Pengaruh kemampuan mengajar dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Koperasi Jurusan Ekonomi Pembangunan FE UM / oleh Metiy Ardiana

 

Sejarah berdirinya Golongan Karya tantangan dan perkembangan sampai tahun 1973 / oleh Tina Sumartina

 

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan berbelanja di toko KPRI Universitas Negeri Malang / oleh Zusnita Rahmawati

 

Sistem mata pencaharian pada masyarakat using di Banyuwangi / oleh Titien Prasetyawati

 

Penerapan teknik Team Games Tournament dalam pelajaran IPS untuk meningkatkan kesadaran karier siswa kelas tiga sekolah dasar / Syaiful Hadi

 

Tesis, Program Studi Bimbingan Konseling, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Dany M. Handarini, MA., (2) Dr. Marthen Pali, M.Psi. Kata kunci: Team Games Tournament, Pelajaran IPS, Kesadaran Karier Bimbingan karier di sekolah dasar tidak dimaksudkan agar anak-anak melakukan pilihan-pilihan prematur. Fokusnya adalah pada kesadaran akan pilihan-pilihan yang bakal tersedia, cara-cara mengantisipasi dan merencanakannya, serta hubungannya dengan ciri-ciri pribadi. Banyak murid yang perlu mengetahui bahwa mereka akan mempunyai kesempatan-kesempatan untuk memilih dan kompetensi untuk melaksanakannya. Siswa-siswa ini juga perlu menyadari dirinya, bagaimana mereka berubah, dan bagaimana mereka dapat menggunakan pengalaman-pengalaman sekolah untuk menjelajah dan bersiap guna menyongsong masa depan. Pada anak usia sekolah dasar, perkembangan kariernya berada pada tahap kesadaran karier. Sampai saat ini di Indonesia pada tingkat sekolah dasar belum ada tenaga profesional konselor, oleh karena itu program bimbingan dilakukan dengan mengintegrasikan program tersebut dalam mata pelajaran. Berdasarkan studi pendahuluan diperoleh informasi bahwa di Sekolah Dasar Negeri Percobaan Malang belum pernah diselenggarakan bimbingan karier dengan mengintegrasikannya dalam mata pelajaran. Atas dasar hal tersebut, dilakukan penelitian penerapan teknik team games tournament dalam pelajaran IPS untuk meningkatkan kesadaran karier siswa kelas tiga sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini meliputi (1) pemetaan standar kompetensi mata pelajaran IPS yang berhubungan dengan kesadaran karier dan pemetaan standar kompetensi bimbingan karier kelas tiga sekolah dasar, (2) menyusun materi pembelajaran, (3) menyusun rencana tindakan, (4) pelatihan terhadap guru dalam melaksanakan pembelajaran, (5) pelaksanaan tindakan, (6) hasil pelaksanaan tindakan, dan (7) evaluasi dan diskusi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru. instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci; peneliti memegang peran kunci dalam proses pengumpulan, penganalisisan, maupun penyimpulan data. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan perekaman. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis data mengalir yang dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penyimpulan data. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan triangulasi dan pengecekan teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik team games tournament dalam pelajaran IPS dapat meningkatkan kesadaran karier kelas tiga sekolah dasar. Secara keseluruhan siswa mempunyai kesadaran karier yang baik. Dari 42 siswa kelas III B Sekolah Dasar Negeri Percobaan Malang yang mampu menjawab paling sedikit 80% pertanyaan yang berhubungan dengan kesadaran karier rata-rata 7,3% yaitu kurang lebih 3 orang siswa. Pada tahap perencanaan pembelajaran, guru melaksanakannya dengan baik. Hal itu tercermin dari (1) rencana disusun berdasarkan kurikulum, dan (2) penerapan teknik team games tournament dalam pelajaran IPS untuk meningkatkan kesadaran karier siswa kelas tiga Sekolah Dasar Negeri Percobaan Malang disusun dan diwujudkan dalam bentuk rencana pembelajaran. Rencana pembelajaran disusun secara kolaboratif dengan peneliti yang terdiri dari (a) standar kompetensi, (b) kompetensi dasar, (c) indikator, (d) hasil belajar, (e) tujuan pembelajaran, (f) kegiatan pembelajaran, (g) media dan sumber belajar, (h) metode, dan (i) teknik penilaian. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran, guru melakukannya dengan optimal. Guru telah melaksanakan pembelajaran team games tournament sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang telah disusun. Hasil analisis proses kegiatan guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran termasuk dalam kualifikasi baik sekali. Penggunaan pembelajaran team games tournament menciptakan kegiatan belajar mengajar yang aktif dan menyenangkan. Pada tahap penilaian, guru telah mampu melaksanakan secara komprehensif. Guru tidak hanya melaksanakan penilaian hasil tetapi juga melaksanakan penilaian proses. Penilaian proses direkam dengan menggunakan pedoman analisis kegiatan siswa. Sedangkan penilaian hasil dilakukan dengan menganalisis hasil perolehan poin pada setiap tahapan dengan menggunakan panduan penilaian.

Keterpaduan manajemen madrasah dan masjid dalam pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) : studi kasus di Madrasah Aliyah Wlingi / oleh Iswantadi

 

Penerapan pendekatan problem posing berbasis kontekstual untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas II.1 SMAN 1 Purwosari

 

Prestasbi elajarb iologi merupakanh asil usahas eseorandga ri belajar biologi.P engalamasni swas angamt empengaruhhia silb elajars iswa.S alahs atu faktory angm empengaruhpie ngalamasni swaa dalahp rosesb elajar,o lehk arena itu prosesp embelajaranh arusd irancangs edemikianr upa sehinggate rjadi proses belajar yang optimal. Hasil obsewasi awal yang dilakukan di SMAN I Purwosari khususnydai kelasI l.l menunjukkanb ahwap embelajarayna ngd ilakukang uru bidangs tudia dalahc eramahD. ari 41 siswah anya4 ,87Yoy angm aub ertanya kepada guru apabila ada hal yang kurangjelas atau tidak mengerti. Asp€k mengambil giliran dan berbagi tugas tidak tampak pada kegiatan pembelajaran karenqs iswah anyam endengarkanp enjelasand ari guru d4n mencatats ecara indivi{pal.H asilb elajary angd iperolehd ari nilai raportk elasI semeste2r menur{qkkanra ta-ratas ebesa6r ,63. Berdasarkanfe nomenay ang ada,m aka peneliti menawarkans uatu pembelajaranno n konvensionayla itu pembelajarayna ngt idak hanyam entransfer pengetahuasne matate tapij uga membangunst rukturk ognitif siswa.D alamh al ini adalahp endekatanp roblemp osing. _ Jenisp enelitianin i adalahP enelitianT indakanK elas( PTK) yang bertujuanu ntuk (1) mengetahupi eningkatana ktivitas belajarb iologi dengan pendekatapnr oblemp osingb erbasisk ontekstuasl iswak elasI I.l SMAN I Purwosari,( 2) mengetahupi eningkatanh asil belajarb iologi denganp endekatan problem posing berbasis kontekstual siswa kelas II.1 SMAN l. PTK dilaksanakan dalam2 siklust indakand engans ubyekp enelitiana dalahk elasI l.1 sebanya4k 1 siswa. Materi yang diajarkan adalah struktur tumbuhan. Teknik pengambilan datanyam enggunakanle mbaro bservasi,a ngket, catatanla pangand an tes formatif. Pelaksanaanm ulai tanggal2 6 Juli sampaid engan9 Agustus2 004. Flasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa kualitas aktivitas belajars ecarak eseluruhaand alah'c ukup' denganp srsentas5e1 ,630/oS.e telah dilakukanp erbaikant indakanp adas iklus II, persentasete rsebutm eningkat menjadi7 7,10o/doe ngank ualitas'baik'.H asil tes formatif siklusI ke siklusI I menunjukkanp eningkatank etuntasanb elajar dai'-27 siswam enjadi3 6 siswad ari jumlah siswak eseluruha(n4 1 siswa).S elaini tu, kemampuapnr oblemp osing siswajugdm eningkatP. adas iklusI , soalb uatans isway angs esuadi engan informasis ebesa5r 0o/od anm eningkamt enjadi6 2,5%padas iklusl L Hal ini berarti bahwap embelajarand enganp endekatanproblemp asing dapt meningkatkana ttivitas hanh asilb elajarb iologi.

Keefektifan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan proses dan hasil belajar ilmu kimia siswa kelas I semester II SMA Negeri 12 Kota Madya Malang / oleh Anwar

 

Pembelajaran sistem persamaan linear dua peubah untuk pemecahan masalah berbasis CTL di kelas IIF SMP Negeri 4 Malang / oleh Nasaruddin

 

Penerapan fungsi-fungsi organik manajemen dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler di SMU negeri se-kotamadia Malang / oleh Siti Sulasmi Ernawati

 

Studi tentang pemanfaatan internet dalam pembelajaran pada Jurusan Teknik Informatika (TI) di SMK se-kota Probolinggo / Berdina Amelia Wandansari

 

ABSTRAK Amelia, Berdina. 2015. Studi Tentang Pemanfaatan Internet Dalam Pembelajaran pada Jurusan Teknik Informatika di SMK Se-Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tri Atmadji Sutikno, M.Pd. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci: pemanfaatan internet, pembelajaran Internet pada umumnya akan sangat membantu dalam melakukan hal apapun, salah satunya adalah memudahkan seorang pendidik dalam melakukan pembelajaran di dalam kelas maupun diluar kelas. Walaupun untuk saat ini di Indonesia masih ada beberapa tempat yang masih belum bisa dicapai jaringan internet. Hampir di semua tempat pendidikan di Indonesia sudah ada jaringan internetnya meskipun berada pada tempat yang cukup terpencil, tetapi tidak bisa memasang jaringan internet di seluruh lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan tingkat pemanfaatan internet untuk pembelajaran pada Jurusan TI di SMK Se-Kota Probolinggo; (2) untuk mendeskripsikan efektifitas pemanfaatan internet untuk pembelajaran pada Jurusan TI di SMK Se-Kota Probolinggo; (3) untuk mendeskripsikan frekuensi pemanfaatan internet untuk pembelajaran sebagai sumber dan media belajar pada Jurusan TI di SMK Se-Kota Probolinggo; (4) untuk mendeskripsikan tingkat kepuasan peserta didik terhadap pemanfaatan internet untuk pembelajaran pada Jurusan TI di SMK Se-Kota Probolinggo; dan (5) untuk mendeskripsikan sikap peserta didik terhadap pemanfaatan internet pada Jurusan TI di SMK Se-Kota Probolinggo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan angket menggunakan proportional random sampling, data dari angket akan di analisis deskriptif. Data akan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan narasi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X pada SMK Se-Kota Probolinggo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat pemanfaatan internet memiliki 63,23 persen (kategori sangat tinggi); (2) efektivitas pemanfaatan internet memiliki 58,82 persen (kategori sangat tinggi); (3) frekuensi penggunaan internet memiliki 41,17 persen (kategori tinggi); (4) tingkat kepuasan penggunaan internet memiliki 54,41 persen (kategori tinggi); dan (5) sikap peserta didik dalam menggunakan internet 44,11 persen (kategori sangat tinggi). Kesimpulan dari pemanfaatan internet dalam pembelajaran pada Jurusan Teknik Informatika di SMK Se-Kota Probolinggo adalah pada rentangan kategori tinggi sampai sangat tinggi.

Pembelajaran luas jajargenjang dan trapesium melalui strategi react pada siswa kelas VII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang / oleh Abri

 

Sistem bilangan aritmatika, bulangan bulat, biangan rasional dan polinomial serta bilangan real / oleh Fahruddin Kurnia

 

Profil tenaga kerja wanita (TKW) yang pernah bekerja di luar negeri di Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung / Nur Isroatul Khusna

 

Kata kunci: profil, Tenaga Kerja Wanita (TKW) Rendahnya tingkat penghasilan dan kesempatan kerja menyebabkan sebagian penduduk wanita di Kecamatan Sendang melakukan mobilitas ke luar negeri untuk menjadi TKW. Setiap mobilitas dilakukan dengan mekanisme tertentu dan setibanya di tempat tujuan mengalami peran kehidupan yang berbeda dengan di daerah asal yaitu sebagai pekerja wanita di luar negeri. Dari kegiatan tersebut menghasilkan kiriman ke daerah asal (remiten) yang pada akhirnya mempengaruhi keadaan sosial ekonomi. Setiap pelaku migrasi yang pernah bekerja di luar negeri mempunyai ciri-ciri, situasi dan kondisi yang secara keseluruhan dapat memberi gambaran tentang TKW. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan karakterisrik demografi, sosial, dan ekonomi TKW, (2) Mendeskripsikan mekanisme rekruitmen TKW, (3) Menggambarkan kehidupan TKW selama bekerja di luar negeri, (4) Mendeskripsikan alokasi pemanfaatan remiten oleh keluarga TKW, (5) Mendeskripsikan transformasi pekerjaan TKW pasca bekerja di luar negeri. Penelitian ini berbentuk penelitian descriptive research dengan menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah TKW di Kecamatan Sendang yang pernah bekerja di luar negeri dan berjumlah 138 responden. Sampel yang diambil sebanyak 100 responden dengan cara proporsional random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis tabulasi tunggal dan prosentase untuk memperoleh gambaran umum dari setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik demografi, sosial dan ekonomi TKW rerata berusia produktif dengan status kawin, berpendidikan minimal SMP/sederajat, jenis pekerjaan awal sebagai ibu rumah tangga tanpa mempunyai pendapatan pribadi dan pendapatan kepala keluarga tergolong rendah yaitu antara Rp.300.000,00-

Maximizing a lexically-based extensive reading course to improve stidents' reading and speaking skills / by Siti Rohani

 

Implementasi Pancasila sebagai satu-satunya azas bagi kehidupan partai politik dan golongan karya di Indonesia / oleh Nasroh

 

Penggunaan media ular tangga untuk meningkatkan pemahaman dan aplikasi konsep norma kehidupan pada siswa kelas III SDN Jetis II Nganjuk / Suparmiati

 

Kata Kunci: Media ular tangga, Pemahaman dan aplikasi konsep norma Pembelajaran yang frekuensinya kurang. Hal ini diduga menjadi penghambat dalam proses pembelajaran yang hasil belajar belum mencapai ketuntasan minimal yang diharapkan yaitu 65 pada mata pelajaran PKn yang telah ditentukan oleh SDN Jetis II Nganjuk. Dengan demikian diperlukan media yang cocok digunakan untuk mendukung proses pembelajaran Pkn tentang moral. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PKn tentang norma dengan menggunakan media ular tangga siswa dan Untuk mendiskripsikan penggunaan media ular tangga dalam meningkatkan pemahaman dan aplikasi konsep norma kehidupan pada siswa kelas III SDN Jetis II Nganjuk Penelitian dilaksanakan di kelas III SDN Jetis II sebanyak dua siklus. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 13 anak perempuan.Indikator keberhasilan siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 65 % atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila dikelas tersebut terdapat 85 % yang telah mencapai rata-rata kelas 7,0. Hasil penelitian ini adalah dengan menggunakan media ular tangga pemahaman dan aplikasi konsep norma dalam kehidupan dapat ditingkatkan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang menunjukkan peningkatan dari siklus I diperoleh nilai dengan rata-rata 6,40 menjadi 9,12 pada akhir siklus II. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media ular tangga pemahaman dan aplikasi konsep norma dapat ditingkatkan. Saran yang perlu disampaikan kaitannya dengan hasil penelitiaan ini adalah jika menggunakan media ular tangga dalam pembelajaran tentang norma hendaknya guru menguasai cara bermain ular tangga.

Pengembangan media pembelajaran berbasis tutorial pada mata pelajaran sistem komputer untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMK Negeri 1 Pungging / Fauzul Adhim

 

ABSTRAK Adhim, Fauzul. 2015. Pengembangan Media PembelajaranBerbasis Tutorial Pada Mata PelajaranSistemKomputerUntukMeningkatkanHasilBelajarSiswa di SMK Negeri 1 Pungging. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Dr. HarySuswanto, M.T. Pembimbing (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng Kata kunci: Tutorial, Media Pembelajaran, Sistem Komputer, Hasil Belajar. Sistem Komputer merupakan mata pelajaran dasar pada sekolah menengah kejuruan. Materi yang diberikan merupakan dasar dari mata pelajaran dan akan selalu berkaitan dengan materi yang ada pada mata pelajaran lain. Berbagai media pembelajaran diperlukan untuk mendukung pembelajaran agar peserta didik lebih memahami materi yang disampaikan. Media pembelajaran yang ada belum optimal berdampak pada pemahaman siswa mendalami dan mengingat materi. Media yang sederhana dan metode penyampaian materi secara konfensional membuat siswa bosan dalam menerima materi yang diberikan. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan suatu media pembelajaran yang teratur dan dan tersusun secara sistematis agar dapat mencapai tujuan pembelajaran serta untuk meperoleh kemampuan dalam meningkatkan efektifitas belajar yang dilakukan oleh guru dan siswa. Media akan lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa bila konsep tersebut disajikan melalui prosedur dan langkah-langkah yang jelas dan menarik. Berdasarkan latar belakang tersebut dilakukan pengembangan media pembelajaran berbasis tutorial pada Mata Pelajaran Sistem Komputer untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMK Negeri 1 Pungging. Pengembanganmedia pembelajaran berbasis tutorialdilakukandenganmenggunakanmetodepengembangan ADDIE. Langkah-langkahpengembangannyaadalah: 1) analisis, 2) desain, 3) pengembanganproduk, 4) implementasi, dan 5) evaluasi. Subyekanalisiskebutuhanpadapengembanganmediapembelajaraniniadalahsiswakelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 1 Pungging. Kemudianuntukpengumpulan data menggunakanangketdantes. Angketdigunakanuntuk data validasiolehahli media, ahlimateri, dansiswa. Tesdigunakanpada proses pre testdanpost testuntukmelihathasilbelajarsiswa. Berdasarkanhasilpenelitiandananalisis data hasilpengembangandanimplementasimakadidapatkanvaliditasdariahli media danmateridengan rata-rata 95%. Kemudiandarihasilujiskalakecildidapatkannilaivaliditassebesar87,56%, dandarihasilujiskalaluasdidapatkannilaivaliditassebesar 90,51%. Selanjutnyahasilbelajarsiswamenunjukkanpeningkatanhasilbelajar, nilaipre testdengan rata-rata 31,48, setelahmenggunakanmedia yang dikembangkanmeningkatmenjadi80,42%. Berdasarkanhasilpenilaiandanhasilbelajartersebut, makadapatdisimpulkanbahwamediapembelajaraninteraktif yang dikembangkan valid danlayakdigunakandalam proses pembelajaran di SMK Negeri1 Pungging, sertadapatmeningkatkanhasilbelajarsiswa.

Keefektifan strategi belajar peta konsep dengan menggunakan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa kelas II MAN 2 Kota Bima / oleh Abdul Haris

 

Makna kegiatan pendidikan luar sekolah bagi pekerja seks komersial : studi kasus keikutsertaan warga belajar dalam pelatihan ketrampilan menjahit di Lokalisasi Prostitusi Kec. Talun Kabupaten Blitar / oleh Suyitno

 

Hubungan latar belakang pendidikan dan pengalaman pemerintahan dengan aktivitas kepala desa dalam melaksanakan pemerintahan desa di kecamatan Gapura kabupaten Sumenep / oleh Wiwik Selviana

 

Analisis hubungan ketinggian terhadap temperatur di daerah ekuator dalam observasi metro vertikal dari data SPD Lapan Kototabang Sumatra Barat / Habibur Rido

 

Kata kunci : Temperatur, Ekuator, Atmosphere Semakin meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), terutama dibidang industry, semakin tinggi pula aktivitas kegiatan manusia terutama dibidang industrialisasi dan sistem transportasi. Zat-zat polutan yang dikeluarkan dari kegiatan industri maupun transportasi tersebut tentu akan berpengaruh terhadap proses-proses fisika dan kimia yang terjadi di udara yang dapat menyebabkan perubahan parameter di atmosfer tentang : iklim global, perubahan komposisi atmosfer, serta peningkatan suhu udara serta hujan asam. Kototabang merupakan salah satu daerah yang berada pada garis ekuator. Di ekuator berpotensi terjadi fenomena parameter klimatologi. Observasi ozon vertical di ekuator berguna untuk meneliti sebesar mana proses absorbsi yang terjadi di ozon terhadap sinar UV. Dengan adanya lapisan ozon, sinar UV yang masuk ke bumi menjadi berkurang jumlah dan intensitasnya, karena sinar UV dalam jumlah yang besar akan membahayakan kehidupan makhluk hidup di bumi. Penyerapan ozon didaerah ekuator akan mempengaruhi perubahan Temperatur disekitar ekuator. Untuk mendapatkan data meteo secara vertikal, digunakan suatu metode meteo vertikal dengan menggunakan payload berupa Radiosonde RS 80 Vaisala, yang diterbangkan bersama balon karet. System pengiriman data meteo pada setiap level ketinggian, dilakukan menggunakan gelombang radio dengan frekuensi 400 MHz. Berdasarkan data dan hasil dari analisis data maka dapat diketahui Temperatur rata-rata tiap parameter ketinggian. Temperatur rata-rata pada ketinggian 0,8-5 km adalah 10.21386 0C. Temperatur rata-rata pada ketinggian 5,1-10 km adalah -17.1046 0C. Temperatur rata-rata pada ketinggian 10,1-15 km adalah -53.32840C. Temperatur rata-rata pada ketinggian 15,1-20 km adalah -79.8704 0C. Temperatur rata-rata pada ketinggian 20,1-25 km adalah -60.58460C. Temperatur rata-rata pada ketinggian 25,1-31,1 km adalah -51,55710C.

Pengembangan variasi latihan passing atas dan passing bawah permainan bola voli pada kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 2 Malang / Wimma Almira Ningrum

 

ABSTRAK Ningrum, Wimma Almira. 2015. Pengembangan Variasi Latihan Passing Atas dan Passing Bawah Permainan Bolavoli Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Purnami, M. Pd, (II) Febrita P. Heynoek, S.Pd., M. Pd Kata Kunci: Pengembangan, Latihan, Permainan Bolavoli, Passing Atas, Passing Bawah Passing merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan bolavoli. Penguasaan passing yang baik merupakan modal utama dalam permainan bolavoli. Untuk itu, diperlukan variasi-variasi latihan passing atas dan passing bawah yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan passing dalam permainan bolavoli. Berdasarkan hasil observasi, pemberian variasi latihan passing masih kurang bervariasi. Sehingga, minat dari peserta ekstrakurikuler untuk menguasai teknik dasar passing masih kurang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan variasan latihan passing bawah dan passing atas permainan bolavoli pada kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 2 Malang, sehingga peserta ekstrakurikuler dapat meningkatkan kemampuan teknik dasar dan menguasai variasi teknik passing atas dan passing bawah dalam permainan bolavoli dengan baik dan benar. Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan variasi latihan passing atas dan passing bawah permainan bolavoli pada kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 2 Malang menggunakan model penelitian dan pengembangan Research and Development dari Borg and Gall (1989) yang telah dimodifikasi yaitu hanya menggunakan 7 langkah dari 10 langkah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskiptif dengan persentase. Pada uji coba (kelompok kecil) menggunakan subjek penelitian sebanyak 8 peserta ekstrakurikuler dan pada uji coba lapangan (kelompok besar) menggunakan subjek penelitian sebanyak 30 peserta ekstrakurikuler permainan bolavoli di SMK Negeri 2 Malang. Hasil akhir dari penelitian dan pengembangan ini adalah adanya beberapa variasi model latihan passing atas dan passing bawah permainan bolavoli yang dikemas dalam media buku, dalam setiap variasi memiliki tingkat kesulitan dari tahap mudah ketahap yang sulit dan telah dianalisis validasi ahli permainan bolavoli dengan hasil 84,4%, ahli media 82,01% serta dari hasil uji coba kelompok kecil 80,3% dan uji coba kelompok besar 84%, maka produk pengembangan layak digukan sebagai media latihan pada peserta ekstrakurikuler di SMK Negeri 2 Malang. Produk berupa buku panduan tentang variasi latihan passing atas dan passing bawah permainan bolavoli ini ditujukan untuk peserta ekstrakurikuler SMK Negeri 2 Malang, yang telah divalidasi oleh beberapa ahli sebelum diberikan kepada peserta ekstrakurikuler. Dalam penerapannya pelatih sebaiknya menggunakan variasi ini dengan mengembangkan level yang lebih kreatif, inovatif dan melakukan evaluasi terhadap proses latihanya.

Kontribusi perilaku kepemimpinan, motivasi kerja dan keterampilan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SMA Negeri di Kabupaten Gresik / oleh Nur Khasanah

 

Partisipasi pemimpin non formal dalam meningkatkan kesadaran membayar pajak bumi dan bangunan bagi wajib pajak di desa Kenongo kecamatan Jabung kabupaten Malang / oleh Hikmah Eva Trisnantari

 

Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif untuk meningkatkan gerak tari dasar pada kurikulum 2013 / Hanindita Indira Suluh Pratiwi

 

ABSTRAK Pratiwi, Hanindita Indira Suluh. 2015. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Untuk Meningkatkan Gerak Tari Dasar Pada Kurikulum 2013. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik. Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Robby Hidayat, M. Sn. (II) Tutut Pristiati, S. Sn. Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, multimedia interaktif, gerak tari Pengembangan adalah perbuatan menjadikan bertambah, berubah sempurna seperti pikiran, pengetahuan, dan sebagainya. Dalam pengembangan ini, produk yang dihasilkan berupa perangkat lunak (software) yaitu multimedia interaktif yang ditujukan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Malang sebagai alat bantu alternatif untuk memahami materi elemen tari yang terdiri dari ruang, waktu, dan tenaga. Tujuannya adalah menjadikan pembelajaran seni tari dalam kelas menjadi lebih efektif, efisien, dan memiliki daya tarik agar siswa tetap konsentrasi pada materi yang disampaikan. Selain itu produk multimedia interaktif dapat dijadikan sebagai sarana belajar mandiri bagi siswa diluar sekolah. Penelitian yang dilakukan mengambil dari model pengembangan prosedural, yaitu Borg and Gall. Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk. Langkah-langkah dalam metode penelitian dan pengembangan ini adalah identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, perumusan butir-butir materi, mengembangkan alat pengukur keberhasilan, menulis naskah media, produksi, validasi, dan revisi. Validasi produk dilakukan oleh 1 ahli media 2 ahli materi dan ahli validasi yang terakhir dilakukan pada uji coba kelompok kecil sebanyak 7 siswa dan ujicoba kelompok besar oleh 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa Skala Likert. Teknik analisis data berupa analisis kualitatif yang digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan revisi produk. Sedangkan data kuantitatif dari uji kelayakan produk yang dianalisis dengan rumus persentase menurut Arikunto. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah multimedia interaktif berisi video gerak tari untuk siswa kelas VII SMP Negeri 1 Malang. Hasil uji coba produk dapat disimpulkan sebagai berikut, berdasarkan penilaian ahli materi menyatakan layak dengan persentase 84,6%, penilaian ahli media menunjukkan media pembelajaran multimedia interaktif layak dengan persentase 84,5%, sedangkan berdasarkan uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase 85,7% dan uji coba kelompok besar menunjukan persentase 83,6% bahwa produk yang dihasilkan layak digunakan sebagai bahan ajar pada pembelajaran seni tari di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka produk yang dikembangkan berupa multimedia interaktif layak dan dapat digunakan oleh siswa secara efektif, efisien dan memliki daya tarik. Sedangkan untuk guru multimedia interaktif dapat digunakan sebagai bahan ajar yang meringankan tugas guru dan dapat membantu guru dalam menyampaikan materi.

Hubungan antara status sosial ekonomi orangtua, konsep diri dan pengambilan keputusan karier siswa Madrasah Aliyah Negeri / oleh Djailan Mansur

 

Pengaruh modal, tingkat pendidikan dan harga jual terhadap keengganan petani membudidayakan udang windu di Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang / oleh Nur Hidayati

 

Algoritma belief propagation untuk menyelesaikan masalah minimum cost flow dan implementasi programnya / Nugraheni Novitasari

 

ABSTRAK Novitasari, Nugraheni. 2014. Algoritma Belief Propagation untuk Menyelesaikan Masalah Minimum Cost Flow dan Implementasi Programnya. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Mimiep Setyowati Madja, M. Kom. Kata Kunci: Algoritma belief propagation, minimum cost flow Masalah distribusi merupakan aplikasi masalah network flow yang erat kaitannya dengan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu permasalahan dalam penerapan graph yang populer digunakan yaitu permasalahan minimum cost flow. Minimum cost flow merupakan permasalahan untuk mencari biaya minimum dalam mengirimkan suatu barang atau objek dari titik supply (sumber) ke titik demand (tujuan). Algoritma belief propagation merupakan salah satu algoritma yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan minimum cost flow. Pada algoritma belief propagation, pemilihan sisi ditentukan oleh fungsi belief . Kemudian dilakukan perhitungan untuk mengetahui bahwa sisi x ̂^N optimum. Pencarian minimum cost flow dapat dilakukan dengan menggunakan program komputer. Pada skripsi ini dibuat program Borland Delphi 7 untuk mengimplementasikan prosedur pencarian solusi minimum cost flow untuk menentukan fungsi belief yang akan menentukan sisi dari x ̂^N minimum kemudian melakukan perhitungan untuk mengetahui sisi dari x ̂^N optimum. Program ini selain diuji cobakan pada contoh 4 titik, 5 titik, dan 28 titik juga diuji cobakan untuk menyelesaikan permasalahan minimum cost flow pada 51 titik.

Profil kemauan dan kemampuan bertanya siswa kelas X dalam bidang studi Kimia serta hubungannya dengan prestasi belajar kimia / oleh Fitrotuz Zahroh

 

Pengembangan modul asam dan basa berbasis inkuiri terbimbing untuk siswa SMA/MA kelas XI / Eni Ulfatus Sangadah

 

ABSTRAK Sangadah, Eni U. 2015. Pengembangan Modul Asam dan Basa Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Siswa SMA/MA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd, (2) Dr. Yudhi Utomo, M.Si. Kata kunci: modul, asam dan basa, inkuiri terbimbing. Pembelajaran kimia tidak hanya berorientasi pada pemahaman konsep tetapi juga berorientasi pada proses siswa dalam memperoleh pemahaman tersebut, membangun pengetahuan, dan mengembangkan sikap ilmiah. Hal ini sesuai dengan tuntutan pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang melibatkan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Untuk memaksimalkan proses pembelajaran kimia maka dibutuhkan bahan ajar atau modul kimia. Bahan ajar yang digunakan di beberapa sekolah masih bersifat informatif dan belum mengkonstruksi konsep. Begitu juga modul khususnya modul asam basa yang telah ada belum memaksimalkan kegiatan belajar mandiri siswa dan mengkonstruksi konsep sehingga belum mengajarkan kepada siswa untuk memecahkan masalah. Kegiatan belajar yang berorientasi pada proses siswa dalam memperoleh pemahaman, membangun pengetahuan, dan mengembangkan sikap ilmiah terdapat pada kegiatan pembelajaran yang berbasis inkuiri terbimbing sehingga perlu adanya modul asam basa berbasis inkuiri terbimbing untuk siswa SMA/MA kelas XI. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul asam basa berbasis inkuiri terbimbing untuk siswa SMA/MA kelas XI dan mengetahui kelayakannya. Pengembangan modul pada penelitian ini mengadopsi langkah-langkah pengembangan Model 4D (Four- D Model) dari Thiagarajan, dkk (1974), meliputi (1) menetapkan batasan (define), (2) merancang (design), (3) mengembangkan (develop), dan (4) mendiseminasikan (disseminate). Namun pada penelitian pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahap ketiga. Kelayakan modul dinilai berdasarkan hasil validasi yang meliputi kelayakan isi, bahasa, dan tata letak dan berdasarkan uji keterbacaannya. Validasi dilakukan oleh satu dosen kimia dan tiga guru kimia. Uji keterbacaan dilakukan kepada 10 siswa kelas XI program IPA SMAN 5 Malang. Instrumen pengumpulan data validasi dan uji keterbacaan berupa angket penilaian yang disertai lembar komentar dan saran. Produk hasil pengembangan berupa modul asam basa berbasis inkuiri terbimbing untuk siswa SMA/MA kelas XI. Berdasarkan hasil validasi terhadap modul tersebut diperoleh persentase rata – rata kelayakan isi sebesar 92,90%, bahasa sebesar 91,67%, dan tata letak sebesar 91,67% dan uji keterbacaan sebesar 91%. Dengan demikian, modul asam basa berbasis inkuiri terbimbing untuk siswa SMA/MA kelas XI ini memiliki kriteria sangat layak untuk digunakan sebagai sumber belajar baik dalam pembelajaran di kelas maupun secara mandiri dengan bantuan atau tanpa bantuan guru. Namun, modul hasil pengembangan ini masih perlu diuji empiris untuk mengetahui efektifitasnya.

Manajemen terpadu sekolah luar biasa dan terapi autisme : studi kasus Yayasan Bhakti Luhur Malang / oleh H.J. Ida Yuastuti

 

Kesadaran hukum masyarakat Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dalam pendaftaran peralihan hak milik atas tanah secara jual - beli / Victory Luhur Nugroho

 

Kata kunci: kesadaran hukum, masyarakat, pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah, jual-beli. Masyarakat mempunyai peranan penting dalam pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli. Untuk mewujudkan ketertiban dalam pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli masyarakat tersebut harus mempunyai kesadaran hukum. Kesadaraan hukum bisa terwujud apabila masyarakat tersebut mengetahui, memahami, bersikap dan berperilaku sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Kesadaran hukum yang dimaksud adalah kesadaran hukum tanpa paksaan. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai kesadaran hukum masyarakat dalam pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup pemahaman masyarakat Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dalam pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli, sikap masyarakat Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dalam pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli, perilaku masyarakat Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dalam pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli, upaya yang dilakukan Kantor Pertanahan Kota Malang untuk menanamkan kesadaran hukum masyarakat dalam pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli, dan hambatan serta upaya pemecahan yang dilakukan Kantor Pertanahan Kota Malang untuk menanamkan kesadaran hukum masyarakat dalam pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan alasan peneliti tidak melakukan hipotesis. Subyek penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang yang pernah membeli tanah. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik keikutsertaan di lapangan, ketekunan pengamatan, triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, masyarakat Kelurahan Sumbersari sudah memahami pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli. Pemahaman itu meliputi paham terhadap (a) peralihan Hak Milik, (b) pendaftaran peralihan Hak Milik, (c) tujuan pendaftaran, (d) prosedur pendaftaran, (e) syarat pendaftaran, (f) peran Kantor Pertanahan, dan (g) peran PPAT dalam pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli. Namun kurang tepat dalam menjelaskan tujuan, prosedur dan syarat pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli. Masyarakat Kelurahan Sumbersari juga tidak mengetahui dasar hukum pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli. Kedua, masyarakat Kelurahan Sumbersari sudah bersikap sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Sikap itu meliputi (a) mendaftarkan peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli, (b) melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan saat pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli, (c) tidak mendaftarkan tanah hasil pembelian yang keadaan tanahnya tidak sesuai dengan surat-surat di akta jual-beli tanah atau sertipikat tanah dan (d) tidak mendaftarakan tanah hasil pembelian yang merupakan objek sengketa di Pengadilan. Namun saat menjelaskan prosedur pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli hanya dijelaskan sampai pembuatan akta jual-beli di depan PPAT. Seharusnya dijelaskan sampai pembuatan sertipikat dan baliknama di Kantor Pertanahan. Ketiga, masyarakat Kelurahan Sumbersari sudah berperilaku sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Perilaku itu adalah (a) membuat akta jual-beli tanah di hadapan PPAT, (b) kepemilikan sertipikat tanah dan (c) membaliknamakan sertipikat tanah di Kantor Pertanahan. Namun masih ada masyarakat Kelurahan Sumbersari yang belum memiliki sertipakat tanah dan membaliknamakan sertipikat tanahnya. Hal ini dikarenakan persepsi masyarakat bahwa untuk mengurus sertipikat tanah membutuhkan waktu yang lama dan sudah merasa cukup dengan memiliki akat jual-beli saja. Keempat, Kantor Pertanahan Kota Malang melakukan upaya preventif dan represif untuk menanamkan kesadaran hukum masyarakat dalam pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli. Upaya preventif meliputi (a) program pembinaan dan penyuluhan, (b) penyedian informasi pelayanan dan brosur informasi pelayanan. Upaya represif melalui Prona, yaitu pembuatan sertipikat yang dibiayai oleh APBN. Kelima, Kantor Pertanahan Kota Malang mengalami hambatan saat menanamkan kesadaran hukum masyarakat dalam pendaftaran peralihan Hak Milik atas tanah secara jual-beli. Hambatan itu adalah (a) lemahnya penegakan hukum, (b) minimnya sarana dan prasarana, (c) kurangnya penyebaran sistem informasi, (d) kurangnya keprofesionalitasan Sumber Daya Manusia dan (e) kurangnya kerjasama dengan pihak masyarakat. Untuk mengatasai hambatan itu upaya pemecahannya adalah (a) pemberian sanksi yang tegas dan reward, (b) pengajuan sarana dan prasarana, (c) pengembangan sistem informasi pelayanan (d) pengembangan Sumber Daya Manusia dan (e) pembentukan kelompok kerja. Saran yang diberikan adalah (a) bagi Kantor Pertanahan Kota Malang untuk menanamkan kesadaran hukum masyarakat dalam pendaftaran peralihan hak Milik atas tanah secara jual-beli hendaknya lebih giat memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat agar masyarakat benar-benar mengetahui, memahami, bersikap dan berperilaku sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Sehingga dengan suka rela masyarakat menaati dan mematuhi hukum tersebut dan mendaftarkan tanah yang mereka beli, (b) bagi PPAT di wilayah Kota Malang hendaknya ikut serta dalam menanamakan kesadaran hukum masyarakat dalam pendaftaran peralihan hak Milik atas tanah secara jual-beli. PPAT hendaknya lebih aktif turun ke masyarakat untuk memberikan informasi mengenai semua hal yang berhubungan dengan masalah jual-beli tanah. Karena PPAT adalah bagian dari Kantor Pertanahan dan penegak hukum di masyarakat.

Kontribusi karisma, konsiderasi individual dan stimulasi intelektual kepala sekolah terhadap etos kerja guru SMP Negeri di Kota Palangkaraya / oleh Debora

 

Penerapan model regresi lognormal pada data ketahanan hidup pasien kanker ginjal / Gangga Nada Dwi Satria

 

Kata kunci: data ketahanan hidup, regresi lognormal Analisis regresi adalah teknik statistika yang berguna untuk memeriksa dan memodelkan hubungan antara suatu peubah dengan peubah yang lain. Model regresi dan analisisnya juga dapat diterapkan pada data ketahanan hidup suatu objek tertentu, yaitu data tentang jangka waktu dari awal pengamatan sampai terjadinya suatu peristiwa atau end point. Pada data ketahanan hidup sering kali terdapat pengamatan tersensor, yaitu apabila end point yang telah ditentukan dari suatu pengamatan, ada beberapa individu yang tidak teramati. Oleh karena itu dalam menganalisa data ketahanan hidup diperlukan metode statistika yang tepat, yang disebut dengan analisis survival. Salah satu contoh data ketahanan hidup yang membutuhkan analisis survival dalam menganalisa yaitu: seorang peneliti ingin mengetahui seberapa besar pengaruh dari faktor usia, jenis kelamin, operasi pengangkatan ginjal (nephrectomy), pengobatan dengan kemoterapi dan imunoterapi, sel kanker menyebar ke paru-paru, dan sel kanker menyebar ke tulang terhadap waktu ketahanan hidup pasien kanker ginjal (hypernephroma). Masalah yang seringkali dihadapi dalam penelitian seperti contoh kasus pasien kanker ginjal diatas adalah terdapat beberapa pasien yang tidak mengalami kegagalan sampai penelitian berakhir, atau beberapa pasien keluar dari penelitian sebelum terjadi kegagalan. Salah satu model regresi yang dapat diterapkan terhadap data ketahanan hidup pasien kanker ginjal tersebut adalah model regresi lognormal. Adapun model regresi lognormalnya sebagai berikut: lnTi = 4,4184 – 0,0341X1 – 0,1424X2 + 1,0806X3 + 0,1182X4 – 0,0452X5 + 0,2159X6 + 0,889􀟝􀯜 Untuk memprediksi waktu ketahanan hidup pasien kanker ginjal dapat dilakukan dengan mengantilog lnTi menjadi: Ti = exp (4,4184 – 0,0341X1 – 0,1424X2 + 1,0806X3 + 0,1182X4 – 0,0452X5 + 0,2159X6 + 0,889􀟝􀯜) Faktor yang paling berpengaruh terhadap waktu ketahanan hidup pasien kanker ginjal adalah usia dan operasi pengangkatan ginjal. Makin tinggi usia pasien maka makin kecil peluang ketahanan hidupnya, dan peluang ketahanan hidup pasien yang melakukan operasi pengangkatan ginjal lebih besar dari pada pasien yang tidak melakukan operasi pengangkatan ginjal.

Penerapan model pakem (pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan) untukmningkatkan hasil belajarbiologi siswakelas II semester I MTS Sunan Kalijogo Blitar oleh Khoirun Nisak

 

Salahs atup ermasalahapne ndidikany angd ihadapib angsaIn donesia adalah rendahnya mutu pendidikan. Berbagai usaha telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan Nasional misalnya Pemerintah telah memprogram kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dalam KBK lebih mengedepankapne mbelajaraank tif, kreatife fektif danm enyenangka(nP AKEM). Belajar denganm odul menunh.$s iswa lebih aktil dan kreatif. Berdasarkahna sil observaspi enelitid i MTs SunanK alijogo Blitar selama tiga bulan siswab erkemampuiutri nggi dan berkemampuanre ndahm emiliki keaktifand ank reativitasy angr endahK. eaktifany angr endahd itunjukkand engan jumlah sisway angb ertanyad ant erlibatd alamp emecahamn asalahp adaw aktu prosesb elajar mengajarb erlangsunga da sekitar 1-10s iswa.K reativitas rendah ditunjukkand enganju mlah sisway angb eranim enjawabW rt^nyanng urud an tidak menconteka das ekitar1 -10s iswa.P embelajaradni MTs SunanK alijogo Blitar tidak efektifhal itu ditunjukkand engank etuntasanb elajars ecarak lasikal siswak emampuanr endahd an siswab erkemampuanti nggi belum mencapai8 5%o. Berdasarkanh asil wawancarap eneliti denganb eberapas isw4 siswat idak senang belajarb iologi denganm encatadt anm endengarkacne ramahd ari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah modul pakem dapat meningkatkank eaktifan,k reativitasd an dapatm enjadikanp embelajaranle bih efektif sertam enyenangkanb agi siswab erkemampuanti nggi dan siswa berkemampuanre ndah.S elaini tu untuk mengetahubi agaimanata nggapang wu dan siswat erhadapp en€rapanm odul pakem. Pendekatany ang digunakand alam penelitiani ni adalahp endekatan kualitatif. Jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas. Data berupa: data hasil observasti erhadapk eaktifan, keativitas siswa padas aatp rosesb elajar mengajarb erlangsungh, asil observasti erhadapp eneliti padaw aktu mengajar, hasilb elajars iswa,d atah asila ngketu ntuk siswas ertah asilw awancarad engan gurud anb eberapas iswa.D atrad ianalisiss ecarad eskriptif. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwam odulp akemd apatm eningkatkan keaktifan, kreativitas,h asil belajarb iologi siswab erkemampwmti nggi dan siswa berkemampuanre ndah.M odul pakemd apatm enjadikanp embelajaranle bih efektif dan menyenangkanM. enurut guru MTs SunanK alijogo denganm odul pakems iswad apatm engetahusi ecarala ngsungte ntangm aterip elajaranb iologi. Berdasarkanh asil penelitiani ni, dapatd isarankana garg uru mata pelajaran biologi mencobam enerapkamn odul pakem.

Pengaruh persepsi bauran promosi terhadap keputusan pembelian smartphone Sony Xperia Series (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Lidya Farhah Wakamala

 

ABSTRAK Wakamala, Lidya F. 2014. Pengaruh Persepsi Bauran Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Sony Xperia Series (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs, Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si (2) Handri Dian Wahyudi, M.Sc. Kata kunci : Bauran Promosi, Keputusan Pembelian Smartphone Sony Xperia Series. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) bagaimana pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian smartphone Sony Xperia Series; (2) bauran promosi secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian; (3) bauran promosi secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian; (4) variabel bauran promosi yang paling dominan terhadap keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang menggunakan smartphone Sony Xperia Series dengan menggunakan rumus infinite. Sedangkan sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 100 responden. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Temuan dari hasil penelitian ini adalah: (1) responden terhadap pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian (2) Hasil uji t menunjukkan bahwa secara parsial variabel periklanan (advertising) (X1) dan variabel promosi penjualan (sales promotion) (X3) tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan pada variabel penjualan pribadi (personal seling) (X2), hubungan masyarakat (public relation) (X4) dan pemasaran langsung (direct marketing) (X5) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Smartphone Sony Xperia Series pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (3) Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan variabel bauran promosi yang terdiri periklanan (advertising), penjualan pribadi (personal seling), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat (public reltion) dan pemasaran lagsung (direct marketing) terhadap keputusan pembelian Saran yang dapat diberikan peneiti adalah: (1) karena periklanan (advertising) merupakan hal yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian, sebaiknya Sony perlu mempertimbangkan untuk mengurangi penayang iklan agar tidak terjadi pemborosan biaya pemasaran.(2) Promosi penjualan (sales promotion) sebaiknya dikurangi karena mengingat konsumen melakukan keputusan pembelian tidak terpengaruh oleh pemberian diskon, pemberian hadiah atau pameran yang dilakukan oleh perusahaan Sony Mobile Communication.(3) Sony perlu meningkatkan pemasaran langsung (direct marketing) karena mengingat konsumen melakukan keputusan pembelian setelah berdasarkan katalog – katalog yang diberikan oleh perusahaan Sony Mobile Communication.

 

Penerapan model cooperative script untuk meningkatkan kemampuan menjelaskan isi bacaan pada siswa kelas III di SDN Bareng 4 Kota Malang / Dyah Retno Hartati

 

Kata Kunci: Model Cooperative Script, Kemampuan Menjelaskan Isi bacaan, SD Berdasarkan observasi awal pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas III di SDN Bareng 4 Kota Malang, diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan pada aspek menjelaskan kembali isi bacaan di kelas III. Permasalahan tersebut antara kain: (1) rendahnya rata-rata klasikal yang belum mencapai Standar Kelulusan Minimal; (2) pada saat pembelajaran guru tidak menggunakan model tertentu, kegiatan siswa adalah membaca teks bacaan setelah itu menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model Cooperative Script untuk meningkatkan kemampuan menjelaskan isi bacaan pada siswa kelas III SDN Bareng 4 Kota Malang; (2) mendeskripsikan tingkat keberhasilan model cooperative script untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menjelaskan isi bacaan pada siswa kelas III SDN Bareng 4 Kota Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru. Langkah PTK ini meliputi 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi, refleksi dan rencana perbaikan. Empat tahap tersebut merupakan langkah berurutan dalam satu siklus dan berhubungan dengan siklus berikutnya. Subyek penelitian ini dengan jumlah 23 siswa. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, dan tes, sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan deskriptif kuantitatif. Langkah model Cooperative Script yaitu: (1) siswa berkelompok berpasangan; (2) guru membagikan wacana kepada setiap kelompok; (3) guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar; (4) pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya; (5) sementara penyimak/pengoreksi menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya; (6) bertukar peran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Script pada pembelajaran bahasa Indonesia telah berhasil meningkatkan kemampuan menjelaskan isi bacaan yang terus meningkat. Kemampuan siswa mengalami peningkatan pada siklus II, yang paling tampak yaitu sebagian besar siswa hasil belajarnya pada tes lisan meningkat. Hasil belajar pada siklus I memperoleh ketuntasan klasikal yang cukup baik. Pada siklus II memperoleh ketuntasan klasikal yang meningkat jauh lebih baik. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model Cooperative Script dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menjelaskan isi bacaan. Meskipun dapat meningkatkan hasil belajar siswa, diperlukan penelitian lebih lanjut khususnya yang berkaitan dengan menjelaskan isi bacaan. Selain itu diperlukan adanya variasi dalam pembelajaran dan cara menyajikan pelajran yang kreatif dan inovatif dengan perencanaan yang lebih matang.

Upaya peningkatan kualitas madrasah melalui jaringan kerjasama dalam pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup : studi multi situs pada 2 Madrasah Aliyah di Pasuruan / oleh Achmat Mubarok

 

Analisis kesalahan membaca pemahaman (Leseverstehen) mahasiswa dalam ujian Zids semester genap tahun 2010/2011 Jrusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang / Agus Faizi

 

Kata kunci: Kesalahan membaca pemahaman, Detailverstehen, ujian ZIDS Penelitian ini mengkaji masalah kesalahan berbahasa mahasiswa di dalam membaca pemahaman (Leseverstehen) pada ujian ZIDS di Program Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Malang. Latar belakang yang mendasari kajian mengenai kesalahan berbahasa dalam membaca pemahaman ini adalah kenyataan bahwa masih banyaknya mahasiswa yang tidak lulus dalam ujian ZIDS. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kesulitan mahasiswa di dalam mengerjakan soalsoal ZIDS, terutama dalam aspek ujian tertulis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan dalam membaca pemahaman (Leseverstehen). Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil jawaban mahasiswa dalam ujian ZIDS Tahun 2010/2011 di Program Pendidikan Bahasa Jerman. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai kesalahan paling dominan yang dibuat mahasiswa dalam membaca pemahaman. Dengan demikian, dosen pengajar mata kuliah ZIDS Vorbereitung dapat memberikan perhatian yang lebih terhadap jenis membaca pemahaman yang masih sulit bagi mahasiswa. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang sebanyak 65 orang mahasiswa yang menjadi peserta ujian ZIDS. Adapun data dalam penelitian ini adalah hasil jawaban 65 mahasiswa tersebut pada ujian ZIDS. Instrumen yang digunakan terbagi atas dua bagian, yaitu peneliti sebagai instrumen utama dan tabel berfungsi sebagai instrumen pembantu. Dari analisis yang dilakukan ditemukan bahwa jenis-jenis kesalahan yang paling dominan terletak pada jenis membaca detail (Detailverstehen), yakni sebesar 34,46%. Kesalahan pada membaca selektif (Selektivverstehen) ditemukan sebesar 24%. Dan kesalahan yang paling sedikit adalah kesalahan pada membaca global (Globalverstehen), yakni sebesar 12,31%. Oleh sebab itu, penulis menyarankan kepada dosen pengajar mata kuliah ZIDS Vorbereitung untuk memberikan latihan yang lebih banyak pada aspek keterampilan membaca pemahaman (Leseverstehen), terutama pada jenis membaca detail (Detailverstehen). Selain itu mahasiswa hendaknya aktif bertanya apabila ada penjelasan yang belum dipahami. Mahasiswa sebaiknya lebih sering melakukan latihan pada membaca pemahaman, terutama dalam jenis membaca detail (Detailverstehen), untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menjawab soal-soal dalam ujian ZIDS. iii

Perencanaan kurikulum perguruan tinggi bidang pariwisata dalam rangka menyesuaikan dengan kebutuhan dan potensi kepariwisataan daerah : studi kasus D-III Akademi Pariwisata Muhammadiyah Jember / oleh Agung Kurniawan AS.

 

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Make a Mattch pada mata diklat ilmu statika dan tegangan untyuk meningikatkan hasil belajar siswa kelas X gambar b angunan SMKN 6 Malang / Ahmad Hafidh Ridlo

 

Kata kunci: penerapan, pembelajaraan kooperatif, make a match, hasil belajar Berdasarkan data hasil belajar siswa mata diklat Ilmu Statika dan Tegangan dan hasil wawancara dengan guru pengampu, bahwa masih rendahnya hasil belajar siswa dalam mata diklat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: (a) sulitnya daya serap siswa dalam memahami pengetahuan dasar statika, (b) kurangnya antusias/bosan dan semangat siswa ketika mengikuti KBM, (c) masih banyak siswa yang mengobrol di luar konteks materi pelajaran, (d) siswa kurang aktif dalam bertanya kepada guru mengenai materi pelajaran yang belum dipahami. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimanakah kegiatan pembelajaran Make a Match dan peningkatan hasil belajar siswa pada mata diklat Ilmu Statika dan Tegangan di SMKN 6 Malang. Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Make a Match bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan mengetahui metode yang sesuai dengan mata diklat Ilmu Statika dan Tegangan. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan tes/ulangan. Prosedur penelitian ini dilakukan dengan tiga kali pertemuan disetiap siklusnya, yaitu: (1) penerapan latihan soal, (2) ulangan/post test, dan (3) penerapan Make a Match. Penerapan latihan soal dilakukan kepada siswa dengan memberikan latihan soal untuk mengasah dan membiasakan siswa untuk mengetahui kemampuannya. Ulangan sebagai tindak lanjut dari hasil penerapan latihan soal yang telah diterapkan pada pertemuan pertama. Penerapan Make a Match digunakan untuk mengaktifkan siswa di kelas/luar kelas dengan sitem permainan kartu dan berfungsi meningkatkan kebiasaan siswa dalam berkomunikasi. Hasil dan pembahasan penelitian tersebut disimpulkan bahwa: (1) penerapan pembelajaran Make a Match pada mata diklat Ilmu Statika dan Tegangan di kelas X GB 2 di SMKN 6 Malang meningkatkan efektifitas siswa dalam berinteraksi pada kegiatan belajar mengajar, (2) penerapan pembelajaran kooperatif tipe Make a Match pada mata diklat Ilmu Statika dan Tegangan di kelas X GB 2 di SMKN 6 Malang mengalami peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 26.46%. Peningkatan angket observasi yang dihasilkan pada pertemuan 1 di siklus 1 dan 2 menerapkan latihan soal sebesar 38.36%, pertemuan 2 menerapkan ulangan sebesar 26.10%, dan pertemuan 3 menerapkan Make a Match sebesar 8.46%.

Kemelimpahan dan keanekaragaman serangga malam di hutan pantai kawasan Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi / oleh Kusaeri Fendi Irawan

 

Implementasi metode examples non examples dalam pembelajaran bahasa Jerman di kelas XI-IS4 SMA Negeri 7 Malang / Rayi Pamungkas Setyowati

 

Kata kunci: metode Examples non Examples, keterampilan menulis Menulis dengan bahasa Jerman merupakan hal yang tidak mudah, terlebih bagi pembelajar pemula seperti siswa kelas XI SMA Negeri 7 Malang, yang hanya mendapatkan mata pelajaran bahasa Jerman satu kali dalam satu minggu. SMA Negeri 7 Malang memiliki jumlah siswa yang cukup banyak, selain itu metode pembelajaran keterampilan menulis kurang bervariasi. Oleh karena itu pencapaian keterampilan menulis di SMA Negeri 7 Malang tercapai dengan baik jika dilihat dari perolehan nilai siswa, sebaliknya tidak demikian jika dilihat pada saat proses pembelajaran. Agar pencapaian keterampilan menulis tersebut berhasil dengan maksimal, metode yang menurut peneliti sesuai adalah metode Examples non Examples. Pembelajaran dengan metode Examples non Examples melibatkan siswa untuk menemukan sendiri konsep menulis, seperti ortografi dan struktur yang sedang dipelajari, dari beberapa contoh. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi metode Examples non Examples dalam pembelajaran bahasa Jerman di kelas XI-IS4 SMA Negeri 7 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan instrumen observasi dan kuesioner, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Observasi digunakan untuk mengetahui kejadian selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan tanggapan dan pendapat siswa tentang metode Examples non Examples. Sumber data yang digunakan adalah siswa kelas XI-IS4 SMA Negeri 7 Malang tahun ajaran 2010/ 2011 yang berjumlah 27 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Examples non Examples merupakan metode yang efektif digunakan dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman. Siswa mampu menemukan dan mengidentifikasi konsep menulis, seperti ortografi dan struktur baru. Implementasi metode ini membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, disarankan pada guru mata pelajaran bahasa Jerman untuk menggunakan metode Examples non Examples sebagai salah satu metode alternatif dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman.

Kinerja kepala madrasah, efektifitas komunikasi dan kualitas proses pengambilan keputusan dalam hubungannya dengan kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah se-KKM MTsN Pajarakan Kabupaten Probolinggo / oleh Syaiful Anwar

 

Pengembangan aplikasi ICT-tutor berbasis android sebagai media pembelajaran memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan TIK siswa SMA kels X / Johan Wahyu Prasetyo

 

Kata Kunci: mobile learning, handphone, ICT-Tutor Saat ini handphone merupakan alat elektronik yang semakin merakyat diberbagai kalangan masyarakat. Akan tetapi yang perlu disayangkan adalah kelengkapan fitur-fitur pada handphone tidak digunakan pada porsi yang tepat, sehingga sebagian besar dari mereka belum mampu memanfaatkan keberadaan handphone dalam rangka mendukung proses pembelajaran. Mobile learning ter-masuk suatu inovasi baru dibidang pendidikan. Pembelajaran ini memberikan manfaat dalam memaksimalkan kecanggihan perangkat bergerak untuk memben-tuk suatu paradigma pembelajaran dengan mengusung konsep kapanpun dan di-manapun. Siswa tidak perlu kehadiran guru untuk melakukan pembelajaran me-lalui handphone, mengingat ketersediaan materi ajar yang dapat diakses setiap saat. Tujuan yang diambil dalam penelitian ini adalah mengembangkan ICT-Tutor serta menguji kelayakannya sebagai media pembelajaran untuk mata pelajaran TIK SMA kelas X pada standar kompetensi memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan TIK. Pada penelitian ini, perancangan dan pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah model pengembangan waterfall yang tahapannya terdiri dari: (1) Penentuan & Analisis Spesifikasi, (2) Desain Sistem & Perangkat Lunak, (3) Implementasi & Uji Coba Unit, (4) Integrasi & Uji Coba Sistem, dan (5) Operasi & Pemeliharaan. Sedangkan pengembangan media pembelajaran yang digunakan mengadopsi model Sugiyono dengan tahapan sebagai berikut: (1) Potensi dan masalah; (2) Pengumpulan data; (3) Desain produk; (4) Validasi Desain; (5) Revi-si Desain; (6) Uji Coba Produk; (7) Revisi Produk; (8) Uji Coba Pemakaian; (9) Revisi Produk; (10) Produksi Massal. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa aplikasi perangkat lunak media pembelajaran yang memiliki 4 menu utama, yaitu: materi perangkat keras komputer, materi perangkat jaringan telekomunikasi, kuis, dan about dengan spesifikasi perangkat lunak yaitu handphone dengan sistem operasi An-droid 1.6 Donut, 2.1 Eclair, 2.2 Froyo, dan 2.3 Gingerbread serta mempunyai perangkat keras dengan resolusi layar QVGA, HVGA, dan WVGA. Pengukuran kelayakan atau kualitas media pembelajaran ICT-Tutor yang dikembangkan ini dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan siswa kelas X SMAN 3 Malang, SMAN 8 Malang, dan SMAN 9 Malang sebagai subjek uji lapangan. Dalam hal ini, media dikatakan layak apabila penilaian dari kriteria-kriteria yang diberikan mencapai angka di atas 75,01%. Berdasarkan hasil validasi ahli media, ahli materi, dan uji lapangan diperoleh data akhir sebesar 96% untuk ahli media, 91% untuk ahli materi, dan 85% untuk uji lapangan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media ICT-Tutor ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.

Kontribusi hukum Islam terhadap hukum acara pidana di Indonesia
oleh Wiwik Mahbubah

 

Pengaruh informasi komponen arus kas, laba bersih, dan size perusahaan terhadap actual return saham (studi kasus pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di BEI tahun 2007-2009) / Juandoko

 

Kata Kunci : Arus Kas Operasi, Arus Kas Investasi, Arus Kas Pendanaan, Laba Bersih, Size Perusahaan, Actual Return Laporan keuangan sebagai hasil akhir dari proses akuntansi dirancang untuk menyediakan kebutuhan informasi bagi calon investor, kreditor, dan pemakai eksternal lainnya untuk pengambilan keputusan investasi. Laporan keuangan yang disajikan tiap tahun oleh perusahaan memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja dan arus kas pada saat tertentu, yang diharapkan informasi tersebut bisa bermanfaat bagi pengguna laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus kas, laba bersih dan size perusahaan terhadap actual return saham. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI periode 2007-2009, pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dan diperoleh sampel 14 perusahaan. Uji statisitik dengan regresi linear berganda digunakan untuk menguji hipotesis, dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara informasi arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan terhadap actual return saham pada perusahaan food and beverages. Sedangkan hasil pengujian laba bersih dan size perusahaan diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap actual return saham pada perusahaan food and beverages. Hal itu menunjukkan bahwa investor menggunakan laba bersih dan size perusahaan untuk mengukur kinerja perusahaan. Kesimpulan yang bisa diperoleh dari peneliian ini adalah informasi arus kas operasi, investasi dan pendanaan tidak bisa memberikan informasi untuk menentukan keputusan investasi untuk memperoleh return. Sedangkan informasi laba bersih dan size perusahaan dapat digunakan dalam menentukan keputusan investasi untuk memperoleh return atas investasi saham. Penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan, yaitu jumlah sampel hanya 14 perusahaan dan periode pengamatan hanya 3 tahun. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya perlu dilakukan penelitian dengan periode yang lebih panjang serta sampel yang lebih banyak dan seimbang sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.

Keanekaragaman, kepadatan, dan pola sebaran populasi kerang-kerangan (Pelecypoda) di berbagai lokasi pantai Wilayah kabupaten Barru, Pinrang, dan kotamadya Parepare Sulawesi Selatan / oleh Henny Setiawati

 

Studi kerajinan bunga kering di industri kerajinan vitas di Kota Malang / oleh Agung Yulianto Seno Pribadi

 

Pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan pelanggan pada UD. Barokah Kota Batu / Rudi Kurniawan

 

Kata Kunci : Pelayanan Prima, Kepuasan Pelanggan. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Selain melakukan pemasaran yang baik, perusahaan harus mampu membuat pelanggan puas akan pelayanan perusahaan. Kepuasan pelanggan adalah respon pelanggan terhadap evaluasi ketidaksesuaian yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaian. Untuk tercapainya kepuasan pelanggan tersebut diperlukan pelayanan yang maksimal pada pelanggan, agar memberikan evaluasi yang baik pada kinerja actual yang dirasakan. Untuk itu diterapkan sistim pelayanan prima (service excellence) yang artinya adalah kepedulian kepada pelanggan dengan memberikan layanan terbaik untuk memfasilitasi kemudahan pemenuhan kebutuhan guna mewujudkan kepuasan pelanggan agar mereka selalu loyal kepada perusahaan. Adapun variabel pelayanan prima mencakup: Kemampuan (Ability), Sikap (Attitude), Penampilan (Apearance), Perhatian (Attention), Tindakan (Action), dan Tanggung Jawab (Accountability). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan UD. Barokah Batu dengan sampel berjumlah 86 orang. Uji validitas dengan syarat minimum kalau r >0,3 dan reliabilitas instrument  ≥0,6. Uji asumsi klasik yang terdiri dari uji multikulioneritas, uji normalitas, dan uji heterokedasitas juga dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling. Instrument penelitian menggunakan angket kuesioner tentang pelayanan prima dengan model skala Likert. dan analisa data yang digunakan yaitu teknik analisis regresi berganda yang dibantu dengan program computer SPSS 16.00 for Windows. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial terdapat satu variabel yaitu penampilan berpengaruh secara negatif terhadap kepuasan pelanggan UD. Barokah Batu. Untuk kemampuan, sikap, perhatian, tindakan, tanggung jawab berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Sedangkan secara simultan, seluruh variabel pelayanan prima berpengaruh positif dan signifikan yaitu sebesar 95%, sedangkan sisanya sebesar 5% dipengaruhi oleh variabel diluar penelitian. Agar tercapai keberhasilan dalan proses pemasaran hendaknya UD. Barokah lebih memperhatikan lagi strategi pelayanan prima dalam operasional usahanya. Khususnya penampilan. Karena memiliki pengaruh yang cukup besar dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan.

Studi tentang pengaruh Hybrid Dysgenesis terhadap frekuensi gagal berpisah (Nondisjunction) Kromosom X dari hasil persilangan D. melanogaster Strain Jantan N dengan betina V, W, dan M / oleh Ellinda

 

Respon latihan intensitas moderat pada waktu pagi hari dan malam hari dalam menstimulasi hormon pertumbuhan (human growth hormone) / Anas Firdausi

 

ABSTRAK Firdausi, Anas. 2016. Respon Latihan Intensitas Moderat Pada Waktu Pagi Hari Dan Malam Hari Dalam Menstimulasi Hormon Pertumbuhan (Human Growth Hormone). Pembimbing: (I) Drs. Mardianto, M.Kes. (II) Dr. Supriyadi, M.Kes. Kata Kunci: Respon Latihan Moderat, Latihan Pagi Hari dan Malam Hari, Hormon Pertumbuhan, IGF-1. Latihan fisik merupakan aktifitas fisik yang terprogram, terencana dan mempunyai tujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Latihan fisik dapat dilakukan pada pagi hari maupun malam hari. Salah satu contoh latihan fisik yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan renang. Respon dari latihan fisik mempunyai kegunaan bagi tubuh manusia, salah satu contohnya yaitu dapat merangsang produksi hormon pertumbuhan pada manusia (Human Growth Hormone). Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon olahraga latihan moderat pada pagi hari dan malam hari pada hormon serta untuk mengetahui lebih baik mana antara respon dari latihan moderat di pagi hari dan malam hari untuk peningkatan kadar hormon pertumbuhan (HGH). HGH diukur melalui hasil tes kadar IGF-1 nya dalam darah. Rancangan penelitian ini kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Penelitian ini merupakan penelitian experiment menggunakan post test only control group design. Metode penelitian ini menggunakan sampel tikus Rattus Norvegicus yang terdiri dari 3 kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 6 ekor tikus. Ketiga kelompok itu, yaitu kelompok kontrol (tanpa perlakuan), kelompok perlakuan pagi hari dan kelompok perlakuan malam hari. Untuk mengetahui tingkat kadar IGF-1 pada darah tikus penelitian ini menggunakan uji ELISA. Sedangkan untuk mengukur tingkat signifikansi dari respon latihan terhadap IGF-1 menggunakan Uji Anova dengan menggunakan bantuan Aplikasi SPSS 23.0. Hasil dari Uji Anova menunjukkan bahwa respon dari ketiga kelompok tidak signifikan yaitu menghasilkan Sig > α (α = 0,05). Jadi kesimpulannya tidak ada pengaruh yang signifikan pada respon latihan intensitas moderat yang dilakukan di pagi hari dalam menstimulasi hormon pertumbuhan (P > 0,05). Tidak ada pengaruh yang signifikan pada respon latihan intensitas moderat yang dilakukan di malam hari dalam menstimulasi hormon pertumbuhan (P > 0,05). Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan intensitas moderat pada pagi hari dengan malam hari dalam menstimulasi hormon pertumbuhan (P > 0,05). Saran untuk penelitian lebih lanjut yaitu untuk keterbatasan penelitian lanhkah baiknya lebih dikontrol, agar dapat hasil penelitian yang lebih valid. Berdasarkan pengaruh yang maka olahraga malam hari lebih baik dilakukan untuk peningkatan kadar IGF-1. Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut lagi dengan lebih memperhatikan metodelogi penelitiannya, terutama pada pengambilan sampel darah dan alangkah baiknnya menggunakan sampel manusia.

Perilaku berbahasa warga kelompok etnis Madura di Jember dalam obrolan dengan mitra tutur sesama dan lain etnis / oleh Bambang Wibisono

 

Efektivitas konseling ringkas berpusat solusi untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) / Athik Hidayatul Ummah

 

Program Studi Bimbingan dan Konseling Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd (II) Dr. M. Ramli, M.A. Kata Kunci : efikasi diri akademik, konseling ringkas berpusat solusi, efektivitas. Efikasi diri akademik sangat mempengaruhi siswa dalam menghadapi tugas/tantangan yang sulit. Siswa yang mempunyai efikasi diri akademik tinggi mempunyai keyakinan tinggi bahwa dia mampu melaksanakan tugas-tugas akademik dengan baik. Namun, jika efikasi diri akademik rendah, siswa cenderung menghindari pelajaran yang tidak disukai, mudah menyerah, tidak bisa bangkit ketika mengalami kegagalan, dan rendahnya prestasi. Konseling ringkas berpusat solusi bermanfaat untuk meningkatkan efikasi diri akademik karena mengajarkan individu menangani secara efektif situasi sulit melalui wicara diri positif ke dalam kognisi sehingga berefek positif pada perilaku yang muncul. Tujuan penelitian yaitu mengetahui efektivitas konseling ringkas berpusat solusi untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa SMP. Desain penelitian yaitu pre-test, middle-test and post-test control group desain. Metode analisis yang digunakan yaitu uji Two-Independent-Sample Test- Mann-Withney U untuk membandingkan dua buah sampel yang bebas berasal dari populasi yang sama untuk melihat signifikansi perbedaan efikasi diri akademik konseli sebelum, pertengahan, dan sesudah diberikan intervensi. Selain itu juga menggunakan analisis percakapan untuk menganalisis perubahan wicara diri selama proses intervensi. Berdasarkan hasil analisis statistik, nilai statistik uji Z yang kecil yaitu - 2.611 dan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,009 < 0,05, artinya konseling ringkas berpusat solusi mempunyai efek perubahan untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa SMP. Hasil analisis percakapan menunjukkan bahwa pernyataan/ungkapan konseli yang awalnya menunjukkan efikasi diri akademik rendah berubah menjadi ungkapan efikasi diri akademik tinggi. Teknik pertanyaan keajaiban, pertanyaan skala, pertanyaan pengecualian memberikan kontribusi untuk mempermudah konseli membuat solusi. Konseli semakin menyadari akan kemampuan dirinya untuk menemukan solusi-solusi baru. Saran penelitian yaitu: (1) untuk konselor: konseling ringkas berpusat solusi dapat digunakan oleh konselor sekolah karena sifatnya praktis dan efektif; konselor sekolah perlu mengembangkan diri dengan pengetahuan teoritik dan praktek konseling melalui workshop, dan (2) untuk peneliti selanjutnya: perlu ditindaklanjuti dengan penelitian serupa yang lebih mendalam baik dari tahaptahapannya maupun jumlah sesi/pertemuan; perlu dilakukan analisis lebih rinci apakah perubahan yang terjadi memang karena teknik-teknik konseling yang dilakukan atau karena ada faktor lain; dan proses konseling perlu direkam melalui video untuk menyelami sikap dan perilaku non-verbal konseli.

Pengaruh remidi terhadap kemampuan siswa dalam Stoikiometri larutan pada siswa kelas II SMU Negeri 2 Malang / oleh Lulik Ariyani

 

Penerapan model pembelajaran elaborasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV mata pelajaran PKn SDN Madyopuro II Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Usia Faifet

 

Kata Kunci : Model Pembelajaran Elaborasi, Hasil Belajar, PKn SD. Mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Permasalahan yang dialami oleh para siswa kelas IV SDN Madyopuro II Kecamatan Kedungkandang Kota Malang adalah rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan karena Kurang pamahamnya guru dalam pemilihan model pembelajaran dan guru kurang kreatifnya, Guru masih didominasi oleh model pembelajaran konvensional,dan berpusat pada guru,Guru tidak pernah memunculkan kompetensi siswa, tidak memberikan kesempatan kepada siswa mengemukakan pendapatnya dan Hasil belajar siswa sebagian besar masih kurang khususnya pada mata pelajaran PKn. Oleh karena itu peneliti merasa perlu untuk diterapkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran elaborasi. Dengan tujuan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran elaborasi pada mata pelajaran PKn, dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Madyopuro II setelah diajar melalui model pembelajaran elaborasi Model pembelajaran elaborasi adalah model pembelajaran belajar yang menambahkan ide tambahan berdasarkan apa yang seseorang sudah ketahui sebelumnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan 2 siklus, dengan standar nilai ketuntasan 70 dan ketuntasan belajar kelas 75%, jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dikemukakan oleh Kemmis & M.C, Taggart, melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas SDN Madyopuro II Kecamatan Kedungkandang Kota Malang yang berjumlah 45 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi selama proses pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan siklus I dan siklus II, menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan Model Pembelajaran Elaborasi dalam pembelajaran PKn dengan materi Pengaruh Globalisasi, pada siklus I menunjukkan 23 orang siswa (51.11%) memperoleh nilai diatas nilai standar (7), 22 orang siswa (48,88%) memperoleh nilai dibawah nilai standar, sedangkan pada siklus II 45 orang siswa (80,55%) memperoleh nilai diatas nilai standar yaitu 7,3. Dengan melihat pada nilai rata-rata siswa pada tiap siklus maka pada siklus II nilai siswa mengalami peningkatan. Hal ini melambangkan bahwa model pembelajaran elaborasi ini berhasil meningkatkan berbagai kemampuan siswa sebagaimana dimaksud. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar guru menerapkan model pembelajaran elaborasi dalam mengajarkan mata pelajaran PKn.

Pengaruh manajemen laba, leverage dan ROE terhadap cost of equity capital pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2006-2008 / Nur Latifah

 

Kata Kunci : Manajemen Laba, Leverage, ROE dan Cost Of Equity Capital. Perusahaan membutuhkan investor dan kreditor untuk kebutuhan pendanaan atas aktivitas perusahaan. Investor memerlukan informasi untuk pengambilan keputusan. Manajer dapat melakukan praktik manajemen laba dan pengungkapan informasi keuangan yang transparan. Laporan keuangan yang tidak memberikan pengungkapan (disclosure) yang memadai akan dipandang sebagai laporan keuangan yang beresiko oleh sebagian besar investor. Investor yang menilai tingkat resiko investasi di suatu perusahaan itu tinggi akan mensyaratkan return investasi yang tinggi juga sehingga akan meningkatkan cost of equity capital yang harus ditanggung oleh perusahaan. Pengungkapan informasi keuangan diukur dengan rasio leverage dan ROE. Investor yang mengetahui adanya penyimpangan tersebut akan melakukan bentuk antisipasi resiko yaitu meningkatkan cost of equity capital. Hal tersebut berdasarkan pernyataan yang dikemukakan oleh Stolowy dan Breton yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat manajemen laba menunjukkan semakin tinggi resiko pengembalian saham, sehingga akan menaikkan rate biaya modal ekuitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh Manajemen Laba (X1), Leverage (X2), ROE (X3) terhadap Cost of Equity Capital (Y) dan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen laba berpengaruh terhadap cost of equity capital, leverage tidak berpengaruh terhadap cost of equity capital dan ROE berpengaruh terhadap cost of equity capital. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 34 perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2006-2008. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda dan menggunakan uji t untuk menguji pengaruh parsial. Berdasarkan hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel dependen Manajemen Laba mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,001 atau signifikansi dibawah 0,05. Pengungkapan Informasi Keuangan yang diukur dengan ROE mempunyai nilai signifikansi 0,033, sedangkan yang diukur dengan leverage mempunyai nilai signifikansi 0,836. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan sebagai berikut: (1) para investor yang akan melakukan investasi sebaiknya memperhatikan informasi tentang kinerja perusahaan, (2) para investor juga harus memperhatikan faktor-faktor di luar faktor mikro dan makro ekonomi seperti kondisi sosial, politik dan keamanan, (3) untuk peneliti selanjutnya yang ingin meneliti penelitian sejenis diharapkan menggunakan sampel penelitian dengan wilayah populasi yang lebih besar serta mengembangkan permasalahan dan pemakaian indikator-indikator yang lebih handal.

Penerapan pembelajaran berorientasi kecakapan hidup (life skill) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas I-1 dan I-2 SMA Negeri I Bluto Sumenep / oleh Ike Liagustin Nurmaningsih

 

Pemilihan kepala daerah langsung di Kabupaten Malang tahun 2005 / Yudhistira Bagus Herda Zhaputra

 

Kata Kunci: Pemilihan, Kepala Daerah, Langsung, Kabupaten Malang. Pasca reformasi pada tahun 1998 memberikan secercah harapan baru dalam tatanan politik dan sistem politik di Indonesia yaitu pelaksanaan pemilukada yang dipilih secara langsung oleh rakyat dan hal itu diperkuat dengan berlakunya UUD 1945 pasal 18 ayat 4 yaitu Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis dan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten Malang tahun 2005, (2) bagaimanakah upaya memenangkan pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten Malang tahun 2005, (3) bagaimanakah pendidikan politik dan partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten Malang tahun 2005. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Tahapan yang digunakan peneliti antara lain: (1) pemilihan topik, (2) pengumpulan sumber (heuristik), (3) kritik berupa kritik eksternal dan kritik internal. (4) interpretasi, dan (5) historiografi. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumen, peta, koran, dan wawancara. Berdasarkan temuan/hasil penelitian dalam penelitian ini diperoleh tiga kesimpulan antara lain: (1) pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten Malang tahun 2005 diantaranya: (a) kondisi geografis dan kondisi demografis Kabupaten Malang, (b) deskripsi tentang pemilukada sebagai sarana untuk menyalurkan aspirasi rakyat, (c) pemilukada di Kabupaten Malang tahun 2005 sebagai sarana mengembalikan kedaulatan politik ke tangan rakyat, (d) peraturan tentang pemilukada di Kabupaten Malang tahun 2005 yaitu UU nomor 32 tahun 2004, Perpu nomor 3 tahun 2005, Peraturan Pemerintah nomor 6 tahun 2005, dan Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2005, (e) partai politik peserta pemilukada di Kabupaten Malang tahun 2005 yaitu Partai Golkar, Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PDIP, (f) tahapan pemilukada di Kabupaten Malang tahun 2005 meliputi tahap persiapan yang terdiri dari tata cara dan jadwal pelaksanaan pemilukada, pembentukan panitia seperti PPK, PPS, dan KPPS serta pendaftaran panitia pemantau, (g) lembaga yang terkait penyelenggaraan pemilukada di Kabupaten Malang tahun 2005 yaitu KPUD, Panwaslu, dan tim pemantau pemilihan, (h) tahap pelaksanaan yang meliputi penetapan pemilih, pendaftaran dan penetapan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, kampanye, pemungutan suara dan penghitungan suara, dan penetapan pasangan calon terpilih, dan pelantikan, (i) hasil pemilukada di Kabupaten Malang tahun 2005 yaitu pasangan Noeryanto dan Zainal Fahris memperoleh suara sah 121.209 suara, pasangan Sujud Pribadi dan Rendra Kresna memperoleh suara sah 788.033 suara, dan pasangan Dade Angga dan Kamilun Muhtadin memperoleh suara 268.834 suara. (2) upaya memenangkan pemilukada di Kabupaten Malang tahun 2005 yaitu dukungan partai politik, tim sukses, dan pasangan calon diantaranya: (a) deklarasi pemenangan, (b) pemaparan program pembangunan untuk lima tahun ke depan, (c) melaksanakan kampanye simpatik dengan mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat, ulama, pedagang, petani, peternak, tukang becak, tukang ojek, sopir, dan guru, (d) menggandeng organisasi massa, organisasi sayap, gerakan pemuda, dan paguyuban, (e) berkoalisi dengan partai politik lain, (f) melaksanakan kampanye terbuka dengan berkeliling wilayah, (g) melaksanakan kampanye monologis, (h) membentuk tim pemenangan di tingkat desa dan di tingkat kecamatan, (i) pembentukan galmas (penggalian massa), (j) mendatangkan jurkam (juru kampanye). (k) sambang desa, (l) kampanye dari rumah ke rumah, (m) kampanye di warung kopi, (e) menyusun visi, misi, dan program kerja yang pro rakyat. (3) pendidikan politik dan partisipasi politik masyarakat dalam pemilukada di Kabupaten Malang tahun 2005 diantaranya: (a) pendidikan politik sebagai sarana proses penyadaran politik seseorang untuk memilih seorang pemimpin dalam pemilihan umum, (b) pengaruh pelaksanaan pemilukada di Kabupaten Malang tahun 2005 dan pengetahuan politik masyarakat yaitu sebagai sarana untuk memilih pemimpin yang bagus, sarana untuk menyalurkan aspirasi rakyat, dan alat ukur yang nyata dari kepedulian seorang pemimpin terhadap rakyatnya, (c) partisipasi politik masyarakat, dibedakan atas tujuh hal yaitu sifat partisipasi politik, bentuk partisipasi politik, fungsi partisipasi politik, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat, landasan partisipasi politik, mode partisipasi politik, dan dimensi subjektif individu. Saran-saran yang diajukan peneliti diantaranya: (a) bagi masyarakat di Kabupaten Malang untuk lebih menghargai dan menghormati pilihan orang lain serta lapang dada terhadap kekalahan pasangan calon yang dijagokan. (b) bagi KPUD Kabupaten Malang agar lebih meningkatkan sosialisasi tentang pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang menjadi peserta dalam pemilukada di Kabupaten Malang serta harus tegas dalam menindak segala pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan semua pasangan calon bupati dan calon wakil bupati. (c) bagi pasangan bupati dan wakil bupati terpilih harus mampu mewujudkan visi dan misi yang telah diagendakan pada saat kampanye. (d) bagi peneliti selanjutnya untuk membahas perilaku pemilih dalam pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten Malang tahun 2005.

Peranan kepala sekolah dalam pengembangan guru, kurikulum dan pembelajaran multikultural (studi multi situs pada SDN Jember Lor I dan SDN Patrang I Kecamatan Patrang Kabupaten Jember) / Sumarno

 

Kata kunci: peranan kepala sekolah, pengembangan pendidikan multikultural, sekolah dasar. Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai etnis, agama, budaya dan sosial ekonomi yang berbeda-beda sehingga disebut masyarakat yang multikultural. Masyarakat yang multikultural sangat rawan terjadi konflik, baik konflik antar etnis, konflik antar desa, konflik antar siswa maupun antar mahasiswa dan lainnya. Agar kita dapat mencegah konflik dan dapat menjadi masyarakat Indonesia yang kuat, maka sebaiknya kita melaksanakan pendidikan multikultural. Hal ini dimaksudkan agar para siswa dengan latar belakang etnis, agama, budaya dan sosial ekonomi yang berbeda-beda mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh prestasi di sekolah, sehingga dengan perbedaan tersebut mereka saling menghargai, saling menghormati dan saling percaya. Penelitian ini dilakukan di dua situs, yaitu SDN Jember Lor I dan SDN Patrang I Kecamatan Patrang Kabupaten Jember, yang bertujuan untuk mendeskripsikan segala fenomena dan peristiwa yang terkait dengan peranan kepala sekolah dalam pengembangan pembelajaran multikultural, yang meliputi: (1) Peranan kepala sekolah dalam pengembangan guru; (2) Peranan kepala sekolah dalam pengembangan kurikulum; (3) Peranan kepala sekolah dalam pengembangan silabus dan Rancangan Pelaksananaan Pembelajaran (RPP) maupun pengembangan proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi multi situs. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi, wawancara dan observasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama; peranan kepala sekolah dalam pengembangan guru yaitu: (1) menugaskan guru senior membina guru yunior untuk meningkatkan kompetensi guru terutama kompetensi profesional; (2) membina guru dengan melaksanakan supervisi pembelajaran dengan sasaran Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan proses pembelajaran di kelas; (3) mengaktifkan guru dalam kelompok kerja guru (KKG) dengan cara menyusun jadwal kegiatan KKG dan memantaunya setiap minggu sekali dan paling sedikit sebulan sekali dengan membahas tentang permasalahan pembelajaran; (4) kepala sekolah menugaskan guru mengikuti kegiatan seminar atau penataran berdasarkan materi dan minat guru dan memotivasi guru supaya melakukan studi lanjut untuk meningkatkan kualifikasi guru dari D2 PGSD ke S1 PGSD atau dari S1 PGSD ke S2 PGSD; (5) mengusulkan guru untuk mengikuti sertifikasi guru dan membina guru yang sudah lulus sertifikasi guru; (6) membimbing guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) mulai dari cara menyusun proposal penelitian, cara melaksanakan penelitian dan cara menyusun laporan hasil penelitian tindakan kelas; Kedua; peranan kepala sekolah dalam pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yaitu: (1) kepala sekolah membentuk tim penyusun KTSP yang bertugas menyusun KTSP mulai dari analisis SWOT, menyusun draf KTSP dan finalisasi KTSP; (2) kepala sekolah dalam melaksanakan KTSP diawali dengan menyusun jadwal pelajaran, pembagian tugas guru mengajar dan sosialisasi KTSP. Dalam pelaksanaan KTSP kepala sekolah menggerakkan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan KTSP; (3) dalam pengembangan KTSP kepala sekolah bersama tenaga kependidikan mengumpulkan hasil evaluasi pelaksanaan kurikulum kemudian dibawa dalam rapat tim penyusun kurikulum untuk mengadakan revisi atau pengembangan kurikulum yang sudah ada; Ketiga; peranan kepala sekolah dalam pengembangan silabus, RPP dan proses pembelajaran yaitu: (1) dalam pengembangan silabus kepala sekolah membimbing guru dalam menganalisis standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator dan materi pembelajaran dan mengarahkan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan multikultural kedalam silabus; (2) membimbing guru dalam menyusun dan mengembangkan RPP; (3) membimbing guru dalam mengembangkan proses pembelajaran dikelas dan diajak bersama-sama mengembangkan proses pembelajaran di sekolah dan luar sekolah. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan sebagai berikut: (1) Bagi guru diharapkan sungguh-sungguh melaksanakan tugasnya sebagai guru dan semangat dalam mengembangkan kompetensi guru termasuk dalam melaksanakan pembelajaran multikultural yang dikembangkan menjadi pendidikan budaya dan karakter bangsa yang merupakan kebutuhan mendesak untuk membangun karakter bangsa; (2) Bagi kepala sekolah diharapkan pertama, melaksanakan pembinaan dan pengarahan kepada guru secara berkelanjutan dalam melaksanakan KTSP termasuk pendidikan multikultural yang dikembangkan menjadi pendidikan budaya dan karakter bangsa; kedua, membangun kerjasama yang baik dengan sesama kepala sekolah melalui K3S agar dapat meningkatkan upaya mengembangkan sekolah di tempat kerja masing-masing; (3) Bagi pengawas sekolah agar membina sekolah-sekolah binaannya secara berkelanjutan; (4) Bagi dinas pendidikan Kabupaten agar meningkatkan upaya pembinaan kepada para guru secara berkelanjutan terutama menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru; (5) Bagi peneliti lain bahwa penelitian ini baru membahas tentang peranan kepala sekolah dalam pengembangan guru, kurikulum dan pembelajaran multikultural, sedangkan dalam hal peranan kepala sekolah dalam pengembangan sarana dan prasarana serta sumber belajar untuk pembelajaran multikultural belum diteliti, oleh karena itu hal ini dapat dilakukan penelitian berikutnya.

Perancangan media promosi komunikasi visual bagi world languages centre / oleh Bramita Andriana

 

Efektivitas model siklus belajar berbantuan teknik Mind Mapping terhadap penguasaan konsep fifika ditimjau dari keterampilan proses sains siswa SMKN 9 Malang / Setio Rilly

 

Tesis. Program Studi Pendidikan Fisika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muhardjito, M.S (2) Dr. Sentot Kusairi, M.Si Kata Kunci: model siklus belajar, mind mapping, keterampilan proses sains, penguasaan konsep fisika. Keterampilan proses sains siswa sangat mempengaruhi proses pembelajaran dengan menggunakan model siklus belajar. Salah satu teknik yang dapat membantu siswa untuk lebih memahami konsep adalah menggunakan mind mapping. Pembelajaran dengan menggunakan model siklus belajar berbantuan teknik mind mapping diyakini mampu membuat penguasaan konsep menjadi lebih baik daripada pembelajaran konvensional. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menguji efektivitas pembelajaran dengan model siklus belajar berbantuan teknik mind mapping dibandingkan dengan pembelajaran konvensional terhadap penguasaan konsep siswa, (2) menguji adanya interaksi antara model pembelajaran dengan keterampilan proses sains terhadap penguasaan konsep siswa, (3) menguji efektivitas pembelajaran dengan model siklus belajar berbantuan teknik mind mapping dibandingkan dengan pembelajaran konvensional terhadap penguasaan konsep siswa dengan keterampilan proses sains tinggi, (4) menguji efektivitas pembelajaran dengan model siklus belajar berbantuan teknik mind mapping dibandingkan dengan pembelajaran konvensional terhadap penguasaan konsep siswa dengan keterampilan proses sains rendah. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experiment dengan desain faktorial 2 x 2. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMKN 9 Malang. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dan diperoleh 3 kelas sebagai kelas eksperimen yang belajar menggunakan model siklus belajar berbantuan teknik mind mapping, dan 3 kelas sebagai kelas kontrol yang belajar menggunakan model siklus belajar dengan teknik mencatat tradisional. Instrumen penelitian terdiri atas RPP, silabus, soal keterampilan proses dan soal penguasaan konsep suhu-kalor. Teknik analisis data menggunakan uji Anava dua jalur yang dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran model siklus belajar berbantuan teknik mind mapping lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional terhadap penguasaan konsep siswa ditunjukkan oleh hasil uji Tukey Q1hitung = 21,17 > Qtabel = 3,75 pada taraf signifikansi 0,05, (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan keterampilan proses sains terhadap penguasaan konsep siswa ditunjukkan oleh nilai Fhitung= 4,51 > Ftabel= 3,93, (3) pembelajaran model siklus belajar berbantuan teknik mind mapping lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional terhadap penguasaan konsep untuk siswa yang memiliki keterampilan proses sains tinggi ditunjukkan oleh nilai Q3hitung = 17,10 > dari Qt = 3,85, (4) pembelajaran model siklus belajar berbantuan teknik mind mapping lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional terhadap penguasaan konsep untuk siswa yang memiliki keterampilan proses sains rendah ditunjukkan oleh nilai Q4hitung = 12,83 >Qt = 3,85.

Teknik bermain dalam pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Khadijah Malang / oleh Chusnul Chotimah

 

Studi kesulitan dan dukungan guru geografi dalam pembelajaran geografi di SMA Negeri Kabupaten Sampang / Agung Surya Putra

 

Kata kunci: Pembelajaran geografi, guru, kesulitan, dan dukungan guru. Upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia belum menggembirakan, banyak faktor yang mempengaruhinya, tetapi yang paling besar mempengaruhinya adalah kondisi guru. Guru memiliki peran yang penting dalam dunia pendidikan. Guru dalam meningkatkan mutu pendidikan tentu mengalami berbagai kesulitan dan bahkan memiliki hambatan serta dukungan dalam melaksanakan pembelajaran.. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) faktor yang mendukung guru geografi dalam pembelajaran geografi di SMA Negeri Kabupaten Sampang dan (2) berbagai kesulitan yang dialami guru geografi dalam pelaksanaan pembelajaran di SMA Negeri Kabupaten Sampang. Rancangan penelitian ini adalah sensus. Variabel dalam penelitian ini adalah kesulitan dan dukungan guru geografi dalam menyusun perencanaan pembelajaran, menyiapkan bahan ajar, menggunakan metode belajar, menggunakan media pembelajaran, dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Populasi penelitian seluruh guru bidang studi geografi yang tersebar di 8 SMA Negeri di Kabupaten Sampang dengan jumlah 15 orang guru. Penelitian ini menggunakan instrumen angket. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dengan tabel persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kesulitan yang dihadapi guru geografi SMA Negeri di Kabupaten Sampang yaitu kesulitan dalam menentukan alokasi waktu, kesulitan dalam menentukan metode pembelajaran, tidak memiliki cukup waktu dalam menyusun LKS, kesulitan dalam menentukan buku sumber yang memenuhi seluruh SK, KD, dan indikator, kesulitan dalam menentukan media yang dapat membangkitkan minat dan motivasi siswa, kurang waktu yang disediakan, kesulitan menentukan pedoman penskoran, dan pemilihan aspek yang dinilai.Dukungan yang dialami guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran antara lain : sarana dan prasarana yang mendukung, memiliki pengalaman mengajar yang cukup, dan beban mengajar guru.

Partisipasi mahasiswa dalam unit kegiatan mahasiswa di Universitas Negeri Malang / oleh Nunik Lestari

 

Perbedaan konsep diri siswa laki-laki dan siswa perempuan terhadap pemilihan karier kelas II di SMA Negeri 01 Turen Kabupaten Malang / oleh Dian Mawarti

 

Kemampuan memahami bacaan dalam pembelajaran bahasa Daerah Jawa pada siswa kelas IV SDN Bareng I Malang / oleh Hari Saptaning Astuti

 

Hubungan konsep diri dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa kelas II SMA Negeri I Kebumen / oleh Mustikasari

 

Studi pelaksanaan pendidikan seni tari dalam pelajaran kertakes pada kelas awal di sekolah dasar se-Kota Malang / oleh Reny Indra Ningrum

 

Sikap dan minat siswa Jurusan Tata Kecantikan terhadap mata pelajaran desain kecantikan sebagai bagian dari pendidikan seni dan SMK Negeri 1 Batu / oleh Astri Kurnia Wahyuni

 

A Study on complement responses by Indonesian speakers of English based on age differences / by Andhiana Wisnu Patriana

 

Peningkatan kemampuan menulis kalimat tanya melalui pembelajaran media kartu kata siswa kelas II SDN Gadang I Malang / oleh Sugiarti

 

Perencanaan sistem pengapian elektronik dilengkapi indikator sudut dwell dengan tampilan digital pada motor sebagai media pembelajaran / oleh Arif Rahman

 

Perkembangan pelabuhan gresik tahun 1995-2002 oleh Lailah Khomariah

 

Pada awalnya pelabuhan merupakan suatau tepian kapal-kapal dan perahuperahu dapat merapat dan membuang jangkar untuk melakukan bongkar muat, menaikt urunkan penumpangd an kegiatan lainnya. Seiring berkembangnyak ondisi sosiael konomip enduduks uatud aeraha rau negara,m aka kebutuhans andangp angan dan fasilitas hidup lainnya meningkat. Sejalan dengan itu pelabuhan sebagai Fasamnaa ngkutanl aut juga ikut berkembangK. ota Gresik merupakank ota industri, perkembangafnis ik kota sangatlahc epat karena pertumbuhanh interland industri yangs emakinl uas. Sejauhi ni dengank eterbatasanfa silitas dan peralatanp elabuhan selwuh hasil industri di Gresik baru 70o/o yang memanfaatkan Pelabuhan Gresik. SemulaP elabuhanG resik dirancangu ntuk pelabuhanr akyat dan tidak mengira pertumbuhainn dustri yang begitu pesatd i Gresik. Rumusanm asalahp enelitiani ni adalah( l) bagaimanap erkembangafnis ik PelabuhaGn resik dilihat dari fasilitasnya,( 2) bagaimanap erkembangana ktivitas bongkar muat di Pelabuhan Gresik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangafins ik PelabuhannG resik dilihat dari fasilitasnyad an perkembangan ahivitasb ongkarm uatd i PelabuhanG resik. Penelitiani ni menggunakanm etodes urvey dengand ata skundery ang berupa datap rkembangafnis ik pelabuhanp, etap elabuhana, klivitasb ongkarm uat,f rekuensi keluarm asukk apal dari dan ke PelabuhanG resik dan tenagak erja di Pelabuhan GresikS. urveyl apangand alamp enelitianin i dimaksudkanu ntukm engetahuki ondisi PelabuahaGn resik saat ini. Analisis dalam penelitian ini menggunakana nalisis deskiptif kuantitatfi . Hasil penelitianp erkembanganP elabuhanG resik dilihat dari fasilitasnya mengalampi eningkatanP. eningkatanin i ditandai dengan penambahand ermaga, perluasan lapangan penumpukan, perluasan lpangan parkir, perkantoran dan penambahatenn agali strik dan fasilitasa ir. Lalu lintas kapal pelayarand alamn egeri di PelabuhaGn resiku ntuk kapalm asukm engalampi eningkatanra ta-ratas ebesalr% 0, kapal keluar mengalami penumnan rata-rata sebesar 0,13%. Lalu lintas kapal . pelayaralnu ar negerid i pelabuhanG resiku ntuk kapal masukm engalampi enurunan rata-ratas ebesa6r ,86%,d an kapal keluarj uga mengalamip enurunanr ata-ralas ebesar 13,8%S. ehinggain i berdampakp adaa ktivitas bongkarm uat barangd i Pelabuhan GresikB. ongkarm uatd i PelabuhanG resika ntaral ain bongkarm uatb arangb, ongkar muat hewan dan angkutan penumpang.

Aplikasi motor listrik DC sebagai penggerak pada alat pengecat otomatis menggunakan katup elektrik dengan pengendali PLC / oleh Catur Jumanto

 

Perancangan mesin pemotong kulit untuk ikat pinggang / oleh Dody Widianto

 

Pengembangan pembelajaran tolak peluru menggunakan gaya mengajar inklusi untuk siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 6 Malang / Rendra Wahyu Pradana

 

Kata Kunci: Pengembangan, Pembelajaran Tolak Peluru, gaya mengajar inklusi. Mata pelajaran pendidikan jasmani di sekolah masih menggunakan gaya mengajar yang monoton atau masih terpusat pada guru. Dari pembelajaran ini siswa tidak diberi kesempatan untuk berlatih pada tingkat kemampuan mereka sendiri. Untuk itu diperlukan suatu gaya mengajar yang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki siswa. Gaya mengajar inklusi memberikan kesempatan kepada siswa untuk memulai latihan pada tingkat kemampuan sendiri serta dapat menilai dirinya sendiri sehingga membuat pembelajaran pendidikan jasmani. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan materi pembelajaran tolak peluru menggunakan gaya mengajar inklusi untuk siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 6 Malang. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan Research and Development yang dikemukakan oleh Borg dan Gall (1983). Langkah-langkah penelitian adalah sebagai berikut: (1) Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan, (2) Mengembangkan bentuk produk awal, (3) Evaluasi ahli dengan kualifikasi yaitu, ahli pembelajaran pendidikan jasmani, ahli atletik tolak peluru, ahli media pembelajaran, dan uji coba (kelompok kecil), (4) Revisi produk awal (sesuai dari hasil evaluasi para ahli dan uji coba), (5) Uji coba lapangan, dengan mengujicobakan hasil revisi produk awal, (6) Revisi produk akhir (sesuai dari hasil uji lapangan), (7) Hasil akhir, produk pengembangan pembelajaran tolak peluru menggunakan gaya mengajar inklusi untuk siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 6 Malang. Hasil penilaian atau evaluasi pembelajaran ini yaitu sebagai berikut: dari ahli pembelajaran pendidikan jasmani yaitu 75% (baik), dari ahli atletik tolak peluru yaitu 75% (baik), dari ahli media pembelajaran yaitu 75% (baik), dari uji coba (kelompok kecil) siswa yang mengawali: level I yaitu 82,9% (baik), level II yaitu 89,6% (baik), level III yaitu 96,2% (baik), level IV yaitu 75% (baik) dan dari uji lapangan (kelompok besar) siswa yang mengawali: level I yaitu 85,8% (baik), level II yaitu 91,8% (sangat baik), level III yaitu 96,2% (sangat baik), dan level IV yaitu 75% (baik). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan pembelajaran tolak peluru menggunakan gaya mengajar inklusi ini menyenangkan dan mudah dilakukan siswa serta dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan keterampilan atletik tolak peluru. Produk yang dihasilkan berupa pembelajaran tolak peluru menggunakan gaya mengajar inklusi.

Penerapan pembelajaran konstruktivistik untuk meningkatkan penguasaan menyelesaikan soal-soal kontekstual bangun datar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Gadang I Kota Malang tahun pelajaran 2007-2008 / Alfan Andri Chrisdianto

 

Kata kunci: Pembelajaran konstruktivistik, luas, matematika bangun datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur penguasaan menyelesaikan soal-soal kontekstual bangun datar siswa kelas V SDN Gadang I Kota Malang pada pokok bahasan Luas Bangun Datar yang menerapkan pembelajaran konstruktivistik. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif. Penelitian tindakan kelas (PTK) digunakan untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang dialami siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini meliputi 2 siklus. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: (1) Perencanaan Tindakan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Gadang I Kota Malang yang berjumlah 33 siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan indikator keberhasilan kelas sebesar 85% dan indikator individu siswa dengan nilai minimal 75. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Penguasaan menyelesaikan soal-soal kontekstual bangun datar siswa kelas V SDN Gadang I meningkat, (2) Pembelajaran konstruktivistik membuat kegiatan belajar lebih terpusat pada siswa. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor tes yang meningkat, rata-rata ulangan harian pertama sebesar 67,57; rata-rata ulangan harian kedua sebesar 66,2; dan rata-rata nilai ujian tengah semester siswa sebesar 56,96. Pada siklus I dari 33 siswa yang berhasil memperoleh nilai  75 sebesar 78,78% dengan nilai rata-rata kelas 75,61. Siklus II sebesar 81,81% dengan rata-rata kelas 81,21. Pada siklus III indikator keberhasilan kelas tercapai sebesar 90,90% dengan rata-rata kelas 85,45. untuk pencapaian indikator individu masih terdapat tiga siswa yang belum mendapat nilai  75 dengan kisaran nilai 70. hal ini dikarenakan tiga siswa tersebut termasuk siswa yang kurang jika dibandingkan dengan yang lain, kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran di kelas, dan kurang telitinya siswa dalam perhitungan perkalian, sehingga jawaban yang diberikan menjadi tidak tepat. Dampak dalam penggunaan Pendekatan Kontruktivisme adalah dapat meningkatkan penguasaan menyelesaikan soal-soal kontekstual bangun datar siswa kelas V SDN Gadang I Kota Malang.

Pengembangan instrumen penilaian IPA terpadu untuk mengukur hasil belajar siswa SMP kelas VII pada tema penentuan kadar suatu zat / Sudiro Asofi

 

ABSTRAK Asofi, Amak.2010.Pengembangan Instrumen Penilaian IPA Terpadu Untuk Mengukur Hasil Belajar Siswa SMP Kelas VII pada Tema Penentuan Kadar Suatu Zat.Skripsi, Prodi Pendidikan Fisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Lia Yuliati,M.Pd, (2) Drs. Agus Suyudi,M.Pd Kata kunci : Instrumen Penilaian, IPA Terpadu, Hasil Belajar Berdasarkan wawancara dengan guru IPA di SMP Negeri 2 Tempeh, ditemukan bahwa pembelajaran IPA terpadu sudah mulai diterapkan. Salah satu tema yang digunakan guru untuk pembelajaran IPA Terpadu di kelas VII adalah penentuan kadar suatu zat. Namun belum ada instrumen penilaian untuk mengukur hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen penilaian sesuai dengan karakteristik IPA Terpadu untuk mengukur hasil belajar siswa SMP kelas VII pada tema penentuan kadar suatu zat dan menemukan kelebihan dan kekurangan instrumen penilaian IPA terpadu yang dikembangkan. Penelitian ini berdasarkan langkah-langkah penelitian dan pengembangan (reseach and development, R&D) yang dikemukakan oleh Borg and Gall yang telah dimodifikasi. Kegiatan pada langkah-langkah penelitian pengembangan ini adalah (1) Studi pendahuluan yang meliputi studi pustaka, survey lapangan dan penyusunan draf instrumen penilaian, dan (2) Pengembangan meliputi expert judgment, revisi draf instrumen penilaian, ujicoba terbatas, analisis butir soal, dan produk hasil pengembangan. Produk pengembangan ini adalah instrumen penilaian IPA Terpadu untuk mengukur hasil belajar siswa pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor dalam bentuk pilihan ganda dan panduan proyek. Hasil evaluasi oleh evaluator menunjukan bahwa instrumen penilaian yang dikembangkan memenuhi kriteria baik dengan prosentase rata-rata 89,63 %. Hasil analisis reliabilitas, diketahui bahwa instrumen memenuhi kriteria baik dengan nilai 0,853. Instrumen panduan proyek memenuhi kriteria layak dengan nilai prosentase rata-rata 90,62 %. Kelebihan dariinstrumen penilaian IPA Terpadu tersebut antara lain : (1) untuk instrmen penilaian berupa pilihan ganda dapat menanyakan banyak materi dalam satu waktu ujian, dapat digunakan untuk mengukur semua jenjang proses berpikir, tetapi lebih tepat digunakan untuk mengukur proses berpikir ingatan, pamahaman, dan penerapan, dan hasil tes dapat diolah dengan tepat dan obyektif;(2)instrumen penilaian berupa panduan proyek dapat mengungkap tingkat pemahaman, pengetahuan, kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan, dan kemampuan siswa dalam berkomunikasi, bekerja sama, dan menuangkan ide naratif. Kelemahaninstrumen penilaian IPA Terpadu ini, antara lain: (1) padainstrumen penilaian IPA Terpadu berbentuk panduan proyek, validasi dilakukan sebatas validasi isi; (2)instrumen penilaian pilihan ganda terbatas sampai Ujicoba terbatas di satu sekolah, sehingga diperlukan ujicoba lebih luas dan implementasiproduk untuk dapat diperoleh suatuinstrumen yang memenuhi standar alat ukur yang baik.

Perancangan alat pelubang dan pemasang gromet pada Kantong Belanja / oleh Yohanes Dwi Sasongko dan Khoirul Anam Sujud

 

Pengembangan perangkat pembelajaran mata kuliah struktur hewan dengan strategi pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) / Faisal

 

Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umie Lestari, M.Si., (II) Dr. H. Abdul Gofur, M.Si. Kata Kunci: Perangkat pembelajaran, struktur hewan, PBL. Perangkat pembelajaran merupakan dokumen kurikulum, yang berperan mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berperan mengarahkan kegiatan pembelajaran pada setiap pertemuan. Buku ajar berperan sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan bagi mahasiswa. Instrumen penilaian berperan untuk mengetahui pencapaian kompetensi mata kuliah oleh mahasiswa, instrumen penilaian perlu dilengkapi dengan rubrik penilaian agar penilaian yang dilakukan lebih objektif dan konsisten. Hasil observasi dan pengalaman peneliti sebagai salah satu pengajar mata kuliah struktur hewan, menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran struktur hewan yang telah dimiliki, masih memiliki beberapa kekurangan, antara lain: (1) aspek isi atau materi diktat mata kuliah khsususnya pada topik sistem tubuh, masih perlu mengeksplorasi lebih jauh fakta, konsep, prinsip, dan teori yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, (2) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), belum berpedoman pada salah-satu strategi pembelajaran, sehingga berpeluang menciptakan pola pembelajaran berbentuk penyampaian secara tatap muka (lecturing) dan searah, (3) instrumen penilaian yang dimiliki masih dalam bentuk tes objektif, dan kurang tepat apabila digunakan dalam pembelajaran problem based learning (PBL). Penelitian pengembangan ini, bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran struktur hewan dengan strategi pembelajaran problem based learning (PBL), meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), instrumen penilaian yang dilengkapi dengan rubrik penilaian, dan buku ajar. Prinsip pengembangan aspek isi, aspek desain dan aspek kebahasaan, dari perangkat pembelajaran, disesuaikan dengan standar nasional pendidikan. Prosedur pengembangan terdiri dari enam tahap yang merupakan hasil adaptasi model pengembangan Dick and Carey, terdiri dari: (1) merumuskan standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator dan tujuan pembelajaran, (2) mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), (3) mengembangkan instrumen penilaian, (4) mengembangkan bahan ajar berupa buku ajar, (5) merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, dan (6) merevisi draft awal perangkat pembelajaran. Hasil evaluasi formatif rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) oleh ahli isi materi pembelajaran dan oleh ahli desain pembelajaran, masing-masing mendapat skor rata-rata 4,2 (termasuk pada kategori baik). Hasil evaluasi formatif lembar kerja mahasiswa (LKM) dan rubrik penilaian oleh ahli isi materi pembelajaran mendapat skor rata-rata 4,2 (termasuk pada kategori baik) dan oleh ahli desain pembelajaran mendapat skor rata-rata 3,9 (termasuk pada kategori baik). Hasil evaluasi formatif buku ajar oleh ahli isi materi pembelajaran mendapat skor rata-rata 4,3 (termasuk pada kategori baik), oleh ahli desain pembelajaran mendapat skor rata-rata 4,5 (termasuk pada kategori baik), oleh dosen pembina mata kuliah mendapat skor rata-rata 3,7 (termasuk pada kategori baik), dan oleh mahasiswa mendapat skor rata-rata 4,3 (termasuk pada kategori baik). Meskipun hasil evaluasi formatif menunjukkan bahwa kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah baik, namun tetap dilakukan perbaikan komponen-komponen perangkat pembelajaran, sesuai dengan komentar, saran, dan hasil diskusi, dari masing-masing subjek uji coba. Perbaikan komponen-komponen perangkat pembelajaran, bertujuan untuk mengurangi kesalahan-kesalahan mendasar yang berhubungan dengan aspek isi, aspek desain, kemanfaatan, dan keterbacaan. Perangkat pembelajaran hasil penelitian pengembangan, dapat menjadi dokumen kurikulum yang lebih berkualitas dan saling terintegrasi, sehingga sewaktu-waktu dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan ini, maka peneliti memberikan saran pemanfaatan perangkat pembelajaran: (1) penggunaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja mahasiswa (LKM), hendaknya disesuaikan dengan konteks pembelajaran yang akan dilaksanakan, (2) penggunaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), hendaknya memperhatikan secara cermat komponen kegiatan pembelajaran, (3) penggunaan lembar kerja mahasiswa (LKM), hendaknya memperhatikan secara cermat deskripsi tugas, aspek-aspek yang dinilai, tolak ukur penilaian, dan skala nilai pada rubrik penilaian. (4) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja mahasiswa (LKM), dan buku ajar, saling terkait dalam mendukung kegiatan pembelajaran, sehingga hendaknya digunakan secara terintegrasi. Saran diseminasi perangkat pembelajaran: (1) mengadakan seminar skala regional bahkan nasional tentang pengembangan perangkat pembelajaran yang saling terintegrasi, (2) diperkenalkan pada forum seminar atau diskusi, (3) diterbitkan melalui suatu lembaga penerbit, (4) Dimuat pada fasilitas e-book atau e-learningyang disediakan oleh perguruan tinggi. Saran pengembangan lebih lanjut: (1) melaksanakan tahap analisis pebelajar dan konteks pembelajaran secara menyeluruh pada tahap awal pengembangan perangkat pembelajaran, (2) melaksanakan tahap uji coba lapangan untuk mengetahui efektifitas perangkat pembelajaran, (3) memasukkan seluruh bahan kajian mata kuliah struktur hewan pada buku ajar, (4) mempertimbangan penggunanaan strategi pembelajaran yang lain, agar kegiatan pembelajaran lebih bervariasi, (5) mengembangkan instrumen penilaian pada ranah afektif dan psikomotorik, (6) menambah komponen panduan dosen dan mahasiswa, (7) menambah gambar-gambar pada buku ajar, dari hasil pengamatan langsung atau dokumentasi dari penulis.

Mesin puntir mekanis untuk baja karbon rendah penampang persegi pejal (besi firkan) / oleh Sabidin dan Laurensius Liah S.

 

Hubungan antara ketahanan kedelai (Glycine max (L.) Merr.) terhadap CPMMV dengan preferensi Bemisia tabaci, jumlah trikoma, waktu perbungaan, dan waktu masak serta pemanfaatannya sebagai poster, brosur dan multimedia interaktif "pengelolaan hama terpadu" untuk SLPHT / M

 

Kata kunci: Ketahanan, CPMMV, Bemisia tabaci, trikoma, waktu berbunga, waktu masak, pengelolaan hama terpadu, SLPHT, poster, brosur, multimedia interaktif Selama ini, kebutuhan kedelai di Indonesia belum dapat dipenuhi melalui produksi kedelai dalam negeri. Kekurangan kedelai dalam negeri terpaksa dipenuhi melalui impor yang menghabiskan cukup banyak devisa negara. Rendahnya produksi kedelai di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh serangan CPMMV (Cowpea Mild Mottle Virus). Serangan CPPMV disebabkan oleh luasnya persebaran serangga vektor virus tersebut, yaitu B. tabaci. Preferensi B. tabaci terhadap tanaman kedelai berkaitan dengan ketahanan kedelai yang salah satunya berupa jumlah trikoma. Indikator lain yang dapat dihubungkan dengan ketahanan kedelai terhadap CPMMV adalah perubahan waktu perbungaan dan waktu masak yang biasa terjadi akibat serangan CPMMV. Salah satu solusi biologis yang aman untuk menanggulangi serangan hama B. tabaci dan CPMMV adalah dengan menggunakan varietas tanaman kedelai tahan CPMMV berdaya hasil tinggi. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pertama penelitian deskriptif korelasional tentang hubungan antara ketahanan kedelai terhadap CPMMV dengan preferensi B. tabaci, jumlah trikoma, waktu perbungaan dan waktu masak. Tahap kedua adalah penelitian pengembangan untuk mengembangkan poster, brosur dan multimedia interaktif “Pengelolaan Hama Terpadu”. Pada penelitian korelasional, dilakukan pengamatan ketahanan kedelai terhadap CPMMV, preferensi B. tabaci, jumlah trikoma, waktu perbungaan dan waktu masak, serta tes ELISA untuk mengetahui keberadaan CPMMV. Subyek dalam penelitian ini pada awalnya adalah 8 macam kombinasi persilangan kedelai tahan CPMMV berdaya hasil tinggi yaitu, A (Anjasmoro >< MLGG0021), B (Anjasmoro >< MLGG0268), C (Gumitir >< MLGG0021), D (Gumitir >< MLGG0268), E (Argopuro >< MLGG0021), F (Argopuro >< MLGG0268), G (Mahameru >< MLGG0021), dan H (Mahameru >< MLGG0268), namun karena kombinasi persilangan E dan F telah punah pada F4, maka dalam penelitian ini (F5) hanya ada 6 kombinasi persilangan, yaitu A, B, C, D, G dan H. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dan sampel diambil dengan teknik kuota sampling. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan BALITKABI Malang, Laboratorium Genetika ruang 310, Biologi Universitas Negeri Malang dan Laboratorium Terpadu BALIJESTRO BATU. Data dianalisis dengan analisis statistik korelasi Pearson. Proses penelitian ini dilakukan mulai Januari hingga Juni 2012.

Perencanaan pengikat benda kerja sistem magnetik pada alat pengecatan otomatis menggunakan katup selenoid dengan pengendali PLC / oleh Anok Triwandoko

 

Analisis variasi genetik dan hubungan kekerabatan varian Gracilaria verucosa (Huds) Papenfus di Jawa Timur berdasarkan penanda morfologi dan molekuler mikrosatelit sebagai penyusun buku belajar sistematik pada makroalga berbasis molekuler / Murni Sapta Sari

 

Disertasi. Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. AD. Corebima, M.Pd. (II) Prof. Sutiman B.Sumitro, SU, DSc, (III) Prof. Dr. agr. H. M. Amin, M.Si. Kata Kunci: Variasi genetik, Hubungan kekerabatan, Varian Gracilaria verucosa, Penanda morfologi, Penanda mikrosatelit, Buku pengayaan Makroalga Gracilaria verucosa (Huds) Papenfuss merupakan salah satu sumberdaya alam perairan yang melimpah di Jawa Timur dan bernilai ekonomi sebagai bahan mentah untuk produksi agar-agar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di berbagai pantai dan tambak di Jawa Timur menunjukkan identifikasi varian Gracilaria verucosa (Huds) Papenfuss mengalami masalah dalam batasan spesies karena variasi morfologi. Sebagai upaya agar mahasiswa dapat belajar dan memahami karakter molekuler diintegrasikan dalam sistematik tumbuhan, maka perlu adanya sumber belajar berupa buku pengayaan. Penelitian dibagi menjadi dua tahap, tujuan penelitian tahap I adalah sebagai berikut 1) mendeskripsikan variasi genetik Gracilaria verucosa (Huds) Papenfuss di Jawa Timur berdasarkan penanda morfologi dan molekuler mikrosatelit; 2) menganalisis hubungan kekerabatan Gracilaria verucosa (Huds) Papenfuss di Jawa Timur berdasarkan penanda morfologi dan molekuler mikrosatelit. Penelitian tahap II adalah penyusunan buku pengayaan ”Belajar Sistematik pada Makroalga Berbasis Molekuler”. Jenis Penelitian pada tahap I ini adalah penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan pada dua tempat untuk pengambilan bahan amatan di wilayah Jawa Timur yang terletak di tambak Kabupaten Pasuruan dan Sidoarjo. Data morfologi diperoleh hanya struktur vegetatif dan dikumpulkan dengan cara membuat kategori nilai skoring. Analisis mikrosatelit terdiri atas beberapa tahapan kegiatan, yaitu isolasi DNA genom, optimasi kondisi untuk reaksi PCR, amplifikasi DNA Gracilaria verucosa melalui PCR dengan 5 primer mikrosatelit dan visualisasi. Analisis data hasil pita DNA menggunakan program GENEPOP Package versi 4.0.10 hasil berupa frekuensi alel. Variasi genetik dan hubungan kekerabatan dengan penanda morfologi dan mikrosatelit menggunakan program NTSYS versi 2.0 Hasil penelitian menggunakan dendrogram secara umum menunjukkan 20 varian Gracilaria verucosa di Jawa Timur memiliki variasi genetik rendah baik dengan penanda morfologi maupun dengan penanda mikrosatelit. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan fenotip di dalam maupun antar populasi Gracilaria verucosa di Jawa Timur khususnya di wilayah Pasuruan dan Sidoarjo tetapi tidak menunjukkan perbedaan genotip. Berdasarkan dari hasil validasi menunjukkan buku dinilai baik dan layak untuk bahan bacaan mahasiswa.

Aplikasi PLC sebagai sistem kendali alat pengecat otomatis / oleh Tri Sulkhani

 

Profil kesalahan dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat pada siswa kelas IV SDN Penanggungan Malang / Diana Rohmah

 

Kata Kunci: Profil kesalahan, Operasi Hitung, Bilangan Bulat Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting dan harus dikuasai oleh siswa. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan banyak siswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat. Terdapat 55 siswa (75, 3%) yang melakukan kesalahan terutama pada operasi hitung bilangan bulat. Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk mendeskripsikan profil kesalahan siswa dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat dan penyebabnya. Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif dengan sumber data siswa kelas IV A sebanyak 39 dan kelas IV B sebanyak 37 siswa. Penelitian dilakukan pada bulan April 2012. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu siswa melakukan kesalahan dalam (1) menyelesaikan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat dengan menggambar garis bilangan pada soal nomor 1 sebanyak 12 siswa (15,79%), soal nomor 2 sebanyak 15 siswa (19,74%), soal nomor 3 sebanyak 13 siswa (17,1%), dan soal nomor 4 sebanyak 24 siswa(31,58%), (2) menyelesaikan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat beserta cara penyelesaiannya soal nomor 1 terdapat 14 siswa (18,42%), soal nomor 2 terdapat 36 siswa (47, 37%), soal nomor 3 terdapat 22 siswa (28,94%), dan soal nomor 4 terdapat 30 siswa (39,47%), (3) menyelesaikan operasi hitung pengurangan bilangan bulat dengan menggambar garis bilangan pada soal nomor 1 sebanyak 18 siswa (23,68%), soal nomor 2 sebanyak 38 siswa (50%), soal nomor 3 sebanyak 34 siswa (44,74%), dan soal nomor 4 sebanyak 39 siswa (51,32%), (4) menyelesaikan operasi hitung pengurangan bilangan bulat bserta cara penyelesaiannya pada soal nomor 1 terdapat 28 siswa (36,84%), soal nomor 2 terdapat 51 siswa (67,1%), soal nomor 3 terdapat 47 siswa (61,84%), dan soal nomor 4 terdapat 52 siswa (68,42%). (5) menyelesaikan operasi hitung campuran pada soal nomor 1 sebanyak 40 siswa (52,63%), soal nomor 2 sebanyak 35 siswa (46,1%), soal nomor 3 sebanyak 38 siswa (50%), dan soal nomor 4 sebanyak 36 siswa (47,37%). Penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat antara lain (1) siswa kurang memahami konsep operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, (2) siswa kurang teliti dalam mengerjakan soal, (3) siswa kurang memahami soal, dan (4) siswa menjumpai hal yang baru dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat dengan cara menguraikan Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa siswa banyak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat. Disarankan kepada guru untuk memberikan soal-soal yang lebih variatif kepada siswa.Kepada peneliti selanjutnya disarankan agar dapat lebih mengembangkan penelitiannya dengan perencanaan yang matang sehingga hasilnya dapat lebih baik.

Penerapan pembelajaran kooperatif STAD berbasis log dan jurnal belajar untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas X TPM 1 SMKN 1 Blitar / Bangun Richad Busana

 

Kata Kunci: log dan jurnal belajar, STAD, meningkatkan, motivasi belajar, Matematika. Rata-rata, motivasi belajar Matematika siswa kelas X TPM 1 SMKN 1 Blitar rendah, hal ini ditunjukkan dengan kurang bergairahnya kegiatan pembelajaran matematika siswa dikelas. Siswa terlihat tidak bersemangat dalam mengikuti pelajaran, tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran dan terlihat lelah karena terlalu banyaknya porsi jam pelajaran matematika di SMKN 1 Blitar. Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang tidak terlalu baik, maka dilakukan pembelajaran berbasis log dan jurnal belajar sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar matematika siswa Penelitian ini dilaksanakan di kelas X TPM 1 SMKN 1 Blitar dengan tujuan mendeskripsikan proses pembelajaran berbasis log dan jurnal belajar yang dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa di kelas tersebut. Penelitian ini adalah suatu penelitian tindakan kelas (PTK). Data diperoleh dengan menggunakan angket, pedoman observasi, dan catatan lapangan. Data tersebut dianalisis kemudian dibahas dan pada akhirnya ditarik suatu kesimpulan Hasil penelitian yang diperoleh dari pelaksanaan pembelajaran berbasis log dan jurnal belajar, penelitian terlaksana dalam dua siklus dikarenakan dalam siklus pertama belum dicapai kriteria keberhasilan. Pada siklus dua, peningkatan motivasi belajar siswa terlihat cukup signifikan. Kegiatan siklus dua menunjukkan Hasil observasi motivasi belajar dikelas juga menunjukkan adanya peningkatan motivasi yaitu pada pertemuan pertama rata-rata motivasi belajar siswa 92,43% sedangkan pada pertemuan ke dua 95,04%. Meningkatnya motivasi juga diiringi dengan peningkatan hasil belajar siswa. hasil belajar siswa pada siklus dua memiliki rata-rata 78,14 meningkat dari sebelum tindakan yang hanya 73,8 dan siklus 1 yang hanya 75,47 dengan 28 siswa (82,35%) siswa mengalami peningkatan hasil belajar. Jumlah siswa yang nilainya minimal dua poin diatas KKM juga meningkat menjadi 29 siswa (85,29%). Beberapa hal yang perlu diperhatika dalam penerapan pembelajaran berbasis log dam jurnal belajar adalah manajemen waktu yang tepat dan kondisi kelas yang harus juga diperhatikan.

Perencanaan mesin pemisah menir dan dedak dari beras utuh dengan sistem getar / oleh Ahmad Arief Sahroni

 

Analisis perbandingan motivasi kerja dan disiplin kerja antara karyawan pria dan wanita sebagai model peran bagi karyawan (studi pada KOP SAE Pujon Malang) / Ike Fajriati Rizka

 

Kata Kunci: motivasi kerja, disiplin kerja,karyawan pria dan wanita Suatu perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya, baik perusahaan yang bergerak dibidang pabrikan maupun jasa akan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Satu hal yang harus diperhatikan bersama yaitu bahwa keberhasilan berbagai aktivitas didalam perusahaan dalam mencapai tujuan bukan hanya tergantung pada keunggulan teknologi, dana operasi yang tersedia, sarana ataupun prasarana yang dimiliki, malainkan juga tergantung pada aspek sumber daya manusia. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang diharapkan organisasi dapat memberikan andil positif terhadap semua kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuannya, setiap karyawan diharapkan memiliki motivasi kerja yang tinggi yang diharapkan nantinya akan meningkatkan disiplin kerja yang tinggi. Tujuan tidak akan terwujud tanpa adanya peran aktif dari karyawan. Untuk itu perusahaan perlu membentuk tenaga kerja yang berkualitas demi kelangsungan hidup perusahaan. Untuk mencapai tujuannyadi antara lain adalah motivasi kerja dan disiplin kerja. Sarana untuk mencetak sumber daya manusia tersebut antara lain ialah dengan Koperasi. Koperasi sebagai lembaga di mana orang-orang yang memiliki kepentingan relatif homogen berhimpun untuk meningkatkan kesejahteraannya. Variabel dalam penelitian ini antara lain adalah motivasi kerja dan disiplin kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan motivasi kerja dan disiplin kerja antara karyawan pria dan wanita. Jenis penelitian ini adalah penelitian komparasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan di KOP SAE Pujon yang berjumlah 227 orang, yang mana jumlah karyawan pria adalah 197 karyawan, sedangkan jumlah karyawan wanita adalah 30 karyawan. Karena jumlah karyawan pria dan wanita tidak seimbang, yakni lebih banyak jumlah karyawan pria dibandingkan dengan karyawan wanita maka sampel yang diambil sebanyak 60 karyawan. Teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara dan angket. Adapun alat analisis yang digunakan adalah analisis uji T-test dengan bantuan program SPSS 16.00 for Windows, dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan motivasi kerja antara karyawan pria dan wanita, dan terdapat perbedaan yang signifikan disiplin kerja antara karyawan pria dan wanita. Dari hasil tersebuttingkat motivasi kerja karyawan pria lebih tinggi di bandingkan dengan karyawan wanita, sedangkan tingkat disiplin kerja karyawan pria lebih rendah di bandingkan dengan karyawan wanita. Saran dalam penelitian ini adalah Peningkatan motivasi kerja pada karyawan perlu di adakan pelatihan-pelatihan yang di adakan di kantor, agar karyawan dapat lebih memotivasi diri untuk lebih rajin lagi dalam bekerja. Karena motivasi harus di bangun dan di mulai dari dalam diri karyawan itu sendiri Untuk meningkatkan disiplin kerja pada karyawan hendaknya perusahaan menyediakan absen atau finger print yang digunakan pada saat masuk kerja, istirahat serta pada waktu selesai kerja. Dengan begitu karyawan akan termotivasi untuk datang lebih awal sehingga tidak ada karyawan yang bermalas-malasan lagi untuk datang terlambat.

Perencanaan penerapan teknologi Programmable Logic Controller (PLC) pada pintu toilet Kereta Api Gajayana / oleh Efendi Prasetiyono

 

Internalisasi moralitas ekonomi Pancasila ke dalam perilaku enterpreneur siswa Wirausaha SMKN 3 Kota Malang / Emma Yunika Puspasari

 

Kata kunci : internalisasi nilai, moralitas ekonomi pancasila, perilaku entrepreneur Paradigma ekonomi Pancasila, paradigma kualitatif-interpretative, strategi studi kasus, dan wawancara naratif diterapkan dalam penelitian ini di dalam merekonstruksi secara konseptual keberadaan dan internalisasi moralitas ekonomi pancasila ke dalam perilaku entrepreneur siswa wirausaha SMKN 3 Kota Malang. Lima perspektif orientasi sila-sila Pancasila digunakan sebagai proksi dalam merekonstruksi keberadaan moralitas ekonomi Pancasila. Moralitas Ekonomi Pancasila merupakan bagian dari perilaku ekonomi yang berkaitan dengan tindakan ekonomi seseorang dalam interaksinya dengan orang lain yang idealnya menekankan tidak hanya pada motif ekonomi saja, melainkan adanya pertimbangan moral dan afiliasi sosial yang berorientasi pada sila-sila Pancasila. Penelitian ini mengkaji secara mendalam tentang proses internalisasi moralitas ekonomi pancasila ke dalam perilaku entrepreneur siswa wirausaha SMKN 3 Kota Malang. Data penelitian ini adalah ujaran-ujaran yang dihasilkan responden dalam wawancara. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas khusus wirausaha SMKN 3 kota Malang. Dalam pengumpulan data, menggunakan voice recorder/handphone, kamera,pedoman wawancara dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil rekonstruksi secara analitis ditemukan bahwa internalisasi moralitas ekonomi Pancasila ke dalam perilaku entrepreneur yang dominan melalui jalur mediasi orang tua/keluarga berupa doktrin nasehat dan keteladanan, ajaran agama /pengajian/tokoh agama berupa dogma ajaran agama, lingkungan sekolah/guru melalui doktrin nasehat, teman pergaulan melalui budaya pertemanan, refleksi individu melalui perenungan dan peresapan pada penilaian individu berdasar dari pengetahuan moral yang dimiliki, praktek berupa pengalaman pribadi yang membentuk moralitas ekonomi pancasila siswa wirausaha. Berawal dari proses internalisasi nilai yang menjadi moral melalui jalur mediasinya mampu membentuk perilaku entrepreneur siswa wirausaha dalam melakukan tindakan ekonomi yang berhubungan dengan kegiatannya dalam menggeluti usaha jasa penjahitan yang dimiliki. Pertimbangan moral dilakukan sebagai judgement dalam membuat keputusan untuk melakukan tindakan ekonomi yang kecenderungan pertama adalah adanya dorongan kewajiban terhadap kepatuhan atas perintah Tuhan YME, jika pelanggaran dilakukan maka timbul rasa ketakutan terhadap hukumuan /sanksi Tuhan YME yang merupakan orientasi pada kebenaran. Pertimbangan lainnya adalah muncul rasa iba (compassion) yaitu perasaan ikut merasakan penderitaan yang dialami seseorang, yang berupa pengalaman atau reaksi spontan yang dimungkinan oleh pengalaman penderitaan sendiri sama atau serupa serta oleh kemampuan empati siswa wirausaha yang merupakan orientasi kemanusiaan, adanya rasa tanggung jawab sosial dalam melakukan kerja sama dengan orang lain termasuk rekan seprofesi maupun dengan konsumen jasa penjahitan, adanya saling pengertian yang dirasakan pada pengalaman peristiwa yang dialami oleh siswa wirausaha dengan rekan seprofesi maupun konsumen jasa penjahitannya yang merupakan orientasi kerukunan, pertimbangan lain adalah adanya harapan timbal balik melaksanakan kewajiban yang seharusnya dia lakukan dan kebajikan ada harapan dimana apa yang telah di lakukan mendapatkan manfaat dan keuntungan bagi dirinya, motif ekonomi juga dipikirkan meskipun dalam perilaku ekonomi terdapat indikasi adanya pertimbangan moral sebagai dasar keputusan tindakan ekonomi dilakukan, rasa kepercayaan juga muncul sebagai penguat hubungan kerja sama antara individu dan rekan sejawat maupun konsumen jasa penjahitannya sehingga tercipta kesepakatan-kesepakatan antar individu yang mau tak mau harus menyepakati keputusan yang dibuat yang merupakan implementasi kesepakatan. Dengan terciptanya kesepakatan di antara siswa wirausaha dan lingkungannya selain dari motif ekonomi, pertimbangan moral dan kebajikan responden melahirkan keadilan yang terwujud sebagai manifestasi akhir dari tindakan ekonomi yang dilalui melalui pertimbangan moral oleh responden yang pada akhirnya merupakan orientsi pemerataan kesejahteraan. Dalam moralitas ekonomi Pancasila sifat egoisme yang mementingkan kepentingan diri (self interset) mengorbankan kepentingan orang lain nampak pada implementasi tindakan mengejar keuntungan untuk mengembangkan usaha jasa yang dimiliki dan melaksanakan tanggung jawab sebagaimana mestinya orientasi layanan prima penjahit semata-mata untuk mendapat kepercayaan konsumen jasa penjahitan dan altruisme (mengutamakan kepentingan orang lain kemudian mempertimbangkan kepentingan individu) responden yang nampak dari implementasi perilaku entrepreneurnya juga mempunyai afiliasi sosial yang melebur dan menyatu. Pada hakikatnya moralitas ekonomi pancasila yang muncul dalam perilaku siswa wirausaha bukan murni sebagai egoisme saja atau sebagai altruisme melainkan sebagai mutualisme, pada kerangka ini muncul bahwa tindakan ekonomi untuk memuaskan kepentingan diri juga mempertimbangkan adanya perilaku moral dan kerja sama sosial yang terjadi pada siswa wirausaha. Moralitas ekonomi Pancasila yang nampak pada tindakan ekonomi siswa wirausaha muncul sebagai satu kesatuan yang utuh yang ada dalam peristiwa dan pengalaman yang pernah dialami siswa wirausaha.

Perencanaan alat penguji butiran pasir cetak sistem getar / oleh Fathuszuhur

 

Pengaruh sikap, locus of control, dan kreativitas terhadap enterpreneurship tendency dosen Ekonomi Universitas Negeri Manado / Feibry Feronika Wiwenly Senduk

 

Kata Kunci: sikap, locus of control, kreativitas, entreperneurship tendency. Kewirausahaan merupakan hal yang paling penting dalam proses pembangunan ekonomi di negara ini. Kenyataan menunjukkan bahwa banyak orang tertarik untuk berwirausaha baik itu sebagai pekerjaan utama, ataupun pekerjaan sampingan. Permasalahan mendasar dalam penelitian ini yaitu bagaimana melihat kecenderungan dosen dalam berwirausaha, di samping tuntutan mereka sebagai pengajar di perguruan tinggi. Untuk itulah penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh antara variabel sikap, locus of control, dan kreativitas terhadap entrepreneurship tendency dosen Universitas Negeri Manado. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian explanatory reaserch dengan pendekatan kuantitatif. Sebagai populasi adalah seluruh dosen fakultas ekonomi Universitas Negeri Manado berjumlah 124 orang dan sampel diambil secara proporsional dengan menggunakan rumus Taro Yamane sehingga diperoleh 55 orang. Untuk pengumpulan data digunakan metode angket, sedangkan teknik analisis data menggunakan path analysis. Temuan penelitian menunjukkan adanya pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Pengaruh langsung variabel sikap dosen terhadap locus of control dosen ialah signifikan, begitu juga pengaruh langsung variabel sikap dosen terhadap kreativitas dosen ialah signifikan. Dari hasil analisis, pengaruh langsung sikap dosen terhadap entrepreneurship tendency dosen menunjukkan hasil tidak signifikan, sama halnya dengan pengaruh locus of control dosen terhadap entrepreneurship tendency dosen juga tidak signifikan. Namun pengaruh kreativitas dosen terhadap entrepreneurship tendency dosen signifikan. Sikap dosen berpengaruh secara tidak langsung terhadap entrepreneurship tendency dosen melalui kreativitas dosen, tetapi sikap tidak berpengaruh secara tidak langsung melalui locus of control dosen. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa sikap dosen tidak berpengaruh secara langsung terhadap entrepreneurship tendency dosen namun, sikap dosen berpengaruh tidak langsung terhadap entrepreneurship tendency dosen melalui kreativitas dosen, tetapi tidak melalui locus of control dosen. Jadi, untuk meningkatkan entrepreneurship tendency dosen ekonomi Universitas Negeri Manado tidak bisa melalui sikap secara langsung, sikap harus dikombinasikan dengan kreativitas dosen dan bukan dikombinasi dengan locus of control dosen. Untuk meningkatkan kreativitas dosen, bisa dilakukan dengan mengadakan seminar atau studi banding dengan pembicara yang bersifat motivator, dan juga untuk mengukur entrepreneurship tendency dosen lebih dalam lagi bisa menggunakan variabel lain yang terkait dengan entrepreneurship tendency.

Rancang bangun automatic main's failure dari emergency power supplay 3 fasa / oleh Abraham Surya dan Prisma Asmara Yudha

 

Kompetensi tenaga pendidik pendidikan anak usia dini laboratorium site Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang / Elok Dwi Rahmawati

 

Kata Kunci: kompetensi, tenaga pendidik, PAUD. Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan semua potensi anak pada masa usia emas baik fisik maupun mental. Tenaga pendidik merupakan salah satu komponen sumberdaya manusia (SDM) terpenting dalam penyelenggaraan PAUD. Oleh karena itu penting bagi tenaga pendidik memiliki kompetensi khusus yang dapat mendukung pelaksanaan tugas-tugas pokok dalam proses pembelajaran PAUD. Secara terperinci kompetensi yang harus dimiliki tertuang dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kompetensi akademik, kepribadian, profesional, pedagogik serta sosial tenaga pendidik PAUD Lab Site PLS UM. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga pendidik PAUD Lab Site PLS sebanyak 15 orang tenaga pendidik yang tersebar di delapan lembaga, yaitu di Kelurahan Arjowinangun Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Desa Karang Duren Kecamatan Pakisaji, Desa Kucur Kecamatan Dau, Desa Sidorahayu Dusun Niwen, Ampelsari, Bunder, Desa Sidodadi Dusun Jengglong, Petung Papat, Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Instrumen yang digunakan dalam memperoleh data adalah angket/kuesioner, tes dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian diskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) kompetensi akademik tenaga pendidik PAUD Lab Site PLS UM sebanyak 12 orang tergolong dalam kualifikasi akademik SLTA keatas dan hanya enam orang tenaga pendidik yang sudah memenuhi standar kualifikasi akademik sebagai guru pendamping dan pengasuh dengan sudah memiliki sertifikat pendidikan/pelatihan PAUD. 2) Kompetensi profesional sebagian besar tergolong dalam kualifikasi yang baik dalam memahami tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memahami pemberian rangsangan pendidikan yang tepat dan mampu membangun kerjasama yang baik dengan orang tua sehingga sudah memenuhi standar kompetensi professional tenaga pendidik PAUD. 3) Selanjutnya untuk kompetensi kepribadian sebagian besar tergolong dalam kualifikasi yang sangat baik dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan psikologis anak, norma agama, budaya dan mampu menampilkan diri sebagai pribadi yang luhur dengan sangat baik, sehingga sudah memenuhi standar kompetensi kepribadian tenaga pendidik PAUD. 4) Sedangkan untuk kompetensi pedagogik sebagian besar tergolong dalam kualifikasi sangat baik dalam merencanakan, melaksanakan program dalam proses pendidikan, pengasuhan serta perlindungan terhadap anak. Namun masih ada sebagian kecil tenaga pendidik pada beberapa lembaga yang belum membuat dan mengaplikasikan Prota, Promes, RKM dan RKH pada proses pembelajaran. 5) Kompetensi sosial menunjukkan bahwa tenaga pendidik mempunyai kualifikasi yang sangat baik dalam beradaptasi dengan lingkungan dan berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik sehingga sudah memenuhi standar kompetensi sosial. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang peneliti ajukan adalah sebagai berikut: 1) Pihak laboratorium site hendaknya lebih memperhatikan tenaga pendidik PAUD Lab Site PLS melalui perencanaan program laboratorium diantaranya dengan membuat, a) Program peningkatan kompetensi pedagogik dengan memberikan pendampingan dalam pembuatan prota, promes, RKM dan RKH melalui mahasiswa PPL untuk menunjang peningkatan kompetensi tersebut. b) Memfasilitasi layanan pendidikan kesetaraan, dan layanan pendidikan luar sekolah yang lain untuk peningkatan kualifikasi akademik tenaga pendidik PAUD Lab Site yang belum memenuhi standar kualifikasi akademik SLTA. 2). Pada tingkat kompetensi akademik ditemukan masih ada tiga tenaga pendidik yang belum memenuhi standar kualifikasi akademik dengan memiliki ijazah minimal SD, SLTP, sehingga akan lebih baik jika tenaga pendidik tersebut meningkatkan kualifikasi akademik dengan mengikuti pendidikan kesetaraan, dan program pendidikan luar sekolah yang lain.

Perencanaan modifikasi sistem pengapian konvensional ke sistem pengapian elektronika CDI pada engine stand Daihatsu Feroza / oleh Hermawan

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 |