusi atau Manajemen Kurikulum Inklusi.

Pengaruh model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif biologi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto / Bea Hana Siswati

 

Kata Kunci: Numbered Heads Together, metakognitif, hasil belajar. Kegiatan pembelajaran di sekolah merupakan kegiatan utama dalam proses pendidikan yang pada umumnya bertujuan membawa anak didik menuju pada keadaan yang lebih baik. Keaktifan siswa dalam belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar, oleh karena itu dalam mengembangkan keaktifan siswa diperlukan model pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk aktif selama proses pembelajaran. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan model pembelajaran numbered heads together (NHT). Model NHT berpotensi untuk mengembangkan keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif siswa karena dengan menggunakan model pembelajaran NHT siswa menjadi siap dalam pembelajaran dan dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Tujuan penelitian ini ialah: 1) mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran NHT terhadap ketrampilan metakognitif siswa kelas XI SMAN 1 Ngoro Mojokerto, 2) mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran NHT terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMAN 1 Ngoro Mojokerto. Rancangan penelitian yang digunakan ialah quasi eksperimen dengan Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas adalah model pembelajaran (numbered heads together) dan model pembelajaran multistrategi. Variabel terikat adalah keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif. Populasi penelitian ialah seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Ngoro Mojokerto. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI-IA1 sebagai kelas kontrol dan XI-IA2 sebagai kelas perlakuan. Keterampilan metakognitif diukur menggunakan rubrik metakognitif. Hasil belajar diukur dengan menggunakan tes essay. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Data diambil pada saat pretes dan postes. Uji hipotesis menggunakan anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05). Sebelum uji anakova, dilakukan uji normalitas data dengan uji kormogolov-smirnov dan uji homogenitas data dengan levene tes. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Model pembelajaran berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif, 2) Model pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif. Model pembelajaran NHT terbukti dapat meningkatkan proses dan hasil belajar, dan disarankan bagi guru untuk mencoba mengimplementasikan model pembelajaran NHT dalam pembelajaran Biologi.

Evaluasi kadar air, kandungan protein dan organoleptik pada dendeng ares pisang (Musa paradisiaca) substitusi ikan kuniran (Upeneus moluccensis Sp.) / Nurita Firdaus A.

 

ABSTRAK Aminah, F, N. 2015. Evaluasi Kadar Air, Kandungan Protein Dan Organoleptik Pada Dendeng Ares Pisang (Musa Paradisiaca) Substitusi Ikan Kuniran (Upeneus Moluccensis Sp.). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) LailiHidayati, S.Pd., M.Si., (2) Dra. WiwikWahyuni, M.Pd. Kata Kunci : Ares Pisang, Ikan Kuniran, Dendeng Ares Pisang Dendeng merupakan salah satu jenis olahan daging sapi yang berbentuk lembaran yang terbuat dari daging yang diiris tipis atau digiling dan diberi bumbu kemudian dicetak dan dikeringkan. Dendeng pada umumnya mengandung protein yang cukup tinggi dan tekstur yang berserat. Pemanfaatan ares pisang dengan substitusi ikan kuniran sebagai pengganti dendeng daging pada umumnya yang memiliki tekstur menyerupai dendeng daging dan mengandung protein yang cukup tinggi.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar air, kandungan protein, mutu hedonik rasa, warna dan tekstur,dan menganalisis tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, warna dan tekstur dendeng ares pisang substitusi ikan kuniran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua kali pengulangan, analisis data menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT. Formula yang digunakan dalam dendeng ares substitusi ikan kuniran ini adalah 95%:5%, 90%:10%, dan 85%:15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, kandungan protein, mutu hedonik dan tingkat kesukaan panelis pada dendeng ares pisang substitusi ikan kuniran formula 95%:5%, 90%:10%, dan 85%:15% terdapat perbedaan yang sangat signifikan. Formula terbaik dendeng ares pisang substitusi ikan kuniran terbaik adalah 85%:15%. Kadar air pada formulasi 85%:15% yaitu 7,78%, kandungan proteinnya 24,81%. Hasil uji mutu hedonik rasa dan warna terbaik diperoleh dari dendeng ares pisang substitusi ikan kuniran formula 85%:15% yaitu rasa dendeng memiliki hasil rerata 4,21% dan warna dendeng memiliki hasil rerata 4,60%. Tekstur terbaik diperoleh dari dendeng ares pisang substitusi ikan kuniran yang menggunakan formula 95%:5% yaitu 3,397%. Secara keseluruhan kandungan kimia dendeng ares pisang substitusi ikan kunuran sudah memenuhi Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dendeng.

Developing English syllabus for the Restaurant Department in SMKN 1 Pogalan Trenggalek / Adi Purwanto

 

Thesis, Graduate Program in English Language Education, the State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd. (2) Dr. M. D. D. Oka, M.A. Key words: English syllabus, the Restaurant Department, English for Specific Purpose, and competency based syllabus. Developing an English syllabus for the Restaurant Department in SMKN 1 Pogalan is very important in order to facilitate the students of the Restaurant Department to be competent and professional in their field of study and in the field of work at the restaurant industry. In this study, the English syllabus is developed based on the educational research and development (R and D) because the objective of the study is to develop a model syllabus. The procedure of the syllabus development is based on the theory of Yalden (1987:88). In his language program development, specifically on syllabus design, his theory covers seven stages: (1) needs survey, (2) description of purpose, (3) selection/development of syllabus type, (4) production of a proto syllabus, (5) production of pedagogical syllabus, (6) development and implementation of classroom procedures, and (7) evaluation. The instruments of the research used were the questionnaires and interview as the the way of collecting the data. The product of this study is an English syllabus for the Restaurant Department, an example of instructional material, and one lesson plan. This English syllabus consists of several components: identity of school/institution, subject, grade/semester, a standard competence that refers to the graduate competence standard, time allocation, basic competences that refer to graduate competence standard, 11 subcompetences, indicators, instructional materials that include “knowledge, skills, and character building,” teaching learning activities, assessment (oral and written), time allocation, and sources. The English syllabus for the Restaurant Department takes into account the ESP principles (English for Specific Purpose) and Competency-based syllabus. ESP principles consider the needs of particular learners that relate to the field of study and work. In a competency based syllabus, the primary purpose of the instruction is to teach the students based on a specification of the competencies. The developed English syllabus for the Restaurant Department can be used and implemented for the basis of teaching and learning process since it is validated by a professional expert of syllabus development. This product facilitates the students of the Restaurant Department to be competent and professional in the field of study and in the field of work at the restaurant industry.

Peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri Kalibamba melalui penerapan pembelajaran tipe jigsaw II berbantuan media puzzle / Jumardin

 

ABSTRAK Jumardin. 2016.Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Negeri Kalibamba Melalui Penerapan Pembelajaran Tipe Jigsaw II Berbantuan Media Puzzle. Tesis.ProgramStudiPendidikanDasar. PascasarjanaUniversitasNegeriMalang.Pembimbing:(I)Prof. Dr. Hariyono,M. Pd.(II)Dr.Dedi Kuswandi, M. Si. KataKunci:Jigsaw II, Puzzle, Aktivitas, HasilBelajar ObservasiawalpadasiswakelasV SDN Kalibamba ditemukan permasalahan mengenai proses pembelajaranIPS yaitu: siswaterlihatpasifdalammenerimamateripelajaran, aktivitassiswadalamkelompokmasihsangatkurang, proses pembelajaran yang berorientasipadapencapaian target untukmenyelesaikanbahan ajar tanpamemperhatikantingkatpemahamansiswaterhadapmateripelajaran, siswa yang berkemampuanlebihtinggimasihmendominasikelompoksedangkansiswa yang lain hanyabertindaksebagaipendengar, siswacenderungberbicaradengantemansebangkudanmalas-malasanpadasaat guru menjelaskanmateripelajaran, tidakadasiswa yang beranibertanyaapabilaadamateri yang belumdipahami, apabila guru memberikanpertanyaanmengenaimateri yang telahdijelaskan, hanyaadasatuatauduadari 16 siswa yang bisadanberanimenjawab, media danalat bantu yang digunakandalam proses pembelajaran IPS hanyabukuteksdanpapantulis. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya aktivitas siswa dalam belajar dan berdampak pada hasil belajar Penelitianiniadalahpenelitiantindakankelas (PTK) atauclassroom action research yang dilakukan denganduasiklus, masing-masingsiklusterdiridariduapertemuan. Padasetiapsiklus yang dilaksanakanterdiriatasempattahapan, yaitu: perencanaan,pelaksanaan,observasi, danrefleksi.Penelitianinidilaksanakan diSDNKalibamba KecamatanBambalamotu KabupatenMamuju Utara, dengansubyekpenelitian16 siswakelasVtahunpelajaran 2015/2016 Hasil penelitian ini menunjukkan Bahwa: 1) pembelajaran dengan menggunakan Jigsaw II berbantuan media puzzle dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas belajar IPS. Hal ini terlihat pada peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 27%, 2) penggunaan Jigsaw II berbantuan media puzzle dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar IPS. Hal ini terlihat pada tes akhir siklus I nilai rata-rata 64,06 menjadi 72 pada tes akhir siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan kepada guru : 1) menggunakan pembelajaran tipe Jigsaw II berbantuan media puzzlesebagai alternatif dalam mengatasi kesulitan siswa dalam belajar khususnya pembelajaran IPS, 2) bagi guru yang inginmenerapkanpembelajaran tipe Jigsaw II berbantuan media puzzle pengaturanwaktuharus diperhatikan, 3) untuk mengatasi kejenuhan siwa,penerapan pembelajaran tipe Jigsaw II berbantuan media puzzle merupakan alternatif yang dapat digunakan oleh guru.

Laporan praktek kerja di perusahaan daerah Aneka Jasa dan Permesinan unit Sumber Mas Malang
disusun oleh Sukarno

 

Pengaruh model pembelajaran Think Pair Share dipadu dengan Talking Stick terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif biologi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pakis / Nur Alfi Laili

 

Kata Kunci: think pair share, talking stick, keterampilan metakognitif, dan hasil belajar kognitif. Sistem pembelajaran yang masih didominasi penyampaian materi oleh guru menyebabkan siswa tidak mampu membangun dan menemukan sendiri pengetahuannya sehingga mengakibatkan siswa hanya menghafal konsep-konsep yang diberikan oleh guru. Pengetahuan yang bersifat hafalan akan berdampak buruk terhadap keterampilan metakognitif siswa. Rendahnya keterampilan metakognisi siswa berkorelasi dengan rendahnya hasil belajar kognitif. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan model pembelajaran think pair share (TPS) dipadu dengan talking stick (TS). Model TPS menekankan pada tanggung jawab kelompok sedangkan model TS menekankan pada tanggung jawab individu. Dengan demikian kombinasi TPS-TS dapat menjadi model pembelajaran yang berpotensi untuk meningkatkan keberhasilan belajar siswa, termasuk dalam aspek keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif siswa. Tujuan penelitian ini ialah: 1) Mengetahui perbedaan keterampilan metakognitif siswa kelas VIII SMP yang dibelajarkan dengan model gabungan TPS-TS dan yang dibelajarkan dengan model konvensional dan 2) Mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa kelas VIII SMP yang dibelajarkan dengan model gabungan TPS-TS dan yang dibelajarkan dengan model konvensional. Rancangan penelitian yang digunakan ialah quasi eksperiment dengan Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas adalah model pembelajaran (TPS-TS dan pembelajaran konvensional). Variabel terikat adalah keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif. Populasi penelitian ialah seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Pakis. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII-B sebagai kelas perlakuan dan VIII-C sebagai kelas kontrol. Keterampilan metakognitif diukur dengan menggunakan panduan rubrik keterampilan metakognitif yang terintegrasi dengan tes essay. Hasil belajar kognitif diukur dengan menggunakan tes essay. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Data diambil pada saat pretes dan postes. Uji hipotesis menggunakan anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05). Sebelum uji anakova, dilakukan uji prasyarat, yaitu normalitas data dengan uji kormogolov-smirnov dan uji homogenitas data dengan levene tes. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Model pembelajaran berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif dan 2) Model pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif. Model gabungan think pair share-talking stick terbukti dapat meningkatkan keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif siswa, dan disarankan bagi guru untuk mencoba mengimplementasikan model gabungan think pair share-talking stick dalam pembelajaran Biologi.

Laporan kerja praktek di perusahaan insdustri daerah (Pinda) Tosana Pabrik mesin dan konstruksi Sumber Mas
oleh Slamet Riyadi

 

Pengaruh Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Return on Asset (ROA), dan Financing to Debt Ratio (FRD) terhadap tingkat bagi hasil pihak ketiga pada perbankan Syariah di Indonesia periode 2008-2010 / Aditya Rachman Dwiatmaja

 

Kata kunci: Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Return On Assets (ROA), Financing to Deposit Ratio (FDR), Bagi Hasil Pihak Ketiga Semakin banyaknya bank umum yang membuka unit syariah untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia yang beragama Islam berdampak pada perkembangan perbankan syariah. Prinsip syariah mengharamkan sistem bunga dan digantikan dengan bagi hasil. Sistem bagi hasil merupakan sistem di mana dilakukan perjanjian dalam melakukan kegiatan usaha. Di dalam usaha tersebut diperjanjikan adanya pembagian hasil atas keuntungan yang akan didapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas aktiva produktif, return on asset dan financing to deposit ratio terhadap bagi hasil pihak ketiga perbankan syariah di Indonesia, baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 3 sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan triwulanan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, PT Bank Syariah Mega Indonesia dan PT Bank Syariah Mandiri tahun 2008-2010. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif dan merupakan data sekunder yang diperoleh dari PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, PT Bank Syariah Mega Indonesia dan PT Bank Syariah Mandiri tahun 2008-2010. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis regresi berganda melalui pengujian SPSS dengan mempertimbangkan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial KAP dan ROA berpengaruh signifikan terhadap bagi hasil pihak ketiga dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. FDR tidak berpengaruh terhadap bagi hasil pihak ketiga dengan tingkat signifikansi 0,076. Secara simultan terdapat pengaruh signifikan variabel KAP, ROA dan FDR terhadap bagi hasil pihak ketiga dengan tingkat signifikansi 0,000. Saran yang diberikan adalah : (1) untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk menambah sampel, atau memperluas sampel penelitian dengan meneliti Unit Usaha Syariah atau Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, (2) melakukan penelitian kembali dengan melakukan penelitian menggunakan data rasio keuangan tahunan supaya hasilnya lebih akurat, (3) menambah variabel penelitian seperti GWM, BOPO, CAR, ROE, dan variabel lain yang mempengaruhi bagi hasil pihak ketiga.

Hubungan antara partisipasi dalam siaran pedesaan dengan pengadopsian inovasi pertanian / oleh Abdillah Hanafi

 

Karya tulis ilmiah mahasiswa PSSJ Teknologi Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang
oleh Moch. Khabib Shaleh

 

Penelitian ini dilatar belakangi perlunya penelitian organisasi gagasan wacana tulis ilmiah mahasiswa PSSJ Teknologi Pembelajaran, Fakultas Pascasarjana, Universitas Negeri Malang dalam rangka meningkatkan perkuliahan di jurusan tersebut. Disamping itu, penelitian ini juga dilatar belakangi perlunya analisis bahasa pada tataran di atas kalimat karena kalimat itu sendiri secara lepas tidak dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dengan baik.

Laporan praktek kerja di PD Aneka Jasa & permesinan unit Sumber Mas Malang
disusun oleh Rusik

 

Laporan praktek kerja nyata di Trijaya Motor Kediri
oleh Condro W.

 

Perancangan otomatisasi pengaman brankas dengan kartu chip berbasis mikrokontroler / oleh Aldyan Rosika Hartanto dan Widi Citra Pribadi Pamungkas Timumun

 

Laporan kerja praktek di industri kereta api (INKA) Madiun
oleh Albertus Dwianto

 

Pengembangan perangkat kurikulum terpadu mata pelajaran IPA kelas VIII di MTs Negeri Batu / Khoridah Sativa

 

Kata Kunci : perangkat kurikulum terpadu, IPA SMP, bahan kajian IPA IPA berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis se-hingga IPA bukan hanya penguasaan konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja. Struktur IPA SMP/MTs berdasarkan Permendiknas nomor 22 tahun 2005 substan-sinya adalah materi IPA terpadu, sehingga kurikulum IPA di jenjang ini merupa-kan kurikulum terpadu yang tidak ada pemisahan anatara pembelajaran biologi, fi-sika, dan kimia. Pendekatan yang digunakan juga diusahakan bersifat integral. MTs Negeri Batu menjalankan KTSP sebagai kurikulum untuk mewujudkan visi dan misi MTs Negeri Batu. Khusus pada mata pelajaran IPA, MTs Negeri Batu belum menerapkan IPA terpadu. Pembelajaran IPA yang pernah diterapkan dinilai kurang efektif dan menurunnya hasil UAN. Hal ini disebabkan guru harus me-ngajar dua bidang sekaligus dimana guru hanya berlatar belakang disiplin ilmu tertentu, tidak adanya contoh silabus dan RPP terpadu yang representatif dan ku-rangnya pengetahuan guru mengenai model-model keterpaduan kurikulum. Pe-rangkat kurikulum terpadu yang dikembangkan terbatas pada silabus dan RPP ter-padu, untuk kelas VIII semester ganjil, untuk bahan kajian tertentu. Model-model kurikulum terpadu yang digunakan adalah model kurikulum terpadu miliki Robin Fogarty. Model keterpaduan ini berjumlah 10 namun hanya 3 model saja yang digunakan untuk mengembangkan silabus dan RPP terpadu de-ngan menyesuaikan bahan kajian yang ada pada semester ganjil tersebut. Model keterpaduan yang dikembangkan adalah model connected, nested dan shared. Ke-mudian dari model pemaduan tersebut dikembangkan perangkat kurikulum terpa-du, satu model pemaduan satu topik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat kurikulum terpadu berupa silabus dan RPP terpadu menggunakan model keterpaduan Fogarty. Pe-rangkat yang dikembangkan adalah silabus terpadu model connected, silabus ter-padu model nested, silabus terpadu model shared, RPP terpadu model conneted, RPP terpadu model nested, dan RPP terpadu model shared. Pengembangan pe-rangkat kurikulum terpadu menggunakan model penelitian dan pengembangan R&D Borg dan Gall yang telah disederhanakan dan dipadukan dengan alur pe-ngembangan kurikulum IPA SMP/MTs. Tahap-tahap penelitian dan pengemba-ngan yaitu (a) studi pendahuluan, (b) perancangan program, c) pengembangan program yang mencakup penyusunan silabus dan RPP terpadu, dan d) validasi program yang mencakup penilaian kelayakan produk, uji coba pelaksanaan RPP terpadu kelompok kecil, dan revisi produk. Validasi isi melibatkan dua orang do-sen jurusan Biologi FMIPA UM dan dua orang guru IPA MTs Negeri Batu se dangkan uji coba pelaksanaan RPP terpadu kelompok kecil dilakukan kepada 5 orang siswa kelas VIII MTs Negeri Batu. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuan-titatif diperoleh dari pengubahan skor kumulatif yang diperoleh dari validator ter-hadap masing-masing kisi angket menjadi data persentase serta hasil penilaian sis-wa, respon siswa, dan keterlaksanaan RPP terpadu pada uji coba kelompok kecil. Berdasarkan hasil validasi, masing-masing perangkat kurikulum memperoleh per-sentase kelayakan secara berturut-turut silabus terpadu model connected 85.05%, silabus terpadu model nested 84.38%, silabus terpadu model shared 84.6%, RPP terpadu model connected 90.73%, RPP terpadu model nested 91.35% dan RPP terpadu model shared 89.34%. Beberapa revisi dilakukan berdasarkan data kua-litatif berupa saran perbaikan. Pada akhir penelitian ini dihasilkan produk berupa silabus dan RPP terpadu sebagai perangkat kurikulum terpadu mata pelajaran IPA kelas VIII di MTs Negeri Batu yang dinyatakan layak dan dapat menjadi al-ternatif pembelajaran terpadu di MTs Negeri Batu

Analisis perencanaan laba dengan dasar activity based costing system pada unit sapronak koperasi peternakan dan pemerahan air susu sapi rakyat "Sae" Pujon / oleh Asih Sofiani

 

Pengaruh pelatihan terhadap prestasi kerja karyawan kantor pusat PT. PLN (Persero) distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang / Nur Ahita Widiastuti

 

Laporan praktek kerja nyata di PT Industri Sandang II Patal Lawang
oleh Hari Sukariyanto

 

Prototipe alat mandi sauna berbasis mikrokontroler / oleh Annis Viprilia dan Akhid Maslukhan

 

Laporan praktek kerja di perusahaan jawatan kereta api Malang - Jawa Timur
oleh Gerardus Lalu

 

Penerapan periklanan dan promosi penjualan sebagai bentuk komunikasi pemasaran produk Jasa Tabungan Batara Prima pada PT. bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang / oleh Tangki Defianti

 

Laporan kerja praktek di PT (persero) Industri Kereta Api Madiun
oleh Triyono

 

Penerapan kegiatan praktikum kontekstual pada pokok bahasan keaneragaman hayati untuk meningkatkan motivasi dan aktivitas siswa kelas X-A di SMA Negeri 1 Gondang Wetan Pasuruan / oleh Rahmawati

 

Hasil observasai wal padat anggal2 6 Juni 2004,yaitu ditemukans uatu kondistie ntangre ndahnyam otivasid ana ktivitasb elajars iswad i SMA Negeri I GondanWg etanH. al tersebudt itunjukkano leh tingkahl aku siswad i dalamk elas yangc enderunrga maid ant idak memperhatikagnu ruy angs edangm engajar. Permasalahainni dicobad iatasid enganp embelajaranp raktikum kontekstual karenaa kanm elibatkans iswas ecaral angsungu ntuk berinteraksid engan lingkunganP.r aktikumk ontekstuaal dalahk egiatany angd ilakukans iswau ntuk mengaplikasikateno ri yangm erekap eroleh,s ertau ntukm enemukanfa ktad an konsepy, angd iperolehd ari hal-hal yang terdapatd i lingkungans ekitar mereka. Penelitianin i merupakanp enelitianti ndakank elas( PTK) yangt erdiri dari duas iklust indakanD. alams atus iklusm eliputit ahap:p erencanaatnin dakan, pelaksanaatind akano, bservasdi anr efleksi.S ubyeky angd igunakand alam penelitiainn i adalahs iswak elasX -A. Metodep engumpuladna tay angd igunakan meliputio: bservaski egiatans iswad ang urus elamap embelajarabne rlangsung, angkest iswad an laporanp raktikum. Analisis data dilakukan secarad eskriptif kualitatif Hasilp enelitianin i menunjukkabna hwat erdapapt eningkatamn otivasi belajasr iswad alamt iga aspeky aitu:a spekt ingkahl aku, kogritifdan ketertarikan dalamm engikutpi embelajaranP.a das iklusI tarafkeberhasilatnin dakanu ntuk motivasbi elajars iswad alamk ategoric ukup( persentaskee berhasilan4 6,15%), sedangkapna das iklusI I motivasib elajars iswad alamk ategoric ukup( dengan persentase,keberhas5il6a,n9 2%)H. asil observasai ktivitasb elajars iswap ada siklusI tarafkeberhasilatnin dakannyap adak ategorib aik (persentase keberhasilannyaT4,62%se)d, angkapna das iklusI I aktivitasb elajars iswaju ga dalamk ategorbi aik (persentaskee berhasilanny7a6 ,980/oD). engand emikian dapadt isimpulkanb ahwak egiatanp raktikumk ontekstuadl aptm eningkatkan motivasdi ana ktivitass iswak elasX di SMA Negeri I GondangW etanP asuruan. Berdasarkahna silp enelitianin i dapatd isarankana garg urum elakukan penelitianin i padap okokb ahasany angb erbedad anl ebih dipersiapkan penggunaawn aktunya.

The failure in traslating humor: A case study in the Indonesian translation of humor graphic novel the Diary of a Wimpy Kid / Rizky Lutviana

 

Keywords: humor, failure in translating humor, translation strategies Technically, translating humor is a big challenge for a translator. This is due to three reasons. Firstly, humor is intended to produce funny effect, which is quite difficult to render. Secondly, although the translators understand the humor they may not be able to bring the funny effect to the target text. Thirdly, humor and fun are subjective. Other people may consider a joke is funny but others do not. The case is the humor novel, The Diary of a Wimpy kid. This is a popular humor graphic novel that the translator creatively combines the humorous story with the amusing graphic cartoon. This novel gains success as well as its Indonesian translated version, Diary Si Bocah Tengil. Despite its success, some readers argue the intended funny effect is well presented. This study aims at pointing at the failure in the translation of humor novel as well as suggesting strategy for better translation. The researcher takes the first volume of the translated series of The Diary of a Wimpy Kid as the object of this study. The data are analyzed qualitatively. The data found are 56 items, covering the failure in the three broad categories of humor, linguistic humor (4 data), cultural humor (25 data), and universal humor (27 data). Based on the analysis, four points can be concluded. Firstly, on the linguistic humor, the translator fails to transfers its aesthetical aspects that make the humor live up. Secondly, in the cultural humor, the translator does not provide the adequate cultural background information so that the readers will understand the humor and does not reveal the atmosphere and the nuances of the story in the target text. Thirdly, in universal humor, there are two factors that make the humor fails to deliver in target text, (1) errors and inappropriateness and, (2) the application of inappropriate translation strategy. Fourthly, in translating the humorous cartoon, the translator does not consider the special aspects of it, such as space and visual. To improve the translator’s work, the researcher suggests the tree alternative solutions. Firstly, in translating linguistic humor, the researcher suggests the translator to apply the semantic translation strategy in which it requires the translator to preserve the beauty aspects of linguistic humor. Secondly, to reveal the cultural elements of the humor in cultural humor, the translator can used the semantic cultural equivalent translation strategy in which it preserves the nuances and atmosphere of humor. Thirdly, for universal humor, since this type of humor is not bound by any language features or cultural elements, it is suggested that the translator apply communicative translation strategy. This strategy enables the translator to choose any words and language style that express the humorous discourse as long as the intended funny effect is delivered and can be understood by most readers.

Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap prestasi kerja karyawan pada PT Bumi Wijaya Indah Kencana (BWIK) di Bangil / oleh Herman Siswanto

 

Irisan kerucut
oleh Sunarti

 

Perencanaan tugas konstruksi beton
disusun oleh Mugianto

 

Pembuatan program manajemen logistik untuk pencatatan material dengan metode Average di bengkel Teknik Mesin FT UM / Hadi Purnomo, Valentine Malvistulloh

 

Kata Kunci: program, manajemen logistik, pencatatan, bengkel mesin Manajemen logistik merupakan bagian dari proses supply chain yang berfungsi untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan keefisienan dan keefektifan penyimpanan dan aliran barang, pelayanan dan informasi terkait dari titik permulaan hingga titik konsumsi dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan. Manajemen logistik yang baik sangat diperlukan di gudang untuk pengaturan aliran material yang ada di gudang agar tidak kekurangan maupun kelebihan material serta pengecekan material jika dilihat dari garis besar fungsi manajemen logistik. Bengkel Teknik Mesin Universitas Negeri Malang merupakan salah satu bengkel mesin yang mempunyai gudang untuk penyimpanan material praktik. Tapi dalam perencanaan dan pencatatan material masih belum teratur. Hal ini dikarenakan pencatatan material masih menggunakan pencatatan manual sehingga sulit melihat jumlah material yang habis dipakai dalam waktu periode tertentu untuk perencanaan pengadaan material berikutnya. Selain itu, dampak dari pencatatan yang belum teratur yaitu sulitnya melihat sisa material yang ada. Program manajemen logistik yang memanfaatkan software yang ada di komputer adalah salah satu pemecahan masalah yang dihadapi bengkel Teknik Mesin Universitas Negeri Malang untuk memudahkan pencatatan dan perencanaan material yang ada. Program manajemen logistik dibuat dari software Microsoft access dan memanfaatkan fasilitas yang ada didalamnya seperti: tabel, query, form, report, VB access, serta fasilitas lain. Program dibuat dengan metode pencatatan average. Setelah masuk ke program, pengoperasian program dapat dilakukan dengan memilih jenis material yang ada pada tampilan utama. Pilihan material yang disediakan yaitu (1) material baku dan (2) komponen standard . yang dimaksud material baku disini yaitu material yang masih membutuhkan pengerjaan lanjut seperti: besi poros, besi kotak, dan lain-lain. Sedangkan yang dimaksud komponen standard disini yaitu material yang sudah tidak membutuhkan pengerjaan seperti: mur, baut, bantalan, dan lain-lain. Jika sudah memilih material, selanjutnya memilih proses yang akan dilakukan. Proses tersebut adalah (1) input data, (2) persediaan barang, dan (3) laporan berdasarkan kode. Dalam fasilitas input data dapat dilihat tabel rincian material, fasilitas memasukkan data material masuk dan memasukkan data material keluar, serta melihat sisa persediaan. Persediaan barang digunakan untuk melakukan print out persediaan material yang tersisa di gudang. Laporan berdasarkan kode digunakan untuk melihat dan melakukan print out data material berdasarkan kode material yang dimasukkan. i

Strategi pemilihan saluran distribusi dalam upaya peningkatan volume penjualan pada usaha sepatu dan sandal di desa Budugsidorejo - Jombang / oleh Aji Putra Kamaluddin

 

Studi pelaksanaan evaluasi kinerja karyawan pada Kantor Pusat PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang / oleh Rully Aprianti

 

Analisis pemahaman konsep titrasi asam basa siswa kelas XI IPA semester II SMAN 5 Malang tahun pelajaran 2011/2012 / Dyna Rahmawati

 

Kata Kunci: pemahaman konsep, titrasi asam basa. Ilmu kimia merupakan cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari sifat–sifat materi, struktur materi, perubahan materi, hukum–hukum dasar perubahannya, dan konsep–konsep dan teori–teori yang mengartikannya. Sebagian besar guru kimia menemukan bahwa konsep kimia sulit untuk dipahami dan masih dianggap sulit oleh sebagian besar siswa karena sebagian besar ilmu kimia bersifat abstrak, bersifat kompleks, dan banyak bagian konsep yang dihubungkan dengan konsep–konsep lain, salah satu contohnya adalah konsep titrasi asam. Kemampuan untuk memahami konsep titrasi asam basa sangat dipengaruhi oleh konsep–konsep pokok yang mendasarinya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) tingkat pemahaman konsep siswa terhadap indikator titrasi asam basa, (2) tingkat pemahaman konsep siswa terhadap perubahan pH selama titrasi asam kuat–basa kuat, (3) tingkat pemahaman konsep siswa terhadap perubahan pH selama titrasi asam lemah–basa kuat, (4) tingkat pemahaman konsep siswa terhadap perubahan pH selama titrasi basa lemah–asam kuat, (5) tingkat pemahaman konsep siswa terhadap perubahan pH selama titrasi asam lemah–basa lemah, dan (6) konsep titrasi asam basa yang sukar bagi siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMAN 5 Malang tahun pelajaran 2011/2012, yang terdiri dari enam kelas yang kemampuannya homogen. Sampel penelitian adalah kelas XI IPA 4 dan XI IPA 6, sebanyak 68 siswa yang dipilih berdasarkan kelas yang terlebih dahulu diajarkan materi titrasi asam basa. Instrumen penelitian berupa tes objektif sebanyak 18 butir soal yang terdiri dari 10 soal berbahasa Inggris dan 8 soal berbahasa Indonesia dengan validitas isi sebesar 98,33% dan reliabilitas sebesar 0,67. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman konsep siswa terhadap: (1) indikator titrasi asam basa tergolong sedang (63,72%), (2) perubahan pH selama titrasi asam kuat–basa kuat tergolong rendah (40,81%), (3) perubahan pH selama titrasi asam lemah–basa kuat tergolong rendah (41,91%), (4) perubahan pH selama titrasi basa lemah–asam kuat tergolong rendah (38,23%), (5) perubahan pH selama titrasi asam lemah–basa lemah tergolong rendah (41,67%), dan (6) terdapat 8 sub konsep yang merupakan konsep titrasi asam basa yang sukar bagi siswa. Tingkat pemahaman konsep siswa tertinggi terdapat pada konsep indikator titrasi asam basa dan tingkat pemahaman konsep siswa terendah terdapat pada konsep perubahan pH selama titrasi basa lemah–asam kuat. Konsep yang paling sukar bagi siswa adalah perubahan pH selama titrasi asam lemah–basa kuat sebelum titik ekuivalen.

Pengaruh penggunaan model pembelajaran daur belajar (Learning cycle) terhaap hasil belajar siswa kelas II semester 2 SMA Negeri 2 Malang pada konsep teori asam basa arrhenius dan Bronsted-Lowrey / oleh Rifngatun Hayati

 

Perbedaan hasil belajar tekniki komputer dan jaringan melalui pemanduan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Cooperative Tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan Problem Based Learning (PBL) siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang / Nur Chabibah Rahmawati

 

Kata Kunci : Problem Based Learning, Teams Games Tournament, Hasil Belajar, Teknik Komputer dan Jaringan. Pendidikan memegang peran penting dalam kehidupan suatu bangsa, salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran adalah model pembelajaran yang digunakan. Berdasarkan hasil observasi di SMK Negeri 2 Malang, model pembelajaran yang diterapkan oleh guru adalah pembelajaran berbasis masalah. Akan tetapi faktanya model pembelajaran ini tidak diterapkan secara tepat sesuai dengan langkah-langkahnya. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi pasif, berpusat pada guru, dan berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan memadukan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara pemaduan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Cooperative Tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan eksperimen semu (quosy experimental design). Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu model pembelajaran, dan variabel terikat yaitu hasil belajar. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini diambil secara teknik Purposive Sample (sampel bertujuan) teknik ini didasarkan karena adanya tujuan dan pertimbangan tertentu, yaitu kelas X TKJ 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKJ 1 sebagai kelas kontrol Instrumen yang digunakan yaitu instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Hasil belajar siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen diperoleh dari nilai kognitif, psikomotorik, afektif, dan nilai tugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas eksperiemen memiliki rata-rata hasil belajar lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 81,54 > 77,90. Hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan yaitu dengan nilai Sig(p) 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak, sehingga terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen yang diajar menggunakan pemaduan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Cooperative Tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan kelas kontrol yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Analisis grup sunspot dan saat terjadinya flare / oleh Muhammad Syahrul Munir

 

Implementasi model arima terhadap data nasabah BMT-MMU Sidogiri Pasuruan : suatu tinjauan terhadap adanya data pencilan / oleh Nur Atikah

 

Perencanaan konstruksi kap baja
tugas
oleh Suherman

 

Perbedaan hasil belajar bidang studi IPA pokok bahasan perkembangan makhluk hidup antara siswa yang diberi LKS dan tanpa LKS pada kelas VI SDN Jimbaran 2 Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan / oleh Agustiningtyas

 

Pengaruh penggunaan media grafis terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika kelas V SDN Bakalan 03 Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan / oleh Yetti Ariani

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |