Pengaruh informasi laba, total arus kas, dan opini audit going concern terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2009 / Nani Hakim Mariana

 

Kata Kunci : Informasi Laba, Total Arus Kas, Opini Audit Going concern dan Harga Saham Perusahaan selalu menginginkan agar harga saham selalu meningkat. Hal ini dapat terjadi jika perusahaan menyampaikan informasi mengenai kondisi perusahaan kepada investor luar. Informasi yang disampaikan oleh perusahaan bisa berupa laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor yang didalamnya terdapat informasi tentang laba perusahaan, arus kas perusahaan serta laporan auditor independen yang memuat opini auditor. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh informasi laba, total arus kas, opini audit going concern secara parsial dan simultan terhadap harga saham. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2007-2009. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama periode 2007-2009, menerbitkan laporan keuangan auditan selama periode pengamatan, dan memiliki catatan harga saham yang lengkap. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial variabel informasi laba, total arus kas dan opini audit going concern berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Untuk pengujian secara simultan variabel informasi laba, total arus kas, opini audit going concern berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga variabel ini dianggap sebagai sinyal yang dapat digunakan dan merupakan faktor-faktor yang dapat dijadikan pertimbangan bagi investor dalam menetapkan keputusan investasi sehingga dapat meningkatkan harga saham. Dianjurkan untuk penelitian selanjutnya, menggunakan faktor lain yang bisa mempengaruhi harga saham, menggunakan sampel yang berbeda menggunakan metode lain, serta memperpanjang tahun penelitian.

Pengaruh pola asuh orang tua terhadap motivasi dan prestasi belajar IPS siswa (studi pada siswa kelas IV, V, VI Gugus 2 Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang) / Widya Novia Hedyanti

 

ABSTRAK Hedyanti, Widya Novia. 2016. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar IPS Siswa. Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar, Program Studi Pendidikan Dasar Guru Kelas, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si, (2) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si. Kata Kunci: Pola Asuh, Motivasi, Prestasi Belajar. Keluarga memiliki kontribusi yang sangat penting terhadap dunia pendidikan karena keluarga merupakan orang yang pertama dan utama dalam dunia pendidikan awal anak dan kelanjutan pendidikan anak. Pengasuhan yang tepat akan memberikan motivasi pada anak untuk mendapatkan prestasi belajar yang optimal, khususnya prestasi belajar dalam bidang IPS. Mata pelajaran IPS di Gugus 2 Kecamatan Ngantang merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai nilai yang rendah. Tahun 2013 nilai rata-rata pelajaran IPS adalah 70,95 sedangkan pada tahun 2014 menjadi 67,85 sehingga mengalami penurunan sebesar 4,2 % (sumber: data nilai IPS SDN Gugus 2 Kecamatan Ngantang). Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh langsung pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar, 2) untuk mengetahui pengaruh langsung pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar, 3) untuk mengetahui pengaruh langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa, 4) untuk mengetahui pengaruh tidak langsung pola asuh orang tua terhadap motivasi dan prestasi belajar. Jenis penelitian ini adalah ex post facto. Sampel yang digunakan berjumlah 123 siswa di lima sekolah yang tergabung dalam Gugus 2 Kecamatan Ngantang. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket sebagai instrumen dari variabel pola asuh orang tua dan motivasi belajar, sedangkan hasil belajar diambil dari nilai ulangan harian yang dirata-rata. Hasil dari angket akan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan alat bantu statistic SPSS for windows versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa; 2) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar anak; 3) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS siswa; 4) Terdapat pengaruh tidak langsung antara pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa melalui motivasi belajar. Berdasarkan kesimpulan dari kajian di atas, terdapat saran kepada guru yaitu untuk meningkatkan hasil belajar IPS sebaiknya menggunakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan serta guru harus lebih berperan aktif dalam memotivasi siswa agar siswa tidak merasa bosan. Sehingga prestasi belajar IPS siswa akan lebih optimal. Melalui kerja sama sekolah, orang tua sebaiknya meningkatkan perhatiannya dalam mengasuh putera-puterinya agar mereka semakin termotivasi untuk belajar dan pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar IPS.

Manajemen pembelajaran di lembaga pendidikan taman kanak-kanak (studi kasus di TK Negeri Pembina Tulungagung) / Rosita Oktafiani

 

Analisis pengaruh kualitas layanan terhadap tingkat kepuasan konsumen : studi kasus pada konsumen PT. Pos Indonesia (Persero) Tulungagung / oleh Livianti Agustina

 

Hubungan minat baca dengan motivasi memilih program studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah mahasiswa tingkat I Universitas Negeri Malang angkatan 2011 / Budi Setyarini

 

Kata kunci: minat baca, motivasi memilih Program Studi. Membaca merupakan hal yang tidak dapat diabaikan begitu saja karena dengan membaca akan diperoleh pengetahuan, pengertian, daya pikir, dan memperoleh sikap hidup yang baik untuk menjadi warga negara yang berguna bagi masyarakat. Sedangkan motivasi memilih Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan mahasiswa dalam menguasai mata kuliah yang ditempuhnya. Motivasi sangat berperan dalam rangka pencapaian tujuan. Suatu perbuatan akan berhasil bila didasarkan motivasi pada diri seseorang tersebut. Seseorang dapat dipaksa untuk melakukan suatu perbuatan tetapi ia tidak mungkin dipaksa untuk menghayati perbuatan itu sebagaimana mestinya. Begitu pula dalam memilih Prodi tanpa adanya minat baca dan motivasi dari diri mahasiswa untuk mempelajari Prodi yang akan ditempuhnya, maka dia akan sulit untuk mempelajari matakuliah yang ditempuhnya di program studi (Prodi) yang telah dipilih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara minat baca dengan motivasi memilih Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa tingkat I Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah dengan sampel berjumlah 32 mahasiswa yang diperoleh dengan metode proporsional random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan bantuan software program SPSS 17.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) korelasi antara faktor personal minat baca dengan faktor internal motivasi memilih Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah tingkat I angkatan 2011 menghasilkan nilai r = 0,756; p = 0,000 < 0,05, berarti ada hubungan signifikan antara faktor personal minat baca dengan faktor internal motivasi memilih Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah tingkat I angkatan 2011, (2) korelasi antara faktor institusional minat baca dengan faktor internal motivasi memilih Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah tingkat I angkatan 2011 menghasilkan nilai r = 0,697; p = 0,000 < 0,05, berarti ada hubungan signifikan antara faktor institusional minat baca dengan faktor internal motivasi memilih Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah tingkat I angkatan 2011, (3) korelasi antara faktor personal minat baca dengan faktor eksternal motivasi memilih Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah tingkat I angkatan 2011 menghasilkan nilai r = 0,763 dengan p = 0,000 < 0,05, berarti ada hubungan signifikan antara faktor personal minat baca dengan faktor eksternal motivasi memilih Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah tingkat I angkatan 2011, (4) korelasi antara faktor institusional minat baca dengan faktor eksternal motivasi memilih Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah tingkat I angkatan 2011 menghasilkan nilai r = 0,672 dengan p = 0,000 < 0,05, berarti ada hubungan signifikan antara faktor institusional minat baca dengan faktor eksternal motivasi memilih Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah tingkat I angkatan 2011, dan (5) korelasi antara faktor-faktor minat baca dengan faktor-faktor motivasi memilih Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah tingkat I angkatan 2011 menghasilkan nilai Rhitung 0,839 > Rtabel 0,449 ; p = 0,000 dan nilai R2 = 0,704, berarti ada hubungan signifikan dan sumbangan 70,4% dari minat baca dengan motivasi memilih Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah tingkat I angkatan 2011. Dari hasil penelitian, dapat disarankan bagi calon mahasiswa agar (1) memperhatikan minat baca sesuai dengan faktor-faktor minat baca untuk menentukan Program Studi di Jurusan Sastra Indonesia karena sesuai dengan minat efektivitas studi bisa dicapai dengan baik dan proses studi bisa lebih lancar, (2) bisa menyiasati perkembangan proses studinya, dan (3) mengembangkan potensi diri terhadap berbagai matakuliah khususnya untuk matakuliah mayor dan minor secara lebih optimal. Diharapkan kepada Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah ketika menjaring mahasiswa baru memperhatikan minat baca calon mahasiswa dengan cara interview. Bagi guru disarankan untuk mengondisikan minat baca siswa melalui berbagai kegiatan pembelajaran membaca. Minat baca dapat tumbuh dan berkembang sehingga dapat bermanfaat bagi studi lanjut. Peneliti selanjutnya diharapkan lebih banyak menggali atau meneliti tentang faktor-faktor lain yang mempengaruhi motivasi memilih Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah. Tujuannya agar diperoleh hasil penelitian yang lebih lengkap.

Perbedaan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) dan model jigsaw terhadap peningkatan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Arjasa / Suharno Wahyudi

 

Kata kunci: Pembelajaran kooperatif, model GI (Model Group Investigation), prestasi belajar. Proses pembelajaran yang diterapkan oleh guru dikelas sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam belajar. Rendahnya prestasi belajar siswa merupakan indikasi pembelajaran yang belum optimal. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat. Oleh karena itu perlu adanya metode yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu salah satunya dengan menggunakan metode kooperatif model GI (Group Investigation) dan model Jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pembelajaran kooperatif model GI (Group Investigation) dan model pembelajaran Jigsaw terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Arjasa, Situbondo yang terdiri dari kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-B sebagai kelas pembanding. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa tes prestasi fisika siswa yang diberikan saat pra-tes dan pasca-tes. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t untuk data prestasi belajar dengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata Post-tes prestasi belajar fisika kelas eksperimen tidak lebih tinggi dibandingkan kelas pembanding. Hasil rata-rata nilai akhir kelas eksperimen sebesar 72.17. Sedangkan rata-rata nilai akhir kelas pembanding sebesar 69.95. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis uji-t menggunakan Independent Sample T-Test, thitung = 0.549 dengan df sebesar 44 dan taraf signifikansi 5% lebih kecil dari ttabel (t44;.05 = 1.680). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif model GI (Group Investigation) tidak berpengaruh lebih besar daripada model pembelajaran model Jigsaw khusus pada pokok bahasan pesawat sederhana terhadap prestasi belajar fisika siswa.

Hubungan antara career self efficacy dan pengambilan keputusan karier siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Probolinggo / Qori Rizka Rizkiana

 

Kata kunci : career self efficacy, pengambilan keputusan karier Siswa SMA sebagai remaja hanya perlu diberi bimbingan karier agar dapat menguasai keterampilan keputusan karier secara tepat. Remaja belajar dan berlatih membuat rencana, memilih alternatif keputusan, bertindak sesuai dengan hasil keputusannya sendiri serta bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya. Siswa yang memiliki keterampilan pengambilan keputusan, tidak akan bingung menghadapi karier masa depannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana tingkat career self efficacy siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Probolinggo? (2) Bagaimana pengambilan keputusan karier siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Probolinggo? (3) Apakah ada hubungan antara career self efficacy dengan pengambilan keputusan karier pada siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Probolinggo?. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Probolinggo tahun pelajaran 2010/2011. Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling. Tahap pertama dari 17 SMA Negeri yang ada di Kabupaten Probolinggo ditentukan 4 sekolah dan diambil secara random dengan teknik undian. Tahap berikutnya dari setiap sekolah yang terpilih sebagai kelompok sampel, selanjutnya ditentukan jumlah subyek yang dijadikan anggota sampel, dan juga diambil secara random dengan teknik undian. Peneliti mengambil 13% dari jumlah populasi yang ada, sehingga sampel ditentukan sebanyak 225 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa inventori career self efficacy dan inventori pengambilan keputusan karier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) sangat banyak siswa (90,2%) yang memiliki tingkat career self efficacy dalam kategori sedang, sangat sedikit siswa (9,8%) yang memiliki career self efficacy dalam kategori tinggi, dan tidak ada siswa yang memiliki career self efficacy rendah, sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Probolinggo memiliki tingkat career self efficacy dalam kategori sedang; (2) cukup sedikit siswa (46,2%) yang memiliki tingkat pengambilan keputusan dalam kategori tinggi, cukup sedikit pula siswa (53,8%) yang memiliki tingkat pengambilan keputusan karier dalam kategori sedang dan tidak ada siswa yang memiliki tingkat pengambilan keputusan karier yang rendah, sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Probolinggo memiliki tingkat pengambilan keputusan karier dalam kategori sedang; (3) ada hubungan antara career self efficacy dengan pengambilan keputusan karier sebesar rxy=0,346 dan probability error diperoleh sebesar 0,000 sehingga penambahan tingkat career self efficacy diikuti dengan penambahan tingkat pengambilan keputusan kareir atau penurunan tingkat career self efficacy akan diikuti dengan penurunan tingkat pengambilan keputusan karier. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara career self efficacy dengan pengambilan keputusan karier diterima. Berdasarkan hasil penelitian bahwa career self efficacy dapat memberikan kontribusi positif dalam pengambilan keputusan karier, diharapkan siswa dapat meningkatkan career self efficacy-nya. Peningkatan career self efficacy dapat dilakukan dengan cara memberikan bimbingan karier secara intensif kepada siswa. Konselor perlu melakukan penajaman program di bidang karier agar siswa semakin memahami diri terutama yang berhubungan dengan masalah-masalah karier siswa di masa depan. Dalam menyusun materi bimbingan karier, konselor diharapkn melakukan analisis kebutuhan agar konselor lebih memahami siswa yang terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap pengambilan keputusan kariernya. Selain itu, konselor perlu mengadakan konseling khusus untuk penjurusan siswa, sehingga penjurusan tidak hanya berdasarkan kriteria nilai.

Pengaruh nilai ekuitas merek terhadap keputusan siswa SMA dalam memilih lembaga bimbingan belajar : studi pada Lembaga Pendidikan Primagama Cabang Semeru Malang / oleh Yan Maulana Hariyanti

 

Analisis rasio keuangan daerah pada APBD periode anggran 2008-2010 sebagai penilaian kinerja pada Dinas Prendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Malang / Arevin Putri Miyanta

 

Kata Kunci: Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD), Analisis Rasio Keuangan Daerah, Penilaian Kinerja pada DPPKA Usaha pemerintah daerah dalam menggali sumber dana yang berasal dari potensi daerah yang dimiliki serta kemampuan mengelola dan memanfaatkan sumber dana yang ada tercermin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Salah satu untuk menganalisis kinerja keuangan daerah adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan (APBD) yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Untuk mencapai kinerja pemerintah Kabupaten Malang diperlukan analisis rasio pada APBD yang diantaranya: rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektifitas PAD, rasio efisiensi belanja pemerintah. Analisis ini digunakan untuk mengetahui tolak ukur dalam menilai kemandirian keuangan daerah dalam membiayai penyelenggaran otonomi daerah, mengukur efektivitas dan efisiensi dalam merealisasikan pendapatan daerah. Hasil penulisan ini adalah : tingkat kemandirian daerah Kabupaten Malang masih tergolong rendah dan tingkat ketergantungan daerah terhadap sumber dana ekstern masih dikatakan tinggi. Rasio efektivitas PAD pemerintah Kabupaten Malang secara umum dikatakan efektif dalam merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Rasio efisiensi belanja kabupaten Malang telah efisien dalam mengalokasikan belanja daerah, karena kurang dari 100% dan juga tidak melebihi dari target yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap perhitungan dalam bab sebelumnya akan didukung dengan hasil akhir yang telah dicapai dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan pada Pemerintah Kabupaten Malang tahun 2008-2010 termasuk dalam kategori baik dalam pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja, hal ini dilihat dari analisis rasio keuangan yang bersumber pada APBD tahun 2008-2010 sedangkan saran yang diberikan, (1) Pemerintah Daerah harus mampu mengoptimalkan penerimaan dari potensi pendapatannya yang telah ada, terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD) (2) Efisiensi belanja dapat dicapai dengan cara menanamkan semangat kepada setiap pegawai pemerintah daerah untuk melakukan penghematan atas setiap belanja.

Analisis terjadinya Differential Item Functioning (DIF) pada tes ulangan umum pembelajaran kimia kelas II SMA Negeri 8 Malang semester gasal 2004/2005 / oleh Ainul Mizan

 

Pola penggunaan dan hubungan antara intensitas penggunaan internet sebagai sumber belajar dan prestasi belajar mahassiswa Teknik Sipil Universitas Negeri Malang / Atung Tri Hudaya

 

Kata kunci : Pendidikan tinggi, intensitas, internet. Sebagai sebuah sumber informasi yang hampir tidak terbatas, internet memenuhi kapasitas untuk dijadikan sebagai salah satu sumber belajar,terutama bagi Mahasiswa Teknik Sipil, potensi media internet sebagai sumber belajar sangat besar untuk memberikan akses informasi, pengetahuan dan pemahaman serta membantu dan menunjang proses perkuliahan, mulai dari regristrasi akademik, membantu menyelesaikan tugas kuliah, sampai pada pemahaman materi yang diberikan oleh dosen. Dilatar belakangi masalah tersebut, penulis berkeinginan menggali informasi untuk mengetahui lebih jauh tentang sejauh mana mahasiswa Teknik Sipil telah memanfaatkan internet sebagai sumber belajar Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Mengetahui pola penggunaan internet sebagai sumber belajar mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang; (2) Mengetahui hubungan intensitas menggunakan internet sebagai sumber belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Teknik Sipil Universitas Negeri Malang. Memperhatikan dari rumusan masalah tersebut desain penelitian ini ada dua macam,untuk mengetahui pola penggunaan internet digunakan analisis deskriptif, sedangkan untuk mengetahui hubungan digunakan analisis korelasi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa teknik sipil UM, sedangkan untuk pengambilan sampel didapat 30% dari jumlah populasi yaitu diperoleh 91 mahasiswa. Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa: (1)pola mahasiswa menggunakan internet sebagai sumber belajar terdapat beberapa hal diantaranya ,lokasi mengakses di rumah (47,25%), sering mengakses internet (59,34%), >4 jam sekali mengakses internet (36,26%), search engine sering diakses (61,53%) (2) Dari hasil analisa korelasi product moment pearson yang telah dilakukan, nilai signifikansi p(0,172) untuk hubungan antara variabel intensitas menggunakan internet sebagai sumber belajar (X) dan prestasi belajar (Y) > α (0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara intensitas menggunakan internet sebagai sumber belajar (X) dan prestasi belajar (Y).

Peningkatan pembelajaran membaca cepat dengan latihan persepsi kata dan frasa siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pakisaji Malang tahun ajaran 2010/2011 / Lailatul Fitriyah

 

Kata Kunci: pembelajaran membaca, membaca cepat, latihan persepsi. Membaca cepat merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa kelas VIII SMP. Penerapan dalam pembelajaran terdapat dalam KD menyimpulkan isi suatu teks dengan membaca cepat 250 kata/menit. Dalam pembelajaran ini siswa tidak hanya harus bisa mempraktikkan membaca cepat namun siswa harus memahami isi teks tersebut. Proses pembelajaran membaca cepat yang belum maksimal meliputi (1) kesiapan siswa membaca cepat, (2) kefokusan terhadap teks bacaan, dan (3) kesungguhan dalam pembelajaran membaca. Oleh karena itu guru perlu menerapkan suatu strategi untuk memaksimalkan proses pembelajaran membaca cepat. Dalam penelitian ini diterapkan strategi latihan persepsi kata dan frasa untuk meningkatkan pembelajaran membaca cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) peningkatan proses pembelajaran membaca cepat dengan latihan persepsi kata dan frasa siswa kelas VIII SMP N 2 Pakisaji, dan (2) peningkatan hasil pembelajaran membaca cepat dengan latihan persepsi kata dan frasa siswa kelas VIII SMP N 2 Pakisaji Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Tahap-tahap penelitian meliputi: (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan tindakan (action), (3) pengamatan (observation), dan (4) refleksi (reflektion). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) observasi, dan (2) wawancara. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatan pengumpulan, penyelesaian, serta penganalisisan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. (1) Peningkatan kesiapan siswa dengan kualifikasi siap meliputi; a) siswa membaca tidak menggerakkan kepala, b) siswa membaca tidak menggerakkan bibir, dan c) siswa membaca tidak menggunakan alat bantu penunjuk teks. (2) Peningkatan kefokusan terhadap teks bacaan dengan kualifikasi sangat fokus meliputi: a) siswa memperhatikan isi (ide utama) teks, b) siswa mengabaikan contoh-contoh dalam teks, dan c) siswa mengabaikan kalimat-kalimat penjelas. (3) Kesungguhan dalam pembelajaran membaca cepat dengan kualifikasi sangat sungguh-sungguh meliputi: a) siswa tidak bergurau dengan teman sebangku, b) siswa tidak meninggalkan tempat selama pembelajaran, dan c) siswa tepat waktu dalam membaca cepat. (4) Peningkatan hasil nilai yang berasal dari tes menyimpulkan isi teks. Nilai rata-rata pada siklus I adalah 67. Terdapat 9 siswa (31%) yang nilainya mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM). Terjadi peningkatan nilai rata-rata pada siklus II. Nilai rata-rata pada siklus II adalah 78. Sebanyak 25 siswa (87%) telah mencapai SKM Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah kepala sekolah diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menambah sarana dan prasarana pembelajaran berupa penyediaan materi bacaan dan juga bahan sebagai latihan persepsi kata dan frasa. Kepada guru agar lebih meningkatkan profesionalisme dalam pengajarannya dengan menggunakan strategi yang lebih bervariasi dan juga lebih memperkaya materi yang disampaikan kepada siswa. Sementara peneliti yang mengadakan penelitian sejenis hendaknya lebih mengembangkan lagi cakupan penelitian sehingga bisa memberikan masukan kepada guru dan juga kualitas pembelajaran bisa menjadi lebih baik.

Pengembangan perangkat pembelajaran pencemaran lingkungan berbasis penelitian fitoremediasi untuk mengembangkan keterampilan ilmiah, sikap peduli lingkungan dan motivasi mahasiswa pada matakuliah dasar-dasar ilmu lingkungan / Dyah Afiat Mardikaningtyas

 

ABSTRAK Mardikaningtyas, Dyah Afiat. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pencemaran Lingkungan Berbasis Penelitian Fitoremediasi untuk Menunjang Keterampilan Ilmiah, Sikap Peduli Lingkungan dan Motivasi Mahasiswa pada Matakuliah Dasar-dasar Ilmu Lingkungan. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M.Si., (II) Dr. Endang Suarsini, M.Ked. Kata Kunci: Perangkat pembelajaran, pencemaran lingkungan, keterampilan ilmiah, motivasi, sikap peduli lingkungan Pendidikan lingkungan, menjadi salah satu pendidikan yang sangat penting untuk dilaksanakan mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Sebagai pengaplikasian pendidikan sains yang berorientasi pada wujud peduli lingkungan, maka mahasiswa diajarkan untuk mengalami proses belajar untuk memperoleh pengetahuan sekaligus dapat memiliki sikap peduli lingkungan dalam dirinya. Sesuai dengan deskripsi matakuliah yang terdapat dalam Katalog Jurusan Biologi FMIPA UM, matakuliah Dasar-dasar Ilmu Lingkungan mengkaji tentang lingkungan beserta permasalahannya, salah satunya adalah masalah pencemaran lingkungan. Berdasarkan analisis kebutuhan mahasiswa, maka dikembangkan pembelajaran untuk materi pencemaran lingkungan berbasis penelitian fitoremediasi. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran yang berkualifikasi valid, praktis serta efektif sehingga dapat diaplikasikan dan menunjang keterampilan ilmiah, motivasi serta sikap peduli lingkungan mahasiswa agar mereka ikut berkontribusi menjaga lingkungan alam sekitar dan berupaya memperbaiki kerusakan yang terjadi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dan menggunakan model pengembangan Borg dan Gall. Hasil dari penelitian ini berupa produk perangkat pembelajaran pencemaran lingkungan berbasis penelitian fitoremediasi yang diharapkan berkualifikasi valid, praktis dan efektif. Data validitas perangkat pembelajaran meliputi validitas isi dan empiris, diperoleh dari proses uji validasi menggunakan lembar validasi yang dinilai oleh validator. Tingkat validitas perangkat pembelajaran pada bagian Rencana Perkuliahan Semester (RPS) adalah 93,06%, bagian Satuan Acara Perkuliahan (SAP) adalah 92,97%, validitas bagian handout dari aspek kelayakan isi materi mencapai 96,71%, validitas perangkat dari aspek sajian atau tampilan mencapai tingkat validitas 80,77%, secara umum perangkat dikategorikan valid dan layak untuk diimplementasikan. Kepraktisan perangkat diperoleh dari hasil pengisian angket keterbacaan yang telah diisi oleh mahasiswa. Hasil uji kepraktisan menunjukkan nilai 100% pada aspek kelengkapan isi dan 87,47% dalam aspek keterbacaan dan kepraktisan. Perangkat pembelajaran dapat dikatakan praktis apabila mudah digunakan dan diaplikasikan bagi mereka yang menggunakan. Keefektifan perangkat dapat dilihat dari hasil yang diinginkan melalui penggunaan produk pengembangan pembelajaran. Hasil keefektifan perangkat pembelajaran menunjukkan hasil yang efektif tinggi, dibuktikan dengan skor keterampilan ilmiah mahasiswa tergolong sangat baik, sikap peduli lingkungan tinggi dan motivasi belajar mahasiswa tinggi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang dikembangkan, telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif, sehingga perangkat pembelajaran untuk materi pencemaran lingkungan berbasis penelitian fitoremediasi dapat diimplementasikan kepada mahasiswa yang menempuh matakuliah Dasar-dasar Ilmu Lingkungan.

Tingkat partisipasi orangtua terhadap pembelajaran anak ditinjau dari status sosial ekonomi di Sekolah Dasar Negeri Ketapang I Probolinggo / Putri Permata Sari

 

ABSTRAK Sari, Putri Permata. 2010.Tingkat Partisipasi Orangtua Terhadap Pembelajaran Kata kunci: partisipasi orangtua, status sosial, ekonomi dan pembelajaran anak. Keberhasilan pembangunan di bidang pendidikan tidak hanya tergantung pada kemampuan guru dalam mengajar, tetapi juga tergantung dari ada tidaknya kesadaran masyarakat yang ada di sekolah. Disamping itu keberhasilan belajar siswa juga ditentukan orangtua dan masyarakat. Setiap orangtua ikut memberikan partisipasi dalam kegiatan belajar putra-putrinya dengan cara yang berbeda-beda. Adanya perbedaan tersebut disebabkan karena latar belakang keluarga yang berbeda pula. Keadaan status sosial ekonomi orangtua penting terhadap perkembangan pendidikan anak-anaknya, karena dengan perekonomian yang cukup di dalam keluarga tersebut, maka anak mendapat kesempatan yang lebih luas untuk mendapatkan fasilitas sebagai bagian dari partisipasi orang tua dalam pembelajaran anak. Oleh karena itu keadaan status sosial ekonomi orangtua akan dijadikan pertimbangan dalam menentukan tingkat partisipasi orangtua dalam pembelajaran anak. Berdasarkan latar belakang maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana partisipasi orangtua terhadap pembelajaran anak ditinjau dari status sosial ekonomi di SDN Ketapang I Probolinggo ? (2) Bagaimana tingkat status sosial ekonomi orangtua siswa di SDN Ketapang I Probolinggo ? (3) Apakah terdapat hubungan antara tingkat partisipasi orangtua ditinjau dari pendidikan terhadap pembelajaran anak di SDN Ketapang I Probolinggo ? (4) Apakah terdapat hubungan antara tingkat partisipasi orangtua ditinjau dari penghasilan terhadap pembelajaran anak di SDN Ketapang I Probolinggo ? (5) Apakah terdapat hubungan antara tingkat partisipasi orangtua ditinjau dari pekerjaan dan penghasilan terhadap pembelajaran anak di SDN Ketapang I Probolinggo? Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) partisipasi orangtua terhadap pembelajaran anak ditinjau dari status sosial ekonomi di SDN Ketapang I Probolinggo. (2) tingkat status sosial ekonomi orangtua siswa di SDN Ketapang I Probolinggo. (3) hubungan antara tingkat partisipasi orangtua ditinjau dari pendidikan terhadap pembelajaran anak di SDN Ketapang I Probolinggo. (4) hubungan antara tingkat partisipasi orangtua ditinjau dari penghasilan terhadap pembelajaran anak di SDN Ketapang I Probolinggo. (5) hubungan antara tingkat partisipasi orangtua ditinjau dari pekerjaan dan penghasilan terhadap pembelajaran anak di SDN Ketapang I Probolinggo. i Teknik analisis yang digunakan dalam penulisan ini terdiri atas (1) analisis deskripitif, (2) analisis korelasi Tau Kendall’s dan (3) analisis koefisien kontingensi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan suatu kesimpulan sebagai berikut: (1) Partisipasi orangtua terhadap pembelajaran anak ditinjau dari status sosial ekonomi di SDN Ketapang I Probolinggo masuk dalam kategori sangat tinggi. (2) Tingkat status sosial ekonomi orangtua siswa di SDN Ketapang I Probolinggo, orangtua siswa yang memiliki penghasilan sebesar Rp. 500.000,- sampai dengan 750.000, berada pada persentase tertinggi bekerja sebagai wirausaha/wiraswasta dan memiliki tingkat pendidikan SMU. (3) Terdapat hubungan antara tingkat partisipasi orangtua ditinjau dari pendidikan terhadap pembelajaran anak di SDN Ketapang I Probolinggo. (4) Terdapat hubungan antara tingkat partisipasi orangtua ditinjau dari penghasilan terhadap pembelajaran anak di SDN Ketapang I Probolinggo. (5) Terdapat hubungan antara tingkat partisipasi orangtua ditinjau dari pekerjaan dan penghasilan terhadap pembelajaran anak di SDN Ketapang I Probolinggo. Berdasarkan kesimpulan, maka disampaikan saran kepada: (1) kepala sekolah yaitu hendaknya dalam usaha meningkatkan partisipasi orangtua diharapkan berupaya untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada orangtua siswa. Usaha nyata yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan bea siswa kepada siswa yang benar-benar membutuhkan sehingga proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang diharapkan; (2) Bagi orangtua yaitu hendaknya orangtua selalu berupaya untuk berpartisipasi sesuai dengan penghasilan yang diperoleh, pekerjaan, dan tingkat pendidikan yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran anak; (3) Bagi Jurusan Administrasi Pendidikan, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan referensi tambahan untuk jurusan dalam pengembangan perkuliahan manajemen hubungan masyarakat; (4) Bagi peneliti selanjutnya yang berminat untuk melanjutkan penulisan ini diharapkan untuk menyempurnakannya yaitu dengan menggunakan variabel lain yang terkait dengan pembelajaran siswa sehingga penelitian ini dapat lebih berkembang dan memperluas wawasan.

Penerapan strategi diversifikasi produk sebagai upaya meningkatkan cakupan pasar pada perusahaan "MUlya" Tulungagung / Astri Damayanti

 

Kata kunci: strategi, diversifikasi produk Perubahan selera konsumen ditunjang oleh perkembangan percepatan teknologi dan informasi, mengakibatkan perusahaan berlomba dalam lingkungan usaha yang kompetitif untuk menambah ragam dan jumlah produknya. Upaya ini yang dilakukan oleh perusahaan ‘’MULYA’’ Tulungagung, juga memproduksi barang yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen yang sebagian besar adalah kontaraktor rumah dan juga individu yang ingin membangun rumah. Hal inilah yang membuat penulis mengambil judul ‘’Penerapan Strategi Diversifikasi Produk Sebagai Upaya Meningkatkan Cakupan Pasar pada Perusahaan ‘’MULYA’’ Tulungagung’’ di dalam pemenuhan tugas akhir. Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakyukan ada dua implementasi diverasifikasi yang dilaksanakan oleh perusahaan’’MULYA’’ Tulungagung, yakni strategi diversifikasi horizontal strategi untuk menciptakan produk baru. Hal tersebut terbukti dengan variasi jenis produk genteng, paving, batako, beton yang dihasilkan oleh perusahaan. Strategi diversifikasi konsentris; suatu strategi untuk mencari produk baru yang dihasilkan dengan teknologi baru pula, merupakan pengembangan kedepan perusahaan, sebagai contoh memproduksi keramik, tetapi hal ini belum dilaksanakan karena berbagai kendala yang ada. Strategi ini bertujuan untuk memepertahankan dan memperluas pasar. Ini semua tidak terlepas dari berbagai faktor yang mendorong perusahaan ‘’MULYA’’ Tulungagung dalam menerapkan strategi ini yang tidak lain adalah adanya sikap konsumen yang semakin selektif, persaingan pasar yang semakin ketat dan semakin tingginyapermintaan pasar terhadap suatu produk sehingga menuntut perusahaan untuk melakukan penyesuaian akan produk yang dihasilkan terhadap permintaan pasar. Dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa suatu perusahaan yang memiliki keinginan untuk mengembangkan pasarnya dapat menerapkan strategi dengan jalan mendiversifikasi produk yang dihasilkannya. Pada intinya strategi ini bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan konsumen pada suatu produk yang imbasnya konsumen diharapkan tidak berpindah ke produk lain yang pilihan produknya lebih bervariasi. Dengan adanya strategi diversifikasi produk maka perusahaan ‘’MULYA’’ Tulungagung dapat memproduksi produk yang lebih beragam. Untuk kedepannya diharapkan perusahaan ‘’MULYA’’ Tulungagung dapat mengoptimalkan kinerja perusahaan dengan ditunjang sarana dan prasarana yang memadai .

Identifikasi motif pada aksesoris Tari Gandrung Banyuwangi / Dhatu Aprila Ardhani

 

ABSTRAK Ardhani, Dhatu Aprila.2015. Identifikasi Motif Pada Aksesoris Tari Gandrung Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ida Siti Herawati, M.Pd (II)Dra. TjitjikSriwardhani, M.Pd Kata Kunci: motif, aksesoris, Tari Gandrung, Banyuwangi Tari Gandrung merupakan salah satu tari dari Banyuwangi. Penari Gandrung dilengkapi dengan aksesoris Omprog, Rumbai, Kembang goyang, Kelat bahu, Ilat-ilat, Sembong, Gelang, Oncer, Pending, Kipas, Sampur yang sangat indah, menarik, dan anggun. Sehingga tari tersebut membuat peneliti yang berasal dari pendidikan seni tertarik meneliti untuk mengetahui lebih jauh dari aksesoris Tari Gandrung Banyuwangi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikanmotif yang ada pada aksesoris Tari Gandrung Banyuwangi meliputi bentuk, tekstur, dan warna. Akseosris Tari Gandrung terdiri dari Omprog, Rumbai, Kembang goyang, Kelat bahu, Ilat-ilat, Sembong, Gelang, Oncer, Kipas, Sampur. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatifdiskriptif. Subjekdalampenelitianiniadalahaksesoris Tari Gandrung Banyuwangi. Data padapenelitianinidiperolehmelaluipengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakandengan cara reduksi data, dan kategorisasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan trianggulasi teori. Lokasi di Sanggar Tari Jl. Banterang Baru No. 37 Kampung Melayu,Kabupaten Banyuwangi milik Bapak Subari Sofian dan sekaligus sebagai informan dalam penelitian. Hasil penelitian meliputi: pertama, bentuk dari aksesoris Tari Gandrung Banyuwangi yaitu bentuk non geometris dan geometri. Bentuk non geometris yang ada pada bagian Omprog yaitu ornamen Gajah Oling dan Kepala Manusia yang dipahat pada kulit, sedangkan pada Ilat-ilat, Sembong, Oncer, ornamen Gajah Oling berasal dari susunan manik-manik. Bentuk geometris ada pada ornamen Manik Melingkar, Tripel oval, doble segitiga, sate lingkaran, persegi zig-zag, cucuk rebung, dan tebu seceret. Kedua, tekstur pada aksesoris yaitu tekstur kasar ornamen Gajah Oling yang berasal dari manik-manik terdiri dari bagian Ilat-ilat, Sembong, Oncer, Kelat Bahu dan tekstur kasar pada ornamen Gajah Oling dan ular berkepala manusia di omprog hasil dari kulit yang dipahat. Sedangkan tekstur halus dan licin dibagian-bagian pita atau kain bludru pada Kelat Bahu, Ilat-ilat, Sembong, Oncer, Pending, Kipas dan Sampur. Ketiga, warna utama yang banyak ditemukan pada aksesoris Tari Gandrung yaitu warna merah, warna kuning, warna hitam, dan warna putih.Warna merah selalu ada disetiap aksesoris Tari Gandrung bagian Kelat Bahu, Ilat-ilat, Sembong, Oncer, Pending, Kipas dan Sampur, kepala manusia. Warna kuning ditemukan pada bagian Omprog, Rumbai, Kelat Bahu, Ilat-ilat, Sembong, Oncer, Pending, Sampur, kepala manusia, dan gelang. Warna hitam ditemukan pada bagian kepala manusia. Warna putih dada pada pilis dan kepala manusia. Warna pendukung yang ditemukan pada aksesoris Tari Gandrung Banyuwangi yaitu warna hijau dan cokelat. Warna hijau ditemukan pada manik-manik bagian tiple segitiga, Ilat-ilat, Sembong, Oncer, dan Pending. Sedangkan warna cokelat ada pada bagian Kaca/ doble segitiga. Dari hasil penelitian ini, disarankan akan memberikan wawasan kepada siswa-siswi sekolah terhadap aksesoris Tari Gandrung Banyuwangi, sehingga tidak hanya menyenangi budayanya akan tetapi bisa mengembangkan aksesoris tersebut dengan kreatifitas mereka tanpa meninggalkan kepakeman baik dari setiap bentuk, tekstur maupun warna yang ada.

Pengaruh variasi material elektroda busi dan putaran mesin terhadap daya dan kadar emisi gas buang motor toyota tipe 4K / oleh Muhsinah

 

Fenomena kawin kontrak di kalangan masyarakat desa Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan / Nurika Rachma Anggraeni

 

Kata Kunci : Fenomena Kawin Kontrak, Masyarakat Desa Kalisat Perkawinan sebagai aktifitas individu merupakan fitrah bagi setiap manusia di muka bumi ini. Perkawinan dilihat dari aspek sosial mempunyai suatu kepentingan untuk memelihara kelangsungan hidup manusia baik itu dari segi pemeliharaan keturunan, menjaga keselamatan masyarakat dari dekadensi moral, dan menjaga ketentraman jiwa. Di Indonesia perkawinan merupakan ikatan yang bersifat sakral dan suci. Karena merupakan ikatan yang bersifat sakral dan suci maka Negara Republik Indonesia membentuk suatu peraturan tertulis yang mengatur tentang masalah-masalah perkawinan seperti yang dicantumkan dalam Undang-Undang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, dimana di dalamnya terkandung makna bahwa suatu perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ditinjau dari sudut pandang agama Islam, perkawinan merupakan salah satu bentuk ibadah yang dilakukan oleh manusia dengan tujuan untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Terdapat pengaruh agama yang cukup kuat terkait dengan pelaksanaan perkawinan. Dewasa ini pelaksanaan perkawinan semakin bervariasi bentuknya, di masyarakat sendiri sudah sejak lama dikenal perkawinan siri, perkawinan bawa lari, sampai dengan kawin kontrak(mut’ah). Perkawinan sebagai bagian hidup yang sakral sudah semestinya harus memperhatikan norma dan kaidah hidup yang ada dan berkembang dalam masyarakat, namun kenyataannya tidak semua orang berprinsip demikian dengan berbagai alasan pembelaan yang masuk akal dan dapat diterima oleh masyarakat, perkawinan seringkali tidak dihargai kesakralannya. Begitu pula yang terjadi dalam pelaksanaan pernikahan siri dan kawin kontrak. Kawin kontrak merupakan perkawinan atau akad yang terjadi antara seorang laki-laki dan perempuan untuk jangka waktu tertentu, setelah jangka waktu yang telah disepakati habis maka perkawinan dianggap telah berakhir dengan sendirinya. Pelaksanaan kawin kontrak(mut’ah) dapat ditemukan di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kawin kontrak di Desa Kalisat sudah ada dan terjadi sejak tahun 1990, sifat dari perkawinan tersebut hanya bertahan untuk sementara waktu saja sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak yaitu pihak laki-laki dan pihak perempuan dari pelaku kawin kontrak. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1)faktor yang melatar belakangi seorang wanita di Desa Kalisat melakukan kawin kontrak, (2)awal mula terjadinya kawin kontrak di Desa Kalisat, (3)pelaksanaan kawin kontrak di Desa Kalisat, dan(4)persepsi masyarakat sekitar terhadap fenomena kawin kontrak yang terjadi di Desa Kalisat Kecamatan Rembang. Metode yang digunakan adalah kualitatif, digunakan metode kualitatif karena sifat dari data yang dikumpulkan sesuai dengan keadaan lapangan, wajar dan sebagaimana adanya tanpa diatur sebelumnya. Dengan pendekatan kualitatif ini peneliti menggambarkan tentang fenomena kawin kontrak yang terjadi di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Tujauan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)faktor yang melatarbelakangi seorang wanita di Desa Kalisat melakukan kawin kontrak antara lain latar belakang ekonomi, latar belakang agama, latar belakang pendidikan, latar belakang sosial, (2)kawin kontrak sudah ada dan terjadi di Desa Kalisat sejak tahun 1990. Berita mengenai adanya kawin kontrak di Desa Kalisat juga turut disebarkan oleh media cetak dan elektonik, sehingga sampai saat ini masyarakat luas mengetahui bahwa kawin kontrak benar terjadi di Desa Kalisat, (3)pelaksanaan kawin kontrak di Desa Kalisat didahului dengan adanya pengajuan beberapa persyaratan yang diajukan oleh pihak laki-laki dan pihak perempuan persyaratan tersebut nantinya akan menjadi kesepakatan diantara kedua belah pihak pelaku kawin kontrak,(4)muncul berbagai persepsi dikalangan masyarakat terkait fenomena kawin kontrak di Desa Kalisat. Berdasarkan hasil temuan diatas, disampaikan pula beberapa saran yakni (1)pihak LSM setempat, dan Tokoh agama hendaknya melakukan penyuluhan tentang masalah kawin kontrak, (2)pihak Pemerintah Daerah segera mengeluarkan aturan resmi terkait dengan fenomena kawin kontrak yang ada di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, (3)kaum wanita hendaknya dapat melangsungkan pernikahan yang sesuai dengan Undang-Undang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, (4)pemuka agama seperti Kyai sebaiknya dapat mengkaji lebih lanjut tentang kawin kontrak dan hubungannya dengan ajaran yang ada dalam Agama Islam.

Analisis struktur materi buku teks fisika SMU kelas III / oleh Sri Harjanti

 

Pengaruh iklim kerja sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru di SMK Muhammadiyah 05 Kepanjen / Tri Puji Rahayu

 

Kata Kunci: Iklim Kerja Sekolah, Motivasi Kerja Guru, Kinerja Guru Keberhasilan pendidikan merupakan cerminan kenerja guru di sekolah. Guru dituntut memiliki kinerja yang mampu memberikan dan merealisasikan harapan dan keinginan semua pihak terutama masyarakat umum untuk membina dan mendidik siswanya. Dalam prosesnya, kinerja dipengaruhi banyak faktor diantaranya iklim kerja sekolah dan motivasi guru. Penelitian dilakukan di SMK Muhammadiyah 05 Kepanjen dengan pertimbangan sebagai sekolah swasta, SMK Muhammadiyah 05 telah memiliki “nama” dan citra yang bagus di masyarakat Kepanjen, selain itu mayoritas pengajarnya yang berlatar belakang sebagai guru negeri dan hanya mengajar di SMK Muhammadiyah 05 menjadi hal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh iklim kerja di lingkungan sekolah terhadap kinerja guru, 2) pengaruh motivasi guru terhadap kinerja guru, 3) pengaruh iklim kerja terhadap motivasi guru, dan 4) pengaruh iklim kerja melalui motivasi terhadap kinerja guru. Penelitian ini termasuk penelitian eksplanasi yang digunakan untuk mengukur hubungan antar variabel yang dihipotesiskan. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru pengajar SMK Muhammadiyah 05 Kepanjen yang berjumlah 44 orang. Instrumen penelitian menggunakan angket. Uji validitas menggunakan pearson correlation product moment, uji realibilitas menggunakan alpha cronbach, dan analisis data menggunakan path analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) iklim kerja sekolah berpengaruh positif terhadap kinerja guru, 2) motivasi kerja guru berpengaruh positif terhadap kinerja guru dan 3) iklim kerja berpengaruh positif terhadap iklim kerja sekolah, 4) iklim kerja berpengaruh positif terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja guru. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan (1) Sekolah harus tetap memelihara kondisi iklim kerja dan motivasi kerja guru (2) Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan permasalahan-permasalahan dan menggunakan instrument lain agar dapat mengungkapkan lebih banyak permasalahan serta dapat memberikan temuan yang lebih berarti.

Kekerasan Kerapan Sapi Madura sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni / Moh. Rofiudin

 

ABSTRAK Rofiudin, Moh. 2015.Kekerasan Kerapan Sapi Madura Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Lilik Indrawati, M.Pd, (II) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd. Kata Kunci:kekerasan kerapan sapimadura, penciptaan,seni lukis. Kerapan sapi yang dulunya untuk menghibur masyarakat ketika sedang selesai panen, kini kerapan sapi di pulau Madura berevolusi menjadi ajang kekerasan terhadap binatang khususnya sapi, karena pemilik sapi adu gengsi, dan tidak luput juga sebagai sarana untuk melakukan perjudian. Dalam bentuk kekerasan maupun perjudian itu secara agama dilarang. Terkait dengan hal tersebut, penulis mengambil ide atau gagasan berkarya dari kekerasan kerapan sapi yang mengalami perubahan, dimana penulis timbul rasa empati kapada sapi tersebut. Proses dalam penciptaan karya seni lukis ini bermula dari perancangan konsep yang didalamnya terdapat ide atau gagasan, tema, dan objek yang akan diciptakan, yaitu objek representasional. Proses dilanjutkandengan menentukan karakteristik karya,serta menentukan teknik serta alat dan bahan yang akan digunakan. Langkah selanjutnya adalah proses visualisasi, yaitu membuat sketsa diatas kertas lalu memindahkannya di atas kanvas. Tahapan utama selanjutnya adalah pewarnaan dengan menggunakan berbagai macam teknikyaitu teknik blur, sapuan kuas kering, dan dussel. Tahapan akhir adalahmemberikan detail penegasan gelap-terang,detail objek,dan ditutupproses melapisi karya dengan pelapis cat transparan. Penulis dalam setiap karya menampilkan dua objek sapi yang sedang merasakan kesakitan, dan simbol paku mewakili benda yang dibuat untuk ajang kekerasan. Dalam setiap lukisan mempunyai rasa yang berbeda karena dipengaruhi oleh keadaan jiwa si penulis atau tempatketika sedang mencoba mengeluarkan sebuah rasa marah serta empati terhadap sapi. Warna yang dominan setiap karya yang muncul selalu gelap serta goresan ekspresif yang di hasilkan oleh pisau palet.Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni lukis;dimulai daripembelajaran deskripsi perancangan konsep, proses visualisasi karya, dan deskripsi karya berdasarkan sudut pandang pribadi penulis.Serta dapat memberikan pandangan dan pengalaman penulis bahwa hewan juga dapat merasakan rasa sakit ketika mengalami faktor kekerasan,diharapkan dapat memberikan pesan moral bahwa jangan menyiksa binatang peliharaan tetapi sayangilah binatang peliharaan dengan kasih sayang. Serta dapat menjabarkan secara nyata apa yang disebut sebagai proses kreatif dalam pendidikan seni.

Pengembangan program latihan dribbling dan passing dalam permainan sepakbola untuk anak U-14 di Sekolah Sepakbola Arsena / oleh Heru Setiyono

 

Pengolahan buah nangka sebagai bahan dasar pembuatan nata / Helpi Sanak Izati

 

Pengemagan model aktivitas lari menggunakan alat sederhana untuk siswa SD se-kecamatan Blimbing Malang / oleh Edi Yusup

 

Manajemen pembaharuan: implementasinya pada program akselerasi belajar : studi kasus di SMA Negeri 3 Malang / oleh Dhenik Meilina Sari

 

Efektifitas dan efisiensi PAC (Polyalumminum Chloride) dan tawas sebagai koagulan pada treatment pendahuluan dalam pengolahan limbah cair industri penyamakan kulit / oleh Handri Cahyono

 

Salah satu limbah industri yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan adalah limbah cair industri penyamakan kulit. Umumnya metode pengolahanli mbah cair dalam industri tersebuta dalahd enganp enambahan_ loa6rlan PAC Qtolyalumminumchloride)d an tawas.S ejauhi ni keefektifan d11 efisienspi enggunaakne duak oagulant ersebutm asihb elum diketahuis ecarajelas. Oleh karenaitu penelitian ini dilalalkan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana efekifitas dan efisiensi penggrmaim PAC dan tawas sebagai koagulan dalam pengolahanlim bah cair industri penyamakank ulit (khususnyap ada treatment pendahuluan). Padap enelitian ini dilakukan pengolatranli mbah cair dengan menggunakanm etodek oagulasi.P rinsip dari metode ini adalahp enetralanm uatan partiiiel negatif dari koloid oleh PAC dan tawas yang bermuatan partikel positif, sehinggad ihasilkan gumpalany ang akhirnya dapat disaring' Langkahk erja-yang dilakilian antaral ain dengan penambahank oagulan (PAC dan tawas)k edalam limbah cair kernudian dilanjutkan dengan pengadukan dan penyetimbangan. Analisis nilai pH, TS, TDS, TSS, kekeruhan, dan coD pada limbah tersebut dilakrftan sebitum dan sesudah perlakuan.Variabel dalam penelitian ini antma lain, variabel bebas meliputi kadar atau jumlah PAC dan tawas per volume tertentuli mbah cair danv ariabelt erikaty ang meliputi TS, TDS, TSS,C OD, pH, dan kekeruhan hasTl treatment pendahuluan dengan pengaruh jumlah PAC dan tawas (variabel bebas). Flasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PAC dan tawas sebagar koagulan pada trcatment petdahuluan pengolahan limbah cair mampu *.u:ittgko:** koalitas limbah. Penurunan nilai TS, TDS, dan TSS r**jokk* bahwa kekeruhan (turbiditas) dari limbah semakin turun. Efektifitas keduakoagulan relatif sama, yaitu pada rentang konsentrasi 0,5-1,0 7o. Namun jika dilihaidari kualitas limbah hasil olahan (elfluen) berdasar paramet€r-pH, |n*u pec lebih efektif daripada tawas. Dari segi efisiensi biaya pengolahan, tawasle bih efisisend ariPadaP AC.

Persepsi siswa terhadap profil kompetensi guru dalam pembelajaran IPS kelas IV SDN Kebonsari 4 Kota Malang / Evi Dianita

 

Kata Kunci: Persepsi Siswa, Kompetensi Guru, Pembelajaran IPS SD IPS merupakan bidang studi gabungan dari 4 disiplin ilmu, yaitu sejarah, geografi, sosiologi dan ekonomi. Untuk itu perlu adanya kemampuan dalam menyampaikan materi IPS yang didalamnya memuat 4 disiplin ilmu IPS. Dari arah kompetensi pedagogik seorang guru IPS diharapkan mampu merangkai 4 disiplin ilmu IPS menjadi satu materi yang utuh. Dari pandangan kompetensi kepribadian seorang guru IPS harus mengarah pada sosok yang berkepribadian baik dalam menerapkan materi-materi 4 disiplin ilmu IPS. Dari arah kompetensi sosial seorang guru IPS harus mampu bersosialisasi dengan baik. Dari segi kompetensi profesional seorang guru IPS harus mampu mengembangkan materi 4 disiplin ilmu IPS sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan persepsi siswa tentang profil kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran IPS kelas IV SDN Kebonsari 4 Malang (2) Mendeskripsikan persepsi siswa tentang profil kompetensi kepribadian guru dalam pembelajaran IPS kelas IV SDN Kebonsari 4 Malang (3) Mendeskripsikan persepsi siswa tentang profil kompetensi sosial guru dalam pembelajaran IPS kelas IV SDN Kebonsari 4 Malang (4) Mendeskripsikan persepsi siswa tentang profil kompetensi profesional guru dalam pembelajaran IPS kelas IV SDN Kebonsari 4 Malang Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kebonsari IV Malang dan Guru IPS kelas IV SDN Kebonsari 4 Malang. Teknik pengumpulan data berupa angket, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif kualitatif. Keterbatasan penelitian ini, hanya meneliti 1 guru. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa guru IPS kelas IV memiliki kompetensi pedagogik 64% yang tergolong cukup baik, kompetensi kepribadian 87% tergolong baik, kompetensi sosial 85% tergolong baik dan kompetensi profesional 78% tergolong baik. Untuk kompetensi pedagogik pada indikator mengembangkan kurikulum, guru masih belum mengembangkan kurikulum. Dari hasil wawancara dengan guru, diketahui bahwa guru memahami teknik pembuatan RPP, namun guru belum membuat RPP sendiri. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan persepsi yang diberikan siswa kelas IV, guru IPS kelas IV SDN Kebonsari IV Kota Malang secara umum sudah memiliki dan menerapkan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Meskipun masih ada indikator yang belum terpenuhi pada kompetensi pedagogik. Dari hasil kesimpulan dapat disarankan bahwa seorang guru wajib mengembangkan sendiri perangkat pembelajaran yang dimiliki. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan teknik pembelajaran dan pengetahuan guru, terutama pada bidang ilmu pengetahuan sosial. Karena materi IPS terus berkembang mengikuti perkembangan masyarakat secara global.

Pengambilan Keputusan berdasarkan Teorema Bayes : suatu kajian terhadap penentuan jenis kartu prabayar yang paling hemat / oleh Dian Nurul Y.A.

 

Penerapan metode eksperimen melalui permainan balon udara untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan IX Beji / Siti Masruro

 

Kata kunci : permainan balon udara kemampuan kognitif, TK Kemampuan kognitif anak di Taman Kanak-Kanak yang integral dari struktur kegiatan pembelajaran. Untuk itu perlu adanya pembelajaran yang bisa meningkatkan kemampuan kognitif anak salah satunya dengan menggunakan permainan balon udara untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan IX Beji. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mendeskripsikan penerapan metode eksperimen melalui Permainan balonudara untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan IX Beji. (2) Untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK DharmaWanita Persatuan IX Beji dengan penerapan metode eksperimen melalui Permainan balon udara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanakan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian yang digunakan sejumlah 20 anak dan melibatkan satu guru kolaborator. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui teknik observasi berupa lembar observasi kegiatan anak dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis tindakan yaitu dengan menggunakan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian sebagai berikut : sesuai dengan langkah-langkah permainan balon udara yaitu guru menyiapkan peralatan percobaan permainan balon udara, guru menjelaskan tentang percobaan yang akan dilaksanakan, anak-anak melakukan percobaan, membilang jumlah balon dan mengurutkan ukuran balon, maka kemampuan kognitif pada pratindakan diperoleh rata-rata 10% meningkat pada siklus I yang dilakukan pada tanggal 30 April 2012 yaitu diperoleh rata-rata 40%. Pada siklus II dilakukan pada tanggal 31 Mei 2012 diperoleh rata-rata 85% terjadi kenaikan skor sebesar 45%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan balon udara dapat digunakan dengan baik untuk meningkatkan kemampuan kognitif bagi guru TK dalam pembelajaran kemampuan kognitif disarankan agar guru memberikan pembelajaran yang menyenangkan, materi yang menarik, dan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengeksplorasi potensi dan kecerdasan yang dimiliki anak.

Pengaruh kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas I, II pada bidang studi ekonomi di SMA Negeri 01 Rejotangan Kabupaten Tulungagung / oleh Triana

 

Pengembangan pembelajaran peraturan permainan dan perwasitan tenis lapangan menggunakan electronic book untuk mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Universitas Negeri Malang / Sigit Bayu Utomo

 

Kata kunci: pembelajaran, peraturan permainan, perwasitan, scoresheet, electronic book. Peraturan permainan dan perwasitan merupakan salah satu kompetensi pada matakuliah Teori & Praktek Tenis Lapangan II di jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJK) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang. Banyaknya kompetensi yang harus disampaikan pada matakuliah ini, berdampak pada minimnya kesempatan mahasiswa menerima dan memahami penjelasan pada kompetensi peraturan permainan dan perwasitan tenis lapangan. Selain itu pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan di lapangan membuat proses pembelajaran kurang maksimal dan media yang digunakan sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan pembelajaran peraturan permainan dan perwasitan tenis lapangan menggunakan electronic book, yang diharapkan dapat mempermudah mahasiswa dalam memahami konsep tentang peraturan permainan dan perwasitan tenis lapangan. Penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain; (1) penelitian awal (need assessment), (2) penyusunan rancangan produk awal, (3) rancangan produk dievaluasi oleh para ahli, (4) uji coba (kelompok kecil), (5) revisi tahap I, (6) uji lapangan (kelompok besar), dan (7) penyempurnaan produk hasil uji lapangan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah berupa angket , yang digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif pada analisis kebutuhan (need assessment) dan pendekatan kualitatif untuk para ahli, subyek uji coba (kelompok kecil) dan uji lapangan (kelompok besar). Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif persentase. Pengembangan ini dilakukan melalui saran dan evaluasi para ahli, yaitu satu ahli tenis lapangan, satu ahli pembelajaran dan satu ahli media pembelajaran. Berdasarkan analisis data hasil uji coba (kelompok kecil) diperoleh presentase sebesar 89,9% dengan kategori baik, namun tetap dilakukan perbaikan pada bagian-bagian tertentu untuk semakin menyempurnakan produk. Hasil uji lapangan (kelompok besar) diperoleh persentase sebesar 94,2% dengan kategori baik, sehingga tidak dilakukan revisi dan ditetapkan sebagai produk akhir. Produk akhir dalam pengembangan ini dapat dijadikan media alternatif yang layak digunakan dan memberi kemudahan bagi mahasiswa dalam memahami konsep tentang peraturan permainan dan perwasitan tenis lapangan pada matakuliah Teori & Praktek Tenis Lapangan II di jurusan PJK FIK Universitas Negeri Malang.

Penggunaan metode du pont dalam menilai kinerja keuangan perusahaan pada PT. Smen Gresik (Persero) Tbk. / oleh Suci Asriyati

 

Pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) terhadap prestasi belajar fisika dasar II ditinjau dari kerja ilmiah dan sikap ilmiah mahasiswa Program Pendidikan Fisika-FMIPA Universitas Negeri Malang / Eddy Supramono

 

Kata Kunci: PBM, prestasi, kerja ilmiah, sikap ilmiah Kuliah teori Fisika Dasar cenderung berupa in¬formasi, dosen cenderung menuntaskan materi yang ada pada silabi. Pembelajaran yang demikian menye-babkan adanya pemahaman yang keliru pada mahasiswa tentang peme¬cahan ma-salah dalam fisika yang hanya mengutamakan produk tidak menekankan proses ilmiah, akibatnya mahasiswa meng¬alami kesulitan belajar dalam menguasai konsep fisika. Indikator kesulitan mahasiswa ditunjukkan dengan perolehan nilai pada akhir semester yang terbilang masih cukup rendah, maka perlu pembenahan pembelajaran Fisika Dasar khususnya Fisika Dasar II. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan prestasi belajar mahasiswa pada penerapan model PBM ditinjau dari kerja ilmiah dan sikap Ilmiah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasy Experi¬mentation (semi eksperimen) dengan desain faktorial yang meng¬gunakan dua faktor dan masing-masing faktor menggunakan dua katagori. Populasi penelitian yang digunakan adalah seluruh mahasiswa se¬mes¬ter 2, angkatan 2011-2012 sebanyak 6 kelas. Sampel penelitian yang di¬am¬bil sebanyak 2 kelas dengan masing-masing kelas terdiri 36 mahasiswa secara purposive sampling. Selanjutnya, dari 2 kelas diambil 1 kelas sebagai kelas eksperimen (PBL), 1 kelas sebagai kelas kontrol (konvensional) dengan teknik undian. Intrumen tes prestasi berupa soal pilihan ganda sebanyak 25 butir soal yang telah melewati uji validitas dengan menggunakan responden sebanyak 87 mahasiswa angkatan 2010 dan 2011. Selanjutnya, Reliabilitas instrumen dicari dengan menggunakan KR 20, didapatkan 0,71 yang termasuk kriteria tinggi. Uji hipotesis dilakukan dengan statistik Anava Dua Jalur. Instrumen tes kerja ilmiah dan skala sikap ilmiah yang digunakan sebagai variabel moderator telah divalidasi oleh dua orang pakar. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa ada perbedaan prestasi kerja ilmiah tinggi kelas eksperimen dengan kontrol tetapi tidak signifikan ditunjukkan dari harga : Fh > Ft (18,62>4,06), dan Qh lebih kecil Qt (1,05<4,20). Ada perbedaan prestasi belajar mahasiswa kerja ilmiah rendah yang signifikan antara kelas eksperimen dengan konvensional dibuktikan dengan adanya : Fh > Ft (11,56>4,06), dan harga Tukey 7,58 yang lebih besar dari Qt (7,58>4,20). Dengan cara yang sama didapatkan, bahwa tidak terdapat perbedaan prestasi belajar mahasiswa sikap ilmiah tinggi antara kelas eksperimen dengan konvensional dan juga tidak terdapat perbedaan prestasi belajar mahasiswa sikap ilmiah rendah antara kelas eksperimen dengan konvensional pada materi Optika-Geometrik dengan adanya hasil: Qh Qt (7,71>4.20). Interaksi terjadi antara model pembelajaran dengan prestasi belajar mahasiswa ditinjau dari kerja ilmiah, Fh > Ft (10,68>4,06) dan sikap ilmiah, Fh > Ft (5,771>4,06), atau terjadi interaksi antara faktor kolom dan baris.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan pemakaian kontrasepsi di Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek / oleh Anis Puspitasari Suwaraswati

 

Survei tingkat bahaya erosi dan arahan konservasi lahan di desa Sumbersuko Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / oleh Loka Widiastuti

 

Profil petani garam di Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan / oleh Ervawati

 

Pengaruh akuisisi terhadap kinerja keuangan pada perusahaan yang terdaftar di BEJ / oleh Anna Rofiah

 

Hubungan pemberian kompensasi finansial dengan kinerja karyawan PR. Delapan Wijaya Malang / Herman Panjaitan

 

Key words: Financial Compensation, Employee Performance Human resource is one of production factors that a company uses and is one of elements to determine the success of an organization. This makes human resource a company asset which efficiency and performance have to be enhanced. Therefore, the , company should be capable of creating such conditions that allow the employee to develop and improve their abilities and skills in an optimal. One of the efforts to achieve such conditions is by giving satisfactory compensation. Level of employee performance has a highly close relationship with the compensation giving system that is implemented by the company or the organization where they work. The objectives of this study were (1) to find out the implementation of financial compensation giving to the employees at PR. Delapan Wijaya Malang, (2) to find out the condition of employee performance at PR. Delapan Wijaya Malang, (3) to analyze the effects of financial compensation giving on the employee performance at PR. Delapan Wijaya Malang. This study was an explanatory research with correlational/causal associative since it attempted to find out not only the relationships among variables, but also the effects on the dependent variable. The variables studied in the research were financial compensation as the independent variable (X) and employee performance as the dependent variable (Y). The population of the study was the entire regular employees at PR. Delapan Wijaya Malang numbering 37 people. All of them were involved to be the samples, so this study could also be named population study. The research instrument was questionnaire. The findings led to the inferences that: (1) the implementation of financial compensation giving to the employees at PR. Delapan Wijaya Malang had been satisfactorily and in accordance with their necessities according to the employees. In general, they agreed with all policies that the company had set; (2) in general, the employees at PR. Delapan Wijaya Malang agreed that they worked accordingly to the rules, procedures, systems, and regulations implemented by the company; (3) financial compensation giving had a correlation with the employee

Pengaruh motivasi berkoperasi dan tingkat pengetahuan berkoperasi anggota terhadap partisipasi anggota KOPMA Universitas Negeri Malang / oleh Fitri Dwiastuti

 

Penerapan prionsip andragogy dalam pelatihan kejuruan di Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja Singosari, Jawa Timur / Ika Nurul Marthaningtyas

 

Kata Kunci: penerapan prinsip andragogi, program pelatihan kejuruan Proses pembelajaran pelatihan berbeda dengan proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan pelatihan merupakan proses pembelajaran bagi orang dewasa yang menggunakan pendekatan andragogi. Maka, model pendekatan andragogi dianjurkan dalam proses pembelajaran pelatihan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan prinsip andragogi pada pelatihan kejuruan tata niaga mengenai penampilan instruktur, organisasi dan seleksi materi belajar, metode pembelajaran, dan pengelolaan lingkungan belajar. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif, yang bertujuan mendeskripsikan penerapan prinsip andragogi dalam program pelatihan kejuruan di Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja Singosari. Populasi penelitian yakni instruktur dan peserta pelatihan berjumlah 48 orang dari kejuruan tata niaga. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara serta studi dokumentasi, dan teknik analisis datanya menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip andragogi dalam pelatihan kejuruan tata niaga mengenai penampilan pelatih, metode pembelajaran dan pengelolaan lingkungan sudah diterapkan. Hal ini dilihat dari cara instruktur dalam berkomunikasi tidak memonopoli pembicaraan, bersemangat dan membantu pengembangan sikap positif peserta. Metode yang digunakan instruktur adalah ceramah, diskusi, simulasi dan curah pendapat yang dapat mengembangkan serta meningkatkan keterampilan peserta. Pengelolaan lingkungannya yakni, adanya saling menghargai dan mengenal antar peserta, peserta dengan instruktur. Pada pelatihan administrasi kantor dan bahasa inggris penerapan prinsip andragogi mengenai pengelolaan fisik kurang diterapkan. Demikian pula penyeleksian dan pengorganisasian materi belajar prinsip andragogi kurang diterapkan. Hal ini karena tema materi pelatihan sudah ditetapkan oleh balai, sehingga peserta tidak dapat menentukan materi yang diinginkan. Disarankan bagi instruktur, hendaknya lebih mampu membangun suasana kondusif dan terbuka agar dapat terjalin kerjasama yang baik antara peserta dan instruktur. Bagi UPT, dapat melihat ulang penataan ruangan kelas sehingga dapat memberikan suasana pembelajaran lebih menyenangkan, agar ruang gerak antara peserta dan peserta lainnya, serta antara peserta dan instruktur lebih nyaman. Bagi Jurusan PLS diharapkan penelitian ini dapat menambah khasanah pengetahuan tentang prinsip belajar orang dewasa dalam pembelajaran di Balai Pelatihan. Bagi peneliti lanjutan dapat mengembangkan hasil penelitian mengenai prinsip andragogi di kejuruan lain dan di lembaga pelatihan yang berbeda.

Pengaruh rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio leverage terhadap profitabilitas pada perusahaan mining (Pertambangan) yang go public di BEJ : periode pengamatan tahun 1997-2003 / oleh Erika Listiyawati

 

Manajemen peran serta masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan (Studi multi situs pada SDN Bunga Lestari, SDN Bunga Kenanga, dan SDN Bunga Melati Kevamatan Trunojoyo Kabupaten Joko Tole) / Ratnawan Lukito

 

kata kunci : manajemen peran serta masyarakat, peningkatan mutu pendidikan, sekolah dasar negeri. Pendidikan memberikan konstribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa, dan merupakan wahana dalam menerjemahkan pesan-pesan konstitusi serta sarana dalam pembangunan watak bangsa (nation character building). Masyarakat yang cerdas akan memberi nuansa kehidupan yang cerdas pula, dan secara progresif akan membentuk kemandirian. Masyarakat yang demikian merupakan investasi besar untuk berjuang keluar dari krisis dan menghadapi dunia global. Oleh karena itu setiap institusi pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikannya diperlukan partisipasi masyarakat. Berdasarkan dari konteks penelitian, maka fokus penelitian ini adalah : (a) bentuk peran serta masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan, (b) teknik pelaksanaan peran serta masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan, dan (c) mekanisme kerja peran serta masyarakat dalan meningkatkan mutu pendidikan pada SDN Bunga Lestari Kecamatan Trunojoyo Kabupaten Joko Tole, SDN Bunga Kenanga Kecamatan Trunojoyo Kabupaten Joko Tole, dan SDN Bunga Melati Kecamatan Trunojoyo Kabupaten Joko Tole. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan bentuk-bentuk peran serta masyarakat, teknik-teknik peran serta masyarakat, serta mekanisme kerja peran serta masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDN Bunga lestari, SDN Bunga Kenanga dan SDN Bunga Melati Kecamatan Trunojoyo Kabupaten Joko Tole. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala, dengan jalan menganalisanya dan dengan mengadakan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta, untuk kemudian mengusahakan suatu pemecahan atas masalah-masalah yang ditimbulkan oleh fakta tersebut. Peristiwa demikian diperlukan pengamatan yang mendalam terhadap situasi yang wajar yang dikenal dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan rancangan studi multi situs ada beberapa rangkaian tahapannya berlangsung secara serempak dan analisisnya senantiasa berbalik ketahapan pengumpulan data. Penyusunan langkah-langkah untuk mengembangkan teori dilakukan dengan cara: a) mengumpulkan data yang diinginkan, b) mencari isu kunci peristiwa yang selalu berulang atau didalam data yang merupakan kategori kasus, c) mengklasifikasi data yang memberikan banyak kegiatan/kejadian, d) mengidentifikasi kategori-kategori yang sedang diselidiki, e) mengolah data. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa manajemen peran serta masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan pada SDN Bunga Lestari, SDN Bunga kenanga dan SDN Bunga Melati Kecamatan Trunojoyo Kabupaten Joko Tole, dapat peneliti kemukakan sebagai berikut: a) umumnya bentuk peran serta masyarakat (PSM) sudah tidak terbatas pada pengumpulan dana dan dukungan fisik untuk pembangunan sarana sekolah saja, tetapi juga dalam bentuk motivasi, sumbangsih pemikiran dan keterlibatan dalam kepengurusan komite sekolah, b) sedangkan teknik yang digunakan masyarakat dalam memberikan dukungan dilakukan secara langsung,melalui forum pengajian atau silaturrahmi, melalui forum rapat. c) mekanisme yang dilakukan oleh masyarakat dalam berperan serta guna peningkatan mutu pendidikan adalah secara individu, melalui tokoh masyakat, dan melalui organisasi komite sekolah. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : a) bentuk peran masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan tidak terbatas pada pengumpulan dana dan dukungan fisik, sekolah sudah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, adanya program sekolah yang melibatkan peran serta masyarakat dalam peningkataan mutu pendidikan, adanya bentuk konkrit peran serta masyarakatya dalam peningkatan mutu pendidikan, b) meningkatkan kemampuan dan kesadaran tentang teknik peran serta masyarakat merupakan bukti nyata keterlibatan masyarakat, adanya atensi sekolah yang melibatkan peran serta masyarakat, c) mekanisme yang telah dilakukan masyarakat dalam memerankan dukungan untuk meningkatkan mutu pendidikan sangat membantu tercapainya pendidikan yang bermutu. Saran yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah: a) bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Joko Tole sebagai sumbangsih pemikiran agar dijadikan rujukan, b) bagi komite sekolah sebagai bahan rujukan dan bahan pertimbangan dalam menjalankan organisasi, c) bagi sekolah sebagai informasi dan sumbangsih pemikiran dan contoh ideal, d) bagi pengelola atau manager pendidikan sebagai refleksi, e) bagi pengembang ilmu manajemen pendidikan dan ilmu sosial sebagai referensi pemikiran serta pijakan, f) bagi peneliti lain akan menambah gambaran tentang peran serta masyarakat dalam pendidikan.

Pengaruh sumber stres terhadap prestasi kerja : studi pada Pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. cabang Malang-Kawi / oleh Astu Roka Widya

 

Pengaruh penggunaan graphic organizer dalam pembelajaran pemecahan masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada mahasiswa yang memiliki tipe growth mindset berbeda / Abdur Rahman As'ari

 

Pengaruh risiko sistematis dan riskiko tidak sistematis terhadap return perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Surabaya tahun 2000-2002 / oleh Tri Hardini

 

Perubahan sosial desa Jatiarjo (studi kasus kehadiran Taman Safari Indonesia II Prigen bagi masyarakat dan makna pendidikannya) / Indah Puspita Sari

 

Kata Kunci: Desa Jatiarjo, Taman Safari Indonesia II Prigen, Perubahan Sosial, Makna Pendidikan. Pariwisata juga merupakan suatu sektor yang tidak jauh berbeda dengan sektor ekonomi yang lain yaitu dalam proses perkembangannya juga mempunyai dampak atau pengaruh di bidang sosial dan ekonomi. Pengaruh yang ditimbulkan tersebut dapat berupa pengaruh positif maupun negatif terhadap kehidupan masyarakat setempat. Untuk mencegah perubahaan yang negatif maka diperlukan suatu perencanaan yang mencakup aspek sosial dan ekonomi, sehingga sedapat mungkin masyarakat setempat ikut terlibat di dalam perencanaan dan pengembangan pariwisata. Hal ini perlu dilakukan untuk mendukung keberhasilan pengembangan daerah wisata yang bersangkutan. Proses pembangunan dan pengembangan suatu wilayah dapat ditunjang oleh potensi wisata yang dimilikinya. Salah satu adalah objek wisata Taman Safari Indonesia II Prigen yang berada di Desa Jatiarjo. Dengan adanya Taman Safari Indonesia II Prigen telah membawa perubahan pada masyarakat Desa Jatiarjo. Dengan datangnya peluang usaha di lingkungan mereka menyebabkan terjadinya perubahan sosial di bidang: (1) Ekonomi (2) Pendidikan dan (3) Perilaku sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Jatiarjo. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kondisi masyarakat Desa Jatiarjo sebelum adanya pembangunan objek wisata Taman Safari Indonesia II Prigen? (2) Bagaimana dampak sosial pada masyarakat Desa Jatiarjo setelah pembangunan objek wisata Taman Safari Indonesia II Prigen? (3) Bagaimana hubungan dengan kehadiran Taman Safari Indonesia II Prigen bagi pendidikan di Desa Jatiarjo? Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini bersifat studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, dan Expert Opinion. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Masyarakat Desa Jatiarjo mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Kondisi masyarakat Desa Jatiarjo yang masih sederhana menjadikan sebuah pendidikan formal tidak begitu menarik di kalangan masyarakat tersebut. Masyarakat lebih mementingkan bekerja dari pada harus sekolah yang tidak bisa menghasilkan uang. Desa Jatiarjo merupakan kawasan daerah tertinggal. Sebelum hadirnya Taman Safari Indonesia II Desa Jatiarjo masih memiliki sumber daya manusia yang rendah, kondisi masyarakatnya pun masih sederhana. (2) Pembangunan Taman Safari Indonesia II Prigen memiliki dampak tersendiri bagi lingkungan sekitar lokasi. Bukan hanya pada kondisi alam sekitar, tetapi juga meliputi seluruh rangkaian kehidupan sosial masyarakatnya. Dampak yang ditimbulkan akibat adanya pembangunan Taman Safari Indonesia II Prigen salah satunya adalah menyempitnya lahan pertanian hal ini dikarenakan sebagaian lahan pertanian warga digunakan untuk pembangunan Taman Safari Indonesia II Prigen. (3) Setelah adanya Taman Safari Indonesia II Prigen ini baik langsung maupun tidak langsung berpengaruh besar terhadap proses pendidikan dalam peningkatan sumber daya manusia di Desa Jatiarjo.II Prigen seharusnya diimbangi oleh Pemerintah Daerah Pasuruan (Dinas Kepariwisataan) dengan pembenahan sarana dan prasarana ke arah Berdasarkan kesimpulan maka disarankan: (1) Perkembangan Taman Safari Indonesia yang lebih baik serta adanya pengaturan atau penataan terhadap para pedagang yang ada di area Taman Safari Indonesia II Prigen agar lebih rapi dan teratur sehingga dapat menarik wisatawan. (2) Kebijakan yang diambil dan diputuskan oleh pengelola Taman Safari Indonesia II Prigen seharusnya dapat disosialisasikan terlebih dahulu dan dapat diterima oleh masyarakat Desa Jatiarjo. Hal ini dimaksudkan agar terjalin hubungan yang baik untuk bersama-sama memajukan Taman Safari Indonesia II Prigen. (3) Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan tema ini tentunya lebih mengembangkan pada konflik yang terjadi antara masyarakat Desa Jatiarjo dengan Taman Safari Indonesia II Prigen.

Analisis perbedaan retrun, risiko dan volume perdagangan saham sebelum dan sesudah stock split di Bursa Efek Jakarta / oleh Mutia Rahmi

 

The quality of textbook "Interlanguage: English for Senior High School Students XI" / Chyntia Heru Woro Prastiwi

 

Kata Kunci: Bahasa Inggris, Buku Teks, Evaluasi, SMU Penelitian ini brtujuan untuk mereview bagaimana buku teks “Interlanguage: English for Senior High School Students XI” memenuhi kriteria sebuah buku teks komunikatif yang baik. Tujuan ini dipecah menjadi 8 kategori: relevansi terhadap Standar Isi 2006, konten bahasa dan skill, aspek komunikatif, authentisitas, kualitas materi praktis, urutan-pengulangan-distribusi materi, teknikalitas, dan kesesuaiannya terhadap ketertarikan dan kebutuhan siswa. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif evaluatif atau analisis isi. Lembar analisa dan kuisioner siswa merupakan instrumen utama yang digunakan. Lembar analisa mengacu pada kriteria pedoman yang diambil dari kriteria BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) yang dilengkapi dengan kriteria yang bersumber dari Ur (1999), Cunningsworth (1995), Nunan (2003), Reiss (2005), dan Harmer (2007). Lembar analisa digunakan untuk menilai kualitas buku. Lembar analisa ini diisi oleh 3 evaluator, yaitu peneliti sebagai evaluator utama dan 2 guru dari Madrasah Aliyah swasta yang berfungsi sebagai evaluator sejawat. Kuisioner digunakan untuk mengetahui pendapat siswa terhadap buku teks. Pemenuhan kriteria diambil dari Sukriawati (2008), dan Fathurrahman (2004), yang digolongkan menjadi sangat baik (85%-100%), baik (65%-84%), cukup (55%-64%), buruk (40%-54%) dan sangat buruk (0%-39%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa relefansi terhadap Standar Isi 2006 adalah baik, isi bahasa dan skill sangat baik, aspek komunikatif baik, authentisitas sangat kurang, kualitas materi praktis sangat baik, urutan-pengulangan-distribusi materi-di cukup, teknikalitas cukup, dan kesesuaian terhadap siswa dikategorikan baik karena mengakomodasi ketertarikan dan kebutuhan siswa. Buku Interlanguage bukan buku yang baik dan tidak direkomendasikan kepada pengguna yang hanya menggunakan satu buku, karena buku ini mengabaikan kriteria utama yang sangat penting yaitu relefansi terhadap kurikulum dan buku ini tidak memenuhi semua kriteria yang dievalusi. Ada beberapa saran yang diajukan. Pertama, kepada guru yang mengacu hanya pada satu buku, mereka sebaiknya mengabaikan buku ini. Sedangkan kepada guru yang masih ingin tetap menggunakan buku ini sebagai alternatif, mereka sebaiknya melakukan perubahan dengan cara menambah, menulis kembali, menyusun ulang, atau mengurangi materi dan tugas. Kedua, kepada penulis buku hendaknya melengkapi materi yang kurang, menyediakan CD/kaset listening, kegiatan yang menarik, dialog dan teks yang otentik, dan menambah aktifitas yang kreatif. Selanjutnya kepada BSNP dan pemerintah, hendaknya menyusun kriteria penilaian yang lebih rinci serta lebih transparan dalam menyajikan hasil penilaiannya.Terakhir kepada peneliti yang fokus pada evaluasi buku, mereka dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu rujukan.

Analisis kinerja keuangan PT. Telkom sebelum dan sesudah privatisasi / oleh Diah Ayu Ika Yunita

 

Pengembangan bahan ajar pada materi titrasi pengendapan dengan model pembelajaran learning cycle 5E untuk kjelas XI Program Keahlian Kimia Industri di SMK Putra Indonesia Malang / Janiar Anugraini Riyadi

 

Kata Kunci: Bahan Ajar, Model Learning Cycle 5E, Titrasi Pengendapan SMK memiliki kewajiban untuk membekali siswa dengan ilmu dan teknologi serta ketrampilan kerja yang sesuai dengan bidangnya . Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap salah satu guru kimia analisis di SMK Putra Indonesia Malang program keahlian kimia industri, dalam pelaksanaan proses belajar mengajar yang berlangsung mengalami kendala. Kendala tersebut yaitu rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi titrasi pengendapan, yaitu 50% siswa yang belum mencapai nilai SKM. Sehingga, guru menyatakan perlu adanya pengembangan bahan ajar dan variasi model pembelajaran. Hal ini diperkuat dengan kajian teoritis dan faktual yakni model pembelajaran Learning Cycle 5E oleh guru dirasa tepat digunakan dalam pengorganisasian materi titrasi pengendapan dalam pengembangan bahan ajar kimia. Bahan ajar yang dikembangkan meliputi modul, silabus dan RPP sebagai pelengkap. Tujuan dari pengembangan bahan ajar kimia pada materi titrasi pengendapan adalah mengembangkan dan mengetahui kelayakan bahan ajar kimia pada materi titrasi pengendapan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E untuk kelas XI program keahlian kimia industri di SMK Putra Indonesia Malang. Peneliti mengadopsi metodologi penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Thiagarajan yakni model 4-D (four-D) yang meliputi tahap define, design , develop dan desiminate . Dalam hal ini peneliti menggunakan tahapan penelitian dan pengembangan hingga pada tahap ketiga. Hasil pengembangan produk dilakukan uji coba produk untuk mengetahui kelayakan dan setelah direvisi dilakukan crosscheck oleh guru untuk mengetahui kesesuaian produk. Uji coba produk yang akan dilakukan meliputi validasi produk oleh 1 orang dosen kimia, 2 orang guru dan uji terbatas oleh 10 orang siswa melalui instrumen penelitian yang berupa lembar validasi, dan soal uji kompetensi. Hasil analisis data produk hasil pengembangan bahan ajar titrasi pengendapan menyatakan, modul yang dikembangkan dinyatakan valid oleh validator dosen dan guru dengan tingkat validitas total masing-masing 3 dan 3,05 sehingga modul dapat digunakan. Silabus yang dikembangkan dinyatakan valid oleh validator dosen dan guru dengan tingkat validitas total masing-masing 3 dan 3,07. RPP yang dikembangkan dinyatakan valid oleh validator dosen dan guru dengan tingkat validitas total masing-masing 3 dan 3,06. Modul, silabus dan RPP sesuai dengan hasil validitas yang telah diperoleh dapat digunakan.

Pengaruh pemberian kompensasi terhadap produktivitas kerja karyawan pada Pabrik Gula Ngadirejo di Kediri / oleh Dedi Susanto

 

Pengembangan media pembelajaran IPA berbantuan komputer pokok bahasan ikatan kimia untuk siswa kelas IX SMP / Sri Handayati

 

Pengaruh latihan terhadap produktivitas pegawai pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri / oleh Septa Ahmad Bremanti

 

Hubungan pengalaman mengajar dan mengikuti diklat dengan sikap guru terhadap kompetensi mengajar praktikum komputer di SMK Kabupaten Nganjuk / Bendot Sunardi

 

Kata kunci: pengalaman, mengajar, diklat, sikap, guru, kompetensi, komputer. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan satuan pendidikan yang bertujuan untuk menghasilkan tamatan siap kerja, cerdas, kompetitif, dan mampu mengembangkan keunggulan lokal serta bersaing di pasar global. Akan tetapi kenyataan pelaksanaan pendidikan di SMK, masih banyak dijumpai guru yang kurang memberikan praktik langsung berupa pengalaman nyata sesuai tuntutan dunia kerja, dan penguasaan materi, serta metode mengajarnya sudah ketinggalan zaman. Oleh sebab itu penulis ingin mengungkap bagaimana pengalaman mengajar, pengalaman mengikuti diklat, dan sikap guru terhadap kompetensi mengajar, serta hubungan pengalaman mengajar dan mengikuti diklat dengan sikap guru terhadap kompetensi mengajar praktikum komputer di SMK Kabupaten Nganjuk. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengalaman mengajar dan mengikuti diklat dengan sikap guru terhadap kompetensi mengajar praktikum komputer di SMK Kabupaten Nganjuk. Populasi penelitian ini adalah guru mata pelajaran KKPI di SMK Kabupaten Nganjuk yang berjumlah 68 orang. Semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian dan sampel diambil dengan teknik sampling jenuh atau sensus. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan penelitian korelasional. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi ganda. Kesimpulan dari hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sikap guru terhadap kompetensi mengajar praktikum komputer memiliki kecenderungan 89,09 persen berada pada kategori tinggi; pengalaman mengajar berada pada kategori sedang sebesar 70,91 persen; dan pengalaman mengikuti diklat memiliki kecenderungan 63,64 persen berada pada kategori sedang. Secara analisis regresi ganda menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan linier antara pengalaman mengajar dengan sikap guru terhadap kompetensi mengajar secara positif dan signifikan. Korelasi parsial sebesar rx1y = 0,400, nilai probabilitas p = 0,001, dan sumbangan efektif 14,16 persen; (2) terdapat hubungan linier antara pengalaman mengikuti diklat dengan sikap guru terhadap kompetensi mengajar secara positif dan signifikan. Korelasi parsial sebesar rx2y = 0,261, nilai probabilitas p = 0,027, dan sumbangan efektif 4 persen; dan (3) terdapat hubungan antara pengalaman mengajar dan pengalaman mengikuti diklat secara bersama dengan sikap guru terhadap kompetensi mengajar secara positif dan signifikan. Korelasi ganda sebesar (Rx1x2y = 0,426), nilai probabilitas p = 0,006, dan sumbangan efektif 18,1 persen. Hasil regresi ganda diartikan pengalaman mengajar memberikan pengaruh terbesar terhadap peningkatan kompetensi guru. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian diatas dapat diajukan saran-saran: (1) sangat diperlukan upaya peningkatan kompetensi guru dengan meningkatkan kualitas diklat dan pengalaman mengajarnya; (2) pengalaman mengajar dapat ditingkatkan kualitasnya, apabila jenis mata pelajaran dengan dasar yang dimiliki guru sebelumnya telah disesuaikan; (3) pengalaman mengikuti diklat lebih berarti, jika jenis kompetensi yang dipilih relevan dengan bidang studi, dan sepenuhnya dapat diterapkan untuk kepentingan pembelajaran.

Peran serta 'Llaboratorium Bank Mini Pioner' untuk mendukung pengelolaan keuangan sekolah (Studi kasus di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kediri) / Dwi Ambar Ludviana

 

Kata Kunci: pengelolaan keuangan, Laboratorium Bank Mini Pionir, sumber keuangan sekolah Keuangan sekolah merupakan komponen yang menentukan terlaksananya proses belajar- mengajar bersama komponen yang lain. Dalam tataran pengelolaan keuangan diperlukan cara untuk mengatur lalu lintas uang yang diterima dan dibelanjakan mulai dari kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan sampai dengan pertanggung jawaban. Dari kenyataan yang ada saat ini manajemen keuangan sekolah tidak lepas dari adanya masalah. Masalah yang muncul biasanya berhubungan dengan pengelolaan dana sekolah, sebab jika sekolah tidak dapat mengelola keuangan dengan baik akan mempengaruhi layanan pendidikan yang lain. Layanan tersebut meliputi kurikulum dan pembelajaran, kesiswaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hubungan lembaga pendidikan dan masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, fokus penelitian terkait peran serta Laboratorium Bank Mini Pionir untuk mendukung pengelolaan keuangan sekolah adalah pada SMK Negeri 2 Kediri, mencakup (1) perencanaan peran serta Laboratorium Bank Mini Pionir untuk mendukung pengelolaan keuangan; (2) pelaksanaan peran serta Laboratorium Bank Mini Pionir untuk mendukung pengelolaan keuangan; (3) pengawasan, pelaporan dan pertanggungjawaban peran serta Laboratorium Bank Mini Pionir untuk mendukung pengelolaan keuangan; dan (4) faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta Laboratorium Bank Mini Pionir untuk mendukung pengelolaan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dirancang dengan menggunakan rancangan studi kasus, karena pada penelitian ini menggunakan suatu kasus untuk menggambarkan suatu isu atau perhatian yang strategis. Strategisnya penelitian ini terletak pada peran serta Laboratorium Bank Mini Pionir untuk mendukung pengelolaan keuangan sekolah pada SMK Negeri 2 Kediri. Peneliti berperan sebagai instrumen kunci, dengan subjek penelitian adalah pembina Laboratorium Bank Mini Pionir, staf yang membantu di Laboratorium Bank Mini Pionir, kepala sekolah yang diwakili oleh wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasaran, bendahara sekolah dan peserta didik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang disampaikan oleh subjek penelitian pada saat wawancara dan dokumen yang berkaitan dengan peran serta Laboratorium Bank Mini Pionir untuk mendukung pengelolaan keuangan sekolah di SMK Negeri 2 Kediri. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyusun dalam satuan-satuan, dan pemeriksaan keabsahan data. Pengecekan keabsahan data melalui pemeriksaan triangulasi sumber, metode, dan pengecekan keanggotaan. Kesimpulan penelitian ini yaitu (1) Perencanaan peran serta Laboratorium Bank Mini Pionir untuk mendukung pengelolaan keuangan di SMK Negeri 2 Kediri, yaitu (a) Sumber dana yang dimiliki SMK Negeri 2 Kediri adalah berasal dari pemerintah daerah dan komite sekolah, (b) Sekolah memiliki Rancangan Kegiatan dan Belanja Sekolah yang dibuat satu tahun sekali dan setiap empat tahun sekali; (2) Pelaksanaan peran serta Laboratorium Bank Mini Pionir untuk mendukung pengelolaan keuangan di SMK Negeri 2 Kediri, yaitu (a) Sumber dana yang dimiliki SMK Negeri 2 Kediri adalah berasal dari Pemerintah Daerah dalam hal ini adalah Pemerintah Daerah Kota Kediri dan komite sekolah atau dana masyarakat, (b) SMK Negeri 2 Kediri memiliki dua pengelola keuangan sekolah, yaitu Laboratorium Bank Mini Pionir dan bendahara sekolah, (c) Selain sebagai sentra pengelolaan keuangan yang bersumber dari komite, Laboratorium Bank Mini Pionir juga sebagai wadah bagi peserta didik untuk belajar praktek perbankan; (3) Pengawasan, pelaporan dan pertanggungjawaban peran serta Laboratorium Bank Mini Pionir untuk mendukung pengelolaan keuangan di SMK Negeri 2 Kediri, yaitu (a) Jenis pengawasan keuangan yang ada di SMK N 2 Kediri adalah pengawasan intern dan ekstern, (b) Laporan pertanggung jawaban keuangan dibuat setiap satu bulan sekali dan akan direkap untuk laporan tahunan; (4) Faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta Laboratorium Bank Mini Pionir untuk mendukung pengelolaan keuangan di SMK Negeri 2 Kediri, yaitu (a) faktor pendukung pengelolaan keuangan sekolah adalah manfaat Laboratorium Bank Mini Pionir bagi Peserta didik adalah tempat untuk praktek perbankan dan Kepala sekolah cepat tanggap dalam penanganan masalah; (b) faktor penghambat dalam pengelolaan keuangan sekolah adalah mekanisme pelaporan dan perundang-undangan keuangan yang selalu berubah pada setiap waktu atau setiap tahun, sehingga guru memerlukan diklat keuangan dan kurang telitinya peserta didik, sehingga mengalami sedikit kesulitan pada saat membuat laporan keuangan. Saran ditujukan untuk (1) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian dalam ruang lingkup yang memiliki keterkaitan dengan manajemen keuangan; (2) Kepala sekolah, lebih meningkatkan peran serta dari Laboratorium Bank Mini Pionir untuk lebih mendukung keberhasilan pengelolaan keuangan di sekolah; (3) Pembina Laboratorium Bank Mini Pionir, meningkatkan peran serta dari pengurus Laboratorium Bank Mini Pionir untuk lebih mendukung keberhasilan pengelolaan keuangan di sekolah; (4) Penelitian Lanjutan, agar melakukan penelitian pengembangan untuk mengetahui sistem pengelolaan keuangan sekolah dan dapat melakukan penelitian perbandingan tentang pengelolaan keuangan yang melibatkan Laboratorium Bank Mini Pionir di sekolah lain, sehingga terungkap kebenaran dan kejelasan peran serta Laboratorium dalam pengelolaan keuangan sekolah.

Pengaruh pemakaian bahan bakar premium dan campuran naphtalene terhadap produksi CO dan HC pada berbagai putaran / oleh Alexs Sugiarto

 

Analisis buku teks IPA kelas IV yang digunakan di SD Gugus 04 Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pasuruan berdasarkan KTSP / Mila Amalia Afandi

 

Kata Kunci: Analisis, Buku teks, IPA SD, Kesesuaian pendekatan penulisan, Materi, Sistem evaluasi dengan kurikulum tahun 2006 Buku teks digunakan sebagai buku penunjang dalam pembelajaran. Namun saat ini masih ada beberapa buku yang belum sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan tahun 2006 baik dari segi pendekatan penulisan, kompetensi maupun sistem evaluasi , oleh karena itu untuk mengatasi kondisi seperti itu, para guru atau calon guru harus memiliki kemampuan untuk menelaah buku teks. Dalam penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut (1) Bagaimana kesesuaian pendekatan penulisan buku teks dengan pendekatan yang ada dalam kurikulum tahun 2006? (2) bagaimana kesesuaian isi materi dalam buku teks dengan kompetensi dalam kurikulum yang ditetapkan tahun 2006? (3) bagaimana kesesuaian sistem evaluasi yang ada dalam buku teks yang ditetapkan tahun 2006? Untuk memecahkan masalah tersebut, penelitian dirancang dengan model deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku teks IPA SD/MI kelas IV yang ditulis oleh Dudi dan Setia dan penerbit Pusat Perbukuan Depdiknas 2008. Data hasil analisis dikumpulkan menggunakan instrumen. Data yang dikumpulkan sebagai berikut: pertama kesesuaian pendekatan penulisan pada bab I, II dan IV sesuai dengan pendekatan filosofis sedangkan pada bab III dan V pendekatan konstruktif pada pada akhir pembahasan belum ada konfirmasi jawaban yang tepat dan simpulan. Tidak tertulis pendekatan kurikuler yang berupa SK dan KD ; kesesuaian materi dari 5 SK dan 14 KD dijabarkan menjadi 44 indikator, tetapi 18 indikator pembelajaran tidak dibahas; ketiga Kesesuaian sistem evaluasi terdapat 87 butir evaluasi aspek kognitif, 3 evaluasi sistem evaluasi aspek afektif dan dan tidak terdapat sistem evaluasi aspek psikomotor. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan: pertama pendekatan penulisan buku teks tidak sesuai dengan pendekatan kurikulum tahun 2006; materi dalam buku teks kurang sesuai dengan kompetensi dalam kurikulum tahun 2006; sistem evaluasi dalam buku teks cenderung pada aspek kognitif, buku karangan Dudi W dan Setia kurang sesuai dengan kurikulum tahun 2006.

Pengaruh penggantian bahan bakar bensin dengan LPG terhadap produk emisi gas ruang yang dihasilkan pada kendaraan toyota kijang 4K / oleh Tjepi Subagdja

 

Sumbangan mata pelajaran sejarah terhadap mata pelajaran IPS terpadu siswa kelas VII program akselerasi SMP Negeri 3 Malang / Wahid

 

Kata kunci: sumbangan mata pelajaran sejarah, mata pelajaran IPS terpadu, kelas akselerasi Permasalahan perbedaan tingkat kecerdasan siswa dalam menerima materi pelajaran membuat pihak sekolah perlu menyelenggarakan pendidikan khusus bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan membentuk kelas akselerasi. Perubahan kurikulum pada tingkat sekolah menengah pertama juga berdampak pada proses belajar di kelas akselerasi. Salah satu bentuk perubahan kurikulum tersebut adalah pengintegrasian mata pelajaran sejarah dengan mata pelajaran geografi, sosiologi, dan ekonomi secara otomatis memberikan perbedaan khusunya dalam hal penilaian hasil belajar siswa. Melalui penelitian ini penulis ingin mengetahui bagaimana sumbangan mata pelajaran Sejarah terhadap mata pelajaran IPS Terpadu khususnya bagi siswa kelas VII program akselerasi SMP Negeri 3 Malang Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah nilai sejarah dibandingkan dengan nilai bidang geografi, ekonomi, sosiologi, dalam mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VII Program Akselerasi?. (2) Bagaimana sumbangan nilai sejarah terhadap mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII Program Akselerasi di SMP Negeri 3 Malang?. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa nilai raport mata pelajaran IPS Terpadu dan hasil wawancara dengan guru bidang studi IPS Terpadu. Data tersebut kemudian di analisis menggunakan analisis deskriptif pengukuran kecenderungan pemusatan (measures of central tendency). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai mata pelajaran Sejarah pada siswa kelas VII program akselerasi SMP Negeri 3 Malang lebih baik jika dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Hal ini dapat dilihat dari nilai ratarata mata pelajaran Sejarah sebesar 92,5 lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata nilai mata pelajaran IPS yang lain Geografi sebesar 92, Ekonomi sebesar 89,2 dan Sosiologi sebesar 80,4. Tingginya nilai rata-rata mata pelajaran Sejarah pada kelas akselerasi menunjukkan tingginya minat siswa terhadap mata pelajaran sejarah, adanya daya saing yang tinggi serta motivasi untuk mendapatkan hasil belajar berupa nilai akademik yang baik. (2) Mata pelajaran Sejarah memberikan sumbangan yang besar bagi nilai IPS Terpadu siswa kelas VII program akselerasi SMP Negeri 3 Malang. Sumbangan tersebut tidak hanya berupa nilai kognitif yang baik (melebihi KKM yang ditentukan sekolah) tetapi juga nilai afektif dan psikomotor yang didapatnkan oleh siswa dalam mempelajari Sejarah dan mata pelajaran IPS lainnya yang terintegrasi dalam IPS Terpadu. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pengintegrasian mata pelajaran Sejarah ke dalam mata pelajaran IPS Terpadu pada kelas akselerasi di SMP Negeri 3 Malang membawa dampak positif pada mata pelajaran yang lain. Hal ini dibuktikan dengan nilai mata pelajaran IPS Terpadu pada siswa kelas akselerasi telah mmenuhi KKM yang telah ditentukan oleh sekolah sebesar 80.

Dampak perpindahan terminal Gadang ke terminal Hamid Rusdi terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar terminal Gadang / Novi Setyowati

 

Kata Kunci: Dampak, Perpindahan Terminal, Kehidupan Sosial Ekonomi, Masyarakat Keberadaan terminal di suatu daerah merupakan pemicu munculnya aktivitas ekonomi di sekitar terminal yang semakin beragam dan bertambah jumlahnya. Terminal sebagai pusat pertumbuhan pemegang peranan penting dalam usaha mencapai tujuan-tujuan pembangunan ekonomi. Terminal sebagai salah satu prasarana dalam sistem transportasi sangat dibutuhkan sekali daerah fisik yang harus disediakan. Pentingnya terminal bagi masyarakat adalah untuk kenyamanan menunggu, kenyamanan perpindahan dari satu moda atau kendaraan ke moda atau kendaraan lain, dan sebagai tempat tersedianya fasilitas-fasilitas dan informasi. Maka dari itu diperlukan sarana prasarana yang baik dari suatu terminal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjelaskan beberapa hal, yang mencakup latar belakang dipindahnya terminal Gadang ke terminal Hamid Rusdi, kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum pindahnya terminal Gadang ke terminal Hamid Rusdi, kondisi sosial ekonomi masyarakat sesudah pindahnya terminal Gadang ke terminal Hamid Rusdi, dampak perpindahan terminal Gadang ke terminal Hamid Rusdi terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, display data, verivikasi kesimpulan. Hasil penelitian adalah: (1) Latar belakang pemindahan terminal Gadang ke terminal Hamid Rusdi di karenakan adanya permasalahan fisik berupa kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh padatnya arus kendaraan di sekitar terminal, (2) Masyarakat Gadang sebelum perpindahan terminal pada umumnya bermata pencaharian sebagai pedagang, selain pedagang ada beragam mata pencaharian yang lain seperti sopir, tukang becak, makelar penumpang, jasa travel dan jasa wartel serta pedagang asongan. Pendapatan masyarakat sangat beragam dari sekitar Rp 1.000.000-Rp500.000 perhari untuk masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang dan Rp 30.000-Rp 90.000 perhari untuk masyarakat yang berprofesi sebagai sopir, tukang becak, dan makelar. Akses menuju ke tempat sekolah masyarakat Gadang sangat terbantu dengan keberadaan terminal dekat tempat tinggal mereka, tetapi untuk masalah ongkos tidak berpengaruh dengan keberadaan terminal.Suasana tempat tinggal masyarakat Gadang sebelum perpindahan terminal dirasakan tidak tenang dan tidak nyaman karena suara bising, gaduh dan ramai dari terminal, tetapi masalah keamanan mereka merasakan tidak berpengaruh dengan keberadaan terminal. Interaksi sosial masyarakat Gadang berupa kerjasama seperti tahlilan rutin, acara PKK dll, selain kerjasama juga ada persaingan, persaingan di antara sesama profesi seperti terlibat cekcok mengenai masalah penumpang atau masalah pembeli, tetapi di antara mereka tidak pernah terjadi suatu konflik, (3) Setelah perpindahan terminal sebagian masyarakat terutama yang berprofesi sebagai pedagang telah kehilangan mata pencahariannya. Dan menurunnya tingkat pendapatan masyarakat yang berprofesi sebagai sopir, tukang becak dan makelar, mereka kini berpendapatan sekitar Rp 25.000-Rp 45.000 perharinya, dan pedagang kini hanya berpendapatan sekitar Rp 200.000 perharinya.Interaksi sosial masyarakat setelah perpindahan terminal ada yang bersifat negatif dan ada yang positif, negatifnya adalah masyarakat menjadi lebih sering terjadi persaingan berupa cekcok antar sesama profesi yang di akibatkan karena berebut penumpang dan pembeli, sedangkan positifnya adalah masyarakat sesama profesi menjadi lebih kompak dan saling bertukar pikiran tentang pekerjaan mereka. Suasana tempat tinggal masyarakat menjadi sedikit lebih tenang dan tidak segaduh dulu. Setelah perpindahan terminal tidak berpengaruh terhadap masalah akses menuju ke tempat sekolah, hanya saja setelah perpindahan terminal agak sedikit lebih sulit mendapatkan angkutan, dan untuk masalah ongkos masyarakat beranggapan tidak berpengaruh terhadap perpindahan terminal, (4) Perpindahan terminal Gadang ke terminal Hamid Rusdi membawa dampak terhadap hampir seluruh masyarakat pengguna jasa terminal, masyarakat terutama yang berprofesi sebagai pedagang sebagian telah kehilangan mata pencahariannya, pendapatan yang diperoleh mayarakat setelah perpindahan terminal menjadi berkurang, pendapatan pedagang dari Rp1.000.000-Rp 500.000 perharinya, kini hanya berkisar antara Rp 200.000 perharinya, dan masyarakat yang berprofesi sebagai sopir, tukang becak, dan makelar penumpang juga mengalami penurunan pendapatan, sekarang pendapatan mereka hanya berkisar antara Rp 25.000-Rp 45.000 perharinya, Perpindahan terminal juga berdampak pada Interaksi sosial masyarakat yang mana setelah perpindahan terminal masyarakat sesama profesi menjadi lebih mudah terjadi cekcok karena perpindahan terminal menjadi lebih sepi penumpang dan pembeli. Akses menuju ke tempat sekolah masyarakat menjadi agak lebih sulit mendapatkan angkutan umum, dan suasana tempat tinggal masyarakat menjadi lebih tenang dan nyaman dengan perpindahan terminal. Saran bagi pemerintah agar pemerintah kota Malang hendaknya dapat memahami dampak dari kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat Gadang dengan adanya pemindahan terminal. Diharapkan pihak Pemkot Malang mampu memberikan rekomendasi mengenai kondisi, situasi dan dampak yang sebenarnya terjadi akibat pemindahan terminal khususnya terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat sekitar Gadang.

Pengaruh faktor eksternal terhadap pengertian dasar ekonomi (economic literacy) siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Malang / Kharisma Eva Roslia

 

Kata Kunci : Faktor eksternal, pengertian dasar ekonomi (economic literacy) Kemampuan untuk mengerti dan memahami makna serta arti tentang ilmu ekonomi, yaitu tentang tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang banyak bervariasi dan berkembang dengbaik masa sekarang maupun masa yang akan datang dan sumber daya yang ada melalui pilihan – pilihan kegiatan produksi , konsumsi atau distribusi yang diwujudkan dengan efisiensi dalam tindakan berkonsumsi. Economi literacy merupakan tolak ukur seberapa jauh seorang menyadari tentang adanya kekuatan yang berpengaruh terhadap kualitas hidup bermasyarakat. Salah satu cara yang bisa dilakukan seseorang agar mempunyai economic literacy adalah dengan belajar ilmu ekonomi. Dalam belajar ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktor tersebut adalah faktor eksternal belajar yaitu faktor yang mempengaruhi belajar yang berasal dari luar diri siswa. Faktor eksternal belajar ada tiga, yaitu faktor keluarga , faktor sekolah dan faktor masyarakat. Ketiga faktor tersenut saling berhungungan untuk menciptakan kondisi belajar yang baik.Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan pengaruh faktor keluarga terhadap pengertian dasar ekonomi (economic literacy) ekonomi siswa diSMA Negeri 1 Malang. (2) Untuk mendeskripsikan pengaruh faktor sekolah terhadap pengertian dasar ekonomi (economic literacy) siswa diSMA Negeri 1 Malang. (3) Untuk mendeskripsikan pengaruh faktor lingkungan masyarakat terhadap pengertian dasar ekonomi i (economic literacy) siswa di SMA Negeri 1 Malang. (4) Untuk mendeskripsikan lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat terhadap pengertian dasar ekonomi i (economic literacy) siswa diSMA Negeri 1 Malang Metode penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Xl IPS SMA Negeri 1 Malang yang berjumlah 93 siswa. Jumlah populasi kurang dari 100, maka penelitian ini termasuk penelitian populasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dengan uji –t untuk mengetahui pengaruh variabel bebas faktor keluarga, sekolah dan masyarakat (X1,X2,X3) secara parsial terhadap variabel terikat economic literacy (Y) dan uji f untuk mengetahui secara silmutan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor eksternal yang meliputi : faktor lingkungan keluarga di SMA Negeri 1 Malang tergolong tinggi dengan persentase 65,60%, faktor lingkungan sekolah diSMA Negeri 1 Malang tergolong tinggi dengan preentase 72,04% dan faktor lingkungan masyarakat di SMA Negeri 1 Malang juga tergolong tinggi dengan persentase 55,91% economic literacy di SMA Negeri 1 Malang juga tergolong tinngi dengan presentase 73,12%. Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor lingkungan keluarga terhadap pengertian dasar ekonomi (economic literacy). Terdapat pengaruh yang signifikan anatara faktor sekolah terhadap pengertian dasar ekonomi (economic literacy). Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor lingkungan masyarakat terhadap pengertian dasar ekonomi (economic literacy). Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor keluarga, sekolah dan masyarakat terhadap pengertian dasar ekonomi (economic literacy) diSMA Negeri 1 Malang. Saran yang dapat dikemukakan adalah ada banyak faktor yang mempengaruhi economic literacy. Oleh karena itu untuk penelitian selanjutnya diharapkan lebih menggali dan meneliti faktor - faktor eksternal yang lain demi kesempurnaan skripsi ini.

Peningkatan prestasi belajar bidang studi bahasa Indonesia siswa kelas III melalui bimbingan guru di SDN Purwosari 1 Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan / oleh Diah Prawesti

 

Penerapan demplot sebagai integrated marketing communication guna meningkatkan penjualan pupuk pada PT Petrokimia Gresik / Rachmad Eka Prasetia

 

Kata kunci : Integrated Marketing Communication, Penjualan PT Petrokimia Gresik mencobamempromosikanprodukbarunyayaituPetroganiksekaligusbertujuanuntukmeningkatkanpenjualanpupuklainnyadenganmelakukanDemplot (Demonstration Plot) yang mengintegrasikaniklan, hubunganmasyarakat, promosipenjualan, pemasaranlangsung, penjualanperseorangan.Penelitianinibertujuanuntukmengetahui (1) BagaimanapenerapanDemplotsebagaiIntegrated Marketing Communciationgunamengefektifkanpenjualanpupukpada PTPetrokimia Gresik; (2) Bagaimanakahkendala-kendalaDepartemenPelayanandanKomunikasiProdukdalampenerapanDemplot; (3) Apa yang dilakukanolehDepartemenPelayanandanKomunikasiProdukuntukmemecahkanmasalah yang dihadapidalamDemplot. Penelitianinimenggunakanpendekatandeskriptifkualitatif.Jenis data yang digunakanadalah data kualitatifdengan 2 macamsumber data yaitusumber data primer dansumber data sekunder.Pengumpulan data menggunakanTriangulasiTeknikdengancaraobservasi, wawancaradandokumentasi. Instrumendalampenelitianiniadalahpenelitisendiri.Pengamatan yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah pemeran serta sebagai pengamatdanpenganalisis.Pengecekankeabsahantemuandenganmengadakankonfirmasi data yang telahdiperolehterhadapsumberpenelitian, dalamhaliniadalahkepalaseksikegiatanDemplot, konfirmasiterhadappetani, konfirmasiterhadapSales Supervisor, danpengecekandengan data penjualan. Hasilpenelitianiniadalah: (1) Demplotterdiridari 3 kegiatan, FFD Awal, FFD Supervisi, dan FFD Panen, dimana 3 kegiatantersebuttelahmengkombinasikaniklan, penjualanperseorangan, pemasaranlangsung, hubunganmasyarakat, danpromosipenjualan. Penjualanpupukbersubsidijugaterusmengalamipeningkatandaritahun 2005 sampaitahun 2011.(2) Kendala eksternal Demplotmeliputi (a) musim dan cuaca; (b) bencana; (c) hama penyakit; (d) petani kurang responsif; (e) sosial budaya; kendala eksternal yaitu kurangnya SDM; (3) Pemecahanmasalaheksternalyaitu (a) memilihlokasi yang irigasinyateknisdanmemilihmasatanam yang tepat; (b) mengulangiDemplot di daerahtersebut; (c) memilihlokasi yang tidakendemikhamapenyakit, jugadilakukantanamserentak; (d) melibatkansemuapihak yang terkaitdalammemilihpetaniDemonstrator; (e) memperbanyakkegiatanDemplotdanSosialisasi di lokasitersebut; danpemecahankendala internal kurangnya SDM supervisidenganmelakukansupervisimelaluitelepon. Berdasarkanhasilpenelitianmakadapatdiambilkesimpulandalampenelitianini, yaitu: (1) Demplotsebagai IMC (Integrated Marketing Communication),meliputipenjualanperseorangan, promosipenjualan,iklan, pemasaranlangsung, danhubunganmasyarakat.Penjualanpupukbersubsidijugaterusmengalamipeningkatandaritahun 2005 sampaitahun 2011; (2)Terdapatkendalaeksternaldan internal yang masihbisadisiasatidanditanggulangi, kecualiuntukbencanaalam yang dahsyat. (3) PemecahanmasalaheksternallebihmenekankanpadakegiatanantisipasisejakawalDemplotbelumdilaksanakan, danmasalah internal tentangkurangnya SDM saatpemantauanharusdilakukanpengefektifan SDM di kegiatanDemplot. Beberapa saran yang dapatdiberikanantara lain(1) Pihak perusahaan, PT Petrokimia Gresik hendaknya lebihmengefektifkankinerjakaryawan di bagiankegiaatanpromosiDemplot agar FFD supervisibisalebihmaksimal.(2) Departemen Pelayananandan KomunikasiProduk hendaknya lebih gencar lagi melakukan Demplot dan Sosialisasi di daerah yang potensial agar penjualan lebih meningkat.(3)peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan penelitian terhadap keefektifan program promosiDemplotterhadaphasilpertanian.

Pelaksanaan pembelajaran IPA berlandaskan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) SMP Negeri se-kecamatan Jaken Pati semester genap tahun 2004/2005 April-Mei 2005 / oleh Rekno Purwati

 

Pengembangan bahan ajar dengan menggunakan learning management system moodle untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran fisika di SMA Negeri 4 Malang / Thomas Hari Kartono

 

Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang Pembimbing:(I) Prof.Dr. Arif Hidayat, M.Si, (II) Dr. Sentot Kusairi, M.Si. Kata Kunci: Bahan ajar,e-learning, berpikir kritis , Moodle Pelajaran Fisika di Sekolah Menengah Atas dalam proses pembelajaran jarang menggunakan media bahan ajar interaktif. Siswa cenderung kurang mandiri dalam belajar. Padahal idealnya pelajaran disampaikan dengan pendekatan yang berpusat pada siswa. Pembelajaran yang aktif diharapkan potensi dan kemampuan siswa akan berkembang diantaranya kemampuan berpikir kritis. Pengembangan bahan ajar dengan menggunakan Learning Managemetn System(LMS) merupakan suatu sistem pengelolaan pembelajaran secara online yang menuntut keaktifan dan kemandirian siswa dalam belajar seperti dalam download bahan ajar, upload tugas, pengamatan animasi applet maupun test online. LMS Moodle dipandang sebagai salah satu alternatif solusi dalam memperbaiki proses pembelajaran fisika, sehingga pada penelitian ini penulis mengembangkan bahan ajar termodinamika untuk meningkatkan ketrampilan berpikir kritis siswa yang bisa berjalan lancar. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Obyek penelitian adalah guru dan siswa kelas XI SMA Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2011/2012. Adapun langkah-langkah penelitian dan pengembangan bahan ajar menggunakan LMS moodle terdiri atas tiga tahap, yakni : studi pendahuluan, perencanaan dan pengembangan model, dan uji lapangan model. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yakni: kuosioner, wawancara, observasi dan test. Data dianalisis dengan menggunakan bantuan progam SPSS 13 dengan metode uji Kolmogorov Smirnov (normalitas), Mann-Whitne(rata-rata pretest dan postest) dan Wilcoxon (Perbedaan berpikir kritis pretest dan postest) Hasil penelitian sebagai berikut: 1) studi pendahuluan pembelajaran masih sangat tergantung pada penjelasan guru, media yang digunakan masih terbatas pada buku dan LKS serta pembelajaran fisika yang masih kurang menekankan pada kemampuan berpikir kritis siswa, 2) hasil perencanaan dan pengembangan bahan ajar menunjukkan bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan model Borg and Gall yang disederhanakan oleh Sukmadinata serta validasi ahli , sudah mencukupi dan dapat diujicobakan untuk meningkatkan ketrampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Fisika, 3) hasil ujicoba lapangan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar pretest-postest kelas kontrol dan kelas eksperimen ketrampilan berpikir kritis menunjukan adanya peningkatan berpikir kritis.

Hubungan antara supervisi yang diterima guru dengan kegairahan kerjanya di SD Negeri Kecamatan Blimbing Kota Malang / oleh Evani Ika Kurniawati

 

Wayang topeng malangan era 1959-1978 (Studi pengaruh kabijakan politik dan kontribusi pembelajaran di SLTA) / Woro Windarti

 

Kata Kunci: kebijakan politik, perkembangan, wayang topeng Malangan, pembelajaran. Indonesia memiliki kesenian tradisional yang beraneka ragam yang tersebar di berbagai daerah. Kesenian Wayang Topeng Malangan, seperti halnya kesenian tradisional lain, memiliki perjalanan panjang dalam mempertahankan eksistensinya. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial politik yang mulai memasuki ranah kesenian. Masa transisi kekuasaan, turut pula mempengaruhi perkembangan kesenian Wayang Topeng Malangan. Permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini menyangkut (1) Bagaimana kondisi sosial politik Malang era tahun 1959 hingga 1978. (2) Bagaimana pengaruh kebijakan politik terhadap perkembangan kesenian Wayang Topeng Malangan tahun 1959 hingga 1978. (3) Bagaimana kontribusi kajian bagi pembelajaran di SLTA. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kondisi sosial politik Malang era tahun 1959 hingga 1978. (2) Untuk mengetahui pengaruh kebijakan politik terhadap perkembangan kesenian Wayang Topeng Malangan tahun 1959 hingga 1978. (3) Untuk mengetahui kontribusi kajian bagi pembelajaran di SLTA. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan penelitian historis. Penelitian historis ini merupakan penelitian yang mencoba untuk mendeskripsikan sumber-sumber sejarah secara sistematis dan obyektif dengan berbagai tahap.Pada dasarnya penulisan sejarah mempunyai lima tahap, yaitu (1) pemilihan topik, (2) heuristik atau pengumpulan sumber, (3) kritik atau verifikasi (kritik ekstern dan kritik intern), (4) interpretasi: analisis dan sintesis, dan (5) historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kondisi sosial politik Malang era tahun 1959 hingga 1978, tidak terlepas dari kondisi umum Indonesia. Di era demokrasi terpimpin, Malang mengalami perubahan pada struktur pemerintahan daerah, seperti munculnya DPR GR dalam menetapkan peraturan daerah masing-masing. Peristiwa 30 September 1965 memiliki dampak sangat besar dalam kehidupan sosial politik Indonesia. Munculnya kebijakan politik penguasa dalam upaya pembasmian PKI dan kader-kadernya, di Malang tugas tersebutdiserahkan kepada Mares Hansip dan DPRD-GR. Tampilnya Soeharto sebagai penguasa Orde Baru semakin mengukuhkan konsep dwifungsi militer. Di Malang, peran dwifungsi militer dapat dilihat dari jabatan bupati yang berpangkat Letnan Kolonel. (2)Pengaruh kondisi politik Indonesia, menyebabkan kesenian tradisional, termasuk wayang topeng Malangan, turut mengalami situasi yang sama. Pengaruh politik yang mulai masuk dalam ranah kesenian, menjadikan wayang topeng Malangan secara tidak langsung turut dijadikan sebagai media propaganda politik. Oleh karenanya, kesenian ini masih berkembang baik hingga tahun 1960an. Peristiwa 30 September 1965 menjadi tonggak matinya kesenian tradisional Indonesia. Pengaruh PKI yang sangat besar dalam memanfaatkan kesenian tradisional di masa sebelumnya, telah menyebabkan kesenian diidentikkan menjadi bagian darinya. Wayang topeng Malangan mengalami masa vakum pada era tahun 1965 hingga 1966, dimana tidak adanya aktivitas kesenian. Akan tetapi, kesenian ini selanjutnya mulai dibangkitkan kembali pada era tahun 1967 hingga 1968 dengan adanya peran militer, dan kembali mengalami masa keemasan di era tahun 1970an. (3) Kontribusi kajian terhadap pembelajaran di SLTA, mengarah pada mata pelajaran Muatan Lokal Seni Tari. Hal ini tidak terlepas dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ada, yaitu mengarah pada bagaimana sejarah dan perkembangan kesenian tradisional lokal. Kajian ini dapat digunakan sebagai apersepsi awal pada mata pelajaran Muatan Lokal tersebut, sebelum mempelajari bagaimana estetika tari sendiri.

Hubungan persepsi pemberian insentif dan motivasi kerja pada karyawan Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung / oleh Samsidah

 

Pengembangan paket pelatihan kesadaran budaya majemuk untuk siswa SMAN 6 Makassar / Fiptar Abdi Alam

 

Kata Kunci : Pengembangan, Kesadaran budaya majemuk. Sekolah Menengah Atas Negeri 6 (SMAN) Makassar adalah salah satu sekolah yang muridnya berasal dari berbagai ras, agama, suku, dan budaya. Dengan beragamnya latar belakang siswa tersebut dan rendahnya kesadaran mereka terhadap budaya majemuk seringkali memicu terjadinya kesalahpahaman di antara sesama siswa, bahkan berlanjut kepada perkelahian. SMAN 6 sebagai sebuah lembaga pendidikan seharusnya memberikan atmosfir yang kondusif bagi siswanya untuk mengembangkan berbagai potensi mereka. Terjadinya perkelahian di antara sesama siswa merupakan hal yang kontraproduktif, oleh sebab itu perkelahian tersebut harus segera diatasi. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh penulis, ternyata di SMAN 6 tersebut belum ada paket pelatihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran budaya majemuk siswa. Tujuan penelitian ini adalah penelitian pengembangan paket pelatihan kesadaran budaya majemuk yang diharapkan dapat digunakan untuk mengurangi terjadinya kesalahpahaman dan perkelahian di antara sesama siswa secara umum, khususnya siswa SMA. Pengembangan paket pelatihan ini melalui lima tahapan: (1) penelitian awal dan analisis produk yang akan dikembangkan, (2) mengembangkan produk awal, (3) validasi ahli dan perbaikan I, (4) uji coba kelompok kecil dan perbaikan II, dan (5) uji coba lapangan terbatas dan perbaikan akhir. Penelitian di SMAN 6 Makassar menunjukkan bahwa sebanyak (35.56%) siswa masih tidak memahami dan tidak menghargai keberadaan budaya orang lain yang berpotensi menimbulkan perselisihan dan perkelahian. Selanjutnya, sebagian besar siswa mengaku sangat terganggu terhadap seringnya terjadi perselisihan dan perkelahian di antara sesama siswa, sehingga perlu adanya usaha untuk mengatasi terjadinya peristiwa tersebut. Produk awal yang dikembangkan adalah paket pelatihan yang terdiri dari: (1) materi pelatihan, berisi tentang keragaman budaya yang terdapat di Sulawesi Selatan, dan (2) panduan pelatihan, berisi tentang pedoman pelatihan yang akan digunakan konselor untuk meningkatkan kesadaran budaya majemuk siswa. Hasil penilaian menunjukkan bahwa penilai ahli pada umumnya menyatakan layak dengan produk yang dikembangkan dengan mengatakan bahwa pada panduan pelatihan, jenis-jenis aspek yang diukur harus dijelaskan, penyajian dibuat lebih sistematik, contoh-contoh perlu dibuatkan untuk memperjelas isi materi yang disajikan, dan perlu penambahan waktu dalam pelaksanaan pelatihan agar siswa lebih mengerti dan memahami isi materi yang disajikan. Hasil penilaian ahli yang diujicobakan kepada kelompok kecil dan kelompok terbatas menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memiliki kriteria akseptabilitas yaitu: (1) aspek kegunaan bermanfaat bagi konselor dan siswa, meningkatkan keterampilan terhadap kompetensi kesadaran dan pengendalian diri, dan dapat membantu siswa mengembangkan kesadaran diri terhadap masalah yang dialami, (2) aspek kelayakan, dapat mengetahui manfaat keefektifan dan kriteria pemenuhan standar dan kepraktisan paket pelatihan di sekolah dengan indikator pada keefektifan waktu, tenaga, dan kepraktisan pada pelaksanaan teknis, dan (3) aspek ketepatan, pada paket pelatihan kesadaran budaya majemuk ini dapat mengukur kemampuan dan kebutuhan siswa dalam hasil pelatihan. Hasil uji coba lapangan terbatas melibatkan tiga puluh siswa dari enam kelas dan tujuh konselor, menunjukkan semua siswa dan konselor dapat menerima dengan layak materi pelatihan dan panduan pelatihan kesadaran budaya majemuk, dan konselor juga menyarankan bahwa sebelum materi pelatihan ditampilkan, contoh peristiwa konflik yang terjadi di berbagai daerah ditayangkan terlebih dahulu, dan kemudian naskah panduan pelatihan dibagikan kepada siswa, sebagai antisipasi kalau media seperti LCD dan OHV tidak bisa digunakan.

Hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian pemilihan karier siswa kelas II SMA Negeri 1 Sumenep / oleh Didik Nurdiansyah

 

Pengaruh penerapan model Group Investigation terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di SDN Kendalpayak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang / Renny Kartinilasari

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran GI, Hasil belajar, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Penggunaan model pembelajaran yang tepat menjadi daya dukung utama bagi guru sebagai upaya untuk menciptakan suasana belajar siswa secara aktif. Pada kenyataannya pembelajaran yang sering dilaksanakan merupakan teacher-centered. Pembelajaran aktif bisa dilaksanakan dengan memilih sub topik yang akan dipelajari, melakukan diskusi dan melaporkan hasil kerja mereka.Tujuan penelitian ini secara rinci adalah membuktikan pengaruh model pembelajaran GI terhadap hasil belajar IPA siswa di SDN Kendalpayak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi eksperimental). Untuk melaksanakan quasi eksperimental, peneliti menggunakan desain Control group pre-test and post test (rancangan prates dan pascates dengan satu kelompok kontrol). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random sampling sehingga diperoleh dua kelas sampel yaitu kelas VA (kelas eksperimen) dan kelas VB (kelas kontrol). Instrumen yang digunakan yaitu instrumen perlakuan (silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)) instrumen pengukuran hasil belajar (Soal Pre-test dan Post-test). Teknik anasisis data yang digunakan berupa uji prasyarat analisis dan uji hipótesis penelitian dengan menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua kesimpulan sebagai berikut. Terdapat pengaruh yang signifikaan model pembelajaran GI terhadap hasil belajar. Hasil tersebut diperoleh dari Pengujian pada data hasil belajar (gain score). nilai probabilitas < 0,05 (0,000 < 0,05) dan Thitung > Ttabel (5,845 > 1.991) yang berarti menolak H0, sehingga dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran GI berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA. Berdasarkan hasil penelitian disarankan Pembelajaran dengan penggunaan model pembelajaran GI dapat digunakan sebagai alternatif di dalam pembelajaran IPA SD. Guru diharapkan benar-benar menguasai tahapan-tahapan penggunaan model pembelajaran GI baik dari tahap persiapan, penyampaian, pelatihan, penampilan hasil serta guru menerapkan model, metode dan strategi lain yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Usaha sintesis 1,3-Dihidroksi-2-(3-Pridil)-4,5-Dimetilidazolina / oleh Nikmatuz Zahro

 

Pengaruh strategi pembelajaran learning cycle dan keterampilan berfikir kritis terhadap kapabilitas diskriminasi dan konsep konkret bidang fisika / Sudi Dul Aji

 

Kata Kunci: strategi pembelajaran, learning cycle, keterampilan berfikir kritis, kapabilitas diskriminasi, kapabilitas konsep konkret. Learning cycle dipilih sebagai salah satu strategi pembelajaran disebabkan learning cycle merupakan strategi yang effektif dalam pembelajaran IPA, mudah untuk dipelajari, konsisten dengan paradigma pembelajaran masa kini, dan menciptakan peluang untuk mempelajari ilmu pengetahuan. Strategi pembelajaran merupakan domain yang berpengaruh pada kapabilitas belajar seseorang. Pada dasarnya siswa telah memiliki keterampilan berfikir kristis hanya kadarnya yang berbeda, berdasarkan pemahaman awal yang telah dimiliki. Keterampilan berfikir kritis ini dapat mempengaruhi kapabilitas belajar siswa. Penelitian ini mengkaji dua strategi pembelajaran learning cycle yang dapat mempengaruhi kapabilitas belajar siswa, juga pengaruh keterampilan berfikir kritis siswa, serta interaksi strategi pembelajaran dan keterampilan berfikir kritis siswa terhadap kapabilitas belajarnya. Tujuan penelitian adalah: (1) menguji perbedaan dalam kapabilitas diskriminasi antara siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran learning cycle 5 E dan learning cycle POE, (2) menguji perbedaan dalam kapabilitas diskriminasi antara siswa yang memiliki keterampilan berfikir kristis tinggi dan siswa yang memiliki keterampilan berfikir kritis rendah, (3) mengetahui interaksi strategi pembelajaran learning cycle dan keterampilan berfikir kritis terhadap kapabilitas diskriminasi siswa, (4) menguji perbedaan dalam kapabilitas konsep konkret antara siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran learning cycle 5 E dan learning cycle POE, (5) menguji perbedaan dalam kapabilitas konsep konkret siswa yang memiliki keterampilan berfikir kritis tinggi dan siswa yang memiliki keterampilan berfikir kritis rendah, (6) mengetahui interaksi dalam penerapan strategi pembelajaran learning cycle dan keterampilan berfikir kritis terhadap kapabilitas konsep konkret. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu dengan menggunakan desain non-equivalent posttest only control group design. Desain penelitian ini terdiri dari dua kelompok perlakuan. Satu kelompok diberi perlakuan strategi pembelajaran learning cycle 5E dan kelompok lain diberi perlakuan strategi pembelajaran learning cycle POE. Kelompok yang digunakan merupakan intact group dan dependent variable diukur satu kali, yaitu setelah perlakuan eksperimen diberikan. Data penelitian dikumpulkan melalui instrument berupa; (1) angket untuk keterampilan berfikir kritis dan (2) Tes untuk kapabilitas belajar siswa. Sementara untuk menguji hipotesis digunakan analisis Manova dengan bantuan computer program SPSS 18 for windows dan semua pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut; (1) terdapat perbedaan kapabilitas diskriminasi antara penerapan strategi pembelajaran learning cycle 5 E dan penerapan strategi pembelajaran learning cycle POE, (2) terdapat perbedaan kapabilitas diskriminasi antara siswa yang memiliki keterampilan berfikir kritis tingi dan siswa yang memiliki keterampilan berfikir kritis rendah, (3) terdapat interaksi strategi pembelajaran learning cycle dan keterampilan berfikir kritis terhadap kapabilitas diskriminasi, (4) terdapat perbedaan kapabilitas konsep konkret antara penerapan strategi pembelajaran learning cycle 5 E dan penerapan strategi pembelajaran learning cycle POE, (5) terdapat perbedaan kapabilitas konsep konkret antara siswa yang memiliki keterampilan berfikir kritis tinggi dan siswa yang memiliki keterampilan berfikir kritis rendah, (6) terdapat interaksi strategi pembelajaran learning cycle dan keterampilan berfikir kritis terhadap kapabilitas konsep konkret. Berangkat dari kesimpulan yang diperoleh, beberapa saran yang dikemukakan antara lain: (1) dalam pembelajaran fisika hendaknya menerapkan strategi pembelajaran learning cycle, karena strategi ini terbukti dapat meningkatkan kapabilitas belajar siswa, (2) Dalam penelitian ini kapabilitas belajar siswa hanya menyangkut keterampilan intelektual dengan dimensi diskriminasi dan konsep konkret, masih perlu diidentifikasi untuk dimensi yang lain yaitu konsep abstrak, kaidah, dan kaidah tingkat tinggi (3) Sebelum guru mengajarkan materi sebaiknya mengidentifikasi keterampilan berfikir kritis siswa, karena terbukti siswa yang memiliki keterampilan berfikir kritis tinggi akan memiliki kapabilitas belajar yang tinggi., (4) agar hasil penelitian dapat konsisten maka perlu penambahan jumlah guru model dan sekolah tempat penelitian.

Pengembangan media pembelajaran statistik secara interaktif berbasis komputer / oleh Ida Nurdiana

 

Pengaruh pelayanan purna jual (After Sale Service) terhadap kepuasan konsumen seperda motor merk Honda Karisma di Kota Malang / oleh Muhamad Alfurqon

 

Pengaruh variabel makroekonomi terhadap return indeks Kompas 100 periode Agustus 2007-Desember 2010 / Reni Astutik

 

Kata Kunci: Arbitrage Pricing Theory (APT), Variabel Makroekonomi, Return Saham, Bursa Efek Indonesia, Indeks Kompas 100. Arbitrage Pricing Theory (APT) berasumsi bahwa return suatu aset tidak hanya dipengaruhi oleh risiko sistematis pasar tetapi juga variabel ekonomi makro yang mencerminkan kondisi ekonomi di suatu negara. Semakin tinggi risiko, semakin tinggi pula return yang diharapkan oleh invetor. Meskipun laba operasional dan pengelolaan manajemen yang baik akan mencerminkan kinerja saham perusahaan, akan tetapi faktor ekonomi makro juga berkontribusi terhadap unexpected return yang diperoleh investor dan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan investasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel ekonomi makro terhadap return Indeks Kompas 100 melalui kerangka Arbitrage Pricing Theory (APT). Penelitian ini termasuk penelitian asosiatif kausalitas yang mencermati pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Metode regresi berganda digunakan untuk menganalisis data. runtut waktu bulanan selama periode Agustus 2007-Desember 2010. Indeks Kompas 100 dianalisis melalui enam variabel ekonomi makro berdasarkan data bulanan dengan mencermati tingkat bunga pasar uang, harga emas, indeks produksi industri (IPI), harga minyak, nilai tukar kurs rupiah terhadap dolar Amerika, dan jumlah uang beredar (M2) terkait pengaruhnya terhadap return saham di Bursa Efek Indonesia (IDX). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tingkat bunga pasar uang berpegaruh signifikan negatif terhadap return Indeks Kompas 100, (2) Harga emas tidak berpengaruh signifikan terhadap return Indeks Kompas 100, (3) Indeks produksi industri (IPI) tidak berpengaruh signifikan terhadap return Indeks Kompas 100 (4) Harga minyak berpengaruh signifikan positif terhadap return Indeks Kompas 100 (5) Nilai tukar kurs berpengaruh signifikan negatif terhadap return Indeks Kompas 100 (6) Jumlah uang beredar tidak berpengaruh signifikan terhadap return Indeks Kompas 100. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan investor mencermati kondisi ekonomi makro di suatu negara ketika membuat keputusan investasi, sehingga tidak hanya bermanfaat untuk keputusan investasi jangka panjang tetapi juga bermanfaat dalam keputusan investasi jangka pendek. Bagi pemerintah diharapkan memberikan pemahaman yang lebih atas kebijakan ekonomi makro yang dibuat sehingga memberikan informasi yang tepat bagi investor di Pasar Modal Indonesia. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menyempurnakan kajian teori yang ada dan mengembangkan indikator ekonomi makro lainnya yang berpengaruh terhadap return saham.

Pemanfaatan lingkungan sosial sebagai sumber belajar dalam pembelajaran IPS kelas V di MI-Hidayatul Mubtadi'in Bumiayu Kota Malang / oleh Lutfiah

 

Pengembangan bahan ajar materi titrasi asam-basa pada mata pelajaran kimia analisis dengan model pembelajaran learning cycle 5-E untuk SMK Program Kahlian Kimia Industri / Septiana Awiatantri

 

Kata Kunci: Bahan Ajar, Model Learning Cycle 5-E, Titrasi Asam-Basa SMK didirikan untuk meningkatkan kualitas perkembangan siswa agar lebih berkompeten dalam dunia kerja. Menurut BNSP SMK (2007: 23), ada beberapa problematika yang berkembang di SMK. Peneliti melakukan observasi di lapangan untuk mengetahui problematika yang sebenarnya di SMK. SMK yang dipilih adalah SMK Putra Indonesia Malang program keahlian kimia industri. Hasil wawancara dengan guru SMK adalah kurangnya pemahaman konsep siswa tentang materi pembelajaran yang disebabkan karena kurangnya bahan ajar yang dapat memaksimalkan proses pembelajaran. Bahan ajar yang digunakan belum dapat memaksimalkan pemahaman konsep siswa, sehingga diharapkan adanya bahan ajar yang sistematis. Bahan ajar yang sistematis diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan meningkatkan pemahaman konsep siswa. Peneliti bersama guru memilih model pembelajaran Learning Cycle 5-E yang dianggap cocok diterapkan dengan kondisi siswa yang pasif. Tujuan dari penelitian adalah mengembangkan dan mengetahui kelayakan bahan ajar materi titrasi asam-basa pada matapelajaran kimia analisis dengan model pembelajaran Learning Cycle 5-E untuk SMK program keahlian kimia industri. Peneliti menggunakan metodologi penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Thiagarajan yakni model 4-D (four-D) yang meliputi tahap define, design , develop dan desiminate . Peneliti menggunakan tahapan penelitian dan pengembangan hingga pada tahap ketiga. Hasil pengembangan produk dilakukan uji coba produk untuk mengetahui kelayakan. Uji coba produk meliputi validasi produk oleh seorang dosen, dua orang guru dan sepuluh siswa kelas XI dengan instrumen penelitian berupa angket validasi. Produk akhir dilakukan crosscheck kepada guru SMK Putra Indonesia Malang program keahlian kimia industri. Hasil analisis data produk hasil pengembangan bahan ajar menyatakan, modul yang dikembangkan dinyatakan valid dengan tingkat validitas total 3 oleh validator dosen dan dinyatakan sangat valid dengan tingkat validitas 3,27 oleh validator guru sehingga modul dapat digunakan. RPP yang dikembangkan dinyatakan valid dengan tingkat validitas 3 oleh validator dosen dan dinyatakan sangat valid dengan tingkat validitas 3,29 oleh validator guru. Silabus yang dikembangkan dinyatakan valid dengan tingkat validitas 3 oleh validator dosen dan dinyatakan sangat valid dengan tingkat validitas 3,63 oleh validator guru. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak dan baik untuk digunakan di SMK program keahlian kimia industri.

Persepsi guru pendidikan jasmani tentang kurikulum 2004 Pendidikan Jasmani di SMP Negeri se-Kota Pasuruan / oleh Yan Purnama

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa (Studi pada mata pelajaran kewirausahaan siswa kelas XI Tata Boga di SMK Kartika IV-1 Malang tahun ajaran 2011/2012 / Arista Medi Wijaya

 

Alur dan keterkaitannya dengan tokoh dan tema dalam novel masa bergolak karya M.A Salmun / oleh Ana Mohriyana

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa (studi pada mata diklat kewirausahaan kelas XI Program Keahlian Pemasaran SMK Islam Batu) / Devi Anggraeni

 

Kata Kunci : Students Teams Achievement Divisions and Students’ Achievement Peningkatan kualitas pendidikan tidak terlepas dari peran guru. Upaya atau usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan cara memperhatikan siswa dalam menguasai materi pelajaran dan memilih metode pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran STAD merupakan salah satu model pembelajaran yang diterapkan dikelas dengan harapan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran model STAD untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan. Ada 3 hal yang dideskripsikan dalam penelitian ini yaitu: (1) penerapan pembelajaran model STAD, (2) peningkatan prestasi belajar siswa, (3) respon, hambatan dalam penerapan model STAD dan solusi dalam mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMK Islam Batu dan penelitian ini dilakukan pada 26 Maret hingga 23 April 2012. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Pemasaran yang berjumlah 26 siswa. Hasil penelitian ini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dari siklus ke siklus. Dalam penerapannya STAD terdiri dari 5 komponen utama yaitu: (a) penyajian kelas, (b) tim/kelompok, (c) kuis (test), (d) skor peningkatan individu, (e) rekognisi tim/penghargaan. Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari aspek kognitif dimana rata-rata nilai guru 64,3 setelah diterapkan model pembelajaran STAD siklus I meningkat menjadi 79,12 dan siklus II meningkat 79,84, sedangkan untuk aspek afektif siswa didapat peningkatan dengan sebesar 30,16%. Dari hasil observasi respon siswa dalam pembelajaran model STAD mendapat respon sangat positif karena mereka tertarik dengan pembelajaran ini. Hambatan dalam pembelajaran ini adalah siswa masuk siang dan pembelajaran terpotong dengan istirahat sehingga menganggu konsentrasi belajar siswa, untuk itu guru harus bisa memotivasi siswa agar pembelajaran bisa menarik. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan (1) bagi guru mata pelajaran kewirausahaan pembelajaran model STAD dapat dijadikan alternatif dalam praktik pembelajaran di kelas, (2) bagi SMK Islam Batu dapat menciptakan lingkungan belajar dan sarana pembelajaran yang lengkap, (3) bagi siswa hendaknya dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran sehingga model pembelajaran STAD terlaksana dengan baik. (4) bagi peneliti berikutnya, diharapkan untuk melakukan penelitian dengan model pembelajaran STAD pada mata pelajaran dan subjek yang berbeda.

Persepsi dan motivasi mahasiswa program studi Pendidikan Seni Rupa terhadap perkuliahan estetika / oleh Bahtiar Effendi

 

Pembuatan modul pengujian karakteristik beban generator AC 1 fasa / Febri Widhi Handoko

 

Kata kunci: modul, karakteristik beban, dan generator AC satu fasa Permasalahan yang terjadi sekarang adalah sampai saat ini dalam pelaksanaan perkuliahan masih kurangnya sarana praktikum, yaitu masih sedikitnya generator yang tersedia sehingga dalam perkuliahan mesin-mesin listrik atau PTL belum ada pengujian, yaitu hanya sebatas ceramah-tanya-jawab, diskusi kelompok kunjungan kerja dan bersifat konseptual. Dari permasalahan diatas maka diangkatlah judul tugas akhir tentang “Pembuatan Modul Pengujian Karakteristik Beban Generator AC satu Fasa”. Tujuan dan Manfaat yang diinginkan penulis dari penyusunan tugas akhir ini adalah: (1 Mengetahui langkah merancang untuk modul pengujian karakteristik beban generator AC satu fasa, (2 Mengetahui cara merakit dan mengoperasikan generator AC satu fasa untuk pengujian karakteristik beban,(3 Mengetahui hasil pengujian karakteristik beban generator AC satu fasa, (4 Bagi Mahasiswa dapat mengetahui prinsip kerja, cara membuat rancangan instalasi pengujian beban nol dan berbeban pada generator AC 1 fasa, (4 Bagi Universitas Negeri Malang dapat menambah fasilitas praktikum di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang dan meningkatkan makna labolatorium mesin listrik sebagai media penelitian, dan (5 Bagi Masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan mengenai fungsi dari generator sehingga dapat menggunakan generator dengan seefektif mungkin dan memberikan pemahaman dalam aplikasi dari generator AC 1 fasa. Dalam melaksanakan pengujian tanpa beban, dilakukan empat kali pengujian, yang di awali dari putaran 1000rpm sampai dengan putaran 2400 rpm. Sedangkan untuk pengujian berbeban , dilakukan tiga kali pengujian yaitu; arus beban 6, 4, dan 2 ampere dengan putaran massimal. Hal ini dilakukan supaya mendapat hasil yang seakurat mungkin. Bila arus magnetisasi ditambah terus pada suatu nilai Im tertentu, ternyata tegangan output generator tidak banyak bertambah. Yang ditunjukkan oleh kurva yang melengkung dan akhirnya mendatar. Hal ini dikarenakan terjadi kejenuhan pada inti magnet utama (saturasi).

Analisis pergeseran struktur ekonomi dan penyerapan tenaga kerja dalam pembangunan ekonomi kota Batu 2002-2008 / Sundari Kartika Sari

 

Kata Kunci: pergeseran, struktur ekonomi, tenaga kerja. Secara umum keberhasilan pembangunan diukur dengan pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan struktur ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Pembangunan ekonomi nasional mempunyai dampak atas struktur ekonomi nasional dan struktur ekonomi daerah. Pembangunan yang berorientasi pada sektor industri menyebabkan prestasi sektor industri menjadi lebih meningkat dan pembangunan yang berorientasi pada sektor jasa menyebabkan prestasi sektor jasa menjadi lebih meningkat. Struktur ekonomi Kota Batu sangat spesifik dan mempunyai karakteristik tersendiri dibandingkan dengan Kota lain di Jawa Timur. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi nilai tambah sektor perekonomian yang sebagian besar didominasi oleh sektor tersier, terutama sub sektor jasa kepariwisataan (perdagangan dan perhotelan) yang telah menjadi tulang punggung (back bone) pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh sektor primer pada sub sektor pertanian sebagai leading sector dan sektor sekunder. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pergeseran struktur ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Batu tahun 2002-2008. Perangkat analisis yang digunakan adalah analisis sektor basis dengan menggunakan LQ (Location Quotient) dan analisis Shift Share dengan menggunakan variabel tenaga kerja. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa menurunnya kontribusi dan pertumbuhan sektor primer dan sekunder berdasarkan pembentukan nilai tambah berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja dengan indikator menurunnya kontribusi dan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja sektor primer dan sekunder. Menurunnya peruntukan lahan untuk sektor primer akan menurunkan kontribusi dan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja sektor primer. Adanya peningkatan harga BBM dan inflasi menurunkan kontribusi dan pertumbuhan sektor sekunder. Meningkatnya pertumbuhan dan kontribusi sektor tersier berpengaruh terhadap meningkatnya penyerapan tenaga kerja. Namun demikian pegeseran struktur ekonomi tersebut tidak diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja secara proposional dan cenderung tidak berubah. Untuk itu, pemerintah Kota Batu dapat mengatasi terjadinya penumpukan tenaga kerja yang tidak proposional pada masing-masing sektor melalui pengembangan industri berbasis pedesaan (lokal), dengan harapan di satu sisi mampu menyerap kelebihan tenaga kerja tersebut dan di sisi lain mampu mendatangkan nilai tambah bagi produk pertanian. Sehingga pada akhirnya proses percepatan kemiskinan di sektor pertanian dapat dihambat.

A Study of the pronunciation of English diphthongs used by students having Javanese language background / by Eka Lilla Adhiastiani

 

uocsae.ntT iaohtpniivsr e sol tgaurndagymui saa itng thteiesc n Jadacevadadto ne emdseipecsyr ceoranibroz ehoo onowcoeEo s rtnsugtdaliestenh tdu so,n pf iEhvetnhrg;s;ligitsyrh.o d fe Mpaalratmngenot f ^ ^'--" rwtscnaetoaepuanrtedduecbr et reeryenaocr Tt Btonnfh hrssieondicis osttegruhiukisr baae 4 b eant c.jide doIudat c na rencatr stdseoseTc. ann ix rthnttt is e apeattoxit.alnyis ivbtszsueeesteonb s trdfaiju enpe.ida ehctEhyd etssne .pnT i'g t n.ohi-rmcmreiose eteihn eta on uxiifsoptn s wndncat ietaunats osddti itnyd goa.gwiTnnk r.eeehse wnc dertieot a dtehr ooaedimtnbtc oa to 9w*a e"r0iradrne ;wrei; adl;fodikoo iar,; eim ;dn;i;i;sedErdt atr hi hgmtaieloitisnn mnht uihnusegsrtyrnt b ,geea ttiJTpghnharhoie irovtet id;dnn ad 'aef toenlhnuvuveTedeiniash.ta lncwhaetetceeein ooc rbdd piegn onny crsugf f ot oulta phuhnulgreteeuros esond wwn nub,fc cu habeteihnoyij ab cei clgsetthciiha arcdo te.fsat(onenise gTuer swei nsha,saa noe oe lynrou llcl Oat,ahs fhaluoi ehrian,aso va.etnew,eure t*iie t,,uys" f,di, e,.ti o hi,'anp iauspir'iarpt ,iio rao,,n." nemnanioraoi"o,,u",uo,nJ n .nnaaogccng,f ueeatdi,dh,an dn;,a e,se; d:;s iE i;t umj, ; t,n;id 's;oiigsj;: ,twial hTswisr,eeti,ihtuf rutdtt eroeueitnpnnneio .hg.J .A i,tu-s.hnwueeoddn,cn,oi.cgnrsrd vvitnhootewwov teeowllwcs ol,eea' itls.c iens. titfohic aeanytom iothingaesh trvt l obewea sbetotl whth9eh r{ viotcolu,hw"n i seidm liesntwd iuta thoriiepoc?io htimp wo.reent rr cvre*loca whsdaseiinlpfsighc,u etahndtcoir oaonnnugFb. nT .re doh cemeldaavt hncs hsedica tfhlinoergesdeeedd Ewnillg alifsfheBt ecataso cenhd toe hnres st dh hiefof riucelusdbul telite saso wf fa atchreeisod sUf tthuyit d teys s tsoutmdueJenes tnurgt,s-grT.ie nJsagticoof"nrg'saeb" r ruaesrr o re,f;gf;e;rr;"e.""da. F ,ii"rs* t, tih,e Togi& the Fachingt echniqueto fit ihe """d;iil" tppshtrreuaof dcnaetucinctnt etthcso a.i aoetE iftln iinmo dgInnuilni dseatoh otan e trte h hthseeiew atih re te agdatun kcg*na"ue taisorg*iTn.bye pha ricrodlgg"rirs"of. o.*i hratr.hy ien "tmsuyt tuuu;sd"rt;eer ;er;ni;arli;lsl;"Si;.'z aeeitc lh_oeonirdri w"s il efgoaurk, tonh,eensgsin "itrni" backgrounmdo, rere searcishn eedet6d t "*uihr#utrd,gi;u;iul;g;;"td,h fafitoc anb e thei anguage sdinuipfpluhretahnsoecnteghg mBesp e'e rnsaotisndapuer enstch'c ttei,ha rateiitos so natfi -llslE nonie ngeolditshstho e, br.a* e;ss; pitilue dctieitrhdsierp op orr"to. a"n i"u"""nfgicy*i.ga "ti,o ontfr r"tr , ov' !"E' '!! | | l

Hubungan antara nilai tes masuk, khususnya matematika dengan prestasi belajar siswa kelas VII semester 1 tahun ajaran 2004/2005 di SMP Negeri 1 Jetis Kabupaten Ponorogo / oleh Anang Wibowo

 

Pengaruh strategi pembelajaran konsep melalui direct presentation VS concept attainment, prior knowledge dan sikap terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan sosial kelas V sekolah dasar / Ismail

 

Kata Kunci: Strategi pembelajaran konsep, direct presentation, concept attain-ment, prior knowledge, sikap, hasil belajar. Kualitas hasil belajar pemahaman konsep banyak ditentukan oleh metode dan kondisi pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran dalam kondisi yang tepat merupakan prasyarat agar konsep yang dibelajarkan dapat dipahami dan diaplikasikan untuk pengembangan pengetahuan, penyerapan informasi dan kemampuan berkomunikasi dalam berbagai situasi. Strategi pembelajaran konsep melalui direct presentation dan concept attainment sudah lama diterapkan dalam membelajarkan konsep, tetapi keefektifan diantara keduanya belum banyak dikaji secara empirik. Strategi direct presentation membelajarkan konsep dengan pola penalaran deduktif atau from rule to example, sedangkan concept attainment menempuh pola penalaran induktif atau from example to rule. Perbedaan pola di antara kedua strategi tersebut dapat membawa dampak yang berbeda terhadap hasil belajar pemahaman konsep. Keefektifan suatu strategi pembelajaran dalam mencapai hasil belajar juga tidak lepas dari faktor-faktor kondisi pembelajaran, terutama yang melekat pada pebelajar seperti prior knowledge dan sikap pebelajar terhadap mata pelajaran. Prior knowledge mencerminkan tingkat perkembangan intelektual yang mempe-ngaruhi kesiapan dan kemampuan pebelajar untuk mempelajari berbagai jenis konsep. Sedangkan sikap, merupakan sumber motivasi yang menggerakkan aktivitas dan kreativitas pebelajar dalam memahami konsep. Untuk memahami konsep dalam suatu mata pelajaran tertentu, diperlukan dukungan sikap positip dari pebelajar terhadap mata pelajaran tersebut. Pertautan yang tepat antara strategi pembelajaran konsep dengan prior knowledge dan sikap pebelajar terhadap pelajaran ilmu pengetahuan sosial menjadi faktor kunci keberhasilan dalam memahami konsep-konsep yang dibelajarkan, sebagai produk utama dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh utama dan interaksi dari strategi pembelajaran konsep melalui direct presentation dan concept attainment, prior knowledge dan sikap pebelajar terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan sosial pebelajar kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu pretest-posttest nonequivalent control group design dengan faktorial 2 x 2 x 2. Subjek penelitian adalah pebelajar kelas V SDN 5 dan SDN 45 Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, semester gasal tahun pelajaran 2011/2012. Jumlah pebelajar yang terlibat 124 orang, terdiri dari SDN 5 sebanyak 58 orang, diberikan perlakuan dengan strategi direct presentation dan SDN 45 sebanyak 66 orang, diberikan perlakuan dengan strategi concept attainment. Hipotesis penelitian diuji dengan statistik Analysis of Variance dengan tingkat signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar pemahaman konsep berbeda secara signifikan antara kelompok pebelajar yang dibelajarkan dengan strategi direct presentation dan concept attainment; kelompok pebelajar yang dibelajarkan dengan strategi concept attainment memperoleh nilai hasil belajar lebih tinggi daripada kelompok pebelajar yang dibelajarkan dengan direct presentation; (2) hasil belajar pemahaman konsep berbeda secara signifikan antara kelompok pebelajar yang memiliki prior knowledge tinggi dan prior knowledge rendah; kelompok pebelajar prior knowledge tinggi memperoleh nilai hasil belajar lebih tinggi daripada kelompok pebelajar prior knowledge rendah; (3) hasil belajar pemahaman konsep berbeda secara signifikan antara kelompok pebelajar yang memiliki sikap positif dan sikap negatif; kelompok pebelajar sikap positif memperoleh nilai hasil belajar lebih tinggi daripada kelompok pebelajar sikap negatif; (4) interaksi strategi pembelajaran dan prior knowledge, tidak memberi-kan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar pemahaman konsep; (5) interaksi strategi pembelajaran dan sikap pebelajar, tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar pemahaman konsep; (6) interaksi prior knowledge dan sikap pebelajar, tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar pemaham-an konsep; (7) interaksi strategi pembelajaran, prior knowledge dan sikap pebelajar, memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar pemahaman konsep. Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan kepada para pembelajar sekolah dasar agar lebih sering menggunakan strategi concept attainment dalam membelajarkan konsep-konsep IPS, karena teridentifikasilebih efektif dalam memban-tu pebelajar memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Strategi concept attainment juga terbukti efektif dalam menghadapi pebelajar prior knowledge tinggi dan sikap positif maupun pada pebelajar prior knowledge rendah dan sikap negatif. Sedangkan strategi direct presentation lebih efektif jika menghadapi pebelajar dengan prior knowledge tinggi dan sikap positif. Untuk memverifikasi lebih jauh hasil penelitian ini, diperlukan penelitian lanjutan dengan melibatkan subjek yang lebih banyak, pada jenis dan jenjang pendidikan serta mata pelajaran yang berbeda. Dengan demikian, hasil penelitian tentang strategi pembelajaran konsep ini akan memperoleh dukungan empiris yang lebih luas sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar.

Hubungan antara kesehatan mental dengan prestasi belajar siswa kelas II SMA Negeri 4 Kediri / Moch. Erfan Efendi

 

Peningkatan pembelajaran gerak dasar lari melalui metode bermain untuk siswa kelas V SDN Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Roby Khomarulloh

 

Kata Kunci: Peningkatan, Pembelajaran, Gerak Dasar Lari, Metode Bermain Pada kompetensi dasar kelas V semester 2 yaitu mempraktikkan variasi teknik dasar atletik yang dimodifikasi, serta nilai semangat, sportivitas, kerjasama, percaya diri dan kejujuran. Pada observasi awal, 35 siswa kelas V SDN Madyouro 2 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang terdapat kesalahan saat melakukan yaitu sikap kaki 22 siswa, sikap badan 15 siswa, sikap kepala 14 siswa, sikap lengan 9 siswa. Oleh karena itu perlu adanya pembaharuan metode penyampaian materi yaitu dengan metode bermain yang bertujuan untuk menghindarkan siswa dari rasa bosan dan meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran gerak dasar lari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran gerak dasar lari melalui metode bermain untuk siswa kelas V SDN Madyopuro 2 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Metode penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus, tiap siklus dilakukan 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Madyopuro 2 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Hasil penelitian ini terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa, sikap siswa, dan pengetahuan siswa, serta kinerja guru dan suasana akademik dari siklus ke siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 terjadi peningkatan yaitu pada sikap kaki dari 51,4% menjadi 68,5%, sikap badan dari 65,7% menjadi 80%, sikap kepala dari 71,4% menjadi 88,5%, sikap lengan dari 82,8% menjadi 91,4%. Siklus 2 pada sikap kaki dari 82,8% menjadi 94,2%, sikap badan dari 88,5% menjadi 100%, sikap kepala dari 91,4% menjadi 100%, sikap lengan dari 94,2% menjadi 100%. Selain aspek psikomotor didapat juga peningkatan mengenai aspek kognitif dan afektif siswa. Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran gerak dasar lari melalui metode bermain kesimpulannya yaitu mengalami peningkatan yang maksimal. Saran yang diberikan yaitu apabila pembelajaran gerak dasar lari menggunakan metode bermain maka hasil belajar siswa, hasil kinerja guru dan suasana akademik dapat meningkat. Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama, diharapkan dapat mengembangkan lagi permainan-permainan olahraga untuk diterapkan pada pembelajaran pendidikan jasmani

Hubungan antara bakat skolastik dengan prestasi belajar di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / oleh Haris Firmanadi

 

Hubungan penguasaan software gambar bangunan dan analisis struktur terhadap prestasi belajar mata kuliah perancangan gedung I pada mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Sovi Romadyna

 

Kata Kunci: analisis BSE, kependudukan, kebenaran konsep, kebenaran bahasa, kesesuaian fungsi gambar Buku teks merupakan salah satu komponen pembelajaran yang sangat penting peranannya, baik bagi guru maupun siswa. Namun, buku teks yang beredar di sekolah-sekolah ternyata masih memiliki banyak kesalahan yang menyebabkan kualitas buku teks rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebenaran konsep, bahasa dan kesesuaian fungsi gambar yang terdapat dalam BSE karangan Anjayani dan Haryanto pada materi kependudukan agar diketahui kualitas BSE tersebut, layak digunakan pada pembelajaran atau masih harus direvisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi, yaitu pendekatan yang menggunakan dokumen sebagai objeknya. Sumber data yang digunakan adalah BSE kelas XI karangan Anjayani dan Haryanto. Sumber data ditentukan berdasarkan pertimbangan banyaknya BSE kelas XI yang digunakan di SMA-SMA Negeri di Kota Malang. Data hasil analisis dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa pedoman analisis kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif, yaitu menjelaskan suatu permasalahan, gejala atau keadaan sebagaimana adanya, dan bukan menguji hipotesis. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, kebenaran konsep dibagi menjadi 2, yaitu: terdapat 4 konsep terdefinisi yang salah dari 35 konsep yang ada dan tidak terdapat konsep konkret pada BSE. Kedua, kebenaran bahasa dibagi menjadi empat, yaitu: kebenaran tanda baca sebesar 78%, kebenaran kosakata sebesar 99%, kebenaran kalimat sebesar 80%, dan kebenaran paragraf sebesar 86%. Ketiga, dari 16 gambar yang ada terdapat 2 gambar yang tidak berfungsi dan 14 gambar yang berfungsi, dengan rincian 7 gambar berfungsi sebagai pemantapan pemahaman, 3 gambar sebagai tambahan informasi, dan 4 gambar sebagai ilustrasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diajukan saran kepada. 1) Guru, harus bisa memilih buku teks geografi yang baik, yaitu berisi konsep dan bahasa yang benar serta berisi gambar yang dapat mendukung pemahaman siswa. 2) Penulis buku, penyusunan buku harus mencantumkan konsep yang benar sesuai ilmu pengetahuan yang ditetapkan dan menggunakan bahasa yang baik dan benar agar penyampaian materi pada buku mudah dipahami oleh pembaca, khususnya siswa. 3) Editor buku, buku teks hasil karangan penulis harus dikaji dengan teliti agar kesalahan yang masih ada dapat diperbaiki sehingga tidak tersampaikan dalam pembelajaran di sekolah. 4) Ilustrator buku, pencantuman gambar pada buku teks harus sesuai dengan materi yang disajikan, jelas, dan komunikatif.

Analisis perbedaan kinerja keuangan perusahaan perbankan dengan metode Eagles sebelum dan susudah go public tahun 2003-2008 / Agdi Ginanjar Sasongko

 

Kata kunci: EAGLES, Kinerja Keuangan, Go Public Kemampuan perusahaan perbankan diukur melalui kinerja keuangannya. Pada penelitian ini kinerja keuangan diukur menggunakan analisis EAGLES yang terdiri dari enam aspek penelitian kinerja keuangan yaitu earning ability, asset quality, growth rate, liquidity, equity, dan strategic management. Analisis EAGLES adalah sebuah aspek penilaian kinerja keuangan bank yang dipelopori oleh John Vong (1995), sebagai pendekatan yang disarankan untuk mengukur dan membandingkan kinerja bank secara lebih tepat, objektif, dan konsiten. Dengan melakukan go public di harapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan perbankan. Melalui penawaran umum perdana saham (Go Public) sebuah perusahaan dapat menjual saham atau efeknya kepada masyarakat. Dari segi perusahaan, dana yang masuk dari masyarakat ke perusahaan akan memperkuat posisi permodalan, khususnya utang berbanding modal. Dana dapat digunakan untuk ekspansi, diversifikasi produk atau mengurangi utang. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan perusahaan perbankan berdasarkan Earning Ability untuk 1 tahun sebelum dan sesudah go public (2) Perbedaan kinerja keuangan perusahaan perbankan berdasarkan Asset Quality untuk 1 tahun sebelum dan sesudah go public (3) Perbedaan kinerja keuangan perusahaan perbankan berdasarkan Growth untuk 1 tahun sebelum dan sesudah go public (4) Perbedaan kinerja keuangan perusahaan perbankan berdasarkan Liquidity untuk 1 tahun sebelum dan sesudah go public (5) Perbedaan kinerja keuangan perusahaan perbankan berdasarkan Equity untuk 1 tahun sebelum dan sesudah go public (6) Perbedaan kinerja keuangan perusahaan perbankan berdasarkan Strategy Management untuk 1 tahun sebelum dan sesudah go public (7) Untuk mengetahui bagaimanakah kinerja keuangan ditinjau dari aspek EAGLES (Earning Ability, Asset Quality, Growth, Liquidity, Equity, dan Strategy Management) sebelum dan sesudah go public pada perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia Tahun 2003-2008 Populasi yang digunakan yaitu sebelas perusahaan perbankan sebelum dan sesudah go public tahun 2003-2008. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling, pemilihan sampel dengan tersedianya laporan keuangan dan data yang memadai untuk menghitung rasio EAGLES untuk 1 tahun sebelum dan sesudah go public. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mendokumentasikan berupa, laporan keuangan yang dipublikasikan dari data sekunder yang diterbitkan dari Perpusatakaan Bank Indonesia dan Website Bursa Efek Indonesia. Dari hasil penelitian secara garis besar terbukti pada pengujian hipotesis yang ke 1,2,3,4 dan 5 bahwa ada perbedaan yang signifikan berdasarkan analisis EAGLES 1 tahun sebelum dan sesudah go public pada tahun 2003-2008. Adapun terdapat perbedaan kinerja keuangan berdasarkan analisis EAGLES 1 tahun sebelum dan sesudah go public pada tahun 2003-2008 diukur oleh earning (return on asset dan return on equity), asset quality, interpretasi growth rate (deposite growth rate dan loan gowth rate), liquidity, dan equity (capital adequacy ratio). Hal ini disebabkan karena perusahaan perbankan sudah mampu mengelola aktivitasnya dengan baik sehingga dapat meningkatkan laba setelah terjadi go public. Dari hasil penelitian dapat disarankan bagi perusahaan yang go public agar mempertahankan kinerjanya dan meningkatkan lebih baik lagi terutama dalam pengelolaan dana secara efektif dan efisien sehingga menarik investor untuk menanamkan modalnya. Dalam melakukan investasi, investor sebaiknya memperhatikan faktor-faktor internal perusahaan seperti kinerja manajemen perusahaan dan faktor-faktor eksternal yang mungkin akan berpengaruh tehadap kinerja perusahaan.

Hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Durenan Kabupaten Trenggalek / oleh Nur'aini

 

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) untuk pembelajaran yang bercirikan hands-on mathematics materi kubus dan balok pada MTs Muhammadiyah 2 kelas VIII / Grandiest Katrina Viola Kusuma Dewi

 

ABSTRAK Dewi,Grandiest Katrina Viola Kusuma. 2015. PengembanganLembarKegiatanSiswa (LKS) untukPembelajaran yang Bercirikan Hands-on Mathematics MateriKubusdanBalokpada MTsMuhammadiyah 2Kelas VIII.Skripsi, JurusanPendidikanMatematka FMIPA UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: AningWidaYanti, S.Si, M.Pd. Kata Kunci :Hands-on Mathematics , KubusdanBalok, LembarKegiatanSiswa, Media manipulatif. Tujuandaripengembanganiniadalahmengembangkanlembarkegiatansiswa yang dapatmemberikankesempatansiswauntukmembangunkonsepdenganbercirikanhands-on mathematicspadamaterikubusdanbalok yang valid danpraktis. Pengembanganlembarkegiatansiswadikarenahasilobservasidanwawancaradengandua orang guru dansepuluhsiswadi MTs Muhammadiyah 2 Malangpadatanggal 18 Desember 2014, banyaksiswakelas VIII lupasaatditanyaunsur-unsur, asalrumus volume danluaspermukaandarikubusdanbalok. Hal tersebutterjadikarenasiswahanyamenghafalrumusdarikubusdanbaloktanpamengetahuidarimanaasalnya. LembarKegiatanSiswa yang digunakanbelummampumemberikesempatansiswauntukmembangunkonsep. Hands-on mathematics adalahkegiatanpembelajaranmatematika yang memberikanpemahamankonsepkepadasiswadimanasiswasendirimengkonstruksipemikiranmatematisnya yang dibangunmelaluipenggunaan mediamanipulatif yang digunakanpadatahapeksplorasi. Adapunsintaksdari model hands-on mathematics iniadalah (1)tahapaneksplorasi, (2)tahappengenalankonsepdan (3) tahappendalamankonsep.Pengkonstruksianinidirancangsecarasistematisoleh guru dandilaksanakanlangsungolehsiswasendiridandaripengalamanhasilperagaanmakatujuan yang diinginkantercapai.(Tawil : 2009) Pengembanganlembarkegiatansiswamaterikubusdanbalokbercirikanhands-onmathematicsinidikembangkandenganmengadaptasi model Plomp. Dalammengembangkan media pembelajaranterdirimenjadi lima tahapyaitu : (1) tahapinvestigasiawal, (2) tahapdesain, (3) tahaprealisasi/konstruksi, (4) tahaptes, evaluasi, danrevisi. Sedangkan, Lembarkegiatansiswa yang dikembangkanadalahlembarkegiatansiswa yang carapenyajianmaterinyamenggunakantahapanhands-onmathematics. Berdasarkanhasilvalidasidariseorangdosendan guru matematika LKS yang dikembangkandikatakan valid denganpersentase 80,2%. Sementaraituberdasarkanhasilujicobapada 6 siswadapatdisimpulkanbahwa LKS yang dikembangkandikatakanpraktisdenganpersentase 85,2%. Hasilpengembanganlembarkegiatansiswainidiharapkandapatditerapkanpada proses belajarmengajarsiswakelas VIII secaraluas, tidakhanyaterbataspadakelompokkecil. Pengembanganlembarkegiatansiswayang bercirikanhands-onmathematicsinihanyaterbataspadamaterikubusdanbalok, sehinggadiharapkanadanyapengembanganlembarkegiatansiswayang bercirikanhands-onmathematicsuntukmateri yang lain.

Analisis kesalahan berbahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas V SDN Sengon 2 Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2004/2005 / oleh Saprida

 

Pembuatan busana pesta wanita dengan teknik painting pada bahan demim / Butet Rosniar

 

Kata Kunci: busana pesta wanita, teknik painting, bahan denim. Busana adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Busana berfungsi sebagai pelindung harus dapat memberikan rasa aman, nyaman, estetika, dan percaya diri pada pemakai. Salah satu jenisnya adalah busana pesta. Busana pesta adalah busana yang dipakai untuk menghadiri suatu pesta. Dalam pembuatan Tugas Akhir ini penulis merancang busana pesta wanita dengan teknik painting pada bahan denim. Denim merupakan simbol gaya hidup barat yang diadaptasi secara luas sehingga menembus seluruh lapisan masyarakat di penjuru dunia. Penulis menggunakan denim warna putih yang kemudian melalui proses pencelupan menghasilkan warna merah. Pemilihan warna merah ini bertujuan agar busana yang dikenakan cenderung menggairahkan mata. Dengan memberi tambahan painting bunga sakura pada aplikasi kerah halter akan menambah keindahan busana tersebut. Penulis menggunakan bunga sakura karena seringkali busana pesta menggunakan hiasan bunga mawar, melati, bunga lili maka dari itu penulis menerapkan hiasan bunga sakura untuk memberikan suasana yang baru dalam busana pesta. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah ingin menampilkan suatu produk yang menggunakan teknik painting bunga sakura yang diaplikasikan pada busana pesta dengan menggunakan bahan denim. Manfaat dari hasil Tugas Akhir ini dapat dijadikan sumber inspirasi dalam bidang pembuatan busana pesta dengan menggunakan painting pada aplikasi busana pesta. Hasil yang diperoleh dari pembutan busana pesta ini adalah berupa busana wanita dengan teknik painting pada bahan denim yang dapat memberi kesan energik namun tetap terlihat anggun, ditambah dengan sepatu highhells warna merah menambah kesan cantik dan anggun pada pemakainya. Saran yang dapat diberikan adalah sebelum memulai proses pencelupan harus menghitung terlebih dahulu takaran antara zat pewarna dan bahan penunjang lainnya dengan membandingkannya dengan air, agar warna yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan. Serta sebaiknya menggunakan cat khusus tekstile pada proses painting, agar bahan tidak menjadi kaku, serta untuk proses painting harus dikerjakan oleh orang yang benar-benar mahir dalam painting agar painting yang dihasilkan bagus dan indah.

Perbedaan depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan berlatar belakang suku yang sama dan perkawinan campuran (Jawa-Madura) / Rian Hidrya W.

 

Kata Kunci: Jawa-Madura, Perkawinan Antarbudaya, Depresi Istri Perkawinan antarbudaya merupakan perkawinan yang kompleks, sejalan dengan hal tersebut dalam perkawinan antarbudaya akan terdapat dua karakteristik budaya yang berbeda dan memungkinkan untuk terjadi konflik. Dalam menghadapi suatu masalah memiliki kecenderungan depresi yang terdiri dari gejala emosional, kognitif, motivasional dan fisik. Tujuan penelitian ini (1) menggambarkan depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan berlatar belakang suku yang sama; (2) menggambarkan depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan berlatar belakang perkawinan campuran (Jawa-Madura); (3) mengetahui perbedaan depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan berlatar belakang suku yang sama dan perkawinan campuran (Jawa-Madura). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan komparatif. Subjek penelitian terdiri dari 30 istri bersuku Jawa pada perkawinan sama suku dan 30 istri bersuku Jawa pada perkawinan campuran (Jawa-Madura) di Malang dan Situbondo dengan menggunakan teknik aksidental. Penelitian ini menggunakan instrumen Beck Depression Inventory (BDI) dengan reliabilitas 0,93. Hasil penelitian menunjukkan (1) Skor mean depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan sama suku sebesar 4,97. Depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan sama suku yang teridentifikasi depresi minimal sebanyak 26 orang (86,67%), depresi ringan sebanyak 3 orang (10%), dan depresi sedang sebanyak 1 orang (3,33%). (2) Skor mean depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan campuran (Jawa-madura) sebesar 13,50 dan depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan campuran (Jawa-Madura) yang teridentifikasi depresi kategori minimal sebanyak 18 orang (60%), depresi ringan sebanyak 4 orang (13,33%), depresi sedang sebanyak 6 orang (20%), dan depresi berat sebanyak 2 orang (6,67%). (3) Berdasarkan analisis komparatif diperoleh hasil skor U = 197,500 Sig 0,000 < 0,05 hal ini berarti terdapat perbedaan depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan berlatar belakang suku yang sama dan perkawinan campuran (Jawa- Madura). Disarankan (1) untuk pasangan yang melakukan perkawinan campuran sebaiknya memahami kebiasaan dan mengetahui budaya pasangannya dengan cara membaca berbagai buku mengenai budaya pasangannya, selain itu bisa juga melakukan konsultasi perkawinan, agar masalah dapat terselesaikan dengan tepat. (2) Untuk penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan metode kualitatif agar dapat mendeskripsikan aspek-aspek dengan lebih jelas. Jika menggunakan metode kuantitatif, diharapkan memperluas subjek penelitian agar hasil penelitian yang diperoleh menjadi lebih variatif dan lebih akurat.

Persepsi siswa terhadap pemanfaatan laboratorium ilmu pengetahuan alam di SLTP Negeri 3 Pare kabupaten Kediri
oleh Nur Rohmah

 

Usaha-uspaehnai ngkamtaunt up roduktiviptaesn didikdaanl amus ahDa embaharuan memerluskaanna ndaa np nasaranpae nunjanPge. ningkatmanu tup endidikainni m emerlukan ruankge lasla, boratoriduamnk, antoard ministrpaesni didiksaanl.a hs atufa ktopre nunjang tersebuladlaalbaohr atoriuLmab. oratordiuima nfaatskeabna gtaeim pautn tuike giatan diskubsei,l ajkaer lompopke,r cobaaniprakdtiakunkm e,g iatalinin . Laboratorbiuemna r-behnaarru dsa padti manfaatkanre npae manfaatan laboratonmumer upakasnu atuu saham emtemukaannt arap embelajdaer ngasnu mbebre lajar dalarma ngkmae ngadakparons epse mbelajaargaanr terjaOiaOpaenryui bihaLna. boratorium sebagsaail asha tus umbebre lajadrid alampr osepse mbblaiasraanng aptae rluu ntuk diadakaLna.b oratoriullmu P engetahuAalna ma dalahsu atur uangakne rjate rtentdui mandai dalarmu angakenr jate rsebduitg unakuannt uiklm u-ilmaula md anm enghadapskisawn a dengabne nda-bednadnap eristiwa-peritsetriwtean tu. Populapsei nelitiiannia dalashi swaS LTPN ege3ri P areK abupatKeend ikrie ta1s, dan.lslle, dangksaanm peyal ngd iambaild alashi swake lasll danll l sebany6a kk elaysa ng terddirai rki elalsl, 3 keladsa nk elasll l,3 keladse ngajunm la2h4 0o rangF.e ngrrpuladnit a dilakukdaenn gacna rap enyebaraanng kedta no bservaAsni.a lisoisa tao -est

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |