Pengaruh latihan Agility dan fleksibility terhadap keterampilan Dribble dalam permainan sepakbola di SSB Putra Sampang (PUSAM) Kabupaten Sampang / oleh Zainal Haris

 

Penerapan metode bermain peran untuk meningkatkan sikap empati anak kelompok B di TK Permata Bunda Malang / Sofia Lasi Busrin

 

Kata Kunci: Metode Bermain Peran, Sikap Empati, Anak Kelompok B. Kecerdasan emosional sangat penting dalam diri anak. Empati merupakan salah satu aspek emosional atau sikap kepedulian terhadap orng lain. Sikap empati anak kelompok B TK Permata Bunda Malang belum maksimal. Hal-hal yang melatarbelakangi permasalahan tersebut diantaranya disebabkan karena anak sibuk dengan dirinya sendiri dan metode pengajaran kurang memancing anak untuk bisa berempati. Untuk itu perlu dikembangkan metode pembelajaran yang mampu merangsang kecerdasan emosi anak khususnya dalam meningkatkan sikap empati anak. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah dengan “Bermain Peran”. Rumusan masalah pada penelitian ini: (1) bagaimanakah penerapan metode bermain peran untuk meningkatkan sikap empati pada anak TK B di Permata Bunda Malang, (2) apakah penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan sikap empati anak TK B di Permata Bunda Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, dengan subyek penelitian anak kelompok B yang berjumlah 13 anak terdiri dari 7 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, Dalam setiap siklus terdiri dari beberapa tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Teknik pengumpulan data yang diambil melalui observasi penilaian aktivitas anak dalam kegiatan permainan dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi sikap empati anak dan dokumentasi berupa foto kegiatan. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif persentase dan analisis rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian siklus I dan siklus II didapatkan persentase hasil rata-rata nilai anak meningkat 90,38% yang berarti sangat tinggi. Demikian dapat disimpulkan bahwa bermain peran dapat meningkatkan sikap empati anak kelompok B di TK Permata Bunda Malang. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan peningkatan nilai yang diperoleh anak. Disarankan bagi para pendidik anak usia dini perlu mengembangkan metode pembelajaran untuk meningkatkan sikap empati anak dengan melakukan kegiatan bermain peran.

Peningkatan minat dan hasil belajar kognitif fisika dengan pembelajaran berbasis aktivitas SMP Negeri 17 Malang / oleh Mirza Darmananda

 

Using the shared book technique to improve the fifth graders' mastery of vocabulary of Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Blitar / Ratna Wulandari

 

Kata kunci: improving mastery of vocabulary, the shared book technique Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan secara kolaborasi dengan tujuan meningkatkan kosa kata bagi peserta didik di kelas lima pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Blitar melalui teknik the shared book. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VB yang terdiri dari 25 siswa pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Blitar. Teknik the shared book dipilih karena menyediakan aktivitas pembelajaran kosa kata yang menyenangkan melalui membaca cerita bersama-sama dan individu secara berulang. Peneliti dan salah satu rekan guru yang bertindak sebagai kolaborator melakukan observasi berkaitan dengan data pendukung, di antaranya mempelajari dokumen tentang hasil tes siswa pada semester satu dan membagikan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan melalui proses bersiklus dimulai dari tahap perencanaan, penerapan, pengumpulan data dan refleksi. Pada tahap perencanaan peneliti bersama kolaborator mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran, instruksional materi dan media, perangkat penelitian untuk observasi data pada tahap pelaksanaan termasuk kriteria sukses. Di dalam pelaksanaan pembelajaran, peneliti bertindak sebagai guru, sedangkan kolaborator bertindak sebagai observer. Teknik pembelajaran diterapkan melalui tahap pre-reading, whilst reading dan post reading. Data yang diperoleh selama pembelajaran akan dianalisa di dalam tahap refleksi untuk menentukan diperlukannya siklus berikutnya atau tidak. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada siklus 1, terdapat beberapa kelemahan, diantaranya guru sering menggunakan bahasa Inggris tanpa penjelasan lebih detil dalam proses pembelajaran sehingga siswa menjadi bingung, serta cenderung ragu-ragu dalam menjawab pertanyaan. Pada Siklus 1, 73% (18 dari 25) siswa terlibat aktif di dalam pembelajaran, tetapi hanya 48% (12 dari 25) siswa yang mencapai kriteria sukses untuk tes kosa kata. Sehingga peneliti dan kolaborator melaksanakan siklus 2 dengan beberapa revisi, di antaranya memotivasi siswa untuk aktif di dalam pembelajaran, terutama di dalam menjawab pertanyaan. Di dalam pelaksanaan Siklus 2, 79% (19 dari 25) siswa terlibat aktif di dalam pembelajaran serta 80% (20 dari 25) siswa mencapai peningkatan pada pelaksanaan tes kosa kata. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa the shared book dapat meningkatkan kemampuan kosa kata pada siswa kelas lima di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Blitar. Siswa dapat meningkatkan kosa kata dengan membaca cerita berbahasa Inggris bersama-sama di dalam grup ataupun secara individu yang dilaksanakan dalam aktivitas yang menyenangkan serta terdapat intensitas sharing antar siswa dan siswa-guru sehingga siswa tidak mendapatkan kesulitan di dalam proses pembelajaran.

Pola distribusi polychaeta di muara sungai Lebakan Ujung Pangkah Wetan Kabupaten Gresik / Heri Badawi Putra

 

Kata Kunci: Pola Distribusi, Polychaeta, Muara Sungai Lebakan Gresik Ekosistem mangrove menyumbang proses pelumpuran melalui hasil dekomposisi serasah sehingga menambah materi organik pada pantai berlumpur. Adanya pasang surut yang akan berdampak pada perubahan lingkungan. Bengawan Solo adalah sungai lintas provinsi yang tiap tahunnya terjadi banjir rutin, hal ini akan berdampak pada perubahan kondisi. Dengan perubahan kondisi lingkungan ini mungkin menyebabkan perubahan pada pola distribusi biota (Polychaeta) dan faktor lingkungan yang mempengaruhi pola distribusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:1) anggota Polychaeta, 2) pola distribusi Polychaeta, dan 3) faktor abiotik yang berpengaruh terhadap kepadatan Polychaeta yang terdapat di muara sungai Lebakan Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang pengambilan sampel dilakukan secara sistematis dengan cara menentukan lokasi serta besar sampel dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan. Obyek penelitian ini adalah jenis Polychaeta yang terdapat pada plot-plot yang telah ditentukan. Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan a tanggal 20 Agustus -25 Desember 2010. Lokasi penelitian ini dilakukan di muara sungai Lebakan Ujung Pangkah Wetan Kabupaten Gresik dan identifikasi biota dilakukan di Laboratorium Ekologi Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Penentuan pengambilan sampel dilakukan dengan cara meletakkan garis transek yang terbagi menjadi dua yaitu transek berdasarkan mangrove sebanyak 10 transek dan transek berdasarkan muara sungai sebanyak 5 transek. Setiap plot berukuran 1x1m2 sampai kedalaman 30cm. Isolasi polychaeta dilakukan dengan cara menyaring lumpur pada saringan dengan ukuran mesh 0,5mm. Setelah penyaringan selesai dilakukan identifikasi berdasarkan ciri morfologi dengan merujuk pada Chan (2000). Faktor abiotik yang diukur meliputi salinitas, pH dan suhu. Data faktor abiotik dan jumlah kepadatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian, biplot dan regresi dengan bantuan software SPSS. Dari hasil penelitian ditemukan 2 familia Polychaeta adalah familia Lumbrineridae dan Nereidae. Dari hasil penghitungan didapatkan bahwa nilai varian ketiga familia lebih dari 1 Sehingga dapat dikatakan ketiga familia itu tergolong hidup berkelompok. pH tidak berpengaruh terhadap pola distribusi Polychaeta sedangkan suhu dan salinitas berpengaruh terhadap pola distribusi Polychaeta yang terdapat Di Muara Sungai Lebakan kawasan pantai Ujung Pangkah Wetan Kabupaten Gresik. Namun salinitas memberikan pengaruh kearah negatif terhadap pola distribusi Polychaeta sedangkan suhu memberikan pengaruh kearah positif terhadap pola distribusi Polychaeta.

Isolasi minyak biji matoa (Pometio pinnata) uji aktivitas sebagai tabir surya dan antibakteri Staphylococcus aureus / oleh Lisa Fransisca

 

Pengaruh larutan kedelai (Glycine max) terhadap perkembangan kelenjar mammae mencit (

 

Abstrak: Kacang kedelai mengandung senyawa isoflavon yang memiliki struktur mirip dengan estrogen. Isoflavon memiliki kemampuan untuk berikatan dengan reseptor estrogen pada organ yang perkembangannya dipengaruhi oleh estrogen. Kelenjar mammae merupakan organ yang perkembangannya dipengaruhi oleh hormon estrogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh larutan kedelai (Glycine max) terhadap perkembangan kelenjar mammae mencit (Mus musculus) galur Balb C pada saat kebuntingan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan, tiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. Bahan uji berupa larutan kedelai dengan dosis 0; 0,369; 0,738; dan 1,47 g/kg bb. Perlakuan diberikan selama mulai pada hari kebuntingan pertama hingga hari kebuntingan ke-17. Kelenjar mammae dibuat sediaan preparat histologis menggunakan metode paraffin, diiris dengan ketebalan 8 μm, dan diwarnai dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Data perkembangan kelenjar mammae yang berupa berat kelenjar mammae, jumlah dan diameter alveolus kelenjar mammae dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) tunggal dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan kedelai (Glycine max) tidak berpengaruh terhadap berat badan dan jumlah alveolus kelenjar mammae mencit (Mus musculus), tetapi berpengaruh terhadap berat dan diameter alveolus kelenjar mammae mencit (Mus musculus) galur Balb C pada saat kebuntingan. Kata kunci: larutan kedelai, perkembangan kelenjar mammae, kebuntingan, mencit

Analisis penggunaan analogi dalam buku kimia SMA / Andry Septiono

 

Kata kunci: Analisis, Analogi, Buku Kimia SMA Dalam mengajarkan konsep kimia yang bersifat abstrak pada siswa, maka konsep tersebut akan lebih mudah dipahami jika dihubungkan atau dibandingkan dengan pengetahuan yang sudah ada dan hal ini dapat ditemukan dalam analogi yang sesuai. Sumber analogi guru sangat bervariasi, diantaranya buku kimia SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengidentifikasikan konsep dalam buku teks kimia SMA yang menggunakan analogi; (2) mengidentifikasikan gambaran analogi dan tipe analogi yang digunakan untuk menjelaskan konsep-konsep dalam buku teks kimia SMA; (3) menganalisis bagaimana buku teks memetakan sifat antara domain analog dan domain target untuk konsep-konsep kimia. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Objek penelitian adalah lima buku kimia yang paling banyak digunakan di wilayah malang, yaitu; buku kimia terbitan Esis; buku kimia terbitan Erlangga; buku kimia terbitan Ganeca Exact; buku kimia terbitan Phibeta; buku kimia terbitan Yudhistira. Buku tersebut telah memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Data yang berupa deskripsi konsep-konsep dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1)konsep dalam buku kimia SMA yang berpotensi menggunakan analogi antara lain: Materi; Teori atom Thomson; Teori Atom Bohr; Tabel periodik; Sifat Periodik; Ikatan kimia; Ikatan kovalen: Ikatan logam; Ikatan ion; Hukum perbandingan tetap; Konsep mol; Pereaksi pembatas; Reaksi eksoterm-endoterm; Perubahan entalpi; Teori tumbukan; Katalis; Kesetimbangan dinamis; Tetapan kesetimbangan; Perhitungan kimia. (2)Tipe analogi yang ditemukan: Analogi bergambar sebanyak 2,6%; Analogi verbal sebanyak 50,0%; Analogi verbal bergambar sebanyak 47,4%; Pengayaan sederhana sebanyak 71,1%; Pengayaan diperkaya sebanyak 13,2%; Pengayaan diperluas sebanyak 15,7%; Target dan analog terhubung secara struktural sebanyak 31,6%; Target dan analog terhubung secara fungsional sebanyak 60,5; Target dan analog terhubung secara struktural struktural-fungsional sebanyak 7,9%. (3) Hasil analisis pemetaan sifat antara analog dan target pada buku Erlangga, Esis, Ganeca, Phibeta, dan Yudhistira diperoleh kesimpulan bahwa terdapat ketidaktepatan analogi pada konsep: unsur, persamaan kimia, partikel senyawa, pereaksi pembatas, tumbukan antar partikel, kesetimbangan dinamis, tetapan kesetimbangan, sistem dan lingkungan, katalis model atom Bohr, ikatan kimia, ikatan kovalen, reaksi katalis.

Pengembangan distro linux dengan konsep diskless network berbasis Fedora Project dan penggabungan aplikasi pendidikan / Fernandez Eko NS.

 

Kata Kunci: Distro, Linux, Fedora, Diskless Network Komputer saat ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran, dengan aplikasi pendidikan di dalamnya. Banyak sekolah yang melakukan pergantian perangkat komputer dengan yang baru. Tetapi dengan menggunakan spesifikasi hardware yang minimum sudah dapat memenuhi kebutuhan dalam pembelajaran. Pada umumnya sekolah di Indonesia masih banyak menggunakan sistem operasi dan software yang illegal. Melihat permasalahan tersebut, maka Linux dapat dijadikan sebagai solusi atas software yang digunakan. Tidak mudah bagi masyarakat awam dan pemula untuk mempelajari sebuah sistem yang baru, maka konsep diskless network adalah sebuah konsep dimana menggunakan komputer dengan spesifikasi minimum untuk memudahkan mempelajari sistem operasi Linux. Dengan menggunakan konsep diskless network maka hanya perlu melakukan instalasi pada komputer server dan client hanya melakukan booting. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model waterfall. Tahap ini dimulai dengan mengumpulkan informasi dependencies software yang dibutuhkan dalam pengembangan sebuah distro Linux seperti Anaconda sebagai bootloader Linux, dan Kickstart, Kedua menspesifikasikan kebutuhan hardware dan sistem serta mendefinisikan arsitektur sistem operasi yang dikembangkan. Ketiga Menyusun daftar aplikasi pendidikan. Mekanisme uji coba sistem menggunakan metode blackbox dengan pengambilan sampel data uji coba lapangan dan perorangan. Pengujian usebilitas dilakukan dengan verifikasi angket tentang sistem yang dikembangkan sedangkan pengujian fungsionalitas sistem dilakukan dengan menghitung waktu booting client dan pemakaian bandwidth pada sisi server menggunakan aplikasi performance copilot. Hasil yang telah dicapai dari ahli media menunjukkan presentase 100 % sehingga dapat dikatakan sistem yang dikembangkan layak digunakan, dari ahli materi menunjukkan presentase 100 % sehingga dapat dikatakan media pembelajaran layak digunakan, dan dari siswa menunjukkan presentase 100 % sistem berjalan dengan lancar, dari uji fungsional dan usebilitas dapat menunjukan bahwa sistem berjalan secara normal dan lancar 100% . Kesimpulan dari penelitian adalah(a) waktu rata-rata boot mengalami kenaikan sampai dengan 80 detik, (b) rata-rata angka bandwidth yang dibutuhkan setiap client adalah 9 MBps, dan (c) Setiap penambahan satu client maka bandwidth bertambah 1 MBps. Hasil uji usebilitas, maka dari beberapa aplikasi pendidikan yang terdapat pada WayangOS dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Sesuai dengan hasil uji coba fungsional sistem operasi, maka dapat diambil kesimpulan fungsional yaitu sistem operasi yang dihasilkan dapat diterapkan di sekolah-sekolah terpencil dengan spesifikasi komputer yang rendah.

Cooperative learning to improve students' fluency in speaking ability among electronic engineering students at State Polytechinc of Malang / by Imam Mudofir

 

Persepsi siswa terhadap pengembangan video tutorial untuk menunjang pembelajaran pada materi jurnal umum dan buku besar perusahaan jasa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS SMAN 1 Tenggarang Kabupaten Bondowoso / Agung Bakti Saputra

 

Kata kunci: persepsi, pengembangan, media video tutorial, jurnal umum dan buku besar, akuntansi SMA. Pengembangan video tutorial memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. Seringkali siswa mengalami kesulitan memahami materi siklus akuntansi, karena siswa harus mengerjakan soal ke dalam tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi. Hal ini yang mendasari pengembang untuk mengembangkan video tutorial untuk menunjang pembelajaran siklus akuntansi jurnal umum dan buku besar. Dengan media ini, siswa dapat melihat langsung cara menyelesaikan soal dengan tahapan penyelesaian dalam bentuk video. Tujuan penelitian adalah (a) Mengetahui proses pengembangan video tutorial untuk menunjang pembelajaran siklus akuntansi jurnal umum dan buku besar (b) Mengetahui persepsi siswa terhadap pengembangan video tutorial untuk menunjang pembelajaran siklus akuntansi jurnal umum dan buku besar. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Deskripsi variabel minat belajar diperoleh melalui angket kemudian data diolah menjadi data distribusi frekuensi untuk variabel minat belajar selanjutnya dapat kita ketahui jumlah dan siswa persentase siswa yang minat belajarnya tergolong sangat baik, baik, kurang baik dan tidak baik. Untuk menguji kelayakan media dilakukan proses validasi oleh ahli media dan ahli materi sebagai penguji ahli. Media yang dihasilkan adalah berupa DVD video tutorial. DVD tersebut menampilkan materi proses pembuatan jurnal umum dan posting ke dalam buku besar akuntansi perusahaan jasa. File video dipisah menurut sub materi agar dapat dipilih video yang hendak dimainkan. Jumlah transaksi terdiri atas 13 item yang dapat mempengaruhi berbagai jenis akun. Berdasarkan hasil analisis angket yang diberikan pada 20 siswa SMAN 1 Tenggarang setelah mereka menyaksikan video tutorial diketahui 70 % siswa memiliki minat yang sangat baik, dan 30 % siswa memiliki minat yang baik setelah mereka menyaksikan video tutorial. Dapat disimpulkan penggunaan media video tutorial untuk menunjang pembelajaran jurnal umum dan buku besar perusahaan jara mata pelajaran akuntansi SMA dapat meningkatkan minat belajar siswa SMAN 1 Tenggarang. Disarankan media video tutorial untuk menunjang pembelajaran jurnal umum dan buku besar perusahaan jara mata pelajaran akuntansi SMA dapat dijadikan sebagai salah satu media dan model pembelajaran akuntansi bagi siswa di sekolah dan untuk belajar mandiri di rumah. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan materi berikutnya serta mengambangkan produk penunjang pembelajaran akuntansi berupa media yang lain.

Uji aktivitas antagonisme berbagai spesies mikroflora tanah terhadap kapang parasit Fusarium SPP hasil isolasi pada rizosfer tanah pertanian kentang untuk pengembangan pembelajaran konsep interaksi mikroorganisme di Sekolah Menengah Daerah Pertanian kenta

 

Implementing process writing approach to improve the ability of grade X students of SMAN 1 Talun in writing narrative text / Ike Sulistyaningsih

 

Kata kunci : pendekatan menulis proses, teks naratif Menulis dipandang sebagai kegiatan pembelajaran yang mempunyai pengaruh yang baik kepada pebelajar bahasa. Menulis merupakan salah satu dari empat ketrampilan – mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis- yang mempunyai peran penting di dalam komunikasi internasional sehari-hari. Berdasarkan pra penelitian yang diadakan di SMAN 1 Talun, peneliti menemukan fakta-fakta sebagai berikut: (1) siswa tidak mengetahui bagaimana memulai untuk menulis; (2) siswa mengalami kesulitan dalam membangun ide untuk kemudian menyusunnya secara logis; (3) siswa mengalami kesulitan dalam menghasilkan satu kesatuan paragraph; (4) siswa mengalami kesulitan dalam menyusun ide secara logis; (5) hasil tulisan siswa mengalami banyak kesalahan tata bahasa; (6) siswa mempunyai motivasi yang rendah dalam menulis kedalam bahasa Inggris. Melalui Pendekatan Menulis Proses, peneliti mencoba untuk meningkatkan ketrampilan dalam menulisteks naratif siswa kelas X SMAN 1 Talun. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas kolaborasi dimana peneliti dan kolaborator sebagai team penelitian bekerja sama merancang rencana pembelajaran, melaksanakan tndakan, mengamati tindakan, dan merefleksikan tindakan. Subyek penelitian meliputi 28 siswa kelas X SMAN 1 Talun. Penelitian ini selenggarakan dalam 2 siklus dengan mengikuti prosedur penelitian tindakan antara lain perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Masing-masing siklus dari penelitian ini terdiri dari dari 4 pertemuan untuk pelaksanaan strategi dan satu pertemuan untuk test akhir menulis. Data penelitian diperoleh melalui tes menulis, ceklis observasi dan catatan lapangan pada akhir siklus dan pelaksanaan pendekatan menulis proses di dalam proses belajar mengajar. Pendekatan menulis proses yang diterapkan pada penelitian ini terdiri dari 6 tahap, yaitu 1) permulaan menulis dalam bentuk melihat film untuk menghasilkan ide dan membuat garis besar dari ide tersebut; 2) membuat draft; 3) merevisi; 4) mengedit; 5) mengumpulkan dan menilai; 6) menerbitkan. Penemuan penelitian mengindikasikan bahwa pendekatan menulis proses telah berhasil dalam meningkatkan nilai menulis siswa dan partisipasi siswa di dalam proses menulis. Peningkatannya dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa pada kegiatan proses menulis dan pada tes akhir menulis, serta pada prosentase partisipasi siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Nilai siswa baik pada proses menulis maupun pada tes menulis akhir meningkat secara signifikan. Nilai siswa pada proses menulis adalah 79.28 pada siklus 1 meningkat menjadi 83.1 pada siklus 2. Sementara rata-rata nilai menulis siswa pada tes akhir menulis adalah 79.28 pada siklus 1 meningkat secara significant menjadi 82.05 pada siklus 2. Prosentase partisipasi siswa meningkat dari 79.82% pada siklus 1 menjadi 84.34% pada siklus 2. Walaupun ada peningkatan pada nilai menulis siswa dan prosentase partisipasi siswa, hal ini tidak berarti bahwa kriteria keberhasilan dapat tercapai pada 2 siklus. Beberapa siswa tidak bisa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Ada 7 dari 28 siswa yang tidak bisa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada siklus 1 dan 5 dari 28 pada siklus 2, walaupun guru telah memberi waktu tambahan untuk mengajarkan tata bahasa. Akhirnya, peneliti and kolaboratornya memutuskan untuk tidak melanjutkan penelitiannya ke siklus 3 dengan asumsi jika penelitian dilanjutkan ke siklus berikutnya, hasilya akan meningkat. Berdasarkan temuan-temuan, ada beberapa saran yang ditujukan kepada guru-guru Bahasa Inggris dan peneliti berikutnya. Saran pertama ditujukan kepada guru-guru Bahasa Inggris. Akan lebih baik bagi mereka untuk menerapkan pendekatan menulis proses untuk mengajar menulis. Karena penelitian telah membuktikan bahwa penerapan pendekatan menulis proses telah berhasil meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas X SMAN 1 Talun. Saran lain untuk guru-guru Bahasa Inggris adalah agar dapat membagi waktu yang tersedia dengan baik agar cukup untuk mengajarkan menulis. Selain itu guru disarankn untuk menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia secara bergantian di dalam menjelaskan dan memberi instruksi. Saran berikutnya ditujukan kepada para peneliti berikutnya. Bagi yang berminat untuk melakukan penelitian yang sama dengan bentuk teks yang sama di sekolah yang berbeda, diharapkan untuk lebih memfokuskan pada aspek tata bahasa.

Pembelajaran berdasarkan tahap berfikir Van Hiele untuk membantu pemahaman konsep bangun segiempat pada siswa kelas VII MTs Negeri Malang 1 / oleh Mulin Nu'man

 

Peningkatan hasil belajar PKn tentang sistem pemerintahan pusat melalui penerapan metode simulasi di kelas IV SDN tanggung 2 Kota Bl;itar / Hendrika Pia Angwarmase

 

Kata Kunci: peningkatan, hasil belajar, pembelajaran PKn, metode simulasi Pembelajaran PKn di SDN Tanggung 2 masih menggunakan metode konvensional. Apa bila ada kesulitan siswa terlihat diam saja dan tidak mempunyai keinginan untuk bertanya dengan gurunya maupun bertukar pendapat dengan temannya. Selain itu media yang digunakan tidak menarik dan sulit dipahami oleh siswa. Akibatnya hasil belajar PKn pada pra tindakan sangat rendah yaitu 25 siswa hanya 1 siswa yang memperoleh nilai 75 atau 4% dari jumlah siswa. Sedangkan yang lainnya yaitu 1 siswa memperoleh nilai 20, 1 siswa memperoleh nilai 30, 6 siswa memperoleh nilai 40, 8 siswa memperoleh nilai 50, dan 8 siswa memperoleh nilai 60. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) bagaimanakah penerapan metode Simulasi dalam pembelajaran PKn di kelas IV SDN Tanggung 2 Kota Blitar? (2) Apakah penerapan metode Simulasi dalam pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar di kelas IV SDN Tanggung 2 Kota Blitar?. Upaya perbaikan untuk pembelajaran selanjutnya dengan menerapkan metode pembelajaran yang bisa meningkatkan hasil belajar siswa yaitu metode Simulasi. Metode ini dipilih karena untuk memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran PKn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga tahap yaitu pra tindakan, siklus I dan siklus II. Masing-masing tahap terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada saat pra tindakan adalah 49,8 kulaifikasi nilai kurang, pada siklus I pertemuan 1 adalah 60,2 kualifikasi nilai cukup, pada siklus I pertemuan 2 adalah 74 kualifikasi nilai cukup, dan pada siklus II adalah 90 kualifikasi nilai sangat baik. Dari hasil belajar tersebut dapat diketahui peningkatan pada pra tindakan ke siklus I pertemuan 1 sebesar 10,4%, dari siklus I pertemuan 1 ke siklus I pertemuan 2 sebesar 13,8%, dan dari siklus I pertemuan 2 ke siklus 2 terjadi peningkatan sebesar 16%. Kesimpulan berdasarkan temuan dari penelitian ini, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran selama pra tindakan, siklus I dan siklus II dengan menerapkan metode Simulasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn, serta dapat meningkatkan aktivitas siswa dan aktivitas guru.

Pengembangan modul pendidikan jasmani dan olahraga dan kesehatan untuk kelas VII semester genap di SMP Negeri 18 Kota Malang / Anita Dili S.

 

Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan salah satu mata pelajaran yang tercantum dalam kurikulum pendidikan. Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan juga harus memiliki buku ajar lain yang menunjang aktivitas belajar. Buku ajar untuk mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diperlukan harus sesuai dengan sarana dan prasarana yang terdapat di sekolah dan sesuai dengan KTSP sekolah tersebut. Modul pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan salah satu sumber belajar yang dapat digunakan baik siswa maupun guru kelas VII di SMP Negeri 18 Malang untuk membantu proses pembelajaran. Modul ini dikembangkan sesuai dengan karakteristik pada SMP Negeri 18 Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan untuk kelas VII semester Genap di SMP Negeri 18 Malang yang diharapkan dapat membantu dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini mengacu pada metode penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall (1983:775). Dari sepuluh langkah yang dikemukakan oleh Borg & Gall, penelitian dan pengembangan ini tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah saja. Hal ini disebabkan karena langkah-langkah yang diambil disesuaikan dengan kebutuhan penelitian dan pengembangan. Adapun 7 langkah yang dipilih oleh peneliti untuk pengembangan buku ajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan adalah sebagai berikut: 1) riset dan pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan dengan angket yang ditujukan kepada 2 orang guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dan 1 orang wakasek kurikulum 2) pengembangan rancangan produk, 3) evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli media dan 2 ahli pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang menghasilkan berupa produk awal, 4) revisi rancangan produk berdasarkan evaluasi para ahli (hasil rancangan produk berupa produk awal) dan uji coba kelompok kecil, 5) revisi hasil uji coba lapangan kelompok kecil, 6) uji coba kelompok besar, 7) revisi hasil uji coba lapangan kelompok besar. Berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok kecil terhadap 7 orang siswa dan uji coba kelompok besar terhadap 35 orang siswa kelas VII SMP Negeri 18 Malang, dapat disimpulkan bahwa 89,85 % siswa menyatakan bahwa modul pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan untuk VII semester genap SMP Negeri 18 Malang sangat jelas dan sangat membantu dalam belajar. Diharapkan modul tersebut menjadi referensi oleh guru pendidikan jasmani dalam memberikan materi pendidikan jasmani.

Pengaruh budaya organisasi dan leader-member exchange terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan SDM dan umum PT PG Krebet Baru Bululawang) / Aulia Nisaa Haula

 

Kata kunci : budaya organisasi, Leader-member Exchange, kepuasan kerja, komitmen organisasi Sumber daya manusia memiliki peran sentral dalam pencapaian tujuan organisasi. Beberapa hal perlu diperhatikan untuk dapat mempertahankan karyawan yang berpotensi untuk bisa merasa betah dan senang bekerja pada perusahaan. Untuk bisa meningkatkan komitmen organisasi karyawan maka budaya organisasi dan leadermember exchange serta kepuasan kerja perlu diperhatikan. Setiap individu yang bekerja membutuhkan budaya organisasi yang kuat dan hubungan atasan bawahan yang mendukung agar perilaku karyawan dapat terarah sehingga tujuan perusahaan dapat cepat tercapai. Dengan tercapainya tujuan perusahaan dan terpenuhinya kebutuhan karyawan, maka kepuasan kerjapun akan mereka dapatkan. Apabila ketiga variable tersebut, yaitu budaya organisasi, Leader-member Exchange, dan kepuasan kerja telah mereka dapatkan, maka akan terciptalah komitmen organisasi dalam diri karyawan. Penelitian ini dilaksanakan di PT PG Krebet Baru Bululawang. Subyek penelitian ini adalah karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru yang berjumlah 61 orang. Dalam pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportional random sampling sehingga menghasilkan jumlah sampel sebanyak 53 orang. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan suatu bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung. Tujuan peneltian ini untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung budaya organisasi dan leader-member exchange terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja pada karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah: (1) Budaya organisasi secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan SDM dan Umum PT Krebet Baru; (2) Leader-member exchange secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru; (3) Kepuasan kerja secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap komitmen organisasi karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru; (4) Budaya organisasi secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap komitmen organisasi karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru; (5) Leader-member exchange secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap komitmen organisasi karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru; (6) Budaya organisasi secara tidak langsung berpengaruh terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja pada karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru; (7) Leader-member exchange secara tidak langsung berpengaruh terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja pada karyawan SDM dan Umum PT PG Krebet Baru. Sehingga dari hasil penelitian tersebut dapat disarankan bagi perusahaan untuk tetap meningkatkan budaya organisasi, kualitas hubungan antara pemimpin dan bawahan agar kepuasan kerja karyawan dapat ditingkatkan. Jika karyawan merasa puas maka akan tercipta komitmen organisasi dalam diri karyawan tersebut.

Uji daya antagonis beberapa isolat kapang Trichoderma terhadap Fusarium solani penyebab busuk kering pada akar tanaman jeruk (Citrus sp.) secara in-vitro / oleh Khaterine

 

Pengembangan perangkat uji kadar iodium dalam garam dapur berbasis metode fotometri / Laurensius Emilianus Seran

 

Kata Kunci: Fotometer Sederhana, LED, CdS Fotosel Detektor, Garam Beriodium Garam beriodium diperoleh dengan cara menambah KIO3 ke dalam garam konsumsi. Untuk menentukan konsentrasi KIO3 dalam garam konsumsi di awali dengan mereaksikan sampel garam dengan larutan HNO3 dan KI yang didasarkan pada reaksi reduksi oksidasi. Hasil reaksi yang diperoleh berupa larutan berwarna kuning kecoklatan karena menyerap cahaya tampak pada rentang panjang gelombang cahaya biru. Larutan yang diperoleh diukur menggunakan fotometer sederhana. Fotometer sederhana merupakan bentuk fotometer yang dikembangkan dengan menggunakan LED sebagai sumber cahaya dan fotosel CdS sebagai detektor. Cara kerja fotometer sederhana yaitu ketika arus maju diberikan LED akan menyala dan sinar yang berasal dari LED akan menyinari sel sampel. Ketika cahaya mengenai sel sampel, sebagian sinar diserap dan sebagian akan diteruskan. Cahaya yang diteruskan ditangkap oleh detektor kemudian terbaca sebagai hambatan (Ω) pada read out. Tujuan penelitian adalah 1) Menentukan konsentrasi KIO3 dalam garam dapur dengan fotometer sederhana, 2) Mengetahui garam-garam yang beredar di Pasaran, memiliki kandungan iodium (KIO3) yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 30-80 ppm. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dalam kimia analitik yang akan dilakukan dengan menggunakan sarana laboratorium jurusan kimia Universitas Negeri Malang. Tujuan pertama dicapai dengan mengukur hambatan sejumlah larutan standar KIO3, kemudian dimasukan ke dalam persamaan regresi linier. Dari persamaan regresi linier larutan standar, konsentrasi sampel dapat ditentukan dengan memasukan hambatannya sebagai nilai Ω. Tujuan kedua dicapai dengan membandingkan hasil pengukuran konsentrasi KIO3 dalam garam konsumsi dengan kandungan KIO3 berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Berdasarkan pengolahan data hasil pengukuran larutan standar KIO3 menggunakan fotometer sederhana diperoleh persamaan korelasi Ω = 0,050x + 104,236 dengan harga korelasi (r) = 0,997. Harga korelasi (r) mendekati 1 menunjukan bahwa kurva larutan standar yang dihasilkan mendekati linier. Kandungan iodium dalam garam konsumsi dengan merk Refina, Dolina, Dolpin, Garam Meja Beryodium, Garam Gurih, dan Garam meja diukur menggunakan fotometer sederhana berturut-turut adalah 178,56, 150,56, 186,56, 62,56, 30,56, dan 30,56 ppm. Kandungan KIO3 dalam semua sampel garam lebih besar 30 ppm. Hal ini menunjukan bahwa garam-garam tersebut telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pengaruh penerapan pola PBMP (Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan) dengan metode think pair share terhadap kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa berkemampuan tinggi dan rendah pada pembelajaran IPA Biologi kelas VIII SMPN I Tumpang Kabupaten Mal

 

Hubungan antara prerstasi belajar praktik kerja industri (Prakerin) dengan kesiapan kerja siswa (Kompetensi keahlian Jasa Boga kelas XII SMK Negeri 3 Probolinggo) / Warda Sayyidatun Nisa'

 

Kata kunci: Prestasi Belajar Prakerin dan Kesiapan Kerja. Penelitian ini dirancang menggunakan deskriptif korelasional yang dilakukan pada siswa Kompetensi Keahlian Jasa Boga Kelas XII SMKN 3 Probolinggo tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah populasi 65 siswa dan jumlah angket sebanyak 24 butir. Obyek penelitian menggunakan sampel total karena jumlah populasi kurang dari 100 yaitu siswa kelas XII Jasa Boga yang telah melaksanakan praktik kerja industri. Penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi sebagai alat pengumpul data. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi Product Moment. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui prestasi belajar prakerin siswa Kompetensi Keahlian Jasa Boga Kelas XII SMK Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2012/2013, (2) Untuk mengetahui kesiapan kerja siswa Kompetensi Keahlian Jasa Boga Kelas XII SMK Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2012/2013, (3) Untuk mengetahui adakah hubungan antara prestasi belajar prakerin dengan kesiapan kerja siswa Kompetensi Keahlian Jasa Boga Kelas XII SMK Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2012/2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar 70,77% siswa kelas XII Jasa Boga SMKN 3 Probolinggo tahun ajaran 2012/2013 memiliki prestasi belajar prakerin dengan kategori baik dan kesiapan kerja yang tinggi sebesar 69,2%. Terdapat hubungan antara prestasi belajar prakerin siswa dengan kesiapan kerja siswa yang tergolong kuat, signifikan dan positif dengan nilai rhitung = 0,534 dan rtabel (0,05; 65) = 0,244. Saran penelitian antara lain: Bagi peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian sejenis diharapkan mampu menemukan indikator-indikator yang lebih luas dan variatif sehingga dapat menambah hasil-hasil penelitian tentang hubungan prestasi belajar prakerin dengan kesiapan kerja.

Pengaruh pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dengan metode Jigsaw terhadap kemampuan berpikir dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII berkemampuan tinggi dan berkemampuan rendah di SMP Shalahuddin Malang / oleh Sri Rahayu Rohmawati

 

Kompetensi profesional guru SDN Pacitan dalam pembelajaran IPA kelas V dan VI pascasertifikasi / Dwi Ristin Sulistiana

 

Kata Kunci: guru, sertifikasi guru, kompetensi profesional Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru merupakan faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Yamin (2006:1) mengatakan bahwa salah satu penyebab rendahnya kualitas pendidikan Indonesia adalah rendahnya kualitas guru. Salah satu upaya peningkatan kualitas guru adalah diselenggarakannya sertifikasi guru. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah kompetensi profesional. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pacitan kelas V dan VI mata pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Bagaimanakah kompetensi profesional guru IPA SDN Pacitan Kelas V dan VI 2) Upaya-upaya apa saja yang dilakukan guru IPA SDN Pacitan dalam mengembangkan kompetensi profesionalnya pasca lulus ujian sertifikasi guru. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah guru kelas V dan VI SDN Pacitan yang telah lulus sertifikasi guru. Teknik penelitian yang digunakan adalah wawancara, obseravasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran sudah baik 2) Penguasaan terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran 3) Kemampuan mengembangkan materi pelajaran secara kreatif sudah baik, guru SDN Pacitan memberikan penghargaan kepada siswa dengan menggunakan media hasil karya siswa 4) kemampuan mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan tindakan reflektif sudah baik 5) Guru telah memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri hal tersebut dikarenakan kesadaran guru untuk selalu mengikuti perkembangan zaman 6) upaya intrinsik yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru SDN Pacitan adalah dengan mengikuti pelatihan, kursus, KKG, kesadaran terhadap perkembangan zaman, sedangkan upaya ekstrinsik dalam meningkatkan kompetensi guru adalah dengan diadakannya KKG Internal oleh pihak sekolah

Academic Life Skill dan hasil belajar kognitif siswa berkemampuan tinggi dan rendah pada mata pelajaran IPA Biologi yang menggunakan pola PBMP (Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan) dengan strategi Jigsaw pada kelas VII SMPN I Bululawang Kabupaten Mal

 

Mendokumentasikan upacara Odalan masyarakat Hindu Dharma dusun Djunggo Kota Batu / Adi Kusumajaya

 

Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan yang memiliki banyak ragam kebudayaan, suku, ras dan agama yang memberikan daya tarik tersendiri untuk diketahui. Salah satu diantaranya ialah upacara adat istiadat masyarakat Hindu Dharma dusun Djunggo kota Batu Jawa Timur. Masyarakat di dusun Djunggo yang berjumlah sekitar kurang lebih 80 kepala keluarga ini yang beragama Hindu merupakan masyarakat yang memegang teguh adat istiadatnya yang didalamnya termasuk juga kehidupan sosial baik antar sesama umat Hindu ataupun dengan umat dari agama lain, ajaran-ajaran agamanya, dan juga tentang tata cara keagamaan Hindu itu sendiri baik tata cara upacaranya ataupun hari-hari besarya. Dengan adanya perancangan film dokumenter ini diharapkan menciptakan suatu rancangan film dokumenter dan rancangan desain tentang upacara Odalan masyarakat Hindu Dharma dusun Djunggo kota Batu lewat pendekatan audio visual yang menarik dan komunikatif. Perancangan ini dilakukan dengan pengambilan gambar di susun Djunggo kota Batu , tanggal 18 Juni 2008 pada saat upacara Odalan berlangsung. Pada perancangan film dokumenter ini digunakan model prosedural, yaitu model yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan satu bentuk film dokumenter yang lebih natural dan lebih obyektif Hasil perancangan ini menghasilkan sebuah produk film dokumenter tentang upacara Odalan dari dusun Djunggo kota Batu. Film ini dibuat dengan durasi 20 menit yang disajikan dalam dua format yaitu DVD (Digital Video Disc) dan VCD (Video Compact Disc) dan menghasilkan media pendukung film dokumenter ini yang berguna untuk sarana komunikasi dan memperkenalkan upacara Odalan sebagai wacana menambah pengetahuan kebudayaan bagi masyarakat. Berdasarkan hasil perancangan film dokumenter upacara Odalan ini dapat dijadikan bahan kajian perancangan film dokumenter berikutnya dan sebagai penyempurnaan pada perancangan di masa datang. Demikian kajian dan saran terhadap produk maupun pengembangan lebih lanjut dari film dokumenter tentang upacara adat Odalan yang diproduksi tahun 2008 ini.

Peran komite sekolah dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah di SMPN 1 Prambon Nganjuk : studi kasus sebagai sekolah standar nasional / oleh Nila Riananingsih

 

Implementing jigsaw technique to improve the writing ability of the eighth graders of MTs Satu Atap Umbuldamar Blitar / Moh. Fahrudin

 

ABSTRACT. The research was aimed to improve the skill of writing recount texts of the eighth graders of MTs Satu Atap Umbuldamar through Jigsaw technique. It involved three major stages of teaching and learning English, i.e., pre, whilst, and post activities. These activities were expected to help students organize their ideas better in their paragraphs. The study was classroom action research referring to the model proposed by Kemmis and McTagGart (Koshy, 2005). It was intended to give students the most appropriate strategy used to improve their writing skill. The researcher employed four steps in each learning cycle, namely, planning an action, implementing the plan, observing the action, and reflecting on the results. To decide whether the implementation was successful or not, the researcher mapped the results of data analysis onto the criteria of success, that is, the degree of students’ involvement during the lesson (including the motivation), the results of students’ writing drafts, and the average score of the writing products. Jigsaw can be useful as a technique to make recount texts since Jigsaw help to recall the stories of life. Jigsaw improved students’ ability in writing recount texts. Most of the students were active in joining the process of writing. Besides, they showed positive responses toward the using of Jigsaw technique. For other researcher, it is suggested to conduct action research in different level of graders, different skills, and different types of genre. Key words: writing recount text, Jigsaw technique, MTs Satu Atap Umbuldamar

Pengukuran kalor jenis zat padat / Lefia Tiven

 

Kata kunci : Kalor, Kalor Jenis, Zat padat. Kalor adalah energi yang berpindah apabila benda yang suhunya lebih tinggi bersentuhan dengan benda yang suhunya lebih rendah. Pengukuran kalor dilakukan untuk menentukan kalor jenis suatu zat. Salah satu cara yang digunakan ialah cara mencampurkan dua zat yang suhunya berbeda sehinggga terjadi pertukaran kalor di antara kedua zat itu sampai kedua suhu zat sama. Tugas akhir ini menentukan kalor jenis zat padat (tembaga). Diperoleh hasil 0,0993 .

Pengukuran fisis metode geoelektrik resistivity untuk mendeteksi batuan hematit dengan resistivitymeter samres2

 

Kata kunci: Pengukuran, Geoelektrik, Resistivity, Hematit, SamRes2. Kebutuhan masyarakat terhadap persediaan material besi dan turunannya menyebabkan pentingnya eksplorasi serta pengembangan metode-metode yang lebih efektif dalam eksplorasi tambang bijih besi di lapangan. Seiring dengan hal itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknik instrumentasi geofisika dewasa ini, telah memberikan wacana baru dalam pengembangan model dan aplikasi geoelektrik di bidang pertambangan. Indonesia sebagai negara yang kaya akan potensi sumber daya alam khususnya mineral bijih besi, tergolong sebagai negara berkembang dengan kebutuhan besi yang cukup tinggi sebagai bahan utama dalam pembangunan infrastrukturnya. Salah satu batuan yang mengandung mineral besi yang dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam produksi besi adalah batu hematit. Hematit atau bijih besi merah adalah salah satu jenis batuan beku yang memiliki kandungan unsur besi (Fe) cukup tinggi. Kadar besi (Fe) dalam batu hematit dapat mencapai 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi metode geoelektrik dalam mendeteksi batuan hematit di dalam tanah, dengan mengidentifikasi pola distribusi resistivitas akibat adanya batu hematit dalam tanah. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akurasi resistivitymeter SamRes2. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Data primer dalam penelitian meliputi harga beda potensial, kuat arus, dan jarak antar elektrode resistivitymeter. Data tersebut kemudian diolah menggunakan Software Res2dinV untuk mengetahui komposisi material bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitasnya. Pengumpulan data diawali dengan melakukan survey tempat penelitian, analisis XRF kandungan unsur sampel, pengukuran resistivitas sampel menggunakan metode empat probe, serta penghitungan nilai resistivitas material penyusun tanah di area penelitian. Peralatan utama dalam penelitian ini adalah sumber tegangan DC dan resistivitymeter SamRes2. Metode pengukuran yang digunakan adalah metode sounding-mapping dengan konfigurasi Schlumberger. Volume batu hematit yang dijadikan sampel penelitian adalah 60 dm3 dan ditanam pada kedalaman 120 cm, dengan jarak permukaan atas sampel dari permukaan tanah 80 cm. Berdasarkan hasil interpretasi software Res2dinV ver 3.54x diketahui pola anomali yang disebabkan oleh batuan hematit dalam tanah. Kedalaman permukaan atas batu hematit hasil interpretasi data dari permukaan tanah adalah 72 cm. Dengan membandingkan kedalaman hasil interpretasi Res2dinV dan kedalaman sebenarnya didapatkan nilai akurasi pengukuran alat resistivitymeter SamRes2 sebesar 90%.

Hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dan kepuasan kerja guru dengan profesionalisme guru : studi korelasional di SMP Negeri Kecamatan Meureudu Kab. Pidie Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam / oleh Ahlul Fikri

 

Pelaksanaan pendidikan jarak jauh di Universitas Terbuka UPBJJ Malang / oleh Aris Widodo

 

Pengaruh pembelajaran reciprocal teaching dipadukan think pair share terhadap peningkatan kemampuan metakognitif dan hasil belajar biologi siswa SMA berkemampuan akademik berbeda di Kabupateh Sidoarjo / Nur Efendi

 

Kata Kunci: Reciprocal Teaching Dipadukan Think Pair Share, kemampuan metakognitif, hasil belajar biologi siswa. Pada era globalisasi dengan ciri-ciri: dunia tanpa batas, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kesadaran terhadap hak dan kewajiban asasi manusia, kerjasama dan kompetisi antar bangsa menuntut setiap manusia pada suatu bangsa untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu indikator menghadapi era pasar bebas dalam pendidikan adalah melalui perbaikan aspek pembelajaran. Dalam pembelajaran biologi (sains) diperlukan paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) daripada pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered). Pembelajaran yang menerapkan pada pemusatan guru sebetulnya baik, namun bersifat hanya sekedar memindahkan informasi dari guru kepada siswa, tanpa melibatkan siswa dalam proses untuk mendapatkan informasi tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah menerapkan strategi pembelajaran Reciprocal Teaching (RT), Think Pair Share (TPS), dan Reciprocal Teaching Dipadukan Think Pair Share (RT+TPS) dalam meningkatkan kemampuan metakognitif dan hasil belajar biologi siswa berkemampuan akademik atas dan bawah di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pre-post test non-equivalent control group design dengan pola faktorial 4x2. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 240 siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik ANACOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD pada taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis data secara inferensial memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh strategi pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap kemampuan metakognitif siswa. Rata-rata skor nilai kemampuan metakognitif siswa pada strategi pembelajaran Reciprocal Teaching dipadukan Think Pair Share (RT+TPS) memiliki nilai paling tinggi dengan nilai 77,73 tidak berbeda nyata dan lebih tinggi 1,65% dari Think Pair Share (TPS) dengan nilai 76,44, tetapi berbeda nyata 2,92% dari Reciprocal Teaching (RT) dengan nilai 75,45, dan 4,33% dari konvensional dengan nilai 74,36. Rata-rata skor nilai kemampuan metakognitif siswa berkemampuan akademik atas adalah 76,53 berbeda nyata dan lebih tinggi 1,39% dari siswa akademik bawah 75,46. Rata-rata skor nilai kemampuan metakognitif siswa kelompok strategi pembelajaran RT+TPS akademik atas dengan nilai 78,93 tidak berbeda nyata dan lebih tinggi 1,42% dari TPS akademik atas dengan nilai 77,82, tetapi berbeda nyata dan lebih tinggi 4,86% dari RT akademik atas dengan nilai 75,10, 5,91% dari konvensional akademik atas dengan nilai 74,27. Rata-rata terkoreksi nilai kemampuan metakognitif siswa kelompok strategi pembelajaran RT+TPS akademik atas berbeda nyata dan lebih tinggi 3,05% dari RT+TPS akademik bawah dengan nilai 76,53. Untuk variabel hasil belajar biologi siswa, analisis hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh strategi pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap hasil belajar siswa. Rata-rata nilai hasil belajar siswa yang paling tinggi pada kelompok strategi pembelajaran Reciprocal Teaching dipadukan Think Pair Share (RT+TPS) dengan nilai 84,23 berbeda nyata dan lebih tinggi 2,72% dari Think Pair Share (TPS) dengan nilai 81,94, 3,25% dari Reciprocal Teaching (RT) dengan nilai 81,49, dan 6,41% dari konvensional dengan nilai 78,84. Rata-rata skor nilai hasil belajar siswa kelompok siswa akademik atas adalah 82,51 berbeda nyata dan lebih tinggi 2,14% dari siswa akademik bawah 80,74. Rata-rata skor nilai hasil belajar siswa kelompok strategi pembelajaran RT+TPS akademik atas dengan nilai 86,40 berbeda nyata dan lebih tinggi 3,25% dari TPS akademik atas dengan nilai 83,59, 6,18% dari RT akademik atas dengan nilai 81,06, dan 8,56% dari konvensional akademik atas dengan nilai 79,00. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa rata-rata skor nilai hasil belajar siswa kelompok strategi pembelajaran RT+TPS akademik atas berbeda nyata dan lebih tinggi 5,01% dari RT+TPS akademik bawah dengan nilai 82,07. Penerapan strategi pembelajaran RT+TPS memiliki hasil yang lebih baik dalam meningkatkan kemampuan metakognitif dan hasil belajar biologi siswa, jika dibandingkan dengan strategi RT, TPS, maupun Konvensional pada siswa berkemampuan akademik atas maupun siswa berkemampuan akademik bawah, sehingga dapat digunakan secara luas dalam pembelajaran biologi dan salah satu alternatif pilihan dalam mengelola pembelajaran di dalam kelas, dasar pengambilan kebijakan bagi stake holders, dan penelitian awal untuk referensi penelitian selanjutnya.

Penerapan metode story telling with pictures pada keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas X IBB SMA Negeri 9 Malang / Annisa Noverika

 

ABSTRAK Noverika, Annisa. 2016. Penerapan Metode Story Telling with Pictures pada Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Siswa Kelas X IBB SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Rosydah, M.Pd Kata Kunci: metode, story telling with pictures, kemampuan berbicara, bahasa Jerman Kemampuan berbicara merupakan kemampuan yang penting untuk dikuasai siswa ketika mempelajari bahasa Jerman. Dalam upaya membuat siswa lebih aktif untuk berbicara, guru sebaiknya menggunakan metode pembelajaran yang dapat memotivasi dan membantu siswa untuk menguasai kemampuan berbicara bahasa Jerman. Story telling with pictures adalah salah satu metode pembelajaran bahasa asing yang dapat digunakan oleh guru untuk melatih kemampuan berbicara siswa kelas X. Hal ini didukung oleh gambar ilustrasi berwarna yang dapat membuat siswa termotivasi untuk berbicara banyak hal dalam bahasa Jerman dan merasa tidak bosan ketika sedang belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran story telling with pictures untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas X IBB SMAN 9 Malang dan mengetahui kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran story telling with pictures. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah proses pembelajaran yang menerapkan metode story telling with pictures, sedangkan sumber datanya adalah siswa kelas X IBB SMAN 9 Malang. Hasil dari penelitian penerapan metode story telling with pictures pada keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas X IBB SMAN 9 Malang menunjukkan bahwa metode story telling with pictures merupakan metode yang menarik dan tidak membosankan serta dapat memotivasi siswa untuk berbicara dalam bahasa Jerman. Selain itu, kondisi kelas menjadi lebih kondusif.

Penjamin mutu pembelajaran pada rintisan Sekolah Menengah Atas bertaraf internasional (Studi multisitus di SMA Negeri 3 Malang dan SMA Negeri 5 Malang ) / Hariyanto

 

Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd., (II) Prof. Dr. Hj.Nurul Ulfatin, M.Pd. Kata kunci: penjaminan mutu, pembelajaran, rintisan sekolah menengah atas bertaraf internasional. Penjaminan mutu pendidikan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan dan Standar Sekolah Bertaraf Internasional dilakukan oleh satuan pendidikan secara bertahap, sistematis dan terencana. Setiap tahapan yang paling penting adalah pemenuhan standar proses. Di dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi penjaminan mutu pembelajaran pada rintisan SMA bertaraf internasional (RSMABI), karena penyelenggaraan RSMABI berfokus pada peningkatan mutu yang berkelanjutan. Fokus yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) penyusunan standar mutu pembelajaran, (2) pelaksanaan pemetaan kurikulum nasional dan kurikulum internasional (Cambridge), (3) pengadaan dan peningkatan sarana prasarana, (4) pelaksanaan peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan (5) pelaksanaan pengawasan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan multisitus pada latar SMAN 3 Malang dan SMAN 5 Malang sebagai rintisan SMA bertaraf internasional. Rancangan penelitian multisitus dengan metode analisis komparatif konstan dan analisa induktif untuk menemukan makna dari fenomena pada latar penelitian. Penentuan informan dilakukan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, internal sampling, time sampling, dan teknik bola salju (snowball sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara mendalam, (2) observasi partisipan, dan (3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara berulang yang di dalamnya melibatkan kegiatan reduksi data, sajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan baik melalui analisis dalam situs maupun analisis lintas situs guna menyusun konsep temuan lapangan. Kredibelitas data dicek dengan triangulasi sumber dan metode, member chek, diskusi teman sejawat,dan kecukupan referensi. Sedangkan dependabilitas dan konfirmabilitas diperoleh melalui pengauditan oleh dosen pembimbing. Temuan penelitian ini adalah: pertama, penyusunan standar mutu disusun oleh tim khusus atau guru matapelajaran dan disahkan oleh kepala sekolah. Evaluasi standar mutu dilakukan secara periodik dan sebagai panduan untuk merevisi dan memperbaiki ulang standar mutu di masa selanjutnya. Kedua, perencanaan dan mekanisme pemetaan kurikulum dilakukan oleh guru matapelajaran melalui empat tahap, yaitu (1) inventarisasi core topic kurikulum nasional dan kurikulum internasional, (2) melakukan adopsi terhadap topik yang ada di kurikulum internasional tetapi tidak ada di kurikulum nasional, (3) melakukan adaptasi terhadap materi yang dibahas baik di kurikulum nasional maupun internasional, dan (4) menyusun silabus. Evaluasi pemetaan kurikulum dilaksanakan secara periodik. Kendala-kendala dalam pelaksanaan pemetaan kurikulum adalah kemampuan bahasa dan substansi materi atau konten yang dimiliki oleh tenaga pendidik oleh guru matapelajaran. Ketiga, pelaksanaan peningkatan kualitas sumberdaya manusia dilakukan oleh tim khusus atau unit penjaminan mutu melalui analisis kebutuhan. Bentuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia adalah pelatihan-pelatihan, workshop dan juga studi lanjut pada guru dan karyawan. Evaluasi terhadap pelaksanaan peningkatan kualitas sumberdaya manusia dilakukan secara periodik. Keempat, pelaksanaan pengadaan dan peningkatan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran dilakukan oleh tim khusus atau wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana melalui analisis kebutuhan. Evaluasi terhadap pelaksanaan pengadaan dan peningkatan sarana dan prasarana dilakukan secara periodik. Kelima, pelaksanaan pengawasan pembelajaran dilakukan dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas satuan pendidikan. Tindak lanjut dari supervisi adalah memberikan masukan secara langsung kepada guru dan selanjutnya digunakan sebagai dasar program peningkatan kualitas sumberdaya manusia sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disampaikan saran kepada SMAN 3 dan SMAN 5 Malang dan penyelenggara program RSMABI lainnya bahwa dalam penjaminan mutu pembelajaran perlu disusun standar mutu pembelajaran, pemetaan kurikulum nasional dan internasional berdasarkan potensi peserta didik, analisis kondisi internal dan lingkungan satuan pendidikan; peningkatan kualitas sumberdaya manusia, pengadaan dan peningkatan sarana prasarana berdasarkan analisis kebutuhan; dan pengawasan pembelajaran yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dan pengawas satuan pendidikan. Semua proses penjaminan mutu tersebut dievaluasi secara periodik untuk perbaikan di tahun berikutnya. Saran untuk Dinas Pendidikan dan Direktorat Pembinaan SMA adalah berkontribusi lebih banyak terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan sarana prasarana pembelajaran, menggali proses penjaminan mutu pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh RSMABI di lapangan sebagai pertimbangan dalam penyempurnaan regulasi pendidikan khususnya penjaminan mutu pembelajaran pada RSMABI yang dibuat oleh Kemendiknas. Saran untuk pengembang teori manajemen pendidikan dan peneliti selanjutnya adalah temuan-temuan penelitian ini dapat memperkaya pengembangan terori manajemen pendidikan pada sekolah-sekolah bertaraf internasional atau yang memiliki karakteristik yang sama dengan latar penelitian, dan sebagai rujukan untuk penelitian selanjutnya.

Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif pada materi alkana, alkena, dan alkuna untuk SMA/MA kelas XI / Sella Ayu Rahmawati

 

Rahmawati, Sella Ayu. 2014. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Pada Materi Alkana, Alkena, dan Alkuna untuk SMA/MA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, M.Si, (II) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd. Kata kunci: multimedia, four-D model, alkana, alkena, dan alkuna Ilmu kimia mencakup fakta, konsep, dan fenomena, sehingga sering kita jumpai bahwa siswa menganggap kimia adalah pelajaran yang sulit dan susah untuk dipelajari. Saat ini sudah banyak bahan ajar yang tersedia untuk membantu proses belajar, tetapi materi yang terdapat dalam bahan ajar belum sepenuhnya menggambarkan konsep makroskopis dan mikroskopis. sedangkan ilmu kimia sendiri mencakup tiga aspek yaitu makroskopis, mikroskopis, dan simbolik. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibutuhkan multimedia pembelajaran. Salah satu materi kimia yang mempunyai konsep abstrak adalah alkana, alkena, dan alkuna, sehingga diharapkan materi alkana, alkena dan alkuna yang disajikan dalam bentuk multimedia pembelajaran dapat memudahkan peserta didik dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif pada materi alkana, alkena, dan alkuna serta mengetahui tingkat kelayakan multimedia yang dihasilkan.     Metode pengembangan dalam penelitian ini adalah model Four-D yang meliputi tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Untuk menguji tingkat kelayakan produk yang dikembangkan maka dilakukan validasi media dan uji coba kelompok kecil. Validasi yang dilakukan adalah validasi tampilan media yang dilakukan oleh satu dosen jurusan Kimia FMIPA, dan validasi isi materi yang dilakukan oleh satu dosen jurusan Kimia FMIPA, satu guru SMAN 9 Malang dan satu guru SMAN 10 Malang. Pelaksanaan uji coba kelompok kecil melibatkan 10 siswa SMA kelas XII-IPA di SMA Negeri 10 Malang. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan data kualitatif melalui instrumen angket.     Multimedia pembelajaran yang dikembangkan memiliki beberapa kelebihan seperti, (1) multimedia ini bersifat non-linear sehingga peserta didik dapat memilih, mempelajari, dan mengulang materi sesuai dengan kecepatan berpikirnya, (2) multimedia ini dilengkapi dengan video, gambar, teks, dan animasi yang mendukung penjelasan materi, (3) multimedia ini dilengkapi dengan soal-soal yang bersifat interaktif, dan untuk setiap soal latihan dilengkapi dengan feed back atau umpan balik, (4) multimedia ini juga dilengkapi dengan soal evaluasi akhir pada setiap subbab materi sebagai tolak ukur hasil belajar peserta didik dalam memahami materi ini. Hasil rata-rata validasi tampilan sebesar 75,43%, dan untuk validasi isi materi sebesar 88,43%, serta validasi uji coba kelompok kecil sebesar 79,27%. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba kelompok kecil menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan sebagai salah satu media pembelajaran kimia.

Pengembangan bahan ajar biologi berbasis kontekstual untuk SMA kelas X semester I Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) / Ifa Mawaddah

 

Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, pendekatan kontekstual, program RSBI Biologi merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di SMA berdasarkan Standar Isi Tahun 2006. SMA Negeri 2 Lumajang termasuk salah satu RSBI di Jawa Timur yang menerapkan KTSP sebagai kurikulum minimal dan kurikulum pengayaan diadopsi atau diadaptasi dari kurikulum Cambridge (Inggris). Dalam penyelenggaraan pendidikan, mengalami beberapa kesulitan dalam menerapkan karakteristik implementasi RSBI. Salah satunya mengenai penggunaan buku ajar biologi yang belum disusun sesuai kurikulum yang diterapkan. Umumnya peserta didik masih menggunakan buku dari penerbit yang materinya disusun hanya berdasarkan KTSP, padahal seharusnya materi yang dipelajari juga termasuk adopsi/adaptasi dari negara anggota OECD atau negara maju lainnya. Oleh karena itu penulis mengembangkan bahan ajar Biologi dengan menggunakan pendekatan kontekstual untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran biologi. Pengembangan model Kemp dipakai sebagai acuan dalam mengembangkan bahan ajar. Model pengembangan ini terdiri dari sepuluh langkah, namun dalam pengembangan bahan ajar penulis memodifikasi dari sepuluh langkah tersebut yang meliputi: (1) menetapkan mata pelajaran, (2) mengidentifikasi kurikulum mata pelajaran, (3) mengidentifikasi Kompetensi Dasar, (4) merumuskan indikator (5) mengembangkan serta memilih materi pembelajaran, (6) penilaian atau validasi bahan ajar, dan (7) revisi bahan ajar dan produk akhir. Produk bahan ajar diuji validitasnya melalui beberapa tahap, yakni: (1) review oleh ahli isi/mata pelajaran, (2) review oleh ahli bahan ajar, (3) review oleh ahli bahasa, (4) uji coba perorangan, (5) uji coba kelompok kecil dan (6) uji coba lapangan. Subyek uji coba dari bahan ajar terdiri dari dosen, guru dan siswa. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa tanggapan dan saran perbaikan dari dosen, guru dan siswa. Data kuantitatif berupa hasil penilaian subjek uji coba terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan yang diperoleh dari jawaban angket yang berisi standar penilaian buku teks pelajaran dari BNSP, penilaian uji perorangan dan penilaian uji kelompok kecil serta data dari hasil pretes dan postes dalam uji lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis statistik deskriptif. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa bahan ajar hasil pengembangan berada pada kualifikasi baik dengan rincian: ahli isi/mata pelajaran pertama didapatkan hasil 76,00% dan ahli isi/mata pelajaran kedua mencapai 88,87% yang keduanya berada pada kualifikasi baik dan sangat baik. Ahli bahan ajar didapatkan persentase tingkat pencapaian buku ajar 80,77% menunjukkan pada kategori baik dan ahli bahasa mencapai 85,03% juga berada pada kualifikasi baik. Penilaian ujicoba perorangan dilakukan oleh dua subjek ujicoba yaitu guru, didapatkan pencapaian rata-rata 88,00% yang berada pada kualifikasi sangat baik. Penilaian ujicoba kelompok kecil dilakukan oleh enam subjek ujicoba, didapatkan tingkat pencapaian rata-rata 84,00% yang menunjukkan kategori baik. Subjek ujicoba lapangan berjumlah 33 orang, didapatkan rerata hasil penilaian mencapai 90,18% yang berada pada kualifikasi sangat baik. Didukung dari nilai pretest dan posttest pada ujicoba lapangan selanjutnya dianalisis menggunakan indeks gain yaitu mencapai 0,6. Tingkat pencapaian 0,6 setelah dikonversikan dengan indeks gain termasuk dalam kategori sedang, ini menunjukkan bahwa bahan ajar hasil pengembangan efektif digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Fungsi sirkular dan trigonometri
oleh Ulfa Rosida

 

Cara memberikan contoh mengajukan soal dalam pembelajaran teori graph melalui pendekatan problem posing pada mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang angkatan 2003 / oleh Dewi Asmarani

 

Penerapan menggambar bebas dengan tarikan benang dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak TK-SDN satu atap Sumbersari 1 Malang / Dian Sulistiana

 

Kata Kunci: Menggambar bebas, Tarikan benang, Motorik halus, TK. . Menggambar adalah kegiatan mengungkapkan ide atau angan-angan, perasaan, pengalaman yang dilihatnya dengan menggunakan peralatan menggambar tertentu. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada anak kelompok B kemampuan motorik halus anak masih rendah dalam hal menggambar bebas masih mencapai 48% dari kemampuan yang diharapkan. Anak kurang berminat dalam menggambar bebas karena penggunaan bahan-bahan yang konvensional sedangkan penggunaan bahan-bahan yang lain masih kurang terutama dengan cat air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka peneliti memilih pembelajaran menggambar bebas dengan tarikan benang dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak . Berdasarkan Latar Belakang dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut: 1).Bagaimana penerapan Menggambar Bebas dengan Tarikan Benang untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B 2).Apakah ada peningkatan kemampuan motorik halus anak kelompok B TK-SDN Satu Atap Sumbersari I Malang melalui Menggambar Bebas dengan Tarikan Benang. Penelitian ini dilakukan bulan Nopember 2012 di TK-SDN Satu Atap Sumbersari I Malang dengan subyek penelitian sebanyak 16 peserta didik. Metode yang digunakan yaitu PTK dengan menggunakan dua siklus. Pada setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan hasil karya. Penerapan menggambar bebas ini dilakukan dengan membagi anak menjadi kelompok yang terdiri 5 anak setiap kelompok dan pelaksanaan dengan kegiatan menggambar dengan benang pada bidang gambar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa menggambar bebas dengan tarikan benang didapatkan persentase peningkatan skor anak pada siklus I peningkatan mencapai 8% dan diperoleh skor rata-rata penilaian anak sebesar 61%. Pada siklus II peningkatan mencapai 20% dengan skor rata-rata 81%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menggambar dengan tarikan benang mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan peningkatan skor dan nilai yang diperoleh anak. Disarankan pada peneliti lanjutan untuk memperhatikan langkah-langkah pembelajaran dikarenakan pada proses penarikan benang banyak anak yang kurang mampu dan kuat dalam menarik sehingga goresan benang kurang terlihat.

Pengembangan media pembelajaran game edukasi pada mata pelajaran ekonomi kels X IIS SMA Laboratorium UM / Nia Ayu Sriwahyuni

 

ABSTRAK Sriwahyuni, Nia Ayu. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Game Edukasi Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IIS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skrpsi, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan , Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Mardono, M.Si (2) Ro’ufah Inayati, S.Pd., M.Pd Kata kunci : Media Pembelajaran Ekonomi, Game Edukasi, Economics Quiz Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan perilaku dan aktivitas manusia kini banyak tergantung kepada teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan teknologi pada proses belajar mengajar, terutama teknologi multimedia komputer. Dalam dunia pendidikan, berbagai media pembelajaran berbasis multimedia ini mulai dikembangkan, untuk membantu terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan menarik. Salah satu bentuk media pembelajaran berbasis multimedia adalah game edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Ekonomi berbentuk game edukasi Economics Quiz bagi siswa kelas X IIS SMA Laboratorium UM. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan game edukasi Economics Quiz berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media dan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang diadaptasi dan dimodifikasi dari model pengembangan Borg & Gall (1983). Tahapannya meliputi: (1) Analisis Kebutuhan, (2) Perencanaan Media, (3) Pengembangan Produk, (4) Uji Coba Kelompok Kecil, (5) Revisi Produk Awal (6)Uji Coba Lapangan, (7) Revisi Produk Akhir Pada tahap uji validitas dilakukan validasi materi oleh dua orang ahli materi (dosen dan guru) dan validasi media oleh satu orang ahli media (dosen). Game edukasi ini diuji cobakan kepada siswa dalam dua tahap yaitu tahap uji coba kelompok kecil (15 siswa) dan tahap uji coba lapangan (30 siswa). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Setelah data uji coba berhasil didapatkan, maka dilakukan pengolahan data. Pengolahan data hasil uji coba dianalisis menggunakan rumus persentase. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, didapatkan presentase hasil uji coba oleh ahli media sebesar 96%, ahli materi sebesar 70,625%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 84,39% dan hasil uji coba lapangan sebesar 86,62%. Menurut pedoman kriteria tingkat kelayakan media, maka media pembelajaran game edukasi ini sudah valid. Uji Keefektifan media 86,67% siswa yang menggunakan media pembelajaran mampu mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis game edukasi ini layak dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran.

Peningkatan pembelajaran IPA melalui model problem solving pada siswa kelas IV MI Miftahul Ulum Gondangrejo Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan / Abid Ardiansyah

 

Kata Kunci : Problem Solving, Pembelajaran, IPA, SD Pelaksanaan kegiatan pembelajaran IPA yang bersifat teacher centered menyebabkan aktivitas dan hasil belajar siswa rendah. Prosentase ketuntasan hasil belajar klasikal pra tindakan 42,85% dengan nilai rata-rata hasil belajar kelas 65,95. Untuk menyelesaikan rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa, peniliti memberikan solusi dengan menerapkan model pembelajaran Problem solving. Melalui penerapan model pembelajaran Problem solving, siswa akan aktif melakukan percobaan untuk memecahkan masalah sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa dalam memecahkan masalah meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Penerapan model pembelajaran problem solving pada pembelajaran IPA materi pokok perubahan lingkungan fisik dan pencegahnya di kelas IV MI Miftahul Ulum Gondangrejo Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan; (2) Peningkatan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran problem solving pada pembelajaran IPA, serta (3) Peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran problem solving pada pembelajaran. Penelitian ini termasuk penilitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif interaktif yang dilakukan secara bersiklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan dan pengamatan, refleksi, dan perbaikan rencana. Tehknik pengumpulan data yang digunakan antara lain tehknik observasi, wawancara, dokumentasi, tes dan catatan di lapangan. Subyek penilitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 3 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Hasil penilitian ini yaitu penerapan model pembelajaran problem solving dapat merubah kegiatan pembelajaran yang bersifat teacher centered menjadi student centered dan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Prosentase ketuntasan hail belajar klasikal siklus-1 yaitu 71% dengan nilai rata-rata 65,53. Prosentase ketuntasan hail belajar klasikal siklus-2 yaitu 100% dengan nilai rata-rata 85,92. Berdasarkan kesimpulan diatas maka agar siswa memiliki daya nalar yang tinggi dan mampu memecahkan masalah maka guru sebaiknya menerapkan model pembelajaran Problem solving, khususnya pada pembelajaran materi perubahan lingkungan dan pencegahnya.

Pengembangan media pembelajaran kimia pada materi reaksi kimia untuk siswa SMP kelas VII / Bagus Adi Hermawan

 

Kata kunci: media pembelajaran, komputer, reaksi kimia Mata pelajaran kimia menurut kurikulum tingkat satuan pendidikan, mulai diberikan pada tingkat SMP. Materi yang dipelajari dalam ilmu kimia ada yang bersifat abstrak terutama reaksi kimia karena dalam pembelajaran reaksi kimia yang perlu diperhatikan tidak hanya dipandang dari segi makroskopisnya saja, melainkan juga dibutuhkan pendekatan secara mikroskopis agar siswa mampu mengenali gejala alam lebih dalam. Menurut Piaget siswa SMP berada pada tahap transisi dari fase konkrit ke fase operasi formal, maka diharapkan sudah mulai dilatih untuk berpikir abstrak dan mengenal IPA secara menyeluruh. Berdasarkan uraian di atas, sangat dibutuhkan suatu media pembelajaran kimia yang interaktif dan menarik sehingga dapat meringankan beban pengajar dan siswa khususnya siswa SMP dalam membangun pemahaman awal mereka tentang reaksi kimia. Tujuan penelitian pengembangan media pembelajaran reaksi kimia untuk SMP kelas VII adalah terwujudnya media pembelajaran reaksi kimia yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa SMP kelas VII dan mengetahui tingkat kelayakannya. Model pengembangan yang digunakan mengadopsi pada Dick and Carrey dengan beberapa penyesuaian yang diperlukan yaitu: (1) mengidentifikasi tujuan umum pengembangan media pembelajaran, (2) melakukan analisis materi pembelajaran, (3) mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa, (4) merumuskan tujuan performansi, (5) mengembangkan butir butir tes acuan patokan, (6) mengembangkan media pembelajaran, (7) mendesain dan melaksanakan uji kelayakan hasil pengembangan, (8) merevisi hasil pengembangan media pembelajaran, (9) produksi. Tahapan pengembangan media pembelajaran ada 5, antara lain: (1) membuat story board, (2) studi literatur, (3) membuat diagram alir, (4) pembuatan animasi dan video, dan (5) pemrograman. Validasi yang dilakukan ada 2 macam, yakni: (1) validasi isi dan desk tryout desk tryout, dan (2) validasi uji terbatas. Validasi isi dan tampilan dilakukan oleh 2 orang dosen kimia Universitas Negeri Malang dan validasi uji terbatas dilakukan oleh 2 guru SMP/sederajat. Hasil Pengembangan berupa media pembelajaran pada materi reaksi kimia untuk siswa SMP kelas VII dalam bentuk compact disc yang telah mengalami beberapa revisi sesuai saran dari validator. Validasi hasil pengembangan oleh validator ahli isi dan desk tryout media pembelajaran berturut–turut menunjukkan persentase kelayakan media pembelajaran sebesar 72,2% dan 96,3% sedangkan hasil validasi uji terbatas dari validator I dan II berturut-turut menunjukkan persentase kelayakan media pembelajaran sebesar 89,5% dan 86,0%. Hasil validasi tersebut menunjukkan kriteria layak sebagai sebuah media pembelajaran

Pengaruh jenis bahan, waktu pengasapan dan lama penyimpanan terhadap daya tahan serta kualitas mikrobiologi ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) sebagai sarana penunjang materi pengawetan makanan dalam matakuliah mikrobiologi pangan / oleh Merry Pattipeiloh

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar pada kompetensi dasar mengelola informasi (Studi pada siswa kelas X Program Keahlian Pemasaran di SMK Ma'arifr NU 4 Pakis Kabupaten Malang) / Inayatul Fitriya

 

Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw, Hasil Belajar Model Pembelajaran Kooperatif perlu diterapkan dalam proses belajar mengajar untuk menciptakan situasi pembelajaran yang lebih bervariasi dan dapat meningkatkan peran serta siswa dalam pembelajaran. Belajar kooperatif didasarkan pada hubungan antar motivasi, hubungan interpersonal dan strategi pencapaian khusus. Oleh karena itu, model pembelajaran kooperatif dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa, keterampilan berfikir, sikap positif terhadap materi pelajaran dan hasil belajar. Melalui penggunaan pendekatan pembelajaran Jigsaw ini diharapkan mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw pada Kompetensi Dasar Mengelola Informasi siswa kelas X di SMK Ma’arif NU 4 Pakis, untuk mengetahui: (1) Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw. (2) Hasil belajar siswa setelah mengikuti Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw. (3) Respon siswa setelah mengikuti Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw. (4) Hambatan-hambatan yang muncul selama diterapkannya Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw serta solusinya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tidakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran SMK Ma’arif NU 4 Pakis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Prosedur penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu reduksi data, display data, dan kesimpulan & refleksi. Hasil penelitian tersebut, diperoleh empat simpulan sebagai berikut: pertama, penerapan Pembelajaran Model Jigsaw dilakukan dengan 5 tahap, yaitu: siswa dibagi ke dalam kelompok, membaca, diskusi kelompok ahli, laporan tim, dan tes. Kedua, hasil belajar atas penerapan Model Jigsaw yang diperoleh siswa dari aspek kognitif terbukti mengalami peningkatan dari rata-rata ulangan harian sebelum diterapkan Model Jigsaw sebesar 67 dan meningkat menjadi 78 pada post test siklus I. Sedangkan nilai rata-rata post test siklus II adalah 87. Ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan. Pada post test siklus I sebesar 65,22%, meningkat pada post test siklus II menjadi 91,30%. Ketiga, penerapan Model Jigsaw mendapat respon sangat baik, hal ini berdasarkan pada hasil angket yang menyatakan bahwa siswa senang dengan Model Jigsaw terutama ketika bekerja sama dalam kelompok yang bervariasi karena dapat memupuk rasa saling menyayangi, pernyataan ini mendapatkan respon paling tinggi dari siswa. Dan keempat, terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan Model Jigsaw. Namun hambatan tersebut tidaklah menjadi penghalang untuk tetap bisa menerapkan Model Jigsaw, karena peneliti telah menemukan solusi atas hambatan yang terjadi. Berdasarkan uraian di atas beberapa saran yang disampaikan peneliti adalah sebagai berikut: 1) Bagi guru disarankan untuk mencoba menerapkan Pembelajaran Jigsaw karena dari respon siswa, diperoleh data bahwa siswa sangat senang dengan Pembelajaran Jigsaw ini. Selain itu, Pembelajaran Jigsaw diharapkan dapat memberikan variasi cara guru dalam mengajar sehingga siswa tidak bosan hanya dengan menggunakan metode ceramah saja. 2) Untuk peserta didik lebih meningkatkan keberaniannya untuk mengajukan pertanyaan, jawaban maupun tanggapan, karena semakin aktif siswa dalam Pembelajaran Jigsaw akan semakin baik. 3) Bagi peneliti berikutnya diharapkan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan pembelajaran kooperatif dengan model yang sama pada mata pelajaran yang sama/beda namun dalam tempat yang berbeda untuk mengembangkan dan menerapkan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw.

Pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) terhadap prestasi belajar fisika pada materi usaha dan energi / Ahmad Bahtiar Kesuma Atmaja

 

ABSTRAK Atmaja, A.B.K. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Terhadap Prestasi Belajar Fisika Pada Materi Usaha dan Energi. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Edi Supriana M.Si., (II) Sugiyanto, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran PBL, Prestasi Belajar Fisika PBL adalah model pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik yang didesain untuk meningkatkan prestasi belajar. Guru sebagai fasilitator mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam setiap tahap pembelajaran (Student Centre) yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Tahapan pembelajaran PBL diawali dengan fase mengorientasikan siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, fase penyelidikan individu dan kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil penyelidikan dan diakhiri fase menganalisis serta mengevaluasi proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dan siswa yang belajar secara konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen yang menggunakan pretest-posttest control group design dengan satu macam perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMAN 8 Malang. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X-MIA3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-MIA4 sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Prestasi belajar siswa diukur menggunakan instrumen yang berupa soal tes pilihan ganda. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Hasil tes diuji prasyarat menggunakan uji normalitas Chi-Square dan uji homogenitas Bartlett. Selanjutnya, dilanjutkan uji hipotesis menggunakan t-test dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji t prestasi belajar didapat ttabel = 1.994 < 2.585 = thitung, menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar fisika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran PBL dengan siswa yang belajar secara konvensional. Karena hasil posttest menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen 82.6 lebih tinggi daripada kelas kontrol 73.7, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar fisika pada materi usaha dan energi siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran PBL daripada siswa yang dibelajarkan secara konvensional.

Analisis beban latihan fisik pemain sepakbola di Klub Sepakbola Hizbul Wathon (HW) Kabupaten Pamekasan / oleh Dieddy Loekiyanto

 

Penerapan model pembelajaran demonstrasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran mengoperasikan aplikasi perangkat lunak (Studi pada siswa kelas X Apk SMK Cendika Bangsa Kepanjen) / Irma Suryandari

 

Kata Kunci: model pembelajaran Demonstrasi, hasil belajar pembelajaran akan lebih bermakna (meaningfull), jika siswa tidak hanya belajar untuk mengatasi sesuatu (learning to know), tetapi siwa juga belajar melakukan (learning to do), belajar menjiwai (learning to be), serta belajar bersosialisasi dengan sesama teman (learning to live together). Dengan kata lain, siswa diberikan kesempatan untuk mencoba sendiri mencari jawaban suatu masalah, bekerjasama dengan teman sekelasnya, atau membuat sesuatu, akan jauh lebih menantang dan mengarahkan perhatian siswa daripada apabila siswa hanya harus mencerna saja informasi yang diberikan secara searah. Data hasil observasi awal menunjukkan: pada hasil belajar 7 dari 30 siswa belum tuntas belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu diterapkan model pembelajaran yang efektif serta didukung dengan model pembelajaran yang efektif pula. Alternatif model pembelajaran tersebut adalah penerapan model pembelajaran Demonstrasi yang bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa. Tahapan model pembelajaran Demonstrasi adalah: (1) penyampaian tujuan pembelajaran, (2) guru menyampaikan materi dengan menunjukkan video, (3) siswa menganalisis video kemudian mempresentasikan hasil analisisnya, (4) guru mengarahkan jalannya demonstrasi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran demonstrasi pada pokok bahasan “Pembuatan Kolom dan Tabel serta Pengolahan Grafik di Ms-Word 2007”. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data aktivitas siswa menggunakan lembar observasi aktivitas siswa, sedangkan hasil belajar dengan menggunakan tes pada akhir setiap siklus. Data tersebut dianalisis dengan perhitungan rata-rata dan persentase yang kemudian diartikan secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Cendika Bangsa Kepanjen, Jalan Raya Mojosari No. 02 Kepanjen kab. Malang dengan subjek siswa kelas XAPK yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II, di mana persentase keberhasilan aktivitas siswa pada saat siklus I mencapai 84, 76% meningkat pada siklus II mencapai 88, 57%. Peningkatan persentase juga ditunjukkan pada ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal, dimana persentase ketuntasan belajar sebelum tindakan adalah 60%, meningkat pada siklus I mencapai 86, 67% dan 96,67 pada siklus II. Berdasarkan hasil temuan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XAPK SMK Cendika Bangsa kepanjen Kab. Malang. Saran bagi peneliti selanjutnya bila ingin menerapkan model pembelajaran ini, diharapkan dapat mengajarkan seluruh komponen yang ada di program Ms. Word Misalnya Fitur Pembuatan Notulen Rapat yang bisa menunjang kegiatan sekretaris dan masih relevan dengan jurusan Administrasi Perkantoran, jangan hanya mengajarkan ikon atau fitur yang tampil di layar saja.

Efektivitas pembelajaran dengan pendekatan konstruktivis pada prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 8 Malang pada pokok bahasan dalil phytagoras / oleh Kristiana Sri Wundari

 

Penerapan model pembelajaran time token untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di kelas XG SMAN 9 Malang / Nurwachidah Sinta Wardani

 

ABSTRAK Wardani, Nurwachidah Sinta. 2016. “Penerapan Model Pembelajaran Time Token Untuk Meningkatkan Kekatifan dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi di Kelas XG SMAN 9 Malang”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si, (II) Drs. H. Achmad Ali Wafa, M.Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran Time Token, Keaktifan, Hasil Belajar. Penelitian ini dilatarbelakangi pendidikan yang merupakan kunci perbaikan kualitas sumberdaya manusia. Perbaikan kualitas pendidikan dilakukan oleh beberapa pihak. Pemerintah telah melakukan beberapa upaya dalam perbaikan kualitas pendidikan salah satunya dalam hal kurikulum. Kurikulum yang berlaku sekarang yaitu kurikulum 2013 yang menuntut siswa untuk aktif dalam pembelajaran dengan tujuan memperoleh hasil belajar yang maksimal melalui keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Namun pada kenyataannya, di dalam kelas hanya beberapa siswa yang aktif sehingga terlihat beberapa siswa mendominasi dalam pembelajaran dan siswa yang lain hanya diam. Selain itu siswa kurang bisa memahami pelajaran, hal ini dapat dibuktikan dengan hasil ulangan harian siswa yang masih banyak di bawah KKM. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan adanya model pembelajaran yang menuntut siswa untuk aktif sehingga tidak ada yag mendominasi dalam pembelajaran yaitu model pembelajaran time token. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus di mana tiap siklusnya terdiri dari 3 pertemuan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kelas XG SMAN 9 Malang dengan jumlah siswa sebanyak 30, 11 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model pembelajaran time token mengalami peningkatan dengan persentase dari siklus I sebesar 83,33% yang termasuk kategori baik menjadi 92,05% yang termasuk kategori sangat baik pada siklus II. Keaktifan siswa mengalami peningkatan dengan persentase dari siklus I sebesar 63,33% yang termasuk kategori cukup menjadi 79,95% yang termasuk kategori aktif pada siklus II. Hasil belajar juga mengalami peningkatan dengan ketuntasan belajar 43,33% atau sebanyak 13 siswa menjadi 93,33% atau seabnyak 28 siswa. Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada guru mata pelajaran ekonomi, sekolah dan peneliti selanjutnya. Guru mata pelajaran ekonomi hendaknya guru memperhatikan materi mana yang bisa digunakan dengan model pembelajaran time token seperti materi yang tidak berupa hitung-hitungan, membedakan kartu bicara yang digunakan untuk bertanya, menjawab atau berpendapat sehingga fungsi dari kartu bicara tersebut semakin terlihat. Bagi pihak sekolah hendaknya mempertimbangkan model pembelajaran time token untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas khususnya mata pelajaran ekonomi yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Dan bagi peneliti selanjutnya hendaknya peneliti selanjutnya menggunakan subjek yang berbeda dan pengumpulan data mengenai time token sebaiknya ditambah sumber dari siswa.

Pengaruh penerapan model inquiri terhadap hasil belajar IPS Kelas V SDN Sumberejo 02 Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang / Endah Setio Rini

 

Kata Kunci: Pengaruh, Inquiri, Hasil Belajar, IPS SD. Tes Awal penelitian menunjukan dalam pengisian soal pre-tes baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol, siswa masih banyak mengalami kesulitan untuk menjawab soal. Hal ini terjadi karena penyampaian materi tentang jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia menggunakan metode ceramah dan tanya jawab saja. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam materi jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia yaitu menggunakan model pembelajaran Inquiri melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: (1) Pemberian Permasalahan, (2) Melakukan Pengamatan, (3) Menganalisis dan menyajikan hasil karya, dan (4) Mengkomunikasikan dan menyajikan hasil karya. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah, (1) Bagaimanakah pengaruh penerapan model Inquiri terhadap hasil belajar siswa kelas V dalam mata pelajaran IPS? (2) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas V dalam mata pelajaran IPS menggunakan model Inquiri?. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimental Design dengan sampel 52 siswa yang terbagi kedalam dua kelas yaitu 26 siswa sebagai kelas eksperimen diberi pembelajaran menggunakan model Inquiri dan 26 siswa sebagai kelas kontrol diberi pembelajaran secara konvensional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sampel Jenuh. Instrumen perlakuan meliputi, Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data kemampuan awal siswa baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol dan Hasil belajar siswa baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan uji asumsi yang dilakukan meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan thitung = 2,986 dan ttabel = 2,0086, pada taraf signifikansi α = 0,05. Sehingga dari data yang diperoleh dapat disimpulkan karena thitung > ttabel, maka tolak Ho dan terima H1, sehingga terdapat pengaruh antara kelas eksperimen yang menggunakan model Inquiri dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab terhadap hasil belajar. Hasil belajar IPS siswa kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab lebih rendah dengan rata-rata 74,5 dan siswa kelas eksperimen yang menggunakan model Inquiri lebih tinggi dengan rata-rata 79,5, sehingga pembelajaran dengan model inquiri berpengaruh. Saran dalam penelitian ini antara lain penggunaan model pembelajaran Inquiri dapat memberikan hasil yang baik, maka diperlukan adanya kesempurnaan pelaksanaan pembelajaran dan membina hubungan baik dengan siswa, perlu dilakukan penelitian kembali di beberapa sekolah yang mengalami kondisi serupa agar hasil yang diperoleh dapat dijadikan pembanding bagi peneliti selanjutnya, bagi guru IPS di SD untuk menggunakan beberapa model pembelajaran yang bervariasi dalam proses belajar mengajar.

Kepemimpinan dalam pengelolaan pembelajaran di pondok pesantren : studi kasus di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah Sudimoro Bululawang Malang / oleh Muhammad Munawwar

 

Pengaruh pengetahuan, pengalaman, tekanan dari klien, lamanya gubungan denmgan klien, telaah dari rekan sesama auditor, dan jasa non audiot terhadsap kualitas audit (Studi empiris pada auditor Kantor Akuntan Publik di Malang) / Ainnes Dwi Wijayanti

 

Kata Kunci: pengetahuan, pengalaman, tekanan dari klien, lama hubungan dengan klien, telaah dari rekan sesama auditor, jasa non audit, kualitas audit Kualitas audit ditentukan oleh dua hal, yaitu kompetensi dan independensi. Dalam penelitian ini, kompetensi diproksikan dengan pengetahuan dan pengalaman audit auditor. Sedangkan, independensi diproksikan dengan tekanan dari klien, lama hubungan dengan klien, telaah dari rekan sesama auditor, dan jasa non audit yang diberikan oleh Kantor Akuntan Publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari pengetahuan, pengalaman, tekanan dari klien, lama hubungan dengan klien, telaah dari rekan sesama auditor, dan jasa non audit yang diberikan oleh Kantor Akuntan Publik terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang. Populasi dalam penelitian ini ada seluruh auditor pada tujuh Kantor Akuntan Publik di Malang pada tahun 2012. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, karena setiap orang anggota dalam populasi itu memiliki kebebasan dan kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, yaitu dengan mengantarkan sendiri kuisioner pada KAP tempat responden bekerja. Analisis data menggunakan Independent Sample T Test (uji t untuk dua sampel independen). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada variabel pengetahuan, pengalaman, tekanan dari klien, lama hubungan dengan klien, dan telaah dari rekan sesama auditor terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang. Namun, tidak terdapat pengaruh pada variabel jasa non audit yang diberikan oleh KAP terhadap kualitas audit pada KAP di Kota Malang. Saran dari penelitian ini untuk penelitian selanjutnya diharapkan (1) meneliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas audit, (2) menggunakan kuisioner dengan alternatif jawaban “iya” dan “tidak”, (3) membatasi pemilihan responden untuk junior auditor karena junior auditor kurang berpengalaman dalam melaksanakan audit.

Studi tentang kinerja pengurus Unit Aktivitas Sepakbola (UASB) Universitas Negeri Malang (UM) periode 2005 / oleh Awaluddin Jamil

 

Analisis dan isolasi Mn dari batuan mangan dengan menggunakan pereaksi pengendap amonimum sulfida ((NH4)2S) dan amonium hidroksida (NH4OH) / Paulus Nenoharan

 

Kata kunci : Analisis, Isolasi, Batuan mangan, XRF, SEM-EDAX. Batu mangan banyak terdapat di Desa Camplong II, Kabupaten Kupang, NTT. Sejauh ini, belum diketahui komposisi mineral dan potensinya untuk diisolasi. Penelitian yang dilakukan berujuan untuk (1) mengetahui komposisi mineral yang terkandung dalam batu mangan (2) mengetahui hasil isolasi Mn dari batu mangan menggunakan pereaksi pengendap (NH4)2S secara gravimetri dan hasil analisis dengan SEM-EDAX (3) mengetahui komposisi hasil isolasi logam mangan dari batu mangan yang diendapkan dengan NH4OH secara gravimetri dan dianalisis menggunakan SEM-EDAX. Pada penelitian yang dilakukan batu mangan dengan warna putih kelabu diambil sebagai sampel. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental. Pada penelitian yang dilakukan batu mangan dengan warna putih kelabu diambil sebagai sampel. Sampel batu mangan dihancurkan dan dianalisis dengan XRF. Setelah diketahui komposisi mineralnya, sampel batuan ini digerus dengan mortal, dilarutkan, dan diendapkan dengan metode gravimetri. Hasil endapan dianalisis untuk mengetahui permukaan sampel dan kadar logam mangan yang terkandung dalam hasil endapan dengan menggunakan SEM-EDAX. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi mineral dalam batu mangan yang dianalisis dengan XRF 88,3 % adalah mangan sedangkan sisanya dalam jumlah persentase yang kecil adalah Si, P, S, K, Ca, Ti, Ni, Cu, Zn, Ba, Ce, Yb, dan Re. Pengendapan dengan metode NH4OH menghasilkan endapan dari 2,013 g sampel seberat 0,488 g, analisis endapan tersebut dengan SEM-EDAX diperoleh kadar logam mangan 59,34 %, dan hasil endapan dengan metode (NH4)2S diperoleh 0,287 g, analisis dengan SEM-EDAX menunjukkan kadar logam mangan (Mn) 44,79 %.

Pengaruh kelengkapan sumber belajar dan kemandirian siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan (studi pada siswa Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen) / Isti Dwi Wulandari

 

Wulandari, Isti Dwi. 2014. Pengaruh Kelengkapan Sumber Belajar dan Kemandirian Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Diklat Kewirausahaan (Studi pada Siswa Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing: (1) Dr. Ludi Wishnu Wardana, S.T.,S.Pd.,M.M. (2) Trisetia Wijijayanti, S.E., MBA. Kata Kunci: Kelengkapan Sumber Belajar, Kemandirian Siswa dan Prestasi Belajar     Prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Beberapa faktor diantaranya adalah sumber belajar dan kemandirian belajar siswa. Kemandirian belajar merupakan faktor internal yang mendasari siswa untuk mau belajar, tanpa kemandirian belajar siswa tidak dapat belajar secara maksimal. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah adakah 1) pengaruh antara kelengkapan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, 2) pengaruh kemandirian siswa terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, 3) pengaruh kelengkapan sumber belajar dan kemandirian siswa terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelengkapan sumber belajar dan kemandirian siswa terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen.     Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X, XI, XII Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen sebanyak 160 siswa. Terdapat tiga variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: sumber belajar (X1), kemandirian siswa (X2) dan prestasi belajar (Y). Pengumpulan data diambil melalui angket dan dokumentasi. Uji instrumen dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis deskripsi persentase dan analisis regresi.     Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh positif dari kelengkapan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, ada pengaruh positif dari kemandirian siswa terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, ada pengaruh positif dari pengaruh kelengkapan sumber belajar dan kemandirian siswa terhadap prestasi belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan, gambaran, serta informasi yang bermanfaat kepada orang tua, sekolah, siswa, dan peneliti selanjutnya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

Peningkatan kemampuan menyimak cerita melalui media film pada siswa kelas V SDN Pendem 01 Kota Batu / Herdy Indra Fiyanto

 

Kata Kunci : kemampuan menyimak, cerita, media film, sekolah dasar Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan menyimak cerita siswa kelas V SDN Pendem 01. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, siswa kurang mampu menentukan unsur-unsur cerita, memusatkan perhatian, dan belum optimalnya penggunaan proyektor. Oleh sebab itu diperlukan adanya strategi yang lebih baik dalam pembelajaran, diantaranya adalah penggunaan media film. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan pelaksanaan penggunaan media film dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan menyimak cerita pada siswa kelas V SDN Pendem 01 Kota Batu, (2) mendeskripsikan penggunaan media film dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V SDN Pendem 01 Kota Batu (3) mendeskripsikan dampak penggunaan media film terhadap keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi menyimak cerita di kelas V SDN Pendem 01 Kota Batu. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian adalah siswa kelas VC SDN Pendem 01 Kota Batu dengan jumlah siswa sebanyak 30 anak. Pelaksanaan PTK ini terdiri dari 2 siklus dan setiap tindakan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah dalam penelitian ini kemampuan siswa dalam menyimak cerita. Kemampuan siswa dalam menyimak cerita sebelum tindakan memperoleh nilai rata-rata 57,67. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, rata-rata kemampuan menyimak cerita siswa kelas VC meningkat menjadi 69,00 , peningkatan nilai rata-ratanya adalah 11,33 (19,64%). Setelah itu dilaksanakan siklus II, hasilnya menunjukkan peningkatan nilai rata-rata menjadi 77,33 , peningkatan yang terjadi dari siklus I ke Siklus II adalah 8,33 (12,07%). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film dapat meningkatkan kemampuan siswa Kelas V SDN Pendem 01 dalam menyimak cerita. Saran yang diberikan peneliti kepada para guru dan peneliti lain adalah (1) Guru dapat menggunakan media film pada pokok bahasan menyimak, (2) guru hendaknya selalu membuat RPP, melaksanakan pengelolaan kelas yang baik, disertai komponen pelengkap pembelajaran lain, (3) penggunaan media film perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan agar memperoleh hasil yang maksimal.

Peningkatan kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan metode pembelajaran perpaduan metode Eja dan metode SAS (Ngejas) di kelas I SDN Mulyorejo III Kota Malang / oleh Maria Theresia Sukarti

 

Pengembangan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII di SMPN 1 Pakel Tulungagung / Wikan Galuh Widyarto

 

Kata kunci: Panduan Sosiodrama, Keterampilan Komunikasi, Komunikasi Interpersonal. Penelitian pengembangan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung dilatarbelakangi munculnya kasus siswa kelas VII yang mengalami salah paham dengan teman sebayanya, disebabkan kurangnya keterampilan komunikasi interpersonal. Selain itu, belum adanya konselor yang menggunakan model sosiodrama sebagai metode peningkatan keterampilan komunikasi siswa, sehingga diperlukan suatu panduan sosiodrama sebagai salah satu metode untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa di sekolah. Tujuan Penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung sebagai salah satu teknik yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan bimbingan pribadi-sosial yang berterima secara teoritis dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development research) yang menggunakan model Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan Sebagai berikut: 1) tahap I perencanaan: menentukan potensi dan masalah penelitan, melakukan kajian pustaka dan need assesment; 2) tahap II pengembangan produk: menentukan tujuan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal (tujuan umum dan tujuan khusus), menyusun isi dari buku panduan sosiodrama, menyusun alat evaluasi produk; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli (uji ahli bk, uji ahli drama, dan uji ahli media); revisi produk hasil penilaian uji ahli; uji calon pengguna produk; uji coba produk terbatas (uji kelompok kecil); produk akhir panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal. Isi dari produk yang dihasilkan yakni kata pengantar, daftar isi, bab I pendahuluan (latar belakang, pengertian sosiodrama, tujuan sosiodrama, sasaran sosiodrama, prosedur pelaksanaan permainan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal, komponen pedoman layanan bimbingan), bab 2 panduan pelaksanaan (petunjuk umum, petunjuk khusus, peran konselor, peran siswa dalam pelaksanaan sosiodrama, langkah pengembangan model sosiodrama, cara mengulang permainan), bab III (skenario sosiodrama yang berisikan mengenai identitas, kompetensi, garis besar cerita, pemain dan rambu-rambu pemain, rincian adegan, diskusi refleksi), bab IV evaluasi (evaluasi program, evaluasi hasil, lembaran observasi siswa), bab V penutup, daftar rujukan, lampiran. Selain itu buku panduan ini juga dilengkapi dengan kata-kata bijak, dan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi agar menambah kemenarikan buku panduan. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap buku panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung, dapat disimpulkan bahwa panduan untuk konselor sangat layak, sangat jelas, sangat berguna, sangat mudah, sangat tepat, sangat menarik secara teoritis. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: 1) Dengan adanya panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung, sekolah dapat memfasilitasi agar dijadikan referensi dalam MGBK, sehingga sekolah lain dapat menerapkannya dengan menyesuaikan karakteristik siswa masing-masing sekolah. 2) Pengguna produk benar-benar memahami dan mempelajari panduan sosiodrama ini agar dapat diaplikasikan dalam membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal dengan menggunakan teknik sosiodrama secara efektif untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling. 3) Panduan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal ini dapat dilanjutkan dengan eksperimen untuk mengetahui keefektifan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal guna diperoleh hasil yang lebih akurat.

Efektifitas pembelajaran matematika melalui pendekatan realistik pada siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Malang / oleh Hijjatul Munawarah

 

Studi tentang kecanduan game online siswa SMP BSS Malang / Galang Surya Gumilang

 

Kata Kunci: kecanduan, game online, prestasi belajar. Kecanduan game online adalah suatu gejala yang terjadi saat sekarang ini seiring dengan berkembang pesatnya dunia teknologi Informasi seperti internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kecanduan game online siswa SMP BSS Malang, (2) prestasi belajar siswa SMP BSS Malang, (3) dan hubungan antara kecanduan game online dengan prestasi belajar. Digunakan Rancangan Mixed Methods sebagai kombinasi atau gabungan penelitian pendekatan kuantitatif dan kualitatif termasuk didalamnya terdapat data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif penelitian pada suatu kajian tunggal. Strategi yang digunakan yaitu Strategi Embedded Konkruen merupakan strategi penelitian yang menarik yaitu dalam satu tahap pengumpulan data, peneliti mampu mengumpulkan dua jenis data secara bersama-sama. Hasil penelitian secara kuantitatif diketahui siswa yang mengalami kecanduan game online tingkat kecanduan game online sebanyak 3 siswa (16,03 %) termasuk sangat tinggi, 4 siswa (14,36 %) termasuk tinggi, 13 siswa (41,86 %) termasuk sedang, 4 siswa (11,9 %) termasuk rendah, dan 5 siswa (12,66 %) termasuk sangat rendah. Selain itu, prestasi belajar siswa terdapat 12 siswa yang mengalami prestasi belajar rendah yaitu mendapatkan kategori “kurang” dan “sangat kurang” sehingga mendapatkan ranking yang tidak memuaskan. Sedangkan terdapat 6 siswa yang mendapatkan kategori “cukup” dan 12 siswa lainnya mendapatkan kategori “sangat baik” dan “baik”. Dari hasil tersebut, tidak ada hubungan yang signifikan antara kecanduan game online dengan prestasi belajar karena nilai uji hipotesis yaitu 0,291. Pada sisi kualitatif, dari 30 siswa ditemukan (1) Awal dia bermain game online, (2) Waktu yang dihabiskan untuk bermain rata-rata 2-4 jam, (3) Orang tuanya tidak mengijinkan untuk bermain game online, dan (4) Prestasi belajarnya rendah. Berdasarkan penelitian di atas, saran yang dapat diberikan antara lain: (1) konselor harus memperhatikan siswanya yang mengalami kecanduan game online lebih lanjut lagi supaya tidak berlarut-larut dengan melancarkan pendekatan konseling dan teknik konseling yang efektif. (2) Penelitian selanjutnya bisa melancarkan teknik konseling yang efektif yang berguna untuk mengatasi kecanduan game online. Selain itu, penelitian selanjutnya perlu mengembangkan instrumen lebih baik lagi.

Identifikasi kesiapan guru IPA (Sains) pada beberapa SMP Negeri di Kota Bojonegoro dalam melaksanakan pembelajaran kimia berdasarkan kurikulum 2004 (KBK) / oleh Rochmatin

 

Penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan (Studi kelas XI APK 2 SMK Tekstil Pandaan Kabupaten Pasuruan) / Mira Yanuarti

 

Kata kunci: Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD), Hasil belajar. Pendidikan merupakan suatu bentuk pengembangan diri dalam rangka membangun suatu prestasi seseorang supaya lebih maju. Dalam peningkatan kecerdasan seseorang harus mampu menguasai dirinya sendiri, apalagi kemampuan yang dimiliki seorang siswa dalam membangkitkan prestasi belajarnya perlu memahami suatu topik pembelajaran dari guru yaitu kemampuan seorang guru dalam memilih metode pembelajaran yang efektif dan tepat sehingga dapat memotivasi dan meningkatkan prestasi belajar pada siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD), dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas XI APK 2 di SMK Tekstil Pandaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui bagaimana pelaksanaan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan siswa kelas XI APK 2 di SMK Tekstil Pandaan. 2) Mengetahui adakah peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model Student Teams Achievement Divisions (STAD). 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD). Hasil penelitian tindakan kelas pada siklus I dan siklus II yang telah diukur pada aspek kognitif adalah jumlah siswa yang tuntas pada siklus I menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dengan siswa yang tuntas sebanyak 20 siswa (57,14%), dan yang belum tuntas sebanyak 11 siswa (42,86%). Hasil pada siklus II menunjukkan peningkatan hasil belajar yang dicapai oleh siswa jika dibandingkan dengan siklus I yaitu dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 22 siswa (62,85%), dan yang belum tuntas sebanyak 9 orang (37,14%). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran peneliti yang dapat diberikan yaitu: (1) Guru harus dapat memotivasi siswa dan harus lebih memperhatikan siswa pada saat proses belajar mengajar dilakukan. (2) siswa harus lebih antusias lagi dalam menyerap materi pelajaran. (3) pada data nilai awal guru (NAG) seharusnya diberikan nilai yang murni atau nilai yang belum diolah, supaya peneliti lebih mudah untuk mengetahui peningkatan dari penerapan model Student Teams Achievement Divisions (STAD).

Pembelajaran dengan pendekatan Multiple Intelligences dan motivasi belajar siswa kelas II Sekolah Peradaban Cilegon Banten / oleh Oman Irawan

 

Penerapan manajemen berbasis sekolah dan kaitannya dengan prestasi belajar siswa semester gasal tahun ajaran 2012/2013 di SDI Surya Buana Malang / Rahmi Yulianingsih

 

Kata Kunci: manajemen berbasis sekolah (MBS) dan prestasi belajar siswa Manajemen berbasis sekolah (MBS) adalah model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada tingkat lokal/sekolah dan mendorong pengambilan keputusan parsitipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah (kepala sekolah, guru, siswa, karyawan, orang tua siswa, dan masyarakat) dalam pembuatan keputusan untuk meningkatkan mutu sekolah. Tujuannya untuk meningkatkan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran siswa. Prestasi belajar adalah hasil belajar atau tingkat pengetahuan yang diperoleh siswa setelah proses kegiatan belajar, yang ditentukan melalui pengukuran dan penilaian pada siswa dengan melihat aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan manajemen berbasis sekolah yang telah diterapkan di SDI Surya Buana Malang, (2) mendeskripsikan prestasi belajar siswa semester gasal tahun ajaran 2012/2013 di SDI Surya Buana Malang, (3) mendeskripsikan penerapan manajemen berbasis sekolah dan kaitannya dengan prestasi belajar siswa semester gasal tahun ajaran 2012/2013 di SDI Surya Buana Malang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah guru-guru dan siswa-siswi SDI Surya Buana Malang. Sampel penelitian terdiri atas guru SDI Surya Buana Malang yang berjumlah 14 orang dan siswa-siswi SDI Surya Buana Malang yang berjumlah 162 siswa. Teknik pengambilan sampel guru yaitu menggunakan teknik sampling jenuh, sedangkan sampel siswa menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 responden guru menyatakan bahwa penerapan manajemen berbasis sekolah di SDI Surya Buana Malang yaitu sangat baik dengan perolehan nilai sebesar 93% dan 1 responden guru menyatakan baik dengan perolehan sebesar 7%. Sedangkan hasil penelitian prestasi belajar di SDI Surya Buana Malang menunjukkan bahwa 67 siswa mempunyai prestasi belajar yang sangat tinggi yaitu sebesar 41%, 88 siswa mempunyai prestasi belajar yang tinggi sebesar 54%, 6 siswa mempunyai prestasi belajar yang cukup sebesar 4%, dan 1 siswa mempunyai prestasi belajar yang kurang yaitu 1 %. Kesimpulan yang diperoleh yaitu, penerapan manajemen berbasis sekolah di SDI Surya Buana Malang dikategorikan sangat baik dan prestasi belajar siswa semester gasal tahun ajaran 2012/2013 di SDI Surya Buana Malang dikategorikan tinggi. Dari hasil uji korelasi yang dilakukan tidak terdapat hubungan antara manajemen berbasis sekolah dan prestasi belajar siswa, akan tetapi penerapan manajemen berbasis sekolah yang diterapkan di SDI Surya Buana Malang telah memberikan banyak manfaat dan baik untuk mengembangkan kualitas sekolah. Penerapan manajemen berbasis sekolah di SDI Surya Buana malang telah berhasil melibatkan secara langsung semua warga sekolah. Sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan manajemen berbasis sekolah yang diterapkan, berhasil dengan baik. Saran untuk hasil penelitian ini yaitu untuk terus meningkatkan penerapan manajemen berbasis sekolah, guna untuk meningkatkan kualitas sekolah dalam proses belajar mengajar, hendaknya terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru supaya mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif. Serta siswa juga terus dimotivasi untuk belajar lebih giat. Dengan demikian, prestasi belajar yang diperoleh dapat ditingkatkan. Bagi peneliti lain yang hendak melakukan penelitian sejenis, diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini. Karena penelitian ini dilakukan dengan berbagai keterbatasan-keterbatasan yang ada. Penelitian selanjutnya diharapkan mengembangkan variabel, sub variabel dan indikator yang dapat memberi pengaruh terhadap prestasi belajar.

Minat mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani (PENJAS) Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang terhadap berbagai profesi / oleh Bustanol Arifin

 

Keefektifan supervisi klinis untuk penguasaan kompetensi profesional konselor dalam konseling / Sosthenes Malioy

 

Kata Kunci: kompetensi profesional, konseling realitas, supervisi klinis Penguasaan konseling merupakan tuntutan profesional konselor sekolah. Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Ambon banyak ditemukan konselor yang belum melakukan layanan konseling secara tepat terhadap siswa. Pada umumnya konseling dilaksanakan dalam bentuk nasihat, dan belum menerapkan pendekatan yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan penguasaan kompetensi profesional dalam konseling realitas antara konselor yang disupervisi klinis dan yang tidak disupervisi klinis. Penelitian ini dilakukan pada 22 konselor yang dipilih secara random dari 34 konselor di semua SMA Negeri Kota Ambon. Desain yang digunakan adalah quasi experimental posttest only control group. Penetapan 11 subjek kelompok eksperimen dan 11 subjek kelompok kontrol dipilih secara sistematik dengan menggunakan teknik matching. Subjek kelompok eksperimen memperoleh treatmen berupa supervisi klinis dalam melaksanakan konseling realitas, sedangkan subjek kelompok kontrol melaksanakan konseling realitas tanpa supervisi klinis. Instrumen format observasi konseling realitas digunakan untuk mengukur penguasaan kompetensi konseling realitas. Instrumen meliputi aspek pembinaan hubungan baik, identifikasi keinginan saat ini, identifikasi dan penilaian perilaku saat ini, perencanaan perilaku bertanggungjawab, dan terminasi dan tindak lanjut. Data dianalisis dengan uji-t dengan sampel bebas. Hasil ujicoba instrumen menunjukkan reliabilitas sebesar 0,973 dan validitas setiap butir lebih besar dari 0,3. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan signifikan penguasaan kompetensi profesional dalam konseling realitas antara subjek yang disupervisi klinis dan yang tidak disupervisi klinis. Secara khusus juga ada perbedaan penguasaan tiap-tiap aspek konseling realitas yakni aspek pembinaan hubungan baik, identifikasi keinginan konseli saat ini, identifikasi dan penilaian perilaku konseli saat ini, perencanaan perilaku bertanggungjawab, dan terminasi dan tindak lanjut dalam konseling realitas. Berdasarkan hasil penelitian disampaikan saran (1) pengawas bimbingan dan konseling perlu menggunakan supervisi klinis untuk mengembangkan kompetensi profesional konselor sekolah, (2) Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) perlu menggunakan supervisi klinis dalam meningkatkan kompetensi profesional konselor sekolah, (3) dosen program studi bimbingan dan konseling dianjurkan menggunakan supervisi klinis khususnya dengan model experiential learning dalam menyiapkan mahasiswa calon konselor, dan (4) bagi peneliti lain agar mengembangkan model-model supervisi klinis bagi konselor dalam melaksanakan konseling dengan pendekatan yang lain seperti client- centered, cognitive behavior dan gestalt.

Studi tentang keberadaan Aremania di Malang / oleh Linda Juni Lestari

 

Peningkatan hasil belajar IPS melalui metode pemberian tugas bagi siswa kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar / Muhamad Ali Radja

 

Kata Kunci Hasil belajar, metode pemberian tugas, IPS SD Pemilihan metode pembelajaran sangat penting untuk dipertimbangkan oleh guru karena metode pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa dalam mempelajari materi. Berdasarkan hasil observasi metode yang digunakan oleh guru adalah ceramah, siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran, hal itu diperkuat dengan rata-rata nilai ulangan akhir semester siswa kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar adalah 50,3. Alternatif pemecahan masalah tersebut yaitu menggunakan metode pemberian tugas dalam pelajaran IPS. Tujuan penelitian ini: 1) mendeskripsikan penerapan metode pemberian tugas pada pembelajaran IPS di kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar.2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPS melalui motode pemberian tugas di kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar. Penelitian ini adalah jenis penenlitian tindakan kelas (PTK. Penelitian terdiri dari dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Isntrumen dalam penelitian ini yaitu lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru, tes, angket, dan kamera. Observasi aktivitas siswa, data direkam dengan instrumen tersebut. Data yang diperoleh disajikan alam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian dari pra- tindakan sampai sikus II pertemuan II diketahui persentase peningkatan aktivitas siswa, peningkatan aktivitas guru, dan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar. Aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan I mengalami peningkatan sebesar 27%, kemuadian pada siklus I pertemuan II mengalami peningkatan 6% dan pada siklus II pertemuan I mengalami peningkatan sebesar 4% dan pada siklus II pertemuan II mengalami peningkatan sebesar 6% persentase aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 9,16% pada siklus I pertemuan I pada siklus I pertemuan II mengalami peningkatan 10,25% pada siklus II pertemuan I mengalami peningkatan sebesar 9,59% dan pada siklus II pertemuan II mengalami penngkatan sebesar 11,41%. Hasil belajar siswa pada siklus pertemuan I mengalami penurunan sebesar 1,16% pada siklus I pertemuan II terjadi penngkatan sebesar 3,55% pada siklus II pertemuan I terjadi peningkatan 10,78% dan pada siklus II pertemuan II terjadi peningkatan sebesar 85%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode pemberian tugas dapat diterapkan dalam pembelajaran IPS di SD dan dapat meningkatkan kemampuan serta hasil belajar siswa.

Perbedaan tingkat kemampuan penyesuaian sosial siswa MAN Tambakberas Jombang antara yang tinggal di pondok pesantren dan yang tinggal bersama keluarga / oleh Shochibbah

 

Penerapan model pembelajaran carousel feedback untuk meningkatkan hasil belajar dan efikasi diri (studi pembelajaran IPS pada siswa kelas VI SDN Bandungrejosari 3 Malang) / Elsinora Mahananingtyas

 

Kata kunci: Model Pembelajaran Carousel Feedback, hasil belajar, efikasi diri dan IPS SD. Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas hendaknya memiliki kemampuan keterampilan sosial, keterampilan berfikir dan efikasi diri yang baik. Penerapan pembelajaran seharusnya mendorong siswa agar lebih aktif dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, namun pada prakteknya penerapan pembelajaran kurang mendorong pada pencapaian kepercayaan pada diri siswa. Siswa malu jika diminta untuk mengemukakan pendapatnya, tidak mau maju jika diminta untuk mempresentasikan hasil kerjanya, tidak memberikan komentar, masukan dan saran kepada teman yang mempresentasikan hasil kerjanya. Berdasarkan masalah tersebut, model pembelajaran yang cocok diterapkan pada pembelajaran IPS, yaitu model pembelajaran Carousel Feedback. Model Pembelajaran Carousel Feedback adalah strategi yang menyediakan kesempatan bagi siswa bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan dan memahami tentang isu-isu kunci, masalah, dan konsep dengan mengingat fakta, keyakinan, informasi, dan/atau kesepakatan kunci. Selama proses ini, siswa bekerja sama untuk menghasilkan tanggapan terhadap pertanyaan yang diajukan oleh guru dan merenungkan tanggapan yang dihasilkan oleh sesama siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Carousel Feedback untuk meningkatkan hasil belajar dan efikasi diri siswa pada pembelajaran IPS kelas VI SDN Bandungrejosari 3 Malang. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengambil subjek penelitian kelas VI sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah RPP, lembar observasi, angket efikasi diri siswa, angket model pembelajaran, pre-tes dan post-test, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini dilakukan selama dan setelah pengumpulan data. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Data yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif adalah tentang hasil belajar siswa, pre-test dan post-test, dan data efikasi diri siswa menggunakan skala efikasi diri, sedangkan data kualitatif berupa catatan observasi, dokumen hasil belajar siswa, dan dokumentasi foto-foto kegiatan pembelajaran. Dalam penelitian ini dapat ditemukan bahwa penerapan model pembelajaran Carousel Feedback dapat meningkatkan hasil belajar dan efikasi diri siswa kelas VI SDN Bandungrejosari 3 Malang. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar siswa 40% siklus I manjadi 77% pada siklus II, dan 100% pada siklus III. Nilai rata-rata pada peningkatan efikasi diri siswa 22,8% siklus I menjadi 45,7 % pada siklus II, dan 85,7% pada siklus III. Penerapan model pembelajaran Carousel Feedback untuk maningkatkan hasil belajar dan efikasi diri siswa SDN Bandungrejosari 3 Malang dapat tercapai. Disarankan penerapan model pembelajaran Carousel Feedback dilakukan sebelum penelitian secara berulang-ulang oleh guru, sebelum itu pula guru telah dibekali dan diberi penjelasan secara jelas mengenai model yang akan diterapkan, sehingga pada saat penelitian siswa tidak bingung dan ribut dengan perputaran kelompok. Peningkatan KKM dari 65 ke 70 untuk mata pelajaran IPS. Dorongan dan motivasi kepada siswa agar memiliki efikasi diri yang tinggi.

Kemampuan menemukan masalah utama berita bertopik sama siswa kelas VIIIA dan B SMP Negeri 7 Malang tahun pelajaran 2012/2013 / Sherly Debrina Savitri

 

Kata kunci: pembelajaran membaca, membaca ekstensif, membaca berita. Membaca merupakan salah satu dari empat aspek keterampilan berbahasa yang dikembangkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Salah satu kompetensi yang dikembangkan dalam pembelajaran membaca, yaitu menemukan masalah utama dari beberapa berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif. Pada siswa kelas VIII SMP diharapkan mampu menemukan masalah utama beberapa berita yang bertopik sama. Dewasa ini setiap orang dituntut untuk memiliki kemampuan menyerap dan menguasai informasi yang beredar. Karena sebagian besar informasi yang beredar dalam bentuk tulis, seperti buku teks, majalah, jurnal dan surat kabar, maka kemampuan yang sangat diperlukan untuk menyerap informasi adalah kemampuan membaca. Oleh karena itu, pembelajaran menemukan masalah utama berita ini sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari siswa. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menemukan masalah utama berita bertopik sama siswa kelas VIIIA dan B SMP Negeri 7 Malang. Secara khusus tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menemukan masalah utama berita bertopik sama pada aspek: (1) mengidentifikasi informasi pokok teks berita, (2) menentukan persamaan dan perbedaan masalah pada beberapa berita bertopik sama, dan (3) menyimpulkan masalah utama dari berita yang bertopik sama. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif. Subjek umum penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Malang, sedangkan subjek khusus penelitian adalah 70 siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian berupa skor kemampuan menemukan masalah utama beberapa berita yang bertopik sama siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Malang. Analisis data dilakukan dalam empat langkah, yaitu (1) tahap perencanaan, (2) pengumpulan data, (3) analisis data, dan (4) penggolongan kemampuan berdasarkan kualifikasi. Berdasarkan analisis dalam penelitian ini secara umum dapat diketahui bahwa kemampuan menemukan masalah utama beberapa berita yang bertopik sama siswa kelas VIIIA dan B SMP Negeri 7 Malang mampu mencapai standar ketuntasan, hal ini dibuktikan sebesar 77,1% (54 siswa) mendapatkan nilai ≥75 yang artinya melebihi standar pencapaian ketuntasan sebanyak 70%, sedangkan kemampuan menemukan masalah utama berita yang bertopik sama siswa kelas VIIIA dan B SMP Negeri 7 Malang per aspek dapat dinyatakan: (1) mampu mengidentifikasi informasi pokok teks berita dengan memperoleh nilai ≥75 sebanyak 66 siswa (94,3%). Sementara itu, siswa yang cukup mampu dan kurang mampu mengidentifikasi informasi pokok teks dengan memperoleh nilai <75 sebanyak 4 siswa (5,7%), (2) mampu menentukan persamaan dan perbedaan masalah pada beberapa berita bertopik sama dengan memperoleh nilai ≥75 sebanyak 51 siswa (72,9%). Sementara itu, siswa yang cukup mampu dan kurang mampu menentukan persamaan dan perbedaan masalah pada beberapa berita yang bertopik sama dengan memperoleh nilai <75 sebanyak 19 siswa (27,1%), dan (3)tidak mampu menyimpulkan masalah utama berita yang bertopik sama dengan memperoleh nilai ≥75 sebanyak 23 siswa (32,8%), sedangkan siswa yang memperoleh nilai <75 sebanyak 47 siswa (67,2%). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru bahasa Indonesia untuk memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan acuan dan bahan masukan dalam menyusun materi pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih kreatif dan inovatif khususnya pada kompetensi dasar menemukan masalah utama beberapa berita yang bertopik sama. Kepada peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam melakukan penelitian sejenis dan disarankan untuk menggunakan sumber dan media pembelajaran yang lain yang lebih menarik dan lebih kreatif sehingga dapat mengukur kemampuan siswa dengan baik dan maksimal.

Enhancing reading comprehension of first grade students of SMKN 2 malang through the cooperative integrated reading and composition (CIRC) strategy / Wahyunengsih

 

hesis. Graduate Program in English Language Education State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A.,(II) Drs. Fachrurrazy, M.A, Ph.D. Keywords: cooperative integrative reading and composition, reading comprehension Based on problems found in the preliminary study, the objective of this study is to figure out how Cooperative Integrative Reading and Composition (CIRC) Strategy enhance the students' reading comprehension of first grade at SMKN 2 Malang. By using this strategy, it is expected the students' ability in reading comprehension could be enhanced. This study is classroom action research (CAR) which consists of four major steps: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study are first grade students of SMK N 2 Malang, class XKPR3 (Nursing) comprising of 40 students. This study was conducted in one cycle consisting of five meetings for teaching and learning activities and one meeting for test. The instruments used for collecting data are: reading test, questionnaires and field notes. The result of the study shows that (1) the use of the CIRC strategy in teaching reading could enhance the students' ability in reading comprehension. The improvement is indicated by the achievement of the students' result in reading scores. From 40 students, 12.5% or 5 students in got 10.0 in reading comprehension test, 5% or 2 students got 9.5, 12.5% or 5 students got 9, 15% or 6 students got 8.5, 22.5% or 9 students got 8, and 30% or 12 students got 7.5. One student could not pass because the student did not follow two meetings in the teaching learning process. Therefore, the student was not categorized into the failure of the all of the study. The result of the questionnaires also shows that each student of 40 students in the class (100%) answered "Yes/Agree" for at least 5 or more questions in the questionnaires, and the students felt comfortable and felt that the CIRC is easy to implement and did not cause depressed or stress. Based on the findings described above, the study concludes that (1) the use of CIRC strategy is effective to enhance the students' ability in reading comprehension by reading aloud, group responses, short composition, and individual and group presentations; (2) the implementation of the CIRC strategy is able to provide comfortable and joyful learning atmosphere. In addition, the researcher also suggests several things. First, English teachers are suggested to employ this strategy when they face the same problems in teaching reading in other grades, second and third grade of SMK . Second, for the future researchers, further study could be conducted at public high school level (SMA) or at the level of university students. By using CIRC strategy further researchers are also suggested to solve other reading comprehension problems in the other reading comprehension level.

Hubungan pemenuhan kebutuhan dan kepuasan kerja guru Sekolah Dasar Negeri Waru Sidoarjo / oleh Ony Sulistiyo

 

Communication strategies employed during role-play by 7 grades at SMPN 5 Malang / Ninuk Retna Sumiarsih

 

Kata Kunci: strategi komunikasi, permainan peran, taksonomi Dörnyei Di level kelas tujuh, murid Indonesia belajar berbagai jenis ekspresi transaksional dan interpersonal dalam bahasa Inggris. Untuk mempelajari ekspresi tersebut, beberapa latihan berkomunikasi dilakukan. Namun, pada saat latihan berkomunikasi, beberapa masalah muncul yang kemudian diatasi dengan strategi komunikasi. Studi ini bertujuan untuk memperoleh data strategi komunikasi yang digunakan oleh murid, frekuensi penggunaan strategi komunikasi, dan alasan penggunaan Untuk memperoleh data tersebut di atas, design penelitian deksriptif kualitatif digunakan dengan subject adalah murid kelas 7.5 angkatan 2012/2013 dari SMPN 5 Malang. Selain itu, data primer penelitian ini adalah strategi komunikasi yang muncul pada ucapan murid Untuk memperoleh data tersebut dan data sekunder diperoleh dari penelitian terdahulu dari Hartatik (2012). Untuk memperoleh data primer, rekaman video, angket, interview, dan field note digunakan dalam studi ini. Selanjutnya analisis interim dari Johnson & Christensen (2004:501) digunakan untuk menganalisis data. Taksonomi Dörnyei (1995:58) seperti yang dikutip oleh Brown (2007:138) difunakan untuk mengklasifikasikan data. Hasil menunjukan bahwa selama bermain peran, para murid menggunakan beberapa strategi komunikasi. Selebihnya, strategi komunikasi yang digunakan mendukung taksonomi Dörnyei (1995:58) dengan hasil sebagai berikut: dalam kelompok strategi penghindaran, murid menggunakan: dari kelompok strategi penghindaran (avoidance strategies), murid menggunakan (1) strategi penghindaran topic (topic avoidance) dan (2) strategi penghindaran pesan (message abandonment). Selebihnya, dalam kelompok strategi kompensatori (compensatory strategies), murid menggunakan (1) strategi pola prefabrikasi (prefabricated pattern; (2) sinyal nonlinguistik (nonlinguistic signals); (3) penerjemahan harfiah (literal translation); (4) alih kode (code-switching); (5) meminta tolong (appeal for help); dan (6) strategi mengulur atau memperpanjang waktu (stalling or time gaining strategies). Selanjutnya, frekuensi penggunaan adalah sebagai berikut: dari kelompok strategi penghindaran, (1) strategi penghindaran topic (5.5%) dan (2) strategi penghindaran pesan (1.9%). Selebihnya, dalam kelompok strategi kompensatori, murid menggunakan (1) strategi pola prefabrikasi(1.9%); (2) sinyal nonlinguistic (5.5%); (3) penerjemahan harfiah (7.4%); (4) alih kode (1.9%); (5) meminta tolong (18.5%), dan (6) strategi mengulur atau memperpanjang waktu (57.4%). Berdasarkan data yang diperoleh, strategi mengulur atau memperpanjang waktu (stalling or time-gaining strategies) merupakan strategi komunikasi yang paling sering digunakan. Selanjutnya, murid menggunakan strategi komunikasi karena mereka ingin memecahkan permasalahan komunikasi yang mereka hadapi. Selebihnya, masalah ini dipicu oleh minimnya pengetahuan kosa kata bahasa Inggris, grammar, dan cara pengucapan. Studi ini menyajikan beberapa saran. Pertama, para guru disarankan untuk menjadi model bagus dalam menggunakan strategi komunikasi saat memecahkan masalah komunikasi, memberi kesempatan lebih kepada murid untuk berbicara bahasa Inggris, dan untuk menambah mengetahuan siswa tentang kosakata bahasa Inggris, grammar, dan cara pengucapan. Kedua,murid disarankan untuk lebih sering berlatih berbicara bahasa Inggris. Ketiga, peneliti yang akan datang diharapkan menggunakan lebih dari satu taksonomi, menciptakan aktifitas komunikasi yang lebih bersifat alami, membawa rekan untuk membantu mengoperasikan kamera saat proses pengumpulan data.

Pengaruh penerapan model direct instruction dibandingkan dengan quantum teaching berbantuan media interaktif terhadap hasil belajar menggunakan program pengolah database pada siswa kelas XI di SMA Negeri 6 malang / Ameliza Apriliana

 

Kata kunci: Direct intruction, Quantum Teaching, Media Interaktif, hasil belajar Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sangat diperlukan guna meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Proses pembelajaran yang meriah dengan segala nuansanya, menyertakan segala kaitan, interaksi dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar yang berfokus pada hubungan yang dinamis dalam lingkungan kelas, interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk berfikir. Model pembelajaran Quantum Teaching merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran Quantum Teaching dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan segala nuansanya, demokrasi, penanaman konsep yang diperoleh dari hasil penyelidikan, penyimpulan serta meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, membangkitkan minat dan partisipasi, serta meningkatkan pemahaman materi. Sedangkan penggunaan media interaktif adalah sebagai bantuan untuk siswa agar lebih mudah menyerap apa yang diajarkan oleh guru. Media yang interaktif mampu menarik keinginan siswa untuk belajar secara lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Menerapkan apa yang ada di media dan mengembangkannya sesuai dengan apa yang telah dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelompok eksperimen dan kontrol serta untuk mengetahui pengaruh penerapan Quantum Teaching terhadap hasil belajar menggunakan program pengolah database siswa kelompok eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan desain eksperimen semu. Variabel bebas yaitu metode pembelajaran dan variabel terikat yaitu hasil belajar. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu kelas XI IPA 2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IPA 3 sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah silabus, RPP, lembar angket, lembar afektif, lembar observasi praktek siswa, dan tes tulis. Uji hipotesis menggunakan uji t dan regresi linear sederhana. Hasil uji t menghasilkan nilai Sig (p) = 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Jadi, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar TIK antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil uji regresi linear sederhana diperoleh nilai Sig (p) = 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Jadi, terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan model Quantum Teaching berbantuan media interaktif terhadap hasil belajar menggunakan program pengolah database pada kelompok eksperimen yang pengaruhnya dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y = 443,30 + 0,441 X.

Students responses toward teacher written corrective feedback / Santi Prasetyorini

 

ABSTRAK Prasetyorini, Santi. 2016. ResponSiswaterhadapUmpanBalikKorektifTertulis Guru.Tesis, PascasarjanaPendidikanBahasaInggrisUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. UtamiWidiati, M.A., PhD., (II) Prof. Dr. YazidBasthomi, M.A. Kata kunci: responsiswa, umpanbalikkorektiftertulisdari guru Banyakproyekpenelitianberfokuspadaefektifitasumpanbalikkorektifdari guru sebagaibagianpenting yang memberipengaruhpadapembelajaranbahasa.Dalamhalpenyediaanumpanbalikini, guru padaumumnyaberperanpentingsebagaisumberumpanbalik. Akan tetapi, partisipasisiswapentinguntukdipertimbangkankarena proses pembelajaranakanefektifketikahalitusejalandengankebutuhandanharapansiswa. Penelitianinibertujuanmenyelidikisudutpandangsiswaterhadappemberianumpanbalikkorektiftertulisdari guru untukmemperolehwawasan yang lebihluastentangumpanbalik yang diberikan guru. Penyelidikaninimencakuppemahamansiswa, persepsisiswa, pilihansiswa, dantindakansiswaterhadapumpanbalikkorektiftertulisdari guru. Penelitianinimenggunakandesainpenelitiandeskripsi. Terdapat 31 siswa SMP (SMP Negeri 1 DurenanTrenggalek) yang berpartisipasipadapenelitianini. Data diperolehmelaluikuesioner, wawancara, danhasiltulisansiswa. Data yang diperolehdarikuesionerditabulasikanuntukmelihatpersentaseresponsiswapadasetiapaspeknya. Data yang diperolehdariwawancaradanhasiltulisansiswadisajikansecarakualitatifuntukmendukungdanmenegaskan data yang diperolehdarikuesioner. Berdasarkanhasildarianalisis data, ditemukanbahwasiswamempunyairesponpositifterhadapumpanbalikkorektiftertulisdari guru. Terkaitdenganpemahamansiswa, dapatdisimpulkanbahwasiswamampumemahamiumpanbalikkorektiftertulisdari guru. Berkaitandenganpersepsisiswa, ditemukanbahwamayoritassiswaberpendapatbahwaumpanbalikkorektiftertulisdari guru diperlukandanbermanfaat. Berkaitandenganaspekketigatentangpilihansiswa, dapatdisimpulkanbahwamayoritassiswalebihsukaketika guru menyediakanumpanbalikterhadapsemuabagiantulisanmerekadanmencakupsemuakomponentulisan. Sehubungandenganmetode yang digunakan, koreksisecaralangsunglebihdiinginkan. Padaaspekkeempattentangtindakansiswaterhadapumpanbalikkorektiftertulisdari guru, siswamenyetujuiuntukmelaksanakankegiatan-kegiatanpositifsetelahmenerimaumpanbalik Sehubungandenganhasilpenelitianini, disarankankepadaguru untukmemberikanumpanbalikkorektiftertulisdenganmempertimbangkantingkatkemampuansiswa. Disarankan pula kepadapeneliti-peneliti yang akandatang yang bermaksudmelaksanakanpenelitianserupauntukmempertimbangkanaspekpersepsi guru danpenilaianpribadi guru berkaitandenganpenyediaanumpanbalikkarenahalitumerupakanaspekpenting yang mempengaruhiresponsiswakhususnyadanpembelajaranbahasa yang merekaalamipadaumumnya.

Evaluasi tingkat kesuburan lahan untuk budidaya tambak di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik / oleh Ahbab

 

Evaluaslia hanm erupakana laty angb iasad igunakand alamp erencanaayna itu untukp rosesp endugaanp otensil ahand enganm acam-macamal ternatifp enggunaan. Evaluasi ini diperuntukkan pada tingkat kesuburan lahan tambak di Kecamatan UjungpangkahP. enggunaalna han untuk pertambakand i KecamatanU jungpangkah telahb anyakm engalampi erkembangasne tiapt ahun,m eskipund enganta mbals ulam, baik inovasib udidaya,h inggak e arahp engelolaany ang lebih efisien.P ertimbangan dalam pembangunanp ertambakand i'wilayah pantai harus diperhatikan khususnya mengenapi emilihanl okasi secaras eksamad an merupakanta hapa wal yang sangat penting dalam menentukank eberhasilanb udidaya tambak. Dengan mengetahui karaktenstik dan kesuburan lahan lebih awal maka akan mempermudah dalam pengelolaaunn tukp ertambakanD. ari hal tersebumt enyebabkatnim bulnyak einginan penelitiu ntukm elakukane valuasti ingkatk esuburanla hanu ntukb udidayata mbakd i KecamataUn jungpangkah. Berdasarkaunr aiand i atasp enelitiani ni bertujuan;1 . Mengetahuki arakleristik lahan untuk budidayat ambak di KecamatanU jungpangkah2, . Mengetahui tingkat kesuburanla han untuk budidayat ambak di KecamatanU jungpangkah3, . Mengetahupi engaruhja rak terhadapp erbedaatnin gkatk esuburanla hanp adat ambak (l) dekat sungai dan laut, (2) dekat sungai,jauh dari laut, (3)jauh dari sungai dan laut,d an( 4) dekatl aut,j auh dari sungaid i KecamatanU jungpangkah. Penelitianin i menggunakamn etodes urveyd enganm aksude valuasi,d engan melakukanp engamatanp,e ngukurand, anp encatatahna sil secaras istematikte rhadap gejala yang diselidiki dan dibandingkan dengan prasyarat mengenai karakteristik lahan,t ingkat kesuburanl ahan, dan pengaruhja rak terhadapp erbedaanti ngkat kesuburanl ahan untuk budidaya tambak. Berdasarkant empatnyap enelitian ini tennasukp enelitianla pangand anp enelitianla boratoriumP. enelitianla boratoriurnin i dilakukand i laboratoriumk imia tanah universitasB rawijaya pada tanggal2 Juli 2001 meliputi pH, C-organik,N -total, C,4rI"p -olsen,K , Na, Ca, Mg, KTK, Basa, Kelenuhan basa, dan tekstur tanah. Dari hasil analisa tanah maka dilakukan pembandingand engan syarat untuk mengetahuit ingkat kesuburanl ahan dan pengaruhp erbedaajna rak terhadapt ingkatk esuburanla hant ambak. Karakteristik lahan tambak di Kecamatan ujungpangkah dengan topografi datar yaitu 0-3% dan merupakank esesuaiante rtinggi untuk pe(ambakan.p ada kondisi tersebut merupakan kondisi ideal untuk pertambakan. Kedalaman tanah pertambakabne rkisar9 0-105c m sehinggate rgolongk esesuaiatne rtinggid an sedang yaitup adat ambakja uh dari sungaid anl aut. Keadaank erikil luasp ermukaanta mbak t- II tergolongs edangy aitu 3-l0zo. Kedalamana ir permukaanlo kasi pertambakayna itu dari 85 crn sampai1 00c m sehinggas esuaui ntukt ambaky angd apatd igunakanu ntuk memeliharaje nis udangd an windu. Jenis tanah antaral aii aluvial f,idromorf dan aluvial kelabu tua. Temperatur tanah berkisar 26-30 "c. Rata-rata curah hujan tahunan di Kecamatan ujungpangkah sebesar 1554,46 mm. Rerata curah hujan tertinggi pada bulan Januari sebesar3 03,77m m, sedangkanr erata curah hujan terendah pada bulan September sebesar 2,54 mm. oari hasil analisa secira keseluruhan didapatkan bahwa untuk tambak dekat sungai dan laut tingkat kesuburannya-tergolosnagn gatti nggi. Untuk tambakd ekats dgai, jauh dari laut dan tambakd ekatl autjauh dari sungait ergolongs edangd, ant ambaljauh dari sungaid an laut. tingkat_k esuburanyate rgolong rendah. pen-garuhja rak ierhadapp erbedaan tingkat kesuburanla han pertambakand i Kecamatanu jungpangkatrte riitrat dengan nyata dari hasil analisa tanahnya. Ini berarti uatrwa-penlaruh jarak sanlgat berpengarulhg rhadapt ingkatk esuburanla han.u ntuk tambaky ig aetat sungard an laut memiliki kesuburantertinggir,a lu padat ambakd ekats ungailauno arl laut dan tambakd eklt laut jauh dari sungait ergolongs edang,s edangk-apna dat ambakj auh daris ungaid an laut kesuburanytae rgolongr endaha ari totasifortambakany angr ain. Karakteristik lahan pertambakan di kecamatan ujungpangkah memiliki kesesuaiatne rtinggi sehinggad alam mernberikanij in untuk peribukLn hhan baru hendaknytaid ak sembarangadna nh arusd iperhatikanm engenaki ondisil ahand engan potensil ahan,a gar kualitasp ertambakand i Kecamatan-j ungpangkaht etap trnggr dan rneningkatt erus.T ambakd i daerahp enelitiant ergolongi ruri otrt karenai tu para petani hendaknyas elalu menjaga dan mempertahankank esuburant anah pertambakan. 11

Pembelajaran dengan pendekatan kooperatif model stad untuk meningkatkan pemahaman konsep persegipanjang dan persegi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Bangil / oleh Winda Fenata

 

Upaya guru sejarah dalam mengimplementasikan pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Pagak / Lista Wahyuni

 

Kata Kunci: Guru Sejarah, Implementasi, Pendidikan Karakter, SMA Negeri 1 Pagak Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan juga membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berkaitan dengan fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional tersebut maka pendidikan karakter memiliki peran penting dalam sebuah lembaga satuan pendidikan. Pendidikan karakter diterapkan di sekolah-sekolah guna mewujudkan tujuan dari pendidikan nasional termasuk di SMA Negeri 1 Pagak. Berbagai upaya dilakukan oleh seluruh pihak sekolah SMA Negeri 1 Pagak dalam mengimplementasikan pendidikan karakter termasuk upaya yang dilakukan oleh guru sejarah di SMA Negeri 1 Pagak. SMA Negeri 1 Pagak dipilih oleh peneliti sebagai objek penelitian karena SMA Negeri 1 Pagak merupakan salah satu sekolah menengah atas yang terletak di pinggiran yakni di Kecamatan Pagak yaitu di daerah Malang Selatan dan merupakan satu satunya SMA Negeri di Kecamatan Pagak tersebut. Meskipun sekolah ini terletak di daerah pinggiran banyak prestasi yang telah diraih oleh SMA ini baik itu prestasi dalam bidang akademik maupun non akademik. Untuk peneliti mengambil judul ini untuk mengkaji mendalam tentang pendidikan karakter yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pagak. Masalah dalam penelitian ini antara lain: (1) Bagaimana pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Pagak?. (2) Bagaimana upaya guru sejarah dalam menimplementasikan pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Pagak?. (3) Bagaimana dampak pengimplementasian pendidikan karakter pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Pagak? Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu metode penelitian gabungan yaitu menggabungkan antara kualitatif dengan kuantitatif dimana kualitatif lebih mendominasi dan data kuantitatif digunakan untuk melengkapi data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara, observasi, studi dokumenter, serta pengisian angket. Sampel penelitian diambil secara acak. Sampel yang diambil adalah 56 orang. Analisis data dilakukan dengan menggabungkan hasil wawancara, observasi, studi dokumenter hasil jawaban angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Pagak diimplementasikan melalui pengembangan kurikulum, pengintegrasian dalam seluruh mata pelajaran serta melalui program-program pengembangan diri. Pendidikan karakter diterapkan juga melalui kebijakan dan peraturan yang dibuat oleh sekolah. Upaya yang dilakukan oleh guru sejarah dalam mengimplementasikan dengan memasukkan nilai karakter kedalam sillabus dan RPP mereka. Dalam mengimplementasikannya di kelas berbeda-beda. Dalam pengimplementasiannya meski belum maksimal namun sudah dilaksanakan. Upaya pengimplementasian pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Pagak mulai tampak, ke 18 nilai karakter yang telah diupayakan untuk diimplementasikan di SMA Negeri 1 Pagak telah mulai berkembang hal ini berdasarkan dari tabulasi angket serta hasil observasi peneliti. Meskipun dalam pengimplementasian yang dilakukan oleh guru sejarah belum maksimal namun siswa sudah menampakkan nilai karakter yang mulai berkembang. Terlihat dalam hasil tabulasi data angket bahwa ke-18 nilai karakter mulai dari Religius hingga tanggung jawab yang diimplementasikan di SMA Negeri 1 Pagak telah berkembang hal tersebut nampak dalam kegiatan siswa disekolah sehari-hari. Dalam penelitian ini hanya memfokuskan pada tema bahasan tentang upaya guru sejarah saja sedangkan dalam mengkaji dampak dari pengimplementasian pendidikan karakter sendiri belum terkaji secara rinci sehingga disarankan untuk peneliti selanjutnya agar mengkaji lebih mendalam tentang dampak pengimplementasian pendidikan karakter tersebut.

Pendeteksi plagiarisme dokumen akademik mahasiswa di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Iva Asma'ul Khusna

 

Kata kunci: Plagiarisme, dokumen akademik, Information Retrieval Praktek plagiarisme dapat mengancam keaslian suatu dokumen akademik seperti tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi sehingga pendeteksi plagiarisme sangat dibutuhkan di lingkungan akademik terutama di lingkup universitas, salah satunya adalah Universitas Negeri Malang (UM). Universitas Negeri Malang merupakan salah satu lembaga perguruan tinggi pendidikan di Indonesia yang sudah lama berdiri. Penyimpanan dokumen akademik di UM sudah didokumentasikan dengan baik. Namun, deteksi plagiasi hanya dilakukan secara manual yaitu pada judul karya dokumen akademik. Sistem pendeteksi plagiarisme pada dokumen akademik mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang menerapkan information retrieval (IR) dan menggunakan model pengembangan waterfall sehingga perancangan dilakukan tahap demi tahap, mulai dari tahap kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, tahap desain, tahap implementasi, dan tahap pengujian. Pengujian dilakukan secara perhitungan manual dan dibandingkan dengan program. Penerapan IR pada pendeteksi plagiarisme dihasilkan perhitungan yang mendekati asumsi. Pada dokumen yang diasumsikan tingkat kemiripan 0%, perhitungan IR (manual maupun sistem) adalah 0%. Pada dokumen yang telah diasumsikan tingkat kemiripan 75% , perhitungan IR (manual maupun sistem) adalah 83% dan 69,56%. Galat dari dokumen yang di asumsikan 75% dengan dokumen yang telah dihitung menggunakan IR (manual maupun sistem) adalah 13.44%. Pada dokumen yang telah diasumsikan tingkat kemiripan 25%, perhitungan IR (manual maupun sistem) adalah 31% dan 29,93% . Galat dari dokumen yang di asumsikan 25% dengan dokumen yang telah dihitung menggunakan IR (manual maupun sistem) adalah 1,07%. Pada dokumen yang telah diasumsikan tingkat kemiripan 50%, perhitungan IR (manual maupun sistem) adalah 54% - 54,31% . Kemunculan galat 0,31% dari dokumen yang di asumsikan 50%. Dokumen yang telah diasumsikan tingkat kemiripan 100%, perhitungan IR (manual maupun sistem) adalah 100% dan 95% . Kemunculan galat adalah 5%.Rata-rata galat dari dokumen yang telah diperiksa adalah 3,96%

Diagnosis kesulitan belajar matematika pokok bahasan diferensial pada siswa MA Almaarif Singosari dan pengajaran remidialnya / oleh Nur Cahyanti

 

Manifestasi ideologi romantik dalam puisi-puisi Acep Zamzam Noor / Nita Widiati Efsa

 

Kata kunci: ideologi, romantik, perasaan, alam, imajinasi, mitologi Penelitian ini bertujuan mendapatkan paparan yang lengkap dan jelas tentang manifestasi ideologi romantik dalam puisi-puisi karya AZN. Penelitian ini bersifat kajian pustaka, hal itu sesuai dengan karakteristik penelitian pustaka yang memiliki makna mengkaji permasalahan penelitian dengan menampilkan argumentasi penalaran keilmuan, dan memaparkan hasil kajian pustaka, serta hasil olah pikir peneliti mengenai suatu masalah atau topik kajian. Bahkan menggali kerangka teori serta arah perkembangan penelitian, dalam hal ini berkenaan dengan deskripsi manifestasi ideologi romantik dalam puisi-puisi AZN, yang meliputi, (1) manifestasi ideologi romantik terkait perasaan, (2) manifestasi ideologi romantik terkait alam, (3) manifestasi ideologi romantik terkait imajinasi, 4) manifestasi ideologi romantik terkait mitologi. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menentukan suatu kerja ilmiah yang dilakukan secara bertahap dan terus-menerus, meliputi analisis dan pembacaan kritis terhadap data terpilih berupa puisi-puisi AZN. Penelitian ini didisain dengan mempergunakan teori secara multidisipliner antara historisisme baru, arkeologi pengetahuan, dan psikologi agama. Proses kerja analisis data penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Pertama, membaca dan memeriksa data yang terpilih. Kedua, menandai dan mengklasifikasi data. Ketiga, menganalisis data berdasarkan teori yang dipandang relevan, sebagaimana yang telah disampaikan pada bagian ancangan teori. Keempat, menyusun deskripsi dan kemungkinan eksplanasi hasil penelitian dari analisis data, serta membuat kesimpulan. Data penelitian ini bersumber dari sepuluh kumpulan puisi yang menunjukkan eksistensi AZN sebagai penyair dan telah terbit dalam rentang waktu 1982–2007. Kesepuluh kumpulan puisi tersebut adalah (1) Tamparlah Mukaku (1982), (2) Aku Kini Doa (1982), (3) Kasidah Sunyi (1989), (4) Dayeuh Matapoe (1993), (5) Di Luar Kata (1996), (6) Dari Kota Hujan (1996), (7) Di Atas Umbria (2000), (8) Dongeng Dari Negeri Sembako (2002), (9) Jalan Menuju Rumahmu (2004), dan (10) Menjadi Penyair Lagi (2007), serta sebuah kumpulan puisi Sunda Dayeuh Matapoe (Geger Sunten, 1993). Temuan penelitian ini adalah (1) manifestasi ideologi romantik terkait perasaan dalam puisi-puisi AZN, meliputi (a) manifestasi perasaan kerinduan, (1) manifestasi kemanusiaan, dibedakan menjadi (a) menunjukkan tempat, muara, atau asal rindu, (b) kekuatan rindu, (c) keindahan rindu, (d) keraguan akan hadirnya kerinduan, (e) kepahaman akan kerinduan, (f) kekekalan rindu, (g) rindu adalah tindakan nyata, (h) keinginan menyelamatkan, (i) kerinduan adalah rasa cinta yang sama, (j) perasaan cinta, (k) ungkapan kerinduan untuk menyatakan harapan, (l) ungkapan tentang jarak rindu, (m) kerinduan untuk menyatakan harapan, (n) kerinduan adalah kesepian. (2) manifestasi kereligiusan, yang dibedakan menjadi (a) keimanan, (b) kekecewaan, (c) teringat kampung halaman, (d) mempertanyakan rindu, dan (e) suara alam. (3) manifestasi kematian, dibedakan menjadi (a) eksistensi rindu, (b) pengibaratan bahwa rindu adalah kematian kecil, (c) kepasrahan, dan (d) kenyataan, dan (e) manifestasi keindahan alam, (4) manifestasi keindahan alam dibedakan menjadi (a) perjalanan rindu, (b) alam memiliki rasa rindu, (c) alam sebagai ekspresi bisikan rindu. (b) manifestasi perasaan kesunyian, dibedakan menjadi (1) merasa sendiri, meliputi (a) mempertanyakan sepi, (b) rindu dendam, (c) kerahasiaan sepi, (d) paradoks sepi adalah keramaian, dan (e) kesempurnaan kesunyian. (2) merasa mencintai, meliputi (a) pernyataan menuduh, (b) menyatakan kesia-siaan, (c) mengingat kembali, (3) merasa tersakiti, meliputi (a) ketidakpastian, (b) keberterimaan, (c) kesempurnaan sunyi yang dialami aku lirik. (c) manifestasi perasaan kegelisahan, dibedakan menjadi (1) menunggu, meliputi (a) ketidakpahaman, (b) keinginan dan kenyataan yang harus dialami aku lirik, (2) manifestasi perasaan ketidak-jelasan sesuatu, meliputi (a) kekhawatiran, (b) kehilangan. (3) kenyataan yang dihadapi, meliputi (a) ungkapan kenyataan, (b) kepasrahan, (c) pertanyaan, (d) kehilangan, (e) ketidakmungkinan, dan (f) harapan. (2) manifestasi ideologi romantik terkait alam dalam puisi-puisi AZN, meliputi a) manifestasi alam laut, dibedakan menjadi (1) sanjungan, (2) perasaan cinta, (3) prinsip hidup, (4) kesedihan, (b) manifestasi alam gunung, dibedakan menjadi (1) keenangan hidup, (2) isyarat kekasihsayangan, (3) kekaguman, dan (c) manifestasi alam langit, dibedakan menjadi (1) sebagai bentuk argumentasi, (2) sebagai bentuk kekecewaan. (3) manifestasi ideologi romantik terkait imajinasi, meliputi a) manifestasi imajinasi produksi, b) manifestasi imajinasi reproduksi; (4) manifestasi ideologi romantik terkait mitologi, meliputi a) mitos religius, dibedakan menjadi (1) religius ketuhanan, (2) religius kemanusiaan, (3) religius kealaman, b) mitos ritual, dibedakan menjadi (1) ritual Islam, (2) ritual Nasrani, (3) ritual Hindu, c) mitos sejarah, dibedakan menjadi (1) sejarah manusia, (2) sejarah tempat, d) mitos erotika, dibedakan menjadi (1) erotika tentang Tuhan, (2) erotica tentang manusia, (3) erotica tentang alam, dan 5) mitos politik. Implikasi penelitian ini ditujukan untuk kepentingan pembelajaran bahasa dan sastra, terutama yang berkaitan dengan sejarah sastra dan proses penciptaan puisi.

Pengembangan sistem tutor cerdas untuk pembelajaran remidial / Gilang Kurniaji

 

Kata Kunci : Sistem Tutor Cerdas, Remidial, Website Pengajaran Remidial merupakan salah satu aspek penunjang pembelajaran dengan sistem pembelajaran tuntas (Mastery Learning).Pengajaran Remidial memberikan bantuan, penguatan dan perbaikan terhadap siswa yang belumtuntas Standar Kompetensi Materi (SKM).Namun kondisi di lapangan proses pengajaran remedial seringkal diabaikan. Proses pembelajaran dianggap sudah terwakilidenganadanyatesulang. Berkaitan dengan haltersebut, makap eneliti merasa bahwa proses pembelajaran remidiald imungkinkan untuk disubstitusi dengan teknologi komputer. Media yang dikembangkanu ntuk mensubtitusi proses pembelajaran remedial mencakupempatfitur utama.Fiturtersebutantaral ain, 1) Diagnosis kesulitan belaja rsiswa, 2) Penyampaian materi sesuaid engan topik yang tidakdikuasais iswaserta dengan teknik penyampaian yang sesuai dengan karakteristikataukesukaansiswa, 3) Tessertabalikan terhadap proses belajar menggunakan media, serta 4) Learning Management System (LMS) untuk mempermudah dalam menyusunmateri.Sistemdikembangkandenganmengadopsisistem tutor cerdas. Tujuan utamapenggunaanteknologi tutor cerdaske dalam media adalah untuk apatme nduplikasi peran guru dalam proses pembelajaran remedial. Media dikembangkan berbasis Website, jadis iswad apatmengakses media inidenganmudahdanleluasa. Media dikembangkandenganmenggunakanpendekatanpengembangan media danbahan ajar yang dikemukakanoleh PUSTEKKOM.Tahapan yang dilakuka untuk pengembangan media meliputi, perancangan, produksi, danevaluasi. Penelitian ini menggunaakan dua macam instrument. Instrumen pertama berupa kuesioner dengantipeter buka dan tertutup. Peneliti menggunakan instrument iniuntuk mendapatkan data tentang kelayakan media pembelajaran.Instrumen keduaadalahdokumentas ihasilbelajarsiswa. Instrumenini digunakan pada uji lapanganuntuk mendapatkan informasi tentangp erbedaan hasil belajardari siswa yang menggunakan media dansiswa yang tidakmenggunakan media. Dari hasilpenelitiandanpengembangan yang dilakukandidapatkanhasil rata-rata nilaihasiluji kelayakan media olehahli media, ahlimateri, ujikelompokkecil siswadanuji kelompok besar adalah 85,60 %. Sehinggadapatdinyatakan media yang dikembangk anlayakuntuk digunakansebagai media pembelajaran berdasarkan seluruhpenilaian. Hasil ujicoba apangan menunjukkan adanya perbedaanhasilbelajarpadasiswa yang menggunakan media dan yang tidak menggunakan media sebesar 7,4poin. Jadi, siswadapatmenggunakan media untukmensubtitusi guru pada proses pembelajaran remedial.

Rencana pembelajaran materi komposisi dan invers fungsi dengan menggunakan pendekatan problem posing / oleh Rizky Aditya Nugraha

 

A big-book as instructional media in teaching vocabulary to the fifth graders / Fenny Mei Lina

 

Keterbatasan fasilitas dan media pembelajaran di SDN Druju 1 adalah alasan utama mengapa penelitian dan pengembangan ini harus dilakukan. Penelitian dan pengembangan ini dimaksudkan untuk mengembangan media ajar dalam bentuk sebuah buku besar yang dapat digunakan untuk mengajar kosakata kepada peserta didik kelas lima. Dalam pengembangan buku-besar ini, peneliti mengadaptasi desain penelitian dari Borg dan Gall (1983). Ada sembilan langkah di dalam penelitian dan pengembangan ini, yaitu (1) Analisis kebutuhan (2) Pengembangan Produk (3) Validasi Ahli (4) Revisi (5) Uji Coba (6) Revisi (7) Uji Lapangan (8) Revisi dan (9) Produk Akhir. Berdasarkan hasil dari validasi ahli, buku besar sudah valid. Validator memberikan nilai 86 untuk keseluruhan dari buku- besar. Berdasarkan ukuran validitas Arikunto, nilai tersebut telah menunjukkan bahwa buku-besar tersebut telah valid. Namun, validator menyarankan untuk merevisi beberapa bagian dari buku besar. Setelah peneliti menyelesaikan revisi berdasarkan saran yang diberikan oleh validator, peneliti melakukan uji coba terhadap buku besar. Uji coba produk dilakukan di SDN Ringinsari 1. Sekolah ini terletak di Kabupaten Malang. Berdasarkan uji coba yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa buku besar sudah layak untuk digunakan. Setelah melakukan uji coba produk, peneliti melakukan revisi kedua. Di dalam revisi ini, peneliti harus melakukan revisi pada teka teki silang yang digunakan sebagai lembar kerja peserta didik. Setelah peneliti melakukan revisi kedua, buku besar sudah siap untuk digunakan sebagai media pembelajarn dalam uji lapangan. Uji lapangan dilakukan di SDN Druju 1. Uji lapangan ini melibatkan 30 peserta didik kelas lima. Selama uji lapangan dilakukan, buku besar ini digunakan sebagai media dalam aktivitas pembelajaran. Berdasarkan data yang dikumpulkan selama uji lapangan, peserta didik menyatakan bahwa mereka menikmati aktivitas pembelajaran karena mere terlibat dalam banyak aktivitas seperti membaca nyaring, bernyanyi, dan melengkapi teka teki silang. Dari uji lapangan, peneliti menemukan bahwa buku besar sudah relevan untuk digunakan sebagai media pembelajaran kosakata. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini adalah sebuah buku besar yang berjudul My Family. Buku ini terdiri dari 12 halaman termasuk halaman sampul. Buku besar ini mempunyai lima teks dan juga ilustrasi dari teks. Halaman akhir dari buku-besar ini terdiri dari sebuah lagu yang berhubungan dengan teks sebelumnya. Ukuran dari buku besar ini adalah 65 X 50 cm. Buku ini dicetak dengan menggunakan Art Paper 230 gram. Buku besar ini dapat digunakan sebagai media untuk mengajar kosakata karena memberikan guru aktivitas yang berhubungan dengan pembelajaran kosakata seperti drilling dan jazz chant. Berdasarkan validasi ahli dan uji lapangan, buku besar ini sudah sesuai dengan materi dan dapat digunakan untuk pengajaran kosakata.

Penerapan pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Lirboyo I Kotamadya Kediri / oleh Ika Rusita R.

 

Implementasi pembelajaran kooperatif model teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada mata diklat melakukan prosedur administrasi pada siswa kelas X APK SMK Kosgoro 1 Lawang / Fitria Novitasari

 

Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, aktivitas belajar, hasil belajar, Teams Games Tournamen (TGT) Sekolah Menengah Kejuruan bertujuan meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya,agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan keahlian dan ketrampilan maka harus : memiliki stamina yang tinggi, menguasai bidang keahlian dan dasardasar ilmu pengetahuan dan tehnolgi, memiliki etos kerja yang tinggi,dan mampu berkomunikasi sesuai tuntutan pekerjaan serta memiliki kemampuan mengembangkan diri. Oleh karena itu, dalam pembelajaran melakukan prosedur administrasi siswa harus selalu di beri latihan-latihan secara intensif, sehingga siswa betul-betul mampu mempraktekkannya dengan baik. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournamen (TGT) untuk meningkatkan ketrampilan dan hasil belajar pada mata diklat melakukan prosedur administrasi. Penelitian dilaksanakan dengan rumusan masalah: (1) Bagaimana implementasi pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournamen (TGT) pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi pada siswa kelas X-APK semester genap SMK Kosgoro 1 Lawang. (2) Apakah pembelajaran dengan pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournamen (TGT) pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X-APK semester genap SMK Kosgoro 1 Lawang. (3) Apa saja hambatan dan solusi dalam pelaksanaan penerapan pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournamen (TGT) pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi kelas X-APK SMK Kosgoro 1 Lawang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan pembelajaran Kooperatif. Pelaksanaan penelitian dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri 4 tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas X Administrasi Perkantoran yang berjumlah 34 siswa di SMK Kosgoro 1 Lawang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, tes dan catatan lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut nilai afektif mengalami peningkatan sebesar 19,05% . Dari siklus I sebesar 80,95% meningkat menjadi 100% di siklus II karena siswa dapat melaksanakan indikator-indikator yang telah ditentukan. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I dari hasil tes ini diketahui bahwa jumlah siswa yang tuntas belajar sebelum diberikan tindakan ii sebanyak 2 siswa (6,25%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 30 siswa (93,75%). Sedangkan jumlah siswa yang tuntas belajar setelah diberikan tindakan sebanyak 23 siswa (71,87%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 10siswa (31,25%). Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II diketahui yang tuntas 6 siswa (19,36%), dan yang tidak tuntas 25 siswa (80,64%), nilai post test dari pre test ini diketahui yang tuntas 29 siswa (90,62%), dan yang tidak tuntas 3 siswa (9,38%). Apabila dibandingkan dengan nilai ratarata pada siklus I maka nilai rata-rata pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan pada pre test meningkat sebesar 13,11%, pada post test mengalami peningkatan 18,75%. Penilaian hasil belajar siswa pada aspek afektif dalam penelitian ini menggunakan rubrik penilaian aspek afektif. Aspek yang dinilai meliputi kerjasama dalam kelompok, ketelitian, keberanian. Pada siklus I diketahui bahwa 21,76% dan pada siklus II 77,77%. Dapat dilihat bahwa pada siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 56,01%. Paparan hasil data di atas, dapat disimpulkan bahwa: (1) Implementasi pembelajaran kooperatif model TGT cocok diterapkan pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi kelas X APK di SMK Kosgoro 1 Lawang. (2) Implementasi pembelajaran kooperatif model pembelajaran TGT pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi kelas X APK SMK Kosgoro 1 Lawang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. (3) Hambatanhambatan yang dihadapi peneliti dalam implementasi pembelajaran kooperatif model TGT adalah sebagai berikut: Hambatan-hambatan yang dihadapi peneliti dalam implementasi pembelajaran kooperatif Model TGT adalah sebagai berikut: Metode ini membutuhkan media belajar yang cukup banyak, mulai dari LKS, bahan ajar, kartu soal turnamen dan kartu jawaban, nomor dada siswa, serta media penunjang lainnya. Oleh karena itu diperlukan perencanaan dan persiapan media belajar yang matang sebelum metode ini diterapkan agar siswa tidak merasa kesulitan dalam memanfaatkan media tersebut.

Pembelajaran konsep sukubanyak dengan pendekatan problem posing pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Malang / oleh Agnisa Puspita Rini

 

Pramuwisata sebagai profesi alternatif bagi mahasiswa lulusan S1 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang / Lalu Ahmad Hamdani

 

Kata Kunci : Pramuwisata, Profesi Alternatif, Lulusan S1 JSJ UM Kebutuhan akan profesi alternatif bagi mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang (JSJ UM) saat ini sangat diperlukan. Hal tersebut disebabkan karena peluang menjadi guru khususnya di daerah Malang Raya sangat kecil. Salah satu profesi alternatif yang tepat bagi mahasiswa lulusan S1 JSJ UM adalah menjadi pramuwisata, karena industri pariwisata di daerah Malang Raya saat ini semakin berkembang. Perkembangan tersebut tentunya diikuti dengan kebutuhan tenaga-tenaga kerja profesional khususnya tenaga pramuwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa pramuwisata profesional adalah alternatif yang tepat dan sesuai bagi mahasiswa lulusan S1 JSJ UM, dan untuk mengetahui potensi yang ada dalam profesi tersebut sehingga menjadi profesi alternatif bagi mahasiswa lulusan S1 JSJ UM. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan tiga cara, yaitu 1) wawancara dengan Ketua Jurusan Sastra Jerman UM, Pegawai Biro Perjalanan Pariwisata, Pramuwisata bahasa Jerman Profesional maupun freelance, Pramuwisata bahasa Inggris, serta masyarakat yang bergelut di industri dan objek pariwisata seperti, pegawai Malang Tourist Information Center dan pengemudi Jeep di Objek Wisata Bromo; 2) Observasi terhadap iklim industri pariwisata di daerah Malang; dan 3) Studi dokumentasi terhadap dokumen-dokumen pariwisata. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan, bahwa berkarir sebagai seorang pramuwisata profesional adalah alternatif yang tepat dan sesuai bagi mahasiswa lulusan S1 JSJ UM, karena mahasiswa lulusan S1 JSJ UM memiliki kompetensi yang cukup untuk menjadi pramuwisata. Kompetensi tersebut antara lain: memiliki kemampuan berbahasa Jerman yang baik dan memiliki pengetahuan serta pengalaman praktik kerja dalam industri pariwisata yang telah dipelajari dalam mata kuliah Tourismus dan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Pramuwisata sangat potensial sebagai profesi alternatif bagi mahasiswa lulusan S1 JSJ UM. Hal ini dikarenakan wisatawan asing asal Jerman, Austria, dan Swiss yang berkunjung ke daerah Malang tiap tahunnya mengalami peningkatan. Sehingga kebutuhan industri pariwisata akan pramuwisata bahasa Jerman juga meningkat.

English vocabulary mastery of eleventh grade students of SMA Negeri 5 Malang / by Ika Dani Pujilestari

 

Pelaksanaan PLPG sebagai wahana pengembangan dan audit kompetensi dalam setifikasi guru ditinjau dari persepsi LPTK penyelenggara, dinas pendidikan, LPMP, dan guru kejuruan bersertifikat pendidik / Gufran

 

Analisis prestasi kerja motor bensin 4 langkah 1 silinder tipe Fujigen MGCC 1500 HDX pada putaran konstan dengan beban bervariasi / oleh Sumali

 

Studi keanekaragaman kepiting di kawasan hutan magrove Desa Padekan Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan Jawa Timur / Maria Magdalena Maranressy

 

Kata Kunci: Kepiting, Keanekaragaman Kepiting, Mangrove. Kepiting merupakan salah satu biota memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Hewan tersebut merupakan spesies yang khas di kawasan hutan mangrove dan hidup di daerah muara sungai dan rawa pasang surut yang banyak ditumbuhi vegetasi mangrove dengan substrat berlumpur atau lumpur berpasir. Tujuan penelitian adalah untuk (1) mengetahui jenis-jenis kepiting bakau, (2) indeks keanekaragaman, kemerataan dan kekayaan kepiting bakau dan (3) mengetahui faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan kepiting bakau yang ditemukan pada kawasan hutan mangrove Desa Padekan, Kecamatan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif dengan metode survei di kawasan hutan mangrove Desa Padekan, Kecamatan Rejoso. Populasi Penelitian berupa semua jenis kepiting bakau yang ada pada kawasan hutan mangrove, Desa Padekan Kecamatan Rejoso dan sampel dalam penelitian ini adalah semua jenis kepiting bakau yang ditemukan didalam plot yang berukuran 10x10 m pada kawasan hutan mangrove Desa Padekan, Kecamatan Rejoso. Waktu penelitian yaitu pada tanggal 16 April 2011 dan waktu pengambilan sampel pada saat surut, sedangkan tempat penelitian adalah kawasan hutan mangrove Desa padekan Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. Prosedur penelitian dilakukan secara tahap persiapan, tahap pelaksanaan, pengamatan faktor abiotik dan pengambilan data. Perhitungan keanekaragaman dihitung dengan menggunakan nilai indeks keanekaragaman Shanon-Wiener. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, terdapat 4 spesies kepiting bakau yang ditemukan yaitu Scylla serrata, Metaplax elegans , Uca sp, dan Parathelphusa sp yang masih dari satu ordo Decapoda. Kedua, keanekaragaman tertinggi terletak pada plot 2, sedangkan keanekaragaman terendah terdapat pada plot 10. Kemerataan tertinggi terletak pada plot 2 dan kemerataan terendah terdapat pada plot 10, sedangkan kekayaan tertinggi terdapat pada plot 1 dan kekayaan terendah terdapat pada plot 9. Keanekaragaman semakin menjauhi laut menunjukkan nilai keanekaragaman cenderung meningkat. Ketiga, faktor abiotik yang berpengaruh terhadap keanekargaman dan kemerataan adalah suhu udara dan faktor abiotik yang berpengaruh terhadap kekayaan adalah kelembaban udara.

Penggunaan strategi catalisting untuk meningkatkan kemampuan menulis esai mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta / Setyawan Pujiono

 

Tesis, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suparno, (II) Dr. Nurhadi, M.Pd. Kata kunci: pembelajaran menulis, menulis esai, strategi Catalisting. Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan menulis esai mahasiswa melalui strategi Catalisting pada tahap mengembangkan subtansi isi, (2) meningkatkan kemampuan menulis esai mahasiswa melalui strategi Catalisting pada tahap mengorganisasi karangan, dan (3) meningkatkan kemampuan menulis esai mahasiswa melalui strategi Catalisting pada tahap mengembangkan tulisan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan prosedur penelitian berupa perencanaan, tindakan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kelas A JPBSI FBS UNY angkatan 2009 peserta Matakuliah Menulis Faktual yang berjumlah 23 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa hasil pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi pedoman catatan lapangan, pedoman wawancara, pedoman rubrik penilaian, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan mahasiswa pada tahap mengembangkan subtansi isi, mengorganisasi masalah, dan mengembangkan tulisan. Pada tahap mengembangkan subtansi isi siklus 1, dosen tidak menjelaskan tujuan membaca esai model, serta tidak menjelaskan cara mengembangkan masalah dan solusi. Akibatnya, mahasiswa kesulitan menemukan dan mengembangkan subtansi isi karangannya. Pada siklus 2, dosen mengarahkan mahasiswa untuk memfokuskan membaca pada bagian isi, menandai bagian-bagian yang penting, dan mengarahkan mahasiswa untuk menemukan subtansi isi karangan. Hasilnya, mahasiswa mampu mengembangkan subtansi isi karangan. Pada tahap mengorganisasi masalah siklus 1, dosen tidak menjelaskan langkah-langkah pembelajaran serta tidak memberikan contoh cara mengorganisasi masalah. Akibatnya, mahasiswa belum mampu menyusun kerangka karangan sesuai dengan yang diharapkan. Pada siklus 2, dosen sudah melakukan proses pembelajaran sesuai dengan sekenario pembelajaran yang telah disusun. Dosen memberikan contoh cara menemukan masalah dan mengorganisasi masalah dalam kerangka karangan. Hasilnya, mahasiswa mampu menemukan masalah-masalah baru dan mampu mengorganisasi masalah dalam kerangka karangan secara logis. Pada tahap mengembangkan tulisan, pada siklus 1 dosen hanya mengarahkan mahasiswa menulis esai dari judul, tesis, masalah, dan solusi. Dosen tidak memberikan contoh cara memilih kata, menyusun kalimat, paragraf, dan penggunaan ejaan serta tanda baca yang benar. Akibatnya, karangan mahasiswa urutan masalahnya menjadi tidak logis. Selain itu, terdapat hubungan antarkalimat kurang kohesif, penggunaan kalimat kompleks kurang efektif, dan banyak kesalahan ejaan serta tanda baca. Pada siklus 2, dosen mengarahkan mahasiswa untuk menulis esai berdasarkan pengembangan masalah yang telah disusun dalam kerangka karangan. Sebelum mengarang, dosen memberikan pengarahan dan contoh menyusun kalimat, paragraf, tatabahasa, dan penggunaan ejaan serta tanda baca. Selain itu, dosen juga menjelaskan cara pengembangan masalah dari paragraf awal, tubuh, dan akhir karangan. Hasilnya, mahasiswa mampu mengembangkan tulisannya dengan urutan masalah yang logis, kalimat efektif, dan tidak banyak terjadi kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca.

Pembelajaran servis bawah bola voli yang menarik bagi siswa kelas VIII D SMP Negeri 4 Malang / oleh Kuswanto

 

Peningkatan kemampuan membaca cepat melalui penggunaan strategi directed reading and thinking activity (DRTA) pada siswa kelas 4 SDN Girimoyo 02 Karangploso / Paramita Dwi Agustin

 

Kata kunci: Membaca Cepat, Peningkatan Kemampuan, Strategi Directed Reading and Thinking Activity, Sekolah Dasar. Membaca dalam waktu singkat (membaca cepat) merupakan kemampuan yang mutlak diperlukan oleh setiap orang pada era globalisasi ini. Sehingga sejak dini siswa sekolah dasar perlu diberi bekal kemampuan membaca cepat. Proses pembelajaran membaca cepat seharusnya tidak hanya bertujuan untuk melatih siswa membaca dalam waktu singkat tetapi juga memahami isi bacaan. Berdasarkan hasil test awal yang dilakukan peneliti di SDN Girimoyo 02, kemampuan membaca cepat siswa kelas 4 masih sangat rendah. Hal ini terlihat pada rendahnya ketuntasan kelas yang hanya mencapai 24%. Sehingga diperlukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa kelas 4 SDN Girimoyo 02 melalui penggunaan strategi Directed Reading and Thinking Activity (DRTA). Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan subyek penelitian adalah siswa kelas 4 SDN Girimoyo 02, Karangploso yang berjumlah 37 siswa. Dengan kompetensi dasar: menemukan pikiran pokok teks agak panjang (150-200 kata) dengan cara membaca sekilas. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : observasi, dokumentasi, dan test. Prosedur penelitian ini terdiri dari 4 tahap yang meliputi tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi, refleksi dan perbaikan. Penerapan strategi DRTA pada pembelajaran membaca cepat di kelas 4 SDN Girimoyo 02 melalui 3 tahap yaitu Tahap Prabaca (Eksplorasi) dengan membuat prediksi bacaan, Tahap Saat baca (Elaborasi) dengan membaca cepat teks bacaan, Tahap Pascabaca (konfirmasi) dengan mengkonfirmasikan prediksi terhadap bacaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang sangat signifikan terhadap ketuntasan belajar siswa dari tahap pra tindakan yang hanya 24% menjadi 62% pada siklus I atau mengalami peningkatan sebanyak 38%. Hasil tersebut kemudian meningkat lagi menjadi 78%. Sehingga secara keseluruhan siswa mengalami peningkatan sebesar 54%. Dari kegiatan penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran membaca cepat dengan menggunakan strategi DRTA dapat meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa kelas 4 SDN Girimoyo 02. Adapun saran yang bisa diberikan bagi peneliti adalah untuk lebih menambah pengetahuan tentang membaca cepat. Bagi guru untuk lebih meningkatkan pembelajaran membaca cepat di sekolah dasar, dan bagi mahasiswa PGSD diharapkan penelitian ini dapat dijadikan rujukan untuk kegiatan-kegiatan inovatif lainnya.

Kesenian Singo Ulung sebagai sarana upacara bersih desa dalam melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat Blimbing Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso / oleh Linda Febri Andriyani

 

Penerepan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas X MA Al-Ma'arif pada materi geometri / Wahyunur Mardianita

 

Kata Kunci: Pendekatan Inkuiri, kreativitas siswa Kreativitas merupakan salah satu aspek yang dianggap penting dalam pembelajaran matematika, kreativitas berguna untuk melatih siswa mengembangkan ide-ide yang dimilikinya sehingga pemahaman mereka lebih berkembang. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk menjelaskan desain pembelajaran matematika melalui pendekatan inkuiri yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam memecahkan masalah matematika; 2) untuk menjelaskan peningkatan kreativitas siswa yang diperoleh dari pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di MA Al-Ma’arif Singosari dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas X tahun ajaran 2011/2012. Data yang dikumpulkan dari hasil pengerjaan LKS, hasil tes, hasil angket, hasil observasi aktivitas siswa, hasil observasi aktivitas guru, dan hasil wawancara. Pembelajaran matematika melalui pendekatan inkuiri dalam penelitian ini terdiri dari empat langkah, yaitu: 1) keaktifan siswa, guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa dengan menulusuri pengetahuan prasyarat yang dimiliki siswa diawal pembelajaran dengan pertanyaan pengingat yaitu dengan meminta siswa menyebutkan unsur-unsur yang terdapat pada bangun ruang, dan siswa diingatkan kembali cara mencari salah satu sisi yang belum diketahui dengan menggunakan rumus phytagoras maupun trigonometri pada segitiga siku-siku 2) Diskusi Kelompok, kelompok siswa mengerjakan lembar kerja yang dipersiapkan oleh guru. Lembar Kerja Siswa (LKS) berisi soal-soal yang mengarahkan siswa menemukan jarak titik ke titik, garis, dan bidang pada balok dan kubus, 3) Scaffolding, adalah dukungan yang diberikan guru kepada siswa dalam belajar dan mendorong mereka dalam mencari solusi untuk mengatasi masalah yang ada. 4) Presentasi siswa dilakukan setiap selesai diskusi kelompok dan membahas secara bersama-sama lembar kerja yang telah didiskusikan siswa dalam kelompoknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan inkuiri mampu membuat siswa meningkatkan kreativitasnya, hal ini ditunjukkan oleh hasil penilaian pengerjaan LKS pada fase tindakan menunjukkan bahwa persentase skor hasil pengerjaan LKS siswa secara klasikal seluruhnya sudah berada pada kategori kreatif, hasil tes sebelum tindakan persentase skor rata-rata tes kreativitas siswa secara klasikal hanya sebesar 26,31% dan meningkat pada tes akhir dengan persentase skor rata-rata skor tes kreativitas siswa setelah tindakan secara klasikal adalah 92,1%. Hal ini berarti bahwa kreativitas siswa secara klasikal dalam kategori sangat kreatif. Pembelajaran yang telah dilakukan telah mencerminkan tahapan-tahapan inkuiri dalam menemukan jarak titik pada kubus dan balok telah terlaksana dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan hasil observasi terhadap aktivitas guru menunjukkan bahwa rata-rata persentase keterlaksanaan pembelajaran sebesar 86,8%. Hal ini, berarti pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang telah direncanakan dan berada pada kategori sangat baik. Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa menunjukkan kegiatan siswa yang diharapkan telah muncul dalam pembelajaran dan persentase skor observasinya adalah 81,7% dan berada pada kategori baik.

Pengembangan modifikasi alat cakram bahan rotan untuk pembelajaran lempar cakram pada siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Situbondo / Dofan Ahmad Muslim

 

Muslim, Dofan Ahmad. 2014. Pengembangan Modifikasi Alat Cakram Bahan Rotan Untuk Pembelajaran Lempar Cakram Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 4 Situbondo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata Kunci: Modifikasi, gerak dasar lempar cakram, cakram rotan Berdasarkan observasi, wawancara dan pengisian angket kepada guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) dan siswa yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 situbondo, pembelajaran lempar cakram yang dilaksanakan tidak berjalan secara optimal. Masalah yang terjadi diantaranya adalah minimnya sarana dan prasarana untuk pembelajaran lempar cakram. Selain itu cakram yang digunakan terlalu berat yaitu cakram standar. Sehingga diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut guna mencapai kegiatan pembelajaran yang maksimal sesuai dengan tujuan pendidikan. Penelitian dan Pengembangan ini bertujuan untuk memberikan solusi untuk pembelajaran lempar cakram yang tidak optimal dengan mengembangkan alat modifikasi cakram berbahan rotan untuk pembelajaran lempar cakram. Cakram yang dikembangkan untuk memberi solusi pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung yakni menciptakan kenyamanan dan keamanan siswa dalam pembelajaran lempar cakram. Dalam pengembangan alat modifikasi cakram berbahan rotan untuk pembelajaran lempar cakram pada siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Situbondo menggunakan model pengembangan Research and Development dari Borg and Gall (1989) yang telah dimodifikasi yaitu hanya mengambil 7 langkah dari 10 langkah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Penelitian pengembangan alat modifikasi cakram berbahan rotan dalam pembelajaran lempar cakram pada uji coba (kelompok kecil) memperoleh hasil 86,4% dan pada uji coba lapangan (kelompok besar) memperoleh hasil 93,6%. Dari hasil penelitian tersebut maka produk cakram menggunakan cakram berbahan rotan dinyatakan layak untuk digunakan. Hasil akhir dari penelitian dan pengembangan ini adalah terciptanya alat modifikasi cakram berbahan rotan yang berguna untuk pembelajaran lempar cakram sehingga pembelajaran dapat berjalan secara optimal.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |