Alat bantu penunjuk jalan bagi tunanetra berbasis mikrokontroler / Moch. Mesa Hadi Tamim

 

Kata Kunci: Gelombang bunyi, Sensor Ultrasonik SRF02, Mikrokontroler Atmega 16, Buzzer, Vibrator. Mata adalah salah satu organ tubuh manusia yang sangat penting. Mata berfungsi mengenali pertama kali berbagai benda yang kita temui dengan melihatnya. Namun tidak semua orang bisa menggunakan fungsi mata secara sempurna. Beberapa orang tidak bisa menggunakan mata sebagaimana fungsinya. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kebutaan. Saat ini banyak sekali orang menderita kebutaan atau tunanetra khususnya buta katarak. Berhubungan dengan keterbatasan-keterbatasan dan masalah yang di alami oleh para kaum tuna netra dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari diperlukan alat penunjuk jalan untuk membantu orang tunanetra. Tujuan pembuatan alat ini adalah sebagai penunjuk arah yang dapat memudahkan orang tunanetra pada saat berjalan. Alat ini mengunakan sensor sebagai pendeteksi dan memeberikan pertanda berupa suara apabila ada suatu penghalang didepannya. Metode perancangan yang digunakan meliputi: (1) perancangan dan pembuatan perangkat keras (hardware) meliputi rangkaian minimum system, rangkaian buzzer, dan rangkaian vibrator, (2) perancangan dan pembuatan perangkat lunak (software), (3) perancangan dan pembuatan mekanik. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja sesuai dengan rancangan yang telah dibuat yaitu pada saat objek yang ada didepan alat sudah terdeteksi oleh sensor, maka sensor akan mengirim dan menerima data yang kemudian dikirim ke mikrokontroler. Kesimpulan dari pembuatan alat ini adalah: (1) Perancangan Alat Bantu Penunjuk Jalan Bagi Tunanetra Berbasis Mikrokontroler dapat bekerja secara efektif dan efisien dengan menentukan sistem kerja alat, menentukan tipe sensor yang digunakan dan menentukan blok diagram alat, (2) Pembuatan Alat Penunjuk Jalan Bagi Tunanetra Berbasis Mikrokontroler dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan dengan menentukan komponen, membuat skema rangkaian, membuat PCB (Printed Circuit Board) dan membuat program, (3) Pengujian alat ini dilakukan berdasarkan perbandingan antara hasil perhitungan teori dan pengukuran.

Isolasi, karakterisasi, dan identifikasi polisakarida sulfat pada rumput laut jenis eucheuma alvarezii doty dari Teluk Waworada Kabupaten Bima / Hanifah Nur Al-Fath

 

Kata kunci: isolasi, karakterisasi, identifikasi, poligalaktan sulfat, Eucheuma Alvarezzi Doty. Perairan Aru-Maluku memiliki kekayaan hayati yang cukup melimpah, salah satunya adalah alga merah. Alga merah mengandung karagenan, alginat, dan agar-agar yang banyak diperlukan oleh industri kembang gula, kosmetik, media cita rasa, pengalengan ikan atau daging, obat-obatan dan es krim. Salah satu jenis alga merah yang banyak diperairan Aru adalah jenis Eucheuma alvarezzi Doty. Penelitian pada alga merah jenis Eucheuma Spinosum yang telah dilakukan oleh Bahiyah (2004) menunjukan rendemen karagenan sebesar 75,60% untuk fraksi tidak larut dalam larutan KCl 2,5%. Namun penelitian mengenai poligalaktan sulfar pada Eucheuma alvarezzi Doty belum dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Penelitian Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang pada bulan Januari 2011 sampai Juni 2011. Isolasi Poligalaktan sulfat dilakukan pada pH 8, sehingga diperoleh rendemen poligalaktan sulfat maksimum pada suhu 80 0C. fraksinasi poligalaktan sulfat dilakukan dengan menggunakan larutan KCl 2,5%. Pemurnian poligalaktan sulfat dilakukan dengan menggunakan larutan hidrogen peroksida 30%. Karakterisasi meliputi: kadar sulfat, kadar galaktosa total, kelarutan dalam air, kadar abu total, kadar abu tidak larut dalam air, dan kadar abu tidak larut dalam asam. Identifikasi jenis poligalaktan sulfat dilakukan dengan spektrofotometi inframerah. Hasil isolasi poligalaktan sulfat dari Eucheuma alvarezzi Doty diperoleh rendemen total 65,26%, sedangkan untuk rendemen hasil karakterisasi adalah rendemen poligalaktan sulfat hasil pemurnian 65,47%, rendemen poligalaktan sulfat fraksi larut 41,42% dan rendemen poligalaktan sulfat fraksi tidak larut 57,12%. Kadar galaktosa poligalaktan sulfat hasil pemurnian 48,06%, kadar galaktosa poligalaktan sulfat fraksi larut 52,23% dan kadar galaktosa poligalaktan sulfat fraksi tidak larut 64,85%. Kadar sulfat poligalaktan sulfat hasil pemurnian 29,42%, kadar sulfat poligalaktan sulfat fraksi larut 25,08% dan kadar sulfat poligalaktan sulfat fraksi tidak larut 21,18%. Kadar abu total poligalaktan sulfat hasil pemurnian 57%, kadar abu total poligalaktan sulfat fraksi larut 20,5% dan kadar abu total poligalaktan sulfat fraksi tidak larut 25,1%. Kadar abu tidak larut dalam asam hasil pemurnian 6%, kadar abu tidak larut dalam asam fraksi larut 1,7% dan kadar abu tidak larut dalam asam fraksi tidak larut 3,45%. Kadar abu tidak larut dalam air poligalaktan sulfat hasil pemurnian 5,1%, kadar abu tidak larut dalam air poligalaktan sulfat fraksi larut 1,25% dan kadar abu tidak larut dalam air poligalaktan sulfat fraksi tidak larut 0,65%. Kelarutan dalam air poligalaktan sulfat hasil pemurnian 3,51%, kelarutan dalam air poligalaktan sulfat fraksi larut 2,11% dan kelarutan dalam air poligalaktan sulfat fraksi tidak larut 2,31%.

Pengembangan program latihan strategi pertahanan dalam permainan bolavoli di PBV Gajayana / Hariyanto

 

Kata kunci: pengembangan, bentuk latihan pertahanan bolavoli. Bolavoli adalah olahrga yang dimainkan oleh dua tim dalam satu lapangan yang dipisahkan oleh sebuah net. Terdapat versi yang berbeda tentang jumlah pemain, jenis/ukuran lapangan, angka kemenangan yang digunakan untuk keperluan tertentu. Namun pada hakekatnya permainan bolavoli bermaksud menyebar luaskan kemahiran bermain kepada setiap orang yang meminatinya. Berdasarkan hasil temuan melalui kegiatan observasi, wawancara pada tanggal 22 Mei 2011 ternyata dilakukan latihan fisik untuk menjaga stamina agar pada waktu bermain atau bertanding tidak menurun. Latihan fisik yang dilakukan di PBV Gajayana Diantaranya melakukan joging, trap, lompat pagar, lari zig-zag, sehingga program latihan strategi pertahanan sangat dibutuhkan oleh pelatih PBV Gajayana. Sehingga peneliti ingin mengembangkan model latihan strategi pertahanan bolavoli PBV Gajayana. dengan adanya model-model latihan strategi pertahanan bolavoli harapannya tim bolavoli PBV Gajayana biasa antusias menjalani latihan tidak bosan dan mampu menerapkan strategi pertahanan yang terorganisir dengan baik. Sehingga dapat memperbesar peluang untuk menghasilkan kemenangan dalam setiap pertandingan. Pada pengembangan program latihan bolavoli di PBV Gajayana, peneliti tidak memakai keseluruhan dari langkah-langkah model pengembangan Research and Development (R & G) dari Borg and Gall karena tidak sesuai dengan karakteristik yang akan diteliti serta keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya. Sehingga nantinya subyek hanya diambil dari para ahli, yaitu 2 ahli bolavoli dan 1 ahli program latihan. Dalam penelitian pengembangan program latihan bolavoli. Pada pengembangan program latihan bolavoli di PBV Gajayana, peneliti tidak memakai keseluruhan dari langkah-langkah model pengembangan Research and Development (R & G) dari Borg and Gall terdiri dari: (1) Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan, (2) mengembangkan produk awal, (3) Tinjauan para ahli, (4) Uji coba produk, (5) Uji coba kelompok kecil, (6) Revisi produk, (7) Uji coba lapangan, (8) Produk akhir Revisi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk ahli dan siswa, dengan kualifikasi 2 ahli bolavoli dan 1 ahli kepelatihan. Sedangkan untuk atlet dilakukan uji coba kelompok kecil sebanyak 8 atlet dan uji coba kelompok besar sebanyak 25 atlet. Hasil evaluasi pengembangan program latihan strategi pertahanan bolavoli adalah: dari ahli kepelatihan yaitu 91.66%, dari ahli bolavoli yaitu 88.19%, dari uji coba kelompok kecil 87.63% dari uji coba kelompok besar 84,04%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan program latihan strategi pertahanan ini menyenangkan dan mudah untuk dilakukan. Disarankan dalam penggunaan sebaiknya dilaksanakan sesuai dengan isi program latihan dan sesuai yang ada di lapangan.

Keefektifan konseling dengan teknik penghancuran keyakinan irasional (Dispute irrational beliefs) untuk menurunkan tuntutan diri berlebihan pada siswa SMA Negeri Olah Raga Sidoarjo / Ari Khusumadewi

 

Kata Kunci : Tuntutan Diri Berlebihan, Penghancuran Keyakinan irasional (Dispute Irrational Beliefs) Tuntutan diri berlebihan merupakan segala bentuk tuntutan yang berlebihan pada diri sendiri untuk berpenampilan baik dan mendapatkan kemenangan di setiap kondisi yang mutlak harus didapatkan dan tanpa toleransi apapun yang mengakibatkan individu cenderung irasional. Jika hal tersebut tidak terpenuhi maka menyebabkan siswa merasa tidak kompeten, tidak layak mendapatkan sesuatu, membenci diri sendiri, gelisah dan berakibat pada turunnya prestasi olahraga siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan konseling dengan teknik penghancuran keyakinan irasional (dispute irrasional beliefs) dalam menurunkan tuntutan diri siswa. Teknik tersebut bekerja dengan cara menelusurui, mencari, menemukan, mempertanyakan, menentang, membantah, dan mendebat keyakinan irasional. Proses restrukturisasi keyakinan irasional terdiri dari tiga tahap yaitu Empirical Disputing, Logical Disputing, serta Pragmatical Disputing. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design. Jumlah subjek penelitian terdiri atas 6 siswa yang dijaring dengan mengunakan skala tuntutan diri. Analisis data menggunakan statistik non parametrik yaitu uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai z -2,201 dengan nilai ρ 0,028. Karena ρ< α, maka keputusananya adalah H_o ditolak, artinya konseling dengan teknik DIBS efektif dalam menurunkan tuntutan diri. Terkait dengan temuan penelitian ini, maka saran yang disampaikan sebagai berikut: 1) konselor sekolah perlu dibekali dengan pengetahuan teoritik dan praktek konseling teknik DIBS agar dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam memberikan layanan kepada siswa, 2) siswa, hendaknya dapat menindaklanjuti hasil dari konseling DIBS sehingga mampu menyiapkan diri unruk memiliki “kematangan emosi” dalam menghadapi masalah, 3) peneliti lanjutan, hendaknya memperhatikan aspek waktu dan karakteristik siswa dan bahasa dalam proses konseling, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan teknik-teknik lain untuk mendampingi teknik DIBS dalam menurunkan tuntutan diri siswa.

Struktur dan komposisi komunitas opistobranchia di daerah pasang surut pantai Balekambang Kabupaten Malang / Dwi Setyo Rini

 

Kata kunci: Opisthobranchia, struktur komunitas, komposisi komunitas Pantai Balekambang berlokasi di Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Srigonco Kecamatan Bantur. Pantai Balekambang merupakan kawasan pantai yang mempunyai kekayaan invertebrata laut pada zona intertidal. Salah satu jenis invertebrata laut yang banyak dijumpai di pantai Balekambang Kabupaten Malang adalah Opisthobranchia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur dan komposisi Opisthobranchia di daerah pasang surut Pantai Balekambang Kabupaten Malang serta hubungan faktor abiotik apa saja yang berpengaruh terhadap struktur dan komposisi Opisthobranchia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif untuk mengungkapkan Struktur dan Komposisi Opisthobranchia. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober 2011, yang berlokasi di Daerah Pasang Surut Pantai Balekambang Kabupaten Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sistematik kuadrat yang diletakkan sepanjang transek. Untuk mengetahui struktur dan komposisi dianalisis menggunakan NP dan indeks keanekaragaman Shanon-Wienner, sedangkan untuk mengetahui hubungan faktor abiotik suhu, pH, dan salinitas terhadap struktur dan komposisi komunitas Opisthobranchia dilakukan analisis Regresi ganda. Hasil dari penelitian ini ditemukan spesies dari Ordo Cepalaspidea yaitu Famili Aglajidae, Ordo Anaspidea yaitu Famili Aplysiidae, Ordo Pleurobranchida yaitu Famili Pleurobranchidae, Ordo Sacoglossa yaitu Famili Placobranchidae, dan Ordo Nudibranchia yaitu Famili Discodorididae, Halgerdidae, dan Dendrodorididae dengan Nilai Penting yang beragam. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 0,20 – 1,69, kemerataan berkisar antara 0,29 – 0,87, kekayaan berkisar antara 0,53–1,86. Faktor abiotik terukur berhubungan tidak signifikan terhadap struktur dan komposisi Opisthobranchia.

Manajemen proses pembelajaran pada sekolah kejuruan (studi kasus di SMK Negeri 4 Malangl) / Laila Nusibad

 

Kata Kunci: manajemen pembelajaran, sekolah kejuruan Manajemen pembelajaran dapat diartikan sebagai upaya untuk menerapkan kaidah-kaidah administrasi dalam pembelajaran. Pembelajaran sering disebut sebagai manajemen kurikulum, padahal tidak sepenuhnya seperti itu. Kurikulum merupakan tujuan akhir dari program pembelajaran yang direncanakan oleh sekolah, sedangkan pembelajaran adalah cara mencapai tujuan tersebut. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa kurikulum sebagai program atau rencana yang telah dicita-citakan, sedangkan pembelajaran adalah implementasi dari rencana yang telah ditetapkan. Kurikulum dan pembelajaran adalah satu kesatuan dimana keduanya tidak dapat dipisahkan karena kurikulum tanpa pembelajaran tidak akan menghasilkan apa-apa. Sedangkan pembelajaran tanpa kurikulum tidak ada pedoman yang memberikan arah pada pencapaian tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran pada sekolah kejuruan mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif studi kasus. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data mengunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan/keajegan pengamatan, triangulasi dan pemeriksaan teman sejawat. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut: (1) perencanaan pembelajaran pada sekolah kejuruan terdapat sinkronisasi antara sekolah dengan pihak industri, (2) pelaksanaan pembelajaran pada sekolah kejuruan menggunakan metode sesuai dengan kebutuhan melalui tahap membuka pelajaran, kegiatan belajar mengajar berlangsung atau inti dan menutup pelajaran. Ada tiga aspek pembelajaran yaitu adaptif, normatif dan produktif. Pada aspek produktif berlangsung di sekolah dan di industri, (3) penilaian pembelajaran pada sekolah kejuruan ada tiga aspek yaitu adaptif, normatif dan produktif. Aspek produktif berlangsung di sekolah dan industri dan proses penilaiannya sumatif dan formatif. Pada saat peserta didik Praktek Industri nilai murni dilakukan oleh industri, sekolah tidak berhak menentukan nilai tersebut. Berdasarkan simpulan penelitian ini, disarankan kepada Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Malang perlu mempertimbangkan waka tidak merangkap sebagai guru serta menambah guru keahlian khusus sehingga tidak perlu menerapkan sistem tutor teman sehingga tutor teman dapat digantikan untuk berdiskusi dengan teman. Bagi Guru SMK Negeri 4 Malang hendaknya terus meningkatkan kompetensinya dan memperhatikan peserta didik yang berkebutuhan khusus sehingga peserta didik mempunyai motivasi dan semangat yang tinggi untuk terus meningkatkan keterampilannya terhadap pelajaran yang sedang dipelajari. Bagi Dunia Industri seharusnya bekerja sama dengan pihak sekolah dan senantiasa menyediakan tempat Prakerin peserta didik yang nantinya output yang dihasilkan sekolah dipakai oleh pihak industri. Bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan masukan dan pengembangan terhadap materi mata kuliah yang berhubungan dengan Manajemen Pembelajaran dan bagi peneliti berikutnya, penelitian ini dijadikan salah satu acuan untuk mengembangkan penelitian yang sejenis, terutama tentang manajemen pembelajaran di SMK Negeri 4 Malang.

Perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 1 Atap Merjosari Malang yang mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe tai ( Team-assisted-individualization ) dengan pembelajaran konvensional / Erlinda Dwi Tugas Ranifendi

 

Kata kunci: Pembelajaran kooperatif tipe TAI, pembelajaran konvensional, Hasil Belajar Matematika Model pembelajaran yang berkembang saat ini mengacu pada pembelajaran konstruktivis yang menekankan bahwa siswa tidak hanya menerima begitu saja pengetahuan, tetapi mereka harus aktif membangun pengetahuan secara individu yang telah banyak diterapkan, diantaranya adalah pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 1 Atap Merjosari Malang masih menggunakan pembelajaran konvensional dengan hanya menggunakan text book. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi kurang bermakna bagi siswa sehingga hasil belajar yang didapat siswa kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran tipe TAI (Team Assisted Individualization) dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri I Atap Merjosari Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Atap Merjosari Malang. Data kemampuan awal diperoleh dari nilai ulangan materi sebelumnnya. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji t. Sebelum dilakukan uji t, data hasil belajar matematika diuji dengan menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Dalam hal ini, pengujian tersebut menggunakan Minitab 13.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Atap Merjosari Malang tahun ajaran 2010/2011 yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran pada sub pokok gradien garis. Hal ini dibuktikan oleh uji hipotesis untuk tes hasil belajar gradien garis kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh P-Value = 0,032. P-Value kurang dari 0,05 maka H0 ditolak atau dengan kata lain rata-rata hasil belajar gradien garis kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar gradien garis kelas kontrol

Pengembangan VCD pelatihan teknik dasar pukulan tenis meja untuk usia 12 tahun kebawah di persatuan tenis meja di perdana jaya kabupaten Bojonegoro / Muhammad Iqbal R

 

Kata kunci: pengembangan, model program latihan pukulan dasar tenismeja. Teknik memegang bet merupakan teknik yang mendasar dalam permainan tenis meja. Tujuan dari pengenalan jenis pegangan adalah agar atlet bisa memukul bola dengan teknik yang benar, sehingga atlet memahami benar teknik dasar pukulan dalam tenis meja. Berdasarkan hasil pengamatan di PTM Perdana Jaya belum adanya program latihan untuk anak usia 12 tahun kebawah(pemula). Oleh karena itu, berdasarkan analisis kebutuhan, maka akan dikembangkan pengembangan model latihan teknik dasar pukulan tenis meja untuk anak usia 12 tahun ke bawah dalam bentuk VCD pelatihan di PTM Perdana Jaya Bojonegoro. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah belum adanya program latihan teknik pukulan dasar yang sesuai untuk anak 12 tahun ke bawah di PTM Perdanan Jaya Kabupaten Bojonegoro. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan program latihan teknik dasar pukulan tenis meja yang variatif di PTM Perdana Jaya Kabupaten Bojonegoro yang dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan Program latihan teknik pukulan dasar. Adapun tahap-tahap dalam prosedur pengembangan model latihan teknik dasar pukulan tenis meja untuk anak usai 12 tahun kebawah adalah sebagai berikut: (1) melakukan penelitian pendahuluan dan pengumpulan data informasi, (2) melakukan perencanaan (pengkajian teori), (3) mengembangkan produk awal berupa model latihan teknik dasar pukulan dalam bentuk video pelatihan, (4) evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli pelatihan tenis meja,1 ahli tenis meja, 1 ahli video pelatihan (5) uji coba kelompok kecil, (6) revisi produk awal, revisi produk berdasarkan evaluasi para ahli dan kegiatan uji coba kelompok kecil, (7) uji coba lapangan, dengan mengujicobakan hasil revisi produk I, (8) revisi produk akhir, (9) hasil produk akhir dari hasil revisi produk akhir. Penelitian ini dilakukan di Gedung PTM Perdana Jaya Kabupaten Bojonegoro. Subjek uji coba terdiri dari (1) tinjauan ahli terdiri dari, 1 ahli pelatihan tenis meja, 1 ahli tenis meja,1 ahli video pelatihan, (2) uji coba kelompok kecil dengan melibatkan 8 atlet PTM Perdana Jaya Kabupaten Bojonegoro, (3) uji coba kelompok besar dengan melibatkan 24 atlet PTM Perdana Jaya Kabupaten Bojonegoro. Hasil evaluasi model latihan ini adalah sebagai berikut: uji coba kelompok kecil 89,60% (valid), uji coba kelompok besar 91,80% (valid). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan sebaiknya subjek penelitian ini dilakukan pada yang lebih luas maupun kepada beberapa PTM lain.

Pembuatan busana pesta dengan hiasan aplikasi / Mega Septa Sari

 

Kata Kunci: BusanaPesta, Aplikasi, Kreatifitassangatdiperlukanuntukseseorangyang berkecimpung di duniabusana.Seiringberjalannyawaktubusanaberkembangtidakhanyasebagaikebutuhanmelindungitubuhsaja, namunsebagaigayahidupuntuktampilmenunjukkancirikhasnya. Busanapestamerupakansalahsatuyang menjadidambaansetiapwanitauntuktampilmenawandalamsetiapkesempatan.Sehinggapenulistertarikmenciptakanbusanapestadenganhiasanaplikasi, agar terciptabusanadengan detail yang anggun. Tujuan yang ingindicapaidalampembuatanbusanatersebutadalahmenjelaskantentangpembuatanbusanapestadenganhiasanaplikasi.Manfaatyangdiperolehdalampembuatanbusanapestadenganhiasanaplikasiadalahmenambahpengetahuandan member inspirasikepadasemuapihak, dalampembuatanbusanapestadenganhiasanaplikasi.

Sintesis senyawa turunan minyak jarak cina ( Castor Oil ) melalui reaksi oksidasi dengan oksidator KMnO4 / Oktavina Yenniasih

 

Kata kunci : oksidasi, glikol, minyak jarak cina (Castor oil). Saat ini kebutuhan minyak pelumas berbahan dasar minyak bumi meningkat, sedangkan persediaannya makin menipis. Keadaan ini memacu produksi pelumas sintetis dari minyak nabati sebagai alternatif dalam pembuatan pelumas. Salah satu minyak nabati yang berpotensi digunakan sebagai bahan pelumas adalah minyak jarak. Minyak jarak cina merupakan trigliserida dengan asam lemak komponen utamanya adalah 87 % asam risinoleat. Adanya ikatan rangkap pada minyak jarak cina menyebabkan senyawa ini mudah teroksidasi (ketahanan terhadap oksidasinya rendah). Salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan terhadap oksidasi dengan cara mengubah ikatan rangkapnya menjadi senyawa diester atau dieternya. Pengubahan ikatan rangkap menjadi diester atau dieter tidak dapat dilakukan secara langsung melainkan melalui zat antara epoksida atau diol. Oksidasi ikatan rangkap menjadi diol dapat dilakukan dengan menggunakan oksidator KMnO4 alkalis dingin. Senyawa glikol merupakan salah satu senyawa turunan minyak jarak cina hasil oksidasi ikatan rangkap pada suhu rendah sebagai zat antara pada sintesis turunan diester atau dieter. Penelitian ini bertujuan: (1) mensintesis senyawa glikol dari minyak jarak cina (Castor Oil) melalui reaksi oksidasi menggunakan oksidator kalium permanganat (KMnO4) alkalis dingin; (2) mengetahui karakteristik senyawa glikol dari minyak jarak cina yang diperoleh. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris yang dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang pada bulan Juni sampai September 2011. Proses oksidasi dilakukan dengan mencampur minyak jarak cina dengan larutan KOH dan diaduk dengan magnetik stirer pada suhu 0-5 °C. Campuran ditambahkan tetes demi tetes larutan KMnO4 sampai warna ungu tidak hilang atau berubah. Endapan MnO2 direduksi dengan menambahkan natrium sulfit dan H2SO4 encer berlebih. Hasil oksidasi diekstraksi dengan pelarut kloroform dan dirotavapor pada suhu 55-60 °C, sehingga terbentuk zat padat berwarna putih. Senyawa hasil oksidasi yang diperoleh dianalisis dengan kromatografi lapis tipis (KLT) selanjutnya diidentifikasi gugus fungsi dengan menggunakan spektrofotometri infra merah (IR) dan dikarakterisasi meliputi indeks bias dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) senyawa glikol minyak jarak cina (Castor oil) dapat disintesis melalui reaksi oksidasi menggunakan oksidator kalium permanganat alkalis dingin pada suhu 0-5 °C; (2) senyawa glikol yang diperoleh berwujud padat dan memiliki karakter indeks bias 1,47422 pada suhu 25 °C dan titik lebur 74-79 0C.

Pengembangan paket pembelajaran pengelolaan keuangan dan investasi keluarga untuk ibu rumah tangga anggota PKK di Kota Malang (dengan pendekatan design-based research) / Suparti

 

, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Bambang Banu Siswoyo, M.M, (2) Dr. Mit Witjaksono, MS.Ed, (3) Dra. Siti Malikhah Towaf, M.A, Ph.D Kata-kata kunci: paket pembelajaran, pengelolaan keuangan, investasi keluarga Untuk dapat memenuhi kebutuhanya kepala keluarga harus memiliki pendapatan. Kepala keluarga harus dapat melakukan pekerjaan yang memungkinkan yang bersangkutan memperoleh penghasilan dalam upaya pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok keluarga. Tentu saja kebutuhan ini dapat dipenuhi secara bertahap dengan melakukan pengelolaan keuangan keluarga sebaik mungkin, sehingga alokasi pendapatan dapat seimbang atau jika memungkinkan lebih dari kebutuhan pokok keluarga. Pada dasarnya fungsi ekonomi keluarga akan dapat dijalankan dengan baik jika keluarga mampu mengelola ekonominya. Ekonomi keluarga intinya terletak pada pendapatan yang diperoleh dari hasil kerja atau berbagai macam usaha yang dilakukan kepala keluarga dan anggotanya. Pendapatan inilah yang harus dikelola oleh keluarga supaya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan seefisien dan seefektif mungkin. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan paket pembelajaran pengelolaan keuangan dan investasi keluarga, yang menarik dan memudahkan fasilitator dan warga belajar dalam proses prembelajaran. Paket pembelajaran tersebut berupa panduan pembelajaran untuk fasilitator dan bahan ajar untuk warga belajar (ibu rumah tangga). Sedangkan tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mengindetifikasi kebutuhan masyarakat khususnya ibu rumah tangga tentang paket pembelajaran pengelolaan keuangan dan investasi keluarga; (2) mendesain kerangka konseptual paket pembelajaran pengelolaan keuangan dan investasi keluarga; (3) menyusun secara fisik prototipa paket pembelajaran pengelolaan keuangan dan investasi keluarga berupa panduan kegiatan pembelajaran untuk Fasilitator dan bahan ajar untuk warga belajar; dan (4) mengkaji kelayakan paket pembelajaran pengelolaan keuangan dan investasi keluarga, melalui serangkaian uji coba dengan melibatkan semua pengguna (fasilitator dan warga belajar). Model pengembangan desain Paket Pembelajaran Pengelolaan Keuangan dan Investasi Keluarga (PK & IK) menggunakan pendekatan model Design-Based Research. Sedangkan aplikasi Design-Based Research dalam pengembangan dan 1 implementasi paket pembelajaran PK & IK, peneliti mengadaptasi dari Model 6-Fase yang dikembangkan Peffers dkk..Subyek penelitian adalah ibu rumah tangga yang aktif menjadi anggota PKK berasal dari 5 kecamatan di wilayah Kota Malang. Data diperoleh melalui FGD, kuesioner, free interview, dan observasi langsung. Analisis data kuantitatif mengunakan persentase, dan analisis data kualitatif menggunakan analisis isi. Kriteria kelayakan hasil produk pengembangan berupa PK & IK digunakan kualifikasi tingkatan dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian dan pengembangan ini menyimpulkan bahwa: (1) adanya kebutuhan masyarakat khususnya ibu rumah tangga terhadap pembelajaran PK & IK, sedangkan jalur edukasi dan sosialisasi belum memiliki tempat dan program yang jelas; (2) perumusan paket pembelajaran PK & IK dilaksanakan melalui kolaborasi antara peneliti, pengguna (fasilitator dan warga belajar) dan tim ahli melalaui FGD; (3) desain prototipa paket pembelajaran PK & IK menurut penilaian tim ahli tidak ditemukan kesalahan yang prinsip dan mendasar, sehingga layak untuk ditindak lanjuti uji coba di lapangan; (4) hasil uji coba paket pembelajaran PK & IK menunjukkan hasil layak digunakan , hal ini dibuktikan: (a) dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga belajar dan hasil aplikasi dalam kehidupan sehari-hari warga belajar terhadap perencanaan pengaturan keuangan keluarga semakin meningkat, dan (b) fasilitator menyatakan bahwa panduan kegiatan pembelajaran dan bahan ajar mudah dipahami dan dapat membantu dalam proses pembelajaran, dan (c) warga belajar menyatakan bahwa isi bahan ajar mudah dipahami dan petunjuk pelaksanaan tugas/latihan sudah jelas dan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan mereka. Implikasi dari temuan penelitian ini, antara lain pada pendidikan ekonomi tepatnya pendidikan ekonomi di lingkungan keluarga. Dan aplikasi andragogi dalam Pendidikan Luar Sekolah. Saran yang disampaikan terutama berkaitan dengan keperluan pengembangan lebih lanjut terhadap produk, perlu dirancang : (1) program pelatihan dan uji kompetensi dalam upaya memperoleh fasilitator yang kompeten untuk menjaga kelangsungan sosialisasi paket pembelajaran yang telah dihasilkan; dan (2) memasukkan paket pembelajaran pengelolaan keuangan dan investasi keluarga ke kurikulum muatan lokal pada jalur pendidikan formal pada satuan pendidikan minimal SMP.

Penerapan model pembelajaran team Assisted Individualization ( TAI ) untuk meningkatkan prestasi belajar dan kemampuan kerja ilmiah siswa kelas VII-F SMPN 1 Sumbergempol Tulungagung / Yeni Fepriany

 

Kata kunci : Team Assisted Individualization (TAI), Prestasi Belajar, Kemampuan Kerja Ilmiah. Situasi kelas terlihat tidak kondusif, banyak siswa yang ramai dan mengobrol dengan temannya pada saat guru menjelaskan. Guru dalam pembelajarannya juga tidak pernah melakukan kegiatan praktikum dan hanya disajikan konsep-konsepnya saja dengan ceramah, sehingga kemampuan kerja ilmiahnya sangat kurang. Siswa yang tuntas belajarnya hanya 11 dari 42 siswa atau prosentase ketuntasan hanya 26,83%, sedangkan rata-rata prestasi belajar siswa hanya 69,9% . Siswa yang mendapat nilai di bawah 75 masih banyak, yang merupakan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) untuk fisika yang ditetapkan sekolah. Berdasar hasil observasi di kelas VII-F SMPN 1 Sumbergempol ini, menunjukkan bahwa perlu dilakukan sebuah tindakan dengan merubah model belajar fisika yang selama ini telah melekat pada guru. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti terlibat langsung dalam proses, pelaksanaan, analisis, dan pelaporan hasil penelitian. Model pembelajaran yang diterapkan adalah Team Assisted Individualization (TAI) berbasis kontekstual dengan kegiatan praktikum. Tindakan yang dilakukan terdiri dari 2 siklus dengan pemilihan materi pada BAB Kalor. Proses pembelajaran dilakukan dengan cara penyampaian materi, kegiatan praktikum, diskusi dan tes akhir belajar untuk mengetahui prestasi belajar dan kemampuan kerja ilmiah siswa. Hasil yang didapat dari penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan nilai prestasi belajar fisika dan kemampuan kerja ilmiah siswa kelas VII-F. Prestasi belajar siswa meningkat dari sebelum diberi tindakan, pada siklus I sebesar 73,52%, meningkat lagi pada siklus II menjadi 81,12%. Ketuntasan prestasi belajar juga meningkat tajam dari sebelum tindakan, pada siklus I sebesar 60,98% dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 78,05%. Kemampuan kerja ilmiah siswa juga meningkat dari siklus I yang hanya 62,4%, pada siklus II menjadi 76,83%. Berdasar hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) berhasil meningkatkan prestasi belajar dan kemampuan kerja ilmiah siswa. Untuk peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang telah dilakukan ini agar sistem pembelajaran fisika di sekolah lebih bervariatif sehingga siswa tidak bosan dengan pelajaran fisika.

Kalibrasi metode near infrared (NIR) terhadap metode standar dalam mengukur brix dan polarisasi molase dari berbagai pabrik gula di Jawa / Eka Yuliatin Haryadi

 

Kata kunci: Near Infrared (NIR), Molase, brix, polarisasi, kalibrasi. Molase merupakan cairan hasil samping dari industri pengolahan gula, serta masih memiliki kandungan gula, dan berbagai macam bahan kimia. Kadar gula dalam molase dianalisis melalui kadar brix dan tingkat polarisasi (% pol) menggunakan sakarimeter, dan piknometer (metode standar), sedangkan metode Near Infrared (NIR) juga mampu menganalisis karakter molase. Metode Near InfraRed (NIR) mampu menghasilkan spektrum dari sampel pada panjang gelombang 800-2500 nm. Keuntungan dari Near Infrared adalah cepat dan tidak menggunakan tambahan bahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas metode NIR dalam pengukuran % brix dan % pol molase relatif terhadap metode standar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dan menggunakan sarana laboratorium Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan. Objek penelitian ini adalah molase yang berasal dari berbagai pabrik gula di Jawa, yang diperoleh dari laboratorium Bidang Kelompok Penelitian Pengolahan Hasil dan Bahan Olah (PHBO), P3GI tahun 2010-2011. Metode yang digunakan adalah metode Near Infrared (NIR) dan metode standar untuk pengukuran % brix dan % pol. Analisis pada tahap kalibrasi digunakan 156 sampel sedangkan pada tahap validasi digunakan 20 sampel yang lain, untuk kedua metode. Kemudian, kedua metode di uji beda untuk mengetahui signifikansi perbedaan dari kedua metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kalibrasi pengukuran % brix metode NIR terhadap metode standar menghasilkan persamaan regresi: y = 1x - 0,001 dengan R2 = 0,677 dan SEC (Standard Error of Calibration) sebesar 2,389; sedangkan % pol menghasilkan persamaan regresi: y = 1x-2.10-5 dengan R2 = 0,658 dan SEC (Standard Error of Calibration) sebesar 1,634. Artinya dengan metode NIR hasil pengukuran % pol lebih baik daripada pengukuran % brix. Hasil validasi metode NIR terhadap metode standar pada pengukuran % brix menghasilkan tingkat kevalidan sebesar 3,710, sedangkan pada pengukuran % pol menghasilkan tingkat kevalidan sebesar 1,303. Artinya pengukuran %pol lebih valid daripada pengukuran % brix. Pada uji signifikan (uji t) dengan tingkat kepercayaan 95% pengukuran % brix dan % pol molase yang menggunakan metode standar dan metode NIR tidak berbeda secara nyata. Artinya pengukuran % brix dan % pol menggunakan metode NIR dapat menggantikan metode standar.

Prototipe sistem kontrol berbasis mikrokontroler ATMEGA8535 untuk mengatur penyimpanan dan penggunaan energi listik yang dihasilkan oleh kincir angin / Binti Asro'in

 

Kata Kunci : Tenaga angin, Kincir angin, Energi listrik, Mikrokontroler ATMega 8535, Relay Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam. Tenaga angin yang ada di alam sangat berlimpah. Untuk memanfaatkan energi angin perlu adanya kincir angin yang terdiri dari beberapa turbin dan dihubungkan dengan generator dc (dinamo). Putaran kincir angin akan menghasilkan energi listrik yang berguna untuk irigasi para petani. Kincir angin dapat meningkatkan hasil pertanian, dengan biaya yang murah yaitu dengan energi angin sebagai pengganti bahan bakar solar atau bensin.. Microcontroller berperan sebagai alat pengontrol atau pengatur hasil energi listrik dan penyimpanan energi listrik. Perancangan alat ini bertujuan memperoleh rangkaian relay dengan menerapkan microcontroller sebagai pengatur pengisian energi listrik ke baterai yang dihasilkan oleh kincir angin dan perputaran pompa yang berfungsi untuk memindahkan air. Hasil pengujian alat diketahui bahwa rancangan alat ini dapat berfungsi sebagai pengatur penyimpanan energi listrik dan dapat berfungsi sebagai pemindah air.

Pengaruh pembelajaran inovatif, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, status sosial ekonomi dan motivasi belajar terhadap kesiapan kerja siswa (studi pada SMK bisnis dan manajemen di Sulawesi Selatan) / Muchtar Yunus

 

Disertasi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E., (II) Prof. Dr. H. Agus Suman, SE., DEA., dan (III) Dr. Sunaryanto, M.Ed. Kata kunci: pembelajaran inovatif, kemitraan, status sosial ekonomi, motivasi belajar, dan kesiapan kerja siswa. Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia telah diarahkan pada tujuan utama yaitu menghasilkan out put yang memiliki kesiapan kerja untuk memasuki lapangan kerja sesuai bidangnya masing-masing. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, diadakan pendidikan sistem ganda atau dual system sebagai strategi pokok dalam rangka operasionalisasi “link and mach” di mana suatu proses pendidikan yang melibatkan sekolah di satu sisi dan dunia usaha pada sisi lain. Kedua tempat pembelajaran tersebut, telah dirancang dan dioperasionalkan berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK 2006. Keberhasilan siswa memiliki kesiapan kerja akan ditentukan pada proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah dan di dunia usaha. Kemitraan sekolah dengan dunia usaha harus didasari oleh komitmen yang tegas antara sekolah dengan dunia usaha untuk membekali siswa siap kerja. Namun kenyatan di lapangan masih dipertanyakan apakah siswa SMK Bisnis dan Manajemen di Sulawesi Selatan sudah memiliki kesiapan kerja ? Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) pengaruh pembelajaran inovatif terhadap motivasi belajar siswa; (2) pengaruh kemitraan sekolah dengan dunia usaha terhadap motivasi belajar siswa; (3) pengaruh status sosial ekonomi terhadap motivasi belajar siswa; (4) pengaruh pembelajaran inovatif terhadap kesiapan kerja siswa; (5) pengaruh kemitraan sekolah dengan dunia usaha terhadap kesiapan kerja siswa; (6) pengaruh status sosial ekonomi terhadap kesiapan kerja siswa; (7) pengaruh motivasi belajar terhadap kesiapan kerja siswa; (8) pengaruh pembelajaran inovatif, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, dan status sosial ekonomi terhadap motivasi belajar siswa; dan (9) pengaruh pembelajaran inovatif, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, dan status sosial ekonomi terhadap kesiapan kerja siswa. Untuk mencapai tujuan penelitian, dilakukan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian eksplanatori non eksprimental. Metode penelitian yang dipilih adalah “ crosss sectional survey” Populasi penelitian ini adalah semua siswa SMK Kelas III Program Studi Administrasi Perkantoran (AP), Akuntansi (AKT), dan Tata Niaga (Penjualan) yang telah mengikuti PSG/PKL pada dunia usaha, dan terdaftar tahun 2010/2011 pada SMK Negeri Bisnis dan Manajemen di Sulawesi Selatan, populasi sebanyak 1797 siswa. Sampel penelitian ini sebanyak 317 siswa dengan teknik pengambilan sampel adalah “multiple stage random sampling”. Responden penelitian pada SMKN 4 Kota Makassar 59 siswa; SMKN Pancarijang Sidrap 41 siswa; SMKN 1 Palopo 56 siswa; SMKN 1 Watampone Bone 66 siswa; SMKN Bajeng Limbung Gowa 51 siswa; SMKN 1 Bantaeng 44 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis Statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Model Persamaan Struktural (Structural Equation Modeling , SEM) dengan program AMOS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terdapat kesesuaian antara model dengan data, hal ini terlihat dari nilai Goodneess of Fit (GOF) yang telah memenuhi kriteria. Temuan hasil penelitian secara lebih detail adalah sebagai berikut: (1) secara parsial maupun simultan, pembelajaran inovatif, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, dan status sosial ekonomi, berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa; (2) secara parsial dan simultan, pembelajaran inovatif, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, status sosial ekonomi, dan motivasi belajar berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa; (3) Pembelajaran inovatif berpengaruh tidak langsung secara signifikan terhadap kesiapan kerja siswa melalui motivasi belajar. Efek tidak langsung yang signifikan memberikan indikasi bahwa pembelajaran inovatif yang semakin baik dalam jangka panjang dapat mendorong proses pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi belajar siswa, dan dari motivasi inilah kemudian tumbuh harapan-harapan yang terkait dengan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari untuk memiliki dan meningkatkan kompetensinya sebagai bekal kesiapan kerja; (4) Kemitraan sekolah dengan dunia usaha berpengaruh tidak langsung secara signifikan terhadap kesiapan kerja siswa melalui motivasi belajar. Efek tidak langsung yang signifikan memberikan indikasi bahwa kemitraan sekolah dengan dunia usaha yang semakin baik dalam jangka panjang dapat mendorong motivasi belajar siswa dalam upaya optimalisasi pemanfaatan sumber belajar untuk meningkatkan kesiapan kerja. (5) Status sosial ekonomi berpengaruh tidak langsung secara signifikan terhadap kesiapan kerja siswa melalui motivasi belajar. Efek tidak langsung yang signifikan memberikan indikasi bahwa status sosial ekonomi orang tua siswa yang semakin baik, cenderung akan terpenuhinya kebutuhan dasar keluarga dan kebutuhan anaknya untuk belajar, fasilitas belajar yang cukup akan memberi ketenangan belajar sehingga dapat memberi rangsangan motivasi belajar untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal kesiapan kerja. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada: (1) Pemerintah Daerah perlu ada kebijakan dalam bentuk peraturan daerah ((Perda) yang mengatur secara tegas dan konsisten penyelenggaan praktik siswa SMK di dunia usaha/industri., (2) Kepala sekolah dan guru, hendaknya menjaga komitmen untuk terus menerus meningkatkan pembelajaran inovatif kepada siswa melalui pelatihan kepada para guru berbagai model pembelajaran inovatif, pendampingan dan monitoring sistem evaluasi, (3) Mitra kerja SMK tempat siswa melaksanakan praktik, hendaknya dengan sungguh-sungguh membina dan membelajarkan siswa sesuai program PSG/PKL, (4) Peneliti, hendaknya menggunakan parameter yang luas dengan cakupan faktor eksternal lainnya yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa, seperti faktor kebijakan pemerintah daerah, faktor lingkungan, dimensi dan indikator supply dan demand dengan penedekatan kuantitatif secara mendalam

Pengaruh persepsi siswa tentang pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa akuntansi SMK Ardjuna 2 Malang / Mega Anastasi Widyati

 

Kata Kunci: Persepsi Siswa tentang Fasilitas Belajar di Sekolah dan Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Siswa Pendidikan merupakan sesuatu yang penting dan dianggap paling utama dalam kehidupan manusia dan dapat memberi bekal hidup kepada peserta didik serta memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai tempat proses belajar mengajar, sekolah harus menyediakan fasilitas belajar di sekolah yang menunjang berlangsungnya proses belajar tersebut. Fasilitas belajar yang lengkap dapat memunculkan motivasi dalam melakukan aktivitas belajar yang pada akhirnya akan menentukan keberhasilan belajar siswa, sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan belajar siswa tidak hanya ditentukan fasilitas belajar yang lengkap tetapi juga motivasi belajar yang besar dari siswa itu sendiri. Berdasarkan paparan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi siswa tentang pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa akuntansi SMK Ardjuna 2 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Pengaruh persepsi siswa tentang pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa akuntansi, (2) Pengaruh persepsi siswa tentang motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa akuntansi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional yang dilaksanakan di SMK Ardjuna 2 Malang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa akuntansi kelas XI dan XII SMK Ardjuna 2 Malang yang berjumlah 36 siswa. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Variabel dalam penelitian ini meliputi pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah (X1), motivasi belajar (X2), dan prestasi belajar (Y). Dari hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif antara persepsi siswa tentang pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa akuntansi. (2) Terdapat pengaruh positif antara persepsi siswa tentang motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa akuntansi. Saran dalam penelitian ini adalah: (1) Pihak sekolah hendaknya meningkatkan fasilitas belajar di sekolah. (2) guru hendaknya memberikan bimbingan dan motivasi kepada anak didiknya agar lebih memanfaatkan fasilitas belajar yang tersedia di sekolah. (3) Siswa hendaknya dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia di sekolah dan meningkatkan motivasi belajarnya. (3) Bagi peneliti selanjutnya hendaknya mengkaji faktor-faktor lain yang berpengaruh dengan prestasi belajar yang belum diungkap dan dibahas dalam penelitian ini.

Implementasi pembelajaran kelas rangkap di SDN Gunungsari IV Desa Gunungsari kecamatan Bumiaji kota Batu. / Muhammad Halim

 

Kata Kunci : Implementasi, Pembelajaran Kelas Rangkap, SDN Gunungsari IV Pembelajaran kelas rangkap adalah suatu bentuk pembelajaran yang mempersyaratkan seorang guru mengajar dalam satu ruang kelas atau lebih dalam satu waktu. Pembelajaran kelas rangkap menekankan kepada dua hal yaitu kelas digabung secara terintegrasi dan pembelajaran berpusat kepada peserta didik. Pembelajaran kelas rangkap merupakan alternatif bagi pendidikan daerah terpencil yang mengalami keterbatasan di dalam jumlah peserta didik, kelas, maupun tenaga pendidik. Sehingga meskipun dengan keterbatasan yang ada siswa tetap dapat belajar secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal mengenai pembelajaran kelas rangkap yaitu untuk menjelaskan bagaimana melakukan perencanaan pembelajaran kelas rangkap, menjelaskan bagaimana proses kegiatan belajar-mengajar yang terjadi dalam pembelajaran kelas rangkap dan menjelaskan bagaimana evaluasi untuk pembelajaran kelas rangkap di SDN Gunungsari IV. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 7 November sampai 25 November di SDN Gunugsari IV. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan tiga cara yang pertama adalah dengan melakukakan wawancara tersruktur kepada kepala sekolah dan guru pengajar kelas rangkap, observasi proses belajar-mengajar kelas rangkap, dan Studi dokumentasi terhadap dokumen-dokumen sekolah yang berhubungan dengan pembelajaran kelas rangkap. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan yang pertama, guru sudah dapat merencanakan pembelajaran kelas rangkap dengan baik dan benar, namun guru masih belum mampu melakukan pengembangan terhadap pembelajaran kelas rangkap ini dikarenakan minimnya pengawasan dan pembinaan dari dinas pendidikan setempat. Kedua guru telah melakukan langkah-langkah pembelajaran kelas rangkap dengan baik dan benar. Namun guru masih kesulitan di dalam mengembangkan metode pembelajaran. Selain itu pembelajran kelas rangkap untuk kelas 1 dan 2 masih kurang efektif karena pada umumnya mereka belum bisa membaca dan menulis dan membutuhkan bimbingan belajar secara intensif. Pembelajaran kelas rangkap juga efektif untuk mengembangkan pendidikan di daerah terpencil, yaitu daerah dengan keterbatasan peserta didik, tenaga pengajar, ruang kelas serta faktor geograsfis lainnya. Semua guru sudah melakukan proses evaluasi dengan baik dan benar, pemberian remidial dan pengayaan telah dilakukan oleh guru di dalam pembelajaran kelas rangkap ini. Peserta didik yang melalaui proses pembelajaran dengan menggunakan kelas rangkap mengalami peningkatan kemampuan sosial mereka, hal ini dikarenakan mereka diharapkan mampu membangun interaksi dengan teman sekitarnya.Diharapkan hasil penelitian ini menjadi rujukan bagi sekolah untuk mengembangkan kurikulum pembelajaran kelas rangkap, dan bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap implementasi pembelajaran kelas rangkap dan melakukan penelitian lebih mendalam mengenai pembelajaran kelas rangkap dikarenakan pembelajaran kelas rangkap efektif bisa mengatasi keterbatasan pada pendidikan di daerah terpencil. Bagi jurusan teknologi pendidikan hendkanya lebih mendorong mahasiswa untuk melakukan inovasi di dalam pengembangan kurikulum. Sehingga dapat memunculkan alternatifalternatif kurikulum baru yang sesuai dengan karakteristik wilayah geografis, ekonomi, atau lingkungan sosialnya.

Hubungan antara supervisi kepala sekolah, budaya kerja dan motivasi berperstasi guru dengan kinerja profesianal guru pada SMA Negeri di kota manado / Olga O.L Tirajoh

 

Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd, (II) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd, (III) Prof. H.A. Sonhadji. K.H., MA., Ph.D. Kata kunci: supervisi kepala sekolah, budaya kerja, motivasi berprestasi guru, kinerja profesional guru. Pendidikan memegang peranan yang sangat strategis untuk mendapatkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta informsi dunia. Guru sebagai agen pembelajaran sangat perlu meningkatkan mutu kinerja profesionalnya agar dapat menghasilkan lulusan program pendidikan yang dapat diandalkan. Kondisi tersebut menuntut perlu adanya suatu sistem pendidikan yang mampu menyediakan sumberdaya manusia yang mampu bersaing secara global. Oleh karena itulah kebijakan pendidikan nasional perlu diarahkan agar mampu menyiapkan sumberdaya manusia yang mampu menghadapi tantangan masa depan secara efektif sejak usia sekolah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara supervisi kepala sekolah, budaya kerja, dan motivasi berprestasi, dengan kinerja profesional guru pada SMA Negeri di Kota Manado. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Pengambilan sampel untuk responden penelitian ini sebanyak 120 guru yang ditentukan secara proportional random sampling, teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Untuk menguji pola hubungan model yang dibentuk, digunakan alat analisis yang mampu menjelaskan secara simultan hubungan tersebut yaitu menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan menggunakan program Analysis of Moment Structures (AMOS) versi 4.01. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan analisis diskriptif variabel supervisi dengan frekuensi sebesar 62 responden (51,67%), sedangkan variabel budaya kerja dengan frekuensi sebesar 64 responden (53,33%). Untuk variabel motivasi berprestasi dengan frekuensi sebesar 67 responden (55,83%). Dan variabel kinerja profesional guru dengan frekuensi sebesar 60 responden (50,00%) yang kesemua variabel mempunyai frekuensi tergolong tinggi. Selain itu berdasarkan analisis hubungan antar variabel menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah memiliki hubungan langsung yang positif dan signifikan dengan motivasi berprestasi guru dan kinerja profesional guru, supervisi kepala sekolah juga memiliki hubungan yang positif dan signifikan secara tidak langsung dengan kinerja profesional guru melalui variabel motivasi berprestasi guru. Sedangkan untuk variabel budaya kerja juga memiliki hubungan langsung yang positif dan signifikan dengan motivasi berprestasi guru dan kinerja profesional guru, selain itu budaya kerja juga memiliki hubungan tidak langsung yang positif dan signifikan dengan kinerja profesional guru melalui variabel motivasi berprestasi guru. Sehingga seluruh hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima dan dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Hasil penelitian ini berhasil mengkonfirmatori teori-teori dan temuan-temuan penelitian sebelumnya tentang hubungan supervisi kepala sekolah, budaya kerja, motivasi berprestasi guru, dengan kinerja profesional guru. Analisis struktural juga mengungkapkan model yang cocok antara data dengan model struktural yang diuji. Lebih lanjut temuan penelitian ini mendukung teori-teori dan penelitian sebelumnya. Dari temuan penelitian, dapat disarankan hal-hal sebagai berikut: (1) kepada Kementrian Pendidikan Nasional, disarankan dalam rangka mengambil kebijakan yang berkaitan dengan upaya meningkatkan kinerja profesional guru perlu memperhatikan dan mengevaluasi program supervisi kepala sekolah yang telah ditetapkan serta perlunya memperhatikan faktor budaya kerja, serta motivasi berprestasi dikalangan para guru; (2) kepada Dinas Pendidikan kota Manado, disarankan agar hasil penelitian ini dijadikan dasar dalam membuat kebijakan pembangunan dalam bidang pendidikan utamanya bagi peningkatan kinerja profesional guru perlu memperhatikan pentingnya supervisi kepala sekolah, budaya kerja, serta motivasi berprestasi guru sehingga dapat mengoptimalkan kinerja guru secara menyeluruh; (3) Kepada para kepala Sekolah SMA Negeri di Kota Manado hendaknya dalam pembuatan program untuk peningkatan kinerja profesional guru, perlu memperhatikan program supervisi yang kontinyu dan memperhatikan pula budaya kerja serta motivasi kerja para guru yang dipimpinnya; (4) Kepada para guru disarankan untuk terus berupaya meningkatkan kemampuannya dengan cara memutakhirkan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki. Hal itu bisa dilakukan dengan cara mengikuti pendidikan dan pelatihan, mengikuti kegiatan ilmiah yang berhubungan dengan bidang tugasnya, lokakarya, seminar, dan lain sebagainya secara intensif; dan (5) kepada peneliti manajemen pendidikan, disarankan untuk melakukan penelitian yang serupa dengan menggunakan variabel lainnya atau meneliti dengan pendekatan yang berbeda yaitu pendekatan kualitatif.

Komunikasi organisasi dalam penyelesaian konflik ( Studi multi kasus pada SD Patimura, SD Cut Nyak Dien, dan SD Hasanudin di Kabupaten Toyoarum ) / Isparwoto

 

Kata kunci: komunikasi organisasi, penyelesaian konflik, sekolah dasar Sekolah dipandang sebagai totalitas sistem pengorganisasian yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan institutisional, dengan kata lain, sebagai organisasi adalah alat untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan sebagai penentu bagi volume dan beban kerja yang menjadi tanggung jawab untuk direalisasikan, semakin berkem-bang tujuan semakin berkembang volume kerja dan semakin banyak beban kerja, kepala sekolah sebagai pemimpin tugasnya mengkoordinasikan, melaksanakan, mengendalikan individu yang ada dalam sekolah untuk mencapai tujuan, untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan komunikasi yang berlangsung dengan har-monis, efektif dan timbal balik agar terjadi kesamaan makna dan persepsi diantara individu yang ada disekolah dalam menterjemah visi dan misi organisasi. Keefek-tifan komunikasi menunjukkan bahwa tingkat penafsiran penerima terhadap infor-masi yang disampaikan oleh sumber informasi tidak terjadi kendala. Tetapi bila ada gangguan maka dapat menimbulkan konflik, walaupun pada dasarnya konflik punya sisi positif dan sisi negatif tetapi bila tidak ada penyelesaian yang baik akan mengurangi keefektifan organisasi yang pada gilirannya akan mengurangi produk-tifitas kerja individu yang ada disekolah itu. Penelitian ini mengkaji tentang komunikasi organisasi dalam penyelesaian konflik, dengan tiga sub fokus penelitian: (1) proses komunikasi dalam penyelesaian konflik, (2) iklim komunikasi dalam penyelesaian konflik, dan (3) langkah penyelesaian konflik. Penelitian ini dilakukan di tiga Sekolah Dasar, yaitu SD Patimura, SD Cut Nyak Dien dan SD Hasanudin Kabupaten Toyoarum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus, data pe-nelitian berupa data deskriptif yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan analisis data kasus individu dan lintas kasus, Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji validitas yang memenuhi dua kriteria, yaitu: (1) kredibilitas meliputi triangulasi sumber data, metode, dan pengecekkan anggota, (2) dependibilitas, dan (3) konfirmabilitas. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, proses komunikasi dapat terwujud dengan efektif apabila: a) sumber informasi menguasai informasi yang akan dikirim, menguasai saluran informasi yang digunakan dan menguasai medan komunikasinya, serta dalam penyampaiannya sistematis, kritis, kreatif, inovatif, santun dan menarik, b) informasi yang disampaikan terbaru, asli dari sumbernya, obyektif, padat, relevan, tetap tidak berubah, mengandung kebenaran dan dapat dipercaya. c). saluran informasinya menggunakan bahasa verbal lisan dan tulis yang sistematis dan jelas, bahasa non verbal yang meyakinkan, melalui indera penglihatan dan pendengaran, selain penciuman, pengecap dan peraba, ser-ta menggunakan media komunikasi seperti buku, pesan singkat, telepon, hand-phone maupun teknologi berbantuan komputer seperti internet, email dan face-book, dan d) penerima informasi memahami maknanya, meyakini kebenarannya, merata penyebarannya, mencukupi kebutuhan informasi dan segera meresponnya. Kedua, iklim komunikasi dapat terwujud dengan kondusif apabila: a) guru diajak berkomunikasi dan berkonsultasi mengenai masalah, dan wilayah kebijakan seko-lah yang relevan dengan kedudukan guru, serta diberi kesempatan berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan dan penentuan tujuan sekolah, b) semua guru mudah memperoleh informasi yang berhubungan dengan tugas guru, kecuali un-tuk keperluan informasi rahasia dan semua guru menerima informasi yang dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk mengkoordinasikan pekerjaan, yang berhubungan dengan sekolah, kepala sekolah dan program kerja sekolah, c) Kepa-la sekolah bersedia mendengarkan saran, laporan, dan masalah yang dikemukakan guru secara kesinambungan dan dengan pikiran terbuka serta informasi dari guru dipandang cukup penting untuk dilaksanakan kecuali ada petunjuk lain yang berlawanan, d) Kepala sekolah dan guru menunjukkan suatu komitmen terhadap tujuan berkinerja tinggi dan kepala sekolah menunjukkan perhatian yang besar kepada kesejahteraan guru, sama besar seperti perhatian pada tujuan berkinerja tinggi. Ketiga, kepala sekolah dalam menyelesaikan konflik dapat efektif apabila: a) langkah perencanaan penyelesaian konflik yaitu: mengidentifikasi sumber kon-flik dan jenis konflik, mengklasifikasi konflik dan menganalisis konflik, b) lang-kah pelaksanaan penyelesaian konflik, yaitu: konflik antar guru menggunakan pendekatan kolaborasi, kompromi dan kompetisi, konflik guru dengan kepala se-kolah menggunakan pendekatan dominasi dan rela membantu, konflik guru de-ngan kelompok guru menggunakan pendekatan kompromi dan kolaborasi serta konflik antar kelompok guru menggunakan pendekatan integrasi, c) langkah eva-luasi penyelesaian konflik dilakukan Kepala Sekolah dengan mengurangi dampak negatif konflik baik tingkat konflik yang terlalu rendah maupun tingkat konflik yang terlalu tinggi, dengan mendorong dampak positif konflik melalui peningkat-an konflik yang optimal, sehingga peningkatan kinerja dapat terlihat pada sikap dan perilaku kerja dan hasil kerja yang produktif dan berkualitas dari semua war-ga sekolah. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui komunikasi yang efektif dan harmonis yaitu proses komunikasi yang efektif dan iklim komunikasi yang kondusif dapat menyelesaikan konflik secara efektif. Berdasarkan hasil te-muan penelitian ini diusulkan beberapa saran, yaitu: (1) kepada pemerintah c/q Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi agar dilakukan sosialisasi yang intens kepada para penyelenggara pendidikan akan pentingnya komunikasi organisasi yang efektif dan harmonis dalam penyelesaian konflik, serta dapat memilih kepala sekolah yang terampil melaksanakan komunikasi yang efektif, (2) kepada yayasan /perkumpulan penyelenggara pendidikan agar mengangkat kepala sekolah yang memenuhi standar kompetensi, (3) kepada para kepala sekolah agar meningkatkan keterampilan guru dalam berkomunikasi yang efektif, harmonis, empatik dan san-tun, serta dapat mengendalikan diri dalam menghadapi konflik, (4) Kepada para guru agar memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun, serta (5) kepada para peneliti, agar dilakukan penelitian yang serupa dengan mengambil kasus dan situs yang berbeda.

Pengaruh kepemilikan manajerial, pertumbuhan penjualan, dan profitabilitas terhadap kebijakan hutang pada perusahaan real estate dan property yang listing di bursa efek Indonesia tahun 2007-2009 / Dyah Titin Kurniatin

 

Kata Kunci: kebijakan hutang, kepemilikan manajerial, pertumbuhan penjualan, profitabilitas Persaingan antar perusahaan semakin ketat, hal ini merupakan tantangan bagi setiap perusahaan untuk mencari peluang dalam setiap kesempatan. Banyak penyesuaian yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam semua aspek kebijakan didalamnya. Salah satu kebijakan yang sangat berpengaruh dalam perusahaan adalah kebijakan pendanaan. Hal ini sangat berpengaruh karena dana adalah sumber utama dalam perusahaan sebagai modal untuk mengoperasikan usahanya. Sumber keputusan pendanaan ini dilakukan oleh manajer keuangan. Berdasarkan agency theory dan kepemilikan manajerial diharapkan manajer berhati-hati dalam mengambil keputusan. Selain kepemilikan manajerial faktor intern lain yang berpengaruh adalah pertumbuhan penjualan dan profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial, pertumbuhan penjualan, dan profitabilitas terhadap kebijakan hutang perusahaan real estate dan property yang listing di BEI tahun 2007-2009. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan real estate dan property yang di BEI tahun 2007-2009. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling diperoleh 11 sampel perusahaan dengan rentang waktu tahun 2007-2009. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kepemilikan manajerial secara parsial berpengaruh terhadap kebikan hutang , (2) pertumbuhan penjualan secara parsial berpengaruh terhadap kebijakan hutang, dan (3) profitabilitas secara parsial berpengaruh terhadap kebijakan hutang, (4) faktor yang berpengaruh paling dominan adalah kepemilikan manajerial. Berdasarkan hasil tersebut penelitian ini menyarankan manajer bisa mengambil langkah-langkah yang terarah dalam menentukan kebijakan hutang khususnya bagi perusahaan Property dan Real Estate dan untuk penelitian selanjutnya peneliti disarankan menggunakan sampel dari berbagai sektor indutri lain yang listing di Bursa Efek Indonesia sehingga hasil yang diharapkan dapat mengungkap hasil temuan penelitian yang bisa digunakan dalam berbagai industri dan akan lebih bermanfaat bagi banyak pihak.

Pengembangan prototype peluru dengan menggunakan peluru kayu untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep / Ribut Sujibno

 

Kata Kunci: prototype, peluru kayu, pembelajaran, tolak peluru. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan. Melalui pendidikan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih akan dilakukan secara sitematis. Ruang lingkup Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, salah satunya adalah permainan dan olahraga. Berdasarkan observasi dan wawancara pada tanggal 19 Februari 2011 terhadap guru pendidikan jasmani SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep diperoleh data sebagai berikut: dalam pembelajaran atletik nomor lempar, khususnya tolak peluru tidak selalu diberikan kepada siswa dikarenakan terdapat permasalahan yang berkaitan dengan jumlah alat yang tidak mendukung dan berat peluru yang berukuran standar. Dari segi kuantitas alat, SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep hanya memiliki 2 buah peluru yang terbuat dari besi keras dengan berat 4 kg (standar putri) dan 7,26 kg (standar putra), oleh karena jumlah dan berat yang standar tersebut dan alat tidak efektif untuk usia SMP, maka pembelajaran tolak peluru tidak dapat dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototype peluru kayu untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep. Penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep ini menggunakan model pengembangan Research and Development (R & D) dari Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi model yang lebih sederhana yaitu: (1) Riset dan pengumpulan data informasi berupa wawancara dan observasi lapangan. (2)Mengembangkan produk awal. (3) Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu, satu ahli tolak peluru, satu ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani. (4) Revisi produk awal (revisi berdasarkan dari hasil evaluasi para ahli), (5) Uji coba (kelompok kecil) yang dilakukan dengan melibatkan 8 subjek, (6) Uji lapangan (kelompok besar) dengan menggunakan 40 subjek, pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner kemudian dianalisis, (7) Revisi produk akhir berdasarkan hasil uji lapangan (kelompok besar). Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis data dari ahli pembelajaran dan ahli atletik diperoleh persentase 82,5% dan 75%. Hasil persentase tersebut menyatakan bahwa produk ini dapat diuji cobakan untuk pembelajaran tolak peluru menggunakan peluru kayu. Hasil persentase pada saat uji coba kelompok kecil adalah100%, dan hasil persentase pada tahap uji coba kelompok besar adalah 100% sehingga prototype peluru dengan menggunakan peluru kayu untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep dapat digunakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang dapat diberikan di antaranya: dalam penyebarluasan produk pengembangan ke sasaran yang lebih luas, peneliti memberi saran yaitu bahwa sebelum disebarluaskan sebaiknya produk ini dievaluasi kembali dan disesuaikan dengan kondisi sasaran yang ingin dituju. Selain itu, untuk subjek penelitian sebaiknya dilakukan pada subjek yang lebih luas, baik siswa maupun sekolah yang digunakan sebagai kelompok uji coba khususnya bagi kalangan pemangku mata pelajaran pendidikan jasmani.

Studi perbandingan rencana anggaran biaya pengecoran kolom sistem manual dengan sistem masinal proyek pembangunan gedung perkuliahan UNISMA / Dwi Priatna Arifiawan

 

Kata Kunci: Pelaksanaan, analisa biaya pengecoran kolom kolom. Bangunan memegang peranan penting dalam kehidupan kita, seperti pada pembangunan Gedung Kuliah dan Laboratorium Fakultas Kedokteran Di UNISMA di Jalan M.T Haryono No.193 Malang. Kolom adalah elemen struktur bangunan yang berfungsi meneruskan beban dari struktur di atasnya ke struktur bawahnya. Kegagalan pelaksanaannya akan berakibat langsung pada runtuhnya struktur lain yang berhubungan dengannya. Maka dalam hal ini diperlukan metode yang ketat dalam pengawasannya. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui: (1) metode pelaksanaan konstruksi kolom ; (2) rencana anggaran biaya pekerjaan pengecoran kolom yang menggunakan sistem manual (menggunakan timba) dihitung dengan manggunakan metode SNI-2008 ; (3) rencana anggaran biaya pekerjaan pengecoran kolom yang menggunakan sistem masinal (menggunakan concrete pump) dihitung menggunakan metode SNI-2008 (4) selisih biaya dari rencana anggaran biaya pengecoran kolom yang menggunakan sistem manual dengan sistem masinal (menggunakan concrete pump) pada proyek pembangunan gedung kuliah fakultas kedokteran di UNISMA. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi (pengamatan), tanya jawab (wawancara), dan dokumentasi. Pada studi ini diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan tentang pelaksanaan kolom. Secara umum pelaksanaan pekerjaan kolom yang meliputi pekerjaan bekisting, penulangan, pengecoran, serta pelaksanaan perawatan beton kolom sudah sesuai dengan kajian pustaka atau pendapat para pakar dan gambar bestek. Hasil dari perhitungan pengecoran kolom dengan sistem manual dengan pengecoran kolom yang menggunakan sistem masinal yang menggunakan metode SNI-2008 menunjukkan perhitungan pengecoran kolom dengan system manual lebih besar dari pada sistem pengecoran masinal. Selisih antara kedua perhitungan tersebut adalah sebesar Rp 3.054.150,00. Lebih murah yang menggunakan sistem masinal daripada sistem manual Hal tersebut dikarenakan jumalah pekerja yang tidak sama. Jika menggunakan system manual jumlah pekerja akan lebih banyak dibanding menggunakan sistem masinal.

Perbedaan prestasi belajar siswa dengan media visual dan media non visual pada siswa di SMA Negeri 2 Pasuruan / Kurnia Rizka Adkhadiah

 

Kata Kunci: Prestasi Belajar Siswa, Media Visual dan Media Non Visual Media pembelajaran adalah alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Dalam kegiatan belajar mengajar, gaya belajar siswa adalah salah satu faktor yang mempengaruhi media mengajar yang akan digunakan guru di dalam kelas dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar siswa dengan media visual dan media non visual. Ada 2 hal yang dideskripsikan dalam penelitian ini yaitu: (1) media mengajar guru akuntansi dan (2) prestasi belajar siswa. Media mengajar guru akuntansi merupakan perantara untuk menyampaikan materi pelajaran. Sedangkan prestasi belajar merupakan penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang pada umumnya berkenaan dengan aspek pengetahuan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Pasuruan. Adapun subjek yang diteliti pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 yang berjumlah 38 orang sebagai kelompok eksperimen yang diajar menggunakan media visual dan siswa kelas XI IPS 2 yang berjumlah 38 orang sebagai kelompok kontrol yang diajar dengan menggunakan media non visual. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, lembar observasi guru dan dokumentasi. Berdasarkan hasil uji t dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pretasi belajar siswa dengan media visual dan media non visual. Dari kesimpulan tersebut dapat disarankan agar guru menyesuaikan media pembelajaran yang akan digunakan sesuai dengan gaya belajar siswa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

Analisis pengaruh nilai tukar rupiah, jumlah uang beredar dan profitabilitas perusahaan terhadap Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2008-2010 / Anhar Khoir

 

Kata kunci: nilai tukar, jumlah uang beredar, profitabilitas, harga saham Investasi saham di pasar modal membutuhkan beberapa informasi untuk membantu para investor dalam melakukan pengambilan keputusan. Pasar modal yang efisien merupakan pasar yang mencerminkan semua informasi yang relevan terhadap harga sekuritas saham. Informasi relevan tersebut dapat di peroleh dari kinerja fundamental keuangan emiten dan kondisi makro ekonomi. Penelitian ini dilakukan karena termotivasi adanya fenomena atas penelitian sebelumnya yang mengukur harga saham hanya didasarkan atas faktor ekonomi makro atau hanya didasarkan faktor fundamental perusahaan. Selain itu terdapat ketidakkonsistenan dari hasil penelitian terdahulu yang membuat peneliti tertarik mengambil judul tersebut. Secara teoritis, penelitian ini bermanfaat dalam pengembangan teori, khususnya teori signaling (signalling theory). Teori signaling yang berhubungan dengan pengumuman informasi akan memberikan signal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh nilai tukar terhadap profitabilitas, (2) untuk mengetahui pengaruh arus jumlah uang beredar terhadap profitabilitas, (3) untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap harga saham (4) untuk mengetahui pengaruh nilai tukar terhadap harga saham melalui profitabilitas, (5) dan untuk mengetahui pengaruh jumlah uang beredar terhadap harga saham melalui profitabilitas. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis jalur (path analysis) yang dilakukan dengan SPSS 19. Sampel penelitian ini sebanyak 14 perusahaan yang tergabung dalam Jakarta Islamic Indeks di Bursa Efek Indonesia, dengan metode pooling data dalam periode bulanan, sehingga jumlah data observasi (n) = 144. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh signifikan nilai tukar terhadap profitabilitas perusahaan, (2) Terdapat pengaruh signifikan jumlah uang beredar terhadap profitabilitas perusahaan, (3) Terdapat pengaruh signifikan profitabilitas perusahaan terhadap harga saham(4) nilai tukar berpengaruh signifikan baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui profitabilitas perusahaan, dan (5) Jumlah uang beredar berpengaruh signifikan baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui profitabilitas perusahaan.

Upaya meningkatkan aktifitas dan prestasi belajar IPA dengan pendekatan pembelajaran discovery pada siswa kelas VI SDN Gunungrejo 1 Singosari Malang / Gatot sukotjo

 

KATA KUNCI : Pembelajaran, Metode Penemuan (Discovery), Prestasi Belajar, IPA Seiring dengan perubahan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan, sistem pendidikan di Indonesia dapat dimaklumi telah mengalami banyak perubahan. Perubahan perubahan itu dilakukan dengan berbagai usaha pembaharuan, seperti pembaharuan dalam bidang strategi, pendekatan, model, dan teknik pembelajaran. Sehingga dunia pendidikan di Indonesia semakin mengalami kemajuan. Berdasarkan pengalaman penulis selaku guru di SDN Gunungrejo 1 menunjukkan bahwa kegagalan dalam belajar IPA yang dihadapi oleh sejumlah siswa disebabkan kurang adanya dorongan untuk belajar selama mengikuti pembelajaran yang dilakukan dengan ceramah oleh guru. Dari sebanyak 48 siswa hanya terdapat 1 atau 2 siswa yang mengajukan pertanyaan, sedangkan yang lain pasif. Hal ini berdampak pada rendahnya nilai rata-rata prestasi belajar IPA di SDN Gunungrejo 1, khususnya pad siswa kelas VI yang nilai rata-rata untuk matapelajaran tersebut hanya mencapai nilai 50. Maka dari itu, dibutuhkan suatu perbaikan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebagai upaya membangkitkan aktivitas dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA, misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa dan guru, untuk menemukan konsep IPA, bukan hanya pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru (teacher centered) saja. Aktivitas belajar yang aktif berpusat pada siswa (student centered), nantinya diharapkan tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik, akan tetapi berperan penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh siswa menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif, afektif, dan psikomotorik yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan memperoleh pengalaman belajar dengan lebih baik. Moh. Nur (2001:3) menyampaikan bahwa tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung aktivitas belajar siswa. Oleh sebab itu, sebagai seorang guru disamping menguasai materi, juga diharapkan dapat menetapkan dan menyajikan materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan siswa, sehingga siswa menguasai materi dengan pengalaman belajar yang optimal. Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan satu metode di antara macam-macam metode pembelajaran, yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan prestasi belajar IPA. Menurut Siadari (2001:4), metode pembelajaran ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan, mencari, mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar. Aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VI SDN Gunungrejo 01 dengan penerapan metode pembelajaran discovery ternyata semakin meningkat, karena anak yang langsung berbuat untuk menemukan sendiri dalam memecahkan masalah. Sehingga kegiatan belajar - mengajar sebagian besar didominasi para siswa, sedangkan guru hanya sebagai pembimbing dan fasilitator, dan peingkatan aktivitas belajar ini ditunjukkan dengan nilai prestasi belajar siswa yang semakin meningkat pula. Hasil belajar atau prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas VI SDN Gunungrejo 1 Kabupaten Malang melalui penerapan metode pembelajaran penemuan terbimbing (discovery) mengalami peningkatan yang ditunjukan dengan kenaikan persentase ketuntasan prestasi belajar siswa dalam setiap tahap, yaitu tahap pra tindakan sebesar 10,42%, siklus 1 pertemuan 1 sebesar 58%, siklus 1 pertemuan 2 sebesar 85%, dan siklus 2 sebesar 100%.

Pengaruh pengungkapan akuntasi sosial terhadap nilai perusahan yang di ukur dengan tobin Q / Andyk Widodo

 

Kata Kunci : Akuntansi Sosial, Nilai Perusahaan dan Tobin Q. Pengungkapan akuntansi sosial merupakan suatu bentuk pelaporan sekaligus pertanggungjawaban yang dilakukan perusahaan atas dampak yang ditimbulkan dari aktivitas operasional yang berpengaruh terhadap masyarakat internal maupun eksternal perusahaan. Investor sebagai salah satu stakeholder kunci sangat mempertimbangkan kinerja sosial dan lingkungan perusahaan dalam melakukan keputusan investasi. Nilai perusahaan merupakan gambaran sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan image yang positif dari investor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengungkapan akuntansi sosial perusahaan terhadap nilai perusahaan manufaktur yang listing di BEI. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana dengan variabel independen adalah Pengungkapan Akuntansi Sosial, sedangkan variabel dependen adalah Nilai Perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI yang berturut-turut menyampaikan annual report di tahun 2008-2009. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dan positif pengungkapan akuntansi sosial perusahaan terhadap nilai perusahaan. Pengukuran nilai perusahaan menggunakan tobin q. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan memperluas sampel yang digunakan, tidak hanya perusahaan manufaktur melainkan jenis perusahaan lain atau menambahkan variabel lain yang berpotensi dapat mempengaruhi nilai perusahaan serta memperpanjang rentang waktu data penelitian yang digunakan menjadi beberapa periode agar dapat memprediksi hasil penelitian dalam jangka panjang.

Pengembangan forum diskusi online dengan strategi belajar mandiri mahasiswa di Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang / Teguh Arie Sandy

 

Kata Kunci : Pengembangan Forum Diskusi Online, Belajar Mandiri. Pemanfaatan forum diskusi online merupakan salah satu alternatif untuk mencari informasi yang semakin menjamur di dunia internet. konsep forum diskusi online merupakan salah satu sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang salah satu prinsipnya adalah prinsip kemandirian. Prinsip ini diwujudkan dengan adanya materi yang memungkinkan dapat dipelajari secara independent learning (Belajar Mandiri). Belajar mandiri juga cocok untuk semua tingkatan usia. Dengan kata lain, belajar mandiri sesuai untuk semua jenjang pendidikan; SD, SMP, SMA dan Universitas dalam rangka meningkatkan prestasi dan kemampuan pebelajar. Jurusan Teknologi Pendidikan (TEP) Fakultas Ilmu pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) sebagai salah satu jurusan yang mengedepankan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam menunjang pembelajaran ternyata belum mempunyai forum diskusi online. Berawal dari hal itu, ada kepedulian untuk mengembangkan forum diskusi online untuk mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan. Tujuan dari pengembangan ini adalah (1) menghasilkan produk forum diskusi online; (2) Membuat konsep belajar mandiri dengan menggunakan forum diskusi online (3) mengetahui validitas forum diskusi online dalam rangka peningkatan efektifitas belajar mandiri mahasiswa di Jurusan Teknologi Pendidikan. Metode pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE, model ini terdiri dari lima tahap, yaitu: (1) Analisis; (2) Desain; (3) Pengembangan; (4) Implementasi; (5) Evaluasi. Sampel yang diambil adalah mahasiswa Jurusan TEP angkatan 2009. Sumber data yang digunakan dalam pengembangan ini menggunakan instrument antara lain: angket (ahli media dan mahasiswa). Teknik analisis data yang digunakan antara lain: analisis data angket, interpretasi data dengan kriteria tingkat validitas. Forum diskusi ini ini juga telah diperbaiki dari produk awal sebelum menjadi produk, adapun beberapa perbaikan yang dilakukan yaitu (1) membuat form validasi mahasiswa TEP, (2) terdapat menu khusus bagi mahasiswa TEP (Pojok Dosen dan Asisten, dan IMATEPSI), (3) Navigasi dan pengelolaan menu, (4) perbaikan komposisi tata letak/ layout. Hasil pengembangan forum diskusi online adalah sebagai berikut: (1) validasi ahli media sebesar 87,5%; (2) validasi mahasiswa dalam uji coba lapangan sebesar 81,7%. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa forum diskusi online yang dikembangkan termasuk dalam kualifikasi Valid untuk digunakan sebagai alternatif pembelajaran dalam belajar mandiri mahasiswa.

Pengaruh kualitas audit, debt to equity ratio, retrun on asset terhadap return sahan studi pada perusahaan manufaktur yang liesting di BEI tahun 2007-2009 / Eka Purwaningsih

 

Kata kunci: Kualitas Audit , DER, (debt equity ratio), ROA (Return on Assets) Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang banyak diminati para investor, karena mempunyai saham yang likuiditasnya tinggi, volume perdagangan yang tinggi, nilai kapitalisasi pasar yang luas. Laporan keuangan atas hasil operasi perusahaan manufaktur digunakan untuk evaluasi kinerja perusahaan dimasa mendatang. Agar laporan keuangan perusahaan dapat mempunyai kredibilitas dan berguna bagi pihak-pihak pemakai laporan keuangan, maka laporan keuangan tersebut dimintakan pendapat kewajarannya. Hal ini sangat penting untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun strategi dan pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Auditor KAP, Debt Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA) terhadap return saham. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2007 sampai tahun 2009 sebanyak 28 perusahaan. Pengambilan sampel berdasarkan pada metode purposive sampling. Jumlah dokumentasi laporan keuangan dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji statistik regresi linier berganda dengan alat SPSS. Analisis data dengan satistik deskriptif untuk menggambarkan profil data, normalitas data dengan one sample kolmogrov smirnov untuk mengetahui distribusi data, pengujian dengan menggunakan Variance inflation factor dan tolerance untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antar variabel independen dalam model regresi yang dipakai, pengujian dengan nilai durbin watson untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi, grafik scatterplot untuk mendeteksi ada tidaknya heterokedastisitas, nilai R square untuk melihat koefisien determinasi. Hasil ujian ini membuktikan bahwa variabel Kualitas Auditor (KAP), ROA secara parsial berpengaruh terhadap return saham, sedangkan DER tidak berpengaruh terhadap return saham. Secara simultan hasil uji bahwa variabel Kualitas Auditor (KAP), debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA) berpengaruh terhadap Return Saham. Berdasarkan hasil temuan tersebut, sebaiknya penelitian selanjutnya disarankan menambah jumlah sampel penelitian dan kualitas auditor pengukurannya menggunakan variabel dummy, penelitian berikutnya dapat mempertimbangkan proksi lain, dan rasio keuangan yang digunakan tidak hanya DER, dan ROA tetapi rasio lain-lainya juga yang dapat mempengaruhi return saham.

Komunikasi informal dalam meningkatkan kualitas lulusan (studi multi kasus pada Sekolah Dasar Tawangalun Lor 01, Sekolah Dasar Tawangalun Lor 03, dan Sekolah Dasar Kepatihan 06 di Kabupaten Tawangalun) / Sri Handayani

 

Disertasi. Progran Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. H. Ahmad Sonhadji, K. H. MA., Ph. D., (II) Prof Willem Mantja, M. Pd, (III) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M. Pd. Kata kunci : komunikasi informal, kualitas lulusan, sekolah dasar. Komunikasi dalam dunia pendidikan menjadi kunci yang cukup determinan dalam mencapai tujuan. Seorang guru, dosen, betapa pun pandai dan luas pengetahuannya, bila tidak mampu mengkomunikasikan pikiran, pengetahuan, dan wawasannya, tidak akan efektif menyampaikan transformasi pengetahuan kepada siswanya. Kegagalan komunikasi pendidikan lebih banyak di sebabkan salah satu komponen komunikasi baik komunikator maupun komunikan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kurangnya optimalisasi proses komunikasi yang sedang berlangsung berakibat tujuan pendidikan dan tujuan instruksional yang ditetapkan tidak tercapai atau gagal. Berdasarkan studi pendahuluan, dapat disimpulkan bahwa ketiga kasus memiliki karakter yang berbeda. Pada kasus pertama, status Sekolah Standar Nasional, terakreditasi A. Jumlah siswa : 1314. Proses komunikasi informal pada sekolah tersebut dilakukan secara langsung (tatap muka) dengan pola komunikasi sebagian besar termasuk komunikasi interaksional. Pada kasus kedua, status sekolah: Rintisan Standar Internasional (RSD-BI), terakreditasi A, jumlah siswa: 441. Sekolah dilengkapi oleh tehnologi informasi (TI), pembelajaran memanfaatkan multimedia. Proses komunikasi informal sebagian besar dilakukan secara tidak langsung. Pola komunikasi sebagian besar termasuk pola komunikasi interaksional. Pada kasus ketiga Sekolah Standar Nasional, jumlah siswanya 568 , terakreditasi A. Proses komunikasi informal dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pola komunikasi termasuk pola komunikasi interaksional. Fokus utama penelitian ini adalah peran komunikasi informal dalam meningkatkan kualitas lulusan. Fokus tersebut secara rinci adalah: (1) proses dan komponen-komponen komunikasi informal, (2) model atau pola-pola komunikasi informal, (3) peran komunikasi informal dalam meningkatkan kualitas lulusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Untuk memperoleh data, peneliti merupakan instrumen kunci datang langsung di lapangan untuk mendapatkan data melalui: (1) wawancara mendalam, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Lokasi penelitian adalah: (1) SDN Tawangalun Lor 01, kasus 1, (2) SDN Tawangalun Lor 03 ( RSD-BI), kasus 2, dan SDN kepatihan 06, kasus 3. Analisis data dilakukan melalui dua tahap, yaitu : (1) analisis data kasus individu, (2) analisis data lintas kasus, dengan tehnik siklus komparatif konstan. Pengecekan keabsahan data dengan: credibility, dependability , dan confirmability. Tahapan penelitian ini adalah; perencanaan, memasuki lapangan, pengumpulan data, analisis data, menarik diri, dan penulisan laporan. Kesimpulan penelitian, pertama: proses dan komponen-komponen komunikasi informal pada tiga sekolah dasar malalui tiga tahapan yaitu: (1) penginterpretasian motif komunikasi, (2) penyandian, dan (3) pengiriman pesan. Adapun komponen-komponen komunikasi terdiri dari: (1) konteks, (2) komunikator, (3) pesan, (4) sistem pengantar, (5) komunikan, dan (6) umpan balik( feedback). Dua : proses komunikasi yang berlangsung di SDN Tawangalun Lor 01, banyak memanfaatkan komunikasi secara langsung. Pada SDN Tawangalun Lor 03, kasus 2, proses komunikasi informal sebagian besar dilakukan secara tidak langsung. Pada SDN Kepatihyan 06 , kasus 3, proses komunikasi dilakukan secara langsung dan tidak langsung dengan media telepon. Tiga: komunikasi antar warga sekolah, antara warga sekolah dengan pihak terkait dapat diklasifikasikan menjadi empat pola/model yaitu: (1) model komunikasi linier: komunikasi searah, komunikator menyampaikan pesan /informasi kepada komunikan, dan komunikan tidak memberikan feedback (umpan balik), (2) model komunikasi interaksional yaitu komunikasi dua arah antara komunikator yang menyampaikan pesan dan komunikan penerima pesan memberikan umpan balik, (3) model komunikasi sirkuler yaitu komunikasi dua arah dengan intensitas tinggi, komunikator dan komunikan mempunyai fungsi yang sama baik sebagai komunikator maupun komunikan, komunikasi seperti lingkaran. (4) model komunikasi transaksional, dalam berkomunikasi ada proses kooperatif, contohnya terjadi pada komunikasi antara kepala sekolah dengan komite sekolah pada kasus 1. Empat, oleh karena warga sekolah dan antara warga sekolah dengan pihak terkait dalam proses komunikasi secara langsung maupun tidak langsung memanfaatkan komponen-komponen komunikasi secara optimal, dan hanya menyampaikan informasi penting yang berkaitan dengan proses pendidikan dan pembelajaran, maka mutu lulusan dapat ditingkatkan. Berdasarkan hasil penelitian, disampaikan saran kepada: pertama, pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten, KepalaUPTD, Pengawas Sekolah, hendaknya memberdayakan komunikasi informal dengan proses yang sesuai, dan memanfaatkan komponen-komponen komunikasi secara benar untuk menyampaikan informasi penting agar kualitas lulusan dapat ditingkatkan. Kedua kepala sekolah sebaiknya menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan dalam menerapkan komunikasi informal untuk meningkatkan kualitas pendidikan maupun kualitas lulusan. Ketiga, guru sebagai ujung tombak untuk mencetak lulusan yang berkualitas sebaiknya memiliki komitmen tinggi, dengan cara, berkomunikasi secara optimal baik dalam pembelajaran di dalam kelas maupun diluar kelas. Keempat, orangtua siswa hendaknya berperan aktif untuk memotivasi putra- putrinya, memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan sekolah, dan menjalin hubungan harmonis dengan pihak sekolah dalam rangka keberhasilan dan kesuksesan putra-putrinya. Kelima, bagi peneliti lain, sebaiknya menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu bahan referensi yang bisa dikembangkan melalui penelitian lebih lanjut dengan pendekatan, subyek, lokasi, tema yang lain.

Analisis rasio keuangan untuk menilai kinerja keuangan ( studi pada KSU MAKMUR SEJATI periode 2005-2010) / Yossy Imam Candika

 

Kata Kunci: rasio keuangan, kinerja keuangan, KSU Makmur Sejati Koperasi perlu dibina secara profesional baik dalam bidang organisasi maupun dalam bidang mental dan usaha. Pengukuran kinerja koperasi diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk itu, maka koperasi harus mampu menilai kinerja keuanganya melalui rasio keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan dan tren KSU Makmur Sejati ditinjau dari aspek permodalan yang dinilai dari rasio modal sendiri terhadap total aset, kualitas aktiva produktif yang dinilai dari rasio volume pinjaman pada anggota terhadap volume pinjaman diberikan, efisiensi yang dinilai dari rasio beban usaha terhadap SHU kotor, likuiditas yang dinilai dari rasio kas dan rasio pinjaman yang diberikan terhadap dana yang diterima, rentabilitas yang dinilai dari rasio rentabilitas aset dan rasio rentabilitas modal sendiri, serta aspek jasa simpanan anggota dan usaha yang dinilai dari rasio partisipasi bruto. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dengan alat perbandingan secara time series analysis. Subyek penelitian ini adalah KSU Makmur Sejati. Hasil analisis kinerja keuangan KSU Makmur Sejati selama periode tahun 2005-2010 menunjukkan bahwa kinerja keuangan koperasi ini cukup baik dan tren yang menurun dari aspek permodalan yang dilihat dari rasio modal sendiri terhadap total aset dan aspek jasa simpanan anggota dan usaha yang dilihat dari rasio partisipasi bruto. Kinerja baik dan tren yang menurun diperlihatkan pada aspek kualitas aktiva produktif yang dilihat dari rasio volume pinjaman pada anggota terhadap volume pinjaman diberikan, aspek efisiensi yang dilihat dari rasio beban usaha terhadap SHU kotor, aspek likuiditas yang dilihat dari rasio pinjaman diberikan terhadap dana diterima, dan aspek rentabilitas yang dilihat dari rasio rentabilitas modal sendiri. Sementara aspek likuiditas yang dilihat dari rasio kas memiliki kinerja buruk menunjukkan tren yang naik dan aspek rentabilitas yang dilihat dari rasio rentabilitas asset memiliki kinerja yang kurang baik menunjukkan tren yang menurun. KSU Makmur Sejati hendaknya dapat meningkatkan jumlah modal sendiri, menjaga jumlah kas, melakukan penghematan dalam beban usaha, dan meningkatkan penyaluran dana dalam bentuk kredit. Peneliti-peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah subyek penelitian.

Analisis penerapan keselamatan dan kesehatan kerja siswa SMK pada laboraturium pemesinan di SMK Se-Pasuruan / Bagas Surya Hadi

 

Kata Kunci : Keselamatan kesehatan kerja, SMK Pasuruan Pendidikan menengah kejuruan merupakan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk mampu bekerja dalam bidang tertentu, mampu beradaptasi di lingkungan kerja, mampu melihat peluang kerja, dan mampu mengembangkan diri dikemudian hari. Pendidikan di SMK berkatian erat dengan dunia industri terlebih dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja. K3 di bengkel pemesinan SMK di Pasuruan sangat mempengaruhi K3 di perindustrian Pasuruan, karena perindustrian Pasuruan sebagian besar menyerap tenaga kerja dari SMK di Pasuruan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman siswa tentang K3, pemahaman guru tentang K3, kelengkapan fasilitas K3 dengan penerapan K3 siswa pada laboratorium pemesinan di SMK se- Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Data penelitian yang berupa angka-angka dalam skala likert ini diperoleh dari dari penelitian yang dilakukan ke SMK di Pasuruan. Pengumpulan data menggunakan teknik angket dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa angket pernyataan. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap validasi angket, uji normalitas, dan kemudian uji hipotesis. Hasil analisis ditemukan. Pertama, untuk variabel pemahaman siswa tentang K3 adalah thitung (2,504) > ttabel (2,042), maka Ada hubungan yang signifikan antara pemahaman siswa tentang K3 dengan penerapan K3 siswa di laboratorium SMK se-Pasuruan. Kedua, untuk variabel pemahaman guru tentang K3 adalah thitung (2,107) > ttabel (2,042), maka ada hubungan yang signifikan antara pemahaman guru tentang K3 dengan penerapan K3 siswa di laboratorium SMK se-Pasuruan. Ketiga, untuk variabel fasilitas K3 adalah thitung (2,209) >ttabel (2,042), maka ada hubungan yang signifikan antara fasilitas K3 dengan penerapan K3 siswa di laboratorium SMK se-Pasuruan. Keempat, dari hasil analisis data Fhitung (13,318) > Ftabel (2,92), dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman siswa tentang K3, pemahaman guru tentang K3 dan kelengkapan fasilitas K3 penerapan K3 siswa di laboratorium pemesinan SMK se-Pasuruan. Dari nilai Adjusted R-Square menunjukkan nilai sebesar 0,560 atau 56,0%. Artinya bahwa penerapan K3 oleh siswa dapat dijelaskan sebesar 56,0% oleh pemahaman siswa tentang K3, pemahaman guru tentang K3, dan kelengkapan fasilitas K3 sedangkan sisanya 44% dijelaskan oleh variabel lain di luar ketiga variabel bebas yang diteliti.

Meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa melalui model pembelajaran learning cycle kelas VIII D SMPN 8 Malang / Raka Pratama D.

 

Kata Kunci : keaktifan, model pembelajaran learning cycle Berdasarkan observasi awal dan wawancara informal dengan guru matematika kelas VIIID SMPN 8 Malang, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran matematika di kelas tersebut masih didominasi oleh guru sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil observasi awal peneliti, prosentase siswa yang aktif sebesar 35%, dengan kategori keaktifan berada dalam tahap “kurang baik”. Untuk itu diperlukan suatu model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa adalah model pembelajaran learning cycle. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran learning cycle yang dapat meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa. Dengan penelitian ini, diharapkan adanya solusi untuk masalah keaktifan belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan masing-masing siklus mencakup 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII D SMPN 8 Malang yang terdiri dari 43 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keaktifan siswa meningkat melalui model pembelajaran learning cycle. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. prosentasi nilai rata-rata keaktifan siswa pada observasi awal adalah 35% dengan kategori “kurang baik”, dan siklus I adalah 43,25% dengan kategori “cukup baik”, kemudian meningkat pada siklus II sebesar 65,07% dengan kategori “baik”. Melalui pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran learning cycle, siswa menjadi lebih tertantang untuk memahami sendiri materi yang disampaikan. Rasa percaya diri siswa juga bertambah dalam menyampaikan jawaban dan pendapat saat diskusi kelas. Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran semakin meningkat karena siswa merasa senang dan termotivasi dengan adanya pemberian reward bagi yang paling aktif dalam kelas.

Penerapan sistem nilai dalam budaya organisasi sekolah unggul studi (studi multi kasus pada tiga SMP di Kabupaten Banyuwangi / Manshur

 

Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarja¬na Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. H. Ahmad Sonhadji, K.H., M.A. Ph.D.,(II) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd (III) Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd Kata-kata kunci:sistem nilai, budaya organisasi, sekolah unggul, SMP Pada zaman global ini, maraknya berita diberbagai media yang memuat tentang kenakalan remaja, anak-anak, dan guru, orang tua semakin menyadari akan pentingnya pendidikan yang berkulitas bagi anak-anaknya, sekolah yang berkualitas dan berbasis nilai terus dicari dan sekolah yang mutunya rendah ditinggalkan. Orang tua tidak memperdulikan apakah sekolah negeri ataupun swasta. Kenyataan ini terjadi karena kebutuhan yang merata di setiap kota di Indonesia sehingga memunculkan sekolah-sekolah unggul berbasis nilai. Keunggulan suatu sekolah dipengaruhi berbagai variabel baik yang tampak maupun tidak tampak. Selama ini banyak pihak menjelaskan keunggulan sekolah hanya dilihat dari dimensi yang tampak, terutama perolehan nilai ujian akhir nasional dan kondisi fisik sekolah. Owens (1995) menegaskan bahwa dimensi yang tidak tampak yang mencakup nilai-nilai (values), keyakinan (beliefs), budaya dan norma perilaku, justru lebih berpengaruh terhadap kinerja individu. Penelitian ini bermaksud memperoleh gambaran lebih mendalam tentang penerapan sistem nilai dalam budaya sekolah unggul yang memiliki latar budaya organisasi yang berbeda, baik dari segi ni¬lai-nilai yang dianut maupun penye lenggaraannya, yaitu: (1) SMP Negeri 1 Banyuwangi, (2) SMP Kristen Aletheia Genteng, dan (3) SMP Bustanul Makmur Genteng.Fokus penelitian ini tertuju pada tiga hal, yaitu: a)Penerapan sistem nilai pengetahuan, mencakup (1) sistem nilai prestasi (2) sistem nilai mandiri, (3) sistem nilai disiplin, dan (4) sistem nilai keunggulan, b).Penerapan sistem nilai sosial, mencakup (1) sistem nilai kebebas an, (2). sistem nilai kesederhanaan dan kesahajaan, (3) sistem nilai kebersamaan dan persaudaraan, c).Penerapan sistem nilai agama, meliputi : (1). sistem nilai ibadah (2) sistem nilai kerendahan hati/tawaddu’. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ran¬cangan studi multi kasus. Orientasi yang digunakan pendekatan feno¬menologis dan pendekatan budaya, informan ditetapkan secara purposif. Teknik pengumpulan data meliputi: (1) wawan¬cara mendalam, (2) observasi partisipan, dan (3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisasir, ditafsir, dan dianalisis secara berulang-ulang, melalui analisis dalam ka¬sus maupun analisis lintas kasus, guna menyusun konsep dan abstrak¬si temuan penelitian. Kredibilitas data dicek dengan prosedur trianggu¬Iasi, pengecekan anggota, diskusi teman se jawat. Sedangkan depen¬dabilitas dan konfirmabilitas dilakukan oleh para pembimbing seba¬gai dependent auditor. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan : Pertama penerapan sistem nilai pengetahuan dapat terwujud secara efektif(1) apabila terlaksanaVisi-misi, RKAS, pedoman mutu, iklim kondusif, input yang baik, menghargai aktivitas dan capaian, program pengembangan, remidi, evaluasi, mading, SDM, bimbingan belajar, paguyuban kelas,(2) apabila terwujudkebebasan, kejujuran, guru sebagai fasilitator, kelompok kerja, mandiri dan terampil,(3) jikamemiliki disiplin utuh reword, sangsi, kerohanian sesuai dengan agamamasing-masing,(4) apabila keunggulan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab seluruh warga,belajar secara intensif, melebihi siswa lain, tambahan jam intensif, bilingual, peningkat kan kemampuan, Sejarahpositif sekolah, kemapanan,dukungan alumni, peng hargan terhadap eksistensi sekolah, rujukan studi banding,penerapan sistem aplikasi sekolah, Kedua,penerapan sistem nilai sosial dapat terwujud secara efektif (1) Jika terwujudkebebasanberpendapat, berkreasi berekspresi,dan menyampaikan kritik,menghargai keberagaman, agenda polling murni tanggung jawab siswa dalam memberikan apresiasi kepada guru, (2)apabila terlaksana PSB seleksi, peduli sosial, simpati kesederhanaan, mendidik, mengajarkan hidup sederhana, pelarangan membawa HP dan perhiasan mencolok, penyediakan telpon gratis,(3) Jikalau terwujud kebersamaan dan persaudaraan, saling tolong, saling bantu tercermin dalam kegiatan OSIS, PMR, pramuka, keagamaan, silaturrahim dan pemberian bantuan, Ketiga, Penerapan sistem nilai agamadapat terwujud secara efektif (1)apabila pelajaran didahuluidengan ibadah,baca kitab suci, renungan pagi, shalat dhuha,PBM dimulaidengan salam, doa, pelajaran inti, evaluasi, dan do’a penutup, (2) apabila moral menjadi penentu kenaikan dan kelulusan, menyambut dan menghormati siswa, diajarkan rendah hati, taat, dibekali training kecerdasan, diajarkan tentang makna hidup, supaya sabar tawakkal, menghormati yang lebih tua, menyapa secara santun & jabat tangan. Kepada beberapa pihak disarankan agar: (1). Bagi guru, karyawan, dan segenap pemangku kepentingan sekolah sebagai tambahan pengetahuan dan tambahan wawasan tentang pelak sanaan sistem nilai dalam budaya organisasi sekolah. (2) Bagi kepala sekolah, agar lebih efektif pelaksanaan sistem nilai supaya dipertimbangkan rasio tim pemantau baik guru agama maupun tim khusus yang lain, dan bagi yayasan merupakan masukan pertimbangan dalam perumusan kebijakan untuk penerapan strategi pelaksanaan dan pelestarian sistem nilai, serta meningkatkan produktifitas dan efektifitas belajar. (3) Bagi Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kementerian Agama Kabupateni Banyuwangi sebagai masukan, penerapan sistem nilai dalam budaya organisasi sekolah yang berhubungan dengan aspek: pengetahuan, sosial, maupun agama.(4) Bagi lembaga pendidikan persekolahan: secara konseptual dapat memperkaya teori manajemen pendidikan terutama yang berkaitan dengan penerapan sistem nilai dalam budaya organisasi sekolah yang bersifat homogen maupun yang heterogen. (5)Bagi peneliti-peneliti berikutnya dapat dijadikan acuan, untuk mengkaji lebih mendalam dengan topik dan fokus serta setting yang lain untuk memperoleh perbandingan sehingga memperkaya temuan-temuan penelitian ini.

Pengaruh strategi pembelajaran, motivasi berprestasi, dan keterampilan berkomunikasi terhadap hasil belajar mata kuliah pengembangan media pembelajaran IPS di SD pada mahasiswa program studi PGSD / Edy Herianto

 

Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, MA., (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (III) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Pd., M.Ed. Kata kunci: strategi pembelajaran, motivasi berprestasi, keterampilan berkomunikasi, hasil belajar. Strategi pembelajaran kooperatif-investigasi kelompok adalah strategi pembelajaran inovatif yang membutuhkan keterlibatan aktif mahasiswa pada setiap aktivitas pembelajaran. Optimalnya keterlibatan aktif mahasiswa ditentukan oleh tingginya motivasi berprestasi dan keterampilan berkomunikasi. Motivasi berprestasi tinggi mengarahkan mahasiswa untuk mewujudkan harapannya agar berhasil sesuai tujuan. Keterampilan berkomunikasi tinggi mengarahkan mahasiswa dalam berinteraksi antarsesama yang memiliki kemampuan heterogen. Isu penting pembelajaran mata kuliah PMPIPS-SD adalah hasil belajar masih berupa kemampuan kognitif tingkat rendah (pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi). Isi pesan silabus mata kuliah belum diimplementasikan. Fokus strategi pembelajaran belum melibatkan peran aktif mahasiswa. Di samping itu, motivasi berprestasi dan keterampilan berkomunikasi antarmahasiswa yang memiliki kemampuan kognitif heterogen belum memperoleh perhatian. Mahasiswa belum memperoleh kesempatan untuk melakukan investigasi sebagai wahana pengembangan kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi. Secara teoretis investigasi kelompok merupakan wahana bagi mahasiswa untuk mengembangkan motivasi berprestasi dan keterampilan berkomunikasi antarsesama yang memiliki kemampuan yang heterogen, namun dosen pembina mata kuliah PMPIPS-SD belum mengetahui secara teknis implementasi strategi pembelajaran kooperatif-kelompok investigasi pada kegiatan pembelajaran sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah (1) membandingkan efektivitas penggunaan strategi pembelajaran (strategi kooperatif-investigasi kelompok (PK-IK) dan strategi pembelajaran nonkooperatif-diskusi kelompok (PN-DK)), motivasi berprestasi (tinggi dan rendah), dan keterampilan berkomunikasi (tinggi dan rendah) dilihat dari hasil belajar mahasiswa PGSD pada mata kuliah PMPIPS-SD serta (2) mengkaji interaksi antara strategi pembelajaran, motivasi berprestasi, dan keterampilan berkomunikasi terhadap hasil belajar mata kuliah PMPIPS-SD pada mahasiswa PGSD. Penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini dilakukan di jenjang S1 Program Studi PGSD FKIP Universitas Mataram. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa semester VI (2010/2011) berjumlah 200 orang yang sedang menempuh mata kuliah PMPIPS-SD. Pengumpulan data penelitian menggunakan (1) angket motivasi berprestasi hasil adaptasi dari Robinson terdiri dari 14 item, (2) angket keterampilan berkomunikasi disusun berdasarkan kisi-kisi konsep keterampilan berkomunikasi terdiri dari 15 item, dan (3) tes hasil belajar disusun berdasarkan kisi-kisi mata kuliah PMPIPS-SD terdiri dari 31 item bentuk pilihan ganda dan 5 item bentuk uraian. Data penelitian dianalisis dengan ANOVA tiga jalan melalui program SPSS 16,0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar mata kuliah PMPIPS-SD kelompok mahasiswa yang mendapat strategi PK-IK lebih tinggi dibandingkan dengan strategi PN-DK, (2) mahasiswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi mempunyai hasil belajar lebih tinggi dari pada yang memiliki motivasi berprestasi rendah, (3) mahasiswa yang memiliki keterampilan berkomuniksai tinggi mempunyai hasil belajar lebih tinggi daripada yang memiliki keterampilan berkomunikasi rendah, (4) tidak ada interaksi antara strategi pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar mata kuliah PMPIPS-SD, (5) tidak ada interaksi antara strategi pembelajaran dan keterampilan berkomunikasi terhadap hasil belajar mata kuliah PMPIPS-SD, (6) tidak ada interaksi antara motivasi berprestasi dan keterampilan berkomunikasi terhadap hasil belajar mata kuliah PMPIPS-SD, dan (7) tidak ada interaksi antara strategi pembelajaran, motivasi berprestasi, dan keterampilan berkomunikasi terhadap hasil belajar mata kuliah PMPIPS-SD. Berdasarkan temuan penelitian, dosen mata kuliah PMPIPS-SD disarankan menggunakan strategi PK-IK sebagai upaya mewujudkan hasil belajar pada ranah kognitif tingkat tinggi. Pada implementasi strategi PK-IK, dosen disarankan agar memperhatikan karakteristik mahasiswa, khususnya motivasi berprestasi dan keterampilan berkomunikasi, sehingga mahasiswa dapat terlibat aktif di setiap kegiatan investigasi yang akan membuahkan hasil belajar ranah kognitif tingkat tinggi.

Studi pelaksanaan balok dan kolom serta analisa biaya pada proyek pembangunan renovasi rumah sakit Lavalette Jl. WR Supratman no. 10 Malang / Rahman Sudarsono

 

Kata kunci: studi, pelaksanaan, analisa biaya, kolom, dan balok beton. Seiring dengan perkembangan zaman, dan berkembang pula dunia konstruksi di Indonesia saat ini, bangunaan memegang peranan penting dalam kehidupan. Sebagian besar dari hidup manusia berada disekitar atau di dalam bangunan, seperti pada gedung, perkantoran, pabrik-pabrik, perumahan, rumah sakit, sekolah, tempat ibadah dan sebagainya. Permasalahannya adalah bagaimana mendirikan suatu bangunan dengan cara yang benar dan ekonomis. Kolom dan balok adalah salah satu elemen struktur bangunan yang berfungsi meneruskan beban dari struktur di atasnya ke struktur di bawahnya. Kegagalan pelaksanaannya akan berakibat langsung pada runtuhnya stuktrur lain yang berhubungan dengannya. Maka dari itu dalam mendirikan bangunan memerlukan metode dan pengawasan yang ketat, seperti pada bangunan Rumah Sakit Lavalette Malang. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode pelaksanaan kolom dan balok, tahapan-tahapan pekerjaan kolom dan balok, beserta perbedaan biaya yang terjadi pada laporan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan biaya pelaksanaan menurut kajian teori. Pada studi ini diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan tentang pelaksanaan pekerjaan beton khususnya pekerjaan kolom dan balok bertulang di lapangan. Metode pengumpulan data yaitu metode dokumentasi dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan memeriksa kelengkapan data. Data tersebut kemudian akan dibandingkan dengan kajian pustaka sehingga dapat diambil kesimpulan dan saran. Hasil studi pelaksanaan kolom dan balok adalah sebagai berikut. Tahapan pekerjaan kolom dimulai dari pekerjaan pekerjaan persiapan, penulangan, bekisting, perancah, pengecoran, pembongkaran bekisting dan perawatan beton umumnya telah sesui dengan teori. Untuk pekerjaan balok dimulai dari Pekerjaan persiapan,perancah, bekisting, penulangan, pengecoran, pembongkaran bekisting, dan perawatan beton. Untuk analisa biaya terdapat selisih antara yang ada pada Rencana Anggaran Biaya yang berdasarkan data proyek dengan Analisa Biaya Pelaksanaan berdasarkan SK SNI 2007. Hasilnya biaya pelaksanaan lebih besar dari pada biaya perencanaan. Berdasarkan studi ini dapat disarankan bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan kolom dan balok beton bertulang agar dilakukan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan yang lebih teliti, begitu juga dengan penggunaan biayanya, sehingga pelaksanaan proyek dapat mencapai kualitas beton yang baik dengan biaya yang efisien.

Pengembangan pembelajaran teknik dasar lompat jauh gaya menggantung dengan menggunakan gaya mengajar resiprokal untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Sarongi Kabupaten Sumenep / Susdiono

 

Kata kunci : pengembangan, pembelajaran, lompat jauh gaya menggantung, gaya mengajar resiprokal Pembelajaran adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam menyampaikan pesan atau materi kepada siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap guru pendidikan jasmani di SMP Negeri 1 Saronggi Kabupaten Sumenep pada tanggal 31 Januari 2011 tentang pembelajaran teknik dasar lompat jauh gaya menggantung, masih banyak siswa yang merasa kesulitan untuk melakukan teknik dasar lompat jauh gaya menggantung dengan baik, dan tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran masih kurang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru pendidikan jasmani SMP Negeri 1 saronggi kabupaten sumenep maka akan dilakukan pengembangan model pembelajaran lompat jauh gaya menggantung dengan menggunakan strategi gaya mengajar yang sesuai, agar dapat meningkatkan keterampilan, keaktifan, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran teknik dasar lompat jauh gaya menggantung. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 1 Saronggi Kabupaten Sumenep merasa kesulitan untuk melakukan teknik dasar lompat jauh gaya menggantung dengan baik, dan tingkat keaktifan siswa masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran lompat jauh gaya menggantung dengan menggunakan gaya mengajar resiprokal untuk siswa kelas VII SMP Negeri 1 Saronggi Kabupaten Sumenep. Dengan adanya pengembangan model pembelajaran ini diharapkan siswa mampu memahami, terampil melakukan dan mengevaluasi teknik dasar lompat jauh gaya menggantung melaluai pemahaman, peragaan latihan dan pengamatan yang dilakukan secara berpasangan. Model pengembangan lompat jauh gaya menggantung dengan menggunakan gaya mengajar resiprokal untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Saronggi Kabupaten Sumenep ini menggunakan model pengembangan Research and Development dari Borg and Gall yang dimodifikasi, peneliti hanya mengambil 7 langkah dari 10 langkah yang ada. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Saronggi Kabupaten Sumenep. Subjek uji coba terdiri dari (1) tinjauan ahli terdiri atas, 1 ahli pembelajaran pendidikan jasmani, 1 ahli atletik, (2) uji coba kelompok kecil dengan melibatkan 8 siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Saronggi Kabupaten Sumenep, (3) uji coba kelompok besar dengan melibatkan 40 siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Saronggi Kabupaten Sumenep. Dari hasil uji coba (kelompok kecil) diperoleh bahwa seluruh aspek dalam pengembangan pembelajaran teknik dasar lompat jauh gaya mengantung dengan menggunakan gaya mengajar resiprokal untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Saronggi Kabupaten Sumenep dengan persentase 69,61% dengan makna digunakan. Sedangkan hasil uji lapangan (kelompok besar) diperoleh dengan persentase 89,01% dengan makna digunakan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan sebaiknya subjek penelitian ini dilakukan pada yang lebih luas maupun kepada siswa kelas VII di sekolah lain.

Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan prestasi belajar fisika siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Papar tahun ajaran 2009/2010 / Silvia Farida Ariani

 

Kata Kunci : Problem Based Learning (PBL), Keterampilan Proses Sains, Prestasi Belajar Fisika Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru fisika kelas X-6 SMA Negeri I Papar diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran guru memberikan materi fisika dengan metode ceramah dan diskusi kelas sehingga sis-wa masih kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, jika diberi kesempatan siswa jarang sekali bertanya atau menyampai¬¬¬kan gagasan. Keterampilan dalam menggu-nakan alat-alat laboratorium masih rendah. Siswa kurang dalam memperoleh pe-ngalaman langsung, dikarenakan guru lebih sering melakukan demonstrasi daripa-da mengajak siswa ikut terlibat langsung dalam melakukan penyelidikan. Akibat-nya keterampilan proses sains seperti keterampilan mengamati, mengukur, mem-prediksi, mengkomunikasikan, bereksperimen, dan menarik kesimpulan, rendah. Selain keterampilan proses yang masih rendah, nilai rata-rata prestasi belajar fisi-ka siswa masih di bawah KKM yaitu 65. Oleh karena itu, perlu dilakukan peneliti-an yang dapat menjadikan siswa mempunyai keterampilan proses sains dan pres-tasi belajar siswa dapat meningkat. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi belajar fisika dan mengetahui kualitas keterampilan proses sains siswa adalah Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan prestasi belajar fisika dan mengetahui kualitas keterampilan proses sains siswa kelas X-6 SMA Negeri I Papar melalui penera-pan model pembelajaran PBL. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas adaptasi dari Kemmis & Mc Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari pe-rencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Papar dengan jumlah 41 siswa. Instrumen penelitian me-liputi instrument tindakan yaitu RPP dan LKS, lembar keterlaksanaan PBL, for-mat catatan lapangan, lembar observasi keterampilan proses sains, dan tes prestasi belajar. Keterampilan proses sains dikatakan berhasil jika tiap aspek telah menca-pai 70% dari skor maksimal. Prestasi belajar dikatakan berhasil jika ketuntasan belajar telah mencapai 75% dari seluruh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan prestasi belajar siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Papar. Hasil analisis dapat dilihat kualitas aspek keterampilan proses sains pada siklus I 59,68% dengan kriteria cukup baik dan pada siklus II 71,27% dengan kriteria baik. Prestasi belajar Fisika juga menunjukkan peningka-tan nilai rata-rata dari observasi awal 65 ke siklus I 74,58 mengalami peningkatan sebesar 14,74 %, dan siklus II meningkat sebesar 23,9%.

Analisis pengaruh dimensi kualitas produk terhadap kepuasan dan dampaknya terhadap loyalitas pelanggan TELKOMSEL (studi pada mahasiswa Universitas Negeri Malanag) / Brahmantyo Rezky

 

Kata kunci: dimensi kualitas produk, kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan. Paradigma pemasaran saat ini adalah customer oriented. Hal ini menjadikan kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan sebagai hal yang ingin diraih setiap pelaku insdustri. Setiap pelaku industri berusaha menciptakan kepuasan dan loyalitas pelanggan dengan terus memperbaiki setiap dimensi kualitas produknya yang terdiri dari: kinerja, interaksi pegawai, reliabilitas/konsistensi kinerja, daya tahan, ketepatan waktu dan kenyamanan, estetika, kesadaran akan merek. Penelitian ini menggunakan analisis jalur untuk mencari pengaruh antara dimensi kualitas produk yang terdiri dari: kinerja, interaksi pegawai, reliabilitas/konsistensi kinerja, daya tahan, ketepatan waktu dan kenyamanan, estetika, kesadaran akan merek; terhadap kepuasan pelanggan dan dampaknya terhadap loyalitas pelanggan Telkomsel. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menggunakan kartu prabayar Telkomsel (simPati dan As). Subyek penelitian berjumlah 355 diambil dengan metode cluster sampling dari tiga fakultas (Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial, dan Fakultas MIPA) dimana dari tiga fakultas tersebut diwakili dua program studi dan setiap program studi diwakili oleh dua kelas. Skala yang disajikan dalam penelitian ini menggunakan model penskalaan Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor tingkat kinerja, interaksi pegawai, konsistensi kinerja, daya tahan, ketepatan waktu dan kenyamanan, estetika, kesadaran akan merek; kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan tergolong tinggi. Analisis jalur menunjukkan bahwa pengaruh antara kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan signifikan dengan koefisien jalur 0,322, interaksi pegawai dan estetika memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan Telkomsel dengan koefisien jalur masing-masing 0,512 dan 0,210. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik interaksi pegawai dengan pelanggan dan juga semakin tinggi estetika produk Telkomsel, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pelanggan yang juga akan berdampak pada semakin tingginya loyalitas pelanggan Telkomsel. Perhitungan ketepatan model menghasilkan angka 63,3% yang berarti bahwa kontribusi model untuk menjelaskan hubungan struktural dari ketujuh variabel yang diteliti adalah sebesar 63,3% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terlibat di dalam model. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada perusahaaan untuk melakukan pelatihan pelayanan prima secara berkala, terus memperbaiki desain produk dan juga fasilitas kantor pelayanan sehingga diharapkan mampu menciptakan kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan.

Telaah atas implementasi bagi hasil deposito mudharabah berbasis unsur syariah pada Bank Muamalat Lamongan / Audia Zulfianti

 

Kata kunci: bagi hasil, deposito mudharabah, dan unsur syariah. Bank Syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan unsur Syariah. Deposito mudharabah adalah produk penghimpunan dana yang mempunyai jangka waktu tertentu (1,3,6,12 bulan). Deposito mudharabah serta bagi hasil yang diperoleh akan diteliti berdasarkan unsur syariah (bebas riba, bebas maysir, bebas gharar, dan bebas bathil). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan telaah atas implementasi bagi hasil deposito mudharabah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu bermaksud bermaksud malakukan telaah terhadap sistem bagi hasil deposito mudharabah berbasis unsur syariah yang bebas dari unsur riba, maysir, gharar, dan bathil. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan berdasarkan hasil wawancara terhadap banking staff dan pendapat dari mereka tentang bank syariah bagaimana bagi hasil yang diterapkan oleh bank syariah. Sedangkan data sekunder yang digunakan adalah unsur syariah dan prosedur bagi hasil. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa bagi hasil belum sepenuhnya bebas dari unsur riba karena perhitungan HI Per Mil yang digunakan sebagai dasar bagi hasil telah jelas transparansinya. Namun pada penetapan nisbah bagi hasil (50:50, 51:49, dll) dimana tidak ada penjelasan perhitungannya. Bebas maysir karena nasabah menanamkan modal yang bersifat produktif sehingga nasabah memperoleh bagi hasil secara tidak langsung karena penyertaan modalnya. Bebas gharar karena penyaluran pembiayaannya hanya untuk usaha yang sudah jelas terbukti dengan adanya pengawasan/pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak bank. Tidak bathil karena diyakini bahwa pendapatan yang diperoleh adalah pendapatan yang halal ditandai dengan adanya pengawasan dari pihak bank dan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran yang diperkirakan berguna bagi beberapa pihak antara lain: dengan diterapkannya sistem bagi hasil yang bebas riba, bebas maysir, bebas gharar, dan bebas bathil ini menunjukkan bahwa Bank Muamalat telah sesuai dengan unsur syariah, Selain itu Bank Muamalat harus transparan dalam mengungkapkan penetapan nisbah bagi hasilnya. Sedangkan bagi nasabah, agar mereka mengetahui sistem bagi hasil deposito mudharabah berdasarkan unsur syariah sehingga bisa mempertimbangkan berinvestasi di bank syariah. Bagi penelitian berikutnya, diharapkan pada penelitian berikutnya dapat dilakukan penelitian yang membahas tentang sistem bagi hasil pada produk pembiayaan.

Pengembangan multimedia pembelajaran menggunakan Software macromedia Flash Professional 8 pada mata pelajaran melakukan pekerjaan dengan mesin bubut kelas XI TPm jurusan mesin perkakas SMK Ahmad Yani Probolinggo / Ahmad Fauzi

 

Kata kunci: Pengembangan multimedia pembelajaran, melakukan pekerjaan mesin bubut. Berdasarkan observasi penulis di SMK Ahmad Yani Probolinggo tentang penerapan metode pembelajaran pada Mata Pelajaran Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut, peneliti menjumapai dalam penerapan metodenya masih bersifat teoritis, verbalis dengan menggunakan media papan tulis, slide power point dan terpusat pada guru, itu dikarenakan kurangnya pemahaman guru terkait pengembangan media pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan metode pembelajaran yang dapat membuat pembelajaran lebih menarik, efektif dan efisien. Salah satu yang berkembang saat ini adalah multimedia. Multimedia yang dikembangkan mencakup beberapa komponen yaitu teks, gambar, suara, vidio dan musik, dengan muatan materi menjelaskan teknik pengoprasian mesin bubut, mengoprasikan mesin bubut, memproses bentuk pendakian. Program multimedia pembelajaran ini dirancang dengan menggunakan program software macromedia flash professional 8 dan dikemas dalam CD. Metode pengembangan dalam penelitian ini memodifikasi dari model pengembangan Borg and Gall, diantaranya, analisis kebutuhan, pengembangan draf awal, validasi ahli, revisi I produk, uji coba lapangan terbatas, revisi II produk dan produk akhir. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Jenis angket yang digunakan yaitu angket terbuka dan angket tertutup. Angket terbuka menghasilkan jenis data kualitatif yaitu berupa saran, kritik dan pendapat secara umum terhadap multimedia. Data Kuantitatif tersebut kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif persentase. Memperoleh skor persentase 83,19 % dari validasi ahli materi, 97,50 % dari ahli media, dan 89,44 % dari uji coba lapangan terbatas (pengguna) sehingga secara keseluruhan di dapatkan skor persentase sebesar 90,04% dan dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran dengan software macromedia flash professional 8 pada mata pelajaran melakukan pekerjaan dengan mesin bubut Kelas XI TPm Jurusan Mesin Perkakas SMK Ahmad Yani Probolinggo valid/layak digunakan sebagai media pembelajaran.

Factors contributing to the development of the efl students' good english reading habits / Erna Iftanti

 

Dissertation, English Language Education, Graduate Program. State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd., M.A., Ph.D., (II) Prof. H. Ali Saukah, M.A., Ph.D., (III) Dr. Monica D.D. Oka, M.A. Key word: reading habits, EFL students A habit is a product of learning, whereas reading is an art of interpreting written discourse and reading habits are activities of reading done routinely, consciously and intentionally. Reading becomes an experience that should be practiced and processed in a course of time. EFL students who are defined as students who learn English as their foreign language are supposed to be engaged much in reading English texts. Thus, the establishment of good English reading habits is demanding. Yet, not much is known about what factors contribute to the EFL students’ good English reading habits. Therefore, this study is intended to find out factors that contribute to the establishment of EFL students’ good English reading habits. The research design of this study is qualitative which was done through two stages namely the subject selection stage which intended to find out EFL students who established good English reading habits and the main study stage which aimed at describing factors that contribute to the EFL students’ good English reading habits. The subjects of this study are students of the English Department of state universities in East Java. The results of this study reveal that reading motivation of the EFL students which is supported with good literacy environment, parents’ reading aloud, phenomenal literary works such as Harry Potter series, box office movies, and good reading habits in L1 contribute to the establishment of the EFL students’ good English reading habits. In addition, the Internet, contrary to criticism of its negative effects, has actually contributed much in enhancing good English reading habits in a vast world through its speed and convenience. Since this study is qualitatively done to find out factors contributing the EFL students’ good English reading habits, it does not reveal the tendency and the degree of the correlation of each factor. Accordingly, these limitations can be taken into account as the basis to conduct further studies. Another limitation of this study is the representativeness of the EFL students. This study did not include the students of Elementary school, Junior High school, Senior High school, and those of non English Department who study English as their foreign language. Therefore, a further study which involves more representative EFL students in Indonesia is suggested to be conducted as well. However, the result of this study can be used as underlying inspiration for English teachers, parents, and librarians to assist the EFL students’ establishment of good English reading habits.

Pengembangan media pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan kompetensi dasar pertolongan pertama dalam bentuk multimedia interaktif untuk kelas VII SMP Negeri 1 Pacitan / Brahmantya wardhana

 

Kata kunci: penelitian pengembangan, media pembelajaran, multimedia interaktif, pertolongan pertama. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan di SMP Negeri 1 Pacitan terhadap 36 siswa kelas VII dan 2 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan diperoleh data: 36 (100%) siswa mendapatkan materi pertolongan pertama, 36 (100%) siswa menyatakan kompetensi dasar pertolongan pertama diajarkan berupa teori dan praktek, 36 (100%) siswa mendapatkan materi dari buku LKS, 36 (100%) siswa belum pernah mendapatkan materi dari multimedia interaktif, 36 (100%) siswa menyatakan di sekolah mereka terdapat laboratorium komputer, 36 (100%) siswa menyatakan bisa mengoperasikan komputer, sedangkan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan menyatakan: media yang digunakan untuk mengajar materi pertolongan pertama berupa buku LKS, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan belum pernah menggunakan multimedia interaktif dalam pembelajaran, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan setuju jika dikembangkan multimedia interaktif pertolongan pertama. Peneliti memilih multimedia interaktif untuk menyampaikan informasi tentang pertolongan pertama. Multimedia interaktif dirancang sistematis dengan berpedoman prinsip pertolongan pertama sehingga memungkinkan siswa dapat menerima pengetahuan lebih mudah dan menarik. Multimedia interaktif adalah media yang berisi tulisan, gambar, video yang bisa dioperasikan sesuai keinginan. Berdasarkan tinjauan para ahli ada perbaikan pada produk ini. Perbaikan dari ahli media yaitu mengganti bahan label CD dan buku petunjuk karena rentan terhadap gangguan. Dari ahli kesehatan perbaikan yang dilakukan adalah menambah substansi pada gejala heat exhaustion, heat stroke. Ahli pembelajaran menyarankan agar video pada produk diberi narasi namun jika sudah ada keterangan tulisan pada video tersebut itu sudah cukup. Hasil uji coba (kelompok kecil) menggunakan 9 siswa diperoleh persentase 87,52% dan tergolong kategori valid, pada uji lapangan (kelompok besar) menggunakan 45 siswa diperoleh persentase 84,81% dan tergolong kategori valid sehingga multimedia interaktif kompetensi dasar pertolongan pertama untuk siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pacitan dapat digunakan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan lebih kreatif dan inovatif untuk pengembangan media pembelajaran. Pemanfaatan media berupa multimedia interaktif untuk pembelajaran membuat siswa lebih tertarik untuk belajar dan bermuara pada percepatan proses pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.

Analisis perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah margaer pada perusahan yang listing di BEI Priode 2004-2010 / Resti Zanuar Hatmanti

 

Kata Kunci: merger, kinerja keuangan, BEI Analisis kinerja keuangan merupakan proses penilaian data keuangan perusahaan yang nantinya hasil dari analisis tersebut menjadi acuan para pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan. Peneliti meneliti perusahaan yang melakukan aktivitas merger dengan alasan perusahaan yang melakukan mer-ger akan berusaha meningkatkan strategi perusahaan demi mencapai pertumbuhan perusahaan yang sehat yang dapat diukur melalui kinerja keuangannya menggunakan rasio likuiditas, leverage, dan profitabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kinerja keuangan sebelum dan sesudah perusahaan melakukan merger serta mendiskripsikan hasil dari penelitian ini. Rancangan penelitian adalah penelitian deskriptif komparatif. Objek pene-litian ini adalah perusahaan merger yang listing di BEI periode 2004-2010. Pene-litian ini menggunakan penelitian populasi. Metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang melakukan merger tahun 2004-2010. Berdasarkan Hasil Analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, rasio kas tidak menunjukkan perbedaan 2 tahun maupun 1 tahun sebelum dan sesudah merger. Kedua, hasil dari pengujian hipotesis terhadap rasio leverage yang diukur dengan debt to assets dan debt to equity menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kegiatan merger perusahaan 2 tahun sebelum dan sesudah serta 1 tahun sebelum dan 1 tahun setelah merger. Ketiga, Pengujian terhadap rasio profitabilitas yang diukur menggunakan ROA dan ROE tidak juga menunjukkan perbedaan 2 tahun dan 1 tahun sebelum dan setelah merger. Saran bagi penelitian selanjutnya hendaknya melakukan penguku-ran kinerja keuangan dengan variabel rasio keuangan yang lain atau metode lain, sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil penelitian. Bagi perusahaan yang akan melakukan kegiatan merger sebaiknya melakukan persiapan yang baik sebelum memutuskan untuk melakukan merger. Hal yang perlu diperhatikan juga adalah kondisi ekonomi nasional dan internasional apakah dalam keadaan baik atau buruk bagi perusahaan.

Pengembangan perangkat pembelajaran materi larutan standar dan pereaksi untuk SMKN 7 Malang program keahlian kimia analisis / Moh Syaeful Rakhman

 

Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Larutan Standar dan Pereaksi, SMKN 7 Malang. SMKN 7 Malang Program Keahlian Kimia Analisis mempunyai beberapa kompetensi yang harus dicapai. Salah satu kompetensinya adalah membuat larutan standar dan pereaksi. Dalam rangka pencapaian kompetensi ini guru memerlukan bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan siswa dan hal ini masih belum terpenuhi. Bahan ajar yang digunakan oleh guru diambil dari bukubuku secara acak dan belum tersusun rapi sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan KTSP SMK. Atas dasar ini, pengembang melakukan pengembangan dan penyusunan perangkat pembelajaran materi larutan standar dan pereaksi yang di dalamnya terdiri dari bahan ajar yang sesuai untuk pembelajaran di SMK. Metode pengembangan perangkat pembelajaran materi larutan standar dan pereaksi mengadopsi sampai tahap 3-D dari model pengembangan 4-D yang direkomendasikan oleh Thiagarajan, dkk, (1974:6-11) karena sesuai dengan langkah-langkah penyususan perangkat pembelajaran yang runtut dan sistematis. Perangkat pembelajaran larutan standar dan pereaksi yang dikembangkan dilakukan validasi isi dan uji coba terbatas. Validator untuk validasi isi adalah satu dosen Kimia FMIPA UM sebagai validator ahli di bidang isi dan dua guru SMK Negeri 7 Malang sebagai sasaran pengguna produk, sedangkan validator untuk uji coba terbatas adalah delapan siswa SMK Negeri 7 Malang Program Keahlian Kimia Analisis. Instrumen pengumpulan data pada pengembangan perangkat pembelajaran berupa angket/kuesioner dengan skala Likert 4 tingkatan serta lembar komentar dan saran. Data yang diperoleh berupa skor penilaian dan komentar dari validator yang digunakan untuk menentukan validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis perhitungan rata-rata dan persentase. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran materi Larutan Standar dan Pereaksi meliputi Silabus hasil pengembangan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dan Bahan Ajar. Hasil validasi isi diperoleh perhitungan rata-rata dan persentase untuk silabus pengembangan sebesar 3,06 atau 76,56% yang berarti cukup valid. Hasil validasi isi untuk RPP sebesar 3,43 atau 85,71%, kelayakan isi bahan ajar sebesar 3,28 atau 82,14%, serta kebahasaan dan penampilan bahan ajar sebesar 3,62 atau 90,62% yang berarti valid dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dalam uji lapangan pembelajaran di sekolah. Hasil uji coba terbatas petunjuk praktikum diperoleh perhitungan rata-rata dan persentase sebesar 3,20 dan 80,00% yang berarti valid dan sudah layak untuk digunakan dalam pembelajaran yang sesungguhnya.

Peran bank rakyat indonesia cabang martadinata malang dalam pemberdayaan usaha micro kecil menengah di malang / Fitra Tri Anggara

 

Kata Kunci: Lembaga Keuangan Mikro, Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah Peranan keuangan mikro sebagai ujung tombak dalam pengentasan kemiskinan telah mendapat pengakuan secara nasional dan internasional. Di Indonesia, pelaku usaha mikro dan kecil atau yang lebih dikenal dengan ekonomi rakyat merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia. Sektor ini terbukti telah menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis ekonomi dan menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah peran Bank Rakyat Indonesia cabang Martadinata Malang dalam memberdayakan usaha mikro kecil menengah di Malang? Apa saja faktor pendorong Bank Rakyat Indonesia cabang Martadinata dalam memberdayakan usaha mikro kecil menengah di Malang? Apa saja faktor penghambat Bank Rakyat Indonesia cabang Martadinata dalam memberdayakan usaha mikro kecil menengah di Malang? Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan menguraikan dan menggambarkan peran Bank Rakyat Indonesia cabang Martadinata Malang dalam memberdayakan usaha mikro kecil menengah yang ada di Malang. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa Bank Rakyat Indonesia cabang Martadinata Malang berperan dalam memberdayakan usaha mikro kecil menengah di Malang yaitu dengan pemberian dana/modal bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah di Malang sehingga dapat meningkatkan/mengembangkan usaha yang telah dijalankan, target pusat yang menjadi BRI sebagai bank yang menguasai pasar kredit mikro, dan lain sebagainya. Faktor pendorong Bank Rakyat Indonesia cabang Martadinata Malang dalam memberdayakan usaha mikro di Kabupaten Malang yaitu target yang harus dicapai untuk menyalurkan kredit kepada nasabah, sehingga staf kredit mencari nasabah peminjam kredit, dengan banyaknya unit BRI dan Teras BRI memudahkan BRI untuk menguasai pasar kredit, adanya penambahan debitur potensial. Sedangkan faktor penghambatnya adalah belum ada penambahan staf kredit, adanya persaingan dalam menyalurkan kredit, kondisi UMKM yang belum bisa memenuhi syarat, dan lain sebagainya. Oleh karena itu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk hendaknya semakin berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam penyaluran KUR guna mengembangkan dan memberdayakan sektor UMKM. Hal ini dapat dilakukan dengan terus mengoptimalkan strategi-strategi pelaksanaan yang dimiliki untuk terus dapat meningkatkan penyaluran KUR

Analisis buku IPA Sekolah Dasar kelas III semester I yang di gunakan Se-Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Aris Sarsiti

 

Kata kunci: analisis, buku IPA, SDN Kelas III Buku ajar pada pembelajaran IPA mempunyai peran dalam mewujudkan pembelajaran aktif di kelas. Buku ajar tidak hanya digunakan sebagai transfer informasi saja, tetapi dapat dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar. Dari hasil angket buku ajar IPA yang dipakai masih memiliki kekurangan khususnya dari segi isinya. Walaupun sudah melalui proses revisi yang baik namun masih ditemukan beberapa buku ajar IPA yang isi materinya belum sesuai dengan kurikulum, menggunakan ilustrasi gambar kurang jelas karena ukuran yang terlalu kecil, tidak berwarna, tidak sesuai dengan materi. Dalam buku IPA juga dijumpai konsep yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relevansi materi dengan kurikulum, kesesuaian ilustrasi gambar dengan materi, kebenaran konsep, serta soal evaluasi. Penelitian dilakukan pada buku ajar IPA kelas III dengan pengarang dan penerbit berbeda yang digunakan di 5 SDN Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu metode untuk menggambarkan sifat dari suatu keadaaan yang ada pada waktu penelitian dilakukan sehingga menghasilkan data deskripsi berupa kata-kata tertulis atau lisan. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis secara deskriptif. Untuk relevansi materi dengan kurikulum, kesesuaian ilustrasi gambar dengan materi, kebenaran konsep, soal evaluasi dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan presentase. Hasil penelitian menunjukkan untuk relevansi isi materi dengan kurikulum pada buku A, buku B, buku E seluruhnya (100%) relevan dengan kurikulum, buku C dan buku E hanya sebagian besar (66,66%) relevan dengan kurikulum. Ketepatan ilustrasi gambar yaitu buku A sebagian besar (54%), buku B sebagian kecil (47, 1%), buku C seluruhnya (100%), buku D sebagian kecil (4,4%), buku E umumnya (89,5%) tidak tepat dengan materi. Kebenaran konsep dari 5 buku[[[ dan enam materi sebagian besar (71,68%) menyatakan bahwa konsep dalam buku sudah benar dengan konsep yang sebenarnya, sedangkan sebagian kecil (28,32 %) konsep yang ada dalam buku tidak benar dengan konsep yang sebenarnya. Soal evaluasi dari kelima buku tersebut seluruhnya (100%) memuat satu ranah saja yaitu ranah kognitif. Untuk ranah afektif dan psikomotorik tidak ada didalam kelima buku tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi guru dan siswa untuk lebih cermat dalam memilih sumber belajar dalam proses pembelajaran dan tidak hanya memiliki satu sumber buku saja.

Pengaruh pengungkapan corporate social responsibility dan retrun on equity terhadap harga saham ( studi empiris pada perusahaan manufaktur yang listing di bursa efek Indonesia Priode 2007-2009 ) / Ari Gunawan Wicaksono

 

Kata Kunci : Corporate Social Responsibility, Return On Equity dan Harga Saham. Pengungkapan Corporate Social Responsibility merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban yang dilakukan perusahaan atas dampak yang ditimbulkan dari aktivitas operasional yang berpengaruh terhadap masyarakat internal maupun eksternal perusahaan. Investor sebagai salah satu stakeholder kunci sangat mempertimbangkan kinerja sosial dan lingkungan perusahaan dalam melakukan keputusan investasinya. Return On Equity merupakan gambaran sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang bisa diperoleh dari pemegang saham untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan dan Return On Equity terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang listing di BEI. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan variable independen adalah Pengungkapan Corporate Social Responsibility, sedangkan variabel dependen adalah harga saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI yang berturut-turut menyampaikan annual report di tahun 2007-2009. Hasil penelitian parsial menunjukkan adanya pengaruh signifikan dan positif pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap harga saham dan Return On Equity juga menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap harga saham. Secara simultan dari kedua variabel independen yaitu pengungkapan corporate social responsibility dan ROE juga berpengaruh signifikan dan positif terhadap variabel dependen yaitu harga saham. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan memperluas sampel yang digunanakan, tidak hanya perusahaan manufaktur melainkan jenis perusahaan lain atau menambahkan variabel lain yang berpotensi dapat mempengaruhi harga saham serta memperpanjang rentang waktu data penelitan yang digunakan menjadi beberapa periode agar dapat memprediksi hasil penelitian dalam jangka panjang. Jika tetap memakai rasio disarankan untuk memperbanyak rasio profitabilitas perusahaan.

Pengembangan scien book for grade VII of junior high school / Safwatun Nida

 

Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Kimia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Effendy, Ph.D (2) Dr. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed. Kata kunci: pengembangan sciece book, makroskopis-mikroskopis-simbolis, IPA terpadu, model connected Pembelajaran IPA pada tingkat SMP memerlukan buku sebagai sumber belajar yang sesuai dengan karakteristik konsep IPA. Pelajaran IPA harus disusun secara berjenjang karena mengandung konsep dasar yang mendasari konsep tingkat lanjut. Konsep IPA juga diberikan secara terpadu karena suatu konsep berhubungan dengan konsep lain. Pemaduan konsep-konsep IPA dapat dilakukan dengan menggunakan model pemaduan connected. Selain itu, hendaknya konsep IPA diberikan dengan representasi makroskopis, mikroskopis, simbolik yang seimbang. Analisis terhadap beberapa buku IPA kelas VII yang telah dilakukan menunjukkan belum optimalnya keberjenjangan, keterpaduan, dan penggunaan representasi makroskopis-mikroskopis-simbolis yang seimbang. Oleh karena itu diperlukan pengembangan buku IPA kelas VII yang sesuai dengan karakteristik konsep IPA. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan buku Science Book for Grade VII of Junior High School yang sesuai dengan karakteristik konsep IPA; (2) mengetahui kelayakan isi, penyajian, dan kebahasaan buku hasil pengembangan; (3) mengetahui keefektifan buku hasil pengembangan dilihat dari hasil belajar siswa; (4) mengetahui persepsi siswa terhadap penggunaan buku hasil pengembangan. Pengembangan produk menggunakan acuan model pengembangan ASSURE dengan prosedur pengembangan meliputi beberapa tahapan pokok, yaitu: (1) analisis siswa, analisis kompetensi, analisis buku yang ada; (2) perencanaan rancangan buku berdasarkan kebutuhan siswa; (3) pengembangan buku berdasarkan rancangan yang telah ditetapkan, (4) Peniliaian dan revisi. Penilaian terhadap kelayakan isi dan penyajian produk hasil pengembangan dilakukan oleh 2 dosen kimia dan 3 guru IPA SMP, sedangkan penilaian terhadap kelayakan bahasa dilakukan oleh dua orang guru bahasa Inggris. Subjek ujicoba adalah siswa Pendidikan Dasar Laboratorium UM, yakni 3 siswa kelas IX dalam ujicoba perorangan untuk mendapatkan revisi mengenai kesalahan penulisan, 6 siswa kelas VIII dalam ujicoba kelompok kecil untuk mendapatkan revisi mengenai kata atau kalimat yang dianggap sulit, dan 10 siswa kelas VII dalam ujicoba lapangan terbatas untuk mendapatkan data keefektifan buku hasil pengembangan dan persepsi siswa terhadap penggunaan buku hasil pengembangan. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantifatif. Data kualitatif berupa komentar dan saran perbaikan dari dosen, guru, dan siswa; nilai hasil belajar siswa; dan skor persepsi siswa. Data kuantitatif berupa nilai kelayakan isi, penyajian, dan bahasa dari dosen dan guru yang didapat dari angket kelayakan yang dikembangkan berdasarkan standar evaluasi dari Badan Standar Nasional Pendidikan. Keefektifan buku hasil pengembangan diukur berdasarkan nilai kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Nilai kognitif diperoleh dari nilai latihan, laporan, dan soal uji kompetensi. Uji kompetensi terdiri dari 50 soal multiple choice yang valid

Study komparatif perkembangan kelincahan antara anak usiah 9,10,11 tahun di dataran rendah dengan dataran tinggi di kabupaten pasuruan / Chandra Nora Yuda

 

Kata Kunci: Perkembangan kelincahan anak usia 9, 10, 11 tahun di dataran rendah dan dataran tinggi. Anak usia 9, 10, 11 tahun saat ini terdapat di berbagai daerah, baik di kota maupun di desa, baik di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Terkait dengan letak geografis anak-anak seperti yang berada di dataran tinggi dan dataran rendah serta karakteristik anak-anak tersebut di atas, hal ini akan mempengaruhi terhadap tingkat perkembangan kelincahan masing-masing anak. Dengan demikian letak geografis suatu daerah tertentu seperti tempat tinggal dan berbagai jenis aktivitas fisik yang dilakukan oleh anak berpengaruh terhadap tingkat kelincahan. Dengan kondisi daerah yang berbeda, berarti tingkat kelincahan yang diperoleh juga berbeda. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui apakah ada perbedaan tingkat kelincahan dan perbedaan perkembangan kelincahan antara anak putra usia 9, 10, 11 tahun yang berada di dataran rendah dan dataran tinggi di kabupaten pasuruan Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang dilakukan pada satu waktu dan satu kali, tidak ada follow up, untuk mencari hubungan antara variabel independen (faktor resiko) dengan variabel dependen (efek). Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hasil output SPSS di dataran tinggi, tabel ANOVA menjelaskan bahwa nilai signifikansi kurang =0.05, artinya H0 ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kelincahan anak putra usia 9, 10, 11 tahun di dataran rendah. Begitu juga di dataran rendah, tabel ANOVA menjelaskan bahwa nilai signifikansi kurang =0.05, artinya H0 ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kelincahan anak putra usia 9, 10, 11 tahun di dataran rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa nilai signifikansi kurang =0.05, artinya H0 ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara tingkat kelincahan anak putra usia 9, 10, 11 tahun di dataran rendah dan dataran tinggi. Hasil uji Tukey menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara perkembangan kelincahan anak putra di dataran tinggi dan dataran rendah pada usia 9 tahun ke 10 tahun, begitu juga dari 10 tahun ke 11 tahun. Perkembangan yang pesat dialami oleh anak putra usia 9 tahun ke 10 tahun, hal ini ditunjukkan dengan selisih rata-rata lebih besar dari pada usia 10 tahun ke 11 tahun. Diharapkan kepada Guru mata pelajaran penjas yang berada di dataran tinggi maupun di dataran rendah agar dapat mengaplikasikan latihan kelincahan kepada siswa baik melalui permainan-permainan maupun melalui model-model lain yang tidak menjenuhkan bagi siswa. Setelah siswa memperoleh pengetahuan    dan gambaran tentang latihan kelincahan, Diharapkan dalam latihan selanjutnya siswa terus melatih kelincahan sehingga perkembangan tingkat kelincahan berkembang semaksimal mungkin.

Profil kerja ilmiah dan prestasi belajar mahasiswa dalam perkuliahan fisika dasar di Universitas Jember / Benediktus Beni Bomba

 

Kata Kunci : Kerja Ilmiah, Prestasi Belajar, Fisika Dasar Fisika Dasar merupakan dasar untuk memahami mata kuliah selanjutnya. Pada pembelajaran Fisika dilaksanakan secara inkuiri untuk menumbuhkan kemampuan serta berkomunikasi sebagai salah satu aspek penting kecakapan hidup dalam meningkatkan prestasi belajar dan kerja ilmiah mahasiswa. Pentingnya prestasi belajar dan kerja ilmiah pada mahasiswa merupakan tingkat kecakapan untuk mengetahui profil keberhasilan yang diperoleh mahasiswa karena pengalaman yang diikutinya selama proses pembelajaran Fisika. Pada profil prestasi belajar, Pemahaman yang didapatkan mahasiswa dalam pembelajaran Fisika tidak hanya menyajikan fakta-fakta dan infomasi yang didapatkan, tetapi bagaimana menerapkannya dalam kehidupan nyata, maka pada proses pembelajaran Fisika dapat ditekankan, pada proses berfikir, bekerja dan bersikap ilmiah yang dapat dikembangkan dalam kehidupan nyata salah satunya adalah kerja ilmiah. Pentingnya profil kerja ilmiah pada mahasiswa dalam suatu perkuliahan dapat mengukur sejauh mana mahasiswa dalam memahami konsep yang didapatkan pada proses pembelajaran Fisika Dasar apakah sesuai dengan prestasi belajar yang didapatkan atau tidak. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana profil kerja ilmiah dan prestasi belajar pada mahasiswa di Universitas Jember. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada subyek penelitian ini adalah mahasiswa prodi pendidikan Fisika jurusan FMIPA FKIP Universitas Jember terdiri dari 3 Offreing yang menempuh mata kuliah Fisika Dasar sedangkan sampelnya menggunakan teknik porpusive sampling yaitu Offering A dan B. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, lembar wawancara, dan tes yang berupa prestai belajar dan kerja ilmiah. Pada tes prestasi belajar berdasarkan hasil SPSS nilai Reliabilitasnya sebesar 0,734 sedangkan kerja ilmiah berdasarkan hasil dari SPSS nilai Reliabilitanya 0,832. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini maka teknik analisis data yang akan digunakan, yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Teknik analisis kuantitatif yang akan digunakan seperti persentase, rerata, modus, simpangan baku, nilai terendah, dan nilai tertinggi Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pelaksanaan pembelajaran Fisika Dasar yang dinilai dari aspek-aspek yang diamati sudah cukup baik sedangkan kemampuan kerja ilmiah mahasiswa pada perkuliahan Fisika Dasar di UNEJ masih sangat kurang. Pada prestasi belajar mahasiswa di UNEJ perkuliahan Fisika Dasar masih kurang. Sedangkan bantuan-bantuan yang diberikan oleh dosen berupa tugas dan asisten dosen masih kurang optimal.

Professional development of EFL teachers at vocational schools / Mutmainnah Mustofa

 

Kata kunci: pengembangan profesional, guru bahasa asing, sekolah menengah kejuruan Penelitian ini bertujuan mengungkap faktor dan strategi yang dipakai oleh para guru bahasa asing (EFL teachers) di sekolah menengah kejuruan sebagai kunci utama keberhasilan menjadi guru-guru profesional dalam hal penguasaan materi ajar dan peningkatan kompetensi bahasa Inggris untuk tujuan khusus (ESP) di jurusan mereka. Pengembangan professional merupakan sebuah proses belajar yang berlangsung sepanjang hidup dan bersifat kolaboratif yang memupuk pengembangan para pendidik, baik secara individual maupun sebagai anggota tim. Guru bahasa asing pada sekolah menengah kejuruan menggunakan berbagai macam strategi untuk menguasai materi ajar yang relevan dengan jurusan para siswanya dan terus meningkatkan pengembangan profesional mereka. Salah satu wujud dari penerapan Undang-Undang No. 14/2005 tentang profesionalisme pendidik dan kualitas pendidikan adalah adanya otonomi dan penerapan pembelajaran seumur hidup. Sebelum melakukan wawancara dengan subyek/responden, peneliti mempunyai pemahaman awal mengenai otonomi guru dalam menguasai materi ESP. Hal ini terkait dengan kebebasan guru dalam menyesuaikan input sebagai bekal untuk mengajar, setelah mereka menyelesaikan program studi pendidikan bahasa Inggris jenjang S1 dari fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan memperoleh pengalaman mengajar bahasa Inggris. Penelitian awal telah dilakukan guna mengetahui manfaat dari hasil kajian pengembangan profesionalisme guru bahasa asing pada sekolah menengah kejuruan. Penelitian yang menggunakan grounded theory ini dilakukan secara menyeluruh bertujuan untuk mengetahui pengembangan profesionalisme guru bahasa asing di beberapa sekolah menengah kejuruan. Ada dua permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini yaitu: 1) bagaimana guru ESP pada sekolah menengah kejuruan menguasai materi pelajaran yang diajarkan, dan 2) bagaimanakah cara mereka mengembangkan kompetensi pada materi ESP pada masing-masing jurusan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen seperti peneliti, rekaman kaset, dan pertanyaan yang tersusun pada interviu dan dokumen lain berupa portofolio. Subyek penelitian terdiri dari tiga orang tenaga pengajar dari sekolah menengah kejuruan jurusan Teknologi Otomotif, Pariwisata dan Kerajinan Tangan. Penentuan subyek penelitian berdasarkan pada kemampuan keilmuan yang dimiliki oleh tenaga pengajar pada beberapa sekolah menengah kejuruan yang ada di Kota Malang. Data hasil interviu dibuat dalam bentuk transkripsi dan dianalisis dengan menggunakan teori Model Induktif yang dipelopori oleh Hatch. Teori ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara penguasaan materi GE dan ESP terhadap pengembangan karir tenaga pengajar di sekolah menengah kejuruan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan antara beberapa fenomena sebagai berikut: Pertama, penguasaan materi GE berpengaruh terhadap penguasaan materi ESP. Penguasaan materi GE membantu guru dalam mengajar ESP pada masing-masing program studi yang ada. Kedua, meskipun subyek 2 menguasai GE dengan baik, namun masih mendapatkan kesulitan untuk memahami materi ESP yang diajarkannya. Ketiga, subyek 3 kurang memahami GE, namun hal ini bukanlah faktor penghalang bagi guru tersebut untuk menjadi guru pengajar ESP yang handal pada masing-masing program studi. Motivasi dan komitmennya yang tinggi selalu mendorong guru tersebut menentukan berbagai strategi jitu untuk menguasai materi ESP dan mengajarkannya kepada siswa didiknya. Beberapa strategi yang telah dilakukan oleh ketiga subyek sebagai upaya meningkatkan profesionalismenya antara lain melalui membaca buku sumber, mendengarkan kaset, interaksi dengan penutur asli (native speakers) dan memanfaatkan fasilitas internet seperti You Tube maupun perangkat lunak lainnya. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pengajar bahasa asing pada sekolah menengah kejuruan berkembang ke arah profesional karena adanya strategi otonomi dari guru-guru tersebut, meskipun mereka memiliki input yang berbeda. Yang dimaksud dengan input di sini adalah poin awal sebagai bekal untuk berkembang kearah profesionalisme. Guru-guru ini belajar dari pengalaman bekerja terdahulu, pengalaman mengajar, dan dari berbagai sumber yang tersedia seperti kegiatan kursus dan penataran. Semua kegiatan tersebut menunjukkan rekam jejak perjalanan pengembangan profesional mereka.

Analisis metode PDM (precedence diagram method) untuk waktu penyelesaian proyek dan penerapannya / Erlinda Dwi Tugas R.

 

Kata Kunci: Penjadwalan, Manajemen Proyek, Jaringan Kerja, PDM. Proyek pembangunan rumah merupakan contoh kegiatan proyek yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Proyek tersebut mempunyai kegiatan-kegiatan yang banyak. Pada proyek tersebut permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana menentukan jadwal proyek sehingga proyek tersebut dapat diselesaikan dengan waktu yang optimal. sehingga penjadwalan dengan menggunakan diagram jaringan kerja dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu metode jaringan kerja yang dapat digunakan untuk menyelesaikan durasi proyek tersebut di atas adalah Precedence Diagram Method (PDM). Penjadwalan aktivitas pada PDM ini dilakukan dalam 3 tahap, antara lain perhitungan maju (Forward Pass), perhitungan mundur (Backward Pass), dan perhitungan float time. Hal ini dilakukan untuk mencari kegiatan kritis pada proyek tersebut. Kegiatan kritis merupakan kegiatan yang tidak boleh mengalami penundaan waktu karena dapat mengakibatkan perubahan durasi proyek secara keseluruhan. Data yang digunakan dalam contoh sebagai penerapan dari metode ini adalah berupa data sekunder (dari buku) dan data primer (observasi lapangan) pada pembangunan rumah tipe 36 di Mojo Asri Residence, Mojokerto. Pada metode PDM, selain dengan menggunakan perhitungan manual, disertakan pula hasil penyelesaian dengan menggunakan program Primavera Project Planner (P3). Selain menggunakan metode PDM, dilakukan pula perhitungan dengan menggunakan metode CPM model AOA pada program WinQSB dan CPM model AON. Terdapat 63 kegiatan beserta logika ketergantungan yang teridentifikasi pada pembangunan rumah tersebut. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode PDM antara lain: proyek dimulai pada tanggal 5 September 2011 dan berakhir pada tanggal 3 November 2011 sehingga waktu optimal yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut adalah 60 hari, ada 23 kegiatan kritis yang waktu pelaksanannya tidak boleh ditunda. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode CPM model AOA pada program WinQSB antara lain: waktu optimal yang diperlukan adalah 61 hari dan ada 23 kegiatan kritis yang waktu pelaksanannya tidak boleh ditunda. Dari hasil yang diperoleh, perhitungan dengan metode PDM lebih optimal dibanding dengan metode CPM model AOA karena metode PDM dapat menghandle kegiatan yang tumpang tindih.

Hubungan kemampuan motorik dengan prestasi menendang bola ke arah gawang siswa SSB unibraw 82 malang / Dwi Rudy Prasetyo

 

Kata kunci : penelitian kuantitatif, motorik, kecepatan, kelincahan, menendang bola ke arah gawang, Siswa SSB UNIBRAW 82 Malang. Kemampuan motorik menurut Menurut Rusli Lutan (1988: 96) bahwa, “Kemampuan motorik lebih tepat disebut sebagai kapasitas dari seseorang yang berkaitan dengan pelaksanaan dan peragaan suatu ketrampilan yang relatif melekat setelah masa kanak-kanak”. Komponen kemampuan Motorik yaitu kecepatan, kelincahan, keseimbangan, daya ledak dan Kekuatan, tetapi jika hanya kekuatan dan kelincahan yang diberikan perlakuan berupa peragaan atau pelaksanaan menendang bola ke arah gawang apakah akan menghasilkan hubungan yang positif, hal inilah yang mendorong peneliti melakukan penelitian ini. Rumusan masalah penelitian ini 1)Apakah ada hubungan antara kemampuan motorik kelincahan dengan prestasi menendang bola ke arah gawang ? 2)Apakah ada hubungan antara kemampuan motorik kecepatan dengan prestasi menendang bola ke arah gawang ? 3) Apakah ada hubungan antara kemampuan motorik kecepatan dan kelincahan dengan prestasi menendang bola ke arah gawang ? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui : 1) Apakah ada hubungan antara kecepatan dengan hasil menendang bola ke arah gawang, 2) Apakah ada hubungan antara kelincahan dengan hasil menendang bola ke arah gawang, dan 3) Apakah ada hubungan antara kedua kemampuan motorik tersebut dengan hasil menendang bola ke arah gawang, Metode penelitian menggunakan survei dengan teknik tes. Hipotesis penelitian adalah : 1) Ada hubungan antara kecepatan lari dengan hasil menendang bola ke arah gawang,2) Ada hubungan antara kelincahan dengan hasil menendang bola ke arah gawang, 3) Ada hubungan antara kedua kemampuan motorik tersebut dengan hasil menendang bola ke arah gawang. Variabel penelitian meliputi variabel bebas (prediktor) terdiri dari 1)Kecepatan (X1), 2) Kelincahan (X2), dan variabel terikat (kriterium) atau Y adalah Hasil menendang bola ke arah gawang. Populasi penelitian sebanyak 40 orang, dengan menggunakan teknik total sampling diperoleh sampel sebanyak 40 orang. Data kemampuan penelitian diolah menggunakan teknik regresi tunggal dan regresi ganda menggunakan program SPSS versi 18, menggunakan taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara kecepatan dengan prestasi menendang bola ke arah gawang r = 0,659 dengan sumbangan efektif sebesar 12,856% dan sumbangan relatif sebesar 21,163% (2) terdapat hubungan yang signifikan antara kelincahan dengan prestasi menendang bola ke arah gawang r =0,768 dengan sumbangan efektif sebesar 47,891% dan sumbangan relatif sebesar 78,837% (3) secara bersama-sama terdapat hubungan yang signifikan antara kecepatan dan kelincahan dengan prestasi menendang bola ke arah gawang R = 0,779 dengan total sumbangan efektif sebesar 60,746%. Berdasar pada simpulan kemampuan penelitian ini, disarankan kepada para pelatih sepakbola SSB UNIBRAW 82 Malang, bahwa dalam pelatihan menendang bola ke arahgawang aspek kecepatan dan kelincahan, dapat dijadikan sebagai materi pendukung didalam penyusunan program pelatihan pada siswa SSB UNIBRAW 82 Malang, agarproses pelatihan menendang bola ke arah gawang yang dilakukan dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas dan kemampuan siswa SSB UNIBRAW 82 Malang.

Pengembangan bahan ajar mata kuliah pengambangan media grafis untuk mahasiswa S1 teknologi pendidikan universitas negeri malang / Utari Dewi

 

Tesis Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sulton, M.Pd, (2) Dr. Anselmus J.E Toenlioe, M.Pd Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, Pengembangan Media Grafis. Tujuan utama teknologi pembelajaran adalah mengidentifikasi dan memecahkan masalah belajar. Pemecahan masalah belajar tersebut amat penting karena terkait dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan adanya proses pembelajaran yang berkualitas akan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu sumbangan nyata yang dapat ditunjukkan bidang Teknologi Pembelajaran adalah penyediaan sumber-sumber belajar melalui kegiatan pengembangan (development). Pengembangan ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang timbul dalam pembelajaran yaitu mahasiswa kesulitan dalam mendapat referensi yang relevan untuk produksi media grafis dikarenakan buku ajar yang ada kurang sesuai dengan karakteristik mahasiswa dan karakteristik mata kuliah khususnya dalam hal kemenarikan visual. Produk pengembangan yang dihasilkan berupa bahan ajar mata kuliah Pengembangan Media Grafis yang dilengkapi dengan panduan dosen dan panduan mahasiswa dikembangkankan untuk mahasiswa Teknologi Pendidikan jenjang S1 di Universitas Negeri Surabaya. Dalam mengembangkan rancangan pembelajaran maka diperlukan suatu model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik isi yang dikembangkan. Model pengembangan bahan ajar mata kuliah Pengembangan Media Grafis ini menggunakan model Recursive, Reflektif, Design and Development (R2D2) yang dipandang sesuai dengan karakteristik mata kuliah dan mengacu pada pembelajaran konstruktif. Struktur model R2D2 mempunyai tiga titik fokus yaitu define, design and development dan dissemination. Tiga titik fokus tersebut merupakan prosedur R2D2 yang sifatnya flexible artinya tidak menjadi langkah-langkah prosedural yang kaku dalam pelaksanaannya dan tidak ada keharusan untuk mengikutinya. Model ini merupakan lawan dari model pengembangan yang sistematis. Hasil pengembangan divalidasi melalui evaluasi formatif yang terdiri dari penilaian ahli dan uji coba. Penilaian ahli meliputi: 1) ahli isi pembelajaran, 2) ahli desain pembelajaran dan 3) ahli media pembelajaran. Hasil tinjauan para ahli dijadikan dasar dalam perbaikan produk yang selanjutnya dapat dilakukan uji coba untuk mendapat masukan dari para pengguna. Uji coba tersebut meliputi 1) uji coba perorangan bagi empat orang mahasiswa, 2) uji kelompok kecil bagi delapan mahasiswa dan 3) uji kelompok besar/ lapangan bagi 30 orang mahasiswa. Berdasarkan hasil evaluasi formatif yang telah dilakukan terhadap bahan ajar mata kuliah Pengembangan Media Grafis dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan ini dinilai layak digunakan sebagai salah satu sumber belajar mata kuliah Pengembangan Media Grafis bagi mahasiswa Teknologi Pendidikan jenjang S1 di Universitas Negeri Surabaya

Pengaruh variasi garam amonium(Nh4cl (Nh4)2C2O4,(Nh4)2So4)pada aktifitasi zeolit-ni sebagai adsorben gas buang sepeda motor bensin 4 tak / Faisol Hidayat

 

Kata kunci: zeolit, nikel, adsorpsi, kadar gas buang Perkembangan otomotif terutama sepeda motor yang cukup pesat telah memberikan kemudahan kepada manusia dalam aktivitas hidupnya, tetapi dampak negatif yang ditimbulkan tetap ada terutama polusi udara. Polusi udara dari sepeda motor tersebut berupa gas CO, CO2, dan hidrokarbon rantai rendah sangat berbahaya bagi manusia seperti gangguan pernapasan dan kanker kulit. Zeolit yang merupakan kristal aluminosilikat terhidrasi yang mempunyai kemampuan adsorpsi tinggi, sehingga dapat dijadikan adsorben gas CO, CO2, dan hidrokarbon rantai rendah dari sepeda motor. Untuk mendapat hasil adsorpsi yang optimal maka zeolit alam diaktivasi dan impregnasi dengan ion logam. Jenis garam amonium sangat berpengaruh terhadap keasamaan padatan, harga rasio Si/ Al dan kemampuan adsorpsi dari zeolit. Zeolit dengan keasamaan padatan dan harga rasio Si/Al yang tinggi, memiliki kemampuan adsorptivitas yang tinggi terhadap gas buang dari sepeda motor. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jenis garam amonium terhadap keasamaan padatan, harga rasio Si/ Al zeolit dan kemampuannya mengadsorpi gas CO, CO2, dan hidrokarbon rantai rendah dari sepeda motor. Dalam penelitian ini sampel zeolit yang digunakan berukuran 100-120 mesh. Proses aktivasi sampel zeolit alam dilakukan dengan merendam terlebih dahulu ke dalam larutan HF 1% dan HCl 6 M, dan larutan amonium (amonium klorida, amonium oksalat dan amonium sulfat) dengan konsentrasi masing-masing 1 M, yang diikuti pemanasan pada suhu 750oC. Kemudian diimpregnasi melalui perendaman dengan larutan NiCl2.4H2O, dan dipanaskan pada suhu 8000C di dalam furnace selama 4 jam.Dari proses aktivasi dan impregnasi tersebut diperoleh Z-Ni1 (zeolit alam diaktivasi dengan amonium klorida), Z-Ni2 (zeolit alam diaktivasi dengan amonium oksalat), Z-Ni3 (zeolit alam diaktivasi dengan amonium sulfat). Karakterisasi sampel zeolit meliputi keasaman padatan dan rasio Si/ Al zeolit. Uji adsorpsivitas sampel zeolit dilakukan terhadap gas CO, CO2, dan hidrokarbon rantai rendah dari sepeda motor dengan waktu 15, 25 dan 40 menit. Hasil penelitian menunjukkan zeolit alam yang diaktivasi dengan garam amonium sulfat dan diimpregnasi dengan logam Nikel lebih efektif untuk meningkatkan jumlah keasamaan dan rasio Si/ Al, yaitu adalah 3,725 dan 6.878. Z-Ni3 (zeolit alam diaktivasi dengan amonium sulfat dan diimpregnasi dengan logam Nikel) mempunyai kemampuan adsorpsi yang lebih besar terhadap gas CO (64.82%), CO2 (60,00%) dan hidrokarbon rantai rendah (10,95%) dari sepeda motor serta mencapai titik jenuh pada waktu 40 menit.

Pemetaan distribusi pada permukaan bumi satu titik sumber panas di Cangar Sumber Brantas, Kec, Bumi Aji, Kab, Malang Prop, Jawa Timur / Benediktus Beni Bomba

 

Kata Kunci: Panas Bumi, Pemetaan, Metode Geothermal Panas bumi merupakan suatu energi alternatif dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mempunyai resiko sangat minimal, karena relatif aman terhadap lingkungan serta ketersediaan yang sangat potensi di bumi Nusantara.Panas bumi adalah anugerah alam yang merupakan sisa-sisa panas dari hasil reaksi nuklir yang pernah terjadi pada awal mula terbentuknya bumi dan alam semesta ini Penggunaan panas bumi sebagai salah satu sumber tenaga listrik memiliki banyak keuntungan di sektor lingkungan maupun ekonomi bila dibandingkan sumber daya alam lainnya seperti batubara, minyak bumi, air dan sebagainya. Pemanfaatan energi panas bumi sangat berperan dalam era saat ini. Mengingatkan akan banyaknya kebutuhan energi yang di perlukan untuk menggerakkan pembangunan khususnya dalam bidang industri maka perlu penyediaan energi yang begitu besar sebagai contoh adalah energi panas bumi prospek adanya energi panas bumi di indonesia terdapat di berbagai daerah, salah satunya adalah di permandian Cangar Sumber Brantas, Kec. Bumi Aji, kab. Malang, Prop. Jawa Timur. yang dijadikan tempat penelitian. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui aliran panas pada sumber mata air panas dan menjelasakan bentuk aliran pada daerah penelitian dibawah permukaan daerah penelitian dengan melakukan pemetaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dari hasil pemetaan T1( pusat) pertama ke pusat berikutnya T7 (pusat) mempunyai nilai suhu yang sangat bervariasi Dengan jarak 40 meter ke bawah suhu menunjukan nilai yang berkisar 22ºC sampai dengan 38ºC tapi dititik yang lain masih ada yang berkisar pada suhu 46ºC hal ini menunjukan variasi nilai pada Suhu di dekat aliran panas dipengaruhi oleh suhu Alam disekitar pusat aliran panas atau variasi temperatur Alam yang selalu berubah. Sedangkan untuk mengetahui nilai kalor jenisnya di sekitar pusat penelitian dari beberapa sampel memiliki kandungan yang sama yaitu Al, Si, S, K, Ca, Ti, V, Cr, Mn, Fe, Cu, Zn, Sr, Mo, Ba, Eu, Re. Tapi ada beberapa nilai kandungan yang sangat besar yang diambil unutk mengetahui nilai kalor jenisnya yaitu Al yang mempunyai nilai 13% dan Si yang mempunyai nilai 34,6%, sedangkan Ca dan Fe mempunyai nilai 14,1% dan 27,4%. Sedangkan dari hasil perhitungan nilai kalor jenisnya dari sampel yang telah diambil adalah c 1, c 2, c 3, c 4, c 5, c 6, c 7 mepunyai nilai 3,77 cal/gr, 0,16 cal/gr, 0,16 cal/gr 0,84 cal/gr, 0,047 cal/gr, 0,074 cal/gr dan 0,039 cal/gr. Berdasarkan hasil dan interprestasi maka dapat disimpulkan bahwa daerah ini relatif bersifat homogen karena sesuai dengan nilainya pola penyebarannya di lokasi penelitian mempunyai 2 tempat penyebaran. Pada Sistem geothermal dipermandian daerah Cangar sangat bervariasi ini dibuktikan dengan mengukur pusat 1 ( pertama) di permandian air panas. Panas multimeter Digital menunjukan bahwa didekat pusat terdapat variasi suhu yang berbeda. Hasil pengukuran suhu pada pusat menunjukan aliran panas pada pusat mempunyai variasi yang berbeda dari T1 sampai dengan T7. Dengan jarak 40 meter ke bawah suhu menunjukan nilai yang berkisar 22ºC sampai dengan 38ºC tapi dititik yang lain masih ada yang berkisar pada suhu 46ºC hal ini menunjukan variasi nilai pada Suhu di dekat aliran panas dipengaruhi oleh suhu Alam disekitar pusat aliran panas atau variasi temperatur Alam yang selalu berubah.

Penerapan model pembelajaran think pair share (TPS) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas 5 SDN Donomulyo 07 Kabupaten Malang / Tri Sulistiani

 

Kata Kunci: Think Pair Share (TPS), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif merupakan hal yang sangat penting . Kondisi pembelajaran yang efektif dapat terwujud apabila guru mampu menciptakan sebuah pola belajar yang menarik. Dengan sebuah model pembelajaran guru dapat merencanakan, merancang dan mengimplementasikan sebuah pola pembelajaran yang dapat membantu siswa mendapatkan informasi, ide, dan keterampilan. Penerapan model yang menarik dan melibatkan siswa secara langsung, juga dapat menciptakan suasana belajar yang bermakna. Penelitian ini terlaksana didasarkan pada kurang maksimalnya aktivitas dan hasil belajar siswa. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) tersebut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan PTK dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian dibatasi pada siswa kelas 5 SDN Donomulyo 07 yang berjumlah 18 siswa. Instrumen yang digunakan adalah panduan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TPS dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa. Pada siklus 1 persentase aktivitas siswa sebesar 64,55%, sedangkan pada siklus 2 mengalami peningkatan dengan persentase 82,22%. Untuk hasil belajar IPS siswa mengalami peningkatan dari siklus ke siklus. Pada pratindakan rata-rata kelas sebesar 45,05 (5,55%), rata-rata kelas pada siklus 1 68,36 (33,33%) dan pada siklus 2 rata-rata kelas 75,38 (83,33%). Pada siklus 2 rata-rata kelas telah mencapai ketuntasan belajar sehingga siklus dihentikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TPS dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas 5 SDN Donomulyo 07. Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah bahwa guru sebaiknya menerapkan model pembelajaran TPS pada mata pelajaran lainnya agar siswa menjadi lebih aktif dan hasil belajarnya meningkat. Model ini tidak rumit dan sangat fleksibel diterapkan pada mata pelajaran apapun

Gaya hidup dan perilaku konsumtif mahasiswa dalam perspektif status sosial ekonomi orang tua / Evika Febriana Pratiwi

 

Kata Kunci :gaya hidup, perilaku konsumtif, status sosial ekonomi orang tua Dalam memenuhi kebutuhannya, konsumen seringkali didorong oleh motif tertentu untuk mendapatkan prduk/jasa yang dibutuhkannya. Motif konsumsi yang berkembang pada masyarakat modern saat ini adalah lebih banyak berdasarkan emosional motif daripada rasional motif. Fenomena yang dihadapi masyarakat modern dalam kehidupan sehari-hari adalah diwarnai dengan maraknya kegiatan konsumsi. Konsumsi terhadap suatu barang merupakan gaya hidup tertentu dari kelompok status tertentu. Konsumsi terhadap barang merupakan gaya hidup tertentu. Konsumsi terhadap barang merupakan landasan bagi penjejangan dari kelompok status. Seseorang yang berada dalam kelas atas cenderung mempunyai gaya hidup yang berbeda dengan kelas bawah. Secara otomatis seseorang yang berada di kelas atas cenderung untuk berkonsumsi lebih banyak dibandingkan seseorang yang berada di kelas bawah. Hal ini terjadi karena dengan sumberdaya yang melimpah akan membuat seseorang mudah dalam membelanjakannya dan apabila penggunaan tersebut dilakukan tanpa landasan rasional maka akan mengarah pada perilaku konsumtif. Mahasiswa merupakan pelajar yang belajar di Perguruan Tinggi, jenjang pendidikan setelah masa Sekolah Menengah Atas. Dilihat dari sudut usia, mahasiswa ekonomi pembangunan angkatan 2011, yang berkisar antara umur 19 tahun merupakan tahap golongan remaja akhir (masa dewasa dini). Gaya hidup mahasiswa ini tak jauh berbeda pula dengan pelajar sekolah menengah, mereka masih cenderung berubah-ubah karakternya untuk menacapai tujuan menemukan jati diri. Mahasiswa sering berkumpul menghabiskan waktu luang mereka untuk berbagi informasi dan pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) Perbedaan gaya hidup mahasiswa dalam persepektif status sosial ekonomi orang tua, (2) Perbedaan perilaku konsumtif mahasiswa dalam persepektif status sosial ekonomi orang tua, (3) Perbedaan gaya hidup dan perilaku konsumtif mahasiswa dalam persepektif status sosial ekonomi orang tua. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan ekonomi pembangunan yang berjumlah 159 mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Data dianalisis dengan teknik prosentase, korelasi, dan regresi dengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa terdapat perbedaan gaya hidup mahasiswa dalam persepektif status sosial ekonomi orang tua. Terdapat juga perbedaan perilaku konsumtif mahasiswa dalam persepektif status sosial ekonomi orang tua. Oleh karena itu diharapkan mahasiswa dapat bersikap hati-hati dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, dan mempertahankan kepribadiannya, sehingga mereka dapat mandiri dalam keputusan pembeliannya dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain dalam melakukan pembelian dengan demikian maka mahasiswa akan mempunyai kepribadian yang kuat, mandiri, cerdas dan efisien dalam berkonsumsi. Berdasarkan hasil analisis dapat di simpulkan bahwa: (1) Ada pengaruh positif gaya hidup mahasiswa terhadap status sosial ekonomi orang tua, dengan demikian hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara gaya hidup mahasiswa dalam persepektif status sosial ekonomi orang tua . (2) Ada pengaruh positif perilaku konsumtif mahasiswa terhadap status sosial ekonomi orang tua, dengan demikian hal ini menunjukkan bahwa terdapat perebedaan antara perilaku konsumtif mahasiswa dalam persepektif status sosial ekonomi orang tua. (3) Ada pengaruh positif gaya hidup (X1) dan perilaku konsumtif (X2) terhadap status sosial ekonomi orang tua (Y), variabel-variabel tersebut secara bersama-sama mempengaruhi status sosial sosial ekonomi orang tua, dengan demikian hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan gaya hidup dan perilaku konsumtif dalam persepektif status sosial ekonomi orang tua. Berdasarkan saran yang telah di lakukan, maka saran yang diberikan adalah: (1) bagi mahasiswa, diharapkan mahasiswa dapat mengendalikan kecenderungan dalam berperilaku konsumtif. Mahasiswa hendaknya menerapkan pembelajaran ekonomi tentang perilaku konsumen yang telah diajarkan di kelas, terkhusus dalam berperilaku rasional dalam berkonsumsi. (2) bagi peneliti lain, hendaknya meneliti variabel lain yang mempengaruhi perilaku konsumtif diluar variabel status sosial ekonomi orang tua, dan tentang gaya hidup individu. Selain itu hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar penelitian selanjutnya, dengan cara menambah sub variabel dan indikator dalam melakukan penelitian di tempat lain yang sejenis. (3) bagi universitas negeri malang, hendaknya lebih mengembangkan pendidikan karakter mahasiswa agar lulusan universitas tidak hanya paham ilmu ekonomi tetapi juga didukung rasionalitas dan moralitas ekonomi yang baik dalam prakteknya. (4) bagi orang tua, sebagai pihak pertama yang memberikan dukungan kepada putra-putrinya selama di rumah. Orang tua harus selalu memberikan arahan dan dorongan kepada putra-putrinya bahwa status sosial ekonomi orang tua tidak selalu menjadi jaminan bahwa mahasiswa tersebut harus memiliki gaya hidup berekonomi yang baik.

Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar un tuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran SBK siswa kelas III SDN Oro-oro Dowo Kota Malang / Santi Herrini

 

Kata Kunci: Lingkungan, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, SBK. Hasil observasi awal di SDN Oro-oro Dowo Kota Malang belum pernah memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar khususnya pada mata pelajaran SBK. Hasil belajar siswa rata-rata masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada materi sikap apresiatif pada simbol benda tiga dimensi sehingga menyebabkan 17 dari 27 siswa nilainya di bawah KKM sekolah yaitu sebesar 70. Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran memanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar siswa kelas III SDN Oro-oro Dowo Kota Malang pada mata pelajaran SBK materi gambar imajinatif; (2) Mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar siswa kelas III SDN Oro-oro Dowo Kota Malang pada mata pelajaran SBK materi gambar imajinatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah PTK. Pelaksanaan PTK mengacu pada model siklus PTK meliputi empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan dan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan di kelas III SDN Oro-oro Dowo Kota Malang yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data dengan observasi, tes, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek sikap, kerjasama, dan keefektifan pada siklus I masih rendah karena siswa masih cenderung bersikap pasif pada saat pembelajaran berlangsung dan pada siklus II meningkat naik karena siswa sudah dapat berperan aktif pada setiap kegiatan pembelajaran. Hasil belajar siswa juga meningkat pada aspek kebersihan, kerapian, dan pewarnaan dalam menyelesaikan karya. Hal ini ditunjukkan dengan pra tindakan yang memiliki ketuntasan belajar sebanyak 10 siswa (37,03%) mengalami kenaikan dari hasil belajar pada siklus I menjadi 19 siswa (70,37%) dan mengalami kenaikan lagi pada siklus II menjadi 27 siswa (100%). Hal ini juga terlihat dari ketidak tuntasan siswa yang tadinya pra tindakan dari 17 siswa (62,96%) berkurang menjadi 8 siswa (29,63%) pada siklus I. Pada Siklus II semua siswa mengalami ketuntasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar siswa kelas III SDN Oro-oro Dowo Kota Malang pada mata pelajaran SBK materi gambar imajinatif dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hasil penilitian ini bagi Kepala Sekolah dapat memotivasi dan mengarahkan Guru agar lebih terfokus dalam peningkatan aktivitas dan hasil belajar yang salah satunya dapat dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

Pengaruh inflasi, nilai tukar rupiah, dan tingkat suku bunga SBI terhadap IHSG di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2010 / Windarti Melia

 

Kata kunci: Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Suku Bunga, IHSG Pasar modal merupakan salah satu tempat yang paling potensial dalam berinvestasi. Instrumen yang paling banyak diminati dalam pasar modal adalah saham. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengamati perkembangan saham di Indonesia adalah indeks harga saham gabungan (IHSG). Perkembangan harga IHSG dapat menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Pergerakan IHSG dapat dipengaruhi oleh keadaan makro ekonomi Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh inflasi, nilai tukar rupiah, dan suku bunga terhadap indeks harga saham gabungan di bursa efek Indonesia tahun 2008-2010. Populasi penelitian ini adalah indeks harga seluruh saham yang ada di BEI yang terdaftar dari 1 Januari 2008 sampai 31 Desember 2010. Penentuan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan sampling jenuh atau sampel sensus, yaitu teknik penentuan sampel dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel sehingga diperoleh 36 sampel. Ada 4 (empat) variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: (1) Indeks Harga Saham Gabungan, (2) Inflasi, (3) Nilai Tukar Rupiah, dan (4) Tingkat Suku Bunga SBI. Data dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif yang dikumpulkan secara time series. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder yang kemudian dianalisis deskriptif dan dilanjutkan dengan pengujian asumsi klasik. Untuk data yang memenuhi asumsi klasik maka akan dilanjutkan untuk uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan inflasi, nilai tukar rupiah dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Sedangkan secara parsial inflasi berpengaruh signifikan positif terhadap IHSG, nilai tukar rupiah berpengaruh signifikan negatif terhadap IHSG, dan suku bunga berpengaruh signifikan negatif terhadap IHSG. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggabungan variabel inflasi, nilai tukar rupiah dan suku bunga SBI relevan digunakan untuk memprediksi IHSG di masa yang akan datang. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Bagi investor disarankan tidak terburu-buru untuk melakukan aksi jual maupun beli dan lebih bersikap rasional dalam pengambilan keputusan (2) Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk tidak menggunakan variabel inflasi dan nilai suku bunga SBI dalam satu persamaan.

Promosi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Malang Regional Office / Zainollah

 

Kata Kunci : Promosi Strategi pemasaran yang dibuat harus mempertimbangkan situasi dan keadaan perusahaan baik keadaan intern perusahaan itu sendiri atau lingkungan mikro perusahaan, maupun keadaan ekstern perusahaan atau yang dikenal dengan lingkungan makro perusahaan. Perusahaan yang berjaya dan mampu mempertahankan serta meningkatkan penjulannya ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan yang telah berhasil menetapkan strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya dengan tepat. Adapun penentuan promosi bersaing seharusnya dilakukan dengan mempertimbangkan berapa besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar, karena perusahaan yang besar mungkin dapat menerapkan stretegi promosi tertentu yang jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula sebaliknya, bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada perusahaan besar, sehingga promosi yang dilakukan PT. asuransi jiwasraya (persero) malang regional office harus benar-benar memberikan dampak yang baik dan bersaing agar perusahaan tersebut

Hubungan antara jender, masa kerja, semangat kerja dan aktifitas pelatihan dengan pengambilan keputusan Kepala Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jember / Sumardi

 

Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd, dan (III) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd Kata kunci: jender, masa kerja, semangat kerja, aktivitas pelatihan, pengambilan keputusan Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan. Melalui pendidikan, kualitas SDM akan semakin meningkat. Guna mewujudkan pendidikan yang benar-benar mampu menghasilkan sumber daya yang handal, dibutuhkan proses manajemen yang baik. Manajemen pendidikan merupakan proses pengembangan kegiatan kerja sama sekelompok organisasi atau pimpinan organisasi untuk mencapai tujuan atau kompetensi pendidikan yang telah ditetapkan. Kepala sekolah dalam pengelolaan satuan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan sumber daya sekolah terutama mendayagunakan guru dalam pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Pengelolaan pendidikan di sekolah berkaitan dengan pendelegasian wewenang kepada kepala sekolah. Agar wewenang yang diberikan dapat dijalankan dengan baik, maka diperlukan kepala sekolah yang kompeten dalam menjalankan program-program sekolah termasuk segala wewenang yang dilimpahkan untuk mengambil keputusan. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa ada kecenderungan para kepala sekolah tunduk kepada birokrasi, yakni dengan menggunakan kekuasaan mereka saja dalam implementasi program-program dari pusat. Pola ini nampak berlangsung secara mekanistik. Sebaliknya, kepemimpinan kepala sekolah di masa yang akan datang hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip demokrasi di bidang pendidikan, sesuai semangat reformasi dan desentralisasi. Pengambilan keputusan oleh KS menjadi sangat urgen dibicarakan, karena pada saat ini, keputusan yang tidak populer dan melalui tahapan yang aspiratif, cenderung menimbulkan ketidakpuasan stakeholder, sehingga akan berakibat kurang baik terhadap kerja dan kinerja secara keseluruhan. Dalam mengambil keputusan seringkali dihadapkan pada berbagai kondisi, antara lain unik, tidak pasti, dinamis, jangka panjang, dan kompleks. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana gambaran hubungan antara variabel jender, masa kerja, semangat kerja, aktivitas pelatihan, dan pengambilan keputusan kepala sekolah menengah pertama di Kabupaten Jember. Apakah terdapat hubungan langsung atau tidak langsung dari variabel-variabel tersebut dan bagaimana model hubungan antar variabel secara struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jender, masa kerja, semangat kerja, aktivitas pelatihan, dan pengambilan keputusan kepala sekolah menengah pertama di Kabupaten Jember. Selain itu, untuk mengetahui ada tidaknya hubungan masing-masing variabel, baik hubungan secara langsung maupun hubungan tidak langsung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan subyek yang berkaitan dengan jender, masa kerja, semangat kerja, aktivitas pelatihan, dengan pengambilan keputusan kepala sekolah pada pendidikan menengah pertama di Kabupaten Jember. Sampel penelitian sebanyak 154 kepala sekolah pada taraf signifikan 0,05%, diambil dari populasi sebesar 260 kepala sekolah SMP yang menyebar di 31 kecamatan di Kabupaten Jember dengan teknik proporsional random sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen angket yang telah terbukti memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang dipersyaratkan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa jender, masa kerja, semangat kerja guru, aktivitas pelatihan, dan pengambilan keputusan Kepala Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jember berada dalam kategori tinggi. Sementara analisis hubungan antar variabel menunjukkan bahwa pada taraf signifikan 0,05% atau taraf kepercayaan 95% terdapat: (1) hubungan langsung yang signifikan antara jender dengan pengambilan keputusan, (2) hubungan langsung yang signifikan antara masa kerja dengan semangat kerja, (3) hubungan langsung yang signifikan antara masa kerja dengan aktivitas pelatihan, (4) hubungan langsung yang signifikan antara masa kerja dengan pengambilan keputusan, (5) hubungan langsung yang signifikan antara semangat kerja dengan pengambilan keputusan, (6) hubungan langsung yang signifikan antara aktivitas pelatihan dengan pengambilan keputusan, (7) hubungan tidak langsung antara masa kerja dengan pengambilan keputusan melalui semangat kerja, (8) hubungan tidak langsung antara masa kerja dengan pengambilan keputusan melalui aktivitas pelatihan, dan (9) hubungan yang signifikan secara simultan antara jender, masa kerja, semangat kerja, dan aktivitas pelatihan dengan pengambilan keputusan Kepala Sekolah SMP di Kabupaten Jember. Berdasarkan temuan-temuan penelitian di atas, dapat dikemukakan saran sebagai berikut: (1) bagi pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan selaku pembina kepala sekolah dalam menjalankan tugas, agar hasil penelitian dijadikan dasar pengambilan keputusan dan kebijakan yang tepat dalam melakukan kegiatan-kegiatan pelatihan, sehingga kepala sekolah yang ada di kabupaten Jember terus dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, (2) bagi kepala sekolah SMP di Kabupaten Jember, agar hasil penelitian dapat menambah pengetahuan tentang pengambilan keputusan, semangat kerja, dan aktivitas pelatihan. Dengan hasil penelitian ini hendaknya dapat dijadikan masukan bagi para kepala sekolah untuk terus menerus mengevaluasi diri dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kinerjanya dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jember, dan (3) sangat diharapkan bagi peneliti berikutnya untuk mengkaji juga variabel-variabel lain yang mungkin saja berpengaruh terhadap pengambilan keputusan, misalnya perilaku kepala sekolah, partisipasi guru, kepuasan kerja, budaya mutu, dan komitmen organisasi.

Analisis kesalahan penyelesaian soal cerita persamaan dan pertidaksamaan kuadrat berdasarkan tahapan polya oleh siswa x MAN Wlingi pada semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 / Rahma Ramadhani

 

Kata kunci: analisis kesalahan, soal cerita, persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, tahapan Polya. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kesalahan-kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal persamaan dan pertidaksamaan kuadrat serta faktor apa yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan deskriptif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-F MAN Wlingi. Tes tertulis sebanyak 5 soal cerita terhadap 34 siswa dengan alokasi waktu untuk mengerjakan 80 menit. Hasil tes dianalisis untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal. Jawaban siswa yang salah dikelompokkan kedalam kesalahan yang sama. Setelah itu dipilih 10 siswa yang melakukan kesalahan untuk diwawancarai. Wawancara dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini menggunakan langkah Polya untuk menganalisis penyelesaian soal matematika. Peneliti menyimpulkan bahwa kesalahan-kesalahan yang dilakukan pada masing-masing tahap, yaitu 1) tahap pemahaman soal yaitu siswa salah dalam menuliskan yang ditanyakan dan data yang diketahui dalam bentuk kata-kata sederhana atau simbol, siswa salah tidak menjawab soal dan siswa tidak lengkap dalam menuliskan yang ditanyakan dan yang diketahui dari soal, 2) tahap perencanaan langkah penyelesaian yaitu siswa salah dalam memodelkan soal, siswa salah kerena tidak menuliskan rumus/cara dan siswa salah dalam menuliskan rumus misalnya kurang lengkap dalam menuliskan rumus/cara, 3) tahap pelaksanaan langkah penyelesaian yaitu siswa salah dalam operasi atau perhitungan, siswa salah dalam memasukkan data serta siswa salah karena tidak melanjutkan langkah selesaian, 4) tahap peninjauan kembali yaitu siswa salah dalam menyimpulkan yaitu siswa salah dalam menuliskan jawaban atau bahkan siswa tidak menulis kesimpulan dan siswa salah karena tidak memeriksa kembali. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan-kesalahan adalah siswa tidak memahami materi dengan baik, siswa tidak memahami soal cerita, siswa kurang memahami materi-materi yang sebelumnya pernah diajarkan, siswa tidak teliti dalam mengerjakan, siswa kurang cermat dalam membaca soal, siswa tidak dapat membagi waktu dengan baik saat mengerjakan soal. Berdasarkan penelitian ini disarankan 1) guru meningkatkan kualitas pembelajaran berdasarkan kesalahan penyelesaian soal yang dilakukan siswa, 2) guru disarankan juga memberikan soal yang merupakan aplikasi dari konsep ii persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, 3) guru hendaknya memastikan materi prasyarat sudah dikuasai siswa, 4) guru pada pembelajaran matematika dapat menyajikan setiap gagasan ataupun soal (masalah) yang mengarah pada penguasaan konsep, 5) siswa hendaknya sering berlatih menyelesaikan soal selain soal biasa juga soal dalam bentuk soal cerita, 6) siswa hendaknya benar-benar memahami materi sebelumnya yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan kuadrat.

Pengaruh leverage keuangan, kebijakan dividen dan profitabilitas terhadap future value perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2010 / Ika Rakhmad Satria

 

Kata kunci : Leverage keuangan, kebijakan dividen, profitabilitas, dan future value perusahaan. Nilai perusahaan dapat diartikan sebagai ukuran nilai obyektif oleh publik dan orientasi pada kelangsungan hidup perusahaan. Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan, yang sering dikaitkan dengan harga saham. Saat prediksi nilai perusahaan di masa depan tinggi, hal ini mengindikasikan harga saham yang tinggi pula. Nilai masa depan (Future Value) perusahaan dapat diukur menggunakan Proksi IOS (Investment Opportunity Set). Faktor-faktor yang mempengaruhi future value perusahaan diantaranya bergantung pada tingkat leverage keuangan, kebijakan dividen, dan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh leverage keuangan, kebijakan dividen, dan profitabilitas terhadap future value perusahaan. Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang go publik di BEI tahun 2009-2010. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan negatif dari leverage keuangan dan kebijakan dividen terhadap future value perusahaan. Variabel profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap future value perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan antara lain: (a) peneliti selanjutnya hendaknya menambahkan periode dan jumlah sampel, (b) diharapkan pada penelitian selanjutnya ditambahkan proksi-proksi lain sebagai pengukuran future value perusahaan ,(c) Dengan adanya pengaruh positif dan signifikan antara profitabilitas terhadap future value perusahaan, manajemen harus dapat meningkatkan profit agar nilai perusahaan meningkat, dan (d) investor hendaknya juga memperhatikan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap future value perusahaan seperti resiko, institutional ownership, dan kepemilikan manajerial.

Pengembangan model latihan teknik dasar menangkap bola untuk penjaga gawang sepak bola menggunakan media / Yudha Febrian Pradana

 

Kata Kunci: latihan, menangkap bola, penjaga gawang, media Sepakbola salah satu cabang olahraga yang sangat dikenal dan digemari oleh seluruh masyarakat di seluruh dunia. Sepakbola permainan tim, maka perlu adanya kerjasama yang baik dalam suatu tim itu. Dalam sepakbola ada satu pemain yang perannya sangat penting dalam pertandingan sepakbola adalah penjaga gawang. Kejanggalan dari penjaga gawang, yaitu mereka menggunakan tangannya sementara pemain lain menggunakan kakinya. Tugas mereka adalah menghentikan bola yang meluncur dengan kecepatan 60 mil perjam, sehingga tidak berhasil memasuki gawang yang berukuran 7,32 x 2,44 meter. Penjaga gawang harus mempunyai kemampuan dalam menangkap bola yang baik dan benar yang wajib dikuasai penjaga gawang sepakbola agar bola tidak masuk ke gawang. Tujuan dari penelitian ini adalah, perlu pengembangan model latihan teknik dasar cara menangkap bola untuk penjaga gawang sepakbola menggunakan media, dikarenakan proses latihan masih kurang maksimal atau kurang efektif dan siswa mudah bosan. Juga untuk lebih mempermudah mempercepat siswa dalam pemahaman latihan teknik dasar kemampuan menangkap bola penjaga gawang. Prosedur pengembangan latihan teknik dasar menangkap bola untuk penjaga gawang sepakbola menggunakan media ini melalui beberapa tahap, antara lain: 1) melakukan analisis kebutuhan dengan melakukan riset dan pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal. 2) Pembuatan rancangan produk. 3) Evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli media dan 1 ahli kepelatihan sepakbola. 4) pembuatan produk awal. 5) Uji coba kelompok kecil (a) dan melakukan revisi produk pertama sesuai dengan saran-saran dari tinjauan para ahli. 6) Uji coba kelompok besar (b) dengan subjek yang lebih banyak dan melakukan revisi produk yang kedua sesuai dengan saran-saran dari tinjauan para ahli. 7) Produk hasil akhir pengembangan. Bentuk-bentuk latihan teknik dasar menangkap bola ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, secara keseluruhan para ahli memberikan masukan yang baik dan setelah merevisi produk awal maka para ahli setuju dan produk yang sudah jadi siap untuk diuji cobakan di 5 Sekolah Sepakbola di Kabupaten Lumajang. Hasil analisis data yang diperoleh dari uji coba kelompok kecil (a) adalah 82.84%, sedangkan uji coba kelompok besar (b) adalah 84.53%. Oleh karena itu, produk latihan teknik dasar menangkap bola untuk penjaga gawang menggunakan media berupa Vidio Compac Disc (VCD) telah memenuhi kriteria dan semua isi dapat digunakan dalam kegiatan latihan penjaga gawang sepakbola di Sekolah Sepakbola Turangga, Bintang Kesit, Rajawali, Kudamas, Persegen Kabupaten Lumajang.

Pengembangan perangkat pembelajaran analisis elektrokimia untuk SMK program keahlian analisis kimia Malang / Mohammad Alex Firdaus

 

Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Analisis Elektrokimia, SMK. Pada pengajaran Kimia di SMK, bahan ajar termasuk faktor yang penting karena dapat membantu dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sebagai sarana pendukung, tambahan informasi, ataupun alternatif untuk memperkaya sumber belajar siswa. Masalah yang berkembang di SMK saat ini salah satunya adalah belum tercukupinya bahan ajar yang dapat memenuhi standar kompetensi lulusan baik secara kuantitatif, kualitatif, dan relevansi. Bahan ajar belum tersusun rapi sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan KTSP SMK. SMK Program Keahlian Analisis Kimia mempunyai beberapa kompetensi yang harus dicapai. Salah satu kompetensinya adalah Analisis Elektrokimia. Dalam rangka pencapaian kompetensi, guru memerlukan bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan siswa dan hal ini masih belum terpenuhi. Oleh karena itu, masalah tersebut dapat diatasi dengan melakukan pengembangan dan penyusunan perangkat pembelajaran yang di dalamnya terdiri dari bahan ajar berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang sesuai untuk pembelajaran di SMK. Tujuan utama dari pengembangan adalah mengatasi permasalahan yang ada di SMK Analisis Kimia Malang, yaitu keterbatasan bahan ajar, dengan cara mengembangkan bahan ajar untuk materi Analisis Elektrokimia yang memenuhi standar kompetensi lulusan. Model pengembangan perangkat pembelajaran Analisis Elektrokimia Kelas XI Semester 1 mengacu pada model 4-D, akan tetapi hanya melakukan sampai pada D ketiga dan tidak melakukan D keempat. Adapun tahapan model pengembangan 4-D adalah sebagai berikut: (1) Pembatasan (Define), (2) Perancangan (Design), (3) Pengembangan (Develop), dan (4) Penyebarluasan (Disseminate). Dilakukan validasi isi dan uji coba terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Validasi hanya terbatas pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan LKS. Validator untuk validasi isi adalah satu Dosen Kimia FMIPA UM dan dua Guru SMK Program Keahlian Analisis Kimia. Instrumen pengumpulan data berupa angket/kuesioner dengan skala 4 tingkatan dan lembar saran/komentar. Data yang diperoleh berupa skor penilaian dan saran dari validator yang digunakan untuk menentukan validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Teknik analisis data yang digunakan adalah perhitungan rata-rata dan persentase. Hasil penelitian dan pengembangan adalah perangkat pembelajaran Analisis Elektrokimia yang meliputi: (1) Silabus hasil pengembangan, (2) Rancangan Pembelajaran (RP), (3) RPP, dan (4) LKS. Hasil validasi terhadap RPP dan LKS menunjukkan hasil yang valid dengan perhitungan rata-rata dan persentase sebesar 3,58 dan 90,95% untuk RPP dan 3,60 dan 89,82% untuk LKS. Hasil uji coba petunjuk praktikum mencapai validitas 3,33 dan 83,05% yang berarti sudah layak untuk digunakan dalam pembelajaran yang sesungguhnya

Pengaruh customer relationship management (CRM) terhadap loyalitas pelenggan IM3 (Studi pada Mahasiswa Jurusan Manajemen FE UM) / Erwin Budi Satria

 

Kata Kunci: Customer Relationship Management (CRM), Loyalitas Pelanggan Beberapa perusahaan masuk ke dalam setiap industri yang membuat persaingan menjadi sangat tinggi. Semua perusahaan berusaha untuk berinovasi dalam mengikuti selera pasar untuk memuaskan pelanggan mereka, sehingga diharapkan pelanggan dapat loyal pada perusahaan tersebut.Sekarang ini banyak orang di kalangan bisnis membicarakan Customer Relationship Management (CRM)sebagaisuatu strategi yang menitikberatkanpadasemuahal yang terkaitdenganfokuspadapelanggan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsiCustomer Relationship Management (CRM) (identifikasi (X1), diferensiasi (X2), interaksi (X3), customize(X4) dan Loyalitas Pelanggan (Y) produk IM3 bagi mahasiswa jurusan Manajemen FE UM, (2) pengaruh CRMsecara parsialterhadap loyalitas mahasiswa jurusan Manajemen FE UM pada IM3, (3) pengaruh CRMsecara simultan terhadap loyalitas mahasiswa jurusan Manajemen FE UM pada IM3, (4) pengaruh dari sub variabel CRM yang dominan terhadap loyalitas mahasiswa jurusan Manajemen FE UM pada IM3. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan Manajemen FE-UM yang menggunakan IM3. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden.Sampel diambil dengan teknikMulty Stage Sampling yang terdiri dari Cluster Sampling, Proportional Sampling, dan Snowball Samplinguntukmenyebarkankuisioner yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2011.KuisionerdalampenelitianinitermasukdalamkuisionertertutupmenggunakanskalaLikert(Sangat Setuju, Setuju, Cukup Setuju, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju).Analisis data menggunakanregresi linier berganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) pada variabelidentifikasi (ketersediaan database, pengenalan individu, keamanan) IM3 tergolong cukup baik, (2) pada variabel diferensiasi (nilai pelanggan, kebutuhanpelanggan) IM3 tergolong cukup baik, (3) pada variabel interaksi (proses pertukaran, efektivitas) IM3 tergolong cukup baik, (4) pada variabel customize(kesesuaian jasa dengan nilai pelanggan, kesesuaian jasa dengan kebutuhan pelanggan) tergolong cukup baik, (5) pada variabel loyalitas pelanggan, keadaan loyalitas pelanggan IM3 tergolongtidak terlalu loyal. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif yang signifikan Customer Relationship Management (CRM) secara parsialterhadap loyalitas mahasiswa jurusan Manajemen FE UM pada IM3,(2) terdapat pengaruh positif yang signifikan Customer Relationship Management (CRM)secara simultan terhadap loyalitas mahasiswa jurusan Manajemen FE UM pada IM3, (3)Sub variabelinteraksimemilikinilaiSumbanganEfektif (SE) paling besaryaitu12,2%. CRM mempengaruhi loyalitas pelanggan sebesar 40,4% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) IM3 mampu menerapkan CRM dengan baik, (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan CRMsecara parsialterhadap loyalitas mahasiswa jurusan Manajemen FE UM pada IM3, (3) terdapat pengaruh positif yang signifikan CRMsecara simultanterhadap loyalitas mahasiswa jurusan Manajemen FE UM pada IM3, (4) Jika dibandingkan dengan sub variabel identifikasi, diferensiasi, dan customize, sub variabel interaksi memiliki pengaruh dominan terhadap loyalitas mahasiswa jurusan Manajemen FE UM pada IM3. Saran yang dapat diberikan adalah: (1)CRM perlu ditingkatkan oleh IM3 agar dapat beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan, dengan begitu pelanggan akan mendapat berbagai pilihan layanan dalam satu kartu, sub variabel interaksi memiliki pengaruh dominan terhadap loyalitas pelanggan. Proses pertukaran yang dilakukan antara IM3 dengan pelanggan menjadi indikator terbaik. Sehingga penyediaan pelayanan dan informasi yang baik perlu ditingkatkan kembali, (2) Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah variabel penelitian yang dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan selain variabel yang diteliti pada penelitian ini seperti bauran pemasaran dan nilai pelanggan.

Analisis lama "Blanching" dan konsentrasi dekstrin pada tablet ashitaba menggunakan menggunakan percobaan faktorial dengan RAL / Lulun Vita Mufidah

 

Kata Kunci: ashitaba, dekstrin, “blanching”, percobaan faktorial, RAL Ashitaba (Angelica keiskei koidzumi) merupakan sejenis tanaman herbal Asia yang mempunyai genus yang sama dengan Angelica sinensis.. Ashitaba mengandung 11 vitamin, 13 mineral, klorofil, enzim, karoten, germanium, saponin, protein, serat, glukosida, kumarin dan flavonoid yang disebut khalkon yang merupakan antioksidan yang sangat potensial. Kandungan berbagai nutrisi dari ashitaba ini menjadikannya layak untuk dijadikan sebagai makanan kesehatan. Salah satu bentuk pemanfaatan ashitaba sebagai makanan kesehatan adalah pengolahan ashitaba dalam bentuk tablet. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi penambahan dekstrin yang tepat dan lama “blanching” yang dibutuhkan. Pada rancangan penelitian, taraf pemberian konsentrasi dekstrin 10%,15%, 20%, sedangkan taraf lama ”blanching” 1 menit, 5 menit, dan 10 menit. Analisis data menggunakn percobaan faktorial dua faktor dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Berdasarkan hasil analisis data, rendemen tablet hanya dipengaruhi oleh konsentrasi dekstrin. Kekerasan tablet dan waktu hancur tidak dipengaruhi oleh lama ”blanching” dan konsentrasi dekstrin maupun interaksi faktornya. Sedangkan untuk penyimpangan bobot tablet, ternyata masing-masing faktor memberi pengaruh beda nyata terhadap penyimpangan bobot. Pemilihan alternatif terbaik berdasarkan rendemen tertinggi dan penyimpangan bobot, disamping itu kualitas tablet harus memenuhi persyaratan sediaan tablet Farmakope Indonesia IV yaitu lama ”blancing” 1 menit dan pemberian dekstrin 20 %. .

Upaya penuntasan wajib belajar 9 tahun pada persekolahan YPPK (Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik) Keuskupan Manokwari - Sorong Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat / Lambertus Dayanama Niron

 

Tesis. Jurusan Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd, (II) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd Kata Kunci: upaya penuntasan, wajib belajar 9 tahun Teluk Bintuni merupakan kawasan yang terletak di bagian barat pulau Besar Papua/Irian Jaya, tepatnya di bawah wilayah “Kepala Burung”.Secara administratif pemerintahan daerah ini merupakan hasil pemekaran dari daerah Kabupaten Manokwari (tahun 2002). Dengan demikian Teluk Bintuni merupakan kabupaten ke sembilan dari sebelas kabupaten di Papua Barat. Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik Keuskupan Manokwari Sorong (YPPK KMS) Teluk Bintuni adalah salah satu bagian organisasi sosial keagamaan, yang membawahi pendidikan TK, SD, dan SMP yang tersebar di distrik-distrik. YPPK KMS memiliki tanggungjawab turut serta menyiapkan SDM yang berkualitas. Dengan demikian nantinya diharapkan SDM tersebut dapat membangun daerah sejajar dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Melalui program wajib belajar 9 tahun di bawah pengelolaan YPPK KMS diharapkan penyiapan SDM tersebut dapat terwujud. Permasalahan yang dikaji adalah sebagai berkut : (1) Bagaimana profil wajib belajar 9 tahun di kabupaten Teluk Bintuni? (2) Bagaimana pelaksanaan penuntasan wajib belajar 9 tahun dibawah pelaksanaan YPPK KMS Teluk Bintuni, terutama dilihat dari segi manajemen kesiswaan, personalia (guru), kurikulum, dan partisipasi masyarakat, serta permasalahannya? (3) Bagaimana model pendidikan yang tepat untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun yang dikelola YPPK KMS Teluk Bintuni, terutama dilihat dari segi manajemen tentang perencanaan kesiswaan, kurikulum, personalia (guru), dan partisipasi masyarakat? Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran pelaksanaan wajib belajar (Wajar) 9 tahun di kabupaten Teluk Bintuni, yang meliputi: (a) jumlah riil dan sebaran anak usia 7 tahun – 15 tahun, (b) jumlah riil dan sebaran anak usia 7 tahun - 15 tahun yang bersekolah di persekolahan YPPK , (c) jumlah dan sebaran drop out siswa di persekolahan YPPK, (d) jumlah dan sebaran guru yang mengajar di persekolahan YPPK, (e) mengetahui gambaran pelaksanaan kurikulum di persekolahan YPPK, (f) sebaran penuntasan hasil belajar, dan (g) gambaran peran serta masyarakat dalam membantu kesuksesan wajib belajar; (2) mengetahui masalah-masalah yang dianalisis dari gambaran pelaksanaan Wajar 9 tahun di atas; menentukan kebutuhan yang dirasakan mendesak oleh YPPK Teluk Bintuni; dan (3) mengetahui model penuntasan wajib belajar 9 tahun dengan melibatkan masyarakat. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan survei deskriptif. Populasi penelitian adalah semua sekolah yang ada di bawah koordinasi persekolahan YPPK KMS Teluk Bintuni yang berjumlah 1 TK, 15 SD, dan 2 SMP. Sampel penelitian ditentukan secara total atau sama dengan populasi karena jumlah sekolah relatif kecil dan bervariasi kondisi sosial dan geografisnya. ii Data dikumpulkan dengan teknik dokumen, pengamatan, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif tepatnya dengan teknik persentase dan analisis kualitatif. Berdasarkan temuan yang diperoleh dari pengamatan empirik dapat dikemukakan beberapa simpulan berikut. Pertama, profil wajib belajar (Wajar) 9 tahun di persekolahan YPPK KMS Teluk Bintuni, dapat dilihat dari: (a) Anak yang bersekolah di SD lebih banyak dari jumlah anak usia 7-12 tahun dan sebaran anak usia 7-12 tahun dan anak yang bersekolah di SD tidak merata setiap distriknya. Sebaran anak usia 7 tahun - 15 tahun ada 9029 orang, usia 7 tahun – 12 tahun ada 7599 orang, dan usia 13 tahun – 15 tahun ada 1430 orang. Sebaran anak usia 7-12 tahun dan anak yang bersekolah di SD YPPK KMS Teluk Bintuni tidak merata setiap sekolahnya, (b) Anak yang bersekolah di SMP lebih banyak dari jumlah anak usia 13-15 tahun dan sebaran anak usia 13-15 tahun dan anak yang bersekolah di SMP tidak merata setiap distriknya. Anak yang bersekolah di SMP YPPK KMS Teluk Bintuni lebih banyak dari jumlah anak usia 13-15 tahun. Jumlah murid SD – SMP 12198 orang, 9699 orang SD dan 2499 orang SMP, (c) jumlah murid di persekolahan YPPK KMS ada 2518 orang, (d) jumlah drop out ada 162 orang, (d) jumlah dan sebaran guru yang mengajar di persekolahan YPPK ada 126 orang, (e) gambaran pelaksanaan kurikulum di persekolahan YPPK belum sistematis, dan (f) terdapat beberapa peran serta masyarakat dalam membantu kesuksesan wajib belajar. Kedua, pelaksanaan wajib belajar (wajar) 9 tahun dapat dilihat dari: (a) aspek kesiswaan: di Persekolahan YPPK Kabupaten Teluk Bintuni, anak sekolah usia 7 – 15 tahun hampir tersebar merata di lima belas sekolah yang ada, namun jumlah anak yang bersekolah tidak merata antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain (terbanyak 1 sekolah 338 anak dan terendah 1 sekolah 41 anak); (b) aspek guru: rasio guru dan murid rata-rata di Persekolahan YPPK KMS Teluk Bintuni 1: 21.33. Artinya 1 orang guru mengajar kepada 21.33 murid, namun sebaran guru tidak merata di Persekolahan YPPK ini menyebabkan angka rasio untuk masing-masing sekolah sangat berbeda; (c) aspek kurikulum: pada semua jenjang Persekolahan (SD, SMP) belum diimplementasikan dengan baik; (d) partisipasi masyarakat dalam mensukseskan wajib belajar dengan: (1) memanfaatkan jasa sekolah, (2) merawat dan membangun fisik sekolah, (3) berpartisipasi pasif; dan (e) masalah-masalah yang muncul dalam pelaksanaan wajib belajar 9 tahun adalah: (1) persekolahan ada di daerah terpencil, (2) banyak penyebab anak putus sekolah antara lain: budaya, minat rendah, kurang perhatian orang tua, ketiadaan sarana, ekonomi, sekolah gratis yang tidak gratis. Ketiga, upaya penuntasan wajib belajar 9 tahun di persekolahan YPPK KMS Teluk Bintuni adalah, Sekolah Berasrama, Kelas Jauh, Sekolah Dasar (SD) Kecil, dan SMP Satu Atap. Model SMP Satu Atap ini dipilih sebagai alternatif terbaik karena pada sejumlah daerah tersebut tidak terdapat SMP Negeri maupun swasta yang mengakomodasikan secara maksimal lulusan dari SD YPPK yang ada di sekitar daerah tersebut. Sebagai implementasi dari hasil penelitian terhadap upaya penuntasan wajib belajar 9 tahun pada persekolahan YPPK (Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik) Keuskupan Manokwari-Sorong Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat kepada pihak-pihak terkait: (a) Sekolah Penyelenggara, (b) Pengelola Sekolah Wilayah (PSW) YPPK KMS Teluk Bintuni, dan (c) Pemerintah Daerah Kabupaten c.q. Dinas Pendidikan) dapat disarankan melakukan kerjasama menentukan model SMP Satu Atap sebagai alternative terbaik yang cocok diterapkan di daerah terpencil.

Pengaruh faktor fundamental Perusahaan terhadap risiko sistematis saham (kasus saham industri makanan dan minuman yang listing di BEI tahun 2006-2008) / Dina Septy Periska

 

Kata Kunci : risiko sistematis, leverage, current ratio, ROA, ROE. Risiko merupakan besarnya penyimpangan antara tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dengan tingkat pengembalian aktual (actual return). Untuk menurunkan risiko, sebagian besar investor akan melakukan diversifikasi dengan membentuk portofolio sekuritas. Namun dalam pembentukan portofolio sekuritas ada bagian risiko yang selalu ada dan tidak bisa dihilangkan sama sekali dengan jalan diversifikasi sekuritas. Risiko ini disebut sebagai risiko sistematis yang diukur dengan beta. Dan penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh leverage, current ratio, ROA dan ROE terhadap risiko sistematis saham, dan diharapkan dapat digunakan sebagai referensi tambahan mengenai faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi risiko sistematis saham. Data penelitian diperoleh dari Pojok BEI Universitas Negeri Malang dan website BEI www.idx.co.id. Analisis penelitian yang dipakai adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa leverage dan current ratio berpengaruh terhadap risiko sistematis. Leverage berpengaruh positif terhadap risiko sistematis dan current ratio berpengaruh negatif terhadap risiko sistematis. Sedangkan ROA dan ROE tidak berpengaruh terhadap risiko sistematis saham. Berdasarkan hasil penelitian maka: (1) Disarankan agar peneliti selanjutnya bisa mengidentifikasi variabel bebas yaitu faktor fundamental lain dan faktor-faktor teknikal sebagai variabel penelitian serta menambah jumlah periode pengamatan agar dapat mengetahui tren risiko sistematis dalam jangka panjang. (2) Saran bagi investor yaitu sebelum melakukan investasi khsususnya investasi jangka panjang dalam penilaian risiko sistematisnya sebaiknya para calon investor juga mempertimbangkan rasio keuangan perusahaan, khususnya leverage dan current ratio karena kedua rasio tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko sistematis.

Pengaruh profitabilitas, struktur aktiva, tingkat pertumbuhan penjualan, dan kepemilikan manajerial terhadap struktural modal pada perusahaan Food and Beverage yang Listing di Bei Periode 2007-2010 / Taufik Pondra P

 

Kata Kunci : Profitabilitas, Struktur Aktiva, Tingkat Pertumbuhan Penjualan, Kepemilikan Manajerial dan Struktur Modal Modal merupakan sesuatu yang harus dipenuhi dalam menjalankan operasional sebuah perusahaan. Berbagai macam cara dilakukan perusahaan untuk mendapatkan modal yang besar dan dengan biaya yang rendah. Dalam teori packing order bahwaurutan pendanaan perusahaan pertama menggunakan dana internal dan kemudian menggunakan hutang kalau tidak cukup. Untuk memperoleh hutang disini kreditur melihat kondisi perusahaan dengan 5C, yaitu character disini bisa dilihat pada kepemilikan manajerial, capacity disini bisa dilihat pada tingkat pertumbuhan penjualan, collateral disini bisa dilihat pada struktur aktiva, capital disini bisa dilihat pada profitabilitas, dan condition adalah kondisi eksternal perusahaan. . . Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahi kondisi struktur modal, profitabilitas, struktur aktiva, pertumbuhan penjualan dan kepemilikan manajerian, dan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas (profitabilitas, struktur aktiva, pertumbuhan penjualan dan kepemilikan manajerial) secara parsial terhadap variabel terikat (struktur modal). Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi karena menguji hubungan antar variabel, yaitu profitabilitas, struktur aktiva, pertumbuhan penjualan, dan kepemilikan manajerial terhadap struktur modal pada perusahaan food and beverage yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2010Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kondisi rasio struktur modal, profitabilitas dan pertumbuhan penjualan perusahaan Food And Beverages yang terdaftar di BEI periode 2007-2010 cenderung mengalami penurunan. Sedangkan struktur aktiva dan kepemilikan manajerial perusahaan Food And Beverages yang terdaftar di BEI periode 2007-2010 cenderung mengalami kenaikan. Hasil perofitabilitas berpengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal. Sedangkan struktur aktiva,dan pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan positif terhadap struktur modal. Selain itu, pada kepemilikan manajerial menunjukkan bahwa tidak terjadi pengaruh signifikan terhadap struktur modal karena t > 0,05 yaitu 0,624. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah jumlah variabel yang mempengaruhi struktur modal agar penelitian lebih reliable serta menambah periode observasi sehingga dapat memberikan hasil yang lebih riil terhadap hasil penelitian.

Pengembangan modul persamaan garis lurus dengan memfokuskan fase eksplorasi Learning Cycle untuk Siswa SMP Kelas VIII / Ninik Ernawati

 

Kata Kunci : modul, Learning Cycle lima fase, fase eksplorasi, persamaan garis lurus. Dalam pembelajaran matematika. siswa cenderung memahami konsep secara prosedural. Siswa mengerjakan soal-soal dengan cara-cara prosedural tanpa memahami bagaimana prosedur tersebut bekerja. Hal ini menyebabkan siswa mengalami kesulitan ketika dihadapkan dengan soal-soal dengan tipe berbeda. Pembelajaran matematika yang baik merupakan pembelajaran yang dapat membuat siswa memahami konsep matematika sepenuhnya tidak hanya secara prosedural. Siswa dapat memahami konsep matematika dengan baik apabila siswa terlibat aktif melakukan eksplorasi untuk memahami konsep matematika. Eksplorasi merupakan suatu proses mendayagunakan segala sesuatu yang ada pada diri untuk mencapai tujuan tertentu. Ketika siswa melakukan eksplorasi berarti siswa mendayagunakan semua indra dan pengetahuan yang dimilikinya untuk mendapatkan suatu konsep baru. Hal ini menunjukkan siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri. Lebih lanjut siswa tidak menerima konsep secara langsung melainkan siswa berusaha memahami konsep dengan bimbingan minimal dari guru. Hal tersebut melatarbelakangi penulis untuk mengembangkan modul melalui fase eksplorasi learning cycle lima fase. Fase eksplorasi merupakan salah satu fase yang terdapat pada model pembelajaran learning cycle lima fase. Modul yang dikembangkan menekankan pada fase eksplorasi learning cycle. Bentuk penekanannya dalam menyusun kegiatan belajar fase eksplorasi mengacu pada enam karakteristik fase eksplorasi. enam karakteristik fase eksplorasi meliputi (1) siswa diberikan permasalahan, (2) siswa mengamati permasalahan, (3) siswa mengamati permasalahan, (4) siswa menganalisis permasalahan, (5) siswa mengembangkan analisis, dan (6) siswa menyamakan persepsi dengan siswa lain.

The Effektivenness of The Experiential Learning Cycle on The Achievement of The Element Grade Students of SMAN 8 Mataram In The NMarrative Writing Skill / Taufik Akbar Al Fajri

 

Thesis, English Language Department, Graduate Program, State University of Malang Negeri Malang. Advisors: (I) Dr. Gunadi H. Sulistyo, M.A. (II) Dr. Hj. Arwijati Wahyudi, M.Pd, Dipl. TESL Keywords: Narrative, Writing, Experiential Learning Cycle Experiential learning cycle (ELC) is a teaching technique which is used the learners’ experienced as the basis. Based on the background of the study, the objective of the study is to evaluate the effectiveness of the implementation of the experiential learning cycle to improve the students’ narrative writing score. The present study employs pre experimental design with pre test and post test. This design was selected for the purpose to measure the effectiveness of experiential learning cycle in improving the narrative writing skill of the eleventh grade of language program students of SMAN 8 Mataram, West Nusa Tenggara. This design did not include a control group. The treatment was carried out in 7 meetings; they were pre test, experience stage, process stage, generalization stage, application stage and post test. The data obtained from the pre test and post test were analyzed using SPSS version 16. Based on the result of the statistical analysis it is revealed that the alternative hypothesis was accepted since the observe score is higher than the value in the t-table. It means that there is significantly better writing achievement after the implementation of the experiential learning cycle technique. Based on the research findings there are some research suggestions related with the implementation of the experiential learning cycle. Firstly, the English teachers of SMAN 8 Mataram explore more the use ELC Technique in teaching narrative skills. The variation of media may be improving students’ writing skill. Secondly to the school principal of SMAN 8 Mataram to provide internet or hot spot areas where teachers can download pictures and other media to improve their writing skills and lastly to other researchers to follow up another research on the use of the experiential learning cycle.

Manajemen sarana dan prasarana di Lembaga Pendidikan anak usia dini (Studi kasus di TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu) / Ozzy Prima Dinata

 

Kata Kunci : Lembaga Pendidikan anak Usia Dini, Manajemen Sarana dan Prasarana. Pendidikan Nasional sebagai sebuah sistem dari supra sistem pembangunan nasional, memiliki tiga subsistem pendidikan yaitu pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal. Pendidikan nonformal merupakan jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Hal tersebut sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan nonformal diharapkan dapat membantu dan menunjang pendidikan formal dalam mencerdaskan peserta didik serta membantu peserta didik dalam mengimplementasikan ilmu yang didapatkan di pendidikan formal. Selain itu sarana dan prasarana sekolah merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan pendidikan, tetapi tidak semua jenjang pendidikan nonformal memiliki sarana dan prasarana yang memadai sebab kebanyakan sekolah nonformal mengalami kendala pendanaan dalam pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai. Fokus penelitian ini adalah Proses manajemen sarana dan prasarana di TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu dan Kendala-kendala dalam proses manajemen sarana dan prasarana di TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu. Fokus Proses manajemen sarana dan prasarana dibagi menjadi subfokus perencanaan, pengadaan, pendistribusian, penginventarisasian, pemeliharaan, penghapusan. Fokus kendala-kendala manajemen sarana dan prasarana dibagi menjadi subfokus kendala perencanaan, pengadaan, pendistribusian, penginventarisasian, pemeliharaan, penghapusan. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus tunggal. Pendekatan ini dipilih agar dapat memperoleh data secara alami dan komprehensif mengenai masalah yang diteliti. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci yang merencanakan, melaksanakan, mengumpulkan data, menganalisis, menafsirkan data dan melaporkan hasil penelitian. Data yang diperoleh melalui (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam dua tahap yaitu saat pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Analisis tersebut melalui langkah-langkah yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah mengadakan pengamatan lebih tekun dan menguji triangulasi. Hasil analisis data tersebut kemudian diperoleh dua kesimpulan yaitu: pertama, Berdasarkan hasil penelitian melalui pengamatan dan hasil wawancara yang telah dilaksanakan dari beberapa sumber yang terkait, berikut ini merupakan hasil dari temuan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sehubungan dengan proses manajemen sarana dan prasarana yang ada di TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu yaitu dijelaskan bahwa :(a) perencanaan yang meliputi tentang penentuan kebutuhan TK terkait sarana dan prasarana, penentuan anggaran yang dibutuhkan, penentuan siapa-siapa saja yang memfasilitasi atau membiayai pengadaan sarana tersebut ; (b) pengadaan yang meliputi :melalui pembelian, membuat sendiri, penerimaan hibah, pendaurulangan barang barang sekolah yang telah using; (c) pendistribusian; (d) inventarisasi; (e) pemeliharaan; (f) penghapusan. Semua poin tersebut merupakan kesatuan proses manajemen sarana dan prasarana yang dilaksanakan di TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu. Kedua, mengenai kendala-kendala dalam proses manajemen sarana dan prasarana di TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu yaitu : (a) perencanaan: keterbatasan anggaran atau dana, birokrasi bantuan pemerintah cukup rumit, kemampuan SDM dalam membuat sarana sendiri terbatas, bantuan dari pemerintah terbatas sehingga pengelola sarana dan prasarana pendidikan di TK tetap harus mengusahakan dengan cara lain; (b) pengadaan: kendala terkait pendanaan ; (c) pendistribusian: tidak ada petugas pendistribusian yang khusus menangani tentang pendistribusian barang sarana prasarana; (d) inventarisasi: model dari buku inventarisasi masih dalam bentuk catatan tangan sehingga tidak membuat efisien pekerjaan sekolah, petugas inventaris merangkap sebagai petugas perpustakaan dan juga bendahara sekolah; (e) pemeliharaan : ada beberapa permainan outdoor yang belum memiliki pengaman sehingga perlu perhatian yang khusus; (f) penghapusan: perusakan yang sering dilakukan oleh siswa “gatal tangan”, apabila barang merupakan barang milik pemerintah, proses penghapusannya pun cukup rumit karena harus sesuai dengan undang-undang tentang penghapusan sarana dan prasarana. Adapun saran yang dapat diberikan di antaranya: (1) Kepala TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu diharapkan lebih mendukung kegiatan manajemen sarana dan prasarana, dengan cara membuat proses manajemen sarana dan prasarana yang efektif dan efisien serta menyiapkan tenaga-tenaga yang sesuai dengan manajemen sarana dan prasarana; (2) Ketua Yayasan diharapkan memberi masukan yang lebih terkait dengan manajemen yang baik dalam setiap melaksanakan program kerja, karena dengan manajemen yang kurang matang mengakibatkan pelaksanaan program kerja tersebut kurang maksimal; (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan mengkaji kegiatan manajemen sarana dan prasarana di sekolah yang lain, karena kegiatan manajemen ini sangat penting sekali dalam kelancaran pelaksanaan pendidikan serta untuk kemajuan anak didik; (4) Orang Tua Murid agar lebih aktif berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan melalui pemberian ide, saran maupun finansial sebagai upaya meningkatan mutu pendidikan; (5) Peneliti lain agar dilakukan penelitian pengembangan untuk mengetahui bentuk kegiatan manajemen sarana dan prasarana pada lembaga-lembaga pendidikan lain, sehingga dapat dijadikan masukan baru bagi kelanjutan di masa yang akan datang.

Keefektifan permainan Trust Circle, Are You Listener, dan Human Knot untuk meningkatkan kematangan sosial Kelas X 1 Ardjuno Malang / Natalia Ika Sari

 

Kata Kunci: keefektifan permainan, trust circle, are you listener, human knot, kematangan sosial Kematangan sosial merupakan hal yang sangat penting untuk membina hubungan persahabatan, kekerabatan dan tentu saja hubungan sosial. Salah satu teknik bimbingan yang dapat dilakukan sebagai upaya meningkatkan kematangan sosial pada remaja yaitu melalui penggunaan teknik permainan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMK Ardjuna Malang, diketahui bahwa siswa memiliki kematangan sosial rendah yang ditunjukkan dengan adanya kelompokkelompok remaja yang biasa disebut geng di dalam kelas. Selain itu ada sebagian kecil siswa yang dalam berkomunikasi antara satu dengan yang lain menggunakan bahasa gaul, sehingga tidak dimengerti oleh siswa yang berada di luar kelompoknya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan “permainan trust circle, are you listener, dan human knot” untuk meningkatkan kematangan sosial siswa. Kematangan tidak diturunkan, bukan bawaan sejak lahir, tetapi benar-benar dipelajari dan dilatih. Selain itu kematangan atau ketidakmatangan juga bisa terkikis dan menular. Bayangkan betapa menyedihkannya bila menyaksikan individu yang sudah berangkat matang, kemudian merosot karena berada di lingkungan yang rusak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksprimen semu, dengan desain non randomized pretest and posttest control group. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji komparatif menggunakan metode analisis uji beda dengan formula mann witney. Subyek penelitian adalah seluruh siswa kelas X APK yang berjumlah 23 orang dengan instrument penelitian berupa skala kematangan social. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan uji beda mann witney dapat disimpulkan bahwa teknik permainan trust circle, are you listener, dan human knot efektif untuk meningkatkan kematangan sosial pada siswa kelas X SMK Ardjuna Malang dengan nilai capaian sebesar -4,306.

Pengaruh kompensasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PTPN XI PG. Wonolangan Dringu Prolbolinggo / Oktaviana Utami Mutadji

 

Penerapan model pembelajaran snowball throwing untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IIIB SDN Semanding Kabupaten Kediri / Uluul Khakiim

 

Khakiim, Uluul. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IIIB SDN Semanding Kabupaten Kediri. Skripsi, Program Studi S1 PGSD, Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Sri Sugiharti, M.Pd, (2) Dra. Hj. Murtiningsih, M.Pd. Kata kunci : model pembelajaran Snowball Throwing, aktivitas, hasil belajar,IPS. Permasalahan dalam pembelajaran IPS di kelas IIIB SDN Semanding Kabupaten Kediri yang ditemukan peneliti dari hasil observasi dan wawancara yaitu pembelajaran masih konvensional, keaktifan siswa dalam pembelajaran masih rendah. Selain itu hasil belajar siswa juga belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan yaitu 70. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan penerapan model Snowball Throwing pada pembelajaran IPS di kelas IIIB SDN Semanding; (2) mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa selama menerapkan model Snowball Throwing pada pembelajaran IPS di kelas IIIB SDN Semanding; (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa setelah menerapkan model Snowball Throwing pada pembelajaran IPS di kelas IIIB SDN Semanding. Snowball Throwing adalah model pembelajaran yang menggali potensi kepemimpinan siswa dalam kelompok dan keterampilan membuat pertanyaan yang dipadukan melalui suatu permainan imajinatif melempar bola salju. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Pada rancangan penelitian ini menggunakan model siklus Kemmis & MC. Taggart dan dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklusnya terdiri dari 2 pertemuan. Penelitian ini dilakukan di SDN Semanding pada semester I tahun pelajaran 2013/2014 dengan subyek penelitian 21 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Snowball Throwing berhasil dilaksanakan, dibuktikan dari persentase kemampuan guru menerapkan model tersebut mencapai 87,49%. Nilai rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I yaitu 66,74, meningkat 11,83 menjadi 78,57 pada siklus II. Persentase ketuntasan aktivitas meningkat dari 52,38% pada siklus I menjadi 80,95% pada siklus II, meningkat 28,57%. Peningkatan hasil belajar siswa sebesar 11,28, pada siklus I yaitu 67,64 menjadi 78,92 pada siklus II. Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 61,60% menjadi 80,95% pada siklus II, peningkatannya 19,35%. Kesimpulan penelitian ini yaitu, penerapan model pembelajaran Snowball Throwing pada mata pelajaran IPS kelas IIIB telah berhasil dilaksanakan. Aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing pada matapelajaran IPS materi pokok kerja sama. Saran bagi guru, hendaknya model pembelajaran ini diterapkan pada materi dan mata pelajaran lainnya.

Pengaruh atribut produk dan iklan televisi terhadap keputusan konsumen dalam membeli sabun lux (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Citra Niada Elisa

 

Kata kunci : Atribut Produk, Iklan Televisi, keputusan Pembelian Produsen personal care mengembangkan produknya dengan berbagai cara, salah satunya lebih menekankan pada atribut produk yang meliputi: merek, kemasan, harga dan kualitas. Untuk dapat menginformasikan keunggulan suatu produk dan menarik perhatian konsumen, dapat dilakukan promosi . Iklan televisi merupakan media promosi yang baik akan memperhatikan beberapa faktor, diantaranya: isi pesan, tema cerita, backsound, bintang iklan dan durasi iklan. Berdasarkan penjelasan tersebut maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang atribut produk dan iklan televisi yang mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran keadaan atribut produk, iklan televisi dan keputusan pembelian: (2) Pengaruh atribut produk tehadap keputusan pembelian; (3) Pengaruh iklan televisi terhadap keputusan pembelian (4) variabel yang paling dominan terhadap keputusan pembelian. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling yaitu menentukan sampel berdasarkan kriteria tertentu, dimana jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 orang konsumen. Skala yang digunakan adalah Skala Likert dengan 5 (lima) opsi pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan bantuan SPSS 17.00 Version for windows. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) yang meliputi (a). Responden menyatakan kondisi atribut produk sabun Lux sesuai dengan keinginan konsumen; (b) Responden menyatakan iklan televisi sabun Lux menarik perhatian; (c) Responden menyatakan keputusan pembelian sabun Lux dipengaruhi oleh atribut produk dan iklan televisi; (2) Terdapat pengaruh pada atribut produk terhadap keputusan pembelian; (3) Terdapat pengaruh pada iklan televisi terhadap keputusan pembelian; (4) Variabel atribut produk memberi pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian. Hasil dari penelitian ini, dapat disarankan kepada pihak perusahaan (1) Sebaiknya pihak perusahaan terus berinovasi dalam mengembangkan varian sabun Lux sehingga menjadi yang terdepan dalam produk personal care untuk wanita; (2) pihak perusahaan harus lebih mendalami iklan televisi agar pesan yang disampaikan sabun Lux dapat diterima dengan baik dan dapat menarik perhatian konsumen. Dan kepada peneliti selanjutnya, sebaiknya melakukan penelitian terhadap faktor-faktor lain yang juga dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian.

Perancangan media promosi visual wisata petualangan (adventure) kota Batu / Arivandy Syahputra

 

Kata Kunci: Perancangan, Media Komunikasi Visual, Promosi Dengan dirancanganya media komunikasi visual Wisata Petualangan (adventure) Kota Batu ini, diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat akan pariwisata yang berhubungan erat dengan alam atau petualangan. Sebelumnya, Wisata Petualangan (adventure) Kota Batu ini masih kurang agresif dalam segi promosinya, dan terbatas pada saat tertentu saja dan sasaran target market yang dituju juga belum maksimal. Tujuan dari perancangan ini adalah menghasilkan media promosi yang inovatif, efektif, komunikatif, efisien yang dapat didapat di area Kota Wisata Batu maupun di daaerah lain, sehingga menjadikan Wisata Petualangan (adventure) Kota Batu mampu menarik minat wisatawan. Model perancangan deskriptif diawali dari latar belakang, permasalahan, identifikasi data, dilanjutkan dengan pengumpulan data terdiri dari klien, target market, target audience, dan USP ( unique Selling Preposition ) kegiatan wawancara, observasi dan dokumentasi. Perancangan media promosi visual antara lain: Booklet, peta wisata, poster, Brosur, Notes, key chain. Perancangan media promosi ini secara khusus dapat menjadi sarana promosi yang efektif bagi Wisata Petualangan (adventure) Kota Batu, dan secara umum dapat menjadi acuan desain bagi daerah-daerah wisata yang lain.

Kepemimpinan Kepala sekolah yang efektif di SMAN se-Kabupaten Lumajang / Firzha Tri Aningtyas Putri

 

Kata kunci: kepala sekolah, kepemimpinan. Kepala sekolah adalah seseorang yang ditunjuk sebagai pemimpin di satuan pendidikan, sedangkan kepemimpinan pendidikan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapailah tujuan kelompok itu. Salah satu aspek kepemimpinan di dunia pendidikan adalah kepemimpinan di suatu sekolah. Sekolah sebagai unit kerja dipimpin oleh seorang kepala sekolah. Untuk dapat bersaing di era globalisasi, maka diperlukan kepala sekolah–kepala sekolah yang profesional. Kepala sekolah yang profesional tak terlepas dari paradigma kepemimpinan pada umumnya. Tidak mudah menjadi kepala sekolah yang profesional. Banyak hal yang harus dikuasi dan dipahami dengan berbagai pendekatan dan strategi. Kepala sekolah menjadi figur sentral dan harus menjadi teladan bagi para tenaga kependidikan. Bukan hanya karena lamanya pengabdian, namun ide-ide cemerlang diperlukan untuk mempersiapkan kader bangsa melalui penggodogan pendidikan di lembaga pendidikan yang disebut sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah kuesioner atau angket. Analisis data kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Populasi berjumlah 12 orang, sampel penelitian berjumlah 12 orang. Subyek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah seluruh SMA Negeri se-Kabupaten Lumajang. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh melalui penyebaran angket atau kuesioner pada 12 responden yaitu kepala sekolah SMAN se-Kabupaten Lumajang diperoleh data secara keseluruhan tentang kepemimpinn kepala sekolah yang efektif. Terdiri dari 35 pernyataan dan 5 alternatif jawaban, menunjukkan bahwa data tentang tingkat kualitas kepemimpinan kepala sekolah yang efektif secara umum berada pada katagori baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kualitas kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dapat dikualifikasikan baik dengan 9 responden atau 75%. Saran yang dikemukakan dalam penelitian ini diantaranya, bagi: (1) Kepala sekolah untuk menjadi lebih baik lagi dalam kepemimpinannya di sekolah, (2) Guru Sebagai bahan wacana bagi guru, untuk meningkatkan profesionalisme guru untuk melangkah lebih baik lagi, (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, untuk menambah referensi khususnya yang berhubungan dengan kualitas kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, dan (4) Peneliti lain, diharapkan mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dengan menambah kajian variabel yang lainnya.

Efikasi tiga jenis cendawan entomopatogen terhadap nimfa kutu kebul (bemisia tabaci genn.) pada tnaman kedelai /Irma Wijayanti Agung Puji Rahayu

 

Kata Kunci: Efikasi, Cendawan Entomopatogen, Mortalitas, Kerapatan Konidia, Bemisia tabaci. Bemisia tabaci Genn. (kutu kebul) merupakan hama yang sangat merugikan tanaman kedelai karena menimbulkan kerusakan dan memicu tumbuhnya cendawan jelaga seperti Cladosporium dan Alternaria spp. B. tabaci dapat juga berperan sebagai vektor beberapa jenis virus dari kelompok Geminivirus. Cendawan entomopatogen merupakan salah satu agens hayati yang dapat digunakan untuk mengendalikan kutu kebul. Metarhizium anisopliae, Beauveria bassiana dan Paecilomyces fumosoroseus dilaporkan dapat digunakan untuk pengendalian hama meliputi ordo Coleoptera, Lepidoptera, Isoptera, Hemiptera, dan Homoptera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efikasi tiga jenis cendawan entomopatogen meliputi: M. anisopliae, B. bassiana, dan P. fumosoroseus dengan kerapatan konidia yang berbeda (106, 107, 108, dan 109/ml) terhadap mortalitas nimfa instar satu B. tabaci. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah tiga jenis cendawan, yaitu: (1) M. anisopliae, (2) B. bassiana, dan (3) P. fumosoroseus. Faktor yang kedua adalah kerapatan konidia yaitu: (1) 106, (2) 107, (3) 108, dan (4) 109/ml. Masing-masing perlakuan menggunakan 20 ekor nimfa dan diulang sebanyak 5 kali. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (BALITKABI) pada bulan Maret sampai Juni 20011. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan Analisa Varian Ganda. Hasil yang signifikan dilakukan uji lanjut dengan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan P. fumosoroseus memiliki efikasi yang lebih tinggi dalam membunuh nimfa instar satu B. tabaci, yaitu hingga mencapai 74,75%, dibandingakn dengan efikasi cendawan M. anisopliae yang mampu membunuh nimfa instar 1 B. tabaci sebesar 60,75% dan cendawan B. bassiana sebesar 48,5%. Kerapatan konidia 109/ml memiliki efikasi tertinggi dalam membunuh nimfa B. tabaci.

Dampak ekonomi dan ekologi wisata air panas Gonoharjo / Arif Subekti

 

Kata Kunci: Wisata, Gonoharjo, Ekonomi, Ekologi Pembukaan Wisata Air Panas Gonoharjo tahun 1982, yang mengembangkan usaha-usaha konservasi sumberdaya alam, dalam beberapa hal telah mengubah fungsi tanah perkebunan milik Perhutani Jawa Tengah serta milik warga, menjadi lahan eksplorasi yang bersifat eksploitatif disamping pemekaran areal wisata yang bersifat ekspansif. Hal ini secara bifurkatif, memberikan efek yang di satu sisi positif bagi kemajuan perekonomian penduduk, namun di sisi lain berakibat negatif pada bidang ekologi, yakni bagi pelestarian lingkungan yang dijadikan areal wisata serta pendukung potensi Wisata Air Panas Gonoharjo. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini menyangkut (1) bagaimana keadaan ekonomi dan kondisi ekologi Desa Gonoharjo sebelum dibukanya pariwisata, (2) bagaimana keadaan ekonomi dan ekologi Desa Gonoharjo setelah dibukanya pariwisata, (3) bagaimana pola perubahan keadaan ekonomi dan ekologi Desa Gonoharjo sejak tahun 1982 hingga tahun 2011. Penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif fenomenologis. Deskriptif kualitatif perspektif fenomenologis berarti usaha mencatat, melukiskan, menguraikan, dan melaporkan buah pikiran, sikap tindak, dan perilaku manusia serta gejala alam yang menyangkut ekonomi dan ekologi dalam kenyataan. Sumber data yang diperoleh menggunakan observasi lapang dan sumber lisan melalui wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan; (1) corak kehidupan ekonomi dan ekologi Desa Gonoharjo sebelum tahun 1982 secara global adalah agraris, yakni perikehidupan yang mendasarkan usaha ekonominya pada pengelolaan lahan, bahwa tanah merupakan faktor produksi utama bagi penduduk Desa Gonoharjo. Secara ekologis, keseimbangan alam lingkungan desa masih terjaga, dengan belum diadakannya ekplorasi dan ekspansi dalam rangka eksploitasi alam untuk usaha pariwisata. Mobilitas juga masih rendah, sehingga konformitas penduduk relatif masih terjaga; (2) corak kehidupan ekonomi dan ekologi Desa Gonoharjo setelah tahun 1982 mengalami perubahan, dari warna agraris menjadi beragam, dengan terbukanya lapangan pekerjaan baru berikut kesempatan usaha baru yang mengiringinya, bahwa tanah yang sebelumnya merupakan faktor produksi utama bagi penduduk Desa Gonoharjo, menjadi bergeser sebagai komoditas, khususnya bagi penduduk yang memiliki lahan di sekitar areal wisata. Sementara efek langsung dari pembukaan areal wisata beserta varian bisnis yang mengiringinya ialah terjadinya ketidakseimbangan ekologis pada lahan di sekitar areal wisata pada khususnya dan keseluruhan Desa Gonoharjo pada umumnya; (3) pembacaan pola perubahan keadaan ekonomi dan ekologi Desa Gonoharjo sejak tahun 1982 hingga tahun 2011 mengambil pola yang jika digambarkan berbentuk spiral, dalam arti bahwa sejarah perubahan keadaan ekonomi dan ekologi Desa Gonoharjo bukanlah sejarah yang berulang, yang terus bergerak dalam lingkaran tiada ujung. Berdasarkan pembahasan hingga kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini, saran-saran yang dapat disampaikan ialah; (1) manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif; dalam arti manusia tidak sekedar mengandalkan hidup mereka pada kemurahan dan keramahan lingkungan, manusia telah berabad-abad lamanya mengembangkan pengelolaan lingkungan dan mengolah sumberdaya secara aktif demi memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan seleranya. Hendaknya usaha aktif ini tetap memerhatikan kondisi lingkungan beserta upaya peremajaannya disamping pelestariannya kembali; (2) berbagai kebijakan yang berkaitan langsung dengan upaya ekplorasi dan ekspansi hutan hendaknya tetap menjaga keseimbangan dari segenap alam yang teratur; (3) bagi peneliti yang hendak melanjutkan membahas permasalahan yang sama, masih sangat banyak aspek yang belum dikaji perihal Pariwisata Air Panas Gonoharjo ini. Untuk mendapatkan sejarah yang lebih baik mengenai pariwisata ini, peneliti selanjutnya dapat mengakses Museum Arsip, serta tokoh kunci lainnya yang belum dapat penulis gali keterangannya. Sebagai masukan untuk fokus penelitian dari aspek kajian yang lain, peneliti dapat menggali kembali aspek sosial budaya kaitannya dengan pembukaan pariwisata ini, atau sejarah Desa Gonoharjo beserta sejarah pariwisata, baik dari rumpun arkeologi maupun antropologi.

Simulator pengaman pintu dan mesin mobil menggunakan handphone sebagai media transmisi data / Lalu Akhmad Junandar, Ferry Andik S

 

Kata Kunci : Pengaman Pintu dan Mesin Mobil, Handphone, Simulator. Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor yang di beritakan di berbagai media, baik cetak maupun elektronik menjadi perhatian yang serius. Menyikapi hal tersebut di perlukan suatu perangkat pengamanan yang dipasang pada kendaraan sebagai alat kelengkapan pengaman kendaraan berguna dan efisien, baik kendaraan pada saat berjalan atau pada saat diparkir. Salah satu perangkat yang dimaksud adalah pengendali sistem pengunci pintu khususnya system pengunci pintu pada kendaraan. Sistem pengunci pintu ini berfungsi untuk mencegah terjadinya pencurian kendaraan bermotor yang dikarenakan sering terjadi pencurian kendaraan bermotor. Sistem yang dipasang pada kendaraan sangat banyak dengan fungsi yang berbeda. Hasil pengujian simulator pengaman pintu dam mesin mobil menggunakan handphone sebagai media transmisi data, kami melakukan uji coba pada system pengaman pintu dan mesin mobil dengan cara melengkapi sebagian komponen, karena pada dasarnya pintu dan mesin mobil yang dijadikan sebagai bahan Tugas Akhir, tidak dilengkapi dengan pintu, kipas (sebagai simulasi engine), tombol rem (sebagai simulasi rem). Untuk itu penulis mencoba melengkapinya serta merubah ketingkat yang lebih baik. Perancangan Simulator system pengaman pintu dan mesin mobil menggunakan handphone sebagai media transmisi data ini dilakukan agar simulator benar-benar siap dipakai pada saat dipasang dan bisa menganalisa kalau terjadi gangguan pada perancangan simulator tersebut.

Pengaruh persepsi citra toko terhadap keputusan pembelian (studi pada pengunjung foto buku diskon togamas Malang) / Fajar Doni Ardianto

 

Kata kunci: Citra Toko, Keputusan Pembelian Sektor industri di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Banyaknya produsen membuat persaingan semakin ketat sehingga memperkecil kemungkinan bagi produsen untuk berhubungan langsung dengan konsumen. Konsumen dengan alasannya sendiri juga tidak perlu harus membeli barang langsung kepada produsen. Oleh karena itu dibutuhkan perantara untuk menghubungkan produsen dan konsumennya. Posisi ini dijalankan oleh ritel. Agar peritel mampu bersaing maka dibutuhkan strategi yang cukup efektif untuk menarik pengunjungnya agar melakukan pembelian. Salah satu strategi yang efektif adalah pembentukan citra toko yang baik. Jika toko tersebut memiliki citra baik akan lebih disukai pengunjung walaupun toko itu kecil, dan juga sebaliknya, sebaliknya toko yang mempunyai citra buruk tidak akan disukai konsumen walaupun toko itu besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kondisi citra toko dan keputusan pembelian di Toko Buku Diskon Togamas Malang. (2) pengaruh citra toko secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian pengunjung Toko Buku Diskon Togamas Malang. Variable bebas dalam penelitian ini adalah: barang dagangan (X1), promosi (X2), kenyamanan (X3), fasilitas toko (X4), pelayanan (X5), dan atmosfer toko (X6), sedangkan variabel terikat (Y) adalah keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung Toko Buku Diskon Togamas Malang . Rata-rata jumlah pengunjung perhari 955 dan 28650 perbulan. Sampel ini menggunakan rumus Slovin dengan batas kesalahan sampel 10%, hasilnya 99 sampel yang kemudian dibulatkan menjadi 100 sampel. Teknik sampel ini menggunakan Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) citra toko mendapat respon yang baik dari pengunjung Toko Buku Diskon Togamas Malang terhadap keputusan pembelian (2) citra toko berpengaruh positif yang signifikan secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian di Toko Buku Diskon Togamas Malang sebesar 54,7%. Sedangkan sisanya sebesar 45,3% dipengaruhi faktor lain seperti faktor budaya, psikologis, dan loyalitas konsumen. (3) variabel yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian adalah kenyamanan. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan untuk Toko Buku Diskon Togamas Malang adalah hendaknya selalu memperhatikan citra toko yang dimiliki agar keputusan pembelian yang diambil pengunjung adalah keputusan untuk membeli. Semakin baik citra toko yang dimiliki, semakin baik juga dalam mempengaruhi keputusan pembelian di Toko Buku Diskon Togamas Malang.

Pengaruh kualitas jasa terhadap loyalitas peserta didik pada lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri Malang / Manan Hidayanto

 

Kata Kunci: Kualitas Jasa, Loyalitas Peserta Didik. Semakin tingginya tingkat kehidupan masyarakat seiring dengan perkembangan informasi dan teknologi, diikuti semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pemenuhan sumberdaya manusia yang berkualitas. Salah satu sarana untuk penciptaan sumberdaya manusia yang berkualitas ini adalah melalui sarana pendidikan. Lembaga Bimbingan Belajar Nurul Fikri Malang berupaya sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas jasa yang ditawarkan agar dapat memberikan kepuasan dan sekaligus menumbuhkan loyalitas bagi peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) deskripsi kualitas jasa dan loyalitas peserta didik pada Lembaga Bimbingan Belajar Nurul Fikri Malang, (2) pengaruh kualitas jasa (X) secara parsial terhadap loyalitas peserta didik (Y), (3) pengaruh kualitas jasa (X) secara simultan terhadap loyalitas peserta didik (Y), (4) subvariabel kualitas jasa yang dominan mempengaruhi loyalitas peserta didik pada Lembaga Bimbingan Belajar Nurul Fikri Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari bukti langsung (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), Jaminan (X4), Empati (X5) dan variabel terikatnya adalah loyalitas konsumen (Y). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi 121 peserta didik. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin sebanyak 93 orang. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling dan menggunakan accidental sampling. Kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 4 alternatif jawaban. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis statistik regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik. Menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi dan wawancara. Hasil dalam penelitian ini adalah: sebagian besar responden menyatakan baik terhadap kualitas jasa dan loyal pada Lembaga Bimbingan Belajar Nurul Fikri Malang. Tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan secara parsial pada (X1) B=0,007, thitung=0,099, sig t=0,921, (X3) B=0,089, thitung=0,929, sig t=0,356, (X4) B=0,012, thitung=0,131, sig t=0,896. Terdapat pengaruh positif signifikan secara parsial pada (X2) B=0,208, thitung=2,499, sig t=0,014 dan (X5) B=0,298, thitung=2,852, sig t=0,005. Terdapat pengaruh positif yang signifikan (X1), (X2), (X3), (X4), (X5) secara simultan. Subvariabel dominan (X5) B= 0,298 dan sumbangan efektif sebesar 49%. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,356. 35,6% loyalitas peserta didik dipengaruhi oleh kualitas jasa, 64,4% dipengaruhi faktor lain yang tidak dideskripsikan dalam penelitian ini. Saran dalam penelitian ini kepada Lembaga Bimbingan Belajar Nurul Fikri Malang adalah: kreatifitas tata letak ruang dan bentuk perabot, keandalan dan kemampuan para tentor harus dipertahankan dan terus melakukan inovasi dalam sistem pengajaran, peningkatan daya tanggap tentor dan keamanan, mempertahankan empati yang telah bagus.

Perubahan makna dalam wacana mob (homor) Bahas Melayu Papua (kajian semantik) / Henry Christope Iwong

 

Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Abdul Syukur Ibrahim, (2) Dr. Mujianto, M.Pd. Kata-kata kunci: Perubahan Makna, Wacana, Humor, bahasa melayu Papua Humor merupakan salah satu bentuk penggunaan bahasa baik secara lisan maupun tulisan dan dapat ditemui diberbagai lapisan masyarakat tanpa menghiraukan strata sosial. Pencipataan humor membutuhkan pengetahuan serta pengalaman, begitu juga proses pemahaman terhadap maksud dan makna yang tekandung di dalamnya. Humor yang beredar di masyarakat salah satunya adalah humor etnis yang lebih memfokuskan aspek kelucuannya setelah bisa dipahami maknanya serta perubahan-perubahan makna yang terjadi dengan berbagai pemahaman masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang perubahan makna yang terdapat dalam wacana mob (humor) bahasa melayu Papua dalam wujud (1) perubahan makna meluas, (2) perubahan makna menyempit, (3) perubahan makna total, (4) perubahan makna menghalus, dan (5) perubahan makna mengasar. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata, frase, dan kalimat yang bersumber dari wacana mob (humor) bahasa melayu Papua yang diperoleh dari surat kabar harian Cenderawasih Pos, surat kabar Papua Pos, dan dari internet yaitu pada website www.ketawa.com (humor Papua) serta www.facebook.com (ruang senyum). Data diambil dan dianalisis dengan menggunakan instrumen pemandu berupa panduan kodifikasi data, panduan analisis data, dan panduan inferensi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan tiga hal, yaitu ketekunan, pengamatan, pemeriksaan teman sejawat, dan kepada ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima perubahan makna, serta dua faktor yang mempengaruhi perubahan makna yang dibahas dalam tulisan ini. Lima wujud perubahan makna, yaitu (1) perubahan makna meluas terdiri atas (a) perubahan makna meluas tingkat leksikal karena asosiasi, perkembangan sosial budaya, pertukaran tanggapan indera, perbedaan tanggapan, pengembangan istilah, dan (b) perluasan makna tingkat gramatikal berupa frase akibat adanya asosiasi dan frase akibat penggabungan leksem atau kata. (2) perubahan makna menyempit terdiri atas (a) perubahan makna menyempit tingkat leksikal karena asosiasi, perubahan lingkungan, perbedaan tanggapan pemakai bahasa, dan (b) perubahan makna menyempit tingkat gramatikal berupa frase akibat adanya asosiasi dan frase akibat penggabungan leksem atau kata. (3) perubahan makna total terdiri atas (a) perubahan makna total tingkat leksikal karena adannya asosiasi, perubahan lingkungan, pengembangan istilah, penyingkatan, dan (b) perubahan makna total tingkat gramatikal berupa frase akibat penggabungan leksem atau kata. (4) perubahan makna menghalus terdiri atas (a) perubahan makna menghalus tingkat leksikal berupa perbedaan tanggapan, akibat asosiasi dan (b) perubahan makna menghalus tingkat gramatikal berupa frase akibat asosiasi. (5) perubahan makna mengasar terdiri atas (a) perubahan makna mengasar tingkat leksikal karena asosiasi, perbedaan tanggapan. Dan (b) perubahan makna mengasar tingkat gramatikal berupa frase akibat asosiasi dan frase akibat penggabungan leksem atau kata. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi peneliti bahasa Indonesia atau dalam hal ini bahasa Indonesia dialek Papua atau yang di dalam tulisan ini disebut dengan Bahasa Melayu Papua agar melakukan penelitian serupa yang lebih luas dan mendalam, bagi pemerhati bahasa atau ahli bahasa untuk menambah khasanah kajian bahasa dan ilmunya, serta bagi para pengajar bahasa Indonesia dapat menggunakan penelitian ini sebagai bahan ajar untuk memperkaya pengetahuan peserta belajar.

Strategi kepala sekolah dalam implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 untuk penerimaan siswa baru /(Studi multi kasus pada SMA Islam Kepanjen Malang dan SMPK Santa Maria II Malang) /Marsiti

 

Tesis Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. A. Sonhadji K.H, M.A, Ph.D., (II) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd. Kata kunci: strategi kepala sekolah, sistem manajemen mutu, ISO 9001:2000, Penerimaan siswa baru Siswa dalam standar mutu adalah pelanggan sekolah yang utama.Siswa dalam sekolah harus dipandang sebagai subyek pendidikan.Oleh karena itu pengelolaan mulai dari input, proses dan output mestinya dikemas dalam standar mutu manajemen yang baik Penelitian ini dilakukan di dua kasus, yaitu SMA Islam Kepanjen Malang dan SMPK Santa Maria II di Malang, bertujuan untuk mendeskripsikan segenap fenomena dan peristiwa yang terjadi berkaitan dengan strategi kepala sekolah dalam Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 untuk penerimaan siswa baru yang meliputi: (1) perencanaan penerimaan siswa baru untuk meningkatkan layanan siswa, (2) implementasi penerimaan siswa baru untuk meningkatkan layanan siswa, (3) evaluasi pelaksanaan penerimaan siswa baru untuk meningkatkan layanan siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif, dengan menggunakan studi multi kasus. Data penelitian berupa: data deskriptif yang diperoleh melalui wawancara, data dokumentasi, dan data observasi mengenai penyelenggaraan penerimaan siswa baru.Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut: Strategi kepala sekolah dalam perencanaan penerimaan siswa baru untuk meningkatkan layanan siswa meliputi: (1) melakukan sosialisasi terhadap semua civitas di lembaga untuk perbaikan sistem, (2) proses penerimaan siswa baru dilaksanakan sebelum dimulainya tahun ajaran baru, (3) strategi yang di tetapkan tidak terbatas pada salah satu aspek melainkan pada semua aspek baik itu sarana prasarana, tenaga pendidik, kurikulum dan pembiayaan sekolah, dan (4) penekanan pada pemberian layanan pada siswa Strategi kepala sekolah dalam implementasi penerimaan siswa baru untuk meningkatkan layanan siswa meliputi: (1) perbaikan pada sistem penerimaan siswa baru berdasarkan pagu, (2) tes IQ dilaksanakan untuk melihat kemempuan siswa dalam proses pendampingan pembelajaran yang akan dilaksanakan, terutama pelajaran IPA (3) Pengendalian dokumen penerimaan siswa baru. Evaluasi pelaksanaan penerimaan siswa baru dalam meningkatkan layanan siswa meliputi: (1) pelaksanaan audit internal secara berkala guna menentukan apakah sistem manajemen mutu yang telah ditetapkan memenuhi aturan yang direncanakan terhadap persyaratan standar internasional ISO 9001:2000, (2) meningkatkan kinerja dilembaga pendidikan terutama terhadap layanan siswa yang prima disekolah, dan (3) melakukan pengukuran dengan standar yang telah ditentukan, sehingga diketahui selisih antara hasil pengukuran dengan standar yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan saran-saran sebagai berikut:(1) Bagi kepala sekolah, dapat digunakan sebagai salah satu pedoman dan dasar kajian sehubungan dengan pengelolaan sekolah bertarap Internasional, sedangkan bagi guru dapat digunakan sebagai bahan untuk memperluas wawasan atau pengetahuan tentang peranya dalam menerapkan pengelolaan pembelajaran disekolah, (2) bagi Yayasan yang menaungi SMA Islam dan SMPK Santa Maria II Malang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan di sekolah di masa yang akan datang, (3) bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan Kota Malang dapat menjadi masukan di dalam membina Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas agar diadakan perbaikan dan pengembangan yang relevan dan berkelanjutan, (4) bagi Kementrian Pendidikan dan kebudayaan, hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pendidikan, pembinaan dan pengawasan pendidikan khususnya yang menyangkut pengelolaan sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, (5) bagi pemerhati dan peneliti, dapat digunakan sebagai kajian yang mendalam untuk bahan penelitian lebih lanjut.

Penerapan pembelajaran matematika dengan pendekatan open ended pada siswa kelas 3 SD Negeri Gadang 3 Malang / Gangga Nada Dwi Satria

 

Kata kunci: Penerapan, Open Ended, Respon Siswa Saat ini pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional ternyata masih banyak digunakan oleh guru matematika pada umumnya, terutama di SD Negeri Gadang 3 Malang. Dalam hal ini, pembelajaran masih terpusat pada guru, karena guru hanya memberikan informasi, contoh dan yang lainnya tanpa melibatkan siswa. Sehingga belum ada interaksi yang mendorong siswa untuk aktif dalam mengembangkan kreativitasnya. Oleh karena itu diperlukan pendekatan yang lain, yang dapat melibatkan siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dengan pendekatan Open Ended , siswa memiliki kesempatan untuk memecahkan masalah dengan beberapa cara yang benar, sehingga siswa dapat mengembangkan kreativitasnya. Alasan inilah yang melatarbelakangi penelitian dengan pendekatan Open Ended di SD Negeri Gadang 3 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran matematika dengan pendekatan Open Ended pada siswa kelas 3 SD Negeri Gadang 3 Malang, (2) mendeskripsikan respon siswa kelas 3 SD Negeri Gadang 3 Malang terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan Open Ended. Pembelajaran matematika dengan pendekatan Open Ended dilaksanakan melalui tahapan-tahapan antara lain (1) tahap awal, yaitu: membangkitkan pengetahuan awal yang dimiliki siswa (2) tahap inti, terdiri dari 2 periode. periode pertama, yaitu: pemberian masalah Open Ended secara individu, dilanjutkan dengan pemberian masalah Open Ended secara kelompok. Sedangkan periode kedua, yaitu: mendiskusikan hasil kerja kelompok, dan (3) tahap akhir, yaitu: membuat suatu kesimpulan terhadap materi yang dipelajari. Dalam pembelajaran dengan pendekatan Open Ended, siswa memberikan respon yang positif, hal ini terbukti dari hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa masuk dalam kategori “baik”, serta hasil angket siswa yang menunjukkan bahwa secara umum siswa senang terhadap pembelajaran dengan pendekatan Open Ended.

Pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa jurusan akuntasi di SMK Ardjuna 02 Malang / Linda Amalia Krisnawati

 

Kata Kunci: Lingkungan Keluarga, Sumber Belajar, Prestasi Belajar Lingkungan keluarga merupakan salah satu aspek yang mempunyai peranan penting dalam menentukan tingkat prestasi belajar siswa. Keluarga merupakan pusat pendidikan yang pertama dan utama, hal ini disebabkan karena keluarga merupakan orang-orang terdekat bagi seorang anak. Selain lingkungan keluarga , ketersediaan sumber belajar di rumah merupakan aspek yang tidak kalah penting dalam menentukan tingkat prestasi belajar siswa. Dengan dukungan dari keluarga dan dengan ketersediaan sumber belajar di rumah akan memudahkan anak dalam mencapai prestasi belajar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang: (1) pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa; (2) pengaruh ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa; (3) pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Instrument dalam penelitian ini berupa angket, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik regresi berganda. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII Jurusan Akuntansi SMK Ardjuna 02 Malang yaitu sebanyak 36 siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan keluarga tergolong baik, ketersediaan sumber belajar di rumah tergolong lengkap, dan prestasi belajar siswa tergolong baik. Dan dari hasil analisis regresi berganda terhadap prestasi belajar siswa, diketahui: (1) terdapat pengaruh positif yang signifikan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa; (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa; (3) terdapat pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah secara positif yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Prestasi belajar dapat dijelaskan oleh variabel bebas (lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah ) sebesar 48% sedangkan sisanya 52% disebabkan oleh variabel lain. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan: (1) agar orang tua meningkatkan lagi perhatian dan motivasi anaknya dalam kegiatan belajar khususnya di waktu siswa di rumah; (2) guru merupakan orang tua ke dua bagi siswa, diharapkan guru lebih memperhatikan kesulitan belajar siswanya, sehingga diharapkan dapat tercipta kondisi belajar siswa yang baik ketika siswa belajar di sekolah yang dapat mendukung prestasi belajar siswa; (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan variabel yang ingin diteliti lebih diperluas lagi, misalnya menambah variabel minat dan motivasi, serta penambahan metode wawancara kepada orang tua siswa,sehingga hasil penelitian dapat digunakan sebagai landasan atau bahan litaratur penelitian selanjutnya.

Pengembangan pembelajaran gerak besar lari melalui pendekatan bermain siswa kelas IV SDN Watestani IV Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Juniarto Purnomo

 

Kata kunci: Pengembangan, Pembelajaran Gerak Lari, Pendekatan Bermain. Di SDN Watestani IV pembelajaran pendidikan jasmanI khususnya pembelajaran lari, berdasarkan observasi awal berupa kuesioner analisis kebutuhan yang diberikan kepada guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, materi lari terdapat dalam kurikulum SDN Watestani IV, pembelajaran lari diajarkan pada kelas 4, 5, dan 6, dalam pembelajaran lari guru kurang memiliki referensi tentang permainan-permainan lari sehingga pembelajaran yang dilakukan kurang menarik dan terkesan monoton. Tujuan pengembangan pembelajaran lari melalui pendekatan bermain di SDN Watestani IV ini adalah diharapakan siswa tertarik dan tidak merasa bosan terhadap pembelajaran yang dilakukan sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, efektif dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), peneliti tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah adalah sebagai berikut: 1) analisis kebutuhan, 2) pengembangan rancangan produk, 3) evaluasi para ahli, 4) uji kelompok kecil, 5) revisi hasil uji kelompok kecil, 6) uji kelompok besar, 7) revisi hasil uji kelompok besar kemudian menjadi produk akhir berupa model pembelajaran gerak lari menggunakan pendekatan bermain. Berdasarkan data menggunakan kuesioner untuk ahli dan siswa dengan kualifikasi 1 ahli pembelajaran pendidikan jasmnai dan 1 ahli atletik, sedangkan untuk siswa dilakukan uji coba kelompok kecil sebanyak 12 siswa dan uji coba kelompok besar sebanyak 30 siswa. Berdasarkan hasil evaluasi ahli diperoleh hasil sebagai berikut: dari ahli pembelajaran pendidikan jasmani 94% (baik), dari ahli atletik 75% (cukup baik). Sedangkan hasil dari uji coba kelompok diperoleh hasil sebagai berikut: dari uji coba kelompok kecil 94% (baik), dari uji kelompok besar (uji lapangan) 100% (baik). Kesimpulan penelitian ini adalah: 1) dapat menarik perhatian siswa untuk mengikuti pembelajaran lari, 2) siswa dapat melakukan pembelajaran lari dengan mudah dan senang, 3) siswa dapat memperoleh kebutuhan gerak lari yang bervariasi. Berdasarkan penelitian ini hendaknya guru pendidikan jasmani lebih kreatif dalam melakukan pembelajaran sehingga siswa merasa senang dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Penelitian pengembangan pembelajaran ini hendaknya dikembangkan pada pembelajaran cabang olahraga yang lain sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani.

Penerapan pembelajaran kooperatif model problem based learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar geografi pada materi pelestarian lingkungan hidup siswa kelas VIII C SMPn 9 Malang / Binana Nazsrulin

 

Pengembangan perangkat pembelajaran keterampilan menulis karya ilmiah berpendekatan konstruktivisme /Supriyadi

 

Kata-kata kunci: perangkat pembelajaran, pendekatan konstruktivisme, karya ilmiah, terampil menulis karya ilmiah, makalah, mahasiswa, prestasi belajar Pengembangan perangkat pembelajaran keterampilan menulis karya ilmiah berpendekatan konstruktivisme merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa, kualitas proses, dan kualitas prestasi/hasil pembelajaran menulis karya ilmiah di perguruan tinggi. Sehubungan dengan itu, secara umum penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran berpendekatan konstruktivisme untuk meningkatkan kete-rampilan menulis karya ilmiah mahasiswa. Secara khusus, penelitian ini bertujuan mengembangkan (1) panduan pelaksanaan proses pembelajaran, (2) silabus pembel-ajaran, (3) RPS pembelajaran, (4) materi pembelajaran, dan (5) perangkat evaluasi pembelajaran berpendekatan konstruktivisme untuk meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk menguji efektivitas produk pengembangan dalam proses pembelajaran menulis karya ilmiah berpendekatan konstruktivisme di lapangan. Dalam rangka mencapai tujuan penelitian tersebut digunakan model pengem-bangan R2D2 dan RDR. Model pengembangan R2D2 terdiri atas tiga fokus, yakni fokus (1) penetapan, (2) desain dan pengembangan, dan (3) diseminasi. Fokus diseminasi tidak tercakup dalam penelitian ini karena berkaitan dengan penerbitan produk dan implementasinya dalam skala luas. Fokus penetapan dilakukan dengan menetapkan (1) perangkat yang dikembangkan dan (2) pembentukan tim partisipatif. Perangkat yang dikembangkan terdiri atas lima jenis, yakni (a) panduan pelaksanaan proses pembelajaran, (b) silabus pembelajaran, (c) RPS pembelajaran, (d) materi pembelajaran, dan (e) perangkat evaluasi pembelajaran menulis karya ilmiah. Pengembangan perankat pembelajaran berlandaskan pada pendekatan konstruk-tivisme. Tim partisipatif terdiri atas (a) mahasiswa, (b) dosen, (c) praktisi, dan (d) ahli yang relevan dengan bidang kajian. Model pengembangan RDR terdiri atas tiga kegiatan, yakni (a) penelitian, (b) pengembangan, dan (c) uji efektivitas produk pengembangan. Pelaksanaannya di lapangan, penelitian ini diawali dengan studi pendahuluan untuk memperoleh informasi awal tentang pembelajaran menulis karya ilmiah dan berkolaborasi dengan dosen untuk mengembangkan perangkat pembelajaran menulis karya ilmiah berpendekatan konstruktivisme. Langkah berikutnya secara berturut-turut adalah mendesain dan mengembangkan lima jenis perangkat pembelajaran, uji praktisi, uji ahli, dan uji coba produk dalam kelompok kecil dan kelompok besar, dan revisi produk. Langkah terakhir proses pengembangan adalah uji efektivitas produk pengembangan. Uji efektivitas produk pengembangan dilakukan melalui uji lapangan dengan desain kuasieksperimen (desain pretes dan postes kelompok tunggal). Data uji praktisi dan uji ahli, dan data uji coba produk pengembangan berupa data kualitatif, sedangkan data uji efektivitas produk berupa data kuantitatif. Analisis data kualitatif digunakan teknik analisis domain. Domain yang dimaksud mencakup format, isi, organisasi, dan aspek kebahasaan perangkat pembelajaran. Analisis data kuantitatif digunakan SPSS 16,0 for windows. Hasil penelitian pengembangan ini berupa lima jenis perangkat pembelajaran menulis karya ilmiah berpendekatan konstruktivisme, yakni (a) panduan pelaksanaan proses pembelajaran, (b) silabus pembelajaran, (c) RPS pembelajaran, (d) materi pembelajaran, dan (e) perangkat evaluasi pembelajaran berpendekatan konstruk-tivisme. Perangkat evaluasi pembelajaran mancakup (a) rubrik penilaian, (b) porto-folio, (c) lembar observasi, dan (d) jurnal belajar. Perangkat pembelajaran yang di-kembangkan memiliki kekhasan yang berbeda dengan perangkat pembelajaran konvensional. Kekhasan tersebut tercermin pada penggunaan empat jenis kegiatan pembelajaran dalam lingkup pendekatan konstruktivisme pada lima jenis perangkat pembelajaran produk pengembangan. Keempat jenis kegiatan pembelajaran tersebut adalah (a) orientasi, (b) eksplorasi konsep, (c) interpretasi/penemuan konsep, dan (d) aplikasi konsep. Kekhasan silabus dan RPS terdapat pada komponen (a) indikator, (b) tujuan pembelajaran, (c) materi pembelajaran, (d) kegiatan pembelajaran, dan (e) evaluasi pembelajaran. Kekhasan materi pembelajaran terdapat komponen penyajian materi, kegiatan mahasiswa, penilaian diri, dan pendalaman materi. Kekhasan pada keempat jenis perangkat evaluasi terletak pada implementasi perangkat evaluasi tersebut secara terintegrasi dalam proses pembelajaran. Terakhir, kekhasan panduan pelaksanaan proses pembelajaran menulis karya ilmiah terdapat pada keseluruhan komponen panduan karena panduan tersebut dimanfaatkan sebagai pedoman pelak-sanaan proses pembelajaran menulis karya ilmiah dengan pendekatan konstruk-tivisme. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar menulis karya ilmiah mahasiswa secara signifikan antara sebelum proses pembelajar-an dan sesudah proses pembelajaran. Hasil wawancara dengan mahasiswa juga me-nunjukkan bahwa pembelajaran menulis karya ilmiah berpendekatan konstruktivisme telah memberikan sejumlah manfaat, antara lain melatih keberanian mengungkapkan gagasan, bertanggung jawab bersama, melatih bersosialisasi, melatih kepekaan, menghargai pendapat teman, dan melatih berdemokrasi dalam belajar. Sejalan dengan temuan penelitian ini adalah bahwa pembelajaran yang memanfaatkan perangkat pembelajaran berpendekatan konstruktivisme perlu terus dikembangkan dan disosialisasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan pembelajaran menulis karya ilmiah. Dosen dapat memanfaatkan produk pengembang-an ini dalam proses pembelajaran menulis karya ilmiah dan menjadikan pendekatan konstruktivisme dengan empat kegiatan belajar sebagai alternatif untuk memvariasi-kan pelaksanaan proses pembelajaran.

Pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja (Studi pada karyawan terminal BBM Malang) / Hendita Gaustamam

 

Kata kunci : budaya organisasi, kepuasan kerja, komitmen organisasi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :(1) deskripsi budaya organisasi, kepuasan kerja dan komitmen organisasi di Terminal BBM Malang, (2) pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja, (3) pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi, (4) pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi, dan (5) pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Explanatory research. Populasi yang dipilih adalah karyawan Terminal BBM Malang sebanyak 63 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proporsional random sampling dengan sampel sebanyak 54 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis jalur (Path Analysis). Berdasarkan analisis deskriptif, kondisi budaya organisasi di Terminal BBM Malang adalah baik, kepuasan kerja karyawan adalah cukup puas, dan komitmen karyawan adalah tinggi. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa: (1). Terdapat pengaruh positif secara langsung yang signifikan antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan Terminal BBM Malang, (2). Terdapat pengaruh secara langsung positif yang signifikan budaya organisasi terhadap komitmen organisasi karyawan Terminal BBM Malang, (3).Terdapat pengaruh positif secara langsung yang signifikan antara kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi karyawan Terminal BBM Malang, (4). Terdapat pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja karyawan Terminal BBM Malang. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan agar pihak Terminal BBM Malang untuk: (1) Mempertahankan budaya organisasi yang ada, serta memperhatikan berbagai aspek yang berhubungan dengan kepuasan kerja karyawan sehingga karyawan memiliki komitmen dan loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan, (2) Menciptakan suasana kerja yang harmonis antar karyawan dengan pimpinan dengan cara lebih sering berkomunikasi baik di dalam lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja, (3) Manajemen selalu memberikan semangat dan mau menerima masukan saran dan kritik dari karyawan.

Hubungan kinerja sumberdaya manusia, proses pendidikan, dan fasilitas fisik dengan kepuasan mahasiswa dan citra lembaga pada Perguruan Tinggi Swasta di Surabaya / Dwi Haryanta

 

Disertasi . Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Prof. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., Pembimbing II: Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., Pembimbing III: Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd. Kata kunci: citra lembaga, kepuasan mahasiswa, kinerja sumberdaya manusia, proses pendidikan, fasilitas fisik, perguruan tinggi swasta. Citra perguruan tinggi bagus melekat pada perguruan tinggi yang didukung sumberdaya dan dana yang cukup sehingga memberikan jaminan akan kualitas out put dan out come, dan sekaligus menjadi perguruan tinggi yang mandiri. Perguruan tinggi membangun citra institusi dengan berbagai cara misalnya melakukan rebranding, promosi, menyelenggarakan open house, pameran, komunikasi intensif dengan stakeholder dan lain sebagainya. Citra lembaga pendidikan yang baik dan kuat akan memberikan manfaat (1) memperkuat daya saing lembaga dalam jangka menengah dan jangka panjang, (2) menjadi perisai selama masa kritis, (3) menjadi daya tarik handal, (4) meningkatkan efektifitas strategi pemasaran, dan (5) penghematan biaya operasional. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui keberadaan citra lembaga pendidikan dan faktor-faktor yang berpengaruh pada perguruan tinggi swasta di Surabaya, dan (2) untuk mengetahui signifikansi hubungan langsung maupun tidak langsung antara citra lembaga pendidikan dengan kepuasan mahasiswa, kinerja sumberdaya manusia, proses pendidikan, dan fasilitas fisik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, dengan rancangan deskripsi korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa program Sarjana S-1 pada perguruan tinggi swasta di Surabaya. Sampel ditentukan dengan teknik memilih yang proporsional. Pemilihan perguruan tinggi lokasi berdasar pertimbangan-pertimbangan tertentu dan ditentukan lima lokasi yaitu Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Unversitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, STIE Perbanas Surabaya, dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer “STIKOM” Surabaya. Sampel berjumlah 400 orang mahasiswa. Sampel untuk masing-masing perguruan tinggi dan masing-masing fakultas/program studi ditetapkan secara proporsional berdasar jumlah mahasiswanya. Pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan angket kepada para calon responden, yaitu seluruh mahasiswa yang lulus yudisium dari masing-masing perguruan tinggi/fakultas/program studi lokasi penelitian. Angket yang sudah diisi oleh responden kemudian dikumpulkan melalui kantor Pimpinan Perguruan Tinggi. Angket yang sudah terkumpul kemudian diperiksa dan diseleksi. Sampel dengan jumlah sebagaimana telah ditetapkan untuk masing-masing perguruan tinggi/fakultas/program studi dipilih dari angket-angket yang telah diisi secara lengkap oleh responden. Teknik analisis data menggunakan analisis deskritif dan analisis model persamaan struktural atau SEM (Structural Equation Modeling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persepsi mahasiswa terhadap citra lembaga pendidikan (perguruan tinggi) swasta di Surabaya masuk kategori baik. Citra lembaga pendidikan ditentukan oleh komitmen lembaga dalam memenuhi janji yang disampaikan kepada calon mahasiswa, transparansi dalam pemenuhan janji dan keunggulan dibandingkan dengan perguruan tinggi lain; (2) Persepsi mahasiswa terhadap tingkat kepuasan mahasiswa pada perguruan tinggi swasta di Surabaya pada tingkat yang tinggi. Tingkat kepuasan mahasiswa ditentukan oleh kepuasan atas output pendidikan, ketercukupan pelayanan dan kemanfaatan pelayanan oleh perguruan tinggi; (3) Persepsi mahasiswa terhadap fasilitas fisik pada perguruan tinggi swasta di Surabaya pada tingkatan baik. Fasilitas fisik yang sangat dibutuhkan mahasiswa adalah fasilitas pendidikan dan pengajaran, jaminan berfungsinya fasilitas pengajaran, dan ketersdiaan dan ketercukupan fasilitas kegiatan kemahasiswaan; (4) Persepsi mahasiswa terhadap proses pendidikan secara umum telah berjalan dengan baik. Penilaian terhadap efektifitas proses pendidikan dilihat dari keandalan proses, pembakuan proses, dan lamanya waktu berproses, dan (5) Persepsi mahasiswa terhadap kinerja sumberdaya manusia secara umum baik. Kinerja sumberdaya manusia ditentukan oleh tingkat ketanggapan para dosen dan karyawan, empati para dosen dan karyawan, dan kemampuan para dosen dan karyawan dalam memberikan layanan. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi citra lembaga adalah kepuasan mahasiswa, fasilitas fisik dan kinerja sumberdaya manusia. Sedangkan proses pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap citra lembaga. Oleh karena itu sebagai implikasi baik teoritis maupun praktis bila ingin meningkatkan atau membangun citra lembaga dapat dilakukan dengan meningkatkan variabel-variabel kepuasan mahasiswa, fasilitas fisik dan kinerja sumberdaya manusia. Berdasarkan kesimpulan penelitian, beberapa saran ditujukan kepada (1) Direktur Jendral Pendidikan Tinggi melalui Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan terkait dengan kinerja sumerdaya manusia perguruan tinggi, penyediaan fasilitas pendidikan, efektifitas proses pengajaran dan melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan pada perguruan tinggi swasta; (2) Para pimpinan perguruan tinggi (PTS) perlu mengembangkan strategi membangun citra lembaga dengan cara konsisten memenuhi janji yang disampaikan kepada calon mahasiswa, transparansi dalam pemenuhan janji, membangun keunggulan-keuanggulan dibandingkan dengan perguruan tinggi lain, fasilitas pendidikan dan pengajaran, jaminan berfungsinya fasilitas pengajaran, dan ketersediaan serta ketercukupan fasilitas kegiatan kemahasiswaan; (3) para dosen hasil peneltian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk terus menigkatkan kualitas pembelajaran, untuk menjamin terwujudnya layanan pendidikan yang berkualitas, (4) para peneliti lain penelitian ini dapat dikembangkan dengan populasi semua jenjang pendidikan tinggi, mempertimbangkan variabel harga dan dikembangkan sampai dengan pada loyalitas mahasiswa terhadap almamaternya.

Pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja perusahaan dan reaksi investor / Era Isrotul Ajizah

 

Kata Kunci: Tanggung Jawab Sosial, Kinerja Keuangan, Reaksi Investor, Return on Equity, Trading Volume Activity. Tanggung jawab sosial merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban yang dilakukan perusahaan atas dampak yang ditimbulkan dari aktivitas operasional yang berpengaruh terhadap masyarakat internal maupun eksternal perusahaan. Investor sebagai salah satu stakeholder kunci sangat mempertimbangkan kinerja sosial dan lingkungan perusahaan dalam melakukan keputusan investasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja perusahaan dan reaksi investor dengan variabel pengukur Return on Equity dan Trading Volume Activity. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi kanonikal dengan variable independen adalah tanggung jawab sosial, sedangkan variabel dependen adalah kinerja perusahaan dan reaksi investor. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2007-2009. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan dengan variabel pengukur return on equity dan tanggung jawab sosial perusahaan berpengaruh signifikan terhadap reaksi investor dengan variabel pengukur trading volume activity dan pengungkapan sosial berpengaruh signifikan terhadap reaksi investor dengan variabel pengukur unexpected trading volume. Artinya, para investor perusahaan manufaktur Indonesia sudah mulai menggunakan informasi tanggung jawab sosial dalam meningkatkan keuntungan ekonomi perusahaan dan melakukan keputusan investasi. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah sampel untuk jenis perusahaan lain dan dapat menambah variabel pengukur lainnya dalam mengukur kinerja perusahaan dan reaksi investor sehingga penelitian selanjutnya bisa lebih akurat.

Pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok dengan penerapan software excel dan LKS untuk memahamkan persamaan lingkaran / Awaluddin

 

Meningkatkan prestasi belajar sistem penerangan dengan menggunakan CD modul pembelajaran interaktif siswa teknik kendaraan ringan siswa SMK Negeri 3 Bondowoso / Muhammad Makhfud

 

Kata Kunci: prestasi belajar, CD modul interaktif, sistem penerangan, teknik kendaraan ringan Sebagai upaya memperbaiki pelaksanaan pembelajaran maka komponen-komponen pada pembelajaran menjadi perhatian dalam penelitian tindakan kelas ini. Keterbatasan sarana belajar yang berdampak terhadap pelaksanaan pembelajaran menuntut adanya upaya perbaikan sebagai pengganti ketersedian sarana. Penggunaan CD modul interaktif adalah upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam merangkai sistem penerangan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Penerapan modul interaktif untuk meningkatkan prestasi belajar kompensi sistem penerangan, (2) Upaya peningkatan prestasi belajar kompetensi sistem penerangan siswa Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 3 Bondowoso melalui penerapan modul interaktif, (3)Merumuskan CD modul interaktif yang mampu meningkatkan prestasi belajar kompetensi sistem penerangan siswa Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 3 Bondowoso Penelitian ini menggunakan ran¬cang¬an penelitian tindakan kelas.Penelitian dilaku¬kan di SMK Negeri 3 Bondowoso. Sebagai subjek penelitian, dipilih kelas dengan jumlah 16 siswa dari 36 siswa. Pene¬li¬tian ini menggunakan instrumen preetes dan postes untuk pengumpulan data. Dari hasil penelitian mengungkap fakta bahwa: (1) Penggunaan CD modul interaktif pada mata pelajaran sistem penerangan mampu meningkatkan prestasi belajar (2) Prestasi belajar siswa meningkat secara bertahap, peningkatan pada siklus I masih kecil, namun semakin meningkat pada siklus III, peningkatan diperoleh setelah dilakukan langkah perbaikan pada CD modul interaktif yaitu dengan memberikan animasi rangkaian, penambahan lembar kerja sesuai gambar rangkaian dan petunjuk perbaikan gangguan atau trouble shootting (3) CD modul interaktif yang mampu meningkatkan prestasi belajar adalah CD yang telah menampilkan gambar komponen sesungguhnya, memiliki animasi yang mampu mengulang dan memperlambat rangkaian dan petunjuk perbaikan gangguan. Berdasarkan hasil penelitian menyarankan: (1) Guru perlu upaya perbaikan proses belajar termasuk penggunaan modul sebagai inovasi pembelajaran untuk mengatasi masalah ketersedian alat praktek.(2) Peneliti lain mela¬kukan penelitian lanjutan penggunaan animasi dan simulasi sebagai alternatif dalam mengatasi keterbatasan sarana belajar. (3) siswa harus mampu memilih dan menggunakan CD modul interaktif dengan baik sesuai dengan karakter CD modul yang memberi kebebasan dalam memilih materi dan mengoperasikannya.

Lexical richness in teacher talk of a non native english teacher in the foreign language classroom / Pritomo

 

Tesis, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Enny Irawati, M.Pd., (II) Dr. Arwijati W. Murdibjono, M.Pd, Dip. TESL. Kata Kunci: kekayaan kata, bahasa guru, guru bukan penutur asli bahasa inggris Penelitihan ini bertujuan untuk menguji kekayaan kata bahasa guru bukan penutur asli bahasa Inggris dalam bahasa lisannya saat mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Masalah-masalah yang diteliti adalah sebagai berikut: jumlah token (semua kata dalam bahasa guru yang direkam), jumlah jenis kata (semua kata yang berbeda dalam bahasa guru yang direkam), perbandingan antara jenis kata dan token (TTR), dan frekwensi yang muncul untuk kata-kata yang berbeda. Penelitihan ini menggunakan rancangan penelitihan diskriptif yang bertujuan menggambarkan kekayaan kata bahasa lisan subyek ketika sedang mengajarkan bahasa Inggris kepada para siswanya. Lebih lanjut, metode kualitatif dan kuantitatif juga digunakan. Metode kualitatif diterapkan dalam pemilihan subyek. Sedangkan, metode kuantitatif digunakan untuk menghitung kekayaan kata bahasa lisan subyek. Penghitungan kekayaan kata dihitung secara otomatis dengan menggunakan AntWordProfiler 1200w, sebuah program komputer yang digunakan untuk menghitung tokens (semua kata dalam bahasa guru yang direkam), types (semua kata yang berbeda dalam bahasa guru yang direkam), perbandingan antara kata yang berbeda dengan semua kata yang ada dalam transkrip rekaman (TTR) yang dipakai untuk mengukur kekayaan kata, serta frekwensi yang muncul untuk kata-kata yang berbeda. Kata-kata yang diucapkan oleh subyek dalam percakapan dibandingkan dengan kata-kata dasar 1 Nation (1000 kata pertama yang sering muncul), kata-kata dasar dua Nation (1000 kata kedua yang sering muncul), kata-kata dasar tiga Nation (1000 kata ketiga yang sering muncul termasuk kata-kata yang dipakai dalam konteks akademik), dan di luar daftar kata (kata-kata diluar 3000 kata). Ketiga tingkatan kata tersebut sudah diintegrasikan dalam program. Prosedur pengumpulan data meliputi: proses perekaman yang dilakukan empat kali, proses merubah, proses penulisan transkrip, proses mengkategorikan, proses analisa, dan proses menafsirkan temuan. Triangulasi data juga dilakukan untuk membandingkan temuan antara bahasa lisan dengan bahasa tulis dari subyek penelitihan.. Temuan penelitihan ini disajikan sebagai berikut: (1) guru mengucapkan paling banyak kata-kata yang dikategorikan pada kata dasar 1 (1000 kata pertama yang sering muncul), lebih sedikit kata-kata yang dikategorikan pada kata dasar 2 (1000 kata kedua yang sering muncul), dan paling sedikit kata-kata yang termasuk pada kata dasar 3 (1000 kata ketiga yang sering muncul). Sementara itu, kata-kata yang dikategorikan di luar daftar kata (kata-kata di luar 3000 kata) selalu berubah-ubah karena munculnya bahasa ibu, (2) dalam hal frekwensi kata, subyek sering mengucapkan banyak kata-kata fungsi yang dikategorikan sebagai kata penentu, kata ganti orang, kata depan, konjungsi, kata kerja bantu, dan partikel. Semua kata-kata fungsi tersebut muncul di kata dasar 1 (1000 kata pertama yang sering muncul). Sedangkan, guru tidak sering memproduksi banyak kata isi yang dikategorikan baik di kata dasar 2 (1000 kata kedua yang sering muncul) dan kata dasar 3 (1000 kata ketiga yang sering muncul), (3) dari empat bahasa guru yang direkam, kekayaan kata bahasa lisan guru rata-rata 28% dan dikategorikan sedang, dan (4) kekayaan kata bahasa tulis guru sama dengan kekayaan kata bahasa lisan guru. Guru menulis paling banyak kata pada kata dasar 1, sedikit kata pada kata dasar 2, dan paling sedikit kata pada kata dasar 3. Kata-kata fungsi seperti kata penentu, kata ganti orang, kata depan, konjungsi, kata kerja bantu, dan partikel sering ditulis tetapi tidak banyak kata isi ditulis pada kata dasar 2 dan 3. Berdasarkan temuan-temuan itu, disarankan bahwa subyek perlu menjelajahi secara luas lebih banyak kata-kata yang dikategorikan pada 1000 kata kedua dan ketiga yang sering muncul dalam bahasa Inggris karena lebih beraneka macam kosa kata bisa mempertinggi bukan hanya kualitas bahasa lisan dan tulis namun juga rasio dari kata-kata yang berbeda dan semua kata-kata yang muncul sebagai suatu tanda kekayaan kata dan seorang guru bahasa Inggris yang ahli. Penjelajahan secara luas pada kedua kata dasar itu dapat dilakukan sebagai contoh, dengan sering membuka Tes Uji Kosakata yang tersedia di banyak situs web gratis. Juga disarankan kepada guru tersebut untuk mengurangi munculnya bahasa ibu saat berbicara kepada para siswa di ruang kelas karena makin sering bahasa ibu diucapkan, makin rendah kekayaan kata.

Manajemen pebelajaran bilingual untuk meningkatkan prestasi Sekolah (Studi kasus di Madrasah Aliyah Ma'arif Nahdlatul Ulama Blitar) / Muh. Khoirul Anam,01020/KI/12

 

Kata kunci: manajemen, pembelajaran bilingual, prestasi sekolah Sistem pendidikan dibangun untuk membentuk manusia seutuhnya tidak hanya bertumpu pada pengembangan kemampuan intelektual saja namun juga bertumpu pada pengembangan emosional, iman, taqwa, dan akhlaq. Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses belajar mengajar memegang peranan penting dalam rangka pembentukan sikap dan kepribadian serta budi pekerti siswa yang lebih baik yang telah mereka dapatkan dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdasarkan pengamatan peneliti, Madrasah Aliyah Ma’arif Nahdatul Ulama Blitar, merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bercirikan keislaman dengan mengutamakan kualitas kebahasaan di samping bidang-bidang studi yang lain. Hal ini dibuktikan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh lembaga ini, antara lain mengoptimalkan bimbingan dan lingkungan Bahasa Arab dan Inggris. Fokus penelitian yaitu: 1) Bagaimana manajemen pembelajaran bilingual yang dilakukan di MA Ma’arif NU Blitar, 2) Bagaimana manajemen pembelajaran bilingual yang dilakukan di asrama Nurul Ulum Blitar, 3) Apa yang menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran bilingual, 4) Apa yang menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran bilingual, 5) Apa yang menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran bilingual di asrama, 6) Apa yang menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran bilingual di asrama, dan 7) Prestasi apa yang pernah diraih dari pelaksanaan manajemen pembelajaran bilingual. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi partisipasi, wawancara dan analisis dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) perpanjangan keikutsertaan, 2) ketekunan/keajegan pengamatan, dan 3) triangulasi. Hasil dari penelitian ini yaitu 1) Manajemen pembelajaran bilingual yang dilakukan di MA Ma’arif NU Blitar, adanya proses perencanaan pembelajaran bilingual dimulai pada saat penyusunan rancangan program belajar sekolah, adanya pengorganisasian pembelajaran bilingual dilakukan dengan menggunakan sistem delegasi dan pembagian tugas sesuai dengan kemampuan guru maupun siswa di bidangnya masing-masing, adanya penggerakan atau pelaksanaan pembelajaran bilingual mengacu pada standar kompetensi dan indikator kemampuan siswa, adanya proses pengawasan pembelajaran bilingual berupa pengawasan secara langsung atau tidak langsung, tergantung dari pihak yang mengawasi kegiatan. 2) Manajemen pembelajaran bilingual yang dilakukan di asrama tidak ada bedanya dengan yang dilakukan di Madrasah, keduanya saling mendukung antara satu dengan yang lainnya. 3) faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran bilingual yaitu sistem boarding school, lingkungan yang mendukung, tenaga pengajar yang ahli dan berkompeten di bidangnya, dan pengasuh asrama yang telaten dan sabar dalam membimbing siswa atau santri di sekolah. 4) Faktor yang menghambat pelaksanan pembelajaran bilingual yaitu sarana dan prasarana yang kurang memadai, kurangnya pendamping untuk siswa dalam pelaksanaan pembelajaran bilingual, dan program kerja yang kurang menarik siswa. 5) Faktor pendukung yang terdapat dalam pembelajaran bilingual yang dilakukan di asrama adalah pengasuh asrama yang berkompeten dan telaten membimbing para siswa, lingkungan yang kondusif untuk melakukan pembelajaran bilingual dan kebijakan sekolah yang sangat mendukung jalannya kegiatan pembelajaran bilingual di asrama. 6) Faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran bilingual di asrama Nurul Ulum Blitar yaitu sarana dan prasarana yang masih kurang memadai, kurangnya tenaga pendamping yang dibutuhkan untuk membimbing dan mendampingi siswa dalam proses pembelajaran bilingual, dan program kerja kebahasaan yang kurang menarik minat siswa. dan 7) Prestasi yang pernah diraih oleh MA Ma’arif NU Blitar dari pelaksanaan manajemen pembelajaran bilingual berasal dari lingkungan pendidikan Ma’arif itu sendiri ditambah dengan penghargaan dari tingkat Kota dan Kabupaten Blitar. Saran dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagi kepala MA Ma’arif NU Blitar hendaknya lebih memperhatikan dan memantapkan program pembelajaran bilingual sehingga sekolah lebih berkembang dan berprestasi, lebih memperhatikan manajemen pembelajaran bilingual yang berada di bawah naungannya sehingga dapat menjadi sekolah/madrasah yang berprestasi dan berkualitas, 2) Bagi wakil kepala madrasah bagian kurikulum hendaknya senantiasa melakukan perbaikan dalam kegiatan pelaksanaan semua substansi manajemen pembelajaran untuk siswa terutama dalam sarana prasarana sehingga proses belajar mengajar tidak terhambat, 3) Bagi guru bahasa MA Ma’arif NU Blitar hendaknya dapat melakukan tugas yang dibebankan dengan baik sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan program pembelajaran bilingual di sekolah/madrasah hendaknya terus menerus melakukan perbaikan tugas sebagai pengajar dan staf pengelola serta dapat meningkatkan kemampuan mengajar sehingga akan menambah prestasinya, 4) Bagi siswa MA Ma’arif NU Blitar hasil penelitian ini diharapkan lebih memaksimalkan dan memanfaatkan kegiatan pembelajaran bilingual yang telah diprogramkan sekolah dengan baik agar kualitas sekolah dan prestasi non akademik siswa lebih meningkat serta menambah kesadaran siswa akan pentingnya penggunaan bahasa asing dalam pembelajaran bilingual, 5) Bagi ketua jurusan Administrasi Pendidikan hasil penelitian ini hendaknya menjadi tambahan referensi atau bahan kajian pengembangan ilmu manajemen pendidikan dan lebih meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memahami manajemen pembelajaran bilingual di sekolah/madrasah untuk meningkatkan prestasi sekolah, dan 6) Bagi peneliti lain hendaknya dapat melanjutkan penelitian yang sejenis pada berbagai aspek lain yang bermanfaat dari manajemen pembelajaran, khsusnya manajemen pembelajaran bilingual di sekolah/madrasah sehingga dapat menambah dan mengembangkan hasil yang diperoleh oleh peneliti selanjutnya.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 |