Studi tentang manajemen gabungan sepakbola Indonesia Sambas (Gabsis) Kalimantan Barat periode 2007 / Ade Gusnandar

 

Manajemen merupakan proses yang universal sifatnya di segala aspek kehidupan. Jadi tidak hanya terbatas pada dunia usaha saja. Manajemen merupakan dasar beroperasinya segala kegiatan di dalam kehidupan manusia yang semakin kompleks. Secara tradisional manajemen itu di pandang sebagai proses untuk mencapai tujuan organisasi. Sesuai dengan pernyataan tersebut tujuan manajemen hanya di capai secara efektif jika di rencanakan, dikoordinasikan dan di awasi. Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lain secara efektif dan efesien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Manajemen GABSIS Kalimantan Barat mengatur segala sesuatu yang ada di GABSIS Kalimantan Barat dan memiliki komponen-komponen manajemen di antaranya: planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), staffing (penyusunan staf), actuating (pelaksanaan), motivating (pemberian motivasi), controlling (pengawasan) budgeting (anggaran). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen Gabungan Sepakbola Indonesia Sambas (GABSIS) Kalimantan Barat periode 2007. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan prosedur penelitian yang digunakan adalah: (1) penyusunan instrumen penelitian, (2) penyebaran angket dan pengumpulan data, dan (3) analisis data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2007 di Gabsis Kalimantan Barat dengan menggunakan instrumen pedoman angket. Berdasarkan hasil penelitian Manajemen Gabungan Sepakbola Indonesia Sambas (GABSIS) Kalimantan Barat yang berkaitan dengan variabel perencanaan di peroleh hasil 93.93%, yang berkaitan dengan variabel pengorganisasian 93.62%, yang berkaitan dengan variabel Penyusunan staf 78.83%, yang berkaitan dengan variabel pelaksanaan 78.17, yang berkaitan dengan variabel motivasi 61.01%, yang berkaitan dengan variabel pengawasan 84.28%, yang berkaitan dengan anggaran 79.40%, dengan demikian manajemen Gabungan Sepakbola Indonesia Sambas (GABSIS) Kalimantan Barat secara keseluruhan diperoleh hasil 81.32%. Dari kesimpulan diatas peneliti menyarankan kepada manajemen/ pengurus Gabungan Sepakbola Indonesia Sambas (GABSIS) Kalimantan Barat Periode 2007 adalah untuk lebih membenahi pada aspek motivasi dan bagian-bagian dari aspek-aspek yang kurang baik, seperti melatih dan mengembangkan kepengurusan, dan anggaran tenaga kerja. Dengan membenahi aspek motivasi, dan bagian-bagian aspek yang kurang yang baik tidak menutup kemungkinan kedepannya manajemen Gabungan Sepakbola Indonesia Sambas (GABSIS) Kalimantan Barat dapat berjalan lebih baik dari yang sekarang ini.

Hubungan antara konsep diri dan burnout pada perawat Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo / Sun Fatayaty

 

Manajemen tatalaksana terapi perilaku anak dengan kebutuhan khusus (autisme) "Mutiara Mandiri" RSI Unisma / Rossyana Septyasih Hermawan

 

Autisme merupakan gangguan perkembangan yang kompleks menyangkut komunikasi, interaksi sosial dan aktivitas imajinasi yang gejalanya muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Anak Autis mengalami hambatan dalam perkembangan perilaku antara lain wicara, dan okupasi yang tidak berkembang seperti anak normal, dimana kedua jenis perilaku ini sangat penting untuk komunikasi dan sosialisasi. Bila hambatan ini tidak segera diatasi dengan cepat dan tepat, maka proses belajar anak tersebut akan terhambat, termauk intelengensi, emosi dan perilaku sosialnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui usaha yang dilakukan kepala sekolah dalam perencanaan tatalaksana terapi perilaku, mengorganisasikan para terapis perilaku, menggerakkan para terapis perilaku, dan pengawasan tatalaksana terapi perilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan disain studi kasus. Untuk menggali data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Selanjutnya hasil dari teknik tersebut dipilih dan dipilah sesuai dengan fokus penelitian. Untuk melihat keabsahan data digunakan teknik trianggulasi data dan member check. Hasil dari penelitian ini kemudian dipaparkan dan dibahas. Kesimpulan dari bahasan adalah kepala sekolah Autisme “Mutiara Mandiri” dalam perencanaan tatalaksana terapi perilaku mendiskusikannya dengan para anggotanya dan dalam pengorganisasian terhadap para terapisnya dilakukan dengan cara pengaturan dan pembagian tugas sesuai dengan jobnya masing-masing. Kepala sekolah juga melakukan motivasi dan koordinasi terhadap bawahannya guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para terapisnya serta melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tatalaksana terapi perilaku pada anak autisme. Sebagai akhir dari penelitian ini disarankan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Dalam perencanaan tatalaksana terapi perilaku sebaiknya melakukan kerjasama yang harmonis, antara orang tua dengan para terapis dan diantara para terapis. Selain daripada itu juga diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada anak dengan kebutuhan khusus atau autisme untuk mengikuti pendidikan dalam sistem sekolah reguler sehingga terjadi proses adaptasi.

Kajian tentang kualitas yughurt dari susu kuda liar Sumbawa dengan variasi starter serta pengaruhnya terhadap penghambatan pertumbuhan E. coli dan S. aureus sebagai bahan ajar Mikrobiologi / Wiwi Noviati

 

Noviati, Wiwi. 2013. Kajian Tentang Kualitas Yoghurt dari Susu Kuda Liar Sumbawa dengan Variasi Starter serta Pengaruhnya Terhadap Penghambatan Pertumbuhan E.coli dan S. aureus Sebagai Bahan Ajar Mikrobiologi. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program PascaSarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd, (II) Dr. Endang Suarsini, M. Ked. Kata Kunci: yoghurt, susu kuda liar Sumbawa, daya hambat, E.coli, S.aureus. Susu kuda liar Sumbawa merupakan salah satu minuman khas daerah Sumbawa yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Sampai saat ini susu kuda liar Sumbawa hanya dimanfaatkan untuk diminum dalam keadaan segar. Susu kuda liar Sumbawa mempunyai kandungan laktosa yang tinggi, sehingga diasumsikan susu kuda liar Sumbawa dapat dijadikan sebagai bahan dasar yoghurt. Penggunaan susu kuda liar Sumbawa sebagai obat merupakan salah satu cara memanfaatkan bahan alam dalam mengobati berbagai macam penyakit, seperti TBC, dan diare. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh variasi starter yoghurt terhadap tekstur, aroma, rasa dan kadar asam laktat yoghurt dari susu kuda liar Sumbawa, (2) menentukan macam starter yoghurt yang lebih baik untuk digunakan dalam pembuatan yoghurt susu kuda liar Sumbawa ditinjau berdasarkan tekstur, aroma, rasa dan kadar asam laktat, (3) menganalisis pengaruh variasi starter yang digunakan dalam pembuatan yoghurt terhadap penghambatan pertumbuhan E.coli dan S,aureus, (4) menentukan macam starter yang ditambahkan dalam proses pembuatan yoghurt yang lebih efektif terhadap penghambatan pertumbuhan E.coli, (5) menentukan macam starter yang ditambahkan dalam proses pembuatan yoghurt yang lebih efektif terhadap penghambatan pertumbuhan S.aureus, (6) mengimplementasikan hasil penelitian ini sebagai bahan ajar berupa handout Mikrobiologi. Penelitian ini terdiri dari penelitian eksperimen dan penelitian pengembangan untuk menyusun handout Mikrobiologi berdasarkan hasil eksperimen. Penelitian eksperimen dalam penelitian ini ialah tentang kualitas yoghurt susu kuda liar Sumbawa dengan variasi starter berdasarkan aspek tekstur, aroma, rasa dan kadar asam laktat serta pengujian daya hambat yoghurt terhadap pertumbuhan E.coli dan S.aureus. Daya hambat yoghurt terhadap pertumbuhan bakteri E.coli dan S.aureus diuji dengan metode difusi agar menggunakan media Mueller Hinton Agar. Antibiotik Amphicillin digunakan sebagai kontrol positif. Hasil penelitian dianalisis menggunakan anava tunggal, jika terdapat perbedaan signifikan maka dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf signifikan 5% dan untuk daya hambat menggunakan standar NCCLS. Pengujian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang dan di Laboratorium Biokimia Jurusan Biologi FMIPA Universitas Muhammadiyah Malang, mulai bulan Januari-Maret 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tidak ada perbedaan pengaruh variasi starter terhadap kualitas tekstur yoghurt susu kuda liar Sumbawa, (2) ada perbedaan pengaruh variasi starter terhadap kualitas aroma yoghurt susu kuda liar Sumbawa, (3) ada perbedaan pengaruh variasi starter terhadap kualitas rasa yoghurt susu kuda liar Sumbawa, (4) ada perbedaan pengaruh variasi starter terhadap kualitas kadar asam laktat yoghurt susu kuda liar Sumbawa, (5) tidak ada perbedaan pengaruh variasi starter yoghurt susu kuda liar Sumbawa terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri E.coli dan S.aureus terbukti dengan tidak terbentuknya zona bening di sekitar paper disk. Hasil penelitian ini kemudian diimplementasikan untuk menyusun bahan ajar berupa handout Mikrobiologi dengan judul “Pemanfaatan Susu Kuda Liar Sumbawa untuk Pembuatan Yoghurt”. Handout ini telah layak digunakan untuk membantu kegiatan belajar mengajar Mikrobiologi dengan kualifikasi sangat baik berdasarkan hasil validasi oleh validator ahli materi Mikrobiologi dan validator ahli bahan ajar. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan: (1) perlu dilakukan penelitian sejenis dengan menggunakan bahan dasar lain, antara lain: susu kerbau dan susu sapi, (2) Dosen perlu mengimplementasikan handout ini untuk meningkatkan motivasi belajar melalui pembelajaran yang kontekstual dengan memanfaaatkan sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar terutama yang memiliki potensi mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan pembelajaran, (3) perlu mengembangkan bahan ajar jenis lainnya dari hasil penelitian, sehingga memberikan tambahan wawasan dalam proses belajar mengajar, dan (4) perlu melakukan penelitian tentang biodiversitas mikroba indigen dari susu kuda liar Sumbawa.

Pengaruh penghalusan dinding dalam intake manifold dan variasi putaran motor terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada Honda Supra Fit / Tomi Rachmad Santoso

 

Pada sebuah motor bakar, saluran intake manifold berfungsi sebagai penghantar campuran udara dan bahan bakar dari karburator ke ruang pembakaran, saluran hisap intake manifold memang kurang memegang peranan terpenting namun desain dari intake manifold berpengaruh pada homogenitas dan kecepatan aliran campuran udara dan bahan bakar dari karburator ke ruang pembakaran. Saluran intake manifold standart memiliki permukaan yang kasar seperti kulit jeruk sehingga memiliki faktor gesekan aliran fluida yang tinggi sehingga komposisi campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar kurang efektif dalam memenuhi kebutuhan motor. Hasil yang ingin dicapai dengan dihaluskannya permukaan dalam dinding intake manifold agar permukaan yang menyerupai kulit jeruk hilang adalah adanya peningkatan tekanan aliran campuran udara dan bahan bakar yang masuk keruang bakar lebih tinggi sehingga berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dan kadar emisi gas buang yang dihasilkan pada Honda Supra Fit. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang signifikan pada Honda Supra Fit yang menggunakan Intake Manifold Standart dan yang telah dihaluskan, (2) mengetahui perbedaan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang signifikan pada Honda Supra Fit yang menggunakan Intake Manifold Standart dan yang telah dihaluskan pada putaran motor 1500, 4000 dan 7000 rpm, (3) mengetahui adanya interaksi yang signifikan antara jenis intake manifold standart dan yang telah dihaluskan dengan putaran motor 1500, 4000 dan 7000 rpm terhadap konsumsi bahan bakar dan kadar emisi gas buang yang dihasilkan pada Honda Supra Fit. Intake Manifold yang digunakan adalah intake manifold Honda Genuine Parts, yang mempunyai desain dan kualitas bahan sesuai standart pabrik dan intake manifold Genuine Parts yang diberi perlakuan. Perlakuan yang digunakan adalah perlakuan dengan penghalusan permukaan dinding intake manifold dengan menggunakan kertas gosok atau ampelas sehingga permukaan yang menyerupai kulit jeruk pada intake manifold tidak tampak lagi. Sedangkan putaran motor yang digunakan adalah untuk putaran rendah diwakili oleh putaran 1500 rpm, untuk putaran menengah diwakili oleh putaran 4000 rpm, dan untuk putaran tinggi diwakili oleh putaran 7000 rpm. Penelitian untuk kadar emisi gas buang dilaksanakan di laboratorium Suzuki Universitas Negeri Malang, Jl. Surabaya No 6 Malang, pada tanggal 02 November 2007. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Analisis hasil penelitian yang digunakan adalah Anava dua jalan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan jenis Intake Manifold terhadap Konsumsi bahan bakar sebesar 20 detik. Terdapat perbedaan yang signifikan jenis intake manifold terhadap emisi gas buang produk CO sebesar 6,7 % dan untuk produk HC sebesar 28 % yang dihasilkan pada Honda Supra Fit, (2) Terdapat perbedaan jenis intake manifold terhadap konsumsi bahan bakar dengan putaran motor 1500 rpm sebesar 59 detik, putaran 4000 rpm sebesar 1 detik dan 7000 rpm sebesar 2 detik. Terdapat perbedaan jenis intake manifold terhadap emisi gas buang CO dengan putaran motor 1500 rpm sebesar 9,2 %, putaran 4000rpm sebesar 4,3 % dan 7000 rpm sebesar 4,9 %. Dan untuk produk HC dengan putaran motor 1500 rpm sebesar 35 %, putaran 4000 rpm sebesar 1,6 % dan 7000 rpm sebesar 24 %, (3) Terdapat interaksi yang signifikan antara jenis intake manifold standart dan yang dihaluskan dengan putaran motor 1500, 4000 dan 7000 rpm terhadap konsumsi bahan bakar. Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara jenis intake manifold standart dan yang telah dihaluskan dengan putaran motor 1500, 4000 dan 7000 rpm terhadap emisi gas buang produk CO. Terdapat interaksi yang signifikan antara jenis intake manifold standart dan yang telah dihaluskan dengan putaran motor 1500, 4000 dan 7000 rpm terhadap emisi gas buang produk HC. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan CC sepeda motor yang berbeda, untuk mengetahui perbedaan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang dihasilkan pada sepeda motor.

Pengaruh terungkapnya Fraud perbankan terhadap pergerakan harga dan volume perdagangan saham perbankan nasional / Arga Hermawan

 

Hermawan, Arga. Pengaruh Terungkapnya Fraud Perbankan terhadap Pergerakan Harga dan Volume Perdagangan Saham Perbankan Nasional. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si, Ak., (II) Dr. Dyah Aju Wardhani, M.Si, Ak. Kata Kunci: Fraud Perbankan, Harga Saham Perbankan, Volume Pedagangan Saham Perbankan.     Menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dalam bisnis perbankan, rasa kepuasan nasabah merupakan nilai penting yang harus dijaga, sedangkan dari sisi pemegang saham, performa dan kinerja sebuah bank dapat dilihat dari harga saham mereka. Pada kuartal I tahun 2011 terdapat 8 kasus pembobolan dana nasabah yang melanda perbankan Indonesia, kasus-kasus yang terjadi tentu merugikan banyak pihak mulai dari pemerintah, perbankan nasional, pelaku pasar, hingga masyarakat. Hal tersebut jelas melanggar etika bisnis dan jelas mempunyai pengaruh negatif terhadap perusahaannya bahkan dapat memicu timbulnya mosi tidak percaya terhadap sistem perbankan di Indonesia yang akan berdampak terhadap harga saham di bursa efek dan terhadap para investor yang kemungkinan akan mengambil sikap lebih hati-hati dalam berinvestasi. Berdasarkan uraian tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh terungkapnya fraud perbankan terhadap pergerakan harga saham perbankan yang terlibat fraud itu sendiri, pengaruh terungkapnya fraud perbankan terhadap pergerakan harga saham perbankan nasional, pengaruh terungkapnya fraud perbankan terhadap pergerakan volume perdagangan saham perbankan yang terlibat fraud itu sendiri, dan pengaruh terungkapnya fraud perbankan terhadap pergerakan volume perdagangan saham perbankan nasional.      Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif dengan variabel independen (X) adalah peristiwa terungkapnya fraud perbankan, variabel dependen yang pertama (Y1) yaitu harga saham perbankan, dan variabel dependen yang kedua (Y2) yaitu volume perdagangan saham perbankan. Subyek penelitian ini adalah perbankan di Indonesia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Sumber data merupakan data sekunder dengan instrumen penelitian berupa checklist. Analisis uji beda digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan harga dan volume perdagangan saham antara sebelum peristiwa fraud terungkap dan setelah peristiwa fraud terungkap.     Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terungkapnya (1) fraud perbankan tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap pergerakan harga saham perbankan yang terlibat fraud itu sendiri, (2) terungkapnya fraud perbankan tidak berpengaruh negatif secara signifikan terhadap pergerakan harga saham perbankan nasional, (3) terungkapnya fraud perbankan tidak berpengaruh negatif secara signifikan terhadap pergerakan volume perdagangan saham perbankan yang terlibat fraud itu sendiri, dan (4) terungkapnya fraud perbankan tidak berpengaruh negatif secara signifikan terhadap pergerakan volume perdagangan saham perbankan nasional. Dari hasil penelitian ini hendaknya pemegang saham tidak perlu memiliki kekhawatiran yang berlebihan terhadap informasi atas terungkapnya fraud perbankan, selama jumlah dana yang dibobol tidak material, serta investor dan calon investor harus waspada terhadap situasi pasar yang sedang berlangsung dengan melihat kinerja keuangan perusahaan, kebijakan kebijakan moneter yang diambil pemerintah dan informasi dari berbagai sumber yang harus dipertimbangkan, sehingga para investor dan calon investor nantinya tidak mengalami kerugian dalam investasi di pasar modal khusunya berinvestasi saham.

Evaluasi alat observasi kemampuan guru yang digunakan oleh kepala sekolah dalam kegiatan supervisi (Studi Kasus di SLTP 1 Sidoarjo) / oleh Margono

 

Pengaruh pendidikan ekonomi di keluarga, status sosial ekonomi dan konformitas teman sebaya terhadap gaya hidup yang dimediasi financial literacy (Studi Kasus pada Siswa kelas XI IPS SMA Negeri Se-Kota Gorontalo) / Isnahriyati S. Auna

 

Kata Kunci: pendidikan ekonomi di keluarga, status sosial ekonomi, konformitas teman sebaya, financial literacy, gaya hidup. Globalisasi memungkinkan masuknya nilai-nilai budaya dan trend gaya hidup dari berbagai pelosok dunia, yang kemudian diadopsi oleh masyarakat lewat perantara media masa seperti munculnya budaya kapitalis yang menuntut gaya hidup tinggi yaitu gaya hidup yang konsumtif. Hal ini terjadi, apabila adanya dukungan serta pengaruh dari lingkungan sekitar khususnya lingkungan keluarga dan lingkungan pertemanan serta status sosial ekonomi. Dengan demikian diperlukan adanya financial literacy siswa. Berkaitan dengan itu, diperlukan pembahasan mengenai pengaruh pendidikan ekonomi di keluarga, status sosial ekonomi, konformitas teman sebaya terhdap gaya hidup yang akan dimediasi oleh financial literacy. Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) pengaruh pendidikan ekonomi di keluarga terhadap gaya hidup siswa SMA negeri se-kota Gorontalo, (2) pengaruh status sosial ekonomi terhadap gaya hidup siswa SMA Negeri se-kota Gorontalo, (3) pengaruh konformitas teman sebaya terhadap gaya hidup siswa SMA Negeri se-kota Gorontalo, (4) pengaruh financial literacy terhadap gaya hidup siswa SMA Negeri se-kota Gorontalo, (5) pengaruh Pendidikan ekonomi di keluarga terhadap gaya hidup melalui financial literacy siswa SMA Negeri se-kota Gorontalo (6) pengaruh status sosial ekonomi terhadap gaya hidup melalui financial literacy siswa SMA Negeri se-kota Gorontalo, (7) pengaruh konformitas teman sebaya terhadap gaya hidup melalui financial literacy siswa SMA Negeri se-kota Gorontalo. Dalam penelitian ini juga bertujuan pada pengujian mediasi yaitu variabel financial literacy, yang berawal dari inkosistensi temuan dari peneliti-peneliti sebelumnya sehubungan dengan pengaruh pendidikan ekonomi di keluarga, status sosial ekonomi dan konformitas teman sebaya terhadap gaya hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri se-Kota Gorontalo, kelas XI IPS tahun ajaran 2012-2013 yang telah banyak belajar dari pengalaman tentang mengelola keuangan dan telah menempuh pendidkan ekonomi di sekolah. Penarikan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Proses pengumpulan data menggunakan angket. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis jalur. Temuan penelitian menunujukan bahwa (1) pendidikan ekonomi di keluarga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap gaya hidup siswa SMA Negeri se-Kota Gorontalo, (2) status sosial ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup siswa SMA Negeri se-Kota Gorontalo, (3) konformitas teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup siswa SMA Negeri se-Kota Gorontalo, (4) Financial Literacy berpengaruh negatif dan signifikan terhadap gaya hidup siswa SMA Negeri se-Kota Gorontalo, (5) pendidikan ekonomi di keluaarga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap gaya hidup melalui financial literacy siswa SMA Negeri se-Kota Gorontalo, (6) status sosial ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup melalui financial literacy siswa SMA Negeri se-Kota Gorontalo, (7) konformitas teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup melalui financial literacy siswa SMA Negeri se-Kota Gorontalo. Merujuk pada hasil penelitian dapat disarankan bahwa pentingnya kesadaran siswa untuk menerapkan pola hidup sederhana yaitu tidak berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi barang dan jasa, berpikir rasional dalam memilih barang, bukan karena ikut-ikutan, selalu belajar hidup hemat dan tidak terpengaruh oleh teman sebaya yang cenderung memilliki gaya hidup tinggi. Begitupula siswa tidak harus terpengaruh dengan tingginya status sosial ekonomi orang tua, karena akan menyebabkan sikap konsumtif yang nantinya mempengaruhi gaya hidup. Siswa juga perlu meningkatkan sosialisasi dengan orang tua karena dapat mempengaruhi pendidikan ekonomi dalam keluarga. Dengan demikian memberikan kontribusi khususnya dalam lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah yang memiliki peran untuk membiasakan anak atau siswa untuk selalu mengajarkan bagaimana pola hidup sederhana karena akan mempengaruhi perilaku dan masa depan siswa selanjutnya.

Simbol kehidupan masyarakat modern dalam kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa karya Pudji Isdriani / Fivin Swatrahadi Permaningtyas

 

Semiotik merupakan suatu disiplin ilmu yang memungkinkan kita berpikir, berhubungan dengan orang lain, dan memberi makna pada sesuatu yang ditampilkan oleh alam semesta melalui tanda. Segala sesuatu mempunyai makna dalam setiap kehidupan manusia, tidak hanya untuk melakukan sesuatu, melainkan juga mempunyai makna dan bertindak sebagai tanda, makna dalam hubungan sosial, selalu memerlukan seperangkat nilai tertentu, baik dari sudut pandang masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra yang membicarakan manusia dengan segala persoalan kehidupannya. Pemilihan kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa karya Pudji Isdriani didasari oleh pertimbangan bahwa dalam kumpulan cerpen tersebut penggunaan simbol sebagai hasil imajinasi dan pikiran-pikiran dalam menuangkan makna yang ditulis dalam cerpen tersebut. Simbol-simbol baru inilah yang terasa baru dan unik bagi pembaca, karena hanya dimiliki oleh sekelompok masyarakat yakni dalam kehidupan masyarakat modern, namun dapat bersifat nasional bahkan global. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan deskripsi tentang: (1) bentuk-bentuk simbol, (2) makna simbol, dan (3) fungsi simbol kehidupan masyarakat modern dalam kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa karya Pudji Isdriani. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pendekatan teori yang dipakai adalah semiotik dengan objek kajian kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa karya Pudji Isdriani. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan analisis tekstual terhadap data kebahasaan. Langkah kerja dalam pendekatan semiotik ini meliputi: (1) membaca setiap cerpen pada kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa secara intensif dan berulang-ulang, (2) memberi kode berbagai hal tentang simbol masyarakat modern yang terdapat dalam sumber data sesuai dengan permasalahan, (3) mendaftar data yang diperoleh dari tiap cerpen pada kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa berdasarkan kriteria yang sesuai dengan permasalahan, dan (4) mengklasifikasi data berdasarkan permasalahan, yaitu: (a) bentuk simbol yang meliputi simbol verbal dan simbol nonverbal, (b) makna simbol, (c) fungsi simbol. Berdasarkan hasil analisis diperoleh simpulan sebagai berikut. Pertama, bentuk simbol dalam kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa meliputi simbol verbal dan simbol nonverbal. Simbol verbal, yakni berupa nama-nama kota besar, tempat-tempat mewah, bangunan megah, transportasi mewah, barang-barang mewah, makanan dan minuman ala barat, alat komunikasi, dan materi. Simbol nonverbal, yakni berupa karier, pendidikan, perkataan, dan penampilan. Kedua, makna simbol dalam kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa meliputi dinamika sosial, status sosial, dan orientasi sosial. Ketiga, fungsi simbol dalam kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa adalah sebagai: penanda kelas sosial, penanda kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penanda masyarakat aktif, dan penanda pemersatu budaya. Berdasarkan simpulan di atas, disarankan kepada (1) peneliti lain untuk meneliti simbol dalam karya sastra lainnya dan periode yang berbeda; (2) pembaca sastra, untuk menambah wawasan bagi para pembaca sastra tentang aspek simbol dalam karya satra khususnya prosa fiksi; (3) pengajar sastra, untuk memanfaatkan aspek positif simbol kehidupan masyarakat modern dalam karya sastra agar dapat lebih memahami tentang makna; dan (4) kritikus sastra untuk membandingkan dan menilai karya sastra khususnya mengkaji simbol dalam karya sastra.

Penerapan model savi untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IVA SDN Madyopuro 1 Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Theresia Natasian

 

Kata kunci: Pembelajaran IPA, Model SAVI Pembelajaran IPA model SAVI merupakan pembelajaran yang menggabung kan gerakan fisik dengan aktivitas intelektual dan penggunaan semua indra yang dapat berpengaruh besar pada pembelajaran. Melalui penerapan model SAVI, siswa mendapat kesempatan terlibat secara aktif pada pembelajaran sekaligus seluruh kompetensi siswa dapat berkembang secara optimal. Hasil observasi awal di SDN Madyopuro 1 Malang ,di temukan permasalahan yaitu hasil belajar siswa sebagian besar nilainya bawah standar KKM. Akar penyebab hasil belajar siswa di bawah standar KKM 70 karena guru kurang tepat dalam memilih model pembelajaran. Untuk mengatasi rendahnya hasil belajar tersebut dilakukan penelitian dengan menerapkan model SAVI pada pembelajaran IPA. Adapun rumusan masalahnya adalah 1) bagaimanakah penerapan model SAVI pada pembelajaran IPA?,2) bagaimanakah aktivitas siswa selama penerapan model SAVI?, 3) apakah hasil belajar siswa meningkat setelah diterapkan model SAVI?. Penelitian ini dirancang dengan model penelitian tindakan kelas dengan analisis data deskritif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi,tes,dan dokumentasi selama proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus sesuai dengan alur penelitian PTK yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian mengatakan bahwa nilai rata-rata aktivitas siswa siklus I pertemuan 1 69,15 termasuk kategori (rendah),dan pertemuan 2 yaitu 75,93 dan pada siklus II pertemuan 1 yaitu 72,30 dan pertemuan kedua 82,73 kategori (tinggi) dan hasil belajar siswa siklus I pertemuan 1 60,39 termasuk kategori (rendah) dan pertemuan 2 hasil belajar siswa 70,65 termasuk kategori(cukup). Pelaksanaan tindakan siklus I pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 meningkat sebesar (10,26%). sedangkan siklus II pertemuan 1 hasil belajar siswa 72,79 termasuk kategori(cukup) dan pertemuan 2 mencapai 78,37 termasuk kategori(tinggi). Pelaksanaan tindakan siklus II pertemuan 1 dan 2 mengalami peningkatan sebesar (5,58%). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA dengan model SAVI dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA yang ditandai dengan meningkatnya aktivitas dan hasil belajar siswa SDN Madyopuro 1 Malang. Untuk itu disarankan bagi guru agar dapat memberikan akses kepada siswa untuk dapat berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas yang bersifat student centers melalui penerapan model SAVI.

Pelaksanaan observasi kelas sebagai bentuk supervisi oleh kepala sekolah dalam peningkatan morale kerja guru di SLTP Negeri kota Malang
oleh Murti Asri

 

Keefektifan psikoedukasi menggunakan teknik lead dan lead plus impact untuk meningkatkan adversity intelligence siswa SMK / Lilla Maturizka Asfarina

 

ABSTRAK Asfarina, Lilla Maturizka Ayu. 2016. Keefektifan Psikoedukasi Menggunakan Teknik Lead dan Lead Plus Impact untuk Meningkatkan Adversity Intelligence Siswa SMK. Tesis, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd., (II) Dr. Adi Atmoko, M.Si. Kata Kunci: Psikoedukasi, Lead, Impact, Adversity Intelligence Pada zaman yang semakin berkembang, kesulitan yang datang pun juga semakin meningkat. Agar seseorang mampu melanjutkan kehidupannya, maka ia perlu memiliki ketangguhan dalam menghadapi kesulitan tersebut. Ketangguhan itulah yang dimaksud dengan Adversity Intelligence (AI) yang akan menentukan respon seseorang dalam menghadapi kesulitan. Apakah menghindar, bertahan semampunya, atau terus berjuang hingga kesulitan dapat dilaluinya dan menang. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk dapat meningkatkan AI dalah teknik Lead sebagai rangkaian self help bagi seseorang untuk dapat mewujudkan respon positif dalam menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan teknik lead dengan lead plus impact dalam meningkatkan Adveristy Intelligence (AI ) siswa SMK. Ketangguhan dalam diri siswa SMK perlu ditingkatkan agar mereka siap mengahadapi praktik kerja industri (prakerin) sebagai lingkungan baru yang akan mereka singgahi. Teknik lead dan lead plus impact diberikan kepada siswa dalam bentuk kegiatan psikoedukasi dengan setting kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang bertujuan untuk membandingkan teknik lead dan lead plus impact dalam mempengaruhi peningkatan AI siswa SMK. Jenis eksperimen tersebut adalah eksperimen quasi, dengan menggunakan desain faktorial 3x2. Desain ini memungkinkan peneliti untuk melihat ada tidaknya pengaruh variabel bebas dan interaksi di antara variabel tersebut terhadap variabel terikat. Subjek penelitian ini adalah 36 siswa SMK kelas XI yang akan menjalani prakerin. Instrument pengukuran AI yang digunakan adalah instrument adversity response profile yang dikembangkan oleh peneliti. Hasil penelitian menggunakan analisis two way anova, menunjukkan skor F=17,2 dan p=0,00. Hal tersebut bermakna bahwa terdapat perbedaan peningkatan AI oleh intervensi lead dan lead plus impact. Hal ini dipengaruhi oleh adanya perlakuan impact sebagai teknik kreatif yang membuat proses despute dalam intervensi menjadi lebih mudah dipahami. Hasil penelitian berikutnya adalah bahwa tidak ada perbedaan peningkatan skor AI dalam tiga level AI yang berbeda. Artinya, level AI yang dimiliki siswa sebelum intervensi tidak berpengaruh terhadap peningkatan skor AI mereka setelah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan AI siswa benar-benar dipengaruhi oleh adanya intervensi teknik lead dan lead plus impact. Oleh karena itu, disarankan bagi konselor untuk dapat menggunakan teknik lead dengan penuh kreatifitas sebagai metode efektif untuk meningkatkan AI siswa.

Tugas konstruksi beton pertokoan / oleh Sumedi

 

An analysis on the reading-subskills of reading tests a content analysis / by Caecilia Tutyandari

 

Pengaruh variasi sudut otong dan sudut buang pahat baja Assab ASP 23/Vanadis 23 terhadap tingkat kualitas permukaan benda kerja / Wendhi Paryoga

 

Kata Kunci: sudut potong, sudut buang, kualitas permukaan Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Bagaimanakah pengaruh variasi besar sudut potong pahat baja ASSAB ASP 23/VANADIS 23 terhadap tingkat kualitas permukaan benda kerja hasil pembubutan, 2) Bagaimanakah pengaruh variasi besar sudut buang pahat baja ASSAB ASP 23/VANADIS 23 terhadap tingkat kualitas permukaan benda kerja hasil pembubutan, 3) Bagaimanakah pengaruh variasi besar sudut potong dan variasi besar sudut buang sisi potong pahat baja ASSAB ASP 23/VANADIS 23 terhadap kualitas permukaan hasil pembubutan Dalam pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimental yang melibatkan beberapa variabel. Variabel tersebut diantaranya adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variasi sudut potong dan sudut buang pahat bubut, sedangkan variabel terikat merupakan hasil kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan rata. Kesimpulan pada penelitian ini menyatakan bahwa 1) Penggunaan sudut potong yang terlalu runcing memiliki ketahanan yang kurang sehingga dapat menyebabkan aus pada pahat tersebut. 2) Semakin besar variasi sudut buang yang digunakan (semakin runcing), maka semakin halus pula hasil kekasaran permukaan yang diperoleh. 3) Penggunaan variasi besar sudut potong dan variasi besar sudut buang pahat baja ASSAB ASP 23/VANADIS 23 memiliki tingkat kualitas kekasaran permukaan sedang antara tingkat kelas N7 dan N8. Adapun saran yang dapat peneliti berikan sebagai berikut: 1) Dengan bentuk geometri pahat bubut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan umur keausan pahat. Karena bentuk geometri pahat bubut sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya umur keausan pahat. 2) Harapannya dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan hasil temuan ukuran sudut potong dan sudut buang yang dikombinasikan dengan parameter atau kondisi pemotongan yang lain. Contohnya pengaruh kecepatan potong, kecepatan pemakanan, kedalaman potong, suhu pemotongan, dan lain sebagainya. Sehingga nantinya akan dapat ditemukan variasi-variasi yang baru dalam proses pembubutan untuk meningkatkan kualitas permukaan yang baik.

Implementasi sistem kredit semester pada mata pelajaran sejarah Indonesia kelompok wajib di kelas X SMA Negeri 1 Singosari tahun ajaran 2015/2016 / Nuril Lailatis Sabiqoh

 

ABSTRAK Sabiqoh, Nuril Lailatis. 2016. Implementasi Sistem Kredit Semester pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Kelompok Wajib di Kelas X SMA Negeri 1 Singosari Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Kasimanuddin, M.Pd., (II) Najib Jauhari, S.Pd, M.Hum. Kata Kunci: Sistem Kredit Semester, Sejarah Indonesia Kelompok Wajib, SMA Negeri 1 Singosari. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan . Beban belajar setiap mata pelajaran pada SKS dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Beban belajar satu sks meliputi satu jam pembelajaran tatap muka, satu jam penugasan terstruktur, dan satu jam kegiatan mandiri tidak terstruktur. Implementasi Sistem Kredit Semester membawa dampak pada pelaksanaan pembelajaran Sejarah Indonesia Kelompok Wajib. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana implementasi Sistem Kredit Semester pada mata pelajaran Sejarah Indonesia Kelompok Wajib pada tahap perencanaan pembelajaran; (2) Bagaimana implementasi Sistem Kredit Semester pada mata pelajaran Sejarah Indonesia Kelompok Wajib pada tahap pelaksanaan pembelajaran; dan (3) Bagaimana implementasi Sistem Kredit Semester pada mata pelajaran Sejarah Indonesia Kelompok Wajib pada tahap evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deksriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan informan, dan sumber data pendukung berupa dokumentasi. Pengolahan data menggunakan analisis reduksi data, sajian data dan verifikasi data. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Implementasi Sistem Kredit Semester memberikan dampak pada tahap perencanaan pembelajaranSejarah Indonesia Kelompok Wajib. Pada tahap perencanaan, pembuatan perangkat pembelajaran dengan alokasi waktu yang berbeda yaitu untuk Program Kelas 4 Semester 1 jam pelajaran terdiri dari 30 menit. Perangkat pembelajaran yang dibuat alokasi waktunya menyesuaikan pada pemetaan materi yang dibuat khusus oleh Tim MGMP Internal yaitu guru mata pelajaran Sejarah Indonesia Kelompok Wajib SMA Negeri 1 Singosari; (2)Implementasi SKS memberikan dampak pada tahap pelaksanaan pembelajaranSejarah Indonesia Kelompok Wajib. Alokasi waktu kegiatan pembelajaran yaitu 1 jam pelajaran terdiri dari 30 menit. Materi yang diajarkan di Program Kelas 1,5 kali mendahului Program Kelas Reguler; (3) Implementasi Sistem Kredit Semester memberikan dampak pada tahap evaluasi pembelajaranSejarah Indonesia Kelompok Wajib. Penilaian pengetahuan melalui tes tertulis berupa Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester penyusunan soal dilakukan oleh Tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Internal yaitu guru mata pelajaran Sejarah Indonesia Kelompok Wajib SMA Negeri 1 Singosari. Capaian hasil belajar pada program kelas dengan SKS mencantumkan Indeks Prestasi Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi guru Sejarah Indonesia Kelompok Wajib untuk membuat perangkat pembelajaran khusus untuk program kelas dengan SKS lebih maksimal. Karakteristik peserta didik program kelas dengan SKS yang lebih unggul harus ditunjang dengan manajemen pembelajaran yang baik agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Pengaruh penggunaan lembar kerja siswa berbasis eksperimen terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang / Puji Astuti

 

Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa, Prestasi Belajar. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan melalui kegiatan observasi, diperoleh informasi tentang rendahnya prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Malang. Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya rata-rata nilai ulangan harian fisika siswa kelas VIII yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 75. Kegiatan pembelajaran yang dikembangkan oleh guru masih cenderung berpusat pada guru dan kurang melibatkan siswa. Lembar Kerja Siswa yang selama ini digunakan dalam kegiatan pembelajaran hanya sebatas untuk kegiatan diskusi menjawab pertanyaan, sedangkan kegiatan eksperimen jarang sekali dilakukan karena pelaksanaannya dinilai kurang efisien. Diperlukan kejelasan Lembar Kerja Siswa mana yang memiliki dampak lebih besar bagi peningkatan prestasi belajar fisika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan penggunaan Lembar Kerja Siswa berbasis eksperimen dan non-eksperimen dalam pembelajaran dan menunjukkan prestasi belajar fisika yang lebih baik antara siswa yang belajar dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa berbasis eksperimen dan siswa yang belajar dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa berbasis non-eksperimen. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, di mana ada dua kelas eksperimen. Siswa kelas eksperimen I belajar dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa berbasis eksperimen, sedangkan siswa kelas eksperimen II belajar dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa berbasis non-eksperimen. Dua kelas eksperimen diperoleh dengan teknik purposive sampling. Sebelum perlakuan diberikan, siswa harus mengalami pretest untuk mengetahui prestasi belajar awal fisika siswa, sedangkan prestasi belajar akhir diukur menggunakan dua cara yaitu posttest pada tiap akhir pertemuan sesuai dengan materi yang disampaikan dan di akhir perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Lembar Kerja Siswa berbasis eksperimen dan non-eksperimen terlaksana dengan baik. Prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa berbasis eksperimen lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa berbasis non-eksperimen.

Perancangan gedung I bangunan perkantoran
oleh Muhammad Toriq

 

Manajemen partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengembangan sekolah (studi multi kasus pada SMA Negeri 4 dan SMA Katolik Santo Petrus Kanisius Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah) / Rina Wahyuni

 

Wahyuni, Rina. 2015. Manajemen Partisipasi Masyarakat dalam Pengambilan Keputusan dan Pengembangan Sekolah (Studi Multi Kasus pada SMA Negeri 4 dan SMA Katolik Santo Petrus Kanisius Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K. H., M.A., Ph.D., (II) Dr. H. Kusmintardjo, M. Pd. Kata kunci: manajemen, partisipasi masyarakat, pengambilan keputusan, pengembangan sekolah, sekolah menengah atas.     Perkembangan pendidikan di era globalisasi, menuntut tersedianya sumberdaya manusia berkualitas yang dapat diperoleh melalui penyelenggaraan pendidikan yang baik. Salah satu upaya mendapatkan pendidikan yang berkualitas yakni dengan melibatkan seluruh stakeholders pendidikan dalam setiap prosesnya. Partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengembangan sekolah merupakan sesuatu yang seharusnya karena tanpa dukungan dari masyarakat, pendidikan tidak akan berhasil dengan optimal, sebab sekolah merupakan sistem terbuka yang berada di tengah-tengah masyarakat dan sangat membutuhkan dukungan yang besar dari masyarakat.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap lebih mendalam tentang manajemen partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengembangan sekolah pada dua sekolah menengah atas, yaitu SMA Negeri 4 dan SMA Katolik Santo Petrus Kanisius Kota Palangka Raya yang memiliki karakteristik berbeda. Fokus penelitian ini tertuju pada tiga hal yaitu: (a) formulasi partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengembangan sekolah; (b) implementasi partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengembangan sekolah; serta (c) monitoring dan evaluasi partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengembangan sekolah.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Penentuan informan dilakukan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (a) observasi, (b) wawancara mendalam, dan (c) studi dokumentasi. Informasi yang terkumpul dari ketiga teknik tersebut dianalisis secara berulang melalui analisis kasus individu maupun analisis lintas kasus. Pengecekan kredibilitas data dilakukan dengan teknik triangulasi (sumber dan teknik/metode), member checks, dan kecukupan bahan referensi; pengecekan dependabilitas data penelitian dilakukan oleh peneliti dengan berkonsultasi kepada para pembimbing sebagai auditor independent; dan pengecekan konfirmabilitas digunakan untuk melihat bahwa hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya proses penelitian di lapangan.     Hasil penelitian menunjukkan, pertama, formulasi partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengembangan sekolah menunjukkan (a) pelibatan orang tua, komite sekolah dalam pembuatan visi, misi,tujuan dan program sekolah hanya terdapat pada sekolah negeri; sedangkan pada sekolah swasta semuanya telah dibuat oleh sekolah dan disetujui yayasan; (b) orang tua dan komite sekolah juga dilibatkan dalam memutuskan besaran iuran pungutan komite sekolah pada sekolah negeri; sedangkan pada sekolah swasta, besaran pungutan iuran komite sudah ditetapkan oleh yayasan; (c) orang tua dan komite sekolah selalu terlibat aktif dalam setiap rapat yang diselenggarakan pada sekolah negeri; sedangkan pada sekolah swasta hanya dilibatkan satu kali, selebihnya tidak ada; (d) bentuk lain partisipasi dan dukungan masyarakat pada sekolah negeri meliputi pembangunan tempat futsal milik masyarakat sekitar sekolah, pembangunan tempat parkir khusus untuk kepala sekolah dan guru serta pemasangan paving di depan ruang TU sekolah; sedangkan pada sekolah swasta, partisipasi orang tua dan komite hanya sebatas pembayaran iuran komite, SPP dan pungutan lainnya; dan (e) program-program dalam pengembangan sekolah mengacu pada delapan standar nasional pendidikan yang meliputi pelaksanaan in house training, ikutserta dalam MGMP, workshop, pelatihan, pelaksanaan bimbel bagi siswa kelas XII persiapan ujian nasional, melakukan sosialisasi yang bekerjasama dengan pihak luar serta mengikuti studi banding ke sekolah-sekolah Katolik yang ada di Indonesia. Kedua, implementasi partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengembangan sekolah menunjukkan bahwa: (a) pengambilan keputusan dan pengembangan sekolah yang terjadi pada sekolah negeri selalu melibatkan orang tua, masyarakat dan komite; sedangkan pada sekolah swasta, tidak pernah melibatkan orang tua, komite maupun masyarakat; (b) orang tua, masyarakat dan komite sekolah pada sekolah negeri memiliki inisiatif untuk membantu dalam hal pembangunan di sekolah; sedangkan pada sekolah swasta, orang tua, komite tidak dilibatkan secara keseluruhan hanya melalui ketua komite dan itupun jarang dilakukan; (c) tingkat kepedulian orang tua, masyarakat dan komite sekolah sangatlah positif dan bahkan sangat proaktif terutama dalam mengawasi kedisiplinan siswa di saat jam pelajaran berlangsung; sedangkan pada sekolah swasta, tingkat kepedulian sudah termasuk baik tetapi tempat tinggal orang tua siswa yang kebanyakan berada di daerah/ kabupaten menjadi salah satu kendala orang tua untuk dapat berpartisipasi; (d) pada sekolah negeri, alumni juga ikut berpartisipasi di sekolah; sedangkan pada sekolah swasta, alumni tidak pernah berpartisipasi; dan (e) strategi sekolah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, orang tua dan komite sekolah pada sekolah negeri yakni dengan menjalin hubungan komunikasi yang baik degan masyarakat terlebih orang tua; sedangkan strategi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, orang tua dan komite pada sekolah swasta lebih kepada menciptakan suasana sekolah yang kondusif, aman, dan menyenangkan sehingga mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Serta ketiga, monitoring dan evaluasi partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengembangan sekolah menunjukkan bahwa: (a) aspek yang dimonitor dan evaluasi mengacu pada delapan standar nasional pendidikan yang ada di sekolah; (b) proses monitoring dan evaluasi pada sekolah negeri dilakukan oleh para stakeholders pendidikan, dan yayasan (untuk sekolah swasta); serta (c) hasil monitoring dan evaluasi tersebut digunakan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan sekolah serta sebagai dasar sekolah dalam membuat RAKS ke depannya.     Dari hasil penelitian ini disarankan: (1) bagi kepala sekolah agar semakin meningkatkan partisipasi masyarakat, orang tua dan komite sekolah dalam pengambilan keputusan dan pengembangan sekolah; (2) bagi wakil kepala sekolah dan guru hendaknya selalu menjalin hubungan baik dengan pihak masyarakat; (3) bagi komite sekolah hendaknya mampu menjadi motivator dan mediator bagi masyarakat dan sekolah agar tercapainya tujuan pendidikan secara optimal; (4) bagi masyarakat dan orang tua diharapkan selalu menjalin kerjasama dengan sekolah dalam mengawasi anak didik sehingga adanya rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap keberhasilan belajar anak; (5) bagi kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Palangka Raya hendaknya memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada kepala sekolah untuk mengambil keputusan dan mengembangkan sekolah dengan melibatkan masyarakat; serta (6) bagi peneliti lain agar dilakukan penelitian yang lebih lanjut dan mendalam dengan fokus penelitian yang berbeda.

Keanekaragaman arthropoda pada komunitas tumbuhan liar di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Itanti Denok Maulina

 

Penggunaan pestisida sintetik dalam pengendalian hama menimbulkan dampak negatif bagi agroekosistem kebun teh. Untuk itu diperlukan pengendalian hama yang ramah lingkungan. Salah satunya dengan pemanfaatan musuh alami. Sebagai langkah awal dalam pengendalian hayati tersebut adalah mengeksplorasi populasi Arthropoda yang erat kaitannya dengan pencarian musuh alami serangga hama di perkebunan teh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi, kepadatan populasi, keanekaragaman, dan dominansi Arthropoda, serta faktor abiotik yang mempengaruhi keanekaragaman Arthropoda di area kebun teh. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan dengan observasi langsung terhadap populasi dan kelimpahan Arthropoda yang ditemukan di tumbuhan liar disekitar tanaman teh. Sampel yang tercuplik selanjutnya diidentifikasi dan dihitung kepadatan populasi untuk masing-masing populasi Arthropoda. Keanekaragaman spesies Arthropoda ditentukan berdasarkan indeks keanekaragaman menurut Shannon Wiener (H’), Kemerataan ditentukan berdasarkan evenessnya, sedangkan dominansi dihitung dengan rumus kepadatan populasi relatif. Perbedaan keanekaragaman spesies Arthropoda pada klon tanaman teh pada lahan miring dan datar dianalisis dengan menggunakan uji t, dan untuk mendapatkan gambaran tentang faktor abiotik yang sangat menentukan keanekaragaman spesies Arthropoda digunakan analisis regresi ganda bertahap dengan program SPSS. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2006 sampai Mei 2007. Tempat penelitian adalah di Area kebun teh Wonosari Singosari. Untuk keperluan identifikasi Arthropoda yang ditemukan dilakukan di Laboratorium Ekologi ruang 111B, Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat 47 taksa Arthropoda yang terbagi atas 40 taksa Insecta yang termasuk dalam 22 famili dan 7 taksa Arachnida yang termasuk dalam 3 famili. Kepadatan populasi tertinggi terjadi pada bulan Desember pada klon Assamica datar dengan jumlah individu 413 ekor. Keanekaragaman spesies Arthropoda di tumbuhan liar di kebun teh Wonosari rendah dengan nilai berkisar antara 0.7234-2.8307, kemerataannya bervariasi dengan nilai 0.31418-0.96138, dan didominasi oleh genus Aphid sp1 dengan indeks dominansi sebesar 52.3% pada klon Assamica daerah datar, genus Aphid sp2 (39.9%) pada klon Assamica daerah lereng, genus Aphid sp1 (18.6%) pada klon TRI 2025 daerah datar, dan pada klon TRI 2025 daerah lereng didominasi oleh genus Aphid sp2 (39.9%). Terjadi perbedaan secara signifikan tingkat keanekaragaman antara daerah datar dengan daerah miring, yaitu antara klon Assamica datar dan Assamica lereng pada bulan Desember, antara klon Assamica datar dan Assamica lereng pada bulan Januari, antara klon TRI 2025 datar dan TRI 2025 lereng bulan Januari, dan antara klon Assamica datar dan Assamica lereng pada bulan Maret. Faktor lingkungan abiotik yang sangat menentukan keanekaragaman spesies Arthropoda di area kebun teh Wonosari meliputi suhu tanah dengan r2 sebesar 35.2381%, kelembaban tanah dengan r2 sebesar 7.216395%, curah hujan dengan r2 sebesar 2.299186%, kelembaban udara dengan r2 sebesar 25.05664%, pH tanah dengan r2 sebesar 10.45169%, dan suhu udara dengan r2 sebesar 0.46373% untuk klon Assamica datar ; suhu tanah dengan r2 sebesar 48,79905%, kelembaban udara dengan r2 sebesar 28,35078%, pH tanah dengan r2 sebesar 0,616555%, suhu udara dengan r2 sebesar 0,662309%, dan kecepatan angin dengan r2 sebesar 3,92038% untuk klon Assamica Lereng; pada klon TRI 2025 datar yaitu pH tanah dengan r2 sebesar 15,52922%, suhu tanah dengan r2 sebesar 28,37713%, suhu udara dengan r2 sebesar 11,95434%, curah hujan dengan r2 sebesar 18.0898%, dan kecepatan angin dengan r2 sebesar 7,231647%; dan faktor abiotik yang paling berpengaruh terhadap indeks keanekaragaman pada klon TRI 2025 Lereng yaitu curah hujan dengan r2 sebesar 20,49948%, intensitas cahaya dengan r2 sebesar 6,894431%, kelembaban udara dengan r2 sebesar 19,14292%, dan suhu udara dengan r2 sebesar 22,56928%.

Pengaruh pemberian kompensasi terhadap kinerja pegawai (studi pada pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Cut Mutiah Jakarta) / Harry Mawardi

 

Kata kunci : Kompensasi Finansial, Kompensasi Non Finansial, Kinerja Globalisasi telah melanda berbagai aspek kehidupan manusia. Globalisasi muncul sebagai fenomena baru yang telah dilahirkan oleh kemajuan jaman. Dalam bidang perekonomian hal ini membawa dampak yang cukup besar bagi industri-industri di Indonesia baik itu industri manufaktur atau jasa. Kondisi tersebut menuntut suatu organisasi atau perusahaan untuk senantiasa melakukan berbagai inovasi guna mengantisipasi adanya persaingan yang semakin ketat. Salah satu cara perusahaan mengatasi persaingan ini adalah dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan tersebut secara baik dan maksimal. Sumber daya manusia merupakan aset organisasi paling penting yang harus dimiliki oleh perusahaan karena memegang peranan paling utama dalam melaksanakan kegiatan manajemen di perusahaan. Untuk dapat memantau dan menjaga kualitas aset manusianya maka pihak manajemen perusahaan melakukan penilaian kinerja terhadap setiap pekerjanya. Pada perusahaan perbankan yang bergerak dibidang jasa, pelayanan merupakan inti dari bisnis mereka, sehingga kinerja para karyawannya menjadi tolak ukur yang utama bagi kinerja perusahaan itu sendiri. pengelolan kinerja karyawan menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan. Selain itu, dalam pelaksanaannya pihak manajemen perusahaan harus memiliki sistem penilaian kinerja yang dapat diterapkan dengan baik. Tinggi rendahnya kinerja karyawan secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Tinggi rendahnya kinerja karyawan berkaitan erat dengan sistem pemberian kompensasi yang diterapkan oleh lembaga atau organisasi tempat mereka bekerja. Pemberian kompensasi yang tidak tepat dapat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : kondisi pemberian kompensasi finansial, kompensasi non finansial, dan kinerja pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Cut Mutiah Jakarta. pengaruh pemberian kompensasi terhadap kinerja pegawai pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Cut Mutiah Jakarta secara parsial dan simultan. Jenis penelitian termasuk penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Cut Mutiah Jakarta yang berjumlah 95 orang, sedangkan sampelnya diambil sebanyak 77 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk mendeskripsikan kondisi pemberian kompensasi finansial (X1), kompensasi non finansial (X2) dan kinerja pegawai (Y). Teknik analisis regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompensasi finansial (X1), kompensasi non finansial (X2), terhadap kinerja pegawai (Y). Hasil penelitian ini adalah secara parsial variabel pemberian kompensasi finansial (X1) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Sedangkan variabel pemberian kompensasi non finansial (X2) juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Dari hasil uji parsial diketahui bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja pegawai pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Cut Mutiah Jakarta adalah variabel pemberian kompensasi finansial dengan sumbangan efektif sebesar 30,7 % sedangkan kompensasi non finansal sebesar 24,5 % Secara simultan variabel pemberian kompensasi finansial dan kompensasi non finansial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Cut Mutiah Jakarta. Kinerja pegawai dipengaruhi oleh pemberian kompensasi finansial dan kompensasi non finansial sebesar 55,2 %, sedangkan sisanya sebanyak 44,8 % dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat disampaikan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Cut Mutiah Jakarta bahwa (1) hendaknya senantiasa tetap mempertahankan komitmen dan perhatianya terhadap kemajuan kesejahteraan pegawai dengan penambahan bonus-bonus atau insentif serta pengurangan pemotongan-pemotongan bonus yang kerap kali dilakukan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Pusat dan lebih meningkatkan kenyamanan para nasabah dikarenakan pada jam-jam sibuk pada ruang tunggu untuk nasabah melebihi kapasitasnya hal tersebut dirasakan pegawai sedikit mengganggu kelancaran kinerjanya khususnya bagian operasional, karena sesuai dengan Lima Semangat Kerja BRI yaitu Integritas, Profesionalisme, Kepuasan Nasabah, Keteladanan dan Penghargaan kepada SDM (Sumber Daya Manusia).(2) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Cut Mutiah Jakarta hendaknya rutin mengadakan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh para pegawainya, tidak hanya menunggu keluarnya program baru dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kantor Pusat.

Penerapan algoritma greedy dan pembuatan program komputer untuk menyelesaikan permasalahan knapsack 0-1 dan fractional knapsack / Yoyok Bakdar Muntoro

 

Permasalahan Knapsack merupakan salah satu bentuk permasalahan optimasi (maksimum atau minimum). Pada skripsi ini dibahas penyelesaian permasalahan Knapsack 0-1 dan Fractional Knapsack serta suatu program komputer untuk menyelesaikan permasalahan tersebut yang diberi nama program “Greedy”. Pada permasalahan Knapsack 0-1, variabel keputusan yang diperoleh yaitu xi bernilai 1 jika objek itu dipilih dan xi bernilai 0 jika objek tidak dipilih. Sedangkan pada permasalahan Fractional Knapsack, variabel keputusan bernilai 0 ≤ xi ≤ 1. Untuk menyelesaikan permasalahan Knapsack 0-1 dan Fractional Knapsack digunakan algoritma Greedy dan Brute-Force. Cara penyelesaian menggunakan algoritma Greedy dibagi menjadi tiga strategi penyelesaian yaitu Greedy by weight, Greedy by profit dan Greedy by density. Sedangkan pada algoritma Brute-Force dengan mendaftar semua himpunan bagian dari solusi, jadi banyaknya himpunan bagian dari n elemen adalah sebanyak 2n. Pada skripsi ini permasalahan Knapsack 0-1 yang dibahas adalah masalah kapasitas maksimum tempat pembuangan sampah dan masalah investasi. Sedangkan permasalahan Fractional Knapsack yang dibahas adalah masalah keuntungan maksimum. Untuk mempermudah penyelesaian masalah Knapsack 0-1 dan Fractional Knpasack, maka penulis membuat program komputer dengan bantuan pemrograman Delphi 7.0.

Implementasi kurikulum muatan lokal di SMPN 02 Pasirian kabupaten Lumajang / Wahyu Widianto

 

Widianto, Wahyu. 2013. Implementasi Kurikulum Muatan Lokal di SMPN 02 Pasirian Kab.Lumajang. Skripsi, Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Zainul Abidin, M.Pd dan (II) Dra. Susilaningsih Kata kunci: Implementasi, Muatan lokal     Kurikulum muatan lokal (Depdiknas, 2006) merupakan kurikulum yang bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap hidup kepada peserta didik sesuai dengan potensi daerahnya. Pelaksanaan kurikulum muatan lokal tidak diselenggarakan secara terpusat, melainkan dikelola oleh satuan pendidikan masing-masing. Pelaksanaan kurikulum muatan lokal, semua aspek yang berkaitan dengan keberhasilan muatan lokal harus diperhatikan, mulai dari aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi/penilaian muatan lokal. Hal inilah yang mendasari peneliti untuk melakukan penelitian implementasi kurikulum muatan lokal di SMPN 02 Pasirian Kab.Lumajang, sebagai salah satu satuan pendidikan yang menyelenggarakan dan mengelola kurikulum muatan lokal.     Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi kurikulum muatan lokal dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian/evaluasi. Penelitian implementasi kurikulum muatan lokal di SMPN 02 Pasirian Kab.Lumajang ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember sampai Januari 2013 di SMPN 02 Pasirian Kab.Lumajang. Analisis hasil penelitian dari hasil wawancara, observasi dan angket yang diberikan kepada guru muatan lokal.     Dari hasil penelitian, aspek perencanaan muatan lokal di SMPN 02 Pasirian telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Dalam menetapkan muatan lokal, sekolah menetapkan berdasarkan kebutuhan peserta didik dan potensi daerah. Selain guru yang berkompeten, aspek penunjang seperti sarana dan prasarana juga telah dipersiapkan dengan baik. Pada aspek pelaksanaan, sekolah telah melaksanakan segala aspek pelaksanaan dengan baik. Dari pemberian waktu pembelajaran yang sudah mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik. Selain itu para guru juga telah mempersiapkan RPP dan bahan ajar sebelum pembelajaran dilaksanakan. Untuk Proses KBM muatan lokal juga telah dilaksanakan dengan baik, guru selalu melibatkan siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran, selain itu guru juga menggunakan media sebagai penunjang pembelajaran. Akan tetapi guru hanya melaksanakan pembelajaran di kelas saja. Setiap akhir pembelajaran guru juga melaksanakan penilaian pembelajaran. Pada aspek penilaian/evaluasi mata pelajaran muatan lokal, SMPN 02 Pasirian telah melaksankan kegiatan evaluasi secara kesinambungan. Sasaran dalam evaluasi kurikulum muatan lokal lebih kepada memperbaiki kompetensi siswa dan guru. Untuk perbaikan kompetensi siswa, sekolah melakukan kegiatan evaluasi menggunakan acuan kriteria, hasil tugas dan ketrampilan siswa. Sedangkan untuk perbaikan kompetensi guru, kegiatan evaluasi yang dilakukan sekolah adalah mengirimkan guru untuk mengikuti Workshop, MGMP, dan melaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil evaluasi dinyatakan dalam bentuk laporan penilaian kurikulum muatan lokal     Beberapa saran yang dapat disampaikan, dari aspek perencanaan dalam menentukan kurikulum muatan lokal sekolah harus menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan potensi daerahnya, selain itu sarana dan prasarana lebih ditingkatkan. Pemilihan nara sumber atau guru juga harus sesuai dan berkompeten di bidangnya. Pada aspek pelaksanaan kurikulum muatan lokal, sekolah diharapkan lebih memperhatikan pada proses KBM, dimana guru seharusnya tidak melaksanakan pembelajaran di kelas saja akan tetapi bisa diluar kelas. Untuk aspek evaluasi/penilaian kurikulum muatan lokal, diharapkan sekolah, selalu melakukan kegiatan evaluasi setiap tahun, agar kurikulum muatan lokal sesuai dengan potensi daerahnya dan kurikulum yang ada.

Persepsi diri mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang tentang kesiapan mengelola pembelajaran dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah / Wiji Mulyaningsih

 

Penelitian ini mengungkap persepsi mahasiswa PTM FT UM tentang kesiapan mengelola pembelajaran dalam pelaksanaan di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang persepsi kesiapan mahasiswa dalam mengelola pembelajaran pada PPL II, karena masih banyak kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan PPL di sekolah. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PTM FT UM angkatan tahun 2004 yang berjumlah 43 mahasiswa. Dimana sub-sub variabel ini mengenai: a) persepsi mahasiswa di tinjau dari segi kesiapan penyunan program pembelajaran, b) persepsi mahasiswa ditinjau dari segi pelaksanaan pembelajaran, c) persepsi mahasiswa ditinjau dari segi kesiapan evaluasi pembelajaran, dan d) persepsi mahasiswa ditinjau dari segi telaah kurikulum dan bahan ajar sekolah kejuruan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa tentang kesiapan mengelola pembelajaran termasuk kategori memahami, sehingga dapat di sarankan bahwa: dosen matakuliah kependidikan hendaknya lebih meningkatkan kualitas pembelajaran dan penggodokan terhadap mahasiswa, bagi penelitian yang sejenis, diharapkan instrument penelitian di tambah observasi secara langsung pada mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan PPL di sekolah sehingga data yang di peroleh lebih di percaya kebenarannya.

Penerapan cooperative learn dengan metode Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada materi pembentukan harga pasar kelas VIIIF SMP Negeri 10 Malang / Dewi Makrifah

 

Kata Kunci: Cooperative Learning Metode Teams Games Tournament (TGT), Minat Belajar, Hasil Belajar. Cooperative learning merupakan model pembelajaran dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Setiap anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Cooperative learning memiliki beberapa metode pembelajaran yang bervariasi, salah satu metode pembelajaran adalah Teams Games Tournament (TGT). Cooperative learning metode teams games tournament (TGT) adalah salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement (penguatan). Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh minat dan hasil belajar setelah diimplementasikan cooperative learning metode teams games tournament (TGT) pada materi Pembentukan Harga Pasar dikelas VIIIF SMP Negeri 10 Malang. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas VIIIF. Instrumen penelitian pada minat belajar siswa berupa angket minat belajar, sedangkan pada hasil belajar siswa berupa tes pilihan ganda yang digunakan untuk pra tes dan post tes. Teknik analis data minat dan hasil belajar dimulai dengan lembar pengelolaan pembelajaran oleh guru, dan angket tanggapan siswa terhadap metode teams games tournament (TGT). Berdasarkan hasil analisis, diperoleh perbedaan minat dan hasil belajar siswa sebelum penerapan dan setelah penerapan TGT. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata setelah penerapan TGT lebih baik dari sebelum penerapan TGT. Jadi, dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan cooperative learning metode teams games tournament (TGT) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat dan hasil belajar siswa. Disarankan bagi sekolah agar menganjurkan kepada guru-guru untuk menerapkan cooperative learning metode teams games tournament (TGT) dalam proses pembelajaran ketika menemukan permasalahan tentang minat dan hasil belajar siswa. Bagi peneliti selanjutnya dapat menambah variabel seperti, retensi siswa, keaktifan siswa, atau motivasi siswa.

Pola pelaksanaan pembelajaran apresiasi prosa fiksi berdasarkan strategi pembelajaran kooperatif di sekolah dasar Kota Metro Lampung / Suwarjo

 

Pengaruh strategi posse terhadap kemampuan membaca kritis siswa SMP / Kartika Chandra

 

Chandra, Kartika. 2013. Pengaruh Strategi POSSE terhadap Kemampuan Membaca Kritis Siswa SMP. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. H. Nurhadi, M.Pd, (2) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd. Kata Kunci: pengaruh, POSSE, membaca, membaca kritis. Membaca merupakan keterampilan berbahasa yang sangat penting. Kegiatan membaca dilakukan manusia untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap yang baru. Membaca tidak hanya mampu memberi makna terhadap lambang-lambang bahasa, namun diperlukan usaha untuk memahami isinya. Dalam memahami isi bacaan, terdapat beberapa tingkatan dalam membaca, yaitu membaca literal, membaca kritis, dan membaca kreatif. Dalam Standar Isi 2006, kemampuan membaca kritis menjadi salah satu yang diajarkan di sekolah. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca siswa adalah strategi pembelajaran. Secara teoritis, kemampuan membaca siswa dapat ditingkatkan melalui strategi pembelajaran yang diciptakan oleh guru di kelas. Strategi POSSE merupakan salah satu strategi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa.     Untuk mencapai tujuan pembelajaran membaca kritis pada siswa kelas VII tingkat SMP, maka perlu adanya usaha meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek menafsirkan, menganalisis, mengorganisasi, dan menilai bacaan. Masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh Strategi POSSE terhadap kemampuan membaca kritis siswa SMP dalam menafsirkan bacaan, menganalisis bacaan, mengorganisasi bacaan, dan menilai bacaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi POSSE terhadap kemampuan membaca siswa..     Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis yang dirumuskan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Jenis desain penelitian yang digunakan adalah desain control group pre-test and post-test. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 15 Malang tahun ajaran 2012/2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa regular kelas VII SMP Negeri 15 Malang semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Sedangkan, sampel menggunakan teknik purposive sample. Langkah-langkah desain eksperimen semu sebagai berikut. Pertama, mengidentifikasi karakterisitik populasi, lalu didapat dua kelas memiliki karakteristik sama yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kedua, pemberian pretes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam membaca kritis. Ketiga, pemberian perlakuan berupa penggunaan strategi POSSE terhadap kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional terhadap kelas kontrol. Keempat, pemberian postes kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dalam penelitian ini terdiri atas empat data, yaitu (1) skor pretes dan postes kemampuan menafsirkan bacaan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, (2) skor pretes dan postes kemampuan menganalisis bacaan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, (3) skor pretes dan postes kemampuan mengorganisasi bacaan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, (4) skor pretes dan postes kemampuan menilai bacaan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data dihitung dengan menggunakan uji-t dengan pengujian H1diterima apabila t0 > 1,991 dan ditolak apabila t0 ≤ 1,991.     Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat dipaparkan bahwa nilai uji statistik (thitung) kemampuan menafsirkan bacaan kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 2,198 lebih besar dari ttabel yaitu 1,991. Selain itu, diperoleh rata-rata skor postes kelas eksperimen (3,74) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (3,28). Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan strategi POSSE terhadap kemampuan menafsirkan bacaan secara kritis siswa SMP. Kedua, nilai uji statistik (thitung) kemampuan menganalisis kontrol dan kelas eksperimen sebesar 2,384 lebih besar dari ttabel yaitu 1,991, sedangkan nilai rata-rata postes siswa kelas eksperimen dalam menganalisis bacaan (5,84) lebih tinggi dibandingkan skor siswa kelas kontrol (5,28). Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan strategi POSSE terhadap kemampuan menganalisis bacaan secara kritis siswa SMP. Ketiga, nilai uji statistik (thitung) kemampuan mengorganisasi bacaan kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 2,197 lebih besar dari ttabel yaitu 1,991, sedangkan nilai rata-rata postes siswa kelas eksperimen dalam mengorganisasi bacaan (3,02) lebih tinggi dibandingkan skor siswa kelas kontrol (1,42). Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan strategi POSSE terhadap kemampuan mengorganisasi bacaan secara kritis siswa SMP. Keempat, nilai uji statistik (thitung) kemampuan menilai bacaan kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 5,453 lebih besar dari ttabel yaitu 1,991, sedangkan nilai rata-rata postes siswa kelas eksperimen dalam menilai bacaan (4,82) lebih tinggi dibandingkan skor siswa kelas kontrol (3,30). Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan strategi POSSE terhadap kemampuan menilai bacaan secara kritis siswa SMP    Bagi guru bahasa Indonesia, hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk menambah pengetahuan dan kreativitas guru dapat menerapkan strategi pembelajaran POSSE untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa. Selain itu, guru dapat mengembangkan strategi membaca ini sesuai dengan kompetensi dan pembelajaran yang akan dicapai.

Pengaruh faktor psikologis konsumen terhadap pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian sepeda motor Honda (studi kasus pada konsumen sepeda motor Honda Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / David Hansen

 

ABSTRAK Hansen, David. 2007. Pengaruh Faktor Psikologis Konsumen Terhadap Proses Pengambilan Keputusan Konsumen Dalam Melakukan Pembelian Sepeda Motor Honda (Studi Pada Konsumen Sepeda Motor Honda Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang). Skripsi, jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) DR. Sopiah, MPd,M.M (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M.Bus Kata kunci : Faktor Psikologis, Proses Pengambilan Keputusan Di era globalisasi dan pasar bebas ini, berbagai jenis barang dan jasa dengan ratusan merek yang membanjiri pasar Indonesia. Persaingan antar merek setiap produk akan semakin tajam dalam memperebut konsumen. Untuk dapat mengenal, menciptakan dan mempertahankan pelanggan, maka studi tentang prilaku konsumen sebagai perwujudan dari aktivitas jiwa manusia sangatlah penting. Perilaku konsumen memberikan wawasan dan pengetahuan tentang apa yang menjadi kebutuhan dasar konsumen, mengapa mereka membeli, dimana mereka membeli, siapa yang berperan dalam pembelian suatu barang. Seperti yang dilakukan oleh Perusahaan Honda dalam upaya memaksimalkan penjualan, yaitu dengan melakukan beberapa upaya antara lain melalui media iklan peningkatan kualitas layanan, pemberian hadiah pada pelanggan atau konsumen serta mengerti selera konsumen. Perusahaan juga menyadari bahwa faktor psikologis saat ini memegang peranan penting dalam keputusan pembelian konsumen, walau faktor-faktor lain seperti budaya, sosial, pribadi juga berpengaruh terhadap kaputusan konsumen. Kesadaran ini berdasarkan pengamatan perusahaan, dimana sekarang sepeda motor Honda digunakan untuk kepentingan individu bukan keluarga lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; (1) Bagaimana kondisi faktor psikologis (motivasi, pembelajaran, keyakinan dan sikap). (2) Bagaimana proses pengambilan keputusan konsumen Motor Honda. (3) Bagaimanakah pengaruh faktor motivasi terhadap proses pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. (4) Bagaimanakah pengaruh faktor persepsi konsumen terhadap proses pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. (5) Bagaimanakah pengaruh faktor pembelajaran terhadap proses pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. (6) Bagaimanakah pengaruh faktor keyakinan dan sikap terhadap proses pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. (7) Bagaimanakah pengaruh faktor motivasi, persepsi, pembelajaran serta keyakinan dan sikap secara simultan terhadap proses pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. (8) Faktor manakah yang dominan mempengaruhi proses pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian? Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu faktor psikologis yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen (motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan dan sikap), sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa sebagai konsumen sepeda motor Honda Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang mulai bulan Juni-Agustus 2007. rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan uji t dan uji f dalam menguji hipotesisnya. Hasil analisis data menunjukan model summary pada Adjusted R Square sebesar 0,647 memiliki arti bahwa 64,7% keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor merek Honda dapat dijelaskan secara simultan oleh variabel motivasi, persepsi, pembelajaran serta keyakinan dan sikap, sedangkan sisanya sebesar 35,3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelititan ini. Dari hasil analisis data pada tabel koefisien regresi diketahui nilai beta masing-masing varibel bebas, yaitu motivasi = 0,312, persepsi = 0,201, beta yang terbesar diantara variabel-variabel bebas, nilai beta, nilai beta menunjukkan besarnya pengaruh variabel bebas tersebut terhadap variabel terikat, sehingga variabel yang terbesar merupakan variabel yang dominan mempengaruhi variabel terikat. Variabel keyakinan dan sikap memiliki nilai beta yang terbesar dalam penelitian ini, yaitu 0,428 dengan nilai signifikan 0,000 hal ini menunjukkan bahwa faktor keyakinan dan sikap memiliki pengaruh yang kuat bila dibandingkan dengan faktor-faktor lain terhadap proses pengambilan keputusan. Dengan denikian disimpulkan bahwa faktor keyakinan dan sikap merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. Adapun saran yang dapat diberikan peneliti kepada perusahaan sepeda motor merek Honda adalah: (1) Produsen diharapkan benar-benar memperhatikan kualitas produknya, model/desain dan model arau sistem promosi (pleriklanan) sepeda motor Honda yang dipasarkan. Misalnya dengan mengeluarkan model desain produk dengan tampilan baru dan berbeda dari produk-produk Honda yang ada yang lebih handal dan ramah lingkungan. (2) Dalam memasarkan produk Perusahaan hendaknya lebih memperhatikan sisi psikologis konsumen (motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap), dengan melakukan pendekatan dan pengenalan lebih dalam tentang produk Honda serta keunggulan yang dimilikinya kepada masyarakat baik melalui iklan di media cetak ataupun media elektronik atau melakukan pendekatan secara langsung kepada konsumen yang akan melakukan pembelian sepeda motor Honda. Karena terbukti bahwa psikologis konsumen sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan pembelian konsumen. (3) Dengan adanaya motivasi masyarakat yang kuat terhadap penggunaan produk honda, hendaknya produsen menggalakkan program-program yang dapat meningkatkan motivasi masyarakat dalam membeli Honda, misalnya dengan melakukan lebih sering program servis gratis bagi pengguna sepeda motor Honda. (4) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan emneliti lebih dalam tentang faktor psikologis agar mendapat hasil penelitian yang lebih baik.

Perubahan organisasi IKIP MALANG menjadi Universitas Negeri Malang: studi kasus perubahan manajerial perluasan mandat dari institut menjadi universitas / Ghoniyur Rohman

 

Perubahan yang dilakukan oleh organisasi untuk berkembang ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam menciptakan perubahan. Perguruan Tinggi dari masa ke masa mengalami perubahan. Perubahan itu terjadi sebagai manifestasi atau wujud dari kemampuannya untuk tetap memenuhi tuntutan lingkungan pendidikan. Tujuan pendidikan tinggi pada dasarnya hendak turut memelihara keseimbangan wacana kehidupan, mengembangkan sistem kelembagaan masyarakat, meningkatkan kadar intelektual dan kedewasaan moral yang harus diselesaikan dengan cara yang lebih profesional. Dalam pengelolaannya, pemerintah senantiasa memberi perhatian serius terhadap pengelolaan pendidikan tinggi (manajemen pendidikan tinggi). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses perubahan organisasi dari IKIP Negeri Malang menjadi Universitas Negeri Malang(UM), maka penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan tahap-tahap IKIP Malang menjadi UM, (2) Mendeskripsikan kebijakan-kebijakan pengembangan UM tahun 1999-2006, (3) Mendeskripsikan strategi pengembangan UM tahun 1999-2006, (4) Mendeskripsikan perkembangan struktur organisasi, dan (5) Mendeskripsikan pembukaan program baru di IKIP Malang setelah berubah menjadi UM. . Pendekatan yang dipilih dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dimulai dengan menyunsun asumsi dasar dan aturan berpikir tersebut selanjutnya diterapkan secara sistematis dalam pengumpulan dan pengolahan data untuk memberikan penjelasan dan argumentasi. Lokasi penelitian ditetapkan di UM Jalan Surabaya 6 Malang. Sebagai informan kunci adalah beberapa Tim Penyunsun Konversi IKIP Malang menjadi UM dan pejabat penting IKIP Malang dan UM yang menjabat pada tahun 1995 sampai dengan tahun 2006. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dicapai dengan teknik: trianggulasi yang meliputi trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Sedangkan teknik kedua menggunakan pengecekan anggota. Dari hasil analisis data diperoleh temuan bahwa terjadi proses perubahan organisasi IKIP Malang menjadi UM sebagai berikut: (1) Perubahan yang terjadi di UM tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan saling terkait dan berlangsung secara terus-menerus sebagai suatu proses perubahan yang direncanakan. Proses perubahan terencana juga ditujukan pula pada aspek pembangunan fisik dan fasilitas, serta pembangunan akademik. Setiap perubahaan organisasi setidaknya mengalami tiga tahap, yakni tahap pertama (akhir IKIP Malang), kedua proses perubahan organisasi di UM berhasil baik. Keberhasilan tersebut sangat ditentukan pada tahap transisi (Renstra Tahap I). Keberhasilan pada tahap tersebut merupakan modal serta memberikan jalan baik untuk proses perubahan berikutnya. Sebaliknya kegagalan pada tahap transisi akan mempersulit proses proses perubahan selanjutnya. (2) Kebijakan pengembangan UM ditetapkan dalam usaha meningkatkan mutu, relevansi, efisiensi, pemerataan, dan akuntabilitas pendidikan tinggi secara nasional. Sejak perluasan mandat dari IKIP menjadi Universitas, UM telah diberi kepercayaan untuk (a) menyelenggarakan program pendidikan akademik dan atau pendidikan profesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian tertentu; (b) mengembangkan ilmu pendidikan, ilmu keguruan, serta mendidik tenaga akademik dan profesional dalam bidang kependidikan.(3) UM memiliki kepekaan perkembangan lokal, regional, nasional, dan global. Atas dasar pernyataan tersebut maka dirumuskan visi, misi dan tujuan UM untuk menjadi pedoman dalam pelaksanaan pengembangan UM. Jadi strategi pengembangan UM tahun 2010 difokuskan kepada peningkatan kapasitas organisasi tahap mandiri dan otonom, (4) Proses perubahan organisasi di lingkungan UM berlangsung di semua tingkatan, termasuk struktur organisasi. Tingkatan yang dimaksud adalah (a) tingkatan system, (b) tingkatan organisasi, (c) tingkatan individual atau personal. Perubahan pada tingkatan organisasi adalah perubahan pada struktur sosial dan struktur fisik organisasi yang berwujud penataan struktur formal organisasi yang mengatur hubungan otoritas antara unit organisasi, penempatan, dan pengaturan unsur fisik organisasi. (5) Langkah-langkah pembukaan program studi oleh IKIP Malang adalah wujud tindakan langsung sebagai persiapan pengembangan kelembagaan atau konsekuensi perluasan mandat dari IKIP menjadi Universitas. Dengan kata lain, perluasan mandat IKIP Malang menjadi UM harus semakin mengokohkan program kependidikan karena program kependidikan mendapat topangan dari program nonkependidikan. Maksudnya, IKIP berubah menjadi sebuah perguruan tinggi yang membina beragam program studi yang relevan dengan ilmu kependidikan, atau tetap berpijak pada misi pokok LPTK. Saran yang dapat dikemukakan berdasarkan hasil penelitian, antara lain: (1) Untuk Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Depdiknas), Penanganan pendidikan yang dilakukan pemerintah jangan terkesan sebagai urusan pinggiran. Pendidikan yang sejatinya profesi, ternyata dikelola dengan cara-cara tidak profesional. Macam-macam inovasi, perubahan sistem, diperkenalkan atau diuji-cobakan, tetapi tidak kelihatan pernah dilakukan evaluasi. Oleh karena itu perbaikan secara berkelanjutan menjadi hal yang sangat penting bagi perubahan organisasi di lingkungan perguruan tinggi. (2) Untuk Universitas Negeri Malang, Agar waspada terhadap sikap berpuas diri, melainkan proses perubahan yang terencana sebab lingkungan terus menerus mengalami perubahan sehingga mempertahankan apa yang telah diraih jauh lebih sulit daripada melakukan terobosan awal. (3) Untuk Jurusan Administrasi Pendidikan, Meskipun IKIP Malang telah berubah menjadi Universitas Negeri Malang diharapkan kepada jurusan tetap berpijak pada misi pokok LPTK yaitu mempertajam nilai profesionalisme kependidikan. (4) Untuk Mahasiswa, Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai acuan bagi mahasiswa dan peneliti lain untuk meneliti lebih lanjut tentang perubahan organisasi lingkungan perguruan tinggi, namun menggunakan pendekatan dan objek penelitian yang berbeda, sehingga hasilnya akan lebih menyempurnakan penelitian ini.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan usia muda di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang tahun 2005-2006 / Dwi Damayanti

 

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) bahagia, sedangkan perkawinan usia muda adalah perkawinan yang dilakukan oleh seorang pria dengan seorang wanita yang masih di bawah umur (pria di bawah 19 tahun, sedangkan wanita di bawah 16 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jumlah perkawinan usia muda Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan usia muda, (3) upaya kuat meminimalkan jumlah perkawianan usia muda. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pasangan yang melakukan perkawinan usia muda di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang dari tahun 2005- 2006 sebanyak 504 pasangan sedangkan sampel sebanyak 60 pasangan sekecamatan, adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Sampel Wilayah atau Area Probability Sample dan Teknik Sampel Proposi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dianalisa secara deskriptif prosentase. Langkah-langkah dalam pelaksanaan penelitian ini adalah: (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan dan (3) tahap pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) jumlah perkawinan usia muda di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang tahun 2005-2006 tertinggi. Tahun 2005 sebesar 57,3%, sedangkan tahun 2006 sebesar 42,7%. Jumlah perkawinan usia muda pada tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 14,3%. Usia nikah pria yang terbanyak melakukan perkawinan usia muda adalah usia 18 tahun sebesar 41,7%, sedangkan usia nikah wanita yang terbanyak melakukan perkawinan usia muda berusia 15 tahun sebesar 32%. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan usia muda di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang antara lain: (1) Sosial Budaya sebesar 36,6%, (2) Ekonomi sebesar 31,7%, (3) Hukum sebesar 16,7%, dan (4) Adat Istiadat sebesar 15%. Pendidikan tertinggi pria yang banyak melakukan perkawinan usia muda adalah pria yang berpendidikan SMP sebesar 58,3%, demikian pula untuk wanita yang terbanyak melakukan perkawinan usia muda adalah SMP sebesar 75%. Di lihat dari jenis pekerjaan pria yang terbanyak melakukan perkawinan usia muda adalah pekerjaan tukang ojek sebesar 41,7%, sedangkan pekerjaan wanita yang terbanyak melakukan perkawinan usia muda adalah tidak bekerja (pengangguran), ibu rumah tangga sebesar 50%. Hasil penelitian yang ketiga adalah upaya KUA dalam meminimalkan jumlah perkawinan usia muda di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang tahun 2005-2006 yaitu dengan pemberian nasehat pra- nikah dan sosialisasi peraturan-peraturan. Nasehat pra-nikah berisi tentang: (1)bimbingan dan penyuluhan tentang Undangundang Perkawinan no. 1 tahun 1974, (2) munakahat (Hukum Perkawinan Islam), dan (3) KB dan kesehatan. Sedangkan sosialisasi peraturan yang dibuat KUA antara lain dibuatnya peraturan yang isinya melarang pria dan wanita melakukan perkawinan jika usia belum memenuhi syarat, pihak pria dan wanita diharuskan meminta surat ijin pihak Departemen Agama yang tentunya untuk mendapatkan ijin tersebut masih ada syarat lain lagi yang harus dipenuhi. Berdasarkan hasil penelitian di kemukakan saran-saran: (1) Bagi KUA Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, perlu mengupayakan lagi usahanya untuk lebih menekan jumlah perkawinan usia muda yang ada dari tahun-tahun agar dalam usaha meminimalkan jumlah perkawinan usia muda dapat berhasil. (2)Bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Wagir Kabupaten Malang,hendaknya lebih menyadari akan pentingnya sebuah perkawinan, dengan memaknai dan memahami perkawinan sebagai sesuatu yang suci dan sakral.Dengan demikian masyarakat sadar bahwa perkawinan usia muda tidak layak untuk dilakukan

Hubungan antara persepsi dan sikap kepala sekolah dasar negeri terhadap kelompok kerja kepala sekolah (KKKS) di Kabupaten Ponorogo / Agustina Rahmawati

 

Kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah memiliki peran yang penting khususnya bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Kemampuan profesional yang dimiliki oleh seorang kepala sekolah tidak hanya didapat melalui banyaknya teori dan berbagai disiplin ilmu yang dikuasai tetapi juga melalui berbagi pengalaman dengan rekan sejawat dan ahli dalam bidang kepemimpinan pendidikan seperti pengawas dan kepala sekolah lain. Untuk itu pemerintah membentuk suatu wadah perkumpulan Kepala Sekolah yang berfungsi sebagai wadah komunikasi dalam peningkatan kemampuan profesional Kepala Sekolah yang diberi nama dengan KKKS. Wadah tersebut bertujuan untuk meningkatkan keprofesionalan kepala sekolah dalam memberikan bantuan, layanan dan pembinaan kepada guru sehingga berguna bagi perkembangan guru, terciptanya hubungan kerjasama dan komunikasi yang baik antar kepala sekolah, dengan pengawas sekolah. Di samping itu, dapat memberikan pengaruh positif terhadap persepsi dan sikap kepala sekolah mengenai keberadaan organisasi profesi kepala sekolah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang ” Hubungan Antara Persepsi dan Sikap Kepala Sekolah Dasar Negeri Terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) di Kabupaten Ponorogo”. Masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana persepsi kepala sekolah SDN terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah di Kabupaten Ponorogo?, (2) Bagaimana sikap kepala sekolah SDN terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah di Kabupaten Ponorogo?, (3) Apakah ada hubungan antara persepsi dan sikap terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah kepala sekolah SDN di Kabupaten Ponorogo? Tujuan penelitian ini adalah, (1) Untuk mendeskripsikan tentang persepsi Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Ponorogo terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah; (2) Untuk mendeskripsikan tentang sikap Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Ponorogo terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah; (3) Untuk mengetahui hubungan antara persepsi dan sikap kepala sekolah terhadap Kekompok Kerja Kepala Sekolah SDN di Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasi penelitian meliputi kepala sekolah SDN di Kabupaten Ponorogo dengan jumlah 604 orang dan sampel 151orang. Instrumen penelitian menggunakan angket. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan : (1) Persepsi kepala sekolah SDN di kabupaten Ponorogo masuk kategori cukup; (2) Sikap kepala sekolah di Kabupaten Ponorogo masuk pada kategori sedang;(3) Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dan sikap kepala sekolah terhadap KKKS SDN di Kabupaten Ponorogo. Apabila persepsi yang ditunjukkan oleh kepala sekolah sangat baik maka sikap yang ditunjukkan oleh kepala sekolah juga akan tinggi. Begitu sebaliknya apabila persepsi yang ditunjukkan oleh kepala sekolah kurang baik maka sikap yang ditunjukkan oleh kepala sekolah akan rendah. Saran yang dapat disampaikan sebagai berikut: (1) Kepala Dinas Penidikan Kabupaten Ponorogo seyogyanya lebih meningkatkan perhatiannya pada persepsi dan sikap kepala sekolah terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) salah satu caranya dengan mengeluarkan kebijakan yang dapat meningkatkan citra positif di mata kepala sekolah sehingga kepala sekolah; (2) Kepala sekolah sebagai anggota KKKS dapat melakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan persepsi dan sikap kepala sekolah terhadap KKKS; (3) Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah kajian tentang bidang pendidikan pada mata kuliah organisasi pendidikan; (4) Bagi pengawas SD sebagai pembina KKKS hendaknya lebih meningkatkan pengelolaan KKKS atau lebih mengutamakan aspek-aspek profesional dalam setiap penyelenggaraan kegiatan KKKS terutama memberikan perhatian, pendekatan, penghargaan dari kemajuan yang dicapai serta memberikan umpan balik kepada KKKS terhadap berbagai usaha yang sudah dipantau; (5) Hasil penelitian ini diharapkan dapat diperluas dengan menggunakan rancangan penelitian yang berbeda dan dengan teknik pengumpulan data yang lebih lengkap seperti dengan teknik wawancara mendalam, observasi lapangan secara menyeluruh dan menggunakan dokumentasi.

Alat pengupas dan penimbang kacang ijo berbasis mikrokontroller atmega8535 / Abdullah Mujib

 

Studi remaja belok di kota Kediri / Devita Dian Purnama Sary

 

Sary, Devita D. Purnama. 2013. Studi Remaja Belok di Kota Kediri. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. (II) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd. Kata Kunci : Remaja, Lesbian, Homoseksual Remaja merupakan tahap perkembangan dan pertumbuhan dari anak menjadi dewasa. Perubahan fisik maupun psikis pada masa ini membuat beberapa remaja mengalami kebimbangan identitas. Hal ini berdampak pada munculnya orientasi dan perilaku lesbian. Lesbian merupakan perilaku dan orientasi homoseksual pada remaja puteri. Namun istilah belok lebih sering digunakan oleh remaja lesbian di Kota Kediri untuk menggantikan istilah lesbian. Sebagai kaum minoritas mereka sering mendapat diskriminasi dari masyarakat. Hal tersebut yang membuat peneliti mengadakan penelitian dengan judul "Studi Remaja Belok di Kota Kediri" yang bertujuan untuk mengetahui (1) Karakteristik remaja belok di Kota Kediri, (2) Aktivitas remaja belok di Kota Kediri, dan (3) Permasalahan yang muncul akibat identitas lesbiannya yang berbeda dari remaja lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan subjek 4 orang remaja belok di Kota Kediri. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara, observasi, serta studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Analisis data pada penelitian ini bersifat induktif dan berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah remaja belok di Kota Kediri terdiri dari butchi, femme, dan andro. Sebagai remaja mereka juga melakukan aktivitas yang sama dengan remaja lainnya yaitu sekolah dan kuliah. Berbagai prestasi baik akademik maupun non-akademik juga sering mereka dapatkan. Selain itu mereka juga melakukan aktivitas pacaran, namun bedanya mereka memiliki orientasi seksual pada sesama jenis. Dalam berpacaran mereka terkadang melakukan aktivitas seksual seperti berciuman dan berhubungan intim (fingering). Remaja belok memiliki hubungan yang baik dengan teman-temannya. Beberapa dari mereka juga mengikuti komunitas lesbian yang ada di Kota Kediri. Namun ada juga masyarakat yang melakukan diskriminasi serta penolakan pada mereka. Hal itu yang membuat remaja lesbian mengalami konflik batin sehingga cenderung tertutup pada orang yang baru dikenalnya. Pada penelitian ini peneliti menemukan adanya proses perkembangan seksual yang berurutan pada remaja lesbian yang dimulai dari kebimbangan identitas. Kemudian mereka mulai meyakinkan diri atas rasa ketertarikannya pada sesama jenis, yang biasanya ditolak oleh remaja lesbian tersebut dengan cara berhubungan dengan lawan jenisnya. Setelah itu mereka akan memutuskan untuk membuka atau menutup diri terhadap orang lain. Hal itu terjadi pada masa remaja awal (SMP), selanjutnya setelah dapat membuka diri, mereka mulai menikmati identitasnya. Kemudian mereka kembali mengalami kebimbangan identitas saat berada pada masa remaja akhir ketika dihadapkan dengan harapan orang lain. Saran untuk masyarakat adalah untuk tidak memandang sebelah mata perilaku lesbian pada remaja. Mereka justru membutuhkan motivasi dan dukungan yang baik untuk berubah.

Pengukuran level pembentukan es (icing) pada pemodelan menggunakan rancang bangun sensor induktor datar berbasis perubahan frekuensi / Yoga Dwi Cahyono

 

ABSTRAK Dwi Cahyono, Yoga. 2015. Pengukuran Level Pembentukan Es (Icing) pada Pemodelan Menggunakan Rancang Bangun Sensor Induktor Datar Berbasis Perubahan Frekuensi. Skripsi, Jurusan Fisika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Samsul Hidayat, S.Si., M.T., (II) Nugroho Adi P, S.Si., M.Sc. Kata Kunci : Pembentukan Es, Induktor datar, Frekuensi. Icing adalah salah satu bahaya utama untuk penerbangan dan bersifat kumulatif. Icing merupakan proses akumulasi es di bagian-bagian pesawat, yang akan mengakibatkan perubahan dan gangguan pada sistem kontrol pesawat. Misal, terjadi penumpukan es pada bagian propeler (baling-baling) dan mesin karburator sehingga dapat mengurangi daya dorong pesawat bahkan menyebaban pesawat jatuh (stall). Untuk itu perlu dirancang dan dibangun Icing Detector serta aktuatornya dalam memberikan perhitungan dan peringatan dini terjadinya icing pada pilot. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat rancang bangun sensor yang dapat mendeteksi terjadinya Icing, dan dapat mengukur pertambahan icing dengan bentuk sensor yang diharapkan dapat diaplikasikan pada bagian pesawat terbang yang rawan terjadi icing. Dan mengintegrasikan sensor icing dengan aktuator peringatan atau indikator level icing Instrumen ini dirancang dengan unit elektronik yang menggunakan osilator sebagai pembangkit frekuensi dan frekuensi meter berbasis mikrokontroller ATmega8 sebagai pengukur frekuensinya. Permukaan sensornya dibentuk dari induktor datar. Sensor dan unit elektronik dihubungkan dengan kabel. Selain itu, indikator perubahan frekuensi dirancang dengan menggunakan LCD. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian pada “Pengukuran Level Pembentukan Es (Icing) pada Pemodelan Menggunakan Rancang Bangun Sensor Induktor Datar Berbasis Perubahan Frekuensi” telah berhasil dibuat sesuai dengan fungsi yang diharapkan. Instrumen ini mengukur level pembentukan es dengan indikator perubahan frekuensi yang terjadi. Bentuk sensor yang datar dimungkinkan instalasi pada pesawat menjadi lebih tidak mengganggu aliran udara, serta permukaan yang luas menghasilkan hasil yang lebih akurat.

Kajian analisis dampak lingkungan (andal) alih fungsi Bumi Tanjung (kawasan kampus Akademi Penyuluhan Pertanian Malang) dari kawasan pendidikan dan terbuka hijau menjadi kawasan perumahan mewah
oleh Munif Musthofa

 

Hambatan-hambatan belajar mahasiswa dalam menempuh perkuliaan di program studi pendidikan teknik bangunan jurusan teknik sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Inellasari Puspita Dewi

 

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bangsa dan negara. Kemajuan suatu bangsa dapat diukur melalui kualitas dan kuantitas pendidikannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh fakta emperis tentang hambatan akademis dan non akademis yang dialami oleh mahasiswa. Menurut Slameto hambatan-hambatan yang mempengaruhi masalah belajar. (1) faktor internal: a. faktor jasmaniah b. faktor psikologis (2) faktor eksternal: a. keluarga b. sekolah c. masyarakat. Populasi sejumlah 245 orang mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Bangunan. Banyak responden sebanyak 140 orang mahasiswa diambil dengan teknik aksidental sampling terdiri dari 21 mahasiswa Angkatan 2002, 18 mahasiswa Angkatan 2003, 15 mahasiswa Angkatan 2004, 32 mahasiswa Angkatan 2005, 54 mahasiswa Angkatan 2006. Pengumpulan data berupa angket pilihan tertutup. Anlisa data menggunakan softwere Statistical Program For Social saint (SPSS) 14.00 for windows. Hambatan belajar dari dalam/akademis terdiri dari 2 indikator: (1) Pengaruh belajar siswa ditinjau dari kondisi siswa (2) Ditinjau dari kondisi sekolah. Hambatan belajar dari luar/non akademis terdiri dari 2 indikator: (1) Pengaruh belajar siswa ditinjau dari kondisi keluarga (2) Ditinjau dari kondisi masyarakat.Hasil penelitian ini: pengaruh belajar siswa ditinjau dari kondisi siswa memiliki persentase tertinggi yaitu penggunaan bahasa sebesar 52.9 %, pengaruh belajar siswa ditinjau dari kondisi sekolah memiliki persentase tertinggi yaitu kurikulum perkuliahan sebesar 42.1 %, pengaruh belajar siswa ditinjau dari kondisi keluarga memiliki persentase tertinggi yaitu cara orang tua mendidik sebesar 75.7 %, pengaruh belajar siswa ditinjau dari kondisi masyarakat memiliki persentase tertinggi yaitu pengaturan waktu belajar dengan istirahat sebesar 58.6%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hambatan belajar dari dalam/akademis pengaruh belajar siswa ditinjau dari kondisi sekolah mengatakan bahwa kurikulum perkuliahan tidak menghambat proses belajar mengajar. Hambatan belajar dari luar/non akademis pengaruh belajar siswa ditinjau dari kondisi keluarga menyatakan cara orang tua mendidik. kurang menghambat proses belajar mengajar. Sehingga disarankan: (1) kepada pihak Jurusan untuk membangun perpustakaan di Jurusan. (2) Dosen jika mengajar menggunakan bahasa Indonesia (3) kepada peneliti lain yang berminat pada masalah yang sama agar mempeluas ruang lingkup, melaksanakan penelitian lanjutan atau melaksanakan dengan jenis penelitian lain

Upaya meninghkatkan prestasi belajar fisika melalui model Problem Based Learning (PBL) dengan penilaian portofolio siswa kelas VIII A SMP Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang / Annisa Ifroatul Muthoharoh

 

Kata kunci: prestasi belajar fisika, PBL, portofolio Prestasi belajar fisika siswa kelas VIII SMP Diponegoro Tumpang yang masih rendah. Hal ini terlihat pada ujian tengah semester pada materi getaran dan gelombang diperoleh siswa yang tuntas sebanyak 13 siswa (40,6%). Hasil tersebut jauh dari KKM yang ditentukan oleh sekolah yaitu sebesar 75%. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan keterlaksanaan model PBL di kelas VIII SMP Diponegoro Tumpang, (2) mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII SMP Diponegoro tumpang selama pembe-lajaran fisika dengan model PBL disertai penilaian porofolio. Penelitian ini meru-pakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menerapkan model PBL selama 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :(1) keterlaksanaan penerapan model PBL di kelas VIII SMP Diponegoro Tumpang pada Siklus I pada aspek keterlak-sanaan guru adalah 76,7% dengan kategori baik dan pada aspek keterlaksanaan siswa adalah 65% dengan kategori baik. Pada Siklus II aspek keterlaksanaan guru adalah 88,3% dengan kategori baik dan pada aspek keterlaksanaan siswa adalah 85,8% dengan kategori baik, (2) prestasi belajar fisika siswa kelas VIII SMP Diponegoro Tumpang mengalami peningkatan selama penerapan model PBL yaitu sebelum dilaksanakan siklus diperoleh siswa yang tuntas sebanyak 13 siswa (40,6%). Setelah diberikan tindakan pada siklus I diperoleh siswa yang tuntas adalah 18 siswa (56,2%). Dan pada siklus II siswa yang tuntas sebanyak 26 siswa (81,2%). Kenaikan prestasi belajar fisika siswa melalui model PBL dengan penilaian portofolio dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 25%.

Nilai-nilai dalam ruwatan rambut gimbal sebagai sumber pembelajaran IPS / Ikhsanto

 

Ikhsanto. 2015. Nilai-nilai dalam Ruwatan Rambut Gimbal Sebagai Sumber Pembelajaran IPS. Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar Konsentrasi IPS. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., (2) Prof. Utami Widiati, MA. Ph.D Kata Kunci: Nilai-nilai, tradisi ruwatan rambut gimbal, sumber pembelajaran IPS Tradisi ruwatan rambut gimbal merupakan tradisi pencukuran rambut gimbal pada anak-anak yang berada di wilayah Kabupaten Wonosobo Propinsi Jawa Tengah. Banyak anak-anak asli daerah tersebut yang memiliki rambut gimbal secara alami. Pada saat dilahirkan anak-anak tersebut belum memiliki rambut gimbal atau dengan kata lain seperti anak pada umumnya. Rambut gimbal merupakan rambut yang saling melekat, sehingga menjadi gumpalan rambut menyerupai tali atau bulu domba. Gimbal mulai tumbuh pada anak laki-laki atau perempuan yang berumur 40 hari sampai 6 tahun. Perubahan terjadi diawali dengan sakit panas terlebih dahulu. Masyarakat Wonosobo menganggap bahwa anak-anak yang gimbal tersebut merupakan titipan KyaiKaladete. Kyai Kaladete ini dipercaya masyarakat Wonosobo sebagai tokoh spiritual, selainitu ia dikenal sebagai seorang yang sakti dan mempunyai ciri khas, rambutnya yangmenggumpal, dalam istilah lokal disebut gembel atau gimbal.Pelaksanaan ruwatan rambut gimbal yang dilaksanakan di Kabupaten Wonosobo mengandung makna bahwa tradisi dipegang oleh masyarakat sebagai pertanda ikatan sosial masyarakatnya masih kuat. Orang tua yang memiliki anak berambut gimbal tidak dapat melaksanakan upacara ruwatan sendiri, melainkan melibatkan masyarakat sekitarnya. Masyarakat Wonosobo memiliki kesadaran yang kuat dalam melestarikan budaya lokal mereka, antara lain dengan melaksanakan tradisi ruwatan rambut gimbal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana fenomena yang ada disekitar peserta didik dijadikan sumber pembelajaran IPS. Fokus dalam penelitian adalah 1) mendeskripsikan pelaksanaan ruwatan rambut gimbal; 2) mendeskripsikan nilai-nilai yang terdapat dalam ruwatan rambut gimbal terkait dengan pembelajaran IPS di SMP; 3) keterkaitan antara nilai-nilai yang ada dalam ruwatan rambut gimbal sebagai sumber pembelajaran IPS.Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif-deskriptif untuk menjawab fokus penelitian di atas. Peneliti sebagai instrumen kunci dan pengumpul data penelitian. Data dalam penelitian ini adalah perkataan atau jawaban yang dihasilkan peneliti dalam melakukan wawancara dengan berbagai nara sumber. Dalam pengumpulan data penelitian dilakukan melalui observasi, peneliti menggunakan video recorder, kamera, pengamatan, studi dokumentasi dan catatan lapangan. Dalam penelitian ini trianggulasi sumber dan trianggulasi metode diterapkan untuk mengecek keabsahan temuan penelitian. Hasil penelitian ini akan menjawab permasalahan yang dituangkan pada fokus penelitian. Secara garis besar proses tradisi ruwatan rambut gimbal dimulai ketika anak-anak berambut gimbal meminta dicukur rambut gimbalnya dengan disertai persyaratan atau permintaan atau bebana tertentu kemudian ditentukan hari untuk pelaksanaan pemotongan rambut gimbal. Rambut anak berambut gimbal yang akan dicukur dijamasi atau dikeramasi. Setelah dikeramasi dibawa menuju komplek Candi Arjuna, bebana dan sesaji disebutkan supaya masyarakat mengetahui, dukun ruwat berdoa memohon keselamatan. Doanya adalah rasulan membaca sholawat. Anak gimbal dipangku ibunya lalu dipotong oleh dukun ruwat dan pejabat pemerintah yang hadir. Anak mengambil bebana yang telah disediakan. Rambut gimbal dilarung bersama sesaji larungan. Keyakinan masyarakat yang kuat menjadikan tradisi ini tetap dilaksanakan secara turun temurun. Nilai-nilai yang terdapat dalam tradisi ruwatan rambut gimbal yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran IPS meliputi: nilai religius, nilai kebersamaan dan solidaritas sosial, nilai kepatuhan dan musyawarah, nilai sosial dan gotong royong, nilai kebenaran berkaitan dengan saling menghormati dan hidup rukun peka terhadap lingkungan serta nilai kreatifitas. Selain itu, Tradisi ruwatan rambut gimbal dapat diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran IPS Kelas 7 KD 3.4 pada materi dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya dan ekonomi serta materi keragaman sosial-budaya dan materi terpadu IPS SMP dengan tema ”Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal” dengan keterpaduan materi geografi, ekonomi, sosiologi, dan sejarah. Nilai-nilai dan tradisi ruwatan rambut gimbal tersebut merupakan warisan nenek moyang bangsa yang perlu diperkenalkan kepada peserta didik di sekolah melalui pembelajaran. Karena dengan adanya pengetahuan tentang hal tersebut selain siswa tahu akan budayanya siswa juga akan tahu bahwa keberadaan tradisi ruwatan rambut gimbal merupakan bentuk kebudayaan lokal yang harus dilestarikan keberadaanya. Sekolah sebagai sarana pendidikan formal bagi peserta didik diharapkan mampu memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar iharapkan peserta didik lebih mampu menyerap materi yang disampaikan guru dan juga akan membuat pembelajaran akan lebih bermakna bagi peserta didik.

Implementasi empat pilar keberhasilan dalam manajemen berbasis sekolah di Sekolah Dasar Negeri Kedungkandang 2 Malang / Dinar Imin Supranti

 

Keywords: Implementation, the four pillars of success in school-based management Implementation of school-based management involves four pillars of success is the success of quality, the success of self-reliance, the success of participation, transparency success. The focus of research: (1) how the school program planning with the School Based Management approach in SDN Kedungkandang 2, (2) how the four pillars of implementation of School Based Management in the SDN Kedungkandang 2; how the pillars of quality in the SDN Kedungkandang 2; bagaiamanakah the pillars of self-reliance in SDN Kedungkandang 2; how was the pillar of participation in SDN Kedungkandung 2; how was the pillar of transparency in the SDN Kedungkandang 2, (3) barriers to the implementation of School Based Management in the SDN Kedungkandang2 (4) the solutions to overcome the obstacles in the process of implementing the four pillars of success School-Based Management on SDN Kedungkandang 2. This study used a qualitative approach to the type of case study research. This site is located at SDN Kedungkandang 2. Its strategic location within easy reach from any direction because of the strategic location situated close to the highway. Data obtained through interviews, observation, and documentation. Data obtained from the three techniques was organized, is reduced if not relevant to the focus of the research, analyzed, and concludes the findings of the field. Tested the validity of the data: (1) extend the presence of researchers in the field, (2) triangulation by source. The focus of research: planning programs include: (1) developing the school vision and mission, (2) self-evaluation in order to identify the various needs of development, (3) identification of development needs, (4) formulation of objectives, (5) preparation of program improvement; (6) implementation of the program, (7) self-evaluation for the purpose of improving the quality of the next. Implementation of the four pillars of the school-based management in the SDN Kedungkandang already performing well. Obstacles in the implementation of school-based management in the SDN Kedungkandang 2, did not experience a large and difficult problems. Solutions to overcome the barriers include: a) a solution to overcome the contradictions of government regulations, the school decided to comply with the regulations of the government b) the principal teacher to send representatives to attend seminars and training to improve the quality of learning; c) innovation of learning time, additional teaching hours and hours work is aimed at teachers working memandirikan all school personnel to move forward; d) the school seeks to embrace the parents tried to explain in a transparent use of funds for school programs and describes the implementation of student learning in Bagimana SDN Kedungkandang 2; e) describe the use of financial assistance to parents who not understand as well as the implementation of student learning.

Perbedaan penerapan model problem based learning (PBL) yang dipadu think poair share (TPS) dengan model Direct Intruction (DI) terhadap hasil belajar TIK siswa kelas X SMAN 1 Purwosari / Purnomo Hadi Susilo

 

Kata kunci : Problem Based Learning (PBL), Think Pair Share (TPS), Pembelajaran Langsung, Direct Intruction, Hasil Belajar. Penelitian ini berlatar belakang pada rendahnya nilai hasil belajar TIK siswa. Berdasarkan hasil observasi, pembelajaran komputer di SMAN 1 Purwosari, guru sering kali menggunakan model pembelajaran langsung (direct intruction). Model pembelajaran ini menekankan pembelajaran yang didominasi oleh guru (teacher centered), sehingga siswa masih belum bisa memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru. Masalah tersebut dapat diatasi yaitu dengan merubah paradigma teacher centered menjadi student centered melalui penelitian tentang perbedaan penerapan model problem based learning (PBL) yang dipadu think pair share (TPS) dengan Direct Intruction (DI) terhadap hasil belajar TIK siswa kelas X SMAN 1 Purwosari. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan pre test dan post test design yang diberikan kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X semester II (dua) SMAN 1 Purwosari tahun ajaran 2011/2012 yang terdiri dari 9 kelas. Teknik pengambilan sample menggunakan teknik sampling kelompok (cluster sampling) yaitu dipilihkan oleh guru mata pelajaran TIK yang mengajar 9 kelas tersebut atas pertimbangan hasil nilai dari masing-masing kelas. Teknik pengumpulan data dengan tes obyektif dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji prasarat analisis, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL yang dipadu TPS dengan model pembelajaran langsung mempunyai perbedaan terhadap hasil belajar. Hasil penelitian tersebut ditandai dengan adanya perbedaan hasil belajar TIK siswa yang diajar menggunakan model PBL yang dipadu TPS dengan model DI, dimana nilai hasil belajar Thitung(3,544)>(1,992)Ttabel dan Nilai rata-rata hasil belajar TIK siswa kelas eksperimen dan kontrol sebesar 82,39 untuk kelas eksperimen dan 76,80 untuk kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara model pembelajaran PBL yang dipadu TPS dengan model pembelajaran langsung pada kompetensi dasar melakukan operasi dasar pada Operating System (OS) komputer.

Implementasi pemasaran pada matakuliah manajemen usaha boga (MUB) catering D3 Tata Boga Universitas Negeri Malang angkatan 2009 / Helena Susilo

 

Kata kunci: implementasi, pemasaran, MUB Catering Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui implementasi pemasaran pada matakuliah MUB catering mahasiswa D3 Tata Boga Universitas Negeri Malang Angkatan 2009. Objek penelitian ini menggunakan sampel total karena jumlah populasi kurang dari 100 yaitu mahasiswa D3 Tata Boga yang telah dan sedang melaksanakan MUB Catering sejumlah 22 orang.Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase (%). Berdasarkan hasil penelitian diketahui analisis pasar dilaksanakan oleh sebagian besar responden (82%) dengan cara menentukan pasar sasaran (55%). Lebih dari setengah responden (68%) menyatakan konsumen sasaran catering adalah mahasiswa dengan pertimbangan keberadaan relasi (64%). Semua responden (100%) memiliki pesaing. Kekuatan pesaing catering adalah harga yang lebih murah (55%) sedangkan keunggulan produk catering dibandingkan dengan pesaing adalah kualitas produk yang baik (64%). Produk yang direncanakan semua mahasiwa (100%) adalah menu paket harian dengan pertimbangan karakteristik konsumen sasaran (68%). Kemasan yang digunakan untuk produk catering adalah kertas bungkus berstempel catering (55%). Pemberian nama produk catering berdasarkan hasil modifikasi (73%). Lebih dari setengah responden (59%) memberikan jaminan terhadap produk catering mereka. Harga produk catering ditetapkan berdasarkan biaya yaitu analisis BEP dan Laba sasaran (59%). Sebagian besar responden (82%) menetapkan harga produk berdasarkan nilai/kualitas produk dan kurang dari setengah responden (36%) menetapkan harga produk berdasarkan persaingan yaitu lebih rendah dari harga di pasar. Jenis promosi yang direncanakan oleh lebih dari setengah responden (64%) menggunakan publisitas dengan pertimbangan karakteristik konsumen sasaran (68%). Alat promosi yang direncanakan sebagian besar responden (86%) adalah brosur dengan pertimbangan biaya (50%) dan cara penyebarannya dengan memberikan langsung kepada konsumen sasaran (91%). Cara pendistribusian (delivery) produk dilakukan oleh sebagian besar responden (91%) menggunakan sepeda motor untuk mengantarkan langsung kepada konsumen dengan pertimbangan jumlah pesanan (55%). Evaluasi dilakukan oleh sebagian besar responden (91%) minimal satu kali dengan cara penyebaran angket (59%). Target hari (50%) serta target penjualan (55%) tidak dapat tercapai. Saran yang dapat diberikan antara lain sebaiknya pengelolaan usaha catering dilakukan dengan pembagian ke dalam kelompok besar dengan nama yang tidak berubah-ubah. Selain itu dapat disarankan untuk meneliti tentang implementasi pemasaran catering yang dilakukan usaha catering lain yang sejenis untuk dijadikan perbandingan dan masukan bagi pengelolaan usaha catering pada matakuliah MUB catering.

Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dalam pembelajaran bahasa Arab di MAN Lamongan / Betric Feriandika

 

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum baru penyempurna kurikulum 2004 (KBK), yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Perjalanan penerapan KBK pada tahun 2006 di MAN Lamongan yang masih belum optimal, dilanjutkan dengan penyelenggaraan kurikulum baru yaitu KTSP mulai tahun ajaran 2007/2008. Salah satu perbedaan yang menonjol antara KTSP dengan KBK adalah bahwa KTSP memberikan wewenang kepada satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum tersebut. Serta KTSP tidak mengatur secara rinci proses belajar mengajar di kelas, guru dan sekolah bebas mengembangkan sendiri sesuai kondisi murid dan daerah. Tujuan penelitian secara umum adalah mendeskripsikan penerapan KTSP dalam pembelajaran bahasa Arab (PBA) di MAN Lamongan. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran bahasa Arab, (2) pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab, dan (3) faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan KTSP dalam pembelajaan bahasa Arab. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa-siswi program bahasa kelas XII MAN Lamongan yang berjumlah 80 siswa, guru bahasa Arab program bahasa kelas XII, dan kepala MAN Lamongan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti (human instrument) sebagai instrumen kunci, dan instrumen penunjang berupa pedoman observasi, pedoman analisis dokumen, pedoman wawancara, dan angket/kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Arab program bahasa kelas XII secara konseptual mampu menerapkan KTSP dalam pembuatan perencanaan PBA, namun secara aplikasi masih mengalami kesulitan. Adapun penerapan KTSP dalam penyusunan perencanaan PBA, sudah sesuai dengan komponen KTSP. Guru membuat perangkat perencanaan pembelajaran yang terdiri dari prota, promes, silabus, dan RPP. Silabus dan RPP disusun sesuai dengan model berbasis KTSP dari Depag. Komponen-komponen perangkat pembelajaran tersebut meliputi: identitas, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pokok, dan alokasi waktu. Sedangkan penerapan KTSP dalam PBA, terdiri dari penerapan dalam bahan ajar/buku teks, metode, media, dan sistem penilaian. Bahan Ajar/Buku teks yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran ketrampilan berbahasa Arab adalah buku al-'Arabiyyatu Laka oleh A. Fahrurrozi terbitan Pustaka Insan Madani sebagai buku wajib. Guru menggunakan buku tersebut, karena buku tersebut mengacu pada Standar Isi MA Depag RI 2006, yang sebagian besar isinya mengakomodasi amanat KTSP, yakni pembelajaran kontekstual dan berbasis kompetensi. Sedangkan buku penunjang yang lain adalah buku al'Arabiyyatu Linnasyiin karangan Mahmud Isma'il Shiny dkk, dan buku pelajaran bahasa Arab Ta'lim al-Lughoh al-'Arabiyyah karangan H.D. Hidayat terbitan PT. Karya Toha Putra. Mengenai metode PBA yang digunakan adalah metode eklektik atau metode gabungan/pilihan. Pemilihan dan penggabungan metode yang digunakan oleh guru kurang bervariasi, terkadang guru kurang bisa menguasai situasi kelas karena siswa yang kurang aktif dalam KBM. Media PBA yang digunakan berupa media berbasis cetak seperti buku teks, multimedia seperti laptop & LCD dengan software (perangkat lunak) berupa tabel qawaid dan lagu-lagu bahasa Arab. Media yang digunakan kurang variatif dan intensitas penggunaanya masih belum maksimal. Adapun sistem penilaian yang diterapkan oleh guru meliputi penilaian proses dan hasil. Kedua penilaian tersebut mencakup aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik. Penilaian proses dilaksanakan selama KBM berlangsung. Sedangkan penilaian hasil belajar dilakukan setiap selesai pembelajaran. Faktor pendukung penerapan KTSP dalam PBA meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu SDM yang bermutu, sarana dan prasarana. Sedangkan faktor eksternal adalah lingkungan sekolah yang kondusif dan orang tua. Adapun faktor penghambat PBA diantaranya: heterogenitas siswa, sarana yang kurang memadai, siswa yang kurang aktif dalam KBM, beban materi banyak, dan jumlah siswa yang banyak (kelas besar). Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar guru bahasa Arab meningkatkan profesionalisme dan kualitas PBA dengan menciptakan ide-ide kreatif dalam menggunakan metode maupun media PBA yang variatif, sosialisasi antarguru bahasa Arab di MA lainnya, serta mengikuti perkembangan pengetahuan PBA melalui berbagai media; Kepala madrasah, hendaknya mengambil kebijakan dengan melibatkan partisipasi masyarakat (Dewan Sekolah), Depag, dan Pemerintah Daerah dalam rangka pengadaan fasilitas dan sarana pembelajaran yang dirasa kurang; Depag, hendaknya meningkatkan perannya dengan sekolah-sekolah yang dinaunginya dalam bentuk kegiatan sosialisasi seperti pelatihan, seminar, penelitian, dan lain-lain demi peningkatan kualitas guru-guru bahasa Arab. Sosialisasi hendaknya menekankan pada substansi KTSP dan metode sosialisasi yang digunakan hendaknya berorientasi pada kerja modelling/praktik.

Peningkatan berpikir kreatif dan pemecahan masalah melalui penerapan contextual teaching and learning pada mata kuliah misiologi semester III fakultas lintas budaya Institut Injil Indonesia Surabaya / Ninik Sugiyanti

 

Perancangan film Animasi Ilmu Pengetahuan Alam (ANIPA) sebagai suplemen media belajar anak / Achmad Rofiq

 

Pengaruh spesies rumput laut dan kadar gula terhadap kualitas nata sebagai materi booklet untuk masyarakat pesisir / Indah Lestari Dwi

 

Kata Kunci: Spesies Rumput Laut, Variasi Kadar Gula, Nata Rumput Laut, Booklet, Masyarakat Pesisir. Rumput laut (seaweed) merupakan salah satu komoditas marinekultur yang saat ini sedang dikembangkan dan merupakan salah satu program pengembangan ekonomi pesisir. Masyarakat pembudidaya pada umumnya sampai saat ini pengolahan masih secara tradisional dan semi industri. Masyarakat pesisir belum mampu mengolah hasil panen tersebut menjadi jenis olahan lain yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu bentuk aplikasi Bioteknologi yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan hasil panen rumput laut bagi masyarakat pesisir dalam skala industri rumah tangga adalah nata berbahan dasar rumput laut dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Pembuatan Nata dari sari rumput laut lebih menarik dan dapat meningkatkan nilai ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan dan ikut mensukseskan program pemerintah yang berbasis ekonomi kerakyatan dan produk lokal unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh spesies rumput laut Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum terhadap berat nata dari rumput laut, (2) menganalisis pengaruh variasi kadar gula terhadap berat nata dari rumput laut Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum, (3) menganalisis pengaruh interaksi antara spesies rumput laut Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum dan variasi kadar gula terhadap berat nata dari rumput laut, (4) menganalisis pengaruh spesies rumput laut Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum terhadap kadar serat nata dari rumput laut, (5) menganalisis pengaruh variasi kadar gula terhadap kadar serat nata dari rumput laut Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum, (6) menganalisis pengaruh interaksi antara spesies rumput laut Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum dan variasi kadar gula terhadap kadar serat nata dari rumput laut, (7) mengimplementasikan hasil penelitian ini untuk penyusunan bahan ajar berupa booklet untuk masyarakat pesisir. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari 2013 sampai bulan Maret 2013, di laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini terdiri dari penelitian eksperimen dan penelitian pengembangan. Peneltian eksperimen menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Variabel bebas ada dua macam, yaitu: Spesies Rumput Laut dan Variasi Kadar Gula. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali ulangan. Data penelitian ini adalah kualitas nata berdasarkan berat nata dan kadar serat nata. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan Analisis Varians dua arah. Jika terdapat perbedaan signifikan diantara perlakuan, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil dengan taraf signifikansi 5%. Penelitian pengembangan untuk menyusun booklet berdasarkan hasil penelitian eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) tidak terdapat pengaruh spesies rumput laut terhadap berat nata dari rumput laut, (2) terdapat pengaruh variasi kadar gula terhadap berat nata dari rumput laut (3) tidak terdapat pengaruh interaksi antara spesies rumput laut dan variasi kadar gula terhadap berat nata dari rumput laut, (4) terdapat pengaruh spesies rumput laut terhadap kadar serat nata dari rumput laut, (5) terdapat pengaruh variasi kadar gula terhadap kadar serat nata dari rumput laut, (6) tidak terdapat pengaruh interaksi antara spesies rumput laut dan variasi kadar gula terhadap kadar serat nata dari rumput laut, (7) hasil penelitian pengaruh spesies rumput laut dan variasi kadar gula terhadap kualitas nata dapat diimplementasikan sebagai materi Booklet untuk masyarakat pesisir. Booklet berjudul “ Pemanfaatan Rumput Laut Sebagai Bahan Untuk Membuat Nata” telah disusun dan divalidasi oleh validator ahli materi Mikrobiologi dan validator ahli Media Pembelajaran serta masyarakat pesisir yang mengenal rumput lautdan kemanfaatannya. Hasil validasi oleh validator menyatakan bahwa booklet menarik dan telah layak digunakan sedangkan masyarakat pesisir berpendapat bahwa booklet mudah dipahami dan langkah kerja jelas sehingga dapat dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan (1) agar masyarakat pesisir mengembangkan potensi daerah khususnya pemanfaatan rumput laut yang melimpah di Kabupaten Sumbawa Besar sebagai salah satu alternatif pembuatan makanan fermentasi untuk menambah keanekaragaman produk makanan khas yang berbahan dasar rumput laut dalam rangka mewujudkan kawasan wisata Minapolitan Potensi Rumput Laut, (2) agar peneliti lain dapat melakukan penelitian yang sejenis dengan menggunakan jenis rumput laut dari berbagai kawasan pesisir Indonesia, (3) agar booklet “Pemanfaatan Rumput Laut Sebagai Bahan Untuk Membuat Nata Rumput Laut” digunakan sebagai penuntun dalam kegaiatan pembuatan nata rumput laut. Terutama bagi masyarakat pesisir.

Penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman di SMAN 8 Malang / Fitri Rosida

 

Penerapan pendekatan kontekstual merupakan suatu konsep strategi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan isi pelajaran dengan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan aplikasinya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pendekatan kontekstual telah diaplikasikan dalam pembelajaran keterampilan menulis siswa kelas X di SMAN 8 Malang pada mata pelajaran bahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan detail mengenai penerapan pendekatan kontekstual dalam proses pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman siswa kelas X.I pada semester gasal tahun ajaran 2007/2008. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana para pendidik dapat menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman. Para pendidik selama ini masih mengalami kesulitan untuk menerapkan pendekatan kontekstual dengan ketujuh komponen utamanya (constructivism, inquiry, questioniong, learning community, modeling, reflection, dan authentic assessment) dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman yang sesuai dengan konsep kurikulum 2006/KTSP. Penelitian ini dilakukan di SMAN 8 Malang. Subjek penelitian adalah siswa kelas X.I. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan 4 instrumen penelitian. Keempat instrumen penelitian tersebut adalah: (1) lembar observasi; (2) tape recorder dan kamera; (3) panduan wawancara, dan (4) dokumen rencana pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual yang telah diterapkan oleh guru dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi dengan aktif di kelas. Disamping itu, penerapan pendekatan kontekstual dapat mempermudah siswa untuk memahami teks tulis sederhana, terutama dengan metode inquiry, questioning, dan modeling. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan agar guru menerapkan konsep belajar pendekatan kontekstual dengan ketujuh komponen utama pembelajarannya dalam proses pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman dengan lebih tepat, bervariasi, dan sesuai dengan konsep kurikulum 2006/KTSP.

Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan tingkat suku bungan kredit terhadap penyaluran kredit pada bank umum di Indonesia (periode 2004-2011) / Erna Krisdiana

 

Krisdiana, Erna. 2013. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Tingkat Suku Bunga Kredit Terhadap Penyaluran Kredit pada Bank Umum di Indonesia (Periode 2004-2011). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Bambang Pranowo S.E., M.Pd., Ak, (II) Drs. H. Sapir, S.Sos., M.Si. Kata Kunci: Penyaluran Kredit, Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, Suku bunga Kredit. Perbankan merupakan bagian yang sangat penting dalam perekonomian, salah satunya sebagai lembaga intermediasi yang tugasnya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit. Menurut data dari Bank Indonesia, pada tahun 2004-2011 penyaluran kredit perbankan menunjukkan peningkatan di setiap tahunnya. Kredit perbankan ini merupakan sumber dana bagi pengusaha dalam mengembangkan usahanya. Semakin banyak bank menyalurkan kredit maka akan lebih banyak sektor riil yang dapat menyerap kredit. Untuk itu perlu diketahui faktor-faktor internal dari sisi perbankan yang diperkirakan mempengaruhi bank dalam menyalurkan kredit, yang bisa berasal dari sisi permodalan yang diproksikan dengan CAR, tingkat likuiditas yang diproksikan dengan LDR, serta tingkat suku bunga kredit. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh bank yang ada di Indonesia. Dan untuk kepentingan penelitian maka digunakan sampel dengan metode purposive sampling sehingga didapat bank umum konvensional yang meliputi bank persero, bank devisa, bank non devisa, BPD, bank asing dan bank campuran pada periode 2004-2011. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, teknik pengumpulan menggunakan teknik dokumentasi, dokumen yang digunakan adalah laporan keuangan dari Bank Indonesia (BI) dalam bentuk Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI). Selanjutnya data yang digunakan merupakan data skunder (time series). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier berganda (multiple regression analysis model ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio berpengaruh negatif terhadap penyaluran kredit yaitu jika nilai Capital Adequacy Ratio tinggi, maka penyaluran kredit bank umum akan menurun. Loan to Deposit Ratio memiliki pengaruh yang positif terhadap penyaluran kredit yaitu jika nilai Loan to Deposit Ratio tinggi, maka penyaluran kredit juga akan smakin tinggi. Sedangkan suku bunga kredit menunjukkan pengaruh yang negatif terhadap penyaluran kredit pada bank umum di Indonesia yaitu jika suku bunga kredit tinggi, maka penyaluran kredit akan semakin rendah. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio dan suku bunga kredit memiliki pengaruh terhadap penyaluran kredit pada bank Umum di Indonesia pada periode yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bagi bank umum di Indonesia untuk lebih menjaga nilai Capital Adequacy Ratio, agar bank dapat mengelola permodalannya dengan baik serta diharapkan kepada Bank Indonesia agar mengatur dan mengawasi prosedur penyaluran kredit yang dilakukan oleh bak umum tidak menyimpang dari ketentuan yang ditetapkan oleh manajemen bank maupun bank sentral.

Studi pengaruh penggunaan tetes tebu dalam adukan dengan menggunakan komposisi campuran 1 PC:2 PSR pada umur 7 hari terhadap kuat tekan spesi / Khrisna Deny Yudhantoro

 

Mahalnya bahan bangunan khususnya semen, saat ini menjadi suatu permasalahan dalam dunia konstruksi bangunan, salah satu upaya pemecahan masalah tersebut yaitu dengan menggunakan bahan tambahan atau admixture. Bahan tambahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tetes tebu. Tetes tebu merupakan salah satu bahan hasil residu dari proses pembuatan gula dengan bahan dasar tebu. Tetes tebu ini pada umumnya memiliki senyawa kimia NH+, K+, Na+, Ca2+, SO42-, SO32-, CO32- dan Na2SO4 yang mudah larut dalam air. Bahan tambahan yang mengandung komposisi gula dapat digunakan sebagai bahan yang berfungsi sebagai water reducing admixture dan retarding admixture, semuanya itu merupakan beberapa jenis dari admixture pada beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan spesi apabila tidak menggunakan tetes tebu, menggunakan tetes tebu serta seberapa besar pengaruh penambahan tetes tebu pada campuran mortar terhadap kuat tekan spesi. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2006/2007 mulai bulan April-Juni 2007. Penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali. Masing-masing menggunakan benda uji yang terbuat dari campuran 1 Pc : 2 Psr sebanyak 5 buah dengan mendapatkan perlakuan yang berbeda, yaitu menggunakan tetes tebu sebesar 0 %, 10%, 20% dan 30 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada penambahan tetes tebu terhadap kuat tekan spesinya. Pengaruh yang ditunjukkan yaitu, benda uji yang menggunakan tetes tebu, nilai kuat tekan spesinya turun. Hal ini dikarenakan waktu pengikatan awal spesi yang belum sempurna, pemadatan yang kurang merata, dan perbedaan kekentalan antara campuran yang tidak menggunakan tetes tebu dengan yang menggunakan tetes tebu. Nilai kuat tekan rata-rata benda uji yang menggunakan tetes tebu 10 % adalah 0,856 KN/cm2.Nilai kuat tekan rata-rata pada benda uji yang menggunakan tetes 20 % adalah 0,988 KN/cm2. Nilai kuat tekan rata-rata untuk benda uji dengan menggunakan tetes tebu sebesar 30 % adalah 1,559 KN/cm2. Sedangkan pada benda uji yang tidak menggunakan tetes tebu (0%) didapatkan nilai kuat tekan rata-ratanya sebesar 2,67 KN/cm2.

Tinjauan implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran IPS Terpadu sekolah menengah pertama di Pamekasan / Ahmad Makhtum

 

Makhtum, Ahmad. 2013. Tinjauan Implementasi Pendidikan Karakter pada Mata Pelajaran IPS terpadu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Pamekasan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jutusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Bambang Pranowo, S.E, M.Pd, Ak, (II) Dr. Imam Mukhlis, SE, M.Si. Kata Kunci: Tinjauan, Pendidikan Karakter, IPS terpadu, Pembelajaran, Sekolah Menengah Pertama Negeri Pendidikan memiliki fungsi sebagai media pembentukan manusia seutuhnya baik dari sisi kompetensi dan karakter. Namun di era global saat ini permasalahan karakter manusia seakan menjadi krisis. Permasalahan krisis tersebut terjadi di saat kompetensi dan pengetahuan yang mengalami perkembangan semakin pesat. Maka dari hal tersebut pemerintah melakukan kebijakan dengan adanya pendidikan karakter sebagai penguatan fungsi pendidikan dalam pembentukan nilai. Kebijakan tersebut sebagai penguatan bahwa dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan tidak hanya memiliki tujuan dalam pembentukan kompetensi tetapi juga adanya nilai karakter untuk peserta didik termasuk dalam mata pelajaran IPS terpadu. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomonologi. Pendekatan fenomonologi digunakan untuk mengungkapkan makna dalam berbagai peristiwa yang ada. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan tahap pengumpulan, reduksi, dan penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai dengan ruang lingkup permasalahan. Pendidikan karakter pada mata pelajaran IPS terpadu merupakan pendidikan karakter yang dilakukan dengan integrasi ketika pembelajaran. Pendidikan karakter pembelajaran IPS terpadu dimulai dari perencanaan, proses pembelajaran, hingga evaluasi. Hasil penelitian dari perencanaan pembelajaran yang dicerminkan perangkat pembelajaran bahwa terdapat adanya karakter tertentu yang akan dicapai pada pembelajaran IPS terpadu. Kemudian proses pembelajaran pada mata pelajaran IPS terpadu SMPN di Pamekasan menampakkan adanya pendidikan karakter baik secara metode pembelajaran secara aktif dan koperatif. Namun evaluasi pendidikan karakter pada pembelajaran masih pada ranah kognitif. Meskipun ada pula guru ketika melakukan evaluasi pembelajaran menggunakan evaluasi pada ranah lain. Permasalahan yang terjadi pada implementasi pendidikan karakter antara lain; permasalahan kurikulum IPS terpadu, pemahaman pendidikan karakter, hingga permasalahan sosialisasi pendidikan karakter. Namun upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut bisa dilakukan antara lain; pengembangan kurikulum IPS terpadu, optimalisasi pendidikan karater, hingga kebijakan manajemen sekolah. Hal tersebut untuk meningkatkan implementasi pendidikan karakter dimana sebagai penanaman nilai pada peserta didik sehingga peserta didik tidak hanya sekedar tahu pada pembelajaran IPS terpadu tetapi menghayati karakter tertentu yang ada pada pembelajaran IPS terpadu.

Pengaruh quantum learning terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa general class di LBB Sony Sugema College Pusat Surabaya / Alfi Susanti

 

Kualitas genteng blok dan cetak di Desa Padi Kecamatan Turen Kabupaten Malang / Anastasius Anyang

 

Genteng merupakan penutup atap rumah yang penting karena menjadi tameng terhadap cuaca bagi isi rumah. Sebagaian besar masyarakat masih banyak yang kurang mengerti cara menentukan kualitas genteng yang baik. Tujuanan penelitian ini adalah menguji kualitas genteng yang dibuat dengan cara blok dan cetak di Desa Padi Kabupaten Malang di tinjau dari pengujian pandangan luar, ketahanan terhadap perembesan air, ketepatan ukuran, dan pengujian ketepatan bentuk. Pengujian genteng ini dilakukan sesuai dengan persyaratan yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU) dalam PUBB-3 tahun 1956 dan SII No. 0022/80 Sampel genteng di ambil dengan cara random dari populasi genteng baik blok dan cetak yang di produksi di Desa Padi Kabupaten Malang masing-masing sebanyak 30 buah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menguji kualitas genteng baik cara blok maupun cetak terhadap pengujian pandangan luar, ketahanan terhadap perembesan air, ketepatan ukuran, dan pengujian ketepatan bentuk tersebut dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Fukulas Universitas Negeri Malang Untuk mengetahui perbedaan berat genteng blok dan cetak dilakukan dengan menggunakan paket program komputer Statistical Program for Sosial Sciens (SPSS). Sedangkan pengujian terhadap perbedaan warna, suara dan permukaan dilakukan dengan menggunakan (Chi kuadrat) Hasil pengujian perbedaan berat antara genteng blok dan cetak, sehingga menghasilkan rata masing-masing 1,503 kg/buah untuk genteng blok dan genteng cetak 1,336 kg/buah sehingga memenuhi persyaratan yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU) dalam PUBB-3 tahun 1956 dan SII No. 0022/80. Hasil pengujian kualitas pandangan luar genteng blok ditinjau dari warna, suara dan permukaan menghasilkan masing-masing 76,66% merah tua, 76,66% nyaring dan 76,66 mulus, sehingga tidak memenuhi persyaratan SII No. 0022/80 dan Departemen Pekerjaan Umum (DPU) dalam PUBB-3 tahun 1956. Sedangkan genteng cetak masing-masing 100% merah tua, 100% nyaring dan 100% mulus sehingga memenuhi persyaratan yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU) dalam PUBB-3 tahun 1956 dan SII No. 0022/80. Pengujian ketahanan terhadap perembesan air menunjukkan bahwa kualitas genteng cetak lebih baik dari genteng blok dan memenuhi persyaratan yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU) dalam PUBB-3 tahun 1956 dan SII No. 0022/80. Pengujian ketepatan ukuran kait genteng blok dan cetak adalah 1,7-1,9 cm, panjang adalah 28-36 cm, lebar adalah 20-25 cm dan ukuran tebal adalah 0,4-0,6 cm dan sesuai dengan persyaratan SII No. 0022/ 80 dan Departemen Pekerjaan Umum (DPU) dalam PUBB-3 tahun 1956. Pengujian ketepatan bentuk genteng blok dan cetak adalah 100 % rata sehingga memenuhi persyaratan yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU) dalam PUBB-3 tahun 1956 dan SII No. 0022/80. Dari hasil penelitian ini, menarik kesimpulan bahwa genteng blok tidak bisa digunakan secara langsung namun genteng tersebut terlebih dahulu dilapisi/ dicat. Sehingga tidak merembes dan menetes pada waktu tertentu dan genteng cetak bisa pakai langsung, karena sudah memenuhi persyaratan yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU) dalam PUBB-3 tahun 1956 dan SII No. 0022/80. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan kualitas genteng yang baik yang berasal dari Desa Padi Kabupaten Malang dan bagi Home Industri genteng maupun konsumen bisa mengacu pada persyaratan yang berlaku.

Tradisi perkawinan sirri di kecamatan Rembang kabupaten Pasuruan (Analisis sosiologis dan implikasinya bagi PLS) / Luluk Masluhah

 

Tesis. Program studi Pendidikan Luar Sekolah, program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. HM. Saleh Marzuki, M.Ed., (II) Dr. Djauzi Moedzakir, MA. Kata kunci: Tradisi, Perkawinan sirri. Perkawinan sirri adalah perkawinan yang dilakukan berdasarkan ketentuan agama semata, tanpa mengikuti hukum positif. Penelitian ini mendeskripsikan tradisi perkawinan sirri di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan pemahaman masyarakat tentang kawin sirri, latar belakang kawin sirri, karakteristik pelaku kawin sirri, dampak kawin sirri, dan implikasi tradisi kawin sirri bagi PLS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Dalam hal ini, peneliti adalah instrumen utama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan selama di lapangan dan setelah meninggalkan lapangan. Pengecekan kredibilitas data dan auditabilitas data dilakukan dengan menggunakan teknik trianggulasi, yakni trianggulasi teknik pengumpulan data dan trianggulasi sumber data, serta pengecekan anggota (member check) dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perkawinan sirri di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan sangat terorganisir rapi mulai dari calo yang mencarikan perempuan, tukang ojek yang menghubungkan ke pelaku pria, kyai yang menikahkan, pelaku pria, serta perempuan sendiri dan orang tuanya; perkawinan sirri di Rembang adalah bentuk perdagangan wanita (trafficking in woman); tokoh agama dan interpretasi hukum agama memperkuat tradisi perkawinan sirri di Rembang; dan perlunya peran PLS dalam menangani kasus kawin sirri melalui pemberdayaan perempuan.

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan jasa konstruksi: studi kasus terhadap pelaksana, tukang dan pekerja pada pelaksanaan proyek / Heronimus Jalaq

 

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan jaminan keselamatan dan kesehatan orang yang terlibat dalam suatu proyek yang harus dipatuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas penerapan K3 di perusahaan jasa konstruksi terhadap pelaksana, tukang dan pekerja pada pelaksanaan proyek dan mengetahui perbedaan penerapan K3 di perusahaan jasa konstruksi besar, menengah dan kecil. K3 merupakan suatu keadaan yang dapat menjamin suatu keselamatan dan kesehatan orang, baik itu pegawai maupun bukan pegawai yang berada ditempat kerja secara maksimal. Kecelakaan menyebabkan lima kerugian (5K), yaitu: (1) Kerusakan, (2) Kekacauan organisasi, (3) Keluhan dan kesedihan, (4) Kelainan dan cacat, dan (5) Kematian. Populasi perusahaan berdasarkan kualifikasinya adalah: (1) Besar = 5, (2) Menengah = 28 dan (3) Kecil = 3. Dari masing-masing kualifikasi perusahaan diambil 3 perusahaan dengan teknik purposive sampling. Sample responden adalah pelaksana, tukang dan pekerja yang bekerja di perusahaan jasa konstruksi yang menjadi sample. Pengambilan sampel responden dilakukan dengan teknik insidental sampling sejumlah 27 orang (masing-masing perusahaan 3 orang). Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner pada pelaksana, tukang dan pekerja disertai observasi dan wawancara. Analisa data dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) tabulasi data, (2) analisa deskriptif untuk menghitung tendensi sentral dan variabilitas/dispersi dan (3) analisa varian satu jalan untuk menguji perbedaan kualitas penerapan K3 pada masing-masing perusahaan. Kesimpulan penelitian adalah: (1) Pelaksana, tukang dan pekerja pada perusahaan jasa konstruksi tipe besar lebih optimal melaksanakan K3 dibandingkan dengan perusahaan tipe menengah dan kecil, (2) Terdapat perbedaan kualitas penerapan K3 pada pelaksana, tukang dan pekerja antara perusahaan jasa konstruksi tipe besar, menengah dan kecil. (3) Semakin tinggi kualifikasi perusahaan jasa konstruksi maka semakin besar komitmen perusahaan untuk melaksanakan K3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perbaikan dan peningkatan penerapan K3 terhadap pelaksana, tukang dan pekerja pada pelaksanaan proyek yang selama ini kurang mendapat perhatian, dapat dilakukan secara sistimatis, karena dengan penerapan K3 terhadap pelaksana, tukang dan pekerja yang optimal diharapkan dapat menghasilkan efisiensi dan produktifitas kerja bagi pelaksana, tukang dan pekerja berikutnya. K3 wajib dilaksanakan untuk mencegah terjadinya 5K dan perlu penelitian lanjutan tentang pelaksanaan K3 secara kualitatif pada pelaksanaan proyek.

Pengaruh penerapan Sak Etap dan PA-BPR terhadap kinerja keuangan BANK Perkreditan Rakyat (BPR) (studi empiris pada BPR di kota Malang) / Mirna Dyah Setyawijayanti

 

Setyawijayanti, Mirna Dyah. 2013. Pengaruh Penerapan SAK ETAP dan PA-BPR terhadap Kinerja Keuangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) (studi empiris pada BPR di Kota Malang). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Nurika Restuningdyah, S.E., M.Si., Ak. (2) Sulastri S.Pd., M.SA. Kata Kunci: Penerapan SAK ETAP, Penerapan PA-BPR, dan Kinerja Keuangan BPR     Laporan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian informasi keuangan yang bermanfaat bagi pemakai dalam pengambilan keputusan serta pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepada atasan. Diterbitkannya SAK ETAP dan PA-BPR oleh Bank Indonesia merupakan suatu pedoman yang wajib ditaati dalam rangka melakukan kegiatan di bidang akuntansi dalam rangka menyusun laporan keuangan. Selain itu dengan diterbitkannya standar dan pedoman keuangan yang sesuai dengan bentuk hukum BPR dapat meningkatkan kinerja keuangan BPR.     SAK ETAP adalah standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik signifikan yang diterapkan oleh BPR sesuai dengan SE No. 11/37/DKBU sejak tanggal 1 Januari 2010. PA-BPR adalah pedoman akuntansi BPR yang diberlakukan sesuai dengan SE No. 12/14/DKBU sejak tanggal 1 Juli 2010. Kinerja keuangan adalah gambaran kondisi keuangan bank pada periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan maupun penyaluran dana.     Penelitian ini merupakan penelitian komparatif. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Variabel dalam penelitian ini adalah penerapan SAK ETAP (X1), penerapan PA-BPR (X2), dan kinerja keuangan BPR (Y). Sampel dari penelitian ini adalah 38 BPR kantor pusat dan berbadan hukum PT di kota Malang. Teknik pengumpulan data adalah menggunakan kuisioner untuk variabel penerapan SAK ETAP dan penerapan PA-BPR.     Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah penerapan SAK ETAP tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan BPR dengan tingkat signifikansi 0,497 > 0,05 dan thitung 0,687 < ttabel 1,6896. Namun, penerapan PA-BPR berpengaruh terhadap kinerja keuangan BPR dengan tingkat signifikansi 0,007 < 0,05 dan thitung sebesar 2,856 > ttabel sebesar 1,6896.     Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan: (1) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan menambah variabel lain selain penerapan SAK ETAP dan PA-BPR apabila akan mengambil masalah serupa karena terbukti kedua faktor tersebut adalah faktor yang berpengaruh banyak terhadap kinerja keuangan BPR, (2) Peneliti selanjutnya dapat memperluas sampel tidak hanya BPR di wilayah Malang.

Pembelajaran menggunakan mind map berbasis lesson study untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas XI IPA 2 SMA Brawijaya Smart School / lailatul Maqfiroh

 

Maqfiroh, Lailatul. 2012. Pembelajaran Menggunakan Mind Map Berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Brawijaya Smart School. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D. (II) Avia Riza Dwi Kurnia, S.P., M.Pd. Kata Kunci: Mind Map, Lesson Study, Motivasi Belajar, Hasil Belajar. Berdasarkan observasi, pada pembelajaran biologi di SMA BSS Malang guru telah menerapkan model kooperatif dalam proses pembelajarannya, tetapi metode yang digunakan masih belum mengasah kreativitas dan keaktifan siswa untuk dapat memahami materi. Motivasi belajar siswa rendah terlihat dari hasil observasi awal nilai rata-rata motivasi siswa sebesar 3,03 dan hasil ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 20%. Sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa maka dalam penelitian ini diterapkan pembelajaran menggunakan Mind Map berbasis Lesson Study. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meningkatkan motivasi belajar biologi siswa melalui pembelajaran menggunakan Mind Map berbasis LS, 2) meningkatkan hasil belajar biologi siswa melalui pembelajaran menggunakan Mind Map berbasis LS. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas berbasis LS yang dilakukan guru dan mahasiswa dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang terdiri dari 2 siklus PTK. Pada siklus PTK yang pertama terdapat 3 siklus LS dan pada siklus PTK yang kedua terdapat 2 siklus LS. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA BSS Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, angket, dokumentasi LS (tahap plan, do, see), dan tes tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) taraf keterlaksanaan pembelajaran menggunakan Mind Map mengalami peningkatan yaitu dari 79% pada siklus I menjadi 87,5% pada siklus II, 2) taraf keterlaksanaan Lesson Study mengalami peningkatan yaitu dari 75% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II, 3) nilai rata-rata motivasi belajar biologi siswa kelas XI IPA 2 mengalami peningkatan dari motivasi belajar biologi awal sebesar 3,03 dengan kriteria cukup, kemudian mengalami peningkatan menjadi 3,57 dengan kriteria baik pada siklus I, dan kembali mengalami peningkatan menjadi 4,53 dengan kriteria sangat baik pada siklus II, 4) ketuntasan belajar klasikal siswa kelas XI IPA 2 di awal sebesar 20% kemudian mengalami peningkatan menjadi 61,90% pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 85,71% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan Mind Map berbasis LS dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa SMA Brawijaya Smart School. Dengan demikian perlu lebih dikembangkan kembali pembelajaran dengan menggunakan metode yang lebih bervariasi melalui kegiatan Lesson Study dan sebaiknya kegiatan LS ini dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Pengembangan media pembelajaran dalam menyusun laporan keuangan perusahaan jasa berbasis E-learning menggunakan Moodle pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Boyolangu / Nuwera Intan Handini

 

Kata kunci: Media pembelajaran, E-Learning , Moodle. Media pembelajaran memiliki peranan sangat penting dalam proses pembelajaran. Media membantu proses penyampaian informasi dari guru kepada siswa. Media juga menjadikan sesuatu yang abstrak dan sulit dimengerti bagi siswa menjadi lebih jelas dan mudah dimengerti. Seiring dengan perkembangan teknologi maka keberadan media berbasis komputer banyak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran akuntansi yang berbasis e-learning dengan menggunakan moodle, yaitu salah satu aplikasi dari e-learning yang dapat dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran dan mudah dalam pembuatannya. Pokok bahasan laporan keuangan perusahaan jasa merupakan materi yang harus dikuasai oleh siswa baik konsep maupun praktek penyusunan serta sistematika. Visi dan misi sekolah serta sarana prasarana sekolah dapat mendukung pengembangan media sehingga dapat meningkatkan pembelajaran di sekolah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Borg and Gall. Tahapan yang digunakan meliputi 1) analisis kebutuhan awal, 2) pengembangan produk awal, 3) Validasi ahli, 4) Revisi I, 5) Uji lapangan terbatas 6) Revisi II, 7) Produk akhir. Validasi media pembelajaran berbasis e-learning dilakukan oleh tiga subyek yaitu ahli materi, ahli media dan pengguna (siswa). Hasil validasi oleh ahli materi, ahli media dan pengguna (siswa) secara keseluruhan memperoleh rata-rata 92,72% . Hal ini menunjukkan media pembelajaran berbasis e-learning yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran akuntansi. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru khususnya, untuk memanfaatkan media pembelajaran berbasis e-learning dalam proses pembelajaran. Sarana dan prasarana di kelas hendaknya memadai untuk menunjang proses pemanfaatan media secara optimal. Lebih jauh, agar dapat dikembangkan media pembelajaran berbasis e-learning pada materi lain dan inovasi baru agar dapat meningkatkan pembelajaran.

Penerapan model example non example dapat meningkatkan prestasi belajar IPS kelas III SDN 1 Ngulankulon Kabupaten Trenggalek / Nur Fithroh Hidayati

 

Hidayati, Nur Fithroh. 2015. “Penerapan Model Example Non Example Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Kelas III SDN 1 Ngulankulon Kabupaten Trenggalek”. Skripsi, Jurusan KSDP Program Studi S1 PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. H. Hadi Mustofa, M.Pd, (II) H. Syaiful Imam, S. Pd, M. Pd Kata Kunci : prestasi belajar, ilmu pengetahuan sosial, model Example Non Example.     Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti dikelas III diketahui bahwa hasil belajar pada mata pelajaran IPS masih banyak yang berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditentukan yaitu 75. Dari 26 siswa hanya 11 siswa yang mendapat nilai di atas sama dengan 75 dan 15 siswa mendapat nilai di bawah 75. Hal ini disebabkan karena saat mengajar guru menggunakan metode lama yaitu ceramah dan penugasan. Hal di atas yang melatarbelakangi diadakannya penelitian tindakan kelas ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran dengan menggunakan model Example Non Example pada pembelajaran IPS, 2)mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar siswa kelasIII SDN I Ngulankulon Kabupaten Trenggalek.    Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah kelasIII SDN I Ngulankulon dengan jumlah siswa 26 anak. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mendukung data penelitian ini meliputi : (1) observasi, (2) tes, (3) catatan lapangan, dan (4) dokumentasi . Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model Example Non Example yang dilakukan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pada siklus I sebanyak 19 siswa dengan presentase 73%telah mencapai ketuntasan, sedangkan pada siklus II sebanyak 24 siswa dengan presentase 92% telah mencapai ketuntasan. Dua siswa yang belum tuntas pada pembelajaran ini terkendala dalam menulis dan memahami suatu materi yang disampaikan oleh guru.     Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS materi jenis-jenis pekerjaan di masyarakat dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SDN I Ngulankulon Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek. Untuk itu, diharapkan guru dapat menggunakan model pembelajaran yang tepat guna keterlaksanaan proses pembelajaran yang optimal sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai.     

Pengaruh penggunaan media CD pembelajaran pada materi hidrosfer terhadap minat dan hasil belajar siswa kelas X di SMA Negeri 7 Malang / Irmawati

 

Kata Kunci: media CD Pembelajaran, minat belajar siswa, hasil belajar siswa Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi antara guru dengan siswa. Dalam proses pembelajaran sering kali guru menyampaikan materi hanya dengan metode ceramah dan tidak memanfaatkan media yang telah disediakan. Hal ini akan menurunkan minat siswa karena akan merasa bosan, tidak tertarik, dan mengurangi perhatian siswa. Minat siswa yang rendah akan berdampak pada pemahaman siswa terhadap materi, sehingga hasil siswapun akan menurun. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan media seperti media CD Pembelajaran. Media ini dipilih karena memiliki beberapa kelebihan, diantaranya mampu menampilkan animasi bergerak, dilengkapi dengan audio, dan gambar-gambar yang tampilannya menarik. Media ini akan menarik siswa dan tidak membosankan sehingga siswa akan lebih mudah memahami isi materi secara optimal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media CD Pembelajaran pada materi Hidrosfer terhadap minat belajar siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang. Selain pada minat belajar siswa, tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh penggunaan media CD Pembelajaran pada materi Hidrosfer terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini termasuk penelitian semu (Quasi Experiment) dengan desain penelitian pre test-pos test control group desaign. Subyek dalam penelitian ini terdapat dua kelas yaitu kelas X-6 sebagai kelas kontrol dan kelas X-2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian pada minat belajar siswa berupa angket minat belajar, sedangkan pada hasil belajar siswa berupa tes esai yang digunakan untuk pra test dan pasca test. Teknik analisis data minat dan hasil belajar dimulai dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh perbedaan minat dan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen yang menggunakan media CD Pembelajaran dengan kelas kontrol yang memanfaatkan media gambar. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Data minat belajar siswa juga menunjukkan kelas eksperimen mempunyai minat belajar yang lebih tinggi daripada kelas kontrol. Jadi, dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penggunaan media CD Pembelajaran mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat dan hasil belajar siswa. Disarankan bagi sekolah agar menganjurkan kepada guru-guru untuk menggunakan media CD Pembelajaran dalam proses pembelajaran dan bagi guru agar menggunakan media CD Pembelajaran ketika menemukan permasalahan tentang minat dan hasil belajar siswa. Bagi peneliti selanjutnya dapat menambah variabel seperti, motivasi siswa, keaktifan siswa, atau retensi belajar siswa.

Keefektifan multimedia dalam pembelajaran menggambar bentuk pada siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Grujugan Bondowoso / Angga Satrya Atma Nagara

 

Kata Kunci: Keefektifan, Multimedia, Pembelajaran, Menggambar Bentuk Pendidikan seni rupa sangat berhubungan erat dengan istilah menggambar. Menggambar bentuk merupakan salah satu bahan ajar pendidikan seni rupa yang bertujuan melatih peserta didik untuk meningkatkan kecerdasan visual spasial. Dengan kecerdasan visual spasialnya, peserta didik dapat menggali ide bentuk dan keruangan serta dapat mengkomunikasikannya secara visual. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan multimedia dalam pembelajaran menggambar bentuk pada siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Grujugan Bondowoso. Serta untuk mengetahui apakah penggunaan multimedia dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran menggambar bentuk. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kualitatif, yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dalam situasi wajar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Untuk mejaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data paparan data verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran menggambar bentuk pada siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Grujugan Bondowoso dapat dikatakan efektif karena dapat meningkatkan kualitas proses dan kualitas hasil. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan aktivitas siswa mengalami peningkatan sebagai wujud dari perbaikan perilaku belajar siswa yang semakin memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi kepribadiannya secara optimal.Penerapan materi menggambar bentuk dengan menggunakan multimedia pembelajaran dapat memotivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menggambar bentuk. Kemampuan menggambar bentuk siswa semakin meningkat sebagai wujud perkembangan kecerdasan visual spasial, perkembangan kemampuan berkreasi dan apresiasi karya seni rupa. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan ketuntasan individu dari 40% menjadi 96,42% setelah diterapkan penggunaan multimedia pembelajaran.

Pelaksanaan promosi penjualan sebagai bentuk komunikasi pemasaran pada Hotel Kusuma Agrowisata Batu / Phinky Tiara Della

 

Pengembangan modul pembelajaran program linear kelas XII Program IPA berpijak pada teori Dienes dan standar proses dari NCTM / Mochammad Zaenal

 

Minat terhadap profesi guru pada mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2009 Universitas Negeri Malang / Lia Devi Novita

 

Kata Kunci: Minat, Profesi Guru, Faktor Internal, Faktor Eksternal Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada penelitian ini merupakan suatu rasa lebih suka atau ketertarikan terhadap profesi guru tata busana. Menjalankan suatu profesi guru yang sudah dipilih, sebaiknya didasari dengan rasa senang dan perhatian dalam menjalankan profesi tersebut karena akan memberikan respon yang positif sehingga akan timbul adanya minat terhadap profesi sebagai guru. Adanya mata kuliah Praktik Pembelajaran Mikro (micro teaching) nantinya dapat memberikan pelatihan praktik mengajar bagi para calon guru supaya menjadi bekal dalam mengajar sebelum mahasiswa terjun ke lapangan secara langsung yaitu pada Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), maka akan membentuk persepsi yang positif tentang minat menjadi guru dalam diri mahasiswa. Tetapi diketahui dari hasil dalam kuliah micro teaching ada mahasiswa yang lulus dan tidak lulus maka dengan adanya hal tersebut peneliti ingin mengetahui minat mahasiswa terhadap profesi guru. Setiap individu memiliki minat yang berbeda-beda terhadap profesi yang akan dipilihnya. Perbedaan minat mahasiswa dilatarbelakangi oleh adanya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang melatarbelakangi minat mahasiswa meliputi cita-cita, kepribadian, rasa ingin tahu pada suatu hal, orientasi pada keberhasilan, dan usaha diri, sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, dan lingkungan msyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal dan eksternal minat terhadap profesi guru pada mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2009 Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2009 sebanyak 52 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan jumlah pernyataan 30 item. Instrumen angket ini diuji validitas dengan rumus korelasi Product Moment dan dinyatakan valid, sedangkan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,952. Hasil penelitian ini menunjukkan minat mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2009 di Universitas Negeri Malang terhadap profesi guru dipengaruhi faktor internal sebesar (73,0%) dari 52 responden dan Minat mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2009 di Universitas Negeri Malang terhadap profesi guru dipengaruhi faktor eksternal sebesar (78,9%) dari 52 responden. Simpulan; minat mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2009 di Universitas Negeri Malang terhadap profesi guru dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dengan hasil yang hampir seimbang atau tidak jauh bedanya.

Penerapan pendidikan karakter pada kelas 2 SDN Blimbing Kabupaten Kediri / Aprilya Dwi Lestari

 

Lestari, Aprilya Dwi. 2013. Penerapan Pendidikan Karakter pada Kelas 2 SDN Blimbing Kabupaten Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd (2) Drs. Yuliwidiarti, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: pendidikan karakter, pembiasaan, kepatuhan, kedisiplinan, kejujuran Pendidikan karakter adalah usaha yang dilakukan guru untuk mempengaruhi peserta didiknya menjadi manusia yang berkarakter dalam memutuskan baik buruknya sikap, baik buruknya perilaku yang dilakukan, dan memelihara apa yang baik, serta mewujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara menemukan fakta yaitu adanya kesepakatan antara guru dengan siswa untuk menentukan sanksi tentang pelanggaran yang dibuat oleh siswa, adanya budaya antri dilakukan oleh siswa, serta adanya kedisiplinan dilakukan siswa ketika memasuki halaman sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendidikan karakter yang ada di dalam kelas dan di luar kelas melalui penerapan pembiasaan, kepatuhan, kedisiplinan, dan kejujuran pada kelas 2 SDN Blimbing Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif (kualitatif deskriptif). Sumber data berupa sumber data guru dan siswa kelas 2, dan wawancara serta dokumen berupa instrumen penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dengan guru kelas 2, studi dokumentasi berupa instrumen penelitian, dan pengamatan. Analisis data dilakukan dengan membandingkan antara data yang diperoleh dari hasil wawancara, dokumentasi dan pengamatan serta langkah yang digunakan adalah mereduksi data, tes identifikasi dan persentase. Teknik pengelohan yang digunakan dalam pengecekan keabsahan temuan adalah triangulasi, kecukupan referensial, dan meningkatkan ketekunan. Dan Tahap penelitian yang dilakukan adalah pendahuluan, proposal, pelaksanaan, dan penyusunan laporan penelitian. Berdasarkan hasil analisis studi dokumentasi diperoleh hasil bahwa (1) pembiasaan yang dilakukan siswa dengan kualifikasi kurang baik yang mencapai persentase 65,8%, (2) kepatuhan yang dilakukan siswa dengan kualifikasi cukup baik, yang mencapai persentase 79%, (3) kedisiplinan yang dilakukan siswa dengan kualifikasi baik, yang mencapai persentase 88,5% , dan (4) kejujuran yang dilakukan siswa dengan kualifikasi cukup baik, yang mencapai persentase 79%. Dari deskripsi hasil studi dokumentasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas 2 SDN Blimbing Kabupaten Kediri masih kurang baik dalam aspek pembiasaan, maka disarankan bagi guru untuk lebih menerapkan pembiasaan, kepatuhan, kedisiplinan dan kejujuran siswa dalam melakukan hal-hal yag baik, supaya siswa memiliki sikap dan sifat yang baik.. Bagi para peneliti lebih lanjut disarankan untuk melakukan penelitian tidak hanya dalam melihat penerapan pendidikan karakter di sekolah pada kelas 2 saja, melainkan juga dapat mengembangkan pendidikan karakter di SDN Blimbing Kabupaten Kediri.

Kajian tentang pemanfaatan kapang Nomuraea rileyi untuk bahan insektisida hayati terhadap larva nyamuk Culex quinquefasciatus dan Aedes aegypti sebagai materi handout matakuliah parasitologi / Trio Ageng Prayitno

 

Prayitno, Trio Ageng. 2013. Kajian tentang Pemanfaatan Kapang Nomuraea rileyi untuk Bahan Insektisida Hayati terhadap Larva Nyamuk Culex quinquefasciatus dan Aedes aegypti sebagai Materi Handout Matakuliah Parasitologi. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Dr. Endang Suarsini, M.Ked. Kata kunci: Nomuraea rileyi, Culex quinquefasciatus, Aedes aegypti, handout     Salah satu alternatif pengendalian larva nyamuk sebagai pengganti ABATE ialah menggunakan kapang Nomuraea rileyi yang bersifat aman dan tidak toksik bagi manusia. Konsentrasi efektif larutan kapang N. rileyi untuk mengendalikan larva instar III nyamuk C. quiquefasciatus dan A. aegypti masih belum diteliti. Dalam perkuliahan Parasitologi perlu disusun handout untuk membantu kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah 1) menguji pengaruh perlakuan kapang N. rileyi dalam beberapa macam konsentrasi terhadap mortalitas larva instar III nyamuk C. quinquefasciatus secara in vitro; 2) menguji pengaruh perlakuan kapang N. rileyi dalam beberapa macam konsentrasi terhadap mortalitas larva instar III nyamuk A. aegypti secara in vitro; 3) menentukan konsentrasi efektif kapang N. rileyi terhadap mortalitas larva nyamuk C. quinquefasciatus; 4) menentukan konsentrasi efektif kapang N. rileyi terhadap mortalitas larva nyamuk A. aegypti; dan 5) menghasilkan materi handout matakuliah Parasitologi berdasarkan hasil penelitian kajian tentang pemanfaatan kapang Nomuraea rileyi untuk bahan insektisida hayati terhadap larva nyamuk C. quinquefasciatus dan A. aegypti.     Penelitian ini terdiri atas dua tahapan. Tahap I ialah penelitian eksperimen laboratoris, dan tahap II ialah penyusunan handout berdasarkan hasil penelitian tahap I. Data penelitian tahap I adalah mortalitas larva instar III nyamuk C. quinquefasciatus maupun A. aegypti yang diamati pada lama waktu 72 jam. Data pengaruh perlakuan kapang N. rileyi terhadap mortalitas larva instar III nyamuk C. quinquefasciatus maupun A. aegypti dianalisis dengan menggunakan anova tunggal (One Way Anova), dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Pengembangan handout mengacu model pengembangan Thiagarajan yang terdiri atas 4 tahap, yakni: define, design, develop, dan disseminate. Tetapi penyusunan handout hanya dilakukan pada tahap define, design, develop, sedangkan tahap disseminate tidak dilakukan. Data penelitian tahap II ialah skor dari angket validasi handout, dan dikoreksi dalam bentuk prosentase kriteria kevalidan.     Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh perlakuan kapang N. rileyi dalam beberapa konsentrasi terhadap mortalitas larva instar III nyamuk C. quinquefasciatus maupun A. aegypti, karena nilai signifikasi (P) lebih kecil dari nilai standar ketelitian (P = 0,000 < α = 0,050), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil uji Duncan menunjukkan konsentrasi efektif kapang N. rileyi terhadap mortalitas larva instar III nyamuk C. quinquefasciatus ialah sebesar 0,4%, sedangkan untuk larva instar III nyamuk A. aegypti sebesar 20%. Hasil validasi dari para validator menunjukkan handout matakuliah parasitologi dengan judul “Biologi Nyamuk Sebagai Vektor Parasit dan Pengendalian Larva Nyamuk dengan Kapang Nomuraea rileyi” dinyatakan valid dan layak. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh perlakuan kapang N. rileyi dalam beberapa konsentrasi terhadap mortalitas larva instar III nyamuk C. quinquefasciatus maupun A. aegypti. Larutan kapang N. rileyi dalam beberapa macam konsentrasi dapat mematikan larva instar III nyamuk C. quinquefasciatus dan A. aegypti. Knosentrasi larutan kapang N. rileyi yang paling efektif terhadap mortalitas larva instar III nyamuk C. quinquefasciatus ialah 0,4%, sedangkan terhadap larva instar III nyamuk A. aegypti ialah 20%. Handout matakuliah Parasitologi yang telah disusun berdasarkan penelitian ini dinyatakan valid dan layak. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang sejenis dengan menggunakan kapang entomopatogen selain N. rileyi terhadap berbagai spesies serangga penyebab penyakit pada manusia/hewan atau pada serangga hama tanaman. Selain itu, disaran pada dosen pengampu matakuliah parasitologi untuk handout ini dapat digunakan dalam perkuliahan Parasitologi.

Upacara Undhuh-undhuh di gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sitiarjo, Malang / oleh Sulistyaningsih

 

Penggunaan serbuk limbah ban bekas sepeda motor sebagai pengganti agregat halus no. 50 dan no. 100 pada Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) terhadap parameter marshall / Revi Oktavia Putri

 

ABSTRAK Putri, Revi Oktavia. 2016. Penggunaan Serbuk Limbah Ban Bekas Sepeda Motor sebagai Pengganti Agregat Halus No. 50 dan No. 100 pada Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) terhadap Parameter Marshall. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Henri Siswanto, M.T., (II) Drs. H. Bambang Supriyanto, S.T., M.T. Kata kunci: serbuk limbah ban bekas, pengganti agregat halus, lapisan AC-WC, parameter Marshall Kerusakan lapisan permukaan jalan raya masih sering dijumpai di Indonesia seperti retak, bleeding atau karena perubahan suhu. Penggunaan limbah sudah banyak digunakan sebagai material bahan campuran aspal dalam meningkatkan kualitas perkerasan jalan, salah satunya adalah ban bekas. Penggunaan ban bekas sepeda motor diharapkan dapat meningkatkan kualitas pada lapisan AC-WC. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh penggunaan serbuk limbah ban bekas sepeda motor sebagai pengganti agregat halus pada campuran AC-WC terhadap parameter Marshall dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS), (2) mengetahui prosentase terbaik kadar serbuk limbah ban bekas sepeda motor sebagai pengganti agregat halus terhadap parameter Marshall. Metode pada penelitian ini dilakukan dengan pembuatan benda uji untuk menentukan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) dengan variasi kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7% dan 7,5% dan diperoleh nilai KAO sebesar 6,15%. Variasi kadar serbuk ban bekas sepeda motor sebagai agregat halus saringan No. 50 dan No. 100 dari berat agregat yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Pencampuran serbuk ban bekas sepeda motor dilakukan secara dry process. Hasil penelitian penggunaan serbuk ban bekas sebagai pengganti agregat halus cenderung menurunkan VIM, VMA, stabilitas dan MQ sedangkan flow dan VFA cenderung naik, kecuali flow pada kadar 5%. Nilai IKS mengalami kenaikan dengan nilai IKS tertinggi pada kadar 10%. Kadar penggunaan serbuk ban bekas sepeda motor terbaik adalah 5%.

Pengembangan tutorial elektronik mata kuliah analisis data materi rancangan acak lengkap (RAL) / Kiki Yulia Krismaya

 

Analisis Data merupakan salah satu mata kuliah di jurusan Matematika Universitas Negeri Malang yang menjadi dasar bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian kuantitatif dalam upaya menyelesaikan skripsi nantinya. Selama ini penyampaian perkuliahan Analisis Data dilakukan dengan metode ceramah, latihan soal, dan buku-buku penunjang. Hal tersebut menjadikan sebagian besar mahasiswa merasa kesulitan dengan metode tersebut, untuk itu diperlukan suatu perubahan metode yang awalnya teacher centers menjadi student centers. Dengan adanya perubahan tersebut, berpengaruh juga pada metode penyampaian materi sehingga diperlukan suatu media untuk menyampaikan materi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan tutorial elektronik mata kuliah Analisis Data materi Rancangan Acak Lengkap (RAL). Model pengembangan tutorial elektronik ini melalui beberapa tahap, yaitu: mengenali tujuan pembelajaran; melaksanakan analisis pembelajaran; mengenali tingkah laku subyek; merumuskan tujuan performansi; mengembangkan dan memilih material; merancang dan menjalankan penilaian format; menghasilkan produk akhir dan revisi. Dalam menjalankan penilaian format, dipilih 2 subyek uji yaitu: uji ahli (seorang ahli media dan seorang ahli pembelajaran Statistika) dan 5 orang audiens (mahasiswa) yang sedang menempuh mata kuliah Analisis Data. Instrumen penilaian format menggunakan angket tertutup (check list). Data yang diperoleh, kemudian dianalisis menggunakan teknik prosentase. Hasil pengembangan tutorial elektronik ini memenuhi kriteria valid dari ahli media, ahli pembelajaran Statistika, dan audiens sehingga software layak digunakan sebagai tutorial elektronik pada materi RAL. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan terhadap prestasi belajar mahasiswa, selain itu, jika software ini akan dipublish di internet maka harus dicobakan pada macam-macam browser agar agar tampilannya lebih fleksibel dan dapat diakses menggunakan sembarang browser pada internet.

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jiwan Madiun pada materi himpunan / Iqbal Qalbimina

 

Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, hasil belajar, himpunan Dari hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 18 Desember 2010 dengan seorang guru matematika kelas VII SMP Negeri 1 Jiwan Madiun diketahui bahwa pembelajaran matematika masih sering menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan pemberian tugas. Hal tersebut membuat siswa cenderung menjadi pasif dalam belajar sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa kurang maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat membuat siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar siswa bisa lebih maksimal. Model pembelajaran yang dipilih adalah Pembelajaran Berbasis Masalah. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jiwan Madiun, dengan subjek siswa kelas VII E yang berjumlah 30 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Data penelitian berupa aktivitas siswa dan aktivitas guru yang diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes pada setiap akhir siklus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jiwan Madiun pada materi himpunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah model Pembelajaran Berbasis Masalah yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu: 1) orientasi siswa kepada masalah, 2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, 3) membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya ,5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I sebesar 72,41% siswa mendapat nilai . Sedangkan pada siklus II sebesar 89,66% siswa mendapat nilai . Skor rata-rata aktivitas siswa selama pembelajaran pada siklus I adalah 50, termasuk kategori “baik” dan pada siklus II adalah 56,33, termasuk kategori “sangat baik”. Skor rata-rata aktivitas guru selama pembelajaran pada siklus I adalah 53, termasuk kategori “baik” dan pada siklus II adalah 58, termasuk kategori “sangat baik”. Menurut ketuntasan pembelajaran yang ditetapkan SMP Negeri 1 Jiwan Madiun, pelaksanaan pembelajaran dikatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 85% siswa mendapat nilai minimal 65, sehingga dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jiwan Madiun pada materi himpunan.

Pengaruh the 5E learning cycle model terhadap keterampilan proses sains dan kemampuan bernalar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Malang / Uci Lusiati

 

Lusiati,Uci 2014. Pengaruh The 5E Learning Cycle model terhadap Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Bernalar Siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhardjito, M.S, (2) Nandang Mufti, M.T, Ph.D. Kata Kunci: keterampilan proses sains, kemampuan bernalar, siklus belajar (The 5E learning cycle.      Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas guru dalam mengajar. Keberhasilan proses pembelajaran tidak diukur dari penguasaan materi pelajaran. Materi pelajaran yang dikuasai siswa dapat membentuk pola perilaku siswa itu sendiri. Penguasaan materi fisika membutuhkan kemampuan kognitif, psikomotor yang ditunjukan dengan kemampuan bernalar dan keterampilan prooses sains. Salah satu model pembelajaran yang dapat melatih kemampuan bernalar dan ketermpilan proses sains adalah model the 5E learning cycle. Tujuan penelitian ini adalah mengukur pengaruh The 5E Learning Cycle model terhadap keterampilan proses sains dan kemampuan bernalar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Malang.     Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Kuasi Eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Malang yang terdiri dari kelas VIII.1 sampai dengan VIII.8. Menggunakan dua kelas eksperimen dan dua kelas control yang dipilih secara random. Kelas eksperimen di beri perlakuan berupa pembelajaran The 5E Learning Cycle Model. Pada kelas kontrol guru menggunakan model pembelajaran The 3E Learning Cycle Model. Instrumen perlakuan yang digunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dengan materi cahaya, sedang instrumen pengukuran menggunakan tes kemampuan bernalar dan keterampilan proses sains. Teknik menguji hipotesa menggunakan uji Manova satu arah.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan keterampilan proses Sains dan kemampuan bernalar siswa yang belajar menggunakan pembelajaran The 5E Learning Cycle Model dan siswa yang belajar secara The 3E Learning Cycle Model (2) Keterampilan proses sains siswa yang belajar dengan pembelajaran The 5E Learning Cycle Model lebih tinggi daripada siswa yang belajar secara The 3E Learning Cycle Model (3) Kemampuan bernalar siswa yang belajar dengan pembelajaran The 5E.Learning Cycle Model lebih tinggi daripada siswa yang belajar secara The 3E Learning Cycle Model.     Hasil penelitian menyarankan bahwa guru yang ingin menggunakan The 5E Learning Cycle Model dalam pembelajaran sebaiknya mengatur waktu dan konsep yang akan dipelajari agar kompetensi yang diinginkan dapat tercapai. Apabila menggunakan materi cahaya sebaiknya juga menggunakan animasi untuk mengamati bayangan maya atau untuk menunjukan arah sinar yang merambat.

Identifikasi kesulitan siswa kelas II SMU Wahid Hasyim Tebuireng Jombang dalam memahami tatanama senyawa karbon / oleh Fatkul Gorib

 

Perubahan sosial budaya masyarakat migran Bugis di Kecamatan Blimbing Kota Malang / Ani Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Ani. 2016. Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Migran Bugis di Kecamatan Blimbing Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. GM. Sukamto, M.Pd, M.Si (II) Dr. I Nyoman Ruja, SU. Kata Kunci: Perubahan Sosial Budaya, Migran Bugis, Kecamatan Blimbing. Masyarakat Bugis merupakan salah satu suku bangsa yang melakukan migrasi. Migrasi atau merantau menjadi pilihan bagi migran Bugis untuk dapat meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan yang layak. Merantau juga sebuah tradisi Bugis dalam menjaga siri’(harga diri). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjawab rumusan masalah, yaitu (1)Bagaimana latar belakang masyarakat Bugis melakukan migrasi di Kecamatan Blimbing Kota Malang, (2)Upaya adaptasi masyarakat Bugis di Kecamatan Blimbing Kota Malang, dan (3)Bentuk-bentuk perubahan sosial budaya masyarakat Bugis yang berada di Kecamatan Blimbing Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi selama berada di lapangan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah peneliti sendiri. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan metode triangualasi sumber dan triangulasi metode. Berdasarkan dari analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latar belakang orang Bugis melakukan migrasi karena tiga hal yaitu, mencari pekerjaan, mendapatkan tugas, dan menimba ilmu di perguruan tinggi Kota Malang. Kedua, orang Bugis menyesuaikandiri dengan budaya Jawa adalah agar dapat beradaptasi dengan lingkungan sosial. Sehingga, dapat diterima oleh masyarakat lokal.Ketiga, penyesuaian yang dilakukan orang Bugis di Kecamatan Blimbing mengakibatkan adanya perubahan pada aspek kehidupan seperti pola perilaku, bahasa, dan norma sosial. Namun, tidak semua berubah terdapat beberapa hal yang memang senganja untuk tetap dipertahankan. Hal yang tetap dipertahankan adalah logat orang bugis yang masih kental walau menggunakan bahasa Jawa, dan nilai sosial yang terkandung dalam ideologi siri(harga diri) dan passe (identitas dan solidaritas). Simpulan dari penelitian, terdapat beberapa saran yang disampaikan,yaitu (1)bagi masayarakat perlu adanya kesadaran untuk menghargai dan menghormati karakteristik budaya serta meningkatkan interasksi antara orang Bugis dan Orang Jawa di Kecamatan Blimbing Kota Malang. (2) Bagi Mahasiswa Pendidikan IPS dapat menggunakan hasil penelitian ini menjadi sumber pengetahuan baru bagi matakuliah perubahan sosial budaya, dan (3) Bagi peneliti selanjutnya dapat mengungkapkan tentang pola adaptasi dan cara mereka untuk tetap mempertahankan nilai siri’dan passedi Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Peningkatan kemampuan menulis cerita pendek dengan memanfaatkan majalah dinding siswa kelas IX SMP Katolik Santa Maria II Malang / Priskila Citrasetya Andari

 

Kemampuan menulis cerpen merupakan salah satu kompetensi bahasa dan sastra yang terdapat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP SMP/ MTs mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Pembelajaran menulis cerpen membutuhkan media yang variatif dan inovatif. Hasil studi pendahuluan terhadap kemampuan siswa dalam menulis cerpen menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan menemukan inspirasi cerita, dan menentukan judul yang sesuai dengan isi cerita. Selain itu, siswa masih kurang mampu mengembangkan alur secara runtut dan jelas, melukiskan watak secara jelas, mendeskripsikan setting secara jelas, dan kurang tepat dalam memilih dan menggunakan pilihan kata, ejaan, dan tanda baca. Hal tersebut disebabkan siswa langsung terjun pada kegiatan penciptaan cerpen tanpa serangkaian proses. Siswa membutuhkan beberapa tahap pembelajaran yang berfungsi sebagai proses penciptaan cerpen. Majalah dinding merupakan salah satu media massa sekolah yang memiliki fungsi dan manfaat, yaitu meningkatkan minat baca, mengembangkan cakrawala pengetahuan, sumber acuan informasi keilmuan, menyalurkan dan menampung bakat, minat, hobi, dokumentasi, dan media pengajaran. Berdasarkan fungsi dan manfaat majalah dinding tersebut, maka majalah dinding dimanfaatkan sebagai media pengajaran, sumber inspirasi, dan tempat memajang hasil karya siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah hasil peningkatan kemampuan menulis cerpen dengan memanfaatkan majalah dinding siswa SMPK Santa Maria 2 Malang pada aspek menentukan judul, mengembangkan alur, aspek melukiskan watak, mendeskripsikan setting, dan kebahasaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil peningkatan kemampuan menulis cerpen dengan memanfaatkan majalah dinding siswa SMPK Santa Maria II pada aspek menentukan judul, mengembangkan alur, aspek melukiskan watak, mendeskripsikan setting, dan kebahasaan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama 2 siklus. Penelitian ini meliputi beberapa tahap (1) studi pendahuluan, (3) perencanaan tindakan, (4) pelaksanaan tindakan, (5) evaluasi, (6) refleksi. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di SMP Katolik Santa Maria II Malang. Sumber data penelitian ini adalah siswa dan peristiwa pembelajaran menulis cerpen dengan memanfaatkan majalah dinding. Data dalam penelitian diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu data pretes, data tindakan (data proses penelitian, dan data hasil penelitian). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Katolik Santa Maria II Malang berjumlah 30 siswa terdiri atas 14 siswa putra dan 16 siswa putri. Instrumen pengumpul data utama adalah peneliti dibantu guru sebagai mitra peneliti, sedangkan instrumen penunjang berupa format catatan lapangan, pedoman pengamatan, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis cerpen dengan memanfaatkan majalah dinding hingga melampui batas minimum 75% dengan nilai minimal 75. Hal tersebut membuktikan bahwa setelah diberi tindakan siswa telah kompeten menulis cerpen. Setelah diberi tindakan I dan II, kemampuan siswa dalam menulis cerpen menunjukkan peningkatan yang signifikan. Peningkatan kemampuan tersebut meliputi, kemampuan menentukan judul, mengembangkan alur, melukiskan watak, mendeskripsikan watak, dan menggunakan pilihan kata, ejaan dan tanda baca yang tepat. Dari setiap aspek kemampuan menulis cerpen yang harus dikuasai, siswa mengalami peningkatan hingga mencapai 100%. Bertitik tolak dari penelitian yang telah dilaksanakan, saran yang dapat diberikan peneliti pada guru bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia adalah supaya guru menerapkan pemanfaatan majalah dinding dalam pembelajaran menulis cerpen dan pembelajaran sastra lainnya, seperti membacakan cerpen dan menulis puisi. Selain itu, guru juga disarankan untuk memperbaiki atau menambah variasi pada pembelajaran menulis cerpen dengan memanfaatkan majalah dinding. Saran pada sekolah adalah agar menyediakan media pembelajaran yang inovatif dan memotivasi guru untuk memberdayakan media belajar yang inovatif, variatif, dan efisien dalam kegiatan pembelajaran, seperti halnya memanfaatkan majalah dinding dalam meningkatkan pembelajaran keterampilan menulis cerpen. Saran pada peneliti selanjutnya adalah supaya peneliti lanjutan dapat memanfaatkan media yang lebih inovatif dan variatif untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa dan juga pada pembelajaran sastra lainnya, seperti membacakan cerpen dan menulis puisi.

Pengembangan media pembelajaran akuntansi berbasis audio visual untuk siswa kelas XI Jurusan IPS di SMA Negeri 2 Blitar / Arfenila Putri Cahyani

 

Kata kunci : Pengembangan Media Pembelajaran Akuntansi, Audio Visual, Jurusan IPS Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMA Negeri 2 Blitar, khususnya pada mata pelajaran Akuntansi di Jurusan IPS terdapat beberapa permasalahan yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Masalah tersebut diantaranya, dimana pada saat proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah, dalam hal ini proses pembelajaran guru masih mendominasi jalannya proses pembelajaran, siswa masih cenderung pasif. Selain itu pemanfaatan media sangat minim sekali, hal ini mengakibatkan minat dan motivasi belajar siswa sangat lemah dan pada akhirnya berpengaruh buruk pada hasil belajar siswa. Melihat permasalahan yang dihadapi, maka pengembangan media sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan. Media pembelajaran yang dikembangkan mencakup beberapa komponen yaitu teks, gambar dan suara dengan materi laporan keuangan. Program media pembelajaran ini dirancang dengan bantuan Power Point dan digabung dengan software Wondersare Quiz Creator serta videopad video editor dalam pembuatan videonya. Penelitian yang penelti lakukan di SMA Negeri 2 Blitar ini termasuk jenis penelitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall, dimana di sini terdapat 10 tahapan dalam melakukan penelitian mulai dari research and information collecting, planning, develop preliminary form of product, preliminary field testing, main product revision, main field testing, operational product revision, operational field testing, final product revision, hingga dissemination and implementation. Tetapi dalam melakukan penelitian ini peneliti memodifikasi menjadi 8 tahapan, yaitu Research and information collecting , Planning, Develop preliminary form of product, Main product revision , Operational product revision , Operational field testing , and Dissemination and implementation Berdasarkan hasil dari penelitian diperoleh data dari hasil validasi keseluruhan sebesar 98,47% berarti media pembelajaran tersebut layak digunakan. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang pengembangan media baik visual, audio, maupun audio visual pada pengajaran mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lainnya di tempat yang berbeda untuk mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Pola perilaku perempuan dalam pemilihan moda d Kota Malang bagian barat / Cindy Kusuma Wardhani

 

Pergerakan yang dilakukan oleh manusia umumnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akibat dari pemenuhan kebutuhan hidup ini mengakibatkan pergerakan manusia menjadi meningkat. Pergerakan dapat dilakukan dengan moda transportasi maupun tanpa moda transportasi. Pergerakan yang dilakukan umumnya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, tergantung dari tujuan dalam melakukan pergerakan tersebut. Sedangkan dalam melakukan aktivitas biasanya pelaku perjalanan akan dihadapkan pada suatu pilihan jenis moda transportasi apa yang akan digunakan. Tujuan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: (1) mengidentifikasi perilaku perempuan dalam pemilihan moda di kota Malang bagian barat, (2) mendapatkan pola perilaku perempuan dalam pemilihan moda di kota Malang bagian barat. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Untuk mengetahui perilaku perempuan dalam pemilihan moda di kota Malang bagian barat digunakan analisis deskriptif kuantitatif. Sedangkan untuk mengetahui pola perilaku perempuan dalam pemilihan moda di kota Malang bagian barat digunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan: dominan para responden adalah pelajar/ mahasiswa dengan rentang usia terbanyak adalah 16-25 tahun. Responden terbanyak memiliki tingkat pendidikan terakhir SLTA/ sederajat, dengan penghasilan rata-rata perbulan terbanyak sebesar ≤ Rp500.000,00. pelaku perjalanan terbanyak memiliki jumlah anggota keluarga 4 orang. Kendaraan yang dimiliki responden terbanyak adalah roda dua pribadi sebanyak 1 buah. Paling banyak responden melakukan perjalanan dari rumah menuju sekolah/ kampus, dengan maksud perjalanan adalah sekolah. Biasanya dalam sehari melakukan perjalanan rutin sebanyak 1 kali, dan kendaraan yang banyak digunakan untuk melakukan pergerakan adalah motor pribadi, dengan alasan karena dengan mengendarai motor pribadi, waktu perjalanan lebih singkat. Dalam penelitian ini diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: (1) untuk kendaraan pribadi dengan Adj R2 = 0,689 (2) untuk kendaraan umum dengan Adj R2 = 0.704, dimana = Utilitas Kendaraan Pribadi, = Utilitas Kendaraan Umum, = Waktu Perjalanan, = Jarak Tempuh, dan = Biaya Perjalanan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah variabel-variabel lain yang potensial dalam memberikan kontribusi terhadap perubahan variabel utilitas kendaraan, selain variabel waktu perjalanan, jarak tempuh dan biaya perjalanan.

Penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe problem posing dipadu think pair share melalui lesson study untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa kelas X-7 SMA Negeri 7 Malang / Denok Kurnia Sari

 

Kurnia Sari, Denok. 2013. Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Posing dipadu Think Pair Share melalui Lesson Study untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X-7 SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D, (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S. Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, problem posing, think pair share, lesson study, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, biologi.     Upaya menumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis memerlukan model pembelajaran yang tepat, sehingga kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan. Lesson study (LS) merupakan kegiatan kolaboratif yang dapat meningkatkan keprofesionalan guru serta memperbaiki kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, hasil belajar kognitif dan afektif siswa kelas X-7 SMA Negeri 7 Malang.     Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan permasalahan pembelajaran serta dampak penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe Problem Posing (PP) dipadu Think Pair Share (TPS) melalui LS. Data kemampuan berpikir kritis yaitu skor jawaban soal tes berpikir kritis dan persentase tingkat pertanyaan kognitif C4-C6. Data kemampuan berpikir kritis diukur dengan lembar pertanyaan kognitif siswa (lembar Problem Posing) dan soal tes kemampuan berpikir kritis. Data hasil belajar kognitif yaitu skor jawaban soal tes kognitif dan data hasil belajar afektif berupa skor jawaban angket. Data hasil belajar kognitif diukur menggunakan soal tes kognitif, sedangkan hasil belajar afektif diukur menggunakan angket sikap siswa.     Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar. Persentase kemampuan berpikir kritis melalui pertanyaan kognitif (C4-C6) meningkat dari siklus 1 ke 3 berturut-turut yaitu 50%, 60%, dan 66,67%. Persentase jumlah siswa dalam kategori sangat kritis meningkat dari siklus 1 ke 3, berturut-turut yaitu 20%, 32,5%, dan 100%. Persentase ketuntasan klasikal hasil belajar kognitif meningkat meningkat dari siklus 1 ke siklus 3, berturut-turut yaitu 85%, 97,5%, dan 100%. Nilai rata-rata kelas hasil belajar afektif meningkat dari siklus 1 ke 3, berturut-turut yaitu 76,68; 82,38; dan 82,40. Kegiatan PTK melalui LS perlu dilakukan dan dikembangkan oleh guru untuk meningkatkan kualitas guru dan pembelajaran. Hambatan terbesar pelaksanaan LS adalah kurangnya pemahaman tentang LS serta kesadaran guru untuk merefleksi dirinya sendiri. Solusinya adalah menanamkan kesadaran pada diri untuk selalu meningkatkan kualitas diri dengan melakukan refleksi diri. Guru yang akan melaksanakan kegiatan LS perlu memahami LS dan cara melaksanakannya terlebih dahulu. PTK melalui LS sangat perlu dikembangkan karena bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, keprofesionalan guru, dan memudahkan pelaksanaan PTK. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe PP dipadu TPS perlu direkomendasikan kepada guru karena dapat melatih dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa.

Perbedaan pemberian resitasi menggunakan media multi series kit dan interactive virtual aid pada kompetensi menginstalasi PC siswa SMK Negeri 1 Kota Mojokerto / Ali Basyah

 

Tesis, Jurusan Pendidikan Ke­juruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) Drs.Wahyu Sakti G. I., M.Kom. Kata Kunci: prestasi belajar, kompetensi, menginstalasi PC, resitasi. Salah satu komponen pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang berorientasi tugas (task oriented) termasuk pula untuk siswa SMK pada Program Keahlian Komputer dan Jaringan. Untuk mengungkap dan mengetahui perbedaan pemberian resitasi menggunakan media Multi Series Kit dan Interactive Virtual Aid terhadap prestasi belajar kompetensi menginstalasi PC siswa, maka perlu dilakukan peneliti­an. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap (1) Prestasi belajar kompetensi menginsta­lasi PC pada siswa yang diberi resi­tasi menggunakan media interactive virtual aid (i-VA); (2) Prestasi belajar kompetensi menginstalasi PC pada sis­wa yang diberi resi­tasi menggunakan media Multi Series Kit (MSK); dan (3) Perbedaan prestasi belajar kompetensi menginstalasi PC yang signifi­kan antara sis­wa yang diberi resi­tasi menggunakan media i-VA dan MSK? Penelitian ini menggunakan ran­cang­an penelitian quasi-experimental. Penelitian dilaku­kan di SMK Negeri 1 Kota Mojo­kerto. Sebagai subjek penelitian, dipilih dua kelas dengan jumlah 72 siswa. Penentu­an kedua kelompok tersebut mengguna­kan teknik random assign­ment sampling. Pene­li­tian ini menggunakan instrumen prates dan postes untuk pengumpulan data. Dari hasil penelitian mengungkap fakta bahwa: (1) Prestasi belajar kom­pe­tensi meng­in­sta­lasi PC siswa yang diberi resi­tasi menggunakan media i-VA ter­golong baik; (2) Prestasi belajar menginsta­lasi PC siswa yang diberi resi­tasi meng gunakan media MSK tergolong cukup; dan (3) Ada perbedaan prestasi belajar kom­petensi menginstalasi PC yang signifi­kan antara sis­wa yang diberi resi­tasi menggunakan media i-VA dan yang diberi resi­tasi mengguna­kan media MSK. Berdasarkan hasil penelitian menyarankan: (1) Guru kompetensi meng­instala­si PC menerapkan stra­tegi pembel­ajaran dengan pemberian resi­tasi meng­gunakan media i-VA agar prestasi bela­jar siswa menjadi meningkat; (2) Pihak sekolah menyediakan media pembela­jaran yang bersifat multimedia, misalkan: video pembelajaran, multime­dia presen­tasi, program atau software simulasi, dan program multimedia interak­tif; (3) Pe­me­rintah daerah da­lam mengambil kebijakan lebih diarahkan pada pemberian ban­tuan untuk pe­menuhan kebutuhan media pembelajaran, dan (4) Peneliti lain mela­kukan penelitian lanjutan tentang pengaruh strategi pembelajaran dengan memper­­ha­tikan juga variabel tipe/gaya belajar siswa.

Pengaruh pemberian komentar pada kertas jawaban tes siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMPN 18 Malang semester I tahun ajaran 2007/2008 / Uni Lestari

 

Berdasarkan pengalaman peneliti ketika masih menempuh pendidikan ditingkat sekolah dasar, diperoleh informasi bahwa pada saat itu siswa yang kertas jawaban tesnya diberi komentar oleh guru memperoleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang kertas jawaban tesnya tidak diberi komentar pada ulangan selanjutnya. Informasi serupa juga diperoleh peneliti ketika masih menempuh pendidikan ditingkat sekolah menengah pertama. Dalam pendidikan di sekolah guru mempunyai peran yang penting. Guru berfungsi sebagai pembuat keputusan yang berkaitan dengan perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Salah satu tugas guru adalah memberikan perhatian dan melayani siswa dengan sebaik-baiknya. Mendidik siswa dalam jumlah besar bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena perbandingan guru dan siswa yang tidak seimbang maka guru mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan individu pada tiap-tiap siswa. Pemberian komentar pada kertas jawaban tes siswa dapat menjadi salah satu alternatif pelayanan individu untuk siswa. Karena itu penelitian ini mengungkap pengaruh pemberian komentar pada kertas jawaban tes siswa terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMPN 18 Malang dengan rancangan eksperimen semu yang menggunakan prates dan pascates dengan kelompok kontrol yang tidak diacak. Sampel yang digunakan terdiri dari 2 kelas yang memiliki kemampuan yang setara yaitu kelas VII D sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII C sebagai kelompok kontrol. Dari hasil uji kesamaan rata-rata diperoleh P-value sebesar 0,011. Ini berarti menolak H0 dan menerima H1. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa yang kertas jawaban tesnya diberi komentar dan yang tanpa komentar pada kelas VII SMPN 18 Malang semester I tahun ajaran 2007/2008. Ini berarti terdapat pengaruh pemberian komentar pada kertas jawaban tes siswa terhadap hasil belajar matematika siswa. Dari perhitungan data hasil belajar matematika siswa diperoleh rata-rata nilai kelompok eksperimen sebesar 45,5 dan rata-rata nilai kelompok kontrol sebesar 35,5. Sehingga dapat dilihat bahwa rata-rata siswa yang kertas jawaban tesnya diberi komentar lebih tinggi daripada rata-rata siswa yang kertas jawabannya tanpa komentar. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar para guru bidang studi matematika dapat menerapkan pemberian komentar pada kertas jawaban tes siswa dalam proses evaluasi dan kepada peneliti lain dapat melakukan penelitian yang sejenis dengan populasi dan materi yang lebih luas.

Pengaruh kepemilikan manajerial, return on asset (ROA) dan kebijakan hutang terhadap kebijakan dividen (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2008-2010 / Baharuddin Ramadhani W.

 

Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial, Return On Asset, Kebijakan Hutang, dan Dividen. Perusahaan merupakan lembaga yang memiliki tujuan menghasilkan keuntungan untuk meningkatkan nilai perusahaan (value of the firm) dan kesejahteraan pemegang saham selaku pemilik perusahaan. Saat ini perusahaan dituntut untuk dapat mengelola keuntungan atau laba yang diperoleh secara tepat dan optimal, karena besar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan akan menentukan keberlangsungan perusahaan tersebut dimasa yang akan datang. Bagi perusahaan perseroan terbatas, laba yang diperoleh akan dialokasikan pada dua komponen yaitu laba ditahan dan dividen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial, ROA , dan kebijakan hutang secara parsial dan simultan terhadap kebijakan dividen. Penelitian ini berupa penelitian asosiatif. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2010. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu perusahaan manufaktur yang membagikan deviden selama tiga tahun berturut-turut pada tahun 2008-2010. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan yang dipublikasikan pada Indonesian Capital Market Directory 2010. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan variabel kepemilikan manajerial, ROA, dan kebijakan hutang berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga variabel ini merupakan faktor-faktor yang akan dijadikan pertimbangan bagi manajer dalam menetapkan pembayaran dividen. Dengan menggunakan signifikansi sebesar 5% secara parsial variabel kepemilikan manajerial, ROA, dan kebijakan hutang berpengaruh signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk penelitian berikutnya menggunakan variabel bebas lain seperti ukuran perusahaan, resiko, pertumbuhan dan lainnya. Disarankan juga dilakukan penelitian pada perusahaan lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan memperpanjang periode penelitian.

Pengembangan bahan ajar yang berkarakter berbasis multimedia pada pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa SMAN 1 Malang / Riska Pristiani

 

Pristiani, Riska. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Yang Berkarakter Berbasis Multimedia Pada Pembelajaran Ekonomi Untuk Meningkatkan Hasil dan Aktivitas Belajar Siswa SMAN 1 Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. J. G. Nirbito, M.Pd., (II) Prof. Dr. Bambang Banu Siswoyo, M.M. Kata Kunci: Bahan ajar multimedia, bahan ajar cetak, aktivitas siswa, hasil belajar siswa     Permasalahan yang telah ditemukan oleh peneliti di SMAN 1 Malang diantaranya sebagai berikut: (1) nilai rata-rata hasil belajar siswa yang tidak lebih dari 82,5 pada 2 tahun terakhir; (2) proses pembelajaran yang selalu berkutat dengan media powerpoint, presentasi, tanya jawab, menjawab soal pada bahan ajar cetak dan ceramah membuat sebagian besar siswa merasa bosan; (3) siswa kurang tertarik untuk membaca bahan ajar cetak yang dimiliki siswa mengakibatkan siswa kurang aktif dalam kelas, perhatian siswa juga kurang terpusat pada materi yang diajarkan sehingga hasil belajar dan aktivitas siswa pun ikut menurun. Berkaitan dengan beberapa permasalahan yang telah dijabarkan di atas, maka diperlukan bahan ajar yang dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa. Tujuan penelitian ini adalah: menyusun bahan ajar multimedia pembelajaran ekonomi yang layak untuk siswa kelas X SMAN 1 Malang; dan menguji keefektifan bahan ajar multimedia dibandingkan bahan ajar cetak pada pembelajaran ekonomi siswa kelas X SMAN 1 Malang.     Penelitian ini pada tahap evaluasi menggunakan uji formatif dalam me-nguji pengembangan produk “Apakah layak pakai atau tidak?” dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan desain Borg and Gall (1983) dan uji sumatif dalam menguji efektifitas untuk menguji perbedaan bahan ajar multimedia dan bahan ajar cetak menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperiment jenis desainnya yaitu Non-Equivalent Pretest-Postest Control Group Design. Dalam uji coba produk yang diperlukan yaitu (1) desain uji coba menggunakan Dick and Carey (1985:224); (2) subyek coba yang terdiri ahli materi/isi, ahli desain/media pembelajaran, guru kelas X SMAN 1 Malang dan siswa kelas X yang proses pengambilan menggunakan proportional random sampling; (3) jenis data yang diperoleh berdasarkan uji coba bahan ajar multimedia ini berupa data kuantitatif dan verbal. Dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan angket, soal tes hasil belajar, wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan uji prasarat yang terdiri dari uji normalitas dan homogenitas, uji hipotesis dengan Independent Sample T-Test dan analisis deskriptif.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahan ajar multimedia telah mendapatkan penilaian dan tanggapan dengan rata-rata sebesar 80% yang artinya masuk dalam kualifikasi valid atau baik sehingga tidak perlu revisi dengan beberapa komentar serta saran tertulis dari responden untuk dijadikan bahan acuan dalam perbaikan dan penyempurnaan terhadap bahan ajar multimedia; (2) keefektifan bahan ajar yang berkarakter berbasis multimedia dibandingkan bahan ajar cetak pada siswa Kelas X SMAN 1 Malang dengan hasil penelitian sebagai berikut: (a) Terdapat perbedaan yang siginifikan hasil belajar siswa yang diajar deng-an menggunakan bahan ajar multimedia dan cetak serta; rerata hasil belajar siswa yang menggunakan bahan ajar multimedia lebih baik dibandingkan bahan ajar cetak.; (b) Terdapat perbedaan yang signifikan pada aktivitas siswa yang diajar de-ngan menggunakan bahan ajar multimedia dan cetak serta rerata aktivitas belajar siswa yang menggunakan bahan ajar multimedia lebih baik dibandingkan bahan ajar cetak.     Saran dalam penelitian ini diberikan kepada: (1) bagi siswa, hendaknya siswa lebih meningkatkan aktivitas dan hasil belajarnya saat melaksanakan pembelajaran ekonomi yang diberi tindakan penggunaan bahan ajar multimedia ini; (2) bagi guru, hendaknya mulai mencoba menerapkan proses pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar multimedia untuk materi uang pada siswa kelas X angkatan 2013/2014 dan mengembangkan bahan ajar cetak yang biasa dipakai dengan bahan ajar multimedia melalui MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran); (3) bagi sekolah, penggunaan bahan ajar multimedia diharapkan mulai dimanfaatkan secara maksimal dalam pelaksanaan pembelajaran dan diharapkan pula untuk memberikan fasilitas berupa sumber daya manusia yang nantinya dapat membantu guru mata pelajaran dalam proses pembuatan bahan ajar multimedia pada mata pelajaran lainnya/tidak terbatas mata pelajaran ekonomi dengan kriteria pembahasan yang sejenis seperti pada penelitian ini; (4) Bagi peneliti lanjut, diharapkan untuk meneliti dengan melakukan penilaian pada keefektifan penerapan pendidikan karakter yang terdapat pada bahan ajar multimedia dengan bahan ajar cetak.

Pengaruh motivasi kerja terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan bagian penggilingan PT. Bokormas cabang Blitar) / Syantireska Setyo Adhi

 

Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Organisasional Pada era globalisasi saat ini, perkembangan ekonomi banyak dipengaruhi oleh persaingan yang semakin ketat di segala bidang. Sehingga mengharuskan perusahaan besar mengharuskan perusahaan besar, menengah maupun kecil untuk menunjukkan keunggulan-keunggulan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi, serta memiliki individu-individu yang berkualifikasi agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan tersebut. Keberhasilan perusahaan mempertahankan keberadaannya dalam dunia bisnis tidak lepas dari tercapainya tujuan perusahaan yang telah ditetapkan dan tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana operasi yang tersedia, canggihnya teknologi, sarana ataupun prasarana yang dimiliki, melainkan tergantung pada aspek sumber daya manusia yaitu karyawan. Untuk mengelola karyawan dalam perusahaan tidak mudah, karena setiap karyawan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi deskriptif motivasi kerja, kepuasan kerja, dan komitmen organisasional serta pengaruh motivasi kerja terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja yang ada pada karyawan bagian penggilingan PT. Bokormas Cabang Blitar. Penelitian dilaksanakan di PT. Bokormas Cabang Blitar yang berada di Jalan Mastrip No. 42 Blitar. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada bagian penggilingan PT. Bokormas Cabang Blitar yang berjumlah 400 orang, sedangkan sampelnya diambil sebanyak 200 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data yang dipakai adalah analisis statistik deskriptif dan analisis jalur (path analysis). Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu motivasi kerja (X), variabel intervening yaitu kepuasan kerja (Z), dan variabel terikat komitmen organisasional (Y). Instrumen dalam penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga uji coba kuesioner untuk menguji intrumen tidak perlu. Sedangkan untuk uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keempat hipotesis alternatif yang diajukan adalah diterima yaitu (1) Terdapat pengaruh motivasi kerja secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja yang dibuktikan dengan nilai β = 0,533, dimana nilai taraf signifikansinya lebih rendah dari 0,05 yaitu 0,000, (2) Terdapat pengaruh motivasi kerja secara positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional yang dibuktikan dengan nilai β = 0,509, dimana nilai taraf signifikansinya lebih rendah dari 0,05 yaitu 0,000, (3) Terdapat pengaruh kepuasan kerja secara positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional yang dibuktikan dengan nilai β = 0,149, dimana nilai taraf signifikansinya lebih rendah dari 0,05 yaitu 0,028, (4) Terdapat pengaruh tidak langsung motivasi kerja terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja adalah 0,588. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan agar pihak PT. Bokormas Cabang Blitar untuk: (1) mempertahankan motivasi yang ada agar dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan dan komitmen karyawan untuk tetap tinggal di perusahaan akan terjaga, (2) Menciptakan suasana kerja yang harmonis antar karyawan dengan pimpinan dengan cara lebih sering berkomunikasi baik di dalam lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja, (3) Perusahaan lebih memperhatikan kepuasan karyawan agar karyawan memiliki komitmen yang tinggi untuk dedikasi mereka terhadap perusahaan dan agar karyawan selalu bekerja yang lebih baik untuk perusahaan, (4) Pimpinan selalu memberikan semangat dan mau menerima masukan saran dan kritik dari karyawan serta dapat mensejahterakan karyawannya.

Pengembangan program media pembelajaran interaktif pada materi pecahan untuk kelas VI SD / Sony Saifullah Purwanto

 

Mengajar materi pecahan membutuhkan suatu kreativitas dan keterampilan dari pengajar, sehingga siswa benar-benar mengerti apa makna dari suatu pecahan. Oleh karena itu, penulis terdorong untuk mengembangkan suatu media pembelajaran yang interaktif tentang materi pecahan untuk kelas IV SD. Program media pembelajaran ini akan menyampaikan materi pecahan SD kelas VI semester II sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang meliputi: (1) menyederhanakan dan mengurutkan pecahan, (2) menentukan nilai pecahan dari suatu bilangan atau kuantitas tertentu, dan (3) melakukan operasi hitung yang melibatkan berbagai bentuk pecahan Program media pembelajaran ini di desain sebaik mungkin baik dari segi materi maupun penyampaiannya. Materi disajikan dalam menu sehingga memudahkan siswa untuk memilih materi yang diinginkan. Berbagai fasilitas yang disediakan dalam media ini antara lain: (1) adanya tombol ?petunjuk? yang berisi kegunaan tombol-tombol pada program sehingga dapat membantu siswa dalam mengoperasikan program, (2) tombol ?materi?, ?latihan?, dan ?tes? terdapat pada setiap tampilan sehingga mempermudah siswa untuk memindahkan halaman dari materi ke latihan soal, materi ke tes atau sebaliknya, (3) materi dan latihan disajikan dalam menu pilihan, sehingga siswa dapat memilih materi dan latihan yang ingin dipelajari, (4) setiap tampilan diberi fasilitas untuk kembali ke menu utama, (5) terdapat tes yang dapat menghasilkan nilai atau skor akhir.

Analisis rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mata pelajaran bahasa Jerman kelas X SMA negeri dan swasta Kota Malang / Ita Palupi

 

Kurikulum pendidikan di Indonesia saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006 yang menggunakan pendekatan berbasis kompetensi. RPP memegang peranan penting dalam mempersiapkan proses pengajaran yang efektif. Pembelajaran dalam mata pelajaran bahasa Jerman akan efektif apabila guru diberi kebebasan dalam menyusun RPP yang nantinya akan berdampak pada penerapannya. Keefektifan tersebut dapat tercapai apabila penyusunan RPP tersebut bersifat operasional. Penelitian ini berupa analisis RPP bahasa Jerman kelas X semester gasal periode 2007/ 2008 dengan tema Identitas Diri dari empat SMA Negeri dan satu SMA Swasta Kota Malang, yaitu SMAN 1, SMAN 6, SMAN 7, SMAN 8, dan SMA Laboratorium UM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan operasionalisasi RPP mata pelajaran bahasa Jerman dengan tema Identitas Diri di kelas X SMA Negeri dan Swasta kota Malang untuk kompetensi mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah RPP yang terkumpul sebanyak lima puluh lima buah dianalisis dengan menggunakan instrumen check list yaitu berupa Rubrik Penilaian Kemampuan Menyusun RPP. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa operasionalisasi RPP mata pelajaran bahasa Jerman untuk kompetensi mendengarkan berkriteria tiga RPP berkriteria operasional (B) dan empat RPP berkriteria kurang operasional (D). Tiga RPP berkriteria sangat operasional (A), dua RPP berkriteria operasional (B), sembilan lainnya berkriteria kurang operasional (D) untuk kompetensi berbicara. Untuk kompetensi membaca, sepuluh RPP berkriteria cukup operasional (C) dan lima belas RPP berkriteria kurang operasional (D) sedangkan untuk kompetensi menulis, satu RPP berkriteria operasional (B) dan delapan RPP berkriteria kurang operasional (D). Berdasarkan hasil penelitian di atas, saran yang dapat diajukan adalah untuk mengoptimalkan operasionalisasi RPP, yaitu dengan melihat Rubrik Penilaian Kemampuan Menyusun RPP dan kurikulum bahasa Jerman 2006.

Pengembangan multimedia interaktif untuk pembelajaran berbicara bagi siswa kelas IV Sekolah Dasar / Farida Yufarlina Rosita

 

Rosita, Farida Yufarlina. 2013. Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Pembelajaran Berbicara bagi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Tesis, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd, (II) Dr. Roekhan, M.Pd. Kata kunci: pembelajaran berbicara, multimedia pembelajaran     Berbicara merupakan hal yang penting karena digunakan sebagai bentuk komunikasi antarmanusia. Keterampilan berbicara sebagai salah satu keterampilan berbahasa sudah diajarkan sejak siswa duduk di bangku sekolah dasar. Akan tetapi, siswa belum ikut berperan aktif dalam pembelajaran berbicara di kelas. Berkaitan dengan itu, diperlukan pengembangan media pembelajaran sebagai alat atau sarana yang membantu siswa dalam penguasaan kompetensi berbicara yang khusus untuk kelas IV sekolah dasar.     Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbicara untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Media pembelajaran tersebut berupa software (perangkat lunak) multimedia interaktif yang dilengkapi dengan panduan berupa buku cetak sebagai bahan pendukung dalam mengoperasikan media pembelajaran.     Pelaksanaan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang merupakan dasar untuk mengembangkan produk yang dihasilkan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan model R2D2 (Recursive, Reflective, Design, and Development) dan model pengembangan Dick and Carey dengan sifat saling melengkapi.    Kegiatan validasi dilakukan agar mendapatkan produk yang maksimal. Validasi pertama dilakukan oleh tiga ahli dan satu praktisi (dosen sastra Indonesia Universitas Negeri Malang, dosen PGSD Universitas Negeri Malang, dosen Universitas Terbuka Surabaya, dan guru SD Negeri 2 Sukosari) terhadap media pembelajaran. Analisis dari hasil validasi tersebut diperoleh rata-rata total nilai 90,25% untuk pengembangan media pembelajaran dari segi isi. Rata-rata total nilai untuk pengembangan media dari segi penyajian adalah 83,59%, sedangkan untuk segi kelayakan bahasa adalah 90,18.    Analisis selanjutnya diperoleh dari kegiatan uji coba lapangan terhadap siswa. Dari angket yang telah diberikan, media pembelajaran dari segi isi mendapatkan penilaian 90%. Dari segi penyajian diperoleh nilai 85%, sedangkan dari segi kelayakan bahasa diperoleh nilai 85%. Total keseluruhan skor terakhir setelah dijumlahkan adalah 87,33%.    Hasil analisis kedua mengenai buku panduan penggunaan media diperoleh dari angket yang diberikan kepada para ahli dalam kegiatan validasi. Dari hasil analisis, diperoleh rata-rata total nilai 92,5%. Berdasarkan kualifikasi yang telah ditentukan, disimpulkan bahwa media pembelajaran ini memenuhi kualifikasi nilai 85—100%. Dengan demikian, media ini sangat layak digunakan oleh siswa kelas IV SD Negeri 2 Sukosari Dagangan Madiun.      Saran-saran kepada guru bahasa Indonesia agar dapat menggunakan media pembelajaran ini sebagai alternatif media pembelajaran keterampilan berbicara sebagai sarana atau alat yang digunakan untuk mengantarkan siswa pada penguasaan kompetensi berbicara. Dengan media ini, diharapkan pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna. Selain itu, siswa dapat lebih berperan aktif dalam pembelajaran berbicara. Saran bagi penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran lebih lanjut karena media seperti ini dapat mengaktifkan kelas dan membuat pembelajaran menjadi semakin menarik dan bermakna. Selain itu, penelitian serupa dapat dilakukan pada keterampilan berbahasa yang lain, serta media ini dapat digunakan peneliti lain sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian pada kompetensi berbicara yang lain.

Efektivitas penggunaan media film "Hallo aus Berlin" terhadap kemampuan menulis siswa kelas XI Bahasa di SMA Negeri 7 Malang / Atik Sulistyowati

 

Proses pembelajaran bahasa Jerman meliputi empat keterampilan berbahasa yaitu berbicara, membaca, mendengar, dan menulis yang diajarkan secara terintegrasi. Saat ini di SMAN 7 Malang telah melengkapi 11 kelasnya dengan media audiovisual termasuk kelas XI Bahasa. Dari hasil wawancara dengan guru bahasa Jerman SMAN 7 Malang diketahui bahwa dari empat keterampilan berbahasa yang diajarkan, keterampilan menulis perlu mendapat perhatian utama, karena hasil tes menulis siswa masih banyak yang memperoleh nilai di bawah Standar Ketuntasan Minimal Belajar (SKMB): 75. Hal ini disebabkan oleh penggunaan media dalam pembelajaran menulis masih kurang maksimal. Dari beberapa pilihan media yang dapat digunakan dalam pembelajaran antara lain media film. Dalam penelitian ini media film berjudul ?Hallo aus Berlin? dipilih karena ungkapan-ungkapan yang digunakan adalah ungkapan komunikatif yang mudah dimengerti dan isi cerita yang disajikan merupakan tema-tema kehidupan siswa sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan pembelajaran keterampilan menulis menggunakan media film ?Hallo aus Berlin? bagi siswa kelas XI Bahasa SMAN 7 Malang, mendeskripsikan koherensi dan kesesuaian penggunaan bahasa pada karangan siswa kelas XI program Bahasa untuk karangan bertema ?Wir?, dan mendeskripsikan efektivitas penggunaan media film ?Hallo aus Berlin? terhadap kemampuan menulis siswa kelas XI Bahasa SMAN 7 Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari nilai menulis siswa, kuesioner, dan observasi. Kuesioner selama penelitian diisi oleh guru bahasa Jerman dan siswa kelas XI Bahasa setelah pembelajaran berlangsung untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan media film ?Hallo aus Berlin? terhadap kemampuan menulis. Data dalam bentuk tes, kuesioner, dan pedoman observasi dianalisis dengan nilai. Dari hasil tes menulis siswa dapat diketahui bahwa terdapat 7 orang siswa yang mendapatkan nilai dalam rentang 76 - 100, nilai tersebut adalah 90, 85, dan 80. Dari nilai tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film ?Hallo aus Berlin? terhadap kemampuan menulis adalah sangat efektif, oleh karena itu, peneliti menyarankan kepada guru bidang studi bahasa Jerman di SMA untuk menggunakan media film ?Hallo aus Berlin? sebagai salah satu alternatif media pembelajaran bahasa Jerman dengan disertai rencana pembelajaran yang baik, sedangkan kepada peneliti lain yang ingin mengembangkan penelitian sejenis dapat menggunakan media ini untuk kemampuan mendengarkan dan berbicara.

Peningkatan kemampuan menulis makalah mahassiswa pengambil matakluliah Bahasa Indonesia Keilmuan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM semester Ii 2012 dengan strategi peta pikiran / Musaffak

 

Kata Kunci: kemampuan menulis, menulis makalah, strategi peta pikiran Kemampuan menulis makalah merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Dengan menulis makalah, mahasiswa dapat meningkatkan kualitas diri mereka di perguruan tinggi. Walaupun demikian, secara faktual mahasiswa sering mengalami kesulitan menulis makalah, terutama pada aspek kebahasaan dan teknik menulis. Aspek kebahasaan itu dapat berupa kemenarikan, kesesuaian, ejaan, tanda baca, pilihan kata, kelengkapan, keruntutan, keefektifan kalimat, dan kepaduan paragraf. Selain itu, pengkajian makalah mahasiswa cenderung tidak konsisten karena tidak sesuai dengan prosedur penulisan makalah yang ada. Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis makalah mahasiswa pengambil matakuliah Bahasa Indonesia Keilmuan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM semester II 2012 dengan strategi peta pikiran. Secara khusus, tujuan penelitian ini untuk (1) meningkatkan kemampuan menulis judul makalah mahasiswa pengambil matakuliah Bahasa Indonesia Keilmuan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM semester II 2012 dengan strategi peta pikiran; (2) meningkatkan kemampuan menulis pendahuluan makalah mahasiswa pengambil matakuliah Bahasa Indonesia Keilmuan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM semester II 2012 dengan strategi peta pikiran; (3) meningkatkan kemampuan menulis pembahasan makalah mahasiswa pengambil matakuliah Bahasa Indonesia Keilmuan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM semester II 2012 dengan strategi peta pikiran; (4) meningkatkan kemampuan menulis penutup makalah mahasiswa pengambil matakuliah Bahasa Indonesia Keilmuan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM semester II 2012 dengan strategi peta pikiran; dan (5) meningkatkan kemampuan menulis daftar rujukan makalah mahasiswa pengambil matakuliah Bahasa Indonesia Keilmuan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM semester II 2012 dengan strategi peta pikiran. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di kelas dengan tujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran di kelas khususnya dalam bidang menulis. Penelitian tindakan kelas dipilih karena beberapa karakteristik. Pertama, adanya permasalahan praktis yang ditemukan oleh pengajar, yaitu masalah pembelajaran menulis makalah. Kedua, PTK didasarkan pada masalah yang dihadapi pengajar dalam pembelajaran. Ketiga, PTK mempersyaratkan pengajar mengumpulkan data dari apa yang telah dilakukannya sendiri (bukan bersumber dari orang lain). Keempat, peneliti memberikan perlakuan yang berupa tindakan yang terencana untuk memecahkan permasalahan dan sekaligus meningkatkan kualitas yang dapat dirasakan implikasinya oleh subjek yang diteliti. Kelima, PTK dilakukan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus. Siklus penelitian tersebut memiliki pola perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Jenis data yang dikumpulkan penelitian ini adalah data hasil belajar mahasiswa secara individual berupa makalah. Prosedur pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah teknik observasi, dokumentasi, penugasan, dan catatan lapangan. Nilai standar Kriteria Kelulusan Minimal (KKM) adalah ≥ 60. Secara umum, kemampuan menulis makalah mahasiswa pengambil matakuliah Bahasa Indonesia Keilmuan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM semester II 2012 dapat ditingkatkan dengan strategi peta pikiran. Secara khusus, kemampuan menulis makalah mahasiswa pengambil matakuliah Bahasa Indonesia Keilmuan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM semester II 2012 pada aspek judul, pendahuluan, pembahasan, penutup, dan daftar rujukan dapat ditingkatkan dengan strategi peta pikiran. Aspek-aspek makalah yang sebelumnya tidak menarik menjadi menarik, tidak lengkap menjadi lengkap, tidak sesuai dengan isi makalah menjadi sesuai dengan isi makalah, tidak runtut menjadi runtut, tidak sesuai dengan penulisan ejaan bahasa Indonesia menjadi sesuai dengan penulisan ejaan bahasa Indonesia, tidak sesuai dengan penulisan tanda baca bahasa Indonesia menjadi sesuai dengan penulisan tanda baca bahasa Indonesia, tidak tepat dalam penggunaan pilihan kata menjadi tepat dalam penggunaan pilihan kata, tidak efektif dalam penulisan kalimat menjadi efektif, dan tidak padu antara paragraf yang satu dengan paragraf yang lainnya menjadi padu. Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis makalah mahasiswa pengambil matakuliah Bahasa Indonesia Keilmuan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM semester II 2012 dapat ditingkatkan dengan strategi peta pikiran. Hal itu dapat dilihat pada setiap tingkat kelulusan kemampuan menulis makalah mahasiswa pada aspek judul, pendahuluan, pembahasan, penutup, dan daftar rujukan meningkat. Beberapa saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini. Pertama, hasil penelitian ini dapat digunakan dosen sebagai acuan untuk merancang pembelajaran yang mampu menumbuhkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan potensi belajar, khususnya menulis makalah dengan strategi peta pikiran. Kedua, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan keberhasilan mahasiswa dalam menulis makalah dengan strategi peta pikiran. Ketiga, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan penulis dalam menulis makalah dengan strategi peta pikiran, sehingga penulis lebih mudah dalam menulis judul, pendahuluan, pembahasan, penutup, dan daftar rujukan.

Identifikasi kondisi bengkel, penerapan keselamatan kerja dan tingkat kecelakaan kerja di bengkel multi skill serive PPPGT/VEDC Malang / Laurensius Liah Sang

 

Penelitian yang berjudul ??Identifikasi Kondisi Bengkel Dan Penerapan Keselamatan Kerja Terhadapap Tingkat Kecelakaan Kerja Di Bengkel Multi Skill Service PPPGT/VEDC Malang?? adalah penelitian yang berorientasi pada keselamatan dan kesehatan kerja atau yang lazim disebut K3. Bagaimana pun harus diketahui bahwa keselamatan kerja merupakan bagian penting yang perlu dibina dan diprioritaskan dalam bekerja. Setiap pekerjaan yang berhubungan dengan mesin, dan alat?alat kerja yang digunakan selalu bertalian dengan resiko kecelakaan. Maka perlu pengorganisasian yang baik dalam sebuah perusahaan, industri, maupun bengkel terhadap penerapan keselamatan kerja, sehingga resiko kecelakaan pun bisa diminimalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakan kondisi bengkel Multi Skill Service PPPGT/VEDC Malang, bagaimana penerapan keselamatan kerja bengkel, dan bagaimana pula tingkat kecelakaan kerja terjadi terhadap pekerja atau karyawan yang bekerja dibengkel tersebut. Sampel yang digunakan adalah sejumlah populasi yang ada, yang bekerja dibengkel Multi Skill Service. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan cara penyebaran angket atau kuesioner pada semua karyawan yaitu yang berjumlah 20 orang. Data yang terkumpul sesuai dengan bidang dan kompetensi, yaitu; (1) Data kondisi bengkel; (2) Data penerapan keselamatan kerja; (3) Data tingkat kecelakaan kerja bengkel Multi Skill Service. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yaitu; dengan melihat jumlah mean rata?rata kategori tiap pertanyaan dalam satu kelompok kompetensi. Dan ferekuensi persentase hasil analisis deskriptif pada tingkat kecelakaan kerja disajikan dalam bentuk tabel dan grafik batang. Hasil analisis menunjukan mean/rata?rata kondisi bengkel 3,1 yang berarti kondis bengkel baik, dan mean/rata?rata penerapan keselamatan kerja 3,2 yang juga berarti penerapan keselamatan kerjanya baik. Dari persentase tingkat kecelakaan kerja ringan 50% tidak pernah terjadi, 45% jarang terjadi, 5% sering terjadi. Dari tingkat kecelaan sedang 90% tidak pernah terjadi, 10% jarang terjadi. dari tingkat kecelakaan berat 95% tidak pernah terjadi dan 5% jarang terjadi. Dari hasil penelitian yang diperoleh disimpulkan bahwa dengan adanya penataan, pengaturan mesin dan barang yang baik pada bengkel, serta penerapan keselamatan kerja yang terorganisir akan menekan tingkat kecelakaan kerja pada sebuah bengkel. Saran yang dapat disampaikan, hasil penelitian ini dapat dikembangkan pada penelitian keselamatan kerja pada perusahaan yang besar yang jumlah sampel dan populasinya banyak. Sehingga dengan demikian akan didapat hasil yang lebih signifikasi.

Pengembangan bahan ajar mata kuliah menulis aksara Cina Prodi Bahasa dan Sastra Cina di Universitas Brawijaya Malang / Wandayani Goeyardi

 

Goeyardi, Wandayani. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Menulis Aksara Cina Prodi Bahasa dan Sastra Cina di Universitas Brawijaya Malang. Tesis. Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. Punadji Setyosari, M.Pd., M. Ed., (II) Dr. AJE. Toenlioe, M.Pd. Kata Kunci : pengembangan bahan ajar strategi pembelajaran. Penelitian ini untuk menjawab permasalahan yang ditemukan ketika pengembang melaksanakan studi pendahuluan bagi mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Cina di Universitas Brawijaya Malang yang sedang menempuh Mata Kuliah Menulis dan Tata Bahasa. Kenyataan di lapangan terdapat keterbatasan referensi yang membahas strategi pembelajaran sehingga mahasiswa kesulitan untuk mendapatkan bahan ajar yang mudah dipelajari dalam perkuliahan. Referensi yang tersedia terbatas pada buku pegangan dosen dan itupun masih kurang memadai dengan kebutuhan dan karakteristik mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Cina. Berangkat dari masalah tersebut, maka perlu segera diberikan solusinya dengan mengembangkan bahan ajar strategi pembelajaran untuk mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Cina di Universitas Brawijaya Malang.    Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar cetak berupa buku ajar strategi pembelajaran yang dilengkapi buku panduan dosen dan buku panduan mahasiswa yang didesain secara sistematis dan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Cina supaya mudah dalam menggunakannya.    Hasil pengembangan divalidasi melalui evaluasi formatif yang terdiri dari penilaian ahli dan uji coba mahasiswa beserta dosen pengampu mata kuliah. Berdasarkan dari semua hasil analisis data pada setiap uji coba yang dilakukan oleh pengembang, dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil analisis data yang diperoleh dari ahli isi, ahi media, ahli desain, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, uji lapangan beserta dosen pengampu mata kuliah, menunjukkan persentase yang diperoleh di atas kriteria minimal 81%-100%, hal ini berarti bahwa produk yang dikembangkan sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Saran yang diajukan berkaitan dengan pemanfaatan dan pengembangan selanjutnya, yakni : (1) bahan ajar ini dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam perkuliahan, (2) mahasiswa dan dosen dianjurkan untuk membaca terlebih dahulu buku panduan, (3) dosen disarankan menambahkan sajian materi strategi pembelajaran yang lebih khusus dalam Mata Kuliah Menulis Aksara Cina, (4) bahan ajar ini hendaknya disertai suplemen berupa CD pembelajaran agar lebih variatif dan menarik dalam penyajian materinya.

A study on the implementation of an english syllabus ang lesson plan in SMAN 3 Malang / Nina Amalia Nurichsania

 

Keywords: the implementation, an English syllabus, an English lesson plan This study was intended to describe and analyze how one of English teachers in SMAN 3 Malang implements an English syllabus and lesson plan. This study was a descriptive qualitative research and employed a case study and a content analysis as the inquiry approaches. The study was conducted in SMAN 3 Malang. The data were obtained from an English teacher coded as Teacher 1 (T1). The researcher then crosschecked the data gathered with the results of the interview with the Vice Principal for Curriculum Affairs, the Coordinator of English subject, and two other English teachers coded as Teacher 2 (T2) and Teacher 3 (T3). To collect all data and information, the research was helped by interview guide and evaluation sheets for syllabi and lesson plans. Based on the findings, the research concluded that T1 did not implement and develop her English syllabus and lesson plan in accordance with SBI regulation ruled by the Ministry of Education and Culture so did English teachers in SMAN 3 Malang. It could hereafter be seen upon descriptions as follows. Firstly, English teachers did not make curriculum mapping with SBI standards. Secondly, English was taught in two distinct curricula. Finally, it resulted in nonexistent of curriculum document with SBI standards and the implementation of curriculum document based on KTSP regulation. Furthermore, after analyzing T1’s syllabus and lesson plan, it was also found out that her syllabus and lesson plan have not satisfied all criteria in developing syllabi and lesson plans based on KTSP yet. From the evaluation sheet for syllabi, scores of each variable in T1’s syllabus were syllabus identity: 4, SK/KD: 3, indicators: 2, learning materials: 1, learning activities: 2, assessment: 2, learning resources: 1, and learning media: 0. In conclusion, the total score was 15. Henceforth, T1’s syllabus was categorized as fair. Further, based on the analysis of the evaluation sheet for lesson plans, T1’s lesson plan was categorized as good since the total score was 31. The descriptions of the score of each variable were lesson plan identity: 4, SK/KD: 4, indicators: 2, learning objectives: 3, learning materials: 0, learning resources: 4, instructional media: 4, clarity of teaching learning process syntax: 2, detail description of teaching learning process syntax: 3, the appropriateness between learning method and learning objectives: 1, and assessment: 4. Based on the aforementioned evidences, the researcher provides some recommendations. For English teachers, they should more actively search the information of how to implement a required syllabus and lesson plan with SBI standards. For the Principal of SMAN 3 Malang and the Vice Principal for Curriculum Affairs, they should build an academic forum to socialize and guide all English teachers to implement syllabi and lesson plans with SBI standards. At last, the local Ministry of Education and Culture should give more attention and supervision for the implementation of RSBI in Malang.

Pengaruh penggunaan strategi Polya terhadap hasil bvelajar pecahan pada siswa kelas IV SDN Percobaan 2 Malang / Ahmat Kusairi

 

Kata Kunci : Polya, Hasil Belajar Tujuan akhir dari belajar matematika yaitu terwujudnya kemampuan untuk dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan matematika. Hal ini sesuai dengan KTSP matematika SD mengharuskan siswa memiliki kemampuan menyelesaikan masalah dalam berbagai situasi yang baru. Kemampuan menyelesaikan masalah akan dapat dimiliki siswa apabila tahapan-tahapan penyelesaian masalah dipahami oleh siswa. Salah satu bentuk tahapan penyelesaian masalah yaitu dengan menggunakan tahapan penyelesaian masalah Polya. Tahapan penyelesaian masalah Polya tertdiri dari empat tahap, yaitu 1) memahami masalah, 2) merencanakan penyelesaian, 3) melaksanakan rencana dan 4) melihat kembali hasil selesaian. Berdasarkan hasil obeservasi di SDN Percobaan 2 Malang, diketahui kemampuan menyelesaikan masalah siswa kelas IV masih rendah. Salah satu cara untuk mengatasai permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan tahapan Polya dalam menyelesaikan masalah. Melaui penggunaan tahapan Polya diharapkan dapat memberikan pengaruh lebih baik terhadap hasil belajar siswa terutama pada pokok bahasan pecahan. Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan eksperimental semu. Penelitian menggunakan dua kelas, satu sebagai kelas eksperimen (pembelajaran dengan strtategi Polya) dan satu kelas sebagai kelas kontrol ( pembelajaran tanpa strategi Polya). Sebelum penelitian dilaksanakan, sampel terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas. Data kemampuan awal siswa diperoleh dari pretes dan data hasil belajar siswa diperoleh dari postes. Sebelum digunakan soal pretesdan postes terlebih dahulu dilakukan uji validasi. Selain menggunakan soal tes hasil belajar, selama pembelajaran juga menggunakan LKS dan lembar pengamatan keaktifan siswa. Hasil penelitian menunjukkan strategi Polya berpengaruh lebih baik terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan melihat nilai rata-rata kelas ekspermen dan kelas kontrol. Nilai rata-rata kelas eksperimen yaitu 64,4 sedangan kelas kontrol yaitu 50,6. Selain berpengaruh lebih baik terhadap hasil belajar, strategi Polya juga membawa pengaruh lebih baik terhadap keaktifan siswa. Namun demikian, bila melihat nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen masih belum optimal. Hal ini karena pemecahan masalah merupakan aktifitas berfikir tingkat tinggi yang memerlukan waktu relatif banyak untuk berfikir. Berdasarkan hasil penelitian, strategi Polya terbukti membawa pengaruh lebih baik terhadap hasil belajar siswa, sehingga dapat dijadiakan sebagai salah satu model pembelajaran penyelesaian masalah di SD.

Improving the reading comprehension skills of the eleventh graders of MA Nurul Jadid Paiton Probolinggo through PQRST strategy / Andri Indah Haeriyanto

 

Key words: improving, reading comprehension, PQRST strategy Based on the finding of the conducted preliminary study, the teaching of reading in MA Nurul Jadid Paiton Probolinggo did not facilitate students to be skillful in reading yet. The students’ reading ability is poor. Therefore, this research is designed to improve the students’ reading comprehension through the use of PQRST (Preview, Question, Read, Self-recite/Summarize, and Test) strategy. The PQRST activity follows the procedure of preview, question, read, sel-recite/summarize, and test. The research employed a collaborative classroom action research design in which the researcher and the collaborative teacher worked together in preparing a suitable procedure of PQRST strategy, designing the lesson plan, determining the criteria of success, implementing the action, observing and doing reflections. The subjects of this research were 32 eleventh graders of MA Nurul Jadid Paiton Probolinggo, East Java in the academic year 2010/2011. This research was conducted in 2 cycles, each of which comprised two meetings. The data of this research were obtained through (1) observation sheet; to obtain information about teacher’s and the students’ activities and performance during the implementation of the PQRST strategy, (2) field notes; to note the data beyond the coverage of the observation sheet, and (3) test; to identify whether or not the students make progress in reading comprehension. The results show that the implementation of PQRST strategy in the teaching-learning of reading comprehension can improve the students’ comprehension skill. It can be identified that after the implementation of the action there was an improvement on the number of students who got the score of greater or equal to 75. In Cycle 1, 18 students out of 32 students or 56.25% had fulfilled the criteria of success. In Cycle 2, 26 out of 32 students or 81.25% got the score of greater or equal to 75. The steps of PQRST strategy includes preview; identify what they will read about and listing the difficult words used in the text, question; to understand or to catch the idea of the prepared questions, read; the teacher read the text clearly then asking some students to re-read the text, to clarify the difficult words and to discuss the words the students have listed, to guide and to assign the students to read the text to answer the prepared questions. Self-recite/Summarize; the students share the result of their work to the class and give comments and responses on the volunteers’ report, and Test; the students sat on a test to know their understanding. Based on the findings, it is suggested that teachers use PQRST strategy as one alternative in the teaching of reading comprehension in the classroom. For other researchers, the finding can be used as a reference in conducting other research in similar field.

Transformative learning dalam kegiatan rehabilitasi lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Gowa Sulawesi Selatan / Fatmawati Gaffar

 

Hubungan antara pemberian dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita skizofrenia di rumah sakit jiwa dr. Ramelan Wediodiningrat Lawang Malang / Santi Kusuma Veranita

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita skizofrenia.Penelitan ini dilakukan di RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini yaitu deskriptif korelasional. Subyek dalam penelitan ini adalah penderita skizofrenia di RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Nonrandom Sampling (Purposive Sampling). Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kepatuhan minum obat dan skala pemberian dukungan keluarga. Analisis deskriptif untuk tingkat kepatuhan minum obat dan tingkat pemberian dukungan keluarga ditentukan dari norma kelompok yang disusun berdasarkan mean dan standar deviasi. Analisis korelasional menggunakan teknik korelasi product moment dengan taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan minum obat pada penderita skizofrenia yang berada di RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang termasuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 64% atau sebanyak 32 penderita skizofrenia. Untuk tingkat pemberian dukungan keluarga pada penderita skizofrenia yang berada di RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang termasuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 68% atau sebanyak 34 penderita skizofrenia. Terdapat hubungan positif antara pemberian dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita skizofrenia yang berada di RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang (rxy = 0, 347). Sedangkan hubungan antara pemberian dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada penderita skizofrenia yang berada di RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang sebesar 12% (R Square = 0.120). Berdasarkan dari hasil penelitian, disarankan bagi pihak rumah sakit dr. Radjiman Wediodiningrat Laawaang Malang sebaiknya memberikan penyuluhan atau melibatkan langsung keluarga penderita dan masyarakat sekitar dalam proses rehabilitasi penderita skizofrenia. Disarankan bagi penderita bila mendapatkan dukungan keluarga yang cukup maka penderita skizofrenia harus lebih meningkatkan kepatuhan minum obat. Bagi keluarga disarankaan menciptakan suasana kekeluargaan yang nyaman, tenang dan sebisa mungkin menghindari konflik sehingga dapat meminimalkan stessor bagi penderityaa skizofrenia. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dapat meneliti variabel kepatuhan minum obat dengan variabel lain misal pendidikan dan model terapi.

Penerapan model kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dengan media video untuk meningkatkan keterampilan sosial dan hasil belajar IPS (studi pada siswa kelas IV SDN 1 Sekunyit Praya Lombok Tengah) / Muh. Syukri Ghazali

 

Kata kunci:model kooperatif numbered heads together dengan media video, keterampilan sosial, hasil belajar. Pembelajaran IPS di sekolah dasar bertujuan menjadikan siswa memiliki berbagai macam keterampilan yang diantaranya yaitu keterampilan sosial. Selain memiliki keterampilan sosial, hasil belajar yang dicapai siswa memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh sekolah.Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran IPS pada siswa kelas IV SDN 1 Sekunyit Praya menggambarkan bahwa pembelajaran keterampilan sosial belum maksimal. Selain itu, hasil belajar IPS siswa juga belum maksimal yang ditandai dengan rendahnya persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dalam belajar. Untuk itu, perlu dirancang sebuah pembelajaran yang dapat mendorong keterampilan sosial siswa dalam bekerjasama menyelesaikan masalah yang disajikan serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together dengan media video dapat diterapkan untuk mendorong keterampilan sosial siswa serta meningkatkan hasil belajar IPS. Penelitian ini bertujuan menerapkan model pembelajaran kooperatif NumberedHeads Together dengan media video untuk meningkatkan keterampilan sosial dan hasil belajar IPS. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IV SDN 1 Sekunyit Praya yang berjumlah 16 orang siswa yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 4 orang perempuan.Data yang dikumpulkan adalah data keterlaksanaan pembelajaran, data keterampilan sosial siswa, data hasil belajar siswa serta data respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together dengan media video dalam pembelajaran IPS. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Siklus pertama terdiri atas empat pertemuan, dimana pada pertemuan keempat khusus dilaksanakan evaluasi. Sedangkan siklus kedua terdiri dari enam pertemuan, dimana pertemuan keenam khusus dilaksanakan evaluasi.Persentase keterlaksanaan pembelajaran pada siklus I mencapai 86 % dan pada siklus II mencapai 90, 4 %.Persentase keterampilan sosial siswa pada siklus I mencapai 75 % dan pada siklus II menjadi 100%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang dapat dilihat pada persentase ketuntasan klasikal yaitu pada siklus I mencapai 75% dan pada siklus II mencapai 100% . Selain itu, penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together dengan media video mendapat respon yang positif dari semua siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif NumberedHeadsTogether dengan media video dapat meningkatkan keterampilan sosial dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN 1 Sekunyit Praya.Oleh karena itu, peneliti menyarankan kepada guru untuk terus meningkatkan keterampilan dalam menerapkan berbagai model pembelajaran antara lain, model pembelajaran Kooperatif NumberedHeadsTogether dengan media video. Guru juga diharapkan dapat menambah keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran agar supaya pembelajaran lebih menarik dan siswa lebih cepat memahami materi yang disampaikan.

Hubungan pengendalian emosi dan penerimaan oleh teman sebaya pada remaja awal / Shulhu Huzaimah Akram

 

Masa remaja sering ditandai dengan muncul beragam persoalan baik secara fisik maupun psikis. Bagi remaja, masa ini adalah masa yang paling menyenangkan dimasa masa dia mulai menghabiskan waktunya dengan teman-teman sebayanya, dan juga masa yang dapat menimbulkan krisis identitas. Pada saat-saat tertentu seringkali menimbulkan ketidakstabilan emosi. Karena ketidakstabilan emosi ini, remaja diharuskan memiliki pengendalian emosi yang baik sehingga memiliki sikap yang stabil yang dapat diterima dalam lingkungan tempat remaja itu bersosialisasi khususnya lingkungan teman-teman sebayanya. Seorang remaja yang memiliki pengendalian emosi yang tinggi lebih dapat diterima oleh teman-teman sebayanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengendalian emosi dan penerimaan teman sebaya pada remaja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SLTP baik negeri dan swasta seKecamatan Klojen. Uji coba instrumen dilakukan pada 40 siswa SLTP. Aisyiah, Muhamadiyah 3 Malang sedangkan penelitian dilakukan di 8 SLTP seKecamatan Klojen dengan jumlah 128 subjek penelitian dan menggunakan teknik multi stage random sampling dan teknik equal probability random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu skala pengendalian emosi yang menggunakan metode Likert dan sosiometri penerimaan teman sebaya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasional Product Moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengendalian emosi remaja termasuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 94 orang sedangkan kategori penerimaan teman sebaya termasuk dalam kategori cukup diterima yaitu sebanyak 99 orang. Ada hubungan positif antara pengendalian emosi dan penerimaan teman sebaya dengan hasil uji korelasional product moment r = 0,406;p < 0,05 yang berarti bahwa kedua variabel memiliki hubungan positif. Berdasarkan hasil penelitian disarankan remaja harus banyak melatih keterampilan mengendalikan emosi, harus lebih mengenal dan mengontrol emosi agar dalam melakukan penerimaan teman sebaya tercipta hubungan yang harmonis. Bagi pihak sekolah, merancang sesuatu layanan bimbingan dengan tujuan agar siswa memiliki kemampuan mengendalikan emosi serta layanan bimbingan agar siswa dapat diterima dilingkungan teman-teman sebayanya. Para orang tua lebih memperhatikan kebutuhan remaja dalam hal ini kebutuhan hubungan sosial dan kebutuhan mengendalikan emosi. Peneliti selanjutnya dapat meneliti variabel penerimaan teman sebaya dengan variabel lain misalnya persepsi, kreativitas.

Implementasi model Teams Game Tournament untuk meningkatkan locus of control, self efficacy dan hasil belajar mata pelajaran IPS (Pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mejayan) / Harun Yusuf Effendi

 

Kata Kunci : Team Game Tournamen, Locus Of Control, Self Efficacy, hasil belajar. Proses pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Mejayan selama ini masih terdapat beberapa permasalahan. Pertama, rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa, Kedua pembelajaran masih terpusat pada guru, metode yang digunakan guru belum bervariasi, tidak ada keseimbangan antara materi dan jam pelajaran yang tersedia, kurang adanya keyakinan atau kepercayaan akan kemampuan dirinya. Permasalahan tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Karena itu, pengembangan model pembelajaran bagi siswa merupakan kebutuhan yang mendesak dan diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Team Game Tournament adalah salah satu model pembelajaran yang diyakini mampu meningkatkan Locus of Control, Self Efficacy dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut, bagaimana implementasi pembelajaran kooperatif Team Game Tournament untuk meningkatkan Locus of Control, Self Efficacy dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas VIII-D SMP Negeri 1 Mejayan. Penelitian Tindakan Kelas ini lebih pada menggambarkan pendekatan kualitatif, dengan metode siklus dan setiap siklus terdiri perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan pemaknaan apa yang terjadi di dalam proses pembelajaran maupun yang terjadi setelah diterapkannya tindakan di dalam kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi model pembelajaran kooperatif model Team Game Tournament secara keseluruhan telah dilaksanakan dan berjalan dengan baik, meskipun terdapat beberapa masalah pada siklus I, tetapi masalah ini segera diperbaiki pada siklus II sehingga proses pembelajaran bisa sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. (2) Implementasi model pembelajaran kooperatif model Team Game Tournament, pada siklus I dapat meningkatkan Locus Of Control, dengan rata-rata skor 4,10 % sebelum dilakukan tindakan dan meningkat dengan rata-rata 4,25% setelah dilakukan tindakan. Pada siklus II pada pertemuam pertama sebelum dilakukan tindakan dengan rata-rata skor 4,18 % dan setelah dilakukan tindakan meningkat dengan rata-rata skor 4,28%. (3) Implementasi model Team Game Tournament juga dapat meningkatkan Self Efficacy yaitu sebelum dilakukan tindakan terdapat skor rata-rata 3,93 dan jumlah skor rata-rata 4,10 % setelah dilakukan tindakan pada siklus I. Adapun pada siklus II terdapat skor rata-rata 3,95 sebelum tindakan dan setelah tindakan terdapat 4,13 %. (4) Implementasi model Team Game Tournament juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, pada tahap sebelum penelitian nilai rata-rata siswa adalah 65. Kemudian pada siklus I hasil belajar siswa rata-rata nilai adalah 75,31 dan meningkat pada perbaikan di siklus kedua adalah 78,69 %. Beberapa saran yang perlu diajukan, yaitu (1) Bagi guru disarankan untuk menjadikan model pembelajaran kooperatif model Team Game Tournament untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangka, sehingga mendorong siswa untuk ikut terlibat dan merasa memiliki kegiatan belajar yang diikutinya. (2) Agar implementasi pembelajaran kooperatif model Team Game Tournamen dapat digunakan secara maksimal, maka yang harus dilakukan guru; a) penyampaian terlebih dahulu secara jelas sintak-sintak dalam model pembelajaran yang akan akan digunakan, b) siswa diarahkan agar ikut terlibat aktif dalam diskusi kelompok atau pengerjaan tugas Lembar Kerja Siswa, c) guru harus bisa menciptakan suasana yang nyaman dan akrab untuk memotivasi agar siswa lebih aktif dan terkosentrasi dalam proses pembelajaran, d) pengaturan waktu yang cukup sesuai perencanaan setiap proses pembelajaran, jika memungkinkan sedapatnya menggunakan waktu diluar jam pelajaran. (3) disarankan untuk penelitian selanjutnya agar mengadakan penelitian lanjutan dengan implimentasi model pembelajaran kooperatif Team Game Tournamen pada pokok bahasan atau kompetensi dasar yang berbeda dan jenjang pendidikan yang berbeda pula.

Pengaruh aplikasi cendawan entomopatogen beauveria bassiana (balsamo) vuillemin dan metarhizium anisopliae (metschnikoff) sorokin terhadap perilaku imago riptortus linearis (L.) (hemiptera: alydidae) dalam merusak polong dan biji kedelai / Robiatul Adawiy

 

Riptortus linearis merupakan salah satu serangga hama yang menyebabkan rendahnya hasil kedelai di Indonesia. Teknologi pengendalian dengan insektisida ternyata berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, oleh sebab itu perlu dicari alternatif pengendalian bersifat ramah lingkungan. Hasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa cendawan B. bassiana dan M. anisopliae efektif menekan jumlah tusukan stilet imago R. linearis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi cendawan entomopatogen B. bassiana dan M. anisopliae terhadap perilaku imago R. linearis dalam merusak polong dan biji kedelai. Penelitian dimulai dari bulan Desember 2006 sampai dengan bulan Mei 2007. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan merupakan percobaan nonfaktorial. Sebagai perlakuan adalah tiga jenis bahan pengendalian yaitu B. bassiana, M. anisopliae, dan insektisida deltametrin, serta satu perlakuan tanpa bahan pengendali (kontrol). Masing-masing perlakuan diulang lima kali. Cendawan B. bassiana dan M. anisopliae umur 30 hari setelah inokulasi (HSI), masing-masing ditambahkan air dan diambil konidianya hingga didapatkan kerapatan konidia 107/ml. Setelah itu, ditambahkan bahan perata Tween 80% sebanyak 2 ml/l suspensi. Insektisida deltametrin konsentrasi 0.5 ml/l digunakan sebagai pembanding efektif dan aquades steril digunakan sebagai kontrol. Masing-masing bahan pengendalian dan kontrol diaplikasikan pada imago R. linearis yang diletakkan di dalam sangkar millar. Peubah yang diamati terdiri dari empat macam yaitu kematian imago R. linearis, jumlah polong terserang, jumlah biji terserang, dan jumlah tusukan stilet R. linearis. Pengamatan dilakukan pada 3, 6, 9, 12, dan 15 hari setelah aplikasi (HSA). Selanjutnya data penelitian kecuali data jumlah tusukan stilet imago R. linearis diubah dalam bentuk persen (%), kemudian ditransformasi ke dalam Arcsin . Setelah itu, dianalisis dengan analisis varian tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh aplikasi cendawan B. bassiana dan M. anisopliae terhadap persentase kematian, persentase polong terserang, persentase biji terserang, dan jumlah tusukan stilet imago R. linearis pada biji kedelai. Keefektifan cendawan M. anisopliae dalam mengendalikan populasi imago R. linearis dan menekan persentase polong terserang imago R. linearis, persentase biji terserang imago R. linearis, dan tusukan stilet imago R. linearis pada biji kedelai sedikit lebih tinggi dibanding keefektifan cendawan B. bassiana. Keefektifan kedua jenis cendawan tersebut lebih rendah dibanding keefektifan insektisida deltametrin dan lebih tinggi dibanding kontrol.

Pembelajaran menulis permulaan siswa kelas II SD Laboratorium UM dengan memanfaatkan perpustakaan kelas / Agustin Indahwati

 

Keterampilan menulis permulaan merupakan keterampilan yang harus dikuasai siswa sekolah dasar sejak dini, karena keterampilan menulis permulaan merupakan keterampilan yang sangat mendasar bagi siswa sekolah dasar. Menulis permulaan merupakan keterampilan menulis yang diajarkan pada kelas rendah, yakni kelas I dan II sekolah dasar sebagai pembelajaran menulis pada tingkat dasar. Pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh siswa pada pembelajaran menulis permulaan tersebut akan menjadi dasar dalam peningkatan dan pengembangan kemampuan siswa pada jenjang selanjutnya. Apabila pembelajaran menulis permulaan yang dikatakan sebagai acuan dasar tersebut baik dan kuat, maka diharapkan hasil pengembangan keterampilan menulis sampai tingkat selanjutnya akan menjadi baik pula. Perpustakaan kelas merupakan sebuah perpustakaan mini yang ditempatkan di tiap-tiap kelas yang berisi berbagai bahan pustaka yang sesuai dengan keperluan kelas tersebut. Bahan pustaka yang disediakan di perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan yang dapat membuka pikiran dan mengembangkan bakat siswa. Perpustakaan merupakan salah satu sarana yang dapat dijadikan sumber belajar para siswa dan guru guna menunjang keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti merasa perlu untuk mengadakan penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran menulis permulaan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi objektif tentang pembelajaran menulis permulaan siswa kelas II SD Laboratorium UM dengan memanfaatkan perpustakaan kelas yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian ini berupa tindakan, kata-kata, dan dokumen yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yakni reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam, yakni instrumen utama dan instrumen penunjang. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen penunjangnya adalah panduan observasi, pedoman wawancara, panduan catatan lapangan, dan foto. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) sebelum melaksanakan pembelajaran, guru merancang skenario pembelajaran yang tersusun dalam RPP. Adapun RPP yang dibuat oleh guru dalam pembelajaran menulis permulaan ini dapat dikategorikan ideal karena terdapat komponen-komponen yang ditentukan berdasarkan KTSP. Akan tetapi, RPP tersebut kurang aplikatif karena kurang ada kesesuaian antara rencana yang dirancang dalam RPP dengan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa,(2) pembelajaran dilaksanakan dengan tiga tahap, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan berisi kegiatan prapembelajaran dan membuka pelajaran. Kegiatan prapembelajaran dilakukan guru dengan salam pembuka, berdoa, dan memeriksa kesiapan siswa sedangkan kegiatan membuka pelajaran dilakukan guru dengan kegiatan apersepsi, menarik minat siswa dengan dengan bercerita, dan menumbuhkan motivasi dalam pembelajaran. Kegiatan inti berisi pembagian LKS, siswa diminta membaca petunjuk belajar dan bacaan yang terdapat dalam LKS, siswa diminta memilih majalah yang terdapat di perpustakaan kelas, mencari puisi yang terdapat di majalah dan menyalin puisi tersebut dalam huruf tegak bersambung yang rapi, dan (3) penilaian yang dilakukan guru dalam pembelajaran ini mencakup tiga kategori, yakni bentuk, cara, dan alat penilaian. Bentuk penilaian berupa penelitian hasil dan proses. Cara yang digunakan dalam penelitian hasil adalah menilai kesesuaian tulisan dengan salinan, ketepatan penulisan huruf tegak sambung, ketepatan tanda baca, ketepatan penggunaan huruf kapital dan kerapian siswa dalam menyalin puisi anak sedangkan dalam penilaian proses adalah mengamati keaktifan, kerjasama, antusias, motivasi, dan semangat belajar siswa saat pembelajaran berlangsung. Alat yang digunakan dalam penilaian hasil adalah LKS, sedangkan dalam penilaian proses guru tidak menggunakan alat penilaian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada guru agar dapat (1) membuat perencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang bersifat ideal dan aplikatif, (2) pelaksanaan pembelajaran hendaknya dilaksanakan dengan maksimal, baik pada kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, maupun kegiatan penutup, sesuai dengan aturan yang disarankan oleh kurikulum dan ahli pendidikan. Selain itu, guru hendaknya melakukan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan, misalnya kegiatan pengayaan, dan (3) melengkapi dan melaksanakan komponen-komponen yang harus ada dalam kegiatan penilaian pembelajaran. Saran yang disampaikan kepada kepala sekolah SD Laboratorium UM adalah (1) Mengarahkan, membimbing, dan membina kompetensi para tenaga pengajar di sekolah terkait pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran, dan (2) memantau pembelajaran yang dilakukan oleh guru terkait dengan perencanaan dan penilaian pembelajaran yang disusun oleh guru. Adapun saran yang dapat disampaikan kepada peneliti selanjutnya adalah (1) pada persiapan pembelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dijadikan sumber data hendaknya lebih dari satu agar data benar-benar akurat, (2) pada pelaksanaan pembelajaran, hendaknya peneliti tidak sendirian dalam melakukan kegiatan observasi untuk minimalisasi data yang luput dari peneliti, dan (3) Pada penilaian pembelajaran, hendaknya peneliti mengetahui langsung proses penilaian yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui keevektifan penilaian pembelajaran yang dirancang dengan pengambilan keputusan.

Manajemen kesiswaan pada sekolah efektif (studi multi kasus di MAN Insan Cendekia, SMA Terpadu Wira Bhakti, dan SMA Negeri 3 Gorontalo) / Arifin Suking

 

Suking, Arifin. 2013. Manajemen Kesiswaan pada Sekolah Efektif: Studi Multi Kasus di MAN Insan Cendekia, SMA Terpadu Wira Bhakti, dan SMA Negeri 3 Gorontalo. Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd, (II) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd, dan (III) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd. Kata kunci: manajemen kesiswaan, pembinaan kesiswaan, sekolah efektif.     Faktor siswa sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Semua kegiatan yang ada di sekolah bermuara pada siswa dan keberadaan siswa bertindak sebagai subyek sekaligus obyek dalam proses pendidikan di sekolah. Dalam hubungan ini manajemen kesiswaan perlu memperoleh perhatian yang serius dari pemengang manajerial di sekolah.     Penelitian ini difokuskan pada manajemen kesiswaan pada sekolah efektif dengan sub fokusnya: (1) penerimaan siswa baru yang terdiri dari sistem pendaftaran, sistem seleksi dan sistem penentuan kelulusan, (2) pembinaan kesiswaan yang terdiri dari pembinaan kedisiplinan, pembinaan kegiatan akademik dan non akademik, serta (3) kelulusan dan penelusuran alumni yang terdiri dari proses kelulusan dan hasil penelusuran alumni.     Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan: sistem penerimaan siswa baru, sistem pembinaan kesiswaan, dan proses kelulusan dan penelusuran alumni dalam rangka mencapai sekolah efektif.     Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam. Setelah dilakukan pemeriksaan keabsahannya, data dianalisis dengan cara (1) reduksi data, (2) penyajian data dan (3) penarikan kesimpulan penelitian.     Hasil penelitian meliputi: (1) penerimaan siswa baru yang terdiri dari (a) adanya kesiapan, kemampuan dan pengalaman dari PSB, (b) masing-masing sekolah menerapkan sistem dan syarat pendaftaran yang berbeda yaitu dengan on line, one day service atau konvensional, (c) siswa yang diterima adalah siswa yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi, bakat skolastik, akademik, wawancara dan pemeriksaan kesehatan, (d) sistem seleksi “ one day service “ yang diterapkan di salah satu sekolah dirasakan sangat efektif dan efesien dan menjadikan ciri khas yang membedakan dengan sekolah lain, (e) seluruh biaya dalam proses seleksi ditanggung masing-masing dari Kementerian agama, pihak sekolah atau Pemerintah kota, (f) hasil seleksi sangat obyektif dan akuntabel, karena proses seleksi melibatkan beberapa pihak, (g) jumlah kuota berdasarkan kebijakan masing-masing dari Kementerian agama, sekolah atau Pemerintah kota dan (h) pengumuman hasil seleksi dilakukan secara terbuka melalui media on line atau melalui papan pengumuman di sekolah. (2) pembinaan kesiswaan yang terdiri dari; (a) kegiatan Lasardik yang bertujuan untuk membentuk kedisiplinan siswa karena proses pelaksanaannya dilatih oleh TNI dan Polri, (b) masing-masing sekolah memiliki strategi dalam pembinaan kedisiplinan siswa yaitu mengadopsi sistem pembinaan pada dunia meliter, menyiapkan kartu izin, menjadikan guru sebagai model, pengaturan dan pengawasan terhadap penggunaan ICT, atau melakukan pengawasan secara melekat, (c) pemberian sanksi dalam bentuk sanksi sosial yang sifatnya mendidik, dan menerapkan sistem punishment dan sistem reward, (d) pembinaan kegiatan akademik dilakukan melalui pengaturan jam belajar efektif dan menyiapkan kegiatan pendukung, (e) persyaratan naik kelas adalah siswa harus berkompoten minimal 5 mata pelajaran, dan apabila ada siswa yang terindikasi akan gagal maka pihak sekolah melakukan pembinaan secara intensif dan mengkomunikasikan dengan para orang, (f) penentuan jurusan didasarkan pada kemampuan akademik siswa, hasil tes psikologi, pilihan siswa dan orang tua, (g) prestasi akademik dapat dicapai dengan baik berkat kemauan, komitmen bersama dari pihak sekolah dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, (h) sasaran pembinaan kegiatan non akademik adalah untuk menyalurkan bakat minat siswa, meraih prestasi dan membentuk karekter siswa, (i) setiap sekolah memiliki prioritas masing-masing dalam melakukan pembinaan kegiatan non akademik, dan (j) siswa yang aktif mengikuti kegiatan ekstakurikuler memiliki kemampuan, motivasi yang tinggi dan keinginan untuk berprestasi. (3) Kelulusan dan penelusuran alumni yang terdiri dari: (a) masing-masing sekolah memiliki persiapan tersendiri agar dapat mencapai target kelulusan 100%, persiapan tersebut antara lain menjalin kerja sama dengan lembaga luar untuk melakukan LUB, melaksanakan bimbingan belajar secara intensif, atau mempersipkan secara fisik dan mental/religius, (b) kebijakan pemerintah tentang penentuan kriteria nilai kelulusan sangat membantu sekolah dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas lulusan, (c) setiap sekolah memiliki starategi dan target agar para lulusan semakin banyak diterima di perguruan tinggi dalam dan luar negeri, (d) penelusuran alumni dilakukan melalui pemanfaatan informasi dan teknologi (ICT), organisasi alumni, acara wisuda dan milad, dan (e) terbangunnya hubungan emosional yang kuat antara alumni dengan sekolah.     Saran yang diajukan dalam penelitian ini kepada (1) Kepala Sekolah MAN/SMA ditiga sekolah agar lebih memaksimalkan peran manajemen kesiswaan di sekolah masing-masing, (2) Kepada Penyenggara Pendidikan dan Kepala Sekolah MAN/SMA agar dapat menjadikan model manajemen kesiswaan di tiga kasus penelitian ini, (3) Kepada Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama agar lebih memberikan otonomi sekolah yang luas kepada sekolah dalam memanajemen siswa di sekolahnya, menambah jumlah sekolah yang berasrama serta memberikan beasiswa bagi siswa yang tidak mampu, (4) Jurusan Manajemen Pendidikan/Administrasi Pendidikan agar memiliki sekolah binaan sebagai tempat mahasiswa mengaplikasikan teori manajemen kesiswaan, dan (5) Peneliti lain agar melakukan penelitian lebih lanjut dengan fokus yang lain.

Using SQ3R to improve reading ability of the second semester students of PGMI Departement of STAI Diponegoro Tulungagung / Luluk Anjarwati

 

, State University of Malang, Graduate Program in English Education. Advisors: (I) Dr. Suharmanto Ruslan, M.Pd. (II) Prof. H. Ali Saukah, M.A., Ph.D. Key words: SQ3R, Improving, Reading Ability, PGMI, A Private Islamic College (STAI) Diponegoro Tulungagung. The objective of the study was to describe how to use SQ3R strategy in improving the second semester students' reading comprehension of Islamic Elementary Teacher Education (PGMI). Based on the problem found in preliminary study that students got difficulty to identify the unfamiliar words, explicit main idea and supporting details, identify the explicit information. Then SQ3R applied to overcome the problems. SQ3R stands for Survey, Question, Read, Recite, and Review. The method of the research is Classroom Action Research (CAR) study involves the students of the second semester of Teacher Education for Islamic Elementary School (PGMI) in reading comprehension that consisted 22 students. The criteria of success was students could achieve gain equal or more to 15 point of 70% of all students. The result of the study noted that reading comprehension test in cycle I, the students' score who achieved the gain was 31.81%. While in cycle II the students' score who achieved the gain was 86.36%. Then the researcher determined to stop the cycle. Since the result met the criteria of success. The result of implementing the SQ3R strategy, in survey step; students can identify the unfamiliar words. Students can identify explicit information in question steps; in reading, recite and review steps students can identify explicit main idea and supporting details. From the steps it can be concluded that the strategy of SQ3R is very effective for teaching reading comprehension in tertiary level of second semester students at Islamic Studies Elementary Teacher Education (PGMI) if it follows several procedures: (1) activate student’s background knowledge before reading, (2) providing some pictures or real objects as the instructional media, (3) finding the meaning of the unfamiliar words, (4) formulating list of questions as the prediction, (5)reading the introductory and concluding paragraph, (6) answering the previously formulated questions, (7) keeping the information in the long term memory, (8) recalling the keeping information, (9) presenting reports by using own sentences, (10) doing verification about the report by reading the text, (11) writing the verification result. For further researchers, it is expected to have such a modified strategy in different field not only language skill but also in science or social study.  

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |