Realisme sosialis dalam kumpulan puisi "Aku Ingin Jadi Peluru" karya Wiji Thukul (kajian strukturalisme genetik) / Wahyu Widodo

 

Karya sastra memuat dan mengandung kenyataan sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Secara langsung karya sastra bergesekan dengan dinamika masyarakat yang di dalamnya memuat ideologi suatu komunitas tertentu. Keterlibatan sastra dalam ideologi suatu komunitas mengakibatkan sastra mempunyai keberpihakan atau terlibat secara langsung dalam dinamika masyarakat. Dengan demikian, sastra menjadi corong kepentingan ideologi, menggambarkan kondisi sosial masyarakat, dan sebagai media propaganda perjuangan mewujudkan gagasan atau ide. Sastra yang seperti ini lazim disebut dengan aliran realisme sosialis yakni aliran karya sastra yang mengangkat pokok persoalan dalam masyarakat yang menggambarkan :(1) fakta atau kenyataan sosial yang terjadi dalam masyarakat, (2) penderitaan masyarakat bawah atau wong cilik yang disebabkan oleh hegemoni struktur yang berkuasa,(3) pertentangan kelas dalam masyarakat, (4) mempunyai keberpihakan terhadap masyarakat bawah atau wong cilik,dan (5) memuat propaganda perlawanan terhadap struktur yang berkuasa. Pokok persoalan tersebut diangkat disesuaikan dengan garis ideologi partai yang mencerminkan kecenderungan penyair atau pengarang terhadap ideologi sosialis komunis yang di anutnya. Strukturalisme genetik adalah kajian kesusastraan yang mengkaji struktur karya sastra yang dikaitkan dengan asal usul karya sastra yang mencerminkan latar belakang penyair atau pengarangnya dan sosial budaya masyarakatnya.Penyair dalam pandangan Goldmann mewakili pandangan dunia (vision du monde) masyarakatnya dan sebagai wakil golongan masyarakatnya. Oleh karena itu, pendekatan strukturalisme genetik tidak hanya meneliti struktur karya sastra namun juga mengkaji kehidupan sosial budaya penyair karena merupakan bagian dari komunitas masyarakat yang ikut mengkondisikan keberadaan karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur struktur puisi dalam kumpulan AIJP karya Wiji Thukul, mendeskripsikan latar belakang sosiobudaya penyair yang terefleksikan ke dalam puisi AIJP, mendeskripsikan ciri-ciri realisme sosialis dalam kumpulan puisi AIJP. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif, penjabarannya dilakukan menggunakan deskripsi secara kualitatif dan bukan menggunakan data statistik.Teknik analisis dengan cara (1) menganalisis pokok persoalan dalam kumpulan puisi AIJP karya Wiji Thukul, (2) menganalisis unsur struktur puisi yang mempunyai indikasi realisme sosialis, (3) menganalisis penciptaan konteks puisi untuk mendeskripsikan sosiobudaya penyair yang terefleksikan dalam AIJP,(4) menganalisis ciri- ciri realisme sosialis yang terdapat dalam struktur puisi dan sosiobudaya penyair. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kumpulan puisi AIJP yakni sebagaiberikut: unsur struktur puisi dalam kumpulan puisi AIJP yakni mengangkat pokok persoalan penderitaan yang dialami kaum miskin atau masyarakat bawah dan perlawanan terhadap pemerintah pada masa pemerintahan orde baru yang berbuat sewenang- wenang dengan menggunakan bunyi- bunyi yang bernuansa berat, kacau, dan tercekik. Pilihan kata yang digunakan adalah kata yang mengandung pertentangan antara struktur yang berkuasa dengan struktur yang dikuasai dan mengacu pada makna denotatif, bahasa kiasan yang digunakan adalah bahasa kiasan kontras, yang mengkiaskan pertentangan yang terjadi dimasyarakat, sedangkan gaya bahasa yang digunakan adalah dengan menggunakan sarana retorika yang menjelaskan senyata- nyatanya penderitaan yang dialami masyarakat bawah dan memberikan penekanan perlawanan terhadap struktur yang berkuasa. Deskrispsi sosial budaya masyarakat dan pandangan penyair (world view) terhadap kondisi sosial budaya yang mengkondisikan AIJP, yakni sebagai berikut (1) deskripsi kondisi sosial masyarakat bawah yang menderita akibat kebijakan pemerintah orde baru di bawah pimpinan Soeharto pada kurun waktu tahun 1980 sampai 1997 yang terdapat dalam AIJP.(2) deskripsi kondisi masyarakat yang berbudaya Jawa yang banyak mewarnai AIJP.Akan tetapi bukan masyrakat yang berbudaya Jawa dari kelas atas, tetapi masyarakat yang berbudaya Jawa dari kelas bawah. Hal ini tercermin dalam penggunaan kosakata Jawa yang berkonotasi kasar, terang-terangan, dan kurang sopan yang sering digunakan dalam puisi yang berjudul Nyanyian Abang Becak, Lingkungan Kita si Mulut Besar, dan Darman. Pandangan penyair terhadap kondisi sosial budaya masyarakat adalah sebagai berikut:(1) masyarakat bawah yang menderita akibat kesewenang-wenangan pemerintah melalui kebijakannya harus berani untuk menyatakan keberadaan dirinya hal ini tercermin dari pokok persoalan yang diangkat, (2) masyarakat bawah mempunyai kekuatan dan keberanian untuk melawan kesewenang-wenangan pemerintah dengan banyaknya ditemukan penggunaan tanda seru sebagai sebuah seruan dan ajakan serta penegasan keyakinan yang ditempuhnya yakni jalan melawan pemerintah.Ciri-ciri realisme sosialis dalam kumpulan puisi AIJP karya Wiji Tjukul yakni memadukan antara isi dan bentuk, dalam artian isi mengangkat pokok persoalan(subject matter) dalam masyarakat bawah dengan menggunakan piranti estetika kesusastraan seperti bahasa kiasan, gaya bahasa dan pilihan kata yang sesuai serta terkondisikan dalam sosial budaya masyrakat bawah yang menderita pada kurun waktu 1980 sampai 1997 di masa pemerintahan orde baru. Berdasarkan hasil penelitiaan ini, dapat disarankan agar penelitian selanjutnya lebih memfokuskan pada satu unsur struktur yang dominan. Dengan demikian, ciri-ciri realisme sosialis dalam kumpulan puisi AIJP akan lebih fokus.

Perbedaan sikap dan prestasi belajar kimia antara siswa yang berasal dari madrasah tsanawiyah dengan siswa yang berasal dari sekolah menengah pertama pada kelas I di SMU NU 1 Gresik / oleh Lilis Majidah

 

Sistem pendidikan di Madrasah Tsanawiyah memiliki pedoman yang sama dengan sistem sekolah umum. Jam pelajaran dan sistern manajemennyap un tidak jauh berbedad engan sekolah umum. Biasanya perbedaannyate rletak pada muatan kurikulumnya Jika sekolah umum mementingkan pelajaran umum dengan memasukkan pelajaran agama, maka Madrasah disamping mernberikan pelajaran umum lebih menekankan pada plajarm agama Islam. Dengan hal tersebut timbul berbagai pertanyaan berkaitan dengan penerimaan Gikap) siswa terhadap pelajaran kimia. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan dengan mengangkat permasalahan-permasalah:a (nl) Adakah perbedaans ikap terhadapp elajarank imia antara siswa yang berasal dari Madrasah Tsanawiyah dan dari Sekolah Menengah Pertamap adak elasI di SMU Gresik ? (2) Adakahp erbedaanp restasbi elajark imia antara siswa yang berasal dari Madrasah Tsanawiyah dan dari Sekolah Menengah Pertama pada kelas I di SMU NU I Gresik ? Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SMU NU I Gresik masukan tahtn 2001/2002. Sampeld alam penelitian ini diambil 55 siswa dari masing-masinga sal sekolah dengan penentuan secara acak. Instrumen sikap terhadap pelajaran kimia, menggrrnakanin strumen sikap terhadap IPA (TOSRA) yane dikembangakano leh Fraser dengan dimodifrkasi sendiri oleh peneliti. Pengujian hipotesis menggunakan uji t. Data nilai/prestasi diambil dari nilai raport. Dari analisis statistik dangan menggunakan uji-t diketahui bahwa terdapat perbedaan sikap dan prstasi belajar kimia antara siswa yang berasal dari Madrasah Tsanawiyah dan dari Sekolah Menengah Pertama dengan t hitung untuk sikap terhadapp elajarank imia sebesa3r ,848 > t tabel : 2,00735s edangp restasbi elajar kimia sebesa6r ,071> t tabel: 2,0073p ada( u : 0.05).

Perancangan media promosi obyek wisata candi Singasari / Fais Johan Ardiansah

 

Perancangan media promosi yang lebih kreatif dan inovatif merupakan dapat meningkatkan jumlah pengunjung Candi Singasari. Adanya alternatif media promosi yang kreatif dan inovatif akan menarik perhatian calon pengunjung. Tujuan promosi mengandung misi komunikasi yang tidak hanya dapat meningkatkan jumlah pengunjung namun juga dapat membantu melestarikan peninggalan kebudayaan. Perancangan ini adalah perancangan media promosi Obyek Wisata Candi Singasari. Obyek Wisata Candi Singasari pada intinya membutuhkan suatu media promosi yang mampu memberikan informasi sebuah obyek wisata sejarah secara lebih efektif, serta mudah dikenal masyarakat luas. Perancangan ini menggunakan metode prosedural yang bersifat deskriptif. Garis-garis besar langkah yang harus diikuti adalah: (1) survey/observasi klien, (2) proses analisa data, (3) penyusunan konsep desain, (4) perancangan media promosi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui (1) observasi, (2) wawancara. Teknik analisa data yang dilakukan adalah SWOT ( Streght, weakness, Opportunity, Threat) dengan membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi. Kesimpulan dari perancangan ini adalah perancangan media promosi yang lebih kreatif dan inovatif dapat meningkatkan jumlah pengunjung Candi Singasari. Adanya alternatif media promosi yang kreatif dan inovatif akan menarik perhatian calon pengunjung. Tujuan promosi mengandung misi komunikasi yang tidak hanya dapat meningkatkan jumlah pengunjung namun juga dapat membantu melestarikan peninggalan kebudayaan. Media promosi Obyek Wisata Candi Singasari bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang keberadaan Candi Singasari sebagai tempat alternatif yang bisa dijadikan tujuan wisata. Media promosi ini juga bertujuan untuk menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Obyek Wisata Candi Singasari sebagai sebuah obyek wisata sejarah yang harus dilestarikan. Selanjutnya saran yang dapat diberikan adalah berdasarkan kelemahan dan kelebihan yang dimiliki dalam perancangan media promosi ini diharapkan dapat digunakan sebaik-baiknya bagi klien untuk memberi informasi kepada konsumen tentang wisata sejarah Candi Singasari.

Analisis pemetaan potensi rawan pangan dan arah kebijakan ( studi kasus Kecamatan Jabung kabupaten Malang) / Siti Muslihah

 

Kata Kunci : Potensi Rawan Pangan, Arah Kebijakan. Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling mendasar dalam menjalani kehidupanya, sehingga pangan dapat disebut sebagai kebutuhan hak atas hidup manusia. Mengacu pada hasil pemetaan yang dilakukan oleh pihak Bappeda Kabupaten Malang (2007) dan hasil Peta daerah rawan pangan, kecamatan Jabung menjadi prioritas dalam penanganan daerah rawan pangan. Kecamatan Jabung merupakan kecamatan yang memiliki fasilitas fisik dan non fisik paling minim. Oleh karena itu, menurut peneliti perlu adanya kajian terkait tentang potensi rawan pangan serta karakteristik lokal dan arah kebijakan dalam meningkatkan ketahanan pangan di Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Melakukan identifikasi dan pemetaan potensi wilayah rawan pangan di kecamatan Jabung; (2) Melakukan identifikasi tentang karakteristik lokal wilayah rawan pangan di kecamatan Jabung; (3) Memformulasikan arah kebijakan penurunan tingkat kerawanan pangan di kecamatan Jabung. Berdasarkan pokok permasalahan yang telah dijelaskan, maka penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif deskriptif eksplanatori yaitu menggambarkan dan menjelaskan pola-pola yang terkait dengan fenomena serta mengidentifikasi hubungan-hubungan yang mempengaruhi fenomena. Dalam penelitian ini, menganalisis data yang telah diperoleh dan melakukan wawancara dengan pihak Kecamatan Jabung untuk memperoleh informasi yang sebenarnya di lapangan. Hasil penelitian pemetaan potensi rawan pangan dengan menggunakan 12 indikator di Kecamatan Jabung tidak memiliki desa yang masuk prioritas penanganan daerah yang sangat rawan, rawan dan agak rawan. Namun demikian dalam analisis per indikator tentu masih dijumpai daerah yang agak rawan, rawan atau bahkan sangat rawan. Arah kebijakan yang dapat dilakukan adalah dengan memaksimalkan potensi daerah kecamatan Jabung baik dari aspek sarana dan prasarana serta peningkatan hasil pertanian.

Studi komparatif perkembangan jingkat 15 meter anak putra usia 7-10 tahun yang tinggal di dataran rendah dengan dataran tinggi Kabupaten Mojokerto / Yanuar Firman

 

Kata Kunci: Jingkat, Anak Putra, Dataran Rendah, Dataran Tinggi Anak putra usia 7, 8, 9, 10 tahun yang berada di dataran rendah dan dataran tinggi sangat menarik untuk dibedakan. Dapat dilihat dari letak geografis tempat tinggal dan karakteristik anak yang berbeda mempunyai kemampuan yang dapat diketahui dengan cara meneliti lansung. Apalagi karakteristik anak putra, sangat jelas bahwa kekuatannya lebih dari pada anak putri, oleh karena itu apabila ingin mengetahui kemampuan jingkat ini dapat dipengaruhi oleh perkembangan jingkat tiap anak, oleh letak geografis tempat tinggal, kondisi suhu yang berbeda dan aktivitas fisik yang dilakukan dan lingkungan sekitar. Semuanya akan mempengaruhi adaptasi secara fisiologi anak dalam perkembangan jingkatnya. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui apakah ada perbedaan perkembangan jingkat antara anak putra usia 7, 8, 9, 10 tahun yang berada di dataran rendah dan dataran tinggi di Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang dilakukan pada satu waktu dan satu kali, tidak ada follow up, untuk mencari hubungan antara variabel independen (faktor resiko) dengan variabel dependen (efek). Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hasil output SPSS menggunakan analisis Anova terdapat uji hipotesis diperoleh F hitung 29.393 > F.tabel 2.661829061, Jadi dapat disimpulkan bahwa keputusannya yaitu tolak H0 yang berarti perbedaan waktu dalam kemampuan gerak jingkat antar umur tidak signifikan dan terima H1 yaitu perbedaan waktu dalam kemampuan gerak jingkat antar umur signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa nilai signifikansi kurang α=0.05, artinya H0 ditolak. Menurut perhitungan uji-t disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara jingkat anak putra usia 7, 8, 9, 10 tahun di dataran rendah dengan dataran tinggi. Hasilnya lebih baik kemampuan gerak jingkat anak putra yang berada di dataran tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan analisis Tukey post hoc test untuk multiple comparisons mengindikasikan bahwa kelompok 7 dan 8 yang memiliki nilai yang signifikan secara statistik. Hasil ini mengindikasikan bahwa perbedaan rata-rata antara waktu jingkat umur 9 dan 10 tahun secara statistik tidak signifikan dan meannya secara signifikan berbeda dari pada mean umur 7 dan 8 yang signifikan secara statistik. Dari kesimpulan di atas dapat ditarik saran, berdasarkan penelitian dan perhitungan ini bahwa hasilnya membuktikan kemampuan gerak jingkat anak putra yang tinggal di dataran tinggi lebih baik dari pada dataran rendah. Hal ini dapat dijadikan pengetahuan baru dan referensi baru buat guru pendidikan jasmani dan peneliti lain untuk memperhatikan aktivitas, letak geografis tanah dan tekanan suhu tempat tinggal. Karena adaptasi fisiologi yang dialami anak tergantung dari faktor lingkungan sekitar yang mendukung untuk perkembangan motoriknya. Dan untuk guru pendidikan jasmani sebaiknya menganalisis terlebih dahulu gerakan-gerakan yang akan dilakukan agar tidak terjadi cidera yang tidak diinginkan sebelum dipraktekkan pada anak didiknya.

Ma'ani harf "alif lam mim" fi suratil Al-Baqarah wa Ali-Imron wa tarjamatuha ilal lughatil Indonesia

 

Tampilan fitur Online Public Acces Catalogue (OPAC) pada UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang / Winda, Hanifa

 

Kata Kunci: katalog, OPAC, otomasi perpustakaan, perpustakaanperguruantinggi UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis untuk menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Negeri Malang. UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang berperan sebagai salah satu unit atausarana kelengkapan perguruan tinggi yang bersifat akademik dalam menunjang perguruan tingginya dengan memberikan layanansecara optimal. Aktivitas kegiatanselama PKLpada UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malangmeliputiaktivitas bagian pengadaan, aktivitas bagian pengolahan,aktivitas bagian sirkulasi, aktivitasbagian referensi,dan aktivitasbagian serial. Semua aktivitas bagian layanan ini salingterotomasi dan teritegrasi antara satu bagian dengan bagian yang lain.Sistemotomasiperpustakaandapatdigunakanuntukmenanganikegiatanrutindansebagaisaranapenelusuran (information retrieval) berupaOnline Public Access Catalogue (OPAC). OPAC merupakan sarana penghubung antara koleksi perpustakaan dengan penggunanya baik pengguna aktual dan pengguna potensial. Bagiperpustakaan, OPAC merupakanalatutama di dalamsistemtemukembaliinformasi, keuntungannya bagi pengguna adalah membuat mereka lebih mandiri dalam penelusuran dan penemuan bahanpustaka yang dibutuhkan. Tujuan dari penulisan ini meliputi:(1) mendeskripsikan tampilan fitur OPAC, (2) mendeskripsikan cara penelusuran informasi menggunakan OPAC, dan (3) mendeskripsikankesesuaian tampilan fitur OPAC UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang berdasarkan standar IFLA. Penulisan ini merupakan deskripsi seluruh bagian tampilan fitur OPAC dan dibatasi hanya pada OPAC di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Adapun batasannya sampai pada fitur antarmuka (interface) dan fitur penelusuran informasi. Kesimpulan berdasarkan kegiatan PKL dan pengamatan OPAC UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang, yaitu: (1) tampilan OPAC terdiri dari dua bagian. Bagian header terdapat fitur berupa menu navigasi koleksi pustaka, pencarian, bantuan, usulan buku baru, cek peminjaman, dan home. Bagian konten menampilkan isi menu maupun sub menu OPAC; (2) terdapat dua cara penelusuran menggunakan OPAC. Penelusuran umum dengan menggunakan titik akses berupa judul, pengarang, dan subyek. Penelusuran khusus menggunakan logika Boolean untuk mempersempit maupun memperluas hasil penelusuran; dan (3) tampilan fitur OPAC kurang memenuhi kesesuaian prinsip dan rekomendasi IFLA. OPAC UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang hanya memenuhi 18 indikator dari keseluruhan 37 indikator rekomendasi IFLA. Saran untuk pengembangan teknologi informasi UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang khususnya OPAC, yaitu:(1) Kepala UPT Perpustakaan membuat rencana pengembangan teknologi informasi, khususnya untuk memperbaiki dan mengembangkan OPAC. Kepala UPT Perpustakaan dapat merangkul seluruh pustakawan maupun tenaga TI; (2) Pustakawan sebaiknya mengikuti perkembangan ilmu perpustakaan dan dapat menerapkan pengetahuannya di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Selain itu, pustakawan sebaiknya menyusun pedoman atau panduan pengguna perpustakaan yang dapat diunduh secara gratis melalui website perpustakaan; dan (3) Tenaga TI sebaiknya mengembangkan diri pada bagian database administrator, network administrator, dan web designer untuk pengembangan teknologi informasi. Database administrator berperan sebagai pengatur pangkalan data. Network administrator berperan sebagai pengatur jaringan. Web designer berperan sebagai perancang dan pengatur tampilan website maupun OPAC UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang.

Shidqul Ikhtibarat wa tsabatuha fil imtiham an-naha'i lil lughatil Arabiyah ala mustawil madrasatil Aliyah sanata 2005/2006

 

Faktor-faktor penting dalam mengajar bahasa Arab menampung siswa dalam tujuan pengajaran dan tingkat pengetahuan keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, yang mengatur cara kalender dan alat kepada siswa pada guru sekolah, sehingga uji satu untuk mengukur efisiensi siswa dan skor mereka dalam proses mengajar dan belajar. Dan pengujian adalah bagian penting dari proses pembelajaran, yang harus ditingkatkan untuk menjadi spesifikasi tes yang bagus sesuai. Oleh karena itu, pengembangan tes atau ujian dalam proses pendidikan dalam uji mutu sesuai spesifikasi yang baik akan sangat menguntungkan hasil pendidikan. Ini adalah spesifikasi tes yang baik dan tepat adalah tingkat kejujuran dan tingkat konsistensi pada kelas yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan dan kemudian menguji ketulusan dan ketekunan dalam pemeriksaan akhir dari bahasa Arab pada tingkat tahun sekolah, tinggi 2005-2006 ini, untuk mendeskripsikan (1) tingkat kesungguhan konten dengan persyaratan pertanyaan-pertanyaan dalam ujian ini, dan (2) tingkat stabilitas tes. Adapun kurikulum yang digunakan dalam penelitian ini, pendekatan deskriptif yang pencarian berdasarkan kajian terhadap realitas dan menjelaskan deskripsi yang akurat. Peneliti menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Dan mengambil item ke pertanyaan ujian dari siswa kelas tiga. Metode pengumpulan data dari penelitian ini adalah dokumentasi dan wawancara dan referendum, dan dianalisis dengan menggunakan hukum, ketika Jalal (1992) dan Bloom (Bloom) dan Vrodg Momcin (Product Moment). Hasil penelitian ini adalah (1) bahwa tingkat ketulusan uji sumur di tes ini dalam tiga termasuk berbicara keterampilan keterampilan, membaca, menulis dan unsur-unsur kosa kata dan struktur, dan (2) tingkat pengujian stabilitas tinggi dan sebesar 0,8734. Pencarian ini terbatas untuk membahas tingkat validitas dan reliabilitas dengan persyaratan pertanyaan dalam ujian akhir saja, diharapkan bahwa akan ada penelitian lain seperti penelitian di tingkat kesulitan untuk ujian akhir dan untuk membedakannya, atau memperluas pencarian untuk menguji spesifikasi dalam hal pertanyaan-pertanyaan lain seperti kelas ujian peraturan dan pemeriksaan, dan lain-lain. ملخص البحث أطع عنده إيرديانتي، صدق الاختبارات وثباتها في الامتحان النهائي للغة العربية على مستوى المدرسة العالية سنة 2005-2006مـ، بحث علمي، قسم الأدب العربي بكلية الآداب جامعة مالانج الحكومية. المشرف الأول: الدكتور محمد عين الماجستير. المشرف الثاني: شفاعة، الماجستير. الكلمات الرئيسية: الاختبار، صدق الاختبارات، ثبات الاختبارات من العوامل المهمة في تعليم اللغة العربية استيعاب الطلبة في أهداف التدريس ومعرفة مستوى نجاح الدارسين في عملية التعليم والتعلم، وهو تعيين طريقة التقويم وأداته لدى الطالب وعند معلم المدرسة، بحيث إن الاختبار أحد مقاييس لقياس كفاءة الطلبة ونتيجتهم في عملية التعليم والتعلم. والاختبار جزء ضروري من عملية التعليم الذي تجب ترقيته ليكون مناسبا بمواصفات الاختبار الجيد. فلذلك، تطوير الاختبار أو الامتحان في عملية التعليم بوجه جيد مناسب بمواصفات الاختبار الجيد سوف يفيد كثيرا لنتيجة التعليم. ومن مواصفات الاختبار الجيد والمناسب هي مستوى الصدق ومستوى الثبات على الدرجة الأعلى. ثم يهدف البحث في صدق الاختبارات وثباتها في الامتحان النهائي للغة العربية على مستوى المدرسة العالية سنة 2005-2006مـ هذا، إلى وصف (1) مستوى صدق المحتوى لبنود الأسئلة في هذا الامتحان، و(2) مستوى ثبات الاختبار فيها. فأما المنهج المستخدم في هذا البحث العلمي، المنهج الوصفي وهو البحث الذي يعتمد على دراسة الواقع ويصفها وصفا دقيقا. وتستخدم الباحثة البيانات الكيفية والبيانات الكمية. وتأخذها من بنود الأسئلة لهذا الامتحان من الطلاب في الصف الثالث. أما وسائل جمع البيانات من هذا البحث هي الوثائق والمقابلة والاستفتاء، وتحليلها باستخدام القوانين، وهي عند جلال (1992) وبلوم (Bloom) وفرودج مومين (Product Moment). أما نتيجة هذا البحث هي (1) أن مستوى صدق الاختبار جيد عند هذا الاختبار من حيث يشتمل على ثلاث مهارات وهي مهارة الكلام والقراءة والكتابة وعناصرها منها المفردات والتركيب، و(2) مستوى ثبات الاختبار مرتفع وبلغ 0,8734. فهذا البحث يقتصر على بحث مستوى الصدق والثبات لبنود الأسئلة في الامتحان النهائي فحسب، ومن المرجوّ أن تكون هناك بحوث أخرى كمثل البحث في مستوى الصعوبة للامتحان النهائي وتمييزه، أو يوسع البحث إلى مواصفات الاختبار في بنود الأسئلة الآخرى مثل الامتحان التنظيمي والامتحان الصفي وغيرهما.

Rhetorical moves, linguistic features, and non-linguistic features in research article abstracts / Leo Candra Wahyu Utami

 

ABSTRAK Utami, Leo CandraWahyu .2016. PergerakanRetoris, FiturLinguistik, danFitur Non-Linguistic di AbstrakArtikelPenelitian. Tesis.ProgramPengajaranBahasaInggris, Pascasarjana,UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Hj. UtamiWidiati, M.A., Ph.D., (II) Prof. H. A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D. Kata Kunci :analisis genre, pergerakanretoris, fiturlinguistik, fitur non-linguistik. Memproduksiartikelpenelitianadalahsuatukeharusanbagimahasiswauntukmemenuhipersyaratantertentu .Selainitu, melampirkanabstrakbahasaInggrisdalamartikelpenelitianmasihmenjaditantanganapalagiuntukpublikasi .Untukberhasilmenulisabstrak yang singkatdanjelas, penulisharusmampumengkomunikasikaninformasi yang cukupdariartikelpenelitiantersebut.Di sampingitu, pergerakanretorikaabstrakadalahstudianalisis genre yang direalisasikandenganpolaorganisasipergerakandengantujuankomunikatif yang dapatdiidentifikasiolehmasyarakatwacanamereka. Penelitianinibertujuanuntukmengujipergerakanretoris, fiturlinguistikdanfitur non-linguistikdariabstrakartikelpenelitian, khususnyapadabagaimanapenulismenulisabstrakmerekadenganmenyadarifiturlinguistikdanfitur non-linguistikuntukmemberikontribusipadapeningkatanaturanpenulisanabstrak. Penelitianinimenggunakanpenelitianberbasiskorpusdenganmenganalisisduapuluhsembilanabstrakartikelpenelitian yang diterbitkan di JurnalPendidikanHumaniora (JPH) dari volume 1-3 (2013-2015) yang setiap volume terdiridarinomor 1 sampai 4.Abstrakartikelpenelitiansecarakhususditulisolehmahasiswa Program PengajaranBahasaInggris.Untukmenganalisis data korpus, penelitianinimenggunakan corpus toolkit AntConc 3.2.4w untukmengidentifikasileksikalaspekdanuntukmengetahuifrekuensikemunculanpergerakandanjumlah kata darifiturlinguistik. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapergerakanretoris yang seringmuncul di abstrakadalahpergerakan 2-tujuan, pergerakan 3-metode, danpergerakan 4-hasil dimanadigunakan di sembilanbelasabstrakartikelpenelitian.Fiturlinguistikjugadigunakandalamabstrakartikelpenelitian.Penggunaanketeranganwaktusekarangdigunakansemualimapergerakan. Selainitu, keteranganwaktulampauditemukan di pergerakan 3-metode.Kalimataktifdanpasifjugaditemukan di semualimabergerak. Namun, kalimatpasifseringditemukandalampergerakan 3-metode dandanpergerakan 5-kesimpulan.Dengandemikian, penulismembuatabstrakseobjektifmungkin.That-komplemenklausaseringditemukan di pergerakan 4-hasil.Hasilpenggunaanperangkatmetadiscourse di abstrakmengungkapkanbahwapenulisberusahauntukmengklaimdanmengomentarihasilpenelitianmereka.Karenakenyataannya, penandasikapsikapdan kata-kata self-referensiditemukan di abstrak.Dalamhalfitur non-linguistik, abstrakartikelpenelitiantelahmemenuhipersyaratan di PetunjukBagi (Calon) Penulis JPH (2014), penelitiharusmenyusunabstraksingkatdanjelas yang terdiridaripergerakan 2-tujuan, pergerakan 3-metode, danpergerakan 4-hasil penelitian. Abstrakdiharuskanterdiritidaklebihdari 100 kata.Namun, hasilmenunjukkanbahwalimabelasabstrakterdiridari 100-150 kata. Kata kuncidigunakantermasukdalamabstrakartikelpenelitian. Dengandemikian ,disarankanbagiparapenelitiselanjutyasebagaipraktisi di bidang EAP untukmelakukanstudianalisisbergenredenganmenganalisaabstrakatau genre lain untukmengenalistrukturspesifikdari genre tertentudalammasyarakatwacanamereka. Penelitianinimengharapkanbahwamahasiswapascasarjanamemahamitentangcaramenulisartikelabstrakpenelitianmerekadidasarkanpadapergerakanretorisyang danbeberapafitur . Untukpembimbingtesis, penelitianinimemberikananalisiskonvensi genre dalammembuatabstrakartikelpenelitian.Hal inidapatmendukungpraktikmengajarsebagaiinformasitambahankhususnyabagidosen yang mengajar TPS untukmahasiswapascasarjana.Selainituuntuk editor jurnal, hasilstudiinimendukungpeningkatandalampenulisanabstrakartikelpenelitian.

Nilai-nilai budaya dalam legenda Wali Zainab" di desa Diponggo pulau Bawean
oleh Hozaimi"

 

Nilai budayad alamk ehidupanb ermasyarakatet rdin atask onsepsikonsepsyi ang hidup dalam alam pikiran manusias ebagaisistemke budayaan yang paling tinggi, dianggap mulia, dan dijadikan orientasi atau pedoman dalam berperilaku. Nilai budaya sifatnya sangat abstrak dan tidak dapat diraba atau diamati dengan panca indera. Namun, segala tindakan manusia yang beradab merupakan perwujudan atau refleksi dari nilai budaya sebagai konsepsi yang hidup di alam pikiran manusia. Legendam erupakanc erita prosar akyat tentangk eteladanank, etokohan, dank ehebatano rang-orangs uci yang membawam isi keagamaans epertip ara wali dalam agama Islam, kejadiannya di masa yang telah lampau tetapi masih tetapd ikenal dan hidup di masyarakast ampais aati ni,dipercayak ebenarannya dan dibuktikan dengan bukti-bukti sejarah. Legenda wali Zainab adatah salah satu cerita prosa rakyat yang hidup di Desa Diponggo pulau Bawean yang perlu dilestarikan dan diungkap nilai-nilai budaya yang terdapat di dalamnya. Mlainilai tersebutp erlu dijaga dan disosialisasikank epadam asyarakat. Penelitiani ni menggunakanp endekatanh istoris-sosiologisd an metode deskriptif Pendekatanh istoris-sosiologisa dalahp endekatany angm emandang legenda sebagai fenomena sosial yang masih hidup saat ini merupakan pencerminan dari fenomena sejarah. Legenda sebagai fakta sejarah dapat ditelusuri ke, benarannyad ari generaski e generasih inggas aati ni. pendekatanin i berupaya mencari dan menemukan nilai-nilai masa lampau (sejarah) dan memperhatikan keterkaitan dengan aspek sosio-kultural yang ada saat ini. Metode deskriptifdigunakan karena legenda yang diteliti dalam penelitian ini berupa tuturan lisan da'janggotam asyaraka(tr esponden)d an nilai-nilai budayay ang terdapatd alam legendat ersebutt erpaparkans ecarav erbal berupac erita . Hasil penelitiani ni lalu dianalisiss ecarate kstual. l l l Penelitianin i telahm enghasilkatne muann ilai-nilai budayab, aik nilainilai religiusm aupunn ilai-nilai kemasyarakataNn,il ainilai budayar eligius dalamle gendaW ali Zainabd i DesaD iponggoP ulauB aweani ni meliputid ua aspeky, aitu nilai (religius) ketuhanan( rabbaniyah)d an nilai (religius) kemanusiaan( insaniyahy) angd ilandasi man kepadaA llah SWT.N ilai-nilai budayak emasyarakatadna lam legendaW ali Zainab di DesaD iponggoP ulauB aweani ni meliputi nilai (kemasyarakatany)a ng menjunjungt inggi kebersamaana tauk erukunanh idup dan nilai (kemasyarakatank)e bijaksanaand ank asih sayang. Nilai-nilai (religius) ketuhanan (rabbaniyah) meliputi pengkuan akan keesaanA lah SWT,m encintaiR asulullahs aw,m eyakinia danyak ehendakA llah SWT,b ersujudk epadaA llah SWT, mendakwahkaang amals lam,d anm embuat masjid.N ilai-nilai (religius)k emanusiaa(nin saniyahy) angd ilandasi mank epadaA llah SWT meliputi1 !lt!* ataur elab erkorbanm, enyadarkakne yakinana tau pikan orangl ain,j ujur, taat kepadao rangt ua,b erbudib ahasab aik, danb erbuat sesuadi enganu capanI.t ulah nilai-nilai religiusy angt erdapadt alaml egenda Wali Zainab di Desa Diponggo Pulau Bawean. Nilai-nilai (kemasyarakatamn)e nju nju ngt inggi kebersamaaant auk erukunanh idupd alaml egendaW ali Zainabd i DesaD iponggoP ulauB aweanm eliputi memeliharaa datg otong-royongm, emperluasi latunahmi,m endamaikan perselisihand, an musyawarahN. ilai-nilai (kemasyarakatank)e bijaksanaand an kasihs ayangm eliputi menjagak eselamatano rangl ain, menghormatdi an menghargaip endapato rangl ain, membinag enerasmi uda,d an bersedekahI.h rlah nilai-nilai kemasyarakatayna ng terdapatd alam legendaW ali Zainabd i Desa DiponggoP ulauB awean. lv

Perancangan media promosi band indie "Toxictoast" Malang / Deny Sapto Adi

 

Media komunikasi visual merupakan media yang tepat dan efektif dalam menyampaikan sebuah informasi dan juga media promosi kepada khalayak ramai, sebab dalam media ini terdapat satu bentuk komunikasi yang berfungsi untuk mempengaruhi serta memberi informasi sehingga audience terpengaruh dan melakukan tindakan. Latar belakang permasalahan dari penulisan ini adalah bagaimana memberi informasi kepada masyarakat bahwa band Toxictoast mengeluarkan Album berupa kaset dan CD. Tidak sampai disitu saja, dengan menggunkaan media yang bagaiman nantinya band Toxictoast dapat lebih dikenal oleh masyarakat. Dan dengan menggunakan strategi apa saja agar album band Toxictoast dapat dikenal luas tidak hanya di Kota Malang. Tujan perancangan ini adalah mengetahiu jenis media apa saja dana media yang bagimana yang sesuai dengan kebutuhan klien dan target audiens, serta mengetahui jenis strategi yang dapat digunakan agar album band Toxictoast dapat dipasarkan luas. Diharapkan media-media ini memberikan suatu alternatif yang nanti dapat digunakan oleh band Toxictoast Perancangan ini menggunakan metode prosedural yang bersifat deskriptif. Garis-garis besar langkah yang harus diikuti adalah: (1) observasi klien, (2) proses analisa data, (3) penyusunan konsep desain, (4) perancangan media promosi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui (1) observasi, (2) wawancara, (3) Kuisioner. Teknik analisa data yang dilakukan adalah SWOT ( Streght, weakness, Opportunity, Threat) dengan membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi. Kesimpulan penelitian ini adalah perancangan media promosi band Toxictoast Malang, dengan bentuk visualisasi berupa warna, ilustrasi, fotografi, tipografi serta media yang digunakan sebagai bentuk pemecahan masalah. Media yang digunakan berdasarkan bauran komunikasi adalah periklanan meliputi cover CD dan kaset, mini banner dan poster, promosi penjualan meliputi pembagian stiker, hubungan masyarakat meliputi profile multi media interactive dan profil print dan penjualan pribadi meliputi profile multi media interactive serta memberikan demo lagu kepada radio-radio. Saran yang dapat diajukan yaitu untuk dapat meningkatkan dan kemudian mempertahankan citra positif band Toxictoast dengan harapan dapat meningkatkan daya beli target market terhadap produk yang telah dikeluarkan. Diharapkan juga Toxictoast dapat bersaing dengan band-band indie lainnya.

Pengaruh manfaat citra merek terhadap intensi pembelian ponsel Nokia (studi kasus pada konsumen di Counter Oke Shop Malang Town Square) / Witamining Ayu Lelia Dewi

 

Pedoman layanan bimbingan sosial untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa dengan permainan sosiodrama / Patimatus Jariyah

 

Salah satu tugas perkembangan masa remaja yang tersulit adalah yang berhubungan dengan penyesuaian sosial (Hurlock 1978). Remaja harus menyesuaikan diri dengan teman sebaya dan harus menyesuaikan diri dengan orang dewasa di lingkungan keluarga dan sekolah. Gejala-gejala rendahnya penyesuaian sosial para siswa sering menimbulkan masalah, misalnya meresahkan siswa ketika di lingkungan sekolahnya. Hal itu tidak dapat dibiarkan, karena akan merugikan siswa itu sendiri maupun lingkungan sekolahnya. Siswa yang menunjukkan perilaku-perilaku sebagai manifestasi dari “rendahnya” sikap terhadap perilaku penyesuaian sosial itu mempunyai kecenderungan untuk gagal dalam proses pendidikannya (Nurdiana 2002). Oleh karena itu diperlukan suatu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan sikap siswa terhadap perilaku penyesuaian sosial di sekolah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan layanan bimbingan sosial dengan permainan sosiodrama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pedoman layanan bimbingan sosial dengan permainan sosiodrama. Desain pengembangan diadaptasi dari strategi pengembangan Borg and Gall, dengan tahap-tahap: (1) melakukan penilaian kebutuhan (need assessment), (2) analisis data dan penetapkan prioritas kebutuhan, (3) merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus pedoman LBS, (4) menyusun pedoman LBS, (5) penilaian produk oleh ahli, (6) revisi produk ahli, (7) hasil draf , (8) diskusi calon pengguna produk, (9) revisi dari calon pengguna produk, (10) produk akhir berupa Pedoman Layanan Bimbingan Sosial dengan Permainan Sosiodrama. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket penilaian untuk uji ahli, dan angket penilaian calon pengguna produk. Instrumen yang digunakan daftar angket. Pedoman LBS dengan Permainan Sosiodrama terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, bagian panduan pelaksanaan permainan sosiodrama, dan bagian skenario sosiodrama. Bagian pendahuluan terdiri dari latar belakang, tujuan umum, khalayak sasaran, peran konselor, dan komponen pedoman LBS. Panduan pelaksanaan terdiri dari: pengantar, prosedur pelaksanaan permainan sosiodrama, dan tugas siswa dalam pelaksanaan permainan sosiodrama. Bagian terakhir skenario sosiodrama yang merupakan gambaran sebelum konselor melaksanakan kegiatan sosiodrama. Bagian pendahuluan dimaksudkan untuk memberikan rasional dari materi pedoman yang dibuat. Panduan dalam pedoman ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk kepada pengguna pedoman agar mendapat gambaran yang jelas tentang cara menggunakan pedoman tersebut. Skenario sosiodrama dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas kepada pengguna pedoman agar memperoleh bahan acuan dalam menyusun persiapan pelatihan ke siswa. Berdasarkan penilaian ahli, pedoman layanan bimbingan sosial ini sangat berguna bagi konselor untuk memberikan materi tentang masalah penyesuaian sosial, sangat berguna bagi siswa untuk meningkatkan ketrampilan hubungan sosial siswa baik di rumah, sekolah maupun masyarakat. Dilihat dari aspek kemudahan, kualitas penggunaan pedoman layanan bimbingan sosial ini adalah sangat mudah digunakan, mudah difahami dan sederhana. Dari aspek kemenarikan, pedoman ini memiliki penilaian sangat menarik karena siswa bermain peran sehingga tercipta kondisi yang menyenangkan. Menurut penilaian ahli dilihat dari aspek keakuratan dalam pedoman ini memiliki tingkat keakuratan yang tinggi karena dapat meningkatkan ketrampilan siswa. Pedoman ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu: Pedoman LBS yang dibuat dapat meningkatkan ketrampilan sosial siswa, mengajak siswa untuk bermain peran sehingga tercipta suasana yang menyenangkan, menggunakan teknik yang menarik, dan siswa ikut berpartisipasi sehingga tercipta suasana kelas yang hidup, berisi materi-materi bimbingan yang diberikan di sekolah dengan mengangkat kehidupan yang nyata dan sebenarnya, belum ada yang mengembangkan, sehingga dapat membantu konselor untuk melaksanakan permainan sosiodrama sebagai teknik untuk memberikan layanan bimbingan sosial Pedoman ini juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu: Penilaian pedoman ini baru sampai pada ruang lingkup yang terbatas, yaitu sampai pada uji ahli dan uji calon pengguna produk. Proses kegiatan yang ada dalam pedoman ini memerlukan waktu yang cukup lama, kemungkinan dalam pelaksanaannya ada kendala waktu, karena dipandang bersifat main-main. Selain itu pedoman ini bukanlah satu-satunya teknik yang digunakan sehingga masih perlu dilengkapi dengan teknik-teknik lain dalam memberikan layanan bimbingan sosial. Hasil penelitian ini disarankan beberapa hal, yaitu: Untuk mencapai suatu hasil layanan bimbingan sosial yang optimal maka konselor perlu mengidentifikasi, memahami dan memecahkan masalah yang dihadapi siswa yang berkaitan dengan penyesuain sosial siswa dengan permainan sosiodrama. Produk pengembangan Pedoman LBS Dengan Permainan Sosiodrama ini jika akan diterapkan ke sasaran yang lebih luas maka perlu disesuaikan dengan keadaan, waktu, dan tempat di mana layanan bimbingan sosial diberikan. Penggunaan strategi pengembangan Research and Development (R & D) Borg and Gall (1983) dalam pengembangan pedoman layanan bimbingan sosial dilaksanakan tahap uji lapangan. Sebagai kelanjutan hasil penilaian subyek ahli dan hasil diskusi calon pengguna produk, maka perlu diadakan uji coba produk kepada sasaran yaitu siswa, agar diketahui kefektifan produk yang dihasilkan.

Penerapan model pembelajaran problem posing dalam upaya untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SMA Ardjuna Malang kelas XI Program Studi IPS pada pokok bahasan turunan fungsi / Anggun Fuany

 

Pembelajaran dengan problem posing merupakan salah satu bentuk model pembelajaran yang menuntut siswa untuk membuat soal berdasarkan informasi yang diberikan. Kegiatan membuat soal melatih siswa untuk aktif, kreatif, dapat mengembangkan daya pikir serta menimbulkan sikap positif siswa. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa siswa kelas XI IPS SMA Ardjuna Malang mempunyai prestasi belajar yang rendah khususnya pada mata pelajaran matematika. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah model pembelajaran yang diterapkan. Informasi yang diperoleh, belum banyak model pembelajaran yang diterapkan di sekolah tersebut, termasuk model pembelajaran problem posing. Permasalahan ini yang mendorong peneliti untuk menerapkan pembelajaran model problem posing di SMA Ardjuna Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran dan respon siswa terhadap pembelajaran Turunan Fungsi dengan menggunakan model pembelajaran problem posing pada siswa kelas XI program studi IPS SMA Ardjuna Malang. Dalam pembelajaran problem posing siswa diberikan informasi kemudian siswa membuat soal dari informasi yang diberikan secara berkelompok sekaligus menyelesaikan soal yang dibuat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, lembar obsevasi, lembar penilaian afektif, wawancara, catatan lapangan dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model problem posing. Siswa mampu membuat soal berdasarkan informasi yang diberikan. Soal yang dibuat siswa merupakan soal matematika yang dapat diselesaikan. Sedangkan kegiatan pembelajaran problem posing membawa dampak positif bagi siswa, antara lain dapat meningkatkan keaktifan siswa. Disamping itu pembelajaran dengan model problem posing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Ardjuna Malang. Berdasarkan hasil angket diketahui bahwa siswa merasa senang dengan pembelajaran problem posing, karena dapat membantu siswa dalam memahami materi dan mampu meningkatkan motivasi belajar serta prestasi belajar siswa. Dari hasil penelitian, disarankan agar guru matematika atau peneliti yang ingin menerapkan problem posing dalam pembelajaran matematika hendaknya memberikan informasi yang bervariasi sehingga siswa dapat membuat soal dengan struktur sintaksis yang tinggi, dan hendaknya dapat memanfaatkan waktu yang seefektif mungkin

Pengaruh ukuran perusahaan, struktur aktiva, profitabilitas dan risiko bisnis terhadap struktur modal: studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2005-2009 / Handoko Dwi Christiyanto

 

Kata Kunci: Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, Struktur Aktiva, Profitabilitas, Risiko Bisnis Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah 1) Apakah terdapat pengaruh secara simultan antara ukuran perusahaan, struktur aktiva, profitabilitas, dan risiko bisnis terhadap struktur modal perusahaan?; 2) Apakah terdapat pengaruh parsial antara ukuran perusahaan, struktur aktiva, profitabilitas, dan risiko bisnis terhadap struktur modal perusahaan?. Penelitian ini menggunakan rancangan kausal dengan sifat ex post facto untuk menjawab pertanyaan di atas. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama lima tahun yaitu periode 2005-2009. Sampel penelitian terdiri dari 40 perusahaan yang ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Jenis data yang digunakan adalah data cross section data adalah satu set pengamatan atau lebih variabel yang dikumpulkan pada waktu yang sama untuk menggambarkan keadaan pada waktu yang bersangkutan dalam penelitian ini data yang dipakai yaitu data rata-rata pada periode tertentu. Analisis data menggunakan model regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji statistik yaitu uji signifikansi simultan (uji F) dan uji signifikansi parsial (uji t) dengan tingkat signifikansi 0,05. Analisis data menggunakan software pengolahan data statistik SPSS 15.0 for windows. Hasil dari penelitian ukuran perusahaan, struktur aktiva, profitabilitas, dan risiko bisnis secara simultan berpengaruh terhadap struktur modal, dengan sig uji F sebesar 0,000 < 0,05. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, struktur aktiva, profitabilitas, dan risiko bisnis secara parsial berpengaruh terhadap struktur modal, dengan sig uji t masing-masing variabel < 0,05. Secara parsial ukuran perusahaan, struktur aktiva, dan risiko bisnis berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal, dan profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal. Kontribusi keseluruhan variabel terhadap struktur modal sebesar 38,1% dan sisanya 61,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada manajer keuangan untuk tetap memperhatikan struktur modal perusahaan dan bagi peneliti yang lain diharapkan dalam penelitian selanjutnya menambah faktor-faktor yang lain yang mampu mempengaruhi struktur modal mengingat penelitian ini hanya mampu membuktikan 38,1% dari total pengaruh yang ada.

Pembreidelan surat kabar Indonesia Raya tahun 1949-1959 / Gumilar Agung

 

Perkembangan pers secara umum merupakan manifestasi dari sebuah kebebasan pers yang juga turut menjadi bagian di dalam pelaksanaan demokrasi suatu negara. Ketika semangat kebebasan pers menjadi alat yang ampuh bagi sebuah surat kabar untuk menunjukkan esksistensinya, ada usaha dari pemerintah sebagai penguasa negara untuk meminimalisir gerak dan peran pers hingga akhirnya mematikan fungsi pers itu sendiri. Kehadiran surat kabar Indonesia Raya di tahun 1949 menunjukkan bahwa sebuah koran seharusnya dapat memperjuangkan semangat kebebasan pers dengan maksimal tanpa dibelenggu oleh berbagai kepentingan penguasa, meskipun pada akhirnya harus mengalami sejumlah pembreidelan sebagai akibat dari pemberitaan yang kritis dan lugas. Berdasarkan latar belakang di atas diperoleh beberapa rumusan masalah yaitu, pertama bagaimanakah perkembangan surat kabar Indonesia Raya pada periode 1949-1959, kedua bagaimana pemberitaan surat kabar Indonesia Raya periode 1949-1959, dan yang ketiga bagaimanakah proses pembreidelan surat kabar Indonesia Raya periode 1949-1959. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan surat kabar Indonesia Raya periode 1949-1959, mengetahui pemberitaan dan proses pembreidelan surat kabar Indonesia Raya periode 1949-1959. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Langkah-langkah yang digunakan yaitu, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini membuktikan bahwa pertama, perkembangan surat kabar Indonesia Raya periode pertama tahun 1949-1959 mengalami pasang surut seiring terjadinya konflik internal antara petinggi koran Indonesia Raya sendiri yakni, Mochtar Lubis selaku Pemimpin Redaksi dengan Hasjim Mahdan selaku Pemimpin Umum. Hal ini dikarenakan terjadinya perbedaan pandangan diantara keduanya menyangkut sikap koran Indonesia Raya terhadap pemerintah. Ditahannya Mochtar Lubis secara tidak langsung juga turut mempengaruhi eksistensi koran Indonesia Raya di periode pertamanya ini. Kedua, segala pemberitaan koran Indonesia Raya yang kritis dan lugas menyebabkan koran ini terkena pembreidelan, terutama pada kolom Tajuk Rencana yang begitu sering mengangkat isu-isu politik serta mengkritik kinerja pemerintah. Ketiga, proses pembreidelan terhadap surat kabar Indonesia Raya di periode pertamanya ini terjadi selama tahun 1957-1958. Tercatat ada enam kali pembreidelan, hingga akhirnya Badan Penerbit surat kabar Indonesia Raya secara resmi ditutup pemerintah pada 2 Januari 1959.

Peningkatan motivasi dan hasil belajar melalui penerapan model rallytable dengan media papan flanel pada standar kompetensi membuka usaha eceran/ritel (studi pada siswa kelas XI Pemasaran di SMK Islam Batu) / Bintari Trirahmatia

 

Kata Kunci: Model RallyTable, Media Papan Flanel, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Pada kegiatan pembelajaran, guru harus mampu berperan sebagai fasilitator dan motivator. Salah satu usaha yang dapat dilakukan guru yaitu dengan menggunakan variasi model dan media pembelajaran. Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas XI Pemasaran SMK Islam Batu pada standar kompetensi Membuka Usaha Eceran/Ritel diperoleh data mengenai motivasi dan hasil belajar siswa masih rendah. Faktor yang menyebabkan yaitu metode pembelajaran yang diterapkan di kelas dan jam pelajaran yang berlangsung siang hari pukul 12.30 sampai 17.00 WIB. Berdasarkan hasil observasi terhadap motivasi siswa di kelas menunjukkan siswa yang aktif saat pembelajaran hanya setengah dari jumlah siswa dalam kelas. Menurut angket motivasi pra tindakan, menunjukkan hasil motivasi belajar siswa sebesar 69%. Sedangkan hasil tes harian siswa sebelum penelitian menunjukkan persentase ketuntasan belajar dalam kelas hanya 53%. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, tes, angket, lembar catatan lapangan, dokumentasi. Adapun tujuan penelitian ini: (1) mendeskripsikan penerapan model RallyTable dengan media papan flanel, (2) peningkatan motivasi belajar setelah penerapan model RallyTable dengan media papan flanel, (3) peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model RallyTable dengan media papan flanel. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Pemasaran SMK Islam Batu tahun pelajaran 2012/2013 berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan tindakan guru menerapkan model pembelajaran pada siklus I memperoleh persentase 82% sehingga kriteria tingkat keberhasilan tindakan mendapat nilai B+. Sedangkan siklus II menjadi 97% dengan kriteria tingkat keberhasilan tindakan mendapat nilai A. Motivasi belajar siswa setelah penerapan model RallyTable dengan media papan flanel cukup meningkat dengan persentase rata-rata siklus I sebesar 78% sedangkan siklus II sebesar 85%. Hasil belajar ranah kognitif juga mengalami peningkatan dimana pada siklus I persentase ketuntasan hasil belajar kelas yaitu 55% dan pada siklus II persentase ketuntasan hasil belajar kelas meningkat sebesar 89%. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran model RallyTable dengan media papan flanel berhasil dilaksanakan guru, dimana persentase peningkatan keberhasilan guru menerapkan tindakan pada siklus I dan siklus II sebesar 15%. Motivasi belajar siswa sebelum penelitian dan setelah penelitian mengalami peningkatan yang cukup baik yaitu 16%. Sedangkan hasil belajar ranah kognitif juga mengalami peningkatan setelah penerapan model RallyTable dengan media papan flanel pada siklus I dan siklus II sebesar 36%. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan (1) Bagi siswa, hendaknya membiasakan diri untuk belajar berkelompok, berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik antar teman di kelas. (2) Bagi guru, dapat menjadikan model pembelajaran RallyTable dengan media papan flanel sebagai alternatif pilihan dalam pembelajaran dan dapat menerapkan model pembelajaran lain yang sejenis dengan model pembelajaran ini misalnya model RoundTable, RoundRobin, atau RallyRobin, dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih inovatif. (3) Bagi sekolah, hendaknya mendukung guru baik dari segi sarana maupun prasarana dalam mengembangkan model pembelajaran RallyTable dengan media papan flanel dan menerapkan model pembelajaran lainnya yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. (4) Bagi peneliti lain, dapat meneliti model pembelajaran lain yang sejenis dengan model pembelajaran RallyTable atau dapat meneliti model pembelajaran ini dengan mengunakan media pembelajaran lain yang lebih kreatif dan inovatif pada standar kompetensi yang sama atau berbeda.

Penerapan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) pada materi garis singgung lingkaran di SMPN 1 Malang kelas VIII tahun ajaran 2006/2007 / Nastiti Budiharti Lestari

 

Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional, telah banyak dilakukan inovasi dalam bidang pendidikan. Salah satu perubahan yang telah dilakukan adalah perubahan paradigma pembelajaran dari pembelajaran behavioristik menjadi pembelajaran konstruktivis. Saat ini telah berkembang beberapa pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran konstruktivis, salah satunya adalah pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran berbasis masalah adalah pembelajaran yang menggunakan permasalahan sebagai konteks siswa untuk belajar cara berfikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah, serta memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Penerapan pembelajaran berbasis masalah ini sesuai sasaran yang ingin dicapai dalam KTSP yaitu, untuk mata pelajaran matematika sasaran yang ingin ditingkatkan untuk siswa adalah keterampilan pemecahan masalah. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Malang dengan populasi adalah seluruh kelas VIII. Pemilihan materi untuk pelaksanaan penelitian didasarkan pada urutan sajian materi yang telah dibuat oleh guru bidang studi. Berdasarkan urutan sajian materi tersebut materi yang digunakan adalah garis singgung lingkaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa selama pembelajaran berbasis masalah diterapkan. Selain itu, penelitian juga bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa setelah mengalami pembelajaran berbasis masalah serta untuk mengetahui respon siswa terhadap model pembelajaran berbasis masalah. Proses pembelajaran terdiri dari tiga tahap yaitu tahap awal atau tahap pendahuluan, tahap inti, serta tahap akhir atau penutup. Selama pembelajaran berbasis masalah berlangsung, siswa belajar dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas siswa selama pembelajaran berbasis masalah dilaksanakan dapat dikategorikan baik. Hal ini didukung dengan adanya peningkatan aktivitas dari siswa yang pasif menjadi siswa yang cukup aktif. Dari hasil tes prestasi belajar yang dilakukan setelah pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah, jumlah siswa yang mendapatkan skor minimal 65 adalah 86,36%. Berdasarkan patokan ketuntasan belajar yang digunakan pihak sekolah yaitu suatu kelas dianggap tuntas belajar apabila 75% dari jumlah seluruh siswa mampu mencapai daya serap minimal 65%, dapat dikatakan kelas yang digunakan sebagai sampel pelaksanaan penelitian ini mencapai kriteria belajar tuntas. Respon yang diberikan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah adalah positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui kegiatan-kegiatan yang telah dirancang oleh guru.

Analisis model matematika dari gerak goyangan gedung pencakar langit (swaying skycraper) / Eko Setyo Rini

 

Salah satu penerapan dari matematika adalah memodelkan gerak goyangan pada gedung pencakar langit (Swaying Skyscraper) karena gaya dari luar. Penyusunan model matematika untuk gerak goyangan pada gedung pencakar langit menggunakan pendekatan dari Gerak Osilasi Harmonik dengan Redaman di Fisika. Pada skripsi ini membahas dua model matematika dari gerak goyangan gedung pencakar langit. Yaitu model matematika untuk gerak goyangan gedung pencakar langit jika gaya gravitasi diabaikan dan model matematika untuk gerak goyangan pada gedung pencakar langit jika gaya gravitasi diperhitungkan. Untuk model yang pertama, bentuk persamaannya adalah persamaan diferensial linier biasa orde dua, yaitu: . Sedang untuk model yang kedua, bentuk persamaannya adalah persamaan diferensial non linier orde dua, yaitu: . Dari dua model tersebut akan diperoleh titik kesetimbangan. Selanjutnya titik kesetimbangan tersebut dianalisa kestabilannya untuk mengetahui perilaku dinamik dari gerak goyangan gedung pencakar langit. Untuk menganalisa kestabilannya digunakan nilai eigen yang diperoleh dengan mensubstitusikan titik kesetimbangan persamaan ke dalam Matrik Jacobian dari persamaan modelnya. Gerak goyangan gedung pencakar langi akan stabil jika semua nilai eigen negatif atau jika bilangan komplek maka bagian realnya adalah negatif. Secara matematis perilaku dinamik dari gerak goyangan gedung pencakar langit dapat diketahui dari kurva selesaian model matematikanya.

Rancang bangun pengukur kelembaban ruangan pada budidaya jamur berbasis komputer / Ahmad Yusri Awwab

 

Hubungan antara pola asuh orangtua dan aspirasi melanjutkan studi pada siswa kelas 5 SD dan MI se Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Nasidatul Laily

 

Perancangan booklet Augmented Reality sebagai media publikasi Jurusan Seni dan Desain Fakultas sastra Universitas Negeri Malang / Ferry Irawan

 

Kata Kunci : Perancangan, Booklet, Augmented Reality, Publikasi, Seni dan Desain. Sebagai lembaga tinggi yang lahir untuk menanggulangi masalah tenaga pendidikan maupun non-pendidikan Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang tentunya masih memerlukan media publikasi untuk lebih mengenalkan kepada masyarakat secara lebih luas, untuk tetap menanamkan image/ branding ke khalayak masyarakat sebagai jurusan yang dapat menghasilkan tenaga pendidikan dan non kependidikan trampil dibidang Seni dan Desain. Untuk memecahkan permasalahan tersebut dilakukan perancangan media publikasi Jurusan Seni dan Desain yang efektif dan informatif serta mudah diakses. Tujuan dari perancangan ini adalah menghasilkan media publikasi bagi Jurusan Seni dan Desain untuk lebih dikenal dan menjaring mahasiswa baru.Metode perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural, yaitu bersifat deskriptif. Adapun proses perancangan media publikasi ini tersusun dalam pencarian data dengan melakukan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknis perancangan meliputi pra produksi dengan melakukan perancangan media booklet pada Adobe InDesign, produksi dengan melakukan perancangan media augmented reality pada Unity3D dan vuforia SDK serta tahap ketiga yaitu judgment program yaitu dengan melakukan verifikasi dan tingkat akurasi software augmented realitypada android smartphone. Pesan yang ingin disampaikan melalui media publikasi booklet augmented reality ini yaitu menginformasikan Jurusan Seni dan Desain mulai dari visi dan misi, sejarah, program studi, hasil karya mahasiswasajian matakuliah serta jenjang karir;bahwa Jurusan Seni dan Desain sebagai jurusan yang dapat menghasilkan tenaga pendidikan dan non kependidikan trampil dibidang Seni dan DesainHasil perancangan utama media publikasi ini yaitu media booklet dan software augmented reality android, sedangkan media pendukung perancangan yaitu berupa ebook, multimedia interaktif, TVC, video tutorial, dan aplikasi augmented reality untuk windows. Kekuatan dari media booklet augmented reality yaitu mampu menyampaikan informasi yang tidak dapat disampaikan dengan menggunakan gambar yaitu dengan visualisasi 3D, audio-video narasi, portable dan mudah diakses.

Perancangan media komunikasi visual agen properti Century 21 Manau Malang sebagai sarana promosi / M. Maulana Zulfikar

 

Perancangan ini adalah Perancangan media komunikasi visual sebagai Komunikasi Visual Agen Properti Century 21 Manau Malang untuk dapat meningkatkan dan mempertahankan citra (image). Fokus penelitian ini meliputi (1)Konsep perancangan media komunikasi visual Agen Properti Century 21 Manau, (2)Proses perancangannya, dan (3) Bentuk perancangan media komunikasi visual Agen Properti Century 21 Manau. Perancangan ini menggunakan model perosedural yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data berupa (1)Wawancara, (2) Observasi, (3) Kuisioner. Analisis yang digunakan adalah SWOT dengan membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan hasil penyebaran kuisioner yang kemudian ditarik kesimpulan. Penelitian ini dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan skripsi. Pada perancangan media komunikasi visual di Agen Properti Century 21 Manau ini sesuai dengan ciri khas baik meliputi warna, ilustrasi, tipografi maupun lokasi penempatan media komunikasi visual yang berfungsi sebagai fasilitas penyampaian informasi dari pihak Agen Properti Century 21 Manau kepada target marketnya. Saran yang dapat diajukan adalah membuat perancangan dan penyempurnaan media komunikasi visual yang tepat dan efektif yang sesuai dengan kebutuhan target market, serta mengarahkan Agen Properti Century 21 Manau untuk lebih gencar lagi menggunakan media komunikasi visual sebagai sarana promosi.

Perancangan corporate identity dan aplikasinya bagi objek wisata Ranu Klakah di Kabupaten Lumajang / Gigih Prihandono

 

Kata Kunci : Corporate Identity, Wisata Ranu Klakah, Kabupaten Lumajang Ranu Klakah adalah wisata alam berupa danau yang terletak di Kabupaten Lumajang Jawa timur, tepatnya di Desa Tegalrandu Kecamatan Klakah. Wisata ini memiliki potensi alam yang indah, infrastruktur jalan yang bagus, mudah dijangkau, dan memiliki fasilitas serta sarana yang lengkap. Fasilitas tersebut meliputi pengingapan, sarana olahraga futsal, pemancingan, sepeda air, motor ski, taman bermain, dan pelelangan ikan. Namun Wisata ini kurang memiliki karakter dan citra positif di mata masyarakat, sehingga kurang begitu dikenal dan diminati oleh masyarakat Lumajang. Dari permasalahan tersebut, diperlukan sebuah perancangan Corporate Identity dan aplikasinya sebagai media promosi. Tujuannya yaitu untuk mendeskripsikan perancangan logo, bagaimana menghasilkan sebuah perancangan Corporate Identity yang efektif dan komunikatif beserta dengan aplikasinya sebagai upaya untuk membangun citra Wisata Ranu Klakah, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisata. Perancangan Corporate Identity ini menggunakan prosedur deskriptif. Prosedural penyusunan yang digunakan adalah menggunakan prosedur Sanyoto dan Rustan yang telah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Setelah itu data diidentifikasi dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang dijadikan dasar dalam konsep perancangan selanjutnya.

Peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas IV B melalui pakem di SDN Klojen Kota Malang semester II tahun ajaran 2011/2012 / Muti'ah Isfahani

 

Kata Kunci : PAKEM, Hasil Belajar Tugas dan tanggung jawab guru tidak hanya mengajarkan materi pelajaran sesuai dengan kurikulum, melainkan juga memberikan pengalaman belajar yang bersifat mendidik. Kebermaknaan belajar dalam IPS masa sekarang tidak sekedar menghafal fakta dan konsep, tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh sehingga konsep yang dipelajari mudah dipahami dengan baik dan tidak mudah dilupakan. Menurut kurikulum 2004 kegiatan belajar mengajar berpusat pada siswa yang artinya siswa harus lebih aktif menggali informasi sendiri sesuai dengan teori konstuktivis yaitu mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif sendiri, keterlibatan aktif dalam kegiatan pembelajaran.. Hasil dari wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakulukan menunjukkan informasi bahwa pembelajaran yang dilakukan kurang menarik siswa sehingga siswa kurang aktif dalam bertanya, malas membaca maupun mencatat hal ini juga berdampak pada tingkat hasil belajar siswa. Untuk itu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada maka perlu diadakan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan hasil belajar IPS melalui PAKEM. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan penerapan PAKEM dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV B dan adakah peningkatan hasil belajar IPS di SDN Klojen Kota Malang setelah menerapkan PAKEM Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan PAKEM dan apakah penerapan PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV B di SDN Klojen. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut, pelaksanaan PAKEM dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV B di SDN Klojen Kota Malang yaitu (a) Guru selain sebagai fasilitator juga harus peka terhadap siswa yang membutuhkan bimbingan. (b) Guru mengajukan pertanyaan yang menantang siswa agar aktif menjawab serta mempertanyakan gagasan siswa. (c) Guru memotivasi dan menawarkan siswa untuk bertanya materi yang belum dipahami oleh siswa. (d) Guru menggunakan alat bantu/ media dalam mengajar disesuaikan dengan materi yang disampaikan. (e) Guru menerapkan strategi belajar secara individu namun juga menciptakan kegiatan i       i  belajar yang menyenangkan shingga siswa nyaman dalam belajar. Adanya peningkatan hasil belajar IPS siswa setelah pelaksanaan PAKEM. Hal ini dapat diketahui dari nilai hasil belajar siswa yang meningkat pada siklus II dengan melihat ketuntasan klasikal mencapai 70%. Disarankan kepada guru IPS, agar dapat mengelola kelas dengan baik lagi demi terciptanya suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Kesadaran penduduk petani terhadap pendidikan putra-putranya di Desa Babadan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar / oleh Indiyasmiati

 

College students' judgements about lecturers' language teaching and learning activities based on their beliefs about language learning / Novian Zaini

 

ABSTRAK Zaini, Novian. 2016. College Students’ Judgements about Lecturers’ Teachingand Learning Activities Based on Their Beliefs About Language Learning. Tesis. Pendidikan Bahasa Inggris, Program PascasarjanaUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharmanto, M. Pd., (II) Dr. Johannes A. Prayogo, M. Pd., M. Ed. Kata kunci: kegiatanpembelajaranbahasa, penilaian, asumsidalampembelajaranbahasa Asumsidalampembelajaranbahasaberkaitaneratdenganpreferensiterhadapkegiatanpembelajaranbahasa, sehingga dosen dan mahasiswa pastimembawa kepercayaan dan preferensi mereka ke dalam kelas. Penelitianinibertujuanuntukmencaritahu 1) asumsidosendalampembelajaranbahasa, 2) bagaimanaasumsitersebutterefleksikandalamkegiatanpembelajaranbahasa yang merekaterapkan, 3) asumsimahasiswaterhadappembelajaranbahasa, 4) bagaimanaasumsitersebutterefleksikandalampreferensimerekaterhadapkegiatanpembelajaranbahasa, dan 5) pendapatmahasiswaterhadapkegiatanpembelajaranbahasa yang diterapkanolehdosenmereka, dilihatdarikepercayaanmereka. Untukitu, penelitimelakukan penelitiankualitatif. Data didapatkandengankuesionerbernama BALLI (Beliefs about Language Learning Inventory), wawancara, danobservasi. Asumsidosendanmahasiswaditeliti menggunakan BALLI. Setelahitu, dua orang mahasiwadipilihdarisetiapdosen, terdiri dari satu orang mahasiswa yang memilikiasumsisamadengandosennya, dansatu orang mahasiswa yang memilikiasumsi yang tidaksamadengandosennya. Kemudian, para dosen diobservasi untukmengetahuikegiatanpembelajaranbahasa yang diterapkan. Di sampingitu, mahasiswayang terpilih diwawancaraiterkaitpreferensimerekaterhadapkegiatanpembelajaranbahasa serta pendapatmerekaterhadapkegiatanpembelajaranbahasa yang diterapkanolehdosenmereka. Penelitianini menemukanbahwakeduadosendanmahasiswanyamemilikiasumsimerekasendiridalampembelajaranbahasa. Ibu Linda percaya bahwa mahasiswa membutuhkan banyak masukan dan latihan mengenai kompetensi komunikatif, sedangkan Pak Ahmad percaya bahwa mahasiswa harus menguasai tata bahasa dan kosakata yang banyak. Asumsi mereka terefleksikan dalam kegiatan pembelajaran bahasa yang mereka terapkan, dimana Ibu Linda banyak memberikan masukan dan latihan mengenai kompetensi komunikatif, sedangkan Pak Ahmad banyak memberikan penjelasan dan latihan tata bahasa dan kosakata. Para mahasiswa pun memiliki kepercayaan mereka sendiri, sehingga viewasi mereka terhadap kegiatan pembelajaran yang diterapkan oleh dosen mereka pun berbeda-beda. Mahasiswa yang memilikiasumsi yang samadengandosennya, memandangkegiatanpembelajaranbahasa yang diterapkandosennyaakomodatif, efektif, danmenantang. Sedangkan, mahasiswa yang memilikikepercayaan yang berbedadengandosennya, memandangkegiatanpembelajaranbahasa yang diterapkandosennyakurangakomodatif, kurangefektif, danterlalusulitatauterlalumudah.

Pemberian prates harian sebelum materi diajarkan disertai pembahasan dan pemberian nilai untuk meningkatkan motivasi belajar fisika siswa kelas II SMUK Yos Sudarso Batu / oleh Ester Yuli Erawati

 

Motivasi merupakan salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan dalam proses belajar mengajar di kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru fisika dan hasil observasi di kelas IIB SMUK Yos Sudarso Batu, sisa kurang termotivasi dalam mengikuti proses belajar mengajar.

Perancangan buku Pop Up tentang pengenalan satwa langka Indonesia untuk anak-anak usia 7-11 Tahun / Yudhistya Ayu Kusumawati

 

Kata Kunci: Buku Pop Up, Satwa Langka Indonesia Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan keanekaragaman faunanya. Indonesia memiliki berbagai jenis satwa langka yang terancam punah karena habitatnya yang terus tergeser oleh populasi manusia. Selain itu, perburuan liar ikut mempengaruhi satwa-satwa ini mendekati kepunahan. Pengetahuan tentang satwa langka Indonesia pun masih sangat minim. Masyarakat Indonesia harus belajar untuk lebih peduli terhadap satwa langka karena merupakan salah satu kekayaan negara yang patut untuk kita jaga kelestariannya. Untuk menumbuhkan rasa peduli masyarakat dapat dilakukan dengan cara memperkenalkan satwa langka yang dimiliki Indonesia kepada masyarakat luas. Menanamkan rasa peduli dapat ditanamkan semenjak kecil yaitu dengan cara belajar. Memperkenalkan berbagai macam satwa langka Indonesia sejak dini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada mereka tentang keberadaan satwa langka di Indonesia. Anak-anak dapat memahami bahwa di Indonesia memiliki banyak keanekaragaman satwa yang menarik dan unik yang terancam punah. Berbagai satwa langka dengan wujud dan keunikan masing-masing diharapkan dapat menarik perhatian dan menumbuhkan rasa kecintaan yang dikemas dengan tampilan visualisasi yang menarik untuk anak-anak. Maka, dibutuhkan suatu inovasi atau sesuatu yang menarik agar minat belajar masyarakat tentang satwa Indonesia semakin tinggi. Satwa yang beragam inilah maka diperlukan suatu media yang menarik. Salah satunya adalah buku pop up tentang satwa langka Indonesia. Buku berbasis pop up saat ini merupakan media yang cukup diminati karena didukung dengan visualisasi 3D. Diharapkan dengan adanya tampilan 3D pada buku pop up akan membuat semakin menarik sehingga pesan yang akan disampaikan akan dengan mudah di terima oleh penikmat buku tersebut. Buku ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat tentang pengenalan satwa langka Indonesia yang dikemas dengan menarik dan komunikatif sehingga bisa menumbuhkan rasa kecintaan sang pembaca untuk menjaga dan melestarikan satwa di Indonesia khususnya anak-anak sekolah dasar usia 7 – 11 tahun.

Peranan pimpinan desa dalam pembangunan masyarakat Desa Sumbersari Kecamatan Klojen Kodya Malang / oleh A. Hamid Nurdin

 

Pengaruh mind mapping dalam pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA siswa kelas VIII SMPN 12 Malang / Laili Istiadah

 

ABSTRAK Istiadah, Laili. 2016. Pengaruh Mind Mapping dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep IPA Siswa Kelas VIII SMP Negeri 12 Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi IPA SMP, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Lia Yuliati, M.Pd., (2) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd. Kata Kunci: Mind Mapping, Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains, Penguasaan Konsep IPA. Penguasaan konsep IPA sangat penting untuk dimiliki oleh siswa agarsiswa dapat mengembangkan kemampuan untuk menerapkan fakta, konsep-konsep ilmiah, prinsip,hukum, dan teori-teori yang digunakan oleh para ilmuwan untuk menjelaskan dan memprediksi pengamatan dari alam, memecahkan masalah dengan menggunakan konsep-konsep yang telah dipelajari,serta melatih siswa untuk berpikir dan bersikap ilmiah. Faktanya masih banyak siswa yang kesulitan memahami konsep-konsep IPA salah satunya adalah konsep tentang materi gerak sehingga hasil belajar siswa masih kurang memuaskan. Selain kurangnya penguasaan siswa terhadap konsep IPA, keterampilan proses sains siswa di SMP juga belum terlatih dengan baik. Keterampilan proses sains sangat diperlukan dalam pembelajaran IPA karena merupakan suatu proses yang harus dialami dan harus dilakukan dalam perolehan konsep IPA dan tidak dapat dipisahkan dari praktik-praktik IPA karena memainkan peran penting dalam pembelajaran IPA. Pengembangan keterampilan proses sains memungkinkan siswa untuk memecahkan masalah, berpikir kritis, membuat keputusan, mencari jawaban, membantu siswa berpikir logis, mengajukan pertanyaan yang wajar dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu perubahan yang inovatif untuk mencapai penguasaan konsep IPA dan keterampilan proses sains dapat dilakukan melalui proses pembelajaran inkuiri dengan mind mapping.Hal ini dikarenakan pembelajaran inkuiri memberikan lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan pemahaman konsep yang lebih dalamdan menjadipemikir kritis yang lebih baik, menumbuhkan keterampilan proses sains dan bersikap ilmiah dalam menyusun pengetahuan yang baru. Mind mapping digunakan agar memudahkan ingatan, memungkinkan untuk menyusun fakta, serta mengatasi kesulitan siswa dalam menghubungkan beberapa konsep. Teknik mind mapping dapat membantu siswa membuat konsep yang abstrak menjadi lebih nyata dan meningkatkan kecepatan berpikir dan mengembangkan kreativitas siswa dalam menganalisis konsep. Untuk mengungkapkan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan sebagai berikut. (1) Mengetahui ada tidaknya perbedaan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran inkuiri terbimbing denganmind mapping. (2) Mengetahui ada tidaknya pengaruh mind mapping dalam pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA siswa. Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan menggunakan pretest – posttestcontrol group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII semester 1 SMP Negeri 12 Malang pada Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel diambil berdasarkan hasil uji kesetaraan dan menggunakan teknik purposive sampling.Instrumen penelitian menggunakan tes penguasaan konsep IPA dan tes keterampilan proses sains, serta rubrik keterampilan proses sains dan rubrik mind mapping. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa (1) hasil perhitungan uji beda ANCOVA keterampilan proses sains menunjukkan nilai signifikansi 0,019 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen dan kelas control, (2) hasil perhitungan uji beda ANCOVA penguasaan konsep IPA menunjukkan nilai signifikansi 0,007 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada penguasaan konsep IPA siswa kelas eksperimen dan kelas control, (3) mind mapping berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa berdasarkan hasil perhitungan effect size sebesar 0,61 yang berarti pengaruh mind mapping terhadap peningkatan keterampilan proses sains siswa termasuk dalam kategori sedang, dan (4) mind mapping berpengaruh terhadap penguasaan konsep IPA siswa berdasarkan hasil perhitungan effect size sebesar 0,67 yang berarti pengaruh mind mapping terhadap peningkatan penguasaan konsep IPA siswa termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan (1) perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam pada hasil mind mapping yang dibuat oleh siswa untuk mengetahui pengaruhnya terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA pada masing-masing siswa, (2) perlu dilakukan penelitian korelasi untuk mengetahui hubungan antara keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA siswa, dan (3) perlu dikembangkan untuk penelitian selanjutnya terhadap berbagai variabel maupun materi lainnya yang belum diteliti.

Pendeteksi bahaya kebakaran menggunakan sensor asap CO-MQ7 dan sensor suhu LM35 berbasis mikro kontrol ATMega 8535 / Henisa Putra Utama Wiyanata

 

Kata Kunci: Pendeteksi Bahaya Kebakaran Menggunakan Sensor Asap Co Mq-7 Dan Sensor Suhu Lm 35 Berbasis Mikrokontrol Atmega8535, ATMEGA 8535. Dalam kurun waktu singkat perkembangan teknologi melaju dengan sangat pesat. Perkembangan teknologi ini merupakan hasil kerja keras dari rasa ingin tahu manusia terhadap suatu hal yang pada akhirnya diharapkan akan mempermudah manusia. Dengan pesatnya laju perkembangan teknologi tersebut banyak bermunculan alat-alat yang canggih yang dapat bekerja secara otomatis. Dalam bidang elektronika, perlahan-lahan peralatan manual mulai digantikan dengan peralatan elektronik yang dapat bekerja secara otomatis, contohnya dalam bidang keamanan. Sistem keamanan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Dan seiring dengan perkembangan teknologi, telah banyak kita lihat peralatan-peralatan elektronika yang berfungsi untuk menciptakan keamanan di lingkungan kita sehari-hari. Baik itu keamanan dari pencurian bahkan sampai hal hal yang tidak diinginkan lainnya seperti kebakaran misalnya. Pada kasus kebakaran, tingkat kerugian yang dihasilkan oleh bencana kebakaran tentunya sangat besar. Kebakaran yang terjadi dapat diatasi, dan dapat meminimalkan kerugian yang terjadi apabila kita mengetahui gejala-gejala akan terjadi kebakaran sejak dini. Untuk merealisasikan hal tersebut, diperlukan suatu peralatan yang cerdas yang dapat memberitahukan kepada kita bahwa telah terjadi kebakaran di suatu ruangan atau di tempat umum secara dini sehingga dengan adanya alat ini kita dapat melakukan antisipasi yang lebih lanjut guna menghindari kerugian yang disebabkan oleh kebakaran. Untuk menyikapi berbagai pernyataan di atas maka diperlukan suatu device atau alat yang dapat bekerja maksimal untuk membantu proses pengidentifikasian gejala-gejala yang berpotensi mengakibatkan kebakaran khususnya di perkantoran. Karena keselamatan pekerja sangat dioptimalkan yaitu dengan membuat sistim pendeteksi kebakaran di perkantoran dengan menggunakan sensor asap CO MQ-7 dengan dilengkapi sensor suhu. Dengan media ini diharapkan mampu mengurangi tingkat kecelakaan yang dikarenakan kebakaran di perkantoran. Perbedaan alat ini dengan alat yang sebelumnya yang telah pernah dibuat yaitu pada keluaran dari kedua sensor yang pada alat ini direportkan langsung ke PC user pengamanan kebakaran ataupun security untuk mengetahui tingkatan gas monoksida atau asap sangat dioptimalkan dalam alat ini.

Pelaksanaan pengembangan kawasan agropolitan Kabupaten Malang (studi kasus Kecamatan Poncokusumo) / Lia Sunfianah

 

Kata Kunci : Agropolitan, pembangunan ekonomi, sektor pertanian, ekonomi perdesaan dan perkotaan. Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang diarahkan menjadi kawasan agropolitan karena wilayah tersebut dinilai sangat potensial di bidang pertanian, khususnya produk tanaman pangan, hortikultura, buah, dan sayur. Konsep agropolitan mengakomodasi dua hal utama, yaitu menetapkan sektor pertanian sebagai sumber pertumbuhan ekonomi utama dan diberlakukannya ketentuan-ketentuan mengenai otonomi daerah. Agropolitan merupakan konsep berpikir, cara pandang, atau strategi untuk melakukan pembangunan di daerah, baik di perkotaan maupun sub perkotaan dengan pertanian berkelanjutan. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan agropolitan di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang dan mengetahui prospek pengembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuan penulis menggunakan pendekatan kualitatif adalah berusaha memberikan gambaran yang sistematis, faktual dan akurat mengenai pelaksanaan pengembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data dokumen yang diperoleh dari BAPPEDA Kabupaten Malang dan Kecamatan Poncokusumo, data primer yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa pelaksanaan pengembangan kawasan agropolitan kecamatan poncokusumo saat ini dalam tahap perbaikan infrastruktur dan peningkatan produksi pertanian dan peningkatan sub sistem pendukung peningkatan produksi pertanian. Pada masa yang akan datang diharapkan pengembangan kawasan agropolitan kecamatan poncokusumo bisa menjadi daerah agrowisata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang belum sepenuhnya menjadi kawasan Agropolitan dikarenakan pengembangannya yang belum maksimal. Pelaksanaan pengembangan kawasan agropolitan pada tahun 2008-2010 masih difokuskan pada pembangunan sarana dan prasarana guna menunjang produksi pertanian, sedangkan untuk tahun 2011 sudah mulai dilakukan program peningkatan produksi pertanian dan program peningkatan sub sistem pendukung peningkatan produksi pertanian. Pemerintah setempat mengharapkan di masa mendatang daerah kawasan Agropolitan ini akan menjadi daerah agrowisata dan akan menjadi daerah hinterland untuk kawasan di sekitarnya.

Perancangan media komunikasi visual butterfly tour di kota Malang / Dhani Dian Ariefiyanto

 

Kata kunci : Perancangan, media komunikasi visual, Butterfly Tour “Butterfly Tour” adalah perusahaan jasa perjalanan wisata yang sedang berkembang di kota Malang. Potensi yang ada begitu besar namun tidak didukung media komunikasi visual yang tepat dan efektif. Tujuan dari perancangan adalah membuat media komunikasi visual “Butterfly Tour” sehingga mampu menginformasikan produk jasa berupa paket perjalanan wisata. Model perancangan yang digunakan adalah deskriptif dengan menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk berupa media komunikasi visual. Proses perancangan media dengan observasi langsung untuk melihat perilaku dan kebutuhan target audience dari “Butterfly Tour”. Konsep desain dari perancangan media komunikasi visual “Butterfly Tour” menggunakan desain yang menarik dengan menampilkan foto-foto tujuan wisata yang merupakan daya tarik untuk mengkomuniksikan “Butterfly Tour” beserta produk jasa perjalanan wisata yang ditawarkan. Pada penulisan ini dapat dirumuskan tujuan perancangan ini adalah menghasilkan media komunikasi visual yang mampu memperkenalkan Butterfly Tour dan produk jasa perjalanan wisata yang ditawarkan. Perancangan tersebut menghasilkan media Komunikasi Visual berupa Website, Billboard, Brosur, Horisontal Banner, Iklan Koran, Iklan Majalah, Stationery Set, Poster, Sticker, Leaflet dan Papan Petunjuk (Sign Board). Media komunikasi visual yang dihasilkan dari perancangan yang telah dibuat kemudian bisa langsung di aplikasikan oleh “Butterfly Tour” sebagai finish advertising.

Masalah evektivitas pelaksanaan qualiti control PNP XX Pabrik Gula Pagotan Madiun / Danoe Ismoyo

 

Usaha pemerintah untuk memajukan pariwisata Songgoriti Desa Songgokerto Kabupaten Malang / oleh A. Aziz Abdullah

 

Pengembangan buku panduan tahap-tahap pembelajaran keterampilan teknik senam lantai guling depan dan guling belakang untuk siswa kelas VII di UPT SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep / Andi Fepriyanto

 

Kata kunci : pengembangan, pendidikan jasmani, buku panduan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap pembelajaran guru pendidikan jasmani di UPT. SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep pada tanggal 31 Januari 2011 tentang pembelajaran senam lantai guling depan dan guling belakang. Siswa terlihat letih dan kurang bersemangat belajar keterampilan gerakan teknik guling depan dan guling belakang sehingga kebanyakan siswa tidak bisa melakukan keterampilan teknik guling depan dan guling belakang dengan baik. Guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan belum mempunyai buku panduan sehingga buku panduan tersebut dibutuhkan. oleh karena itu peneliti ingin membuat pengembangan buku panduan tahap-tahap pembelajaran keterampilan teknik senam lantai guling depan dan guling belakang untuk siswa kelas VII di UPT. SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep. Dalam pengembangan buku panduan tahap-tahap pembelajaran keterampilan teknik senam lantai guling depan dan guling belakang untuk siswa kelas VII di UPT. SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep ini menggunakan model pengembangan Research & Development (R & D) dari Borg and Gall yang dimodifikasi (1983:775), yaitu peneliti hanya mengambil 7 langkah dari 10 langkah yang ada. Menurut Ardana (2002:9) bahwa Setiap pengembangan tentu saja dapat memilih dan menentukan langkah-langkah yang paling tepat bagi dirinya berdasarkan kondisi khusus yang dihadapinya dalam proses pengembangan. Penelitian ini dilakukan di UPT. SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep. Subjek uji coba terdiri dari (1) tinjauan ahli terdiri dari, 1 ahli pembelajaran pendidikan jasmani, 1 ahli senam dan 1 ahli media, (2) uji coba kelompok kecil dengan melibatkan 8 siswa kelas VII UPT. SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep, (3) uji coba kelompok besar dengan melibatkan 32 siswa VII UPT. SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep. Dari hasil uji coba (kelompok kecil) diperoleh bahwa seluruh aspek dalam pengembangan buku panduan tahap-tahap pembelajaran keterampilan teknik senam lantai guling depan dan guling belakang untuk siswa kelas VII di UPT. SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep dengan persentase 87,63% dengan makna digunakan. Sedangkan hasil uji lapangan (kelompok besar) diperoleh dengan persentase 84,95% dengan makna digunakan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan sebaiknya subjek penelitian ini dilakukan pada yang lebih luas maupun kepada siswa kelas VII di sekolah lain.

Pengaruh penerapan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) dan NHT (Numbered Head Together) terhadap hasil belajar dan motivasi siswa kelas X1 SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung pada materi koloid / Tuti Winarnik

 

Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, STAD, NHT, Hasil Belajar, Motivasi Mata pelajaran kimia mencakup konsep-konsep yang bersifat abstrak sehingga dapat membuat siswa sulit memahaminya dalam pembelajaran. Diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil dan motivasi belajar siswa kelas XI semester 2 SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung yang dibelajarkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan STAD-NHT pada materi pokok Koloid. Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan deskriptif dan eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI semester 2 SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung tahun ajaran 2010/2011. Hasil uji-t menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa kelas XI IPA1 dan kelas XI IPA5 sama sehingga memenuhi syarat untuk dijadikan sampel maka dari itu dalam penelitian diambil kelas XI-IPA1 (40 siswa) sebagai kelas eksperimen II dengan pembelajaran tipe STAD-NHT dan kelas XI-IPA5 (40 siswa) sebagai kelas eksperimen I dengan pembelajaran tipe STAD. Instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen pembelajaran (berupa silabus, RPP, handout, dan LKS) dan instrumen pengukuran (berupa lembar observasi, tes, postest, dan angket motivasi siswa). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD-NHT. Hal tersebut dapat dilihat dari uji-t yang menunjukkan perbedaan hasil belajar yang signifikan pada kedua kelas. Nilai rata-rata siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD-NHT lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu 80,125 untuk pembelajaran dengan STAD-NHT dan 74,25 untuk pembelajaran dengan STAD. (2) Ada perbedaan motivasi antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD-NHT. Siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD-NHT memiliki motivasi yang lebih baik yaitu siswa yang sangat termotivasi dan termotivasi sebanyak 100%, sedangkan pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD persentase siswa yang sangat termotivasi dan termotivasi sebanyak 90%.

Defragmenting perajutan skema siswa SMP dalam menyelesaikan masalah geometri / Taufiq Hifayanto

 

ABSTRAK Hidayanto, Taufiq. 2016.Defragmenting Perajutan Skema Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Geometri. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Subanji, M.Si. (2) Dr. Erry Hidayanto, M.Si. Kata kunci:defragmentingperajutan skema, kesalahan konstruksi, menyelesaikan masalah, geometri Geometri merupakan salah satu bagian kajian matematika yang perlu dikuasai siswa di sekolah. Kenyataannya, tidak sedikit siswa yang mengalami kesalahan-kesalahan dalam menyelesaikan masalah geometri dan perlu diperbaiki, salah satunya dengan defragmenting. Untuk itu, guru perlu mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah geometri dan upaya mengatasinya melalui defragmenting tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Surya Buana Malang dengan melibatkan 56 siswa kelas VIII sebagai subjek. Untuk mendeskripsikan konstruksi penyelesaian masalah dan upaya defragmenting perajutan skema, peneliti memilih6 siswa sebagai subjek yang mewakili siswa kelompok tinggi, sedang, dan rendah dengan masing-masing 2 orang siswa. Pada awalnya, subjek diberikan masalah geometri untuk diselesaikan selanjutnya peneliti melakukan analisis kesalahan yang dilakukan oleh subjek. Kesalahan subjek dideskripsikan berdasarkan teori kesalahan konstruksi konsep dan pemecahan masalah matematika. Selanjutnya, peneliti melakukan defragmentingperajutan skema terhadap struktur berpikir subjek sehingga dapat menyelesaikan masalah dengan tepat. Hasil penelitin menunjukkan bahwa subjek mengalami kesalahan berpikir logis, pseudo construction, dan lubang konstruksi. Kesalahan berpikir logisterjadi karena subjek mengalami kesalahan logika dalam menyelesaikan masalah. Pseudo construction terjadi karena siswa mengalami kesalahan dalam mengonstruksi skema meskipun jawabannya tepat. Lubang konstruksi terjadi karena terdapat skema tertentu belum lengkap dalam struktur berpikir siswa ketika menyelesaikan masalah. Dalam melakukan defragmenting perajutan skema, peneliti perlu menguraikan kesalahan konstruksi, memunculkan skema yang belum terkonstruksi, dan merajut skema-skema yang telah terkonstruksi dalam struktur berpikir siswa. Conflict cognitif dilakukan untuk mengatasi kesalahan berpikir logisdan pseudo constructionsubjek agar skema yang terkonstruksi dengan tidak tepat dapat terurai kembali. Selanjutnya, lubang konstruksi diatasi dengan memunculkan skema-skema yang belum terkonstruksi dan merajut skema-skema yang telah terkonstruksi sehingga menjadi struktur berpikir yang lengkap sehingga subjek dapat menyelesaikan masalah dengan tepat. Scaffolding digunakan untuk memfasilitasi pemunculan dan perajutan skema. Setelah dilakukannya defragmenting perajutan skema, struktur berpikir subjek menjadi lengkap dan subjek dapat menyelesaikan masalah dengan tepat.

Analisis manajemen kas dan manajemen piutang pada Koperasi Wanita Karya Mandiri di Kabupaten Gresik periode tahun 2011-2013 / Dani Al Faruq

 

Al Faruq, Dani. 2014. Analisis Manajemen Kas dan Manajemen Piutang Pada Koperasi Wanita Karya Mandiri di Kabupaten Gresik Periode Tahun 2011-2013. Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi S1 Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. F. Danardana Murwani, M.M. (2) Lulu Nurul Istanti, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: Manajemen Kas, Manajemen Piutang, Koperasi.     Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya dan berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Pada dasarnya setiap koperasi akan melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Setiap aktivitas yang dilaksanakan oleh koperasi selalu memerlukan dana, baik untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari maupun untuk membiayai investasi jangka panjangnya. Dana koperasi dapat diketahui dengan melihat perputaran kas dan perputaran piutang yang efisien. Kas dibutuhkan untuk membayar tenaga kerja dan bahan baku, untuk membeli aktiva tetap, untuk membayar pajak, untuk melunasi utang, untuk membayar dividen, dan seterusnya. Piutang adalah aktiva yang menunjukkan jumlah tagihan yang dimiliki oleh perusahaan sebagai hasil dari penjualan barang dan atau jasa di dalam kegiatan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengelolaan kas dan pengelolaan piutang pada Koperasi Wanita Karya Mandiri di Kabupaten Gresik periode tahun 2011-2013.     Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini pada Koperasi Wanita Karya Mandiri di Kabupaten Gresik. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif dan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Koperasi Wanita Karya Mandiri di Kabupaten Gresik Periode tahun 2011-2013.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya kenaikan dan penurunan pada perputaran kas maupun perputaran piutang pada Koperasi Wanita Karya Mandiri. Itu menunjukkan bahwa pengelolaan kas dan piutang pada Koperasi Karya Mandiri belum maksimal sehingga perputaran kas dan piutang belum stabil untuk mengalami kenaikan pada setiap tahunnya.     Saran peneliti selanjutnya sebaiknya penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi dan bahan pertimbangan dengan menambah variabel bebas lainnya yang belum digunakan sebelumnya, sehingga dapat diperoleh hasil kesimpulan yang lebih akurat dan valid.

Eufemisme dan sarkasme dalam wacana berita politik di media cetak
oleh Halimatus Suhriyah

 

Eufemismed ans arkasmem ewamawi acanab eritap olitik di mediac etak. Penggrmaagna yab ahasae ufemisnied ans arkasmem erupakanb agiand ari khasanah bahasaIn donesiaG. ayab ahasae ufemismeb ertujuanu ntukm enghaluskabna hasa (Indonesiam) enjadbi ahasay angs antm sebagaci erminm asyarakatnyas,e dangkan peng€unaagna yab ahasas arkasmem erupakanp enggunaabna hasay angk asard an cenderunmg enyakitih ati. Penggunaaenu femismed alamw acanab eritap olitik belum tentus ekedabr ertujuanm emperhalusA.d a kalanyap enggun€uenu femisme mengaburkamn alcranyad, engang ayab ahasae ufemismed apatd igunakanu ntuk melegitimaskie kuasaanm, emperkecisl uatup eristiwab esard anm enyamarkafna kta yangs ebenamyaA. dapung ayab ahasas arkasmed alamw acanab eritap olitik merupakabna hasay angk asard ans eringk ali pengasaratne rsebu.tl apatm enangkal atau" mematlkan"sesuaytua ngd irasam engancamke bijakand ank epentinganya ng telah ditetapkan MasalahP enelitianin i adalahb entuk,f ungsid anm aknae ufemismed an sarkasmdea lamw acanab eritap olitik di mediac etakK ompas,J awap os, danB angkit tahun1 996-1999,d enganru musanm asalahse bagabi erikut.( l) Bagaimanakah bentuke ufemismed alarnw acanab eritap olitil

Outdoor English teaching in the first grade of Madrasah Ibtidaiyah Alam success school center (SSC) Pare / Tri Agusti Setyarini

 

Key word: English Teaching, Young Learners, Outdoor Class Teaching Several studies had been conducted with the focus on English teacher’s techniques in teaching English for young learners, but there was no description about the implementation of outdoor English teaching in the first grade of Madrasah Ibtidaiyah Alam Success School Center Pare. The previous studies were conducted in schools which did not implement outdoor English teaching as their school program. Some of their findings state that young learners at the age of six to seven years old are able to learn English as a foreign language. Next, some of the techniques in teaching that were found were question and answer, listen and repeat, quizzes and games. No studies discussed the implementation of outdoor English teaching in the first grade of Madrasah Ibtidaiyah Alam Success School Center Pare. This research was intended to describe the implementation of outdoor English teaching as the school program that was implemented in teaching English in the first grade of Madrasah Ibtidaiyah Alam Success School Center Pare. Three components were investigated in this research: the implementation of outdoor English teaching in the first grade of Madrasah Ibtidaiyah Alam Success School Center Pare, the reasons of applying outdoor English teaching, and the advantages and disadvantages of the implementation of outdoor English teaching in the first grade of Madrasah Ibtidaiyah Alam Success School Center Pare. This research applied a descriptive qualitative design. The subjects of this study were the English teacher of Madrasah Ibtidaiyah Alam Success School Center Pare and 24 young learners of the first grade. The main instrument to collect data in the research was the researcher, who was supported by some instruments i.e. field notes, an interview guide and supplementary documents. The findings of this research were as follows. First, the implementation of outdoor English teaching for the first grade of Madrasah Ibtidaiyah Alam Success School Center Pare was combined with indoor class teaching. Second, the time allotment of indoor and outdoor class teaching was already set up by the teacher based on the students’ need. The percentage of time allotment of indoor and outdoor class teaching for listening materials was 60% indoor and 40% outdoor, for speaking materials, 40% indoor and 60% outdoor, for reading materials, 40% indoor and 60% outdoor, and for writing materials, 60% indoor and 40% outdoor. Third, the techniques that were used in outdoor class teaching were almost similar with indoor class teaching. The techniques that were used by the teacher at outdoor class teaching were question and answer, practice, listen and repeat, read aloud, sing a song, play games, and do a task (quiz). The techniques that were used in outdoor English teaching did not utilize the objects that were available in the nature and students environment. Fourth, the researcher found five reasons why the teacher implemented outdoor English teaching. The reasons were outdoor English teaching was relax, it was one of the ways to minimize the learners’ boredom, one of the ways to present English for young learners, it was appropriate with the learners’ character, and it was one of the ways to build the learner’s awareness in loving the nature. Fifth, based on the findings of the interview with the teacher, there were eight advantages and two disadvantages of the implementation of outdoor English teaching in the first grade of Madrasah Ibtidaiyah Alam Success School Center Pare. The advantages were increasing the learners’ motivation in learning English, giving a comfortable atmosphere to the learners, minimizing the learners’ boredom, giving a chance for the learners to recognize the nature, engaging the learners’ activeness while teaching and learning process, releasing the learners to express their expression as boundless as possible, increasing the learners’ enthusiasm, and omitting a perception that English was difficult. The disadvantages were it needed a lot of time in preparing the teaching and learning process, and the learners’ attention sometimes did not focus to the lesson. Based on the result of the research, the researcher suggests that the teacher should utilize the objects that are available in the nature or the environment surrounding the students as the objects for teaching and learning process. Next, the researcher suggests that the teacher manage the time and the class as well as possible. Afterwards, the researcher suggests the other schools which conduct or plan to conduct the same program provide sufficient facilities and techniques to the program in order to conduct the program successfully. Last, for future researchers, they are expected to conduct further studies to observe and analyze more deeply on the other aspects such as the students motivation in joining outdoor English teaching, the effectiveness of the implementation of outdoor English teaching, etc.

Pengetrapan matapelajaran pendidikan kependudukan di SMEP Negeri Integrasi se Kodya Malang / oleh Bertha Warthinie

 

Kajian dinamika populasi ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) di danau Singkarak sebagai bahan penyusunan handout dinamika populasi hewan pada matakuliah ekologi hewan / Finga Fitri Amanda

 

ABSTRAK Amanda, FF. 2016. Kajian Dinamika Populasi Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) di Danau Singkarak Sebagai Bahan PenyusunanHandou Dinamika Populasi Hewan Pada Matakuliah Ekologi Hewan. Tesis. Pendidikan Biologi. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Abdul Gofur, M.Si, (2) Dr. Ibrohim, M.Si. Kata Kunci : Dinamika populasi, ikan bilih, handout Penelitian tentang dinamika populasi ikan bilih dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis; (1) laju pertumbuhan ikan bilih di Danau Singkarak, (2) mengetahui tingkat eksploitasi ikan bilih di Danau Singkarak, (3) mendeskripsikan pola rekruitmen ikan bilih di Danau Singkarak, (4) implikasi hasil penelitian kajian dinamika populasi ikan bilih di Danau Singkarak dalam penyusunan perangkat pembelajaran ikan endemik berbasis kearifan lokal Sumatera Barat dan(5) pengembanganhandout dinamika populasi ikan bilih di Danau Singkarak untuk matakuliah ekologi hewan. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap penelitian deskriptif eksploratif mengenai kajian dinamika populasi ikan bilih di Danau Singkarak dan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran dan handout. Penelitian tahap pertama dilakukan di Danau Singkarak Sumatera Barat. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak lima kali dengan interval satuminggu. Penelitian tahap kedua yaitu pengembangan perangkat pembelajaran dan handout dinamika populasi ikan bilih di Danau Singkarak. Model pengembangan menggunakan ADDIE. Berdasarkan hasil penelitian dengan analisis data menggunakan program softwer FISAT II didapatkan hasil (1) parameter pertumbuhan ikan bilih dengan menggunakan model von Bertalanffy diketahui yaitu L∞ sebesar 8,60 cm, K sebesar 0,670, dan t0 sebesar -0,32;(2) tingkat eksploitasi ikan bilih berada pada kondisi padat tangkap dengan nilai eksploitasi sebesar 0,54, sedangkan mortalitas alami sebesar 4,11 dan mortalitas tangkap sebesar 4,86 dapat disimpulkan bahwa mortalitas alami lebih kecil dibandingkan dengan mortalitas tangkapan; (3) pola rekruitmen ikan bilih di Danau Singkarak, memiliki puncak tertinggi pada bulan Juni sebesar 22,76%; (4) perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPS, SAP, dan instrumen penilaian sikap dan psikomotorik divalidasi oleh empat validator yaitu terdiri dari dosen ahli pembelajaran, ahli materi dan dua dosen praktisi yang mengajar ekologi hewan di STKIP PGRI Sumatera Barat. Hasil dari validasi perangkat pembelajaran berada dikualifikasi sangat baik yang artinya perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan di perguruan tinggi; (5) handoutdinamika populasi hewan yang berkonsentrasi pada ikan endemik Sumatera Barat yaitu ikan bilih divalidasi oleh empat validator dan diuji lapangan pendahuluan oleh mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat dengan jumlah 12 mahasiswa. Hasil dari validasi dan uji coba lapangan pendahuluan berada dikategori sangat baik yang artinya handout yang dikembangkan layak untuk digunakan diperguruan tinggi.

Pengembangan Multimedia pembelajaran interaktif materi menggunakan mesin bubut untuk operasi dasar pada program studi teknik mesin jurusan teknik pemesinan kelas 10 Semester 1 di SMKN 1 Glagah Banyuwangi / Andreas Setiaji Prawira

 

Kata Kunci :Pengembangan, Multimedia Interaktif, Materi Menggunakan Mesin Bubut Untuk Operasi Dasar, Kelas 10 SMK Pembelajaran mesin bubut adalah pelajaran wajib yang diajarkan pada jurusan teknik mesin di SMK. Permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran mesin bubut di SMK adalah berkaitan dengan waktu praktek dan teori serta perbandingan jumlah mesin yang dimiliki sekolah dengan jumlah siswa. Karena mesin bubut adalah mesin yang berukuran besar dan sangat mahal sehingga masih sedikit sekolah yang mampu memenuhi jumlah mesin yang sesuai dengan jumlah siswa yang belajar disana. Hal ini juga berdampak dengan pengaturan waktu pembelajaran yang ada di sekolah tersebut agar siswa dapat mempelajari mesin bubut secara optimal. Mesin bubut tergolong mesin berat yang bisa membahayakan penggunanya apabila tidak dioperasikan secara benar. Media pembelajaran berbasis komputer ini berbentuk multimedia yaitu penggabungan berbagai media (teks, suara, gambar, animasi dan video) dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sebagai alat penyampai pesan. Multimedia pembelajaran tersebut berisi materi yang disampaikan sebagai tahap persiapan sebelum siswa melakukan praktek kerja yang sesungguhnya. Oleh karena itu materi dibuat dalam bentuk video sehingga dapat memberikan tampilan yang benar-benar nyata mengenai mesin bubut, bagaimana bentuknya serta apa saja bagian-bagian yang ada pada mesin bubut itu sendiri dan cara-cara pengoperasiannya. Penggunaan multimedia pembelajaran ini menjadi sarana pembantu guru dalam memberikan gambaran nyata mengenai mesin bubut ketika pelajaran teori dan siswapun dapat melakukan pembelajaran sendiri di rumah sehingga tidak lagi bergantung pada saat melakukan praktek di sekolah untuk dapat belajar dan mendapat gambaran nyata mengenai mesin bubut dan bagaimana cara mengoperasikannya. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan sebuah media pembelajaran mesin bubut bagi siswa dan guru berbentuk multimedia pembelajaran yang layak dan didalamnya berisi video tutorial sebagai penyampai materi utama untuk memberikan tampilan yang benar-benar nyata tentang mesin bubut pada mata pelajaran Kompetensi Kejuruan dengan materi Menggunakan Mesin Untuk Operasi Dasar pada mesin bubut di SMKN 1 Glagah Banyuwangi dan dilengkapi petunjuk pemanfaatan. Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan multimedia ini diadaptasi dari model Sadiman (2008). Dalam sistematika pengembangannya, terdapat langkah-langkah yang akan dilakukan guna mencapai hasil yang diharapkan. Adapun tahap-tahap tersebut antara: (1) identifikasi kebutuhan; (2) perumusan tujuan; (3) perumusan butir-butir materi; (4) perumusan alat pengukur keberhasilan; (5) penyusunan naskah/storyboard ; (6) produksi; (7) tes/ ujicoba; (8) revisi; (9) Produk siap dimanfaatkan Hasil pengembangan multimedia pembelajaran ini memenuhi kriteria valid, yang meliputi, ahli media 93,75% valid, ahli materi 93,1% valid, siswa perseorangan 90% valid, uji coba kelompok kecil 88,5 valid, uji coba lapangan 84,2% valid. Untuk hasil belajar sebelum dengan setelah menggunakan multimedia, data tersebut menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa yang memenuhi SKM sebanyak 66,67% pada uji coba perseorangan, 60% pada uji coba kelompok kecil, dan55,16% pada uji coba lapangan. Saran ditujukan bagi siswa diharapkan menggunakan media sesuai petunjuk pemanfaatan yang ada dan juga lebih banyak menggunakan berbagai jenis media pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan minat, motivasi belajar serta hasil belajar siswa. Selanjutnya saran bagi guru diharapkan mempelajari cara penggunaan & pemanfaatan multimedia sehingga dalam pelaksanaanya guru lebih siap dan menguasai penggunaan multimedia. Dan diharapkan pula lebih sering menggunakan variasi dalam proses pembelajaran, salah satunya dengan menggunakan multimedia pembelajaran, sehingga mempermudah guru dalam menyampaikan materi kepada siswa. Dan bagi pengembang selanjutnya diharapkan untuk mengembangkan multimedia ini sampai tahap simulasi dengan memasukkan sejumlah animasi sehingga pembelajaran dapat mendekati nyata. Karena mengingat pembelajaran ini tidak hanya ditekankan pada teori saja, namun juga praktek kerja.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) dan pengaruh modalitas belajar siswa terhadap remidi pada materi sistem periodik dan struktur atom kelas X SMAN 12 Malang tahun ajaran 2006/2007 / Siti Umiyatun

 

Penelitian tentang peranan guru IPS dalam pengajaran sistem modul bagi murid Sekolah Pembangunan di Malang dan Surabaya / Ponadi Abdullah

 

Pengembangan modul berbasis flipbook pada mata kuliah komputer akuntansi / Kiky Zulkifli

 

ABSTRAK Zulkifli, Kiky. 2016. PengembanganModulBerbasis Flipbook pada Mata KuliahKomputerAkuntansi.Skripsi, JurusanAkuntansi, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) NujmatulLaily, S.Pd., M.SA., (2) Sulastri, S.Pd., M.SA. Kata Kunci: ModulBerbasisFlipbook, KomputerAkuntansi Tujuandaripenelitiandanpengembanganinibertujuanuntukmengetahuikelayakanmodulberbasisflipbookpadamaterikomputerakuntansi yang nantinyadigunakanolehmahasiswa. Selainitu, modulberbasisflipbookinidapatmembantumahasiswadalampemahamankonsepkomputerakuntansidandapatdigunakansebagaisuplemenpembelajaranmandiribagimahasiswa. Model penelitiandanpengembangan yang digunakandalampenelitianiniadalah model prosedural yang mengacupada model pengembangan Borg and Gall. Langkah-langkahnya, yaitu: (1) penelitiandanpengembangan data, (2) perencanaan, (3) pengembanganprodukawal, (4) ujicobalapanganawal, (5) revisiprodukhasilujicobalapanganawal, (6) ujicobalapanganutama, (7) revisiprodukakhir. Teknikpengumpulan data menggunakanangkettertutup yang dilengkapiskalapenilaianberdasarkanskalalikert. Jenis data padapenelitianpengembanganinimenggunakan data kuantitatifdankualitatif. Data kuantitatifdiperolehdarihasilvalidasiahlidanpenggunakemudiandianalisisdenganmenggunakananalisisdeskriptifpersentase. Sedangkan data kualitatifberupakomentardan saran dari validator ahlidanpengguna. Berdasarkan data yang diperolehdarihasilvalidasi yang dapatdiperolehadalahahlimaterisebesar 80%, ahli media sebesar 100%, danujicobaterbatassebesar 77,24%. Sehinggaapabilahasiltersebutdihitungsecarakeseluruhan, diperoleh rata-rata sebesar 85,75%, sehinggadapatdisimpulkanbahwaprodukmodulakuntansiberbasisflipbook yang telahdikembangkanmenarikperhatianmahasiswadanlayakdigunakandalam proses pembelajaran.

Pengembangan buku panduan latihan bolabasket: ball handling, dribbling, shooting, passing, dan screening untuk tim bolabasket putri SMA Negeri 4 Malang / Try Hady Mardyanto

 

Kata Kunci:, penelitian pengembangan, buku panduan latihan, bolabasket Tujuan pengembangan buku panduan latihan bolabasket ini adalah mengembangkan buku panduan latihan bolabasket yang nantinya dapat membantu peserta ekstrakurikuler untuk mempercepat proses pemahaman tentang latihan bolabasket. 7 langkah yang dipilih oleh peneliti untuk pengembangan materi buku panduan latihan bolabasket ini adalah: 1) Riset dan pengumpulan informasi dengan melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan, 2) Pembuatan rancangan produk, 3) Evaluasi para ahli, 4) Pembuatan produk awal, 5) Uji coba kelompok kecil dan melakukan revisi produk pertama., 6) Uji coba kelompok besar dan melakukan revisi produk yang kedua, 7) Produk hasil akhir pengembangan. 7 langkah ini diambil dari Borg dan Gall (1983:77) yang telah dimodifikasi. Data yang didapat dari penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data diperoleh dengan menyebarkan angket pada penelitian awal, uji ahli yang terdiri dari 2 ahli bolabasket dan 1 ahli media untuk evaluasi terhadap rancangan produk yang akan dibuat, serta uji kelompok kecil dan besar untuk mengetahui apakah produk yang dipakai sudah valid atau belum.. Dari penelitian awal melalui pengisian angket yang disebar pada 14 orang anggota tim bolabasket putri SMA Negeri 4 Malang, diketahui anggota tim yang mengerti dengan instruksi yang diberikan pelatih sebanyak 5 orang (35,7%) dan 9 (64,3%) orang merasa kadang mengerti kadang tidak. Sebanyak 11 orang (78,6%) menerima latihan yang bervariasi dari pelatih dan 3 orang yang merasakan pelatih kadang-kadang memberikan latihan yang bervariasi. Sebanyak 14 orang (100%) manyatakan bahwa di ekstrakurikuler bolabasket belum memiliki buku panduan latihan bolabasket untuk menunjang kegiatan tersebut. Selain itu sebanyak 14 orang (100%) menyatakan setuju jika di ekstrakurikuler bolabasket memiliki buku panduan latihan untuk latihan bolabasket. Hasil yang didapat dari uji ahli bolabasket I adalah gambar lapangan yang dibuat menggunakan gambar lapangan bolabasket yang terbaru (peraturan FIBA 2010). Hasil evaluasi dari ahli bolabasket II adalah materi yang diberikan dari yang mudah ke yang rumit/variasi. Ahli bolabasket II juga menyarankan agar setiap materi yang diberikan hendaknya diperhatikan keefektifannya dengan memperhatikan kualitas gerakan dan durasi waktu materi yang diberikan. Dari hasil uji ahli media adalah tulisan dan gambar judul serta logo Universitas Malang diperjelas. Dari hasil uji coba kelompok kecil didapat rata-rata persentase 94%, yang berarti produk dapat digunakan. Selanjutnya dari hasil uji coba kelompok besar didapat rata-rata persentase 95%, yang berarti produk dapat digunakan.

Perkawinan usia muda
studi kasus tentang karakteristik pelaku dan orang tua serta persepsi masyarakat di desa Purwosekar kecamatan Tajinan kabupaten Malang
oleh Fajar Indrawanti

 

'?erkawinan usia muda" atau "perkawinan dini" terutama di daerah pedesaan merupakasna lahs atub entukm asalahs osiald i Indonesiay ang sangatp €ntingu ntuk mendapatkapne rhatiand an pemecahanP. enanggulangadna ri masalahin i, diharapkan dapatm emberikanm anfaatk epadaw argam asyarakakt hususnyag enerasmi uda,d alam rangkam enunjangp ro$am pemerintahy aitu programp embangunan asionald ibidang pendidikand ank esejahteraapne nduduk.K arenag enerasmi udad alam suatun egarap ada hakekatnyma erupakans umberd ayam anusiay angp otensial,k arya dan karsanya merupakamn odalb agi pembangunanIn donesiad i masay ang akand atang. Perkawinanm erupakans alahs atup rosesk ehidupank emasyarakatayna nge rat kaitannyad enganm asalah-masalakhe pendudukank, arenad ari prosesp erkawinante rsebut dapatm engakibatkaand anyak elahiran.D ari studi pendahuluany angt elah dilakukano leh penelitdi i DesaP urwosekasre lamas atus etengahb ulany aitu padap ertengahabnu lanA pril hinggaa khirb ulanM ei 1999( bersamaand enganp elaksanaank egiatanK KN-U IKJP Malangm) elaluiw awancarad ano bservasdi iketahuib, ahwad i DesaP urwosekar KecamataTna jinanK abupatenM alang ini masih banyakr emajay angm enikahp adau sia mud4t erutamap arag adisr emajanya.R endahnyap endidikana nakw anita dan orangt ua; rurdahnyap erekonomiank eluarga;m asihk uatnyat radisi masyarakast etempatm, asih adanyap andangaonr angt ua terhadapa nak sebagani ilai sosiald an nilai ekonomist erutama padaw aktum enikahkana nakg adisnya;k urang berperannyak egiatan-kegiatanke PLSand i dalamm asyarakast,e pertik elompokt ahlil, karangt arunad an PI(K gunam eningkatkan pendidikand anp engetahuakne masyarakatatne ntangp endewasaauns iap erkawinan; kesadarajne nderd i masyarakayt angm asih memprihatinkan;d an kondisi masyarakayt ang sangaat gamism erupakanp enyebabte dadinyap erkawinand i usia mudap adak alangan gadisr emajad i DesaP urwosekaDr. ari hasilt emuand i DesaP urwosekajur ga diketahui, bahwap erkawinanu siam udaj uga cenderungm enimbulkanp erceraiand i usiam uda. Berangkat dari fenomena yang ada, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitiante ntangp erkawinanu sia mudad i DesaP urwosekarK ecamatanT ajinan KabupatenM alang.P enelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahuki arakteristikp elakuk awin muda,k arakteristiko rangt ua yang menikahftana nakr emajanyap adau sia muda,d an penepsit okohm asyarakatte rhadapp erkawinanm uda.U ntuk mencapati ujuan tersebut penelitim emperolehd ata dafi subyekp enelitian,y aitu pelakuk awin muda,o rangt ua tv pelakuk awrnm udad alamh al ini ibu, dant okohm asyarakafto rmald ann onformal. Pendekatayann gd igunakand alamp enelitianin i adalahp endekataknu alitatif,s edangkan rancangapne nelitiannyad ikategorikans ebagaria ncangans tudik asusA. dapunt eknik pengumpuladna tay angd igunakana dalaho bsewasiw, awancarad, and okumentasi. Dari hasilp enelitiany angt elahd ilakukand iketahui,b ahwap elakuk awin muda terdirdi arip asangamn udaa taur emaja.K ebanyakanp erkawinanm udat eqadip adap ihak wanitab, ahkana dalugag adisy angm enikahd i bawahu siak urangd ari 16t ahun.L atar pendidikamn erekap un masihr endah,h anyas ampatia matanS MP,b ahkana day angh anya sampatar matanS D.U ntuk kondisie konomik eluargar ata-ratam asihb ergantunga taui kut padao rangtu a,k arenam erekab elumm empunyapi ekeqaante tap.M enurutp elakuk awin mudap, erkawinand i usiam udam erupakanh al yangs udahb iasa.P emahamapne laku kawinm udat erhadapU ndang-UndanPge rkawinanN o. 1 Tahun1 974m engenabi atasu sia perkawinadna patd ikatakanc ukup.J adi,B eberapaa lasanm engapap ernikahand i usia mudab, anyakte rjadip adar emajap utri adalah:1 ) kebanyakarne majap utri tidak bekerja dantidakm elanlutkans ekolah2, ) perasaanp atuhd an hormatk epadao rangt ua, 3) paksaan orangtu a,4 ) menngankanb ebano rangt ua, 5) akibatd ari masiha danyafa ham ketidaksejajarant arap ria danw anita. Seperthi alnyap elakuk awin muda,l atarp endidikano rangt uaj uga masihr endah, yaituh anyata matanS R.K ondisie konomip adau mumnyate rgolongd ari keluargati dak mampua taup ra selahteraD. alamk ehidupans ehari-harim, erekah idup secaras ederhana danp as-pasanO.r angt ua bekerjas ebagabi uruht ani, dan memiliki keluargab esar (mempunyaani akbanyakO) rangtuap unberpendapatbahwaperkawinaunsdiai muda merupakahna l yangb iasa( umum)d anw ajar-wa.Jasar ja.B ahkank ebanyakaonr angt ua pelakuk awinm udat erutamap utrinyab erpendapaat,p abilam erekat idak segeram enikah, merekata kutd anm alu karenad ianggapti dak laku,b ahkanm enjadip embicaraaonr ang. Pemahamaonra ngt ua terhadapU ndang-UndanPge rkawinanN o. I Tahun1 974m engenai batasu siap erkawinand apatd ikatakanc ukup.J adi,b eberapaa lsanm engapao rangt ua menikahkaann ak-anarke majam erekat erutamaa nakg adisnyaa dalah:l ) meringankan tanggungaonr angt ua,2 ) perasaanm alu dant ak-udt ibilangt idak laku, 3) perkawinand i usiam udam erupakanh al yangs udahb iasa,4 ) pantanganu ntukm enolakP inangan5, ) ingrnc epatm enimangc ucu. Tokohm asyarakadte sab erpendapabt,a hwap erkawinand i usiam udam erupakanh al yangk urangb aik karenale bih banyakm enimbulkand ampakn egatifnyad ibandrngkan dengadna mpakp ositifnya.'I erutamab agrp elakuk awin mudai tu sendirid anb agik eluarga (orangtu a) Beberapad ampakn egatify angd itimbulkand an perkawinanu siam uday ang anlarala in akanb erpengaruhp adaf aktor keturunan,i Q, kesehatanib u dan anak,d an bertambahnybae bana taut anggungano rangt ua karenaa nakb elumb isam andiri.. Iadip ada dasamyap,e rkawinanm udad apatb erakrbapt adal aju pertambahapne ndudukp, ada kesehataibnu dana nak,p adap endidikane konomi,d anp sikologisa nak.

Efektifitas penggunaan metode permainan simulasi dalam pemberian penerangan program keluarga berncana di desa Gunungjati Kecamatan Jabung Kabupaten Malang / Ny. Siti Fatimah Abdullah

 

Pengaruh metode demonstrasi terhadap kemampuan seni rupa teknik kolase pada anak tunagrahita ringan kelas III di SDLB PTN Bag. C Lawang / Noverita Surya Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Noverita Surya. 2016. Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap Kemampuan Seni Rupa Teknik Kolase Pada Anak Tunagrahita Kelas III di SDLB TN Bag.C Lawang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si., (II) Eka Pramono Adi, S.IP., M.Si. Kata Kunci: metode demonstrasi, teknik kolase, tunagrahita Muatan pembelajaran pada anak tunagrahita lebih diutamakan dalam aspek yang mengandung keterampilan. Salah satu keterampilan yang diajarkan di kelas III SDLB-C adalah seni rupa teknik kolase, akan tetapi kemampuan seni rupa anak tunagrahita khususnya dalam pembelajaran kolase belum maksimal. Hal ini ditambah lagi dengan metode pembelajaran yang digunakan guru, dimana pembelajaran masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan seni rupa anak tungrahita dengan teknik kolase sebelum dan sesudah diberikan treatment dengan menggunakan metode demonstrasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain one group pretes and post-tes. Data penelitian yang berupa penilaian hasil karya anak dihimpun dengan instrumen unjuk kerja melalui lembar observasi dengan skala penilaian. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai probabilitas hasil sampel 0.0010, maka nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari α yaitu (0.05) sehingga ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi berpengaruh terhadap kemampuan berkarya seni rupa teknik kolase pada anak tunagrahita. Bagi guru disarankan untuk menggunakan metode ini bagi anak tunagrahita khususnya dalam berkarya seni rupa. Bagi peneliti lain disarankan mengembangkan metode ini dengan materi yang berbeda.

Perancangan CD interaktif pengenalan alat dan bahan memasak untuk remaja menggunakan flash / Novarika Widyastuti

 

Kata Kunci : CD Interaktif, memasak, remaja Selama ini masyarakat hanya mendapatkan ilmu masak-memasak informal dari orang tua, buku resep masakan, dan tayangan memasak di televisi. Itupun memiliki kekurangan masing-masing yang terkadang menghambat kegiatan memasak itu sendiri. Selain itu kegiatan memasak masih dianggap sebagai suatu kegiatan yang hanya dilakukan oleh wanita. Dengan permasalahan tersebut maka dibutuhkan suatu CD interaktif yang dapat membantu remaja pria maupun wanita untuk mempelajari dasar memasak dimulai dengan hal-hal dasar yang sangat penting yaitu pengenalan alat dan bahan untuk memasak dimana keduanya merupakan unsur pokok dalam proses memasak yang jarang dipaparkan dalam media-media lain yang sudah ada. Kegiatan perancangan ini adalah untuk menghasilkan suatu produk desain komunikasi visual berupa suatu media interaktif yang memberikan pengetahuan alat dan bahan memasak untuk remaja dengan menggunakan Flash. Produk CD Interaktif Pengenalan Alat dan Bahan Memasak untuk Remaja Menggunakan Flash ini memiliki banyak halaman content yang memuat tentang alat dan bahan untuk memasak yang memuat gambar, foto dan video di dalamnya. Terdapat pula animasi sederhana dan penjelasan singkat yang mudah dipahami oleh remaja. Media ini tidak terbatas waktu karena dapat diputar kapanpun remaja mau dan berulang-ulang tanpa takut tertinggal materi yang ada di dalamnya. Selain itu media ini menggabungkan media audio dan visual sehingga lebih menarik dan menyenangkan sehingga meningkatkan semangat remaja untuk mengenal alat dan bahan memasak. Selain itu ini merupakan wujud pembelajaran kemitra sejajaran sejak dini kepada remaja Indonesia dalam contoh yang paling sederhana. Media CD interaktif merupakan suatu media baru untuk menyampaikan suatu pengenalan alat dan bahan untuk memasak sehingga dibutuhkan media pendamping yang tepat agar menarik perhatian konsumen untuk membelinya. Media utama tersebut akan ditunjang dengan media pendukung seperti poster, banner, KARMIN (KAmus Rahasia MINi), CD case, kaos untuk SPG dan merchandise berupa celemek lucu dengan tema ilustrasi yang sama dengan media utama. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa CD Interaktif Pengenalan Alat dan Bahan Memasak untuk Remaja Menggunakan Flash ini merupakan media yang memberikan pengetahuan baru tentang alat dan bahan untuk memasak untuk remaja, namun di dalamnya juga terdapat nilai pelajaran tentang pentingnya pendidikan kemitra sejajaran pria dan wanita sejak dini.

Pengaruh model pembelajaran problem based learning dipadu numbered heads together terhadap keterampilan metakognitif dan kemampuan berpikir kritis geografi siswa SMA / Nila Puspita Sari

 

ABSTRAK Sari, Nila Puspita. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dipadu Numbered Heads Together Terhadap Keterampilan Metakognitif dan Kemampuan Berpikir Kritis Geografi Siswa SMA. Tesis, Program Studi Pendidikan Geografi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd, (II) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos. Kata kunci: Problem Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), keterampilan metakognitif, kemampuan berpikir kritis. Solusi ideal yang dijadikan sebagai pemecahan masalah dalam mengembangkan keterampilan metakognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa yakni dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu Numbered Heads Together (NHT). Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu Numbered Heads Together (NHT) merupakan pembelajaran yang mengkombinasikan langkah-langkah keduanya. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menuntut siswa menggunakan kemampuan inkuiri yang mampu lebih percaya pada kemampuan sendiri untuk berpikir, mencari informasi dari sumber lain, tentang banyak hal atau masalah dan berusaha mencari penyelesaiannya. Sedangkan inti dari pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) yaitu dapat mengetahui kemampuan secara individual melalui pertanyaan yang ditujukan kepada siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu Numbered Heads Together (NHT) terhadap keterampilan metakognitif dan kemampuan berpikir kritis pada materi Lingkungan Hidup siswa SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 56 siswa yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI IPS 2 berjumlah 28 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 1 berjumlah 28 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes esai berjumlah 8 soal tes essay untuk metakognitif dan berpikir kritis yang terdiri dari 4 soal pretest dan 4 soal posttest. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t tidak berpasangan (Independent Samples t-Test) dengan bantuan SPSS 18.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi keterampilan metakognitif 0,016 < 0,05, dengan nilai rata-rata Gain Score kelas eksperimen lebih tinggi yaitu sebesar 17 dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu sebesar 12, maka Ho ditolak yang artinya terdapat pengaruh pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) dipadu Numbered Heads Together (NHT) terhadap keterampilan metakognitif pada materi Lingkungan Hidup siswa SMA. Sedangkan untuk nilai signifikansi kemampuan berpikir kritis diperoleh 0,001<0,05 dengan nilai rata-rata Gain Score kelas eksperimen lebih tinggi yaitu sebesar 18 dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu sebesar 12, maka Ho ditolak, artinya terdapat pengaruh pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) dipadu Numbered Heads Together (NHT) terhadap kemampuan berpikir kritis pada materi Lingkungan Hidup siswa SMA. Saran untuk guru geografi yaitu harus mampu menguasai kelas dengan baik serta memilih masalah yang sesuai dengan karakteristik model pembelajaran ini. Bagi sekolah disarankan merealisasikan penggunaan model pembelajaran ini melalui pengadaan bimbingan atau pelatihan (workshop). Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar lebih teliti dan memiliki perencanaan yang baik, serta lebih meningkatkan keterampilan dalam proses pengelolaan kelas agar siswa dapat dikondisikan dengan baik 

Analisis perhitungan harga pokok produksi dengan kemungkinan penerapan activity based costing system pada PT. Pancamitra Ichigojaya Malang
oleh Rita Salamah

 

ABSTRAK SalamahR, 2002. Analisis l)erhitungan Hurga I'okok l'roduksi 1)engan Kemungkinanl' enerapanA clivltv llased ()rtsitn g SystemI' utla P7'. P ancutn il ra I c hi go1 uya Maktng. Sknpsi, J urusan Pendidikan Akuntans r FakultasE konomi UniversitasN egeri Malang.P embimbing (l) Drs Tuhardlo,S .E.,M Si.,A k (ll) Dra. SupartiM, .P. Katak unci hargap okok produksi,a crtvt(.1lt't tsedu t.stirtg'r vsteftt Penggunaanc osl drivcr tunggal berdasarkanu nit dalam perhitunganh arga pokokp roduksip adas isternk onvensionarl nenghasilkanin formasib iayap roduk terdislorsia, rtinyatidakm en3elaskasne carab enark onsumsib iayao verheado leh setiajpe nis produk,j ika ( l) perusahaanm ernprodukslie brhd ari satulenisp rodukd i manas etiap.ienipsr odukm engkonsumsbi iaya overheadd alarnp orsiy angb erbeda (2)b iayao verheadp abrikb erdasarkann on unit sigrrifikant erhadapiumlahb taya overheapda brikk eseluruhanl.n formasi biaya yang kuranga kuratr uengakibatkan pengarntrilakne putusanm engenapi enetapanh argap okok produkp er satuanr nenjadi tidakt epat-s chinggap erusahaatnid ak mampu bersaingd cnganp erusahaanse jenis lainnya. Penelitianp adaP 1-P. ancarnitrlac hrgojayaM alangi nr dengantu luanu ntuk. (l)mengc-tahLpreir hitungahna rgap okokp- roduksi(, 2) rnengctahubia gaimana perhitungahna rgap okok produksid enganL tc{it'i!.r'busccdo slings, .v'.\!(.mda, n (3 ) mengetahupie rbedaanp erhitunganh argap okok prtlcluksdi i antarak eduas lstem .lenisp enelitianin i ternrasupk enelitiand eskriptifyangb ersifast ttLdki asus, _yaitpuc lclitian,vangd ilakukans ecrariarr lcnsii terinci,d attt ncrtdalamde nganiu .ul an untukm endeskripsikann,i enganalisisd, an menginterpretasikaslli stemp erhitungan hargap okokp roduksiy angd igunakanq leh perusahaamn aupund enganu ciivi1t hused cor/i,?gr. )r\/s/riD. i manah asilp enelitiani ni hanyab erlakub agi perusahaayna llg ditelitiD atay angd iperolchd i analisiss ecarak uantitatinf ons tatistiky- aitud engan pelxapara

Penerapan pendidikan inklusi sebagai upaya penegakan hak asasi manusia di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang / Putri Wahyu Kurniawati

 

Kata kunci: Pendidikan Inklusi, Hak Asasi Manusia Pendidikan merupakan hal yang penting bagi setiap orang untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermartabat dan bermanfaat. Karena itu pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan. Seperti yang kita ketahui bahwa di dalam pendidikan inklusi termuat nilai kemanusiaan dan penegakan hak asasi manusia. Inti dari pendidikan inklusi yaitu sistem pendidikan yang terbuka, menerima keberagaman dan menghargai suatu perbedaan. Secara formal menurut undang-undang dan peraturan pemerintah dapat dikatakan bahwa pendidikan inklusi merupakan suatu penegakan hak asasi manusia. Namun yang terpenting adalah bagaimana implementasi sikap pihak-pihak yang mengelola sekolah inklusi itu sendiri, apakah semua pihak memiliki sikap yang postitif, ramah dan tidak mendeskriminasi. SMP Laboratorium UM merupakan tujuan peneliti melakukan penelitian tentang pendidikan inklusi karena SMP laboratorium UM merupakan salah satu sekolah yang menyediakan pelayanan pendidikan inklusi. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui latar belakang penerapan pendidikan inklusi di SMP Laboratorium UM; (2) Mengetahui implementasi pengelola sekolah inklusi dalam upaya penegakan HAM di SMP Laboratorium UM; (3) Mengetahui kendala-kendala pengelola sekolah dalam penerapan inklusi sebagai upaya penegakan HAM di SMP Laboratorium UM; (4) Mengetahui upaya untuk mengatasi kendala-kendala pengelola sekolah dalam penerapan inklusi sebagai upaya penegakan HAM di SMP Laboratorium UM. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dan jenis penelitian kualitatif. Sedangkan Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisi model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa: (1) latar belakang dari pendidikan inklusi di SMP Laboratorium UM awalnya merupakan ketidaksengajaan; (2) Implementasi pengelola sekolah inklusi dalam upaya penegakkan hak asasi manusia dapat dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas inklusi; (3) Kendala-Kendala Pengelola Sekolah dalam Penerapan Inklusi sebagai Upaya Penegakan HAM di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang antara lain Kendala yang Bersumber dari dapat dilihat dari 2 aspek, yang pertama asek kurikulum dan yang kedua aspek saat pembelajaran berlangsung, kendala yang bersumber dari siswa, Kendala yang bersumber dari siswa ABK, kendala yang bersumber dari Guru; (4) Upaya untuk mengatasi kendala-kendala pengelola sekolah dalam penerapan inklusi sebagai upaya penegakan HAM di SMP Laboratorium UM yaitu dengan mengadakan jam pelajaran tambahan (JPT) dan perlakuan yang sama untuk semua siswa Berdasarkan hasil penelitian disarankan (1) Sekolah hendaknya lebih memahami lagi tentang sekolah inklusi; (2) guru harus tetap sabar bila ada kendala yang dialami saat pembelajaran. Guru juga sebaiknya lebih sering memberikan pemahaman tentang perbedaan; (3) siswa lebih harus saling menghormati dan tolong menolong satu sama lainnya; (4) Ada baiknya bila pemerintah menambah jumlah sekolah inklusi yang ada di kota malang  

Pembuatan burger bun dari tepung ubi jalar / Rika Frismania

 

Pelaksanaan pembelajaran cooperatif model jigsaw pada kegiatan ekstrakurikuler tari kreasi di SD Mutiara Harapan Lawang Kabupaten Malang / Evitanafy Wulandari

 

Wulandhari, Evita. 2014. Pelaksanaan Pembelajaran Cooperatif model Jigsaw pada Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Kreasi di SD Mutiara Harapan Lawang Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Iriaji, M.Pd. (II) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M. Si Kata Kunci: Pembelajaran, Cooperatif, Jigsaw, Ekstrakurikuler, SD SD Mutiara Harapan Lawang merupakan salah satu Sekolah Dasar di Kabupaten Malang yang menerapkan pembelajaran Cooperatif model Jigsaw pada kegiatan ekstrakurikuler seni tari. Kegiatan ekstrakurikuler seni tari bukan kegiatan wajib, melainkan bertujuan memberi wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat melalui kegiatan seni tari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan pelaksanaan pembelajaran Cooperatif model Jigsaw, proses pelaksanaan pembelajaran Cooperatif model Jigsaw dan hasil belajar siswa di SD Mutiara Harapan Lawang Kabupaten Malang.     Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, lokasi penelitian berada di SD Mutiara Harapan Lawang Kabupaten Malang, yang terletak di Jl. Mayor Abdullah. No 28 Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif Miles dan Hubeman dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi, yang terdiri dari triangulasi sumber dan triangulasi metode.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) guru ekstrakurikuler seni tari membuat perencanaan pembelajaran berupa RPP ekstrakurikuler secara tertulis merujuk format RPP intrakurikuler, namun indikator pembelajaran yang tidak dirumuskan dengan kalimat pencapaian belajar siswa secara rinci; 2) guru melaksanakan kegiatan membuka pelajaran dengan memberi motivasi berupa game tepuk, kegiatan inti di isi dengan pelaksanaan pembelajaran Cooperatif model Jigsaw meliputi pembentukan kelompok asal, memberikan materi secara berbeda pada masing-masing siswa, diskusi kelompok ahli, laporan kelompok kepada anggota kelompoknya secara bergiliran, evaluasi dengan mempresentasikan ragam gerak tari Yapong dengan iringan musik, memberikan penghargaan dan kegiatan penutup dengan cara memberikan pertanyaan secara lisan mengenai kesimpulan materi yang sudah dipelajari, dan memberikan tindak lanjut berupa latihan di rumah; 3) hasil belajar siswa meliputi kemampuan sikap yaitu bekerjasama, tangung jawab, dan mandiri. Kemapuan keterampilan yaitu kemampuan menghafal ragam sesuai ketepatan musik, dan kemampuan pengetahuan yaitu menjawab pertanyaan lisan guru. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar diadakan penelitian lebih lanjut mengenai pengembangan pembelajaran Cooperatif model Jigsaw pada kegiatan ekstrakurikuler tari kreasi. Bagi guru ekstrakurikuler seni tari, sebaiknya mempelajari RPP intrakurikuler terlabug dahulu, dan dipelajari dengan cermat langkah kegiatan pembelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan baik dan maksimal. Bagi siswa ekstrakurikuler agar bersemangat lagi dalam mengikuti proses kegiatan ekstrakurikuler seni tari, dan bagi mahasiswa seni tari Universitas Negeri Malang dengan adanya penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan referensi untuk penelitian selanjutnya.

Pemberian hadiah nilai untuk meningkatkan keaktifan siswa dan prestasi belajar pokok bahasan perpindahan kalor siswa kelas II cawu I SLTPN I Batealit Jepara tahun ajaran 1999/2000 / oleh Farida Fatkhiyati

 

Motivasis angamt enentukanp encapaiapnr estasbi elajar.G uruh arus membangkitkamn otivasiy angd apatm enjadip enguatti ngkahl aku siswa.S alahs atu caram embangkitkamn otivasia dalahd enganp emberianh adiahb erupan ilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hadiah nilai padak eaktifkans iswas aatP BM danp restasbi elajars iswa.P okokb ahasanya ng digunakand alamp enelitianin i adalahp erpindahakna lor yangd iajarkanp adak elasI I cawu I SLTPN I Batealit Jepara. Pendekatayna ngd igunakand alamp enelitianin i adalahp enelitiank ualitatif Sumberd atab erasald ari SLTPN I Batealit Jepara.D ata primer adalahd atak eaktifan siswas aatP BM,danp restasbi elajars iswa.D atap elengkapnyaad alahh asil wawancara dengan guru dan siswa. Teknik pengumpuland atay ang digunakana dalaho bservasir, ekaman pembelajaradne nganta per ekorder,d okument,e s,d anw awancaraO. bservasi dimaksudkaunn tukm engamatlia ngsungs ituasik elasd ans ekolahR. ekaman pembelajaranm erupakanc erminank ondisi sebenamyay ang dimaksudkanu ntuk mengetahuPi BM yangb erlangsungd an mengetahusi isway angd iberi kesempatan menjawabD. okumend imaksudkanu ntukm engetahupi restasbi elajars ebelumnya. Tesd imaksudkanu ntukm engetahupi restasbi elajars iswas etelahd iberih adiahn ilai. Wawancarad imaksudkanu ntuk mengetahuki ondisi siswad an PBM sebelumnya. Teknik analisisd atayangdigunakaand alahr eduksid ata,d isplayd ata,d an kesimpulasne rtav erifik asi. Hasil penelitianm enyebutkabna hwa:h adiahn ilai dapatm eningkatkan keaktifans iswad anm eningkatkanp restasbi elajars iswa. Dalamp enelitianin i ditemukank elemahand alamm engimplementasikan pemberianh adiahn ilai, yaitu sisway anga ngkatt angand ant idak diberik esempatan menjawabti dak menjadatkahna diahn ilai. Siswak ecewat iap kali angkat angand an tidak diberi hadiah nilai. Hadiah nilai hanya diberikan pada satu atau dua siswa sedangkanya ng menginginkanle bih dari itu. Seharusnyag uru bertindaka dil pada sisway anga ngkatt angan. Oleh karenai tu disarankang uru mempunyaia ltenatifl ain, misalnyas isway angt idak diberi kesempatamn enjawabs ecarli san,d iberi kesempatamn enjawabs ecarate rtulis.K epadas iswai tu juga diberikanh adiahn ilai

Manajemen pembelajaran dwi bahasa pada bilingual playgroup Dunia Anak Kota Probolinggo / Evi Susanti

 

Kata Kunci : manajemen pembelajaran, dwi bahasa, playgroup Manajemen program pembelajaran adalah segala usaha pengaturan proses belajar mengajar dalam rangka terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien (Aqib, 2009:68). Tujuan manajemen pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini adalah untuk menciptakan proses belajar mengajar yang dengan mudah direncanakan, diorganisasikan, dilaksanakan, dan dikendalikan dengan baik, sehingga dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Perbedaan antara manajemen pembelajaran pada Bilingual Playgroup dan Playgroup konvensional yaitu pada bahasa pengantar yang digunakan. Bilingual Playgroup menggunakan dua bahasa pengantar yaitu Inggris - Indonesia. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tentang (1) perencanaan; (2) pengorganisasian; (3) pelaksanaan; (4) penilaian; (5) hambatan-hambatan dalam manajemen pembelajaran dwi bahasa; dan (6) alternatif pemecahan yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, dengan memaparkan dan mengolah data. Jenis penelitian ini adalah studi kasus yang dipilih satu kasus pada satu objek penelitian, yaitu Bilingual Playgroup Dunia Anak Kota Probolinggo. Peneliti sendiri yang berperan sebagai instrumen utama dalam penelitian ini, dengan subjek penelitian yaitu Kepala Bilingual Playgroup Dunia Anak, guru dan orang tua. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang disampaikan oleh subjek penelitian pada saat wawancara, tindakan yang dilakukan oleh subjek penelitian, dan dokumen lembaga yang berkaitan dengan pembelajaran dwi bahasa di Bilingual Playgroup Dunia Anak. Setelah diperoleh data dari hasil penelitian kemudian dilakukan pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan metode trianggulasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran dwi bahasa pada Bilingual Playgroup Dunia Anak Kota Probolinggo, meliputi tahapan-tahapan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, penilaian, hambatan-hambatan dalam pelaksanaan, dan alternatif dalam mengatasi hambatan. (1) Perencanaan pembelajaran dwi bahasa meliputi penyusunan rencana pembelajaran tahunan, rencana pembelajaran bulanan, rencana pembelajaran mingguan, dan rencana pembelajaran harian. (2) Pengorganisasian meliputi pembagian tugas mengajar guru dan pengelompokan siswa; pengelompokan siswa dibagi menjadi kelas beginner dan kelas intermediate berdasarkan usia, karakter, dan kemampuan; dua orang guru mengajar di kelas beginner dan satu orang guru yaitu kepala sekolah mempunyai tugas mengajar di kelas intermediate. (3) Pelaksanaan pembelajaran dwi bahasa meliputi outdoor playing and center preparation (bermain di luar dan persiapan sentra), body movement (senam), greeting and sharing time (salam dan anak berbagi kue), pre teaching and whilst teaching (pra kegiatan materi dan kegiatan materi), playing centers (bermain di sentra), washing hand and meal time (mencuci tangan dan makan siang), post teaching (sesudah kegiatan materi), closing and praying (penutup dan berdoa); metode yang digunakan adalah metode BCCT (sentra dan lingkaran). (4) Penilaian pembelajaran dwi bahasa yang dilakukan yaitu penilaian berdasarkan proses dan hasil yang meliputi penilaian harian, bulanan, dan semester; selain upaya untuk memacu semangat belajar anak juga diberlakukan pemberian reward meliputi reward bintang lima, reward star of the week, serta reward yang diberikan tiap akhir semester pada semua anak berupa poster yang digulung dengan indah. (5) Hambatan dalam manajemen pembelajaran dwi bahasa meliputi: ketersediaan materi dengan karakter rombongan belajar, media pembelajaran; usia dan karakter anak yang beragam, serta kualitas guru yang juga beragam; karakter dan atensi anak yang berbeda dalam kegiatan pembelajaran, serta keikutsertaan orang tua. (6) Alternatif pemecahan yang dilakukan meliputi menekankan dan memotivasi guru untuk bisa berkreativitas dalam memenuhi semua kebutuhan pembelajaran; guru harus bisa mengikuti pertumbuhan dan perkembangan anak semua tingkat usia, melakukan evaluasi dalam pengelompokan anak berdasarkan karakter dan kemampuan anak; memberikan pelatihan-pelatihan bagi guru baik pelatihan yang dikirim oleh sekolah sendiri dan juga pelatihan yang direkomendasikan oleh Departemen Pendidikan Nasional; mengadakan buku penghubung dan memberikan copy learning material kepada orang tua untuk mengikutsertakan orang tua dalam kegiatan pembelajaran dwi bahasa anak, khususnya di rumah sehingga ada kelanjutan dari proses pembelajaran di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi (1) Kepala Bilingual Playgroup Dunia Anak, sebaiknya dapat memenuhi kebutuhan jumlah guru sesuai pagu yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif; (2) Guru, seyogyanya terus belajar mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya anak yang berkebutuhan khusus agar dapat memberikan perhatian dan pengajaran yang maksimal pada anak, serta meningkatkan profesionalisme guru; (3) Orang tua, hendaknya lebih berperan serta dalam pembelajaran dwi bahasa anak di rumah sehingga ada kelanjutan dari proses pembelajaran di sekolah karena bahasa merupakan proses pembiasaan; (4) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk mengembangkan ilmu manajemen pendidikan khususnya dalam lingkup pendidikan nonformal seperti playgroup sebagai sekolah yang menggunakan pembelajaran dwi bahasa; (5) Peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu acuan untuk mengembangkan penelitian yang sejenis pada berbagai aspek lain yang berbeda.

Teknik rajutan (crochet) pita sebagai penyambung patchwork pada pembuatan tas / Shofia Nurjannah

 

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model student team achievement division (STAD) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI dalam mata diklat teknologi perkantoran pada program keahlian administrasi perkantoran di SMK Ardjuna 01 Malang tahun 2008/2009 / M

 

ABSTRAK Lestari, Mega Ratih Indra Mulyaning. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Student Team Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI dalam Mata Diklat Teknologi Perkantoran pada Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Ardjuna 01 Malang Tahun 2008/2009. Sripsi, Jurusan Pendidikan S-1 Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Gatot Isnani, M.Si (II) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si. Kata kunci: model pembelajaran STAD dan prestasi Pendidikan merupakan hal yang fundamentalis dalam mencetak generasi muda. Kenyataan menunjukkan bahwa pendidikan dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa. Dunia pendidikan Indonesia telah mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut sesuai dengan perkembangan kurikulum yang ada. Kurikulum yang berkembang saat ini adalah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Metode pembelajaran kooperatif dirasa efektif dilakukan karena pada dasarnya di sekolah terdapat latar belakang dan kemampuan belajar siswa yang berbeda-beda. Melalui pembelajaran kooperatif diharapkan siswa dapat bekerja sama saling membantu antara siswa satu dengan siswa lainnya dalam hal yang positif, yaitu dalam mempelajari suatu materi dan memecahkan permasalahan secara bersama-sama. Berdasarkan wawancara pada tanggal 20 Maret 2009 dengan Kepala Sekolah dan Guru khususnya pada Program Keahlian Administrasi Perkantoran dalam mata diklat Teknologi Perkantoran di SMK Ardjuna 01 Malang. Metode yang digunakan oleh guru masih menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan sehingga guru menyampaikan materi masih secara teoritis. Dalam penelitian ini peneliti berusaha agar prestasi belajar siswa kelas XI pada Program Keahlian Administrasi Perkantoran dapat meningkat sesuai yang diharapkan. Namun harapan dengan kenyataan tidak sama, banyak faktor penghambat di antaranya yaitu keadaan fasilitas sekolah yang kurang memadai dapat mengakibatkan kurang efektif dalam proses belajar. Sehingga untuk mempermudah dalam penyampaian materi sekaligus materi tersebut dapat diterima oleh siswa maka diperlukan cara yang efektif dalam mengajar dengan menggunakan variasi metode pembelajaran yang digunakan. Metode pembelajaran yang digunakan peneliti dalam menyampaikan materi yaitu metode pembelajaran kooperatif model STAD. Model pembelajaran STAD dipilih peneliti untuk diterapkan pada mata diklat Teknologi Perkantoran kerena mata diklat ini mampu menghadirkan pertanyaan yang mempermudah siswa berlatih berfikir kritis untuk memunculkan ide kreatif mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran STAD, prestasi siswa sebelum penerapan model pembelajaran STAD, prestasi siswa setelah model pembelajaran STAD dan pendapat siswa mengenai penerapan model pembelajaran STAD pada siswa kelas XI di SMK Ardjuna 01 Malang. Dengan penerapan model pembelajaran STAD pada mata diklat Teknologi Perkantoran diharapkan dapat membantu meningkatkan prestasi siswa. Jenis penelitiannya yaitu Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus, tiap siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan. Tahap Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi hasil tindakan. Objek penelitian ini adalah siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Ardjuna 01 Malang yang berjumlah 37 siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan data dianalisis secara deskriptif. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data dilakukan melaui observasi saat pembelajaran berlangsung, memberikan angket pada siswa, wawancara, dokumentasi, catatan lapangan, pre test dan post test. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan prestasi belajar. Peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat pada aspek kognitif nilai pre test pada siklus I sebesar 43,89 mengalami peningkatan sebesar 45,97 menjadi 89,86 pada siklus II dan nilai post test pada siklus I sebesar 52,56 mengalami peningkatan sebesar 41,41 menjadi 93,97 pada siklus II. Aspek afektif pada siklus I sebesar 61,15 mengalami peningkatan sebesar 12,06 menjadi 73,21 pada siklus II. Aspek psikomotorik pada siklus I sebesar 63,82 mengalami peningkatan sebesar 7,01 menjadi 70,83 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan sebagai berikut: (1) Guru mata diklat Teknologi Perkantoran disarankan untuk menggunakan model pembelajaran STAD dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi siswa. (2) Penerapan dan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran STAD hendaknya lebih variatif sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar. (3) Metode yang digunakan dalam pembelajaran hendaknya lebih aktual dan beragam. (4) Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dikembangkan untuk materi lain pada mata diklat Teknologi Perkantoran atau pada mata diklat yang berbeda dan dapat dikembangkan di sekolah lain.

Perancangan alat pengisian makanan yang dikemas dalam kotak pada proses pengepakan (packaging) dengan tenaga pneumatik / Lia Wahyuliningtyas

 

Penerapan teknik hias patchwork dan aplikasi pada busana Aremania anak / Erdilia Septianes Eka Rudin

 

Uji organoleptik tahu dengan penambahan bawang putih (Allium Sativa L) pada konsentrasi yang berbeda / Ria Dwi Putriyanti

 

Hubungan pekerjaan orang tua dengan motivasi orang tua memilih lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di bawah Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (YPMNU) di Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang / Ulil Inayah

 

Kata kunci: pekerjaan, motivasi orang tua, lembaga PAUD Pekerjaan merupakan suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan tujuan tertentu yang nantinya akan mendapat upah/gaji dari yang dikerjakan. Motivasi diartikan sebagai dorongan yang berasal dari diri (intrinsik) maupun luar (ekstrinsik) untuk menggerakkan seseorang dengan perubahan perilaku untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi intrinsik terdiri dari kebutuhan dan minat, motivasi ekstrinsik terdiri dari pengaruh lingkungan, prestise, dan faktor ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pekerjaan orang tua dengan motivasi memilih lembaga PAUD di bawah YPMNU di Kecamatan Lumajang-Kabupaten Lumajang. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu pekerjaan (X) dan motivasi (Y) yang dijabarkan dalam sub-sub motivasi dilihat dari aspek kebutuhan (Y1), minat (Y2), pengaruh lingkungan (Y3), prestise (Y4), faktor ekonomi (Y5). Populasi penelitian ini adalah orang tua wali murid berjumlah 108 responden dengan jumlah sampel berjumlah 54 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan korelasi point serial. Hasil penelitian menunjukkan (1) orang tua yang memilih lembaga PAUD di bawah YPMNU di Kecamatan Lumajang-Kabupaten Lumajang sebagian besar bekerja sebagai swasta sebanyak 23 orang dengan persentase 42,6% (2) tingkat motivasi orang tua umumnya tinggi, motivasi dari aspek kebutuhan, pengaruh lingkungan, dan prestise tergolong tinggi, motivasi dari aspek minat dan faktor ekonomi tergolong sangat tinggi (3) tidak terdapat hubungan antara pekerjaan orang tua dengan motivasi secara umum, motivasi dilihat dari aspek kebutuhan, minat, prestise,dan faktor ekonomi memilih lembaga PAUD di bawah YPMNU di Kecamatan Lumajang-Kabupaten Lumajang dikarenakan ada variabel yang lebih dominan misalnya faktor ideologi, madzab, yang dianut oleh responden, pemilihan sampel yang homogen (4) terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan orang tua dengan motivasi dilihat dari aspek pengaruh lingkungan memilih lembaga PAUD di bawah YPMNU di Kecamatan Lumajang-Kabupaten Lumajang. Saran-saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) bagi lembaga PAUD, hasil penelitian lingkungan memiliki hubungan yang lebih yaitu korelasi sebesar 2,62, maka perbaikan baik sarana prasarana pembelajaran sangat dianjurkan, lembaga hendaknya melakukan publikasi untuk lebih mengenalkan lembaga PAUD kepada masyarakat sekitar melalui tenaga pendidik atau media lain dan tetap mempertahakan ciri khas lembaga agar masyarakat tidak ragu untuk mempercayakan anaknya di lembaga PAUD tersebut dan tetap menjadi pilihan masyarakat. (2) karena hasil tingkat motivasi orang tua tinggi, maka bagi orang tua tetap mempertahankan motivasinya pemenuhan dalam pendidikan anak (3) bagi peneliti selanjutnya, lebih teliti dalam memilih variabel penelitian, dalam pembuatan instrumen lebih mengena kepada responden, penentuan sampel lebih diperhatikan, dalam penelitian ini sampelnya memiliki karakteristik yang homogen (memiliki ideologi, mahdzab, yang sama) sehingga untuk selanjutnya sampel lebih heterogen, karena ketiga komponen tersebut natinya akan berpengaruh pada hasil penelitian.

Simulator pencetak tutup botol menggunakan tenaga pneumatik / Safril Rivanto

 

Penerapan sistem akuntansi dalam mengevaluasi akuntabilitas pelaporan kinerja di Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTN BTS) Malang / Uswatun Khasanah

 

Data logging pemakaian energi listrik pada konsumen menggunakan SMS / Franky Dwi Setyaatmoko

 

ABSTRAK Dwi Setyaatmoko, Franky. 2007. Data Logging Pemakaian Energi Listrik Pada Konsumen Menggunakan SMS. Proyek akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. dan (II) Drs. Hari Putranto. Kata kunci: Data logging, Mikrokontroler, Database komputer. Data Logging merupakan historical data files untuk setiap kejadian yang terjadi pada sistem, yang berguna untuk keperluan pemeliharaan ataupun review data-data sebelum dan sesudah kejadian. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan merupakan keinginan dari setiap perusahaan yang bergerak di semua bidang jasa termasuk perusahaan listrik yang ada di Indonesia yaitu PT. PLN. Sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang jasa kelistrikan berusaha meningkatkan kualitas pelayanannya, baik dalam hal pemasangan, pembayaran maupun pecatatan data kwhmeter. Dalam hal pencatatan data kwh meter ini, biasanya dilakukan secara manual yaitu ada petugas khusus dari PLN yang mendatangi dari rumah ke rumah untuk melakukan pencatatan data kwhmeter. Kenyataannya ini kurang efektif karena petugas pencatat data kwh meter sering kali tidak bisa mencatat data kwh meter disebabkan keadaaan pagar rumah yang tinggi dan terkunci selain itu juga mengganggu privasi pelanggan sehingga tidak jarang menimbulkan permasalahan keakuratan data. Sebagai penunjang dalam data logging pemakaian energi listrik maka dibutuhkan suatu alat yang dapat mengambil data pemakaian energi listrik pada konsumen secara otomatis. Tujuan dalam tugas akhir ini sebagai berikut (1) Merencanakan sistem Data Logging Pemakaian Energi Listrik pada konsumen Menggunakan SMS. (2) Merakit sistem Data Logging Pemakaian Energi Listrik pada konsumen Menggunakan SMS. (3) Uji coba dari sistem Data Logging Pemakaian Energi Listrik pada konsumen Menggunakan SMS. Rangkaian Data Logging Pemakaian Energi Listrik Pada Konsumen Menggunakan SMS terdiri atas: (1) Rangkaian sensor (2) Pengkondisi sinyal (3) ADC (4) Mikrokontroler (5) LCD (6) Handphone pengirim dan penerima (7) Database komputer. Proses pengambilan data energi tersebut dimulai dengan mendeteksi arus dan tegangan yang berasal dari jala-jala listrik. Lalu sinyal tersebut dikuatkan dan disangga dengan pengkondisi sinyal. Kemudian sinyal output dari pengkondisi sinyal masuk ke ADC untuk dikonversi dari sinyal analog menjadi sinyal digital. Sinyal digital tersebut lalu diproses oleh mikrokontroler dan ditampilkan ke LCD berupa nilai arus, tegangan, dan energi listrik. Setelah itu output yang telah diolah di mikrokontroler ditransfer ke handphone pengirim. Output handphone yang berupa SMS dikirim ke handphone penerima dan langsung dimasukkan ke database komputer dengan menggunakan bahasa pemrograman. Pengambilan data pemakaian energi listrik dilakukan pada setiap 1 jam sekali.

Homosexual love expressions addressed to a hermaphrodite in Shakespeare's Sonnets / Farid Bhaktiar

 

Kata Kunci:cinta homoseksual, ekspresi, sonet-sonet Shakespeare Sedari awal mulanya, sonet merupakan sebuah bentuk puisi yang dulunya digunakan oleh kalangan kerajaan, sonet juga sebenarnya ditujukan pada wanita dari lingkungan kerajaan dengan suatukekaguman dan pemujaan. Ada beberapa karakteristik dari subyek atau topik, terkhususnya cinta. Pada abad ke-enam belas sonet dibawa oleh Thomas Wyatt dan Henry Howard ke Inggris, dan pada akhirnya mencapai puncaknya pada masa kepenguasaan Ratu Elizabeth. Shakespeare terlibat dalam tradisi menulis sonet dengan menciptakan sejumlah 154 sonet. Para pakar telah menemukan jika terdapat dua pembagian pada sonet-sonet Shakespeare. Pembagiannya berdasarkan pada kepada siapa sonet-sonet itu ditujukan. Yang teralamat pertama dikenal sebagai ‘the fair youth’, 126 sonet pertama dipercaya ditujukanpadanya. Yang teralamat kedua adalah dikenal sebagai the dark lady, sonet 127 sampai sonet 152 dipercaya ditujukan padanya. Setelah mengetahui bahwasanya Shakespeare mengalamatkan sebagian sonet-sonetnya kepada seorang figur pria membuat para ahli terheran-heran.Oleh karenanyapenelitian ini ingin membahas tentang ekspresi-ekspresi cinta homoseksual yang berada di dalam sonet-sonet Shakespeare.Oleh karena itu penelitian ini mengaplikasikan desain penelitian deskriptif-kualitatif dalam melaksanakan penelitian dan karena penelitian ini termasuk sebagai kritik sastra maka penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik.Data yang digunakan bersumber dari kumpulan sonet-sonet Shakespeare yang telah dikompilasi dan telah menggunakan transkripsi yang modern.Semenjak penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif maka peneliti berperan sebagai instrument utama dalam mengumpulkan data.Dalam menganalisa data peneliti memformulasikannya ke dalam 2 langkah.Langkah yang pertama adalah membaca dengan seksama, setelah menentukan sonet-sonet tertentu yang dicurigai mengandung ekspresi-ekspresi cinta homoseksual peneliti membaca sonet-sonet tersebut dengan seksama dengan memepertimbangkan konteks dari sonet-sonet secara menyeluruh.Membaca secara seksama ditujukan untuk memahami sonet dengan baik.Langkah kedua adalah interpretasi, setelah memiliki pemahaman yang baik dari sonet-sonet tersebut peneliti mengiterpretasikan sonet-sonet itu dengan bantuan berupa argument-argumen dari peneliti-peneliti lain. Setelah menginterpretasikan teks peneliti akhirnya dapat menilai apakah sonet-sonet Shakespeare mengandung ekspresi-ekspresi cinta homoseksual. Secara ringkas dari hasil analisa yang telah dilakukan, peneliti telah memahami jika (1) sang penutur di dalam sonetmendesak ‘the fair youth’ untuk menikah dan mewariskan keelokannya kepada anaknya sebagai manisfestasi cintanya kepada sang penutur. Peneliti menemukan jika (2) sang penutur dari sonet mengekspresikan cinta dan baktinya pada ‘the fair youth’ dengan caramengabadikan keelokannya di dalam sonet-sonetnya. Sebagai tambahan, (3) sang penutur menganggap pria muda itu sebagai seorang yang menawan yang memiliki fitur-fitur yang merupakan kesempurnaan sintesis dari fitur-fitur dari laki-laki dan perempuan.Juga telah diketahui kalau (4) status ‘the fair youth’sebagai laki-laki tidak dianggap sebagai halangan terhadap cintanya.Di dalam sonet-sonet Shakespeare (5) terdapat sebuah jalinan segitiga, sebuah jalinan yang melibatkan sang penutur, ‘the fair youth’, dan ‘the dark lady’. Walaupun sang penutur mencintai ‘the fair youth’dan juga ‘the dark lady’, sang penutur menunjukkan rasa kehilangan ketika mengetahui ‘the dark lady’ memiliki ‘the fair youth’. Pada akhirnya, peneliti sampai pada suatu pemahaman jika sang penutur mendambakan ‘the fair youth’yang digambarkan sebagai figure androgini.Oleh karenanya, ini mengkonfirmasikan jika sonet-sonet Shakespeare mengandung ekspresi cinta homoseksual yang dialamatkan kepada seorang laki-laki yang figurnya direpresentasikan sebagai seorang hermaprodit.

UPS (Uninterruptible power supply) untuk alternatif sumber tenaga listrik sementara / Chairul Sholeh

 

ABSTRAK Sholeh, Chairul. 2005. UPS (Uninterruptible Power Supply) Untuk Alternatif Sumber Tenaga Listrik Sementara. Proyek Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sujono, M.T. dan (II) Drs. Hari Putranto. Kata kunci: Listrik, Inverter, UPS. Penggunaan peralatan elektronik saat ini sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi masyarakat modern, bukan hanya pada industri dan perkantoran saja, tetapi juga pada perumahan. Hal ini ditandai dengan kecendrungan masyarakat modern untuk melengkapi rumah-rumahnya dengan peralatan yang serba elektronik, misalnya lemari es, televisi, magic jar, tape recorder, dan lain-lain bahkan komputer yang dilengkapi dengan akses internet.Diantara penggunaan tenaga listrik ialah bidang industri dan rumah sakit dengan berbagai aktifitasnya yang serba modern dan elektrik. Ada beberapa jenis kegiatan dan ruang yang memerlukan suhu tetap, ruang untuk proses fermentasi yang memerlukan suplai tenaga listrik secara berkelanjutan, dan lain-lain. Sedangkan pada rumah sakit ruangan yang memerlukan kontinuitas yang tinggi ialah pada ruang operasi bedah, pemeriksaan intensif, katerisasi jantung, bersalin klinis, UGD, dan lain-lain.Selama kontinuitas suplai tenaga listrik untuk perangkat elektronik terjamin, pemakai akan bisa menikmatinya dengan nyaman misalnya: bertransaksi di internet, membuat desain grafis di komputer, mendengarkan musik, menonton televisi atau bahkan memasak. Namun akan timbul masalah jika kontinuitas pelayanan suplai tenaga listrik dari PLN padam, yang berakibat aktifitas tersebut terganggu atau bahkan terhenti. Padamnya suplai tenaga listrik dari PLN tersebut bisa menyebabkan para pengguna peralatan listrik rugi waktu dan biaya. Dengan adanya permasalahan tersebut maka dalam proyek akhir ini penulis mencoba merencanakan dan membuat alat yang memenuhi persyaratan secara teknis dan ekonomis yaitu ”UPS (Uninterruptible Power Supply) untuk alternatif sumber tenaga listrik sementara”. Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk : (1) Merancang dan membuat sistem UPS untuk suatu sistem kelistrikan sehingga bisa mem-back up tegangan listrik apabila tegangan dari PLN padam dan mampu mengatasi penurunan tegangan. (2) Merancang dan membuat sistem UPS untuk suatu sistem kelistrikan dengan memperhitungkan karakteristik masing-masing komponen dari UPS sehingga mempunyai keandalan yang tinggi. (3) Merancang dan membuat sistem UPS sehingga bisa melindungi peralatan listrik yang peka terhadap gangguan suplai tenaga listrik. Batasan masalah dari perancangan dan pembuatan alat ini adalah (1) Rancangan ini berupa sistem UPS yang kemudian di suplaikan ke sebuah instalasi listrik yang bebannya berupa lampu-lampu pijar. (2) Kapasitas baterai yang direncanakan mempunyai daya 500 VA dan dapat menyuplai tenaga listrik selama 2-5 jam. (3) Rangkaian yang akan dibahas meliputi: rangkaian rectifier-charger, yang berupa rangkaian penyearah sekaligus rangkaian pengisi baterai, inverter dan komponen pembangunnya, serta rangkaian saklar yang berpindah otomatis untuk memilih sumber tenaga listrik yang di perlukan apakah dari PLN atau UPS. Unjuk kerja secara umum atau secara garis besarnya alat yang direncanakan dan yang dibuat yaitu UPS akan menyuplai tenaga listrik ke beban ketika saklar pemindah tegangan otomatis mendeteksi adanya gangguan pada suplai tenaga dari PLN. Dalam keadaan normal rectifier-charger akan mengisi baterai sampai penuh. Ketika terjadi gangguan suplai tenaga listrik dari PLN maka ganggguan tersebut akan terdeteksi oleh saklar pemindah tegangan otomatis yang kemudian akan menyuplai daya dari baterai yang diperlukan oleh inverter. Saklar pemindah tegangan otomatis akan memindahkan daya yang semula di suplai dari PLN ke baterai yang sebelumnya telah diubah menjadi tegangan AC melalui inverter. Gelombang keluaran yang dihasilkan oleh alat ini adalah berbentuk persegi, sehingga penurunan tegangan terjadi jika beban bertambah. Sistem UPS ini menggunakan transformator dengan inti besi lunak dan sinyal input langsung diberikan dari suatu sumber yang mempunyai impedansi tinggi ke beban yang mempunyai impedansi rendah, maka sebagian besar tegangan AC tersebut hilang di impedansi yang tinggi tersebut.

Rancang bangun sistem kontrol alat seleksi barang menggunakan PLC (Programable logic control) / Jajang Hermawan

 

ABSTRAK Hermawan, Jajang. 2007. Rancang Bangun Sistem Kontrol Alat Seleksi Warna Barang Menggunakan PLC (Programmable Logic Control). Proyek Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Setiadi Cahyono Putro., M.Pd., M.T, dan (II) Aripriharta, S.T. Kata kunci: Otomatis, Pemisahan Jalur, PLC Dalam dunia industri diperlukan suatu alat yang mampu beroperasi dengan cepat dan tepat sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien, dan diharapakan dapat meningkatkan jumlah hasil produksi. Sebelum sistem pengepakan barang diperlukan pemilihan atau pengelompokan barang sehiggga barang dalam keadaan rapi dan siap untuk dikemas. Pemilihan barang dapat dilakukan oleh tenaga manusia tapi kecepatan bekerja manusia tidak dapat mengimbangi mesin, oleh karena itu perlu dipasang line switcher yaitu alat yang mampu memilih dan memisahkan barang berdasarkan warna yang berbeda secara otomatis dengan cepat dan tepat ke jalur konveyor kedua. Rumusan masalah dalam pembuatan rancang bangun sistem kontrol alat seleksi warna barang ialah: bagaimana memisahkan barang secara otomatis, bagaimana menentukan ketepatan pemisahan barang, bagaimana merancang perangkat lunak dalam proses seleksi warna barang, bagaimana cara mengondisikan semua komponen yang ada dalam sistem sehingga tercipta suatu sistem yang padu, bagaimana menguji rangkaian keseluruhan sistem seleksi warna barang. Rangkaian dan komponen yang digunakan dalam pembuatan rancang bangun sistem kontrol alat seleksi warna barang, seperti: detektor warna, detektor barang, pengendali utama sistem kontrol alat seleksi warna barang, penggerak aktuator dan power supply. Hasil pengujian rancang bangun sistem kontrol alat seleksi warna barang adalah: detektor warna aktif bila mendeteksi warna putih, lengan pemisah akan beputar 180o untuk memindah barang ke konveyor lain, konveyor pertama dan konveyor kedua bekerja bergantian. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan sebagai berikut: infra merah dan photodioda mampu membedakan warna hitam dan putih, PLC dapat digunakan sebagai kontrol utama rancang bangun sistem kontrol alat seleksi warna barang; PLC dapat mengontrol kerja motor konveyor, PLC dapat mengatur setting waktu kerja motor penggerak lengan, rancang bangun sistem kontrol alat seleksi warna barang dapat memilah 7 barang selama 60 detik. Untuk meningkatkan kerja alat agar lebih maksimal, maka disarankan untuk: Mendesain mekanik agar dapat bekerja dengan baik dan memakai sensor TCS 230 sebagai sensor warna yang mampu mendeteksi lebih dari dua warna.

Residu kuadratis
oleh Farida Ulfah

 

Residu kuadratis didefinisikan sebagai berikut: a dikatakan residu kuadratis dari p, jika (a,p)=1 dan kongruensi x kuadrat

Penerapan patchwork pada bahan stretch untuk busana wanita / Sulistyowati

 

Sifat organoleptik brownies substitusi ubi jalar kuning / Ratih Kusuma Wardhani

 

ABSTRAK Wardhani, Ratih Kusuma. 2007. Sifat Organoleptik Brownies Substitusi Ubi Jalar Kuning. Tugas Akhir Program Studi Tata Boga. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M. P (II) Dra. Teti Setiawati, M. Pd. Kata kunci: ubi jalar kuning, brownies, subtitusi, organoleptik Ubi jalar kuning merupakan salah satu jenis ubi-ubian yang memiliki banyak kelompok varietas, salah satunya adalah varietas sari yang kulit ubinya berwarna merah dan daging ubinya berwarna kuning tua. Ubi jalar dengan varietas sari memiliki peluang untuk diversifikasi produk yang diaplikasikan menjadi brownies. Jenis penelitian ini eksperiment dengan membuat brownies yang disubtitusi ubi kuning kukus dengan persentase yang berbeda, yaitu 20%, 40%, 60% dan 80%. Masing-masing pengujian dilakukan tiga kali pengulangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan tingkat kesukaan rasa, warna, aroma dan tekstur dengan subtitusi ubi jalar kuning melalui uji mutu hedonik dan uji hedonik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2007 di Laboratorium Tata Boga Gedung H4 Universitas Negeri Malang. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil pengisian format penilaian uji organoleptik dan kesukaan oleh panelis. Panelis yaitu dari Mahasiswa Tata Boga angkatan 2004 secara acak. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan Ducan’s Multiple Range Test (DMRT) 1% dan 5%. Hasil uji mutu hedonik menujukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata terhadap rasa, warna, aroma dan tekstur antara brownies dengan subtitusi ubi kuning kukus 20%, 40%, 60% dan 80%. Sementara uji hedonik diperoleh dari hasil bahwa brownies subtitusi ubi kuning kukus 40% yang paling disukai diantara brownies dengan subtitusi ubi kuning kukus yang lain. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin banyak ubi kuning kukus yang disubtitusi pada brownies berpengaruh terhadap rasa manis, warna kuning gelap, aroma ubi kuat dan tekstur padat kurang berpori. Hasil uji hedonik menunjukkan semakin banyak ubi kuning kukus yang disubtitusi pada brownies berpengaruh terhadap rasa manis, warna kuning, aroma ubi kuat dan tekstur yang padat kurang berpori. Berdasarkan hasil penelitian, saran pada penelitian ini adalah perlu dilakukan lebih lanjut tentang daya simpan brownies ubi kuning

Pengembangan video instruksional untuk mempermudah penguasaan teknik pola langkah dengan kombinasi serangan kaki pencak silat untuk siswa tingkat sabuk jambon Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Malang / Trisian Adi Danas

 

Kata kunci: pengembangan, media video, pola langkah dengan kombinasi serangan kaki pencak silat, siswa tingkat sabuk jambon persaudaran setia hati terate. Pencak silat merupakan salah satu hasil budaya bangsa Indonesia yang memiliki unsur seni, beladiri, olahraga, dan unsur mental spiritual. Salah satu organisasi pencak silat yaitu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Dalam organisasi PSHT ini, anggota yang belum menjadi anggota tetap (siswa) harus dapat menguasai materi dalam jangka waktu yang telah ditentukan sesuai dengan kurikulum PSHT. Dari hasil analisis kebutuhan (Need Assesment) didapatkan hasil (1) siswa tidak pernah menggunakan teknik pola langkah dengan kombinasi serangan kaki saat sabung, (2) siswa mengalami kesulitan meletakkan posisi kaki maupun posisi badan, dan (3) pelatih jarang memberikan teknik pola langkah dengan kombinasi serangan kaki. Dari ketiga analisis tersebut bahwa siswa kurang memahami teknik pola langkah tersebut, karena ketika sabung (diadu) teknik pola langkah dengan kombinasi serangan kaki bisa digunakan dan mempunyai nilai “2”, selain itu materi teknik pola langkah dengan kombinasi serangan kaki bisa digunakan pada pencak silat prestasi. Yaitu dengan menggunakan media video instruksional teknik pola langkah dengan kombinasi serangan kaki pencak silat yang dikemas dalam bentuk compact disc/ digital versatile disc (CD/DVD) Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video instruksional untuk mempermudah penguasaan teknik pola langkah dengan kombinasi serangan kaki pencak silat siswa tingkat sabuk jambon, diharapkan dengan adanya media video instruksional ini siswa dapat lebih cepat dalam menguasai teknik tersebut. Dalam penelitian ini model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Research & Development (R & D) dari Borg & Gall (1983:775). Adapun prosedur pengembangan materi teknik pola langkah dengan kombinasi serangan kaki pencak silat meliputi: (1) riset dan pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan (need assesment) dengan observasi di latihan serta penyebaran angket yang ditujukan kepada 15 siswa tingkat sabuk jambon, (2) pengembangan produk awal berupa rancangan produk, (3) evaluasi para ahli dengan menggunakan satu ahli media, satu ahli pembelajaran, dan ahli pencak silat (4) revisi produk pertama (sesuai dari hasil evaluasi para ahli dan uji kelompok kecil sebanyak 12 siswa sabuk jambon, (5) uji lapangan dengan mengujikan hasil produksi pertama pada kelompok besar yaitu pada 30 siswa tingkat sabuk jambon, (6) revisi produk akhir sesuai dari hasil uji lapangan (kelompok besar), (7) hasil akhir produk berupa video instruksional teknik pola langkah dengan kombinasi serangan kaki pencak silat. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah dengan cara kuesioner. Dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian pengembangan media video diperoleh data sebagai berikut: (1) Uji coba tahap I (kelompok kecil) yaitu 100% (Baik), (2) Uji coba tahap II (kelompok besar) yaitu 100%(Baik). Hasil produk pengembangan ini berupa video instruksional teknik pola langkah dengan kombinasi serangan kaki pencak silat yang disajikan dalam bentuk video dan bentuk fisik berupa CD/DVD (Compact Disc/ Digital Versatile Disc). Isi dari video ini adalah gambar bisa bergerak, sehingga ketika dilakukan berulang-ulang akan mudah dipahami, keras lemahnya suara juga bisa diatur, gerakan ada yang dibuat secara lambat, langkah-langkah gerakan jelas, secara bertahap dan dibuat secara menarik agar siswa lebih termotivasi untuk melakukan latihan.

Bentuk jamak dalam Bahasa Arab / oleh Roisuddin

 

Perancangan film dokumenter kesenian bantengan "Banteng Lereng Panderman" dalam upaya pelestarian budaya lokal / Dimas Wahyu Permadi

 

ABSTRAK Wahyu, Dimas. 2016. Perancangan Film DokumenterKesenianBantengan “BantengLerengPanderman” DalamUpayaPelestarianBudayaLokal.Skripsi, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Sarjono, M.Sn, (II) GunawanSusiloS.Sn, M.Sn. Kata kunci: Film Dokumenter, KesenianBantengan, BudayaLokal. ‘Kesenianbantengan’ merupakansalahsatukesenian yang dimiliki Kota Batu, saatinikeseniantersebutmulaimunculkembali di beberapawilayah Kota Batu.Perancangan film dokumenteriniadalahsebagai media informasiuntukmemperkenalkan ‘KesenianBantengan’ kepadamasyarakat.Media inidipilihkarenadapatmempresentasikansebuahinformasimelaluibentukaudio dan visual. Perancanganinimenggunakanmetodeprosedural ,yaitumetode yang menggunakanlangkahkerjauntukmenghasilkansuatuproduk. Metode yang digunakanmerupakanpengembanganmetode yang diadaptasidariFajarNugrohodengantahapandasarpraproduksi, produksi, danpascaproduksi.Metodeinikemudiandikembangkandandisesuaikandengankebutuhandalamperancangan film dokumenter ‘KesenianBantengan’ untukmenghasilkansebuahprodukbarusebagaisolusidaripermasalahan yang ada. Perancanganmenghasilkan film dokumenterberjudul “BantengLerengPanderman”, dengandurasi 23 menit.Media pendukungdalamperancangan film dokumenteriniyaitu teaser film, baliho, x-banner, danjuga merchandise yang berupatopidankaos.

Penerapan pembelajaran inkuiri deduktif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep materi listrik dinamis siswa kelas X-5 SMAN 6 Malang / Ide Hardiana Santi

 

Kata Kunci: Inkuiri deduktif, keterampilan proses sains, pemahaman konsep. Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan di SMA Negeri 6 Malang, diketahui bahwa pembelajaran fisika yang diterapkan masih bersifat konvensional dan tidak pernah melaksanakan kegiatan praktikum. Siswa masih sepenuhnya bergantung kepada guru, sehingga keterampilan proses dan pemahaman konsep siswa kurang maksimal. Hal tersebut dapat disebabkan karena model pembelajaran yang kurang tepat sehingga perlu diterapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan proses dan pemahaman konsep siswa di SMA Negeri 6 Malang. Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep siswa di kelas X-5 SMA Negeri 6 Malang adalah melalui penerapan pembelajaran inkuiri deduktif. Pembelajaran inkuiri deduktif memiliki empat tahapan, yaitu: pengajuan masalah, penstrukturan masalah, pengajuan hipotesis, dan eksperimen. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas empat tahap, yaitu (1) tahap perencanaan, (2) tahap tindakan, (3) tahap observasi, dan (4) tahap refleksi. Analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Analisis data kualitatif yaitu dengan menelaah seluruh data, mereduksi data, membuat kategorisasi, menafsirkan data, dan memberian pemaknaan hasil. Berdasarkan temuan penelitian dapat diketahui bahwa keterampilan proses siswa secara keseluruhan mengalami peningkatan. Rata-rata keterampilan proses sains siswa pada siklus I adalah 65,97% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 89%. Rata-rata pemahaman konsep siswa untuk materi listrik dinamis pada siklus I adalah 72,22%. dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 91,67%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inkuiri dedukti, dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep siswa pada materi listrik dinamis di kelas X-5 SMA Negeri 6 Malang.

Pengembangan inventori kesiapan belajar sebagai instrumen layanan bimbingan belajar di sekolah menengah / oleh Giyono

 

Mutu organoleptik snack stick substitusi tepung ubi ungu dengan persentase berbeda / Lissye Ferri A.

 

Sifat organoleptik sponge cake yang disubstitusi tepung kacang hijau (Phaseolus radiatus L) dengan persentase berbeda / Kerine Rahma Rindra

 

Penerapan teknik hand painting dan aplikasi pada military look street style / Otiex Kusuma Prahesti

 

Doreng ialah motif loreng yang sering dipakai pada atribut militer. Selama ini doreng banyak dijumpai menggunakan perpaduan warna alam misalnya hijau, coklat dan hitam. Berdasarkan artikel Fantasi Teen (2005:20) Gaya militer populer pertama kalinya dikalangan umum pada tahun 60-an, pada waktu itu golongan sipil memakai seragam militer untuk memprotes perang Vietnam. Seiring berjalannya waktu yang bukan pendemo perang mulai ikut memakai baju bermotif loreng. Pada tahun 80-an, dunia terserang demam militer, bahkan ada salah satu penyanyi terkenal luar negeri Janet Jackson yang membuat video klipnya dengan mengenakan seragam militer. Sekarang military chic kembali digemari, dimana-mana baik laki-laki maupun perempuan menyukai dandanan militer. Menurut Pulukadang (1985:7) teknik menghias busana terbagi menjadi dua, yaitu menyulam dan lekapan. Menyulam meliputi smock, terawang, holbein, dan sulaman putihan, lekapan meliputi aplikasi, inkrustasi, patchwork, lekapan benang, lekapan pita, merenda, dan lekapan burci. Pada perkembangannya muncul teknik hand painting yang dapat digunakan untuk menghias busana, hand painting ialah seni lukis diatas kain dengan menggunakan cat tekstil. Selama ini yang sering kita jumpai adalah motif doreng printing yaitu dibuat dengan peralatan screen, pada kesempatan ini penulis ingin menampilkan motif doreng yang dibuat dengan cara berbeda yaitu dengan menggunakan teknik hand painting dan aplikasi. Hand painting dan aplikasi, keduanya sering dijumpai pada busana yang dijual di pusat perbelanjaan dan pameran busana. Busana yang dibuat dengan teknik hand painting memiliki nilai seni yang tinggi karena dibutuhkan kreativitas untuk membuatnya. Bentuk motif dibuat secara khusus untuk setiap busana sehingga tidak dijumpai bentuk motif yang sama pada busana yang lain. Hal tersebut yang membuat busana dengan hiasan hand painting memiliki nilai jual tersendiri. Doreng yang dibuat dengan teknik hand painting dapat menghasilkan sentuhan tersendiri pada warna dan bentuknya, karena tidak ada ketentuan khusus untuk membuat bentuk motif doreng. Warna pada teknik hand painting ini dapat diramu sedemikian rupa sehingga warna yang dihasilkan sesuai dengan keinginan. Perpaduan warna yang digunakan dengan sendirinya akan menghasilkan motif doreng tersebut, begitu pula dengan bentuk-bentuk motif yang dibuat merupakan kreasi sesuai dengan imajinasi sebagai ungkapan ekspresi diri.

Perencanaan electrical automatic choke" sebagai media pembelajaran
oleh Harjo"

 

Pengembangan pedal keseimbangan untuk pembelajaran keseimbangan dinamis siswa kelas II SD Permata Jingga Global School Malang / Tomy Ariyanto

 

Kata Kunci: pedal keseimbangan, antropometri, keseimbangan. Sekolah Dasar Permata Jingga Global School Malang merupakan lembaga pendidikan formal yang dalam kegiatan pembelajarannya mencantumkan mata pelajaran pendidikan jasmani kesehatan dan olahraga sebagai mata pelajaran yang wajib diajarkan. Ruang lingkup pendidikan jasmani kesehatan dan olahra meliputi (1) Permaianan dan olaharaga meliputi : olaharaga tradisional, permaianan, eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor, dan manipulatif, atleteik, kasti, rounders, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis, tenis lapangan, bulu tangkis, dan bela diri, serta aktivitas lainya. (2) Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, bentuk postur tubuh serta aktivitas lainya. (3) Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainya. (4) Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobik, serta aktivitas lainya. (5) Aktivitas air meliputi: permaianan di air, keselamatan air, keselatan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainya. (6) pendidikan luar kelas meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan, pengenalan lingkungan, berkemah, berjelajah dan mendaki gunung. (7) kesehatan meliputi: penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepatdan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS, Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek. Pendidikan jasmani, kesehatan dan olahraga yang diajarakan di Sekolah Dasar Permata Jingga Global School Malang meliputi materi materi yang diberikan meliputi aktivitas permainan, kebugaran jasmani, senam, renang, budaya hidup sehat. Pembelajaran kegiatan senam terutama materi keseimbangan guru memberikan pembelaran dengan cara siswa berjalan diatas garis dan berlari diatas garis. Berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan awal terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di Sekolah Dasar Permata Jingga Global School Malang pada tanggal 26 Januari 2012, di Sekolah Dasar Permata Jingga Global School Malang, guru pernah melakukan pembelajaran keseimbangan dinamis namun tidak pernah menggunakan alat bantu pembelajaran berupa pedal keseimbangan dikarenakan belum adanya alat berupa pedal keseimbangan.

Pemetaan dan perhitungan luas wilayah kampus I Universitas Negeri Malang berbasis Global Positioning System (GPS) / Vivi Aprilia

 

Kata kunci: GPS, Wolfram Mathematica 7.0, Peta digital, Luas wilayah Kampus I UM. GPS merupakan sistem navigasi untuk menentukan posisi berbasiskan satelit yang berhubungan disetiap orbitnya. GPS memberikan berbagai macam informasi seperti koordinat garis lintang dan garis bujur. Informasi posisi dari garis lintang dan garis bujur tersebut merupakan triangulation 3 satelit, dimana setiap satelit memancarkan gelombang elektromagnetik dengan membawa kode yang berbeda secara kontinyu. Koordinat ini dapat diaplikasikan untuk pemetaan wilayah kampus I Universitas Negeri Malang (UM) sehingga dapat diperoleh luas wilayah tersebut. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai pemetaan dan perhitungan luas wilayah Kampus I UM. Adapun tujuan dari skripsi ini adalah memetakan wilayah kampus I Universitas Negeri Malang menggunakan Wolfram Mathematica 7.0 dan menghitung luas wilayah Kampus I Universitas Negeri Malang dengan menggunakan Global Positioning System (GPS). Pemetaan wilayah Kampus I menggunakan software Wolfram Mathematica 7.0 yang mampu membuat peta digital sesuai dengan input data. Peta digital ini dapat memberikan informasi sesuai dengan keinginan seperti perbesaran gambar, perputaran gambar, informasi nilai panjang, nilai lebar dan nilai luas masing-masing bangunan. Sedangkan pada perhitungan luas wilayah Kampus I UM diperoleh dari selisih antara garis lintang/ garis bujur 2 titik. Selisih antara 2 titik tersebut kemudian di konversi dari DMS menjadi DD dan konversi panjang (km). Dari konversi inilah dapat diketahui luas Kampus I UM. Berdasarkan pengukuran konvensional, Kampus I UM menempati area seluas 453.860 m2. Namun, pada pengukuran GPS, Kampus I UM menempati area seluas 454.008,51m2. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh 2 simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, simulasi pemetaan dan perhitungan luas wilayah Kampus I UM menggunakan Wolfram Mathematica 7.0 menghasilkan peta digital dengan interpretasi hasil sebagai berikut: perbesaran gambar, perputaran gambar, pemberian inset, pemberian informasi panjang, lebar dan luas masing-masing bangunan. Kedua, perbandingan data luas konvensional dengan pengukuran GPS sangat berbeda sekitar 50-100 m2. Hal ini memperlihatkan bahwa GPS tipe navigasi tidak cocok digunakan untuk pemetaan wilayah berdasarkan garis lintang dan garis bujur.

Kesopanan bahasa dalam surat-menyurat resmi Bahasa Indonesia / oleh Sukirno

 

Pengembangan modul ajar tentang pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja pada kelas X di SMK Negeri 1 Kepanjen Kabupaten Malang / Muhammad Noval Habiby

 

ABSTRAK Muhammad Noval Habiby. 2016. Pengembangan Modul Ajar Tentang Pelaksanaan Kesehatan Dan Kesehatan Kerja Pada Kelas X Di SMK Negeri 1 Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T. M.Pd (2) Ahmad Fahmi, S.T.,M.T. Kata Kunci: Pengembangan, Modul Ajar Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pada Penelitian dan pengembangan yang akan dilakuan adalah menggunakan Modul ajar. Modul ialah bahan belajar yang dirancang secara sistematis berdasarkan kurikulum dan dikemas dalam bentuk satuan pembelajaran terkecil dan memungkinkan dipelajari secara mandiri dalam satuan waktu. Tertentu terdiri dari 2 bagian yaitu modul untuk guru dan modul untuk siswa. Pengembangan ini bertujuan untuk (1) Merancang modul ajar Kesehatan dan keselamatan kerja (2) Mengembangkan bahan ajar modul mata pelajaran kesehatan dan keselamatan kerja untuk mendukung proses pembelajaran kelas X program keahlian TEI tingkat SMK (3) Mengetahui tingkat kelayakan modul sebagai media pembelajaran kesehatan dan keselamatan kerja kelas X SMK Negeri 1 Kepanjen. Pengembangan ini menggunakan metode pengembangan Sadiman. Langkah-langkah penggunaan metodenya yakni: (1) Identifikasi Kebutuhan (2) Perumusan Tujuan (3) Perumusan Butir-Butir Materi (4) Perumusahan Alat pengukur Keberhasilan (5) Penulis Naskah Media (6) Tes/ Uji Coba (7) Revisi (8) Naskah Siap Diproduksi. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa Modul Ajar Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Uji coba ditujukan kepada ahli media dan ahli materi serta siswa kelas X Jurusan Elektronika Industri, di SMK Negeri 1 Kepanjen, Kabupaten Malang. Uji coba dilaksanakan untuk mengetahui tingkat kelayakan dari Modul ajar yang dibuat. Hasil uji coba dari ahli media didapatkan persentase tingkat kelayakan sebesar 91,6%, uji coba dari ahli materi didapatkan persentase tingkat kelayakan sebesar 91,1%, uji coba produk oleh 10 responden didapatkan persentase tingkat kelayakan sebesar 89,4%, uji coba pemakaian oleh 30 responden didapatkan persentase tingkat kelayakan sebesar 90,9%. Berdasarkan hasil uji coba, produk modul kesehatan dan keselamatan kerja dikategorikan sangat layak untuk media pembelajaran pada teknik kesehatan dan keselamatan kerja di SMK Negeri 1 Kepanjen, Kabupaten Malang.

Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) disertai mind mapping untuk meningkatkan keterampilan berfikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas XI-SSI SMA Laboratorium UM tahun ajaran 2011/2012 / Galuh Edytiantika

 

Kata Kunci: Pembelajaran berbasis masalah, Mind Mapping, Keterampilan berpikir kritis, Hasil Belajar Kognitif Hasil observasi awal yang telah dilakukan peneliti di SMA Laboratorium UM khususnya kelas XI-SSI, menunjukkan bahwa keterampilan berfikir kritis di kelas tersebut masih rendah, hal ini bisa diketahui dari kesulitan yang dialami siswa untuk menuliskan dugaan awal pemecahan masalah serta menganalisis data untuk memperoleh jawaban saat diskusi berlangsung karena kedua hal tersebut merupakan indikator dalam keterampilan berfikir kritis. Hal tersebut berdampak pula pada hasil belajar kognitif siswa ketika UTS rata-rata nilai siswa hanya 60, padahal KKM yang ditetapkan adalah 78. Sehingga seluruh siswa dalam kelas tersebut mengikuti remedial. Untuk itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar kognitif serta keterampilan berfikir kritis siswa. Model Pembelajaran yang ditawarkan adalah pembelajaran berbasis masalah, di mana siswa diberikan masalah untuk dipecahkan atau dicari jawabannya, sehingga siswa terbiasa berfikir menyelesaikan masalah. Namun diperlukan juga cara mencatat hasil rekaman informasi selama pembelajaran agar siswa dapat menggunakannya sebagai catatan belajar. Mind mapping dapat digunakan sebagai metode mencatat yang efektif dan menarik berisi informasi lengkap seputar materi dilengkapi warna dan gambar. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK), yang terdiri atas dua siklus dengan 6 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI-SSI SMA Laboratorium UM dengan jumlah 24 siswa. Instrumen penelitian berupa RPP, LKS, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah, tes keterampilan berpikir kritis, catatan lapangan, tes evaluasi akhir. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah disertai mind mapping dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rata – rata persentase keterampilan berpikir kritis 52.4 % pada siklus satu dan 72 % pada siklus II. Hasil belajar kognitif siswa pada siklus I sebesar 21 % meningkat pada siklus II menjadi 79 %.Keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah 69 % pada siklus I dan 84 % pada siklus II. Kesimpulannya bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah disertai mind mapping dapat meningkatkan keterampilan berfikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas XI-SSI SMA Laboratorium UM.

Penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar kompetensi keahlian membuat gambar rencana balok beton bertulang pada siswa XI GB di SMKN 6 Malang / Anna Zahrotul Fatah

 

Kata kunci: pembelajaran kontekstual, prestasi belajar. Berdasarkan pengamatan hasil belajar siswa kelas XI GB 2 SMK Negeri 6 Malang pada kompetensi keahlian membuat gambar rencana balok beton ber-tulang hanya mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) saja, yaitu 76,22. Kondisi ini menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan hasil belajar siswa. Pada pengamatan awal pembelajaran, guru menggunakan pendekatan ceramah untuk menyampaikan materinya. Pendekatan yang diterapkan tersebut belum dapat mengaitkan antara materi pembelajaran yang dijelaskan dengan kenyataan yang ada di lapangan atau dengan kehidupan sehari-hari. Untuk meningkatkan hal tersebut maka diperlukan suatu pendekatanpembelajaran yang tepat, yaitu dengan cara menerapkan pendekatan pembelajaran kontestual. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK), dimana penelitian tersebut terdiri dari dua siklus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara observasi dan tes/ penugasan. Prosedur peneliti-an tindakan kelas yang dilakukan terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan siklus I prosentase siswa yang mendapatkan nilai ≤ 76,22 sebanyak 60,87% dan siswa yang men-dapatkan nilai ≥ 76,22 sebanyak 39,13%. Ketuntasan kelulusan siswa secara klasikal pada siklus I ≤ 76%, sehingga dilakukan remidial untuk satu kelas. Pada siklus II nilai yang diperoleh telah mencapai KKM. Hal ini ditunjukkan dengan prosentase siswa yang mendapatkan nilai ≤ 76,22 sebanyak 13,05% dan siswa yang mendapatkan nilai ≥ 76,22 sebanyak 86,95%. Siklus I ke siklus II yang telah dilakukan, mengalami peningkatan prestasi belajar sebesar 47,82 %. Perkembang-an siswa setelah pelaksanaan tindakan adalah: (1) siswa aktif dalam pembelajaran, (2) siswa aktif dalam mengajukan pertanyaan dan pendapat, (3) kerjasama dalam kelompok meningkat, (4) siswa sudah berani mempresentasikan hasil belajarnya kedepan kelas, dan(5) siswa bisa mengerjakan tugas dari guru. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa: (1) penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien, dan (2) penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual pada kompetensi keahlian membuat gambar rencana balok beton bertulang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa XI GB 2 SMK Negeri 6 Malang.

An EFL teacher's beliefs and practices in the teaching of writing / Muthia Farida

 

ABSTRAK Farida, Muthia. 2016. Kepercayaan dan Kegiatan PengajaranSeorang Dosen Bahasa Inggris dalam Pengajaran Keterampilan Menulis. Tesis. Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Bambang Yudi Cahyono, Ph.D., (2) Prof. A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D. Kata kunci: dosen bahasa Inggris, kepercayaan, kegiatan pengajaran, pengajaran keterampilan menulis Penelitian-penelitian di ranah psokologi kognitif dalam empat dekade terakhir meyakini bahwa kepercayaan memiliki peranan penting sebagai landasan dari kegiatan pengajaran dosen di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepercayan yang dimiliki oleh dosen bahasa Inggris dan kegiatan pengajarannya di dalam pembelajaranketerampilan menulis. Secara khusus, penelitian ini dilakukan 1) untuk menginvestigasi kepercayaan dosen bahasa Inggris dalam hal materi pengajaran, teknik, media pembelajaran, dan asesmen, 2) untuk melihat bagaimana refleksi kepercayaan tersebut di dalam kegiatan pengajaran dosen, dan 3) untuk mengeksplor faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan dosen. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah seorang dosen yang berpengalaman mengajar kelas keterampilan menulis lebih dari 25 tahun di Universitas Negeri Malang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan beberapa instrumen penelitian. Pertama, ada tiga wawancara diadakan dengan menggunakan pertanyaan wawancara dan alat perekam suara. Wawancara awal dilaksanakan untuk mengidentifikasi kepercayaan dosen terhadap empat aspek pengajaran tersebut. Wawancara kedua untuk mengeksplor faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan dosen sedangkan wawancara retrospektif berguna untuk mengkonfirmasi hasil observasi serta menganalisis alasan-alasan dibalik aktivitas-aktivitas pengajaran tertentu dan ketidaksesuaian antara kepercayaan dan kegiatan pengajaran dosen di kelas. Berikutnya, observasi dan catatan lapangan berfungsi untuk mendeskripsikan kegiatan pengajaran tersebut sekaligus menganalisis refleksi kepercayaan-kepercayan yang dimiliki dosen tersebut di dalam pengajarannya. Instrumen yang digunakan adalah panduan observasi, catatan lapangan, dan alat perekam video. Selanjutnya, kajian dokumen dilakukan untuk melihat praktek pemberian umpan balik tertulis pada tulisan-tulisan para mahasiswa. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa dosen berpegang pada beberapa kepercayaan mengenai materi pembelajaran, teknik pengajaran, media pembelajaran, dan asesmen dalam pembelajaran keterampilan menulis. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kepercayaannya terhadap keempat aspek tersebut didasari oleh pendekeatan process-genre yang ia orientasikan. Selain itu, hampir semua kegiatan pengajaran yang ia lakukan berkaitan dengan keempat aspek pengajaran tersebut sesuai dengan kepercayaannya yang dimilikinya. Penemuan-penemuan di penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengalaman sang dosen, pengetahuannya terhadap pengajaran keterampilan menulis, dan adanya kemauan untuk bertindak sesuai dengan kepercayaannya berperan penting dalam memfasilitasi keselarasan antara kepercayaan dan kegiatan pengajaran tersebut. Dosen juga mampu membuat pengajarannya fleksibel untuk dapat memfasilitasi kepercayaan yang bertentangan di dalam pengajarannya. Selanjutnya, faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan dosen adalah pengalaman belajar terdahulu, kegiatan pengajaran di kelas, professional coursework, dan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa.

Penggunaan media video tutorial materi komparation der adjektive pada pembelajaran berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Kepanjen / Ruli Sagita Ayu Purwanti

 

Perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif model TAI dan pembelajaran secara klasikal dengan pendekatan induktif pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Malang / Triana Harmini

 

Pembelajaran yang selama ini diterapkan adalah pembelajaran secara klasikal. Pada pembelajaran secara klasikal, guru menjelaskan konsep di depan kelas serta memberikan bantuan kepada siswa secara umum. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi kurang bermakna bagi siswa sehingga prestasi belajar yang didapat siswa kurang maksimal. Salah satu model pembelajaran yang dapat menjadikan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa adalah pembelajaran kooperatif model TAI. Pembelajaran kooperatif model TAI merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang menggabungkan antara pembelajaran individu dengan pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran kooperatif model TAI siswa belajar secara individu kemudian berdiskusi bersama pada kelompok belajar kooperatif.. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model TAI memberikan dampak yang positif bagi siswa yaitu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk membandingkan prestasi belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model TAI dan pembelajaran secara klasikal. Pada penelitian ini kedua model pembelajaran menggunakan pendekatan induktif. Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruk suatu sifat dari objek yang diamati berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah prestasi belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model TAI lebih tinggi daripada prestasi belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran secara klasikal dengan menggunakan pendekatan induktif pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Malang?. Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model TAI lebih tinggi daripada prestasi belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran secara klasikal dengan menggunakan pendekatan induktif pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Malang. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Malang dengan pokok bahasan limit fungsi. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPA-1 dan XI-IPA-3 dengan rincian kelas XI-IPA-1 sebagai kelas yang mendapatkan pembelajaran kooperatif model TAI dan kelas XI-IPA-3 sebagai kelas yang mendapatkan pembelajaran secara klasikal. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang hanya menggunakan tes akhir, dengan kemampuan awal siswa didapat dari hasil ulangan harian pokok bahasan komposisi fungsi dan invers fungsi. Uji prasyarat analisis yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas varians, dan uji kesamaan dua rata-rata, sedangkan uji hipotessis yang digunakan adalah uji t satu pihak Berdasarkan hasil analisis data diperoleh thitung = 4,189 > ttabel = 1,985. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model TAI lebih tinggi daripada pembelajaran secara klasikal dengan menggunakan pendekatan induktif pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Malang secara signifikan. Hasil analisis data tersebut didukung oleh hasil pengamatan selama pembelajaran berlangsung. Pengamatan dilakukan terhadap aktifitas siswa yang digunakan sebagai indikator tercapainya pembelajaran kooperatif. Indikator mengacu pada lima unsur pembelajaran kooperatif yaitu saling ketergantungan positif, interaksi langsung, pertanggungjawaban individu, keterampilan berinteraksi antar individu dalam kelompok, serta keefektifan proses belajar kelompok. Aktifitas siswa selama proses pembelajaran kooperatif mengalami peningkatan dari pertemuan I sampai pertemuan III. Rata-rata persentase kelima unsur dasar pembelajaran kooperatif adalah 73,6%; 79,1%; 74,9%; 68,0%; 84,7%. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran yang dilaksanakan mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model TAI memberikan dampak yang positif terhadap prestasi belajar matematika siswa. Berdasarkan hasil ini maka disarankan kepada pengajar matematika untuk dapat menerapkan pembelajaran kooperatif model TAI sesuai dengan langkah-langkah yang ada.

Analisis rasio keuangan sebagai dasar penilaian kinerja keuangan pada KPRI Pergu Pasuruan / Arif Cahya Kurniawan

 

ABSTRAK Kurniawan, Arif Cahya. 2008. Analisis Rasio Keuangan Sebagai Dasar Penilaian Kinerja Keuangan Pada KPRI PERGU Pasuruan. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Suparti, M. P. Kata Kunci : Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas Koperasi merupakan salah satu bentuk usaha bersama yang bergerak dalam bidang perekonomian, beranggotakan mereka yang umumnya berekonomi menengah kebawah yang bergabung secara sukarela dan atas asas kekeluargaan melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhannya. Sebagai badan usaha yang bukan berdasar atas perolehan keuntungan, koperasi harus tetap dikelola seperti badan usaha yang lain namun lebih bersifat kekeluargaan sehingga mampu mensejahterakan anggotanya. Koperasi Persatuan Pegawai Republik Indonesia Persatuan Guru merupakan koperasi induk dari tiap perwakilan yang ada di kota maupun kabupaten Pasuruan, jadi sangatlah wajar bila koperasi ini memiliki usaha yang cukup berkembang. Seperti halnya badan usaha lain, KPRI PERGU Pasuruan masih harus melakukan pengkajian lebih mendalam atas kinerja keuangan dari waktu ke waktu, sehingga dapat diketahui seberapa besar indeks prestasi yang dicapai dari kurun waktu tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut maka permasalahan yang dihadapai adalah bagaimana kinerja keuangan yang dapat diketahui melalui perhitungan rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas pada KPRI PERGU Pasuruan. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan melalui analisis rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas. Data yang digunakan adalah time series yaitu membandingkan laporan keuangan pada tiga tahun terakhir, yakni tahun 2005 sampai tahun 2007. Berdasarkan analisis keuangan yang telah dilakukan diperoleh angka cash ratio, yakni 29,%, 45,99 % dan 43,97%, current ratio menunjukkan angka rasio 219,68 %, 260,62 % dan 242,46 % serta quick ratio menunjukkan angka 209,69 %, 214,82 % dan 230,46 %. Hal ini menunjukkan kinerja keuangan yang sangat baik dalam menjamin kewajiban lancarnya. Namun kondisi keuangan yang kurang solvabel dibuktikan dengan besarnya dana yang diperoleh dari pihak luar yang dapat dilihat dari angka total debt to total equity ratio menunjukkan 154,59 %, 207,69 % dan 173,65 %, total debt to total asset ratio menunjukkan angka 60,72 %, 67,50 % dan 63,45 % serta perhitungan long term debt to equity ratio menunjukkan angka 56,64 %, 75, 59 % dan 73,57 %. Dilihat dari tingkat profitabilitasnya, kinerja keuangan dianggap kurang efisien dalam menggunakan kekayaan total yang dimiliki serta penggunaan modal sendiri koperasi dalam perolehan sisa hasil usaha. Hal ini dapat dilihat dari rate of return on asset menunjukkan angka 1,20 %, 0,95 % dan 1,24 % dan perhitungan rate return on equity menunjukkan angka 3,06 %, 2,91 % dan 3,4 %. Dari rasio diatas, disarankan dalam pemanfaatan aktiva yang ada dapat lebih dioptimalkan sehingga pencapaian laba yang lebih besar bukan tidak mungkin dapat tercapai

The communicativeness of English in focus for grade VIII of Junior High School / Rika Ristiana Dewi

 

Dewi, Rika Ristiana. 2013. The Communicativeness of English in Focus for Grade VIII of Junior High School. Thesis. English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Drs. H. Ali Saukah, M.A., Ph.D. Key words: English textbook, English in Focus, communicativeness The implementation of Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) offer flexibilities to teachers to implement any strategies and methods, materials, kinds of media, and evaluation techniques in their teaching as long as learning objectives are reached. However, in the case of English teaching, those flexibilities should be in harmony with the approach of language teaching. Communicative Language Teaching (CLT) is the foundation of English language teaching. Students’ communicative competence should be stimulated either using appropriate strategies and methods, materials, or activities. In this study, the focus is on the material in the form of textbook, entitled English in Focus for Grade VIII of Junior High School, wether it adequately fulfills the characteristics of a communicative textbook. A communicative textbook is different from a traditional textbook. It possesses some characteristics. In this study, the textbook is analyzed based on two categories; communicative components and communicative activities. The communicative components consist of 11 components such as the aim, the topic and subject content, the reflection of students’ needs and interest shown by the textbook, the appropriateness of grammatical materials, the appropriateness of vocabulary exercises, the appropriateness of pronunciation materials, the organization of conversation, the stylistic difference, the quality of authentic materials, the quality of semi/non-authentic materials, and last the availability of cross cultural understanding aspect. Meanwhile, the analysis on activities is conducted by analyzing each activity in the textbook, whether it fulfills some principles of communicativeness, such as language use or communication, real context, unpredictability, information gap, interactiveness, and beyond classroom principles. The study used content analysis method. To analyze the components and also the activities of the textbook, the researcher used two kinds of checklist adapted from previous researchers and some experts. Each checklist has range of score. The score ranged from 0, 1, and 2. The scores obtained by using those checklists were calculated by using certain formulas. The study revealed that the level of communicative components of the textbook was classified into good category since the level of communicativeness was 80%. Meanwhile, on the contrary, the level of communicativeness of the activities was only 20% which meant that the level of communicativeness of activities was very poor. Overall, the researcher concluded that the quality of communicativeness of the textbook is poor. Thus, the researcher suggested that teachers use supplementary materials. Then, authors of textbook should consider the communicativeness of materials they write by providing more communicative activities, for example.

Hubungan tingkat keterampilan manajerial pengurus unit kegiatan mahasiswa dan unjuk kerja berorganisasi di Universitas Negeri Malang / Evvy

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) seberapa tinggi tingkat keterampilan manajerial pengurus UKM di lingkungan UM; (2) seberapa tinggi unjuk kerja berorganisasi pengurus UKM di lingkungan UM; (3) hubungan antara keterampilan manajerial pengurus UKM dengan unjuk kerja berorganisasi di lingkungan UM, dengan rincian: hubungan antara (a) keterampilan konseptual pengurus UKM dengan unjuk kerja berorganisasi, (b) keterampilan hubungan manusiawi pengurus UKM dengan unjuk kerja berorganisasi, (c) keterampilan teknis pengurus UKM dengan unjuk kerja berorganisasi. Penelitian ini termasuk pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Hasil analisis menunjukkan: (1) banyak pengurus UKM yang memiliki keterampilan manajerial baik keterampilan konseptual, keterampilan hubungan manusiawi maupun keterampilan teknis termasuk dalam klasifikasi tinggi, terutama untuk keterampilan konseptual tergolong klasifikasi sangat tinggi; (2) pada umumnya pengurus UKM memiliki unjuk kerja berorganisasi dalam klasifikasi tinggi; (3) ada hubungan yang signifikan antara keterampilan konseptual dengan unjuk kerja berorganisasi pengurus UKM; (4) terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan hubungan manusiawi dengan unjuk kerja berorganisasi pengurus UKM; (5) ada hubungan yang signifikan antara keterampilan teknis dengan unjuk kerja berorganisasi pengurus UKM.

Using students' recorded video to improve learning motivation in speaking activity / Zahrah Zakiya Ahda

 

Ahda, Zahrah Zakiya. 2013. Using Students’ Recorded Video to Improve Learning Motivation in Speaking Activity. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Drs. Murdibjono, M.A Keywords: students’ recorded video, motivation, speaking     The communicative purpose of teaching English is making students able to speak English fluently. To be able to communicate properly, students are expected to master the four language skills, especially speaking. The preliminary study on the eight graders of SMP N 1 Deket Lamongan shows that the students face some problems in speaking. Most of the students had low motivation to speak up in speaking activity because the technique that was used by the teacher was only asking the students to memorize a dialog and perform it in front of the class. The students thought that English was difficult because they had to memorize the conversation and the students were shy to perform it in front of the class. To overcome the problem, the researcher implemented students’ recorded video to improve their learning motivation in speaking activity. This method was chosen because it can help the students overcome their shyness and motivated them to speak up.     This study adopted the Classroom Action Research (CAR) design proposed by Kemmis and Mc Taggart (1988). The research was conducted in one cycle consisting of three meetings. Each cycle consists of four stages: planning the action, implementing the action, observing the action and reflecting on the observation. The subject was the 8E class of SMP N 1 Deket Lamongan which consisted of 34 students. The data were the students’ motivation level that was measured using several indicators (1) the students focus to the lesson, (2) the students are active in doing discussion and responding to the teacher’s questions, (3) the students show high diligence and enthusiasm in doing every activity, (4) the students are confident in stating their opinion and trying something new, and (5) the students are courageous to ask whenever they find any difficulty in the learning process. The data were taken from the students and the English teacher by means of observation checklist, field notes, interview and questionnaire. The data were analyzed through qualitative method, compared with the criteria of success and presented descriptively.     The results of the study show that the use of students’ recorded video successfully improve the students’ learning motivation in speaking activity. The students’ learning motivation increases from 21, 2% (in preliminary study) to 76, 5% (by the end of cycle 1). In this study, the researcher used the video that was made by the students as the media in speaking activity and conducting discussion session. Based on the result of this research, it is concluded that the use of students’ recorded video can improve the students’ learning motivation in speaking activity. It is suggested that other English teachers can apply this method to overcome the speaking problem faced in classroom. In addition, future researchers are also suggested to implement students’ recorded video by modifying it to suit the different grades and levels of education, to see whether or not this method can be implemented effectively.

Pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di TK PGRI III Kebotohan Kecamatan Kraton / Endang Andayani

 

Kata Kunci : Media gambar, Kemampuan bahasa anak, TK. Taman kanak-kanak adalah salah satu bentuk pendidikan jalur formal yang menyediakan program pendidikan usia dini. Untuk mencapai tujuan pendidikan tidaklah mudah karena diperlukan sarana dan prasarana yang dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari peran serta guru dalam mengelola pengajaran sehingga siswa dapat belajar dengan tenang dan memungkinkan untuk mencapai prestasi dalam belajar. Kemampuan berbahasa Indonesia pada usia pra sekolah kurang untuk itu peneliti memanfaatkan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan mendeskripsikan perkembangan kemampuan berbahasa dengan menggunakan media gambar. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penilitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen pengumpulan data berupa observasi anak dan format, penilaian. Penilaian acuan yang digunakan adalah ketuntasan kelas ( 75 % ) subyek penelitian adalah anak kelompok B di TK PGRI III Kebotohan. Hasil penelitian menunujukkan bahwa pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak pada siklus I rata – rata anak mendapatkan nilai 73,95 % pada siklus II meningkat menjadi rata – rata anak mendapat nilai 88,54 %. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah : (1) Pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di TK PGRI III kebotohan, (2) Pemanfaatan media gambar dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di TK PGRI III Kebotohan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada guru agar dapat memanfaatkan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak dengan mengembangkan pengembangan yang lain. Kegiatan pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini juga dapat digunakan dalam penelitian-penelitian sebagai bahan perbandingan, sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik.

The Vocational High School (VHS) teacher's perceptions on 2013 curriculum English materials: a case study at SMKN 7 Malang / Cindy Irawati

 

ABSTRAK Irawati, Cindy. Irawati, Cindy. Persepsi Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pada Materi Bahasa Inggris Kurikulum 2013: Sebuah Studi Kasus di SMKN 7 Malang. Tesis, S2 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D. and Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. Kata Kunci: persepsi guru, materi Bahasa Inggris, Kurikulum 2013 untuk SMK, materi tambahan Penelitian ini mengeksplorasi pandangan guru Bahasa Inggris kelas sepuluh di SMKN 7 Malang terhadap penggunaan buku teks Bahasa Inggris yang diterbitkan oleh pemerintah. Tiga pertanyaan penelitian dirumuskan sebagai berikut: (1) apa pendapat guru terhadap materi Bahasa Inggris dalam buku teks? (2) bagaimana guru memberi para murid mereka materi tambahan Bahasa Inggris? (3) apa alasan guru SMK Bahasa Inggris dalam memilih materi tambahan untuk siswa SMK kelas 10? Subyek penelitian terdiri dari dua guru Bahasa Inggris yang mengajar di kelas sepuluh di SMKN 7 Malang. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data termasuk kuesioner dan wawancara yang mendalam. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis dan menginterpretasikan data.Data dikumpulkan dari kuesioner dan juga hasil wawancara. Pengumpulan data terdiri dari tiga pertemuan. Ketiga pertemuan dilaksanakan seluruhnya di SMKN 7 Malang, dan hal tersebut dilakukan pada semester pertama tahun ajaran 2015-2016. Pertemuan yang pertama adalah untuk mengisi kuesioner dan dua pertemuan berikutnya adalah untuk wawancara dengan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) para guru merasa kesulitan untuk menggunakan buku teks Bahasa Inggris yang didistribusikan oleh pemerintah karena materinya yang terlalu umum dan belum cukup spesifik terutama untuk siswa kelas 10 di SMKN 7 Malang. Dengan demikian, para guru memutuskan untuk memberikan materi tambahan Bahasa Inggris untuk siswa; (2) guru memberikan semacam modul yang mudah bagi siswa untuk menutupi materi Bahasa Inggris yang belum terdapat di dalam buku teks. Kedua guru menyesuaikan materi dari berbagai sumber, seperti dari internet, jurnal dan mengadaptasi dari sumber buku lain. Menurut guru, tingkat kesulitan, pentingnya berbagai bahan ajar, kebutuhan siswa, adalah hal-hal penting untuk memenuhi kebutuhan siswa, terutama bagi siswa SMK; (3) alasan guru SMK Bahasa Inggris memilih bahan tambahan Bahasa Inggris karena mereka berpendapat bahwa siswa SMK sebaiknya mendapatkan ESP sebagai bekal bagi dunia kerja mereka di masa depan. Sementara itu, materi di dalam buku teks masih terlalu umum, dengan kesulitan yang cukup, dan kurangnya penjelasan, terutama pada materi pola tata bahasa. Dengan demikian, para guru menyusun materi tambahan Bahasa Inggris dari materi yang mudah sampai materi yang sulit. Peneliti menyarankan guru Bahasa Inggris di SMKN 7 Malang agar lebih proaktif dengan proses belajar dan mengembangkan materi tambahan untuk mendukung tujuan pembelajaran, terutama untuk mata pelajaran Bahasa Inggris agar siswa SMK lebih memahami materi berdasarkan program studi mereka. Peneliti juga menyarankan agar pemerintah dapat merevisi buku teks untuk edisi berikutnya dengan memperhatikan kebutuhan siswa, khususnya SMK.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |