Peningkatan hasil belajar IPS melalui metode pemberian tugas bagi siswa kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar / Muhamad Ali Radja

 

Kata Kunci Hasil belajar, metode pemberian tugas, IPS SD Pemilihan metode pembelajaran sangat penting untuk dipertimbangkan oleh guru karena metode pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa dalam mempelajari materi. Berdasarkan hasil observasi metode yang digunakan oleh guru adalah ceramah, siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran, hal itu diperkuat dengan rata-rata nilai ulangan akhir semester siswa kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar adalah 50,3. Alternatif pemecahan masalah tersebut yaitu menggunakan metode pemberian tugas dalam pelajaran IPS. Tujuan penelitian ini: 1) mendeskripsikan penerapan metode pemberian tugas pada pembelajaran IPS di kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar.2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPS melalui motode pemberian tugas di kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar. Penelitian ini adalah jenis penenlitian tindakan kelas (PTK. Penelitian terdiri dari dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Isntrumen dalam penelitian ini yaitu lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru, tes, angket, dan kamera. Observasi aktivitas siswa, data direkam dengan instrumen tersebut. Data yang diperoleh disajikan alam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian dari pra- tindakan sampai sikus II pertemuan II diketahui persentase peningkatan aktivitas siswa, peningkatan aktivitas guru, dan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar. Aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan I mengalami peningkatan sebesar 27%, kemuadian pada siklus I pertemuan II mengalami peningkatan 6% dan pada siklus II pertemuan I mengalami peningkatan sebesar 4% dan pada siklus II pertemuan II mengalami peningkatan sebesar 6% persentase aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 9,16% pada siklus I pertemuan I pada siklus I pertemuan II mengalami peningkatan 10,25% pada siklus II pertemuan I mengalami peningkatan sebesar 9,59% dan pada siklus II pertemuan II mengalami penngkatan sebesar 11,41%. Hasil belajar siswa pada siklus pertemuan I mengalami penurunan sebesar 1,16% pada siklus I pertemuan II terjadi penngkatan sebesar 3,55% pada siklus II pertemuan I terjadi peningkatan 10,78% dan pada siklus II pertemuan II terjadi peningkatan sebesar 85%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode pemberian tugas dapat diterapkan dalam pembelajaran IPS di SD dan dapat meningkatkan kemampuan serta hasil belajar siswa.

Perbedaan tingkat kemampuan penyesuaian sosial siswa MAN Tambakberas Jombang antara yang tinggal di pondok pesantren dan yang tinggal bersama keluarga / oleh Shochibbah

 

Penerapan model pembelajaran carousel feedback untuk meningkatkan hasil belajar dan efikasi diri (studi pembelajaran IPS pada siswa kelas VI SDN Bandungrejosari 3 Malang) / Elsinora Mahananingtyas

 

Kata kunci: Model Pembelajaran Carousel Feedback, hasil belajar, efikasi diri dan IPS SD. Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas hendaknya memiliki kemampuan keterampilan sosial, keterampilan berfikir dan efikasi diri yang baik. Penerapan pembelajaran seharusnya mendorong siswa agar lebih aktif dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, namun pada prakteknya penerapan pembelajaran kurang mendorong pada pencapaian kepercayaan pada diri siswa. Siswa malu jika diminta untuk mengemukakan pendapatnya, tidak mau maju jika diminta untuk mempresentasikan hasil kerjanya, tidak memberikan komentar, masukan dan saran kepada teman yang mempresentasikan hasil kerjanya. Berdasarkan masalah tersebut, model pembelajaran yang cocok diterapkan pada pembelajaran IPS, yaitu model pembelajaran Carousel Feedback. Model Pembelajaran Carousel Feedback adalah strategi yang menyediakan kesempatan bagi siswa bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan dan memahami tentang isu-isu kunci, masalah, dan konsep dengan mengingat fakta, keyakinan, informasi, dan/atau kesepakatan kunci. Selama proses ini, siswa bekerja sama untuk menghasilkan tanggapan terhadap pertanyaan yang diajukan oleh guru dan merenungkan tanggapan yang dihasilkan oleh sesama siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Carousel Feedback untuk meningkatkan hasil belajar dan efikasi diri siswa pada pembelajaran IPS kelas VI SDN Bandungrejosari 3 Malang. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengambil subjek penelitian kelas VI sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah RPP, lembar observasi, angket efikasi diri siswa, angket model pembelajaran, pre-tes dan post-test, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini dilakukan selama dan setelah pengumpulan data. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Data yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif adalah tentang hasil belajar siswa, pre-test dan post-test, dan data efikasi diri siswa menggunakan skala efikasi diri, sedangkan data kualitatif berupa catatan observasi, dokumen hasil belajar siswa, dan dokumentasi foto-foto kegiatan pembelajaran. Dalam penelitian ini dapat ditemukan bahwa penerapan model pembelajaran Carousel Feedback dapat meningkatkan hasil belajar dan efikasi diri siswa kelas VI SDN Bandungrejosari 3 Malang. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar siswa 40% siklus I manjadi 77% pada siklus II, dan 100% pada siklus III. Nilai rata-rata pada peningkatan efikasi diri siswa 22,8% siklus I menjadi 45,7 % pada siklus II, dan 85,7% pada siklus III. Penerapan model pembelajaran Carousel Feedback untuk maningkatkan hasil belajar dan efikasi diri siswa SDN Bandungrejosari 3 Malang dapat tercapai. Disarankan penerapan model pembelajaran Carousel Feedback dilakukan sebelum penelitian secara berulang-ulang oleh guru, sebelum itu pula guru telah dibekali dan diberi penjelasan secara jelas mengenai model yang akan diterapkan, sehingga pada saat penelitian siswa tidak bingung dan ribut dengan perputaran kelompok. Peningkatan KKM dari 65 ke 70 untuk mata pelajaran IPS. Dorongan dan motivasi kepada siswa agar memiliki efikasi diri yang tinggi.

Kemampuan menemukan masalah utama berita bertopik sama siswa kelas VIIIA dan B SMP Negeri 7 Malang tahun pelajaran 2012/2013 / Sherly Debrina Savitri

 

Kata kunci: pembelajaran membaca, membaca ekstensif, membaca berita. Membaca merupakan salah satu dari empat aspek keterampilan berbahasa yang dikembangkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Salah satu kompetensi yang dikembangkan dalam pembelajaran membaca, yaitu menemukan masalah utama dari beberapa berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif. Pada siswa kelas VIII SMP diharapkan mampu menemukan masalah utama beberapa berita yang bertopik sama. Dewasa ini setiap orang dituntut untuk memiliki kemampuan menyerap dan menguasai informasi yang beredar. Karena sebagian besar informasi yang beredar dalam bentuk tulis, seperti buku teks, majalah, jurnal dan surat kabar, maka kemampuan yang sangat diperlukan untuk menyerap informasi adalah kemampuan membaca. Oleh karena itu, pembelajaran menemukan masalah utama berita ini sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari siswa. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menemukan masalah utama berita bertopik sama siswa kelas VIIIA dan B SMP Negeri 7 Malang. Secara khusus tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menemukan masalah utama berita bertopik sama pada aspek: (1) mengidentifikasi informasi pokok teks berita, (2) menentukan persamaan dan perbedaan masalah pada beberapa berita bertopik sama, dan (3) menyimpulkan masalah utama dari berita yang bertopik sama. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif. Subjek umum penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Malang, sedangkan subjek khusus penelitian adalah 70 siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian berupa skor kemampuan menemukan masalah utama beberapa berita yang bertopik sama siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Malang. Analisis data dilakukan dalam empat langkah, yaitu (1) tahap perencanaan, (2) pengumpulan data, (3) analisis data, dan (4) penggolongan kemampuan berdasarkan kualifikasi. Berdasarkan analisis dalam penelitian ini secara umum dapat diketahui bahwa kemampuan menemukan masalah utama beberapa berita yang bertopik sama siswa kelas VIIIA dan B SMP Negeri 7 Malang mampu mencapai standar ketuntasan, hal ini dibuktikan sebesar 77,1% (54 siswa) mendapatkan nilai ≥75 yang artinya melebihi standar pencapaian ketuntasan sebanyak 70%, sedangkan kemampuan menemukan masalah utama berita yang bertopik sama siswa kelas VIIIA dan B SMP Negeri 7 Malang per aspek dapat dinyatakan: (1) mampu mengidentifikasi informasi pokok teks berita dengan memperoleh nilai ≥75 sebanyak 66 siswa (94,3%). Sementara itu, siswa yang cukup mampu dan kurang mampu mengidentifikasi informasi pokok teks dengan memperoleh nilai <75 sebanyak 4 siswa (5,7%), (2) mampu menentukan persamaan dan perbedaan masalah pada beberapa berita bertopik sama dengan memperoleh nilai ≥75 sebanyak 51 siswa (72,9%). Sementara itu, siswa yang cukup mampu dan kurang mampu menentukan persamaan dan perbedaan masalah pada beberapa berita yang bertopik sama dengan memperoleh nilai <75 sebanyak 19 siswa (27,1%), dan (3)tidak mampu menyimpulkan masalah utama berita yang bertopik sama dengan memperoleh nilai ≥75 sebanyak 23 siswa (32,8%), sedangkan siswa yang memperoleh nilai <75 sebanyak 47 siswa (67,2%). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru bahasa Indonesia untuk memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan acuan dan bahan masukan dalam menyusun materi pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih kreatif dan inovatif khususnya pada kompetensi dasar menemukan masalah utama beberapa berita yang bertopik sama. Kepada peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam melakukan penelitian sejenis dan disarankan untuk menggunakan sumber dan media pembelajaran yang lain yang lebih menarik dan lebih kreatif sehingga dapat mengukur kemampuan siswa dengan baik dan maksimal.

Enhancing reading comprehension of first grade students of SMKN 2 malang through the cooperative integrated reading and composition (CIRC) strategy / Wahyunengsih

 

hesis. Graduate Program in English Language Education State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A.,(II) Drs. Fachrurrazy, M.A, Ph.D. Keywords: cooperative integrative reading and composition, reading comprehension Based on problems found in the preliminary study, the objective of this study is to figure out how Cooperative Integrative Reading and Composition (CIRC) Strategy enhance the students' reading comprehension of first grade at SMKN 2 Malang. By using this strategy, it is expected the students' ability in reading comprehension could be enhanced. This study is classroom action research (CAR) which consists of four major steps: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study are first grade students of SMK N 2 Malang, class XKPR3 (Nursing) comprising of 40 students. This study was conducted in one cycle consisting of five meetings for teaching and learning activities and one meeting for test. The instruments used for collecting data are: reading test, questionnaires and field notes. The result of the study shows that (1) the use of the CIRC strategy in teaching reading could enhance the students' ability in reading comprehension. The improvement is indicated by the achievement of the students' result in reading scores. From 40 students, 12.5% or 5 students in got 10.0 in reading comprehension test, 5% or 2 students got 9.5, 12.5% or 5 students got 9, 15% or 6 students got 8.5, 22.5% or 9 students got 8, and 30% or 12 students got 7.5. One student could not pass because the student did not follow two meetings in the teaching learning process. Therefore, the student was not categorized into the failure of the all of the study. The result of the questionnaires also shows that each student of 40 students in the class (100%) answered "Yes/Agree" for at least 5 or more questions in the questionnaires, and the students felt comfortable and felt that the CIRC is easy to implement and did not cause depressed or stress. Based on the findings described above, the study concludes that (1) the use of CIRC strategy is effective to enhance the students' ability in reading comprehension by reading aloud, group responses, short composition, and individual and group presentations; (2) the implementation of the CIRC strategy is able to provide comfortable and joyful learning atmosphere. In addition, the researcher also suggests several things. First, English teachers are suggested to employ this strategy when they face the same problems in teaching reading in other grades, second and third grade of SMK . Second, for the future researchers, further study could be conducted at public high school level (SMA) or at the level of university students. By using CIRC strategy further researchers are also suggested to solve other reading comprehension problems in the other reading comprehension level.

Hubungan pemenuhan kebutuhan dan kepuasan kerja guru Sekolah Dasar Negeri Waru Sidoarjo / oleh Ony Sulistiyo

 

Communication strategies employed during role-play by 7 grades at SMPN 5 Malang / Ninuk Retna Sumiarsih

 

Kata Kunci: strategi komunikasi, permainan peran, taksonomi Dörnyei Di level kelas tujuh, murid Indonesia belajar berbagai jenis ekspresi transaksional dan interpersonal dalam bahasa Inggris. Untuk mempelajari ekspresi tersebut, beberapa latihan berkomunikasi dilakukan. Namun, pada saat latihan berkomunikasi, beberapa masalah muncul yang kemudian diatasi dengan strategi komunikasi. Studi ini bertujuan untuk memperoleh data strategi komunikasi yang digunakan oleh murid, frekuensi penggunaan strategi komunikasi, dan alasan penggunaan Untuk memperoleh data tersebut di atas, design penelitian deksriptif kualitatif digunakan dengan subject adalah murid kelas 7.5 angkatan 2012/2013 dari SMPN 5 Malang. Selain itu, data primer penelitian ini adalah strategi komunikasi yang muncul pada ucapan murid Untuk memperoleh data tersebut dan data sekunder diperoleh dari penelitian terdahulu dari Hartatik (2012). Untuk memperoleh data primer, rekaman video, angket, interview, dan field note digunakan dalam studi ini. Selanjutnya analisis interim dari Johnson & Christensen (2004:501) digunakan untuk menganalisis data. Taksonomi Dörnyei (1995:58) seperti yang dikutip oleh Brown (2007:138) difunakan untuk mengklasifikasikan data. Hasil menunjukan bahwa selama bermain peran, para murid menggunakan beberapa strategi komunikasi. Selebihnya, strategi komunikasi yang digunakan mendukung taksonomi Dörnyei (1995:58) dengan hasil sebagai berikut: dalam kelompok strategi penghindaran, murid menggunakan: dari kelompok strategi penghindaran (avoidance strategies), murid menggunakan (1) strategi penghindaran topic (topic avoidance) dan (2) strategi penghindaran pesan (message abandonment). Selebihnya, dalam kelompok strategi kompensatori (compensatory strategies), murid menggunakan (1) strategi pola prefabrikasi (prefabricated pattern; (2) sinyal nonlinguistik (nonlinguistic signals); (3) penerjemahan harfiah (literal translation); (4) alih kode (code-switching); (5) meminta tolong (appeal for help); dan (6) strategi mengulur atau memperpanjang waktu (stalling or time gaining strategies). Selanjutnya, frekuensi penggunaan adalah sebagai berikut: dari kelompok strategi penghindaran, (1) strategi penghindaran topic (5.5%) dan (2) strategi penghindaran pesan (1.9%). Selebihnya, dalam kelompok strategi kompensatori, murid menggunakan (1) strategi pola prefabrikasi(1.9%); (2) sinyal nonlinguistic (5.5%); (3) penerjemahan harfiah (7.4%); (4) alih kode (1.9%); (5) meminta tolong (18.5%), dan (6) strategi mengulur atau memperpanjang waktu (57.4%). Berdasarkan data yang diperoleh, strategi mengulur atau memperpanjang waktu (stalling or time-gaining strategies) merupakan strategi komunikasi yang paling sering digunakan. Selanjutnya, murid menggunakan strategi komunikasi karena mereka ingin memecahkan permasalahan komunikasi yang mereka hadapi. Selebihnya, masalah ini dipicu oleh minimnya pengetahuan kosa kata bahasa Inggris, grammar, dan cara pengucapan. Studi ini menyajikan beberapa saran. Pertama, para guru disarankan untuk menjadi model bagus dalam menggunakan strategi komunikasi saat memecahkan masalah komunikasi, memberi kesempatan lebih kepada murid untuk berbicara bahasa Inggris, dan untuk menambah mengetahuan siswa tentang kosakata bahasa Inggris, grammar, dan cara pengucapan. Kedua,murid disarankan untuk lebih sering berlatih berbicara bahasa Inggris. Ketiga, peneliti yang akan datang diharapkan menggunakan lebih dari satu taksonomi, menciptakan aktifitas komunikasi yang lebih bersifat alami, membawa rekan untuk membantu mengoperasikan kamera saat proses pengumpulan data.

Pengaruh penerapan model direct instruction dibandingkan dengan quantum teaching berbantuan media interaktif terhadap hasil belajar menggunakan program pengolah database pada siswa kelas XI di SMA Negeri 6 malang / Ameliza Apriliana

 

Kata kunci: Direct intruction, Quantum Teaching, Media Interaktif, hasil belajar Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sangat diperlukan guna meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Proses pembelajaran yang meriah dengan segala nuansanya, menyertakan segala kaitan, interaksi dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar yang berfokus pada hubungan yang dinamis dalam lingkungan kelas, interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk berfikir. Model pembelajaran Quantum Teaching merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran Quantum Teaching dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan segala nuansanya, demokrasi, penanaman konsep yang diperoleh dari hasil penyelidikan, penyimpulan serta meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, membangkitkan minat dan partisipasi, serta meningkatkan pemahaman materi. Sedangkan penggunaan media interaktif adalah sebagai bantuan untuk siswa agar lebih mudah menyerap apa yang diajarkan oleh guru. Media yang interaktif mampu menarik keinginan siswa untuk belajar secara lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Menerapkan apa yang ada di media dan mengembangkannya sesuai dengan apa yang telah dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelompok eksperimen dan kontrol serta untuk mengetahui pengaruh penerapan Quantum Teaching terhadap hasil belajar menggunakan program pengolah database siswa kelompok eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan desain eksperimen semu. Variabel bebas yaitu metode pembelajaran dan variabel terikat yaitu hasil belajar. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu kelas XI IPA 2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IPA 3 sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah silabus, RPP, lembar angket, lembar afektif, lembar observasi praktek siswa, dan tes tulis. Uji hipotesis menggunakan uji t dan regresi linear sederhana. Hasil uji t menghasilkan nilai Sig (p) = 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Jadi, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar TIK antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil uji regresi linear sederhana diperoleh nilai Sig (p) = 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Jadi, terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan model Quantum Teaching berbantuan media interaktif terhadap hasil belajar menggunakan program pengolah database pada kelompok eksperimen yang pengaruhnya dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y = 443,30 + 0,441 X.

Students responses toward teacher written corrective feedback / Santi Prasetyorini

 

ABSTRAK Prasetyorini, Santi. 2016. ResponSiswaterhadapUmpanBalikKorektifTertulis Guru.Tesis, PascasarjanaPendidikanBahasaInggrisUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. UtamiWidiati, M.A., PhD., (II) Prof. Dr. YazidBasthomi, M.A. Kata kunci: responsiswa, umpanbalikkorektiftertulisdari guru Banyakproyekpenelitianberfokuspadaefektifitasumpanbalikkorektifdari guru sebagaibagianpenting yang memberipengaruhpadapembelajaranbahasa.Dalamhalpenyediaanumpanbalikini, guru padaumumnyaberperanpentingsebagaisumberumpanbalik. Akan tetapi, partisipasisiswapentinguntukdipertimbangkankarena proses pembelajaranakanefektifketikahalitusejalandengankebutuhandanharapansiswa. Penelitianinibertujuanmenyelidikisudutpandangsiswaterhadappemberianumpanbalikkorektiftertulisdari guru untukmemperolehwawasan yang lebihluastentangumpanbalik yang diberikan guru. Penyelidikaninimencakuppemahamansiswa, persepsisiswa, pilihansiswa, dantindakansiswaterhadapumpanbalikkorektiftertulisdari guru. Penelitianinimenggunakandesainpenelitiandeskripsi. Terdapat 31 siswa SMP (SMP Negeri 1 DurenanTrenggalek) yang berpartisipasipadapenelitianini. Data diperolehmelaluikuesioner, wawancara, danhasiltulisansiswa. Data yang diperolehdarikuesionerditabulasikanuntukmelihatpersentaseresponsiswapadasetiapaspeknya. Data yang diperolehdariwawancaradanhasiltulisansiswadisajikansecarakualitatifuntukmendukungdanmenegaskan data yang diperolehdarikuesioner. Berdasarkanhasildarianalisis data, ditemukanbahwasiswamempunyairesponpositifterhadapumpanbalikkorektiftertulisdari guru. Terkaitdenganpemahamansiswa, dapatdisimpulkanbahwasiswamampumemahamiumpanbalikkorektiftertulisdari guru. Berkaitandenganpersepsisiswa, ditemukanbahwamayoritassiswaberpendapatbahwaumpanbalikkorektiftertulisdari guru diperlukandanbermanfaat. Berkaitandenganaspekketigatentangpilihansiswa, dapatdisimpulkanbahwamayoritassiswalebihsukaketika guru menyediakanumpanbalikterhadapsemuabagiantulisanmerekadanmencakupsemuakomponentulisan. Sehubungandenganmetode yang digunakan, koreksisecaralangsunglebihdiinginkan. Padaaspekkeempattentangtindakansiswaterhadapumpanbalikkorektiftertulisdari guru, siswamenyetujuiuntukmelaksanakankegiatan-kegiatanpositifsetelahmenerimaumpanbalik Sehubungandenganhasilpenelitianini, disarankankepadaguru untukmemberikanumpanbalikkorektiftertulisdenganmempertimbangkantingkatkemampuansiswa. Disarankan pula kepadapeneliti-peneliti yang akandatang yang bermaksudmelaksanakanpenelitianserupauntukmempertimbangkanaspekpersepsi guru danpenilaianpribadi guru berkaitandenganpenyediaanumpanbalikkarenahalitumerupakanaspekpenting yang mempengaruhiresponsiswakhususnyadanpembelajaranbahasa yang merekaalamipadaumumnya.

Evaluasi tingkat kesuburan lahan untuk budidaya tambak di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik / oleh Ahbab

 

Evaluaslia hanm erupakana laty angb iasad igunakand alamp erencanaayna itu untukp rosesp endugaanp otensil ahand enganm acam-macamal ternatifp enggunaan. Evaluasi ini diperuntukkan pada tingkat kesuburan lahan tambak di Kecamatan UjungpangkahP. enggunaalna han untuk pertambakand i KecamatanU jungpangkah telahb anyakm engalampi erkembangasne tiapt ahun,m eskipund enganta mbals ulam, baik inovasib udidaya,h inggak e arahp engelolaany ang lebih efisien.P ertimbangan dalam pembangunanp ertambakand i'wilayah pantai harus diperhatikan khususnya mengenapi emilihanl okasi secaras eksamad an merupakanta hapa wal yang sangat penting dalam menentukank eberhasilanb udidaya tambak. Dengan mengetahui karaktenstik dan kesuburan lahan lebih awal maka akan mempermudah dalam pengelolaaunn tukp ertambakanD. ari hal tersebumt enyebabkatnim bulnyak einginan penelitiu ntukm elakukane valuasti ingkatk esuburanla hanu ntukb udidayata mbakd i KecamataUn jungpangkah. Berdasarkaunr aiand i atasp enelitiani ni bertujuan;1 . Mengetahuki arakleristik lahan untuk budidayat ambak di KecamatanU jungpangkah2, . Mengetahui tingkat kesuburanla han untuk budidayat ambak di KecamatanU jungpangkah3, . Mengetahupi engaruhja rak terhadapp erbedaatnin gkatk esuburanla hanp adat ambak (l) dekat sungai dan laut, (2) dekat sungai,jauh dari laut, (3)jauh dari sungai dan laut,d an( 4) dekatl aut,j auh dari sungaid i KecamatanU jungpangkah. Penelitianin i menggunakamn etodes urveyd enganm aksude valuasi,d engan melakukanp engamatanp,e ngukurand, anp encatatahna sil secaras istematikte rhadap gejala yang diselidiki dan dibandingkan dengan prasyarat mengenai karakteristik lahan,t ingkat kesuburanl ahan, dan pengaruhja rak terhadapp erbedaanti ngkat kesuburanl ahan untuk budidaya tambak. Berdasarkant empatnyap enelitian ini tennasukp enelitianla pangand anp enelitianla boratoriumP. enelitianla boratoriurnin i dilakukand i laboratoriumk imia tanah universitasB rawijaya pada tanggal2 Juli 2001 meliputi pH, C-organik,N -total, C,4rI"p -olsen,K , Na, Ca, Mg, KTK, Basa, Kelenuhan basa, dan tekstur tanah. Dari hasil analisa tanah maka dilakukan pembandingand engan syarat untuk mengetahuit ingkat kesuburanl ahan dan pengaruhp erbedaajna rak terhadapt ingkatk esuburanla hant ambak. Karakteristik lahan tambak di Kecamatan ujungpangkah dengan topografi datar yaitu 0-3% dan merupakank esesuaiante rtinggi untuk pe(ambakan.p ada kondisi tersebut merupakan kondisi ideal untuk pertambakan. Kedalaman tanah pertambakabne rkisar9 0-105c m sehinggate rgolongk esesuaiatne rtinggid an sedang yaitup adat ambakja uh dari sungaid anl aut. Keadaank erikil luasp ermukaanta mbak t- II tergolongs edangy aitu 3-l0zo. Kedalamana ir permukaanlo kasi pertambakayna itu dari 85 crn sampai1 00c m sehinggas esuaui ntukt ambaky angd apatd igunakanu ntuk memeliharaje nis udangd an windu. Jenis tanah antaral aii aluvial f,idromorf dan aluvial kelabu tua. Temperatur tanah berkisar 26-30 "c. Rata-rata curah hujan tahunan di Kecamatan ujungpangkah sebesar 1554,46 mm. Rerata curah hujan tertinggi pada bulan Januari sebesar3 03,77m m, sedangkanr erata curah hujan terendah pada bulan September sebesar 2,54 mm. oari hasil analisa secira keseluruhan didapatkan bahwa untuk tambak dekat sungai dan laut tingkat kesuburannya-tergolosnagn gatti nggi. Untuk tambakd ekats dgai, jauh dari laut dan tambakd ekatl autjauh dari sungait ergolongs edangd, ant ambaljauh dari sungaid an laut. tingkat_k esuburanyate rgolong rendah. pen-garuhja rak ierhadapp erbedaan tingkat kesuburanla han pertambakand i Kecamatanu jungpangkatrte riitrat dengan nyata dari hasil analisa tanahnya. Ini berarti uatrwa-penlaruh jarak sanlgat berpengarulhg rhadapt ingkatk esuburanla han.u ntuk tambaky ig aetat sungard an laut memiliki kesuburantertinggir,a lu padat ambakd ekats ungailauno arl laut dan tambakd eklt laut jauh dari sungait ergolongs edang,s edangk-apna dat ambakj auh daris ungaid an laut kesuburanytae rgolongr endaha ari totasifortambakany angr ain. Karakteristik lahan pertambakan di kecamatan ujungpangkah memiliki kesesuaiatne rtinggi sehinggad alam mernberikanij in untuk peribukLn hhan baru hendaknytaid ak sembarangadna nh arusd iperhatikanm engenaki ondisil ahand engan potensil ahan,a gar kualitasp ertambakand i Kecamatan-j ungpangkaht etap trnggr dan rneningkatt erus.T ambakd i daerahp enelitiant ergolongi ruri otrt karenai tu para petani hendaknyas elalu menjaga dan mempertahankank esuburant anah pertambakan. 11

Pembelajaran dengan pendekatan kooperatif model stad untuk meningkatkan pemahaman konsep persegipanjang dan persegi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Bangil / oleh Winda Fenata

 

Upaya guru sejarah dalam mengimplementasikan pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Pagak / Lista Wahyuni

 

Kata Kunci: Guru Sejarah, Implementasi, Pendidikan Karakter, SMA Negeri 1 Pagak Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan juga membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berkaitan dengan fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional tersebut maka pendidikan karakter memiliki peran penting dalam sebuah lembaga satuan pendidikan. Pendidikan karakter diterapkan di sekolah-sekolah guna mewujudkan tujuan dari pendidikan nasional termasuk di SMA Negeri 1 Pagak. Berbagai upaya dilakukan oleh seluruh pihak sekolah SMA Negeri 1 Pagak dalam mengimplementasikan pendidikan karakter termasuk upaya yang dilakukan oleh guru sejarah di SMA Negeri 1 Pagak. SMA Negeri 1 Pagak dipilih oleh peneliti sebagai objek penelitian karena SMA Negeri 1 Pagak merupakan salah satu sekolah menengah atas yang terletak di pinggiran yakni di Kecamatan Pagak yaitu di daerah Malang Selatan dan merupakan satu satunya SMA Negeri di Kecamatan Pagak tersebut. Meskipun sekolah ini terletak di daerah pinggiran banyak prestasi yang telah diraih oleh SMA ini baik itu prestasi dalam bidang akademik maupun non akademik. Untuk peneliti mengambil judul ini untuk mengkaji mendalam tentang pendidikan karakter yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pagak. Masalah dalam penelitian ini antara lain: (1) Bagaimana pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Pagak?. (2) Bagaimana upaya guru sejarah dalam menimplementasikan pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Pagak?. (3) Bagaimana dampak pengimplementasian pendidikan karakter pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Pagak? Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu metode penelitian gabungan yaitu menggabungkan antara kualitatif dengan kuantitatif dimana kualitatif lebih mendominasi dan data kuantitatif digunakan untuk melengkapi data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara, observasi, studi dokumenter, serta pengisian angket. Sampel penelitian diambil secara acak. Sampel yang diambil adalah 56 orang. Analisis data dilakukan dengan menggabungkan hasil wawancara, observasi, studi dokumenter hasil jawaban angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Pagak diimplementasikan melalui pengembangan kurikulum, pengintegrasian dalam seluruh mata pelajaran serta melalui program-program pengembangan diri. Pendidikan karakter diterapkan juga melalui kebijakan dan peraturan yang dibuat oleh sekolah. Upaya yang dilakukan oleh guru sejarah dalam mengimplementasikan dengan memasukkan nilai karakter kedalam sillabus dan RPP mereka. Dalam mengimplementasikannya di kelas berbeda-beda. Dalam pengimplementasiannya meski belum maksimal namun sudah dilaksanakan. Upaya pengimplementasian pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Pagak mulai tampak, ke 18 nilai karakter yang telah diupayakan untuk diimplementasikan di SMA Negeri 1 Pagak telah mulai berkembang hal ini berdasarkan dari tabulasi angket serta hasil observasi peneliti. Meskipun dalam pengimplementasian yang dilakukan oleh guru sejarah belum maksimal namun siswa sudah menampakkan nilai karakter yang mulai berkembang. Terlihat dalam hasil tabulasi data angket bahwa ke-18 nilai karakter mulai dari Religius hingga tanggung jawab yang diimplementasikan di SMA Negeri 1 Pagak telah berkembang hal tersebut nampak dalam kegiatan siswa disekolah sehari-hari. Dalam penelitian ini hanya memfokuskan pada tema bahasan tentang upaya guru sejarah saja sedangkan dalam mengkaji dampak dari pengimplementasian pendidikan karakter sendiri belum terkaji secara rinci sehingga disarankan untuk peneliti selanjutnya agar mengkaji lebih mendalam tentang dampak pengimplementasian pendidikan karakter tersebut.

Pendeteksi plagiarisme dokumen akademik mahasiswa di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Iva Asma'ul Khusna

 

Kata kunci: Plagiarisme, dokumen akademik, Information Retrieval Praktek plagiarisme dapat mengancam keaslian suatu dokumen akademik seperti tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi sehingga pendeteksi plagiarisme sangat dibutuhkan di lingkungan akademik terutama di lingkup universitas, salah satunya adalah Universitas Negeri Malang (UM). Universitas Negeri Malang merupakan salah satu lembaga perguruan tinggi pendidikan di Indonesia yang sudah lama berdiri. Penyimpanan dokumen akademik di UM sudah didokumentasikan dengan baik. Namun, deteksi plagiasi hanya dilakukan secara manual yaitu pada judul karya dokumen akademik. Sistem pendeteksi plagiarisme pada dokumen akademik mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang menerapkan information retrieval (IR) dan menggunakan model pengembangan waterfall sehingga perancangan dilakukan tahap demi tahap, mulai dari tahap kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, tahap desain, tahap implementasi, dan tahap pengujian. Pengujian dilakukan secara perhitungan manual dan dibandingkan dengan program. Penerapan IR pada pendeteksi plagiarisme dihasilkan perhitungan yang mendekati asumsi. Pada dokumen yang diasumsikan tingkat kemiripan 0%, perhitungan IR (manual maupun sistem) adalah 0%. Pada dokumen yang telah diasumsikan tingkat kemiripan 75% , perhitungan IR (manual maupun sistem) adalah 83% dan 69,56%. Galat dari dokumen yang di asumsikan 75% dengan dokumen yang telah dihitung menggunakan IR (manual maupun sistem) adalah 13.44%. Pada dokumen yang telah diasumsikan tingkat kemiripan 25%, perhitungan IR (manual maupun sistem) adalah 31% dan 29,93% . Galat dari dokumen yang di asumsikan 25% dengan dokumen yang telah dihitung menggunakan IR (manual maupun sistem) adalah 1,07%. Pada dokumen yang telah diasumsikan tingkat kemiripan 50%, perhitungan IR (manual maupun sistem) adalah 54% - 54,31% . Kemunculan galat 0,31% dari dokumen yang di asumsikan 50%. Dokumen yang telah diasumsikan tingkat kemiripan 100%, perhitungan IR (manual maupun sistem) adalah 100% dan 95% . Kemunculan galat adalah 5%.Rata-rata galat dari dokumen yang telah diperiksa adalah 3,96%

Diagnosis kesulitan belajar matematika pokok bahasan diferensial pada siswa MA Almaarif Singosari dan pengajaran remidialnya / oleh Nur Cahyanti

 

Manifestasi ideologi romantik dalam puisi-puisi Acep Zamzam Noor / Nita Widiati Efsa

 

Kata kunci: ideologi, romantik, perasaan, alam, imajinasi, mitologi Penelitian ini bertujuan mendapatkan paparan yang lengkap dan jelas tentang manifestasi ideologi romantik dalam puisi-puisi karya AZN. Penelitian ini bersifat kajian pustaka, hal itu sesuai dengan karakteristik penelitian pustaka yang memiliki makna mengkaji permasalahan penelitian dengan menampilkan argumentasi penalaran keilmuan, dan memaparkan hasil kajian pustaka, serta hasil olah pikir peneliti mengenai suatu masalah atau topik kajian. Bahkan menggali kerangka teori serta arah perkembangan penelitian, dalam hal ini berkenaan dengan deskripsi manifestasi ideologi romantik dalam puisi-puisi AZN, yang meliputi, (1) manifestasi ideologi romantik terkait perasaan, (2) manifestasi ideologi romantik terkait alam, (3) manifestasi ideologi romantik terkait imajinasi, 4) manifestasi ideologi romantik terkait mitologi. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menentukan suatu kerja ilmiah yang dilakukan secara bertahap dan terus-menerus, meliputi analisis dan pembacaan kritis terhadap data terpilih berupa puisi-puisi AZN. Penelitian ini didisain dengan mempergunakan teori secara multidisipliner antara historisisme baru, arkeologi pengetahuan, dan psikologi agama. Proses kerja analisis data penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Pertama, membaca dan memeriksa data yang terpilih. Kedua, menandai dan mengklasifikasi data. Ketiga, menganalisis data berdasarkan teori yang dipandang relevan, sebagaimana yang telah disampaikan pada bagian ancangan teori. Keempat, menyusun deskripsi dan kemungkinan eksplanasi hasil penelitian dari analisis data, serta membuat kesimpulan. Data penelitian ini bersumber dari sepuluh kumpulan puisi yang menunjukkan eksistensi AZN sebagai penyair dan telah terbit dalam rentang waktu 1982–2007. Kesepuluh kumpulan puisi tersebut adalah (1) Tamparlah Mukaku (1982), (2) Aku Kini Doa (1982), (3) Kasidah Sunyi (1989), (4) Dayeuh Matapoe (1993), (5) Di Luar Kata (1996), (6) Dari Kota Hujan (1996), (7) Di Atas Umbria (2000), (8) Dongeng Dari Negeri Sembako (2002), (9) Jalan Menuju Rumahmu (2004), dan (10) Menjadi Penyair Lagi (2007), serta sebuah kumpulan puisi Sunda Dayeuh Matapoe (Geger Sunten, 1993). Temuan penelitian ini adalah (1) manifestasi ideologi romantik terkait perasaan dalam puisi-puisi AZN, meliputi (a) manifestasi perasaan kerinduan, (1) manifestasi kemanusiaan, dibedakan menjadi (a) menunjukkan tempat, muara, atau asal rindu, (b) kekuatan rindu, (c) keindahan rindu, (d) keraguan akan hadirnya kerinduan, (e) kepahaman akan kerinduan, (f) kekekalan rindu, (g) rindu adalah tindakan nyata, (h) keinginan menyelamatkan, (i) kerinduan adalah rasa cinta yang sama, (j) perasaan cinta, (k) ungkapan kerinduan untuk menyatakan harapan, (l) ungkapan tentang jarak rindu, (m) kerinduan untuk menyatakan harapan, (n) kerinduan adalah kesepian. (2) manifestasi kereligiusan, yang dibedakan menjadi (a) keimanan, (b) kekecewaan, (c) teringat kampung halaman, (d) mempertanyakan rindu, dan (e) suara alam. (3) manifestasi kematian, dibedakan menjadi (a) eksistensi rindu, (b) pengibaratan bahwa rindu adalah kematian kecil, (c) kepasrahan, dan (d) kenyataan, dan (e) manifestasi keindahan alam, (4) manifestasi keindahan alam dibedakan menjadi (a) perjalanan rindu, (b) alam memiliki rasa rindu, (c) alam sebagai ekspresi bisikan rindu. (b) manifestasi perasaan kesunyian, dibedakan menjadi (1) merasa sendiri, meliputi (a) mempertanyakan sepi, (b) rindu dendam, (c) kerahasiaan sepi, (d) paradoks sepi adalah keramaian, dan (e) kesempurnaan kesunyian. (2) merasa mencintai, meliputi (a) pernyataan menuduh, (b) menyatakan kesia-siaan, (c) mengingat kembali, (3) merasa tersakiti, meliputi (a) ketidakpastian, (b) keberterimaan, (c) kesempurnaan sunyi yang dialami aku lirik. (c) manifestasi perasaan kegelisahan, dibedakan menjadi (1) menunggu, meliputi (a) ketidakpahaman, (b) keinginan dan kenyataan yang harus dialami aku lirik, (2) manifestasi perasaan ketidak-jelasan sesuatu, meliputi (a) kekhawatiran, (b) kehilangan. (3) kenyataan yang dihadapi, meliputi (a) ungkapan kenyataan, (b) kepasrahan, (c) pertanyaan, (d) kehilangan, (e) ketidakmungkinan, dan (f) harapan. (2) manifestasi ideologi romantik terkait alam dalam puisi-puisi AZN, meliputi a) manifestasi alam laut, dibedakan menjadi (1) sanjungan, (2) perasaan cinta, (3) prinsip hidup, (4) kesedihan, (b) manifestasi alam gunung, dibedakan menjadi (1) keenangan hidup, (2) isyarat kekasihsayangan, (3) kekaguman, dan (c) manifestasi alam langit, dibedakan menjadi (1) sebagai bentuk argumentasi, (2) sebagai bentuk kekecewaan. (3) manifestasi ideologi romantik terkait imajinasi, meliputi a) manifestasi imajinasi produksi, b) manifestasi imajinasi reproduksi; (4) manifestasi ideologi romantik terkait mitologi, meliputi a) mitos religius, dibedakan menjadi (1) religius ketuhanan, (2) religius kemanusiaan, (3) religius kealaman, b) mitos ritual, dibedakan menjadi (1) ritual Islam, (2) ritual Nasrani, (3) ritual Hindu, c) mitos sejarah, dibedakan menjadi (1) sejarah manusia, (2) sejarah tempat, d) mitos erotika, dibedakan menjadi (1) erotika tentang Tuhan, (2) erotica tentang manusia, (3) erotica tentang alam, dan 5) mitos politik. Implikasi penelitian ini ditujukan untuk kepentingan pembelajaran bahasa dan sastra, terutama yang berkaitan dengan sejarah sastra dan proses penciptaan puisi.

Pengembangan sistem tutor cerdas untuk pembelajaran remidial / Gilang Kurniaji

 

Kata Kunci : Sistem Tutor Cerdas, Remidial, Website Pengajaran Remidial merupakan salah satu aspek penunjang pembelajaran dengan sistem pembelajaran tuntas (Mastery Learning).Pengajaran Remidial memberikan bantuan, penguatan dan perbaikan terhadap siswa yang belumtuntas Standar Kompetensi Materi (SKM).Namun kondisi di lapangan proses pengajaran remedial seringkal diabaikan. Proses pembelajaran dianggap sudah terwakilidenganadanyatesulang. Berkaitan dengan haltersebut, makap eneliti merasa bahwa proses pembelajaran remidiald imungkinkan untuk disubstitusi dengan teknologi komputer. Media yang dikembangkanu ntuk mensubtitusi proses pembelajaran remedial mencakupempatfitur utama.Fiturtersebutantaral ain, 1) Diagnosis kesulitan belaja rsiswa, 2) Penyampaian materi sesuaid engan topik yang tidakdikuasais iswaserta dengan teknik penyampaian yang sesuai dengan karakteristikataukesukaansiswa, 3) Tessertabalikan terhadap proses belajar menggunakan media, serta 4) Learning Management System (LMS) untuk mempermudah dalam menyusunmateri.Sistemdikembangkandenganmengadopsisistem tutor cerdas. Tujuan utamapenggunaanteknologi tutor cerdaske dalam media adalah untuk apatme nduplikasi peran guru dalam proses pembelajaran remedial. Media dikembangkan berbasis Website, jadis iswad apatmengakses media inidenganmudahdanleluasa. Media dikembangkandenganmenggunakanpendekatanpengembangan media danbahan ajar yang dikemukakanoleh PUSTEKKOM.Tahapan yang dilakuka untuk pengembangan media meliputi, perancangan, produksi, danevaluasi. Penelitian ini menggunaakan dua macam instrument. Instrumen pertama berupa kuesioner dengantipeter buka dan tertutup. Peneliti menggunakan instrument iniuntuk mendapatkan data tentang kelayakan media pembelajaran.Instrumen keduaadalahdokumentas ihasilbelajarsiswa. Instrumenini digunakan pada uji lapanganuntuk mendapatkan informasi tentangp erbedaan hasil belajardari siswa yang menggunakan media dansiswa yang tidakmenggunakan media. Dari hasilpenelitiandanpengembangan yang dilakukandidapatkanhasil rata-rata nilaihasiluji kelayakan media olehahli media, ahlimateri, ujikelompokkecil siswadanuji kelompok besar adalah 85,60 %. Sehinggadapatdinyatakan media yang dikembangk anlayakuntuk digunakansebagai media pembelajaran berdasarkan seluruhpenilaian. Hasil ujicoba apangan menunjukkan adanya perbedaanhasilbelajarpadasiswa yang menggunakan media dan yang tidak menggunakan media sebesar 7,4poin. Jadi, siswadapatmenggunakan media untukmensubtitusi guru pada proses pembelajaran remedial.

Rencana pembelajaran materi komposisi dan invers fungsi dengan menggunakan pendekatan problem posing / oleh Rizky Aditya Nugraha

 

A big-book as instructional media in teaching vocabulary to the fifth graders / Fenny Mei Lina

 

Keterbatasan fasilitas dan media pembelajaran di SDN Druju 1 adalah alasan utama mengapa penelitian dan pengembangan ini harus dilakukan. Penelitian dan pengembangan ini dimaksudkan untuk mengembangan media ajar dalam bentuk sebuah buku besar yang dapat digunakan untuk mengajar kosakata kepada peserta didik kelas lima. Dalam pengembangan buku-besar ini, peneliti mengadaptasi desain penelitian dari Borg dan Gall (1983). Ada sembilan langkah di dalam penelitian dan pengembangan ini, yaitu (1) Analisis kebutuhan (2) Pengembangan Produk (3) Validasi Ahli (4) Revisi (5) Uji Coba (6) Revisi (7) Uji Lapangan (8) Revisi dan (9) Produk Akhir. Berdasarkan hasil dari validasi ahli, buku besar sudah valid. Validator memberikan nilai 86 untuk keseluruhan dari buku- besar. Berdasarkan ukuran validitas Arikunto, nilai tersebut telah menunjukkan bahwa buku-besar tersebut telah valid. Namun, validator menyarankan untuk merevisi beberapa bagian dari buku besar. Setelah peneliti menyelesaikan revisi berdasarkan saran yang diberikan oleh validator, peneliti melakukan uji coba terhadap buku besar. Uji coba produk dilakukan di SDN Ringinsari 1. Sekolah ini terletak di Kabupaten Malang. Berdasarkan uji coba yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa buku besar sudah layak untuk digunakan. Setelah melakukan uji coba produk, peneliti melakukan revisi kedua. Di dalam revisi ini, peneliti harus melakukan revisi pada teka teki silang yang digunakan sebagai lembar kerja peserta didik. Setelah peneliti melakukan revisi kedua, buku besar sudah siap untuk digunakan sebagai media pembelajarn dalam uji lapangan. Uji lapangan dilakukan di SDN Druju 1. Uji lapangan ini melibatkan 30 peserta didik kelas lima. Selama uji lapangan dilakukan, buku besar ini digunakan sebagai media dalam aktivitas pembelajaran. Berdasarkan data yang dikumpulkan selama uji lapangan, peserta didik menyatakan bahwa mereka menikmati aktivitas pembelajaran karena mere terlibat dalam banyak aktivitas seperti membaca nyaring, bernyanyi, dan melengkapi teka teki silang. Dari uji lapangan, peneliti menemukan bahwa buku besar sudah relevan untuk digunakan sebagai media pembelajaran kosakata. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini adalah sebuah buku besar yang berjudul My Family. Buku ini terdiri dari 12 halaman termasuk halaman sampul. Buku besar ini mempunyai lima teks dan juga ilustrasi dari teks. Halaman akhir dari buku-besar ini terdiri dari sebuah lagu yang berhubungan dengan teks sebelumnya. Ukuran dari buku besar ini adalah 65 X 50 cm. Buku ini dicetak dengan menggunakan Art Paper 230 gram. Buku besar ini dapat digunakan sebagai media untuk mengajar kosakata karena memberikan guru aktivitas yang berhubungan dengan pembelajaran kosakata seperti drilling dan jazz chant. Berdasarkan validasi ahli dan uji lapangan, buku besar ini sudah sesuai dengan materi dan dapat digunakan untuk pengajaran kosakata.

Penerapan pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Lirboyo I Kotamadya Kediri / oleh Ika Rusita R.

 

Implementasi pembelajaran kooperatif model teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada mata diklat melakukan prosedur administrasi pada siswa kelas X APK SMK Kosgoro 1 Lawang / Fitria Novitasari

 

Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, aktivitas belajar, hasil belajar, Teams Games Tournamen (TGT) Sekolah Menengah Kejuruan bertujuan meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya,agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan keahlian dan ketrampilan maka harus : memiliki stamina yang tinggi, menguasai bidang keahlian dan dasardasar ilmu pengetahuan dan tehnolgi, memiliki etos kerja yang tinggi,dan mampu berkomunikasi sesuai tuntutan pekerjaan serta memiliki kemampuan mengembangkan diri. Oleh karena itu, dalam pembelajaran melakukan prosedur administrasi siswa harus selalu di beri latihan-latihan secara intensif, sehingga siswa betul-betul mampu mempraktekkannya dengan baik. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournamen (TGT) untuk meningkatkan ketrampilan dan hasil belajar pada mata diklat melakukan prosedur administrasi. Penelitian dilaksanakan dengan rumusan masalah: (1) Bagaimana implementasi pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournamen (TGT) pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi pada siswa kelas X-APK semester genap SMK Kosgoro 1 Lawang. (2) Apakah pembelajaran dengan pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournamen (TGT) pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X-APK semester genap SMK Kosgoro 1 Lawang. (3) Apa saja hambatan dan solusi dalam pelaksanaan penerapan pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournamen (TGT) pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi kelas X-APK SMK Kosgoro 1 Lawang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan pembelajaran Kooperatif. Pelaksanaan penelitian dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri 4 tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas X Administrasi Perkantoran yang berjumlah 34 siswa di SMK Kosgoro 1 Lawang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, tes dan catatan lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut nilai afektif mengalami peningkatan sebesar 19,05% . Dari siklus I sebesar 80,95% meningkat menjadi 100% di siklus II karena siswa dapat melaksanakan indikator-indikator yang telah ditentukan. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I dari hasil tes ini diketahui bahwa jumlah siswa yang tuntas belajar sebelum diberikan tindakan ii sebanyak 2 siswa (6,25%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 30 siswa (93,75%). Sedangkan jumlah siswa yang tuntas belajar setelah diberikan tindakan sebanyak 23 siswa (71,87%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 10siswa (31,25%). Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II diketahui yang tuntas 6 siswa (19,36%), dan yang tidak tuntas 25 siswa (80,64%), nilai post test dari pre test ini diketahui yang tuntas 29 siswa (90,62%), dan yang tidak tuntas 3 siswa (9,38%). Apabila dibandingkan dengan nilai ratarata pada siklus I maka nilai rata-rata pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan pada pre test meningkat sebesar 13,11%, pada post test mengalami peningkatan 18,75%. Penilaian hasil belajar siswa pada aspek afektif dalam penelitian ini menggunakan rubrik penilaian aspek afektif. Aspek yang dinilai meliputi kerjasama dalam kelompok, ketelitian, keberanian. Pada siklus I diketahui bahwa 21,76% dan pada siklus II 77,77%. Dapat dilihat bahwa pada siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 56,01%. Paparan hasil data di atas, dapat disimpulkan bahwa: (1) Implementasi pembelajaran kooperatif model TGT cocok diterapkan pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi kelas X APK di SMK Kosgoro 1 Lawang. (2) Implementasi pembelajaran kooperatif model pembelajaran TGT pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi kelas X APK SMK Kosgoro 1 Lawang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. (3) Hambatanhambatan yang dihadapi peneliti dalam implementasi pembelajaran kooperatif model TGT adalah sebagai berikut: Hambatan-hambatan yang dihadapi peneliti dalam implementasi pembelajaran kooperatif Model TGT adalah sebagai berikut: Metode ini membutuhkan media belajar yang cukup banyak, mulai dari LKS, bahan ajar, kartu soal turnamen dan kartu jawaban, nomor dada siswa, serta media penunjang lainnya. Oleh karena itu diperlukan perencanaan dan persiapan media belajar yang matang sebelum metode ini diterapkan agar siswa tidak merasa kesulitan dalam memanfaatkan media tersebut.

Pembelajaran konsep sukubanyak dengan pendekatan problem posing pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Malang / oleh Agnisa Puspita Rini

 

Pramuwisata sebagai profesi alternatif bagi mahasiswa lulusan S1 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang / Lalu Ahmad Hamdani

 

Kata Kunci : Pramuwisata, Profesi Alternatif, Lulusan S1 JSJ UM Kebutuhan akan profesi alternatif bagi mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang (JSJ UM) saat ini sangat diperlukan. Hal tersebut disebabkan karena peluang menjadi guru khususnya di daerah Malang Raya sangat kecil. Salah satu profesi alternatif yang tepat bagi mahasiswa lulusan S1 JSJ UM adalah menjadi pramuwisata, karena industri pariwisata di daerah Malang Raya saat ini semakin berkembang. Perkembangan tersebut tentunya diikuti dengan kebutuhan tenaga-tenaga kerja profesional khususnya tenaga pramuwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa pramuwisata profesional adalah alternatif yang tepat dan sesuai bagi mahasiswa lulusan S1 JSJ UM, dan untuk mengetahui potensi yang ada dalam profesi tersebut sehingga menjadi profesi alternatif bagi mahasiswa lulusan S1 JSJ UM. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan tiga cara, yaitu 1) wawancara dengan Ketua Jurusan Sastra Jerman UM, Pegawai Biro Perjalanan Pariwisata, Pramuwisata bahasa Jerman Profesional maupun freelance, Pramuwisata bahasa Inggris, serta masyarakat yang bergelut di industri dan objek pariwisata seperti, pegawai Malang Tourist Information Center dan pengemudi Jeep di Objek Wisata Bromo; 2) Observasi terhadap iklim industri pariwisata di daerah Malang; dan 3) Studi dokumentasi terhadap dokumen-dokumen pariwisata. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan, bahwa berkarir sebagai seorang pramuwisata profesional adalah alternatif yang tepat dan sesuai bagi mahasiswa lulusan S1 JSJ UM, karena mahasiswa lulusan S1 JSJ UM memiliki kompetensi yang cukup untuk menjadi pramuwisata. Kompetensi tersebut antara lain: memiliki kemampuan berbahasa Jerman yang baik dan memiliki pengetahuan serta pengalaman praktik kerja dalam industri pariwisata yang telah dipelajari dalam mata kuliah Tourismus dan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Pramuwisata sangat potensial sebagai profesi alternatif bagi mahasiswa lulusan S1 JSJ UM. Hal ini dikarenakan wisatawan asing asal Jerman, Austria, dan Swiss yang berkunjung ke daerah Malang tiap tahunnya mengalami peningkatan. Sehingga kebutuhan industri pariwisata akan pramuwisata bahasa Jerman juga meningkat.

English vocabulary mastery of eleventh grade students of SMA Negeri 5 Malang / by Ika Dani Pujilestari

 

Pelaksanaan PLPG sebagai wahana pengembangan dan audit kompetensi dalam setifikasi guru ditinjau dari persepsi LPTK penyelenggara, dinas pendidikan, LPMP, dan guru kejuruan bersertifikat pendidik / Gufran

 

Analisis prestasi kerja motor bensin 4 langkah 1 silinder tipe Fujigen MGCC 1500 HDX pada putaran konstan dengan beban bervariasi / oleh Sumali

 

Studi keanekaragaman kepiting di kawasan hutan magrove Desa Padekan Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan Jawa Timur / Maria Magdalena Maranressy

 

Kata Kunci: Kepiting, Keanekaragaman Kepiting, Mangrove. Kepiting merupakan salah satu biota memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Hewan tersebut merupakan spesies yang khas di kawasan hutan mangrove dan hidup di daerah muara sungai dan rawa pasang surut yang banyak ditumbuhi vegetasi mangrove dengan substrat berlumpur atau lumpur berpasir. Tujuan penelitian adalah untuk (1) mengetahui jenis-jenis kepiting bakau, (2) indeks keanekaragaman, kemerataan dan kekayaan kepiting bakau dan (3) mengetahui faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan kepiting bakau yang ditemukan pada kawasan hutan mangrove Desa Padekan, Kecamatan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif dengan metode survei di kawasan hutan mangrove Desa Padekan, Kecamatan Rejoso. Populasi Penelitian berupa semua jenis kepiting bakau yang ada pada kawasan hutan mangrove, Desa Padekan Kecamatan Rejoso dan sampel dalam penelitian ini adalah semua jenis kepiting bakau yang ditemukan didalam plot yang berukuran 10x10 m pada kawasan hutan mangrove Desa Padekan, Kecamatan Rejoso. Waktu penelitian yaitu pada tanggal 16 April 2011 dan waktu pengambilan sampel pada saat surut, sedangkan tempat penelitian adalah kawasan hutan mangrove Desa padekan Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. Prosedur penelitian dilakukan secara tahap persiapan, tahap pelaksanaan, pengamatan faktor abiotik dan pengambilan data. Perhitungan keanekaragaman dihitung dengan menggunakan nilai indeks keanekaragaman Shanon-Wiener. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, terdapat 4 spesies kepiting bakau yang ditemukan yaitu Scylla serrata, Metaplax elegans , Uca sp, dan Parathelphusa sp yang masih dari satu ordo Decapoda. Kedua, keanekaragaman tertinggi terletak pada plot 2, sedangkan keanekaragaman terendah terdapat pada plot 10. Kemerataan tertinggi terletak pada plot 2 dan kemerataan terendah terdapat pada plot 10, sedangkan kekayaan tertinggi terdapat pada plot 1 dan kekayaan terendah terdapat pada plot 9. Keanekaragaman semakin menjauhi laut menunjukkan nilai keanekaragaman cenderung meningkat. Ketiga, faktor abiotik yang berpengaruh terhadap keanekargaman dan kemerataan adalah suhu udara dan faktor abiotik yang berpengaruh terhadap kekayaan adalah kelembaban udara.

Penggunaan strategi catalisting untuk meningkatkan kemampuan menulis esai mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta / Setyawan Pujiono

 

Tesis, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suparno, (II) Dr. Nurhadi, M.Pd. Kata kunci: pembelajaran menulis, menulis esai, strategi Catalisting. Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan menulis esai mahasiswa melalui strategi Catalisting pada tahap mengembangkan subtansi isi, (2) meningkatkan kemampuan menulis esai mahasiswa melalui strategi Catalisting pada tahap mengorganisasi karangan, dan (3) meningkatkan kemampuan menulis esai mahasiswa melalui strategi Catalisting pada tahap mengembangkan tulisan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan prosedur penelitian berupa perencanaan, tindakan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kelas A JPBSI FBS UNY angkatan 2009 peserta Matakuliah Menulis Faktual yang berjumlah 23 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa hasil pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi pedoman catatan lapangan, pedoman wawancara, pedoman rubrik penilaian, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan mahasiswa pada tahap mengembangkan subtansi isi, mengorganisasi masalah, dan mengembangkan tulisan. Pada tahap mengembangkan subtansi isi siklus 1, dosen tidak menjelaskan tujuan membaca esai model, serta tidak menjelaskan cara mengembangkan masalah dan solusi. Akibatnya, mahasiswa kesulitan menemukan dan mengembangkan subtansi isi karangannya. Pada siklus 2, dosen mengarahkan mahasiswa untuk memfokuskan membaca pada bagian isi, menandai bagian-bagian yang penting, dan mengarahkan mahasiswa untuk menemukan subtansi isi karangan. Hasilnya, mahasiswa mampu mengembangkan subtansi isi karangan. Pada tahap mengorganisasi masalah siklus 1, dosen tidak menjelaskan langkah-langkah pembelajaran serta tidak memberikan contoh cara mengorganisasi masalah. Akibatnya, mahasiswa belum mampu menyusun kerangka karangan sesuai dengan yang diharapkan. Pada siklus 2, dosen sudah melakukan proses pembelajaran sesuai dengan sekenario pembelajaran yang telah disusun. Dosen memberikan contoh cara menemukan masalah dan mengorganisasi masalah dalam kerangka karangan. Hasilnya, mahasiswa mampu menemukan masalah-masalah baru dan mampu mengorganisasi masalah dalam kerangka karangan secara logis. Pada tahap mengembangkan tulisan, pada siklus 1 dosen hanya mengarahkan mahasiswa menulis esai dari judul, tesis, masalah, dan solusi. Dosen tidak memberikan contoh cara memilih kata, menyusun kalimat, paragraf, dan penggunaan ejaan serta tanda baca yang benar. Akibatnya, karangan mahasiswa urutan masalahnya menjadi tidak logis. Selain itu, terdapat hubungan antarkalimat kurang kohesif, penggunaan kalimat kompleks kurang efektif, dan banyak kesalahan ejaan serta tanda baca. Pada siklus 2, dosen mengarahkan mahasiswa untuk menulis esai berdasarkan pengembangan masalah yang telah disusun dalam kerangka karangan. Sebelum mengarang, dosen memberikan pengarahan dan contoh menyusun kalimat, paragraf, tatabahasa, dan penggunaan ejaan serta tanda baca. Selain itu, dosen juga menjelaskan cara pengembangan masalah dari paragraf awal, tubuh, dan akhir karangan. Hasilnya, mahasiswa mampu mengembangkan tulisannya dengan urutan masalah yang logis, kalimat efektif, dan tidak banyak terjadi kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca.

Pembelajaran servis bawah bola voli yang menarik bagi siswa kelas VIII D SMP Negeri 4 Malang / oleh Kuswanto

 

Peningkatan kemampuan membaca cepat melalui penggunaan strategi directed reading and thinking activity (DRTA) pada siswa kelas 4 SDN Girimoyo 02 Karangploso / Paramita Dwi Agustin

 

Kata kunci: Membaca Cepat, Peningkatan Kemampuan, Strategi Directed Reading and Thinking Activity, Sekolah Dasar. Membaca dalam waktu singkat (membaca cepat) merupakan kemampuan yang mutlak diperlukan oleh setiap orang pada era globalisasi ini. Sehingga sejak dini siswa sekolah dasar perlu diberi bekal kemampuan membaca cepat. Proses pembelajaran membaca cepat seharusnya tidak hanya bertujuan untuk melatih siswa membaca dalam waktu singkat tetapi juga memahami isi bacaan. Berdasarkan hasil test awal yang dilakukan peneliti di SDN Girimoyo 02, kemampuan membaca cepat siswa kelas 4 masih sangat rendah. Hal ini terlihat pada rendahnya ketuntasan kelas yang hanya mencapai 24%. Sehingga diperlukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa kelas 4 SDN Girimoyo 02 melalui penggunaan strategi Directed Reading and Thinking Activity (DRTA). Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan subyek penelitian adalah siswa kelas 4 SDN Girimoyo 02, Karangploso yang berjumlah 37 siswa. Dengan kompetensi dasar: menemukan pikiran pokok teks agak panjang (150-200 kata) dengan cara membaca sekilas. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : observasi, dokumentasi, dan test. Prosedur penelitian ini terdiri dari 4 tahap yang meliputi tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi, refleksi dan perbaikan. Penerapan strategi DRTA pada pembelajaran membaca cepat di kelas 4 SDN Girimoyo 02 melalui 3 tahap yaitu Tahap Prabaca (Eksplorasi) dengan membuat prediksi bacaan, Tahap Saat baca (Elaborasi) dengan membaca cepat teks bacaan, Tahap Pascabaca (konfirmasi) dengan mengkonfirmasikan prediksi terhadap bacaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang sangat signifikan terhadap ketuntasan belajar siswa dari tahap pra tindakan yang hanya 24% menjadi 62% pada siklus I atau mengalami peningkatan sebanyak 38%. Hasil tersebut kemudian meningkat lagi menjadi 78%. Sehingga secara keseluruhan siswa mengalami peningkatan sebesar 54%. Dari kegiatan penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran membaca cepat dengan menggunakan strategi DRTA dapat meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa kelas 4 SDN Girimoyo 02. Adapun saran yang bisa diberikan bagi peneliti adalah untuk lebih menambah pengetahuan tentang membaca cepat. Bagi guru untuk lebih meningkatkan pembelajaran membaca cepat di sekolah dasar, dan bagi mahasiswa PGSD diharapkan penelitian ini dapat dijadikan rujukan untuk kegiatan-kegiatan inovatif lainnya.

Kesenian Singo Ulung sebagai sarana upacara bersih desa dalam melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat Blimbing Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso / oleh Linda Febri Andriyani

 

Penerepan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas X MA Al-Ma'arif pada materi geometri / Wahyunur Mardianita

 

Kata Kunci: Pendekatan Inkuiri, kreativitas siswa Kreativitas merupakan salah satu aspek yang dianggap penting dalam pembelajaran matematika, kreativitas berguna untuk melatih siswa mengembangkan ide-ide yang dimilikinya sehingga pemahaman mereka lebih berkembang. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk menjelaskan desain pembelajaran matematika melalui pendekatan inkuiri yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam memecahkan masalah matematika; 2) untuk menjelaskan peningkatan kreativitas siswa yang diperoleh dari pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di MA Al-Ma’arif Singosari dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas X tahun ajaran 2011/2012. Data yang dikumpulkan dari hasil pengerjaan LKS, hasil tes, hasil angket, hasil observasi aktivitas siswa, hasil observasi aktivitas guru, dan hasil wawancara. Pembelajaran matematika melalui pendekatan inkuiri dalam penelitian ini terdiri dari empat langkah, yaitu: 1) keaktifan siswa, guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa dengan menulusuri pengetahuan prasyarat yang dimiliki siswa diawal pembelajaran dengan pertanyaan pengingat yaitu dengan meminta siswa menyebutkan unsur-unsur yang terdapat pada bangun ruang, dan siswa diingatkan kembali cara mencari salah satu sisi yang belum diketahui dengan menggunakan rumus phytagoras maupun trigonometri pada segitiga siku-siku 2) Diskusi Kelompok, kelompok siswa mengerjakan lembar kerja yang dipersiapkan oleh guru. Lembar Kerja Siswa (LKS) berisi soal-soal yang mengarahkan siswa menemukan jarak titik ke titik, garis, dan bidang pada balok dan kubus, 3) Scaffolding, adalah dukungan yang diberikan guru kepada siswa dalam belajar dan mendorong mereka dalam mencari solusi untuk mengatasi masalah yang ada. 4) Presentasi siswa dilakukan setiap selesai diskusi kelompok dan membahas secara bersama-sama lembar kerja yang telah didiskusikan siswa dalam kelompoknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan inkuiri mampu membuat siswa meningkatkan kreativitasnya, hal ini ditunjukkan oleh hasil penilaian pengerjaan LKS pada fase tindakan menunjukkan bahwa persentase skor hasil pengerjaan LKS siswa secara klasikal seluruhnya sudah berada pada kategori kreatif, hasil tes sebelum tindakan persentase skor rata-rata tes kreativitas siswa secara klasikal hanya sebesar 26,31% dan meningkat pada tes akhir dengan persentase skor rata-rata skor tes kreativitas siswa setelah tindakan secara klasikal adalah 92,1%. Hal ini berarti bahwa kreativitas siswa secara klasikal dalam kategori sangat kreatif. Pembelajaran yang telah dilakukan telah mencerminkan tahapan-tahapan inkuiri dalam menemukan jarak titik pada kubus dan balok telah terlaksana dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan hasil observasi terhadap aktivitas guru menunjukkan bahwa rata-rata persentase keterlaksanaan pembelajaran sebesar 86,8%. Hal ini, berarti pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang telah direncanakan dan berada pada kategori sangat baik. Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa menunjukkan kegiatan siswa yang diharapkan telah muncul dalam pembelajaran dan persentase skor observasinya adalah 81,7% dan berada pada kategori baik.

Pengembangan modifikasi alat cakram bahan rotan untuk pembelajaran lempar cakram pada siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Situbondo / Dofan Ahmad Muslim

 

Muslim, Dofan Ahmad. 2014. Pengembangan Modifikasi Alat Cakram Bahan Rotan Untuk Pembelajaran Lempar Cakram Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 4 Situbondo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata Kunci: Modifikasi, gerak dasar lempar cakram, cakram rotan Berdasarkan observasi, wawancara dan pengisian angket kepada guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) dan siswa yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 situbondo, pembelajaran lempar cakram yang dilaksanakan tidak berjalan secara optimal. Masalah yang terjadi diantaranya adalah minimnya sarana dan prasarana untuk pembelajaran lempar cakram. Selain itu cakram yang digunakan terlalu berat yaitu cakram standar. Sehingga diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut guna mencapai kegiatan pembelajaran yang maksimal sesuai dengan tujuan pendidikan. Penelitian dan Pengembangan ini bertujuan untuk memberikan solusi untuk pembelajaran lempar cakram yang tidak optimal dengan mengembangkan alat modifikasi cakram berbahan rotan untuk pembelajaran lempar cakram. Cakram yang dikembangkan untuk memberi solusi pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung yakni menciptakan kenyamanan dan keamanan siswa dalam pembelajaran lempar cakram. Dalam pengembangan alat modifikasi cakram berbahan rotan untuk pembelajaran lempar cakram pada siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Situbondo menggunakan model pengembangan Research and Development dari Borg and Gall (1989) yang telah dimodifikasi yaitu hanya mengambil 7 langkah dari 10 langkah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Penelitian pengembangan alat modifikasi cakram berbahan rotan dalam pembelajaran lempar cakram pada uji coba (kelompok kecil) memperoleh hasil 86,4% dan pada uji coba lapangan (kelompok besar) memperoleh hasil 93,6%. Dari hasil penelitian tersebut maka produk cakram menggunakan cakram berbahan rotan dinyatakan layak untuk digunakan. Hasil akhir dari penelitian dan pengembangan ini adalah terciptanya alat modifikasi cakram berbahan rotan yang berguna untuk pembelajaran lempar cakram sehingga pembelajaran dapat berjalan secara optimal.

Perencanaan proses pembelajaran fisik/motorik siswa Taman Kanak-Kanak Kecamatan Boyolali Kab. Tulungagung / oleh Herlin Agus Lina Yanti

 

Pemanfaatan barang bekas sebagai media edukatif untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok A di RA Iskandar Sulaiman, Batu / Tutik Suparmi

 

Kata Kunci: Pemanfaatan Barang Bekas,Sebagai Media Pembelajaran,kemampuan kognitif, PAUD. Bidang perkembangan kognitif merupakan salah satu bidang kemampuan dasar yang wajib diberikan di taman kanak-kanak. Kemampuan kognitif dikembangkan di taman kanak-kanak dengan menggunakan berbagai variasi pembelajaran agar kemampuan kognitif anak berkembang secara optimal. Berdasarkan hasil observasi anak kelompok A RA Iskandar Sulaiman Sekar putih, ditemukan bahwa 9 dari 20 anak kemampuan kognitifnya rendah. Hal ini berdampak pada kemampuan mengenal konsep bilangan dan membilang. Masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana pemanfaatan barang bekas sebagai media untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok A di Ra Iskandar Sulaiman. (2) apakah pemanfaatan barang bekas dapat meningkatkan kemampuan kognitif kelompok A di RA Iskandar Sulaiman. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak satu siklus melalui melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan penelitian, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok A RA Isakndar Sulaiman yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, instrumen menggunakan lembar observasi dan daftar dokumentasi. Cara memanfaatkan barang bekas sebagai media, dengan cara merancang media, membuat media menyenangkan bagi anak dengan cara membilang jumlah anggota tubuh,menyamakan jumlah kelereng dengan jari dan tangan,dan menggoyang-goyangkan kelereng hingga jatuh. Hasil penelitian di ketahui bahwa Pemanfaatan barang bekas sebagai media dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak, terlihat pada tingkat pencapaian perkembangan 66,25 % pada siklus I pertemuan ke I dan meningkat menjadi 85,42 % pada siklus I pertemuan ke II. Saran yang diberikan kepada guru,agar menggunakan barang bekas sebagai media pembelajaran di TK, bagi pihak sekolah, sebagai fasilitasi pemanfaatan barang bekas dan bagi peneliti selanjutnya, dapat melakukan penelitian tentang pemanfaatan barang bekas untuk meningkatkan kemampuan bahasa.

Penyelenggaraan layanan belajar anak jalanan : studi kasus di Rumah Singgah Flamboyan Malang / oleh Achmad Yusuf

 

Gerabah mambang-jombang: tradisi prasejarah yang masih berlangsung sampai sekarang sebagai wujud enkulturasi / Andik Suharyanto

 

Kata Kunci: gerabah Mambang, tradisi prasejarah, enkulturasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli diketahui bahwa gerabah sudah mulai dikenal sejak masa bercocok tanam. Pembuatan gerabah merupakan usaha yang telah berlangsung secara turun-temurun. Salah satu gerabah yang berlangsung secara turun-temurun adalah Gerabah Mambang. Teknik pembuatan gerabah Mambang masih menggunakan alat-alat tradisional. Walaupun sebagian besar pekerjaan masyarakat Mambang adalah bertani, namun pembuatan gerabah masih dilakukan sebagai usaha sampingan guna membantu perekonomian mereka. Dalam regenerasi, mereka mengajarkan teknik pembuatan gerabah kepada anaknya lewat pendidikan informal. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana teknik pembuatan gerabah tradisional Mambang-Jombang? (2) Faktor-faktor apa yang menyebabkan gerabah tradisional Mambang-Jombang masih dapat bertahan sampai sekarang? (3) Bagaimana proses enkulturasi pada pembuatan gerabah tradisional Mambang-Jombang? Dengan tujuan penilitian: (1) Mengetahui teknik pembuatan gerabah tradisional Mambang-Jombang. (2) Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan gerabah tradisional Mambang-Jombang masih dapat bertahan sampai sekarang. (3) Menjelaskan proses enkulturasi pada pembuatan gerabah tradisional Mambang-Jombang. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitiannya adalah deskriptif, dan menggunakan kajian etnoarkeologi. Adapun tahap-tahap penelitiannya, yaitu; tahap persiapan, tahap penelitian lapangan, dan tahap penyelesaian. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa: (1) Teknik pembuatan gerabah di Mambang menggunakan metode roda putar. Alat-alat yang digunakan, yaitu perbot, tetep, watu, kerik, dan dalim. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi gerabah Mambang masih dapat bertahan sampai sekarang, yaitu; perubahan fungsi gerabah, tidak boleh kerja jauh, tingkat pendidikan rendah dan tidak ada pekerjaan lain, satu-satunya keahlian yang dimiliki, petani dan buruh tani yang memiliki banyak waktu luang, dan respon pasar yang baik. (3) Proses enkulturasi terlihat ketika anak dikenalkan bahan-bahan, alat pembuatan dan pewarnaan, proses penjemuran, dan proses pembakaran.

Strategi pelayanan dalam upaya menciptakan kepuasan konsumen pada Taman Belajar dan Rekreasi Jawa Timur Park Batu / oleh Irwan Prasetya

 

Perencanaan upper structure jembatan beton prategang di Desa Kalituri Kabupaten Tulungagung / Dhanang Bagus Setyobudi

 

Kata-kata kunci: Jembatan, Prategang, Upper Structure, Beton Prategang Desa Kalituri dan Desa Sobontoro merupakan bagian dari Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung. Desa tersebut dipisahkan oleh sungai dengan lebar 50 m. Pada sungai tersebut, terdapat sebuah jembatan yang menghubungkan kedua desa tersebut. Jembatan tersebut terbuat dari jembatan komposit dengan lebar total 5m. Jembatan tersebut merupakan akses utama untuk menuju kabupaten Trenggalek dan sebaliknya. Seiring berkembangnya waktu semakin banyak truk-truk besar yang melintas juga intensitas kendaraan yang lewat juga semakin padat. Berdasarkan info yang diperoleh jembataan tersebut rencananya akan ditambah satu disebelah jembatan lama. Ini bertujuan supaya arus kendaraan yang lewat menjadi lebih lancar. Dari kondisi di tersebut, jembatan beton prategang dapat digunakan sebagi salah satu alternatif pilihan jembatan. Permasalahan yang ditinjau dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana menentukan spesifikasi jembatan beton prategang di Desa Kalituri . (2) Bagaimana menganalisa perhitungan kekuatan komponen jembatan terhadap gaya dalamnya. (3) Bagaimana menuangkan hasil analisa perhitungan ke dalam bentuk gambar teknik. Hasil dari perencanaan adalah jembatan panjang bentang 50 m, lebar total 7 m, tebal slab 20 cm, untuk tulangan positif dan negatif dengan tulangan D16 – 200 dan tulangan bagi D13 -100, dengan dimensi tiang sandaran 15cm x 15 cm jumlah 2 D 12 dengan tulangan geser ø 6 – 150, penulangan bagian trotoar menggunakan tulangan dengan D16 – 150 dan tulangan bagi D12 – 100, gelagar Induk beton prategang balok I dengan tinggi 2m sebanyak 5 buah, dengan jarak 1.2 m antar gelagar.Jumlah tendon yang digunakan 4 dengan 3 tendon berisi 19 strands dan 1 tendon berisi 12 strands, jenis strands yang digunakan Uncoated 7 wire super strands ASTM A-416 grade 270, tulangan arah memanjang balok dengan menggunakan besi D 12 dengan jumlah bagian atas 8, bagian bawah 12 dan tengah 14,tulangan geser menggunakan D 12. Dari hasil perhitungan, gaya-gaya dalam yang terjadi telah memenuhi syarat SNI-T-12-2004.

Pelaksanaan strategi promosi pada Perum Perumnas Cabang Malang di lokasi Sawojajar II / oleh Harini Yuni Astutik

 

Pengaruh variasi temperatur carburizing terhadap tingkat kekerasan dan kedalaman difusi karbon pada baja ST 41 dengan metode pack carburizing / Chandra Wahyu Pratama

 

Kata Kunci: Variasi temperatur, baja St 41, pack carburizing, quenching. Mengingat permintaan pasar yang terus menuntut bahan yang lebih kuat dan keras, maka perlu kiranya diadakan penelitian terhadap pengaruh variasi temperatur terhadap tingkat kekerasan pada baja St 41 dengan metode pack carburizing, agar dapat menghasilkan baja yang lebih keras dan kuat untuk memenuhi permintaan pasar. Diharapkan nantinya waktu yang dibutuhkan untuk produksi bisa lebih singkat dengan adanya variasi temperatur carburizing. Pack carburizing adalah salah satu metoda yang digunakan untuk menambah kandungan karbon didalam baja dengan menggunakan media padat. Pemanasan yang dilakukan pada penelitian ini, menggunakan variasi temperatur 900º C, 950º C, dan 1000º C dengan penahanan waktu pemananasan (holding time) 60 menit. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh variasi temperatur carburizing terhadap tingkat kekerasan baja St 41 dengan metode pack carburizing. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain penelitiannya adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data menggunakan analisis one way anova. Analisis statistik tersebut digunakan untuk pengujian dan membuktikan hipotesis. Objek penelitian ini adalah baja St 41 yang kemudian diberi perlakuan yakni pack carburizing dengan variasi temperatur carburizing dan kemudian diquenching. Hasil penelitian rata-rata kekerasan tertinggi diperoleh pada temperatur 10000 C sebesar 1427,8 HV, pada temperatur 9500 C sebesar 1143,5 HV, dan kekerasan terendah diperoleh pada temperatur 9000 C sebesar 1039,2 HV. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai kekerasan permukaan pada baja St 41 antara sebelum dan setelah mengalami proses pack carburizing dengan variasi temperatur sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi temperatur pada proses pack carburizing dan quenching berpengaruh terhadap tingkat kekerasan permukaan pada baja St 41. Kekerasan permukaan baja akan meningkat seiring bertambahnya temperatur proses pack carburizing pada baja St 41.

Penerapan bisnis eceran (Retail) pada KP-RI Budi Swalayan dan Senkuko Pogalan Trenggalek / oleh Imroatul Mufidah

 

Upaya peningkatan pembelajaran IPA kelas V melalui model pembelajaran snowball throwing di SDI Al Hikmah Gadang Malang / Indra Wahyuny

 

Kata kunci: IPA, Snowball Throwing Hasil observasi awal di SDI Al Hikmah Gadang Malang ditemukan bahwa pembelajaran IPA kelas V materi Organ Pencernaan Manusia, guru masih menggunakan metode konvensional dan tidak pernah menggunakan model pembelajaran yang lain. Rata-rata hasil belajar siswa masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar pratindakan yaitu 60, 3 dan masih terdapat 9 siswa (60%) belum mencapai ketuntasan beljar individu yang telah ditetapkan yaitu 65. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) penerapan model pembelajaran Snowball Throwing pada pembelajaran IPA di kelas V SDI Al Hikmah Gadang, 2) keaktifan siswa selama penerapan model pembelajaran Snowball Throwing pada pembelajaran IPA di kelas V SDI Al Hikmah Gadang, 3) hasil belajar IPA siswa kelas V SDI Al Hikmah Gadang melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing, 4) tanggapan siswa kelas V SDI Al Hikmah Gadang terhadap pelaksanaan pembelajaran IPA melalui model pembelajaran Snowball Throwing. Penelitian ini dilakukan di SDI Al Hikmah Gadang dengan subjek siswa kelas V sebanyak 15 siswa yang terdiri dari 9 siswi dan 6 siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart, meliputi 4 tahap yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan dan pengamatan, 3) observasi, dan refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, dimana dalam satu siklus terdiri dari 2 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Snowball Throwing pada pembelajaran IPA kelas V SDI Al Hikmah Gadang Malang berlangsung efektif. Dari hasil penelitian juga didapatkan bahwa penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing dalam pembelajaran IPA kelas V di SDI Al Hikmah Gadang dapat meningkatkan keaktifan siswa selama pembelajaran IPA berlangsung, selain itu penerapan model Pembelajaran Snowball Throwing mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Pernyataan ini terbukti dari rata-rata hasil belajar sebelumnya yaitu 72,3 dengan ketuntasan 66% pada siklus I meningkat menjadi 82,0 dengan ketuntasan 80% pada siklus II. Tanggapan siswa tentang penerapan model pembelajaran Snowball Throwingpun positif, yaitu mereka merasa senang dalam mengikuti pembelajaran dan lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi peneliti lain yang melakukan model pembelajaran ini, agar dalam membentuk kelompok tidak terlalu banyak anggota kelompoknya, agar pelaksanaan pembelajaran obtimal.

Jasa layanan produk paket kilat khusus pada PT Pos Indonesia Cabang Malang / oleh Agus Subagiyo

 

Pelaksanaan strategi pelayanan kredit yang diterapkan PT. BPR Berkah Pakto Kandangan / oleh Ratih Wulansari

 

Rancangbangun trainer robot line follower analog untuk motivasi siswa dalam pembelajaran keterampilan elektronika dan robotika Di SMP Negeri 1 Glagah Banyuwangi / Emha Fathoni Al

 

Kata Kunci: Trainer, Robot Line Follower Analog Ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang Robotika sekarang ini sudah berkembang pesat, itu terbukti saat ini sudah banyak sekolah – sekolah maupun Institusi – institusi yang mengadakan suatu pelatihan robotika sampai dengan mengadakan suatu perlombaan di bidang robotika. Memandang hal tersebut, SMPN 1 Glagah Banyuwangi menginginkan peserta didiknya mempunyai suatu kreatifitas tambahan yaitu dibidang Robotika, jadi tidak hanya kreatifitas dibidang seni seperti kesenian tari dan kesenian musik tetapi ada suatu kreatifitas tambahan dibidang Elektronika dan Robotika. Namun harapan itu masih belum tercapai karena Peserta didik belum pernah mendapatkan mata pelajaran yang berkaitan dengan elektronika. Berdasarkan hasil interview dan angket persepsi siswa, selama ini pembelajaran robotika di sekolah tidak pernah diperkenalkan sama sekali oleh guru. Hal ini menyebabkan siswa belum mengenal sama sekali tentang teknologi robotika. Dengan melihat itu maka penulis bermaksud membuat Trainer atau media pembelajaran yang berkaitan dengan elektronika khususnya dalam hal pembuatan robot line follower, dengan harapan peserta didik yang semula tidak mengenal elektronika dan robotika, dengan adanya media pembelajaran yang berisi modul elektronika dan Robotika, serta di tambah dengan Trainer Robot Line Follower, maka siswa akan dapat dengan mudah memahami dasar ilmu elektronika dan robotika.Model rancang bangun trainer ini mengadaptasi model rancangbangun Pusdiklat (Depdiknas). Dalam model rancangbangun ini pengerjaannya tidak terlalu rumit, tetapi diakhir prosesnya selalu ada evaluasi yang tujuannya untuk kesempurnaan trainer yang dibuat. Model rancangbangun ini terdiri dari 5 tahap yaitu: (1) Analisis kebutuhan media pembelajaran robotika; (2) Strategi Pendekatan; (3) Penyusunan Bahan /trainer robot Line Follower; (4) Pelaksanaan; (5) Evaluasi. Berdasarkan pada hasil uji coba, diperoleh presentase dari tiap-tiap subyek coba sebagai berikut: (1) Pada ahli media, diperoleh presentase sebesar 93,33 %, (2) Pada ahli materi, diperoleh presentase sebesar 96,66%, (3) Pada kelompok kecil, dipe¬ro¬¬¬leh presentase sebesar 67,64 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rancangbangun trainer robotika Line Follower untuk siswa SMPN 1 Glagah Banyuwangi ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.

Pelaksanaan strategi produk pada Divisi Fresh, Departemen Fruit and Vegetable di Giant Super Store Sidoarjo / oleh Fikha Rakhmawati

 

Pengembangan sistem informasi alumni berbasis web Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Fery Ferdiansya

 

Kata Kunci :SistemInformasi,Alumni,PHP,MySQL ABSTRAK : Alumni adalah salah satu aset sebuah institusi untuk mempromosikan suatu lembaga. Di Jurusan Teknik Elektro UM, pendataan alumni masih dilakukan manual menggunakan lembaran angket. Maka dari itu dikembangkannya sistem informasi web alumni guna membantu dalam pendataan alumni jurusan. Tujuan dari pengembangan ini adalah memfasilitasi para alumni untuk dapat memberikan data diri tanpa harus datang ke Jurusan Teknik Elektro UM.Pengembangan sistem informasi alumni berbasis web ini menggunakan metode dari waterfall dengan membangun suatu metode nyata yang menyediakan kelompok objek dari sebuah sistem. Model waterfall menyediakan pendekatan alur yang di mulai dari analisis kebutuhan, desain sistem, penulisan kode program, pengujian program dan penerapan program. Metode pengujian menggunakan Pengujian black box. Pengujian produk dengan metode black box dilakukan kepada 3 user antara lain user alumni, user kajur dan user admin . Hasil pengujian terhadap user alumni diperoleh 7 kelompok uji tentang kesesuaian keluaran dari sistem informasi mendapat persentase 100% diterima, hasil pengujian terhadap user kajur diperoleh 4 komponen uji tentang kesesuaian keluaran dari sistem informasi mendapat persentase 100% diterima, hasil pengujian terhadap user admin diperoleh 6 komponen uji tentang kesesuaian keluaran dari sistem informasi mendapat persentase 100% diterima. Kesimpulan dari pengolahan data ke 3 user keseluruhan mendapatkan persentase 100% diterima.

Analisis pengembangan produk jasindo Oto pada PT. asuransi Jasindo (Persero) Cabang Malang / oleh Rizqika Harum

 

Peningkatan kemampuan membaca intensif siswa kelas III SDN Gagangkepuhsari Sidoarjo dengan strategi PBSCT (prediksi, baca, cek, simpulkan, tulis) / Nur Arifah Lutfianah

 

Kata Kunci: pembelajaran membaca , kemampuan membaca Intensif, strategi PBCST Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan bahasa yang harus dikuasai oleh siswa kelas III SD. Salah satunya adalah kemampuan membaca intensif. Membaca intensif perlu dibiasakan kepada siswa sejak duduk di bangku kelas rendah. Melalui membaca intensif, siswa dapat mengetahui ide, pesan, maupun isi dari bacaan secara menyeluruh sehingga dapat dituangkan ke dalam bentuk tulisan seperti mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan menuliskan kembali teks yang dibaca. Berdasarkan hasil pengamatan di kelas III SDN Gagangkepuhsari, sebagian siswa belum mampu membaca intensif dengan tepat sehingga banyak kendala yang dihadapi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Kendala-kendala tersebut adalah 1) siswa belum mampu menjawab pertanyaan literal, 2) siswa belum mampu mengajukan pertanyaan literal, 3) siswa belum mampu menuliskan kembali teks yang dibaca dengan bahasa sendiri. Siswa cenderung menuliskan kembali dengan kata-kata yang sama dengan kata yang berada dalam bacaan. Perlu adanya strategi pembelajaran yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Strategi PBCST adalah strategi pembelajaran yang memfokuskan keterlibatan siswa dengan teks karena siswa memprediksi dan membuktikannya ketika membaca. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDN Gagangkepuhsari yang terdiri dari 19 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan strategi PBCST dapat meningkatkan kemampuan membaca intensif. Kemampuan siswa mengalami peningkatan secara bertahap dan mencapai hasil yang optimal pada siklus II. Analisis data menunjukkan bahwa skor penilaian rata-rata siswa pada siklus I sebesar 60,3 sehingga siklus I belum dikatakan berhasil karena belum mencapai KKM yang ditentukan oleh sekolah yaitu 68. Pada siklus II, skor rata-rata siswa mengalami peningkatan, yaitu sebesar 80,2. Melalui strategi PBCST dalam pembelajaran membaca intensif, siswa dapat membaca tanpa bersuara dan tidak menggeleng-gelengkan kepala, siswa lebih termotivasi dalam menjawab dan mengajukan pertanyaan, dan siswa lebih konsentrasi dan teliti dalam membaca. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran membaca intensif dengan strategi PBCST dapat meningkatkan minat, keberanian, dan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran, serta meningkatkan hasil belajar siswa. Diharapkan strategi PBCST dapat digunakan untuk diterapkan pada mata pelajaran lainnya.

Analisis penentuan harga transfer untuk menentukan harga pokok produksi pada Pabrik gula Modjopanggoong Tulungagung / oleh Ervinna Listanti Meiwulan

 

Perbandingan laju erosi yang terjadi di lahan hutan dan lahan pertanian sayur di desa Sarangan, kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan / oleh Riske Misdaningsih

 

Pengaruh cash deviden coverage, operating cash flow per share serta return on equity terhadap harga saham pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI periode tahun 2008-2010 / Farida Brillianti

 

Kata Kunci: Cash Deviden Coverage, operating Cash Flow Per Share, Serta Return On Equity,Harga Saham Penelitian ini berangkat dari keinginan untuk mengetahui kondisi cash deviden coverage, operating cash flow per share, serta return on equity terhadap harga saham juga apakah ada pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan analisis data bersifat kuantitatif. Teknik sampel menggunakan purposive sampel sebesar 10 perusahaan.. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi selama periode 2008-2010. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heterokedastisitas serta menggunakan analisis regresi linier berganda dengan uji regresi secara parsial (uji t) dan uji regresi secara simultan (uji F). Pengolahan data yang dilakukan peneliti dibantu dengan program SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian bahwa Cash deviden coverage berpengaruh terhadap harga saham sehingga Ho ditolak. Jadi terdapat pengaruh yang signifikan antara cash deviden coverage terhadap harga saham pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI periode 2008-2010. Nilai koefisien beta unstandardized coefficients untuk variabel X1 mempunyai hubungan positif searah. Operating cash flow per share berpengaruh terhadap harga saham. Sehingga Ho ditolak. Jadi, terdapat pengaruh yang signifikan antara operating cash flow per share terhadap harga saham pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI periode 2008-2010. Nilai koefisien beta unstandardized coefficients untuk variabel X2 mempunyai hubungan positif searah. Return on equity tidak berpengaruh terhadap harga sham. Sehingga Ho diterima. Jadi, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara return on equity terhadap harga saham pada perusahaan food and beverage yang listing di BEI periode 2008-2010. Operating cash flow per share merupakan variabel yang dominan berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini dapat dilihat dari hasil Standardized Coefficients Beta menunjukkan berpengaruh dominan terhadap harga saham yang ditunjukkan oleh nilai koefisien Beta variabel cash operating per share lebih besar dari nilai Beta variable cash deviden coverage dan return on equity. Berdasarkan hasil penelitian bahwa untuk mendapatkan harga saham yang tinggi, investor juga wajib mempertimbangkan rasio arus kas (cash deviden coverage dan operating csh flow per share) karena bila rasio arus kas tinggi maka harga sham juga tinggi. Meskipun hasil penelitian untuk return on equity tidak berpengaruh terhadap harga saham namun dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk melakukan investasi karena memperhitungkan kinerja suatu perusahaan.

Telaah komponen kurikulum bahasa dan sastra Indonesia tahun 1968, 1975,1984,1994, dan 2004 tingkat sekolah dasar / oleh Yuaftika Peni Rustami

 

Pengajaran Bahasa Arab dengan media kartu kata dan gambar di MIA 03 Langlang Singosari Malang / oleh Siti Farohah

 

Pengembangan media circular card untuk penguasaan kosakata bahasa Mandarin bagi siswa kelas X lintas minat di SMA Negeri 2 Kota Malang / Irene Cyntia Firdasari

 

ABSTRAK Firdasari, Irine Cyntia. 2016. Pengembangan Media Circular Card untuk Penguasaan Kosakata Bahasa Mandarin Bagi Siswa Kelas X Lintas Minat di SMA Negeri 2 Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Desti Nur Aini, S.S., M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, media circular card, kosakata, bahasa Mandarin Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media berupa Circular Card untuk penguasaan kosakata bahasa Mandarin bagi siswa kelas X lintas minat di SMA Negeri 2 Kota Malang. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode pengembangan dari Sugiyono. Tahapan yang digunakan telah dimodifikasi oleh peneliti sehingga terdapat tujuh tahap, yang meliputi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk, uji coba produk, produk akhir. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas X lintas minat di SMA Negeri 2 Kota Malang. Data penelitian didapatkan dari hasil angket siswa dan hasil observasi pada saat uji coba lapangan di SMA Negeri 2 Kota Malang kelas X lintas minat. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini berhasil mengembangkan media permainan berupa Circular Card. Media ini merupakan jenis 2 dimensi serta memiliki bentuk lingkaran dengan diameter 30 cm. Satu Circular Card memiliki 2 lapisan. Pada lapisan belakang berisi 6 kolom yang terdapat gambar dan kosakata. Lapisan depan berisikan petunjuk soal dan terdapat 1 lubang kolom untuk menunjukkan gambarnya. Satu set media Circular Card terdiri dari 3 buah Circular Card, 1 set kartu kata sederhana, 1 buah buku petunjuk penggunaan Circular Card. Ahli media menyatakan media ini valid dengan skor 82%. Ahli materi menyatakan media ini valid dengan skor 83%. Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa media Circular Card layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran bahasa Mandarin. Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa media dinilai menarik, siswa merasa terbantu dalam menguasai kosakata bahasa Mandarin serta mendapat respon positif dari siswa. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa media permainan ini layak digunakan untuk pembelajaran kosakata bahasa Mandarin siswa kelas X lintas minat di SMA Negeri 2 Kota Malang.

Hubungan kompetensi guru dan fasilitas laboratorium terhadap hasil belajar TIK siswa kelas XI SMK Negeri 2 Malang / Gita Rehuellah Suherman

 

Kata kunci : Kompetensi Guru, Fasilitas Laboratorium, Hasil Belajar TIK Pada umumnya keberhasilan belajar siswa dapat tercapai secara optimal apabila faktor –faktor yang mempengaruhinya berada pada situasi yang kondusif. Beberapa faktor tersebut di antaranya adalah kompetensi guru dan fasilitas laboratorium. Dalam perannya sebagai seorang teladan dan pengelola pembelajaran, guru dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensi yang ada pada dirinya supaya dapat berdampak positif pada hasil belajar. Begitu pula dengan fasilitas laboratorium yang dituntut agar selalu menyajikan teknologi terkini dan canggih supaya dapat membawa hasil belajar TIK ke arah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi guru dan fasilitas laboratorium dengan hasil belajar TIK siswa kelas XI SMKN 2 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional yang menggunakan metode Ex Post Facto, yaitu penelitian yang tidak ada perlakuan terhadap populasi atau sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu kompetensi guru dan fasilitas laboratorium, dan variabel terikat yaitu hasil belajar TIK siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI TKJ SMKN 2 Malang yang berjumlah 117 siswa. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling atau sampel acak yaitu sejumlah 38 siswa yang secara persentase merupakan 30% dari populasi. Dalam penelitian ini, antara variabel kompetensi guru dan hasil belajar siswa dikorelasikan menggunakan teknik korelasi Pearson karena merupakan sebuah data interval dan didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,200 dan signifikansi sebesar 0,030. Kemudian antara fasilitas laboratorium dan hasil belajar siswa dikorelasikan menggunakan teknik korelasi Point Serial karena merupakan sebuah data nominal dan didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,258 dan signifikansi sebesar 0,000. Dan pada uji korelasi ganda untuk menguji variabel-variabel tersebut secara simultan, yaitu variabel kompetensi guru dan fasilitas laboratorium diuji bersama-sama terhadap variabel hasil belajar siswa, didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,0581, dan fhitung (3,514) lebih besar dari ftabel (3,073). Dari hasil analisis korelasi tersebut, maka didapatkan kesimpulan bahwa secara parsial ada hubungan signifikan antara kompetensi guru dengan hasil belajar TIK siswa, serta ada hubungan signifikan antara fasilitas laboratorium dengan hasil belajar TIK siswa. Dan secara simultan ada hubungan signifikan antara kompetensi guru dan fasilitas laboratorium dengan hasil belajar TIK siswa.

Tari Gelipang : studi struktur gerak tari gelipang karakan desa Jarit Kecamatan Candipura Kabupaten Lumajang / oleh Dwi Eko Wahyu

 

Peningkatan hasil belajar IPS melalui model pembelajaran advokasi bagi siswa kelas III SDN Bendo 2 Kota Blitar / Mikha Unwakoly

 

Kata Kunci : Model Advokasi, Aktivitas, Hasil Belajar, IPS SD. Model Pembelajaran Advokasi merupakan salah satu model dalam pembelajaran Kooperatif dimana dengan cara diskusi/debat kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa. Hasil pengamatan tentang mata pelajaran IPS kelas III SDN Bendo 2 dapat diketahui bahwa siswa memiliki minat belajar yang renda, diantarannya siswa cenderung pasif dan merasa bosan dalam pembelajaran IPS nilai rata-rata dalam hasil belajar adalah 65% masih kurang dari kriteria yang ditentukan, yaitu 70%. Hal ini dikarenakan guru masih menggunakan metode konvensional. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan 1) Pelaksanaan model pembelajaran Advokasi dalam meningkatkan aktivitas belajar IPS pada siswa kelas III SDN Bendo 2 Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar. 2) Meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas III SDN Bendo 2 Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan desanin penelitian tindakan kelas dengan model dari Kammis dan Taggart yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDN Bendo 2 Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar yang terdiri dari 23 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soel tes, lembar observasi, lembar wawancara, dan kamera. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaaan pembelajaran IPS melalui model pembelajaran Advokasi dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN Bendo 2 Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar yang ditunjukan dengan nilai rata-rata pada pratindakan 40%, siklus I sebesar 79%, dan siklus II sebesar 100%. Ketuntasan belajar pada pratindakan sebesar 43%, siklus I 61%, siklus II 100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Advokasi dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas III SDN Bendo 2 Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar dengan baik. Untuk itu disarankan bagi guru sebagai seorang ahli yang mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan interaksi yang edukatif, komunikatif yang menyenangkan bagi siswa dan guru sendiri. 

On Leo Tolstoy's war and peace : a deconstructive operation / by Marsudi Suroso

 

A deconstructive reading assumes that there is no meaning stability, and that there is no possibility to determine meaning of a text. What deconstruction does towards a text, a literary work in this case, is an analysis of structures of language, of operations of rhetoric and convulations of thought. To deconstruct Tolstoy’s War and Peace means to prove that there is no meaning stability and possibility to determine this novel. His statements in “Some Words about War and Peace” clearly indicates that there is an effort to determine the meaning of War and Peace, and an attempt to put War and Peace as a mere representation of what is in his mind. This deconstructive operation will make War and Peace not representation of what Leo Tolstoy wants to say. Tolstoy gives us a description how the notion of war only brings badness to human civilization. However, in the novel itself, we can find explanations how the notion of war has important reason to be done. Both countries have committed to fight each other for the glory of their own countries. War and Peace has shown to us that its main characters, Pierre and Natasha, find the harmony of life when they have experienced the terror of war. The notion of war, which has been described by Tolstoy as worthless activity, appears to be something valuable, as what the novel has described. Tolstoy’s description on the notion of human freedom is also in contradiction with what War and Peace has explained about the notion of freedom. Tolstoy takes a moderate deduction by concluding that “the more abstract and therefore the less connected with the activity of others our activity is, the more free it is and, on the contrary, the more our activity is connected with other people the less free it is.” If freedom exists in the condition of less connection with other people, it will be impossible to obtain freedom since human is naturally created to be social creature which means that human will always be connected to everything co-existing with him. If Tolstoy is right with his conception that regards the less inevitability means the freedom and the more inevitability means the less freedom, why, in War and Peace, do we find many inconsistencies made by Tolstoy in describing the notion of human’s freedom? If freedom exists in the condition of less connection with other people, why does Tolstoy describe Natasha Rostov a girl with mental illness when she decides to isolate herself from the family life and the external world? Tolstoy also describes the solitary life of Natasha’s mother, after the death of her husband and her son, as an abnormal life. Tolstoy also inconsistently describes Pierre Bezukhov as the man with well understanding of the essence of freedom. If Pierre is described as the man who has known that freedom, exists in the condition of less connection with external world, why does Pierre, in the story, find the real freedom when he decides to live in companionship with other people and feel a joyous feeling of freedom when he lives together with Natasha as a married couple? Why does Tolstoy propose that Pierre’s faith in an ever living, ever-manifest God gives Pierre the complete, joyous sense of freedom, which constitutes his happiness? War and Peace has shown to us that freedom does not exist in the condition with less inevitability, as Tolstoy has proposed. It shows that the more we are connected with external world, the more we feel our freedom and the less we are connected with external world, the less we feel our freedom. In discussing the significance of historical figures in history, we also find that Tolstoy contradicts his own discussion. He does not regard historical figure the most significant actor in causing historical events, as what the historians have proposed, since in history, the involvement of all people, is the cause of historical events. Tolstoy has described historical figures as those who have the smallest part in historical events. Historical figures, for Tolstoy, are history’s slaves. But when describing the event of 1812, Tolstoy sees that the activities of historical figures, involving in the event, have produced Franco-Russian war. All of those contradictions obviously indicate that War and Peace can be different from what its author wants to say through the novel.

Pengaruh rasio likuiditas dan rasio aktivitas terhadap rentabilitas pada perusahaan manufaktur dan listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ) / oleh Rizqa Makhsunah

 

Uji kualitas mikrobiologi air yang berasal dari beberapa sumber mata air di Lokoboko, Ende-Flores-NTT berdasarkan nilai MPN coliform dan nilai MPN coliform fekal / Yoseph Sirilus Rinu

 

Kata Kunci: Air, Nilai MPN coliform, Nilai MPN coliform fekal Air merupakan salah satu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan untuk kehidupan manusia. Air diperlukan untuk berbagai macam kegiatan seperti minum masak, dan mandi. Kita ketahui bahwa air minum sangat rentan ter-kontaminasi oleh mikroorganisme termasuk oleh bakteri coliform, sehingga ada kemungkinan air yang digunakan dalam keadaan mentah tercemar oleh bakteri coliform. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui Nilai MPN coliform sampel air dari beberapa sumber mata air yang berada di Lokoboko Ende-Flores- NTT, (2) mengetahui nilai MPN coliform fekal sampel air dari beberapa sumber mata air yang berada di Lokoboko Ende-Flores-NTT, (3) Mengetahui kualitas mikrobiologi air dari beberapa sumber mata air yang berada di Lokoboko Ende, Flores-NTT ditinjau berdasarkan Nilai MPN coliform dan coliform fekal. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif observasional. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang pada bulan Januari 2011 sampai dengan bulan Maret 2011. Sampel yang digunakan ialah air yang berasal dari tiga sumber mata air di Lokoboko. Pengambilan sampel untuk masing- masing sumber mata air sebanyak 3 kali ulangan secara langsung pada hari yang sama. Sampel yang diperiksa sebanyak 100 mL yang dilakukan dalam tiga ulangan.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan perhitungan Nilai MPN coliform dan perhitungan Nilai MPN coliform fekal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Rerata nilai MPN coliform pada sampel air, yaitu > 2,4 x 103 sel/ml sampel air. 2) Nilai MPN coliform fekal pada sampel air, yaitu > 2,4 x 103 sel/ml sampel air. Nilai ini ternyata melebihi standar maksimal yang telah ditetapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Republik Indonesia, Nomor HK.00.06.1.52 tahun 2009, yaitu nilai MPN coliform pada sampel air tidak boleh lebih 3 sel / ml sampel air. Berdasarkan kenyataan tersebut diketahui bahwa Nilai MPN coliform dan coliform fekal pada sampel air minum dari tiga sumber mata air tersebut tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan BADAN POM, berarti sampel air yang berasal dari tiga sumber mata air dapat dikatakan tidak layak untuk dikonsumsi.

Studi tentang minat dan motivasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang untuk menjadi guru angkatan 2001 sampai dengan 2003 / oleh Yuli Kurniawan

 

Persepsi guru terhadap perkembangan emosional anak melalui kegiatan pembelajaran yang diiringi musik klasik pada anak kelompok A di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita 2 Kecamatan Turen Kabupaten Malang / Ferdina Yessitadevi

 

Kata Kunci: Persepsi Guru, Perkembangan Emosional, Pembelajaran Musik Klasik, Anak Usia Dini Anak usia dini sebaiknya tidak dididik cerdas saja, tetapi kemampuan emosi anak perlu diasah. Banyak cara yang dapat dilakukan agar kemampuan emosional anak terasah dengan baik, salah satunya dengan memperdengarkan musik klasik. Mendengarkan musik klasik berpengaruh pada emosional anak, sehingga anak merasa lebih tenang dan emosi anak mudah dikendalikan ketika pembelajaran berlangsung, namun di TK yang peneliti lakukan tidak mengiringi kegiatan dengan musik klasik sehingga anak sulit dikendalikan dan situasi kelas tidak tenang. Hal ini menyebabkan perlu adanya penelitian tentang persepsi guru terhadap perkembangan emosional anak melalui kegiatan pembelajaran yang diiringi musik klasik pada anak kelompok A di TK Dharma Wanita 2 Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan rumusan masalah bagaimanakah persepsi guru terhadap perkembangan emosional anak melalui kegiatan pembelajaran yang diiringi musik klasik pada anak kelompok A TK Dharma Wanita 2 Kecamatan Turen Kabupaten Malang dan bagaimanakah penggunaan musik klasik terhadap perkembangan emosional pada anak kelompok A TK Dharma Wanita 2 Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif yang dimaksud untuk menggambarkan suatu kejadian baik yang tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati pada saat penelitian dilakukan. Penelitian dilakukan di TK Dharma Wanita 2 Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Subyek penelitian adalah 18 anak kelompok A TK Dharma Wanita 2 Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Instrumen penelitian menggunakan wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa dari persepsi guru menyatakan adanya perkembangan emosional pada anak kelompok A yang kegiatan pembelajarannya diiringi musik klasik seperti anak lebih tenang, senang, lebih percaya diri dan anak tidak mudah marah. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan persepsi guru terhadap perkembangan emosinal anak melalui kegiatan pembelajaran yang diiringi musik klasik sangat baik untuk diterapkan dan berpengaruh pada perkembangan emosional anak seperti anak lebih tenang, senang, lebih percaya diri dan anak tidak mudah marah. Disarankan kepada guru untuk menyertakan musik klasik sebagai pengiring kegiatan pembelajaran yang berlangsung demi perkembangan emosional anak lebilagih baik. Disarankan kepada kepala TK mengambil kebijakan untuk menerapkan kegiatan pembelajaran yang diiringi musik klasik dalam mengembangkan emosional anak.

Prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang melalui belajar kooperatif model Jigsaw dan Ekspositori / oleh Rini Widayanti

 

Manajemen kesiswaan pada penyelenggaraan pendidikan inklusi (studi multisitus di SDN Percobaan I Malang dan SDN Junrejo I Kota Batu) / Wilujeng Herawati

 

Kata Kunci: manajemen, kesiswaan, manajemen kesiswaan, pendidikan inklusi. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 70 Tahun 2009 membahas pendidikan layanan khusus (pendidikan isklusif). Dalam peraturan ini, yang dimaksud dengan pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya (pasal 1). Penyelenggaraan pendidikan inklusi sudah banyak didirikan di sekolah negeri tetapi perkembangannya belum dapat maksimal karena masih kurangnya pemahaman tentang manajemen layanan khusus terutama manajemen kesiswaan/kepesertadidikan. Lokasi penelitian ini adalah di SDN Percobaaan I Malang dan di SDN Junrejo I Kecamatan Junrejo Kota Batu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan seleksi atau penerimaan siswa pada penyelenggaraan sekolah inklusif di SDN Percobaan I Malang dan SDN Junrejo I Kecamatan Junrejo Kota Batu. (2) mendeskripsikan pengelompokan siswa pada penyelenggaraan sekolah inklusif di SDN Percobaan I Malang dan SDN Junrejo I Kecamatan Junrejo Kota Batu. (3) mendeskripsikan pembinaan pendidikan pada sekolah inklusif di SDN Percobaan I Malang dan SDN Junrejo I Kecamatan Junrejo Kota Batu. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang berupaya mendeskripsikan suatu proses. Adapun rancangan penelitian ini adalah Studi Multi-Situs. Penelitian dengan multi-situs arahnya lebih banyak untuk mengembangkan teori yang kecenderungan memiliki banyak situs yaitu dua atau tiga. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: (1) wawancara, (2) observasi, (3) studi dokumentasi. Analisis data yang telah diperoleh, dilakukan melalui kegiatan menelaah data, menata, membagi menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesis, mencari pola yang akan diteliti dan diputuskan oleh peneliti untuk dilaporkan secara sistematis. Hasil penelitian: (1) adanya beberapa perbedaan waktu pendaftaran calon siswa baru di SDN Percobaan I Malang untuk calon siswa regular dan calon siswa ABK. Calon siswa juga harus melewati seleksi administrasi dan tes tulis yang sangat ketat. Sedangkan di SDN Junrejo I kecamatan Junrejo Kota Batu waktu pendaftaran untuk calon siswa regular dan ABK waktunya bersamaan dengan menggunakan sistem promosi atau semua siswa akan diterima jika daya tampung kelas masih tersedia. (2) pengelompokan siswa di SDN Percobaan I Malang dan di SDN Junrejo I Kecamatan Junrejo Kota Batu memiliki kesamaan yaitu: pengelompokan berdasarkan kecerdasan, Kemampuan akademik dan kebutuhan khusus. (3) penanganan siswa baru di SDN percoban I Malang melalui tahapan observasi yang mendalam, baik sebelum resmi menjadi siswa maupun setelah resmi menjadi siswa. Sedangkan di SDN Junrejo I Kecamatan Junrejo Kota Batu ABK yang mendaftar akan dikaji ulang, apabila belum bisa masuk di kelas regular maka akan ditempatkan di kelas khusus.

Pengembangan modul berorientasi konstruktivistik pada materi logika matematika untuk siswa SMA kelas X / oleh Anis Widayati

 

Peningkatan keterampilan berbicara melalui metode role playing pada siswa kelas IV SDN Tanggung 1 Kota Blitar / Barbalina Benamen

 

Kata kunci: kemampuan berbicara, role playing Hasil pengamatan pratindakan menunjukan hasil penelitian pembelajaran bahasa memperoleh nilai dibawah KKM yaitu beberapa kali ulangan keterampilan berbicara nilai rata-rata kelas hanya berkisar 75 dari 21 siswa. Berdasarkan hasil tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan metode Role Playing dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas IV SDN Tanggung 1 Kota Blitar, dan (2) mendeskripsikan hasil peningkatan hasil pembelajaran metode Role Playing pada siswa kelas IV SDN Tanggung 1 Kota Blitar. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian yang dilakukan dengan dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dari observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran role playing pada bahasa indonesia di kelas IV sudah sangat baik. Hal ini didukung dengan sudah munculnya semua aspek/ komponen metode pembelajaran role playing pada saat pembelajaran berlangsung. Hal itu juga diikuti dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang sangat baik pula nilai 70-80. Presentase ketuntasan belajar siswa pada pratindakan adalah 39,13%, pada siklus I mengalami peningkatan siswa yang dikatakan tuntas sebanyak 17 siswa (39,13%). Pada siklus II meningkat lagi yaitu siswa yang tuntas sebanyak 20 siswa (52,17%) sedangkan hasil belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I mengalami peningkatan siswa yang dikatakan tuntas sebanyak 17 siswa (67,44 %). Pada siklus II meningkat lagi yaitu siswa yang tuntas banyak 20 orang (95,34 %) siswa setelah penerapan metode role playing. Penerapan metode pembelajaran role playing sangat cocok dengan pembelajaran bahasa indonesia bagi siswa kelas IV SDN Tanggung 1 Kota Blitar yaitu pada meteri petunjuk penggunaan alat dan sejenisnya karena dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran yang diterapkan. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan metode Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia khususnya keterampilan berbicara. Dari hasil tersebut diharapkan agar senantiasa meningkatkan kualtas dan kinerjanya dengan menambah pengetahuan dan keterampilannya dalam menerapkan pembelajaran baru yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak.

Penggunaan logika Fuzzy dalam menyelesaikan permasalahan lampu lalu lintas / oleh Sofyan Arifianto

 

Pengembangan media pembelajaran fisika berbasis multimedia animasi pokok bahasan momentum linear dan impuls untuk siswa SMA kelas XI / oleh Aris Subagio

 

Memahami persepsi visual dengan model Cellular Automata sistem substitusi / oleh Ainuz Zubaidah

 

Aplikasi penggunaan strategi pembelajaran peta konsep setelah pembelajaran dalam upaya peningkatan prestasi belajar kimia siswa kelas XI-Ilmu Alam SMA N 1 Sambit Kabupaten Ponorogo pada materi pokok asam basa / oleh Novy Dwi Hermawati

 

Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif stad terhadap prestasi belajar kesetimbangan kimia siswa kelas XI SMA Negeri 2 Malang / oleh Kuswatul Jannah

 

Pengembangan modul pembelajaran berbantuan komputer materi reaksi oksidasi dan reduksi SMA kelas X / oleh Dwi Ana Mursyidah

 

Hubungan motivasi belajar siswa dan kondisi bengkel praktikum dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pemeliharaan chasis dan pemindah tenaga kendaraan ringan kelas XI di SMKN 01 Kademangan / Irwan Nur Diantoro

 

ABSTRAK Diantoro,Irwan N. 2016.Hubungan motivasi belajar siswa dan kondisi bengkel praktikum dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pemeliharaan sistem chasis dan pemindah tenaga kendaraan ringan kelas XI di SMKN 1 Kademangan.Skripsi,ProgramStudiPendidikanTeknikOtomotif, Jurusan Teknik Mesin,UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1)Drs.H.Sutijono,M.M.,(2)Drs.Partono,M.Pd. KataKunci: Motivasi Belajar, Kondisi Bengkel Praktikum, Hasil Belajar Siswa Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Faktor lain yang juga mempengaruhi hasil belajar adalah kondisi bengkel praktikum yang mencakup sarana dan prasarana yaitu keadaan segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar pada saat praktik, sarana dan prasarana dapat berupa media/alat-alat yang menunjang praktik dari suatu proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian iniadalah (1) Untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa; (2) Untuk mengetahui hubungan kondisi bengkel praktikum dengan hasil belajar; (3) Untuk mengetahui hubungan motivasi belajar, kondisi bengkel praktikum dengan hasil belajar siswa. Penelitian inimerupakan jenis penelitian korelasidengan pendekatan kuantitatif.Subjekdaripenelitianiniadalah siswa kelas XI kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan tahun ajaran 2015/2016 dan Laboran SMKN 01 Kademangan. Teknik pengumpulan datamenggunakan kuesioner danobservasi dengan metode cheklist. Teknikanalisisdata menggunakananalisisstatistikdeskriptif dan analisisregresi linierberganda. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengolahan data, analisis data deskriptif dan analisis data statistik. Berdasarkanhasilanalisisdata,pada uji hipotesis diperolehtiga simpulansebagaiberikut: (1) Terdapathubungan yangsignifikanantara motivasi belajardenganhasil belajar siswa(sig.0,024);(2) Terdapathubunganyang signifikan antara kondisi bengkel praktikum denganhasil belajar siswa(sig.0,030);(3) Terdapathubungan yang signifikanantaramotivasibelajar dan kondisi bengkel praktikum denganhasil belajar siswa(sig.0,029).Koefisiendeterminasinya (R2)sebesar 0,698 atau 69,8%. Saran untuk SMKN 01 Kademangandiharapkan untuk lebih meningkatkan lagi saranadan prasaranabengkel, agarsegera terpenuhinyastandarsaranadan prasaranaberdasarkanPermendiknas No.40Tahun2008. Saran untuk pengajar agar lebih mengintensifkan, dan mengefektifkan proses pembelajaran serta meningkatkan perannya sebagai motivator.Saran untuk peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dan bahan referensi untuk penelitian sejenis dengan mengganti faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa.

Evaluasi lahan pada toposekuen untuk tanaman jagung ditinjau dari karakteristik tanah di perbukitan struktural Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik / oleh Siti Qowamah

 

Jagung merupakan salah satu tanaman palawija yang dijadikan sumber panganu tamad an memegangp eranany ang pentings etalaht anamanp adi, karqna jagungm empunyain ilai gizi yangt inggi. Evaluasil ahanp adat oposekuenu ntuk tanamanja gung ditinjau dari karakteristikt anahm encakups ifat fisik (tekstur, strukhlr, porositas, air tersedia), sifat kimia (pH, Nihoge4 Fosfor, Kalium, Kalsium), dan sifat biologi (Bahan organik) yang diketahui lewat uji laboratorium. Ptoduksi tanamanja gung diketahuid enganm enggunakante lhrik wawancaratp rshuktur. Penelitianii ri bertujuanm engevaluaslai tranp adat oposekueunn fukt anamanja gung ditinjau dari karaktEil-stikta nahd i perbukitank apur strukturalK ecamatan UjungpangkahK abupatenG resik Jenisp enelitiani ni adalahe xpostf acto denganm enggunakante knik survai. Sampetli tik di tentukans ecarapurposivsea mplingyangd idasarkanp adaw arna tanah dan kemiringan lereng. Titik sampel yang diambil sebanyak 18 titik yang tersebard i perbukitank apur struktural. 18 titik sampelt ersebuta dalaht anahd engan kemiringanl ere ngl o/o,2 %A , 2% B, 3Vo4, yoA , 4yoB , syo,6 Vo9, Vo,l 0o/o,I lo/o, lzyo, l3Yo.1 5yo,1 60/0,I9%,24%d, an25o/oP.e ngambilansa mperl esponden ditentukans ecarap urposives ampling( sesuaid enganp engambilanti tik sampel), sehinggaa da 18 sampelr espondenP. engumpuland atanyad iambil dari datap rimer dans ekunders,e dangkaann alisisd atanyam enggunakaann alisisp erbandingan. Mata pencahariapne ndudukU jungpangkah5 6,20/s0e bagapi etani.T anaman jagungd i kecamatanUjungpangkamhe ndudukiu rutank eduas etelaht anamanu bi kayu.L uast anamany angd iusahakause besa4r 10 hektard ari 1805h ektarp ertanian lahan kering. Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwa:( l) kesesuaialna hanp adat opografi datar-hampidr atara dalah5 2( sesuasi edang)d, enganti ngkatp roduksti ergolong tinggi yaitu sebesa1r 6,3k uintalp ipilank eringp er hektar,( 2) kesesuaialna hanp ada topografib erombakd enganle rengl andai adalah5 2(sesuasi edang)d, enganti ngkat produksti ergolongti nggi yaitu sebesa1r 5,7k uintalp ipilank eringp er hektar,( 3) I kesesuaialanh anp adat opografib erombakd enganle rengl andai adalahS : (sesuai marginal)d, enganti ngkatp roduksit ergolongs edangy aitu sebesa1r 1,3k uintal pipiiank eringp er hektar,( 4) kesesuaialna hanp adat opografib erbukitd enganle reng se-danga dalah5 3( sesuami arginal)d enganti ngkatp roduksit ergolongr endahy aitu sebesa9r, 5 kuintal pipilank eringp er hektar,( 5) kesesuaialna hanp adat opografi berbukit erkikisk uat denganle rengt erlal adalah5 2( sesuasi edang)d, engantr ngkat produkstie rgolongs edangy aitu sebesa1r 0,5k uintal pipilan keringp er hektar. I Bertolakd ari temuanp enelitiani ni, adab eberapas arany angd iperkirakan dapatm eningkatkanp roduksjia gungy anga da.S arany angd iajukant ersebuat dalah: (lj padat opograhd atar-hampidr atar, kelask esesuaialna hannyaa dalah 52( sesuai sedang)d, apatd iperbaikid enganc aram engurangpi upukC aCq, menambahp upuk Urea,d anm enambahp upukK Cl, (2) padat opografib erombakd enganle rengl andai, kelask esesuaialna hannyaa dalah 52( sesuasi edangd) apatd iperbaikid enganc ara mengurangpi upukC aCo3.m enambahp upukF osfata lama tauB asicS lag( limbah pabrikb aja),d anm enambahp upukk andang(,3 ) padat opografib erombakd engan Ierengm iring, kelask esesuaialna hannyaa dalah5 3( sesuami argrnal)d apat diperbaikdi enganc aram enambahp asira tauh umus,G ipsum( kalsiumS ulfat),a tan BasicS lag( limbahp abrikb aja),d anm enambahp upukk andang(,4 ) padat opografi berbukitd enganle rengs edangk, elask esesuaialna hannyaa dalah3 3( sesuami arginal) dapatd iperbaikid enganc aram enambahta nahl iat ataub ahano rganik,m engurangl pupukC aCo3m, enambahp upukU rea,m enambahp upukK Cl, danr renambahp upuk Fosfat alam atau Basic Slag (limbah pabrik baja), dan (5) pada topografi berbukit terkikisk uatd enganle rengte rjal,k elask esesuaialanh annyad alah3 2( sesuar sedangd) apatd iperbaikid enganc aram engurangpi upukC aCor

Pengembangan penatalaksanaan pertolongan pertama dan cedera olahraga bagi pendaki melalui media buku saku / Devi Ismalinda Putri

 

Putri, Devi Ismalinda. 2014. Pengembangan Penatalaksanaan Pertolongan Pertama dan Cedera Olahraga bagi Pendaki Melalui Media Buku Saku. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd., (II) Drs. Agus Tomi, M.Pd Kata Kunci: Pengembangan, penatalaksanaan pertolongan pertama, cedera, pendakian, buku saku. Pada setiap kegiatan pendakian mempunyai resiko terjadinya kecelakaan, hal ini dikarenakan medan ekstrem, cuaca tak menentu, mountain sickness, dan bahaya lainnya. Berdasarkan observasi awal berupa penyebaran angket untuk analisis kebutuhan, wawancara petugas lapangan, serta observasi lapangan didapat beberapa kesimpulan bahwa (1) pendaki sering mengalami cedera olahraga saat melakukan pendakian, (2) pendaki masih sulit menangani cedera atau melakukan pertolongan pertama (3) medan di jalur pendakian cukup ekstrem dengan berbagai macam bahaya alami. Maka, pendaki sebaiknya menguasai ilmu pertolongan pertama dan penanganan cedera olahraga agar cedera dapat ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan penatalaksanaan pertolongan pertama dan cedera olahraga bagi pendaki melalui buku saku. Diharapkan, dengan produk yang ada pendaki dapat menangani cedera dengan baik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang mengacu pada teori Research and Development Borg dan Gall yang telah disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Jenis data yang berupa data kualitatif dan kuantitatif. Sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari observasi awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, dan uji coba produk. Produk penelitian ini adalah penatalaksanaan pertolongan pertama dan cedera olahraga bagi pendaki melalui media buku saku. Spesifikasi produk telah dinyatakan layak oleh para ahli, persentase produk yaitu materinya mudah dipahami (persentase 100%), langkah-langkah dijabarkan dengan jelas (persentase 76,96%) dan langkah-langkah lengkap (persentase 75%), serta materi bermanfaat bagi penggunanya (persentase 75%). Spesifikasi produk menurut tampilannya yaitu gambar, tata letak, pemakaian warna, serta skemanya jelas (persentase 78,85%), menarik (persentase 77,86%), dan sesuai (persentase 76,14%). Pada uji coba kelompok kecil produk telah dinilai dan diperoleh rata-rata persentase 84,17%, serta berdasarkan uji coba kelompok besar produk telah dinilai dan diperoleh rata-rata persentase 92,8 %. Sehingga seluruh aspek dalam pengembangan penatalaksanaan pertolongan pertama dan pertolongan pertama cedera olahraga saat pendakian dengan media buku saku ini telah memenuhi kriteria kualitas produk menurut Arikunto dan Jabar (2010:34-35) 76-100% yang bermakna “Sangat Valid (dapat digunakan tanpa revisi)”. Hasil pengembangan ini hanya terbatas pada pengembangan produk, maka diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tingkat efektivitas produk dengan uji coba pada lingkup yang lebih luas.

Interferensi morfologis dan fonologis Bahasa Arab pada terjemahan buku al-Akhlaq lil Banaat jilid 1 / oleh Munfaridah

 

Pengaruh persepsi karyawan tentang pengembangan karir terhadap kinerja : studi pada pegawai di Kantor Departemen Agama Kabupaten Kediri / oleh Fitria Istighfarin

 

Implementasi kurikulum Bahasa Daerah sebagai muatan lokal sekolah dasar : studi multikasus di MIN Malang I, MI Jendral Sudirman Malang, dan SDN Arjowinangun I / oleh Sri Susanti Tjahjadini

 

Hubungan motivasi intrinsik dan ekstrinsik terhadap prestasi belajar siswa mata di SMA Negeri 3 Pamekasan / oleh Emmy Sulistiana K.

 

Pengaruh pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) terhadap keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran fisika / Moch. Choirul Anam

 

Kata kunci: POGIL, keterampilan proses sains, berpikir kritis. Pemerintah melakukan perbaikan kualitas pendidikan salah satunya dengan melakukan penyempurnaan kurikulum. Kurikulum yang digunakan saat ini adalah KTSP yang dikembangkan berdasarkan potensi dan karakteristik wilayah siswa. Pelaksanaan pembelajaran IPA pada KTSP salah satunya adalah melakukan inquiry. Pembelajaran inquiry dapat dilaksanakan dengan cara guided inquiry dan open inquiry. Salah satu bentuk dari pembelajaran dengan guided inquiry adalah process oriented guided inquiry learning (POGIL). Pembelajaran POGIL terdiri dari beberapa tahap yaitu Orientation, Exploration, Concept Formation, Application, dan Closure. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII UPT SMP Negeri 1 Pasuruan tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Penentuan sampel dilakukan dengan cara random sampling melalui undian. Kelas VIII C merupakan kelompok eksperimen yang menggunakan pembelajaran POGIL sedangkan kelas VIII B merupakan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran secara konvensional yaitu direct intruction. Teknik analisis data dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Data yang ingin dianalisis adalah keterampilan proses sains siswa menggunakan analisis uji t, kemampuan berpikir kritis menggunakan analisis uji Mann-Whitney, dan interaksi antara keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis menggunakan analisis kendall’s tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan proses sains siswa pada kelas eksperimen adalah 72.36 dan pada kelas kontrol adalah 63.95 dengan nilai Sign 0,045 < 0,05. Hal ini mengandung makna bahwa keterampilan proses sains siswa dengan pembelajaran POGIL lebih tinggi dibanding siswa dengan pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen adalah74.27 dan pada kelas kontrol adalah 69.59 dengan nilai Sign 0.041 < 0,05. Hal ini mengandung makna bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dengan pembelajaran POGIL lebih tinggi dibanding siswa dengan pembelajaran konvensional. keterampilan proses sains berkorelasi positif dengan kemampuan berpikir kritis siswa dengan koefisien korelasi positif sebesar 0,446 dan signifikan pada level 0,000. Kesimpulan dari hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara keterampilan proses sains dengan kemampuan berpikir kritis siswa dengan pengaruh sebesar 8,20 %.

Pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / oleh Agung Yulianto

 

Perbedaan antara penggunaan media pembelajaran berbasis WEB dan media gambar terhadap hasil belajar mata diklat sistem pengapian elektronik siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 3 Bondowoso / Muhammad Munib Rosadi

 

Kata Kunci: media web, media gambar, hasil belajar Model pembelajaran yang diterapkan di SMK Negeri 3 Bondowoso pada umumnya menggunakan metode ceramah dengan media pembelajaran yang digunakan adalah media gambar dari modul ataupun buku paket. Peneliti mencoba menyuguhkan media Web sebagai alternatif lain dalam melaksanakan pembelajaran sistem pengapian elektronik dengan harapan siswa dapat memahami materi sehingga meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar antara kelas yang diajar dengan metode ceramah berbantuan media gambar dan kelas siswa yang diajar dengan metode ceramah berbantuan media Web. Juga untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar antara keduanya. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Pre Experimental Design). Terdapat 36 subjek kelompok eksperimen (KE) dan 36 subjek kelompok kontrol (KK) yang dikelompokkan mengunakan metode purposive sampling. Hasil belajar diambil dari hasil pre–test dan post–test. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Uji–t (T Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata–rata skor hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode ceramah berbantuan media gambar yakni 62.08. Rata–rata skor hasil belajar siswa yang diajar menggunakan meode ceeramah berbantuan media Web yakni 73.47. Perbedaan antara dua kelompok perlakuan dianalisis menggunakan analisis Independent–Samples T Test, dengan α = 0,05. Dari perhitungan dengan Software SPSS 16.0 for Windows didapatkan Probabilitas (Sig. 2–tailed) = 0,000. Berarti ada perbedaan hasil belajar mata diklat sistem pengapian elektronik antara kelompok siswa yang diajar menggunakan metode ceramah berbantuan media Web dan kelompok siswa yang diajar menggunakan metode ceramah berbantuan media gambar. Penggunaan media Web berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar materi tentang sistem pengapian elektronik. Media Web mampu membantu siswa dalam mengembangkan daya nalar mereka terhadap penjelasan fungsi komponen serta cara kerja sistem pengapian elektronik. Saran dari hasil penelitian ini adalah penggunaan media Web sebagai alternatif media pembelajaran khususnya pada mata diklat sistem pengapian elektronik dan juga mata diklat lan yang memerlukan penalaran tinggi. Bagi peneliti lain disarankan menggunakan media lain pada kompetensi yang berbeda dengan jumlah subjek yang lebih besar lagi.

Penerapan portofolio untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar biologi siswa kelas X di MAN Tulungagung / oleh Fitri Zulaikah

 

Analisis kualitas pembelajaran pada kompetensi keahlian produktif teknik ototronik di SMK Negeri 2 Pasuruan / Dimas Risqi Firmansyah

 

Kata kunci: Analisis Kualitas Pembelajaran, Kompetensi Keahlian Teknik Ototronik. Peraturan Pemerintah ( Permen) No. 41 tahun 2007 yang merupakan pelaksanaan ketentuan pasal 24 peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan yang mencakup tentang standar proses untuk satuan pendidikan dan menengah. Pada pasal satu dijelaskan bahwa standar proses untuk sekolah dasar dan menengah mencakup perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Dalam mengetahui kualitas pembelajaran peniliti memfokuskan penelitian, antara lain: 1. bagaimanakah kualitas perencanaan pembelajaran pada kompetensi keahlian teknik ototronik di SMK Negeri 2 Pasuruan. 2. bagaimanakah kualitas pelaksanaan pembelajaran pada kompetensi keahlian teknik ototronik di SMK Negeri 2 Pasuruan. 3. bagaimanakah kualitas hasil evaluasi pembelajaran pada kompetensi keahlian teknik ototronik di SMK Negeri 2 Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus yaitu menjelaskan secara komprehensif mengenai aspek seorang individu, suatu kelompok, suatu organisasi, suatu program, atau situasi sosial. Penelitian kualitatif “the researcher is the key instrument” jadi peneliti adalah merupakan instrument kunci dalam penelitian kualitatif, dengan data dan sumber data yaitu data primer dan sekunder. Pengumpulan datanya ada 3 tahapan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa data mencangkup reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data dengan :derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan dan kepastian. Hasil penelitian analisis kualitas pembelajaran pada kompetensi keahlian produktif teknik ototronik di SMK Negeri 2 Pasuruan sebagai berikut: 1. Kualitas perencanaan pembelajaran pada kompetensi keahlian produktif teknik ototronik di SMK Negeri 2 Pasuruan di susun secara dengan baik dan sistematis dengan silabus yang sudah ditetapkan secara nasional. 2. Kualitas pelaksanaan pembelajaran pada kompetensi keahlian produktif teknik ototronik di SMK Negeri 2 Pasuruan terdapat kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup sudah berjalan secara berurutan dan aktif pada saat pembelajaran, Meskipun masih ada siswa yang bergurau dengan temanya saat pemberian materi sebelum praktek dimulai dan hanya terdapat satu pengajar dalam pembelajaran produktif dalam kelas sehingga siswa kurang mendapat pemahaman secara menyeluruh. 3. Kualitas evaluasi pembelajaran pada kompetensi keahlian produktif teknik ototronik di SMK Negeri 2 Pasuruan untuk mendapatkan hasil penilaian yang akurat maka melakukan tiga tahapan dalam mengevaluasi hasil belajar, antara lain aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. ii Terdapat saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu : 1. Kepada Sekolah yaitu SMK Negeri 2 Pasuruan untuk lebih memperhatikan fasilitas sekolah seperti pengadaan meja kursi untuk pembelajaran produktif ototronik dan Perlu diadakan penambahan guru yang mengajar kompetensi keahlian produktif. 2. Kepada Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Ototronik dan Guru SMK Negeri 2 Pasuruan supaya lebih mengembangkan materi pembelajaran produktif agar siswa lebih kreatif dalam praktek maupun teori. 3. Kepada Guru SMK Negeri 2 Pasuruan untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajarannya dan lebih bervariasi dalam menyampaikan materi pelajarannya 4. Kepada peneliti lain agar bisa melakukan penelitian yang juga fokus dalam menganalisis kualitas pembelajaran pada jurusan SMK yang sama atau meneliti pada jurusan yang berbeda.

Hubungan sikap terhadap advertensi di televisi dengan tingkah laku membeli produk Face Whitening pada mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / oleh Dini Annum Sari

 

Hubungan antara kematangan emosi dengan kontrol agresi pada remaja siswa kelas X dan XI SMA Taman Siswa (Taman Madya) Malang / oleh Arleosukma Afrian Arum Puspita

 

Perbedaan konsep diri mahasiswa antara mahasiswa tingkat awal dan mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / oleh Eko Yudi Susilo

 

Pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri I Pacitan / oleh Eka Lismintari

 

The practice of teaching speaking in English conversation club of Dhamysoga at SMAN 5 Malang / Sari Rahayu

 

Kata Kunci: berbicara, klubpercakapan. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling digunakan untuk komunikasi secara global.Bahasa Inggris adalah bahasa International yang digunakan secara global.Bahasa Inggris juga banyak digunakan dalam bidang teknologi maupun pendidikan.Pembelajaran bahasa Inggris menjadi kurang sempurna tanpa pemahaman dalam kemampuan berbicara.Ada beberapa sekolah, diantaranya SMAN 5 Malang, telah menyelenggarakan klubpercakapan yang khusus diberikan sebagai sarana siswa dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan pembelajaran berbicara di klub percakapan Dhamysoga di SMAN 5 Malang. Terdapat lima variabel dalam penelitian ini, diantaranya aktivitas-akitivitas pembelajaran dalam klub percakapan, materi dan media yang digunakan, kendala yang dihadapi siswa selama proses pembelajaran serta solusi yang mereka gunakan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran. Latar dari penelitian ini adalah anggota klub percakapan bahasa Inggris Dhamysoga sebagai sampel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.Instrumen-instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya adalah lembar wawancara bagiguru bahasa Inggris serta kuisioner bagi siswa. Hasil dari penelitian ini: Pertama, aktivitas-aktivitas pembelajaran dalam klub diantaranya adalah menceritakan kembali sebuah cerita, permainan link, bermain peran, membaca berita dan debat. Kedua, materi yang digunakan diantaranya adalah teks yang berisi tentang cerita lucu, berita-berita aktual yang terjadi di Indonesia dan film. Ketiga, media yang digunakan adalah film dan papan tulis. Keempat, kendala yang dihadapi siswa selama proses pembelajaran terkait dengan masalah psikologi dan tata bahasa. Kelima, strategi-strategi yang digunakan siswa dalam mengatasi kendala-kendala yang mereka hadapi selama proses pembelajaran diantaranya adalah memparafrase, mengira-ngira, menggunakan gesture, bertanya pada guru pengajar, dan menggunakan bahasa lokal (nonInggris). Berdasarkan dari hasil penelitian diatas, disarankan bagi guru pengajar untuk lebih kreatif dalam membuat aktivitas-aktivitas. Untuk SMAN5 Malang, disarankan untuk menyelenggarakan kelas conversation sebagai ekstrakurikuler wajib untuk memotivasi seluruh siswa SMAN 5 Malang dalam memperbaiki kemampuan berbicara. Bagi pembaca yang ingin mengadakan penelitian mengenai klubpercakapan, diharapkan untuk meneliti bagian-bagian lain dalam klub percakapan yang belum dibahas dalam skripsi ini.

Hubungan antara perilaku asertif dengan gaya kepemimpinan siswa kelas XI SMA Negeri 9 Malang / oleh Diani Yudiwati

 

Sistem pendidikan dakwah pondok pesantren Nurul Haromain Pujon, Malang dan perkembangannya / Muhammad Addib Zubaidi

 

Kata kunci: Sistem pendidikan, dakwah, pondok pesantren. Secara historis pesantren merupakan lembaga pendidikan yang telah terbukti mampu mempertahankan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan penting dalam membentuk religiusitas bangsa Indonesia. Perkembangan pesantren dengan beragam variasinya saat ini tetap diperhitungkan oleh masyarakat sebagai lembaga pendidikan alternatif. Oleh karena itu, diperlukan penelitian tentang variasi pesantren untuk mengetahui persamaan ataupun perbedaan dari sekian banyak variasi pesantren. Penelitian juga untuk menemukan karakteristik/ciri khas suatu pesantren sebagai lembaga pendidikan yang menjadi kelebihan pesantren tertentu. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup: (a) sejarah pondok pesantren dan profil pengasuh; (b) sistem pendidikan pondok pesantren untuk mendeskripsikan karakteristik pendidikan pesantren; (c) perkembangan sistem pendidikan pondok pesantren untuk mendeskripsikan sistem pendidikan secara komprehensif dan mengetahui klasifikasi pesantren; (d) hasil penerapan sistem pendidikan pondok pesantren sebagai keberhasilan tujuan pendidikan pondok pesantren dan membedakan antara tujuan pendidikan pesantren satu dengan yang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi pendidikan dan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode penelitian. Metode yang digunakan adalah wawancara, pengamatan, dan pemanfaatan dokumen. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, PP. Nurul Haromain merupakan pondok pesantren kontemporer. Profil pengasuh yaitu KH. Muhammad Ihya’ Ulumuddin merupakan seorang kiai alumni Pondok Pesantren Langitan, Tuban (tahun 1974 M),YAPI Bondowoso (1976 M) dan At-Tarbiyah As-Sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki, Makkah, Arab Saudi (tahun 1980 M). Pengalaman pribadi merintis dakwah adalah: (a) mengisi pengajian Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Keputran, Kejambon, Surabaya; (b) menjadi salah seorang perintis dakwah di kampus-kampus negeri di Surabaya; (c) mengisi pengajian bulanan di rumah H. Maki, Madura; (d) menjadi pengasuh PP. Nurul Haromain sejak tahun 1991 M. Kedua, dalam sistem pendidikan dakwah PP. Nurul Haromain terdapat beberapa karakteristik atau ciri khusus yaitu: (a) visi dan misi pendidikan mencetak kader-kader dakwah; (b) meskipun menganut faham Sunni Ahlussunah wal Jama’ah tidak menjadikan pondok pesantren condong atau terikat terhadap ii kelompok tertentu; (c) santri mendapatkan pelajaran langsung dari kiai dan belajar bersama (mudzakarah) bukan dari ustadz; (d) input pendidikan merupakan santri yang sudah mampu membaca kitab kuning/kitab gundul dengan baik (alumni pesantren); (e) interaksi pelaku pendidikan bersifat shuhbah (berkawan, terbuka, akrab dan saling mendukung); (f) kurikulum pendidikan berupa pengembangan keilmuan melalui ilmu Al-Qur’an-Hadits dan praktik dakwah; (g) sumber belajar menggunakan kitab-kitab tingkat tinggi; (h) poses belajar-mengajar terdiri dari pembelajaran di dalam pondok dan di luar pondok; (i) santri bebas biaya pendidikan; (j) tersedia alat-alat pendidikan modern di pondok pesantren. Ketiga, berdasarkan perkembangannya, PP. Nurul Haromain dapat diklasifikasikan menurut variasi bentuk dan pola tertentu yaitu: (a) variasi bentuk memiliki kecondongan terhadap tipe A (yaitu dimana para santri belajar dan bertempat tinggal di asrama lingkungan pondok pesantren dengan pengajaran yang berlangsung secara tradisional berupa sistem wetonan atau sorogan) dan pondok pesantren salaf (pondok pesantren yang di dalamnya terdapat sistem pendidikan salaf (weton dan sorogan), dan sistem klasikal (madrasah) salaf); (b) pola pesantren memiliki kecondongan terhadap pola I (pesantren telah memiliki pondok atau asrama yang disediakan para santri yang datang dari daerah lain) dan II (materi pelajaran yang dikemukakan bersumber dari kitab-kitab klasik. Metode penyampaian adalah wetonan dan sorogan, tidak memakai sistem klasikal). Keempat, hasil penerapan sistem pendidikan PP. Nurul Haromain berupa: (a) alumni yang memiliki keilmuan tidak hanya bersifat teoritis tetapi praktis; (b) alumni yang memiliki sikap tawasuth (tengah-tengah dan tidak ekstrim atau kaku) dalam menghadapi suatu masalah keagamaan; (c) alumni adalah kader-kader da’i. Dari kesimpulan hasil penelitian tersebut, secara umum dapat disarankan bahwa pondok pesantren hendaknya mengembangkan pendidikannya sesuai dengan potensi dan ciri khas masing-masing sehingga menumbuhkan karakter setiap pondok pesantren. Sedangkan secara teoritik, khususnya bagi peneliti selanjutnya yaitu sebelum meneliti tentang suatu pondok pesantren hendaknya mempunyai bekal pengetahuan yang cukup terhadap pondok pesantren salafiyah sebagai bentuk dasar/awal pondok pesantren sehingga dapat lebih mudah memahami fenomena-fenomena perkembangan pondok pesantren pada zaman sekarang.

Hubungan persepsi guru tentang keterampilan manusiawi kepala sekolah dengan motivasi kerja guru SMP Negeri se-Kota Kediri / oleh Emma Safitri

 

Pengembangan sistem informasi UKM Blero Universitas Negeri Malang berbasis WEB menggunakan PHP, Jquery, Ajax, dan MySQL / Didit Alizar Firman

 

Kata Kunci: SI, PHP, MySQL, jQuery, AJAX. Perkembangan teknologi memang telah memberikan banyak perubahan pada kehidupan masyarakat di Indonesia. Internet sebagai salah satu bukti nyata dari perkembangan teknologi informasi. Internet pun digunakan untuk beberapa hal, seperti: marketing, narablog, blogger, chatting, forum diskusi on-line, bahkan jejaring sosial yang sedang naik daun saat ini di Indonesia. UKM Blero UM sendiri telah memiliki akun Facebook sejak tahun 2009 dan akun Twitter di tahun 2012 ini. Namun hingga saat ini UKM Blero UM belum memiliki website resmi yang isi halamannya diterbitkan oleh pengurus UKM Blero UM. Melalui website resmi, UKM Blero UM dapat memperkenalkan profil UKM Blero serta mempublikasikan kegiatannya secara resmi agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi akibat ketidakjelasan sumber informasi seperti yang sering terjadi pada kebanyakan jejaring sosial. Metode yang digunakan dalam pengembangkan Sistem Informasi UKM Blero UM (SI BLERO UM) adalah dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, pustaka jQuery dan teknologi AJAX yang terkoneksi dengan basis data MySQL. PHP sendiri merupakan bahasa scripting yang dinamis karena memiliki banyak referensi, sehingga mempermudah proses pengembangannya. Penggunaan jQuery untuk mempermudah pengembangan script yang akan digunakan. Sedangkan teknologi AJAX digunakan untuk membuat respon sistem menjadi cepat seperti saat menggunakan program dari desktop. Hasil yang dicapai dengan mengembangkan SI BLERO UM ini adalah UKM Blero UM memiliki sistem informasi resmi yang dikelola oleh pengurus UKM Blero UM, sehingga pengunjung dapat memperoleh informasi yang terpercaya di sumber yang pasti. Selain itu dengan SI BLERO UM juga UKM Blero UM juga mampu memperkenalkan Kentrung Kreasi UKM Blero UM kepada masyarakat umum, menginformasikan berita seputaran kegiatan UKM Blero UM maupun literatur-literatur berupa posting artikel yang ada secara terstruktur, mempublikasikan kegiatan UKM Blero UM secara efisien serta tepat sasaran, berdiskusi serta berkomunikasi tanpa terbatas tempat, dan memperbaiki sistem penyaluran inspirasi serta aspirasi sebelumnya yang dirasa kurang efisien.

Tabungan dana sehat sebagai investasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat (studi kasus pada kelompok dasa wisma di Desa Teja Timur Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan) / Siti Maimunah

 

Maimunah, Siti, 2012, Tabungan Dana Sehat sebagai Investasi dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus pada Kelompok Dasa Wisma Desa Teja Timur Kabupaten Pamekasan), Disertasi Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. J.G Nirbito, M.Pd (II) Dr. Sunaryanto, M. Ed. (III) Prof. Dr. Agus Suman, SE., DEA Kata-kata kunci : Tabungan dana sehat, Investasi, Pemberdayaan masyarakat Kesehatan sebagai investasi telah dipilih sebagai tema kajian dalam penelitian ini, mengingat tantangan yang dihadapi oleh dunia kesehatan semakin kompleks terlihat pada perubahan gejala biopsikososial yang dipicu oleh perubahan iklim dan pola hidup dari manusia itu sendiri. Kompleksitas tantangan yang dihadapi dunia kesehatan berpengaruh pada produktivitas kerja, yang akhirnya juga berefek negatif pada pembangunan ekonomi dan daya saing dengan bangsa lain. Tabungan dana sehat merupakan kegiatan sosial dengan azas usaha bersama dan kekeluargaan untuk mewujudkan kesehatan masyarakat. Keberadaanya menjadi fenomena yang menarik untuk diteliti di tengah maraknya asuransi kesehatan yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi dan Jamkesmas yang diregulasikan oleh pemerintah. Banyaknya bentuk pendanaan kesehatan dan besarnya alokasi anggaran pemerintah senantiasa tidak cukup karena ledakan penduduk yang terus bertambah dan permasalahan kesehatan yang semakin kompleks. Kegiatan tabungan dana sehat menjadi bagian dari bentuk peran serta masyarakat terhadap pembangunan nasional yang telah berkontribusi memutus matarantai permasalahan bidang kesehatan. Untuk menjawab problematika utama tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada tabungan dana sehat pada kelompok dasa wisma desa Teja Timur kecamatan Pamekasan kabupaten Pamekasan. Serta melalui observasi dan dokumentasi, data-data dianalisis dengan analisis teoritik dengan teknik induktif-konseptualistik, induktif-komparatif, kategorisasi, dan inferensi; analisis hasil wawancara, analisis hasil observasi, dan analisis dokumen. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat menyumbang konsep pendanaan sosial sebagai investasi bidang kesehatan dalam upaya pemenuhan kebutuhan untuk hidup sehat dan terbentukya model pembiayaan kesehatan dalam bentuk investasi di bidang kesehatan yang beorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa; kegiatan tabungan dana sehat merupakan aksi sosial yang melingkupi kegiatan pro sosial dan pro kehidupan. Pro sosial ditunjukkan dengan membangun kesadaran untuk mengedepankan kepentingan bersama masyarakat, care terhadap lingkungan, dan aktif dalam kegiatan bakti sosial. Tabungan dana sehat dikategorisasi sebagai kegiatan pro sosial karena dana sehat menciptakan keseimbangan sosial dengan merekatkan hubungan antara si kaya dengan si miskin. Kesamaan dalam memandang kepentingan sosial ditunjukkan dalam pertemuan kelompok dasa wisma dan aksi sosial yang dilakukan yang tidak membedakan latar belakang sosial ekonomi satu dengan yang lain. Tabungan dana sehat dikelola dengan swadaya masyarakat memiliki nilai lebih pada otentisitas sikap “kesukarelaan” yang dilatarbelakangi oleh motivasi atas; (1) perintah agama yaitu infaq dan sodaqoh, (2) kecenderungan naluriah kemanusiaan untuk berbagi dengan sesama, (3) tujuan pemberdayaan, dan (4) tujuan investasi. Keempat motivasi itu menjadi pintu yang membuka jalan mengerti yang mengalihkan peran dan fungsi individu, keluarga dan masyarakat dari kepedulian sosial terhadap kesehatan masyarakat menjadi tanggungjawab sosial. Keempat motivasi tersebut menghantarkan pemahaman bahwa perkembangan peradaban tidak hanya terdiri dari hiruk pikuk aktifitas ekonomi dan teknologi, tetapi ada proses kemanusiaan yang lebih bersifat nirlaba untuk keberlanjutan kehidupan. Tabungan dana sehat dikategorisasi sebagai kegiatan yang pro kehidupan karena tabungan dana sehat tampil dalam ruang publik telah mengurai beberapa amal kebajikan, yaitu; menabung, tanggungrenteng, gotongroyong, kepedulian sosial dan kesukarelaan. Seluruh amal kabajikan tersebut dididikkan pada seluruh anggota untuk menjadi warga negara yang baik, warga negara yang tidak bergantung pada dana pemerintah yang dapat dijadikan sebagai model konstruksi sosial bidang kesehatan yang mandiri. Kesemua sikap terpuji tersebut adalah modal sosial (social capital) untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang selaras dengan tujuan pembangunan mewujudkan Indonesia sehat. Pemberdayaan dalam pelaksanaan dana sehat menjadi mesin penggerak untuk maksimalisasi utilitas yang bertujuan untuk mempercepat dan memperluas akses kesehatan dalam masyarakat. Pemberdayaan masyarakat menciptakan kesadaran melalui kegiatan promotif, dan preventif. Program pemberdayaan yang dilaksanakan meliputi jumlah penyuluhan yang dilakukan, frekuensi pelatihan yang diimplementasikan, jumlah masyarakat yang terlibat, dan intensitas pertemuan yang telah dilaksanakan. Apabila pemberdayaan kesehatan masyarakat semakin ditingkatkan maka kesadaran investasi untuk kesehatan akan semakin meningkat, tentu pula berdampak positif pada pembangunan kualitas pembangunan sumberdaya manusia. Tingkat kesehatan yang baik akan mendorong peningkatan produktivitas nasional dan mengubah kinerja yang lebih cerdas, efektif dan efisien. Perbaikan kualitas kesehatan masyarakat yang dilakukan dengan usaha bersama dan mandiri merupakan wujud pemberdayaan.

Pengembangan rencana pembelajaran segiempat dengan pendekatan realistic mathematics education (RME) pada kelas VII SMP Negeri I Pasean Pamekasan Madura / oleh Quratul Aini

 

Hiasan tali saten dan bunga melati dari pita pada modifikasi kebaya Sunda dengan bahan tulle / oleh Siti Rakhmadaniyah

 

Hiasan rajutan dan kerang pada kebaya Maluku modifikasi / oleh Wahyuning Kurnia Rizki

 

Sifat organoleptik jam wortel dengan konsentrasi gula yang berbeda / oleh Khoridatul Faizah

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |