Studi korelasi kesempatan mengembangkan profesi dan kondisi lingkungan kerja dengan kinerja guru teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Kabupaten Trenggalek / Sonny Triyo Wurianto

 

Kata Kunci: Kesempatan mengembangkan profesi, kondisi lingkungan kerja, kinerja Guru TIK Tugas utama Guru TIK adalah membentuk pola pikir peserta didik yang sistematis, kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah dengan bantuan teknologi. Pada kenyataannya Guru TIK lebih sering mengajarkan cara meng¬ope-ra¬sikan komputer. Hal tersebut disebabkan oleh kesempatan mengembangkan profesi yang diterima Guru TIK belum cukup untuk meningkatkan kinerjanya. Selain itu juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja, sebagian besar sekolah-sekolah di Kabupaten Trenggalek terletak di daerah dataran tinggi yang mengakibatkkan lambatnya pe¬nye¬diaan sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran TIK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap hubungan antara kesempatan mengembangkan profesi (X1) dan kondisi lingkungan kerja (X2) dengan kinerja Guru TIK (Y) di Kabupaten Trenggalek baik secara parsial maupun simultan. Serta mendeskripsikan masing-masing variabel X1, X2, dan Y. Penelitian ini menggunakan metode Ex Post Fakto untuk mengungkap hu-bung¬an antara variabel bebas dan variabel terikat secara kuantitatif korelasional. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah Guru TIK di Kabupaten Trenggalek. Data yang diperoleh diuji dengan uji asumsi klasik untuk menguji pra¬syarat analisis dan uji hipotesis untuk mengungkap hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian: (1) variabel X1 dalam kategori cukup sebesar 35%, (2) variabel X2 dalam kategori cukup kondusif sebesar 29%, (3) variabel Y dalam kategori baik sebesar 33%, (4) Ada hubungan positif dan signifikan antara kesempatan mengembangkan profesi dengan kinerja Guru TIK di Kabupaten Trenggalek, (5) Ada hubungan positif dan signifikan antara kondisi lingkungan kerja dengan kinerja Guru TIK di Kabupaten Trenggalek, (6) Ada hubungan positif dan signifikan antara kesempatan mengem¬bang¬kan profesi dan kondisi lingkungan kerja dengan kinerja Guru TIK di Kabupaten Trenggalek. Kesimpulan: sumbangan prediktor terhadap kriteriumnya sebesar 31,7%, yang dijabarkan sebagai (1) sumbangan efektif variabel X1 sebesar 20,5%, (2) sumbangan efektif variabel X2 sebesar 11,2%. Sedangkan 68,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar faktor yang diteliti.

Pengembangan media interaktif berbantuan komputer pada materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel untuk siswa kelas VII SMP / Mayang Dintarini

 

Kata Kunci prosedur penyelesaian yang biasa dikatakan “cara cepat” sering kali dilewatkan oleh guru. Oleh karena itu dikembangkanlah media interaktif berbantuan komputer pada materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel untuk siswa kelas VII. Didalamnya terdapat penjelasan mengenai pengertian kalimat terbuka, perngertian PLSV dan PtLSV, cara menyelesaikan PLSV dan PtLSV, latihan soal dan evaluasi. Media ini dikembangkan dengan 10 tahap, yaitu: (1) menentukan kebutuhan dan tujuan pengembangan program, (2) mengumpulkan referensi, (3) mempelajari isi, (4) membangkitkan ide, (5) merancang pembelajaran, (6) membuat diagram alir program, (7) membuat storyboard program, (8) membuat program media interaktif, (9) membuat bahan pendukung dan (10) evaluasi dan revisi program. Dari hasil analisis data validasi dan uji coba diperoleh angka 79,4% untuk kevalidan dari segi materi, 80,9% untuk kevalidan dari segi PBK, dan 85,9% untuk kevalidan dari segi pengguna. Sehingga berdasarkan data yang diperoleh itu, media interaktif berbantuan komputer pada materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel untuk kelas VII dikatakan valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran siswa atau pengguna. Media interaktif, komputer, persamaan linier satu variabel dan pertidaksamaan linier satu variabel. Berdasarkan wawancara secara informal dengan seorang guru SMP, pada dasarnya hampir semua materi matematika menjadi masalah bagi sebagian besar siswa di sekolah, termasuk di dalamnya materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel ( PLSV dan PtLSV). Siswa perlu waktu lebih untuk memahami materi ini, dikarenakan materi ini baru diajarkan kepada siswa di sekolah menengah pertama. Kebanyakan guru di sekolah juga hanya menerangkan bagaimana menyelesaikan PLSV dan PtLSV secara prosedur, sedangkan persamaan-persamaan yang ekuivalen sebagai materi yang mendasari adanya

Penggunaan permainan joepardy untuk meningkatkan kemampuan membuat pertanyaan tertulis pada siswa kelas III SDN Kedawungwetan IV Grati-Pasuruan / Ainur Syafrilia

 

Kata Kunci: permainan Joepardy, pertanyaan tertulis, SD. Bahasa Indonesia mencakup empat aspek keterampilan berbahasa yaitu mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan menulis mempunyai tujuan agar siswa dapat menuangkan ide, pikiran dalam bentuk tulisan, dapat membuat pertanyaan tertulis dan karangan dalam sebuah cerita. Penggunaan bahasa gabungan antara bahasa daerah dan bahasa Indonesia membuat siswa merasa kesulitan dalam berkomunikasi dengan baik sehingga mempengaruhi gaya tulisan siswa. Kesulitan yang dialami siswa salah satunya adalah membuat pertanyaan tertulis berdasarkan jawaban yang tersedia. Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa membuat pertanyaan tertulis dengan menggunakan permainan Joepardy. Media tersebut cocok untuk pemecahan masalah yang dihadapi oleh siswa sekolah dasar. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di kelas III di Sekolah Dasar Negeri Kedawungwetan IV, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kelas, dengan menggunakan model Kemmis dan Tagart (1982). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan 1) perencanaan, 2) tindakan dan observasi, 3) refleksi, dan 4) perbaikan perencanaan. Pada pelaksanaan siklus 1, prosentase siswa masih belum tuntas mencapai 69% atau hanya 39% ketuntasan hasil belajar yang dicapai dengan rata-rata kelas 41,14. Pada siklus 2, prosentase ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 54,28% dengan rata-rata kelas 75,42. Dari hasil pelaksanaan dan observasi dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan siswa membuat pertanyaan tertulis berdasarkan jawaban yang tersedia baik dari segi konsep penulisan maupun dari segi karakteristik jawaban yang diberikan dengan menggunakan permaian Joepardy. Sehingga dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran sudah memenuhi apa yang diharapkan yaitu adanya peningkatan hasil belajar siswa.

Pengembangan media pembelajaran berbantuan komputer berbasis game pada materi segiempat dan segitiga untuk kelas VII / Chezar Andhi Prasetya

 

Kata kunci: game. Ada banyak sekali keuntungan dari pemanfaatan game sebagai media pembelajaran diantaranya adalah dari segi emosional atau motivasi, karena seseorang akan merasa tertantang untuk dapat memenangkan pertandingan atau tantangan yang diberikan di dalam game. Materi yang diambil adalah tentang materi segiempat dan segitiga karena pada umumnya siswa hanya menghafal tentang rumus-rumus yang ada dalam materi tersebut, sehingga perlu adanya suatu pembaharuan dalam cara penyampaian materi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbantuan komputer berbasis game pada materi segiempat dan segitiga untuk kelas VII. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian pengembangan. Langkahlangkah pembuatan game adalah menentukan ide, membuat flowchart, membuat storyboard game ini dikatakan valid dan tidak perlu untuk revisi. Kelebihan dari game game ini merupakan media pemelajaran yang konstruktifis sehingga akan diarahkan ke proses pembentukan rumus dan bukan pemberian rumus secara langsung. Ketiga, game ini dapat dijalankan tanpa pendampingan guru serta dapat dijalankan di komputer manapun tanpa perlu ada program tertentu. Keempat, game ini mengambil cerita kehidupan sehari-hari sehingga siswa tidak perlu membayangkan hal-halyang diluar pemikirannya atau hal yang fiksi. ini adalah sebagai berikut. Pertama, game ini merupakan media embelajaran yang menyenangkan bagi siswa karena ada motivasi tersendiri untuk dapat menyelesaikan cerita sampai selesai. Kedua, , menentukan hardware dan software, dan mencari sumber bahan ebagai materi. Data yang terkumpul berasal dari hasil validasi seorang dosen serta dua orang guru sebagai ahli materi dan seorang dosen sebagai ahli komputer juga uji coba kepada 10 orang siswa smp kelas VII. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh persentase 91,7% untuk ahli materi, 92,9% untuk ahli komputer, dan 96,7% untuk data hasill uji coba. Oleh karena itu, media pembelajaran, game, segitiga dan segiempat. saat ini perkembangan pembuatan media pembelajaran berbantuan komputer telah cukup menarik minat banyak orang untuk mempergunakan sebagai sarana pendidikan. Terobosan baru tentang perkembangan media pembelajaran berbantuan komputer adalah dengan menampilkan sebagai sebuah permainan atau yang lebih dikenal dengan

Penggunaan permainan tazos dalam pembelajaran bahasa Arab untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas V MI An-Nur Sawahan Turen Malang / I'is Irnawati

 

Kata kunci Tazos dalam pembelajaran bahasa Arab berbasis kosakata dapat meningkatan penguasaan kosakata siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi kepala sekolah agar lebih meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menambah fasilitas pembelajaran berupa media – media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dalam KBM, seperti media Tazos. Bagi pengajar bahasa Arab di MI An-nur Sawahan Turen agar membuat perencanaan sebelum mengajar (RPP), serta memilih metode dan media yang sesuai dengan karakter siswa untuk diterapkan dalam KBM yang akan dilaksanakan. Sedangkan untuk peneliti yang mengadakan penelitian sejenis diharapkan agar lebih memperluas cakupannya dengan menambah kosakata yang diajarkan dan dengan kurun waktu yang lebih lama, sehingga hasil penelitian jauh lebih sempurna yang nantinya bisa dijadikan masukan bagi guru- guru bahasa Arab untuk meningkatkan pembelajaran di kelas dalam proses KBM. Tazos, pemerolehan kosakata, MI AN-NUR Mengajarkan bahasa Arab untuk anak tidak mudah, diperlukan usaha yang sangat besar dari guru. Selain itu juga dibutuhkan fasilitas yang memadahi, serta pemilihan metode yang sangat tepat bagi mereka. Untuk mengairahkan minat belajar siswa, utamanya untuk anak -anak, guru dapat mengunakan teknik bermain. Salah satu bentuk permaian yang dapat dimanfaatkan sebagai teknik pembelajaran bahasa Arab oleh guru adalah Tazos. Pemerolehan kosakata bahasa Arab siswa kelas V MI An-Nur Sawahan-Turen masih rendah. Hal ini dikarenakan guru belum mengunakan metode dan media yang sesuai bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran bahasa Arab siswa kelas V MI An- nur Sawahan – Turen dengan mengunakan permainan Tazos (2) proses peningkatan pemerolehan kosakata dengan mengunakan perminan Tazos pada siswa kelas V MI An- Nur Sawahan Turen, serta (3) pemerolehan kosakata siswa kelas V MI An- Nur Sawahan Turen dalam pembelajaran bahasa Arab dengan mengunakan permainan Tazos. Penelitian ini dilakukan di MI An-nur Sawahan Turen pada bulan September sampai Oktober tahun pelajaran 2010/2011 pada saat pembelajaran bahasa Arab dilaksanakan dengan subjek penelitian siswa kelas V MI An-Nur Sawahan Turen. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Tahap -tahap penelitian meliputi perencanaan (planning ), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observasion) dan refleksi (reflection). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) tes, (2) wawancara, (3) observasi. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatan pengumpulan,penyelesaian, serta penganalisisan data penelitian. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan dimulai sejak pengumpulan data sampai penyusunan laporan. Keabsahan data dalam penelitian ni diperiksa melalui trianggulasi, yaitu membandingkan antara hasil tes, wawancara, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran bahasa Arab berbasis kosakata dilakukan dengan observasi awal yang meliputi penyebaran angket, wawancara peneliti dengan guru bahasa arab MI An-Nur Sawahan –Turen, dan wawancara dengan siswa yang bersangkutan. Dalam proses KBM yang berlangsung peneliti menyiapakan RPP, media Tazos, serta papan tulis, Power Point dan soal latihan. Kemudian pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan RPP yang telah disusun. Pembelajaran bahasa Arab dilaksanakan 2 siklus masing-masing siklus terdiri atas 2 pertemuan dengan alokasi waktu 3x 45 menit, setiap akhir pembelajaran siswa diberikan test evaluasi dan dilakukan refleksi antara guru dan peneliti. Dengan adanya permainan Tazospenguasaan kosakata siswa mengalami peningkatan yang cukup baik. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan permainan

Pengembangan media pembelajaran e-learning berbasis WEB pada mata pelajaran fisika SMP kelas VII / Nurma Ayu Puspitarini

 

Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran e-learning, fisika. Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran didasarkan pada prinsip bahwa cara mengajar yang terpusat pada guru dapat diperbaiki dengan menggunakan media pembelajaran. Dalam usaha peningkatan kualitas dan kuantitas pembelajaran maka media pembelajaran mempunyai peran yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan tampilan hasil media pembelajaran e-learning berbasis web pada mata pelajaran Fisika SMP kelas VII, (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran e-learning berbasis web pada mata pelajaran Fisika SMP kelas VII. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian pengembangan Sadiman,dkk yang telah dimodifikasi. Uji lapangan dilaksanakan di SMP Negeri 18 Malang. Prosedur penelitian ini adalah: (1) identifikasi kebutuan, (2) perumusan tujuan, (3) perumusan butir-butir materi, (4) perumusan alat pengukur keberhasilan, (5) penulisan naskah media/produksi, (6) tes/uji coba, (7) revisi produk akhir. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel siswa SMP kelas VII, guru fisika dan ahli media pembelajaran untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran e-learning berbasis web digunakan untuk pembelajaran fisika. Hasil penelitian diperoleh tingkat validasi diantaranya: (1) pada ahli media, dengan hasil 75%, (2) pada ahli materi, materi dikembangkan sendiri yaitu materi (.*pdf) yang disesuaikan dengan kompetensi dasar yang berlaku dan materi (.*swf) dikembangkan dari materi yang sudah ada sebelumnya maka diperoleh hasil 83%, dan (3) pada audien/uji coba lapangan, dengan hasil 90%. Tampilan pada media ini berupa web yang dapat diakses dengan memasukkan url: http://localhost/fisika pada browser. Media pembelajaran elearning berbasis web pada mata pelajaran fisika SMP kelas VII ini mempunyai 4 tampilan utama yang dapat mewakili tampilan media secara keseluruhan, yaitu halaman utama admin, halaman utama siswa, materi dan latihan soal. Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan media pembelajaran e-learning berbasis web selanjutnya untuk lebih dapat mengkaji, memodifikasi dan memperkecil kekurangan pada media pembelajaran e-learning berbasis web ini sehingga media ini dapat digunakan sebagai referensi dan salah satu media belajar bagi siswa yang tidak dibatasi oleh waktu dan jarak. Selain itu media ini diharapkan dapat menjadi salah satu model pembelajaran fisika oleh guru yang lebih menarik dan variatif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Kediri (tahun ajaran 2010/2011) / Anggun Dyah Palupi

 

Kata Kunci: Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua, Motivasi Belajar Siswa, Prestasi Belajar Siswa. Peserta didik dituntut aktif dan mampu menangkap dan memahami suatu pelajaran dengan cara yang paling efektif agar prestasi belajar yang diperoleh memuaskan. Berkaitan dengan hal tersebut, ada banyak hal hal yang mempengaruhi prestasi belajar jika dilihat dari faktor-faktornya yaitu eksternal dan internal, dimana kondisi sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar merupakan beberapa bagian yang termasuk didalamnya. Dan untuk mencapai prestasi yang memuaskan maka dibutuhkan keterkaitan antara faktor-faktor tesebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kondisi sosial ekonomi orangtua dan motivasi belajar siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Kediri pada bulan Maret sampai dengan April 2011 dengan subjek penelitian siswa kelas XI IPS sejumlah 165 siswa, yang kemudian diambil sampel sejumlah 62 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif dan inferensial. Hasil analisis kondisi sosial ekonomi orang tua siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Kediri tahun pelajaran 2010/2011 memiliki tingkat pendidikan orang tua yang cukup baik, pekerjaan orang tua tergolong cukup baik, pendapatan orang tua yang cukup baik, dan jumlah (anak) yang menjadi tanggungan orang tua tergolong cukup. Artinya siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Kediri tahun ajaran 2010/2011 memiliki kombinasi dari keempat subvariabel kondisi sosial ekonomi orang tua yang tergolong cukup baik. Sedangkan motivasi belajar siswa secara intrinsik tergolong sedang dan motivasi belajar siswa secara ekstrinsik tergolong sedang juga. Artinya siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Kediri tahun ajaran 2010/2011 memiliki kombinasi dari kedua subvariabel motivasi belajar siswa yang tergolong sedang. Hasil analisis kondisi sosial ekonomi orang tua siswa memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa sebesar (7,47%). Terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai t sebesar 2,278 dengan signifikansi 0,026. Sedangkan motivasi belajar siswa juga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa sebesar (19,12%). Terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai t sebesar 3.805 dengan signifikansi 0,000. Selain itu diketahui secara simultan bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar siswa memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa sebesar 0,266 (26,6%). Terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai F sebesar 10,697 dengan signifikansi 0,000. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar siswa berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Kediri. Saran yang diajukan dari hasil penelitian adalah (1) SMA Negeri 4 Kediri yaitu sekolah hendaknya memberikan dorongan dan motivasi kepada siswanya untuk dapat berprestasi dengan lebih optimal. (2) Bagi Guru hendaknya tidak membeda-bedakan antara siswa yang kondisi sosial ekonomi orangtuanya baik dengan yang kurang baik, agar siswa tidak merasa di bedakan atau minder sehingga siswa bisa lebih optimal dalam meraih prestasi. Disamping itu, dalam proses pembelajaran guru harus memperhatikan cara mengajar yang lebih efektif dan kreatif dan siswa tidak bosan dalam mengikuti pelajaran, sehingga siswapun lebih termotivasi untuk meraih prestasi. (3) Bagi Siswa hendaknya bisa memotivasi dirinya untuk lebih berprestasi, dengan tidak bergantung pada situasi atau keadaan yang ada. Agar siswa bisa lebih kreatif dan mandiri untuk mencapai cita-cita yang lebih baik. (4) Bagi Peneliti Selanjutnya yaitu apabila melakukan penelitian serupa hendaknya menggunakan variabel independen selain kondisi sosial ekonomi orang tua dan motivasi belajar, yaitu variabel fasilitas belajar, gaya belajar siswa, minat belajar serta perhatian orang tua. Karena masih ada faktor lain yang lebih mempengaruhi prestasi belajar siswa.

Pengaruh fasilitas belajar di sekolah dan latar belakang sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (studi kasus pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang) / Okta Imindia Sari

 

Kata Kunci: Fasilitas Belajar Di Sekolah, Latar Belakang Sosial Ekonomi Orang Tua, Prestasi Belajar Siswa. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku seseorang berkat pengalaman dan latihan. Pada saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, setiap siswa tentu berharap akan mendapatkan prestasi belajar yang baik dan memuaskan sesuai dengan usaha yang telah dilakukan. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor , yang meliputi faktor internal dan eksternal. Diantara semua faktor tersebut terdapat faktor fasilitas belajar dan latar belakang sosial ekonomi orang tua yang turut mempengaruhi prestasi belajar siswa. Fasilitas belajar menyangkut ketersediaan hal-hal yang dapat memberikan kemudahan bagi perolehan pengalaman belajar yang efektif dan efisien. Pemanfaatan fasilitas belajar yang memadai akan dapat menumbuhkan daya imajinasi siswa untuk berkreasi dan membuat proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar, teratur, dan nyaman, serta dapat menghadapi perkembangan teknologi. Keluarga merupakan lembaga sosial pertama yang dikenal oleh anak dan dalam keluarga ini dapat ditanamkan sikap-sikap yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Keluarga bertanggung jawab menyediakan dana untuk kebutuhan pendidikan anak. Tentunya orang tua turut berperan penting dalam meningkatkan prestasi belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh fasilitas belajar di sekolah dan latar belakang sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 9 Malang kelas XI IPS. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dan instrument yang digunakan berupa kuisioner dan dokumentasi. Jumlah sampel sebanyak 58 siswa yang diambil dari jumlah populasi sebanyak 139 siswa. Teknik analisis ini menggunakan analisis deskriptif , uji asumsi klasik, regresi berganda dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa fasilitas belajar di sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai t sebesar 2,421 dengan signifikansi t=0.019 pada tingkat singnifikansi 0.05. latar belakang sosial ekonomi orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Terbukti dengan diperoleh nilai t sebesar 10,236 dengan signifikansi t= 0.000 pada tingkat signifikansi 0.05. Diketahui Secara simultan bahwa fasilitas belajar di sekolah dan latar belakang sosial ekonomi orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai F sebesar 54,854 dengan signifikansi F = 0.000 pada tingkat signifikansi 0.05. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa fasilitas belajar di sekolah dan latar belakang sosial ekonomi orang tua berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 9 Malang. Saran yang diajukan dari hasil penelitian adalah (1) bagi SMA Negeri 9 Malang hendaknya memperhatikan kebutuhan belajar siswa, terutama kebersihan ruang sekolah, dan memperbaiki fasilitas belajar yang telah ada, terutama fasilitas yang menunjang dalam proses pembelajaran. Bagi siswa yang berprestasi dan latar belakang sosial ekonomi orang tuanya kurang mampu diharapkan sekolah bisa memperhatikannya dengan memberikan beasiswa atau program orang tua asuh yang bersedia membantu memenuhi biaya pendidikan (2) bagi guru utamanya guru mata pelajaran ekonomi hendaknya selalu memperhatikan perkembangan pendidikan anak didiknya dengan cara tidak membeda-bedakan peserta didik dari tingkat status sosial ekonomi keluarganya akan tetapi lebih memperhatikan perkembangan dan mempertahankan minat belajar peserta didik, (3) Bagi siswa yang berprestasi dan latar belakang sosial ekonomi orang tuanya kurang mampu diharapkan bisa tetap termotivasi untuk berprestasi dalam belajar. Fasilitas yang ada di sekolah seharusnya dimanfaatkan lebih maksimal lagi oleh siswa, (4) bagi peneliti selanjutnya apabila melakukan penelitian serupa hendaknya mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai fasilitas belajar dan latar belakang sosial ekonomi orang tua dengan menambah kajian variabel yang lain sekiranya dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.

Peningkatan kemampuan menulis cerita melalui penggunaan media film pada siswa kelas VB SDN Pagentan 01 Singosari / Retno Mulyaningsih

 

Kata Kunci: Menulis cerita, Media Film, Singosari, SD Pembelajaran bahasa Indonesia di SD mencakup 4 aspek, yaitu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Untuk aspek membaca dan mendengarkan siswa tidak mengalami kendala. Tetapi untuk aspek menulis siswa selalu mengalami kesulitan, khususnya menulis di bidang sastra. Hal ini terlihat ketika evaluasi hasil karya siswa. Sebagian besar siswa kurang mampu membuat cerita yang urut, oleh karenanya dalam pengajaran bahasa Indonesia di SD harus diupayakan penggunaan media yang aplikatif dan menarik . pembelajaran yang menarik akan memikat anak-anak untuk terus mengikuti pelajaran dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media film dalam pembelajaran menulis cerita. Aspek-aspek yang akan dideskripsikan mencakup penggunaan kata, kelengkapan kalimat, kesesuaian isi, dan keruntutan cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas, yang dilakukan dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dilakukan selama 3 bulan mulai bulan Februari sampai dengan April 2011. Data yang digunakan berupa karangan siswa berdasarkan film yang telah diputar. Teknik pengumpulan data meliputi Observasi atau pengamatan dan tes kemampuan menulis. Untuk teknik analisis data menggunakan model alir yang meliputi 3 alir kegiatan meliputi (1) reduksi data; (2) penyajian data; (3) verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus 1, kemampuan menulis cerita belum maksimal karena masih banyak siswa yang belum mampu membuat cerita sesuai dengan aspek-aspek yang telah ditentukan. Pada akhir siklus II diperoleh beberapa kesimpulan, Pertama kemampuan siswa dalam menulis cerita meningkat yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata hasil menulis siswa dari pratindakan 51,7, siklus I 61,9 dan siklus II 77,7 . Kedua, mengenai pemilihan kata atau diksi dalam karangan, ketika pratindakan banyak terjadi pengulangan kata dan kesalahan pada kata sambung. Pada saat akhir siklus II siswa telah mampu memilih kata yang tepat dalam menyampaikan pikiran kedalam tulisan, serta pemilihan kata sambung sebagian besar siswa sudah tepat. Begitu juga aspek yang lain, pada akhir siklus II siswa telah mampu menulis kalimat dengan lengkap serta menceritakan dengan urut sesuai dengan jalan cerita film yang telah ditonton. Berdasarkan hasil temuan-temuan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media film dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif , jika pemilihan jenis dan tema film sesuai dengan karakter usia siswa.

Meningkatkan pemahaman konsep menghargai keputusan bersama dalam pembelajaran PKn melalui metode role playing siswa kelas V SDN Glangang I Malang / Erna Kusrini

 

Kata Kunci: menghargai keputusan bersama, PKn SD, dan role playing. Penelitian dilaksanakan berdasarkan pembelajaran yang disampaikan di kelas selama ini sebagian besar diberikan melalui metode ceramah dan tanya jawab sehingga siswa kurang diberi kesempatan untuk berpikir, berpendapat tentang materi yang dipelajari. Sikap siswa dalam pembelajaran di kelas masih tampak individu, pilih-pilih teman dalam menentukan kelompok, kurang menghargai pendapat teman dalam bermusyawarah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman konsep menghargai keputusan bersama pada siswa kelas V SDN Glanggang I Kecamatan Pakisaji Malang dalam pembelajaran PKn melalui metode role playing. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan menggunakan dua siklus, sedangkan tiap-tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang mendeskripsikan peristiwa-peristiwa yang dialami melalui pengumpulan data. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN Glanggang I Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap siswa kurang antusias untuk mengikuti setiap pembelajaran PKn. Hal ini disebabkan karena mereka merasa takut untuk tampil di depan kelas apalagi bahasa yang mereka pergunakan kurang lancar. Siswa di dalam pergaulan sehari-hari tidak terbiasa menggunakan bahasa Indonesia sehingga mereka kurang lancar dalam berbicara. Siswa dalam pergaulan sehari-hari masih menggunakan bahasa daerah. Pada siklus I siswa sudah mulai berani untuk tampil di depan teman-temannya meskipun bahasa yang dipergunakan masih belum lancar. Siklus II tampak sikap siswa sudah mampu mengadakan suatu musyawarah untuk mencapai mufakat , berani mengemukakan pendapatnya di hadapan teman-temannya, dan mampu menerima pendapat teman yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa hasil belajar pada tes awal yang memperoleh nilai di bawah KKM (70) sejumlah 20 siswa dengan nilai rata-rata kelas 59,6. Pada siklus I terjadi peningkatan jumlah siswa yang menguasai materi di atas KKM sebanyak 7 dengan nilai rata-rata 67,6. Sedangkan pada siklus II terjadi lagi peningkatan hasil belajar yaitu sebanyak 20 siswa yang mendapat nilai di atas KKM dengan nilai rata-rata 77,7. Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas V SDN Glanggang I Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang meningkat setelah mengikuti pembelajaran PKn dengan metode role playing. Disarankan agar guru lain jika menggunakan metode role playing diharapkan dapat memperhatikan kesiapan, keterbatasan waktu, dan penguatan pada siswa.

Perancangan media interaktif dolanan Jawa / Dinny Purwaningsih

 

Dolanan Jawa merupakan merupakan sebuah permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak – anak, remaja maupun orang dewasa. Dolanan Jawa bukan hanya sekedar sebuah permainan tradisional semata, dolanan Jawa merupakan sebuah kebudayaan Indonesia yang harus diapresiasi keberadaannya. Dolanan dolanan Jawa. Jika kepedulian terhadap kekayaan budaya tidak pernah terlintas dalam pikiran kita, bahkan membiarkan ia terkubur oleh arus modernisasi dan gedung-gedung pencakar langit. Pada suatu waktu nanti ia akan dikenang sebagai sesuatu yang pernah dimiliki oleh nenek moyang kita dan hanya menjadi kajian para sejarawan, budayawan, maupun antropolog (http://permatanusantara/ 2009/03/nuansa-pesona-dolanan-bocah_25.html). Jawa dapat dipisahkan menurut seleksi permainannya, jenis permainan dan manfaat permainannya. Seleksi permainan itu sendiri terdiri dari hompila, kacang panjang, cingkiripit, batu, gunting, kain dan suitan. Sedangkan jenis permainan masih dapat dibagi lagi menurut fungsi kecerdasaannya, ketangkasaannya, ketrampilannya dan kreativitasnya. Contoh jenis permainan menurut kecerdasaannya adalah congklak, kelereng, dam –daman dan galah. Menurut ketangkasannya adalah engklek, egrang, balap karung, tarik tambang. Menurut ketrampilannya adalah loncat tinggi, gasing, beklen dan yoyo. Menurut kreatifannya adalah layang – layang, encrak dan gatrik. Untuk manfaat dari permainan tradisonal ada 3 yaitu manfaat menurut kecerdasan anak, kreativitas anak dan media terapi anak. Menurut kecerdasannya dapat dibagi menjadi 6 bagian yaitu mengembangkan kecerdasan emosi anak, mengembangkan kecerdasan logika anak, mengembangkan kecerdasan kinetis anak, mengembangkan kecerdasan natural anak, mengembangkan kecerdasan musikal anak, mengembangkan kecerdasan spiritual anak. Sebuah kebudayaan harus dapat diapresiasi keberadaannya salah satu contoh adalah Dolanan Jawa Kondisi Indonesia yang bervariasi mulai dari alam pegunungan, sungai, dataran, pulau, sampai suku-suku yang mendiaminya, menjadi cikal bakal lahirnya permainan-permainan kreatif yang diciptakan oleh leluhur bangsa. Permainan inipun sarat dengan nilai-nilai filosofis. Nilai-nilai yang disisipkan pun diharapkan dapat dilaksanakan dalam setiap tindakan dengan penuh kesadaran. Sehingga permainan tradisional ini akan banyak memberi pengaruh bagi masa depan bangsa (http://filsafat.kompasiana.com /2009/11/20/permainan-tradisionaltak-populer-lagi/) Permainan tradisional atau

Perancangan game bertema tanaman langka Indonesia / anisa Aprilia

 

Kata Kunci: Perancangan, Game, Tanaman Langka Tanah air Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan. Kita sebagai warga negara Indonesia tentu saja patut bangga Namun dari sekian banyak keanekaragaman tanaman tersebut, hanya beberapa saja yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Untuk itu kita sebagai warga negara Indonesia, sudah seharusnya meningkatkan rasa kepedulian dan wawasan kita terhadap keanekaragaman tanaman Langka Indonesia. Penyampaian informasi tersebut dapat melalui beberapa cara, salah satunya yaitu melalui aplikasi game interaktif. Penyampaian informasi melalui aplikasi game interaktif terbukti lebih efektif, keunggulan yang menarik inilah menjadi alasan utama bagi penulis dalam menciptakan perancangan game sebagai media dalam menyampaikan pesan tentang Tanaman Langka Indonesia. Aplikasi game tersebut dibuat berdasarkan konsep dan data-data yang telah diuji kebenaranya melalui penelitian dan uji coba. Penelitian dilakukan bersama pihak BPTP Ir. Amik Krismawati,MP untuk mendapatkan data yang benar, sedangkan uji coba dilakukan oleh pihak-pihak yang memahami tentang game dan kalangan biasa sehingga menghasilkan aplikasi yang sesuai konsep. Dengan menggunakan aplikasi game bertema tanaman langka Indonesia sebagai media informasi, rasa kepedulian dan memiliki masyarakat Indonesia dapat meningkat. Aplikasi game Bertema Tanaman Langka Indonesia juga dapat digunakan sebagai basis data informasi tanaman Langka Indonesia bagi pihak pihak yang membutuhkan.

Penggunaan media gambar untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn materi cinta tanah air pada siswa kelas III SDN Pagar II Bangil Pasuruan / Wari Hermiati

 

Kata kunci: media gambar, aktivitas, hasil belajar, PKn, SD. Bentuk keanekaragaman masyarakat Indonesia dapat dilihat dari perbedaan rumah adat, pakaian, lagu daerah, dan sebagainya. Bangsa Indonesia hidup dalam keanekaragaman, tetapi tetap mengutamakan persatuan. Hal ini sesuai dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika". Kebhinnekaan merupakan salah satu kekhasan bangsa Indonesia dan harus dibanggakan. Kebanggaan terhadap kekhasan tersebut diwujudkan dalam bentuk cinta tanah air. Cinta tanah air merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Kenyataan di SDN Pogar II setelah diadakan tes hasil belajar pada pembelajaran PKn materi cinta tanah air menunjukkan bahwa sebagian besar nilai siswa di bawah rata-rata kelas yaitu 62,2. Nilai ketuntasan belajar mata pelajaran PKn di SDN Pogar II adalah 65. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) cara penggunaan media gambar untuk meningkatkaan aktivitas dan hasil belajar PKn materi cinta tanah air pada siswa kelas III SDN Pogar II Bangil, (2) penggunaan media gambar yang dapat meningkatkaan aktivitas belajar PKn materi cinta tanah air pada siswa kelas III SDN Pogar II Bangil, (3) penggunaan media gambar yang dapat meningkatkaan hasil belajar PKn materi cinta tanah air pada siswa kelas III SDN Pogar II Bangil. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III sebanyak 27 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi, wawancara, dan tes. Teknik analisis data yang dipakai adalah rata-rata dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) penggunaan media gambar untuk meningkatkaan aktivitas dan hasil belajar PKn materi cinta tanah air pada siswa kelas III SDN Pogar II dilakukan dengan cara: (a) penjelasan guru di awal pembelajaran, (b) kegiatan pembelajaran menggunakan media gambar, (3) pembahasan bersama, (2) penggunaan media gambar dapat meningkatkan aktivitas belajar PKn siswa kelas III SDN Pogar II dapat dibuktikan dari banyaknya siswa yang melakukan aktivitas belajar. Pada siklus I rata-rata banyaknya siswa yang melakukan aktivitas belajar adalah 54,5 dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 76,9, (3) penggunaan media gambar dapat meningkatkaan hasil belajar PKn siswa kelas III SDN Pogar II. Hal ini berdasarkan nilai rata-rata siswa pada siklus I pertemuan 1 adalah 62,2 dan pertemuan 2 adalah 70,4. Pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar siswa pada petemuan 1 adalah 88,9 dan pertemuan 2 adalah 92,2 Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) media gambar dapat digunakan dengan baik, (2) penggunaan media gambar dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Disarankan: (1) Kepala sekolah hendaknya meningkatkan layanan fasilitas pembelajaran di SD, (2) guru hendaknya menggunakan media gambar dalam pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman materi materi pelajaran PKn, (3) peneliti selanjutnya dalam mengadakan penelitian hendaknya meneliti hal lain yang berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran PKn selain media gambar misalnya benda sebenarnya dan komputer.

Perancangan media pembelajaran interaktif "Sistem pencernaan manusia" untuk siswa kelas VIII SMP / Moh. Aan Sulton

 

Kata Kunci: Perancangan, Media, Pembelajaran, Interaktif, Sistem Pencernaan Manusia Perkembangan dunia komputer telah mencapai perkembangaan yang sangat mengagumkan. Hampir semua bidang pekerjaan di dunia telah dikendalikan oleh komputer. Sama seperti bidang yang lain, komputer juga amat erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Dalam bidang pembelajaran, komputer memungkinkan untuk terselenggaranya proses belajar mengajar jarak jauh, atau pembelajaran tanpa tatap muka. Namun demikian masalah yang timbul tidak semudah yang dibayangkan. Pengajar dalam hal ini, guru yang menguasai materi pelajaran, sebagian besar tidak mampu menghadirkan bentuk pembelajaran dalam komputer, sedangkan ahli komputer yang mampu merealisasikan segala hal dalam komputer biasanya tidak menguasai materi pelajaran. Maka diperlukan suatu perangkat lunak yang dapat membantu pengajar menyampaikan ide-idenya ke dalam komputer. Diperlukan suatu media pengajaran yang berbasis multimedia yang dapat membantu pengajar menyampaikan materi pelajaran yang dikuasainya melalui komputer, sehingga dapat terselenggara pembelajaran mandiri atau pembelajaran jarak jauh. Tujuan dari perancangan ini adalah menghasilkan sebuah media interaktif berbasis komputer yang efektif dan efisien lebih menarik. Diharapkan dengan adanya media interaktif berbasis komputer tersebut, semangat belajar siswa di SMP khususnya kelas VIII dapat meningkatkan pembelajarannya. Metode perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural, yaitu bersifat deskripsif. Adapun proses produksi media interaktif ini tersusun dalam pengumpulan data dan fakta pendukung (observasi, wawancara dan dokumentasi), analisis data, sintesis, konsep media, konsep perancangan, teknik perancangan, dan hasil karya Produk yang dihasilkan CD media interaktif yang dapat membantu siswa dalam mempelajari materi dan organ-organ sistem pencernaan manusia untuk siswa SMP kelas VIII . Untuk memperkuat pemasaran dari produk ini, maka dibuat juga media promosi meliputi x-banner, poster, stiker, kalender, buku saku dan puzzle.

Analisis karakter directional coupler berbasis bahan polimer lithium niobate (LINbO3) / Ika Rosaria Fathony

 

Kata Kunci : directional coupler, indeks bias efektif, panjang kopling, transfer daya, Lithium Niobate Directional coupler merupakan piranti optik yang tersusun atas dua pandu gelombang sejajar dengan salah satu fungsinya yaitu sebagai pendukung teknologi komunikasi lewat pembuatan komponen optika terpadu yang mampu menjalankan fungsi guided, coupled dan sebagainya. Pada skripsi ini dilakukan analisis karakter directional coupler struktur slab berbasis bahan polimer Lithium Niobate (LiNbO3) dengan jenis film yang digunakan adalah planar graded index berprofil 1/cosh2 untuk panjang gelombang 1,33 μm. Directional coupler hasil analisis melalui pengamatan, lebar film paling kecil adalah 0,5 μm menghasilkan nilai indeks bias efektif ternormalisasi sebesar 0,63, frekuensi normalisasi 1,95 Hz, dan nilai indeks bias efektifnya 2,2. Sedangkan pada analisis panjang kopling ketebalan terkecil yang digunakan adalah 0,5 μm, dari hasil analisis didapatkan panjang kopling Lc=0,32cm lalu divisualisasi menggunakan bantuan bahasa pemrogaman Mathematica 7.1 untuk menggambarkan moda simetri dan asimetri. Setelah itu directional coupler juga dianalisis dari segi kemampuan menransfer daya. Hasil penelitian ini menunjukkan directional coupler memenuhi 3-dB power transfer dalam pentransferan daya yaitu semakin besar lebar gap maka akan semakin besar pula panjang kopling (Lc). Maka makin kecil gelombang cahaya yang bisa ditransmisikan ke pandu gelombang dua. Hal ini menunjukkan bahwa dengan makin bertambahnya lebar gap (s), maka semakin besar panjang kopling (Lc) yang artinya semakin lemah kekuatan koplingnya. Dengan demikian, nilai tetapan propagasi efektif moda asimetri (βa) semakin mendekati nilai tetapan propagasi efektif moda simetri (βs).

Identifikasi konsep sukar dan kesalahan konsep tatanama senyawa biner dan ion poliatomik siswa SMA Negeri I Malang tahun ajaran 2009/2010 / Hayu Winarsih

 

Kata-kata Kunci: konsep sukar, kesalahan konsep, tatanama senyawa biner, tatanama senyawa ion poliatomik. Konsep kimia sebagian besar bersifat abstrak, berjenjang dan saling berkaitan satu sama lain sehingga cenderung hanya dapat dipahami dengan baik oleh siswa SMA yang telah mengembangkan pola berfikir formal. Tidak semua siswa SMA sudah berada pada tingkat operasi formal. Hal ini mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep dengan benar sehingga konsep tersebut bisa menjadi sukar bagi siswa. Suatu konsep disebut konsep sukar apabila sebagian besar siswa mengalami kesukaran pada konsep tersebut. Hal ini ditandai dengan jumlah siswa yang menjawab salah pada soal yang berkaitan dengan konsep itu antara 61-100% atau ≥ 61%. Lebih lanjut konsep sukar berpengaruh pada pemahaman siswa, sehingga memungkinkan terjadi kesalahan konsep. Konsep tatanama senyawa biner dan ion poliatomik disusun dari konsep lambang unsur, senyawa, muatan, dan bilangan oksidasi. Aturan tatanama senyawa biner dan ion poliatomik merupakan salah satu konsep penting dalam mempelajari kimia. Jika memahami aturan tatanama senyawa, maka dapat memberi nama dari rumus kimianya dan sebaliknya. Lebih lanjut, jika siswa memahami tatanama senyawa maka siswa dapat menuliskan persamaan reaksi. Jika siswa tidak paham, terhadap salah satu konsep tersebut, maka dapat mengakibatkan kesulitan dalam memahami konsep lain. Di samping itu, juga dapat menimbulkan konsep sukar dan kesalahan konsep. Penelitian konsep tatanama senyawa biner dan ion poliatomik yang dilaksanakan di kelas X dan XI di SMA Negeri I Malang, bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) jenis konsep sukar; (2) konsep yang paling sukar berdasarkan Persen Jawaban Salah (PJS); (3) jenis kesalahan konsep; dan (4) kesalahan konsep paling besar yang dialami siswa kelas XI berdasarkan konsistensi jawaban salah (PK). Penelitan tentang konsep sukar dan kesalahan konsep merupakan penelitian deskriptif. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas X dan XI IPA SMA Negeri I Malang tahun ajaran 2009/2010 semester genap yaitu siswa kelas X6, X7, XI IPA3 dan XI IPA5. Jumlah subyek penelitian di kelas X dan XI IPA berturut-turut adalah 73 dan 76 siswa. Hasil wawancara digunakan sebagai pembuktian data. Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Instrumen yang dipakai dalam penelitian adalah tes diagnostik objektif berupa sejumlah 13 soal pilihan ganda dengan lima alternatif jawaban yang diperkuat dengan alasan pemilihan jawaban dan hasil wawancara. Tiap alternatif jawaban mewakili satu konsep yang diukur. Sebelum digunakan, soal terlebih dahulu diujicoba pada mahasiswa kimia OFF GG dan Aru 2009 FMIPA Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep sukar yang dimiliki siswa kelas X dan XI IPA SMA Negeri I Malang tahun ajaran 2009/2010 berdasarkan PJS yaitu: (a) sistem Stock di kelas X,, (b) tatanama anion poliatomik dari asam poliprotik di kelas X dan XI, (c) tatanama anion poliatomik berdasarkan bilangan oksidasi di kelas X dan XI. (2) Konsep yang paling sukar adalah tatanama anion poliatomik dari asam poliprotik di kelas X dengan PJS sebesar 90% dan di kelas XI tatanama anion poliatomik berdasarkan bilangan oksidasi sebesar 94%. (3) Kesalahan konsep yang terjadi pada siswa kelas X dan XI berdasarkan PK adalah: Siswa menganggap lambang unsur diambil dari huruf awal nama unsur dalam bahasa Indonesia dimiliki 3,95% siswa kelas X dan 2,82% siswa kelas XI; (b) Siswa menganggap besar muatan kation sama dengan nomor golongan di kelas X dialami 1,30% siswa; (c) Siswa menganggap anion dengan jumlah atom O lebih sedikit maka besar muatan anion berkurang satu di kelas X dengan PK sebesar 14,50% dan sebesar 2,81% di kelas XI; (d) Siswa menganggap sistem Stock digunakan sesuai indeks pada kation dengan tingkat kekonsistenan pada siswa kelas X 1,31% dan 1,14% pada siswa XI; (e) Siswa menganggap sistem Stock digunakan pada kation monoatomik 1 macam biloks dimiliki 1,31% pada siswa kelas X dan 1,40% siswa kelas XI; (f) Siswa menganggap sistem Stock digunakan sesuai indeks anion pada siswa kelas X dan XI sebesar 3,95% dan 1,40%; (g) Siswa menganggap tatanama anion poliatomik tidak dipengaruhi oleh bilangan oksidasi pada siswa kelas X dan XI masing-masing sebesar 2,63% dan 9,85%; (h) Siswa menganggap senyawa yang mengandung unsur logam-nonlogam menggunakan tatanama senyawa biner nonlogam-nonlogam dengan tingkat kekonsistenan pada siswa kelas X 5,26% dan 4,22% pada siswa XI. (4) Kesalahan konsep yang paling besar pada kelas X adalah muatan anion dengan PK sebesar 14,50% dan bilangan oksidasi pada anion poliatomik tidak mempengaruhi tatanama anion poliatomik sebanyak 9,85%.

Pembelajaran kooperatif TGT untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika pokok bahasan kubus dan balok siswa kelas VIII A SMP Negeri 10 Malang / Joko Kurniawan

 

Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, TGT, motivasi, prestasi Selama ini masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu ceramah. Berdasarkan hasil observasi di kelas VIII A SMP Negeri 10 Malang pada mata pelajaran matematika, pembelajaran dengan metode ceramah membuat siswa kurang antusias sehingga berakibat pada rendahnya prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat hasil perolehan nilai tes/ujian siswa. Dari besar nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditentukan oleh guru matematika, yaitu 68 ternyata dari 39 siswa hanya 46,15% (18 siswa) yang mampu mencapai kriteria lulus. Mengingat rendahnya motivasi dan prestasi belajar siswa, maka dirancanglah suatu penelitian tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan perubahan metode pembelajaran dari paradigma teacher center menuju metode pembelajaran dengan paradigma student center. Metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Game Tournament (TGT) merupakan suatu alternatif metode pembelajaran yang berusaha mengaktifkan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang diawali dengan kegiatan observasi dan refleksi awal kemudian diikuti dengan tahapan-tahapan pada setiap siklus, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan kelas, pengamatan, dan refleksi. Dalam tahap pelaksanaan tindakan guru menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT yang terdiri dari beberapa kegiatan yang dimulai dengan class presentation, pembentukan kelompok, turnamen, pemberian tugas, tes/kuis, evaluasi, dan diakhiri penutup. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan ternyata pembelajaran kooperatif tipe TGT pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 10 Malang terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam akhir kegiatan penelitian tindakan ini dapat diketahui bahwa rata-rata motivasi belajar meningkat sebesar 7,03% dari 64,98% pada siklus 1 menjadi 72,03% pada siklus 2. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias menyelesaikan soal latihan secara kelompok dan aktif bertanya ketika guru menyampaikan materi. Di samping itu pembelajaran kooperatif tipe TGT juga mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Persentase ketuntasan belajar siswa aspek kognitif pada pembelajaran tanpa TGT sebesar 46,15% meningkat pada siklus 1 menjadi 76,92% sedangkan siklus 2 mencapai angka 92,30% dan dikategorikan tuntas dari persyaratan sebesar 75%. Siswa mengaku bahwa adanya interaksi antarkelompok dan penghargaan, mampu memotivasi secara individu untuk tekun belajar guna memperoleh nilai yang baik. Berdasarkan data di atas, maka terdapat beberapa saran yang diberikan, yaitu: (1) bagi guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri 10 Malang dan guru mata pelajaran lain disarankan untuk senantiasa melakukan pembelajaran kreatif dan inovatif dengan mengacu pada model pembelajaran student center. Salah satu bentuk aplikasinya adalah pembelajaran kooperatif dan khususnya tipe TGT. Pembelajaran jenis ini lebih mengedepankan keaktifan siswa dalam pembelajaran yaitu berupa diskusi kelompok dan pembelajaran teman sejawat sehingga diharapkan siswa mampu mengkonstruk sendiri pemikirannya, (2) hendaknya sekolah-sekolah khususnya SMP Negeri 10 Malang senantiasa mengarahkan kepada tenaga pendidiknya untuk melakukan pembelajaran yang berparadigma student center, yang condong untuk menciptakan keaktifan siswa dalam pembelajaran agar siswa mampu mengeksplorasi pemikirannya, (3) bagi peneliti selanjutnya hendaknya dalam melaksanakan kegiatan penelitian tindakan kelas khususnya tentang penerapan model pembelajaran, peneliti memberikan inovasi yang sangat berbeda dengan penelitian-penelitian terdahulu. Hal itu dilakukan dengan harapan dapat memperkaya wawasan bagi tenaga pendidik professional khususnya dalam mengatasi masalah pembelajaran

Karateristik dan prestasi belajar mahasiswa pendidikan tata boga angkatan 2007-2009 jalur PMDK, SPMB, dan SPMK / Dityas Windi Harto

 

Kata kunci: karakteristik, prestasi belajar, perbedaan Karakteristik setiap individu dipengaruhi oleh faktor bawaan dan faktor lingkungan. Karakteristik individu yang terkait dengan pretasi belajar adalah minat dan motivasi. Minat merupakan daya gerak yang mendorong seseorang cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda, atau kegiatan ataupun bisa berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri, sedangkan motivasi berprestasi merupakan suatu dorongan dari dalam diri seseorang untuk memperoleh kepuasan dalam berprestasi dengan lebih baik dari sebelumnya atau dari orang lain untuk mencapai keberhasilan. Prestasi merupakan gambaran kemampuan memahami isi pelajaran yang biasanya dilambangkan dengan skor atau nilai. Tujuan dari penelitian ini meliputi: (1) Mengetahui karakteristik yang meliputi minat dan motivasi mahasiswa Pendidikan Tata Boga angkatan 2007-2009 jalur PMDK, SPMB, dan SPMK, (2) Mengetahui prestasi belajar yang diungkapkan dengan rata-rata IP (ndeks Prestasi) mahasiswa Pendidikan Tata Boga angkatan 2007-2009 jalur PMDK, SPMB, dan SPMK, dan (3) Mengetahui apakah ada perbedaan karakteristik dan prestasi belajar mahasiswa Pendidikan Tata boga angkatan 2007-2009 jalur PMDK, SPMB, dan SPMK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan studi komparatif, sedangkan untuk pengumpulan datanya menggunakan angket dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Tata Boga angkatan 2007-2009 yang berjumlah 173 mahasiswa dengan teknik sampel Random Sampling yang menghasilkan sampel 82 mahasiswa. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa minat mahasiswa jalur PMDK, SPMB, dan SPMK tidak ada perbedaan karena diperoleh F hitung = 2,976 dan F tabel = 3,11 sehingga F hitung < F tabel. Hasil analisis data terkait dengan motivasi berprestasi mahasiswa Pendidikan Tata Boga diperoleh F hitung = 0,653 dan F tabel = 3,11 sehingga F hitung < F tabel maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan motivasi berprestasi mahasiswa Pendidikan Tata Boga jalur PMDK, SPMB, dan SPMK. Hasil analisis data mengenai prestasi belajar diperoleh F hitung = 12,915 dan F tabel = 3,11 maka F hitung > F tabel, jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa Pendidikan Tata Boga jalur PMDK, SPMB, dan SPMK.

Penerapan pendekatan whole language dengan teknik reading alouds untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas I SDN Kejayan I Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Vivi Wijayanti

 

Kata Kunci : whole language, reading alouds, membaca pemahaman, SD Keterampilan membaca menduduki posisi serta peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Membaca merupakan jembatan bagi siapa saja yang ingin meraih kesuksesan. Kenyataannya kemampuan membaca siswa kelas I SDN Kejayan I masih rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya minat baca pada siswa. Metode mengajar guru yang kurang sesuai mengakibatkan penguasaan bahasa Indonesia terbatas. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan pendekatan pembelajaran whole language dengan teknik reading alouds. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran bahasa Indonesia melalui pendekatan whole language dan peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui teknik reading alouds. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, yaitu (1) siklus I, pembelajaran dilakukan dengan menyusun rancangan pembelajaran, kegiatannya menggunakan metose ceramah, tanya jawab, diskusi dan penugasan, (2) siklus II, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media yang lebih bervariasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Kejayan I Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan yang berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kemampuan membaca siswa masih kurang, (2) pada siklus I hanya 18 siswa (60%) dari 30 siswa yang mencapai ketuntasan belajar, (3) pendekatan whole language mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan tersebut sebesar 12 dari siklus I yang tadinya sebesar 72 menjadi 84 dengan ketuntasan belajar 100% dan dikategorikan sangat baik. Saran pada penelitian ini adalah guru diharapkan bias menerapkan pembelajaran dengan pendekatan whole language di sekolah, guru hendaknya lebih kreatif dalam menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa.

Model pembelajaran kolaboratif tipe kooperatif learning dapat meningkatkan aktivitas belajar dan berbicara siswa kelas V SDN Bantur Malang / Eni Nur Afidah

 

Kata Kunci: bahasa Indonesia, model kolaboratif Bahasa Indonesia erat kaitannya dengan guru bahasa Indonesia, yakni orang-orang yang tugasnya setiap hari membina pelajaran bahasa Indonesia. Gurulah yang bertanggung jawab akan perkembangan bahasa Indonesia, yang akan selalu dituding oleh masyarakat bila hasil pengajaran bahasa Indonesia di sekolah tidak memuaskan khususnya di Sekolah Dasar. Berhasil atau tidaknya pengajaran bahasa Indonesia memang di antaranya ditentukan oleh faktor guru, disamping faktor-faktor lainnya, seperti faktor murid, metode pembelajaran, kurikulum (termasuk silabus), bahan pengajaran dan buku, serta yang tidak kalah pentingnya ialah perpustakaan sekolah dengan disertai pengelolaan yang memadai. Ketermpilan berbahasa akan dapat dicapai dengan baik bila dibiasaka menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari misalnya dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Berdasarkan paparan tersebut, maka dalam penelitian ini diberi judul "Model Pembelajaran Kolaboratif untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDN BANTUR MALANG Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kelas, dengan menggunakan model Kemmis dan Tagart (1990)(dalam Arikunto:2007). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas 4 kegiatan melalui prosedur: (a) perencanaan, (b) tindakan dan pengamatan, (c) refleksi, dan (d) perbaikan perencanaan. Hasil dari pelaksanaan dan observasi pembelajaran telah menunjukkan peningkatan aktivitas belajar siswa dan peningkatan hasil belajar siswa secara kelompok dalam menyelesaikan masalah. Sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran sudah memenuhi apa yang diharapkan yaitu adanya peningkatan kualitas pembelajaran Kesimpulan dari penelitian ini adalah Model Kolaboratif dapat Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa dan Berbicara pada Mata Pelajaran bahasa Indonesia kelas V SDN Bantur Malang, dan model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia.

The Teaching of English in the fifth grade at International laboratory primary school state University of Malang / Emi Faridah

 

Key Words: Teaching of English, International Standard Schools, This study is interesting to describe the process of the teaching of English in the fifth grade at international laboratory primary school State University of Malang. It covers; (1) what kinds of the teaching-learning activities in the classroom, (2) how the teacher selected the materials, (3) what kinds of instructional media are used by the teacher, and (4) how is assessment applied by the teacher. From the findings, the teaching techniques used by the teacher to conduct the teaching-learning activities in the classroom were listen and do, question and answer, in pair or group work, brainstorming, and modeling and demonstration. Next, the materials used by the teacher are worksheet supported other sources namely electronic books (Timesavers Project Work, Timesavers Vocabularies Activities, and Timesavers Reading Lesson) and English articles. Meanwhile, the teacher used ICT media such as LCD, computer, and internet to support her teaching. She also used visual media such as pictures, real objects, and power point slides. Finally, this study also described how the teachers applied the assessments in the teaching of English.

Pengembangan modul trigonometri dengan metode penemuan terbimbing / Widya Saputri

 

Kata Kunci : modul, trigonometri, penemuan terbimbing Suatu upaya inovatif untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memperhatikan perbedaan kecepatan belajar tiap individu adalah menyelenggarakan Sistem Kredit Semester (SKS). Beberapa sekolah terutama sekolah dengan kategori mandiri dan sekolah bertaraf internasional mulai memberlakukan Sistem Kredit Semester (SKS) dalam kurikulumnya untuk memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda-beda. Berlakunya Sistem Kredit Semester (SKS) maka menimbulkan upaya untuk melaksanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan masing-masing siswa. Pelaksanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan masing-masing siswa adalah pembelajaran dengan menggunakan modul. Trigonometri merupakan salah satu pokok bahasan yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk mengkontruksi pengetahuan secara mandiri dengan metode penemuan terbimbing diharapkan menjadi solusi yang dapat memudahkan siswa untuk memahami materi. Tujuan pengembangan ini adalah adanya produk berupa modul trigonometri dengan metode penemuan terbimbing. Model pengembangan modul ini menggunakan model konseptual. Prosedur pengembangan modul dalam penulisan ini didasarkan pada prosedur pengembangan modul menurut Departemen Pendidikan Nasional. Tahap-tahap pengembangan modul yaitu : (1) tahap persiapan, (2) tahap penyusunan, dan (3) tahap validasi dan penyempurnaan. Berdasarkan hasil analisis pengembangan, keseluruhan aspek penilaian modul dinyatakan sangat valid atau valid. Dengan demikian modul berdasarkan metode penemuan terbimbing yang telah disusun layak dijadikan sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika pada materi trigonometri untuk siswa SMK kelas X.

Pengaruh game educatif terhadap kemampuan matematika anak di TK Mutiara Singosari / Rani Purwaningtyas

 

Kata kunci : kemampuan matematika, angka, bilangan, game edukatif, taman kanak-kanak Matematika telah diberikan kepada siswa taman kanak-kanak sebagai salah satu mata pelajaran . Materi yang umumnya diajarkan adalah mengenai pengenalan angka dan konsep bilangan sederhana. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan matematika anak dengan menggunakan game edukasi matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh game edukatif terhadap kemampuan matematika anak usia masa kanak-kanak awal di TK Mutiara Singosari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan pretest-post test design. Penelitian dilaksanakan di TK Mutiara Singosari Kabupaten Malang, dengan menggunakan 30 siswa sebagai subyek penelitian. Subyek penelitian dibagi ke dalam dua kelompok secara random, 15 subyek sebagai kelompok eksperimen dan 15 subyek sebagai kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada tanggal 4 Oktober 2010 sampai 3 November 2011. Data dikumpulkan melalui tes prestasi yang menggunakan Lembar Kerja Siswa (pretest dan post-test) dan observasi. Analisis data menggunakan analisis perbedaan melalui uji beda (uji t) dan analisis dekkriptif. Hasil uji beda (t) adalah 5,380 dan nilai signifikansinya 0,000 sehingga 0,000 < 0,05 maka menunjukkan ada perbedaan kemampuan matematika antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Menurut hasil analisis deskriptif dapat diketahui nilai rata-rata kelompok eksperimen 26,8 dan nilai rata-rata kelompok kontrol 22,6, sehingga menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki kemampuan matematika yang lebih baik dibanding kelompok kontrol. Dari kedua hasil analisis dapat dibuktikan bahwa game edukatif berpengaruh pada kemampuan matematika siswa TK Mutiara Singosari. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada subjek agar lebih memperhatikan ketika guru mengajar, kepada guru agar memberikan variasi dalam metode pembelajaran sehingga meningkatkan minat dan motivasi siswa seperti game edukatif, kepada peneliti selanjutnya agar memperhatikan aspek-aspek psikologis siswa yang lain seperti inteligensi dan bakat siswa untuk memperkecil penyimpangan hasil dan hendaknya lebih selektif dalam menentukan subjek dan mengkomunikasikan dengan baik pada pihak sekolah sehingga treatmen terlaksana dengan baik dan memperkecil penyimpangan hasil serta dapat digeneralisasikan bagi seluruh siswa taman kanak-kanak.

Hubungan antara disiplin belajar dan fasilitas belajar di sekolah dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (Studi kasus pada siswa kelas XI IPS SMAN 1 Kraksan) / Novy Kurniawati

 

Kata kunci: disiplin belajar di sekolah, fasilitas belajar di sekolah, prestasi belajar siswa SMAN 1 Kraksaan telah membuat disiplin belajar di sekolah berupa tata tertib beserta sanksinya yang tegas dengan tujuan untuk menanamkan sikap disiplin dalam diri siswa, sehingga siswa diharapkan dapat lebih siap dalam menerima pelajaran. Dan fasilitas belajar yang dimiliki oleh SMAN 1 Kraksaan tergolong sudah lengkap, seperti adanya gedung sekolah yang nyaman, perpustakaan, laboratorium, dan fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran lainnya. Akan tetapi, ditemukan bahwa masih banyak siswa yang melanggar disiplin belajar yang telah ditetapkan oleh sekolah, khususnya pelanggaran yang banyak dilakukan oleh siwa kelas XI IPS, selain itu juga diketahui bahwa siswa disana masih belum sepenuhnya memanfaatkan fasilitas belajar yang tersedia di sekolah untuk membantu mereka dalam kegiatan pembelajaran, khususnya pada saat pelajaran ekonomi. Jadi dengan adanya permasalahan tersebut, maka peneliti ingin mengetahui sejauh mana hubungan dari adanya disiplin belajar dan fasilitas belajar di sekolah dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menjelaskan hubungan antara disiplin belajar di sekolah dengan prestasi belajar siswa, (2) untuk menjelaskan hubungan antara fasilitas belajar di sekolah dengan prestasi belajar siswa, dan (3) untuk menjelaskan secara bersama-sama bagaimana hubungan antara disiplin belajar dan fasilitas belajar di sekolah dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Metode pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari data manusia dan data non manusia. Data yang bersumber dari manusia berupa ucapan dan tindakan yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan angket. Sedangkan untuk data non manusia adalah dokumen-dokumen yang relevan dengan fokus penelitian yaitu nilai UTS (Ulangan Tengah Semester) pada semester gasal tahun ajaran 2010/2011. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian ini, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama, dapat diketahui bahwa tingkat prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Kraksaan pada mata pelajaran konomi semester gasal tahun ajaran 2010/2011 yang diambil dari nilai UTS (Ulangan Tengah Semester) meliputi 14 siswa (20,9%) memiliki prestasi belajar yang baik. 41 siswa (61,19%) memiliki prestasi belajar yang cukup baik dan 12 siswa (17,91%) memilki prestasi belajar yang kurang. Sedangkan untuk tingkat disiplin belajarnya meliputi 62 siswa (92,54%) memiliki tingkat disiplin belajar yang tinggi dan 5 siswa (7,46%) memiliki tingkat disiplin belajar yang rendah. Dan untuk fasilitas belajar di sekolah meliputi 65 siswa (97,02%) yang berpendapat bahwa ketersediaan fasilitas belajar di sekolah baik dan 2 siswa (2,98%) berpendapat bahwa ketersediaan fasilitas belajar di sekolah dalam katagori kurang. Kedua, dapat diketahui bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar di sekolah dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS semester gasal tahun ajaran 2010/2011 di SMAN 1 Kraksaan, hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis korelasi antara disiplin belajar di sekolah dengan prestasi belajar siswa sebesar 0,603 yang signifikan pada tingkat kepercayaan sebesar 0,05. Ketiga, dapat diketahui bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara Fasilitas belajar di sekolah dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS semester gasal tahun ajaran 2010/2011 di SMAN 1 Kraksaan, hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis korelasi antara fasilitas belajar di sekolah dengan prestasi belajar siswa sebesar 0,514 yang signifikan pada tingkat kepercayaan sebesar 0,05. Keempat, dapat diketahui bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dan fasilitas belajar di sekolah dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS semester gasal tahun ajaran 2010/2011 di SMAN 1 Kraksaan, hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis korelasi antara disiplin belajar dan fasilitas belajar di sekolah dengan prestasi belajar siswa sebesar 0,652 yang signifikan pada tingkat kepercayaan sebesar 0,05.

The Teaching of english at TK Laboratorium UM Malang / Ristia Yulianti Ahmad

 

English is the international language, so if you want to be insightful and knowledgeable then the English language is something which is very important to be learnt. Many parents in Indonesia want their children to learn English language at early age. With the right method, learning English will be fun.The design of this study is descriptive qualitative and the subject here is a teacher who has an educational background of English in Malang. This research aims to investigate the teaching of English at TK Laboratorium UM Malang. TK Laboratorium UM Malang is a private kindergarten under the auspices of the State University of Malang. There are three problems in this research: (1) what techniques are used in the teaching English at TK Laboratorium UM? (2) what materials are used at TK Laboratorium UM? (3) what media are used in the teaching English at TK Laboratorium UM?. Some of the techniques used by teachers in teaching English are: songs, exercises, games, listen and repeat, listen and do, and question- answer.The materials used by teachers are the development of SKM (Weekly Lesson Plan) as a guide for teachers to give lessons with themes that are already available in the SKM. Teaching process in class A Star is also supported by the using of media such as: flashcards, realia, television set, and toys and accessories. Being a teacher in kindergarten requires creativity, innovation, and being active in determining and creating techniques and media that are suitable for young learners so that learning English becomes fun for them.The data obtained can complement the findings in different aspects, so readers can get more information about teaching and learning English in kindergartens.

Peningkatan kemampuan memecahkan masalah pecahan melalui pendekatan realistic mathematic education di kelas IV SDN Grati I Pasuruan / Lilik Nurhayati

 

Kata kunci: memecahkan masalah pecahan, matematika, Realistic Mathematic Education Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini, rendahnya hasil belajar matematika siswa disebabkan karena pendekatan, metode, atau pun strategi tertentu yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran masih bersifat tradisional, dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pola pikirnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Akibatnya kreatifitas dan kemampuan berpikir matematika siswa tidak dapat berkembang secara optimal. Tujuan diadakan penelitian di SDN Grati I Kabupaten Pasuruan antara lain: mendeskripsikan proses penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah pecahan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa di kelas IV. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Grati I Kec. Grati Kab. Pasuruan dengan jumlah 29 siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dokumentasi dan pengamatan selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas 4 kegiatan melalui prosedur: (a) perencanaan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi, dan (d) refleksi. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pendekatan Realistic Mathematic Education hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran menyelesaikan permasalahan pecahan dalam matematika dapat ditingkatkan. Hal ini bisa dilihat dari rata-rata skor tes mengalami kenaikan dari 61,8 pada siklus 1 dan naik menjadi 71,8 pada siklus 2. Ketuntasan belajar peserta didik juga mengalami peningkatan. Pada siklus 1 ketuntasannya hanya 31 % dan naik pada siklus 2 menjadi 83 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan Realistic Mathematic Education dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa selama pembelajaran. Hal ini tampak dari peningkatan nilai rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal. Adanya variasi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran sangat diperlukan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan adanya penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education membuat siswa menjadi tertarik dengan pembelajaran dan aktif mengikuti pembelajaran karena siswa merasa bahwa ide atau pendapatnya dalam menyelesaikan permasalahan matematika dihargai.

The Teaching of english at TK Negeri Pembina I Jalan Cibogo Malang / Novianty

 

Key words : teaching English, young learners, and TK Negeri Pembina I Jalan Cibogo Malang TK Negeri Pembina I Jalan Cibogo Malang in terms of teaching method, teaching techniques, teaching materials, and students’ responses. This study is a descriptive qualitative research. The subjects were the English teacher and the students of grade A1 of TK Negeri Pembina I Jalan Cibogo Malang. The main instrument in the study was the researcher, who was supported by some instruments: observation checklist, fieldnotes, video camera and interview. Based on the findings, it was found that the teacher used some kinds of techniques; they are warm up, listen and repeat, listen and do, questionanswer, modeling, game, draw and colour. The teacher used some kinds of media, such as; still picture, white board, and textbook. The materials used by the teacher were taken from Satuan Kegiatan Migguan (SKM) and the textbook entitled“I Can Speak English” was written by Arifin Aulia and published by Erlangga in 2005. The teacher also used her own materials of vocabulary. The using of techniques, media, materials have some strengths and weakness. The strengths were on the effective use of selected materials, the complete media, and good teacher’s performance in using them. The weaknesses were on the materials were the teacher had not made syllabus in teaching English, the picture media was small, and the teaching technique needs to vary. In term of students’ responses students gave varied in responses. When the teacher used the same teaching techniques on different days, the students gave the same responses. It was about 60% students were enthusiastic. But, when the teacher used different technique and learning through play the percentage of enthusiasm increased to 80%. Based on the research findings, some suggestions were given to the teacher to pay more attention to the techniques of teaching and uses different techniques in teaching. The teacher should make a detailed syllabus, so the teaching of English can be organized better. The teacher needs to find more interesting media considering that she teaches young learners. It is suggested that the teacher also attends workshops or seminar about teaching English to young learners more frequently. Learning a new language needs a long process. Therefore, it is interesting to observe how the teaching of English to young learners is done at kindergartens, where the students are about four to five years old. This study was intended to describe the teaching process of English in the kindergarten namely

Specific language use in T-Shirt slogan / Narita Candra Purnamasari

 

Keywords: , gender representation, language function, frame strategy, agenda settings. Football has become a pop culture. Masculinity of football has shifted along with the existences of women football supporters community. One of women football supporters’ community is Aremanita. This thesis mainly discusses the existence of Aremanita and the role of Malang Post newspaper in representing them to public. Moreover, it questions the gendered expectation imposed on Aremanita as represented on Malang Post. The main data was taken from Malang Post September 1, 2009- May 30, 2010. Ibnu Hamad’s theory of creating reality in mass media studies is chosen to conduct the research. Mass media should conduct three steps in order to create certain image toward the issue being uplifted, they are language function, framing strategy and agenda setting. Mass media have big power to construct identity of certain community. This thesis analyzes how Malang Post directs its readers to maintain the identity of women football supporters based on the construction that it has implied through the text and images. The result of the research shows that Malang Post identified women supporters as the new community of football supporters which bring their own characteristics that distinguish them to men supporters. Moreover, Malang Post also identified women football supporters as a community which identical with physical beauty and sexiness. On the other hand, women football supporters are only placed as the object in football, they have not been placed as the subject who bring positive contribution for the development of football.

Perancangan visual merchandise Universitas Negeri Malang sebagai media promosi dan peningkatan citra / Happy Yugo Prasetiya

 

Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan aktivitas kinerja siswa dalam menggunakan pesawat sederhana di kelas V SDN Pagentan 1 Singosari / Catur Rini Sukmawati

 

Kata Kunci: Pembelajaran pesawat sederhana, metode eksperimen, aktivitas kinerja siswa. Berdasarkan dokumen sekolah, hasil ujian akhir semester I mata pelajaran IPA di kelas V SDN Pagentan 1 Singosari Tahun Pelajaran 2010-2011, siswa yang nilainya memenuhi KKM sebanyak 10 siswa atau hanya 40 % siswa. Dan nilai siswa yang tidak memenuhi KKM sebanyak 15 siswa atau hanya 60 % siswa. Dengan KKM yang ditentukan SDN Pagentan 1 Singosari untuk pelajaran IPA yaitu 60. Berdasarkan pengamatan guru selama ini pada waktu mengajar di kelas V SDN Pagentan 1 Singosari, 50 % aktivitas siswa hanya mendengarkan penjelasan guru, 25 % aktivitas siswa mencatat materi dan 25 % mengerjakan soal evaluasi. Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) untuk dapat mendeskripsikan penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan aktivitas kinerja siswa dalam menggunakan pesawat sederhana di kelas V SDN Pagentan 1 Singosari, 2) untuk dapat mengetahui penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan aktivitas kinerja siswa kelas V SDN Pagentan 1 Singosari, 3) untuk dapat mengetahui penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Pagentan 1 Singosari. Penelitian ini menggunakan metode reflective thinking. Menurut Aunurrrahman, dkk (2010:10-30) "Reflective thinking adalah metode berpikir yang sebenarnya merupakan ‘akar'dari penelitian ilmiah pada umumnya" Metode reflective thinking diawali dengan kegelisahan terhadap masalah yang dirasakan sulit untuk dipecahkan, sehingga mendorong seseorang untuk memecahkan masalah tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode penulisan deskriptif kualitatif. Sasaran pengamatannya adalah guru dan siswa kelas V SDN Pagentan 1 Singosari Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan datanya adalah teknik observasi, tes dan hasil dokumentasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Berdasarkan pengamatan aktivitas kinerja siswa, pada siklus I memperoleh skor rata-rata 69,16 % siswa yang aktif kinerjanya dan pada siklus II memperoleh skor rata-rata 81,5 % siswa yang aktif kinerjanya, pada siklus II dapat dikatakan sudah berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan penelitian. Berdasarkan hasil belajar siswa, pada siklus I memperoleh skor rata-rata 47,89 dan siklus II memperoleh skor rata-rata 62,04; pada siklus II dapat dikatakan sudah berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan penelitian. Penelitian Tindakan Kelas ini dengan menggunakan metode eksperimen, dapat meningkatkan aktivitas kinerja siswa dan hasil belajar siswa. Saran buat guru selalu meningkatkan kemampuan mengajarnya.

Persepsi guru SMK terhadap pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan di SMK Negeri 6 Malang / Agus Salim

 

enelitian ini dilakukan di SMKN 6 Malang, merupakan penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru di SMK Negeri 6 Malang, baik yang berstatus PNS maupun bukan PNS yang sebanyak 116 orang, terdiri dari PNS kelompok Produktif 50orang, Normatif 12 orang, Adaptif 37 orang, dan non PNS kelompok kelompok Produktif 8 orang, Normatif 3 orang, Adaptif 6 orang. dengan teknik Proporsional Cluster Random Sampling. Diambil sampel seluruhnya 30 orang, terdiri dari PNS kelompok Produktif 8 orang, Normatif 2 orang, Adaptif 6 orang, dan non PNS kelompok kelompok Produktif 7 orang, Normatif 2 orang, Adaptif 5 orang. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif yang meliputi analisa frekuensi dan prosentase. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persepsi guru terhadap pelaksanaan KTSP sebanyak 23 orang (76,67%) termasuk dalam kualifikasi sangat setuju. Sedangkan indikator yang tergolong sangat setuju meliputi penyusunan muatan kurikulum, bahan ajar, pengembangan program, silabus, RPP, sumber belajar, tenaga pendidik, indikator pelajaran. Untuk indikator yang tergolong setuju meliputi pemakaian media, sarana dan prasarana. Sedangkan indikator metode mengajar dapat diartikan tidak setuju. Karena guru hanya menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. (2) Sedangkan untuk persepsi guru terhadap evaluasi pembelajaran sebanyak 25 Orang (83,33%) termasuk dalam kualifikasi sangat setuju. Sedangkan indikator yang tergolong sangat setuju meliputi waktu pelaksanaan; melakukan penilaian; jenis evaluasi; remedial; perbaikan metode mengajar. Berdasarkan penelitian ini disarankan dalam penentuan metode mengajar perlu ditingkatkan, dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi. Untuk penyikapan evaluasi guru sudah sangat setuju dalam pelaksanaan evaluasi. Tetapi diharapkan juga dapat melaksanakan evaluasi dengan lebih baik lagi agar pelaksanaan KTSP di SMKN 6 Malang dapat berjalan dengan lebih baik.

Hubungan kinerja kepala sekolah, manajemen kurikulum, manajemen kesiswaan dan kinerja guru dengan prestasi belajar siswa SMP Negeri di kota Malang / Moh. Saifulloh

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model NHT (Numbered Heads Together) untuk meningkatkan prestasi belajar sistem persamaan liner dua variabel siswa kelas VIII-G SMPN 12 Malang 2010/2011 / Moh. Noval

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together), Prestasi Belajar. Berdasarkan observasi awal melalui wawancara dengan guru mata pelajaran Matematika kelas VIII-G SMPN 12 Malang, diperoleh informasi bahwa hasil belajar sebagian besar siswa pada mata pelajaran Matematika masih tergolong rendah. Proses pembelajaran Matematika di SMPN 12 Malang sering menggunakan metode ceramah dan pengerjaan soal secara individu (pemberian tugas) sehingga siswa kurang minat tehadap pelajaran Matematika. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa masih banyak nilai tes hasil belajar siswa yang belum memenuhi Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ditetapkan di SMPN 12 Malang. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together pada Sistem Persamaan Linier Dua Variabel kelas VIII-G SMPN 12 Malang sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar pada siswa. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan November 2010. Data penelitian berupa keterlaksanaan NHT oleh guru dan siswa melalui lembar keterlaksanaan NHT oleh guru dan siswa dan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan prestasi belajar pada bahasan Sistem Persamaan Linier Dua Variabel siswa kelas VIII-G SMPN 12 Malang. Hal tersebut didukung oleh hasil belajar pada siklus I yaitu skor rata-rata kelas sebesar 56, 94 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebasar 61,53% dan keterlaksanaan NHT oleh guru dan siswa dalam kategoro “sangat baik”, sedangkan pada siklus II skor rata-rata kelas 69,64 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 66,67% dan keterlaksanaan NHT oleh guru dan siswa dalam kategori “sangat baik”.

Penerapan model pembelajaran react berbantuan diagram vee untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang tahun ajaran 2010/2011 / Rismatul Azizah

 

Kata Kunci : Model REACT, diagram Vee, kerja ilmiah, prestasi belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Fisika kelas VIII-E SMP Negeri 8 Malang, diperoleh informasi bahwa jam pelajaran dominan digunakan guru untuk menerangkan materi kepada siswa dengan metode ceramah, sehingga siswa cenderung pasif karena siswa hanya sebatas mendengarkan, mencatat, dan melakukan instruksi guru. Metode eksperimen jarang digunakan, sehingga kemampuan kerja ilmiah siswa rendah. Selain itu prestasi belajar fisika siswa masih rendah dilihat dari nilai rata-rata ulangan harian siswa sebesar 63,95 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 11,63%. Salah satu cara yang ditem-puh untuk nengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembela-jaran REACT berbantuan diagram Vee yang terdiri atas 5 tahapan, yaitu relating, experiencing, applying, cooperating, dan transferring. Diagram Vee digunakan untuk memaksimalkan kegiatan pada tahap experiencing karena dapat membantu siswa mengintegrasikan konsep-konsep yang dimiliki sebagai penge-tahuan awal dengan pengetahuan baru, yang berusaha dikontruksi atau dipahami dalam pelak-sanaan eksperimen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana keterlaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model REACT berbantuan diagram Vee, bagai-mana peningkatan kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang setelah diterapkan model pembelajaran REACT berbantuan diagram Vee. Sesuai dengan yang diungkapkan (Yuliati, 2008: 60) bahwa model pembelajaran REACT efektif meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas terdiri dari 2 siklus. Data keterlaksanaan model pembelajaran REACT berbantuan dia-gram Vee dan kemampuan kerja ilmiah diperoleh dengan instrumen pengamatan sedangkan prestasi belajar diperoleh dari hasil tes akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran dengan model REACT berbantuan diagram Vee 81,42% pada siklus I dan 92,78% pada siklus II. Kemampuan kerja ilmiah siswa mengalami peningkatan secara keseluruhan pada masing-masing indikator, meliputi: (1) penyelidikan/penelitian meningkat dari 79,30% menjadi 90,93%, (2) komunikasi ilmiah meningkat dari 72,47% menjadi 83,72%, (3) pengembangan kreatifitas dan pemecahan masalah meningkat dari 70,47% menjadi 81,17%, dan (4) sikap ilmiah meningkat dari 76,28% menjadi 83,49%. Prestasi belajar fisika pada siklus I mencapai rata-rata 74,77 dan persentase ketuntasan sebesar 72,09%. Pada siklus II rata-rata prestasi belajar meningkat menjadi 84,30 dan persentase ketuntasan belajar sebesar 88,37%.

Perancangan merek dagang original mechandise Arema Indonesia dan media promosinya / Walin Huda

 

Kata Kunci: Merek, Merchandise, Arema Arema Indonesia merupakan klub sepak bola professional yang tergabung dalam kompetisi Liga Super Indonesia. Arema Indonesia memiliki pemasukan dari tiga sumber, diantaranya dari ticketing, sponsorship dan penjualan merchandise. Khusus dari sektor merchandise, Arema Indonesia saat ini hanya mampu mengambil keuntungan dari prosentase atas pemakaian logo klub yang terdapat pada merchandise yang dijual oleh home industry lokal. Oleh karena itu, Arema Indonesia perlu memiliki original merchandise beserta merek dagang yang dikelola secara independen agar dapat menghasilkan pemasukan yang maksimal dari penjualan merchandise. Dalam merancang merek dagang original merchandise Arema Indonesia tersebut, metode perancangan yang digunakan adalah metode perancangan prosedural. Model perancangan prosedural adalah model yang bersifat deskriptif, dimana menggariskan langkah - langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan sebuah produk ( Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas negeri Malang , 2000:39). Hasil perancangan tersebut menghasilkan merek dagang untuk original merchandise Arema indonesia yang berupa logo dan juga media promosinya, beserta beberapa contoh merchandise yang dibuat sebagai produk dari original merchandise Arema Indonesia

Peningkatan keterampilan berpikir kritis dn hasil belajar fisika menggunakan problem posing siswa kelas X.7 SMA Negeri 1 Kepanjen / Aisyatur Rodiyah

 

Kata kunci: hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, problem posing. Berdasarkan observasi yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2011, diketahui pembelajaran di SMA Negeri I Kepanjen menggunakan metode ceramah yang diselingi tanya jawab dan diskusi sehingga pembelajaran cenderung berpusat pada guru. Keaktifan siswa dalam pembelajaran rendah, saat diajukan pertanyaan oleh guru siswa yang menjawab dan angkat tangan tidak ada atau hanya 1-3 siswa saja. Keterampilan berpikir kritis yang rendah akan berdampak pada hasil belajar siswa, hal ini ditunjukkan dengan kurangnya rerata kelas yaitu sebesar 36,77 dari SKM yang berlaku (≥75). Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut diterapkan pembelajaran menggunakan problem posing. Pembelajaran dengan problem posing merupakan suatu bentuk pembelajaran yang menekankan pada kegiatan merumuskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran dengan problem posing dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar Fisika siswa SMA Negeri I Kepanjen. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-7 yang berjumlah 30 siswa. Data penelitian ini berupa keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Keterampilan berpikir kritis siswa diketahui dari hasil tes dan lembar observasi keterampilan berpikir kritis, sedangkan hasil belajar siswa diketahui dari hasil evaluasi yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Ketuntasan belajar dianalisis dengan menggunakan hasil skor siswa mencapai ketuntasan belajar jika telah mencapai skor ≥75 dan daya serap klasikal 85% siswa yang mencapai ≥75. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I rata-rata kelas sebesar 77,17 menjadi 79,17 pada sikluls II. Persentase ketercapaian siklus I sebesar 86,67% meningkat menjadi 93,33% pada siklus II. Rata-rata kelas dari hasil evaluasi di setiap siklus mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 81,5 dan hasil belajar pada siklus II sebesar 82,67 dengan peningkatan sebesar 1,17. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 90% dan pada siklus II meningkat menjadi 100%. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan problem posing dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar siswa berjalan dengan baik dengan persentase pelaksanaan pembelajaran pada siklus I sebesar 87,5% dan pada siklus II 96,79% sehingga diharapkan guru dapat menerapkan problem posing sebagai variasi dalam pembelajaran Fisika. Keterbatasan penelitian yang hanya menerapkan problem posing pada materi pemuaian dan perpindahan kalor dengan waktu penelitian yang cukup singkat, maka diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan pada materi yang lain dengan menghadapkan siswa pada masalah-masalah yang ada pada kehidupan sehari-hari pada waktu penelitian yang cukup lama untuk peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.

Perancangan game tradisional Jawa egrang bambu / Mamlu'atul Hikmah

 

Kata Kunci: perancangan, game, egrang bambu Egrang merupakan salah satu permainan tradisional yang berasal dari pulau Jawa. Permainan tradisional egrang tersebut termasuk permainan yang hampir hilang dan tidak dikenal lagi karena adanya pengaruh permainan modern. Berkurangnya minat permainan tradisional Jawa egrang bambu tersebut sebagai dampak dari perkembangan teknologi saat ini. Untuk meningkatkan kesadaran terhadap rasa cinta budaya Indonesia terutama permainan tradisional Jawa egrang bambu yang hampir menghilang tersebut perlu diupayakan berbagai langkah, salah satu diantaranya melalui media game. Perancangan game egrang bambu ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah media game yang efektif, informatif dan menarik guna sebagai upaya pelestarian kembali permainan tradisional Jawa egrang bambu. Data perancangan game egrang bambu ini diperoleh dari pengumpulan data website dan buku-buku atau karya ilmiah. Perancangan game egrang bambu tersebut menggunakan berbagai software grafis animasi yaitu Adobe Flash CS3 dan Adobe Photoshop CS3. Perancangan ini menghasilkan berbagai media yaitu, media game (sebagai media utama), kemasan CD game, marchendise berupa pembatas buku, notes, dan penggaris, media promosi berupa x-banner, poster, brosur, dan stiker. Perancangan game ini belum melewati tahap validasi dan ujicoba. Untuk mengetahui keefektifannya, disarankan untuk dilakukan validasi dan ujicoba terhadap game ini.

Peningkatan proses dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) pada mata pelajaran IPS kelas IV di SDN Sukoharjo 2 Kota Malang / Rahman Kelubas

 

Kata Kunci: Proses dan Hasil Belajar, Model pembelajaran VCT, IPS SD. Apakah penerapan model pembelajaran VCT dapat meningkatkan (1) proses dan (2) hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV SDN Sukoharjo 2 Kota Malang? Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), prosedur penelitian dilaksanakan 2 siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan & observasi refleksi dan perbaikan rencana. Subjek penelitian ini adalah peneliti dan siswa kelas IV SDN Sukoharjo 2 Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Observasi awal hasil penelitian dengan penerapan model pembelajaran VCT menunjukkan bahwa nilai rata-rata proses belajar siswa dari aspek yang dinilai pada siklus I pertemuan I sebesar 61,4, pertemuan II meningkat menjadi 68,1, dan siklus II menjadi 69,4. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan I menjadi 68,2, pertemuan II meningkat menjadi 74,5 dan siklus II mengalami peningkatan lagi menjadi 83,9. Sehingga dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran VCT dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sukoharjo 2 Kota Malang dengan materi pokok "Mengenal masalah sosial di daerahnya". Dengan demikian diharapkan guru dapat menerapkan model pembelajaran VCT pada mata pelajaran IPS dengan memperhatikan waktu sehingga siswa mengetahui dan mengalami secara langsung materi yang diajarkan. Pada jenjang sekolah dasar IPS memfokuskan kajiannya kepada hubungan antar manusia dan proses membantu pengembangan kemampuan, pngetahuan, keterampilan dan sikap. Iklim pembelajaran yang di kembangkan oleh guru mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan dan proses belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru kelas IV diketahui beberapa permasalahan, diantaranya: (1) Metode mengajar yang digunakan oleh guru masih didominasi metode ceramah, (2) Proses belajar siswa rendah yang ditandai oleh siswa kurang aktif dalam mencari atau menemukan pengetahuannya sendiri, (3) Hasil belajar IPS siswa kelas IV masih rendah, dengan nilai rata-rata 61,9. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dilakukan penerapan model pembelajaran VCT

Strategi penetapan kebijakan harga pada toko buku diskon Toga Mas Malang / Dian Rizky Ratriningrum

 

Kata Kunci: Strategi, Kebijakan, Harga Diskon Strategi adalah sekumpul;an pilihan krisis untuk perencanaan dan penerapan serangkaian rencana tindakan dan alokasi sumber daya yang penting dalam pencapaian tujuan dasar dan sasaran, dengan memperhatikan keunggulan kompetitif, komparative, dan sinergis yang ideal berkelanjutan, sebagai arah, ckupan, dan perspektif jangka panjang. Kebijakan adalah cara atau peraturan yang diterapkan ataupun digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan kelangsungan hidup usahanya. Harga merupakan komponen yang berpengaruh langsung terhadap laba perusahaan. Tingkat harga yang ditetapkan mempengaruhi kuantitas barang yang dijual.vselain itu secara tidak langsung harga juga mempengaruhi biya, karena kuantitas yang terjual berpengaruh pada biaya yang ditimbulkan dalam kaitannya dengan efisiensi produksi. Oleh karena itu penetapan harga mempengaruhi pendapatn total dan biaya total, maka keputusan dan strategi penetapan harga memgangn peranan penting dalam setiap perusahaan. Sedangkan diaskon adalah potongan atau pengrungan harga pada suatu produk atau pengurangan harga yang diberikan pada perusahaan. Penetapan kebijakan harga yang tepat dapat menarim perhatian konsumen. Toko Bbuku Diskon Toga Mas Malang dalam menerapkan kebijakan harga diskon adalah dengan konsep disko seumur hidup (Everlasting Diskon Store). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan perusahaan dalam penetapan harga diskon, strategi yang digunakan dalam penetapan harga diskon. Faktor pendukung dan penghambat, serta keuntungan dan kelemahan yang dihadapi oleh Toko Buku Diskon Toga Mas Malang. Pengamatan menunjukkan bahwa (1) Tujuan dari penetapan harga diskon adalah untuk menunjang kelangsungan hidup, memperoleh market share, mencapai pangsa pasar, dan untuk memperoleh citra atau image. (2) Strategi yang digunakan yaitu High atau Low Pricing. (3) Faktor pendukung dan penghambat yaitu konsumen dan penerbit. (4) keuntungan dari penetapan hara yaitu peningkatan jumlah konsumen secara signifikan, dan peningkatan jumlah volume penjualan, selain itu kelemahannya yaitu berkuragnya margin/ persen keuntungan. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa penetapan kebijakan harga pada Toko Buku Diskon Toga Mas Malang sudah sesuai dengan metode penetapan kebijakan harga diskon. Untuk mencapai tujuan atau sasaran perusahaan dalam menerapkan kebijakan harga diskon sebaiknya tidak hanya pada satu kebijakan tetapi juga memadukan dengan kebijakan harga yang satu dengan yang lain.

Manajemen kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan kualitas sekolah (studi kasus di SMAN 1 Malang) / Irma Septiani

 

Kata Kunci: manajemen, kegiatan ekstrakurikuler, kualitas Manajemen merupakan suatu proses mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan sampai dengan evaluasi. Manajemen memiliki banyak substansi diantaranya yaitu manajemen layanan khusus. Manajemen layanan khsusus dalam pendidikan yang disediakan oleh sekolah untuk siswa yaitu adanya kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar matapelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berwenang di sekolah/madrasah. Fokus penelitian dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana proses perencanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Malang, 2) Bagaimana proses pengorganisasian kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Malang, 3) Bagaimana proses penggerakan kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Malang, 4) Bagaimana proses pengawasan kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Malang, dan 5) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Malang serta bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tentang fungsi manajemen kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 1 Malang dan faktor pendukung serta penghambat dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus dalam arti penelitian difokuskan pada satu fenomena saja yang dipilih dan ingin dipahami secara mendalam, dengan mengabaikan fenomena-fenomena lainnya. Penelitian ini dilakukan secara langsung dengan menggunakan catatan lapangan dan kamera untuk dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam dan observasi partisipasi. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik perpanjangan keikutsertaan, ketekunan/keajegan pengamatan dan trianggulasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Fungsi perencanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Malang, adanya program kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk satu tahun ajaran dan prinsip dalam proses perencanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Malang berhubungan dengan tata tertib, 2) Fungsi pengorganisasian kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Malang, adanya struktur organisasi pada setiap jenis kegiatan ekstrakurikuler dan adanya pendelegasian terhadap tugas dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, 3) Fungsi penggerakan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Malang, meliputi proses penggerakan atau i pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan di sekolah setelah jam pelajaran intrakurikuler berakhir yaitu pada pukul 14.00-17.00 WIB dan kehadiran harus di atas 80 % karena kegiatan ekstrakurikuler adalah salah satu syarat untuk kenaikan kelas, 4) Fungsi pengawasan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Malang, adanya pengawasan pada setiap latihan kegiatan ekstrakurikuler berlangsung, dan yang mengawasi jalannya kegiatan adalah Pembina kegiatan ekstrakurikuler dari setiap masing-masing seksi bidang, dan 5) Faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Malang, serta cara mengatasi hambatan yang terjadi, yaitu yang mendukung dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Malang adalah dana, kebijakan dari sekolah, guru, orang tua siswa dan siswa yang berkompeten, yang menghambat jalannya kegiatan ekstrakurikuler tersebut adalah cuaca, dana dan sarana yang sudah tidak layak pakai, serta cara mengatasi hambatan tersebut yaitu dengan cara menyediakan ruangan khusus untuk menampung siswa dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler agar tetap berjalan dengan lancar, membantu siswa mencari donatur atau sponsor dan menyediakan dan memperbaiki sarana yang sudah tidak layak pakai dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler. Saran dalam penelitian ini yaitu: 1) Kesiswaan SMA Negeri 1 Malang yaitu hendaknya meningkatkan dan memaksimalkan kegiatan pengarahan kepada Pembina agar kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh siswa lebih terarah dan terkelola dengan baik, 2) Kepada orangtua siswa yaitu senantiasa memberikan dukungan dan motivasi yang tinggi terhadap kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh sekolah agar siswa lebih berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi di bidang non akademik juga dan 3) Kepada siswa, diharapkan lebih memaksimalkan dan memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Malang dengan baik agar kualitas sekolah dan prestasi non akademik siswa lebih meningkat, dan 4) Kepada peneliti lain, diharapkan dapat memberikan wawasan dan informasi mengenai penelitian yang sejenis sehingga lebih memaksimalkan hasil yang diperoleh peneliti selanjutnya.

Peningkatan kemampuan mendeskripsikan benda melalui media benda konkret pada siswa kelas II SD NU Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan / Abdul Karim

 

Kata kunci : Peningkatan Kemampuan, mendeskripsikan benda, benda konkret, Siswa kelas II SD. Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan agar siswa terampil dalam berkomunikasi secara lisan dan tulisan serta menghidupkan karya cipta bangsa Indonesia. Pembelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari empat aspek keterampilan utama yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Pada Kurikulum Tingkat Satuan (KTSP) salah satu Kompetensi Dasar yang diajarkan adalah mendeskripsikan benda. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran melalui media benda konkret . (2) Mendeskripsikan peningkatan keaktifan belajar siswa dalam mendeskripsikan benda melalui media benda konkret. (3) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan mendeskripsikan benda melalui media benda konkret pada siswa kelas II SD NU Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan satu kali pertemuan dengan durasi waktu 4 x 35 menit. Subjek penelitian siswa kelas II yang berjumlah 30 orang, terdiri dari 13 laki-laki dan 17 perempuan. Instrumen pengumpul data utama adalah lembar observasi dan panduan wawancara untuk guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mendeskripsikan benda siswa kelas II SD NU Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan mengalami peningkatan. Pada siklus I hasil yang diperoleh mencapai rata-rata 27% dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan hasil rata-rata 80%. Hasil penilitian menunjukkan kesesuaian dengan hipotesis penelitian yaitu jika siswa kelas II SD NU Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan dibelajarkan mendeskripsikan benda melalui media benda konkret maka kemampuannya akan meningkat. Berdasarkan hasil dan temuan Penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media benda konkret maka kemampuan siswa dalam mendiskripsikan benda mengalami peningkatan. (1) untuk mempermudah pembelajaran mendeskripsikan benda, disarankan kepada guru untuk menggunakan media benda konkret sebagai media pembelajaran. (2) bagi peneliti, penelitian ini dapat digunakan sebagai langkah awal untuk melanjutkan penelitian serupa.

Pengaruh penggunaan modul terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang / Wahyu Wulansari

 

Kata Kunci: Penggunaan Modul, Akuntansi, Prestasi Belajar Penggunaan modul merupakan salah satu alternatif dalam penyelenggaraan pengajaran individual. Pembelajaran modul mampu memberikan kemungkinan kepada siswa untuk belajar mandiri karena setiap siswa dalam kelas dilibatkan secara maksimal dalam pembelajaran. Dalam penggunaan modul sebagai media pembelajaran, siswa diberi kesempatan untuk belajar menurut gaya belajar dan kemampuan masing-masing. Dengan demikian, memungkinkan siswa untuk maju dan berprestasi sesuai dengan kecepatan sendiri. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang tahun pelajaran 2010/2011 dengan jumlah 185 siswa yang terbagi ke dalam 5 kelas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Sampel yang ditetapkan terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI IPS 3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IPS 4 sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diajar dengan menggunakan modul dalam pembelajaran, sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang diajar tanpa menggunakan modul dalam pembelajaran. Jenis data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan cara memberikan tes kemampuan akhir dalam pembelajaran akuntansi pada materi pokok jurnal penyesuaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari penggunaan modul terhadap prestasi belajar siswa, terbukti dari hasil t-Test:Two-Sample Assuming Equal Variances yang menunjukkan thitung (5,166) > ttabel(1,668). Adapun keterbatasan dari penelitian ini adalah penelitian hanya dilakukan pada satu pokok bahasan saja dikarenakan adanya keterbatasan waktu penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar peneliti lain dapat melakukan penelitian tentang penggunaan modul pada materi lain atau lebih dari satu pokok bahasan dengan menambah waktu penelitian sehingga dapat diketahui keefektifan penggunaan modul untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

Pengembangan butir tes pilihan ganda disktraktor bermakna untuk mendeteksi miskonsepsi getaran dan gelombang pada mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Negeri Malang / Almaidatul Haq

 

Kata Kunci : butir tes pilihan ganda distraktor bermakna, miskonsepsi, getaran dan gelombang. Miskonsepsi merupakan pertentangan konsepsi seseorang dengan konsepsi ilmuwan yang telah diyakini kebenarannya. Miskonsepsi disebabkan karena ada-nya faktor internal dari dalam diri mahasiswa dan eksternal baik dari segi dosen maupun bahan ajar yang digunakan. Miskonsepsi jika tidak segera diatasi maka akan berdampak buruk bagi pemahaman konsep-konsep fisika mahasiswa ke depannya dan akan menimbulkan kesulitan-kesulitan belajar fisika. Mengingat mahasiswa jurusan fisika khususnya program studi pendidikan fisika, sudah seha-rusnya dapat menguasai konsep-konsep tersebut dengan benar. Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan dalam merancang produk ini bertujuan untuk men-deteksi miskonsepsi mahasiswa dan juga untuk mendeskripsikan kelayakan pro-duk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang me-liputi: tahap pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk awal, uji lapangan awal dan revisi produk akhir. Penelitian ini menggunakan teknik analisis validasi isi dan analisis program AAFF. Kegiatan validasi dilaksanakan oleh validator dari pihak dosen sebagai ahli materi dan ahli penilaian. Pengumpulan data dilakukan dengan meggunakan angket yang disertai rubrik penilaian, soal uraian dan soal pilihan ganda yang dihasilkan. Jenis data penelitian meliputi data kuantitatif dan kualitatif. Produk akhir penelitian ini adalah butir pilihan ganda distraktor bermakna sebagai alat pendeteksi miskonsepsi yang dikembangkan berdasarkan soal uraian yang telah diujikan sebelumnya dan berdasarkan deskripsi jawaban soal uraian. Butir tes ini memiliki empat alternatif jawaban yang memiliki deskripsi berbeda. Setiap deskripsi diberi tanda level 1, 2, 3, dan 4. Berdasarkan hasil analisis, pro-duk yang dihasilkan sudah memenuhi kriteria layak, namun masih perlu ada revisi berdasarkan saran, kritik dan tanggapan dari validator. Produk yang dihasilkan mampu membedakan mahasiswa yang miskonsepsi dan yang tidak miskonsepsi. Berdasarkan hasil uji coba terbatas pada 58 mahasiswa, mahasiswa yang tidak mengalami miskonsepsi (memenuhi deskripsi level 4) mencapai prosentase 39 %. Prosentase mahasiswa yang mengalami miskonsepsi 61 % yaitu 21,37 % mengalami miskonsepsi pada level tiga, 18,32 % pada level dua, dan 21, 3 % pada level

Pengembangan media pembelajaran berbasis macromedia flash professional 8 dan hot potatoes untuk mata kuliah tathbiq nahwi 1 di Jurusan Sastra Arab (JSA) Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Puteri Ayu Ratna Dewi

 

Kata Kunci: Macromedia Flash Professional 8, Hot Potatoes, media pembelajaran, Tathbiq Nahwi I. Pesatnya perkembangan teknologi informasi sekarang ini menuntut setiap orang harus selalu mengikuti trend teknologi informasi sekarang dan akan datang. Perkembangannya telah merambah segala bidang salah satunya bidang pendidikan. Tathbiq Nahwi I adalah mata kuliah tentang gramatikal bahasa Arab sebagai salah satu komponen kebahasaan. Bukan rahasia lagi di kalangan pembelajar bahasa Arab bahwa Tathbiq Nahwi I merupakan pelajaran yang oleh banyak pembelajar dianggab sulit. Salah satu komponen yang menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran adalah media pembelajaran. Maka dari itu untuk memudahkan dalam memahami materi Tathbiq Nahwi I diperlukan media yang akan membantu. Media tersebut adalah berupa media pembelajaran berbasis Macromedia Flash Professional 8 dan Hot Potatoes. Tujuan penelitian adalah: (a) memproduksi media pembelajaran berbasis Macromedia Flash Professional 8 dan Hot Potatoes untuk mata kuliah Tathbiq Nahwi I di JSA FS UM, (b) mendeskripsikan langkah penggunaan media, (c) mendeskripsikan materi yang disajikan dalam media, (d) mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan produk. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model prosedural. Uji lapangan dilaksanakan di JSA FS UM. Langkah-langkah penelitian pengembangan media berbasis Macromedia Flash Professional 8 dan Hot Potatoes adalah sebagai berikut: (1) identifikasi kebutuhan, (2) analisis bahan ajar, (3) analisis kebutuhan siswa, (4) desain media, (5) produksi, (6) editing, (7) prototipe media, (8) validasi produk, (9) revisi dan penyempurnaan, dan (10) tahap akhir. Teknik analisis data yang digunakan adalah tekhnik analisis data persentase. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti (human instrumen) sebagai instrumen kunci, dan instrumen penunjang berupa angket. Hasil pengembangan dan pembahasan penelitian ini adalah berupa CD interaktif pembelajaran berbasis Macromedia Flash Professional 8 sebagai aplikasi utama dan Hot Potatoes alternatif untuk menutupi kelemahan aplikasi utama, yang telah divalidasi oleh beberapa ahli, dan diuji cobakan pada mahasiswa semester 3 di JSA FS UM, disimpulkan bahwa media ini telah valid dan layak untuk digunakan. Dari 10 aspek penilaian uji materi diketahuibahwa 3 aspek penilaian dikategorikan valid, 6 aspek dikategorikan cukup valid, 1 aspek penilaian yang dikategorikan kurang valid. Dari 10 aspek peniaian uji media dari 10 aspek yang menjadi aspek penilaian diketahui bahwa 1 aspek penilaian dikategorikan valid, 9 aspek penilaian yang dikategorikan cukup valid. Berdasarkan hasil uji coba lapangan, diketahui 10 aspek penilaian dinyatakan valid. Penggunaan dalam memulai media ini yaitu: (a) memasukkan CD pada CD ROOM komputer atau pada laptop, (b) pengguna bisa langsung melihat media pada layar komputer karena CD sudah di lengkapi dengan autorun dimana komputer bisa langsung membaca program, (c) untuk menjalankan media ini pengguna bisa langsung membaca tutorial media untuk mempermudah dalam penggunaan, (d) dalam menjalankan materi dan variasi soal, pengguna meng-klik tombol-tombol materi maupun variasi latihan, (e) untuk mematikan atau mengakhiri media, pengguna meng-klik tanda panah merah pada ujung layar. Media pembelajaran yang dirancang khusus untuk mata kuliah Tathbiq Nahwi Isemester 3 mahasiswa JSA. Media ini memuat empat tema , yaitu Jumlah Fi'liyyah, Jumlah Ismiyah, Murakkab Washfi dan Murakkab Idhafi. Media ini memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut: (a) di dalam media pembelajaran disertakan panduan program atau tutorial sehingga dapat memudahkan para pengguna untuk mengoperasikan media pembelajaran tersebut dan panduan tertulis berupa buku, (b) produk dapat menampilkan teks, gambar, dan animasi yang didesain sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan media yang dapat menampilkan materi dan tes, (c) teks materi disajikan dengan tampilan tulisan animasi dan disertai dengan tombol-tombol komponen materi, sehingga pengguna mudah memahami pengertian, contoh, dan karakteristik materi, (d) media pembelajaran ditekankan pada latihan-latihan soal pada tiap materi yang terdiri dari lima variasi soal. Sehingga pengguna lebih mudah dalam memahami materi dan tidak bosan dengan satu jenis latihan saja, (e) mempermudah penyampaian materi ajar kepada pengguna. Selain kelebihan, media ini juga mempunyai beberapa kelemahan, yaitu: (a) materi yang dikembangkan dalam media pembelajaran ini terbatas pada empat tema, yaitu Jumlah Fi'liyyah, Jumlah Ismiyah, Murakkab Washfi dan Murakkab Idhafi (b) masih memerlukan penilaian dan uji coba pada subjek yang lebih besar atau lebih luas lagi agar didapatkan penilaian yang lebih valid. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar media pembelajaran ini dapat digunakan mahasiswa sebagai referensi dan salah satu media belajar. Selain itu diharapkan dosen mengkaji ulang terhadap materi-materi di dalam media pembelajaran tersebut.

Pengaruh penggunaan media komik terhadap kemampuan menceritakan tokoh idola siswa kelas VII SMP Negeri 13 Malang tahun ajaran 2010/2011 / Farah Ulfa Riadina

 

Pada dasarnya, pembelajaran bahasa Indonesai memuat empat aspek penting untuk meningkatkan keterampilan berbahasa siswa, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kedudukan keempat keterampilan tersebut saling melengkapi satu dan lainnya. Penelitian ini berkaitan dengan kemampuan berbicara, khususnya kemampuan bercerita siswa. Dalam pembelajaran bercerita, siswa cenderung merasa kesulitan untuk mengungkapkan gagasan yang dimiliki, salah satunya mengenai tokoh idola. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah media yang mampu mengoptimalkan kemampuan bercerita siswa. Salah satu media yang dapat digunakan adalah Komik. Media komik dapat merangsang daya ingat dan imajinasi siswa dalam bercerita. Komik yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis komik sonen seri penemu dunia. Isi cerita dalam komik tersebut berimbang antara gambar dan tulisan, serta sesuai dengan usia siswa SMP kelas VII (antara 11-12 tahun). Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan media komik terhadap kemampuan menceritakan tokoh idola siswa kelas VII SMP Negeri Malang Tahun Ajaran 2010/2011, ditinjau dari aspek identitas tokoh idola, keunggulan tokoh idola, alasan mengidolakan tokoh idola, pilihan kata, pelafalan, kelancaran, dan intonasi bercerita. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan penggunaan pretes dan postes. Seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 13 Malang berlaku sebagai populasi. Sementara sampel yang digunakan adalah kelas VII A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Pengambilan kedua kelas sebagai sampel tersebut menggunakan teknik random sampling. Setelah dilakukan tes bercerita tentang tokoh idola, data sampel diolah menggunakan analisis statistik uji-t pada program komputer SPSS (Statistical Package for the Scientist) hitung lebih besar daripada t tabel (5,466 > 2,133). Kedua, kemampuan bercerita siswa dari aspek keunggulan tokoh idola memiliki t hitung lebih besar daripada tabel (5,481 > 2,133). Ketiga, kemampuan bercerita siswa dari aspek alasan mengidolakan tokoh idola memiliki t hitung lebih besar daripada t tabel (4,442 > 2,133). Keempat, kemampuan bercerita siswa dari aspek pilihan kata memiliki t hitung lebih besar daripada t tabel (6,080 > 2,133). Kelima, kemampuan bercerita siswa dari aspek pelafalan memiliki t hitung lebih besar daripada t tabel (6,752 > 2,133). Keenam, kemampuan bercerita siswa dari aspek kelancaran memiliki t hitung lebih besar daripada t tabel (5,319 > 2,133). Ketujuh, kemampuan bercerita siswa dari aspek intonasi memiliki t hitung lebih besar daripada t tabel (4,901 > 2,133). Dari hasil penelitian di atas, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama, ada pengaruh yang signifikan penggunaan media komik terhadap kemampuan bercerita siswa kelas VII SMP Negeri 13 Malang dari aspek menceritaan identitas tokoh idola. Kedua, ada pengaruh yang signifikan penggunaan media komik terhadap kemampuan bercerita siswa kelas VII SMP Negeri 13 Malang dari aspek menceritakan keunggulan tokoh idola. Ketiga, ada pengaruh signifikan penggunaan media komik terhadap kemampuan bercerita siswa kelas VII SMP Negeri 13 Malang dari aspek mengungkapkan alasan mengidolakan tokoh. Keempat, ada pengaruh yang signifikan penggunaan media komik terhadap kemampuan bercerita siswa kelas VII SMP Negeri 13 Malang dari aspek pilihan kata. Kelima, ada pengaruh yang signifikan penggunaan media komik terhadap kemampuan bercerita siswa kelas VII SMP Negeri 13 Malang dari aspek pelafalan. Keenam, ada pengaruh yang signifikan penggunaan media komik terhadap kemampuan bercerita siswa kelas VII SMP Negeri 13 Malang dari aspek kelancaran. Ketujuh, ada pengaruh yang signifikan penggunaan media komik terhadap kemampuan bercerita siswa kelas VII SMP Negeri 13 Malang dari aspek intonasi. 16.0 for Windows dengan taraf signifikansi 0,05. Uji-t bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaanantara kelas eksperimen yang diberikan perlakuan berupa media komik dan kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan dalam pembelajaran bercerita. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, kemampuan bercerita siswa dari segi aspek identitas tokoh idola memiliki t

The teaching of English at "TK Laboratorium" of State University of Malang / Yayan Mariyati Kader

 

This study was conducted to describe the teaching of English at “TK Laboratorium” of State University of Malang. It aims at: (1) describing the teaching preparation stage, (2) describing the teaching of English, (3) describing teacher’s problems, (4) describing how teacher solve the problems in teaching English.This study employed a descriptive design because it described the implementation of the teaching of English at “TK Laboratorium” of State University of Malang including the teaching preparation stage, the teaching of English, teacher’s problems and possible solution to solve the problems in the teaching and learning process. The instruments used to obtain the data were observation, field notes, documentation, and interview. The study was conducted from March 07, 2011 up to March 17, 2011, and the subject was a teacher of “A Bilingual Moon” class of “TK Laboratorium” of State University of Malang. The findings show that the school preparation stage includes: (1) PROTA (Yearly Program), (2) PROMES (Semester Program), (3) SKM (Weekly Lesson Plan), (4) SKH (Daily Lesson Plan). The four programs are based on the curriculum of the school, and then the teachers design them more specifically in order to guide themselves in teaching and introducing the materials to their students bilingually (both in English and Indonesia). However, the teacher in “A Bilingual Moon” did not make SKH as a guide in teaching and learning process. It was also found that there were some problems faced by the teachers in teaching English in the classroom: (1) the use of grammar, (2) the correct pronunciation of new words, (3) the use of local language such as Javanese. Accordingly, the possible ways of solving the problems were: (1) the teacher asked her assistant or other teachers who graduated from English department about the right use of English, (2) the teacher taught herself English by learning English book and listening to the English music.This study suggests both the teacher and the school to improve capability of teachers in English and the use of preparation stage to support the teaching of English at ”TK Laboratorium” of State University of Malang; therefore, students can get the better results in learning English.

The teacher's techniques of introducing new vocabulary at Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Malang / Kamariah

 

he purpose of this research to know what techniques does the teacher use to introduce new vocabulary in Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembina Malang. This study employed a descriptive design. The source of the data was the English teacher, and the subjects were the students of B class at TK Negeri Pembina Malang. The instruments used to collect the data were the researcher, observation in form of checklist and field notes, and interview. The data were collected for two months, which consisted of three steps, observing the teacher, interviewing the teacher, making field notes and also using Hp recorder for interview and using digital camera to take picture. The data taken from the observation and interview were analyzed and presented in the form of descriptive explanation. The findings reveal that the teacher applied various techniques of introducing new vocabulary. In teaching vocabulary the teacher used techniques: singing songs, using picture, demonstration, doing exercise or gymnastic, listen-repeat, repetition, playing games, and giving worksheet.

Penerapan model inkuiri untuk meningkatkan pemahaman konsep pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan pada siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Malang / Indah Siatin

 

Kata kunci: Model nkuiri, Pemahaman Konsep, Perubahan Lingkungan Fisik Terhadap daratan. Pemanfaatan model inkuiri dapat menimbulkan dampak positif seperti terciptanya situasi pembelajaran yang memberikan peluang perkembangan kreativitas pada siswa, motivasi dan meningkatkan pemahaman konsep siswa. Metode ini bertujuan agar siswa mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis, tidak bosan, menyelidiki sendiri masalah, menemukan, memecahkan masalah sendiri, sehingga siswa dapat belajar dengan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan penggunaan metode Inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan pada siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Malang, (2) Mendeskripsikan penggunaan metode Inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep belajar siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur kerja dilaksanakan 2 siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah 45 siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian dengan penerapan model inkuiri mengembangkan kemampuan siswa berfikir secara sistematis, logis dan kritis, agar siswa dapat menemukan sendiri, menyelidiki sendiri menjadi aktif masalah yang dipelajari, memecahkan masalah sendiri sehingga hasilnya optimal dan tidak mudah dilupakan. Hasil observasi aktivitas siswa sebelum tindakan dengan nilai rata-rata kelas 52,8, setelah dilakukan tindakan siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 68 dengan jumlah yang tidak tuntas 12 siswa dan 33 siswa tuntas. Pada tindakan siklus II pemehaman konsep siswa tentang materi meningkat, hal ini terbukti dari kenaikan nilai rata-rata siswa 90 dan ketuntasan klasikal sebesar 93,3%. Disimpulkan bahwa penggunan metode inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Kota Malang pada materi pengaruh lingkungan fisik terhadap daratan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan guru menerapkan model inkuiri pada mata pelajaran IPA sehingga hasil belajar siswa meningkat dan siswa dapat lebih memahami konsep materi yang diberikan yang nantinya tujuan pembelajaran tercapai optimal.

Efektivitas strategi pembelajaran reciprocal teaching dalam model two stay two stray terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (studi pada siswa kelas X SMAN 1 Gondang Tulungagung) / Ana Pratiwi

 

Kata Kunci: Strategi Reciprocal Teaching, Two Stay – Two Stray, Hasil Belajar. Perubahan paradigma pembelajaran dari kurikulum 2004 menjadi KTSP adalah orientasi pembelajaran yang semula berpusat pada guru (teacher centered) beralih berpusat pada murid (student centered). Salah satu pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa aktif adalah pembelajaran yang bersifat konstruktivis. Pada kenyataannya, dalam pembelajaran guru masih menggunakan metode konvensional. Strategi pembelajaran konvensional lebih menekankan pada siswa untuk mengingat atau menghafal, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Salah satu strategi pembelajaran yang berorientasi pada pandangan kontruktivis adalah strategi reciprocal teaching. Strategi reciprocal teaching merupakan prosedur pembelajaran yang dirancang melalui berbagai prinsip kegiatan yaitu, mengklarifikasi, memprediksi, mengajukan pertanyaan serta merangkum. Dewasa ini terdapat berbagai model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan dalam strategi reciprocal teaching untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan dapat meningkatkan keaktifan siswa yaitu model two stay two stray. Penggunaan strategi pembelajaran reciprocal teaching dalam model two stay two stray mampu mengaktifkan siswa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (Kuasi Eksperimen). Populasinya adalah siswa kelas X SMAN 1 Gondang yang terdiri dari sembilan kelas, dalam penelitian ini diambil sampel dua kelas yaitu kelas X5 dan X6, teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan soal tes hasil belajar. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan antara nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil analisis data diketahui bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen memiliki rata-rata sebesar 82,375 sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata 76,125. Strategi pembelajaran reciprocal teaching dalam model two stay – two stray ini efektif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X di SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung. Hal ini dapat dilihat nilai signifikansi uji hipotesis gain score 0,000 ttabel 2,022. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan strategi reciprocal teaching dalam model two stay two stray dengan kelas yang menggunakan metode konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa strategi reciprocal teaching dalam model two stay two stray efektif dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini adalah (1) Sekolah disarankan lebih meningkatkan mutu pendidikan melalui pemberian standarisasi RPP dengan model pembelajaran yang bervariasi. (2) Guru disarankan untuk menggunakan strategi pembelajaran reciprocal teaching dan model two stay – two stray sebagai salah satu alternatif dalam proses pembelajaran di kelas dan disesuaikan dengan materi, karena hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa strategi pembelajaran reciprocal teaching dan model two stay – two stray efektif serta dapat meningkatkan hasil belajar. (3) Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang pembelajaran strategi reciprocal teaching dalam model pembelajaran yang lain pada mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran yang berbeda di tempat yang berbeda untuk mengembangkan dan menerapkan pembelajaran strategi reciprocal teaching dalam model two stay – two stray dalam proses pembelajaran.

Pengembangan instrumen tes bentuk pilihan ganda bermakna untuk mengidentifikasi miskonsepsi kinematika gerak lurus pada siswa kelas X / Siti Khusnawiyah

 

Kata Kunci : instrumen tes bentuk pilihan ganda bermakna, miskonsepsi, kinematika gerak lurus. Miskonsepsi dapat diartikan sebagai pertentangan atau perbedaan konsepsi seseorang dengan konsepsi yang dimiliki oleh masyarakat ilmiah atau para ahli yang telah diyakini kebenarannya. Miskonsepsi dapat mengganggu pemikiran siswa baik ketika siswa mengerjakan soal maupun ketika siswa mempelajari materi berikutnya. Selama ini alat identifikasi miskonsepsi yang pernah dikembangkan membutuhkan waktu lama dalam proses analisisnya misalnya tes uraian dan wawancara, sehingga sebagian besar guru sulit dan enggan untuk melakukan identifikasi miskonsepsi. Atas dasar kendala tersebut, maka dikembangkan butir tes pilihan ganda bermakna sebagai alat identifikasi mikonsepsi pada materi Kinematika Gerak Lurus. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan alat identifikasi miskonsepsi materi Kinematika gerak lurus yang efektif dan efisien. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan produk serta mengetahui karakteristik produk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Langkah-langkah penelitian yang akan dilaksanakan meliputi: tahap studi pendahuluan dan tahap pengembangan produk. Penelitian ini menggunakan teknik analisis validasi isi dan analisis program AAFF. Kegiatan validasi dilaksanakan oleh validator yang berasal dari pihak guru dan dosen sebagai ahli materi dan ahli penilaian. Pengumpulan data dilakukan dengan meggunakan angket yang disertai rubrik penilaian, soal uraian dan soal pilihan ganda yang dihasilkan. Jenis data penelitian meliputi data kuantitatif berupa penilaian validator berdasarkan skala likert dan data kualitatif berupa tanggapan dan saran yang diberikan oleh validator. Produk akhir penelitian ini adalah instrumen tes bentuk pilihan ganda bermakna. Soal pilihan ganda bermakna adalah alat identifikasi miskonsepsi yang dikembangkan berdasarkan soal uraian yang telah diujikan sebelumnya dan berdasarkan deskripsi jawaban soal uraian. Pilihan ganda bermakna memiliki empat alternatif jawaban yang masing-masing memiliki deskripsi yang berbeda. Deskripsi yang dibuat menggambarkan pemikiran siswa ketika memilih sebuah jawaban. Berdasarkan hasil analisis, produk yang dihasilkan sudah memenuhi kriteria layak, namun masih perlu ada revisi berdasarkan saran, kritik dan tanggapan dari validator. Produk yang dihasilkan mampu membedakan siswa yang mengalami miskonsepsi dan yang tidak mengalami miskonsepsi dan mampu mengelompokkan siswa berdasarkan bentuk miskonsepsinya. Proses identifikasi dilakukan dengan melihat kekonsistenan jawaban siswa.

Efektivitas pembelajaran kooperatif model STAD terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas II SMK PGRI 02 Malang / Muizzatul Hasanah

 

Analisis butir soal ulangan umum matematika semester genap kelas II SMA Negeri 1 Bangil tahun ajaran 2003/2004 / Ervita Ummul Khoiroh

 

Selesaian masalah transportasi multi-objektif dengan pohon rentang menggunakan algoritma genetika / Herfa Maulina Dewi Soewardini

 

Perbedaan prestasi belajar matematika dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model TGT da metode ekspositori pokok bahasan logaritma siswa kelas I semester I MAN Kota Blitar / Itsna Hayati

 

Penerapan metode penghapusan sikel dengan dukungan data distribusi produk UD. Meubel Lin / Atik Setyowati

 

Keunggulan pembelajaran kooperatif model jigsaw dibandingkan dengan model konvensional ditinjau dari prestai dan keaktifan/antusiasme belajar siswa kelas I semseter I SMA Negeri 1 Kesamben Blitar tahun pelajaran 2004/2005 / Nevy An Azura

 

Pengaruh pembelajaran peta konsep terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas 2 semester 1 SMP Negeri 5 Jombang tahun pelajaran 2004/2005 / Ririn Febriyanti

 

A study on the use of electronic dictionary in teaching vocabulary to the students of SMPN 14 Malang / Lydia Stevany Wokas

 

Kata kunci: Kamus elektronik, Pengajaran vocabulary. Vocabulary memainkan peranan penting dalam pengajaran bahasa Inggris di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Vocabulary merupakan pusat dari proses belajar mengajar. Hal itu berarti dengan menguasai vocabulary tentu berdampak dengan grammar, dimana siswa akan dapat menciptakan begitu banyak kalimat bahasa Inggris dengan mudah, baik secara lisan atau tulisan. Mereka juga dapat berkomunikasi dengan orang lain secara lancar dan mengekspresikan pendapat atau ide mereka dengan yakin. Seorang siswa bahasa asing akan berbicara dengan lancar dan akurat, menulis dengan mudah, atau memahami apa yang dia baca atau dengar jika dia memiliki kemampuan untuk menggunakan bahasa asing itu dengan baik. Maka dari itu ,guru-guru bahasa Inggris harus memperhatikan pengajaran vocabulary. Ada begitu banyak strategi dalam pengajaran vocabulary. Salah satu media yang digunakan guru-guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang untuk mengajarkan vocabulary di dalam kelas adalah dengan menggunakan kamus elektronik. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif karena penelitian ini mendeskripsikan atau menjabarkan pandangan guru-guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang tentang penggunaan kamus elektronik dan cara-cara mereka dalam menerapkan penggunaan kamus elektronik dalam pengajaran vocabulary kepada siswa-siswi mereka. Subjek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang. Instrumen-instrumen penelitian untuk mengumpulkan data adalah dengan menggunakan wawancara (interview), checklist observasi, dan catatan lapangan (field notes). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, guru-guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang memiliki pandangan positif tentang penggunaan kamus elektronik dalam pengajaran vocabulary. Mereka berpendapat bahwa ada beberapa keuntungan dalam menggunakan kamus elektronik, yaitu: (1) Kamus elektronik dapat membantu mereka untuk menemukan arti atau definisi dari berbagai macam kata-kata dan frase-frase bahasa Inggris, (2) kamus elektronik dapat digunakan untuk menemukan sinonim dan antonim dari sebuah kata, (3) kamus elektronik dapat digunakan untuk melatih pelafalan (pronunciation) dari kata-kata yang dicari, (4) kamus elektronik dapat menghemat waktu dalam proses belajar mengajar karena guru dan siswa tidak perlu mencari-cari arti dari sebuah kata di dalam kamus yang berbentuk buku, dan (5) kamus elektronik sangat praktis digunakan untuk menemukan kata-kata yang dicari, hanya dengan mengetik atau memasukkan kata atau frase tersebut dengan keyboard komputer, dan hasilnya dapat langsung ditampilkan di LCD. Kedua, guru-guru bahasa Inggris di SMPN 14 Malang menerapkan penggunaan kamus elektronik dalam pengajaran vocabulary tidak langsung, melalui reading atau listening. Mereka menggunakannya untuk memahami arti dari kata-kata atau frase-frase yang muncul dalam teks. Jadi, mereka dapat membantu siswa dalam memahami teks reading atau listening. Ada beberapa saran yang diberikan dalam penelitian ini. Yang pertama, agi guru-guru bahasa Inggris, dapat menerapkan penggunaan kamus elektronik dalam pengajaran vocabulary mereka. Hal ini dapat menjadi slah satu media untuk mengajarkan vocabulary. Para guru tidak hanya bergantung pada kamus elektronk saja, mereka juga dapat mencari strategi dan media yang lainnya dalam mendukung pengajaran vocabulary. Kedua, untuk peneliti yang selanjutnya, disarankan agar menemukan hubungan antara penggunaan kamus elektronik dan `penguasaan vocabulary siswa. Juga disarankan untuk mengadakan penelitian mengenai peningkatan penguasaan vocabulary siswa melalui kamus elektronik.

Meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran tolak peluru gaya menyamping dengan menggunakan pendekatan modifikasi di kelas VII B SMP Negeri 3 Batu / Syamsul Hadi

 

Pada observasi awal yang dilakukan peneliti diperoleh data dan fakta antara lain : 1). materi pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan nomor atletik yang di ajarkan di kelas VII adalah lari jarak pendek 50 meter, lompat jauh gaya jongkok, tolak peluru awalan menyamping, lempar cakram awalan menyamping. 2). metode pembelajaran tolak peluru gaya menyamping yaitu dengan metode ceramah dan demonstrasi. Guru menjelaskan terlebih dahulu teknik melakukan tolak peluru, kemudian siswa melakukan secara bergantian sesuai instruksi dari guru. 3). beberapa siswa terlihat tidak aktif dalam pembelajaran (24 siswa atau 77%) ditandai dengan duduk-duduk di pinggir lapangan, bergurau dengan teman saat siswa lain melakukan menolak peluru. 4). Selama pembelajaran siswa terlihat kurang memiliki motivasi, hal ini ditunjukkan dengan siswa kurang bersemangat selama mengikuti pelajaran (20 siswa atau 62,5%). 5). Sebagian besar siswa terlihat bermain-main sendiri saat pelajaran berlangsung, yaitu ketika siswa lain melakukan gerakan menolak. Sambil menunggu giliran siswa bergurau dan bermain-main dengan teman lain. 6). Siswa banyak yang mengganggur menunggu giliran melakukan tolak peluru. 7). Siswa kurang senang dengan pembelalajaran tolak peluru (25 siswa atau 78,12%). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi siswa pada pembelajaran tolak peluru gaya menyamping menggunakan model pembelajaran dengan pendekatan modifikasi siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Batu. Pengambilan data dilaksanakan 18 maret-15 april 2011. Data diperoleh dari catatan lapagan, lembar observasi, wawancara dan dokumentasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan partisipasi siswa selama mengikuti pembelajaran tolak peluru gaya menyamping di setiap siklus dari siklus 1, siklus 2 dan siklus 3. Pada siklus 1 masih terdapat kekurangan di setiap indikator partisipasi siswa. Pada siklus 1 persentase indikator tiap siklus adalah sebagai berikut : 1). indikator keaktifan dalam pembelajaran 52,50% dengan taraf keberhasilan kurang baik, 2) indikator motivasi sebesar 56,25% dengan taraf keberhasilan cukup baik, 3) indikator prakarsa sebesar 51,25% dengan taraf keberhasilan kurang baik, 4) indikator ketekunan sebesar 55% dengan taraf keberhasilan kurang baik, 5) indikator orientasi belajar dari pada bermain sebesar 50% dengan taraf keberhasilan kurang baik, 6) indikator senang atau enjoy dalam pembelajaran sebesar 60% dengan taraf keberhasilan cukup baik. Rata-rata skor partisipasi siswa di atas sebesar 54,17% yang termasuk dalam kategori kurang baik. Pada siklus 2 terjadi peningkatan disetiap indikator partisipasi siswa. Persentase tiap indikator tersebut adalah sebagai berikut : 1) indikator keaktifan dalam pembelajaran sebesar 71,87% dengan taraf keberhasilan cukup baik, 2) indikator motivasi sebesar 72,5% dengan taraf keberhasilan cukup baik, 3) indikator prakarsa sebesar 66,87% dengan taraf keberhasilan cukup baik, 4) indikator ketekunan sebesar 71,87% dengan taraf keberhasilan cukup baik, 5) indikator orientasi belajar dari pada bermain sebesar 70,62% dengan taraf keberhasilan cukup baik, 6) indikator senang/enjoy dalam pembelajaran sebesar 76,25% dengan taraf keberhasilan baik. Rata-rata skor partisipasi siswa di atas sebesar 71,66% yang termasuk dalam kategori cukup baik. Pada siklus 3 terjadi peningkatan partisipasi siswa selama mengikuti pembelajaran dengan persentase tiap indikator sebagai berikut : 1) indikator keaktifan dalam pembelajaran sebesar 82,5% dengan taraf keberhasilan baik, 2) indikator motivasi sebesar 83,12% dengan taraf keberhasilan baik, 3) indikator prakarsa sebesar 78,75% dengan taraf keberhasilan baik, 4) Indikator ketekunan sebesar 78,75% dengan taraf keberhasilan baik, 5) indikator orientasi belajar dari pada bermain sebesar 83,12% dengan taraf keberhasilan baik, 6) indikator senang/enjoy dalam pembelajaran sebesar 87,5% dengan taraf keberhasilan baik. Rata-rata skor partisipasi siswa di atas sebesar 82,29% yang termasuk dalam kategori baik. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran dengan pendekatan modifikasi dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran tolak peluru gaya menyamping siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Batu. Bagi guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan model pembelajaran dengan pendekatan modifikasi dapat digunakan sebagai referensi dalam memberikan materi tolak peluru gaya menyamping berikutnya untuk meningkatkan partisipasi siswa. Selanjutnya bagi peneliti hendaknya dapat dijadikan masukan untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Metode ACM plus pada program pengentasan buta aksara tingkat dasar (studi kasus di Dukuh Golek Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji Kabpoaten Malang) / Anggi Dian Endah Novita

 

Pemberantasan buta aksara merupakan salah satu program pendidikan nonformal yang menjadi upaya pemerintah untuk mengentaskan masyarakat dari kebodohan, kemiskinan, dan ketidakberdayaan yaitu melalui program keaksaraan tingkat dasar yang merupakan upaya pemberian kemampuan keaksaraan bagi penduduk buta aksara agar memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitung, mendengarkan, dan berbicara untuk mengkomunikasikan teks lisan dan tulis. Dengan penggunaan metode Aku Cepat Membaca (ACM) Plus pada pembelajaran diharapkan program pembelajaran dapat berlangsung dengan praktis, efektif, dan efisien. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan: (1) karakteristik, (2) penerapan, dan (3) efektifitas metode ACM Plus pada program pengentasan buta aksara di Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Rancangan penelitian ini berupa penelitian studi kasus yang bertujuan untuk memberi suatu gambaran tentang metode ACM Plus pada program pengentasan buta aksara tingkat dasar, khususnya yang diterapkan di Dukuh Golek Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang dengan jumlah populasi keseluruhan yaitu 100 orang warga belajar. Untuk sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik nonprobability sampling, sedangkan cara pengambilan sampel, peneliti menggunakan penarikan sampel purposive sampling. Berdasarkan studi pendahuluan di lapangan, disimpulkan bahwa dipilih 3 kelompok belajar buta aksara di wilayah RW 03 dan RW 04 dukuh Golek yang berjumlah 30 orang sebagai sampel dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakteristik metode ACM Plus adalah baik, yang meliputi metodologi kata lembaga dan bahasa yang mudah dipahami warga warga belajar, (2) penerapan metode ACM Plus secara umum dikategorikan baik, hal ini didasarkan atas kinerja tutor dikategorikan baik, partisipasi warga belajar dikategorikan sangat baik, bahan ajar yang digunakan dikategorikan baik, dan media pembelajaran yang digunakan dikategorikan cukup baik, (3) efektifitas metode ACM Plus dalam hal ini dapat dilihat dari minat warga belajar dikategorikan sangat baik, dan hasil belajar yang dicapai oleh warga belajar adalah baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat dikemumkan beberapa saran sebagai berikut: (1) metode ACM Plus diharapkan dapat menjadi bahan referensi dan alternatif tutor dalam merencanakan dan melaksanaan pembelajaran buta aksara, (2) dalam penyelenggaraan program keaksaraan hendaknya dapat melibatkan serta bekerja sama dengan lembaga-lembaga satuan PLS lainnya, (3) sebagai lembaga pendidikan di bidang nonformal, diharapkan jurusan PLS agar lebih intensif memberikan layanan pendidikan bagi warga masyarakat buta aksara.

Peranan serikat pekerja dalam memantapkan hubungan industrial (studi kasus pada serikat pekerja kesehatan Unit Kerja Rumah Sakit Baptis Kediri) / Veronica Dian Prima Anggraeni

 

Kata Kunci: Serikat Pekerja, Hubungan Industrial Sumber daya manusia di Indonesia merupakan modal dasar pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya untuk memperbaiki sistem kehidupan yang ada di negara kita ini. Disamping itu dapat dikatakan bahwa tingkat kemajuan suatu bangsa dapat diukur dari kualitas sumber daya manusia yang ada. Tanpa adanya sumber daya manusia yang berkualitas maka pembangunan tersebut tidak akan berjalan dengan lancar. Manusia sebagai sumber daya yang penting bagi perusahaan tidak boleh diperlakukan semena-mena sebagai faktor produksi saja, oleh karena itu harus ada departemen yang mengurusi masalah ketenagakerjaan. Sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU No. 21 Tahun 2001 tentang Serikat Pekerja, tiap pekerja dalam suatu perusahaan diberi kebebasan untuk mendirikan organisasi serikat pekerja untuk semakin memantapkan hubungan industrial dalam perusahaan. Serikat pekerja merupakan suatu organisasi pekerja yang berfungsi untuk menampung aspirasi para pekerja atau pegawai untuk kemudian disalurkan dan dikomunikasikan kepada pihak manajemen untuk dicarikan solusinya. Selain itu serikat pekerja merupakan salah satu sarana dan pelaksana utama hubungan industrial. Hubungan Industrial berkembang sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di masyarakat. Fungsi utama hubungan industrial, yaitu: pertama, untuk menjaga kelancaran atau peningkatan produksi; kedua, untuk memelihara dan menciptakan ketenangan kerja (industrial peace); ketiga, untuk mencegah dan menghindari adanya pemogokan; keempat, untuk ikut menciptakan serta memelihara stabilitas nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Penelitian deskriptif-kualitatif memiliki tujuan untuk memperoleh informasi mengenai keadaan saat ini dan hanya menggambarkan mengenai keadaan yang sebenarnya pada obyek yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi dan kuesioner. Pada penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus pengumpul data dan peneliti hanya bertindak sebagai pengamat, tidak turut bekerja atau berinteraksi dengan obyek. Selama penelitian berlangsung peneliti mengamati dan bersikap netral terhadap semua kejadian yang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Serikat Pekerja Kesehatan Unit Kerja Rumah Sakit Baptis Kediri sudah berperan dengan baik dalam proses penyusunan Perjanjian Kerja Bersama. Untuk pelaksanaannya pun Perjanjian Kerja Bersama juga sudah berjalan dengan baik. Pihak serikat pekerja dan Manajemen sama-sama sudah mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajiban mereka dalam bekerja. Untuk keberadaan Lembaga Kerja Sama Bipartit dalam Rumah Sakit Baptis Kediri secara formal/lembagawi memang belum ada, tetapi dalam pelaksanaannya sudah berfungsi dengan baik. Setiap ada masalah atau untuk mengkonsultasikan suatu hal selalu dikomunikasikan secara musyawarah kekeluargaan sehingga jarang sekali terjadi konflik. Berdasarkan hasil temuan penelitian tersebut diatas disarankan agar Serikat Pekerja Kesehatan Unit Kerja Rumah Sakitr Baptis Kediri: (1) Serikat Pekerja Kesehatan Unit Kerja Rumah Sakit Baptis Kediri diharapkan dapat berperan lebih baik lagi. Misalnya dengan lebih memberdayakan anggotanya dan lebih meningkatkan efektivitas dari kinerja pengurus Serikat Pekerja Kesehatan Unit Kerja Rumah Sakit Baptis Kediri. (2) Serikat Pekerja Kesehatan Unit Kerja Rumah Sakit Baptis Kediri diharapkan dapat merumuskan dan menetapkan program kerja yang lebih jelas dalam membuat Perjanjian Kerja Bersama. (3) Serikat Pekerja Kesehatan Unit Kerja Rumah Sakit Baptis Kediri diharapkan membentuk Lembaga Kerja Sama Bipartit sebagai forum komunikasi dan konsultasi serta untuk menyelesaikan permasalahan dan perselisihan hubungan industrial. (4) Karena keterbatasan waktu, biaya dan tenaga, maka untuk penelitian selanjutnya diharapkan menentukan fokus penelitian yang lebih spesifik dan variatif serta memperpanjang keikutsertaannya dalam proses penelitian agar hasil penelitian bisa lebih mendalam.

The use of English songs to teach vocabulary to young learners at "PG/TK Laboratory" of State University of Malang / Tri Itut Wijayanti

 

Key words: songs, teaching vocabulary, young learners Teaching English to young learners, especially for Kindergarten students, is focused on teaching vocabulary because they are still introduced to new language in which it has not ever been learned before. Because teaching English for young learners is not easy, the teachers should have strategies or interesting activities to attract the students in learning English. The use of songs in teaching vocabulary for young learners is an effective way to teach English for young learners because the children can enjoy singing the songs and they are not aware that they are also learning language. Therefore, this study is intended to find out the characteristics of songs used by the teachers, the way the teachers select the songs, and the way the teachers use the songs. It was conducted at PG/TK Laboratory of State University of Malang because PG/TK Laboraturium State University of Malang is one of kindergartens in Malang that administers bilingual class, and the teachers of the bilingual classes use songs to teach vocabulary. This study is a descriptive qualitative research because (1) it concerns with context and meaning, (2) the researcher works in a natural setting, (3) the researcher is the key instrument in collecting data, (4) the data are presented descriptively, and (5) the data are analyzed inductively. The subjects are four teachers of two classes namely two teachers of “A” Bilingual Moon and two teachers of “A” Bilingual Star. In this study, the instruments used are observation checklist, field note, and interview guide for the four teachers. From the findings, it can be concluded the characteristics of the songs used in teaching vocabulary were the lyrics of the songs were simple and not too long, there was the repetition of the words while singing the songs, the vocabulary used in the lyrics was presented in the meaningful context, the lyrics were based on the theme in the school curriculum, and the rhythm of the songs was fun. The teachers also considered the kriteria of the appropriate songs for their students while they were selecting the songs. The criteria were: (1) the vocabulary used in the songs should be based on the theme in the curriculum or related to the students’ lives, (2) the songs should be simple and not too long around 4-5 verses/lines, , and (3) the rhythm of the songs should be familiar by the students. Meanwhile, the teachers had 5 ways to use the songs to teach vocabulary, i.e. singing, singing songs by doing action, singing songs by using chant, singing songs as the background of playing games, singing songs between lessons or doing assignments, and singing songs by using pictures/flashcard/ real objects. Based on the result of this research, there are some suggestions offered. For the teachers of Bilingual Classes at PG/TK Laboratory of State University of Malang, The teachers are expected to be more creative to create their own songs and they can also use the songs since the songs are appropriate for the students. Besides, the teachers are also suggested to find out activities that can be combined with the songs. The teachers can find those activities by reading some books about the teaching of English to young learners, for example a book of “English for Young Learners” which is written by Kasihani K.E. Suyanto. For other teachers who teach young learners in other schools, they are suggested to use songs in teaching and learning English. Finally, for other researchers who will conduct further studies; they are suggested to conduct studies for the effectiveness of using songs in teaching English and the students’ respond toward English songs not only in kindergarten level but also in higher level such as in elementary, secondary, or even tertiary level.

Aplikasi sistem absensi menggunakan fingerprint di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Irsam Muhammad Fatoni

 

Kata kunci : Fingerprint, Absensi, Basis data Proses pengolahan presensi pada Program Studi Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang selama ini masih menggunakan cara manual dimana Staf Administrasi harus melakukan penyalinan data dari lembar presensi mahasiswa. Kemudian data tersebut di olah agar dapat di rekap dari jumlah jam keterlambatan dan frekuensi ke tidak hadiran mahasiswa. Pada sistem manual tersebut, Staf Administrasi perlu memasukkan data presensi satu per satu untuk masing-masing kelas. Kinerja Staf Administrasi juga dirasa lebih lama karena data-data dari setiap pengajaran berbeda. Melihat alur yang rumit tersebut, kami bermaksud untuk memberikan kontribusi positif kepada Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang dengan cara membuat sebuah alat yang diharapkan mampu mempermudah proses pengolahan data presensi mahasiswa. Sistem pengolah data presensi yang semula bersifat manual digantikan dengan sistem otomatis. Proses absensi ini tidak akan dapat diganti mahasiswa karena pada client hanya bisa menampilkan form absensi saja. Sedangkan pada komputer staf administrasi dapat mengakses menu administrasi dengan syarat melewati kata kunci (password) dengan benar. Selain itu, staf administrasi dapat Menambah, Edit dan del data Dosen dan Mahasiswa. Staf administrasi berhak mengganti data yang telah tersimpan dengan ketentuan yang berlaku. Sistem ini memberikan kemudahan mahasiswa, Dosen dan administrasi dalam absen, pengecekan dan pengontrolan data. Pada saat matakuliah dimulai dosen login serta mengisikan data yang diperlukan, di saat yang sama mahasiswa absen menggunakan Sidik jari yang di baca oleh Fingerprint. Data absen tersebut akan secara otomatis terkirim kekomputer Server atau administrasi sehingga administrasi bisa dengan mudah memproses data yang telah masuk tersebut. Dengan begini lebih mendisiplinkan mahasiswa agar tepat waktu dan mengurangi resiko kehilangan Data-data absensi pada saat kegiatan perkuliahan berlangsung. Hasil yang didapat adalah sebuah Aplikasi Sistem Absensi menggunakan Fingerprint di jurusan Teknik Elektro UM, Yang dibuat dengan maksud untuk mempermudah mahasiswa dan dosen pengajar untuk melakukan proses absensi. Begitu pula dengan administrasi, data absensi mahasiswa dapat diproses dan diolah dengan mudah, cepat ,dan efisien dibandingkan dengan proses absensi secara manual.

Penerapan PBMP untuk peningkatan hasil belajar pada kompetensi menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi siswa kelas X Madrasah Aliyah Hamid Rusidy Malang / Lusiana Rusiati

 

Kata Kunci: PBMP, hasil belajar Pembelajaran Geografi di sekolah selama ini masih banyak yang belum berhasil atau ideal. Sebagian besar pembelajaran Geografi masih berupa ceramah yang kurang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa sehingga hasil belajar belum mencapai SKM. Berdasarkan hasil observasi awal terhadap hasil belajar siswa Madrasah Aliyah Hamid Rusidy Malang, siswa kelas X hanya memiliki presentase ketuntasan 53,34% dari SKM yang telah ditetapkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diambil langkah menerapkan PBMP (Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan). Melalui penerapan PBMP hasil belajar siswa pada kompetensi menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi dapat meningkat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang menuntut peneliti untuk terlibat langsung dalam proses penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan hingga pelaporan data. Kegiatan penelitian terdiri dari 2 siklus penelitian, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dengan 4 tahapan penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes atau ujian. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X Madrasah Aliyah Hamid Rusidy Malang dengan jumlah siswa 30 orang, pada kompetensi menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi. Instrumen penelitian berupa soal yaitu soal lembar PBMP dan soal tes. Teknik analisis data adalah membandingkan skor tes dari setiap siklus dengan SKM perseorangan dan klasikal, serta menentukan kelompok belajar siswa berdasarkan keheterogenan prestasi akademik dari hasil belajar siswa dalam 3 rangking, yaitu kelompok atas, tengah, dan bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa, baik secara perseorangan ataupun secara klasikal. Secara perseorangan terjadi peningkatan sebesar 22 siswa tuntas pada siklus I meningkat menjadi 26 siswa pada siklus II. Secara klasikal terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar sebesar 73,34% pada siklus I meningkat menjadi 86,67% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka penerapan PBMP dapat meningkatkan hasil belajar siswa, baik secara perseorangan ataupun klasikal, sehingga mereka mencapai standar ketuntasan minimal yang ditentukan. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: (1) bagi guru, gunakan PBMP untuk membelajarkan geografi yang mengandung masalah, misalnya pada materi pelestarian lingkungan hidup agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Agar penerapan PBMP berhasil, hendaknya guru menunjukkan sikap yang positif dan memberikan motivasi lebih kepada siswa seperti memberikan hadiah di akhir siklus. (2) bagi peneliti lain, gunakan PBMP pada topik lain yang sesuai dengan PBMP untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana / Nico Adi Cahyo

 

Kata kunci: Alat Kontrol, pH, suhu, ikan arwana. Ikan arwana tergolong ikan yang mahal maka dalam pemeliharaannya harus jeli agar ikan tidak mati karena kesalahan pemeliharaan, yang perlu diperhatikan antara lain adalah parameter air. Disesuaikan dengan kondisi aslinya di alam disarankan agar mereka dipelihara pada rentang pH netral sampai agak masam (pH 6.0 – 7.0) dan pada rentang suhu 26 – 30 °C. Pengontrolan secara manual tentunya akan merepotkan pemelihara ikan arwana, karena harus selalu memperhatikan suhu dan pH air pada akuarium. Maka dari itu dikembangkan suatu alat otomatis pengontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana. Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah : (1) Merancang rangkaian alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana, (2) Merancang software alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana, (3) Membuat keseluruhan alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana, (4) Menguji alat kontrol suhu dan pH air akuarium ikan arwana. Metode perancangan meliputi : (1) Spesifukasi produk, (2) Blok diagram perangkat keras (hardware), (3) Perancangan dan pembuatan perangkat keras (hardware), (4) Perancangan perangkat lunak (software) dan (5) Perancangan dan pembuatan mekanik, (6) Uji coba rangkaian. Prinsip kerja dari alat kontrol ini adalah suhu dan pH air dideteksi melalui sensor ditampilkan nilai sensor pada LCD dan mengontrol suhu dengan mengaktifkan heater jika suhu kurang dari 25 dan Mengontrol pH dengan menyalakan pompa air untuk mengisi dengan air bersih dengan pH antara 6-7 sekaligus mengurangi air pada akuarium jika pH kurang dari 6 dan lebih dari 7. Hasil dari analisis tersebut antara lain: terdapat data yang tidak pasti tergantung proses penurunan atau proses kenaikan suhu data tersebut adalah antara 27 sampai 29 pada suhu tersebut kondisi heater on jika pada proses kenaikan suhu dan kondisi heater off pada saat proses penurunan suhu..begitu juga dengan proses penurunan dan kenaikan pH pada proses kenaikan pH. saat ph 6.2 kondisi pompa air on, saat mencapai 6.8 pompa air off sedangkan terjadi kondisi sebalik saat proses penurunan pH. Hal ini memang dirancang demikian agar frekuensi kondisi on/off pada heater dan pompa air dapat lebih kecil namun suhu dapat tetap terkontrol antara 26-30 dan pH antara 6-7. Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan : (1) rancangan alat terdiri dari sensor suhu LM 35, sensor pH vernier tipe BTA (British Telecom Analog), rangkaian minimum system atmega 8, Rangkaian driver heater, driver pompa air dan rangkaian LCD 16x2 tipe M1632. (2) Software berisi program perintah untuk mengontrol suhu, ph air dan menampilkan nilainya ke LCD, (3) Pada pembuatan keseluruhan alat seluruh rangkaian disusun sesuai blok diagram kemudian mikrokontroler diisi program sesuai rancangan. (4) Setelah di uji alat dapat menampilkan nilai suhu dan pH serta dapat mempertahankan kondisi suhu antara 26 sampai 30 dengan heater dan pH antara 6 sampai 7 dengan pompa air.

Perancangan multimedia interaktif Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur untuk media promosi wisata alam Indonesia / Iva Khususia Hidayati

 

Kata Kunci: Perancangan, Multimedia Interaktif, Taman Nasional Komodo Taman Nasional Komodo adalah salah satu obyek wisata alam yang ditetapkan sebagai warisan alam dunia. Taman Nasional Komodo terletak diantara Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pulau Flores) dan Nusa Tenggara Barat (Pulau Sumbawa yang terdiri atas tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil lainnya.Taman Nasional Komodo didirikan untuk melindungi habitat satwa komodo (Varanus Komodoensis) yaitu satu-satunya reptil purba yang tersisa dibumi agar tidak terjadi kepunahan. Perancangan multimedia interaktif ini bertujuan untuk memperkenalkan Taman Nasional Komodo kepada masyarakat luas. Multimedia interaktif Taman Nasional Komodo dirancang secara sederhana namun tetap komunikatif, yang kemudian di simpan berupa file CD berbentuk .exe. Adanya multimedia interaktif Taman Nasional Komodo, diharapkan bisa menambah pengetahuan masyarakat luas tentang keberadaan Taman Nasional Komodo serta tumbuh upaya untuk bersama-sama melestarikannya.

Detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN / Anang Dedy Kharisma

 

Kata Kunci: arus listrik, pencurian arus, sensor arus Sejalan dengan pesatnya pembangunan dan perkembangan industri serta teknologi modern, telah mempengaruhi segala aspek sosial budaya kehidupan umat manusia. Semua kemajuan teknologi itu tidak lepas dari ketergantungan akan energi listrik, sehingga semakin tinggi pula permintaan energi listrik. Dengan sangat banyaknya jumlah konsumen yang memakai energi listrik, tidak jarang konsumen yang melakukan tindakan kecurangan terhadap pemakain energi listrik. Kecurangan yang dilakukan salah satunya adalah memakai energi listrik tanpa melalui prosedur yang berlaku, ini dinamakan pencurian arus listrik. Akibat dari terjadinya pencurian arus listrik, Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menjadi penyedia listrik di Indonesia mengalami banyak kerugian. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk membuat detektor pencurian arus listrik. Prinsip kerjanya adalah mempersempit letak terjadinya kecurangan arus listrik dengan cara membaca, menjumlahkan dan membandingkan arus listrik yang mengalir ke pelanggan menggunakan software pada mikrokontroler ATMEGA16. Dengan demikian wilayah letak terjadinya pencurian arus listrik dapat segera diketahui. Metode perancangan alat meliputi: (a) spesifikasi produk, (b) perancangan sistem, (c) perancangan tiap blok (Hardware) yang meliputi: sensor arus, minimum sistem mikrokontroler ATMEGA16, LCD (Liquid Crystal Display) M1632, buzzer, (c) perancangan perangkat lunak (Software) pada mikrokontroler dan langkah pengujian. Hasil yang didapatkan adalah detektor pencurian arus listrik. Alat ini dipasang pada Gardu Trafo Tiang (GTT), prinsip kerjanya adalah dengan cara mendeteksi arus yang mengalir ke pelanggan yang kemudian dijumlahkan dan dibandingkan dengan arus yang mengalir dari GTT. Apabila arus yang terdeteksi dari GTT lebih kecil atau sama dengan jumlah arus yang terdeteksi ke pelanggan maka alat ini akan menampilkan kondisi normal, sebaliknya apabila arus yang terdeteksi dari GTT lebih besar dari jumlah arus yang terdeteksi ke pelanggan maka alat ini akan menampilkan adanya pencurian serta ada alarm dari buzzer sebagai tanda adanya pencurian arus listrik. Kesimpulan setelah melakukan perancangan, pembuatan dan pengujian serta analisis sistem “detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN” maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Pada perancangan detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN, menggunakan komponen antara lain: sensor arus ACS712-05B dan ACS712-20A, mikrokontroler ATMEGA16, LCD M 1632, buzzer, push-button serta komponen- komponen pelengkapnya.(2) Pembuatan detektor pencurian arus listrik dimulai dari membuat diagram blok, pembuatan mekanik, membuat perangkat keras (hardware), membuat perangkat lunak (software), serta menggabungkan antara mekanik, perangkat lunak dengan perangkat kerasnya. (3) Pengujian detektor pencurian arus listrik pada pelanggan PLN diawali dari pengujian tiap blok perangkat keras, pengujian perangkat lunak, serta pengujian alat keseluruhan. Sensor arus yang digunakan dalam alat ini hanya dapat mendeteksi arus AC sesaat, sehingga keluaran dari sensor arus ini tidak pasti. Untuk membaca besarnya arus AC yang sesungguhnya agar dapat diolah secara vektor harus ditambahkan dengan rangkaian elektronika tertentu agar dapat diketahui pergeseran sudutnya. Oleh karena itu, arus AC yang terdeteksi sensor arus ini belum bisa dijumlahkan, sehingga untuk pembuatan detektor pencurian arus listrik ini belum bisa dimanfaatkan pada arus listrik yang mengalir ke pelanggan PLN.

Perancangan game animasi berbasis flash bertema pelestarian komodo di Indonesia "Varanus Komodoensis" / Randy Sahrizal

 

Kata Kunci: perancangan, game animasi , komodo Komodo (Varanus Komodoensis) adalah hewan asli Kepulauan Flores, Nusa Tenggara. Kadal-kadal raksasa ini termasuk hewan yang nyaris punah karena menurunnya populasi rusa sebagai makanan utamanya di pulau tersebut. Jumlah populasi rusa tersebut menurun drastis sebagai dampak dari perburuan liar. Untuk meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian binatang yang langka tersebut perlu diupayakan berbagai kegiatan, salah satu diantaranya ialah melalui pembuatan media game animasi. Perancangan varanus komodoensis game ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah media game animasi yang efektif dan informatif guna upaya pelestarian komodo Indonesia. Perancangan varanus komodoensis game ini memanfaatkan data website dan buku-buku atau karya ilmiah. Meskipun demikian, latar cerita dalam game tersebut berdasarkan cerita rekaan (fiktif). Pesan utama dalam game tersebut ialah kesadaran tentang perlunya pelestarian komodo. Perancangan yang berorientasi terhadap produk ini menggunakan berbagai software grafis animasi yaitu Adobe Flash CS 3, 3DS Max, Adobe Photoshop CS 5, Corel Draw X 4 dan Adobe Audition 3.0. Perancangan ini menghasilkan 5 media yaitu (a) game animasi (sebagai media utama), (b) kemasan CD game animasi, (c) manualbook cara memainkan game, (d) marchendise berupa pembatas buku, penggaris, (e) media promosi berupa x-banner, poster dan stiker. Perancangan ini belum melewati tahap validasi dan ujicoba. Untuk mengetahui keefektifannya, disarankan untuk dilakukan validasi dan ujicoba terhadap game animasi in

Pengembangan sumber belajar berbasis WEB untuk pembelajaran mandiri materi pengolah gambar vektor / Ratna Sri Hartatik

 

Kata kunci: sumber belajar, pengolah gambar vektor, web, pembelajaran mandiri, moodle Distance Learning atau pendidikan jarak jauh (PJJ) adalah pendidikan dengan karakteristik adanya keterpisahan antara pendidik dan peserta didik. Penerapan PJJ di Indonesia ini dikarenakan secara umum negara Indonesia terdiri dari pulau-pulau sehingga menyebabkan pendidikan tidak merata, selain itu karena adanya keterbatasan pemanfaatan sumber belajar yang selama ini hanya mengacu pada media cetak (buku). Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan sumber belajar yang bisa diakses dari berbagai daerah tanpa adanya keterbatasan tempat, ruang dan waktu sehingga peserta didik dapat belajar lebih mandiri. Oleh sebab itu diperlukan program-program yang mendukung aplikasi pembelajaran jarak jauh. Moodle adalah salah satu software yang digunakan untuk pembelajaran berbasis web dan dapat dilakukan pembelajaran mandiri. Penelitian ini akan mengembangkan sumber belajar menggunakan Moodle yang memungkinkan peserta didik belajar secara mandiri. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Cepi yang terdiri dari: identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan butir-butir materi, garis besar pengembangan media, penyusunan sumber belajar, evaluasi sumber belajar, revisi sumber belajar, uji coba produk, revisi dan sumber belajar siap dimanfaatkan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada pengembangan ini berupa angket yang disebarkan kepada ahli media, ahli materi, dan peserta didik. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Sampel uji coba 30 peserta didik dan uji coba kelas besar diambil dari peserta didik SMK Negeri 10 Malang. Sumber belajar yang dihasilkan berbentuk web yang terdiri dari modul berupa teks dalam format Pdf, ilustrasi gambar/foto, audio-video, dan dilengkapi fasilitas penunjang seperti: forum, chat, kuis dan latihan atau penugasan serta kunci jawaban. Sumber belajar menggunakan Moodle ini dapat diakses melalui internet dan dapat digunakan untuk pembelajaran di dalam kelas. Hasil validasi sumber belajar dari ahli media menyatakan tingkat kelayakan sebagai sumber belajar dengan persentase 92%, ahli materi menyatakan tingkat kelayakan sebagai sumber belajar dengan persentase 94%, uji coba 30 siswa menyatakan tingkat kelayakan sebagai sumber belajar dengan persentase 84% dan uji coba kelas besar menyatakan tingkat kelayakan sebagai sumber belajar dengan persentase 88%. Sumber belajar yang dikembangkan ini dapat diterapakan untuk pembelajaran mandiri pada siswa tingkat SMK, PJJ, siswa serta masyarakat umum. Penulisan skripsi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi untuk pembelajaran, pokok bahasan pengolah gambar vektor.

Penerapan metode exponential generalized auto regressive conditional heteroscedastic (EGARCH) dan arima Box-Jenkins untuk meramalkan nilai tukar rupiah terhadap Euro / Ermawati

 

Kata kunci: nilai tukar Rupiah terhadap Euro, model EGARCH, model ARIMA Box-Jenkins. Indonesia merupakan negara yang sering menjalin hubungan perdagangan dengan Negara-negara di Eropa. Dari perdagangan internasional tersebut timbul keterkaitan antara mata uang Rupiah dengan mata uang Euro. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode untuk memprediksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro di masa mendatang. Berdasarkan hal tersebut, maka akan dicari model EGARCH dan ARIMA Box-Jenkins dari data nilai tukar Rupiah terhadap Euro. Dari kedua model tersebut akan dilihat hasil peramalan nilai tukar Rupiah terhadap Euro. Model EGARCH merupakan model yang dapat mengatasi varian yang tidak konstan dan dapat menangkap pengaruh asimetrik. Sedangkan model ARIMA merupakan model dengan varian konstan. Pendekatan model ini terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap identifikasi model sementara, penaksiran parameter, pemeriksaan model, dan tahap peramalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kurs Rupiah (transaksi Bank Indonesia) terhadap mata uang Euro periode 3 Mei 2010 sampai 5 Januari 2011 dengan banyak pengamatan adalah 168. Hasil penelitian diperoleh model EGARCH terbaik dari data nilai tukar Rupiah terhadap Euro periode 3 Mei 2010 – 5 Januari 2011 adalah model EGARCH(1,1) dengan persamaan: Y􀭲􀵌􀉁􀵅􀔄􀬵Y􀭲􀬿􀬵􀵅􀉂􀭲 dengan 5.530474, dan 􀔄􀬵 =0.921408,e􀭲􀬿􀬵=􀮢􀮕􀱪􀱪􀰷􀰷􀰭􀰭 􀉁= 􀉀(e􀭲􀬿􀬵)􀵅􀈾􀬵ln(􀉐􀭲􀬶􀬿􀬵) dengan , ln(􀉐􀭲􀬶)􀵌􀈽􀬴􀵅􀈽􀬵|e􀭲􀬿􀬵|+ 􀈽􀬴=13.79100,􀈽􀬵=0.381108,􀉀=0.161251, dan 􀈾􀬵􀵌􀵆0.589724. Model ARIMA Box-Jenkins terbaik dari data nilai tukar Rupiah terhadap Euro periode 6 oktober 2010 sampai 5 Januari 2011 adalah model ARIMA(0,1,1) dengan 0pe.9rs7a2m1aan: Z􀭲=Z􀭲􀬿􀬵+W􀭲,W􀭲 􀵅􀈽􀭲􀵆􀉅􀬵􀈽􀭲􀬿􀬵+W􀭲􀬿􀬵,dengan nilai 􀉅􀬵= Dari kedua model terbaik tersebut diketahui bahwa rata-rata hasil peramalan yang mendekati data asli adalah ramalan dari model EGARCH(1,1). Oleh karena itu, model EGARCH(1,1) lebih baik diterapkan untuk meramalkan nilai tukar Rupiah terhadap Euro.

Peningkatan hasil belajar dalam menentukan FPB dan KPK dengan kartu bilangan prima pada siswa kelas V SDN Tenggilisrejo Pasuruan / Kartini Nasution

 

Kata Kunci: hasil belajar, FPB dan KPK, kartu bilangan prima Berdasarkan observasi peneliti pembelajaran matematika di kelas V SDN Tenggilisrejo Pasuruan bahwa setelah siswa menerima penjelasan tentang materi menentukan FPB dan KPK, siswa mengerjakan soal latihan yang ada di papan tulis. Hal tersebut membuat siswa merasa bosan dan kurang tertarik terhadap pelajaran matematika. Untuk mengatasi hal ini, peneliti mencoba untuk menerapkan pembelajaran menggunakan media kartu bilangan prima pada siswa kelas V SDN Tenggilisrejo Pasuruan. Penerapan pembelajaran matematika menggunakan kartu bilangan prima membimbing siswa untuk mengembangkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pembelajaran dengan menggunakan kartu bilangan prima untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam menentukan FPB dan KPK pada siswa kelas V dan mendeskripsikan penerapan pembelajaran dengan menggunakan kartu bilangan prima untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menentukan FPB dan KPK pada siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) model kolaboratif. Dimana peneliti bekerjasama dengan guru matematika kelas IV SDN Tengilisrejo Pasuruan. Penelitian dilaksanakan di SDN Tenggilisrejo sebanyak 2 siklus. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian sebanyak 40 siswa. Indikator keberhasilan siswa telah tuntas belajar bila mencapai skor 60% atau nilai 60, dan kelas dikatakan tuntas belajar apabila 70% siswa telah mencapai nilai minimal 60. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dua hasil simpulan. Pertama, siswa kelas V SDN Tenggilisrejo lebih aktif dan antusis dalam pembelajaran matematika dengan menggunaka media kartu bilangan prima daripada pembelajaran sebelumnya. Kedua, hasil belajar siswa kelas V SDN Tenggilisrejo meningkat setelah menggunakan media kartu bilangan prima, meskipun ada 3 siswa yang belum tuntas.

Kesulitan dalam memahami rumus kimia sederhana pada siswa kelas X SMA Laboratorium UM tahun ajaran 2010/2011 / Nely Hamidah

 

Kata Kunci: Kesulitan memahami, Rumus kimia Karakteristik yang terdapat pada konsep-konsep dalam ilmu kimia tergambar melalui tiga aspek yaitu makroskopik, mikroskopik, dan simbolik. Selain itu konsep-konsep dalam ilmu kimia saling berkaitan dan berjenjang. Jika siswa mengalami kesulitan dalam memahami suatu konsep maka akan menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep lain yang berkaitan, sehingga akan berakibat pada pemahaman siswa yang tidak utuh terhadap konsep-konsep dalam ilmu kimia. Salah satu kemampuan memahami konsep pada aspek simbolik yang penting dikuasai oleh siswa adalah kemampuan siswa dalam memahami rumus kimia. Berdasarkan hal tersebut, penelitian yang dilaksanakan pada siswa kelas X SMA Laboratorium UM tahun ajaran 2010/2011 bertujuan untuk mengetahui persentase siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami: (1) rumus kimia unsur, (2) rumus kimia senyawa kovalen, (3) rumus kimia senyawa ionik; dan (4) untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam memahami rumus kimia unsur, senyawa kovalen, dan senyawa ionik. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X SMA Laboratorium UM tahun ajaran 2010/2011 terdiri dari 9 kelas yang kemampuannya dapat dianggap homogen. Sampel diambil dengan teknik sampling random sederhana yaitu dengan cara undian kelas. Sampel dalam penelitian adalah kelas X-2 dan X-8. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif berjumlah 23 soal dengan 4 alternatif jawaban disertai alasan pemilihan jawaban yang valid dengan validitas isi sebesar 97,1% dan reliabilitas sebesar 0,80. Data penelitian dianalisis secara deskriptif, melalui penghitungan persentase siswa yang mengalami kesulitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) 49,4% siswa mengalami kesulitan memahami rumus kimia unsur, yang terdiri dari: (a) 34,8% siswa mengalami kesulitan memahami rumus kimia unsur monoatomik; (b) 63,7% siswa mengalami kesulitan memahami rumus kimia unsur diatomik; (c) 49,9% siswa mengalami kesulitan memahami rumus kimia unsur poliatomik. (2) 62,4% siswa mengalami kesulitan memahami rumus kimia senyawa kovalen, yang terdiri dari: (a) 34,9% siswa mengalami kesulitan menuliskan rumus kimia senyawa kovalen; (b) 89,9% siswa mengalami kesulitan menentukan jenis rumus kimia senyawa kovalen. (3) 70,3% siswa mengalami kesulitan memahami rumus kimia senyawa ionik, terdiri dari: (a) 53,9% siswa mengalami kesulitan menuliskan rumus kimia senyawa ionik; (b) 86,7% siswa mengalami kesulitan menentukan jenis rumus kimia senyawa ionik. (4) Dari variabel penelitian yang ada, kesulitan paling besar yang dialami siswa terjadi pada variabel mengenai rumus kimia senyawa ionik, yaitu sebesar 70,3% dan kesulitan paling kecil yang dialami siswa terjadi pada variabel mengenai rumus kimia unsur, yaitu sebesar 49,4%. Dari subvariabel yang ada, kesulitan paling besar yang dialami siswa terjadi pada subvariabel penentuan jenis rumus kimia senyawa kovalen, yaitu sebesar 89,9% dan kesulitan paling kecil yang dialami siswa terjadi pada subvariabel penulisan rumus kimia unsur monoatomik, yaitu sebesar 34,8%.

Pengaruh kelompok acuan dan melek ekonomi (economic literacy) terhadap pola konsumsi siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Malang / Nugroho Sugiarto

 

Kata Kunci: Kelompok acuan, melek ekonomi (economic literacy), dan pola konsumsi Pemikiran konsumen membeli suatu produk saat ini tidak hanya di dasari pertimbangan manfaat dari suatu produk itu sendiri melainkan kepuasan lain yang diterima oleh konsumen sebagai sebuah kompensasi setelah membeli suatu produk. Khususnya pada siswa SMAN 1 Malang yang cenderung konsumtif, selain itu remaja pada umumnya membeli sesuatu tidak berdasarkan kebutuhan dan kemampuan yang dimilikinya. Sejauh ini kecenderungan pola konsumsi siswa SMA lebih besar dipengaruhi oleh perilaku konsumtif dari teman sepergaulan dan juga masih minimnya tingkat pemahaman dasar ekonomi siswa sehingga siswa itu menjadi lebih konsumtif. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh kelompok acuan terhadap pola konsumsi siswa, (2) pengaruh economic literacy terhadap pola konsumsi siswa, (3) pengaruh kelompok acuan dan economic literacy terhadap pola konsumsi siswa SMAN 1 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket, dan tes. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, bahwa ada pengaruh secara signifikan dari variabel kelompok acuan terhadap pola konsumsi siswa. Hal ini menunjukkan semakin rendah kelompok acuan maka semakin rasional dalam berkonsumsi, sebaliknya semakin tinggi kelompok acuan maka semakin tidak rasional dalam berkonsumsi. Kedua, bahwa ada pengaruh secara signifikan dari varibel economic literacy terhadap pola konsumsi siswa. Hal ini menunjukkan semakin tinggi economic literacy maka semakin rasional dalam berkonsumsi. Ketiga, bahwa ada pengaruh secara signifikan dari varibel kelompok acuan dan economic literacy terhadap pola konsumsi siswa. Dari hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah: (1) Bagi sekolah diharapkan kualitas kegiatan belajar mengajar di sekolah lebih ditingkatkan untuk mendidik siswa lebih rasional pola konsumsinya. (2) Bagi guru diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dasar ekonomi serta aplikasinya sehingga siswa dapat membentuk pribadi yang baik dalam pertimbangan melakukan tindakan ekonomi. (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengkaji serta meneliti variabel lain selain yang ada dalam penelitian ini sehingga dapat diketahui apa saja yang mempengaruhi pola konsumsi siswa.

Inovasi blondes kukus berbahan dasar tepung labu kuning / Hilvina Sekar Sari

 

Kata kunci: blondies kukus, tepung labu kuning. Blondies merupakan variasi dari brownies yang merupakan cake yang tidak mengembang (bantat) dan tidak berpori dengan proses akhir dipanggang maupun dikukus. Perbedaan brownies dan blondies terletak pada warna akhir yang dihasilkan dan bahan yang digunakan. Pada penelitian ini pembuatan blondies menggunakan tepung labu kuning dari jenis bokor. Pembuatan tepung labu kuning melalui proses blanching agar kandungan β-karoten tidak berkurang selama proses pengeringan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen pembuatan blondies kukus tepung labu kuning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui volume pengembangan blondies kukus , dan sifat organoleptik blondies kukus yang meliputi rasa, warna, tekstur dan aroma melalui uji pembedaan dan uji hedonik. Pengambilan data menggunakan panelis agak terlatih yaitu mahasiswa Tata Boga yang telah menempuh mata kuliah pastry. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Uji T atau T Test. Apabila thitung > ttabel maka ada perbedaan yang sangat nyata. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tekstur blondies kukus tepung labu kuning dengan blondies kukus terigu dengan skor 62. Volume pengembangan blondies kukus terigu sebesar 88,8 cm³ lebih mengembang daripada blondies kukus tepung labu kuning dengan selisih volume pengembangan sebesar 11,41%. Rasa blondies kukus yang disukai adalah blondies kukus tepung labu kuning dengan persentase kesukaan 64,44%. Warna blondies kukus yang disukai adalah blondies kukus tepung labu kuning dengan persentase kesukaan 88,89%. Tekstur blondies kukus yang disukai adalah blondies kukus tepung labu kuning dengan persentase kesukaan 84,45%. Aroma blondies kukus yang disukai adalah blondies kukus tepung labu kuning dengan persentase kesukaan 65,55%. Kesimpulan penelitian adalah tekstur blondies kukus tepung labu kuning padat dan berpori halus, sedangkan blondies kukus terigu berpori besar dan lebih mengembang. Volume blondies kukus tepung labu kuning tidak memenuhi kriteria pengembangan blondies, sementara blondies kukus terigu sebagai kontrol memenuhi kriteria pengembangan. Blondies kukus tepung labu kuning lebih disukai dalam hal rasa, warna, tekstur, dan aroma. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah melakukan penelitian tentang analisis finansial blondies kukus tepung labu kuning untuk dipasarkan secara luas.

Model pembelajaran pendidikan luar sekolah di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in Tasikmadu Lowokwaru Malang / Yayuk Fitriani

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran, Pendidikan Luar Sekolah, Pondok Pesantren Pondok pesantren merupakan bagian dari pendidikan luar sekolah yang bernaung di bawah Kementrian Agama. Pondok pesantren (pontren) tetap eksis dan konsisten dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat pembelajaran agama Islam (tafakuh fi dien) untuk menarik serta menanamkan kesan tetap eksis pontren menawarkan berbagai model dalam pembelajarannya. Model pembelajaran yang ditawarkan di pontren meliputi sorogan, balahan, hafalan, dan tabarok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman profil, prinsip, model pembelajaran, dan harapan santri di pontren, dan bisa menggunakannya sebagai acuan untuk merumuskan model pembelajaran dalam proses pembelajaran Pendidikan Luar Sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di Pontren Hidayatul Mubtadi`in yang berlokasi di Kelurahan Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitiannya adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data natural setting, sedangkan teknik penggalian datanya adalah dengan observasi berperan serta (participan observation), wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah triangulasi tiga sisi, sehingga data yang diperoleh tersebut merupakan data yang benar dan valid juga dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pontren ini didirikan oleh Almaghfurllah salafy dengan manajemen modern dan misinya mengembangkan nilai-nilai keIslaman ahlusunnah wal jamaah, melalui pendidikan formal, non-formal, dan informal pada masyarakat yang berwawasan rohmatan lil alamiin dan tujuannya membantu masyarakat mendapatkan pendidikan sesuai dengan kemajuan zaman. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa model pembelajaran yang berlangsung di pontren tersebut memakai prinsip pembelajaran yang klasik tradisionalsalafiyah. Santri ingin memiliki keterampilan yang sama seperti pelajar pada umumnya, sederhananya santri tidak ingin dianggap kuper. Harapan ini harus mendapat perhatian khusus agar mereka yang belajar di pontren dapat bernafas lega, maka tentang sinergi antara pola pembelajaran yang Islami dan pembelajaran kehidupan umum dipandang sangat penting, mengingat bahwa kesuksesan santri dalam kehidupan bermasyarakat bisa dioptimalkan dengan menyeimbangkan antara ilmuilmu agama dengan pengetahuan selaras dengan visi, misi, dan tujuan pontren. Dengan model pembelajaran yang ada di pontren, pendidkan luar sekolah bisa menjadikan pontren sebagi lembaga pengembangan masayarakat resminya di dalam pontren maupun masyarakat sekitar pontren. Menjadikan pontren tersertifikasi ijazahnya seperti program PLS lainnya, sehingga pontren bisa berperan optimal terhadap peran-peran yang memungkinkan untuk dilakukan dan tidak hanya sebagai tambahan dalam tatanan masyarakat. Berdasarkan pada hasil penelitian model pembelajaran luar sekolah di Pontren Hidayatul Mubtadi`in ini maka disarankan: (1) Untuk Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, agar proses pendidikan luar sekolah mengembangkan kemitraannya dengan pontren sebagai salah satu bidang garapan pendidikan luar sekolah; (2) bagi lembaga hasil penelitian model pembelajaran pendidikan luar sekolah di Pontren Hidayatul Mubtadi`in ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengkomunikasikan tentang kesinergian antara pola pembelajaran yang Islami dengan pembelajaran berwawasan umum. KH. Agus Salim Mahfudz pada tahun 1972, berupa pondok salafiyah dan pada tahun 1989 berdirilah yayasan pendidikan Islam (YPI) yang menaungi Pontren, yayasan yatim piatu, PAUD, RA, MI, MTs, dan MA. Visinya adalah menyelenggarakan pendidikan berwawasan keIslaman yang

Penerapan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari / Nurul Rahmawati

 

Kata Kunci : Strategi Pair Check, Media Gambar Seri, Mengarang. Tingkat kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 sangat rendah, hal ini disebabkan karena guru kurang menerapkan strategi yang beragam dan jarang menggunakan media pembelajaran dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Secara umum tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri terhadap kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari, serta mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis karangan siswa dengan menerapkan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari yang berjumlah 51 siswa. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa hasil menulis karangan siswa berdasarkan gambar seri dari aspek EYD, ide cerita, serta keruntutan kata dan kalimat. Kemampuan mengarang yang dapat dicapai oleh siswa pada siklus I pertemuan 1 mencapai rata-rata 61, pada pertemuan 2 rata-rata nilai naik menjadi 70. Sedangkan pada siklus II rata-rata nilai kemampuan mengarang meningkat menjadi 80, SKBM untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kecamatan Singosari adalah 70. Ini berarti sudah memenuhi SKBM yang telah ditentukan. Pada penelitian ini nilai rata-rata siswa mencapai 80, ini berarti secara klasikal telah dianggap tuntas belajar dan terjadi peningkatan kemampuan mengarang. Hendaknya guru dapat menerapkan strategi pair check dalam pembelajaran mengarang, serta menggunakan media gambar seri. Karena dengan menerapkan strategi pembelajaran yang dipadukan dengan menggunakan media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa, serta aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.

Pengembangan media forum berbagi dan belajar online tentang kecakapan hidup dalam berwirausaha di Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Nur Asri Handayani

 

Kata kunci: Pengembangan, Media Forum Online, Kewirausahaan Kewirausahaan merupakan proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut dapat berupa ide inovatif, peluang, atau cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Media forum online tentang kecakapan hidup berwirausaha dikembangkan sebagai salah satu media untuk mewadahi mahasiswa dalam belajar dan membagi pengetahuan mereka tentang kewirausahaan dengan memanfaatkan teknologi internet dengan melalui aplikasi Learning & Content Management System (LCMS). Pengembang menerapkan model pengembangan Davidson-Shivers dan Rasmussen yang memiliki fase-fase pengembangan antara lain : 1). analisa; 2). rencana evaluasi 3) fase serentak yang meliputi desain, pengembangan sistim, ujicoba dan implementasi dan evaluasi formatif. Fase ini dapat dilakukan bekali-kali hingga batas waktu yang tidak ditentukan; 4). implementasi menyeluruh; 5). evaluasi sumatif dan penelitian. Karena keterbatasan waktu pengembangan, maka fase bertautan hanya dilakukan satu kali sehingga model ini dimodifikasi menjadi 7 tahapan yaitu, 1) tahap analisis masalah; 2) tahap pengembangan instrument evaluasi; 3) tahap desain; 4) tahap pengembangan media; 5) tahap implementasi terbatas; 6) tahap evaluasi formatif; 7) tahap implementasi penuh. Tujuan dari pengembangan ini adalah 1) menghasilkan web forum berbagi dan belajar online tentang kecakapan hidup dalam berwirausaha serta panduan pemanfaatannya di jurusan Teknologi Pendidikan FIP UM; 2) mengetahui validitas dari web forum berbagi dan belajar online tentang kecakapan hidup dalam berwirausaha di jurusan Teknologi Pendidikan FIP UM sebagai media memiliki kualifikasi media yang valid sebagai media untuk mewadahi aktifitas pembelajaran berwirausaha bagi mahasiswa TEP FIP UM. Pengembangan ini menggunakan rancangan deskriptif. Sasaran utama dari pengembangan media ini adalah mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan angkatan 2007-2010. Untuk mendapatkan data validitas hasil pengembangan media, digunakan angket yang ditujukan pada ahli materi, ahli media, dan audiens. Kemudian, data yang dapat diinterprestasikan untuk mengetahui kevalidan dari media. Hasil interprestasi angket menunjukan bahwa secara umum media yang dikembangkan sudah memiliki kevalidan yang baik. Ahli media memberikan prosentase sebesar 87,5%, ahli materi memberikan prosentase sebesar 80%, dan audiens memberikan prosentase sebesar 89%.

Menentukn posisi kebocoran pipa dalam tanah dengan metode geolistrik konfigurasi Wenner / Raehanayati

 

Kata kunci: Geolistrik, Konfigurasi Wenner, Sounding Mapping, Res2dinv, Kebocoran Pipa. Sistem jaringan perpipaan merupakan komponen utama dari sistem distribusi air bersih atau air minum. Dalam perkembangannya sistem instalasi pipa memerlukan pengawasan dan perawatan yang kontinyu, hal ini untuk mengurangi kerugian-kerugian akibat kondisi instalasi yang salah satunya mempengaruhi umur pipa. Permasalahan-permasalahan yang sering timbul akibat kurangnya perawatan dan umur pipa antara lain: kebocoran pipa, sering terjadi kerusakan pipa, dan penurunan tingkat layanan penyediaan air bersih untuk konsumen. Di Indonesia tingkat kebocoran pipa air masih tinggi, dan sampai saat ini instansi-instansi PDAM menentukan kebocoran dengan menggunakan metode radioisotop. Telah diketahui bahwa radioisotop ini memancarkan sinar radioaktif yang dapat membahayakan manusia. Sehingga perlu diadakan penelitian dengan metode geolistrik. Metode geolistrik adalah salah satu metode dalam geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan untuk mengetahui struktur geologi di bwah permukaan bumi. Metode ini banyak digunakan untuk pencarian air tanah, eksplorasi, dan menentukan benda berongga. Penelitian geolistrik menggunakan pemodelan di lapangan dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner (Sounding-Mapping) dengan panjang bentangan yang digunakan yaitu 15 m. Pemodelannya menggunakan pipa paralon dengan panjang 4 m dan ditanam pada kedalaman 1 m. Sebelum ditanam pipa tersebut dilubangi pada jarak 7.5 m dari titik awal pengukuran. Pipa dilubangi dengan jari-jari 0.35 cm. Sebelum melakukan pengukuran, air yang di dalam drum dialirkan ke dalam pipa dan kembali lagi ke drum sehingga menimbulkan efek kebocoran pipa. Hal ini dimaksudkan untuk menguji metode geolistrik dalam penerapannya dibidang geoteknik, yaitu mempelajari pola anomali akibat kebocoran pipa dalam tanah. Dari hasil interpretasi software Res2dinv ver 3.54x dapat diketahui pola anomali yang disebabkan akibat pipa bocor. Pusat kebocoran pipa terletak pada bentang 7.3 m dan pada kedalaman 1.02 m dengan nilai resistivitas 66.9 Ω m. Hal tersebut mendekati titik bocor pipa yang telah ditentukan sebelumnya. Pada saat pemodelan, pipa diberi lubang pada bagian bawah pipa sehingga air lebih banyak yang merembes ke bawah, hal tersebut mengakibatkan daerah sekitar pipa nilai resistivitasnya lebih tinggi karena di daerah tersebut relatif kering.

Penggunaan model pembelajaran cooperative reading and composition (CIRC) untuk meningkatkan pemahaman isi bacaan kelas 3A SDN Kotalama 3 Malang / Ervinah

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran CIRC, Pemahaman Isi Bacaan, SD Pembelajaran membaca di Sekolah Dasar memegang peranan penting dalam pengajaran bahasa. Hal itu sangat berpengaruh pada ke empat keterampilan berbahasa. Keefektifan pembelajaran membaca pemahaman ditentukan oleh implikasi membaca sebagai proses memahami isi bacaan dan mengembangkan keterampilan menulis. Berdasarkan hasil orientasi di SDN Kotalama 3 Malang ditemukan beberapa masalah dalam pembelajaran pemahaman isi bacaan Bahasa Indonesia, yaitu: (1) rendahnya minat baca siswa, (2) siswa miskin akan perbendaharaan kata atau kosakata Bahasa Indonesia, (3) siswa kurang mampu menuangkan ide atau gagasan dalam menceritakan kembali cerita yang dibaca, (4) dalam proses pembelajaran masih menggunakan model konvensional sehingga efektifitas pembelajaran menjadi menjemukan. Penelitian ini bertujuan mendeskrisikan (1) model pembelajaran CIRC dalam meningkatkan pemahaman isi bacaan, (2) peningkatan aktifitas dan hasil belajar siswa kelas 3A dengan model pembelajaran CIRC. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas 3A SDN Kotalama 3 Malang. Instrumen penelitian berupa observasi, dokumentasi, wawancara, dan soal tes. Hasil penelitian dikemukakan sebagai berikut: (1) prosentase nilai rata-rata dari pra tindakan, siklus 1 sampai siklus 2 meningkat. Hasil belajar pra tindakan sebesar 55,2 % (tabel 4.1) meningkat pada siklus 1 menjadi 60,7 %, pada siklus 2 hasil belajar siswa menjadi 82,2 %. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal siswa meningkat, pada pra tindakan ketuntasan belajar klasikal sebesar 22,2 %, pada siklus 1 menjadi 38,8 %, dan pada siklus 3 meningkat menjadi 91,6 %. Aktifitas belajar siswa dalam keaktifan, kerjasama, unjuk kerja, dan tanggung jawab juga meningkat dari siklus 1 dengan prosentase 71,5 % meningkat pada siklus 2 menjadi 85,3 %. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa tercapai dan membuktikan model pembelajaran CIRC dapat meningkatkan pemahaman isi bacaan kelas 3A SDN Kotalama 3 Malang. Saran dari penelitian ini adalah model pembelajaran CIRC hendaknya digunakan sebagai masukan untuk peningkatan kualitas proses belajar dan hasil belajar pemahaman isi bacaan, serta bagi guru supaya dapat menerapkan model pembelajaran CIRC untuk meningkatkan pemahaman isi bacaan, sehingga kreatifitas dan hasil belajar siswa meningkat.

Penerapan pendekatan komunikatif untuk meningkatkan kemampuan menulis naskah pidato pada siswa kelas VI SDN Tampung I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Diana Wahyuni

 

Kata Kunci : Pendekatan komunikatif, menulis naskah pidato, SD Berdasarkan temuan awal pada pembelajaran sebelumnya, siswa tidak aktif dan mengalami kesulitan dalam menguasai materi menulis naskah pidato dibuktikan dengan rendahnya nilai rata-rata yaitu 56,6. Metode penyampaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas VI SDN Tampung I kurang bermakna dan tidak bervariasi. Guru memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar. Untuk meningkatkan mutu siswa, pembelajaran menulis naskah pidato menjadi lebih aktif, efektif, menarik dan merangsang serta menumbuhkan minat siswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menulis naskah pidato siswa kelas VI SDN Tampung I Lekok Pasuruan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas adalah penerapan pendekatan komunikatif dengan menggunakan metode diskusi kelompok dan dilaksanakan selama dua siklus. Arah penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Data penelitian diperoleh melalui pengumpulan data yang yang dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi dan analisis data. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Tampung I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, sebanyak 27 siswa yang terdiri 15 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Komunikatif dilakukan pada semester II tahun pelajaran 2010 - 2011 dengan materi menulis naskah pidato mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan pendekatan komunikatif untuk meningkatkan kemampuan menulis naskah pidato siswa dilaksanakan dalam bentuk yang memaksimalkan potensi siswa seperti tanya jawab, menulis, diskusi kelompok, mendengarkan dan berpendapat, menanggapi, menyusun dan membaca naskah pidato di depan kelas. Hal ini dibuktikan dengan adanya nilai rata-rata hasil menulis naskah pidato yaitu 56,6 dengan prosentase 56% pada pra tindakan meningkat menjadi 74% dengan nilai rata-rata 66,4 siswa yang tuntas belajar pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 85% dengan nilai rata-rata73,5 pada siklus II. Ini berarti diperoleh kriteria ketuntasan belajar yang diharapkan peneliti yaitu 85%. Saran yang diberikan kepada guru, hendaknya guru diharapkan mampu me nerapkan pendekatan komunikatif sebagai salah satu cara atau alternatif dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan ketrampilan menulis naskah pidato siswa, karena pendekatan komunikatif merupakan pendekatan dalam bahasa yang memfokuskan pada ketrampilan berkomunikasi baik lisan maupun tulis.

Content analysis on the English E-book "developing English competencies for Senior High School (SMA/MA) grade X" / Ratih Yulianti

 

Key words: content analysis, e-book, tenth graders. This study is conducted in order to analyze the English textbook “Developing English Competencies for Senior High School (SMA/MA) Grade X” published by the government in terms of (1) the relevancy of the book with the standard of content from the Board of National Education Standard, (2) organization, (3) language content, (4) the language skills, (5) topic, (6) lay out and graphics, and (7) the practical consideration taken from the criteria proposed by the Board of National Education Standard and these following Experts including Harmer (1983), Grant (1991), Sheldon (1988), and Cunningsworth (1995). The method of the research is descriptive evaluative by using content analysis design. The techniques of data collection used were evaluation rating scale, questionnaire and interview guide. In terms the relevancy of the book with the standard of content from the Board of National Education Standard, the textbook was categorized as good with the total score percentage 66.8%. Secondly, in terms of organization, the textbook was categorized as fair with the total percentage 60%. Thirdly, in terms of language content, the textbook was categorized as fair with the total percentage 58.33%. Fourthly, in terms of language skills, the textbook was categorized as good with the total percentage 71%. Fifthly, in terms of the topic, the textbook was categorized as fair with the total percentage 60%. Sixthly, in terms of lay out and graphics, the textbook was categorized as good with the total percentage 71.6%. Seventhly, in terms of practical considerations, the textbook was categorized as fair, with the total percentage 60%. The overall fulfillment of the seven criteria reached 63.96%. It could be inferred that the book was good. Based on the findings the researcher suggested that the authors of the textbook should improve the quality of the textbook by considering several aspects above. The textbook publishers should also be more selective in choosing the textbooks they would publish. The English teachers of tenth graders needed to create new materials not only from the book. For other researchers who might conduct studies on the similar topic about textbook evaluation, it was suggested that the future researchers should make more careful consideration in selecting the criteria of textbook evaluation.

Pengaruh kandungan informasi laporan arus kasa dan laba bersih terhadap return saham (studi empiris pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI) / Pramudya Ery Firmanto

 

Kata Kunci : Kas Operasi, Laba Bersih, Return Saham. Laporan keuangan merupakan laporan yang bertujuan untuk menunjukkan posisi keuangan pada suatu perusahaan yang sekaligus dapat menggambarkan keadaan perusahaan tersebut. Laporan keuangan sebagai hasil akhir dari proses akuntansi memang dirancang untuk menyediakan kebutuhan informasi bagi calon investor, kreditor, dan pemakai eksternal lainnya untuk pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus kas operasi dan laba bersih terhadap return saham. Penelitian ini memerlukan pengujian hipotesis menggunakan uji statisitik dengan teknik regresi linear berganda. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dan diperoleh sampel 30 perusahaan Consumer Goods yang listing di BEI periode 2008-2009. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi. Hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara informasi arus kas operasi terhadap return saham pada perusahaan consumer goods, karena nilai signifikansi arus kas operasi sebesar 0,224 lebih besar dari 0,05. Hal ini disebakan karena pada tahun 2008 krisis global berpengaruh terhadap perdagangan saham di BEI. Investor takut melakukan pembelian saham, selain saham-saham unggulan. Sedangkan hasil pengujian laba bersih diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara informasi laba bersih terhadap return saham pada perusahaan consumer goods. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi arus kas operasi sebesar 0,038 lebih kecil dari 0,05. Investor menggunakan laba bersih untuk mengukur kinerja perusahaan. Kesimpulan yang bisa diperoleh dari penelitian ini adalah informasi arus kas operasi tidak bisa memberikan informasi untuk menentukan keputusan investasi untuk memperoleh return aktual. Sedangkan informasi laba bersih dapat digunakan dalam menentukan keputusan investasi untuk memperoleh return atas investasi saham. Penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan, yaitu pada tahun penelitian 2008 terjadi krisis global yang mengakibatkan kondisi pasar modal dalam negeri menjadi labil. Sehingga investor disarankan sebaiknya juga memperhatikan analisis fundamental dalam mengambil keputusan sebelum melakukan investasi selain memperhatikan informasi laba bersih.

Penerapan perpaduan model pembelajaran numbered heads together (NHT) dan example non example untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar ekonomi siswa kelas X-9 SMAN 5 Malang / Tissa Nikmatul Layla

 

Kata Kunci: model pembelajaran Numbered Heads Together, model pembelajaran Example Non Example, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X-9 SMA Negeri 5 Malang dalam proses belajar mengajar masih rendah. Guru selalu berusaha menerapkan model-model pembelajaran ceramah dan diskusi, mengabaikan metode yang inovatif seperti Jigsaw, STAD. Saat guru melakukan metode ceramah tanpa variasi, siswa terkadang kurang memahami materi, kurang melaksanakan proses tanya jawab, dan pengerjaan tugas yang dilaksanakan dirasa kurang maksimal. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan proses pembelajaran sehingga kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa meningkat. Berkaitan dengan itu, maka peneliti memutuskan menerapkan adalah perpaduan model pembelajaran Numbered Heads Together dan Example Non Example. Rumusan masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimanakah penerapan perpaduan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan model Example Non Example pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang?, (2) Apakah penerapan perpaduan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan model Example Non Example dapat meningkatkan Kememapuan berpikir kritis ekonomi pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang?, (3) Apakah penerapan perpaduan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan model Example Non Example dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang? (4) Bagaimana respon siswa kelas X-9 SMA Negeri 5 Malang Malang terhadap penerapan perpaduan model pembelajaran Numbered Heads Together dan Example Non Example? Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlangsung dalam 2 siklus, Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-9 SMA Negeri 5 Malang yang terdiri dari 36 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, angket dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil observasi Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan dua siklus juga telah memperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa perpaduan model pembelajaran Numbered Heads Together dan Example Non Example dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dari siklus 1 ke siklus 2 yaitu 24,30 % dilihat dari 4 aspek yang diteliti dan hasil belajar siswa tampak dari adanya jumlah siswa yang tuntas belajar dari siklus 1 ke siklus 2 dengan keterangan sebagai berikut : (a) Peningkatan hasil belajar dilihat dari aspek kognitif siswa yang tuntas siklus 1 ke siklus 2 yaitu 8,26% dari siklus sebelumnya yaitu dari 83,34% menjadi 91,60%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian tersebut yaitu: (1)Penerapan Perpaduan Model Pembelajaran tersebut pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X-9 SMA Negeri 5 Malang berjalan baik; (2)Penerapan Perpaduan Model Pembelajaran tersebut dapat Meningkatkan kemampuan berpikir kritis; (3)Penerapan Perpaduan Model Pembelajaran tersebut dapat Meningkatkan Hasil Belajar; dan (4)Respon siswa kelas X-9 SMA Negeri 5 Malang terhadap penerapan perpaduan model pembelajaran tersebut adalah positif. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu: (1) Bagi sekolah, dapat sebagai bahan referensi sekolah untuk peningkatan mutu pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 5 Malang; (2) Bagi guru-guru, hendaknya mulai mencoba menerapkan perpaduan model pembelajaran yang baru dan inovatif sesuai dengan keadaan siswa; (3) Bagi siswa, hendaknya siswa lebih termotivasi dan aktif saat mendengarkan pelajaran ekonomi; (4) Bagi peneliti, hendaknya lebih tanggap dengan permasalahan dalam pendidikan khususnya dalam pelajaran ekonomi

Sifat organoleptik soyghurt dengan lama fermentasi yang berbeda pada suhu ruang / Fatkurohman Septianto Prasetyo

 

Kata Kunci: soyghurt, lama fermentasi, fermentasi suhu ruang Pembuatan soyghurt dari susu kedelai bermanfaat untuk mengurangi rasa langu, mengurangi penyebab flatulence, menghilangkan zat anti gizi dan memperpanjang umur produk. Pengolahan kedelai untuk pembuatan soyghurt tidak diproduksi oleh masyarakat umum karena terkendala alat inkubator yang mahal, namun sebenarnya dapat dilakukan pada suhu ruang dengan lama waktu fermentasi yang tepat. Lama waktu fermentasi berpengaruh terhadap kualitas soyghurt yaitu aroma, konsistensi, homogenitas dan pH. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen pembuatan soyghurt dengan lama fermentasi 25 jam, 40 jam dan 55 jam pada suhu ruang. Pada penelitian pendahuluan bertujuan untuk mengetahui teknik fermentasi dan interval lama fermentasi soyghurt yang optimal. Pengamatan penelitian utama dilakukan dengan uji mutu hedonik dan uji hedonik. Data diperoleh dari panelis agak terlatih sebanyak 30 orang yang dipilih secara acak dan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis menunjukkan berbeda sangat nyata pada aroma, konsistensi dan homogenitas soyghurt dengan lama fermentasi 25 jam, 40 jam dan 55 jam pada suhu ruang. Uji mutu hedonik aroma pada perlakuan fermentasi 55 jam memiliki skor tertinggi (3,72) dengan aroma khas yoghurt kuat. Konsistensi memiliki skor tertinggi (3,21) pada perlakuan fermentasi 55 jam yaitu berkonsistensi agak kental. Skor tertinggi pada homogenitas (4,00) ditunjukkan pada perlakuan fermentasi 25 jam dengan soyghurt yang homogen. Sedangkan uji hedonik menunjukkan rasa soyghurt yang difermentasi 25 jam disukai sebagian besar panelis (73,33%). Aroma yang disukai sebagian besar panelis (75,56%) yaitu aroma khas yoghurt kuat pada perlakuan fermentasi 55 jam. Konsistensi soyghurt yang kental pada perlakuan fermentasi 55 jam disukai oleh sebagian besar panelis (81,11%). Homogenitas soyghurt yang homogen disukai oleh sebagian besar panelis (78,89%) pada perlakuan fermentasi 25 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin lama fermentasi soyghurt dilakukan maka aroma akan semakin kuat, konsistensi semakin kental dan homogenitas berkurang. Perlakuan yang menghasilkan produk terbaik yaitu soyghurt yang difermentasi selama 25 jam dengan aroma khas yoghurt agak kuat, konsistensi soyghurt agak cair, homogenitas soyghurt yang homogen dan memiliki pH 4,31. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu perlu diteliti mengenai teknik penyimpanan soyghurt yang optimal dengan suhu yang ditentukan dan bagaimana cara pengemasan yang dapat mengoptimalkan umur soyghurt. Dapat juga diteliti tentang penerimaan konsumen terhadap soyghurt yang diberi perasa tambahan.

Kebijakan kyai dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren (studi multi situs pada Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang dan Pondok Pesantren Al-Huda Mojosari Nganjuk) / Moh. Turmudi

 

ABSTRAK Turmudi, Moh. 2015. Kebijakan Kyai dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah Diniyah Pondok Pesantren (Studi Multi Situs pada Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang dan Pondok Pesantren Al-Huda Mojosari Nganjuk, Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H, M.A., Ph. D., (II) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd., (III) Prof. Dr.H. Bambang Budi Wiyono, M.Pd Kata-kata kunci: kebijakan kyai, mutu pendidikan Islam, pondok pesantren, madrasah diniyah. Sebuah penelitian dengan temuan menarik dan cukup mengejutkan pernah dilakukan Geertz (1981). Memandang pesantren sebagai proses modernisasi masyarakat Islam. Melihat pesantren sebagai terbentuknya varian santri dengan segala nilainya dalam masyarakat Jawa. Kemampuan manajerial pendidikan pesantren masih bertumpu pada Kyai sebagai tokoh sentral baik pola kebijakan maupun gaya kepemimpinanya, terutama implikasinya terhadap perubahan-perubahan kepemimpinannya. Penelitian bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan (1) peran Kyai dalam formulasi kebijakan pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren; (2) Implementasi kebijakan Kyai dalam mengelola pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren; (3) evaluasi kebijakan Kyai dalam mengelola pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren; (4) implikasi kebijakan Kyai dalam pengelolaan pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs pada Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang dan Pondok Pesantren Al Huda Mojosari Nganjuk.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Pengecekan kredibilitas data dilakukan dengan teknik trianggulasi, member check, dan diskusi teman sejawat. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisikan, ditafsirkan, dan dianalisis secara berulang-ulang, baik melalui analisis dalam kasus maupun melalui analisis lintas kasus guna menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, peran Kyai dalam formulasi kebijakan pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren meliputi sebagai inspirator, motivator, fasilitator dan supervisor; kedua implementasi kebijakan Kyai dalam mengelola pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren sebagai pemberi tugas kepada mudier, pemberi motivasi, pemberi fasilitas dan pengawas pelaksanaan pendidikan di madrasah diniyah; ketiga evaluasi kebijakan Kyai dalam mengelola pendidikan madrasah diniyah dilakukan untuk kepentingan kelembagaan, ketenagaan dan pengembangan madrasah diniyah; keempat implikasi peran Kyai dalam pengelolaan pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren tergambar pada perencanaan, pengorganisasi, penggerakan dan kepengawasan. Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah Penelitian ini mengharapkan kepada lembaga pendidikan bahwa dalam mengelola lembaga pendidikan khususnya madrasah diniyah pesantren harus diawali dengan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan; Perencanaan mutlak diperlukan oleh lembaga pendidikan baik formal maupun non formal agar lembaga pendidikan tersebut lebih jelas arah yang akan dicapai. Selanjutnya perencanaan tersebut harus diorganisir dengan baik agar bisa berjalan dengan baik. Implikasi Praktis bahwa pengelolaan madrasah diniyah pondok pesantren perlu melakukan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasn terhadap semua kegiatan yang ada di madrasah diniyah, sesuai dengan prinsip manajemen yang dilakukan oleh pendidikan formal. Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan beberapa saran, yaitu antara lain: (1) bagi pimpinan madrasah diniyah sebaiknya dalam pengelolaan lembaga melaksakan manajemen yang cocok dengan karakteristik pondok pesantren; (2) bagi pondok pesantren sebaiknya memberikan otoritas penuh kepada setiap pimpinan madrasah yang ada di pondok pesantren agar dapat berkembang dengan baik; (3) bagi Kementrian Agama sebaiknya memberikan dorongan dan bimbingan kepada pesantren untuk pengelolaan lembaga pendidikan yang ada pada lingkungan pesantren; dan (4) bagi peneliti berikutnya sebaiknya mengkaji lebih mendalam dengan topik dan fokus pada medan kasus lain untuk memperoleh perbandingan sehingga memperkaya penelitian.

Pengaruh tingkat entelegensi, kebiasaan belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah, dan kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi (studi pada siswa kelas XI IPS SMAN 1 Malang) / Wahyu Afantin

 

Kata Kunci: tingkat intelegensi, kebiasan belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah, kondisi ekonomi orang tua, hasil belajar Intelegensi adalah kemampuan indifidu berdasarkan kapasitas/ kecakapan umum untuk memberikan respon yang tepat dan cepat terhadap situasi yang dihadapi untuk mencapai prestasi dalam kehidupannya. Kebiasaan belajar adalah aktivitas belajar sehari-hari yang dilakukan secara teratur dengan waktu yang relatif lama baik itu di rumah maupun di sekolah sehingga akan menjadi sebuah kebiasaan belajar. Tingkat pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah adalah seberapa besar tingkat pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah yang dapat membantu proses belajar siswa. Kondisi sosial ekonomi orang tua adalah suatu keadaan orang tua siswa yang dilihat dari tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan orang tua. Dengan adanya tingkat intelegensi, kebiasan belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah dan kondisi sosial ekonomi orang tua, maka akan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh antara tingkat intelegensi dengan hasil belajar siswa (2) pengaruh antara kebiasan belajar dengan hasil belajar siswa, (3) pengaruh antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah dengan hasil belajar siswa, (4) pengaruh antara kondisi sosial ekonomi orang tua dengan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang dilakukan pada 93 siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan dokumentasi. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Dari hasil pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa : (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat intelegensi dengan hasil belajar, (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara kebiasan belajar dengan hasil belajar. (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah dengan hasil belajar. (4) terdapat pengaruh yang signifikan antara kondisi sosial ekonomi dengan hasil belajar. (5) terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat intelegensi, kebiasaan belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah dan kondisi sosial ekonomi orang tua dengan hasil belajar. Dan sebesar 70,7% hasil belajar dipengaruhi oleh variabel tingkat intelegensi, kebiasan belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah dan kondisi sosialekonomi orang tua, sedangkan sisanya sebesar 29,3% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah: (1)Bagi siswa diharapkan untuk lebih meningkatkan intelegensi, meningkatkan kebiasaan belajar yang baik, meningkatkan pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah serta lebih meningkatkan motivasi diri dengan memanfaatkan kondisi sosial ekonomi orang tua yang ada. (2) Bagi guru diharapkan selalu memberikan motivasi kepada siswa agar lebih meningkatkan daya berfikirnya, memberikan cara belajar yang baik, mengarahkan siswa untuk memanfaatkan fasilitas belajar yang ada di sekolah dan memberikan perhatian dan bantuan bagi siswa yang mempunyai masalah/kurang mampu dalam biaya. (3) Bagi SMA Negeri 1 diharapkan mengadakan tes IQ setiap tahunnya untuk mengetahui perkembangan IQ siswa, mengadakan seminar motivasi ketika siswa akan menghadapi ujian, melengkapi fasilitas belajar yang ada di sekolah, dan memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi dan kurang mampu. (4)Bagi orang tua diharapkan untuk mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi anak, mengawasi kedisiplinan belajar anak agar giat belajar, serta menyediakan kebutuhan/ fasilitas belajar anak sesuai dengan kemampuannya. (5) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk memperluas variabel lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini, karena masih banyak faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Pelaksanaan pembelajaran sains tentang energi panas dan listrk kelas II dalam kurikulum KTSP standar nasional dan standar CIPP di SD Laboratorium UM Blitar / Sukma Rahmaning Susilowati

 

Kata Kunci: standar kurikulum KTSP, CIPP, pembelajaran sains Dalam implementasi KTSP, SD Laboratorium UM Blitar menggunakan dua standar yaitu standar nasional dan standar internasional. Standar nasional yang digunakan sekolah adalah KTSP sedangkan standar internasional sekolah menggunakan program Cambridge International Primary Program (CIPP). Cambridge International Primary Program (CIPP) merupakan suatu program dari Universitas Cambridge untuk anak usia 5-11 tahun untuk memberikan kerangka kurikulum sekolah untuk mengembangkan pemahaman peserta didik pada bidang akademis bahasa Inggris, matematika, sains. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengembangan silabus yang terdiri dari standar nasional KTSP dan standar internasional CIPP, mendiskripsikan pelaksanaan CIPP pembelajaran sains kelas II di SD Laboratorium UM Blitar ditinjau dari peran guru, penilaian, dan fasilitas pendukung pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti merupakan instrumen kunci dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, peneliti menjadi partisipan moderat dalam pelaksanaan pengumpulan data selama di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan mengoreksi kelengkapan data dari masing-masing instrumen yang telah dipersiapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengembangan silabus guru berpedoman pada kurikulum KTSP selanjutkan guru mengkombinasikan materi standar CIPP yang sesuai dengan materi pelajaran. Peran guru dalam pembelajaran sains adalah sebagai fasilitator, pembimbing, agen kognitif, dan evaluator dalam pembelajaran. Setiap akhir pembelajaran guru mengadakan tes tulis untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran sains yang ditetapkan sekolah adalah 80. Guru memberikan program remidi bagi siswa yang nilainya kurang dari KKM yang telah ditentukan, selain itu guru memberi tambahan pelajaran, serta pekerjaan rumah kepada siswa yang nilainya belum mencapai KKM. Dalam pelaksanaan pembelajaran sains, sekolah berupaya untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas yang ada termasuk fasilitas IT berupa jaringan internet yang disediakan di dalam kelas untuk mengakses pengetahuan secara online. Disarankan sekolah terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan terus melakukan revisi terhadap kekurangan dari kombinasi kurikulum standar nasional KTSP dan standar CIPP.

Tinjauan atas prosedur penyusunan dan penyajian anggaran pembelian bahan baku air brake pada PT Pindad (Persero) / Suparmi

 

Kata Kunci : Anggaran Pembelian Bahan Baku Anggaran adalah alat bagi manajemen untuk membantu menjalankan fungsi- fungsinya. Anggaran lazim dipergunakan sebagai sistem perencanaan, koordinasi dan pengawasan dalam perusahaan. Anggaran nampaknya cukup memadai untuk dipergunakan sebagai alat perencanaan yang lebih baik, sehingga koordinasi dan pengawasan yang dilaksanakan dapat memadai pula. Dengan demikian jelaslah bahwa anggaran dapat dipergunakan sebagai salah satu pengendalian kegiatan perusahaan.Anggaran menjadi masalah yang cukup menarik untuk dibahas, karena dengan disusunnya anggaran maka dapat dilihat taksiran-taksiran dari hasil-hasil atau pengeluaran-pengeluaran, jauh sebelum kegiatan dilaksanakan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur penyusunan anggaran pembelian bahan baku pada PT. PINDAD(Persero) apakah sudah berjalan dengan prosedur yang diterapkan pada perusahaan, selain itu juga untuk mengetahui penyajian anggaran pembelian bahan baku pada PT. PINDAD (persero) apakah sudah disajikan dengan jelas dan terperinci. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa prosedur penyusunan anggaran pembelian bahan baku telah berjalan dengan baik, akan tetapi dalam hal penyajian anggaran pembelian bahan baku belum disajikan dengan jelas dan terperinci karena PT. PINDAD (Persero) hanya menyajikan dalam jumlah satu tahun dan belum ada rincian setiap bulanya PT. PINDAD (Persero) dalam menyajikan anggaran pembelian seharusnya dalam bentuk tabel sehingga realisasi setiap bulan dapat diketahui. Karena apabila di sajikan dalam bentuk satu tahun seperti yang di buat oleh PT. PINDAD (Persero) maka bahan baku yang digunakan tidak diketahui.

Meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah pecahan melalui langkah-langkah Polya di kelas IV SDN Plinggisan Pasuruan / Desi Tri Handayani

 

Kata Kunci: meningkatkan menyelesaikan masalah, metode Polya Soal penyelesaian masalah matematika adalah soal yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Soal penyelesaian masalah biasanya diletakkan pada tiap akhir pokok bahasan atau sub pokok bahasan. Pada pokok bahasan pecahan misalnya diakhiri dengan soal cerita yang melibatkan operasi penjumlahan dan pengurangan begitu juga pada pokok bahasan yang lain. Demikian pula halnya dengan soal-soal cerita yang diberikan pada materi penjumlahan dan pengurangan, sudah barang tentu akan melibatkan operasi tersebut. Kemampuan menyelesaikan soal cerita di SD Negeri Plinggisan belum mencapai hasil yang optimal, meskipun upaya guru telah dilakukan dengan mengadakan latihan berulang-ulang. Berdasarkan pengamatan peneliti sebagai guru kelas IV, bahwa hasil ulangan materi pecahan terutama berbentuk soal cerita, siswa yang mengalami kesulitan sebanyak 65% dari 30 siswa. Dengan kata lain kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal cerita baik pada proses pengerjaan maupun pada hasil yang dicapai belum menunjukkan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan metode Polya dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penyelesaian masalah pada siswa kelas IV SDN Plinggisan Kabupaten Pasuruan dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan menyelesaikan soal penyelesaian masalah pecahan pada siswa kelas IV SDN Plinggisan Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan di kelas IV SDN Plinggisan sebanyak dua siklus. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 siswa. Indikator keberhasilan siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 65 % atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila dikelas tersebut terdapat 80 % yang telah mencapai nilai lebih dari 65. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan digunakannya metode Polya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penyelesaian masalah pecahan. Berdasarkan temuan diatas, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Polya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penyelesaian masalah dapat ditingkatkan. Saran yang perlu disampaikan kaitannya dengan hasil penelitiaan ini adalah metode Polya dapat digunakan untuk menyelesaikan soal penyelesaian masalah pecahan.

Penerapan penilaian berbasis kelas dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA Negeri 1 Kalasan, Sleman, Yogyakarta / Istika Sri Sulistyandari

 

Interferensi leksikal dan morfologis bahasa Madura terhadap bahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas IV SDN Sukorejo Sukowono Jember / Lailina

 

Perbedaan prestasi belajar matematika siswa kelas II MAN Pamekasan yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model jigsaw dan konvensional / Fatiyatul Jannah

 

Hubungan antara minat masuk program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2003 Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Dewi Laili Hurin Farida

 

Pemanfaatan laboratorium bahasa dalam pembelajaran istima' (menyimak) di Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang / Aniza

 

The teaching English in SDN Blimbing III Malang (a case study) / Dewi Maria Ulfa

 

Peningkatan pemahaman konsep pecahan dengan menggunakan alat peraga kepingan pecahan bidang geometris siswa kelas III SDN Mergosono II Kota Malang / Etik Kusweni

 

Program pembelajaran pecahan dengan menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik (PMR) untuk siswa SD kelas III semester 1 / Uun Indrawati

 

Studi tentang evaluasi guru pendidikan jasmani dan kesehatan dalam pelaksanaan pengajaran pendidikan jasmani dan kesehatan di SD Negeri Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang / Anton Dwi R.H.

 

Hubungan kebiasaan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mata diklat kejuruan siswa SMK kelas III se Kabupaten Tulungagung / Moh. Syamsul Huda

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 |