Pengembangan multimedia pembelajaran las asetilin pada matakuliah proses produksi II dengan menggunakan software animasi pada Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang / Ahmad Yani Aziz

 

Berdasarkan hasil observasi di lapangan (SMA Ardjuna Malang), ditemukan bahwa para guru ekonomi masih kurang variasi dalam metode mengajar. Metode pengajaran yang masih banyak digunakan oleh guru ekonomi di SMA Ardjuna Malang adalah metode ceramah akibatnya siswa menjadi pasif dan bosan. Selain itu diketahui lagi bahwa siswa-siswa disekolah tersebut masih sangat kurang kesadarannya dalam membaca terutama buku pelajaran, dan input dari sekolah ini termasuk rendah. Sehingga siswa-siswa di sekolah ini merupakan siswa yang berkemampuan kurang dalam bidang akademis.Dengan demikian, untuk dapat lebih mengaktifkan siswa dan meningkatkan prestasi belajar perlu dilakukan variasi dalam proses belajar mengajar, misalnya dengan pembelajaran kooperatif. Salah satu metode pembelajaran kooperatif adalah STAD. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Ardjuna Malang selama berlangsungnya pembelajaran kooperatif tipe STAD, (2) Mendeskripsikan dan menganalisis prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Ardjuna Malang yang mengalami pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan (3) Mendeskripsikan dan menganalisis respon siswa kelas XI IPS SMA Ardjuna Malang terhadap penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah SMA Ardjuna Malang yang beralamat di Jl. R. Tumenggung Suryo No 37 Malang. Waktu pelaksanaan penelitian mulai tanggal 23 April sampai tanggal 1 Mei. Subyek penelitian dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Ardjuna Malang yang terdiri dari 29 orang siswa. PTK ini dirancang untuk menguji keefektifan penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran ekonomi, PTK dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap-tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan yaitu Tes, panduan observasi, dan angket. Analisis data tentang aktivitas belajar siswa dihitung rata-rata frekuensi aktivitas belajar siswa tingkat K (kurang), C (cukup), B (baik) yang dikelompokkan sesuai dengan lima aspek yang menjadi dasar pengamatan, yaitu dihitung dengan cara banyaknya siswa tingkat K,C,B dibagi dengan jumlah siswa yang masuk kemudian dikalikan 100%, untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa, hasil analisis siklus I dibandingkan dengan siklus II. Menganalisis data hasil tes formatif menggunakan ketuntasan belajar, siswa dikatakan tuntas belajar jika telah mencapai skor  75% dan daya serap klasikal yaitu apabila  85%. Respon siswa dianalisis dengan cara banyaknya responden yang menjawab option dibagi jumlah responden kemudian dikalikan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas belajar siswa pada tiga tingkatan yaitu K (kurang), C (cukup), B (baik) mengalami peningkatan pada siklus II dibandingkan dengan siklus I. Prestasi belajar siswa pada siklus II menunjukkan peningkatan bila dibandingkan dengan siklus I, dimana peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 3% dan peningkatan ketuntasan belajar klasikal sebesar 3,45%. Respon siswa belajar ekonomi dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dirasakan menyenangkan, dan cepat memahami materi pelajaran ekonomi, dan perasaan biasa saja ketika mengerjakan tes individual. Berdasarkan hasil analisa data menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas belajar dan prestasi belajar siswa, dan disarankan kepada guru mata pelajaran ekonomi agar menerapkan pendekatan ini pada materi ekonomi selanjutnya.

Penyelesaian masalah lintasan terpendek (shortest path) dengan menggunakan algoritma Johnson / Dewi Wahyuningsih

 

Teori graph adalah salah satu cabang dari ilmu matematika yang sangat penting dan banyak sekali aplikasinya. Salah satunya adalah penyelesaian masalah lintasan terpendek. Ada beberapa metode yang sudah ada dan sering digunakan untuk menyelesaikan masalah lintasan terpendek, misalnya Algoritma Dijkstra, Algoritma Bellman Ford dan Algoritma Floyd-Warshall. Selain menggunakan metode-metode tersebut, ada metode lain yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah lintasan terpendek yaitu Algoritma Johnson. Dalam skripsi ini dibahas tentang penyelesaian masalah lintasan terpendek (shortest path) dengan menggunakan Algoritma Johnson. Langkah awal penyelesaian Algoritma Johnson adalah mengkonstruksi digraph baru dengan menambahkan titik baru pada digraph dan memberi bobot sisi yang keluar dari titik baru tersebut dengan 0. Langkah selanjutnya adalah mencari lintasan terpendek dari titik baru ke semua titik lain. Lintasan terpendek tersebut digunakan untuk mengubah bobot semua sisi pada digraph baru agar bobot semua sisi bernilai positif. Setelah itu mencari lintasan terpendek dari tiap titik ke semua titik lain dan mengubah hasilnya dengan menggunakan lintasan terpendek dari titik baru ke semua titik lain. Hasil dari perhitungan ini berupa matriks. Dari matriks ini dapat diketahui panjang lintasan terpendek dari tiap titik ke semua titik lain. Untuk menghitung lintasan terpendek dari titik baru ke semua titik lain yang berguna untuk mengubah semua bobot menjadi positif digunakan Algoritma Bellman-Ford. Untuk menghitung lintasan terpendek dari tiap titik ke semua titik lain yang semua bobot sisinya sudah bernilai positif digunakan Algoritma Dijkstra. Kelebihan Algoritma Johnson ini adalah dapat digunakan untuk digraph yang berbobot negatif dan untuk menyelesaikan masalah lintasan terpendek dari tiap titik ke semua titik lain.Untuk memeriksa kebenaran perhitungan dari Algoritma Johnson dapat digunakan Algoritma Floyd-Warshall. Dari proses perhitungan diperoleh hasil yang sama antara penyelesaian masalah lintasan terpendek dengan menggunakan Algoritma Johnson dan Algoritma Floyd-Warshall. Untuk memeriksa perhitungan secara manual, dalam skripsi ini juga digunakan program bantu GIDEN.

Model matematika untuk konsentrasi pencemaran air sungai dalam keadaan tak setimbang / Arista Chitrawati

 

Salah satu penerapan matematika dibidang lingkungan adalah memodelkan masalah pencemaran air sungai. Hal yang sangat penting pada zat pencemar adalah konsentrasi zat pencemarnya. Dinamika perubahan konsentrasi zat pencemar dapat dikaji dengan menggunakan pemodelan matematika. Model matematika untuk konsentrasi zat pencemar menggunakan beberapa asumsi yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa matematika. Model tersebut sangat dipengaruhi oleh koefisien difusi (D), kecepatan (V), dan kekuatan dari source/sink ( ), sehingga diperoleh model matematika untuk konsentrasi pencemaran air sungai dalam keadaan tak setimbang yaitu dengan (konsentrasi zat pencemar), (kecepatan arus sungai), (koefisien difusi), dan (sumber zat pencemar). Untuk menyelesaikan model matematika diasumsikan . Dalam mencari selesaian model matematika tersebut terlebih dahulu dilakukan transformasi agar menjadi persamaan difusi tanpa dipengaruhi oleh kecepatan arus sungai. Penyelesaian model matematika tersebut menggunakan kondisi batas tipe Campuran. Selesaian yang didapat untuk kondisi batas tipe Campuran berupa deret fourier sinus. Dinamika perubahan konsentrasi zat pencemar pada kondisi batas tipe Campuran dipengaruhi faktor koefisien difusi dan kecepatan arus sungai. Jika kecepatan tetap dan tingkat difusi semakin lama semakin besar maka penumpukan konsentrasi dan perubahan konsentrasi zat pencemar pada sungai lebih cepat. Begitu juga hal itu terjadi jika tingkat difusi tetap dan kecepatan semakin lama semakin besar.

Using the four-square writing method to improve eleventh graders' ability of writing hortatory exposition text at MAN Keboan Jombang / Arum Puspita Dewi

 

Kata Kunci: metode penulisan Four-Square, kemampuan menulis, teks hortatory exposition Menulis adalah proses mengubah suatu gagasan menjadi tulisan yang melibatkan beberapa tahapan. Akan tetapi masih banyak guru yang kurang menyadari pentingnya mengajar tahapan penulisan kepada siswa karena lebih fokus pada hasil akhir. Akibatnya, kemampuan menulis siswa menjadi tidak terlalu bagus. Hal serupa juga terjadi di MAN Keboan Jombang. Oleh karena itulah peneliti bermaksud untuk membantu siswa-siswa di MAN Keboan Jombang untuk mengatasi kesulitan yang mereka alami dalam menulis melalui penerapan metode penulisan Four-Square. Metode ini meliputi beberapa tahapan dan menggunakan organisator grafik sederhana. Melalui beberapa tahapan menulis dalam metode penulisan Four-Square, siswa dibimbing untuk membuat outline sebelum mengambangkannya menjadi teks yang utuh. Prosedur dari metode penulisan Four-Square ini meliputi: (1) Menuliskan gagasan utama pada kotak yang terdapat di tengah Four-Square, (2) Menuliskan tiga argumen, (3) Menambahkan detil informasi, (4) Menuliskan ringkasan, and (5) Menambahkan kata hubung. Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif yang meliputi empat tahapan, yaitu perencanaan, penerapan, pengamatan dan perefleksian. Subyek dari penelitian ini adalah 20 orang siswa kelas XI IPA 1 di MAN Keboan Jombang. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi, kuisioner, daftar pertanyaan wawancara, ceklis observasi, field notes dan rubrik penilaian. Kriteria kesuksesan dari penelitian ini adalah: 75% siswa dapat memperoleh nilai diatas 70 dan 60% siswa ikut terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar di kelas. Hasil temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa metode penulisan Four-Square merupakan strategi yang efektif untuk mengajar menulis. Tahapan metode penulisan Four-Square yang diikuti dengan instruksi-instruksi yang jelas dan sederhana memfasilitasi siswa dalam menulis teks hortatory exposition dengan mudah. Sebagai hasilnya, kesulitan siswa dalam menulis secara bertahap dapat dipecahkan seiring dengan penerapan metode penulisan Four-Square. Hal ini didukung dengan meningkatnya nilai menulis siswa dimana 16 dari 20 siswa (80%) mendapat nilai diatas 70 dengan rata-rata nilai 75,1. Selain itu, hampir keseluruhan siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar melalui menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peneliti dan berpartisipasi dalam diskusi. Berdasarkan hasil temuan di atas, peneliti memberikan dua saran. Untuk guru Bahasa Inggris, peneliti menyarankan agar menerapkan metode penulisan Four-Square dalam mengajar menulis untuk meningkatkan kemampuan menulis siswanya. Sedangkan penelitian lanjutan disarankan pada penerapan metode penulisan Four-Square untuk jenis teks yag lain dan di level pendidikan yang lebih rendah, misalnya di SMP.

Sikap mahasiswa terhadap Undang-undang Guru dan Dosen dalam hubungannya dengan minat profesi keguruan pada mahasiswa angkatan 2003 Prodi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Heri Kuswandi

 

Pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang menjanjikan solusi tentang perbaikan kesejahteraan guru, profesionalisme guru, jaminan sosial serta hak dan kewajiban guru. Sementara stigma bahwa profesi guru merupakan profesi yang masih jauh dari sejahtera telah bermuara pada pandangan bahwa profesi guru adalah profesi pilihan kesekian –untuk tidak mengatakan yang terakhir- setelah profesi yang lebih menjanjikan tidak tercapai. Tentu hal ini berkaitan erat dengan minat para calon tenaga guru dalam hal ini adalah mahasiswa. Penelitian ini ini bertujuan untuk mengetahui (1) mengetahui sikap mahasiswa terhadap Undang-Undang Guru dan Dosen, (2) mengetahui minat mahasiswa terhadap profesi keguruan, (3) mengetahui hubungan antara sikap mahasiswa terhadap Undang-Undang Guru dan Dosen (kesejahteraan guru, profesionalisme guru, jaminan sosial serta hak dan kewajiban) terhadap minat mahasiswa terhadap profesi keguruan. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu: sikap mahasiswa terhadap Undang-Undang Guru dan Dosen sebagai variabel bebas dan minat mahasiswa terhadap profesi keguruan sebagai variabel terikat. Variabel bebas terbagi atas empat sub variabel yaitu Undang-Undang Guru dan Dosen mengenai kesejahteraan guru, Undang-Undang Guru dan Dosen mengenai profesionalisme guru, Undang-Undang Guru dan Dosen mengenai jaminan sosial serta Undang-Undang Guru dan Dosen mengenai hak dan kewajiban. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan 2003 Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Dengan menggunakan metode total sampling sehingga didapat sample berjumlah 67 orang. Untuk analisis statistiknya digunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 10.0 for Windows. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa (1) 85,5 % menyatakan sangat setuju, 14,5 % menyatakan setuju terhadap Undang-Undang Guru dan Dosen mengenai kesejahteraan guru, 4,9 % menyatakan sangat setuju, 88,7 % menyatakan setuju, dan 6,4% menyatakan kurang setuju terhadap Undang-Undang Guru dan Dosen mengenai profesionalisme guru, 13,8 % yang menyatakan sangat setuju, 44,8 % menyatakan setuju, dan 40 % menyatakan kurang setuju dan 1,6 % yang menyatakan tidak setuju terhadap Undang-Undang Guru dan Dosen mengenai jaminan sosial, 90,3 % menyatakan sangat setuju, 9,7 % menyatakan setuju terhadap Undang-Undang Guru dan Dosen mengenai hak dan kewajiban guru; (2) 33,8 % mempunyai minat yang tinggi, sementara 66,2 % mempunyai minat yang sangat tinggi terhadap profesi keguruan; (3) ada hubungan antara sikap mahasiswa terhadap Undang-Undang Guru dan Dosen mengenai kesejahteraan guru dengan minat mahasiswa terhadap profesi keguruan dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,519 dan koefisien regresi sebesar 0,771; ada hubungan antara sikap mahasiswa terhadap Undang-Undang Guru dan Dosen mengenai profesionalisme guru dengan minat mahasiswa terhadap profesi keguruan dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,479 dan koefisien regresi sebesar 0,635; ada hubungan antara sikap mahasiswa terhadap Undang-Undang Guru dan Dosen mengenai jaminan sosial guru dengan minat mahasiswa terhadap profesi keguruan dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,405 dan koefisien regresi sebesar 0,517; ada hubungan antara sikap mahasiswa terhadap Undang-Undang Guru dan Dosen mengenai hak dan kewajiban guru dengan minat mahasiswa terhadap profesi keguruan dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,425 dan koefisien regresi sebesar 0,412; ada hubungan secara simultan antara sikap mahasiswa terhadap Undang-Undang Guru dan Dosen (kesejahteraan guru, profesionalisme guru, jaminan sosial serta hak dan kewajiban) dengan minat mahasiswa terhadap profesi keguruan dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0,651 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,424. Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan beberapa saran yaitu dengan adanya Undang-Undang Guru dan Dosen yang menawarkan kesejahteraan bagi guru ini sudah seharusnya mahasiswa/calon tenaga guru untuk lebih meningkatkan kemampuannya sebagai seorang pendidik yang profesional. Sehingga diharapkan mampu membawa sejarah pendidikan nasional menjadi lebih baik. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang diharapkan terus mensosialisasikan Undang-Undang Guru dan Dosen kepada Mahasiswa agar semakin tinggi minat mahasiswa menjadi guru. Diharapkan pemerintah mampu menjalankan Undang-Undang Guru dan Dosen ini dengan sebaik-baiknya, termasuk didalamnya segera merumuskan peraturan-peraturan pendukung dalam pelaksanaan taktis undang-undang ini.

Studi tentang motivasi siswa peserta kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMP Negeri 10 Malang / Fahaad Ibadurrachman

 

Motivasi adalah proses aktualisasi sumber penggerak dan pendorong tingkah laku individu dalam memenuhi kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu: motivasi intrinsik yaitu motivasi yang timbul dari dalam diri individu dan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul dari luar diri individu. SMPN 10 Malang mengadakan suatu program yang digunakan untuk menyempurnakan kompetensi-kompetensi siswa yang belum dapat tersalurkan atau belum tersampaikan dengan tuntas pada jam intrakurikuler serta bertujuan untuk pengembangan bakat dan kreatifitas siswa (ekstrakurikuler). Kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan antara lain: ekstrakurikuler Sepakbola, Bolabasket, Bolavoli, Beladiri, Pramuka dan PMR. Dari beberapa macam kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan, ekstrakurikuler sepakbola merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki perserta paling banyak. Tentunya siswa mempunyai alasan, motivasi dan tujuan yang berbeda-beda untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepakbola, padahal cabang-cabang ektrakurikuler yang lainnya juga mempunyai pembina ekstrakurikuler yang profesional, sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji motivasi siswa peserta kegiatan ekstrakurikuler Sepakbola di SMP Negeri 10 Malang, tahun 2005-2006 yang berjumlah 170 siswa, Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu angket tertutup sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi siswa peserta kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMP Negeri 10 Malang adalah baik. Hal ini dapat dilihat dari jawaban responden melalui angket bahwa siswa peserta kegiatan ekstra kurikuler sepakbola di SMPN 10 Malang termotivasi intrinsik dengan besar persentase 98,23% termasuk dalam kategori baik dan Motivasi ekstrinsik dengan besar persentase 77,73% termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar pembina ekstrakurikuler dan pihak sekolah lebih memperhatikan dan meningkatkan pola pembinaan di lingkungan sekolah. Dengan memperhatikan aspek motivsi intrinsik dan aspek motivasi ekstrinsik yang sudah baik, sehingga siswa akan lebih berprestasi dan diharapkan dapat menjadi pemain sepakbola yang profesional.

Integrating mind mapping software utilization in the process writing approach to improve the writing skill of the eleventh grades of SMAN I Ponorogo / Supiyan

 

Kata kunci: mind mapping software, process writing approach, ketrampilan menulis Penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa kelas XI SMAN I Ponorogo dalam pelajaran menulis utamanya dalam hal memunculkan dan mengorganisir ide. Peneliti kemudian mengusulkan penelitian tentang pengintegrasian penggunaan mind mapping software (Minjet MindManager 9) dalam process writing approach sebagai solusinya. Hasil pelaksanaan penelitian pada siklus 1 telah memenuhi criteria ketuntasan, namun peneliti memutuskan untuk melakukan siklus 2 dengan tujuan untuk memberi kesempatan siswa untuk lebih berlatih. Dalam mengimplementasikan penelitiannya, peneliti mengadaptasi process writing approach yang terdiri dari langkah-langkah (prewriting, drafting, revising, editing, dan publishing) sedangkan penggunaan mind mapping software dilakukan pada tahapan prewriting dengan prosedur (1) mengaktifkan aplikasi, (2) menulis judul pada menu “central topic”, (3) mengembangkan topik menjadi subtopik dengan mengklik menu “subtopic” sesuai dengan kategorisasinya, (4) mengembangkan subtopik menjadi subsubtopik dengan mengklik menu “subtopic”. Tingkat partisipasi siswa “sangat baik” (96,25%) pada siklus 1 dan juga “sangat baik” (97,5) pada siklus 2 sedangkan respon siswa “baik” (626) pada siklus 1 dan “sangat baik” (715) pada siklus 2. Nilai rata-rata siswa yang pada tahapan pra penelitian 77,06, meningkat menjadi 81,94 di siklus 1 dan 83,20 di siklus 2. Nilai t-test menunjukkan adanya perbaikan yang “signifikan” dengan ditandai nilai 0,000 pada perbandingan nilai pra penelitian dan siklus 1 serta antara siklus 1 dan 2. Prosentase siswa yang mendapatkan nilai lebih baik adalah 94% pada siklus 1 dan 74% pada siklus 2. Perbaikan nilai tersebut lebih banyak dipengaruhi dari aspek isi dan organisai essai. Peneliti sangat menyarankan guru menulis yang mempunyai permasalahan yang serupa untuk mengintegrasikan penggunaan mind mapping software dalam process writing approach guna meningkatkan ketrampilan menulis siswa utamanya dalam memunculkan dan mengorganisir ide. Peneliti juga menyarankan kepada siswa untuk menggunakan mind mapping software dalam proses menulis mereka utamanya pada tahapan prewriting. Disamping itu siswa juga bisa menggunakannya untuk merencanakan banyak hal termasuk pada pelajaran yang lain. Mereka bisa menggunakannya untuk merangkum pelajaran mereka untuk mengetahui peta yang jelas tentang pelajaran sekaligus untuk meningkatkan memori. Dalam penelitian ini, masalah yang secara konsisten muncul adalah language use dan mechanics sehingga peneliti menyarakan peneliti selanjutnya untuk menemukan prosedur penggunaan mind mapping software yang mampu menyelesaikan dua masalah tersebut.

Peran orang tua dalam pengembangan kecerdasan bahasa anak usia dini (studi di PAUD Tunas Bangsa Desa Plabuhan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang) / Alimatul Ulum

 

Kata Kunci: peran orang tua, pengembangan kecerdasan bahasa, anak usia dini Kecerdasan merupakan kemampuan untuk menyelesaikan masalah, atau menciptakan produk, yang berharga dalam satu atau beberapa lingkungan budaya dan masyarakat. kecerdasan bahasa adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif. Kecerdasan berbahasa pada anak berkembang seiring dengan terjadinya kematangan dari organ-organ bicaranya. Perkembangan bahasa anak dijadikan sebagai alat komunikasi dan memahami dunia kemampuan berbahasa lisan pada anak. Bahasa merupakan sistem yang terkait dengan perasaan dan aktivitas manusia sesuai lingkup lingkungannya, dan bahasa merupakan sistem komunikasi yang menggunakan simbol vokal yang memungkinkan semua orang dalam lingkup budaya tertentu dapat berinteraksi. Perkembangan kemampuan bahasa pada anak belum sempurna pada awal masa bayi. Akan tetapi seiring dengan perkembangan anak, kemampuan berbahasa anak juga akan terus berkembang. Anak tidak terlepas dari bantuan orang lain dalam mengembangkan bahasanya, orang yang pertama bertanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan anak adalah orang tua. Orang tua memegang peran dalam membentuk sistem interaksi yang intim dan berlangsung lama yang ditandai oleh loyalitas pribadi, cinta kasih, dan hubungan yang penuh kasih sayang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) seberapa tinggi tingkat perkembangan bahasa anak usia dini, (2) seberapa besar peran orang tua dalam mengembangkan kecerdasan bahasa anak usia dini, dan (3) seberapa besar hambatan yang dihadapi orang tua dalam mengembangkan kecerdasan bahasa anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Deskriptif karena penelitian ini bertujuan mendeskripsikan atau menggambarkan tentang peran orang tua dalam pengembangan kecerdasan bahasa anak usia dini dalam bentuk uraian atau narasi dan kuantitatif karena bertujuan memperoleh dukungan data berupa data kuantitatif dari lapangan. Dengan jumlah populasi 55 orang. Sedangkan sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan bahasa anak usia dini pada umumnya adalah cukup tinggi. Peran orang tua dalam pengambangan bahasa anak usia dini, pada umumnya cukup besar, hal ini meliputi: (1) pengembangan bahasa anak usia dini melalui metode berbicara cukup besar perannya, (2) pengembangan bahasa anak usia dini melalui metode menyimak besar perannya, (3) pengembangan bahasa anak usia dini melalui metode membaca besar perannya, (4) pengembangan bahasa anak usia dini melalui metode menulis besar perananya. Dan hambatan yang dialami orang tua dalam mengembangkan kecerdasan bahasa anak usia dini pada umunya adalah cukup menghambat. Dari hasil penelitian tersebut, maka ada beberapa saran: (1) dari hasil penelitian diketahui bahwa peran orang tua dalam pengambangan kecerdasan bahasa anak usia dini adalah cukup besar perannya oleh karena itu orang tua diharapkan dalam mendukung pengembangan kecerdasan bahasa anak usia dini dapat menerapkan semua metode dalam pengembangan bahasa yaitu metode berbicara, menyimak, membaca dan menulis. Karena semua metode tersebut saling terkait dan mendukung antara satu dengan yang lainnya; (2) bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, memiliki fungsi dan peranan yang besar sebagai pusat pembelajaran masyarakat, Jurusan PLS hendaknya menambah referensi buku atau jurnal yang berkaitan dengan peran orang tua dalam pengembangan kecerdasan anak usia dini khusunya kecerdasan bahasa; (3) bagi peneliti lanjutan diharapkan ada peneliti lanjutan yang membahas tentang peran orang tua dalam pengembangan kecerdasan bahasa anak usia dini lebih mendalam lagi dengan metode pengembangan yang berbeda, karena peneliti merasa belum sempurna dalam penulisan skripsi ini dan banyak kekurangannya, sehingga memerlukan peneliti lanjutan untuk menyampurnakan penelitian ini.

Efektivitas teknik thought stopping dalam konseling kelompok REB untuk menurunkan kecemasan siswa menghadapi ulangan di SMP Laboratotium UM / Puji Wahyuni

 

Kata kunci: thought stopping, kecemasan menghadapi ulangan, konseling kelompok REB Siswa yang menghadapi ulangan sering mengalami kecemasan. Salah satu bentuk kecemasan timbul dari pemikiran irasional yang perlu mendapat bantuan.Ulangan adalah hal yang wajar, akan tetapi masih banyak siswa yang nervous, gugup, tidak yakin dengan jawaban yang telah dikerjakan, dan tidak mampu untuk rileks. Pemberian bantuan kepada siswa dilakukan dengan konseling kelompok dengan teknik thought stopping dengan 6 tahap. Teknik thought stopping adalah teknik penghentian pikiran untuk menurunkan kecemasan siswa menghadapi ulangan. Tujuan pelatihan ini adalah mengetahui efektivitas pelatihan teknik thought stopping dalam konseling kelompok REB untuk menurunkan kecemasan siswa menghadapi ulangan di SMP Laboratorium UM. Rancangan penelitian ini menggunakan pre-eksperimental yaitu one-group pre-test post-test design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII International Class Program (ICP) sebanyak 8 siswa sebagai kelompok eksperimen yang dipilih berdasarkan pengisian angket skala kecemasan yang memiliki nilai kecemasan tinggi. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji beda two related samples tests Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan kecemasan siswa sebelum dan sesudah pelatihan dengan teknik thought stopping pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik thought stopping efektif menurunkan kecemasan siswa kelas VII International Class Program (ICP) di SMP Laboratorium UM yang dibuktikan dengan nilai yang diperoleh dari uji Wilcoxon sebesar (Z = -2.521a) dengan signifikansi (0.012 < 0.05). Berdasarkan hasil penelitian diajukan beberapa saran sebagai berikut: 1) konselor dapat membantu siswa untuk menurunkan kecemasan menghadapi ulangan menggunakan teknik thought stopping. 2) bagi peneliti selanjutnya dapat membuat jadwal khusus untuk melakukan konseling kelompok dengan teknik thought stopping dan mempertimbangkan kondisi siswa dengan menggunakan stimulasi yang bervariasi.

Model teoritik prestasi akademik siswa SMP Negeri Kota Malang / Shophia Terry Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Shophia Terry. 2016. Penelitian Model TeoritikPrestasiAkademikSiswa SMPN Kota Malang.Tesis.Program StudiBimbingandanKonseling, Program PascasarjanaUniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr.Dany M. Handarini, M.A., (II) Dr. Carolina L. Radjah, M.Kes Kata kunci: motivasiberprestasi, konsepdiriakademik, kemampuanmengambilperspektif orang lain, keterampilanberpikir lateral, prestasiakademik. Pelayananbimbingandankonseling yang dilaksanakanolehkonselor di sekolahsangatpenting.Layananbimbingansecarasignifikanberpengaruhterhadapsikapbelajar, kebiasaanbelajar, danprestasiakademiksiswasekolahmenengah.Peran bimbingandankonseling di sekolahdiharapkandapatmembantusiswa yang mengalamikesulitandalamberbagaisegikehidupan agar dapatmencapaiprestasiakademik yang maksimal.Pengembanganprestasiakademiksiswamerupakansuatuhal yang tidakdapatdiabaikanolehkonselor. Penelitianinibertujuanmengujisecaraempirismodel teoritikprestasiakademiksiswa SMP NegeriKota Malang yang telahdibangun.PenelitianinimerupakanpenelitiankuantitatifdenganmenggunakanrancanganNon-experimental Research.Sedangkan, ditinjaudarihubunganantarvariabelmerupakanCausal Relationship Explanatory Study.TeknikCluster Random Sampling digunakan untuk mengumpulkansampelsebanyak 393 siswa(183 laki-lakidan 210 perempuan) dari SMP NegeriKota Malang. Datadianalisis dengan analisisjalur. Data dikumpulkandenganskalamotivasiberprestasi, konsepdiriakademik, kemampuanmengambilperspektif orang lain,keterampilanberpikir lateral.Prestasiakademikdiperolehdarinilaiujiantengah semester pertamakelas VII, VIII, dan IX tahunpelajaran 2016/2017. NilaiAlphaCronbachmasing-masingvariabel adalah 0,824 (konsepdiriakademik), 0,743 (kemampuanmengambilperspektif orang lain), 0,895 (motivasiberprestasi), 0,809 (keterampilanberpikir lateral), berartisemuainstrumenreliabelkarenanilai alpha Cronbach yang dimiliki> 0,70.Hasilujihipotesismenunjukkanbahwakonsepdiriakademikberpengaruhterhadapmotivasiberprestasi.Selanjutnyamotivasiberprestasi, konsepdiriakademik, kemampuanmengambilperspektif orang lain, danketerampilanberpikir lateral berpengaruhterhadapprestasiakademik. Hasil penelitian ini disarankan kepada: (1) peneliti selanjutnya sebagai rujukandalam mengujiefektivitasmodel untuk mengintervensi faktor-faktor non kognitif yang menjadi prediktor pencapaian prestasi akademik optimal. (2)konselordapatmelakukanupayauntukmengembangkanStudent Succes Skills (keterampilan yang membantusiswasukses) karenahasilpenelitianinidapatdijadikansebagaiacuanuntukmelakukanintervensisehinggaakanmenghasilkanperbaikanterhadapluaranakademikseluruhsiswa. (3) Lembaga pendidikan bahwa hasil penelitian ini dapat memperkaya hasil penelitian sebelumnya dalam bidang bimbingan dan konseling

Pengaruh model pembelajaran langsung (direct instruction) berbantuan LKS bergambar disertai teks terhadap hasil belajar geografi siswa SMP/MTs / Ayu Listriani

 

Kata Kunci: Pembelajaran Langsung (Direct Instruction), LKS Bergambar Disertai Teks, Hasil Belajar. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) berbantuan LKS bergambar disertai teks adalah model pembelajaran yang menekankan guru harus menguasai informasi untuk mentrasfer ilmu kepada siswa melalui LKS bergambar disertai teks yang terdiri dari 5 fase proses pembelajaran yaitu 1) Menyampaikan tujuan dan Mempesiapkan siswa, 2) Menjelaskan pengetahuan dan keterampilan, 3) Membimbing pelatihan, 4) Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, 5) Memberi kesempatan untuk pelatihan dan penerapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Direct Instruction berbantuan LKS bergambar disertai teks terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi MTs Negeri 1 Munjungan Trenggalek. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ekperimen kuasi (quasi experimenal design) dengan desain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2013 dengan sampel penelitian siswa kelas VIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIB sebagai kelas kontrol. Instrumen dan teknik pengumpulan data dalam penilaian hasil belajar Geografi menggunakan pre-test dan post-test. Teknik Analisis data yang digunakan adalah uji t (t-test) tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil analisis data diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar (Gain Score) siswa kelas eksperimen sebesar 40,31dan 34,59 pada kelas kontrol. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi 0,037<0,05 maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) berbantuan LKS bergambar disertai teks berpengaruh terhadap hasil belajar siswa MTs Negeri 1 Munjungan Trenggalek. Disarankan bagi sekolah untuk mengadakan pelatihan, seminar maupun Lesson Study terhadap guru-guru tentang model PembelajaranLangsung (Direct Instruction). Disarankan juga pada guru Geografi untuk memotivasi siswa dan menciptakan kondisi belajar yang nyaman agar keseluruhan siswa tertarik dan mampu berperan aktif serta mengeksplorasi pengetahuan mereka dalam kegiatan pembelajaran melalui model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction. Bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian dengan model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) berbantuan LKS bergambar disertai teks pada materi yang berbeda dan mengujicobakan kombinasi model dan media pembelajaran yang lebih variatif.

Pengembangan media pembelajaran penerapan budaya hidup sehat melalui multimedia interaktif untuk siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 21 Malang / Damang Midiatama Kurnia Aji

 

Aji, Damang M K. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran Penerapan Budaya Hidup Sehat Melalui Multimedia Interaktif untuk Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Negeri 21 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S (II) dr. H. Moch. Yunus, M.Kes. Kata kunci: pengembangan, multimedia interaktif, budaya hidup sehat     Berdasarkan hasil observasi melalui pengamatan, wawancara dan pengisian angket pada pembelajaran budaya hidup sehat dengan materi identifikasi dan cara menghindari penyakit tidak menular bagi siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 21 Malang dibutuhkan penggunaan media pembelajaran multimedia interaktif yang mampu memberi gambaran yang nyata dan menyeluruh, sehingga diharapkan dapat membantu guru dalam penyampaian materi identifikasi dan cara menghindari penyakit tidak menular dalam budaya hidup sehat, agar dapat membantu siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Selain itu muatan materi pelajaran dapat dibuat menjadi lebih menarik dan mudah dipahami, materi yang sulit akan menjadi mudah dipahami, serta suasana belajar yang menegangkan menjadi menyenangkan.     Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran penerapan budaya hidup sehat melalui multimedia interaktif untuk siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 21 Malang. Dengan adanya media pembelajaran budaya hidup sehat berupa multimedia interaktif ini, diharapkan siswa dapat aktif dalam proses belajar mengajar dan memperoleh pengetahuan yang lebih luas, sehingga dapat menerapkan budaya hidup sehat dalam kesehariannya. Penelitian yang dilaksanakan SMP Negeri 21 Malang ini mengacu pada metode penelitian dan pengembangan (research and development). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis deskriptif berupa persentase.     Pada hasil evaluasi ahli media diperoleh total persentase 76,25% dan evaluasi ahli pembelajaran dan kesehatan diperoleh total persentase 74,25% sehingga produk masuk pada kategori menarik, sesuai dan mudah digunakan. Produk dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, yaitu ahli media, ahli pembelajaran dan kesehatan. Selanjutnya dilakukan uji coba (kelompok kecil) dan uji lapangan (kelompok besar). Analisis data hasil uji coba (kelompok kecil) dengan 15 orang subjek diperoleh total persentase 86,28% dengan kategori sangat menarik, sangat mudah dan sangat jelas, namun tetap dilakukan perbaikan pada bagian-bagian tertentu untuk semakin menyempurnakan produk. Hasil uji lapangan (kelompok besar) dengan 35 orang subjek diperoleh total persentase sebesar 87,33% dengan kategori sangat menarik, sangat mudah dan sangat jelas, sehingga tidak dilakukan revisi dan ditetapkan sebagai produk akhir.     Produk akhir dalam Pengembangan Media Pembelajaran Penerapan Budaya Hidup Sehat Melalui Multimedia Interaktif untuk Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Negeri 21 Malang dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa di SMP Negeri 21 Malang.

Keefektifan metode klarifikasi nilai untuk meningkatkan kesadaran akan nilai disiplin diri siswa SMP / oleh Bayu Dwihandrianto

 

Kata Kunci: klarifikasi nilai, kesadaran, disiplin diri, siswa SMP Kesadaran akan nilai disiplin diri dapat diartikan sebagai suatu kemampuan atau pemahaman mengenai sikap disiplin serta mengerti segala perbuatan yang mengandung nilai disiplin dan kemudian dapat merealisasikan ke dalam bentuk yang nyata sehingga dapat berperilaku patuh terhadap peratuaran, tata tertib atau tunduk pada pengawasan. Fenomena yang terjadi dimasyarakat saat ini yaitu pelanggaran terhadap lalu lintas sehingga menyebabkan macet dan seringnya terjadi kecelakaan dijalan, hal tersebut merupakan salah satu contoh akibat kurangnya kesadaran akan nilai disiplin diri di masyarakat. Yang bertanggungjawab mengurusi masalah disiplin diri adalah lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Metode klarifikasi nilai dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai disiplin diri karena dalam penerapannya memiliki beberapa tahap meliputi, memilih, menghargai, dan merefleksi sehingga dapat memperluas wawasan siswa mengenai keanekaragaman nilai-nilai kesadaran disiplin diri siswa Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan penggunaan metode klarifikasi nilai untuk meningkatkan kesadaran akan nilai disiplin diri siswa SMP. Siswa SMP yang memiliki kesadaran akan nilai disiplin diri adalah siswa yang dapat mengerti tentang semua aturan dan tata tertib yang ada dalam masyarakat ataupun sekolah serta dapat merealisasikan ke dalam perbuatan sehari-hari sehingga dapat berperilaku patuh terhadap peraturan, serta sadar bahwa dirinya harus menjauhi segala sesuatu yang bersifat melanggar dan mencoba membina diri untuk selalu menjalankan aturan dan tatatertib yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah experiment the one group pretest-postest dengan rancangan treatment sebanyak 10 kali. Subjek penelitian adalah sepuluh orang siswa SMP yang memiliki kriteria kesadaran akan nilai disiplin diri sedang dan rendah yang diukur dengan menggunakan inventori kesadaran akan nilai disiplin diri siswa SMP. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan inventori kesadaran akan nilai disiplin diri siswa SMP yang diberikan pada awal dan akhir perlakuan. Hasil pengumpulan data telah di analisis dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian eksperimen ini penggunaan klarifikasi nilai efektif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai disiplin diri siswaSMP yang dapat dilihat dari kenaikan skor pada posttest di akhir pertemuan serta hasil dari refleksi diri siwa selama pemberian treatment. Saran yang perlu di perhatikan bagi peneliti lain dalam melakukan penelitian serupa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan nilai disiplin diri adalah sebagai berikut: (1) saran aplikasi teknik yaitu dalam penggunaan teknik klarifikasi nilai berupa pemberian contoh kasus/masalah hendaknya perlu melakukan validasi internal, serta (2) saran pengembangan, untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan teknik dan media yang sama, akan tetapi disarankan menggunakan kelompok kontrol.

Pengembangan variasi latihan sepak sila dalam permainan sepak takraw di Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Didik Purwanto

 

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan variasi latihan sepak sila di Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, yang dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan latihan sepak sila. Prosedur pengembangan variasi latihan sepak sila ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall, yang terdiri dari 10 langkah. Dari 10 langkah yang dikemukakan, digunakan tujuh tahap yang dimodifikasi oleh peneliti dengan pertimbangan waktu, tenaga, dan biaya yang terbatas. Adapun langkah-langkah pengembangan dari peneliti adalah (1) mengumpulkan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan, (2) mengembangkan bentuk produk awal, (3) evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli pembelajaran dan 2 ahli sepak takraw, (4) uji coba kelompok kecil dan revisi produk pertama, (5) uji coba lapangan dengan mengujicobakan hasil revisi produk pertama (kelompok besar), (6) revisi produk akhir (sesuai dengan saran-saran dari hasil uji lapangan), dan (7) hasil akhir produk pengembangan variasi latihan sepak sila dalam permainan sepak takraw di JIK FIP UM. Lokasi penelitian adalah di Universitas Negeri Malang. Subjek uji coba terdiri dari (1) tinjauan ahli, terdiri dari 3 ahli yaitu 2 ahli sepak takraw dan 1 ahli pembelajaran, (2) uji coba kelompok kecil adalah mahasiswa JIK angkatan 2003 dan 2004 sebanyak enam mahasiswa dengan menggunakan sample random, dan (3) uji kelompok besar adalah mahasiswa JIK angkatan 2003 dan 2004 sebanyak 17 mahasiswa. Dari pengembangan dan prosedur yang dilakukan di atas, diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan variasi latihan sepak sila dapat digunakan dan dapat dipraktekkan oleh mahasiswa JIK FIP UM. Hal ini dibuktikan dari hasil yang sudah memenuhi kriteria digunakan yaitu ahli sepak takraw diperoleh 71,62%, ahli pembelajaran diperoleh 75%, mahasiswa kelompok kecil diperoleh 77,01%, dan mahasiswa kelompok besar diperoleh 78,7%. Untuk perbaikan pengembangan variasi latihan sepak sila dalam permainan sepak takraw ini disarankan adanya tindak lanjut oleh peneliti lain dengan kancah yang lebih luas. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada pada pengembangan ini, sehingga hasil pengembangan ini dapat dimanfaatkan dengan baik.

Pengaruh pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap hasil belajar geografi siswa SMP / Dianita Eka Putri

 

Kata Kunci: Two Stay Two Stray, Hasil Belajar. Dalam hal akademik, pembelajaran kooperatif dapat membantu siswa memahami pelajaran dan menjadikan suasana belajar lebih bermakna dan tidak bosan. Two Stay Two Stray (TSTS) salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang membagi siswa dalam kelompok belajar dengan anggota 4 siswa yang mempunyai kemapuan, jenis kelamin, dan karakteristik individu yang berbeda. TSTS menekankan kepada kemampuan penyampaian informasi dan penerimaan informasi bagi masing-masing siswa, Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjelaskan pengaruh penerapan model pembelajaran TSTS terhadap hasil belajar geografi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Wagir Kabupaten Malang. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian eksperimen kuasi (Quasi Eksperiment) dengan desain kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada tanggal 26 Februari 2013 - 16 Maret 2013. Lokasi penelitian di SMP Negeri 2 Wagir Kabupaten Malang. Subjek yang digunakan kelas VII-B sebagai kelas eksperimen dan VII-C kelas kontrol. Instrumen dan pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test yang telah diuji terlebih dahulu tingkat kesukaran, daya beda, validitas, dan reliabitasnya. Analisa data menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran TSTS berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Wagir. Nilai hasil belajar siswa pada kelas eksperimen setelah mendapat perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil analisis hipotesis menggunakan program SPSS 16.0 for windows, diperoleh nilai t hitung 5,321 lebih besar dari t tabel 1,674 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Disarankan agar guru menggunakan model pembelajaran TSTS, karena model tersebut dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Guru yang akan menggunakan model ini juga harus melakukan persiapan yang matang karena model TSTS membutuhkan waktu yang lama. Guru tidak perlu memberikan pertanyaan yang terlalu banyak untuk bahan diskusi kelompok. Sebaiknya pertanyaan kelompok untuk bahan diskusi 2 atau 3 nomor saja tetapi sudah mencakup seluruh tujuan pembelajaran saat itu. Model pembelajaran TSTS membutuhkan perhatian yang intensif dari guru agar semua kelompok mampu bekerja dengan baik.

Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dengan model siklus belajar untuk meningkatkan prestasi belajar dan kemampuan kerja ilmiah siswa kelas VIII-A SMP Dharma Wanita Unibraw Malang / Ujianti Suprobo

 

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru fisika SMP Dharma Wanita Unibraw Malang menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa metode eksperimen jarang dilakukan. Hal itu menyebabkan siswa hanya sebagai penerima informasi, dan siswa menjadi pasif serta kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Siswa kurang terampil dalam menggunakan alat-alat percobaan dan melakukan percobaan. Prestasi belajar siswa juga sangat rendah serta jumlah siswa yang tuntas belajar hanya 34,5% dari 29 siswa. Ketuntasan belajar siswa didasarkan pada Standar Kelulusan Minimal (SKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu 60. Pemilihan model pembelajaran merupakan hal yang penting untuk menentukan kualitas pembelajaran. Model pembelajaran yang dipilih untuk menumbuhkan keaktifan siswa adalah pembelajaran dengan pendekatan kontekstual model siklus belajar. Pendekatan kontekstual, diharapkan mampu menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna dan siswa belajar secara alamiah melalui bekerja dan belajar. Berdasarkan berbagai permasalahan tersebut guru dan peneliti sepakat untuk menggunakan metode siklus belajar dengan 4 tahapan yaitu eksplorasi, eksplanasi, ekspansi dan evaluasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di SMP Dharma Wanita Unibraw Malang dengan subyek penelitian kelas VIII-A. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah prestasi belajar dan kemampuan kerja ilmiah. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes dan pedoman observasi. Prosedur pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara, observasi dan tes. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, paparan data, verifikasi, penarikan kesimpulan dan refleksi. Ketercapaian hasil prestasi belajar dan kemampuan kerja ilmiah siswa dianalisis dengan menggunakan persentase. Hasil analisis pada siklus I dan siklus II menunjukkan prestasi belajar dan kemampuan kerja ilmiah siswa kelas VIII-A SMP Dharma Wanita Unibraw Malang mengalami peningkatan. Peningkatan prestasi belajar pada siklus I dan siklus II adalah 13,9% sedangkan kemampuan kerja ilmiah diperoleh peningkatan sebesar 5,1%. Peningkatan kemampuan kerja ilmiah belum maksimal, karena aspek pengembangan kretivitas dan pemecahan masalah mengalami penurunan skor. Meskipun demikian, penerapan pembelajaran kontekstual dengan model siklus belajar mampu meningkatkan prestasi belajar dan kemampuan kerja ilmah siswa.

Komunikasi organisasi dalam penyelesaian konflik ( Studi multi kasus pada SD Patimura, SD Cut Nyak Dien, dan SD Hasanudin di Kabupaten Toyoarum ) / Isparwoto

 

Kata kunci: komunikasi organisasi, penyelesaian konflik, sekolah dasar Sekolah dipandang sebagai totalitas sistem pengorganisasian yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan institutisional, dengan kata lain, sebagai organisasi adalah alat untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan sebagai penentu bagi volume dan beban kerja yang menjadi tanggung jawab untuk direalisasikan, semakin berkem-bang tujuan semakin berkembang volume kerja dan semakin banyak beban kerja, kepala sekolah sebagai pemimpin tugasnya mengkoordinasikan, melaksanakan, mengendalikan individu yang ada dalam sekolah untuk mencapai tujuan, untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan komunikasi yang berlangsung dengan har-monis, efektif dan timbal balik agar terjadi kesamaan makna dan persepsi diantara individu yang ada disekolah dalam menterjemah visi dan misi organisasi. Keefek-tifan komunikasi menunjukkan bahwa tingkat penafsiran penerima terhadap infor-masi yang disampaikan oleh sumber informasi tidak terjadi kendala. Tetapi bila ada gangguan maka dapat menimbulkan konflik, walaupun pada dasarnya konflik punya sisi positif dan sisi negatif tetapi bila tidak ada penyelesaian yang baik akan mengurangi keefektifan organisasi yang pada gilirannya akan mengurangi produk-tifitas kerja individu yang ada disekolah itu. Penelitian ini mengkaji tentang komunikasi organisasi dalam penyelesaian konflik, dengan tiga sub fokus penelitian: (1) proses komunikasi dalam penyelesaian konflik, (2) iklim komunikasi dalam penyelesaian konflik, dan (3) langkah penyelesaian konflik. Penelitian ini dilakukan di tiga Sekolah Dasar, yaitu SD Patimura, SD Cut Nyak Dien dan SD Hasanudin Kabupaten Toyoarum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus, data pe-nelitian berupa data deskriptif yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan analisis data kasus individu dan lintas kasus, Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji validitas yang memenuhi dua kriteria, yaitu: (1) kredibilitas meliputi triangulasi sumber data, metode, dan pengecekkan anggota, (2) dependibilitas, dan (3) konfirmabilitas. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, proses komunikasi dapat terwujud dengan efektif apabila: a) sumber informasi menguasai informasi yang akan dikirim, menguasai saluran informasi yang digunakan dan menguasai medan komunikasinya, serta dalam penyampaiannya sistematis, kritis, kreatif, inovatif, santun dan menarik, b) informasi yang disampaikan terbaru, asli dari sumbernya, obyektif, padat, relevan, tetap tidak berubah, mengandung kebenaran dan dapat dipercaya. c). saluran informasinya menggunakan bahasa verbal lisan dan tulis yang sistematis dan jelas, bahasa non verbal yang meyakinkan, melalui indera penglihatan dan pendengaran, selain penciuman, pengecap dan peraba, ser-ta menggunakan media komunikasi seperti buku, pesan singkat, telepon, hand-phone maupun teknologi berbantuan komputer seperti internet, email dan face-book, dan d) penerima informasi memahami maknanya, meyakini kebenarannya, merata penyebarannya, mencukupi kebutuhan informasi dan segera meresponnya. Kedua, iklim komunikasi dapat terwujud dengan kondusif apabila: a) guru diajak berkomunikasi dan berkonsultasi mengenai masalah, dan wilayah kebijakan seko-lah yang relevan dengan kedudukan guru, serta diberi kesempatan berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan dan penentuan tujuan sekolah, b) semua guru mudah memperoleh informasi yang berhubungan dengan tugas guru, kecuali un-tuk keperluan informasi rahasia dan semua guru menerima informasi yang dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk mengkoordinasikan pekerjaan, yang berhubungan dengan sekolah, kepala sekolah dan program kerja sekolah, c) Kepa-la sekolah bersedia mendengarkan saran, laporan, dan masalah yang dikemukakan guru secara kesinambungan dan dengan pikiran terbuka serta informasi dari guru dipandang cukup penting untuk dilaksanakan kecuali ada petunjuk lain yang berlawanan, d) Kepala sekolah dan guru menunjukkan suatu komitmen terhadap tujuan berkinerja tinggi dan kepala sekolah menunjukkan perhatian yang besar kepada kesejahteraan guru, sama besar seperti perhatian pada tujuan berkinerja tinggi. Ketiga, kepala sekolah dalam menyelesaikan konflik dapat efektif apabila: a) langkah perencanaan penyelesaian konflik yaitu: mengidentifikasi sumber kon-flik dan jenis konflik, mengklasifikasi konflik dan menganalisis konflik, b) lang-kah pelaksanaan penyelesaian konflik, yaitu: konflik antar guru menggunakan pendekatan kolaborasi, kompromi dan kompetisi, konflik guru dengan kepala se-kolah menggunakan pendekatan dominasi dan rela membantu, konflik guru de-ngan kelompok guru menggunakan pendekatan kompromi dan kolaborasi serta konflik antar kelompok guru menggunakan pendekatan integrasi, c) langkah eva-luasi penyelesaian konflik dilakukan Kepala Sekolah dengan mengurangi dampak negatif konflik baik tingkat konflik yang terlalu rendah maupun tingkat konflik yang terlalu tinggi, dengan mendorong dampak positif konflik melalui peningkat-an konflik yang optimal, sehingga peningkatan kinerja dapat terlihat pada sikap dan perilaku kerja dan hasil kerja yang produktif dan berkualitas dari semua war-ga sekolah. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui komunikasi yang efektif dan harmonis yaitu proses komunikasi yang efektif dan iklim komunikasi yang kondusif dapat menyelesaikan konflik secara efektif. Berdasarkan hasil te-muan penelitian ini diusulkan beberapa saran, yaitu: (1) kepada pemerintah c/q Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi agar dilakukan sosialisasi yang intens kepada para penyelenggara pendidikan akan pentingnya komunikasi organisasi yang efektif dan harmonis dalam penyelesaian konflik, serta dapat memilih kepala sekolah yang terampil melaksanakan komunikasi yang efektif, (2) kepada yayasan /perkumpulan penyelenggara pendidikan agar mengangkat kepala sekolah yang memenuhi standar kompetensi, (3) kepada para kepala sekolah agar meningkatkan keterampilan guru dalam berkomunikasi yang efektif, harmonis, empatik dan san-tun, serta dapat mengendalikan diri dalam menghadapi konflik, (4) Kepada para guru agar memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun, serta (5) kepada para peneliti, agar dilakukan penelitian yang serupa dengan mengambil kasus dan situs yang berbeda.

Studi tentang sarana dan prasarana usaha kesehatan sekolah (UKS) di SMP Negeri se-kecamatan Singosari / Addien Setyo Kwartantiyono

 

Berdasarkan observasi awal peneliti bahwa di kecamatan Singosari banyak sekolah tidak memiliki atau kurang dalam hal sarana dan prasarana Usaha Kesehatan Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang sarana dan prasarana di SMPN Se-Kecamatan Singosari, yang meliputi: (1) Sarana Pendidikan Kesehatan, (2) Sarana Pelayanan Kesehatan, (3) Prasarana Lingkungan yang Sehat. Rancangan penelitian ini menggunakan metode survei yaitu mendeskripsikan secara obyektif mengenai sarana dan prasarana Usaha Kesehatan Sekolah. Data dalam penelitian diperoleh dengan menggunakan observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil persentase tersebut kemudian diklasifikasikan menurut Arikunto Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Sarana Pendidikan sekolah; 60,42% dapat dikatakan bahwa sarana pendidikan kesehatan yang ada di SMPN Se-Kecamatan Singosari tergolong dalam klasifikasi cukup baik, (2) Sarana pelayanan kesehatan secara keseluruhan yang ada di SMPN Se-Kecamatan Singosari yang persentasenya sebesar 95,36% dalam klasifikasi baik. Sedangkan untuk sarana Usaha Kesehatan Sekolah yang terdiri dari Sarana Pendidikan Kesehatan dan Sarana Pelayanan Kesehatan sebesar 65,97 dalam klasifikasi cukup baik, (3) Prasarana lingkungan yang sehat persentase prasarana yang ada sebesar 98,03% dalam klasifikasi baik. Sehingga untuk kelengkapan sarana dan prasarana Usaha Kesehatan Sekolah di SMPN Se-Kecamatan Singosari dalam klasifikasi baik. Setelah mengetahui hasil penelitian yang berkaitan dengan sarana dan prasarana yang ada di SMPN Se-Kecamatan Singosari dapat diketahui bahwa masih banyak sarana dan prasarana yang masih kurang khususnya untuk obat-obatan, diharapkan untuk pihak sekolah atau pembina Usaha Kesehatan Sekolah khususnya di SMPN Se-Kecamatan Singosari untuk menambah sarana dan prasarana yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh DepKes RI, buku PusKesJas dan Kartono (dalam Susilowati, 2001:35) agar Proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.

Peningkatan motivasi, aktivitas, dan hasil belajar sains biologi siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Sukorejo Kabupate Pasuruan melalui penerapan pembelajaran kooperatif STAD dalam siklus belajar / Azwirda Frist Kharisma Anggoro Putri

 

Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan guru bidang studi Sains Biologi di kelas VII A SMP Negeri 2 Sukorejo Pasuruan pada bulan Oktober 2006, diketahui bahwa siswa memiliki motivasi belajar yang rendah dalam kegiat-an pembelajaran. Siswa tampak kurang antusias dalam kegiatan pembelajaran, tidak banyak siswa yang mau bertanya tentang materi pelajaran yang belum jelas. Kemampuan akademik siswa tergolong rendah, dari 33 siswa yang ada hanya 51,5% yang tuntas belajar. Hal ini menunjukkan masih banyak siswa yang belum mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yang ditentukan oleh sekolah yaitu 60. Guru jarang menerapkan pembelajaran kooperatif dalam pengelolaan kelas-nya, masih cenderung memilih metode ceramah. Selain itu pada umumnya guru masih banyak berorientasi pada materi dari buku teks Biologi. Penelitian ini menerapkan pembelajaran kooperatif STAD yang tahapan pembelajarannya menggunakan siklus belajar. Pada pembelajaran ini siswa di-organisasikan dalam bentuk kelompok kecil yang heterogen untuk menemukan konsep sendiri secara bertahap mulai tahap eksplorasi, eksplanasi, ekspansi sampai tahap evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran kooperatif STAD dalam siklus belajar dapat meningkatkan motivasi, aktivitas, dan hasil belajar Sains Biologi siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Sukorejo, Pasuruan. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu pe-rencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di kelas VII A SMP Negeri 2 Sukorejo Pasuruan, yang dilaksanakan mulai bulan November 2006-Januari 2007. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: wawancara, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), soal tes, lembar observasi motivasi belajar dan aktivitas kooperatif, serta angket untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa mengenai pembelajaran yang diterapkan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pe-nerapan pembelajaran kooperatif STAD dalam siklus belajar dapat meningkatkan motivasi, aktivitas, dan hasil belajar Sains Biologi siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Sukorejo Pasuruan. Motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dari 54,7% pada siklus I menjadi 64,2% pada siklus II. Aktivitas kooperatif belajar siswa me-ngalami peningkatan dari 62,4% pada siklus I menjadi 73,8% pada siklus II. Se-lain itu, hasil belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Sukorejo juga mengalami peningkatan. Ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan dari 51,5 % menjadi 75,8% pada siklus I dan menjadi 90,9% pada siklus II.

Pengembangan panduan latihan passing bawah bagi peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 1 Batu / Donny Arfiansyah

 

Kata Kunci: pengembangan, panduan, latihan, passing bawah bolavoli. Pengembangan dalam penelitian ini adalah panduan latihan yang berisikan pola variasi latihan passing bawah bagi peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 1 Batu, Panduan adalah hal pokok yang menjadi dasar pegangan/petunjuk untuk menentukan sesuatu, dapat diartikan juga sebagai kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan. Latihan adalah kegiatan yang terencana dan didalamnya terdapat unsur-unsur kegiatan yang dilakukan berulang-ulang secara bertahap dengan tujuan untuk mencapai prestasi yang maksimal. Sedangkan passing bawah adalah usaha memainkan bola menggunakan satu atau dua lengan yang dirapatkan didepan badan, perkenaan bola pada bagian lengan bawah. Untuk dapat bermain bolavoli passing bawah adalah teknik yang harus dikuasai oleh siswa. Dalam melatih teknik dasar passing bawah diperlukan latihan yang berulang-ulang. Selain itu, membutuhkan teknik dasar yang benar, juga diperlukan variasi-variasi pola latihan untuk mencegah kebosanan berlatih. Kenyataan yang ada dilapangan, setelah melakukan observasi awal pada kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 1 Batu, masih banyak siswa yang tidak menguasai teknik dasar passing bawah pada khususnya. Ini dapat dilihat banyak passing yang tidak tepat sasaran. Sehingga diperlukan panduan latihan passing bawah bolavoli yang dapat digunakan siswa sebagai acuan atau cara berlatih passing bawah bolavoli. Untuk itu, peneliti akan mengembangkan panduan latihan passing bawah dalam permainan bolavoli yang nantinya dapat dijadikan sebagai acuan oleh siswa dalam latihan mandiri passing bawah bolavoli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan panduan latihan passing bawah bagi peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 1 Batu yang ditujukan kepada siswa pada tingkat keterampilan pemula atau dasar pengikut ekstrakurikuler bolavoli. Sehingga dengan adanya panduan ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mempercepat proses penguasaan teknik passing bawah bolavoli secara baik dan benar. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian dan pengembangan Research and Development dari Borg dan Gall (1983:775). Adapun 7 langkah yang dipilih oleh peneliti untuk pengembangan panduan latihan passing bawah bolavoli adalah sebagai berikut. (1) kajian pustaka, (2) mengembangkan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk awal berdasarkan evaluasi para ahli dan kegiatan uji coba kelompok kecil, (6) uji coba kelompok besar , dan (7) revisi produk akhir. Hasil evaluasi dan persentase dari ahli bolavoli menyatakan 90,52% produk pengembangan valid sehingga dapat digunakan. Dari ahli kepelatihan menyatakan 83,33% produk pengembangan panduan latihan passing valid sehingga dapat digunakan. Kemudian dari hasil uji kelompok kecil terdapat persentase sebesar 89,96% sehingga produk dapat digunakan, sedangkan persentase dari uji coba kelompok besar terdapat penilaian sebesar 90,40% sehingga produk dinyatakan valid dan dapat digunakan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan panduan latihan ini dapat digunakan pada peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 1 Batu.

Motivasi siswa-siswi mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga bola basket di SMAN 1 Lumajang / Irfan Mahmuji

 

Keefektifan ilustrasi terhadap kemampuan mengingat isi cerita pada siswa kelas 3 SDN 01 Sisir Kota Batu / Raffly As'ad Pahlevi

 

Pahlevi, As’ad R. 2013.Keefektifan Ilustrasi Terhadap Kemampuan Mengingat Isi Cerita Pada Siswa Kelas 3 SDN 01 Sisir Kota Batu. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti M.Si. (II) Ika A. Farida, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: Ilustrasi, kemampuan mengingat isi cerita     Berdasarkan studi Sumiani (dalam Rahmayana, 2012) pesan visual yang amat diminati siswa adalah gambar yang sederhana, praktis, dan mudah dimengerti. Sungguhpun demikian gambar yang disenangi oleh siswa tidak menjamin meningkatnya prestasi akademik mereka. Namun, memudahkan pembelajaran akan lebih menarik bagi mereka. Pembelajaran yang menarik akan menimbulkan motivasi belajar, apabila siswa termotivasi dalam belajar daya serap terhadap pembelajaran juga akan meningkat. Penelitian ini berusaha membuktikan pengaruh ilustrasi terhadap kemampuan mengingat isi cerita.     Penelitian ini menggunakan desain penelitian Randomized Two – Group Design, Posttest Only. Desain ini menggunakan prinsip method of difference karena desain ini membuat dua kondisi (treatment) yang berbeda pada dua kelompok penelitian. Desain ini melakukan pengukuran sesudah (posttest) pemberian treatment. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pemberian tes. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 SDN 01 Sisir, sejumlah 30 siswa. Subjek diminta menjawab soal tes, setelah mendapatkan skor kemudian dilakukan analisis data.     Berdasarkan hasil analisis data, nilai rata-rata kelompok ilustrasi berbasis information sebesar 12.33 sedangkan nilai rata-rata kelompok ilustrasi berbasis decoration 10.27. Hal ini berarti bahwa ilustrasi berbasis information lebih efektif meningkatkan kemampuan mengingat isi cerita dibandingkan dengan ilustrasi berbasis decoration. Berdasarkan uji-t didapatkan nilai equal variance not assumed 4.720 dengan signifikansi sebesar 0.000 dengan taraf signifikansi 5% atau 0.05, (p=0.000<0.05) Dengan demikian secara meyakinkan dapat dikatakan bahwa penggunaan ilustrasi dapat meningkatkan kemampuan mengingat isi cerita, dimana ilustrasi berbasis information menyebabkan kemampuan mengingat isi cerita lebih baik dibandingkan dengan ilustrasi berbasis decoration.     Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka sarannya sebagai berikut: (1) Bagi guru sekolah dasar, disarankan guru mencari buku pelajaran dan lembar kerja siswa (LKS) yang banyak mengandung gambar atau ilustrasinya berbasis information, sehingga murid akan lebih mudah mempelajari dan mengingat pelajaran yang diberikan. (2) Bagi orang tua, dapat membelikan buku yang memiliki gambar atau ilustrasi, dimana gambar atau ilustrasi tersebut merupakan ilustrasi berbasis information. (3) Bagi Peneliti Selanjutnya, penelitian ini memiliki kekurangan yaitu desain penelitian rentan terhadap semua ancaman interaksi sosial terhadap validitas internal. Sehingga peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengontrol validitas internal tersebut.

Redesain kemasan keripik singkong cap Lumba-lumba sebagai upaya reposisi produk / Lorenza Yudha Ardiyanto

 

ABSTRAK Ardiyanto Yudha, 2016. Redesain Kemasan Kripik Singkong Cap Lumba-Lumba sebagai Upaya Reposisi Produk. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual. Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sumarwahyudi, M.Sn dan Andreas Syah Pahlevi S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Kemasan, Redesain, Kripik singkong, Cap Lumba-Lumba Malang merupakan daerah yang kaya wisata, budaya dan kuliner. Dari semua kekayaan yang dimiliki Malang, oleh-oleh khas merupakan nilai tambah tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Kripik singkong Cap Lumba-Lumba sebagai salah satu merek yang sudah berdiri tahun 2001 menjadi salah satu camilan yang cukup populer bagi masyarakat Malang, namun tujuan yang ingin diraih oleh perusahaan untuk membuat produk ini menjadi salah satu oleh-oleh khas Malang dirasa kurang berhasil. Pemahaman tentang fungsi kemasan pada produk ini pun dirasa kurang diperhatikan oleh produsen. Seringkali produk sampai ditangan konsumen dengan kondisi yang kurang baik mulai dari sablon merek/ label yang mengelupas, sampai kemasan yang membuka sehingga kualitas nilai higienis produk tidak terjamin. Kemasan yang tepat adalah kemasan yang mampu menjaga produk didalam dan citra produk dari luar dengan baik. Merek adalah citra bagi perusahaan, dimana citra ini adalah salah satu faktor penentu proses pembelian oleh konsumen, disamping strategi promosi yang mendukung. Maka bagaimana merubah citra produk di benak konsumen agar menjadi salah satu oleh-oleh khas Malang, khususnya bagi wisatawan yang berkunjung ke Malang. Konsep yang digunakan adalah memposisikan merek menjadi produk yang higienis tanpa bahan pengawet, dengan mengangkat wisata dan budaya yang ada di Malang untuk membuat kemasan series dan mengangkat isu global warming yang disebabkan karena sampah-sampah plastik yang sulit terdegradasi. Kemasan yang dipakai akan menggunakan bahan yang ramah lingkungan atau yang bisa dipakai kembali, didukung media yang sesuai dengan konsep redesain menggunakan metode perancangan yang meliputi identifikasi data, analisis, konsep perancangan, hingga eksekusi final desain. Media promosi yang dibuat berfungsi sebagai edukasi dan penarik minat beli konsumen. Promosi menggunakan media non conventional atau media baru yang jarang digunakan, untuk menarik perhatian calon konsumen. Sehingga konsep ini akan memberikan dampak positif bagi merek Lumba-Lumba.

Survei tingkat kesegaran jasmani pemian U-17 di Sekolah Sepakbola (SSB) Unibraw'82 Kota Malang tahun 2006 / Rizkani Muflih

 

ABSTRAK Untuk mendapatkan pemain berbakat Persema mengadakan kompetisi internal baik tingkat senior maupun junior. Kompetisi tingkat junior tersebut adalah piala Tirta Darma. Tim yang stabil prestasinya dalam kompetisi ini adalah Sekolah Sepakbola (SSB) Unibraw’82. Untuk bisa mencapai suatu prestasi, tidak hanya ditunjang pembinaan dan pemanduan bakat sejak dini, tetapi juga harus didukung oleh faktor lain yaitu tingkat kesegaran jasmani. Kesegaran jasmani yang baik adalah sebagai dasar untuk melakukan aktivitas fisik secara berulang-ulang dalam waktu lama tanpa kelelahan yang berarti sehingga dapat meningkatkan prestasi dan mengurangi resiko cedera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani pemain U-17 SSB Unibraw ’82 Kota Malang Tahun 2006. Dengan menggunakan standar tes A.C.S.P.F.T. yang terdiri dari tes lari 50 meter, lompat jauh tanpa awalan, bergantung angkat badan, lari hilir mudik 4x10 meter, baring duduk 30 detik, lentuk togok ke muka dan lari 1000 meter. Adapun lokasi penelitian dilakukan di Stadion Sepakbola Universitas Brawijaya Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2006. Subjek penelitian terdiri dari 20 orang pemain U-17 SSB Unibraw ’82 Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survei, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan persentase. Kesimpulan bahwa tingkat kesegaran jasmani pemain U-17 SSB Unibraw ’82 Kota Malang 15 orang (75%) yang memiliki kategori kesegaran jasmani baik dan 5 orang (25%) berkategori sedang. Berdasarkan pada hasil penelitian ini, disarankan kepada pelatih memberikan program latihan yang sesuai dengan tingkat junior, sehingga diharapkan dapat terjadi peningkatan prestasi. Dan secara berkala melakukan tes untuk memantau perkembangan dan keadaan tingkat kesegaran jasmani siswa

Peningkatan keaktifan dan hasil belajar geografi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) pada siswa kelas XI IPS 5 SMA Negeri 7 Malang / Nenis Julichah

 

Kata kunci: model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI), keaktifan, hasil belajar Hasil observasi pada tanggal 24 Juli 2012 di SMA Negeri 7 Malang, diketahui bahwa kelas XI IPS 5 rata-rata nilai siswa pada mata pelajaran geografi hanya 73,44 belum mencapai KKM yaitu ≥75. Hal ini terbukti persentasekan ketuntasan klasikal UTS yang tuntas 43,75% sebanyak 14 siswa, sedangkan yang belum tuntas sekitar 56,25% sebanyak 18 siswa. Selain itu, keaktifan siswa dalam kelas pada proses pembelajaran dengan rata-rata nilai yaitu 36,37% sebanyak 12 siswa, sedangkan siswa yang tidak aktif mencapai 63,64% sebanyak 21 siswa. Hasil belajar dan keaktifan siswa kurang optimal karena kurang kondusifnya keadaan kelas banyak siswa yang ramai, pembentukan kelompok siswa yang kurang heterogen atau seimbang, guru sering mengunakan metode ceramah kreatif, dan siswa jarang mendapat penghargaan hal ini berpengaruh terhadap semangat dan atusias siswa dalam mengikuti pelajaran. Sehingga, penelitian bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar geografi siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model TAI. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), bertujuan untuk memperbaiki suatu keadaan pembelajaran di kelas dengan melakukan tindakan- tindakan tertentu agar terjadi pembaharuan menuju ke arah perbaikan. Penelitian ini digunakan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa yang dihitung dengan menggunakan persentase. Tindakan penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan selama 2 x 45 menit, dan setiap siklus terdiri dari empat langkah yaitu: a) perencanaan; b) pelaksanaan/aksi; c) observasi/pengamatan; d) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 5 semester Ganjil tahun ajaran 2012-2013 SMA Negeri 7 Malang dengan jumlah 33 siswa, pada materi memahami sumber daya alam. Hasil penelitian menunjukan bahwa keaktifan belajar dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat bahwa rata-rata keaktifan belajar siswa pada siklus I mencapai 66,20% dengan taraf keberhasilan “ Cukup” meningkat menjadi 78,03% dengan taraf keberhasilan “ Baik”, sedangakn untuk nilai rata-rata keaktifan kelompok pada siklus I mencapai 64,66% meningkat menjadi 80,21% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan pada siklus I ketuntasan klasikal hasil belajar siswa adalah 53,33%, dengan rata-rata nilai yaitu 74,00 dan pada siklus II meningkat menjadi 87,89% dengan rata-rata nilai yaitu 78,94. Hal ini juga berpengaruh terhadap nilai rata-rata siswa mengerjakan LKS yaitu pada siklus I mencapai 71,64 meningkat menjadi 75,15 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan model pembelajaran kooperatif TAI dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Disarankan kepada guru geografi untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif TAI sebagai salah satu model pembelajaran alternatif agar dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik lebih tinggi diharapkan selalu membimbing siswa berkemampuan bawah dan sedang. Bagi penelitian selanjutnya disarankan pada model TAI ada pembimbingan dalam sebuah kelompok dari siswa berkemampuan akademik atas, sedang dan bawah, dengan setiap anggota memiliki peran sendiri-sendiri, pemberian penghargaan untuk setiap kelompok terbaik untuk membangkitkan antusias individu maupun kelompok. .

Pengaruh persepsi guru tentang kondisi lingkungan kerja terhadap semangat kerja guru melalui kepuasan kerja (studi pada guru SMK Bidang Keahlian Administrasi Perkantoran se-kota Malang) / Arti Dhewi Wibowo

 

ABSTRAK Wibowo, Arti Dhewi. 2007. Pengaruh Persepsi Guru Tentang Kondisi Ling-kungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Guru Melalui Kepuasan Kerja (Studi Pada Guru SMK Bidang Keahlian Administrasi Perkantoran Se-Kota Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Ma-lang. Pembimbing (I) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si ;(II) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si . Kata kunci: Persepsi, Lingkungan Kerja, Semangat Kerja, Kepuasan Kerja Peran guru sebagai tenaga pengajar yang berhubungan dan bertatap muka secara langsung dengan siswa memberikan efek yang kuat kepada diri siswa. Untuk itulah di dalam melakukan kegiatan belajar mengajar guru harus dapat merasakan kenyamanan dalam bekerja, sehingga dapat berkonsentrasi penuh dalam memberikan dan menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Tersedianya lingkungan kerja yang baik dapat memberikan kenyamanan bagi guru.Disamping itu adanya kondisi lingkungan kerja yang baik dapat menimbulkan kepuasan dan dengan kepuasan kerja diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja pegawai. Lingkungan kerja yang baik ini bisa meliputi tersedianya fasilitas-fasilitas umum, ruang kerja yang bersih, luas dan tertata rapi. Sirkulasi udara dan pencahayaan yang cukup, serta terciptanya suasana kerja yang harmonis. Tetapi pada dasarnya pemahaman akan konsep ini belumlah benar-benar disadari dan dipahami oleh pihak sekolah terutama sekolah kejuruan yang ada di kota Malang. Masih banyak di antara sekolah-sekolah kejuruan di kota Malang ini yang tidak menyadari bahwa begitu pentingnya penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dapat berpengaruh terhadap kepuasan dan semangat kerja seorang guru. Kebanyakan dari sekolah ini lebih memfokuskan diri pada peningkatan prestasi siswa dan nama baik sekolah. Padahal untuk mencapai itu semua terdapat peran serta guru yang sangat penting sekali dan tentunya agar dapat bekerja dengan maksimal setiap sekolah harus dapat menciptakan kondisi lingkungan kerja yang menunjang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif korelasional dengan menggu-nakan teknik analisis jalur, dalam penelitian ini terdapat tiga jenis variabel yaitu: (1) variabel bebas yang terdiri dari: Lingkungan kerja fisik (X1), Lingkungan kerja non-fisik (X2), (2) variabel antara (Intervening) kepuasan kerja (Y1) dan variabel terikat semangat kerja guru (Y2). Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMK bidang keahlian administrasi perkantoran Se-Kota Malang dengan jumlah 51 guru yang diambil dari 10 SMK. Dikarenakan penelitian ini menggunakan teknik analisis jalur yang merupakan satu bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis) maka dari jumlah populasi tersebut ditentukan ukuran sampel dengan menggunakan rumus slovin sehingga di dapat sampel yang berjumlah 45 orang. Sedangkan 2 SMK yang lain karena tidak berkenan dijadikan tempat penelitian maka tidak diambil sampel. Dengan perhitungan bahwa dengan menggunakan 8 SMK tersebut jumlah sampel telah memenuhi syarat yang telah ditentukan berdasarkan rumus slovin yakni sebesar 45 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampel. Penelitian ini menggunakan instrumen yang berupa angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa (1) Kondisi lingkungan kerja fisik di persepsikan baik oleh guru bidang keahlian administrasi perkantoran di SMK Se-Kota Malang (2) kondisi lingkungan kerja non-fisik dipersepsikan sangat baik oleh guru bidang keahlian administrasi perkantoran di SMK Se-Kota Malang (3) kepuasan kerja guru bidang keahlian administrasi perkantoran di SMK Se-Kota Malang menunjukkan bahwa rata-rata para guru puas terhadap pekerjaannya (4) Semangat kerja guru bidang keahlian administrasi perkantoran di SMK Se-Kota Malang menunjukkan bahwa rata-rata guru mempunyai semangat tinggi terhadap pekerjaannya (5) pengaruh lingkungan kerja secara parsial terhadap kepuasan kerja guru di SMK Se-Kota Malang dari hasil analisis diperoleh data sebagai berikut: Lingkungan kerja fisik memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan kerja sebesar 0,275, lingkungan kerja non-fisik memberikan pengaruh positif ter-hadap kepuasan kerja sebesar 0,513 (6) Lingkungan Kerja memberikan pengaruh secara simultan terhadap kepuasan kerja guru bidang keahlian administrasi per-kantoran di SMK Se-Kota Malang sebesar 0,356 (7) kepuasan kerja memberikan pengaruh terhadap semangat kerja guru sebesar 0,606. Hasil analisis pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa lingkungan kerja memberikan pengaruh tidak langsung terhadap semangat kerja guru melalui kepuasan kerja secara simultan (bersama-sama) sebesar 0,216, dan lingkungan kerja memberikan pengaruh tidak langsung terhadap semangat kerja guru melalui kepuasan kerja secara parsial (sendiri-sendiri) adalah sebagai berikut: lingkungan kerja fisik memberikan pengaruh tidak langsung terhadap semangat kerja guru melalui kepuasan kerja sebesar 0,167, lingkungan kerja non-fisik memberikan pengaruh tidak langsung terhadap semangat kerja guru melalui kepuasan kerja sebesar 0,311. Keseluruhan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa lingkungan kerja dapat memberikan pengaruh langsung terhadap kepuasan kerja dan pengaruh tidak langsung terhadap semangat kerja guru bidang keahlian administrasi perkantoran di SMK Se-Kota Malang baik pengaruh secara bersama-sama maupun pengaruh secara sendiri-sendiri. Dari hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada pihak sekolah terutama kepala sekolah sebagai pimpinan lembaga sekolah yang meme-gang peranan penting di sekolah agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan kerja guru, karena dengan demikian dapat memberikan kepuasan kerja sehingga diharapkan dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan semangat kerja guru dalam bekerja dan membimbing siswa-siswinya. Disarankan pula kepada para guru sebagai pendidik dan panutan siswa untuk lebih mempertahankan atau bahkan meningkatkan semangat kerja yang sudah baik menjadi lebih baik lagi dikemudian hari serta menjaga citranya sebagai pendidik dan panutan bagi siswa-siswinya. Terutama yang terkait dengan kedisiplinan, loyalitas dan kerjasama.

Sistem pembelian dan pendistribusian persediaan farmasi pada Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar - Sidoarjo / Rahma Ameliya

 

Profil penerapan pendidikan karakter melalui pembiasaan dan kegiatan ekstrakurikuler pada siswa di SDN Tunjungsekar 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / Fika Ary Yusanti

 

Pengembangan model latihan kelincahan dalam keterampilan dribbling bola untuk siswa usia 14-16 tahun di SSB Assyabaab Kabupaten Sumenep / Hainur Rasyid

 

Salah satu keterampilan dasar bermain sepakbola yang harus dikuasai setiap pemain adalah keterampilan menggiring bola. Selain itu, komponen kondisi fisik mempunyai hubungan yang sangat erat untuk menunjang keterampilan dasar bermain sepakbola khususnya komponen kelincahan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Sekolah Sepakbola (SSB) ASSYABAB belum ada latihan yang khusus mengarah pada peningkatan kelincahan dalam keterampilan drbbling bola.Untuk itu, berdasarkan hasil angket dari siswa dan wawancara antara peneliti dengn pelatih SSB, maka akan dilakukan pengembangan model latihan kelincahan dalam keterampilan dribbling bola untuk siswa usia 14-16 tahun di SSB ASSYABAB Kabupaten Sumenep. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu belum adanya model-model latihan kelincahan di SSB ASSYABAB Kabupaten Sumenep. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model latihan kelincahan untuk siswa usia 14-16 tahun di SSB ASSYABAB Kabupaten Sumenep, yang nantinya dengan adanya pengembangan model latihan kelincahan dalam keterampilan dribbling bola siswa mempunyai dasar kelincahan dalam keterampilan dribbling bola. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan research and development dari Borg dan Gall yang terdiri dari: (1) Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan, (2) mengembangkan bentuk produk awal (berupa model latihan kelincahan dalam keterampilan dribbling bola), (3) evaluasi ahli dengan kualifikasi yaitu, 1 ahli pelatih fisik sepakbola, 1 ahli kepelatihan sepakbola, dan uji coba (kelompok kecil), (4) revisi produk pertama (sesuai dari hasil evaluasi para ahli dan uji coba), (5) uji coba lapangan, dengan mengujicobakan hasil revisi produk awal, (6) revisi produk akhir (sesuai dari hasil uji lapangan), (7) hasil akhir produk pengembangan model latihan kelincahan dalam keterampilan dribbling bola untuk siswa usia 14-16 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk para ahli dan siswa. Dengan kualifikasi 1 ahli pelatih fisik sepakbola, 1 ahli kepelatihan sepakbola, sedangkan untuk siswa dilakukan uji coba (kelompok kecil) sebanyak 10 siswa, dan uji lapangan (kelompok besar) sebanyak 36 siswa. Hasil penilaian atau evaluasi model pembelajaran ini yaitu sebagai berikut: dari ahli pelatih fisik sepakbola yaitu 90,28% (valid), dari ahli kepelatihan sepakbola yaitu 91,67% (valid), dari uji coba (kelompok kecil): hasil kuesioner yaitu 85,75% (valid), dan dari uji lapangan (kelompok besar): hasil kuesioner yaitu 86,32% (valid). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disarankan agar penggunaan produk ini hendaknya dilaksanakan seperti apa yang sudah direncanakan, kemudian dilakukan evaluasi terhadap tingkat kesesuaian latihan kelincahan dalam keterampilan dribbling bola ini dengan konsep dasar gerakan kelincahan dalam keterampilan dribbling bola yang ada. Jika tidak terdapat permasalahan dalam pelatihan maka pelatihan ini dapat dilanjutkan, dan jika terdapat permasalahan maka dapat dilakukan penyesuaian. Kemudian dapat dilakukan evaluasi kerja yang berulang-ulang untuk memperoleh kesesuaian latihan kelincahan dalam keterampilan dribbling bola dengan kondisi dan situasi di lapangan.

Pengembangan komik matematika sebagai media pembelajaran luas permukaan dan volume kubus dan balok untuk siswa kelas VIII SMP / Riski Nur Hidayati

 

Hidayati, R.N. 2013. Pengembangan Komik Matematika Sebagai Media Pembelajaran Luas Permukaan dan Volume Kubus dan Balok Untuk Siswa Kelas VIII SMP. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd, M. A, (II) Lathiful Anwar, S.Si, M.Sc. Kata Kunci: Komik Matematika, Luas Permukaan dan Volume Kubus dan Balok Dalam pembelajaran Matematika siswa cenderung pasif dan kurang antusias. Salah satu faktor penyebabnya karena ketiadaan media pembelajaran yang mendukung untuk membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Selama ini media pembelajaran didominasi oleh kumpulan rumus Matematika. Padahal media pembelajaran lain seperti komik dapat menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif untuk menjelaskan konsep-konsep yang abstrak dan memerlukan objek yang konkrit pada pelajaran Matematika. Jika dijadikan suatu media pembelajaran, kepopuleran komik dapat menjadi alat untuk menarik perhatian siswa. Hal tersebut melatarbelakangi penulis untuk mengembangkan suatu media pembelajaran berupa komik Matematika. Pemilihan materi luas permukaan dan volume kubus dan balok didasarkan pada hasil wawancara informal kepada siswa kelas VIII SMP. Oleh karena itu penulis mengambil judul skripsi “Pengembangan Komik Matematika Sebagai Media Pembelajaran Luas Permukaan dan Volume Kubus dan Balok untuk Siswa Kelas VIII SMP”. Prosedur pengembangan dari media pembelajaran komik Matematika berdasarkan pada model ADDIE adalah sebagai berikut. (1) Analysis: dilakukan dengan mewawancarai beberapa siswa. (2) Design: dimulai dari penyusunan petunjuk pemanfaatan komik, penentuan ide cerita komik, penyusunan karakter tokoh, pembuatan sinopsis cerita, dan penyusunan skenario cerita (story board). (3) Develop: produksi secara keseluruhan, terdiri dari sampul, indikator pencapaian hasil, petunjuk pemanfaatan komik, daftar isi, isi komik, dan lembar jawaban. (4) Implementation: penerapan atau uji coba komik pada kondisi yang sebenarnya yaitu di kelas. (5) Evaluation: pengolahan data hasil uji coba untuk mengukur ketercapaian tujuan pengembangan produk. Komik matematika ini menyajikan empat alur cerita (Ulang Tahun Anggie, Matematika itu Asyik, Berenang Bersama, dan Membantu Ayah) yang terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berisi tentang cerita yang memuat materi luas permukaan dan volume kubus dan balok, terdapat pada alur cerita pertama. Bagian kedua beirisi permasalahan yang terkait materi, terdapat pada alur cerita selanjutnya. Hasil pengembangangan komik Matematika dikemas dan dijilid dalam bentuk buku. Hasil validasi produk pengembangan diperoleh presentase 87,5%, sedangkan hasil uji coba komik diperoleh presentase 90,97% dan dinyatakan baik dari segi kualitas komik maupun peran komik sebagai media pembelajaran Matematika. Berdasarkan hasil akhir pengembangan, penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut. (1) Saran pemanfaatan: komik Matematika dapat digunakan dalam pembelajaran untuk mewujudkan pembelajaran yang menarik sekaligus dapat meningkatkan keaktifan siswa. (2) Saran diseminasi: komik Matematika dapat dimanfaatkan oleh siswa dari berbagai kelas atau sekolah. (3) Saran pengembangan produk lebih lanjut: pengembangan komik Matematika pada pokok bahasan yang lain.

Penerapan sistem saluran distribusi pada KPRI Perekonomian Guru Pasuruan Unit Usaha Toserba / Khairul Huda

 

Analisis butir soal ulangan akhir semester gasal biologi SMA kelas X tahun pelajaran 2012/2013 di Kabupaten Pasuruan dengan menggunakan program iteman dan kesesuaian dengan tuntutan KTSP / Nugroho Aji Prasetyo

 

Kata Kunci: Analisis Butir Soal, Program ITEMAN, KTSP Hasil wawancara dengan guru biologi yang tergabung dalam tim musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) pembuat soal UAS kabupaten Pasuruan diketahui bahwa soal UAS biologi yang telah diujikan pada siswa belum pernah dianalisis sebelumnya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Hal ini menyebabkan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan fungsi pengecoh soal UAS kabupaten Pasuruan belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal UAS semester gasal biologi kelas X di kabupaten Pasuruan yang meliputi, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, efektivitas pengecoh, validitas isi dan konstruk, dan kesesuaian soal dengan tuntutan KTSP. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif - kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah lembar jawaban UAS biologi siswa kelas X tahun pelajaran 2012/2013 di semua SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan, Sampel adalah lembar jawaban UAS biologi siswa masing-masing sekolah satu kelas. Analisis kuantitatif butir soal menggunakan program ITEMAN versi 3.00 sedangkan analisis kualitatif butir soal menggunakan instrumen tabel validasi isi konstruk dan instrumen penilaian kesesuaian butir soal dengan tuntutan KTSP. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kesukaran butir soal ulangan akhir semester gasal biologi SMA kelas X tahun pelajaran 2012/2013 di kabupaten Pasuruan adalah 0% sangat sukar; 17,5 %% sukar; 40% sedang; 37,5% mudah dan 5% sangat mudah, sehingga dikategorikan memiliki tingkat kesukaran mudah; Soal berdaya beda 7,5% soal memiliki daya beda baik sekali, 50% soal berdaya beda baik, 22,5% berdaya beda cukup, 15% soal berdaya beda jelek, 5% soal berdaya beda jelek sekali, sehingga dikategorikan berdaya beda baik; Pengecoh soal 80% tidak berfungsi. Indeks reliabilitas soal sebesar 0,727 artinya reliabel atau reliabilitasnya tinggi; Soal memenuhi validitas logis yang terdiri dari validitas isi dan validitas konstruk; Soal sesuai dengan tuntutan KTSP. Setelah dilakukan analisis soal ulangan akhir semester gasal biologi SMA kelas X tahun pelajaran 2012/2013 di kabupaten Pasuruan maka disarankan agar sebaiknya tim MGMP biologi kabupaten Pasuruan melakukan uji coba dan analisis soal secara rutin serta mempertahankan penyusunan soal yang berkualitas dengan tetap berpedoman pada langkah pengembangan soal sesuai standar yang telah ditetapkan.

Kinerja mahasiswa PPL Pendidikan Jasmani Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Dini Angga Maharani

 

Kondisi atau realita sebenarnya di lapangan dalam pelaksanaan proses belajar menganjar dan evaluasi khususnya mahasiswa Praktikan Pengalaman Lapangan (PPL) Pendidikan Jasmani di seluruh sekolah menengah di kota Malang yang ditempati mahasiswa PPL masih kurang maksimal, sehingga tidak mencapai tujuan sesuai dengan sistematika pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru PPL Pendidikan Jasmani semester ganjil tahun 2006-2007 mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, dalam pelaksanaan proses belajar mengajar tahap pendahuluan, inti dan penutup, serta mengetahui kinerja dalam melaksanakan evaluasi. pelaksanaan proses belajar mengajar dan evaluasi khususnya mahasiswa Praktikan Pengalaman Lapangan (PPL) Pendidikan Jasmani di seluruh sekolah menengah di kota Malang yang ditempati mahasiswa PPL masih kurang maksimal, sehingga tidak mencapai tujuan sesuai dengan sistematika pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru PPL Pendidikan Jasmani semester ganjil tahun 2006-2007 mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, dalam pelaksanaan proses belajar mengajar tahap pendahuluan, inti dan penutup, serta mengetahui kinerja dalam melaksanakan evaluasi. Selain itu peneliti, mengharapkan penelitian ini menghasilkan penilaian yang obyektif. Dengan adanya penilaian yang obyektif dapat digunakan sebagai balikan untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan sikap profesional mahasiswa PPL Pendidikan Jasmani semester ganjil Tahun 2006-2007 Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilaksanakan bulan Agustus-September 2007 di sekolah yang ditempati PPL Mahasiswa Pendidikan Jasmani semester ganjil tahun 2006-2007 yaitu SMU Negeri 1, 2, 3, 6, 8, 12 dan SMP Negeri 1, 3, 4, 10 dan SMP Laboratorium. UM Malang. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan angket yang diisi oleh siswa dan guru pamong. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini kinerja guru PPL Pendidikan Jasmani Semester Ganjil Tahun 2006-2007 Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Dalam proses belajar mengajar tahap pendahuluan berdasarkan pengamatan guru pamong 75,8% sedangkan pengamatan siswa 84% masuk dalam kategori baik. Dalam proses belajar mengajar tahap inti berdasarkan pengamatan guru pamong 70,58% masuk dalam kategori baik, sedangkan berdasarkan pengamatan siswa 79,85% masuk dalam kategori baik. Dalam proses belajar mengajar tahap penutup berdasarkan pengamatan guru pamong 61% masuk dalam kategori baik, sedangkan berdasarkan pengamatan siswa 56,33% masuk dalam kategori cukup. Dalam pelaksanaan evaluasi pengamatan guru pamong 74,66% masuk dalam kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja PPL Pendidikan Jasmani semester ganjil tahun 2006-2007 Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang dalam proses belajar mengajar sudah baik, hanya kekuranganya pada proses pembelajaran pada tahap penutup yang masuk dalam kategori cukup.

Perbedaan motivasi belajar dan prestasi belajar fisika kelas XI SMUN 8 Malang dengan menggunakan pembelajaran kontekstual model siklus belajar dan metode ceramah / Tinik Suswinarti

 

Berdasarkan observasi awal di SMA Negeri 8 Malang diketahui bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan adalah model ceramah dan kadang-kadang melakukan praktikum di akhir pembelajaran. Akibatnya banyak dijumpai banyak siswa yang berbicara atau bermain-main sendiri bahkan ada siswa yang tertidur. Ini merupakan indikasi bahwa motivasi belajar siswa menurun. Selain itu upaya yang dilakukan di SMA negeri 8 Malang dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa juga belum berhasil terbukti bahwa pada salah satu mata pelajaran fisika nilai rata-rata ujian akhir semester untuk kelas XI yaitu 4,26 dan nilai rata-rata ujian akhir nasional sebesar 5,92. Untuk mengatasi masalah motivasi dan prestasi tersebut perlu adanya strategi baru dalam pembelajaran fisika yaitu pembelajaran kontekstual yang mangaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu model dari pembelajaran kontekstual adalah model siklus belajar (learning Cycle) yaitu model pembelajaran yang memiliki 3 tahapan yang membentuk fondasi untuk pengurutan pelajaran IPA, yaitu eksplorasi (menggali pengetahuan awal siswa), invensi (pengenalan dan pengembangan konsep) dan aplikasi (penerapan konsep). Penelitian ini dilakukan di SMUN 8 Malang pada tanggal 12 Agustus 2006 sampai dengan tanggal 14 0ktober 2006. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Kelas yang dipakai sebagai kelas eksperimen atau kelas yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kontekstual model siklus belajar adalah kelas IPA-6 dan kelas yang menjadi kelas kontrol atau kelas yang diajar dengan menggunakan metode ceramah adalah kelas XI IPA-5. Teknik analisa yang digunakan antara lain uji prasyarat analisis, uji kemampuan awal dan uji hipotesis. Motivasi diperoleh dari hasil angket dan prestasi diperoleh dari pretest dan posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki motivasi yang lebih tinggi daripada motivasi kelas kontrol. Begitu juga dengan prestasi kelas eksperimen juga lebih tinggi daripada kelas kontrol. Dan temuan lain yang ditunjukkan adalah pelaksanaan pembelajaran kontekstual model siklus belajar dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, perlu kiranya dilakukan penelitian-penelitian sejenis yang lebih baik dan terinci misalnya dengan menambah komponen motivasi yang tidak hanya dari angket tapi juga dari pengamatan.

Pengaruh sosial ekonomi orang tua, motivasi belajar, dan tingkat pemanfaatan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung / Novitasari

 

Prestasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya sosial ekonomi orang tua, motivasi belajar,dan tingkat pemanfaatan fasilitas belajar. Orang tua memegang peran sangat penting terhadap proses belajar siswa, orang tua berkewajiban memenuhi kebutuhan anak untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Motivasi yang dapat menentukan hasil belajar dapat berupa motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa baik motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Tingkat pemanfaatan faslitas belajar juga berperan penting terhadap proses dan kelangsungan hasil belajar siswa di sekolah. Kondisi sosial ekonomi orang tua, motivasi belajar dan tingkat pemanfaatan fasilitas belajar, secara bersama juga dapat mendukung tercapainya prestasi belajar siswa secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui gambaran sosial ekonomi orang tua, motivasi belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri I Kauman Tulungagung. (2) Mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara sosial ekonomi orang tua, motivasi belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri I Kauman Tulungagung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan analisis regresi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Data diperoleh dari 60 sampel yang diambil dari siswa kelas XI jurusan ekonomi SMA Negeri I Kauman Tulungagung. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa termasuk kategori sangat baik (55%) kondisi sosial ekonomi orang tua tergolong sedang (43,33%), motivasi belajar tergolong sedang (56,67), dan tingkat pemanfaatan fasilitas belajar tergolong sedang (56,67%). Dari hasil analisis pengujian hipotesis menujukkan bahwa secara parsial (1) ada pengaruh yang signifikan antara sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa dengan korelasi sebesar 0,575 ; (2).ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa dengan korelasi sebesar 0,541; (3) ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa dengan korelasi sebesar 0,501; (4). Secara simultan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara sosial ekonomi orang tua , motivasi belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belaja terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri I Kauman Tulungagung dengan koefisien sebesar 0,535. Sehubungan dengan kesimpulan diatas maka disarankan kepada pihak yang tekait yakni orang tua siswa diharapkan meningkatkan pendapatan dan membatasi kepemilikan anak karena dengan memiliki sedikit anak, kemampuan membiayai studi anak lebih baik daripada keluarga yang memiliki banyak anak dan berpendapatan rendah. Orang tua diharapkan memenuhi kebutuhan material dan spiritual dengan mengontrol perkembangan anak, memberikan perhatian serta bantuan pada waktu mengalami kesulitan belajar. Orang tua diharuskan lebih mengutamakan penyediaan fasilitas belajar anak dengan cara menabung. Bagi siswa hendaknya siswa harus memiliki motivasi belajar yang stabil bahkan meningkat agar dapat mencapai prestasi yang maksimal. Bagi pihak sekolah hendaknya memberikan fasilitas sekolah yang menunjang proses belajar mengajar seperti kaeadaan ruang kelas, taman sekolah, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, fasilitas olah raga, semua sarana dan prasarana sekolah. Fasilitas belajar di Sekolah yang lengkap siswa dapat selalu memanfaatkan fasilitas yang ada sehingga siswa dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal.

Upaya meningkatkan ketuntasan belajar ekonomi pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 7 Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD / Nora Leily Purnamasari

 

Berdasarkan hasil pengamatan dilokasi penelitian, metode pembelajaran yang sering dipakai pada mata pelajaran ekonomi masih bersifat teacher centered, akibatnya siswa menjadi pasif dan ketuntasan belajar siswapun relatif masih rendah. Siswa perlu diajarkan bagaimana cara untuk mendapatkan informasi sendiri, apakah itu dari guru, teman, bahan-bahan pelajaran, ataupun sumber-sumber lain. Oleh karena itu perlu diadakan inovasi dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kemandirian sekaligus meningkatkan ketuntasan belajar siswa, yaitu dengan pembelajaran kooperatif. salah satunya adalah tipe STAD. Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang menonjolkan kerja sama siswa dalam kelompok. Dengan desain yang dibuat sedemikian rupa, pembelajaran kooperatif tipe STAD melatih siswa untuk saling bekerja sama, menghargai pendapat teman, bertanggung jawab terhadap penguasaan materi yang telah ditugaskan guru. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan dan menganalisis penerapan pembelajaran tipe STAD dalam mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 7 Malang, (2) Mendeskripsikan dan menganalisis ketuntasan belajar ekonomi pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 7 Malang setelah diterapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 7 Malang, (3) Mendeskripsikan dan menganalisis respon siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 7 Malang terhadap penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD PTK ini dirancang untuk meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi, PTK dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap-tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.Lokasi penelitian ini adalah di SMA Negeri 7 Malang Jl Cenggerayam no IV Malang. Waktu pelaksanaannya pada awal semester II tahun ajaran 2006/2007 yaitu pada bulan Februari-Maret dengan materi Ekonomi Moneter. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 7 Malang tahun ajaran 2006/2007 yang berjumlah 42 siswa. Analisis data melalui kategori data dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus II bila dibandingkan dengan siklus I. Ketuntasan belajar siswa pada siklus II juga mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan siklus I. Respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe STAD dirasa menyenangkan,dapat mempermudah memahami materi pelajaran ekonomi, siswa juga menjadi lebih berani untuk mengeluarkan pendapat, serta ketuntasan belajar mereka juga dapat meningkat, Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran-saran yaitu pembelajaran kooperatif tipe STAD perlu diterapkan pada materi selanjutnya karena telah terbukti dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa, dan para guru hendaknya mencoba untuk menerapkan pembelajaran kooperatif dengan tipe-tipe lain mengingat tipe STAD merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, hal tersebut dilakukan agar proses pembelajaran dapat lebih bervariasi dan menarik

Adopsi teknik pengecoran aluminium di Desa Mayangan Kab. Pasuruan untuk pengembangan perkuliahan pengecoran logam di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Presta Eko Agus Setiawan

 

Kata kunci : pengecoran, logam, aluminium. Pengecoran adalah suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan parts dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi. Sedangkan pengecoran logam adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian di tuangkan kedalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat. Pengecoran logam sudah dilakukan sejak Zaman Batu. Penelitian ini dilakukan di Desa Mayangan Pasuruan dan di Universitas Negeri Malang. Waktu penelitian dalam seminggu melakukan penelitian dua kali di Desa Mayangan Pasuruan dan 1 hari melakukan penelitian di Universitas Negeri Malang. Adapun teknik pengumpulan data dengan praktikum dan tanya langsung kepada narasumber. Hasil penelitian yang telah di lakukan adalah sebagai berikut: a) Kualitaskualitas pengecoran alumunium di Desa Mayangan sudah masuk dalam kategori baik karena hasil pengecoran alumunium ini mempunyai pasaran nasional diantaranya adalah Jakarta dan Surabaya. Sedangkan kualitas pengecoran alumunium pada mata kuliah praktikum di Universitas negeri Malang sebagai pembelajaran bagi mahasiswa yang melakukan praktek pengecoran logam dan kualitasnya cukup bagus dan dapat juga di katakana relatif. Karena mahasiswa yang melakukan praktikum memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Selain itu juga memperkenalkan pengecoran menggunakan cetakan permanen yang dipinjam dari Desa Mayangan kepada mahasiswa yang sedang melakukan praktik pengecocan logam. b) Secara garis besar tahap-tahap pengecoran alumunium di Desa Mayangan adalah sebagai berikut: 1. Peleburan logam alumunium di dalam tungku, 2. Penuangan ke dalam matras / cetakan, 3. Finishing. Saran yang dapat dikemukakan sehubung dengan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: a) untuk Pihak Universitas Negeri Malang khususnya jurusan Teknik Mesin menyediakan fasilitas pengecoran yang lebih lengkap seperti penyediaan alat cetakan permanen agar ilmu dan pengaplikasian pengecoran sesuai dengan kehidupan nyata. b) Untuk Peneliti selanjutnya diharapkan mencari faktor-faktor dan sumber yang lebih mendalam dan detail yang berhubungan dengan pengecoran sebagai perluasan materi terhadap penelitian sebelumnya.

Pengaruh tipe kepribadian extrovert dan introvert guru akuntansi terhadap prestasi belajar mata diklat akuntansi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Program Keahlian Akuntansi di Kota Malang / Sri Utami Ningsih

 

ABSTRAK Utami, Sri Ningsih. 2007. Pengaruh Tipe Kepribadian Extrovert dan Introvert Guru Akuntansi Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Akuntansi Di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Cipto Wardoyo SE,M.Pd, MSi Ak. (II) Dra. Suparti M.Pd. Kata Kunci, Tipe kepribadian extrovert dan introvert Guru, prestasi belajar akuntansi Tidak bisa dipungkiri bahwa guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Guru adalah figur sentral dalam dunia pendidikan, khususnya saat terjadinya proses interaksi belajar – mengajar. Oleh karenanya guru harus memiliki karakteristik kepribadian yang ideal. Hal yang perlu diperhatikan adalah tipe kepribadian yang meliputi extravert dan introvert guru akuntansi. Tipe kepribadian ini secara langsung akan mempengaruhi perlakuan mereka kepada mata pelajaran akuntansi dan siswa yang mereka bimbing. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tipe kepribadian extrovert dan introvert guru akuntansi terhadap prestasi belajar akuntansi siswa. Populasi dalam penelitian sekaligus menjadi sampel total yaitu guru akuntansi sekolah menengah kejuruan jurusan akuntansi dikota Malang yang terdiri dari 8 sekolah baik negeri maupun swasta yang mempunyai jurusan akuntansi, dengan jumlah populasi 37 orang. Pengumpulan data menggunakan angket tes penentuan kepribadian dan dokumentasi rata – rata kelas nilai ulangan harian siswa bidang studi akuntansi. Untuk teknik analisis digunakan metode regresi linier berganda (uji t dan uji F), dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan tipe kepribadian extrovert dan introvert guru akuntansi berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar akuntansi siswa. Pengaruh tipe kepribadian extrovert dan introvert guru terhadap prestasi belajar akuntansi siswa adalah kuat, hal ini dikarenakan sekitar 54,8 % memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa, dan sisanya dikarenakan oleh faktor lain, seperti kemampuan intelegensi, bobot untuk situasi belajar yang khusus, motivasi atau dorongan untuk belajar, faktor jasmani dan faktor – faktor ekstern lainnya. Saran yang dapat dikemukakan berkaitan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) diharapkan pihak sekolah tidak mengabaikan kondisi psikologis guru, terutama kepribadian guru (2) hendaknya guru menyadari perannya secara psikologis terhadap siswa (3) penelitian selanjutnya bisa dilakukan dengan mengeksplorasi faktor – faktor yang dominan dalam pembentukan prestasi belajar siswa.

Representasi makroskopik, submikroskopik dan simbolik siswa kelas XII di sebuah SMA negeri Kota Malang terhadap sistem dan prinsip kerja sel elektrokimia / Nanang Sodikin

 

Sodikin, Nanang. 2013. Representasi Makroskopik, Submikroskopik, dan Simbolik Siswa Kelas XII di Sebuah SMA Negeri Kota Malang terhadap Sistem dan Prinsip Kerja Elektrokimia. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dam Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Rahayu, M. Ed, Ph.D., (II) Drs. Prayitno, M.Pd. Kata-kata kunci: konsep kimia, representasi makroskopik, submikroskopik dan simbolik, elektrokimia, kualitatif          Pemahaman konsep dasar kimia dengan benar merupakan fondasi untuk memahami konsep-konsep lain yang berkaitan dan yang lebih kompleks. Materi elektrokimia merupakan salah satu materi yang bersifat abstraks dan kompleks. Siswa harus mampu menjelaskan dan menggambarkan konsep tersebut baik secara makroskopik, submikroskopik maupun simbolik untuk memahami konsep elektrokimia secara benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik, (2) pola hubungan di antara ketiga tingkat representasi, (3) pola pikir siswa terhadap sistem dan prinsip kerja sel elektrokimia.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenologi. Subyek penelitian adalah 12 partisipan yang dipilih secara purposive sampling di sebuah SMA Negeri Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan alat bantu pedoman wawancara dan alat perekam. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan langkah-langkah: mentranskrip hasil wawancara, mengidentifikasi dan mengkaji representasi seluruh partisipan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara pemeriksaan teman sejawat, pengecekan partisipan dan triangulasi dengan hasil penelitian lain yang relevan.     Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa setiap siswa memberikan representasi yang bervariasi. Temuan penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut (1) Siswa yang mampu merepresentasikan sistem dan prinsip kerja sel elektrokimia secara makroskopik, submikroskopik, dan simbolik dengan benar adalah semua siswa golongan atas dan sebagian siswa golongan tengah (2) Pola hubungan antar tingkat representasi yang sering ditunjukkan oleh siswa adalah hubungan representasi makroskopik-simbolik dan submikroskopik-simbolik, sedangkan yang paling jarang ditunjukkan oleh siswa adalah representasi hubungan makroskopik-submikroskopik dan hubungan antar ketiga tingkat representasi, (3) Peneliti juga menemukan tujuh pola pikir siswa dalam merepresentasikan aliran elektron pada sel volta serta tiga pola pikir siswa dalam merepresentasikan aliran elektron pada sel elektrolisis. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mempersiapkan pembelajaran secara maksimal dan memahami konsepsi siswa tentang kimia.

Studi lapangan perbandingan efisiensi waktu bekisting konvensional dengan bekisting sistem peri vario pada pekerjaan konstruksi beton bertulang proyek pembangunan gedung Science Techonology Universitas Islam Negeri (UIN) Malang / Teguh Wardhana

 

Bekisting memiliki peranan yang cukup penting terhadap kualitas akhir dari hasil sebuah pengecoran konstruksi beton bertulang. Tuntutan efisiensi waktu dan pola pelaksanaan serta pembongkarannya sangatlah besar, oleh karena itu teknik perencanaan pekerjaan bekisting serta pemilihan metode pelaksanaan yang tepat secara tidak langsung dapat mempengaruhi kemudahan proses pekerjaan bekisting. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui pemasangan dan pembongkaran bekisting sistem Peri Vario pada proyek pembangunan gedung Science Technology seluas 3840 m2 yang kemudian dibandingkan dengan bekisting konvensional pada proyek pembangunan gedung aula seluas 960 m2 yang keduanya dilaksanakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Terutama mengenai spesifikasi bahan, peralatan dan efisiensi waktunya, Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa waktu pemasangan bekisting pelat dan balok, dimana untuk bekisting konvensional total alokasi waktu rata-rata yang dibutuhkan adalah persiapan sekitar 59 menit 32,00 detik dan pelaksanaan sekitar 1 jam 32 menit 09,41 detik. Sedangkan pada bekisting sistem Peri Vario total alokasi waktu rata-rata yang dibutuhkan adalah persiapan sekitar 06 menit 58,01 detik dan pelaksanaan sekitar 21 menit 50,25 detik. maka waktu pemasangan dengan bekisting sistem Peri Vario lebih cepat.Pada pemasangan bekisting kolom, total alokasi waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk bekisting konvensional persiapan sekitar 02 menit 49,20 detik dan pelaksanaan sekitar 04 menit 10,32 detik sedangkan untuk bekisting sistem Peri Vario total alokasi waktu rata-rata yang dibutuhkan adalah persiapan sekitar 1 jam 03 menit 50,24 dan pelaksanaan sekitar 26 menit 55,48 detik. Sehingga waktu pemasangan bekisting sistem Peri Vario lebih lama dari pada bekisting konvensional. Hal tersebut dikarenakan untuk pemasangan bekisting kolom secara detail dengan elemen–elemenya yang beragam membutuhkan waktu yang lama juga. Pada pembongkaran bekisting pelat dan balok, dimana untuk bekisting konvensional total alokasi waktu rata-rata yang dibutuhkan adalah 32 menit 24,54 detik. Sedangkan pada bekisting sistem Peri Vario total alokasi waktu rata-rata yang dibutuhkan adalah 07 menit 40,34 detik. Sehingga waktu pembongkaran bekisting sistem Peri Vario lebih cepat kurang lebih sekitar 24 menit 44,12 detik. Sehingga pembongkaran bekisting sistem Peri Vario untuk konstruksi pelat dan balok lebih efisien waktu dengan tenaga kerja yang sama pada bekisting konvensional.Pada pembongkaran bekisting kolom, total alokasi waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk bekisting konvensional adalah 09 menit 14,18 detik sedangkan untuk bekisting sistem Peri Vario total alokasi waktu rata-rata yang dibutuhkan adalah 18 menit 06,38 detik hampir 2 kali lebih lama dari pada bekisting konvensional. Untuk konstruksi kolom bekisting sistem Peri Vario memiliki kelebihan yang tidak terdapat pada bekisting konvensional yaitu bekisting sistem Peri Vario dapat dipindahkan pada kolom berikutnya tanpa harus dibongkar total dan dirakit lagi, akan tetapi hanya cukup dengan melepas sebagian elemen pendukungnya kemudian diangkat dengan bantuan tower crene ke kolom berikutnya. Sehingga pelaksanaan dan pembongkaran bekisting kolom dapat lebih efisien waktu.

Simulasi tumbuhan partikel gas ideal dengan model cellular automata / Septria Andia Ratna Putri

 

Gas memiliki partikel yang bergerak acak dan dapat dengan mudah berbaur dengan sesamanya. Pergerakan partikel yang acak ini dapat menyebabkan terjadinya tumbukan partikel dengan dinding dan antar partikel. Tumbukan ini dapat dipengaruhi oleh banyaknya partikel. Tumbukan partikel dapat disimulasikan dengan menggunakan cellular automata. Di dalam cellular automata, pergerakan partikel diatur dengan suatu aturan. Sebelumnya Norman Margolous menciptakan suatu aturan reversible (bolak-balik) yang kemudian digunakan oleh Edward Fredkin untuk membuat simulasi Billiard Ball Machine. Aturan tersebut lebih dikenal dengan aturan Margolous. Aturan Margolous merupakan aturan yang diaplikasikan dalam suatu sel dalam blok 2x2 (anonim, 2000). Aturan Margolous juga dapat dikembangkan menjadi aturan random (acak). Hasil dari skripsi ini adalah program simulasi tumbukan partikel gas ideal dengan model cellular automata 2 dimensi 8 tetangga. Aturan yang digunakan adalah aturan acak. Dengan menggunakan aturan acak dapat dihasilkan beberapa arah tumbukan partikel gas yang menyerupai bentuk di alam, yaitu gerak dan tumbukan partikel gas ideal yang acak. Bahasa pemrograman yang digunakan dalam skripsi ini adalah bahasa pemrograman Borland Delphi 7.0.

Pengembangan lembar kerja siswa pada materi relasi dan fungsi dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) untuk siswa kelas VIII semester I / Qomaria Amanah

 

Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa, Relasi dan Fungsi, Realistic Mathematics Education (RME). Pendekatan pembelajaran matematika realistik atau yang sering disebut dengan Realistic Mathematics Education (RME) merupakan suatu pendekatan pembelajaran matematika yang menggunakan masalah realistik atau situasi sehari-hari berupa masalah nyata ataupun hal-hal yang mudah dibayangkan oleh siswa sehingga siswa mengkonstruksi atau menemukan kembali konsep matematika. Berdasarkan hasil survei di lapangan, sering dijumpai LKS relasi dan fungsi yang lebih menekankan keterampilan prosedural namun kurang menekankan pemahaman konsep. LKS tidak memfasilitasi siswa untuk berpikir kritis dan sistematis, sedangkan pengertian maupun rumus-rumus langsung diberikan di awal kegiatan LKS. Sehingga siswa mengerjakan latihan soal langsung menggunakan rumus-rumus yang abstrak tersebut tanpa tahu konsep awalnya. LKS dengan pendekatan RME tentang materi Relasi dan Fungsi untuk siswa SMP Kelas VIII semester I perlu dikembangkan. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar berupa Lembar Kerja Siswa dengan materi Relasi dan Fungsi dengan pendekatan Realistic Mathematics Education. Berdasarkan hasil penilaian validator pada setiap aspek di lembar validasi dapat disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan menunjukkan skor berada pada selang 70% - 84% yang termasuk kriteria valid. Sementara itu hasil uji coba pada kelompok kecil diperoleh kesimpulan bahwa LKS yang dikembangkan menarik dan siswa dapat mengerjakan bagian Cerdas Berpikir dengan nilai yang memenuhi standar ketuntasan minimal yang telah ditentukan. LKS pengembangan ini dapat disimpulkan valid, praktis, dan efektif.

Pengaruh kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Laboratorium UM / Imam Suroso

 

Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Kecerdasan Emosional (EQ) adalah sumber-sumber daya sinergis tanpa adanya yang satu yang lain menjadi tidak sempurna dan tidak efektif. IQ merupakan kecerdasan yang berkaitan dengan ketrampilan seseorang menghadapi persoalan teknikal dan intelektual. Intelegensi juga merupakan kecakapan global atau rangkuman kecakapan untuk dapat bertindak scara terarah, berpikir secara baik dan bergaul dengan lingkungan secara efisien. EQ adalah kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Kecerdasan Emosional (EQ) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Laboratorium UM. Berdasarkan pada rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Kecerdasan Emosional (EQ) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Laboratorium UM Rancangan penelitian yang digunakan yaitu korelasional, variabel bebas dalam penelitian ini adalah Kecerdasan Intelektual (X1) dan Kecerdasan Emosional (X2). Sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi (Y), populasi penelitian ini yaitu siswa Jurusan IPS SMA Laboratorium UM yang berjumlah 266 siswa. Dalam pengambilan sampel digunakan teknik purposive sampling yaitu berdasarkan tujuan tertentu. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 137 siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Laboratorium UM mulai bulan April sampai dengan bulan Mei 2007. Teknik yang digunakan untuk pengambilan data yaitu angket dan dokumentasi. Data yang diperoleh, diolah dengan teknik analisis regresi linier berganda.Teknik analisis regresi digunakan untuk menganalisis pengaruh IQ dan EQ terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi di SMA Laboratorium UM baik secara parsial maupun simultan. Dari hasil penelitian (1) Kecerdasan Intelektual (IQ) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi dengan probabilitas (sig) 0,000 < 0,05 (2) Kecerdasan Emosional (EQ) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi dengan probabilitas (sig) 0,000 < 0,05. (3)Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Kecerdasan Emosional (EQ) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi dengan probabilitas (sig) 0,000 < 0,05. Dari hasil analisis regresi ganda dapat dibuat persamaan regresi sebagai berikut: Y = -9,733 +0,437 X1 + 0,224X2 Dari analisa diatas dapat disimpulkan bahwa IQ (X1) dan EQ (X2) baik secara bersama-sama (simultan) maupun sendiri-sendiri (parsial) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi (Y). Jadi selain kecerdasan intelektual ada faktor lain yang menentukan keberhasilan pendidikan yaitu kecerdasan emosional. Perlu adanya peningkatan kualitas pendidikan dengan mengedepankan nilai-nilai emosional yang sinergis dengan nilai-nilai intelektual. Dengan suatu harapan, terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas dan bermakna bagi diri siswa, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam dunia pendidikan dalam proses belajar mengajar guru harus menyeimbangkan antara IQ dan EQ untuk mencapai keberhasilan tujuan pendidikan.

Analisis rasio keuangan dalam rangka menilai kinerja keuangan pada PG. Kebon Agung Malang / oleh Eka Retnaning Kusumawati

 

Analisis umur piutang sebagai alat ukur tingkat likuiditas pada Perum Jasa Tirta I Malang / oleh Sri Wahyuni Indrawati

 

Peningkatan keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan media balok huruf siswa kelas I SDN Plumbangan 02 Kabupaten Blitar / Heny Purwitosari

 

Kata Kunci: membaca, permulaan, media balok huruf Hasil observasi pembelajaran bahasa Indonesia keterampilan membaca permulaan siswa kelas I SDN Plumbangan 02 Kabupaten Blitar terdapat beberapa kekurangan diantaranya, (1) guru hanya menggunakan metode ceramah, (2) guru tidak menggunakan media sehingga siswa kurang berminat dan tidak aktif dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan masih banyak siswa kelas I yang masih belum bisa membaca dengan lancar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media balok huruf dalam meningkatkan pembelajaran keterampilan membaca permulaan dan mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan media balok huruf pada siswa kelas I SDN Plumbangan 02 Kabupaten Blitar. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah-langkah penelitian berupa, (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Data yang diperoleh berupa tes, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data diawali dengan mengumpulkan data, menyajikan dan mendeskripsikan data kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan dengan penerapan media balok huruf ternyata dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas I. Pada tahap pratindakan rata-rata nilai kelas 63, dengan presentase ketuntasan klasikal 23%. Siklus I mengalami peningkatan 77 dengan persentase keberhasilan tindakan sebesar 69%. Siklus II diperoleh rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia siswa sebesar 84 dengan persentase keberhasilan tindakan sebesar 92%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia keterampilan membaca permulaan setelah diterapkan pembelajaran menggunakan media balok huruf.

Simulasi replikasi virus pada sel dengan model cellular automata / Ulfiyah Hidayati

 

Istilah virus berasal dari bahasa latin yang artinya racun, ditemukan pertama kali oleh ahli biologi Dmitry Ivanovsky dan Beyerinch. Banyak penyakit manusia yang disebabkan oleh virus. Virus yang masuk ke dalam tubuh manusia menyerang sel-sel yang sehat sehingga membuat ketahanan tubuh manusia menjadi lemah. Ketahanan tubuh yang kuat mampu menghambat kerusakan sel akibat infeksi virus, sebaliknya ketahanan tubuh yang lemah akan mempercepat kerusakan sel akibat infeksi virus. Virus mempunyai sifat sebagai makhluk mati dan makhluk hidup. Virus dianggap sebagai makhluk mati karena tidak mempunyai kemampuan dan perlengkapan sel untuk melakukan perkembangbiakan sendiri. Virus dianggap sebagai makhluk hidup karena dapat melakukan perkembangbiakan apabila masuk ke dalam sel hidup dengan cara mengkonsumsi makanan dan energi sel makhluk hidup tersebut. Proses perkembangbiakan virus disebut replikasi, yaitu proses ketika virus mulai menempel pada sel inang hingga terbentuknya virus baru. Program simulasi replikasi virus dapat diperoleh di http://www.hermeti.ch/pca/vr.htm. Ada 4 parameter yang dapat divariasi pada program simulasi tersebut, yaitu keadaan awal sel yang menggambarkan ketahanan tubuh, peluang sel terinfeksi virus yang menggambarkan kemungkinan virus menginfeksi sel sehat, peluang replikasi virus yang menggambarkan jenis virus, dan peluang pembelahan sel sehat yang menggambarkan normal tidaknya sistem yang bertugas mengatur pembelahan sel sehat pada tubuh. Keadaan awal sel yang ditampilkan ada 2, yaitu sel mati dan sel hidup yang jumlah keduanya adalah sama dan ditampilkan secara acak. Berdasarkan program simulasi yang terdapat pada alamat di atas, dapat dikembangkan kembali bentuk program dengan menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 7. Model pemrograman yang digunakan adalah cellular automata 2 dimensi. Model cellular automata tersebut mempunyai ide dasar mengubah suatu sel tertentu berdasarkan keadaan 8 sel tetangga terdekatnya. Pengembangan program yang lain dalam skripsi ini meliputi bentuk tampilan keadaan awal sel yang terdiri dari sel sehat, sel mati, dan sel terinfeksi yang memiliki tingkat infeksi berbeda sesuai dengan nilai parameter yang dimasukkan. Hasil akhir simulasi replikasi virus dipengaruhi oleh besarnya nilai keadaan awal sel, peluang sel terinfeksi virus, peluang replikasi virus, dan peluang pembelahan sel sehat.

Penerapan dan dampak hasil pelatihan pengelola PKBM di tempat kerja (studi kasus peserta diklat teknis pengelola PKBM di BPPLSP Reg. IV yang berdomisili di Kota/kab. Malang) / Irvanti Maulidiyah

 

Pelatihan terkait dengan usaha pengembangan sumber daya manusia sebagai investasi bagi suatu instansi/lembaga. Pelatihan adalah kegiatan sistematis yang didesain untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dibutuhkan pegawai dalam pekerjaannya. Dengan pelatihan diharapkan peserta dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan tempat kerjanya. Fokus penelitian dalam skripsi ini diangkat kepermukaan karena ditemukan masalah yaitu pelatihan pengelola PKBM berhasil dalam pelaksanaannya, tetapi belum mampu menampakkan kemajuan kinerja peserta secara optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kebermaknaan program pelatihan bagi pesertanya, memberikan gambaran tentang proses pengaplikasian hasil pelatihan yang dilakukan peserta, dan mendeskripsikan impact hasil pelatihan yang terjadi di tempat kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Untuk mengecek keabsahan data penelitian ini dilakukan kegiatan: (a) perpanjangan keikutsertaan, (b) ketekunan pengamatan, (c) triangulasi, (d) pengecekan anggota. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa penyelenggaraan pelatihan menghasilkan makna tersendiri bagi tiap peserta sesuai dengan pengalaman hasil belajarnya, penerapan hasil pelatihan dilakukan peserta berdasarkan kebutuhan tugasnya di tempat kerja, dimana hasil yang bersifat praktis langsung diterapkan pada kinerjanya sedangkan yang bersifat teoritik hanya sebagai penambah wawasan. Serta, adanya hasil pelatihan yang berdampak bagi peningkatan produktifitas kerja peserta dan kemajuan tempat kerjanya. Adapun bahasan temuan penelitian ini meliputi: penyelenggaraan pelatihan yang bermanfaat untuk menunjang tugas kerja peserta, penerapan hasil pelatihan di tempat kerja menunjukkan terjadinya perubahan perilaku pada diri peserta setelah mengikuti pelatihan, serta timbulnya pengaruh positif pelatihan bagi kinerja maupun tempat kerja peserta sebagai akibat penerapan hasil pelatihan. Simpulan dari penelitian ini adalah pelatihan yang diselenggarakan oleh BPPLSP Regional IV membawa manfaat bagi pesertanya, dalam hal peningkatan kemampuannya sebagai pengelola PKBM serta hasilnya mampu memenuhi kebutuhan tugas peserta di tempat kerja. Terjadinya pengaplikasian hasil pelatihan oleh peserta didasarkan pada kebutuhan tempat kerjanya, dimana pengalaman belajar yang bersifat practical langsung diterapkan untuk memenuhi tugasnya sedangkan yang bersifat teoritik tidak terjadi penerapan. Penerapan hasil pelatihan berdampak positif bagi peningkatan kinerja peserta serta untuk kemajuan tempat kerjanya. Adapun saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini bertolak dari fokus permasalahan, meliputi: (1) bagi penyelenggara pelatihan diharapkan lebih memperhatikan evaluasi dampak/hasil pelatihan bagi kinerja dan tempat kerja peserta. Selama ini para penyelenggara pelatihan kurang dan tidak mampu untuk menunjukkan akan keberhasilan pelatihan yang berdampak bagi kinerja dan organisasi peserta setelah mereka kembali ke tempat asalnya, (2) bagi peserta pelatihan, ada baiknya apabila hasil pelatihan sepenuhnya diterapkan untuk menunjang peningkatan tempat kerja. Karena dilihat dari keberlangsungan PKBM, masih perlu pembenahan secara maksimal dan didukung dengan pengetahuan akan teorinya.

Meningkatkan kualitas pertanyaan siswa melalui pembelajaran matematika realistik pada siswa kelas II SD Negeri Kebonsari 1 / Naning Kurniawati

 

Matematika memilki peranan penting dalam memajukan kemampuan bernalar siswa. Matematika merupakan cara berfikir yang logis dan matematis. Oleh karena itu pembelajaran matematika yang tepat harus sudah dimulai sejak pendidikan sekolah dasar. Observasi awal yang dilakukan di SD Negeri Kebonsari 1 kelas 2 menunjukkan bahwa model pembelajaran yang digunakan adalah ceramah sehingga pembelajaran hanya terpusat pada guru. Siswa cenderung pasif dalam pembelajaran dan tidak ada pertanyaan yang diajukan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu perlu adanya pembelajaran yang interaktif dan dapat memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang berkualitas dari siswa sehingga pembelajaran berlangsung dari dua arah. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pertanyaan siswa adalah dengan menerapkan pembelajaran matematika realistik. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4-21 April 2007 dengan banyaknya siswa 18. Sedangkan hasil penelitian disajikan secara deskriptif. Pembelajaran matematika realistik yang diterapkan diawali dengan pemberian masalah-masalah kontekstual yang dilengkapi dengan alat-alat peraga. Masalah kemudian didiskusikan secara kelompok. Hasil diskusi kelompok disajikan dalam diskusi kelas dengan tujuan untuk mendapatkan kesimpulan dari masalah yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika realistik meningkatkan kualitas pertanyaan siswa kelas II SD Negeri Kabonsari 1 pada materi pokok pembagian. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menerapkan pembelajaran matematika realistik, yang lebih interaktif dengan mengembangkan masalah-masalah yang lebih kontekstual, dan mengembangkan alat peraga yang tepat.

Buku panduan pelatihan kesadaran diri siswa (panduan konselor) / Angga Prima Eka Saputra

 

Kritik sosial terhadap kebijakan politik dan ekonomi pemerintah Orde Lama dalam Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie / Distri Adi Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Distri Adi, 2007. Kritik Sosial terhadap Kebijakan Politik dan Ekonomi Pemerintahan Orde Lama dalam Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Wahyudi Siswanto M.Pd., (2) Dra. Ida Lestari M.Si. Kata Kunci: Kritik Sosial, Sosiologi Sastra, Kebijakan Politik dan Ekonomi, Pemerintah Orde Lama, Catatan Seorang Demonstran, Kritik sosial merupakan salah satu bentuk komunikasi dalam masyarakat yang bertujuan atau berfungsi sebagai kontrol terhadap jalannya sebuah sistem sosial atau proses bermasyarakat dan kritik sosial merupakan salah satu variabel penting dalam memelihara sistem sosial. Kritik sosial muncul ketika terjadi ketidakpuasan seseorang terhadap realitas kehidupan yang dinilai tidak selaras. Kritik sosial dapat disampaikan secara langsung dan tidak langsung. Demonstrasi atau unjuk rasa merupakan salah satu bentuk kritik sosial yang disampaikan secara langsung. Sedangkan kritik sosial yang tidak langsung salah satunya adalah melalui karya sastra. Catatan Seorang Demonstran adalah karya sastra yang sarat dengan kritik sosial. Karya ini merupakan catatan harian milik Soe Hok Gie yang memuat kritik berdasarkan fakta-fakta sosial yang terjadi dalam masyarakat antara tahun 1957-1969. Catatan Seorang Demonstran ini mengritik kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Orde Lama yang dipimpin oleh Presiden Soekarno. Soe Hok Gie adalah seorang aktivis yang ikut langsung pada peristiwa-peristiwa sejarah pada waktu itu. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan kritik sosial terhadap kebijakan Orde Lama yang ditulis oleh Soe Hok Gie dalam Catatan Seorang Demonstran. Kebijakan pemerintah Orde Lama yang dikritik oleh Soe Hok Gie meliputi (1) kebijakan politik dan (2) deskripsi kritik terhadap kebijakan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sebagai instrumen pembantu pengumpulan data, dibuat tabel kodifikasi data sebagai cara untuk mempermudah analisis data. Sosiologi sastra digunakan sebagai pendekatan penelitian. Ada tiga bidang kajian sosiologi dalam studi sastra, yakni studi (1) sosiologi pengarang, (2) sosiologi karya, dan (3) permasalahan pembaca dan dampak sosial karya sastra. Berdasarkan hal di atas, bidang kajian dalam studi sastra yang dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah sosiologi karya sastra dalam Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah deskripsi kritik sosial terhadap (1) kebijakan politik yang berupa: kebijakan politik terhadap sistem demokrasi dan ideologi negara, tekanan terhadap kebebasan pers, dan kebijakan politik terhadap aksi demonstrasi mahasiswa; (2) deskripsi kritik terhadap kebijakan ekonomi yang berupa: sistem pemotongan uang, dan kenaikan harga BBM. Kebijakan-kebijakan di atas mendasari Soe Hok Gie menuliskan kritik sosial dalam catatan hariannya dan kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat kritik sosial dalam Catatan Seorang Demonstran. Kritik terhadap kebijakan politik pemerintah Orde Lama berupa, antara lain: kebijakan politik terhadap sistem demokrasi dan ideologi negara, kebijakan politik terhadap kebebasan pers, dan kebijakan politik terhadap aksi demonstrasi mahasiswa. Kritik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah Orde Lama yaitu, sistem pemotongan uang, dan kenaikan harga BBM.

Identifikasi kesulitan yang dihadapi siswa kelas II MAN Denanyar-Jombang tahun pelajaran 2001/2002 dalam memahami materi kimia inti / oleh Tiyas Cahyani

 

Prinsip-prinsdipa sar eaksi nti yangd ipelajarsi iswak elasI I CawuI II memilikib eberappae rbedaadne nganp rinsipprinsipd asar eakski imia dani katari kirniav angt clahd ipclajarsi cbelumnyaA.d anyap crbedaaann tarap rinsipprinsip kimiai nti clank imiab ukanin ti memungkinkatnim bulnyak esttlitand alam rncmpelaiarinySac. laini tu matsrik imia inti mempunyatiin gkatk eabstrakayna ng tinggis ehinggkae mungkinabne sars isrvam engalamki esrilitand alamm emaharninya. Penelitiainn i bertujuanu ntukm engetahugia mbarasni swak elasI I MAN Denanyar Jombangy angm engalamki esulitand alamm emahammi aterik imia inti. Penelitianin i merupakapne nelitiand eskriptifA. dapuns ubyekd alanr penelitranin i adalahs iswak elasl l MAN Denanyar.' lombanbgu kank elasu nggulan yangt crdirid ari3 13s iswaU. ntukm encapatui juant ersebumt akad isusunin strumen penelitiabne rupale so byektil'sebany3a0kb utirs oald errgn5n a lternatifjawaban Datay angd ikumpulkabne rupaja wabans iswak elasI I MAN DenanyaJro mbang dalamm engeriakasno al-soaml aterik imiai nti. Datay angd iperolehd ianalisids engan tchnik pcrscntasc. l lasilp enelitianm enunjukkabna hwap ersentasraet a-ralasi sway ang mengalamkie sulitand alamm emnhamsiu bk orrsep(:l ) radiasyi angd ipancarkaznn t radioaklifsebes3a3r ,9%d ant ermasuk ategorsi ebagiakne cil,( 2) struktudr an kcstabilainn li scbesa4r2 ,2%d ant crmasukk atcgorci ukupb csar(,3 ) reakspi cluruhan radtoaktil'sebes3a4r, 87od ant ennasuk alegorsi ebagiakne cil,( 4) reaksin ti sebesar 32.59/doa nt crmasukk ategorsi ebagiakne cil,( 5) laju peluruhazna tr adioaktifr,v aktu paruhc lant etapanp eluruhans ebssa4r 2,4o/doa nt ermasukk ategoric ukupb esar,1 6) penggunnozna tr adioaktisf ebesa2r1 ,8%dra nt ermasuk ategorsi ebagiakne cil. llal-haly angb elumd ipahamoi lehs iswak elasl l MAN DenanyaJro mbanga dalah mencakups ifat-sifats inara lfa danp ositron,p engertienn ukleorLp engertianin ti stf,bil, isolopy angc enderungm emancarkapno sitronn uklidap emancasr inara lfa, pcngertianis oton,r eaksif usi, menghitungw aktup aruh,k ecepatanp eluruhanju. mlalr zaly angl ersisap adap eluruhaznn tr adioaktrl'dakne gunaarna dioisotodpa lamb idang kodoktrran. i i i

Implikatur pertanyaan dalam percakapan berbahasa Indonesia antara pengunjung dengan pegawai Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang / Sustiana

 

Percakapan merupakan suatu peristiwa yang sangat menonjol dalam berbagai macam gejala penggunaan bahasa. Melalui percakapan, seseorang dapat menjaga dan menciptakan hubungan sosial dalam masyarakat. Dalam interaksi di perpustakaan, percakapan merupakan kontak verbal secara langsung antara pegawai perpustakaan sebagai penutur dengan pengunjung perpustakaan sebagai mitra tutur. Dalam percakapan tersebut pegawai dan pengunjung perpustakaan dapat menggunakan berbagai jenis tindak verbal, salah satunya pertanyaan. Pertanyaan merupakan salah satu tindak verbal yang penting dalam interaksi di perpustakaan. Pertanyaan yang diucapkan dalam percakapan di perpustakaan ada yang memiliki makna sesuai dengan yang diucapkan dan ada pula yang memiliki makna terselubung. Pertanyaan yang memiliki makna terselubung dalam penelitian ini disebut implikatur pertanyaan. Makna tuturan yang disampaikan secara langsung dapat dengan mudah dipahami, tetapi makna tuturan yang disampaikan secara tidak langsung relatif lebih sulit dipahami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) wujud bahasa yang mewadahi implikatur pertanyaan dalam percakapan berbahasa Indonesia antara pengunjung dengan pegawai perpustakaan pusat Universitas Negeri Malang, (2) implikasi pragmatik pertanyaan dalam percakapan berbahasa Indonesia antara pengunjung dengan pegawai perpustakaan pusat Universitas Negeri Malang, dan (3) fungsi implikatur pertanyaan dalam percakapan berbahasa Indonesia antara pengunjung dengan pegawai perpustakaan pusat Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif. Data penelitian berupa tuturan implikatur pertanyaan dalam interaksi di perpustakaan. pengambilan data dilakukan tanpa sepengeahuan subjek penelitian. Data itu diperoleh melalui catatan lapangan dan wawancara. Peneliti merupakan instrumen utama dalam pengumpulan data. dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan catatan lapangan dan pedoman wawancara. Analaisis data dilakukan dengan cara (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penyimpulan. Hasil analisis data yang dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama wujud bahasa yang mewadahi implikatur pertanyaan pegawai perpustakaan (a) untuk meminta dengan menggunakan kata tanya mana, dan partikel kok, (b) untuk menyuruh menggunakan kata tanya, mana dan apa, intonasi tanya, serta partikel tanya kok dan ya, (c) untuk mengingatkan, menggunakan intonasi tanya dan partikel tanya ya, (d) untuk melarang, menggunakan kata tanya kemana dan partikel tanya ya, (e) untuk menolak, menggunakan intonasi tanya, dan (f) untuk mencurigai, menggunakan kata tanya siapa dan mana. Kedua implikasi pragmatik pertanyaan pegawai perpustakaan pusat Universitas Negeri Malang dalam percakapan berbahasa Indonesia dengan pengunjung perpustakan ada enam, meminta, menyuruh, melarang, mengingatkan, menolak, dan mencurigai. Ketiga fungsi implikatur pertanyaan pegawai perpustakaan (a) ketika meminta berfungsi untuk memperhalus permintaan, (b) ketika menyuruh berfungsi untuk memperhalus suruhan serta untuk menyembunyikan muka (c) ketika mengingatkan berfungsi untuk memperhalus peringatan, (d) ketika melarang berfungsi untuk memperhalus larangan, (e) ketika menolak berfungsi untuk memperhalus penolakan, dan (f) ketika menuduh berfungsi untuk memperhalus tuduhan dan menghilangkan atau mengurangi rasa malu.

Motivasi orang tua memilih pondok pesantren sebagai sarana pembinaan moral anak (studi kasus di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo)
oleh Indah Yuliati

 

ABSTRAK Yuliati,I ndah.2 002.A .'/ttiva'^(i )rang 1'zul 4emilih ]'ondok I'e.santen sebagur Suronu] 'enthinuun ll,loral ,4nuk (StucliK asu.sd i I'rtrulok pc.\,entren SuI u /i yah Syu / i' i|,u h K ec u n tu I u n B unl,uptt !i h K ah p ut en St I ub o n t)e . Sknpsi,P rogramS tudi PendidikanP ancasilad an KervarganegaraaFnIp TINIVERSITASN EGERI MALANG. pernbimbing(: 1 ) Dra Arbaiyah Prantiasih(,2 ) Drs. Sunardi. Katak unci: Motivasi orangt ua, PondokP esantrenp, embinaan,M oral anak. Pernbinaamn oral anakd iarahkanp adap eranannyas ebagaai nggota masyarakyaat ngh arusm empunyaim oral yang baik, intelektualy ang tinggi serta benanggunjagr vab.P embinaanm oral anaki ni tidak hanyat anggungJ awit urungt ,tu melainkajnu ga melaluil embaga-lembagpae ndrdikany ang cocok sebagawi adah pembinaamno rala nakt ersebut.R umusanm asalahd aiamp enelitiani ni meliputi; bagaimangaa mbaranm otivasio rangt ua memilih pondok pesanrrens ebagasi arana pembinaamn oral anak,b agaimanau payao rangt ua membinam oral anakiebelum memilihP ondokP esantrena, pay ang menladik endalao rangt ua dalarnm ernbina moraal naks ertab agaimanab entukk egiatany angd ilakukan l,ondok l)esantren SalafiyaSh yaf iyah dalam upayap embinaanm oral anak. Penelitianin i benujuanu ntukr nengetahugia mbaranm otr!asio rangr ua memilihP ondokP esantresna laliyahS yafi'ryahs ebagasi aranap crrbinaanrn oral anaku, pavao rangt ua membrnam orala nak,k endalay angd ihadapoi rangt uas erta bentuk egiamnP ondokP esantredna lamu payap embinaanm orala nakd an diharapkapne nelitianin i dapatm emberikans urnbangapne ngetahuatne ntang lembagpae ndidikanP ondokP esantreSn alaliyahs yaf iyahs ebagasi arana pernbrnaamno rala nak. Subyekp enelitianin i adalaho rangt ua sebagaiin tbrmank unci.J enis penelrtrayna ngd igunakana dalahp enelitiank ualitarifdengapne ndekatakna sus. Prosedupre ngurnpuladna tay angd ipakaii alah;o bscrvasir,v arvancardaa n dokumentasAin. alisisd atad alamp enelitianin i menggunakamn eto

Penggunaan modul dengan model siklus belajar 5E untuk meningkatkan keterampilan bertanya guru dan prestasi belajar fisika siswa SMP Laboratorium UM / Anita Rahmawati

 

Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara diperoleh fakta bahwa siswa cenderung pasif dalam proses belajar dan menjawab pertanyaan dari guru, nilai fisika siswa juga masih rendah yaitu dengan rata-rata 41. Pembelajaran fisika pada SMP Laboratorium UM sudah menggunakan modul. Modul yang digunakan di SMP Laboratorium UM lebih menekankan pada ranah kognitif dan banyak memberikan latihan soal serta kurang mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan berbagai permasalahan tersebut guru dan peneliti sepakat untuk menggunakan modul dengan model Siklus Belajar 5E pada pokok bahasan Zat dan Wujudnya. Modul dengan model Siklus Belajar 5E berbeda dengan modul yang telah digunakan sebelumnya. Modul tersebut terbagi atas 5 fase yaitu engagement (pendahuluan), exploration (eksplorasi), explanation (penjelasan), elaboration (elaborasi), evaluation (evaluasi). Selain menggunakan modul, proses pembelajarannya juga dirancang dengan menggunakan model Siklus Belajar 5E. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksana-an tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa SMP Labora-torium UM kelas VII-B dan guru bidang studi fisika. Peneliti bertindak sebagai observer. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keteram-pilan bertanya, lembar observasi tahapan pembelajaran dan tes yang meliputi tes ulangan harian awal dan akhir, pre-test dan post-test. Teknik analisis yang digu-nakan pada data hasil pre-test, post-test, ulangan harian awal dan akhir adalah dengan analisis Gain Score ternormalisasi. Keterlaksanaan dan ketercapaian taha-pan pembelajaran serta keterampilan bertanya guru dianalisis dengan mengguna-kan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar fisika siswa termasuk kategori rendah ( = 0,25) pada siklus I dan pada siklus II sebesar ( = 0,28) dengan kategori rendah. Sedangkan untuk penggunaan modul dengan model Siklus Belajar 5E rata-rata keterlaksanaan 100% dan keter-capaian 91.3%. Jumlah pertanyaan yang diberikan guru meningkat 129% dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penggu-naan modul dengan model Siklus Belajar 5E dapat meningkatkan keterampilan bertanya guru dan prestasi belajar fisika siswa.

Pelimpahan hak asuh anak atas kasus perceraian orangtua di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung / Ruly Setyawati

 

Kata Kunci : pelimpahan, hak asuh anak, perceraian. Perceraian merupakan putusnya hubungan suami istri dimana kewajiban sebagai suami atau istri telah berakhir, perceraian adalah jalan satu-satunya bagi hubungan suatu keluarga yang tidak bisa dipertahankan kembali, suatu perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang Pengadilan. Menurut UU No.1 Tahun 1974 menyebutkan anak yang belum mencapai 18 Tahun atau belum melangsungkan perkawinan, berada di bawah kekuasaan orang tuanya, selama mereka tidak dicabut kekuasaannya. Konflik perebutan anak yang dilakukan oleh kedua orang tuanya tidak justru melindungi hak-hak dan kepentingan anak namun justru merusak kepentingan, hak-hak dan perkembangan hidup anak, terlebih jika sampai anak di culik atau dibawa paksa dengan kekerasan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan beberapa hal yang mencakup (1) mendeskripsikan pertimbangan hakim dalam menentukan hak asuh anak, (2) mendeskripsikan prosedur pelimpahan hak asuh anak dalam kasus perceraian, (3) mendeskripsikan faktor yang menyebabkan perselisihan setelah putusan cerai di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung, (4) mendeskripsikan hak dan kewajiban orangtua setelah putusan pengadilan mengenai penetapan hak asuh anak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dari hasil observasi peneliti di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung dan Pengadilan Agama Tulungagung dan hasil wawancara dengan informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi terhadap sumber tertulis dan catatan lapangan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri, untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan ketekunan pengamatan dan trianggulasi data. Kegiatan analisis data, tahap-tahap pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, dalam pelimpahan hak asuh anak, hakim mempunyai pertimbangan yaitu penetapan hak asuh anak sesuai dengan UU No.1 Tahun 1974 yang menyebutkan bahwa anak yang belum mencapai 18 tahun atau belum melangsungkan perkawinan, berada di bawah kekuasaan orang tuanya, selama mereka tidak dicabut dari kekuasaannya. Artinya, jika pengadilan memutuskan bahwa hak pengasuhan ada pada ibu, maka ibunyalah yang akan mengasuh. Bila pengadilan memutuskan sebaliknya, berarti ayahnya yang akan mengasuh. Perlu diketahui bahwa hubungan orangtua dengan anak tidak dapat diputus oleh apapun dan siapapun, terlebih jika anak perempuan pasti akan membutuhkan wali untuk menikah.

Kawin mut'ah dalam sejarah hukum Islam (tinjauan yuridis menurut UU Perkawinan No. 1 tahun 1974)
oleh Maria Ulfah

 

ABSl'RAK Ulfah, Maria. 2002. Kuwtn N{ut'uhDaltrty Sqiuruh lJukum I.slunt ('l'tniuuun }'uridi.s Mcnurut (lU I'erkawinun No. I 'l'ahun 1971). Skripsi, Program Pendidikan Pancasilad an KewarganegaraanF,a kultasI hnu PendidikanU niversitas NegerMi alang.P embimbing(l ) Drs H. SuparlanM Si.; (ll) Drs Suwarno Winarno. Ifutak unci: KarvinM ut'ah- Hukum Islarn.d an UU PerkawinanN o. I Th. 1974 Keluarga adalah suatu strukrur kesatuan lnasyarakat yang bersifat khusus, satus amala in sahngm engikat.B agi suatun egara,r umaht anggai baratb ibrt tanaman jika bibit tanamannya baik dan subur, maka akan dihasilkan pohon yang berdaun rindangd an berbuahl ebat. Terbentuknyas uatu keluarga disebabkano leh adanya suatup erkawinanD. i lndonesiap erkawinanm erupakans esuatuy ang sakrala taus uci, karena nrasyarakat memandang bahrva perkawinan merupakan peristiwa yang pentingd alam kehidupan mereka. Karena merupakan sakral atau suci maka negara Republik lndonesia membenluk suatu peraturan yang mengatur tentang masalahmasalaphe rkawrnavna ns dicantumkand alarnU U PerkawinanN o. I Th. 1974,d i manad i dalamnvatc rkandungm aknab ah*'a sualup erka\\'inana dalahi katanl ahir batin antara scorang pria dengan seorans sanita sebagai suarni isteri dengan tuluan rnembentukke luarga- v-anbga hagiad an kckal bcrdasarkanK etuhananY ang N4aha Esa. Hal ini berarti berbeda dengan rnakna dart perkawinan rnut'ah yang sifalnya hanvas ementarad an tidak berkeinginkanu ntuk metnbangunk eluargay ang bahagia dan kekal Ka.lrani ni bertu.;uanu ntuk lnendeskripsika(nl ) sejarahl ahimya karvin mut'ahd alanrs vi'ah,( 2) pengertiank awin mut'ah,( 3) tuluank awin mut'ah,( 4) tata carap elaksanaakna rvinm ul'ah, (5) svarat-sr:arasta hnyap erkarvinanm enuruth ukum Islarnd. an( 6) statush ukurnk arvrnm ut'ahm enurutU U No. ltahun 1974 Skripsi ini disusund enganm cngkaji berbagail iteratur (librar-vr esearch) yangb erkaitand enganm asalah-masalahu kum perkawinand enganr nenggunakan rnetodeI ) deskriptif,2 ) komparatif,d an 3) korrpilatif Adapun langkah-langkahk erja vang digunakand alam penulisans kripsi ini adalahl) mengurnpulkalnit eratur,2)r nernbacdaa nm cngkaji,3)r nenyususnk ripsi Pada arval perkenrbangan Islatrt. pelaksanaarl kawin mut'ah pernah diperbolehkand,a n bersil-atti dak mutlak hanyau ntuk keadaand arurat.N apun pada rvaktup enaklukank ota Makkah karvinj enis ini telah diharamkanu ntuk selamalamanvad, a n sarnpasi ekarangb anyakp endapayt angn rasihk ontroversiaml engenai statuksa winn rut'ahi ni dikalansanp arau latna

Upaya peningkatan hasil belajar melalui pemberian pekerjaan rumah (PR) berupa pembuatan peta konsep pada siswa kelas 1 SMU Negeri 3 Malang / Nur Maharani

 

ABSTRAK Maharani, Nur. 2003. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Pemberian PR Berupa Peta Konsep pada Siswa Kelas I SMU Negeri 3 Malang. Skripsi, jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd., (II) Drs. Masjhudi, M.Pd. Kata kunci : Motivasi, PR, peta konsep, hasil belajar Richardson dalam Susanto (1999) mengemukakan bahwa biologi adalah suatu cara berfikir, suatu metode untuk melakukan penyelidikan dan suatu pengetahuan tentang makhluk hidup dan kehidupannya, sehingga memunculkan banyak sekali konsep-konsep. Konsep-konsep pada biologi terdiri dari konsep-konsep yang sederhana dan konsep-konsep yang kompleks. Agar terjadi kesinambungan antara konsep-konsep yang sudah dipelajari dan yang baru diterima siswa maka diperlukan cara pembelajaran secara bermakna. Dahar (1986) berpendapat bahwa agar terjadi belajar bermakna guru harus mengetahui konsep yang sudah diketahui siswa. Novak (dalam Dahar, 1986) mengemukakan bahwa hal itu dapaat dilakukan dengan peta konsep atau pemetaan konsep. Untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan pemberian motivasi berupa PR pembuatan peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa maka dilakukan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di SMU Negeri 3 Malang. Subyek penelitian yaitu kelas I-5 dan I-7 di mana masalah kurangnya pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa ditemukan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahap-tahap refleksi awal, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, kemudian refleksi untuk merencanakan tindakan selanjutnya. Pelaksanaan tindakan ini dilakukan dalam 2 siklus dengan konsep Moluska dan Ekinodermata. Pada siklus pertama tindakan yang diberikan berupa pemberian PR pembuatan peta konsep dari konsep Moluska yang diberikan sebelum pembelajaran. Pada siklus kedua tindakan yang diberikan berupa pemberian PR pembuatan peta konsep yang disertai cara pembuatan peta konsep yang baik dan benar disertai dengan contoh pada konsep Ekinodermata. Hasil belajar yang diukur adalah jumlah jawaban benar dalam tens akhir yang diberikan di akhir tiap konsep. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada refleksi awal hasil belajar yang dicapai siswa kurang memuaskan yang ditunjukkan dari perolehan hasil belajar yaitu sebanyak 51% dari jumlah siswa mendapat nilai di bawah rata-rata kelas. Setelah diberi tindakan berupa pemberian PR pembuatan peta konsep pada siklus pertama perolehan hasil belajar meningkat menjadi 70% pada kelas I.5 dan 72,8% pada kelas I.7(jadi rata-rata 71,4%) yang dicapai oleh 57 ( 69%) dari jumlah siswa kelas I.5 dan I.7 dan sisanya memperoleh hasil belajar di bawah ketuntasan yang ditetapkan (65%). Refleksi pada siklus pertama menunjukkan bahwa belum semua siswa memperoleh hasil belajar melampaui ketuntasan belajar. Berdasarkan hasil diskusi antara guru, pengamat, dan siswa, pembelajaran perlu diperbaiki dengan cara pembuatan peta konsep yang baik dan benar disertai contoh. Pada siklus kedua dengan tindakan berupa penggunaan peta konsep dan disertai contoh, hasil belajar siswa melalui tes akhir meningkat menjadi 84,5% pada kelas I.5 dan 94% pada kelas I.7 (jadi rata-rata 89,3%) dan dicapai oleh 77 (93,4) siswa yang disertai dengan adanya peningkatan aktivitas siswa pada saat pembelajaran dibanding pada siklus I. Berdasarkan hasil peneltian ini disarankan untuk digunakan konsep-konsep lain dalam biologi di berbagai jenjang pendidikan yaitu pendidikan menengah dan pendidikan dasar.

Perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas IV pada pembelajaran peta konsep dan pembelajaran langsung di SDN Kesatrian 1 Kota Malang / Ridha Resita Sari

 

Kata Kunci: Model peta konsep, hasil belajar, IPA IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis melalui suatu proses penemuan. Pembelajaran IPA harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat membantu siswa membangun pengetahuannya sendiri. Namun, pembelajaran yang banyak terjadi di sekolah adalah pembelajaran langsung secara ekspositori. Pembelajaran langsung menyebabkan siswa belajar dengan hafalan. Padahal IPA tidak cocok jika dipelajari dengan hafalan. Model pembelajaran peta konsep membantu siswa melihat makna materi pembelajaran secara komprehensif dalam setiap komponen konsep-konsep dan mengenali hubungan antar konsep-konsep tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) hasil belajar siswa pada pembelajaran peta konsep, (2) hasil belajar siswa pada pembelajaran langsung, (3) perbedaan hasil belajar siswa pada pembelajaran peta konsep dan pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi exsperiment). Sampel yang digunakan adalah dua kelas yaitu kelas IVB sebagai kelas eksperimen dan IVC sebagai kelas kontrol. Instrument yang digunakan yaitu RPP, kisi-kisi soal, kunci jawaban, dan soal tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif degan bantuan program SPSS. Analisis dan hasil belajar siswa yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan dua rata-rata digunakan untuk mengetahui apakah rata-rata kemampuan awal kedua kelas sampel sama, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 81,60 dan pada kelas kontrol adalah 72,58, kemudian dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan Uji-t, dari Uji-t diperoleh hasil yaitu t- hitung 5,593 > t- tabel 1,997, artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai hasil belajar siswa yang diajar dengan model peta konsep dan yang diajar dengan pembelajaran langsung. Saran dari penelitian adalah agar model peta konsep dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan. Sebelum memulai pelajaran hendaknya mengkondisikan siswa untuk siap belajar, mengkondisikan kelas, serta memperhatikan alat/ media yang cocok dengan materi yang akan disampaikan dan menyenangkan bagi siswa.

Kajian purna huni terhadap tingkat kepuasan penghuni rumah tipe 45 di Malang
oleh Yayuk Windayani

 

Penelitianyanbge rjudul"K ajianP umaH uni TerhadapK epuasanP enghuni RumaThi pe4 5 di Malang" adalahb ertujuanu ntuk menyelidiki rasap uasy ang dirasakakno nsumepna das aatp urnah uni,k arenak epuasanp enghunmi erupakan faktoru tamaB. eberapah al yangt erkait dengank ebuhrhany ang drtuntutp enghuni antarla in( 1) settingu ntuka komodaski egiatanr uangd anp ersyaratanny(a2' ) keselamat(a3n), e stetika(,4 ) symbolk epemilikan(, 5) kenyamanafnis ikal dan psikologidsa, n( 6) kebrjaksanaapne nggunaarnu ang Aspekk epuasanp enghuni pmahun drpengaruhoil eh2 faktory aitu (1) faktork ondisif isik, yangm eliputil uas ruangasne, ttingru ang,p encahayaamna tahari,f isik bahana tauk omponenb angunan, perlengkapainns talasi,s aranali ng\ungan, dan (2) kepuasante rhadapf aktor non fisik yangm eliputhi ubungatne tanggah, ubungante tanggaa ntarR T,RW dank eamanan lingkungan. Adapunte kniky angd igunakand alamp engambilans ampelnyyaa itu (1) tekniks ampewl ilayah( areap robability sampling),u ntuk menentukanp erumahan yangd iambisl ebagasi ampewl ilayahd alamp enelitianin i dari seluruhp erumahan yangte rdapadti Malang.S ecaraw ilayah,s ampedl ibedakanb erdasarkapne mbagan wrlayahnyyaa itu( a) Malangu tarab agtanb arat,( b) Malangu tarab agiant imur' (c) Malangs elatanb agianb arat, (d) Malang selatanb agiant imur, dan (2) teknik random samplinugn tukm enentukajnu mlah penghunai taur espondend alamp enelitianin i. Teknik pengumpuland atad alamp enelitiani ni menggunakana ngket t€rtutupS. ubyekp enelitiani ni adalahp arap enghunip erumahanti pe 45 yang adad i MalangD. atay angt erkumpuld ianalisisd enganm enggunakalna ngkahJangkah sebagabie rikut:( 1) tabulasid ata,h asil yang diperolehb erdasarkana ngketa tau kuesioneyar nga dad imasukkank edalamta bel,( 2) analisisd eskriptii dengan menggunakamne an( rata-rata). Hasil analisisd atam enunjukkanb ahwat ingkat kepuasanp enghunit erhadap faktorf, rsiks ecarau mum,n ilai rata-ratas komyaa dalah2 ,52.D engand emikian tingkatk epuasanp enghunit erhadapf aktor fisik bangunante rmasukd alamk ualifikasi puask arenab eradap adar entangan2 ,50-3,24D. emikianj uga denganti ngkat kepuasapne nghuntie rhadapf aktor non fisik secarau mum, nilai rata-ratas kornya adalah2,65D.e ngand emikiant ingkat kepuasanp enghunit erhadapf aktor non f,rsik termasudka lamk ualihkasip uask arenab eradap adar entangan2 ,50-3,24.

Penerapan teknik napier untuk meningkatkan hasil belajar perkalian dua bilangan cacah pada siswa kelas III SDN Ngrombot 1 Nganjuk / Diah Puspitaningtyas

 

Kata Kunci: teknik Napier, hasil belajar, perkalian dua bilangan cacah Berdasarkan hasil observasi awal, diketahui bahwa lebih dari 50% siswa kelas III SDN Ngrombot I Nganjuk mengalami kesulitan ketika belajar operasi hitung perkalian dua bilangan cacah. Dari hasil tes awal, diketahui bahwa terdapat 8 siswa (36,4%) yang mendapat nilai di atas KKM dan 14 siswa (63,6%) yang mendapat nilai di bawah KKM. Kesalahan siswa terletak pada langkah-langkah pengerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan penerapan teknik Napier untuk meningkatkan hasil belajar perkalian dua bilangan cacah pada siswa kelas III SDN Ngrombot 1 Nganjuk, dan (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar perkalian dua bilangan cacah pada siswa kelas III SDN Ngrombot 1 Nganjuk. Teknik Napier merupakan suatu cara pengerjaan operasi hitung perkalian dengan menggunakan rangkaian persegi panjang yang terdiri dari beberapa petak yang kongruen sesuai dengan jumlah angka pada bilangan terkali dan bilangan pengali. Teknik Napier perlu didukung keterampilan fakta dasar perkalian dalam pengerjaannya. Teknik Napier dapat meminimalkan kesalahan siswa dalam mengalikan bilangan pada pembelajaran operasi hitung perkalian dua bilangan cacah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu data tentang proses dan hasil pembelajaran baik sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti meliputi: (1) tes, (2) observasi, (3) catatan lapangan, (4) wawancara, dan (5) dokumentasi Penelitian ini dilakukan secara bersiklus yaitu terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Siklus pertama terdiri dari 3 pertemuan dan siklus kedua terdiri dari 2 pertemuan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh simpulan bahwa penerapan teknik Napier dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dari hasil pretes yang tuntas, pada siklus I terlihat yang tuntas ada 15 siswa (68,2%), sedangkan hasil belajar siswa pada siklus II siswa yang tuntas sebanyak 19 siswa (86,4%).

Pergeseran keyakinan epistemologis tentang matematika pada mahasiswa politeknik / Arif Rahman Hakim

 

ABSTRAK Hakim, Arif Rahman. 2016. Pergeseran Keyakinan Epistemologis tentang Matematika pada Mahasiswa Politeknik. Disertasi, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.Sc., (II) Dr. Subanji, M.Si., (III) Dr. Swasono Rahardjo, M.Si. Kata kunci: keyakinan, epistemologis, pergeseran keyakinan, keyakinan mahasiswa Keyakinan (belief) adalahpenilaian atau pandangan pribadiyang merupa-kanpengetahuansubjektifseseorangyangtidak membutuhkanpembenaranformal. Keyakinan epistemologis adalah keyakinan yang mengacu pada pengetahuan individu tentang bagaimana suatu pengetahuan terjadi, apa yang dianggap sebagaipengetahuan,di manapengetahuan berada, danbagaimana pengetahuandibangundandievaluasi. Keyakinan epistemologis tentang matematika meliputi keyakinan tentang:waktu yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah matematika, pentingnya memahami matematika, adanya masalah matematika yang bisa diselesaikan tanpa prosedur langkah-demi-langkah dan kegunaan matematika.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pergeseran/perubahan keyakinan epistemologis tentang matematika dari sebelum kuliah hinggaakhir kuliah di Politeknikdan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut, serta korelasinya terhadap kinerja matematika. Dengan mengetahui perubahan keyakinan epistemologistentang matematika, maka diharapkan dapat digunakan untuk mempertimbangkan penyusunan kurikulum dan pembelajaran matematika di Politeknik. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method) dengan metode Explanatory Sequential Design, yaitu penelitian awal dilakukan secara kuantitatif dan dilanjutkan dengan penelitian kualitatif. Data kuantitaif keyakinan mahasiswa tentang matematika diambil menggunakan kombinasi kuesioner IMBS (Indiana Mathematics Belief Scales) dan kuesioner MBS dengan terlebih dahulu melakukan modifikasi menyesuaikan dengan rumusan masalah, kemudian dilanjutkan dengan mengajukan kuesioner otobiografi matematika, tes matematika dan wawancara untuk mendapatkan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan epistemologis mahasiswa Politeknik tentang matematika masuk kategori positif rendah. Sub skala Waktu, Pemahaman dan Kegunaan dengan kategori positif, sedangkan pada sub skala Langkah dengan kategori negatif. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa Politeknik mempunyai keyakinan availingyaitu: menyelesaikan masalah matematika mungkin memerlukan waktu lama, pemahaman penting dalam matematika, dan matematika berguna dalam kehidupan sehari-hari. Namun sebagian besar mahasiswa masih memegang keyakinan nonavailing yaitu menyelesaikan matematika harus menggunakan rumus/prosedur langkah-demi-langkah yang sudah disediakan, bukan menggunakan logika atau nalar. Pergeseran keyakinan mahasiswa Politeknik tentang matematika naik rendah atau mengalami pergeseran positif. Namun demikian, pergeseran positif tersebut terjadi tidak pada setiap sub skala. Pergeseran positif terjadi pada sub skala Waktu, Pemahaman dan Kegunaan. Sebaliknya, pergeseran negatif terjadi pada sub skala Langkah.Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran keyakinan epistemologis mahasiswa tentang matematika dapat dikelompokkan menjadi: (1) matematikasebagai suatu disiplin, (2) sifatmengetahuimatematika, (3) sistem penilaian, (4) diri (self), (5) orientasi tujuan, (6) kegunaan matematika, (7) waktu penyelesaian, (8) pemakaian pada mata kuliah lain, dan (9) pengalaman kerja. Hasil analisa kuantitatif menunjukkan bahwa keyakinan epistemologis mahasiswa tentang matematika berkorelasi positif terhadap kinerja matematika pada tingkat signifikansi 1%, dengan koefisien korelasi Pearson 0,424. Setiap sub skala keyakinan epistemologis masing-masing mempunyai korelasi positif dengan kinerja matematika pada tingkat signifikansi 1%: sub skala Waktu dengan koefisien korelasi Person 0,214; sub skala Pemahaman dengan koefisien korelasi 0,313; sub skala Kegunaan dengan koefisien korelasi 0,215; serta perubahan keyakinan epistemologis dengan koefisien korelasi 0,204. Sedangkan sub skala Langkah berkorelasi positif pada tingkat signifikansi 5 % dengan koefisien korelasi 0,159.

Hubungan antara kecepatan membaca dan pemahaman isi bacaan siswa di kelas V SDN Wonorejo 4 Kabupaten Pasuruan / Mahardika Darmawan Kusuma Wardana

 

Kata Kunci: Kecepatan membaca, pemahaman isi bacaan, Sekolah Dasar. Saat membaca sebuah materi bacaan terjadi sebuah transfer ilmu dari materi bacaan terhadap pembaca. Membaca memberikan pemahaman isi bacaan terhadap pembaca. Dalam sebuah wawancara tidak terstruktur dengan guru kelas 5 SDN Wonorejo 04, seorang guru menggunakan berbagai teknik seperti skiming, scaning dll. Selain itu saat diajukan pertanyaan lebih lanjut tentang apakah kecepatan membaca siswa yang ditingkatkan ini mempengaruhi pemahaman isi bacaan siswa, guru tidak bisa menjawabnya lebih kongkrit. Apabila kenyataan tersebut diabaikan begitu saja, sangat mungkin peningkatan kecepatan membaca siswa yang ditingkatkan dengan berbagai teknik seperti skimming, scanning dll tidak diketahui dampaknya terhadap pemahaman materi bacaan sehingga akan merugikan siswa itu sendiri sebagai subjek yang dituntut untuk dapat membaca dengan kecepatan 75 kata permenit maupun bagi guru selaku pengajar. Maka hal ini dipandang perlu untuk dilakukan penelitian pengukuran kecepatan membaca siswa dalam hubungannya dengan pemahaman materi bacaan. Rumusan masalah penelitian ini adalah Apakah ada hubungan yang signifikan antara kecepatan membaca dan pemahaman isi bacaan siswa kelas V SDN Wonorejo 4 Pasuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian korelasi tata jenjang Spearman. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Wonorejo 4 Pasuruan yang terdiri dari kelas Va 23 siswa dan kelas Vb 29 siswa. Populasi tersebut kemudian seluruhnya menjadi sampel penelitian. Sumber data diperoleh dari hasil tes kecepatan membaca dan hasil tes pemahaman isi bacaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik nonparametrik. Pengujian hipotesis penelitian dengan korelasi tata jenjang dengan taraf signifikansi 0,05. Dalam pengujian ini menggunakan bantuan software SPSS 17 dan Ms. Excel. Berdasarkan hasil analisis korelasi tata jenjang dapat diketahui bahwa r hitung = 0,339 > dari r tabel = 0,297, maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecepatan membaca dan pemahaman isi bacaan siswa kelas V SDN Wonorejo 4 Pasuruan. Karena apabila kecepatan membaca siswa meningkat maka pemahaman isi bacaan akan ikut meningkat. Saran yang dapat diajukan sebagai berikut: pertama, Perlu diajarkan berbagai tehnik membaca untuk meningkatkan kecepatan membaca siswa sehingga pemahaman isi bacaan siswa ikut meningkat. Kedua, Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan sebuah referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya.

Studi tentang pembelajaran mata pelajaran seni budaya bidang seni rupa kelas XII IPS 2 dan XII IPS 4 di SMAN 2 Batu / Fiqqi Ichwan Fauzi

 

ABSTRAK Fauzi, Fiqqi Ichwan. 2016. Studi Pembelajaran Mata Pelajaran Seni Budaya Bidang Seni Rupa Kelas XII IPS 2 dan XII IPS 4 di SMA Negeri 2 Batu. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sugiyono Ardjaka, M. Sc., Ph. D. Kata Kunci: Pembelajaran, Mata Pelajaran Seni Budaya, Seni Rupa, SMA Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat rencana pembelajaran salah satunya adalah cara pembelajaran. Penggunaan cara pembelajaran yang tepat akan mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran. Di SMA Negeri 2 Batu salah satu guru yang bernama Ibu Retno memiliki cara pembelajaran yang berbeda dengan guru lainnya. Cara pembelajarannya adalah mengajarkan materi bidang seni rupa yang berbeda pada beberapa kelas yang diajarnya. Misal di kelas XII IPS 2 materi khususnya adalah seni lukis, sedangkan di kelas XII IPS 4 materi khususnya adalah seni grafis. Cara Pembelajaran ini berbeda dengan yang dibimbing oleh guru mata pelajaran seni budaya lainnya yang mengajarkan satu materi untuk semua kelas yang diajarnya. Oleh sebab itu, model pembelajaran Ibu Retno di kelas XII IPS 4 dan XII IPS 2 serta hambatan pembelajaran menjadi dorongan peneliti untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan model pembelajaran yang telah diajarkan oleh guru meliputi rencana pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan proses pembelajaran serta hambatan pembelajaran di kelas tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data utama adalah guru seni budaya kelas XII IPS 2 dan XII IPS 4 yaitu Ibu Retno dan didukung dengan observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) model pembelajaran yang meliputi aspek model pembelajaran, aspek rencana, aspek metode pembelajaran, aspek media pembelajaran, dan aspek materi pembelajaran. Aspek model pembelajaran yang digunakan adalah project base learning. Sedangkan aspek rencana pembelajaran dan materi pembelajaran guru memberikan materi pembelajaran berbeda kepada beberapa kelas, metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, apresiasi, karya cipta dan ekperimen. Untuk media pembelajaran guru menggunakan LCD proyektor, bahan, alat dan media untuk berkarya seni dua dimensi. Selain itu terdapat proses pembelajaran dan evaluasi. Aspek proses pembelajaran terbagi menjadi tiga bagian yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir/penutup, dan dilanjutkan dengan kegiatan evaluasi; (2) hambatan pembelajaran pada pembelajaran yang dilakukan oleh Ibu Retno pada dasarnya tidak ada hambatan. Hambatan yang pernah dialami meliputi pengetahuan peserta didik, dan fasilitas dari sekolah. Namun semua hambatan tersebut telah dapat diatasi.

Sukses berwirausaha setelah lulus SMK (lampiran skripsi) / Wulandari

 

Implementasi kurikulum 2013 oleh guru bidang studi IPS SMP di Kota Malang / Eni Cahya Wijayati

 

ABSTRAK Wijayati, Eni Cahya. 2016. Implementasi Kurikulum 2013 oleh Guru Bidang Studi IPS SMP Di Kota Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M. Pd., (II) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. Kata Kunci : implementasi, Kurikulum 2013, IPS, SMP Implementasi Kurikulum adalah upaya penerapan kurikulum yang telah dirancang/didesain ke dalam tindakan operasional. Perubahan kurikulum merupakan konsekuensi logis, karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang senantiasa berubah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan berubah menjadi Kurikulum 2013 mempunyai tujuan untuk memperbaiki cara belajar pada anak. Kurikulum 2013 mendapat perhatian khusus untuk diterapkan di sekolah-sekolah supaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kurikulum 2013 mengajak siswa untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi juga membuat siswa aktif di dalam kelas. Peneliti ingin mengungkap bagaimana implementasi Kurikulum 2013 pada bidang studi IPS SMP di kota Malang pada sekolah sasaran, yaitu SMP Negeri 5, SMP Negeri Satu Atap Lesanpuro, SMP Taman Siswa dan SMP Kartini Yasri. Fokus penelitian pada (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) kesulitan yang dialami guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013, dan (4) upaya-upaya yang dilakukan guru IPS mengatasi kesulitan dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Untuk dapat memahami makna peristiwa dan interaksi orang, penelitian ini menggunakan strategi triangulasi konkruen, karena peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan kemudian membandingkan dua database tersebut untuk mengetahui apakah ada konvergensi, perbedaan-perbedaan, atau beberapa kombinasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) perencanaan pembelajaran yang meliputi penyusunan silabus dan RPP dan karakteristik pembelajaran di SMP N 5 dengan kriteria amat baik, SMP N Satu Atap Lesanpuro kriteria amat baik, SMP Taman Siswa kriteria baik dan SMP Kartini Yasri kriteria cukup, (2) hasil observasi pembelajaran di SMP N 5 dengan kriteria baik, SMP N Satu Atap Lesanpuro dengan kriteria cukup, SMP Taman Siswa kriteria cukup dan SMP Kartini Yasri dengan kriteria kurang, (3) penilaian yang rumit, banyaknya materi sehingga waktu menjadi tidak cukup, penerapan pendekatan saintifik terutama pada menalar dan menganalisis yang tidak terlaksana, sulitnya memadukan materi menjadi IPS Terpadu, dan kurangnya sarana prasarana menjadi penyebab kesulitan yang dihadapi guru mata pelajaran IPS dalam implementasi Kurikulum 2013 di kota Malang, dan (4) usaha yang dilakukan guru IPS dalam mengatasi kesulitan yaitu (a) sharing antar teman sejawat, (b) adanya perubahan mindset guru ke Kurikulum 2013, (c) adanya pelatihan dan pendampingan implementasi Kurikulum 2013 yang kontekstual, (4) pengadaan sarana prasarana yang mendukung implementasi Kurikulum 2013, dan (5) supervisi akademik. Implementasi Kurikulum 2013 guru harus membuat perencanaan pembelajaran dengan baik yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan kondisi nyata di sekolah masing-masing. Guru harus kreatif dalam pemilihan model dan media pembelajaran. Guru harus terbuka dan update knowledge agar bisa menghadirkan pembelajaran yang terbaik dan bisa mengimplementasikannya dengan lebih baik.

Perencanaan battery charger otomatis dengan menggunakan tegangan ganda dan sensor suhu pada baterai lead acid
oleh Endry Mey Diant

 

Pengembangan paket layanan informasi kewirausahaan sebagai pertimbangan rencana karier bagi siswa kelas X sekolah menengah kejuruan / Sukses berwirausaha setelah lulus SMK / Wulandari

 

Kata Kunci: paket layanan informasi, kewirausahaan, rencana karier, siswa SMK SMK merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bertanggungjawab untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, keterampilan dan keahlian, sehingga lulusannya dapat mengembangkan kinerja apabila terjun dalam dunia kerja. Apapun jenis pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan tidak lain muara dari lulusannya agar mereka memiliki kemampuan, keterampilan serta ahli di dalam bidang ilmu tertentu. Pada kenyataan sekarang ini, setelah tamat sekolah, siswa SMK dihadapkan pada permasalahan baru. Mereka kesulitan memperoleh pekerjaan. Mereka mencoba melamar pekerjaan kesana-kemari, namun hanya sedikit yang berhasil memperoleh pekerjaan. Pekerjaan itupun belum tentu sesuai dengan bakat, minat, serta kemampuan yang dimiliki. Kebanyakan para lulusan/tamatan pendidikan formal begitu selesai studi cenderung untuk berupaya mencari pekerjaan. Sebagian besar berharap agar memperoleh pekerjaan tetap dan dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka. Jarang dari mereka yang berusaha mengamalkan dan mengembangkan pengalaman pendidikannya melalui kegiatan-kegiatan wirausaha. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan paket layanan informasi kewirausahaan sebagai pertimbangan rencana karier bagi siswa SMK yang tepat, berguna, mudah, dan menarik bagi siswa SMK. Produk pengembangan yang dihasilkan terdiri atas (1) Panduan Paket Layanan Informasi Kewirausahaan sebagai Pertimbangan Rencana Karier bagi Siswa SMK untuk konselor yang berjudul “Sukses Berwirausaha Setelah Lulus SMK (Panduan Konselor)” dan (2) Materi Paket Layanan Informasi Kewirausahaan sebagai Pertimbangan Rencana Karier bagi Siswa SMK yang berjudul “Sukses Berwirausaha Setelah Lulus SMK” untuk siswa. Materi paket layanan informasi kewirausahaan sebagai pertimbangan rencana karier terdiri dari 4 topik, yaitu: (1) Kemana Setelah Lulus SMK?, (2) Apa yang Dimaksud Wirausaha?, (3) Mengapa Berwirausaha?, dan (4) Wirausaha? Siapa takut!. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengadaptasi langkah-langkah pengembangan Borg & Gall yang terdiri atas tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba. Subjek uji coba produk adalah satu orang ahli bimbingan dan konseling serta satu orang ahli bahasa. Subjek uji calon pengguna produk yang dipilih adalah dua orang konselor SMK Negeri 2 Singosari. Data dikumpulkan melalui format uji ahli dan uji calon pengguna produk berupa skala penilaian. Data yang diperoleh merupakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis rerata dan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. ii Berdasarkan hasil uji ahli bimbingan dan konseling, paket layanan informasi kewirausahaaan sebagai pertimbangan rencana karier bagi siswa SMK dilihat dari segi ketepatan dinyatakan tepat dengan skor rata-rata 3. Paket ini berguna diberikan kepada siswa dengan skor rata-rata 3 dari aspek kegunaan. Aspek kemudahan, paket ini sangat mudah diberikan kepada siswa dengan skor rata-rata 3,8, sedangkan dari aspek kemenarikan, paket ini menarik dengan skor rata-rata 3. Menurut ahli bahasa, paket layanan informasi kewirausahaan sebagai pertimbangan rencana karier siswa SMK pada tahap awal memiliki skor rata-rata 2,7 yang berada pada kriteria baik. Setelah produk direvisi, skor rata-rata produk hasil revisi adalah 3,3 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil uji calon pengguna produk, dilihat dari segi ketepatan dinyatakan sangat tepat dengan skor rata-rata 3,3. Paket ini sangat berguna diberikan kepada siswa dengan skor rata-rata 3,09 dari aspek kegunaan. Aspek kemudahan, paket ini dinyatakan mudah dengan skor rata-rata 3 dan dari aspek kemenarikan, paket ini sangat menarik dengan skor rata-rata 3,5. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diberikan adalah: (1) konselor harus benar-benar memahami prosedur dan materi informasi agar siswa dapat mencapai tujuan yang dikehendaki, (2) konselor harus kreatif dalam mengatur waktu untuk pelaksanaan bimbingan, mengingat minimnya jam tatap muka untuk bimbingan dan konseling di sekolah, (3) bagi peneliti selanjutnya, perlu diadakan uji lapangan yang melibatkan siswa, agar diketahui keefektifan paket layanan informasi kewirausahaan sebagai pertimbangan rencana karier bagi siswa SMK ini, (4) perlu dikembangkan paket layanan informasi kewirausahaan sebagai pertimbangan rencana karier pada populasi penelitian yang lebih luas baik dari tingkatan sekolah maupun ragam sekolah.

Penguasaan kompetisi profesional dan padagogik mahasiswa PPL (Praktik Pengalaman lapangan) Program Studi Pendidikan Teknik Informatika UM semester genap 2011/2012 / Ririn Wiswa Saputri

 

Kata Kunci: kompetensi, profesional, pedagogik Dalam menjalankan tugasnya, guru harus memiliki kompetensi keguruan meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro FT UM merupakan lembaga pendidikan profesi guru yang dirancang untuk mempersiapkan lulusan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sebagai calon guru, mahasiswa Prodi PTI diwajibkan memiliki kompetensi yang dibutuhkan sebagai bekal di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti penguasaan mahasiswa Prodi PTI mengenai kompetensi profesional dan pedagogik pada pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Keguruan semester genap 2011/2012. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan semi kualitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik mahasiswa. Lokasi penelitian adalah sekolah yang digunakan sebagai lokasi pelaksanaan PPL Keguruan yaitu terdiri dari enam sekolah yang tersebar di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan. Sumber data dalam penelitian ini adalah dosen pembimbing PPL, guru pamong dan mahasiswa yang melaksanakan PPL Keguruan pada semester genap 2011/2012. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada guru pamong dan dosen pembimbing PPL, angket kepada mahasiswa, dan ditambah dengan studi dokumen RPP untuk menambah bukti tentang kompetensi mahasiswa. Berdasarkan penilaian guru pamong dan dosen pembimbing PPL melalui wawancara, kompetensi profesional dan pedagogik mahasiswa cukup baik. Hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa penguasaan kompetensi profesional sebagian besar mahasiswa adalah tinggi dengan persentase 65,79%. Penguasaan kompetensi pedagogik sebagian besar mahasiswa adalah tinggi dengan persentase 68,42%. Hasil studi RPP menunjukkan bahwa kompetensi sebagian besar mahasiswa dalam menyusun rancangan pembelajaran cukup baik. Dalam meningkatkan kompetensi keguruan, diharapkan mahasiswa, kampus dan sekolah mengoptimalkan kegiatan PPL dengan latihan-latihan yang mendukung tercapainya kompetensi yang dibutuhkan.

Pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan (studi pada perusahaan daerah BPR Bank pasar Lamongan) / Dwi Tistiningtiyas

 

Seorang karyawan yang mempunyai komitmen tinggi maka akan berpengaruh terhadap tingginya tingkat kinerja karyawan. Komitmen organisasi lebih dari sekedar kenggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai orang dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat kinerja yang tinggi bagi organisasi. Komitmen organisasi dalam beberapa penelitiaan dihubungkan dengan kinerja. Semakin tinggi komitmen organisasi maka semakin tinggi pula kinerja karyawan. Penelitiaan ini dilakukan untuk mengetahui gambaran deskriptif komitmen organisasi serta kinerja karyawan pada PD.BPR Bank Pasar Lamongan, serta pengaruh masin-masing variable identifikasi (X1), keterlibatan (X2) dan kesetiaan/loyalitas (X3), dan kinerja (Y) baik secara parsial maupun simultan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Penelitian ini merupakan penelitiaan penjelasan (explanatory research), data yang diperoleh menggunakan angket tertutup. Instrument penelitian ini menggunakan item-item dari penelitiaan terdahulu yang teruji. Meski demikian uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Populasi dalam penelitiaan adalah seluruh karyawana PD.BPR Bank Pasar Lamongan. Sedangkan sampelnya diambil 61 orang. Dari total populasi sebanyak 161 orang. Analisis data menggunakan bantuan SPSS 11.00 for windows. Hasil penelitian ini diketahui bahwa sebagaian responden yaitu 34,4% (21 responden) menyataka sangat setuju terhadap variabel identifikasi (X1), 9,83% (6 responden) menyataka sangat setuu terhadap variabel keterlibatan (X2) dan 6,55% (4 responden) menyatakan sangat setuju terhadap kesetiaan (X3). Secara parsial variabel identifikasi (X1), keterlibatan (X2), dan kesetiaan (X3) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y), karena terbukti dengan nilai signifikan t< 0,05 (0,000<0,05). Hasil uji parsial diketahui bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling diminan terhadap kinerja karyawan pada paerusahaan daerah Bank Pasar Lamongan adalah variabel kerterlibatan (X2) karena memiliki peluang kesalahan 5%, terlihat bahwa nilai signifikan t jauh dibawah 0,05 yaitu signifikan t=0,000 Secara simultan variabel identifikasi (X1), keterlibatan (X2), dan kesetiaan (X3), memiliki penagruh yang asangat signifikan terhadap inerja karyawan. Terbukti bahwa nilai signifikan F<0,05 (0,000<0,05). Kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu komitmen organisasi yang terdiri dari identifikasi (X1), keterlibatan (X2), dan kesetiaan (X3) sebesar 47,4% dan sisanya 52,6% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitiaan ini. Maka saran yang dapat diberikan untuk meningkatan komitmen organisasi terutama pada identifikasi yang merupakan perasaan banggaatas organisasi, yang juga merupakan wujud kepercayaan karyawan terhadap organisasi PD.BPR bank Pasar Lamongan harus harus meningkatkan dengan lebih mengeratkan hubungan karyawan dengan perusahaan secara aktif, juga lebih memberikan tanggung jawab masing-masing karyawan. Selain itu juga PD.BPR Bank Pasar Lamongan juga aherus memperhatikan dan meningkatkan kesetiaan/loyalitas yang dimiliki karyawan yaitu lebih memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kesetiaan karyawan terhadap perusahaan.

Efektivitas sistem akuntansi siklus penjualan kredit pada PT Prabasonta Berlian Motor Madiun / Ayu Puji Lestari

 

Efektivitas adalah kemampuan suatu entitas untuk mencapai tujuan dengan melakukan hal yang tepat dan sesuai dengan tujuan dari perusahaan. Apabila suatu organisasi berhasil mencapai tujuan, maka organisasi tersebut dikatakan telah berjalan dengan efektif. Hal terpenting yang perlu dicatat adalah bahwa efektivitas tidak menyatakan tentang berapa besar biaya yang telah dikeluarkan untuk mencapai tujuan tersebut.Sistem akuntansi sebagai suatu organisasi terdiri dari metode dan catatan-catatan yang dibuat untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalisis, mencatat, dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggung-jawaban bagi aktiva dan kewajiban yang berkaitan. Data yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah data-data yang berkaitan dengan sistem penjualan kredit pada PT Prabasonta Berlian Motor, yang diperoleh selama PKL. Data-data tersebut diperoleh dengan observasi, interview, dan dokumentasi. Pada PT Prabasonta Berlian Motor terdapat dua sistem penjualan kredit yaitu secara avalist dan non avalist. Analisis yang digunakan untuk mengetahui efektivitas sistem akuntansi penjualan kredit pada PT Prabasonta Berlian Motor adalah dengan cara melakukan analisis struktur organisasi, analisis sistem akuntansi penjualan kredit, analisis formulir yang digunakan, dan analisis terhadap sistem pengendalian intern. Hasil penulisan Tugas Akhir ini menunjukkan bahwa dalam penerapan sistem akuntansi siklus penjualan kredit pada PT Prabasonta Berlian Motor, perangkapan formulir masih kurang, dan pendistribusian atas formulir yang digunakan masih kurang, serta tidak adanya fungsi gudang yang terlibat dalam sistem akuntansi penjualan kredit yang diterapkan. Adanya sistem akuntansi penjualan kredit yang relevan terhadap perusahaan yang didalamnya dilakukan oleh personil yang mengerti akan sistem akuntansi merupakan kunci utama efektif dan tidaknya sistem akuntansi tersebut, dan PT Prabasonta Berlian Motor telah memiliki sistem tersebut.Untuk itulah perusahaan perlu memperbaiki sistem akuntansi penjualan kredit, khususnya mengenai perangkapan formulir yang digunakan.

Pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas tinggi di SDN Sumberrejo 2 Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang / Wijiasih

 

Kata Kunci: motivasi belajar, status sosial ekonomi orang tua, prestasi belajar Belajar merupakan kegiatan sehari-hari bagi siswa sekolah, begitu juga pada siswa Sekolah Dasar. Motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua siswa merupakan dua faktor yang mempengaruhi proses belajar siswa. Karena belajar erat kaitannya dengan hasil atau prestasi yang ingin dicapai oleh siswa setelah belajar. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan penelitian mengenai pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang (1) Besarnya motivasi belajar siswa kelas tinggi di SDN Sumberrejo 2, (2) Perbedaan status sosial ekonomi orang tua siswa kelas tinggi di SDN Sumberrejo 2, (3) Adanya pengaruh signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas tinggi di SDN Sumberrejo 2, (4) Adanya pengaruh yang signifikan antara status sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas tinggi di SDN Sumberrejo 2, (5) Adanya pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas tinggi di SDN Sumberrejo 2. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan korelasi kuantitatif. Data penelitian ini berupa nilai dari angket motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua siswa serta rata-rata nilai seluruh mata pelajaran yang tertulis pada rapor siswa tinggi semester1 tahun pelajan 2011/ 2012. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengolahan data, pengklasifikasian data, dan menguji hipotesis dengan menggunakan rumus regresi sederhana, korelasi dan regresi berganda. Sebelum hipotesis diuji, melaksanakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan linieritas data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh 5 hasil penelitian yaitu: (1) deskripsi besarnya motivasi belajar siswa kelas tinggi di SDN Sumberrejo 2, (2) deskripsi tentang perbedaan status sosial ekonomi orang tua siswa kelas tinggi di SDN Sumberrejo 2, (3) adanya pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas tinggi di SDN Sumberrejo 2, (4) adanya pengaruh yang signifikan antara status sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas tinggi di SDN Sumberrejo 2, (5) adanya pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar siswa dan status sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas tinggi di SDN Sumberrejo 2. Disarankan kepada peneliti lain untuk meningkatkan penelitian ini di kancah yang lebih luas, mengingat pentingnya pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa khususnya siswa sekolah dasar bagi para pendidik.

Pelayanan taman belajar dan rekreasi Jawa Timur Park dalam meningkatkan kepuasan pelanggan / Ida Bagus Setiyabudi

 

Perencanaan mesin pengupas kulit kacang tanah sistem mekanik
oleh Heri Pramana

 

Asuransi kredit sebagai upaya mengurangi risiko kredit guna mencukupi capital adequacy ratio (CAR) perbankan yang operable (studi di PT. Bank Rakyat Indonesia Malang Martadinata) / Vivi Ayu Rachmawati

 

Telaah atas implementasi bagi hasil deposito mudharabah berbasis unsur syariah pada Bank Muamalat Lamongan / Audia Zulfianti

 

Kata kunci: bagi hasil, deposito mudharabah, dan unsur syariah. Bank Syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan unsur Syariah. Deposito mudharabah adalah produk penghimpunan dana yang mempunyai jangka waktu tertentu (1,3,6,12 bulan). Deposito mudharabah serta bagi hasil yang diperoleh akan diteliti berdasarkan unsur syariah (bebas riba, bebas maysir, bebas gharar, dan bebas bathil). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan telaah atas implementasi bagi hasil deposito mudharabah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu bermaksud bermaksud malakukan telaah terhadap sistem bagi hasil deposito mudharabah berbasis unsur syariah yang bebas dari unsur riba, maysir, gharar, dan bathil. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan berdasarkan hasil wawancara terhadap banking staff dan pendapat dari mereka tentang bank syariah bagaimana bagi hasil yang diterapkan oleh bank syariah. Sedangkan data sekunder yang digunakan adalah unsur syariah dan prosedur bagi hasil. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa bagi hasil belum sepenuhnya bebas dari unsur riba karena perhitungan HI Per Mil yang digunakan sebagai dasar bagi hasil telah jelas transparansinya. Namun pada penetapan nisbah bagi hasil (50:50, 51:49, dll) dimana tidak ada penjelasan perhitungannya. Bebas maysir karena nasabah menanamkan modal yang bersifat produktif sehingga nasabah memperoleh bagi hasil secara tidak langsung karena penyertaan modalnya. Bebas gharar karena penyaluran pembiayaannya hanya untuk usaha yang sudah jelas terbukti dengan adanya pengawasan/pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak bank. Tidak bathil karena diyakini bahwa pendapatan yang diperoleh adalah pendapatan yang halal ditandai dengan adanya pengawasan dari pihak bank dan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran yang diperkirakan berguna bagi beberapa pihak antara lain: dengan diterapkannya sistem bagi hasil yang bebas riba, bebas maysir, bebas gharar, dan bebas bathil ini menunjukkan bahwa Bank Muamalat telah sesuai dengan unsur syariah, Selain itu Bank Muamalat harus transparan dalam mengungkapkan penetapan nisbah bagi hasilnya. Sedangkan bagi nasabah, agar mereka mengetahui sistem bagi hasil deposito mudharabah berdasarkan unsur syariah sehingga bisa mempertimbangkan berinvestasi di bank syariah. Bagi penelitian berikutnya, diharapkan pada penelitian berikutnya dapat dilakukan penelitian yang membahas tentang sistem bagi hasil pada produk pembiayaan.

Pengaruh pengetahuan K3, ketersediaan sarana dan prasarana, serta dukungan manajerial terhadap sikap mengutamakan K3 (di industri pande besi Kecamatan Gondang Kiping Tulungagung) / Sulistia Budiarko

 

Tidak seorang pun menginginkan suatu kecelakaan menimpa dirinya apalagi sampai menyebabkan cidera. Keselamatan dan kesehatan kerja perlu diperhatikan, terutama bagi usaha-usaha kecil yang biasanya kurang tersentuh atau tidak diperhatikan oleh pemerintah, seperti halnya usaha pande besi. Industri pande besi banyak terdapat di Tulungagung dan letaknya pun menyebar di seluruh Kabupaten Tulungagung, namun di Tulungagung terdapat sentra industri pande besi cukup besar yang terletak di desa Gondang Kiping. Permasalahan yang akan dipaparkan dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah pengetahuan para pekerja terhadap keselamatan dan kesehatan kerja?. (b)Bagaimanakah sarana dan prasarana yang ada?.(c) Bagaimanakah dukungan pihak manajerial terhadap keselamatan dan kesehatan kerja?. (d) Bagaimanakah pengaruh pengetahuan k3, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan manajerial terhadap sikap mengutamakan K3?. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah: (a) Untuk mengetahui pengetahuan para pekerja terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.(b) Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang ada.(c) Untuk mengetahui dukungan manajerial terhadap Keselamatan dan Kesehatan kerja di industri tersebut. (d)Untuk mengetahui pengaruh pengetahuan k3, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan manajerial terhada sikap mengutamakan k3. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pengambilan sampel secara purposive random. Dari 106 karyawan diambil 35 orang. Ini sesuai dengan pernyataan Arikunto, 2002. Teknik pengambilan data menggunakan angket. selanjutnya data dianalisis menggunakan SPSS 12,00 for Windows. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa para pekerja mempunyai pengetahuan K3 pada kategori sangat baik, sarana dan prasarana yang ada termasuk dalam kategori baik, dan dukungan manajerial juga berperan baik terhadap sikap mengutamakan K3. Dari analisis regresi juga disimpulkan bahwa pengetahuan K3, ketersediaan sarana dan prasarana, serta dukungan manajerial berpengaruh secara simultan terhadap sikap mengutamakan K3.

Keefektifan teknik model simbolik sebagai upaya peningkatan pemahaman diri siswa kelas C SMAN 1 Pule Kabupaten Trenggalek / Lilis Dwi Astuti

 

Kata Kunci: Remaja, Pemahaman Diri, Teknik Model Simbolik Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak hingga masa awal dewasa yaitu usia 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Mereka belum memiliki pegangan dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Dengan mengamati remaja mudah menirukan lingkungannya tanpa melihat kemampuan yang dimiliki. Sedangkan untuk dapat mencapai tugas perkembangannya, remaja diharapkan mampu mengoptimalkan diri sesuai dengan keadaan dirinya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Oleh karena itu diperlukan pemahaman diri remaja agar terdapat kesesuaian antara kemampuan dan kemauan. Dari fenomena bahwa dengan mengamati remaja mudah menirukan lingkungannya, maka peneliti memilih teknik model simbolik berupa film sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman diri siswa kelas X SMAN 1 Pule. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan bentuk penelitian One Group Pre-test Post-test Design. Sampel diambil dengan teknik sampel bertujuan (purposive sampling) untuk mengetahui siswa yang memiliki pemahaman diri rendah. Dari seleksi 2 kelas yaitu kelas X-A dan X-B diperoleh 8 subjek penelitian yang memiliki pemahaman diri rendah. Data tingkat pemahaman diri siswa diperoleh dari subjek penelitian melalui skala pemahaman diri. Setelah itu subjek penelitian diberikan treatment sebanyak 4 kali pertemuan, pertemuan pertama dan ketiga diberikan film berdurasi pendek dan kegiatan refleksi selama 45 menit sedangkan pertemuan kedua diberikan potongan film dokumenter dan pertemuan keempat diberikan tayangan berupa potongan film inspiratif serta kegiatan refleksi selama 2x45 menit. Setelah treatment berakhir, subyek penelitian diberikan posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik nonparametrik dengan uji Wilcoxon menggunakan bantuan . Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor dari pretest ke posttest yaitu dari 598 menjadi 810 sehingga total selisihnya adalah 212 angka. Sedangkan nilai yang diperoleh dari uji Wilcoxon dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar dimana sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pemahaman diri siswa SMAN 1 Pule Kabupaten Trenggalek sebelum dan sesudah pemberian treatment berupa teknik model simbolik melalui tayangan film. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan kepada konselor menggunakan teknik model simbolik berupa film untuk meningkatkan pemahaman diri siswa kelas X. Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol serta dalam jenjang pendidikan sekolah yang berbeda.

Pengembangan media pembelajaran kuis interaktif berbasis komputer untuk keterampilan membaca bahasa Jerman siswa kelas XII IPS 4 SMA Negeri 1 Dampit tahun ajaran 2011-2012 / Nikmatu Rohma

 

Kata Kunci: media pembelajaran, kuis interaktif, keterampilan membaca Media pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran, sehingga tercipta suasana belajar-mengajar yang efektif dan efisien. Media pembelajaran terdiri dari dua jenis, yaitu konvensional dan digital. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan guru bahasa Jerman SMA Negeri 1 Dampit, diketahui bahwa guru hanya menggunakan media konvensional dalam proses pembelajarannya, khususnya pada keterampilan membaca. Hal tersebut mengakibatkan pembelajaran kurang variatif dan monoton, serta banyak siswa yang merasa kesulitan dalam mempelajari bahasa Jerman, terutama dalam memahami teks bahasa Jerman. Oleh karena itu, pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk media pembelajaran dalam bentuk kuis interaktif berbasis komputer bertampilan flash. Pengembangan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model pengembangan hasil adaptasi dari model desain pembelajaran Sugiyono (2006). Prosedur dilakukan melalui tujuh langkah, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Adapun sumber data untuk mengetahui uji kelayakannya dilakukan oleh empat ahli, yang meliputi ahli materi, ahli media, dan dua orang praktisi pembelajaran bahasa Jerman. Uji kelayakan tersebut juga dilakukan oleh guru dan siswa. Uji kelayakan siswa dibagi menjadi tiga tahap, yaitu uji satu lawan satu oleh 3 siswa kelas XI IPS 3, uji kelompok kecil oleh 10 siswa kelas XI IPA 4, dan uji kelompok besar sebagai subjek sasaran oleh 29 siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 1 Dampit. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan angket. Data angket dianalisis dengan menggunakan teknik persentase. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa media pembelajaran ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran bahasa Jerman secara efektif dan efisien dengan sedikit revisi. Menurut ahli materi, media tersebut dapat dikatakan valid dengan persentase sebesar 97,92%, sedangkan ahli media berpendapat bahwa media tersebut cukup valid dengan persentase 68,75%. Selanjutnya, kedua praktisi pembelajaran bahasa Jerman menyatakan bahwa media pembelajaran tersebut telah mencapai kevalidan dengan rata-rata persentase sebesar 89,77%, dan ketiga kelompok uji coba siswa berpendapat bahwa media tersebut valid dengan rata-rata persentase 86,2%. Demi menyempurnakan media pembelajaran ini, pengembang menyarankan kepada pengembang selanjutnya untuk dapat mengembangkan media pembelajaran dengan tema dan keterampilan berbahasa lainnya.

Pengembangan trainer "port paralel dan port serial" pada matakuluah praktikum teknik antarmuka komputer untuk mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Arif Rahmat Hidayat

 

Kata kunci : pengembangan, trainer, port paralel, port serial Dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), manusia tidak akan pernah terlepas dari Teknologi Informasi yang semakin pesat telah memberikan perubahan dan kemajuan pada peradaban manusia. Teknologi Informasi merupakan teknologi yang digunakan dalam mengolah dan menyampaikan informasi yang berbasis komputerisasi. Komputerisasi dilakukan oleh komputer yang dapat melakukan tugas-tugas manusia secara cepat dan akurat dengan waktu yang singkat dan mengurangi tingkat kesalahan yang sering dilakukan oleh manusia dalam menjalankan tugasnya. Dalam proses pembelajaran praktikum teknik antarmuka komputer dengan materi praktikum port paralel dan port serial, belum tersedia modul praktikum yang baik. Adapun beberapa alasan yang menganggap mata kuliah tersebut sulit di antaranya: (1) belum terdapat trainer untuk praktikum yang menarik; (2) media pembelajaran untuk praktikum teknik antarmuka komputer masih menggunakan project board sehingga mahasiswa membutuhkan banyak waktu untuk merangkainya; (3) input dan output pada port serial menggunakan simulasi, kelemahan dari simulasi adalah hasil yang diperoleh tidak selalu tepat dan sempurna sesuai dengan hasil yang sesungguhnya. Model pengembangan bahan ajar ini adalah model yang telah dimodifikasi dari Model pengembangan Borg & Gall yang disesuaikan dengan kondisi pengalaman lapangan. Adapun langkah-langkah penelitian media bahan ajar yang digunakan adalah sebagai berikut: (1) Analisis Kebutuhan; (2) Pengumpulan Data; (3) Perencanaan Media; (4) Validasi materi dan media; (5) Revisi Desain; (6) Pengembangan Produk; (7) Uji coba perseorangan; (8) Revisi Produk; (9) Uji Coba Kelompok Kecil; (10) Revisi produk; (11) Produk akhir dan laporan Berdasarkan pada hasil uji coba, diperoleh presentase dari tiap-tiap subyek coba sebagai berikut: (1) Pada ahli media diperoleh presentase sebesar 94,34%; (2) Pada ahli materi diperoleh presentase sebesar 94,37%; (3) Pada uji coba perseorangan dipe¬ro¬¬¬leh presentase sebesar 90,75%; (4) Pada uji coba kelompok kecil dipe¬ro¬¬¬leh presentase sebesar 94,58%; Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan trainer port paralel dan port serial sebagai media pembelajaran Pada Mata Kuliah Praktikum Teknik Antarmuka Komputer di Universitas Negeri Malang ini layak untuk digunakan sebagai bahan ajar.

Hubungan antara partisipasi orang tua dalam pendidikan anak di rumah dengan prestasi belajar anak di PAUD Al-Faraby Turen Malang / Maulia Khamami

 

Kata kunci: Partisipasi Orang Tua, Pendidikan Anak di rumah, Prestasi Belajar Keberhasilan dalam belajar sebagian besar ditunjang oleh partisipasi orang tua yang memiliki peranan sangat penting dalam membantu keberhasilan pendidikan putra putrinya di lembaga PAUD. Keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari pencapaian prestasi belajar anak di lembaga PAUD karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pendidikan. Dengan adanya partisipasi orang tua dalam mendidikan anak di rumah yang tinggi maka semakin tinggi pula prestasi belajar anak di lembaga PAUD. Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui partisipasi orang tua wali murid PAUD Al-Faraby dalam pendidikan anak di rumah. (2) mengetahui prestasi belajar anak di PAUD Al-Faraby Turen Malang, (3) mengetahui hubungan antara partisipasi orang tua dalam mendidik anak di rumah dengan prestasi belajar anak di PAUD Al-Faraby Turen Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Subyek dalam penelitian ini adalah orang tua dari anak didik PAUD Al-Faraby Turen Malang tahun ajaran 2011/1012 yang berada pada tahap perkembangan masa anak-anak (usia 2-4 tahun). Pada penelitian ini, orang tua anak didik PAUD Al-Faraby turen Malang diminta untuk mengisi angket pernyataan berupa skor yang berhubungan dengan partisipasi orang tua dalam pendidikan anak dirumah kemudian skornya dikorelasikan dengan nilai prestasi belajar anak yang tersaji dalam rapor semester I tahun ajaran 2011/2012. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi orang tua anak didik PAUD Al-Faraby Turen Malang yang termasuk dalam ketegori tinggi sebesar 50,69% dan prestasi belajar anak yang termasuk kategori tinggi yaitu sebesar 78,08%. Selain itu juga terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara partisipasi orang tua dalam pendidikan anak di rumah dengan prestasi belajar anak di PAUD Al-faraby Turen Malang yaitu (rxy=0,632;p=0.000<0,05). Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan kepada: (1) Bagi pihak lembaga PAUD untuk memotivasi anak agar bisa meningkatkan prestasi belajar anak di lembaga PAUD, (2) bagi orang tua agar lebih meningkatkan lagi partisipasinya dalam pendidikan anak dirumah, (3) bagi pendidikan luar sekolah yaitu bisa memberikan kontribusinya dalam hal penyelenggaraan Parenting Education kepada orang tua yang mempunyai anak pada usia dini. Dan (4) peneliti selanjutnya, bisa melaksanakan penelitian dalam aspek yang sama untuk diperdalam lagi penelitiannya antara lain faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi dan menghambat prestasi belajar anak didik di lembaga PAUD.

Penerapan karakter religius dalam pembelajaran anak usia dini suku asli Banyuwangi / Suparti

 

ABSTRAK Suparti.2015. Penerapan Karakter Religius Dalam Pembelajaran anak Usia Dini Suku Asli Banyuwangi. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (II) Prof. Dr.Punaji Setyosari, M.Pd, M.Ed., (III) Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Anak Usia Dini, Suku Asli Banyuwangi Pendidikan karakter religius pada anak usia dini diperlukan, sesuai dengan perkembangan dan kematangan anak. Materi kemampuan dasar yang dikembangkan meliputi: kemampuan fisik, Bahasa, kognitif, sosial-emosional dan seni serta perkembangan moral dan nilai agama. Anak Usia dini (0-6 tahun) merupakan masa kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi lingkungan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, mengikuti laju pertumbuhan dan perkembangan individual. Pemberian metode beragam dan materi yang tepat dengan mengintegrasian karakter religius dalam pembelajaran sangat diperlukan untuk membekali kehidupan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendiskripsikan pengintegrasikan karakter religius dalam perencanaan pembelajaran (pengembangan tujuan, materi bahan ajar, strategi pembelajaran, alat dan media evaluasi), (2) mendiskripsikan pengintegrasikan karakter religius dalam pelaksanaan pembelajaran (strategi pembelajaran, penggunaan alat dan media, (3) ) mendiskripsikan karakter religius dalam sistem evaluasi pembelajaran Penelitian ini bersifat kualitaif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan teknik: observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut dianalisis secara berulang-ulang dengan model interaktif yang diadopsi dari Milles dan Huberman. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi data yakni: klasifikasi, pengkodean, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan kredibilitas data, peneliti menggunakan trianggulasi, pengecekan data dan diskusi teman sejawat. Sementara dependabilitas dan konfirmabilitas dilakukan oleh para pembimbing sebagai independent auditor. Subyek penelitian terdiri dari 1orang kepala sekolah, 6 orang guru,1 orang karyawan sekolah, dan 2 orang wali murid, serta 1 orang penjaga kantin sekolah. Lokasi penelitan adalah di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Kartini desa Kemiren kecamatan Glagah, kabupaten Banyuwangi Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) cara mengintegrasikan nilai-nilai karakter religius dalam perencanaan pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini Kartini Kemiren adalah: a) Pengembangan tujuan pembelajaran disesuaikan dengan indikator Standar Pencapaian Perkembangan Anak, yang diambil dari silabus ditunjukkan dalam tujuan instruksionak khusus. b) Materi bahan ajar, meliputi lima bidang pengembangan yaitu; nilai agama dan moral, fisik motorik, bahasa, kognitif dan seni. c) Strategi pembelajaran, menggunakan berbagai metode seperti bercerita, demonstrasi, bermain peran, dan menyanyi, d) Alat dan sumber bahan, anak dan guru, tape recorder, vcd, gambar-gambar, gunting, kertas lipat, crayon, buku-buku bergambar. e) evaluasi, dengan percakapan, penugasan, unjuk kerja, hasil karya dan observasi. Semua dituangkan dalam RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian). Pemilihan indikator nilai karakter disesuaikan dengan tema dan judul kegiatan yang akan dilaksanakan, (2) cara mengintegrasikan karakter religius dalam pelaksanaan pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini Kartini Kemiren adalah terimplementasi pada pelaksanaan pembelajaran. Melalui tahap-tahap pembelajaran mulai pembukaan, kegiatan inti, istirahat dan penutup. Strategi yang digunakan ada empat langkah. a) Memasukkan nilai-nilai religius dalam setiap bidang pengembangan (pengetahuan), b) mengajak murid berkeinginan untuk melakukan nilai-niali karakter religius (perasaan), c) membiasakan murid untuk melakukan nilai-nilai karakter religius (tindakan), d) mengadakan pemantauan terhadap nilai karakter religius dengan bekerja sama dengan wali murid. Metode yang digunakan adalah; story reading, menyanyi, role playing, pemberian tugas dan unjuk kerja. Penggalian nilai-nilai karakter pada sentra-sentra pembelajaran, membangun penghayatan anak, dan pengkondisian lingkungan sekolah. Evaluasi pendidikan karakter religius di Pendidikan Anak Usia Dini Kartini Kemiren dengan menggunakan pengamatan, portofolio, anecdoctal record dan penerapan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan pembelajaran kooperatif model TGT (teams games tournament) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar geografi siswa kelas VIII SMP Negeri I Kabuh / Ari Setya Sukarsih

 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan di SMP Negeri I Kabuh pada tanggal 29 Maret 2007 dengan guru geografi kelas VIII, aktivitas siswa selama mengikuti pelajaran sangat kurang. Hal ini terbukti waktu proses pelajaran berlangsung dengan waktu 2 x 45 menit hanya dua orang saja yang bertanya, sedangkan yang lainnya hanya mendengarkan dan tidak memperlihatkan keantusiasan belajar. Mata pelajaran geografi masih dianggap pelajaran yang membosankan dan tidak menarik bagi siswa. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang mengantuk pada saat proses pembelajaran. Buku pegangan yang digunakan hanya satu buku geografi. Selain itu, guru masih sering menggunakan metode ceramah dan tanya jawab atau ceramah bervariasi dalam proses pembelajaran dan metode pembelajaran yang digunakan masih kurang variatif. Dengan adanya masalah tersebut perlu dilakukan variasi model pembelajaran agar siswa merasa senang dan aktif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar geografi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan apakah penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar geografi siswa kelas VIII SMP Negeri I Kabuh. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Peningkatan aktivitas belajar ditunjukkan dengan peningkatan aktivitas belajar dengan rata-rata skor 508 pada siklus I menjadi 751 pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar siswa dalam penelitian ini dilihat dari aspek kognitif dan aspek afektif. Pada aspek kognitif, peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil tes dengan rata-rata skor 77,67 pada siklus I menjadi 87,67 pada siklus II. Sedangkan pada aspek afektif, rata-rata skor siswa juga mengalami peningkatan dari 7,16 pada siklus I menjadi 9,56 pada siklus II Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pembelajaran kooperatif model TGT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar geografi siswa kelas VIII SMP Negeri I Kabuh. Untuk itu peneliti menyarankan para guru geografi untuk menerapkan pembelajaran kooperatif model TGT sebagai model alternatif dalam pembelajaran geografi untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dan bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran kooperatif model TGT dalam pembelajaran geografi dengan pokok bahasan yang lain.

Pengembangan media pembelajaran interaktif mata pelajaran fisika pokok materi gerak lurus untuk siswa kelas VII SMP Negeri 1 Slahung / Ridha Bayuavindia

 

Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Fisika, Gerak Lurus Gerak lurus merupakan salah satu pokok materi pada mata pelajaran fisika SMP kelas VII. Pokok materi tersebut dianggap sulit dan kurang diminati siswa. Pada SMP Negeri 1 Slahung, terdapat beberapa masalah yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran gerak lurus fisika kelas VII, antara lain: (1) siswa kesulitan dan kurang tertarik untuk mempelajari gerak lurus; (2) guru mengalami kendala dalam mengilustrasikan materi gerak lurus, karena belum ada media yang dapat mengilustrasikan gerak lurus menggunakan animasi; (3) tidak semua penguatan materi yang dilakukan dengan percobaan berjalan maksimal. Media pembelajaran interaktif merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan pesan dalam pembelajaran dengan menggunakan gambar, animasi, teks, dan tampilan yang memungkinkan siswa berinteraksi dengan komputer untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, dibuat suatu alternatif solusi yaitu pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis web mata pelajaran fisika pokok materi gerak lurus. Model pengembangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Sugiyono yang telah dimodifikasi, dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain dan pembuatan produk; (4) validasi desain dan produk; (5) revisi desain dan produk; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; dan (10) produksi massal. Model pengembangan Sugiyono ini dipilih karena sesuai dengan tahapan-tahapan yang akan dilakukan dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif ini. Produk yang dihasilkan berupa media pem- belajaran berbasis web untuk mata pelajaran fisika pokok materi gerak lurus. Media pembelajaran ini memiliki beberapa fitur, yaitu materi, simulasi, quiz, dan pengelolaan user. Media pembelajaran ini bersifat online, sehingga dapat diakses pada saat pembelajaran di sekolah maupun di luar sekolah. Hasil produk tidak dapat langsung digunakan, akan tetapi harus melalui uji coba menggunakan instrumen validasi. Hasil validasi diproses menggunakan analisis data kualitatif dan deskriptif. Terdapat tiga subjek coba dalam penelitian ini yaitu ahli media, ahli materi, serta siswa kelas VII SMP Negeri 1 Slahung. Instrumen pengumpulan data berupa angket tertutup. Hasil dari angket tersebut diolah menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil analisis data validasi dan uji coba, diperoleh persentase dari ahli media sebesar 98,38%, ahli materi sebesar 97,22%, uji coba kelompok kecil sebesar 91,36%, dan uji coba lapangan sebesar 90,27%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran dinyatakan layak dan siap digunakan dalam pembelajaran.

Evaluasi mutu organoleptik tofi pepaya (Carica Papaya L) dengan penggunaan gula kelapa, gula aren dan gula tebu / oleh Yuli Nurrosyeda

 

Perbedaan penerapan model brainstorming dengan model konvensional terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran PKn di SDN Wonokerto 02 Kabupaten Malang / Wilujeng Winda Dewi

 

Kata Kunci: Model Brainstorming, Model Konvensional, Aktivitas, Hasil Belajar, PKn SD. Dalam pembelajaran terjadi interaksi yang intensif antara guru dan siswa. Guru harus bisa memilih model pembelajaran yang tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran, sehingga dapat memudahkan siswa mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar siswa kelas V melalui pembelajaran model Brainstorming dan pembelajaran model Konvensional pada mata pelajaran PKn, 2) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar siswa kelas V melalui pembelajaran model Brainstorming dan pembelajaran model Konvensional pada mata pelajaran PKn. Model Brainstorming merupakan model pembelajaran yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat dijadikan sebagai sarana siswa untuk saling menghargai sehingga siswa berani untuk mengungkapkan ide-ide yang dimilikinya tanpa mendapatkan kritik. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Penelitian dilakukan di SDN Wonokerto 02 kabupaten Malang pada tahun ajaran 2011/201. Materi pokok yang diajarkan adalah keputusan bersama. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas Va sebagai kelas eksperimen dan kelas Vb sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data melalui tes dan observasi. Data yang dianalisis dalam penelitian ini yaitu data hasil belajar dan data aktivitas belajar. Data hasil belajar dianalisis dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan rata-rata dan uji hipotesis. Data aktivitas belajar siswa diuji dengan menggunakan uji Mann Whitney. Dari hasil uji hipotesis hasil belajar diketahui t hitung = 4,930 > t tabel = 2,011, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dari uji hipotesis aktivitas belajar siswa diketahui p hitung = 0,007 < p tabel = 0,05, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan aktivitas belajar siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen Ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar dan aktivitas siswa kelas kontrol dan siswa kelas eksperimen. Hasil belajar dan aktivitas belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari siswa kelas kontrol. Saran untuk guru adalah hendaknya mengupayakan pembelajaran dengan model-model yang inovatif agar siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran, dan hendaknya guru menerapkan model Brainstorming pada mata pelajaran PKn.

Analisis perbedaan economic value added (EVA) dan harga saham sebelum dan sesudah merger pada beberapa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta / Ni Kadek Sri Ony Pariartini

 

Dunia usaha yang makin berkembang akan memunculkan suatu persaingan yang tajam dan kompetitif antar perusahaan. Setiap perusahaan berupaya untuk mengimbangi kompetitornya agar tidak kalah dalam persaingan dan terhindar dari kebangkrutan. Untuk memperoleh keberhasilan dalam persaingan maka diperlukan suatu langkah yang tepat dan strategis. Salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan adalah menggabungkan diri dengan perusahaan lain. Dengan bergabung, dua perusahaan atau lebih dapat saling menunjang kegiatan usaha, sehingga kekuatan yang dihasilkan bisa jauh lebih besar dibandingkan bila dilakukan sendiri-sendiri. Tujuan dari perusahaan menilai kinerja keuangan adalah sebagai alat evaluasi untuk memperbaiki keadaan perusahaan agar lebih baik daripada sekarang. Dimana terjadi penilaian terhadap hasil analisis atas laporan keuangan agar dapat mengetahui prestasi yang telah di capai dalam kurun waktu tertentu. Dimana dalam mengukurnya dapat menggunakan konsep economic value added (EVA). Economic value added (EVA) adalah metode yang penting untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan setelah memberikan nilai tambah sebagai hasil perhitungan laba operasional perusahaan setelah pajak atas biaya modal yang digunakan. Perubahan nilai EVA berkaitan dengan kemungkinan pergerakan harga saham di bursa efek dan penerimaan pembagian keuntungan. Penelitian ini meneliti kinerja keuangan dan harga saham pada beberapa perusahaan yang go public di BEJ yang melakukan merger tahun 2001. Merger adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan dimana satu perusahaan tetap hidup sedangkan perusahaan lainnya dilikuidasi. Rumusan masalahnya adalah apakah terdapat perbedaan nilai EVA sebelum dan sesudah merger pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan apakah terdapat perbedaan harga saham sebelum dan sesudah merger pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Sedangkan tujuannya yang mengacu pada rumusan masalah adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai EVA yang signifikan sebelum dan sesudah merger pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan harga saham yang signifikan sebelum dan sesudah merger pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif, dengan menggunakan konsep EVA dan harga saham. Dimana konsep EVA terdiri dari sub variabel: cost of debt, cost of equity, struktur modal, WACC dan EVA itu sendiri. Sedangkan harga saham terdiri dari sub variabel Closing price(harga penutupan saham). Sedangkan populasi yang digunakan yakni pada beberapa perusahaan yang go public di BEJ yang melakukan merger tahun 2001. Pemilihan sampel dengan memilih perusahaan-perusahaan yang go public di BEJ yang melakukan merger tahun 2001 yang datanya dapat diperoleh. Pengumpulan data menggunakan data dokumentasi, yaitu laporan keuangan yang dipublikasikan dari data sekunder yang diterbitkan oleh BEJ. Data diperoleh dari Pusat Data Bisnis Universitas Negeri Malang, Pojok Bursa Universitas Brawijaya Malang dan Pusat Informasi Pasar Modal Malang. Uji hipotesis dengan menggunakan uji normalitas terlebih dahulu. Lalu dilanjutkan dengan uji peringkat tanda (Wilcoxon’s Signed Rang Test) karena datanya tidak berdistribusi normal. Dari hasil penelitian terbukti bahwa tidak terdapat perbedaan nilai EVA yang signifikan antara sebelum dan sesudah merger sehingga nilai tambah perusahaan yang diinginkan belum tercapai. Dan juga terdapat perbedaan harga saham yang signifikan antara sebelum dan sesudah merger hal ini disebabkan oleh perusahaan melakukan merger sehingga membuat investor lebih waspada dan berhati-hati. Dari hasil penelitian dapat disarankan bagi perusahaan yang melakukan merger untuk dapat meningkatkan kinerjanya terutama dalam pengelolaan sumber-sumber dana secara efektif dan efisien sehingga menarik minat investasi untuk menanamkan modalnya. Dalam melakukan investasi, investor sebaiknya memperhatikan faktor-faktor internal seperti kinerja manajemen perusahaan dan faktor-faktor eksternal perusahaan yang mungkin akan dapat berpengaruh terhadap pembentukan harga saham.

Hubungan minat baca dengan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN se-Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto / Efi Lindasari

 

Kata Kunci: Minat Baca, Menulis Puisi, SD Membaca dan menulis sebagai aktivitas komunikasi ibarat mata uang logam yang sisi-sisinya saling melengkapi. Antara membaca dan menulis terdapat hubungan yang saling menunjang dan melengkapi. Artinya, kebiasaan membaca tidak mungkin terlaksana tanpa kebiasaan menulis atau mengarang, sebaliknya kebiasaan menulis tidak akan bermakna tanpa diikuti oleh kebiasaan membaca. Minat baca tidak selalu timbul dengan sendirinya pada diri seseorang, termasuk anak-anak. Minat baca anak-anak perlu dikembangkan sejak masih di bangku Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat baca dan keterampilan menulis puisi serta untuk mengetahui ada tidaknya hubungan minat baca dengan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN se-Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang positif antara minat baca dengan keterampilan puisi siswa. Penelitian ini dilakukan di SDN se-Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto, tanggal 7 April sampai 14 April 2012. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian korelasional. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis korelasi serial. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa kuesioner atau angket dan dokumentasi yang berasal dari tulisan hasil karya siswa. Dari hasil analisis data diperoleh sebagian kecil (32%) siswa yang minat bacanya tinggi, sebagian besar (67%) siswa yang minat bacanya sedang, hampir tidak ada (1%) siswa yang minat bacanya rendah. Secara umum rata-rata minat baca siswa cukup (x = 61,09 = 61,09%). Sedangkan sebagian besar (73,26%) siswa yang keterampilan menulis puisinya cukup, sebagian kecil (23,26%) siswa yang keterampilan menulis puisinya rendah, hampir tidak ada (3,47%) siswa yang keterampilan menulis puisinya baik. Secara umum rata-rata keterampilan menulis puisi siswa tergolong baik (x = 66,41 = 66,41%). Dari hasil perhitungan korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara minat baca dengan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN se-Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto (thitung sebesar 34,3116 lebih besar dari ttabel sebesar 1,968). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara minat baca dengan keterampilan menulis puisi siswa. Dan disarankan kepada siswa untuk senantiasa meningkatkan kegiatan membaca. Bagi orang tua agar selalu mendorong dan menanamkan kebiasaan membaca pada anak sejak dini. Bagi guru diharapkan mampu membangkitkan minat baca siswa dengan membuat sudut baca di kelas. Bagi kepala sekolah hendaknya berupaya untuk meningkatkan sarana dan prasarana perpustakaan sekolah.

Program kembali ke surau: kasus pendidikan luar sekolah di Nagari Muara Panas Solok Sumatera Barat / Husnul Khalqi

 

Salah satu metode pemerintahan Indonesia dalam mengatasi masalah pendidikan adalan penegasan tentang keberadaan Pendidikan Luar Sekolah terkait dengan permasalahan pendidikan dalam bidang relevansi, pemerataan, efisiensi dan kualitas pendidikan. Khususnya di Kenegarian Muara Panas Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok, kebijakan ini (PLS) dilaksanakan dalam bentuk Program Kembali ke Surau. Hal ini dilakukan selain untuk membudayakan budaya surau, juga untuk mengantisipasi perubahan moral baik kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai agama maupun pemahaman terhadap nilai-nilai adat. Perubahan moral tersebut misalnya ; generasi penerus yang tidak bisa baca tulis Al-Qur’an, dan kurang adanya sopan santun dalam hubungan bermasyarakat antara yang muda dengan yang tua. Artinya, kembali ke surau adalah upaya untuk menyeimbangkan kembali norma adat dan norma agama dalam kehidupan masyarakat. Program ini termuat dalam “Program Penyelenggaraan Kembali ke Surau” oleh pemerintah daerah Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi dan fungsi surau di Kenegarian Muara Panas, mengindentifikasi faktor-faktor yang mendorong masyarakat untuk kembali aktif di surau, serta menjelaskan sistem pelaksanaan Pendidikan Luar Sekolah di Surau. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif dan bentuk penelitian ini adalah studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi partisipasif, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa yang dipakai adalah reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kegunaan penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan ilmu kependidikan, khususnya Pendidikan Luar Sekolah yang terkait dengan kegiatan kependidikan luar sekolah di surau. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, pertama, kondisi dan fungsi surau yang mengalami peralihan yaitu penanaman nilai-nilai agama dan budaya yang pada awalnya dilaksanakan hanya di surau, sekarang boleh dilaksanakan di luar surau atau mempunyai bangunan sendiri (TPA/TPQ). Kedua, faktor yang mendorong masyarakat untuk kembali aktif di surau adalah kebutuhan akan surau itu sendiri seperti kebutuhan rohaniah serta keinginan untuk mengembalikan falsafah “adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah” atau menyeimbangkan antara norma adat dengan norma agama. Ketiga, sistem pelaksanaan PLS di surau dapat dilihat dari program kembali ke surau yang berdasarkan kebutuhan warga belajar, bersifat fungisonal, mempunyai kelenturan, pembelajaran dengan orientasi andragogi, serta integratif. Saran dari hasil penelitian ini adalah : (a) Penelitian, perlu diadakan pendekatan lebih dalam terhadap program kembali ke surau untuk meningkatkan pengalaman praktis serta memperdalam pengetahuan, (b) Jurusan PLS, perlu dilakukan penelitian lanjut untuk membandingkan antara pendidikan surau dengan pendidikan yang lain dalam ruang lingkup pendidikan luar sekolah, (c) Masyarakat, perlu adanya dukungan ril terhadap perkembangan sistem pendidikan luar sekolah ditempatnya masing-masing baik dukungan berupa dana, pikiran maupun tenaga.

Perlindungan hukum bagi pekerja sektor informal (home industry) Widya Usaha di Pujon Lor Kabupaten Malang / Indra Bayu Winata

 

ABSTRAK Winata Indra, Bayu. 2016. Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Sektor Informal Home Industry Widya Usaha Di Pujon Lor Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (1) Dr. Didik Sukriono, S.H, M.Hum, (2) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum Kata Kunci: perlindungan hukum, pekerja, sektor informal, home industry, perusahaan. Sektor informal adalah sektor yang menekan angka pengangguran cukup banyak utamanya dinegara yang sedang berkembang tetapi kurang mendapat perlindungan hukum yang maksimal dari negara. Widya Usaha ini adalah salah satu perusahan yang bersifat home industry dalam sektor informal dan memiliki pekerja yang memenuhi ciri-ciri home industry. Ketika mengamati perusahan sektor informal sebagai simbol dari sistem ekonomi yang paling dominan. Perlindungan hukum yang diberikan kepada pekerja/buruh secara keseluruhan sebagai tenaga kerja berlawanan dengan perusahaan sektor informal. Karena tidak adanya kepastian hukum inilah maka peneliti tertarik untuk membahas masalah ini. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi pekerja sektor informal khususnya di home industry, pelaksanaan perlindungan hukum terhadap hak-hak pekerja di Widya Usaha, dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan perlindungan hukum di Widya Usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di Widya Usaha Pujon Lor Kabupaten Malang. Narasumber dari penelitian ini adalah pemilik Widya Usaha, pekerja tetap, pekerja tidak tetap, KASI DISNAKERTRANS, KABID DISNAKERTRANS, dan pekerja sektor formal yang tergabung dalam SPSI. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, kemudian penyajian data, dan mengambil kesimpulan. Pada pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan sumber. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut Pertama, tidak ada kepastian hukum untuk perlindungan hukum terhadap hak-hak pekerja sektor informal menurut Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hal ini menjadi masalah dikarenakan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tenttang Ketenagakerjaan tidak membedakan secara jelas pekerja di sektor formal dan informal. Kedua, perusahaan ini melaksanakan perlindungan hukum untuk melindungi pekerja dengan hukum yang dibuat sendiri oleh pemilik, yang kemudian hukum tersebut disebut kontrak kerja atau sesuai perjanjian yang telah disepakati. Ketiga, Faktor-faktor yang memepengaruhi pelaksanaan perlindungan hukum terhadap hak pekerja di Widya Usaha adalah karena sistem kerja kontraknya yang bersifat kekeluargaan. Menurut Pak Dudik kontrak yang bersifat kekeluargaan itu didasarkan pada toleransinya sebagai pemilik. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan sebagai berikut: 1) Kepada Presiden dan DPR harap segera melakukan revisi terhadap Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan khususnya terkait Perlindungan Hukum terhadapa pekerja sektor Informal. 2) Kepada Disnakertrans Kab. Maang hendaknya memberikan Perlindungan Hukum kepada asektor informal yang ada di wilayah Kab. Malang. 3) Kepada para Pengusaha di sektor informal hendaknya menjamin secara penuh dan benar hak-hak pekerjanya hal ini dapat dilakukan dengan Pembuatan kontrak kerja yang memuat hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha secara adil.

Implementasi pendekatan pembelajaran BCCT (Beyond Center and Circle Time) untuk mengembangkan kecerdasan emosional anak usia dini / Etantri Arienta Mulyono

 

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan kunci utama pembangunan sebuah bangsa. Dimana kualitas manusia akan ditemtukan oleh rangsangan yang diberikan pada otak anak karena pada saat inilah kemampuan otak manusia mengalami perkembangan pesat. Untuk itu pendidikan anak usia dini harus menjadi pembelajaran yang berorientasi pada anak dengan segala potensi dan kemampuannya baik kemampuan kognisi, afeksi, psikomotorik, bahasa, dan social emosional. Salah satu pendekatan pembelajaran anak usia dini yang berorientasi pada anak ialah BCCT (Beyond Center and Circle Time). Dimana BCCT memiliki keunggulan-eunggulan dalam memberikan stiulan bagi pertumbuhan anak usia dini. Salah satunya adalah BCCT dapat menstimulan perkembangan aspek social emosional. Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui implementasi BCCT dalam mengembangkan keerdasan emosional anak usia dini di Play Group AS-Sakinah Kepanjen. Sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah orang tua murid dan tutor Play Group As-Sakinah yang diperoleh melalui eknik total sampling.pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, angket dan wawancara. Teknik analisis data yng digunakan adalah deskriptif dengan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) dari segi penerapannya, implementasi BCCT di Play group Assakinah telah berlangsung dengan baik yang didasari oleh penilaian orang ua sebesar 43% dan tutor sebesar 52 %., (2) Dari segi tercapainya tahap kecerdasan emosional anak, implementasi BCCT terbukti dapat membantu pencapaian tahap perkembangan kecerdasan emosional anak, ini ditunjukkan dengan tercapainya tahap perkembangan ecerdasan emosional anak pada usia 2-4 tahun oleh warga belajar setelah menerima pendekatan BCCT. (3) terdapatnya keterkaitan antara tingkat pendidikan orang tua dan jenis pekerjaan orang tua terhadap pencapaian kecerdasan emosional anak. Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang diberikan adalah (1) perlunya peningkatan pemahaman mengenai pola asuh dan aspe tumbuh kembang anak bagi para tutor dan orang tua guna peningkatan mutu sumber daya bangsa, (2) bagi tutor PAUD hendaknya memegang teguh dan konsisten terhadap prinsip-prinsip pembelajara PAUD, (3) perlunya keterlibaab tutor dala berbagai macam seminar dan pelatihan yang terkait dengan anak usia dini demi perbaikan mutu pendidikan anak usia dini, (4) peneliti berikutnya hendaknya mengembangkan persoalan pengkajian mengenai keefektifan pendekatan BCCT dan fungsinya bagi tumbuh kembang ana dengan melakukan studi empiric yang lebih luas dan detail agar diperoleh hasil yang lebih ekstensif.

Pengembangan pembelajaran materi narkoba dengan media interaktif untuk siswa SMA kelas X / Adi Budi Wiranata

 

Keywords : Interactive learning media, drug material. Drug is the medicine or substance that can calm nerve, resulting unconsciousness, or anesthesia, made disappear painful and sick, causing sleepy or stimulate, it can cause stupor’s effect, adiksi or addicted. The using of drug can make negative’s impact towards physical or psicological, because of that the information of drug or the material about drug’s danger must be given for each school. It has the purpose in order to student or educate’s participant can comprehend that drug is very dangereous. If the educate’s participant can comprehend it, they can dodge the drug as a wish. In the material’s presentation of drug, teachers have to use the learning media that can attract the interesting of student. Based on the result of observation and interview, 78,75% student choose e-book or computer’s software as the media that interests student and the teachers of physical education have no the learning media, yet. Based on it, this observation has the purpose to develop the material learning about drug with using interactive’s media wished that it can attract and increase especially, the interesting for student about drug. This learning media also has the purpose to make the student easier in comprehending the material that presented by teacher. The form of development in this observation using the form of research’s development and development from Bord and Gall that have been modified by the researcher. Observation’s procedure and the development in this observation as the following : (1) an analysis of the requirement through interview and the spread of poll. (2) the making of product’s program based on the result of interview and the spread poll. (3) the begining’s product ( it consists the media of interactive’s learning about drug) and then, it’s evaluated by one’s expert, one’s learning expert, one’s healthy expert and then revision of product. (4) the experiment towards small group with 16 subject. (5) the product’s revision appropriates with the analysis towards the experiment of small group. (6) the experiment of big group that’s done towards 35 subject. (7) doing revision to perfecting the last product. Based on the data collection using instrument in form of quizioner, it’s gotten the result as the following : (1) the result of media’s expert evaluation get the point as big as 100% in order to it’s declared that it’s good and suitable to be used, the learning’s expert state that 100% is good and suitable to be used, and the healthy’s expert state that 90% is claimed well and suitable to be used. (2) the result of small group’s experiment get 79,23% and it’s stated good and suitable to be used. (3) the result of big group’s experiment get the point 81,43% and it’s stated good and suitable to be used. The result of the development’s product is inetractive’s learning media consisting the concepts of material about drug. This product will be formed in CD (compact disc) and it’s completed with the guide’s book. Product that’s developed in computer software form has the advantage as the following : 1) the student is more enthusiastic and interested in learning processing, it’s caused the product that is used by teacher interest the student, because the presentation uses music’s background, animation, video and picture that can interact with the user in order to the user can control and choose what becomes the user want. 2) it’s easier to be learned, because this learning media uses menu’s buttons in each its display in order to the user can choose the material that will be learned is appropriate with the user want. 3) this product is very simple and effisien to be used, because the file size is relative small and it’s very easy to education’s importance, especially in physical education learning.

Hubungan tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap cara memilih permukiman di kecamatan Mojoroto kotamadya Kediri / oleh Arini Indah Hidayaty

 

Pengembangan model pembelajaran kontekstual berbasis e-learning sebagai suplemen belajar animasi dasar untuk siswa SMK kelas X / Choiro Nikmah

 

Kata kunci: sumber belajar, kontekstual, e-learning, animasi 2 dimensi, suplemen Proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut untuk dapat menguasai keterampilan pada kompetensi yang diberikan. SMK Negeri 10 Malang memiliki program keahlian multimedia dengan kompetensi pembuatan animasi 2 dimensi. Hasil observasi dan wawancara dilapangan siswa masih kesulitan dalam menerima pelajaran, dan belum tersedianya sumber belajar untuk materi animasi 2D. Siswa mendapat pengetahuan langsung dari guru yang menyebabkan siswa berulang kali lupa dan guru harus terus mengulang materi pelajaran. Tujuan pengembangan ini yaitu mendisain, mengembangkan, dan menguji tingkat kelayakan dari sumber belajar animasi 2 dimensi dengan pendekatan kontekstual berbasis e-learning sebagai suplemen belajar animasi dasar 2 dimensi. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE yang terdiri dari: (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) hasil pengembangan isi, (5) produksi, (6) launching dan ditiap tahap selalu diadakan evaluasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada pengembangan ini berupa angket yang disebarkan kepada ahli media, ahli materi, dan responden. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Sampel uji coba diambil dari peserta didik SMK Negeri 10 Malang. Hasil yang dicapai dari pengembangan ini adalah tersedianya sumber belajar yang telah diuji validitasnya, sehingga dinyatakan layak digunakan sebagai suplemen berbasis e-learning dengan pendekatan kontekstual. Hasil uji validitas sumber belajar oleh ahli media mencapai persentase 93,8%, ahli materi mencapai persentase 88,54%, dan uji coba lapangan terhadap 110 orang siswa pada tingkat X jurusan Multimedia di SMKN 10 Malang mendapat persentase 86,36%, sehingga dapat disimpulkan bahwa sumber belajar animasi 2 dimensi layak digunakan sebagai suplemen. Selain itu sumber belajar dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang pembelajaran mandiri seperti download materi (modul teks dan gambar, media audio video), quiz, forum diskusi, chat room dapat diakses secara online/internet

Pengaruh model pembelajaran inquiry based learning terhadap kecerdasan emosional dan hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa sekolah dasar / Maharani Lelasari

 

ABSTRAK Lelasari, Maharani. 2016. Pengaruh Model Inquiry Based Learning Terhadap Kecerdasan Emosional dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Eka Pramono Adi, S.IP, M.Si(II) Dr. Henry Praherdiono, M.Pd Kata Kunci: Model Pembelajaran Inquiry Based Learning, Inquiry Lesson, Interactive Demonstration, Kecerdasan Emosional, Hasil Belajar Banyak yang berpendapat bahwa untuk meraih hasil belajar yang tinggi, seseorang harus memiliki Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi. Padahal inteligensi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang, karena ada faktor lain yang mempengaruhi yaitufaktor internal salah satunyakecerdasan emosional. Sedangkan faktor eksternal juga berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar siswa diantaranya yaitu model pembelajaran. Model pembelajaran memiliki kedudukan yang amat strategis dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA=Sains) di sekolah dasar (SD) menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan ilmiah serta sikapilmiah. Sebagaimana dinyatakan dalam Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP, 2006) bahwa pembelajaran sains sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah, dimaksudkan untuk menumbuhkan kemampuan bekerja, berfikir, dan bersikap ilmiah, serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting dalam kecakapan hidup. Model pembelajaran inkuiri merupakan salah satu model yang dipandang sesuai untuk digunakan dalam meningkatkan hasil belajar sains siswa dan melibatkan pengem-bangan kecerdasan emosional siswa, karena dalam model inkuiri melibatkan siswa untuk aktif bepikir secara sungguh-sungguh dan menemukan pengetahuan yang ingin diketahuinya. Keterlibatan siswa yang lebih besarmemberikan kemungkinan kepada siswa untuk memperluas wawasan dan mengembangkan konsep diri secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan kecerdasan emosional antara kelompok siswa yang belajar dengan model inkuiri berbasis inquiry lesson dibandingkan model inkuiri berbasis interactive demonstration. (2) perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model inkuiri berbasis inquiry lesson dibandingkan model inkuiri berbasis interactive demonstration. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan desain penelitian the non-equivalent posttest only control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling, dengan sampel penelitian kelas VA berjumlah 20 orang siswa dan kelas VB berjumlah 17 orang siswa. Instrumen penelitian berupa instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata nilai kecerdasan emosional kelompok eksperimen sebesar 104,45 dan kelompok kontrol 96,24. Hasil uji-t untuk kecerdasan emosional menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,004 < 0,05. Sehingga hipotesis ada perbedaan kecerdasan emosional antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diterima. Sedangkan hasil analisis data hasil belajar menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelompok eksperimen sebesar 84,75 dan kelompok kontrol sebesar 82,94. Hasil uji-t hasil belajar menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,633 > 0,05. Sehingga hipotesis ada perbedaan hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ditolak.

Studi pemahaman konsep asam basa Arrhenius melalui penggambaran mikroskopis pada siswa kelas II SMU Negeri 2 Malang tahun pelajaran 1998/1999 / oleh Alfiah

 

Pelesapan subjek pada tuturan awal bahasa Indonesia murid-murid kelas rendah sekolah dasar yang berbahasa ibu bahasa Sasak / oleh Rusdiawan

 

Practicing conversations with native speakers in the teaching of speaking at MTs. Nurul Huda Pelabuhanratu Sukabumi / Hermanto

 

Thesis. Graduate Program of English Language Teaching of State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Arwijati W Murdibjono, Dipl., Tesl, (2) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd, M.Ed. Key words: conversation, native speakers, teaching of speaking. This research is an attempt to observe the activity of conversation in the teaching of speaking involving a native speaker at MTs Nurul Huda Pelabuhanratu Sukabumi, West Java. It is aimed at describing and finding out the contribution from the native speaker to the students, particularly to the students’ speaking skill, and the aspects which were observed are; a) the process of the teaching of speaking, b) students’ participation, and c) students’ perception. Therefore this research is designed for descriptive qualitative. As the source of the data in this research, the researcher cooperated with an American Economics teacher (Miss Crissy Goldman) from university of Hawaii who has stayed in the place where the researcher from, that is Pelabuhanratu, for about 6 months, She taught 10 students who are the subject of this research, and they are from eighth and ninth grades who join in the extracurricular program, namely English Conversation Club (ECC). In obtaining the data, the researcher used some instruments; 1) the researcher himself, 2) a digital camera, 3) an Mp3 device, 4) observation checklist, 5) interview sheet, and, 6) questionnaire sheet. The second and third instruments were used to record the entire activities of the first question of the research, while the forth instrument was used to find the answer of second question of the research, and the fifth and the sixth instruments were used to find out the answer of the last question of the research. Based on the data obtained, the researcher found that the teaching learning activities always started with greeting, did not use three phase techniques, employed question and answer activity, employed dictation activity, and no specific strategy used, while the participation of the students can be categorized as an active participation due to all of the students get involved actively, and the students’ perception about this activity was very good, 100% of the students wanted to join this program in a longer duration and with more frequency. All of the students said that this activity can enhance their knowledge of English notably on pronunciation, and can increase their courage to speak as well. Finally it is suggested that English teachers should learn something from native speakers, notably the way of the interaction used, in order to make the students become more active participants in the teaching learning activities of speaking. It is also suggested that the principals can support this activity by providing the needs in this activity such as; a digital camera or a handy cam. For the students, they are suggested to join this activity in order to learn much about speaking, for future researchers who want to conduct similar research are recommended they use the findings of this research as reference and they are able to implement this model of research in a higher level such as MA or SMA. They are also suggested to do more investigations on how native speaker teaching speaking.

Korelasi intensitas tanaman tebu dan kondisi fisik tanah di lahan sawah kecamatan Kwadongan kabupaten Ngawi / oleh Peni Susilowati

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 |