Pengaruh tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai tambahan pakan terhadap akumulasi logam berat daging ayam broiler strain Cobb / Toni Irawan

 

ABSTRAK Irawan, Toni. 2012. Pengaruh Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai Tambahan Pakan terhadap Akumulasi Logam Berat Daging Ayam Broiler Strain Cobb. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Abdul Gofur, M.Si, (II) Agung Witjoro, S.Pd, M.Kes. Kata Kunci: tepung biji nangka, logam berat, ayam broiler Permasalah yang muncul di dalam beternak ayam broiler adalah harga pakan yang relatif mahal. Salah satu upaya untuk meminimalisasi harga pakan pabrik adalah dengan menemukan pakan alternatif. Tepung biji nangka merupakan salah satu limbah yang dapat digunakan sebagai pakan alternatif karena mengandung mineral yang dibutuhkan oleh ayam tetapi tepung biji nangka mengandung logam berat Fe, Cu, dan Zn yang apabila kadarnya tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Penelitian ini menggunakan tepung biji nangka sebagai tambahan pakan ayam broiler, sehingga harus diteliti akumulasi logam berat Fe, Cu dan Zn di dalam daging ayam broiler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai tambahan pakan terhadap akumulasi logam berat (Fe, Cu dan Zn) di daging ayam broiler strain Cobb. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, dan 5 kali ulangan untuk setiap perlakuan. Obyek penelitian yang digunakan adalah ayam broiler strain Cobb umur 15 hari – 35 hari. Data diperoleh melalui analisis dengan menggunakan alat X-ray Flourosecence (XRF) di laboratorium sentral FMIPA Universitas Negeri Malang, dan dilanjutkan dengan analisis ANAVA. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan logam Fe dan Cu cenderung menurun pada pemberian perlakuan, tetapi pada perlakuan 0% dan 20% logam Cu mengalami peningkatan. Logam Zn tidak terdeteksi pada semua perlakuan.

Validasi media pembelajaran peluncur funky di RA Darul Ulum I Rembang Pasuruan / oleh Khilyatun Nisa'

 

Peningkatan hasil belajar matematika materi pokok perkalian melalui pembelajaran konseptual di kelas III SDN IV Ngrejo Kecamatan Tanggunggunung Kabupaten Tulungagung tahun ajaran 2012/2013 / Rudi Hartono

 

Kata kunci: hasil belajar, konseptual, metode. Fakta di lapangan, siswa kelas III SDN IV Ngrejo Tulungagung memiliki pemahaman konsep perkalian yang rendah. Maka, perlu diadakan penelitian untuk mengatasi masalah tersebut. Rumusan masalah penelitian ini adalah 1)Bagaimanakah penerapan Pembelajaran Konseptual Untuk Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Pokok Perkalian Pada Kelas III SDN IV Ngrejo Kecamatan Tanggunggunung Kabupaten Tulungagung Tahun Ajaran 2012/2013? 2)Apakah dengan penerapan Pembelajaran Konseptual Materi Pokok Perkalian Pada Kelas III SDN IV Ngrejo Kecamatan Tanggunggunung Kabupaten Tulungagung Tahun Ajaran 2012/2013, hasil belajar siswa dapat meningkat? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran perkalian melalui pembelajaran konseptual dapat meningkatkan hasil belajar perkalian siswa kelas III SDN IV Ngrejo yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata hasil belajar pada pra tindakan 54,8, siklus I 73, dan siklus II 86 . Ketuntasan belajar pada pra tindakan sebesar 18%, siklus I sebesar 65%, dan siklus II 100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran konseptual dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III SDN IV Ngrejo Tulungagung, oleh karena itu guru disarankan untuk menerapkan dan memahami pembelajaran konseptual sebagai salah satu pertimbangan untuk membelajarkan dan memotivasi siswa dalam memberikan konsep-konsep matematika, karena hal tersebut sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika.

Validasi media pembelajaran papan bola dwi fungsi di TK Islam Al Maarif Singosari Malang / oleh Ngestireni

 

Peningkatan hasil belajar PKn melalui model make a match pada siswa kelas IV SD Bendo 2 Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar / Nonia Duganata

 

Kata Kunci : hasil belajar, make a match, pkn. Pendidikan kewarganegaraan (PKn) merupakan usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan siswa agar mereka secara lahir dan batin dapat menghayati dan mengamalkan pancasila dalam segala aspek kehidupan. Berdasarkan hasil observasi awal terhadap pelaksanaan pembelajaran PKn di SDN Bendo 2 Blitar diketahui bahwa pembelajaran PKn di SDN Bendo 2 Blitar belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan yaitu 70, jumlah keseluruhan siswa 37 yang tuntas 16 siswa, yang dibawah Kriteria ketuntasan minimal (KKM) 21 Hal ini disebabkan guru masih menggunakan pembelajaran yang konvensional yaitu menggunakan metode ceramah, siswa bosan, pembelajaran kurang bervariasi, aktivitas guru lebih dominan daripada siswa. Penelitian ini bertujuan; (1) untuk mendeskripsikan model pembelajaran make a match (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Bendo 2 Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian ini adalah penelitian tindaka kelas dengan pelaksanaan 4 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap refleksi.Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, tes, dokumentasi, wawancara, selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendekatan pembelajaran dengan make a match dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas IV SDN Bendo 2 Blitar. Ini terbukti peningkatan aktivitas siswa juga meningkat dari setiap pertemuan atau siklus. dari pra tindakan siswa yang tuntas 15 dengan presentase 40%, pada siklus I siswa yang tuntas sebesar 20 siswa dengan presentase 54%, sedangkan pada siklus II siswa yang tuntas sebesar 37 siswa dengan presentase 100% dengan demikian terbukti bahwa pembelajaran PKn menggunakan model Make a Match dapat meningkat hasil belajar siswa, dengan demikian tidak dilakukan perbaikan pada siklus III

Peningkatan hasil belajar matematika melalui penggunaan media two counter coin pada siswa kelas IV SN Wlingi 02 Kabupaten Blitar / Tri Eko Wahyuni

 

Kata Kunci :hasilbelajar, matematika, media two counter coin Penjumlahan dan pengurangan bilangan bulatmerupakansalahsatumateriyang ada dalam mata pelajaranmatematika kelas IV SD.Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan peneliti diketahui bahwa siswakelas IV SDN Wlingi 02 mengalamikesulitandalammenyelesaikansoalpenjumlahan danpengurangan bilangan bulatkarena pembelajaran yang dilakukan guru dilakukan tanpa menggunakan media. Sehinggahasilbelajarsebagianbesarsiswatidakdapatmencapaiketuntasanbelajar minimal yang telahditentukan. Untukitu, perlu dilakukantindakanuntukmencapaiketuntasansiswadalambelajar.Tindakan yang dilakukanyaitudenganmelaksanakanpembelajaranmenggunakan media two counter coin.Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanpenerapandanpeningkatanhasilbelajarmatematikamateripenjumlahan dan pengurangan bilangan bulatmelaluipenggunaan media two counter coinpadasiswakelas IV SDN Wlingi 02 KabupatenBlitar. Penelitiandilakukanmenggunakan pendekatankualitatif, jenispenelitiantindakankelas.Tahapanpenelitiandilakukansesuaidengantahapan yang dikemukakanKemmisdan Taggart.Subjekpenelitian 26 siswa. Data yang diambiladalah data keterlaksanaanpembelajaran menggunakan media two counter coin, baikkegiatan guru maupun aktivitassiswadalampembelajaran,danhasilbelajarsiswa yang berupatesakhir. Instrumen yang digunakanadalahlembarobservasi, angketdantes.Analisis data menggunakanteknikpersentaseuntukmelihatpeningkatan yang terjadidalamkegiatanpembelajaran.Target pencapaiankeberhasilanindividudanklasikaldalampembelajarandipatoksebesar 75%. Hasilpenelitian yang diperolehadalahsebagaiberikut: keterlaksanaanpembelajaran penggunaan media two counter coinpada aktivitas siswa mengalamipeningkatan, darisiklus I 75,85% dengankriteriaklasikalbaikmenjadi80,54% padasiklus II dengan kriteria baik.Kemudianpadaaktivitas guru juga mengalami peningkatan, dari siklus I 79,17% dengankriteriakeberhasilanbaikmenjadi 87,5% pada siklus II dengan kriteria sangat baik. Hasilbelajarsiswa yang berupatesakhir, secaraklasikaljugamengalamipeningkatandarisiklus I 73,65% dengan criteria keberhasilanbaikmenjadi 80,77% padasiklus II dengan kriteria baik. Jadidapatdisimpulkanbahwahasilbelajarmatematikasiswakelas IV dapatmeningkatmelaluipenggunaan media two counter coin.

Validasi media pembelajaran roda angka geometri di TK Dharmawanita 01 Gedangan Malang / oleh Rinda Mayasari

 

Pengembangan tes kecerdasan sosial siswa sekolah menengah atas / Paul Arjanto

 

Kata-kata kunci: pengembangan, tes, kecerdasan sosial Kecerdasan sosial memiliki peranan penting dalam pemenuhan tugas perkembangan pada aspek sosial di masa remaja yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan masa anak-anak. Kecerdasan sosial dapat membantu remaja atau siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk membangun hubungan baik dengan lawan jenis, mengambil peran sebagai anggota masyarakat, dan mengambil tanggung-jawab sosial. Pengukuran terhadap kecerdasan sosial siswa SMA belum tersedia. Beberapa sebab konselor belum mengembangkan instrumen kecerdasan sosial, di antaranya: 1) konselor masih bingung tentang hakikat kecerdasan sosial, 2) ketiadaan waktu dan dana untuk mengembangkan instrumen untuk mengukur kecerdasan sosial siswa, 3) konselor belum memiliki kemampuan untuk mengembangkan instrumen yang valid dan reliabel. Berdasarkan berbagai permasalah tersebut maka, penelitian ini bertujuan menghasilkan instrumen tes yang dapat mengukur kecerdasan sosial siswa SMA yang terdiri dari format verbal dan non-verbal. Pengembangan ini terdiri dari tujuh tahap, yaitu: 1) mendefinisikan tes, 2) menentukan metode pengukuran, 3) mengkonstruksi item tes, 4) analisis item tes, 5) revisi tes, 6) standarisasi dan norma tes, 7) pembuatan material dan manual tes. Hasil uji ahli dengan menggunakan inter-rater agreement model menunjukan indeks uji ahli yang tinggi antara variabel dengan sub-variabel, subvariabel dengan indikator, indikator dengan sub-indikator, sub-indikator dengan deskriptor, dan deskriptor dengan item/pertanyaan tes kecerdasan sosial. Hasil uji keterbacaan dari 100 siswa SMA menunjukkan bahwa 95% siswa memahami petunjuk tes kecerdasan sosial, 96% siswa mudah memahami bahasa yang digunakan dalam pertanyaan tes, 83% siswa dapat mengerti kata-kata yang digunakan pada pertanyaan tes, 94% siswa menyatakan bahwa kalimat-kalimat pada pertanyaan tes kecerdasan sosial memiliki maksud yang jelas dan alternatif jawaban yang disediakan dapat dimengerti oleh 92% siswa. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan metode konsistensi internal memperoleh koefisien Alpha sebesar 0.899. Dengan demikian, tes kecerdasan sosial memiliki reliabilitas yang tinggi. Hasil uji validitas konstruk format nonverbal tes dengan mengunakan analisis faktor eksploratori menunjukkan terdapat 6 faktor yang terbentuk. Faktor-faktor yang terbentuk sesuai dengan konstruk kecerdasan sosial Goleman, yaitu: empati dasar, penyelarasan, ketepatan empatik, sinkronisasi, dan kepedulian. Hasil uji validitas konstruk format verbal tes dengan mengunakan analisis faktor eksploratori menunjukkan terdapat 4 faktor yang ii terbentuk. Faktor-faktor yang terbentuk sesuai dengan konstruk kecerdasan sosial Goleman, yaitu: penyelarasan, kognisi sosial, penampilan diri, dan pengaruh. Hasil validasi analisis faktor eksploratori menunjukkan muatan faktor tiap item pada setiap indikatornya berkisar antara 0.566-0.995, muatan faktor tiap indikator pada setiap sub-variabelnya berkisar antara 0.930-0.996, muatan faktor tiap sub-variabel pada setiap variabelnya berkisar antara 0.594-0.785, dan muatan faktor tiap variabel pada konstruk kecerdasan sosial sebesar 0.822. Setelah melalui uji ahli, uji keterbacaan siswa, uji reliabilitas, dan uji validitas maka, dari 160 item tes yang dikembangkan terreduksi 48 item. Norma kecerdasan sosial siswa dapat diklasifikasi ke dalam 7 tingkatan, yaitu: sangat tinggi (>47), tinggi (46-47), di atas rata-rata (42-45), rata-rata (30-41), di bawah rata-rata (22-29), rendah (13-21) dan sangat rendah (<13). Tes ini dapat digunakan untuk mengukur kecerdasan sosial siswa SMA khususnya di kota Malang. Namun demikian, tes ini masih perlu pengembangan lebih lanjut melalui uji lapangan operasional dengan subjek yang lebih besar, dengan mempertimbangkan aspek budaya, jenis kelamin, dan usia agar diperoleh norma tes yang lebih baik.

Validasi media pembelajaran "Spiral Geometri" di TK Mambaul Ulum Sepanjang Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang / oleh Umi Nafi'ah

 

Penerapan Problem Based Learning (PBL) dipadu dengan Group Investigation (GI) untuk meningkatkan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar biologi siswa kelas X-2 SMA Negeri 1 Tumpang / Nurlaily Lavianti

 

Kata Kunci: Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu dengan Group Investigation (GI), ketrampilan kerja ilmiah, hasil belajar. Berdasarkan observasi di kelas X-2 SMA Negeri 1 Tumpang diketahui bahwa hasil belajar siswa rendah dengan ketuntasan nilai kognitif yang dicapai oleh siswa yaitu hanya 60%, sedangkan siswa yang tidak dapat mencapai KKM sebesar 40%. Kesulitan yang dihadapi guru pada saat pembelajaran Biologi adalah siswa sering pasif saat pembelajaran, siswa masih kesulitan dalam melakukan kegiatan pengamatan, siswa masih kesulitam saat membahas hasil pengamatan sehingga masih tergantung pada buku dan guru, kemampuan dalam berdiskusi dan membangun pengetahuan yang siswa dapatkan masih rendah, serta minat baca terhadap mata pelajaran Biologi yang masih kurang, sehingga banyak siswa masih rendah dalam hal keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar. Hal tersebut menyebabkan materi pelajaran yang seharusnya dikuasai siswa tidak dapat dipahami dengan baik. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu diterapkan pembelajaran PBL dipadu dengan GI untuk meningkatkan ketrampilan kerja ilmiah dan hasil belajar Biologi siswa kelas X-2 SMA Negeri 1 Tumpang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-2 semester genap yang berjumlah 35 siswa. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2012. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran guru dan siswa, catatan lapangan, lembar observasi ketrampilan kerja ilmiah, soal tes kognitif, dan angket afektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata persentase ketercapaian ketrampilan kerja ilmiah siswa mengalami peningkatan dengan persentase keseluruhan sebesar 10% dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar Biologi siswa juga mengalami peningkatan dengan persentase peningkatan rata-rata nilai kognitif dan afektif sebesar 17% dan 9% serta peningkatan ketuntasan belajar kognitif dan afektif sebesar 28%. ii Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa penerapan pembelajaran PBL dipadu dengan GI dapat meningkatkan ketrampilan kerja ilmiah dan hasil belajar Biologi siswa kelas X-2 SMA Negeri 1 Tumpang pada materi ekosistem dan pencemaran. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan guru bidang studi ataupun peneliti yang lain untuk menerapkan pembelajaran tersebut.

Validasi media pembelajaran "Rotatoon" di RA Jamilah 45 Ngembe Beji Pasuruan / oleh Siti Masiffah

 

Studi keanekaragaman tumbuhan mangrove di pantai Banyuglugur Desa Banyuglugur Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo Jawa Timur / Nurlaily Lavianti

 

ABSTRAK Lavianti, Nurlaily. 2012. Studi Keanekaragaman Mangrove di Pantai Banyuglugur Desa Banyuglugur Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo Jawa Timur. Skripsi, Program Studi Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M,Si., (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S. Kata Kunci: Indeks keanekaragaman (H’), kemerataan, kekayaan, kelimpahan, tumbuhan mangrove, pantai Banyuglugur. Hutan mangrove merupakan salah satu sumber daya pesisir yang memiliki ekosistem khas dan unik serta berpotensi besar bagi kepentingan manusia dan ekologis. Namun, akhir-akhir ini banyak terjadi kegiatan manusia yang dimungkinkan dapat menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati sehingga keberadaan dan keseimbangan alam tumbuhan mangrove di Pantai Banyuglugur menjadi terganggu. Salah satu upaya untuk mengetahui tingkat kerusakan tumbuhan mangrove di Pantai Banyuglugur yaitu dengan mengetahui besarnya indeks keanekaragaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan mangrove, indeks keanekaragaman (H’), kemerataan, kekayaan, dan kelimpahan tumbuhan mangrove di Pantai Banyuglugur, dan faktor abiotik terukur yang mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan mangrove di Pantai Banyuglugur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2011-Januari 2012 dan hasilnya dianalisis secara statistik regresi ganda. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode kuadrat (20m x 20m). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) jenis tumbuhan yang ditemukan di Pantai Banyuglugur ada 6 jenis yang termasuk dalam 2 famili yakni family Rhizophoraceae dan Sonneratiaceae. Adapun jenis tumbuhan yang ditemukan yang tergolong dalam famili Rhizophoraceae adalah Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan bruguiera gymnorhiza, sedangkan untuk jenis yang tergolong dalam famili Sonneratiaceae adalah Sonneratia alba dan Sonneratia caseolaris; 2) tingkat keanekaragaman tumbuhan mangrove di Pantai Banyuglugur termasuk dalam kategori sedang yakni sebesar 1,414, nilai kemerataan (evenness) sebesar 0,26 hal ini menunjukkan bahwa ada jenis yang mendominasi pada wilayah Pantai Banyuglugur, dan kekayaan jenisnya (richness) sebesar 0,922. Perhitungan untuk kelimpahan relatif yang tertinggi adalah dari Famili Rhizophoraceae yakni spesies Rhizophora apiculata dengan persentase kelimpahan sebesar 37,17% dan yang terendah adalah Bruguiera gymnorhyza yakni dengan persentase kelimpahan 0,08 %; 3) hasil analisis regresi untuk kelima faktor abiotik yang terukur yaitu suhu udara, kelembaban udara, pH tanah, suhu tanah, dan salinitas menunjukkan bahwa faktor abiotik terukur di Pantai Banyuglugur yang memberikan sumbangan relatif terbesar yakni 80,64% terhadap indeks keanekaragaman adalah suhu tanah. i

Pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar ekonomi (studi kasus pada siswa kelas X SMA Negeri 6 Kota Malang) / Hendri Satrio Nugroho

 

Kata Kunci: Perhatian Orang Tua, Fasilitas Belajar di Rumah, Prestasi Belajar. Prestasi belajar siswa dipengaruhi berbagai faktor, diantaranya perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah. Perhatian orang tua memiliki peran yang sangat penting dikarenakan bentuk perhatian dari orang tua bisa dalam bentuk pemenuhan sarana dan prasarana belajar, pengawasan belajar, dan pemberian motivasi belajar. Dan fasilitas belajar di rumah mengandung banyak elemen yang dapat mendorong terciptanya kondisi yang mendukung anak untuk belajar sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar. Namun itu semua masih perlu di uji kebenarannya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar ekonomi, pengaruh fasilitas belajar dirumah terhadap prestasi belajar ekonomi, pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar ekonomi. Penelitian ini menggunakan sampel dan menggunakan teknik proporsional random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 6 Kota Malang sebanyak 72 siswa yang diambil dari populasi sebanyak 253 siswa kelas X. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan angket. Data yang terkumpul, dianalisis dengan statistik deskriptif, teknik analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan uji t dan uji F dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 17.00. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan secara parsial perhatian orang tua berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi dengan nilai sig. t sebesar 0,002 < α = 0,05 dan t hitung = 3,283 > t tabel = 1,6672, analisis pengaruh fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar ekonomi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi dengan nilai sig. t sebesar 0,000 < α 0,05 dan t hitung 6,278 > t tabel 1,6672. Sedangkan secara simultan pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah dan minat baca berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan nilai sig. F sebesar 0,000 < α 0,05 dan F hitung 37,278 > F tabel 3,13. Selain itu, dari hasil analisis regresi besar R Square adalah 0,519. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar dirumah terhadap prestasi belajar ekonomi baik secara parsial maupun simultan. Besarnya pengaruh secara simultan dalam penelitian ini adalah sebesar 51,9,% dengan rincian pengaruh perhatian orang tua14,5% dan fasilitas belajar di rumah 37,4%. Sedangkan sisanya sebesar 48,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah menjadi faktor yang penting guna mencapai prestasi belajar yang baik.

Pengaruh variasi suhu kalsinasi pada karakter zeqlit dan pengaruh massa zeolit-ni dalam reaktor terhadap uji aktivitas zeolit-ni sebagai katalitas pada konversi metanol menjadi hidrokarbon / Tamam Abimanyu

 

Kata kunci : zeolit, hidrokarbon, katalis Zeolit merupakan kristal aluminosilikat terhidrasi yang mempunyai kemampuan sebagai katalis. Hal ini karena zeolit memiliki struktur berpori dalam rongga yang teratur dan situs aktif yang dapat bereaksi dengan reaktan. Pengubahan situs aktif dengan logam transisi Ni pada zeolit mempunyai tujuan meningkatkan stabilitas termal, volume pori dan luas permukaan, sehingga memperbanyak situs aktif. Keadaan ini diharapkan akan mempercepat reaksi antar reaktan dengan katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi suhu kalsinasi terhadap rasio Si/Al dan keasaman padatan, dan mengetahui variasi massa zeolit-Ni dalam reaktor terhadap uji aktivitas zeolit-Ni sebagai katalis. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu kalsinasi dan massa zeolit-Ni dalam reaktor terhadap aktivitasnya sebagai katalis pada konversi metanol menjadi hidrokarbon. Penelitian uji aktivitas katalis dilakukan pada suhu kalsinasi yang berbeda-beda(6500C, 7500C, 8500C, 9500C) dan massa zeolit alam, zeolit aktif, zeolit-Ni dalam reaktor (2 g, 6 g, 10 g). Untuk mengetahui berbagai faktor yang berpengaruh terhadap aktivitas katalis maka dilakukan pengendalian ukuran zeolit yang digunakan yaitu 8-10 mesh dan suhu konversi yaitu 4000C. Metode penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, meliputi persiapan sampel berupa zeolit, kemudian aktivasi zeolit alam, kalsinasi, impregnasi zeolit aktif dengan menggunakan larutan nikel sulfat (NiSO4) 15%, konversi metanol menjadi hidrokarbon, dan karakterisasi dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan rasio Si/Al dan keasaman padatan dipengaruhi oleh suhu kalsinasi. Hasil penelitian (1) Hasil Si/Al terlihat tertinggi terjadi Z-Ni 750 yaitu sebesar 5,636. (2) Keasaman padatan tertinggi terjadi Z-Ni 750 yaitu sebesar 2,700 mmol/gram. (3) Adapun hasil konversi metanol menjadi hidrokarbon menggunakan katalis zeolit (Z-Alam 2 g, Z-Alam 6 g, Z-Alam 10 g, Z-Aktif 2 g, Z-Aktif 6 g, Z-Aktif 10 g, Z-Ni 2 g, Z-Ni 6 g, dan Z-Ni 10 g) adalah produk yang berupa hidrokarbon dengan produk paling dominan berupa senyawa heksana, dan 1,2,3,4,5-pentametilbenzana, senyawa-senyawa lain dengan presentasi kecil yaitu: 1,2-dimetilbenzena; 1,3-dimetilbenzena; 1,2,3-trimetilbenzena, metilsiklopentana; 1-etil-2-isopropilbenzena, metilbenzena, dan turunan benzena yang lain.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli sepeda motor honda (Studi pada pengguna sepeda motor honda di kota Malang) / Clorida Oktarima

 

Kata kunci: perilaku konsumen, keputusan pembelian Perkembangan industri otomotif khususnya roda dua saat ini telah berkembang dengan pesat dan diwarnai dengan persaingan keras antar produsen motor. Persaingan yang sangat ketat ini membuat konsumen yang teliti dulu sebelum membeli. Pengaruh yang mendasari perilaku konsumen ada tiga kategori, yaitu 1) pengaruh lingkungan, 2) perbedaan dan pengaruh individu, 3) proses psikologis. Ketiga kategori ini mendasari perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor Honda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang dipertimbangkan konsumen di Kota Malang dalam membeli sepeda motor Honda dan mengetahui faktor mana yang paling besar dipertimbangkan konsumen dalam membeli sepeda motor Honda. Penelitian ini dilakukan Kota Malang. Faktor-faktor dalam penelitian ini meliputi faktor budaya, faktor sub budaya, faktor kelas sosial, faktor kelompok acuan, faktor motivasi, faktor persepsi dan faktor pengetahuan konsumen. Populasi dalam penelitian yaitu pengguna sepeda motor Honda di Kota Malang dengan jumlah sampel sebanyak 207 responden yang dipilih dengan menggunakan accidental sampling dan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis faktor. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: Faktor kelompok acuan memilik kontribusi varian sebesar 13.489% dengan eigen value sebesar 8,093. Faktor kelas sosial memiliki kontribusi varian sebesar 9.938% dengan eigen value sebesar 5.963.. Faktor sub budaya memilik kontribusi varian sebesar 9.185% dengan eigen value sebesar 5.511. Faktor produk memiliki kontribusi varian sebesar 7.392% dengan eigen value sebesar 4.435. Faktor persepsi memiliki kontribusi varian sebesar 6.647% dengan eigen value sebesar 3.988. Faktor pembelian memiliki kontribusi varian sebesar 5.489% dengan eigen value sebesar 3.293. Faktor ekonomis memiliki kontribusi varian sebesar 4.910% dengan eigen value sebesar 2.946. Faktor pengetahuan konsumen memiliki kontribusi varian sebesar 4.377% dengan eigen value sebesar 2.626. Faktor harga memiliki kontribusi varian sebesar 3.824% dengan eigen value sebesar 2.295. Faktor efisien memiliki kontribusi varian sebesar 3.505% dengan eigen value sebesar 2.103. Faktor motivasi memiliki kontribusi varian sebesar 2.750% dengan eigen value sebesar 1.650. Faktor promosi memiliki kontribusi varian sebesar 2.458% dengan eigen value sebesar 1.475. Faktor budaya memiliki kontribusi varian sebesar 1.764% dengan eigen value sebesar 1.058. Dapat disimpulkan bahwa faktor kelompok acuan merupakan faktor yang dominan.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal (Studi pada perusahaan food and beverages tang listing di BEI periode 2007-2009) / Benny Kristianto

 

Kata Kunci : Struktur Aktiva, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Pertumbuhan Penjualan, Struktur Modal (DER). Struktur modal menunjukkan perbandingan antara total hutang dengan total ekuitas. Banyak faktor yang mempengaruhi struktur modal. Dalam penelitian ini diambil empat variabel yang berpengaruh terhadap struktur modal, yaitu struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, pertumbuhan penjualan. Struktur aktiva adalah perbandingan jumlah aktiva tetap dengan total aktiva. Ukuran perusahaan merupakan cerminan dari besarnya kekayaan perusahaan dihitung dengan logaritma dari total aktiva. Profitabilitas diukur dari tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pemegang saham. pertumbuhan penjualan diukur dengan membandingkan selisih penjualan suatu periode dengan periode sebelumnya dibagi penjualan periode sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan food and beverages yang listing di BEI periode 2007-2009 sebanyak empat belas (14) perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak sepuluh (10) perusahaan. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Variabel struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap struktur modal karena setiap kenaikan atau penurunan variabel tersebut mengakibatkan perubahan pada struktur modal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain yang mempengaruhi struktur modal seperti dividend payout, inflasi, suku bunga, leverage operasi, risiko bisnis, dan menambah periode penelitian agar hasil penelitian lebih baik.

Perencanaan struktur balok dan pelat gedung kantor bupati tahap III Gedung Bappekab dan DPPKA Kabupaten Malang / Andi Kusuma Kurniawan

 

Kusuma Kurniawan Andi. 2014. Perencanaan Struktur Balok dan Pelat Pembangunan Gedung Bupati Tahap III Gedung BAPPEKAB & DPPKA Kabupaten Malang. Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan, Fakutas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing I: Mohammad Sulton. S.T., M.T. Pembimbing II : Imam Alfianto. S.T., M.T. Kata Kunci : Perencanaan, Struktur, Balok, Pelat, Rencana Anggaran Biaya. Gedung Kantor Bupati Tahap III (Gedung BAPPEKAB & DPPKA) adalah salah satu gedung pemerintahan yang berguna sebagai fasilitas penunjang jalanya roda Pemerintahan Kabupten Malang. Dimana Gedung Kantor Bupati Tahap III (Gedung BAPPEKAB & DPPKA) memiliki arsitektur yang indah, disisi lain diperlukan perencanaan struktural yang baik. Sehingga gedung aman ketika digunakan untuk aktifitas pekerjaan pemerintahan tersebut. Maka pembangunan harus ditinjau dari aspek struktural dimana klasifikasi gedung sesuai dengan tingkat pelayanan dan kemampuan dalam menerima beban. Dengan analisis seperti diatas, maka untuk mendapat perencanaan struktur yang aman, maka harus mengikuti peraturan perencanaan yang sudah ditetapkan oleh pemerintahan berupa Standar Nasional Indonesia (SNI), khususnya pada pembahasan proyek akhir ini direncanakan struktur balok dan pelat yang sesuai dengan tata cara perhitungan struktur beton untuk gedung (SNI 03-2847-2002, PPIUG 1983, PBI 1971). Pada proyek akhir ini perencanaan struktur beton digunakan mutu beton fc’= 25 Mpa dan fy=240 Mpa. Hasil perhitungan diperoleh sebagai berikut : (1) Perencanaan pelat A sampai pelat O, diperoleh tulangan pokok arah x menggunakan 10-200 ,tulangan bagi arah x 8-150, dan tulangan pokok arah y menggunakan 10-200 ,tulangan bagi arah y 8-150, (2) Dimensi balok anak 25/45 digunakan 5 D 22, untuk tulangan sengkang digunakan -175. (3) Dimensi balok Induk 30/55 digunakan 5 D25, untuk tulangan sengkang digunakan -175, (4) Rencanan Anggran Biaya untuk perencanaan struktur balok dan pelat sebesar Rp 973.840.000,- dengan menggunakan analisa harga satuan SNI 2008 dan HSPK 2014 Kabupaten Malang.

Hubungan tingkat suku bunga pinjaman BRI dan inflasi terhadap penyaluran kredit di Bank Rakyat Indonesia (studi kasus pada PT Bank Ralyat Indonesia Unit Wonoasih Kota Probolinggo 2010-2013) / Dio Agung Pamungkas

 

Pamungkas, Dio. 2014. Hubungan Tingkat Suku Bunga Pinjaman BRI dan Inflasi terhadap Penyaluran Kredit di Bank Rakyat Indonesia (Studi Kasus Pada PT Bank Rakyat Indonesia Unit Wonoasih Kota Probolinggo 2010-2013). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Bambang Pranowo SE.,M.Pd.,Ak (II) Drs. Sapir S.Sos,M.Si. Kata Kunci: Penyaluran Kredit, Suku Bunga Pinjaman, dan Inflasi. Berdasarkan hasil pengamatan lembaga perbankan, penyaluran kredit selalu mengalami perubahan. Perubahan ini diakibatkan oleh perubahan suku bunga dari tahun ke tahun sebagai indikasi perubahan masyarakat ke arah masyarakat yang konsumtif sehingga menyebabkan harga barang naik lalu terjadi inflasi. Tingkat suku bunga pinjaman yang terlalu rendah di sisi lain dapat mendorong investasi karena adanya peningkatan penyaluran kredit, namun di lain pihak akan menimbulkan masyarakat enggan menabung sehingga terjadi kesenjangan antara tabungan dan kredit. Sedangkan jika tingkat suku bunga pinjaman terlalu tinggi tidak mendorong kegiatan investasi dan produksi. Tingkat suku bunga yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan kredit macet. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari BRI unit Wonoasih Kota Probolinggo dan badan pusat statistik, yaitu suku bunga pinjaman, inflasi, dan penyaluran kredit per bulan dari tahun Januari 2010-Desember 2013. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan analisis uji produk moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Suku bunga pinjaman BRI berkorelasi negatif terhadap penyaluran kredit pada BRI unit Wonoasih kota Probolinggo, (2) Inflasi berkorelasi positif terhadap penyaluran kredit pada BRI unit Wonoasih kota Probolinggo. Karena itu peneliti menyarankan agar perbankan lebih ekspansif dalam menawarkan produk kredit ke masyarakat karena meskipun terjadi kenaikan harga-harga, masyarakat membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhannya.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif Student Team Achievement Division (STAD) dipadu inkuiri terbimbing untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Malang / Aniatul Hazanah

 

Kata kunci: STAD, Inkuiri Terbimbing, Motivasi Belajar, Hasil Belajar SMPN 1 Malang memiliki kelas VIII i dengan jumlah siswa 30 orang. Siswasiswa tersebut tidak semua memiliki kemampuan akademik tinggi. Hal ini dibuktikan dengan nilai hasil bejar siswa yang belum mencapai KKM. Hasil belajar yang belum mencapai KKM disebabkan karena kurangnya minat siswa dalam belajar. Kurangmya motivasi belajar siswa secara otomatis menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII I SMPN 1 Malang (2) Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII I SMPN 1 Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII i SMPN 1 Malang tahun ajaran 2010/2011 dengan jumlah siswa 30 orang. Siswa laki-laki berjumlah 12 orang dan siswa perempuan berjumlah 18 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah RPP, LKS, catatan lapangan, lembar keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa, lembar observasi motivasi belajar, paper and pencil test, skala lickert dan lembar observasi ranah psikomotor. Prosedur penelitian terdiri dari tahap pra penelitian dan tahap penelitian. Tahap penelitian terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap plan, action, observ, reflect. Paparan data dan temuan penelitian di lakukan dengan menjelaskan secara deskriptif beberapa tahap yang telah dilakukan dalam penelitian, kemudian di hitung jumlah peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa, diketahui hasil penelitian menyatakan bahwa: (1) Penerapan metode pembelajaran kooperatif STAD dipadu Inkuri terbimbing dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dari siklus I dan siklus II 63,52% dan 78,1% dan dan terjadi peningkatan sebesar 6,32 %. (2) Penerapan metode pembelajaran kooperatif STAD dipadu Inkuri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II. Hasil belajar kognitif siklus I dan siklus II adalah 83,14 dan 89,74 terjadi peningkatan sebesar 6,6. Hasil belajar afektif siklus I dan siklus II adalah 71,74 dan 85,37 dan terjadi peningkatan sebesar 13,63. Sedangkan untuk hasil belajar psikomotor siklus I 60,86 %, siklus II 78,64 %. Hasil penelitian ini adalah: (1) Berdasarkan hasil analisis deskriptif penerapan metode kooperatif STAD dipadu inkuiri terbimbing dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. (2) Berdasarkan hasil analisis deskriptif penerapan metode kooperatif STAD dipadu inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Studi deskriptif ranah afektif siswa program keahlian teknik otomotif di SMK Swasta se kota Malang / Buyung Rudyanto

 

Pengaruh ekstrak biji jarak pagar (J. Curcas) terhadap uji mortalitas ulat grayak (S. Litura) dengan menggunakan pendekatan model regresi probit / Siti Ma'rifatul Khusniyah

 

Kata Kunci : PROBIT, Hubungan Dosis Ekstrak Biji Jarak dengan Mortalitas ulat grayak (S. Litura) Salah satu cara yang dilakukan pada pertanian adalah dengan penggunaan pestisida, utamanya jenis insektisida yang dipakai untuk mengendalikan serangga. Beberapa jenis insektisida memang sangat efektif dalam menekan atau mengendalikan hama dan penyakit dilahan-lahan pertanian. Insektisida botani merupakan insektisida yang berasal dari material yang ramah lingkungan berbahan organik untuk menekan populasi hama tanaman yang relatif aman terhadap ekosistem lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan model probit diketahui bahwa toksisitas insektisida untuk serangga yang dinyatakan dengan LC50, dimana untuk jam ke-24, LC50 = 56.621 dengan persamaan probit (p) = -2,155+0,038(dosis). Untuk jam ke-48, LC50 = 49,537 dengan persamaan probit (p) = -2,011+0,041(dosis). Untuk jam ke-72, LC50 = 37,567 dengan persamaan probit (p) = -1,610+0,043(dosis). untuk jam ke-96, LC50 = 26,140 dengan persamaan probit (p) = -1,315+0,050(dosis). untuk jam ke-120, LC50 = 20,647 dengan persamaan probit (p) = -1,316+0,064(dosis). Pada hasil analisa menunjukkan bahwa waktu berpengaruh terhadap mortalitas ulat grayak (S.Litura). Hal ini berdasarkan terjadinya peningkatan kematian pada S. Litura dengan ekstrak biji jarak..

Perbandingan penguasaan materi biologi antara siswa SMU negeri di wilayah kotamadya dengan siswa SMU negeri di wilayah kabupaten Malang tahun ajaran 1995/1996 / oleh Sugito

 

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme bertema rokok untuk SMP/MTs kelas VIII semester I / Eka Vasia Anggis

 

Kata Kunci : Paket IPA Terpadu, Konstruktivisme, Tema Rokok, , Siswa SMP Kelas VIII Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA untuk SMP/MTs merupakan IPA terpadu. Pada penelitian sebelumnya oleh Handayanto, dkk., (2009: 32) menyatakan bahwa berdasarkan pelaksanaan pembelajaran IPA di SMP Negeri Wilayah Malang Raya,menunjukkan bahwa hampir semua guru (96,2%) memiliki kemampuan mengajar materi IPA terutama materi seputar KD yang dibelajarkan. Namun demikian, sebagian besar guru (76,9%) jarang mengaitkan materi yang dibahas dengan cabang IPA lain yang relevan. Penemuan ini memberikan alasan yang jelas mengapa sebagian besar guru IPA (35 dari 37 orang atau 94,6%) menyatakan bahwa mereka membutuhkan paket IPA terpadu untuk pembelajaran IPA SMP. Berdasarkan pengamatan buku IPA terpadu untuk SMP/MTs yang dijual di toko-toko buku Kota Malang (Dian Ilmu, Toga Mas, Gramedia), konsep-konsep materi yang diberikan belum menunjukkan adanya IPA terpadu. Berdasarkan kenyataan tersebut, penulis melaksanakan penelitian pengembangan. paket IPA terpadu yang terdiri atas buku siswa dan buku panduan guru. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tahap-tahap yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penulis yaitu (1) tahap pengumpulan informasi dan penelitian, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji lapangan awal tahap pertama, (5) revisi produk pokok tahap pertama, (6) uji lapangan awal tahap kedua, (7) produk akhir paket IPA terpadu. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket uji kelayakan buku siswa dan uji kelayakan buku panduan guru dilakukan oleh validator guru maupun dosen dan uji keterbacaan buku siswa yang dilakukan oleh siswa SMP kelas VIII. Data hasil uji kelayakan diperoleh dari validator-validator yang telah ditetapkan. Data penelitian terdiri dari data skor dan data deskriptif. Data skor berupa data ordinal yang diubah menjadi data interval, salah satunya dapat diubah menjadi bentuk persentase yang dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan rerata persentase kelayakan tahap pertama, menunjukkan buku siswa memiliki kelayakan 92,45% dan buku panduan guru sebesar 92,41% sehingga dapat disimpulkan paket IPA terpadu sudah layak untuk dilakukan validasi ke SMP Negeri 9 Malang. Berdasarkan rerata persentase kelayakan tahap kedua, menunjukkan buku siswa memiliki kelayakan sebesar 99,50% dan buku panduan guru memiliki kelayakan sebesar 88,50% yang berarti layak. penulis menyarankan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut dengan melakukan uji coba kelas sehingga diperoleh paket IPA terpadu yang teruji secara empiris. Uji coba dapat dilakukan dengan uji eksperimen maupun Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Al-Muhassinat di kitab "Maulid ad-dibaiy" / Menik Machmudah

 

Mahmudah, Menik. 2014. Keindahan Kalimat dalam Kitab Maulid Al-Diba’i. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Hanik Mahliatussikhah, S. Ag, M. Hum dan (2) Laily Maziyah, M.Pd. Kata kunci: ilmu badi’, keindahan kalimat dari segi lafadh/ujaran dan dari segi makna, maulid al-diba’i     Maulid Al-Diba’i adalah sebuah kitab karangan al-Imam al-Jalil Abdur Rahman al-Diba’i yang memuat prosa dan sya’ir untuk memuji dan memulyakan Nabi SAW. Kitab ini selalu dibaca oleh umat Islam saat perayaan kelahiran Nabi SAW atau saat acara- acara keagamaan yang lainnya di desanya atau dalam majlis mereka. Hal ini untuk menunjukkan cinta yang mendalam kepada Nabi saw. Dan kitab ini memuat banyak sekali keindahan kalimat di dalamnya. Oleh karena itu peneliti memilih kitab ini untuk menambah keinginannya dalam mengetahui isi dari kitab ini.     Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tema-tema, (2) keindahan kalimat dari segi lafadh/ujaran, (3) keindahan kalimat dari segi makna yang ada dalam kitab Maulid Al-Diba’i. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tema-tema, dan keindahan kalimat dari segi lafadh/ujaran dan dari segi makna dalam kitab Maulid Al-Diba’i. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Untuk memperoleh data, digunakan teknik pengumpulan data yaitu mengulang-ulang membaca kitab Maulid Al-Diba’i, mencari keindahan kalimat dari segi lafadh/ujaran dan dari segi makna, dan menentukan tema-tema dalam kitab Maulid Al-Diba’i. Prosedur menganalisis data, peneliti melakukan pembacaan kitab Maulid Al-Diba’i dan mencari data yang diteliti, menentukan dan meneliti kalimat-kalimat yang terdapat unsur keindahan kalimat dari segi lafadh/ujaran dan dari segi makna, kemudian menentukan dan menyimpulkan beberapa tema.     Hasil penelitian ini adalah (1) Di dalam kitab Maulid Al-Diba’i terdapat 13 tema dan terfokus pada 4 tema besar yaitu: pujian untuk Allah dan yang behubungan dengan Allah, kisah-kisah Nabi, umat Nabi, dan penciptaan manusia. (2) Keindahan kalimat dari segi lafadh/ujaran dalam kitab Maulid Al-Diba’i disebutkan 99 kali dan terbagi menjadi 3 yaitu: Jinas, Iqtibas, dan Saja’. (3) Keindahan kalimat dari segi makna dalam kitab Maulid Al-Diba’i disebutkan 87 kali dan terbagi menjadi 6 yaitu: Tauriyah, Muro’atun Nadzir, Thibaq, Muqobalah, Uslubul Hakim, dan Mubalgho.     Berdasarkan hasilkan penelitian, disarankan kepada para pengajar ilmu balagha untuk memanfaatkan penelitian ini dalam proses pembelajaran dan menjadikannya sebagai sumber untuk pembelajarannya dalam ilmu balagha 2 khususnya pada keindahan kalimat dari segi lafadh/ujaran dan dari segi makna. Penelitian ini terbatas pada penelitian ilmu badi’ saja khususnya pada keindahan kalimat dari segi lafadh/ujaran dan dari segi makna, karena itu diharapkan adanya penelitian lain misalnya pada sya’ir kitab Maulid Al-Diba’i atau keindahan kalimat dari segi lafadh/ujaran dan makna pada al-Qur’an karena keindahan kalimat dari segi lafadh/ujaran dan dari segi makna itu akan memperindah karangan dan memperjelas makna.

Penerapan pembelajaran kooperatif TGT (Team Games Tournament) dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Malang / Kartika Dwi Nawasita

 

Kata Kunci: pembelajaran kooperatif TGT, pendekatan kontekstual, motivasi belajar siswa, hasil belajar siswa Kurikulum yang digunakan pada saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004, yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang operasional, disusun, dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah. Ciri utama KTSP yaitu, (1) berpusat pada siswa, (2) memberikan mata pelajaran dan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual, dan (3) mengembangkan mental yang kaya dan kuat pada siswa. KTSP memudahkan tiap sekolah untuk menentukan model pembelajaran yang digunakan. Salah satu model yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 10 Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif TGT dengan pendekatan kontekstual, (2) meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 10 Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif TGT dengan pendekatan kontekstual. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan pokok bahasan organisasi makhluk hidup. Data dalam penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar. Instrumen yang digunakan berupa soal tes, lembar observasi, dan catatan lapangan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Malang sebanyak 41 orang siswa dengan jumlah siswa perempuan 17 orang dan 24 orang siswa laki-laki. Waktu pelaksanaan penelitian mulai bulan September 2007 sampai Desember 2008. Hasil penelitian ini adalah (1) motivasi belajar klasikal siswa kelas VII E yang meningkat dari 60,15% di siklus I menjadi 64,65% pada siklus II, 2) penerapan pembelajaran Team Games Tournament (TGT) meningkatkan hasil belajar siswa dari 56,1% pada siklus I menjadi 78,05% di siklus II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif TGT dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Malang. Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengharapkan agar Pembelajaran kooperatif TGT dapat diterapkan pada pokok bahasan selain Organisasi Makhluk Hidup dan tidak hanya diterapkan pada SMP Negeri 10 Malang tetapi dapat diterapkan pada sekolah lainnya karena penerapan pembelajaran tersebut dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa

Model media pembelajaran kecerdasan buatan dengan game edukasi berbasis android / Moch. Saiful Umam

 

Umam, Moch Saiful. 2014. Model Media Pembelajaran Kecerdasan Buatan dengan Game Edukasi Berbasis Android. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hakkun Elmunsyah, M.T. (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Kecerdasan Buatan, Game, Android     Kecerdasan buatan merupakan salah satu matakuliah di program studi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Sebagian besar mahasiswa menganggap matakuliah ini sulit. Penggunaan game sebagai media pembelajaran kecerdasan buatan merupakan salah satu potensi untuk membuat mahasiswa belajar lebih mudah dan menyenangkan. Penggunaan android sebagai platform media pembelajaran dengan game edukasi akan sangat baik karena sebagian besar mahasiswa telah menggunakan sistem operasi android. Adapun tujuan pengembangan ini adalah untuk mempelajari, mendesain dan mengimplementasikan suatu produk media pembelajaran dengan game edukasi berbasis android pada matakuliah kecerdasan buatan serta menguji kelayakan media pembelajaran dengan game edukasi berbasis android.     Penelitian dan pengembangan ini merupakan jenis penelitian Research & Development (R&D). Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah metode yang telah disesuaikan dengan metode penelitian dan pengembangan Sugiyono. Prosedur pengembangannya yaitu: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk.     Produk yang dihasilkan divalidasi oleh ahli media dan ahli materi untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan media pembelajaran sebelum dilakukan uji coba ke responden. Validasi ahli media menghasilkan skor sebesar 66% dan validasi ahli materi menghasilkan skor sebesar 92%. Produk yang telah divalidasi kemudian direvisi sesuai dengan hasil validasi. Uji coba produk dilakukan kepada mahasiswa setelah produk direvisi. Hasil yang didapatkan dari uji coba produk adalah 83%. Berdasarkan kriteria kelayakan menurut Sudjana, hasil uji coba produk tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran valid dan siap digunakan. Media pembelajaran yang dihasilkan adalah media pembelajaran dengan game edukasi berbasis android pada materi informed search dalam matakuliah kecerdasan buatan.

Identifikasi senyawa bioaktif dan uji antioksidan perasan buah labu sian (Sechium edule (Jacq.) Sw.) untuk terapi mecit Balb/C diabetes hasil induksi streptozotocin / Lilik Hidayatul Mukminin

 

ABSTRAK Mukminin, Lilik Hidayatul. 2016. Identifikasi Senyawa Bioaktif dan Uji Antioksidan Perasan Buah Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) untuk Terapi Mencit Balb/C Diabetes Hasil Induksi Streptozotocin. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Betty Lukiati, M.S., (II) Ir. Nugrahaningsih, M.P. Kata kunci: perasan buah labu siam, senyawa bioaktif, antioksidan, streptozotocin, diabetes mellitus, mencit (Mus musculus). Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit fisiologis dengan karakteristik gangguan pada metabolisme glukosa akibat penurunan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Jumlah penderita DM di Indonesia meningkat dengan estimasi pada tahun 2030 mencapai 21,3 juta penderita. Injeksi insulin menjadi terapi utama DM tipe1 dengan risiko hipoglikemia yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif, total fenol, aktivitas antioksidan, dan potensi perasan buah labu siam sebagai alternatif terapi diabetes pada mencit hasil induksi multiple low doze streptozotocin. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan eksperimental. Penelitian deskriptif skrining fitokimia dengan pereaksi warna menunjukkan perasan buah labu siam mengandung flavonoid dan polifenol, sedangkan dengan kromatografi lapis tipis terdeteksi mengandung senyawa flavonoid jenis rutin dengan nilai Rf 0,25 dan polifenol jenis peonidin dengan nilai Rf 0,63, sedangkan uji alkaloid menunjukkan reaksi negatif. Perasan buah labu siam mengandung kadar total fenol mencapai 154,4 µg asam galat/g dan memiliki aktivitas antioksidan tinggi dengan nilai IC50 sebesar 34,35567 µg/mL. Penelitian eksperimental dilakukan menggunakan RAL dengan perlakuan (5x4). Hasil pengukuran kadar glukosa darah dianalisis dengan ANAKOVA untuk mengetahui pengaruh perasan buah labu siam terhadap kadar glukosa darah mencit diabetes. Hasil perhitungan rerata kadar glukosa darah menunjukkan bahwa perasan buah labu siam dengan dosis 121, 242, 363, dan 484 mg/20 gBB, dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan penurunan paling besar pada pemberian perasan dosis 242 mg/ 20 gBB, sedangkan analisis secara statistik menunjukkan tidak berpengaruh terhadap penurunan glukosa darah mencit. Penelitian dengan hewan model diabetes, sebaiknya dilakukan pengukuran kadar glukosa darah sebelum aklimatisasi dan menggunakan metode stratified doze streptozotocin (SD-STZ) untuk memperoleh hewan model diabetes dengan kondisi hiperglikemia yang lebih stabil.

Peningkatan hasil belajar matematika melalui model NUmbered Heads Together (NHT) untuk menumbuhkan tanggung jawab pada siswa kelas V SDN Boyolangu II Kabupaten Tulungagung / Amrika Ely Windayani

 

Kata kunci: model NHT, matematika, hasil belajar, tanggung jawab Mata pelajaran matematika membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analisis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Boyolangu II menunjukkan bahwa 20 dari 28 siswa atau 71,43% siswa mendapatkan nilai di bawah KKM yang ditentukan yaitu 70 dan siswa juga pasif dalam kegiatan pembelajaran. Untuk memperbaiki keadaan tersebut dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) penerapan model NHT untuk meningkatkan hasil belajar matematika dengan materi operasi hitung campuran pada siswa kelas V, (2) peningkatkan hasil belajar siswa kelas V dengan pembelajaran model NHT dalam pembelajaran matematika materi operasi hitung campuran, dan (3) menumbuhkan tanggung jawab siswa dengan pembelajaran matematika melalui model NHT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan desain penelitiannya adalah PTK. Model penelitian ini adalah kolaboratif, yai-tu peneliti bertindak sebagai pelaksana sekaligus pengamat dalam kegiatan belajar mengajar yang dibantu oleh guru kelas V sebagai observer. Hasil penelitian yang dilakukan yaitu persentase penerapan pelaksanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan I 71,4%, pertemuan II 80,9%, pada siklus II pertemuan I 85,7%, pertemuan II 90,5%. Untuk persentase hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan I 66,8%, pada pertemuan II 67,8%, pada siklus II pertemuan I 60,9%, pada pertemuan II 76,8%. Karakter tanggung jawab siswa pada siklus I pertemuan I mendapat persentase sebesar 61,7%, pada pertemuan II mendapat persentase sebesar 66,7%, pada siklus II pertemuan I mendapat persentase sebesar 73%, pada pertemuan II mendapat persentase sebesar 75,8%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran, hasil belajar dan karakter tanggung jawab siswa kelas V SDN Boyolangu II Kabupaten Tulungagung dengan menggunakan model NHT dapat meningkat. Berdasarkan kesimpulan tersebut, yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas, yaitu (1) dalam melaksanakan pembelajaran, sebaiknya guru memilih model pembelajaran yang bisa mengaktifkan siswa untuk berinteraksi dengan temannya, sehingga pengetahuan yang diperoleh siswa dapat bertambah dan lebih bermakna, dan (2) dalam penerapan pembelajaran matematika, hendaknya guru menggunakan model pembelajaran yang bisa membuat siswa berperan aktif dan mengembangkan karakternya, salah satunya yaitu model NHT agar siswa tidak hanya diam, melainkan aktif dalam berinteraksi dengan teman-temannya.

Using pattern poems to improve the grammar in the writing products of the students of MA Al-Hidayah Malang / Evi Yusnia Maria Ulfa

 

Thesis, English Language Teaching, Graduate Program, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Arwijati Wahjudi, M.Pd, Dip. TESL (II) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd, M.Ed. Key Words: Pattern Poems, improvement, Grammar, Writing Product Grammar has a special position in writing since it becomes one of the aspects that constructs the genre of the writing. It is expected that the students master grammar in order to produce good writing in English. However, the students in MA al-Hidayah Malang still cannot fulfil this expectation. From the preliminary study conducted, the grammar competence which was reflected in their writing products was still poor because there were still many errors in the sentences. Concerning with this case, Classroom Action Research implementing Pattern Poems was conducted to investigate how pattern poems can improve the grammar in the writing products of the students of MA al-Hidayah Malang. This research is designed to improve the students' grammar in their writing products by using pattern poem strategy. This strategy involves students to learn grammar in more interesting and different way than had been experienced previously. Thus, the problem can be stated as follows: "How can pattern poems improve the grammar in the writing products of the students of MA al-Hidayah Malang?" The subjects of this study were the students of the tenth graders of MA al-Hidayah Malang, 2010/2011 academic year. This study was conducted by following the procedures of the classroom action research, namely: planning, implementing, observing, and reflecting. This research ran for five meetings. The four meetings were allocated for four poems; they were adjective poem, adjective placement poem, adverb poem, and contrast poem. And the last one meeting was used to write the descriptive text. The result of this study shows that pattern poem can improve students’ grammar competence and can be used as one of the ways in improving students' grammar in writing. This research thus brings success to the students because all of the students met the criteria of success in the grammar component. From 38 students, 14 students get the score of 67, 10 students get 75, 5 students get 83, 6 students get 92, and 3 students get 100. From the observation and the questionnaire, the enthusiasm was also shown by the students. This is proven by the fact that more than 50% of the students participated in the activities and were involved actively. From the questionnaire given in the end of the research, the result shows that 56% of the students chose positive response to the strategy applied, 25.5% students chose very positive response, 18.5% students chose negative response, and 0% students chose very negative response. The implementation of the strategy by using pattern poems is firstly begun by introducing the poems to the students. The teacher shows the poems and also the pattern of the poems which consist of some parts of speech. This introduction is done in the poems selected like adjective and adverb poems. Whereas adjective placement and contrast poem are introduced by showing the pattern of the typical sentences in the poems. The second activity is done by modelling to the students of how to write the poems according to the pattern. Thirdly, after the students understand how to write the poems, they should practice writing poems with their groups. The writing may be followed by performing the poems in front of the class. And in the last activity, the students write their own poems individually. Finally, English teachers facing similar problems are suggested to apply Pattern Poem, for it is not only beneficial in improving the grammar but also in motivating the students' enthusiasm in learning. For the students, the exercises will help them to improve their ability in writing the right pattern of English sentences. For future researchers, it is expected that they can conduct the same study but in different type of text genre for example narrative or recount which emphasize the need of writing sentences in the past form.

Perbedaan prestasi belajar, motivasi belajar, dan sikap belajar terhadap pelajaran fisika pokok bahasan gerak lurus kelas X SMA Widay Gama Malang yang menggunakan pembelajaran kooperatif model jigsaw dan pembelajaran konvensional / oleh Ervina Febiryanti

 

Penerapan permainan kubus bergambar untuk mengembangan kemampuan berhitung anak kelompok B di TK Masyithoh X Mlaten Plintahan Pandaan Pasuruan / Siti Henik Mailah

 

Kata kunci: kemampuan berhitung, permainan kubus bergambar, Anak kelom pok B Taman kanak-kanak sebagai lembaga Pendidikan Anak Usia Dini merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik yang meliputi moral dan nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa dan fisik motorik, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan. Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat bagi kehidupan selanjutnya. Pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang cepat dalam rentang perkembangan hidup manusia, melalui penerapan permainan kubus bergambar diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak. Penelitian ini menggunakan rumusan masalah yaitu bagaimanakah penerapan permainan kubus bergambar untuk mengembangkan kemampuan berhitung anak kelompok B di TK Masyithoh X Mlaten Plintahan Pandaan Pasuruan. Apakah penerapan permainan kubus bergambar dapat mengembangkan kemampuan berhitung anak kelompok B di TK Masyithoh X Mlaten Plintahan Pandaan Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah anak kelompok B TK Masyithoh X Mlaten Plintahan Pandaan Pasuruan sebanyak 20 anak. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan dokumentasi. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan kubus bergambar untuk mengembangkan kemampuan berhitung anak kelompok B di TK Masyithoh X Mlaten Plintahan Pandaan Pasuruan berhasil sesuai dengan harapan. Hasil pra tindakan 42%, siklus I 62%, siklus II 78% mengalami peningkatan, pada siklus ini dilaksanakan permainan parallel dan media ditambah sehingga tiap anak bermain kubus tanpa menunggu giliran. Melalui penerapan permainan kubus bergambar dapat mengembangkan kemampuan berhitung, dan dapat disarankan kepada guru, agar dapat menerapkan permainan kubus bergambar ini untuk mengembangkan kemampuan berhitung anak . permainan kubus bergambar ini dapat digunakan peneliti sebagai bahan perbandingan, sehingga dikemudian hari mudah-mudahan menjadi lebih baik.

Pelaksanaan kegiatan belajar pada pendidikan anak usia dini di Play Group Restu Malang / oleh Reni Setyawan

 

Pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktural numbered heads together untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang sistem persamaan linear dua peubah di SMP Negeri 4 Bau-Bau / oleh Majid

 

Pengaruh profesionalisme dan pengalaman auditor terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan / Silvi Afindayanti

 

Kata Kunci: Pertimbangan Materialitas, Profesionalisme Auditor, Pengalaman Auditor, Regresi Berganda. Pertimbangan materialitas merupakan pertimbangan yang profesional yang dipengaruhi persepsi auditor atas kebutuhan orang yang memiliki pengetahuan memadai dan meletakkan kepercayaan pada laporan keuangan (SPAP, 2001). Sesuai dengan standar diatas, maka seorang auditor dituntut untuk memiliki sikap profesionalisme serta pengalman audit yang cukup dalam melakukan pertimbangan materialitas. Fridati (2005) menyatakan ketepatan pertimbangan tingkat materilitas yang dilakukan oleh auditor dipengaruhi oleh profesionalisme auditor yang diproksikan dengan 4 dimensi yaitu pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kemandirian, dan hubungan dengan rekan seprofesi. Koroy (2005) menyatakan bahwa ketepatan pertimbangan materilitas juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman audit. Auditor yang kurang berpengalaman mempunyai kecenderungan yang lebih tinggi dalam menghapus persediaan dibanding auditor yang berpengalaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kemandirian, hubungan dengan rekan seprofesi, dan pengalaman auditor terhadap pertimbangan materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan. Pemilihan sampel ditentukan dengan metode berdasarkan kemudahan, sehingga diperoleh sampel sebanyak 35 auditor yang menduduki jabatan sebagai partner, manajer, dan supervisor. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengabdian pada profesi, hubungan dengan rekan, dan pengalaman auditor memiliki nilai sig.< 0,05, sehingga berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan, tetapi variabel kewajiban sosial dan kemadirian memiliki nilai sig.>0,05 yang berarti bahwa kewajiban sosial dan kemandirian seorang auditor tidak berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan. Hal ini dikarenakan pengalaman auditor, kondisi dan ukuran perusahaan yang diaudit oleh auditor tersebut berbeda-beda, sehingga dalam menentukan tingkat materialitas tergantung dari pengalaman auditor, ukuran dan kondisi masing-masing perusahaan yang diaudit, selain itu, banyaknya tekanan yang dihadapi oleh auditor pada saat melakukannya audit serta adanya kepentingan keuangan yang cukup besar pada perusahaan yang diaudit juga dapat merusak kemandirian atau independensi seorang auditor dalam melakukan pertimbangan tingkat materialitas pada laporan keuangan.

A Proposed syllabus for teaching English in SMA N I Pacitan based on 2004 competence-based curriculum / by Siti Andariyani Kardoyo

 

Pengaruh citra produk terhadap proses keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor yamaha (Studi pada pelanggan Dealer UD. Surya Mas Motor Jombang) / Nindyo Kumoro

 

Kata Kunci: Citra Produk, Proses Keputusan Pembelian. Citra merupakan suatu hal yang penting diperhatikan oleh perusahaan, apabila perusahaan memiliki citra yang baik maka produk dari perusahaan tersebut akan dapat pula diterima dengan baik dipasaran. Demikian halnya dengan citra yang dimiliki oleh produk yang dihasilkan apabila produk sebelumnya memiliki citra yang baik maka pada peluncuran produk berikutnya kemungkinan besar akan mendapat sambutan yang baik pula bagi konsumen. Penelitian ini berusaha menjelaskan pengaruh citra produk terhadap proses keputusan pembelian sepeda motor pada UD. Surya Mas Motor Jombang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan lima variabel bebas dan satu variabel terikat, variabel bebas terdiri atas Desain, Warna, Kualitas, Jaminan, dan pelayanan. Sedangkan variabel terikatnya adalah Proses keputusan pembelian sepeda motor Yamaha. Populasi dalam penelitian ini adalah pembeli sepeda motor Yamaha pada UD. Surya Mas Motor. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Acidental sampling. Dalam penelitian jumlah sampel yang menggunakan rumus Slovin dengan hasil 94 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ß1 dari desain produk adalah sebesar 0,426, nilai thitung 3,091 dan signifikan pada level 0,003. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara desain produk terhadap pengambilan keputusan pembelian karena thitung > ttabel yaitu 3,091>1,987. (2) β2 dari warna adalah sebesar 0,584, nilai thitung 3,326 dan signifikan pada level 0,001. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara warna terhadap proses keputusan pembelian karena thitung > ttabel yaitu 3,326 > 1,987. (3) β3 dari kualitas produk adalah sebesar 0,803, nilai thitung 4,132 dan signifikan pada level 0,000. Ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara kualitas produk terhadap proses keputusan pembelian thitung > ttabel yaitu 4,132 > 1,987. (4) β4 dari jaminan adalah sebesar 0,524, nilai thitung 3,223 dan signifikan pada level 0,002. Ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara jaminan terhadap proses keputusan pembelian thitung > ttabel yaitu 3,223 > 1,987. (5) β5 dari pelayanan adalah sebesar 0,668, nilai thitung 3,166 dan signifikan pada level 0,002. Ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara jaminan terhadap proses keputusan pembelian thitung > ttabel yaitu 3,166 > 1,987. Berdasarkan hasil uji F yang diperoleh nilai Fhitung sebesar 37,225 > Ftabel sebesar 2,318 dengan signifikan pada level 0,000 hal ini menunjukan bahwa secara simultan kelima variabel bebas berpengaruh positif dan signifikan terhadap proses keputusan pembelian sepeda motor Yamaha. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh atau dominan dalam penelitian ini adalah X3 kualitas produk. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian yaitu secara parsial ada pengaruh positif dan signifikan antara citra produk (desain produk, warna produk, kualitas produk, jaminan produk, pelayanan) maupun bersama - sama terhadap proses keputusan pembelian telah terbukti. Sedangkan saran yang bisa dikemukakan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama penelitian adalah sebagai berikut: (1) Citra produk hendaknya diperhatikan, terutama adalah faktor kualitas produk yang memiliki sumbangan efektif tertinggi atau mempunyai pengaruh paling besar pada proses pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen. (2) Lebih meningkatkan citra produk untuk lebih meyakinkan konsumen agar bisa memberikan persepsi bahwa motor Yamaha adalah bagus atau baik. (3) Untuk penelitian selanjutnya penelitian ini bisa dijadikan pembanding dengan perusahaan lainnya.

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemapuan siswa kelas V memecahkan masalah dalam pembelajaran IPA di SDN Tlumpu Kota Blitar / Ririd Dwi Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, Ririd Dwi. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas V Memecahkan Masalah dalam Pembelajaran IPA di SDN Tlumpu Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Wasih DS, M.Pd. (2) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd. Kata kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Kemampuan Memecahkan Masalah, Pembelajaran IPA Observasi pendahuluan memberikan informasi bahwa kemampuan siswa memecahkan masalah pada pembelajaran IPA masih rendah, karena siswa hanya sebagai objek belajar sedangkan guru mendominasi kegiatan pembelajaran. Siswa hanya ditransfer suatu informasi, tidak ada kesempatan siswa untuk mengembang-kan bakat dan jati dirinya untuk memecahkan suatu permasalahan yang ditemu-kannya pada saat pembelajaran serta guru tidak menggunakan model pembelajar-an yang dapat merangsang keaktifan siswa. Berkaitan dengan kondisi tersebut, perlu diadakan penelitian untuk meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan (1) pe-laksanaan pembelajaran IPA kelas V SDN Tlumpu pada tahap pra tindakan; (2) kemampuan siswa kelas V memecahkan masalah dalam pembelajaran IPA pada tahap pra tindakan; (3) pelaksanaan model pembelajaran Berbasis Masalah pada pembelajaran IPA kelas V SDN Tlumpu pada setiap siklus; (4) kemampuan siswa kelas V memecahkan masalah dalam pembelajaran IPA pada setiap siklus; (5) pe-ningkatan kemampuan siswa kelas V memecahkan masalah dalam pembelajaran melalui model pembelajaran Berbasis Masalah. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan tiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Tlumpu sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes, catatan lapangan dan doku-mentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualita-tif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA pada pra tindakan memperoleh persentase 50% (kriteria Kurang Baik). Siklus I pertemuan 1 pembe-lajaran dengan menerapkan model Berbasis Masalah terjadi peningkatan aktifitas siswa dibanding pada pra tindakan sebesar 58% (kriteria Cukup Baik). Pertemuan 2 mengalami peningkatan hingga 17% sebesar 75% (kriteria Baik), sedangkan pa-da pertemuan 3 mengalami peningkatan 4% sebesar 79% (kriteria Baik). Siklus II pertemuan 1 diperoleh persentase sama dengan pertemuan 3 siklus I yaitu 79% (kriteria Baik) kemudian pada pertemuan 2 sebesar 83% (kriteria Baik) dan per-temuan 3 mencapai persentase 88% (kriteria Sangat Baik). Kemampuan siswa memecahkan masalah terkait dengan materi pembe-lajaran pada pra tindakan memperoleh persentase 61% (kriteria Cukup Baik). Siklus I pertemuan 1sebesar 69% (kriteria Cukup Baik). Pertemuan 2 mengalami peningkatam diperoleh persentase 71% (kriteria Baik). Kemampuan siswa meme-cahkan masalah telah mencapai target yang ditetapkan pada siklus I di pertemuan 2. Pada pertemuan 3 diperoleh persentase 73% (kriteria Baik). Siklus II pertemuan 1 persentase kemampuan siswa memecahkan masalah diperoleh persentase sama dengan siklus I pertemuan 3 yaitu 73% (kriteria Baik). Pertemuan 2 diperoleh per-sentase 74% (kriteria Baik), sedangkan pertemuan 3 diperoleh persentase 75% (kriteria Baik) dan telah mencapai target yang ditetapkan pada siklus II yaitu 75%. Rata-rata peningkatan kemampuan siswa kelas V memecahkan masalah dari pra tindakan ke siklus I sebesar 10%. Sedangkan siklus I ke siklus II sebesar 3%. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada pem-belajaran IPA dan kemampuan siswa memecahkan masalah adalah pembelajaran menggunakan model Berbasis Masalah yang dilakukan dengan sangat baik dapat meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah dalam pembelajaran de-ngan baik. Pada masing-masing siklus telah mencapai target penelitian yang di-tentukan. Saran yang dapat diberikan kepada guru dan sekolah berdasarkan peneliti-an yang telah dilaksanakan yaitu hendaknya guru menciptakan suasana pembela-jaran yang menarik perhatian siswa dengan menerapkan model-model pembelajar-an yang sesuai dengan karakteristik siswa dan juga karakteristik pembelajaran yang dilakukan terutama pembelajaran IPA. Sekolah hendaknya berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah secara kreatif dan inovatif untuk men-capai tujuan pendidikan nasional.

Pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian konsumen pasta gigi Pepsodent (studi pada ibu-ibu PKK Kelurahan Mojolangu Malang) / Sumantri

 

Kata kunci: atribut produk, harga, kemasan, kualitas, keputusan pembelian. Kesehatan merupakan harta paling berharga dalam hidup ini, begitulah kira-kira bunyi sebuah pepatah yang pernah peneliti baca. Ya, kesehatan memang sebuah harta yang sangat berharga bagi manusia. Apalah artinya uang berlimpah jika tubuh dalam kondisi sakit, makan tak enak, tidurpun tak nyenyak. Kesehatan tidak begitu saja dimiliki seseorang, dibutuhkan upaya untuk mendapatkan dan menjaganya. Salah satu kesehatan yang harus dijaga oleh seseoarang adalah kesehatan gigi dan mulut. Untuk itu, saat ini begitu banyak produk yang fungsinya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, Salah satunya yaitu pasta gigi. Berbicara masalah pasta gigi, saat ini banyak sekali jenis-jenis pasta gigi yang beredar dipasaran. Seperti pasta gigi Pepsodent, Formula, Close Up, Ritadent, Ciptadent, dll. Kesemua jenis pasta gigi tersebut pada dasarnya fungsinya sama, yaitu digunakan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun dalam perkembangannya, diantara produk-produk tersebut memiliki ciri tersendiri, terutama dalam hal fungsi-fungsi tambahan yang diberikan oleh produk-produk tersebut. Hal tersebut tidak lain bertujuan untuk mendukung kesuksesan program pemasaran yang disusun oleh perusahaan. Sehingga pada akhirnya, produk mereka diperhitungkan oleh konsumen. Untuk dapat menarik konsumen agar melakukan pembelian, salah satunya dapat dilakukan dengan kreatifitas penciptaan atribut produk yang menarik bagi konsumen. Atribut produk dalam beberapa penelitian dan buku-buku tentang pemasaran dinyatakan sebagai komponen yang dipertimbangkan oleh konsumen sebelum mengambil keputusan pembelian. Namun tentunya antara jenis produk yang satu dengan produk yang lainnya memiliki perbedaan mana atribut produk yang dipertimbangkan oleh konsumen dan mana yang tidak. Berdasarkan penjelasan diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Atribut Produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Atribut Produk (X) yang terdiri dari Faktor Harga (X1) dan Kemasan (X2) dan faktor Kualitas (X3) secara parsial maupun simultan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Y). Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Accidental Sampling yaitu menentukan sampel berdasarkan kebetulan, dimana jumlah sampel yang diambil sebanyak 107 orang ibu-ibu anggota PKK Kelurahan Mojolangu Malang. Skala yang digunakan adalah Skala Likert dengan 5 (lima) opsi pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS for windows Versi 16.0. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel Atribut Produk (X) yang terdiri dari Faktor Harga (X1) Faktor Kemasan (X2) dan faktor Kualitas (X3) secara parsial mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pasta gigi Pepsodent. Adanya pengaruh tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi dari uji t dari masing-masing variabel < 0,05. Dimana nilai tersebut berturut-turut sebagai berikut: untuk Faktor Harga (X1) mempunyai nilai signifikansi 0,001, Faktor Kemasan (X2) mempunyai nilai signifikansi 0,002 dan Faktor Kualitas (X3) mempunyai nilai signifikansi 0,003. Selain itu juga ditunjukkan dengan nilai t hitung untuk Faktor Harga = 3,348 > nilai t tabel = 1,982, Faktor Kemasan nilai t hitung = 3,244 > nilai t tabel = 1,982, dan untuk Faktor Kualitas = 2,994 > nilai t tabel = 1,982. Secara simultan Faktor Harga (X1), Faktor Kemasan (X2) dan faktor Kualitas (X3) juga mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pasta gigi Pepsodent. Pengaruh tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi F sebesar 0,000 ≤ 0,05 dan ditunjukkan oleh nilai F hitung = 25,207 > F tabel = 2,70. Selain itu diketahui pula bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,409. Dapat diinterpretasikan bahwa variabel Atribut Produk Faktor Harga, Faktor Kemasan dan Faktor Kualitas mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dalam berbelanja produk pasta gigi Pepsodent sebesar 40,9 % dan sisanya sebesar 59,1 % dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada produsen pasta gigi Pepsodent sebaiknya selalu meningkatkan atau mempertahankan atribut produk yang sudah ada saat ini, selain itu sebaiknya juga menciptakan produk yang mempunyai dua macam kualitas dalam satu produk. Misalnya, kombinasi antara Pepsodent Center Fresh dan Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang. Apabila peneliti di masa mendatang ingin menggunakan variabel Atribut Produk, peneliti menyarankan agar menambahkan variabel merek sebagai sub variabel bebasnya. Hal ini untuk mengetahui apakah variabel merek juga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pasta gigi pepsodent yang belum terjawab dalam penelitian ini.

Pengaruh cara dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar akuntansi di SMA Negeri 1 Sidayu Gresik / oleh Anik Hidayati

 

The implementation of fun with reading program in SMA Negeri 5 Malang / Mochammad Luqman Hakim Rofi'i

 

Keywords: fun with reading program, extensive reading, reading, drama Reading is a language skill that gives many effects to the other three language skills. Reading also helps students acquire language components. Basically, there are two kinds of reading, namely intensive reading and extensive reading. Although less preferable, extensive reading is as important as intensive reading. It has benefits in developing students’ proficiency. One of English teachers in Senior High School 5 Malang develops a program called Fun with Reading, which is based on extensive reading. This research was conducted to get better understanding about Fun with Reading program, including purposes of the program, steps and the assessment of the program, obstacles that the teacher and students face in the program, and students’ responses towards the program. The design of this research was descriptive qualitative. The data of this research were the description of Fun with Reading program. In the data collection process, the researcher conducted observation, interview, and distributed questionnaire. The data were analyzed descriptively through organizing, grouping, describing and comparing with some related theories. The result of the analysis shows six findings. First, the purpose of Fun with Reading program was to improve students’ reading habit and vocabulary and it also served as variation in teaching narrative texts. Secondly, the steps of Fun with Reading program were divided into two main activities, reading and drama production. The steps of reading activity consisted of warm-up questions, reading materials introduction, reading, and summarizing. The steps of drama production consisted of selecting stories by voting, creating groups, retelling stories, creating draft of the drama script, and performance. Third, the assessment of Fun with Reading program was taken from both reading activity and drama production. For reading, the teacher assessed students’ reports and summaries, and for drama, the teacher assessed cooperation, performance, content, and fluency. Fourth, before implementing Fun with Reading program, the teacher prepared reading materials and examples of drama script. The reading materials were mostly in abridged version. It was also found that the teacher and students face various obstacles in conducting the Fun with Reading program. The teacher had limited time and lacked reading materials. Students faced more obstacles such as new vocabularies, sleepiness, feeling nervous, and conflicts in the group. Last, students iii gave various responses towards Fun with Reading program, such as liking the program because of its benefit, improvements for the program, and various suggestions for the program. The responses showed that although students faced some problems in the implementation of the program, they tried several things to enjoy doing the program. The results of the study showed that the program brought good impact to students, not only in their learning, but also in their study habit and behavior. For the improvement of the program, some suggestions were made, such as the improvement of the number of reading materials, reading in school’s parks or library, and creating reading community. For future researchers, some recommendations were also made, such as implementing such program to other learning environment and comparing the class that did the program with the class that did not do the program.

Pengaruh pemberian tambahan jam pelajaran terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN Tlogomas I Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / oleh Abdul Hafi

 

Penerapan permainan tata huruf dalam meningkatkan kemampuan bahasa di kelompok B TK Cutnya'dien Karangsono Sukorejo Pasuruan / Dartikah

 

Kata Kunci: Kemampuan bahasa, permainan tata huruf, Taman Kanak-Kanak. Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada anak usia TK. Pada masa kanak-kanak idealnya anak mulai mengkombinasikan suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat. Upaya-upaya pendidikan yang diberikan hendaknya diberikan dalam situasi yang menyenangkan. Anak usia dini senang dengan permainan yang menyenangkan, kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan seraya bermain. Salah satu bentuk kegiatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini adalah menggunakan permainan tata huruf. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelompok B TK Cut Nya’ Dien Karangsono Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan, terdapat rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana penerapan permainan tata huruf untuk meningkatkan kemampuan bahasa di kelompok B TK Cut Nya’ Dien Karangsono Sukorejo, 2) Apakah ada peningkatan kemampuan bahasa anak di Kelompok B TK Cut Nya’ Dien Karangsono Sukorejo dengan penerapan permainan tata huruf. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK dimana dalam siklus terdiri 4 langkah yaitu: Perencanaan (Planning), pelaksanaan tindakan (Acting), Observasi (Observing), refleksi (Reflecting). Subjek penelitian adalah kelompok B dengan jumlah 16 anak, lokasi penelitian adalah TK Cut Nya’ Dien Karangsono Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Instrumen pengumpulan datanya dengan melalui lembar observasi dan dokumentasi berupa foto selama pembelajaran. Analisis data dilakukan deskriptif kualitatif dalam pembelajaran dan kuantitatif terbentuk tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan tata huruf dalam meningkatkan kemampuan bahasa di Kelompok B TK Cut Nya’ Dien Karangsono Sukorejo Pasuruan berjalan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang telah dirancang dan berhasil sesuai dengan harapan. Hasil pra tindakan diperoleh rata-rata 49,68%. Pada siklus I pada pertemuan I dan pertemuan II diperoleh rata-rata 66,56%. Selanjutnya pada tindakan siklus II mengalami peningkatan dengan skor sebesar 19,69% diperoleh rata-rata 86,25%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan tata huruf dapat diterapkan untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak di Kelompok B TK Cut Nya’ Dien Karangsono Sukorejo. Saran yang disampaikan pada guru TK agar dapat menerapkan permainan tata huruf untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak.

Analisis skripsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / oleh Annang Widodo Raharja

 

Survey kesulitan dan usaha guru dalam pembelajaran sastra di kelas tinggi SD se-gugus VII Kecamatan Blimbing Kota Malang / Frida Sri Wulandari

 

Kata kunci: kesulitan guru, usaha guru, pembelajaran sastra Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di kelas tinggi SDN Purwodadi 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang pada pembelajaran sastra dapat diketahui beberapa permasalahan pada pembelajaran sastra, di antaranya adalah guru belum memahami ketiga genre sastra, apresiasi guru terhadap karya sastra kurang, sedikitnya waktu untuk apresiasi sastra seperti deklamasi puisi dan drama, belum adanya wadah yang tepat untuk menumbuhkembangkan bakat sastra yang dimiliki siswa, seperti drama klasikal ketika perpisahan kelas VI yang tertunda karena biaya, alat evaluasi hanya berupa evaluasi kognitif, keengganan guru menggunakan media untuk menarik perhatian dan minat siswa terhadap sastra, pembelajaran sastra terfokus pada LKS dan buku paket, serta budaya menulis membaca karya sastra masih minim. Dari kenyataan tersebut berakibat minimnya pengetahuan sastra siswa, terutama pada kegiatan apresiasi sastra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja kesulitan dan usaha guru dalam pembelajaran sastra di kelas tinggi SD Se-gugus VII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Penelitian terbatas pada kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran puisi, prosa,drama di kelas tinggi SD Se-gugus VII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif (survey). Prosedur dan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel berstrata atau stratified sample. Dalam penelitian ini, sampel berstrata berupa tingkatan kelas tinggi. Tahap pengumpulan data yang dilakukan berupa: 1) persiapan, meliputi: menyusun instrumen penelitian, pengurusan izin mengadakan penelitian, menyusun cara pengumpulan data, observasi awal; 2) pelaksanaan, meliputi: penyebaran angket, pengumpulan data angket dan wawancara, pengolahan data; 3) pengolahan data analisis data yang diperoleh dari angket dan hasil wawancara dicek untuk kemudian disusun dan diolah, sehingga data tersebut siap untuk dianalisis; 4) penulisan laporan dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil penelitian yang telah dilakukan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas tinggi SD Se-gugus VII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Hasil yang diperoleh dari survey ini adalah kesulitan pembelajaran sastra terletak pada tahap perencanaan pembelajaran berupa pengembangan silabus dengan skor 88 yang dialami oleh 12 guru dengan kriteria sikap kadang-kadang; pembimbingan proses penyusunan puisi, prosa, dan drama dengan skor 89 yang dialami oleh 12 guru dengan kriteria sikap sering. Usaha yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan pembelajaran sastra tersebut adalah guru bertanya dan mendatangkan para ahli pembelajaran sastra. Kesimpulan penelitian ini adalah Survey kesulitan dan usaha guru dalam pembelajaran sastra di kelas tinggi SD se-gugus VII Kecamatan Blimbing memiliki skor sebesar 106. Skor tersebut berarti bahwa guru kadang-kadang mengalami kesulitan pembelajaran puisi, prosa, dan drama di kelas tinggi SD se-gugus VII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Berdasarkan penelitian ini, direkomendasikan kepada UPT Kecamatan Blimbing untuk mengadakan pelatihan sastra berupa penyusunan puisi, prosa, dan drama, serta apresiasi sastra kepada guru SD.

Penerapan Compact Disc Ganeca Multimedia untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar geografi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Banyuwangi / oleh Eva Febriyanti

 

Pengembangan permainan sirkuit sehat cerdas ceria pada pembelajaran fisik motorik anak kelompok B di RA Al-Amin Ledug Prigen Pasuruan / Nawang Sri Rahayu

 

Kata Kunci: pengembangan, permainan, sirkuit sehat cerdas ceria, fisik motorik. Aspek pengembangan yang perlu diperhatikan pada anak usia dini adalah kognitif, bahasa, sosial emosional, moral agama dan ketrampilan motorik. Terkait dengan pembinaan anak usia dini yang berkualitas, salah satu komponen tersebut adalah program pengembangan ketrampilan motorik yang tepat dan terarah. Berdasarkan hasil wawancara terhadap satu orang guru RA Al-Amin Ledug Prigen Pasuruan ditemukan temuan bahwa,(a) keterbatasan macam dan jumlah alat, (b) kegiatan pembelajaran yang lama (c) pembelajaran yang diulang-ulang sehingga 28 dari 35 anak merasa bosan dan kurang tertarik, (d) 7 anak tidak mau mengikuti pembelajaran, (e) kegiatan pembelajaran yang dilakukan belum mencakup seluruh aspek perkembangan anak, (f) kegiatan pembelajaran fisik motorik belum pernah menerapkan pembelajaran yang berbentuk sirkuit. Guru setuju jika dikembangkan pembelajaran fisik motorik dengan permainan sirkuit sehat cerdas ceria. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan permainan sirkuit sehat cerdas ceria yang diharapkan mudah dilakukan, menyenangkan dan tidak membahayakan bagi anak serta sebagai salah satu alternatif pembelajaran fisik motorik pada anak RA Al-Amin Ledug khususnya kelompok B. Permainan sirkuit sehat cerdas ceria merupakan satu rangkaian kegiatan pembelajaran motorik yang mempunyai kelebihan mengembangkan 5 aspek perkembangan anak yang lain selain fisik motorik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan melalui prosedur : 1) melakukan penelitian dan pengumpulan informasi, 2) melakukan perencanaan selanjutnya dievaluasi para ahli, 3) mengembangkan bentuk produk awal, 4) melakukan uji coba kelompok kecil dengan 8 subyek, 5) melakukan revisi terhadap produk awal, 6) melakukan uji coba kelompok lapangan dengan 35 subyek. Instrumen yang digunakan adalah berupa kuesioner berisi tentang rancangan produk dan hasil produk. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif berupa persentase yang ditujukan kepada dua ahli pembelajaran fisik motorik dan satu ahli pembelajaran fisik motorik dan teknik analisis kualitatif yang berupa saran dari ahli pembelajaran anak usia dini dan ahli pembelajaran fisik motorik. Hasil pengembangan pada analisis data kuantitatif uji lapangan ( kelompok besar) diperoleh persentase yaitu: (1) 94,3 % anak mudah melakukan permainan, (2) 100 % anak senang melakukan permainan, dan (3) 100 % anak aman saat melakukan permainan sirkuit sehat cerdas ceria. Berdasarkan hasil pengembangan permainan sirkuit sehat cerdas ceria, maka disimpulkan bahwa media ini mudah digunakan, menyenangkan dan aman dilakukan oleh anak. Disarankan hasil pengembangan produk yang dilakukan di RA Al-Amin tidak hanya pada kelompok B saja tetapi juga pada kelompok A, serta diharapkan dapat digunakan di sekolah lain serta lembaga pendidikan yang terkait.

Pola konsumsi anak kost terhadap mie instant (studi kasus di Jl. Jombang)
oleh Ima Widjaya

 

Alat deteksi nomor saluran telepon berbasis mikrokontroler AT89S51 / oleh A. Candra Nofika

 

Pengembangan modul limnoligi: struktur komunitas perifiton sebagai bioindikator kualitas sungai Brantas / Agus Kusnandi

 

Penerapan strategi Marketing Mix pada PT. Columbindo Perdana Cabang Malang tahun 2005/2006 / oleh Pratama Yoga Sugama

 

Peningkatan keterampilan menulis karangan narasi melalui model estafet writing di kelas V SDN Sekarpuro Kabupaten Malang / Khoirotin Nur Diana

 

Kata Kunci: Estafet Writing, Keterampilan Menulis, Karangan Narasi, SD Berdasarkan hasil observasi di kelas V SDN Sekarpuro Kabupaten Malang menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menulis karangan narasi. Kesulitan tersebut diantaranya (1) siswa memerlukan waktu yang relatif lama untuk menyelesaikan tugas mengarang. (2) siswa kesulitan menuangkan ide atau gagasan dan perasannya dalam karangan, dan (3) siswa kurang memahami tata tulis benar, terutama dalam penggunaan ejaan serta tanda baca. Oleh sebab itu perlu adanya perbaikan pembelajaran dan model Estafet Writing dipandang tepat. Masalah pada penelitian ini, yaitu bagaimanakah penerapan pembelajaran menulis karangan narasi melalui model Estafet Writing di kelas VA SDN Sekarpuro Kabupaten Malang?, bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis karangan narasi dengan menerapkan model Estafet Writing di kelas VA SDN Sekarpuro Kabupaten Malang?. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas VA SDN Sekarpuro Kabupaten Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data: lembar observasi penerapan model Estafet Writing, lembar penilaian aktivitas siswa, format catatan lapangan, pedoman wawancara, kamera, dan portofolio. Hasil penerapan model Estafet Writing dalam menulis karangan narasi dilakukan secara 7 tahap yaitu: (1) penyampaian tujuan, (2) pengorganisasian, (3) penentuan topik karangan, (4) pembuatan draft karangan secara estafet, (5) merevisi, (6) mengedit, (7) menyusun karangan utuh. Penyusunan karangan utuh merupakan pengembangan dari draft karangan yang telah direvisi dan dikoreksi oleh siswa sebelumnya. Peningkatan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas V SDN Sekarpuro Kabupaten Malang dilihat dari proses berupa aktivitas siswa, proses menulis dan hasil belajar. Peningkatan proses menulis karangan siswa dilihat dari rata-rata yaitu pada siklus I 74,6 dengan prosentase keberhasilan 65,4%. Pada siklus II meningkat menjadi 85,2 dengan prosentase 88,4%. Artinya siswa telah terampil dalam menerapkan proses menulis dari pembuatan draft, melakukan revisi pada draft karangan serta mengkoreksi ejaan serta tanda baca yang kurang tepat pada draft karangan. Hasil karangan pada siklus I rata-rata mencapai 79,9 dengan keberhasilan klasikal 69,2%. Selanjutnya siklus II meningkat menjadi 85,7 dengan keberhasilan klasikal 88,4%. Artinya siswa sudah lebih terampil dalam menulis karangan narasi secara utuh. Keaktivitan siswa pada siklus I mencapai nilai rata-rata 82,8 dengan prosentase keaktivan 80,8%. Pada siklus II meningkat menjadi 88,3 dengan prosentase keaktivan 88,4%. Keaktivan siswa mulai dari keberanian berpendapat, kerjasama dalam kelompok, kemamdirian siswa dalam menulis karangan, dan ketepatan jawaban siswa dalam menjawab pertanyaan dari guru meningkat. Dari data menunjukkan bahwa penerapan model Estafet Writing dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi. Berdasarkan hasil penelitian, untuk guru dapat disarankan Model Estafet Writing dapat diterapkan sebagai variasi dalam proses belajar mengajar di kelas agar pembelajaran yang dilaksanakan lebih beragam sehingga siswa tidak meras bosan dalam mengikuti pembelajaran. Bagi peneliti lain penelitian ini dapat disajikan sebagai dasar pertimbangan penelitian lebih lanjut yang sejenis dengan menggunakan jenis karangan yang sama maupun yang berbeda atau keterampilan bahasa yang lain yang termasuk dalam aspek menulis yang dititikberatkan pada keterampilan siswa dalam merevisi tulisan serta pemakaian tanda baca yang benar.

Pengaruh mind mapping dalam pembelajaran model jigsaw terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada materi sifat koligatif larutan / Ratih Purnamasari

 

ABSTRAK Purnamasari, Ratih. 2015. Pengaruh Mind Mapping dalam Pembelajaran Model Jigsaw terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sifat Koligatif Larutan. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Subandi, M.Si, (2) Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, Ph.D. Kata Kunci: Mind Mapping, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Jigsaw, Sifat Koligatif Larutan Sifat koligatif larutan merupakan salah satu materi kimia di SMA yang melibatkan konsep-konsep abstrak maupun konkrit. Materi tersebut juga berisi unsur-unsur algoritmik dan konstektual. Pada materi ini siswa lebih banyak menghafal daripada memahami konsep secara utuh. Model pembelajaran kooperatif jigsaw sesuai untuk diterapkan pada materi ini. Penggabungan setiap konsep pada materi ini memerlukan media yang dapat memudahkan siswa untuk mengingat dan menyampaikan informasi yang ada secara utuh. Salah satu media yang mampu memenuhi maksud tersebut adalah catatan bermakna yang disebut mind map. Mind map dapat digunakan untuk membangkitkan ide dan kreatifitas, memperbaiki memori, membangun konsep dan ide, membantu mengilustrasikan informasi, menghubungkan informasi yang acak, dan menyusun kembali ide-ide dengan cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji perbedaaan penggunaan mind mapping terhadap motivasi dan hasil belajar siswa dibandingkan mencatat biasa dalam pembelajaran model jigsaw pada materi sifat koligatif larutan. Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimental the static group comparison design dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII IPA di SMA Laboratorium UM. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster sampling menggunakan dua kelas yang mempunyai kemampuan awal sama, yaitu kelas XII IPA 2 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model jigsaw berbantuan mind mapping dan kelas XII IPA 3 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model jigsaw berbantuan mencatat biasa. Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi 36 item, tes hasil belajar 25 soal, dan data hasil catatan siswa. Validitas angket motivasi adalah 91,1% dan untuk soal tes 92,7% dengan kategori isi sangat valid. Perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa dikedua kelas diuji statistik dengan uji-t, pada taraf kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian pada pembelajaran materi sifat koligatif larutan, menunjukkan bahwa: (1) motivasi belajar siswa pada pembelajaran model jigsaw berbantuan mind mapping (skor rata-rata 72,40) tidak berbeda dibandingkan dengan mencatat biasa/non mind mapping (skor rata-rata 71,59). Hal ini didukung oleh tingkat hubungan yang sama-sama cukup dan searah antara nilai mind map siswa dengan motivasi belajar (r = 0,41) dan nilai catatan biasa dengan motivasi belajar siswa (r = 0,42). (2) hasil belajar siswa pada pembelajaran model jigsaw berbantuan mind mapping (skor rata-rata 74,80) ada beda dibandingkan dengan model jigsaw berbantuan mencatat biasa/non mind mapping (skor rata-rata 64,75). Hal ini juga didukung oleh adanya hubungan yang kuat dan searah antara nilai mind map siswa dengan hasil belajar (r = 0,71) sedangkan hubungan antara nilai catatan biasa dengan hasil belajar siswa hanya pada kategori cukup meskipun searah (r = 0,31).

Pelaksanaan strategi promosi penjualan pada divisi Fresh Department Seafood di Giant Super Store Sidoarjo / oleh Shinta Praharani

 

Studi tentang persepsi kepuasan pasien pada Rumah Sakit Umum Dr. Soedono Madiun : dalam sudut pandang pengelola dan pasien / oleh Suhariyanto

 

Sastra lisan Nyanuk Pupule sebagai ungkapan tradisional pada masyarakat Olilit Timur kabupaten Maluku Tenggara Barat / oleh Martha Maspaitella

 

Perbedaan penggunaan media E-learning google earth dan media peta terhadap hasil belajar IPS kelas 6 pada materi mengenal benua di SDN se-Gugus 1 Kota Malang / Nuralimah

 

Kata Kunci: Media Google Earth, Media Peta, Hasil Belajar IPS SD Google Earth adalah sebuah program komputer mengenai globe virtual yang dikembangkan oleh Google. Program ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang interaktif pengganti peta dengan format tiga dimensi. Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar pada materi yang mempelajari tentang bumi dan kenampakan alam dirasa kurang interaktif bagi siswa karena siswa hanya dihadapkan pada buku cetak saja. Berkaitan dengan ini maka dibutuhkan penelitian tentang media Google Earth tersebut sebagai inovasi media dalam pembelajaran di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji apakah ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media Google Earth dengan yang diajar menggunakan media peta pada siswa kelas VI pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar mengidentifikasi benua-benua di SD se-Gugus I Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan kuasi eksperimen (Pretest-Postest control Group Design). Subjek penelitian melibatkan seluruh siswa Kelas VI semester satu di 2 Sekolah Dasar, yaitu SDN Lowokwaru 2 dan SDN Lowokwaru 3 Kota Malang dengan jumlah keseluruhan sebanyak 94 siswa yang terbagi atas dua kelompok. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh perhitungan hasil perbedaan rata-rata nilai pre-test dan post-test dapat diketahui peningkatan nilai rata-rata kedua kelompok (gain score) yang dijadikan alat untuk mengukur hasil belajar siswa. Rata-rata gain score kelompok eksperimen (17,98) lebih tinggi dari rata-rata gain score kelompok kontrol (13,72). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis penelitian yang dibantu dengan program SPSS 16.0 for windows untuk analisis Compare Means Independent Sampel T Test, menunjukkan nilai probabilitas (0,004) < 0,05 yang berarti Ho gagal diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai gain score antara kelompok eksperimen (pembelajaran dengan Google Earth) dengan kelompok kontrol (pembelajaran dengan peta). Dari uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas VI antara kelas kontrol dan eksperimen dalam pembelajaran IPS. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini yaitu, (1) Sekolah disarankan untuk menerapkan pembelajaran menggunakan media yang lebih interaktif seperti media Google Earth untuk meningkatkan hasil belajar, (2) Guru disarankan untuk menggunakan media Google Earth pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar lainnya yang masih berhubungan dengan bumi, (3) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan eksperimen lanjutan dengan mengembangkan media Google Earth dalam pembelajaran IPA, PKn, Bahasa Indonesia, dan mata pelajaran lainnya.

Pengaruh kemampuan personal selling (Sales) terhadap keputusan pembelian dalam memilih rumah (Studi pada pembeli rumah yang dikembangkan oleh PT. Pancanaka Malang di Tirtasari Recidence Sukun) / Dadang Arfi Permana Putra

 

Kata kunci: personal selling, aktivitas sales, keahlian sales, karakteristik sales, keputusan pembelian Kebutuhan dan keinginan konsumen yang beraneka ragam dan banyaknya produk baru yang bermunculan yang ditawarkan kepada konsumen membuat konsumen sekarang ini menjadi semakin selektif terhadap pembelian barang-barang kebutuhannya, sehingga hal tersebut membuat perusahaan harus selalu berusaha untuk memenuhi selera konsumen dan memuaskan kebutuhan – kebutuhannya. Promosi menunjukkan pada berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan kebaikan produknya, membujuk dan mengingatkan para pelanggan dan konsumen sasaran untuk membeli produk tersebut. Suatu perusahaan harus memutuskan berapa banyak perbedaan (misalnya, manfaat, keistimewaan) yang harus dipromosikan kepada pelanggan sasarannya. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh personal selling (aktifitas sales, keahlian sales, karakteristik pribadi sales) yang signifikan secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian rumah di PT. PANCANAKA Malang; 2) mengetahui variabel personal selling yang dominan terhadap keputusan pembelian rumah di PT. PANCANAKA Malang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi, karena dalam penelitian ini memiliki tujuan akhir untuk melihat kaitan hubungan antar variabel. bebas X (independen) yang terdiri dari aktivitas sales (X1), keahlian sales (X2), karakteristik sales (X3). Sedangkan keputusan pembelian sebagai variabel terikat Y (dependen). Populasi dalam penelitian ini adalah pembeli rumah yang dikembangkan oleh PT.PANCANAKA Malang khususnya di Tirtasari Residence Sukun. Teknik pengambilan sampel Non Probability Sample diperoleh sampel sejumlah 86 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke tiga variabel bebas yang berpengaruh secara parsial hanya keahlian sales dan karakteristik sales. Secara simultan variabel aktivitas sales, keahlian sales dan karakteristik sales berpengaruh terhadap keputusan pembelian rumah di perumahan PT. PANCANAKA Malang. Variabel keahlian sales merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian rumah di perumahan PT. PANCANAKA Malang .

Pengaruh tayangan iklan televisi terhadap pembentukan citra produk rokok L.A Light : studi pada masyarakat Perum Giyashanta, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang / oleh Pipit Novita L.N.

 

Penerapan lesson study untuk meningkatkan kemampuan mengajar mahasiswa program studi pendidikan biologi FMIPA UM dalam praktik pengalaman lapangan (PPL) di SMP 1 Malang / Aprillia Rhamadhany

 

Kata Kunci: lesson study, kemampuan mengajar, mahasiswa pendidikan biologi, praktik pengalaman lapangan, SMPN 1 Malang. Dunia pendidikan akhir-akhir ini tengah mencari solusi atas permasalahan yang dialami dalam proses dan praktik pembelajaran. Salah satu alternatif yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu penerapan lesson study. Solusi tersebut diimplementasikan pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan FMIPA UM yang menempuh Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Melalui lesson study guru akan melakukan kolaborasi dengan guru lain untuk merancang, mengamati dan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penerapan lesson study dan kemampuan mengajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UMdi SMPN 1 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kolaboratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tindakan yang dimaksud pada penelitian ini adalah tahapan Plan, Do, dan See. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UM angkatan 2007 dengan jumlah mahasiswa empat orang (selanjutnya disebut GM) dan siswa kelas VIII-A, VIII-C, VIII-F, dan VIII-I. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar penilaian kemampuan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar penilaian kemampuan praktik mengajar, lembar observasi lesson study, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lesson study di SMPN 1 Malang secara keseluruhan berada pada kategori terlaksanan dengan persentase rata-rata keterlaksanaan sebesar 80,4 % yang meliputi: tahap plan 88,5%, tahap do 75,4 %, dan tahap see 77,4 %. Kemampuan mengajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UM mengalami peningkatan dan berada pada kategori baik yaitu pada GM I dengan skor rata-rata 82,7, GM II dengan skor rata-rata 81,1, GM III dengan skor rata-rata 79,3, dan GM IV dengan skor rata-rata 78, 4. Rata-rata siswa berpendapat menarik dalam mengikuti proses pembelajaran, hal itu terbukti tingkat kemenarikan siswa mencapai 72,0%. Untuk tingkatan tidak menarik mencapai 0%, cukup menarik mencapai 21,1%, dan sangat menarik mencapai 2,8%. Berdasarkan persentase angka ketuntasan belajar siswa pada UH KD 1 dan KD 2, hampir seluruh kelas yang diteliti mengalami ketuntasan. Pada kelas VIII-A persentase angka ketuntasan yang dicapai sebesar 90,3% dan 100%. Kelas VIII-C sebesar 83,3% dan 100%. Kelas VIII-F sebesar 84,4% dan 75%. Kelas VIII-I sebesar 86,7% dan 96,7%. Melalui lesson study dapat meningkatkan kemampuan mengajar GM dan juga hasil belajar siswa sehingga lesson study dapat dijadikan alternatif baru untuk memperbaiki proses pembelajaran dan keprofesionalan guru.

Perbandingan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan pembelajaran problem posing menggunakan media dan tanpa media LKS pada pokok bahasan stoikiometri larutan pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2005/2006 / oleh Nur Aini Febiyanti

 

Penelitian tentang peran serta kontak tani desa dalam menyebarkan inovasi pertanian kepada anggotanya di kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar / oleh Srikaton Anita Sofiyana

 

Pengaruh pelatihan kerja terhadap prestasi kerja karyawan di Hotel Pelangi Malang / oleh Dia Ratna Puspitasari

 

Pengaruh penggunaan lks bentuk tts terhadap prestasi belajar siswa pada pembelajaran sistem koloid kelas II II cawu 3 SMU Negeri I Arosbaya Kabupaten Bangkalan tahun ajaran 1999/2000 / oleh Nur Kumala Sari

 

Gur:ud alamk egiatanb elajarr nengajahr arusI nenguasarni ediay ang digunakanr, ;ehinggam ampu untuk meningkatkanp restasbi elajars isrvanyaS. uatu contohm edraL KS, sebabd enganm enggunakanL KS siswat ertantangu ntuk mencarl jarvabany arryadad alam LKS tersebutb aik melalui pendengaranln aupun pengamatans ertar nelaluib uku-bukus utnberp ernbelajaranT. etapi dari pengatrratan sepintasb,e luurb anyakg uruy angr nengetahkuei elc kt i lanL KS. l rkad i t i r l iaLi lra r r bentuknya. 'l'u.juanp enelitianin i adalahu ntukm etnbandingkapnr estasbi elajark imia antaras isrvay ang diajar menggunakanL KS bentukT TS denganL KS bentukb iasa. Penelitianin i dilakukand i SMtJ NegeriI ArosbayaK abupatenB angkalan Rancanganp enelitiannya"l lundomi:ecl( 'ttnlntl Ontttp ()rrl.v/ )clrgrt" l)ada rancangaint ri keduak elonrpokk elasd iperkirakanrn etnilikik emarnpuasne imbang yangd ipilih melaluip rosedusr ecaraa cak.K emudianp adak eduak elast ersebut dibe i perlal

Prediksi laju erosi dengan menggunakan metode Rusle di Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan / oleh Nurhayati

 

Studi tentang kegiatan pembelajaran seni pada klub menggambar harmoni di Kota Malang / oleh Didik Hari Purwanto

 

Hubungan antara peran guru pembimbing dan instruktur di industri dengan prestasi praktik kerja industri siswa kelas XII Jurusan Teknik Mesin SMK Nasional Malang / Zulkifli Zuda Khozi

 

Kata Kunci: Peran guru pembimbing, peran instruktur, prestasi praktik kerja industri. Peran guru pembimbing adalah melaksanakan kegiatan bimbingan siswa yang melaksanakan praktik kerja industri (Prakerin). Peran guru pembimbing yang tinggi akan meningkatkan prestasi praktik industri siswa. Peran instruktur di industri adalah memberikan bimbingan ahli bagi siswa dalam melakukan pekerjaan serta memberikan petunjuk-petunjuk praktis selama siswa melaksanakan praktik kerja industri. Siswa yang mendapat peran instruktur di industri baik akan berpengaruh terhadap prestasi Prakerin yang baik pula. Kenyataannya masih banyak guru pembimbing maupun instruktur praktik yang tidak memberikan perannya secara maksimal. Tujuan peneliti untuk mengetahui hubungan peran guru pembimbing dan instruktur di industri secara parsial maupun simultan dengan prestasi praktik kerja industri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 responden. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata peran guru pembimbing ketika siswa melaksanakan praktik industri adalah cukup, rata-rata peran instruktur di industri ketika siswa melaksanakan praktik industri adalah baik, dan rata-rata prestasi praktik kerja industri yang didapat siswa adalah baik. Dari hasil analisis pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa: (1) Secara parsial ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran guru pembimbing dengan prestasi praktik kerja industri dengan r korelasi sebesar 0,487. (2) Secara parsial ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran instruktur di industri dengan prestasi praktik kerja industri dengan r korelasi sebesar 0,537. (3) Secara simultan ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran guru pembimbing dan instruktur di industri dengan prestasi praktik kerja industri dengan R korelasi sebesar 0,629. Berdasarkan kesimpulan di atas, maka disarankan kepada kepala sekolah untuk melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan prestasi Prakerin dengan melakukan pemilihan guru pembimbing praktik yang memang memiliki persyaratan sebagai guru pembimbing Prakerin. Guru pembimbing hendaknya melakukan pembimbingan secara berkala (intensif) pada siswa yang melakukan Prakerin. Instruktur di industri hendaknya merasa peduli kepada siswa yang melaksanakan praktik dengan melakukan bimbingan Prakerin sebaik mungkin. Peneliti selanjutnya diharapka dapat mengembangkan penelitian ini lebih luas dan mendalam, dengan meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi prestasi Prakerin.

Penerapan pembelajaran model generatif sebagai upaya meningkatkan keterampilan proses dan motivasi belajar biologi siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 2 Malang tahun ajaran 2005/2006 / oleh Dinar Ekawati

 

Perbedaan model pembelajaran quantum teaching dan numbered heads together terhadap hasil belajar IPS kelas V SDN Lowokwaru 3 Kota Malang / Wahyu Kristiyansyah

 

Kata Kunci : quantum teaching, numbered heads together, model pembelajaran, hasil belajar Model pembelajaran Quantum Teaching merupakan model pembelajaran yang menyenangkan. Model pembelajaran Quantum Teaching terangkum dalam konsep TANDUR dan AMBAK. Penggunaan model pembelajaran dan media yang tepat dapat mempengaruhi hasil belajar dari proses pembelajaran. Numbered Heads Together merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Spencer Kagan. Model pembelajaran ini selalu diawali dengan membagi kelas dengan beberapa kelompok dan tiap siswa dalam kelompok diberikan nomor urut sesuai banyaknya anak dalam kelompok tersebut untuk memudahkan kinerja kelompok, Mengubah posisi kelompok, menyusun materi, mempresentasikan dan mendapat tanggapan dari kelompok lain. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji apakah ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dan yang diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) siswa kelas V pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar mengenal keragaman kenampakan alam dan buatan serta pembagian wilayah waktu di Indonesia dengan menggunakan peta/atlas/globe dan media lainnya di SDN Lowokwaru 3 Kota malang? Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen (Pretest-Postest nonequivalent control Group Design). Subjek penelitian melibatkan siswa kelas VA sebanyak 40 siswa dan siswa kelas VB sebanyak 38 siswa semester satu SDN Lowokwaru 3 Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dan yang diajar menggunakan model pembelajaran NHT pada taraf signifikansi 0,05. Pembahasan menunjukkan bahwa menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran NHT dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini yaitu, (1) Sekolah disarankan untuk menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching untuk meningkatkan hasil belajar, (2) Guru disarankan untuk menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar lainnya, (3) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan eksperimen lanjutan dengan mengembangkan model pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran IPA, PKn, Bahasa Indonesia, dan mata pelajaran lainnya.

Perancangan media komunikasi visual Kusuma Agrowisata Batu / oleh Heny Nurmayanto

 

Pengaruh penggunaan media audio visual (video) terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran sistem rem siswa kelas XI SMK Negeri 12 Malang / Mahdi Harris

 

Kata Kunci: Penggunaan Media Audio Visual, Motivasi Belajar, Hasil Belajar. Media pembelajaran merupakan wahana dan penyampaian informasi atau pesan pembelajaran pada siswa. Dengan adanya media pada proses belajar mengajar, diharapkan dapat membantu guru dalam meningkatkan Motivasi belajar pada siswa dan siswa dapat memperoleh hasil belajar yang meningkat pula. Salah satu bentuk media pembelajaran yang akan digunakan pada penelitian kali ini adalah media audio visual. Secara sederhana Media audio-visual disebut juga sebagai media video. Video merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu. Ada tiga jenis desain yang termasuk eksperimen semu, yaitu one shot case study, pre tes and pos tes dan static group comparison. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre tes and pos tes design. Dalam desain ini, pengamatan terhadap subjek eksperimen dilakukan sebelum pelaksanaan manipulasi eksperimen. Ini disebut dengan pre tes. Setelah dilaksanakan manipulasi eksperimen dilakukan kembali pengamatan terhadap subjek eksperimen disebut dengan pos tes. Skor perbedaan antara pre tes dan pos tes diasumsikan sebagai efek dari modifikasi atau treatment. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji ANAVA dan uji Regresi. Berdasarkan data hasil penelitian, dapat diketahui bahwa pengunaan media audio visual (video) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sistem rem SMK Negeri 12 Malang. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini adalah (1) Sekolah diharapkan lebih meningkatkan mutu pendidikan melalui pemberian standarisasi RPP dengan model pembelajaran yang bervariasi misalnya dengan model pembelajaran dengan menggunakan media audio visual, (2) Guru diharapkan dapat memberikan variasi model pembelajaran, misalnya dengan menggunakan media audio visual (video).

Perbandingan metode-metode ekstraksi minyak kulit biji mete dengan pelarut etanol oleh Zuni Aliatin Niswah

 

MinyakkulitbijimeteatauCNSL(C-asftewnutshellliquid)manpakan suatuc airankentayl angt erdapadt alamk ulit biji mete.C NSL diperolehd engan carae kstraksCi. NS1m- empunyarai say angp ahit,b ersifarta cund ank orosif. CNSLt idak dapatd igunakans ebagarin inyakp angant,e tapib anyakd igunakan dalamin dustrii aitu Jebagabi ahanp embuarto l mesink etik, perekayt angt 4q terhadapa samp, elumasli opling pesawatp, elapisk ayu supayata tranr ayap,b ahan yangt ailana ir,d ans ebagai-supiemyaenng d apamt encegadha nm engontrol cociidiosis.P enelitianin i bertujuanu ntukm engetahumi etodee kstraksyi ang dapamt enghasilkarenn demeCnN SLy angp alingb esadr anm embandingkan karakterC NSLh asile kstraksi. Pe[elitianin i bersifaet ksperimentdaal nd ilakukand i laboratoriumK imia FMIP/rU niversitaNs egerMi alangP. adap enelitianin i ekstraksCi NSLd ali kulit biji meted ilakukand engantig am etodey aitus oxhletasrie, fluksd anm aserasi dengane tanols ebagapi elarui.S etiapm etoded ilakukan4 kali. Hasile kstraksi dari-ketigam etodeien-ebudti hitungr endemennyaU.j i t berpasangadnil akukan unrukm engetahmuie todey angm enghasilkarenn demeCn NSLp alingb esar' KarakteCr NSLh asile kstraksyia ngd ibandingkamn eliputiin deksb ias,m assa jenis,b ilanganio d, danb ilanganp enyabunan' Hasilp enelitianin i menunjukkanb ahwam etoder efluksm enghasilkan GNSLp alingbesadro rganr endemerna ta-rata26,655oChN. SLh asile kstraksi denganmetodseo xhleiasrie, fluksd anm aserasmi empunyakia raktesr arna. I l I

Perancangan media komunikasi visual obyek wisata Pantai Prigi Trenggalek / oleh Femi Eka Rahmawati

 

Perbedaan kecerdasan emosi siswa Madrasah Aliyah se-Kecamatan Jombang antara siswa yang tinggal di pondok pesantren dan siswa yang tinggal di rumah / oleh Emi Rizqil Fauziyah

 

Pengaruh kualitas layanan usaha simpan pinjam terhadap partisipasi anggota pada Koperasi Pegawai Republika Indonesia (KP-RI) Sinar Guru Trenggalek / oleh Nunik Supriyani

 

The implemation of concept mapping in improving the second year students' ability writing descriptive paragraphs / by Rafiul Amal

 

Keefektifan bimbingan kelompok sebaya untuk meningkatkan adversity quotient siswa yang mengalami broken home di SMPN 2 Wlingi Blitar / Dyah Ayu Wyat Ratitya

 

Ratitya, Dyah Ayu Wyat. 2013. Keefektifan Bimbingan Kelompok Sebaya untuk Meningkatkan Adversity Quotient Siswa yang Mengalami Broken Home di SMPN 2 Wlingi. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd. Kata Kunci: bimbingan kelompok, kelompok sebaya, adversity quotient, broken home     Adversity Quotient (AQ) merupakan suatu kemampuan yang dimiliki individu untuk bertahan terhadap kesulitan dan memberikan respon yang positif terhadap kesulitan yang sedang dialaminya.     Pada beberapa tahun terakhir ini terdapat peningkatan kasus perceraian yang tentunya tidak hanya memberikan dampak bagi pasangan yang bercerai, melainkan juga memberikan dampak yang kurang baik pada anak. Broken home adalah keadaan keluarga yang tidak utuh lagi karena perceraian. Berkaitan dengan permasalahan tersebut maka diperlukan adanya peningkatan adversity quotient bagi anak yang mengalami broken home agar mereka dapat tetap bertahan dan menanggapi permasalahan tersebut secara positif. Salah satu cara meningkatkan AQ dengan bimbingan kelompok sebaya. Bimbingan kelompok sebaya adalah bimbingan yang dilaksanakan secara berkelompok dengan melibatkan siswa untuk saling berinteraksi dengan anggota kelompk.     Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan adversity quotient siswa yang mengalami broken home di SMPN 2 Wlingi dengan menggunakan bimbingan kelompok sebaya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket yang diberikan pada siswa kelas VII yang mengalami broken home. Analisis data dengan menggunakan statistik non-parametrik uji Wilcoxon. Dari uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan mean of rank antara skor pretest dan posttest.     Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai beda (z) -2.207 dan Asymp. Sig. (2-tailed) 0.27 pada derajat signifikansi <0.05. Dasar pengambilan keputusan adalah jika probabilitas <0.05 maka H0 ditolak yang berarti bimbingan kelompok sebaya efektif untuk meningkatkan adversity quotient siswa yang mengalami broken home di SMP.     Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dan acuan bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk membahas permasalahan yang sama tentang adveristy quotient siswa yang mengalami broken home. Karena penelitian ini masih terdapat beberapa kelemahan, agar penelitian lebih efektif maka perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan kelompok kontrol. Selain itu bagi konselor penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan untuk melakukan kegiatan bimbingan kelompok sebaya dalam usa membantu siswa meningkatkan adversity quotient terutama bagi siswa broken home.

Sifat fisik dan organoleptik sosis subtitusi tangkai jamur kancing dengan persentase berbeda / oleh Nenie Dahniar

 

Pengaruh rasio likuiditas, aktivitas, dan profitabilitas terhadap return saham pada pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI periode 2008-2010 / Dwi Putri Utari

 

Kata Kunci: Current Ratio (CR), Quick Ratio (QR), Inventory Turnover (ITO), Total Assets Turnover (TATO), Return On Investment (ROI), Return On Equity (ROE), dan Return Saham. Return saham merupakan tingkat pengembalian dari investasi. Perubahan harga saham dari periode ke periode lain akan mengakibatkan perubahan pada return saham yang diterima yang berarti semakin tinggi perubahan harga saham maka semakin tinggi return saham yang dihasilkan. Dalam penelitian ini return saham yang dipakai adalah rata-rata return saham harian selama 5 hari setelah laporan keuangan tahunan dipublikasikan pada perusahaan otomotif di BEI karena perusahaan otomotif dinilai memiliki prospek yang cukup cerah di masa akan datang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan deduktif. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan subyek perusahaan otomotif di BEI yang berjumlah 17 perusahaan. Sedangkan sampel sebanyak 10 perusahaan dengan tingkat signifikan 5%. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yang digunakan untuk menguji hipotesis guna mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel X terhadap variabel Y dengan menggunakan software SPSS for windows 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial: 1)CR tidak berpengaruh signifkan terhadap return saham, 2)QR berpengaruh signnifikan terhadap return saham, 3)ITO tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, 4)TATO berpengaruh signifikan terhadap return saham, 5)ROI berpengaruh signifikan terhadap return saham dan 6)ROE berpengaruh signifikan terhadap return saham. sedangkan secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap return saham. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan: 1)para investor hendaknya memperhitungkan variabel CR dan ITO karena secara simultan berpengaruh signifikan. 2)lebih memperluas kriteria sampel serta periode pengamatan yang lebih lama sehingga variabel-variabel yang tidak berpengaruh signifikan dalam penelitian ini diharapkan dapat berpengaruh signifikan terhadap return saham pada penelitian-penelitian selanjutnya.

Strategi peningkatan kualitas pelayanan sebagai upaya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan di PT. Pos Indonesia (Persero) cabang Malang 65100 / oleh Wijoyo Hadi Prayitno

 

Penerapan strategi pelayanan dalam upaya menciptakan kepuasan pelanggan pada agen AJB Bumi Putera 1912 Kantor Operasional Malang Celaket / oleh Andi Chamaludin

 

Peningkatan keterampilan menulis deskripsi melalui gambar seri pada siswa kelas III SDN Turi 01 Kota Blitar / Marlenci Ngaibawar

 

Kata kunci: menulis deskripsi, gambar seri, sekolag dasar. Pembelajaran menulis deskripsi kelas III SDN Turi 01 Kota Blitar masih berpusat pada guru dengan mengunakan metode ceramah tentang materi menulis deskripsi dan tidak ada media yang mendukung dan sesuai materi yang ada. Hal ini menjadi menjadi faktor kemampuan menulis deskripsi siswa menjadi rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan 1)Pelaksanaan keterampilan menulis deskripsi melalui gambar seri pada siswa kelas III SDN Turi 01 Kota Blitar? 2) Meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas III SDN Turi 01 Kota Blitar? Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripsi kualitatif. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penulisan deskripsi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi Hasil penelitian ini menunjuhkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menulis deskripsi melalui gambara seri dapat meningkatkan hasil menulis deskripsi siswa kelas III SDN Turi 01 Kota Blitar yang ditunjukan dengan nilai rata-rata pada pratindakan 58, siklus 1 68, dan siklus II 92. Ketunyasan belajar pada pratindakan sebesar 28%, siklus 1 sebesar 71%, dan siklus II 100%. Nilai aktivitas siswa pada waktu pembelajaran juga meningkat, nilai rata-rata ketuntasan pada siklus 1 sebesar 68%, dan siklus II 92%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran menulis deskripsi melalui gambar seri dapat meningkatkan hasil belajar menulis deskripsi siswa serta meningkatkan kemampuan menulis deskripsi siswa kelas III SDN Turi 01 Kota Blitar, oleh karena itu guru disarankan untuk menerapkan gambar seri sebagai media pembelajaran menulis deskripsi.

Pelaksanaan strategi pelayanan untuk mencapai kepuasan pelanggan pada Giant Super Store Sidoarjo / oleh Putri Dina Masita

 

Improving the reading comprehension skill of grade X students of SMAN 3 Madiun through Question Answer Relationships (QAR) strategy / Agung Purnomo

 

Kata kunci: Kemampuan Pemahaman Bacaan, Strategi QAR, TOEFL Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMAN 3 Madiun yang dilaksanakan pada tanggal 19 dan 21 Desember 2011, ditemukan bahwa siswa kelas X tahun 2011-2012 mempunyai masalah dalam pemahaman bacaan. Hal itu mungkin disebabkan oleh kurang tepatnya strategi yang diterapkan di dalam ruang kelas dan motivasi yang rendah dari para siswa. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas diselenggarakan untuk memecahkan masalah dalam pemahaman bacaan. Subyek dari peneliitian ini adalah siswa kelas X SMAN 3 Madiun. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, strategi QAR diterapkan dalam penelitian untuk membantu murid – murid meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan mereka. Prosedur penerapan QAR merupakan pelepasan tanggung jawab secara bertahap untuk menjadi pembelajar yang mandiri. Di dalam penelitian ini, strategi QAR dilaksanakan dengan 2 putaran yang terdiri dari 8 pertemuan, dan data-data diperoleh dari test pemahaman bacaan yang diambil dari TOEFL, lembar pengamatan, angket dan catatan lapangan. Prosedur penerapan strategi QAR dimulai dengan memberikan penjelasan dan model strategi tersebut pada para siswa. Tahap ke 2, guru dan siswa berlatih strategi QAR bersama-sama. Akhirnya, para siswa diberikan kesempatan untuk melakukan latihan mandiri dan penilaian sesame teman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi QAR di pengajaran membaca sukses dalam meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan para siswa. Hasil – hasil penelitian mampu mencapai 2 kriteria sukses yang ditetapkan dalam di dalam penelitian ini. Criteria pertama kesuksesan adalah jika siswa - siswa mendapatkan peningkatan nilai 15 bagi yang mendapatkan nilai kurang dari 72 di studi pendahuluan dan peningkatan nilai 10, bagi yang mendapatkan nilai 72 dan diatasnya. Sedangkan criteria ke-2 kesuksesan adalah partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar paling tidak 75%. Di Siklus ke-1, data partisipasi para siswa yang diambil dari lembar pengamatan dan angket adalah 76.66% dan 82.67%. Kedua data tersebut telah memenuhi kriteria sukses. Akan tetapi hasil dari uji pemahaman bacaan yang diambil dari TOEFL tidak mencapai persyaratan yang ditetapkan di kriteria sukses. Nilai ujian pemahaman bacaan hanya 68% di putaran ke-1, dan 100% di putaran ke-2. Sementara itu, data mengenai keikutsertaan para siswa di Siklus ke- 2 adalah 85.83% dan 94%. Dari temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi QAR efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan siswa dan partisipasi siswa dalam pengajaran dan pembelajaran membaca. Selain itu, strategi QAR jugamenggerakkan rasa ingin tahu siswa untuk mengaplikasikannya pada pelajaran yang lain. Oleh karena itu, guru Bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan strategi QAR di kelas membaca. Akhirnya, peneliti berikutnya direkomendasikan untuk mengadakan penelitian mengenai strategi QAR yang diterapkan untuk umur dan pelajaran yang berbeda.

Penerapan model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar materi gelombang elektromagnet siswa kelas X-C SMA Negeri 1 Turen / I'im Sahita Zahro

 

Kata Kunci: team game tournament, gelombang elektromagnet, hasil belajar fisika. SMA Negeri 1 Turen adalah salah satu sekolah menengah atas yang diminati oleh sejumlah siswa lulusan SMP di Kabupaten Malang. Proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Turen sejauh ini banyak mengarahkan siswa pada belajar kompetitif dan individualistis. Yang mana proses pembelajarannya cenderung menempatkan siswa pada posisi persaingan antar siswa dengan kata lain dapat menyebabkan kegagalan bagi siswa yang tidak mampu untuk bersaing. Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk mengkaji tentang Penerapan Model Pembelajaran Team Game Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Gelombang Elektromagnet Siswa Kelas X-C SMA Negeri 1 Turen. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-C SMA Negeri 1 Turen dengan model pembelajaran TGT. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Turen dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti meliputi: (1) observasi, (2) dokumentasi, dan (3) tes. Ketiga metode tersebut di organisir dan dianalisis dengan membandingkan hasil data pada siklus I dengan siklus II. Instumen penelitian yang digunakan peneliti anatara lain: (1) rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) lembar observasi dan (3) soal tes. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yaitu dengan menelaah seluruh data, mereduksi data, membuat kategorisasi, menafsirkan data dan memberikan pemaknaan hasil. Hasil penelitian menunjukkan pada lembar observasi aktivitas siswa terjadi peningkatan, pada siklus I keaktifan siswa sebesar 76,2 % sedangkan pada siklus II sebesar 82,86 %. Hasil ini diperoleh dari perbandingan skor total yang diperoleh siswa dengan skor tertinggi total pada lembar observasi.

Pengaruh besaran plan angle pahat bubut dan waktu penyayatan terhadap tingkat kekasaran permukaan hasil pembubutan / Iftitah Nurunnia Kholidah

 

Dalam pelaksanaan permesinan sering digunakan metode penyayatan orthogonal (900), padahal terdapat plan angle lain yaitu obelique 450 yang menurut teori memberikan tingkat kekasaran yang lebih rendah daripada plan angle 900. Berdasarkan permasalahan ini pengguna mesin bubut harus menentukan plan angle yang tepat untuk tingkat kekasaran permukaan yang minimal. Tingkat kekasaran minimal akan mengoptimalkan kerja dari benda kerja pada suatu sistem mesin yang lebih kompleks. Dengan keadaan itu peneliti menggunakan besaran plan angledan waktu penyayatan untuk mengetahui tingkat kekasaran permukaan benda kerja menggunakan pahat bubut BOHLER S700. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan metode eksperimental. Pengambilan data dilaksanakan dengan metode eksperimen di Laboratorium Pemesinan Universitas Negeri Malang. Variabel penelitian adalah variasi plan anglesebagai variabel bebas dan tingkat kekasaran permukaansebagai variabel terikat. Ada pengaruh besaran plan angle dan waktu penyayatan tehadap tingkat kekasaran permukaan hasil pembubutan pada plan angle 450, 600 dan 900 yaitu 155.4333333 µin, 164.2 µin, 209.36667 µin pada menit ke 5; 168.0333 µin, 174.8 µin, 258.4 µin pada menit ke 10; 179.9333 µin, 199.7 µin, 285.9 µin pada menit ke 10. Plan angle yang memiliki tingkat kekasaran permukaan benda kerja yang lebih rendah adalah plan angle 45 derajat karena plan angle 450 menghasilkan tatal dengan luas penampang yang lebih besar daripada plan angle 900 sehingga gaya pemotongan akan lebih rendah dan temperatur pemotongan akan lebih stabil. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah variasi plan angle pahat bubut subtitusi berpengaruh terhadap tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan. Plan angle 450 memiliki tingkat kekasaran permukaan yang lebih rendah daripada plan angle 900. Plan angle 450 hanya dapat digunakan untuk menyayat benda kerja dengan ukuran yang lebih panjang.

Model Cellular Automata secara umum / oleh Anida Etikawati

 

Perencanaan konstruksi rancang bangun mesin bor multipoint menggunakan sistem pneumatik yang dikendalikan oleh programmable logic controller (PLC) / M. Ikhsan Jawawi, Ropiko Putra Jaya

 

Penerapan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar biologi siswa kelas X F SMA Negeri I Ngunut Tulungagung / oleh Lilik Tri Wahyuningsih

 

Pengaruh kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja karyawan melalui komitmen organisasional di Hotel Pelangi Malang / Elsita Khrisnawati Joar

 

Kata Kunci: Kompensasi non finansial, komitmen organisasional, disiplin kerja Kompensasi non finansial dapat dijadikan salah satu faktor utntuk meningkatkan disiplin kerja karyawan melalui komitmen organisasional. Dalam penelitian ini kompensasi non finansial dibagi menjadi 2 yaitu imbalan karir dan imbalan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja karyawan melalui komitmen organisasional. Hipotesis yang diajukan adalah (1) Ada pengaruh secara langsung yang signifikan antara pemberian kompensasi non finansial yang berupa imbalan karir dan imbalan sosial terhadap komitmen organisasional, (2) Ada pengaruh secara langsung yang signifikan antara pemberian kompensasi non finansial yang berupa imbalan karir dan imbalan sosial terhadap disiplin kerja karyawan, (3) Ada pengaruh secara langsung yang signifikan antara komitmen organisasional terhadap disiplin kerja karyawan, 4) Variabel komitmen organisasional memiliki peran yang signifikan untuk menjembatani hubungan antara kompensasi non finansial (karir , sosial) dengan disiplin kerja karyawan. Penelitian ini dilakukan di Hotel Pelangi Malang dengan populasi sebanyak 72 karyawan dan sampel 61 karyawan hotel Pelangi Malang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian in adalah proportional random sampling. Untuk pengukuran skalanya dengan menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan analisis path. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui bagaimanakah kondisi deskriptif kompensasi non finansial yang berupa imbalan karir dan imbalan sosial, komitmen organisasional dan disiplin kerja karyawan di Hotel Pelangi Malang, (2) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara langsung yang signifikan antara pemberian kompensasi non finansial yang berupa imbalan karir dan imbalan sosial terhadap komitmen organisasional di Hotel Pelangi Malang, (3) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara langsung yang signifikan antara pemberian kompensasi non finansial yang berupa imbalan karir dan imbalan sosial terhadap disiplin kerja karyawan di Hotel Pelangi Malang, (4) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara langsung yang signifikan antara komitmen organisasional terhadap disiplin kerja karyawan di Hotel Pelangi Malang, (5) Untuk mengetahui apakah variabel komitmen organisasional memiliki peran yang signifikan untuk menjembatani hubungan antara kompensasi non finansial (imbalan karir, imbalan sosial) dengan disiplin kerja karyawan. Dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa (1) karyawan merasa puas dengan imbalan karir yang diterima (2) imbalan karir dan imbalan sosial berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasional, (3) imbalan karir dan imbalan sosial berpengaruh secara signifikan terhadap disiplin kerja, (4) komitmen organisasional berpengaruh secara langsung signifikan terhadap disiplin kerja, (5) variabel komitmen organisasional memiliki hubungan yang signifikan dalam menjembatani imbalan karir dengan disiplin kerja. Variabel komitmen organisasional juga memiliki hubungan yang signifikan dalam menjembatani imbalan social dengan disiplin kerja. Dari hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah: (1) Agar Hotel Pelangi Malang mempertahankan pemberian kompensasi non finansial terhadap para karyawan yang berupa imbalan karir (rasa aman, pengembangan diri, peluang kenaikan penghasilan dan fleksibilitas karir). Pemberian kompensasi non finansial yang baik dapat meningkatkan komitmen organisasional dan disiplin kerja karyawan Hotel Pelangi Malang. (2) Agar Hotel Pelangi Malang mempertahankan pemberian kompensasi non finansial yang berupa imbalan sosial. Dengan pemberian imbalan sosial yang baik maka karyawan akan merasa nyaman untuk melaksanakan tugasnya.Hasil yang baik dari penelitian ini semoga dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan kompensasi yang diberikan kepada karyawan, agar para karyawan semakin baik dalam pekerjaan dan semakin setia terhadap Hotel Pelangi Malang. (3) Bagi peneliti selanjutnya yang berminat mengembangkan studi ini disarankan untuk lebih memperdalam kajian melalui pengembangan item-item pernyataan untuk variabel kompensasi non finansial, komitmen organisasional dan disiplin kerja serta variabel-variabel lain yang belum masuk dalam model penelitian ini. Selain itu juga disarankan dalam skala pengukuran tidak menggunakan pilihan netral.

Pengaruh kemampuan logika dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI i.s SMA Negeri 1 Malang / Firdausi Palila Yolandari

 

Kata kunci: Kemampuan Logika, Kebiasaan Belajar, dan Prestasi Belajar. Memiliki prestasi yang membanggakan merupakan harapan setiap siswa. Dan untuk mencapai kesuksesan dalam belajar, siswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan logika yang baik, tetapi juga harus memiliki kebiasaan belajar yang baik pula. Penelitian ini membahas tentang pengaruh kemampuan logika dan kebiasaan belajar yang dimiliki oleh siswa terhadap prestasi belajar yang telah dicapai oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan logika dan kebiasaan belajar secara parsial terhadap prestasi belajar. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Malang. Populasi penelitian ini berjumlah 90 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 70 siswa. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sample. Sedangkan metode analisisnya menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan logika terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi. Dari hasil analisis menunjukkan hasil t_hitung=6,683 dan t_tabel= 2,00 dengan probabilitas (0,000) < 0,05. Nilai koefisien regresi parsial variabel kebiasaan belajar bernilai positif sebasar 0,204 berarti kenaikan satu satuan variabel kebiasaan belajar akan meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran akuntansi sebesar 0,204. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) kemampuan logika yang dimiliki oleh siswa kelas XI i.s. SMA Negeri 1 Malang tergolong rendah, (2) kebiasaan belajar siswa kelas XI i.s. SMA Negeri 1 Malang tergolong kebiasaan belajar yang baik. (3) ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan logika terhadap prestasi belajar siswa kelas XI i.s. SMA Negeri 1 Malang, (4) ada pengaruh yang signifikan antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Malang. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) bagi Kepala Sekolah agar memberikan arahan bagi para siswa agar selalu meningkatkan tingkat kemampuan logika dan kebiasaan belajar untuk meningkatkan prestasi belajar, (2) bagi guru akuntansi agar dijadikan pertimbangan dalam menggunakan metode pembelajaran yang tepat dalam rangka meningkatkan kemampuan logika dan kebiasaan belajar untuk meningkatkan prestasi belajar, (3) bagi siswa agar dapat lebih meningkatkan kemampuan logikanya dan lebih membiasakan diri untuk belajar teratur agar dapat meningkatkan prestasi belajarnya, (4) bagi peneliti bahwa peneliti menyadari dalam penelitian ini masih ada banyak kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki. Untuk itu diharapkan ada penelitian lain yang dapat mengembangkan penelitian ini dengan melihat variabel yang berbeda.

Implementasi pengelolaan keuangan sekolah yang menerapkan sekolah gratis (studi kasus di SMP PGRI 1 Batu) / Veri Irawan

 

Kata Kunci: implementasi pengelolaan keuangan sekolah, sekolah gratis. Setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Oleh karena itu dalam bidang pendidikan pemerintah menetapkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan tujuan membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu dalam rangka mendukung pencapaian Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. Melalui program ini, pemerintah memberikan dana kepada sekolah-sekolah setingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat untuk membantu mengurangi beban biaya pendidikan yang harus ditanggung oleh orangtua siswa. BOS diberikan kepada sekolah untuk dikelola sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Besarnya dana untuk tiap sekolah ditetapkan berdasarkan jumlah murid. Ada delapan tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) asal sumber keuangan sekolah dan sumber keuangan yang paling dominan, (2) prosedur pencairan keuangan sekolah, (3) prosedur penerimaan keuangan sekolah, (4) prosedur penyaluran dana sekolah, terutama dana BOS, (5) operasional menggunakan dana sekolah, (6) sistem pengawasan (monitoring) terhadap penggunaan dana sekolah, (7) pertanggungjawaban dan pengarsipan data keuangan sekolah, (8) masalah-masalah yang muncul dalam pengelolaan dana dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh sekolah. Penelitian ini dilakukan di SMP PGRI 1 Batu dengan pendekatan kualitatif dan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Analisis pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (1) pengumpulan data, (2) pemilihan, pemusatan, dan transformasi data atau data kasar yang muncul dari catatan-catatan lapangan, dan (3) kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa teknik yaitu: (1) kredibilitas/validitas internal, (2) transferabilitas, (3) dependabilitas, dan (4) konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan: (1) sumber keuangan sekolah berasal dari pemerintah saja yaitu dana BOS dan dana imbal swadaya, (2) prosedur pencairan dana dilakukan melalui pemerintah kota dan ditransfer melalui nomor rekening sekolah, (3) prosedur penerimaan keuangan sekolah,sekolah harus membuat rencana pengambilan dana dan harus sesuai dengan fungsi penggunaan dana BOS, (4) prosedur penyaluran dana disalurkan setiap periode, setiap periode untuk anggaran belanja tiga bulan, sekolah mengambil dana setiap satu bulan sekali, (5) operasional penggunaan dana sekolah sesuai dengan RAPBS, (6) sistem pengawasan dilakukan oleh tim manajemen BOS kota yang rutin dilakukan setiap bulan, pengawasan lain dilakukan oleh BPKP dan BPK, (7) pertanggungjawaban dan pengarsipan data dilakukan sekolah setiap bulan dan sekolah membuat laporan akhir tahun untuk mengetahui bahwa belanja sekolah sudah sesuai dengan RAPBS, (8) masalah yang dihadapi sekolah dalam mengelola keuangan yaitu terlambatnya dana yang keluar dari pemerintah untuk periode bulan Juli-September, untuk mengatasi masalah ini sekolah mencari pinjaman dana terlebih dahulu. Pinjaman dana diperoleh dari para guru di sekolah tersebut. Berdasarkan hasilpenelitian saran-saran yang diajukan adalah: (1) Kepala Dinas Pendidikan, lebih memperhatikan lagi sekolah swasta yang ada di Kota Batu dan menambah anggaran untuk bidang pendidikan, (2) Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah, dapat lebih memperbaiki tentang pengelolaan dana sekolah serta terus menjalankan kegiatan sekolah gratis yang tanpa dipungut biaya apapun, (3) Siswa/Peserta Didik, dapat menambah motivasi belajar untuk mengkatkan prestasi akademik dan non-akademik karena sudah mendapatkan pendidikan yang gratis, (4) Orangtua, dapat melakukan pengawasan secara langsung terhadap pengelolaan keuangan sekolah, (5) Kepala Jurusan AP FIP UM, jurusan mengkaji pengelolaan keuangan yang dilakukan sekolah yang menerapkan pendidikan gratis, untuk pendalaman ilmu manajemen pendidikan, khususnya manajemen keuangan, (6) Peneliti lain, dapat melanjutkan penelitian yang sejenis yang bermanfaat untuk lebih dapat mengelola keuangan sekolah dengan lebih baik.

Pengaruh dimensi kualitas jasa terhadap kepuasan peserta didik di SMA Shalahuddin Malang / oleh Afro Fitriyatin

 

Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi siswa di SMK Yayasan Pendidikan 17-2 Kota Malang / oleh Rahmi Junita Puspitaningrum

 

Implementasi kolaborasi model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan talking stick untuk meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS 3 SMA Islam Malang / Sherllly Septyanti

 

Septyanti, Sherlly. 2014. Implementasi Kolaborasi Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Dan Talking Stick Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas Xi Ips 3 SMA Islam Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Bambang Sugeng, SE., M.A., M.M (2) Dr. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Think Pair Share, Talking Stick, Keaktifan Siswa dan Hasil Belajar      Belajar dan mengajar merupakan suatu kegiatan interaksi antara guru dan siswa yang saling berhubungan satu sama lain. Pada proses ini seorang guru diharapkan dapat menciptakan suatu kondisi belajar yang efektif sehingga dapat terjadi suatu peningkatan pemahaman siswa terhadap suatu materi. Metode pembelajaran merupakan salah satu unsur penting yang mendukung tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan dalam proses belajar mengajar.      Dari hasil observasi yaitu terdapat masalah yang berkaitan dengan keaktifan siswa di kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung dan juga berpengaruh kepada hasil belajar siswa yang kurang memuaskan pada mata pelajaran Akuntansi. Kurangnya keaktifan disini adalah kurangnya keterampilan berbicara pada saat tanya jawab dalam pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan: (1) keaktifan belajar siswa kelas XI IPS 3 pada mata pelajaran Akuntansi SMA Islam Malang, (2) hasil belajar siswa kelas XI IPS 3 pada mata pelajaran Akuntansi SMA Islam Malang.      Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas, yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Islam Malang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, catatan lapangan, lembar soal post test, wawancara dan dokumentasi.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan kolaborasi model pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan bahwa terdapat peningkatan keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share yang dikolaborasikan dengan Talking Stick. Kemudian terdapat 15 siswa yang belum tuntas atau sebanyak 15 siswa yang nilainya masih di bawah SKM (75) pada siklus I. Sedangkan pada siklus II diketahui sebanyak 2 siswa yang belum tuntas atau sebanyak 2 siswa yang nilainya masih di bawah SKM (75). Peningkatan sangat terlihat dari jumlah sisa yang tuntas dari siklus I dan siklus 2, diketahui bahwa pembelajaran kolaborasi Think Pair Share dan Talking Stick mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS3.

Korelasi tingkat pendidikan, lama kerja, dan usia dengan tingkat pendapatan pedagang kaki lima : studi kasus pada pedagang kaki lima di Jalan Raya Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / oleh Triana Hendriawati

 

Peningkatan keterampilan menulis puisi melalui model pembelajaran think pair and share (TPS) pada siswa kelas V SDN dampit 2 Kecamatan Dampit Kabupaten Malang / Yanik Rinawati

 

Kata Kunci: Menulis puisi, siswa kelas V, Model Pembelajaran Think Pair And Share (TPS) Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN Dampit 2 diketahui bahwa; (1) Pembelajaran masih menggunakan metode konvensional ; (2) Dalam kegiatan pembelajaran menulis puisi sebagian besar siswa merasa kesulitan dalam merangkai kata-kata serta siswa merasa bingung akan menulis apa.Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan penguasaan atau kemampuan siswa. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah menerapkan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan model Think Pair and Share (TPS) pada pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya keterampilan menulis puisi, (2) peningkatan keterampilan menulis puisi setelah menerapkan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) di kelas V. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan sebanyak 2 Siklus dan setiap siklus terdiri dari 1 kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: (1) planning, (2) akting & observing, (3) reflecting, (4) revising planning. Subyek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Dampit 2 Kecamatan Dampit Kabupaten Malang pada semester gasal tahun ajaran 2010/2011 sebanyak 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Think Pair and Share (TPS) terbukti dapat memberi struktur diskusi sehingga siswa tidak melantur pemikirannya dan terarah tingkah lakunya karena harus melaporkan hasil pemikirannya ke pasangannya. Berdasarkan analisis data hasil penelitian setelah diterapkan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) dalam menulis puisi diketahui bahwa: banyaknya siswa yang telah mengalami peningkatan dari pra tindakan sampai siklus II. sebelum siklus hasil yang didapat yaitu 65.5 %. Sedangkan pada saat sudah dilakukan siklus I hasil yang didapat meningkat yaitu 73.26 % dan pada saat pelaksanaan siklus 2 nilai siswa semakin meningkat yaitu 87.78 % . Dari data-data yang telah dipaparkan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair and Share(TPS) dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V di SDN Dampit 2 Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SD adalah untuk Kepala Sekolah agar memotivasi guru untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS). Untuk guru sebaiknya menerapkan model pembelajaran Thiink Pair and Share (TPS) pada pelajaran yang lainnya agar siswa menjadi lebih aktif dan hasil belajarnya meningkat. Bagi peneliti model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) perlu dikembangkan lebih lanjut mengenai penggunaan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) yang lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan dan mencapai hasil yang diinginkan. Bagi peneliti lain, agar dapat mengembangkan penelitian tentang model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) yang lebih bervariasi lagi sehingga penelitian yang dilakukan dapat memperbaiki keterbatasan penelitian ini.

Analisis model pembelajaran berbasis kompetensi dengan pengalaman belajar siswa untuk mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri Lawang Malang / oleh Eny Nurul Hidayaty

 

Hubungan kebiasaan belajar, pemanfaatan waktu belajar dan prestasi belajar mahasiswa jurusan teknologi pendidikan angkatan 2009 Universitas Negeri Malang / Raissa Azaria Valmei

 

Kata Kunci: Kebiasaan belajar, Pemanfaatan waktu belajar, Prestasi belajar Kebiasaan belajar adalah suatu perilaku yang ditunjukkan oleh siswa yang dilakukan secara berulang-ulang dari waktu kewaktu secara otomatis dan merupakan suatu keteraturan. Pemanfaatan waktu belajar adalah perbuatan memanfaatkan waktu yang digunakan untuk proses belajar secara efektif dilihat dari banyaknya jam belajar dan frekuensi belajar. Prestasi belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses belajar yang telah dilakukan berulang-ulang dalam bentuk nilai IPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebiasaan belajar mahasiswa, pemanfaatan waktu belajar dan prestasi belajar mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan UM angkatan 2009, serta mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar, hubungan antara pemanfaatan waktu belajar dengan prestasi belajar, dan hubungan antara kebiasaan belajar dan pemanfaatan waktu belajaar terhadap prestasi belajar mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan UM angkatan 2009. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasional dengan Product Moment Pearson. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan 116 responden mahasiswa jurusan teknologi pendidikan UM angkatan 2009. Kesimpulan kebiasaan belajar yang dilakukan Mahasiswa TEP UM angkatan 2009 sudah baik,mereka sudah memiliki kebiasaan belajar yang mandiri. Begitu pula dengan pemanfaatan waktu, mereka sudah mempunyai jadwal sendiri untuk belajar dan kebanyakan pada malam hari. Masing-masing variabel, yaitu kebiasaan dengan prestasi belajar dan pemanfaatan waktu belajar dengan prestasi belajar memiliki hubungan yang signifikan ditunjukkan dari hasil analisis menggunakan Product Moment Pearson. Semakin baik kebiasaan dan pemanfaatan waktu belajar yang dilakukan maka semakin baik pula prestasi yang dihasilkan. Saran dalam penelitian ini adalah dosen diharapkan dapat memberikan motivasi yang lebih kepada mahasiswa agar meningkatkan kebiasaan belajar yang baik dan memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk belajar sehingga dapat memperoleh prestasi belajar yang lebih baik lagi.Untuk mahasiswa diharapkan agar lebih berupaya dalam peningkatan prestasi belajar melalui kebiasaan belajar yang baik dan memanfaatkan waktu belajar yang dimiliki dengan baik.

Pembelajaran open ended untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Malang pada materi bangun ruang / Fahmi Abdul Halim

 

Halim, Fahmi Abdul. 2014. Pembelajaran Open-Ended untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Malang pada Materi Bangun Ruang. Tesis Program Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Purwanto, Ph.D dan (II) Dr. Abdul Qohar, M.T Kata Kunci : Masalah Open-Ended, Bangun Ruang, Berfikir Kreatif     Pembelajaran seyogyanya mengantarkan siswa untuk mampu menyelesaikan masalah dengan beragam penyelesaian, namun di sekolah hal tersebut jarang diimplementasikan, saat peneliti melakukan observasi di SMP Muhammadiyah 4 Malang, proses pembelajaran masih berpusat pada guru, metode yang dipakai masih ceramah sehingga siswa hanya mendengarkan dan pasif, pemberian soal masih berupa soal dengan jawaban tunggal. Solusi dari permasalahan di atas yaitu dengan menggunakan pembelajaran open-ended, pembelajaran open-ended sangat baik digunakan dalam pembelajaran matematika karena dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa. Dari pemaparan di atas peneliti akan melakukan penelitian: Pembelajaran open-ended untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa SMP Muhammadiyah 4 Malang.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Open-Ended yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Malang tahun ajaran 2013/2014. Tahap penelitian dimulai dengan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Kegiatan merencanakan adalah menyusun perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian, kemudian memvalidasinya, serta melakukan tes awal dan membentuk kelompok belajar. Kegiatan tindakan adalah menerapkan pembelajaran open-ended pada materi bangun ruang di kelas VIII semester dua. Kegiatan mengamati dilakukan oleh dua orang pengamat secara bersamaan. Kegiatan merefleksi dilakukan berdasarkan hasil pengamatan, kemudian mengambil kesimpulan apakah kemampuan berfikir kreatif siswa pada materi bangun ruang sudah meningkat atau belum.     Dari penelitian diperoleh bahwa langkah-langkah pembelajaran open-ended yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa sebagai berikut: Tahap awal, (1) orientasi. pada tahap ini guru menyampaikan maksud dari pembelajaran open-ended dan menjelaskan pentingnya mempelajari materi bangun ruang. Tahap inti, (2) guru menyajikan materi atau masalah open-ended tentang bangun ruang. (3) Siswa kemudian mengerjakan masalah open-ended yang diberikan guru secara individu. (4) Siswa diminta mendiskusi masalah open-ended yang telah dikerjakan secara individu dengan anggota kelompok yang telah dibentuk sebelumnya dimana setiap kelompok terdiri dari 3 – 4 siswa. (5) Setelah diskusi kelompok siswa diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Tahap akhir, (6) membuat kesimpulan. Pada tahap ini guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Kemampuan berfikir kreatif siswa dikatakan meningkat jika setelah pembelajaran dilakukan kemampuan berfikir kreatif siswa meningkat dan sebanyak minimal 60% dari keseluruhan siswa memperoleh skor minimal 65 pada tes akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran open-ended pada materi bangun ruang kelas VIII semester dua telah meningkat. Kemampuan berfikir kreatif siswa meningkat 20% dari tindakan sebelumnya dan 60% dari jumlah siswa memperoleh skor 65 atau berada pada kategori cukup kreatif atau kreatif. Berdasarkan hasil penelitian, juga diperoleh data bahwa penerapan pembelajaran open-ended pada materi bangun ruang dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Malang.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |