Pengaruh nilai tukar rupiah, inflasi dan suku bunga SBI terhadap Jakarta Islamic Index (JII) di BEJ / oleh Dyota Veva Satriawan

 

Survei tentang kapasitas oksigen maksimal (VO2 Maks) pemain sepakbola Universitas Negeri Malang (UM) dalam mengikuti kompetisi Persema Divisi II Tahun 2006 / oleh Lusy Nurhidayati

 

Penerapan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dalam pembelajaran matematika pokok bahasa pembagian untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III di SDN Tasikmadu I Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / oleh Siti Cholipah

 

Resepsi mahasiswa UM terhadap novel ayat-ayat cinta karya Habiburrahman El Shirazy / oleh Muhammad Hambali

 

Analisis karangan narasi siswa kelas 1 SMP Negeri 1 Klakah Kabupaten Lumajang tahun ajaran 2005/2006 / oleh Lukita Meida Purnamasari

 

Pengaruh konsentrasi BAP + NAA pda medium MS terhadap perkembangan Protokorm Dendrobium Sp. secara anatomis / oleh Zunisnaini

 

Pengolahan paprika sebagai bahan dasar pembuatan manisan kering / Akbarul Rafi'ud Darajat

 

Kata Kunci: Manisan Kering Paprika, Uji Hedonik Paprika sebagai bahan dasar pembuatan manisan kering adalah karena pada umumnya manisan menggunakan buah-buahan atau cabe sebagai bahan dasar. Tujuan dari menggunakan paprika sebagai bahan dasar yaitu bahan baku yang yang sangat melimpah dan menambah varian makanan dari jenis manisan. Paprika merupakan produk hortikutural yang dapat dikonsumsi sebagai bahan campuran aneka masakan maupun dalam bentuk produk olahan, selain merupakan komuditas yang melimpah paprika merupakan salah satu sayuran yang baik untuk tubuh, sedangkan manisan kering paprika merupakan jenis makanan olahan yang berwarna seperti pada aslinya dan bertekstur kering tetapi tidak keras. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui prosedur pembuatan manisan yang tepat untuk manisan kering paprika, kesukaan masyarakat/responden terhadap warna, aroma dan tekstur manisan kering paprika. Formulasi resep yang tepat untuk manisan kering paprika adalah formulasi resep yang kedua. Formulasi resep tersebut menghasilkan manisan yang bertekstur kering tetapi tidak keras. Penggunaan gula pasir berpengaruh pada warna dan keawetan manisan yang dihasilkan. Gula yang dipakai adalah gula pasir yang berwarna putih bersih agar dihasilkan warna manisan yang tetap cerah. Hasil dari uji kesukaan warna manisan kering paprika sebanyak 79 dengan prosentase 77,78% dan yang menyukai rasa manisan kering paprika sebanyak 62 dengan prosentase 68,89%, yang menyukai tekstur dari manisan kering paprika sebanyak 44 responden dengan prosentase 48,89%. Total responden menyatakan tidak suka sebanyak 46 dengan prosentase 51,1%. Dari uji hedonik yang dilakukan banyak responden kurang menyukai. Kesimpulan penulisan ini adalah konsentrasi gula pada proses penggulaan adalah 100% dari jumlah bahan. Teknik pengeringan yang dilakukan adalah penjemuran (sun drying) Responden lebih menyukai warna manisan kering paprika dan responden kurang menyukai aroma dari manisan kering paprika.

Rancang bangun Instalasi Destilator Asap Cair / Mohammad Nadzir, Demiawan Prakoso

 

Kata Kunci : Rancang Bangun, Asap Cair, Distilasi, Pengawet. Asap cair dikenal memiliki banyak kegunaan diantaranya sebagai bahan pengawet makanan yang alami dan telah disetujui di beberapa negara untuk menggantikan peran formalin yang disinyalir dapat membahayakan kesehatan, Asap cair merupakan suatu larutan hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan-bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Bahan baku yang banyak digunakan dalam pembuatan asap cair adalah kayu, bongkol kelapa sawit, sabut dan tempurung kelapa, ampas hasil penggergajian kayu dan lain sebagainya. Tugas akhir rancang bangun instalasi destilator asap cair bertujuan untuk merancang alat distilasi asap cair hasil distilasi pertama agar diperoleh asap cair yang aman digunakan pada makanan. Kualitas asap cair dipengaruhi oleh kemurnian senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya, khususnya fenol dan asam organik. Oleh karena itu diperlukan proses pemurnian untuk memisahkan kedua senyawa tersebut sehingga dihasilkan asap cair yang berkualitas tinggi dan aman untuk digunakan pada makanan. Proses pemurnian yang selama ini sering dilakukan hanya sebatas dengan proses pengendapan untuk menghilangkan tar dan endapan kotoran lainnya, namun cara ini belum dapat memisahkan phenol dan asam organik dari asap cair yang kotor. Maka dari itu perlu ada proses destilasi ulang (redestilasi) berdasarkan perbedaan titik didihnya. Proses perancangan alat distilasi meliputi pembuatan tangki penampung, tabung kondensasi, dudukan, dan penyangga. Perhitungan biaya total pembuatan alat meliputi biaya bahan baku, biaya permesinan, biaya perancangan, dan biaya operator. Total biaya produksi sebesar Rp. 4.053.600,-

Strategi pelayanan dalam upaya meningkatkan volume pengunjung pada Taman Wisata Jawa Timur Park Batu Malang / oleh Yuliarto Widodo

 

Pengembangan melompat jauh berbasis kecakapan hidup (Life Skills) Kelas VII G di SMP Negeri 9 Malang / Endie Nurwantono

 

Kata Kunci: pengembangan, melompat jauh, berbasis, kecakapan hidup (life skills). Kecakapan hidup merupakan inti dari kompetensi dan hasil pendidikan adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema kehidupan secara proaktif dan kreatif. Setelah itu mencari solusi sehingga pada akhirnya mampu menyelesaikan problema kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran melompat jauh berbasis kecakapan hidup (life skills) kelas VII G di SMP Negeri 9 Malang melalui bahan ajar yang sesuai dengan karakter anak kelas VII G di SMP Negeri 9 Malang. Adapaun produk yang dikembangkan adalah model-model pembelajaran berupa permainan gerak dasar melompat bagi kelas VII G. Sehigga, dengan adanya bahan ajar ini, dapat membantu dan bisa memberikan peningkatan kemampuan gerak dasar lompat jauh yang dapat di refleksikan kekehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Research & Development (R&D) dari Borg & Gall. Adapun prosedur pengembangan lompat jauh berbasis kecakapan hidup (life skills) ini adalah: 1) penelitian dan pengumpulan data dalam melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan (need assessment) dengan cara wawancara secara lisan kepada 40 siswa kelas VII G dan satu orang pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, 2) menyusun rancangan produk model pembelajaran lompat jauh berbasis kecakapan hidup (life skills), 3) mengembangkan rancangan produk model pembelajaran kecakapan hidup (life skills), 4) uji coba lapangan awal, menggunakan 1 sekolah dengan 20 subyek dan 3 observer, 5) merevisi hasil uji coba (sesuai dengan saran-saran dari hasil uji lapngan awal), 6) uji coba lapangan utama, dilakukan pada 1 sekolah dengan 40 subyek dan 3 observer, 7) penyempurnaan produk hasil uji lapangan utama (revisi produk berdasarkan saran-saran dari hasil uji lapangan utama). Hasil pengembangan ini adalah permainan melompat jauh berbasis kecakapan hidup (life skills) yang terdiri dari 5 spesifikasi produk dan pada masing-masing spesifikasi produk terdiri dari 3 model permainan. Spesifikasi produk pengembangan lompat jauh berbasis kecakapan hidup (life skills), yaitu: 1) melompat melewati rintangan, dengan model: (a) lmr endie 1, (b) lmr endie 2, (c) lmr endie 3. 2) melompat dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi, dengan model: (a) loncak mejeh 1, (b) loncak mejeh 2, (c) loncak mejeh 3. 3) melompat dari tempat yang lebih tinggi ke tempat rendah, dengan model: (a) loncak kabebe 1, (b) loncak kabebe 2, (c) loncak kabebe 3. 4) melompat rendah-tinggi-rendah, dengan model: (a) lrtr endie 1, (b) lrtr endie 2, (c) lrtr endie 3. 5) melompat tinggi ke tinggi, dengan model: (a) ltt endie 1, (b) ltt endie 2, (c) ltt endie 3. Permainan-permainan tersebut dikemas dalam bahan ajar yang berupa buku. Cara bermain permainan ini menggunakan peraturan yang dirancang sesederhana mungkin agar siswa mudah melakukannya.

Pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Malang / Citra Dewi Astutik

 

Kata Kunci: faktor internal, faktor eksternal, prestasi belajar, mahasiswa Jurusan AP Prestasi belajar akademik adalah hasil yang dicapai dalam proses belajar yang berupa perubahan tingkah laku yang dinyatakan dengan skor/nilai yang dilakukan oleh pendidik melalui evaluasi atau penilaian yang diberikan kepada subjek didik yaitu siswa/mahasiswa. Faktor Internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa yang terdiri dari Faktor Jasmani, kemampuan dasar, sikap, bakat, minat, dan motivasi. Faktor Eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri mahasiswa yang terdiri dari lingkungan Sosial dan non-sosial. Faktor internal dan faktor eksternal harus saling mendukung demi tercapainya prestasi belajar yang maksimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Faktor internal apa saja yang mempengaruhi prestasi hasil belajar mahasiswa Jurusan AP FIP UM? (2) Faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi prestasi hasil belajar mahasiswa Jurusan AP FIP UM? (3) Faktor apa yang paling dominan yang mempengaruhi prestasi hasil belajar mahasiswa Jurusan AP FIP UM? (4) Apakah ada perbedaan antara mahasiswa regular dan non regular dalam prestasi belajar yang tidak sama, sesuai dengan kemampuan masing-masing mahasiswa Jurusan AP FIP UM? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel yang dapat diukur secara kuantitatif yaitu tingkat prestasi mahasiswa berdasarkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi prestasi mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengambilan sampel secara terkombinasi yaitu Teknik Statified Proportional Random Sampling. Jenis data menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner/angket, sedangkan data sekunder berupa hasil nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa. Uji kualitas data yang dipakai adalah validitas dan reabilitas. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi berganda. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Angkatan 2007, 2008 dan 2009. Hasil Penelitian pada mahasiswa Jurusan AP FIP UM menunjukkan bahwa analisis pengaruh faktor internal terhadap prestasi belajar diperoleh nilai F hitung 17.736 dengan taraf signifikansi 0,030 atau < 0,05, maka faktor internal berpengaruh secara signifikan terhadap terhadap prestasi belajar. F hitung 17,736 dengan taraf signifikansinya 0,014 atau < 0,05, maka faktor eksternal berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Dengan kata lain faktor internal dan faktor eksternal secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal yang terdiri dari (Faktor Jasmani, sikap, bakat, minat dan motivasi) mempunyai hubungan sebesar 0,193 terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan AP FIP UM. Sedangkan faktor eksternal (lingkungan sosial dan non sosial) mempunyai hubungan sebesar 0,202 dengan prestasi belajar mahasiswa Jurusan AP FIP UM. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa faktor eksternal lebih dominan mempunyai hubungan yang lebih signifikan dengan Prestasi Belajar Mahasiswa jurusan AP FIP UM. Dari Penelitian ini yang dilakukan melalui Uji t Sampel Bebas juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan untuk mahasiswa kelas Reguler (Reg) dan mahasiswa Non Reg Jurusan AP FIP UM ditinjau dari IP nya. Saran penelitian selanjutnya diharapkan meneliti faktor lain seperti kemampun dasar, cacat Tubuh, bakat, keadaan gedung, metode belajar, metode mengajar, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat dan masih banyak lagi

Alokasi biaya bersama dalam menentukan harga pokok produk pada Perusahaan Cindera Mata Keramik Sudirman Malang / oleh Indrianto Setyo Basori

 

Peranan kepala sekolah dalam manajemen APM (Alat Peraga Murah): studi kasus di SDN Kedawungkulon 2 Kabupaten Pasuruan / Yudha Arie Syaputra

 

Pengajaran apresiasi prosa di kelas II SLTP Negeri Pakel Tulungagung / oleh Mohamad Mochid

 

Uji kualitas genteng jenis karangpilang (Kodok) produksi Kabupaten Trenggalek / Fahrurrozi Hadi Wiyoto

 

Kata Kunci : Genteng, Kualitas, Trenggalek. Genteng keramik adalah suatu unsur bangunan yang berfungsi sebagai penutup atap dan dibuat dari tanah liat, dengan atau tanpa dicampur dengan bahan tambahan menjadi bahan konstruksi. Genteng keramik dibuat dengan cara mencetak bahan dasar yang kemudian dikeringkan dan dibakar dengan suhu tinggi. Berdasarkan peran para tukang dan kontraktor-kontraktor di wilayah trenggalek dan sekitarnya, genteng Karangpilang dari trenggalek merupakan genteng yang berkualitas sangat bagus. Sehingga perlu dibuktikan dalam penelitian kwalitasnya secara nyata. Penelitian ini adalah penelitian bersifat eksperimen, sampel diambil dari enam industri di trenggalek kemudian dibawa ke Laboratorium Pengujian Bahan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang untuk diuji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas genteng jenis Karangpilang yang diproduksi di Trenggalek sudah memenuhi standar yang berlaku yaitu SNI, SII dan NI atau belum. Pengujian kualitas genteng Karangpilang meliputi : uji bentuk fisik dan berat, uji Ketepatan Ukuran, uji ketepatan Bentuk, dan uji ketahanan terhadap perembesan air. Hasil pengujian pandangan luar dan berat, ternyata ukuran genteng Karang Pilang produksi Trenggalek tidak memenuhi syarat yang tercantum dalam SII No.0022-81. Sedangkan untuk berat genteng Karangpilang juga tidak sesuai dengan ketentuan SII No.0022-81. Hasil pengujian ketepatan ukuran genteng Karangpilang, genteng tersebut tidak dapat dimasukkan dalam genteng jenis kecil atau sedang. Hal ini dikarenakan genteng terlalu besar untuk ukuran kecil dan terlalu kecil untuk ukuran sedang. Hasil pengujian ketepatan bentuk, genteng Karangpilang produksi Trenggalek mengalami penyimpangan toleransi kelengkungan yang lebih besar dari ketentuan SNI. Sehingga genteng tesebut tidak aman untuk digunakan karena akan mudah patah. Hasil pengujian ketahanan terhadap perembesan air luar, genteng Karangpilang produksi Trenggalek tidak tahan terhadap perembesan air luar. Hal ini terbukti dari hasil perembesan air setelah melewati 2 jam, semua genteng mengalami penetesan air. Setelah diukur dari tetesan air menggunakan gelas ukur, didapatkan ketinggian tetesan air rata-rata tiap genteng sebesar 5 mm.

Identifikasi spesies dan analisis komposisi asam lemak mikroalga indigen isolat KLP 4 dari Waduk Selorejo Malang / Ela Dwi Husnul Hidayati

 

ABSTRAK Hidayati, Ela, D. H. 2016. IdentifikasiSpesiesdanAnalisisKomposisiAsamLemakMikroalgaIndigenIsolatKLP 4 dariWadukSelorejo Malang.Skripsi.Jurusan Kimia, FMIPA, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Eli HendrikSanjaya, S.Si, M.Si., (II) Drs. DermawanAfandy, M.Pd. Kata kunci : Mikroalga, Ekstraksi, AsamLemak, GC-MS. Biodiesel merupakanbahanbakar yang diperoleh dari minyaknabatimaupunlemakhewanimelaluireaksitransesterifikasi. Sebagianbesarminyaknabati yang digunakandalampembuatan biodiesel merupakanbahanpangan, sehinggapemanfaatannyakurangmenguntungkan. Salah satubahanbaku non pangan yang berpotensidalampembuatan biodiesel adalahmikroalga. Mikroalgamerupakantumbuhanmikroskopik yang sebagianbesarhidup di wilayahperairan. Kadar lipid yang tinggipadamikroalgamemungkinkanuntukdijadikansebagaibahanbakupembuatan biodiesel. Indonesia memilikiwilayahperairan yang sangatluas, makajumlahmikroalga yang dihasilkan pun melimpah. PenelitidarijurusanBiologi FMIPA UM telahberhasilmengisolasibeberapakulturmikroalgadariWadukSelorejo yang salahsatunyaisolat KLP 4, namunbelumdilakukananalisisasamlemaknya. Dengandemikian, tujuanpenelitianiniadalahmengetahuispesiesmikroalgaindigenisolat KLP 4, mengetahuinilairendemen lipid yang dihasilkanmikroalgaisolat KLP 4, sertamengetahuipotensilipidnyasebagaibahanbakupembuatan biodiesel. Penelitianiniadalahpenelitianeksploratiflaboratoris. Untukmencapaitujuanpenelitian, tahapan yang dilakukanadalah 1) pembuatan media; 2) pembuatankultur; 3) ujimorfologi; 4) pembuatankurvapertumbuhan; 5) kultivasimikroalga; 6) pemanenanmikroalga; 7) isolasilipidmikroalga; dan 8) analisislipidmikroalga. Morfologimikroalgadiamatidenganmikroskopcahayauntukidentifikasispesiesnya. Uji spektrofotometridilakukanuntukmengetahuikurvapertumbuhanmikroalga. Isolasilipidmikroalgadilakukandenganmetodeekstraksisokhletasimenggunakanpelarutheksana. Analisislipidmikroalgamenggunakan GC-MS untukmengidentifikasiasamlemak yang terkandungdalamlipidmikroalga. Hasil yang diperolehpadapenelitianini, spesiesmikroalgaisolat KLP 4 dari WadukSelorejo Malang didugamerupakanChlamydomonas sp. Pembuatankurvapertumbuhandilakukanselama 34 haridenganwaktu optimum pertumbuhanterjadipadaharike 13-18. Kultivasimikroalgadilakukanselama 12 mingguuntukmenghasilkanbiomassa yang cukup(0,35 g). Rendemenlipidmikroalgakeringyang dihasilkansebesar 46,86%. Analisislipiddengan GC-MS dapatdiketahuikomponenasamlemaktertinggipadamikroalgaChlamydomonas sp.adalahasampalmitat. Asam palmitatinimerupakanasamlemak yang umumdalampembuatan biodiesel.BerdasarkanuraiantersebutmikroalgajenisChlamydomonas sp. dariWadukSelorejo Malang mempunyaipotensitinggiuntukpembuatan biodiesel.

Validasi media pembelajaran papan pelempar bola kantong kelompok B di RA Ta'limus Shibyan / oleh Arofah

 

Penerapan model-model latihan kelentukan tubuh untuk meningkatkan pembelajaran senam lantai guling ke belakang bagi siswa kelas VII-A SMP Negeri 3 Nganjuk / Willian Adi Pratama

 

Kata kunci: Pelatihan Kelentukan Tubuh, Senam Guling ke Belakang. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan khususnya materi senam guling ke belakang belum berjalan dengan baik, hal tersebut dikarenakan bahwa dalam pelaksanaan senam guling ke belakang perlu dipersiapkan pemanasan yang benar terutama pemanasan yang menuju pada kelentukan tubuh. Berdasarkan observasi awal pada mata pelajaran roll guling ke belakang di SMPN 3 Nganjuk, diperoleh hasil pemberian pemanasan yang menuju pada pelaksanan guling belakang saat awal pembelajaran kurang maksimal, 2) jumlah pembelajaran efektif untuk senam guling belakang ada 2 kali tatap muka yang terdiri dari 1 kali pemberian materi dan 1 kali tes, 3) kurang variatif materi yang diberikan, 4) tidak adanya pendinginan dan evaluasi setelah pelajaran. Oleh karena itu perlu adanya pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan yang sistematis.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pembelajaran senam guling ke belakang dengan penerapan model-model latihan kelentukan tubuh pada 30 Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 3 Nganjuk. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus yang terdiri dari 4 tahappada setiap siklusnya yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelatihan kelentukan tubuh. Hasil pada siklus I melakukan kaki rapat, badan tegak, kedua tangan lurus menyudut ke atas dan pandangan mata lurus ke depan 100%, melakukan jongkok dengan kedua tangan lurus kedepan 90%, menempelkan pantat ke matras 63,3%, melakukan guling belakang dengan cara menempelkan punggung ke matras berguling, disertai ayunan lengan dari depan ke belakang sampai menjadi tumpuhan 53,3%, melakukan jongkok sebagai gerak lanjutan sebelum melakukan sikap akhir 53,3%, melakukan kaki rapat, badan tegak, kedua tangan lurus menyudut ke atas dan pandangan mata lurus ke depan 80%. Hasil pada siklus II melakukan kaki rapat, badan tegak, kedua tangan lurus menyudut ke atas dan pandangan mata lurus ke depan 100%, melakukan jongkok dengan kedua tangan lurus kedepan 100%, menempelkan pantat ke matras 100%, melakukan guling belakang dengan cara menempelkan punggung ke matras berguling, disertai ayunan lengan dari depan ke belakang sampai menjadi tumpuhan 76,6%, melakukan jongkok sebagai gerak lanjutan sebelum melakukan sikap akhir 100%, melakukan kaki rapat, badan tegak, kedua tangan lurus menyudut ke atas dan pandangan mata lurus ke depan 100%. Peneliti menyarankan dalam pembelajaran senam guling ke belakang dengan menggunakan latihan kelentukan tubuh dapat diterapkan dalam pembelajaran senam guling ke belakang, karena dengan menggunakan latihan tersebut terbukti dapat meningkatkan keterampilan senam guling ke belakang di SMP Negeri 3 Nganjuk menjadi lebih baik.

Kajian tentang faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran biologi berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang dihadapi oleh guru Biologi dan siswa SMA Negeri se- Kabupaten Pasuruan / oleh Nanik Indahyati

 

Pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa pada program keahlian teknik gambar bangunan SMK di Kota Malang / Firman Akhla

 

Kata kunci: pelaksanaan, penilaian hasil belajar. Penilaian memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Informasi yang didapat dari proses penilaian tidak saja penting untuk mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran dan hasil belajar siswa, tetapi juga untuk mengukur efektifitas kegiatan pembelajaran. Penilaian tidak hanya bertumpu pada hasil yang dicapai, tetapi juga mempertimbangkan segi proses. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan persiapan penilaian hasil belajar siswa; (2) mendeskripsikan pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa pada Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK di Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru produktif Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK di Kota Malang berjumlah 16 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh atau sensus sehingga seluruh populasi sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan angket dengan teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar Siswa pada Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK di Kota Malang adalah sangat baik, yang dapat dilihat dari: (1) persiapan penilaian hasil belajar siswa dalam kategori sangat baik; (2) pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa dalam kategori sangat baik Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, dapat dikemukakan saran sebagai berikut: (1) guru lebih meningkatkan kualitas pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa terutama yang berkaitan dengan instrumen portofolio agar lebih banyak digunakan dalam pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa; (2) diharapkan sekolah selalu melakukan supervisi dan evaluasi pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa pada guru Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan agar dapat mengontrol objektifitas penilaian dan sebagai pengendalian mutu pelaksanaan hasil belajar siswa; (3) bagi para peneliti yang berminat melakukan penelitian berkaitan dengan pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa diharapkan dapat melaksanakan penelitian pada semua Program Keahlian SMK di Kota Malang, agar dapat mengetahui tingkat pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa pada setiap program keahlian.

Peningkatan hasil belajar matematika pokok bahasan pecahan dengan menggunakan media blok pecahan dan kartu permainan bilangan pecahan siswa kelas III di SDN Bunulrejo VII Kecamatan Blimbing / oleh Ami Sri Pudjiastuti

 

Perbedaan perilaku disiplin remaja saat berada di asrama dan saat berada di sekolah / Mutiara Petrina

 

Kata kunci: remaja, disiplin di asrama, disiplin di sekolah Dalam perjalanan masa anak-anak hingga masa dewasa, masa remaja adalah jembatannya. Sayangnya, masa remaja adalah masa yang rawan oleh pengaruh negatif dan perilaku yang menyimpang. Penerapan disiplin adalah hal yang sangat penting karena memberikan efek langsung pada pembentukan pola hidup. Oleh karena itu, peran dari semua pihak sangat diperlukan dalam rangka mencetak pembentukan, pembinaan, dan pengembangan kedisiplinan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) perilaku disiplin remaja penghuni asrama Griya Kinasih saat berada di asrama, (2) perilaku disiplin remaja penghuni asrama Griya Kinasih saat berada di sekolah SMPK Pamerdi, (3) perbedaan perilaku disiplin remaja penghuni asrama Griya Kinasih saat berada di asrama dan saat berada di sekolah SMPK Pamerdi. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif dan komparatif. Subjek penelitian adalah remaja penghuni Asrama Griya Kinasih yang bersekolah di SMPK Pamerdi, berjumlah 34 orang. Alat pengumpul data berupa (1) skala disiplin di asrama, dengan validitas berdasarkan proffesional judgement dan nilai reabilitas = 0.869, dan menggunakan pengasuh asrama sebagai rater; (2) skala disiplin di sekolah, dengan validitas berdasarkan proffesional judgement dan nilai reabilitas = 0.748, dan menggunakan guru sekolah sebagai rater. Hasil penelitian menunjukkan (1) sebagian besar remaja menunjukkan perilaku kedisiplinan yang sedang (67.65% atau 23 orang) saat berada di asrama; (2) sebagian besar remaja menunjukkan perilaku kedisiplinan yang sedang (70.58% atau 24 orang) saat berada di sekolah; (3) uji hipotesis dengan menggunakan uji-t memperoleh nilai koefisien t-hitung -3.170 dengan taraf signifikansi 0.006, dan nilai t-tabel(df:34, α:0.05) = 2.034. Hal ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara perilaku disiplin remaja penghuni asrama saat berada di asrama dan saat berada di sekolah. Disarankan kepada pihak asrama untuk membangun kedekatan interpersonal dan menetapkan konsistensi pelaksanaan aturan. Bagi pihak sekolah disarankan untuk memperbaharui dokumen pengukur tingkat kedisiplinan, memperhatikan persyaratan kualitas guru, maupun mendatangkan konselor pendidikan. Remaja disarankan agar selalu mempertimbangkan kehendak super-ego dalam mengendalikan tingkah laku.

Hewan makrobentos sebagai indikator biologi di Sungai Lekok yang keluar dari Ranu Grati kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan / oleh Evaria Kusumaningtyas

 

Prasangka Aremania terhadap Bonekmania / Happy Pratama

 

Kata Kunci: prasangka, aremania, bonekmania Aremania adalah julukan bagi seluruk warga Malang Raya terutama yang mendukung kesebelasan Arema. Aremania memiliki musuh bebuyutan yang sejak lama bentrok dan hingga saat ini belum menemukan kesepakatan untuk berdamai dengan Bonekmania. Permusuhan antara Malang-Surabaya tersebut menimbulkan Prasangka negatif diantara kedua belah pihak yang bermusuhan yaitu Aremania dan Bonekmania. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu tentang prasangka yang ada pada setiap diri Aremania terhadap Bonekmania yang menjadi musuh bebuyutannya, selanjutnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk prasangka apa saja yang ada pada Aremania. Peneliti ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi kasus. Dengan penelitian studi kasus, maka penelaahannya dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail, dan komprehensif. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis deskriptif kualitatif dimulai dengan pengumpulan data, tahap reduksi data dan kategorisasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: subjek penelitian menunjukkan adanya prasangka negatif terhadap Bonekmania dengan bersikap kurang bersahabat bila bertemu dengan bonekmania. Prasangka yang dilakukan ketiga subjek penelitian dilatar belakangi oleh adanya sejarah permusuhan yang telah berlangsung lama diantara masyarakat Malang dan Surabaya, selain itu ketiga subjek merasa Bonekmania selalu memupuk permusuhan dengan cara memicu bentrokan saat Aremania tour ke luar kota dalam mendukung kesebelasan Arema bertanding di luar kandang. Subjek menunjukkan adanya tindakan strereotip dengan mengganggap semua Bonekmania memiliki perilaku yang sama yaitu brutal serta tidak memiliki modal uang dan hanyalah modal nekat, subjek menunjukkan adanya tindakan diskriminasi dengan cara memusuhi siapa saja yang mengenakan atribut Bonekmania, subjek menunjukkan adanya tindakan jarak sosial dengan menjaga jarak dalam bergaul, bekerja, dan memilih jodoh selama ada atribut Bonekmania, subjek tidak menunjukkan tindakan prasangka dimensi diskriminasi maupun tindakan tipe diskriminasi selama tidak ada yang menunjukkan adanya atribut Bonekmania. Subjek penelitian menerangkan bahwa Aremania bukanlah organisasi resmi atau instansi sehingga tidak ada tipe diskriminasi institusional langsung maupun tak langsung.

Penerapan model pembelajaran kuantum dengan kerangka rancangan tandur sebagai upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-E semester II di SMA Negeri 1 Cerme Gresik / oleh Niswatus Sa'dah

 

Peningkatan motivasi dan prestasi belajar matematika kelas X melalui penggunaan bertanya (Questioning) dalam pendekatan kontekstual di MAN Malang 1 / oleh Erlangga

 

Sumbangan efektif motivasi pelajar, pembinaan olah raga di sekolah dan dukungan keluarga terhadap prestasi olah raga pelajar Kota Probolinggo / oleh Kukuh Suryadi

 

The adaptation of the children folktale "Kacil Mencuri Timun" as supplementary reading material for the 8th graders / Gusti Aisyah Putri

 

Keywords: Mengadaptasi, Folktale, Kancil Mencuri Timun, Penelitian dan pengembahan, bahan bacaan tambahan, Murid-murid SMP Kelas VIII. Pengajaran bahasa Inggris untuk SMP / MTS bertujuan agar siswa dapat menggunakan bahasa Inggris fungsional seperti membaca koran atau panduan. Oleh karena itu, mereka perlu melatih diri dengan membaca berbagai teks sebanyak mungkin. Memang buku teks sudah menyediakan beberapa teks naratif, tapi jumlahnya sangat sedikit. Di sini peneliti menawarkan dongeng Kancil Mencuri Timun untuk diadaptasi menjadi bahan bacaan tambahan untuk para siswa kelas 8 SMP. Cerita rakyat dipilih karena dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan moral, nilai-nilai pendidikan dan kemanusiaan. Kancil Mencuri Timun dipilih karena merupakan cerita rakyat yang paling terkenal di Indonesia. Untuk pembelajar di tingkat pemula, akan lebih mudah dan menyenangkan bagi mereka untuk membaca teks yang sudah familiar. Namun, nilai-nilai dalam Kancil Mencuri Timun masih diperdebatkan karena karakternya yang licik. Oleh karena itu, peneliti ingin membuat adaptasi baru cerita Kancil yang memiliki nilai-nilai yang lebih positif bagi siswa. Versi yang baru ini mencoba membawa isu lingkungan hidup kepada siswa dimana Kancil mencuri tanaman dari petani karena petani telah menebangi dan membakar hutan. Selain itu, dalam mengembangkan latar belakang karakter peneliti diinspirasi Serat Kancil. Jenis studi yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan karena dilakukan untuk menciptakan produk tertentu dalam rangka untuk memecahkan beberapa masalah dalam pengajaran bahasa inggris yaitu kurangnya materi bacaan tambahan untuk murid-murid SMP kelas VIII. Desain penelitiannya adalah kualitatif deskriptif karena dilakukan untuk menafsirkan dan untuk menyusun temuan. Setelah materi divalidasi dan diujicobakan kepada beberapa siswa, penelitian dilanjutkan dengan meninjau jawaban siswa dari kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian: (1) analisis isi yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari komentar ahli dan (2) rekomendasi dan pengolahan data hasil uji coba materi. Setelah mengadakan penelitian, didapatkan beberapa hasil: poin-poin positif dari materi adalah pengembangan plot dan cerita sudah lumayan enak untuk diikuti, jenis font menarik dan mudah untuk dibaca, layout, background, dan ilustrasi menarik dan penyampaian nilai-nilai moral dianggap sudah cukup sukses. Walaupun begitu, terdapat beberapa kelemahan yaitu: beberapa nilai moral sepertinya tidak terlalu dimengerti oleh murid, penggunaan kata-kata sulit yang banyak, kesalahan gramatikal dan salah ketik serta beberapa pertanyaan yang dianggap terlalu sulit karena membutuhkan pemikiran kritis yang terlalu banyak. Untuk mengembangkan materi, ada beberapa saran. Pertama untuk membuat materi bacaan tambahan bagi pembaca yang masih muda terutama anak- vi anak SMP kelas VIII, lebih baik tidak menggunakan terlalu banyak kata-kata sulit di awal cerita karena itu bisa menurunkan kepercayaan diri mereka. Kedua, gunakan gambar-gambar yang cukup dan kombinasi warna yang bagus untuk membuat presentasi materi lebih menarik. Ketiga, jika materi terdiri lebih dari 1 bab, karakterisasi dan nilai moral dari cerita seharusnya sudah kelas dari awal cerita. Keempat, jika materi diadaptasi dari cerita rakyat, tidak apa-apa jika menambahkan beberapa istilah khusus yang berasal dari bahasa daerah. Namun, jika terlalu banyak, hal itu justru akan mengganggu pembaca yang tidak mengerti bahasa daerah tersebut. Kelima, karena keterbatasan waktu, peneliti hanya mampu mengujicobakan 2 dari 6 bab yang ada kepada para murid. Akan lebih baik jika ada peneliti lain di masa depan yang ingin melanjutkan penelitian ini dan bisa mengujicobakan bab-bab lainnya. Sehingga semua bab bisa direview dari sudut pandang murid. Yang terakhir, akan lebih baik jika tes keterbacaan dilakukan terlebih dahulu sebelum peneliti menulis materi.

Pengembangan paket pembelajaran dengan model Dck & carey mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di MAN model Banda Aceh / oleh Intan Safiah

 

Pengaruh DER terhadap return saham melalui ROE, ROA, dan EVA pada perusahaan food and beverages yang listing di BEI periode 2009-2011 / Hesty Tri Budiharti

 

Kata kunci: DER, ROE, ROA, EVA, Return Saham Dunia bisnis identik dengan persaingan demi mewujudkan tujuan perusahaan, memakmurkan kesejahteraan pemegang saham. Di pasar modal harga saham merupakan salah satu tolok ukur dan signal mengenai suatu perusahaan. Return saham merupakan imbal hasil yang diperoleh seorang investor atas risiko yang ditanggungnya dalam berinvestasi, yang tercermin dari selisih harga saham pada periode tertentu. Penggunaan struktur modal yang optimal dapat memberikan hasil yang baik bagi kelangsungan hidup perusahaaan, sehingga keputusan perusahaan dalam memilih komposisi hutang dan modal perlu dicermati. Tujuan dari peneliatian ini adalah mengetahui tingkat return saham, Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Economic Value Added (EVA) dan untuk mengetahui pengaruh DER terhadap return saham melalui Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Economic Value Added (EVA). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian menggunakan analisis jalur. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan food and beverages yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011, dengan jumlah sampel 13 perusahaan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap analisis deskriptif, analisis statistik inferensial, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tingkat return saham meng-alami kenaikan secara landai (elastis); DER menurun secara landai (elastis); ROE meningkat secara fluktuatif tidak tajam dengan tren landai; ROA menurun secara fluktuatif tidak tajam dengan tren landai; EVA mengalami kenaikan secara landai (elastis), (2) variabel ROE berpengaruh positif signifikan terhadap return saham, (3) DER berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, (4) variabel DER, ROA, dan EVA tidak berpengaruh terhadap return saham. Peneliti menyarankan agar pemegang saham lebih menekankan pada teknik fundamental, calon investor harus menentukan dirinya termasuk tipe investor jangka panjang atau sebagai trader, kreditor perlu mewaspadai akan penurunan rasio DER di perusahaan food and beverages, dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan variabel diluar penelitian ini dan menambahkan tahun amatan penelitian, paling tidak 5 tahun amatan.

Penolakan - respon Bahasa Indonesia dalam komunikasi lisan pada pertemuan kurikulum mahasiswa Musafir Sulawesi Utara di Malang / oleh Betsi Rooroh

 

Identifikasi spesis katak di Universitas Negeri Malang berdasarkan karakter morfologi dan DNA barcoding / Dian Ratri Wulandari

 

Kata Kunci: identifikasi katak, DNA Barcoding, cytochrome-c oxidase subunit-I (COI) Universitas Negeri Malang (UM) yang terletak di Kota Malang telah mengalami perkembangan yang pesat. Pembangunan berbagai fasilitas penunjang sedang dilakukan untuk mendukung hal tersebut. Pembangunan tersebut menyebabkan berkurangnya area asri yang merupakan habitat dari katak. Katak memiliki peran di alam, salah satunya adalah sebagai indikator lingkungan. Keberadaan katak menunjukkan bahwa tempat tersebut belum tercemar, karena katak memiliki kulit yang permeabel dan siklus hidup yang kompleks. Jika lingkungan tercemar, maka kehidupan katak akan terganggu bahkan bisa membunuh katak yang ada di lingkungan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengungkap spesies katak yang hidup di UM berdasarkan karakter morfologi dan morfometrik. Selain itu, untuk mengungkap hubungan kekerabatan antar spesies katak yang hidup di lingkungan UM berdasarkan DNA Barcoding gen Cytochrome-c oxidase subunit I (COI). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Pengamatan morfologi dilakukan berdasarkan karakter morfologi dan morfometrik, sedangkan hubungan kekerabatan genetik dianalisis dengan menggunakan DNA Barcoding gen COI. Berdasarkan karakter morfologi dan morfometrik, ditemukan lima jenis (bentuk), dan dikelompokkan menjadi empat spesies, yaitu: Duttaphrynus melanostictus (jenis 1), Hylarana chalconota (jenis 2 dan 3), Polypedates leucomystax (jenis 4), dan Kaloula baleta (jenis 5). Dari empat spesies tersebut, tiga spesies sama dengan spesies yang ditemukan pada tahun 1995 yaitu Duttaphrynus melanostictus, Polypedates leucomystax, Kaloula baleta dan satu spesies baru yaitu Hylarana chalconota. Isolasi sekuens barcode gen COI hanya berhasil dilakukan pada spesies Hylarana chalconota yang memiliki dua bentuk yang disebut dengan jenis 2 dan jenis 3. Jenis 2 memiliki corak hitam di kulitnya (bernoktah) dan jenis 3 tidak memiliki corak hitam di kulitnya (tidak bernoktah). Analisis genetik yang dilakukan pada jenis 2 dan jenis 3 dilakukan dengan menggunakan beberapa software yaitu: DNA Baser, BioEdit, BLAST, Clustal X, dan MEGA 5. Konstruksi topologi pohon filogenetik dilakukan dengan menggunakan metode Maximum Likelihood, Neighbor Joining, Minimum Evolution dan Maximum Parsimony. Dari keempat motode tersebut hasil terbaik ditunjukkan oleh metode Maximum Likelihood yang menunjukkan jenis 2 dan jenis 3 berkerabat dekat dengan Rana rugosa dan berada dalam kelompok famili Ranidae. Selain itu, jenis 2 dan jenis 3 berada dalam satu clade dengan jarak evolusi yang berbeda.

Tata cara dan prosedur Pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21 atas gaji karyawan pabrik Gula Djatiroto / oleh Martin Kusumawardani

 

Sinkretisasi dalam novel para priyayi dan jalan menikung karya Umar Kayam / oleh Soedjijono

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model Stad dengan pemberian tugas autentik terbimbing klasikal terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir pada siswa berkemampuan tinggi dan rendah kelas XI IPA 2 SMAN 7 Malang / oleh Dewi Muarifah

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered head together untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V di SDN Kesatrian 2 Malang / Diki

 

Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif Model NHT, Hasil Belajar, IPS Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Ibu Sutrisniwati selaku guru mata pelajaran IPS dikelas V SDN Kesatrian 2 Malang pada hari rabu, tanggal 26 September 2012, saat menggunakan model diskusi diperoleh gambaran bahwa siswa kelas V kurang fokus pada guru yang menyampaikan materi. Apabila guru mengajukan pertanyaan sehubungan dengan materi, siswa cenderung ramai, hal ini membuat kelas gaduh, banyak siswa yang berbicara dengan teman sebangku. Apabila ada tugas dari guru, siswa juga tampak kurang antusias mengerjakan, sehingga menunda untuk mengerjakan tugas. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Model pembelajaran yang digunakan oleh peneliti adalah pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ; (a) apakah penerapan model Numbered Head Together mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, melalui 2 siklus dengan melakukan penyesuaian terhadap langkah-langkah pelaksanaannya, (b) apakah penerapan model Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa (a) penerapan model Numbered Head Together mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, (b) penerapan model Numbered Head Together mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Kesimpulan tersebut didukung oleh hasil analisis data yakni rata-rata nilai yang diperoleh pada siklus I adalah 74 dengan ketuntasan klasikal sebesar 70%. Dan pada akhir siklus II rata-rata nilai adalah 80 dengan ketuntasan klasikal sebesar 86%.

Penerapan pembelajaran kooperatif model Jigsaw untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bangil Pasuruan / oleh Lia Puji Astutik

 

Kemampuan menulis puisi berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas XI Program Studi Bahasa Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang tahun pelajaran 2011/2012 / Mukhlis Imam Bashori

 

Kata kunci: pembelajaran menulis, pengalaman pribadi, kemampuan menulis puisi Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif. Kemampuan menulis puisi adalah kemampuan mengungkapkan pikiran, perasaan, dan imajinasi dalam bentuk puisi dengan memperhatikan unsur atau struktur pembangunnya. Rangsangan menulis puisi dapat diperoleh dari beragam cara, salah satunya melalui pengalaman pribadi, baik pengalaman batin (rohani) maupun pengalaman fisik. Menulis puisi berdasarkan pengalaman merupakan kemampuan yang harus dicapai oleh siswa kelas XI Program Studi Bahasa MAN 3 Malang karena terdapat dalam kompetensi dasar mata pelajaran Sastra Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mengukur dan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis puisi berdasarkan pengalaman pribadi. Tujuan umum penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI Program Studi Bahasa MAN 3 Malang berdasarkan pengalaman pribadi. Secara khusus, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis puisi siswa dari aspek (1) tema, (2) penataan bunyi, (3) pemilihan kata/diksi, (4) penggunaan citraan, (5) pembentukan majas, serta (6) penggunaan sarana retorika. Manfaat penelitian ini adalah diperoleh deskripsi tingkat kemampuan menulis puisi siswa berdasarkan pengalaman pribadi. Apabila kemampuan siswa masih di bawah standar ketuntasan minimal, maka dapat dilakukan remedial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu memaparkan kejadian yang ada di lapangan apa adanya tanpa ada perlakuan terhadap variabel. Penggambaran data dilakukan dengan angka dan persentase yang kemudian dipaparkan. Sumber data berupa naskah puisi hasil karya siswa. Data berupa skor hasil kemampuan menulis puisi dari aspek (1) tema, (2) penataan bunyi, (3) pemilihan kata/diksi, (4) penggunaan citraan, (5) pembentukan majas, serta (6) penggunaan sarana retorika. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tes menulis puisi kepada siswa. Analisis data menggunakan tabel konversi skala dan rumus f%. Langkah analisis data meliputi persiapan, tabulasi, dan penafsiran. Urutan pertama dalam tingkat ketercapaian penilaian yang diperoleh siswa ialah aspek diksi dilihat dari ketepatan dan kerapatan variasi diksi, yaitu sebesar 72,1%; siswa berkategori sangat baik mencapai seperempat bagian (22,2%), kategori baik mencapai separuh (44,4%), dan sisanya berkategori cukup (33,3%). Urutan kedua aspek sarana retorika dilihat dari keterpolaan dan kerapatan variasi sarana retorika, yaitu sebesar 66,7%; siswa berkategori baik lebih dari separuh (66,7%) dan sisanya berkategori cukup (33,3%). Urutan ketiga aspek penataan bunyi dilihat keselarasan dan kerapatan variasi bunyi, yaitu sebesar 63,8%; siswa berkategori baik berjumlah separuh (55,5%) dan sisanya berkategori cukup (44,4%). Urutan keempat aspek citraan dilihat dari penghadiran citraan secara variatif, yaitu sebesar 61,1%; siswa berkategori baik mencapai separuh (44,4%) dan sisanya berkategori cukup (55,6%). Urutan kelima aspek tema dilihat dari kebaruan, keunikan, dan kespesifikan tema, yaitu sebesar 55,6%; siswa berkategori baik mencapai sepertiga bagian (33,3%), kategori cukup berjumlah separuh (55,6%), dan sisanya berkategori kurang (11,1%). Urutan keenam aspek majas dilihat dari kebaruan dan kerapatan variasi pembentukan majas, yaitu sebesar 52,8%; siswa berkategori sangat baik dan baik masing-masing berjumlah sebagian kecil (11,1%), kategori cukup berjumlah separuh (55,6%), dan sisanya berkategori kurang (22,2%). Secara totalitas dapat diketahui bahwa sebesar 22% (nilai 75—89) atau 2 siswa yang berkategori baik, sebesar 22% (nilai 60—74) atau 2 siswa yang berkategori cukup, dan sisanya 55,6% (nilai 0—59) atau 5 siswa yang berkategori kurang. Kemampuan totalitas rata-rata kelas diperoleh sebesar 62,0%. Kemampuan tersebut masih di bawah standar ketuntasan minimal, yakni sebesar 75% sehingga dapat dikatakan bahwa siswa Kelas XI Program Bahasa MAN 3 Malang Tahun Pelajaran 2011/2012 tidak mampu menulis puisi berdasarkan pengalaman pribadi dengan baik. Berdasarkan hasil analisis data pendukung, ada beberapa faktor yang menyebabkan kemampuan menulis puisi siswa di bawah SKM. Pertama, pembelajaran menulis puisi tidak dengan tahapan yang mengarahkan siswa agar mampu menulis puisi dengan baik yaitu memperhatikan sarana atau unsur puitika. Kedua, lembar kerja yang dirancang untuk mengakomodasi proses menulis puisi tidak dimanfaatkan dengan baik untuk mendaftar pengalaman pribadi, mendaftar kosakata (diksi), memilih kata/frasa untuk membentuk majas, menulis pola sarana retorika, serta menghadirkan citraan secara variatif. Berdasarkan temuan penelitian, guru disarankan melakukan pembelajaran yang mampu melatih siswa untuk mencapai tahapan dalam menulis puisi dengan baik seperti menentukan tema yang benar-benar bersumber dari pengalaman pribadi siswa, membentuk majas secara orisinal (baru), memperkaya kosakata, memilih dan memilah kata yang mampu menimbulkan keselarasan rima dan penataan bunyi yang baik, menghadirkan imaji secara variatif, serta membuat sarana retorika dengan pola yang baik.

Upaya peningkatan kerja ilmiah dan prestasi belajar kognitif melalui siklus belajar dengan strategi praktikum dalam pembelajaran biologi siswa kelas VIII-C SMPN 1 Purwosari Pasuruan / oleh Yuli Rahayu Mustikasari

 

Studi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha produksi garam rakyat pada petani garam di desa Bunder Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan / oleh Yunita Kusumawati Syafaat

 

Pengaruh waktu holding terhadap kekerasan hasil proses pack carburising katup sepeda motor / oleh Febri Irawan

 

Studi teknologi proses dan desain seni kerajinan topeng dari limbah kertas di Bengkel Seni Cantika Kota Malang / oleh Andy Panarima

 

Topeng Malang merupakan salah satu ciri khas kota Malang. Sehingga sudah selayaknya dilestarikan. Untuk mengantisipasi berkurangnya bahan baku kayu yang digunakan, para pengrajin beralih menggunakan bahan dasar daur ulang kertas. Peralihan bahan dasar ini dirasa sangat menguntungkan karena mudah diolah, ekonomis, dan ramah lingkungan. Disamping itu topeng berbahan limbah kertas sangat ringan, tidak mudah pecah, fleksibel, dapat ditekan untuk disesuaikan dengan wajah pemakai, daya tahannya cukup lama, tahan hama dan udara lembab, serta mudah diperbaiki jika ada kerusakan. Teknologi proses pengerjaannya melalui beberapa tahapan yang sistematis. Dimulai dari pembuatan cetakan, pembuatan bubur kertas, pencetakan topeng, dilanjutkan dengan proses pengeringan, kemudian pembentukan ornamen. Setelah semua ornamen terbentuk dengan tepat baru dilakukan proses pewarnaan dan finishing. Desain yang digunakan tidak berbeda dengan Topeng Malang berbahan kayu. Topeng Malang memiliki bentuk persegi dengan lekuk yang tegas. Desain ornamennya terdiri dari jamang, cula, ornamen dahi, rambut dahi, rambut pelipis, sumping, urna, alis, mata, hidung, kumis, mulut, jenggot. Fungsi desain Topeng Malang selain sebagai penghias topeng juga berfungsi sebagai penambah daya tarik topeng. Karena itu Topeng Malang yang dekoratif tidak hanya dimanfaatkan sebagai perlengkapan tari, namun juga sebagai hiasan dinding, gantungan kunci, maupun souvenir. Tujuan penelitian ini pertama, untuk mengkaji bahan atau media alternatif yang digunakan sebagai pengganti bahan baku dalam pembuatan kerajinan. Kedua, sebagai usaha pelestarian lingkungan karena semakin meningkatnya jumlah limbah. Ketiga,melestarikan kebudayaan atau ciri khas daerah Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode observasi atau pengamatan, dokumentasi, studi pustaka dan wawancara dengan pengrajin. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di kota Malang khususnya di Bengkel Seni Cantika Kota Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha para pengrajin Topeng Malang beralih menggunakan bahan daur ulang kertas membawa banyak manfaat baik bagi para pengrajin sendiri maupun bagi lingkungan di sekitarnya.

Pengaruh perasan daun pegagan (Centella asitica Urb.) terhadap konsentrasi dan persentase kecacatan spermatozoa mencit (Mus musculus) galur Balb C. / oleh Ida Ernawati

 

Efektivitas pelatihan kelompok untuk meningkatkan kepercayaan diri remaja perempuan penghuni Panti Asuhan Darussalam Singosari Malang / oleh Raudhatul Hasanah

 

Pengaruh persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dan identitas bimbingan belajar oleh orang tua terhadap prestasi belajar siswa (studi pada siswa kelas XI Akuntansi di SMK Negeri 1 Kraksaan Kabupaten Probolinggo) / Umi Rahma Dhany

 

Kata Kunci: Kompetensi Profesional, Intensitas Bimbingan Belajar oleh Orang Tua, Prestasi Belajar Siswa Keberhasilan pembelajaran ditunjukkan dengan meningkatnya prestasi belajar siswa. Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya yaitu kompetensi profesional guru dan intensitas bimbingan belajar oleh orang tua. Apabila seorang guru mengajar dengan baik dan dapat menguasai bahan pengajaran maka akan menimbulkan persepsi siswa yang baik pula. Hal ini akan membuat siswa bersemangat dalam menerima pelajaran. Bimbingan belajar yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya juga akan membantu anak tersebut siap menerima pelajaran di sekolah sehingga akan berpengaruh terhadap prestasi belajarnya. Penelitian kali ini akan mengkaji mengenai pengaruh persepsi siswa tentang kompetensi profesional dan intensitas bimbingan belajar oleh orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1. Adanya pengaruh persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru terhadap prestasi belajar, 2. Adanya pengaruh persepsi siswa tentang intensitas bimbingan belajar oleh orang tua terhadap prestasi belajar, dan 3. Adanya pengaruh yang lebih dominan antara kompetensi profesional guru dan intesitas bimbingan belajar oleh orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Akuntansi SMKN 1 Kraksaan Probolinggo tahun pelajaran 2010/2011 dengan jumlah 74 siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi dengan dengan metode pengambilan sampel secara keseluruhan dari jumlah populasi. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket dan dokumentasi yang dianalisis melalui regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh positif persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru terhadap prestasi belajar siswa sebesar 0,620, (2) Terdapat pengaruh positif antara intensitas bimbingan belajar ornag tua terhadap prestasi belajar terhadap prestasi belajar siswa sebesar 0,211, dan (3) Kompetensi profesional guru mempunyai pengaruh yang dominan terhadap prestasi belajar siswa sebesar 44,02%.

Analisis kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam karangan siswa Sekolah Pirayanawin Klonghin Wittya Pattani Thailand Selatan / Alfina Wardani

 

ABSTRAK Wardani, Alfina. 2016. Analisis Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Tulisan Siswa Sekolah Pirayanawin Klonghin Wittaya Thailand Selatan. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Abdul Syukur Ibrahim, (2) Dr. H. Imam Agus Basuki, M.Pd Kata Kunci: kesalahan penggunaan bahasa, ejaan, pilihan kata, kalimat Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam karangan siswa Thailand yang meliputi: (1) kesalahan ejaan, (2) kesalahan pilihan kata, dan (3) kesalahan kalimat. Penelitian mengenai analisis kesalahan penggunaan bahasa ini penting dilakukan sebab sangat berguna sebagai kelancaran program pengajaran bahasa yang sedang dilaksanakan. Penelitian ini didasarkan pada teori mengenai analisis kesalahan berbahasa. Kesalahan berbahasa terjadi jika terdapat ketidaksesuaian penggunaan bahasa dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa yang sedang dipelajari. Analisis kesalahan berbahasa adalah suatu teknik untuk menidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasi secara sistematis kesalahan-kesalahan yang dibuat siswa yang sedang belajar bahasa asing dengan menggunakan teori-teori dan prosedur-prosedur berdasarkan linguistik. Penelitian ini masuk ke dalam ranah linguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan jenis penelitian deskriptif. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama penelitian, yakni merancang, melaksanakan, dan melaporkan sendiri hasil penelitian. Sebagai instrumen utama, peneliti menggunakan sejumlah instrumen pendukung untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Sumber data penelitian ini adalah karangan siswa Mutawassit 3 atau setara kelas 3 SMP di Sekolah Pirayanawin Klonghin Wittaya, Thailand Selatan. Data penelitian ini adalah kesalahan berbahasa dalam tulisan siswa. Kegiatan analisis data dimulai dengan pengumpulan data, identifikasi data, kategorisasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kesalahan penggunaan bahasa Indonesia yang dilakukan siswa Pirayanawin Klonghin Wittaya Thailand Selatan, antara lain: (1) kesalahan ejaan yang meliputi kesalahan penggunaan huruf kapital, kesalahan penggunaan tanda titik dan tanda hubung, dan kesalahan penulisan kata; (2) kesalahan pilihan kata yang meliputi kesalahan ketepatan kata, kesalahan bentukan kata, dan kesalahan penggunaan kata asing; dan (3) kesalahan kalimat yang meliputi kesalahan struktur, kesalahan kesejajaran, dan kesalahan kehematan.

Studi tentang manajemen olahraga di Pondok Pesantren Mathlabul Ulum kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep / oleh Imam Syafi'i

 

Pengaruh hasil belajar mata diklat produktif terhadap prestasi praktik kerja industri (Prakerin) siswa kelas XII Akuntansi SMK Negeri 1 Turen Kabupaten Malang / Andika Widiarsa

 

Kata Kunci: Hasil Belajar Mata Diklat Produktif, Prestasi Praktik Kerja Industri (Prakerin). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai lembaga pendidikan yang bertujuan menciptakan lulusan siap kerja dituntut untuk mampu memenuhi tantangan sebagai penyedia lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Berbeda dengan sekolah menengah tingkat atas lainnya, kegiatan belajar di SMK menggunakan dua macam sistem belajar yaitu yang biasa disebut pendidikan sistem ganda. Dengan pendidikan sistem ganda, siswa SMK diwajibkan untuk menempuh kegiatan belajar dalam dua lingkungan belajar yang berbeda. Lingkungan pertama adalah sekolah, dimana siswa belajar tentang pemahaman materi. Lingkungan belajar yang kedua adalah dunia usaha, dimana siswa belajar dari pengalaman saat melakukan praktik kerja di industri. Kedua kegiatan dan lingkungan belajar saling berhubungan satu sama lain. Dengan adanya pemahaman tentang materi mata diklat khususnya mata diklat produktif secara baik, tentunya akan membantu kelancaran siswa dalam melaksanakan kegiatan praktik kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hasil belajar mata diklat produktif terhadap prestasi prakerin. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII Program Keahlian Akuntansi di SMK Negeri 1 Turen tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini adalah penelitian populasi yang tidak menggunakan teknik pengampilan sampel, karena subjek yang diteliti sedikit, hanya 69 siswa, kurang dari 100. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa rata-rata nilai dari 15 kompetensi keahlian pada mata diklat produktif yang diperoleh dari buku rapor dan nilai prakerin siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil belajar mata diklat berpengaruh terhadap prestasi prakerin. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman mata diklat produktif yang baik berakibat pada kemampuan prakerin siswa sehingga nilai prakerinnya baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah teknik pengambilan data, misalnya dengan wawancara. Selain itu melakukan observasi lebih dalam mengenai keabsahan data khususnya nilai prakerin, dan menambah variabel bebas, misalnya variabel motivasi dan/atau kesesuaian tempat prakerin.

Pengembangan modul dasar pengukuran listrik (alat ukur listrik) pada Program Studi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi / Wuriyaningsih

 

ABSTRAK Wuriyaningsih. 2016. Pengembangan Modul Dasar Pengukuran Listrik (Alat Ukur Listrik) pada Program Studi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd, (2) Drs. Hari Putranto. Kata Kunci: pengembangan, modul dasar pengukuran listrik (alat ukur listrik). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara ditemukan bahwa, buku yang digunakan untuk mengajar matapelajaran Dasar Pengukuran Listrik khususnya yang membahas teori tentang alat ukur listrik masih belum sesuai dengan Kompetensi Dasar pada silabus program studi keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Kegiatan belajar mengajar berjalan dengan kondusif namun terdapat beberapa siswa yang tidak fokus mendengarkan penjelasan guru. Hal ini berdampak pada penguasaan dan pemahaman siswa kurang optimal dikarenakan pengetahuan yang didapatkan masih bersumber dari guru, sehingga referensi yang dibutuhkan untuk menunjang matapelajaran Dasar Pengukuran Listrik sangat berpengaruh pada proses pembelajaran. Penelitian yang berjudul “Pengembangan Modul Dasar Pengukuran Listrik (Alat Ukur Listrik) pada Program Studi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi”, bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar berupa modul yang dapat membantu guru dan siswa dalam mempelajari materi dasar pengukuran listrik khususnya materi alat ukur listrik. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan Sugiyono. Prosedur pengembangan modul pada penelitian meliputi 10 tahap, yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi masal. Hasil dari penelitian berupa modul pembelajaran yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh validasi ahli materi 1 yang menyatakan 90.21 % valid, validasi ahli materi 2 yang menyatakan 92.39 % valid, validasi ahli media menyatakan 89.70% valid, uji coba kelompok kecil menyatakan 86.03 % layak digunakan dan uji coba kelompok besar menyatakan 85.59 % layak. Berdasarkan persentase tersebut, maka modul dasar pengukuran listrik (alat ukur listrik) ini layak dan dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran pada matapelajaran Dasar Pengukuran Listrik.

Strategi pembelajaran teknik dasar sepakbola menendang dan menghentikan bola untuk siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Bluto Kabupaten Sumenep / oleh Sukrisnoto

 

Motif berolahraga santri putra Pondok Pesantren Miftahul Huda Klojen Malang / oleh Fashihul Himam

 

Analisis SWOT sebagai dasar keputusan strategi pemasaran pada PT. Mizan Media Utama Bandung / Handito Aji Basuki

 

Kata kunci : Analisis SWOT, Strategi Pemasaran. SWOT analisis, digunakan perusahaan agar dapat menentukan strategi efektif yang sejauh mungkin memanfaatkan kesempatan yang berlandaskan pada kekuatan yang dimiliki perusahaan, mengatasi ancaman yang datang dari luar, serta memperbaiki kelemahan yang ada. SWOT analysis melaksanakan analisis dan diagnosis keunggulan strategis untuk mengidentifikasi dengan jelas kekuatan serta kelemahan perusahaan pada waktu saat ini. PT. Mizan Media Utama cukup memiliki potensi yang sangat baik dalam memasarkan produknya, hal ini di dukung oleh banyaknya minat masyarakat Indonesia yang sekarang ini senang membaca, baik komik, novel dan beberapa kumpulan cerpen. Dalam situasi yang sekarang ini banyak penerbit baru yangn bermunculan, ini bisa menjadikan pesaing yang kuat atau sebaliknya, tergantung dari strategi yang diterapkan oleh PT. Mizan Media Utama Bandung Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi PT. Mizan Media Utama , analisis SWOT pada PT. Mizan Media Utama,strategi pemasaran PT. Mizan Media Utama berdasarkan Analisis SWOT Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan mengenai gejala yang ada sesuai dengan keadaan saat penelitian dilakukan, dengan menghasilkan data berupa kata tertulis, lisan dari individu perilaku yang diamati secara sistematis, faktual dan aktual. Hasil menunjukan Berdasarkan uraian pada pada bab sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut ; lingkungan internal yang ada di PT.Mizan adalah faktor-faktor yang ada dalam organisasi yang dapat dikendalikan dan dapat mempengaruhi keputusan organisasi. Faktor-faktor tersebut berupa struktur organisasi, sarana dan prasarana, sumber daya, layanan, dan teknologi. Sedangkan lingkungan eksternal adalah faktor-faktor yang berada di luar organisasi yang tidak dapat dikendalikan oleh organisasi dan dapat mepengaruhi keputusan organisasi. Dari hasil analisis SWOT yang dilakukan PT.Mizan tergolong dalam kuadran I yaitu strategi agresif. Perencanaan strategis pada perusahaan adalah proses yang berkesinambungan, oleh karena itu perlu dilakukan upaya evaluasi yang terus menerus, sehingga program-program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan

Pengembangan alat evaluasi hasil belajar siswa (teknik tes) berbasis permaninan (game) edukatif mata pelajaran ekonomi kelas X IIS semester genap SMA Negeri 6 Malang / Isnaini

 

ABSTRAK Isnaini. 2016. Pengembangan Alat Evaluasi Hasil Belajar Siswa (Teknik Tes) berbasis Permainan (Game) Edukatif Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IIS Semester Genap SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono, M.Pd., (II) Dr. H. Agung Haryono, S.E., M.P., Ak. Kata Kunci: alat evaluasi hasil belajar siswa (teknik tes), permainan (game) edukatif Kegiatan evaluasi hasil belajar siswa merupakan proses sistematis yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan evaluasi diperlukan suatu alat untuk mengetahui seberapa efektif kegiatan pembelajaran tersebut. Alat evaluasi tersebut dapat berupa tes maupun nontes. Seorang pendidik (guru) umumnya melakukan evaluasi hasil belajar (teknik tes) dengan kegiatan tes lisan dan tes tulis atau ulangan. Hal ini membuat siswa bosan dan enggan untuk mengikutinya. Berkaitan dengan hal itu, diperlukan sebuah inovasi baru untuk mengemas kegiatan evaluasi hasil belajar siswa (teknik tes) menjadi kegiatan evaluasi yang menyenangkan, salah satunya dengan media permainan edukatif. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah buku yang berisikan lima belas permainan edukatif beserta contoh soal yang dapat digunakan sebagai alat evaluasi hasil belajar siswa. Buku tersebut dapat dijadikan panduan atau petunjuk dalam kegiatan evaluasi hasil belajar siswa (teknik tes) sehingga mendukung guru untuk lebih kreatif, inovatif, serta kreatif. Pengembangan alat evaluasi hasil belajar siswa (teknik tes) berbasis permainan edukatif ini diharapkan dapat membantu guru ekonomi kelas X SMA Negeri 6 Malang dalam melaksanakan kegiatan evaluasi pembelajaran. Model penelitian dan pengembangan ini menggunakan rancangan Research and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan model Borg and Gall yang telah dimodifikasi menjadi 8 tahap, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) produk akhir. Data penelitian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari angket (penilaian ahli media, ahli materi, guru ekonomi), pretest dan posttest, sedangkan data kualitatif diperoleh dari tanggapan, komentar, atau saran para validator dan guru ekonomi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan data kuantitatif (deskriptif persentase, uji normalitas, uji homogenitas, uji validitas soal tes, dan uji t). Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut. Pertama, sesuai hasil penilaian para validator dan guru ekonomi dengan nilai persentase 94% dari ahli media, 90% dari ahli materi, dan 86% dari guru ekonomi, maka dapat dikatakan bahwa alat evaluasi hasil belajar siswa (teknik tes) berbasis permainan edukatif ini sangat layak digunakan pada kegiatan evaluasi hasil belajar siswa. Kedua, berdasarkan hasil analisis nilai pretest, posttest, dan gain value menunjukkan adanya perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Nilai pretest untuk kelas kontrol dan eksperimen tidak jauh berbeda, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen sama/setara. Namun setelah diberi perlakuan yang berbeda, terdapat perbedaan nilai posttest. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat pula pada rata-rata gain value dari kedua kelas, dimana gain value kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Selain itu jumlah siswa yang memenuhi KKM pada kelas eksperimen lebih banyak daripada kelas kontrol.

Pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, struktur komisaris independen, dan komite audit terhadap manajemen laba dan kinerja perusahaan / Candra Dwi Tanoyo

 

Kata kunci: manajemen laba, kinerja perusahaan, kepemilikan manajerial, institusional, komisaris independen, komite audit. Kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, struktur komisaris independen, dan komite audit merupakan bagian dari mekanisme corporate governance yang berpengaruh terhadap manajemen laba dan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh secara parsial maupun simultan antara kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, struktur komisaris independen dan komite audit terhadap manajemen laba dan kinerja perusahaan, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teori terutama kajian akuntansi keuangan mengenai agency theory dan konsekuensinya terhadap manajemen laba dan kinerja perusahaan. Selain itu dapat dijadikan acuan penelitian yang lebih baik di masa yang akan datang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode explanatory research. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis regresi linear berganda, dengan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, struktur komisaris independen, dan komite audit sebagai variabel independen sedangkan manajemen laba dan kinerja perusahaan sebagai variabel dependen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, struktur komisaris independen, dan komite audit berpengaruh baik secara parsial ataupun simultan terhadap manajemen laba dan kinerja perusahaan, Berdasarkan hasil penelitian juga menunjukkan variabel independen yang paling berpengaruh terhadap manajemen laba adalah struktur komisaris independen sedangkan variabel independen yang paling berpengaruh terhadap kinerja perusahaan adalah kepemilikan institusional, Hasil penelitian ini, juga masih tidak terlepas dari keterbatasan penelitian diantaranya: mekanisme corporate governance sebagai variabel independen hanya terbatas pada kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, struktur komisaris independen, dan komite audit, rentang periode yang digunakan hanya 3 (tiga) tahun, model untuk menghitung nilai discretionary accrual sebagai indikator pengukuran nilai manajemen laba hanya terbatas pada model Jones yang dimodifikasi. Sedangkan indikator pengukuran kinerja perusahaan hanya terbatas pada rumus Tobin’s Q. Beberapa rekomendasi dari peneliti yang dapat dilakukan oleh pihak peneliti berikutnya agar hasil penelitian dapat lebih digeneralisasikan diantaranya adalah dengan: menambah jumlah mekanisme corporate governance sebagai variabel independen penelitian, dan memperpanjang rentang periode penelitian, serta menambah jenis model dan rumus yang digunakan sebagai indikator pengukuran variabel dependen penelitian (manajemen laba dan kinerja perusahaan).

Perbedaan prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMAN 1 Papar Kabupaten Kediri antara yang diajar dengan metode jigsaw dan TGT (Teams Games Tournament) / Yola Jefrina Wijayanti

 

Kata kunci: jigsaw, TGT, dan prestasi belaja Kualitas pembelajaran bukan hanya dilihat dari hasil belajar saja, tetapi juga dilihat dari proses pembelajarannya. Agar siswa tidak merasa bosan dan ikut aktif dalam proses pembelajaran perlu digunakan model pembelajaran kooperatif. Ada beberapa model pembelajaran kooperatif learning yang dapat digunakan guru misalnya TGT (team games tournament) dan jigsaw. Kedua model pembelajaran ini sama-sama bagus untuk digunakan meningkatkan keaktifan siswa. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk menganalisis hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMAN 1 Papar. (2) Untuk menganalisis hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran TGT (Teams games tournament) pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMAN 1 Papar. (3) Untuk menganalisis perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw dan model pembelajaran TGT (teams games tournament) pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMAN 1 Papar. Penelitian ini dilakukan di SMA negeri 1 Papar pada bulan November 2010, yang menjadi subyek penelitian adalah kelas XI IPS 1 dan kelas XI IPS 3 dan keduanya sebagai kelas eksperimen. Pada kelas XI IPS 1 diberi perlakuan dengan model pembelajaran TGT (teams games tournament) sedangkan kelas XI IPS 3 diberi perlakuan dengan model pembelajaran jigsaw. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu. Teknik pengumpulan data melalui tes (pre test dan post test). Data dianalisis dalam penelitian ini adalah data hasil belajar. Analisis data hasil belajar dilakukan dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji-t. Setelah kedua kelas diberi perlakuan berbeda hasilnya menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran jigsaw dan TGT (teams games tournament). Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,042 < 0,05 dan nilai thitung 2,077 > ttabel 1,697, maka dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran model jigsaw lebih tinggi daripada nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran TGT (teams games tournament) pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMAN 1 Papar. Saran yang peneliti sampaikan antara lain (1) Model pembelajaran jigsaw dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi yang membutuhkan pemecahan masalah melalui diskusi. Namun tidak dipungkiri bahwa model pembelajaran TGT (teams games tournament) juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (2) Dalam menerapkan model pembelajaran jigsaw ataupun hendaknya guru mengalokasikan waktu sebaik mungkin agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. (3) Guru hendaknya memberi pengawasan penuh pada saat proses diskusi berlangsung agar proses belajar kelompok dapat benar-benar kooperatif.

Pembuatan cookies lidah kucing dengan substitusi tepung labu kuning / Mima Maulidia Kusuma Wardani

 

Kata Kunci: cookies, labu kuning, uji kesukaan Labu kuning (Cucurbita mochata) memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Kandungan gizi yang dimiliki labu kuning antara lain protein (1,1 g/100 g), lemak (0,3 g/100 g), karbohidrat (6,6 g/100 g), kalsium(45 mg/100 g) fosfor (64 g/ 100 g), vitamin A(1,4 SI), vitamin B1 (180 mg/ 100 g), vitamin C (0,08 mg/100 g) dan air (91,2 g/100 g). Labu kuning dapat dijadikan bahan pangan karena kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Uji coba pembuatan cookies dengan substitusi tepung labu kuning telah dilakukan, masalah yang terjadi selama uji coba adalah tekstur cookies yang kurang renyah. Hal tersebut disebabkan karena proses pengolahan labu kuning kurang tepat serta formulasi resep tidak tepat. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang tepat dalam pembuatan cookies lidah kucing dengan subtitusi tepung labu kuning, serta untuk mengetahui uji kesukaan konsumen terhadap warna, tesktur dan rasa cookies lidah kucing dengan subtitusi tepung labu kuning. Uji coba diawali dengan pembuatan tepung labu kuning, proses yang dilakukan pencucian, pengupasan, pengecilan ukuran, perebusan, pengeringan dan penggilingan labu kuning menjadi tepung. Proses selanjutnya adalah dengan uji coba formulasi resep yang dilakukan sebanyak 2 kali hingga didapatkan hasil formulasi resep yang tepat. Formulasi ke 2 dengan mensubtitusi tepung labu kuning menghasilkan cookies lidah kucing yang tepat dengan jumlah tepung terigu sebanyak 100 g dan tepung labu kuning sebanyak 50 g. Hasil yang diperoleh yaitu warna orange muda, tekstur renyah dan rasa manis. Hasil dari uji kesukaan terhadap cookies lidah kucing dengan substitusi tepung labu kuning yaitu lebih dari setengah (70%) responden menyatakan suka dengan warna cookies lidah kucing dengan subtitusi tepung labu kuning. Hasil dari uji kesukaan terhadap cookies lidah kucing dengan subtitusi tepung labu kuning yaitu lebih dari setengah (53,3%) responden menyatakan suka dengan rasa cookies lidah kucing dengan subtitusi tepung labu kuning. Hasil dari uji kesukaan terhadap cookies lidah kucing dengan subtitusi tepung labu kuning yaitu lebih dari setengah (64,4%) responden menyatakan suka dengan tekstur cookies lidah kucing dengan subtitusi tepung labu kuning.

Pengaruh perhatian orang tua dan status sosial ekonomi orang tua terhadap rasionalitas ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang / Ayu Pradipta Pramana Putri

 

Kata kunci: pengaruh perhatian orang tua, status sosial ekonomi orang tua dan rasionalitas ekonomi siswa Fenomena-fenomena ekonomi yang ingin diterangkan ialah bagaimana manusia yang mempunyai kehendak bebas mampu dikaitakan oleh hukum-hukum ekonomi atau dengan kata lain disebut rasional.. Fenomena tersebut tentunya masih mengacu pada asumsi dasar yaitu homo economicus yang menekankan bahwa individu selalu digerakkan semata-mata oleh kepentingan pribadi atau motifnya untuk mendapatkan keuntungan. (Zamrozi, 1992), mengasumsikan bahwa manusia dalam perilaku ekonomi senantiasa bertindak rasional, artinya secara umum senantiasa tindakan manusia telah direncanakan sebelumnya dan dilakukan secara sadar melalui pemikiran yang matang. Dikaitkan dengan upaya pendidikan untuk kepentingan penanaman rasionalitas ekonomi, maka pendidikan ekonomi di sekolah seharusnya memberikan kontribusi yang berarti. Mulai dari kurikulum, materi pembelajaran, hingga kegiatan pembelajaran di sekolah, selayaknya diorientasikan untuk menanamkan sikap dan perilaku ekonomi yang bercirikan rasionalitas. Sejalan dengan itu, mata pelajaran ekonomi memiliki peran penting dalam membentuk sikap rasional, terutama pada pengambilan keputusan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang (1) Apakah ada pengaruh perhatian orang tua terhadap rasionalitas ekonomi siswa kelas X di SMA Negeri 9 Malang? (2) Apakah ada pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap rasionalitas ekonomi siswa kelas X di SMA Negeri 9 Malang? (3) Apakah ada pengaruh perhatian dan status sosial ekonomi orang tua terhadap rasionalitas ekonomi siswa kelas X di SMA Negeri 9 Malang? Hipotesis yang diuji adalah: terdapat pengaruh signifikan perhatian orang tua dan status sosial ekonomi orang tua terhadap rasionalitas siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 78 siswa. Teknik pengambilan data menggunakan angket dengan jumlah pertanyaan perhatian orang tua 10 soal, status sosial ekonomi orang tua 11 soal dan rasionalitas ekonomi 25 soal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perhatian orang menurut persepsi siswa adalah 1,28 % Tidak Baik, 6,24 % Kurang Baik, 42,30% Cukup Baik,48,71 Baik dan 1,28 Sangat Baik. Status sosial ekonomi orang tua menurut persepsi siswa 1,28% Tidak Baik, 6,24% Kurang Baik, 34,62% Cukup Baik, 46, 14% Baik dan 11,54% Sangat Baik. Sedangkan rasionalitas ekonomi siswa menurut persepsi siswa adalah 2, 56% Kurang Baik, 39,74% Cukup Baik, 47,45% Baik dan 10,25% Sangat Baik. Dari hasil analisis data perhatian orang tua (X1) terhadap Rasionalitas ekonomi Siswa (Y) diperoleh nilai signifikansi =0,001 < α = 0,05 dan thitung = 1.776 > ttabel = 1.664. Maka dapat diketahui bahwa Ha diterima yang berarti ”ada pengaruh yang signifikan antara perhatian orang tua terhadap rasionalitas ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang”. Sedangkan hasil analisis data status sosial ekonomi orang tua (X2) terhadap Rasionalitas Ekonomi Siswa (Y) diperoleh nilai signifikansi =0,000 < α = 0,05 dan thitung = 9.548 > ttabel = 1.664. Maka dapat diketahui bahwa Ha diterima yang berarti ”ada pengaruh yang signifikan antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap rasionalitas ekonomi siswa kelas SMA Negeri 9 Malang”. Berdasarkan keseluruhan analisa yang yang telah dilakukan pada pengaruh perhatian orang tua dan status sosial ekonomi orang tua terhadap rasionalitas ekonomi siswa adalah baik. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah perbendaharaan kepustakaan Universitas Negeri Malang, yang dapat digunakan sebagai bahan kajian bagi pembaca. Bagi Siswa diharapkan siswa dapat lebih rasional lagi dalam setiap melakukan kegiatan ekonomi. Bagi Guru hendaknya guru SMA Negeri 9 Malang utamanya guru mata pelajaran ekonomi selalu memperhatikan perkembangan pendidikan anak didiknya dengan cara tidak membeda-bedakan peserta didik dari tingkat status sosial ekonomi keluarganya akan tetapi lebih memperhatikan perkembangan dan mempertahankan minat belajar peserta didik terutama pada mata pelajaran ekonomi.

Perilaku sosial masyarakat pengemar batu akik di DEsa Prigi Kecamatan Watu Limo Kabupaten Trenggalek / Fridha Yuantoro

 

ABSTRAK Yuantoro, Fridha.2016. Perilaku Sosial Masyarakat Penggemar Batu Akik Di Desa Prigi Kecamatan Watu Limo Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraaan Jurusan Pendidikan Hukum Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al Hakim, M. Si, (II) Drs. Margono, M.Pd, M.Si Kata kunci : fenomena sosial, masyarakat, kegemaran, batu akik Masyarakat Indonesia saat ini telah digemparkan dengan adanya batu akik. Hampir setiap masyarakat di setiap daerah memperbincangkan tentang batu akik. Semua golongan dari masyarakat baik dari golongan atas, menengah dan bawah melebur dalam membicarakan batu akik. Banyak orang yang menggemari dan mencari batu akik tersebut terkesan pada keindahan dan keunikan yang dimiliki batu akik dan juga sebagai suatu hal yang berhubungan dengan gaib atau lainnya. Penggemar batu akik terkadang rela membeli dengan harga yang tinggi tanpa berfikir secara rasional akan kebutuhan yang lebih utama. Hal tersebut dilakukan penggemar batu akik hanya sekedar untuk memuaskan diri mereka dalam mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Mendskripsikan pandangan masyarakat terhadap fenomena kegemaran masyarakat terhadap batu batu akik; (2) menjelaskan ragam batu akik yang digemari oleh masyarakat; (3) Menjelaskan keyakinan masyakat terhadap batu akik; dan (4) Mendeskripsikan perilaku sosial masyarakat penggemar batu akik dalam mendapatkan batu akik yang mereka gemari. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian adalah kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dengan mengunakan metode pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Teknik analisa data dimulai dengan melakukan wawancara, membuat transkrip hasil wawancara, kemudian menulis hasil wawancara tersebut kedalam transkrip, selanjutnya dilakukan reduksi data. Aktifitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan verification. dan pengecekan keakbsahan data menggunakan uji kredibilitas melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan analisis tersebut, diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: 1) Pandangan masyarakat terhadap fenomena perilaku sosial masyarakat terhadap kegemaran batu batu akik di Desa Prigi Kecamatan Watu Limo Kabupaten Trenggalek: (a) fenomena batu akik dapat digunakan sebagai alternatif mata pencaharian baru yang dapat menambah pendapatan dalam keluarga; (b) para masyarakat di desa prigi banyak yang membuka jasa pembuatan batu akik; (c) Kemuculan batu akik memberikan lahan pekerjaan baru di bidang jasa bagi warga masyarakat sekitar di desa Prigi; (d) penggunaan batu akik dapat memberikan citra nilai adat budaya; dan (e) Pengetahuan masyarakat dengan seluk-beluk dari batu akik salah satunya juga digambarkan dari pengetahuan membedakan batu akik dan batu mulai atau permata. 2) Ragam batu akik yang digemari oleh masyarakat Prigi Kecamatan Watu Limo Kabupaten Trenggalek ragam jenisnya banyak, hal ini juga terjadi di masyarakat desa prigi berbagai jenis batu akik juga menjadi kegemarannya. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan untuk memiliki jenis batu akik apa, yang didasarkan pada model warna, manfaat dan keindahan yang ditampilkan. 3) Keyakinan Masyakat Di Desa Prigi Kecamatan Watu Limo Kabupaten Trenggalek Terhadap Batu Akik dijabarkan menjadi penggemar mistis, energi dan warna atau bentuk. 4) Perilaku sosial masyarakat penggemar batu akik di Desa Prigi Kecamatan Watu Limo Kabupaten Trenggalek: (a) Para penggemar batu akik mayoritas memiliki kegemaran yang berlebihan terhadap batu akik; (b)Alasan mengumpulkan batu akik karena penggemar batu akik merasa kurang lengkap apabila tidak memiliki macam-macam batu akik; (c) orang yang menggemari batu akik tersebut terkesan pada keindahan dan keunikan yang dimiliki batu akik dan juga sebagai suatu hal yang berhubungan dengan gaib atau lainnya; (d) Penggemar batu akik merasa puas dan senang apabila dapat mengumpulkan dan mempunyai semua macam-macam batu akik; dan (e) Para penggemar batu akik mengatakan rela mengeluarkan uang yang banyak untuk batu akik karena menurut beberapa penggemar batu akik merasa malu dan tidak percaya diri kalau memakai batu akik yang murahan dan jelek. Saran yang diajukan pada Pemerintah Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Trenggalek hendaknya lebih memperhatikan keberadaan para penggemar batu akik dalam mengembangkan usahanya dengan cara memberikan pembinaan dalam hal pembuatan kerajinan batu akik, pemasaran hasil produksi dan lain- lainnya yang menyangkut usaha kerajinan tersebut secara berkala dan secara rutin. Dengan adanya penelitian ini, semoga dapat meningkatkan wawasan kita,sehingga lebih bijaksana dalam menyikapi dan menghadapi pergeseran budaya terhadap perkembangan zaman yang semakin pesat ini.

Tindak pembelajaran yang berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan interpersonal siswa sekolah dasar : studi etnografi di MIN Malang I / oleh Syahniar

 

Penerapan metode activity based costing dalam perhitungan harga pokok produksi non pupuk di PT Petrokimia Gresik / Emilia Khoirunissa

 

Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, Metode Activity Based Costing Startegi-strategi yang dilakukan oleh perusahaan dapat bersaing adalah dengan efisiensi biaya, meningkatkan produktifitas, meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan kemampuan untuk memberikan respon terhadap berbagai kebutuhan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode activity based costing dan menjelaskan perbedaan hasil perhitungan harga pokok produksi di PT Petrokimia Gresik dengan harga pokok produksi activity based costing Penelitian ini merupakan studi kasus di PT Petrokimia Gresik. Teknik analisis data yang digunakan untuk menentukan harga pokok produksi dengan menggunakan activity based costing yang mengkonsumsi overhead pabrik melalui dua tahap alokasi yaitu tahap pertama, mengidentifikasi biaya ke berbagai aktivitas dan tahap kedua, menentukan biaya ke berbagai masing-masing produk. Setelah dua tahap itumenghasilkan biaya overhead pabrik kemudian hasilnya dijumlahakan dengan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, setelah itu dijumlahkan dengan BDP awal, dan dikurangi dengan persediaan BDP akhir, sehingga menghasilkan perhitungan harga pokok produksi. Hasil perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode activity based costing menunjukan hasil per unitnya yaitu pada produk Asam Phospat sebesar Rp153,862.17, produk Alumunium Flurida sebesar Rp 513,470.92, sedangkan produk Cement Retarder sebesar Rp 6,280.11 dan produk Purified Gypsium sebesar Rp 59,428.11. Dari hasil perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode activity based costing harga pokok produksi pada produk Purified Gypsium mengalami undercost, sedangkan sebaliknya pada produk Asam Phospat, Alumunium Flurida dan Cement Retarder mengalami overcost. Meskipun activity based costing dibandingakan dengan sistem konvensional, maka tetap saja activity based costing dalam menentukan harga pokok produksi lebih tepat dan akurat dari pada metode konvensional. Berdasarkankesimpulan di atas, dapat disarankan bahwa sebaiknya PT Petrokimia Gresik meninjau kembali penggunaan metode konvensional dan mempertimbangkan penggunaan metode activity based costing pada perhitungan harga pokok produksi hasil yang lebih cermat dan akurat selain itu dapat memberikan informasi yang jelas tentang tingkat laba dan menetapkan harga jual pasar.

Penggunaan model bermain peran untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa kelas XI Bahasa MA Almaarif Singosari Malang / Oon Syukron Ma'mun

 

Kata Kunci : Bermain peran, kemampuan berbicara, MA Almaarif Singosari. Pengajaran keterampilan berbicara seringkali terhambat oleh kurangnya kesempatan bagi siswa untuk belajar secara aktif karena proses belajar dan mengajar lebih banyak dengan metode ceramah. Perlu dilakukan tindakan untuk membuat pembelajaran berbicara bahasa Arab menjadi aktif, salah satunya dengan bermain peran. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan prosedur bermain peran untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab di kelas XI Bahasa MA Almaarif Singosari Malang, (2) mendeskripsikan aktivitas bermain peran kelas XI Bahasa MA Almaarif Singosari Malang, dan (3) mendeskripsikan hasil belajar kemampuan berbicara siswa kelas XI Bahasa MA Almaarif Singosari Malang melalui model bermain peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-kualitatif. Data kuantitatif berupa nilai/skor hasil belajar siswa selama berlangsungnya pengajaran kemampuan berbicara bahasa Arab dengan model bermain peran yang diterapkan oleh guru (peneliti). Sedangkan data kualitatif berupa aktivitas guru dan siswa dalam proses pengajaran kemampuan berbicara bahasa Arab dengan model bermain peran. Tindakan dilakukan sebanyak dua siklus, siklus I terdiri atas tiga pertemuan, dan siklus II terdiri atas dua pertemuan. Pada pertemuan pertama siklus I, peneliti masuk untuk memberi kosakata baru dan pembuatan kalimat dengan bantuan gambar yang ditayangkan lewat LCD. Pada pertemuan kedua, peneliti menerapkan pengajaran bahasa Arab dengan model bermain peran dengan memberi contoh ungkapan-ungkapan setiap tokoh, yaitu: dokter, perawat, pasien, dan apoteker berupa percakapan, kemudian guru (peneliti) membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk memerankan tokoh yang sudah ditetapkan kelompoknya dengan tema “ash-shihhah” secara lisan di depan kelas. Pada pertemuan ketiga, guru (peneliti) melakukan penilaian setiap kelompok yang maju untuk memerankan tokohnya masing-masing di depan kelas. Pertemuan ini digunakan sebagai evaluasi untuk mengukur keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas XI Bahasa dalam pembelajaran dengan menggunakan model bermain peran. Sedangkan pada pertemuan pertama siklus II, guru menggabungkan antara pemberian kosakata baru dan contoh dengan praktek permainan peran, dan pada pertemuan II, guru melakukan evaluasi atas pelaksanaan tindakan pada siklus II. Hasil setelah dilakukannya pengajaran kemampuan berbicara bahasa Arab dengan model bermain peran adalah terjadinya peningkatan kemampuan berbicara siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian keterampilan berbicara siswa pra tindakan iii dengan nilai rata-rata 81. Kemudian pada pertemuan I siklus I diperoleh nilai rata-rata 83,68, pada pertemuan II siklus I diperoleh nilai rata-rata 85,3, dan pada pertemuan III siklus I diperoleh nilai rata-rata 86,2. Sedangkan pada pertemuan I siklus II diperoleh nilai rata-rata 86,5, dan pada pertemuan II siklus II diperoleh 90,36. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan kepada kepala sekolah untuk memanfaatkan salah satu ruangan sebagai pusat pengembangan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa, sedangkan peneliti menyarankan kepada guru mitra untuk menjadikan model bermain peran sebagai salah satu pengajaran alternatif agar metode pengajaran yang diterapkan lebih bervariasi, dan kepada peneliti lain, peneliti menyarankan untuk melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan media berupa contoh pementasan drama berbahasa Arab dalam bentuk rekaman.

Peningkatan keterampilan lempar lembing gaya jingkat dengan menggunakan metode bermain modifikasi bagi siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Rejotangan Kabupaten Tulungagung / Bagus Wahyu Nugroho

 

Kata kunci: Peningkatan, Keterampilan, Lempar Lembing Gaya Jingkat, Metode Bermain Modifikasi. Lempar lembing gaya jingkat merupakan keterampilan melemparkan lembing dengan didahuli awalan berjingkat. Lempar Lembing merupakan salah satu materi atletik yang yang terdapat dalam standar kompetensi Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII. Salah satu kompetensi dasarnya yaitu siswa menguasai keterampilan lempar lembing. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa penguasaan keterampilan lempar lembing gaya jingkat VIII A SMP Negeri 2 Rejotangan masih kurang. Jumlah siswa kelas VIII A adalah 25 siswa, 14 diantaranya laki-laki dan 11 siswa perempuan, dari hasil observasi yang telah dilakukan, diketahui bahwa dari jumlah keseluruhan siswa yaitu 25, ternyata 18 siswa masih belum mencapai SKM yang telah yang ditentukan yaitu 75. Hal tersebut dikarenakan beberapa sebab seperti, bentuk fisik, malas, kurang konsentrasi, dan kurang mengetahui teknik. Oleh karena itu perlu adanya metode baru untuk penyampaian materi yaitu dengan penerapan metode bermain untuk menghindarkan siswa menjadi bosan dan kurang kreatif dalam menenerima pelajaran, agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik, maka unsur-unsur bermain harus diperhatikan karena unsur yang terkandung dalam permainan adalah kegembiraan dan keceriaan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan lempar lembing gaya jingkat siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Rejotangan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui satu siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Rejotangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi, tes. Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa. Pada observasi awal siswa yang pada awalnya 18 orang yang belum memenuhi standar ketuntasan minimal yaitu 75 berkurang menjadi 2 siswa yang belum memenuhi standar ketuntasan minimal. Dari hasil tersebut menunjukan peningkatan terhadap penguasaan keterampilan lempar lembing gaya jingkat yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test yang dilaksanakan pada saat pra tindakan dengan hasil post-test yang diberikan pada akhir penerapan. Selain hasil persentasi mengenai keterampilan lempar lembing gaya jingkat, diperoleh pula hasil dari pengamatan sikap siswa pada saat proses pembelajaran, pada siklus 1 pertemuan 1, siswa masih melakukan pemanasan sendiri tanpa didampingi oleh guru, siswa yang terlambat tidak ditegur oleh guru, siswa yang menyimpang tidak segera ditegur oleh guru, dan siswa tidak memperhatikan penjelasan guru saat guru menjelaskan. Namun pada pertemuan 2 sudah terlihat peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan pertemuan I, pada pertemuan 3 ini sudah tidak ada siswa yang terlambat, siswa menjadi lebih disiplin, siswa melakukan proses belajar dengan baik, dan siswa sudah menguasai keterampilan lempar lembing gaya jingkat dengan baik dan benar. Walaupun pada post-test siklus I ini masih terdapat siswa yang belum tuntas, ini adalah wajar karena cukup sulit untuk mencapai taraf keberhasilan 100% siswa tuntas semua. Peneliti menyarankan bagi guru bermanfaat untuk memperkaya pengetahuan dan model pembelajaran lempar lebing gaya jingkat yang sudah diperbaiki, bagi siswa digunakan sebagai pedoman belajar, bagi sekolah dapat digunakan sebagai tolok/patokan ukur untuk keberhasilan pembelajan Pendidikan Jasmani dan bagi peneliti dapat digunakan sebagai sumber referensi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian.yang berkaitan dengan materi pada skripsi ini.

Perbedaan hasil belajar kimia materi hidrolisis garam siswa SMA Negeri 1 Rejotangan Tulungagung yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing kolaboratif dan non kolaboratif tahun pelajaran 2012-2013 / Eprysca Noviasari

 

Noviasari, Eprysca. 2013. Perbedaan Hasil Belajar Kimia Materi Hidrolisis Garam Siswa SMAN 1 Rejotangan Tulungagung yang Dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Kolaboratif dan Non-Kolaboratif Tahun Pelajaran 2012-2013. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ridwan Joharmawan, M.Si., (2) Dr. Yudhi Utomo, M.Si. Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing Kolaboratif, Hasil Belajar.    Hasil belajar kimia materi hidrolisis garam di SMA Negeri 1 Rejotangan Tulungagung selama tahun pelajaran 2010-2011 dan 2011-2012 berturut-turut, hasil belajar siswa pada materi hidrolisis garam adalah 46,5 dan 48,0. Angka ini jauh dari standar ketuntasan minimal (SKM) di SMA Negeri 1 Rejotangan Tulungagung pada mata pelajaran kimia, yaitu 70,0. Untuk meningkatkan hasil belajar diperlukan inovasi dan kreatifitas guru dalam memilih dan menerapkan model pembelajaran yang sesuai dalam pembelajaran kimia. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing kolaboratif. Model pembelajaran inkuiri terbimbing kolaboratif merupakan gabungan dari model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran kolaboratif.    Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu (quasy experimental design). Populasi penelitian adalah semua siswa kelas XI IPA SMAN 1 Rejotangan Tulungagung tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari 5 kelas mulai dari XI IPA 1 sampai XI IPA 5. Penentuan kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan secara cluster random sampling sehingga diperoleh kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing kolaboratif dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen perlakuan (silabus dan RPP) dan instrumen pengukuran (tes hasil belajar dan lembar observasi). Instrumen pengukuran dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Terdapat 20 soal yang memenuhi syarat digunakan sebagai instrument pengukuran. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif berupa uji hipotesis (uji t) dengan signifikansi α = 0,05. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS 16 for Window.    Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing kolaboratif lebih tinggi non kolaboratif. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata hasil belajar kognitif kelas ekperimen lebih tinggi dibanding dengan kelas kontrol yaitu 61,03, dan 48,62. penelitian ini menyarankan digunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing kolaboratif untuk materi hidrolisis garam pada pembelajaran berikutnya di sekolah.dan mengkaji pengaruh penerapan model inkuiri terbimbing kolaboratif terhadap variabel yang lainnya, misalnya pada motivasi belajar, pemahaman konsep, perbedaan sikap siswa dan kemampuan berpikir tingkat tinggi

Studi kunjungan harian arthropoda pada tumbuhan liar Centella asiatica L. dan Synedrella modiflora (L) Gaertin di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Dora Dayu Rahma Turista

 

Kata Kunci: Komposisi, Kunjungan Harian, Arthropoda, Centella asiatica L., Synedrella nodiflora (L) Gaertn Arthropoda merupakan filum yang mencakup famili-famili yang mempunyai peran ekologis sebagai hama maupun musuh alami. Centella asiatica L. dan Synedrella nodiflora (L) Gaertn merupakan tumbuhan liar yang keberadaannya dapat ditemui di perkebunan teh. Tumbuhan liar memiliki peran yang menguntungkan bagi Arthropoda dengan cara menyediakan habitatnya. Keberadaan tumbuhan liar dalam Agroekosistem sangat penting untuk menjaga musuh alami sehingga hama terkendali. Setiap makhluk hidup memiliki distribusi temporal yang berbeda-beda dan sampai saat ini belum ada penelitian mengenai hal tersebut di area Kebun Teh Wonosari, Singosari, Kabupaten Malang sehingga dilakukan penelitian yang terkait dengan distribusi temporal Arthropoda. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui komposisi dan frekuensi kunjungan harian Arthropoda pada tumbuhan liar Centella asiatica L. dan Synedrella nodiflora (L) Gaertn di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang, (2) untuk mengetahui pola distribusi tempo kunjungan harian Arthropoda pada tumbuhan liar Centella asiatica L. dan Synedrella nodiflora (L) Gaertn di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang, (3) untuk mengetahui faktor lingkungan yang berpengaruh paling besar terhadap frekuensi kunjungan harian Arthropoda pada tumbuhan liar Centella asiatica L. dan Synedrella nodiflora (L) Gaertn di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan di Kebun Teh Wonosari, Singosari, Kabupaten Malang pada bulan Maret 2011. Penentuan tumbuhan amatan dilakukan dengan cara acak di klon TRI 2025. Metode pengamatan yang dipakai adalah metode visual controll. Pengamatan dilakukan sebanyak 10 kali ulangan yang terdiri dari 11 tempo dengan durasi 15 menit. Faktor abiotik yang diukur meliputi suhu, kelembapan udara, intensitas cahaya, dan kecepatan angin. Pengamatan faktor abiotik dilakukan bersamaan dengan pengamatan kunjungan Arthropoda. Data komposisi dan frekuensi dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Data distribusi temporal dianalisis secara deskriptif. Data faktor abiotik dianalisis menggunakan regresi ganda bertahap (stepwise multiple regression). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) ada perbedaan komposisi dan frekuensi kunjungan harian Arthropoda pada tumbuhan liar Centella asiatica L. dan Synedrella nodiflora (L) Gaertn, (2) ada perbedaan distribusi temporal Arthropoda pengunjung tumbuhan liar Centella asiatica L. dan Synedrella nodiflora (L) Gaertn, (3) pada waktu tertentu faktor abiotik memiliki pengaruh terbesar terhadap frekuensi kunjungan Arthropoda pada tumbuhan liar Centella asiatica L.

Pengaruh kebijakan investasi terhadap nilai perusahaan yang dimediasi oleh kebijakan pendanaan dan kebijakn dividen (Studi pada perusahaan publik yang terdaftar di BEI tahun 2009) / Muhammad Iqbal Al Muchlisun

 

Kata kunci: nilai perusahaan, kebijakan pendanaan, kebijakan dividen, dan kebijakan investasi. Maksimalisasi nilai perusahaan merupakan tujuan utama bagi perusahaan publik. Dalam memaksimalkan nilai perusahaan, pihak manajemen dihadapkan pada tiga kebijakan keuangan yang sangat penting, yaitu kebijakan pendanaan, kebijakan dividen, dan kebijakan investasi. Ketiga kebijakan tersebut saling berkaitan dan setiap kebijakan keuangan yang diambil akan mempengaruhi kebijakan keuangan lainnya, sehingga nantinya akan mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji (1) pengaruh langsung kebijakan investasi, kebijakan pendanaan, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan; (2)pengaruh kebijakan investasiterha-dap kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen; serta (3) pengaruh tidak langsung kebijakan investasi terhadap nilai perusahaan yang dimediasi oleh kebijakan penda-naan dan kebijakan dividen. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 402 perusahaan publik yang ter-daftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan publikasi Indonesian Capital Market Directory 2010. Diperoleh jumlah sampel sebanyak 41 perusahaan yang telah meme-nuhi kriteria penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Variabel endogen yang digunakan adalah nilai perusahaan, variabel peran-tara menggunakan kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen, sedangkan variabel eksogen menggunakan kebijakan investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara langsung kebijakan penda-naan dan kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sedangkan kebija-kan investasi tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan; (2) kebijakan investasi ber-pengaruh terhadap kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen; serta(3) secara tidak langsung kebijakan investasi berpengaruh terhadap nilai perusahaan dengan dimediasi oleh kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen. Penulis menyarankan kepada para investor di Bursa Efek Indonesia agar memberikan perhatian lebih terhadap informasi laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan. Bagiperusahaan sebaiknya harus memberi perhatian lebih terhadap kebijakan keuangannya, karena berkaitan de-ngan nilai perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya disarankanuntuk menambah jumlah sampel dengan waktu pengamatan yang lebih lama, menggunakan analisis SEM, sertamemperkaya indikator kebijakan keuangan perusahaan.

Motivasi pengusaha meubel menjadi anggota program pemberdayaan sentra meubeler di Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang / oleh Karno Siyanto

 

Perbedaan tanggung jawab berprestasi antara siswa akselerasi dan RSBI SMP Negeri se-kota Malang / Kartika Nur Viana

 

Kata kunci: Tanggung Jawab Berprestasi, siswa Akselerasi, Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, Anak berbakat Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dan akselerasi tidak akan berhasil dalam tujuan mencapai prestasi jika siswa tidak memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Siswa akselerasi dituntut untuk mencapai standar kelulusan minimal dan dapat menyelesaikan waktu belajarnya lebih cepat dibandingkan dengan siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dituntut untuk dapat mencapai standar kelulusan Internasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan tanggung jawab berprestasi antara siswa akselerasi dengan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMP Negeri se-Kota Malang. Tanggung jawab berprestasi merupakan kesediaan menangggung konsekuensi atas perilaku yang telah dilakukan untuk mencapai hasil maksimum. Adapun ciri siswa yang memiliki tanggung jawab beprestasi yaitu bekerja keras mencapai sesuatu yang diinginkan, berusaha melakukan terbaik yang bisa dilakukan, menerima kritikan dengan lapang dada, berani mengakui kesalahan sendiri,berani menanggung resiko atas usaha yang telah dilakukan, mengakui kelebihan yang ada pada diri sendiri, dan tidak menyalahkan orang lain ketika hasil yang didapat tidak sesuai dengan kenyataan. Penelitian ini menggunakan model deskriptif komparatif yaitu penelitian yang mendeskripsikan perbandingan dua buah kelompok data. Metode yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan tanggung jawab berprestasi antara siswa akselerasi dan RSBI ini dengan uji Indepenedent Sampel t-test atau uji dua buah kelompok yang tidak memiliki hubungan. Dari pengujian uji t diketahui bahwa terdapat perbedaan tanggung jawab berprestasi yang signifikan antara siswa Akselerasi dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Perbedaan tersebut ditunjang oleh perbedaan inteligensi, tuntutan dan harapan dari sekolah pada siswa akselerasi dengan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Berdasarkan dari penelitian tersebut dapat disarankan bagi guru untuk turut menunjang keberhasilan siswa dengan memberi penguatan misalnya dengan pujian, pemberian hadiah agar siswa termotivasi dan memiliki sikap tanggung jawab terhadap apapun yang menjadi kewajibannya. Bagi orang tua hendaknya memantau perkembangan anak, mendukung setiap kegiatan positif anak dan berusaha memberikan perhatian terhadap belajar anak dirumah.

Pengaruh model mikroskopik dan alat peraga mikroskopik terhadap prestasi belajar siswa pada materi hukum-hukum dasar kimia / Muhammad Fadil

 

Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Prof. H. Effendy, Ph.D.; (II) Dr. H. Subandi. M.Si. Kata kunci: model mikroskopik, alat peraga mikroskopik, hasil belajar, hukum-hukum dasar kimia Konsep-konsep dalam ilmu kimia maupun materi ilmu kimia sebagian besar merupakan konsep-konsep dan materi yang abstrak yang cenderung dapat dipahami dengan baik oleh siswa yang telah mencapai tingkat berpikir formal berdasarkan teori perkembangan intelek Piaget. Namun hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sekolah menengah atas (SMA), yang seharusnya telah mencapai tingkat berpikir formal, ternyata belum mencapai tingkat tersebut. Hal ini dapat menyebabkan sebagian besar siswa SMA mengalami kesulitan dalam mempelajari ilmu kimia. Salah satu materi ilmu kimia yang sarat dengan konsep-konsep abstrak adalah hukum-hukum dasar ilmu kimia. Pemahaman siswa tentang materi tersebut mungkin dapat ditingkatkan apabila siswa dibelajarkan dengan menggunakan model mikroskopik dan alat peraga mikroskopik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui persentase siswa kelas X yang telah mencapai tingkat berfikir formal; (2) mengetahui hubungan antara kemampuan berfikir formal dengan prestasi belajar siswa kelas X pada materi hukum-hukum dasar kimia; (3) mengidentifikasi kesalahan pemahaman yang terjadi pada siswa kelas X pada materi hukum-hukum dasar kimia sebelum pembelajaran dengan menggunakan model mikroskopik dan alat peraga mikroskopik; dan (4) mengetahui ada atau tidaknya perbedaan prestasi belajar pada materi hukum-hukum dasar kimia siswa kelas X yang dibelajarkan dengan menggunakan model mikroskopik dan alat peraga mikroskopik. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan eksperimental semu. Rancangan deskriptif digunakan untuk mengetahui perkembangan kemampuan berfikir formal dan kesalahan pemahaman siswa pada materi hukum-hukum dasar kimia. Rancangan eksperimental semu digunakan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan menggunakan model mikroskopik dan alat peraga mikroskopik terhadap prestasi belajar siswa pada materi hukum-hukum dasar kimia. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA PGRI Lawang tahun 2009/2010, yang terbagi dalam 4 kelas pararel dengan jumlah 138 siswa siswa. Sampel penelitian terdiri dari kelas X-3 berjumlah 32 siswa yang dilibatkan dalam pembelajaran menggunakan model mikroskopik dan kelas X-4 berjumlah 35 siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan mollimod sebagai alat peraga mikroskopik. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes Burney yang digunakan untuk mengukur perkembangan berpikir formal siswa dan tes prestasi belajar yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa pada materi hukum-hukum dasar kimia. Tes prestasi belajar tersebut berbentuk pilihan ganda dengan validitas isi sebesar 92,5% dan koefisien reliabilitas, dihitung dengan menggunakan rumus KR-20, sebesar 0,83. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa kelas X yang telah mencapai tingkat berfikir formal sebanyak 4,5%, sedangkan 20,5 dan 75.0% masih berada pada tingkat berpikir konkrit dan transisi; (2) terdapat hubungan positif antara kemampuan berfikir formal dan prestasi belajar siswa kelas X dalam materi hukum-hukum dasar kimia (r = 0,98 untuk pembelajaran dengan model mikroskopik dan r = 0,93 untuk pembelajaran dengan alat peraga mikroskopik); (3) kesalahan-kesalahan pemahaman yang terjadi pada siswa kelas X adalah sebagai berikut: (a) sebanyak 55,5% siswa mengangap bahwa jumlah mol zat yang bereaksi maupun mol zat hasil reaksi tidak tergantung pada koefisien reaksinya; (b) sebanyak 37,8% siswa belum dapat mengidentifikasi zat yang merupakan pereaksi pembatas; (c) sebanyak 63,7% siswa menganggap bahwa massa zat setelah reaksi adalah bertambah karena terbentuk “zat baru”; (d) sebanyak 55,5% siswa menganggap bahwa senyawa yang merupakan elektrolit kuat dalam larutan tidak mengalami disosiasi; (e) sebanyak 64,9% siswa tidak dapat menentukan perbandingan jumlah unsur dalam senyawa berdasarkan indeksnya; (f) sebanyak 59,2% siswa menghitung volume gas sebelum dan sesudah reaksi berdasarkan banyaknya jenis gas yang terlibat dalam reaksi, bukan berdasarkan koefisien reaksinya; (g) sebanyak 66,8% siswa menganggap bahwa gas-gas bereaksi dengan perbandingan volume yang sama, tanpa tergantung pada koefisien reaksinya; dan (h) sebanyak 51,5% siswa beranggapan bahwa gas-gas bereaksi dengan perbandingan jumlah partikel yang sama, tanpa tergantung pada koefisien reaksinya; serta (4) pembelajaran dengan menggunakan alat peraga mikroskopik memberikan prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran dengan menggunakan model mikroskopik.

Pembelajaran menggunakan siklus belajar dengan metode eksperimen untuk meningkatkan kerja ilmiah dan prestasi belajar kognitif siswa pada pelajaran Biologi keas VII A SMP Negeri 1 Purwosari Pasuruan / oleh Ucik Agusti Wulanningsih

 

Manajemen sumber daya manusia di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI dan Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (UNIPDU) Jombang / Heru Totok Tri Wahonoi

 

Kata Kunci : Manajemen, Sumber Daya Manusia, Perguruan Tinggi Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Sumber daya manusia adalah pilar penyangga utama sekaligus penggerak roda organisasi dalam usaha mewujudkan visi dan misi dan tujuannya. Sumber daya manusia harus didefinisikan bukan dengan apa yang sumber daya manusia lakukan, tetapi apa yang sumber daya manusia hasilkan. Manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan memasok suatu organisasi dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) manajemen sumber daya manusia (SDM) di STKIP PGRI dan di UNIPDU Jombang ditinjau dari Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengawasan, 2) Untuk mengetahui manajemen terhadap jumlah mahasiswa yang mendaftar dan kualitas kelulusan di STKIP PGRI dan UNIPDU Jombang. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif, dengan harapan data yang diperoleh bersifat representative atau mewakili. Data penelitian berupa : data deskriptif yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi dicatat dalam bentuk catatan lapangan. Langkah yang diambil dalam teknik pengumpulan data adalah dengan menentukan obyek penelitian dan mengadakan wawancara secara mendetail dan mendalam. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: (1) wawancara mendalam, (2) observasi berperan serta, (3) studi dokumen. Temuan-temuan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah STKIP PGRI Jombang, merupakan perguruan tinggi swasta dan berlokasi di Jl. Pattimura III/20, Jombang, Jawa Timur, Telp. : 0321 – 861319. Tenaga akademik dan non akademik yang dimiliki oleh Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan PGRI Jombang secara keseluruhan adalah 195 orang, yang terdiri dari 71 orang dosen kopertis, 33 dosen tetap yayasan dan 62 dosen tidak tetap. Sedangkan tenaga nonakademiknya berjumlah 29 orang. Jumlah dosen yang berkualifikasi S1 sebanyak 20 orang dan S2 sebanyak 146 orang. Jurusan yang ada di Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan PGRI Jombang terdiri dari 6 program studi. ii UNIPDU memiliki enam (6) fakultas dengan 13 program studi dan satu (1) program pasca sarjana yang sebagian besar telah terakreditasi. Tenaga pendidik sampai dengan bulan Oktober 2011berjumlah 118 dengan klasifikasi sebagai berikut: Dosen Tetap 89 Orang, Dosen Tidak Tetap 25 Orang, Asisten Dosen 4 Orang, Administrasi 53 orang dan Karyawan/Tenaga Penunjang 50 orang.. Manajemen Sumber Daya Manusia di STKIP PGRI dan UNIPDU Jombang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan dilakukan dengan memberikan dukungan yang terus menerus melalui pemberian kesempatan bagi tenaga akademik dan non akademik yang berprestasi untuk terus melanjutkan studi kejenjang S2 maupun S3. Dalam pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia baik dosen maupun stafnya, dengan lebih mengaktifkan kegiatan-kegiatan pengembangan sumber daya manusia seperti seminar, lokakarya, pelatihan, workshop dan kuliah umum. Pengawasan dilakukan dengan membentuk unit penjaminan mutu yang dilakukan oleh auditor dari dosen yang ditunjuk lembaga dan Majelis Pendidikan Tinggi Pesantren agar kualitas SDM di perguruan tinggi semakin meningkat. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan saran-saran sebagai berikut: 1) Dalam hal ini perencanaan dalam pengembangan sumber daya manusia ke depan di lembaga STKIP PGRI dan UNIPDU Jombang untuk merekrut tenaga akademik dan tenaga non-akademik dengan cara selektif dan prestasi telah menjalankan sesuai dengan visi dan misinya, 2) pentingnya peberdayaan tenaga akademik dan tenaga non-akademik sehingga tenaga akademik yang berprestasi diberi kesempatan untuk menduduki jabatan (pimpinan), begitu juga tenaga adiministrasi diberi kesempatan untuk meningkatkan umumnya baik ke Strata Satu maupun Pasca, 3) Secara terus menerus dapat meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia baik tenaga akademik maupun tenaga non-akademik, 4) para peneliti yang ingin meneliti kasus-kasus sejenis, hendaknya melakukan penelitian lanjutan dan mengkaji secara mendalam pada penelitian ini.

Penerapan pembelajaran kooperatif konstruktivistik untuk meningkatkan aktivitas ilmiah dan hasil belajar biologi konsep struktur tumbuhan pada siswa kelas XI IA 3 SMAN 1 Purwosari / oleh Fibri Ledia Alviana

 

Penerapan model pembelajaran carousel feedback sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa studi pada SMK Negeri 1 Pamekasan kelas XI keuangan mata diklat kewirausahaan / Shofiyani, Syarif

 

Kata Kunci: model pembelajaran Carousel Feedback, hasil belajar, Penelitian Tindakan Kelas. Berdasarkan hasil wawancara guru dan pengamat awal di kelas menunjukkan bahwa selama ini guru mata diklat Kewirausahaan kelas XI Keuangan SMK Negeri 1 Pamekasan mengajar dengan menggunakan metode ceramah dan belum pernah menggunakan model pembelajaran Carousel Feedback. Oleh karena itu, dengan melihat permasalahan yang dialami saat proses belajar di kelas perlu dilakukan proses belajar mengajar dengan menggunakan suatu model pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran Carousel Feedback. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Keuangan SMK Negeri 1 Pamekasan. Teknik pengambilan dan pengumpula data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, tes, catatan lapangan, da dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model alur. Tujuan dilakukan penelitian dalam penerapan model pembelajaran Carousel Feedback pada mata diklat Kewirausahaan adalah: (1) Peneliti menerapkan kepada siswa di kelas tentang model pembelajaran Carousel Feedback, (2) Peneliti melihat adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah model pembelajaran Carousel Feedback di kelas, (3) Peneliti mengetahui hambatan-hambatan dalam pelaksanaan model pembelajaran Carousel Feedback. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Carousel Feedback yang dilakukan pada mata pelajaran Kewirausahaan siswa kelas XI Keuangan SMK Negeri 1 Pamekasan. Menunjukkan hasil belajar siswa siklus I ke siklus II, dilihat dari aspek kognitif yaitu pada siklus I prosentase i berdasarkan pre test dapat diketahui rata-rata hasil belajar siswa aspek kognitif adalah sebesar 58,66%. Sedangkan untuk ketuntasan belajar pada siklus II berdasarkan post test dapat diketahui nilai rata-rata hasil belajar sisiwa mengalami peningkatan yaitu menjadi 84,16%. Berdasarkan hasil penemuan pada penelitian tersebut, dapat disarankan bahwa dalam menerapkan model pembelajaran Carousel Feedback dapat menjadi metode alternative dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk siswa agar lebih dapat berperan aktif dalam proses belajar mengajar di kelas. Sedangkan bagi peneliti sendiri adanya penelitian menggunakan model pembelajaran Carousel Feedback dapat dijadikan refrensi ketika menjadi guru nantinya.

Upaya meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran tolak peluru gaya menyamping pada kelas VI SDN Tanjungrejo 5 Malang menggunakan metode bermain / Tunrung. P

 

Kata Kunci: Peningkatan keaktifan, pembelajaran tolak peluru. Olahraga atletik diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Tolak peluru gaya menyamping adalah salah satu nomer lempar dari cabang atletik. Melalui pembelajaran tolak peluru gaya menyamping, diharapkan siswa mampu melakukan teknik tolak peluru gaya menyamping dengan benar. Berdasarkan observasi awal, diketahui bahwa keterampilan tolak peluru gaya menyamping di SDN Tanjungrejo 5 Malang masih kurang optimal. Siswa masih mengalami kesalahan dalam melakukan teknik menolak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan teknik sikap awalan setelah diberikan beberapa permainan, (2) peningkatan teknik menolak setelah diberikan beberapa permainan, (3) peningkatan teknik akhiran setelah diberikan beberapa permainan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan catatan lapangan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Melalui PTK ini dilaksanakan pembelajaran tolak peluru gaya menyamping dengan permainan modifikasi. Melalui permainan modifikasi ini, siswa melakukan tolak peluru sambil bermain dalam melaksanakan pembelajaran. Hal ini penting mengingat tidak semua siswa menyenangi olahraga tolak peluru. Dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan guru dan merencanakan tindakan pembelajaran yang berlangsung selama 2 siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran teknik tolak peluru gaya menyamping siswa kelas VI SDN Tanjungrejo 5 Malang mengalami peningkatan. Hasil observasi awal keaktifan siswa hanya 12,00%. Hasil tindakan siklus 1 keaktifan siswa meningkat menjadi 52,00%, dengan nilai rata-rata 6,66, siklus 2 dari 52,00% meningkat tajam menjadi 100% dengan nilai rata-rata 9,46 dari 16 deskriptor yang ada. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran tolak peluru gaya menyamping dengan metode bermain dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN Tanjungrejo 5 Malang

Pengembangan produk sponge cake dengan substitusi tepung apel Anna / M. Yusuf Syahbana

 

ABSTRAK M.Yusuf Syahbana. 2016. Pengembangan Produk Sponge Cake Dengan Subsitusi Tepung Apel Anna, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Amat Nyoto, M. Pd (II) Lismi Animatul C., S. Pd., M. Pd. Kata Kunci : Sponge cake, tepung apel anna, sifat organoleptik Apel adalah salah satu buah yang digemari oleh masyarakat Indonesia, karena rasanya yang manis dan mempunyai kandungan gizi. Buah yang mempunyai kandungan air dan vitamin ini, merupakan tanaman tahunan yang berasal dari daerah sub-tropis. Buah apel mengandung gula yang terdiri dari glukosa, fruktosa, sukrosa, selulosa, pati. Buah apel selain dikonsumsi segar dapat juga di olah menjadi bahan makan seperti jenang apel, cuka apel, keripik apel, minuman sari apel, dodol apel selai apel dan lain-lain, cake termasuk jenis pastry yang terbuat dari terigu, telur, gula, lemak, baking powder dalam jumlah tertentu dengan tambahan bahan lain ataupun tidak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh subsitusi tepung apel anna terhadap sponge cake. Besarnya subsitusi tepung apel anna yang digunakan adalah 25%, 50%, 75%, masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data sifat fisik yaitu volume penembangan,sifat kimia kadar air, perbedaan warna, perbedaan rasa, perbedaan tekstur, dan untuk mendapatkan data tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, tekstur sponge cake subsitusi tepung apel anna 25%, 50%, 75%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Tepung yang digunakan adalah tepung apel Anna subsitusi sponge cake, yang disubtitusi tepung apel Anna dengan persentase yang berbeda 25%, 50%, 75% penelitian utama. Masing-masing perlakuan dilakukan dua kali pengulangan dan dianalisis mengunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio tepung apel anna 75%, 50%, 25% menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap mutu organoleptik warna, tekstur, sponge cake dan rasa. Rasio tepung apel anna berpengaruh terhadap volume sponge cake apel anna. Terdapat perbedaan warna sponge cake antar subsitusi. Warna, Rasa 25%, tekstur 75%, warna yang disukai oleh panelis 50%, rasa yang disukai oleh panelis 50%, tekstur yang disukai panelis 50%, terdapat perbedaan kadar air sponge cake apel anna antara subsitusi 25%. Berdasarkan hasil penelitain, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut terhadapa sponge cake subsitusi apel anna antara 25%, 50%, 75% untuk mendapatkan tepung apel anna yang maksimal dengan hasil optimal.

Perilaku menyimpang dalam komik Jepang terjemahan seri City Hunter karya Tsukasa Hojo / oleh Arthur Jaeng Sudigdo

 

Karya-karya terjemahan dari bahasa asing inerupakan bagian dalam perkembangank ehidupan kesusastraard, i indonesia.P ertumbuhank arya sastra di lndonesia selalu diikuti dengan pertumbuhan karya terjemahanatau saduran dari karya-karya asing. Karya-karya terjemahan tersebut tidak hanya dapat menambah khasanah sastra Indonesia, tetapi bias juga menjadi tipe ideal bagip aras astrawanIn donesiad alamp rosesk reatifnya. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk perilaku menyimpang dan bentuk pelecehan seksual dalam komik Jepang termahan wri City Hunter karya Tsukasa Hojr. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang bentuk perilaku menyimpang dan bentuk pelecehan seksual dalam komik Jepang terjemahan seri City Hunter karya Tsukasa Hojo Penelitian ini menggunakan meiode kualitatif. penggunaan rnetodek ualitatifdianggaps esuai,k arenak arakteristikm etodek ualitatifsesuai dengan karakteristik karya sastr3, yang memiliki cini-ciri sebagai b€rikufi (1) tidak adangap emanipulasiand an pengendalia.s:re muav ariabel dan (2) data yang dikumpulkan bukan angka" tetapi berupa kata atau gambar atau Eanskrip. Data dalam perrelitian ini berupa paparan bahasa dalam teks dan konteksd alamk omik City Hunter yarrgd ideskripsikanp enelitit entangp erilaku menyimpang dan pelecehan seksual di dalamnya. Sebagai sumber data yang digunakan komik Ciry Hunter karya Tsukasa llojo yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrument utama, di dalam kerjanya peneliti dibantu dengan panduan instrument yang berupa tabel perilaku menyimpang dan tabel pelecehan seksuald an tindakano leh yang dilecehkan.D alam menganalisisd ata peneliti menggunakan tahap sebagai berikut (l) kodifikasi, (2) klasifikasi, (3) interpretasid, an (4) mendiskipsikanh asil. tlasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa bentul. perilaku menyimpang dalam komik City Hunter karya Tsukasa Hojo dibagi menjadi penyimpangan berdasarkan sifat penyimpangannya dan penyimpangan berdasarkan pelakunya. Perilaku menyimpang 5'ang dibedakan berdasarkan sifatnya terbagi menjadi penyimpanganp rimer dan penyimpangans kunder. Perilaku menyimpang yang dibedakanb erdasar.kanp elakunya terbagi dalam penyimpangan individu dan penyimpangan kelompok. Penyimpangan primer yang terjadi dalam komik Jepang terjemahan seri City Hunter karya Tsukasa Hojo dibagi dalam bentuk-bentuk penyimpangan meliputi pertelahian, mcantan, penembakan, abnormaln pcnyanderaan, dan mabuk-mabukkan. Penyimpanganse kundery ang terjadi dalamk omik Jepangte rjemahans eri City HunterkaryaT sukasaH ojo dibagid alamb entuk-bentukp enyimpanganm eliputi v l perampokadna n pencurian,p enculikan,d an ,rmbunuhan Pembahasante ntang bentukp elecehans eksuald alam lcornik Jepangt e{emahan seri City Hunter akan dibedakamn enjadit iga macamy aitu pelecehans eksuabl erupau capanp, elecehan seksuable rupati ndakand an obyekp elecehans eksualP. elecehans eksual berupa ucapand alam komik Jepangt erjemahan seri City l{unter karya TsukasaH ojo adalahb erupak omentarjo rok, komentart entangu kurano rgan vital, komentar benfuk tubuh, dan ajakan atau tawaran dan prmintaan seksualitas.. Bentukbentuk pelecehan seksual berupa tindakan dalam komikJepang terjemahan seri City Hunter karya 'Isukasa Hojo akan ditunjukkan dalarn tindakan pelecehan seksuabl erupar abaaryp elukan, pandangand an intipan, dan berbuat mesum di depan orang atau di depan umum. Obyek pelece.ran seksual pada komik Jepang tujemahans eicity Hunter karya TsukasaH ojo diketnhui tidak selalu padal;a wan jenist etapit emyataju ga kepadas esamaje nis. Oleh karenai tu dalam penelitian Pelecehans eksual dalam komik lepang terje,nahan seri City Hunter karya TsukasaH ojo dibedakan dalam dua obyek pelecehans eksualy aitu pelecehan seksuaaln taras esamaje nis kelamin dan pelecehans eksuatl erhadapla wanj enis kelamin. vlr

Hubungan anatara body image dengan self esteem pada remaja akhir / Risalatur Roshida

 

Kata kunci: body image, self esteem Body image adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar yang mencakup persepsi dan perasaan tentang ukuran, bentuk, fungsi, penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu yang secara berkesinambungan dimodifikasi dengan pengalaman baru setiap individu. Self esteem adalah hasil evaluasi individu terhadap dirinya sendiri yang merupakan sikap merasa mampu, berarti, berhasil dan berharga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah remaja akhir perempuan angkatan 2009 Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang sebanyak 147 orang. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 50 orang yang terdiri dari mahasiswi kelas Public Relations, Komunikasi Bisnis dan Komunikasi Massa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling karena peneliti mencampur subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek di dalam populasi dianggap sama. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala body image dan skala self esteem dengan menggunakan model skala Likert. Uji validitas yang digunakan adalah korelasi Product Moment dan uji reliabilitas yang digunakan adalah alpha Cronbach. Berdasarkan pengujian hipotesis hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa remaja akhir umumnya memiliki body image dengan klasifikasi sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 14 orang (28 %) memiliki body image dengan klasifikasi tinggi, sebanyak 22 orang (44%) termasuk memiliki body image klasifikasi sedang, dan 14 orang (28%) memiliki body image termasuk dalam klasifikasi rendah. Sedangkan untuk self esteem umumnya termasuk dalam klasifikasi tinggi, yakni sebanyak 18 orang (36%). Sedangkan 17 orang (34%) memiliki self esteem termasuk dalam klasifikasi sedang dan 15 orang (30%) memiliki self esteem yang termasuk dalam klasifikasi rendah. Terdapat hubungan yang positif antara body image dengan self esteem yang ditunjukkan dengan nilai r = 0,337 ; p = 0,017 < 0,05 ; signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada remaja akhir yang memiliki body image rendah agar meningkatkan kualitas diri sehingga dapat menciptakan body image yang lebih tinggi yang erat kaitannya dengan self esteem. Bagi orang tua agar lebih memperhatikan pendidikan kepada anak ketika di rumah sehingga orang tua dapat membimbing serta mengarahkan remaja agar mereka mampu membentuk body image yang positif sehingga dapat menumbuhkan self esteem yang tinggi. Bagi peneliti selanjutnya, lebih memperhatikan karakteristik subjek penelitian, menambah populasi penelitian seperti dengan menambah jumlah subjek penelitian dan mengembangkan wilayah penelitian. Memperhatikan teknik penelitian dan juga menambah instrumen yang digunakan, misalnya dengan wawancara atau observasi.

Analisa faktor-faktor yang mempengaruhi transformasi tenaga kerja wanita dari sektor pertanian ke sekktor industri : studi pada desa Karang Waluh, Kecamatan Sampang Kabupaten Ponorogo / oleh Widha Listyani

 

Pemanfaatan Short Message Service (SMS) dalam remedial teaching dengan menggunakan scaffolding pada materi peluang di SMK PGRI 3 Malang / Kawakibul Qamar

 

Kata Kunci: SMS, Remedial Teaching, Scaffolding Pembelajaran matematika telah memiliki banyak model, strategi dan metode. Namun ironisnya, hal ini tidak serta merta memastikan hasil belajar semua siswa tinggi, karena masih selalu saja ditemukan beberapa siswa yang masih mendapatkan hasil belajar yang rendah. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam belajar seperti pernyataan Cooney (1975) bahwa kesulitan belajar tidak dialami hanya oleh siswa yang berkemampuan di bawah rata-rata atau yang dikenal sungguh memiliki learning difficulties, tetapi dapat dialami oleh siswa dengan tingkat kemampuan manapun dari kalangan atau kelompok manapun. Untuk itu perlu dilakukan remedial teaching yang disusun dengan prinsip-prinsip yang dapat menyelesaikan kesulitan siswa. Namun pelaksanan remedial teaching di SMK PGRI 3 Malang terkendala oleh waktu dan tempat. Untuk mengatasi kendala tersebut perlu desain remedial teaching yang memanfaatkan Short Message Service (SMS) dengan metode scaffolding. Kesulitan siswa yang dapat ditangani secara langsung adalah kesulitan siswa yang dipengaruhi oleh faktor intelektual dan pedagogis. Penelitian ini difokuskan kepada kesulitan siswa yang dipengaruhi oleh faktor intelektual. Penggunaan tes diagnostik tipe A dengan pendekatan pengetahuan terstruktur adalah teknik diagnosis yang paling sesuai untuk mengetahui kesulitan siswa pada kompetensi tertentu. Setelah letak kesulitan siswa diketahui, selanjutnya membuat desain remedial teaching yang memanfaatkan SMS. SMS merupakan bagian dari Mobile Learning yang dapat dikatakan sebagai “anytime, anywhere learning” (Kukulska-Hulme, 2005:59). Strategi yang sesuai dengan SMS adalah scaffolding khususnya verbal scaffolding yang terdiri dari empat bagian yaitu Questioning, Prompting, Cueing dan Explaining. Hasil analisis hasil ulangan materi peluang dan tes diagnostik diperoleh data bahwa terdapat siswa yang belum menguasai kompetensi dasar 1 yaitu tentang mendeskripsikan kaidah pencacahan, permutasi, dan kombinasi serta kompetensi dasar 2 yaitu tentang menghitung peluang suatu kejadian. Pada siklus I diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan remedial teaching melebihi waktu yang telah ditentukan yaitu 60 menit, serta hanya dapat dibahas satu soal saja. Penyebabnya adalah SMS yang tertunda (pending), dan untuk mengatasinya adalah dengan merevisi durasi remedial teaching. Pada siklus II diperoleh kesimpulan bahwa remedial teaching dapat terlaksana dengan baik dan analisis hasil tes remedial diperoleh bahwa partisipan telah memenuhi KKM. Dari wawancara dengan semua partisipan diperoleh data bahwa ternyata ada respon positif terhadap remedial teaching, meskipun hampir semua partisipan masih terkendala SMS yang tertunda. Berdasarkan dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan beberapa hal seperti berikut, (1) Desain remedial teaching yang memanfaatkan SMS pada materi peluang di SMK PGRI 3 Malang meliputi langkah-langkah sebagai berikut: (a) menentukan letak kesulitan siswa dengan tes diagnostik tipe A (berdasarkan hasil ulangan), (b) melaksanakan remedial teaching di luar jam pelajaran dan berdasarkan kebutuhan siswa, biasanya malam hari atau pada hari libur serta menggunakan metode scaffolding khususnya verbal scaffolding yaitu pertanyaan arahan dengan Questioning, Prompting, Cueing dan Explaining, (2) Siswa dapat mengatasi kesulitan belajar dengan baik, karena kegiatan remedial teaching ini berdasarkan atas respon masingmasing siswa.

Efektivitas penerapan strategi pembelajaran kooperatif model Jigsaw dalam meningkatkan prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 6 Malang pada pokok bahasan koperasi sekolah / oleh Yuni Susilowati

 

Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. Ketepatan memilih metode pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Selama ini metode pembelajaran yang digunakan oleh kelas X SMUN 6 Malang adalah menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan mengerjakan tugas LKS. Proses pembelajaran yang monoton menyebabkan siswa jenuh dan bosan sehingga prestasi belajar menurun. Untuk mencapai prestasi belajar yang lebih baik, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah menggunakan strategi pembelajaran kooperatif model Jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) penerapan pembelajaran kooperatif model Jigsaw dan konvensional dalam pembelajaran ekonomi, (2) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran ekonomi dengan menggunakan pembelajaran koopertaif model Jigsaw dan metode konvensional, (3) adanya perbedaan prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi antara siswa yang mendapat pengajaran dengan pembeljaran kooperatif model Jigsaw dan konvensional. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment). Disain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post test Control Group Desain. Penelitian ini dilakukan di SMAN 6 Malang, kecamatan Kedung Kandang Kota Malang dengan jumlah sampel 79 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling (diambil dengan pertimbangan/tujuan tertentu) yaitu kelas XC sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 41 siswa dan kelas XD sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 38. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah; (1) data tentang pengelolaan pembelajaran dengan model Jigsaw dan konvensional melalui pengamatan dan wawancara, (2) data tentang kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan model Jigsaw dan konvensional melalui observasi, (3) data mengenai prestasi belajar diperoleh melalui pos tes dan pengamatan. Uji prasayarat analisis yang digunakan adalah uji non parametrik dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengelolaan pembelajaran ekonomi dengan model Jigsaw membuat kegiatan pembelajaran lebih terpusat pada siswa, (2) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif model Jigsaw sudah cukup baik, (3) tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi antara siswa yang mendapat pengajaran dengan pembelajaran kooperatif model Jigsaw dan konvensional. Bertitik tolak dari temuan dalam penelitian ini, beberapa hal yang dapat disarankan oleh peneliti antara lain: (1) kepada kepala sekolah agar menyarankan atau memberi motivasi kepada guru-guru SMA Negeri 6 agar menerapkan strategi pembelajaran kooperatif, baik itu berupa Jigsaw, STAD, GI, Numbered Head Together dan Think Pair Share, (2) kepada para guru agar dapat menerapkan strategi pembelajaran kooperatif sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa, (3) bagi peneliti selanjutnya, karena banyaknya keterbatasan dalam penelitian ini diantaranya jumlah pertemuan, jumlah sampel dan hanya membandingkan antara pembelajaran kooperatif dan Jigsaw maka perlu dilakukan penelitian pada sampel yang lebih banyak agar hasil penelitian dapat lebih bagus, (4) dalam memulai proses pembelajaran, baik guru maupun siswa harus mempersiapkan diri dengan baik. Siswa sebelum melaksanakan proses pembelajaran dengan model Jigsaw perlu diberi persiapan atau informasi yang lengakap agar tidak terjadi kesalahpahman antara guru dan siswa, (5) dalam menerapkan strategi pembelajaran model Jigsaw, guru perlu menyesuaikan penerapannya dengan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa.

Upaya pemberian motivasi untuk meningkatkan prestasi belajar menggambar ekspresi siswa kelas I SDN Rampal Celaket V Kota Malang / oleh Kuswati

 

Inhibisi xantin oksidase oleh ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon) relatif terhadap allopurinol / Sri Wulandari

 

Kata kunci: xantin oksidase, inhibisi, kulit melinjo, allopurinol Penyakit gout (asam urat) disebabkan oleh kelebihan kadar asam urat yang merupakan produk akhir metabolisme purin. Xantin oksidase adalah enzim yang berperan penting dalam pembentukan asam urat dan dapat diisolasi dari susu sapi segar. Penderita penyakit gout seringkali menggunakan allopurinol sebagai obat penurun kadar asam urat dengan mekanisme kerja sebagai inhibitor xantin oksidase. Allopurinol memiliki efek samping seperti mual, diare, hingga kulit kemerahan disertai gatal, sehingga perlu dicari senyawa bioaktif tanaman sebagai inhibitor alami xantin oksidase untuk dijadikan alternatif pengobatan yang aman. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa kulit melinjo mengandung polifenol, senyawa fenolik, tokoferol, dan asam askorbat yang diduga mampu menghambat aktivitas xantin oksidase. Penelitian ini bertujuan mengetahui 1) golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol kulit melinjo, 2) daya inhibisi ekstrak etanol kulit melinjo dengan variasi usia buah dan perebusan terhadap xantin oksidase relatif terhadap allopurinol, dan 3) massa kulit melinjo yang diperlukan untuk menghasilkan ekstrak dengan aktivitas setara dengan 1 tablet allopurinol (100 mg). Penelitian ini dilakukan dengan tahapan: 1) ekstraksi serbuk kulit melinjo dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, 2) uji fitokimia meliputi uji tanin dan polifenol, flavonoid, saponin, dan alkaloid, 3) isolasi enzim xantin oksidase menggunakan metode fraksinasi ammonium sulfat 0 - 40%, dan 4) uji enzimatik xantin oksidase tanpa dan dengan inhibitor menggunakan xantin sebagai substrat, dan spektrofotometri UV pada 290 nm untuk mendeteksi produksi asam urat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol kulit melinjo adalah golongan flavonoid, alkaloid, saponin, dan polifenol. Perebusan mampu meningkatkan kadar saponin, polifenol, dan alkaloid sedangkan kadar flavonoid menurun, 2) daya inhibisi 100 ppm ekstrak etanol kulit melinjo adalah 54,55% (biji muda, mentah atau rebus) yang setara dengan allopurinol 19,9 ppm dan sebesar 45,46% (biji tua, mentah atau rebus) yang setara dengan allopurinol 16,7 ppm, dan 3) untuk mendapatkan ekstrak etanol yang mengandung zat aktif dengan daya inhibisi setara dengan 1 tablet allopurinol (100 mg), diperlukan kulit melinjo muda mentah segar sebanyak 20,3 g.

Pengembangan pembelajaran kesegaran jasmani melalui circuit training 4 pos dengan menggunakan media audio visual / Wahyu Setiawan

 

Kata kunci: Kesegaran Jasmani, Circuit Training, Media Audio-Visual. Teori dan Praktik Circuit Training merupakan salah satu materi yang terdapat pada matapelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Sekolah Dasar. Materi yang diajarkan di dalam circuit training 4 pos diantaranya pos 1 lari bolak-balik 10 meter, pos 2 push up, pos 3 baring duduk/ sit up, dan pos 4 naik turun bangku yang dimodifikasi menjadi naik turun lantai. Terkait dengan hasil penelitian diperoleh data bahwa dalam matapelajaran Teori dan Praktik Circuit Training belum ada Media Audio Visual pembelajaran tentang Circuit Training dalam bentuk Media Audio Visual dan Media Audio Visual tersebut diperlukan pada Matapelajaran Teori dan Praktik Circuit Training pada siswa SDI Surya Buana Malang. Oleh karena itu peneliti akan mengembangkan Media Audio Visual pembelajaran Circuit Training pada siswa SDI surya Buana Malang. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media audio-visual melalui pembelajaran Circuit Training yang diharapkan dapat membantu proses pembelajaran bagi siswa SDI Surya Buana Kota Malang. Metode pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa angket kuesioner. Angket kuesioner diberikan pada ahli media, ahli Circuit Training4 pos, ahli pembelajaran, uji coba (kelompok kecil) terhadap siswa putri SDI Surya Buana Kota Malang sebanyak 8 orang dan uji lapangan (kelompok besar) terhadap siswa putri SDI Surya Buana Kota Malang sebanyak 80 orang. Teknik yang digunakan dalam menentukan subyek uji produk adalah random sampling. Produk pengembangan ini berisikan aktivitas pembelajaran Circuit Training 4 pos, yang diantaranya terdiri atas pos 1 lari bolak-balik 10 meter, pos 2 push up, pos 3 baring duduk atau sit up dan pos 4 naik turun bangku yang dimodifikasi menjadi naik turun lantai. Gambar (tayangan) seluruh aktivitas pembelajaran Circuit Training 4 pos ini disajikan dalam bentuk video dan dikemas dalam bentuk compact disc (CD). Hasil Produk pengembangan berupa video pembelajaran Cirkuit Traning 4 Pos ini bisa langsung disebarluaskan ke ruang lingkup yang lebih luas dan dapat digunakan sesuai dengan tujuannya.

Perbedaan hasil belajar antara pembelajaran cooperative tipe Teams Game Tournament (TGT) dan metode ceramah pada mata pelajaran teknik listrik kelas X di SMK Negeri 2 Singosari / Hidayatul Kharomah

 

ABSTRAK Kharomah, Hidayatul.2016.PerbedaanHasilBelajar antara PembelajaranCooperative tipeTeams Game Tournament (TGT) danMetodeCeramahpada Mata PelajaranTeknikListrikKelas X di SMK Negeri 2 Singosari. Skripsi. S1 PendidikanTeknikElektro. JurusanTeknikElektro. FakultasTeknik. UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. HarySuswanto, S.T., M.T. (II) Drs. Suwasono, M.T. Kata Kunci: Cooperative tipeTeams Game Tournament (TGT),Ceramah,HasilBelajar, TeknikListrik. Berdasarkanhasilobservasipadasiswakelas X Mata PelajaranTeknikListrik di SMKNegeri 2 Singosari, Kabupaten Malang ditemukanbeberapakendalasaat proses pembelajarankurikulum 2013. Kendalatersebutberupakesulitan guru menyampaikanmateripelajaranmenggunakanpendekatansaintifik, pembelajarandidominasiolehmetodeceramah, siswacederungpasifsaat proses pembelajaran,dansiswakurangbisamembangunkonseppemahamanmateri yang sedangdipelajari. Olehkarenaitu, untukmengatasikendalatersebutpenelitibermaksudmemberikanalternatifmetode lain sebagaiperbaikandari proses pembelajaranmenggunakanpembelajarancooperative tipeTeams game Tournament (TGT).Penelitianinibertujuanuntukmengetahui: (1) perbedaanhasilbelajarranahpengetahuanantarakelaseksperimendengankelaskontrol, (2) peningkatanhasilbelajarpadakelaseksperimen yang menggunakanpembelajarancooperativetipeTeams Game Tournament (TGT), dan (3) peningkatanhasilbelajarpadakelaskontrol yang menggunakanmetodeceramah. Rancangandalampenelitianiniadalahquasi experimental designdenganpolanon-equivalent control group design. DesainpenelitianinimenggunakanduakelasyaitukelasX TEI 2 sebagaikelaseksperimen yang menggunakanpembelajarancooperative tipeTeams game Tournament (TGT)dankelasX TEI 1 sebagaikelaskontrolyang menggunakanmetodeceramah. Analisa data untukmengujihipotesispenelitianadalahanalisisuji-t. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa: (1) adaperbedaanhasilbelajarpadaranahpengetahuanantarakelaseksperimendengankelaskontrol,rata-rata nilaipengetahuankelaseksperimensebesar 85,58 dankelaskontrolsebesar 78,43, (2) terdapatpeningkatanhasilbelajarpadakelasekperimen yang menggunakanpembelajarancooperative tipeTeams game Tournament (TGT), dan (3) terdapatpeningkatanhasilbelajarpadakelaskontrol yang menggunakanmetodeceramah. Dapatdisimpulkanbahwapembelajarancooperative tipeTeams Game Tournament (TGT) memberikanpeningkatanhasilbelajar yang lebihbaikdibandingkandenganpembelajaran yang menggunakanmetodeceramahpada Mata PelajaranTeknikListrikKelas X.

Pengaruh cairan folikel sapi Frisian Holstein (FH) dalam medium TCM-199 terhadap maturasi oosit sapi Frisian Holstein (FH) secara in vitro / oleh Ety Purwaningtyas

 

Studi tentang minat berwirausaha di bidang otomoitif dan faktor pendukungnya pada siswa Jurusan Teknik Otomotif SMK Negeri I Trenggalek / Ahmad Dwi Cahya Husada

 

Kata Kunci: minat, faktor-faktor pendukung, dan bidang wirausaha otomotif Salah satu penyebab tingginya angka penganguran di Indonesia adalah kurangnya minat berwirausaha pada output sekolah menengah, di mana mereka cenderung untuk mencari pekerjaan bukan menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan demikian diperlukan adanya program menumbuhkembangkan minat berwirausaha dalam skala nasional Manusia wirausaha adalah manusia yang berkepribadian kuat. Kepribadian yang kuat ini menjadi sumber motivasi yang kuat untuk berprestasi. Selanjutnya potensi berprestasi ini dipakai untuk mengatasi permasalahan hidupnya dalam arti menolong dirinya sendiri. Manusia wirausaha perlu peka terhadap lingkungan. Selain mata pelajaran produktif, normatif dan adaptif SMK jurusan teknik otomotif juga dengan mata pelajaran kewirausahaan. Matapelajaran kewirausahaan adalah matapelajaran yang memberikan pengetahuan tentang kewirausahaan, selain itu matapelajaran produktif yang memberikan keterampilan, keahlian yang berkaiatan dengan otomotif. Artinya setelah siswa lulus dari SMK, maka ia akan siap untuk berkarya di masyarakat. Untuk itu , penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana besarnya minat berwirausaha di bidang otomotif, jenis bidang wirausaha yang diminati, dan faktor pendukungnya pada siswa jurusan teknik otomotif SMK Negeri I Trenggalek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Pada penelitian ini instrumen yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK kelas XII jurusan teknik mekanik otomotif yang berjumlah 144 siswa dan diambil 25% dari populasi didapat 36 siswa sebagai sampel penelitian. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel random atau random sampel. Berdasarkan hasil penelitian melalui analisis prosentase menunjukkan bahwa minat berwirausaha di bidang otomotif dan faktor pendukungnya pada siswa jurusan teknik otomotif SMK Negeri I Trenggalek dengan variabel minat , faktor-faktor yang mendukung, dan jenis wirausaha di bidang otomotif yang telah didapat dapat disimpulkan. Berdasarkan penelitian tentang minat siswa SMK Negeri I Trenggalek jurusan teknik otomotif untuk berwirausaha di bidang otomotif dari 36 siswa yang dijadikan sampel yang berada pada kategori sangat tinggi adalah 15 dengan persentase 41,66 %, pada kategori tinggi adalah 20 dengan persentase 55,55 %, pada kategori sedang adalah 1 dengan persentase 2,77 %, dan pada kategori rendah adalah 0 dengan persentase 0,00 %. Kedua berdasarkan penelitian tentang faktor-faktor yang mendukung minat siswa SMK Negeri I Trenggalek jurusan teknik otomotif untuk berwirausaha di bidangotomotif yang berada pada kategori sangat tinggi adalah 1 dengan persentase 2,77 %, pada kategori tinggi adalah 27 dengan persentase 75 %, pada kategori sedang adalah 8 dengan persentase 22,22 %, dan pada kategori rendah adalah 0 dengan persentase 0,00 %. Ketiga berdasarkan penelitian tentang bidang wirausaha otomotif yang diminati siswa SMK Negeri I Trenggalek jurusan teknik otomotif yang berada pada kategori sangat tinggi adalah 4 dengan persentase 11,11 %, pada kategori tinggi adalah 20 dengan persentase 55,55 %, pada kategori sedang adalah 11 dengan persentase 30,55 %, dan pada kategori rendah adalah 1 dengan persentase 2,77 %. Angka tersebut menunjukkan bahwa minat berwirausaha di bidang otomotif dan faktor pendukungnya, serta jenis-jenis bidang wirausaha otomotif yang diminati pada siswa jurusan teknik otomotif SMK Negeri I Trenggalek termasuk dalam katagori tinggi. Maka dapat dilihat dari minat yang berkatagori tinggi adalah bersedia belajar dari kegagalan untuk meraih kesuksesan, faktorfaktor pendukung yang mempunyai prosentase kategori tinggi adalah dengan bertambahnya kedewasaan membuat saya untuk bersikap mandiri,dan jenis wirausaha di bidang otomotif yang mempunyai prosentase kategori tinggi adalah bidang wirausaha penjualan asesoris dan suku cadang mobil Saran berdasarkan temuan penelitian diatas adalah sebagai berikut; 1. Bagi pihak sekolah, supaya lebih mendukung minat yang telah dimiliki oleh siswa SMK untuk mendirikan suatu wirausaha dengan membentuk atau mendirikan UPS (Unit Produksi Sekolah) dan diharapkan untuk menambah jam pelajaran kewirausahaan sehingga siswa memperoleh lebih banyak pengetahuan kewirausahaan serta mengadakan praktek dilapangan; 2. Bagi pihak sekolah dan guru, agar lebih meningkatkan dan memaksimalkan praktikum yang berhubungan dengan ketrampilan seperti diadakannya ektrakurikuler praktik sepeda motor, pengecatan, balancing dan sporing, praktik mobil, praktik sistem kelistrikan dan lain – lain sehingga diharapkan nanti setelah lulus siswa SMK bisa mengaplikasikan sebagai salah satu bentuk wirausaha yang dapat diwujudkan oleh para siswa setelah lulus; 3. Bagi peneliti sejenis, hasil dari penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan penelitian yang sejenis atau yang berhubungan dengan penelitian ini.

Stastistik ekonomi keuangan daerah Jawa timur = East Java regional economic - financial statistic / Bnk Indonesia

 

Pengembangan media pembelajaran fisika berbasis multimedia dengan menggunakan Swishmax 4 pada materi kinematika gerak lurus untuk siswa SMA / Kharisma Resi Pradipta

 

Kata Kunci: media pembelajaran fisika, kinematika gerak lurus, swishmax 4 Pada pelajaran fisika kelas x, ada materi yang membahas kinematika gerak lurus. Bab ini membahas tentang kedudukan, gerak, perpindahan, kecepatan, percepatan, GLB, GLBB, gerak jatuh bebas, dan gerak vertikal ke atas. Kinematika gerak lurus merupakan bab yang harus dikuasai siswa karena akan dibutuhkan pada materi-materi selanjutnya misalnya pada dinamika, perpaduan gerak, dan gerak paralabola. Untuk memotivasi siswa supaya mau belajar, maka dibuat media pembelajaran yang mampu menarik siswa untuk belajar. Pengembangan media pembelajaran fisika berbasis multimedia ini menggunakan softwere SwishMax 4. Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan bahan ajar berupa CD (Compact Disk) pembelajaran. Media ini menampilkan konsep-konsep fisika pada materi kinematika gerak lurus dengan teknik gambar bergerak (animasi). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan sesuai yang dikemukakan Brog dan Gall dengan langkah-langkah penelitian : tahap pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba, dan revisi. Pada penelitian ini hanya dilakukan sampai pada tahap uji coba validasi. Pengambilan data uji coba validasi media pembelajaran dilakukan menggunakan instrumen berupa angket/ kuiseoner kepada ahli media dan ahli materi untuk mengetahui persentase kelayakan media. Dari hasil analisis data uji coba terbatas diketahui tingkat kevalidan media pembelajaran yang dikembangkan menurut ahli media sebesar 82,3% dan menurut ahli materi 91,9 %. Media pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid dan secara keseluruhan dinyatakan baik serta dapat digunakan dalam pembelajaran.

Studi deskriptif frekuensi latihan sepakbola dan hasil belajar siswa yang bergabung ekstrakurikuler SSB di SMPN 10 Malang semester genap tahun ajaran 2005/2006 / oleh Agus Hartanto

 

Pengelolaan arsip di Sub Bagian Administrasi dan Umum Kantor Inspektorat Kabupaten Malang / Herwinda Ismawati

 

Kata Kunci : pengelolaan, arsip Setiap pekerjaan dan kegiatan di perkantoran memerlukan data dan informasi. Data dan informasi tersebut dapat diperoleh melalui arsip, arsip merupakan bukti dan rekaman dari kegiatan terdepan sampai pada kegiatan-kegiatan pengambilan keputusan. Pengelolaan arsip adalah pengaturan kegiatan yang harus dilakukan terhadap arsip-arsip yang diterima, dimana arsip tersebut memiliki nilai guna yang berbeda-beda, sehingga ada arsip yang memiliki waktu penyimpanan yang lama, bahkan permanent. Tetapi ada juga arsip yang harus segera dimusnahkan. Dengan demikian, pengelolaan arsip harus disertai kewenangan dan tanggung jawab yang jelas, serta pelaksanaannya harus dilakukan secara tertib dan teratur. Penelitian yang berjudul ”Pengelolaan Arsip di Sub Bagian Administrasi dan Umum Kantor Inspektorat Kabupaten Malang Tahun 2012” bertujuan untuk mengetahui pengelolaan arsip yang telah dilaksanakan dan diterapkan di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang. Adapun sistem kearsipan yang diteliti meliputi : (1) pengelolaan surat masuk dan surat keluar, (2) sistem penyimpanan arsip, (3) azas penyimpanan arsip, (4) prosedur penyimpanan arsip, (5) peminjaman arsip, (6) prosedur pemeliharaan arsip, (7) penyusutan dan pemusnahan arsip, (8) sarana dan prasarana kearsipan, (9) prosedur penemuan kembali arsip, serta (10) latar belakang pegawai kearsipan. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang yang beralamat di Jl. Raya Mondoroko No. 17B Singosari Malang, mulai bulan November sampai Desember 2011. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif yaitu dengan menggambarkan bagaimana pengelolaan arsip yang diterapkan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, tes kecepatan dan pemberian kuisioner kepada responden. Teknik analisis data yaitu teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 75% responden menyatakan bahwa pelaksanaan sistem kearsipan di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang berjalan dengan sangat baik, (1) Jenis arsip yang disimpan di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang terdiri dari surat masuk dan surat keluar. Sebagian besar merupakan surat dinas yang pengelompokannya berdasarkan subyek/perihal surat, (2) Pengelolaan surat masuk dan surat keluar di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang menerapkan sistem buku agenda, (3) Sistem penyimpanan arsip yang diterapkan di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang adalah kombinasi antara beberapa sistem penyimpanan arsip yaitu kombinasi antara sistem nomor, sistem wilayah, sistem subyek dan sistem tanggal, (4) Azas penyimpanan yang diterapkan adalah azas kombinasi yaitu gabungan dari sentralisasi dan desentralisasi, (5) Prosedur/langkah-langkah penyimpanan arsip di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang yaitu menerima dan membaca arsip yang akan disimpan, kemudian mencatatnya ke dalam buku agenda, setelah itu menyimpan arsip sesuai klasifikasi, (6) Peralatan dan perlengkapan kearsipan yang digunakan di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang antara lain : map ordner sebanyak 30, lemari arsip yang terbuat dari kayu sebanyak 5 buah khusus untuk menyimpan arsip yang masih aktif, komputer sebanyak 12 unit, laptop sebanyak 6 unit dan filling cabinet sebanyak 4 buah. Semua perlengkapan dan peralatan yang ada telah digunakan secara maksimal oleh petugas kearsipan untuk menyelenggarakan kegiatan kearsipan sebaik mungkin, (7) Perawatan dan pemeliharaan arsip di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang dilakukan dengan cara yang terbilang sederhana yaitu selalu memperhatikan tata letak penyimpanan arsip serta membersihkannya apabila banyak debu yang menempel, arsip-arsip ditata dengan rapi sehingga memudahkan untuk membersihkannya serta memberi kapur barus di dalam lemari penyimpanan arsip untuk menghindari gangguan serangga atau tikus. Sirkulasi udara dan cahaya di ruang penyimpanan juga diperhatikan agar ruangan tidak pengap dan lembab, (8) Peminjaman arsip di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang dilakukan dengan menggunakan tanda bukti pinjaman, (9) Prosedur penemuan kembali arsip di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang adalah sebagai berikut : (a) mengetahui subyek atau judul dan alamat surat yang ada pada kepala surat, (b) mencari nomor agenda surat dan (c) mencari arsip surat di dalam map ordner sesuai dengan subyek surat dan alamat surat. Jangka waktu penemuan kembali arsip pada kriteria sangat cepat, hal ini ditunjukkan dari besarnya angka efisiensi waktu penemuan kembali arsip sebesar 52,5 detik untuk menemukan sepuluh arsip, (10) Penyusutan dan pemusnahan arsip di Kantor Inspektorat Kabupaten Malang telah dilakukan setiap tahun secara rutin dengan mengacu kepada Jadwal Retensi Arsip yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan disarankan bagi Kantor Inspektorat Kabupaten Malang untuk : (1) mengelompokkan jenis-jenis arsip lebih detail dan spesifik, (2) lebih memaksimalkan penggunaan fasilitas media elektronik seperti komputer dan laptop untuk menyimpan file/arsip kantor, karena lebih hemat tenaga, biaya dan tempat. Serta (3) penambahan petugas kearsipan untuk meringankan beban tugas kearsipan yang dijalankan selama ini.

Hubungan penguasaan pelajaran PPKn dengan kedisiplinan siswa MTs. Almuslihuun Tlogo Kanigoro Blitar tahun pelajaran 1999-2000 / oleh Irian Handayani

 

Pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 1 Kepanjen / Uci Maria Ulfa

 

Ulfa, Uci Maria. 2014. Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS Pada Mata Pelajaran Ekonomi SMA Negeri 1 Kepanjen.Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardono, M.Si, (II) Dr. Hj. Lisa Rokhmani, M.Si Kata Kunci :Fasilitas Belajar Di Sekolah, Fasilitas Belajar Di Rumah, Fasilitas Belajar Di Masyarakat, Hasil Belajar Ekonomi     Pendidikan merupakan modal awal bagi manusia untuk membentuk perkembangan kepribadian dan kemampuan menusia. Dalam dunia pendidikan yang semakin berkembang menuntut manusia untuk selalu belajar. Dalam belajar, ada dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar sesorang yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal terjadi pada diri sendiri sedangkan eksternal adalah luar diri seseorang yang salah satunya lingkungan dimana seseorang tersebut belajar di lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat. Dalam ketiga lingkungan tersebut terdapat fasilitas yang dapat digunakan untuk kemudahan belajar. Fasilitas yang terdapat pada ketiga lingkungan tersebut dapat mempengaruhi hasil belajar seseorang siswa tak terkecuali pada ranah kognitif siswa yaitu hasil belajar siswa khususnya hasil belajar mata pelajaran ekonomi.     Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh fasilitas belajar di sekolah terhadap hasil belajar, (2) pengaruh fasilitas belajar di rumah terhadap hasil belajar, (3) pengaruh fasilitas belajar di masyarakat terhadap hasil belajar, (4) pengaruh fasilitas belajar di sekolah, di rumah, dan di masyarakat terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 1 Kepanjen. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan ekplanasi. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode angket untuk variabel X1, X2, dan X3, sedangkan untuk variabel Y menggunakan dokumentasi. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 119 siswa, kemudian dengan rumus slovin dalam penelitian ini di ambil sampel sebesar 93 siswa. Analisis penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dan regresi linier berganda.     Dari hasil penelitian, terdapat pengaruh antara fasilitas belajar baik yang di sekolah, di rumah maupun di masyarakat terhadap hasil belajar. Secara simultan fasilitas belajar memiliki kontribusi sebesar 65,7% dalam mempengaruhi hasil belajar, yang artinya terdapat pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar di SMA Negeri 1 Kepanjen. Secara parsial, terdapat pengaruh antara fasilitas belajar di sekolah terhadap hasil belajar siswa sebesar 24,2%. Fasilitas di rumah juga mempengaruhi hasil belajar siswa sebesar 19,8 % dan untuk fasilitas belajar di masyarakat mempengaruhi hasil belajar sebesar 21,7%. Dengan taraf signifikansi 0,05 ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan yang artinya semakin tinggi memanfaatkan fasilitas belajar maka akan semakin tinggi pula hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kepanjen. Dari penelitian ini diharapkan untuk dapat menggunakan fasilitas dengan baik guna meningkatkan prestasi belajar.     

Perbedaan status gizi antara anak sekolah dasar usia 5-7 tahun di daerah pedesaan dan perkotaan wilayah Malang Raya / oleh Djoko Sardjono

 

Peningkatan pembelajaran gerak dasar lempar dengan menggunakan metode bermain pada siswa kelas V di SD Negeri Cowek II Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan / Denny Hendrawan

 

Kata kunci: Metode bermain, siswa aktif, pembelajaran gerak dasar lempar. Gerak Dasar Lempar merupakan salah satu dasar dari pembelajaran gerak pada olahraga atletik yang diajarkan di sekolah dasar. Berdasarkan hasil dari observasi awal yang dilakukan diperoleh keterangan bahwa masih banyak siswa yang tidak aktif saat pembelajaran dilakukan. Pada pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di SDN Cowek II Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan guru masih sering menggunakan metode ceramah pada saat penyampaikan materi untuk memberikan contoh kepada siswa. Peneliti menyadari adanya perbedaan tingkat pemahaman dalam hal pembelajaran dan tingkat penerapan informasi pada setiap siswa yang kedepannya akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Disamping itu guru dituntut untuk lebih inovatif serta mempunyai strategi pendekatan pembelajaran yang tepat, agar dapat terciptanya suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa, atau yang lebih jelasnya guru dapat menerapakan dengan pendekatan pembelajaran model PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Maka dari itu dalam penelitian ini diterapkan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain. Tujuan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain adalah siswa senang dan banyak bergerak. Dengan proses pembelajaran tersebut siswa diharapkan dapat lebih aktif dalam pembelajaran gerak dasar lempar sehingga hasil belajar siswa akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran gerak dasar lempar kelas V SDN Cowek II Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan menggunakan metode bermain. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan 4 tahap yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti, ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani, Ahli Atletik, Ahli Permainan, guru Pendidikan Jasmani lain dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keaktifan dari 15 siswa terdapat 20% atau 3 siswa yang tidak bersemangat, 13,33% atau 2 siswa yang tidak berusaha keras, dan siswa tidak serius 6,66% atau 1 siswa. Secara umum keaktifan siswa dalam pembelajaran gerak dasar lempar mulai dari siklus 1 sudah mengalami peningkatan yang signifikan dan pada siklus 2 hampir keseluruhan siswa sudah mengalami peningkatan hanya ada beberapa siswa saja yang belum mencapai standar minimal ketuntasan, dari data di atas maka pembelajaran disimpulkan berhasil karena ketuntasan minimal adalah 75% . Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode bermain yang diberikan oleh guru dalam penelitian ini dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran gerak dasar lempar kelas V SDN Cowek II Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan.

Sistem otomasi untuk pengering ikan berbasis Arduino Uno / Firman Ardiyansyah

 

ABSTRAK Ardiyansyah, Firman. 2016. SistemOtomasiUntukPengeringIkanBerbasis Arduino Uno. TugasAkhir, JurusanTeknikElektro. Program Studi D3 TeknikElektro, FakultasTeknik. UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Dr. Eng. SitiSendari. S.T., M.T. Kata Kunci: Prototype, SistemOtomasi, PengeringIkan, Arduino Uno. Sektorperikanansebagaisalahsatupendukungsektorekonomimemilikiperandalampembangunanekonominasional, yaitumemberikannilaitambahdanmempunyainilaistrategis. Sebagainegarayangmemilikibanyakpulau, Indonesia jugamemilikibanyaklautyangberarti pulamenghasilkanbanyakikan. Namunhasilperikananmerupakankomoditas yang mudahmengalami proses kumunduranmutudanpembusukan, dimanahaliniterjadisetelahikanditangkap. Namun,ikancepatmembusukkarenaadanyabakteridanenzimjikadibiarkanbegitusajatanpa proses pengawetan. Untukitudiperlukanalat yang dapatmengawetkanikandengancepatdanjugaterjagakualitasikannya. SistemOtomasiUntukPengeringIkanBerbasisArduino Uno menggunakansuatupapanelektronik yang mengandungmikrokontroler ATmega328 (sebuahkeping yang secarafungsionalbertindaksepertisebuahkomputer) yang dimanfaatkanuntukmewujudkanrangkaianelektronikdari yang sederhanahingga yang kompleks. SistemOtomasiUntukPengeringIkanBerbasis Arduino Uno inidibuatbertujuanuntukmempermudahdalam proses pengeringanikan. Tahapandalampembuatanprototype initerdiridari: (1) perencanaan, (2) proses perancangan, (3) pembuatanalat (4) pengujian, dan (5) hasilpengujian. Prototype inimenggunakanduainput darikeypad dan sensor suhu. Input keypad bertujuanuntukmengatur timer proses pengeringanikan, sedangkaninput sensorsuhubertujuanuntukmengaturheater agar suhutetapstabil. Pengujianprototype dilakukandengancaramengujitiapblokkomponendanpengujiansistemkeseluruhan. Hasilpengujianmemperlihatkanbahwatimer yang diaturuntukikanberukurankecilselama 180 menit, ikanberukuransedangselama 360 menit, danikanberukuranbesarselama 720 menitdan sensor suhudi aturdenganrentangsuhu 58°C sampai 60°C. Perancangan yang dibuatdapatbekerjasesuaidenganprinsipkerja yang dirancang. Dengandemikianprototype yang dibuatdapatberfungsidenganbaikdansesuaidenganperancangan.

Hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan gadget smartphone dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 9 Malang / Tania Clara Dewanti

 

ABSTRAK Dewanti, Tania Clara. 2016. HubunganantaraKeterampilanSosialdanPenggunaan Gadget Smartphone denganPrestasiBelajarSiswa SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, JurusanBimbingandanKonseling, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Drs. H. Widada. M.Si, (II) Dr. Triyono.M.Pd. Kata Kunci: keterampilansosial, gadgetsmartphone, prestasibelajar Perkembanganteknologi pada zamansekarangmengalamikemajuan yang sangatpesat, ditandaidengankemajuan pada bidanginformasi dan teknologi. Salah satuwujudperkembanganteknologi yang mengalamikemajuansangatpesatmerupakan gadget smartphone.Gadget smartphonememilikidampaknegatifdandampakpositifbagiketerampilansosialdanprestasibelajarsiswa. Tujuanpenelitianuntukmengetahuihubunganantaraketerampilansosialdanpenggunaangadget smartphonedenganprestasibelajarsiswa SMA Negeri 9 Malang. Rancangan yang digunakandalampenelitianiniadalahdeskriptifkorelasional.Jumlahpopulasipenelitianini 316 siswadenganjumlahsampel 84 siswa.Instrumenpenelitianmenggunakanmetodeangketdenganskalalikertdandokumentasiberuparaport.Ujipersyaratananalisismenggunakanuji normalitas dan uji linieritas. Metodeanalisis yang digunakanadalahanalisiskorelasiganda. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwa: (1) Terdapathubungan antara keterampilansosialdenganprestasibelajardiperoleh r hitung = 0,442 > r tabel 5% = 0,312 dan p = 0,000 < 0,05. (2) Terdapathubungan antara penggunaangadgetsmartphonedenganprestasibelajardiperoleh r hitung = 0,425 > r tabel 5% = 0,312 dan p = 0,000 < 0,05. (3) Terdapathubungan yang positif antara keterampilansosial dan penggunaangadgetsmartphonedenganprestasibelajar, berdasarkanhasilkorelasigandadiperolehnilai R sebesar 0,769. Haliniberartivariabelprestasibelajardapatdijelaskanolehvariabelketerampilansosial dan penggunaangadgetsmartphonesebanyak 53,9% sedangkansisanya (46,1%) dijelaskanolehsebablain. Hasiltersebutdibuktikannilaisignifikansi yang diperolehsebesar 0,000 ≤ 0,05 yang berartibahwa H1 diterima. Berdasarkanhasilpenelitian, terdapatbeberapasaran yang perludipertimbangkan, (1) Bagikonselor, sebagaibahankontribusi dan informasiuntukmenyusunprogramBimbingan dan Konselingkhususnya pada bidanglayananbimbingansosialyaitu, tentanglayananbimbinganketerampilansosial dan penggunaangadgetsmartphonekepadasiswa SMA agar dapatberkembang secara optimal. (2) Bagipenelitiselanjutnyadiharapkanpenelitiselanjutnyadapatmenggunakanhasilpenelitianinisebagaireferensiatau data tambahanuntukmeneliti yang berhubungandenganketerampilansosial dan penggunaangadgetsmartphonedenganprestasibelajar.

Pengembangan sistematika pembelajaran senam berguling di atas (Role Box) siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Bojonegoro / oleh Wahyu Utomo

 

Pengaruh pembelajaran tugas kelompok berdasarkan survei lapangan (outdoor study) terhadap kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar geografi materi permasalahan kependudukan dan penanggulangannya / Indah Dwi Kartika Ningrum

 

Kata kunci: outdoor study, tugas kelompok, makalah, hasil belajar Geografi Outdoor study merupakan suatu model dimana guru mengajak siswa belajar di luar kelas untuk melihat peristiwa langsung di lapangan dengan tujuan mengakrabkan siswa dengan lingkungannya sebagai sumber belajar. Melalui pembelajaran survei lapangan, lingkungan di luar sekolah dapat digunakan sebagai sumber belajar sehingga siswa lebih termotivasi dan tidak cepat bosan dalam mengikuti kegiatan belajar. Pembelajaran survei lapangan (outdoor study) pada pengajaran pemberian tugas kelompok ini menjadi sarana memupuk kreatifitas inisiatif kemandirian, kerjasama pada materi pelajaran serta melatih siswa untuk membuat karya ilmiah (makalah). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran pemberian tugas kelompok berdasarkan survei lapangan (outdoor study) terhadap kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar geografi materi permasalahan kependudukan dan penanggulangannya di SMP Negeri 1 Durenan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi yang dirancang untuk mengetahui pengaruh pembelajaran tugas kelompok berdasarkan survei lapangan (outdoor study) terhadap kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar geografi dibandingkan dengan pembelajaran tugas kelompok berdasarkan pembelajaran di kelas dengan menggunakan media data monografi desa (indoor study) terhadap kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar Geografi materi permasalahan kependudukan dan penanggulangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pembelajaran tugas kelompok berdasarkan survei lapangan terhadap kemampuan menulis karya ilmiah dan hasil belajar geografi yang ditunjukkan dengan rata-rata nilai karya ilmiah (makalah) pada pengujian hipotesis makalah diperoleh nilai Fhitung (7,114) > Ftabel (4,00) yang berarti ada pengaruh pembelajaran kelompok berdasarkan survei lapangan (outdoor study) terhadap kemampuan siswa dalam menulis karya ilmiah (makalah). Sedangkan hasil belajar Geografi kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yang ditunjukan dengan perolehan nilai Fhitung (7,114) > Ftabel (4,00) yang berarti ada pengaruh pembelajaran tugas kelompok berdasarkan survei lapangan (outdoor study) terhadap hasil belajar siswa Geografi. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi guru dalam mengajar agar siswa lebih antusias dan tidak bosan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran serta dapat dijadikan acuan untuk peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian terkait dengan pembelajaran outdoor study.

Pengembangan media kartu bergambar untuk pembelajaran menulis cerpen siswa kelas VII SMP/MTs / Lamda Alif

 

Kata Kunci: pengembangan media, menulis cerpen, kartu bergambar. Kegiatan menulis melatih siswa untuk berkomunikasi melalui bahasa tulis. Kegiatan menulis juga dapat mendorong siswa untuk menuangkan ide-ide atau gagasan baik yang bersifat ilmiah maupun imajinatif. Menulis cerpen merupakan salah satu bentuk kompetensi yang harus dimiliki siswa. Seseorang dapat mengekspresikan gagasan kreatif yang dimilkinya, melalui kegiatan menulis kreatif. Pada umunya siswa merasa kesulitan pada penentuan ide kreatif, padahal ide pokok dalam cerpen merupakan awal untuk memulai sebuah tulisan. Media bergambar berguna sebagai umpan untuk memancing daya kretifitas siswa dalam penentuan tema sebuah cerpen yang akan dibuat. Media bergambar dibuat lebih menarik dan lebih mudah untuk dicermati siswa. Penentuan tema pada media ini juga berdasarkan kegiatan yang sering dijumpai oleh siswa SMP kelas VII. Penelitian ini juga dilatarbelakangi adanya strategi belajar yang memberikan kesempatan siswa untuk aktif dan kreatif secara terkontrol, dengan cara mengubah metode pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher oriented) menjadi beerpusat pada siswa (student oriented). Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan merupakan penelitian yang dilakukan secara umum bertujan ntuk mengembangkan produk. Dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, penelitian pengembangan lebih banyak berfokus pada desain, model, bahan ajar, media, dan strategi. Pada tahap pengembangan, skenario media belajar yang dikembangkan akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun media ini.dalam pengembangan media ini, melewati serangkaian proses yaitu sebagai berikut: (1) melakukan penataan isi an struktur isi media belajardengan cara menentukan alur media belajar menulis cerpenmenggunakan media kartu bergambar. (2) memilih gambar dan memasukkannya ke dalam komputer untuk dicetak menjadi media. Hasil produk awal terlebih dahulu melalui tahap uji produk, yang dilakukan oleh ahli media pembelajaran dan ahli materi menulis cerpen. Data dari hasil uji coba diolah menggunakan rumus pengembangan, kemudian hasilnya akan dijadikan acuan untuk merevisi produk agar lebih matang. Tahap berikutnya adalah mengujicobakan ke dalam kelompok kecil, siswa kelas VII SMP secara acak. Berdasarkan tahap demi tahap pengembangan tersebut membuktikan bahwa dalam pembelajaran menulis cerpen dapat terbantu dengan adanya media kartu bergambar. Dengan demikian media ini telah layak untuk digunakan dalam pengajaran menulis cerpen.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan media google sketchup 8 untuk memahamkan konsep jarak pada dimensi tiga kelas X di SMA Negeri 1 Turen / Syaiful Hamzah Nasution

 

Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif tipe STAD, Google SketchUp 8, pemahaman jarak pada dimensi tiga. Dalam proses pembelajaran kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada siswa dapat disederhanakan dengan bantuan media. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang dimensi tiga masih lemah. Siswa cenderung terpengaruh dengan tampilan objek dimensi tiga yang disajikan dalam gambar dimensi dua. Oleh karena itu diperlukan suatu media untuk memberikan visualisasi objek dimensi tiga yang dapat membantu siswa dalam memahami objek dimensi tiga. Salah satunya dengan menggunakan Google SketchUp 8. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan media Google SketchUp 8 untuk memahamkan konsep menentukan jarak dari titik ke titik, titik ke garis, titik ke bidang, garis ke garis, garis ke bidang dan bidang ke bidang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam penelitian ini terbagi dalam enam tahap, yaitu : (1) pembentukan kelompok, (2) presentasi kelas dengan menggunakan Google SketchUp 8, (3) diskusi kelompok dengan menggunakan Google SketchUp 8, (4) presentasi hasil diskusi kelompok, (5) tes, dan (6) penghargaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ketuntasan belajar klasikal pada tindakan I adalah 92,31% dan tindakan II adalah 92,31% banyaknya siswa memperoleh skor tes akhir tindakan lebih dari atau sama dengan 75. Hal ini berarti bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan media Google SketchUp 8 dapat memahamkan siswa tentang konsep menentukan jarak pada dimensi tiga. Respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan media Google SketchUp 8 sangat positif.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |