Pengaruh konsentrasi inokulum, jenis inokulum, dan kultivar kedelai terhadap warna, aroma, rasa, kandungan protein dan asam total soyghurt / oleh Allina Setia Niningsih

 

Penerapan metode inkuiri terpimpin dalam problem based learning untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IIA SMPN Beji Pasuruan / oleh Fitta Nur Rohmah

 

ABSTRAK Rohnawati, Noer. 2003. Pengaruh Metode Kerja Kelompok Bebas dan Kerja Kel ompok T erb inb ing T erhadap P e ningkaat n Pr es tasi Be I a ja r dan Akt iv i tas Siswad alamM ota Pelajaran Biologi Kelas II SemestelrI SMU Assa'adah BungahGresik Skripsi, jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu PengetahuaAnl am UniversitasN egeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Soewolo,lvI-Pd,( tr) Drs. TriastonoI mam P, M.Pd. Krtr tnnci : Metode Kerja kelompok Bebas, Keqia kelompok Terbimbing, Prestasi BelEjar,'{ktivias Sisua. Kegiaianp cmb€lajarany angb erlangsungs elamai ni hanyab ersifat memberi pengetrhnnyangben4a lasit dari menghapalU- ntuk mengataski eadaante rsebut meikad iperh*an carau ntuk lebih memahamki onsep.konsepd alamB iologi sehingga teroapahi nsil beldar png baik Agar presusi belajars iswab aik maka guru dituntut menentukand anm enerapkans uatum etodep embetajarany angt epat.S elamai ni metodep embelqiaranya ngd igunakano leh guru Biologi SMU Assa'adahB unph Gresikl ebih banyakm enggunakapne nyampaiand engn ceramah,n amunh al ini belumm ampum eningkatkana ktivias dan prestasib elajar siswa.B erdasarkan permasalahatne rsebutd alamp enelitiani ni diujicobakanm etodep embelajaranla in yangl ebih banyakm enga"tciftans elamap rosesb elajarm eng:ajasr ehinggad iharapkan dapatm eningkatkanh asil belajars iswa.A lternatif metodet ersebuta dalahm etode kerja kelompok terbimbing. Tujuanp enelitiani ni adalahuntukm engetahu:i (l) perbedaanp restasib elajar siswa dalam mata pelajaran biologi antara siswa yang diajar dengan metode ke{a kelompok bebas dan siswa yang diajar dengan metode keda kelompok terbimbing (2) perbedaana ktivitas siswad alamm ata pelajaranb iologi antaras isway ang diajar denganm etodek erja kelompokb ebasd engans isway ang diajar dan metodek eda kelompok terbimbing. Penelitiani ni perupakanp enelitiane ksperimenR. ancanganp enelitiany ang dipilih adalahP rates- PascatesA cqk Kelompok.P opulasid alamp enelitiani ni adalah siswaS MU Assa'adahB ungahG resik kelas II s€mesterII tahun ajaran200212003, pengambilans ampelnyad ilakukan secaraa cakk elompok yaitu kelasI i3 (keqa kelompokt erbimbing)d an kelasI I2 (kerja kelompokb ebas),m asing-masingk elas terdiri dari 45 siswa,s ehinggaju mlah keseluruhan9 0 siswa.U ji prasaraty ang digunakana dalahu ji normalitas.U ji hipotesisnyam enggunakanu ji t (uji bedar atarata). Dari hasila nalisisd iperolehT hit > T tab yaitu 2,133> 1,9872S. ehingga disimpulkanb ahwaa dap erbedaanp restasib elajar siswad alamm atap alajaranb iologr antara siswa yang diajar dengan metode ke{a kelompok bebas dengan siswa yang diajar denganm etodek efa kelompokt erbimbing. Perbedaanp restasib elajar diperolehd alamh al peningkatanp restasbi elaiars iswa.P restasibelalasri sway ang drajard enganm etodek ef a kelompokt erbimbingl ebih baik dari padas isway ang diajard enganm etodek erja kelompokb ebasD. isampingi tu adap erbedaaank tivitas sisway angd iajard enganm etodek erja kelompokt erbimbingd an sisway angd iajar denganm etodek erja kelompokb ebas.P erbedaana ktivitas diperolehd alam hal rataratap ersentaseA.k livitas sisway angd iajard enganm etodek eqak elompok terbimbingle bihb aik dari padas isway angd iajard enganm etodek erjak elompok bebas.

Studi kualitas nata de tomato dari buah tomat (Lycopersicum Mill.) varietas ratna dan artaloka berdasarkan tebal, berat dan kadar gula reduksi nata / oleh Muhtarul Kirom

 

Game aritmatika sebagai penunjang pembelajaran siswa sekolah dasar kelas II / Ratri Martyasari

 

Kata Kunci : Game Aritmatika, Bahan Ajar Perkembangan game terutama yang berkaitan dengan pendidikan berkembang dengan pesatnya yaitu yang biasa disebut dengan game edukasi. Pembelajaran Matematika terutama penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian masih menggunakan bahan ajar sederhana. Dari hasil observasi metode yang digunakan dalam pembelajaran matematika masih menggunakan bahan ajar yang sederhana yaitu dengan menggunakan benda atau papan tulis. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan bahan ajar berbasis game untuk belajar aritmatika siswa sekolah dasar kelas II dan menguji kelayakan dari game yang dikembangkan. Bahan ajar ini dikembangkan dengan mengadaptasi model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari 7 langkah, yaitu analisis kebutuhan, perancangan media, pengembangan produk, validasi, uji coba, revisi, dan implementasi. Validasi dilakukan oleh ahli media dan ahli materi untuk menilai produk yang dirancang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket penilaian terhadap produk yang dikembangkan. Hasil pengembangan media game aritmatika untuk kelas II di SDIT Al-Azhaar ini memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli media 83,6% dan ahli materi 84,3%. Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media game aritmatika untuk siswa kelas II di SDIT Al-Azhaar ini valid/layak digunakan sebagai media pembelajaran.

Pengaruh kedisiplinan kerja terhadap peningkatan produktivitas kerja : studi pada karyawan bagian produksi perusahaan kayu PT. Wonojati Wijoyo Kediri / oleh Nunik Lestari

 

Pengaruh persepsi siswa tentang pengelolaan kelas oleh guru terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi semester genap tahun ajaran 2011/2012 di SMA Negeri 3 Kota Malang / Nurcahyo Eko Prasetyo

 

Kata Kunci: persepsi, pengelolaan kelas, hasil belajar Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal yang meliputi faktor kesehatan, psikologis, dan kelelahan, serta faktor eksternal yaitu faktor keluarga, sekolah, dan masyarakat. Adapun faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah faktor eksternal siswa yaitu faktor sekolah yang mana penelitian ini di khususkan terhadap pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru. Seorang guru dikatakan dapat mengelola kelas dengan baik apabila guru tersebut mampu memenuhi empat kemampuan dasar dalam mengelola kelas. Kemampuan tersebut meliputi pengaturan kondisi fisik kelas, pengaturan kondisi sosio-emosional kelas, pengaturan kondisi organisasional kelas dan pengembangan kondisi belajar yang optimal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanasi, dengan teknis analisis regresi linear berganda. Variabel penelitian antara lain: persepsi siswa tentang pengaturan kondisi fisik kelas oleh guru (X1), persepsi siswa tentang pengaturan kondisi sosio-emosional kelas oleh guru (X2), persepsi siswa tentang pengaturan kondisi organisasional kelas oleh guru (X3) persepsi siswa tentang pengembangan kondisi belajar yang optimal oleh guru (X4) dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (Y). Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner, observasi lapangan, dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaturan kondisi fisik kelas oleh guru berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa, pengaturan kondisi sosioemosional kelas oleh guru berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa, pengaturan kondisi organisasional kelas oleh guru berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa, pengembangan kondisi belajar yang optimal oleh guru berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dan pengelolaan kelas oleh guru berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Saran yang diajukan bagi guru ekonomi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengatur kondisi sosioemosional kelas dalam proses belajar mengajar, bagi SMA Negeri 3 Malang, diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas tenaga pengajar, disamping itu juga lingkungan sekolah baik dari segi fisik maupun non fisik demi tercapainya suasana belajar yang kondusif dan akademis untuk mendorong siswa berprestasi, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan variabel penelitian sehingga hasil penelitiannya lebih representatif dengan perkembangan jaman.

Pengaruh kualitas layanan (Servis quality) terhadap loyalitas (Stufy pada anggota unit simpan piagam "Bina Bersama") / Fahmi Amrullah

 

Kata kunci: loyalitas, kualitas layanan Koperasi Pegawai Negeri Indonesia (KPRI) “Bina Bersama” Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso, adalah koperasi yang dikhususkan untuk guru. Tujuan dibentuknya KPRI “Bina Bersama” yaitu untuk memenuhi kebutuhan para guru, selain itu tentunya KPRI “Bina Bersama” ingin bertahan dalam persaingan. Salah satu cara dalam menghadapi persaingan adalah dengan membentuk loyalitas. kualitas layanan merupakan hal yang harus diperhatikan, karena kualitas layanan merupakan salah satu penilaian anggota sebelum memutuskan untuk loyal atau tidak. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui keadaan loyalitas anggota dan kualitas layanan yang diberikan oleh Unit Simpan Pinjam KPRI “Bina Bersama” selain itu, penelitaian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kualitas layanan Unit Simpan Pinjam KPRI “Bina Bersama” terhadap loyalitas anggota Unit Simpan Pinjam KPRI “Bina Bersama”. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan eksplanatory, hasil penelitian ini akan menjelaskan secara detail pengaruh variabel kualitas layanan Unit Simpan Pinjam KPRI “Bina Bersama” terhadap loyalitas anggota Unit Simpan Pinjam KPRI “Bina Bersama”. Penelitian ini dilakukan pada anggota Unit Simpan Pinjam KPRI “Bina Bersama” yang berjumlah 145 responden, yang didapat dari populasi sebanyak 230 orang. Dalam menentukan jumlah sample di gunakan rumus dari slovin, sedangkan pemilihan sample digunakan metode simple random sampling. Analisis untuk menguji hipotesisnya digunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kualitas layanan terhadap loyalitas pada anggota unit simpan pinjam KPRI bina bersama. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, penulis memberikan saran agar sebaiknya Kualitas layanan KPRI “Bina Bersama” sudah dinilai bagus oleh para anggotanya, namun hal-hal seperti fasilitas fisik, dan perlengkapan KPRI “Bina Bersama”, seyogyanya ditingkatkan kualitasnya agar loyalitas anggota Unit Simpan Pinjam KPRI “Bina Bersama” semakin bagus. Sedangkan hal lainnya agar dipertahankan atau kalau bisa ditingkatkan juga agar loyalitas anggota senantiasa dalam keadaan yang bagus.

Penyelesaian Vehicle Routing Problem with Time Windows (VRPTW) dengan menggunakan algoritma Ant Colony System (ACS) / Pratimoria Elly Agustin

 

Kata Kunci: Graph, Vehicle Routing Problem (VRP), VRP With Time Window (VRPTW), Algoritma Ant Colony System (ACS). Vehicle Routing Problem With Time Window (VRPTW) merupakan masalah kombinatorial yang kompleks dalam masalah optimalisasi. Pendeskripsian VRPTW adalah bagaimana suatu depot pusat distribusi barang, dengan sejumlah kendaraan berkapasitas tertentu melayani sejumlah customer pada titik-titik lokasi terpisah, dengan permintaan dan batasan time window tertentu, dengan tujuan meminimalkan total biaya perjalanan, tanpa mengabaikan batasan kapasitas kendaraan dan time window depot. Penyelesaian VRPTW dapat dilakukan menggunakan metode eksak atau heuristik. Dalam tugas akhir ini, VRPTW diselesaikan dengan menggunakan algoritma Ant Colony System (ACS) yang merupakan permasalahan optimasi berbasis artificial intelligence yang berdasarkan pada observasi tingkah laku koloni semut nyata. Dari segi pandangan optimasi, satu hal yang terpenting dalam perilaku koloni semut nyata adalah perilaku mereka dalam mencari makanan. Lebih tepatnya, semut dapat menemukan jalur terpendek dalam mencari makanan dari sarang mereka ke sumber makanan dan sebaliknya. Penyelesaian contoh permasalahan pada bab 3 yang dikerjakan dengan menggunakan algoritma ACS. Pada contoh pertama menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 32 km, contoh kedua menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 122,63 km, dan untuk contoh ketiga menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 130,8 km. Sedangkan penyelesaian contoh permasalahan yang diselesaikan dengan algoritma Clark and Wright pada contoh pertama menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 37 km, contoh kedua 2 rute dengan total jarak tempuh 140,35 km, dan pada contoh ketiga menghasilkan 2 rute dengan total jarak tempuh 144,88 km. Dari hasil ketiga penyelesaian contoh permasalahan terlihat bahwa algoritma ACS menghasilkan rute dengan total jarak tempuh yang lebih minimum dibandingkan dengan algoritma Clark and Wright. Kelebihan dari algoritma ACS yaitu pada saat perluasan rute yang dilakukan dengan cara penyisipan customer pada dua rute yang berbeda. Yaitu, apabila pada rute pertama kendala kapasitas belum mencapai batas maksimum dari kapasitas kendaraan, maka customer pada rute kedua dapat disisipkan pada rute pertama dengan menggunakan Local Search Insertion Move tanpa mengabaikan batasan time window dan kapasitas kendaraan.

Kepemimpinan kepala madrasah dalam pengembangan Lembaga Pendidikan Islam di MAN 1 Sumenep / Ridwan Ainur Rahman

 

Kata kunci: kepemimpinan kepala madrasah, pengembangan lembaga pendidikan islam Kepemimpinan kepala madrasah mempunyai peran dan pengaruh yang cukup besar di dalam kehidupan madrasah, walaupun kepala madrasah bukan merupakan seorang yang memiliki kekuasaan yang mutlak dalam lingkungan madrasah. Kepemimpinan kepala madrasah dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam yang secara langsung mengembangkan lembaga pendidikan Islam yang tidak terlepas dari karakteristik kepemimpinan, tipe pemimpin, fungsi pemimpin, dan kegiatan- kegiatan pemimpin. Peran seorang pimpinan madrasah dalam melakukan serangkaian inovasi dan improvisasi program atau kegiatan madrasah sangatlah perlu dalam rangka meningkatkan perkembangan dan kemajuan madrasah. Kepala madrasah dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam tidak sekedar dilandasi kemampuan mengatur dan menjalankan mekanisme kepemimpinan saja, tetapi juga harus mampu memimpin dan mengembangkan organisasi tersebut. Berdasarkan uraian konteks penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka fokus penelitian ini adalah: (1) karakteristik kepemimpinan Kepala madrasah dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam, (2) deskripsi tipe kepemimpinan yang diterapkan Kepala madrasah dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam, (3) fungsi-fungsi kepemimpinan yang diterapkan Kepala madrasah dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam, (4) kegiatan-kegiatan Kepala madrasah dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Sumenep dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: wawancara, observasi; dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisasi, ditafsirkan, dan dianalisa secara berulangulang guna penyusunan konsep dan abstraksi temuan lapangan. Kredibilitasi sumber dengan menggunakan triangulasi teknik pengumpulan data. Temuan penelitian ini yaitu karakteristik kepemimpinan Kepala madrasah dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam, yakni memiliki karakteristik kepemimpinan yang karismatik dan terbuka. Tipe kepemimpinan demokratis yang dimilikinya, semakin membuat MAN 1 Sumenep terus berkembang dan maju karena semua pegawai baik atasan dan bawahan yang terdapat di lembaga ikut terlibat langsung dan memiliki tanggung jawab bersama untuk melayani masyarakat. Pada fungsi kepemimpinan, Kepala MAN mempunyai fungsi instruksi, fungsi konsultasi, fungsi partisipasi, fungsi delegasi dan fungsi pengendalian. Pemimpin juga berusaha membantu terciptanya suasana persaudaraan, kerjasama dengan penuh rasa kebebasan. Di samping itu juga

Pengembangan model kuliner berupa jajanan dengan penambahan tepung daun kelor sebagai potensi peningkatan asupan kalsium bagi perempuan keluarga miskin / Riza Fadhila

 

Kata kunci: Pengembangan model kuliner, kalsium,perempuan keluarga miskin Daun kelor mengandung semua unsur gizi, salah satunya adalah kalsium. Kandungan kalsium dalam daun kelor kering sangat tinggi yaitu sebesar 2003mg dibandingkan dalam daun kelor segar yaitu sebesar 440mg, sehingga dalam penelitian ini daun kelor yang digunakan berupa tepung daun kelor. Tidak semua perempuan di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan kalsium, karena mereka beranggapan pemenuhan kalsium hanya didapat dari mengkonsumsi susu atau susu tinggi kalsium. Perempuan dari keluarga miskin mempunyai daya beli yang rendah terhadap produk tersebut, padahal masih ada bahan makanan lain yang kandungan kalsiumnya tinggi yaitu daun kelor. Tepung daun kelor yang digunakan dalam penelitian ini adalah tepung daun kelor dengan perlakuan direbus selama 5 menit dan dengan penambahan natrium bikarbonat sebanyak 0,5% bb, karena dengan adanya perlakuan tersebut dapat mempertahankan warna hijau daun sehingga tepung daun kelor ini berfungsi sebagai pewarna hijau alami pada produk jajanan, yang selama ini menggunakan pewarna dari air daun suji atau pewarna hijau buatan. Produk jajanan dibuat karena tepung daun kelor lebih memungkinkan untuk ditambahkan sebagai pewarna alami pada produk jajanan (lebih bervariasi) dibandingkan untuk menu makanan sehari-hari (sayur, lauk-pauk). Keempat produk model kuliner (Klepon Moringa Oleifera, Putri Gunung Cookies Moringa Oleifera, Green Cookies Moringa Oleifera, Green Stick Moringa Oleifera). Jenis penelitian yang digunakan adalah R&D (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan yang dari Sugiyono (2009) yang telah dimodifikasi oleh peneliti dengan pengembangan sebagai berikut: 1) studi pendahuluan, 2) desain produk, 3) validasi desain, 4) revisi desain, dan 5) uji coba produk. Pada tahap validasi yang dilakukan peneliti bersama empat ahli tata boga dalam bidang pastry, hasil keseluruhan produk sudah cukup baik dan dinyatakan valid. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil uji kesukaan produk model kuliner berupa jajanan dapat diterima oleh perempuan keluarga miskin di Desa Pamotan dukuh Sumber Ayu Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, persentase daya terima tersebut antara lain: 1) KleponMoringa Oleifera dari segi warna hijau cerah produk sebesar 80%, tekstur kenyal produk sebesar 83%, flavour daun kelor produk sebesar 80%, dan rasa gurih produk sebesar 82%, 2) Putri Gunung CookiesMoringa Oleifera, dari segi warna hijau cerah produk sebesar 83%, tekstur renyah produk sebesar 80%, flavour daun kelor produk sebesar 87%, dan rasa manis produk sebesar 82%, 3) Green Cookies Moringa Oleifera, dari segi warna hijau cerah produk sebesar 87%, tekstur renyah produk sebesar 88%, flavour daun kelor produk sebesar 85%, dan rasa manis produk sebesar 85%, 4) Green Stick Moringa Oleifera, dari segi warna hijau agak gelap produk sebesar 82%, tekstur renyah produk sebesar 85%, flavour daun kelor produk sebesar 82%, dan rasa gurih produk sebesar 83%. Produk model kuliner tersebut terjadi perubahan kadar kalsium setelah proses pengolahan, antara lain 1) Klepon Moringa Oleifera terjadi penurunan kadar kalsium sebesar 70,65%, 2) Putri Gunung Cookies Moringa Oleifera terjadi penurunan kalsium sebesar 44,53%, 3)Green Cookies Moringa Oleiferaterjadi penurunan kalsium sebesar 53,54%, 4) Green Stick Moringa Oleiferaterjadi penurunan kalsium sebesar 60%. Berdasarkan hasil pengembangan disimpulkan bahwa model kuliner berupa jajanan dengan penambahan tepung daun kelor dapat diterima oleh perempuan keluarga miskin di Desa Pamotan Dukuh Sumber Ayu Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Saran pengembangan lebih lanjut diharapkan bagi masyarakat Dampit, memperoleh informasi tentang manfaat dan kandungan kalsium daun kelor mengingat kandungan kalsium daun kelor yang tinggi, sehingga daun kelor tersebut dapat dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari dan bagi calon wirausaha, dapat menjadikan produk jajanan (Klepon, Putri Gunung, Green Cookies, Green Stick Moringa Oleifera) dengan penambahan tepung daun kelor sebagai prospek usaha jajanan.

Pengaruh latihan senam pencegahan osteoporosis (Sposis) terhadap derajat densitas tulang pada wanita klub sposis di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang / oleh Dwi Purwono

 

Strategi penetapan harga yang bervariasi sebagai upaya menstimulasi pembelian konsumen di PT. Hero Supermarket Tbk. Cabang Sarinah Plaza Malang / oleh Ida Wardhana

 

Hubungan persepsi tentang kualitas layanan usaha degan partisipasi anggota koperasi Pegawai Repubik Indonesia (KPRI) Universitas Negeri Malang / Yunita Wahyuningsih

 

Pengembangan dan penggunaan instrumen diagnostik two-tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa tentang kepolaran dan gaya antarmolekul di SMA Negeri 2 Jombang / Yussalina Afifanur

 

Kata Kunci: miskonsepsi, two-tier, kepolaran, gaya antarmolekul Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari sifat, reaksi, energi dan struktur dari suatu materi yang diperoleh dari suatu kegiatan ilmiah. Konsep yang dipelajari dalam ilmu kimia umumnya memiliki tingkat kerumitan yang tinggi. Padahal untuk mencapai tujuan pembelajaran kimia diperlukan suatu pemahaman konsep yang benar. Siswa cenderung memiliki karakter unik dengan mengolah struktur pemahamannya sendiri sehingga kemungkinan siswa mengalami miskonsepsi tidak dapat dielakkan. Konsep kepolaran dan gaya antarmolekul merupakan konsep yang kompleks dan mengandung banyak salah konsep. Salah satu metode yang efektif untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada siswa yakni dengan instrumen tes diagnostik two-tier. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen diagnostik two-tier tentang konsep kepolaran dan gaya antarmolekul dan mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada konsep kepolaran dan gaya antarmolekul. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif yang dilakukan di SMA Negeri 2 Jombang dengan subjek penelitian sejumlah 128 siswa yang tersebar pada kelas XI IPA 2, 3, 4 dan 5. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen diagnostik two-tier yang dikembangkan oleh peneliti melalui adaptasi dan modifikasi dengan jumlah soal sebanyak 20 soal. Dari uji reliabilitas instrumen diagnostik two-tier kepolaran dan gaya antarmolekul menggunakan bantuan SPSS 16 for Windows diperoleh nilai Cronbach α-reliability sebesar 0,73. Tingkat validitas isi sebesar 95,0%. Analisis data dilakukan dengan: (1) pemberian skor; (2) perhitungan sebaran jawaban dan alasan tiap butir soal; (3) perhitungan persentase jawaban kombinasi benar konsisten; (4) perhitungan persentase siswa yang mengalami miskonsepsi. Hasil penelitian ini adalah: (1) instrumen diagnostik two-tier kepolaran dan gaya antarmolekul; (2) miskonsepsi kepolaran dan gaya antarmolekul yang teridentifikasi dalam 5 jenis miskonsepsi yaitu kepolaran molekul, kekuatan gaya antarmolekul, ikatan hidrogen, sifat fisika zat dan gambar mikroskopis gaya antarmolekul. Adapun miskonsepsi dalam setiap jenis konsep tersebut adalah: (a) kepolaran molekul ditentukan oleh kesimetrisan bentuk molekul (18,7%), (b) ikatan kovalen lebih lemah daripada ikatan hidrogen sehingga putus pada saat pemanasan (25,0%), (c) ikatan kovalen lebih lemah daripada ikatan hidrogen dan gaya London dan putus saat perubahan fase (17,9%), (d) pada pemanasan air ikatan hidrogen tetap utuh (12,5%), (e) pada pemanasan air terurai menjadi gas oksigen dan gas hidrogen (19,5%), (f) pada peristiwa pencairan es dan pembekuan ii air tidak ada perubahan volume (25,7%), (g) massa molekul relatif H2O pada es lebih besar daripada H2O pada air (16,4%), (h) ikatan hidrogen semakin kuat seiring pertambahan suhu (29,6%), (i) miniskus cekung pada air/alkohol dalam wadah kaca disebabkan oleh gaya dipol-dipol (27,3%), (j) SnH4, CH4 dan SbH3 dapat membentuk ikatan hidrogen (15,6%), (k) besar tekanan uap sebanding dengan kekuatan gaya antarmolekul (21,1%), (l) gaya London pada hidrokarbon rantai bercabang lebih mudah terbentuk daripada rantai lurus (16,4%), (m) pada peristiwa pelelehan gula terjadi pemisahan muatan positif dan negatif (20,3%), (n) pada peristiwa pelelehan gula terjadi netralisasi sehingga molekul gula bersifat nonpolar dan terbentuk gaya London (15,6%).

Penggunaan Lembar Kegiatan Pembelajaran Berbasis Masalah (LKPBM) sebagai asesmen alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa kelas VII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang / oleh Rini Rita T. Marpaung

 

Motivasi belajar anak berkebutuhan khusus : Studi kasus di sekolah penyelenggaraan inklusi / Dita Yohanika Putri

 

Kata kunci: Motivasi belajar, anak berkebutuhan khusus, inklusi Motivasi belajar adalah keadaan yang terdapat pada diri individu dimana ada dorongan untuk melakukan kegiatan guna mencapai tujuan.Anak berkebutuhan khusus juga memiliki motivasi belajar yang mengalami fluktuasi tergantung dengan faktor yang mempengaruhinya. Anak berkebutuhan khusus memiliki kebetuhan-kebutuhan yang terpenuhi dan setelahnya akan memunculkan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar anak berkebutuhan khusus yang tergabung dalam sekolah inklusi, faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar anak berkebutuhan khusus dalam sekolah inklusi, peran guru pendamping khusus (GPK) dan konselor dalam upaya membantu dan meningkatkan motivasi belajar anak berkebutuhan khusus dalam sekolah inklusi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dilakukan di SMKN 2 Malang dengan subjek siswa ABK di kelas inklusi. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar yang dimiliki ABK mengalami fluktuatif tergantung dengan faktor yang mempengaruhinya. Anak berkebutuhan khusus memiliki kebutuhan-kebutuhan yang terpenuhi dan setelahnya akan memunculkan motivasi belajar. Kebutuhan ABK berupa kebutuhan dasar (deficiency motivation) dan kebutuhan untuk berkembang (growth motivation). Peranan kolaborasi antar guru pendamping khusus dan guru BK sangat penting dalam upaya ikut meningkatkan motivasi belajar ABK dan keefektifan belajar di sekolah inklusi. Guru pendamping khusus dan guru BK berfungsi sebagai penghubung kepada siswa lain, guru matapelajaran, orang tua ABK, orangtua siswa dan seluruh komponen lainnya. Selain itu guru pendamping khusus dan guru BK menerima sharing dari ABK mengenai kesulitan belajar dan masalah pribadi lainnya, agar tercapai perkembangan Saran: konselor hendaknya memberikan bimbingan mengenai cara menumbuhkan motivasi belajar ABK; Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi hendaknya memasukkan kelompok mata kuliah ABK dalam mata kuliah wajib, bukan mata kuliah pilihan;peneliti lanjut disarankan untuk mengadakan penelitian lanjut terhadap fenomena serupa dengan latar yang berbeda dan dengan multi subjek.

Pengembangan template dengan mengoptimalisasikan aplikasi Microsoft Office Powerpoint sebagai media pembelajaran interaktif untuk pendidikan seni budaya yang applicable, usable, & adjustable / Ricky Awang Pribadi

 

Pengembangan modul bangun ruang dengan model learning cycle-5E untuk siswa kelas VIII SMP N 2 Gambiran / Nelita Tri Wulandari

 

Kata Kunci : modul, bangun ruang, learning cycle-5e. Sesuai dengan kurikulum yang diterapkan di Indonesia yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), tujuan pembelajaran matematika dalam kurikulum berorientasi pada siswa. Hal ini sesuai dengan pembelajaran konstruktivistik, dalam kegiatan pembelajarannya, siswa yang lebih aktif dalam menemukan konsep materi yang dipelajari. Salah satu pembelajaran konstruktivistik yang berorientasi pada siswa yaitu pembelajaran dengan modul yang dikembangkan menggunakan model learning cycle-5e. Learning cycle-5e merupakan pembelajaran konstruktivis yang memuat lima tahap yaitu engage, explore, explain, elaborate, dan evaluate. Selanjutnya materi yang disajikan dalam modul adalah bangun ruang pada pokok bahasan prisma dan limas. Tujuan dari pengembangan ini adalah mengembangkan modul bangun ruang dengan model learning cycle-5e dan mengetahui hasil uji coba modul tersebut. Selanjutnya penerapan modul dengan model learning cycle-5e diharapkan dapat memudahkan siswa untuk memahami materi yang dipelajari. Prosedur yang digunakan untuk mengembangkan modul didasarkan pada prosedur pengembangan modul menurut Ditjen PMPTK Depdiknas (2008). Tahap-tahap pengembangan modul yaitu (1) analisis kebutuhan modul, (2) penyusunan modul, (3) validasi, (4) uji coba, dan (5) revisi. Uji coba modul yang pertama melibatkan 2 orang dosen Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang dan 2 orang guru matematika SMP Negeri 2 Gambiran Banyuwangi. Selanjutnya uji coba modul yang kedua melibatkan 6 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Gambiran Banyuwangi. Berdasarkan analisis data, skor persentase rata-rata hasil uji coba adalah 2,57. Hal ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan valid. Dengan memperhatikan komentar dan saran dari validator, modul yang dikembangkan telah direvisi agar modul yang dikembangkan lebih berkualitas.

Strategi pembelajaran kitab Ta'limul Muta'alim : studi kasus pada Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Curahkates Kelompangan Ajung Jember / oleh Sarwan

 

Studi makna ragam gereak Tari Rodad Si'iran karya Sumitro Hadi di Desa Gladag Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi / Nurul Fatmawati

 

Kata kunci: makna, ragam gerak, Rodad Si’iran, Banyuwangi Ragam gerak yang terdapat di dalam tari Rodad Si’iran hampir sama dengan tari – tari lain dari Banyuwangi, karena tari ini termasuk tari kreasi. Ragam geraknya berakar dari tari tradisi Banyuwangi seperti tari Gandrung yang memiliki kesamaan pada ragam gerak kaki dan tangan. Walaupun memiliki kesamaan, tari Rodad Si’iran mempunyai keunikan sendiri pada ragam geraknya. Selain itu, di dalam ragam geraknya juga mengandung makna. Oleh karena itu masalah yang diambil adalah ragam gerak tari Rodad Si’iran, struktur penyajian ragam gerak tari Rodad Si’iran, dan makna yang terkandung dalam ragam gerak tari Rodad Si’iran di Desa Gladag Kecamatan Rogojampi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu: ragam gerak tari Rodad Si’iran, struktur penyajian ragam gerak, dan makna yang terdapat pada ragam gerak tari Rodad Si’iran di Desa Gladag Kecamatan Rogojampi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) ragam gerak tari Rodad Si’iran meliputi: gerak nyiku nangkis, songkloh ukel, kelitan liwungan, ukelan atas, sagah tolehan, japinan, igelan atas, sirigan putar, slewahan, bapangan, pencakan, sirigan lompat, igelan bawah, gebyaran, sujud, Igelan samping, ukelan karno, igelan wudhu, gebyaran atas, ninggulan, glebagan sagah, ukelan depan, dan gebyaran muka. (2) struktur penyajian ragam gerak tari Rodad Si’iran terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup, (3) ragam gerak yang mengandung makna yaitu: gerak gebyaran , kelitan liwungan,sagah tolehan, sirigan putar, bapangan dan pencakan. Dalam gerak tersebut merupakan gambaran tentang ajakan kepada orang lain untuk mengikuti ajaran Islam dan dalam menjalani kehidupan harus berhati- hati, waspada berani menghadapi tantangan, serta berani bertanggung jawab dengan hal yang telah diperbuat, gerak igelan atas dan slewahan yang menggambarkan dalam hidup bermasyarakat, harus bisa saling menghargai dan tidak membeda-bedakan satu sama lain, dan ragam gerak igelan wudhu, sujud, songkloh ukel, ukelan atas, ninggulan dan ukelan karno yang menggambarkan bahwa sebelum kita menghadap kepada Sang Pencipta, sebaiknya bersih diri atau mensucikan diri dan dimata Allah (tawakal) berserah diri kepada Allah SWT. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan kepada semua pihak terutama generasi muda untuk mempelajari makna pada ragam gerak tari Rodad Si’iran yang bisa menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan ini agar bisa lebih baik.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di Kantor Cabang Perum Pegadaian Malang / oleh Muhammad Taufiq Ismail

 

Keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas X-8 SMA Negeri 1 Grogol Kediri dengan model inkuiri terbimbing / Aristya Putri Wika Pratiwi

 

Kata kunci: Inkuiriterbimbing, hasilbelajar, keterampilan proses sains. Pelaksanaan KTSP padaprinsipnyamenekankanpadapemberianpengalamansecaralangsunguntukmengembangkankompetensi agar siswamampumenjelajahidanmemahamialamsekitarsecaraalamiah.Selarasdenganhaltersebut, makadirancangsuatupembelajaran yang memberikankesempatankepadasiswauntukmemperolehpengalamansecaralangsungdengancaramemahamialamsekitar. Salah satuprinsippembelajaran yang dirancang UNESCO adalahkegiatanpembelajaran yang menanamkankemampuanbelajaruntukbelajar (learning to learn), yaitupembelajaraninkuiri.Dalaminkuriterdapatkerjailmiahuntukmenemukankonsepsendiri.Tujuan yang ingindicapaidalampenelitiandengan model inkuiriterbimbingpadamaterireaksioksidasireduksi di kelas X-8 SMA Negeri 1 GrogolKediri meliputi: (1) mendeskripsikanketerlaksanaan proses pembelajarannya, (2) mengetahuipersentasepenguasaankelasterhadapketerampilan proses sains, (3) mengetahuitingkatkeberhasilanpenggunaan model tersebutterhadaphasilbelajarsiswa, (4) mengetahuibesarnyahubunganantaraketerampilan proses sainsdenganprodukpembelajaran (nilaikognitif). Penelitianinidilaksanakanpadatanggal 23 Februarisampaidengan 13 April 2011 di SMA Negeri 1 Grogol Kediri.Subjekpenelitianadalahsiswakelas X-8 di SMA tersebut.Pemilihansubjekpenelitianberdasarkan saran/masukandanpertimbangandari guru kimia SMA Negeri 1 Grogol Kediri.Rancanganpenelitian yang digunakanadalahdeskriptifkuantitatif.Instrumen yang digunakanmeliputi RPP, LKS, lembarobservasi(keterampilan proses sains, afektif, psikomotor), dansoaltes. Sebelumdigunakansemuainstrumentelahdikonsultasikankepadadosenpembimbing, dansoaltestelahdivalidasioleh gurukimia SMA Negeri 1 Grogol Kediri. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwa: (1) Proses pembelajaran yang dilaksanakanselarasdengan yang direncanakan. Persentaseketerlaksanaansiswasebesar 94%, persentaseketerlaksanaan guru sebesar 97%.Siswadan guru dapatberperanaktifdalam proses pembelajaran.Siswamemerlukanwaktu yang lebihpanjangdalammenemukankonsepsendiri. (2) Kelas X-8 SMA Negeri 1 Grogolmempunyaipenguasaanterhadapketerampilan proses sainssebesar 85%. (3) Nilaikognitifsiswakelas X-8 SMA Negeri 1 Grogoldinyatakankurangberhasildalam proses pembelajaranmaterireaksioksidasireduksidenganmenggunakan model pembelajaraninkuiriterbimbing.Penerapan modelinkuiriterbimbingmemberikanpengaruhpositifterhadapsikapsiswadankeberhasilankelasdalamranahpsikomotor. (4)Keterampilan proses sainstidakmempunyaipengaruh yang signifikanterhadapprodukpembelajaran (nilaikognitif) yang dimilikisiswa. Pengaruhketerampilan proses sainsterhadapprodukpembelajaran (nilaikognitif) siswakelas X-8 SMA Negeri 1 Grogoladalahsebesar 1,6%.

Penerapan model Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS (studi pada kelas VI SDN Margomulyo 02 Kabupaten Blitar tahun ajaran 2015/2016) / Erika Puspitasari

 

ABSTRAK Puspitasari, Erika. 2016. Penerapan Model Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS (Studi pada Kelas VI SDN Margomulyo 02 Kabupaten Blitar Tahun Ajaran 2015/2016). Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Pd, M.Ed, (II) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd. Kata Kunci : Think Pair Share (TPS), Motivasi, Hasil Belajar Berdasarkan hasil observasi menunjukkan beberapa permasalahan dalam pembelajaran IPS yaitu (1) siswa sulit memahami materi yang diberikan karena dalam pembelajaran IPS lebih banyak hafalan terutama berkaitan dengan sejarah, (2) metode yang digunakan guru yaitu ceramah dan tanya jawab, kurang melibatkan siswa, dan guru masih mendominasi dalam pembelajaran. Yang mengakibatkan siswa cenderung pasif, (3) kurangnya strategi yang efektif yang digunakan dalam pembelajaran yang mengakibatkan kurangnya perhatian siswa dalam pembelajaran dan motivasi siswa dalam belajar cenderung rendah, (4) rendahnya hasil belajar siswa hanya 3 siswa (30%) yang tuntas belajar dan 7 siswa (70%) mendapatka nilai di bawah KKM yaitu 75. Maka diperlukan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan model Think Pair Share (TPS) sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 5 tahap meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis dan interpretasi data, melaksanakan tindakan berdasarkan data, dan refleksi. Dilaksanakan dalam 2 siklus, siklus I terdiri dari 3 kali pertemuan dan siklus II terdiri dari 3 kali pertemuan. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VI yang berjumlah 10 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Think Pair Share (TPS) dalam pelajaran IPS dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Rata-rata peningkatan motivasi belajar siklus I mencapai 75%. siklus II mencapai sebesar 86% sehingga mengalami peningkatan sebesar 11%. Hasil belajar siswa yang diperoleh sudah semakin meningkat dan sangat baik. Hasil belajar siklus I memperoleh rata-rata 75 siklus II menjadi 86. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu dengan menerapkan model Think Pair Share (TPS) dalam pelajaran IPS terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Agar pelaksanaan pembelajaran lebih baik lagi disarankan bagi guru dalam menerapkan model Think Pair Share (TPS) lebih membimbing siswa saat kerja kelompok karena masih terdapat siswa yang kurang bekerja sama saat diskusi, untuk itu guru dapat memperbaiki dengan menasehati dan lebih memantau hasil kerja setiap kelompok sehingga diskusi dapat berjalan dengan baik. Penerapan model Think Pair Share (TPS) dapat dijadikan salah satu strategi dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Perancangan program feature tentang waria berupa profil Viru Devana yang berjudul "Aku Yang Sebenarnya" / Reny Suci Agusvitasari

 

Kata Kunci: feature, waria. Waria adalah transgender laki-laki yang berpenampilan dan berperilaku seperti perempuan. Keberadaan waria selalu dikaitkan dengan prostitusi, dianggap tidak normal dan dikucilkan dalam masyarakat. Beberapa penelitian telah dilakukan namun program feature yang membahas tentang proses dan latar belakan seseorang sehingga menjadi waria belum ada, sehingga diperlukan sebuah perancangan program feature yang mengangkat topik tersebut. Perancangan dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan media utama berupa program feature berdurasi 15 menit dan media pendukung. Perancangan program feature berjudul Aku Yang Sebenarnya menggunakan model prosedural, yang merupakan model yang bersifat deskriptif dengan menggariskan langkah-langkah yang harus ditempuh. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode observasi yang digunakan adalah gabungan dari metode observasi tak terstruktur dan metode observasi pastisipatif pasif. Proses analisis data dilakukan dengan metode reduksi dan pengelompokan data. Dari proses tersebut Viru Devana dipilih sebagai narasumber utama dan topik program feature tersebut adalah kehidupan Viru Devana sebagai seorang waria mulai dari masa kecill hingga sekarang. Dari proses perancangan media utama dilakukan melalui proses pra produksi, produksi dan pasca produksi sehingga didapatkan media utama berupa program feature. Media pendukung bertema pelangi dan diberi simbol transgender karena kedua unsur tersebut adalah ciri khas transgender yang telah digunakan di berbagai belahan dunia. Media tersebut dibuat melalui proses desain yaitu thumbnail, rough layout dan comprehensive layout sehingga didapatkan media pendukung berupa poster, X – banner dan merchandise berupa T-shirt, pin dan mug. Berdasarkan perancangan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa program feature tentang waria berupa profil Viru Devana adalah salah satu bentuk penyelesaian masalah yang diperlukan untuk menjembatani kesenjangan antara waria dengan lingkungannya. Waria harus dapat memahami pandangan masyarakat yang tidak setuju dengan beberapa perilaku mereka, demikian juga dengan lingkungan masyarakat yang hendaknya bisa lebih toleran dan tidak melakukan kekerasan terhadap waria.

Pengembangan bambu keseimbangan sederhana untuk pembelajaran keseimbangan dinamis pada kelas II di SDN Sukomulyo III Kecamatan Pujon Kabupaten Malang / Tedy Yudho Prianggono

 

Kata Kunci: bambu keseimbangan sederhana, keseimbangan dinamis. SDN Sukomulyo 3 terletak di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang yang terletak di daerah pegunungan.. Dengan keadaan geofrafis seperti itu, tentunya siswa di SDN Sukomulyo 3 akan sering melewati pematang sawah maupun jembatan tradisional yang terbuat dari bambu dalam kehidupan sehari-hari, yang membutuhkan keseimbangan. Berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan awal terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SDN Sukomulyo 3 pada tanggal 24 Maret 2011, di SDN Sukomulyo 3, guru belum pernah melakukan pembelajaran keseimbangan dinamis karena tidak ada alat/media untuk pembelajaran keseimbangan dinamis di SDN Sukomulyo 3 Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan bambu keseimbangan sederhana untuk pembelajaran keseimbangan dinamis.. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian dan pengembangan modifikasi dari Borg dan Gall (1983:775), peneliti tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah. Adapun 7 langkah yang dipilih oleh peneliti untuk pengembangan bambu keseimbangan sederhana adalah sebagai berikut: (1) analisis kebutuhan dan kajian pustaka, (2) mengembangkan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk awal berdasarkan evaluasi para ahli dan kegiatan uji coba kelompok kecil, (6) uji coba kelompok besar , dan (7) revisi produk akhir. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok kecil diperoeh rata-rata persentase 100% dan uji coba kelompok besar diperoleh rata-rata persentase 96,77%, dapat dimaknai bahwa hasil pengembangan bambu keseimbangan sederhana untuk pembelajaran keseimbangan dinamis dinyatakan dapat digunakan. Kesimpulan pada penelitian ini produk akhir berupa bambu keseimbangan sederhana model B dengan panjang 5 meter dan tinggi 11,5 cm dengan dicat warna merah, dan Model C dengan panjang 3,75 meter dan tinggi 11,5 cm dengan dicat warna merah dapat digunakan untuk pembelajaran keseimbangan dinamis pada kelas II di SDN Sukomulyo 3 Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.

Perancangan media company profile Politeknik Negeri Malang / oleh Romi Ardiansyah

 

Upaya peningkatan keterampilan tolak peluru gaya o'brien denganb metode bermain menggunakan peluru modifikasdi untuk kelas AK2 SMK Negeri 1 Malang / Silsilah Lesnusa Paprindei

 

Kata kunci:Peningkatan, Keterampilan, TolakPeluru Gaya O’Brien, Media, PeluruKayu Tolakpelurumerupakansalahsatucabangolahragaatletik.Tolakpelurumerupakansalahsatumateriatletik yang terdapatdalamstandarkompetensiSekolahMenengahAtaskelas XI.Salah satukompentensidasaryaitusiswamenguasaikererampilantolakpeluru.Berdasarkanhasilobservasiawal, diperolehhasilbahwapenguasanketerampilantolakpelurugayaO’Brien/membelakangipadasiswakelas XI Ak2 SMK Negeri 1Malang ternyatamasihbanyak yang melakukankesalahansaatmelakukannya. Hal initerlihatdarijumlahsiswa yang melakukankesalahanpadasaatmelakukangerakantolakpelurugayaO’Brien/membelakangi.Penilitipadaobservasiawalsebelumtindakanmenemukanbeberapatingkatkesalahan yang dilakukanolehsiswapadatolakpelurugayaO’Brienyaitu: (1) 47,5% atau 19 siswamelakukankesalahanpadateknikcaramemegangpeluru, (2) 42,5% atau 17 siswapadateknikawalan, (3) 57,5% atau 23 siswapadageraksebelummenolak,(4) 65% atau 26 siswapadageraktolak, (5) 72,5% atau 29 siswapadatekniksikapakhir. TujuanpenilitianiniadalahmeningkatkanketerampilantolakpelurugayaO’Brienpadasiswakelas XI Ak2 SMK Negeri 1 malang. Dalampembelajarantolakpelurumasin-masin indicator harus di perhatikanuntukmemberikanpenilaianpadasiswa.Penilitianinimerupakanpenilitiantindakankelasdenganpendekatandeskriptifkuantitatif.Pelaksanaantindakankelasinidilakukandengan 2 siklusdimanatiapsiklusterdirijadidari 4 tahapyaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Subjekdalampenilitianiniadalahsiswakelas XI Aka2 SMK Negeri 1 Malang.Teknikpengumpulan data dalampenilitianinimenggunakan.Observasi, Pengamatan, Dokumentasi,Tes, dan HasilpenilitianinitelahmampumeningkatkanketerampilansiswadarisikluskesiklusPadasikluspertama 18 siswa yang belummemenuhistandarketuntasan minimal (75) padasikluskeduaberkurangmenjadi 11 siswapadasiklusketigaberkurangmenjadi 8 siswadanpadasikluskeempatberkurangmenjadi 1 siswa yang belummemenuhistandarketuntasan minimal (75).Selainhaltersebutdiperolehhasilpesentasekeberhasilansebagaiberikut: (a) caramemegangpelurusebanyak 100% (b) awalantolakpeluru 100% (c) geraksebelummenolakpeluru 82,5% atau 33 siswa (d) geraktolakpeluru 90% atau 36 siswadan (e) sikapakhirtolakpeluru 100% . SelainhasilpersentasetentangtekniktolakpelurugayaO’Brien, diperolehhasildaripengamatansikapsiswapadasaat proses pembelajaran, padasiklussatusiswaada yang terlambat, siswatidakberpakaianseragamolahragadenganlengkap, dansiswatidakmemperhatikanpenjelasan guru padasaat guru menjelaskanmateri. Padasikluskeduasudahterlihatpeningkatan yang cukupbaikdibandingkandengansiklussatu, padasiklusduainisudahtidakadasiswa yang terlambat,siswa yang menyimpangmenjadilebihdisiplin, siswamelakukan proses belajardenganbaik,dansiswasudahmenguasaiketerampilantolakpelurugayaO,Briendenganbaikdanbenar.Walaupunpada post-test siklus II masihterdapatsiswa yang belumtuntas,iniadalahwajarkarenacukupsulituntukmencapaitarafkeberhasilan 100% siswatuntassemua. KesimpulanPeneliti,bagi guru danpeneliti lain dapatmemperkayapengetahuandan model tolakpelurugayaO’Brien yang sudah di perbaiki,bagisiswadapat di jadikanpedomanbelajar,bagisekolahdapat di gunakantolakukuruntukkeberhasilanpembelajaranpendidikanjasmanidanbagipenelitidapat di jadikansumberreferensibagimahasiswa yang melakukanpenelitian yang berkaitandenganmateripadaskripsiini.

Format pembelajaran pada pesantren Al-Qur'an Nurun Nisa' Kelurahan Jodipan Kota Malang / Siti Nur Laili

 

Kata Kunci: Pembelajaran, Karekteristik, Warga Belajar, Fasilitator. Pendidikan Non Formal dalam UU Sisdiknas 2003 adalah jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang, seperti halnya majelis takllim, pondok pesantren, serta satuan pendidikan yang sejenis. Adanya jalur non formal, dalam hal ini tertuju pada pendidikan luar sekolah yang bertujuan untuk membantu warga belajar dan masyarakat, sehingga mereka selalu belajar tentang nilai-nilai, sikap, pengetahuan, dan keterampilan fungsional yang diperlukan untuk mengaktualisasi diri dan membangun masyarakat dengan selalu berorientasi pada kemajuan kehidupan. Pesantren mengkaji berbagai ilmu agama, mulai dari yang dasar/ pemula sampai kelas dewasa . Pesantren merupakan sebuah tempat berkumpulnya para warga belajar untuk mencari ilmu, namun tidak menyediakan ruangan atau pondok untuk menginap, sehingga seluruh warga belajarnya berangkat belajar dari rumah masing-masing. Dalam upaya penyelenggaraan program pesantren, tidak akan terlepas dengan peran fasilitator serta semangat dari warga belajar untuk mengikuti proses pembelajaran. Fasilitator memegang peranan penting pada peningkatan dan pengembangan aspek afektif, kognitif dan psikomotorik dari warga belajarnya. Dalam pembelajaran tidak mengenal unsur paksaan dalam belajar, karena dalam proses pembelajarannya berlandaskan pada prinsip-prinsip andragogi, meskipun warga belajarnya terdiri dari berbagai usia atau usia di dalam kelasnya tidak sebaya atau campuran Meski demikian, pengaruh pengondisian suasana belajar yang dilakukan oleh fasilitator untuk menciptakan pengalaman belajar tetap dibutuhkan. Oleh karena itu, kerjasama dan kualitas dari elemen pesantren adalah suatu tuntutan yang harus dipenuhi agar tujuan dari pembelajaran dapat terpenuhi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian adalah menggunakan metode deskriptif, dengan menggunakan rancangan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah Mengelola data dengan menciptakan dan mengorganisasikan fail untuk data. Membaca dan membuat catatan yang menghasilkan catatan-catatan berdasarkan lintas pertanyaan dan refleksi. Mendeskripsikan kasus yang ditemukan dilapangan dan konteksnya. Mengklasifikasi, menginterpretasi yang menghasilkan konteks kategori dan komparasi (diperbandingkan) antara temuan data satu dengan data yang lainnya.Menafsirkan dengan interpretasi langsung terhadap temuan penelitian serta mengembangkan generalisasi naturalistik. Menyajikan dan menvisualisasikan secara naratif yang didukung dengan tabel dan gambar

Pengaruh penggunaan peta konsep pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Malang tahun ajaran 2009/2010 pada materi sistem koloid / Happy Rara Suryaningati

 

Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif STAD, Peta Konsep, Prestasi Belajar, Motivasi, Sistem Koloid. Pendidikan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan suatu bangsa. Guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP menggunakan paradigma pembelajaran konstruktivistik dimana pembelajaran yang dilakukan berpusat pada siswa (student-centered). Oleh karena itu, pembelajaran yang dilakukan di sekolah disarankan menggunakan pembelajaran yang konstruktivistik. Pembelajaran konstruktivistik memberi peran kepada siswa untuk mengkonstruk atau menyusun pengetahuannnya sendiri, sehingga memerlukan berbagai strategi dan pendekatan agar tujuan serta kualitas pembelajaran dapat tercapai. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah penggunaan peta konsep pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Metode ini dapat digunakan sebagai salah satu metode yang inovatif untuk mengajarkan materi koloid pada kelas XI IPA di tingkat SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan peta konsep pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu (quasy experimental design) dan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Malang tahun pelajaran 2009/2010. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Cluster random sampling sehingga diperoleh dua kelas sampel yaitu kelas XI IPA 3 (kelas eksperimen) dan kelas XI IPA 1 (kelas kontrol). Instrumen yang digunakan yaitu instrumen perlakuan (silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, lembar kerja siswa (LKS),dan kuis) dan instrumen pengukuran (lembar observasi, tes, dan angket motivasi). Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Penggunaan peta konsep pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Malang pada materi pokok sistem koloid. Hal ini terlihat dari tingkat ketuntasan dan nilai rata-rata kelas ekperimen yang lebih baik daripada kelas kontrol. Nilai rata-rata kelas eksperimen 80,19 dengan ketuntasan 85%, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol 70,77 dengan ketuntasan 58%. 2) Penggunaan peta konsep pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Malang pada materi pokok sistem koloid.

Ekspektasi siswa kelas VIII, guru, dan pimpinan sekolah terhadap layanan konseling yang diberikan oleh konselor di SMP Negeri 20 Malang / Vina Novita Ayu Agus Tyandari

 

Kata kunci: EkspektasiSiswa, Guru, danPimpinanSekolah, LayananKonseling. Ekspektasi yang alam istilah aslinya expectation atau expectancy, dalam konseling mengandung art ipengharapan orang terhadap upaya-upaya konseling. Harapan dapatdiartikansebagaikeinginan yang belumterwujud.Ekspektasisiswapadajenjang SMP ditemukandalampenelitian Van Riper (1971, dalamMappiare, 2006: 37) yang mengemukakanbahwasiswa SMP menganggapkonselormembantusiswadalamperencanaanpendidikan, dansedikitbanyakjuga, dalammasalah lain yang dihadapiparasiswa di sekolah. Shertzerdan Stone menyimpulkanbahwapara gurumengharapkankonselordapatberperansertadalamaktivitas yang membuatpengajaranlebihmudahdanlebihefektifketikamenulis. Melaluianalisisdariberbagaipenelitian, Shertzerdan Stone (dalamMappiare, 2006: 38) memperolehempatkesantentangekspektasikepalasekolahterhadapkonseling: a) Para kepalasekolahberasumsibahwakonselinghendaknyadapatmembuatefisienorganisasisekolah, b) Para kepalasekolahmenganggapbahwatugasutamanyaadalahmemberinasihatpendidikandanjabatan, c) Para kepalasekolahmengharapsedikitapa-apadarikonseling, d) Para kepalasekolahmengharapkankonselingdapatmemecahkansetiapkesulitanpendidikandanmenyembuhkansetiappeyakit/kesulitansosialsiswabaik yang riilmaupun yang mungkintimbul. Layanankonselingmerupakanjantungbimbingan yang semuasiswa di sekolahmembutuhkannya.Hal inidikarenakanlayanankonselingmerupakanlayananprofesional yang dilakukanolehparakonselor yang terlatihsecaraprofesional, sehinggatidaksembarangan orang dapatmelakukankonselingdenganseorangkonseli.Denganadanyaekspektasidarisiswa, guru, danpimpinansekolah yang adadapatbertujuanuntukmengoptimalisasikanpemberianlayanankonselingkepadasiswa yang mempunyaimasalahpribadi, sosial, belajardankarier, sehinggasiswa yang diindikasikanmempunyaimasalahdapatterselesaikansecara optimal dansiswadapatmenjalaniperkembangannyasesuaidengantingkatperkembangannya. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiekspektasisiswa, guru danpimpinansekolahterhadaplayanankonseling yang diberikanolehkonselor di SMP Negeri 20 Malang.Penelitianinimenggunakanpendekatandeskriptifkuantitatif. Data yang didapatkanakandisajikandalambentukangka. Diperolehhasilbahwaekspektasisiswaterhadaplayanankonselingbaikkonselingperorangan/individumaupunlayanankonselingkelompok yang diberikanolehkonselor di SMP Negeri 20 Malang sangattinggi, banyaksiswaberekspektasibahwalayanankonselingbaikperorangan/individumaupunlayanankonselingkelompokmampumembantusiswa yang mempunyaimasalahbaik yang bersifatpribadi, sosial, belajardankarier. Ekspektasi guru terhadaplayanankonselingbaikkonselingperorangan/individumaupunlayanankonselingkelompok yang diberikanolehkonselor di SMP Negeri 20 Malang jugasangattinggi, banyak guru yang berekspektasijikakonselormampumembantusiswa yang bermasalahdenganpribadi, sosial, balajardankarier, sehinggasiswamampuuntukmenjalanikegiatanbelajarmengajarnyadenganbaikmelaluilayanankonselingbaikkonselingperorangan/individumaupunlayanankonselingkelompok, danpimpinansekolahjugamempunyaiekspektasi yang sangattinggiterhadaplayanankonseling yang diberikanolehkonselor di SMP Negeri 20 Malang, baikkonselingperorangan/individumaupunkonselingkelompok, banyakpimpinansekolahberekspektasibahwalayanankonselingperorangan/individuataulayanankonselingkelompokmampumembantusiswa yang mempunyaimasalahdenganpribadi, sosial, belajardankarier, sehinggadapattertuntaskansecara optimal danterhindardarimasalah yang menggangguperkembangannyamelaluilayanankonselingperorangan/individuataulayanankonselingkelompok. Adapun saran yang diberikanberkaitandenganhasilpenelitianyaitu: 1) bagipimpinansekolahhendakyatidakhanyaberekspektasiterhadaplayanankonselingsaja, tetapijugadapatberpatisipasisecaraaktifdalampengembanganlayanankonselingkhususnyadalamhalpenentuankebijakankepadalayanankonselingdanlayanan BK yang lain agar pelaksanaanlayanankonselingdapatberjalansecara optimal dandapattersampaikansecaraefektifdanefisienkepadasiswa, 2) bagikonselordiharapkankonselormampumemberikanlayanankonselingsecara optimal kepadasiswadalamrangkamembantupenyelesaianmasalahbaik yang bersifatpribadi, sosial, belajar, dankariersehinggaterjadikesusaianantaraapa yang diekspektasikandengantujuanlayanankonseling yang diberikankepadasiswa, 3) bagi guru hendaknyadapatberpartisipasilebihaktifuntukdapatterusmengembangkanlayanankonseling yang diberikanolehkonselor di sekolah, dan 4) bagiorganisasibimbingankonselingdanlembagapencetaktenagabimbingankonselingdiharapkandapatlebihmemperhatikanpendidikandanselaluberusahauntukmemberikanberbagaipelatihankhususnya yang berhubungandenganlayanankonselingkepadakonseloratautenagapembimbing agar lebihterampildalammemberikanlayanankonseling.

Penerapan model problem based learning (PBL)-cooperative learning tipe teams tournaments (TGT) dalam pembelajaran materi perbaikan peripheral kelas X TKJ SMK Negeri 6 Malang / Abdul Majidin Mas'ud

 

Kata Kunci : Problem Based Learning, TGT, Hasil Belajar, Peripheral Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia baik dari segi kognitif, afektif dan psikomotor. Akan tetapi faktanya tiga hal ini belum bisa diwujudkan karena proses pembelajaran di lapangan masih memakai model pembelajaran yang konvensional. Untuk itu digunakan Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan model Team Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran peripheral. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen, untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran terhadap hasil belajar, serta mengetahui hasil keterlaksanaan TGT di dalam di dalam kelas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan teknik purposive sampling, adapun sampel penelitian adalah siswa kelas X TKJ 7 sebagai kelas kontrol dan X TKJ 1 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen perlakuan yaitu RPP, silabus, kisi-kisi soal tes beserta soal tes dan kunci jawaban, handout, dan jobsheet. Instrumen pengukuran menggunakan rubrik psikomotorik dan afektif serta untuk mengukur variabel X berupa angket dan variabel Y. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS dan analisis kualitatif. Hasil penelitian rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen adalah 79,75 dan pada kelompok kontrol adalah 80,21 serta hasil respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan angket diperoleh rata-rata skor perolehan respon siswa pada kelompok eksperimen adalah 83,64. Data hasil belajar dari masing-masing kelompok diuji hipotesis menggunakan uji-t serta data hasil belajar dan data respon siswa diuji hipotesis menggunakan uji regresi linear sederhana. Dari uji-t diperoleh hasil yaitu thitung (0,407) < ttabel (2,000). Kesimpulan dari analisis uji-t menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa kelas kontrol dan eksperimen. Namun jika dianalisis dengan uji-t paired sample antara pre test dan post test kelas kontrol maupun kelas eksperimen maka ada perbedaan antara rata-rata nilai. Selanjutnya uji regresi linear sederhana diperoleh hasil yaitu Sig. (0,969) > 0,05 sehingga dapat disimpulan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara penerapan model pembelajaran PBL-CL-TGT terhadap hasil belajar materi perbaikan Peripheral. Terakhir yaitu keterlaksanaan TGT didalam kelas, untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaannya dapat diketahui dari hasil angket, diketahui bahwa respon siswa terhadap keterlaksanaan metode pembelajaran sangatlah baik namun tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Pandangan ulama' Kabupaten Pasuruan terhadap perkawinan siri (studi kasus di Desa Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan) / A'an Warul Ulum

 

Kata Kunci: Pandangan Ulama‟, Pelaksanaan Perkawinan Siri. Perkawinan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam perjalanan hidup manusia di dunia manapun. Begitu pentingnya perkawinan, tidak mengherankan jika agama-agama di dunia mengatur masalah perkawinan bahkan tradisi atau adat masyarakat dan juga institusi negara tidak ketinggalan mengatur masalah perkawinan yang berlaku di kalangan masyarakatnya. Salah satu persoalan perkawinan di Indonesia yang mendapat sorotan cukup tajam dari masyarakat kaitannya dengan pengaturannya dalam perundang-undang perkawinan di Indonesia adalah persoalan perkawinan siri. Perkawinan ini sebagaimana dalam pengertiannya di Indonesia adalah sah dalam pandangan kitab-kitab fikih yang selama ini menjadi pegangan mayoritas umat Islam di Indonesia. Tetapi, di sisi lain negara melalui Undang- Undang No. 1 Tahun 1974 tidak mengakui perkawinan tersebut karena tidak dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, perkawinan yang demikian itu tidak memiliki kekuatan hukum di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1). Untuk mengetahui proses perkawinan siri di Desa Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan; (2).Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong warga Desa Kalisat Kecamatan Rembang melakukan kawin siri; (3). Untuk mengetahui tanggapan warga Desa Kalisat terhadap perkawinan siri yang terjadi di sekitar lingkungannya; (4). Untuk mengetahui pandangan ulama‟ Kabupaten Pasuruan terhadap perkawinan siri yang terjadi di desa Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci, dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu. Subjek penelitiannya adalah Ulama‟ Kabupaten Pasuruan, Tokoh masyarakat Desa Kalisat, dan pelaku kawin siri. Adapun tahapan pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah proses perkawinan siri di Desa Kalisat dilakukan dengan perkenalan oleh calon pengantin melalui pihak ketiga agar keduanya dapat saling mengenal. Setelah proses pengenalan selesai, dilakukanlah prosesi pinangan yang dilakukan oleh keluarga pihak laki-laki terhadap pihak perempuan dengan disaksikan oleh keluarga calon pengantin perempuan. Perkawinan siri di Desa Kalisat Kecamatan Rembang dilaksanakan sesuai dengan syarat-rukun perkawinan dalam agama Islam dengan mengundang beberapa tetangga. Beberapa faktor yang mendorong warga Desa Kalisat melakukan perkawinan siri diantaranya adalah rendahnya tingkat perekonomian dan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh warga. Hal ini ditunjang pula dengan adanya dogma agama yang mengatakan bahwa lebih baik melakukan perkawinan siri daripada melakukan pergaulan bebas yang identik dengan perzinahan. Oleh karena itu, seorang perempuan apabila memiliki hubungan dekat dengan seorang laki-laki dan agar terhindar dari dosa zina maupun fitnah, maka dilakukan pengesahan hubungan mereka dengan cara perkawinan siri. Hal ini dilakukan jika untuk mendaftarkan perkawinannya ke KUA ada persyaratan yang tidak dapat dipenuhi. Dari penelitian ini saran yang diajukan peneliti yaitu: (1). Pendidikan terhadap pentingnya menjaga hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim patut dipertahankan dengan memberikan tambahan berupa pengetahuan tentang pentingnya pencatatan suatu perkawinan; (2). Hendaknya para kyai tidak mudah mengawinkan seseorang hanya dengan alasan sudah terpenuhinya syarat dan rukun perkawinan secara agama, alangkah lebih baik jika perkawinan tersebut juga dicatatkan di KUA; (3). Aparat pemerintah hendaknya lebih meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya pencatatan sebuah perkawinan; (4). Biaya perkawinan juga perlu diperhatikan lagi agar masyarakat kecil bisa menjangkaunya dan perlunya kesadaran masyarakat untuk mengurus surat perceraian apabila telah bercerai.

Pengaruh ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) terhadap perkecambahan benih jeruk (Citrus sp.) / oleh Theodore Puspitarini Antony

 

Ketika desa menjadi kota: perkembangan kawasan urban fringe Kotamadya Blitar 1974-1987 / Yanis Tri Hapsari Novianti

 

Kotamadya Blitar terletak di Provinsi Jawa Timur. Kotamadya Blitar hanya terdiri dari satu kecamatan yaitu Kecamatan Sananwetan dengan luas wilayah yang terbatas. Keterbatasan wilayah ini membuat pembangunan fisik Kotamadya Blitar tidak dapat berjalan secara optimal, sehingga sarana pelayanan publik berupa sarana pendidikan dan kesehatan kurang memadai. Tujuan penelitian ini (1) Untuk mendeskripsikan kondisi sosial-fisik Kotamadya Blitar sebelum mengalami pemekaran wilayah 1974-1982. (2) Untuk mendeskripsikan proses pemekaran wilayah Kotamadya Blitar 1982-1987. (3) Untuk mendeskripsikan dampak pemekaran wilayah Kotamadya Blitar terhadap Kata kunci: Pemekaran wilayah, Otonomi daerah, Kotamadya Blitar. wilayah urban fringe 1982-1987. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yaitu diawali dengan pemilihan topik, heuristik, verifikasi sumber (intern dan ekstern), interpretasi (analisis dan sintesis) dan historiografi. Penggunaan metode ini menjadikan data-data sebagai sumber penelitian adalah data primer berupa wawancara dan data tertulis berupa peraturan pemerintah serta undangundang. Selain itu, data-data sekunder didapat dari beberapa penelitian terdahulu serta berbagai sumber pustaka yang dianggap relevan untuk dijadikan rujukan dalam penulisan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alasan pemekaran wilayah Kotamadya Blitar tahun 1982 yaitu karena Undang-undang nomor 5 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah. Dimana didalam undang-undang tersebut dijelaskan tentang pembentukan pemerintahan di daerah dimana salah satu syarat tersebut adalah sebuah kotamadya terbentuk oleh minimal tiga kecamatan. (2) Pemekaran wilayah Kotamadya Blitar disahkan dengan Peraturan Pemerintah nomor 48 tahun 1982 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Blitar. (3) Pemekaran wilayah di Kotamadya Blitar berdampak kepada tenaga kerja dan perindustrian yang terdapat di daerah tersebut. Ini ditunjukkan dengan tingkat perindustrian di Kotamadya Blitar mulai bertumbuh pesat. (4) Pelayanan publik di bidang pendidikan dan kesehatan Kotamadya Blitar setelah mengalami pemekaran wilayah meningkat. Terdapat peningkatan jumlah sarana kesehatan dan pendidikan baik formal maupun informal. Saran penulis yaitu penambahan jumlah gedung sekolah dan rumah sakit baru yang lebih banyak sangat diharapkan, demi terciptanya pelayanan publik yang lebih efektif yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kotamadya Blitar.

Limit superior dan limit inferior
oleh Suci Hartatik

 

Prototipe safety box bagi dosen menggunakan samrtcard dan password berbasis personal computer / Hari Wahyudiono

 

Kata Kunci: Safety Box, Password, Smart card, Delphi Perkembangan teknologi terutama di bidang komputer dapat mempermudah aktivitas manusia. Di Jurusan Elektro Universitas Negeri Malang sekarang ini tempat penyimpanan dokumen dan barang-barang berharga milik dosen masih menggunakan tempat penyimpanan yang konvensional. sehingga perlu dibuat suatu pengaman untuk tempat penyimpanan tersebut agar menjadi lebih aman. Salah satu sistem pengamanan yang telah dibuat adalah “Prototipe Tempat Penitipan Barang Bagi Pelanggan Dengan Menggunakan Smart card ” yang dibuat Afifah. Sistem pengaman yang telah dibuat masih memiliki kelemahan, diantaranya sistem GUI (Grafik User Interface) pada sistem yang sudah ada kurang baik, karena hanya menggunakan LCD (Liquid Cristal Display). saat pengguna lupa kombinasi password untuk membuka locker. Pada sistem yang sudah ada pengguna akan menekan reset. smart card yang digunakan, pada sistem yang lama satu smart card dapat mengakses semua locker. maka akan dirancang dan dibuat suatu sistem yang berjudul “Prototipe Safety box Bagi Dosen Menggunakan Smart card dan Password Berbasis Personal Computer”. Sistem ini menggunakan smart card yang digunakan sebagai kunci untuk mengakses safety box. Untuk membuka safety box dosen harus memasukan smart card yang dimilkinya ke smart card reader ACR 38. Sehingga dosen dapat mengakses menu dan memilih menu untuk membuka safety box, maka delphi akan memberikan output ke port paralel yang diinputkan ke mikrokontroler ATmega16, di mikrokontroler ATmega16 data diolah untuk membuka kunci safety box dengan cara mengaktifkan solenoid. jika dosen salah mengetikan password sebanyak tiga kali maka smart card akan diblokir dan untuk mengaktifkan kembali dosen harus melapor kepada admin untuk aktifasi. Kesimpulan setelah melakukan perancangan, pembuatan serta pengujian alat maka dapat diambil kesimpulan adalah (1) Prototipe Safety box Bagi Dosen mempunyai spesifikasi hardware sebagai berikut: dimensi total dari empat safety box 45cm x 22cm x 19cm, mengunakan smart card reader dengan tipe ACR38, membutuhkan tegangan sebesar 220VAC, terkoneksi dengan personal computer menggunakan port paralel, menggunakan pengunci berupa solenoid. (2) Untuk mengisi data dosen ke dalam smart card menggunakan smart card reader yang terkoneksi dengan personal computer menggunakan port USB sebagai hardware penghubung antara smart card dengan personal computer, serta menggunakan software SLSE44X2 sebagai software user interface .(3)Sistem GUI yang dibuat dengan menggunakan Delphi 7.0 mempunyai form sebagai berikut: form login, form utama, form Ubah Password Dosen, form Menambah Dosen, form Akktifasi Smart, form Penambahan Admin, form Proses Buka Safety Box, form.(4) setelah melakukan pengujian secara keseluruhan sistem diketahui saat smartcard 1 digunakan maka port paralel mengeluarkan kombinasi biner 1, kemudian output mikrokontroler mengaktifkan driver solenoid 1 sehingga safety box 1 membuka dan yang lain mengunci, dan saat smartcard 2 digunakan maka port paralel mengeluarkan kombinasi biner 2, kemudian output mikrokontroler mengaktifkan driver solenoid 2 sehingga safety box 2 membuka dan yang lain mengunci, kondisi yang yang akan terjadi pada smartcard 3 dan smartcard 4.

Keanekaragaman spesies hewan makrobentos di sepanjang Kali Brantas Kecamatan Ngadiluweh Kabupaten Kediri Jawa Timur / oleh Wiwit Fitrisari

 

Menggali konsepsi siswa kelas XI IPA SMAN 7 Malang tentang fenomena pelarutan dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan fenomenografi / Novita Agustina

 

Kata Kunci: pelarutan, kejenuhan, pengadukan, air, minyak, fenomenografi, konsep alternatif Mata pelajaran kimia masih dianggap sulit oleh sebagian siswa. Hal ini berkaitan dengan perlu dipahaminya tentang tiga aspek kimia yang saling menunjang yaitu makroskopis, submikroskopis, dan simbolik untuk memperoleh konsep kimia yang utuh. Jika diantara ketiga aspek tersebut ada yang tidak dipahami, maka akan menimbulkan pemahaman yang tidak menyeluruh dan menimbulkan berbagai konsepsi siswa. Pelarutan adalah fenomena yang setiap hari dijumpai dan merupakan salah satu konsep kimia yang mencangkup ketiga aspek tersebut. Penelitian bertujuan untuk menggali konsepsi siswa tentang fenomena pelarutan diantaranya proses pelarutan, kejenuhan, konsentrasi larutan, pengaruh pengadukan terhadap kecepatan pelarutan serta miscibility. Penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptitif kualitatif dengan pendekatan fenomenografi. Data penelitian berupa transkrip hasil wawancara dan dokumentasi hasil gambaran partikel siswa. Peranan peneliti adalah sebagai instrumen, pengumpul data, serta penganalisis data. Sampel penelitian sebanyak 30 siswa kelas XI IPA SMAN 7 Malang yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dibantu pedoman wawancara dan dokumentasi. Dari rekaman wawancara, dibuat transkrip wawancara, dianalisis, dan dibuat kategori deskripsi. Pengujian keabsahan temuan dilakukan dengan verifikasi oleh teman sejawat, co-judging, dan chek-rechek. Dari co-judging diperoleh reliabilitas tinggi, yaitu 89,3-96,3%, sedangkan dari hasil check-recheck juga diperoleh reliabilitas tinggi yaitu 83,3-96,3%. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kategori deskripsi sebagai berikut. (1) Konsepsi siswa mengenai konsep pelarutan, didapatkan lima kategori yaitu a) celah antar partikel pelarut, b) degradasi zat terlarut, c) bercampurnya zat terlarut dengan pelarut, d) terurainya zat terlarut, e) lelehnya zat terlarut, (2) Konsepsi siswa mengenai konsep kejenuhan, diperoleh empat kategori yaitu a) celah antar partikel pelarut, b) kemampuan melarutkan, c) batas konsentrasi, d) Q>Ksp (3) Konsepsi siswa mengenai konsep konsentrasi, diperoleh tiga kategori yaitu: a) banyaknya zat terlarut yang dapat larut (kelarutan), b) banyaknya zat terlarut yang ditambahkan, c) kepekatan (4) Konsepsi siswa mengenai pengaruh pengadukan terhadap kecepatan pelarutan, diperoleh tiga kategori yaitu a) tumbukan/gesekan antar partikel, b) degradasi zat terlarut, c) melelehnya zat terlarut; (5) Konsepsi siswa mengenai daya campur (micibility), diperoleh empat kategori: a) sifat cairan, b) jarak antar partikel, c) massa jenis, d) konsentrasi. Dari hasil analisis, siswa cenderung memahami fenomena dari aspek makroskopisnya dan siswa juga kurang tepat dalam menginterpretasikan tulisan di buku sehingga menimbulkan pemahaman yang tidak tepat.

Kontribusi disiplin diri, motivasi berprestasi, efikasi diri akademik terhadap hasil belajar matematika siswa SMP di Kertosono serta implikasi dalam layanan bimbingan dan konseling / Sa'adatul Hasanah

 

ABSTRAK Hasanah, Sa’adatul. 2015. Kontribusi Disiplin Diri, Motivasi Berprestasi, Efikasi Diri Akademik terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP di Kertosono serta Implikasi dalam Layanan Bimbingan dan Konseling. Tesis, Program Studi Bimbingan Konseling, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (II)Dr. Triyono, M.Pd., Pembimbing Kata kunci: disiplin diri, motivasi berprestasi,efikasi diri akademik, dan hasil belajar matematika Hasil belajar matematika seorang siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek, diantaranya seperti disiplin diri, motivasi berprestasi, dan efikasi diri akademik. Siswa yang memiliki disiplin diri, motivasi berprestasi, dan efikasi diri akademik yang tinggi memungkinkan memiliki hasil belajar yang tinggi pula, dan sebaliknya jika siswa memiliki disiplin diri, motivasi berprestasi, dan efikasi diri akademik yang rendah maka hasil belajar yang dimiliki juga rendah. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui kontribusi disiplin diri, motivasi berprestasi, dan efikasi diri akademik terhadap hasil belajar matematika di SMP Negeri Kertosono serta implikasinya dalam layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan metode korelasi untuk melihat hubungan diantara variabel yang diteliti dengan mengggunakan analisis korelasi dan juga regresi berganda. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri Kertosono. Sampel penelitian ini adalah siswa yang berada di kelas VIII dengan jumlah siswa sebanyak 286. Data dikumpulkan menggunakan skala disiplin diri, motivasi berprestasi, dan efikasi diri akademik, sedangkan hasil belajar matematika dilihat dari nilai UTS. Adapun skala tersebut didapatkan berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan peneliti dan dilanjutkan uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis dengan menggunakan korelasi produk moment dan regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara disiplin diri dan hasil belajar matematika; terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan hasil belajar matematika; serta terdapat hubungan antara efikasi diri akademik dan hasil belajar matematika. Sedangkan hasil uji regresi berganda menunjukkan terdapat kontribusi yang positif disiplin diri, motivasi berprestasi, efikasi diri akademik terhadap hasil belajar matematika pada siswa SMP Negeri Kertosono. Berdasarkan hasil penelitian ini, konselor hendaknya meningkatkan hasil belajar matematika melalui disiplin diri, motivasi berprestasi, dan efikasi diri akademik. Jika diketahui siswa memiliki tingkat disiplin diri, motivasi berprestasi, dan efikasi diri akademik yang rendah maka diperlukan memberikan perlakuan khusus seperti memberikan konseling. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya diharapkan meneliti faktor-faktor internal dan eksternal yang lain secara komprehensif.

The linguistic production of child named Mara in the holophrastic and telegraphic stages / by Patuan Raja

 

Meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPS dengan metode diskusi di kelas V semester I SDN Benerwojo Kecamatan Kelayan Kabupaten Pasuruan / Sugianto

 

Kata kunci: Prestasi Belajar IPS, Metode Diskusi Salah satu kendala bagi guru untuk meningkatkan cara belajar siswa di kelas adalah siswa kurang berani mengemukakan pendapatnya sendiri dan menanggapi jawaban dari teman-teman lainnya meskipun telah diminta oleh guru yang mengajar di kelas tersebut. Hal ini terlihat pada saat diskusi kelas tiap pelajaran. Siswa pasif, kurang adaya interaksi antar siswa dengan siswa, dan antara siswa dengan guru.Dengan mengacu pada latar belakang masalah yang telah penulis paparkan di atas maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah penerapan metode diskusi pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V Semester I SDN Benerwojo Kabupaten Pasuruan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). yang dikembangkan oleh Kemmis dam Mc Tanggart.meliputi empat jalur (langkah), yaitu: 1) Planning –perencanaan; 2) acting & observing – tindakan dan pengamatan; 3) reflecting – perefleksian; dan 4) revise plan – perbaikan rencana. Dalam penelitian ini yang akan menjadi subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas V SDN Benerwojo Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data akan dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode diskusi pada pembalajaran IPS dapat meningkatkan proses dan hasil belajar Siswa Kelas V SDN Benerwojo Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan. Hal tersebut terbukti pada siklus I hasil nilai rata-rata 74,8 meningkat pada siklus II rata-rata 87,2. Berdasarkan lembar observasi kegiatan siswa dan guru memperoleh skor 34 dengan kategori cukup, pada siklus berikutnya meningkat 43 dengan kategori baik, namun masih ada yang perlu dibenahi yaitu kegiatan awal presensi, kegiatan inti penggunaan media pembelajaran, kegiatan penutup menyimpulkan materi pembelajaran.

Der Zusammenhang zwischen der sprechfertigkeit bei der vorlesung der zids-vorbereitung und der schreibfertigkeit bei der aufsatzvorlesung von den Deutschstudenten an der Staatsuniversitat Malang IM jahrgang 2003 / von Amelia Kurniawati

 

Pembelajaran peta konsep untuk meningkatkan proses pembelajaran bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial siswa kelas V SDN Semedusari Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / oleh Anna Rosida

 

Validasi media pembelajaran "Jamur fantasi" di TK Sunan Giri Yakin Tutur Pasuruan / Miftakhul Jannah

 

Pengolahan wortel sebagai bahan dasar pembuatan nata / Risma Kartikasari Nursyam

 

Kata Kunci : Nata, Wortel, Uji Kesukaan. Nata termasuk minuman berserat tinggi dan rendah kalori. Nata merupakan suatu bahan menyerupai gel (agar-agar) yang terapung pada medium yang mengandung gula dan asam hasil pembentukan mikroorganisme Acetobacter xylium. Nata de carrot merupakan minuman yang terbuat dari jus wortel, yang mempunyai tekstur agak kenyal dan berwarna putih transparan. Masalah dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui formula resep yang tepat dalam pembuatan nata de carrot, untuk mengetahui kesukaan konsumen terhadap warna dan tekstur nata de carrot. Pengolahan nata de carrot ini dilakukan dua kali uji coba resep agar dapat menghasilkan warna dan tekstur nata pada umumnya. Formula resep yang tepat pada produk nata de carrot adalah 1200 ml jus wortel, gula 60 gr, asam asetat glasial 2 ml, asam sitrat 0.7 gr, pupuk ZA 2 gr, bibit nata 120 ml. Garam inggris 0.7 gr. Pengolahan wortel menjadi jus yaitu, melalui proses penghancuran wortel menjadi jus dan direbus dengan gula selama ± 30 menit, penambahan bahan bantu, pewadahan dan pendinginan, penambahan bibit atau stater, fermentasi selama 6-7 hari, pascapanen selama 6-7 hari. Tekstur yang dihasilkan, yaitu agak kenyal, berwarna putih transparan. Uji kesukaan responden terhadap warna dan tekstur nata de carrot dilakukan dengan cara memberi angket dan produk. Respondennya adalah anak-anak, remaja dan dewasa. Hasil uji kesukaan warna nata de carrot pada produk yang disukai sebanyak 64.4% sehingga warna produk nata de carrot diasumsikan dapat diterima oleh respoden karena warna nata de carrot tidak berbeda dengan warna nata pada umumnya, yaitu putih transparan. Tekstur nata de carrot yang disukai sebanyak 82.1% sehingga tekstur nata de carrot diasumsikan sangat dapat diterima oleh responden karena tekstur nata de carrot hampir sama dengan tekstur nata pada umumnya, yaitu agak kenyal, agar nata de carrot lebih dikenal dan disukai banyak masyarakat sebaiknya air nata de carrot diberi perasa lain misalnya melon atau leci.

Pengembangan bahan pembelajaran kognitif lompat jauh gaya lenting untuk kelas X SMA Negeri 1 Kepanjen menggunakan multimedia interaktif / Adin Karyawan

 

Kata kunci: pengembangan, multimedia interaktif, lompat jauh gaya lenting. Pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap manusia, sekolah menengah atas adalah salah satu lembaga pendidikan formal di masyarakat yang bertujuan untuk pembinaan mutu sumber daya manusia. salah satu pendidikan yang diajarkan di sekolah menengah atas adalah pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan memilki tujuan untuk mencapai tujuan diperlukan media pembelajaran yang menarik berupa bahan ajar, komputer merupakan media pembelajaran modern Berdasarkan penelitian berupa analisis kebutuhan yang dilakukan peneliti melalui lembar kuisioner pada guru dan siswa di SMA Negeri 1 Kepanjen diperoleh hasil bahwa guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan mengajarkan materi lompat jauh dengan alokasi waktu 2 kali pertemuan dalam satu semester. Pada pembelajaran yang berupa praktik di lapangan, apabila terjadi hujan, maka pembelajaran dilakukan di ruangan kelas dengan pemberian teori. Guru mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan menggunakan LKS sebagai bahan ajar teori. Berdasarkan hasil angket terhadap siswa diperoleh data bahwa siswa belum pernah mendapatkan materi dari multimedia interaktif, serta di sekolah terdapat fasilitas belajar berbasis computer. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berbasis komputer dalam bentuk mengembangkan multimedia interaktif mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan khususnya kompetensi dasar lompat jauh gaya lenting, yang diharapkan dapat membantu memberi kemudahan bagi siswa dalam memahami konsep dan teknik gerakan pada pembelajaran di SMA Negeri I Kepanjen kelas X.. Produk pengembangan berupa multimedia interaktif kompetensi dasar lompat jauh gaya lenting yang berisi konsep tentang sejarah atletik, sarana prasarana lompat jauh, peraturan pertandingan lompat jauh untuk menambah pengetahuan siswa, dan didalamnya juga terdapat video teknik gerakan lompat jauh gaya lenting yang diharapkan menarik minat siswa untuk mempelajari serta mudah memahami. Metode pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa angket kuesioner. Angket kuesioner diberikan pada ahli media, ahli atletik, ahli pembelajaran, uji coba (kelompok kecil) terhadap siswa kelas X SMA Negeri 1 Kepanjen sebanyak 9 siswa dan uji lapangan (kelompok besar) terhadap siswa kelas X SMA Negeri 1 Kepanjen sebanyak 45 orang. ii Hasil tinjauan para ahli, dari ahli media menyatakan bahwa secara keseluruhan sudah baik, namun hendaknya diberi pengatur musik, video dan gambar sebaiknya diberi sumbernya. Tinjauan ahli atletik menyatakan bahwa seluruh aktivitas dan konsep materi terkait lompat jauh gaya lenting pada multimedia interaktif sudah sesuai dengan konsep yang sebenarnya. Dan tinjauan ahli pembelajaran menyatakan secara keseluruhan sudah bagus. Dari seluruh hasil tinjauan para ahli tersebut, maka dinyatakan bahwa produk yang dikembangkan sudah baik dan dapat digunakan untuk uji produk. Dari hasil uji coba (kelompok kecil) diperoleh bahwa seluruh aspek dalam pengembangan multimedia interaktif kompetensi dasar lompat jauh gaya lenting untuk siswa kelas X di SMA Negeri 1 Kepanjen tersebut telah memenuhi kriteria baik yaitu antara 80-100%. Sedangkan hasil uji lapangan (kelompok besar) diperoleh bahwa seluruh aspek dalam pengembangan multimedia interaktif kompetensi dasar lompat jauh gaya lenting untuk siswa kelas X di SMA Negeri 1 Kepanjen tersebut telah memenuhi kriteria baik yaitu antara 80-100%. Berdasarkan hasil uji coba (kelompok kecil) dan uji lapangan (kelompok besar), maka diperoleh bahwa produk pengembangan multimedia interaktif kompetensi dasar lompat jauh gaya lenting untuk siswa kelas X di SMA Negeri 1 Kepanjen tersebut telah memenuhi kriteria baik yaitu antara 80-100%, sehingga dapat digunakan. Hasil penelitian dan pengembangan ini hanya terbatas pada pengembangan produk, maka peneliti menyarankan agar dilakukan penelitian selanjutnya yang menguji tentang tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan.

Pengembangan buku ajar matakuliah biologi sel hasil analisis virtual screening senyawa alami kandidat inhibitor komplek Matrik Metalloprotei-1 (MMP1) dalam anti aging / Kartika Julianan

 

ABSTRAK Juliana, Kartika. 2016. Pengembangan Buku Ajar Matakuliah Biologi Sel Hasil Analisis Virtual Screening Senyawa Alami Kandidat Inhibitor Komplek Matrik Metalloprotein-1 (MMP1) Dalam Anti Aging . Tesis. Jurusan Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Agr. Mohamad Amin, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Endang Suarsini, M.Ked. Keywords: Biologi sel, buku ajar, virtual screening Biologi sel merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sel baik secara struktural dan fungsional mulai dari yang sederhana sampai jaringan yang komplek. Biologi Sel merupakan salah satu matakuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa tingkat Strata 1 (S1) Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Proses perkuliahan pada matakuliah Biologi Sel masih dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab serta penugasan. Sumber belajar yang digunakan dalam perkuliahan selama ini hanya bersifat teoritis belum ada yang bersifat aplikatif sehingga pencapaian pembelajaran yang mengharapkan mahasiswa mampu menggunakan konsep, prinsip dan prosedur dalam kajian penelitian Biologi Sel untuk menemukan, menganalisis dan memecahkan permasalahan dengan penerapan IPTEK dalam kajian Biologi Sel berbasis kesehatan belum seutuhnya tercapai. Pengembangan buku ajar Biologi Sel dengan memanfaatkan metode Bioinformatika diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada sehingga learning outcome yang diharapkan dapat tercapai. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap yaitu penelitian deskriptif eksploratif dan penelitian pengembangan. Penelitian tahap pertama yaitu virtual screaning senyawa alami inhibitor protein MMP1 dan pada penelitian tahap kedua yaitu pengembangan bahan ajar berupa buku ajar untuk matakuliah Biologi sel. Hasil dari penelitian tahap pertama kemudian digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan buku ajar (penelitian tahap dua) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian virtual screening yang dilakukan menghasilkan senyawa yang berpotensi sebagai anti aging, melalui software PyMol diketahui bahwa senyawa inhibitor kontrol (RO4) memiliki site pengikatan yang sama pada ZINC03947432 dengan protein MMP1. ZINC03947432 melalui ikatan hidrogen Asn 80, Ala 84, Arg 114, His 118, Tyr 137 dan interaksi hidrofobik Ala 82, His 83, Val 115, Glu 119, His122, Pro 138, Ser 139, Tyr 140. Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa ZINC03947432 memiliki potensi untuk dijadikan sebagai kandidat inhibitor komplek protein MMP1 sebagai antiaging. senyawa alami ZINC03947432 dengan nama senyawa Luteolin 7-galactoside atau luteolin-7-o-glucoside. Luteolin 7-galactoside termasuk dalam kelompok senyawa flavonoid yang dapat di isolasi dari tanaman krisan. Hasil penelitian virtual screening digunakan sebagai bahan penyusunan buku ajar berupa buku pengayaan pada matakuliah Biologi Sel berjudul “Eksplorasi Senyawa Alami Potensi Anti Aging melalui Virtual Screening”. Materi yang dituliskan pada buku ajar ini merupakan implikasi proses dan hasil dari penelitian virtual screening yang dikompilasi dengan beberapa materi pendukung yaitu biologi sel, bioinformatika, dan artikel jurnal penelitian yang berkaitan. Penyusunan buku ajar ini mengacu pada tahapan pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE dipilih karena konsep ADDIE sederhana namun memberikan banyak petunjuk dalam proses pengembangan suatu produk pembelajaran yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu analyze, design, develop, implement dan evaluate. Hasil validasi ahli materi menyatakan layak sebesar 93,15% dengan kategori sangat baik atau sangat layak. Hasil validasi ahli media pembelajaran menyatakan layak sebesar 88,64% dengan kategori sangat baik. Hasil uji perorangan menyatakan layak dengan persentase 87,5% dari 15 orang uji coba. Kriteria kelayakan buku yang digunakan mengacu pada Puskurbuk tahun 2014. Secara keseluruhan dari hasil validasi ahli materi, ahli media dan hasil uji coba perorangan menyatakan bahwa buku ajar yang dikembangkan telah layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Validasi media pembelajaran papan kehidupan di TK Dharma Wanita Persatuan Karang Sentul Gondang Wetan Pasuruan / Nurul Hidayati

 

Validasi media pembelajaran karpet pengetahuan di TK Permata Bunda Sawojajar Malang/ Naning Ika Arifiana

 

Pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi augmented reality untuk mata pelajaran biologi pada pokok bahasan sel di SMAN 1 Malang / Julian Sahertian

 

Kata Kunci: media pembelajaran, Augmented Reality, biologi, sel Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) modern di era digital seperti saat ini vital adanya dalam setiap elemen masyarakat. Utamanya dalam dunia pendidikan seperti halnya pada instansi pendidikan di SMAN 1 Malang. SMAN 1 Malang merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang sebenarnya sudah memiliki fasilitas yang mencukupi untuk menerapkan teknologi terbaru saat ini, namun dalam proses pembelajaran selalu ada masalah yang dihadapi salah satunya adalah pada pembelajaran Biologi pada pokok bahasan sel. Pemilihan media pembelajaran yang tepat dapat diupayakan oleh guru untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Guru dituntut untuk mengemas materi pelajaran menjadi lebih menarik yaitu dengan mengembangkan media yang menarik dan mengikuti perkembangan teknologi salah satunya yaitu dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model tersebut memiliki sepuluh tahapan yaitu potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan produksi massal. Sedangkan model pengembangan perangkat lunak yang dikembangkan mengggunakan model waterfall. Model waterfall memiliki lima tahapan yaitu tahap penentuan dan analisis spesifikasi, desain sistem dan perangkat lunak, implementasi dan ujicoba unit, integrasi dan ujicoba sistem, serta operasi dan pemeliharaan. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa media pembelajaran berbasis Augmented Reality yang ditempatkan pada halaman web. Terdapat tiga fitur utama pada media pembelajaran berbasis Augmented Reality ini yaitu, fitur materi berupa kombinasi gambar dan tulisan, fitur Augmented Reality yang dapat menghadirkan obyek tiga dimensi sel dalam lingkungan nyata melalui webcam, dan fitur kuis. Pengukuran kelayakan atau kualitas media pembelajaran yang dikembangkan ini dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan siswa kelas XI SMAN 1 Malang sebagai subjek uji lapangan. Dalam hal ini, media dikatakan layak apabila penilaian dari kriteria-kriteria yang diberikan mencapai angka di atas 75,01%. Berdasarkan hasil validasi ahli media, ahli materi, dan uji lapangan diperoleh data akhir sebesar 94,6% untuk ahli media, 81,3% untuk ahli materi, dan 91% untuk uji lapangan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media media pembelajaran berbasis teknologi Augmented Reality ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.

Pengembangan lembar kerja siswa akuntansi digital dengan bantuan macromedia flash MX pada materi menyusun laporan keuangan perusahaan jasa / Yosep Yogi Prawira

 

Kata Kunci: Pengembangan LKS Akuntansi Digital, Macromedia Flash MX, Laporan Keuangan Perusahaan Jasa LKS merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang akan dikembangkan. Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) maka timbul inovasi LKS yang bersifat konvensional yaitu LKS yang dikemas dalam bentuk cetak, menjadi LKS yang bersifat modern yaitu LKS yang dikemas dalam bentuk elektronik atau dalam bentuk digital, yang disebut LKS digital. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa LKS Akuntansi Digital dengan menggunakan bantuan Macromedia Flash MX pada materi menyusun laporan keuangan perusahaan jasa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Jenis angket yang digunakan yaitu angket terbuka dan angket tertutup. Angket terbuka menghasilkan jenis data kualitatif yaitu berupa saran, kritik dan pendapat secara umum terhadap LKS Akuntansi digital. Sedangkan angket tertutup menghasilkan jenis data kuantitatif yaitu skor hasil validasi terhadap LKS Akuntansi Digital yang menggunakan skala Likert. Data kuantitatif tersebut kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil validasi menunjukkan skor persentase 87,59% dari validasi ahli materi, 74,67% dari ahli media, dan 73,36% dari uji coba lapangan terbatas, sehingga secara keseluruhan didapatkan skor persentase sebesar 78,54%, dan dapat disimpulkan bahwa LKS Akuntansi digital dengan bantuan Macromedia Flash MX pada materi menyusun laporan keuangan perusahaan jasa valid/layak digunakan sebagai LKS Digital.

Pembelajaran inquiry untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan representasi mahasiswa pada topik gaya Lorentz / Ismi Laila Rahmah

 

ABSTRAK Rahmah, Ismi Laila. 2016. Pembelajaran Inquiryuntuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kemampuan Representasi Mahasiswa pada Topik Gaya Lorentz. Tesis. Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Arif Hidayat, M.Si (II) Dr. Sutopo, M.Si. Kata Kunci:Inquiry, Pemecahan masalah, representasi Aspek penting dalam pembelajaran fisika tidak saja memahami konsep, menerapkan pada pemecahan masalah tetapi juga menyampaikan beberapa jenis representasi untuk memperjelas suatu fenomena dalam berfikir ilmiah. Pembelajaran inquiry diduga dapat membantu mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan representasi. Dari berbagai penelitian sebelumnya, banyak yang mengkaji mengenai peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan representasi melalui pembelajaran inquiry, namun belum ada kajian komprehensif tentang topik gaya Lorentz dengan desain embeded experimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipeningkatan pemecahan masalah dan representasi mahasiswa pada topik gaya Lorentz setelah dilaksanakan pembelajaran inquiry. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain embedded experimental dengan subjek penelitian terdiri dari 30 mahasiswa jurusan pendidikan fisika Universitas Negeri Malang yang sedang menempuh matakuliah elektromagnetika, pada semester genap tahun akademik 2015/2016. Data hasil penelitian ini berupa data kualitatif yang berupa hasil dari pemikiran mahasiswa saat memecahkan soal uraian dan data kuantitatif berupa skor pre-test dan post-test untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi observasi, catatan penting saat proses pembelajaran,lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar kerja eksperimen, soal tes dan kuis.Analisis data menggunakan uji paired sample t-test, effect size, normalized gain score dan crosstabulation. Hasil penelitian diperoleh bahwa skor pemecahan masalah mahasiswa meningkat dari rata-rata 30 menjadi 80 dengan effect size sebesar 3,91dengan kriteria “very large” dan N-gain (g) sebesar 0,49 dengan kriteria “menengah atas”. Kesulitan-kesulitan yang masih muncul baik pada pre-test dan pos-test antara lain (1) menentukan arah gaya yang bekerja pada partikel bermuatan q saat berada di dalam medan listrik, (2) menentukan arah gaya yang bekerja pada partikel bermuatan q saat berada di dalam dua medan yaitu medan magnet dan medan listrik, (3) menentukan arah torka. Pembelajaran inquiry juga dapat meningkatkan kemampuan representasi mahasiswa. Kemampuan representasi mahasiswa bergeser dari level missing dan inadequate pada pre-test menjadi adequate pada post-test.

Validasi media pembelajaran papan peraga perkenalan Kelompok B / oleh Mardiyah

 

Validasi media pembelajaran teka-teki geometri di TK Al-Hidayah Kauman Blitar / oleh Enma Khamidah

 

Pengembangan buku ajar permainan bola basket dalam bentuk e-book untuk SMP / Rakhmat Nur Hakim

 

Kata Kunci: Pengembangan, Buku Ajar, permainan bolabasket, E-Book. Pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia. Seiring dengan kemajuan IPTEK serta komputerisasi disegala aspek kehidupan, berpengaruh besar terhadap pola pikir, perilaku dan gaya hidup. Bahan ajar disusun untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas belajar mengajar. Berbagai bentuk interaksi pembelajaran dapat berlangsung dengan tersedianya komputer sebagai media pembelajaran modern. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan peneliti melalui observasi dan wawancara diperoleh informasi bahwa 86,67% siswa senang terhadap mata pelajaran pendidikan jasmani, 42,23% siswa menggemari permainan bola basket, 31,12% menggemari permainan bola voli dan 26,65% menggemari permainan sepak bola. Sekolah tidak memiliki buku ajar khusus tentang permainan bolabasket. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku ajar permainan bola basket dalam bentuk E-Book. Produk pengembangan berupa E-Book dengan format ppt (Power Point Presentation). Menggunakan komputer sebagai media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Microsoft Power Point. E-Book berisi tentang materi sejarah, sarana, peraturan, teknik dasar, mental, dan perwasitan. E-Book dilengkapi beberapa foto gerakan dan video latihan. Terdapat evaluasi pada setiap materi. Terdapat variasi warna gambar, tulisan, halaman sehingga diharapkan siswa mudah tertarik untuk mempelajari. Peneliti mengacu model pengembangan (research and development) Borg dan Gall. Dari sepuluh langkah, ada beberapa tahap yang dimodifikasi oleh peneliti, dikarenakan jumlah sekolah dan jumlah subyek kurang dari jumlah minimal uji. Langkah-langkah yang diambil adalah: (1) Analisis kebutuhan, (2) Pembuatan rancangan produk, (3) Evaluasi ahli (4) Pembuatan produk awal, (5) Uji coba kelompok kecil, (6) Uji coba kelompok besar, (7) Produk hasil akhir pengembangan. Berdasarkan tinjauan ahli terhadap rancangan produk disimpulkan bahwa rancangan produk telah sesuai dan dapat diproduksi menjadi E-Book, selanjutnya produk berupa E-Book diuji coba menggunakan instrumen uji coba pada kelompok kecil sebanyak 12 siswa. Setelah dilakukan revisi selanjutnya produk di uji coba pada kelompok besar dengan jumlah 48 siswa. Berdasarkan dari hasil uji kelompok kecil dan hasil dari uji lapangan (kelompok besar) adalah semua isi yang ada dalam E-Book telah memenuhi kriteria dan semua isi dapat digunakan sekaligus dinyatakan bahwa E-Book yang dikembangkan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

Pengembangan media pembelajaran berbasis website pada materi kebugaran jasmani di SMK Cendika Bangsa Kepanjen Kabupaten Malang / Reynald Bestarianto

 

ABSTRAK Bestarianto, Reynald. 2015. Pengembangan Media PembelajaranBerbasisWebsitepadaMateriKebugaranJasmani di SMK CendikaBangsaKepanjenKabupaten Malang. Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Oni BagusJanuarto, M.Kes., (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, website, kebugaranjasmani. Kebugaranjasmaniadalahkemampuanseseorangdalammelakukanaktivitaskesehariantanpamengalamikelelahan yang berarti, danmasihmempunyaicadangansisatenagauntukmelakukanaktivitas yang lain. Analisayang dilakukanpenelitikepada24 siswa SMK CendikaBangsaKepanjenKabupatenMalangmelaluipenyebaranangketsecaraacak, terungkap 79,17% menyatakansedikitmemahamimateri yang telahdiberikan, 62,5% menyatakanbahwa guru belumpernahmenggunakan media pembelajarandalampenyampaianteori. Untukmeningkatkanpemahamansiswadarimateri yang disampaikan, makamedia pembelajaranberbasiswebsiteharusdiberikanuntukmemudahkansertamengefektifkanpenyampaianmaterikebugaranjasmani. Penelitianinibertujuanuntukmengembangkan media pembelajaran kebugaran jasmani berbasis website sebagai media belajaryang layak digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di SMK Cendika Bangsa Kepanjen Kabupaten Malang. Produk tersebut akan dikemas dalam bentuk website online. Metodepenelitiandanpengembanganinimengacupada model proseduralatau model pengembanganresearch and developmentdari Borg and Gall yang terdiridari 10 langkahpenelitian, namunpenelitihanyamenggunakan 7langkahyaitu: (1) analisisproduk yang dikembangkan, (2) rancanganprodukawal, (3) evaluasiparaahli, (4) ujicobakelompokkecil, (5) revisiproduk, (6) ujicobakelompokbesardanrevisiprodukakhir, (7) hasilprodukakhirpengembangan. Berdasarkanhasildariujicobakelompokkecildari 10pesertaujicobaadalah 83% hasilnyacukup valid, sedangkanhasildariujicobakelompokbesardari 36pesertaujicobaadalah 86,11% hasilnyasangat valid dandisimpulkanbahwamedia pembelajaranberbasiswebsite padamaterikebugaranjasmani di SMK CendikaBangsaKepanjenKabupaten Malang dapatdigunakan.Produk yang dihasilkanberupawebsite online, dengantampilan menu home, submenu materikelas X, XI dan XII, menu forum, chatting, kuisdan video. Kesimpulanpenelitianinimeliputi (1) hasilakhirdaripenelitiandanpengembanganiniberupa media pembelajaran yang berbasiswebsite padamaterikebugaranjasmani, (2) media pembelajaran yang berbasiswebsite padamaterikebugaranjasmanidapatdimanfaatkanuntuksiswakelas X, XI, dan XII SMK/SMA. Saran penelitianinimeliputi (1) sebelum digunakan dalam lingkup masal atau lebih luas lagi, hendaknya dilakukan pengkajian ulang tentang SKKD yang digunakansecaranasional, (2) sebaiknyadalampenelitianpengembangandilakukanpadasubjek yang lebihluaslagi, misalnyasecaranasional.

Pengaruh penambahan limbah cair tahu terhadap pertumbuhan cacing tanah (Pheretima sp.) / oleh Endah Nurdiani

 

 

Pengaruh keterlibatan kerja dan pengembangan karir terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja (Studi pada karyawan tidak tetap Bank BRI Unit Cabang Martadinata Kota Malang) / Adri Gigih Febriyanto Utomo S.

 

Gigih, Adri. 2012. Pengaruh Keterlibatan Kerja dan Pengembangan Karir terhadap Komitmen Organisasional melalui Kepuasan Kerja (Studi pada Karyawan tidak Tetap Bank BRI Unit Cabang Martadinata Kota Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I)DR. Eri Tri Djatmiko Rudiyanto W,WW., M.A., M.Si (II) Elfia Nora, S.E.,M.Si. Kata kunci : Keterlibatan Kerja, Pengembangan Karir, Komitmen Organisasional dan Kepuasan Kerja.     Dalam perkembangan dunia industri dan teknologi faktor sumber daya manusia sangatlah penting dan tidak mungkin diabaikan. Karena justru sumber daya manusialah yang akan menentukan apakah tujuan dunia industri dan perkembangan teknologi dapat tercapai dengan tepat dan baik. Sumber daya manusia (karyawan) dalam suatu organisasi, mutlak di perlukan dalam proses pembangunan yang berkesinambungan. Untuk itu masalah sumber daya manusia ini harus diperhatikan dengan baik oleh organisasi.     Permasalahan sumber daya manusia salah satunya adalah kepuasan kerja yang didapat pada suatu perusahaan atau organisasi. Keterlibatan kerja karyawan dan perencanaan pengembangan karir yang ada pada perusahaan akan mempengarui tingkat komitmen organisasional suatu karyawan, ini dapat dilihat dari kepuasan kerja yang didapat karyawan tersebut. Karyawan yang memiliki keterlibatan kerja yang tinggi pada suatu perusahaan dan didalamnya terdapat pengembangan karir yang baik maka tingkat kepuasan kerja karyawan juga akan terpenuhi, sehingga karyawan akan memiliki tingkat komitmen organisasional yang baik pula. Dengan meningkatnya komitmen organisasional maka akan menimbulkan indentifikasi, keterlibatan dan loyalitas karyawan pada organisasionalnya sehingga organisasi akan mendapatkan hal-hal positif dari karyawannya.     Penelitian ini dilakukan di Bank BRI Unit Cabang Martadinata Kota Malang mulai bulan Maret 2012 sampai dengan November 2012 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 187 orang dan sampel yang diambil adalah 64 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak untuk unsur yang tidak homogen dan secara proposional (Proportionate Random Sampling). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif untuk mendeskripsikan kondisi keterlibatan kerja, pengembangan karir, komitmen organisasional dan kepuasan kerja karyawan tidak tetap Bank BRI Unit Cabang Martadinata Kota Malang, serta menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menentukan besar pengaruh langsung dan tidak langsung dari variabel yang digunakan, berdasarkan koefisien regresi beta (koefisien path) dengan menggunakan program SPSS 16 for windows.     Berdasarkan hasil analisis deskriptif data tentang tingkat keterlibatan kerja di Bank BRI Unit Cabang Martadinata Kota Malang adalah tinggi. Hal ini terbukti dengan adanya 47 responden menyatakan tinggi keterlibatan pada pekerjaannya. Pengembangan karir di Bank BRI Unit Cabang Martadinata Kota Malang karyawan mengatakan setuju. Hal ini terbukti dengan adanya 42 responden menyatakan setuju dengan pengembangan karir yang ada. Komitmen Organisasional di Bank BRI Unit Cabang Martadinata Kota Malang karyawan mengatakan tinggi. Hal ini terbukti dengan adanya 55 responden atau sangat setuju dengan pernyataan komitmen organisasional yang ada. Kepuasan kerja di Bank BRI Unit Cabang Martadinata Kota Malang karyawan mengatakan cukup tinggi atau sedang. Hal ini terbukti dengan adanya 50 responden atau cukup setuju dengan kepuasan kerja yang ada. Dari hasil analisis jalur dapat diketahui bahwa variabel keterlibatan kerja dan pengembangan karir memiliki pengaruh terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja secara langsung berpengaruh positif dan signifikan.     Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada Bank BRI Unit Cabang Martadinata Koata Malang sebaiknya dapat melakukan visi dan misi bank sebagai suatu berkharisma, dasar bagi setiap karyawan dalam berperilaku dan bertindak, mengadakan acara-acara yang melibatkan semua anggota sehingga bisa tetap menjalin kebersamaan, dan juga memperhatikan keterlibatan dan perkembangan karir karyawan dalam jangka panjang. Memberikan pelatihan untuk karyawan-karyawan yang membutuhkan keahlian khusus, contohnya seperti keahlian menggunakan komputer dan komunikasi yang baik pada pelanggan, diadakannya seminar-seminar penting tentang pelatihan perbankan. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan karyawan bank untuk dapat menghadapi pelanggan dalam kondisi apapun. Melibatkan karyawan dalam kebijakan yang diambil sehingga aspirasi mereka bias didengar oleh pihak manajemen, kesempatan promosi yang luas bagi perawat yang memiliki kemampuan lebih, jenjang karir yang baik tanpa diskriminasi, dan juga menciptakan nilai-nilai kebersamaan agar tercipta hubungan pimpinan maupun rekan kerja yang baik dalam menyelesaikan pekerjaan. Untuk meningkatkan komitmen organisasional, hendaknya manajemen memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan seperti gaji, tunjangan, promosi, jaminan keamanan dan kesejahteraan karyawan. Selain kepuasan kerja, perusahaan juga perlu meyakinkan pentingnya komitmen organisasional dengan tujuan agar karyawan tersebut merasa loyal, setia dan peduli terhadap perusahaan sehingga akan meningkatkan keterlibatan kerja karyawan tersebut.

Aplikasi metode geolistik konfigurasi schlumberger secara sounding untuk penyelidikan air tanah di Desa Ngarukaheri Nusa Tenggara Timur / Bayu Rahendra Purbantoko

 

ABSTRAK Purbantoko, Bayu, Rahendra. 2010. Aplikasi Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Secara Sounding Untuk Penyelidikan Air Tanah di Desa Ngarukaheri Nusa Tenggara Timur. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Burhan Indriawan, S.Si, M. Si., (II) Daeng Achmad Suaidy, S.Si., M. Kom Kata kunci: Air Tanah, Konfigurasi Schlumberger, Progress, IPI2Win Pulau Sumba sebagai lokasi penelitian merupakan salah satu pulau terbesar yang berada di dalam wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur. Desa Ngarukaheri merupakan desa yang terletak di Kabupaten Sumba Timur. Wilayah ini memiliki keunikan meskipun diliputi oleh kegersangan dengan curah hujan yang kurang, akan tetapi sungai-sungai maupun sumber-sumber mata air cukup tersebar pada setiap wilayah dan tidak kering pada musim kemarau. Pada penelitian ini, pengukuran resistivitas dilakukan dengan menggunakan metode resistivitas sounding. Resistivitas sounding menggunakan konfigurasi Schlumberger dilakukan di Desa Ngarukaheri sebanyak 10 lintasan pengukuran dengan jarak antar lintasan 25 meter. Tujuannya adalah menyelidiki keberadaan air tanah dengan melakukan pemetaan resistivitas pada daerah penelitian. Peralatan yang digunakan adalah seperangkat alat geolistrik dengan interpretasi dan analisis data menggunakan software Progress dan IPI2Win. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa jenis material yang terkandung di daerah penelitian secara umum didominasi oleh material kelompok chert. Berdasarkan error, kedalaman, dan hasil analisis titik duga yang sangat memungkinkan adanya air tanah baik dengan IPI2Win maupun Progress adalah NG1, NG3, NG5, dan NG7. Nilai resistivitas dan kedalaman titik duga tersebut dengan menggunakan software IPI2Win masing-masing adalah 39,5 Ω.m dan 71,9 m (NG1), 80,8 Ω.m, 53,2 Ω.m, 76,3 Ω.m, 59 Ω.m dan 52,4 m, 89,1 m, 98,5 m, 110 m (NG3), 47,6 Ω.m dan 110 m (NG5), dan 59,1 Ω.m dan 52,8 m (NG7). Sedangkan nilai resistivitas dan kedalaman titik duga dengan menggunakan software Progress masing-masing adalah 39,55 Ω.m dan 49,65 m (NG1), 80,79 Ω.m, 53,17 Ω.m, 76,29 Ω.m, 58,99 Ω.m dan 42,20 m, 62,10 m, 91,10 m, 100,41 m (NG3), 47,63 Ω.m dan 87,89 m (NG5), dan 59,10 Ω.m dan 25,02 m (NG7).

Kekerabatan macam-macam kembang sepatu berdasarkan variasi morfologi vegetatif dan generatif di Kota Malang Jawa Timur / Umi Hasanah

 

Hasanah, Umi. 2013. Kekerabatan Macam- Macam Kembang Sepatu Berdasar-kan Variasi Morfologi Genaratif dan Vegatatif Di Kota Malang Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi, Prodi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S, (II) Dr. Murni Saptasari, M.Si. Kata Kunci: kembang sepatu, kekerabatan fenetik, variasi morfologi, persebaran. Kembang sepatu adalah nama yang diberikan oleh masyarakat untuk tanaman dengan mahkota jika diremas memiliki sifat seperti semir sepatu. Hasil observasi di Kota Malang, diperoleh variasi yang mencolok pada daun mahkota bunganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi morfologi vegetatif dan generatif, jenis, persebaran dan kekerabatan tanaman kembang sepatu di Kota Malang. Pengambilan spesimen dilakukan dengan cara jelajah bebas di 5 kecamatan di Kota Malang, yaitu Kecamatan Lowokwaru, Kecamatan Blimbing, Kecamatan Sukun, Kecamatan. Klojen dan Kecamatan Kedung Kandang. Jenis penelitian adalah deskriptif eksploratif. Analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan analisis kekerabatan fenetik yang disajikan dengan dendogram secara hierarki.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada variasi morfologi pada batang, daun dan bunga tanaman kembang sepatu di Kota Malang.(2) Kembang sepatu di Kota Malang ada 14 macam yang terkelompok dalam 8 jenis, yaitu Hibiscus rosa-sinensis L., Hibiscus sp.1., Hibiscus schizopetalus (Mast.) Hook.f., Malvavicus arboreus Cav., Hibiscus similis sub.sp. similis (L.) Ross fl. red, Hibiscus sp.2, Hibiscus sp.3 dan Hibiscus sp.4. (3) Malvavicus arboreus Cav. var. mexicanus Schidl, Hibiscus rosa-sinensis L. mahkota merah dan Hibiscus sp. 1 daun merah tersebar merata di Kota Malang (4) Kekerabatan kembang sepatu di Kota Malang terbagi menjadi 2 marga, yaitu marga Hibiscus dan Malvavicus dengan nilai koefisien asosiasi 0,099. Marga Hibiscus terdiri dari 7 jenis yang meliputi Hibiscus rosa-sinensis L., Hibiscus sp.1, Hibiscus schizopetalus (Mast.) Hook.f, Hibiscus similis sub.sp. similis (L.) Ross fl. red, Hibiscus sp. 2, Hibiscus sp. 3 dan Hibiscus sp. 4. Marga Malvavicus terdiri dari 1 jenis, namun ada 2 varietas, yaitu Malvavicus arboreus Cav. var. mexicanus Schidl. dan Malvavicus arboreus Cav.var. drummondii (T.&G.) Schery.     Tanaman kembang sepatu Hibiscus rosa-sinensil L. memiliki variasi morfologi yang beragam dan ada pula beberapa kembang sepatu yang belum dapat diindikasikan tingkatan takson yang dapat ditempatinya, misalnya Hibiscus sp. 1, Hibiscus sp. 2, Hibiscus sp. 3 dan Hibiscus sp. 4, sehingga perlu adanya analisis secara genetik untuk mengetahui indukannya jika merupakan hasil persilangan dan tingkatan takson yang dapat ditempatinya berdasarkan analisis kekerabatan felogenik yang dapat dianalisis nenek moyangnya.

Pantauan kualitas air di sepanjang Kali Brantas Kota Kediri dengan indikator nilai indeks keanekaagaman hewan makrobentos / oleh Moh. Ichwanuddin

 

Perancangan media komunikasi dan dokumentasi Jalan Majapahit Kota Mojokerto / oleh Duta Hartawan

 

Penelitian tindakan supervisi kelompok bagi praktikan program pengalaman lapangan (PPL) pendidikan jasmani / oleh Soenardi Soemosasmito

 

Pengaruh tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap mobilitas penduduk non permanen di kecamatan Jabung kabupaten Malang / oleh Irmaja Damajanti

 

Validasi media pembelajaran papan flanel baca, untuk pengenalan belajar membaca persiapan anak TK di RA - Al Fithriyah I Watuagung Prigen Kabupaten Pasuruan / oleh Sri Nanik

 

Validasi media pembelajaran mesin hitung balok aritmatika kelompok B / oleh Nurul Hasanah

 

Pengembangan bahan ajar fisika berbasis laboratorium dengan tema kalor untuk kelas X SBI/RSBI / Difa Fendilla

 

Pengembangan dan validasi media pembelajaran papan pusel bilangan di TK Negeri Pembina Kodya Malang / oleh Sutikno

 

Pengembangan media gambar sliding mata pelajaran gambar konstruksi bangunan kelas XI-Teknik Kpnstruksi Banguinan ( TKB) SMK Negeri 1 Singosari Malang / Shinta Dewi Purwaningsih

 

Kata kunci: media, gambar sliding, gambar konstruksi bangunan. Berdasarkan hasil observasi lapangan terhadap siswa kelas XI-TKB SMK Negeri 1 Singosari Malang, salah satu permasalahan yang terjadi pada mata pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan khususnya pada kompetensi dasar Menggambar Kusen Pintu dan Jendela adalah siswa kurang memahami materi tersebut, dikarenakan mata pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan merupakan mata pelajaran yang memerlukan daya nalar dan imajinasi yang luas, sehingga apabila tidak disertai dengan media yang menarik akan menimbulkan kejenuhan dan mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengembangkan media berupa gambar sliding yang dapat digunakan untuk pembelajaran pada kompetensi dasar Menggambar Kusen Pintu dan Jendela dan (2) menguji validitas media gambar sliding serta (3) menguji efektifitas penggunaan media gambar sliding pada proses belajar mengajar. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan, dengan langkah-langkah pengembangan dan validasi produk sebagai berikut: (1) mengidentifikasi kebutuhan, (2) pengumpulan data, (3) pembuatan desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk. Sedangkan untuk mengetahui efektifitas penggunaan media gambar sliding dalam proses pembelajaran dilakukan dengan cara membandingkan hasil test antara kelas yang diajar dengan menggunakan media gambar sliding dengan kelas yang diajar tanpa menggunakan media gambar sliding, kemudian diuji dengan independet sample t-test. Populasi untuk masing-masing kelas sebanyak 40 siswa. Penelitian dan pengembangan media gambar sliding menghasilkan media gambar sliding yang di dalamnya tersaji materi disertai dengan gambar dan contoh soal serta sudah divalidasi oleh ahli media mengenai kesesuaiannya dengan pengalaman belajar siswa, perkembangan kemampuan belajar siswa serta pertumbuhan imajinasi siswa. Media gambar sliding sudah divalidasi oleh ahli materi mengenai materi yang disajikan disesuaikan dengan tahapan tingkat kesulitan belajar siswa. Hasil uji coba lapangan terhadap penggunaan media gambar sliding dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar siswa anatar kelas yang diajar tanpa menggunakan media gambar sliding dengan kelas yang diajar menggunakan media gambar sliding (t = -21,726 ; p = 0.000 < α = 0.025 ; dua arah). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar sliding efektif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran gambar konstruksi bangunan. Untuk perkembangan selanjutnya media gambar sliding dapat dikembangkan pada kompetensi lain dengan memodifikasi tampilan gambarnya. Sehingga media gambar sliding tersebut tetap dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran pada kompetensi yang berbeda.

Pengaruh Brand image dan faktor psikologis konsumen terhadap keputusan pembelian produk merek luar Negeri (Studi pada konsumen Planet Surf Store di Kota Malang) / Rizki Ardy Pratama

 

Kata kunci: brand image, faktor psikologis, keputusan pembelian Banyak hal yang membuat suatu produk tetap bertahan selama bertahun-tahun dipasaran. Salah satunya adalah dengan citra merek yang baik di mata konsumen. Brand yang baik merupakan salah satu asset bagi perusahaan, karena brand tersebut mempunyai suatu dampak pada setiap persepsi konsumen, dimana masyarakat akan mempunyai kesan positif terhadap produk dan perusahaan. Dan untuk mempertahankan dan meningkatkan pasar konsumen, diperlukan image dan persepsi yang baik terhadap produk dan perusahaan. Image/citra yang dibutuhkan suatu produk adalah apabila produk tersebut mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen, yaitu dengan cara membuat serta mengembangkan produk sesuai dengan harapan dan selera konsumen, mutu dan kualitas yang terjamin serta sistem penyampaian produk sehingga konsumen dapat dengan mudah memperoleh produk-produk tersebut. Selain brand image dari produk, dalam memahami prilaku konsumen agar mau memutuskan pembeliannya pada suatu produk, perusahaan harus terlebih dahulu mengerti atau paham tentang karakteristik konsumen mulai dari rangsangan dari luar maupun perasaan yang timbul dari dirinya sendiri. Salah satu faktor itu adalah faktor psikologis yang sangat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen seperti sikap, persepsi, motivasi, pembelajaran serta keyakinan dan sikap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi brand image dan faktor psikologis konsumen produk merek luar negeri di Planet Surf store Kota Malang, mengetahui pengaruh variabel brand image (X1) dan faktor psikologis (X2) secara parsial terhadap keputusan pembelian (Y) produk merek luar negeri di Planet Surf store Kota Malang, dan mengetahui sub variabel yang dominan mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini dilakukan pada konsumen produk merek luar negeri di Planet Surf store Kota Malang. Populasi dalam penelitian ini yaitu konsumen produk merek luar negeri di Planet Surf store Kota Malang dengan jumlah sampel sejumlah 100 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling insidental dan snowball sampling dan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa brand image (X1) dan faktor psikologis (X2) mempunyai nilai thitung masing-masing 2,532 dan 5,906 sedangkan nilai Fhitung sebesar 38,598 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan brand image (X1) dan faktor psikologis (X2) konsumen produk merek luar negeri di Planet Surf store Kota Malang berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) secara parsial. Sedangkan faktor yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk merek luar negeri di Planet Surf store Kota Malang adalah faktor psikologis (X2). Planet Surf store hendaknya selalu memperhatikan perkembangan faktor psikologis konsumen, dengan cara mempertahankan image yang baik yang sudah ada dibenak konsumen dengan meningkatkan promosi-promosi di media cetak, elektronik, online serta event-event anak muda, meng-ondorse artis-artis lokal maupun luar negeri yang menunjukkan karakter dari Planet Surf store itu sendiri. Membuat konsumen tetap percaya akan kualitas dan kebanggaan ketika konsumen memakai produk-produk yang dijual adalah menjadi sangat penting. Untuk peneliti lain yang tertarik untuk melanjutkan penelitian ini, yaitu untuk mencoba melakukan penelitian pada tempat dan produk yang lain agar nantinya hasil penelitian yang diperoleh dapat dijadikan sebagai perbandingan bagaimana pengaruh brand image dan faktor psikologis serta faktor-faktor lain yang memungkinkan adanya pengaruh terhadap keputusan pembelian untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dalam penelitian ini.

Propositions in reading texts of upper secondary English textbooks: a corpus-based study / Rika Apriani

 

Unpublished Thesis. English Language Teaching Department. Graduate Program of the State University of Malang. Advisors: (1) A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D., (2) Dr. Yazid Basthomi, M.A. Keywords: prepositions, collocational pattern, concordance, corpus This study is corpus-based which was aimed to investigate the frequency of prepositions in reading texts of upper secondary English textbooks. It also investigated the collocational patterns of prepositions in the textbooks. However, the investigation of the collocational patterns were only restricted to prepositions of time, place and direction. The data of this study were prepositions taken from three English textbooks, namely Interlanguage X, Interlanguage XI, and Interlanguage XII. Those books are electronic books published by Ministry of National Education. The instrument used in this study was AntConc 3.2.1w. The Wordlist and concordance KWIC of AntConc 3.2.1w were utilized to analyze the data. The findings of this study revealed, regarding the frequency, that there were some prepositions that occurred in high frequency such as to, in, for, on, by, at, up, from, into, over and after. However, it was also found that there were some prepositions that occurred in low frequency or even no frequency. Concerning collocational pattern, it was found that prepositions of place were found frequently appear in N + prep + NP and V + prep + NP patterns; prepositions of time mostly appear in N + prep +NP and prep +NP ; and prepositions of direction frequently appear in V + prep + NP pattern. Based on the findings and discussion, there are three suggestions presented here. First, for writers or book publishers, it is recommended that they provide list of vocabulary consisting of collocations of prepositions especially if the reading texts deal with descriptive text, recount text, procedure, spoof, report, and narrative text. Secondly, for English teachers, since there are some prepositions which have low frequency of occurrence in the textbooks, the teachers can take the examples of prepositions online corpora such as Time magazine corpus and COCA. For future researchers, it is widely opened to do research using concordance, for example investigating teachers’ use of prepositions in their daily teaching talk so that they can compare with the results of this study to find out which input influences the students most. In addition, since the data of this study were limited only to reading texts, future researchers can investigate all the texts including conversational texts in the textbooks.

Penerapan inkuiri terbimbing dipadu numbered head together berbasis lesson study untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa kelas VIIID di SMP Negeri 1 Wagir Kabupaten Malang / Intan Rezki Kurniasari

 

ABSTRAK Kurniasari, Intan Rezki. 2016. Penerapan Inkuiri Terbimbing dipadu Numbered Head Together Berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIIID di SMP Negeri 1 Wagir Malang. Tesis. Jurusan Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D., (2) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd. Kata Kunci: inkuiri terbimbing dipadu numbered head together, lesson study, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Biologi kelas VIIID di SMP Negeri 1 Wagir Kabupaten Malang, diperoleh informasi bahwa metode pembelajaran yang sering digunakan adalah kegiatan ceramah. Selain metode ceramah juga diterapkan kegiatan diskusi namun kurang berjalan secara efektif, artinya pola diskusi yang belum terarah menyebabkan siswa kurang fokus ketika diskusi kelompok. Hal ini mengakibatkan beberapa siswa melamun dan bermain dengan temannya pada saat diskusi. Metode pembelajaran tersebut berimbas pada hasil belajar siswa yang rendah. Selain itu berdasarkan hasil observasi keterampilan berpikir kritis termasuk rendah karena pada saat pembelajaran belum dilakukan pemberdayaan keterampilan berpikir kritis. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan inkuiri terbimbing dipadu numbered head together berbasis lesson study. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar melalui penerapan problem based learning dipadu numbered head together berbasis lesson study. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) berbasis lesson study. Tahap PTK meliputi perenca¬naan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Setiap pertemuan pada tahap pelaksanaan tindakan dilakukan lesson study dengan tahap plan, do dan see. Penelitian dilakukan selama 3 siklus. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan tes. Keterampilan berpikir kritis siswa diukur menggunakan tes akhir siklus yang terintegrasi dengan tes hasil belajar. Indikator berpikir kritis meliputi FRISCO yaitu focus, reason, inference, situation, clarity, overview. Hasil belajar siswa diukur menggunakan tes akhir siklus untuk ranah kognitif dan menggunakan lembar observasi saat praktikum untuk ranah psikomotor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar Biologi siswa meningkat. Pada siklus I ke siklus II indikator focus mengalami peningkatan sebesar 18,05%; indikator reason mengalami peningkatan 7,5%, indikator inference mengalami peningkatan sebesar 25,83, indikator situation mengamali penurunan sebesar 1,67%, indikator clarity sebesar 10,83% dan overview mengalami peningkatan sebesar 39,17%. Sedangkan siklus II ke siklus III pada indikator focus mengalami peningkatan sebesar 20,42%; indikator reason mengalami peningkatan 17,5%, indikator inference tidak mengalami peningkatan peningkatan melainkan tetap, indikator situation mengamali kenaikan sebesar 15,83%, indikator clarity sebesar 21,67% dan overview mengalami peningkatan sebesar 2,7%. Ketuntasan hasil belajar kognitif siswa secara klasikal meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 26,67% dan siklus II ke siklus III mengalami peningkatan sebesar 20%. Hasil belajar siswa ranah psikomotor juga mangalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 13,4% dan siklus II ke siklus III sebesar 10%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu numbered head together berbasis lesson study dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar Biologi siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Wagir. Saran yang dapat diberikan untuk peneliti selanjutnya sebagai berikut: 1) memperhatikan pengorganisasian waktu, diusahakan melaksanakan tahapan pembelajaran secara maksimal agar meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa; 2) mempersiapkan kegiatan percobaan dengan baik. Contoh guru perlu menyiapkan bahan amatan juga, untuk mengantisipasi kendala yang terjadi, misalnya siswa tidak membawa bahan amatan, sehingga dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar; 3) guru memberikan petunjuk dengan jelas sehingga informasinya dapat ditangkap dan dimengerti oleh siswa; 4) mengajak siswa menganalisis lebih lanjut bagian jaringan yang terserang oleh penyakit sehingga mempengaruhi produktivitas.

Pengaruh penggunaan strategi membaca PQ4R terhadap hasil membaca teks eksplanasi kompleks siswa kelas XI SMK / Rayi Oktafiani Utomo

 

ABSTRAK Utomo, Rayi Oktafiani. 2016. Pengaruh Penggunaan Strategi Membaca PQ4R terhadap Hasil Membaca Teks Eksplanasi Kompleks Siswa Kelas XI SMK. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurhadi, M.Pd. (II) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd. Kata Kunci : PQ4R, teks eksplanasi kompleks, hasil membaca Memahami teks eksplanasi kompleks merupakan salah satu kompetensi dasar di SMA/MA/SMK kelas XI. Dalam memahami teks eksplanasi diperlukan keterampilan membaca yang baik. Keterampilan membaca yang baik dapat diperoleh dengan bantuan strategi membaca. Teks eksplanasi kompleks merupakan teks yang menjelaskan proses terjadinya fenomena alam atau sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan strategi membaca PQ4R terhadap hasil membaca teks eksplanasi kompleks. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dan menggunakan tipe pretest-posttest, non-equivalent control group design. Sampel pada penelitian ini adalah kelas XI BB 1 (35 siswa) sebagai kelas eksperimen dan XI TKJ 3 (35 siswa) sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang diberikan perlakuan dengan menggunakan strategi membaca PQ4R dan kelas kontrol adalah kelas yang tidak diberikan perlakuan hanya memnggunakan strategi membaca konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah instrumen pengukuran dengan tes formatif. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik kuantitatif untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan hasil membaca siswa yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan dua rata-rata, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan strategi membaca PQ4R terhadap hasil membaca teks eksplanasi kompleks. Nilai hasil membaca kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai Sig (p) 0,016 < 0,05. Hasil membaca siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari hasil membaca siswa kelas kontrol. Nilai rata-rata hasil membaca kelas eksperimen (77,8571) lebih tinggi dari nilai rata-rata hasil membaca kelas kontrol (74,1714). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi membaca PQ4R berpengaruh terhadap hasil membaca teks eksplanasi kompleks siswa kelas XI SMK.

Studi tentang faktor pendukung dan faktor penghambat yang dialami oleh guru fisika dalam melaksanakan kegiatan praktikum fisika kelas I di SMU Negeri se Kodya Malang berdasarkan kurikulum SMU tahun 1994 / oleh Choirur Rochmiah

 

KegiatanP raktikum_fisiksaa ngabt erperand aramp rosesb elajarm engajar fisika.D engank egiatanp raktikums iswaa kand apatm ernpelajarfii sika melalui pengamatasne carala ngsungte ntangf enomenaa taup rosesn yata.S elaini tu padad iri siswaa kant umbuhr asak esadarainlm iah yangm "nyangkuti ikap ilmiah, proses ilmiah,d anp roduki lmiah.D alamh al ini praktikumf isika mempunyaai rtiyang sangakt hususs ebagapi enunjanpgr osesb elajarm engajar. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahupi elaksanaakne giatanp raktikum fisika, fakror pendukung,d an faktor penghambadt alamp elaksanin keglatan praktikumf isika di SMU Negeris e-KodyaM alang. Jenisp enelitianin i adalahd eskripfifk uantitatifd enganp opulasis MU Negeri di KodyaM alang.I nstrumenp enelitianin i berupaa ngkety ing-dilerikan kepadag uru fisika kelas L Datay angd iperolehd ianalisisd enganm enggunakapne rsentasuen tuk mengetahupi ersentasefa ktor pendukungd an faktor penghambapt elaksanaan kegiatanp raktikum, dan untuk mengetahupi ersentasep elaksanaanke giatan praktikumf isika berdasarkaknu rikulumS MU tahun1 994. Dari hasilp enelitianm enunjukkanb ahwap eraksanaakne giatanp rakrikum fisika di SMU Negeris e-KodyaM alangd ilihat dari kondisig uru,k ondiil siswa, saranad anp rasaranbae lumd apatd ilaksanakasne penuhnydai manajumlahjam mengajagr urut erlalub anyak,g uruk adang-kadanmg enyusunp erencanaapnr aktikum untuks atuc awu"k urangnyaa lternatifb ila waktup raktikumk urangj,u mlahi iswa dalams atuk elast erlalub esarj,u mlah siswas etiapk ali praktikumi" iluto u"ru., jumlah siswad alams atuk elompokp raktikumt erlalub isar, tidak dilakukant esa wal dant esa khir praktikum,k urangnyaju mlah alatd enganju mlah sisway anga da. Padap enelitianin i berhasidl iidentifikasib eberapafa ktorp endukungd an penghambapte laksanaakne giatanp raktikumf isika berdasarkaknu rikulums MU l?.94V :"e dialamio lehp engajafri sika kelasI SMU di KodyaM alang. (l) Adapunb eberapafa ktory angm enjadip endukunga dalair: (a) ditinjaud ari pihakg urum eliputi:l atarb elakangp endidikang uruy angs esuai, lokakaryay angd iikuti menunjangw awasang uru,l amanyag urum engajar, tidak adanyajabataant aut ugasl ain selainm engajara, danyap enilaianp ositif terhadapp elaksanaapnr aktikumf isika,m elaksanakapnr ufttikutt,f isika cawuI sesuadi engank urikulum tahun1 9g4 , diadakannypae rsiapanle bihd ahulu sebelumm elaksanakapnr aktikum,d iadakannyuaj i cobas ebelurn melaksanakakne giatanp raktikum, (b) ditinjaud ari pihaks iswam eliputi:a danyap erhatians iswat erhadap demolstrasyi angd ilaksanakagnu ru,d iwajibkannyam emuuaita ffran hasir praktikum,d iadakannydai skusih asilp rakiikum,a danyak eterlibitan siswa dalamk eqa laboratoriuma, danyau sahas iswau ita mengatamti" rurrun auuo, pelaksanaank egiatanp raktikum, (c) ditinjau dari sarana fl Rrasaralam eriputi:a danyabukup etunjukp raktikurn unt$_gyU adanya buku petunjuk untuk siswa, petunjuk p.uttlLu* yung mudah dipahami oreh siswa, petunjuk praktikum duput -"ngu.ur,tan siswa untukm enemukanko nsep,k ualitasa latp raktikumy angAati. (2) Sedgekanb eberapafa ktory angm enjadip enghambaata aiat: (a) ditinjaud ari pihakg urum eliputi:t erlaiub anyakju mlahj am menga;ar, kurangnyaw aktuy angd isediakand alamja dwar-prajarin fisika intuk melaksanakanp raLtikum fi sika, (b) ditinlau dari pihak siswa meliputi: jumlah siswa yang terlaru besar untuk melakukans etiapk ali praktikumf isika,j umlah siswi terlalub esard alams atu kelompokp raktikum, adanyah ambatanp adas iswad alam pengenalana lat-alat praktikum, pengoperasiana lat-alatp raktikum dan pembacaanik ala padaa lat praktikum, (c) ditinjaud ari saranad anp rasaranma eliputi:j umlah alaty angt ersediati dak mencukupdi ibandingkand enganju mlah siswa. ii

Pengaruh pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum (DAU) terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah dan tax effort (studi pada pemerintahan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur) / Adi Firmansyah)

 

ABSTRAK Firmansyah, Adi. 2016. “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah dan Tax Effort Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur Periode 2012-2014”. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E.,M.Si.,Ak. (II) Dr. Sunaryanto,M.Ed Kata kunci: Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah, TaxEeffort. Penelitian ini bertujuan untuk menguji: 1) pengaruh pendapatan asli daerah terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah; 2) pengaruh dana alokasi umum terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah; 3) pengaruh pendapatan asli daerah terhadap tax effort; 4) pengaruh dana alokasi umum terhadap tax effort kabupaten/kota di provinsi jawa timur periode 2012-2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 29 kabupaten dan 9 kota di seluruh kabupaten/kota privinsi jawa timur dan ditentukan dengan metode sampling jenuh. Penelitian ini dilakukan untuk periode 2012-2014. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data diperoleh dari situs departeman keuangan republik Indonesia direktorat jendral perimbangan keuangan dan badan pusat statistik provinsi jawa timur. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data laporan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan laporan pendapatan domestik regional bruto (PDRB). Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda tanpa menggunakan uji asumsi klasik dikarenakan penelitian ini merupakan penelitian populasi.pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t dan koefisien determinasi (r2). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial 1) pendapatan asli daerah berpengaruh signifikan positif terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah; 2) dana alokasi umum berpengaruh signifikan negatif terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah; 3) pendapatan asli daerah berpengaruh signifikan positif terhadap tax effort; 4) pengaruh dana alokasi umum tidak berpengaruh terhadap tax effort.

Validasi media pembelajaran permainan kotak logika di TK Al-Chatibi Cangkreng Lenteng Sumenep / oleh Dainuri

 

Validasi media pembelajaran pohon pengenalan angka dan buah di TK Putra Pembangunan Malang / oleh Birdaus Parmawati

 

Perencanaan ulang struktrur pondasi pada Rukan 3 lantai di Benowo Surabaya dengan pondasi straouss / Cindi Mayrani

 

Kata kunci: Perencanaan ulang, pondasi straouss Latar belakang perencanaan struktur pondasi pada rukan 3 lantai di Benowo Surabaya ini sebelumnya menggunakan pondasi tiang pancang. Pada Proyek Akhir ini dilakukan perencanaan ulang struktur pondasi menggunakan pondasi straouss sebagai pondasi utama. Rumusan masalah dalam Proyek Akhir ini adalah bagaimana hasil perencanaan ulang struktur pondasi pada rukan 3 lantai di Benowo Surabaya dengan pondasi straouss. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan Proyek Akhir adalah ingin mengetahui hasil perencanaan ulang struktur pondasi pada rukan 3 lantai di Benowo Surabaya dengan pondasi straouss. Metode perencanaan ulang ini yaitu menghitung pembebanan gedung, menentukan dimensi dan kedalaman pondasi, menghitung daya dukung 1 tiang dan kelompok tiang, menghitung beban yang diterima oleh 1 tiang dan beban total yang dipikul, menghitung gaya geser dan kontrol kekuatan geser pada pile cap, serta mendesain pile cap dan straouss dengan menggunakan data tanah dan gambar perencanaan yang sama. Hasil perencanaan ulang dengan pondasi straouss adalah: 1) diameter pondasi 25 cm dengan kedalaman 800 cm, 2) dimensi pile cap 200 cm x 200 cm x 50 cm, 3) 5 buah tiang strauss dalam 1 pile cap, 4) penulangan pile cap dipakai D19-150 pada arah X dan Y, 5) penulangan pondasi dipakai tulangan pokok 7-D12, dan tulangan spiral Ø10-70, 6) daya dukung kelompok tiang (Qg) sebesar 108.625,05 kg, 7) daya dukung satu tiang (Q) sebesar 40.231,00 kg, 8) beban total yang ditahan oleh kelompok tiang (Ptot) adalah 82.017,86 kg, 9) beban yang diterima oleh satu tiang (Px) sebesar 19.309,85 kg, 10) gaya geser pada pile cap (Qu) adalah 38.619,70 kg, (11) dan kontrol kekuatan gesernya (ØVc) sebesar 45.000 kg.

Validasi media pembelajaran pancing pengenal huruf dan angka di TK Dharma Wanita Persatuan Malang / oleh Widiyah Yuningtias

 

Sintesis hydroxyapatite dari limbah cangkang telur ayam buras dengan metode presipitasi / Sarwandi

 

Kata Kunci: sintesis, hydroxyapatite, presipitasi, kristalinilitas. Kelimpahan bahan alam yang sangat tinggi dapat dikembangkan sebagai raw material dalam membuat biomaterial hydroxyapatite. Kalsit (CaCO3) merupakan bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai donor kalsium dalam sintesis hydroxyapatite yang merupakan komponen mineral tulang. Cangkang telur Ayam buras mengandung sebagian besar kalsium karbonat. Kalsium dari cangkang telur Ayam buras dapat digunakan sebagai starting material dalam pembuatan hydroxyapatite. Sintesis hydroxyapatite berhasil dibuat dari cangkang telur dan (NH4)2HPO4 dengan metode presipitasi. Presipitasi cangkang telur dan (NH4)2HPO4 dilakukan pada kondisi suhu 37 0C dan Ph > 9. Identifikasi XRD menunjukan sampel yang dominan terbentuk adalah HAp. Variasi suhu sintering yang digunakan memberikan pengaruh terhadap kristalinitas dan fasa yang terbentuk. Fasa lain yang terbentuk pada suhu 1000 0C adalah trikalsium fosfat (TKF). Hydroxyapatite dapat disintesis menggunakan cangkang telur Ayam buras yang telah dikalsinasi dengan menambahkan (NH4)2HPO4. Kenaikan suhu sintering tidak memberikan pengaruh terhadap parameter kisi kristal hydroxyapatite. Pada kenaikan suhu sintering antara 800-1000 0C terjadi peningkatan ukuran butir kristal dan kristalinitas hydroxyapatite. Hal ini diperkuat dengan hasil SEM yaitu ukuran butir kristal dan kristalinitas mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan suhu sintering.

Validasi media pembelajaran mengacak macam kendaraan di TK PGRI Rejotangan Tulungagung / oleh Sri Yuli Handayani

 

Pengembangan buku panduan bermain untuk pembelajaran motorik kasar, motorik halus dan kognitif anak usia dini di PAUD Anggrel Kelurahan Tunjung Sekar Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / Muhammad Luthfi Hardianto

 

Kata Kunci: Pengembangan, buku panduan, bermain, pembelajaran, motorik kasar, motorik halus, kognitif, anak usia dini, PAUD Pada umumnya, anak yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak belum memiliki kemampuan motorik kasar yang baik seperti anak yang sudah duduk di bangku sekolah dasar. Dengan demikian untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar yang berfungsi untuk menjaga kestabilan dan kordinasi gerak yang bagus perlu dilatih melalui sebuah permainan yang tertata, terarah dan terencana sesuai dengan tahapan perkembangan anak dalam sebuah pembelajaran. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan oleh peneliti yang berupa pengamatan dan penyebaran angket oleh 4 Guru Paud Anggrek Kelurahan Tunjung Sekar kota Malang ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi yaitu kurangnya sumber belajar yang menekankan pada aspek kognitif dan motorik anak didik. Mencermati dari kondisi diatas, pastinya sangat tepat sekali apabila media belajar yang dibuat adalah berupa buku permainan. Media pembelajaran merupakan salah satu bagian yang termasuk dalam proses pembelajaran. Dengan adanya media ini diharapkan Guru Paud dapat memberikan pengajaran secara maksimal melalui sebuah permainan modifikasi, sehingga hasil pembelajarannya kelak dapat mengembangkan kognitif dan motorik anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan sumber belajar yang berupa buku panduan pembelajaran permainan modikasi olahraga yang menekankan pada aspek kognitif dan motorik anak usia dini di PAUD Anggrek Kelurahan Tunjung Sekar Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Tempat penelitian dilakukan di PAUD Anggrek Kelurahan Tunjung Sekar Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Subjek uji coba terdiri dari (1) analisis kebutuhan 4 guru PAUD Anggrek Kelurahan Tunjung Sekar, (2) Tinjauan ahli, terdiri dari 3 ahli yaitu ahli permainan, ahli media, dan ahli Pembelajaran PAUD, (3) uji coba kelompok kecil yaitu 3 guru PAUD dengan 4 siswa PAUD, (4) uji coba kelompok besar yaitu 10 guru PAUD dengan 30 siswa PAUD Anggrek Kelurahan Tunjung Sekar. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan prosedural dan mengacu pada pengembangan Research & Development (R&D) dari Borg & Gall. Model prosedural adalah model pengembangan yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Produk yang dikembangkan yaitu berupa buku pengembangan permainan modifikasi olahrga anak usia dini. Langkah-langkah rancangan tersebut adalah sebagai berikut: (1) Melakukan analisis kebutuhan berupa wawancara dan pengisian angket, (2) Pembuatan produk awal berupa buku panduan, (3) Revisi produk awal yang telah diperiksa oleh ahli pembelajaran, ahli permainan dan ahli media, (4) U ji coba produk (kelompok kecil) 3 guru PAUD dengan 6 siswa, (5) Revisi Tahap II, (6) Uji coba kelompok besar 10 guru PAUD dengan 30 siswa, (7) Revisi produk akhir dan laporan hasil produk. Berdasarkan hasil penelitian analisis kebutuhan, uji coba produk awal, tinjauan ahli, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar yang dilakukan maka diperoleh data-data. Data tersebut dikumpulkan dan diolah sedemokian rupa sehingga dihasilkan sebuah produk yaitu berupa Buku Panduan Bermain Untuk Pembelajaran Motorik Kasar, motorik halus Dan Kognitif Anak Usia Dini. Buku tersebut dapat digunakan sebagai buku ajar, dan sesuai untuk anak didik di Paud Anggrek Kelurahan Tunjung Sekar Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Validasi media pembelajaran putaran warna di TK Permata Bunda Sawojajar Malang / oleh Fitriah Puspita Ningtyas

 

Pengembangan model-model permainan dalam pembelajaran teknik dasar lari estafet untuk siswa kelas 5 SDN Pakisjajar 01 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang / Heri Kiswanto

 

Kata kunci: pengembangan, model, permainan, lari estafet. Lari estafet merupakan salah satu nomor dari cabang olahraga atletik. Di SDN Pakisjajar 01 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang materi teknik dasar lari estafet diberikan pada pembelajaran Pendidikan Jasmani kelas 5 SD. Berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan terhadap 44 siswa SDN Pakisjajar 01, siswa kurang tertarik dan cepat bosan pada saat proses pembelajaran teknik dasar lari estafet, guru kurang variatif dalam memberikan model permainan dalam pembelajaran lari estafet. Maka dari itu perlu adanya model-model permainan dalam pembelajaran lari estafet agar siswa senang dan tidak cepat bosan. Maka disusunlah rancangan produk pengembangan model-model permainan dalam pembelajaran teknik dasar lari estafet. Model-model permainan tersebut antara lain sebagai berikut: (1) permainan balap sentuhan, (2) permainan tukar benda, (3) permainan estafet quiz, (4) permainan estafet puzzle. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan model-model permainan dalam pembelajaran teknik dasar lari estafet untuk siswa kelas 5 di SDN Pakisjajar 01 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Prosedur pengembangan model-model permainan dalam pembelajaran teknik dasar lari estafet ini melalui beberapa tahap, antara lain: 1) melakukan penelitian awal (need assessment), 2) menyusun rancangan produk, 3) evaluasi oleh para ahli, 4) melakukan uji coba kelompok kecil dengan 10 subyek, 5) melakukan revisi terhadap produk awal, 6) melakukan uji coba lapangan (kelompok besar) dengan 43 subyek, 7) melakukan revisi produk. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk dan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Model-model permainan ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, yaitu satu orang ahli atletik, satu orang ahli pembelajaran dan satu orang ahli permainan. Secara keseluruhan para ahli setuju dengan rancangan produk yang dikembangkan meskipun ada beberapa yang perlu diperbaiki. Hasil data yang diperoleh dari uji coba kelompok kecil mendapatkan rata-rata persentase 91,56% dan hasil data yang diperoleh dari uji coba kelompok besar mendapatkan rata-rata persentase 89,02%. Dari hasil tersebut, maka produk model-model permainan dalam pembelajaran teknik dasar lari estafet ini dapat digunakan dan diharapkan pengembangan model-model permainan dalam pembelajaran teknik dasar lari estafet ini bisa menjadi salah satu alternatif variasi pembelajaran pendidikan jasmani agar proses pembelajaran lebih menarik, sehingga siswa lebih aktif dan tidak bosan dalam kegiatan pembelajaran.

Nilai Budaya si Tou Timou Tuou Tou (S-T4) dan implikasinya dalam bimbingan konseling/ Jasin Taher

 

Pengembangan latihan kelincahan menggunakan ladder untuk pemain bulutangkis PB Dasa Digdaya Blitar / Intan Permatasari

 

Kata Kunci : pengembangan, latihan, kelincahan dalam permainan bulutangkis Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk dapat bergerak dan mengubah arah dengan cepat tanpa kesulitan berarti untuk melakukannya. Tujuan latihan kelincahan adalah untuk melatih kelincahan dan koordinasi langkah kaki sehingga memudahkan pemain untuk menjangkau shuttlecock ke setiap sudut lapangan dengan kecepatan yang tinggi dan koordinasi gerak yang baik. Kenyataan yang ada di lapangan khususnya pada PB Dasa Digdaya Blitar, latihan kelincahan yang diberikan pelatih untuk pemain yaitu shuttlerun, shadow menggunakan raket beban dan shadow dengan lampu koordinasi sehingga dirasa perlu adanya variasi latihan kelincahan yang lain untuk alternatif pilihan latihan agar tidak monoton dan pemain tidak cepat bosan dalam melakukan latihan kelincahan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan latihan kelincahan menggunakan ladder untuk pemain bulutangkis PB Dasa Digdaya Blitar yang dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam melaksanakan latihan kelincahan. Metode pengembangan dalam penelitian menggunakan menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall. Instrumen pengumpulan data pengembangan ini berupa angket kuesioner. Angket kuesioner diberikan kepada 1 ahli bulutangkis dan 2 pelatih bulutangkis, uji coba kelompok kecil terhadap pemain PB Dasa Digdaya Blitar sebanyak 10 pemain dan uji lapangan kelompok besar terhadap pemain PB Dasa Digdaya Blitar sebanyak 25 pemain. Produk berupa pengembangan latihan kelincahan menggunakan ladder untuk pemain bulutangkis di PB Dasa Digdaya Blitar yang diharapkan menarik minat dan motivasi pemain dalam melakukan latihan kelincahan serta dapat dijadikan alternatif variasi latihan kelincahan untuk pelatih dalam memberikan latihan kelincahan untuk pemain bulutangkis PB Dasa Digdaya Blitar. Hasil tinjauan para ahli, dari ahli bulutangkis menyatakan bahwa secara keseluruhan sudah bagus, namun untuk repetisi latihan diberikan pemain diperbanyak minimal empat kali ulangan. Tinjauan dari dua pelatih bulutangkis yaitu hendaknya diberikan pengantar cara pelaksanaan masing-masing latihan dan tujuannya serta jarak dan faktor keselamatan harus diperhatikan. Untuk uji coba kelompok kecil dan kelompok besar diperoleh kriteria yaitu 80-100% sehingga latihan kelincahan dengan ladder ini layak dan dapat digunakan. Pada penelitian dan pengembangan ini hanya terbatas pada pengembangan produk. Maka peneliti menyarankan agar dilakukan penelitian selanjutnya yang menguji keefektifan produk yang dikembangkan.

Validasi media pembelajaran mobil hitung geometri kelompok B / oleh Retno Catur Wulandari

 

The teaching of writing at SMP Internasional Laboratorium Universitas Negeri Malang / Nurhayati

 

Key words: Teaching English writing, SMP Internasional Laboratorium UM. This study was conducted to describe the teaching of writing at “SMP Internasional Lab UM Malang”. It aims at: (1) describing how does the teacher in SMP Internasional Lab UM teach writing; (2) describing what techniques of the teaching of writing are implemented at SMP Internasional Lab UM; and (3) describing what are the difficulties in the implementation of the techniques of teaching writing. This study is a descriptive qualitative research. The subjects were the English teacher and the students at SMP Internasional Laboratorium UM. The main instrument in this study was the researcher, who was supported by some instruments: observation checklist, interview, field notes, picture and video. Based on the findings, it was found that the teacher’s activities in teaching English writing includes: listen and do, brainstorming, and modeling. The materials used by the teacher were taken from Cambridge book. It was also discovered that some techniques of teaching writing that were used by the English teacher include: (1) choosing interesting topic, (2) prewriting, (3) revising, (4) publishing, and (5) giving assesment. However, the English teacher never made daily lesson plans. There were some difficulties in implementing the technique of teaching writing at SMP Laboratorium UM . It is composing. Here the students usually have difficulty. They had the idea about what they want to write but they could not make sentences, because they lack vocabulary, grammar and tenses. This study present some suggestions for the English teachers and future reseachers. English teachers as very important figures in the teaching and learning of English in the classroom are recommended to use the techniques of teaching writing that are interesting, fun, and relevant to the students’ level. In addition, an English teacher should carefully prepare the teaching preparation and be a good model in the classroom. Also, the teacher and the school should improve the capability of teacher in English and the activities of learning English writing at SMP Internasional Laboratorium UM. By doing so, students can get better results in learning English. For future reseachers, it is suggested that they conduct better study than this thesis. The study about the teaching of English writing is really rare.

Pengaruh atribut produk terhadap proses keputusan pembelian helm merek INK (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2010 Universitas Negeri Malang) / Jefri Herdianto

 

Kata Kunci: Atribut Produk (Merek, Harga, Kualitas dan Desain), Proses Keputusan Pembelian. Pemasaran merupakan hal yang penting bagi keberhasilan sebuah perusahaan. Penerapan bauran pemasaran terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi. Produk merupakan pertimbangan utama konsumen sebelum melakukan keputusan pembelian. Atribut produk adalah unsur-unsur yang melekat pada sebuah produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh atribut produk yang dalam penelitian ini dijabarkan dalam empat sub variabel yaitu merek, harga, kualitas, dan desain terhadap proses keputusan pembelian helm merek INK pada konsumen mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2010 Universitas Negeri Malang, baik secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasinya adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2010 Universitas Negeri Malang yang memiliki atau memakai helm merek INK. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau kuesioner tertutup. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Pengolahan data menggunakan program SPSS 17 For Windows. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) variabel merek, harga, kualitas, dan desain secara parsial berpengaruh signifikan terhadap proses keputusan pembelian helm merek INK, sehingga Ho ditolak. (2) Secara simultan variabel atribut produk yang terdiri dari merek, harga, kualitas , dan desain berpengaruh signifikan terhadap proses keputusan pembelian, sehingga Ho ditolak. (3) Variabel bebas yang berpengaruh dominan adalah variabel desain. Temuan dalam penelitian ini berimplikasikan bahwa peningkatan atau penurunan pada proses keputusan pembelian helm merek INK oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2010 Universitas Negeri Malang dipengaruhi oleh variabel merek, harga, kualitas, dan desain. Dengan demikian disarankan: (1) bagi produsen helm INK diharapkan untuk lebih kreatif dan inovatif lagi dalam merancang desain helmnya, serta menambahkan atribut baru agar lebih menarik konsumen khususnya dari kalangan mahasiswa. (2) Bagi peneliti lain di masa mendatang apabila menggunakan variabel atribut produk sebagai variabel bebasnya, sebaiknya menambahkan sub variabel lain seperti garansi, kemasan, atau layanan pendukung sehingga lebih lengkap dan melibatkan konsumen yang lebih luas lingkupnya untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih signifikan

Validasi media pembelajaran tangga berhitung di TK Mataram Rejotangan Tulungagung / oleh Yuli Susanti

 

Peningkatan minat dan kemampuan membaca melalui penerapan program jam baca sekolah di kelas VII SMP Negeri 1 Puri / Olynda Ade Arisma

 

Kata Kunci : minat membaca, kemampuan membaca, program jam baca sekolah. Kemampuan membaca berhubungan dengan minat dan kebiasaaan membaca. Setiap siswa dituntut untuk memiliki minat dan kemampuan membaca yang baik karena besarnya manfaat membaca bagi seseorang. Namun, hal itu tidak sesuai dengan fenomena yang terjadi saat ini. Rendahnya minat membaca siswa berdampak pula pada kemampuan membacanya. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian di SMP Negeri 01 Puri yang membuktikan bahwa siswa memiliki minat dan kemampuan membaca yang rendah. Oleh karena itu, peneliti melakukan tindak lanjut dengan menerapkan program jam baca untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca siswa kelas VIIE SMP Negeri 1 Puri dengan menerapkan program jam baca. Penelitian ini berfokus pada: (1) proses penerapan program jam baca dalam meningkatkan kemampuan membaca, (2) hasil program jam baca dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa, dan (3) hasil program jam baca dalam meningkatkan minat membaca siswa. Masalah kemampuan membaca siswa yang akan dikaji oleh peneliti yaitu terkait membaca pemahaman siswa, sehingga KD yang akan dicapai oleh siswa adalah KD 7.2 mengomentari buku cerita yang dibaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Data penelitian ini dikumpulkan dengan cara menggunakan instrumen pengumpul data yaitu peneliti sebagai instrumen utama. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data melalui teknik observasi, teknik wawancara, teknik kuesioner, dan jurnal membaca. Proses penerapan program jam baca terdiri atas empat tahap meliputi: (1) tahap praprogram, (2) tahap awal program, (3) tahap inti program, dan (4) tahap penutup program. Pada siklus 1, tahap praprogram adalah tahap pengumpulan siswa di perpustakaan. Namun, pada siklus 2, jadwal mengalami perubahan yaitu program dimulai 15 menit setelah jam pelajaran sekolah berakhir. Tahap awal program adalah pemberian apersepsi terkait minat membaca siswa di perpustakaan dan pengalaman menulis jurnal membaca dan pengarahan tentang langkah-langkah pelaksanaan program. Selain itu, apersepsi yang diberikan juga terkait perubahan minat membaca siswa dan kesulitan yang dialami siswa dari pelaksanaan program pada petemuan sebelumnya dan pengarahan diberikan terkait adanya perubahan metode. Tahap inti program dilakukan dengan pemberian materi tentang kompetensi “mengomentari buku cerita yang dibaca” dan pelatihan menulis contoh jurnal dari cerita Legenda Batu Menangis. Tahap berikutnya yaitu 7 pemilihan bahan bacaan berdasarkan deret bangku. Tahap selanjutnya adalah tahap membaca buku masing-masing oleh siswa. Pada tahap pembacaan hasil komentar dan tanggapan siswa, pemilihan siswa dilakukan secara dengan menggunakan metode talking stik. Pada penutup program adalah pengungkapan kesan dan kesulitan yang dialami siswa. Pada tahap terakhir yaitu pemberian motivasi oleh guru untuk meningkatkan minat dengan menambah frekuensi membaca dan menambah variasi bahan bacaan. Selain itu, motivasi juga diberikan melalui contoh tokoh sukses Soekarno dan R. A. Kartini yang memiliki hobi membaca. Peningkatan hasil kemampuan membaca melalui penerapan program jam baca dapat dilihat dari nilai hasil jurnal membaca 25 siswa sesuai kualifikasi. Siswa yang berkualifikasi sangat baik meningkat dari 12% (siklus 1) menjadi 36% (siklus 2) dan siswa yang berkualifikasi baik meningkat dari 20% (siklus 1) menjadi 40% (siklus 2). Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca melalui penerapan program jam baca. Peningkatan kualitas hasil minat membaca melalui penerapan program jam baca dapat dilihat dari peningkatan frekuensi membaca dan variasi bahan bacaan. Ditinjau dari frekuensi membacanya, siswa yang berkualifikasi sedang meningkat dari 12% (siklus 1) menjadi 56% (siklus 2) dan siswa yang berkualifikasi tinggi meningkat dari 0% (siklus 1) menjadi 16% (siklus 2). Jika ditinjau dari variasi bahan bacaan, siswa yang memiliki 2 variasi bacaan meningkat dari 1 siswa (siklus 1) menjadi 21 siswa (siklus 2) dan siswa yang memiliki 3 variasi bacaan dari tidak ada siswa (siklus 1) menjadi 1 siswa (siklus 2). Berdasarkan temuan-temuan penelitian disarankan kepada Kepala Sekolah agar meningkatkan fasilitas perpustakaan agar siswa merasa nyaman saat membaca di perpustakaan. Saran bagi guru Bahasa Indonesia agar menerapkan program jam baca secara terorganisasi untuk diikuti semua siswa. Guru juga perlu melaksanakan pembelajaran membaca dengan memanfaatkan fasilitas ruang perpustakaan untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca siswa. Hal tersebut dapat membantu pencapaian tujuan program jam baca.

The teaching of English to the second graders of ICP and bilingual classes at Laboratory Primary School of UM / Intan Marita

 

Key words: the teaching of English, ICP (International Class Program), bilingual class, primary school Based on the Government Regulation No.19/2005 on Standard of National Education article 7 verse 7, English is a local content subject in primary school. It is not a compulsory subject. However, many schools have already taught English starting from the first grade of primary school. To improve the quality of the national education, the government gives chances to schools to develop into International Standardized School and implement international curriculum besides the national curriculum starting in 2006. ICP was the first international class program held at Laboratory Primary School of UM, and bilingual classes were new international program held at this school starting two years ago. Both ICP and bilingual classes use the same curriculum in the teaching of English. Due to the fact that Laboratory Primary School of UM is one of the schools which implement international curriculum, it is interesting to investigate the teaching of English at this school. This research is intended to describe the teaching of English to the second graders of ICP and bilingual classes at Laboratory Primary School of UM in terms of (1) the curriculum, the syllabus, and the lesson plan used for the teaching of English in ICP and bilingual classes, (2) the instructional media used for the teaching of English in ICP and bilingual classes, (3) the instructional material used for the teaching of English in ICP and bilingual classes, (4) the teaching technique used for the teaching of English in ICP and bilingual classes, and (5) the assessments used for the teaching of English in ICP and bilingual classes at Laboratory Primary School of UM. This study employed a descriptive qualitative design. The subjects of this study were the English teachers of the second grade of ICP and bilingual classes, 31 students of ICP, and 33 students of bilingual class. The instruments used to collect the data were observation sheet, field note, interview guide, questionnaire, and documentation. All the data gained from all the instruments were analyzed qualitatively and presented descriptively. The findings of this study were as follows. First, the curriculum used for the teaching of English to the second graders of ICP and bilingual classes was full Cambridge curriculum. Though the other subjects, Math and Science, used integrated curriculum, there was no integration of national curriculum in the curriculum used for the teaching of English for the second grade. Then, the syllabus used for the teaching of English for the second graders of ICP and bilingual classes was developed by the English teacher of ICP class. Unfortunately, the syllabus missed two components, which were the instructional media and the learning resource. For the lesson plans, the teachers did not make any lesson plan as recommended by the government. The teachers simply followed the syllabus for their teaching activity. Second, the instructional mediaused for the teaching of English in ICP and bilingual classes was mainly the workbook. The other instructional media used for the teaching of English in ICP and bilingual classes was not optimal yet. Third, the instructional material used for the teaching of English in ICP and bilingual classes was developed by the English teacher of ICP. Besides, for the enrichment the teachers used the other books such as In Step in ICP and Fun with English in bilingual class. Fourth, the teaching technique used for the teaching of English in ICP and bilingual classes were almost the same, which were reading aloud, reading comprehension, classroom language, dictation, listening to stories and free writing. The last, the assessments used for the teaching of English in ICP and bilingual classes were test and non-test. Based on the results of the study, teachers are suggested to always discuss and share information of the curriculum, work together in mapping and developing the syllabus, make use the media available and try on the other instructional media for the teaching of English, evaluate and revise the instructional materials, use more varied teaching techniques, and give more attention to portfolio assessment.

Validasi media pembelajaran formula 1 di TK Tunas Muda Desa Rembun Kec. Dampit Kab. Malang / oleh Mohammad Ismail

 

Perancangan dan pembuatan trainer PLC dalam aplikasi rangkaian kontrol untuk mesin pengepakan barang (kardus) otomatis / Aditya Nur Septyawan

 

Kata Kunci: PLC, Trainer PLC, Praktikum PLC Trainer plc sebagai media pembelajaran dalam praktikum plc. Plc telah menjadi standar untuk pengendalian. Sekarang, plc tidak hanya menggantikan relay yang ada sebelumnya, tetapi mengambil alih fungsi kontrol tambahan. Tujuan akhir ini adalah merancang dan membuat trainer dengan kendali plc yang sesederhana mungkin sehingga trainer ini terlihat simple dan mudah dibawa kemana saja karena dikemas didalam koper. Berdasarkan hasil perancangan, perakitan dan pengujian hasil perancangan yang dibuat sesuai dengan prinsip kerja yang telah dirancang. Dengan menggunakan power supply maka tegangan dari jala-jala pln 220vac dirubah menjadi 24vdc karena di dalam rangkaian power supply itu sendiri terdapat trafo yang berfungsi merubah sinyal ac menjadi dc dengan bantuan ic regulator sehingga output nya konstan. Pada proses pengujian trainer plc dibagi menjadi 4 bagian, meliputi: (1)proses konveyor barang berjalan, (2)proses konveyor kardus berjalan, (3)proses pendorong kardus aktif, (4)proses pendorong barang aktif. Secara umum pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah alat ini sudah layak untuk dijadikan alat praktikum sebagai media pembelajaran atau belum. Dan dalam hasil pengujian ini hasilnya berupa tabel. Dalam menguji trainer seharusnya menggunakan plc cpm 1 a. pembedaan lampu indikator sangatlah penting untuk pembuatan trainer ini. Sebagai tindak lanjut untuk dikemudian hari mungkin trainer ini bias lebih dikembangkan menggunakan plc cpm2a. tetapi haruslah dipikirkan dahulu apa yang hendak dilakukan karena akan menjadi tanggung jawab dikemudian hari.

Alih fungsi lahan sawah menjadi lahan industri di Desa Gununggangsir Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / El Fridatun Najibah

 

Kata kunci: alih fungsi lahan, sawah, industri Kecamatan Beji merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan yang terdiri dari 14 Desa. Kecamatan Beji dijadikan sebagai pengembangan industri non kawasan industri. Desa Gununggangsir merupakan salah satu desa yang mengalami pengalihfungsian lahan sawah menjadi lahan industri sejak tahun 1982. Di Desa Gununggangsir merupakan industri menengah, jenis industri di Desa ini mayoritas industri bahan bangunan dan umum. Luas lahan sawah yang dialih fungsikan menjadi lahan industri sebesar 28,51 ha. Tingkat pendidikan penduduk di Desa ini tergolong rendah yaitu sebesar 22,38% tidak atau belum tamat SD. Pendapatan penduduk sebelum alihfungsi lahan mayoritas memiliki tingkat pendapatan perbulannya yaitu

Studi terhadap pola asuh orang tua dalam mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini di RW 05 Kelurahan Tasikmadu Kec. Lowokwaru Malang / Fia Aryzona Yulyaningsih

 

Kata kunci: pola asuh orang tua, kemampuan motorik, anak usia dini Dalam dunia cyber ini, berbagai informasi diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, dari anak – anak hingga orang dewasa. Mulai kalangan bawah hingga kalangan atas. Berkenaan dengan hal tersebut, anak perlu mendapat perhatian khusus karena informasi yang diterima oleh anak bisa mempengaruhi perkembangan sikap dan tingkah laku terutama jika terjadi ketidakseimbangan antara pengasuhan anak yang seharusnya dimulai sejak dini dengan pengaruh berbagai informasi tersebut. Dimana masa usia dini merupakan periode yang tepat untuk mengembangkan berbagai kemampuan anak secara optimal, baik kemampuan kognisi, afeksi, psikomotorik, bahasa, maupun sosial emosional. Demi menunjang kemampuan tersebut tidak hanya dari pendidik saja, tetapi perlu adanya upaya yang dilakukan keluarga dalam pengembangan kemampuan. Dimana keluarga berperan penting dalam membentuk kepribadian yang baik. Keluarga adalah pendidik utama bagi anak. Oleh karena itu, peran keluarga dalam pendidikan anak usia dini sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan. Dalam upaya tersebut, keluarga harus mengetahui dan memahami model pengasuhan dalam aspek perkembangan anak usia dini. Dimana aspek tersebut meliputi, perkembangan fisik motorik, kognisi, bahasa, dan sosial emosional. Dimana aspek perkembangan dalam penelitian ini difokuskan pada fisik motorik anak yang meliputi kasar dan motorik halus. Hal tersebut perlu dikaji karena perkembangan motorik anak merupakan kunci dari segala aspek perkembangan. Perkembangan motorik kasar bertujuan untuk aktivitas berjalan, berlari, melompat dan mendorong. Sedangkan perkembangan motorik halus digunakan untuk aktivitas menggambar, menulis, memakai baju, dan lain – lain. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji pola asuh orang tua dalam mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini di RW 05 Kelurahan Tasikmadu Kec. Lowokwaru Malang. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen angket dan memenuhi syarat validita dan reliabilita instrumen penelitian yang baik dalam pengumpulan data. Sedangkan subyek dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak usia 4 – 6 tahun, Berkaitan dengan hal tersebut, maka populasi dalam penelitian ini adalah 60 keluarga dari enam RT mulai dari RT 01 sampai RT 06. Hal ini didasarkan pada data kependudukan dari Kelurahan Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang tahun 2010. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling, artinya responden yang dijadikan sampel sama dengan keseluruhan populasi Setelah dilakukan pengambilan data dan menganalisis data yang terkumpul, diperoleh suatu kesimpulan tentang pola asuh orang tua dalam mengembangkan kemampuan motorik anak yaitu: 1) Pola asuh orang tua dalam melakukan kemampuan motorik.anak usia dini di RW 05 Kelurahan Tasikmadu Kec. Lowokwaru Malang masih menggunakan pola asuh otoriter (membentak anak), pola asuh permisif (memberi bimbingan), dan pola asuh demokratis (mendukung anak) dan 2) Pola asuh yang sering digunakan oleh orang tua dalam mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini di RW 05 Kelurahan Tasikmadu Kec. Lowokwaru Malang adalah pola asuh otoriter. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti menyarankan: 1) Bagi Peneliti Lain, untuk melanjutkan penelitian dengan mengadakan penelitian serupa yang lebih khusus dengan jumlah subyek yang lebih banyak dan luas, 2) Bagi Lembaga Pendidikan (Sekolah), mampu menyesuaikan dan menyusun program seiring dengan perkembangan motorik anak. Dengan begitu perkembangan anak akan menjadi optimal baik fisik maupun psikisnya, dan 3) Bagi Masyarakat lebih memperhatikan pola asuh yang sesuai untuk anak mereka sehingga anak akan berkembang baik tanpa ada rasa tertekan.

Validasi media pembelajaran papan kreatif (PK) di TK Perwira Karangploso Malang / oleh Wiwik Dwi AY

 

Perancangan buku cerita bergambar Pop Up "Bersahabat dengan ancaman bencana Alama" untuk anak usia 7-12 tahun / Kharisma Cakrawarti

 

Kata Kunci: Perancangan, Buku Cerita Bergambar Pop Up, Bencana Alam,Anak usia 7-12 tahun Bencana alam yang datangnya tiba-tiba sering terjadi di Indonesia. Kondisi rawan bencana mengharuskan setiap warga Indonesia untuk selalu waspada agar tidak banyak jatuh korban. Untuk meminimalisir korban, pencegahan dan persiapan dini menghadapi bencana perlu lebih ditingkatkan. Anak-anak merupakan kelompok rentan karena ketidakmampuan dan ketidaktahuan menghadapi ancaman bencana. Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, penulis mengangkat tema Bencana Alam dalam bentuk perancangan buku cerita bergambar pop up untuk anak-anak usia tujuh sampai dua belas tahun. Perancangan ini menggunakan model perancangan prosedural. Untuk menghasilkan produk diawali dengan merumuskan masalah, menentukan tujuan, menganalisis target pengguna, merumuskan perencanaan media, pengumpulan data, hingga pembuatan karya final. Data yang menjadi acuan adalah data yang bersumber dari hasil pengamatan dan berbagai literatur, cetakan/digital. Untuk visualisasi penulis menggunakan CorelDraw X4. Hasil perancangan berupa buku pop up fullcolour 44 halaman bertema bencana alam. Buku tersebut berisi tentang pengetahuan praktis bencana alam serta cara melindungi dan menyelamatkan diri jika terjadi bencana, dengan menggunakan gaya penceritaan petualangan. Karakter cerita bergaya kartunal, terdiri atas anak-anak berusia 9-10 tahun. Menurut penelusuran penulis di internet, buku ini merupakan satu-satunya buku pop up yang berisi tentang cara menghadapi bencana alam untuk anak-anak usia 7-12 tahun.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |