Kekerabatan lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di pusat konservasi lutung Jawa, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, berdasarkan sekuen gen cytochrome B / Miftahul Mushlih

 

Kata Kunci: Kekerabatan, Lutung Jawa (T. auratus), Gen Cytochrome-b, Pusat Konservasi Lutung Jawa. Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) merupakan salah satu spesies endemik Indonesia yang keberadaannnya dinyatakan rentan (vurnerable) terhadap kepunahan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Di Pusat Konservasi Lutung Jawa, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, diduga ada dua subspesies yaitu Trachypithecus auratus auratus (bernama Rus) dan Trachypithecus auratus mauritius (Bernama Ijem). Identifikasi kekerabatan Lutung Jawa yang selama ini dilakukan di Pusat Konservasi Lutung Jawa terbatas pada pengamatan morfologi dan daerah asalnya saja, sehingga menghasilkan informasi yang terbatas. Analisis menggunakan DNA dianggap mampu menghasilkan informasi yang lebih akurat. Identifikasi kekerabatan Lutung Jawa diperlukan untuk memetakan kelompok Lutung Jawa sebelum dikembalikan kehabitat asalnya. Dari hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer Forward hasil modifikasi dari (Wangchuk, 2005), 5’-CTTCC ATGAGGACAAATATC-3’ dan Primer Reverse Rmuc1, 5’-GTGGAGTATAGGT ATGATTGC-3’ diperoleh sekuen gen cyt-b sepanjang 500 bp pada Rus dan 501 bp pada Ijem. Hasil analisis topologi filogenetik dengan metode Maximum-likelihood (ML) dan pairwise distance dengan menggunakan software MEGA5 menunjukkan bahwa Rus dan Ijem berkerabat sangat dekat dan merupakan satu jenis T. a. auratus. Nilai pairwise distance kedua sampel 0,4% ± 0,0027. Topologi pohon filogenetik menggunakan metode ML menunjukkan kedua sampel berkerabat dekat dengan T. a. auratus haplotype aaJ ǀEF465117.1ǀ, T. a. auratus haplotype aaG ǀEF465115.1ǀ, dan T. a. auratus haplotype aaB ǀEF465110.1ǀ, serta berada dalam satu kelompok dengan anggota T. auratus lainnya.Kata Kunci: Kekerabatan, Lutung Jawa (T. auratus), Gen Cytochrome-b, Pusat Konservasi Lutung Jawa. Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) merupakan salah satu spesies endemik Indonesia yang keberadaannnya dinyatakan rentan (vurnerable) terhadap kepunahan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Di Pusat Konservasi Lutung Jawa, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, diduga ada dua subspesies yaitu Trachypithecus auratus auratus (bernama Rus) dan Trachypithecus auratus mauritius (Bernama Ijem). Identifikasi kekerabatan Lutung Jawa yang selama ini dilakukan di Pusat Konservasi Lutung Jawa terbatas pada pengamatan morfologi dan daerah asalnya saja, sehingga menghasilkan informasi yang terbatas. Analisis menggunakan DNA dianggap mampu menghasilkan informasi yang lebih akurat. Identifikasi kekerabatan Lutung Jawa diperlukan untuk memetakan kelompok Lutung Jawa sebelum dikembalikan kehabitat asalnya. Dari hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer Forward hasil modifikasi dari (Wangchuk, 2005), 5’-CTTCC ATGAGGACAAATATC-3’ dan Primer Reverse Rmuc1, 5’-GTGGAGTATAGGT ATGATTGC-3’ diperoleh sekuen gen cyt-b sepanjang 500 bp pada Rus dan 501 bp pada Ijem. Hasil analisis topologi filogenetik dengan metode Maximum-likelihood (ML) dan pairwise distance dengan menggunakan software MEGA5 menunjukkan bahwa Rus dan Ijem berkerabat sangat dekat dan merupakan satu jenis T. a. auratus. Nilai pairwise distance kedua sampel 0,4% ± 0,0027. Topologi pohon filogenetik menggunakan metode ML menunjukkan kedua sampel berkerabat dekat dengan T. a. auratus haplotype aaJ ǀEF465117.1ǀ, T. a. auratus haplotype aaG ǀEF465115.1ǀ, dan T. a. auratus haplotype aaB ǀEF465110.1ǀ, serta berada dalam satu kelompok dengan anggota T. auratus lainnya.

Tipe dan strategi saluran distribusi pada Tabloid "Posmo" Surabaya / oleh Sri Winarni

 

Penerapan contextual teaching and learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA kelas IV SN Baujeng II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Susanto

 

ABSTRAK Susanto, 2012. Penerapan Contekstual teaching and learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA kelas IV SDN Baujeng II. Skripsi, Program Studi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dra. Hj. Sukamti, M.Pd.(II) Dra. Hj. Sri Estu winahyu, M.Pd Kata kunci: CTL, Aktivitas, Hasil Belajar Siswa, IPA. Berdasarkan observasi awal siswa kelas IV SDN Baujeng Pasuruan cenderung pasif dalam pembelajaran IPA. Hal ini di karenakan setiap pembelajaran guru selalu menjadi sumber utama, sehingga guru berperan aktif dalam pembelajaran, untuk itu perlu diadakan peninjauan dalam hal model pembelajaran. Pembelajaran yang sesuai adalah Kontekstual (CTL), yang menekankan siswa belajar diawali dengan pengetahuan, pengalaman, dan konteks keseharian yang dimiliki, kemudian dikaitkan dengan apa yang dipelajari di kelas. Selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari- hari. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui: (a). Bagaimanakah penerapan pembelajaran kontekstual pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Baujeng II: (b): Bagaimanakah aktivitas belajar siswa selama penerapan model contekstual teaching and larning kelas IV SDN Baujeng II Kecamatan Beji Kabupaten . (c) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas IV SDN Baujeng II setelah penerapan Model Kontekstual. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus, Siklus pertama terdiri dari 2 kali pertemuan dan siklus kedua juga terdiri dari dua kali pertemuan. Sedangkan Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian terhadap penerapan model Contextual teching and learning , ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat, dari observasi awal yang 19 Siswa masih belum mencapai ketunasan, dengan rata-rata 67,85 %. Pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 71,43 pada siklus II menjadi 77,86. Penerapan model Contextual teching and learning menunjukkan bahwa hasil belajaran IPA meningkat. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan guru selalu menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakter siswa khususnya menggunakan model pembelajaran Contektual teaching and learning pada mata pelajaran IPA, sehingga siswa mengetahui dan mengalami secara langsung dan materi yang diperoleh dapat diingat lebih lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajarn kontekstual dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Baujeng II kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Saran yang diberikan peneliti adalah:a) Di Setiap pembelajaran IPA hendaklah memilih model pembelajaran yang melibatkan siswa dan Aktivitas Guru untuk menerapkan Model Kontekstual. bagi anak didik terutama dalam menyampaikan sebuah materi pelajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Kontekstual.

Unsur-unsur pemungutan pajak restoran pada Dinas Pendapatan Kota Malang / oleh Ajeng Lucky Primasari

 

Pembiayaan program paket C di PKBM Tambo Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang / Dedy Widiyanto

 

Kata Kunci: Pembiayaan, Paket C, PKBM, Komponen pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya agar dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. adalah sangat penting bagi PKBM untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan keperluan masing-masing program, karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. Dalam konteks penelitian tentang pembiayaan program pendidikan ini, peneliti akan mengkhususkan diri pada lembaga pendidikan masyarakat, yaitu, PKBM Tambo yang berada di Jalan Tegir No 5. RT 5 RW 5 Dusun Kebonan Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur. Hal yang melandasi peneliti melakukan penelitian di PKBM Tambo adalah dikarenakan PKBM Tambo merupakan Lembaga Masyarakat yang tergolong lembaga yang baru berdiri. PKBM Tambo berdiri pada tahun2006. Dari Hasil Peneltian ditemukan bahwa: 1) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tambo didirikan di Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, bertujuan untuk mengelola potensi pendidikan. 2) Program Paket C yang dikelola PKBM Tambo berasal dari Swadana yang berasal dari pemerintah desa dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) yang berasal dari mitra Kerja LPM UM dan Dinas Pendidikan. 3) Strategi penjaringan yang paling utama adalah menghimpun informasi mengenai calon pendonor terhadap program yang terkait dengan visi misi PKBM. 4) Komponen kepembiayaan program paket C PKBM Tambo terdiri dari: (1) Bahan. (2) Alat. (3) Tenaga. Dari Penelitian ini, ada beberapa saran yang dapat dijadikan masukan, antara lain : 1) Bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah adanya tambahan informasi melalui kuliah atau seminar yang membahas tentang pembiayaan Lembaga Satuan Pendidikan Luar Sekolah yaitu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan mensosialisasikan pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat secara mandiri dalam menyelengarakan lembaga satuan Pendidikan Luar Sekolah. 2) Bagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Hendaknya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tambo bisa membantu PKBM di kecamatan lain untuk memberikan informasi terkait tentang sistem pelaksanaan program sesuai dengan prosedur yang dianjurkan oleh pemerintah. 3) Bagi Peneliti lain. Diharapkan bagi peneliti lain untuk dapat mengembangkan penelitian ini dengan metode serta fokus yang lain, sehingga dapat secara berkelanjutan berpartisipasi aktif dalam program-program Pendidikan Luar Sekolah. 4) Bagi Pemerintah Daerah. Diharapkan lebih berperan aktif dalam mendukung dan menjebatani program-program Pendidikan Luar Sekolah yang diselenggarakan oleh PKBM Tambo untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat setempat.

Pengaruh larutan kedelai (Glycine max L.) terhadap fertilitas mencit (Mus musculus) betina galur balb C / Aries Wibisono

 

Kata Kunci: Kedelai, Isoflavon, Dosis, Fertilitas Kedelai mengandung senyawa isoflavon yang mempunyai kemampuan untuk menimbulkan efek estrogenik karena kemiripan strukturnya dengan hormon estrogen. Mengkonsumsi kedelai dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan panjang siklus menstruasi, menurunkan FSH (follicle-stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone) (Ahira, 2009). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh larutan kedelai (Glycine max) terhadap fertilitas mencit (Mus musculus) betina galur Balb C Penelitian dilakukan di laboratorium Zoologi Bio 214 dan kandang Biologi FMIPA UM pada bulan Juni 2010 - Maret 2011. Jenis penelitian merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan berupa larutan kedelai yang diberikan selama 12 hari dengan 4 perlakuan yaitu dosis 0 g/kg bb; 0.369 g/kg bb; 0.738 g/kg bb; 1.47 g/kg bb masing-masing diulang sebanyak 6 kali. Setelah perlakuan, mencit betina dikawinkan dengan pejantan. Mencit yang bunting kemudian dibedah pada hari kebuntingan ke-18 untuk dihitung jumlah fetus hidup, jumlah fetus mati, jumlah plasenta, jumlah resorpsi, dan jumlah korpus luteum. Data hasil pengamatan kemudian dihitung menggunakan rumus Manson dan Kang (1989) untuk menentukan fertilitas pada mencit betina. Data selanjutnya dianalisis menggunakan ANAVA dan dilanjutkan dengan uji LSD jika ada pengaruh. Berdasarkan hasil analisis data, larutan kedelai berpengaruh terhadap fertilitas mencit betina. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan yang signifikan pada rata-rata persentase implantasi dan persentase telur praimplantasi yang hilang. Rata-rata kematian intrauteri, embrio yang diresorpsi, dan fetus mati cenderung mengalami peningkatan pada perlakuan larutan kedelai dosis 0.738 g/kg bb dan 1.47 g/kg bb. Rata-rata fetus hidup mengalami penurunan pada perlakuan larutan kedelai dosis 0.738 g/kg bb dan 1.47 g/kg bb. Dapat disimpulkan bahwa larutan kedelai (Glycine max) berpengaruh terhadap fertilitas mencit (Mus musculus) betina galur Balb C yaitu pada persentase implantasi dan persentase kematian telur praimplantasi. Larutan kedelai dosis 0.738 g/kg bb dan 1.47 g/kg bb menurunkan persentase implantasi dan meningkatkan persentase telur praimplantasi yang hilang.

Sistem akuntansi klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) pada PT. Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Kediri / oleh Frestya Likana Dwi Anggraini

 

Penerapan model pembelajaran Word Square Upgrade dalam matapelajaran bahasa Jerman untuk keterampilan berbicara siswa kelas XI SMAN 6 Malang / Juvita Ramadhani

 

Ramadhani, Juvita. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Word Square Upgrade dalam Mata pelajaran bahasa Jerman untuk Keterampilan Berbicara Siswa Kelas XI SMAN 6 Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Iwa Sobara, S.Pd. M.A., (II) Dudi Syafrudin, S.S. M.A. Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Jerman, Word Square Upgrade     Pada dasarnya keterampilan berbahasa yang diajarkan di sekolah meliputi empat aspek. Aspek tersebut yaitu aspek membaca, mendengar, berbicara, dan menulis. Namun, hasil observasi di SMAN 6 Malang menunjukkan bahwa aspek membaca lah yang lebih diutamakan. Padahal semua keterampilan berbahasa sangatlah penting, terutama berbicara. Berbicara merupakan awal terciptanya komunikasi dan interaksi. Untuk menciptakan suatu pembelajaran yang aktif dan interaktif dibutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat menciptakan pembelajaran yang aktif dan interaktif pula. Oleh sebab itu, dipilihlah word square upgrade yang merupakan salah satu model pembelajaran aktif dan interaktif untuk melatih keterampilan berbicara siswa di kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang. Word square upgrade merupakan kumpulan kata dalam kotak yang harus dicari menggunakan bantuan pertanyaan. Setelah semua kata berhasil ditemukan, siswa merangkaikannya dalam suatu kalimat.     Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran word square upgrade dalam mata pelajaran bahasa Jerman untuk keterampilan berbicara. Sumber data dalam penetitian adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 sebanyak 28 orang. Data diambil dari hasil dokumentasi berupa hasil pekerjaan siswa yang dinilai oleh peneliti, hasil kuesioner, dan hasil observasi peneliti di lapangan selama penelitian berlangsung. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai pengajar dan observer.     Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran word square upgrade merupakan model pembelajaran yang interaktif. Siswa menunjukkan ketertarikannya pada model pembelajaran ini. Model pembelajaran ini dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran, menyusun kalimat dengan baik, dan menjadikan siswa lebih berkonsentrasi dalam kegiatan belajar mengajar.

Pengembangan modul materi garis-garis pada segitiga untuk SMP kelas VIII yang mengacu pada kurikulum 2004 / oleh Soni Riswanto

 

Perbandingan hasil belajar siswa kelas XI yang diajar menggunakan paduan model pembelajaran konvensional pada pokok bahasan stoikiometri larutan di SMA Negeri Malang / oleh Ken Ubit Nurul Subaidah

 

Pengembangan permainan jejak kaki untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak kelompok B di TK Dian Agung Malang / Suprayogi Kartikawati

 

Kata kunci: Pengembangan, Permainan Jejak Kaki, Kecerdasan Kinestetik Permainan sangat penting bagi perkembangan inteligensi dan fisik motorik (jasmaniah) anak. Melalui kegiatan bermain anak dapat mengembangkan kecerdasan sesuai dengan tahap-tahap perkembangan yang dilalui anak usia dini. Peneliti mengembangkan pedoman permainan Jejak Kaki yaitu suatu cara tentang kegiatan permainan yang dirancang untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak melalui kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Diharapkan dengan pembelajaran menggunakan pedoman permainan berbasis multiple intelligence ini anak lebih tertarik dan kecerdasan kinestetik yang diukur melalui keterampilan dan kemampuan anak dalam melakukan gerak motorik kasar meliputi kelentukan, keseimbangan, kelincahan dan kekuatan dapat terstimulasi secara optimal. Tujuan dari penelitian pengembangan adalah memvalidasi pedoman permainan Jejak Kaki untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak guna melihat dampak permainan Jejak Kaki terhadap peningkatan kecerdasan kinestetik yang dilakukan melalui aktivitas gerak kelentukan, kelincahan, keseimbangan dan kekuatan anak. Model pengembangan dalam penelitian ini adalah mengacu pada model penelitian Borg & Gall yaitu menggunakan pedoman model pengembangan R&D (Research and Development). Prosedur penelitian model pengembangan yang digunakan dalam penelitian hanya menggunakan 7 langkah penelitian, dilaksanakan pada satu sekolah saja dengan subjek 28 anak kelompok B yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah. Instrumen penelitian yang digunakan observasi, wawancara, angket, dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data dari para ahli tentang permainan Jejak Kaki, diperoleh hasil sebesar 93,3%. Hasil data uji lapangan terkait dengan aspek kemudahan sebesar 93%, terkait dengan aspek kesenangan sebesar 100%, terkait dengan aspek keamanan sebesar 97,4 %. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aktivitas kelentukan, kelincahan, keseimbangan dan kekuatan dalam permainan jejak kaki sangat efektif untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak serta dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat merancang permainan jejak kaki ini menjadi sebuah permainan dengan menggunakan dua sirkuit permainan agar lebih menarik serta dapat menstimulasi aspek kecerdasan anak lainnya.

Pengembangan media pembelajaran audiovisual pada pokok bahasan laporan keuangan perusahaan jasa di SMA Negeri 3 Blitar / Bisrul Miftachul Asror

 

Kata kunci: Media pembelajaran, AudioVisual Media ] pembelajaran digunakan untuk meningkatkan pembelajaran dalam kelas. Siswa belajar dengan senang sehingga dapat mengetahui, dan memahami ilmu yang ditransformasikan oleh guru. Penggunaan media yang variatif akan meningkatkan motivasi pembelajaran dan akan meningkatkan hasil pembelajaran siswa. Pokok bahasan laporan keuangan perusahaan jasa merupakan materi yang harus dikuasai siswa baik konsep maupun praktek penyusunan atau sistematika. Materi tersebut dianggap sulit oleh siswa sehingga memerlukan media pendukung untuk mengatasi masalah tersebut. Visi sekolah dan sarana prasarana sekolah yang dapat mendukung dalam pengembangan media sehingga dapat meningkatkan pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, pengembangan ini mengangkat judul pengembangan media pembelajaran audiovisual pada pokok bahasan laporan keuangan perusahaan jasa. Adapun tujuan pengembangan 1) untuk menghasilkan bentuk pengembangan media audiovisual yang baik dan menarik untuk mempermudah pembelajaran akuntansi dalam pokok bahasan laporan keuangan di Kelas XI IPS SMAN 3 Blitar, 2) mengetahui proses pembelajaran dengan Media audiovisual pada Pokok Bahasan Laporan Keuangan Perusahaan Jasa di Kelas XI IPS SMAN 3 Blitar, 3) mendiskripsikan hasil belajar siswa XI IPS yang memanfaatkan media audiovisual pada pokok bahasan laporan keuangan di SMAN 3 Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Dick and Carey. Tahapan yang digunakan meliputi 1) analisis situasi awal, 2) pengembangan rancangan bahan ajar, 3) membuat bahan ajar, 4) uji kelayakan, 5) revisi bahan ajar dan 6) produk akhir. Validasi media audiovisual dilakukan oleh tiga subyek yaitu ahli materi, ahli media dan pengguna (siswa). Hasil validasi oleh ahli materi, Media dan pengguna (siswa) secara keseluruhan memperoleh rata-rata73,86% . Hal ini menunjukkan media audiovisual yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran akuntansi. Hasil tersebut juga didukung rata-rata nilai kelas eksperimen lebih besar dari pada kelas kontrol, yakni 90.17 kelas eksperimen dan 82.40 kelas kontrol. Hasil analisis uji T-test independent sample memperoleh nilai 0,000 lebih kecil daripada 0,05. Berdasarkan hasil validasi dan uji T-test independent sample bahwa media audiovisual yang dikembangkan layak digunakan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru khususnya,untuk memanfaatkan media audiovisual dalam proses pembelajaran. Sarana dan prasarana di kelas hendaknya memadai untuk menunjang proses pemanfaatan media secara optimal. Lebih jauh, agar dapat dikembangkan media audiovisual pada materi lain dan inovasi baru agar dapat meningkatkan pembelajaran.

Pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan hutang dan kebijakan diveden terhadap biaya keagenan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang listing di BEI tahun 2007-2009) / Sheila Dhany Putriyanti

 

Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Hutang, Kebijakan Dividen, Biaya Keagenan Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan hutang dan kebijakan dividen terhadap biaya keagenan yang diproksi dengan total asset turnover (TAT). Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 133 perusahaan, sedangkan sampel terpilih 12 perusahaan berdasarkan purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan dengan menggunakan regresi linear berganda Hasil yang didapat dari penelitian ini bahwa hanya satu prediktor yakni kepemilikan institusional yang berpengaruh terhadap biaya keagenan. Tiga prediktor yang lain yakni kepemilikan manajerial, kebijakan hutang dan kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap biaya keagenan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan:1) bagi perusahaan, cara yang efektif untuk mengurangi konflik keagenan dan dapat menurunkan biaya keagenan adalah dengan kepemilikan institusional; 2) bagi peneliti selanjutnya, dapat menggunakan sampel perusahaan yang bergerak dibidang Real Estate dan Perbankan; 3) bagi investor, diharapkan dapat memilih untuk berinvestasi pada perusahaan dengan kepemilikan institusional yang relatif besar, mengindikasikan biaya keagenannya rendah.

Peningkatan ketrampilan membaca pemahaman melalui teknik quantum reading di kelas V SDN Dadaplangu 02 Kabupaten Blitar / Okta Finaryanti

 

Kata Kunci: membaca pemahaman, quantum reading, sekolah dasar Hasil observasi pratindakan materi membaca pemahaman pada pembelajaran bahasa Indonesia yang dilakukan di SDN Dadaplangu 02 kelas V semester 1 belum mencapai hasil yang diharapkan. Sehingga 54.54% siswa belum mencapai nilai KKM yaitu 65. Penyebabnya yaitu pembelajaran masih konvensional, guru cenderung lebih dominan, kurangnya konsentrasi dan minat siswa dalam membaca. Sehingga diperlukan perbaikan mengenai keterampilan membaca pemahaman yaitu melalui teknik pembelajaran quantum reading. Penelitian ini bertujuan sebagai berikut. Pertama, membahas tentang penerapan teknik pembelajaran quantum reading pada pembelajaran membaca pemahaman. Kedua, membahas teknik pembelajaran quantum reading dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman. Penelitian dirancang dengan menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian tindakan kelas. Tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang diambil adalah data tentang aktifitas siswa, aktifitas guru dalam menerapkan quantum reading, dan tes akhir siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, aktivitas guru dalam pembelajaran membaca pemahaman melalui teknik quantum reading dapat terlaksana dengan baik pada siklus 1 mencapai nilai 84.79% dengan kriteria baik dan pada siklus II meningkat menjadi 86.96% dengan kriteria sangat baik. Sedangkan aktivitas siswa dalam peningkatan keterampilan membaca pemahaman pada siklus I yaitu 72.05% dengan ketuntasan klasikal sebanyak 8 siswa atau 72.73% dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 80% ketuntasan klasikal sebanyak 9 siswa atau 81.82%. Pada siklus II ini sebanyak 9 siswa telah mencapai nilai KKM. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran membaca pemahaman melalui teknik quantum reading dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami bacaan, meliputi keterampilan memahami kosa kata, menemukan gagasan utama, menjawab pertanyaan, dan menceritakan kembali (pengulangan melalui peta pikiran). Sehingga disarankan bagi guru untuk menggunakan teknik quantum reading pada pembelajaran membaca pemahaman agar keterampilan membaca pemahaman siswa meningkat.

Penerapan Realistic Mathematic Education (RME) untuk meningkatkan hasil belajar segitiga dan segiempat siswa kelas VII MTs. Surya Buana Malang / Benny Banyu Nan Nirmala

 

Kata kunci: Realistic Mathematics Education (RME), Segitiga dan Segiempat, Hasil Belajar Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di MTs. Surya Buana Malang, diketahui bahwa siswa kelas VII B cenderung kesulitan dalam memahami materi segitiga dan segiempat, hal ini ditunjukkan dengan adanya fakta yaitu rata-rata ujian matematika siswa pada tahun sebelumnya yang rendah yaitu 69,85 dan presentase ketuntasan belajar klasikal hanya mencapai 55,44%. Lebih lanjut diperoleh informasi bahwa pembelajaran yang dilakukan di kelas masih berpusat pada guru, sehingga siswa cepat merasa bosan dan kurang antusias saat mengikuti pembelajaran, bahkan siswa lebih fokus menghafalkan rumus secara instan daripada proses pembelajaran itu sendiri. Memahami adanya masalah tersebut, perlu kiranya dilakukan perubahan dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga siswa lebih aktif dan senang dalam belajar serta tidak hanya memahami materi sebatas rumus yang tertulis di buku teks saja, dalam hal ini peneliti menerapkan Realistic Mathematics Education (RME). RME merupakan suatu pendekatan yang memfasilitasi siswa dengan kegiatan-kegiatan yang mengarahkan siswa untuk menemukan ide matematika melalui permasalahan sehari-hari. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah mendeskripsikan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematic Education untuk meningkatkan hasil belajar segitiga dan segiempat siswa kelas VII MTs. Surya Buana Malang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 April 2011 hingga 19 April 2011 dengan subyek penelitian adalah kelas siswa kelas VII B MTs. Surya Buana Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penerapan RME pada pembelajaran bangun ruang prisma dan limas dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I terdiri dari 3 pertemuan dan dilakukan pembelajaran luas permukaan prisma dan limas. Setelah dilakukan refleksi dari pembelajaran pada Siklus I, dilaksanakan Siklus II (2 pertemuan) dengan materi yaitu segitiga dan segiempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran segitiga dan segiempat menggunakan RME telah dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata nilai tes dan ketuntasan klasikal pada siklus II yaitu berturut-turut adalah 81,13 dan 90,32%. Respon siswa terhadap pembelajaran segitiga dan segiempat menggunakan RME adalah positif. Siswa senang dan antusias dalam belajar. Saran yang dapat diberikan adalah RME layak dipertimbangkan untuk diterapkan pada pembelajaran matematika di sekolah dan dalam pelaksanaannya hendaknya guru/peneliti memperhatikan pengelolaan waktu.

National American Women Suffrage Association (NAWSA) : perjuangan dan arti pentingnya sebagai organisasi pembaharu dalam meriah hak pilih perempuan Amerika tahun 1890-1920 / oleh Dian Eka Pratiwi

 

Pengaruh kemampuan mengajar dosen akuntansi terhadap motivasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / oleh Vidyanis Bertiana

 

Pelaksanaan sistem kearsipan di Sub Bagian Tata Usaha Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Negeri Malang / oleh Ika Rahmawati

 

Peningkatan kemampuan membaca cepat melalui model cooperative script di kelas IV SDN Gandusari 01 Kabupaten Blitar / Adinda Ruri Desmawanti

 

Kata Kunci: membaca, membaca cepat, cooperative script Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan yang diajarkan di sekolah dasar. Salah satu pembelajaran membaca di sekolah dasar adalah membaca cepat. Membaca cepat merupakan suatu teknik membaca dengan waktu sesingkat-singkatnya sekaligus mampu memusatkan perhatian terhadap suatu informasi yang ada dalam teks dan mampu menginterpretasikannya (Muchlisoh, 1992:149). Observasi awal yang dilakukan di SDN Gandusari 01 kelas V semester 1 pembelajaran bahasa Indonesia membaca cepat belum memenuhi harapan dan sebagian besar siswa belum mencapai KKM. Diantara penyebabnya adalah pembelajaran membaca yang dilakukan guru masih konvensional, guru lebih dominan, siswa bersifat pasif dalam pembelajaran. Sehingga diperlukan perbaikan mengenai kemampuan membaca cepat yaitu melalui pendekatan pembelajaran cooperative script. Penelitian ini bertujuan untuk (1) membahas tentang pembelajaran membaca cepat, (2) membahas peningkatan kemampuan membaca cepat melalui model cooperative script. Penelitian dirancang dengan menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian tindakan kelas. Tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang diambil adalah data tentang aktifitas siswa, aktifitas guru dalam menerapkan cooperative script, dan tes akhir siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, pembelajaran membaca cepat melalui model cooperative script dapat terlaksana dengan baik pada siklus 1 mencapai nilai 62,5% dengan kriteria kurang dan pada siklus II meningkat menjadi 87,5% dengan kriteria baik. Sedangkan peningkatan kemampuan membaca cepat pada siklus I yaitu 62,5% dan siklus II mengalami peningkatan sebesar 85,5%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran membaca cepat melalui model cooperative script dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami bacaan, meliputi kemampuan memahami kosa kata, menemukan gagasan utama, menjawab pertanyaan, dan menceritakan kembali. Sehingga disarankan bagi guru untuk menggunakan model cooperative script pada pembelajaran membaca cepat agar kemampuan membaca cepat siswa serta pemahaman siswa menjadi meningkat.

Efikasi cendawan entomopatogen beauveria bassiana bals. terhadap kepik hijau (Nezara viridula L.) / Reza Ardiansyah

 

Kata Kunci: efikasi, Beauveria bassiana Bals., telur, nimfa, Kepik Hijau (Nezara viridula L.). Kepik hijau (Nezara viridula L.) merupakan salah satu hama utama tanaman kedelai. Berbagai upaya pengendalian hama tersebut terus dikembangkan, namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa petani masih mengandalkan penggunaan insektisida kimia. Tidak disadari bahwa aplikasi insektisida kimia dapat menimbulkan berbagai masalah sehingga perlu dicari alternatif lain untuk mengendalikan hama ini seperti pengendalian hayati dengan menggunakan cendawan entomopatogen Beauveria bassiana Bals. Efikasi cendawan B. bassiana terhadap stadia telur dan nimfa N. viridula belum pernah dilaporkan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efikasi cendawan entomopatogen B. bassiana terhadap persentase telur N. viridula yang tidak menetas, dan mempelajari efikasi cendawan entomopatogen B. bassiana terhadap persentase mortalitas nimfa N. viridula. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima kali ulangan. Perlakuan pada stadia telur yaitu: umur telur 0 hari, 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari dan 5 hari setelah diletakkan imago. Sedangkan perlakuan pada stadia nimfa yaitu: nimfa instar I, II, III, IV, dan V. Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (BALITKABI), Malang pada bulan Januari sampai Juni 2011. Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan anava tunggal dengan taraf uji 5%. Apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan entomopatogen B. bassiana mampu menginfeksi telur N. viridula sehingga telur yang terinfeksi tidak mampu menetas. Semakin muda umur telur N. viridula semakin rentan terhadap infeksi cendawan B. bassiana. Telur yang baru diletakkan imago (0 hari) sangat rentan terhadap infeksi B. bassiana karena tidak mampu menetas hingga mencapai 96%. B. bassiana juga mampu menginfeksi stadia nimfa N. viridula. Nimfa instar I dan II lebih rentan terhadap infeksi B. bassiana dibandingkan instar III, IV maupun nimfa instar V dengan mortalitas masing-masing 86 % dan 69 %.

afafaf

 

afafaf

Analisa perbedaan komitmen organisasional pada tiap tahapan karir (studi kasus pada PT. PLN Persero APJ Malang) / Rahadhian Vindy W.

 

Kata Kunci : Komitmen Organisasional, dan Tahapan Karir. Fungsi utama sumber daya manusia dalam perusahaan adalah menampilkan norma perilaku, nilai dan keyakinan sebagai sarana penting dalam peningkatan kinerjanya. Selain kompetensi yang dimiliki karyawan, komitmen organisasional juga diperlukan agar mereka memberikan hasil terbaik bagi organisasi atau perusahaan. Mengingat pentingnya pengelolaan karyawan, bagian SDM akan nampak keberhasilannya jika bisa mendapatkan komitmen karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Gambaran tingkat komitmen organisasional karyawan pada PT PLN Persero APJ Malang; (2) Perbedaan komitmen organisasional di tiap tahapan karir pada karyawan PT PLN Persero APJ Malang. Penelitian ini bersifat perbandingan, yaitu membandingkan komitmen organisasi di antara tahapan karir. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 86 orang. Respondennya adalah karyawan PT PLN Persero APJ Malang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner, wawancara dan observasi. Instrumen penelitian pada kuesioner menggunakan skala Likert dengan 5 skala pengukuran. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis varian satu jalur (one-way anova). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Tingkat komitmen organisasional karyawan PLN APJ Malang secara keseluruhan tergolong tinggi. (2) Terdapat perbedaan tingkat komitmen organisasional di masing-masing tahapan karir karyawan. Dari hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan untuk PT. PLN Persero APJ Malang adalah (1) Dalam pengelolaan karyawan khususnya pada perilaku organisasi karyawan agar terus menjaga dan bahkan meningkatkan komitmen organisasi karyawan terhadap perusahaannya. (2) Lebih memperhatikan komitmen pada level basic dibandingkan level yang lain agar tidak sampai kehilangan karyawan yang berkompeten dan lebih membuat karyawan bekerja total untuk perusahaan. (3) Untuk meningkatkan komitmen karyawan bisa dengan cara menguatkan visi dan misi perusahaan kepada karyawan, membangun budaya kekeluargaan dan rasa memiliki terhadap organisasi. (4) Berikan bantuan nyata bagi karyawan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dan mewujudkan semua impiannya, termasuk perhatian dalam karir karyawan.

Pengaruh pembelajaran biologi berbasis proyek dengan hybrid online pada materi plantae terhadap pencapaian kompetensi dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA / Lailil Maulidia

 

aulidia, Lailil. 2014. Pengaruh Pembelajaran Biologi Berbasis Proyek dengan Hybrid Online Pada Materi Plante Terhadap Pencapaian Kompetensi dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA . Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Hadi Suwono, M.Si, (II) Dr.Sunarmi, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Biologi berbasis proyek, hybrid online, pencapaian kompetensi, kemampuan berpikir kritis.     Siswa abad 21 dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat menumbuhkan berpikir kritis adalah pembelajaran berbasis proyek dengan hybrid online. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis proyek dengan hybrid online terhadap pencapaian kompetensi dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA. Penelitian ini termasuk jenis eksperimen semu (quasi experiment) yang menggunakan desain non equivalent control group. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 5 Malang dengan sampel siswa kelas X MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X MIA 6 sebagai kelas kontrol.     Perlakuan pada kelas eksperimen menggunakan pembelajaran berbasis proyek dengan hybrid online sedangkan perlakuan pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran berbasis proyek tanpa hybrid online.Teknik pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes awal dan tes akhir untuk mengukur kompetensi kognitif dan kemampuan berpikir kritis. Pengukuran kompetensi psikomotor dilakukan dengan pengamatan yang dilakukan setiap minggu. Pengukuran kompetensi afektif dengan angket pada akhir pembelajaran. Uji hipotesis untuk kemampuan berpikir kritis dan kemampuan kompetensi kognitif menggunakan uji Anakova. Uji hipotesis untuk kemampuan psikomotor dan afektif menggunakan One Way Anova.     Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh pembelajaran Biologi berbasis proyek dengan hybrid online pada materi Plantae terhadap kompetensi kognitif siswa kelas X SMA; (2) ada pengaruh pembelajaran Biologi berbasis proyek dengan hybrid online pada materi Plantae terhadap kompetensi psikomotor siswa kelas X SMA; (3) tidak ada pengaruh pembelajaran Biologi berbasis proyek dengan hybrid online pada materi Plantae terhadap kompetensi afektif siswa kelas X SMA; (4) ada pengaruh pembelajaran Biologi berbasis proyek dengan hybrid online pada materi Plantae terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA. Berdasarkan temuan penelitian diharapkan pembelajaran berbasis proyek dengan hybrid online dapat di terapkan pada materi Plantae untuk meningkatkan kompetensi kognitif, psikomotor, dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA.

Hubungan pengaturan tata ruang kantor terhadap kegairahan kerja pegawai tata usaha di SLTP Kota Malang
oleh Imelda Suryani

 

Bagiank etatausahamane rupakapno st erdepabna gip enyelenggaraan administrasseik olahD. alamm elaksanakapnc kcr.iaatna tau sahas alahs aluf bktor p€ntinyga ngt urutm enentukanke lancarannyaad alahp enataanru angk antory ang baikd and apatm enciptakansu asanate mpatk erjay angm enyenangkanP.e nataatna ta ruangkantoryaknugr angb aikd apatm enghamburkatenn agaw, aktu,s ehingggaa irah ke{a menurun. Dengan suasana keria yang menyenangkan akan mendorong pegawai untukle bihb ergairahd alamm enyelesaikapne kerjaannyas,e hinggap ekerjaand apat berjalalna ncar. Masaladha lamp enelitianin i adalah(. I ) Apakaha dah ubungaann tara pengaturatant ar uangk antort erhadapk egairahank erja pegawati atau sahad i SLTP kotaM alang? (2)bagaimantaa tar uangk antord i SLTPk otaM alang? (3)B agaimana tingkakte gairahakne rjap egawatia tau sahad i SLTPk otaM alang? Penelitiainn i dilakukand i SLTPk otaM alangy angb ertujuanu ntuk menentukhaunb ungaann tarap engaturatna tar uangk antort crhadapk cgairahaknc ria pegawatai tau sahad i SLTPk ota Malang. Rancangapne nelitianin i adalahd eskriptikf orelasionaMl. etoded eskriptif untukm emaparkamn,e nganalisdaa nm enafsirkand atad ari variabelt atar uangk antor dank egairahakne {a pegawai.S edangkamn etodek orelasionaul ntukm enentukan hubungapne ngaturatna tar uangk antort erhadapk egairahank erjap egawatia ta usaha di SLTP kotaMalang. Populaspie nelitianin i adalahs eluruhp egawatia tau sahad i SLTPk ota Malangy, angb erjumlah2 97 orang.A dapuns arnpelnydai tetapkan6 0 orangy ang masing-masisnegk olahd iambil 3 pegawai. Teknikp engumpuladna taa dalaha ngket,d okumentasoi, bservasiS. edangkan teknika nalisisd ataa dalah(: I ) chi kuadrat,u ntuk mengetahupi erbedaan (2)t eknika nalisisk orelasip roductm oment,u ntukm engujih ubunganp engaturatna ta ruangk antort erhadapk egairahank e{a pegawai. Berdasarkahna sila nalisisd ata,d iperolehk esimpulan(:1 ) kondisit atar uang kantodr i SLTPk otaM alangb eradap adak ualifikasit inggi (2) tingkatk egairahan kerjap egawadi i SLTPk otaM alangb eradap adat ingkatt inggi (3) terdapaht ubungan yangp ositifa ntarutataru angk antort erhadapk egairahank erjap egawatia tau sahad i SLTP kota Malang. Saran-sarayna ngd iberikana dalah(: 1) kepalab agiant atau sahaS LTPk ota Malangd alamp engaturanta tar uangk antord ibuatl ebihb aik untukm eningkatkan kegairahakne rjap egawa(i 2) Pegawatia ta usahad i SLTPk ota Malangl ebih meningkatkagna irahk erjanya( 3) JurusanA dministrasPi endidikana garm emberi materpi embekalatne ntangs kripsi( 4) Mahasiswas ebagaai cuanu ntukm enelitil ebih lanjut tentang tata ruang kantor dan kegairahan ke{a pegawai, dengan variabel dan populasyia ngb erbeda.

Penerapan pembelajaran bercerita untuk meningkatkan perkembangan perilaku anak kelompok B di TK Negeri Pembina I Kota Malang / Eny Yuliati

 

Kata-kata kunci : Pembelajaran Bercerita, Prkembangan Perilaku, Anak Taman Kanak-kanak. Peningkatan perkembangan perilaku anak pada usia dini sangatlah penting sekali karena pada usia inilah daya ingat anak masih sangatlah bagus. Melalui contoh perilaku yang baik di lingkungan belajar dan lingkungan rumah akan dapat mempengaruhi dampak baik buruknya perkembangan pada masa yang akan datang. Penerapan pembelajaran bercerita di kelompok B TK Negeri masih belum memenuhi harapan, hanya mencapai 35% dari 25 anak yang mampu mencerna isi cerita yang dibacakan oleh guru, anak belum mampu menceritakan kembali isi cerita yang sudag didengarnya. Berdasarkan hasil observasi dan refleksi, guru dalam membacakan cerita kurang menarik bagi anak, mimik kurang menunjukkan karakter peran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan perilaku anak yang meliputi : a) perkembangan bahasa anak, b) perkembangan sosial anak, c) perkembangan emosi anak, d) Perkembangan koqnitif anak, e) perkembangan moral anak Kelompok B TK Negeri Pembina I Kota Malang, yang dibelajarkan dengan cara bercerita. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas pada anak kelompok B TK Negeri Pembina 1 Kota Malang tahun pelajaran 2010/2011. Subyek penelitian adalah 25 peserta didik . Penelitian dilaksanakan selama dua siklus dengan prosedur umum meliputi tahapan: 1) Perencanaan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Pengamatan, 4) Refleksi, 5) Revisi Tindakan. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi penilaian kemampuan anak. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Berdasarkan deskripsi pembelajaran dan analisis data, diperoleh hasil bahwa penerapan pembelajaran bercerita dapat meningkatkan perkembangan perilaku anak kelompok B TK Negeri Pembina I Kota Malang. Pada siklus I rata-rata kemampuan perilaku anak sebesar 66%, pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 80 %, terjadi peningkatan perkemba perilaku anak dari siklus I ke siklus II sebesar 14 %. Sesuai hasil penelitian tersebut, maka disarankan kepada guru Taman Kanak-kanak untuk menerapkan pembelajaran bercerita dengan menggunakan media buku cerita yang menarik bagi peserta didik.

Hubungan antara persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi kerja guru sekolah dasar negeri se-kecamatan Budukan kabupaten Sidoarjo
oleh Mujibur Rohman

 

Persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan tanggapan guru yang terungkap dari dalam dirinya sebagai ,.,"tu pto"". interpretasi dalam memahami informasi tentang gaya kepemimpinank epala sekolah melalui panca inderanya. Sedangkanm otivasi kerja guru sebagai sarana pendorong untuk melaksanakan tugas yangbermanfaatb agi keberhasilan pendidikan di sekolah.G uru sebagai pelaksanap endidikan merupakan jabatan profesi untuk mengajar dan mendidik anak agar nantinya anak dapat bermanfaat bagi bangsa dan negaraK. epala sekolah merupakan administrator dan rnotivator bagi terselenggaranypae ngajaran di sekolah. Gunr merupakan mitra profesi bagi kepaia sekolah harus sejalan dalam rangka melaksanakan pendidikand an pengajaran. Permasalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru SDN se Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo, (2) apakah ada hubungan antara persepsi guru terhadap gaya kepemirr'pinan kepala sekolahd enganm otivasi kerja guru SDN se Kecan'^lan Budrrran Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi kerja guru SDN se Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan rancangan dekriptif korelasional, Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru SDN se Kecamar,an Buduran Kabupaten Sidoarjo yang berjumlah 24 SDN, 208 personil guru. Sedangkante knik pengambilan sampel menggunakan sampel acak (randon sa:nplirug)S. ampel dalam penelitian ini berjumlah 8 SDN, 56 personil guru sebagai responden penelitian. Sejalan dengan itu teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angket yang teruji validitas item dan reliabilitasnya. Pengolahan darta llt (teknik analisis) menggunakan teknik anali.sis Korelasi Prod.u.ct Motnetfi dari Pearson. Analisis korelasi dalam penelitian ini terdiri dari satr-r variabel bebas (persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala eekolahe, nam sub variabel terikat dari motivasi kerja guru (prestas: guru, pengakualr guru, tanggung jawab guru' promosi guru, pekerjaarr guru, dan pertumbuhan guru). Hasilp enelitianrn enunjukka(n1 ) Persepsgiu rut erhadapg ayak epemimpinank epalas ekolahS DN se KecamatanB uduranK abtrpatenS idoar.iob cradap ada kualifikasei t-ektif(',2 ) Tingkat motivasik erja guru SDN se KecamatanB uduran KabupateSnid oariob eradap adakualifikastii nggi, (3) A

Hubungan pengetahuan penghasilan dan persepsi lingkungan petani dengan penggunaan pupuk organik pada budidaya Salak Pondoh di Desa Merdikorejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman / oleh Ahrodin

 

lndonesia sebagai negaril agraris dicirikan oleh besamya penduduk yang bekerja di sektor pertanian.P embangunans eklor pertanianb ertujuan meningkatkan hasil produksip ertanian,m emperluasla panganp ekerjaan,m eningkatkanp endapatan petani, mendorong pemerataan pendapalan dan Femerataan berusaha serta mendorong pembangunan daerah dengan tetap memperhatikan kelestarian sumber daya alam. Usaha meningkatkan produksi pertanian dilakukan dengan intensifikasi pertaniany ang meliputi penggunaanp upuk annrganikd an diversifikasij ei.is tanaman pertanian. Pembangunan di pedesaan diprioritaskan untuk mengembangkan komoditas hortikultura yang sesuai dengan potensi daerah setempat. Desa Merdikorejo merupakan penghasil salak pondoh yang potensial di Daerah Istimewa Yogyakari:aS. udidaya tanaman salak pondoh dilaksa'rakans ecara intensif dengan memanfaatkan iahan secara optimal dan ;nenggunakan sarana oroduksi pupuk anorganik. Penelitiani ni burtuj.ranu ntuk mer.geta.hukia rarteristik sosial ekonomi, pengetahuan, penghasilan, persepsi lingkungan petani dar' penggunaan pupuk anorganik pada budidaya salak pondoh serta hubungan antara pengetahuan, penghasiland an persepsil ingkunganp etani dengirnp engguna:tnp upuk anorganik. Rancangan penelitian ini adalah des*riptif korelasi dengan pendekatan survey dan bersifat ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga petani salak pondoh di Desa Merdikorejo yang berjumlah 865 kepala keluarga. Penentuan sampel daerah dengan purpmif sampling. Penentuan sampel respondend engans istematikr andoms amplir'g.T eknik pengumpuland atap rimer dan sekunderd enganr netodeo bservasi,k uestioner,d okumentasiP. engujianh ipotesis dilakukand engana nalisak orelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan, penghasilan dan persepsi lingkungan petani mempunyai hubungan tlengan penggunaan pupuk anorganikd,e ngand.b:8 nilai 1' :22,50 padat arafsignifikans5i% : 15,507u ntuk pengetahuand,e ngann :86 padat araf sigrifikansi 5o/ohargar tabel 0,213d an r hitung 0,680 untuk penghasiland, engand .b : 12 nilai X' : 32,36 pada taraf sigrrifikans5i %:21,026 danI Vo:26,217 untukp ersepslii ngkungan

Perbedaan hasil belajar kognitif dan motivasi belajar peserta didik kelas XI SMAN 1 Kepanjen pada penerapan pendekatan ilmiah dan pendekatan ilmiah dalam model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada materi koloid / Vida Zenitha Sudariasri

 

ABSTRAK Sudariasri, Vida Zenitha. 2016. PerbedaanHasilBelajarKognitifdanMotivasiBelajarPesertaDidikKelas XI SMAN 1 KepanjenpadaPenerapanPendekatanIlmiahdanPendekatanIlmiahdalamModel PembelajaranKooperatifTipe TGT padaMateriKoloid. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd, (II) OktaviaSulistina, S. Pd, M.Pd. Kata kunci: model pembelajaran kooperatiftipe TGT,pendekatanilmiah,hasilbelajarkognitif, motivasibelajar, koloid. ImplementasiKurikulum 2013 di Indonesia menuntut guru untukmenggunakanpendekatanilmiahdalam proses pembelajaran. PendekatanilmiahdalamPermendikbud No. 81A (2013) meliputilimapengalamanbelajar, yaitumengamati, menanya, mengumpulkaninformasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, danmengkomunikasikan. Dengandemikian, pesertadidikdapatmembangunpengetahuannyasendiribukandari orang lain. Akan tetapi, berdasarkanhasilobservasidanwawancaradenganpesertadidikkelas XI MIA SMAN 1 Kepanjen yang telahmenerapkanKurikulum 2013 danmenggunakanpendekatanilmiahdalam proses belajarkimianya, pesertadidikterlihattidakmemilikisemangatbelajardancenderungmengabaikan proses pembelajaran. Berdasarkanhasilobservasi, menurunnyamotivasibelajarpesertadidikberimbaspadahasilbelajarkognitif. Olehkarenaitu, untukmeningkatkanhasilbelajarkognitifdanmotivasibelajardapatdilakukandenganmemadukanunsurdari model pembelajaran yang lebihmenyenangkankedalampendekatanilmiah.Salah satu model pembelajaran yang dapatmenunjanghasilbelajarkognitifdanmotivasibelajarialah model pembelajarankooperatif. Salah satutipepembelajarankooperatifadalah Team Game Tournament (TGT). Model pembe¬lajarankooperatiftipe TGT denganpendekatanilmiahdapatditerapkanuntukpembelajarankimia. Salah satumateripokokpadapembelajarankimiaialahmaterikoloid. Pembelajarankooperatif yang dipadukandengan proses belajarsesuaipendekatanilmiahdiharapkanmampumeningkatkanhasilbelajarkognitifdanmotivasibelajarpesertadidik. Penelitianinibertujuanuntuk: (1) mengetahuibagaimanakahketerlak¬sa¬na¬an proses pem¬be¬lajaranmenggunakanpendekatanilmiahdalam model pembelajarankooperatiftipe TGT dan proses pembelajaranmenggunakanpendekatanilmiahpadamaterikoloid, (2) mengetahuiadakahperbedaanhasilbelajarkognitifpesertadidik yang dibelajarkanmenggunakanpendekatanilmiahdalam model pembelajarankooperatiftipe TGT denganpesertadidik yang dibelajarkanhanyamenggunakanpendekatanilmiah, (3) mengetahuibagaimanakahmotivasibelajarpesertadidikyang dibelajarkanmenggunakanpendekatanilmiahdalam model pembelajarankooperatiftipe TGT denganpesertadidik yang dibelajarkanhanyamenggunakanpendekatanilmiah. Penelitianinimenggunakanrancanganeksperimensemu(Quasy Experimental). Subjekpenelitianmelibatkansiswakelas XI MIA 2 dan XI MIA 3 SMA Negeri 1 Kepanjen. Instrumenpenelitian yang digunakanmeliputiinstrumenperlakuandaninstrumenpengukuran. Teknikanalisis data yang digunakanyaituanalisisdeskriptifdanstatistik. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapadakelas yang dibelajarkandenganmenggunakanpendekatanilmiahdalam model pembelajarankooperatiftipe TGT berlangsungdengansangatbaik (rata-rata keterlaksanaan 94,3%) danpadakelas yang dibelajarkandenganmenggunakanpendekatanilmiahberlangsungsangatbaik (rata-rata keterlaksanaan 92,3%). Pembelajarandenganpendekatanilmiahdalam model pembelajarankooperatiftipe TGT (rata-rata nilai 80,53) mempunyaihasilbelajarkognitiflebihtinggidaripadapembelajarandenganpendekatanilmiah (rata-rata nilai 75,07). Pesertadidik yang dibelajarkanmenggunakanpendekatanilmiahdalam model pembelajarankooperatiftipe TGT memilikipersentasemotivasibelajardengankriteriatermotivasi 30% dansangattermotivasisebesar 70%, sedangkanpesertadidik yang dibelajarkanhanyamenggunakanpendekatanilmiahmemilikipersentasedengankriteriatermotivasi 67% dansangattermotivasisebesar 33%.

Hubungan penalaran moral dengan kenakalan remaja laki-laki di Lembaga Pemasyarakatan anak Blitar / oleh Christin Herawati

 

Kinerja rumah sakit umum Surya Melati Kab. Kediri berdasarkan analisis balance scorecard / Inayatul Fitriya

 

Kata kunci: Balance Scorecard, Kinerja Rumah Sakit Rumah Sakit Umum Surya Melati merupakan salah satu Rumah Sakit yang berusaha memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan meningkatkan mutu terus-menerus, memaksa pihak Rumah Sakit Umum Surya Melati untuk selalu memperbaiki kinerjanya, agar dapat menambah kepercayaan masyarakat atas Rumah Sakit Umum Surya Melati dengan harapan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Rumah Sakit sehingga mempunyai dampak pada pendapatan Rumah Sakit. Maka perlu digunakan alternatif penilaian kinerja Rumah Sakit Umum Surya Melati dengan menggunakan Balanced Scorecard yang lebih komprehensif, akurat, terukur karena dalam menilai kinerja suatu organisasi tidak hanya dinilai dari aspek keuangan saja, tetapi juga dinilai dari aspek nonkeuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja Rumah Sakit Umum Surya Melati diukur dengan pendekatan Balanced Scorecard, berdasarkan perspektif: 1) keuangan, 2) pelanggan, 3) proses bisnis internal, dan 4) pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif explanatori dengan menggunakan pendekatan kuantitatif-kualitatif. Tahun penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 tahun, yaitu tahun 2009, 2010, dan 2011. Subyek dalam penelitian ini adalah Rumah Sakit Surya Melati kabupaten Kediri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini memiliki 4 tolok ukur yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan & pembelajaran. Hasil analisis data diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut: 1) perspektif keuangan melalui tiga tolok ukur, secara umum dinilai termasuk dalam kategori cukup baik. 2) perspektif pelanggan dapat dinilai baik, karena pada masing-masing tolok ukur, menunjukkan nilai yang sangat prospek menuju nilai lebih baik. 3) perspektif proses internal bisnis yang diukur melalui dua tolok ukur, memberikan penilaian yang kurang baik. 4) perspektif pembalajaran dan pertumbuhan selama 3 tahun, menunjukkan hasil kinerja yang baik, ditandai adanya peningkatan dari masing-masing tolok ukur yang digunakan. Berdasarkan hasil/temuan penelitian, maka disarankan kepada RSU Surya Melati untuk memperhatikan hal-hal berikut: 1) Menekan biaya yang sekiranya masih wajar untuk bisa melakukan penghematan, karena hal ini dapat membantu rumah sakit dalam meningkatkan jumlah pendapatannya sehingga mampu meningkatkan laba bersih rumah sakit yang akan memberikan pengaruh tinggi pula terhadap nilai ROI rumah sakit. 2) Rumah Sakit harus lebih menggencarkan sistem pemasaran, dalam upaya menarik pelanggan baru sehingga lingkup pemasaran lebih meluas dan rumah sakit akan jauh lebih dikenal diberbagai daerah. Selain pemasaran eksternal, pemasaran dalam internal rumah sakit juga tidak boleh diabaikan, salah satunya pada mutu pelayanan dalam hal kenyamanan. Karena dari hasil penelitian, kenyamanan lingkungan rumah sakit mendapatkan respon yang paling rendah di antara pernyataan yang lain. 3) Meningkatkan inovasi, inovasi tentu sangat perlu untuk terus mengadakan pembaharuan karena kebutuhan masyarakat pasti akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. Hal ini juga akan membawa pengaruh pada indikator proses layanan, untuk dapat memperbaiki kinerja rumah sakit dalam hal proses layanan, sehingga memiliki nilai BOR, BTO, LOS, dan TOI sesuai standar yang ditentukan.  

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme tema udara untuk SMP/MTs kelas VIII / Nilasari

 

Kata Kunci : Paket IPA Terpadu, Tema Udara, Konstruktivisme, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi menyebutkan bahwa substansi mata pelajaran IPA pada jenjang SMP/MTs merupakan IPA terpadu. Melalui pembelajaran IPA terpadu, peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memaknai hal-hal yang dipelajari. Pada penelitian sebelumnya oleh Handayanto dkk, tahun 2009 menyatakan bahwa berdasarkan pelaksanaan pembelajaran IPA di SMP Negeri Wilayah Malang Raya, menunjukkan bahwa hampir semua guru (96,2%) memiliki kemampuan mengajar materi IPA terutama materi seputar KD yang dibelajarkan. Sebagian besar guru (76,9%) jarang mengaitkan materi yang dibahas dengan cabang IPA lain yang relevan. Sebagian besar guru IPA (35 dari 37 orang atau 94,6%) menyatakan bahwa guru IPA membutuhkan paket IPA terpadu untuk pembelajaran IPA SMP. Paket IPA terpadu yang dimaksud meliputi buku siswa dan buku panduan guru. Berdasarkan hasi observasi di empat sekolah di kota Malang yaitu SMP Sriwedari pada bulan Oktober 2010, SMP Negeri 5 Malang pada bulan Oktober 2010, SMP Brawijaya Smart School pada bulan Januari 2011 dan SMP Negeri 12 Malang pada bulan Februari 2011, pembelajaran IPA yang dilakukan masih secara terpisah. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh penulis, buku IPA terpadu untuk SMP/MTs yang dijual di toko-toko buku Kota Malang (Dian Ilmu, Toga Mas, Wilis, Gramedia) isinya belum menunjukkan adanya IPA terpadu. Berdasarkan kenyataan tersebut, penulis melaksanakan penelitian pengembangan. Paket IPA terpadu yang terdiri atas buku siswa dan buku panduan guru. Pendekatan konstruktivisme adalah pendekatan pembelajaran yang memandang bahwa siswa belajar sains dengan cara mengkonstruksi pengertian atau pemahaman baru tentang fenomena dari pengalaman yang dimiliki sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tahap-tahap yang telah disesuaikan dengan kebutuhan peneliti yaitu, (1) tahap pengumpulan informasi dan penelitian,(2) perencanaan,(3) pengembangan produk awal, (4) uji lapangan awal,(5) revisi produk pokok. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket uji kelayakan buku siswa dan uji kelayakan buku panduan guru dilakukan oleh validator guru dan dosen. Uji keterbacaan buku siswa yang dilakukan oleh siswa. Data hasil uji kelayakan diperoleh dari validator-validator yang telah ditetapkan. Jenis data yang diperoleh yaitu (1) skor hasil penilaian kelayakan yang berupa data ordinal selanjutnya diubah menjadi persentase serta ii dianalisis secara deskriptif; (2) data deskripsi yang berupa saran, kritik, dan tanggapan dari validator serta hasil uji keterbacaan siswa. Berdasarkan data hasil uji kelayakan paket IPA terpadu yang dilakukan oleh lima validator diperoleh hasil bahwa buku siswa mendapatkan rata-rata persentase 88.19% menunjukkan kriteria layak. Kelayakan isi 86.94% dan kelayakan penyajian 89.44%. Buku panduan guru mendapatkan rata-rata persentase kelayakan sebesar 86.66% menunjukkan kriteria layak. Kelayakan kesesuaian uraian materi dengan kebutuhan guru 85%, kelayakan penyajian 85%, kelayakan kelengkapan penyajian 90%. Paket IPA terpadu telah direvisi sesuai dengan hasil uji kelayakan oleh tim validator dan uji keterbacaan siswa oleh siswa SMP Negeri 12 Malang. Disarankan kepada pengembang selanjutnya agar melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut dengan melakukan kajian eksperimen atau penelitian tindakan kelas dan uji coba yang lebih luas sehingga diperoleh paket IPA terpadu yang teruji secara empiris. Disarankan untuk mengembangkan paket IPA terpadu dengan tema yang lain dengan berbasis konstruktivisme sehingga dapat memperkaya sumber belajar siswa.

Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat sekolah dasar di desa Kalibendo Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang / oleh Ahmad Rouf

 

Pengaruh latihan Agility dan fleksibility terhadap keterampilan Dribble dalam permainan sepakbola di SSB Putra Sampang (PUSAM) Kabupaten Sampang / oleh Zainal Haris

 

Penerapan metode bermain peran untuk meningkatkan sikap empati anak kelompok B di TK Permata Bunda Malang / Sofia Lasi Busrin

 

Kata Kunci: Metode Bermain Peran, Sikap Empati, Anak Kelompok B. Kecerdasan emosional sangat penting dalam diri anak. Empati merupakan salah satu aspek emosional atau sikap kepedulian terhadap orng lain. Sikap empati anak kelompok B TK Permata Bunda Malang belum maksimal. Hal-hal yang melatarbelakangi permasalahan tersebut diantaranya disebabkan karena anak sibuk dengan dirinya sendiri dan metode pengajaran kurang memancing anak untuk bisa berempati. Untuk itu perlu dikembangkan metode pembelajaran yang mampu merangsang kecerdasan emosi anak khususnya dalam meningkatkan sikap empati anak. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah dengan “Bermain Peran”. Rumusan masalah pada penelitian ini: (1) bagaimanakah penerapan metode bermain peran untuk meningkatkan sikap empati pada anak TK B di Permata Bunda Malang, (2) apakah penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan sikap empati anak TK B di Permata Bunda Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, dengan subyek penelitian anak kelompok B yang berjumlah 13 anak terdiri dari 7 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, Dalam setiap siklus terdiri dari beberapa tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Teknik pengumpulan data yang diambil melalui observasi penilaian aktivitas anak dalam kegiatan permainan dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi sikap empati anak dan dokumentasi berupa foto kegiatan. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif persentase dan analisis rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian siklus I dan siklus II didapatkan persentase hasil rata-rata nilai anak meningkat 90,38% yang berarti sangat tinggi. Demikian dapat disimpulkan bahwa bermain peran dapat meningkatkan sikap empati anak kelompok B di TK Permata Bunda Malang. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan peningkatan nilai yang diperoleh anak. Disarankan bagi para pendidik anak usia dini perlu mengembangkan metode pembelajaran untuk meningkatkan sikap empati anak dengan melakukan kegiatan bermain peran.

Peningkatan minat dan hasil belajar kognitif fisika dengan pembelajaran berbasis aktivitas SMP Negeri 17 Malang / oleh Mirza Darmananda

 

Using the shared book technique to improve the fifth graders' mastery of vocabulary of Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Blitar / Ratna Wulandari

 

Kata kunci: improving mastery of vocabulary, the shared book technique Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan secara kolaborasi dengan tujuan meningkatkan kosa kata bagi peserta didik di kelas lima pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Blitar melalui teknik the shared book. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VB yang terdiri dari 25 siswa pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Blitar. Teknik the shared book dipilih karena menyediakan aktivitas pembelajaran kosa kata yang menyenangkan melalui membaca cerita bersama-sama dan individu secara berulang. Peneliti dan salah satu rekan guru yang bertindak sebagai kolaborator melakukan observasi berkaitan dengan data pendukung, di antaranya mempelajari dokumen tentang hasil tes siswa pada semester satu dan membagikan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan melalui proses bersiklus dimulai dari tahap perencanaan, penerapan, pengumpulan data dan refleksi. Pada tahap perencanaan peneliti bersama kolaborator mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran, instruksional materi dan media, perangkat penelitian untuk observasi data pada tahap pelaksanaan termasuk kriteria sukses. Di dalam pelaksanaan pembelajaran, peneliti bertindak sebagai guru, sedangkan kolaborator bertindak sebagai observer. Teknik pembelajaran diterapkan melalui tahap pre-reading, whilst reading dan post reading. Data yang diperoleh selama pembelajaran akan dianalisa di dalam tahap refleksi untuk menentukan diperlukannya siklus berikutnya atau tidak. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada siklus 1, terdapat beberapa kelemahan, diantaranya guru sering menggunakan bahasa Inggris tanpa penjelasan lebih detil dalam proses pembelajaran sehingga siswa menjadi bingung, serta cenderung ragu-ragu dalam menjawab pertanyaan. Pada Siklus 1, 73% (18 dari 25) siswa terlibat aktif di dalam pembelajaran, tetapi hanya 48% (12 dari 25) siswa yang mencapai kriteria sukses untuk tes kosa kata. Sehingga peneliti dan kolaborator melaksanakan siklus 2 dengan beberapa revisi, di antaranya memotivasi siswa untuk aktif di dalam pembelajaran, terutama di dalam menjawab pertanyaan. Di dalam pelaksanaan Siklus 2, 79% (19 dari 25) siswa terlibat aktif di dalam pembelajaran serta 80% (20 dari 25) siswa mencapai peningkatan pada pelaksanaan tes kosa kata. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa the shared book dapat meningkatkan kemampuan kosa kata pada siswa kelas lima di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Blitar. Siswa dapat meningkatkan kosa kata dengan membaca cerita berbahasa Inggris bersama-sama di dalam grup ataupun secara individu yang dilaksanakan dalam aktivitas yang menyenangkan serta terdapat intensitas sharing antar siswa dan siswa-guru sehingga siswa tidak mendapatkan kesulitan di dalam proses pembelajaran.

Pola distribusi polychaeta di muara sungai Lebakan Ujung Pangkah Wetan Kabupaten Gresik / Heri Badawi Putra

 

Kata Kunci: Pola Distribusi, Polychaeta, Muara Sungai Lebakan Gresik Ekosistem mangrove menyumbang proses pelumpuran melalui hasil dekomposisi serasah sehingga menambah materi organik pada pantai berlumpur. Adanya pasang surut yang akan berdampak pada perubahan lingkungan. Bengawan Solo adalah sungai lintas provinsi yang tiap tahunnya terjadi banjir rutin, hal ini akan berdampak pada perubahan kondisi. Dengan perubahan kondisi lingkungan ini mungkin menyebabkan perubahan pada pola distribusi biota (Polychaeta) dan faktor lingkungan yang mempengaruhi pola distribusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:1) anggota Polychaeta, 2) pola distribusi Polychaeta, dan 3) faktor abiotik yang berpengaruh terhadap kepadatan Polychaeta yang terdapat di muara sungai Lebakan Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang pengambilan sampel dilakukan secara sistematis dengan cara menentukan lokasi serta besar sampel dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan. Obyek penelitian ini adalah jenis Polychaeta yang terdapat pada plot-plot yang telah ditentukan. Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan a tanggal 20 Agustus -25 Desember 2010. Lokasi penelitian ini dilakukan di muara sungai Lebakan Ujung Pangkah Wetan Kabupaten Gresik dan identifikasi biota dilakukan di Laboratorium Ekologi Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Penentuan pengambilan sampel dilakukan dengan cara meletakkan garis transek yang terbagi menjadi dua yaitu transek berdasarkan mangrove sebanyak 10 transek dan transek berdasarkan muara sungai sebanyak 5 transek. Setiap plot berukuran 1x1m2 sampai kedalaman 30cm. Isolasi polychaeta dilakukan dengan cara menyaring lumpur pada saringan dengan ukuran mesh 0,5mm. Setelah penyaringan selesai dilakukan identifikasi berdasarkan ciri morfologi dengan merujuk pada Chan (2000). Faktor abiotik yang diukur meliputi salinitas, pH dan suhu. Data faktor abiotik dan jumlah kepadatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian, biplot dan regresi dengan bantuan software SPSS. Dari hasil penelitian ditemukan 2 familia Polychaeta adalah familia Lumbrineridae dan Nereidae. Dari hasil penghitungan didapatkan bahwa nilai varian ketiga familia lebih dari 1 Sehingga dapat dikatakan ketiga familia itu tergolong hidup berkelompok. pH tidak berpengaruh terhadap pola distribusi Polychaeta sedangkan suhu dan salinitas berpengaruh terhadap pola distribusi Polychaeta yang terdapat Di Muara Sungai Lebakan kawasan pantai Ujung Pangkah Wetan Kabupaten Gresik. Namun salinitas memberikan pengaruh kearah negatif terhadap pola distribusi Polychaeta sedangkan suhu memberikan pengaruh kearah positif terhadap pola distribusi Polychaeta.

Isolasi minyak biji matoa (Pometio pinnata) uji aktivitas sebagai tabir surya dan antibakteri Staphylococcus aureus / oleh Lisa Fransisca

 

Pengaruh larutan kedelai (Glycine max) terhadap perkembangan kelenjar mammae mencit (

 

Abstrak: Kacang kedelai mengandung senyawa isoflavon yang memiliki struktur mirip dengan estrogen. Isoflavon memiliki kemampuan untuk berikatan dengan reseptor estrogen pada organ yang perkembangannya dipengaruhi oleh estrogen. Kelenjar mammae merupakan organ yang perkembangannya dipengaruhi oleh hormon estrogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh larutan kedelai (Glycine max) terhadap perkembangan kelenjar mammae mencit (Mus musculus) galur Balb C pada saat kebuntingan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan, tiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. Bahan uji berupa larutan kedelai dengan dosis 0; 0,369; 0,738; dan 1,47 g/kg bb. Perlakuan diberikan selama mulai pada hari kebuntingan pertama hingga hari kebuntingan ke-17. Kelenjar mammae dibuat sediaan preparat histologis menggunakan metode paraffin, diiris dengan ketebalan 8 μm, dan diwarnai dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Data perkembangan kelenjar mammae yang berupa berat kelenjar mammae, jumlah dan diameter alveolus kelenjar mammae dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) tunggal dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan kedelai (Glycine max) tidak berpengaruh terhadap berat badan dan jumlah alveolus kelenjar mammae mencit (Mus musculus), tetapi berpengaruh terhadap berat dan diameter alveolus kelenjar mammae mencit (Mus musculus) galur Balb C pada saat kebuntingan. Kata kunci: larutan kedelai, perkembangan kelenjar mammae, kebuntingan, mencit

Analisis penggunaan analogi dalam buku kimia SMA / Andry Septiono

 

Kata kunci: Analisis, Analogi, Buku Kimia SMA Dalam mengajarkan konsep kimia yang bersifat abstrak pada siswa, maka konsep tersebut akan lebih mudah dipahami jika dihubungkan atau dibandingkan dengan pengetahuan yang sudah ada dan hal ini dapat ditemukan dalam analogi yang sesuai. Sumber analogi guru sangat bervariasi, diantaranya buku kimia SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengidentifikasikan konsep dalam buku teks kimia SMA yang menggunakan analogi; (2) mengidentifikasikan gambaran analogi dan tipe analogi yang digunakan untuk menjelaskan konsep-konsep dalam buku teks kimia SMA; (3) menganalisis bagaimana buku teks memetakan sifat antara domain analog dan domain target untuk konsep-konsep kimia. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Objek penelitian adalah lima buku kimia yang paling banyak digunakan di wilayah malang, yaitu; buku kimia terbitan Esis; buku kimia terbitan Erlangga; buku kimia terbitan Ganeca Exact; buku kimia terbitan Phibeta; buku kimia terbitan Yudhistira. Buku tersebut telah memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Data yang berupa deskripsi konsep-konsep dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1)konsep dalam buku kimia SMA yang berpotensi menggunakan analogi antara lain: Materi; Teori atom Thomson; Teori Atom Bohr; Tabel periodik; Sifat Periodik; Ikatan kimia; Ikatan kovalen: Ikatan logam; Ikatan ion; Hukum perbandingan tetap; Konsep mol; Pereaksi pembatas; Reaksi eksoterm-endoterm; Perubahan entalpi; Teori tumbukan; Katalis; Kesetimbangan dinamis; Tetapan kesetimbangan; Perhitungan kimia. (2)Tipe analogi yang ditemukan: Analogi bergambar sebanyak 2,6%; Analogi verbal sebanyak 50,0%; Analogi verbal bergambar sebanyak 47,4%; Pengayaan sederhana sebanyak 71,1%; Pengayaan diperkaya sebanyak 13,2%; Pengayaan diperluas sebanyak 15,7%; Target dan analog terhubung secara struktural sebanyak 31,6%; Target dan analog terhubung secara fungsional sebanyak 60,5; Target dan analog terhubung secara struktural struktural-fungsional sebanyak 7,9%. (3) Hasil analisis pemetaan sifat antara analog dan target pada buku Erlangga, Esis, Ganeca, Phibeta, dan Yudhistira diperoleh kesimpulan bahwa terdapat ketidaktepatan analogi pada konsep: unsur, persamaan kimia, partikel senyawa, pereaksi pembatas, tumbukan antar partikel, kesetimbangan dinamis, tetapan kesetimbangan, sistem dan lingkungan, katalis model atom Bohr, ikatan kimia, ikatan kovalen, reaksi katalis.

Pengembangan distro linux dengan konsep diskless network berbasis Fedora Project dan penggabungan aplikasi pendidikan / Fernandez Eko NS.

 

Kata Kunci: Distro, Linux, Fedora, Diskless Network Komputer saat ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran, dengan aplikasi pendidikan di dalamnya. Banyak sekolah yang melakukan pergantian perangkat komputer dengan yang baru. Tetapi dengan menggunakan spesifikasi hardware yang minimum sudah dapat memenuhi kebutuhan dalam pembelajaran. Pada umumnya sekolah di Indonesia masih banyak menggunakan sistem operasi dan software yang illegal. Melihat permasalahan tersebut, maka Linux dapat dijadikan sebagai solusi atas software yang digunakan. Tidak mudah bagi masyarakat awam dan pemula untuk mempelajari sebuah sistem yang baru, maka konsep diskless network adalah sebuah konsep dimana menggunakan komputer dengan spesifikasi minimum untuk memudahkan mempelajari sistem operasi Linux. Dengan menggunakan konsep diskless network maka hanya perlu melakukan instalasi pada komputer server dan client hanya melakukan booting. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model waterfall. Tahap ini dimulai dengan mengumpulkan informasi dependencies software yang dibutuhkan dalam pengembangan sebuah distro Linux seperti Anaconda sebagai bootloader Linux, dan Kickstart, Kedua menspesifikasikan kebutuhan hardware dan sistem serta mendefinisikan arsitektur sistem operasi yang dikembangkan. Ketiga Menyusun daftar aplikasi pendidikan. Mekanisme uji coba sistem menggunakan metode blackbox dengan pengambilan sampel data uji coba lapangan dan perorangan. Pengujian usebilitas dilakukan dengan verifikasi angket tentang sistem yang dikembangkan sedangkan pengujian fungsionalitas sistem dilakukan dengan menghitung waktu booting client dan pemakaian bandwidth pada sisi server menggunakan aplikasi performance copilot. Hasil yang telah dicapai dari ahli media menunjukkan presentase 100 % sehingga dapat dikatakan sistem yang dikembangkan layak digunakan, dari ahli materi menunjukkan presentase 100 % sehingga dapat dikatakan media pembelajaran layak digunakan, dan dari siswa menunjukkan presentase 100 % sistem berjalan dengan lancar, dari uji fungsional dan usebilitas dapat menunjukan bahwa sistem berjalan secara normal dan lancar 100% . Kesimpulan dari penelitian adalah(a) waktu rata-rata boot mengalami kenaikan sampai dengan 80 detik, (b) rata-rata angka bandwidth yang dibutuhkan setiap client adalah 9 MBps, dan (c) Setiap penambahan satu client maka bandwidth bertambah 1 MBps. Hasil uji usebilitas, maka dari beberapa aplikasi pendidikan yang terdapat pada WayangOS dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Sesuai dengan hasil uji coba fungsional sistem operasi, maka dapat diambil kesimpulan fungsional yaitu sistem operasi yang dihasilkan dapat diterapkan di sekolah-sekolah terpencil dengan spesifikasi komputer yang rendah.

Cooperative learning to improve students' fluency in speaking ability among electronic engineering students at State Polytechinc of Malang / by Imam Mudofir

 

Persepsi siswa terhadap pengembangan video tutorial untuk menunjang pembelajaran pada materi jurnal umum dan buku besar perusahaan jasa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS SMAN 1 Tenggarang Kabupaten Bondowoso / Agung Bakti Saputra

 

Kata kunci: persepsi, pengembangan, media video tutorial, jurnal umum dan buku besar, akuntansi SMA. Pengembangan video tutorial memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. Seringkali siswa mengalami kesulitan memahami materi siklus akuntansi, karena siswa harus mengerjakan soal ke dalam tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi. Hal ini yang mendasari pengembang untuk mengembangkan video tutorial untuk menunjang pembelajaran siklus akuntansi jurnal umum dan buku besar. Dengan media ini, siswa dapat melihat langsung cara menyelesaikan soal dengan tahapan penyelesaian dalam bentuk video. Tujuan penelitian adalah (a) Mengetahui proses pengembangan video tutorial untuk menunjang pembelajaran siklus akuntansi jurnal umum dan buku besar (b) Mengetahui persepsi siswa terhadap pengembangan video tutorial untuk menunjang pembelajaran siklus akuntansi jurnal umum dan buku besar. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Deskripsi variabel minat belajar diperoleh melalui angket kemudian data diolah menjadi data distribusi frekuensi untuk variabel minat belajar selanjutnya dapat kita ketahui jumlah dan siswa persentase siswa yang minat belajarnya tergolong sangat baik, baik, kurang baik dan tidak baik. Untuk menguji kelayakan media dilakukan proses validasi oleh ahli media dan ahli materi sebagai penguji ahli. Media yang dihasilkan adalah berupa DVD video tutorial. DVD tersebut menampilkan materi proses pembuatan jurnal umum dan posting ke dalam buku besar akuntansi perusahaan jasa. File video dipisah menurut sub materi agar dapat dipilih video yang hendak dimainkan. Jumlah transaksi terdiri atas 13 item yang dapat mempengaruhi berbagai jenis akun. Berdasarkan hasil analisis angket yang diberikan pada 20 siswa SMAN 1 Tenggarang setelah mereka menyaksikan video tutorial diketahui 70 % siswa memiliki minat yang sangat baik, dan 30 % siswa memiliki minat yang baik setelah mereka menyaksikan video tutorial. Dapat disimpulkan penggunaan media video tutorial untuk menunjang pembelajaran jurnal umum dan buku besar perusahaan jara mata pelajaran akuntansi SMA dapat meningkatkan minat belajar siswa SMAN 1 Tenggarang. Disarankan media video tutorial untuk menunjang pembelajaran jurnal umum dan buku besar perusahaan jara mata pelajaran akuntansi SMA dapat dijadikan sebagai salah satu media dan model pembelajaran akuntansi bagi siswa di sekolah dan untuk belajar mandiri di rumah. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan materi berikutnya serta mengambangkan produk penunjang pembelajaran akuntansi berupa media yang lain.

Uji aktivitas antagonisme berbagai spesies mikroflora tanah terhadap kapang parasit Fusarium SPP hasil isolasi pada rizosfer tanah pertanian kentang untuk pengembangan pembelajaran konsep interaksi mikroorganisme di Sekolah Menengah Daerah Pertanian kenta

 

Implementing process writing approach to improve the ability of grade X students of SMAN 1 Talun in writing narrative text / Ike Sulistyaningsih

 

Kata kunci : pendekatan menulis proses, teks naratif Menulis dipandang sebagai kegiatan pembelajaran yang mempunyai pengaruh yang baik kepada pebelajar bahasa. Menulis merupakan salah satu dari empat ketrampilan – mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis- yang mempunyai peran penting di dalam komunikasi internasional sehari-hari. Berdasarkan pra penelitian yang diadakan di SMAN 1 Talun, peneliti menemukan fakta-fakta sebagai berikut: (1) siswa tidak mengetahui bagaimana memulai untuk menulis; (2) siswa mengalami kesulitan dalam membangun ide untuk kemudian menyusunnya secara logis; (3) siswa mengalami kesulitan dalam menghasilkan satu kesatuan paragraph; (4) siswa mengalami kesulitan dalam menyusun ide secara logis; (5) hasil tulisan siswa mengalami banyak kesalahan tata bahasa; (6) siswa mempunyai motivasi yang rendah dalam menulis kedalam bahasa Inggris. Melalui Pendekatan Menulis Proses, peneliti mencoba untuk meningkatkan ketrampilan dalam menulisteks naratif siswa kelas X SMAN 1 Talun. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas kolaborasi dimana peneliti dan kolaborator sebagai team penelitian bekerja sama merancang rencana pembelajaran, melaksanakan tndakan, mengamati tindakan, dan merefleksikan tindakan. Subyek penelitian meliputi 28 siswa kelas X SMAN 1 Talun. Penelitian ini selenggarakan dalam 2 siklus dengan mengikuti prosedur penelitian tindakan antara lain perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Masing-masing siklus dari penelitian ini terdiri dari dari 4 pertemuan untuk pelaksanaan strategi dan satu pertemuan untuk test akhir menulis. Data penelitian diperoleh melalui tes menulis, ceklis observasi dan catatan lapangan pada akhir siklus dan pelaksanaan pendekatan menulis proses di dalam proses belajar mengajar. Pendekatan menulis proses yang diterapkan pada penelitian ini terdiri dari 6 tahap, yaitu 1) permulaan menulis dalam bentuk melihat film untuk menghasilkan ide dan membuat garis besar dari ide tersebut; 2) membuat draft; 3) merevisi; 4) mengedit; 5) mengumpulkan dan menilai; 6) menerbitkan. Penemuan penelitian mengindikasikan bahwa pendekatan menulis proses telah berhasil dalam meningkatkan nilai menulis siswa dan partisipasi siswa di dalam proses menulis. Peningkatannya dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa pada kegiatan proses menulis dan pada tes akhir menulis, serta pada prosentase partisipasi siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Nilai siswa baik pada proses menulis maupun pada tes menulis akhir meningkat secara signifikan. Nilai siswa pada proses menulis adalah 79.28 pada siklus 1 meningkat menjadi 83.1 pada siklus 2. Sementara rata-rata nilai menulis siswa pada tes akhir menulis adalah 79.28 pada siklus 1 meningkat secara significant menjadi 82.05 pada siklus 2. Prosentase partisipasi siswa meningkat dari 79.82% pada siklus 1 menjadi 84.34% pada siklus 2. Walaupun ada peningkatan pada nilai menulis siswa dan prosentase partisipasi siswa, hal ini tidak berarti bahwa kriteria keberhasilan dapat tercapai pada 2 siklus. Beberapa siswa tidak bisa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Ada 7 dari 28 siswa yang tidak bisa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada siklus 1 dan 5 dari 28 pada siklus 2, walaupun guru telah memberi waktu tambahan untuk mengajarkan tata bahasa. Akhirnya, peneliti and kolaboratornya memutuskan untuk tidak melanjutkan penelitiannya ke siklus 3 dengan asumsi jika penelitian dilanjutkan ke siklus berikutnya, hasilya akan meningkat. Berdasarkan temuan-temuan, ada beberapa saran yang ditujukan kepada guru-guru Bahasa Inggris dan peneliti berikutnya. Saran pertama ditujukan kepada guru-guru Bahasa Inggris. Akan lebih baik bagi mereka untuk menerapkan pendekatan menulis proses untuk mengajar menulis. Karena penelitian telah membuktikan bahwa penerapan pendekatan menulis proses telah berhasil meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas X SMAN 1 Talun. Saran lain untuk guru-guru Bahasa Inggris adalah agar dapat membagi waktu yang tersedia dengan baik agar cukup untuk mengajarkan menulis. Selain itu guru disarankn untuk menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia secara bergantian di dalam menjelaskan dan memberi instruksi. Saran berikutnya ditujukan kepada para peneliti berikutnya. Bagi yang berminat untuk melakukan penelitian yang sama dengan bentuk teks yang sama di sekolah yang berbeda, diharapkan untuk lebih memfokuskan pada aspek tata bahasa.

Pembelajaran berdasarkan tahap berfikir Van Hiele untuk membantu pemahaman konsep bangun segiempat pada siswa kelas VII MTs Negeri Malang 1 / oleh Mulin Nu'man

 

Peningkatan hasil belajar PKn tentang sistem pemerintahan pusat melalui penerapan metode simulasi di kelas IV SDN tanggung 2 Kota Bl;itar / Hendrika Pia Angwarmase

 

Kata Kunci: peningkatan, hasil belajar, pembelajaran PKn, metode simulasi Pembelajaran PKn di SDN Tanggung 2 masih menggunakan metode konvensional. Apa bila ada kesulitan siswa terlihat diam saja dan tidak mempunyai keinginan untuk bertanya dengan gurunya maupun bertukar pendapat dengan temannya. Selain itu media yang digunakan tidak menarik dan sulit dipahami oleh siswa. Akibatnya hasil belajar PKn pada pra tindakan sangat rendah yaitu 25 siswa hanya 1 siswa yang memperoleh nilai 75 atau 4% dari jumlah siswa. Sedangkan yang lainnya yaitu 1 siswa memperoleh nilai 20, 1 siswa memperoleh nilai 30, 6 siswa memperoleh nilai 40, 8 siswa memperoleh nilai 50, dan 8 siswa memperoleh nilai 60. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) bagaimanakah penerapan metode Simulasi dalam pembelajaran PKn di kelas IV SDN Tanggung 2 Kota Blitar? (2) Apakah penerapan metode Simulasi dalam pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar di kelas IV SDN Tanggung 2 Kota Blitar?. Upaya perbaikan untuk pembelajaran selanjutnya dengan menerapkan metode pembelajaran yang bisa meningkatkan hasil belajar siswa yaitu metode Simulasi. Metode ini dipilih karena untuk memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran PKn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga tahap yaitu pra tindakan, siklus I dan siklus II. Masing-masing tahap terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada saat pra tindakan adalah 49,8 kulaifikasi nilai kurang, pada siklus I pertemuan 1 adalah 60,2 kualifikasi nilai cukup, pada siklus I pertemuan 2 adalah 74 kualifikasi nilai cukup, dan pada siklus II adalah 90 kualifikasi nilai sangat baik. Dari hasil belajar tersebut dapat diketahui peningkatan pada pra tindakan ke siklus I pertemuan 1 sebesar 10,4%, dari siklus I pertemuan 1 ke siklus I pertemuan 2 sebesar 13,8%, dan dari siklus I pertemuan 2 ke siklus 2 terjadi peningkatan sebesar 16%. Kesimpulan berdasarkan temuan dari penelitian ini, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran selama pra tindakan, siklus I dan siklus II dengan menerapkan metode Simulasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn, serta dapat meningkatkan aktivitas siswa dan aktivitas guru.

Pengembangan modul pendidikan jasmani dan olahraga dan kesehatan untuk kelas VII semester genap di SMP Negeri 18 Kota Malang / Anita Dili S.

 

Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan salah satu mata pelajaran yang tercantum dalam kurikulum pendidikan. Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan juga harus memiliki buku ajar lain yang menunjang aktivitas belajar. Buku ajar untuk mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diperlukan harus sesuai dengan sarana dan prasarana yang terdapat di sekolah dan sesuai dengan KTSP sekolah tersebut. Modul pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan salah satu sumber belajar yang dapat digunakan baik siswa maupun guru kelas VII di SMP Negeri 18 Malang untuk membantu proses pembelajaran. Modul ini dikembangkan sesuai dengan karakteristik pada SMP Negeri 18 Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan untuk kelas VII semester Genap di SMP Negeri 18 Malang yang diharapkan dapat membantu dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini mengacu pada metode penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall (1983:775). Dari sepuluh langkah yang dikemukakan oleh Borg & Gall, penelitian dan pengembangan ini tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah saja. Hal ini disebabkan karena langkah-langkah yang diambil disesuaikan dengan kebutuhan penelitian dan pengembangan. Adapun 7 langkah yang dipilih oleh peneliti untuk pengembangan buku ajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan adalah sebagai berikut: 1) riset dan pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan dengan angket yang ditujukan kepada 2 orang guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dan 1 orang wakasek kurikulum 2) pengembangan rancangan produk, 3) evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli media dan 2 ahli pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang menghasilkan berupa produk awal, 4) revisi rancangan produk berdasarkan evaluasi para ahli (hasil rancangan produk berupa produk awal) dan uji coba kelompok kecil, 5) revisi hasil uji coba lapangan kelompok kecil, 6) uji coba kelompok besar, 7) revisi hasil uji coba lapangan kelompok besar. Berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok kecil terhadap 7 orang siswa dan uji coba kelompok besar terhadap 35 orang siswa kelas VII SMP Negeri 18 Malang, dapat disimpulkan bahwa 89,85 % siswa menyatakan bahwa modul pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan untuk VII semester genap SMP Negeri 18 Malang sangat jelas dan sangat membantu dalam belajar. Diharapkan modul tersebut menjadi referensi oleh guru pendidikan jasmani dalam memberikan materi pendidikan jasmani.

Pengaruh budaya organisasi dan leader-member exchange terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan SDM dan umum PT PG Krebet Baru Bululawang) / Aulia Nisaa Haula

 

Kata kunci : budaya organisasi, Leader-member Exchange, kepuasan kerja, komitmen organisasi Sumber daya manusia memiliki peran sentral dalam pencapaian tujuan organisasi. Beberapa hal perlu diperhatikan untuk dapat mempertahankan karyawan yang berpotensi untuk bisa merasa betah dan senang bekerja pada perusahaan. Untuk bisa meningkatkan komitmen organisasi karyawan maka budaya organisasi dan leadermember exchange serta kepuasan kerja perlu diperhatikan. Setiap individu yang bekerja membutuhkan budaya organisasi yang kuat dan hubungan atasan bawahan yang mendukung agar perilaku karyawan dapat terarah sehingga tujuan perusahaan dapat cepat tercapai. Dengan tercapainya tujuan perusahaan dan terpenuhinya kebutuhan karyawan, maka kepuasan kerjapun akan mereka dapatkan. Apabila ketiga variable tersebut, yaitu budaya organisasi, Leader-member Exchange, dan kepuasan kerja telah mereka dapatkan, maka akan terciptalah komitmen organisasi dalam diri karyawan. Penelitian ini dilaksanakan di PT PG Krebet Baru Bululawang. Subyek penelitian ini adalah karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru yang berjumlah 61 orang. Dalam pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportional random sampling sehingga menghasilkan jumlah sampel sebanyak 53 orang. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan suatu bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung. Tujuan peneltian ini untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung budaya organisasi dan leader-member exchange terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja pada karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah: (1) Budaya organisasi secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan SDM dan Umum PT Krebet Baru; (2) Leader-member exchange secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru; (3) Kepuasan kerja secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap komitmen organisasi karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru; (4) Budaya organisasi secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap komitmen organisasi karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru; (5) Leader-member exchange secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap komitmen organisasi karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru; (6) Budaya organisasi secara tidak langsung berpengaruh terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja pada karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru; (7) Leader-member exchange secara tidak langsung berpengaruh terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja pada karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru. Sehingga dari hasil penelitian tersebut dapat disarankan bagi perusahaan untuk tetap meningkatkan budaya organisasi, kualitas hubungan antara pemimpin dan bawahan agar kepuasan kerja karyawan dapat ditingkatkan. Jika karyawan merasa puas maka akan tercipta komitmen organisasi dalam diri karyawan tersebut.

Uji daya antagonis beberapa isolat kapang Trichoderma terhadap Fusarium solani penyebab busuk kering pada akar tanaman jeruk (Citrus sp.) secara in-vitro / oleh Khaterine

 

Pengembangan perangkat uji kadar iodium dalam garam dapur berbasis metode fotometri / Laurensius Emilianus Seran

 

Kata Kunci: Fotometer Sederhana, LED, CdS Fotosel Detektor, Garam Beriodium Garam beriodium diperoleh dengan cara menambah KIO3 ke dalam garam konsumsi. Untuk menentukan konsentrasi KIO3 dalam garam konsumsi di awali dengan mereaksikan sampel garam dengan larutan HNO3 dan KI yang didasarkan pada reaksi reduksi oksidasi. Hasil reaksi yang diperoleh berupa larutan berwarna kuning kecoklatan karena menyerap cahaya tampak pada rentang panjang gelombang cahaya biru. Larutan yang diperoleh diukur menggunakan fotometer sederhana. Fotometer sederhana merupakan bentuk fotometer yang dikembangkan dengan menggunakan LED sebagai sumber cahaya dan fotosel CdS sebagai detektor. Cara kerja fotometer sederhana yaitu ketika arus maju diberikan LED akan menyala dan sinar yang berasal dari LED akan menyinari sel sampel. Ketika cahaya mengenai sel sampel, sebagian sinar diserap dan sebagian akan diteruskan. Cahaya yang diteruskan ditangkap oleh detektor kemudian terbaca sebagai hambatan (Ω) pada read out. Tujuan penelitian adalah 1) Menentukan konsentrasi KIO3 dalam garam dapur dengan fotometer sederhana, 2) Mengetahui garam-garam yang beredar di Pasaran, memiliki kandungan iodium (KIO3) yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 30-80 ppm. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dalam kimia analitik yang akan dilakukan dengan menggunakan sarana laboratorium jurusan kimia Universitas Negeri Malang. Tujuan pertama dicapai dengan mengukur hambatan sejumlah larutan standar KIO3, kemudian dimasukan ke dalam persamaan regresi linier. Dari persamaan regresi linier larutan standar, konsentrasi sampel dapat ditentukan dengan memasukan hambatannya sebagai nilai Ω. Tujuan kedua dicapai dengan membandingkan hasil pengukuran konsentrasi KIO3 dalam garam konsumsi dengan kandungan KIO3 berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Berdasarkan pengolahan data hasil pengukuran larutan standar KIO3 menggunakan fotometer sederhana diperoleh persamaan korelasi Ω = 0,050x + 104,236 dengan harga korelasi (r) = 0,997. Harga korelasi (r) mendekati 1 menunjukan bahwa kurva larutan standar yang dihasilkan mendekati linier. Kandungan iodium dalam garam konsumsi dengan merk Refina, Dolina, Dolpin, Garam Meja Beryodium, Garam Gurih, dan Garam meja diukur menggunakan fotometer sederhana berturut-turut adalah 178,56, 150,56, 186,56, 62,56, 30,56, dan 30,56 ppm. Kandungan KIO3 dalam semua sampel garam lebih besar 30 ppm. Hal ini menunjukan bahwa garam-garam tersebut telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pengaruh penerapan pola PBMP (Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan) dengan metode think pair share terhadap kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa berkemampuan tinggi dan rendah pada pembelajaran IPA Biologi kelas VIII SMPN I Tumpang Kabupaten Mal

 

Hubungan antara prerstasi belajar praktik kerja industri (Prakerin) dengan kesiapan kerja siswa (Kompetensi keahlian Jasa Boga kelas XII SMK Negeri 3 Probolinggo) / Warda Sayyidatun Nisa'

 

Kata kunci: Prestasi Belajar Prakerin dan Kesiapan Kerja. Penelitian ini dirancang menggunakan deskriptif korelasional yang dilakukan pada siswa Kompetensi Keahlian Jasa Boga Kelas XII SMKN 3 Probolinggo tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah populasi 65 siswa dan jumlah angket sebanyak 24 butir. Obyek penelitian menggunakan sampel total karena jumlah populasi kurang dari 100 yaitu siswa kelas XII Jasa Boga yang telah melaksanakan praktik kerja industri. Penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi sebagai alat pengumpul data. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi Product Moment. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui prestasi belajar prakerin siswa Kompetensi Keahlian Jasa Boga Kelas XII SMK Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2012/2013, (2) Untuk mengetahui kesiapan kerja siswa Kompetensi Keahlian Jasa Boga Kelas XII SMK Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2012/2013, (3) Untuk mengetahui adakah hubungan antara prestasi belajar prakerin dengan kesiapan kerja siswa Kompetensi Keahlian Jasa Boga Kelas XII SMK Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2012/2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar 70,77% siswa kelas XII Jasa Boga SMKN 3 Probolinggo tahun ajaran 2012/2013 memiliki prestasi belajar prakerin dengan kategori baik dan kesiapan kerja yang tinggi sebesar 69,2%. Terdapat hubungan antara prestasi belajar prakerin siswa dengan kesiapan kerja siswa yang tergolong kuat, signifikan dan positif dengan nilai rhitung = 0,534 dan rtabel (0,05; 65) = 0,244. Saran penelitian antara lain: Bagi peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian sejenis diharapkan mampu menemukan indikator-indikator yang lebih luas dan variatif sehingga dapat menambah hasil-hasil penelitian tentang hubungan prestasi belajar prakerin dengan kesiapan kerja.

Pengaruh pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dengan metode Jigsaw terhadap kemampuan berpikir dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII berkemampuan tinggi dan berkemampuan rendah di SMP Shalahuddin Malang / oleh Sri Rahayu Rohmawati

 

Kompetensi profesional guru SDN Pacitan dalam pembelajaran IPA kelas V dan VI pascasertifikasi / Dwi Ristin Sulistiana

 

Kata Kunci: guru, sertifikasi guru, kompetensi profesional Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru merupakan faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Yamin (2006:1) mengatakan bahwa salah satu penyebab rendahnya kualitas pendidikan Indonesia adalah rendahnya kualitas guru. Salah satu upaya peningkatan kualitas guru adalah diselenggarakannya sertifikasi guru. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah kompetensi profesional. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pacitan kelas V dan VI mata pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Bagaimanakah kompetensi profesional guru IPA SDN Pacitan Kelas V dan VI 2) Upaya-upaya apa saja yang dilakukan guru IPA SDN Pacitan dalam mengembangkan kompetensi profesionalnya pasca lulus ujian sertifikasi guru. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah guru kelas V dan VI SDN Pacitan yang telah lulus sertifikasi guru. Teknik penelitian yang digunakan adalah wawancara, obseravasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran sudah baik 2) Penguasaan terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran 3) Kemampuan mengembangkan materi pelajaran secara kreatif sudah baik, guru SDN Pacitan memberikan penghargaan kepada siswa dengan menggunakan media hasil karya siswa 4) kemampuan mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan tindakan reflektif sudah baik 5) Guru telah memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri hal tersebut dikarenakan kesadaran guru untuk selalu mengikuti perkembangan zaman 6) upaya intrinsik yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru SDN Pacitan adalah dengan mengikuti pelatihan, kursus, KKG, kesadaran terhadap perkembangan zaman, sedangkan upaya ekstrinsik dalam meningkatkan kompetensi guru adalah dengan diadakannya KKG Internal oleh pihak sekolah

Academic Life Skill dan hasil belajar kognitif siswa berkemampuan tinggi dan rendah pada mata pelajaran IPA Biologi yang menggunakan pola PBMP (Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan) dengan strategi Jigsaw pada kelas VII SMPN I Bululawang Kabupaten Mal

 

Mendokumentasikan upacara Odalan masyarakat Hindu Dharma dusun Djunggo Kota Batu / Adi Kusumajaya

 

Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan yang memiliki banyak ragam kebudayaan, suku, ras dan agama yang memberikan daya tarik tersendiri untuk diketahui. Salah satu diantaranya ialah upacara adat istiadat masyarakat Hindu Dharma dusun Djunggo kota Batu Jawa Timur. Masyarakat di dusun Djunggo yang berjumlah sekitar kurang lebih 80 kepala keluarga ini yang beragama Hindu merupakan masyarakat yang memegang teguh adat istiadatnya yang didalamnya termasuk juga kehidupan sosial baik antar sesama umat Hindu ataupun dengan umat dari agama lain, ajaran-ajaran agamanya, dan juga tentang tata cara keagamaan Hindu itu sendiri baik tata cara upacaranya ataupun hari-hari besarya. Dengan adanya perancangan film dokumenter ini diharapkan menciptakan suatu rancangan film dokumenter dan rancangan desain tentang upacara Odalan masyarakat Hindu Dharma dusun Djunggo kota Batu lewat pendekatan audio visual yang menarik dan komunikatif. Perancangan ini dilakukan dengan pengambilan gambar di susun Djunggo kota Batu , tanggal 18 Juni 2008 pada saat upacara Odalan berlangsung. Pada perancangan film dokumenter ini digunakan model prosedural, yaitu model yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan satu bentuk film dokumenter yang lebih natural dan lebih obyektif Hasil perancangan ini menghasilkan sebuah produk film dokumenter tentang upacara Odalan dari dusun Djunggo kota Batu. Film ini dibuat dengan durasi 20 menit yang disajikan dalam dua format yaitu DVD (Digital Video Disc) dan VCD (Video Compact Disc) dan menghasilkan media pendukung film dokumenter ini yang berguna untuk sarana komunikasi dan memperkenalkan upacara Odalan sebagai wacana menambah pengetahuan kebudayaan bagi masyarakat. Berdasarkan hasil perancangan film dokumenter upacara Odalan ini dapat dijadikan bahan kajian perancangan film dokumenter berikutnya dan sebagai penyempurnaan pada perancangan di masa datang. Demikian kajian dan saran terhadap produk maupun pengembangan lebih lanjut dari film dokumenter tentang upacara adat Odalan yang diproduksi tahun 2008 ini.

Peran komite sekolah dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah di SMPN 1 Prambon Nganjuk : studi kasus sebagai sekolah standar nasional / oleh Nila Riananingsih

 

Implementing jigsaw technique to improve the writing ability of the eighth graders of MTs Satu Atap Umbuldamar Blitar / Moh. Fahrudin

 

ABSTRACT. The research was aimed to improve the skill of writing recount texts of the eighth graders of MTs Satu Atap Umbuldamar through Jigsaw technique. It involved three major stages of teaching and learning English, i.e., pre, whilst, and post activities. These activities were expected to help students organize their ideas better in their paragraphs. The study was classroom action research referring to the model proposed by Kemmis and McTagGart (Koshy, 2005). It was intended to give students the most appropriate strategy used to improve their writing skill. The researcher employed four steps in each learning cycle, namely, planning an action, implementing the plan, observing the action, and reflecting on the results. To decide whether the implementation was successful or not, the researcher mapped the results of data analysis onto the criteria of success, that is, the degree of students’ involvement during the lesson (including the motivation), the results of students’ writing drafts, and the average score of the writing products. Jigsaw can be useful as a technique to make recount texts since Jigsaw help to recall the stories of life. Jigsaw improved students’ ability in writing recount texts. Most of the students were active in joining the process of writing. Besides, they showed positive responses toward the using of Jigsaw technique. For other researcher, it is suggested to conduct action research in different level of graders, different skills, and different types of genre. Key words: writing recount text, Jigsaw technique, MTs Satu Atap Umbuldamar

Pengukuran kalor jenis zat padat / Lefia Tiven

 

Kata kunci : Kalor, Kalor Jenis, Zat padat. Kalor adalah energi yang berpindah apabila benda yang suhunya lebih tinggi bersentuhan dengan benda yang suhunya lebih rendah. Pengukuran kalor dilakukan untuk menentukan kalor jenis suatu zat. Salah satu cara yang digunakan ialah cara mencampurkan dua zat yang suhunya berbeda sehinggga terjadi pertukaran kalor di antara kedua zat itu sampai kedua suhu zat sama. Tugas akhir ini menentukan kalor jenis zat padat (tembaga). Diperoleh hasil 0,0993 .

Pengukuran fisis metode geoelektrik resistivity untuk mendeteksi batuan hematit dengan resistivitymeter samres2

 

Kata kunci: Pengukuran, Geoelektrik, Resistivity, Hematit, SamRes2. Kebutuhan masyarakat terhadap persediaan material besi dan turunannya menyebabkan pentingnya eksplorasi serta pengembangan metode-metode yang lebih efektif dalam eksplorasi tambang bijih besi di lapangan. Seiring dengan hal itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknik instrumentasi geofisika dewasa ini, telah memberikan wacana baru dalam pengembangan model dan aplikasi geoelektrik di bidang pertambangan. Indonesia sebagai negara yang kaya akan potensi sumber daya alam khususnya mineral bijih besi, tergolong sebagai negara berkembang dengan kebutuhan besi yang cukup tinggi sebagai bahan utama dalam pembangunan infrastrukturnya. Salah satu batuan yang mengandung mineral besi yang dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam produksi besi adalah batu hematit. Hematit atau bijih besi merah adalah salah satu jenis batuan beku yang memiliki kandungan unsur besi (Fe) cukup tinggi. Kadar besi (Fe) dalam batu hematit dapat mencapai 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi metode geoelektrik dalam mendeteksi batuan hematit di dalam tanah, dengan mengidentifikasi pola distribusi resistivitas akibat adanya batu hematit dalam tanah. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akurasi resistivitymeter SamRes2. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Data primer dalam penelitian meliputi harga beda potensial, kuat arus, dan jarak antar elektrode resistivitymeter. Data tersebut kemudian diolah menggunakan Software Res2dinV untuk mengetahui komposisi material bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitasnya. Pengumpulan data diawali dengan melakukan survey tempat penelitian, analisis XRF kandungan unsur sampel, pengukuran resistivitas sampel menggunakan metode empat probe, serta penghitungan nilai resistivitas material penyusun tanah di area penelitian. Peralatan utama dalam penelitian ini adalah sumber tegangan DC dan resistivitymeter SamRes2. Metode pengukuran yang digunakan adalah metode sounding-mapping dengan konfigurasi Schlumberger. Volume batu hematit yang dijadikan sampel penelitian adalah 60 dm3 dan ditanam pada kedalaman 120 cm, dengan jarak permukaan atas sampel dari permukaan tanah 80 cm. Berdasarkan hasil interpretasi software Res2dinV ver 3.54x diketahui pola anomali yang disebabkan oleh batuan hematit dalam tanah. Kedalaman permukaan atas batu hematit hasil interpretasi data dari permukaan tanah adalah 72 cm. Dengan membandingkan kedalaman hasil interpretasi Res2dinV dan kedalaman sebenarnya didapatkan nilai akurasi pengukuran alat resistivitymeter SamRes2 sebesar 90%.

Hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dan kepuasan kerja guru dengan profesionalisme guru : studi korelasional di SMP Negeri Kecamatan Meureudu Kab. Pidie Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam / oleh Ahlul Fikri

 

Pelaksanaan pendidikan jarak jauh di Universitas Terbuka UPBJJ Malang / oleh Aris Widodo

 

Pengaruh pembelajaran reciprocal teaching dipadukan think pair share terhadap peningkatan kemampuan metakognitif dan hasil belajar biologi siswa SMA berkemampuan akademik berbeda di Kabupateh Sidoarjo / Nur Efendi

 

Kata Kunci: Reciprocal Teaching Dipadukan Think Pair Share, kemampuan metakognitif, hasil belajar biologi siswa. Pada era globalisasi dengan ciri-ciri: dunia tanpa batas, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kesadaran terhadap hak dan kewajiban asasi manusia, kerjasama dan kompetisi antar bangsa menuntut setiap manusia pada suatu bangsa untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu indikator menghadapi era pasar bebas dalam pendidikan adalah melalui perbaikan aspek pembelajaran. Dalam pembelajaran biologi (sains) diperlukan paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) daripada pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered). Pembelajaran yang menerapkan pada pemusatan guru sebetulnya baik, namun bersifat hanya sekedar memindahkan informasi dari guru kepada siswa, tanpa melibatkan siswa dalam proses untuk mendapatkan informasi tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah menerapkan strategi pembelajaran Reciprocal Teaching (RT), Think Pair Share (TPS), dan Reciprocal Teaching Dipadukan Think Pair Share (RT+TPS) dalam meningkatkan kemampuan metakognitif dan hasil belajar biologi siswa berkemampuan akademik atas dan bawah di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pre-post test non-equivalent control group design dengan pola faktorial 4x2. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 240 siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik ANACOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD pada taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis data secara inferensial memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh strategi pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap kemampuan metakognitif siswa. Rata-rata skor nilai kemampuan metakognitif siswa pada strategi pembelajaran Reciprocal Teaching dipadukan Think Pair Share (RT+TPS) memiliki nilai paling tinggi dengan nilai 77,73 tidak berbeda nyata dan lebih tinggi 1,65% dari Think Pair Share (TPS) dengan nilai 76,44, tetapi berbeda nyata 2,92% dari Reciprocal Teaching (RT) dengan nilai 75,45, dan 4,33% dari konvensional dengan nilai 74,36. Rata-rata skor nilai kemampuan metakognitif siswa berkemampuan akademik atas adalah 76,53 berbeda nyata dan lebih tinggi 1,39% dari siswa akademik bawah 75,46. Rata-rata skor nilai kemampuan metakognitif siswa kelompok strategi pembelajaran RT+TPS akademik atas dengan nilai 78,93 tidak berbeda nyata dan lebih tinggi 1,42% dari TPS akademik atas dengan nilai 77,82, tetapi berbeda nyata dan lebih tinggi 4,86% dari RT akademik atas dengan nilai 75,10, 5,91% dari konvensional akademik atas dengan nilai 74,27. Rata-rata terkoreksi nilai kemampuan metakognitif siswa kelompok strategi pembelajaran RT+TPS akademik atas berbeda nyata dan lebih tinggi 3,05% dari RT+TPS akademik bawah dengan nilai 76,53. Untuk variabel hasil belajar biologi siswa, analisis hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh strategi pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap hasil belajar siswa. Rata-rata nilai hasil belajar siswa yang paling tinggi pada kelompok strategi pembelajaran Reciprocal Teaching dipadukan Think Pair Share (RT+TPS) dengan nilai 84,23 berbeda nyata dan lebih tinggi 2,72% dari Think Pair Share (TPS) dengan nilai 81,94, 3,25% dari Reciprocal Teaching (RT) dengan nilai 81,49, dan 6,41% dari konvensional dengan nilai 78,84. Rata-rata skor nilai hasil belajar siswa kelompok siswa akademik atas adalah 82,51 berbeda nyata dan lebih tinggi 2,14% dari siswa akademik bawah 80,74. Rata-rata skor nilai hasil belajar siswa kelompok strategi pembelajaran RT+TPS akademik atas dengan nilai 86,40 berbeda nyata dan lebih tinggi 3,25% dari TPS akademik atas dengan nilai 83,59, 6,18% dari RT akademik atas dengan nilai 81,06, dan 8,56% dari konvensional akademik atas dengan nilai 79,00. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa rata-rata skor nilai hasil belajar siswa kelompok strategi pembelajaran RT+TPS akademik atas berbeda nyata dan lebih tinggi 5,01% dari RT+TPS akademik bawah dengan nilai 82,07. Penerapan strategi pembelajaran RT+TPS memiliki hasil yang lebih baik dalam meningkatkan kemampuan metakognitif dan hasil belajar biologi siswa, jika dibandingkan dengan strategi RT, TPS, maupun Konvensional pada siswa berkemampuan akademik atas maupun siswa berkemampuan akademik bawah, sehingga dapat digunakan secara luas dalam pembelajaran biologi dan salah satu alternatif pilihan dalam mengelola pembelajaran di dalam kelas, dasar pengambilan kebijakan bagi stake holders, dan penelitian awal untuk referensi penelitian selanjutnya.

Penerapan metode story telling with pictures pada keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas X IBB SMA Negeri 9 Malang / Annisa Noverika

 

ABSTRAK Noverika, Annisa. 2016. Penerapan Metode Story Telling with Pictures pada Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Siswa Kelas X IBB SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Rosydah, M.Pd Kata Kunci: metode, story telling with pictures, kemampuan berbicara, bahasa Jerman Kemampuan berbicara merupakan kemampuan yang penting untuk dikuasai siswa ketika mempelajari bahasa Jerman. Dalam upaya membuat siswa lebih aktif untuk berbicara, guru sebaiknya menggunakan metode pembelajaran yang dapat memotivasi dan membantu siswa untuk menguasai kemampuan berbicara bahasa Jerman. Story telling with pictures adalah salah satu metode pembelajaran bahasa asing yang dapat digunakan oleh guru untuk melatih kemampuan berbicara siswa kelas X. Hal ini didukung oleh gambar ilustrasi berwarna yang dapat membuat siswa termotivasi untuk berbicara banyak hal dalam bahasa Jerman dan merasa tidak bosan ketika sedang belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran story telling with pictures untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas X IBB SMAN 9 Malang dan mengetahui kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran story telling with pictures. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah proses pembelajaran yang menerapkan metode story telling with pictures, sedangkan sumber datanya adalah siswa kelas X IBB SMAN 9 Malang. Hasil dari penelitian penerapan metode story telling with pictures pada keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas X IBB SMAN 9 Malang menunjukkan bahwa metode story telling with pictures merupakan metode yang menarik dan tidak membosankan serta dapat memotivasi siswa untuk berbicara dalam bahasa Jerman. Selain itu, kondisi kelas menjadi lebih kondusif.

Penjamin mutu pembelajaran pada rintisan Sekolah Menengah Atas bertaraf internasional (Studi multisitus di SMA Negeri 3 Malang dan SMA Negeri 5 Malang ) / Hariyanto

 

Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd., (II) Prof. Dr. Hj.Nurul Ulfatin, M.Pd. Kata kunci: penjaminan mutu, pembelajaran, rintisan sekolah menengah atas bertaraf internasional. Penjaminan mutu pendidikan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan dan Standar Sekolah Bertaraf Internasional dilakukan oleh satuan pendidikan secara bertahap, sistematis dan terencana. Setiap tahapan yang paling penting adalah pemenuhan standar proses. Di dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi penjaminan mutu pembelajaran pada rintisan SMA bertaraf internasional (RSMABI), karena penyelenggaraan RSMABI berfokus pada peningkatan mutu yang berkelanjutan. Fokus yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) penyusunan standar mutu pembelajaran, (2) pelaksanaan pemetaan kurikulum nasional dan kurikulum internasional (Cambridge), (3) pengadaan dan peningkatan sarana prasarana, (4) pelaksanaan peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan (5) pelaksanaan pengawasan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan multisitus pada latar SMAN 3 Malang dan SMAN 5 Malang sebagai rintisan SMA bertaraf internasional. Rancangan penelitian multisitus dengan metode analisis komparatif konstan dan analisa induktif untuk menemukan makna dari fenomena pada latar penelitian. Penentuan informan dilakukan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, internal sampling, time sampling, dan teknik bola salju (snowball sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara mendalam, (2) observasi partisipan, dan (3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara berulang yang di dalamnya melibatkan kegiatan reduksi data, sajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan baik melalui analisis dalam situs maupun analisis lintas situs guna menyusun konsep temuan lapangan. Kredibelitas data dicek dengan triangulasi sumber dan metode, member chek, diskusi teman sejawat,dan kecukupan referensi. Sedangkan dependabilitas dan konfirmabilitas diperoleh melalui pengauditan oleh dosen pembimbing. Temuan penelitian ini adalah: pertama, penyusunan standar mutu disusun oleh tim khusus atau guru matapelajaran dan disahkan oleh kepala sekolah. Evaluasi standar mutu dilakukan secara periodik dan sebagai panduan untuk merevisi dan memperbaiki ulang standar mutu di masa selanjutnya. Kedua, perencanaan dan mekanisme pemetaan kurikulum dilakukan oleh guru matapelajaran melalui empat tahap, yaitu (1) inventarisasi core topic kurikulum nasional dan kurikulum internasional, (2) melakukan adopsi terhadap topik yang ada di kurikulum internasional tetapi tidak ada di kurikulum nasional, (3) melakukan adaptasi terhadap materi yang dibahas baik di kurikulum nasional maupun internasional, dan (4) menyusun silabus. Evaluasi pemetaan kurikulum dilaksanakan secara periodik. Kendala-kendala dalam pelaksanaan pemetaan kurikulum adalah kemampuan bahasa dan substansi materi atau konten yang dimiliki oleh tenaga pendidik oleh guru matapelajaran. Ketiga, pelaksanaan peningkatan kualitas sumberdaya manusia dilakukan oleh tim khusus atau unit penjaminan mutu melalui analisis kebutuhan. Bentuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia adalah pelatihan-pelatihan, workshop dan juga studi lanjut pada guru dan karyawan. Evaluasi terhadap pelaksanaan peningkatan kualitas sumberdaya manusia dilakukan secara periodik. Keempat, pelaksanaan pengadaan dan peningkatan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran dilakukan oleh tim khusus atau wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana melalui analisis kebutuhan. Evaluasi terhadap pelaksanaan pengadaan dan peningkatan sarana dan prasarana dilakukan secara periodik. Kelima, pelaksanaan pengawasan pembelajaran dilakukan dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas satuan pendidikan. Tindak lanjut dari supervisi adalah memberikan masukan secara langsung kepada guru dan selanjutnya digunakan sebagai dasar program peningkatan kualitas sumberdaya manusia sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disampaikan saran kepada SMAN 3 dan SMAN 5 Malang dan penyelenggara program RSMABI lainnya bahwa dalam penjaminan mutu pembelajaran perlu disusun standar mutu pembelajaran, pemetaan kurikulum nasional dan internasional berdasarkan potensi peserta didik, analisis kondisi internal dan lingkungan satuan pendidikan; peningkatan kualitas sumberdaya manusia, pengadaan dan peningkatan sarana prasarana berdasarkan analisis kebutuhan; dan pengawasan pembelajaran yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dan pengawas satuan pendidikan. Semua proses penjaminan mutu tersebut dievaluasi secara periodik untuk perbaikan di tahun berikutnya. Saran untuk Dinas Pendidikan dan Direktorat Pembinaan SMA adalah berkontribusi lebih banyak terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan sarana prasarana pembelajaran, menggali proses penjaminan mutu pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh RSMABI di lapangan sebagai pertimbangan dalam penyempurnaan regulasi pendidikan khususnya penjaminan mutu pembelajaran pada RSMABI yang dibuat oleh Kemendiknas. Saran untuk pengembang teori manajemen pendidikan dan peneliti selanjutnya adalah temuan-temuan penelitian ini dapat memperkaya pengembangan terori manajemen pendidikan pada sekolah-sekolah bertaraf internasional atau yang memiliki karakteristik yang sama dengan latar penelitian, dan sebagai rujukan untuk penelitian selanjutnya.

Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif pada materi alkana, alkena, dan alkuna untuk SMA/MA kelas XI / Sella Ayu Rahmawati

 

Rahmawati, Sella Ayu. 2014. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Pada Materi Alkana, Alkena, dan Alkuna untuk SMA/MA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, M.Si, (II) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd. Kata kunci: multimedia, four-D model, alkana, alkena, dan alkuna Ilmu kimia mencakup fakta, konsep, dan fenomena, sehingga sering kita jumpai bahwa siswa menganggap kimia adalah pelajaran yang sulit dan susah untuk dipelajari. Saat ini sudah banyak bahan ajar yang tersedia untuk membantu proses belajar, tetapi materi yang terdapat dalam bahan ajar belum sepenuhnya menggambarkan konsep makroskopis dan mikroskopis. sedangkan ilmu kimia sendiri mencakup tiga aspek yaitu makroskopis, mikroskopis, dan simbolik. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibutuhkan multimedia pembelajaran. Salah satu materi kimia yang mempunyai konsep abstrak adalah alkana, alkena, dan alkuna, sehingga diharapkan materi alkana, alkena dan alkuna yang disajikan dalam bentuk multimedia pembelajaran dapat memudahkan peserta didik dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif pada materi alkana, alkena, dan alkuna serta mengetahui tingkat kelayakan multimedia yang dihasilkan.     Metode pengembangan dalam penelitian ini adalah model Four-D yang meliputi tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Untuk menguji tingkat kelayakan produk yang dikembangkan maka dilakukan validasi media dan uji coba kelompok kecil. Validasi yang dilakukan adalah validasi tampilan media yang dilakukan oleh satu dosen jurusan Kimia FMIPA, dan validasi isi materi yang dilakukan oleh satu dosen jurusan Kimia FMIPA, satu guru SMAN 9 Malang dan satu guru SMAN 10 Malang. Pelaksanaan uji coba kelompok kecil melibatkan 10 siswa SMA kelas XII-IPA di SMA Negeri 10 Malang. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan data kualitatif melalui instrumen angket.     Multimedia pembelajaran yang dikembangkan memiliki beberapa kelebihan seperti, (1) multimedia ini bersifat non-linear sehingga peserta didik dapat memilih, mempelajari, dan mengulang materi sesuai dengan kecepatan berpikirnya, (2) multimedia ini dilengkapi dengan video, gambar, teks, dan animasi yang mendukung penjelasan materi, (3) multimedia ini dilengkapi dengan soal-soal yang bersifat interaktif, dan untuk setiap soal latihan dilengkapi dengan feed back atau umpan balik, (4) multimedia ini juga dilengkapi dengan soal evaluasi akhir pada setiap subbab materi sebagai tolak ukur hasil belajar peserta didik dalam memahami materi ini. Hasil rata-rata validasi tampilan sebesar 75,43%, dan untuk validasi isi materi sebesar 88,43%, serta validasi uji coba kelompok kecil sebesar 79,27%. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba kelompok kecil menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan sebagai salah satu media pembelajaran kimia.

Pengembangan bahan ajar biologi berbasis kontekstual untuk SMA kelas X semester I Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) / Ifa Mawaddah

 

Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, pendekatan kontekstual, program RSBI Biologi merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di SMA berdasarkan Standar Isi Tahun 2006. SMA Negeri 2 Lumajang termasuk salah satu RSBI di Jawa Timur yang menerapkan KTSP sebagai kurikulum minimal dan kurikulum pengayaan diadopsi atau diadaptasi dari kurikulum Cambridge (Inggris). Dalam penyelenggaraan pendidikan, mengalami beberapa kesulitan dalam menerapkan karakteristik implementasi RSBI. Salah satunya mengenai penggunaan buku ajar biologi yang belum disusun sesuai kurikulum yang diterapkan. Umumnya peserta didik masih menggunakan buku dari penerbit yang materinya disusun hanya berdasarkan KTSP, padahal seharusnya materi yang dipelajari juga termasuk adopsi/adaptasi dari negara anggota OECD atau negara maju lainnya. Oleh karena itu penulis mengembangkan bahan ajar Biologi dengan menggunakan pendekatan kontekstual untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran biologi. Pengembangan model Kemp dipakai sebagai acuan dalam mengembangkan bahan ajar. Model pengembangan ini terdiri dari sepuluh langkah, namun dalam pengembangan bahan ajar penulis memodifikasi dari sepuluh langkah tersebut yang meliputi: (1) menetapkan mata pelajaran, (2) mengidentifikasi kurikulum mata pelajaran, (3) mengidentifikasi Kompetensi Dasar, (4) merumuskan indikator (5) mengembangkan serta memilih materi pembelajaran, (6) penilaian atau validasi bahan ajar, dan (7) revisi bahan ajar dan produk akhir. Produk bahan ajar diuji validitasnya melalui beberapa tahap, yakni: (1) review oleh ahli isi/mata pelajaran, (2) review oleh ahli bahan ajar, (3) review oleh ahli bahasa, (4) uji coba perorangan, (5) uji coba kelompok kecil dan (6) uji coba lapangan. Subyek uji coba dari bahan ajar terdiri dari dosen, guru dan siswa. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa tanggapan dan saran perbaikan dari dosen, guru dan siswa. Data kuantitatif berupa hasil penilaian subjek uji coba terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan yang diperoleh dari jawaban angket yang berisi standar penilaian buku teks pelajaran dari BNSP, penilaian uji perorangan dan penilaian uji kelompok kecil serta data dari hasil pretes dan postes dalam uji lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis statistik deskriptif. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa bahan ajar hasil pengembangan berada pada kualifikasi baik dengan rincian: ahli isi/mata pelajaran pertama didapatkan hasil 76,00% dan ahli isi/mata pelajaran kedua mencapai 88,87% yang keduanya berada pada kualifikasi baik dan sangat baik. Ahli bahan ajar didapatkan persentase tingkat pencapaian buku ajar 80,77% menunjukkan pada kategori baik dan ahli bahasa mencapai 85,03% juga berada pada kualifikasi baik. Penilaian ujicoba perorangan dilakukan oleh dua subjek ujicoba yaitu guru, didapatkan pencapaian rata-rata 88,00% yang berada pada kualifikasi sangat baik. Penilaian ujicoba kelompok kecil dilakukan oleh enam subjek ujicoba, didapatkan tingkat pencapaian rata-rata 84,00% yang menunjukkan kategori baik. Subjek ujicoba lapangan berjumlah 33 orang, didapatkan rerata hasil penilaian mencapai 90,18% yang berada pada kualifikasi sangat baik. Didukung dari nilai pretest dan posttest pada ujicoba lapangan selanjutnya dianalisis menggunakan indeks gain yaitu mencapai 0,6. Tingkat pencapaian 0,6 setelah dikonversikan dengan indeks gain termasuk dalam kategori sedang, ini menunjukkan bahwa bahan ajar hasil pengembangan efektif digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Fungsi sirkular dan trigonometri
oleh Ulfa Rosida

 

Cara memberikan contoh mengajukan soal dalam pembelajaran teori graph melalui pendekatan problem posing pada mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang angkatan 2003 / oleh Dewi Asmarani

 

Penerapan menggambar bebas dengan tarikan benang dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak TK-SDN satu atap Sumbersari 1 Malang / Dian Sulistiana

 

Kata Kunci: Menggambar bebas, Tarikan benang, Motorik halus, TK. . Menggambar adalah kegiatan mengungkapkan ide atau angan-angan, perasaan, pengalaman yang dilihatnya dengan menggunakan peralatan menggambar tertentu. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada anak kelompok B kemampuan motorik halus anak masih rendah dalam hal menggambar bebas masih mencapai 48% dari kemampuan yang diharapkan. Anak kurang berminat dalam menggambar bebas karena penggunaan bahan-bahan yang konvensional sedangkan penggunaan bahan-bahan yang lain masih kurang terutama dengan cat air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka peneliti memilih pembelajaran menggambar bebas dengan tarikan benang dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak . Berdasarkan Latar Belakang dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut: 1).Bagaimana penerapan Menggambar Bebas dengan Tarikan Benang untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B 2).Apakah ada peningkatan kemampuan motorik halus anak kelompok B TK-SDN Satu Atap Sumbersari I Malang melalui Menggambar Bebas dengan Tarikan Benang. Penelitian ini dilakukan bulan Nopember 2012 di TK-SDN Satu Atap Sumbersari I Malang dengan subyek penelitian sebanyak 16 peserta didik. Metode yang digunakan yaitu PTK dengan menggunakan dua siklus. Pada setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan hasil karya. Penerapan menggambar bebas ini dilakukan dengan membagi anak menjadi kelompok yang terdiri 5 anak setiap kelompok dan pelaksanaan dengan kegiatan menggambar dengan benang pada bidang gambar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa menggambar bebas dengan tarikan benang didapatkan persentase peningkatan skor anak pada siklus I peningkatan mencapai 8% dan diperoleh skor rata-rata penilaian anak sebesar 61%. Pada siklus II peningkatan mencapai 20% dengan skor rata-rata 81%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menggambar dengan tarikan benang mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan peningkatan skor dan nilai yang diperoleh anak. Disarankan pada peneliti lanjutan untuk memperhatikan langkah-langkah pembelajaran dikarenakan pada proses penarikan benang banyak anak yang kurang mampu dan kuat dalam menarik sehingga goresan benang kurang terlihat.

Pengembangan media pembelajaran game edukasi pada mata pelajaran ekonomi kels X IIS SMA Laboratorium UM / Nia Ayu Sriwahyuni

 

ABSTRAK Sriwahyuni, Nia Ayu. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Game Edukasi Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IIS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skrpsi, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan , Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Mardono, M.Si (2) Ro’ufah Inayati, S.Pd., M.Pd Kata kunci : Media Pembelajaran Ekonomi, Game Edukasi, Economics Quiz Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan perilaku dan aktivitas manusia kini banyak tergantung kepada teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan teknologi pada proses belajar mengajar, terutama teknologi multimedia komputer. Dalam dunia pendidikan, berbagai media pembelajaran berbasis multimedia ini mulai dikembangkan, untuk membantu terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan menarik. Salah satu bentuk media pembelajaran berbasis multimedia adalah game edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Ekonomi berbentuk game edukasi Economics Quiz bagi siswa kelas X IIS SMA Laboratorium UM. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan game edukasi Economics Quiz berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media dan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang diadaptasi dan dimodifikasi dari model pengembangan Borg & Gall (1983). Tahapannya meliputi: (1) Analisis Kebutuhan, (2) Perencanaan Media, (3) Pengembangan Produk, (4) Uji Coba Kelompok Kecil, (5) Revisi Produk Awal (6)Uji Coba Lapangan, (7) Revisi Produk Akhir Pada tahap uji validitas dilakukan validasi materi oleh dua orang ahli materi (dosen dan guru) dan validasi media oleh satu orang ahli media (dosen). Game edukasi ini diuji cobakan kepada siswa dalam dua tahap yaitu tahap uji coba kelompok kecil (15 siswa) dan tahap uji coba lapangan (30 siswa). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Setelah data uji coba berhasil didapatkan, maka dilakukan pengolahan data. Pengolahan data hasil uji coba dianalisis menggunakan rumus persentase. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, didapatkan presentase hasil uji coba oleh ahli media sebesar 96%, ahli materi sebesar 70,625%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 84,39% dan hasil uji coba lapangan sebesar 86,62%. Menurut pedoman kriteria tingkat kelayakan media, maka media pembelajaran game edukasi ini sudah valid. Uji Keefektifan media 86,67% siswa yang menggunakan media pembelajaran mampu mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis game edukasi ini layak dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran.

Peningkatan pembelajaran IPA melalui model problem solving pada siswa kelas IV MI Miftahul Ulum Gondangrejo Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan / Abid Ardiansyah

 

Kata Kunci : Problem Solving, Pembelajaran, IPA, SD Pelaksanaan kegiatan pembelajaran IPA yang bersifat teacher centered menyebabkan aktivitas dan hasil belajar siswa rendah. Prosentase ketuntasan hasil belajar klasikal pra tindakan 42,85% dengan nilai rata-rata hasil belajar kelas 65,95. Untuk menyelesaikan rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa, peniliti memberikan solusi dengan menerapkan model pembelajaran Problem solving. Melalui penerapan model pembelajaran Problem solving, siswa akan aktif melakukan percobaan untuk memecahkan masalah sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa dalam memecahkan masalah meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Penerapan model pembelajaran problem solving pada pembelajaran IPA materi pokok perubahan lingkungan fisik dan pencegahnya di kelas IV MI Miftahul Ulum Gondangrejo Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan; (2) Peningkatan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran problem solving pada pembelajaran IPA, serta (3) Peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran problem solving pada pembelajaran. Penelitian ini termasuk penilitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif interaktif yang dilakukan secara bersiklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan dan pengamatan, refleksi, dan perbaikan rencana. Tehknik pengumpulan data yang digunakan antara lain tehknik observasi, wawancara, dokumentasi, tes dan catatan di lapangan. Subyek penilitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 3 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Hasil penilitian ini yaitu penerapan model pembelajaran problem solving dapat merubah kegiatan pembelajaran yang bersifat teacher centered menjadi student centered dan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Prosentase ketuntasan hail belajar klasikal siklus-1 yaitu 71% dengan nilai rata-rata 65,53. Prosentase ketuntasan hail belajar klasikal siklus-2 yaitu 100% dengan nilai rata-rata 85,92. Berdasarkan kesimpulan diatas maka agar siswa memiliki daya nalar yang tinggi dan mampu memecahkan masalah maka guru sebaiknya menerapkan model pembelajaran Problem solving, khususnya pada pembelajaran materi perubahan lingkungan dan pencegahnya.

Pengembangan media pembelajaran kimia pada materi reaksi kimia untuk siswa SMP kelas VII / Bagus Adi Hermawan

 

Kata kunci: media pembelajaran, komputer, reaksi kimia Mata pelajaran kimia menurut kurikulum tingkat satuan pendidikan, mulai diberikan pada tingkat SMP. Materi yang dipelajari dalam ilmu kimia ada yang bersifat abstrak terutama reaksi kimia karena dalam pembelajaran reaksi kimia yang perlu diperhatikan tidak hanya dipandang dari segi makroskopisnya saja, melainkan juga dibutuhkan pendekatan secara mikroskopis agar siswa mampu mengenali gejala alam lebih dalam. Menurut Piaget siswa SMP berada pada tahap transisi dari fase konkrit ke fase operasi formal, maka diharapkan sudah mulai dilatih untuk berpikir abstrak dan mengenal IPA secara menyeluruh. Berdasarkan uraian di atas, sangat dibutuhkan suatu media pembelajaran kimia yang interaktif dan menarik sehingga dapat meringankan beban pengajar dan siswa khususnya siswa SMP dalam membangun pemahaman awal mereka tentang reaksi kimia. Tujuan penelitian pengembangan media pembelajaran reaksi kimia untuk SMP kelas VII adalah terwujudnya media pembelajaran reaksi kimia yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa SMP kelas VII dan mengetahui tingkat kelayakannya. Model pengembangan yang digunakan mengadopsi pada Dick and Carrey dengan beberapa penyesuaian yang diperlukan yaitu: (1) mengidentifikasi tujuan umum pengembangan media pembelajaran, (2) melakukan analisis materi pembelajaran, (3) mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa, (4) merumuskan tujuan performansi, (5) mengembangkan butir butir tes acuan patokan, (6) mengembangkan media pembelajaran, (7) mendesain dan melaksanakan uji kelayakan hasil pengembangan, (8) merevisi hasil pengembangan media pembelajaran, (9) produksi. Tahapan pengembangan media pembelajaran ada 5, antara lain: (1) membuat story board, (2) studi literatur, (3) membuat diagram alir, (4) pembuatan animasi dan video, dan (5) pemrograman. Validasi yang dilakukan ada 2 macam, yakni: (1) validasi isi dan desk tryout desk tryout, dan (2) validasi uji terbatas. Validasi isi dan tampilan dilakukan oleh 2 orang dosen kimia Universitas Negeri Malang dan validasi uji terbatas dilakukan oleh 2 guru SMP/sederajat. Hasil Pengembangan berupa media pembelajaran pada materi reaksi kimia untuk siswa SMP kelas VII dalam bentuk compact disc yang telah mengalami beberapa revisi sesuai saran dari validator. Validasi hasil pengembangan oleh validator ahli isi dan desk tryout media pembelajaran berturut–turut menunjukkan persentase kelayakan media pembelajaran sebesar 72,2% dan 96,3% sedangkan hasil validasi uji terbatas dari validator I dan II berturut-turut menunjukkan persentase kelayakan media pembelajaran sebesar 89,5% dan 86,0%. Hasil validasi tersebut menunjukkan kriteria layak sebagai sebuah media pembelajaran

Pengaruh jenis bahan, waktu pengasapan dan lama penyimpanan terhadap daya tahan serta kualitas mikrobiologi ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) sebagai sarana penunjang materi pengawetan makanan dalam matakuliah mikrobiologi pangan / oleh Merry Pattipeiloh

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar pada kompetensi dasar mengelola informasi (Studi pada siswa kelas X Program Keahlian Pemasaran di SMK Ma'arifr NU 4 Pakis Kabupaten Malang) / Inayatul Fitriya

 

Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw, Hasil Belajar Model Pembelajaran Kooperatif perlu diterapkan dalam proses belajar mengajar untuk menciptakan situasi pembelajaran yang lebih bervariasi dan dapat meningkatkan peran serta siswa dalam pembelajaran. Belajar kooperatif didasarkan pada hubungan antar motivasi, hubungan interpersonal dan strategi pencapaian khusus. Oleh karena itu, model pembelajaran kooperatif dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa, keterampilan berfikir, sikap positif terhadap materi pelajaran dan hasil belajar. Melalui penggunaan pendekatan pembelajaran Jigsaw ini diharapkan mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw pada Kompetensi Dasar Mengelola Informasi siswa kelas X di SMK Ma’arif NU 4 Pakis, untuk mengetahui: (1) Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw. (2) Hasil belajar siswa setelah mengikuti Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw. (3) Respon siswa setelah mengikuti Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw. (4) Hambatan-hambatan yang muncul selama diterapkannya Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw serta solusinya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tidakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran SMK Ma’arif NU 4 Pakis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Prosedur penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu reduksi data, display data, dan kesimpulan & refleksi. Hasil penelitian tersebut, diperoleh empat simpulan sebagai berikut: pertama, penerapan Pembelajaran Model Jigsaw dilakukan dengan 5 tahap, yaitu: siswa dibagi ke dalam kelompok, membaca, diskusi kelompok ahli, laporan tim, dan tes. Kedua, hasil belajar atas penerapan Model Jigsaw yang diperoleh siswa dari aspek kognitif terbukti mengalami peningkatan dari rata-rata ulangan harian sebelum diterapkan Model Jigsaw sebesar 67 dan meningkat menjadi 78 pada post test siklus I. Sedangkan nilai rata-rata post test siklus II adalah 87. Ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan. Pada post test siklus I sebesar 65,22%, meningkat pada post test siklus II menjadi 91,30%. Ketiga, penerapan Model Jigsaw mendapat respon sangat baik, hal ini berdasarkan pada hasil angket yang menyatakan bahwa siswa senang dengan Model Jigsaw terutama ketika bekerja sama dalam kelompok yang bervariasi karena dapat memupuk rasa saling menyayangi, pernyataan ini mendapatkan respon paling tinggi dari siswa. Dan keempat, terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan Model Jigsaw. Namun hambatan tersebut tidaklah menjadi penghalang untuk tetap bisa menerapkan Model Jigsaw, karena peneliti telah menemukan solusi atas hambatan yang terjadi. Berdasarkan uraian di atas beberapa saran yang disampaikan peneliti adalah sebagai berikut: 1) Bagi guru disarankan untuk mencoba menerapkan Pembelajaran Jigsaw karena dari respon siswa, diperoleh data bahwa siswa sangat senang dengan Pembelajaran Jigsaw ini. Selain itu, Pembelajaran Jigsaw diharapkan dapat memberikan variasi cara guru dalam mengajar sehingga siswa tidak bosan hanya dengan menggunakan metode ceramah saja. 2) Untuk peserta didik lebih meningkatkan keberaniannya untuk mengajukan pertanyaan, jawaban maupun tanggapan, karena semakin aktif siswa dalam Pembelajaran Jigsaw akan semakin baik. 3) Bagi peneliti berikutnya diharapkan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan pembelajaran kooperatif dengan model yang sama pada mata pelajaran yang sama/beda namun dalam tempat yang berbeda untuk mengembangkan dan menerapkan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw.

Pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) terhadap prestasi belajar fisika pada materi usaha dan energi / Ahmad Bahtiar Kesuma Atmaja

 

ABSTRAK Atmaja, A.B.K. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Terhadap Prestasi Belajar Fisika Pada Materi Usaha dan Energi. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Edi Supriana M.Si., (II) Sugiyanto, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran PBL, Prestasi Belajar Fisika PBL adalah model pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik yang didesain untuk meningkatkan prestasi belajar. Guru sebagai fasilitator mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam setiap tahap pembelajaran (Student Centre) yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Tahapan pembelajaran PBL diawali dengan fase mengorientasikan siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, fase penyelidikan individu dan kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil penyelidikan dan diakhiri fase menganalisis serta mengevaluasi proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dan siswa yang belajar secara konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen yang menggunakan pretest-posttest control group design dengan satu macam perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMAN 8 Malang. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X-MIA3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-MIA4 sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Prestasi belajar siswa diukur menggunakan instrumen yang berupa soal tes pilihan ganda. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Hasil tes diuji prasyarat menggunakan uji normalitas Chi-Square dan uji homogenitas Bartlett. Selanjutnya, dilanjutkan uji hipotesis menggunakan t-test dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji t prestasi belajar didapat ttabel = 1.994 < 2.585 = thitung, menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar fisika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran PBL dengan siswa yang belajar secara konvensional. Karena hasil posttest menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen 82.6 lebih tinggi daripada kelas kontrol 73.7, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar fisika pada materi usaha dan energi siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran PBL daripada siswa yang dibelajarkan secara konvensional.

Analisis beban latihan fisik pemain sepakbola di Klub Sepakbola Hizbul Wathon (HW) Kabupaten Pamekasan / oleh Dieddy Loekiyanto

 

Penerapan model pembelajaran demonstrasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran mengoperasikan aplikasi perangkat lunak (Studi pada siswa kelas X Apk SMK Cendika Bangsa Kepanjen) / Irma Suryandari

 

Kata Kunci: model pembelajaran Demonstrasi, hasil belajar pembelajaran akan lebih bermakna (meaningfull), jika siswa tidak hanya belajar untuk mengatasi sesuatu (learning to know), tetapi siwa juga belajar melakukan (learning to do), belajar menjiwai (learning to be), serta belajar bersosialisasi dengan sesama teman (learning to live together). Dengan kata lain, siswa diberikan kesempatan untuk mencoba sendiri mencari jawaban suatu masalah, bekerjasama dengan teman sekelasnya, atau membuat sesuatu, akan jauh lebih menantang dan mengarahkan perhatian siswa daripada apabila siswa hanya harus mencerna saja informasi yang diberikan secara searah. Data hasil observasi awal menunjukkan: pada hasil belajar 7 dari 30 siswa belum tuntas belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu diterapkan model pembelajaran yang efektif serta didukung dengan model pembelajaran yang efektif pula. Alternatif model pembelajaran tersebut adalah penerapan model pembelajaran Demonstrasi yang bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa. Tahapan model pembelajaran Demonstrasi adalah: (1) penyampaian tujuan pembelajaran, (2) guru menyampaikan materi dengan menunjukkan video, (3) siswa menganalisis video kemudian mempresentasikan hasil analisisnya, (4) guru mengarahkan jalannya demonstrasi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran demonstrasi pada pokok bahasan “Pembuatan Kolom dan Tabel serta Pengolahan Grafik di Ms-Word 2007”. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data aktivitas siswa menggunakan lembar observasi aktivitas siswa, sedangkan hasil belajar dengan menggunakan tes pada akhir setiap siklus. Data tersebut dianalisis dengan perhitungan rata-rata dan persentase yang kemudian diartikan secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Cendika Bangsa Kepanjen, Jalan Raya Mojosari No. 02 Kepanjen kab. Malang dengan subjek siswa kelas XAPK yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II, di mana persentase keberhasilan aktivitas siswa pada saat siklus I mencapai 84, 76% meningkat pada siklus II mencapai 88, 57%. Peningkatan persentase juga ditunjukkan pada ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal, dimana persentase ketuntasan belajar sebelum tindakan adalah 60%, meningkat pada siklus I mencapai 86, 67% dan 96,67 pada siklus II. Berdasarkan hasil temuan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XAPK SMK Cendika Bangsa kepanjen Kab. Malang. Saran bagi peneliti selanjutnya bila ingin menerapkan model pembelajaran ini, diharapkan dapat mengajarkan seluruh komponen yang ada di program Ms. Word Misalnya Fitur Pembuatan Notulen Rapat yang bisa menunjang kegiatan sekretaris dan masih relevan dengan jurusan Administrasi Perkantoran, jangan hanya mengajarkan ikon atau fitur yang tampil di layar saja.

Efektivitas pembelajaran dengan pendekatan konstruktivis pada prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 8 Malang pada pokok bahasan dalil phytagoras / oleh Kristiana Sri Wundari

 

Penerapan model pembelajaran time token untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di kelas XG SMAN 9 Malang / Nurwachidah Sinta Wardani

 

ABSTRAK Wardani, Nurwachidah Sinta. 2016. “Penerapan Model Pembelajaran Time Token Untuk Meningkatkan Kekatifan dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi di Kelas XG SMAN 9 Malang”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si, (II) Drs. H. Achmad Ali Wafa, M.Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran Time Token, Keaktifan, Hasil Belajar. Penelitian ini dilatarbelakangi pendidikan yang merupakan kunci perbaikan kualitas sumberdaya manusia. Perbaikan kualitas pendidikan dilakukan oleh beberapa pihak. Pemerintah telah melakukan beberapa upaya dalam perbaikan kualitas pendidikan salah satunya dalam hal kurikulum. Kurikulum yang berlaku sekarang yaitu kurikulum 2013 yang menuntut siswa untuk aktif dalam pembelajaran dengan tujuan memperoleh hasil belajar yang maksimal melalui keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Namun pada kenyataannya, di dalam kelas hanya beberapa siswa yang aktif sehingga terlihat beberapa siswa mendominasi dalam pembelajaran dan siswa yang lain hanya diam. Selain itu siswa kurang bisa memahami pelajaran, hal ini dapat dibuktikan dengan hasil ulangan harian siswa yang masih banyak di bawah KKM. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan adanya model pembelajaran yang menuntut siswa untuk aktif sehingga tidak ada yag mendominasi dalam pembelajaran yaitu model pembelajaran time token. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus di mana tiap siklusnya terdiri dari 3 pertemuan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kelas XG SMAN 9 Malang dengan jumlah siswa sebanyak 30, 11 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model pembelajaran time token mengalami peningkatan dengan persentase dari siklus I sebesar 83,33% yang termasuk kategori baik menjadi 92,05% yang termasuk kategori sangat baik pada siklus II. Keaktifan siswa mengalami peningkatan dengan persentase dari siklus I sebesar 63,33% yang termasuk kategori cukup menjadi 79,95% yang termasuk kategori aktif pada siklus II. Hasil belajar juga mengalami peningkatan dengan ketuntasan belajar 43,33% atau sebanyak 13 siswa menjadi 93,33% atau seabnyak 28 siswa. Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada guru mata pelajaran ekonomi, sekolah dan peneliti selanjutnya. Guru mata pelajaran ekonomi hendaknya guru memperhatikan materi mana yang bisa digunakan dengan model pembelajaran time token seperti materi yang tidak berupa hitung-hitungan, membedakan kartu bicara yang digunakan untuk bertanya, menjawab atau berpendapat sehingga fungsi dari kartu bicara tersebut semakin terlihat. Bagi pihak sekolah hendaknya mempertimbangkan model pembelajaran time token untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas khususnya mata pelajaran ekonomi yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Dan bagi peneliti selanjutnya hendaknya peneliti selanjutnya menggunakan subjek yang berbeda dan pengumpulan data mengenai time token sebaiknya ditambah sumber dari siswa.

Pengaruh penerapan model inquiri terhadap hasil belajar IPS Kelas V SDN Sumberejo 02 Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang / Endah Setio Rini

 

Kata Kunci: Pengaruh, Inquiri, Hasil Belajar, IPS SD. Tes Awal penelitian menunjukan dalam pengisian soal pre-tes baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol, siswa masih banyak mengalami kesulitan untuk menjawab soal. Hal ini terjadi karena penyampaian materi tentang jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia menggunakan metode ceramah dan tanya jawab saja. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam materi jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia yaitu menggunakan model pembelajaran Inquiri melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: (1) Pemberian Permasalahan, (2) Melakukan Pengamatan, (3) Menganalisis dan menyajikan hasil karya, dan (4) Mengkomunikasikan dan menyajikan hasil karya. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah, (1) Bagaimanakah pengaruh penerapan model Inquiri terhadap hasil belajar siswa kelas V dalam mata pelajaran IPS? (2) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas V dalam mata pelajaran IPS menggunakan model Inquiri?. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimental Design dengan sampel 52 siswa yang terbagi kedalam dua kelas yaitu 26 siswa sebagai kelas eksperimen diberi pembelajaran menggunakan model Inquiri dan 26 siswa sebagai kelas kontrol diberi pembelajaran secara konvensional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sampel Jenuh. Instrumen perlakuan meliputi, Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data kemampuan awal siswa baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol dan Hasil belajar siswa baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan uji asumsi yang dilakukan meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan thitung = 2,986 dan ttabel = 2,0086, pada taraf signifikansi α = 0,05. Sehingga dari data yang diperoleh dapat disimpulkan karena thitung > ttabel, maka tolak Ho dan terima H1, sehingga terdapat pengaruh antara kelas eksperimen yang menggunakan model Inquiri dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab terhadap hasil belajar. Hasil belajar IPS siswa kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab lebih rendah dengan rata-rata 74,5 dan siswa kelas eksperimen yang menggunakan model Inquiri lebih tinggi dengan rata-rata 79,5, sehingga pembelajaran dengan model inquiri berpengaruh. Saran dalam penelitian ini antara lain penggunaan model pembelajaran Inquiri dapat memberikan hasil yang baik, maka diperlukan adanya kesempurnaan pelaksanaan pembelajaran dan membina hubungan baik dengan siswa, perlu dilakukan penelitian kembali di beberapa sekolah yang mengalami kondisi serupa agar hasil yang diperoleh dapat dijadikan pembanding bagi peneliti selanjutnya, bagi guru IPS di SD untuk menggunakan beberapa model pembelajaran yang bervariasi dalam proses belajar mengajar.

Kepemimpinan dalam pengelolaan pembelajaran di pondok pesantren : studi kasus di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah Sudimoro Bululawang Malang / oleh Muhammad Munawwar

 

Pengaruh pengetahuan, pengalaman, tekanan dari klien, lamanya gubungan denmgan klien, telaah dari rekan sesama auditor, dan jasa non audiot terhadsap kualitas audit (Studi empiris pada auditor Kantor Akuntan Publik di Malang) / Ainnes Dwi Wijayanti

 

Kata Kunci: pengetahuan, pengalaman, tekanan dari klien, lama hubungan dengan klien, telaah dari rekan sesama auditor, jasa non audit, kualitas audit Kualitas audit ditentukan oleh dua hal, yaitu kompetensi dan independensi. Dalam penelitian ini, kompetensi diproksikan dengan pengetahuan dan pengalaman audit auditor. Sedangkan, independensi diproksikan dengan tekanan dari klien, lama hubungan dengan klien, telaah dari rekan sesama auditor, dan jasa non audit yang diberikan oleh Kantor Akuntan Publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari pengetahuan, pengalaman, tekanan dari klien, lama hubungan dengan klien, telaah dari rekan sesama auditor, dan jasa non audit yang diberikan oleh Kantor Akuntan Publik terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang. Populasi dalam penelitian ini ada seluruh auditor pada tujuh Kantor Akuntan Publik di Malang pada tahun 2012. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, karena setiap orang anggota dalam populasi itu memiliki kebebasan dan kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, yaitu dengan mengantarkan sendiri kuisioner pada KAP tempat responden bekerja. Analisis data menggunakan Independent Sample T Test (uji t untuk dua sampel independen). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada variabel pengetahuan, pengalaman, tekanan dari klien, lama hubungan dengan klien, dan telaah dari rekan sesama auditor terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang. Namun, tidak terdapat pengaruh pada variabel jasa non audit yang diberikan oleh KAP terhadap kualitas audit pada KAP di Kota Malang. Saran dari penelitian ini untuk penelitian selanjutnya diharapkan (1) meneliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas audit, (2) menggunakan kuisioner dengan alternatif jawaban “iya” dan “tidak”, (3) membatasi pemilihan responden untuk junior auditor karena junior auditor kurang berpengalaman dalam melaksanakan audit.

Studi tentang kinerja pengurus Unit Aktivitas Sepakbola (UASB) Universitas Negeri Malang (UM) periode 2005 / oleh Awaluddin Jamil

 

Analisis dan isolasi Mn dari batuan mangan dengan menggunakan pereaksi pengendap amonimum sulfida ((NH4)2S) dan amonium hidroksida (NH4OH) / Paulus Nenoharan

 

Kata kunci : Analisis, Isolasi, Batuan mangan, XRF, SEM-EDAX. Batu mangan banyak terdapat di Desa Camplong II, Kabupaten Kupang, NTT. Sejauh ini, belum diketahui komposisi mineral dan potensinya untuk diisolasi. Penelitian yang dilakukan berujuan untuk (1) mengetahui komposisi mineral yang terkandung dalam batu mangan (2) mengetahui hasil isolasi Mn dari batu mangan menggunakan pereaksi pengendap (NH4)2S secara gravimetri dan hasil analisis dengan SEM-EDAX (3) mengetahui komposisi hasil isolasi logam mangan dari batu mangan yang diendapkan dengan NH4OH secara gravimetri dan dianalisis menggunakan SEM-EDAX. Pada penelitian yang dilakukan batu mangan dengan warna putih kelabu diambil sebagai sampel. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental. Pada penelitian yang dilakukan batu mangan dengan warna putih kelabu diambil sebagai sampel. Sampel batu mangan dihancurkan dan dianalisis dengan XRF. Setelah diketahui komposisi mineralnya, sampel batuan ini digerus dengan mortal, dilarutkan, dan diendapkan dengan metode gravimetri. Hasil endapan dianalisis untuk mengetahui permukaan sampel dan kadar logam mangan yang terkandung dalam hasil endapan dengan menggunakan SEM-EDAX. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi mineral dalam batu mangan yang dianalisis dengan XRF 88,3 % adalah mangan sedangkan sisanya dalam jumlah persentase yang kecil adalah Si, P, S, K, Ca, Ti, Ni, Cu, Zn, Ba, Ce, Yb, dan Re. Pengendapan dengan metode NH4OH menghasilkan endapan dari 2,013 g sampel seberat 0,488 g, analisis endapan tersebut dengan SEM-EDAX diperoleh kadar logam mangan 59,34 %, dan hasil endapan dengan metode (NH4)2S diperoleh 0,287 g, analisis dengan SEM-EDAX menunjukkan kadar logam mangan (Mn) 44,79 %.

Pengaruh kelengkapan sumber belajar dan kemandirian siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan (studi pada siswa Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen) / Isti Dwi Wulandari

 

Wulandari, Isti Dwi. 2014. Pengaruh Kelengkapan Sumber Belajar dan Kemandirian Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Diklat Kewirausahaan (Studi pada Siswa Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing: (1) Dr. Ludi Wishnu Wardana, S.T.,S.Pd.,M.M. (2) Trisetia Wijijayanti, S.E., MBA. Kata Kunci: Kelengkapan Sumber Belajar, Kemandirian Siswa dan Prestasi Belajar     Prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Beberapa faktor diantaranya adalah sumber belajar dan kemandirian belajar siswa. Kemandirian belajar merupakan faktor internal yang mendasari siswa untuk mau belajar, tanpa kemandirian belajar siswa tidak dapat belajar secara maksimal. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah adakah 1) pengaruh antara kelengkapan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, 2) pengaruh kemandirian siswa terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, 3) pengaruh kelengkapan sumber belajar dan kemandirian siswa terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelengkapan sumber belajar dan kemandirian siswa terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen.     Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X, XI, XII Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen sebanyak 160 siswa. Terdapat tiga variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: sumber belajar (X1), kemandirian siswa (X2) dan prestasi belajar (Y). Pengumpulan data diambil melalui angket dan dokumentasi. Uji instrumen dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis deskripsi persentase dan analisis regresi.     Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh positif dari kelengkapan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, ada pengaruh positif dari kemandirian siswa terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, ada pengaruh positif dari pengaruh kelengkapan sumber belajar dan kemandirian siswa terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan, gambaran, serta informasi yang bermanfaat kepada orang tua, sekolah, siswa, dan peneliti selanjutnya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

Peningkatan kemampuan menyimak cerita melalui media film pada siswa kelas V SDN Pendem 01 Kota Batu / Herdy Indra Fiyanto

 

Kata Kunci : kemampuan menyimak, cerita, media film, sekolah dasar Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan menyimak cerita siswa kelas V SDN Pendem 01. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, siswa kurang mampu menentukan unsur-unsur cerita, memusatkan perhatian, dan belum optimalnya penggunaan proyektor. Oleh sebab itu diperlukan adanya strategi yang lebih baik dalam pembelajaran, diantaranya adalah penggunaan media film. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan pelaksanaan penggunaan media film dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan menyimak cerita pada siswa kelas V SDN Pendem 01 Kota Batu, (2) mendeskripsikan penggunaan media film dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V SDN Pendem 01 Kota Batu (3) mendeskripsikan dampak penggunaan media film terhadap keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi menyimak cerita di kelas V SDN Pendem 01 Kota Batu. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian adalah siswa kelas VC SDN Pendem 01 Kota Batu dengan jumlah siswa sebanyak 30 anak. Pelaksanaan PTK ini terdiri dari 2 siklus dan setiap tindakan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah dalam penelitian ini kemampuan siswa dalam menyimak cerita. Kemampuan siswa dalam menyimak cerita sebelum tindakan memperoleh nilai rata-rata 57,67. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, rata-rata kemampuan menyimak cerita siswa kelas VC meningkat menjadi 69,00 , peningkatan nilai rata-ratanya adalah 11,33 (19,64%). Setelah itu dilaksanakan siklus II, hasilnya menunjukkan peningkatan nilai rata-rata menjadi 77,33 , peningkatan yang terjadi dari siklus I ke Siklus II adalah 8,33 (12,07%). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film dapat meningkatkan kemampuan siswa Kelas V SDN Pendem 01 dalam menyimak cerita. Saran yang diberikan peneliti kepada para guru dan peneliti lain adalah (1) Guru dapat menggunakan media film pada pokok bahasan menyimak, (2) guru hendaknya selalu membuat RPP, melaksanakan pengelolaan kelas yang baik, disertai komponen pelengkap pembelajaran lain, (3) penggunaan media film perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan agar memperoleh hasil yang maksimal.

Peningkatan kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan metode pembelajaran perpaduan metode Eja dan metode SAS (Ngejas) di kelas I SDN Mulyorejo III Kota Malang / oleh Maria Theresia Sukarti

 

Pengembangan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII di SMPN 1 Pakel Tulungagung / Wikan Galuh Widyarto

 

Kata kunci: Panduan Sosiodrama, Keterampilan Komunikasi, Komunikasi Interpersonal. Penelitian pengembangan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung dilatarbelakangi munculnya kasus siswa kelas VII yang mengalami salah paham dengan teman sebayanya, disebabkan kurangnya keterampilan komunikasi interpersonal. Selain itu, belum adanya konselor yang menggunakan model sosiodrama sebagai metode peningkatan keterampilan komunikasi siswa, sehingga diperlukan suatu panduan sosiodrama sebagai salah satu metode untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa di sekolah. Tujuan Penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung sebagai salah satu teknik yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan bimbingan pribadi-sosial yang berterima secara teoritis dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development research) yang menggunakan model Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan Sebagai berikut: 1) tahap I perencanaan: menentukan potensi dan masalah penelitan, melakukan kajian pustaka dan need assesment; 2) tahap II pengembangan produk: menentukan tujuan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal (tujuan umum dan tujuan khusus), menyusun isi dari buku panduan sosiodrama, menyusun alat evaluasi produk; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli (uji ahli bk, uji ahli drama, dan uji ahli media); revisi produk hasil penilaian uji ahli; uji calon pengguna produk; uji coba produk terbatas (uji kelompok kecil); produk akhir panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal. Isi dari produk yang dihasilkan yakni kata pengantar, daftar isi, bab I pendahuluan (latar belakang, pengertian sosiodrama, tujuan sosiodrama, sasaran sosiodrama, prosedur pelaksanaan permainan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal, komponen pedoman layanan bimbingan), bab 2 panduan pelaksanaan (petunjuk umum, petunjuk khusus, peran konselor, peran siswa dalam pelaksanaan sosiodrama, langkah pengembangan model sosiodrama, cara mengulang permainan), bab III (skenario sosiodrama yang berisikan mengenai identitas, kompetensi, garis besar cerita, pemain dan rambu-rambu pemain, rincian adegan, diskusi refleksi), bab IV evaluasi (evaluasi program, evaluasi hasil, lembaran observasi siswa), bab V penutup, daftar rujukan, lampiran. Selain itu buku panduan ini juga dilengkapi dengan kata-kata bijak, dan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi agar menambah kemenarikan buku panduan. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap buku panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung, dapat disimpulkan bahwa panduan untuk konselor sangat layak, sangat jelas, sangat berguna, sangat mudah, sangat tepat, sangat menarik secara teoritis. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: 1) Dengan adanya panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung, sekolah dapat memfasilitasi agar dijadikan referensi dalam MGBK, sehingga sekolah lain dapat menerapkannya dengan menyesuaikan karakteristik siswa masing-masing sekolah. 2) Pengguna produk benar-benar memahami dan mempelajari panduan sosiodrama ini agar dapat diaplikasikan dalam membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal dengan menggunakan teknik sosiodrama secara efektif untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling. 3) Panduan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal ini dapat dilanjutkan dengan eksperimen untuk mengetahui keefektifan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal guna diperoleh hasil yang lebih akurat.

Efektifitas pembelajaran matematika melalui pendekatan realistik pada siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Malang / oleh Hijjatul Munawarah

 

Studi tentang kecanduan game online siswa SMP BSS Malang / Galang Surya Gumilang

 

Kata Kunci: kecanduan, game online, prestasi belajar. Kecanduan game online adalah suatu gejala yang terjadi saat sekarang ini seiring dengan berkembang pesatnya dunia teknologi Informasi seperti internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kecanduan game online siswa SMP BSS Malang, (2) prestasi belajar siswa SMP BSS Malang, (3) dan hubungan antara kecanduan game online dengan prestasi belajar. Digunakan Rancangan Mixed Methods sebagai kombinasi atau gabungan penelitian pendekatan kuantitatif dan kualitatif termasuk didalamnya terdapat data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif penelitian pada suatu kajian tunggal. Strategi yang digunakan yaitu Strategi Embedded Konkruen merupakan strategi penelitian yang menarik yaitu dalam satu tahap pengumpulan data, peneliti mampu mengumpulkan dua jenis data secara bersama-sama. Hasil penelitian secara kuantitatif diketahui siswa yang mengalami kecanduan game online tingkat kecanduan game online sebanyak 3 siswa (16,03 %) termasuk sangat tinggi, 4 siswa (14,36 %) termasuk tinggi, 13 siswa (41,86 %) termasuk sedang, 4 siswa (11,9 %) termasuk rendah, dan 5 siswa (12,66 %) termasuk sangat rendah. Selain itu, prestasi belajar siswa terdapat 12 siswa yang mengalami prestasi belajar rendah yaitu mendapatkan kategori “kurang” dan “sangat kurang” sehingga mendapatkan ranking yang tidak memuaskan. Sedangkan terdapat 6 siswa yang mendapatkan kategori “cukup” dan 12 siswa lainnya mendapatkan kategori “sangat baik” dan “baik”. Dari hasil tersebut, tidak ada hubungan yang signifikan antara kecanduan game online dengan prestasi belajar karena nilai uji hipotesis yaitu 0,291. Pada sisi kualitatif, dari 30 siswa ditemukan (1) Awal dia bermain game online, (2) Waktu yang dihabiskan untuk bermain rata-rata 2-4 jam, (3) Orang tuanya tidak mengijinkan untuk bermain game online, dan (4) Prestasi belajarnya rendah. Berdasarkan penelitian di atas, saran yang dapat diberikan antara lain: (1) konselor harus memperhatikan siswanya yang mengalami kecanduan game online lebih lanjut lagi supaya tidak berlarut-larut dengan melancarkan pendekatan konseling dan teknik konseling yang efektif. (2) Penelitian selanjutnya bisa melancarkan teknik konseling yang efektif yang berguna untuk mengatasi kecanduan game online. Selain itu, penelitian selanjutnya perlu mengembangkan instrumen lebih baik lagi.

Identifikasi kesiapan guru IPA (Sains) pada beberapa SMP Negeri di Kota Bojonegoro dalam melaksanakan pembelajaran kimia berdasarkan kurikulum 2004 (KBK) / oleh Rochmatin

 

Penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan (Studi kelas XI APK 2 SMK Tekstil Pandaan Kabupaten Pasuruan) / Mira Yanuarti

 

Kata kunci: Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD), Hasil belajar. Pendidikan merupakan suatu bentuk pengembangan diri dalam rangka membangun suatu prestasi seseorang supaya lebih maju. Dalam peningkatan kecerdasan seseorang harus mampu menguasai dirinya sendiri, apalagi kemampuan yang dimiliki seorang siswa dalam membangkitkan prestasi belajarnya perlu memahami suatu topik pembelajaran dari guru yaitu kemampuan seorang guru dalam memilih metode pembelajaran yang efektif dan tepat sehingga dapat memotivasi dan meningkatkan prestasi belajar pada siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD), dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas XI APK 2 di SMK Tekstil Pandaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui bagaimana pelaksanaan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan siswa kelas XI APK 2 di SMK Tekstil Pandaan. 2) Mengetahui adakah peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model Student Teams Achievement Divisions (STAD). 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD). Hasil penelitian tindakan kelas pada siklus I dan siklus II yang telah diukur pada aspek kognitif adalah jumlah siswa yang tuntas pada siklus I menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dengan siswa yang tuntas sebanyak 20 siswa (57,14%), dan yang belum tuntas sebanyak 11 siswa (42,86%). Hasil pada siklus II menunjukkan peningkatan hasil belajar yang dicapai oleh siswa jika dibandingkan dengan siklus I yaitu dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 22 siswa (62,85%), dan yang belum tuntas sebanyak 9 orang (37,14%). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran peneliti yang dapat diberikan yaitu: (1) Guru harus dapat memotivasi siswa dan harus lebih memperhatikan siswa pada saat proses belajar mengajar dilakukan. (2) siswa harus lebih antusias lagi dalam menyerap materi pelajaran. (3) pada data nilai awal guru (NAG) seharusnya diberikan nilai yang murni atau nilai yang belum diolah, supaya peneliti lebih mudah untuk mengetahui peningkatan dari penerapan model Student Teams Achievement Divisions (STAD).

Pembelajaran dengan pendekatan Multiple Intelligences dan motivasi belajar siswa kelas II Sekolah Peradaban Cilegon Banten / oleh Oman Irawan

 

Penerapan manajemen berbasis sekolah dan kaitannya dengan prestasi belajar siswa semester gasal tahun ajaran 2012/2013 di SDI Surya Buana Malang / Rahmi Yulianingsih

 

Kata Kunci: manajemen berbasis sekolah (MBS) dan prestasi belajar siswa Manajemen berbasis sekolah (MBS) adalah model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada tingkat lokal/sekolah dan mendorong pengambilan keputusan parsitipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah (kepala sekolah, guru, siswa, karyawan, orang tua siswa, dan masyarakat) dalam pembuatan keputusan untuk meningkatkan mutu sekolah. Tujuannya untuk meningkatkan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran siswa. Prestasi belajar adalah hasil belajar atau tingkat pengetahuan yang diperoleh siswa setelah proses kegiatan belajar, yang ditentukan melalui pengukuran dan penilaian pada siswa dengan melihat aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan manajemen berbasis sekolah yang telah diterapkan di SDI Surya Buana Malang, (2) mendeskripsikan prestasi belajar siswa semester gasal tahun ajaran 2012/2013 di SDI Surya Buana Malang, (3) mendeskripsikan penerapan manajemen berbasis sekolah dan kaitannya dengan prestasi belajar siswa semester gasal tahun ajaran 2012/2013 di SDI Surya Buana Malang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah guru-guru dan siswa-siswi SDI Surya Buana Malang. Sampel penelitian terdiri atas guru SDI Surya Buana Malang yang berjumlah 14 orang dan siswa-siswi SDI Surya Buana Malang yang berjumlah 162 siswa. Teknik pengambilan sampel guru yaitu menggunakan teknik sampling jenuh, sedangkan sampel siswa menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 responden guru menyatakan bahwa penerapan manajemen berbasis sekolah di SDI Surya Buana Malang yaitu sangat baik dengan perolehan nilai sebesar 93% dan 1 responden guru menyatakan baik dengan perolehan sebesar 7%. Sedangkan hasil penelitian prestasi belajar di SDI Surya Buana Malang menunjukkan bahwa 67 siswa mempunyai prestasi belajar yang sangat tinggi yaitu sebesar 41%, 88 siswa mempunyai prestasi belajar yang tinggi sebesar 54%, 6 siswa mempunyai prestasi belajar yang cukup sebesar 4%, dan 1 siswa mempunyai prestasi belajar yang kurang yaitu 1 %. Kesimpulan yang diperoleh yaitu, penerapan manajemen berbasis sekolah di SDI Surya Buana Malang dikategorikan sangat baik dan prestasi belajar siswa semester gasal tahun ajaran 2012/2013 di SDI Surya Buana Malang dikategorikan tinggi. Dari hasil uji korelasi yang dilakukan tidak terdapat hubungan antara manajemen berbasis sekolah dan prestasi belajar siswa, akan tetapi penerapan manajemen berbasis sekolah yang diterapkan di SDI Surya Buana Malang telah memberikan banyak manfaat dan baik untuk mengembangkan kualitas sekolah. Penerapan manajemen berbasis sekolah di SDI Surya Buana malang telah berhasil melibatkan secara langsung semua warga sekolah. Sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan manajemen berbasis sekolah yang diterapkan, berhasil dengan baik. Saran untuk hasil penelitian ini yaitu untuk terus meningkatkan penerapan manajemen berbasis sekolah, guna untuk meningkatkan kualitas sekolah dalam proses belajar mengajar, hendaknya terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru supaya mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif. Serta siswa juga terus dimotivasi untuk belajar lebih giat. Dengan demikian, prestasi belajar yang diperoleh dapat ditingkatkan. Bagi peneliti lain yang hendak melakukan penelitian sejenis, diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini. Karena penelitian ini dilakukan dengan berbagai keterbatasan-keterbatasan yang ada. Penelitian selanjutnya diharapkan mengembangkan variabel, sub variabel dan indikator yang dapat memberi pengaruh terhadap prestasi belajar.

Minat mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani (PENJAS) Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang terhadap berbagai profesi / oleh Bustanol Arifin

 

Keefektifan supervisi klinis untuk penguasaan kompetensi profesional konselor dalam konseling / Sosthenes Malioy

 

Kata Kunci: kompetensi profesional, konseling realitas, supervisi klinis Penguasaan konseling merupakan tuntutan profesional konselor sekolah. Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Ambon banyak ditemukan konselor yang belum melakukan layanan konseling secara tepat terhadap siswa. Pada umumnya konseling dilaksanakan dalam bentuk nasihat, dan belum menerapkan pendekatan yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan penguasaan kompetensi profesional dalam konseling realitas antara konselor yang disupervisi klinis dan yang tidak disupervisi klinis. Penelitian ini dilakukan pada 22 konselor yang dipilih secara random dari 34 konselor di semua SMA Negeri Kota Ambon. Desain yang digunakan adalah quasi experimental posttest only control group. Penetapan 11 subjek kelompok eksperimen dan 11 subjek kelompok kontrol dipilih secara sistematik dengan menggunakan teknik matching. Subjek kelompok eksperimen memperoleh treatmen berupa supervisi klinis dalam melaksanakan konseling realitas, sedangkan subjek kelompok kontrol melaksanakan konseling realitas tanpa supervisi klinis. Instrumen format observasi konseling realitas digunakan untuk mengukur penguasaan kompetensi konseling realitas. Instrumen meliputi aspek pembinaan hubungan baik, identifikasi keinginan saat ini, identifikasi dan penilaian perilaku saat ini, perencanaan perilaku bertanggungjawab, dan terminasi dan tindak lanjut. Data dianalisis dengan uji-t dengan sampel bebas. Hasil ujicoba instrumen menunjukkan reliabilitas sebesar 0,973 dan validitas setiap butir lebih besar dari 0,3. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan signifikan penguasaan kompetensi profesional dalam konseling realitas antara subjek yang disupervisi klinis dan yang tidak disupervisi klinis. Secara khusus juga ada perbedaan penguasaan tiap-tiap aspek konseling realitas yakni aspek pembinaan hubungan baik, identifikasi keinginan konseli saat ini, identifikasi dan penilaian perilaku konseli saat ini, perencanaan perilaku bertanggungjawab, dan terminasi dan tindak lanjut dalam konseling realitas. Berdasarkan hasil penelitian disampaikan saran (1) pengawas bimbingan dan konseling perlu menggunakan supervisi klinis untuk mengembangkan kompetensi profesional konselor sekolah, (2) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) perlu menggunakan supervisi klinis dalam meningkatkan kompetensi profesional konselor sekolah, (3) dosen program studi bimbingan dan konseling dianjurkan menggunakan supervisi klinis khususnya dengan model experiential learning dalam menyiapkan mahasiswa calon konselor, dan (4) bagi peneliti lain agar mengembangkan model-model supervisi klinis bagi konselor dalam melaksanakan konseling dengan pendekatan yang lain seperti client- centered, cognitive behavior dan gestalt.

Studi tentang keberadaan Aremania di Malang / oleh Linda Juni Lestari

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |