Pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktural numbered heads together untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang sistem persamaan linear dua peubah di SMP Negeri 4 Bau-Bau / oleh Majid

 

Pengaruh profesionalisme dan pengalaman auditor terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan / Silvi Afindayanti

 

Kata Kunci: Pertimbangan Materialitas, Profesionalisme Auditor, Pengalaman Auditor, Regresi Berganda. Pertimbangan materialitas merupakan pertimbangan yang profesional yang dipengaruhi persepsi auditor atas kebutuhan orang yang memiliki pengetahuan memadai dan meletakkan kepercayaan pada laporan keuangan (SPAP, 2001). Sesuai dengan standar diatas, maka seorang auditor dituntut untuk memiliki sikap profesionalisme serta pengalman audit yang cukup dalam melakukan pertimbangan materialitas. Fridati (2005) menyatakan ketepatan pertimbangan tingkat materilitas yang dilakukan oleh auditor dipengaruhi oleh profesionalisme auditor yang diproksikan dengan 4 dimensi yaitu pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kemandirian, dan hubungan dengan rekan seprofesi. Koroy (2005) menyatakan bahwa ketepatan pertimbangan materilitas juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman audit. Auditor yang kurang berpengalaman mempunyai kecenderungan yang lebih tinggi dalam menghapus persediaan dibanding auditor yang berpengalaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kemandirian, hubungan dengan rekan seprofesi, dan pengalaman auditor terhadap pertimbangan materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan. Pemilihan sampel ditentukan dengan metode berdasarkan kemudahan, sehingga diperoleh sampel sebanyak 35 auditor yang menduduki jabatan sebagai partner, manajer, dan supervisor. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengabdian pada profesi, hubungan dengan rekan, dan pengalaman auditor memiliki nilai sig.< 0,05, sehingga berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan, tetapi variabel kewajiban sosial dan kemadirian memiliki nilai sig.>0,05 yang berarti bahwa kewajiban sosial dan kemandirian seorang auditor tidak berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan. Hal ini dikarenakan pengalaman auditor, kondisi dan ukuran perusahaan yang diaudit oleh auditor tersebut berbeda-beda, sehingga dalam menentukan tingkat materialitas tergantung dari pengalaman auditor, ukuran dan kondisi masing-masing perusahaan yang diaudit, selain itu, banyaknya tekanan yang dihadapi oleh auditor pada saat melakukannya audit serta adanya kepentingan keuangan yang cukup besar pada perusahaan yang diaudit juga dapat merusak kemandirian atau independensi seorang auditor dalam melakukan pertimbangan tingkat materialitas pada laporan keuangan.

A Proposed syllabus for teaching English in SMA N I Pacitan based on 2004 competence-based curriculum / by Siti Andariyani Kardoyo

 

Pengaruh citra produk terhadap proses keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor yamaha (Studi pada pelanggan Dealer UD. Surya Mas Motor Jombang) / Nindyo Kumoro

 

Kata Kunci: Citra Produk, Proses Keputusan Pembelian. Citra merupakan suatu hal yang penting diperhatikan oleh perusahaan, apabila perusahaan memiliki citra yang baik maka produk dari perusahaan tersebut akan dapat pula diterima dengan baik dipasaran. Demikian halnya dengan citra yang dimiliki oleh produk yang dihasilkan apabila produk sebelumnya memiliki citra yang baik maka pada peluncuran produk berikutnya kemungkinan besar akan mendapat sambutan yang baik pula bagi konsumen. Penelitian ini berusaha menjelaskan pengaruh citra produk terhadap proses keputusan pembelian sepeda motor pada UD. Surya Mas Motor Jombang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan lima variabel bebas dan satu variabel terikat, variabel bebas terdiri atas Desain, Warna, Kualitas, Jaminan, dan pelayanan. Sedangkan variabel terikatnya adalah Proses keputusan pembelian sepeda motor Yamaha. Populasi dalam penelitian ini adalah pembeli sepeda motor Yamaha pada UD. Surya Mas Motor. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Acidental sampling. Dalam penelitian jumlah sampel yang menggunakan rumus Slovin dengan hasil 94 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ß1 dari desain produk adalah sebesar 0,426, nilai thitung 3,091 dan signifikan pada level 0,003. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara desain produk terhadap pengambilan keputusan pembelian karena thitung > ttabel yaitu 3,091>1,987. (2) β2 dari warna adalah sebesar 0,584, nilai thitung 3,326 dan signifikan pada level 0,001. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara warna terhadap proses keputusan pembelian karena thitung > ttabel yaitu 3,326 > 1,987. (3) β3 dari kualitas produk adalah sebesar 0,803, nilai thitung 4,132 dan signifikan pada level 0,000. Ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara kualitas produk terhadap proses keputusan pembelian thitung > ttabel yaitu 4,132 > 1,987. (4) β4 dari jaminan adalah sebesar 0,524, nilai thitung 3,223 dan signifikan pada level 0,002. Ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara jaminan terhadap proses keputusan pembelian thitung > ttabel yaitu 3,223 > 1,987. (5) β5 dari pelayanan adalah sebesar 0,668, nilai thitung 3,166 dan signifikan pada level 0,002. Ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara jaminan terhadap proses keputusan pembelian thitung > ttabel yaitu 3,166 > 1,987. Berdasarkan hasil uji F yang diperoleh nilai Fhitung sebesar 37,225 > Ftabel sebesar 2,318 dengan signifikan pada level 0,000 hal ini menunjukan bahwa secara simultan kelima variabel bebas berpengaruh positif dan signifikan terhadap proses keputusan pembelian sepeda motor Yamaha. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh atau dominan dalam penelitian ini adalah X3 kualitas produk. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian yaitu secara parsial ada pengaruh positif dan signifikan antara citra produk (desain produk, warna produk, kualitas produk, jaminan produk, pelayanan) maupun bersama - sama terhadap proses keputusan pembelian telah terbukti. Sedangkan saran yang bisa dikemukakan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama penelitian adalah sebagai berikut: (1) Citra produk hendaknya diperhatikan, terutama adalah faktor kualitas produk yang memiliki sumbangan efektif tertinggi atau mempunyai pengaruh paling besar pada proses pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen. (2) Lebih meningkatkan citra produk untuk lebih meyakinkan konsumen agar bisa memberikan persepsi bahwa motor Yamaha adalah bagus atau baik. (3) Untuk penelitian selanjutnya penelitian ini bisa dijadikan pembanding dengan perusahaan lainnya.

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemapuan siswa kelas V memecahkan masalah dalam pembelajaran IPA di SDN Tlumpu Kota Blitar / Ririd Dwi Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, Ririd Dwi. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas V Memecahkan Masalah dalam Pembelajaran IPA di SDN Tlumpu Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Wasih DS, M.Pd. (2) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd. Kata kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Kemampuan Memecahkan Masalah, Pembelajaran IPA Observasi pendahuluan memberikan informasi bahwa kemampuan siswa memecahkan masalah pada pembelajaran IPA masih rendah, karena siswa hanya sebagai objek belajar sedangkan guru mendominasi kegiatan pembelajaran. Siswa hanya ditransfer suatu informasi, tidak ada kesempatan siswa untuk mengembang-kan bakat dan jati dirinya untuk memecahkan suatu permasalahan yang ditemu-kannya pada saat pembelajaran serta guru tidak menggunakan model pembelajar-an yang dapat merangsang keaktifan siswa. Berkaitan dengan kondisi tersebut, perlu diadakan penelitian untuk meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan (1) pe-laksanaan pembelajaran IPA kelas V SDN Tlumpu pada tahap pra tindakan; (2) kemampuan siswa kelas V memecahkan masalah dalam pembelajaran IPA pada tahap pra tindakan; (3) pelaksanaan model pembelajaran Berbasis Masalah pada pembelajaran IPA kelas V SDN Tlumpu pada setiap siklus; (4) kemampuan siswa kelas V memecahkan masalah dalam pembelajaran IPA pada setiap siklus; (5) pe-ningkatan kemampuan siswa kelas V memecahkan masalah dalam pembelajaran melalui model pembelajaran Berbasis Masalah. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan tiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Tlumpu sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes, catatan lapangan dan doku-mentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualita-tif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA pada pra tindakan memperoleh persentase 50% (kriteria Kurang Baik). Siklus I pertemuan 1 pembe-lajaran dengan menerapkan model Berbasis Masalah terjadi peningkatan aktifitas siswa dibanding pada pra tindakan sebesar 58% (kriteria Cukup Baik). Pertemuan 2 mengalami peningkatan hingga 17% sebesar 75% (kriteria Baik), sedangkan pa-da pertemuan 3 mengalami peningkatan 4% sebesar 79% (kriteria Baik). Siklus II pertemuan 1 diperoleh persentase sama dengan pertemuan 3 siklus I yaitu 79% (kriteria Baik) kemudian pada pertemuan 2 sebesar 83% (kriteria Baik) dan per-temuan 3 mencapai persentase 88% (kriteria Sangat Baik). Kemampuan siswa memecahkan masalah terkait dengan materi pembe-lajaran pada pra tindakan memperoleh persentase 61% (kriteria Cukup Baik). Siklus I pertemuan 1sebesar 69% (kriteria Cukup Baik). Pertemuan 2 mengalami peningkatam diperoleh persentase 71% (kriteria Baik). Kemampuan siswa meme-cahkan masalah telah mencapai target yang ditetapkan pada siklus I di pertemuan 2. Pada pertemuan 3 diperoleh persentase 73% (kriteria Baik). Siklus II pertemuan 1 persentase kemampuan siswa memecahkan masalah diperoleh persentase sama dengan siklus I pertemuan 3 yaitu 73% (kriteria Baik). Pertemuan 2 diperoleh per-sentase 74% (kriteria Baik), sedangkan pertemuan 3 diperoleh persentase 75% (kriteria Baik) dan telah mencapai target yang ditetapkan pada siklus II yaitu 75%. Rata-rata peningkatan kemampuan siswa kelas V memecahkan masalah dari pra tindakan ke siklus I sebesar 10%. Sedangkan siklus I ke siklus II sebesar 3%. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada pem-belajaran IPA dan kemampuan siswa memecahkan masalah adalah pembelajaran menggunakan model Berbasis Masalah yang dilakukan dengan sangat baik dapat meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah dalam pembelajaran de-ngan baik. Pada masing-masing siklus telah mencapai target penelitian yang di-tentukan. Saran yang dapat diberikan kepada guru dan sekolah berdasarkan peneliti-an yang telah dilaksanakan yaitu hendaknya guru menciptakan suasana pembela-jaran yang menarik perhatian siswa dengan menerapkan model-model pembelajar-an yang sesuai dengan karakteristik siswa dan juga karakteristik pembelajaran yang dilakukan terutama pembelajaran IPA. Sekolah hendaknya berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah secara kreatif dan inovatif untuk men-capai tujuan pendidikan nasional.

Pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian konsumen pasta gigi Pepsodent (studi pada ibu-ibu PKK Kelurahan Mojolangu Malang) / Sumantri

 

Kata kunci: atribut produk, harga, kemasan, kualitas, keputusan pembelian. Kesehatan merupakan harta paling berharga dalam hidup ini, begitulah kira-kira bunyi sebuah pepatah yang pernah peneliti baca. Ya, kesehatan memang sebuah harta yang sangat berharga bagi manusia. Apalah artinya uang berlimpah jika tubuh dalam kondisi sakit, makan tak enak, tidurpun tak nyenyak. Kesehatan tidak begitu saja dimiliki seseorang, dibutuhkan upaya untuk mendapatkan dan menjaganya. Salah satu kesehatan yang harus dijaga oleh seseoarang adalah kesehatan gigi dan mulut. Untuk itu, saat ini begitu banyak produk yang fungsinya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, Salah satunya yaitu pasta gigi. Berbicara masalah pasta gigi, saat ini banyak sekali jenis-jenis pasta gigi yang beredar dipasaran. Seperti pasta gigi Pepsodent, Formula, Close Up, Ritadent, Ciptadent, dll. Kesemua jenis pasta gigi tersebut pada dasarnya fungsinya sama, yaitu digunakan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun dalam perkembangannya, diantara produk-produk tersebut memiliki ciri tersendiri, terutama dalam hal fungsi-fungsi tambahan yang diberikan oleh produk-produk tersebut. Hal tersebut tidak lain bertujuan untuk mendukung kesuksesan program pemasaran yang disusun oleh perusahaan. Sehingga pada akhirnya, produk mereka diperhitungkan oleh konsumen. Untuk dapat menarik konsumen agar melakukan pembelian, salah satunya dapat dilakukan dengan kreatifitas penciptaan atribut produk yang menarik bagi konsumen. Atribut produk dalam beberapa penelitian dan buku-buku tentang pemasaran dinyatakan sebagai komponen yang dipertimbangkan oleh konsumen sebelum mengambil keputusan pembelian. Namun tentunya antara jenis produk yang satu dengan produk yang lainnya memiliki perbedaan mana atribut produk yang dipertimbangkan oleh konsumen dan mana yang tidak. Berdasarkan penjelasan diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Atribut Produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Atribut Produk (X) yang terdiri dari Faktor Harga (X1) dan Kemasan (X2) dan faktor Kualitas (X3) secara parsial maupun simultan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Y). Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Accidental Sampling yaitu menentukan sampel berdasarkan kebetulan, dimana jumlah sampel yang diambil sebanyak 107 orang ibu-ibu anggota PKK Kelurahan Mojolangu Malang. Skala yang digunakan adalah Skala Likert dengan 5 (lima) opsi pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS for windows Versi 16.0. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel Atribut Produk (X) yang terdiri dari Faktor Harga (X1) Faktor Kemasan (X2) dan faktor Kualitas (X3) secara parsial mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pasta gigi Pepsodent. Adanya pengaruh tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi dari uji t dari masing-masing variabel < 0,05. Dimana nilai tersebut berturut-turut sebagai berikut: untuk Faktor Harga (X1) mempunyai nilai signifikansi 0,001, Faktor Kemasan (X2) mempunyai nilai signifikansi 0,002 dan Faktor Kualitas (X3) mempunyai nilai signifikansi 0,003. Selain itu juga ditunjukkan dengan nilai t hitung untuk Faktor Harga = 3,348 > nilai t tabel = 1,982, Faktor Kemasan nilai t hitung = 3,244 > nilai t tabel = 1,982, dan untuk Faktor Kualitas = 2,994 > nilai t tabel = 1,982. Secara simultan Faktor Harga (X1), Faktor Kemasan (X2) dan faktor Kualitas (X3) juga mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pasta gigi Pepsodent. Pengaruh tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi F sebesar 0,000 ≤ 0,05 dan ditunjukkan oleh nilai F hitung = 25,207 > F tabel = 2,70. Selain itu diketahui pula bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,409. Dapat diinterpretasikan bahwa variabel Atribut Produk Faktor Harga, Faktor Kemasan dan Faktor Kualitas mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dalam berbelanja produk pasta gigi Pepsodent sebesar 40,9 % dan sisanya sebesar 59,1 % dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada produsen pasta gigi Pepsodent sebaiknya selalu meningkatkan atau mempertahankan atribut produk yang sudah ada saat ini, selain itu sebaiknya juga menciptakan produk yang mempunyai dua macam kualitas dalam satu produk. Misalnya, kombinasi antara Pepsodent Center Fresh dan Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang. Apabila peneliti di masa mendatang ingin menggunakan variabel Atribut Produk, peneliti menyarankan agar menambahkan variabel merek sebagai sub variabel bebasnya. Hal ini untuk mengetahui apakah variabel merek juga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pasta gigi pepsodent yang belum terjawab dalam penelitian ini.

Pengaruh cara dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar akuntansi di SMA Negeri 1 Sidayu Gresik / oleh Anik Hidayati

 

The implementation of fun with reading program in SMA Negeri 5 Malang / Mochammad Luqman Hakim Rofi'i

 

Keywords: fun with reading program, extensive reading, reading, drama Reading is a language skill that gives many effects to the other three language skills. Reading also helps students acquire language components. Basically, there are two kinds of reading, namely intensive reading and extensive reading. Although less preferable, extensive reading is as important as intensive reading. It has benefits in developing students’ proficiency. One of English teachers in Senior High School 5 Malang develops a program called Fun with Reading, which is based on extensive reading. This research was conducted to get better understanding about Fun with Reading program, including purposes of the program, steps and the assessment of the program, obstacles that the teacher and students face in the program, and students’ responses towards the program. The design of this research was descriptive qualitative. The data of this research were the description of Fun with Reading program. In the data collection process, the researcher conducted observation, interview, and distributed questionnaire. The data were analyzed descriptively through organizing, grouping, describing and comparing with some related theories. The result of the analysis shows six findings. First, the purpose of Fun with Reading program was to improve students’ reading habit and vocabulary and it also served as variation in teaching narrative texts. Secondly, the steps of Fun with Reading program were divided into two main activities, reading and drama production. The steps of reading activity consisted of warm-up questions, reading materials introduction, reading, and summarizing. The steps of drama production consisted of selecting stories by voting, creating groups, retelling stories, creating draft of the drama script, and performance. Third, the assessment of Fun with Reading program was taken from both reading activity and drama production. For reading, the teacher assessed students’ reports and summaries, and for drama, the teacher assessed cooperation, performance, content, and fluency. Fourth, before implementing Fun with Reading program, the teacher prepared reading materials and examples of drama script. The reading materials were mostly in abridged version. It was also found that the teacher and students face various obstacles in conducting the Fun with Reading program. The teacher had limited time and lacked reading materials. Students faced more obstacles such as new vocabularies, sleepiness, feeling nervous, and conflicts in the group. Last, students iii gave various responses towards Fun with Reading program, such as liking the program because of its benefit, improvements for the program, and various suggestions for the program. The responses showed that although students faced some problems in the implementation of the program, they tried several things to enjoy doing the program. The results of the study showed that the program brought good impact to students, not only in their learning, but also in their study habit and behavior. For the improvement of the program, some suggestions were made, such as the improvement of the number of reading materials, reading in school’s parks or library, and creating reading community. For future researchers, some recommendations were also made, such as implementing such program to other learning environment and comparing the class that did the program with the class that did not do the program.

Pengaruh pemberian tambahan jam pelajaran terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN Tlogomas I Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / oleh Abdul Hafi

 

Penerapan permainan tata huruf dalam meningkatkan kemampuan bahasa di kelompok B TK Cutnya'dien Karangsono Sukorejo Pasuruan / Dartikah

 

Kata Kunci: Kemampuan bahasa, permainan tata huruf, Taman Kanak-Kanak. Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada anak usia TK. Pada masa kanak-kanak idealnya anak mulai mengkombinasikan suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat. Upaya-upaya pendidikan yang diberikan hendaknya diberikan dalam situasi yang menyenangkan. Anak usia dini senang dengan permainan yang menyenangkan, kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan seraya bermain. Salah satu bentuk kegiatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini adalah menggunakan permainan tata huruf. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelompok B TK Cut Nya’ Dien Karangsono Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan, terdapat rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana penerapan permainan tata huruf untuk meningkatkan kemampuan bahasa di kelompok B TK Cut Nya’ Dien Karangsono Sukorejo, 2) Apakah ada peningkatan kemampuan bahasa anak di Kelompok B TK Cut Nya’ Dien Karangsono Sukorejo dengan penerapan permainan tata huruf. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK dimana dalam siklus terdiri 4 langkah yaitu: Perencanaan (Planning), pelaksanaan tindakan (Acting), Observasi (Observing), refleksi (Reflecting). Subjek penelitian adalah kelompok B dengan jumlah 16 anak, lokasi penelitian adalah TK Cut Nya’ Dien Karangsono Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Instrumen pengumpulan datanya dengan melalui lembar observasi dan dokumentasi berupa foto selama pembelajaran. Analisis data dilakukan deskriptif kualitatif dalam pembelajaran dan kuantitatif terbentuk tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan tata huruf dalam meningkatkan kemampuan bahasa di Kelompok B TK Cut Nya’ Dien Karangsono Sukorejo Pasuruan berjalan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang telah dirancang dan berhasil sesuai dengan harapan. Hasil pra tindakan diperoleh rata-rata 49,68%. Pada siklus I pada pertemuan I dan pertemuan II diperoleh rata-rata 66,56%. Selanjutnya pada tindakan siklus II mengalami peningkatan dengan skor sebesar 19,69% diperoleh rata-rata 86,25%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan tata huruf dapat diterapkan untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak di Kelompok B TK Cut Nya’ Dien Karangsono Sukorejo. Saran yang disampaikan pada guru TK agar dapat menerapkan permainan tata huruf untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak.

Analisis skripsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / oleh Annang Widodo Raharja

 

Survey kesulitan dan usaha guru dalam pembelajaran sastra di kelas tinggi SD se-gugus VII Kecamatan Blimbing Kota Malang / Frida Sri Wulandari

 

Kata kunci: kesulitan guru, usaha guru, pembelajaran sastra Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di kelas tinggi SDN Purwodadi 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang pada pembelajaran sastra dapat diketahui beberapa permasalahan pada pembelajaran sastra, di antaranya adalah guru belum memahami ketiga genre sastra, apresiasi guru terhadap karya sastra kurang, sedikitnya waktu untuk apresiasi sastra seperti deklamasi puisi dan drama, belum adanya wadah yang tepat untuk menumbuhkembangkan bakat sastra yang dimiliki siswa, seperti drama klasikal ketika perpisahan kelas VI yang tertunda karena biaya, alat evaluasi hanya berupa evaluasi kognitif, keengganan guru menggunakan media untuk menarik perhatian dan minat siswa terhadap sastra, pembelajaran sastra terfokus pada LKS dan buku paket, serta budaya menulis membaca karya sastra masih minim. Dari kenyataan tersebut berakibat minimnya pengetahuan sastra siswa, terutama pada kegiatan apresiasi sastra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja kesulitan dan usaha guru dalam pembelajaran sastra di kelas tinggi SD Se-gugus VII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Penelitian terbatas pada kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran puisi, prosa,drama di kelas tinggi SD Se-gugus VII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif (survey). Prosedur dan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel berstrata atau stratified sample. Dalam penelitian ini, sampel berstrata berupa tingkatan kelas tinggi. Tahap pengumpulan data yang dilakukan berupa: 1) persiapan, meliputi: menyusun instrumen penelitian, pengurusan izin mengadakan penelitian, menyusun cara pengumpulan data, observasi awal; 2) pelaksanaan, meliputi: penyebaran angket, pengumpulan data angket dan wawancara, pengolahan data; 3) pengolahan data analisis data yang diperoleh dari angket dan hasil wawancara dicek untuk kemudian disusun dan diolah, sehingga data tersebut siap untuk dianalisis; 4) penulisan laporan dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil penelitian yang telah dilakukan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas tinggi SD Se-gugus VII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Hasil yang diperoleh dari survey ini adalah kesulitan pembelajaran sastra terletak pada tahap perencanaan pembelajaran berupa pengembangan silabus dengan skor 88 yang dialami oleh 12 guru dengan kriteria sikap kadang-kadang; pembimbingan proses penyusunan puisi, prosa, dan drama dengan skor 89 yang dialami oleh 12 guru dengan kriteria sikap sering. Usaha yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan pembelajaran sastra tersebut adalah guru bertanya dan mendatangkan para ahli pembelajaran sastra. Kesimpulan penelitian ini adalah Survey kesulitan dan usaha guru dalam pembelajaran sastra di kelas tinggi SD se-gugus VII Kecamatan Blimbing memiliki skor sebesar 106. Skor tersebut berarti bahwa guru kadang-kadang mengalami kesulitan pembelajaran puisi, prosa, dan drama di kelas tinggi SD se-gugus VII Kecamatan Blimbing Kota Malang. Berdasarkan penelitian ini, direkomendasikan kepada UPT Kecamatan Blimbing untuk mengadakan pelatihan sastra berupa penyusunan puisi, prosa, dan drama, serta apresiasi sastra kepada guru SD.

Penerapan Compact Disc Ganeca Multimedia untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar geografi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Banyuwangi / oleh Eva Febriyanti

 

Pengembangan permainan sirkuit sehat cerdas ceria pada pembelajaran fisik motorik anak kelompok B di RA Al-Amin Ledug Prigen Pasuruan / Nawang Sri Rahayu

 

Kata Kunci: pengembangan, permainan, sirkuit sehat cerdas ceria, fisik motorik. Aspek pengembangan yang perlu diperhatikan pada anak usia dini adalah kognitif, bahasa, sosial emosional, moral agama dan ketrampilan motorik. Terkait dengan pembinaan anak usia dini yang berkualitas, salah satu komponen tersebut adalah program pengembangan ketrampilan motorik yang tepat dan terarah. Berdasarkan hasil wawancara terhadap satu orang guru RA Al-Amin Ledug Prigen Pasuruan ditemukan temuan bahwa,(a) keterbatasan macam dan jumlah alat, (b) kegiatan pembelajaran yang lama (c) pembelajaran yang diulang-ulang sehingga 28 dari 35 anak merasa bosan dan kurang tertarik, (d) 7 anak tidak mau mengikuti pembelajaran, (e) kegiatan pembelajaran yang dilakukan belum mencakup seluruh aspek perkembangan anak, (f) kegiatan pembelajaran fisik motorik belum pernah menerapkan pembelajaran yang berbentuk sirkuit. Guru setuju jika dikembangkan pembelajaran fisik motorik dengan permainan sirkuit sehat cerdas ceria. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan permainan sirkuit sehat cerdas ceria yang diharapkan mudah dilakukan, menyenangkan dan tidak membahayakan bagi anak serta sebagai salah satu alternatif pembelajaran fisik motorik pada anak RA Al-Amin Ledug khususnya kelompok B. Permainan sirkuit sehat cerdas ceria merupakan satu rangkaian kegiatan pembelajaran motorik yang mempunyai kelebihan mengembangkan 5 aspek perkembangan anak yang lain selain fisik motorik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan melalui prosedur : 1) melakukan penelitian dan pengumpulan informasi, 2) melakukan perencanaan selanjutnya dievaluasi para ahli, 3) mengembangkan bentuk produk awal, 4) melakukan uji coba kelompok kecil dengan 8 subyek, 5) melakukan revisi terhadap produk awal, 6) melakukan uji coba kelompok lapangan dengan 35 subyek. Instrumen yang digunakan adalah berupa kuesioner berisi tentang rancangan produk dan hasil produk. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif berupa persentase yang ditujukan kepada dua ahli pembelajaran fisik motorik dan satu ahli pembelajaran fisik motorik dan teknik analisis kualitatif yang berupa saran dari ahli pembelajaran anak usia dini dan ahli pembelajaran fisik motorik. Hasil pengembangan pada analisis data kuantitatif uji lapangan ( kelompok besar) diperoleh persentase yaitu: (1) 94,3 % anak mudah melakukan permainan, (2) 100 % anak senang melakukan permainan, dan (3) 100 % anak aman saat melakukan permainan sirkuit sehat cerdas ceria. Berdasarkan hasil pengembangan permainan sirkuit sehat cerdas ceria, maka disimpulkan bahwa media ini mudah digunakan, menyenangkan dan aman dilakukan oleh anak. Disarankan hasil pengembangan produk yang dilakukan di RA Al-Amin tidak hanya pada kelompok B saja tetapi juga pada kelompok A, serta diharapkan dapat digunakan di sekolah lain serta lembaga pendidikan yang terkait.

Pola konsumsi anak kost terhadap mie instant (studi kasus di Jl. Jombang)
oleh Ima Widjaya

 

Alat deteksi nomor saluran telepon berbasis mikrokontroler AT89S51 / oleh A. Candra Nofika

 

Pengembangan modul limnoligi: struktur komunitas perifiton sebagai bioindikator kualitas sungai Brantas / Agus Kusnandi

 

Penerapan strategi Marketing Mix pada PT. Columbindo Perdana Cabang Malang tahun 2005/2006 / oleh Pratama Yoga Sugama

 

Peningkatan keterampilan menulis karangan narasi melalui model estafet writing di kelas V SDN Sekarpuro Kabupaten Malang / Khoirotin Nur Diana

 

Kata Kunci: Estafet Writing, Keterampilan Menulis, Karangan Narasi, SD Berdasarkan hasil observasi di kelas V SDN Sekarpuro Kabupaten Malang menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menulis karangan narasi. Kesulitan tersebut diantaranya (1) siswa memerlukan waktu yang relatif lama untuk menyelesaikan tugas mengarang. (2) siswa kesulitan menuangkan ide atau gagasan dan perasannya dalam karangan, dan (3) siswa kurang memahami tata tulis benar, terutama dalam penggunaan ejaan serta tanda baca. Oleh sebab itu perlu adanya perbaikan pembelajaran dan model Estafet Writing dipandang tepat. Masalah pada penelitian ini, yaitu bagaimanakah penerapan pembelajaran menulis karangan narasi melalui model Estafet Writing di kelas VA SDN Sekarpuro Kabupaten Malang?, bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis karangan narasi dengan menerapkan model Estafet Writing di kelas VA SDN Sekarpuro Kabupaten Malang?. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas VA SDN Sekarpuro Kabupaten Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data: lembar observasi penerapan model Estafet Writing, lembar penilaian aktivitas siswa, format catatan lapangan, pedoman wawancara, kamera, dan portofolio. Hasil penerapan model Estafet Writing dalam menulis karangan narasi dilakukan secara 7 tahap yaitu: (1) penyampaian tujuan, (2) pengorganisasian, (3) penentuan topik karangan, (4) pembuatan draft karangan secara estafet, (5) merevisi, (6) mengedit, (7) menyusun karangan utuh. Penyusunan karangan utuh merupakan pengembangan dari draft karangan yang telah direvisi dan dikoreksi oleh siswa sebelumnya. Peningkatan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas V SDN Sekarpuro Kabupaten Malang dilihat dari proses berupa aktivitas siswa, proses menulis dan hasil belajar. Peningkatan proses menulis karangan siswa dilihat dari rata-rata yaitu pada siklus I 74,6 dengan prosentase keberhasilan 65,4%. Pada siklus II meningkat menjadi 85,2 dengan prosentase 88,4%. Artinya siswa telah terampil dalam menerapkan proses menulis dari pembuatan draft, melakukan revisi pada draft karangan serta mengkoreksi ejaan serta tanda baca yang kurang tepat pada draft karangan. Hasil karangan pada siklus I rata-rata mencapai 79,9 dengan keberhasilan klasikal 69,2%. Selanjutnya siklus II meningkat menjadi 85,7 dengan keberhasilan klasikal 88,4%. Artinya siswa sudah lebih terampil dalam menulis karangan narasi secara utuh. Keaktivitan siswa pada siklus I mencapai nilai rata-rata 82,8 dengan prosentase keaktivan 80,8%. Pada siklus II meningkat menjadi 88,3 dengan prosentase keaktivan 88,4%. Keaktivan siswa mulai dari keberanian berpendapat, kerjasama dalam kelompok, kemamdirian siswa dalam menulis karangan, dan ketepatan jawaban siswa dalam menjawab pertanyaan dari guru meningkat. Dari data menunjukkan bahwa penerapan model Estafet Writing dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi. Berdasarkan hasil penelitian, untuk guru dapat disarankan Model Estafet Writing dapat diterapkan sebagai variasi dalam proses belajar mengajar di kelas agar pembelajaran yang dilaksanakan lebih beragam sehingga siswa tidak meras bosan dalam mengikuti pembelajaran. Bagi peneliti lain penelitian ini dapat disajikan sebagai dasar pertimbangan penelitian lebih lanjut yang sejenis dengan menggunakan jenis karangan yang sama maupun yang berbeda atau keterampilan bahasa yang lain yang termasuk dalam aspek menulis yang dititikberatkan pada keterampilan siswa dalam merevisi tulisan serta pemakaian tanda baca yang benar.

Pengaruh mind mapping dalam pembelajaran model jigsaw terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada materi sifat koligatif larutan / Ratih Purnamasari

 

ABSTRAK Purnamasari, Ratih. 2015. Pengaruh Mind Mapping dalam Pembelajaran Model Jigsaw terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sifat Koligatif Larutan. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Subandi, M.Si, (2) Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, Ph.D. Kata Kunci: Mind Mapping, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Jigsaw, Sifat Koligatif Larutan Sifat koligatif larutan merupakan salah satu materi kimia di SMA yang melibatkan konsep-konsep abstrak maupun konkrit. Materi tersebut juga berisi unsur-unsur algoritmik dan konstektual. Pada materi ini siswa lebih banyak menghafal daripada memahami konsep secara utuh. Model pembelajaran kooperatif jigsaw sesuai untuk diterapkan pada materi ini. Penggabungan setiap konsep pada materi ini memerlukan media yang dapat memudahkan siswa untuk mengingat dan menyampaikan informasi yang ada secara utuh. Salah satu media yang mampu memenuhi maksud tersebut adalah catatan bermakna yang disebut mind map. Mind map dapat digunakan untuk membangkitkan ide dan kreatifitas, memperbaiki memori, membangun konsep dan ide, membantu mengilustrasikan informasi, menghubungkan informasi yang acak, dan menyusun kembali ide-ide dengan cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji perbedaaan penggunaan mind mapping terhadap motivasi dan hasil belajar siswa dibandingkan mencatat biasa dalam pembelajaran model jigsaw pada materi sifat koligatif larutan. Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimental the static group comparison design dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII IPA di SMA Laboratorium UM. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster sampling menggunakan dua kelas yang mempunyai kemampuan awal sama, yaitu kelas XII IPA 2 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model jigsaw berbantuan mind mapping dan kelas XII IPA 3 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model jigsaw berbantuan mencatat biasa. Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi 36 item, tes hasil belajar 25 soal, dan data hasil catatan siswa. Validitas angket motivasi adalah 91,1% dan untuk soal tes 92,7% dengan kategori isi sangat valid. Perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa dikedua kelas diuji statistik dengan uji-t, pada taraf kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian pada pembelajaran materi sifat koligatif larutan, menunjukkan bahwa: (1) motivasi belajar siswa pada pembelajaran model jigsaw berbantuan mind mapping (skor rata-rata 72,40) tidak berbeda dibandingkan dengan mencatat biasa/non mind mapping (skor rata-rata 71,59). Hal ini didukung oleh tingkat hubungan yang sama-sama cukup dan searah antara nilai mind map siswa dengan motivasi belajar (r = 0,41) dan nilai catatan biasa dengan motivasi belajar siswa (r = 0,42). (2) hasil belajar siswa pada pembelajaran model jigsaw berbantuan mind mapping (skor rata-rata 74,80) ada beda dibandingkan dengan model jigsaw berbantuan mencatat biasa/non mind mapping (skor rata-rata 64,75). Hal ini juga didukung oleh adanya hubungan yang kuat dan searah antara nilai mind map siswa dengan hasil belajar (r = 0,71) sedangkan hubungan antara nilai catatan biasa dengan hasil belajar siswa hanya pada kategori cukup meskipun searah (r = 0,31).

Pelaksanaan strategi promosi penjualan pada divisi Fresh Department Seafood di Giant Super Store Sidoarjo / oleh Shinta Praharani

 

Studi tentang persepsi kepuasan pasien pada Rumah Sakit Umum Dr. Soedono Madiun : dalam sudut pandang pengelola dan pasien / oleh Suhariyanto

 

Sastra lisan Nyanuk Pupule sebagai ungkapan tradisional pada masyarakat Olilit Timur kabupaten Maluku Tenggara Barat / oleh Martha Maspaitella

 

Perbedaan penggunaan media E-learning google earth dan media peta terhadap hasil belajar IPS kelas 6 pada materi mengenal benua di SDN se-Gugus 1 Kota Malang / Nuralimah

 

Kata Kunci: Media Google Earth, Media Peta, Hasil Belajar IPS SD Google Earth adalah sebuah program komputer mengenai globe virtual yang dikembangkan oleh Google. Program ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang interaktif pengganti peta dengan format tiga dimensi. Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar pada materi yang mempelajari tentang bumi dan kenampakan alam dirasa kurang interaktif bagi siswa karena siswa hanya dihadapkan pada buku cetak saja. Berkaitan dengan ini maka dibutuhkan penelitian tentang media Google Earth tersebut sebagai inovasi media dalam pembelajaran di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji apakah ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media Google Earth dengan yang diajar menggunakan media peta pada siswa kelas VI pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar mengidentifikasi benua-benua di SD se-Gugus I Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan kuasi eksperimen (Pretest-Postest control Group Design). Subjek penelitian melibatkan seluruh siswa Kelas VI semester satu di 2 Sekolah Dasar, yaitu SDN Lowokwaru 2 dan SDN Lowokwaru 3 Kota Malang dengan jumlah keseluruhan sebanyak 94 siswa yang terbagi atas dua kelompok. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh perhitungan hasil perbedaan rata-rata nilai pre-test dan post-test dapat diketahui peningkatan nilai rata-rata kedua kelompok (gain score) yang dijadikan alat untuk mengukur hasil belajar siswa. Rata-rata gain score kelompok eksperimen (17,98) lebih tinggi dari rata-rata gain score kelompok kontrol (13,72). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis penelitian yang dibantu dengan program SPSS 16.0 for windows untuk analisis Compare Means Independent Sampel T Test, menunjukkan nilai probabilitas (0,004) < 0,05 yang berarti Ho gagal diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai gain score antara kelompok eksperimen (pembelajaran dengan Google Earth) dengan kelompok kontrol (pembelajaran dengan peta). Dari uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas VI antara kelas kontrol dan eksperimen dalam pembelajaran IPS. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini yaitu, (1) Sekolah disarankan untuk menerapkan pembelajaran menggunakan media yang lebih interaktif seperti media Google Earth untuk meningkatkan hasil belajar, (2) Guru disarankan untuk menggunakan media Google Earth pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar lainnya yang masih berhubungan dengan bumi, (3) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan eksperimen lanjutan dengan mengembangkan media Google Earth dalam pembelajaran IPA, PKn, Bahasa Indonesia, dan mata pelajaran lainnya.

Pengaruh kemampuan personal selling (Sales) terhadap keputusan pembelian dalam memilih rumah (Studi pada pembeli rumah yang dikembangkan oleh PT. Pancanaka Malang di Tirtasari Recidence Sukun) / Dadang Arfi Permana Putra

 

Kata kunci: personal selling, aktivitas sales, keahlian sales, karakteristik sales, keputusan pembelian Kebutuhan dan keinginan konsumen yang beraneka ragam dan banyaknya produk baru yang bermunculan yang ditawarkan kepada konsumen membuat konsumen sekarang ini menjadi semakin selektif terhadap pembelian barang-barang kebutuhannya, sehingga hal tersebut membuat perusahaan harus selalu berusaha untuk memenuhi selera konsumen dan memuaskan kebutuhan – kebutuhannya. Promosi menunjukkan pada berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan kebaikan produknya, membujuk dan mengingatkan para pelanggan dan konsumen sasaran untuk membeli produk tersebut. Suatu perusahaan harus memutuskan berapa banyak perbedaan (misalnya, manfaat, keistimewaan) yang harus dipromosikan kepada pelanggan sasarannya. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh personal selling (aktifitas sales, keahlian sales, karakteristik pribadi sales) yang signifikan secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian rumah di PT. PANCANAKA Malang; 2) mengetahui variabel personal selling yang dominan terhadap keputusan pembelian rumah di PT. PANCANAKA Malang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi, karena dalam penelitian ini memiliki tujuan akhir untuk melihat kaitan hubungan antar variabel. bebas X (independen) yang terdiri dari aktivitas sales (X1), keahlian sales (X2), karakteristik sales (X3). Sedangkan keputusan pembelian sebagai variabel terikat Y (dependen). Populasi dalam penelitian ini adalah pembeli rumah yang dikembangkan oleh PT.PANCANAKA Malang khususnya di Tirtasari Residence Sukun. Teknik pengambilan sampel Non Probability Sample diperoleh sampel sejumlah 86 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke tiga variabel bebas yang berpengaruh secara parsial hanya keahlian sales dan karakteristik sales. Secara simultan variabel aktivitas sales, keahlian sales dan karakteristik sales berpengaruh terhadap keputusan pembelian rumah di perumahan PT. PANCANAKA Malang. Variabel keahlian sales merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian rumah di perumahan PT. PANCANAKA Malang .

Pengaruh tayangan iklan televisi terhadap pembentukan citra produk rokok L.A Light : studi pada masyarakat Perum Giyashanta, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang / oleh Pipit Novita L.N.

 

Penerapan lesson study untuk meningkatkan kemampuan mengajar mahasiswa program studi pendidikan biologi FMIPA UM dalam praktik pengalaman lapangan (PPL) di SMP 1 Malang / Aprillia Rhamadhany

 

Kata Kunci: lesson study, kemampuan mengajar, mahasiswa pendidikan biologi, praktik pengalaman lapangan, SMPN 1 Malang. Dunia pendidikan akhir-akhir ini tengah mencari solusi atas permasalahan yang dialami dalam proses dan praktik pembelajaran. Salah satu alternatif yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu penerapan lesson study. Solusi tersebut diimplementasikan pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan FMIPA UM yang menempuh Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Melalui lesson study guru akan melakukan kolaborasi dengan guru lain untuk merancang, mengamati dan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penerapan lesson study dan kemampuan mengajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UMdi SMPN 1 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kolaboratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tindakan yang dimaksud pada penelitian ini adalah tahapan Plan, Do, dan See. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UM angkatan 2007 dengan jumlah mahasiswa empat orang (selanjutnya disebut GM) dan siswa kelas VIII-A, VIII-C, VIII-F, dan VIII-I. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar penilaian kemampuan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar penilaian kemampuan praktik mengajar, lembar observasi lesson study, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lesson study di SMPN 1 Malang secara keseluruhan berada pada kategori terlaksanan dengan persentase rata-rata keterlaksanaan sebesar 80,4 % yang meliputi: tahap plan 88,5%, tahap do 75,4 %, dan tahap see 77,4 %. Kemampuan mengajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UM mengalami peningkatan dan berada pada kategori baik yaitu pada GM I dengan skor rata-rata 82,7, GM II dengan skor rata-rata 81,1, GM III dengan skor rata-rata 79,3, dan GM IV dengan skor rata-rata 78, 4. Rata-rata siswa berpendapat menarik dalam mengikuti proses pembelajaran, hal itu terbukti tingkat kemenarikan siswa mencapai 72,0%. Untuk tingkatan tidak menarik mencapai 0%, cukup menarik mencapai 21,1%, dan sangat menarik mencapai 2,8%. Berdasarkan persentase angka ketuntasan belajar siswa pada UH KD 1 dan KD 2, hampir seluruh kelas yang diteliti mengalami ketuntasan. Pada kelas VIII-A persentase angka ketuntasan yang dicapai sebesar 90,3% dan 100%. Kelas VIII-C sebesar 83,3% dan 100%. Kelas VIII-F sebesar 84,4% dan 75%. Kelas VIII-I sebesar 86,7% dan 96,7%. Melalui lesson study dapat meningkatkan kemampuan mengajar GM dan juga hasil belajar siswa sehingga lesson study dapat dijadikan alternatif baru untuk memperbaiki proses pembelajaran dan keprofesionalan guru.

Perbandingan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan pembelajaran problem posing menggunakan media dan tanpa media LKS pada pokok bahasan stoikiometri larutan pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2005/2006 / oleh Nur Aini Febiyanti

 

Penelitian tentang peran serta kontak tani desa dalam menyebarkan inovasi pertanian kepada anggotanya di kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar / oleh Srikaton Anita Sofiyana

 

Pengaruh pelatihan kerja terhadap prestasi kerja karyawan di Hotel Pelangi Malang / oleh Dia Ratna Puspitasari

 

Pengaruh penggunaan lks bentuk tts terhadap prestasi belajar siswa pada pembelajaran sistem koloid kelas II II cawu 3 SMU Negeri I Arosbaya Kabupaten Bangkalan tahun ajaran 1999/2000 / oleh Nur Kumala Sari

 

Gur:ud alamk egiatanb elajarr nengajahr arusI nenguasarni ediay ang digunakanr, ;ehinggam ampu untuk meningkatkanp restasbi elajars isrvanyaS. uatu contohm edraL KS, sebabd enganm enggunakanL KS siswat ertantangu ntuk mencarl jarvabany arryadad alam LKS tersebutb aik melalui pendengaranln aupun pengamatans ertar nelaluib uku-bukus utnberp ernbelajaranT. etapi dari pengatrratan sepintasb,e luurb anyakg uruy angr nengetahkuei elc kt i lanL KS. l rkad i t i r l iaLi lra r r bentuknya. 'l'u.juanp enelitianin i adalahu ntukm etnbandingkapnr estasbi elajark imia antaras isrvay ang diajar menggunakanL KS bentukT TS denganL KS bentukb iasa. Penelitianin i dilakukand i SMtJ NegeriI ArosbayaK abupatenB angkalan Rancanganp enelitiannya"l lundomi:ecl( 'ttnlntl Ontttp ()rrl.v/ )clrgrt" l)ada rancangaint ri keduak elonrpokk elasd iperkirakanrn etnilikik emarnpuasne imbang yangd ipilih melaluip rosedusr ecaraa cak.K emudianp adak eduak elast ersebut dibe i perlal

Prediksi laju erosi dengan menggunakan metode Rusle di Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan / oleh Nurhayati

 

Studi tentang kegiatan pembelajaran seni pada klub menggambar harmoni di Kota Malang / oleh Didik Hari Purwanto

 

Hubungan antara peran guru pembimbing dan instruktur di industri dengan prestasi praktik kerja industri siswa kelas XII Jurusan Teknik Mesin SMK Nasional Malang / Zulkifli Zuda Khozi

 

Kata Kunci: Peran guru pembimbing, peran instruktur, prestasi praktik kerja industri. Peran guru pembimbing adalah melaksanakan kegiatan bimbingan siswa yang melaksanakan praktik kerja industri (Prakerin). Peran guru pembimbing yang tinggi akan meningkatkan prestasi praktik industri siswa. Peran instruktur di industri adalah memberikan bimbingan ahli bagi siswa dalam melakukan pekerjaan serta memberikan petunjuk-petunjuk praktis selama siswa melaksanakan praktik kerja industri. Siswa yang mendapat peran instruktur di industri baik akan berpengaruh terhadap prestasi Prakerin yang baik pula. Kenyataannya masih banyak guru pembimbing maupun instruktur praktik yang tidak memberikan perannya secara maksimal. Tujuan peneliti untuk mengetahui hubungan peran guru pembimbing dan instruktur di industri secara parsial maupun simultan dengan prestasi praktik kerja industri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 responden. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata peran guru pembimbing ketika siswa melaksanakan praktik industri adalah cukup, rata-rata peran instruktur di industri ketika siswa melaksanakan praktik industri adalah baik, dan rata-rata prestasi praktik kerja industri yang didapat siswa adalah baik. Dari hasil analisis pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa: (1) Secara parsial ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran guru pembimbing dengan prestasi praktik kerja industri dengan r korelasi sebesar 0,487. (2) Secara parsial ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran instruktur di industri dengan prestasi praktik kerja industri dengan r korelasi sebesar 0,537. (3) Secara simultan ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran guru pembimbing dan instruktur di industri dengan prestasi praktik kerja industri dengan R korelasi sebesar 0,629. Berdasarkan kesimpulan di atas, maka disarankan kepada kepala sekolah untuk melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan prestasi Prakerin dengan melakukan pemilihan guru pembimbing praktik yang memang memiliki persyaratan sebagai guru pembimbing Prakerin. Guru pembimbing hendaknya melakukan pembimbingan secara berkala (intensif) pada siswa yang melakukan Prakerin. Instruktur di industri hendaknya merasa peduli kepada siswa yang melaksanakan praktik dengan melakukan bimbingan Prakerin sebaik mungkin. Peneliti selanjutnya diharapka dapat mengembangkan penelitian ini lebih luas dan mendalam, dengan meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi prestasi Prakerin.

Penerapan pembelajaran model generatif sebagai upaya meningkatkan keterampilan proses dan motivasi belajar biologi siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 2 Malang tahun ajaran 2005/2006 / oleh Dinar Ekawati

 

Perbedaan model pembelajaran quantum teaching dan numbered heads together terhadap hasil belajar IPS kelas V SDN Lowokwaru 3 Kota Malang / Wahyu Kristiyansyah

 

Kata Kunci : quantum teaching, numbered heads together, model pembelajaran, hasil belajar Model pembelajaran Quantum Teaching merupakan model pembelajaran yang menyenangkan. Model pembelajaran Quantum Teaching terangkum dalam konsep TANDUR dan AMBAK. Penggunaan model pembelajaran dan media yang tepat dapat mempengaruhi hasil belajar dari proses pembelajaran. Numbered Heads Together merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Spencer Kagan. Model pembelajaran ini selalu diawali dengan membagi kelas dengan beberapa kelompok dan tiap siswa dalam kelompok diberikan nomor urut sesuai banyaknya anak dalam kelompok tersebut untuk memudahkan kinerja kelompok, Mengubah posisi kelompok, menyusun materi, mempresentasikan dan mendapat tanggapan dari kelompok lain. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji apakah ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dan yang diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) siswa kelas V pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar mengenal keragaman kenampakan alam dan buatan serta pembagian wilayah waktu di Indonesia dengan menggunakan peta/atlas/globe dan media lainnya di SDN Lowokwaru 3 Kota malang? Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen (Pretest-Postest nonequivalent control Group Design). Subjek penelitian melibatkan siswa kelas VA sebanyak 40 siswa dan siswa kelas VB sebanyak 38 siswa semester satu SDN Lowokwaru 3 Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dan yang diajar menggunakan model pembelajaran NHT pada taraf signifikansi 0,05. Pembahasan menunjukkan bahwa menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran NHT dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini yaitu, (1) Sekolah disarankan untuk menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching untuk meningkatkan hasil belajar, (2) Guru disarankan untuk menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar lainnya, (3) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan eksperimen lanjutan dengan mengembangkan model pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran IPA, PKn, Bahasa Indonesia, dan mata pelajaran lainnya.

Perancangan media komunikasi visual Kusuma Agrowisata Batu / oleh Heny Nurmayanto

 

Pengaruh penggunaan media audio visual (video) terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran sistem rem siswa kelas XI SMK Negeri 12 Malang / Mahdi Harris

 

Kata Kunci: Penggunaan Media Audio Visual, Motivasi Belajar, Hasil Belajar. Media pembelajaran merupakan wahana dan penyampaian informasi atau pesan pembelajaran pada siswa. Dengan adanya media pada proses belajar mengajar, diharapkan dapat membantu guru dalam meningkatkan Motivasi belajar pada siswa dan siswa dapat memperoleh hasil belajar yang meningkat pula. Salah satu bentuk media pembelajaran yang akan digunakan pada penelitian kali ini adalah media audio visual. Secara sederhana Media audio-visual disebut juga sebagai media video. Video merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu. Ada tiga jenis desain yang termasuk eksperimen semu, yaitu one shot case study, pre tes and pos tes dan static group comparison. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre tes and pos tes design. Dalam desain ini, pengamatan terhadap subjek eksperimen dilakukan sebelum pelaksanaan manipulasi eksperimen. Ini disebut dengan pre tes. Setelah dilaksanakan manipulasi eksperimen dilakukan kembali pengamatan terhadap subjek eksperimen disebut dengan pos tes. Skor perbedaan antara pre tes dan pos tes diasumsikan sebagai efek dari modifikasi atau treatment. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji ANAVA dan uji Regresi. Berdasarkan data hasil penelitian, dapat diketahui bahwa pengunaan media audio visual (video) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sistem rem SMK Negeri 12 Malang. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini adalah (1) Sekolah diharapkan lebih meningkatkan mutu pendidikan melalui pemberian standarisasi RPP dengan model pembelajaran yang bervariasi misalnya dengan model pembelajaran dengan menggunakan media audio visual, (2) Guru diharapkan dapat memberikan variasi model pembelajaran, misalnya dengan menggunakan media audio visual (video).

Perbandingan metode-metode ekstraksi minyak kulit biji mete dengan pelarut etanol oleh Zuni Aliatin Niswah

 

MinyakkulitbijimeteatauCNSL(C-asftewnutshellliquid)manpakan suatuc airankentayl angt erdapadt alamk ulit biji mete.C NSL diperolehd engan carae kstraksCi. NS1m- empunyarai say angp ahit,b ersifarta cund ank orosif. CNSLt idak dapatd igunakans ebagarin inyakp angant,e tapib anyakd igunakan dalamin dustrii aitu Jebagabi ahanp embuarto l mesink etik, perekayt angt 4q terhadapa samp, elumasli opling pesawatp, elapisk ayu supayata tranr ayap,b ahan yangt ailana ir,d ans ebagai-supiemyaenng d apamt encegadha nm engontrol cociidiosis.P enelitianin i bertujuanu ntukm engetahumi etodee kstraksyi ang dapamt enghasilkarenn demeCnN SLy angp alingb esadr anm embandingkan karakterC NSLh asile kstraksi. Pe[elitianin i bersifaet ksperimentdaal nd ilakukand i laboratoriumK imia FMIP/rU niversitaNs egerMi alangP. adap enelitianin i ekstraksCi NSLd ali kulit biji meted ilakukand engantig am etodey aitus oxhletasrie, fluksd anm aserasi dengane tanols ebagapi elarui.S etiapm etoded ilakukan4 kali. Hasile kstraksi dari-ketigam etodeien-ebudti hitungr endemennyaU.j i t berpasangadnil akukan unrukm engetahmuie todey angm enghasilkarenn demeCn NSLp alingb esar' KarakteCr NSLh asile kstraksyia ngd ibandingkamn eliputiin deksb ias,m assa jenis,b ilanganio d, danb ilanganp enyabunan' Hasilp enelitianin i menunjukkanb ahwam etoder efluksm enghasilkan GNSLp alingbesadro rganr endemerna ta-rata26,655oChN. SLh asile kstraksi denganmetodseo xhleiasrie, fluksd anm aserasmi empunyakia raktesr arna. I l I

Perancangan media komunikasi visual obyek wisata Pantai Prigi Trenggalek / oleh Femi Eka Rahmawati

 

Perbedaan kecerdasan emosi siswa Madrasah Aliyah se-Kecamatan Jombang antara siswa yang tinggal di pondok pesantren dan siswa yang tinggal di rumah / oleh Emi Rizqil Fauziyah

 

Pengaruh kualitas layanan usaha simpan pinjam terhadap partisipasi anggota pada Koperasi Pegawai Republika Indonesia (KP-RI) Sinar Guru Trenggalek / oleh Nunik Supriyani

 

The implemation of concept mapping in improving the second year students' ability writing descriptive paragraphs / by Rafiul Amal

 

Keefektifan bimbingan kelompok sebaya untuk meningkatkan adversity quotient siswa yang mengalami broken home di SMPN 2 Wlingi Blitar / Dyah Ayu Wyat Ratitya

 

Ratitya, Dyah Ayu Wyat. 2013. Keefektifan Bimbingan Kelompok Sebaya untuk Meningkatkan Adversity Quotient Siswa yang Mengalami Broken Home di SMPN 2 Wlingi. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd. Kata Kunci: bimbingan kelompok, kelompok sebaya, adversity quotient, broken home     Adversity Quotient (AQ) merupakan suatu kemampuan yang dimiliki individu untuk bertahan terhadap kesulitan dan memberikan respon yang positif terhadap kesulitan yang sedang dialaminya.     Pada beberapa tahun terakhir ini terdapat peningkatan kasus perceraian yang tentunya tidak hanya memberikan dampak bagi pasangan yang bercerai, melainkan juga memberikan dampak yang kurang baik pada anak. Broken home adalah keadaan keluarga yang tidak utuh lagi karena perceraian. Berkaitan dengan permasalahan tersebut maka diperlukan adanya peningkatan adversity quotient bagi anak yang mengalami broken home agar mereka dapat tetap bertahan dan menanggapi permasalahan tersebut secara positif. Salah satu cara meningkatkan AQ dengan bimbingan kelompok sebaya. Bimbingan kelompok sebaya adalah bimbingan yang dilaksanakan secara berkelompok dengan melibatkan siswa untuk saling berinteraksi dengan anggota kelompk.     Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan adversity quotient siswa yang mengalami broken home di SMPN 2 Wlingi dengan menggunakan bimbingan kelompok sebaya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket yang diberikan pada siswa kelas VII yang mengalami broken home. Analisis data dengan menggunakan statistik non-parametrik uji Wilcoxon. Dari uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan mean of rank antara skor pretest dan posttest.     Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai beda (z) -2.207 dan Asymp. Sig. (2-tailed) 0.27 pada derajat signifikansi <0.05. Dasar pengambilan keputusan adalah jika probabilitas <0.05 maka H0 ditolak yang berarti bimbingan kelompok sebaya efektif untuk meningkatkan adversity quotient siswa yang mengalami broken home di SMP.     Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dan acuan bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk membahas permasalahan yang sama tentang adveristy quotient siswa yang mengalami broken home. Karena penelitian ini masih terdapat beberapa kelemahan, agar penelitian lebih efektif maka perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan kelompok kontrol. Selain itu bagi konselor penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan untuk melakukan kegiatan bimbingan kelompok sebaya dalam usa membantu siswa meningkatkan adversity quotient terutama bagi siswa broken home.

Sifat fisik dan organoleptik sosis subtitusi tangkai jamur kancing dengan persentase berbeda / oleh Nenie Dahniar

 

Pengaruh rasio likuiditas, aktivitas, dan profitabilitas terhadap return saham pada pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI periode 2008-2010 / Dwi Putri Utari

 

Kata Kunci: Current Ratio (CR), Quick Ratio (QR), Inventory Turnover (ITO), Total Assets Turnover (TATO), Return On Investment (ROI), Return On Equity (ROE), dan Return Saham. Return saham merupakan tingkat pengembalian dari investasi. Perubahan harga saham dari periode ke periode lain akan mengakibatkan perubahan pada return saham yang diterima yang berarti semakin tinggi perubahan harga saham maka semakin tinggi return saham yang dihasilkan. Dalam penelitian ini return saham yang dipakai adalah rata-rata return saham harian selama 5 hari setelah laporan keuangan tahunan dipublikasikan pada perusahaan otomotif di BEI karena perusahaan otomotif dinilai memiliki prospek yang cukup cerah di masa akan datang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan deduktif. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan subyek perusahaan otomotif di BEI yang berjumlah 17 perusahaan. Sedangkan sampel sebanyak 10 perusahaan dengan tingkat signifikan 5%. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yang digunakan untuk menguji hipotesis guna mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel X terhadap variabel Y dengan menggunakan software SPSS for windows 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial: 1)CR tidak berpengaruh signifkan terhadap return saham, 2)QR berpengaruh signnifikan terhadap return saham, 3)ITO tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, 4)TATO berpengaruh signifikan terhadap return saham, 5)ROI berpengaruh signifikan terhadap return saham dan 6)ROE berpengaruh signifikan terhadap return saham. sedangkan secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap return saham. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan: 1)para investor hendaknya memperhitungkan variabel CR dan ITO karena secara simultan berpengaruh signifikan. 2)lebih memperluas kriteria sampel serta periode pengamatan yang lebih lama sehingga variabel-variabel yang tidak berpengaruh signifikan dalam penelitian ini diharapkan dapat berpengaruh signifikan terhadap return saham pada penelitian-penelitian selanjutnya.

Strategi peningkatan kualitas pelayanan sebagai upaya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan di PT. Pos Indonesia (Persero) cabang Malang 65100 / oleh Wijoyo Hadi Prayitno

 

Penerapan strategi pelayanan dalam upaya menciptakan kepuasan pelanggan pada agen AJB Bumi Putera 1912 Kantor Operasional Malang Celaket / oleh Andi Chamaludin

 

Peningkatan keterampilan menulis deskripsi melalui gambar seri pada siswa kelas III SDN Turi 01 Kota Blitar / Marlenci Ngaibawar

 

Kata kunci: menulis deskripsi, gambar seri, sekolag dasar. Pembelajaran menulis deskripsi kelas III SDN Turi 01 Kota Blitar masih berpusat pada guru dengan mengunakan metode ceramah tentang materi menulis deskripsi dan tidak ada media yang mendukung dan sesuai materi yang ada. Hal ini menjadi menjadi faktor kemampuan menulis deskripsi siswa menjadi rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan 1)Pelaksanaan keterampilan menulis deskripsi melalui gambar seri pada siswa kelas III SDN Turi 01 Kota Blitar? 2) Meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas III SDN Turi 01 Kota Blitar? Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripsi kualitatif. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penulisan deskripsi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi Hasil penelitian ini menunjuhkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menulis deskripsi melalui gambara seri dapat meningkatkan hasil menulis deskripsi siswa kelas III SDN Turi 01 Kota Blitar yang ditunjukan dengan nilai rata-rata pada pratindakan 58, siklus 1 68, dan siklus II 92. Ketunyasan belajar pada pratindakan sebesar 28%, siklus 1 sebesar 71%, dan siklus II 100%. Nilai aktivitas siswa pada waktu pembelajaran juga meningkat, nilai rata-rata ketuntasan pada siklus 1 sebesar 68%, dan siklus II 92%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran menulis deskripsi melalui gambar seri dapat meningkatkan hasil belajar menulis deskripsi siswa serta meningkatkan kemampuan menulis deskripsi siswa kelas III SDN Turi 01 Kota Blitar, oleh karena itu guru disarankan untuk menerapkan gambar seri sebagai media pembelajaran menulis deskripsi.

Pelaksanaan strategi pelayanan untuk mencapai kepuasan pelanggan pada Giant Super Store Sidoarjo / oleh Putri Dina Masita

 

Improving the reading comprehension skill of grade X students of SMAN 3 Madiun through Question Answer Relationships (QAR) strategy / Agung Purnomo

 

Kata kunci: Kemampuan Pemahaman Bacaan, Strategi QAR, TOEFL Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMAN 3 Madiun yang dilaksanakan pada tanggal 19 dan 21 Desember 2011, ditemukan bahwa siswa kelas X tahun 2011-2012 mempunyai masalah dalam pemahaman bacaan. Hal itu mungkin disebabkan oleh kurang tepatnya strategi yang diterapkan di dalam ruang kelas dan motivasi yang rendah dari para siswa. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas diselenggarakan untuk memecahkan masalah dalam pemahaman bacaan. Subyek dari peneliitian ini adalah siswa kelas X SMAN 3 Madiun. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, strategi QAR diterapkan dalam penelitian untuk membantu murid – murid meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan mereka. Prosedur penerapan QAR merupakan pelepasan tanggung jawab secara bertahap untuk menjadi pembelajar yang mandiri. Di dalam penelitian ini, strategi QAR dilaksanakan dengan 2 putaran yang terdiri dari 8 pertemuan, dan data-data diperoleh dari test pemahaman bacaan yang diambil dari TOEFL, lembar pengamatan, angket dan catatan lapangan. Prosedur penerapan strategi QAR dimulai dengan memberikan penjelasan dan model strategi tersebut pada para siswa. Tahap ke 2, guru dan siswa berlatih strategi QAR bersama-sama. Akhirnya, para siswa diberikan kesempatan untuk melakukan latihan mandiri dan penilaian sesame teman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi QAR di pengajaran membaca sukses dalam meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan para siswa. Hasil – hasil penelitian mampu mencapai 2 kriteria sukses yang ditetapkan dalam di dalam penelitian ini. Criteria pertama kesuksesan adalah jika siswa - siswa mendapatkan peningkatan nilai 15 bagi yang mendapatkan nilai kurang dari 72 di studi pendahuluan dan peningkatan nilai 10, bagi yang mendapatkan nilai 72 dan diatasnya. Sedangkan criteria ke-2 kesuksesan adalah partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar paling tidak 75%. Di Siklus ke-1, data partisipasi para siswa yang diambil dari lembar pengamatan dan angket adalah 76.66% dan 82.67%. Kedua data tersebut telah memenuhi kriteria sukses. Akan tetapi hasil dari uji pemahaman bacaan yang diambil dari TOEFL tidak mencapai persyaratan yang ditetapkan di kriteria sukses. Nilai ujian pemahaman bacaan hanya 68% di putaran ke-1, dan 100% di putaran ke-2. Sementara itu, data mengenai keikutsertaan para siswa di Siklus ke- 2 adalah 85.83% dan 94%. Dari temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi QAR efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan siswa dan partisipasi siswa dalam pengajaran dan pembelajaran membaca. Selain itu, strategi QAR jugamenggerakkan rasa ingin tahu siswa untuk mengaplikasikannya pada pelajaran yang lain. Oleh karena itu, guru Bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan strategi QAR di kelas membaca. Akhirnya, peneliti berikutnya direkomendasikan untuk mengadakan penelitian mengenai strategi QAR yang diterapkan untuk umur dan pelajaran yang berbeda.

Penerapan model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar materi gelombang elektromagnet siswa kelas X-C SMA Negeri 1 Turen / I'im Sahita Zahro

 

Kata Kunci: team game tournament, gelombang elektromagnet, hasil belajar fisika. SMA Negeri 1 Turen adalah salah satu sekolah menengah atas yang diminati oleh sejumlah siswa lulusan SMP di Kabupaten Malang. Proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Turen sejauh ini banyak mengarahkan siswa pada belajar kompetitif dan individualistis. Yang mana proses pembelajarannya cenderung menempatkan siswa pada posisi persaingan antar siswa dengan kata lain dapat menyebabkan kegagalan bagi siswa yang tidak mampu untuk bersaing. Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk mengkaji tentang Penerapan Model Pembelajaran Team Game Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Gelombang Elektromagnet Siswa Kelas X-C SMA Negeri 1 Turen. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-C SMA Negeri 1 Turen dengan model pembelajaran TGT. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Turen dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti meliputi: (1) observasi, (2) dokumentasi, dan (3) tes. Ketiga metode tersebut di organisir dan dianalisis dengan membandingkan hasil data pada siklus I dengan siklus II. Instumen penelitian yang digunakan peneliti anatara lain: (1) rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) lembar observasi dan (3) soal tes. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yaitu dengan menelaah seluruh data, mereduksi data, membuat kategorisasi, menafsirkan data dan memberikan pemaknaan hasil. Hasil penelitian menunjukkan pada lembar observasi aktivitas siswa terjadi peningkatan, pada siklus I keaktifan siswa sebesar 76,2 % sedangkan pada siklus II sebesar 82,86 %. Hasil ini diperoleh dari perbandingan skor total yang diperoleh siswa dengan skor tertinggi total pada lembar observasi.

Pengaruh besaran plan angle pahat bubut dan waktu penyayatan terhadap tingkat kekasaran permukaan hasil pembubutan / Iftitah Nurunnia Kholidah

 

Dalam pelaksanaan permesinan sering digunakan metode penyayatan orthogonal (900), padahal terdapat plan angle lain yaitu obelique 450 yang menurut teori memberikan tingkat kekasaran yang lebih rendah daripada plan angle 900. Berdasarkan permasalahan ini pengguna mesin bubut harus menentukan plan angle yang tepat untuk tingkat kekasaran permukaan yang minimal. Tingkat kekasaran minimal akan mengoptimalkan kerja dari benda kerja pada suatu sistem mesin yang lebih kompleks. Dengan keadaan itu peneliti menggunakan besaran plan angledan waktu penyayatan untuk mengetahui tingkat kekasaran permukaan benda kerja menggunakan pahat bubut BOHLER S700. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan metode eksperimental. Pengambilan data dilaksanakan dengan metode eksperimen di Laboratorium Pemesinan Universitas Negeri Malang. Variabel penelitian adalah variasi plan anglesebagai variabel bebas dan tingkat kekasaran permukaansebagai variabel terikat. Ada pengaruh besaran plan angle dan waktu penyayatan tehadap tingkat kekasaran permukaan hasil pembubutan pada plan angle 450, 600 dan 900 yaitu 155.4333333 µin, 164.2 µin, 209.36667 µin pada menit ke 5; 168.0333 µin, 174.8 µin, 258.4 µin pada menit ke 10; 179.9333 µin, 199.7 µin, 285.9 µin pada menit ke 10. Plan angle yang memiliki tingkat kekasaran permukaan benda kerja yang lebih rendah adalah plan angle 45 derajat karena plan angle 450 menghasilkan tatal dengan luas penampang yang lebih besar daripada plan angle 900 sehingga gaya pemotongan akan lebih rendah dan temperatur pemotongan akan lebih stabil. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah variasi plan angle pahat bubut subtitusi berpengaruh terhadap tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan. Plan angle 450 memiliki tingkat kekasaran permukaan yang lebih rendah daripada plan angle 900. Plan angle 450 hanya dapat digunakan untuk menyayat benda kerja dengan ukuran yang lebih panjang.

Model Cellular Automata secara umum / oleh Anida Etikawati

 

Perencanaan konstruksi rancang bangun mesin bor multipoint menggunakan sistem pneumatik yang dikendalikan oleh programmable logic controller (PLC) / M. Ikhsan Jawawi, Ropiko Putra Jaya

 

Penerapan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar biologi siswa kelas X F SMA Negeri I Ngunut Tulungagung / oleh Lilik Tri Wahyuningsih

 

Pengaruh kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja karyawan melalui komitmen organisasional di Hotel Pelangi Malang / Elsita Khrisnawati Joar

 

Kata Kunci: Kompensasi non finansial, komitmen organisasional, disiplin kerja Kompensasi non finansial dapat dijadikan salah satu faktor utntuk meningkatkan disiplin kerja karyawan melalui komitmen organisasional. Dalam penelitian ini kompensasi non finansial dibagi menjadi 2 yaitu imbalan karir dan imbalan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi non finansial terhadap disiplin kerja karyawan melalui komitmen organisasional. Hipotesis yang diajukan adalah (1) Ada pengaruh secara langsung yang signifikan antara pemberian kompensasi non finansial yang berupa imbalan karir dan imbalan sosial terhadap komitmen organisasional, (2) Ada pengaruh secara langsung yang signifikan antara pemberian kompensasi non finansial yang berupa imbalan karir dan imbalan sosial terhadap disiplin kerja karyawan, (3) Ada pengaruh secara langsung yang signifikan antara komitmen organisasional terhadap disiplin kerja karyawan, 4) Variabel komitmen organisasional memiliki peran yang signifikan untuk menjembatani hubungan antara kompensasi non finansial (karir , sosial) dengan disiplin kerja karyawan. Penelitian ini dilakukan di Hotel Pelangi Malang dengan populasi sebanyak 72 karyawan dan sampel 61 karyawan hotel Pelangi Malang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian in adalah proportional random sampling. Untuk pengukuran skalanya dengan menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan analisis path. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui bagaimanakah kondisi deskriptif kompensasi non finansial yang berupa imbalan karir dan imbalan sosial, komitmen organisasional dan disiplin kerja karyawan di Hotel Pelangi Malang, (2) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara langsung yang signifikan antara pemberian kompensasi non finansial yang berupa imbalan karir dan imbalan sosial terhadap komitmen organisasional di Hotel Pelangi Malang, (3) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara langsung yang signifikan antara pemberian kompensasi non finansial yang berupa imbalan karir dan imbalan sosial terhadap disiplin kerja karyawan di Hotel Pelangi Malang, (4) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara langsung yang signifikan antara komitmen organisasional terhadap disiplin kerja karyawan di Hotel Pelangi Malang, (5) Untuk mengetahui apakah variabel komitmen organisasional memiliki peran yang signifikan untuk menjembatani hubungan antara kompensasi non finansial (imbalan karir, imbalan sosial) dengan disiplin kerja karyawan. Dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa (1) karyawan merasa puas dengan imbalan karir yang diterima (2) imbalan karir dan imbalan sosial berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasional, (3) imbalan karir dan imbalan sosial berpengaruh secara signifikan terhadap disiplin kerja, (4) komitmen organisasional berpengaruh secara langsung signifikan terhadap disiplin kerja, (5) variabel komitmen organisasional memiliki hubungan yang signifikan dalam menjembatani imbalan karir dengan disiplin kerja. Variabel komitmen organisasional juga memiliki hubungan yang signifikan dalam menjembatani imbalan social dengan disiplin kerja. Dari hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah: (1) Agar Hotel Pelangi Malang mempertahankan pemberian kompensasi non finansial terhadap para karyawan yang berupa imbalan karir (rasa aman, pengembangan diri, peluang kenaikan penghasilan dan fleksibilitas karir). Pemberian kompensasi non finansial yang baik dapat meningkatkan komitmen organisasional dan disiplin kerja karyawan Hotel Pelangi Malang. (2) Agar Hotel Pelangi Malang mempertahankan pemberian kompensasi non finansial yang berupa imbalan sosial. Dengan pemberian imbalan sosial yang baik maka karyawan akan merasa nyaman untuk melaksanakan tugasnya.Hasil yang baik dari penelitian ini semoga dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan kompensasi yang diberikan kepada karyawan, agar para karyawan semakin baik dalam pekerjaan dan semakin setia terhadap Hotel Pelangi Malang. (3) Bagi peneliti selanjutnya yang berminat mengembangkan studi ini disarankan untuk lebih memperdalam kajian melalui pengembangan item-item pernyataan untuk variabel kompensasi non finansial, komitmen organisasional dan disiplin kerja serta variabel-variabel lain yang belum masuk dalam model penelitian ini. Selain itu juga disarankan dalam skala pengukuran tidak menggunakan pilihan netral.

Pengaruh kemampuan logika dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI i.s SMA Negeri 1 Malang / Firdausi Palila Yolandari

 

Kata kunci: Kemampuan Logika, Kebiasaan Belajar, dan Prestasi Belajar. Memiliki prestasi yang membanggakan merupakan harapan setiap siswa. Dan untuk mencapai kesuksesan dalam belajar, siswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan logika yang baik, tetapi juga harus memiliki kebiasaan belajar yang baik pula. Penelitian ini membahas tentang pengaruh kemampuan logika dan kebiasaan belajar yang dimiliki oleh siswa terhadap prestasi belajar yang telah dicapai oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan logika dan kebiasaan belajar secara parsial terhadap prestasi belajar. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Malang. Populasi penelitian ini berjumlah 90 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 70 siswa. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sample. Sedangkan metode analisisnya menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan logika terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi. Dari hasil analisis menunjukkan hasil t_hitung=6,683 dan t_tabel= 2,00 dengan probabilitas (0,000) < 0,05. Nilai koefisien regresi parsial variabel kebiasaan belajar bernilai positif sebasar 0,204 berarti kenaikan satu satuan variabel kebiasaan belajar akan meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran akuntansi sebesar 0,204. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) kemampuan logika yang dimiliki oleh siswa kelas XI i.s. SMA Negeri 1 Malang tergolong rendah, (2) kebiasaan belajar siswa kelas XI i.s. SMA Negeri 1 Malang tergolong kebiasaan belajar yang baik. (3) ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan logika terhadap prestasi belajar siswa kelas XI i.s. SMA Negeri 1 Malang, (4) ada pengaruh yang signifikan antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Malang. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) bagi Kepala Sekolah agar memberikan arahan bagi para siswa agar selalu meningkatkan tingkat kemampuan logika dan kebiasaan belajar untuk meningkatkan prestasi belajar, (2) bagi guru akuntansi agar dijadikan pertimbangan dalam menggunakan metode pembelajaran yang tepat dalam rangka meningkatkan kemampuan logika dan kebiasaan belajar untuk meningkatkan prestasi belajar, (3) bagi siswa agar dapat lebih meningkatkan kemampuan logikanya dan lebih membiasakan diri untuk belajar teratur agar dapat meningkatkan prestasi belajarnya, (4) bagi peneliti bahwa peneliti menyadari dalam penelitian ini masih ada banyak kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki. Untuk itu diharapkan ada penelitian lain yang dapat mengembangkan penelitian ini dengan melihat variabel yang berbeda.

Implementasi pengelolaan keuangan sekolah yang menerapkan sekolah gratis (studi kasus di SMP PGRI 1 Batu) / Veri Irawan

 

Kata Kunci: implementasi pengelolaan keuangan sekolah, sekolah gratis. Setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Oleh karena itu dalam bidang pendidikan pemerintah menetapkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan tujuan membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu dalam rangka mendukung pencapaian Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. Melalui program ini, pemerintah memberikan dana kepada sekolah-sekolah setingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat untuk membantu mengurangi beban biaya pendidikan yang harus ditanggung oleh orangtua siswa. BOS diberikan kepada sekolah untuk dikelola sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Besarnya dana untuk tiap sekolah ditetapkan berdasarkan jumlah murid. Ada delapan tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) asal sumber keuangan sekolah dan sumber keuangan yang paling dominan, (2) prosedur pencairan keuangan sekolah, (3) prosedur penerimaan keuangan sekolah, (4) prosedur penyaluran dana sekolah, terutama dana BOS, (5) operasional menggunakan dana sekolah, (6) sistem pengawasan (monitoring) terhadap penggunaan dana sekolah, (7) pertanggungjawaban dan pengarsipan data keuangan sekolah, (8) masalah-masalah yang muncul dalam pengelolaan dana dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh sekolah. Penelitian ini dilakukan di SMP PGRI 1 Batu dengan pendekatan kualitatif dan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Analisis pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (1) pengumpulan data, (2) pemilihan, pemusatan, dan transformasi data atau data kasar yang muncul dari catatan-catatan lapangan, dan (3) kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa teknik yaitu: (1) kredibilitas/validitas internal, (2) transferabilitas, (3) dependabilitas, dan (4) konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan: (1) sumber keuangan sekolah berasal dari pemerintah saja yaitu dana BOS dan dana imbal swadaya, (2) prosedur pencairan dana dilakukan melalui pemerintah kota dan ditransfer melalui nomor rekening sekolah, (3) prosedur penerimaan keuangan sekolah,sekolah harus membuat rencana pengambilan dana dan harus sesuai dengan fungsi penggunaan dana BOS, (4) prosedur penyaluran dana disalurkan setiap periode, setiap periode untuk anggaran belanja tiga bulan, sekolah mengambil dana setiap satu bulan sekali, (5) operasional penggunaan dana sekolah sesuai dengan RAPBS, (6) sistem pengawasan dilakukan oleh tim manajemen BOS kota yang rutin dilakukan setiap bulan, pengawasan lain dilakukan oleh BPKP dan BPK, (7) pertanggungjawaban dan pengarsipan data dilakukan sekolah setiap bulan dan sekolah membuat laporan akhir tahun untuk mengetahui bahwa belanja sekolah sudah sesuai dengan RAPBS, (8) masalah yang dihadapi sekolah dalam mengelola keuangan yaitu terlambatnya dana yang keluar dari pemerintah untuk periode bulan Juli-September, untuk mengatasi masalah ini sekolah mencari pinjaman dana terlebih dahulu. Pinjaman dana diperoleh dari para guru di sekolah tersebut. Berdasarkan hasilpenelitian saran-saran yang diajukan adalah: (1) Kepala Dinas Pendidikan, lebih memperhatikan lagi sekolah swasta yang ada di Kota Batu dan menambah anggaran untuk bidang pendidikan, (2) Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah, dapat lebih memperbaiki tentang pengelolaan dana sekolah serta terus menjalankan kegiatan sekolah gratis yang tanpa dipungut biaya apapun, (3) Siswa/Peserta Didik, dapat menambah motivasi belajar untuk mengkatkan prestasi akademik dan non-akademik karena sudah mendapatkan pendidikan yang gratis, (4) Orangtua, dapat melakukan pengawasan secara langsung terhadap pengelolaan keuangan sekolah, (5) Kepala Jurusan AP FIP UM, jurusan mengkaji pengelolaan keuangan yang dilakukan sekolah yang menerapkan pendidikan gratis, untuk pendalaman ilmu manajemen pendidikan, khususnya manajemen keuangan, (6) Peneliti lain, dapat melanjutkan penelitian yang sejenis yang bermanfaat untuk lebih dapat mengelola keuangan sekolah dengan lebih baik.

Pengaruh dimensi kualitas jasa terhadap kepuasan peserta didik di SMA Shalahuddin Malang / oleh Afro Fitriyatin

 

Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi siswa di SMK Yayasan Pendidikan 17-2 Kota Malang / oleh Rahmi Junita Puspitaningrum

 

Implementasi kolaborasi model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan talking stick untuk meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS 3 SMA Islam Malang / Sherllly Septyanti

 

Septyanti, Sherlly. 2014. Implementasi Kolaborasi Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Dan Talking Stick Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas Xi Ips 3 SMA Islam Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Bambang Sugeng, SE., M.A., M.M (2) Dr. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Think Pair Share, Talking Stick, Keaktifan Siswa dan Hasil Belajar      Belajar dan mengajar merupakan suatu kegiatan interaksi antara guru dan siswa yang saling berhubungan satu sama lain. Pada proses ini seorang guru diharapkan dapat menciptakan suatu kondisi belajar yang efektif sehingga dapat terjadi suatu peningkatan pemahaman siswa terhadap suatu materi. Metode pembelajaran merupakan salah satu unsur penting yang mendukung tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan dalam proses belajar mengajar.      Dari hasil observasi yaitu terdapat masalah yang berkaitan dengan keaktifan siswa di kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung dan juga berpengaruh kepada hasil belajar siswa yang kurang memuaskan pada mata pelajaran Akuntansi. Kurangnya keaktifan disini adalah kurangnya keterampilan berbicara pada saat tanya jawab dalam pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan: (1) keaktifan belajar siswa kelas XI IPS 3 pada mata pelajaran Akuntansi SMA Islam Malang, (2) hasil belajar siswa kelas XI IPS 3 pada mata pelajaran Akuntansi SMA Islam Malang.      Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas, yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Islam Malang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, catatan lapangan, lembar soal post test, wawancara dan dokumentasi.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan kolaborasi model pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan bahwa terdapat peningkatan keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share yang dikolaborasikan dengan Talking Stick. Kemudian terdapat 15 siswa yang belum tuntas atau sebanyak 15 siswa yang nilainya masih di bawah SKM (75) pada siklus I. Sedangkan pada siklus II diketahui sebanyak 2 siswa yang belum tuntas atau sebanyak 2 siswa yang nilainya masih di bawah SKM (75). Peningkatan sangat terlihat dari jumlah sisa yang tuntas dari siklus I dan siklus 2, diketahui bahwa pembelajaran kolaborasi Think Pair Share dan Talking Stick mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS3.

Korelasi tingkat pendidikan, lama kerja, dan usia dengan tingkat pendapatan pedagang kaki lima : studi kasus pada pedagang kaki lima di Jalan Raya Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / oleh Triana Hendriawati

 

Peningkatan keterampilan menulis puisi melalui model pembelajaran think pair and share (TPS) pada siswa kelas V SDN dampit 2 Kecamatan Dampit Kabupaten Malang / Yanik Rinawati

 

Kata Kunci: Menulis puisi, siswa kelas V, Model Pembelajaran Think Pair And Share (TPS) Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN Dampit 2 diketahui bahwa; (1) Pembelajaran masih menggunakan metode konvensional ; (2) Dalam kegiatan pembelajaran menulis puisi sebagian besar siswa merasa kesulitan dalam merangkai kata-kata serta siswa merasa bingung akan menulis apa.Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan penguasaan atau kemampuan siswa. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah menerapkan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan model Think Pair and Share (TPS) pada pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya keterampilan menulis puisi, (2) peningkatan keterampilan menulis puisi setelah menerapkan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) di kelas V. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan sebanyak 2 Siklus dan setiap siklus terdiri dari 1 kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: (1) planning, (2) akting & observing, (3) reflecting, (4) revising planning. Subyek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Dampit 2 Kecamatan Dampit Kabupaten Malang pada semester gasal tahun ajaran 2010/2011 sebanyak 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Think Pair and Share (TPS) terbukti dapat memberi struktur diskusi sehingga siswa tidak melantur pemikirannya dan terarah tingkah lakunya karena harus melaporkan hasil pemikirannya ke pasangannya. Berdasarkan analisis data hasil penelitian setelah diterapkan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) dalam menulis puisi diketahui bahwa: banyaknya siswa yang telah mengalami peningkatan dari pra tindakan sampai siklus II. sebelum siklus hasil yang didapat yaitu 65.5 %. Sedangkan pada saat sudah dilakukan siklus I hasil yang didapat meningkat yaitu 73.26 % dan pada saat pelaksanaan siklus 2 nilai siswa semakin meningkat yaitu 87.78 % . Dari data-data yang telah dipaparkan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair and Share(TPS) dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V di SDN Dampit 2 Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SD adalah untuk Kepala Sekolah agar memotivasi guru untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS). Untuk guru sebaiknya menerapkan model pembelajaran Thiink Pair and Share (TPS) pada pelajaran yang lainnya agar siswa menjadi lebih aktif dan hasil belajarnya meningkat. Bagi peneliti model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) perlu dikembangkan lebih lanjut mengenai penggunaan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) yang lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan dan mencapai hasil yang diinginkan. Bagi peneliti lain, agar dapat mengembangkan penelitian tentang model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) yang lebih bervariasi lagi sehingga penelitian yang dilakukan dapat memperbaiki keterbatasan penelitian ini.

Analisis model pembelajaran berbasis kompetensi dengan pengalaman belajar siswa untuk mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri Lawang Malang / oleh Eny Nurul Hidayaty

 

Hubungan kebiasaan belajar, pemanfaatan waktu belajar dan prestasi belajar mahasiswa jurusan teknologi pendidikan angkatan 2009 Universitas Negeri Malang / Raissa Azaria Valmei

 

Kata Kunci: Kebiasaan belajar, Pemanfaatan waktu belajar, Prestasi belajar Kebiasaan belajar adalah suatu perilaku yang ditunjukkan oleh siswa yang dilakukan secara berulang-ulang dari waktu kewaktu secara otomatis dan merupakan suatu keteraturan. Pemanfaatan waktu belajar adalah perbuatan memanfaatkan waktu yang digunakan untuk proses belajar secara efektif dilihat dari banyaknya jam belajar dan frekuensi belajar. Prestasi belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses belajar yang telah dilakukan berulang-ulang dalam bentuk nilai IPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebiasaan belajar mahasiswa, pemanfaatan waktu belajar dan prestasi belajar mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan UM angkatan 2009, serta mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar, hubungan antara pemanfaatan waktu belajar dengan prestasi belajar, dan hubungan antara kebiasaan belajar dan pemanfaatan waktu belajaar terhadap prestasi belajar mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan UM angkatan 2009. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasional dengan Product Moment Pearson. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan 116 responden mahasiswa jurusan teknologi pendidikan UM angkatan 2009. Kesimpulan kebiasaan belajar yang dilakukan Mahasiswa TEP UM angkatan 2009 sudah baik,mereka sudah memiliki kebiasaan belajar yang mandiri. Begitu pula dengan pemanfaatan waktu, mereka sudah mempunyai jadwal sendiri untuk belajar dan kebanyakan pada malam hari. Masing-masing variabel, yaitu kebiasaan dengan prestasi belajar dan pemanfaatan waktu belajar dengan prestasi belajar memiliki hubungan yang signifikan ditunjukkan dari hasil analisis menggunakan Product Moment Pearson. Semakin baik kebiasaan dan pemanfaatan waktu belajar yang dilakukan maka semakin baik pula prestasi yang dihasilkan. Saran dalam penelitian ini adalah dosen diharapkan dapat memberikan motivasi yang lebih kepada mahasiswa agar meningkatkan kebiasaan belajar yang baik dan memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk belajar sehingga dapat memperoleh prestasi belajar yang lebih baik lagi.Untuk mahasiswa diharapkan agar lebih berupaya dalam peningkatan prestasi belajar melalui kebiasaan belajar yang baik dan memanfaatkan waktu belajar yang dimiliki dengan baik.

Pembelajaran open ended untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Malang pada materi bangun ruang / Fahmi Abdul Halim

 

Halim, Fahmi Abdul. 2014. Pembelajaran Open-Ended untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Malang pada Materi Bangun Ruang. Tesis Program Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Purwanto, Ph.D dan (II) Dr. Abdul Qohar, M.T Kata Kunci : Masalah Open-Ended, Bangun Ruang, Berfikir Kreatif     Pembelajaran seyogyanya mengantarkan siswa untuk mampu menyelesaikan masalah dengan beragam penyelesaian, namun di sekolah hal tersebut jarang diimplementasikan, saat peneliti melakukan observasi di SMP Muhammadiyah 4 Malang, proses pembelajaran masih berpusat pada guru, metode yang dipakai masih ceramah sehingga siswa hanya mendengarkan dan pasif, pemberian soal masih berupa soal dengan jawaban tunggal. Solusi dari permasalahan di atas yaitu dengan menggunakan pembelajaran open-ended, pembelajaran open-ended sangat baik digunakan dalam pembelajaran matematika karena dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa. Dari pemaparan di atas peneliti akan melakukan penelitian: Pembelajaran open-ended untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa SMP Muhammadiyah 4 Malang.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Open-Ended yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Malang tahun ajaran 2013/2014. Tahap penelitian dimulai dengan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Kegiatan merencanakan adalah menyusun perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian, kemudian memvalidasinya, serta melakukan tes awal dan membentuk kelompok belajar. Kegiatan tindakan adalah menerapkan pembelajaran open-ended pada materi bangun ruang di kelas VIII semester dua. Kegiatan mengamati dilakukan oleh dua orang pengamat secara bersamaan. Kegiatan merefleksi dilakukan berdasarkan hasil pengamatan, kemudian mengambil kesimpulan apakah kemampuan berfikir kreatif siswa pada materi bangun ruang sudah meningkat atau belum.     Dari penelitian diperoleh bahwa langkah-langkah pembelajaran open-ended yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa sebagai berikut: Tahap awal, (1) orientasi. pada tahap ini guru menyampaikan maksud dari pembelajaran open-ended dan menjelaskan pentingnya mempelajari materi bangun ruang. Tahap inti, (2) guru menyajikan materi atau masalah open-ended tentang bangun ruang. (3) Siswa kemudian mengerjakan masalah open-ended yang diberikan guru secara individu. (4) Siswa diminta mendiskusi masalah open-ended yang telah dikerjakan secara individu dengan anggota kelompok yang telah dibentuk sebelumnya dimana setiap kelompok terdiri dari 3 – 4 siswa. (5) Setelah diskusi kelompok siswa diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Tahap akhir, (6) membuat kesimpulan. Pada tahap ini guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Kemampuan berfikir kreatif siswa dikatakan meningkat jika setelah pembelajaran dilakukan kemampuan berfikir kreatif siswa meningkat dan sebanyak minimal 60% dari keseluruhan siswa memperoleh skor minimal 65 pada tes akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran open-ended pada materi bangun ruang kelas VIII semester dua telah meningkat. Kemampuan berfikir kreatif siswa meningkat 20% dari tindakan sebelumnya dan 60% dari jumlah siswa memperoleh skor 65 atau berada pada kategori cukup kreatif atau kreatif. Berdasarkan hasil penelitian, juga diperoleh data bahwa penerapan pembelajaran open-ended pada materi bangun ruang dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Malang.

Kekerabatan lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di pusat konservasi lutung Jawa, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, berdasarkan sekuen gen cytochrome B / Miftahul Mushlih

 

Kata Kunci: Kekerabatan, Lutung Jawa (T. auratus), Gen Cytochrome-b, Pusat Konservasi Lutung Jawa. Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) merupakan salah satu spesies endemik Indonesia yang keberadaannnya dinyatakan rentan (vurnerable) terhadap kepunahan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Di Pusat Konservasi Lutung Jawa, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, diduga ada dua subspesies yaitu Trachypithecus auratus auratus (bernama Rus) dan Trachypithecus auratus mauritius (Bernama Ijem). Identifikasi kekerabatan Lutung Jawa yang selama ini dilakukan di Pusat Konservasi Lutung Jawa terbatas pada pengamatan morfologi dan daerah asalnya saja, sehingga menghasilkan informasi yang terbatas. Analisis menggunakan DNA dianggap mampu menghasilkan informasi yang lebih akurat. Identifikasi kekerabatan Lutung Jawa diperlukan untuk memetakan kelompok Lutung Jawa sebelum dikembalikan kehabitat asalnya. Dari hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer Forward hasil modifikasi dari (Wangchuk, 2005), 5’-CTTCC ATGAGGACAAATATC-3’ dan Primer Reverse Rmuc1, 5’-GTGGAGTATAGGT ATGATTGC-3’ diperoleh sekuen gen cyt-b sepanjang 500 bp pada Rus dan 501 bp pada Ijem. Hasil analisis topologi filogenetik dengan metode Maximum-likelihood (ML) dan pairwise distance dengan menggunakan software MEGA5 menunjukkan bahwa Rus dan Ijem berkerabat sangat dekat dan merupakan satu jenis T. a. auratus. Nilai pairwise distance kedua sampel 0,4% ± 0,0027. Topologi pohon filogenetik menggunakan metode ML menunjukkan kedua sampel berkerabat dekat dengan T. a. auratus haplotype aaJ ǀEF465117.1ǀ, T. a. auratus haplotype aaG ǀEF465115.1ǀ, dan T. a. auratus haplotype aaB ǀEF465110.1ǀ, serta berada dalam satu kelompok dengan anggota T. auratus lainnya.Kata Kunci: Kekerabatan, Lutung Jawa (T. auratus), Gen Cytochrome-b, Pusat Konservasi Lutung Jawa. Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) merupakan salah satu spesies endemik Indonesia yang keberadaannnya dinyatakan rentan (vurnerable) terhadap kepunahan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Di Pusat Konservasi Lutung Jawa, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, diduga ada dua subspesies yaitu Trachypithecus auratus auratus (bernama Rus) dan Trachypithecus auratus mauritius (Bernama Ijem). Identifikasi kekerabatan Lutung Jawa yang selama ini dilakukan di Pusat Konservasi Lutung Jawa terbatas pada pengamatan morfologi dan daerah asalnya saja, sehingga menghasilkan informasi yang terbatas. Analisis menggunakan DNA dianggap mampu menghasilkan informasi yang lebih akurat. Identifikasi kekerabatan Lutung Jawa diperlukan untuk memetakan kelompok Lutung Jawa sebelum dikembalikan kehabitat asalnya. Dari hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer Forward hasil modifikasi dari (Wangchuk, 2005), 5’-CTTCC ATGAGGACAAATATC-3’ dan Primer Reverse Rmuc1, 5’-GTGGAGTATAGGT ATGATTGC-3’ diperoleh sekuen gen cyt-b sepanjang 500 bp pada Rus dan 501 bp pada Ijem. Hasil analisis topologi filogenetik dengan metode Maximum-likelihood (ML) dan pairwise distance dengan menggunakan software MEGA5 menunjukkan bahwa Rus dan Ijem berkerabat sangat dekat dan merupakan satu jenis T. a. auratus. Nilai pairwise distance kedua sampel 0,4% ± 0,0027. Topologi pohon filogenetik menggunakan metode ML menunjukkan kedua sampel berkerabat dekat dengan T. a. auratus haplotype aaJ ǀEF465117.1ǀ, T. a. auratus haplotype aaG ǀEF465115.1ǀ, dan T. a. auratus haplotype aaB ǀEF465110.1ǀ, serta berada dalam satu kelompok dengan anggota T. auratus lainnya.

Tipe dan strategi saluran distribusi pada Tabloid "Posmo" Surabaya / oleh Sri Winarni

 

Penerapan contextual teaching and learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA kelas IV SN Baujeng II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Susanto

 

ABSTRAK Susanto, 2012. Penerapan Contekstual teaching and learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA kelas IV SDN Baujeng II. Skripsi, Program Studi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dra. Hj. Sukamti, M.Pd.(II) Dra. Hj. Sri Estu winahyu, M.Pd Kata kunci: CTL, Aktivitas, Hasil Belajar Siswa, IPA. Berdasarkan observasi awal siswa kelas IV SDN Baujeng Pasuruan cenderung pasif dalam pembelajaran IPA. Hal ini di karenakan setiap pembelajaran guru selalu menjadi sumber utama, sehingga guru berperan aktif dalam pembelajaran, untuk itu perlu diadakan peninjauan dalam hal model pembelajaran. Pembelajaran yang sesuai adalah Kontekstual (CTL), yang menekankan siswa belajar diawali dengan pengetahuan, pengalaman, dan konteks keseharian yang dimiliki, kemudian dikaitkan dengan apa yang dipelajari di kelas. Selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari- hari. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui: (a). Bagaimanakah penerapan pembelajaran kontekstual pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Baujeng II: (b): Bagaimanakah aktivitas belajar siswa selama penerapan model contekstual teaching and larning kelas IV SDN Baujeng II Kecamatan Beji Kabupaten . (c) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas IV SDN Baujeng II setelah penerapan Model Kontekstual. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus, Siklus pertama terdiri dari 2 kali pertemuan dan siklus kedua juga terdiri dari dua kali pertemuan. Sedangkan Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian terhadap penerapan model Contextual teching and learning , ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat, dari observasi awal yang 19 Siswa masih belum mencapai ketunasan, dengan rata-rata 67,85 %. Pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 71,43 pada siklus II menjadi 77,86. Penerapan model Contextual teching and learning menunjukkan bahwa hasil belajaran IPA meningkat. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan guru selalu menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakter siswa khususnya menggunakan model pembelajaran Contektual teaching and learning pada mata pelajaran IPA, sehingga siswa mengetahui dan mengalami secara langsung dan materi yang diperoleh dapat diingat lebih lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajarn kontekstual dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Baujeng II kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Saran yang diberikan peneliti adalah:a) Di Setiap pembelajaran IPA hendaklah memilih model pembelajaran yang melibatkan siswa dan Aktivitas Guru untuk menerapkan Model Kontekstual. bagi anak didik terutama dalam menyampaikan sebuah materi pelajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Kontekstual.

Unsur-unsur pemungutan pajak restoran pada Dinas Pendapatan Kota Malang / oleh Ajeng Lucky Primasari

 

Pembiayaan program paket C di PKBM Tambo Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang / Dedy Widiyanto

 

Kata Kunci: Pembiayaan, Paket C, PKBM, Komponen pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya agar dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. adalah sangat penting bagi PKBM untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan keperluan masing-masing program, karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. Dalam konteks penelitian tentang pembiayaan program pendidikan ini, peneliti akan mengkhususkan diri pada lembaga pendidikan masyarakat, yaitu, PKBM Tambo yang berada di Jalan Tegir No 5. RT 5 RW 5 Dusun Kebonan Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur. Hal yang melandasi peneliti melakukan penelitian di PKBM Tambo adalah dikarenakan PKBM Tambo merupakan Lembaga Masyarakat yang tergolong lembaga yang baru berdiri. PKBM Tambo berdiri pada tahun2006. Dari Hasil Peneltian ditemukan bahwa: 1) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tambo didirikan di Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, bertujuan untuk mengelola potensi pendidikan. 2) Program Paket C yang dikelola PKBM Tambo berasal dari Swadana yang berasal dari pemerintah desa dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) yang berasal dari mitra Kerja LPM UM dan Dinas Pendidikan. 3) Strategi penjaringan yang paling utama adalah menghimpun informasi mengenai calon pendonor terhadap program yang terkait dengan visi misi PKBM. 4) Komponen kepembiayaan program paket C PKBM Tambo terdiri dari: (1) Bahan. (2) Alat. (3) Tenaga. Dari Penelitian ini, ada beberapa saran yang dapat dijadikan masukan, antara lain : 1) Bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah adanya tambahan informasi melalui kuliah atau seminar yang membahas tentang pembiayaan Lembaga Satuan Pendidikan Luar Sekolah yaitu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan mensosialisasikan pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat secara mandiri dalam menyelengarakan lembaga satuan Pendidikan Luar Sekolah. 2) Bagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Hendaknya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tambo bisa membantu PKBM di kecamatan lain untuk memberikan informasi terkait tentang sistem pelaksanaan program sesuai dengan prosedur yang dianjurkan oleh pemerintah. 3) Bagi Peneliti lain. Diharapkan bagi peneliti lain untuk dapat mengembangkan penelitian ini dengan metode serta fokus yang lain, sehingga dapat secara berkelanjutan berpartisipasi aktif dalam program-program Pendidikan Luar Sekolah. 4) Bagi Pemerintah Daerah. Diharapkan lebih berperan aktif dalam mendukung dan menjebatani program-program Pendidikan Luar Sekolah yang diselenggarakan oleh PKBM Tambo untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat setempat.

Pengaruh larutan kedelai (Glycine max L.) terhadap fertilitas mencit (Mus musculus) betina galur balb C / Aries Wibisono

 

Kata Kunci: Kedelai, Isoflavon, Dosis, Fertilitas Kedelai mengandung senyawa isoflavon yang mempunyai kemampuan untuk menimbulkan efek estrogenik karena kemiripan strukturnya dengan hormon estrogen. Mengkonsumsi kedelai dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan panjang siklus menstruasi, menurunkan FSH (follicle-stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone) (Ahira, 2009). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh larutan kedelai (Glycine max) terhadap fertilitas mencit (Mus musculus) betina galur Balb C Penelitian dilakukan di laboratorium Zoologi Bio 214 dan kandang Biologi FMIPA UM pada bulan Juni 2010 - Maret 2011. Jenis penelitian merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan berupa larutan kedelai yang diberikan selama 12 hari dengan 4 perlakuan yaitu dosis 0 g/kg bb; 0.369 g/kg bb; 0.738 g/kg bb; 1.47 g/kg bb masing-masing diulang sebanyak 6 kali. Setelah perlakuan, mencit betina dikawinkan dengan pejantan. Mencit yang bunting kemudian dibedah pada hari kebuntingan ke-18 untuk dihitung jumlah fetus hidup, jumlah fetus mati, jumlah plasenta, jumlah resorpsi, dan jumlah korpus luteum. Data hasil pengamatan kemudian dihitung menggunakan rumus Manson dan Kang (1989) untuk menentukan fertilitas pada mencit betina. Data selanjutnya dianalisis menggunakan ANAVA dan dilanjutkan dengan uji LSD jika ada pengaruh. Berdasarkan hasil analisis data, larutan kedelai berpengaruh terhadap fertilitas mencit betina. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan yang signifikan pada rata-rata persentase implantasi dan persentase telur praimplantasi yang hilang. Rata-rata kematian intrauteri, embrio yang diresorpsi, dan fetus mati cenderung mengalami peningkatan pada perlakuan larutan kedelai dosis 0.738 g/kg bb dan 1.47 g/kg bb. Rata-rata fetus hidup mengalami penurunan pada perlakuan larutan kedelai dosis 0.738 g/kg bb dan 1.47 g/kg bb. Dapat disimpulkan bahwa larutan kedelai (Glycine max) berpengaruh terhadap fertilitas mencit (Mus musculus) betina galur Balb C yaitu pada persentase implantasi dan persentase kematian telur praimplantasi. Larutan kedelai dosis 0.738 g/kg bb dan 1.47 g/kg bb menurunkan persentase implantasi dan meningkatkan persentase telur praimplantasi yang hilang.

Sistem akuntansi klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) pada PT. Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Kediri / oleh Frestya Likana Dwi Anggraini

 

Penerapan model pembelajaran Word Square Upgrade dalam matapelajaran bahasa Jerman untuk keterampilan berbicara siswa kelas XI SMAN 6 Malang / Juvita Ramadhani

 

Ramadhani, Juvita. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Word Square Upgrade dalam Mata pelajaran bahasa Jerman untuk Keterampilan Berbicara Siswa Kelas XI SMAN 6 Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Iwa Sobara, S.Pd. M.A., (II) Dudi Syafrudin, S.S. M.A. Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Jerman, Word Square Upgrade     Pada dasarnya keterampilan berbahasa yang diajarkan di sekolah meliputi empat aspek. Aspek tersebut yaitu aspek membaca, mendengar, berbicara, dan menulis. Namun, hasil observasi di SMAN 6 Malang menunjukkan bahwa aspek membaca lah yang lebih diutamakan. Padahal semua keterampilan berbahasa sangatlah penting, terutama berbicara. Berbicara merupakan awal terciptanya komunikasi dan interaksi. Untuk menciptakan suatu pembelajaran yang aktif dan interaktif dibutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat menciptakan pembelajaran yang aktif dan interaktif pula. Oleh sebab itu, dipilihlah word square upgrade yang merupakan salah satu model pembelajaran aktif dan interaktif untuk melatih keterampilan berbicara siswa di kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang. Word square upgrade merupakan kumpulan kata dalam kotak yang harus dicari menggunakan bantuan pertanyaan. Setelah semua kata berhasil ditemukan, siswa merangkaikannya dalam suatu kalimat.     Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran word square upgrade dalam mata pelajaran bahasa Jerman untuk keterampilan berbicara. Sumber data dalam penetitian adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 sebanyak 28 orang. Data diambil dari hasil dokumentasi berupa hasil pekerjaan siswa yang dinilai oleh peneliti, hasil kuesioner, dan hasil observasi peneliti di lapangan selama penelitian berlangsung. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai pengajar dan observer.     Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran word square upgrade merupakan model pembelajaran yang interaktif. Siswa menunjukkan ketertarikannya pada model pembelajaran ini. Model pembelajaran ini dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran, menyusun kalimat dengan baik, dan menjadikan siswa lebih berkonsentrasi dalam kegiatan belajar mengajar.

Pengembangan modul materi garis-garis pada segitiga untuk SMP kelas VIII yang mengacu pada kurikulum 2004 / oleh Soni Riswanto

 

Perbandingan hasil belajar siswa kelas XI yang diajar menggunakan paduan model pembelajaran konvensional pada pokok bahasan stoikiometri larutan di SMA Negeri Malang / oleh Ken Ubit Nurul Subaidah

 

Pengembangan permainan jejak kaki untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak kelompok B di TK Dian Agung Malang / Suprayogi Kartikawati

 

Kata kunci: Pengembangan, Permainan Jejak Kaki, Kecerdasan Kinestetik Permainan sangat penting bagi perkembangan inteligensi dan fisik motorik (jasmaniah) anak. Melalui kegiatan bermain anak dapat mengembangkan kecerdasan sesuai dengan tahap-tahap perkembangan yang dilalui anak usia dini. Peneliti mengembangkan pedoman permainan Jejak Kaki yaitu suatu cara tentang kegiatan permainan yang dirancang untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak melalui kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Diharapkan dengan pembelajaran menggunakan pedoman permainan berbasis multiple intelligence ini anak lebih tertarik dan kecerdasan kinestetik yang diukur melalui keterampilan dan kemampuan anak dalam melakukan gerak motorik kasar meliputi kelentukan, keseimbangan, kelincahan dan kekuatan dapat terstimulasi secara optimal. Tujuan dari penelitian pengembangan adalah memvalidasi pedoman permainan Jejak Kaki untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak guna melihat dampak permainan Jejak Kaki terhadap peningkatan kecerdasan kinestetik yang dilakukan melalui aktivitas gerak kelentukan, kelincahan, keseimbangan dan kekuatan anak. Model pengembangan dalam penelitian ini adalah mengacu pada model penelitian Borg & Gall yaitu menggunakan pedoman model pengembangan R&D (Research and Development). Prosedur penelitian model pengembangan yang digunakan dalam penelitian hanya menggunakan 7 langkah penelitian, dilaksanakan pada satu sekolah saja dengan subjek 28 anak kelompok B yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah. Instrumen penelitian yang digunakan observasi, wawancara, angket, dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data dari para ahli tentang permainan Jejak Kaki, diperoleh hasil sebesar 93,3%. Hasil data uji lapangan terkait dengan aspek kemudahan sebesar 93%, terkait dengan aspek kesenangan sebesar 100%, terkait dengan aspek keamanan sebesar 97,4 %. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aktivitas kelentukan, kelincahan, keseimbangan dan kekuatan dalam permainan jejak kaki sangat efektif untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak serta dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat merancang permainan jejak kaki ini menjadi sebuah permainan dengan menggunakan dua sirkuit permainan agar lebih menarik serta dapat menstimulasi aspek kecerdasan anak lainnya.

Pengembangan media pembelajaran audiovisual pada pokok bahasan laporan keuangan perusahaan jasa di SMA Negeri 3 Blitar / Bisrul Miftachul Asror

 

Kata kunci: Media pembelajaran, AudioVisual Media ] pembelajaran digunakan untuk meningkatkan pembelajaran dalam kelas. Siswa belajar dengan senang sehingga dapat mengetahui, dan memahami ilmu yang ditransformasikan oleh guru. Penggunaan media yang variatif akan meningkatkan motivasi pembelajaran dan akan meningkatkan hasil pembelajaran siswa. Pokok bahasan laporan keuangan perusahaan jasa merupakan materi yang harus dikuasai siswa baik konsep maupun praktek penyusunan atau sistematika. Materi tersebut dianggap sulit oleh siswa sehingga memerlukan media pendukung untuk mengatasi masalah tersebut. Visi sekolah dan sarana prasarana sekolah yang dapat mendukung dalam pengembangan media sehingga dapat meningkatkan pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, pengembangan ini mengangkat judul pengembangan media pembelajaran audiovisual pada pokok bahasan laporan keuangan perusahaan jasa. Adapun tujuan pengembangan 1) untuk menghasilkan bentuk pengembangan media audiovisual yang baik dan menarik untuk mempermudah pembelajaran akuntansi dalam pokok bahasan laporan keuangan di Kelas XI IPS SMAN 3 Blitar, 2) mengetahui proses pembelajaran dengan Media audiovisual pada Pokok Bahasan Laporan Keuangan Perusahaan Jasa di Kelas XI IPS SMAN 3 Blitar, 3) mendiskripsikan hasil belajar siswa XI IPS yang memanfaatkan media audiovisual pada pokok bahasan laporan keuangan di SMAN 3 Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Dick and Carey. Tahapan yang digunakan meliputi 1) analisis situasi awal, 2) pengembangan rancangan bahan ajar, 3) membuat bahan ajar, 4) uji kelayakan, 5) revisi bahan ajar dan 6) produk akhir. Validasi media audiovisual dilakukan oleh tiga subyek yaitu ahli materi, ahli media dan pengguna (siswa). Hasil validasi oleh ahli materi, Media dan pengguna (siswa) secara keseluruhan memperoleh rata-rata73,86% . Hal ini menunjukkan media audiovisual yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran akuntansi. Hasil tersebut juga didukung rata-rata nilai kelas eksperimen lebih besar dari pada kelas kontrol, yakni 90.17 kelas eksperimen dan 82.40 kelas kontrol. Hasil analisis uji T-test independent sample memperoleh nilai 0,000 lebih kecil daripada 0,05. Berdasarkan hasil validasi dan uji T-test independent sample bahwa media audiovisual yang dikembangkan layak digunakan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru khususnya,untuk memanfaatkan media audiovisual dalam proses pembelajaran. Sarana dan prasarana di kelas hendaknya memadai untuk menunjang proses pemanfaatan media secara optimal. Lebih jauh, agar dapat dikembangkan media audiovisual pada materi lain dan inovasi baru agar dapat meningkatkan pembelajaran.

Pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan hutang dan kebijakan diveden terhadap biaya keagenan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang listing di BEI tahun 2007-2009) / Sheila Dhany Putriyanti

 

Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Hutang, Kebijakan Dividen, Biaya Keagenan Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan hutang dan kebijakan dividen terhadap biaya keagenan yang diproksi dengan total asset turnover (TAT). Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 133 perusahaan, sedangkan sampel terpilih 12 perusahaan berdasarkan purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan dengan menggunakan regresi linear berganda Hasil yang didapat dari penelitian ini bahwa hanya satu prediktor yakni kepemilikan institusional yang berpengaruh terhadap biaya keagenan. Tiga prediktor yang lain yakni kepemilikan manajerial, kebijakan hutang dan kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap biaya keagenan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan:1) bagi perusahaan, cara yang efektif untuk mengurangi konflik keagenan dan dapat menurunkan biaya keagenan adalah dengan kepemilikan institusional; 2) bagi peneliti selanjutnya, dapat menggunakan sampel perusahaan yang bergerak dibidang Real Estate dan Perbankan; 3) bagi investor, diharapkan dapat memilih untuk berinvestasi pada perusahaan dengan kepemilikan institusional yang relatif besar, mengindikasikan biaya keagenannya rendah.

Peningkatan ketrampilan membaca pemahaman melalui teknik quantum reading di kelas V SDN Dadaplangu 02 Kabupaten Blitar / Okta Finaryanti

 

Kata Kunci: membaca pemahaman, quantum reading, sekolah dasar Hasil observasi pratindakan materi membaca pemahaman pada pembelajaran bahasa Indonesia yang dilakukan di SDN Dadaplangu 02 kelas V semester 1 belum mencapai hasil yang diharapkan. Sehingga 54.54% siswa belum mencapai nilai KKM yaitu 65. Penyebabnya yaitu pembelajaran masih konvensional, guru cenderung lebih dominan, kurangnya konsentrasi dan minat siswa dalam membaca. Sehingga diperlukan perbaikan mengenai keterampilan membaca pemahaman yaitu melalui teknik pembelajaran quantum reading. Penelitian ini bertujuan sebagai berikut. Pertama, membahas tentang penerapan teknik pembelajaran quantum reading pada pembelajaran membaca pemahaman. Kedua, membahas teknik pembelajaran quantum reading dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman. Penelitian dirancang dengan menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian tindakan kelas. Tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang diambil adalah data tentang aktifitas siswa, aktifitas guru dalam menerapkan quantum reading, dan tes akhir siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, aktivitas guru dalam pembelajaran membaca pemahaman melalui teknik quantum reading dapat terlaksana dengan baik pada siklus 1 mencapai nilai 84.79% dengan kriteria baik dan pada siklus II meningkat menjadi 86.96% dengan kriteria sangat baik. Sedangkan aktivitas siswa dalam peningkatan keterampilan membaca pemahaman pada siklus I yaitu 72.05% dengan ketuntasan klasikal sebanyak 8 siswa atau 72.73% dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 80% ketuntasan klasikal sebanyak 9 siswa atau 81.82%. Pada siklus II ini sebanyak 9 siswa telah mencapai nilai KKM. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran membaca pemahaman melalui teknik quantum reading dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami bacaan, meliputi keterampilan memahami kosa kata, menemukan gagasan utama, menjawab pertanyaan, dan menceritakan kembali (pengulangan melalui peta pikiran). Sehingga disarankan bagi guru untuk menggunakan teknik quantum reading pada pembelajaran membaca pemahaman agar keterampilan membaca pemahaman siswa meningkat.

Penerapan Realistic Mathematic Education (RME) untuk meningkatkan hasil belajar segitiga dan segiempat siswa kelas VII MTs. Surya Buana Malang / Benny Banyu Nan Nirmala

 

Kata kunci: Realistic Mathematics Education (RME), Segitiga dan Segiempat, Hasil Belajar Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di MTs. Surya Buana Malang, diketahui bahwa siswa kelas VII B cenderung kesulitan dalam memahami materi segitiga dan segiempat, hal ini ditunjukkan dengan adanya fakta yaitu rata-rata ujian matematika siswa pada tahun sebelumnya yang rendah yaitu 69,85 dan presentase ketuntasan belajar klasikal hanya mencapai 55,44%. Lebih lanjut diperoleh informasi bahwa pembelajaran yang dilakukan di kelas masih berpusat pada guru, sehingga siswa cepat merasa bosan dan kurang antusias saat mengikuti pembelajaran, bahkan siswa lebih fokus menghafalkan rumus secara instan daripada proses pembelajaran itu sendiri. Memahami adanya masalah tersebut, perlu kiranya dilakukan perubahan dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga siswa lebih aktif dan senang dalam belajar serta tidak hanya memahami materi sebatas rumus yang tertulis di buku teks saja, dalam hal ini peneliti menerapkan Realistic Mathematics Education (RME). RME merupakan suatu pendekatan yang memfasilitasi siswa dengan kegiatan-kegiatan yang mengarahkan siswa untuk menemukan ide matematika melalui permasalahan sehari-hari. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah mendeskripsikan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematic Education untuk meningkatkan hasil belajar segitiga dan segiempat siswa kelas VII MTs. Surya Buana Malang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 April 2011 hingga 19 April 2011 dengan subyek penelitian adalah kelas siswa kelas VII B MTs. Surya Buana Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penerapan RME pada pembelajaran bangun ruang prisma dan limas dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I terdiri dari 3 pertemuan dan dilakukan pembelajaran luas permukaan prisma dan limas. Setelah dilakukan refleksi dari pembelajaran pada Siklus I, dilaksanakan Siklus II (2 pertemuan) dengan materi yaitu segitiga dan segiempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran segitiga dan segiempat menggunakan RME telah dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata nilai tes dan ketuntasan klasikal pada siklus II yaitu berturut-turut adalah 81,13 dan 90,32%. Respon siswa terhadap pembelajaran segitiga dan segiempat menggunakan RME adalah positif. Siswa senang dan antusias dalam belajar. Saran yang dapat diberikan adalah RME layak dipertimbangkan untuk diterapkan pada pembelajaran matematika di sekolah dan dalam pelaksanaannya hendaknya guru/peneliti memperhatikan pengelolaan waktu.

National American Women Suffrage Association (NAWSA) : perjuangan dan arti pentingnya sebagai organisasi pembaharu dalam meriah hak pilih perempuan Amerika tahun 1890-1920 / oleh Dian Eka Pratiwi

 

Pengaruh kemampuan mengajar dosen akuntansi terhadap motivasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / oleh Vidyanis Bertiana

 

Pelaksanaan sistem kearsipan di Sub Bagian Tata Usaha Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Negeri Malang / oleh Ika Rahmawati

 

Peningkatan kemampuan membaca cepat melalui model cooperative script di kelas IV SDN Gandusari 01 Kabupaten Blitar / Adinda Ruri Desmawanti

 

Kata Kunci: membaca, membaca cepat, cooperative script Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan yang diajarkan di sekolah dasar. Salah satu pembelajaran membaca di sekolah dasar adalah membaca cepat. Membaca cepat merupakan suatu teknik membaca dengan waktu sesingkat-singkatnya sekaligus mampu memusatkan perhatian terhadap suatu informasi yang ada dalam teks dan mampu menginterpretasikannya (Muchlisoh, 1992:149). Observasi awal yang dilakukan di SDN Gandusari 01 kelas V semester 1 pembelajaran bahasa Indonesia membaca cepat belum memenuhi harapan dan sebagian besar siswa belum mencapai KKM. Diantara penyebabnya adalah pembelajaran membaca yang dilakukan guru masih konvensional, guru lebih dominan, siswa bersifat pasif dalam pembelajaran. Sehingga diperlukan perbaikan mengenai kemampuan membaca cepat yaitu melalui pendekatan pembelajaran cooperative script. Penelitian ini bertujuan untuk (1) membahas tentang pembelajaran membaca cepat, (2) membahas peningkatan kemampuan membaca cepat melalui model cooperative script. Penelitian dirancang dengan menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian tindakan kelas. Tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang diambil adalah data tentang aktifitas siswa, aktifitas guru dalam menerapkan cooperative script, dan tes akhir siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, pembelajaran membaca cepat melalui model cooperative script dapat terlaksana dengan baik pada siklus 1 mencapai nilai 62,5% dengan kriteria kurang dan pada siklus II meningkat menjadi 87,5% dengan kriteria baik. Sedangkan peningkatan kemampuan membaca cepat pada siklus I yaitu 62,5% dan siklus II mengalami peningkatan sebesar 85,5%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran membaca cepat melalui model cooperative script dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami bacaan, meliputi kemampuan memahami kosa kata, menemukan gagasan utama, menjawab pertanyaan, dan menceritakan kembali. Sehingga disarankan bagi guru untuk menggunakan model cooperative script pada pembelajaran membaca cepat agar kemampuan membaca cepat siswa serta pemahaman siswa menjadi meningkat.

Efikasi cendawan entomopatogen beauveria bassiana bals. terhadap kepik hijau (Nezara viridula L.) / Reza Ardiansyah

 

Kata Kunci: efikasi, Beauveria bassiana Bals., telur, nimfa, Kepik Hijau (Nezara viridula L.). Kepik hijau (Nezara viridula L.) merupakan salah satu hama utama tanaman kedelai. Berbagai upaya pengendalian hama tersebut terus dikembangkan, namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa petani masih mengandalkan penggunaan insektisida kimia. Tidak disadari bahwa aplikasi insektisida kimia dapat menimbulkan berbagai masalah sehingga perlu dicari alternatif lain untuk mengendalikan hama ini seperti pengendalian hayati dengan menggunakan cendawan entomopatogen Beauveria bassiana Bals. Efikasi cendawan B. bassiana terhadap stadia telur dan nimfa N. viridula belum pernah dilaporkan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efikasi cendawan entomopatogen B. bassiana terhadap persentase telur N. viridula yang tidak menetas, dan mempelajari efikasi cendawan entomopatogen B. bassiana terhadap persentase mortalitas nimfa N. viridula. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima kali ulangan. Perlakuan pada stadia telur yaitu: umur telur 0 hari, 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari dan 5 hari setelah diletakkan imago. Sedangkan perlakuan pada stadia nimfa yaitu: nimfa instar I, II, III, IV, dan V. Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (BALITKABI), Malang pada bulan Januari sampai Juni 2011. Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan anava tunggal dengan taraf uji 5%. Apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan entomopatogen B. bassiana mampu menginfeksi telur N. viridula sehingga telur yang terinfeksi tidak mampu menetas. Semakin muda umur telur N. viridula semakin rentan terhadap infeksi cendawan B. bassiana. Telur yang baru diletakkan imago (0 hari) sangat rentan terhadap infeksi B. bassiana karena tidak mampu menetas hingga mencapai 96%. B. bassiana juga mampu menginfeksi stadia nimfa N. viridula. Nimfa instar I dan II lebih rentan terhadap infeksi B. bassiana dibandingkan instar III, IV maupun nimfa instar V dengan mortalitas masing-masing 86 % dan 69 %.

afafaf

 

afafaf

Analisa perbedaan komitmen organisasional pada tiap tahapan karir (studi kasus pada PT. PLN Persero APJ Malang) / Rahadhian Vindy W.

 

Kata Kunci : Komitmen Organisasional, dan Tahapan Karir. Fungsi utama sumber daya manusia dalam perusahaan adalah menampilkan norma perilaku, nilai dan keyakinan sebagai sarana penting dalam peningkatan kinerjanya. Selain kompetensi yang dimiliki karyawan, komitmen organisasional juga diperlukan agar mereka memberikan hasil terbaik bagi organisasi atau perusahaan. Mengingat pentingnya pengelolaan karyawan, bagian SDM akan nampak keberhasilannya jika bisa mendapatkan komitmen karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Gambaran tingkat komitmen organisasional karyawan pada PT PLN Persero APJ Malang; (2) Perbedaan komitmen organisasional di tiap tahapan karir pada karyawan PT PLN Persero APJ Malang. Penelitian ini bersifat perbandingan, yaitu membandingkan komitmen organisasi di antara tahapan karir. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 86 orang. Respondennya adalah karyawan PT PLN Persero APJ Malang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner, wawancara dan observasi. Instrumen penelitian pada kuesioner menggunakan skala Likert dengan 5 skala pengukuran. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis varian satu jalur (one-way anova). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Tingkat komitmen organisasional karyawan PLN APJ Malang secara keseluruhan tergolong tinggi. (2) Terdapat perbedaan tingkat komitmen organisasional di masing-masing tahapan karir karyawan. Dari hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan untuk PT. PLN Persero APJ Malang adalah (1) Dalam pengelolaan karyawan khususnya pada perilaku organisasi karyawan agar terus menjaga dan bahkan meningkatkan komitmen organisasi karyawan terhadap perusahaannya. (2) Lebih memperhatikan komitmen pada level basic dibandingkan level yang lain agar tidak sampai kehilangan karyawan yang berkompeten dan lebih membuat karyawan bekerja total untuk perusahaan. (3) Untuk meningkatkan komitmen karyawan bisa dengan cara menguatkan visi dan misi perusahaan kepada karyawan, membangun budaya kekeluargaan dan rasa memiliki terhadap organisasi. (4) Berikan bantuan nyata bagi karyawan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dan mewujudkan semua impiannya, termasuk perhatian dalam karir karyawan.

Pengaruh pembelajaran biologi berbasis proyek dengan hybrid online pada materi plantae terhadap pencapaian kompetensi dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA / Lailil Maulidia

 

aulidia, Lailil. 2014. Pengaruh Pembelajaran Biologi Berbasis Proyek dengan Hybrid Online Pada Materi Plante Terhadap Pencapaian Kompetensi dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA . Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Hadi Suwono, M.Si, (II) Dr.Sunarmi, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Biologi berbasis proyek, hybrid online, pencapaian kompetensi, kemampuan berpikir kritis.     Siswa abad 21 dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat menumbuhkan berpikir kritis adalah pembelajaran berbasis proyek dengan hybrid online. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis proyek dengan hybrid online terhadap pencapaian kompetensi dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA. Penelitian ini termasuk jenis eksperimen semu (quasi experiment) yang menggunakan desain non equivalent control group. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 5 Malang dengan sampel siswa kelas X MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X MIA 6 sebagai kelas kontrol.     Perlakuan pada kelas eksperimen menggunakan pembelajaran berbasis proyek dengan hybrid online sedangkan perlakuan pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran berbasis proyek tanpa hybrid online.Teknik pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes awal dan tes akhir untuk mengukur kompetensi kognitif dan kemampuan berpikir kritis. Pengukuran kompetensi psikomotor dilakukan dengan pengamatan yang dilakukan setiap minggu. Pengukuran kompetensi afektif dengan angket pada akhir pembelajaran. Uji hipotesis untuk kemampuan berpikir kritis dan kemampuan kompetensi kognitif menggunakan uji Anakova. Uji hipotesis untuk kemampuan psikomotor dan afektif menggunakan One Way Anova.     Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh pembelajaran Biologi berbasis proyek dengan hybrid online pada materi Plantae terhadap kompetensi kognitif siswa kelas X SMA; (2) ada pengaruh pembelajaran Biologi berbasis proyek dengan hybrid online pada materi Plantae terhadap kompetensi psikomotor siswa kelas X SMA; (3) tidak ada pengaruh pembelajaran Biologi berbasis proyek dengan hybrid online pada materi Plantae terhadap kompetensi afektif siswa kelas X SMA; (4) ada pengaruh pembelajaran Biologi berbasis proyek dengan hybrid online pada materi Plantae terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA. Berdasarkan temuan penelitian diharapkan pembelajaran berbasis proyek dengan hybrid online dapat di terapkan pada materi Plantae untuk meningkatkan kompetensi kognitif, psikomotor, dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA.

Hubungan pengaturan tata ruang kantor terhadap kegairahan kerja pegawai tata usaha di SLTP Kota Malang
oleh Imelda Suryani

 

Bagiank etatausahamane rupakapno st erdepabna gip enyelenggaraan administrasseik olahD. alamm elaksanakapnc kcr.iaatna tau sahas alahs aluf bktor p€ntinyga ngt urutm enentukanke lancarannyaad alahp enataanru angk antory ang baikd and apatm enciptakansu asanate mpatk erjay angm enyenangkanP.e nataatna ta ruangkantoryaknugr angb aikd apatm enghamburkatenn agaw, aktu,s ehingggaa irah ke{a menurun. Dengan suasana keria yang menyenangkan akan mendorong pegawai untukle bihb ergairahd alamm enyelesaikapne kerjaannyas,e hinggap ekerjaand apat berjalalna ncar. Masaladha lamp enelitianin i adalah(. I ) Apakaha dah ubungaann tara pengaturatant ar uangk antort erhadapk egairahank erja pegawati atau sahad i SLTP kotaM alang? (2)bagaimantaa tar uangk antord i SLTPk otaM alang? (3)B agaimana tingkakte gairahakne rjap egawatia tau sahad i SLTPk otaM alang? Penelitiainn i dilakukand i SLTPk otaM alangy angb ertujuanu ntuk menentukhaunb ungaann tarap engaturatna tar uangk antort crhadapk cgairahaknc ria pegawatai tau sahad i SLTPk ota Malang. Rancangapne nelitianin i adalahd eskriptikf orelasionaMl. etoded eskriptif untukm emaparkamn,e nganalisdaa nm enafsirkand atad ari variabelt atar uangk antor dank egairahakne {a pegawai.S edangkamn etodek orelasionaul ntukm enentukan hubungapne ngaturatna tar uangk antort erhadapk egairahank erjap egawatia ta usaha di SLTP kotaMalang. Populaspie nelitianin i adalahs eluruhp egawatia tau sahad i SLTPk ota Malangy, angb erjumlah2 97 orang.A dapuns arnpelnydai tetapkan6 0 orangy ang masing-masisnegk olahd iambil 3 pegawai. Teknikp engumpuladna taa dalaha ngket,d okumentasoi, bservasiS. edangkan teknika nalisisd ataa dalah(: I ) chi kuadrat,u ntuk mengetahupi erbedaan (2)t eknika nalisisk orelasip roductm oment,u ntukm engujih ubunganp engaturatna ta ruangk antort erhadapk egairahank e{a pegawai. Berdasarkahna sila nalisisd ata,d iperolehk esimpulan(:1 ) kondisit atar uang kantodr i SLTPk otaM alangb eradap adak ualifikasit inggi (2) tingkatk egairahan kerjap egawadi i SLTPk otaM alangb eradap adat ingkatt inggi (3) terdapaht ubungan yangp ositifa ntarutataru angk antort erhadapk egairahank erjap egawatia tau sahad i SLTP kota Malang. Saran-sarayna ngd iberikana dalah(: 1) kepalab agiant atau sahaS LTPk ota Malangd alamp engaturanta tar uangk antord ibuatl ebihb aik untukm eningkatkan kegairahakne rjap egawa(i 2) Pegawatia ta usahad i SLTPk ota Malangl ebih meningkatkagna irahk erjanya( 3) JurusanA dministrasPi endidikana garm emberi materpi embekalatne ntangs kripsi( 4) Mahasiswas ebagaai cuanu ntukm enelitil ebih lanjut tentang tata ruang kantor dan kegairahan ke{a pegawai, dengan variabel dan populasyia ngb erbeda.

Penerapan pembelajaran bercerita untuk meningkatkan perkembangan perilaku anak kelompok B di TK Negeri Pembina I Kota Malang / Eny Yuliati

 

Kata-kata kunci : Pembelajaran Bercerita, Prkembangan Perilaku, Anak Taman Kanak-kanak. Peningkatan perkembangan perilaku anak pada usia dini sangatlah penting sekali karena pada usia inilah daya ingat anak masih sangatlah bagus. Melalui contoh perilaku yang baik di lingkungan belajar dan lingkungan rumah akan dapat mempengaruhi dampak baik buruknya perkembangan pada masa yang akan datang. Penerapan pembelajaran bercerita di kelompok B TK Negeri masih belum memenuhi harapan, hanya mencapai 35% dari 25 anak yang mampu mencerna isi cerita yang dibacakan oleh guru, anak belum mampu menceritakan kembali isi cerita yang sudag didengarnya. Berdasarkan hasil observasi dan refleksi, guru dalam membacakan cerita kurang menarik bagi anak, mimik kurang menunjukkan karakter peran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan perilaku anak yang meliputi : a) perkembangan bahasa anak, b) perkembangan sosial anak, c) perkembangan emosi anak, d) Perkembangan koqnitif anak, e) perkembangan moral anak Kelompok B TK Negeri Pembina I Kota Malang, yang dibelajarkan dengan cara bercerita. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas pada anak kelompok B TK Negeri Pembina 1 Kota Malang tahun pelajaran 2010/2011. Subyek penelitian adalah 25 peserta didik . Penelitian dilaksanakan selama dua siklus dengan prosedur umum meliputi tahapan: 1) Perencanaan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Pengamatan, 4) Refleksi, 5) Revisi Tindakan. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi penilaian kemampuan anak. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Berdasarkan deskripsi pembelajaran dan analisis data, diperoleh hasil bahwa penerapan pembelajaran bercerita dapat meningkatkan perkembangan perilaku anak kelompok B TK Negeri Pembina I Kota Malang. Pada siklus I rata-rata kemampuan perilaku anak sebesar 66%, pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 80 %, terjadi peningkatan perkemba perilaku anak dari siklus I ke siklus II sebesar 14 %. Sesuai hasil penelitian tersebut, maka disarankan kepada guru Taman Kanak-kanak untuk menerapkan pembelajaran bercerita dengan menggunakan media buku cerita yang menarik bagi peserta didik.

Hubungan antara persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi kerja guru sekolah dasar negeri se-kecamatan Budukan kabupaten Sidoarjo
oleh Mujibur Rohman

 

Persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan tanggapan guru yang terungkap dari dalam dirinya sebagai ,.,"tu pto"". interpretasi dalam memahami informasi tentang gaya kepemimpinank epala sekolah melalui panca inderanya. Sedangkanm otivasi kerja guru sebagai sarana pendorong untuk melaksanakan tugas yangbermanfaatb agi keberhasilan pendidikan di sekolah.G uru sebagai pelaksanap endidikan merupakan jabatan profesi untuk mengajar dan mendidik anak agar nantinya anak dapat bermanfaat bagi bangsa dan negaraK. epala sekolah merupakan administrator dan rnotivator bagi terselenggaranypae ngajaran di sekolah. Gunr merupakan mitra profesi bagi kepaia sekolah harus sejalan dalam rangka melaksanakan pendidikand an pengajaran. Permasalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru SDN se Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo, (2) apakah ada hubungan antara persepsi guru terhadap gaya kepemirr'pinan kepala sekolahd enganm otivasi kerja guru SDN se Kecan'^lan Budrrran Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi kerja guru SDN se Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan rancangan dekriptif korelasional, Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru SDN se Kecamar,an Buduran Kabupaten Sidoarjo yang berjumlah 24 SDN, 208 personil guru. Sedangkante knik pengambilan sampel menggunakan sampel acak (randon sa:nplirug)S. ampel dalam penelitian ini berjumlah 8 SDN, 56 personil guru sebagai responden penelitian. Sejalan dengan itu teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angket yang teruji validitas item dan reliabilitasnya. Pengolahan darta llt (teknik analisis) menggunakan teknik anali.sis Korelasi Prod.u.ct Motnetfi dari Pearson. Analisis korelasi dalam penelitian ini terdiri dari satr-r variabel bebas (persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala eekolahe, nam sub variabel terikat dari motivasi kerja guru (prestas: guru, pengakualr guru, tanggung jawab guru' promosi guru, pekerjaarr guru, dan pertumbuhan guru). Hasilp enelitianrn enunjukka(n1 ) Persepsgiu rut erhadapg ayak epemimpinank epalas ekolahS DN se KecamatanB uduranK abtrpatenS idoar.iob cradap ada kualifikasei t-ektif(',2 ) Tingkat motivasik erja guru SDN se KecamatanB uduran KabupateSnid oariob eradap adakualifikastii nggi, (3) A

Hubungan pengetahuan penghasilan dan persepsi lingkungan petani dengan penggunaan pupuk organik pada budidaya Salak Pondoh di Desa Merdikorejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman / oleh Ahrodin

 

lndonesia sebagai negaril agraris dicirikan oleh besamya penduduk yang bekerja di sektor pertanian.P embangunans eklor pertanianb ertujuan meningkatkan hasil produksip ertanian,m emperluasla panganp ekerjaan,m eningkatkanp endapatan petani, mendorong pemerataan pendapalan dan Femerataan berusaha serta mendorong pembangunan daerah dengan tetap memperhatikan kelestarian sumber daya alam. Usaha meningkatkan produksi pertanian dilakukan dengan intensifikasi pertaniany ang meliputi penggunaanp upuk annrganikd an diversifikasij ei.is tanaman pertanian. Pembangunan di pedesaan diprioritaskan untuk mengembangkan komoditas hortikultura yang sesuai dengan potensi daerah setempat. Desa Merdikorejo merupakan penghasil salak pondoh yang potensial di Daerah Istimewa Yogyakari:aS. udidaya tanaman salak pondoh dilaksa'rakans ecara intensif dengan memanfaatkan iahan secara optimal dan ;nenggunakan sarana oroduksi pupuk anorganik. Penelitiani ni burtuj.ranu ntuk mer.geta.hukia rarteristik sosial ekonomi, pengetahuan, penghasilan, persepsi lingkungan petani dar' penggunaan pupuk anorganik pada budidaya salak pondoh serta hubungan antara pengetahuan, penghasiland an persepsil ingkunganp etani dengirnp engguna:tnp upuk anorganik. Rancangan penelitian ini adalah des*riptif korelasi dengan pendekatan survey dan bersifat ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga petani salak pondoh di Desa Merdikorejo yang berjumlah 865 kepala keluarga. Penentuan sampel daerah dengan purpmif sampling. Penentuan sampel respondend engans istematikr andoms amplir'g.T eknik pengumpuland atap rimer dan sekunderd enganr netodeo bservasi,k uestioner,d okumentasiP. engujianh ipotesis dilakukand engana nalisak orelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan, penghasilan dan persepsi lingkungan petani mempunyai hubungan tlengan penggunaan pupuk anorganikd,e ngand.b:8 nilai 1' :22,50 padat arafsignifikans5i% : 15,507u ntuk pengetahuand,e ngann :86 padat araf sigrifikansi 5o/ohargar tabel 0,213d an r hitung 0,680 untuk penghasiland, engand .b : 12 nilai X' : 32,36 pada taraf sigrrifikans5i %:21,026 danI Vo:26,217 untukp ersepslii ngkungan

Perbedaan hasil belajar kognitif dan motivasi belajar peserta didik kelas XI SMAN 1 Kepanjen pada penerapan pendekatan ilmiah dan pendekatan ilmiah dalam model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada materi koloid / Vida Zenitha Sudariasri

 

ABSTRAK Sudariasri, Vida Zenitha. 2016. PerbedaanHasilBelajarKognitifdanMotivasiBelajarPesertaDidikKelas XI SMAN 1 KepanjenpadaPenerapanPendekatanIlmiahdanPendekatanIlmiahdalamModel PembelajaranKooperatifTipe TGT padaMateriKoloid. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd, (II) OktaviaSulistina, S. Pd, M.Pd. Kata kunci: model pembelajaran kooperatiftipe TGT,pendekatanilmiah,hasilbelajarkognitif, motivasibelajar, koloid. ImplementasiKurikulum 2013 di Indonesia menuntut guru untukmenggunakanpendekatanilmiahdalam proses pembelajaran. PendekatanilmiahdalamPermendikbud No. 81A (2013) meliputilimapengalamanbelajar, yaitumengamati, menanya, mengumpulkaninformasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, danmengkomunikasikan. Dengandemikian, pesertadidikdapatmembangunpengetahuannyasendiribukandari orang lain. Akan tetapi, berdasarkanhasilobservasidanwawancaradenganpesertadidikkelas XI MIA SMAN 1 Kepanjen yang telahmenerapkanKurikulum 2013 danmenggunakanpendekatanilmiahdalam proses belajarkimianya, pesertadidikterlihattidakmemilikisemangatbelajardancenderungmengabaikan proses pembelajaran. Berdasarkanhasilobservasi, menurunnyamotivasibelajarpesertadidikberimbaspadahasilbelajarkognitif. Olehkarenaitu, untukmeningkatkanhasilbelajarkognitifdanmotivasibelajardapatdilakukandenganmemadukanunsurdari model pembelajaran yang lebihmenyenangkankedalampendekatanilmiah.Salah satu model pembelajaran yang dapatmenunjanghasilbelajarkognitifdanmotivasibelajarialah model pembelajarankooperatif. Salah satutipepembelajarankooperatifadalah Team Game Tournament (TGT). Model pembe¬lajarankooperatiftipe TGT denganpendekatanilmiahdapatditerapkanuntukpembelajarankimia. Salah satumateripokokpadapembelajarankimiaialahmaterikoloid. Pembelajarankooperatif yang dipadukandengan proses belajarsesuaipendekatanilmiahdiharapkanmampumeningkatkanhasilbelajarkognitifdanmotivasibelajarpesertadidik. Penelitianinibertujuanuntuk: (1) mengetahuibagaimanakahketerlak¬sa¬na¬an proses pem¬be¬lajaranmenggunakanpendekatanilmiahdalam model pembelajarankooperatiftipe TGT dan proses pembelajaranmenggunakanpendekatanilmiahpadamaterikoloid, (2) mengetahuiadakahperbedaanhasilbelajarkognitifpesertadidik yang dibelajarkanmenggunakanpendekatanilmiahdalam model pembelajarankooperatiftipe TGT denganpesertadidik yang dibelajarkanhanyamenggunakanpendekatanilmiah, (3) mengetahuibagaimanakahmotivasibelajarpesertadidikyang dibelajarkanmenggunakanpendekatanilmiahdalam model pembelajarankooperatiftipe TGT denganpesertadidik yang dibelajarkanhanyamenggunakanpendekatanilmiah. Penelitianinimenggunakanrancanganeksperimensemu(Quasy Experimental). Subjekpenelitianmelibatkansiswakelas XI MIA 2 dan XI MIA 3 SMA Negeri 1 Kepanjen. Instrumenpenelitian yang digunakanmeliputiinstrumenperlakuandaninstrumenpengukuran. Teknikanalisis data yang digunakanyaituanalisisdeskriptifdanstatistik. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapadakelas yang dibelajarkandenganmenggunakanpendekatanilmiahdalam model pembelajarankooperatiftipe TGT berlangsungdengansangatbaik (rata-rata keterlaksanaan 94,3%) danpadakelas yang dibelajarkandenganmenggunakanpendekatanilmiahberlangsungsangatbaik (rata-rata keterlaksanaan 92,3%). Pembelajarandenganpendekatanilmiahdalam model pembelajarankooperatiftipe TGT (rata-rata nilai 80,53) mempunyaihasilbelajarkognitiflebihtinggidaripadapembelajarandenganpendekatanilmiah (rata-rata nilai 75,07). Pesertadidik yang dibelajarkanmenggunakanpendekatanilmiahdalam model pembelajarankooperatiftipe TGT memilikipersentasemotivasibelajardengankriteriatermotivasi 30% dansangattermotivasisebesar 70%, sedangkanpesertadidik yang dibelajarkanhanyamenggunakanpendekatanilmiahmemilikipersentasedengankriteriatermotivasi 67% dansangattermotivasisebesar 33%.

Hubungan penalaran moral dengan kenakalan remaja laki-laki di Lembaga Pemasyarakatan anak Blitar / oleh Christin Herawati

 

Kinerja rumah sakit umum Surya Melati Kab. Kediri berdasarkan analisis balance scorecard / Inayatul Fitriya

 

Kata kunci: Balance Scorecard, Kinerja Rumah Sakit Rumah Sakit Umum Surya Melati merupakan salah satu Rumah Sakit yang berusaha memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan meningkatkan mutu terus-menerus, memaksa pihak Rumah Sakit Umum Surya Melati untuk selalu memperbaiki kinerjanya, agar dapat menambah kepercayaan masyarakat atas Rumah Sakit Umum Surya Melati dengan harapan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Rumah Sakit sehingga mempunyai dampak pada pendapatan Rumah Sakit. Maka perlu digunakan alternatif penilaian kinerja Rumah Sakit Umum Surya Melati dengan menggunakan Balanced Scorecard yang lebih komprehensif, akurat, terukur karena dalam menilai kinerja suatu organisasi tidak hanya dinilai dari aspek keuangan saja, tetapi juga dinilai dari aspek nonkeuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja Rumah Sakit Umum Surya Melati diukur dengan pendekatan Balanced Scorecard, berdasarkan perspektif: 1) keuangan, 2) pelanggan, 3) proses bisnis internal, dan 4) pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif explanatori dengan menggunakan pendekatan kuantitatif-kualitatif. Tahun penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 tahun, yaitu tahun 2009, 2010, dan 2011. Subyek dalam penelitian ini adalah Rumah Sakit Surya Melati kabupaten Kediri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini memiliki 4 tolok ukur yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan & pembelajaran. Hasil analisis data diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut: 1) perspektif keuangan melalui tiga tolok ukur, secara umum dinilai termasuk dalam kategori cukup baik. 2) perspektif pelanggan dapat dinilai baik, karena pada masing-masing tolok ukur, menunjukkan nilai yang sangat prospek menuju nilai lebih baik. 3) perspektif proses internal bisnis yang diukur melalui dua tolok ukur, memberikan penilaian yang kurang baik. 4) perspektif pembalajaran dan pertumbuhan selama 3 tahun, menunjukkan hasil kinerja yang baik, ditandai adanya peningkatan dari masing-masing tolok ukur yang digunakan. Berdasarkan hasil/temuan penelitian, maka disarankan kepada RSU Surya Melati untuk memperhatikan hal-hal berikut: 1) Menekan biaya yang sekiranya masih wajar untuk bisa melakukan penghematan, karena hal ini dapat membantu rumah sakit dalam meningkatkan jumlah pendapatannya sehingga mampu meningkatkan laba bersih rumah sakit yang akan memberikan pengaruh tinggi pula terhadap nilai ROI rumah sakit. 2) Rumah Sakit harus lebih menggencarkan sistem pemasaran, dalam upaya menarik pelanggan baru sehingga lingkup pemasaran lebih meluas dan rumah sakit akan jauh lebih dikenal diberbagai daerah. Selain pemasaran eksternal, pemasaran dalam internal rumah sakit juga tidak boleh diabaikan, salah satunya pada mutu pelayanan dalam hal kenyamanan. Karena dari hasil penelitian, kenyamanan lingkungan rumah sakit mendapatkan respon yang paling rendah di antara pernyataan yang lain. 3) Meningkatkan inovasi, inovasi tentu sangat perlu untuk terus mengadakan pembaharuan karena kebutuhan masyarakat pasti akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. Hal ini juga akan membawa pengaruh pada indikator proses layanan, untuk dapat memperbaiki kinerja rumah sakit dalam hal proses layanan, sehingga memiliki nilai BOR, BTO, LOS, dan TOI sesuai standar yang ditentukan.  

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme tema udara untuk SMP/MTs kelas VIII / Nilasari

 

Kata Kunci : Paket IPA Terpadu, Tema Udara, Konstruktivisme, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi menyebutkan bahwa substansi mata pelajaran IPA pada jenjang SMP/MTs merupakan IPA terpadu. Melalui pembelajaran IPA terpadu, peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memaknai hal-hal yang dipelajari. Pada penelitian sebelumnya oleh Handayanto dkk, tahun 2009 menyatakan bahwa berdasarkan pelaksanaan pembelajaran IPA di SMP Negeri Wilayah Malang Raya, menunjukkan bahwa hampir semua guru (96,2%) memiliki kemampuan mengajar materi IPA terutama materi seputar KD yang dibelajarkan. Sebagian besar guru (76,9%) jarang mengaitkan materi yang dibahas dengan cabang IPA lain yang relevan. Sebagian besar guru IPA (35 dari 37 orang atau 94,6%) menyatakan bahwa guru IPA membutuhkan paket IPA terpadu untuk pembelajaran IPA SMP. Paket IPA terpadu yang dimaksud meliputi buku siswa dan buku panduan guru. Berdasarkan hasi observasi di empat sekolah di kota Malang yaitu SMP Sriwedari pada bulan Oktober 2010, SMP Negeri 5 Malang pada bulan Oktober 2010, SMP Brawijaya Smart School pada bulan Januari 2011 dan SMP Negeri 12 Malang pada bulan Februari 2011, pembelajaran IPA yang dilakukan masih secara terpisah. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh penulis, buku IPA terpadu untuk SMP/MTs yang dijual di toko-toko buku Kota Malang (Dian Ilmu, Toga Mas, Wilis, Gramedia) isinya belum menunjukkan adanya IPA terpadu. Berdasarkan kenyataan tersebut, penulis melaksanakan penelitian pengembangan. Paket IPA terpadu yang terdiri atas buku siswa dan buku panduan guru. Pendekatan konstruktivisme adalah pendekatan pembelajaran yang memandang bahwa siswa belajar sains dengan cara mengkonstruksi pengertian atau pemahaman baru tentang fenomena dari pengalaman yang dimiliki sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tahap-tahap yang telah disesuaikan dengan kebutuhan peneliti yaitu, (1) tahap pengumpulan informasi dan penelitian,(2) perencanaan,(3) pengembangan produk awal, (4) uji lapangan awal,(5) revisi produk pokok. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket uji kelayakan buku siswa dan uji kelayakan buku panduan guru dilakukan oleh validator guru dan dosen. Uji keterbacaan buku siswa yang dilakukan oleh siswa. Data hasil uji kelayakan diperoleh dari validator-validator yang telah ditetapkan. Jenis data yang diperoleh yaitu (1) skor hasil penilaian kelayakan yang berupa data ordinal selanjutnya diubah menjadi persentase serta ii dianalisis secara deskriptif; (2) data deskripsi yang berupa saran, kritik, dan tanggapan dari validator serta hasil uji keterbacaan siswa. Berdasarkan data hasil uji kelayakan paket IPA terpadu yang dilakukan oleh lima validator diperoleh hasil bahwa buku siswa mendapatkan rata-rata persentase 88.19% menunjukkan kriteria layak. Kelayakan isi 86.94% dan kelayakan penyajian 89.44%. Buku panduan guru mendapatkan rata-rata persentase kelayakan sebesar 86.66% menunjukkan kriteria layak. Kelayakan kesesuaian uraian materi dengan kebutuhan guru 85%, kelayakan penyajian 85%, kelayakan kelengkapan penyajian 90%. Paket IPA terpadu telah direvisi sesuai dengan hasil uji kelayakan oleh tim validator dan uji keterbacaan siswa oleh siswa SMP Negeri 12 Malang. Disarankan kepada pengembang selanjutnya agar melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut dengan melakukan kajian eksperimen atau penelitian tindakan kelas dan uji coba yang lebih luas sehingga diperoleh paket IPA terpadu yang teruji secara empiris. Disarankan untuk mengembangkan paket IPA terpadu dengan tema yang lain dengan berbasis konstruktivisme sehingga dapat memperkaya sumber belajar siswa.

Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat sekolah dasar di desa Kalibendo Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang / oleh Ahmad Rouf

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |