Analisis pembiayaan Sekolah Menengah Pertama eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di Kabupaten Rembang pasca keputusan Mahkamah Konstitusi / Liya Safa'ah

 

Safa’ah, Liya. 2014. Analisis Pembiayaan Sekolah Menengah Pertama Eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di Kabupaten Rembang Pasca Keputusan Mahkamah Konstitusi. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Bambang Setyadin, M.Pd, Pembimbing (II) R. Bambang Sumarsono, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: pemasukan, pengeluaran, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), eks RSBI.     Biaya pendidikan sangat penting untuk menunjang terlaksananya pendidikan, karena tanpa adanya biaya tidak akan terlaksana tujuan dari pendidikan. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 terkandung tujuan pendidikan, yaitu ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’. Selain itu, pemerintah telah mencanangkan wajib belajar 9 tahun, sehingga dalam penerapan dan pelaksanaan pendidikan di Indonesia tidak ada perbedaan pendidikan antara orang yang mampu dan kurang mampu. Salah satu kebijakan pemerintah dalam pendidikan beberapa waktu yang lalu adalah dengan memberikan wewenang sekolah untuk menjadikan sekolah yang bertaraf internasional yang bertujuan untuk membuat sekolah di Indonesia memiliki kualitas bagus. Upaya tersebut diawali dengan dibukanya sekolah yang berpredikat Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Pelaksanaan RSBI ternyata tidak sesuai dengan harapan, terlihat dari penyelenggaraan RSBI yaitu kebanyakan siswa yang sekolah di sana berasal dari keluarga mampu, sehingga menimbulkan kastanisasi dalam pendidikan serta dalam penggunaan bahasa pengantar pembelajaran menggunakan bahasa Inggris bukan menggunakan bahasa Indonesia. Adanya penyalahgunaan status RSBI mengakibatkan Mahkamah Konstitusi (MK) membuat keputusan penghapusan RSBI, penghapusan yang terjadi mengakibatkan keuangan sekolah menurun, sehingga perlu ada penelitian tentang keuangan sekolah ketika masih berstatus RSBI dan setelah menjadi bukan (Eks) RSBI.     Tujuan secara umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak finansial pada sekolah eks RSBI dengan adanya keputusan MK tentang penghapusan RSBI di Kabupaten Rembang. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pembiayaan sekolah ketika masih RSBI dan setelah menjadi sekolah eks RSBI, untuk mengetahui tindakan sekolah pada pengeluaran sekolah, dikurangi atau akan seperti biasa serta untuk mengetahui perbedaan pendapatan dan pengeluaran sekolah setelah adanya keputusan MK tentang penghapusan RSBI SMP di Kabupaten Rembang.     Rancangan penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan model penelitian deskriptif. Populasi penelitian sejumlah 2 Sekolah Menengah Pertama eks RSBI yang ada di Kabupaten Rembang, dalam penelitian ini menggunakan analisis keuangan dengan perhitungan alur kas, pemasukan dan pengeluaran yang ada di sekolah.     Hasil analisis data keuangan sekolah bahwa adanya penghapusan RSBI ada beberapa dampak yang terjadi di sekolah, salah satunya yaitu dampak finansial, sekolah mengalami kekurangan dana disebabkan karena dana yang masuk di sekolah berkurang. Dapat dilihat pada RAPBS yang ada di sekolah diantaranya SMPN 1 Lasem Tahun 2010/2011 Rp 1.900.785.600, Tahun 2011/2012 Rp 2.146.287.000, dan Tahun 2012/2013 Rp 3.230.202.000 sedangakan eks RSBI dihapus pemasukan pada Tahun 2013/2014 sebesar Rp 1.355.222.400. SMP N 2 Rembang pada Tahun 2010/2011 Rp 3.630.421.450, Tahun 2011/2012 Rp 4.915.284.176, Tahun 2012/2013 Rp 3.958.906.534 sedangkan Tahun 2013/2014 Rp 1.404.497.747. Pemasukan yang berkurang berdampak pada finansial sekolah, sehingga sekolah mengelola keuangan dengan dana seadanya akan tetapi sekolah tetap melakukan musyawarah bersama orangtua siswa. Penggunaan pembiayaan sekolah dikurangi tidak seperti dulu ketika sekolah RSBI. Perbedaan pembiayaan sekolah ketika RSBI dan Eks RSBI terlihat pada biaya operasional dan pembangunan sekolah. Biaya operasional menjadi sedikit dan pembangunan sekolah juga dikurangi. Timbulnya dampak keuangan yang terjadi membuat sekolah berusaha untuk menstabilkan keuangan sekolah dengan menggalang bantuan dana melalui musyawarah orangtua siswa, menggalang dana yang legal dari lembaga yang mau memberi bantuan serta mengatur keuangan dengan lebih baik.     Implikasi dari hasil penelitian ini, agar sekolah tidak mengalami kekurangan pemasukan dan mendapatkan sumber dana dari donatur dan lembaga pemberi bantuan adalah mengatur keuangan sekolah dengan menggunakan pemasukan yang ada di sekolah dengan sebaik mungkin dengan cara menggunakan dana sesuai dengan kebutuhan dan keperluan yang ada di sekolah, mempertahankan keseimbangan pemasukan dan pengeluaran yang ada di sekolah agar sekolah tidak mengalami defisit, serta menyeimbangkan pengeluaran dengan pemasukan sekolah, mengadakan musyawarah rutin dengan orangtua siswa terkait dengan keuangan di sekolah serta mengelola keuangan sekolah dengan sebaik mungkin, dan membuat strategi untuk menangani pemasukan yang semakin berkurang dan menyeimbangkan pembangunan sekolah supaya pembangunan yang ada di sekolah tidak terhambat

Improving students' readung comprehension ability through directed reading-thinking activity strategy at MTsN Mojokerto Kediri / Masduki

 

Thesis. Graduate Program in English Language Education, State University of Malang. Advisors: (1) Dr.Yazid Basthomi.MA., (II) Prof. Dr.Hj. Nur Mukminatien, M.Pd Key words: DRTA strategy, reading comprehension, narrative text. This study is designed to improve the students’ reading skill by using DR-TA strategy. The objective of the study is to improve the students’ reading ability through Directed Reading-Thinking Activity strategy at MTs Negeri Mojoroto Kediri. This strategy is nominated since it has been proven an effective strategy to help the students develop critical reading skill and encourage them to be active readers. The study is a collaborative classroom action research design in which the researcher and the collaborative teacher work together in conducting this study. The subjects of this study are 43 second year students of MTs Negeri Mojoroto of the 2010/2011 academic year. All students are taken as the subjects of the research. The researcher acts as the teacher while the English teacher becomes the researcher’s collaborator to observe the implementation of DR-TA strategy. This study was conducted in two cycles. Each cycle consists of two meetings following the procedures of an action research,namely planning of the action, implementation of the action, observation, and analysis and reflection. To collect the data, the researcher uses some instruments such as observation form, field notes, and students’ reading score. The finding shows that the appropriate procedures of implementing the DR-TA strategy in the teaching learning of reading skill of this study consists of the following procedures, in pre-reading step;(1) grouping the students (2) explaining the objective of the lesson, (3) leading the students to the topic by delivering some questions and showing a picture,(4) asking the students to predict the topic of the text from the picture and the title given, (5) intoducing new vocabulary items; in the guided silent reading (1) delivering open ended questions, (2) asking the students to make the predictiont of the topic of the text and write the prediction in the worksheet, (3) instructing the students to share with their pairs, (4) asking the students to read the text silently by answering the questions (5) asking the students to confirm whether their prediction need to be revised or not; in post reading step; (1) checking and Discussing their prediction to prove whether their predictions need to be revised or not. (2) asking to evaluate their predictions using information from the text to support their opinions (3) asking the students to do the task individually and discuss their answers, (4) guiding the students to find out the answers of the literal and inferential questions, (5) asking the students to find evidence to support their prediction. The finding of the research also shows that the implementation of DR-TA strategy in the teaching and learning reading skill is effective in improving the students’ reading skill. The improvement is indicated by the increase of the students’ score. In preliminary study, there were 11 students ( 25%) whose score reached the minimum score (KKM = 60 ), it could encrease to 27 students (62%) in cycle one, and improved to 38 students (88%) in cycle two. The findings of the study also described that this strategy improved the students’ involvement and participation from 57.03% in Cycle 1 to 85.% in Cycle 2.

Upacara ruwatan masal di kayangan api Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro: suatu studi komersialisasi tradisi / Andamari Kusuma Wardhany

 

Upacara ruwatan merupakan salah satu upacara yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Kabupaten Bojonegoro. Upacara ruwatan ini bertujuan untuk membuang sengkolo atau bencana yang ada pada tubuh seseorang yang mempunyai sukerto (kotoran). Bentuk pelaksanaan upacara ruwatan dilakukan secara masal oleh masyarakat Kabupaten Bojonegoro dengan harapan bencana yang akan menimpa hidupnya bisa terlepas dan kembali menjadi orang yang bersih. Upacara ruwatan masal masih dilaksanakan dan mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan (1) menjelaskan terjadinya proses perubahan bentuk upacara ruwatan di daerah Bojonegoro, (2) menjelaskan perubahan makna upacara ruwatan dari para pelaku Upacara ruwatan, (3) menjelaskan proses komersialisasi dalam upacara ruwatan masal di Kayangan Api. Metode yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jadi data yang digunakan berasal dari hasil observasi proses upacara ruwatan masal, hasil wawancara dari para informan, dan data tertulis yang berupa dokumentasi desa. Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa upacara ruwatan masih penting untuk dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat Bojonegoro. Pelaksanaan upacara ruwatan dilakukan oleh masyarakat Bojonegoro dengan berbagai cara. Mengadakan pertunjukan wayang bagi masyarakat yang mampu; dilakukan dengan cara hanya mengundang dalang tanpa melakukan pertunjukan wayang dan gamelan bagi yang kurang mampu; dilakukan dengan memanggil kiai dengan pembacaan ayat suci Al- Qur?an sebagai media pengambilan sukerto bagi yang beragama Islam. Ketiga bentuk pelaksanaan ini dilakukan secara individu. Upacara ruwatan di jaman modern ini dilakukan secara masal di Kayangan Api dengan koordinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Bojonegoro. Terjadi perubahan bentuk upacara ruwatan dari ruwatan individu menjadi ruwatan masal yang disebabkan adanya biaya yang sangat tinggi bila dilaksanakan secara individu. Upacara ruwatan masal terjadi melalui tiga tahap pelaksanaan yaitu tahap pra acara, tahap acara inti, dan tahap penutupan. Upacara ruwatan masal ini dikemas semenarik mungkin agar layak untuk dijual dan layak untuk dikunjungi. Perubahan bentuk upacara ruwatan menyebabkan terjadinya perubahan makna. Tingkat kesakralan yang dirasakan pada upacara ruwatan telah luntur seiring diadakan secara masal. Dengan adanya sponsor yang mendukung acara menyebabkan perubahan makna upacara dari makna religi menjadi makna yang berorientasi ekonomi. Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message. Trial version of e-PDF Document Converter Trial version of e-PDF Document Converter Upacara ruwatan masal dilakukan satu kali dalam satu tahun pada bulan suro terhitung sejak tahun 2001. Upacara ruwatan masal telah melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro sebagai panitia pelaksana yang didukung oleh LSM Mutitomo dan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) serta para sponsor. Tempat pelaksanaan upacara ruwatan masal adalah di Kayangan Api, yaitu sumber api abadi yang berada di tengah-tengah hutan dan tempat ini dianggap sakral oleh penduduk Bojonegoro. Terjadi upaya komersialisasi tradisi dalam pelaksanaan upacara ruwatan masal. Tujuan dari adanya komersialisasi ini adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Bojonegoro. Adanya komersilialisasi tradisi ini telah menguntungkan banyak pihak yaitu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro dan para pendukungnya yaitu LSM Mutitomo, Pepadi, dan para sponsor yang mendukung. Sponsor-sponsor adalah PT. Gudang Garam Cabang Bojonegoro, Rumah Makan Singapore, CV. Noeralisa ?Athis?, dan Rumah Makan New Planet 99. Dengan adanya para sponsor ini merupakan implementasi dari adanya komersialisasi tradisi.

Penerapan belajar kooperatif model "Team Assisted Individualization" (TAI) untuk pemahaman konsep persamaan kuadrat pada siswa kelas III SLTP / Moch. Anwar

 

Pengembangan video pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas 4 semester 2 di SDN Padasan Bondowoso / Friendha Yuanita

 

Kata kunci: pengembangan, video pembelajaran, Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu pengetahuan alam (IPA) adalah mata pelajaran yang mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan alam. Karakteristik ilmu pengetahuan alam ini akan cocok jika menggunakan pendekatan konstektual. Akan tetapi tidak seluruh pokok bahasan dalam IPA ini cocok dengan pendekatan kontektual. Hal ini dikarenakan manusia mengalami keterbatasan ruang dan waktu. Oleh karena itu diperlukan adanya media pembelajaran yang dapat memperjelas materi pembelajaran tersebut dan siswa dapat langsung melihat contoh nyata tanpa harus observasi langsung. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah di lakukan di SDN Padasan Bondowoso pembelajaran IPA untuk kelas 4 SD masih menggunakan text book. Selain menggunakan text book guru juga menggunakan gambar-gambar yang diambil dari majalah, koran, ataupun gambar dari internet yang kapasitas gambarnya belum bisa dijangkau oleh siswa dalam satu kelas. Berangkat dari permasalahan di atas diperlukan pengembangan suatu video pembelajaran yang menyajikan penjelasan materi kelas 4 semester 2 sekaligus mengatasi persoalan keterbatasan ruang dan waktu yang terjadi. Kegiatan pengembangan dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan video pembelajaran IPA kelas 4 semester 2 yang efektif yang membuat siswa dapat menerima pelajaran ilmu pengetahuan alam dengan baik. Metode Pengembangan ini menggunakan model Dick dan Carey dengan prosedur pengembangan terdiri dari : 1) Identifikasi Tujuan Umum Pembelajaran 2) Analisis Pembelajaran 3) Identifikasi Karakteirstik Siswa 4) Merumuskan Tujuan Khusus Pembelajaran 5) Mengembangkan Instrumen Penilaian 6) Mengembangkan Strategi Pembelajaran 7) Mengembangkan dan Memilih Bahan Pembelajaran 8) Merancang dan Melaksanakan Evaluasi Formatif 9) Merevisi Produk Pembelajaran. Pengembangan video pembelajaran IPA kelas 4 semester 2 diperoleh hasil validasi oleh ahli media sebesar 93,7%, ahli materi sebesar 95,8%, siswa dalam uji coba perseorangan sebesar 88,8%, siswa dalam uji coba kelompok kecil sebesar 91%, siswa dalam uji coba lapangan sebesar 91,8%, maka dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan termasuk dalam kriteria valid/layak. Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa perolehan data ahli media, ahli materi, audien tentang video pembelajaran yang dikembangkan termasuk dalam kriteria valid/layak. Sehingga video pembelajaran IPA kelas 4 semester 2 dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

Analisis struktur kristal zeolit di Desa Kedung-Banteng Kecamatan Turen Malang Selatan dengan metode difraksi sinar-X (X-RD) / Ribut Sulichati

 

Telahd ilakukanp enelitianm engenapi engaruhs uhud anw aktu sintering terhadapn ilai konstantak isi kristal dan sistemk ristal dari fase-fasey ang muncul dalam sampel bahan zeolit yang berasal dari suatu tempat berpotensi di Desa Kedung-bantenKg ecamatanT uren Malang Selatany angm empunyaik enampakkan fisik berwamak rem denganm enggunakanm etoded ifraksi sinar-X. Sampelb ahand ipreparasim elalui berbagaip rosesa ntaral ain penggerusaIn, kalsinasiy aitu pemanasanp adas uhu3 00"C selama2 jam yang bertujuanu ntuk menguapkanu ap air dan unsurk arbon.K emudiand ilanjutkan denganp roses penggerusaInI, yang selanjutnyaz eolit yang sudahh alus disaringd engan menggunakasnc renebr erukuran1 20m esh.S etelahit u bahand isinteringd engan variassi uhu 5000C( Bl ), 6000C( B2), 7000C( 83) dan 8000C( B4) danv lriasi wakru sintering3 jam (Cl) dan5 jam (C2). Kemudianb ahand ianalisisd engand ifraksi sinar-Xd an untuk memperolehn ilai konstantak isi kristalnyam enggunakans oftware cellref Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwas uhud an waktus interingt idak berpengaruthe rhadapn ilai konstantak isi sampebl ahanz eolit akant etapis uhud an waktus interingb erpengaruthe rhadapfa se-faseya ngt erbentukd idalams ampebl ahan zeolit, sistem kristal yang diperoleh dengan variasi suhu dan waktu sintering antara laino rthorombikt,e tragonaml, onoklinikd ant riklinik.

Peranan kepala sekolah dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan (studi kasus di Sekolah Dasar Negeri Mayangan IV Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo) / Edy Purnomo

 

The instrument and infrastructure generally has an important role in KBM or PBM (Studying Process or Activity) and to increase the education quality. Based on the problem of the study, this study tries to reveal the role of headmaster increasing of education instrument and infrastructure which focuses: (1) What the headmaster role which can be function to increase the increasing of the education instrument and infrastructure in school is, (2) What the education instrument and infrastructure which can be priority to be increased is, (3) How the headmaster carries on the effort to increase the increasing of education instrument and infrastructure.The collection data uses (1) detail interview, (2) observation, (3) survey, and (4) documentation. To get the cridibility of valid data, the writer uses: (1) the extension of study in the research location, (2) the intensive observation, (3) using the triangulation test. The data analysis is done during the collecting data and after the collecting data using categories coding as the development of coding and selecting data.

Pemahaman economic literacy dilihat dari lingkungan keluarga dalam menumbuhkan perilaku ekonomi siswa (Studi pada siswa MTs. TMI Pujon Malang tahun 2013) / Marita Sirna Yudaningsih

 

Keywords: Economic Literacy, Lingkungan Keluarga, Perilaku Ekonomi Literasi Ekonomi (economic literacy) telah menjadi tema yang menarik untuk didiskusikan maupun diteliti sejak akhir dekade 1900-an. Di negara-negara maju sosialisasi melek ekonomi disetarakan dengan melek huruf, dan melek teknologi. Economic literacy adalah kemampuan untuk mengidentifikasi masalah-masalah ekonomi, penyusunan alternatif pemecahan dengan mempertimbangkan benefit dan cost.Dalam hal ini Literasi Ekonomi juga tidak lepas dari pendidikan di Lingkungan Keluarga. Lingkungan keluarga berpengaruh terhadap anak terutama perkembangan sikap dan perilakunnya. Sikap adalah kesediaan mental individu untuk menanggapi suatu obyek di lingkungan sosialnya, baik bersifat netral, maupun negatif melalui komponen kognisi, afeksi dan konasi yang berfungsi sebagai pembimbing dan pengarah tindakan (perilaku) individu. Theory of Planned Behavior secara khusus menghubungkan antara beliefs dengan attitudes. Berdasarkan model tersebut seseorang akan mengevaluasi sikap terhadap perilaku ditentukan oleh aksesbilitas keyakinan mereka, yang mana keyakinan merupakan probabilitas subyektif bahwa perilaku tersebut akan menghasilkan hasil yang pasti (Fishben dan Ajzen, 1975). Outcome yang diharapkan atas sesuatu yang dilakukan merupakan model nilai harapan. Varibel tersebut menghubungkan antara keyakinan, sikap dan harapan. Penelitian ini dilakukan dikalangan Siswa MTs.TMI Pujon Malang yang notabene mendapat pembelajaran tentang perilaku ekonomi yang baik, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dimana peneliti melakukan penelitian awal sebelum menarik sebuah permasalahan atas pokok pemikiran yang disesuaikan dengan keadaan lapangan, dipertegas dengan wawancara langsung kepada beberapa responden yang terpilih atas kualifikasi keadaan Lingkungan Keluarganya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari hasil temuan penelitian dapat diketahui bahwa lingkungan keluarga memiliki peran yang sangat besar terhadap economic literacy (melek ekonomi) siswa. Dalam temuan ini peneliti sudah mengkategorikan masing-masing siswa ke dalam kelas ekonomi yang berbeda-beda dilihat dari latar belakang ekonomi keluarganya. Peneliti membagi siswa kedalam tiga kategori yaitu kategori kelas tinggi, kategori kelas sedang/menengah, kategori kelas rendah, dapat disimpulkan bahwa keluarga dari kelas ekonomi tinggi,sedang, dan rendah masing-masing mempunyai pengaruh yang berbeda. Siswa dari kelas ekonomi tinggi pemahaman economic literacynya cenderung sangat rendah, Siswa dari kelas ekonomi sedang/menengah memiliki pemahan economic literacy yang cenderung tinggi dan sangat tinggi, sedangkan siswa dari kelas ekonomi kelas rendah memiliki pemahaman economic literacy yang cenderung sangat tinggi. Hal ini dikarenakan ada faktor lain yang menyebabkan dia tidak berperilaku dengan baik dan benar, yaitu faktor keluarga dan teman yang kurang memberikan dukungan dan keteladanan yang baik pada anak tersebut. lingkungan keluarga siswa dapat menumbuhkan Sikap dan Perilaku ekonomi siswa. Ini karena orang tua yang berlatar belakang sosial ekonomi yang berbeda akan mendorong anaknya untuk mempertimbangkan setiap perilaku ekonominya. Dari penelitian ini dapat diajukan saran sebagai berikut: Bagi MTs. TMI Pujon dan lembaga-lembaga pendidikan, utamanya penyelenggara pembelajaran pendidikan ekonomi, sebagaimana dalam implikasi praktis penelitian, perlu mempertimbangkan pembelajaran ekonomi yang berorientasi pada pembentukan perilaku ekonomi siswa. guru ekonomi dalam memberikan materi pelajaran tidak hanya berupa Teori saja, tetapi juga memberikan muatan-muatan nilai karakter yang yang bisa menumbuhkan sikap yang baik, sehingga siswa mampu berperilaku ekonomi yang baik sesuai dengan yang diharapkan. Bagi peneliti selanjutnya, perlu kiranya dilakukan penelitian lebih lanjut tentang perilaku ekonomi yang lebih menekankan penemuan kriteria-kriteria rasionalitas dan emosional. Bagi orang tua, melalui pendidikan ekonomi keluarga yang optimal diharapkan dapat memberikan keteladanan yang baik bagi siswa dalam berperilaku ekonomi. Orang tua hendaknya memberikan contoh dan keteladanan dalam perilaku ekonomi, selain itu juga memberikan kebebasan yang terarah.

Pengaruh tayangan iklan televisi terhadap citra merek dan dampaknya kepada keputusan pembelian soft drink Fanta (studi kasus pada SMA Negeri 1 Talun Blitar) / Saiful Anwar

 

Setiap perusahaan yang bergerak dalam dunia bisnis pasti menginginkan kesuksesan dalam usahanya. Pada dasarnya tujuan suatu bisnis adalah menciptakan para pelanggan yang terpuaskan melalui penjualan produk yang dihasilkan dengan mempertahankan, meningkatkan, berinovasi terbaik, menjaga kualitas dan kuantitas produk sesuai dengan permintaan konsumen. Walaupun demikian perusahaan tidak cukup hanya dengan memproduksi barang dan atau jasa yang berkualitas sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen, tetapi perusahaan juga harus mengkomunikasikan barang dan jasa agar diketahui masyarakat sehingga mereka sadar akan keberadaan produk tersebut. Komunikasi pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan pesan kepada publik terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan produk di pasar. Konsep yang secara umum sering digunakan untuk menyampaikan pesan adalah apa yang disebut sebagai bauran promosi. Disebut bauran promosi karena biasanya sering menggunakan berbagai jenis promosi secara simultan dan terintegrasi dalam suatu rencana promosi produk. Terdapat 5 jenis promosi yang biasa disebut bauran promosi yaitu iklan (advertising), penjualan tatap muka (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat dan publisitas (publicity and public relation) serta pemasaran langsung (direct marketing). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Deskripsi produk soft drink merek Fanta (2) Deskripsi siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar, (3) Pengaruh tayangan iklan televisi secara langsung baik secara parsial maupun simultan terhadap citra merek soft drink Fanta pada Siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar.(4) Dampak tayangan iklan televisi terhadap keputusan pembelian soft drink merek Fanta pada Siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar. (5) Pengaruh secara langsung citra merek terhadap keputusan pembelian soft drink Fanta pada Siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar.(6) Pengaruh secara langsung tayangan iklan televisi terhadap keputusan pembelian soft drink Fanta pada Siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksplanatory dengan menggunakan teknik analisis jalur, dalam penelitian ini terdapat tiga jenis variabel yaitu: (1) variabel bebas yang terdiri dari: isi pesan (X1), struktur pesan (X2), format pesan (X3), sumber pesan (X4);(2) variabel antara yaitu citra merek (Y); (3) variabel terikat keputusan pembelian konsumen (Z). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar sebanyak 965 siswa, sampel yang diambil sebanyak 80 siswa dengan pengambilan menggunakan propotionate random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen yang berupa angket dan wawancara. Dari hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Fanta merupakan salah satu merek dari The Coca-Cola Company. Fanta merupakan merek untuk minuman ringan dengan rasa buah-buahan yang sangat menonjol. Di Indonesia produk Fanta mulai dipasarkan pada tahun 1973. Konsumen fanta di berbagai belahan dunia, terutama remaja, mengasosiasikan fanta dengan keceriaan bersama teman dan keluarga (2) Mayoritas siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar merespon siswa setuju terhadap isi pesan, format pesan, srtruktur pesan, sumber pesan iklan Soft drink Fanta sesuai dengan citra merek soft drink Fanta yang ceria, dan memiliki minat yang tinggi untuk memutuskan membeli soft drink merek Fanta (3)Terdapat pengaruh secara langsung yang positif dan signifikan antara tayangan iklan televisi terhadap citra merek soft drink Fanta pada siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar dengan nilai R Square(0,607) dan signifikansi F (0,000); Terdapat pengaruh secara langsung yang positif dan signifikan antara isi pesan terhadap citra merek soft drink Fanta pada siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar dengan thitung (2,669) dan signifikansi t (0,009)Terdapat pengaruh secara langsung yang positif dan signifikan antara struktur pesan terhadap citra merek soft drink Fanta pada siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar dengan thitung (5,742) dan signifikansi t (0,000); Terdapat pengaruh secara langsung yang positif dan signifikan antara format pesan terhadap citra merek soft drink Fanta pada siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar dengan thitung (2,808) dan signifikansi t (0,006); Terdapat pengaruh secara langsung yang positif dan signifikan antara sumber pesan terhadap citra merek soft drink Fanta pada siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar dengan thitung (3,270) dan signifikansi t (0,002). (4)Terdapat dampak yang positif dan signifikan antara tayangan iklan televisi terhadap keputusan pembelian konsumen soft drink Fanta pada siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar dengan nilai pengaruh sebesar 0,214 (5) Terdapat pengaruh secara langsung yang positif dan signifikan antara citra merek terhadap keputusan pembelian konsumen soft drink Fanta pada siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar thitung (4,128) dan signifikansi t (0,000); (6)Terdapat pengaruh secara langsung yang positif dan signifikan antara tayangan iklan televisi terhadap keputusan pembelian konsumen soft drink Fanta pada siswa SMA Negeri 1 Talun Blitar thitung (5,937) dan signifikansi t (0,000).

Pembelajaran fisika dengan prinsip belajar tuntas untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Malang tahun ajaran 2006/2007 / oleh Fauzia Dwi Purnama Ayu

 

Pengaruh atribut produk terhadap loyalitas konsumen (studi pada pelanggan kartu seluler prabayar IM3 di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru-Kota Malang) / Dina Mufida

 

Kartu seluler prabayar IM3 merupakan salah satu produk kartu seluler dari PT Indosat Tbk. Setiap produk memiliki berbagai keunggulan, begitu pula dengan produk kartu seluler prabayar IM3. Keunggulan dari kartu seluler prabayar IM3 yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat adalah biaya SMS yang lebih murah dibandingkan dengan kartu seluler lain yang sejenis. Sedangkan produk Indosat yang lain seperti kartu Mentari, Matrix, dan Star One kesemuanya memiliki keunggulan masing-masing. Sekarang ini persaingan di bidang bisnis telekomunikasi sebagai operator kartu seluler sudah banyak bermunculan. Promosi besar-besaran menjadi senjata bagi operator baru dengan berbagai macam iming-iming, misalnya dengan menawarkan program SMS gratis dalam kurun waktu tertentu ke sesama pengguna kartu seluler dari satu operator yang dihsilkannya. Selain itu ada pula yang menawarkan biaya bicara yang sangat memikat calon konsumen. Melihat persaingan yang begitu ketat dibidang telekomunikasi, operator kartu seluler prabayar IM3 melakukan berbagai macam strategi agar pelanggan yang sudah ada berubah menjadi konsumen yang loyal dan menarik minat konsumen baru dengan memberikan keunggulan dalam atribut produk yang melekat pada kartu seluler prabayar IM3 yang diberlakukan untuk periode waktu tertentu dan akan berubah sesuai kondisi persaingan yang ada Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) Pengaruh secara parsial atribut produk yang terdiri dari: harga, merek, mutu, dan fasilitas terhadap loyalitas konsumen dalam membeli kartu seluler prabayar IM3 (2) Pengaruh secara simultan atribut produk yang terdiri dari: harga, merek, mutu, dan fasilitas terhadap loyalitas konsumen dalam membeli kartu seluler prabayar IM3 (3) Faktor yang dominan mempengaruhi loyalitas konsumen dalam membeli kartu seluler prabayar IM3. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner yang kemudian hasilnya dianalisis melalui analisis regresi berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan kartu seluler prabayar IM3 di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru-Kota Malang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Karena jumlah populasi dalam penelitian tak terhingga, maka untukpenentuan jumlah sampel digunakan rumus Daniel & Terrel dan diperoleh sampel sebanyak 155 orang, akan tetapi dibulatkan menjadi 160 orang responden. Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan harga terhadap loyalitas konsumen dalam membeli kartui seluler prabayar IM3. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung > ttabel yaitu 2,004 > 1,900 atau dengan memperhatikan nilai signifikansi t = 0,003 ≤ 0,05. Terdapat pengaruh positif dan signifikan merek terhadap loyalitas konsumen dalam membeli kartu seluler prabayar IM3. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung > ttabel yaitu 9,334 > 1,900 atau dengan memperhatikan nilai signifikansi t = 0,000 ≤ 0,05. Terdapat pengaruh positif dan signifikan mutu terhadap loyalitas konsumen dalam membeli kartu seluler prabayar IM3. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung > ttabel yaitu 3,829 > 1,900 atau dengan memperhatikan nilai signifikansi t = 0,000 ≤ 0,05. Terdapat pengaruh positif dan signifikan fasilitas terhadap loyalitas konsumen dalam membeli kartu seluler prabayar IM3. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung > ttabel yaitu 5,556 > 1,900 atau dengan memperhatikan nilai signifikansi t = 0,000 ≤ 0,05. Secara simultan dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan harga , merek, mutu, dan fasilitas terhadap loyalitas konsumen dalam membeli kartu seluler prabayar IM3.. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung > Ftabel, yaitu 90,347 > 2,43 dengan tingkat signifikansi 0,000 yang berarti ≤ 0,05. Diketahui pula bahwa nilai adjusted R Square sebesar 0, 692. yang berarti bahwa atribut produk secara simultan mempengaruhi loyalitas konsumen dalam membeli kartu seluler prabayar IM3 sebesar 69,2% sedangkan sisanya 30,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dideskripsikan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui pula bahwa variabel yang dominan mempengaruhi loyalitas konsumen dalam membeli kartu seluler prabayar IM3 adalah merek. Berdasarkan temuan di atas, saran yang dapat diberikan peneliti bagi pihak operator kartu seluler prabayar IM3 adalah dapat memberikan tarif menelepon yang lebih murah, jaringan yang lebih luas, kualitaas suara yang lebih jernih, dan memberikan kejutan-kejutan baru yang menarik minat konsumen kartu seluler prabayar IM3. hal ini mengingat jumlah konsumen kartu seluler yang terus bertambah, sehingga konsumen akan semakin selektif dalam memilih kartu seluler yang murah, punya daya saing, dan bermutu tinggi serta tidak segan beralih ke produk merek lain apabila merasakan ketidakpuasan. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya, peneliti menyarankan agar penelitian-penelitian berikutnya dapat menggali variabel-variabel baru selain harga, merek, mutu, dan fasilitas yang dapat mempengaruhi loyalitas konsumen. Misalnya variabel kualitas, daya jangkauan dan beberapa variabel lainnya yang dapat dijadikan temuan baru dalam penelitian-penelitian selanjutnya. Peneliti selanjutnya diharapkan lebih selektif dalam memilih teknik pengambilan sampel, agar sampel yang dihasilkan dapat mewakili populasi secara keseluruhan.

Penerapan scaffolding learning pada pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Yeni Kusuma Wardani

 

Scaffolding learning merupakan suatu pembelajaran dimana guru memberikan bantuan sementara kepada siswa kemudian mengurangi bantuan tersebut dan pada akhirnya menghilangkan sama sekali sehingga mendorong siswa untuk membangun pengetahuan dan kemampuan berpikirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan scaffolding learning terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 3 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Siklus I dan siklus II ditempuh selama enam kali pertemuan. Masing-masing terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Tindakan yang diberikan pada siklus I dan siklus II berupa penerapan rencana pembelajaran dengan scaffolding learning. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jurnal dan posting ke buku besar pada perusahaan jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas siswa yaitu sebesar 56% dengan kriteria cukup meningkat menjadi 90 % dengan kriteria baik sekali. Nilai rata-rata aspek kognitif siswa pada siklus I sebesar 67 meningkat pada siklus II menjadi 87,9. Hasil penilaian aspek afektif pada siklus I dan siklus II diperoleh persentase berdasarkan aspek yang dinilai yaitu (1) kerjasama dalam kelompok sebesar 73,6% dengan kriteria baik meningkat menjadi 92% dengan kriteria sangat baik; (2) keaktifan dalam kelompok dari 56,2% dengan kriteria cukup meningkat menjadi 73% dengan kriteria baik; serta (3) keberanian bertanya dan menjawab sebesar 52,8% dengan kriteria cukup menjadi 79,8% dengan kriteria baik. penilaian aspek psikomotorik pada siklus I diperoleh persentase yaitu kemampuan menyiapkan buku jurnal 58,3% dengan kriteria cukup, melakukan pencatatan transaksi dalam jurnal umum 52,8% dengan kriteria cukup dan ketelitian pencatatan dalam jurnal umum 56,2%. Sedangkan pada siklus II diperoleh persentase kemampuan menyiapkan buku besar 78,4% dengan kriteria baik, melakukan posting dari jurnal umum ke dalam buku besar 79,8% serta teliti melakukan posting ke dalam buku besar 82,7%. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diajukan adalah sebagai berikut: (1) bagi guru dalam pelaksanaan scaffolding learning harus lebih sering berkeliling kelas untuk memberikan bantuan kepada siswa; (2) bagi siswa harus belajar mandiri dan tidak tergantung pada bantuan yang diberikan guru serta dapat bekerjasama dengan teman.

Pengaruh informasi rasio camels terhadap praktik manajemen laba pada BAnk Umum Syariah tahun 2006/2010 / Ade Fatichan Nur

 

Kata Kunci: Informasi Rasio CAMELS, Praktik Manajemen Laba. Perbankan adalah industri yang sarat dengan berbagai regulasi, hal ini karena fungsinya sebagai intermediasi mengandung risiko besar. Dengan adanya regulasi tersebut mengakibatkan hubungan keagenan industri ini unik, yaitu bank akan selalu menempatkan kepentingan regulator di atas kepentingan pihak lain sehingga moral hazard terhadap suatu regulasi yang muncul lebih menunjukkan lemahnya peraturan dibandingkan konflik antara manajer dan pemilik. Regulasi perbankan terus berkembang, seiring dengan kemunculan bentuk operasional perbankan yang baru, yaitu bank syariah yang beroperasi dengan sistem bagi hasil. Bank Indonesia (BI) melalui PBI Nomor 9/1/PBI/2007 yang disempurnakan dengan SE BI Nomor 9/24/DPbS tanggal 30 Oktober 2007 menetapkan alat ukur resmi penilaian tingkat kesehatan bank umum berdasarkan prinsip syariah di Indonesia yang diukur dengan analisis CAMELS. Adanya tuntutan dari regulator mengenai tingkat rasio CAMELS tertentu yang harus dicapai bank umum syariah mendorong bank-bank umum syariah meningkatkan kinerja keuangannya dengan berbagai cara agar dinilai sehat dan tidak dimerger atau dilikuidasi oleh BI, salah satunya dengan melakukan praktik manajemen laba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh informasi rasio CAMELS yang diproksi dengan rasio Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM), Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Return On Assets (ROA), Net Operating Margin (NOM), dan Short Term Mismatch (STM) terhadap praktik manajemen laba pada bank umum syariah. Data yang digunakan adalah laporan keuangan Bank Umum Syariah selama periode triwulan pertama tahun 2006 sampai triwulan keempat tahun 2010. Dalam penelitian ini menggunakan sampel 2 Bank Umum Syariah, yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI). Metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Kesimpulan yang dapat diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, yaitu: Informasi rasio KPMM, KAP, ROA dan NOM tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba, sedangkan informasi rasio STM berpengaruh terhadap praktik manajemen laba. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu bagi bank agar mempertahankan dan meningkatkan tingkat kesehatannya yang tergolong baik, bagi masyarakat agar mempertimbangkan faktor lain selain keuangan dalam memilih bank syariah, bagi BI agar hasil penelitian ini dijadikan pertimbangan dalam menyusun regulasi, dan bagi penelitian selanjutnya agar proksi CAMELS sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia dan menambah jumlah sampel penelitian sehingga penelitian dapat digeneralisir.

Pengaruh emotional quotient terhadap prestasi belajar siswa-siswi kelas II dan III Program Keahlian Akuntansi pada mata pelajaran akuntansi di SMK PGRI 2 Malang / Purwati

 

Pada saat proses belajar mengajar berlangsung diperlukan interaksi yang baik antara guru dengan murid dan interaksi antara siswa dengan siswa. Interaksi yang terjadi dalam kelas maupun di sekolah dibutuhkan kecerdasan emosional agar dapat mengatur serta mengenali emosi yang ada dalam diri pribadi maupun orang lain atas suatu masalah yang dihadapi sehingga dapat menginterprestasikan tindakan secara tepat. Kecerdasan emosional banyak mempengaruhi aktivitas manusia, termasuk aktivitas belajar siswa pun dipengaruhi oleh kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional mempengaruhi prestasi belajar siswa akan terlihat pada saat proses belajar berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Emotional Quotient (EQ) terhadap prestasi belajar siswa-siswi kelas II dan III program keahlian akuntansi pada mata pelajaran akuntansi di SMK PGRI 2 malang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau koesioner dan dokumentasi. Dan teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif yaitu menentukan distribusi frekuensi data Emotional Quotient dan prestasi belajar siswa dan teknik analisis regresi sederhana yaitu untuk mengetahui pengaruh Emotional Quotient terhadap prestasi belajar siswa-siswi kelas II dan III program keahlian akuntansi pada mata pelajaran akuntansi. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh signifikansi 0,000 < 0,05 dan 6,491 > 2,002 dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif antara kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar akuntansi siswa-siswi kelas II dan III program keahlian akuntansi SMK PGRI 2 Malang. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Emotional Quotient berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa-siswi kelas II dan III program keahlian akuntansi pada mata pelajaran akuntansi di SMK PGRI 2 Malang. Saran yang diberikan bagi siswa diharapkan bisa mengembangkan kecerdasan emosionalnya dengan cara selalu terbuka dan jujur pada diri sendiri dan orang lain, mengikuti proses belajar mengajar dengan baik dan berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah sehingga kemampuan-kemampuan yang terkait dengan kecerdasan emosional dapat terlatih dengan baik seiring dengan prestasi yang juga akan meningkat dengan baik pula.

Pengaruh penerapan metode pembelajaran kooperatif model TGT-problem posing terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XII SMA Negeri 2 Bangkalan / Dewi Sri Sundari

 

Metode pembelajaran akuntansi yang diterapkan di SMA Negeri 2 Bangkalan adalah metode konvensional yakni ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas. Dalam metode pembelajaran ini, siswa hanya berperan sebagai penerima informasi secara pasif karena hanya mencatat dan mendengarkan informasi dari guru saja. Salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa selama proses pembelajaran adalah metode pembelajaran kooperatif model TGT-Problem Posing. Metode pembelajaran kooperatif model TGT-Problem Posing memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat soal atau pertanyaan sesuai dengan konteks bahasan atau materi yang diberikan guru dan menyelesaikan soal yang telah dibuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui pengaruh Metode pembelajaran kooperatif model TGT-Problem Posing terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 2 Bangkalan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XII IPS di SMAN 2 Bangkalan tahun pelajaran 2007/2008. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Sampel yang didapat adalah siswa kelas XII IPS3 sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif model TGT-Problem Posing dan siswa kelas XII IPS1 sebagai kelas kontrol yang diajar dengan metode konvensional. Penelitian ini diukur dari aspek kognitif. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan dua rata-rata kemampuan awal dan uji hipotesis dengan uji t one-tailed. Hasil analisis diperoleh t hitung sebesar 6,629 dan t tabel sebesar 1,665 dengan nilai signifikasi (0,000) < (0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima , dapat disimpulkan metode pembelajaran kooperatif model TGT-Problem Posing mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pretasi belajar antara siswa yang diajar melalui metode pembelajaran kooperatif model TGT-Problem Posing dengan prestasi belajar siswa yang diajar melalui metode pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan: (1) untuk mengukur indikator lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa seperti aspek afektif dan psikomotorik. (2) diharapkan melakukan penelitian tindakan kelas supaya prestasi belajar siswa dapat diketahui secara detail.

Keefektifan art therapy dengan media gambar untuk mengurangi kecemasan pada penderita HIV/AIDS / Merry Merary Agustin

 

Agustin, Merry M. 2014. Keefektifan Art Therapy dengan Media Gambar untuk Mengurangi Kecemasan pada Penderita HIV/Aids. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M. Si, (II) Drs. Moh. Bisri, M. Si. Kata kunci: Art Therapy, Kecemasan, Penderita HIV/Aids     Art therapy merupakan salah satu bentuk seni ekspresif yang menggunakan media, salah satunya adalah gambar sebagai alat intervensinya. Proses yang terjadi dalam art therapy (terapi seni) mampu memfasilitasi katarsis bagi penderita HIV/ Aids dalam mengurangi kecemasan yang dirasakannya yang timbul karena penyakit HIV/ Aids maupun dalam perjalanan penyakit HIV/ Aids.     Rumusan masalah dari penelitian ini adalah seberapa efektif art therapy (terapi seni) dengan media gambar mampu mengurangi kecemasan pada penderita HIV/Aids.     Penelitian menggunakan rancangan eksperimen the one group pretest and posttest. Subjek penelitian adalah penderita HIV/Aids yang memiliki karakteristik berikut: penderita HIV/Aids positif, dengan rentang 2 – 8 tahun, berusia 20 – 40 tahun (dewasa awal), dan belum pernah mendapatkan terapi yang berhubungan dengan menggambar (art therapy). Subjek mendapat perlakuan berupa terapi seni yang diberikan dalam 6 kali pertemuan, masing – masing pertemuan membutuhkan waktu 120 menit. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, skala kecemasan, dan intepretasi hasil gambar subjek. Subjek diminta untuk mengisi skala kecemasan saat sebelum perlakuan (pretest), dan setelah perlakuan (posttest). Data dalam penelitian berupa data kuantitatif yang dilengkapi dengan data kualitatif untuk menguatkan penjelasan proses terapi, khususnya dari sisi subjek. Data kuantitatif kemudian dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Wilcoxon matched pairs, p < 0.05 dengan bantuan program SPSS 16.0.     Hasil sampel berpasangan Wilcoxon menunjukkan bahwa tidak terdapat penurunan skor kecemasan secara signifikan antara hasil pretest dan posttest, dengan nilai (p = 0.109).     Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesa yang menyatakan art therapy (terapi seni) dengan media gambar mampu mengurangi kecemasan pada penderita HIV/Aids tidak terbukti.

Hubungan subjective well being dengan need of counteraction pada Pekerja Seks Komersial di Lokalisasi Doly Surabaya / Inggil Drajad Arumningtyas

 

Arumningtyas,Inggil D. , 2014. Hubungan Subjective Well Being dengan Need Of Counteraction pada Pekerja Seks Komersial di Lokalisasi Doly Surabaya. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (1) Dra.Hj.Sri Weni Utami, M.Si. , (II) Ninik Setyowati S.Psi., M.Psi. Kata kunci : subjective well being, need of counteraction, pekerja seks komersial. Kebijakan pemerintah provinsi Surabaya untuk menutup lokalisasi Doly dan menjadikan kawasan ini sebagai pusat industri terpadu nyatanya bukan perkara mudah. Banyak permasalahan yang timbul. Salah satunya adalah dari pihak para pekerja seks komersial yang menolak untuk dipindahkan dari Doly. Berbagai upaya telah ditempuh, salah satunya adalah menambah jumlah uang saku dari tiga juta rupiah menjadi lima juta rupiah. Namun cara ini juga belum sepenuhnya efektif.     Kepuasan hidup dan perasaan-perasaan positif maupun negatif yang dirasakan seseorang selama hidup (subjective well being) memberi sumbangan besar pada pembentukan kepribadian seseorang. Dan menurut ahli kebutuhan seseorang sering kali dipengaruhi oleh kepribadiannya. Kebutuhan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah need of counteraction yaitu kebutuhan untuk berjuang lagi, mengembalikan nama baik, serta melawan keadaan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan subjective well being dengan need of counteraction pekerja seks komersial di lokalisasi Doly Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk penelitian deskriptif korelasional. Subjek penelitian ini adalah pekerja seks komersial di lokalisasi Doly. Berusia antara 15-25 tahun. Dan sudah lebih dari enam bulan menjalani profesi sebagai pekerja seks komersial. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik incidental sampling berjumlah 50 orang. Instrumen yang digunakan berupa skala subjective well being dan skala need of counteraction. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis korelasional. Berdasarkan analisis diperoleh kesimpulan yaitu (1) sebagian besar pekerja seks komersial di lokalisasi Doly memiliki tingkat subjective well being kategori rendah (26 subjek) ; (2) sebagian besar pekerja seks komersial di lokalisasi Doly memiliki need of counteraction rendah (27 subjek); (3) terdapat hubungan yang signifikan antara subjective well being dan need of counteraction pekerja seks komersial lokalisasi Doly dengan hasil (rxy =0,420, dan sig=0,002< 0,05). Berdasarkan dari penelitian ini, disarankan bagi para pekerja seks komersial untuk meningkatkan subjective well being dengan jalan pernikahan dan keagamaan. Bagi pemerintah kota dan provinsi Surabaya pelaksanaan program pelatihan pra dan pasca penutupan lokalisasi hendaknya tidak hanya menitikberatkan pada aspek peningkatan keterampilan tetapi juga aspek psikologis, seperti diadakannya ceramah motivasi. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan subjective well being pada pekerja seks komersial di lokalisasi Doly maupun di lokalisasi-lokalisasi yang lain.

Prestasi belajar dan minat siswa SMP negeri pada SMK bidang keahlian teknik bangunan di wilayah Kota Batu / David Kurniawan

 

Kata kunci: Prestasi Belajar, Minat Siswa SMP Peserta didik Sekolah Menengah pertama (SMP) di Kota Batu adalah calon penerus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajatnya seperti SMK, MA dan lain-lain. Mereka adalah peserta didik yang memiliki latar belakang beragam sehingga prestasi belajar merekapun cukup beragam. Disisi lain SMK Bidang Keahlian Teknik Bangunan adalah salah satu pilihan bagi siswa SMP yang ingin melanjutkan dan mendalami ilmu tentang konstruksi bangunan, namun dibeberapa tempat peminat dari jurusan atau spektrum tersebut sangat sedikit peminat, maka dari itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) prestasi belajar siswa SMP Negeri di wilayah kota Batu, (2) minat siswa SMP Negeri di wilayah kota Batu pada SMK Bidang Keahlian Teknik Bangunan, dan (3) hubungan antara prestasi belajar dengan minat siswa SMP Negeri di wilayah kota Batu terhadap SMK Bidang Keahlian Teknik Bangunan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan variabel bebas Prestasi Belajar Siswa SMPN Kota Batu dan variabel terikat Minat Siswa SMPN Kota Batu Terhadap SMK Bidang Keahlian Teknik Banguan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 9 angkatan 2012-2013 SMPN Kota Batu. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling bertingkat dengan jumlah sampel 166 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui teknik kuesioner (angket) dan teknik dokumentasi (rapor hasil belajar siswa) sedangkan teknik analisis data menggunakan analisa Pearson Product Moment Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) 86.14% responden mempunyai prestasi dengan kategori “Tinggi”; (2) 79.52% responden mempunyai minat dengan kategori “Rendah” terhadap SMK bidang keahlian teknik bangunan sebagai sekolah lanjutan setelah lulus dari SMP, dan (3) Tidak terdapat hubungan antara prestasi belajar dengan minat siswa SMP Negeri di wilayah kota Batu terhadap SMK Bidang Keahlian Teknik Bangunan (nilai thitung (1.81) < t tabel (1.97)).

Pengembangan media pembelajaran CD interaktif pada topik sel subtopik transpor pada membran sel untuk siswa kelas XI SMA Negeri I Bangil / Alexia Sadiyah Nuril Amri

 

Belajar biologi tidak dapat dilakukan di dalam kelas saja, tetapi juga perlu ada pengamatan baik yang dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas. Hal ini karena objek biologi yang berupa makhluk hidup sehingga diperlukan proses sains untuk mencocokkan teori yang didapat dengan kenyataan. Hal yang sering terjadi adalah bahwa objek biologi yang diamati tersebut bersifat abstrak terutama yang menyangkut transpor pada membran sel. Oleh karena itu keberadaan media sangat diperlukan. Dengan media yang dapat mengintegrasikan teks, gambar, dan suara diharapkan dapat membantu guru dalam menyampaikan materi mengenai transpor pada membran. Selain itu dengan media CD interaktif diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk mengembangkan suatu media pembelajaran harus mengikuti langkah-langkah yang prosedural yaitu 1) analisis kebutuhan media, 2) analisis karakteristik siswa, 3) perumusan tujuan pembelajaran, 4) perumusan materi pembelajaran, 5) penyusunan alat evaluasi, 6) produksi media, dan 7) tes dan revisi media. Media CD interaktif yang dikembangkan mempunyai karakteristik yang menjadi spesifikasi multimedia yang dihasilkan yaitu meliputi a) bahan penarik perhatian, b) tujuan pembelajaran, c) petunjuk penggunaan, d) penyampaian materi, e) balikan, dan f) evaluasi. Berdasarkan data hasil validasi, ahli media memberikan nilai 86,875% dan ahli materi memberikan nilai 89%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa media yang dikembangkan bernilai valid dan merekomendasikan bahwa media sudah layak dan tidak perlu revisi. Selain itu media CD interaktif juga diujikan kepada responden kelompok kecil untuk mengetahui persepsi siswa mengenai media. Berdasarkan nilai perolehan angket penilaian siswa, responden kelompok kecil menyatakan bahwa media CD interaktif sangat menarik serta mendukung dalam proses belajar. Selanjutnya dilakukan uji terapan kelompok besar setelah media direvisi sesuai dengan kritik dan saran dari ahli media, ahli materi dan responden kelompok kecil. Uji terapan dilaksanakan pada tanggal 9 Januari 2008 di SMAN I Bangil dengan jumlah responden sebanyak 34 siswa. Uji terapan dilaksanakan selama 2x45 menit. Pada uji terapan siswa menyatakan tertarik dengan media yang dikembangkan dan lebih bersemangat dalam belajar serta dapat memotivasi siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan supaya guru tetap mendampingi siswa selama belajar, sebelum kegiatan belajar mandiri dilaksanakan sebaiknya guru memberikan arahan mengenai pengoperasian multimedia.

Pengaruh aspek psikologis terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda Tiger (studi pada klub motor Neo Gat's Malang) / Machfud

 

Ketatnya persaingan di era pasar bebas sekarang ini merupakan hal yang lazim dalam dunia bisnis. Persaingan tersebut merupakan sesuatu yang tidak bisa dielakkan. Banyak pengamat manajemen yang meramalkan bahwa persaingan akan semakin ketat dimasa yang akan datang. Perusahaan harus mempunyai strategi yang unggul di dalam merebut pangsa pasar dan dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli produk mereka. Untuk menciptakan dan mengidentifikasi produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, sehingga konsumen dapat memutuskan pembeliannya pada suatu produk, salah satu faktor yang menentukan adalah faktor psikologis dari masing-masing konsumen itu sendiri. Faktor psikologis yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor psikologis utama yaitu persepsi, pembelajaran serta sikap dan keyakinan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara langsung aspek psikologis yang meliputi persepsi, pembelajaran, serta sikap dan keyakinan terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda Tiger. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional, data yang diperoleh menggunakan angket tertutup. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota klub motor Neo GAT?S (Gabungan Tiger Sporty) Malang, dengan menggunakan penghitungan populasi, didapatkan sampelnya adalah 60 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengambilan data primer dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian yang berupa angket atau kuesioner, yang sebelumnya telah diuji melalui uji validitas dan uji reliabilitas yang diujikan kepada 10 responden di luar sampel yang akan diteliti. Instrumen penelitian tersebut menggunakan Skala Likert dengan 4 skala pengukuran untuk diferensiasi penelitian yang meliputi: sangat setuju (4); setuju (3); tidak setuju (2); sangat tidak setuju (1). Hasil dari penelitian ini adalah: (1) nilai β1=0,339 ; SE sebesar 18,23% ;nilai t hitung =3,583 > t tabel = 2,000 dengan tarif signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa persepsi berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli sepeda motor Honda Tiger. (2) Nilai β2=0,284 SE sebesar 1,68%; nilai t hitung =3,360 > t tabel =2,000 dengan tarif signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli sepeda motor Honda Tiger. (3) Nilai β3=0,333; SE sebesar 17,72; nilai t hitung =3,470 > t tabel =2,000 dengan taraf signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa sikap dan keyakinan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli sepeda motor Honda Tiger ; nilai F=23,132; signifikasi F =0,000 dan R Square sebesar 0,529. Dimensi aspek psikologis yang memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda Tiger adalah persepsi. Saran penulis adalah (1) agar PT. Honda Astra Motor mempertahankan persepsi yang ada di mata masyarakat, terutama untuk sepeda motor Honda Tiger, karena sepeda motor Honda Tiger sudah mendapatkan persepsi yang baik di mata masyarakat, (2) agar PT. Honda Astra Motor selalu memberikan semua yang terbaik yang diinginkan konsumen, terutama untuk produk sepeda motor Honda Tiger karena ini akan menjadi suatu pembelajaran bagi konsumen dengan cara lebih memperkenalkan keunggulan dari sepeda motor Honda Tiger daripada sepeda motor lain yang sekelas.

Pengaruh ekuitas merek terhadap loyalitas pelanggan rokok Sampoerna A Mild (studi pada mahasiswa jurusan S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya angkatan 2004-2005) / Ariyanto Nugroho

 

Ekuitas merek dapat dinyatakan sebagai tingkat kemampuan sebuah merek dalam memenuhi kebutuhan dan harapan penggunanya yang dinilai dari kualitas produk dan jasa, serta persepsi konsumen secara keseluruhan. Ekuitas merek dapat dinilai dari kesadaran merek, asosiasi merek, loyalitas merek, dan kualitas merek. Perusahaan perlu dan harus menjaga ekuitas merek setiap produk yang dihasilkannya guna meningkatkan loyalitas pelanggan atas produk-produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan variabel kesadaran merek, asosiasi merek, loyalitas merek, dan kualitas merek terhadap loyalitas pelanggan pada rokok Sampoerna A Mild. Penelitian ini mempunyai 2 variabel, yaitu variabel independen (X) yang terdiri atas kesadaran merek (X1), asosiasi merek (X2), loyalitas merek (X3), kualitas merek (X4), dan variabel dependen (Y) yaitu loyalitas pelanggan. Penelitian dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan S-1 Akuntansi Universitas Brawijaya Angkatan 2004-2005. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional, dimana data diperoleh dengan menggunakan teknik kuesioner terbuka. Teknik pengambilan sampel dengan Teknik Purposive Sampling, dimana rumus Slovin digunakan untuk menentukan jumlah sampel. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 70 orang responden. Analisis data yang digunakan dalam penelkitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS For Windows Release 12,0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran merek merek, secara parsial berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, dimana nilai signifikansi t sebesar 0,003 dan nilai itu kurang dari tingkat signifikansi α sebesar 0.05. Variabel asosiasi merek merek, secara parsial berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,004 dan nilai itu kurang dari tingkat signifikansi α sebesar 0.05. Variabel loyalitas merek , secara parsial berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, dimana nilai signifikansi t sebesar 0,004 dan nilai itu kurang dari tingkat signifikansi α sebesar 0.05. Variabel kualitas merek (X4), secara parsial berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, dimana nilai signifikansi t sebesar 0,000 dan nilai itu kurang dari tingkat signifikansi α sebesar 0.05. Jadi, secara parsial variabel-variabel ekuitas merek berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan pada rokok Sampoerna A Mild. Secara simultan variabel kesadaran merek, asosiasi merek, loyalitas merek, dan kualitas merek berpengaruh simultan terhadap variabel loyalitas penggan, dimana nilai signifikansinya sebesar 0,000 dan nilai itu kurang dari tingkat signifikansi α sebesar 0.05. Variabel kualitas merek adalah variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap variabel loyalitas pelanggan, dengan nilai koefisien beta sebesar 0,408. Saran yang dapat diajukan berkaitan dengan temuan yang telah diperoleh adalah: (1). Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat membahas lebih luas lagi mengenai variabel lain yang dapat mempengaruhi ekuitas merek terhadap loyalitas pelanggan karena variabel ekuitas merek dari segi kesadaran merek, asosiasi merek, loyalitas merek, kualitas merek berpengaruh sebesar 65,6 % terhadap loyalitas pelanggan. Sedangkan sebesar 35.4 % dipengaruhi variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini. Variabel lain dapat berupa aset-aset merek lainnya seperti kemasan, logo, hak paten, saluran distribusi dan lainnya. (2). Bagi perusahaan penelitian ini dapat dijadikan sebagai wacana dalam menetapkan kebijakan lebih lanjut, manajemen merek yang efektif mempengaruhi program pemasaran masa depan. Dalam penguatan merek, ekuitas merek dikuatkan dengan program pemasaran yang konsisten mencakup arti dari merek bagi pelanggan dalam hal produk yang ditawarkan, keuntungan yang diperoleh konsumen, kepuasan dari memakai produk, dan keunggulan produk dari produk sejenis dengan merek lain.

Pengaruh pembelajaran organisasi terhadap komitmen organisasional, kepuasan kerja dan inovasi (studi pada usaha mikro kecil dan menengah industri mitrabinaan PT Telkom Divisi Regional V Jawa Timur) / Tuti Andjarsari

 

Disertasi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.: Pembimbing (I) Prof.Dr Umar Nimran, MA, (II) Prof.Dr Budi Eko Soetjipto, MSi, M.Ed, (III) Prof.Dr Ery Tri Djatmika, MSi, MA Kata kunci: pembelajaran organisasi, komitmen organisasional, inovasi, kepuasan kerja, UMKM. UMKM secara umum mempunyai permasalahan permodalan, pemasaran tetapi juga kurangnya pengetahuan dan sumberdaya yang berkualitas. Untuk itu diperlukan solusi untuk memberdayakan UMKM agar usahanya lebih kompetitif karena mereka berbeda secara subtansial dengan organisasi besar. Salah satu cara adalah menciptakan daya saing dengan implementasi transfer pengetahuan melalui pembelajaran organisasi di UMKM. Kebijakan pemerintah untuk memberdayakan UMKM diantaranya adalah Peraturan Menteri (PERMEN) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No: Per-05/ MBU/2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan (PBL).Salah satu BUMN yang melaksanakan peraturan menteri tersebut adalah PT Telkom Persero Divre V Jawa Timur. Dalam membina mitra binaannya, PT Telkom memberikan permodalan berupa pemberian pinjaman lunak, pelatihan dan mengikutsertakan mereka pada ajang pameran. Untuk melihat efektifitas pelaksanaan pelatihan dan atau pameran yang diikuti diukur dengan pendekatan non finance yang membutuhkan pendekatan multivariabel seperti komitmen untuk melaksanakan, penumbuhkan ide-ide dan kreatifitas sehingga menimbulkan inovasi-inovasi baru dalam pengelolaannya serta tingkat kepuasan kerjanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, secara empiris pengaruh pembelajaran orgniasisi terhadap komitmen organisasional, inovasi, an kepuasan kerja pada UMKM industri Mitrabinaan PT Telkom Divisi Regional V Jawa Timur. Rumusan masalah dihipotesiskan berdasarkan literatur dan tinjauan empiris.Hipotesis diuji dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan sampel yang representatif sebanyak 136 pemilik/manager UMKM Industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara langsung pembelajaran Organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap komitmen organisasional maupun dengan inovasi, akan tetapi pengaruh pembelajaran organisasi terhadap kepuasan kerja adalah negatif signifikan, selain itu ditemukan pengaruh komitmen organisasional terhadap kepuasan kerja dan pengaruh inovasi terhadap kepuasan kerja adalah positif signifikan, sedangkan pengaruh tidak langsung pembelajaran organisasi terhadap kepuasan kerja positif signifikan, dimana pengaruh ini mendapat sumbangan terbesar dari pengaruh inovasi terhadap kepuasan kerja. Keterbatasan utama dalam penelitian ini adalah pengumpulan data berdasarkan cross- sectional sehingga kemungkinan terjadi jawaban reseponden yang bersifat subyektif. Rekomendasi: pertama bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kurikulum pendidikan kewirausahan di SLTA maupun perguruan tinggi perlu dilakukan pembenahan dan evaluasi, khususnya pada pola penanaman nilai nilai pentingnya transfer pengetahuan melalui pembelajaran organisasi, peneliti lain disarankan untuk mengembangkan penelitian ini di organisasi/perusahaan besar dengan menambah variabel lain seperti kinerja organisasi, baik diukur dalam sektor finance seperti tingkat profitabilitas (ROA/ROE) maupun pada sektor non finance seperti jumlah pangsa pasar atau jumlah volume penjualan.Kedua bagi pihak pemerintah,hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi pihak pemerintah/BUMN untuk mengevaluasi pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) terutama dalam pengembangan UMKM sehingga tujuan pemerintah/BUMN dalam memberdayakan mereka dapat terwujud. Ketiga dalam membina mitra binaannya PT Telkom perlu melakukan pemilahan terhadap subyek yang akan dibina sehingga tidak terjadi gap dalam menerima pelatihan/ketrampilan selain itu dalam membina mitra binaannya disesuaikan dengan kebutuhan mereka; kerjasama PT Telkom dengan perguruan tinggi atau pihak-pihak yang terkait hendaknya dapat diintensifkan lagi untuk memberdayakan UMKM mitrabinaannya dengan mengakomodasi kebutuhan mereka. Keempat bagi UMKM hasil penelitian diharapkan dapat dipakai sebagai cermin atas pemberdayaan yang telah diberikan PT Telkom, sehingga pihak UMKM dapat memberi masukkan jenis pelatihan apa yang dibutuhkan secara berkelanjutan. Dengan demikian pemberdayaan PT Telkom dapat tepat sasaran dan tercipta budaya pembelajaran organisasi yang berkelanjutan.

Analisis eagles untuk mengukur kinerja keuangan pada perusahaan perbankan sebelum dan sesudah go public di Bursa Efek Jakarta tahun 2000-2006 / Lutfiah

 

Kemampuan perusahaan perbankan diukur melalui kinerja keuangannnya Pada penelitian ini kinerja keuangan diukur menggunakan analisis EAGLES yang terdiri dari enam aspek penilaian kinerja keuangan yaitu earning ability, asset quality, growth rate, liquidity, equity, dan strategic management. Analisis EAGLES adalah sebuah aspek penilaian kinerja keuangan bank yang dipelopori oleh John Vong (1995), sebagai pendekatan yang disarankan untuk mengukur dan membandingkan kinerja bank secara lebih tepat, objektif, dan konsisten. Dengan melakukan Go Public diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan perbankan. Melalui penawaran umum perdana saham (Go Public) sebuah perusahaan dapat menjual saham atau efeknya kepada masyarakat. Dari segi perusahan, dana yang masuk dari masyarakat ke perusahaan akan memperkuat posisi permodalan ; khususnya utang berbanding modal. Dana dapat digunakan untuk ekspansi, diversifikasi produk atau mengurangi hutang. Hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan kinerja keuangan antara sebelum dan sesudah Go Public. Penelitian ini dilakukan kepada 11 perusahaan perbankan yang melakukan Go Public pada tahun 2000-2003. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan individu bank yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, dan laporan kualitas aktiva produktif. Dalam penelitian ini menggunakan dua alat uji statistik, Wilcoxon Signed Rank Test digunakan untuk mengetahui adanya perbedaaan kinerja keuangan bank sebelum dan sesudah Go Public dari rasio EAGLES secara parsial. Sedangkan Manova Test digunakan untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan yang signifikan pada kinerja keuangan perusahaan perbankan berdasarkan analisis EAGLES secara simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan meskipun terdapat perbedaan yang signifikan pada pengujian hipotesis secara simultan untuk 2 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah Go Public, serta perbedaan yang signifikan pada beberapa rasio EAGLES secara parsial, akan tetapi pada pengujian hipotesis 1, 2, dan 4 secara simultan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kinerja keuangan yang signifikan untuk sebelum dan sesudah Go Public. Dari hasil pengujian hipotesis secara parsial selama 4 tahun periode penelitian, hanya rasio likuiditas yang menunjukkan perbedaan secara signifikan.

Pengaruh motivasi belajar dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Bhakti Mulia Pare / Sofi Riska Mulyanto

 

Kata Kunci: Pengaruh Motivasi Belajar, Kebiasaan Belajar, Prestasi Belajar Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa termasuk motivasi belajar dan kebiasaan belajar. Motivasi belajar termasuk faktor internal yang berpengaruh terhadap prestasi belajar, yang diartikan sebagai keadaan pribadi belajar dan mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai hasil belajar. Siswa yang memiliki suatu kebiasaan belajar yang dilaksanakan secara teratur dan berkesinambungan akan dapat membantu penguasaan siswa terhadap mata pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang (1) Bagaimana kondisi motivasi belajar, kebiasaan belajar dan prestasi belajar siswa Administrasi Perkantoran SMK Bhakti Mulia Pare, (2) pengaruh antara motivai belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Bhakti Mulia Pare, (3) pengaruh antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Bhakti Mulia Pare. Variabel dalam penelitian ini adalah Motivasi belajar (X_1) dan Kebiasaan Belajar (X_2) serta Prestasi Belajar (Y). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian motivasi belajar dan kebiasaan belajar didasarkan pada persepsi siswa. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 77 siswa. Teknik pengambilan data untuk variabel motivasi belajar dan kebiasaan belajar adalah dengan menggunakan angket. Sedangkan pengambilan data variabel prestasi belajar siswa dengan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh yang positif signifikan Motivasi belajar (X_1) terhadap Prestasi Belajar (Y) nilai Sig-t < α= 0,05 dan t_hitung= 0,388> t_tabel= 0,2242. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar (X_1) berpegaruh secara sigifikan terhadap prestasi belajar siswa (Y), (2) terdapat pengaruh yang positif signifikan Kebiasaan Belajar (X_2) terhadap Prestasi Belajar (Y) nilai Sig-t 0,000 < 0,05 dan t_hitung= 0,542> t_tabel= 0,2242. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kebiasaan belajar (X_2) berpegaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa (Y). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diharapkan (1) siswa bisa meningkatkan lagi motivasi belajarnya. Peran dari berbagai berbagai pihak sangat diperlukan, baik dari diri siswa sendiri, dari orang tua siswa dan juga dari guru di sekolah. Hendaknya peran dari berbagai pihak tersebut bisa berjalan secara beriringan. Peran dari orang tua apabila tidak diiringi adanya keinginan dari siswa itu sendiri juga tidak akan berjalan, begitu juga sebaliknya, (2) Kebiasaan belajar siswa hendaknya juga lebih ditingkatkan lagi supaya keberhasilan siswa dalam belajar juga meningkat, (3) guru diharapkan bisa menjadi motivator siswa di sekolah, sedangkan orang tua hendaknya menjadi teman atau motivator siswa di rumah, sehingga kesulitan belajar siswa bisa sedikit teratasi apabila orang tua mendampingi siswa di rumah dan di sekolah lebih diperhatikan lagi, karena dengan adanya kelengkapan belajar tersebut, siswa akan lebih termotivasi dalam belajar. Oleh karena itu peran antara siswa, orang tua, dan guru di sini sangat diperlukan demi keberhasilan siswa.

Analisis kelayakan investasi usaha budidaya lobster air tawar oleh Gentle Face Farm / Ferry Adiwiraga

 

Peluang usaha budi daya lobster air tawar yang masih terbuka lebar membuat Gentle Face Farm berencana untuk melakukan perluasan usaha. Rencana investasi tersebut membutuhkan modal yang sangat besar karena besarnya kapasitas produksi yang diinginkan. Karena besarnya modal yang akan dikeluarkan maka perlu diadakan studi kelayakan untuk menilai investasi yang akan dilakukan oleh Gentle Face Farm tersebut. Untuk menilai kelayakan investasi, khususnya dari aspek finansial dapat menggunakan metode penganggaran modal. Dimana di dalam penganggaran modal terdapat kriteria penilaian untuk menentukan layak tidaknya suatu proyek. Sebelumnya dihitung terlebih dahulu biaya modal yang akan ditanggung Gentle Face Farm, yaitu sebesar 8%. Angka ini akan digunakan untuk mendiskonto aliran kas yang dapat diproyeksikan. Selain itu juga dapat digunakan sebagai pembanding. Dari empat kriteria penilaian, yaitu Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Indeks Profitabilitas, semuanya menghasilkan nilai yang mengatakan proyek investasi usaha budi daya lobster air tawar tersebut layak untu dijalankan. Nilai tersebut adalah Payback Period selama 3 tahun 10 bulan 21 hari, waktu ini lebih cepat dari umur ekonomis proyek yang diperkirakan selama 8 tahun. Net Present Value menghasilkan nilai yang positif, Internal Rate of Return yang lebih besar dari pada Cost of Capital-nya, dan nilai Indeks Profitabilitas diatas nilai 1. Semua hasil tersebut memuaskan, sehingga Gentle Face Farm tidak perlu ragu untuk menjalankan usaha tersebut jika ditinjau dari aspek financial, dan diharapkan dengan berdirinya usaha tersebut akan diikuti profesionalisme perusahaan dalam mengelola peternakan. Serta penulis sarankan untuk segera merealisasikan rencana investasi tersebut guna merebut pasar yang masih besar sehingga akan mendapatkan konsumen yang lebih besar daripada competitor yang lain.

Kajian perbandingan efektivitas strategi problem based learning dan reciprocal teaching dalam meningkatkan keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, dan retensi siswa kelas X SMA dengan potensi akademik berbeda di Kota Malang / Abdul Basith

 

Kata Kunci: strategi problem-based learning, strategi reciprocal teaching, keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, retensi, potensi akademik tinggi, potensi akademik rendah. Pemberdayaan keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, dan retensinya dapat dilakukan dengan menggunakan strategi pembelajaran yang memiliki karakteristik student centered, termasuk strategi PBL dan RT. Strategi PBL dan RT mempunyai karakteristik khas yang berpotensi untuk memberdayakan keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, dan retensi siswa dengan potensi akademik berbeda yang terbukti melalui sejumlah penelitian terdahulu. Namun, perbedaan potensi strategi PBL dan RT dalam memberdayakan keterampilan metakognitif serta perbedaan pola hubungannya dengan pemahaman konsep biologi pada siswa masih perlu diungkap dan dikaji secara lebih mendalam melalui uji kaji beda persamaan regresi untuk memberikan informasi yang komprehensif kepada guru biologi demi membantu siswa, khususnya siswa yang berpotensi akademik rendah. Penelitian bertujuan untuk (1) mengungkap perbedaan peningkatan keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, dan retensi antara siswa kelas X SMA yang berpotensi akademik rendah dan tinggi pada penerapan strategi PBL dan RT, (2) mengungkap hubungan antara keterampilan metakognitif dengan pemahaman konsep biologi siswa kelas X SMA yang berpotensia akademik rendah dan tinggi pada penerapan strategi PBL dan RT, dan (3) mengungkap perbedaan persamaan regresi antara keterampilan metakognitif dengan pemahaman konsep biologi siswa kelas X SMA yang berpotensi akademik rendah dan tinggi pada penerapan strategi PBL dan RT. Penelitian ini berupa quasi-experiment dengan rancangan penelitian pre-test and post-test non equivalent control group design menggunakan faktorial 3 x 2. Sampel penelitian ini adalah representasi siswa kelas X SMA berpotensi akademik rendah, yaitu tiga kelas di SMA Brawijaya Smart School Malang dan representasi siswa berpotensi akademik tinggi adalah tiga kelas di SMA Negeri 9 Kota Malang. Analisis data penelitian yang dilakukan meliputi: (1) uji anakova pada taraf signifikansi 0,05 untuk mengungkap pengaruh strategi pembelajaran, potensi akademik, dan interaksinya terhadap keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, dan retensi pemahaman konsep biologi; (2) uji korelasi dan regresi untuk mengungkap hubungan antara keterampilan metakognitif dengan pemahaman konsep biologi pada penerapan masing-masing strategi pembelajaran dan potensi akademik; dan (3) uji kaji beda persamaan regresi untuk mengungkap perbedaan hubungan antara keterampilan metakognitif dengan pemahaman konsep biologi pada penerapan masing-masing strategi pembelajaran dan potensi akademik berdasarkan pada skor terkoreksi setiap siswa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) terdapat pengaruh signifikan potensi akademik siswa terhadap keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, dan retensi pemahaman konsep biologi; (2) terdapat pengaruh strategi pembelajaran terhadap keterampilan metakognitif dan pemahaman konsep biologi, namun tidak terdapat pengaruh terhadap retensi pemahaman konsep biologi; (3) terdapat pengaruh interaksi antara potensi akademik dan strategi pembelajaran terhadap keterampilan metakognitif, namun tidak berpengaruh terhadap pemahaman konsep biologi dan retensinya; (4) terdapat hubungan positif antara keterampilan metakognitif dan pemahaman konsep biologi pada penerapan strategi PBL dan RT untuk kelompok siswa berpotensi akademik tinggi dengan persentase kontribusi keterampilan metakognitif terhadap pemahaman konsep biologi secara berturut-turut sebesar 50,5% dan 54,2%; (5) terdapat hubungan positif antara keterampilan metakognitif dan pemahaman konsep biologi pada penerapan strategi PBL dan RT untuk kelompok siswa berpotensi akademik rendah dengan persentase kontribusi keterampilan metakognitif terhadap pemahaman konsep biologi secara berturut-turut sebesar 81,6% dan 66,7%; dan (6) strategi PBL dan RT memiliki potensi dalam memberdayakan keterampilan metakognitif yang diikuti dengan pemahaman konsep biologi yang sama dengan pola garis yang terbentuk dari persamaan regresi sejajar dan berhimpit baik pada siswa berpotensi akademik rendah maupun tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan: (1) strategi PBL dan RT dapat dipilih sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk pemberdayaan keterampilan metakognitif dan perbaikan pemahaman konsep biologi siswa kelas X SMA, khususnya bagi kelompok siswa yang berpotensi akademik rendah; dan (2) kajian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih definitif tentang keunggulan strategi pembelajaran tersebut.

Hubungan pelaksanaan layanan bimbingan konseling dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SLTP Negeri 2 di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar / Ratna Kunjarwati

 

Pelaksanaan layanan bimbingan konseling mempunyai arti penting dalam rangka menumbuhkan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar. Demikian juga halnya prestasi belajar, juga merupakan salah satu penunjang kegiatan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar. Tujuan seseorang memasuki suatu lembaga pendidikan yang paling nyata adalah untuk mencapai prestasi belajar yang optimal. Dengan prestasi belajar yang diperolehnya, maka seseorang dapat hidup secara layak di tengah ? tengah masyarakat dan memperoleh pekerjaan sesuai dengan pendidikannya.

Implementing picture sequences to improve students' ability in writing narrative texts / Yuli Astuti Hasanah

 

The writing ability of the second year students of SMP N 6 Malang was unsatisfactory. They were unable to express their ideas into writing and write in a good order. Picture sequences were proposed as an alternative strategy to solve the problems. The study was designed to improve students? writing ability through implementing picture sequences. The objective of the study was to find out how picture sequences can be implemented to improve students? writing ability. This study was a collaborative classroom action research, which consisted of three cycles, each of which consisted of four steps, namely: planning the action, acting on the plan, observing the action, and reflecting on the observation. The subjects of this study were 40 students of VII-I class of SMPN 6 Malang, in the academic year of 2007/2008. The instruments used to collect the data were the observation checklists, field notes, questionnaires and the students? writings. The data from the observation and questionnaires were presented in the form of tables, while the data gained from the field notes and students? writing were analyzed and reported descriptively. The result of this study showed that the picture sequences strategy was effectively improving the students? writing ability. The improvement on the students? writing ability could be seen from the result of the students? writings which showed that they were able to express the ideas, tell the stories in a good order, and write the stories with the appropriate content, language use, and spelling. Moreover, the implementations of pictures sequences also brought positive students? attitude during the teaching and learning process. They were happy and excited to have picture sequences. There were some procedures to be followed in implementing the picture sequences strategy. First, the students were introduced to the picture sequences. Second, they were asked to identify the aspects of stories and determine the objects of the stories based on the picture sequences. Third, they were asked to make the outline and develop the outline into a paragraph. Finally, they were asked to edit the stories in terms of the content, language use, and spelling. In addition, the students were taught the sentence structure, organization, vocabulary, punctuation and spelling. It is suggested that English teachers use picture sequences in teaching writing in order to make students get used to the writing activities. It is also suggested other researchers conduct similar studies with different skills, setting and more respondents for the improvement of the writing skills.

Efektivitas penerapan pembelajaran kooperatif model team games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran IPS (Ekonomi) di SMP Negeri 1 Karangploso Malang / Linda Romadhona

 

Kata kunci: Konvensional, Team Games Tournament (TGT), Hasil Belajar Kurikulum 2004 berbasis kompetensi, yang diperbaharui dengan kurikulum 2006 yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), telah berlaku selama 4 tahun dan semestinya dilakukan secara utuh pada setiap sekolah. Cara guru yang mengajar siswa dalam kelas masih tetap saja menggunakan cara lama, yaitu dengan menggunakan metode ceramah-ekspositori. Sehingga siswa hanya sebagai pendengar setia, dan hasil belajar yang diperoleh dalam nilai ulangan selalu dibawah SKM. Pembelajaran kooperatif model TGT (Team Games Tournament) adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mempunyai tahap : (1) guru menjelaskan materi sebagai informasi awal, (2) siswa dibagi dalam kelompok, (3) siswa belajar bersama anggota masing-masing kelompok, (4) pelaksanaan turnamen, (5) penskoran dan penghargaan kelompok. Dengan demikian, siswa akan lebih banyak mencurahkan waktunya untuk tugas belajar dengan kelompok, dan dengan waktu yang sedikit dapat menguasai materi secara mendalam, tanpa harus menghafal konsep yang ada di dalam buku. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) pada pokok bahasan Ketenagakerjaan kelas VIII SMP Negeri 1 Karangploso Malang; 2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan menerapkan metode ceramah (konvensional) pada pokok bahasan Ketenagakerjaan kelas VIII SMP Negeri 1 Karangploso Malang; dan 3) Untuk mengetahui Efektivitas belajar siswa yang diajar dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) pada pokok bahasan Ketenagakerjaan kelas VIII SMP Negeri 1 Karangploso Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen, dengan rancangan penelitian adalah Quasi Experimental Design. Populasi pada penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Karangploso Malang. Sedangkan sampel yang diambil terdiri dari dua kelas, dimana satu kelas sebagai kelompok eksperimen yaitu kelas VIII-E dan satu kelas sebagai kelompok kontrol yaitu kelas VIII-F yang diambil dengan teknik Purposive Random Sampling. Data diambil dari dokumentasi, wawancara, dan tes (pre test dan post test). Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, dan uji hipotesis yaitu uji beda rata-rata kemampuan awal (t test), kemampuan akhir (t test), dan gain score (t test). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT) dengan peningkatan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode ceramah (konvensional). Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan Uji-t diperoleh hasil: 1) Nilai rata-rata pre test dari kelompok kontrol adalah 41,12 dan nilai pre test pada kelompok eksperimen adalah 42,90; 2) Nilai rata-rata post test kelompok kontrol yang diajar dengan metode ceramah (konvensional) sebesar 74,19 dan nilai rata-rata post test kelompok eksperimen yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) sebesar 84,19; dan 3) Rata-rata gain score kelompok kontrol yang diajar dengan metode ceramah (konvensional) 33,06, sedangkan rata-rata gain score kelompok eksperimen yang diajar dengan pembelajaran koopertaif model Team Games Tournament (TGT) sebesar 41,29. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode ceramah (konvensional).

Penerapan model pembelajaran permainan scrabble untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS siswa kelas IV SDN Karangbesuki 4 Kota Malang / Muhammad Sulton

 

Kata kunci: permainan scrabble, pembelajaran, IPS SD Bedasarkan hasil observasi yang dilakukan pada siswa kelas IV di SDN Karangbesuki 4 ditemukan beberapa masalah pembelajaran yaitu, (1) rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS, (2) sebagian besar siswa belum menguasai konsep materi pembelajaran IPS, (3) sebagian besar siswa merasa jenuh dalam pembelajaran klasikal yang identik dengan metode ceramah. Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti menerapkan permainan scrabble dalam pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Permainan scrabble merupakan permainan kosakata bahasa inggris yang dipasang pada sebuah papan media. Model permainan dirancang sesuai materi yang akan dibelajarkan yakni perkembangan teknologi . Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) Arikunto yang juga mengacu pada model siklus Kemmis Tanggart. Penelitiaan terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun instrumen penelitian ini menggunakan lembar/pedoman observasi, angket wawancara, lembar tes/penilaian. Sedangkan sumber data penelitian adalah siswa kelas IV SDN Karangbesuki 4 yang berjumlah 33 siswa terdiri dari 17 laki-laki dan 16 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model permainan scrabble berjalan dengan kompetitif. Aktivitas belajar siswa meningkat dari 85% pada siklus I meningkat menjadi 94 % pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan peningkatan ketuntasan belajar klasikal siswa mulai pada saat pra tindakan sampai pembelajaran siklus II. Pada saat pra tindakan ketuntasan belajar klasikalnya 30% meningkat menjadi 70% pada siklus I. dan pada saat pembelajaran siklus II ketuntasan belajar meningkat menjadi 85%. Penerapan model permainan scrabble mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif. Aktivitas belajar siswa cenderung meningkat seiring permainan berlangsung. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang ditandai naiknya nilai rata-rata siswa dari 53 saat pra tindakan menjadi 79 saat siklus II. Berdasarkan hasil penelitian di atas disimpulan bahwa penerapan model permainan scrabble berjalan dengan lancar sehingga mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV khususnya pada materi “Perkembangan Teknologi”. Penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk merancang pembelajaran yang variatif dan inovatif sehingga dapat menghasilkan ketuntasan belajar yang maksimal.

Perbandingan daya tahan aerobik antara pengikut ekstrakurikuler bola basket, bola voli dan pencak silat siswa SLTP Negeri 3 Malang
oleh Muhammad Afandi

 

Kegiatan berupap engajar"aodn*ar unlk :e:,glyial"tra npa edrabraaihkka eng-aytaannyg a ngd irakukand iruar-iarpne rajaran berkiitan a.nlun t,,.ir,.i,tu,r,. Kegiatane kstrakurikuredrir aksanakaann ta'rrai in padar ,,"giotin niulrrugyuu ng l^."T1::1,::i1k menin,s\afkakne segaran.lasmapna,r as rs\vaK ornponenke segaran jasrnandl rantaranyaad aradha yat ahana erobiks.a lahs atu dayat ahana erobik in.iitutoi, rni.km enguk.r adalahd enganm engLrku1r, .()1,nru,r..leonlaish raga meningkatkadna var ahanu erobik 1,angd apat dianLranyab orabaskebro, rur,,,ii-;;;;ncak sirat Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahupie rbanji"gu"J r1,.'irfian antarap engikuet kstrakurikurer aerobik borabaskebtl. ravorid anp en"caski Lrt.p eneri tion dilakukand i sLTpN 3 Malang.M etodep """ritl" menggunakan denganp endekatan melodes urve' komparat.i -Uf ntrt pengu,;ifu,rr ^ri"p.fO .n;;;;;;;;;;;.k",' teknika caks ederhantas anyaska rnper 'oo r]it"o,2 0 sis*,ap ."gi[;,f. i;;rkrrir,,tcr bolabaske2t0, siswap engiiute kstrakurikulUe,o lauoti ekstrakurikuler OuniO ?i.*o p,.ngiuf t pencaks il at. Instrumenva ned igunakan Reliabilitatse sto ,g+t,-untumk engryu.jtiy km engukurll o1 ntux acraranrt-url tt.t./ugt(c.t r. t,ipnr"ri-r'aigrnakaanna lisivsa rian(sA NAVA) satua rahd anu ji Newmantc iytyO i.1s-an-tasriagfn ifikansi dilakukan a: 0,115S.J c,u,r''nya uji persyarataann arisidsi ta'tukaun. jni on'utiro,d engan Lillietbrsd anL r.hii omogenitas nrenggr.rna,kjai n dengan," "'"gf;";*"" u1rl 3artrerpt adat arai srgnilikansai: 0-05 Darih asilu ii hiootesirsn enunjukkaFno_ 10,9099 Dengand e*ikian FI,d rtorak, denganF prob. _0 ,0001 sehingg.l ""uru ["r.turuhant erdapapt erbedaaana ya tahana erobika ntarap engikuet kstriiuriiui".u oiorrurtet, Seteladhi lakukan borar,.rdi anp cncaks irat. uii lanl.untr enggunakuajni N ewrnanK eulsd ipcrolch berikut:.pertampae, rbandingujin'u turtun hasisl ebasai u".ouil.a ntarap engikuet kstrakurikurci bolabaskedte nganb olavolis 9t"ga,U "iit_t" ,.f irih rata_raia signifikanstei rkeci(rR Sr'): z.s+IJ aois R r;bihl..ur dibantSdinn'jg_k-a:.n:Z ,i, ianr entang dengand emikianH od itolak Sehingga denganR S.r., aupuiJ ir,*pukan bahwat erdapapt erbedaan dayat ahana erobika ntarap engiku&t stralurikulerbolatrask", Lzhaane robikp engikut i""'i"r""""\i, a"v" ekstra-lurikul*u oruturt.t (rata_rat:a 3 g.61d an sDi:4'71s4) tebihb aikd ibandingku;"n; ;;;'pengikut ekstrakurikurer boravori (rata-rata:35,375 dan SD3- -4,4130). Kedua,p erbandingand ayat ahana erobik antarap engikuet kstrakurikulebro labaskedte nganp encaks ilats ebagabi erikut, seifs ih rata-rata( SR) : 6,490d an rentangs ignifikansit erkecil( RSl') - 3,,10..l adi SIt lebihb esard ibandingkadne nganR ST,d engand ernikianH od itolak. Sehinggac lapar disimpulkanb ahwat erdapatp erbedaand ayat ahana erobika ntarap engikut ekstrakurikulebr olabaskedt enganp encaks ilat,d ayat ahana erobikp engikut ekstrakurikulebro labaske(tr ata-rata- 3t1,6I danSDl- 4,7184)l ebihb aik dibandingkadne nganp engikute kstrakurikulepre ncaks ilat( rata-rat:-r 32,12d an SD:: 4 ,02 l6). Ketiga,p erbandingand ayat ahana erobika ntarap engikut ekstrakurikulebr olavoli denganp encaks ilat sebagabi erikut,s elisihr ata-rata (SR)- 3,255d anr entangs ignifikanstie rkecil( RSt') : 2,84. JadiS It tcbihb csar dibandingkadne nganR ST',d engand emikianH od itolak Sehinggad apatc lisirnpulkan bahwat erdapatp erbedaand ayat ahana erobika ntarap engikute kstrakurikuler bolavolid anp encaks ilat,d ayat ahana erobikp engikute kstrakurikr.rlbeorl avoli (rata-rata:3 5,375 danS Dl - 4,4130)l ebihb aikd ibandingkadne nganp engikur ekstrakurikulepre ncaks ilat( rata-rata:3 2,12 danS Dr: 4,0216

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI-IPS3 SMA Negeri 7 Malang / Irma Wahyu Wulandari

 

Perkembangan ilmu pendidikan yang begitu pesat. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia telah dilakukan oleh pemerintah dengan berbagai strategi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan perubahan kurikulum, yaitu dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau kurikulum 2004 menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran kooperatif mampu menyediakan kondisi yang menyebabkan siswa satu dengan yang lainnya saling aktif berinteraksi dan berlomba untuk meningkatkan prestasinya. Pembelajaran kooperatif mempunyai beberapa tipe, salah satunya adalah tipe TPS (Think Pair Share). Dalam pembelajaran kooperatif tipe TPS siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya. Kelompok terdiri dari beberapa siswa dengan tingkat heterogenitas. Salah satu penyebab kesulitan belajar siswa adalah cara mengajar guru tidak sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki siswa. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) sesuai untuk diterapkan pada mata pelajaran Ekonomi pokok bahasan kebijakan pemerintah di bidang fiskal dan moneter di SMA Negeri 7 Malang? (2) Bagaimanakah hasil belajar ekonomi setelah diterapkan pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) siswa kelas XI-IPS3 di SMA Negeri 7 Malang? Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dan deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 7 Malang kelas XI-IPS3 semester 1 tahun ajaran 2007/2008. Sampel penelitian terdiri dari 6 kelompok yaitu kelas XI-IPS3 sebanyak 42 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes kognitif (post-test), lembar observasi, angket minat terhadap pembelajaran kooperatif tipe TPS dan perangkat pembelajaran. Keterlaksanaan pengajaran ekonomi dengan model kooperatif tipe TPS dideskripsikan secara kualitatif. Dengan penerapan pembelajaran TPS (Think Pair Share) hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa aspek kognitif dari rata-rata sebesar 68,93 di siklus I meningkat menjadi 79,02 pada siklus II. Adapun saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya adalah: (1) Bagi guru mata pelajaran ekonomi dapat menggunakan pembelajaran TPS (Think Pair Share) untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa, (2) Penerapan pembelajaran TPS (Think Pair Share) hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan (3) Penelitian ini hendaknya dapat didteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas serta sekolah dan materi yang berbeda, (4) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan tindakan lebih dari dua siklus. Sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Assesmen kebutuhan sumber daya pelatihan dalam upaya meningkatkan ketrampilan kerja calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) di Balai Latihan Kerja Pertanian dan Pengembangan Tenaga Kerja Luar Negeri (BLKPPTKLN) Jawa Timur di Malang / Sutikno Hartono

 

Studi tentang konsepsi optika geometri siswa SMAN 5 Malang / Luluk Herawati

 

Pengaruh kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan di SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo / Najiyatul Musfiroh

 

Kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor penunjang tercapainya prestasi belajar siswa. Agar seseorang dapat belajar dengan baik, dia harus mengetahui cara-cara belajar yang efisien kemudian dipraktekkan setiap hari sampai menjadi suatu kebiasaan. Suatu kebiasaan apabila dilakukan secara efisien dan sistematis akan membantu kemudahan dalam belajar yang akhirnya dapat berpengaruh terhadap belajar. Penilaian prestasi belajar bagi siswa sangat penting, karena dapat diketahui sejauh mana taraf pengetahuan yang dicapai siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. Dalam penelitian ini, pretasi belajar yang dimaksud adalah nilai ujian tengah semester tahun pelajaran 2007/2008. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar dan kaitan keduanya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu angket dan dokumentasi. Angket untuk memperoleh data variabel bebas yaitu kebiasaan belajar di sekolah (X1) dan kebiasaan belajar di rumah (X2) sedangkan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data variabel terikat yang berupa nilai Ujian Tengah Semester mata diklat kewirausahaan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) sebagian responden memiliki kebiasaan belajar di sekolah yang cukup baik dengan persentase 58,89%, (2) sebagian responden memiliki kebiasaan belajar di rumah yang cukup baik dengan persentase 55,56% dan (3) prestasi belajar mempunyai tingkatan yang baik dengan frekuensi 33 (36,67%). Dari hasil analisis regresi linier berganda diketahui bahwa kebiasaan belajar (X) berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap prestasi belajar siswa (Y) pada mata diklat kewirausahaan di SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo. Hal ini dibuntikan dengan Sig F sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai Fhitung sebesar 50,860 nilai koefisien regresi (Multiple R) yang dimiliki adalah 0,734 dan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) yang disesuaikan adalah sebesar 0,528. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan pada siswa agar lebih memperhatikan kebiasaan belajar yang kurang sesuai, guru diharapkan dapat memberikan motivasi kepada siswa agar menanamkan kebiasaan belajar yang baik pada dirinya sendiri sehingga dapat memperoleh prestasi belajar yang optimal dan orang tua siwa hendaknya mengarahkan anaknya dalam belajar misalnya mengingatkan anaknya agar belajar tepat waktu. Selain itu orang tua juga harus berkomukasi dengan pihak sekolah mengenai perkembangan atau sikap dan kebiasaan belajar anak di sekolah.

Kearifan lingkungan dalam sastra lisan masyarakat Lereng Arjuna / Sony Sukmawan

 

Kata Kunci: kearifanlingkungan, sastralisan, ekokritiksastra Muatannilai-nilai kearifan lingkungan sebagai implikasi logis dari kodrat ekologis sastra lisan belum digarap secara memadai dan mendalam karena selama ini sastra lisan (dansastratulis) lebih dilihat secara antroposentris sebagai artefak budaya yang berpusat dan terpusat pada manusia. Akibat logisnya, nilai-nilai dan pesan moral sebagai substansi hakikat dalam sastra (lisan) cenderung dilihat, di-anggap, dan disikapi sebagai acuan standar ideal perilaku manusia dalam kehidup-annya sebagai makhluk individual dan sosial, bukan sebagai makhluk biologis, lebih-lebih sebagai makhluk ekologis. Telaah ekokritik secara sastra dan bahasa dalam penelitian ini dapat mengonstruksi paras sastra lisan (kearifan) lingkungan (MatrasastraKearifanLingkungan).Pengungkapan secara ekokritik dalam penelitian ini jugamampu menjelaskan bahwa sastra lisan, beserta kekayaan nilainya merupakan produk kreatif alam (denganberbagaimacamkehadirannya) karenamanusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalamnya (Matraa-lam/ekologis). Dengan demikian, pesan-pesan kearifan dalam sastra lisan akan menjangkau keseluruhan kehidupan di alam semesta. Perspektif etis dalam telaah ekokritik akan mendeskripsikan nilai-nilai kearifan terhadap lingkungan (Matra-Kearifanlingkungan). Orientasiteoretikekokritiksastradenganpendekatanetnografidiguna-kandalampenelitianini.Dalammemandang data, digunakanpendekatan inter-disipliner, yaitupendekatanekokritiksastra yang ditopangdanditunjangolehpende-katanbudaya, etikalingkungan, dansastralisan. Penelitianinidilakukanpadasejumlahtempatdi kawasanLerengGunung Arjuna yang meliputi beberapa desa di LerengGunungArjunadansatu (rangkai-an) tempat di situs-situskeramat yang tersebar di sepanjangjalur Utara pendakianke-puncakGunungArjuna.Seting pengumpulan data dan perekaman dilakukansecara artifisial. Perencanaan seting artifisial diawali dengan menentukanwaktuobserva-siatauperekaman. Selanjutnya, setelah tiba waktu pelaksanaan observasi dan perekaman, data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara tidakterstruktur danobservasi. Data yang terkumpuldianalisis secara etnogra-fis,dimulaidaritahapanalisistaksonomis, analisiskomponensial, analisistemakultural, dantahappenulisanetnografi. Hasilpenelitianmenunjukkanbeberapahal.Pertama, tekssastralisanmasya-rakatLerengArjunamerupakantekssastrakearifanlingkunganatausa-straekologikarenasecaratersiratmaupuntersurattelahmenghadirkan-tematentanglingkungandanmenjadikantemalingkungansebagaiorientasietis-teks.TigabelaskarakteristiktekssastrakearifanlingkungansastralisanLerengArjuna yang ditemukan, yaitu (i) deskripsi Arcadia yang terinspirasiolehmitologi yang ber-dasaratasalam, (ii) deskripsidaneksposisi yang memosisikandanmemperlaku-kansecarasamaantaraalamdanmanusia, dan(iii) deskripsibucolicsebagaipengembala yang teliti, perhatian, peka, danbertanggungjawabterhadapbina-tang piaraan-nyadansemuahal yang terkaitdenganaspekpenggembalaannya. Karakteristiklainnyaadalahadanya (iv) konsepsiIdyllssebagaigambaranpe-laksanaanadatdesasebagaiwarisannenekmoyangdanparaleluhur, yang secarakhu-susterwujuddalam ritual slametan, (v)deskripsi‘keakrabandankedekatanmistis’ antaraalamdanmanusia, (vi) Unsurgeorgicditampilkandalambentuk proses beker-jasecaraharmonisdenganalamsebagaisesuatu yang nyamansetelahmelakukan ritual membinahubungandenganrohleluhur, (vii) retreatdiwujudkandalamnarasiperjala-nan(ritual) tokohpewayangandanparacikalbakal, (viii) narasi ‘pelariandirifisik’ menuju ‘penemuandiripsikis’ melaluiparabel(perjalanantokoh) pewayangan,dan(ix) pemahlawanantokohmitologis (SemardanDewi Sri) dansosokcikalbakal, trindihukir, ataubabat alasdesasetempat. Karakteristikselanjutnyaadalah(x) gagasanapokaliptiktersimpan di balikla-tarpenamaandesa, latarpenamaansitus-situspurbakaladansituskeramatalami, serta-penamaanparabaureksadalam mantra, yang diangkatatauterinspi-rasidaripenggalan, kutipan, atausebagiankisahpewayangan, suluk, dankitabsuci, (xi) apokaliptikdiungkapkansebagaipemulihanstabilitasalammelaluitin-dakanpencegahan yang persuasif, (xii) gejalaapokaliptikmerupakansasmitaketi-dakberesanalam, dan (xiii) visidalamteksdisampaikanmelaluisesepuhdesa yang sebelumnyatelahmenjalankanlaku ritual khusus. Kedua, dalamsastralisanmasyarakatLerengArjuna, alambukanhanyahadir-secaraalami, fisikataubiologis, melainkanjugahadirdalamhabitatnya yang tidakbia-sa, yaituteksbahasa,wacana, pikiran, danpsikologi. Ketiga, kearifanmasyarakatLe-rengArjunaterhadaplingkunganmerekaterwujuddalamsikaphormatterhadapalam, sikaptanggungjawabterhadapalam, solidaritaskos-mis,sikapkasihsayangdankepedulianterhadapalam, sikaptidakmerugikanalam, danprinsiphidupsederhanadanselarasdenganalam. Berdasarkantemuanpenelitiandisarankanbeberapah-al.Dalambidangpenelitianlanjutan, penelitiselanjutnyadisarankanmengembang-kansituspeneli-tiandanmemperbanyakragamsastralisan.Dalambidangpendidikansastralisan, pene-litianinidapatdijadikanmateriperkuliahan, bahanapresiasi, model apresiasisastrali-sanpadaJurusanBahasadansastraDaerah. Dalambidangkebijakan, DirjenPendidi-kandisarankanlebihmengoptimalkanpendidikan, penelitian, dankajianterhadapteks-tekslisantradisionaldanDirjenKebudayaandisarankanmemperhatikan-secaralebihkonkretaspekpelestarian, perlindungan, danpewaris-an sastralisan.

Pengaruh strategi pembelajaran timbal balik (reciprocal teaching) terhadap prestasi belajar siswa (studi pada matadiklat ekonomi kelas XI SMK Ardjuna 01 Malang) / Andy Leta Setiawan

 

Pendidikan tidak dimaksud sekadar mencetak orang yang pandai menghafal dan berhitung, tetapi melahirkan orang-orang berpribadi matang. Pendidikan tidak hanya tempat mengasah ketajaman otak, tetapi tempat menyemai nilai-nilai dasar kehidupan guna menggapai masa depan dan hidup bermasyarakat.. Ekonomi sebagai ilmu sosial berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami gejala sosial secara sistematis merupakan integral dari kehidupan modern, bidang studi ekonomi harus lebih dipandang sebagai usaha untuk membantu proses pengkonstruksian pengetahuan dan penyadaran akan tanggung jawab siswa tentang proses pembelajaran yang dilakukannya, seperti cara memperoleh informasi, mengeksperesikan dirinya, bagaimana belajar lebih mudah dan efektif sehingga siswa memperoleh keterampilan berfikir dan termotivasi untuk menggali dan mengolah informasi serta memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan reciprocal teaching dalam pembelajaran ekonomi dimaksudkan agar dapat memenuhi harapan guru, orang tua dan pemerhati pendidikan agar siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, membentuk pemahaman yang mendasar tentang ekonomi, serta meningkatkan kerja sama kelompok, komunikasi, pola berpikir kritis terhadap ilmu ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) prestasi belajar siswa kelas XI semester I SMK Arjduna 01 Malang pada matadiklat ekonomi sebelum penerapan strategi pembelajaran timbal balik (reciprocal teaching) (2) prestasi belajar siswa kelas XI semester I SMK Arjduna 01 Malang pada matadiklat ekonomi setelah penerapan strategi pembelajaran timbal balik (reciprocal teaching) dan (3) apakah penerapan strategi pembelajaran timbal balik (reciprocal teaching) berpengaruh terhadap prestasi belajar matadiklat ekonomi siswa kelas XI SMK Arjduna 01 Malang Jenis penelitian eksperimen sebab akibat (kausalitas) dengan rancangan control group pre-test, post-test instrumen penelitian yang digunakan meliputi rancanagan pembelajaran, soal pretes dan postes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI semester I SMK Arjduna 01 Malang. Seluruh kelas XI berjumlah 90 siswa yang terdiri dari 30 siswa kelas Penjualan, 28 siswa kelas Administrasi Perkantoran dan 32 siswa kelas Akuntansi. Dalam penerapan penelitian eksperimen, dipilih dua kelas yaitu kelas Administrasi Perkantoran sebagai kelas eksperimen dan kelas Akuntansi sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data pretes menyatakan bahwa diperoleh thitung = 0, 500 dan dari tabel t diperoleh ttabel = 2,002 probabilitas (Sig.) = 0,619 dengan derajat kebebasan 28 + 32 ? 2 = 58 dan taraf signifikan 5 %. Harga thitung (0,500) < ttabel (2,002) dan nilai Sig. (0,619) > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara kemampuan awal siswa yang diajar menggunakan strategi pengajaran timbal-balik dengan kemampuan awal siswa yang diajar menggunakan kelompok belajar konvensional.Berdasarkan hasil analisis data postes diperoleh hasil thitung = 2,134; dari tabel t diperoleh ttabel = 2,002; dan harga probabilitas (Sig.) = 0,037 dengan derajat kebebasan 58 dan taraf signifikan 5 %. Nilai Sig. (0,037) < 0,05 dan harga thitung > ttabel, artinya H0 ditolak sehingga ada perbedaan antara prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan strategi pengajaran timbal-balik dengan prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan kelompok belajar biasa. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh ada perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan strategi pengajaran timbal-balik (reciprocal teaching) dengan prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan metode kelompok belajar biasa. Rata-rata prestasi belajar siswa kelas eksperimen (73,2600) lebih tinggi dari pada dengan rata-rata prestasi belajar siswa kelas kontrol (66,4959). Berdasarkan temuan di atas, saran yang dapat diberikan adalah penelitian ini adalah (1) strategi pengajaran timbal balik (reciprocal teaching) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga perlu diterapkan dalam pembelajaran dikelas sebagai variasi guru mengajar, terutama untuk materi-materi yang bersifat teori atau berupa wacana, (2) sebaiknya dalam menggunakan srategi ini, setiap siswa dapat merasakan semua peran sebagai predictor, clarifier, questioner dan summarizer sehingga siswa dapat memiliki keterampilan dari masing-masing peran, (3) guru hendaknya merancang skenario pembelajaran sesuai kemampuan siswa di kelas, agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, efisien dan berhasil,(4) guru hendaknya memberi kesempatan siswa untuk membaca materi sebelum proses pembelajaran berlangsung, agar siswa mempunyai kesiapan kognitif yang baik , sehinggadapat melakukan aktivitas pembelajaran yang meyakinkan, kritis dan kreatif dalam mengkontruksi pengetahuan baru. (5) eksperimen ini dilakukan dalam waktu yang relatif singkat dan hanya pada satu materi pelajaran sehingga perlu dilakukan pemelitian dengan perencanaan waktu yang dan materi pelajaran yang lebih banyak, agar lebih dapat meningkatkan kompetensi siswa secara maksimal.(6) Sekolah hendaknya lebih mendorong guru, untuk lebih inovatif meningkatkan dan menggunakan berbagai pnggunaan variasi strategi serta metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar sebagai sarana menunjang pembelajaran.

Penerapan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran kewirausahaan siswa kelas I Program Keahlian Teknologi Informasi SMK Muhammadiyah 3 Singosari Malang / Arief Budi Setiawan

 

Masa depan ditandai dan dibanjiri oleh informasi teknologi dan juga perubahan yang amat cepat (massif). Hal ini dikarenakan masyarakat dunia telah terjangkiti oleh revolusi di bidang ilmu, teknologi dan seni, serta arus globalisasi, sehingga menuntut kesiapan semua pihak untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Artinya kita harus mampu menghadapi masyarakat yang sangat kompleks dan global. Dalam konteks inilah pembaharuan dalam bidang pendidikan dan pembelajaran selalu dilaksanakan dari waktu ke waktu dan tak pernah henti (never ending process). Pendidikan dan pembelajaran yang kreatif merupakan contoh hasil perubahan dimaksud dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran Pendidikan merupakan salah satu faktor yang penting untuk mewujudkan cita-cita dan program pembangunan nasional secara menyeluruh, karena dalam dunia pendidikan terdapat aspek pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai subyek dan juga obyek pembangunan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I Multimedia 2 Program Keahlian Teknologi Informasi SMK Muhammmadiyah 3 Singosari Malang yang siswanya berjumlah 33 orang, teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan Observasi, Catatan lapangan, Dokumentasi, dan Tes, teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan hasil analisis. Pengecekan keabsahan data dilakukan untuk menjamin keabsahan (trustworthiness) data yang telah diperoleh peneliti dengan menggunakan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu yang meliputi: kriteria derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability) dan kepastian (confirmability) Hasil dalam penelitian ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan atau hasil belajar siswa dalam aspek kognitif setelah dilakukan dengan pendekatan berbasis masalah yaitu dari tiga siswa yang tidak tuntas belajar atau sekitar 91% dari total siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar berbasis masalah yang diukur dari rumus ketuntasan belajar turun menjadi 1 orang yang tidak tuntas belajar dengan persentase 97% dari total siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis masalah, hal ini dapat menjadi poin perhatian tersendiri untuk mengembangkan secara lebih lanjut. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) sikap peserta didik dalam pembelajaran berbasis masalah sangat positif, peserta didik berpendapat dengan pembelajaran seperti ini tugas yang diberikan oleh guru dapat terselesaikan dengan mudah dan cepat. Pada saat melakukan kerjasama terdapat kegiatan saling tukar menukar informasi sehingga pemahaman tehadap materi yang dibahas dapat lebih dipahami. (2) Aktivitas yang diberikan peserta didik terhadap pembelajaran kooperatif berbasis masalah juga sangat positif, peserta didik menyatakan senang dengan pembelajaran ini karena menuntut peserta didik untuk aktif sehingga kegiatan pembelajaran tidak membosankan, (3) aktivitas peserta didik juga cenderung meingkat melalui pembagian tugas dan tanggung jawab dari mulai mencari literatur sampai penyajian hasil laporannya. Dengan pembelajaran seperti ini dapat menimbulkan rasa saling membutuhkan, saling menyayangi, dan saling tenggang rasa diantara sesamanya, (4) Hasil belajar peserta didik dalam ranah kognitif dalam pembelajaran ini terlihat baik dan meningkat. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah (1) Bagi SMK Muhammadiyah 3 Singosari Malang perlu meningkatkan sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung efektivitas penerapan pembelajaran berbasis masalah yaitu berupa pengadaan ruang laboratorium bagi tiap-tiap program keahlian dan penambahan buku literatur guna mempermudah peserta didik dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas, (2) Bagi guru, pembelajaran berbasis masalah dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan dalam praktik pembelajaran di kelas, (3) Bagi peserta didik, pada saat pembelajaran berbasis masalah diterapkan, perlu meningkatkan keberanian dalam mengajukan pertanyaan maupun berargumentasi guna lebih memahami terhadap materi yang dipelajari, (4) Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang pendekatan pembelajaran berbasis masalah pada pengajaran mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lainnya di tempat yang berbeda untuk lebih mengembangkan hasil dari pendekatan pembelajaran ini.

Penerapan model pembelajaran problem solving untuk meningkatkan prestasi belajar mata diklat kewirausahaan di SMK Ardjuna 01 Malang / Rika Selviana

 

Dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah jenis pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran. Pendekatan yang cenderung menempatkan peserta didik sebagai penerima informasi (pasif) dan guru sebagai pemberi informasi dapat meminimalkan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran. Berdasarkan observasi awal di SMK Ardjuna 01 Malang, pendekatan metode pembelajaran yang digunakan masih cenderung pada metode ceramah dan pemberian tugas. Metode pembelajaran tersebut kurang dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik terutama pada mata diklat Kewirausahaan. Penelitian dengan penerapan model pembelajaran problem solving ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik. Karena dalam model pembelajaran ini lebih menekankan kemampuan peserta didik dalam menghadapi masalah dan menentukan penyelesaian masalah. Peserta didik di pacu untuk kreatif, aktif dan tanggap terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan mata diklat Kewirausahaan. Sedangkan guru memotivasi, memberikan arahan, dan menjadi fasilitator. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) penerapan model pembelajaran problem solving di SMK Ardjuna 01 Malang; (2) peningkatan prestasi belajar mata diklat Kewirausahaan di SMK Ardjuna 01 Malang; (3) hambatan-hambatan yang muncul selama diterapkannya model pembelajaran problem solving di SMK Ardjuna 01 Malang; (4) tanggapan/ respon siswa terhadap model pembelajaran problem solving di SMK Ardjuna 01 Malang Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian dilakukan dalam konteks kelas yang bertujuan untuk melaksanakan perbaikan-perbaikan dalam hal penyempurnaan kegiatan belajar-mengajar guru di kelas. Sehingga dapat meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar peserta didik, Pendekatan yang penulis gunakan adalah pendekatan kualitatif yang dirancang dalam dua siklus kegiatan. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/ observasi dan refleksi. Kegiatan pada siklus I berupa pemberian tes awal kepada siswa (pre-test), yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa, adanya pengelompokan kelas menjadi 6 kelompok, mengadakan diskusi pemecahan masalah, presentasi dan tanya jawab, serta memberikan tes evaluasi di akhir siklus (pos-test). Subyek/ sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 2 Administrasi Perkantoran yang berjumlah 28 peserta didik pada mata diklat Kewirausahaan, sedangkan tekhnik analisis data dalam penelitian ini yaitu, untuk aspek kognitif (peningkatan prestasi belajar) dan aspek afektif dianalisis dengan membandingkan rata-rata skor tes sebelum diberi tindakan dengan rata-rata skor tes setelah diberi tindakan (baik pada siklus I maupun siklus II). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa prestasi belajar peserta didik ditinjau dari segi aspek kognitif dan aspek afektif pada pembelajaran model problem solving mengalami peningkatan, yaitu (1) peningkatan prestasi belajar aspek kognitif peserta didik kelas 2 Administrasi Perkantoran dibuktikan melalui peningkatan rata-rata pos test siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata pos test siklus I yang diperoleh peserta didik adalah 70,2 dengan 18 peserta didik mendapat nilai di atas rata-rata dan 12 peserta didik mendapat nilai di bawah rata-rata. Sedangkan siklus II nilai rata-rata pos test peserta didik adalah 81,8 dengan 21 peserta didik mendapat nilai di atas rata-rata dan 9 peserta didik mendapat nilai di bawah rata-rata; (2) peningkatan prestasi belajar peserta didik dari aspek afektif dapat dianalisa dari jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus 1 sebanyak 15 siswa (54%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar 13 siswa (46%). Sedangkan Pada siklus 2 jumlah siswa yang dikategorikan tuntas belajar sebanyak 25 siswa (89,3%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar 3 siswa (10,7%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar ditinjau dari aspek afektif dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan 35,3% Saran dalam kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut, (1) kepada guru mata diklat Kewirausahaan SMK Ardjuna 01 Malang, disarankan untuk mencoba menerapkan pembelajaran model problem solving, dikarenakan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan pembelajaran problem solving; (2) untuk peserta didik agar mengeluarkan pendapat serta membiasakan diri untuk percaya diri, sehingga pada waktu proses pembelajaran dan kegiatan presentasi kelompok, peserta didik dapat aktif dalam mengungkapkan pendapat; (3) peserta didik juga diharapkan lebih mempersiapkan kelengkapan pembelajaran, seperti buku pelajaran dan LKS, sehingga dapat memudahkan guru dalam memulai pelajaran, dan waktu yang digunakan dapat berjalan secara efektif dan efisien; (4) peserta didik diharapkan untuk lebih meningkatkan kerjasama dalam diskusi kelompok dan presentasi pemecahan masalah; (5) peserta didik juga diharapkan lebih meningkatkan lagi prestasi belajar mereka, meskipun dalam penelitian prestasi belajar peserta didik telah mengalami ketuntasan belajar melebihi dari standart yang telah ditentukan oleh sekolah 7.00 untuk mata diklat Kewirausahaan.

Pengaruh perlengkapan kantor dan tata ruang kantor terhadap semangat kerja pegawai (studi pada Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo) / Nidya Errizandhi

 

ABSTRAK Errizandhi, Nidya. 2007. Pengaruh Perlengkapan Kantor dan Tata Ruang Kantor terhadap Semangat Kerja Pegawai (Studi Pada Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran S-I Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sarbini, (2) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si. Kata Kunci: Perlengkapan Kantor, Tata Ruang Kantor, Semangat Kerja Perlengkapan kantor merupakan salah satu hal yang turut menentukan lancar tidaknya suatu aktivitas pada suatu instansi dalam mencapai tujuan demikian juga dengan tata ruang kantor, dengan adanya pengaturan ruang kantor yang baik akan mendorong pegawai beraktivitas dengan baik serta tercipta semangat kerja yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi obyektif perlengkapan kantor, tata ruang kantor dan semangat kerja pegawai pada kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo, serta menganalisis secara parsial dan simultan pengaruh perlengkapan kantor dan tata ruang kantor terhadap semangat kerja pegawai. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Korelasional, data yang diperoleh menggunakan angket, dokumentasi, wawancara, dan observasi. Instrument penelitian menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang teruji. Meski demikian uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Populasi dalam penelitian adalah seluruh karyawan Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo yang berjumlah 57 orang. Sedangkan sampelnya diambil 36 orang pegawai. Analisis data menggunakan bantuan SPSS 13.00 for windows. Dari analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut; (a) perlengkapan kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo ada dalam keadaan baik, terbukti 58,3% responden menyatakan sangat baik, 11,1% responden menyatakan baik dan 30,6% responden menyatakan kurang baik, dengan skor rata-rata 59,97% yang artinya kondisi perlengkapan kantor yang terdapat pada kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Krtas Leces (Persero) Probolinggo dalam keadaan baik; (b) tata ruang kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas leces (Persero) Probolinggo ada dalam keadaan baik, terbukti 50% responden menyatakan sangat baik, 44,4% responden menyatakan baik dan 5,6% responden menyatakan kurang baik, dengan skor rata-rata 73,11% yang artinya kondisi tata ruang kantor yang terdapat pada kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo dalam keadaan baik; (c) Semangat kerja pegawai di kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo ada dalam keadaan baik, terbukti 44,5% responden menyatakan sangat baik, 52,8% responden menyatakan baik dan 2,8% responden menyatakan kurang baik, dengan skor rata-rata 56,61% yang artinya kondisi semangat kerja pegawai yang terdapat pada kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo dalam keadaan baik; (d) secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara perlengkapan kantor dengan semangat kerja pegawai terbukti Sig t (0,680) > (0,050); (e) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara tata ruang kantor dengan semangat kerja pegawai terbukti Sig t (0,000) > (0,050); (f) secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara perlengkapan kantor dan tata ruang kantor dengan semangat kerja pegawai terbukti Sig F (0,000) > (0,050) dan Adjusted R Square 0,589. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa kondisi perlengkapan kantor, tata ruang kantor dan semangat kerja pegawai di kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo dalam keadaan baik, sehingga saran yang dapat diberikan adalah; (1) meskipun perlengkapan kantor dan tata ruang kantor mempunyai pengaruh yang signifikan, hendaknya pimpinan tetap mempertahankan keadaan kantor, dengan menyediakan perlengkapan kantor dan manata tata ruang kantor dengan baik sehingga pegawai senang dalam melakukan pekerjaan dan mempunyai semangat kerja yang lebih baik; (2) diharapkan pegawai juga ikut serta dalam menjaga dan merawat peralatan dan perabotan kantor agar dapat digunakan untuk bekerja serta menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja maupun dengan pimpinan.

Pengembangan media pembelajaran kimia berbasis komputer untuk materi minyak bumi dan gas alam / Galuh Mahardika

 

Kemajuan teknologi membawa pengaruh yang besar dalam bidang pendidikan. Komputer sebagai produk yang dihasilkan dari perkembangan teknologi, sangat membantu dunia pendidikan, baik dalam bidang administrasi maupun pembelajaran. Guru sangat berpengaruh dalam melaksanakan pendidikan dan pembelajaran kepada siswa. Oleh karena itu guru harus dapat membantu siswa dalam belajar. Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan sarana belajar yang tepat bagi siswa. Guru dapat menyediakan media pembelajaran dengan komputer sebagai alat bantu pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menghasilkan media pembelajaran berbasis komputer untuk materi minyak bumi dan gas alam yang sesuai dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SMA, (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis komputer yang telah dikembangkan untuk pembelajaran kimia di SMA kelas X. Pengembangan media pembelajaran minyak bumi dan gas alam ini dilakukan menurut rancangan pengembangan Dick and Carrey dengan beberapa penyesuaian. Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) mengidentifikasi tujuan umum pengembangan media, (2) melaksanakan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa, (4) merumuskan tujuan performansi, (5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, (6) mengembangkan dan memilih material pengajaran, (7) mendesain dan melaksanakan uji kelayakan, (8) merevisi bahan pembelajaran (media pembelajaran). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data validasi pada penelitian ini adalah angket/kuesioner. Uji validasi ada 2, yaitu validasi isi dan uji kelayakan. Validator isi dipilih dari 2 dosen jurusan kimia yang ahli isi, sedangkan uji kelayakan melibatkan 3 orang guru kimia SMA. Pengumpulan data diambil setelah paket program komputer yang dibuat telah selesai disusun. Hasil penelitian pengembangan ini adalah media pembelajaran Minyak Bumi dan Gas Alam berbentuk CD. Media ini terdiri dari 6 bagian yaitu (1) pendahuluan, (2) materi, (3) peta konsep, (4) identitas materi, (5) latihan soal, (6) soal tes. Hasil validasi media ini mencapai tingkat validasi 79,44% yang berarti bahwa secara isi media ini telah layak digunakan sebagai bagian perangkat pembelajaran untuk mengajarkan Minyak Bumi dan Gas Alam di SMA Kelas X. Walaupun demikian, efektivitas penggunaan media ini masih perlu diteliti lebih lanjut melalui kegiatan implementasi di kelas.

Antusiasme belajar anak jalanan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (Studi pada anak jalanan binaan Sanggar Kegiatan Serikat Pengamen Jalanan Malang) / Ary Makani

 

Kata-kata Kunci : antusiasme belajar anak jalanan, pendidikan nonformal Penelitian ini dilatarbelakangi keadaan anak jalanan yang ada di Sanggar Kegiatan Serikat Pengamen Jalanan Malang yang menggambarkan tentang antusiasme belajar anak jalanan yang masih duduk dibangku sekolah. Ternyata diantara sekian banyaknya anak jalanan, masih ada yang mempunyai harapan dan keinginan untuk belajar dan sekolah, tetapi kesempatan dan keadaanlah yang membuat mereka tidak bisa merasakan kenyamanaan seperti anak-anak seusia mereka, malah harus berada dijalanan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka masih punya semangat belajar yang tinggi, hal ini terlihat dengan begitu rajinnya mereka datang ke sanggar kegiatan walaupun fasilitas dan tempat untuk mereka belajar sangat terbatas. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah:(1) untuk memperoleh gambaran wujud antusiasme belajar anak jalanan (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi antusiasme belajar anak jalanan, (3) untuk memperoleh gambaran pelayanan sanggar kegiatan terhadap antusiasme belajar anak jalanan, dan (4) untuk mengetahui dampak antusiasme belajar anak jalanan Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu ; 1) wawancara mendalam, 2) observasi, dan 3) studi dokumentasi. Selain itu sumber data pendukung diperoleh dari pimpinan/penaggung jawab kegiatan, para pendamping/tutor dan anak jalanannya sendiri. Analisis data dilakukan dengan tiga alur kegiatan analisis yang memungkinkan data menjadi bermakna yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa 1) kegiatan yang dilaksanakan untuk anak jalanan adalah kegiatan rutin seperti bimbingan belajar gratis, kesenian, SAR dan ada kegiatan keagamaan seperti pengajian yang dilaksanaakan pada hari tertentu dengan kata lain dalam hal membantu mereka belajar karena anak-anak jalanan itu sendiri yang menentukan apa yang ingin mereka pelajari seperti konsep pendidikan non formal, 2) faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah ; anak jalanan merasa senang dengan cara belajar yang santai, masih bisa bekerja sambil belajar, ingin mempunya kegiatan seperti teman-teman sebaya mereka yang lebih beruntung, mendapatkan perhatian dengan adanya para pendamping untuk membantu mereka belajar, ada fasilitas berupa buku-buku dan ada tempat yang disediakan, dan dukungan masyarakat sekitar. kegiatan bimbingan belajar dilakukan sesuai dengan kebutuhan mereka dan dilakukan dengan rasa kasih sayang, suasana santai dan penuh perhatian serta disesuikan dengan kondisi anak jalanan (WB). 3) gambaran pelayanan sanggar kegiatan terhadap antusiasme anak jalanan adalah ; dengan kondisi keterbatasan sarana dan prasarana yang digunakan yang sangat terbatas tidak mengurangi antusiasme belajar mereka karena terkesan tidak dipaksakan,justru lebih memacu mereka tetap antusias untuk belajar karena masih ada tutor/pendamping yang siap melayani kebutuhan belajar anak jalanan. Respon dari anak jalanan yang cukup baik dalam menerima program dan respon orang tua dan masyarakat sekitar yang cukup baik dalam mendukung kebeadaan Sanggar Kegiatan Serikat Pengamen Jalanan Malang (SPJM) di dalam menjalankan programnya. 4) dampak antuisasme balajar anak jalanan adalah ada perubahan yang bersifat positif seperti lebih rajin mencari tahu dengan cara membaca buku-buku, memperhatikan kebersihan diri dan lingkungannya, dan adanya dukungan dari orang tua dengan ikut serta memperhatikan anak-anaknya karena ada yang membantu mengarahkan dan mendidik serta adanya dukungan dari masyarakat. Negatifnya; Lokasi sanggar yang tidak strategis sangat mengganggu aktivitas warga, karena ruang belajar yang terbatas sehingga beberapa anak harus belajar di halaman dan halaman tersebut di pakai juga sebagai jalan umum warga untuk melakukan aktivitasnya.Masih ada beberapa anak jalanan yang tingkah lakunya mengganggu ketenangan warga sekitar tempat kegiatan. Berdasarkan temuan penelitian, disampaikan beberapa saran sebagai berikut: 1) menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait agar bisa mendukung kegiatan yang ada sehingga fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan anak-anak jalanan bisa terpenuhi. 2) jumlah tenaga pendamping/tutor supaya ada penembahan sehingga pendampingan yang dilakukan dapat maksimal dan dapat menjawab kebutuhan belajar anak-anak jalanan. 3) kegiatan yang sudah ada supaya tetap dipertahankan dan ditingkatkan lagi dalam melaksanakannya, agar anak-anak jalanan benar-benar mendapatkan manfaatnya. 4) meningkatkan suasana kenyamanan dan kedamaian bagi anak-anak jalanan, supaya anak-anak jalanan lebih rajin dan antusias dalam belajar. 5) bersikap lebih terbuka dalam menerima masukan dari pihak-pihak lain, supaya Sanggar Kegiatan dapat berkembang dengan baik lagi.

Keefektifan teknik pengelolaan diri untuk meningkatkan disiplin belajar siswa SMAN 4 Kediri / Rina Herira

 

Kata kunci: pengelolaan diri, disiplin belajar, siswa SMA Disiplin belajar bagi siswa akan meningkatkan ketekunan serta memperbesar kemungkinan siswa untuk berkreasi dan berprsestasi, sedangkan siswa yang tidak disiplin belajar, akan membuat mereka menjadi siswa yang lamban dalam menangkap pelajaran yang diajarkan, menjadi kurang semangat dalam belajar, dan membuat siswa mengalami kesulitan dalam mengikuti proses belajar, kurangnya disiplin belajar juga terjadi pada siswa di SMAN 4 Kediri sehingga berakibat pada pencapaian prestasi belajar yang kurang memuaskan. Siswa yang tidak disiplin belajar memerlukan teknik pengelolaan diri, agar mereka lebih disiplin dalam belajar. Teknik pengelolaan diri adalah teknik pengubahan perilaku yang dalam prosesnya konseli mengarahkan perubahan perilakunya sendiri dengan suatu teknik atau kombinasi teknik teurapetik. Pengatasan masalah tersebut memerlukan bantuan yang efektif dari konselor dan peneliti untuk meningkatkan disiplin belajar siswa kelas X SMAN 4 Kediri melalui teknik pengelolaan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan teknik pengelolaan diri terhadap peningkatan disiplin belajar siswa kelas X SMAN 4 Kediri. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu (quasi experiment design). Desain eksperimen semu yang digunakan adalah One Group Pretest and Posttest design. Teknik pengumpulan data menggunakan skala disiplin belajar yang dibuat sendiri oleh peneliti yang dilengkapi dengan observasi. Analisis data menggunakan statistik inferensial non parametrik, yaitu uji beda two related samples tests Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat disiplin belajar siswa sebelum dan sesudah pelatihan pengelolaan diri pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pengelolaan diri efektif untuk meningkatkan disiplin belajar siswa SMAN 4 Kediri. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji beda yang menunjukkan Z = -2.366a dengan p= 0,018< 0,05. Berdasarkan hasil temuan, disarankan: (1) konselor dapat membantu siswa untuk meningkatkan disiplin belajar dengan menggunakan teknik pengelolaan diri, sehingga disiplin belajar siswa dapat meningkat, (2) peneliti selanjutnya hendaknya melakukan eksperimen dengan kelompok kontrol sehingga hasilnya lebih meyakinkan.

Kajian tentang kesulitan belajar siswa kelas XI IPA SMAN 7 Malang dalam menyelesaikan soal-soal laju reaksi / Dwi Cahyu Agestiani

 

Karakteristik ilmu kimia memiliki peranan sangat penting dalam pembelajaran kimia dan penilaian hasil belajar kimia sebagai produk dan proses. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan pengajaran kimia yaitu memperoleh pemahaman yang tahan lama, mengembangkan kemampuan mengenal dan memecahkan masalah, mengembangkan keterampilan proses dan sikap ilmiah maka terlebih dahulu dilakukan kajian kesulitan belajar siswa dalam mempelajari ilmu kimia. Hal ini dikarenakan sifat dari konsep-konsep ilmu kimia yang secara umum abstrak menjadi salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab ketidakmampuan siswa dalam memahami materi kimia. Materi laju reaksi merupakan salah satu materi yang memuat banyak konsep abstrak dan konsep konkrit. Kesulitan memahami suatu konsep dapat menimbulkan kesulitan dalam memahami konsep-konsep lain yang berkaitan sebab suatu konsep kimia yang kompleks hanya dapat dikuasai jika konsep-konsep yang mendasar ikut dalam pembentukan konsep telah benar-benar dikuasai dan dipahami. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat kesulitan belajar siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal-soal laju reaksi serta mengetahui letak kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal-soal laju reaksi tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan populasi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Malang tahun ajaran 2007/2008. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 125 siswa. Sampel penelitian diambil secara random dan didapatkan 2 kelas yaitu kelas XI IPA 1 dan XI IPA 3 yang berjumlah 83 siswa. Instrumen penelitian ini berupa tes obyektif terdiri dari 34 soal pilihan ganda dengan lima item jawaban. Sebelum digunakan, instrumen diujicobakan pada siswa kelas XII IPA 3 SMA Negeri 7 Malang. Berdasarkan hasil ujicoba instrumen penelitian termasuk valid dan didapatkan reliabilitas yang tinggi yaitu sebesar 0,7533. Analisis data dilakukan dengan cara membandingkan banyaknya siswa yang menjawab salah tiap indikator dengan jumlah sampel dan dihitung persentasenya. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata persentase kesalahan siswa dalam menjawab pertanyaan diperoleh data 38,9% siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar laju reaksi dan 41,4% siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal hitungan laju reaksi. Dari kedua persentase tersebut dapat diuraikan dalam setiap indikator yaitu: (1) dalam memahami konsep dasar laju reaksi: (a) 6,8% siswa mengalami kesulitan dalam menuliskan definisi laju reaksi, (b) 46,4% siswa mengalami kesulitan dalam menyimpulkan pengaruh konsentrasi, suhu, katalis, dan luas permukaan bidang sentuh pada laju reaksi berdasarkan data hasil pengamatan, (c) 74,5% siswa mengalami kesulitan dalam menjelaskan pengertian orde reaksi dari suatu persamaan laju reaksi, dan (d) 28% siswa mengalami kesulitan dalam menggambarkan kecenderungan orde reaksi, (2) dalam menyelesaikan soal-soal hitungan laju reaksi: (a) 50% siswa mengalami kesulitan dalam merumuskan persamaan laju reaksi berdasarkan data konsentrasi versus laju reaksi, (b) 48,3% siswa mengalami kesulitan dalam menyimpulkan pengaruh konsentrasi, suhu, katalis, dan luas permukaan bidang sentuh pada laju reaksi berdasarkan data hasil pengamatan, (c) 41,7% siswa mengalami kesulitan dalam menjelaskan pengertian orde reaksi dari suatu persamaan laju reaksi, dan (d) 25,5% siswa mengalami kesulitan dalam menentukan persamaan laju reaksi dengan metode laju reaksi awal.

Identifikasi pemahaman konsep larutan asam basa melalui gambar mikroskopik pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang / Iska Meylindra

 

Kata kunci: pemahaman konsep, gambaran mikroskopik, larutan asam basa. Salah satu tujuan pengajaran kimia di SMA/MA adalah peserta didik dapat memahami konsep-konsep, prinsip, teori kimia dan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi. Untuk menyelesaikan masalah dalam kimia dibutuhkan pemahaman konsep yang tepat. Konsep kimia sebagian besar memiliki sifat abstrak dan berjenjang. Larutan asam basa merupakan salah satu konsep dasar kimia bersifat abstrak yang membutuhkan pemahaman sampai tingkat mikroskopik. Gambaran mikroskopik digunakan untuk membantu siswa memahami konsep abstrak. Pembelajaran kimia umumnya lebih menekankan pemahaman konsep tingkat makroskopik dan simbolik sedangkan pemahaman tingkat mikroskopik jarang dikaitkan dalam setiap konsep yang diajarkan. Hal ini sesuai dengan pembelajaran kimia di SMA Negeri 5 Malang yang menekankan pada pemahaman makroskopik, simbolik dan algoritmik. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengidentifikasi pemahaman konsep larutan asam basa melalui gambaran mikroskopik tentang asam basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, pasangan asam basa konjugasi dan Lewis, larutan asam poliprotik, larutan asam basa berdasarkan derajat ionisasi (α), hasil reaksi netralisasi asam kuat dan basa kuat; (2) mengidentifikasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pemahaman konsep larutan asam basa melalui gambaran mikroskopik; dan (3) mengidentifikasi pemahaman konsep asam basa melalui gambaran mikroskopik yang mudah dan sulit serta penyebab kesulitan tersebut bagi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2012/2013. Sampel penelitian adalah 33 siswa kelas XI IPA 3 yang dipilih secara teknik sampling kelompok (cluster). Instrumen yang digunakan berupa soal tes objektif dengan 5 alternatif jawaban sebanyak 21 soal dan pedoman wawancara. Soal yang digunakan sebagai instrumen memiliki validitas isi sebesar 84,92% dan reliabilitas sebesar 0,767. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemahaman konsep siswa mengenai larutan asam basa melalui gambaran mikroskopik berdasarkan tes tergolong cukup (64,29%) yang terdiri dari asam basa: Arrhenius tergolong baik (79,39%), Bronsted-Lowry dan pasangan asam basa konjugasi tergolong baik (71,52%), Lewis tergolong kurang (54,54%), asam poliprotik tergolong cukup (62,12%), asam basa berdasarkan derajat ionisasi (α) tergolong cukup (60,60%), reaksi netralisasi asam kuat dan basa kuat tergolong cukup (57,58%); (2) kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pemahaman konsep larutan asam basa melalui gambaran mikroskopik kemungkinan disebabkan karena siswa: (a) menganggap asam lemah atau basa lemah dalam air akan terionisasi sebagian tetapi molekul yang terionisasi lebih banyak, (b) sulit membedakan antara asam basa Bronsted-Lowry dengan asam konjugasi-basa konjugasi Bronsted-Lowry dan menentukan asam basa Lewis sama dengan menentukan asam basa Bronsted-Lowry, (c) menganggap bahwa tidak terdapat molekul asam lemah poliprotik pada tahap ionisasi setelah ionisasi pertama, (d) tidak memahami derajat ionisasi dengan benar, (e) menganggap molekul air sebagai pelarut sama dengan molekul air hasil reaksi dan menganggap jika salah satu asam atau basa berlebih maka hasil reaksi hanya terdapat ion pembentuk garam dengan salah satu ion berlebih tanpa terdapat ion H+ atau OH- yang berlebih; (3) sub konsep asam basa Arrhenius cenderung paling mudah dipahami oleh 62,5% siswa melalui gambaran mikroskopik dan (4) sub konsep asam basa Lewis cenderung paling sulit dipahami oleh 62,5% siswa melalui gambaran mikroskopik dengan alasan: (a) konsepnya sulit, (b) sulit membedakan asam Lewis dan basa Lewis serta sering terbalik dengan asam basa Bronsted-Lowry, (c) gambaran mikroskopiknya rumit sehingga sulit menentukan asam basa Lewis, dan (d) tidak memahami tentang perpindahan elektron dalam asam basa Lewis.

Sifat organoleptik tortilla chips dengan perlakuan penggunaan susu yang berbeda (susu sapi, susu kambing dan susu kedelai) / Erika Widyaningrum

 

Isolasi dan identifikasi komponen minyak atsiri mint dari mentha arvensis var. Javanica / Anissa Yustisia

 

Indonesia memiliki kekayaan alam yang salah satunya berupa rempah-rempah yang umumnya dimanfaatkan di bidang kuliner. Dengan perkembangan jaman, beberapa rempah-rempah yang telah diketahui khasiatnya mulai diaplikasikan ke beberapa bidang lainnya. Salah satu rempah-rempah yang mudah tumbuh di Indonesia adalah tanaman mint. Tanaman ini memiliki efek menyegarkan sehingga pemanfaatannya tidak terbatas dibidang kuliner, namun juga sebagai bahan tambahan obat-obatan. Walaupun memiliki banyak manfaat, tidak semua tanaman mint diketahui kandungan kimianya karena tanaman mint memiliki ± 2300 jenis. Mentha arvensis var. javanica adalah salah satu tanaman mint yang tumbuh di Indonesia namun pemanfaatannya masih jarang dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan isolasi minyak atsiri dari mentha arvensis var. javanica dan mengidentifikasi 10 kandungan utama senyawa penyusun minyak atsiri tersebut. Penelitian ini bersifat eksperimen laboratoris. Penelitian dilakukan pada bulan Pebruari-Mei 2006 bertempat di laboratorium Universitas Negeri Malang dan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan pemilihan tanaman mint yang seragam, yaitu dengan panjang sampai 5 tingkat daun dari ujung batang. Setelah mendapatkan sampel yang memenuhi persyaratan tersebut, sampel dibagi menjadi tiga bagian, dimana bagian I langsung diisolasi, bagian II dan III disimpan dalam keadaan terbuka dan tidak terkena sinar matahari secara langsung selama 2 dan 5 hari sejak pemetikan. Isolasi dilakukan dengan menggunakan metode destilasi uap-air. Minyak atsiri yang didapatkan dari hasil destilasi kemudian dihitung rendemennya dan diidentifikasi dengan menggunakan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrofotometer). Hasil isolasi 1000 gram sampel untuk menghasilkan minyak atsiri mint pada penyimpanan selama 0 hari, 2 hari, dan 5 hari berturut-turut adalah 0,51 mL; 0,7 mL; 1,11 mL. Dari ketiga perlakuan berbeda pada sampel tersebut, maka untuk mendapatkan minyak atsiri dengan hasil yang maksimum sebaiknya dilakukan penyimpanan tanaman mint selama 5 hari pada udara terbuka dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Identifikasi kandungan minyak atsiri dilakukan dengan menganalisa 10 puncak terbesar pada spektrum GC-MS adalah 2-metil-5-(1-metiletilen)-2-sikloheksen-1-on = 64,00%; piperitenon oksida = 16,96%; limonena = 8,61%; karyofilen oksida = 2,75%; -bourbonena = 2,58%; trans-karyofilena = 1,32%; -mirsena = 1,06%; nonanal = 1,08%; 7-metil-3-metilen-1,6,9-dekatriena = 0,93%; p-2-menthen-1-ol = 0,69%.

Pengembangan sumber belajar interaktif berbasis quantum teaching pada pokok bahasan perangkat lunak pengolah angka siswa kelas XI SMAN 1 Talun / Rio Kurnia Ramada

 

Kata Kunci: Sumber belajar interaktif, Model pembelajaran Quantum Teaching, Pokok bahasan perangkat lunak pengolah angka, Peran seorang pengajar dalam menuntun siswa memahami langkah demi langkah penggunaan perangkat lunak pengolah angka sangatlah penting. Namun, dengan karakter masing-masing pelajar yang berbeda-beda berdampak pada lamanya proses pembelajaran karena menunggu sala h satu siswa yang belum paham mengenai materi yang bersangkutan. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibutuhkan sebuah sumber belajar alternatif dengan model pembelajaran yang dapat memudahkan proses terbentuknya pengetahuan pada siswa sehingga mahir dalam menggunakan perangkat lunak pengolah angka. Salah satu solusi pengembangan media alternatif tersebut dapat diwujudkan dengan memanfa atkan sumber belajar interaktif yang menerapkan metode pembelajaran Quantum Teaching. Dalam membangun sumber belajar interaktif berbasis Quantum Teaching pada pokok bahasan perangkat lunak pengolah angka menggunakan dua model pengembangan yakni model pengembangan Dick & Carey dan model pengembangan ADDIE yang dimodifikasi sesuai kebutuhan yang menghasilkan Sumber Belajar Interaktif Berbasis Quantum Teaching Pada Pokok Bahasan Perangkat Lunak Pengolah Angka Siswa Kelas XI SMAN 1 Talun. Produk yang dihasilkan dalam penelitian pengembangan ini berupa sumber belajar interaktif yang dipadukan dengan metode pembelajaran Quantum Teaching sebagai strategi dalam penyampaian materi pelajaran . Sumber belajar interaktif berbasis Quantum Teaching dapat membantu guru dalam membimbing siswa memahami materi perangkat lunak pengolah angka dan mempermudah siswa dalam menangkap materi pelajaran tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penelitian dan pengembangan menghasilkan produk sumber belajar interakt if berbasis Quantum Teaching pada pelajaran TIK untuk siswa SMAN 1 Talun kelas XI pada materi perangkat lunak pengolah angka. Hasil penelitian dan pengembangan tersebut menunjukkan bahwa sumber belajar interaktif berbasis Quantum Teaching termasuk dalam kualifikasi valid dan kriteria layak digunakan dalam pembelajaran.

Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap audit delay (Studi empiris perusahaan real estate property yang terdaftar di BEI tahun 2008-2009) / Ranny Kartika Sari

 

Kata kunci: audit delay, ukuran perusahaan, lama menjadi klien KAP,laba atau rugi, ukuran KAP Ketepatan waktu merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan nilai laporan keuangan dan merupakan salah satu indikator yang digunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan.Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan, lamanya menjadi klien KAP, laba/rugi, dan ukuran KAP secara parsial terhadap audit delay . Populasi yang digunakan dalam penelitian ini ada 102 perusahaan berasal dari perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEI tahun 2008 dan 2009 . Total sampel yang ada pada penelitian ini berjumlah 19 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling,Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji asumsi klasik dan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa faktor ukuran perusahaan dengan nilai 0.040 berpengaruh signifikan terhadap audit delay. ukuran KAP sebesar 0.047 berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Sedangkan lama menjadi klien KAP dengan nilai 0.323 tidak berpengaruh terhadap audit delay, dan laba/rugi sebesar 0.565 juga tidak berpengaruh terhadap audit delay. Dari hasil analisis ukuran perusahaan dan ukuran KAP merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Sedangkan faktor lamanya menjadi klien KAP dan laba/rugi tidak berpengaruh terhadap audit delay. Secara berurutan, faktor yang paling dominan hingga yang tidak dominan adalah ukuran perusahaan, ukuran KAP, lamanya menjadi klien KAP, dan laba/rugi. Dianjurkan untuk penelitian selanjutnya bisa menambah faktor lain yang mempengaruhi audit delay , menambahkan perusahaan, dan tahun yang akan diteliti agar terlihat komparabilitas antara perusahaan satu dengan yang lain dengan industri yang sama atau yang berbeda.

Defragmenting proses berpikir melalui pemetaan kognitif (cognitive mapping) untuk memperbaiki kesalahan siswa dalam memecahkan masalah proporsi / Ringki Agustinsa

 

Agustinsa, Ringki. 2014. Defragmenting Proses Berpikir Melalui Pemetaan Kognitif (Cognitive Mapping) Untuk Memperbaiki Kesalahan Siswa Dalam Memecahkan Masalah Proporsi . Tesis, Jurusan Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subanji, M.Si. (II) Dr. Sisworo, M.Si. Kata kunci: Defragmenting, Pemetaan Kognitif, Kesalahan Siswa, Masalah Proporsi Rasio dan proporsi merupakan topik yang penting dalam matematika (Chaim, Yaffa & Bat-Sheva, 2007) dan merupakan konsep yang mendasar dalam kurikulum matematika (Confrey dan Smith, 1995; Nabor, 2003). Namun beberapa penelitian telah menyorot bahwa siswa mengalami kesulitan menyelesaikan masalah proporsi (Sing, 2000) sehingga banyak peneliti tertarik mengkaji topik ini (Hilton, Mia & Geoff, 2012; Ledesma, 2011; Hines dan McMahon, 2005; Christou dan George, 2002; Hardi, Bambang & Ade, 2010). Untuk memperbaiki kesalahan siswa dalam memecahkan masalah proporsi ini perlu dilakukan penataan (defragmenting) proses berpikir sehingga menjadi proses berpikir yang benar. Dalam penelitian ini nantinya penataan (defragmenting) proses berpikir siswa akan dikaji melalui pemetaan kognitif (cognitive mapping). Untuk melihat kesalahan siswa dan melakukan defragmenting yaitu dengan cara memberikan masalah proporsi soal A. Selanjutnya untuk melihat keefektifan defragmenting, dilakukan dengan memberikan masalah proporsi soal B. Penelitian ini dilakukan pada Siswa kelas VII SMP N 1 Kota Batu yang sudah menempuh materi perbandingan. Pengambilan data dilakukan dengan metode think-out-loud (TOL) atau sering disebut think aloud. Dalam metode (TOL), siswa diminta untuk mengungkapkan dengan keras apa yang sedang dipikirkan ketika mengerjakan masalah yang diberikan. Data yang diperoleh kemudian dikodekan dan dijadikan dasar untuk menggambarkan proses defragmenting yang dilakukan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kesalahan siswa dalam memecahkan masalah proporsi berdasarkan aktivitas problem solving diawali dengan kesalahan siswa dalam proses memahami masalah (understanding the problems) yang menyebabkan siswa salah menyusun persamaannya dan kesalahan prosedural. Selanjutnya kesalahan ini juga disebabkan karena siswa kurang memahami materi yang berhubungan dalam penyelesaian masalah proporsi, seperti siswa kurang memahami konsep rasio, operasi bilangan bulat, operasi bentuk aljabar, dan operasi pecahan bentuk aljabar. Terjadinya kesalahan siswa dalam memecahkan masalah proporsi yang kedua diakibatkan karena ketidak lengkapan struktur berpikir siswa dalam proses melaksanakan cara penyelesaian (device a plan). Adapun defragmenting yang dilakukan peneliti untuk memperbaiki kesalahan siswa tersebut adalah, 1) meminta siswa untuk memahami kembali masalah yang diberikan, 2) meminta siswa menentukan langkah awal dalam menyelesaikan masalah proporsi, 3) meminta siswa menentukan bilangan pertama yang harus dicari, 4) meminta siswa mengingat dan memahami konsep rasio, operasi bilangan bulat, operasi bentuk aljabar, operasi pecahan bentuk aljabar, dan 5) meminta siswa untuk melakukan pengecekan kembali dari jawaban yang sudah ditemukannya. Penelitian ini masih memiliki keterbatasan terutama yaitu hanya pada masalah proporsi senilai, karena itu perlu adanya penelitian yang memfokuskan pada: (1) Defragmenting proses berpikir untuk memperbaiki kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah proporsi berbalik nilai (2) Defragmenting proses berpikir untuk memperbaiki kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah pada materi matematika yang lain.

Perancangan mesin penetas telur full otomatis untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas penetasan telur ayam buras di Kabupaten Blitar / Rahmat Hidayat

 

Kata Kunci : perencanaan, mesin penetas telur, ayam buras, otomatis, Kabupaten Blitar. Saat ini masih banyak usaha kecil di masyarakat yang belum tersentuh teknologi maju, padahal teknologi produksi yang ada terus berkembang. Oleh karena itu kami sebagai Mahasiswa Fakultas Teknik berusaha menjembatani antara masyarakat yang haus akan teknologi dan dunia perguruan tinggi yang melimpah dengan ilmu dan teknologi. Masyarakat membutuhkan sebuah teknologi yang bisa menyelesaikan permasalahan yang sedang mereka hadapi. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah melalui penelitian dan pengembangan teknologi di bidang peternakan, khusunya penetasan telur ayam. Ayam merupakan suatu komoditi yang permintaanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini terus berkembang seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dunia, khususnya Indonesia. Sebagaimana data dari Kementrian Pertanian, bahwa pertumbuhan kebutuhan telur mencapai 10% per tahunnya. Sedangkan daging ayam buras dan ayam ras 4% dan 13%. Begitu pula diungkapkan Ketua Umum Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Yudhi Guntara, tahun 2011 produksi telur nasional diperkirakan sebesar 1,2 juta ton - 1,5 juta ton. Sebagai perbandingan, tahun 2010 lalu produksi telur nasional mencapai 1,4 juta ton. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan banyak dukungan dari berbagai sector. Dalam upaya memacu usaha peternakan unggas perlu adanya sentuhan teknologi yang tepat dan mudah diterapkan. Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah sentra peternakan berbagai jenis ayam yang ada di Jawa Timur. Sistem penetasan yang ada di masyarakat saat ini (khususnya di Blitar dan kebanyakan di daerah lain) masih menggunakan teknologi manual yang membutuhkan banyak tenaga dalam pengoperasiannya. Berdasarkan uraian masalah di atas dirasakan perlu adanya sebuah terobosan untuk mengatasinya, sehingga penulis ingin mengangkat permasalah tersebut kedalam skripsi dengan judul “Perancangan Mesin Penetas Telur Full Otomatis untuk Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Penetasan Telur Ayam Buras di Kabupaten Blitar”. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1).Merancang mesin penetas telur full otomatis yang dilengkapi sensor suhu, sensor kelembaban dan juga pemutar telur otomatis yang bisa dioperasikan dengan mudah. (2). Perancangan dan pembuatan mesin penetas telur full otomatis ini juga bertujuan mengetahui uji kinerja mesin yang akan dibuat. Uji kinerja lebih difokuskan pada kinerja kontrol otomatis ketiga variabel utama yang terdiri dari pengendali suhu, pengendali kelembaban, dan juga pemutar telur otomatis. Metode yang digunakan untuk pengembangan mesin ini adalah dengan metode diskriptif. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: (1). Perencanaan desain mesin penetas yang meliputi dimensi mesin untuk kapasitas 216 butir telur, mekanisme rak kabinet, pemilihan motor penggerak, dan perhitungan daya motor penggerak engkol peluncur offset yang dimodifikasi untuk mendorong rak telur. Bahan yang digunakan juga harus memenuhi syarat ringan, tahan lama, serta mudah dikerjakan dan dibongkar pasang. (2). Pembuatan bagian mekanik mesin. Mekanik mesin terdiri dari kotak penetasan, rangkaian rak penetasan yang dibuat bertingkat, dan instalasi listrik. Mekanik mesin bisa diibaratkan sebagai tubuh, yang merupakan salah satu bagian utama dari mesin ini. (3). Pembuatan perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras terdiri dari rangakaian elektronik power supply, rangkaian pengendali suhu, dan rangkaian pengendali kelembaban. Sedangkan perangkat lunak disusun dengan bahasa C. Perangkat lunak merupakan nyawa dari keseluruhan sistem yang mengendalikan keseluruhan sistem. Untuk mendukung sistem, digunakan mikrokontroller ATmega 16. (4). Pengujian mesin hasil pengembangan. Pengujian terdiri dari 2 tahap besar yang terdiri dari uji teknis dan uji kinerja. Uji teknis terdiri dari pengujian system pengatur suhu ruangan, system pengatur kelembaban, dan sistem pemutar telur otomatis. Pengujian dilakukan dalam waktu beberapa jam untuk memastikan system bekerja dengan baik. Sedangkan uji teknis dilakukan dengan menjalankan mesin selama 23 hari tanpa henti untuk menetaskan telur ayam. Dari pengujian ini bisa diketahui hasil kinerja mesin yang sebenarnya. Mesin penetas ini memiliki beberapa kelebihan dibanding generasi mesin sebelumnya. Kelebihan tersebut meliputi:(1).Dengan sistem full otomatis, operator tinggal menekan tombol “enter” dan sistem penetasan sudah bisa berjalan. Tidak perlu melakukan berbagai pengaturan lagi. (2).Bagi pengguna yang ingin melakukan eksperimen, bisa keluar dari menu otomatis, dan mengatur kondisi lingkungan sesuai yang diinginkan. (3). Sistem pemutar telur otomatis dengan gerakan halus yang frekuensi putarannya bisa diatur hingga tiap 30 menit sekali. (4). Pengaturan suhu dan kelembaban secara digital, hanya dengan memasukkan angka melalui tombol yang disediakan. Kontrol suhu bisa diatur hingga 40oC. Sedangkan kontrol kelembaban relatif bisa dinaikkan hingga 90% RH. (5). Sistem pemrograman yang menggunakan mikrokontroller memberi sejumlah kemudahan untuk operasional. Sistem ini juga sangat fleksibel untuk pengembangan lebih lanjut. (6). Kapasitas mesin maksimal adalah 216 butir telur sehingga sesuai untuk skala produksi.

Hubungan antara konsep diri dan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Batu / Martsel Mulya Jaya

 

Konsep diri berkembang pada masa remaja, yakni rentangan antara usia 13-17 tahun. Pada masa ini individu berusaha mencari identitas dirinya dan mencari kedudukan dirinya di lingkungan. Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang didirikan oleh dan untuk masyarakat yang dikelola oleh piranti pendidikan. Dalam sekolah setiap siswa pasti mengharapkan prestasi belajar yang maksimal. Keberhasilan siswa dalam sekolah ditunjukkan dengan prestasi belajar. Kemampuan masing-masing individu dalam memperoleh prestasi akademik yang baik, salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan siswa dalam memandang seberapa pentingkah dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) konsep diri siswa kelas XI, (2) prestasi belajar siswa kelas XI, (3) hubungan antara konsep diri dengan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Batu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMU Negeri 2 Batu. Sejumlah 270 siswa, menggunakan teknik cluster random sampling dengan sampel penelitian sebanyak 90 siswa. Instrumen yang digunakan adalah skala konsep diri. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasional. Penelitian dilakukan bulan November sampai dengan Desember 2007. Berdasarkan hasil penelitian ini, konsep diri siswa kelas XI SMU Negeri 2 Batu pada umumnya termasuk dalam kategori sedang sebanyak 64 siswa. Sedangkan yang memiliki konsep diri tinggi sebanyak 15 orang, dan sisanya berjumlah 11 orang termasuk kedalam kategori rendah dengan mean sebesar 94,26. Prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Batu pada umumnya masuk dalam kategori sedang. Dari 90 subyek penelitian ditemukan 60 siswa termasuk kategori sedang. Sedangkan yang memiliki prestasi belajar tinggi sebanyak 19 siswa. Serta yang masuk kedalam kategori rendah sebanyak 11 orang dengan mean sebesar 1006,36. Diketahui ada hubungan positif antara konsep diri dengan prestasi belajar dengan taraf sigifikansi r = 0,470. Apabila diadakan penelitian lanjutan mengenai topik ini, maka disarankan untuk lebih cermat dalam memilih populasi dan sampel.

Studi evaluasi pemahaman konsep persamaan dan stoikiometri reaksi kimia menggunakan tes objektif beralasan pada siswa MAN Malang II Batu / Diah Achirul Muslimah

 

Kata kunci : pemahaman konsep, persamaan reaksi, stoikiomteri reaksi, tes objektif beralasan Pemahaman terhadap suatu konsep dalam materi kimia dan hubungan antar konsep dengan benar merupakan hal yang sangat penting. Pemahaman konsep yang benar merupakan landasan untuk memahami konsep selanjutnya. Pemahaman yang salah terhadap suatu konsep akan menyebabkan kesulitan dalam mempelajari konsep yang lainnya. Persamaan dan stoikiometri reaksi kimia merupakan konsep dasar yang harus dipelajari siswa untuk memahami materi selanjutnya, Banyak cara yang telah digunakan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa, salah satunya adalah dengan menggunakan instrumen soal objektif beralasan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep tentang materi persamaan dan stoikiometri reaksi kimia pada siswa MAN Malang II Batu. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif deskriptif.Populasidalam penelitian adalah siswa kelas X MAN Malang II Batu yang terdiri dari 10 kelas. Sampel sebanyak 3 kelas yaitu kelas X-1, X-9 dan X-10, diambil dengan teknik cluster random sampling, yaitu dengan cara acak kelas. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif beralasan berjumlah 25 butir soal dengan 5 alternatif jawaban disertai 5 alternatif alasan pemilihan jawaban. Instrumen tergolong valid dengan reliabilitas = 0,706. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan teknik persentase yang kemudian dikualifikasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian kecil siswa (23,4%) memahami konsep penyetaraan persamaan reaksi dan (2) sebagian kecil siswa (15,6%) memahami konsep penentuan simbol fasa dalam persamaan reaksi, (3) hampir separuh siswa (42,5%) memahami definisi mol, (4) sebagian besar siswa (66,1%) memahami konversi mol, (5) hampir separuh dari jumlah siswa (44,1%) memahami konsep rumus empiris, (6) hampir separuh dari jumlah siswa (40,6%) memahami rumus molekul, (7) hampir sebagian besar siswa (60,4%) memahami konsep penentuan massa atom relatif dan massa molekul relatif, (8) hampir separuh siswa (41,3%) memahami konsep pereaksi pembatas, (9) sebagian kecil siswa (5,2%) memahami konsep senyawa hidrat, (10) sebagian besar siswa (54,2%) memahami konsep kadar suatu senyawa dalam zat, dan (11) hampir separuh siswa (31,2%) memahami hukum gas ideal.

Motivasi mahasiswa putri dalam memilih Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang tahun akademik 2007/2008 / A. Faisol Husan

 

Berdasarkan latar belakang masalah adalah tujuan pendidikan nasional adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, banyak lembaga formal dalam bidang pendidikan dibentuk dalam upaya mencapai pendidikan nasional mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, salah satu lembaga bertaraf lembaga perguruan tinggi adalah Universitas Negeri Malang (UM) yang mempunyai banyak fakultas dan jurusan, salah satu jurusan yang banyak peminatnya adalah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJK), karakteristik dari Pendidikan Jasmani dan Kesehatan sendiri adalah karakter yang melekat pada individu seperti: tipe tubuh, kondisi fisik, motivasi dan atribut lain yang membedakan dengan jurusan lain, terdapat suatu fenomena bahwa tidak hanya mahasiswa putra saja tetapi juga mahasiswa putri yang dari tahun ketahun mengalami peningkatan, kemudian ada motivasi tersendiri dari mahasiswa putri Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dalam memilih program studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan, maka tujuan yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji apa motivasi mahasiswa putri dalam memilih program studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang tahun akademik 2007/2008. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa putri program studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang pada tahun 2007/2008 yang berjumlah 31 orang. Rancangan Penelitan berdasarkan permasalahan, maka penelitian menggunakan survey. Ditinjau dari tujuan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen berupa angket skala lickert. Sesuai dengan judul penelitian, maka instrumen yang digunakan berupa instrumen non tes berbentuk angket, yang terdiri dari pedoman angket/kuesioner dan butir-butir pernyataan yang dilengkapi dengan alternatif jawaban berupa ?sangat setuju sekali?, ?sangat setuju?, ?setuju?, dan ?tidak setuju?. Teknik angket yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket terstruktur berbentuk tertutup karena instrumen tersebut untuk mendapatkan data tentang motivasi mahasiswa putri dalam memilih program studi Pendidikan Jasmani tahun akademik 2007/ 2008. Instrumen angket disusun dengan mengacu pada tabel kisi-kisi yang dikembangkan dari tabel penjabaran variabel yang diteliti berupa pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban yang masing-masing diberi skor sesuai dengan jawaban yang dipilih. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa hasil analisis uji coba koefisien reliabilitas instrumen diperoleh koefisien reliabilitas skor total pernyataan motivasi intrinsik 0,9496 dan pernyataan motivasi ekstrinsik 0,9152. Berdasarkan hasil data dari tinjauan penelitian, dari 31 responden mahasiswa putri maka dapat dikemukakan bahwa pada pernyataan indikator motivasi intrinsik mahasiswa dominan memilih jawaban ?sangat setuju sekali? pada indikator ingin menyalurkan bakat, ingin menyalurkan hobi dan ingin mengembangkan potensi pada salah satu bidang olahraga yang dipilih oleh 19 responden dengan jumlah rata-rata skor dari keseluruhan jawaban yang dipilih responden adalah 104,25 (83,57%). Berdasarkan hasil deskripsi data tersebut diatas, dari 31 responden mahasiswa putri maka dapat dikemukakan bahwa pada pernyataan indikator motivasi ekstrinsik mahasiswa dominan memilih jawaban ?sangat setuju? pada indikator peluang memperoleh pekerjaan lebih terbuka yang dipilih oleh 23 responden dengan jumlah rata-rata skor dari keseluruhan jawaban yang dipilih responden adalah 81,45 (72,47%). Berdasarkan data dari tinjauan hasil penelitian dan pembahasan penelitian yang berjudul ?Motivasi Mahasiswa Putri dalam Memilih Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang? tahun akademik 2007/2008. Dapat disimpulkan secara keseluruhan adalah baik dalam hal motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

Survei tentang tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2 maks) pada wasit bola basket Perbasi Pengko Malang tahun 2007 / Ferdo Hendriawan

 

Dalam beberapa tahun ini perkembangan kompetisi bola basket dikota Malang sangat pesat yang ditandai dengan banyaknya kompetisi antar club, sekolah, sampai perguruan tinggi dan fakultas. Namun dengan banyaknya kompetisi tersebut, perkembangan perwasitan PERBASI PENGKO Malang minim akan prestasi berskala nasional, karena hanya ada 1 orang wasit yang bersertifikat atau lisensi A dan 1 orang berlisensi B1 dari 21 orang wasit yang ada di Malang. Dalam memimpin pertandingan, pada menit-menit awal mereka mampu memimpin pertandingan dengan baik dan konsentrasi yang baik, namun setelah memasuki babak kedua mereka mulai kehilangan konsentrasi yang kemungkinan disebabkan para wasit mengalami kelelahan. Hal ini diperkirakan penyebabnya adalah tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2 maks) wasit bola basket PERBASI PENGKO Malang pada tahun 2007 rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2 maks) wasit bola basket PERBASI PENGKO Malang tahun 2007. Untuk mengukur variabel penelitian tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2 maks) instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrument tes lari multistage.

Identifikasi tingkat, jenis, dan faktor-faktor penyebab kesulitan siswa MA Negeri Wlingi dalam memahami materi indikator dan pH larutan asam-basa / Muhammad Lukman Buchori

 

Kata kunci: tingkat kesulitan, jenis kesulitan, faktor-faktor penyebab kesulitan, indikator larutan asam-basa, pH larutan asam-basa. Berdasarkan informasi dari guru mata pelajaran kimia MA Negeri Wlingi, siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi asam-basa khususnya pada materi indikator asam-basa dan perhitungan pH. Kesulitan ini ditandai dengan lamanya waktu yang dibutuhkan siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa saat dijelaskan oleh guru. Selain itu, pada pengerjaan soal ulangan harian yang diberikan, kebanyakan siswa mengalami kesalahan pada soal indikator asam basa dan perhitungan pH larutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat kesulitan yang dialami siswa kelas XI IPA MA Negeri Wlingi dalam memahami materi indikator asam-basa, (2)tingkat kesulitan yang dialami siswa dalammemahami materi pH larutan asam-basa, (3) jenis kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa, serta (4) faktor-faktor penyebab kesulitan siswa kelas XIIPA MA Negeri Wlingi dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA MA Negeri Wlingi tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa 103 siswa. Instrumen penelitian ada 2 jenis yaitu tes pilihan ganda beralasan dan angket. Tes pilihan ganda beralasan berjumlah 24 butir soal yang telah validasi dengan reliabilitas (r11) 0,74. Tes pilihan ganda beralasan digunakan untuk mengetahui tingkat dan jenis kesulitan siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa, sedangkan angket yang terdiri dari 12 butir pertanyaan digunakan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa. Data dianalisis secara deskriptif melalui penghitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kesulitan siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa tergolong cukup tinggi (49,3%). (2) Tingkat kesulitan siswa dalam memahami materi pH larutan asam-basa tergolong cukup tinggi (49,0%). (3) Jenis kesulitan siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa adalah (a) dalam memahami istilah tergolong rendah (39,8%); (b) dalam memahami konsep tergolong cukup tinggi (56,0%); (c) dalam memahami hitungan (algoritmik) tergolong cukup tinggi (50,1%). (4) Faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa adalah (a) faktor yang bersumber dari diri siswa yaitu kurangnya kemampuan siswa dalam menentukan dan mengaplikasikan rumus yang akan digunakan dalam suatu soal (49,4%), kurangnya kemampuan siswa dalam memahami dan mengerjakan soal bertingkat (77,8%), serta kurangnya tingkat ketelitian siswa dalam mengerjakan suatu soal (45,7%); (b) faktor yang bersumber dari luar diri siswa adalah tidak adanya teman diskusi untuk membahas tentang materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa (58,0%).  

Variasi genetik kerbau lokal (Bubalus bubalis) di wilayah Madiun dan Malang berdasarkan prodil dan polimorfisme protein darah sebagai bahan ajar teknik analisis biologi molekuler / Marheny Lukitasari

 

Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) : Dr. agr. Mohamad Amin, M.Si., (II) Dr. Umie Lestari, M.Si. Kata kunci : variasi genetik, profil, polimorfisme, protein, bahan ajar Populasi ternak kerbau di Indonesia sebanyak 40% terdapat di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Timur. Data menunjukkan bahwa populasi kerbau terus mengalami penurunan jumlah selama kurun waktu lima tahun terakhir. Penurunan jumlah kerbau disebabkan karena masyarakat lebih menyukai beternak sapi karena nilai jual yang lebih tinggi dibanding kerbau. Selain itu seleksi negatif juga dilakukan peternak saat menjual dan memotong kerbau, sehingga yang tertinggal untuk pembibitan adalah kerbau dengan kualitas rendah. Langkah awal untuk meningkatkan kualitas indukan adalah dengan melakukan identifikasi variasi genetik melalui pendekatan molekuler berdasarkan pola profil protein darah. Proses ini dapat dilakukan karena protein yang terdapat pada darah adalah protein fungsional yang merupakan produk dari ekspresi gen. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui profil protein darah dan jarak genetik populasi kerbau di wilayah Madiun dan Malang, 2) untuk mengetahui perbandingan profil protein darah pada populasi kerbau yang ada di Madiun dan Malang, 3) untuk mengetahui polimorfisme protein darah (Haemoglobin, transferrin dan albumin) dapat menunjukkan keragaman genetik dan heterosigositas populasi kerbau yang ada di ada di Kabupaten Madiun dan Malang dan 4) untuk mengaplikasikan hasil penelitian tentang profil dan polimorfisme protein darah (Haemoglobin, transferrin dan albumin) sebagai bahan untuk pengembangan bahan ajar Teknik Analisis Biologi Molekuler (TABM). Metode penelitian dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif melalui observasi laboratorik. Penelitian dilakukan dengan pencandraan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai profil protein, jarak genetik, keragaman genetik dan tingkat heterosigositas populasi kerbau di Madiun dan Malang melalui analisis profil dan polimorfisme protein dengan metode elektroforesis SDS PAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protein eritrosit Madiun yang beragam terlihat pada BM 211 kDa, 86 kDa, 80 kDa, 68 kDa, 35 kDa, 27 kDa, 25 kDa, 16 kDa, 19 kDa dan 12 kDa. Protein serum yang beragam terlihat pada BM 207 kDa, 130 kDa, 68 kDa dan 55 kDa. Dendogram berdasar eritrosit dua populasi menunjukkan persentase similaritas 0,496. Sedangkan dendogram berdasarkan serum menunjukkan persentase similaritas sebesar 0,557. Hal ini berarti hubungan kekerabatan kedua populasi memiliki kesamaan yang relatif dekat berdasarkan serum dibandingkan eritrositnya. Nilai heterozigositas lokus transferrin pada populasi Malang lebih rendah dibanding populasi Madiun berarti heterosigositas lokus transferrin lebih tinggi di populasi Malang dibandingkan di populasi Madiun. Hasil penelitian dipergunakan untuk menyusun dan mengembangkan modul mata kuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler.

Pengembangan modul perubahan fisika dan kimia untuk SMP/MTs kelas VII dengan model belajar learning cycle 5 fase sebagai penunjang kurikulum tingkat satuan pendidikan / Anissa Yustisia

 

Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum penyempurna kurikulum sebelumnya. Diberlakukannya KTSP merubah pola belajar siswa dari behaviouristik menjadi konstruktivistik. Perubahan pola belajar ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru, terlebih guru sains-kimia SMP/MTs karena kimia mulai diperkenalkan di tingkat tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan modul belajar yang dapat membantu siswa untuk memahami konsep kimia dengan mudah dan dapat membangun pengetahuannya secara mandiri. Salah satu model pembelajaran yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan modul pembelajaran adalah model Learning Cycle (LC) 5 fase. Sejauh ini belum ada modul pembelajaran kimia untuk SMP/MTs dengan model LC 5 fase yang menggunakan KTSP sebagai acuan kurikulum. Tujuan utama penelitian pengembangan ini adalah membuat modul pembelajaran dengan menggunakan model belajar LC 5 fase pada materi perubahan fisika dan kimia untuk siswa SMP/MTs kelas VII sesuai dengan KTSP. Penelitian pengembangan ini merupakan penelitian pengembangan prosedural yang mengacu pada 10 langkah Gall dan Borg. Namun karena adanya keterbatasan waktu dan dana, langkah yang dilakukan hanya sampai pada langkah ketiga. Langkah-langkah tersebut adalah (1) penelitian dan pengumpulan data; (2) perencanaan pengembangan modul; (3) pengembangan modul; (4) uji lapangan awal; (5) merevisi hasil uji coba; (6) uji coba lapangan; (7) penyempurnaan produk hasil uji lapangan; (8) uji pelaksanaan lapangan; (9) penyempurnaan produk akhir; dan (10) diseminasi dan implementasi. Validasi isi dilakukan oleh 1 orang dosen kimia UM dan 3 orang guru SMP/MTs. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan teknik analisis data menggunakan analisis rata-rata dan persentase. Hasil penelitian pengembangan ini adalah: (1) modul pembelajaran yang terdiri dari beberapa komponen yaitu, cover, kata pengantar, petunjuk penggunaan, daftar isi, daftar gambar, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, kegiatan belajar (perubahan fisika dan kimia, dan reaksi kimia sederhana), umpan balik, kunci jawaban, dan daftar pustaka; (2) hasil validasi dalam skala 1-4 menunjukkan nilai rata-rata 3,54 (88,5%) yang termasuk dalam kriteria valid. Sehingga modul pembelajaran yang dikembangkan layak untuk mengajarkan materi perubahan fisika dan kimia pada siswa SMP/MTs kelas VII.

Pemisahan dan bioassay senyawa-senyawa kairomon dari ekstrak n-Heksana tanaman padi terinfeksi wereng batang coklat (nilaparvata lugens stal) / Vida Churniawati

 

Churniawati, Vida. 2014. Pemisahan dan Bioassay Senyawa-Senyawa Kairomon dari Ekstrak n-Heksana Tanaman Padi Terinfeksi Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stal). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo Ph. D., (II) Dr. Suharti, S.Pd, M.Si. Kata kunci: kairomon, ekstrak n-heksana padi, Nilaparvata lugens, parasitoid Anagrus nilaparvatae, bioassay.     Tanaman padi yang terinfeksi hama wereng batang coklat (WBC), Nilaparvata lugens Stal dapat memproduksi senyawa-senyawa kairomon sebagai pertahanan tidak langsung, dengan memberikan daya tarik parasitoid Anagrus nilaparvatae untuk mengurangi populasi hama WBC. Senyawa-senyawa tersebut dapat dianalisis untuk mengetahui efektivitasnya dan masing-masing komponen sebagai atraktan. Proses pemisahan senyawa-senyawa kairomon ekstrak n-heksana tanaman padi terinfeksi WBC dilakukan menggunakan kromatografi kolom. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui aktivitas senyawa-senyawa kairomon pada ekstrak n-heksana tanaman padi terifeksi WBC sebagai atraktan dengan uji bioassay, (2) memisahkan dan optimasi pemisahan senyawa-senyawa kairomon dengan kromatografi kolom pada ekstrak n-heksana tanaman padi terinfeksi WBC, (3) mengetahui aktivitas senyawa-senyawa kairomon pada semua fraksi hasil pemisahan dengan kromatografi kolom menggunakan uji bioassay.      Tahapan penelitian diawali dengan ekstraksi tanaman padi sehat maupun terinfeksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana. Identifikasi senyawa-senyawa kairomon dalam ekstrak n-heksana tanaman padi dilakukan menggunakan spektrofotometri GC-MS. Uji aktivitas senyawa kairomon pada ekstrak n-heksana dilakukan dengan uji bioassay. Pemisahan senyawa kairomon tanaman padi terinfeksi dilakukan menggunakan metode kromatogarfi kolom. Penentuan eluen untuk pemisahan dengan kromatografi kolom dilakukan dengan menggunakan analisis kromatografi lapis tipis. Pengelompokan setiap fraksi hasil pemisahan dilakukan dengan analisis kromatografi lapis tipis dan analisis spektrofotometri UV-Vis, dan uji aktivitas semua fraksi sebagai atraktan dengan bioassay.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ekstrak n-heksana tanaman padi terinfeksi WBC menunjukkan hasil positif terhadap uji bioassay. Penentuan jenis dan komponen eluen ditentukan dengan kromatografi lapis tipis menggunakan fase diam silika diperoleh campuran eluen n-heksana dan etil asetat (4:1) dan dalam pemisahan dengan kromatografi kolom digunakan dua eluen berdasarkan tingkat kepolaran yaitu campuran n-heksana-etil asetat (4:1), dan etil asetat diperoleh 6 fraksi besar. Uji aktivitas senyawa-senyawa kairomon dengan uji bioassay pada semua fraksi hasil pemisahan dapat menarik parasitoid Anagrus nilaparvatae.

Peran koperasi persusuan pada kesejahteraan peternak sapi perah KUD Turen Kecamatan Turen Kabupaten Malang / Masiti Hariyanti

 

Menurut Hatta dalam Baswir (2000 :2) yang lebih diutamakan dalam koperasi adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi para anggotanya, karena itu keberadaan koperasi harus dapat berperan lebih dalam perekonomian. Hal ini merupakan tantangan bagi koperasi terutama Unit Sapi Perah KUD Turen yang tergolong baru dibidang persusuan. Oleh karena itu, agar bisa berperan dalam upaya peningkatan kesejahteraan anggota demi peningkatan perekonomian nasional, koperasi dituntut untuk memberikan fasilitas, pelayanan, dan penyuluhan secara maksimal, efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran koperasi persusuan pada kesejahteraan peternak sapi perah KUD Turen Kecamatan Turen Kabupaten Malang yang meliputi deskripsi gambaran umum KUD Turen, hambatan-hambatan/faktor penghambat, upaya peningkatan budidaya sapi perah, upaya permodalan, usaha peningkatan produksi susu, upaya pemasaran, dan keadaan ekonomi peternak sapi perah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja KUD Turen yang berpusat di kantor KUD Turen. Penelitian ini tidak menggunakan sampel atau populasi tetapi menggunakan informan untuk mendapatkan informasi atau data yang diperlukan di lapangan. Prosedur pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi/ pengamatan peran serta, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam bentuk prosentase. Untuk interprestasi data menggunakan tujuh kategori yaitu seluruhnya, hampir seluruhnya, sebagian besar, separuh, sebagian kecil, hampir tidak ada, tidak ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan-hambatan tersebut sebagian besar berasal dari KUD Turen itu sendiri terutama dibidang permodalan dan produksi. Upaya peningkatan budidaya sapi perah membuktikan bahwa hampir seluruhnya sapi perah peternak yang menggunakan jasa tenaga Inseminasi Buatan/IB. Sebagian besar berhasil dengan hanya satu kali IB saja dan sebagian kecil saja yang harus melakukan lebih dari satu kali suntikan. Hampir seluruh peternak melakukan pengamatan reproduksi 2-3 kali sehari. Seluruh peternak menggunakan modal sendiri untuk memulai usaha sapi perah. Peternak dalam pengembangan usahanya hanya sebagian kecil yang mengambil kredit dari SP/Simpan Pinjam. Sedangkan pemberian dana bergulir hampir tidak ada peternak yang menerima dalam kurun waktu satu tahun. Upaya peningkatan produksi yang dilakukan KUD Turen dengan memberi bantuan penyaluran pakan tambahan hanya sebagian besar sapi perah mendapatkan konsentrat sesuai dengan ransum per harinya. Seluruh hasil produksi susu dari peternak memiliki kualitas di atas standart yang ditentukan. Sebagian besar penyakit yang bisa mempengaruhi produksi susu sapi perah adalah mastitis, yaitu salah satu jenis penyakit yang diderita oleh sapi perah dengan gejala pembengkakan pada puting susu yang disebabkan karena masuknya kuman ke dalam saluran puting susu. Hasil produksi susu setiap hari hampir seluruhnya dikirimkan ke PT Nestle. Hal ini disebabkan karena koperasi bisa menjadi penyalur susu segar ke PT Nestle apabila produksi susunya sudah lebih dari 4000 liter. Sedangkan produksi per hari KUD Turen mencapai 5000 liter. Sisa yang tidak dikirim diolah menjadi susu segar siap minum. Jadi, hanya sebagian kecil saja yang diolah menjadi susu segar siap minum/pasteurized. Hampir tidak ada masyarakat umum yang membeli susu segar murni. Pemasaran susu segar siap minum seluruhnya masih menggunakan sistem pesan. Kebijakan harga susu segar murni seluruhnya berada di tangan PT Nestle. Sedangkan kebijakan harga untuk susu segar siap minum sebagian besar berada ditangan KUD Turen. Peternak hampir seluruhnya menjadikan usaha ini sebagai penghasilan utama di samping penghasilan lainnya. Hal ini disebabkan karena prospek perkembangan usaha yang menjanjikan pada masa ? masa mendatang untuk peningkatan kesejahteraan keluarga. Menjalani usaha peternakan sapi perah memiliki jaminan kemudahan-kemudahan yang diberikan KUD Turen terutama perputaran uang sangat cepat, karena setiap 10 hari ada hasil yang dapat diperoleh dari menekuni usaha peternakan sapi perah. Kesejahteraan peternak juga meningkat, hal ini ditunjukkan dengan adanya kenaikan pendapatan 16.61 % dari pendapatan sebelumnya yaitu peternak sapi daging. Selain itu peternak hampir seluruhnya berada dalam kelompok keluarga sejahtera II dan keluarga sejahtera III. Hampir tidak ada peternak sapi perah yang masuk dalam kelompok keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I. Jika ada peternak yang berada dalam kelompok pra sejahtera jumlahnya sangat sedikit, sekitar 1,2 % dari keseluruhan peternak. Berdasarkan hasil penelitian di atas, KUD Turen diharapkan lebih berperan lagi dalam usaha peningkatan kesejahteraan peternak sapi perah yaitu dengan melakukan langkah-langkah yang sesuai untuk meningkatkan budi daya sapi perah, produksi susu, dan pemasaran hasil produksi susu. Yaitu dengan pembinaan budidaya sapi perah yang baik, pencukupan modal kerja, subsidi pakan ternak, penyediaan tenaga penyuluh dan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi susu peternak sapi perah. Dengan adanya peningkatan produksi susu selain akan menambah nilai keuntungan bagi KUD Turen, juga akan meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah dengan seiring peningkatan penghasilan yang berasal dari usaha sapi perah.

Studi kemampuan guru dalam menyusun silabus PKn berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi di SMA Negeri Kabupaten Tulungagung / Dian Kristiana Palupi

 

Guru merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pendidikan formal yang merupakan kurikulum hidup yang akan memfungsionalkan program pengajaran. Kurikulum sebagus apapun tanpa ditunjang kemampuan mengajar yang baik dari seorang guru hasilnya tidak akan maksimal. Jadi kompetensi guru untuk mendukung sebuah kurikulum yang kompeten, saling berkaitan. Untuk melaksanakan Kurikulum Berbasis Kompetensi diperlukan tenaga pengajar atau guru yang profesional, yaitu guru yang mempunyai kepribadian tinggi, mampu mengelola pembelajaran yang didalamnya menyangkut kemampuan menyusun rencana pembelajaran yang dituangkan dalam silabus, mau mengembangkan diri, pengetahuan luas dan tanggung jawab. Dalam kenyataannya ternyata tidaklah semudah yang diharapkan oleh sebuah kurikulum. Masih banyak guru yang kesulitan menerapkan kurikulum berbasis kompetensi terutama dalam menyusun silabus PKn. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana kemampuan guru dalam menyusun silabus PKn di SMA Negeri Kabupaten Tulungagung? (2) Apa saja kendala kendala yang dihadapi guru dalam menyusun silabus PKn berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi? (3) Faktor-faktor apa yang menjadi penyebab munculnya kendala dalam penyusunan silabus PKn di SMA Negeri Tulungagung? (4) Upaya apa yang dilakukan guru untuk mangatasi kendala dalam penyusunan silabus PKn di SMA Negeri Kabupaten Tulungagung? Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kemampuan guru dalam menyusun silabus PKn di SMA Negeri Kabupaten Tulungagung, (2) untuk mengetahui kendala guru dalam menyusun silabus PKn berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi, (3) untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi penyebab munculnya kendala guru dalam menyusun silabus PKn di SMA Negeri Kabupaten Tulungagung, (4) Untuk mengetahui apa yang telah dilakukan oleh guru untuk mengatasi kendala dalam menyusun silabus PKn di SMA Negeri di Kabupaten Tulungagung. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik sampel bertujuan atau purposive sample. Berdasarkan teknik pengambilan sampel tersebut ditetapkan yang menjadi sampel dalam penelitian yaitu 19 guru PKn kelas X dan XI yang berasal dari 10 SMA Negeri Kabupaten Tulungagung Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah angket atau kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif, yaitu analisis yang berbentuk angka-angka yang kemudian dituangkan dalam bentuk rumus prosentase. Kemampuan guru dalam menyusun silabus PKn di SMA Negeri Kabupaten Tulungagung menunjukkan bahwa 49% guru PKn mampu menyusun silabus, 47% guru PKn kurang mampu menyusun silabus dan 4% guru PKn lain-lain (sesuai kondisi sekolah). Kendala yang dihadapi guru PKn dalam menyusun silabus yaitu (1) menentukan materi pokok dan uraiannya, (2) menentukan pengalaman belajar, (3) menentukan indikator, (4) menentukan penilaian, (5) menetukan alokasi waktu, (6) mengalami kendala dalam menentukan sumber, bahan, alat pembelajaran. Faktor penyebab munculnya kendala guru PKn dalam menyusun silabus yaitu (1) kompetensi guru dalam menyusun silabus kurang, (2) kurang pelatihan pembuatan silabus, (3) tidak ada buku acuan yang tepat, (4) materi luas dan banyak, (5) fasilitas sekolah kurang lengkap, (6) waktu terbatas, (7) sumber daya siswa rendah, (8) sulit menentukan kriteria penilaian aspek afektif, (9) standar penilaian terlalu tinggi. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala penyusunan silabus PKn yaitu (1) silabus disusun per tim, (2) sering di berikan pelatihan penyusunan silabus, (3) lebih kreatif lagi mencari sumber/bahan/media yang relevan, (4) menyederhanakan materi, (5) lebih kreatif lagi dalam mengelola fasilitas sekolah yangada (6) menggunakan waktu cadangan, (7) lebih memahami kemampuan siswa, (8) melakukan pengamatan secara langsung berkaitan aspek afektif, (9) berusaha menurunkan standar kompetensi minimal. Berdasarkan kesimpulan yang di peroleh, maka di sarankan bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung dan SMA-SMA Negeri Kabupaten Tulungagung sering memberikan pelatihan penyusunan silabus, bagi guru PKn SMA Negeri Kabupaten Tulungagung sebaiknya lebih kreatif lagi dalam mengelola waktu, mencari dan mengelola sumber, bahan, media pembelajaran.

Penggunaan bahasa dalam teks saran / Nanda Awalilfitri

 

Kata Kunci: penggunaan bahasa, saran, karya ilmiah Saran merupakan bagian penting dalam suatu karya ilmiah. Dalam suatu karya ilmiah, saran ditulis dalam subbab tersendiri. Subbab saran terletak pada bab penutup, setelah simpulan hasil penelitian. Dalam subbab ini, penulis menyampaikan saran atau gagasan kepada pembaca. Saran tersebut dibuat berkaitan dengan hasil kajian atau pembahasan yang telah dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti penggunaan bahasa dalam teks saran pada tesis mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan (1) ragam kosakata yang mencerminkan tuturan saran, (2) pola tuturan saran, dan (3) strategi penyampaian tuturan saran dalam teks saran pada tesis mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang mengandung kosakata yang mencerminkan tuturan saran, pola tuturan saran, serta strategi penyampaian tuturan saran, yang termuat dalam teks saran pada tesis mahasiwa Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Sumber data yang digunakan untuk memperoleh data penelitian ini adalah teks saran dalam tesis mahasiwa Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Sumber data yang terkumpul adalah 30 teks saran, Data dianalisis dengan menggunakan instrumen berupa panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Analisis data dilakukan berdasarkan model alir Miles dan Huberman berupa tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan dilakukan dengan triangulasi teman sejawat dan ahli bahasa. Hasil penelitian ini adalah deskripsi ragam kosakata yang mencerminkan tuturan saran, pola tuturan saran, dan strategi penyampaian tuturan saran dalam teks saran pada tesis mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian, ragam kosakata yang mencerminkan tuturan saran dalam teks saran terbagi menjadi dua kategori, yaitu ragam kata anjuran dan ragam kata larangan. Ragam kata anjuran yang ditemukan dalam teks saran meliputi dua jenis, yaitu kata penghalus yang meliputi kata sebaiknya, hendaknya, selayaknya, perlu kiranya, diharapkan, akan lebih baik jika, disarankan, disarankan agar, agar, dapat, perlu, dan diperlukan; dan kata penegas, yang meliputi kata harus dan sangat. Ragam kata larangan yang ditemukan dalam teks saran yaitu kata tidak dan jangan. Pola tuturan saran dalam teks saran pada tesis mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang terbagi menjadi dua belas kategori, yaitu pola saran, pola saran-cara, pola saran-cara-tujuan, pola saran-cara-sebab, pola saran-tujuan, pola saran-tujuan-cara, pola tujuan-saran, pola tujuan-saran-sebab, pola sebab-saran, pola sebab-saran-tujuan-cara, pola sebab-saran-cara-tujuan, dan pola waktu-saran-tujuan. Strategi penyampaian tuturan saran yang ditemukan dalam teks saran pada tesis mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang yaitu strategi penyampaian tuturan saran secara langsung dan strategi penyampaian tuturan saran secara tidak langsung. Strategi penyampaian tuturan saran secara langsung yaitu strategi penyampaian tuturan saran yang langsung mengarah pada saran yang dikemukakan oleh penulis, tanpa disertai keterangan penjelas. Strategi penyampaian tuturan saran secara tidak langsung yaitu strategi penyampaian tuturan saran yang disertai keterangan penjelas, baik sebelum maupun sesudah penyampaian saran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat ditarik dua kesimpulan. Pertama, penggunaan bahasa dalam teks saran pada tesis mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang masih memperhatikan kesantunan berbahasa, yang dibuktikan dengan penggunaan kata-kata penghalus dalam tuturan saran. Kedua, penggunaan bahasa dalam teks saran memiliki karakteristik khas yang menggabungkan antara konsep penulisan karya ilmiah dengan norma budaya timur. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut, dapat disampaikan beberapa saran sebagai berikut. Kepada penulis tesis, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai masukan dalam penulisan saran yang baik dalam tesis, sehingga saran yang disampaikan dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh pembaca. Kepada peneliti bahasa Indonesia, penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bandingan untuk melakukan penelitian yang sejenis, agar penelitian selanjutnya dapat dilakukan secara lebih rinci dan mendalam. Saran yang terakhir ditujukan kepada tim penyusun PPKI, penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai masukan dalam penyusunan PPKI, khususnya dalam penyusunan kaidah penulisan saran, sehingga saran tersebut dapat diterima dan diaplikasikan dengan baik oleh pembaca.

Pengaruh gaya kepemimpinan partisipatif terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja (studi pada karyawan tenaga penjualan CV. Subur Abadi Plosokandang-Tulungagung) / Wahyu Yuniarko

 

Keberhasilan dalam suatu organisasi ditentukan oleh gaya kepemimpinan dan peranan dari karyawan agar karyawan dapat bekerja dengan baik dan mencapai kinerja yang diharapkan. Peranan pemimpin dalam memimpin dan memotivasi bawahannya sangat menentukan, karena karyawan merupakan aset perusahaan yang dinamis dan selalu berkembang. Dalam arti yang luas kepemimpinan dapat dipergunakan setiap orang dan tidak hanya terbatas berlaku dalam suatu organisasi atau instansi tertentu, melainkan kepemimpinan bisa terjadi dimana saja asalkan seseorang menunjukkan kemampuannya dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Penelitian ini dilaksanakan di CV. Subur Abadi pada Bulan Desember 2007. Sampel dalam penelitian ini adalah tenaga penjualan dan HRD CV. Subur Abadi berjumlah masing-masing 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan suatu bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menjabarkan kondisi deskriptif gaya kepemimpinan partisipatif, motivasi kerja dan kinerja pegawai pada CV. Subur Abadi Plosokandang-Tulungagung, (2) Untuk menjabarkan pengaruh langsung yang signifikan antara gaya kepemimpinan partisipatif terhadap motivasi kerja pada CV. Subur Abadi Plosokandang-Tulungagung, (3) Untuk menjabarkan pengaruh langsung yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada CV. Subur Abadi Plosokandang-Tulungagung, (4) Untuk menjabarkan pengaruh tidak langsung yang signifikan antara gaya kepemimpinan partisipatif terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja pada CV. Subur Abadi Plosokandang-Tulungagung. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas adalah Gaya Kepemimpinan Partisipatif (X), variabel intervening adalah Motivasi Kerja (Z) dan variabel terikat adalah Kinerja Pegawai (Y). Data yang diperoleh dengan menggunakan beberapa cara, antara lain: angket/kuesioner, wawancara/interview, dokumentasi dan observasi. Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga uji coba kuesioner untuk menguji instrumen tidak perlu dilakukan. Sedangkan untuk uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Berdasarkan teknik analisis deskriptif diketahui bahwa sebanyak 53,3% atau 16 orang menyatakan bahwa Gaya Kepemimpinan Partisipatif yang diterapkan di CV. Subur Abadi adalah baik, sebanyak 80% atau 24 orang menyatakan bahwa Motivasi Kerja yang diberikan pimpinan CV. Subur Abadi adalah baik, sementara sekitar 70% atau 21 orang menyatakan bahwa tenaga penjualan CV. Subur Abadi mempunyai kinerja yang baik. Sedangkan berdasarkan teknik analisis inferensial atau analisis regresi berganda dengan menggunakan taraf kesalahan 5% secara parsial dapat diketahui: variabel Gaya Kepemimpinan Parisipatif (X) mempunyai nilai t sig α (0,002<0,005), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Gaya Kepemimpinan Partisipatif (X) berpengaruh secara signifikan terhadap Motivasi Kerja (Z) secara langsung. Variabel Motivasi Kerja (Z) mempunyai nilai t sig α (0,001<0,005), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Motivasi Kerja (Z) berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Z) secara langsung. Terdapat pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan antara Gaya Kepemimpinan Partisipatif terhadap Kinerja Pegawai melalui variabel Motivasi Kerja sebesar 0,864. Adapun saran yang dapat diberikan peneliti kepada CV. Subur Abadi adalah Pihak pimpinan/manajamen hendaknya lebih meningkatkan lagi tingkat gaya kepemimpinan partisipatif. Dengan jalan lebih menekankan adanya partisipasi yang aktif dan efektif dengan para bawahan, mengkonsultasikan permasalahan-permasalahan yang timbul, memberikan kesempatan kepada para karyawan untuk memberikan saran-saran atau ide-ide yang bermanfaat, seta terus memotivasi pegawai agar dapat bekerja lebih baik dan terus meningkatkan prestasi kerja dari yang ada sekarang demi kemajuan perusahaan. Pemimpin sebaiknya mengetahui seberapa jauh jumlah petunjuk, pengarahan, dan hubungan sosioemosional yang ia berikan serta tingkat kematangan yang ada pada pegawai dalam melaksanakan tugas agar mencapai hasil yang diharapkan.

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan penumpang angkutan kota (mikrolet) di Kota Malang / Andi Rusli

 

Banyak perusahaan (termasuk perusahaan jasa) yang menyatakan bahwa tujuan perusahaan yang bersangkutan adalah untuk memuaskan pelanggan. Dalam memilih perusahaan jasa, konsumen biasanya mengukur dari tingkat harapan yang akan dicapainya. Perkembangan dari waktu ke waktu menunjukkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan penyediaan industri jasa transportasi. Penumpang sebagai konsumen produk jasa transportasi tidak hanya sebagai pengguna jasa angkutan saja tetapi juga membutuhkan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Untuk dapat memberikan kepuasan kepada konsumen (penumpang) maka perusahaan jada harus dapat memahami dimensi kualitas jasa yang akan memberikan kerangka kerja kepada perusahaan tentang apa yang akan dijadikan indikator oleh pelanggan dalam menilai kualitas jasa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pengelola Angkutan Kota (Mikrolet) dalam menentukan kebijaksanaan di bidang jasa transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran obyektif tentang : (1) Pengaruh bukti langsung terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang; (2) Pengaruh keandalan terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang; (3) Pengaruh daya tanggap terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang; (4) Pengaruh jaminan terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang; (5) Pengaruh empati terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang; (6) Pengaruh bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati secara simultan terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang; (7) Variabel yang dominan pengaruhnya terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang. Variabel yang diangkat dalam penelitian ini yaitu variabel bebas kualitas jasa meliputi bukti langsung (bukti fisik), keandalan (kemudahan), daya tanggap (kesediaan membantu penumpang), jaminan (kemampuan pelayanan), empati (perhatian terhadap penumpang) serta variabel terikat kepuasan penumpang. Populasi penelitian ini adalah seluruh penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang dengan jumlah sampel 140 responden (penumpang) dengan pertimbangan jumlah penumpang yang tak terhingga, keterbatasan waktu dan biaya, sedangkan teknik pengambilan sampel secara aksidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Terminal Arjosari Malang tanggal 20 ? 22 September 2007. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis regresi linier dengan uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Metode pengumpulan data berupa angket/kuesioner dengan jumlah sampel sebesar 140 responden (penumpang) yang sedang dan pernah menggunakan Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kualitas pelayanan Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang dipersepsikan cukup. Dari hasil analisis regresi dan uji hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan ada pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan penumpang. Empati merupakan dimensi kualitas jasa yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan penumpang. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada pengelola Angkutan Kota (Mikrolet) agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi Angkutan Kota (Mikrolet) melalui: (1) Fasilitas fisik Angkutan Kota (Mikrolet) yang memberikan kesan pertama terhadap penumpang harus dijaga kebersihan dan peningkatan uji kelayakan terhadap hak jalan Angkutan Kota (Mikrolet) tersebut; (2) Keandalan yang baik yang dimiliki oleh Angkutan Kota (Mikrolet) hendaknya harus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga apa yang menjadi daya tarik bagi penumpang tetap terjaga; (3) Pengetahuan yang memadai bagi sopir Angkutan Kota (Mikrolet) untuk menunjang kemudahan pelayanan bagi penumpang; (4) Keamanan yang dirasakan penumpang hendaknya harus tetap dijaga dan ditingkatkan keberadaannya dengan mengontrol sistem keamanan baik keamanan kendaraan maupun keamanan penumpang dalam perjalanan, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi penumpang akibat kecelakaan maupun kriminalitas; (5) Perhatian yang penuh terhadap penumpang dengan mendengarkan keluhan-keluhan yang disampaikan oleh penumpang baik secara tidak langsung maupun secara langsung.

Pengaruh penggunaan model role playing dengan media video terhadap hasil belajar IPS (studi eksperimen pada siswa kelas V SDN Gondangwetan 1 Pasuruan) / Raran Suci Lestari

 

Kata kunci: model pembelajaran role playing, media video, hasil belajar Secara garis besar terdapat keragu-raguan dari peneliti yakni berdasarkan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa terdapat dampak yang positif penggunaan metode role playing terhadap meningkatnya kemampuan berpikir kritis dan kepekaan sosial siswa kelas IX SMP dan belum tentu sesuai dengan karakteristik siswa SDN Gondangwetan 1 Pasuruan yang terbiasa menggunakan model konvensional. Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin membuktikan model mana yang lebih efektif digunakan dalam pembelajaran IPS diantara model konvensional dan model role playing dipadu dengan media video dengan mengadakan penelitian eksperimen. Penelitian ini memiliki rumusan masalah diantaranya untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Role Playing dengan media video pada pelajaran IPS Kelas V di SDN Gondangwetan I Kabupaten Pasuruan Tahun Pelajaran 2012/2013, untuk mengetahui ada perbedaan hasil belajar yang signifikan pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Role Playing dengan media video dan kelas kontrol yang menggunakan model konvensional pada siswa kelas V di SDN Gondangwetan 1 Pasuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 dan mengetahui respon siswa setelah penerapan model pembelajaran Role Playing dengan media video pada pelajaran IPS Kelas V di SDN Gondangwetan I Kabupaten Pasuruan Tahun Pelajaran 2012/2013. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang disebabkan perlakuan pada kelas eksperimen. Pengaruh positif yang disebabkan oleh model pembelajaran Role Playing dengan media video terhadap hasil belajar tampak dalam perubahan nilai rata-rata kelas eksperimen yang jauh berbeda dengan peningkatan rata-rata pada kelas kontrol. Perbedaaan peningkatan yang signifikan dapat terlihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen dari 54,64 menjadi 76,56 sedangkan pada kelas kontrol perbedaan tidak terlalu signifikan yaitu dari nilai rata-rata 58,86 menjadi 59,12. Hal ini didukung dengan sebagian besar siswa yang merespon positif proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing dengan media video dengan rata-rata persentase respon siswa secara keseluruhan adalah 94% atau berada pada kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) Penerapan model pembelajaran Role Playing dengan media video pada pelajaran IPS Kelas V di SDN Gondangwetan I memiliki kelemahan yaitu kekurangan dalam alokasi waktu pada waktu proses pembelajaran. Namun, secara keseluruhan menunjukkan bahwa siswa terlihat sangat antusias dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan seluruh siswa terlibat aktif melakukan aktivitas bermain peran sesuai dengan perannya masing-masing dan menghayati setiap peran yang dimainkan. Keadaan ini menyebabkan tujuan pembelajaran IPS dapat tercapai dan rata-rata kelas mencapai di atas KKM yang ditentukan, (2) Terdapat perbedaan hasil belajar IPS pre tes pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol yang dibuktikan dari hasil rata-rata pre tes kelas eksperimen sebanyak 54,64 dan kelas kontrol sebanyak 58,86 yang berarti berbeda secara signifikan dengan selisih beda sebesar 4,22. Pada kelas kontrol setelah diberi perlakuan dengan model pembelajaran konvensional ternyata rata-rata hasil belajar siswa meningkat tetapi tidak signifikan yaitu dari 58,86 menjadi 59,12. Sedangkan pada kelas eksperimen setelah diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing dengan media video ternyata setelah diukur rata-rata hasil belajar siswa meningkat sangat signifikan yaitu dari 54,64 menjadi 76,56. Jadi hasil belajar IPS kelas eksperimen dengan kelas kontrol berbeda signifikan hal ini dibuktikan rata-rata nilai gain score kelas eksperimen jauh lebih tinggi yaitu sebesar 21,92 dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu 0,26, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran role playing dengan media video lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, (3)Respon siswa setelah penerapan model pembelajaran Role Playing dengan media video pada pelajaran IPS Kelas V di SDN Gondang Wetan I berada pada kriteria “Sangat Baik”. Secara keseluruhan rata-rata persentase respon siswa terhadap proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing dengan media video adalah sebesar 94%, sehingga dapat disimpulkan bahwa respon siswa berada pada kategori “Sangat Baik”. Sebagai tindak lanjut dari penelitian ini, maka disarankan: (1) Bagi para pembuat kebijakan khusus bidang studi IPS model pembelajaran role playing dengan media video dapat menjadi rujukan sebagai model pembelajaran alternatif untuk menghidupkan peristiwa sejarah sebagai salah satu bagian dari IPS, (2) Bagi lembaga/sekolah, penggunaan model pembelajaran role playing dengan media video perlu dikembangkan untuk model pembelajaran lain yang dipadukan dengan media yang sesuai, (3) Bagi guru, penerapan model pembelajaran role playing dengan media video perlu dilanjutkan untuk materi-materi lain yang sesuai, karena penggunaan model ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa, (4) Bagi siswa, harus memiliki kesiapan pemahaman materi yang akan dimainkan dalam role playing dengan terlebih dahulu membaca dan mempelajari sebelumnya di rumah dan pemantapan konsep akan lebih baik dalam pembelajaran di kelas, (5) Bagi peneliti lain, penelitian dengan model pembelajaran role playing dengan media video pada tingkat SD masih perlu dilakukan dengan variabel penelitian yang lebih beragam dalam upaya peningkatan hasil pembelajaran di Indonesia, karena penggunaan model pembelajaran ini menunjukkan gejala yang positif, tetapi kondisi lokal mungkin akan menyebabkan hasil belajar yang berbeda.

Pengaruh penerapan model pembelajaran learning cycle 5 fase pada pokok bahasan struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimia terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri I Talun Kabupaten Blitar tahun ajaran 2006/2007 / Lutfi Nur Azizah

 

Pendidikan memegang peranan penting dalam era globalisasi sehingga perlu dilakukan perubahan dan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Upaya pembaharuan dalam bidang pendidikan dilakukan melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Kurikulum ini mengarahkan pada proses pembelajaran konstruktivistik agar siswa dapat membangun pengetahuannya melalui serangkaian proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang mengacu pada proses pembelajaran konstruktivistik adalah model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, (2) mengetahui persepsi siswa terhadap pelajaran Kimia dan terhadap model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Penelitian menggunakan rancangan eksperimental semu. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri I Talun pada tahun ajaran 2006/2007. Sampel dalam penelitian terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diambil secara acak kelas. Instrumen dalam penelitian adalah tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik dan analisis deskriptif. Analisis statistik dilakukan pada data kemampuan awal siswa dan data hasil belajar siswa, sedangkan analisis deskriptif dilakukan pada data persepsi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Learning Cycle (LC) 5 Fase dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, dimana rata-rata nilai hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Learning Cycle (LC) 5 Fase lebih tinggi (81,13) daripada dengan pembelajaran konvensional (74,53), (2) Keaktifan siswa yang diajar dengan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase lebih banyak (39% siswa menjawab, 22,4% siswa menanggapi, dan 21,5% siswa bertanya) daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional (20,2% siswa menjawab, 9,2% siswa menanggapi, dan 8,3% siswa bertanya), (3) Persepsi siswa menunjukkan bahwa sebanyak 71,05% siswa menyatakan persepsi yang positif terhadap pelajaran Kimia dan sebanyak 63,16% siswa menyatakan persepsi positif terhadap model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyukai pelajaran Kimia dan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam proses pembelajaran dan dapat disosialisasikan di sekolah-sekolah, karena memberikan hasil belajar siswa yang cukup baik dan meningkatkan minat serta kreativitas siswa dalam proses pembelajaran.

Kelayakan angker mekanik bambu menahan gaya geser sambungan balok kolom / Yudri Ika Abdul K.

 

Khalim, Yudri Ika A. 2013. Kelayakan Angker Mekanik Bambu Menahan Gaya Geser Sambungan Balok Kolom. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muhammad Sulton, S.T., M.T. (II) Drs. Prijono Bagus Susanto, S.T., M.T. Kata Kunci: Angker Mekanik Bambu, Gaya Geser, Sambungan Balok Kolom. Dewasa ini dalam konstruksi bangunan perlu dikembangkan tentang beton bertulang. Bambu yang merupakan sumber bahan bangunan yang dapat diperbaharui digunakan sebagai tulangan beton pengganti/alternatif tulangan baja pada struktur/bangunan sederhana. Dari data kerusakan struktur bangunan akibat gaya aksial, didapat fakta bahwa kerusakan struktur yang paling dominan terjadi pada bagian sambungan balok kolom. Sedangkan pada balok dan kolom diluar bagian sambungan masih menunjukkan kinerja yang baik dan hanya terdapat beberapa retak rambut di daerah sambungan balok kolom (Umniati, 2011). Maka perlu digunakan suatu alternatif untuk mengantisipasinya yaitu dengan angker mekanik bambu. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui berapa besar gaya geser sambungan balok kolom beton bertulangan bambu dengan jumlah tulangan kolom sebanyak 6 tulangan (2) untuk mengetahui berapa besar gaya geser yang dapat ditahan angker mekanik bambu pada sambungan balok dan kolom beton bertulangan bambu dengan jumlah tulangan kolom sebanyak 6 tulangan (3) untuk mengetahui berapa besar gaya geser yang dapat ditahan angker mekanik bambu pada sambungan balok dan kolom beton bertulangan bambu dengan jumlah tulangan kolom sebanyak 8 tulangan (4) untuk mengetahui pola retakan pada sambungan balok dan kolom beton bertulangan bambu (5) untuk mengetahui bentuk grafik hysteresis loop pada balok dan kolom beton bertulangan bambu. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen, selanjutnya data yang diperoleh dari hasil pengujian 3 buah model sambungan balok kolom bertulangan bambu tersebut dideskrpsikan. Untuk mendeskripsikan data hasil pengujian, parameter yang digunakan adalah pembacaan beban horizontal dorong kanan dan beban horizontal dorong kiri, kemudian pembacaan besar simpangan yang terjadi akibat pemberian beban, serta beban maksimum yang mampu diterima oleh sambungan balok kolom bertulangan bambu. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa pengekangan dengan penambahan angker mekanik bambu pada bagian dalam sambungan balok kolom mampu meningkatkan kekuatan menahan beban maksimum yang dapat diterima oleh model sambungan balok kolom tersebut dibandingkan dengan model sambungan balok kolom bertulangan bambu yang tidak menggunakan angker mekanik bambu. Dan untuk pola retak, terlihat sambungan balok kolom bertulangan bambu tanpa angker mekanik bambu mengalami retak paling lebar yaitu 8-13mm mengelilingi daerah sambungan, sedangkan pada sambungan balok kolom bertulangan bambu dengan angker mekanik bambu hanya mengalami retak selebar 1-7mm pada daerah sambungan balok kolom.

Perbandingan berat pengisian berbagai tipe refrigerant untuk AC mobil (pada temperatur 4?C dan putaran 2000 RPM) / Mujibur Rahman

 

Semakin menipisnya lapisan ozon adalah salah satu dampak negatif dari penggunaan zat pendingin (refigerant) yang tidak ramah lingkungan. Selain itu juga akan akan mengakibatkan pemanasan global atau GWP (Global Warming Potential). Refrigerant hidrokarbon telah dipersiapkan sebagai zat pendingin alternatif untuk menggantikan refrigerant yang tidak ramah lingkungan. Untuk mengetahui perbedaan jumlah berat pemakaian refrigerant yang tidak ramah lingkungan dan refrigerant hidrokarbon dilakukan penelitian eksperimental dari kedua refrigerant tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengisian berat refrigerant R-12 dengan R-134a; R-12 dengan MC-12 dan R-134a dan MC-12 pada temperatur 4?C dan putaran 2000 rpm. Dengan demikian konsumen mengetahui perbandingan dari pemakaian zat pendingin tersebut dan diharapkan penggunaan zat pendingin yang tidak ramah terhadap lingkungan berkurang bahkan tidak ada. Refrigerant yang digunakan dalam penelitian ini adalah R-12, R-134a dan MC-12. Penelitian ini dilakukan di laboratorium jurusan Teknik Mesin (Otomotif) Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan metode nonparametrik dan analisis yang dipakai adalah kruskal-wallis test dan uji U atau mann-whitney test untuk membandingkan refrigerant R-12, R-134a dan MC-12 terhadap jumlah berat pemakaiannya pada suhu 4?C di evaporator dan putaran 2000 rpm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara jumlah berat pemakaian dari zat pendingin R-12 dengan R-134a; R-12 dengan MC-12 dan R-134a dengan MC-12. Jumlah berat pemakaian tersebut adalah 206 grf untuk refrigerant R-12, 180 grf untuk refrigerant R-134a dan 132 grf untuk refrigerant MC-12 Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar konsumen beralih ke refrigerant yang ramah terhadap lingkungan yaitu refrigerant hidrokarbon. Selain itu diharapkan agar dilakukan penelitian lebih lanjut pada topik yang berhubungan dengan penelitian ini.

Evaluasi penerapan metode resitasi pada mata diklat keahlian gambar bangunan di SMK Nasional Malang / Untung Agus Triyono

 

Triyono, Untung Agus. 2013. Evaluasi Penerapan Metode Resitasi Pada Mata Diklat Keahlian Gambar Bangunan di SMK Nasional Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Eko Suwarno, M. Pd, (2) Drs. Priyono, M. Pd Kata Kunci : Evaluasi, Metode Resitasi, Mata Diklat Keahlian Gambar Bangunan.     Metode resitasi adalah metode belajar mengajar yang berupa pemberian tugas kepada siswa, yang tidak sekedar dilaksanakan di rumah, melainkan dapat dikerjakan di Perpustakaan, Laboraturium dan hasilnya harus bisa dipertanggung jawabkan kepada guru. Pada metode resitasi terdapat tiga fase yang harus dilaksanakan secara berurutan oleh guru. Fase tersebut adalah sebagai berikut: (1) Fase Pemberian Tugas; (2) Fase Pelaksanaan Tugas; (3) Fase Mempertanggung jawabkan Tugas. Metode ini sangat cocok diterapkan pada Mata Diklat Teknik Bangunan karena Mata Diklat Teknik Bangunan banyak melaksanakan praktek daripada teori sehingga dengan penerapan metode resitasi dapat menambah pengetahuan dan wawasan siswa. Di SMK Nasional Malang yang di didalamnya terdapat Jurusan Gambar Bangunan, guru sudah menerapkan metode resitasi di kelas sehingga peneliti hanya perlu melakukan evaluasi terhadap penerapan metode resitasi yang dilakukan guru.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan metode resitasi yang dilakukan guru di SMK Nasional Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X Kompetensi Mata Diklat Gambar Bangunan SMK Nasional Malang. Sampel penelitian adalah semua siswa kelas X Kompetensi Mata Diklat Gambar Bangunan yang terdiri dari 32 siswa. Analisis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.     Berdasarkan analisis data didapatkan hasil penelitian penerapan metode resitasi dengan menggunakan angket secara umum adalah cukup baik dengan prosentase 53% dilihat dari rata-rata prosentase fase-fase dalam metode resitasi (fase pemberian tugas, fase pelaksanaan tugas dan fase mempertanggung jawabkan tugas). Adapun saran-saran berdasarkan hasil penelitian adalah (1) Bagi Siswa, siswa diharapkan dapat terbiasa mengisi waktu luangnya dengan mengerjakan tugas yang diberikan guru, karena dengan penerapan metode pembelajaran ini akan merangsang siswa untuk melakukan latihan-latihan atau mengulangi materi pelajaran yang baru didapat di sekolah atau sekaligus mencoba ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya. Selain dapat meningkatkan hasil belajar siswa, juga dapat menjadi tolok ukur keberhasilan penerapan metode resitasi. (2) Bagi Guru, Ke- terlaksanaan penerapan metode resitasi masih belum berhasil sepenuhnya. Untuk dapat memperbaiki penerapan metode resitasi yang dilakukan guru di sekolah, guru diharapkan dapat menambah latihan atau pemberian tugas kepada siswa baik tugas individu maupun kelompok, yang tidak harus dikerjakan di kelas tetapi juga di rumah, perpustakaan maupun di laboraturium. Selain itu, tugas yang diberikan guru harus jelas, tempat dan lama waktu penyelesaian tugas harus jelas, tugas yang diberikan terlebih dahulu dijelaskan atau diberikan petunjuk yang jelas, agar siswa yang belum mampu memahami atau mengerti tentang tugas yang di- berikan berupaya untuk menyelesaikannya, guru harus memberikan bimbingan atau pengawasan utamanya kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar atau salah arah dalam mengerjakan tugas, dan memberi dorongan terutama bagi siswa yang lambat atau kurang bergairah mengerjakan tugas. (3) Peneliti lain diharap- kan dapat mengevalusi model pembelajaran lain yang diterapkan di mata diklat Keahlian Gambar Bangunan atau dapat mengkolaborasikan metode pembelajaran resitasi dengan metode pembelajaran lain.

Hubungan konsep diri dan motivasi menyelesaikan skripsi pada mahasiswa program S1 dengan perpanjangan masa studi di perguruan tinggi Kota Malang / Siti Yuli Yanti

 

Berdasarkan kondisi fisik dan psikis yang normal, semakin berkembang seseorang, maka semakin mampu dia mengatasi lingkungannya. Selain mengetahui lingkungannya, dia juga mengetahui siapa dirinya yang dikenal sebagai konsep diri. Perkembangan pembentukan nilai dan konsep diri seseorang dapat pula dibentuk melalui pendidikan perguruan tinggi. Sesuai dengan teori bahwa konsep diri memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap motivasi dalam menyelesaikan tugas yang di hadapinya. Khususnya bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi yang tidak menutup kemungkinan menghadapi kesulitan, sehingga banyak mahasiswa program S1 yang harus melakukan perpanjangan masa studi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan konsep diri dan motivasi menyelesaikan skripsi pada mahasiswa program S1 dengan perpanjangan masa studi. Rancangan yang digunakan adalah penelitian korelasional. Uji coba instrumen dilakukan pada 40 mahasiswa sedangkan penelitian dilakukan pada 100 mahasiswa yang tersebar di empat Perguruan Tinggi Kota Malang menggunakan teknik sampling Stratified Proportional Random Sampling dan disempurnakan oleh teknik Equal Probability Random Sampling. Metode yang digunakan untuk menyusun skala konsep diri dan skala motivasi adalah metode Rating yang dijumlahkan (Methods of Summated Rattings) dari Rensis Likert. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsep diri pada mahasiswa program S1 dengan perpanjangan masa studi termasuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 59 mahasiswa, sedangkan tingkat motivasi juga termasuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 66 mahasiswa. Ada hubungan positif antara konsep diri dan motivasi menyelesaikan skripsi dengan hasil uji korelasi product moment diperoleh nilai koefisen korelasi hitung sebesar 0,621, yang berarti hubungan kedua variabel menunjukkan adanya hubungan kuat. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi orang tua hendaknya lebih memahami serta mengarahkan konsep diri dan motivasi mahasiswa ke arah yang lebih positif, hal ini dapat dilakukan dengan cara berkonsultasi ke bagian kemahasiswaan, selalu memberi dukungan dan mengembangkan rasa percaya dirinya. Bagi para mahasiswa agar dapat seobyektif mungkin dalam memandang diri sendiri untuk dapat meningkatkan konsep diri dan motivasinya ke arah yang lebih positif. Bagi pengelola perguruan tinggi selain merancang program belajar guna meningkatkan kreatifitas mahasiswa terutama pada saat menyelesaikan skripsi, juga lebih meningkatkan layanan bimbingan bagi mahasiswa/orang tua. Bagi peneliti berikutnya diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk mengembangkan teori psikologi sehingga dapat diaplikasikan tidak hanya pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi dan melakukan perpanjangan masa studi, namun juga pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi dan tidak melakukan perpanjangan masa studi.

Pengaruh penggunaan teknik mencatat peta pikiran dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN I Malang tahun pelajaran 2012/2013 pada materi hidrokarbon / A. Sirojul Anam Izza Rosyadi

 

Rosyadi, A. Sirojul Anam Izza. 2013. Pengaruh Penggunaan Teknik Mencatat Peta Pikiran dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X MAN 1 Malang Tahun Pelajaran 2012/2013 pada Materi Hidrokarbon. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Parlan, M.Si, (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata kunci: STAD, catatan, peta pikiran, hidrokarbon     Pembelajaran yang berpusat pada guru sudah dianggap tidak sesuai karena manusia bukan individu yang pasif. Manusia mampu belajar dari pengalaman yang dialaminya. Karena itu, pembelajaran kini diupayakan agar lebih berpusat pada aktivitas siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran yang mengutamakan aktivitas siswa, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe student team-achievement division (STAD). Aktivitas siswa dapat berupa kegiatan memperhatikan penjelasan guru, menanyakan materi yang belum dipahami, atau mencatat. Berbagai penelitian oleh para ahli telah melahirkan teknik-teknik mencatat yang baru, salah satunya adalah teknik mencatat peta pikiran. Teknik ini lebih baik daripada catatan dengan format outline karena dapat memusatkan perhatian serta memberikan kesan yang lebih mendalam. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknik mencatat peta pikiran dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Malang tahun pelajaran 2012/2013 pada materi hidrokarbon.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi experiment dengan desain posttest-only control group. Penelitian dilakukan di MAN 1 Malang pada kelas X-A dan X-C yang diambil secara acak dengan undian. Kelas X-A dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan teknik mencatat peta pikiran, sedangkan kelas X-C dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan teknik mencatat outline.     Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan teknik mencatat peta pikiran dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan teknik mencatat outline. Hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan teknik mencatat peta pikiran ( = 84,05) lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan teknik mencatat outline ( = 79,06). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan teknik mencatat peta pikiran dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Malang tahun pelajaran 2012/2013 pada materi hidrokarbon.

Hambatan-hambatan pelaksanaan proses belajar mengajar sistim tutorial di SD Pamong se Kodya Malang
oleh Suciati

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan (study pada siswa kelas XI Program Keahlian Permesinan SMK PGRI 1 Magetan) / Merlyn Kelvinca Paradise

 

Kata kunci : Jigsaw, Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan merupakan komponen terpenting dalam pembangunan bangsa dan negara, kegiatan pendidikan berupa proses belajar mengajar/proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting, sebab keberhasilan sebuah pendidikan sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh pelaksanaan pembelajaran. Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal sangat di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : siswa, kurikulum, tenaga kependidikan, biaya, sarana dan prasarana serta faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw pada siswa kelas XI Permesinan di SMK PGRI 1 Magetan. (2) Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Jigsaw pada siswa kelas XI Permesinan di SMK PGRI 1 Magetan. (3 )Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model jigsaw pada siswa kelas XI Permesinan di SMK PGRI 1 Magetan. (4) Megetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw pada siswa kelas XI Permesinan di SMK PGRI 1 Magetan. Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan analisis pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Alat pengumpulan data menggunakan soal tes, lembar observasi, catatan lapangan, dokumentasi dan pedoman wawancara. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Permesinan SMK PGRI 1 Magetan tahun ajaran 2010/2011. Data prestasi belajar siswa ditinjau dari dua aspek yakni aspek koqnitif dan afektif, aspek koqnitif dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya hasil post tes siswa. Sedangkan aspek afektif dapat dilihat melalui setiap indikator elemen kooperatif mengalami peningkatan keaktifan. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah penerapan Pembelajaran Kooperatif model Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu: (1) Guru mata pelajaran kewirausahaan, diharapkan dalam menerapkan pembelajaran model Jigsaw mengatur waktu, mempersiapkan rencana kegiatan dan media yang tepat, sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal dan efesien. (2) Guru mata pelajaran kewirausahaan, diharapkan dalam menerapkan pembelajaran model Jigsaw menyiapkan soal-soal diskusi secara matang.

Penerapan efektifitas customer selling officer dalam meningkatkan jumlah nasabah dan simpanan dana pihak ketiga pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang / Diana Rahmawati

 

Pengembangan modul berbasis inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) pada pokok bahasan reaksi oksidasi reduksi untuk siswa SMK kelas X / Tarini Mawantia

 

Mawantia, Tarini. 2013. Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Pada Pokok Bahasan Reaksi Oksidasi Reduksi untuk Siswa SMK Kelas X . Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S, (2) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd Kata Kunci : Modul, inkuiri terbimbing, reaksi oksidasi reduksi, SMK Salah satu problematika pembelajaran di SMK adalah belum tercukupinya bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran kimia di SMK sangat terbatas dan kurang merangsang siswa untuk berpikir secara sistematis, kritis, logis, dan analitis. Buku yang digunakan umumnya hanya menyajikan materi dan soal-soal latihan, sehingga siswa tidak dituntun untuk mencari dan menemukan sendiri konsep materi yang dipelajari. Salah satu model pembelajaran yang menuntun siswa untuk mencari dan menemukan sendiri konsep materi yang akan dipelajari adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry). Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah satu model pembelajaran yang berbasis paradigma pembelajaran konstruktivistik. Tujuan dari penelitian pengembangan adalah menghasilkan modul berbasis inkuiri terbimbing (guided inquiry) pada materi reaksi oksidasi reduksi untuk siswa SMK kelas X dan mengetahui kelayakan modul. Modul dikembangkan melalui model 4-D, yaitu terdiri atas empat tahap pengembangan: define (pembatasan), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Pada pengembangan modul ini hanya dilakukan sampai pada tahap ketiga yaitu develop (pengembangan). Desain validasi terdiri dari validasi isi produk dan uji terbatas terhadap kelompok kecil sebagai pengguna produk. Validator yaitu dosen kimia Universitas Negeri Malang dan guru kimia SMK. Uji terbatas yang dilakukan adalah uji keterbacaan oleh siswa sebagai pengguna modul. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang berupa penilaian validator dan sampel pengguna modul. Data kualitatif berupa komentar, saran, dan kritik dari validator. Analisis data kuantitatif menggunakan teknik persentase. Modul hasil pengembangan terdiri dari empat subbab yaitu: (1) reaksi oksidasi reduksi berdasarkan penggikatan dan pelepasan oksigen; (2) reaksi oksidasi reduksi berdasarkan pelepasan dan penerimaan elektron; (3) reaksi oksidasi reduksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi; dan (4) tata nama IUPAC berdasarkan bilangan oksidasi. Setiap subbab terdiri dari pengantar, rumusan masalah, hipotesis, kegiatan belajar, evaluasi hipotesis, kesimpulan, dan uji pemahaman. Beberapa bagian pada modul ini mengalami revisi sesuai dengan komentar, saran, dan kritik dari validator. Berdasarkan penilaian validator, modul hasil pengembangan sangat layak digunakan sebagai sumber belajar di SMK, sedangkan berdasarkan uji keterbacaan pada siswa, modul ini layak digunakan.

Pengembangan modul kesetimbangan kimia berbasis inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) untuk SMK / Rizky Kadhafi

 

Kadhafi, Rizky. 2013. Pengembangan Modul Kesetimbangan Kimia Berbasis Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) untuk SMK. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S, (II) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd. Kata Kunci: Modul, Kesetimbangan Kimia, Inkuiri Terbimbing, SMK Bahan ajar merupakan bagian yang penting dalam suatu kegiatan pembelajaran. Namun problematika yang ditemukan di SMK adalah belum tercukupinya bahan ajar yang dapat memenuhi standar kompetensi lulusan baik secara kuantitatif, kualitatif maupun relevansi (Depdiknas, 2007:12). Hal ini juga terjadi di SMKN Y Malang pada mata pelajaran kimia. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru kimia di SMKN Y Malang, didapatkan bahwa bahan ajar yang dimiliki sangat minim sekali dan minat siswa untuk memiliki buku teks sangat rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dikembangkan suatu modul yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar dalam proses pembelajaran kimia. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat dikembangkan dalam bentuk modul adalah inkuiri terbimbing. Pembelajaran berbasis inkuiri mengharuskan siswa mengkonstruksi sendiri konsep-konsep yang akan dipelajari sehingga dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Adapun tujuan dari pengembangan ini adalah: (1) menghasilkan modul kesetimbangan kimia berbasis inkuiri terbimbing untuk SMK kelas XI semester 1 dan (2) mengetahui kelayakan modul yang telah dikembangkan melalui hasil validasi. Model pengembangan modul ini adalah 4-D Model yang terdiri atas empat tahap utama yaitu: define (pembatasan), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Namun pada pengembangan modul ini hanya dilakukan sampai pada tahap ketiga yaitu develop (pengembangan). Desain validasi terdiri dari validasi isi dan uji coba terbatas pada siswa. Validasi isi berfungsi untuk mengetahui tingkat kelayakan isi, penyajian, tata letak, dan tata bahasa dari modul yang dilakukan dengan memberikan angket pada validator yang terdiri dari dosen kimia Universitas Negeri Malang dan guru kimia SMK. Uji coba terbatas dilakukan pada siswa sebagai pengguna modul untuk mengetahui tingkat keterbacaan modul. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif berdasarkan angket penilaian dan data kualitatif melalui komentar, saran, dan kritik dari validator. Analisis data menggunakan teknik persentase. Persentase hasil validasi isi modul sebesar 87,22% dengan kriteria “sangat layak” dan persentase uji coba terbatas pada siswa sebesar 84,56% dengan kriteria “layak”. Keseluruhan modul ini terdiri dari bagian pendahuluan, isi, dan penutup yang mencakup empat sub materi yaitu: (1) konsep kesetimbangan dinamis; (2) tetapan kesetimbangan (Kc dan Kp); (3) faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan reaksi; dan (4) penerapan kesetimbangan kimia. Setiap sub materi disajikan sesuai dengan tahapan pada pembelajaran inkuiri terbimbing. Beberapa bagian pada modul ini mengalami revisi sesuai dengan komentar, saran, dan kritik dari validator.

Analisis sistem pengendalian intern terhadap persediaan buku pada PT. Gramedia Asri Media-Malang / Dyah Yenny Puspita Dhewi

 

Persediaan Barang Dagangan merupakan hal yang sangat pokok bagi perusahaan dagang. Tanpa adanya Persediaan, perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. Dalam mencapai persediaan yang optimal diperlukan suatu Sistem Pengendalian Intern yang baik dan efektif. Hal ini dimaksudkan untuk membantu perusahaan dalam upaya mengatasi kendala dan hambatan terhadap pengadaan Persediaan Buku. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui; Sistem Pengendalian Intern terhadap persediaan buku pada PT. GRAMEDIA ASRI MEDIA-Malang, kendala yang dihadapi dalam penentuan persediaan buku secara optimal, dampak yang ditimbulkan dari kendala dalam penentuan persediaan buku secara optimal yang telah ada di perusahaan. Berdasarkan hasil analisis data maka: (1) Sistem Pengendalian Intern terhadap Persediaan Barang Dagangan pada PT. GRAMEDIA ASRI MEDIA-Malang cukup baik. Hal ini didukung oleh pengawasan pihak pimpinan yang baik,yaitu: a) Struktur organisasi telah terbentuk dengan baik, setiap tugas dan tanggung jawab setiap fungsi digambarkan dalam bagan alir (flow chart), sehingga setiap karyawan dapat melakukan fungsinya dengan baik, b) Sistem wewenang yang baik dan didukung dengan dokumen-dokumen yang bernomor urut tercetak, c) Telah dilakukan praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi, d) Memiliki karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawab, (2) Masih adanya kendala dalam penentuan persediaan secara optimal, hal ini dikarenakan dalam penentuan persediaan perusahaan hanya menggunakan peramalan tanpa adanya metode yang tepat, (3) Dan dampak yang ditimbulkan adalah belum tercapainya tujuan perusahaan yaitu penentuan persediaan secara optimal. Beberapa saran yang dapat diajukan dalam mengatasi kendala yaitu: a) Ketika melakukan pembelian, perusahaan hanya menggunakan peramalan saja yang berakibat kesalahan prediksi, b) Perusahaan juga tidak menetapkan safety stock atau persediaan pengaman. Hal ini sangat berpengaruh tehadap kepuasan konsumen karena kemungkinan terjadi stock out lebih besar, c) Kegiatan pengamanan terhadap persediaan kurang maksimal karena hanya menggunakan tenaga security saja yang terbatas dalam pengawasannya, sehingga kemungkinan pencurian oleh calon pembeli masih relatif tinggi, d) Efisiensi pegawai juga kurang maksimal karena bagian gudang memiliki tugas dan tanggung jawab yang terlalu banyak dengan jumlah pelaksana yang sedikit sehingga dimungkinkan penyelesaian tugas yang kurang maksimal

Analisis vehicle routing problem with simultaneous deliveries and pick-ups times window (VRPSDPTW) dengan algoritma tabu search / Firman Sudiansyah

 

Kata Kunci : Vehicle Routing Problem, VRP with times window, VRP with Simultaneous Deliveries and Pick-ups times window, Metode Nearest Neighbour, Algoritma Tabu Search, Metode Nearest Insertion Heuristic. Salah satu konsep pada teori graph yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan distribusi penyediaan barang atau jasa adalah Vehicle Routing Problem (VRP). Salah satu pengembangan dari permasalahan VRP yaitu Vehicle Routing Problem with Simultaneous Deliveries and Pick-ups Times window (VRPSDPTW) yang merupakan pengembangan dari VRPPD dengan penambahan kendala, dimana pada saat pengiriman barang, dilakukan pula pengambilan kemasan isi ulang atau produk cacat secara simultan pada setiap titik pada lintasan. Algoritma tabu search merupakan methaheuristic lokal. Methaheuristic adalah aturan-aturan penyelsaian secara umum yang memperluas ruang solusi untuk mengidentifikasi solusi yang baik dan sering menyimpan beberapa susunan rute standar serta perbaikan heuristic. Permasalahan VRPSDPTW yang dibahas diselesaikan dengan menggunakan Algoritma Tabu Search dan digambarkan dengan suatu graph. Gambar graph tersebut dianggap sebagai peta yang menjelaskan kemungkinan jalur yang dapat dilewati dengan setiap titik mewakili depot dan pelanggan, setiap sisi menunjukkan jalan yang menghubungkan antar titik dan setiap bobot pada sisi mewakili jarak. Jumlah permintaan barang dinotasikan dengan , pengembalian barang , dan kapasitas kendaraan Q. Penyelesaian Algoritma tabu search ada dua tahap penyelesaian , yaitu tahap inisialiasai dan tahap pengembangan. Pembahasan selanjutnya adalah menemukan waktu pelayanan dan jarak tempuh yang diselesaikan dengan algoritma tabu search dibandingkan dengan waktu pelayanan dan jarak tempuh yang diselesaikan dengan metode nearest insertion heuristic. Pembahasan mengenai permasalahan VRPSDPTW ini memberikan beberapa analisa. Algoritma tabu search yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan VRPSDPTW yaitu pemilihan titik pelanggan didasarkan pada jumlah permintaan maupun pengembalian barang tiap pelanggan. Urutan pelanggan harus diperhatikan agar tidak terjadi pelanggaran terhadap kendala kapasitas. Berdasarkan tiga contoh yang telah dibahas diketahui bahwa algoritma tabu search dapat meminimumkan waktu pelayanan ke setiap pelanggan dibandingkan dengan metode nearest insertion heuristic. Hal ini dikarenakan algoritma tabu search langsung menyeleksi waktu pada setiap titik yang terhubung langsung dengan titik yang terpilih sebelumnya. Akan tetapi algoritma tabu search tidak memperhatikan jarak antara titik terakhir ke depot sehingga harus menempuh jarak lebih panjang saat kembali ke depot.

Analisis sistem pengendalian intern terhadap penyimpanan barang jaminan nasabah pada perusahaan umum (Perum) Pegadaian Cabang Kepanjen Malang / Hesti Ika Prawitasari

 

Suatu perusahaan akan berjalan dengan baik apabila sistem yang digunakan juga baik dan apabila sistem yang dijalankan suatu perusahaan sudah baik, secara tidak langsung pengendalian intern yang dihasilkan pun akan baik pula. Pengendalian intern sangat berguna dalam melindungi aktiva perusahaan terhadap kecurangan, pemborosan dan pencurian yang dilakukan oleh pihak di dalam maupun di luar perusahaan. Perusahaan Umum Pegadaian yang selanjutnya disebut sebagai Perum Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan non Bank di Indonesia yang menyediakan fasilitas pinjaman dengan jaminan tertentu. Terhadap barang jaminan, perusahaan memiliki hak menguasai barang jaminan sepanjang hutang belum lunas. Karena itu perusahaan wajib menyimpan dan memelihara barang jaminan serta menjaganya dari kerusakan, cacat maupun kehilangan baik sebagian maupun keseluruhannya sehingga kondisi dan nilainya tidak berkurang pada saat uang pinjaman dilunasi. Salah satu faktor terjadinya kerusakan, cacat, kehilangan barang serta berbagai macam penyimpangan-penyimpangan lainnya disebabkan lemahnya pengendalian intern khususnya pengendalian intern terhadap barang. Oleh karena itu, pengendalian barang perlu mendapat perhatian secara proporsional dan diselenggarakan secara professional dalam setiap barang. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui sistem penyimpanan barang jaminan nasabah dan sistem pengendalian intern yang digunakan pada Perum Pegadaian Cabang Kepanjen. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode pemecahan masalah yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang lebih memfokuskan pada pengolahan data yang berbentuk kalimat uraian atau pemikiran logis maupun teori-teori yang digunakan perusahaan. Selama pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada Perum Pegadaian Cabang Kepanjen dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penyimpanan barang jaminan nasabah dan sistem pengendalian intern yang digunakan perusahaan sudah cukup baik, terutama untuk pencatatan transaksi yang berpengaruh pada kebenaran saldo barang jaminan. Tetapi yang kurang adalah tidak adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab yang jelas antara penaksir dan bagian administrasi serta kurangnya penerangan dan pengaturan suhu dalam gudang penyimpanan barang jaminan. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disarankan agar dilakukan pemisahan fungsi atau tanggung jawab yang jelas antara penaksir dengan bagian administrasi dan agar lebih diperhatikan mengenai penerangan dan pengaturan suhu dalam gudang penyimpanan barang jaminan.

Pengembangan multimedia pembelajaran praktikum titrasi asam basa / Urwatil Wutsqo Amry

 

Amry, Urwatil Wutsqo. 2013. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Praktikum Titrasi Asam Basa. Skripsi, Jurusan kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Munzil, M.Si. (II) Dr. Yudhi Utomo, M.Si. Kata Kunci: Multimedia, Praktikum, Titrasi     Salah satu karakteristik penting dari pembelajaran kimia adalah adanya gabungan antara konsep makroskopik dan mikroskopik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gabungan kedua konsep tersebut merupakan sumber kesulitan bagi banyak peserta didik untuk mempelajari kimia. Praktikum titrasi asam basa termasuk materi yang kompleks, karena terdapat materi yang bersifat abstrak salah satunya ialah reaksi mikroskopik tercapainya titik ekivalen (TE). Praktikum memiliki kelemahan yaitu peserta didik tidak dapat mencoba-coba terlebih dahulu namun harus mengikuti alur prosedur yang ada dan kegiatan praktikum tidak dapat menggambarkan reaksi mikroskopik yang terjadi. Materi titrasi asam basa yang kompleks tentang gambaran mikroskopik tidak dapat dijelaskan melalui kegiatan praktikum, untuk itu dibutuhkan suatu alat bantu belajar. Salah satu alternatif alat bantu belajar adalah multimedia pembelajaran praktikum berupa simulator praktikum. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan multimedia pembelajaran kimia praktikum titrasi asam basa yang layak sebagai multimedia pembelajaran untuk mempermudah mempelajari materi praktikum titrasi asam basa.      Metode pengembangan dalam penelitian ini adalah model Four-D yang meliputi tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran), namun tahap disseminate tidak dilakukan. Validasi yang dilakukan adalah validasi media dan uji terbatas untuk menjelaskan kelayakan dari produk yang dihasilkan. Pelaksanaan validasi media dilakukan dua tahap, yaitu tahap pertama validasi desain dengan validator ahli media dari dosen jurusan TEP FIP dan tahap kedua validasi materi dengan satu dosen kimia UM dan satu guru SMA Negeri 9 Malang. Pelaksanaan uji terbatas melibatkan 10 siswa SMA kelas XI-IPA di SMA Negeri 9 Malang. Kriteria persentase rata-rata kelayakan hasil validasi media dan uji terbatas untuk tiap item pada angket dengan skala 1,00-4,00, yaitu 76-100 % untuk kriteria valid dan tidak perlu revisi, 56-75% untuk kriteria cukup valid dan tidak perlu revisi, 40-55% untuk kriteria kurang valid dan perlu dilakukan revisi, dan 0-39% untuk kriteria tidak layak dan revisi total. Multimedia pembelajaran yang dikembangkan memiliki karakterisitik yaitu: (1) terdapat kegiatan identifikasi alat-alat praktikum dan animasi reaksi mikroskopis tercapainya titik ekivalen, (2) terdapat simulasi praktikum dengan variasi titrasi asam basa dan variasi indikator dilengkapi dengan animasi kurva titrasi asam basa, (3) terdapat video untuk menjelaskan perubahan pH saat titrasi asam basa berlangsung, dan (4) terdapat latihan soal interaktif dan evaluasi sebagai feedback setelah mempelajari multimedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan tidak perlu revisi. Hasil validasi media dengan persentase rata-rata skoring sebesar 96,7 % untuk validasi desain media dan persentase rata-rata skoring sebesar 90.1% untuk validasi materi. Uji terbatas memperoleh persentase rata-rata skoring sebesar 94.3% yang memenuhi kategori valid dan tidak perlu revisi. Oleh karena itu tidak perlu dilakukan revisi pada multimedia pembelajaran yang dikembangkan.

Evaluasi sistem pengendalian intern dalam pemberian pembiayaan kepada calon debitur koperasi syariah BMT Ar-Rahman di Tulungagung / Dwi Ervina Rahmawati

 

Setiap tahapan dalam proses pemberian pinjaman atau dalam istilah pada BMT disebut dengan pembiayaan, prinsip kehati-hatian haruslah diperhatikan hal ini berfungsi untuk mengurangi resiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kredit kurang lancar bahkan macet, jumlah yang diberikan tidak sesuai dengan jumlah kembalinya, terjadinya kelalaian petugas dalam melakukan survey lapangan dalam menilai layak tidaknya seorang debitur diberi pinjaman, prinsip terlalu percaya kepada calon debitur. Hal-hal seperti inilah yang dapat merugikan pihak BMT sebagai lembaga penghimpun dana sekaligus penyalur dana. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosedur dan kebijakan yang diambil pengelola dalam pemberian pembiayaan kepada calon debitur khususnya di BMT Ar-Rahman Tulungagung, perbedaan apa yang membedakan antara perhitungan dalam penyusunan perencanaan pembiayaan dengan menggunakan penerapan sistem bagi hasil di BMT Ar-Rahman khususnya pada produk pembiayaannya di banding dengan Bank-Bank konvensional lainnya, serta aspek atau kriteria-kriteria apa saja yang harus dipertimbangkan dalam memberikan pinjaman kepada calon debiturnya Berdasarkan uraian di atas, diperoleh hasil diataranya tidak adanya pemisahan tugas kasir yaitu pemisahan tugas pencatatan dan penerimaan uang, sehingga penerapan sistem pengendalian intern kurang efektif, untuk itu perlu adanya pemisahan tugas kasir bagian penerimaan uang dan pencatatan transaksi. Penggunaan kriteria pemberian pembiayaan dengan prinsip 5C saja masih dirasa kurang cukup sehingga perlu ditambah dengan penggunaan penerapan prinsip analisis 7P dan studi kelayakan. Kesimpulan dari karya tulis ini yaitu prosedur dan kebijakan dalam pemberian pembiayaan ditinjau dari unsur-unsur pokok dalam sistem pengendalian intern di BMT Ar-Rahman sudah cukup baik tetapi masih terdapat kelemahan yaitu tidak adanya pemisahan fungsi kasir dalam mencatat dan menerima uang. Jumlah angsuran per bulan pada BMT lebih meringankan nasabah dibandingkan dengan bank konvensional lainnya. Penerapan analisis 5C dalam pembiayaan masih belum cukup baik, untuk itu perlu adanya peningkatan sistem pengendalian internal yaitu dengan mengadakan pemisahan tugas kasir. Pemberian bagi hasil sebaiknya yang selayaknya saja untuk menghindarkan image kinerja lembaga yang kurang baik di mata anggota.

Preparasi silika, alumina untuk menurunkan kadar ion logam Cd2+ dan Pb2+ sebagai co-ion dalam campuran / Rizki Amelia

 

Amelia, Rizki. 2013. Preparasi Silika, Alumina untuk Menurunkan Kadar Ion Logam Cd 2+ dan Pb 2+ Sebagai Co-Ion dalam Campuran. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D. (2) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M,Si Kata kunci : adsorben, adsorpsi, silika, alumina     Adsorpsi merupakan suatu peristiwa yang disebabkan oleh gaya tarik-menarik antara molekul-molekul adsorbat dengan permukaan adsorben. Berbagai jenis adsorben telah banyak digunakan, diantaranya yaitu nata de coco, serbuk gergaji kayu lamtoro gung, dan arang komersial. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui preparasi silika dari sekam padi dan alumina, mengetahui kemampuan silika dari sekam padi dan alumina untuk menurunkan kadar ion logam Cd2+ dan Pb2+ sebagai co-ion dalam campuran dan mengetahui pengaruh daya serap ion logam Cd2+ dengan adanya ion pengganggu Pb2+ dalam silika dari sekam padi dan alumina.     Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dan dilakukan di Laboratorium Jurusan Kimia dan Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode batch. Dalam penelitian ini digunakan masing-masing sebanyak 0,1 gram silika, alumina, silika;alumina, silika kristalin tanpa n-CTMABr dan silika kristalin dengan n-CTMABr. Adsorbat yang digunakan yaitu campuran dari Cd2+ dan Pb2+ dengan konsentrasi 20 ppm. Sampel adsorben sebanyak 0,1 gram ditambahkan 50 mL adsorbat, kemudian dimasukkan dalam Erlenmeyer. Campuran dikocok dengan kecepatan 100 rpm dengan waktu kontak 30 menit. Setelah proses adsorpsi dilakukan sentrifugasi. Filtrat yang diperoleh dianalisis dengan AAS pada panjang gelombang 228 nm (Cd2+) dan 217 nm (Pb2+) untuk mengetahui konsentrasi ion logam Cd2+ dan Pb2+ yang teradsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persen teradsorpsi ion logam Cd2+ berpengaruh terhadap ion logam Pb2+ oleh beberapa adsorben (2) persen teradsorpsi ion logam Pb2+ paling tinggi terjadi pada adsorben silika:alumina sebesar 82,23%, kemudian alumina sebesar 71,06%, silika kristalin tanpa n-CTMABr sebesar 41,25%, silika sebesar 28,49% dan paling rendah pada adsorben silika kristalin dengan n-CTMABr sebesar 14,42%. Karakterisasi analisis digunakan alat XRD untuk mengetahui fasa yang terjadi pada silika. Hasil ini menunjukkan silika amorf terbentuk puncak yang melebar pada range 2θ = 27-28 dan silika kristalin terbentuk puncak yang tajam pada range 2θ = 24. Ketajaman puncak disebabkan oleh penataan struktur silika kristalin oleh n-CTMABr.

Analisis pengenalan dan pengembangan PT. BRI Syariah Cabang Malang / Wahyu Agustiningsih

 

Produk-produk syariah merupakan karakteristik yang dimiliki Bank Syariah yang menjadi ciri khusus dari bank tersebut dan belum dimiliki oleh perbankan lain. Karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat akan produk-produk syariah ini sehingga perbankan syariah perlu mengenalkan dan mengembangkannya produk-produknya agar sistem perbankan ini lebih dikenal masyarakat. Dalam penulisan Tugas Akhir ini permasalahannya yaitu: bagaimana upaya PT. BRI Syariah Cabang Malang dalam mengenalkan dan mengembangkan produk-produknya kepada masyarakat, kendala-kendala apa saja yang dialami perbankan syariah dalam mengenalkan dan juga mengembangkan produk-produknya tersebut, dan upaya apa saja yang dilakukan dalam mengatasi kendala-kendala yang ada. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk menunjang terlaksananya penyusunan tugas akhir ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tugas akhir ini bertujuan: (1) mengetahui upaya bank syariah dalam mengenalkan dan mengembangkan produk-produknya, (2) mengetahui kendala-kendala bank syariah dalam mengembangkan produk-produknya, dan (3) mengetahui upaya bank syariah dalam mengatasi kendala-kendala yang ada. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil pembahasan dapat diketahui bahwa permasalahan dalam mengenalkan dan mengembangkan produk-produk syariah adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kegiatan operasional perbankan syariah, terbatasnya sumber daya manusia yang kompeten dan profesional, inovasi produk syariah yang masih terbatas,Bank Rakyat Indonesia Syariah belum bisa online, dan belum adanya ATM pada Bank Rakyat Indonesia Syariah. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar PT. Bank Rakyat Indonesia Syariah hendaknya terus melakukan sosialisasi pada masyarakat yang tidak terbatas hanya pada masyarakat muslim, memberikan loyalitas atau pelayanan yang memuaskan untuk mempertahankan nasabahnya, memaksimalkan kinerja para karyawan, dan melakukan beberapa tahapan yang diharapkan bisa mendukung pengembangan perbankan syariah.

Pengembangan multimedia pembelajaran kimia kelas XI SMA pada materi koloid / Ria Putri Wahyuningtyas

 

Wahyuningtyas, Ria Putri. 2013. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Kimia Kelas XI SMA pada Materi Koloid. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, M.Si. (II) Dr. Suharti S.Pd, M.Si. Kata kunci : Multimedia, Bilingual, Four-D Model, Koloid     Bahan ajar kimia yang ada kebanyakan kurang dapat menggambarkan konsep mikroskopis. Siswa sulit memahami materi kimia yang bersifat abstrak hanya dengan membaca tulisan atau mendengarkan penjelasan dari guru. Untuk mengatasi hal tersebut, maka materi kimia yang bersifat abstrak dapat ditampilkan dalam bentuk paduan suatu teks, video, gambar, audio atau animasi dengan bantuan komputer. Salah satu materi kimia yang memuat banyak konsep abstrak adalah materi koloid. Bahasa Inggris merupakan bahasa global. Beberapa sekolah khususnya sekolah bilingual pada umumnya menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam mengajarkan materi pada pelajaran kimia. Sekolah-sekolah ini tentunya menggunakan pembelajaran berbasis multimedia, sehingga secara tidak langsung dalam pembelajaran berbasis multimedia dibutuhkan media dengan bahasa pengantar berupa bahasa Inggris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah multimedia pembelajaran kimia pada materi koloid serta mengetahui tingkat kelayakan multimedia pembelajaran kimia pada materi koloid hasil pengembangan.      Metode pengembangan dalam penelitian ini adalah Four-D model yang terdiri dari empat tahap meliputi tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Penelitian dan pengembangan multimedia pembelajaran kimia yang dilakukan hanya terbatas pada tahap pengembangan karena adanya keterbatasan waktu dan biaya. Untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan maka dilakukan validasi media dan uji coba kelompok kecil. Validasi media meliputi dua tahap yaitu validasi tampilan dan validasi isi media. Validasi tampilan dilakukan oleh ahli media yaitu satu orang dosen jurusan TEP FIP. Validasi isi media dilakukan oleh dua orang ahli materi, yaitu satu orang dosen jurusan Kimia FMIPA dan satu orang guru kimia SMA Negeri 9 Malang. Pelaksanaan uji coba kelompok kecil melibatkan 10 siswa/siswi kelas XI SMAN 9 Malang. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif melalui instrumen angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis rata-rata. Data kuantitatif diperoleh melalui angket checklist sesuai kriteria validitas, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui kolom komentar dan saran. Kriteria kelayakan tiap item angket validasi yaitu, skala 76%-100% untuk kriteria valid dan tidak perlu revisi, 56%-75% untuk kriteria cukup valid dan tidak perlu revisi, 40%-55% untuk kriteria kurang valid dan perlu revisi, serta 0%-39% untuk kriteria tidak valid dan revisi total. Multimedia pembelajaran yang dikembangkan memiliki karakteristik antara lain: (1) terdapat animasi, video, audio, gambar, dan tulisan dalam satu kesatuan yang dapat memvisualisasikan konsep koloid yang bersifat abstrak, (2) bersifat interaktif, (3) terdapat evaluasi sebagai balikan setelah mempelajari multimedia pembelajaran kimia, dan (4) disajikan dalam dua bahasa (bilingual). Hasil rata-rata validasi media tahap tampilan media dan isi media berturut-turut sebesar 91,46 % dan 98 %. Hasil rata-rata uji coba kelompok kecil sebesar 92 %. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba kelompok kecil menunjukkan multimedia pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan layak digunakan dalam pembelajaran kimia pada materi koloid.

Pengembangan bahan ajar ikatan kimia kurikulum 2013 berbasis inkuiri terbimbing untuk SMA kelas X / Nafisa Ema Muthaharoh

 

Muthaharoh, Nafisa E. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Ikatan Kimia Kurikulum 2013 Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Siswa SMA Kelas X. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (I) Muntholib, S.Pd., M.Si., (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S. Kata kunci: bahan ajar, inkuiri terbimbing, ikatan kimia     Pendidikan merupakan pondasi untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, sudah selayaknya pembangunan dibidang pendidikan menjadi program utama. Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dilakukan dengan berbagai upaya, salah satunya adalah penyempurnaan kurikulum. Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di mana Kurikulum ini menekankan keaktifan siswa dalam mengkonstruk pengetahuan melalui tahapan-tahapan ilmiah. Bahan ajar merupakan salah satu alat untuk memfasilitasi siswa dalam menemukan serta mengkonstruk pengetahuan. Bahan ajar disusun untuk memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum. Penelitian pengembangan bahan ajar ini bertujuan untuk mengembangkan serta mengetahui kelayakan bahan ajar materi ikatan kimia Kurikulum 2013 berbasis inkuiri terbimbing untuk siswa SMA kelas X.     Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan 3D yang diadaptasi dari Four-D Model (Model 4D) yang terdiri atas 3 tahap, yaitu define (membatasi), design (merancang), dan develop (mengembangkan). Dalam tahap membatasi dilakukan penetapan tujuan dan pembatasan mengenai bahan ajar yang akan dikembangkan. Dilanjutkan dengan tahapan merancang yakni, pembuatan bahan ajar. Bahan ajar yang telah dirancang kemudian dikembangkan sampai menghasilkan produk akhir bahan ajar setelah melalui revisi berdasarkan masukan pembimbing dan masukan para pakar ahli/praktisi. Bahan ajar divalidasi oleh validator ahli dengan rincian satu orang Dosen dan tiga orang guru kimia SMA. Hasil pengembangan berupa bahan ajar ikatan kimia Kurikulum 2013 berbasis inkuiri terbimbing. Langkah-langkah dalam bahan ajar mengacu pada langkah pembelajaran inkuiri terbimbing, yaitu pendahuluan, masalah, hipotesis, kegiatan (prosedur dan analisis), dan kesimpulan. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa semua validator memberi penilaian di atas batas kelayakan. Pada angket penilaian uji kelayakan bahan ajar terdapat tiga aspek penilaian, yaitu isi dan penyajian, kebahasaan, dan tata letak bahan ajar. Bahan ajar yang dikembangkan diuji oleh satu orang Dosen kimia Universitas Negeri Malang dan tiga orang guru kimia SMAN 1 Tumpang. Rincian hasil uji kelayakan rata-rata keempat validator pada masing-masing aspek secara berturut-turut, yaitu 75,45%, 72,5%, dan 84%. Sehingga diperoleh rata-rata hasil uji kelayakan bahan ajar dari keempat validator sebesar 77,2% dengan kriteria layak.

The teaching of English at Management Department Faculty of Economics State University of Malang / Oktavia Widiastuti

 

In this study, Management Department, Faculty of Economics, State University of Malang which offers English as a requirement subject is investigated to know how English is conducted. The purpose of the study is to describe the syllabus for the teaching of English, the instructional materials used in the teaching and learning process, the teaching and learning techniques applied by the teacher in the class, and the evaluation used by the teacher to measure the students? English achievement. The research design used in the study is descriptive qualitative design. The subjects investigated are the students of Management who are taking English at the first semester of 2007-2008 academic years (41 students) and the English teacher. The instruments that are used to collect the data are questionnaire for the students, interview with the teacher, structured observation sheets and field notes, and checklists. The result of this study shows that the syllabus for the teaching of English is available. The syllabus is in the form of a course outline which is prepared and arranged at the beginning of the course. The instructional material used by the English teacher is a specific textbook for the students taking English, which is prepared and arranged by the teacher. From the result of questionnaire, it is found that the contents of the textbook vary and are suitable for the students? field of study. The topics focus on reading comprehension and exercises with additional topics on grammar, vocabulary and special terms, idioms, and translation. The teaching techniques most frequently used by the teacher in the classroom is translating from English into Indonesian, explaining a specific structure or grammar found in the passage, and sometimes helping the students in comprehending a passage by translating the important part of the passage. Class work and group work activities are used in the teaching and learning processes. Concerning the language used during the class session, Indonesian is frequently used in the classroom by both students and the teacher. Only approximately 5% of the time, English is used during the class. To evaluate the students? achievement the teacher carries out written tests including the mid ? term test and final test. The tests are prepared by the teacher (a teacher ? made test). The teacher also evaluates students? participation and activeness in the classroom (ongoing activities). The focuses of the test material are questions about a specific business matter, translation, and vocabulary. The types of test used to evaluate the students? achievement are translation, matching, true ? false, and answering questions related to business matter. The language used in the test is English iii The existence of English at non-English department is very important to carry out future researchers for the improvement of the course. Other researchers are supposed to conduct a more thorough study on the instructional materials presented by the teacher because instructional materials give contributions to the result of the English teaching. Besides, more investigation on the implementation of the teaching technique is also required. It is considered that a comparison study for the techniques implemented so far and the other techniques will be useful to improve the result of the teaching of English at non-English Department.

Pelaksanaan penilaian unjuk kerja dalam mata pelajaran PKn di SMPN 1 Wagir Malang / Rea Anggraeni

 

Perbedaan kekuatan tarik dan bending akibat variasi arus las Tungsten Inert Gas (TIG) pada pengelasan Austenitic Stainless Steel / Aji Setiawan

 

Setiawan, Aji. 2013. Perbedaan Kekuatan Tarik dan Bending Akibat Variasi Arus Las Tungsten Inert Gas (TIG) pada Pengelasan Austenitic Stainless Steel. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T., M.Kes, (II) Drs. Wahono, S. ST. M.Pd. Kata Kunci: kekuatan tarik, kekuatan bending, variasi arus, tungsten inert gas (TIG), austenitic stainless steel. Stainless steel merupakan baja paduan tinggi yang memiliki sifat tahan korosi dan sifat mampu las yang sangat baik. Stainless steel banyak digunakan antara lain untuk tangki-tangki bahan kimia, sudu turbin uap, tangki penyimpanan susu dan alat-alat rumah tangga. Untuk mengelas stainless steel sering digunakan tungsten inert gas (TIG) karena memiliki keuntungan daerah HAZ kecil sehingga pengaruh panas pengelasan pada logam induk hanya terbatas pada sekitar sambungan. Arus las yang besar memberikan masukan panas tinggi, sebaliknya arus las yang kecil memberikan masukan panas rendah. Hal ini jelas akan mempengaruhi struktur yang terbentuk pada HAZ maupun logam las sehingga berpengaruh pula pada ketangguhan las. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan kekuatan tarik dan bending akibat variasi arus las tungsten inert gas (TIG) pada pengelasan austenitic stainless steel. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan pengambilan data eksperimental. Sedangkan desain penelitiannya adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data menggunakan analisis one way anova. Analisis statistik tersebut digunakan untuk pengujian dan membuktikan hipotesis. Objek penelitian ini adalah austenitic stainless steel 304 yang kemudian diberi perlakuan yakni pengelasan dengan variasi arus dan kemudian di uji tarik dan bending. Hasil penelitian rata-rata kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada pengelasan dengan arus 100A sebesar 22,25 kgf/mm2, pada arus 150A sebesar 18,77 kgf/mm2, dan kekuatan tarik terendah diperoleh pada pengelasan dengan arus 80A sebesar 18,49 kgf/mm2. Dan rata-rata kekuatan bending tertinggi diperoleh pada pengelasan dengan arus 100A sebesar 3,32 kgf/mm2, pada arus 150A sebesar 2,87 kgf/mm2, dan kekuatan bending terendah diperoleh pada pengelasan dengan arus 80A sebesar 2,60 kgf/mm2. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai kekuatan tarik dan bending pada austenitic stainless steel 304 antara sebelum dan setelah mengalami proses pengelasan dengan variasi arus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil dari variasi arus pada proses pengelasan terhadap nilai kekuatan tarik dan kekuatan bending pada austenitic stainless steel 304. Arus pengelasan yang semakin besar menyebabkan temperatur pengelasannya semakin tinggi, sehingga daerah yang mengalami pengendapan khrom karbida semakin luas yang mengakibatkan kekuatan tariknya menurun. Sebaliknya jika arus yang digunakan terlampau kecil, maka akan menyebabkan kurang encernya cairan logam las, sehingga adukan cairan logam antara lapisan yang semula dengan lapisan yang sedang dilas kurang baik.

Proses kreatif watiek ideo dalam menulis cerita anak / Rochima Firmadhonna

 

Firmadhonna, Rochima. 2014. Proses Kreatif Watiek Ideo dalam Menulis Cerita Anak. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd., (II) Dr. Roekhan, M.Pd. Kata Kunci: proses kreatif, menulis, cerita anak     Menulis merupakan salah satu kegiatan kreatif yang terdiri dari tahapan-tahapan tertentu. Tahapan-tahapan tersebut terdiri dari rangkaian tindakan yang dilakukan dari awal pengarang memulai menulis hingga menghasilkan produk berupa tulisan. Rangkaian tindakan tersebut dinamakan proses kreatif. Secara umum, proses kreatif adalah kemampuan, kegiatan, dan kebiasaan yang dilakukan oleh sastrawan sebelum, pada saat, dan setelah menciptakan karya sastra. Setiap penulis melakukan proses kreatif tertentu ketika menulis, termasuk penulis cerita anak. Watiek Ideo adalah seorang penulis cerita anak yang sangat produktif menghasilkan buku anak. Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti proses kreatif Watiek Ideo dalam menulis cerita anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) alasan dan dorongan Watiek Ideo menulis cerita anak, (2) proses kreatif Watiek Ideo sebelum menulis cerita anak, (3) proses kreatif Watiek Ideo selama menulis cerita anak, (4) proses kreatif Watiek Ideo setelah menulis cerita anak, dan (5) problematik yang dialami Watiek Ideo ketika menulis cerita anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam ini berupa deskripsi pernyataan tentang ingatan, pikiran, perasaan, dan penilaian Watiek Ideo yang mencerminkan proses kreatif Watiek Ideo dalam menulis cerita anak, yang berasal dari hasil wawancara. Sumber data penelitian ini adalah Watiek Ideo dan karya-karyanya, serta dokumen-dokumen lain yang terkait dengan Watiek Ideo dan karya-karyanya. Data dianalisis dengan menggunakan instrumen berupa panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Analisis data dilakukan berdasarkan model alir Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan dilakukan dengan triangulasi sumber, teman sejawat, dan ahli.     Berdasarkan hasil penelitian, alasan dan dorongan Watiek Ideo dalam menulis cerita anak dibedakan menjadi dua, yaitu alasan dan dorongan dari dalam dan dari luar. Alasan dan dorongan dari dalam antara lain (1) kegemaran membaca, (2) kegemaran menulis, (3) kesukaan terhadap literasi anak, (4) kegemaran berkhayal, (5) kesukaan terhadap sains, (6) kesukaan terhadap binatang, (7) obsesi masa kecil, (8) terapi jiwa, dan (9) pengalaman pribadi. Alasan dan dorongan dari luar yaitu (1) termotivasi orang lain, (2) interaksi dengan anak-anak, dan (3) ingin keliling dunia. Proses kreatif Watiek Ideo sebelum menulis cerita anak yaitu (1) menggali ide, (2) mengumpulkan informasi dan data-data, (3) mengumpulkan pengalaman, (4) mempersiapkan bahan tulisan, (5) mempertimbangkan pembaca tulisan, dan (6) menjabarkan ide. Proses kreatif Watiek Ideo selama menulis cerita anak yaitu (1) menulis dengan bebas, (2) fokus pada apa yang ditulis daripada teknik, dan (3) mencoba berbagai kemungkinan yang berbeda. Proses kreatif Watiek Ideo setelah menulis cerita anak yaitu (1) merevisi tulisan, (2) menyempurnakan tulisan, dan (3) memublikasikan tulisan. Problematik yang dialami Watiek Ideo ketika menulis cerita anak ada tiga macam, yaitu (1) problematik sebelum menulis, (2) problematik selama menulis, dan (3) problematik setelah menulis. Problematik sebelum menulis berupa (1) kesulitan mencari ide yang berbeda dan unik, (2) kesulitan memilih ide, dan (3) kesulitan menulis kembali setelah beberapa waktu tidak menulis. Problematik selama menulis cerita anak antara lain (1) kesulitan menulis ulang/menceritakan kembali karya orang lain, (2) kesulitan mengawali tulisan secara menarik, (3) kesulitan menentukan judul, (4) kesulitan menulis buku nonfiksi, (5) kesulitan membagi/menyediakan waktu untuk menulis, (6) sakit, dan (7) kesulitan menulis beberapa buku dalam satu waktu. Problematik yang dialami setelah menulis adalah ditolak media. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut, dapat disampaikan beberapa saran sebagai berikut. Kepada penulis tesis selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai masukan dan bandingan untuk melakukan penelitian yang sejenis, agar penelitian selanjutnya dapat dilakukan secara lebih rinci dan mendalam. Kepada para pengajar bahasa dan sastra, penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengajaran menulis kreatif. Kepada para penulis, terutama penulis buku anak, penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai masukan pengetahuan tentang langkah-langkah yang ditempuh seorang penulis buku anak dalam mengarang, apa saja motivasi yang mendorong produktivitasnya, serta inspirasi-inspirasi lain dalam menulis.

Pelaksanaan evaluasi hasil belajar bidang studi bahasa Arab di sekolah alam bilingual SDI Surya Buana Malang tahun 2007/2008 / Agus Tri Ray Murti Hidayah Shaleh

 

Untuk mencapai efektifitas pembelajaran bahasa Arab di kelas, guru harus mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa, karena pemerolehan bahasa bagi setiap siswa itu berbeda. Untuk mengetahui kesulitan belajar setiap siswa, guru dapat menggunakan evaluasi sebagai bahan acuan dalam menentukan tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran yang telah berlangsung, dan dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan pada langkah-langkah pembelajaran yang telah diambil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi hasil belajar bidang studi bahasa Arab di Sekolah Alam Bilingual SDI Surya Buana tahun ajaran 2007/2008 yang meliputi teknik evaluasi hasil belajar, langkah-langkah evaluasi, jenis tes bahasa Arab, ruang lingkup tes bahasa Arab, bentuk penilaian yang digunakan dalam pelaksanaan evaluasi, kendala-kendala evaluasi, dan validitas isi soal tes yang dibuat oleh guru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif, sehingga peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Arab kelas 5. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) teknik evaluasi hasil belajar yang digunakan oleh guru dalam mengukur kemampuan siswa adalah teknik tes dan teknik non tes,(2) langkah-langkah evaluasi hasil belajar bahasa Arab yang disusun oleh guru yaitu (a) perencanaan tes. Dalam tahap ini guru tidak mengkaji kurikulum bahasa Arab tetapi guru selalu memilih teknik tes yang sesuai dengan apa yang ingin diukur oleh guru dan mempersiapkan alat-alat tes yang sesuai dengan teknik tes yang dipilih, (b) penyusunan tes. Dalam tahap ini guru menyusun kisi-kisi soal, menata soal berdasarkan distribusi kesukarannya, memperhatikan kaidah teknik penulisan yang baik, menelaah soal yang telah dibuat, dan menganaliasa soal-soal tes.(c) pengumpulan data yang terdiri dari: pelaksanaan tes, dan pengoreksian serta pemberian skor yang dibedakan atas skor tes objektif dan pemberian skor tes esai, (d) laporan hasil evaluasi diberikan kepada siswa dan pihak sekolah, (3) jenis-jenis tes bahasa Arab yang digunakan oleh guru ada dua jenis yaitu: (a) jenis tes berdasarkan kriteria cara mengerjakan tes, dan (b) jenis tes berdasarkan kriteria bentuk jawaban tes, (4) aspek tes bahasa Arab yang dievalusi oleh guru adalah: (a) tes komponen bahasa yang meliputi: qawa?id dan mufradat, dan (b) tes keterampilan bahasa yang meliputi: kalam, qira?ah, dan kitabah sedangkan tes istima? guru tidak pernah ii menyelenggarakannya, (5) bentuk penilaian bahasa Arab yang digunakan oleh guru dalam mengubah skor mentah menjadi skor standar adalah PAP, sedangkan jenis skala yang digunakan oleh guru dalam mengubah skor mentah menjadi skor standar adalah skala seratus dan skala lima, (6) kendala kendala yang dihadapi oleh guru selama proses evaluasi berlangsung adalah hasil evaluasi yang diperoleh masih belum mampu dijadikan sebagai tolak ukur dalam memperbaiki metode pembelajaran yang sudah berlangsung, dan (7) persentase penyimpangan (kesejajaran) materi pelajaran dalam tes bahasa Arab yang dibuat oleh guru kelas 5 semester I Sekolah Alam Bilingual SDI Surya Buana tahun ajaran 2007/2008 terhadap KBK bahasa Arab kelas 5 semester I untuk MI tahun 2004 yang meliputi enam aspek yaitu: (a) aspek kosa kata yaitu sebesar 110 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini memiliki validitas isi yang cukup, (b) aspek struktur yaitu sebesar 230 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini tidak memiliki validitas isi, (c) aspek berbicara yaitu sebesar 80 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini memiliki validitas isi yang cukup, (d) aspek membaca yaitu sebesar 70 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini tidak memiliki validitas isi, (e) aspek menyimak, karena soal tes tersebut tergolong tes tertulis, sehingga tes tersebut tidak dapat digunakan untuk mengukur validitas isi keterampilan menyimak bagi siswa, dan (f) aspek menulis yaitu sebesar 10 % dan diinterprstasikan bahwa tes ini tidak memiliki validitas isi. Dari hasil penelitian yang telah dijaring oleh peneliti, disarankan agar guru bahasa dan pihak sekolah lebih memaksimalkan proses evaluasi hasil belajar bahasa Arab siswa, agar proses evaluasi tersebut tidak hanya dijadikan sebagai ajang pencarian nilai saja bagi siswa tetapi juga dijadikan sebagai proses perbaikan dalam pembelajaran.

Perilaku masyarakat nelayan terhadap kebersihan lingkungan pantai di daerah pesisir Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Alifyani Gunarti

 

Perairan Laut Jawa termasuk perairan laut yang tercemar. Masyarakat nelayan di Indonesiapun pada umumnya kurang memperhatikan lingkungan pantai, selain itu mereka juga identik dengan lingkungan kumuh, oleh karenanya lingkungan hidup di permukiman nelayan pada umumnya sangat rendah. Akan tetapi masih dapat diperbaiki apabila secara sadar dan terus menerus diambil langkah ? langkah untuk mengembangkan lingkungan hidup. Kebersihan lingkungan pantai merupakan salah satu persyaratan untuk menciptakan kelestarian lingkungan. Rendahnya pengetahuan serta kesadaran masyarakat nelayan, menjadikan timbulnya suatu permasalahan lingkungan. Permukiman lingkungan pantai di pesisir pantai Kecamatan Lekok identik dengan masyarakat nelayan dan lingkungan kumuhnya. Daerah pantai Kecamatan Lekok ini mulai tercemar dan sangat kotor. Pencemaran ini terjadi karena perilaku masyarakat nelayan setempat yang kurang memperdulikan kebersihan lingkungan pantai. Hal ini dapat dilihat dari perkampungannya yang amis, sampah-sampah yang dibuang dan berserakan di tepi pantai, serta kebiasaan dari beberapa masyarakat yang membuang hajat di tepi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat nelayan terhadap kebersihan lingkungan pantai. Rancangan dalam penelitian ini merupakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan di desa Jati Rejo dan desa Wates Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Ditentukan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih secara Random Sampling ( acak ) dengan cara diundi. Instrumen yang digunakan adalah wawancara terpimpin. Analisis yang digunakan adalah persentase dan analisis tabulasi dengan menggunakan skoring skala Likert. Hasil penelitian yang diperoleh mengenai perilaku masyarakat nelayan terhadap kebersihan lingkungan pantai secara umum hasilnya 0,00% termasuk dalam kriteria sangat kurang, 0,00% termasuk dalam kriteria kurang, 25,00% termasuk dalam kriteria cukup, 75,00% termasuk dalam kriteria baik, dan 0,00% termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil persentase perilaku masyarakat nelayan Kecamatan Lekok tersebut menunjukkan baik, dalam arti masyarakat nelayan Kecamatan Lekok cukup mengerti perilaku yang seharusnya mereka lakukan terhadap kebersihan lingkungan pantai, namun belum dapat menerapkan pada perilaku sehari-harinya.

Pelaksanaan strategi diversifikasi produk dalam rangka meningkatkan jumlah pengunjung pada taman belajar dan rekreasi Jawa Timur Park (Jatim Park) Batu / Luluk Suryani Dewi

 

Banyaknya persaingan antar sesama peerusahaan dalam suatu negara maka akan tercipta kualitas produk yang semakin baik dan mendorong efisiensi dalam produksinya. Salah satu langkah konkrit yang harus dilaksanakan oleh perusahaan adalah dengan menggunakan pemasaaran sebagai media untuk mempertahankan sekaligus mengembanngkan perusahaannya. Pemasaran memegang peranan penting dalam kegiatan usaha. Perusahaan harus berupaya memenangkan persaingan dengan menemukan strategi pemasaran baru yang tepat. Jatim park merupakan salah satu obyek wisata yang memadukan secara serasi antara konsep pendidikan dan konsep pariwisata dalam satu waktu yang telah melaksanakan strategi diversifikasi produk sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan jumlah kunjungan, mengejar pertumbuhan perusahaan, serta meningkatkan laba perusahaan. Dalam penyusunan tugas akhir yang diawali dengan kegiatan PKL, penulis berusaha untuk mengetahui: (1) Bagaimana pelaksanaan diversifikasi produk pada Jatim Park, (2) Manfaat diversifikasi produk pada Jatim Park, dan (3) Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan diversifikasi produk pada Jatim Park. PKL dilaksanakan di Jatim Park dimulai tanggal 1 September sampai dengan 30 September 2007. Dalam pelaksanaan PKL di Jatim Park didapatkan bahwa: (1) Pelaksanaan strategi diversifikasi produk pada Jatim Park adalah diversifikasi konsentris dan diversifikasi horizontal, (2) Manfaat diversifikasi produk pada Jatim Park yaitu, memperkecil resiko kerugian, memperluas pasar, mengurangi kebosanan konsumen, dan meningkatkan omzet penjualan, (3) Faktor pendukung pelaksanaan diversifikasi produk Jatim Park meliputi: adanya kualitas produk yang baik, adanya modal yang cukup besar, mempunyai ide-ide yang kreatif, ada sikap tanggap terhadap masalah waktu pengembangannya yang relatif cepat. Sedangkan faktor penghambatnya, harga tiket yang mahal, waktu pengem-bangannya yang cepat sehingga produk kurang memuaskan konsumen dan tenaga pemandu yang kurang profesional. Kesimpulan yang didapat penulis adalah Jatim Park sudah melaksanakan strategi diversifikasi produk meskipun belum maksimal dengan beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat diversifikasi produk yang meliputi: (1) kualitas produk, (2) harga tiket, (3) waktu pengembangan yang cepat, (4) kemampuan pengembangan, (5) dan lain-lain. Beberapa saran yang diharapkan dapat meningkatkan volume pengunjung di Jatim Park adalah (1) meningkatkan kualitas pelayanan dan kuantitas SDM dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada karyawan seperti workshop agar konsumen merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, (2) meningkatkan strategi yang telah digunakan agar produk yang ditawarkan lebih efektif dan tepat sasaran

Pengembangan pembelajaran tematik dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dengan pendekatan bermain untuk kelas IV SD / Tri Idawati

 

Idawati, Tri. 2014. Pengembangan Pembelajaran Tematik dalam Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dengan Pendekatan Bermain untuk Kelas IV SD. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I). Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd., (II) Drs. Lokananta Teguh Hari Wiguno, M.Kes. Kata Kunci: Pembelajaran Tematik, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Pendekatan Bermain, dan Multimedia Interaktif     Pembelajaran tematik merupakan inovasi baru dalam pendekatan pembelajaran di SD yang telah berkembang saat ini. Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan bersama ilmu lain membangun konsep utuh. Sejauh ini, Dinas Pendidikan Nasional masih belum memberlakukan pembelajaran tematik ini untuk seluruh sekolah dasar di Indonesia. Hanya beberapa sekolah dasar yang terpilih yang ditunjuk untuk melakukan uji coba penerapan pembelajaran tematik. Banyak sekolah lain yang asing dengan pembelajaran tematik.     Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan pembelajaran tematik dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dengan pendekatan bermain untuk kelas IV SD agar dapat dijadikan alternatif pembelajaran bagi guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan demi tercapainya tujuan KI dan KD yang telah ditetapkan.     Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini meliputi 7 langkah dari 10 langkah yang dikemukakan oleh Borg & Gall yaitu sebagai berikut: 1) analisis kebutuhan, (2) perencanaan pengembangan produk, (3) pengembangan rancangan produk, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk pertama berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil, (6) uji coba lapangan (kelompok besar), dan (7) revisi produk sesuai hasil uji coba kelompok besar.     Hasil akhir dari kegiatan penelitian dan pengembangan ini adalah berupa pembelajaran tematik dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dengan pendekatan bermain yang dikemas dalam multimedia interaktif dengan format exe menggunakan AutoPlay Media Studio 8.0.6.0. Analisis data validasi ahli media diperoleh hasil 91,25% dengan kategori sangat valid, analisis data validasi ahli pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan diperoleh hasil 79,01% dengan kategori cukup valid, analisis data uji coba kelompok kecil terhadap siswa diperoleh hasil 94,26% dengan kategori sangat valid, analisis data uji coba kelompok kecil terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan diperoleh hasil 91,13% dengan kategori sangat valid, analisis data uji coba kelompok besar terhadap siswa diperoleh hasil 94,41% dengan kategori sangat valid dan analisis data uji coba kelompok besar terhadap guru pendidikan jasmani diperoleh hasil 91,13% dengan kategori sangat valid.     Berdasarkan hasil analisis data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tematik dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dengan pendekatan bermain untuk kelas IV SD dapat digunakan bagi guru sebagai alternatif pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan kelas IV SD.

Peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik drama menggunakan media film pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Madiun tahun ajaran 2008/2009 / Anis Setyawati

 

ABSTRAK Setyawati, Anis. 2009. Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur-Unsur Intrinsik Drama menggunakan Media Film Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 MAdiun. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sunoto, M.Pd. Kata Kunci: Peningkatan, Unsur-unsur intrinsik, media film Di sekolah-sekolah, pembelajaran drama merupakan salah satu pembelajaran sastra yang tidak diminati oleh siswa. Hal ini seperti dikemukakan oleh Rusyana (Waluyo, 2006:2) bahwa minat siswa dalam membaca karya sastra yang terbanyak adalah prosa, menyusun puisi baru kemudian drama. Perbandingannya adalah 6:3:1. Hal ini disebabkan karena menghayati drama yang berupa dialog itu cukup sulit dan harus tekun. Penghayatan drama lebih sulit daripada penghayatan prosa dan puisi. Dari pendapat tersebut, dapat dideskripsikan bahwa rendahnya minat siswa untuk mempelajari drama tidak hanya dipengaruhi oleh bentuk drama yang berupa dialog. Berdasarkan observasi dan hasil wawancara dengan guru bidang studi Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Madiun, diperoleh informasi bahwa masih terdapat permasalahan dalam pembelajaran menyimak khususnya drama untuk kelas XI. permasalahan tersebut antara lain (1) siswa merasa kesulitan dalam memahami dialog antar pemain drama, (2) siswa merasa bosan dan kurang tertarik dengan drama, (3) siswa cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran drama. Dari masalah-masalah tersebut, maka dibutuhkan media belajar yang mampu mengatasinya. Untuk membantu siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik drama dengan baik serta ketercapaian dalam indikator, guru dituntut untuk dapat menggunakan media pembelajaran yang kreatif. Dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik diharapkan mampu membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran drama. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Sebelum pelaksanaan siklus I dan II dengan pemberian tindakan pada pembelajaran siswa, peneliti terlebih dahulu melaksanakan tahap pretes untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Data ini diambil melalui wawancara peneliti dengan guru dan siswa dalam dua tahap, yaitu pra tindakan dan pasca tindakan . Sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes evaluasi pada tiap proses tahap pretes, siklus I, dan siklus II. Pada kegiatan prates ini, drama yang digunakan adalah drama pentas berjudul Bye bek. Kegiatan prates ini dilakukan selama dua kali pertemuan. Pertemuan yang pertama adalah melihat drama bersama dan pertemuan kedua adalah siswa mengidentifikasi apa yang telah dilihat pada pertemuan sebelumnya. Hasil yang didapat dari evaluasi pada pertemuan pertama adalah siswa merasa bosan karena drama pementasan tersebut dinilai kurang menarik menurut siswa. Hasil yang diperoleh pada kegiatan prates pengidentifikasian ditemukan bahwa dari 34 siswa terdapat 18 siswa (52,9%) yang termasuk kelompok bawah, karena mempunyai rentangan nilai <70. Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) kelas IPA 1 untuk pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Negeri 1 Kotamadya Madiun yaitu 70. Sehingga jika dilihat secara umum, kedelapanbelas siswa ini kurang mampu mengidentifikasi pementasan drama secara utuh. Setelah pelaksnaan tahap postes, peneliti melakukan telaah hasil belajar siswa, dan didapatkan hasil identifikasi siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Setelah diadakan tindakan, secara keseluruhan siswa telah mengalami peningkatan. Kedelapan belas siswa yang termasuk kelompok bawah telah berhasil memperoleh nilai diatas KKM 70. Dari pengolahan data secara keseluruhan, dengan memperhatikan peningkatan hasil belajar pada masing-masing siswa, maka media film ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik drama pada siswa kelas XI SMA 1 Madiun.

Implementasi pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik siswa kelas VII semester I SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya Malang tahun ajaran 2007/2008 / Nely Nurdian Khaira

 

Mata pelajaran fisika sebagai salah satu bidang mata pelajaran sains memerlukan metode pembelajaran dan pendekatan pembelajaran yang sesuai agar materi dapat terserap dan dikuasai siswa dengan baik. Berbagai usaha yang di?lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains akan berjalan dengan baik apabila guru dan siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran dan berperan aktif didalamnya. Salah satunya adalah pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Bagaimanakah prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatf yang menggunakan pendekatan kontekstual, (2) Apakah prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif yang menggunakan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya Malang. Sampel penelitian yang terpilih secara random adalah, kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII A sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen perlakuan yang menggunakan lembar kerja siswa dan instrumen prestasi belajar fisika siswa yang berupa soal tes prestasi belajar dan kemampuan psikomotorik materi pengukuran. Berdasarkan hasil penelitian prestasi belajar siswa kelas eksperimen sebelum diberi perlakuan mempunyai rata-rata 48,25 setelah diberi perlakuan 6,71 dan kemampuan psikomotorik siswa sebelum diberi perlakuan mempunyai rata-rata 54,58 setelah diberi perlakuan 68,33, sedangkan prestasi belajar siswa kelas kontrol sebelum diberi perlakuan mempunyai rata-rata 53,20 setelah diberi perlakuan 48,84 dan kemampuan psikomotorik sebelum diberi perlakuan mempunyai rata-rata 58,00 setelah diberi perlakuan 53,60. Sehingga dapat ditarik kesimpulan (1) Terdapat perbedaan prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik antara siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual dan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional ; (2) Prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik siswa yang diajar melalui pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional.

Kecerdasan adversitas dan tingkat stress sebagai prediktor prestasi bel;ajar pada siswa kelas akselerasi SMA Negeri di Kota Malang / Iis Kurniasari

 

Kurniasari, Iis. 2013. Kecerdasan Adversitas Dan Tingkat Stres Sebagai Prediktor Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas Akselerasi SMA Negeri Di Kota Malang. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi Kata kunci: kecerdasan adversitas, tingkat stres, prestasi belajar Pada saat ini banyak siswa yang menjalani pendidikan di kelas akselerasi yang tidak mampu memahami dan menghadapi hambatan-hambatan yang mereka temui. Mereka cenderung terpuruk dan membiarkan hambatan-hambatan itu untuk tidak segera terselesaikan. Dalam kondisi demikian yang berlangsung secara terus-menerus membuat mereka mengalami suatu kondisi yang dinamakan dengan stres. Hal tersebut secara tidak langsung telah berdampak pada hasil prestasi belajar mereka pada saat menghadapi Ujian Akhir Semester, maka hal tersebut mendasari peneliti untuk mengadakan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kecerdasan adversitas dan tingkat stres sebagai prediktor prestasi belajar pada siswa kelas akselerasi SMA Negeri di Kota Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah 110 siswa kelas akselerasi yang bersekolah di beberapa SMA Negeri di Kota Malang, yaitu SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, dan SMAN 8, dengan sampel sebanyak 54 orang siswa kelas akselerasi yang diambil dengan menggunakan metode cluster random sampling. Kecerdasan adversitas dan tingkat stres siswa kelas akselerasi ini diambil dengan menggunakan metode kuesioner skala Likert. Sedangkan prestasi belajar diambil dengan menggunakan hasil dari Ujian Akhir Semester mereka. Hasil analisis validitas untuk skala kecerdasan adversitas menunjukkan bahwa terdapat 49 item yang valid dan 7 item yang tidak valid. Uji validitas untuk skala tingkat stres menunjukkan terdapat 82 item yang valid dan 14 item yang tidak valid. Sedangkan hasil analisis reliabilitas untuk skala kecerdasan adversitas sebesar 0,939 dan skala tingkat stres sebesar 0,966, sehingga instrumen ini dapat digunakan untuk melaksanakan penelitian. Data kecerdasan adversitas dan tingkat stres dianalisis dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien regresi antara kecerdasan adversitas dan prestasi belajar sebesar 0,129 dengan p ˂ 0,05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan adversitas memberikan hubungan yang positif terhadap prestasi belajar. Pada hubungan tingkat stres dan prestasi belajar koefisien regresi menunjukkan skor sebesar -0,060 dan p ˂ 0,05. Nilai tersebut berarti tingkat stres memberikan hubungan negatif terhadap prestasi belajar. Sedangkan hubungan kecerdasan adversitas, tingkat stres, dan prestasi belajar mempunyai nilai R2 sebesar 0,527. Nilai tersebut menjelaskan bahwa ada hubungan antara kecerdasan adversitas dan tingkat stres terhadap prestasi belajar sebesar 52,7% pada diri siswa kelas akselerasi saat menghadapi Ujian Akhir Semester. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan antara kecerdasan adversitas, tingkat stres, dan prestasi belajar saat menghadapi ujian akhir semester pada siswa kelas akselerasi SMA Negeri di Kota Malang.

Pengembangan perangkat pembelajaran gugus fungsi dan identifikasinya di SMA/MA berbasis konstruktivistik / Elysa Tri Wahyuni

 

Pengembangan perangkat pembelajaran terhadap suatu materi pokok yang berbasis konstruktivistik telah dilakukan dan memiliki kelebihan yaitu (1) kegiatan belajar dalam perangkat dimulai dari uraian faktual menuju uraian konseptual sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) kegiatan yang dilakukan siswa jelas dan terarah, (3) diberikan gambar-gambar yang dapat menarik minat baca siswa. Oleh karena itu, dilakukan penelitian lanjutan yakni penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang berbasis konstruktivistik dengan materi gugus fungsi dan identifikasinya. Pengembangan ini dapat dijadikan alternatif dalam mengajarkan materi gugus fungsi dan identifikasinya. Tujuan pengembangan ini adalah (1) untuk mengidentifikasi langkah-langkah dalam pengembangan perangkat pembelajaran gugus fungsi dan identifikasinya menurut 4D-model yang dikembangkan oleh Thiagarajan, (2) untuk memperoleh produk pengembangan yang berwujud perangkat pembelajaran gugus fungsi dan identifikasinya yang berbasis konstruktivistik, dan (3) untuk mengetahui tingkat validitas perangkat pembelajaran hasil pengembangan. Pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini digunakan suatu model pengembangan yang direkomendasikan oleh Thiagarajan (1974), yakni 4D-Model (Pembatasan (Define), Perencanaan (Design), Pengembangan (Develop), dan Penyebarluasan (Disseminate)). Keempat D dalam 4D-Model merupakan tahap-tahap atau sintaks dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Namun, pada rancangan pengembangan ini akan diadopsi sampai pada D yang ketiga, yakni hingga tahap pengembangan (develop). Validator dalam pengembangan ini adalah satu orang dosen kimia yang kompeten dan tiga orang guru kimia SMA yaitu dari SMAN 5, MAN1, dan SMA Wahid Hasyim Malang. Instrumen yang digunakan adalah angket penilaian dan angket tanggapan terhadap perangkat pembelajaran kemudian dianalisis. Analisisnya menggunakan analisis deskriptif. Produk yang dihasilkan dalam pengembangan adalah perangkat pembelajaran kelas XII semester 2 dengan materi pokok gugus fungsi dan identifikasinya. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa: (a) bahan ajar yang terdiri dari halaman judul, kata pengantar, daftar isi, panduan bagi pengguna bahan ajar, pendahuluan, uraian materi, rangkuman, kata-kata kunci, daftar pustaka, (b) soal-soal latihan dan kunci jawaban, (c) Lembar Kegiatan Siswa, (d) silabus dan RPP yang dilengkapi dengan instrumen penilaian (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Hasil validasi terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan secara keseluruhan menunjukkan nilai rata-rata 3,5 yang bermakna bahwa secara keseluruhan bahan ajar yang dikembangkan adalah layak untuk digunakan dengan tingkat validitas sebesar 89% yang tergolong valid.

Identifikasi konsep sukar dan salah konsep materi hukum kekekalan massa pada siswa SMA Negeri 5 Malang / Umi Hanik

 

Kata kunci: konsep sukar, salah konsep, hukum kekekalan massa. Salah satu sifat dari konsep kimia adalah bertingkat dimulai dari sederhana menuju kompleks. Apabila konsep yang paling awal belum dipahami maka akan menimbulkan konsep sukar. Konsep sukar adalah persepsi siswa terhadap konsep yang dianggap sukar dan diukur oleh soal diagnostik dengan persentase jawaban (PJS) ≥ 61% . Ketidakpahaman yang terjadi terus menerus dapat mengakibatkan salah konsep. Salah satu materi kimia yang dapat menimbulkan konsep sukar dan salah konsep adalah hukum kekekalan massa. Tujuan penelitian untuk mengetahui deskripsi jawaban salah siswa, konsep sukar dan salah konsep yang dialami siswa pada materi hukum kekekalan massa. Penelitan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2010/2011 semester genap terdiri dari 47 siswa kelas X (27 siswa kelas X-6 dan 20 siswa kelas X-8) dan 57 siswa kelas XI (28 siswa kelas XI-IPA 2 dan 29 siswa kelas XI-IPA 5). Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik berbentuk soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban dan 1 jawaban sendiri yang disertai dengan alasan jawaban. Soal disusun berdasarkan peta konsep dan kisi-kisi soal. Hasil wawancara digunakan sebagai triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Deskripsi jawaban salah siswa yang berupa hasil mean, median, modus, jawaban salah siswa minimal (Xmin) dan jawaban salah siswa maksimal (Xmax) berturut-turut untuk kelas X adalah 28; 32; 20; 0; 45 sedangkan untuk kelas XI berturut turut 34; 34; 0; 3 dan 53. (2) Jenis konsep sukar yang dimiliki siswa kelas X dan XI berdasarkan hasil PJS adalah konsep persamaan reaksi (mengidentifikasi persamaan reaksi setara) dan hukum kekekalan massa (mengidentifikasi hukum kekekalan massa pada reaksi yang menghasilkan endapan, mengidentifikasi hukum kekekalan massa pada reaksi yang menghasilkan gas pada sistem terbuka, mengidentifikasi hubungan hukum kekekalan massa dengan pereaksi berlebih, dan mengidentifikasi hubungan hukum kekekalan massa dengan pereaksi pembatas). Salah konsep yang dialami siswa kelas X dan XI berdasarkan konsistensi jawaban adalah (a) menganggap koefisien produk sebagai jumlah molekul yang dihasilkan; (b) massa produk yang terbentuk sama dengan massa total reaktan mula-mula; (c) massa pereaksi sisa adalah selisih antara massa terbesar dan terkecil reaktan; (d) jumlah mol produk sama dengan jumlah mol reaktan mula-mula; (e) pereaksi yang jumlah atom berkurang merupakan pereaksi pembatas; (f) semua pereaksi akan habis bereaksi. Salah konsep yang hanya terjadi pada kelas X adalah massa produk yang terbentuk sama dengan massa total reaktan mula-mula dan semua pereaksi akan habis bereaksi.

Pengembangan perangkat pembelajaran keterampilan membaca model pembelajaran kontekstual untuk mahasiswa S-1 PGSD FKIP Unej / Muji

 

. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Imam Syafi’ie, (II) Dr.Mudjianto, dan (III) Dr. Djoko Sariyono. Kata kunci: modul, membaca, model belajar kontekstual, perangkat pembelajaran Pembelajaran membaca pada program studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) memiliki peran yang penting. Keterampilan membaca dapat menunjang prosfesi mahasiswa sebagai calon pengajar, membantu mahasiswa untuk maju, dan menjadikan dirinya pribadi yang berkualitas.Tujuan pembelajaran membaca yang ingin dicapai pada program studi S-1 PGSD, yaitu agar mahasiswa (1) memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, (2) memiliki pondasi yang kuat untuk dapat mempelajari dan memahami berbagai disiplin ilmu, (3) meningkatkan kecerdasan, serta meningkatkan daya kreasi dan imajinasi, (4) meningkatkan kecerdasan verbal, (5) memperbaiki rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan manajemen emosi, dan meningkatkan kemampuan melakukan interaksi sosial positif di mana pun dan kapan pun, dan (6) menjadikan seseorang lebih dewasa, arif, dan bijaksana dalam menjalani kehidupan. Salah satu upaya untuk merealisasikan tujuan itu adalah dengan mempelajari, memilih, menentukan, dan mengembangkan secara tepat perangkat pembelajaran untuk memberikan layanan belajar kepada mahasiswa. Perangkat itu berupa, silabus, bahan ajar dengan modul, dan instrumen asesmen. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menghasilkan: (1) silabus, (2) bahan ajar dengan modul, dan (3) instrumen asesmen keterampilan membaca yang dikembangkan berdasarkan Pembelajaran Kontekstual. Manfaat hasil penelitian adalah hasil belajar lebih bermakna, dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, dan mempunyai dampak dapat meningkatkan efektivitas perkuliahan. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian adalah model Borg dan Gall. Data yang dibutuhkan penelitian ini adalah data hasil tanggapan/penilaian dari tim ahli dan dosen, data hasil tanggapan/penilaian dari mahasiswa, data hasil tes uji kompetensi keterampilan membaca, dan data analisis hasil uji efektivitas dampak penggunaan perangkat pembelajaran. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah angket, wawancara, dan tes. Data hasil penilaian/tanggapan dari uji kelompok ahli, kelompok kecil, dan kelompok uji lapangan dianilisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Data tentang hasil tes uji kompetensi membaca mahasiswa terhadap peningkatan prestasi belajar, dianalisis dengan menggunakan teknik analisis korelasi. Data tentang analisis hasil dampak pengembangan perangkat pembelajaran keterampilan membaca terhadap efektivitas pelaksanaan pembelajaran dianalisis dengan menggunakan teknik analisis nonparametris. Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan analisis data hasil tanggapan/penilaian dari tim ahli, kelompok dosen, dan mahasiswa, perangkat pembelajaran keterampilan membaca yang dikembangkan berdasarkan Pembelajaran Kontekstual dinilai layak untuk sumber belajar pada matakuliah Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia. Berdasarkan analisis data hasil tes uji kompetensi keterampilan membaca, tiap unit modul keterampilan membaca dinilai dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan analisis data tentang dampak pengembangan perangkat pembelajaran keterampilan membaca terhadap efektivitas perkuliahan, perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat membuat proses perkuliahan berjalan lebih efektif.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |