Penerapan strategi pembelajaran kooperatif think pair share (TPS) dan numbered head together (NHT) terhadap aktifitas, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif biologi siswa kelas VII SMPN 12 Balikpapan / Suharti

 

Kata Kunci: Strategi Pembelajaran, Think Pair Share, Numbered Head Together Aktivitas Belajar, Hasil Belajar. Pelaksanaan pembelajaran umumnya masih berorientasi pada guru sehingga proses pembelajaran berlangsung kurang efektif. Kurang efektifnya pembelajaran ini karena, guru sebagai pentransfer informasi atau pengetahuan kepada siswa kurang perencanaan dan penguasaan terhadap strategi pembelajaran. Sehingga tidak tercipta pembelajaran yang aktif, kreatif, mandiri dan bermakna. Akibatnya peserta didik cepat jenuh menerima materi pelajaran, peserta didik mengalami kesulitan mengintegrasikan materi pada persoalan sehari-hari. Akhirnya berdampak pada rendahnya penguasaan konsep, yang berakibat rendahnya hasil belajar siswa. Padahal banyak cara atau strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar dan melibatkan peserta didik secara aktif membangun pengetahuanya sendiri. Misalnya penerapan strategi pembelajaran kooperatif TPS, dan strategi pembelajaran kooperatif NHT. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan keterlaksanaan strategi pembelajaran kooperatif TPS, dan NHT terhadap aktivitas, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif biologi siswa. (2) mendiskripsikan pengaruh strategi pembelajaran kooperatif TPS terhadap aktivitas, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif biologi siswa, (3) mendiskripsikan pengaruh strategi pembelajaran kooperatif NHT terhadap aktivitas, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif biologi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi-exsperimen) dengan rancangan “Pretest-posttest Non Equivalent Control Group Design” yang terdiri atas 1 variabel bebas dan 3 variabel terikat. Variabel bebes adalah strategi pembelajaran meliputi strategi pembelajaran kooperatif TPS, NHT, dan konvensional. Variabel terikat yaitu aktivitas, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif. Penelitian ini dilakukan di SMPN 12 Balikpapan semester genap tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 118 siswa sebagai subyek penelitian. Subyek penelitian ini terbagi dalam 3 kelas, yakni kelas TPS, NHT, dan konvensional. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan lembar observasi untuk mengukur aktivitas belajar siswa, tes untuk mengukur hasil belajar kognitif dan hasil belajar afektif. Data di analisis menggunakan statistik anakova dengan bantuan program Statistical Program for Social Science (SPSS) 15.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) ) keterlaksanaan strategi pembelajaran kooperatif TPS, dan NHT tergolong sangat baik. (2) ada pengaruh Penerapan strategi pembelajaran kooperatif TPS terhadap aktivitas, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif biologi siswa. (3) ada perbedaan signifikan aktivitas, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif biologi siswa yang diberi strategi pembelajaran kooperatif TPS dengan yang diberi strategi pembelajaran konvensional. Rata-rata aktivitas belajar siswa yang diberi strategi pembelajaran kooperatif TPS meningkat 46% yaitu dari 23,2% menjadi sebesar 69,2%, hasil belajar kogitif meningkat 31,7% yaitu dari 55,9 menjadi sebesar 73,6 dan hasil belajar afektif meningkat 3,7% yaitu dari 88,3% menjadi sebesar 92,0%. (4) ada pengaruh Penerapan strategi pembelajaran kooperatif TPS terhadap aktivitas, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif biologi siswa. (5) ada perbedaan signifikan aktivitas, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif siswa yang diberi strategi pembelajaran kooperatif NHT dengan yang diberi strategi pembelajaran konvensional. Rata-rata aktivitas belajar siswa yang diberi strategi pembelajaran kooperatif NHT meningkat 49,3% yaitu dari 23,7% menjadi sebesar 73%. Hasil belajar kogitif meningkat 38,5% yaitu dari 56,6 menjadi sebesar 78,4 dan hasil belajar afektif meningkat 5,5% yaitu dari 87,4% menjadi sebesar 92,9%. Terendah pada siswa yang diberi strategi konvensional, dengan rata-rata aktivitas belajar siswa meningkat 1,1% yaitu dari23,5% menjadi sebesar 24%, hasil belajar kognitif meningkat 17,8% yaitu dari 59 menjadi sebesar 69,5 dan hasil belajar afektif meningkat 1,1% yaitu dari 85,8% menjadi sebesar 86,7%. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1 ) keterlaksanaan strategi pembelajaran kooperatif TPS, dan NHT tergolong sangat baik. (2) Penerapan strategi pembelajaran kooperatif TPS berpengaruh terhadap aktivitas, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif biologi siswa. (3) ada perbedaan signifikan aktivitas, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif siswa yang diberi strategi pembelajaran kooperatif TPS dengan siswa yang diberi strategi pembelajaran konvensional. (4) Penerapan strategi pembelajaran kooperatif NHT berpengaruh terhadap aktiviats, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif biologi siswa. (5) ada perbedaan signifikan aktivitas, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif siswa yang diberi strategi pembelajaran kooperatif NHT dengan siswa yang diberi strategi pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil, temuan, dan kesimpulan penelitian ini, disarankan kepada guru biologi di SMPN 12 Balikpapan dan sekolah lainya untuk menerapkan strategi pembelajaran kooperatif TPS, dan NHT dalam membelajarkan siswa karena strategi pembelajaran tersebut terbukti mampu meningkatkan aktivitas, hasil belajar kognitif, dan hasil belajar afektif biologi siswa.

Profil moralitas anak BMI (Buruh Migran Indonesia) di Kabupaten Tulungagung dan implikasi bimbingan dan konselingnya / Asmaul Chusna

 

ABSTRAK Chusna, Asmaul. 2016. ProfilMoralitasAnakBuruhMigranIndonesia(BMI) Di KabupatenTulungagung Dan ImplikasiBimbingan Dan Konselingnya.Tesis, Program StudiBimbingandanKonseling. PascasarjanaUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M.Pd. (2) Dr. M. Ramli M.A. Kata Kunci: Profil, Moralitas, AnakBuruhMigran Indonesia. Penelitianinidilatarbelakangibanyaknyafenomenaanak BMI (BuruhMigran Indonesia) yang kecenderungannyamengalamipermasalahansehinggaseringkalimerekadiberi label “anaknakal”. Keluargadimanaperan orang tuatidakmaksimal, misalnyakarenasalahsatu/kedua orang tuaterpaksameninggalkananak-anaknyasebabsebuahtuntutanekonomi yang mengharuskanbekerjajauhdarikeluarga (keluarkota/keluarnegeri) sehinggaanak-anak yang masihmembutuhkanfigur orang tuanyamenjadikurang/tidakmendapatkanarahandanbimbingan orang tuadalammasapertumbuhandirinya. Di KabupatenTulungagung yang menjadisalahsatuwilayahterbanyakjumlah TKI/TKW menjadikanmenarikuntukditelitiperihalbagaimanakondisimoralitasanak-anak yang ditinggalkan orang tuanyabekerjajauhdarirumahtersebut. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuideskripsimoralitasanak BMI (BuruhMigran Indonesia) di KabupatenTulungagung yang di ukurmelalui 3 aspek moral yaitupengetahuan moral, perasaan moral, dantindakan moral. Pendekatandanrancanganpenelitiandalamtesisinimenggunakankuantitatifdeskriptifsurvei. InstrumenpenelitianmenggunakanSkalaPsikologisKualitasMoralitasdengandilakukanujilapanganoleh 87 responden. Teknikpengambilansampeldenganpengambilansampelacakdengan 210 respondendari 4 lokasipenelitian yang mewakilimasing-masing area di wilayahKabupatenTulungagung. Dalampenelitianinimenggunakanujideskriptifdenganteknikanalisisfrekuensidanpresentaseberdasarkankategorisasimenggunakanbantuan SPPS release 20.0 for windows. Hasilpenelitianmengenaiprofilmoralitasanak BMI di KabupatenTulungagungdidapatkesimpulansebagaiberikut: (1) padaaspekpengetahuan moral terdapat 3 indikator yang masukdalamkategorirendahyaitu: kesadaran moraldenganfrekuensi 65 danpersentase 31%, penilaiannilai moraldenganfrekuensi 147 danpersentase 70%, danpemikiran moraldenganfrekuensi 69 danpersentase 32,9%, (2) padaaspekperasaan moral terdapatsatuindikator yang masukdalamkategorirendahyaitukendalidiridenganfrekuensi 106 persentase 50,5% sertafrekuensi 112 presentase 53,3%, (3) padaaspektindakan moral terdapatsatuindikator yang rendahyaituindikatorkeinginandenganfrekuensi 103 danpersentase 49%. (4) implikasibimbingandankonselingnyaadalahkonselormenyediakanlayananbimbingankonselingpribadisosialbagianak BMIyaknidiutamakanpadaindikator yang tergolongkategorirendah. Berdasarkanhasilpenelitian, maka saran yang diajukanadalah (1) kepadasekolah yang dimanaterdapatparasiswanyaanak BMI memberikanperhatiankepadaparasiswa yang kurangfigur orang tuatersebutagar tetapmendapatkanfigurpendidikdarisekolahsehinggaterhindardarikerusakan moral, (2) kepadakonselorsekolah agar memperhatikankeunikandirikonseli yang berlatarbelakanganak BMI sehinggadapatmemberikanlayananbimbingankonselingutamanyadalammeningkatkankualitas moral anak BMI yang masihtergolongrendahdalamaspekpengetahuan moral padaindikatorkesadaran moral, penilaiannilai moral, danpemikiran moral; dalamaspekperasaan moral padaindikatorkendalidiri; sertadalamaspektindakan moral padaindikatorkeinginan, (3) kepadapenelitiselanjutnya agar menjadikanbahanwacanauntukmengembangkanpenelitiankhususnyaterhadapanak BMI tersebutdenganmenggunakanmetodepenelitiankualitatiffenomenologis.

Implementasi strategi konflik kognitif dengan eksperimen untuk memperbaiki miskonsepsi pokok bahasan suhu dan kalor siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang / Hestiningtyas Yuli Pratiwi

 

Kata kunci : Strategi konflik kognitif, eksperimen, miskonsepsi Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMA Negeri 9 Malang, diketahui bahwa pemahaman konsep materi fisika masih rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya variasi metode pembelajaran, metode pembelajaran yang sering digunakan oleh guru adalah metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi strategi konflik kognitif serta pengaruhnya terhadap perbaikan miskonsepsi yang dialami oleh siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas termasuk penelitian kualitatif meskipun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif. Uraian dalam laporan bersifat deskribtif dalam bentuk uraian kata-kata. Tindakan yang diberikan adalah strategi konflik kognitif dengan menggunakan eksperimen. Subyek penelitian ini adalah kelas X8 yang terdiri dari 13 siswa putra dan 24 siswa putri. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode dokumentasi, tes, kuesioner, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, Implementasi strategi konflik kognitif dengan eksperimen untuk memperbaiki miskonsepsi pokok bahasan suhu dan kalor terlaksana dengan baik, dengan persentase keterlaksanaan semakin meningkat selama siklus I dan siklus II dan miskonsepsi juga dapat diperbaiki dilihat dari nilai tes akhir siklus semakin meningkat selama siklus I dan siklus II.

Pengembangan permainan petualangan di rumah warna dalam pembelajaran motorik kasar pada anak kelompok A / Khilyatun Nur Fadhilah

 

ABSTRAK Fadhilah, Khilyatun Nur. 2016. Pengembangan Permainan Petualangan Di Rumah Warna dalam Pembelajaran Motorik Kasar pada Anak Kelompok A. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Sutama, M. Pd., (II) Evania Yafie, S. Pd, M. Pd Kata Kunci: Pengembangan Kemampuan Motorik Kasar, permainan Petualangan di Rumah Warna. Aktivitas motorik kasar pada anak dapat membantu, membangun serta memperkuat tubuh anak. Pembelajaran yang menekankan aspek pengembangan fisik motorik kasar yang melibatkan anak untuk memproleh pengalaman pembelajaran secara langsung melalui permainan masih jarang dilakukan. Kreatifitas dan wawasan guru dalam membuat rancangan pembelajaran dan minimnya alat permainan mengakibatkan pembelajarana yang dilakukan kurang efektif dan kurang menarik. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan adanya permainan yang efektif, mudah dan menarik guna menunjang pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghasilkan permainan petualangan di rumah warna yang valid untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif, mudah, dan menarik bagi anak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan Borg and Gall dengan 7 langkah pelaksanaan strategi penelitian dan pengembangan. Data pada penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang dihasilkan terdiri dari 6 orang ahli, ahli pembelajaran anak usia dini, ahli permainan anak usia dini, dan ahli pembelajaran fisik mototrik, uji coba kelompok kecil 8 anak dan uji coba kelompok besar 75 anak. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah produk permainan petualangan di rumah warna dengan kriteria keberhasilan yaitu: (1) berupa presentase hasil evluasi dari pembelajaran anak usia dini 89% (2) ahli permainan anak usia dini 85% (3) ahli pembelajaran fisik motorik 86,25%. Tingkat kemampuan anak dalam melakukan permainan selama uji coba kelompok kecil diperoleh persentase rata-rata 95% dan uji coba lapangan diproleh persentase rata-rata 87%. Berdasarkan penyajian data di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian dan pengembangan produk permainan petualangan di rumah warna dapat digunakan dalam pembelajaran motorik kasar bagi anak usia dini. Saran yang dapat diberikan antara lain, permainan ini dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran di TK, hasil pengembangan ini dapat diterapkan kembali dengan menambahkan variasi pada permainan petualangan di rumah warna sehingga aspek perkembangan yang akan tercapai menjadi lebih luas.

Hubungan antaraprestasi belajarr dan kualitas hasil kerja karyawan lulusan STM Jurusan Mesin pada bagian teknik Monodon Group Surabaya / oleh Sukarmo

 

Using wordless picture books to improve the students' ability in writing narrative texts / Dewi Hermawati

 

Key words: wordless picture book, narrative text The 11th grade students’ writing ability at SMAN 7 Malang was unsatisfactory. Most of the students had difficulty in generating and developing ideas. They had hard time even in starting their writings. As a result, less than 50% of the students reached a minimum score (level good) for their writings. Wordless picture books were proposed as an alternative media to solve the problems in writing. Wordless picture book is a type of picture book in which the illustrations or the pictures tell the story with no or very little text. The pictures in the book are chronologically arranged. The aim of this study was to improve 11th grade students’ ability at SMA 7 Malang in writing narrative texts. In this study, the researcher expected that 80% of the students scored level “good” for content, organization, and language use so that they could pass the minimum mastery criterion (Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM) which was 75. The research design of this study was a collaborative action research which consisted of two cycles, each of which consisted of three meetings. The preliminary study was done as verifying problem stage before conducting the first cycle. The second cycle needed to be done because the first cycle had not reached the criteria of success. The second cycle was done by doing an improvement on the activity. The cycles of this study consisted of four steps namely: planning the action, acting on the plan, observing the action and reflecting on the observation. Each cycle consisted of three main stages: pre-activity, main activity, and post-activity. The subject of the study was the 30 students of XI. IS 1 of SMAN 7 Malang in the academic year of 2010/2011. The instruments used to collect data were observation checklist, field notes, questionnaire, scoring rubrics, interview and the students’ writings. The data from the observation, field notes, and interview were analyzed and the results were reported descriptively. The data gained from questionnaire and scoring rubrics are presented in the form of tables and description. The result of the study showed that the wordless picture books effectively improved the students’ ability in writing narrative texts. All of the students had reached the minimum score of level good and passed the minimum mastery criterion (Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM) which was 75. This improvement could be seen from the mean score of the class in preliminary was 65.53; while in Cycle 1 was 79.91 and 86.31 in Cycle 2. Moreover, the majority of the students gave positive responses towards the implementation of wordless picture books in writing, in the case that the result of questionnaire revealed 75.86% of the students showed excitement by saying wordless picture books needed to be used for the next writing activity. Furthermore, they found that wordless picture books could enhance their ability and enjoyment of the writing process, help them in generating and developing the ideas, and increase their motivation in writing. They also learnt new vocabulary in writing using wordless picture books. In conclusion, wordless picture books can be used to improve the students’ ability in writing narrative texts at SMAN 7 Malang. Wordless picture books were also very helpful to generate and develop the students’ ideas and creativity. The students found that writing was an enjoyable activity since the pictures stimulated them to produce written products. It is suggested that the teacher use the wordless picture books in teaching writing since it can solve students’ problems in writing. It is also suggested that other researchers conduct other researches which apply wordless picture books in other skills and genres.

Hubungan antara pengembangan karier, kepangkatan dan gaji dengan kepuasan kerja guru SMU Negeri Kota Kediri / oleh Afifatus Sholihah

 

Pembelajaran menggunakan peta konsep untuk memahami konsep fungsi kuadrat dan grafiknya pada siswa kelas II SLTP Negeri 3 Palu / oleh I Nyoman Muliasa

 

Pengembangan modul panduan latihan pemaafan berbantu flipbook untuk siswa sekolah menengah atas di Kota Malang / Ari Dwi Yudhianto

 

ABSTRAK Yudhianto, Ari Dwi. 2016. Pengembangan Modul Panduan Latihan Pemaafan Berbantu Flipbook Untuk Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Malang. Tesis, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah. M.Pd., (II) Dr. IM. Hambali. M.Pd. Kata kunci: pengembangan, modul, panduan latihan, pemaafan, siswa SMA Individu menggunakan komunikasi untuk saling berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, beberapa masalah dapat terjadi selama proses komunikasi tersebut karena adanya distorsi (gangguan) antara pengirim pesan dan penerima yang menyebabkan perasaan tidak menyenangkan, marah, benci, dendam dan bahkan keinginan untuk tidak berkomunikasi satu sama lain. Salah satu fenomena yang terjadi sebagai akibat dari kesalahan dalam komunikasi di sekolah adalah pelanggaran yang dilakukan oleh siswa, seperti intimidasi atau keinginan membalas dendam terhadap siswa lain akibat permasalahan yang berlum terselesaikan. Sehingg,diperlukan sebuah media khusus yang diperlukan untuk membantu konselor dan siswa dalam memecahkan masalah tersebu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul latihan pemaafan untuk siswa Sekolah Mengah Atas di Kota Malang, (2) mengetahui kriteria kualitas modul yang telah dibuat berdasarkan penilaian para ahli (reviewer). dan (3) mengetahui respon siswa terhadap modul latihan pemaafan yang telah dikembangkan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan (Research and Development), dengan mengadaptasi sepuluh langkah pengembangan Borg dan Gall (1983) dimulai dari tahap pengumpulan informasi sampai dengan tahap terakhir yaitu dissemination (penyebaran). Struktur penulisan modul mengacu pada panduan penyusunan modul yang disusun oleh dirjen PMPTK (2008), sedangkan instrumen penilaian kualitas modul mengadaptasi kisi-kisi instrumen penilaian bahan ajar Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). Pengembangan modul latihan pemaafanuntuk siswa SMA ini menggunakan desain analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah telah berhasil dikembangkan Modul latihan pemaafanuntuk siswa SMA di Kota Malang berdasarkan penilaian dua ahli materi, satu ahli media, dan satu ahli bahasa dengan kategori rata-rata baik. Kualitas modul menurut dua orang konselor sekolah dengan kategori sangat baik dan hasil respon enam siswa terhadap modul yang telah dikembangkan termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan penilaian yang diperoleh tersebut maka modul ini layak digunakan dalam pemberian layanan bimbingan di sekolah. Selain itu terdapat saran untuk peneliti selanjutnya untuk menguji dalam skala yang lebih besar dan pengaruh penggunaan modul latihan pemaafan ini terhadap sikap siswa.

Pengembangan bahan ajar digital matakuliah aplikasi komputer di STAIN Pamekasan / oleh Abdus Syakur

 

Kajian karakteristik spora sebagai unsur tambahan dalam penentuan kekerabatan pada lumut daun (Bryopsida) / oleh Muhammad Natsir

 

Pengaruh model pembelajaran service-learning terhadap hasil belajar geografi SMA / Ardani

 

ABSTRAK Ardani. 2016 . Pengaruh Model Pembelajaran Service-Learning Terhadap Hasil Belajar SMA Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si., (II) Prof.Dr. Budijanto, M.Sos Kata kunci: Hasil Belajar Geografi, Model Pembelajaran Service-Learning. Service-Learning adalah salah satu model pembelajaran konstruktifisme yaitu pembelajaran yang menekankan siswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Tujuan pembelajaran Service-Learning adalah melatih siswa agar memiliki pengetahuan dan membentuk karakter siswa agar memiliki rasa peduli terhadap lingkungan, sehingga memiliki rasa peduli yang tinggi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat maupun di sekitar sekolah. Service-learning membentuk pribadi siswa agar bisa berkomunikasi secara baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran Service-learning terhadap hasil belajar siswa kelas XI-IPS SMA Negeri 5 Malang. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 5 Malang dengan subjek penelitian siswa kelas XI-IPS tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari tiga kelas. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan cara mengambil dua kelas yang melihat kemampuan siswa yang hampir sama didasarkan pada nilai UAS semester ganjil. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol ditentukan dengan cara uji homogenitas untuk mengetahui nilai rata-ratanya setara atau variansnya homogen dengan bantuan program SPSS 17.00 For Windows. Subjek penelitian adalah kelas XI-IPS 1 sebagai kelas kontrol dan XI-IPS 2 sebagai kelas Eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Service-Learning terhadap hasil belajar. Hasil analisis data diketahui bahwa rata-rata gain score kelas kontrol 8 dengan rata-rata posttes sebesar 53 dengan rata-rata posttest sebesar dan rata-rata prettes 51. Kelas eksperimen mempunyai rata-rata gain score sebesar 26 dengan rata-rata posttest 83 dan pretest 48. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test pada SPSS 17.0 For Windows diketahui nilai sig. 2-tailed adalah 0.000 < 0.05. Jadi kesimpulannya ada pengaruh model pembelajaran Service-Learning terhadap hasil belajar geografi SMA. Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian ini maka disarankan sebagai berikut: para praktisi pendidikan disarankan mengimplementasikan model pembelajaran Service-Learning karena model ini dapat berpengaruh terhadap hasil belajar. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan model Service-Learning untuk menguji lebih lanjut Model Pembelajaran Service-Learning dalam penelitian lain.

Pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di Sekolah Dasar Negeri Bareng 6 dan 8 Kecamatan Klojen Kota Malang / oleh Sumanto

 

Development the english syllabus for the students of nursing academy in Muhammadiyah University of Malang / by Langgeng Budianto

 

Pengaruh pendekatan starter eksperimen terhadap pemahaman konsep dalam pembelajaran IPA pada siswa SD Katolik 13 di Kota Manado / oleh Francisca Palendeng

 

Pengembangan bahan ajar menyimak dongeng untuk siswa kelas VII SMP/MTs / Fitri Nur Wijayanti

 

Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, menyimak dongeng, SMP/MTs. Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa siswa kesulitan dalam menentukan kemenarikan dongeng. Hal tersebut disebabkan oleh sedikitnya teori yang ada sehingga mereka kesulitan dalam menentukan hal seperti apa yang dianggap menarik. Selain itu, sedikit pula bahan ajar yang mengkhususkan pada apresiasi sastra untuk anak-anak. Begitu pula dalam hal merelevansikan isi dongeng. Hal-hal apa saja yang dapat direlevansikan, juga menjadi masalah bagi mereka. Oleh karena itu, diperlukan bahan ajar yang menyajikan teori-teori yang mereka butuhkan. Bahan ajar juga sebaiknya memuat tujuan pembelajaran, materi, contoh, latihan, evaluasi, refleksi yang dikemas dalam tampilan yang menarik dengan pemilihan warna,tata letak, dan juga ilustrasi yang sesuai. Siswa yang masih tergolong anak-anak, menyukai segala sesuatu yang santai dan menghibur. Salah satunya adalah dengan media menyimak yang berupa film kartun. Anak-anak sangat gemar menonton film kartun di televisi. Kondisi seperti inilah yang perlu disadari. Dengan menggunakan film kartun sebagai bahan simakan dongeng, diharapkan siswa akan lebih tertarik sehingga mereka lebih memahami isi dongeng tersebut dengan menyimak narasi, dialog dan juga sekaligus melihat adegan-adegan tokoh film kartun tersebut. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (Research & Development) Borg dan Gall. Dari model penelitian yang dilakukan Borg dan Gall (1983:775) tersebut, peneliti mengadaptasinya sebagai berikut: (1) tahap prapengembangan (persiapan), (2) tahap pengembangan produk, (3) tahap uji coba produk, dan (4) tahap pascapengembangan. Pelaksanaan pengembangan dilakukan berdasarkan temuan analisis kebutuhan bahan ajar yang dilakukan pada tahap prapengembangan. Produk hasil pengembangan selanjutnya diujicobakan untuk mengetahui kelayakan produk, yakni melalui empat kelompok uji yang meliputi (1) uji ahli pembelajaran dongeng, (2) uji ahli materi dongeng, (3) uji praktisi yakni guru kelas VII SMP, (4) uji lapangan (siswa). Penyajian data uji coba diklasifikasikan berdasarkan inti dari tujuan pengembangan, yaitu aspek isi, penyajian, paparan bahasa, dan tampilan bahan ajar. Data numerik hasil uji produk dipersentase sesuai dengan pedoman interpretasi kelayakan produk agar dapat diketahui tindak lanjut dari produk, yaitu diimplementasikan atau direvisi. Data kuantitatif yakni berupa data skor yang diperoleh dari hasil angket penilaian ahli, praktisi, dan siswa terhadap produk. Data kualitatif dibedakan menjadi data tertulis dan data lisan. Data tertulis berupa catatan, komentar, kritik, maupun saran-saran yang dituliskan oleh subjek coba pada lembar penilaian ataupun dalam format uji lapangan, sedangkan data kualitatif lisan berupa informasi lisan ketika wawancara langsung dengan ketiga kelompok uji. Hasil wawancara selanjutnya ditranskripsikan agar dapat dianalisis. i     ii    Fokus penilaian oleh siswa berkaitan dengan media menyimak meliputi: (1) kejelasan suara video dongeng, (2) kejelasan peristiwa-peristiwa yang ada dalam video, (3) kemenarikan isi dongeng yang dipilih, (4) kejelasan bahasa yang digunakan dalam video. Komponen-komponen tersebut mendapat skor sebesar 87,5%, 82,9%, 94,3%, dan 92%. Dari keempat komponen tersebut tergolong, media ini sangat layak dan dapat diimplementasikan. Fokus penilaian oleh siswa berkaitan dengan buku ini meliputi: (1) kemudahan dalam memahami materi dongeng, (2) kemudahan dalam memahami latihan, (3) kemudahan dalam memahami petunjuk pengerjaan, (4) kejelasan bahasa yang digunakan, (5) kemenarikan sampul, (6) kemenarikan gambar dan ilustrasi, (7) kemenarikan warna yang dipilih, dan (8) kesesuaian ukuran dan warna huruf. Berdasarkan lampiran 11, secara berturut-turut komponen tersebut mendapat skor sebesar 98,7%, 86,4%, 84%, 88,6%, 87,5%, 96,6%, 95,4%, 94,3%. Selain data penilaian tersebut juga diperoleh data verbal tertulis pada kolom catatan dan data verbal yang ditranskripsikan dari hasil wawancara bebas dengan kelompok uji. Adapun beberapa saran dan kritik yang disampaikan, yaitu (1) bahan ajar langsung pada langkah pembelajaran, (2) tidak perlu terlalu banyak teori, (3) buang halaman-halaman yang kurang bermanfaat, (4) persebaran butir pembelajaran sebaiknya dihilangkan atau diletakkan dibagian akhir buku karena bahan ajar ini digunakan oleh anak, bukan oleh guru, (5) di bagian depan sebaiknya ditambahkan cerita motivasi atau anekdot agar siswa tertarik, (6) bahasa yang digunakan dalam bahan ajar sebaiknya menggunakan bahasa anak anak (pada bagian sapa penulis dan keterangan isi buku), (7) gunakan gambar-gambar yang lucu dalam buku agar siswa lebih tertarik, (8) definisi dongeng dan legenda berbeda, legenda bukan bagian dari dongeng, (9) tanda baca, khususnya pemenggalan kata disesuaikan dengan EYD, (10) petunjuk pengerjaan lebih diperjelas, (11) cover kurang cerah dan perlu ditambahkan hiasan-hiasan agar lebih menarik. Berdasarkan hasil beberapa uji menunjukkan bahwa produk bahan ajar tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Dengan demikian, hasil penelitian pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan saran bagi beberapa pihak. Bagi guru, diharapkan penelitian pengembangan ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun bahan ajar lebih kreatif. Bagi peneliti lain prosedur penelitian pengembangan bahan ajar ini dapat menjadi pedoman untuk melakukan penelitian serupa. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan dalam forum MGMP dan ditulis dalam jurnal penelitian.

Pengaruh pelaksanaan ritual Tarekat Naqsabandiyah Walqodiriyah terhadap perilaku santri studi kasus di pondok pesantren ngalah Purwosari Pasuruan / oleh Hasan Asy'ari

 

Survey minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri I Nglames Kabupaten Madiun / Oky Triyanto

 

0ky,Triyanto. 2004. Survey minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 1 Nglames Kabupaten Madiun. Skripsi. Jurusan pendidikan jasmani keolahragaan Fakultas Ilmu keolahragaan. Pembimbing (1) Drs. Mardianto, M.Kes, (2) Drs. Agus Gatot S, M.Kes Kata kunci: Minat, Kegiatan ekstrakurikuler olahraga Upaya peningkatan hasil belajar siswa tidak terlepas dari kegiatan belajar di sekolah. Kegiatan belajar siswa di sekolah terdiri dari 2 jenis kegiatan, yaitu: kegiatan intra kurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Berdasarkan hasil observasi awal pada bulan Oktober 2009 di SMA Negeri I Nglames Kabupaten Madiun terdapat 4 ekstrakurikuler olahraga yang masih aktif serta terdapat fasilitas yang lengkap, namun fasilitas tersebut sangat jarang sekali dimanfaatkan oleh siswa. Hanya sebagian kecil dari siswa yang tertarik untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga, data dari tahun ke tahun menunjukkan jumlah siswa yang terlibat dalam ekstrakurikuler olahraga cenderung menurun. Mengapa mereka tidak banyak berminat pada ektrakurikuler olahraga? Penelitian berupaya untuk meneliti tentang bagaimana minat siswa terhadap ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri I Nglames Kabupaten Madiun. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana minat siswa terhadap ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri I Nglames Kabupaten Madiun. Tujuan yang ingin di capai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat siswa terhadap ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri I Nglames Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pada penelitian ini sampel yang diambil 10 % dari 781 siswa kelas X, XI dan kelas XII. Teknik sampling menggunakan teknik cluster sample (sampel kelompok) yang bertujuan agar subyek penelitian tidak terpusat pada satu kelompok tertentu, dimana nantinya pada setiap kelompoknya akan diambil 10 % dari jumlah siswa kelas X, XI, dan XII dengan jumlah 73 siswa yang diambil sampel penelitian Hasil penelitian ini adalah mencari hasil Instrumen Validitas, Reliabelitas, diskriptif jawaban responden, klasifikasi minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler. Dalam pembahasan ini adalah minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 1 Nglames Kabupaten Madiun; interpretasi hasil penelitian Siswa di SMA Negeri 1 Nglames memiliki respon yang baik terhadap keberadaan kegiatan ekstrakurikuler olahraga disekolah. Berdasarkan hasil kuesioner penelitian menunjukkan 76.71% siswa mengetahui kegiatan ekstrakurikuler. Diketahui bahwa 52.05% siswa melakukan kegiatan ekstrakurikuler olahraga cukup. Salah satu kendala dalam pembinaan ekstrakurikuler olahraga adalah rutinitas dalam melakukan kegiatan olahraga. Diketahui bahwa 76.71% siswa minat berolahraga berasal dari dalam diri siswa. Minat seseorang yang paling besar pengaruhnya adalah berasal dari dalam diri sendiri dan ditunjang oleh fasilitas yang memadai serta rasa kebersamaan untuk

Struktur penyajian dalam bentuk musik iringan pada kesenian jaranan jur di Desa Sukorejo Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar / Dika Alus Yoeana

 

ABSTRAK Yoeana, Dika Alus. 2015. Struktur Penyajian dan Bentuk Musik Iringan pada kesenian Jaranan Jur di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Program Studi S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra, Ida Siti Herwati, M.Pd, (2) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si. Kata kunci: Struktur Penyajian, Bentuk Musik Iringan Kesenian Jaranan Jur Kesenian Jaranan Jur adalah kesenian Jaranan yang berasal dari Kabupaten Blitar tepatnya di desa Sukorejo. Struktur penyajiannya terdapat pukulan musik yang terbagi lima adegan dan bentuk musik iringan pada kesenian Jaranan Jur menggunakan lima jenis instrumen yaitu kendang, kenong, gong, angklung dan sronen yang memakai nada pelog sebagai salah satu pelarasannya. Kesenian Jaranan Jur ini dipagelarkan saat menginjak hari raya besar Suro untuk memperingati Nabi Muhammad S.A.W di depan rumah Gunaryanto. Hal ini menjadi alasan peneliti untuk menggali lebih dalam Struktur Penyajian dan Bentuk Musik Iringan Pada Kesenian Jaranan Jur. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan struktur penyajian kesenian Jaranan Jur di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar (2) Mendeskripsikan bentuk musik Iringan kesenian Jaranan Jur di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Narasumber penelitian ini adalah Sanimin dan Gunaryanto sebagai pengrawit. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Strukur Penyajian Musik Iringan pada Kesenian Jaranan Jur disajikan dalam tiga tahapan yaitu pada bagian awal, inti, dan akhir. Dalam bagian awal penyajian kesenian Jaranan Jur dimulai dengan pembukaan yaitu pengumandangan gendhing giro. Kemudian pada bagian inti terdapat pukulan dandan, tayungan, pecahan, sabetan, peperangan, bubaran, sembahan, ukel, barongan dan ndadi yang sudah dibagi dalam lima adegan. Bagian akhir penyajian Jaranan Jur diakhiri dengan musik iringan sampak; (2) Bentuk musik pengiring kesenian Jaranan Jur yang pertama mengarah pada sistem nada yang dipakai dalam permainan musik iringan kesenian Jaranan Jur yaitu laras pelog, kemudian yang ke dua mengarah pada tembang yang menggunakan lagu lama yaitu lagu yang berlaras slendro, kemudian yang ke tiga mengarah pada jenis instrumen musik yang dapakai untuk mengiringi kesenian tersebut seperti kendang, sronen, gong, angklung, dan kenong. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kesenian Jaranan Jur dapat diteruskan oleh masyarakat setempat terutama generasi muda agar meningkatkan budaya yang ada dan diwariskan turun -temurun dari nenek moyang dan lebih giat mengembangkan keterampilan khususnya pada musik pengiring, agar musikalitas yang terbangun bisa menjadikan permainan alat musik menjadi lebih sempurna dan dapat menarik perhatian para generasi muda.

Partisipasi masyarakat terhadap perkembangan Madrasah AL-Ihsan Kalikejambon Tembelang Jombang / oleh Nur Kholish

 

Peningkatan hasil belajar IPS melalui pembelajaran aktif guide note-taking di kelas V SDN Bawang 3 kota Kediri / Binti Mucholifah

 

Kata Kunci: ilmu pengetahuan sosial, hasil belajar, pembelajaran aktif, guided note-taking Kegiatan observasi yang dilakukan pada kegiatan pembelajaran IPS di kelas V SDN Bawang 3 Kota Kediri menemukan hasil bahwa kegiatan pembelajaran hanya berpusat pada guru, dan siswa kurang aktif. Akibatnya hasil belajar IPS rendah, yaitu dari 41 siswa hanya 4 siswa yang memperoleh nilai di atas KKM. Untuk itu diperlukan perbaikan pada pembelajaran IPS melalui Pembelajaran Aktif Guided Note-Taking. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Pembelajaran Aktif Guided Note-Taking pada pembelajaran IPS. Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPS melalui Pembelajaran Aktif Guided Note-Taking. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Bawang 3 Kota Kediri. Data diperoleh dari hasil observasi aktifitas guru dan siswa selama proses pembelajaran, hasil tes evaluasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Pembelajaran Aktif Guided Note-Taking pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata keaktifan siswa pada siklus 1 pertemuan 1 adalah 52,2 pertemuan 2 adalah 53,3. Pada siklus 2 pertemuan 1 adalah 59,5 pada pertemuan 2 adalah 65,2. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat mulai dari siklus 1, yaitu 28 siswa mencapai nilai di atas KKM dan pada siklus 2 sebanyak 40 siswa mencapai nilai di atas KKM. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan Pembelajaran Aktif Guided Note-Taking dapat meningkatkan hasil belajar IPS di Kelas V SDN Bawang 3 Kota Kediri. Peningkatan hasil belajar dibuktikan dengan adanya peningkatan aktifitas dan hasil belajar.

Peningkatan keaktifan siswa melalui pembelajaran kooperatif model two stay dengan teknik talking stick pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pasuruan / Windah Silfiyanah

 

Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, model Two Stay Two Stray, teknik Talking Stick, keaktifan siswa. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap siswa kelas VIIIC SMP Negeri 2 Pasuruan menunjukkan bahwa siswa kurang aktif selama kegiatan pembelajaran berlangsung, khususnya pembelajaran matematika. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran yang berlangsung di kelas kurang bervariasi dan berpusat pada guru. Oleh karena itu, pengajaran matematika di sekolah perlu diperbarui, di mana siswa diberikan porsi lebih banyak dalam kegiatan pembelajaran dibandingkan dengan guru, bahkan siswa harus dominan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini mendeskripsikan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray dengan teknik Talking Stick untuk meningkatkan keaktifan siswa pada siswa kelas VIIIC SMP Negeri 2 Pasuruan pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, antara lain (1) Perencanaan; (2) Tindakan; (3) Pengamatan (Observasi); dan (4) Refleksi. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa pada siklus 1 belum memenuhi kriteria yang ditentukan oleh peneliti, yaitu banyaknya siswa aktif adalah 85% dari seluruh siswa. Presentase keaktifan belajar siswa pada pertemuan ke-1 sebanyak 61,11% dan pada pertemuan ke-2 sebanyak 75%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus 2, presentase keaktifan belajar siswa meningkat menjadi 83,33% pada pertemuan ke-1 dan pada pertemuan ke-2 sebanyak 91,66%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray dengan teknik Talking Stick dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pasuruan.

Kualitas lulusan, motivasi, dan pengaruhnya terhadap penempatan kerja alumni SMKN se-Kota Malang / Winda Dwi Lestari

 

ABSTRAK Lestari, D.W. 2016. Kualitas Lulusan, Motivasi,Dan Pengaruhnya Terhadap Penempatan Kerja Alumni SMKN se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Burhanuddin, M.Ed, Ph.D, (II) Teguh Triwiyanto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Kualitas Lulusan, Motivasi, Penempatan Kerja (Masa Tunggu dan Relevansi Kerja). Masa tunggu dan relevansi kerja alumni pada lapangan pekerjaan merupakan pencarian lamanya masa tunggu alumni untuk memperoleh pekerjaan setelah lulus dan relevansijenis pekerjaan dengan bidang pengalaman yang diperoleh selama di sekolah. Kualitas lulusan dan motivasi yang dikembangkan sekolah untuk melanjutkan pada dunia usaha dan industri. Masa tunggu dan relevansi kerja alumni pada lapangan pekerjaan bertujuan memperoleh data mengenai masa tunggu dan relevansi alumni pada lapangan pekerjaan program studi angkatan tahun 2014/2015 yang dapat dipergunakan bagi penilaian terhadap kualitas program studi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui: (1) tingkat kualitas lulusan; (2) tingkat motivasi kerja alumni; (3) seberapa lama masa tunggu kerja alumni; (4) tingkat relevansi kerja; (5) pengaruh kualitas lulusan terhadap masa tunggu kerja dan relevansi kerja alumni; (6) pengaruh motivasi kerja terhadap masa tunggu kerja dan relevansi kerja alumni; (7) arah pengaruh variabel kualitas lulusan dan motivasi kerja terhadap masa tunggu kerja dan relevansi kerja alumni; dan (8) kontribusi kualitas lulusan dan motivasi kerja terhadap masa tunggu kerja dan relevansi kerja alumni. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan pada alumni siswa siswi angkatan 2014/2015 sebanyak 156 alumni. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik kuesioner/angket.Angket penelitian yang digunakan berupa angket terbuka dan angket tertutup.Sebelum dilakukan analisis data, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji regresi yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, homogen, dan adanya pengaruh. Berdasarkanhasilpenelitianinimenunjukkanbahwa: (1) rata-rata kualitaslulusanberdasarkanhasilpenilaianpendidikanbaik; (2) rata-rata tingkat motivasikerjadilihatdaridimensikematanganpribaditergolongdalamkategoribaik; (3)masatunggukerjatertinggiselama 0-3 bulankemudiantertinggikedua alumni memilikimasatunggukerjaselama 3-6; (4) rata-rata relevansikerjatergolongpadakriteriabaik; (5) adapengaruhsecarasignifikankualitaslulusanterhadapmasatunggudanrelevansi kerja alumni SMKN se-Kota Malang; (6)adapengaruhsecarasignifikanmotivasikerjaterhadapmasa tunggu dan relevansikerja alumni SMKN se-Kota Malang;(7) semakinbaikkualitaslulusanmakarelevensi kerja cenderungsesuai dan mempersingkat masatunggukerjadansemakintinggimotivasikerjamakarelevensi kerja cenderungsesuai dan mempersingkat masatunggukerja;dan (8) kontribusivariabelkualitas lulusandanmotivasikerjadalammemengaruhimasatunggukerjadanrelevansikerjatergolongkecil, bahwasebenarnyabanyakfaktor yang memengaruhimasatunggukerjadanrelevansikerjaselainkualitas lulusandanmotivasi. Saran penelitian ini yaitu: (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, sebaiknya mempunyai data lulusan setiap sekolah mengenai data persentase relevansi jurusan terhadap dunia kerja setelah lulus; (2) Kepala SMKN sebaiknya memberikan informasi lowongan pekerjaan bagi lulusan yang belum bekerja dan masih mencari pekerjaan; (3)Bagi lulusan yang belum bekerja, sebaiknya setelah lulus segera mencari informasi lowongan pekerjaan pada lembaga /instansi/ perusahaan; dan (4) Bagi lulusan yang bekerja pada bidang yang tidak sesuai dengan kompetensi lulusan, sebaiknya mencari pekerjaan sesuai dengan kompetensi lulusan yang dimilikinya.

Kualitas layanan perusahaan pengembang perumahan kelas menengah ke atas di Malang / oleh Yeni Farika Rahmawati

 

Hubungan komponen sistem pendidikan dengan kepuasan peserta didik lembaga kursus bahasa: studi di Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris "Mahesa Institute" Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri oleh M. Komarudin

 

Keberhasilan program pendidikan dan pelatihan sebagai suatu sistem banyak tergantung pada faktor berfungsi-tidal$ya komponen-komponend alam penyelenggaraapne ndidikany ang ada. Komponent ersebutt erdiri atas komponen raw inpat, instrumentali nput, enviranmentailn put, other input, process,d an outpttt. Secarau mum,k eberhasilanle mbagap endidikand an pelatihant ermasukd idalamnya lembaga kursus, diukur dari keberhasilannya dalam memberikan pelayanan pendidikany ang baik dan memuaskans, ehinggad apatm embantup esertad idiknya unhrk menguasasi eperangkakte mampuand an keahliand ibidangt ertentu,K epuasan adalah merupakan tujuan akhir dan harapan yang ingin dicapai oleh peserta didik ketika ia memutuskan untuk belajar di suatu lembaga pendidikan. Kemampuan lembagap endidikand alamm emberikanp elayananb elajard apatm embentukp ersepsi peserta didik dan atau partisipan terhadap lembaga pendidikan yang pada akhirnya akan membenhrkim age (citra) lembagas ertab erpengaruhte rhadapp erkembangan dan kelangsunganle mbagap endidikany ang bersangkutand imasay ang akan datang. Karenak epuasanp esertad idik terhadaple mbagap endidikanm empunyapi erany ang sangapt entingd alamp rosesp embelajaranm, akak omponenp endidikany angd imiliki oleh lembagat ersebuth arus senantiasad ikontol, dikendalikan,d an dioptimalkan fungsinya dalam mendukung proses dan hasil pembelajaran yang bark dan memuaskanb agi semuaf ihak, baik pesertad idik, partisipan,m asyarakast ekitard an lembagap endidikani tu sendiri.P enelitiani ni bertujuanu nhrk mengetahuhi ubungan komponens istemp endidikand engank epuasanp esertad idik LembagaK ursusB ahasa Inggris "MahesaI nstrtute" Tulungrejo Pare KabupatenK ediri, dan seberapab esar kontribusik omponens istemp endidikant erhadapk epuasanp esertad idik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-korelasional. Variabel penelitian terdiri atas enam variabel prediktor yang terdiri atas raw input, instrumental input, environmental input, other input, leorning plocess dan outpu; sertas atuv ariabelk riterium yaitu kepuasanp esertad idik. Populasip enelitiana dalah seluruh peserta didik Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris "Mahesa Institute" Pare berjumlah 611 orang pada semua level program. Sampel diambil menggunakan te}rrtk stratified random sampling dengan jumlah 100r espondenP. engumpuland ata menggunakaonb servasni on partisipatorid an kuisionert ertutup.U ji normalitasd ata menggunakanu ji Kolmogorov-smimovG odnesso f Fit Testt erhadapm asing-masing variabel.D eskripsi data menggunakand iskripsi frekuensi dan persentaseA. nalisis datam enggunakante lrrik analisisr egresil inier bergandaa, nalisisk orelasi berganda dan determinasbi ergandaD. an untuk menguji hipotesisd igunakanu ji F dan uji t denganta raf sigrrifikansi5 %. llasil penelitian menunjukkan bahwa; (l) terdapat hubungan secara simultqn (serentak) yang sigrrifikan atas komponen sistem pendidikan dengan kepuasanp esertad idik lembagak ursus bahasa;( 2) tidak terdapath ufungan yang sigrifikan antara komponen rqw input dengan kepuasan peserta didik Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris "Mahesa Institute" Pare; (3) terdapat hubungan yang signrfikan antara komponen masukan dat (instrumental input) dengan kepuasan pesertad idik LembagaP endidikanB ahasaI nggrs "MahesaI nstitute" Pare;( 4) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komponen masukan lingkungan (environmentatln put) dengank epuasanp esertad idik LembagaP endidikdnB ahasa Inggris "Mahesa Institute" Pare; (5) terdapat hubungan yang signifikan antara komponen masukan lain (other input) dengan kepuasan peserta didik Lembaga PendrdikanB ahasaln ggrs "Mahesal nstitute" Pare;( 6) tidak terdapath ubungany ang signifikana ntarak omponenp rosesp embelajaran(e arning process)d engank epuasan pesertad idik LembagaP endidikanB ahasah rggrs "MahesaI nstitute" Pare;( 7) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komponen hasil pembelajaran (output) durgan kepuasan peserta didik Lembaga Pendidikan Bahasa Inggrs "Mahesa Institute"P are.S umbangane fektif semrnp rediktort erhadapk riterium sebesa0r ,712 atau 71,2o/oS. edangkans ecarap arsial, komponeni nstrumentali npzf memiliki sumbangarne latifterbesarp adak epuasanp esertad idik lembagak ursus. Saran yang dapat diberikan pada lembaga adalatr; (l) Kualitas komponen pendidikany ang dimiliki oleh lembagah endaknyate rusd itingkatkan,d ikembangkan, dikontrol dan difungsikan secara optimal. (2) Dalam proses belajar secara klasikal dan tutorial perlu diperhatikank omposisi keseimbanganp esertrad idik berdasarkan jenis kelamin dan usia. (3) Perlu dijaga dan ditingkatkan kualitas proses pembelajarannybaa ik dari faktor instruktur, metoded an teknik pembelajarans, erta kedisiplinan; dan (a) perlu dijaga dan ditingkatkan sinergi hubungan yang harmonis antara lembaga dengan masyarakat sekitar, lembaga mitra, dan dengan lembaga kursus sejenis disekitarnya.

Perencanaan tachometer dengan sistem digital pada honda GL 100
oleh Abdul Rochim

 

Penerapan model pembelajaran ceramah dan diskusi serta mind mapping untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 4 Malang / Ida Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Ida. 2015. PenerapanModel Pembelajaran Ceramah Dan Diskusi Serta Mind MappingUntukMeningkatkanKreativitasDan HasilBelajarSiswaPadaMata PelajaranEkonomiKelasX SMA Negeri4 Malang.Skripsi, ProgramStudiPendidikanEkonomi, JurusanEkonomi Pembangunan, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E. (II) Dr. Nasikh, S.E.,M.P., M.Pd. Kata kunci: Ceramah, diskusi, mind mapping, kreativitas, danhasilbelajar. Berdasarkanhasilobservasiawal yang dilakukanolehpenelitipadatanggal14Oktober 2014dengan guru ekonomi SMA Negeri4 Malangdiketahuisebagian proses pembelajaranmasihdidominasiguru,siswacenderungpasifdanbosan, serta pemahamansiswatentangkonsep-konsepekonomimasihkurang dimengerti.Selain itu, siswa tidak kreatif dalam pembelajaran dan kurang mendapatkan pengalaman belajar. Untukmengatasihalini di perlukansuatupembelajaran yang tepat, menarikdanmenyenangkanyaitupembelajarandenganmenerapkan model pembelajaran ceramah dan diskusi serta Mind Mapping yang membantusiswauntukmengasahkemampaunkreativitassiswadanmeningkatkanhasilbelajarsiswa. Jenispenelitian yang digunakanadalahpenelitiantindakankelas(Classroom action research)denganpendekatandeskriptif kualitatif yang bertujuanuntukmeningkatkankreativitasdanhasilbelajarsiswa.Penelitianinidilaksanakandalam 2 siklus.SubyekpenelitianadalahsiswakelasX Lintas Minat-1 SMA Negeri4 Malang denganjumlah 35siswa yang terdiriatas 14siswalaki-lakidan 21siswaperempuantahunajaran 2014-2015.Dalampenelitianini, data yang diperolehberupakreativitasdanhasilbelajardariaspekkognitifdanafektif yang di ambildaripenerapanmodel pembelajaranceramah dan diskusi serta Mind Mapping.Instrumenyang digunakanyaitusoaltes, lembarobservasi, dokumentasi, dancatatanlapangan. Berdasarkanhasilpenelitiandiketahuibahwaterjadipeningkatankreativitasdanhasilbelajarsiswakelas X Lintas Minat-1.Hal iniditunjukkandenganadanyapresentasekreativitassiswayang meningkatdarisiklus Ikesiklus II.Ketuntasanhasilbelajaraspekkognitifjugamengalamipeningkatandarisiklus I kesiklus II, sedangkanhasilbelajaraspekafektifsiswasiklus I meningkatpadasiklus II. Dengandemikian, dapatdisimpulkanbahwapenerapanmodel pembelajaranceramah dan diskusi serta Mind Mappingdapatmeningkatkankreativitasdanhasilbelajarsiswakelas X Lintas Minat-1 SMA Negeri4 Malang.Guru matapelajaranEkonomidisarankanmenerapkanmodel pembelajaran ceramah dan diskusi serta Mind Mappingsebagai model pembelajaranalternatifuntukmeningkatkankemampuankreativitasdanhasilbelajarsiswa.

Pengembangan buku ajar komputer akuntansi materi siklus perusahaan manufaktur untuk Jurusan Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) / Echa Nury Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, Echa Nury. 2016. Pengembangan Buku Ajar Komputer Akuntansi Materi Siklus Perusahaan Manufaktur Untuk Jurusan Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) . Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sulastri, S.Pd., M.SA. (II) Diana Tien Irafahmi, S.Pd, M.Ed. Kata Kunci: buku ajar, komputer akuntansi, perusahaan manufaktur Perkembangan pendidikan di Indonesia ditandai dengan perubahan kurikulum, kurikulum terbaru yang diterapkan saat ini adalah Kurikulum 2013. Implementasi K-13 bertujuan untuk menerapkan pola pembelajaran student centered yaitu pembelajaran yang menuntut siswa lebih aktif. Pengelolaan bahan ajar pada penerapan kurikulum 2013 yang berpusat pada pemerintah menimbulkan kendala distribusi bahan ajar. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan buku ajar komputer akuntansi materi siklus akuntansi perusahaan manufaktur sebagai sumber bahan ajar dengan pendakatan saintifik pada tugas latihan, yang tervalidasi oleh ahli materi, dan ahli pengembangan bahan ajar. Model penelitian yang digunakan pada penelitian dan pengembangan ini adalah model penelitian dan pengembangan yang di adaptasi dari model R&D Sugiyono. Langkah yang dilakukan meliputi (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan informasi, (3) desain produk, (4) uji validasi produk, (5) revisi produk ke-I, (6) uji coba pengguna terbatas dan (7) revisi produk ke-II. Hasil penelitian menunjukan hasil rata-rata validasi materi pertama sebesar 83%, hasil validasi ahli materi kedua sebesar 92%. Hasil validasi ahli pengembangan bahan ajar sebesar 97%. Rata-rata hasil validasi pengguna terbatas sebesar 85%. Hasil validasi tersebut menunjukan produk yang dikembangkan layak untuk digunakan. Hasil validasi menunjukan kelemahan produk terletak pada aspek saintifik untuk berpikir kritis dan rasa ingin tahu yang masih rendah. Saran bagi peneneliti selanjutnya yaitu (1) mengembangkan bahan ajar yang dapat meningkatkan aspek saintifik berupa rasa ingin tahu dan pola berfikir kritis ketika siswa menggunakan bahan ajar tersebut dan (2) melaksanakan tahap eksperimen dalam proses pengembangan produk sehingga dapat diketahui keefektifan produk secara jelas.

Perencanaan bangunan gedung dua lantai Kantar Kecamatan / oleh Sujiati

 

Pengaruh minat belajar siswa, kinerja guru ekonomi, pemanfaatan fasilitas belajar, dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Negeri 2 Blitar / Putri Frisma Dani

 

Pengembangan buku petunjuk praktikum kimia SMA/MA kelas X berbasis learning cycle 5E / Wahyu Setyowati

 

ABSTRAK Setyowati, Wahyu.2016. Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Kimia SMA/MA Kelas X Berbasis Learning Cycle 5E. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S dan (2) Drs. H. Parlan, M.Si. Kata kunci: pengembangan, buku petunjuk praktikum kimia, Learning Cycle 5E. Kegiatan laboratorium dalam pembelajaran kimia akan berlangsung efektif bila ditunjang dengan adanya buku petunjuk praktikum yang memadai. Hasil wawancara penulis dengan3 guru kimia di sekolah yang berbeda menunjukkan bahwa 3 sekolah tersebut sudah memiliki peralatan laboratorium yang lengkap, namun buku petunjuk praktikum yang ada di sekolah tersebut masih sangat terbatas. Di sekolah-sekolah tersebut masih digunakan petunjuk praktikum yang terdapat di buku paket kimia SMA ataupun di modul kimia buatan Tim Edukatif HTS (Hayati Tumbuh Subur). Petunjuk praktikum yang digunakan masih seperti buku resep, sehingga kurang memberi kesempatan peserta didik untuk berperan aktif dalam melakukan dan mengembangkan ketrampilan proses. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan buku petunjuk praktikum yang mampu memberikan solusi untuk permasalahan tersebut. Pengembangan buku petunjuk praktikum kimia berbasis Learning Cycle 5E adalah suatu proses sistematis dalam merancang dan menyusun buku petunjuk praktikum kimia berbasis model pembelajaran Learning Cycle 5E. Tujuan pengembangan buku petunjuk praktikum ini adalah untuk menghasilkan dan menguji kelayakan buku petunjuk praktikum kimia SMA kelas X berbasis Learning Cycle 5E. Penelitian pengembangan ini menggunakan lima langkah dari kesepuluh langkah dalam model penelitian pengembangan menurut Borg dan Gall yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk awal. Produk pengembangan diuji coba melaui proses validasi isi dan uji keterbacaan terbatas. Validasi isi dilakukan oleh 1 dosen jurusan kimia UM dan 2 guru kimia dari dua SMA yang berbeda. Sedangkan, uji keterbacaan terbatas dilakukan terhadap 10 peserta didik SMA kelas X MIA. Instrumen pengumpulan data berupa angket dengan skala Likert serta lembar komentar dan saran. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik perhitungan nilai rata-rata dan teknis analisis persentase. Berdasarkan hasil validasi diperoleh nilai rata-rata 3,17 dengan kriteria valid untuk buku guru dan 3,19 dengan kriteria valid untuk buku peserta didik. Hasil uji keterbacaan terbatas terhadap peserta didik SMA kelas X MIA SMAN 10 Malang diperoleh persentase80,4% dengan kriteria tingkat keterbacaan tinggi. Berdasarkan hasil validasi dan uji keterbacaan terbatas menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum kimia SMA/MA kelas X berbasis Learning Cycle 5E ini sudah memenuhi kriteria layakdan mudah dibaca.

Perencanaan poros propeller tipe tiga joint pada toyota kijang SSX
oleh Sumarsih

 

Analisis kesalahan konstruksi konsep matematika pada materi aljabar kelas VIII SMP Negeri 13 Malang / Siti Nurnina

 

ABSTRAK Nurnina, Siti. 2016. Analisis Kesalahan Konstruksi Konsep Matematika pada Materi Aljabar Kelas VIII SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Subanji, M.Si. Kata Kunci :Analisis Kesalahan,Konsep,Kontruksi Konsep, Materi Aljabar. Dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi aljabar, terkadang siswa melakukan kesalahan yang disebabkan kesalahan dalam mengonstruksi konsep aljabar. Bentuk-bentuk kesalahan konstruksi konsep berdasarkan Subanji (2015) dibagi ke dalam 4 bentuk, yaitu (1) Pseudo Construction, (2) Lubang konstruksi, (3) Mis-analogical Construction, (4) Mis-logical construction. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengostruksi konsep pada materi aljabar. Subjek dalam penelitian berjumlah 4 orang siswa kelas VIII-G SMP Negeri 13 Malang pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 yang mewakili dari masing-masing kelompok tingkat kemampuan siswa. Satu siswa dari kelompok bawah, 2 siswa dari kelompok tengah dan 1 siswa dari kelompok atas. Siswa yang menjadi subjek penelitian melakukan bentuk-bentuk kesalahan konstruksi konsep yang berbeda-beda. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes tulis dan wawancara semi terstruktur. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan siswa dalam menyelesaikan bentuk aljabar dapat dibagi ke dalam 3 bentuk kesalahan konstruksi konsep, yaitu: Pseudo benar atau pseudo salah, lubang konstruksi dan mis-analogical construction. 1) siswa mengalami pseudo benar saat menyelesaikan soal yang berkaitan dengan pemfaktoran bentuk aljabar dengan memberikan jawaban yang seolah-olah benar, namun alasan yang dilakukan dalam menyelesaikan soal tidak sesuai dengan konsep yang ada. 2) pseudo salah terjadi dalam menyelesaikan soal berkaitan dengan penyederhanaan bentuk aljabar yang terjadi karena siswa tidak memperhatikan syarat pengurangan bentuk aljabar, 3) lubang konstruksi yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan penjumlahan, perkalian, pembagian, penyederhanaan dan pemfaktoran bentuk aljabar terjadi karena konsep yang terbentuk tidak dikonstruk secara utuh, 4) siswa mengalami mis-analogical constructiondalam soal pengurangan dan pemfaktoran bentuk aljabar.   Kesalahan konstruksi konsep pada materi aljabar yang sering dialami oleh siswa adalah lubang konstruksi yang disebabkan cara berpikir siswa secara spontan, tidak memperhatikan syarat-syarat yang digunakan untuk menyelesaikan soal yang berkaitan dengan bentuk aljabar, dan tidak teraturnya pengetahuan siswa dari konsep pengetahuan sebelumnya dengan konsep pengetahuan yang baru.

Strategi pelaksanaan penetapan harga pada sigma minimarket Universitas Negeri Malang / oleh Anton Susanto

 

Penetapan strategi pemasaran dengan segmentasi yang tepat pada sigma minimarket Universitas Negeri Malang / oleh Saputro Ali Mahmudi

 

Penerapan strategi react dengan setting problem based learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-E SMPN 1 Malang (RSBI) pada materi garis singgung lingkaran / Ony Syaiful Rizal

 

Kata kunci: REACT, Problem Based Learning (PBL), hasil belajar Menurut hasil pengamatan dan wawancara dengan guru matematika kelas VIII di SMPN 1 Malang, pembelajaran selama ini terutama untuk materi garis singgung lingkaran masih menggunakan metode konvensional. Hal ini mengakibatkan siswa cenderung menghafal rumus untuk menentukan panjang ruas garis singgung lingkaran. Siswa sering terjebak dalam penggunaan rumus, karena sebagian siswa menggunakan rumus tanpa mengetahui dari mana rumus tersebut diperoleh. Selain itu siswa juga sering tidak memperhatikan sifat ketegaklurusan garis singgung lingkaran terhadap diameter/jari-jari lingkaran yang melalui titik singgung lingkaran. Akhirnya siswa juga mengalami kesalahan dalam penerapan teorema Pythagoras dalam menentukan panjang ruas garis singgung lingkaran. Dari semua hal tersebut, sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa masih banyak nilai tes siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan di SMPN 1 Malang. Oleh karena itu, dalam penelitian ini diterapkan pembelajaran melalui strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring) dengan setting PBL (Problem Based Learning) yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi garis singgung lingkaran. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu; (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) Pengamatan/Observasi, dan (4) Refleksi. Pengambilan data penelitian diambil pada bulan Februari-Maret 2012. Data penelitian berupa hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes tiap akhir siklus, catatn lapangan, dan lembar observasi guru dan siswa. Penelitian menghasilkan langkah-langkah pembelajaran yaitu: (1) Relating di mana peneliti menjelaskan kembali materi prasyarat yang berhubungan dengan materi garis singgung lingkaran. (2) Experiencing di mana peneliti mengorientasi-kan siswa pada masalah, selanjutnya meminta siswa melakukan kegiatan pada lembar aktivitas yang yang akan menuntun siswa dalam menemukan rumus garis singgung lingkaran. (3) Applying di mana peneliti meminta siswa mengaplikasi-kan rumus yang didapat setelah mengalami pada tahap experiencing. (4) Cooperating di mana peneliti mengorganisasikan siswa untuk belajar yaitu dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 orang. Selanjutnya siswa mengerjakan LKS bersama kelompok dengan dibimbing oleh guru. Setelah selesai berdiskusi, siswa diminta mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. (5) Transferring di mana peneliti memberikan latihan soal untuk menguji pemahaman siswa pada materi garis singgung lingkaran. Selanjutnya guru membantu siswa melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan dan proses-proses yang mereka gunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata kelas dari hasil belajar ranah kognitif adalah 72,91 dan persentase banyak siswa yang tuntas belajar ranah kognitif sebesar 58,62%. Karena persentase ini kurang dari 75% maka tindakan harus dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II, rata-rata kelas dari hasil belajar ranah kognitif adalah 81,53 dan persentase banyak siswa yang tuntas belajar ranah kognitif 82,76%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring) dengan setting PBL (Problem Based Learning) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas kelas VIII-E SMP Negeri 1 Malang. Penelitian ini masih banyak terdapat kekurangan, diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat memperbaiki dan menindaklanjuti semua kekurangan dalam penelitian ini.

Peran manajer dalam fungsi perencanaan pada laboratorium pemasaran minimarket sigma Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / oleh Umi Afidah

 

Pengaruh model latihan terhadap keterampilan passing atas bagi peserta ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 2 Malang / Moh. Ryandra Aditiya Kusuma

 

ABSTRAK Kusuma, M, R, A. 2016. Pengaruh Model Latihan Keterampilan Passing Atas Bagi Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli di SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. M. E. Winarno, M. Pd, (2) Usman Wahyudi, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: permainan bolavoli, model latihan, keterampilan passing atas bolavoli. Permainan bolavoli merupakan suatu permainan yang komplek yang tidak mudah dilakukan oleh setiap orang. Sebab, dalam permainan bolavoli membutuhkan kordinasi gerak yang benar-benar yang bisa diandalkan untuk melakukan semua gerakan yang ada dalam permainan bolavoli. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model latihan terhadap keterampilan passing atas bagi peserta ekstrakurikuler bolavoli SMK Negeri 2 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen murni (rancangan pretest dan posttest dengan pemilihan kelompok yang diacak). Sampel penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler bolavoli sebanyak 24 peserta. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes keterampilan passing atas bolavoli ke tembok dari Brady. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 2 Malang, dan berlangsung pada Bulan September sampai Oktober 2016. Hasil penelitian pada tes akhir (posttest) kelompok model latihan massed practice dan kelompok model latihan distributed practice menggunakan analisis varian satu jalur, terdapat hasil sig < α (0,000<0,05). Sehingga terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara model latihan massed practice dan model latihan distributed practice terhadap keterampilan passing atas permainan bolavoli. Terdapat rata-rata hasil tes akhir (posttest) kelompok latihan massed practice yaitu 22,25 dan rata-rata hasil tes akhir (posttest) kelompok latihan distributed practice yaitu 17,83. Sesuai dengan temuan rata-rata hitung tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model latihan massed practice memiliki pengaruh yang signifikan dari pada penerapan model latihan distributed practice terhadap keterampilan passing atas permainan bolavoli. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada pelatih ekstrakurikuler bolavoli SMKN 2 Malang dapat menggunakan model latihan massed practice sebagai referensi bentuk latihan untuk meningkatkan keterampilan khususnya keterampilan passing atas bolavoli bagi peserta ekstrakurikuler SMK Negeri 2 Malang, karena penerapan model latihan massed practice memiliki pengaruh yang signifikan dari pada penerapan menggunakan model latihan distributed practice pada keterampilan passing atas permainan bolavoli.  

Strategi produksi pada laboratorium sigma minimarket Fakultas Ekonomi Univeritas Negeri Malang / oleh Andy Aly Wafa

 

Pengembangan media gambar seri cerdas pada pembelajaran berbahasa anak usia 5-6 tahun / Ulumiyah

 

ABSTRAK Ulumiyah 2016. Pengembangan Media Gambar Seri Cerdas Pada Pembelajaran Berbahasa Anak Usia 5-6 Tahun. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kentar Budhojo, M.pd, (II) Wuri Astuti, S.Pd Kata Kunci: Media Gambar Seri Cerdas, Pembelajaran Berbahasa, Anak Usia 5-6 Tahun, Hasil pengamatan terhadap 3 Taman Kanak-kanak diperoleh, yaitu pembelajaran pada aspek bahasa sering kali menekankan pada kegiatan menulis saja, bukan meliputi seluruh kompetensi bahasa. Kegiatan yang sering dilakukan adalah menebali huruf dan menebali kata (untuk anak kelas A) dan menulis kata atau menulis kalimat sederhana sesuai dengan contoh (untuk anak kelas B). Kegiatan ini tidak menggali kecakapan berbicara anak,sehingga berpengaruh negatif pada aspek bahasa anak terutama dalam hal kecakapan berbicara dan menimbulkan kecerdasan verbal linguistik anak kurang berkembang. Tujuan penelitian dan pengembangan adalah menghasilkan suatu produk yaitu media “Gambar Seri Cerdas” pada pembelajaran bahasa yang layak menurut ahli pembelajaran anak usia dini, ahli bahasa anak usia dini, dan ahli media anak usia dini. Penelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Dick & Carey. Hasil pengembangan berupa produk media “Gambar Seri Cerdas” yang diorganisasikan untuk menstimulasi kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun. Pengembangan pada uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar untuk kelompok B. Penelitian dilakukan di RA Muslimat NU 25 Sawojajar Malang. Berdasarkan uji formatif kepada ahli pembelajaran diperoleh persentase sebanyak 71%, kepada ahli bahasa diperoleh persentase sebanyak 75%, dan kepada ahli media diperoleh persentase sebanyak 83%. Uji formatif kepada siswa pada uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji kelompok besar diperoleh persentase rata-rata sebanyak 95%. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan adalah media menarik, sesuai, mudah, dan menyenangkan digunakan anak. Media “Gambar Seri Cerdas” ini mampu mengembangkan aspek bahasa terutama dalam hal kecakapan berbicara. Media dinyatakan valid dan layak digunakan. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan media “Gambar Seri Cerdas” dengan cakupan lebih luas.

Pengaruh latihan distributed practice terhadap keterampilan passing bawah bagi peserta ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 10 Malang / Candra Junianto

 

ABSTRAK Junianto, Candra. 2016. Pengaruh Latihan Distributed Practice Terhadap Keterampilan Passing Bawah Bagi Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli SMA Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd. (II) Drs. Sugiyanto, M.Pd. Kata Kunci: permainan bolavoli, distributed practice, passing bawah bolavoli. Permainan bolavoli adalah permainan yang menggunakan sebuah bola yang dimainkan oleh dua regu yang saling bertanding untuk berusaha mendapatkan skor tertentu agar bisa memenangkan permainan. Berdasarkan hasil temuan kesenjangan pada kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di SMAN 10 Malang kebutuhan akan adanya metode latihan distributed practice dapat memberikan pengaruh terhadap keterampilan passing bawah bolavoli bagi peserta. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh latihan distributed practice terhadap keterampilan passing bawah pada peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang. (2) Pengaruh latihan konvensional terhadap keterampilan passing bawah pada peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang. (3) Perbedaan pengaruh antara latihan distributed practice dan latihan konvensional terhadap keterampilan passing bawah pada peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen (Pretest Posttest Control Group Design). Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang. Teknik pembagian kelompok menggunakan teknik ordinal matching pairing. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes keterampilan passing bawah bolavoli dari AAHPERD. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa teknik analisis paired sample t test dan uji varians satu jalur (ANOVA). Berdasarakan hasil uji hipotesis dapat diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh pada latihan distributed practice terhadap keterampilan passing bawah peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang dengan menghasilkan thitung sebesar (-24,694) dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. (2) Terdapat pengaruh pada latihan konvensional terhadap keterampilan passing bawah peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang dengan menghasilkan thitung sebesar (-17,804) dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. (3) Tidak terdapat perbedaan pengaruh antara latihan distributed practice dan latihan konvensional terhadap keterampilan passing bawah peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang dengan menghasilkan Fhitung sebesar 0,349 dengan nilai signifikasi 0,562 > 0,05. Tetapi jika dilihat dari skor rata-rata (mean) dan persentase peningkatan latihan distributed practice lebih baik pengaruhnya dengan memiliki persentase sebesar 42,5% daripada latihan konvensional dengan memiliki persentase sebesar 26,2% terhadap keterampilan passing bawah bagi peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang. Berdasarkan hasil perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode latihan distributed practice memiliki pengaruh yang lebih baik daripada penerapan metode latihan konvensional terhadap keterampilan passing bawah bagi peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang. Oleh sebab itu, disarankan kepada pelatih ekstrakurikuler bolavoli di SMAN 10 Malang untuk dapat menerapkan metode latihan distributed practice untuk meningkatkan keterampilan passing bawah bolavoli dikarenakan metode latihan tersebut memiliki pengaruh yang lebih baik daripada metode latihan konvensional.

Upaya membangun kepuasan pelanggan pada minimarket sigma Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / oleh Dyah Ayu Agustini

 

Pembelajaran aktif untuk meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika pada matakuliah strategi pembelajaran fisika / Nurita Apridiana Lestari

 

Kata Kunci : pembelajaran aktif, kemampuan melaksanakan pembelajaran. Kemampuan melaksanakan pembelajaran mahasiswa prodi Pendidikan Fisika perlu ditingkatkan. Kemampuan melaksanakan pembelajaran dapat diamati saat praktik mengajar. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan membuka pelajaran, penggunaan model pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, penguasaan materi ajar, penyampaian materi ajar, pengelolaan kelas, dan menutup pelajaran. Peneliti berkolaborasi dengan dosen melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran bagi mahasiswa melalui penerapan pembelajaran aktif. Penerapan pembelajaran aktif dilakukan dengan multimodel yang meliputi Problem Based Learning (PBL), Jigsaw, dan Think Pair Share (TPS). Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas dalam 2 siklus ditambah dengan tahap implementasi. Penelitian dilakukan di kelas CC AX yang terdiri dari 23 mahasiswa pada semester genap tahun akademik 2010/2011. Materi yang diajarkan pada pelaksanaan tindakan adalah teori-teori belajar Fisika dan model-model pembelajaran Fisika. Keterlaksanaan pembelajaran aktif diukur menggunakan Lembar Keterlaksanaan Pembelajaran. Kemampuan melaksanakan pembelajaran mahasiswa diukur menggunakan Lembar Observasi Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran. Penilaian kemampuan melaksanakan pembelajaran mahasiswa dilakukan saat praktik mengajar, yaitu pada tahap implementasi. Data-data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan data secara lengkap dalam bentuk kalimat. Analisis kuantitatif bertujuan sebagai data pendukung keterlaksanaan tindakan yang ditunjukkan dalam bentuk angka dan persentase. Hasil penelitian menujukkan peningkatan persentase keterlaksanaan pembelajaran aktif dari sikus I sebesar 73,47% menjadi 97,49% pada siklus II. Selain itu, persentase rata-rata kemampuan melaksanakan pembelajaran dalam tiap aspek mencapai 82,22%. Hasil penelitian ini juga didukung oleh peningkatan rata-rata nilai tes dari siklus I sebesar 68,96 menjadi 78,61 pada siklus II. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran aktif dengan menggunakan model PBL, Jigsaw, dan TPS dapat meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran mahasiswa prodi Pendidikan Fisika pada mata kuliah SPF.

Penerapan gerak dan lagu untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik pada kelompok B di TK Dharma Wanita Plosokidul Kabupaten Kediri / Putri Kurnia

 

ABSTRAK Kurnia, Putri. 2016. Penerapan Gerak Dan Lagu Untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Pada Kelompok B di Tk Dharma Wanita Plosokidul Kabupaten Kediri. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Drs.I Wayan Sutama.M,Pd. (2) Retno Tri Wulandari, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci:Kemampuan kinestetik, kualitas pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi tentang kemampuan kinestetik di TK Dharma Wanita Plosokidul Kabupaten Kediri tahun ajaran 2015/2016 terdapat beberapa permasalahan. Permasalahan tersebut meliputi kualitas pembelajaran dan kemampuan kinestetik anak. Pada kualitas pembelajaran saat kegiatan anak tidak mentaati peraturan, sulit dikendalikan, tidak tertarik mengikuti kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan kinestetik anak melalui kegiatan gerak dan lagu untuk anak kelompok B. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan kemampuan kinestetik pada anak kelompok B TK Dharma Wanita Plosokidul. Selain itu juga itu juga untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan kinestetik meliputi kemampuan anak dalam melakukan gerakan terkoordinasi, lincah, kesesuaian antara lagu dengan gerakan. Pada penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan dalam 2 siklus. Model siklus PTK ini yaitu Model Kemis & MC Taggart. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, refleksi dan revisi. Subjek penelitian ini yaitu sebanyak 21 anak kelompok B di TK Dharma Wanita Plosokidul. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Setelah penerapan gerak dan lagu, kemampuan kinestetik anak mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan hasil pra tindakan yang menunjukkan bahwa sebelumnya kemampuan kinestetik sebagian besar anak belum berkembang mulai meningkat dengan kriteria mulai berkembang pada siklus I. Dilanjutkan dengan peningkatan pada siklus II yang mencapai kriteria berkembang sesuai harapan. Penerapan gerak dan lagu dapat meningkatkan kemampuan kinestetik anak TK B Dharma Wanita Plosokidul. Gerak dan lagu dapat digunakan sebagai kegiatan yang bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan kinestetik anak. Berdasarkan temuan pada refleksi, diharapkan peneliti selanjutnya dapat memanfaatkan gerak dan lagu untuk meningkatkan kemampuan kinestetik anak dengan revisi untuk menyempurnakan penelitian ini agar lebih baik dari sebelumnya.

Upaya meningkatkan kemampuan menulis puisi dengan strategi pemodelan pada siswa kelas V SD Negeri Penanggunngan Malang / oleh Novi Diana

 

Analisis faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli kartu seluler prabayar IM3 (studi pada mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Rohman Bangkit Pratama

 

Kata Kunci : faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen, keputusan pembelian Komunikasi merupakan hal yang tidak dapat terlepas pada era saat ini. Hal ini mengakibatkan bisnis seluler berkembang dengan sangat pesat. PT. Indosat sebagai salah satu operator seluler terbesar di Indonesia dengan kartu seluler prabayar IM3 yang merupakan produk andalannya berusaha untuk menjadi market leader dalam bisnis ini. Semakin banyaknya kartu seluler yang beredar di pasaran membuat persaingan dalam bisnis operator seluler semakin ketat. PT. Indosat dalam hal ini perlu mengetahui bagaimana perilaku konsumen dalam membeli kartu seluler, khususnya kartu seluler prabayar IM3 agar tetap bisa eksis dari para pesaingnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dalam membeli kartu seluler prabayar IM3. Penelitian ini bersifat confirmatory yang artinya peneliti mengkonfirmasi apakah variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini sesuai untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen. Variabel-variabel dalam penelitian ini diambil berdasarkan teori-teori dan juga penelitian terdahulu yang meliputi product, harga, promosi, distribusi, dan kelompok acuan. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden, yaitu mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2010. Teknik analasis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis faktor confirmatory dan Data yang diperoleh melalui kuesioner diolah dengan software SPSS versi 16.0 for windows Hasil dalam penelitian ini menyebutkan bahwa faktor produk, harga, promosi, distribusi, dan kelompok acuan dipertimbangkan responden dalam membeli kartu seluler prabayar IM3 dengan nilai variance yang dihasilkan sebesar 60.771%. Faktor produk terdiri dari masa aktif , jaringan, fitur telebanking, fitur call conference, manfaat fitur call conference dalam pergaulan, serta fitur call hold . Faktor harga terdiri dari harga kartu perdana, biaya telepon, biaya sms, harga isi ulang pulsa, serta biaya jelajah internet. Faktor promosi terdiri dari aneka ragam promo tarif, intensitas promo tarif, iklan media cetak dan iklan media televisi. Faktor distribusi terdiri dari ragam cara pengisian pulsa, kemudahan pengisian pulsa, tempat pengisian pulsa yang mudah dijangkau, serta stock pulsa yang selalu tersedia. Faktor kelompok acuan terdiri dari kesamaan dengan teman, kesamaan dengan keluarga, manfaat yang diberikan dalam pergaulan, serta himbauan keluarga untuk menggunakan kartu seluler.

Kualitas pertanyaan bacaan pelajaran membaca pemahaman dalam buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia SMA kelas II
oleh Dian Eka Candra Wardhana

 

Penerapan part-whole methods untuk memperbaiki pembelajaran guling ke depan siswa kelas VIIB MTs Surya Buana Malang / Wahyu Eko Widiyanto

 

Kata kunci: perbaikan pembelajaran, guling ke depan, part-whole methods Berdasarkan KTSP, kompetensi dasar yang disajikan pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di MTs Surya Buana Malang, pada kelas VII semester gasal tahun ajaran 2010/2011, meliputi: (1) start jongkok, (2) lari jarak pendek 100 m, (3) passing bawah bola voli, (4) passing atas bola voli, (5) PPPK, (6) senam lantai guling ke depan, (7) passing bola basket, (8) lay up bola basket, dan (9) renang gaya bebas. Diantara pembelajaran kompetensi dasar yang diajarkan, pada pembelajaran senam lantai kompetensi dasar guling ke depan pada tanggal 5 dan 12 oktober kelas VII-B. Berdasarkan hasil observasi dari teman sejawat diperoleh data: (1) guru memberikan contoh gerakan guling ke depan secara keseluruhan/global, (2) 3 siswa yang tidak berani/takut melakukan guling ke depan, (3) saat meletakkan anggota badan setelah menumpukan telapak kaki dan tangan, 8 siswa menggunakan ubun-ubun, 2 siswa menggunakan dahi, (4) saat berguling, 14 siswa menekuk siku tidak bersama-sama, sehingga arah berguling miring kesamping, dan (5) setelah gerakan berguling 13 siswa tidak dapat berdiri dan 6 siswa bisa berdiri tetapi tidak stabil. Dari hasil tersebut dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut: pemberian contoh dilakukan guru dilakukan secara global sehingga penguasaan teknik siswa tidak baik dan siswa tidak berani melakukan guling ke depan karena takut lehernya sakit. Dari identifikasi permasalahan dilakukan perbaikan. Perbaikan dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model penelitian dari Kemmis and Mc.Taggart yang setiap siklus terdiri dari: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Secara kolaborasi rencana perbaikan dilakukan dengan menerapkan part-whole methods. Part-whole Methods merupakan metode yang dikembangkan pendekatan Motor Learning. Part-whole adalah pembelajaran dari bagian-bagian teknik hingga teknik secara keseluruhan dan metode ini sesuai untuk pembelajaran teknik dasar (Widijoto, 2010:11). Tujuan penelitian ini adalah memperbaiki pembelajaran senam lantai kompetensi dasar guling ke depan dengan menerapkan part-whole methods yang diharapkan dapat menyenangkan siswa kelas VII-B MTs Surya Buana Malang. Pelaksanaan pembelajaran senam lantai kompetensi dasar guling ke depan dengan menerapkan part-whole methods menggunkakan dua siklus, satu siklus dilaksankan tiga kali pertemuan. Pembagian gerakan bagian-bagian (part) terkait dengan indikator guling ke depan. Temuan penelitian meliputi: 1) sikap permulaan tidur telentang, dilanjutkan dengan bangun dengan mengayunkan kedua lengan dan posisi duduk selunjur kaki rapat badan tegak (part 6a), 2) sikap permulaan tidur telentang, kemudian kedua kaki diangkat dan dijulurkan pada lantai di atas kepala, dilanjutkan dengan bangun dengan mengayunkan kedua lengan dan kedua kaki dari atas hingga posisi duduk selunjur kaki rapat badan tegak (part 7a), 3) sikap permulaan tidur telentang, kemudian kedua kaki diangkat dan dijulurkan pada lantai di atas kepala, dilanjutkan dengan bangun dengan mengayunkan kedua lengan dan kedua kaki dari atas hingga posisi jongkok (part 8a), 4) sikap permulaan tidur telentang, kemudian angkat kedua kaki dijulurkan pada lantai di atas kepala, dilanjutkan dengan bangun dengan mengayunkan kedua lengan dan kedua kaki dari atas hingga dengan posisi jongkok (part 8a) dan dilanjutkan hingga berdiri tegak (part 9), 5) sikap permulaan berdiri tegak dilanjutkan dengan posisi jongkok langsung tidur, kemudian angkat kedua kaki dijulurkan pada lantai di atas kepala, dilanjutkan dengan bangun dengan mengayunkan kedua lengan dan kedua kaki dari atas hingga dengan posisi jongkok dan dilanjutkan hingga berdiri tegak (part 10), 6) sikap awal guling ke depan (part 1), 7) menumpukan kedua telapak tangan dan kaki (part 2), 8) gerakan mengangkat tumit (part 3), 9) menekuk kedua siku (part 4), dan 10) menundukkan kepala (part 5).

Pengembangan program aplikasi malec (High School Major Selection) sebagai alat bantu untuk penghitungan skor tes bakat / Philip Faster Eka Adipraja

 

Pemberian tes kepribadian untuk menentukan bakat dan minat siswa sering diperlukan sebagai bahan pertimbangan saat penentuan penjurusan SMA. Pelaksanaan tes kepribadian biasanya dilakukan dengan menyebarkan angket kepada siswa. Tetapi sampai saat ini analisis yang dilakukan oleh UPT-BK Universitas Negeri Malang masih menggunakan cara manual untuk menghitung hasil skor jawaban siswa untuk dapat mengetahui minat dan bakat siswa tersebut, akibatnya hal ini memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, dibutuhkan software yang dapat membantu mempercepat perhitungan skor-skor tersebut. Tujuan dari pengembangan ini adalah tersedianya Program Aplikasi Malec (High School Majors Selection) Sebagai Alat Bantu Untuk Penghitungan Skor Tes Bakat. Aplikasi ini menggunakan scanner untuk mengambil masukan data dari LJU. Setelah itu gambar diproses menggunakan OMR untuk mendapatkan hasil skor sesuai dengan ketentuan. OMR singkatan dari Optical Mark Recognition adalah sebuah perangkat lunak yang memroses data melalui pantulan cahaya dengan menggunakan alat pemindai. Langkah-langkah OMR dalam aplikasi ini adalah sebagai berikut: (1) mengubah ukuran gambar; (2) mengubah gambar menjadi hitam putih; (3) menegakkan gambar; (4) memotong tepi gambar; (5) mengubah ukuran gambar untuk kedua kalinya; dan (6) mengambil jawaban dari LJU. Dalam penelitian pengembangan model yang digunakan adalah model “waterfall”. Model “waterfall” ini mempunyai beberapa tahap diantaranya yaitu: analisis kebutuhan perangkat lunak; desain; generasi kode; pengujian; dan pemeliharaan. Aplikasi ini telah divalidasi oleh calon pengguna dan hasil validasi dari calon pengguna rata-rata yaitu 94.23% sehingga dapat dikatakan aplikasi valid tanpa perlu revisi program. Pengisian jawaban pada LJU memakai pensil 2B, spidol warna biru, dan/atau bolpoin warna hitam, dari 120 jawaban yang telah diisi didapatkan ketepatan 99% sampai 100%. Sedangkan pengisian jawaban menggunakan pensil 2B dan sengaja dilipat didapatkan ketepatan 95% sampai 97,5%. Penggunaan jenis scanner lain, misal Canon 8800, didapatkan kemampuan pengambilan gambar lebih cepat daripada Canon D646U. Aplikasi ini mempunyai spesifikasi minimal untuk sebuah komputer diantaranya: (1) Sistem ini membutuhkan scanner; (2) Sistem operasi yang mendukung Windows XP; (3) Processor yang mendukung 400 MHz Pentium; (4) Memori RAM 96 MB; (5) Hard Disk mencapai 250 MB lokasi kosong yang tersedia; (6) Resolusi layar 800 x 600 pixels

Pengembangan media pembelajaran antarmuka mikrokontroler dengan sensor dan tranduser untuk mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro FT UM / Rizqi Isa Firdaus

 

ABSTRAK Isa, Rizqi Firdaus.2016.PengembanganMedia Pembelajaran AntarmukaMikrokontroler dengan Sensor danTranduseruntukMahasiswa S1 PendidikanTeknikElektroFakultas Teknik UniversitasNegeriMalang.Skripsi,JurusanTeknikElektroFakultasTeknikUniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T.,M. T.(2) Drs. Suwasono, M.T. KataKunci :TrainerAntarmuka Sensor dan Tranduser, Bahan AjarCetak(Modul Praktikum), Mikroprosesor Lanjut. MatakuliahMikroprosesor LanjutmerupakansalahsatumatakuliahwajibbagimahasiswaprogramstudiS1PendidikanTeknikElektroJurusanTeknikElektroFakultasTeknikUniversitasNegeriMalang.Berdasarkanhasilwawancara/interviewdosenpengampumatakuliahMikroprosesor danpengalamanpadasaatmenempuhmatakuliahSensor dan Tranduser, terdapat alat/ modul sensor namun belum tersedianya bahan ajar, dan belum adanya materi tentang antarmuka mikrokontroler dengan sensor. Sehingga diperlukan trainer antarmuka sensor dan bahan ajar berupa modul untuk menunjang pembelajaran mahasiswa pada Matakuliah Mikroposesor Lanjut. Cara ini direalisasikan dengan mendesain trainer antarmuka mikrokontroler dengan sensor dan tranduser untuk selanjutnya dibuatkan bahan ajar berupa modul praktikum untuk Matakuliah Mikroposesor Lanjut. Tujuandaripengembangan modul Antarmuka Mikrokontroler dengan Sensor adalah:merancangbahan ajar berupamodul praktikum Antarmuka Mikrokontroler dengan Sensor padaMatakuliahMikroprosesor LanjutuntukprodiS1 PTETeknikElektroFakultasTeknikUniversitasNegeri Malang;mengembangkantrainer Antarmuka Mikrokontroler dengan Sensor padamatakuliahMikroprosesor LanjutuntukprodiS1 PTETeknikElektroFakultasTeknikUniversitasNegeri Malang; danmengujimodul dan trainer Antarmuka Mikrokontroler dengan Sensor hinggalayakdigunakanpada Matakuliah Mikroprosesor LanjutuntukprodiS1 PTETeknikElektroFakultasTeknikUniversitasNegeri Malang. Model pengembangan yang digunakandalampenelitianinidiadaptasidarilangkah-langkahpengembangan Sadiman denganmelakukansedikitmodifikasi. Seluruh proses pengembanganterbagidalam8langkah, yakni: identifikasikebutuhan, perumusantujuan, perumusanbutir-butirmateri, perumusanalatpengukurkeberhasilan, penulisannaskah media, tes/ujicoba, revisi, dan naskahsiapproduksi. Hasildaripenelitian yang telahdikembangkandandivalidasiolehahlimateridiperoleh nilai rata-rata96,29%, ahli media diperoleh 94,44 %, ujicobakelompokkecildiperoleh90,5 %, danujicobakelompokbesardiperoleh90,3 %. Hasilvalidasi, ujicobakelompokkecil, danujicobakelompokbesarmenyatakanbahwatrainer dan modul Antarmuka Mikrokontroler dengan Sensor dan Tranduser secarakeseluruhanlayak, sehinggadapatdigunakansebagai media dalammembantu proses pembelajaranpadaMatakuliahMikroprosesor Lanjut.

Peran dan optimalisasi kejaksanaan negeri dalam rangka supremasi hukum
studi pada Kejaksaan Negeri Malang
oleh Sulis Setyowati

 

Pengaruh implementasi paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema mata terhadap kompetensi IPA siswa kelas IX SMP Negeri 1 Rejoso Kabupaten Pasuruan / Ary Analisa Rahma

 

Kata Kunci: Implementasi, Paket IPA Terpadu, Kompetensi IPA Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi secara tegas menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA pada SMP/MTs merupakan IPA Terpadu. Hasil observasi di SMP Negeri 1 Rejoso kabupaten Pasuruan menunjukkan bahwa pembelajaran IPA masih diberikan secara terpisah antara fisika, biologi, dan kimia. Salah satu alasannya adalah karena tidak tersedianya bahan ajar IPA secara terpadu. Pada tahun 2010 telah dikembangkan paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema mata untuk siswa SMP kelas IX oleh Rohman. Paket IPA Terpadu tersebut telah dinyatakan layak berdasarkan uji kelayakan isi (oleh para ahli dan guru) serta berdasarkan uji keterbacaan (oleh siswa), namun belum diimplementasikan sehingga belum teruji mampu meningkatkan kompetensi IPA siswa atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji paket IPA Terpadu tersebut secara empirik. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Experiment. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Pretest and Posttest Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Rejoso kabupaten Pasuruan tahun ajaran 2010/2011. Teknik pemilihan sampel pada penelitian ini adalah Cluster Sampling. Sampel pada penelitian ini adalah kelas IX B dan IX D. Kelas IX B ditetapkan sebagai kelas kontrol, yaitu kelas dengan pembelajaran secara konvensional. Kelas IX D ditetapkan sebagai kelas eksperimen, yaitu kelas yang pembelajarannya menggunakan paket IPA Terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema mata. Instrumen pengukuran berupa tes kompetensi IPA yang terdiri dari (1) tes prestasi belajar, bentuk soal pilihan ganda sebanyak 15 butir dengan reliabilitas = 0,637; (2) tes kerja ilmiah, bentuk soal uraian sebanyak 6 butir dengan reliabilitas = 0,603; (3) tes sikap ilmiah, bentuk skala sikap ilmiah sebanyak 16 butir dengan reliabilitas = 0,802. Sebelum melakukan uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan hasil perhitungan, data sampel terdistribusi normal dan homogen. Oleh karena itu, analisis data dilanjutkan dengan statistik parametrik yaitu dengan uji Anakova. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan prestasi belajar dan kerja ilmiah sedangkan tidak ada perbedaan pada sikap ilmiah antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji lanjut LSD menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Skor rata-rata prestasi belajar pada kelas eksperimen adalah 12,15, sedangkan pada kelas kontrol adalah 10,21. Skor rata-rata kerja ilmiah pada kelas eksperimen adalah 5,85, sedangkan skor rata-rata kerja ilmiah pada kelas kontrol adalah 5,05.

Manajemen Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SD Negeri Model Kota Malang / Henu Pratiwi Ristika Sabti

 

ABSTRAK Sabti, Henu Pratiwi Ristika. Manajemen Usaha Kesehatan Sekolah di SD Negeri Model Kota Malang. Skripsi: Administrasi pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hj. Maisyaroh, M. Pd, Pembimbing (II) Dr. H. A. Yusuf Sobri, S,Sos, M, Pd Kata Kunci: Manajemen, Usaha Kesehatan Sekolah Seiring dengan peningkatan sumber daya manusia serta kualitas kehidupan keluarga, masyarakat dan bangsa, anak merupakan prioritas pembanguan nasional. Dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional pasal 4 menyebutkan bahwa Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Pembinaan dan pengembangan UKS merupakan salah satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditunjukan kepada peserta didik (usia sekolah), yang merupakan salah satu mata rantai yang penting dalam meningkatkan kualitas fisik penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perencanaan kegiatan UKS di SD Negeri Model Kota Malang, (2) peran tim pelaksana UKS di SD Negeri Model Kota Malang, (3) bentuk-bentuk kegiatan layanan UKS di SD Negeri Model Kota Malang,dan (4) pengawasan pelaksanaan UKS di SD Negeri Model Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi, wawancara, dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi sumber data yaitu mengecek kebenaran data dengan membandingkan data dari sumber dan metode lain, serta ketekunan peneliti yaitu peneliti berpartisipasi aktif dan selalu melakukan pengamatan dalam setiap kegiatan UKS. Analisis data dilakukan melalui 3 tahap yaitu melakukan reduksi data, penyajian data dan analisis data atau verifikasi data yang menggambarkan suatu pola tentang peristiwa yang terjadi atau ada. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh temuan bahwa (1) perencanaan kegiatan UKS dilakukan atas kegiatan musyawarah yang dihadiri oleh Tim pelaksana UKS, rapat rutin yang dilakukan untuk evaluasi dari kegiatan UKS yang akan dilaksanakan, penataan ruang, pembenahan administrasi data UKS, dan penggadaan biaya UKS, (2) peran tim pelaksana UKS SD Negeri Model Kota Malang yaitu merencanakan dan melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelayanan serta pembinaan sekolah sehat, menjalin kerjasama dengan instansi dan wali murid, dan mengadakan penilaian atau evaluasi untuk disampaikan ke TP UKS kecamatan, (3) bentuk-bentuk kegiatan layanan UKS SD Negeri Model Kota Malang adalah kegiatan UKS yang dijalankan berdasarkan TRIAS UKS yaitu pendidikan kesehatan, pelayananan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat, (4) pengawasan pelaksanaan kegiatan UKS SD Negeri Model Kota Malang, pengawasan dilaksanakan setiap satu bulan sekali oleh tim pelaksana UKS dengan hasil pengawasan yaitu adanya perubahan perilaku dari peserta didik, peningkatan prestasi peserta didik mauapun guru dan selanjutnya kegiatan yang sudah berjalan akan ditindak lanjuti atau akan disempurnakan lagi sehingga membudaya di warga sekolah SD Negeri Model Kota Malang. Saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini (1) bagi Kepala SD Negeri Model Kota Malang diharapkan meningkatkan manajemen UKS terutama dalam perencanaan kegiatan UKS, (2) bagi Guru UKS SD Negeri Model Kota Malang lebih meningkatkan pengelolaan UKS dalam administrasi data peminjaman dan pengembalian sarana UKS, (3), Peserta didik SD Negeri Model Kota Malang Meningkatkan pemahaman tentang kesehatan dalam lingkungan baik di sekolah maupun di rumah, (4) Peneliti lain sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian pengembangan tentang manajemen UKS.

Pengembangan bahan ajar elektro-pneumatik berbasis proyek untuk mata kuliah workshop PLC dan pneumatika Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Enggar Nova Adhika Hikmawan

 

ABSTRAK Hikmawan, Enggar N. A. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Elektro-pneumatik Berbasis Proyek untuk Matakuliah Workshop PLC dan Pneumatik Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd., (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. Kata Kunci : Bahan Ajar, Project Based Learning (PBL), Elektro-pneumatik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar elektro-pneumatik berbasis proyek pada matakuliah Workshop PLC dan Pneumatik bagi mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Tujuan tersebut dilatar belakangi dari kurangnya bahan ajar yang tersedia, model pembelajaran berbasis proyek cocok digunakan pada matakuliah workshop PLC dan Pneumatik, bahan ajar yang dikembangkan sesuai dengan Kurikulum S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang tahun 2014, serta hasil observasi di toko buku yaitu buku yang tersedia membahas tentang kendali pneumatik murni tidak spesifik ke elektro-pneumatik dan tidak disertai proyek-proyek yang mendukung praktikum. Hasil wawancara dari dosen pengampu dan mahasiswa diketahui bahwa pembelajaran elektro-pneumatik saat ini mengalami kurangnya pembahasan yang spesifik tentang kendali elektro-pneumatik karena matakuliah Workshop PLC dan Pneumatik tergolong matakuliah baru dan pembelajaran yang dilakukan selama ini lebih mengarah ke pemrograman PLC. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model Dick and Carey yang terdiri dari 10 (sepuluh) langkah. Langkah-langkah pengembangan ini antara lain: (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi tingkah laku dan karakteristik pebelajar, (4) merumuskan tujuan performa, (5) mengembangkan butir tes acuan, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan materi pembelajaran, (8) merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, (9) revisi produk, dan (10) evaluasi sumatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa angket yang diberikan kepada review ahli, uji coba perseorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan berupa hasil tanggapan dari bahan ajar yang dikembangkan. Buku ajar ini telah divalidasi oleh review ahli serta telah diuji cobakan kepada mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang melalui uji kelayakan dan uji keefektifan. Kelayakan bahan ajar diketahui berdasarkan hasil angket. Hasil angket reviewer ahli memperoleh skor 89,32 % (sangat valid), uji coba perseorangan mendapatkan skor 85,33 % (sangat valid), uji coba kelompok kecil memperoleh skor 80,21 % (cukup valid), dan uji coba lapangan memperoleh skor 86,13 % (sangat valid). Berdasarkan skor tersebut, bahan ajar dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. Keefektifan bahan ajar dapat diketahui berdasarkan hasil belajar mahasiswa. Rata-rata hasil belajar mahasiswa adalah 88,81 yang menyatakan bahan ajar efektif untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Dampak wisata agro terhadap pendapatan petani jeruk sekitar di Desa Sungai Kambat Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan / oleh Ahmad Sapawiyansah

 

Studi kemampuan menyelesaikan soal cerita pada operasi bilangan cacah siswa kelas V semester I di SDN Panggung II Sampang - Madura tahun pelajaran 2002/2003
oleh Nurlaily

 

ABS'IRAK NURLAILY 2003 sludl Kcnrampuan lvfcnvclcsaikan soal Ccrita pada opqasi Bilangan Oqcah Si:iwa Kelas V Sene.rter I Di SDN Panggrng II Sanpang" Mathua 7'ahun Pelajar.an 2002,,2003 Skripsi, Jurusan peudidikan MaternatikaF MiPA UniversitasN egeriM alang.p embinrbing: (l) Drs Askury,M . Pd,0I) Drs. SukoriyantoM, .S. Katak unci: Kemarnpuans,o alc eritad, ano perasbi ilanganc acah. Mengingata kanf ungsid anp erant natematikad aiamm eningkatkansu mber dayam anusiad arrp ernbangunabna ngsas ernakinn yab, konsep-konsedpa sal rnatematikap erlud itckankans ejakd ini. Operaspi adab ilanganc acah yang rnerrrpakannr odald asarr ntuh menrpela.iaprio kokb ahasany anglainp erlum endapat perhatian. Terciptanyag enerasyi angb erkualitasb ergantungp adab agaimanaru er.eka tnenguasailim u dasary angb erfungsis ebagalia ndasanu ntuk mernpelajarbi idang ilmu yang lebiht inggi.R endahnyan ilai malernatikas iswa,b aik raportn aupun Danemr nenurdakanke marnpu.esnis waa kaun ratematilcsaa ngakt urang. Salahs atuk esulitans iswap adar natap elajaranu raternatiksae kolahd asar tele|al

Hubungan antara kelentukan togok, kekuatan otot lengan dan aspek kognitif dengan kecepatan renang 20 meter gaya kupu-kupu pada mahasiswa program PJKR angkatan 2001
oleh Ja'far Sodiq

 

Manajemen pemeliharaan dan perbaikan pada bengkel pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang / Rahmat Bagus Ramadhani

 

ABSTRAK Ramadhani, Rahmat Bagus. 2016. Manajemen Pemeliharaan Dan Perbaikan Pada Bengkel Pemesinan Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, universitas negeri malang. Pembimbing (I): Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd, Pembimbing (II): Drs. Solichin, S.T.,M.Kes. Kata Kunci: Manajemen Pemeliharaan, Perbaikan Pada Bengkel Pemesinan, SMK Sekolah Menengah Kejuruan dengan jurusan teknik pemesinan merupakan penyedia sumber daya manusia yang sesuai sebagai mekanik. Tujuan SMK dapat menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas dan berpengalaman, harus ditunjang dengan sarana dan prasarana pendidikan yang baik. Salah satu dari sarana dan prasarana yang paling menunjang adalah bengkel/laboratorium beserta peralatan dan perlengkapan yang ada di dalamnya. Mengingat pentingnya bengkel di SMK maka bengkel tersebut harus dikelola dengan baik agar siswa dapat dengan mudah mengasah dan mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan sejauh mana manajemen pemeliharaan dan perbaikan pada bengkel pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang ditinjau dari segi perencanaan, pengorganisasian, penstafan, penggerakan, dan pengawasannya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen dari Permendiknas No. 40 Tahun 2008 serta melakukan penelusuran dokumen, melakukan wawancara untuk mendalami dan sebagai penguatan dari dokumen-dokumen yang ada maka sangat penting menggunakan prinsip triangulasi. Dari teknik yang digunakan akan dihitung dengan perhitungan skoring sesuai dengan perhitungan skala persentase dan akan dideskripsikan dalam bentuk simpulan hasil penelitian. Dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian prasarana kelayakan di tinjau dari kualitas dan kuantitas Bengkel Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 1 adalah 73,75%, maka dapat dikatakan layak berdasarkan hasil pencapaian standar yang dilakukan pada prasarana RPK (Ruang Pembelajaran Khusus) Program Keahlian Teknik Pemesinan yang meliputi area kerja bangku, ruang laboran CNC/Gambar Manufactur, area kerja mesin bubut, area kerja mesin frais, dan ruang penyimpanan alat dan instruktur sesuai Permendiknas No. 40 Tahun 2008. Ketercapaian sarana kelayakan ditinjau dari kualitas, kuantitas dan kemutakhiran Bengkel Program Keahlian Teknik Pemesinan adalah 87,31%. Dapat dikatakan layak berdasarkan hasil pencapaian standar yang dilakukan pada sarana RPK (Ruang Pembelajaran Khusus) Program Keahlian Teknik Pemesinan yang meliputi area kerja bangku, ruang laboran CNC/Gambar Manufactur, area kerja mesin bubut, area kerja mesin frais, dan ruang penyimpanan alat dan instruktur sesuai Permendiknas No. 40 Tahun 2008, sehingga dapat mendukung peningkatan kompetensi siswa sesuai dengan dunia industri dan teknologi terkini, sehingga siswa/peserta didik mempunyai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri di Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang.

Keefektifan strategi menggunakan peta konsep dalam pengajaran ditinjau dari prestasi dan retensi belajar siswa kelas II SMU Negeri
oleh Rini Nafsiati Astuti

 

Perubahan karakteristik fisik dan kuat tekan bebas (unconfined) lumpur Lapindo Porong Sidoarjo setelah distabilisasi dengan kapur / Syaifur Rahman

 

ABSTRAK Rahman, Syaifur. 2016. Perubahan karakteristik Fisik dan Kuat Tekan Bebas (Unconfined) Lumpur Lapindo Porong Sidoarjo Setelah Distabilisasi dengan Kapur. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. I Wayan Jirna, M.T, (II) Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T. Kata kunci: tanah lempung, karakteristik fisik tanah, kuat tekan beban, stabilisasi kapur Tanah lumpur Sidoarjo memiliki sifat kembang susut besar dan plastisitas tinggi sehingga dapat mempengaruhi kadar air dalam tanah. Hal ini mengakibatkan pengaruh apabila dibangun sebuah bangunan diatasnya. Oleh karena itu, tanah lempung tersebut memerlukan proses stabilisasi untuk menghilangkan kembang susut pada bangunan yang akan dibangun diatasnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) mengetahui karakteristik fisik tanah lempung setelah distabilisasi dengan kapur. (2) mengetahui nilai kembang susut tanah lempung setelah distabilisasi dengan kapur. (3) mengetahui nilai kuat tekan bebas tanah lempung setelah distabilisasi dengan kapur. Bahan stabilisasi yang digunakan berupa kapur padam, diharapkan dapat memperbaiki gradasi tanah. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental yang dianalisis secara deskriptif. Data penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Penambahan bahan stabilisasi berupa kapur padam sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dengan total sampel benda uji sebanyak 75 buah. Parameter yang diuji dalam penelitian ini antara lain LL, PL, SL, dan kuat tekan bebas. Hasil penelitian yang diperoleh pada penambahan kapur pada stabilisasi adalah penambahan kapur 20% yang menyebabkan nilai LL yang semula 63% turun menjadi 54% dan nilai IP yang semula 9,36% turun menjadi 2,64%. Semakin banyak penambahan kapur, semakin menurunkan nilai LL dan IP. Hasil pengujian kuat tekan bebas pada presentase penambahan kapur 0%, 5%, 10%, 15%, 20% menunjukkan nilai kuat tekan bebas tanah yang tidak distabilisasi sebesar 0,0251 kg/cm2 setelah distabilisasi dengan kapur 20% menjadi 0,0230 kg/cm2. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, perubahan karakteristik mekanik terjadi setelah distabilisasi kapur 20%. Kuat tekan bebas sebelum distabilisasi sebesar 0,0251 kg/cm2, setelah distabilisasi kapur 20% sebesar 0,0230 kg/cm2. Penambahan kapur pada tanah tidak dapat memperbaiki sifat mekanik karena nilai UCT semakin menurun, maka tidak akan kuat menahan beban yang akan dibangun diatasnya.

Perencanaan mekanisme penggerak roda depan pada suzuki baleno manual transmission
oleh Moh. Agus Rifa'i

 

Pengolahan buah salak Jawa (Salacca Zallaca (Gaert.) Voss) sebagai bahan dasar pembuatan nata de salak / Rio Vikian Cahya

 

ABSTRAK Vikian, Rio. 2016. Pengolahan Buah Salak Jawa (Salacca Zalacca(Gaert.) Voss) sebagai Bahan Dasar Pembuatan Nata de Salak. TugasAkhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra.RinaRifqie Mariana, M.P., (II) Dra. WiwikWahyuni, M.Pd. Kata Kunci: SalakJawa, nata, ujikesukaan Buah salak jawa (salacca zalacca (Gaert.) Voss), buah yang populer dimasyarakat Indonesia dan cukup banyak pula varietasnya. Buah salak sangat berpotensi untuk dijadikan makanan fungsional. Salah satu upaya untuk mengembangkan pemanfaatan buah salak jawa adalah sebagai bahan dasar pembuatan nata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi Nata de Salak yang tepat, tingkat kesukaan (warna, rasa, teksturdankenampakan (trasparansi), dan mengetahuihargajualNata de Salak. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen pembuatan nata de salak dengan menggunakan buah salak sebagai bahan utama. Tahap yang dilakukan dalam menciptakan produk ada beberapa tahap. Diagram alir studi pendahuluan, uji coba dan uji kesukaan.Analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Data hasil uji kesukaan dianalisis menggunakan rumusperhitunganpersentase. Hasilujicoba lama fermentasi menunjukkan bahwa ujicoba resep Nata de Salak yang digunakan sari buah salak sebanyak 1000 mldengan lama fermentasi 14hari.Tingkat kesukaan panelis terhadap warna Nata de Salak yaitu disukai.Tingkat kesukaan panelis terhadap rasa Nata de Salak yaitu disukai.Tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur Nata de Salak pada yaitu disukai.Tingkat kesukaan panelis terhadap Nata de Salak pada kenampakan (transparansi) yaitu disukai.Harga jual Nata de Salak sedikit lebih murah dibandingkan dengan Nata de Coco.

Pendidikan matematika di negara saudi arabia paska perang iraq matematika di negara saudi arabia paska perangmatematika di negara saudi arabia paska perangmatematika di negara saudi arabia paska perangmatematika di negara saudi arabia paska perang dengan

 

Penerapan sikap kerja dan prosedur K3 di sekolah relevansinya dengan di dunia industri ketenagalistrikan pada SMK kelas XI Jurusan Listrik di Kota Kediri / Abdur Rohim

 

ABSTRAK Rohim, Abdur. 2016. PenerapanSikapKerjadanProsedur K3 diSekolah Relevansinya dengan di Dunia IndustriKetenagalistrikanpada SMKkelas XIJurusanListrikdi Kota Kediri.Skripsi, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.Setiadi C.P.,M.Pd., M.T., (2) YuniRahmawati, S.T., M.T. Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan era pasar bebas yang memberikan dampak ke perusahaan-perusahaan.Setiap perusahaan berupaya memberikan yang terbaik dan berupaya tidak kalah dalam persaingan. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang tingkat produktivitasnya tinggi dan angka kecelakaanya rendah. Angka kecelakaan kerja di industri yang terus meningkat, menjadikan K3 sangat diperlukan dalam era MEA. Salah satu upaya agar perusahaan memiliki K3 yang baik, maka perlunya sejak dini disiapkan tenaga yang sadar akan pentingnya K3. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan yang menyiapkan peserta didik siap bekerja. Pada pembelajaran SMK sudah diterapkan K3 saat siswa praktikum, agar siswa terbiasa dan lebih paham K3. Meskipun K3 sudah diterapkan di SMK, namun tingkat relvansinya belum diketahui. Sehingga dalam penelitian ini, berusaha mengkaji tingkat revelansi K3 di SMK dengan K3 di industri. Penelitianinitermasukdalampenelitiandeskriptifkuantitatifdan dilakukan di SMK Se-kota Kediri, dengan batasan hanya jurusan Listrik. Populasi berjumlah 220 dari seluruh SMK jurusan Listrik di kota Kediri dan untuk penentuan jumlah sampel menggunakan teknik random sampling di dapat 135 siswa, dengan teori dari Hery King yang menggunakan tingkat kesalahan 5%. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penerapan sikap kerja siswakelas XI jurusanlistrik pada saat praktikum disekolah sudah relevan dengan kebutuhan industri ketenagalistrikansaat ini, sedangkanuntukpenerapanprosedur K3nya belumrelevan. Kata Kunci : Kecelakaan Kerja, Sikap Kerja, Prosedur K3

Minat baca masyarakat dan intensitas kehadiran pengunjung di taman baca Amin di kota Batu / Dian Nur Anggraini

 

Kata Kunci: Minat Baca, Intensitas Kehadiran, Taman Baca AMIN. Dalam masyarakat kita budaya membaca, sangat minim karena masyarakat terlena dengan media propaganda (terutama televisi) dan desain gaya hidup yang berusaha menumpulkan pola pikir Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, pemerintah mendorong tumbuhnya berbagai Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan konsep berbeda dari perpustakaan. Kemudian muncul pula nama-nama alternatif untuk menggeser kata perpustakaan. Sebut saja misalnya taman baca, rumah baca, rumah pintar, gelaran buku, rumah buku, café buku, dan sebagainya. Nama-nama tersebut berkesan lebih ringan dan akrab bagi pengunjung. Taman Baca AMIN yang tidak termasuk dalam data dari Dinas Pendidikan Kota Batu, memiliki jumlah pengunjung sekitar 70—80 orang setiap hari, memiliki jam buka rutin setiap hari pukul 14.00—21.00 WIB, berada di lokasi yang strategis serta, memiliki koleksi bahan bacaan lebih dari 5000 buku. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan minat baca masyarakat di Taman Baca AMIN di Kota Batu (2) mendeskripsikan intensitas kehadiran pengunjung di Taman Baca AMIN di Kota Batu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 200 orang orang dengan sampel 50 orang dengan menggunakan sampel random. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengunjung Taman Baca AMIN di Kota Batu memiliki minat baca tinggi sebanyak 56%. (2) Intensitas kehadiran pengunjung di Taman Baca AMIN di Kota Batu dapat diketahui bahwa frekuensi kehadiran pengunjung memiliki kategori sangat sering sebanyak 56%. Lama membaca pengunjung memiliki kategori sangat lama sebanyak 60%. Motivasi kehadiran pengunjung memiliki kategori sangat tinggi sebanyak 54%. Berdasarkan temuan data tersebut maka disarankan (1) Bagi Taman Baca AMIN Untuk meningkatkan minat baca dan jumlah pengunjung sebaiknya menambahkan program kreatif meliputi kegiatan bedah buku, membaca bersama, menonton film, belajar menulis dari penulis, dongeng boneka, dan lain-lain. Sehingga nantinya Taman Baca AMIN dapat menjadi contoh bagi Taman Bacaan Masyarakat lainnya yang berada di Kota Batu dalam rangka menarik minat baca masyarakat Kota Batu. (2) Bagi Jurusan PLS, untuk memperluas dan mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan program Pendidikan Luar Sekolah sehingga semakin dikenal oleh masyarakat. Hasil penelitian ini dapat dijadikan kontribusi dalam bidang pengembangan Taman Bacaan Masyarakat. (3) Bagi peneliti lanjutan yang ingin mengembangkan penelitian sejenis hendaknya dikembangkan dengan ruang lingkup yang lebih luas baik variabelnya atau populasinya.

Pembelajaran pendidikan Agama Islam pada SMA Dipo Agung / oleh Indah Komsiyah

 

Pengembangan modul pembelajaran individual penerapannya pada matakuliah teori permesinan di jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK IKIP MALANG
oleh Eddy Sutadji

 

The translation of thesis abstracts in the Accounting Department of Brawijaya University / Esti Junining

 

Pengembangan permainan colour stick geometri dalam pembelajaran kognitif anak TK kelompok B / Yulinda Paripurnanti

 

ABSTRAK Paripurnanti, Yulinda. 2016. PengembanganPermainanColour StickGeometridalamPembelajaranKognitifAnak TK Kelompok B. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd, (II) EvaniaYafie, S.Pd,M.Pd. Kata Kunci:colour stick geometri,kognitif,TK Kelompok B Berdasarkan hasil studi pendahuluan di TK Pertiwi III Karangsarimenunjukkan bahwa anak membutuhkan media pembelajaran yang inovatif, agar pembelajarankognitif lebih menyenangkan. Pembelajaranmengelompokkan yang dilakukan selama ini masih cenderung menggunakan media lembarkerja, papantulis, masihberpusatpada guru, dantidakmenggunakanbenda-benda yang konkret. Pembelajarandenganmenggunakanpermainancolour stickgeometridapatdigunakansebagai alternative pembelajarankognitif di luarkelas agar anaktidakbosan, colour stickgeometriinimemilikitujuanyaitumenghasilkanprodukberupa media permainancolour stickgeometri yang menyenangkan, aman, mudah, danlayakdigunakandalampembelajarankognitifuntukmengelompokkanbendaberdasarkanbentukdanwarnamenurutbeberapaahli. Penelitianinimenggunakan model pengembanganresearch and development Borg and Gall yang dimodifikasi oleh peneliti menjadi tujuh langkah.Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berisi tentang rancangan produk dan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Hasil analisis data pada saat penelitian adalah permainancolour stick geometrimenyenangkandalamsetiapkegiatannya sebesar 99,42%, mudahdantepatsebesar 83,8% dan100% amandalamkegiatanpermainannya. Berdasarkan hasil pengembangan permainancolour stick geometri dapat disimpulkanbahwa media tersebut menyenangkan,mudah, tepat, danaman bagi anak dan layak digunakan pada anak TK Kelompok B.Pendidik hendaknya dapat menggunakanpermainan ini sebagai alternatif padapembelajarankognitif untuk anak TK kelompok B. Bagi peneliti selanjutnya media ini dapat diujikan kepada kelompok yang lebih luas, dikembangkanlagidenganmembuat stick geometridenganberbagaiukuran agar dapatdigunakanuntukmengelompokkanbendaberdasarkanukurannya dan disosialisasikan ke sekolah atau lembaga pendidikan yang terkait.Selain hal tersebut, penelitiselanjutnyadiharapkandapatmelakukan penelitian tindakan kelas menggunakanpermainancolour stickgeometridenganmenambahkanaspekperkembanganyang lain kedalam media.

Studi motivasi peserta ekstrakurikuler dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat NU Pagar Nusa di SMK Negeri 12 Malang / Ahmad Zulfa Muzakki

 

ABSTRAK Muzakki, Ahmad Zulfa. 2016. Studi Motivasi Peserta Ekstrakurikuler Dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Pencak Silat NU Pagar Nusa Di SMK Negeri 12 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (2) Drs. Sri Purnami, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi, Ekstrakurikuler Pencak Silat, IPSNU Pagar Nusa, SMK Negeri 12 Malang. Pencak silat pada dasarnya adalah pembelaan diri dari insan Indonesia untuk menghindarkan diri dari segala mala petaka. Pencak silat dapat mempunyai pengertian dasar beladiri yang terikat pada peraturan dan digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukan. Salah satu masalah penting yang melanda diri setiap peserta ekstrakurikuler dan pelatih dalam proses pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler adalah motivasi. Motivasi berperan penting dalam membantu menentukan berhasil tidaknya setiap individu dalam hal ini peserta ekstrakurikuler dalam proses latihan dan pertandingan. Berdasarkan hasil wawancara dengan pelatih ekstrakurikuler pencak silat NU Pagar Nusa SMK Negeri 12 Malang yang dilakukan pada tanggal 30 Januari 2016, peserta ekstrakurikuler yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini sebanyak 36 anak dengan rincian peserta putra 18 dan putri 18, akan tetapi yang aktif hanya sekitar 10 sampai 15 anak saja. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, motivasi peserta ekstrakurikuler dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat NU Pagar Nusa di SMK Negeri 12 Malang masih tergolong rendah. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motivasi siswa SMK Negeri 12 Malang terhadap kegiatan ekstrakurikuler pencak silat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pada penelitian ini sampel yang diambil 100% dari jumlah populasi sebanyak 36 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi intrinsik dan sub variabel motivasi ekstrinsik dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar peserta ekstrakurikuler mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat NU Pagar Nusa di SMK Negeri 12 Malang termotivasi intrinsik sebesar 90,4% dan termotivasi ekstrinsik sebesar 25,4%. Dari kedua variabel motivasi intrinsik dan ekstrinsik dapat disimpulkan bahwasannya yang paling mempengaruhi motivasi peserta ekstrakurikuler pencak silat NU Pagar Nusa SMK Negeri 12 Malang adalah motivasi Intrinsik dari peserta ekstrakurikuler sendiri.

Kolaborasi problem based learning dan mind mapping untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas X perkantoran SMK Ardjuna 1 Malang mata diklat kewirausahaan) / Devi Januari Cristina

 

Kata Kunci: Problem Based Learning, Mind Mapping, Kemampuan Berpikir Kreatif, Hasil Belajar Siswa Hasil observasi di kelas X Administrasi Perkantoran SMK Ardjuna 1 Kota Malang diperoleh bahwa pembelajaran di kelas masih bersifat pemberian informasi dari guru kepada siswa yang mengakitbatkan siswa cenderung pasif dan kurang mandiri. Oleh karena itu perlu adanya sebuah pembaharuan pembelajaran untuk mengubah paradigma tersebut yaitu dengan penerapan pembelajaran kolaborasi Problem Based Learning dan Mnd Mapping yang mengarahkan kepada siswa untuk mempelajari materi melalui pembelajaran berbasis masalah dan dibantu dengan teknik peta pikiran atau mind mapping. Tujuan penelitian ini adalah berusaha untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan jenis enelitian tindakan kelas menggunakan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Ardjuna 1 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi, tes, catatan lapangan, dan angket belajar afektifi siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data) dan Conclusion Drawing (Penarikan Kesimpulan). Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I dengan poin B+. Pada siklus II meningkat dengan perolehan poin A. Selain itu penilitian ini menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar siswa yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test yang dilaksanakan pada saat pra tindakan dengan hasil post-test yang diberikan pada saat akhir penerapan. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada saat pre-test siklus I sebanyak 4 siswa dan untuk post-test sebanyak 6 siswa untuk siswa yang tuntas belajar. Kemudian untuk hasil post-test siklus II juga menunjukkan peningkatan hasil belajar jika dibandingkan dengan siklus I yaitu dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 12 siswa dan yang belum tuntas sebanyak 1 siswa. Pada hasil belajar afektif siswa terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II dalam hal diskusi kelas dan diskusi kelompok. Walaupun pada post-test siklus II masih terdapat siswa yang belum tuntas, ini adalah hal yang wajar karena cukup sulit untuk mencapai taraf keberhasilan 100% siswa tuntas semua.Kemampuan berpikir kreatif siswa juga meningkat dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan (1) Bagi Guru SMK Ardjuna 1 Malang dengan model pembelajaran kolaborasi Problem Based Learning dan Mind Mapping perlu menjadikan sebagai alternatif pilihan dalam praktik pembelajaran di kelas karena tidak semua materi pelajaran cocok dengan model pembelajaran ini (3) Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang pembelajaran kolaborasi Problem Based Learning dan Mind Mapping pada pengajaran mata diklat yang sama atau mata diklat lainnya di tempat yang berbeda untuk mengembangkan model pembelajaran yang inovatif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Untuk peneliti selanjutnya bila masih ditemukan siswa yang belum tuntas belajar maka disarankan untuk melakukan siklus berikutnya.

Penentuan pendanaan yang optimal dengan analisis leverage : studi kasus pada PT. Indosat (Indonesian Satellite Corporation), Tbk. / oleh Welyna Anggraeni

 

Inventarisasi bentuk serbuk sari beberapa composite / oleh Sumarti

 

Perbedaan pembelajaran kooperatif model jigsaw dengan pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar, motivasi belajar dan sikap belajar siswa pada pelajaran fisika pokok bahasan tata surya di SMA Negeri 1 Tumpang Kabupaten Malang / oleh Nurhayati

 

Pengaruh informasi laporan pertanggungjawaban sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) terhadap return saham (studi empiris pada Perusahaan Pemenang Indonesia Sustainability Reporting Awards (ISRA) tahun 2007, 2008, dan 2009) / Irene Trisnawati

 

Kata kunci: Corporate Social Responsibility, Return Saham Perusahaan memerlukan informasi dalam bisnis, informasi merupakan kebutuhan yang mendasar bagi para investor dan calon investor untuk pengambilan keputusan. Adanya informasi yang lengkap, akurat serta tepat waktu memungkinkan investor untuk melakukan secara rasional. Informasi tersebut berupa laporan keuangan yang bersifat wajib atau mandatory (laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, laporan perubahan modal) serta laporan pendukung lainnya yang bersifat sukarela atau voluntary yang dimungkinkan dapat meningkatkan nilai perusahaan seperti laporan pertanggungjawaban sosial perusahaan yang biasa disebut Corporate Social Responsibility Report, yang merupakan laporan yang disusun oleh perusahaan sebagai sarana pengkomunikasian dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan ekonomi perusahaan terhadap kelompok khusus yang berkepentingan dan terhadap masyarakat secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh informasi laporan CSR terhadap return saham. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat menjelaskan (eksplanatif). Penelitian ini menggunakan perusahaan pemenang Indonesia Sustainability Reporting Awards Tahun 2007, 2008 dan 2009 sebagai sampel penelitian dengan menggunakan metode purposif bertingkat (stratified purposive sampling). Variabel dependen adalah return saham dihitung dengan capital gain, sedangkan variabel independen adalah informasi laporan pertanggungjawaban sosial perusahaan (CSR) yang diukur dengan metode checklist terhadap 78 item pengungkapan. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari ICMD dan CSR Report. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan pemenang ISRA Tahun 2007, 2008 dan 2009. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil pengujian nilai Sig untuk perusahaan pemenang ISRA Tahun 2007 sebesar 0,334, untuk pemenang ISRA Tahun 2008 sebesar 0,713, dan untuk pemenang ISRA Tahun 2009 sebesar 0,865. Nilai Sig tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga tidak sesuai dengan hipotesis yang diajukan oleh peneliti. Alasan yang menjadikan CSR tidak berpengaruh terhadap return saham perusahaan pemenang ISRA Tahun 2007, 2008 dan 2009 yaitu pelaksanaan CSR hanya dijadikan sebagai alasan untuk membangun image dan meningkatkan reputasi perusahaan, selain itu ada pertimbangan cost and benefit untuk pelaksanaan CSR. Bagi peneliti selanjutnya, perlu untuk memperluas sampel dan memperpanjang jangka waktu penelitian, juga dapat ditambahkan variabel lain yang dapat mempengaruhi return saham.

Pengaruh rasio puree krokot (Portulaca oleracea L.) sari kedelai terhadap kandungan omega-3, sifat fisik, dan organoleptik mellorine / Iva Muhlisa

 

ABSTRAK Muhlisa, Iva. 2016. Pengaruh Rasio Puree Krokot (Portulaca oleracea L.) dan Sari Kedelai Terhadap Kandungan Omega-3, Sifat Fisik, dan Organoleptik Mellorine. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Krokot, Puree Krokot, Mellorine. Mellorine adalah jenis makanan pencuci mulut berbentuk beku seperti es krim yang sebagian atau seluruh lemak susunya diganti dengan lemak nabati. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai lemak nabati pada pembuatan mellorine yaitu kedelai yang diolah menjadi sari kedelai. Krokot merupakan tanaman yang mengandung pektin yang dapat dijadikan sebagai bahan penstabil pada pembuatan mellorine. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh rasio puree krokot dan sari kedelai terhadap kandungan omega-3, sifat fisik yang meliputi overrun, kecepatan meleleh dan warna, dan sifat organoleptik yang meliputi mutu hedonik (flavor dan tekstur) dan hedonik (warna, flavor dan tekstur) mellorine. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua kali pengulangan dengan tiga perlakuan yaitu rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80%, 40%:60%, dan 60%:40%. Analisis data menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT. Parameter yang diamati meliputi kandungan omega-3, uji fisik (overrun, kecepatan meleleh, dan warna), uji mutu hedonik (flavor dan tekstur) dan uji hedonik (warna, flavor, dan tekstur). Hasil penelitian kandungan omega-3 (ALA dan EPA), uji fisik (overrun, kecepatan meleleh, dan warna), uji mutu hedonik (flavor dan tekstur) dan uji hedonik (warna, flavor, dan tekstur) mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80%, 40%:60%, dan 60%:40% terdapat perbedaan yang signifikan pada taraf 5%. Hasil uji kandungan omega-3 tertinggi diperoleh dari mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80% yaitu ALA(883,07 mg/100) dan EPA (388,35 mg/100 g). Hasil overrun tertinggi diperoleh dari mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80% dengan overrun 38,15%. Hasil kecepatan meleleh tertinggi diperoleh dari mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 60%:40% dengan kecepatan meleleh 19.75 menit/10g. Hasil uji fisik warna tingkat kecerahan (L*), kemerahan (a*), dan kekuningan (b*) tertinggi diperoleh dari mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80% berturut-turut adalah 49,15%, 6,05%, dan 24,95%. Rerata skor uji mutu hedonik tertinggi diperoleh dari mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80% yaitu flavor dengan skor 4,53 (kurang langu) dan tekstur dengan skor 4,66 (cukup lembut-lembut). Rerata skor uji hedonik tertinggi diperoleh dari mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80% yaitu warna dengan skor 4,21 (agak suka), flavor dengan skor 4,37 (agak suka), dan tekstur dengan skor 4,36 (agak suka).

Pembelajaran aktif berbasis inkuiri dengan model pencapaian konsep untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan pemahaman konsep IPA siswa di kelas VII-C SMP Negeri 4 Malang / Gunawan Hadi Winarto

 

Kata Kunci: pembelajaran aktif berbasis inkuiri, model pencapaian konsep, kemampuan bertanya, pemahaman konsep IPA. Kemampuan bertanya dan pemahaman konsep IPA siswa kelas VII-C SMPN 4 Malang masih rendah dan perlu ditingkatkan. Peneliti berkolaborasi dengan guru menerapkan pembelajaran aktif berbasis inkuiri dengan model pencapaian konsep untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan pemahaman konsep IPA siswa di kelas VII-C SMPN 4 Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dari Kemmis & Mc Taggart dengan tahapan; indentifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan selama dua siklus di kelas VII-C SMPN 4 Malang yang terdiri dari 37 siswa pada semester II dengan materi kalor. Pemahaman konsep IPA, diukur dari jumlah siswa yang nilainya mencapai KKM sedangkan kemampuan bertanya diukur berdasarkan jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan dan skor pertanyaan. Skor pertanyaan yang dimaksud adalah aspek kualitas, relevansi, dan bahasa. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan bertanya dan pemahaman konsep IPA meningkat. Persentase jumlah siswa yang bertanya pada observasi awal sebesar 12,5% meningkat menjadi 26,39% pada siklus I, tetapi pada siklus II persentasenya sama dengan yang dicapai pada siklus I. Skor pertanyaan siswa pada siklus I 68,80% menjadi 70,09% pada siklus II. Pemahaman konsep IPA siswa juga mengalami peningkatan 83,33% pada observasi awal, menjadi 86,11% pada siklus I, dan 94,44% pada siklus II. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran aktif berbasis inkuiri dengan model pencapaian konsep dapat meningkatkan kemampuan bertanya dan pemahaman konsep IPA pada siswa kelas VII-C SMPN 4 Malang.

Studi pelaksanaan asesmen pembelajaran pendidikan jasmani pada aspek psikomotorik di SMP Negeri se-kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan semester ganjil 2010/2011 / Dody Priyo Prasetyo

 

Kata kunci: Asesmen, Aspek Psikomotorik, Guru Penjaskes Aspek psikomotorik sangat penting dalam pelaksanaan asesmen bagi guru pendidikan jasmani, karena untuk pengumpulan informasi tentang peserta didik berkenaan dengan materi pembelajaran yang sudah diberikan oleh gurupendidikan jasmani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan asesmen guru pendidikan jasmani dalam aspek psikomotorik pada mata pelajaran pendidikanjasmani di SMP Negeri se-Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan semester ganjil tahun 2010/211. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini terdiri dari 4 guru yang mengajar mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan kelas VII dan kelas VIII di SMP Negeri se-Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek angket, materi yang disajikan sudah sesuai dengan KTSP. Hasil pelaksanaan asesmen materi pendidikan jasmani pada aspek psikomotorik dari 4 responden guru pendidikan jasmani se-Kecamatan Karangrejo, di SMP Negeri 1 Karangrejo sudah melaksanakan asesmen pada aspek psikomotorik 100%, sedangkan untuk SMP Negeri 2 Karangrejo juga sudah melaksanakan asesmen pada aspek psikomotorik 100%. Kesimpulan penelitian ini adalah empat guru pendidikan jasmani dan kesehatan sudah melaksanakan asesmen pada pendidikan jasmani pada aspek psikomotorik tetapi tidak semua materi yang ada di dalam KTSP untuk kelas tujuh dan delapan disajikan secara maksimal dari kedua SMP Negeri se-Kecamatan Karangrejo berdasarkan data pendukung berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan daftar penilaian dari masing-masing sekolah. Saran bagi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, dalam melakukan asesmen hendaknya lebih memperhatikan pada aspek psikomotorik, khususnya pada materi yang disusun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Materi harus disajikan dan dilakukan asesmen dengan maksimal sehingga dapat diukur dengan baik. Serta mampu meningkatkan kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sehingga tujuan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bisa tercapai dengan baik khususnya pada aspek psikomotorik.

Keterlaksanaan penilaian hasil belajar berdasarkan Permendiknas No. 20 Tahun 2007 pada pembelajaran TIK di kelas akselerasi, RSBI, dan reguler / Ninis Asih Pramintari

 

Kata kunci: penilaian, hasil belajar, permendiknas, akselerasi, reguler, RSBI Pemerintah menetapkan standar nasional pendidikan yang merupakan kriteria minimum tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti yang tertuang pada Undang-undang No.20/2003 Bab I ayat (17). Standar nasional pendidikan bukan hanya mengatur tentang standar isi, tetapi juga standar proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Hal ini menunjukan bahwa standar penilaian pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari standar nasional pendidikan. Jadi setiap pendidik harus mengetahui dan memahami serta dapat menerapkan konsep standar penilaian, baik yang menyangkut tentang mekanisme, prosedur maupun instrumen penilaian yang digunakan seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan. Dalam meningkatkan mutu pendidikan selain memiliki standar nasional pendidikan, pemerintah juga memiliki tiga program pendidikan yaitu kelas Akselerasi, RSBI, dan Reguler yang memiliki visi dan misi yang berbeda-beda tetapi tujuan umumnya tetap sama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, berdasarkan hal tersebut penelitian ini ingin mendeskripsikan bagaimana keterlaksanaan penilaian di ketiga program pemerintah yang memiliki perbedaan tersebut Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keterlaksanaan penilaian hasil belajar berdasarkan Permendiknas No.20 Tahun 2007 pada dalam pembelajaran tik di kelas Akselerasi, RSBI, dan Reguler. Penelitian ini diskriptif dengan menggunakan metode survei. Metode survei ini digunakan untuk maksud deskriptif. Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak membuat perbandingan variabel dan sampel yang lain, dan tidak mencari hubungan variabel dengan variabel lain. Populasi adalah guru TIK pada program akselerasi, RSBI, dan Reguler di SMPN 3 Malang, SMPN 1 Malang, dan SMPN 5 Malang. Instrumen penelitian berupa angket, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan Keterlaksanaan penilaian hasil belajar berdasarkan Permendiknas No.20 tahun 2007 pada kelas Reguler, RSBI, dan Akselerasi mencapai persentase berturut-turut 96,3%, 95,8%, 92,8%, jadi dapat disimpulkan keterlaksanaan secara keseluruhan adalah sangat baik, sedangkan persentase terbesar keterlaksanaan penilaian hasil belajar berturut-turut pada kelas Reguler, RSBI, dan terakhir Akselerasi.

PH optimum pada biosorpsi ion logam Cr(VI) oleh ragi roti dan pengaruh perlakuan awal NaOH terhadap kapasitas biosorpsinya / oleh Baskoro

 

Pengaruh penggunaan media pembelajaran prezi dalam pembelajaran akutansi terhadap hasil belajar siswa kelas XII di SMAN 1 Pasuruan / Saiful Anwar

 

ABSTRAK Anwar, Saiful. 2016. Pengaruh Media Pembelajaran Prezi DalamPembelajaranAkuntansiTerhadapHasilBelajarSiswa di SMAN 1 Pasuruan. Skripsi, Program StudiPendidikanAkuntansi, JurusanAkuntansi, FakultasEkonomiUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed., (II) Dr. NurikaRestuningdiah, S.E., M.Si., Ak Kata kunci : Media PembelajaranPrezi, HasilBelajar. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhpenerapan mediapembelajaranprezidalampembelajaranakuntansiterhadaphasilbelajarsiswa. PenelitianinimenggunakanmetodepenelitiankuantitatifdengandesainExperiment Research. Populasipenelitianiniadalahseluruhkelas XII di SMAN 1 Pasuruan, dengansampel yang ditelitisejumlah 69 siswa. Pengumpulan data menggunakanpre testdanpost test.Di dalampenelitianinipenelitimenggunakanuji t. Uji t dilakukanuntukmengetahuiapakahadaperbedaanantarapenggunaan media pembelajaranprezidengantanpamenggunakan media pembelajaranprezi. Hasilpenelitianinimenunjukkanpenggunaan media pembelajaranpreziberpengaruhsignifikanterhadaphasilbelajarjikadibandingkandengantanpapenggunakan media pembelajaranprezipadamatapelajaranakuntansi di SMAN 1 Pasuruan.Berdasarkanhasilpenelitianini, disarankan: (1)siswamampumenginspirasi guru untukmenggunakan media yang adadanmeningkatkanhasilbelajarnya, (2) guru dapatmenggunakan media pembelajaranprezisebagaialternatifpembelajaran, (3) sekolahdapatmemaksimalkanfasilitas yang ada,dan (4) penelitianselanjutnyadiharapkandapatmengkombinasikan media pembelajarandengan model pembelajaran, memperbaikimetodepengambilan data, danlebihmemperhatikanpenilaianranahafektifdanpsikomotorik, sertadapatmenambahkanvaribelbaru yang akanditeliti.

Hubungan antara tingkat status sosial ekonomi anggota lembaga musyawarah desa dengan aktivitas anggota lembaga musyawarah desa dalam pemerintahan desa di desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang tahun 1993/1994
oleh Mochamad Zoedianto Martono

 

Aspek-aspek kesastraan kesenian Janger di Kabupaten Banyuwangi
oleh Tjandra Asri Wulandari

 

Perbedaan pengaruh latihan teknik dengan metode dril berpola dan dril bebas terhadap peningkatan ketrampilan bermain bola voli pada klub bola voli Garuda Sakti Trenggalek tahun 1993
oleh Edi Basuki

 

Hubungan antara motivasi program pok. integelensi dengan prestasi akademik pada semester satu mahasiswa Program Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Malang angkatan tahun 1992/1993
oleh Nurkasan

 

Pendapatan siswa tentang penggunaan operasi hitung dalam mata pelajaran matematika kelas III SD Negeri Bunulrejo VII Kecamatan Blimbing Kota Malang / oleh Menik Endrawati

 

Pengajaranm atematikad i kelas III SekolahD asar,t erutamad iarahkana gar siswam emiliki pengetahuand an keterampiland alam berhitungm elalui kegratan praktisy ang dilakukan sendiri oleh siswa. Programp engajaranm engenaip okok bahasan penggunaan operasi hitung merupakan bahan kajian inti mata pelajaran matematika pada siswa kelas III Sekolah Dasar dengan materi mencakup: penjumlahanp, enguranganp, embagian,p erkalian, dan hitung campuran.H al itulah yangm elatarbelakandgil aksanakannypae nelitianin i. Fokus masalahp enelitian ini diarahkanp ada: 1) Bagaimanakahp emahaman siswat entangp enggunaano perasih itung dalamm atematika?2; ) Bagaimanakahs ikap siswa dalam aktivitas belajar penggunaan operasi hitung dalam matematika?; 3) Bagaimanakakhe terampilans iswad alamp rosesb elajarp enggunarlonp erasih itung dalam matematika?; dan 4) Bagaimanakah upaya siswa menyelesaikan kesulitan prosesb elajarp enggunaano perasih itung dalamm atematika? Penelitianin i menggunakarna ncangapne nelitiand eskriptif.S ubyekp enelitian adalahp aras iswak elasI II SekolahD asarN egeriB unulrejoV II KecamatanB limbing Kota Malang. Jumlah subyek penelitian adalah sebanyak 39 orang siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket (kuesioner). Analisa data menggunakanp endekatanp ersentase(% ). Hasil penelitians ebagabi erikut: (l) Pemahamansi swat entangp enggunaan operasi hitung dalam matematika bahwa dari 39 orang siswa terdapat 20 orang siswa sangatm emahamip enggunaano perasih itung mengenaip enjumlahanp, engurangan, pembagian, perkalian dan hitung campuftn. Berikutnya 16 orang siswa relatif cukup memahami penggunaan operasi hitung. Sedangkan 2 orang siswa agak sulit memahamip enggunaano perasih itung terutamam engenaip embagiarLp erkaliand an hitung campuran. Bahkan terdapat I orang siswa sangat sulit dalam penggunaan operasi hitung terutama mengenai hitung campuran. (2) Sikap siswa dalam aktivitas belajar penggunaano perasih itung dalam matematikate rungkapb ahwa 17 orang siswa sangat sering menaruh perhatian dan minat serta muncul rasa keingintahuan untuk belajarp enggunaano perasih itung. Selaini tu sangats eringm elakukana ktivitas belajar sendiri maupun dengan kelompok antar siswa, begitujuga dalam pelaksanaan tugas-tugasy ang diberikano leh guru sangats ering dikerjakannyaB. erikutnya 14 orangs iswar elatifsering melakukanh al tersebutS. edangkatne rdapa6t orangs iswa kadang-kadang saja melakukannya. Bahkan 2 orang siswa tidak pemah menaruh l l l perhatiadna n minat sertat idak muncul rasak eingintahuanu ntuk belajarb erhitung. Begitu juga tidak pemah melakukan aktivitas belajar sendiri maupun dalam kelompok antar siswa. (3) Mengenai keterampilan siswa dalam proses belajar p€nggunaaonp erasih itung dalamm atematikat,e rnyata6 orangs iswas angats ering menggunakaanla t bantub elajar,m enggunakapnr insip dasarb erhitung,m elakukan kegiatanb erhitungs ecarac epat dan tepat/benarm, engerjakans oal-soalb erhitung tanpam elihatc ontoh.B erikutnyay angm enyatakanre latif seringm elakukank egiatan tersebutte rdapatI I orangs iswa.B erikutnya1 1 orangs iswah anyak adang-kadang sajam elakukannyaB.a hkanI I orangs iswal ainnyat idak pernahm elakukannya(4. ) Upayas iswa menyelesaikank esulitan belajar penggunaano perasi hitung dalam matematikdaa patd iungkapkanb ahwa1 4 orangs iswas angast eringm elakukanu paya menyelesaikakne sulitanb elajarb erhitung,d iantaranyas epertib ertanyap ada guru, belajar kelompok antar siswa, membaca buku paket matematika kelas III, memperhatikapne njelasand ari guru denganb aik dan upayal atihan menge{akan soal-soabl erhitungd i rumah.B erikutnya 14 orang siswa relatif seringm elakukan upayate rsebutS. edangkan9 orangs iswak adang-kadansga jam elakukanu payai tu. Bahkan2 orangs iswat idak pemahm elakukannya. . Adapuns arand ari penelitianin i terutamab agi guruy aitu:( l) perlua dak ajian terhadape rmasalahasnis wad alamp embelajarapne nggunaaonp erashi itung,d an( 2) tindakl anjutt erhadaph asilk ajiant ersebut. lv

Peningkatan pemahaman isi cerita melalui media Video Cassette Disc (VCD) pada siswa kelas II SDN Pandanwangi IV Kec. Blimbing Kota Malang / oleh Maria Yovita W.

 

Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan hutan di Desa Kasiman Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro oleh Surip

 

Pertumbuhanp enduduky angt inggi, menuntuta danyap emenuhand an penyediaasna ndangp, angand anp apand alamj umlah yangb esarM. asyarakaDt esa Kasimanb ertempatti nggald i sekitarh utan,s ebagianb esarp enduduknybae rmata pencaharians ebagapi etani dan berpendidikanr endah,r ata-ratam emiliki lahanr elatif sempit( petani gurem)s ehinggap endapatanm erekat ergolongr endah.U ntuk mencukupki ebutuhanh idupnyam asyarakact enderungm emanfaatkanh utan. Altifitas yangm erekal akukand itengarasi ebagapi enyebabte {adinyak erusakan hutand i daerahin i. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi fakor-faktor apa sajakah yang mempengaruhki erusakanh utand i DesaK asimanK ecamatanK asimanK abupaten BojonegoroJ.e nisp enelitianin i adalahp enelitiand iskriptifeksploratif.R ancangan penelitiany angd igunakand alamp enelitianin i adalahe xpostf acto.P opulasdi alam penelitianin i adalahs eluruhk epalak eluargay angb eradad i DesaK asimand, aerah yang dijadikan sampel bequmlah tiga dukuh, yang ditentukan dengan menggunakan teknikp urposiver andoms ampling.S amperl espondend alamp enelitianb erjumlah 100K K, ditentukand enganm enggunakante knik quotar andoms amplingd an dipilih secarar andomd enganm enggunakanu ndian.D ata penelitiand ikumpulkanm elalui wawancarad enganm engunakanb antuank uesioneridaftarp ertanyaan. Dari analisisd atad iperolehh asilb ahwa1 ) tingkatp endidikand anp endapatan masyarakaDt esak asimanr endah.H al ini mendorongm asyarakaut ntuk melakukan kegiatan-kegiatanp erusakanh utan sepertip erencekanp, embibrikan,p encuriank ayu, ng'a rengp, enggembalaalnia r dan pengambiland aun. Atas dasar hasil analisis data dan kesimpulan, maka dapat disaran sebagai berikut:1) Masyarakat Desa Kasiman diharapkan untuk dapat meningkatkan pengetahuannya2,) dilakukannyap enyuluhank epadam asyarakatte ntangp elestarian hutand enganf rekuensiy ang lebih banyakd ari sebelumnya3, ) mengikutsertakan ma*yarakadt alam pelaksanaarprgrym perhutani,4 ) Pengamanakna wasanh utan harus diperketat, dan 5) Masyarakat Desa Kasiman diharapkan dapat merubah kebiasanm enggunakanjenisb ahanb akard ari batangk ayu ke ranting kering

Pengaruh model pembelajaran inkuiri terstruktur disertai peta konsep terhadap prestasi belajar fisika siswa SMA Negeri 9 Malang / Vicki Dian Prastiwi

 

ABSTRAK Prastiwi, Vicki. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terstruktur Disertai Peta Konsep Terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa SMA Negeri 9 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sumarjono, M.Pd., (2) Drs. Bambang Tahan Sungkowo, M.Pd. Kata Kunci: Inkuiri terstruktur, peta konsep, prestasi belajar Dalam tahapan model pembelajaran inkuiri terstruktur disertai peta konsep menunjukkan rerata nilai prestasi belajar yang baik, yaitu 78.13 pada kelas eksperimen dan 70.42 pada kelas kontrol. Dalam setiap tahapan siswa diajak untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran dan guru sebagai fasilitator. Pada akhir pertemuan, guru memberikan tugas dengan kuis, sehingga prestasi belajar siswa terhadap materi Fluida Dinamik yang diajarkan akan semakin baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prestasi belajar Fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terstruktur disertai peta konsep lebih tinggi daripada prestasi belajar Fisika kelompok siswa yang belajar dengan metode ceramah. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pre test-post test group control. Model pembelajaran sebagai variabel bebas dan prestasi belajar Fisika sebagai variabel terikat. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIA SMAN 9 Malang. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA 5 sebagai kelas kontrol. Prestasi belajar diukur dengan menggunakan tes objektif. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran. Uji prasyarat analisis dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan uji F. Uji hipotesis menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian adalah prestasi belajar Fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terstruktur disertai peta konsep lebih tinggi dari pada siswa yang belajar dengan metode ceramah. Ini berarti bahwa ada pengaruh model pembelajaran inkuiri terstruktur disertai peta konsep yang signifikan terhadap prestasi belajar Fisika.

Improving students' reading comprehension through SQ3R strategy at SMP Negeri 2 Samaturu Kolaka - Southeast Sulawesi / by Sahriadi

 

Self-directed learning as a means to enhance EFL learners' autonomy across genders / Aulia Nourma Putri

 

ABSTRAK Putri, Aulia Nourma. 2016. Self-Directed Learning sebagai Penunjang Kemandirian Pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing Dilihat dari Perbedaan Gender. Tesis, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharmanto, M.Pd., (II) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd., M.Ed. Keywords: Self-directed learning, kemandirian belajar, gender Self-directed learningdianggap sebagai faktor yang sangat berpengaruh secara signifikan terhadap kemandirian siswa karena teorinya yang berhubungan dengan teori kemandirian dalam belajar. Penelitian ini berfokus pada self-directed learning siswa dalam meningkatkan kemandirian dalam belajar dan perbedaan antara pria dan wanita pada kemandirian belajar dan self-directed learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-directed learning dalam meningkatkan kemandirian belajar serta pengaruh gender pada kemandirian belajar dan self-directed learning. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk guru Bahasa Inggris, pembelajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan peneliti yang akan datang. Penelitian ini melibatkan 90 mahasiswa Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya. Sampel yang diambil adalah mahasiswa semester tujuh di jurusan Sastra Inggris berdasarkan asumsi jika mereka telah menempuh hampir semua mata pelajaran Bahasa Inggris sehingga kecakapan mereka dalam Bahasa Inggris baik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Learner Autonomy Questionnaire (LAQ) dan Self-Directed Learning Readiness Scale (SDLRS). Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan SPSS 20.0 untuk menguji hipotesis pada taraf signifikansi .05. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat kontribusi signifikan pada self-directed learning terhadap kemandirian belajar siswa, meskipun korelasi keduanya hanya .382 (rendah). Hasil penelitian ini menyangkal teori dan penelitian sebelumnya yang menerangkan bahwa self-directed learning adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap meningkatkan kemandirian belajar. Diketahui pula bahwa tidak terdapat perbedaan antara pria dan wanita pada kemandirian dalam belajar yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi .398. Selain itu, diketahui pula bahwa tidak terdapat perbedaan antara pria dan wanita pada self-directed learning. Tetapi, analisis statistik menunjukkan bahwa wanita sedikit lebih mandiri dan mempunyai self-directed learningdaripada pria. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self-directed learning bukan satu-satunya faktor yang menentukan kemandirian pembelajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan tidak ada hubungan antara gender dengan kemandirian dalam belajar dan self-directed learning.Beberapa saran ditujukan untuk guru Bahasa Inggris karena pentingnya peran mereka dalam meningkatkan kemandirian belajar siswanya. Selain itu, saran juga ditujukan untuk pembelajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing untuk meningkatkan kemandirian mereka demi suksesnya pembelajaran dan peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian yang terfokus pada kemandirian belajar.

Penerapan model pembelajaran kooperatif mind mapping untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran kewirausahaan kelas X Program Keahlian Pemasaran di SMK Ma'arif NU 04 Pakis Malang / Evrida Nur Anita

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran, Mind Mapping, Hasil Belajar Hasil observasi pada tanggal 23 Januari 2012 menunjukkan bahwa, menurut data kelas (sekolah) sebagian besar siswa (69%) tidak dapat memahami materi mata pelajaran Kewirausahaan karena kurangnya pemahaman dan minat pada pelajaran tersebut. Artinya, dari 31 siswa yang ada di kelas X Pemasaran SMK MA’ARIF NU 04 Pakis Malang, sekitar 18 siswa diantaranya belum mencapai KKM yang ditentukan oleh sekolah yaitu 75. Hal tersebut terbukti pada saat Ujian Tengah Semester (UTS) berlangsung. Selain itu, siswa masih pasif dalam berkomunikasi dan menyampaikan pendapat pada saat proses belajar-mengajar. Oleh karena itulah, penelitian ini dilakukan oleh peneliti untuk menerapkan model pembelajaran Mind Mapping dalam rangka meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Penerapan pembelajaran kooperatif model Mind Mapping pada mata pelajaran Kewirausahaan kelas X program keahlian Pemasaran SMK MA’ARIF NU 04 Pakis Malang, (2) meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Pemasaran SMK MA’ARIF NU 04 Pakis Malang melalui model pembelajaran Mind Mapping, (3) Respon siswa selama diterapkan pembelajaran model Mind Mapping pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X program keahlian Pemasaran SMK MA’ARIF NU 04 Pakis Malang. Untuk mencapai maksud tersebut, maka metode penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran SMK MA’ARIF NU 04 Pakis Malang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tes, observasi, wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, analisis reduksi data, paparan data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan pada ranah kognitif yang diukur dari nilai pre test dan post test siswa pada siklus 1 meningkat, yaitu sebelum diberi tindakan 66,93% dan sesudah diberi tindakan menjadi 67,74%. Begitu juga dengan siklus 2, sebelum diberi tindakan 71,61% dan sesudah diberi tindakan menjadi 86,90%. Dan pada ranah afektif yang diukur dari keaktifan siswa, setiap siklusnya mengalami peningkatan pada siklus 1 68,80% dan siklus II 93,82% Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan (1) Dengan adanya penerapan model pembelajaran Mind Mapping siswa lebih aktif, kreatif, dan berani mengungkapkan pendapat (2) model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Pemasaran SMK MA’ARIF NU 04 Pakis Malang pada mata pelajaran Kewirausahaan dengan pokok bahasan Menerapkan sikap dan perilaku kerja prestatif, (3) model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan respon siswa yang positif setiap siklusnya. Bagi guru mata pelajaran Kewirausahaan disarankan Sebaiknya guru harus memotivasi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran agar siswa mengerti apa yang akan dipelajari pada pertemuan sekarang, bagi siswa hendaknya mempersiapkan diri dengan belajar terlebih dahulu sebelum mengikuti pembelajaran di kelas sehingga pada saat diskusi kelas siswa mudah mengikuti pembelajaran, bagi peneliti selanjutnya disarankan (1) Dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian mempertimbangkan kebijakan sekolah terutama alokasi waktu, sehingga pencapaian hasil penelitian lebih maksimal (2) Untuk mengukur nilai kognitif sebaiknya peneliti membandingkan nilai ulangan dari guru mata pelajaran dengan soal post test.

Pemurnian dan studi penetapan struktur senyawa "1,3-Dihidroksi-2-4(4-piridil)-Imidazolina" hasil sintesis / oleh Amin Yuli Astuti

 

Pengembangan bahan ajar teknik batik dengan pewarna remasol untuk pembelajaran seni rupa berbasis pendekatan entrepreneurial di SMA / Regreat Suasmiati

 

ABSTRAK Suasmiati, Regreat. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Teknik Batik dengan Pewarna Remasol untuk Pembelajaran Seni Rupa Berbasis Pendekatan Entrepreneurial di SMA. Tesis. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd. (II) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M. Pd, M. Ed. Kata Kunci: bahan ajar, teknik batik, pewarna remasol, pembelajaran entrepreneurial. Kegiatan belajar mengajar di sekolah secara keseluruhan melibatkan guru sebagai sumber belajar dan peserta didik sebagai pebelajar. Proses kegiatan belajar mengajar yang inovatif dan kreatif merupakan kunci dasar pembinaan dan pengembangan pembelajaran seni rupa di sekolah. Dalam belajar seni rupa perlu adanya sumber belajar yang memadai agar bagi peserta didik dapat meningkatkan kualitas berpikir yang inovatif, kreatif dan memiliki ketrampilan serta terjadi perubahan perilaku khususnya bagi siswa kelas XI SMAN 1 Garum. Tujuan dari penelitian dan pengembangan produk ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar teknik batik dengan pewarna remasol bagi siswa kelas XI. Kelayakan dan kevalidan bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan validasi dan uji coba lapangan. Penelitian dan pengembangan menggunakan metode penelitian Borg & Gall yang diadaptasi oleh Sugiyono (2011:298). Dari sepuluh langkah peng-gunaan metode Research and Development menjadi enam langkah, yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) menentukan desain produk bahan ajar yang akan di-kembangkan, (3) validasi dan produk, (4) uji coba lapangan terbatas dan revisi, (5) uji coba lapangan lebih luas, dan (6) finalisasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian yaitu data kualitatif dan deskriptif prosentase. Kedua data diperoleh dari angket hasil uji coba dari para ahli yang dirubah dalam bentuk angka prosentase yang kemudian dijelaskan dengan kriteria kevalidan atau kelayakan. Setelah produk bahan ajar di-kembangkan yaitu berupa buku siswa selanjutnya dilakukan proses uji validasi ahli media pembelajaran, ahli materi, guru sebagai pembelajar (pengguna), uji coba lapangan terbatas dan uji coba lapangan lebih luas.Buku siswa yang di-hasilkan dinyatakan sangat valid dan sangat layak digunakan; hasil validasi ahli materi 89%, ahli media pembelajaran 94%, tingkat validitas oleh guru 88%, uji coba lapangan terbatas 90% dan uji coba lapangan lebih luas yaitu 91%. Produk ini dapat dimanfaatkan untuk kalangan lebih luas yaitu untuk siswa SMA/MA dan SMK/MAK terutama penyesuaian bagi pebelajar guna meningkatkan inovasi, kreativitas dan potensi serta lebih tertantang untuk memiliki jiwa entrepreneur guna perolehan hasil dalam berkarya batik serta memacu keingintahuan pebelajar untuk mempelajarinya lebih lanjut.

Pengaruh air perasan daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbi L.) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli / oleh Meita Dwi Astuti

 

Pengaruh ion NO3 , SO4 dan volume adsorbat terhadap adsorbsi ion Dc2+ dalam air oleh serbuk gergaji kayu lamtoro gung (Leucaena leucocephala) dan arangnya serta arang komersial / oleh R.A. Syukuri Nikmah

 

Identitas Jender Dalam Qur'an oleh Titik Istiwati

 

Analisis kebutuhan pelatihan pada PPPPTK BOE/VEDC Malang dan unit diklat PT Semen Indonesia (Persero) TBK Gresik / Dirka Mei Okprina

 

ABSTRAK Okprina, Dirka Mei. 2016. Analisis Kebutuhan Pelatihan pada PPPPTK BOE/ VEDC Malang dan Unit Diklat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Gresik. Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Kusmintardjo, M.Pd, (II) Dr. Sultoni, M.Pd. Kata kunci: analisis kebutuhan pelatihan, pelatihan, kompetensi Analisis kebutuhan pelatihan merupakan suatu proses yang menekankan pada siapa yang akan dilatih dan bagaimana mengetahui pelatihan apa yang dibutuhkan dalam organisasi. Hal tersebut dilakukan untuk membantu penyelenggara pelatihan dalam menentukan program pelatihan. Kenyataannya, sebagian lembaga pendidikan dan pelatihan tidak melakukan analisis kebutuhan yang berdampak pada terjadinya pelatihan salah sasaran dan tidak menjawab kebutuhan peserta pelatihan. Namun, PPPPTK BOE/ VEDC dan PT Semen Indonesia memiliki prosedur analisis kebutuhan pelatihan sebelum merencanakan sebuah pelatihan. PPPPTK BOE/ VEDC adalah lembaga pendidikandanpelatihan (diklat) yang menangani guru SMK bidang otomotif dan elektro. PT Semen Indonesia memiliki unitdiklat yang secara khusus menangani pelatihan bagi karyawan. Proses analisis kebutuhan pelatihan sudah dijalankan di kedua lokasi tersebut dan memiliki pedoman yang jelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang (1) proses analisis kebutuhan pelatihan; (2) pendekatan yang digunakan dalam analisis kebutuhan pelatihan; dan (3) indikator dan proses penentuan tingkatan kebutuhan pelatihan.Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif dengan studi multi kasus. Penelitiandilakukan di PPPPTK BOE/VEDC Malang dan PT Semen Indonesia yang berlokasi di Gresik.Peneliti adalah instrumen kunci.Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasipartisipanpasif, dan studidokumentasi. Analisis data kasustunggalmelalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Analisis data lintas kasus menggunakan pendekatan induktif konseptual. Pengecekan keabsahan data melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Proses analisiskebutuhan di PPPTK BOE/ VEDC Malang mengidentifikasiadanyakesenjanganantarakompetensidankinerjasetiap guru SMK bidangotomotifdanelektro. Pendekatanmenggunakananalisis data sekunder yang mengarahkeanalisiskesenjangankinerjadankompetensi.Indikatorperlunyadilakukanpelatihanadalah guru tidakmampumemperolehpencapaiannilai 80 padaujikompetensisesuaibidangnya.Tingkat kebutuhanberdasarkanhaltersebutyaitukebutuhanindividu. Proses analisiskebutuhanpelatihan unit diklat PT Semen Indonesia identikdenganadanyaidentifikasiisubisnissebelummenemukanisukinerjadanisukompetensi. Hal tersebut yang menjaditemuanbeda, dikarenakan unit diklatberada di dalamperusahaan. Pendekatan yang digunakanadalahanalisis data sekunder yang mengarahkeperpaduanantarastudipustakadananalisisjabatan.Studipustaka yang dimaksudadalahmempelajaricatatan yang ada di masing-masingdepartemen, mempertimbangkanlaporankinerja, hasilproduksi, dankebijakanpimpinan di masadepan. Analisisjabatanmengidentifikasiantaraisukinerjadankompetensi.Indikatordiperlukanpelatihanadalahadanyapenurunanhasilproduksidankinerjakaryawan.Olehkarenaitu, tingkatkebutuhanpelatihancenderungkearahkebutuhanperusahaanatauorganisasi. Hasil penelitian lintaskasusini menunjukkan bahwa (1) proses analisis kebutuhan pelatihan adalah serangkaian tahapan (a) penentuan standar program pelatihan berdasarkan kompetensi atau expected performance dan perencanaan kegiatan analisis kebutuhan pelatihan; (b) penyusunan perencanaan secara garis besar mencakup klasifikasi pekerjaan, tipe analisis, teknik pengumpulan data, dan tipe komunikasi dengan sasaran; (c) pelaksanaan analisis kebutuhan pelatihan dalam rangka mengidentifikasi kesenjangan antara actual performance dan expected performance; (d) pelaporan tentang hasil temuan kebutuhan pelatihan; dan (e) permohonan pengajuan pelatihan;(2)Pendekatan analisis kebutuhan menggunakan analisis jabatan yang memiliki esensi menemukan kesenjangan kompetensi antara kualifikasi personel dan syarat jabatan serta mengetahui kesenjangan kompetensi ideal dan kompetensi yang dimiliki; dan(3) Indikator kebutuhan pelatihan adalah penurunan produktivitas, kompetensi yang kurang dari standar, dan perlunya perubahan dan pengembangan untuk memberikan dampak positif. Proses penentuan tingkat kebutuhan pelatihan terlihat pada penentuan tujuan diselenggarakannya pelatihan. Saran penelitian: (1) Bagi PPPPTK BOE/ VEDC sebaiknya ditambahkan upaya persuasif agar pelatihan tidak diasumsikan sebagai hukuman bagi guru-guru yang tidak mampu lulus uji kompetensi; (2) Bagi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebaiknya memberikanSurat Keputusan (SK), tunjangantambahan, atausertifikatpenghargaan bagi learning partner yang membantu unit diklatmelakukananalisiskebutuhanpelatihan di departemenmasing-masing; (3) Bagi Pengelola Pelatihan secara umum yang belum melakukan analisis kebutuhan pelatihan sebaiknya mulaimenyusunpedomandanprosedur analisis kebutuhan pelatihan agar program pelatihan yang diselenggarakan mampu mengatasi masalah yang dialami oleh peserta pelatihandanmeningkatkan antusiasme peserta; (4) Bagi Pengelola Pelatihan Tenaga Pendidik dan Kependidikan sebaiknya menganalisis kebutuhan pelatihan sebelum menentukanprogram pelatihan; (5) Bagi Dinas Pendidikan khususnya bidang pengembangan sumber daya manusia sebaiknya dapat melakukan inovasi dalam rangka menentukan sasarandan program pelatihanyaitudenganmelakukananalisiskebutuhanpelatihan. Inovasidiperlukankarena kebijakan dalam menentukan sasaran pelatihansaatinimasihberdasarkan hasil tunjukpemimpin; dan (6) Bagi Peneliti lain sebaiknya dapat menindaklanjuti tentang analisis kebutuhan pelatihan di lembaga lain secarakualitatifdan dapat juga ditindaklanjuti dengan rancangan penelitian kuantitatif terkait pengukuran implikasi dan pengaruh dilakukannya analisis kebutuhan di beberapa lembaga pelatihan, atau meneliti lebih lanjut perbedaan antara lembaga yang melakukan analisis kebutuhan pelatihan dan yang tidak.

Perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif model jigsaw dengan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional di SMA Negeri 2 Malang / M. Imam Fachrudin

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |