Pengaruh pembelajaran organisasi terhadap komitmen organisasional, kepuasan kerja dan inovasi (studi pada usaha mikro kecil dan menengah industri mitrabinaan PT Telkom Divisi Regional V Jawa Timur) / Tuti Andjarsari

 

Disertasi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.: Pembimbing (I) Prof.Dr Umar Nimran, MA, (II) Prof.Dr Budi Eko Soetjipto, MSi, M.Ed, (III) Prof.Dr Ery Tri Djatmika, MSi, MA Kata kunci: pembelajaran organisasi, komitmen organisasional, inovasi, kepuasan kerja, UMKM. UMKM secara umum mempunyai permasalahan permodalan, pemasaran tetapi juga kurangnya pengetahuan dan sumberdaya yang berkualitas. Untuk itu diperlukan solusi untuk memberdayakan UMKM agar usahanya lebih kompetitif karena mereka berbeda secara subtansial dengan organisasi besar. Salah satu cara adalah menciptakan daya saing dengan implementasi transfer pengetahuan melalui pembelajaran organisasi di UMKM. Kebijakan pemerintah untuk memberdayakan UMKM diantaranya adalah Peraturan Menteri (PERMEN) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No: Per-05/ MBU/2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan (PBL).Salah satu BUMN yang melaksanakan peraturan menteri tersebut adalah PT Telkom Persero Divre V Jawa Timur. Dalam membina mitra binaannya, PT Telkom memberikan permodalan berupa pemberian pinjaman lunak, pelatihan dan mengikutsertakan mereka pada ajang pameran. Untuk melihat efektifitas pelaksanaan pelatihan dan atau pameran yang diikuti diukur dengan pendekatan non finance yang membutuhkan pendekatan multivariabel seperti komitmen untuk melaksanakan, penumbuhkan ide-ide dan kreatifitas sehingga menimbulkan inovasi-inovasi baru dalam pengelolaannya serta tingkat kepuasan kerjanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, secara empiris pengaruh pembelajaran orgniasisi terhadap komitmen organisasional, inovasi, an kepuasan kerja pada UMKM industri Mitrabinaan PT Telkom Divisi Regional V Jawa Timur. Rumusan masalah dihipotesiskan berdasarkan literatur dan tinjauan empiris.Hipotesis diuji dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan sampel yang representatif sebanyak 136 pemilik/manager UMKM Industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara langsung pembelajaran Organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap komitmen organisasional maupun dengan inovasi, akan tetapi pengaruh pembelajaran organisasi terhadap kepuasan kerja adalah negatif signifikan, selain itu ditemukan pengaruh komitmen organisasional terhadap kepuasan kerja dan pengaruh inovasi terhadap kepuasan kerja adalah positif signifikan, sedangkan pengaruh tidak langsung pembelajaran organisasi terhadap kepuasan kerja positif signifikan, dimana pengaruh ini mendapat sumbangan terbesar dari pengaruh inovasi terhadap kepuasan kerja. Keterbatasan utama dalam penelitian ini adalah pengumpulan data berdasarkan cross- sectional sehingga kemungkinan terjadi jawaban reseponden yang bersifat subyektif. Rekomendasi: pertama bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kurikulum pendidikan kewirausahan di SLTA maupun perguruan tinggi perlu dilakukan pembenahan dan evaluasi, khususnya pada pola penanaman nilai nilai pentingnya transfer pengetahuan melalui pembelajaran organisasi, peneliti lain disarankan untuk mengembangkan penelitian ini di organisasi/perusahaan besar dengan menambah variabel lain seperti kinerja organisasi, baik diukur dalam sektor finance seperti tingkat profitabilitas (ROA/ROE) maupun pada sektor non finance seperti jumlah pangsa pasar atau jumlah volume penjualan.Kedua bagi pihak pemerintah,hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi pihak pemerintah/BUMN untuk mengevaluasi pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) terutama dalam pengembangan UMKM sehingga tujuan pemerintah/BUMN dalam memberdayakan mereka dapat terwujud. Ketiga dalam membina mitra binaannya PT Telkom perlu melakukan pemilahan terhadap subyek yang akan dibina sehingga tidak terjadi gap dalam menerima pelatihan/ketrampilan selain itu dalam membina mitra binaannya disesuaikan dengan kebutuhan mereka; kerjasama PT Telkom dengan perguruan tinggi atau pihak-pihak yang terkait hendaknya dapat diintensifkan lagi untuk memberdayakan UMKM mitrabinaannya dengan mengakomodasi kebutuhan mereka. Keempat bagi UMKM hasil penelitian diharapkan dapat dipakai sebagai cermin atas pemberdayaan yang telah diberikan PT Telkom, sehingga pihak UMKM dapat memberi masukkan jenis pelatihan apa yang dibutuhkan secara berkelanjutan. Dengan demikian pemberdayaan PT Telkom dapat tepat sasaran dan tercipta budaya pembelajaran organisasi yang berkelanjutan.

Analisis eagles untuk mengukur kinerja keuangan pada perusahaan perbankan sebelum dan sesudah go public di Bursa Efek Jakarta tahun 2000-2006 / Lutfiah

 

Kemampuan perusahaan perbankan diukur melalui kinerja keuangannnya Pada penelitian ini kinerja keuangan diukur menggunakan analisis EAGLES yang terdiri dari enam aspek penilaian kinerja keuangan yaitu earning ability, asset quality, growth rate, liquidity, equity, dan strategic management. Analisis EAGLES adalah sebuah aspek penilaian kinerja keuangan bank yang dipelopori oleh John Vong (1995), sebagai pendekatan yang disarankan untuk mengukur dan membandingkan kinerja bank secara lebih tepat, objektif, dan konsisten. Dengan melakukan Go Public diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan perbankan. Melalui penawaran umum perdana saham (Go Public) sebuah perusahaan dapat menjual saham atau efeknya kepada masyarakat. Dari segi perusahan, dana yang masuk dari masyarakat ke perusahaan akan memperkuat posisi permodalan ; khususnya utang berbanding modal. Dana dapat digunakan untuk ekspansi, diversifikasi produk atau mengurangi hutang. Hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan kinerja keuangan antara sebelum dan sesudah Go Public. Penelitian ini dilakukan kepada 11 perusahaan perbankan yang melakukan Go Public pada tahun 2000-2003. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan individu bank yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, dan laporan kualitas aktiva produktif. Dalam penelitian ini menggunakan dua alat uji statistik, Wilcoxon Signed Rank Test digunakan untuk mengetahui adanya perbedaaan kinerja keuangan bank sebelum dan sesudah Go Public dari rasio EAGLES secara parsial. Sedangkan Manova Test digunakan untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan yang signifikan pada kinerja keuangan perusahaan perbankan berdasarkan analisis EAGLES secara simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan meskipun terdapat perbedaan yang signifikan pada pengujian hipotesis secara simultan untuk 2 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah Go Public, serta perbedaan yang signifikan pada beberapa rasio EAGLES secara parsial, akan tetapi pada pengujian hipotesis 1, 2, dan 4 secara simultan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kinerja keuangan yang signifikan untuk sebelum dan sesudah Go Public. Dari hasil pengujian hipotesis secara parsial selama 4 tahun periode penelitian, hanya rasio likuiditas yang menunjukkan perbedaan secara signifikan.

Pengaruh motivasi belajar dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Bhakti Mulia Pare / Sofi Riska Mulyanto

 

Kata Kunci: Pengaruh Motivasi Belajar, Kebiasaan Belajar, Prestasi Belajar Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa termasuk motivasi belajar dan kebiasaan belajar. Motivasi belajar termasuk faktor internal yang berpengaruh terhadap prestasi belajar, yang diartikan sebagai keadaan pribadi belajar dan mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai hasil belajar. Siswa yang memiliki suatu kebiasaan belajar yang dilaksanakan secara teratur dan berkesinambungan akan dapat membantu penguasaan siswa terhadap mata pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang (1) Bagaimana kondisi motivasi belajar, kebiasaan belajar dan prestasi belajar siswa Administrasi Perkantoran SMK Bhakti Mulia Pare, (2) pengaruh antara motivai belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Bhakti Mulia Pare, (3) pengaruh antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Bhakti Mulia Pare. Variabel dalam penelitian ini adalah Motivasi belajar (X_1) dan Kebiasaan Belajar (X_2) serta Prestasi Belajar (Y). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian motivasi belajar dan kebiasaan belajar didasarkan pada persepsi siswa. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 77 siswa. Teknik pengambilan data untuk variabel motivasi belajar dan kebiasaan belajar adalah dengan menggunakan angket. Sedangkan pengambilan data variabel prestasi belajar siswa dengan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh yang positif signifikan Motivasi belajar (X_1) terhadap Prestasi Belajar (Y) nilai Sig-t < α= 0,05 dan t_hitung= 0,388> t_tabel= 0,2242. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar (X_1) berpegaruh secara sigifikan terhadap prestasi belajar siswa (Y), (2) terdapat pengaruh yang positif signifikan Kebiasaan Belajar (X_2) terhadap Prestasi Belajar (Y) nilai Sig-t 0,000 < 0,05 dan t_hitung= 0,542> t_tabel= 0,2242. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kebiasaan belajar (X_2) berpegaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa (Y). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diharapkan (1) siswa bisa meningkatkan lagi motivasi belajarnya. Peran dari berbagai berbagai pihak sangat diperlukan, baik dari diri siswa sendiri, dari orang tua siswa dan juga dari guru di sekolah. Hendaknya peran dari berbagai pihak tersebut bisa berjalan secara beriringan. Peran dari orang tua apabila tidak diiringi adanya keinginan dari siswa itu sendiri juga tidak akan berjalan, begitu juga sebaliknya, (2) Kebiasaan belajar siswa hendaknya juga lebih ditingkatkan lagi supaya keberhasilan siswa dalam belajar juga meningkat, (3) guru diharapkan bisa menjadi motivator siswa di sekolah, sedangkan orang tua hendaknya menjadi teman atau motivator siswa di rumah, sehingga kesulitan belajar siswa bisa sedikit teratasi apabila orang tua mendampingi siswa di rumah dan di sekolah lebih diperhatikan lagi, karena dengan adanya kelengkapan belajar tersebut, siswa akan lebih termotivasi dalam belajar. Oleh karena itu peran antara siswa, orang tua, dan guru di sini sangat diperlukan demi keberhasilan siswa.

Analisis kelayakan investasi usaha budidaya lobster air tawar oleh Gentle Face Farm / Ferry Adiwiraga

 

Peluang usaha budi daya lobster air tawar yang masih terbuka lebar membuat Gentle Face Farm berencana untuk melakukan perluasan usaha. Rencana investasi tersebut membutuhkan modal yang sangat besar karena besarnya kapasitas produksi yang diinginkan. Karena besarnya modal yang akan dikeluarkan maka perlu diadakan studi kelayakan untuk menilai investasi yang akan dilakukan oleh Gentle Face Farm tersebut. Untuk menilai kelayakan investasi, khususnya dari aspek finansial dapat menggunakan metode penganggaran modal. Dimana di dalam penganggaran modal terdapat kriteria penilaian untuk menentukan layak tidaknya suatu proyek. Sebelumnya dihitung terlebih dahulu biaya modal yang akan ditanggung Gentle Face Farm, yaitu sebesar 8%. Angka ini akan digunakan untuk mendiskonto aliran kas yang dapat diproyeksikan. Selain itu juga dapat digunakan sebagai pembanding. Dari empat kriteria penilaian, yaitu Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Indeks Profitabilitas, semuanya menghasilkan nilai yang mengatakan proyek investasi usaha budi daya lobster air tawar tersebut layak untu dijalankan. Nilai tersebut adalah Payback Period selama 3 tahun 10 bulan 21 hari, waktu ini lebih cepat dari umur ekonomis proyek yang diperkirakan selama 8 tahun. Net Present Value menghasilkan nilai yang positif, Internal Rate of Return yang lebih besar dari pada Cost of Capital-nya, dan nilai Indeks Profitabilitas diatas nilai 1. Semua hasil tersebut memuaskan, sehingga Gentle Face Farm tidak perlu ragu untuk menjalankan usaha tersebut jika ditinjau dari aspek financial, dan diharapkan dengan berdirinya usaha tersebut akan diikuti profesionalisme perusahaan dalam mengelola peternakan. Serta penulis sarankan untuk segera merealisasikan rencana investasi tersebut guna merebut pasar yang masih besar sehingga akan mendapatkan konsumen yang lebih besar daripada competitor yang lain.

Kajian perbandingan efektivitas strategi problem based learning dan reciprocal teaching dalam meningkatkan keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, dan retensi siswa kelas X SMA dengan potensi akademik berbeda di Kota Malang / Abdul Basith

 

Kata Kunci: strategi problem-based learning, strategi reciprocal teaching, keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, retensi, potensi akademik tinggi, potensi akademik rendah. Pemberdayaan keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, dan retensinya dapat dilakukan dengan menggunakan strategi pembelajaran yang memiliki karakteristik student centered, termasuk strategi PBL dan RT. Strategi PBL dan RT mempunyai karakteristik khas yang berpotensi untuk memberdayakan keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, dan retensi siswa dengan potensi akademik berbeda yang terbukti melalui sejumlah penelitian terdahulu. Namun, perbedaan potensi strategi PBL dan RT dalam memberdayakan keterampilan metakognitif serta perbedaan pola hubungannya dengan pemahaman konsep biologi pada siswa masih perlu diungkap dan dikaji secara lebih mendalam melalui uji kaji beda persamaan regresi untuk memberikan informasi yang komprehensif kepada guru biologi demi membantu siswa, khususnya siswa yang berpotensi akademik rendah. Penelitian bertujuan untuk (1) mengungkap perbedaan peningkatan keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, dan retensi antara siswa kelas X SMA yang berpotensi akademik rendah dan tinggi pada penerapan strategi PBL dan RT, (2) mengungkap hubungan antara keterampilan metakognitif dengan pemahaman konsep biologi siswa kelas X SMA yang berpotensia akademik rendah dan tinggi pada penerapan strategi PBL dan RT, dan (3) mengungkap perbedaan persamaan regresi antara keterampilan metakognitif dengan pemahaman konsep biologi siswa kelas X SMA yang berpotensi akademik rendah dan tinggi pada penerapan strategi PBL dan RT. Penelitian ini berupa quasi-experiment dengan rancangan penelitian pre-test and post-test non equivalent control group design menggunakan faktorial 3 x 2. Sampel penelitian ini adalah representasi siswa kelas X SMA berpotensi akademik rendah, yaitu tiga kelas di SMA Brawijaya Smart School Malang dan representasi siswa berpotensi akademik tinggi adalah tiga kelas di SMA Negeri 9 Kota Malang. Analisis data penelitian yang dilakukan meliputi: (1) uji anakova pada taraf signifikansi 0,05 untuk mengungkap pengaruh strategi pembelajaran, potensi akademik, dan interaksinya terhadap keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, dan retensi pemahaman konsep biologi; (2) uji korelasi dan regresi untuk mengungkap hubungan antara keterampilan metakognitif dengan pemahaman konsep biologi pada penerapan masing-masing strategi pembelajaran dan potensi akademik; dan (3) uji kaji beda persamaan regresi untuk mengungkap perbedaan hubungan antara keterampilan metakognitif dengan pemahaman konsep biologi pada penerapan masing-masing strategi pembelajaran dan potensi akademik berdasarkan pada skor terkoreksi setiap siswa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) terdapat pengaruh signifikan potensi akademik siswa terhadap keterampilan metakognitif, pemahaman konsep biologi, dan retensi pemahaman konsep biologi; (2) terdapat pengaruh strategi pembelajaran terhadap keterampilan metakognitif dan pemahaman konsep biologi, namun tidak terdapat pengaruh terhadap retensi pemahaman konsep biologi; (3) terdapat pengaruh interaksi antara potensi akademik dan strategi pembelajaran terhadap keterampilan metakognitif, namun tidak berpengaruh terhadap pemahaman konsep biologi dan retensinya; (4) terdapat hubungan positif antara keterampilan metakognitif dan pemahaman konsep biologi pada penerapan strategi PBL dan RT untuk kelompok siswa berpotensi akademik tinggi dengan persentase kontribusi keterampilan metakognitif terhadap pemahaman konsep biologi secara berturut-turut sebesar 50,5% dan 54,2%; (5) terdapat hubungan positif antara keterampilan metakognitif dan pemahaman konsep biologi pada penerapan strategi PBL dan RT untuk kelompok siswa berpotensi akademik rendah dengan persentase kontribusi keterampilan metakognitif terhadap pemahaman konsep biologi secara berturut-turut sebesar 81,6% dan 66,7%; dan (6) strategi PBL dan RT memiliki potensi dalam memberdayakan keterampilan metakognitif yang diikuti dengan pemahaman konsep biologi yang sama dengan pola garis yang terbentuk dari persamaan regresi sejajar dan berhimpit baik pada siswa berpotensi akademik rendah maupun tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan: (1) strategi PBL dan RT dapat dipilih sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk pemberdayaan keterampilan metakognitif dan perbaikan pemahaman konsep biologi siswa kelas X SMA, khususnya bagi kelompok siswa yang berpotensi akademik rendah; dan (2) kajian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih definitif tentang keunggulan strategi pembelajaran tersebut.

Hubungan kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berfikir siswa kelas I SMA Negeri III Malang semester I tahun ajaran 1977 / Solchan Tanuwijaya

 

Hubungan pelaksanaan layanan bimbingan konseling dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SLTP Negeri 2 di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar / Ratna Kunjarwati

 

Pelaksanaan layanan bimbingan konseling mempunyai arti penting dalam rangka menumbuhkan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar. Demikian juga halnya prestasi belajar, juga merupakan salah satu penunjang kegiatan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar. Tujuan seseorang memasuki suatu lembaga pendidikan yang paling nyata adalah untuk mencapai prestasi belajar yang optimal. Dengan prestasi belajar yang diperolehnya, maka seseorang dapat hidup secara layak di tengah ? tengah masyarakat dan memperoleh pekerjaan sesuai dengan pendidikannya.

Implementing picture sequences to improve students' ability in writing narrative texts / Yuli Astuti Hasanah

 

The writing ability of the second year students of SMP N 6 Malang was unsatisfactory. They were unable to express their ideas into writing and write in a good order. Picture sequences were proposed as an alternative strategy to solve the problems. The study was designed to improve students? writing ability through implementing picture sequences. The objective of the study was to find out how picture sequences can be implemented to improve students? writing ability. This study was a collaborative classroom action research, which consisted of three cycles, each of which consisted of four steps, namely: planning the action, acting on the plan, observing the action, and reflecting on the observation. The subjects of this study were 40 students of VII-I class of SMPN 6 Malang, in the academic year of 2007/2008. The instruments used to collect the data were the observation checklists, field notes, questionnaires and the students? writings. The data from the observation and questionnaires were presented in the form of tables, while the data gained from the field notes and students? writing were analyzed and reported descriptively. The result of this study showed that the picture sequences strategy was effectively improving the students? writing ability. The improvement on the students? writing ability could be seen from the result of the students? writings which showed that they were able to express the ideas, tell the stories in a good order, and write the stories with the appropriate content, language use, and spelling. Moreover, the implementations of pictures sequences also brought positive students? attitude during the teaching and learning process. They were happy and excited to have picture sequences. There were some procedures to be followed in implementing the picture sequences strategy. First, the students were introduced to the picture sequences. Second, they were asked to identify the aspects of stories and determine the objects of the stories based on the picture sequences. Third, they were asked to make the outline and develop the outline into a paragraph. Finally, they were asked to edit the stories in terms of the content, language use, and spelling. In addition, the students were taught the sentence structure, organization, vocabulary, punctuation and spelling. It is suggested that English teachers use picture sequences in teaching writing in order to make students get used to the writing activities. It is also suggested other researchers conduct similar studies with different skills, setting and more respondents for the improvement of the writing skills.

Efektivitas penerapan pembelajaran kooperatif model team games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran IPS (Ekonomi) di SMP Negeri 1 Karangploso Malang / Linda Romadhona

 

Kata kunci: Konvensional, Team Games Tournament (TGT), Hasil Belajar Kurikulum 2004 berbasis kompetensi, yang diperbaharui dengan kurikulum 2006 yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), telah berlaku selama 4 tahun dan semestinya dilakukan secara utuh pada setiap sekolah. Cara guru yang mengajar siswa dalam kelas masih tetap saja menggunakan cara lama, yaitu dengan menggunakan metode ceramah-ekspositori. Sehingga siswa hanya sebagai pendengar setia, dan hasil belajar yang diperoleh dalam nilai ulangan selalu dibawah SKM. Pembelajaran kooperatif model TGT (Team Games Tournament) adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mempunyai tahap : (1) guru menjelaskan materi sebagai informasi awal, (2) siswa dibagi dalam kelompok, (3) siswa belajar bersama anggota masing-masing kelompok, (4) pelaksanaan turnamen, (5) penskoran dan penghargaan kelompok. Dengan demikian, siswa akan lebih banyak mencurahkan waktunya untuk tugas belajar dengan kelompok, dan dengan waktu yang sedikit dapat menguasai materi secara mendalam, tanpa harus menghafal konsep yang ada di dalam buku. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) pada pokok bahasan Ketenagakerjaan kelas VIII SMP Negeri 1 Karangploso Malang; 2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan menerapkan metode ceramah (konvensional) pada pokok bahasan Ketenagakerjaan kelas VIII SMP Negeri 1 Karangploso Malang; dan 3) Untuk mengetahui Efektivitas belajar siswa yang diajar dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) pada pokok bahasan Ketenagakerjaan kelas VIII SMP Negeri 1 Karangploso Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen, dengan rancangan penelitian adalah Quasi Experimental Design. Populasi pada penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Karangploso Malang. Sedangkan sampel yang diambil terdiri dari dua kelas, dimana satu kelas sebagai kelompok eksperimen yaitu kelas VIII-E dan satu kelas sebagai kelompok kontrol yaitu kelas VIII-F yang diambil dengan teknik Purposive Random Sampling. Data diambil dari dokumentasi, wawancara, dan tes (pre test dan post test). Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, dan uji hipotesis yaitu uji beda rata-rata kemampuan awal (t test), kemampuan akhir (t test), dan gain score (t test). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT) dengan peningkatan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode ceramah (konvensional). Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan Uji-t diperoleh hasil: 1) Nilai rata-rata pre test dari kelompok kontrol adalah 41,12 dan nilai pre test pada kelompok eksperimen adalah 42,90; 2) Nilai rata-rata post test kelompok kontrol yang diajar dengan metode ceramah (konvensional) sebesar 74,19 dan nilai rata-rata post test kelompok eksperimen yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) sebesar 84,19; dan 3) Rata-rata gain score kelompok kontrol yang diajar dengan metode ceramah (konvensional) 33,06, sedangkan rata-rata gain score kelompok eksperimen yang diajar dengan pembelajaran koopertaif model Team Games Tournament (TGT) sebesar 41,29. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode ceramah (konvensional).

Penerapan model pembelajaran permainan scrabble untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS siswa kelas IV SDN Karangbesuki 4 Kota Malang / Muhammad Sulton

 

Kata kunci: permainan scrabble, pembelajaran, IPS SD Bedasarkan hasil observasi yang dilakukan pada siswa kelas IV di SDN Karangbesuki 4 ditemukan beberapa masalah pembelajaran yaitu, (1) rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS, (2) sebagian besar siswa belum menguasai konsep materi pembelajaran IPS, (3) sebagian besar siswa merasa jenuh dalam pembelajaran klasikal yang identik dengan metode ceramah. Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti menerapkan permainan scrabble dalam pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Permainan scrabble merupakan permainan kosakata bahasa inggris yang dipasang pada sebuah papan media. Model permainan dirancang sesuai materi yang akan dibelajarkan yakni perkembangan teknologi . Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) Arikunto yang juga mengacu pada model siklus Kemmis Tanggart. Penelitiaan terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun instrumen penelitian ini menggunakan lembar/pedoman observasi, angket wawancara, lembar tes/penilaian. Sedangkan sumber data penelitian adalah siswa kelas IV SDN Karangbesuki 4 yang berjumlah 33 siswa terdiri dari 17 laki-laki dan 16 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model permainan scrabble berjalan dengan kompetitif. Aktivitas belajar siswa meningkat dari 85% pada siklus I meningkat menjadi 94 % pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan peningkatan ketuntasan belajar klasikal siswa mulai pada saat pra tindakan sampai pembelajaran siklus II. Pada saat pra tindakan ketuntasan belajar klasikalnya 30% meningkat menjadi 70% pada siklus I. dan pada saat pembelajaran siklus II ketuntasan belajar meningkat menjadi 85%. Penerapan model permainan scrabble mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif. Aktivitas belajar siswa cenderung meningkat seiring permainan berlangsung. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang ditandai naiknya nilai rata-rata siswa dari 53 saat pra tindakan menjadi 79 saat siklus II. Berdasarkan hasil penelitian di atas disimpulan bahwa penerapan model permainan scrabble berjalan dengan lancar sehingga mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV khususnya pada materi “Perkembangan Teknologi”. Penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk merancang pembelajaran yang variatif dan inovatif sehingga dapat menghasilkan ketuntasan belajar yang maksimal.

Perbandingan daya tahan aerobik antara pengikut ekstrakurikuler bola basket, bola voli dan pencak silat siswa SLTP Negeri 3 Malang
oleh Muhammad Afandi

 

Kegiatan berupap engajar"aodn*ar unlk :e:,glyial"tra npa edrabraaihkka eng-aytaannyg a ngd irakukand iruar-iarpne rajaran berkiitan a.nlun t,,.ir,.i,tu,r,. Kegiatane kstrakurikuredrir aksanakaann ta'rrai in padar ,,"giotin niulrrugyuu ng l^."T1::1,::i1k menin,s\afkakne segaran.lasmapna,r as rs\vaK ornponenke segaran jasrnandl rantaranyaad aradha yat ahana erobiks.a lahs atu dayat ahana erobik in.iitutoi, rni.km enguk.r adalahd enganm engLrku1r, .()1,nru,r..leonlaish raga meningkatkadna var ahanu erobik 1,angd apat dianLranyab orabaskebro, rur,,,ii-;;;;ncak sirat Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahupie rbanji"gu"J r1,.'irfian antarap engikuet kstrakurikurer aerobik borabaskebtl. ravorid anp en"caski Lrt.p eneri tion dilakukand i sLTpN 3 Malang.M etodep """ritl" menggunakan denganp endekatan melodes urve' komparat.i -Uf ntrt pengu,;ifu,rr ^ri"p.fO .n;;;;;;;;;;;.k",' teknika caks ederhantas anyaska rnper 'oo r]it"o,2 0 sis*,ap ."gi[;,f. i;;rkrrir,,tcr bolabaske2t0, siswap engiiute kstrakurikulUe,o lauoti ekstrakurikuler OuniO ?i.*o p,.ngiuf t pencaks il at. Instrumenva ned igunakan Reliabilitatse sto ,g+t,-untumk engryu.jtiy km engukurll o1 ntux acraranrt-url tt.t./ugt(c.t r. t,ipnr"ri-r'aigrnakaanna lisivsa rian(sA NAVA) satua rahd anu ji Newmantc iytyO i.1s-an-tasriagfn ifikansi dilakukan a: 0,115S.J c,u,r''nya uji persyarataann arisidsi ta'tukaun. jni on'utiro,d engan Lillietbrsd anL r.hii omogenitas nrenggr.rna,kjai n dengan," "'"gf;";*"" u1rl 3artrerpt adat arai srgnilikansai: 0-05 Darih asilu ii hiootesirsn enunjukkaFno_ 10,9099 Dengand e*ikian FI,d rtorak, denganF prob. _0 ,0001 sehingg.l ""uru ["r.turuhant erdapapt erbedaaana ya tahana erobika ntarap engikuet kstriiuriiui".u oiorrurtet, Seteladhi lakukan borar,.rdi anp cncaks irat. uii lanl.untr enggunakuajni N ewrnanK eulsd ipcrolch berikut:.pertampae, rbandingujin'u turtun hasisl ebasai u".ouil.a ntarap engikuet kstrakurikurci bolabaskedte nganb olavolis 9t"ga,U "iit_t" ,.f irih rata_raia signifikanstei rkeci(rR Sr'): z.s+IJ aois R r;bihl..ur dibantSdinn'jg_k-a:.n:Z ,i, ianr entang dengand emikianH od itolak Sehingga denganR S.r., aupuiJ ir,*pukan bahwat erdapapt erbedaan dayat ahana erobika ntarap engiku&t stralurikulerbolatrask", Lzhaane robikp engikut i""'i"r""""\i, a"v" ekstra-lurikul*u oruturt.t (rata_rat:a 3 g.61d an sDi:4'71s4) tebihb aikd ibandingku;"n; ;;;'pengikut ekstrakurikurer boravori (rata-rata:35,375 dan SD3- -4,4130). Kedua,p erbandingand ayat ahana erobik antarap engikuet kstrakurikulebro labaskedte nganp encaks ilats ebagabi erikut, seifs ih rata-rata( SR) : 6,490d an rentangs ignifikansit erkecil( RSl') - 3,,10..l adi SIt lebihb esard ibandingkadne nganR ST,d engand ernikianH od itolak. Sehinggac lapar disimpulkanb ahwat erdapatp erbedaand ayat ahana erobika ntarap engikut ekstrakurikulebr olabaskedt enganp encaks ilat,d ayat ahana erobikp engikut ekstrakurikulebro labaske(tr ata-rata- 3t1,6I danSDl- 4,7184)l ebihb aik dibandingkadne nganp engikute kstrakurikulepre ncaks ilat( rata-rat:-r 32,12d an SD:: 4 ,02 l6). Ketiga,p erbandingand ayat ahana erobika ntarap engikut ekstrakurikulebr olavoli denganp encaks ilat sebagabi erikut,s elisihr ata-rata (SR)- 3,255d anr entangs ignifikanstie rkecil( RSt') : 2,84. JadiS It tcbihb csar dibandingkadne nganR ST',d engand emikianH od itolak Sehinggad apatc lisirnpulkan bahwat erdapatp erbedaand ayat ahana erobika ntarap engikute kstrakurikuler bolavolid anp encaks ilat,d ayat ahana erobikp engikute kstrakurikr.rlbeorl avoli (rata-rata:3 5,375 danS Dl - 4,4130)l ebihb aikd ibandingkadne nganp engikur ekstrakurikulepre ncaks ilat( rata-rata:3 2,12 danS Dr: 4,0216

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI-IPS3 SMA Negeri 7 Malang / Irma Wahyu Wulandari

 

Perkembangan ilmu pendidikan yang begitu pesat. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia telah dilakukan oleh pemerintah dengan berbagai strategi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan perubahan kurikulum, yaitu dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau kurikulum 2004 menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran kooperatif mampu menyediakan kondisi yang menyebabkan siswa satu dengan yang lainnya saling aktif berinteraksi dan berlomba untuk meningkatkan prestasinya. Pembelajaran kooperatif mempunyai beberapa tipe, salah satunya adalah tipe TPS (Think Pair Share). Dalam pembelajaran kooperatif tipe TPS siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya. Kelompok terdiri dari beberapa siswa dengan tingkat heterogenitas. Salah satu penyebab kesulitan belajar siswa adalah cara mengajar guru tidak sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki siswa. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) sesuai untuk diterapkan pada mata pelajaran Ekonomi pokok bahasan kebijakan pemerintah di bidang fiskal dan moneter di SMA Negeri 7 Malang? (2) Bagaimanakah hasil belajar ekonomi setelah diterapkan pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) siswa kelas XI-IPS3 di SMA Negeri 7 Malang? Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dan deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 7 Malang kelas XI-IPS3 semester 1 tahun ajaran 2007/2008. Sampel penelitian terdiri dari 6 kelompok yaitu kelas XI-IPS3 sebanyak 42 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes kognitif (post-test), lembar observasi, angket minat terhadap pembelajaran kooperatif tipe TPS dan perangkat pembelajaran. Keterlaksanaan pengajaran ekonomi dengan model kooperatif tipe TPS dideskripsikan secara kualitatif. Dengan penerapan pembelajaran TPS (Think Pair Share) hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa aspek kognitif dari rata-rata sebesar 68,93 di siklus I meningkat menjadi 79,02 pada siklus II. Adapun saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya adalah: (1) Bagi guru mata pelajaran ekonomi dapat menggunakan pembelajaran TPS (Think Pair Share) untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa, (2) Penerapan pembelajaran TPS (Think Pair Share) hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan (3) Penelitian ini hendaknya dapat didteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas serta sekolah dan materi yang berbeda, (4) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan tindakan lebih dari dua siklus. Sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Assesmen kebutuhan sumber daya pelatihan dalam upaya meningkatkan ketrampilan kerja calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) di Balai Latihan Kerja Pertanian dan Pengembangan Tenaga Kerja Luar Negeri (BLKPPTKLN) Jawa Timur di Malang / Sutikno Hartono

 

Studi tentang konsepsi optika geometri siswa SMAN 5 Malang / Luluk Herawati

 

Pengaruh kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan di SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo / Najiyatul Musfiroh

 

Kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor penunjang tercapainya prestasi belajar siswa. Agar seseorang dapat belajar dengan baik, dia harus mengetahui cara-cara belajar yang efisien kemudian dipraktekkan setiap hari sampai menjadi suatu kebiasaan. Suatu kebiasaan apabila dilakukan secara efisien dan sistematis akan membantu kemudahan dalam belajar yang akhirnya dapat berpengaruh terhadap belajar. Penilaian prestasi belajar bagi siswa sangat penting, karena dapat diketahui sejauh mana taraf pengetahuan yang dicapai siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. Dalam penelitian ini, pretasi belajar yang dimaksud adalah nilai ujian tengah semester tahun pelajaran 2007/2008. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar dan kaitan keduanya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu angket dan dokumentasi. Angket untuk memperoleh data variabel bebas yaitu kebiasaan belajar di sekolah (X1) dan kebiasaan belajar di rumah (X2) sedangkan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data variabel terikat yang berupa nilai Ujian Tengah Semester mata diklat kewirausahaan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) sebagian responden memiliki kebiasaan belajar di sekolah yang cukup baik dengan persentase 58,89%, (2) sebagian responden memiliki kebiasaan belajar di rumah yang cukup baik dengan persentase 55,56% dan (3) prestasi belajar mempunyai tingkatan yang baik dengan frekuensi 33 (36,67%). Dari hasil analisis regresi linier berganda diketahui bahwa kebiasaan belajar (X) berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap prestasi belajar siswa (Y) pada mata diklat kewirausahaan di SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo. Hal ini dibuntikan dengan Sig F sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai Fhitung sebesar 50,860 nilai koefisien regresi (Multiple R) yang dimiliki adalah 0,734 dan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) yang disesuaikan adalah sebesar 0,528. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan pada siswa agar lebih memperhatikan kebiasaan belajar yang kurang sesuai, guru diharapkan dapat memberikan motivasi kepada siswa agar menanamkan kebiasaan belajar yang baik pada dirinya sendiri sehingga dapat memperoleh prestasi belajar yang optimal dan orang tua siwa hendaknya mengarahkan anaknya dalam belajar misalnya mengingatkan anaknya agar belajar tepat waktu. Selain itu orang tua juga harus berkomukasi dengan pihak sekolah mengenai perkembangan atau sikap dan kebiasaan belajar anak di sekolah.

Kearifan lingkungan dalam sastra lisan masyarakat Lereng Arjuna / Sony Sukmawan

 

Kata Kunci: kearifanlingkungan, sastralisan, ekokritiksastra Muatannilai-nilai kearifan lingkungan sebagai implikasi logis dari kodrat ekologis sastra lisan belum digarap secara memadai dan mendalam karena selama ini sastra lisan (dansastratulis) lebih dilihat secara antroposentris sebagai artefak budaya yang berpusat dan terpusat pada manusia. Akibat logisnya, nilai-nilai dan pesan moral sebagai substansi hakikat dalam sastra (lisan) cenderung dilihat, di-anggap, dan disikapi sebagai acuan standar ideal perilaku manusia dalam kehidup-annya sebagai makhluk individual dan sosial, bukan sebagai makhluk biologis, lebih-lebih sebagai makhluk ekologis. Telaah ekokritik secara sastra dan bahasa dalam penelitian ini dapat mengonstruksi paras sastra lisan (kearifan) lingkungan (MatrasastraKearifanLingkungan).Pengungkapan secara ekokritik dalam penelitian ini jugamampu menjelaskan bahwa sastra lisan, beserta kekayaan nilainya merupakan produk kreatif alam (denganberbagaimacamkehadirannya) karenamanusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalamnya (Matraa-lam/ekologis). Dengan demikian, pesan-pesan kearifan dalam sastra lisan akan menjangkau keseluruhan kehidupan di alam semesta. Perspektif etis dalam telaah ekokritik akan mendeskripsikan nilai-nilai kearifan terhadap lingkungan (Matra-Kearifanlingkungan). Orientasiteoretikekokritiksastradenganpendekatanetnografidiguna-kandalampenelitianini.Dalammemandang data, digunakanpendekatan inter-disipliner, yaitupendekatanekokritiksastra yang ditopangdanditunjangolehpende-katanbudaya, etikalingkungan, dansastralisan. Penelitianinidilakukanpadasejumlahtempatdi kawasanLerengGunung Arjuna yang meliputi beberapa desa di LerengGunungArjunadansatu (rangkai-an) tempat di situs-situskeramat yang tersebar di sepanjangjalur Utara pendakianke-puncakGunungArjuna.Seting pengumpulan data dan perekaman dilakukansecara artifisial. Perencanaan seting artifisial diawali dengan menentukanwaktuobserva-siatauperekaman. Selanjutnya, setelah tiba waktu pelaksanaan observasi dan perekaman, data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara tidakterstruktur danobservasi. Data yang terkumpuldianalisis secara etnogra-fis,dimulaidaritahapanalisistaksonomis, analisiskomponensial, analisistemakultural, dantahappenulisanetnografi. Hasilpenelitianmenunjukkanbeberapahal.Pertama, tekssastralisanmasya-rakatLerengArjunamerupakantekssastrakearifanlingkunganatausa-straekologikarenasecaratersiratmaupuntersurattelahmenghadirkan-tematentanglingkungandanmenjadikantemalingkungansebagaiorientasietis-teks.TigabelaskarakteristiktekssastrakearifanlingkungansastralisanLerengArjuna yang ditemukan, yaitu (i) deskripsi Arcadia yang terinspirasiolehmitologi yang ber-dasaratasalam, (ii) deskripsidaneksposisi yang memosisikandanmemperlaku-kansecarasamaantaraalamdanmanusia, dan(iii) deskripsibucolicsebagaipengembala yang teliti, perhatian, peka, danbertanggungjawabterhadapbina-tang piaraan-nyadansemuahal yang terkaitdenganaspekpenggembalaannya. Karakteristiklainnyaadalahadanya (iv) konsepsiIdyllssebagaigambaranpe-laksanaanadatdesasebagaiwarisannenekmoyangdanparaleluhur, yang secarakhu-susterwujuddalam ritual slametan, (v)deskripsi‘keakrabandankedekatanmistis’ antaraalamdanmanusia, (vi) Unsurgeorgicditampilkandalambentuk proses beker-jasecaraharmonisdenganalamsebagaisesuatu yang nyamansetelahmelakukan ritual membinahubungandenganrohleluhur, (vii) retreatdiwujudkandalamnarasiperjala-nan(ritual) tokohpewayangandanparacikalbakal, (viii) narasi ‘pelariandirifisik’ menuju ‘penemuandiripsikis’ melaluiparabel(perjalanantokoh) pewayangan,dan(ix) pemahlawanantokohmitologis (SemardanDewi Sri) dansosokcikalbakal, trindihukir, ataubabat alasdesasetempat. Karakteristikselanjutnyaadalah(x) gagasanapokaliptiktersimpan di balikla-tarpenamaandesa, latarpenamaansitus-situspurbakaladansituskeramatalami, serta-penamaanparabaureksadalam mantra, yang diangkatatauterinspi-rasidaripenggalan, kutipan, atausebagiankisahpewayangan, suluk, dankitabsuci, (xi) apokaliptikdiungkapkansebagaipemulihanstabilitasalammelaluitin-dakanpencegahan yang persuasif, (xii) gejalaapokaliptikmerupakansasmitaketi-dakberesanalam, dan (xiii) visidalamteksdisampaikanmelaluisesepuhdesa yang sebelumnyatelahmenjalankanlaku ritual khusus. Kedua, dalamsastralisanmasyarakatLerengArjuna, alambukanhanyahadir-secaraalami, fisikataubiologis, melainkanjugahadirdalamhabitatnya yang tidakbia-sa, yaituteksbahasa,wacana, pikiran, danpsikologi. Ketiga, kearifanmasyarakatLe-rengArjunaterhadaplingkunganmerekaterwujuddalamsikaphormatterhadapalam, sikaptanggungjawabterhadapalam, solidaritaskos-mis,sikapkasihsayangdankepedulianterhadapalam, sikaptidakmerugikanalam, danprinsiphidupsederhanadanselarasdenganalam. Berdasarkantemuanpenelitiandisarankanbeberapah-al.Dalambidangpenelitianlanjutan, penelitiselanjutnyadisarankanmengembang-kansituspeneli-tiandanmemperbanyakragamsastralisan.Dalambidangpendidikansastralisan, pene-litianinidapatdijadikanmateriperkuliahan, bahanapresiasi, model apresiasisastrali-sanpadaJurusanBahasadansastraDaerah. Dalambidangkebijakan, DirjenPendidi-kandisarankanlebihmengoptimalkanpendidikan, penelitian, dankajianterhadapteks-tekslisantradisionaldanDirjenKebudayaandisarankanmemperhatikan-secaralebihkonkretaspekpelestarian, perlindungan, danpewaris-an sastralisan.

Pengaruh strategi pembelajaran timbal balik (reciprocal teaching) terhadap prestasi belajar siswa (studi pada matadiklat ekonomi kelas XI SMK Ardjuna 01 Malang) / Andy Leta Setiawan

 

Pendidikan tidak dimaksud sekadar mencetak orang yang pandai menghafal dan berhitung, tetapi melahirkan orang-orang berpribadi matang. Pendidikan tidak hanya tempat mengasah ketajaman otak, tetapi tempat menyemai nilai-nilai dasar kehidupan guna menggapai masa depan dan hidup bermasyarakat.. Ekonomi sebagai ilmu sosial berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami gejala sosial secara sistematis merupakan integral dari kehidupan modern, bidang studi ekonomi harus lebih dipandang sebagai usaha untuk membantu proses pengkonstruksian pengetahuan dan penyadaran akan tanggung jawab siswa tentang proses pembelajaran yang dilakukannya, seperti cara memperoleh informasi, mengeksperesikan dirinya, bagaimana belajar lebih mudah dan efektif sehingga siswa memperoleh keterampilan berfikir dan termotivasi untuk menggali dan mengolah informasi serta memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan reciprocal teaching dalam pembelajaran ekonomi dimaksudkan agar dapat memenuhi harapan guru, orang tua dan pemerhati pendidikan agar siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, membentuk pemahaman yang mendasar tentang ekonomi, serta meningkatkan kerja sama kelompok, komunikasi, pola berpikir kritis terhadap ilmu ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) prestasi belajar siswa kelas XI semester I SMK Arjduna 01 Malang pada matadiklat ekonomi sebelum penerapan strategi pembelajaran timbal balik (reciprocal teaching) (2) prestasi belajar siswa kelas XI semester I SMK Arjduna 01 Malang pada matadiklat ekonomi setelah penerapan strategi pembelajaran timbal balik (reciprocal teaching) dan (3) apakah penerapan strategi pembelajaran timbal balik (reciprocal teaching) berpengaruh terhadap prestasi belajar matadiklat ekonomi siswa kelas XI SMK Arjduna 01 Malang Jenis penelitian eksperimen sebab akibat (kausalitas) dengan rancangan control group pre-test, post-test instrumen penelitian yang digunakan meliputi rancanagan pembelajaran, soal pretes dan postes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI semester I SMK Arjduna 01 Malang. Seluruh kelas XI berjumlah 90 siswa yang terdiri dari 30 siswa kelas Penjualan, 28 siswa kelas Administrasi Perkantoran dan 32 siswa kelas Akuntansi. Dalam penerapan penelitian eksperimen, dipilih dua kelas yaitu kelas Administrasi Perkantoran sebagai kelas eksperimen dan kelas Akuntansi sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data pretes menyatakan bahwa diperoleh thitung = 0, 500 dan dari tabel t diperoleh ttabel = 2,002 probabilitas (Sig.) = 0,619 dengan derajat kebebasan 28 + 32 ? 2 = 58 dan taraf signifikan 5 %. Harga thitung (0,500) < ttabel (2,002) dan nilai Sig. (0,619) > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara kemampuan awal siswa yang diajar menggunakan strategi pengajaran timbal-balik dengan kemampuan awal siswa yang diajar menggunakan kelompok belajar konvensional.Berdasarkan hasil analisis data postes diperoleh hasil thitung = 2,134; dari tabel t diperoleh ttabel = 2,002; dan harga probabilitas (Sig.) = 0,037 dengan derajat kebebasan 58 dan taraf signifikan 5 %. Nilai Sig. (0,037) < 0,05 dan harga thitung > ttabel, artinya H0 ditolak sehingga ada perbedaan antara prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan strategi pengajaran timbal-balik dengan prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan kelompok belajar biasa. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh ada perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan strategi pengajaran timbal-balik (reciprocal teaching) dengan prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan metode kelompok belajar biasa. Rata-rata prestasi belajar siswa kelas eksperimen (73,2600) lebih tinggi dari pada dengan rata-rata prestasi belajar siswa kelas kontrol (66,4959). Berdasarkan temuan di atas, saran yang dapat diberikan adalah penelitian ini adalah (1) strategi pengajaran timbal balik (reciprocal teaching) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga perlu diterapkan dalam pembelajaran dikelas sebagai variasi guru mengajar, terutama untuk materi-materi yang bersifat teori atau berupa wacana, (2) sebaiknya dalam menggunakan srategi ini, setiap siswa dapat merasakan semua peran sebagai predictor, clarifier, questioner dan summarizer sehingga siswa dapat memiliki keterampilan dari masing-masing peran, (3) guru hendaknya merancang skenario pembelajaran sesuai kemampuan siswa di kelas, agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, efisien dan berhasil,(4) guru hendaknya memberi kesempatan siswa untuk membaca materi sebelum proses pembelajaran berlangsung, agar siswa mempunyai kesiapan kognitif yang baik , sehinggadapat melakukan aktivitas pembelajaran yang meyakinkan, kritis dan kreatif dalam mengkontruksi pengetahuan baru. (5) eksperimen ini dilakukan dalam waktu yang relatif singkat dan hanya pada satu materi pelajaran sehingga perlu dilakukan pemelitian dengan perencanaan waktu yang dan materi pelajaran yang lebih banyak, agar lebih dapat meningkatkan kompetensi siswa secara maksimal.(6) Sekolah hendaknya lebih mendorong guru, untuk lebih inovatif meningkatkan dan menggunakan berbagai pnggunaan variasi strategi serta metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar sebagai sarana menunjang pembelajaran.

Studi tentang jamur yang didapatkan pada tempe gembus dari daerah Kotamadya Malang / oleh Tjahyani

 

Penerapan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran kewirausahaan siswa kelas I Program Keahlian Teknologi Informasi SMK Muhammadiyah 3 Singosari Malang / Arief Budi Setiawan

 

Masa depan ditandai dan dibanjiri oleh informasi teknologi dan juga perubahan yang amat cepat (massif). Hal ini dikarenakan masyarakat dunia telah terjangkiti oleh revolusi di bidang ilmu, teknologi dan seni, serta arus globalisasi, sehingga menuntut kesiapan semua pihak untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Artinya kita harus mampu menghadapi masyarakat yang sangat kompleks dan global. Dalam konteks inilah pembaharuan dalam bidang pendidikan dan pembelajaran selalu dilaksanakan dari waktu ke waktu dan tak pernah henti (never ending process). Pendidikan dan pembelajaran yang kreatif merupakan contoh hasil perubahan dimaksud dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran Pendidikan merupakan salah satu faktor yang penting untuk mewujudkan cita-cita dan program pembangunan nasional secara menyeluruh, karena dalam dunia pendidikan terdapat aspek pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai subyek dan juga obyek pembangunan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I Multimedia 2 Program Keahlian Teknologi Informasi SMK Muhammmadiyah 3 Singosari Malang yang siswanya berjumlah 33 orang, teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan Observasi, Catatan lapangan, Dokumentasi, dan Tes, teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan hasil analisis. Pengecekan keabsahan data dilakukan untuk menjamin keabsahan (trustworthiness) data yang telah diperoleh peneliti dengan menggunakan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu yang meliputi: kriteria derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability) dan kepastian (confirmability) Hasil dalam penelitian ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan atau hasil belajar siswa dalam aspek kognitif setelah dilakukan dengan pendekatan berbasis masalah yaitu dari tiga siswa yang tidak tuntas belajar atau sekitar 91% dari total siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar berbasis masalah yang diukur dari rumus ketuntasan belajar turun menjadi 1 orang yang tidak tuntas belajar dengan persentase 97% dari total siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis masalah, hal ini dapat menjadi poin perhatian tersendiri untuk mengembangkan secara lebih lanjut. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) sikap peserta didik dalam pembelajaran berbasis masalah sangat positif, peserta didik berpendapat dengan pembelajaran seperti ini tugas yang diberikan oleh guru dapat terselesaikan dengan mudah dan cepat. Pada saat melakukan kerjasama terdapat kegiatan saling tukar menukar informasi sehingga pemahaman tehadap materi yang dibahas dapat lebih dipahami. (2) Aktivitas yang diberikan peserta didik terhadap pembelajaran kooperatif berbasis masalah juga sangat positif, peserta didik menyatakan senang dengan pembelajaran ini karena menuntut peserta didik untuk aktif sehingga kegiatan pembelajaran tidak membosankan, (3) aktivitas peserta didik juga cenderung meingkat melalui pembagian tugas dan tanggung jawab dari mulai mencari literatur sampai penyajian hasil laporannya. Dengan pembelajaran seperti ini dapat menimbulkan rasa saling membutuhkan, saling menyayangi, dan saling tenggang rasa diantara sesamanya, (4) Hasil belajar peserta didik dalam ranah kognitif dalam pembelajaran ini terlihat baik dan meningkat. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah (1) Bagi SMK Muhammadiyah 3 Singosari Malang perlu meningkatkan sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung efektivitas penerapan pembelajaran berbasis masalah yaitu berupa pengadaan ruang laboratorium bagi tiap-tiap program keahlian dan penambahan buku literatur guna mempermudah peserta didik dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas, (2) Bagi guru, pembelajaran berbasis masalah dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan dalam praktik pembelajaran di kelas, (3) Bagi peserta didik, pada saat pembelajaran berbasis masalah diterapkan, perlu meningkatkan keberanian dalam mengajukan pertanyaan maupun berargumentasi guna lebih memahami terhadap materi yang dipelajari, (4) Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang pendekatan pembelajaran berbasis masalah pada pengajaran mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lainnya di tempat yang berbeda untuk lebih mengembangkan hasil dari pendekatan pembelajaran ini.

Penerapan model pembelajaran problem solving untuk meningkatkan prestasi belajar mata diklat kewirausahaan di SMK Ardjuna 01 Malang / Rika Selviana

 

Dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah jenis pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran. Pendekatan yang cenderung menempatkan peserta didik sebagai penerima informasi (pasif) dan guru sebagai pemberi informasi dapat meminimalkan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran. Berdasarkan observasi awal di SMK Ardjuna 01 Malang, pendekatan metode pembelajaran yang digunakan masih cenderung pada metode ceramah dan pemberian tugas. Metode pembelajaran tersebut kurang dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik terutama pada mata diklat Kewirausahaan. Penelitian dengan penerapan model pembelajaran problem solving ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik. Karena dalam model pembelajaran ini lebih menekankan kemampuan peserta didik dalam menghadapi masalah dan menentukan penyelesaian masalah. Peserta didik di pacu untuk kreatif, aktif dan tanggap terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan mata diklat Kewirausahaan. Sedangkan guru memotivasi, memberikan arahan, dan menjadi fasilitator. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) penerapan model pembelajaran problem solving di SMK Ardjuna 01 Malang; (2) peningkatan prestasi belajar mata diklat Kewirausahaan di SMK Ardjuna 01 Malang; (3) hambatan-hambatan yang muncul selama diterapkannya model pembelajaran problem solving di SMK Ardjuna 01 Malang; (4) tanggapan/ respon siswa terhadap model pembelajaran problem solving di SMK Ardjuna 01 Malang Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian dilakukan dalam konteks kelas yang bertujuan untuk melaksanakan perbaikan-perbaikan dalam hal penyempurnaan kegiatan belajar-mengajar guru di kelas. Sehingga dapat meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar peserta didik, Pendekatan yang penulis gunakan adalah pendekatan kualitatif yang dirancang dalam dua siklus kegiatan. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/ observasi dan refleksi. Kegiatan pada siklus I berupa pemberian tes awal kepada siswa (pre-test), yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa, adanya pengelompokan kelas menjadi 6 kelompok, mengadakan diskusi pemecahan masalah, presentasi dan tanya jawab, serta memberikan tes evaluasi di akhir siklus (pos-test). Subyek/ sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 2 Administrasi Perkantoran yang berjumlah 28 peserta didik pada mata diklat Kewirausahaan, sedangkan tekhnik analisis data dalam penelitian ini yaitu, untuk aspek kognitif (peningkatan prestasi belajar) dan aspek afektif dianalisis dengan membandingkan rata-rata skor tes sebelum diberi tindakan dengan rata-rata skor tes setelah diberi tindakan (baik pada siklus I maupun siklus II). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa prestasi belajar peserta didik ditinjau dari segi aspek kognitif dan aspek afektif pada pembelajaran model problem solving mengalami peningkatan, yaitu (1) peningkatan prestasi belajar aspek kognitif peserta didik kelas 2 Administrasi Perkantoran dibuktikan melalui peningkatan rata-rata pos test siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata pos test siklus I yang diperoleh peserta didik adalah 70,2 dengan 18 peserta didik mendapat nilai di atas rata-rata dan 12 peserta didik mendapat nilai di bawah rata-rata. Sedangkan siklus II nilai rata-rata pos test peserta didik adalah 81,8 dengan 21 peserta didik mendapat nilai di atas rata-rata dan 9 peserta didik mendapat nilai di bawah rata-rata; (2) peningkatan prestasi belajar peserta didik dari aspek afektif dapat dianalisa dari jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus 1 sebanyak 15 siswa (54%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar 13 siswa (46%). Sedangkan Pada siklus 2 jumlah siswa yang dikategorikan tuntas belajar sebanyak 25 siswa (89,3%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar 3 siswa (10,7%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar ditinjau dari aspek afektif dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan 35,3% Saran dalam kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut, (1) kepada guru mata diklat Kewirausahaan SMK Ardjuna 01 Malang, disarankan untuk mencoba menerapkan pembelajaran model problem solving, dikarenakan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan pembelajaran problem solving; (2) untuk peserta didik agar mengeluarkan pendapat serta membiasakan diri untuk percaya diri, sehingga pada waktu proses pembelajaran dan kegiatan presentasi kelompok, peserta didik dapat aktif dalam mengungkapkan pendapat; (3) peserta didik juga diharapkan lebih mempersiapkan kelengkapan pembelajaran, seperti buku pelajaran dan LKS, sehingga dapat memudahkan guru dalam memulai pelajaran, dan waktu yang digunakan dapat berjalan secara efektif dan efisien; (4) peserta didik diharapkan untuk lebih meningkatkan kerjasama dalam diskusi kelompok dan presentasi pemecahan masalah; (5) peserta didik juga diharapkan lebih meningkatkan lagi prestasi belajar mereka, meskipun dalam penelitian prestasi belajar peserta didik telah mengalami ketuntasan belajar melebihi dari standart yang telah ditentukan oleh sekolah 7.00 untuk mata diklat Kewirausahaan.

Pengaruh perlengkapan kantor dan tata ruang kantor terhadap semangat kerja pegawai (studi pada Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo) / Nidya Errizandhi

 

ABSTRAK Errizandhi, Nidya. 2007. Pengaruh Perlengkapan Kantor dan Tata Ruang Kantor terhadap Semangat Kerja Pegawai (Studi Pada Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran S-I Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sarbini, (2) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si. Kata Kunci: Perlengkapan Kantor, Tata Ruang Kantor, Semangat Kerja Perlengkapan kantor merupakan salah satu hal yang turut menentukan lancar tidaknya suatu aktivitas pada suatu instansi dalam mencapai tujuan demikian juga dengan tata ruang kantor, dengan adanya pengaturan ruang kantor yang baik akan mendorong pegawai beraktivitas dengan baik serta tercipta semangat kerja yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi obyektif perlengkapan kantor, tata ruang kantor dan semangat kerja pegawai pada kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo, serta menganalisis secara parsial dan simultan pengaruh perlengkapan kantor dan tata ruang kantor terhadap semangat kerja pegawai. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Korelasional, data yang diperoleh menggunakan angket, dokumentasi, wawancara, dan observasi. Instrument penelitian menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang teruji. Meski demikian uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Populasi dalam penelitian adalah seluruh karyawan Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo yang berjumlah 57 orang. Sedangkan sampelnya diambil 36 orang pegawai. Analisis data menggunakan bantuan SPSS 13.00 for windows. Dari analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut; (a) perlengkapan kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo ada dalam keadaan baik, terbukti 58,3% responden menyatakan sangat baik, 11,1% responden menyatakan baik dan 30,6% responden menyatakan kurang baik, dengan skor rata-rata 59,97% yang artinya kondisi perlengkapan kantor yang terdapat pada kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Krtas Leces (Persero) Probolinggo dalam keadaan baik; (b) tata ruang kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas leces (Persero) Probolinggo ada dalam keadaan baik, terbukti 50% responden menyatakan sangat baik, 44,4% responden menyatakan baik dan 5,6% responden menyatakan kurang baik, dengan skor rata-rata 73,11% yang artinya kondisi tata ruang kantor yang terdapat pada kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo dalam keadaan baik; (c) Semangat kerja pegawai di kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo ada dalam keadaan baik, terbukti 44,5% responden menyatakan sangat baik, 52,8% responden menyatakan baik dan 2,8% responden menyatakan kurang baik, dengan skor rata-rata 56,61% yang artinya kondisi semangat kerja pegawai yang terdapat pada kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo dalam keadaan baik; (d) secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara perlengkapan kantor dengan semangat kerja pegawai terbukti Sig t (0,680) > (0,050); (e) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara tata ruang kantor dengan semangat kerja pegawai terbukti Sig t (0,000) > (0,050); (f) secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara perlengkapan kantor dan tata ruang kantor dengan semangat kerja pegawai terbukti Sig F (0,000) > (0,050) dan Adjusted R Square 0,589. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa kondisi perlengkapan kantor, tata ruang kantor dan semangat kerja pegawai di kantor Departemen Sumber Daya Manusia PT Kertas Leces (Persero) Probolinggo dalam keadaan baik, sehingga saran yang dapat diberikan adalah; (1) meskipun perlengkapan kantor dan tata ruang kantor mempunyai pengaruh yang signifikan, hendaknya pimpinan tetap mempertahankan keadaan kantor, dengan menyediakan perlengkapan kantor dan manata tata ruang kantor dengan baik sehingga pegawai senang dalam melakukan pekerjaan dan mempunyai semangat kerja yang lebih baik; (2) diharapkan pegawai juga ikut serta dalam menjaga dan merawat peralatan dan perabotan kantor agar dapat digunakan untuk bekerja serta menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja maupun dengan pimpinan.

Pengembangan media pembelajaran kimia berbasis komputer untuk materi minyak bumi dan gas alam / Galuh Mahardika

 

Kemajuan teknologi membawa pengaruh yang besar dalam bidang pendidikan. Komputer sebagai produk yang dihasilkan dari perkembangan teknologi, sangat membantu dunia pendidikan, baik dalam bidang administrasi maupun pembelajaran. Guru sangat berpengaruh dalam melaksanakan pendidikan dan pembelajaran kepada siswa. Oleh karena itu guru harus dapat membantu siswa dalam belajar. Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan sarana belajar yang tepat bagi siswa. Guru dapat menyediakan media pembelajaran dengan komputer sebagai alat bantu pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menghasilkan media pembelajaran berbasis komputer untuk materi minyak bumi dan gas alam yang sesuai dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SMA, (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis komputer yang telah dikembangkan untuk pembelajaran kimia di SMA kelas X. Pengembangan media pembelajaran minyak bumi dan gas alam ini dilakukan menurut rancangan pengembangan Dick and Carrey dengan beberapa penyesuaian. Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) mengidentifikasi tujuan umum pengembangan media, (2) melaksanakan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa, (4) merumuskan tujuan performansi, (5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, (6) mengembangkan dan memilih material pengajaran, (7) mendesain dan melaksanakan uji kelayakan, (8) merevisi bahan pembelajaran (media pembelajaran). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data validasi pada penelitian ini adalah angket/kuesioner. Uji validasi ada 2, yaitu validasi isi dan uji kelayakan. Validator isi dipilih dari 2 dosen jurusan kimia yang ahli isi, sedangkan uji kelayakan melibatkan 3 orang guru kimia SMA. Pengumpulan data diambil setelah paket program komputer yang dibuat telah selesai disusun. Hasil penelitian pengembangan ini adalah media pembelajaran Minyak Bumi dan Gas Alam berbentuk CD. Media ini terdiri dari 6 bagian yaitu (1) pendahuluan, (2) materi, (3) peta konsep, (4) identitas materi, (5) latihan soal, (6) soal tes. Hasil validasi media ini mencapai tingkat validasi 79,44% yang berarti bahwa secara isi media ini telah layak digunakan sebagai bagian perangkat pembelajaran untuk mengajarkan Minyak Bumi dan Gas Alam di SMA Kelas X. Walaupun demikian, efektivitas penggunaan media ini masih perlu diteliti lebih lanjut melalui kegiatan implementasi di kelas.

Antusiasme belajar anak jalanan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (Studi pada anak jalanan binaan Sanggar Kegiatan Serikat Pengamen Jalanan Malang) / Ary Makani

 

Kata-kata Kunci : antusiasme belajar anak jalanan, pendidikan nonformal Penelitian ini dilatarbelakangi keadaan anak jalanan yang ada di Sanggar Kegiatan Serikat Pengamen Jalanan Malang yang menggambarkan tentang antusiasme belajar anak jalanan yang masih duduk dibangku sekolah. Ternyata diantara sekian banyaknya anak jalanan, masih ada yang mempunyai harapan dan keinginan untuk belajar dan sekolah, tetapi kesempatan dan keadaanlah yang membuat mereka tidak bisa merasakan kenyamanaan seperti anak-anak seusia mereka, malah harus berada dijalanan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka masih punya semangat belajar yang tinggi, hal ini terlihat dengan begitu rajinnya mereka datang ke sanggar kegiatan walaupun fasilitas dan tempat untuk mereka belajar sangat terbatas. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah:(1) untuk memperoleh gambaran wujud antusiasme belajar anak jalanan (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi antusiasme belajar anak jalanan, (3) untuk memperoleh gambaran pelayanan sanggar kegiatan terhadap antusiasme belajar anak jalanan, dan (4) untuk mengetahui dampak antusiasme belajar anak jalanan Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu ; 1) wawancara mendalam, 2) observasi, dan 3) studi dokumentasi. Selain itu sumber data pendukung diperoleh dari pimpinan/penaggung jawab kegiatan, para pendamping/tutor dan anak jalanannya sendiri. Analisis data dilakukan dengan tiga alur kegiatan analisis yang memungkinkan data menjadi bermakna yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa 1) kegiatan yang dilaksanakan untuk anak jalanan adalah kegiatan rutin seperti bimbingan belajar gratis, kesenian, SAR dan ada kegiatan keagamaan seperti pengajian yang dilaksanaakan pada hari tertentu dengan kata lain dalam hal membantu mereka belajar karena anak-anak jalanan itu sendiri yang menentukan apa yang ingin mereka pelajari seperti konsep pendidikan non formal, 2) faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah ; anak jalanan merasa senang dengan cara belajar yang santai, masih bisa bekerja sambil belajar, ingin mempunya kegiatan seperti teman-teman sebaya mereka yang lebih beruntung, mendapatkan perhatian dengan adanya para pendamping untuk membantu mereka belajar, ada fasilitas berupa buku-buku dan ada tempat yang disediakan, dan dukungan masyarakat sekitar. kegiatan bimbingan belajar dilakukan sesuai dengan kebutuhan mereka dan dilakukan dengan rasa kasih sayang, suasana santai dan penuh perhatian serta disesuikan dengan kondisi anak jalanan (WB). 3) gambaran pelayanan sanggar kegiatan terhadap antusiasme anak jalanan adalah ; dengan kondisi keterbatasan sarana dan prasarana yang digunakan yang sangat terbatas tidak mengurangi antusiasme belajar mereka karena terkesan tidak dipaksakan,justru lebih memacu mereka tetap antusias untuk belajar karena masih ada tutor/pendamping yang siap melayani kebutuhan belajar anak jalanan. Respon dari anak jalanan yang cukup baik dalam menerima program dan respon orang tua dan masyarakat sekitar yang cukup baik dalam mendukung kebeadaan Sanggar Kegiatan Serikat Pengamen Jalanan Malang (SPJM) di dalam menjalankan programnya. 4) dampak antuisasme balajar anak jalanan adalah ada perubahan yang bersifat positif seperti lebih rajin mencari tahu dengan cara membaca buku-buku, memperhatikan kebersihan diri dan lingkungannya, dan adanya dukungan dari orang tua dengan ikut serta memperhatikan anak-anaknya karena ada yang membantu mengarahkan dan mendidik serta adanya dukungan dari masyarakat. Negatifnya; Lokasi sanggar yang tidak strategis sangat mengganggu aktivitas warga, karena ruang belajar yang terbatas sehingga beberapa anak harus belajar di halaman dan halaman tersebut di pakai juga sebagai jalan umum warga untuk melakukan aktivitasnya.Masih ada beberapa anak jalanan yang tingkah lakunya mengganggu ketenangan warga sekitar tempat kegiatan. Berdasarkan temuan penelitian, disampaikan beberapa saran sebagai berikut: 1) menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait agar bisa mendukung kegiatan yang ada sehingga fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan anak-anak jalanan bisa terpenuhi. 2) jumlah tenaga pendamping/tutor supaya ada penembahan sehingga pendampingan yang dilakukan dapat maksimal dan dapat menjawab kebutuhan belajar anak-anak jalanan. 3) kegiatan yang sudah ada supaya tetap dipertahankan dan ditingkatkan lagi dalam melaksanakannya, agar anak-anak jalanan benar-benar mendapatkan manfaatnya. 4) meningkatkan suasana kenyamanan dan kedamaian bagi anak-anak jalanan, supaya anak-anak jalanan lebih rajin dan antusias dalam belajar. 5) bersikap lebih terbuka dalam menerima masukan dari pihak-pihak lain, supaya Sanggar Kegiatan dapat berkembang dengan baik lagi.

Keefektifan teknik pengelolaan diri untuk meningkatkan disiplin belajar siswa SMAN 4 Kediri / Rina Herira

 

Kata kunci: pengelolaan diri, disiplin belajar, siswa SMA Disiplin belajar bagi siswa akan meningkatkan ketekunan serta memperbesar kemungkinan siswa untuk berkreasi dan berprsestasi, sedangkan siswa yang tidak disiplin belajar, akan membuat mereka menjadi siswa yang lamban dalam menangkap pelajaran yang diajarkan, menjadi kurang semangat dalam belajar, dan membuat siswa mengalami kesulitan dalam mengikuti proses belajar, kurangnya disiplin belajar juga terjadi pada siswa di SMAN 4 Kediri sehingga berakibat pada pencapaian prestasi belajar yang kurang memuaskan. Siswa yang tidak disiplin belajar memerlukan teknik pengelolaan diri, agar mereka lebih disiplin dalam belajar. Teknik pengelolaan diri adalah teknik pengubahan perilaku yang dalam prosesnya konseli mengarahkan perubahan perilakunya sendiri dengan suatu teknik atau kombinasi teknik teurapetik. Pengatasan masalah tersebut memerlukan bantuan yang efektif dari konselor dan peneliti untuk meningkatkan disiplin belajar siswa kelas X SMAN 4 Kediri melalui teknik pengelolaan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan teknik pengelolaan diri terhadap peningkatan disiplin belajar siswa kelas X SMAN 4 Kediri. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu (quasi experiment design). Desain eksperimen semu yang digunakan adalah One Group Pretest and Posttest design. Teknik pengumpulan data menggunakan skala disiplin belajar yang dibuat sendiri oleh peneliti yang dilengkapi dengan observasi. Analisis data menggunakan statistik inferensial non parametrik, yaitu uji beda two related samples tests Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat disiplin belajar siswa sebelum dan sesudah pelatihan pengelolaan diri pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pengelolaan diri efektif untuk meningkatkan disiplin belajar siswa SMAN 4 Kediri. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji beda yang menunjukkan Z = -2.366a dengan p= 0,018< 0,05. Berdasarkan hasil temuan, disarankan: (1) konselor dapat membantu siswa untuk meningkatkan disiplin belajar dengan menggunakan teknik pengelolaan diri, sehingga disiplin belajar siswa dapat meningkat, (2) peneliti selanjutnya hendaknya melakukan eksperimen dengan kelompok kontrol sehingga hasilnya lebih meyakinkan.

Kajian tentang kesulitan belajar siswa kelas XI IPA SMAN 7 Malang dalam menyelesaikan soal-soal laju reaksi / Dwi Cahyu Agestiani

 

Karakteristik ilmu kimia memiliki peranan sangat penting dalam pembelajaran kimia dan penilaian hasil belajar kimia sebagai produk dan proses. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan pengajaran kimia yaitu memperoleh pemahaman yang tahan lama, mengembangkan kemampuan mengenal dan memecahkan masalah, mengembangkan keterampilan proses dan sikap ilmiah maka terlebih dahulu dilakukan kajian kesulitan belajar siswa dalam mempelajari ilmu kimia. Hal ini dikarenakan sifat dari konsep-konsep ilmu kimia yang secara umum abstrak menjadi salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab ketidakmampuan siswa dalam memahami materi kimia. Materi laju reaksi merupakan salah satu materi yang memuat banyak konsep abstrak dan konsep konkrit. Kesulitan memahami suatu konsep dapat menimbulkan kesulitan dalam memahami konsep-konsep lain yang berkaitan sebab suatu konsep kimia yang kompleks hanya dapat dikuasai jika konsep-konsep yang mendasar ikut dalam pembentukan konsep telah benar-benar dikuasai dan dipahami. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat kesulitan belajar siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal-soal laju reaksi serta mengetahui letak kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal-soal laju reaksi tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan populasi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Malang tahun ajaran 2007/2008. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 125 siswa. Sampel penelitian diambil secara random dan didapatkan 2 kelas yaitu kelas XI IPA 1 dan XI IPA 3 yang berjumlah 83 siswa. Instrumen penelitian ini berupa tes obyektif terdiri dari 34 soal pilihan ganda dengan lima item jawaban. Sebelum digunakan, instrumen diujicobakan pada siswa kelas XII IPA 3 SMA Negeri 7 Malang. Berdasarkan hasil ujicoba instrumen penelitian termasuk valid dan didapatkan reliabilitas yang tinggi yaitu sebesar 0,7533. Analisis data dilakukan dengan cara membandingkan banyaknya siswa yang menjawab salah tiap indikator dengan jumlah sampel dan dihitung persentasenya. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata persentase kesalahan siswa dalam menjawab pertanyaan diperoleh data 38,9% siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar laju reaksi dan 41,4% siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal hitungan laju reaksi. Dari kedua persentase tersebut dapat diuraikan dalam setiap indikator yaitu: (1) dalam memahami konsep dasar laju reaksi: (a) 6,8% siswa mengalami kesulitan dalam menuliskan definisi laju reaksi, (b) 46,4% siswa mengalami kesulitan dalam menyimpulkan pengaruh konsentrasi, suhu, katalis, dan luas permukaan bidang sentuh pada laju reaksi berdasarkan data hasil pengamatan, (c) 74,5% siswa mengalami kesulitan dalam menjelaskan pengertian orde reaksi dari suatu persamaan laju reaksi, dan (d) 28% siswa mengalami kesulitan dalam menggambarkan kecenderungan orde reaksi, (2) dalam menyelesaikan soal-soal hitungan laju reaksi: (a) 50% siswa mengalami kesulitan dalam merumuskan persamaan laju reaksi berdasarkan data konsentrasi versus laju reaksi, (b) 48,3% siswa mengalami kesulitan dalam menyimpulkan pengaruh konsentrasi, suhu, katalis, dan luas permukaan bidang sentuh pada laju reaksi berdasarkan data hasil pengamatan, (c) 41,7% siswa mengalami kesulitan dalam menjelaskan pengertian orde reaksi dari suatu persamaan laju reaksi, dan (d) 25,5% siswa mengalami kesulitan dalam menentukan persamaan laju reaksi dengan metode laju reaksi awal.

Identifikasi pemahaman konsep larutan asam basa melalui gambar mikroskopik pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang / Iska Meylindra

 

Kata kunci: pemahaman konsep, gambaran mikroskopik, larutan asam basa. Salah satu tujuan pengajaran kimia di SMA/MA adalah peserta didik dapat memahami konsep-konsep, prinsip, teori kimia dan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi. Untuk menyelesaikan masalah dalam kimia dibutuhkan pemahaman konsep yang tepat. Konsep kimia sebagian besar memiliki sifat abstrak dan berjenjang. Larutan asam basa merupakan salah satu konsep dasar kimia bersifat abstrak yang membutuhkan pemahaman sampai tingkat mikroskopik. Gambaran mikroskopik digunakan untuk membantu siswa memahami konsep abstrak. Pembelajaran kimia umumnya lebih menekankan pemahaman konsep tingkat makroskopik dan simbolik sedangkan pemahaman tingkat mikroskopik jarang dikaitkan dalam setiap konsep yang diajarkan. Hal ini sesuai dengan pembelajaran kimia di SMA Negeri 5 Malang yang menekankan pada pemahaman makroskopik, simbolik dan algoritmik. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengidentifikasi pemahaman konsep larutan asam basa melalui gambaran mikroskopik tentang asam basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, pasangan asam basa konjugasi dan Lewis, larutan asam poliprotik, larutan asam basa berdasarkan derajat ionisasi (α), hasil reaksi netralisasi asam kuat dan basa kuat; (2) mengidentifikasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pemahaman konsep larutan asam basa melalui gambaran mikroskopik; dan (3) mengidentifikasi pemahaman konsep asam basa melalui gambaran mikroskopik yang mudah dan sulit serta penyebab kesulitan tersebut bagi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2012/2013. Sampel penelitian adalah 33 siswa kelas XI IPA 3 yang dipilih secara teknik sampling kelompok (cluster). Instrumen yang digunakan berupa soal tes objektif dengan 5 alternatif jawaban sebanyak 21 soal dan pedoman wawancara. Soal yang digunakan sebagai instrumen memiliki validitas isi sebesar 84,92% dan reliabilitas sebesar 0,767. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemahaman konsep siswa mengenai larutan asam basa melalui gambaran mikroskopik berdasarkan tes tergolong cukup (64,29%) yang terdiri dari asam basa: Arrhenius tergolong baik (79,39%), Bronsted-Lowry dan pasangan asam basa konjugasi tergolong baik (71,52%), Lewis tergolong kurang (54,54%), asam poliprotik tergolong cukup (62,12%), asam basa berdasarkan derajat ionisasi (α) tergolong cukup (60,60%), reaksi netralisasi asam kuat dan basa kuat tergolong cukup (57,58%); (2) kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pemahaman konsep larutan asam basa melalui gambaran mikroskopik kemungkinan disebabkan karena siswa: (a) menganggap asam lemah atau basa lemah dalam air akan terionisasi sebagian tetapi molekul yang terionisasi lebih banyak, (b) sulit membedakan antara asam basa Bronsted-Lowry dengan asam konjugasi-basa konjugasi Bronsted-Lowry dan menentukan asam basa Lewis sama dengan menentukan asam basa Bronsted-Lowry, (c) menganggap bahwa tidak terdapat molekul asam lemah poliprotik pada tahap ionisasi setelah ionisasi pertama, (d) tidak memahami derajat ionisasi dengan benar, (e) menganggap molekul air sebagai pelarut sama dengan molekul air hasil reaksi dan menganggap jika salah satu asam atau basa berlebih maka hasil reaksi hanya terdapat ion pembentuk garam dengan salah satu ion berlebih tanpa terdapat ion H+ atau OH- yang berlebih; (3) sub konsep asam basa Arrhenius cenderung paling mudah dipahami oleh 62,5% siswa melalui gambaran mikroskopik dan (4) sub konsep asam basa Lewis cenderung paling sulit dipahami oleh 62,5% siswa melalui gambaran mikroskopik dengan alasan: (a) konsepnya sulit, (b) sulit membedakan asam Lewis dan basa Lewis serta sering terbalik dengan asam basa Bronsted-Lowry, (c) gambaran mikroskopiknya rumit sehingga sulit menentukan asam basa Lewis, dan (d) tidak memahami tentang perpindahan elektron dalam asam basa Lewis.

Shafi'i's theory of naskh and its influence on the 'ulum Al-Qur'an / by Kusmana

 

Isolasi dan identifikasi komponen minyak atsiri mint dari mentha arvensis var. Javanica / Anissa Yustisia

 

Indonesia memiliki kekayaan alam yang salah satunya berupa rempah-rempah yang umumnya dimanfaatkan di bidang kuliner. Dengan perkembangan jaman, beberapa rempah-rempah yang telah diketahui khasiatnya mulai diaplikasikan ke beberapa bidang lainnya. Salah satu rempah-rempah yang mudah tumbuh di Indonesia adalah tanaman mint. Tanaman ini memiliki efek menyegarkan sehingga pemanfaatannya tidak terbatas dibidang kuliner, namun juga sebagai bahan tambahan obat-obatan. Walaupun memiliki banyak manfaat, tidak semua tanaman mint diketahui kandungan kimianya karena tanaman mint memiliki ± 2300 jenis. Mentha arvensis var. javanica adalah salah satu tanaman mint yang tumbuh di Indonesia namun pemanfaatannya masih jarang dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan isolasi minyak atsiri dari mentha arvensis var. javanica dan mengidentifikasi 10 kandungan utama senyawa penyusun minyak atsiri tersebut. Penelitian ini bersifat eksperimen laboratoris. Penelitian dilakukan pada bulan Pebruari-Mei 2006 bertempat di laboratorium Universitas Negeri Malang dan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan pemilihan tanaman mint yang seragam, yaitu dengan panjang sampai 5 tingkat daun dari ujung batang. Setelah mendapatkan sampel yang memenuhi persyaratan tersebut, sampel dibagi menjadi tiga bagian, dimana bagian I langsung diisolasi, bagian II dan III disimpan dalam keadaan terbuka dan tidak terkena sinar matahari secara langsung selama 2 dan 5 hari sejak pemetikan. Isolasi dilakukan dengan menggunakan metode destilasi uap-air. Minyak atsiri yang didapatkan dari hasil destilasi kemudian dihitung rendemennya dan diidentifikasi dengan menggunakan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrofotometer). Hasil isolasi 1000 gram sampel untuk menghasilkan minyak atsiri mint pada penyimpanan selama 0 hari, 2 hari, dan 5 hari berturut-turut adalah 0,51 mL; 0,7 mL; 1,11 mL. Dari ketiga perlakuan berbeda pada sampel tersebut, maka untuk mendapatkan minyak atsiri dengan hasil yang maksimum sebaiknya dilakukan penyimpanan tanaman mint selama 5 hari pada udara terbuka dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Identifikasi kandungan minyak atsiri dilakukan dengan menganalisa 10 puncak terbesar pada spektrum GC-MS adalah 2-metil-5-(1-metiletilen)-2-sikloheksen-1-on = 64,00%; piperitenon oksida = 16,96%; limonena = 8,61%; karyofilen oksida = 2,75%; -bourbonena = 2,58%; trans-karyofilena = 1,32%; -mirsena = 1,06%; nonanal = 1,08%; 7-metil-3-metilen-1,6,9-dekatriena = 0,93%; p-2-menthen-1-ol = 0,69%.

Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap audit delay (Studi empiris perusahaan real estate property yang terdaftar di BEI tahun 2008-2009) / Ranny Kartika Sari

 

Kata kunci: audit delay, ukuran perusahaan, lama menjadi klien KAP,laba atau rugi, ukuran KAP Ketepatan waktu merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan nilai laporan keuangan dan merupakan salah satu indikator yang digunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan.Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan, lamanya menjadi klien KAP, laba/rugi, dan ukuran KAP secara parsial terhadap audit delay . Populasi yang digunakan dalam penelitian ini ada 102 perusahaan berasal dari perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEI tahun 2008 dan 2009 . Total sampel yang ada pada penelitian ini berjumlah 19 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling,Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji asumsi klasik dan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa faktor ukuran perusahaan dengan nilai 0.040 berpengaruh signifikan terhadap audit delay. ukuran KAP sebesar 0.047 berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Sedangkan lama menjadi klien KAP dengan nilai 0.323 tidak berpengaruh terhadap audit delay, dan laba/rugi sebesar 0.565 juga tidak berpengaruh terhadap audit delay. Dari hasil analisis ukuran perusahaan dan ukuran KAP merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Sedangkan faktor lamanya menjadi klien KAP dan laba/rugi tidak berpengaruh terhadap audit delay. Secara berurutan, faktor yang paling dominan hingga yang tidak dominan adalah ukuran perusahaan, ukuran KAP, lamanya menjadi klien KAP, dan laba/rugi. Dianjurkan untuk penelitian selanjutnya bisa menambah faktor lain yang mempengaruhi audit delay , menambahkan perusahaan, dan tahun yang akan diteliti agar terlihat komparabilitas antara perusahaan satu dengan yang lain dengan industri yang sama atau yang berbeda.

Penelitian kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SD-SD Negeri Selorejo wilayah Departemen P&k Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar / Sunaryo, HS.

 

Perancangan mesin penetas telur full otomatis untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas penetasan telur ayam buras di Kabupaten Blitar / Rahmat Hidayat

 

Kata Kunci : perencanaan, mesin penetas telur, ayam buras, otomatis, Kabupaten Blitar. Saat ini masih banyak usaha kecil di masyarakat yang belum tersentuh teknologi maju, padahal teknologi produksi yang ada terus berkembang. Oleh karena itu kami sebagai Mahasiswa Fakultas Teknik berusaha menjembatani antara masyarakat yang haus akan teknologi dan dunia perguruan tinggi yang melimpah dengan ilmu dan teknologi. Masyarakat membutuhkan sebuah teknologi yang bisa menyelesaikan permasalahan yang sedang mereka hadapi. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah melalui penelitian dan pengembangan teknologi di bidang peternakan, khusunya penetasan telur ayam. Ayam merupakan suatu komoditi yang permintaanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini terus berkembang seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dunia, khususnya Indonesia. Sebagaimana data dari Kementrian Pertanian, bahwa pertumbuhan kebutuhan telur mencapai 10% per tahunnya. Sedangkan daging ayam buras dan ayam ras 4% dan 13%. Begitu pula diungkapkan Ketua Umum Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Yudhi Guntara, tahun 2011 produksi telur nasional diperkirakan sebesar 1,2 juta ton - 1,5 juta ton. Sebagai perbandingan, tahun 2010 lalu produksi telur nasional mencapai 1,4 juta ton. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan banyak dukungan dari berbagai sector. Dalam upaya memacu usaha peternakan unggas perlu adanya sentuhan teknologi yang tepat dan mudah diterapkan. Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah sentra peternakan berbagai jenis ayam yang ada di Jawa Timur. Sistem penetasan yang ada di masyarakat saat ini (khususnya di Blitar dan kebanyakan di daerah lain) masih menggunakan teknologi manual yang membutuhkan banyak tenaga dalam pengoperasiannya. Berdasarkan uraian masalah di atas dirasakan perlu adanya sebuah terobosan untuk mengatasinya, sehingga penulis ingin mengangkat permasalah tersebut kedalam skripsi dengan judul “Perancangan Mesin Penetas Telur Full Otomatis untuk Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Penetasan Telur Ayam Buras di Kabupaten Blitar”. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1).Merancang mesin penetas telur full otomatis yang dilengkapi sensor suhu, sensor kelembaban dan juga pemutar telur otomatis yang bisa dioperasikan dengan mudah. (2). Perancangan dan pembuatan mesin penetas telur full otomatis ini juga bertujuan mengetahui uji kinerja mesin yang akan dibuat. Uji kinerja lebih difokuskan pada kinerja kontrol otomatis ketiga variabel utama yang terdiri dari pengendali suhu, pengendali kelembaban, dan juga pemutar telur otomatis. Metode yang digunakan untuk pengembangan mesin ini adalah dengan metode diskriptif. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: (1). Perencanaan desain mesin penetas yang meliputi dimensi mesin untuk kapasitas 216 butir telur, mekanisme rak kabinet, pemilihan motor penggerak, dan perhitungan daya motor penggerak engkol peluncur offset yang dimodifikasi untuk mendorong rak telur. Bahan yang digunakan juga harus memenuhi syarat ringan, tahan lama, serta mudah dikerjakan dan dibongkar pasang. (2). Pembuatan bagian mekanik mesin. Mekanik mesin terdiri dari kotak penetasan, rangkaian rak penetasan yang dibuat bertingkat, dan instalasi listrik. Mekanik mesin bisa diibaratkan sebagai tubuh, yang merupakan salah satu bagian utama dari mesin ini. (3). Pembuatan perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras terdiri dari rangakaian elektronik power supply, rangkaian pengendali suhu, dan rangkaian pengendali kelembaban. Sedangkan perangkat lunak disusun dengan bahasa C. Perangkat lunak merupakan nyawa dari keseluruhan sistem yang mengendalikan keseluruhan sistem. Untuk mendukung sistem, digunakan mikrokontroller ATmega 16. (4). Pengujian mesin hasil pengembangan. Pengujian terdiri dari 2 tahap besar yang terdiri dari uji teknis dan uji kinerja. Uji teknis terdiri dari pengujian system pengatur suhu ruangan, system pengatur kelembaban, dan sistem pemutar telur otomatis. Pengujian dilakukan dalam waktu beberapa jam untuk memastikan system bekerja dengan baik. Sedangkan uji teknis dilakukan dengan menjalankan mesin selama 23 hari tanpa henti untuk menetaskan telur ayam. Dari pengujian ini bisa diketahui hasil kinerja mesin yang sebenarnya. Mesin penetas ini memiliki beberapa kelebihan dibanding generasi mesin sebelumnya. Kelebihan tersebut meliputi:(1).Dengan sistem full otomatis, operator tinggal menekan tombol “enter” dan sistem penetasan sudah bisa berjalan. Tidak perlu melakukan berbagai pengaturan lagi. (2).Bagi pengguna yang ingin melakukan eksperimen, bisa keluar dari menu otomatis, dan mengatur kondisi lingkungan sesuai yang diinginkan. (3). Sistem pemutar telur otomatis dengan gerakan halus yang frekuensi putarannya bisa diatur hingga tiap 30 menit sekali. (4). Pengaturan suhu dan kelembaban secara digital, hanya dengan memasukkan angka melalui tombol yang disediakan. Kontrol suhu bisa diatur hingga 40oC. Sedangkan kontrol kelembaban relatif bisa dinaikkan hingga 90% RH. (5). Sistem pemrograman yang menggunakan mikrokontroller memberi sejumlah kemudahan untuk operasional. Sistem ini juga sangat fleksibel untuk pengembangan lebih lanjut. (6). Kapasitas mesin maksimal adalah 216 butir telur sehingga sesuai untuk skala produksi.

Hubungan antara konsep diri dan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Batu / Martsel Mulya Jaya

 

Konsep diri berkembang pada masa remaja, yakni rentangan antara usia 13-17 tahun. Pada masa ini individu berusaha mencari identitas dirinya dan mencari kedudukan dirinya di lingkungan. Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang didirikan oleh dan untuk masyarakat yang dikelola oleh piranti pendidikan. Dalam sekolah setiap siswa pasti mengharapkan prestasi belajar yang maksimal. Keberhasilan siswa dalam sekolah ditunjukkan dengan prestasi belajar. Kemampuan masing-masing individu dalam memperoleh prestasi akademik yang baik, salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan siswa dalam memandang seberapa pentingkah dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) konsep diri siswa kelas XI, (2) prestasi belajar siswa kelas XI, (3) hubungan antara konsep diri dengan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Batu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMU Negeri 2 Batu. Sejumlah 270 siswa, menggunakan teknik cluster random sampling dengan sampel penelitian sebanyak 90 siswa. Instrumen yang digunakan adalah skala konsep diri. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasional. Penelitian dilakukan bulan November sampai dengan Desember 2007. Berdasarkan hasil penelitian ini, konsep diri siswa kelas XI SMU Negeri 2 Batu pada umumnya termasuk dalam kategori sedang sebanyak 64 siswa. Sedangkan yang memiliki konsep diri tinggi sebanyak 15 orang, dan sisanya berjumlah 11 orang termasuk kedalam kategori rendah dengan mean sebesar 94,26. Prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Batu pada umumnya masuk dalam kategori sedang. Dari 90 subyek penelitian ditemukan 60 siswa termasuk kategori sedang. Sedangkan yang memiliki prestasi belajar tinggi sebanyak 19 siswa. Serta yang masuk kedalam kategori rendah sebanyak 11 orang dengan mean sebesar 1006,36. Diketahui ada hubungan positif antara konsep diri dengan prestasi belajar dengan taraf sigifikansi r = 0,470. Apabila diadakan penelitian lanjutan mengenai topik ini, maka disarankan untuk lebih cermat dalam memilih populasi dan sampel.

Studi evaluasi pemahaman konsep persamaan dan stoikiometri reaksi kimia menggunakan tes objektif beralasan pada siswa MAN Malang II Batu / Diah Achirul Muslimah

 

Kata kunci : pemahaman konsep, persamaan reaksi, stoikiomteri reaksi, tes objektif beralasan Pemahaman terhadap suatu konsep dalam materi kimia dan hubungan antar konsep dengan benar merupakan hal yang sangat penting. Pemahaman konsep yang benar merupakan landasan untuk memahami konsep selanjutnya. Pemahaman yang salah terhadap suatu konsep akan menyebabkan kesulitan dalam mempelajari konsep yang lainnya. Persamaan dan stoikiometri reaksi kimia merupakan konsep dasar yang harus dipelajari siswa untuk memahami materi selanjutnya, Banyak cara yang telah digunakan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa, salah satunya adalah dengan menggunakan instrumen soal objektif beralasan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep tentang materi persamaan dan stoikiometri reaksi kimia pada siswa MAN Malang II Batu. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif deskriptif.Populasidalam penelitian adalah siswa kelas X MAN Malang II Batu yang terdiri dari 10 kelas. Sampel sebanyak 3 kelas yaitu kelas X-1, X-9 dan X-10, diambil dengan teknik cluster random sampling, yaitu dengan cara acak kelas. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif beralasan berjumlah 25 butir soal dengan 5 alternatif jawaban disertai 5 alternatif alasan pemilihan jawaban. Instrumen tergolong valid dengan reliabilitas = 0,706. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan teknik persentase yang kemudian dikualifikasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian kecil siswa (23,4%) memahami konsep penyetaraan persamaan reaksi dan (2) sebagian kecil siswa (15,6%) memahami konsep penentuan simbol fasa dalam persamaan reaksi, (3) hampir separuh siswa (42,5%) memahami definisi mol, (4) sebagian besar siswa (66,1%) memahami konversi mol, (5) hampir separuh dari jumlah siswa (44,1%) memahami konsep rumus empiris, (6) hampir separuh dari jumlah siswa (40,6%) memahami rumus molekul, (7) hampir sebagian besar siswa (60,4%) memahami konsep penentuan massa atom relatif dan massa molekul relatif, (8) hampir separuh siswa (41,3%) memahami konsep pereaksi pembatas, (9) sebagian kecil siswa (5,2%) memahami konsep senyawa hidrat, (10) sebagian besar siswa (54,2%) memahami konsep kadar suatu senyawa dalam zat, dan (11) hampir separuh siswa (31,2%) memahami hukum gas ideal.

Motivasi mahasiswa putri dalam memilih Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang tahun akademik 2007/2008 / A. Faisol Husan

 

Berdasarkan latar belakang masalah adalah tujuan pendidikan nasional adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, banyak lembaga formal dalam bidang pendidikan dibentuk dalam upaya mencapai pendidikan nasional mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, salah satu lembaga bertaraf lembaga perguruan tinggi adalah Universitas Negeri Malang (UM) yang mempunyai banyak fakultas dan jurusan, salah satu jurusan yang banyak peminatnya adalah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJK), karakteristik dari Pendidikan Jasmani dan Kesehatan sendiri adalah karakter yang melekat pada individu seperti: tipe tubuh, kondisi fisik, motivasi dan atribut lain yang membedakan dengan jurusan lain, terdapat suatu fenomena bahwa tidak hanya mahasiswa putra saja tetapi juga mahasiswa putri yang dari tahun ketahun mengalami peningkatan, kemudian ada motivasi tersendiri dari mahasiswa putri Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dalam memilih program studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan, maka tujuan yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji apa motivasi mahasiswa putri dalam memilih program studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang tahun akademik 2007/2008. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa putri program studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang pada tahun 2007/2008 yang berjumlah 31 orang. Rancangan Penelitan berdasarkan permasalahan, maka penelitian menggunakan survey. Ditinjau dari tujuan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen berupa angket skala lickert. Sesuai dengan judul penelitian, maka instrumen yang digunakan berupa instrumen non tes berbentuk angket, yang terdiri dari pedoman angket/kuesioner dan butir-butir pernyataan yang dilengkapi dengan alternatif jawaban berupa ?sangat setuju sekali?, ?sangat setuju?, ?setuju?, dan ?tidak setuju?. Teknik angket yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket terstruktur berbentuk tertutup karena instrumen tersebut untuk mendapatkan data tentang motivasi mahasiswa putri dalam memilih program studi Pendidikan Jasmani tahun akademik 2007/ 2008. Instrumen angket disusun dengan mengacu pada tabel kisi-kisi yang dikembangkan dari tabel penjabaran variabel yang diteliti berupa pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban yang masing-masing diberi skor sesuai dengan jawaban yang dipilih. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa hasil analisis uji coba koefisien reliabilitas instrumen diperoleh koefisien reliabilitas skor total pernyataan motivasi intrinsik 0,9496 dan pernyataan motivasi ekstrinsik 0,9152. Berdasarkan hasil data dari tinjauan penelitian, dari 31 responden mahasiswa putri maka dapat dikemukakan bahwa pada pernyataan indikator motivasi intrinsik mahasiswa dominan memilih jawaban ?sangat setuju sekali? pada indikator ingin menyalurkan bakat, ingin menyalurkan hobi dan ingin mengembangkan potensi pada salah satu bidang olahraga yang dipilih oleh 19 responden dengan jumlah rata-rata skor dari keseluruhan jawaban yang dipilih responden adalah 104,25 (83,57%). Berdasarkan hasil deskripsi data tersebut diatas, dari 31 responden mahasiswa putri maka dapat dikemukakan bahwa pada pernyataan indikator motivasi ekstrinsik mahasiswa dominan memilih jawaban ?sangat setuju? pada indikator peluang memperoleh pekerjaan lebih terbuka yang dipilih oleh 23 responden dengan jumlah rata-rata skor dari keseluruhan jawaban yang dipilih responden adalah 81,45 (72,47%). Berdasarkan data dari tinjauan hasil penelitian dan pembahasan penelitian yang berjudul ?Motivasi Mahasiswa Putri dalam Memilih Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang? tahun akademik 2007/2008. Dapat disimpulkan secara keseluruhan adalah baik dalam hal motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

Survei tentang tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2 maks) pada wasit bola basket Perbasi Pengko Malang tahun 2007 / Ferdo Hendriawan

 

Dalam beberapa tahun ini perkembangan kompetisi bola basket dikota Malang sangat pesat yang ditandai dengan banyaknya kompetisi antar club, sekolah, sampai perguruan tinggi dan fakultas. Namun dengan banyaknya kompetisi tersebut, perkembangan perwasitan PERBASI PENGKO Malang minim akan prestasi berskala nasional, karena hanya ada 1 orang wasit yang bersertifikat atau lisensi A dan 1 orang berlisensi B1 dari 21 orang wasit yang ada di Malang. Dalam memimpin pertandingan, pada menit-menit awal mereka mampu memimpin pertandingan dengan baik dan konsentrasi yang baik, namun setelah memasuki babak kedua mereka mulai kehilangan konsentrasi yang kemungkinan disebabkan para wasit mengalami kelelahan. Hal ini diperkirakan penyebabnya adalah tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2 maks) wasit bola basket PERBASI PENGKO Malang pada tahun 2007 rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2 maks) wasit bola basket PERBASI PENGKO Malang tahun 2007. Untuk mengukur variabel penelitian tingkat kapasitas erobik maksimal (VO2 maks) instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrument tes lari multistage.

Identifikasi tingkat, jenis, dan faktor-faktor penyebab kesulitan siswa MA Negeri Wlingi dalam memahami materi indikator dan pH larutan asam-basa / Muhammad Lukman Buchori

 

Kata kunci: tingkat kesulitan, jenis kesulitan, faktor-faktor penyebab kesulitan, indikator larutan asam-basa, pH larutan asam-basa. Berdasarkan informasi dari guru mata pelajaran kimia MA Negeri Wlingi, siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi asam-basa khususnya pada materi indikator asam-basa dan perhitungan pH. Kesulitan ini ditandai dengan lamanya waktu yang dibutuhkan siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa saat dijelaskan oleh guru. Selain itu, pada pengerjaan soal ulangan harian yang diberikan, kebanyakan siswa mengalami kesalahan pada soal indikator asam basa dan perhitungan pH larutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat kesulitan yang dialami siswa kelas XI IPA MA Negeri Wlingi dalam memahami materi indikator asam-basa, (2)tingkat kesulitan yang dialami siswa dalammemahami materi pH larutan asam-basa, (3) jenis kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa, serta (4) faktor-faktor penyebab kesulitan siswa kelas XIIPA MA Negeri Wlingi dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA MA Negeri Wlingi tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa 103 siswa. Instrumen penelitian ada 2 jenis yaitu tes pilihan ganda beralasan dan angket. Tes pilihan ganda beralasan berjumlah 24 butir soal yang telah validasi dengan reliabilitas (r11) 0,74. Tes pilihan ganda beralasan digunakan untuk mengetahui tingkat dan jenis kesulitan siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa, sedangkan angket yang terdiri dari 12 butir pertanyaan digunakan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa. Data dianalisis secara deskriptif melalui penghitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kesulitan siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa tergolong cukup tinggi (49,3%). (2) Tingkat kesulitan siswa dalam memahami materi pH larutan asam-basa tergolong cukup tinggi (49,0%). (3) Jenis kesulitan siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa adalah (a) dalam memahami istilah tergolong rendah (39,8%); (b) dalam memahami konsep tergolong cukup tinggi (56,0%); (c) dalam memahami hitungan (algoritmik) tergolong cukup tinggi (50,1%). (4) Faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa adalah (a) faktor yang bersumber dari diri siswa yaitu kurangnya kemampuan siswa dalam menentukan dan mengaplikasikan rumus yang akan digunakan dalam suatu soal (49,4%), kurangnya kemampuan siswa dalam memahami dan mengerjakan soal bertingkat (77,8%), serta kurangnya tingkat ketelitian siswa dalam mengerjakan suatu soal (45,7%); (b) faktor yang bersumber dari luar diri siswa adalah tidak adanya teman diskusi untuk membahas tentang materi indikator larutan asam-basa dan pH larutan asam-basa (58,0%).  

Variasi genetik kerbau lokal (Bubalus bubalis) di wilayah Madiun dan Malang berdasarkan prodil dan polimorfisme protein darah sebagai bahan ajar teknik analisis biologi molekuler / Marheny Lukitasari

 

Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) : Dr. agr. Mohamad Amin, M.Si., (II) Dr. Umie Lestari, M.Si. Kata kunci : variasi genetik, profil, polimorfisme, protein, bahan ajar Populasi ternak kerbau di Indonesia sebanyak 40% terdapat di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Timur. Data menunjukkan bahwa populasi kerbau terus mengalami penurunan jumlah selama kurun waktu lima tahun terakhir. Penurunan jumlah kerbau disebabkan karena masyarakat lebih menyukai beternak sapi karena nilai jual yang lebih tinggi dibanding kerbau. Selain itu seleksi negatif juga dilakukan peternak saat menjual dan memotong kerbau, sehingga yang tertinggal untuk pembibitan adalah kerbau dengan kualitas rendah. Langkah awal untuk meningkatkan kualitas indukan adalah dengan melakukan identifikasi variasi genetik melalui pendekatan molekuler berdasarkan pola profil protein darah. Proses ini dapat dilakukan karena protein yang terdapat pada darah adalah protein fungsional yang merupakan produk dari ekspresi gen. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui profil protein darah dan jarak genetik populasi kerbau di wilayah Madiun dan Malang, 2) untuk mengetahui perbandingan profil protein darah pada populasi kerbau yang ada di Madiun dan Malang, 3) untuk mengetahui polimorfisme protein darah (Haemoglobin, transferrin dan albumin) dapat menunjukkan keragaman genetik dan heterosigositas populasi kerbau yang ada di ada di Kabupaten Madiun dan Malang dan 4) untuk mengaplikasikan hasil penelitian tentang profil dan polimorfisme protein darah (Haemoglobin, transferrin dan albumin) sebagai bahan untuk pengembangan bahan ajar Teknik Analisis Biologi Molekuler (TABM). Metode penelitian dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif melalui observasi laboratorik. Penelitian dilakukan dengan pencandraan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai profil protein, jarak genetik, keragaman genetik dan tingkat heterosigositas populasi kerbau di Madiun dan Malang melalui analisis profil dan polimorfisme protein dengan metode elektroforesis SDS PAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protein eritrosit Madiun yang beragam terlihat pada BM 211 kDa, 86 kDa, 80 kDa, 68 kDa, 35 kDa, 27 kDa, 25 kDa, 16 kDa, 19 kDa dan 12 kDa. Protein serum yang beragam terlihat pada BM 207 kDa, 130 kDa, 68 kDa dan 55 kDa. Dendogram berdasar eritrosit dua populasi menunjukkan persentase similaritas 0,496. Sedangkan dendogram berdasarkan serum menunjukkan persentase similaritas sebesar 0,557. Hal ini berarti hubungan kekerabatan kedua populasi memiliki kesamaan yang relatif dekat berdasarkan serum dibandingkan eritrositnya. Nilai heterozigositas lokus transferrin pada populasi Malang lebih rendah dibanding populasi Madiun berarti heterosigositas lokus transferrin lebih tinggi di populasi Malang dibandingkan di populasi Madiun. Hasil penelitian dipergunakan untuk menyusun dan mengembangkan modul mata kuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler.

Pengembangan modul perubahan fisika dan kimia untuk SMP/MTs kelas VII dengan model belajar learning cycle 5 fase sebagai penunjang kurikulum tingkat satuan pendidikan / Anissa Yustisia

 

Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum penyempurna kurikulum sebelumnya. Diberlakukannya KTSP merubah pola belajar siswa dari behaviouristik menjadi konstruktivistik. Perubahan pola belajar ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru, terlebih guru sains-kimia SMP/MTs karena kimia mulai diperkenalkan di tingkat tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan modul belajar yang dapat membantu siswa untuk memahami konsep kimia dengan mudah dan dapat membangun pengetahuannya secara mandiri. Salah satu model pembelajaran yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan modul pembelajaran adalah model Learning Cycle (LC) 5 fase. Sejauh ini belum ada modul pembelajaran kimia untuk SMP/MTs dengan model LC 5 fase yang menggunakan KTSP sebagai acuan kurikulum. Tujuan utama penelitian pengembangan ini adalah membuat modul pembelajaran dengan menggunakan model belajar LC 5 fase pada materi perubahan fisika dan kimia untuk siswa SMP/MTs kelas VII sesuai dengan KTSP. Penelitian pengembangan ini merupakan penelitian pengembangan prosedural yang mengacu pada 10 langkah Gall dan Borg. Namun karena adanya keterbatasan waktu dan dana, langkah yang dilakukan hanya sampai pada langkah ketiga. Langkah-langkah tersebut adalah (1) penelitian dan pengumpulan data; (2) perencanaan pengembangan modul; (3) pengembangan modul; (4) uji lapangan awal; (5) merevisi hasil uji coba; (6) uji coba lapangan; (7) penyempurnaan produk hasil uji lapangan; (8) uji pelaksanaan lapangan; (9) penyempurnaan produk akhir; dan (10) diseminasi dan implementasi. Validasi isi dilakukan oleh 1 orang dosen kimia UM dan 3 orang guru SMP/MTs. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan teknik analisis data menggunakan analisis rata-rata dan persentase. Hasil penelitian pengembangan ini adalah: (1) modul pembelajaran yang terdiri dari beberapa komponen yaitu, cover, kata pengantar, petunjuk penggunaan, daftar isi, daftar gambar, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, kegiatan belajar (perubahan fisika dan kimia, dan reaksi kimia sederhana), umpan balik, kunci jawaban, dan daftar pustaka; (2) hasil validasi dalam skala 1-4 menunjukkan nilai rata-rata 3,54 (88,5%) yang termasuk dalam kriteria valid. Sehingga modul pembelajaran yang dikembangkan layak untuk mengajarkan materi perubahan fisika dan kimia pada siswa SMP/MTs kelas VII.

Studi tentang kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar menggambar mesin II pada mahasiswa program D3 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK IKIP Malang
Tuwoso

 

Peran koperasi persusuan pada kesejahteraan peternak sapi perah KUD Turen Kecamatan Turen Kabupaten Malang / Masiti Hariyanti

 

Menurut Hatta dalam Baswir (2000 :2) yang lebih diutamakan dalam koperasi adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi para anggotanya, karena itu keberadaan koperasi harus dapat berperan lebih dalam perekonomian. Hal ini merupakan tantangan bagi koperasi terutama Unit Sapi Perah KUD Turen yang tergolong baru dibidang persusuan. Oleh karena itu, agar bisa berperan dalam upaya peningkatan kesejahteraan anggota demi peningkatan perekonomian nasional, koperasi dituntut untuk memberikan fasilitas, pelayanan, dan penyuluhan secara maksimal, efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran koperasi persusuan pada kesejahteraan peternak sapi perah KUD Turen Kecamatan Turen Kabupaten Malang yang meliputi deskripsi gambaran umum KUD Turen, hambatan-hambatan/faktor penghambat, upaya peningkatan budidaya sapi perah, upaya permodalan, usaha peningkatan produksi susu, upaya pemasaran, dan keadaan ekonomi peternak sapi perah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja KUD Turen yang berpusat di kantor KUD Turen. Penelitian ini tidak menggunakan sampel atau populasi tetapi menggunakan informan untuk mendapatkan informasi atau data yang diperlukan di lapangan. Prosedur pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi/ pengamatan peran serta, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam bentuk prosentase. Untuk interprestasi data menggunakan tujuh kategori yaitu seluruhnya, hampir seluruhnya, sebagian besar, separuh, sebagian kecil, hampir tidak ada, tidak ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan-hambatan tersebut sebagian besar berasal dari KUD Turen itu sendiri terutama dibidang permodalan dan produksi. Upaya peningkatan budidaya sapi perah membuktikan bahwa hampir seluruhnya sapi perah peternak yang menggunakan jasa tenaga Inseminasi Buatan/IB. Sebagian besar berhasil dengan hanya satu kali IB saja dan sebagian kecil saja yang harus melakukan lebih dari satu kali suntikan. Hampir seluruh peternak melakukan pengamatan reproduksi 2-3 kali sehari. Seluruh peternak menggunakan modal sendiri untuk memulai usaha sapi perah. Peternak dalam pengembangan usahanya hanya sebagian kecil yang mengambil kredit dari SP/Simpan Pinjam. Sedangkan pemberian dana bergulir hampir tidak ada peternak yang menerima dalam kurun waktu satu tahun. Upaya peningkatan produksi yang dilakukan KUD Turen dengan memberi bantuan penyaluran pakan tambahan hanya sebagian besar sapi perah mendapatkan konsentrat sesuai dengan ransum per harinya. Seluruh hasil produksi susu dari peternak memiliki kualitas di atas standart yang ditentukan. Sebagian besar penyakit yang bisa mempengaruhi produksi susu sapi perah adalah mastitis, yaitu salah satu jenis penyakit yang diderita oleh sapi perah dengan gejala pembengkakan pada puting susu yang disebabkan karena masuknya kuman ke dalam saluran puting susu. Hasil produksi susu setiap hari hampir seluruhnya dikirimkan ke PT Nestle. Hal ini disebabkan karena koperasi bisa menjadi penyalur susu segar ke PT Nestle apabila produksi susunya sudah lebih dari 4000 liter. Sedangkan produksi per hari KUD Turen mencapai 5000 liter. Sisa yang tidak dikirim diolah menjadi susu segar siap minum. Jadi, hanya sebagian kecil saja yang diolah menjadi susu segar siap minum/pasteurized. Hampir tidak ada masyarakat umum yang membeli susu segar murni. Pemasaran susu segar siap minum seluruhnya masih menggunakan sistem pesan. Kebijakan harga susu segar murni seluruhnya berada di tangan PT Nestle. Sedangkan kebijakan harga untuk susu segar siap minum sebagian besar berada ditangan KUD Turen. Peternak hampir seluruhnya menjadikan usaha ini sebagai penghasilan utama di samping penghasilan lainnya. Hal ini disebabkan karena prospek perkembangan usaha yang menjanjikan pada masa ? masa mendatang untuk peningkatan kesejahteraan keluarga. Menjalani usaha peternakan sapi perah memiliki jaminan kemudahan-kemudahan yang diberikan KUD Turen terutama perputaran uang sangat cepat, karena setiap 10 hari ada hasil yang dapat diperoleh dari menekuni usaha peternakan sapi perah. Kesejahteraan peternak juga meningkat, hal ini ditunjukkan dengan adanya kenaikan pendapatan 16.61 % dari pendapatan sebelumnya yaitu peternak sapi daging. Selain itu peternak hampir seluruhnya berada dalam kelompok keluarga sejahtera II dan keluarga sejahtera III. Hampir tidak ada peternak sapi perah yang masuk dalam kelompok keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I. Jika ada peternak yang berada dalam kelompok pra sejahtera jumlahnya sangat sedikit, sekitar 1,2 % dari keseluruhan peternak. Berdasarkan hasil penelitian di atas, KUD Turen diharapkan lebih berperan lagi dalam usaha peningkatan kesejahteraan peternak sapi perah yaitu dengan melakukan langkah-langkah yang sesuai untuk meningkatkan budi daya sapi perah, produksi susu, dan pemasaran hasil produksi susu. Yaitu dengan pembinaan budidaya sapi perah yang baik, pencukupan modal kerja, subsidi pakan ternak, penyediaan tenaga penyuluh dan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi susu peternak sapi perah. Dengan adanya peningkatan produksi susu selain akan menambah nilai keuntungan bagi KUD Turen, juga akan meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah dengan seiring peningkatan penghasilan yang berasal dari usaha sapi perah.

Studi kemampuan guru dalam menyusun silabus PKn berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi di SMA Negeri Kabupaten Tulungagung / Dian Kristiana Palupi

 

Guru merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pendidikan formal yang merupakan kurikulum hidup yang akan memfungsionalkan program pengajaran. Kurikulum sebagus apapun tanpa ditunjang kemampuan mengajar yang baik dari seorang guru hasilnya tidak akan maksimal. Jadi kompetensi guru untuk mendukung sebuah kurikulum yang kompeten, saling berkaitan. Untuk melaksanakan Kurikulum Berbasis Kompetensi diperlukan tenaga pengajar atau guru yang profesional, yaitu guru yang mempunyai kepribadian tinggi, mampu mengelola pembelajaran yang didalamnya menyangkut kemampuan menyusun rencana pembelajaran yang dituangkan dalam silabus, mau mengembangkan diri, pengetahuan luas dan tanggung jawab. Dalam kenyataannya ternyata tidaklah semudah yang diharapkan oleh sebuah kurikulum. Masih banyak guru yang kesulitan menerapkan kurikulum berbasis kompetensi terutama dalam menyusun silabus PKn. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana kemampuan guru dalam menyusun silabus PKn di SMA Negeri Kabupaten Tulungagung? (2) Apa saja kendala kendala yang dihadapi guru dalam menyusun silabus PKn berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi? (3) Faktor-faktor apa yang menjadi penyebab munculnya kendala dalam penyusunan silabus PKn di SMA Negeri Tulungagung? (4) Upaya apa yang dilakukan guru untuk mangatasi kendala dalam penyusunan silabus PKn di SMA Negeri Kabupaten Tulungagung? Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kemampuan guru dalam menyusun silabus PKn di SMA Negeri Kabupaten Tulungagung, (2) untuk mengetahui kendala guru dalam menyusun silabus PKn berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi, (3) untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi penyebab munculnya kendala guru dalam menyusun silabus PKn di SMA Negeri Kabupaten Tulungagung, (4) Untuk mengetahui apa yang telah dilakukan oleh guru untuk mengatasi kendala dalam menyusun silabus PKn di SMA Negeri di Kabupaten Tulungagung. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik sampel bertujuan atau purposive sample. Berdasarkan teknik pengambilan sampel tersebut ditetapkan yang menjadi sampel dalam penelitian yaitu 19 guru PKn kelas X dan XI yang berasal dari 10 SMA Negeri Kabupaten Tulungagung Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah angket atau kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif, yaitu analisis yang berbentuk angka-angka yang kemudian dituangkan dalam bentuk rumus prosentase. Kemampuan guru dalam menyusun silabus PKn di SMA Negeri Kabupaten Tulungagung menunjukkan bahwa 49% guru PKn mampu menyusun silabus, 47% guru PKn kurang mampu menyusun silabus dan 4% guru PKn lain-lain (sesuai kondisi sekolah). Kendala yang dihadapi guru PKn dalam menyusun silabus yaitu (1) menentukan materi pokok dan uraiannya, (2) menentukan pengalaman belajar, (3) menentukan indikator, (4) menentukan penilaian, (5) menetukan alokasi waktu, (6) mengalami kendala dalam menentukan sumber, bahan, alat pembelajaran. Faktor penyebab munculnya kendala guru PKn dalam menyusun silabus yaitu (1) kompetensi guru dalam menyusun silabus kurang, (2) kurang pelatihan pembuatan silabus, (3) tidak ada buku acuan yang tepat, (4) materi luas dan banyak, (5) fasilitas sekolah kurang lengkap, (6) waktu terbatas, (7) sumber daya siswa rendah, (8) sulit menentukan kriteria penilaian aspek afektif, (9) standar penilaian terlalu tinggi. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala penyusunan silabus PKn yaitu (1) silabus disusun per tim, (2) sering di berikan pelatihan penyusunan silabus, (3) lebih kreatif lagi mencari sumber/bahan/media yang relevan, (4) menyederhanakan materi, (5) lebih kreatif lagi dalam mengelola fasilitas sekolah yangada (6) menggunakan waktu cadangan, (7) lebih memahami kemampuan siswa, (8) melakukan pengamatan secara langsung berkaitan aspek afektif, (9) berusaha menurunkan standar kompetensi minimal. Berdasarkan kesimpulan yang di peroleh, maka di sarankan bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung dan SMA-SMA Negeri Kabupaten Tulungagung sering memberikan pelatihan penyusunan silabus, bagi guru PKn SMA Negeri Kabupaten Tulungagung sebaiknya lebih kreatif lagi dalam mengelola waktu, mencari dan mengelola sumber, bahan, media pembelajaran.

Penggunaan bahasa dalam teks saran / Nanda Awalilfitri

 

Kata Kunci: penggunaan bahasa, saran, karya ilmiah Saran merupakan bagian penting dalam suatu karya ilmiah. Dalam suatu karya ilmiah, saran ditulis dalam subbab tersendiri. Subbab saran terletak pada bab penutup, setelah simpulan hasil penelitian. Dalam subbab ini, penulis menyampaikan saran atau gagasan kepada pembaca. Saran tersebut dibuat berkaitan dengan hasil kajian atau pembahasan yang telah dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti penggunaan bahasa dalam teks saran pada tesis mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan (1) ragam kosakata yang mencerminkan tuturan saran, (2) pola tuturan saran, dan (3) strategi penyampaian tuturan saran dalam teks saran pada tesis mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang mengandung kosakata yang mencerminkan tuturan saran, pola tuturan saran, serta strategi penyampaian tuturan saran, yang termuat dalam teks saran pada tesis mahasiwa Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Sumber data yang digunakan untuk memperoleh data penelitian ini adalah teks saran dalam tesis mahasiwa Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Sumber data yang terkumpul adalah 30 teks saran, Data dianalisis dengan menggunakan instrumen berupa panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Analisis data dilakukan berdasarkan model alir Miles dan Huberman berupa tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan dilakukan dengan triangulasi teman sejawat dan ahli bahasa. Hasil penelitian ini adalah deskripsi ragam kosakata yang mencerminkan tuturan saran, pola tuturan saran, dan strategi penyampaian tuturan saran dalam teks saran pada tesis mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian, ragam kosakata yang mencerminkan tuturan saran dalam teks saran terbagi menjadi dua kategori, yaitu ragam kata anjuran dan ragam kata larangan. Ragam kata anjuran yang ditemukan dalam teks saran meliputi dua jenis, yaitu kata penghalus yang meliputi kata sebaiknya, hendaknya, selayaknya, perlu kiranya, diharapkan, akan lebih baik jika, disarankan, disarankan agar, agar, dapat, perlu, dan diperlukan; dan kata penegas, yang meliputi kata harus dan sangat. Ragam kata larangan yang ditemukan dalam teks saran yaitu kata tidak dan jangan. Pola tuturan saran dalam teks saran pada tesis mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang terbagi menjadi dua belas kategori, yaitu pola saran, pola saran-cara, pola saran-cara-tujuan, pola saran-cara-sebab, pola saran-tujuan, pola saran-tujuan-cara, pola tujuan-saran, pola tujuan-saran-sebab, pola sebab-saran, pola sebab-saran-tujuan-cara, pola sebab-saran-cara-tujuan, dan pola waktu-saran-tujuan. Strategi penyampaian tuturan saran yang ditemukan dalam teks saran pada tesis mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang yaitu strategi penyampaian tuturan saran secara langsung dan strategi penyampaian tuturan saran secara tidak langsung. Strategi penyampaian tuturan saran secara langsung yaitu strategi penyampaian tuturan saran yang langsung mengarah pada saran yang dikemukakan oleh penulis, tanpa disertai keterangan penjelas. Strategi penyampaian tuturan saran secara tidak langsung yaitu strategi penyampaian tuturan saran yang disertai keterangan penjelas, baik sebelum maupun sesudah penyampaian saran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat ditarik dua kesimpulan. Pertama, penggunaan bahasa dalam teks saran pada tesis mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang masih memperhatikan kesantunan berbahasa, yang dibuktikan dengan penggunaan kata-kata penghalus dalam tuturan saran. Kedua, penggunaan bahasa dalam teks saran memiliki karakteristik khas yang menggabungkan antara konsep penulisan karya ilmiah dengan norma budaya timur. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut, dapat disampaikan beberapa saran sebagai berikut. Kepada penulis tesis, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai masukan dalam penulisan saran yang baik dalam tesis, sehingga saran yang disampaikan dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh pembaca. Kepada peneliti bahasa Indonesia, penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bandingan untuk melakukan penelitian yang sejenis, agar penelitian selanjutnya dapat dilakukan secara lebih rinci dan mendalam. Saran yang terakhir ditujukan kepada tim penyusun PPKI, penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai masukan dalam penyusunan PPKI, khususnya dalam penyusunan kaidah penulisan saran, sehingga saran tersebut dapat diterima dan diaplikasikan dengan baik oleh pembaca.

Pengaruh gaya kepemimpinan partisipatif terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja (studi pada karyawan tenaga penjualan CV. Subur Abadi Plosokandang-Tulungagung) / Wahyu Yuniarko

 

Keberhasilan dalam suatu organisasi ditentukan oleh gaya kepemimpinan dan peranan dari karyawan agar karyawan dapat bekerja dengan baik dan mencapai kinerja yang diharapkan. Peranan pemimpin dalam memimpin dan memotivasi bawahannya sangat menentukan, karena karyawan merupakan aset perusahaan yang dinamis dan selalu berkembang. Dalam arti yang luas kepemimpinan dapat dipergunakan setiap orang dan tidak hanya terbatas berlaku dalam suatu organisasi atau instansi tertentu, melainkan kepemimpinan bisa terjadi dimana saja asalkan seseorang menunjukkan kemampuannya dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Penelitian ini dilaksanakan di CV. Subur Abadi pada Bulan Desember 2007. Sampel dalam penelitian ini adalah tenaga penjualan dan HRD CV. Subur Abadi berjumlah masing-masing 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan suatu bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menjabarkan kondisi deskriptif gaya kepemimpinan partisipatif, motivasi kerja dan kinerja pegawai pada CV. Subur Abadi Plosokandang-Tulungagung, (2) Untuk menjabarkan pengaruh langsung yang signifikan antara gaya kepemimpinan partisipatif terhadap motivasi kerja pada CV. Subur Abadi Plosokandang-Tulungagung, (3) Untuk menjabarkan pengaruh langsung yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada CV. Subur Abadi Plosokandang-Tulungagung, (4) Untuk menjabarkan pengaruh tidak langsung yang signifikan antara gaya kepemimpinan partisipatif terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja pada CV. Subur Abadi Plosokandang-Tulungagung. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas adalah Gaya Kepemimpinan Partisipatif (X), variabel intervening adalah Motivasi Kerja (Z) dan variabel terikat adalah Kinerja Pegawai (Y). Data yang diperoleh dengan menggunakan beberapa cara, antara lain: angket/kuesioner, wawancara/interview, dokumentasi dan observasi. Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga uji coba kuesioner untuk menguji instrumen tidak perlu dilakukan. Sedangkan untuk uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Berdasarkan teknik analisis deskriptif diketahui bahwa sebanyak 53,3% atau 16 orang menyatakan bahwa Gaya Kepemimpinan Partisipatif yang diterapkan di CV. Subur Abadi adalah baik, sebanyak 80% atau 24 orang menyatakan bahwa Motivasi Kerja yang diberikan pimpinan CV. Subur Abadi adalah baik, sementara sekitar 70% atau 21 orang menyatakan bahwa tenaga penjualan CV. Subur Abadi mempunyai kinerja yang baik. Sedangkan berdasarkan teknik analisis inferensial atau analisis regresi berganda dengan menggunakan taraf kesalahan 5% secara parsial dapat diketahui: variabel Gaya Kepemimpinan Parisipatif (X) mempunyai nilai t sig α (0,002<0,005), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Gaya Kepemimpinan Partisipatif (X) berpengaruh secara signifikan terhadap Motivasi Kerja (Z) secara langsung. Variabel Motivasi Kerja (Z) mempunyai nilai t sig α (0,001<0,005), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Motivasi Kerja (Z) berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Z) secara langsung. Terdapat pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan antara Gaya Kepemimpinan Partisipatif terhadap Kinerja Pegawai melalui variabel Motivasi Kerja sebesar 0,864. Adapun saran yang dapat diberikan peneliti kepada CV. Subur Abadi adalah Pihak pimpinan/manajamen hendaknya lebih meningkatkan lagi tingkat gaya kepemimpinan partisipatif. Dengan jalan lebih menekankan adanya partisipasi yang aktif dan efektif dengan para bawahan, mengkonsultasikan permasalahan-permasalahan yang timbul, memberikan kesempatan kepada para karyawan untuk memberikan saran-saran atau ide-ide yang bermanfaat, seta terus memotivasi pegawai agar dapat bekerja lebih baik dan terus meningkatkan prestasi kerja dari yang ada sekarang demi kemajuan perusahaan. Pemimpin sebaiknya mengetahui seberapa jauh jumlah petunjuk, pengarahan, dan hubungan sosioemosional yang ia berikan serta tingkat kematangan yang ada pada pegawai dalam melaksanakan tugas agar mencapai hasil yang diharapkan.

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan penumpang angkutan kota (mikrolet) di Kota Malang / Andi Rusli

 

Banyak perusahaan (termasuk perusahaan jasa) yang menyatakan bahwa tujuan perusahaan yang bersangkutan adalah untuk memuaskan pelanggan. Dalam memilih perusahaan jasa, konsumen biasanya mengukur dari tingkat harapan yang akan dicapainya. Perkembangan dari waktu ke waktu menunjukkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan penyediaan industri jasa transportasi. Penumpang sebagai konsumen produk jasa transportasi tidak hanya sebagai pengguna jasa angkutan saja tetapi juga membutuhkan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Untuk dapat memberikan kepuasan kepada konsumen (penumpang) maka perusahaan jada harus dapat memahami dimensi kualitas jasa yang akan memberikan kerangka kerja kepada perusahaan tentang apa yang akan dijadikan indikator oleh pelanggan dalam menilai kualitas jasa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pengelola Angkutan Kota (Mikrolet) dalam menentukan kebijaksanaan di bidang jasa transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran obyektif tentang : (1) Pengaruh bukti langsung terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang; (2) Pengaruh keandalan terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang; (3) Pengaruh daya tanggap terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang; (4) Pengaruh jaminan terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang; (5) Pengaruh empati terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang; (6) Pengaruh bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati secara simultan terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang; (7) Variabel yang dominan pengaruhnya terhadap kepuasan penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang. Variabel yang diangkat dalam penelitian ini yaitu variabel bebas kualitas jasa meliputi bukti langsung (bukti fisik), keandalan (kemudahan), daya tanggap (kesediaan membantu penumpang), jaminan (kemampuan pelayanan), empati (perhatian terhadap penumpang) serta variabel terikat kepuasan penumpang. Populasi penelitian ini adalah seluruh penumpang Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang dengan jumlah sampel 140 responden (penumpang) dengan pertimbangan jumlah penumpang yang tak terhingga, keterbatasan waktu dan biaya, sedangkan teknik pengambilan sampel secara aksidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Terminal Arjosari Malang tanggal 20 ? 22 September 2007. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis regresi linier dengan uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Metode pengumpulan data berupa angket/kuesioner dengan jumlah sampel sebesar 140 responden (penumpang) yang sedang dan pernah menggunakan Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kualitas pelayanan Angkutan Kota (Mikrolet) di kota Malang dipersepsikan cukup. Dari hasil analisis regresi dan uji hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan ada pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan penumpang. Empati merupakan dimensi kualitas jasa yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan penumpang. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada pengelola Angkutan Kota (Mikrolet) agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi Angkutan Kota (Mikrolet) melalui: (1) Fasilitas fisik Angkutan Kota (Mikrolet) yang memberikan kesan pertama terhadap penumpang harus dijaga kebersihan dan peningkatan uji kelayakan terhadap hak jalan Angkutan Kota (Mikrolet) tersebut; (2) Keandalan yang baik yang dimiliki oleh Angkutan Kota (Mikrolet) hendaknya harus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga apa yang menjadi daya tarik bagi penumpang tetap terjaga; (3) Pengetahuan yang memadai bagi sopir Angkutan Kota (Mikrolet) untuk menunjang kemudahan pelayanan bagi penumpang; (4) Keamanan yang dirasakan penumpang hendaknya harus tetap dijaga dan ditingkatkan keberadaannya dengan mengontrol sistem keamanan baik keamanan kendaraan maupun keamanan penumpang dalam perjalanan, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi penumpang akibat kecelakaan maupun kriminalitas; (5) Perhatian yang penuh terhadap penumpang dengan mendengarkan keluhan-keluhan yang disampaikan oleh penumpang baik secara tidak langsung maupun secara langsung.

Pengaruh penggunaan model role playing dengan media video terhadap hasil belajar IPS (studi eksperimen pada siswa kelas V SDN Gondangwetan 1 Pasuruan) / Raran Suci Lestari

 

Kata kunci: model pembelajaran role playing, media video, hasil belajar Secara garis besar terdapat keragu-raguan dari peneliti yakni berdasarkan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa terdapat dampak yang positif penggunaan metode role playing terhadap meningkatnya kemampuan berpikir kritis dan kepekaan sosial siswa kelas IX SMP dan belum tentu sesuai dengan karakteristik siswa SDN Gondangwetan 1 Pasuruan yang terbiasa menggunakan model konvensional. Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin membuktikan model mana yang lebih efektif digunakan dalam pembelajaran IPS diantara model konvensional dan model role playing dipadu dengan media video dengan mengadakan penelitian eksperimen. Penelitian ini memiliki rumusan masalah diantaranya untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Role Playing dengan media video pada pelajaran IPS Kelas V di SDN Gondangwetan I Kabupaten Pasuruan Tahun Pelajaran 2012/2013, untuk mengetahui ada perbedaan hasil belajar yang signifikan pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Role Playing dengan media video dan kelas kontrol yang menggunakan model konvensional pada siswa kelas V di SDN Gondangwetan 1 Pasuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 dan mengetahui respon siswa setelah penerapan model pembelajaran Role Playing dengan media video pada pelajaran IPS Kelas V di SDN Gondangwetan I Kabupaten Pasuruan Tahun Pelajaran 2012/2013. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang disebabkan perlakuan pada kelas eksperimen. Pengaruh positif yang disebabkan oleh model pembelajaran Role Playing dengan media video terhadap hasil belajar tampak dalam perubahan nilai rata-rata kelas eksperimen yang jauh berbeda dengan peningkatan rata-rata pada kelas kontrol. Perbedaaan peningkatan yang signifikan dapat terlihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen dari 54,64 menjadi 76,56 sedangkan pada kelas kontrol perbedaan tidak terlalu signifikan yaitu dari nilai rata-rata 58,86 menjadi 59,12. Hal ini didukung dengan sebagian besar siswa yang merespon positif proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing dengan media video dengan rata-rata persentase respon siswa secara keseluruhan adalah 94% atau berada pada kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) Penerapan model pembelajaran Role Playing dengan media video pada pelajaran IPS Kelas V di SDN Gondangwetan I memiliki kelemahan yaitu kekurangan dalam alokasi waktu pada waktu proses pembelajaran. Namun, secara keseluruhan menunjukkan bahwa siswa terlihat sangat antusias dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan seluruh siswa terlibat aktif melakukan aktivitas bermain peran sesuai dengan perannya masing-masing dan menghayati setiap peran yang dimainkan. Keadaan ini menyebabkan tujuan pembelajaran IPS dapat tercapai dan rata-rata kelas mencapai di atas KKM yang ditentukan, (2) Terdapat perbedaan hasil belajar IPS pre tes pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol yang dibuktikan dari hasil rata-rata pre tes kelas eksperimen sebanyak 54,64 dan kelas kontrol sebanyak 58,86 yang berarti berbeda secara signifikan dengan selisih beda sebesar 4,22. Pada kelas kontrol setelah diberi perlakuan dengan model pembelajaran konvensional ternyata rata-rata hasil belajar siswa meningkat tetapi tidak signifikan yaitu dari 58,86 menjadi 59,12. Sedangkan pada kelas eksperimen setelah diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing dengan media video ternyata setelah diukur rata-rata hasil belajar siswa meningkat sangat signifikan yaitu dari 54,64 menjadi 76,56. Jadi hasil belajar IPS kelas eksperimen dengan kelas kontrol berbeda signifikan hal ini dibuktikan rata-rata nilai gain score kelas eksperimen jauh lebih tinggi yaitu sebesar 21,92 dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu 0,26, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran role playing dengan media video lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, (3)Respon siswa setelah penerapan model pembelajaran Role Playing dengan media video pada pelajaran IPS Kelas V di SDN Gondang Wetan I berada pada kriteria “Sangat Baik”. Secara keseluruhan rata-rata persentase respon siswa terhadap proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing dengan media video adalah sebesar 94%, sehingga dapat disimpulkan bahwa respon siswa berada pada kategori “Sangat Baik”. Sebagai tindak lanjut dari penelitian ini, maka disarankan: (1) Bagi para pembuat kebijakan khusus bidang studi IPS model pembelajaran role playing dengan media video dapat menjadi rujukan sebagai model pembelajaran alternatif untuk menghidupkan peristiwa sejarah sebagai salah satu bagian dari IPS, (2) Bagi lembaga/sekolah, penggunaan model pembelajaran role playing dengan media video perlu dikembangkan untuk model pembelajaran lain yang dipadukan dengan media yang sesuai, (3) Bagi guru, penerapan model pembelajaran role playing dengan media video perlu dilanjutkan untuk materi-materi lain yang sesuai, karena penggunaan model ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa, (4) Bagi siswa, harus memiliki kesiapan pemahaman materi yang akan dimainkan dalam role playing dengan terlebih dahulu membaca dan mempelajari sebelumnya di rumah dan pemantapan konsep akan lebih baik dalam pembelajaran di kelas, (5) Bagi peneliti lain, penelitian dengan model pembelajaran role playing dengan media video pada tingkat SD masih perlu dilakukan dengan variabel penelitian yang lebih beragam dalam upaya peningkatan hasil pembelajaran di Indonesia, karena penggunaan model pembelajaran ini menunjukkan gejala yang positif, tetapi kondisi lokal mungkin akan menyebabkan hasil belajar yang berbeda.

Pengaruh penerapan model pembelajaran learning cycle 5 fase pada pokok bahasan struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimia terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri I Talun Kabupaten Blitar tahun ajaran 2006/2007 / Lutfi Nur Azizah

 

Pendidikan memegang peranan penting dalam era globalisasi sehingga perlu dilakukan perubahan dan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Upaya pembaharuan dalam bidang pendidikan dilakukan melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Kurikulum ini mengarahkan pada proses pembelajaran konstruktivistik agar siswa dapat membangun pengetahuannya melalui serangkaian proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang mengacu pada proses pembelajaran konstruktivistik adalah model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, (2) mengetahui persepsi siswa terhadap pelajaran Kimia dan terhadap model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Penelitian menggunakan rancangan eksperimental semu. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri I Talun pada tahun ajaran 2006/2007. Sampel dalam penelitian terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diambil secara acak kelas. Instrumen dalam penelitian adalah tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik dan analisis deskriptif. Analisis statistik dilakukan pada data kemampuan awal siswa dan data hasil belajar siswa, sedangkan analisis deskriptif dilakukan pada data persepsi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Learning Cycle (LC) 5 Fase dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, dimana rata-rata nilai hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Learning Cycle (LC) 5 Fase lebih tinggi (81,13) daripada dengan pembelajaran konvensional (74,53), (2) Keaktifan siswa yang diajar dengan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase lebih banyak (39% siswa menjawab, 22,4% siswa menanggapi, dan 21,5% siswa bertanya) daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional (20,2% siswa menjawab, 9,2% siswa menanggapi, dan 8,3% siswa bertanya), (3) Persepsi siswa menunjukkan bahwa sebanyak 71,05% siswa menyatakan persepsi yang positif terhadap pelajaran Kimia dan sebanyak 63,16% siswa menyatakan persepsi positif terhadap model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyukai pelajaran Kimia dan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam proses pembelajaran dan dapat disosialisasikan di sekolah-sekolah, karena memberikan hasil belajar siswa yang cukup baik dan meningkatkan minat serta kreativitas siswa dalam proses pembelajaran.

Kelayakan angker mekanik bambu menahan gaya geser sambungan balok kolom / Yudri Ika Abdul K.

 

Khalim, Yudri Ika A. 2013. Kelayakan Angker Mekanik Bambu Menahan Gaya Geser Sambungan Balok Kolom. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muhammad Sulton, S.T., M.T. (II) Drs. Prijono Bagus Susanto, S.T., M.T. Kata Kunci: Angker Mekanik Bambu, Gaya Geser, Sambungan Balok Kolom. Dewasa ini dalam konstruksi bangunan perlu dikembangkan tentang beton bertulang. Bambu yang merupakan sumber bahan bangunan yang dapat diperbaharui digunakan sebagai tulangan beton pengganti/alternatif tulangan baja pada struktur/bangunan sederhana. Dari data kerusakan struktur bangunan akibat gaya aksial, didapat fakta bahwa kerusakan struktur yang paling dominan terjadi pada bagian sambungan balok kolom. Sedangkan pada balok dan kolom diluar bagian sambungan masih menunjukkan kinerja yang baik dan hanya terdapat beberapa retak rambut di daerah sambungan balok kolom (Umniati, 2011). Maka perlu digunakan suatu alternatif untuk mengantisipasinya yaitu dengan angker mekanik bambu. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui berapa besar gaya geser sambungan balok kolom beton bertulangan bambu dengan jumlah tulangan kolom sebanyak 6 tulangan (2) untuk mengetahui berapa besar gaya geser yang dapat ditahan angker mekanik bambu pada sambungan balok dan kolom beton bertulangan bambu dengan jumlah tulangan kolom sebanyak 6 tulangan (3) untuk mengetahui berapa besar gaya geser yang dapat ditahan angker mekanik bambu pada sambungan balok dan kolom beton bertulangan bambu dengan jumlah tulangan kolom sebanyak 8 tulangan (4) untuk mengetahui pola retakan pada sambungan balok dan kolom beton bertulangan bambu (5) untuk mengetahui bentuk grafik hysteresis loop pada balok dan kolom beton bertulangan bambu. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen, selanjutnya data yang diperoleh dari hasil pengujian 3 buah model sambungan balok kolom bertulangan bambu tersebut dideskrpsikan. Untuk mendeskripsikan data hasil pengujian, parameter yang digunakan adalah pembacaan beban horizontal dorong kanan dan beban horizontal dorong kiri, kemudian pembacaan besar simpangan yang terjadi akibat pemberian beban, serta beban maksimum yang mampu diterima oleh sambungan balok kolom bertulangan bambu. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa pengekangan dengan penambahan angker mekanik bambu pada bagian dalam sambungan balok kolom mampu meningkatkan kekuatan menahan beban maksimum yang dapat diterima oleh model sambungan balok kolom tersebut dibandingkan dengan model sambungan balok kolom bertulangan bambu yang tidak menggunakan angker mekanik bambu. Dan untuk pola retak, terlihat sambungan balok kolom bertulangan bambu tanpa angker mekanik bambu mengalami retak paling lebar yaitu 8-13mm mengelilingi daerah sambungan, sedangkan pada sambungan balok kolom bertulangan bambu dengan angker mekanik bambu hanya mengalami retak selebar 1-7mm pada daerah sambungan balok kolom.

Perbandingan berat pengisian berbagai tipe refrigerant untuk AC mobil (pada temperatur 4?C dan putaran 2000 RPM) / Mujibur Rahman

 

Semakin menipisnya lapisan ozon adalah salah satu dampak negatif dari penggunaan zat pendingin (refigerant) yang tidak ramah lingkungan. Selain itu juga akan akan mengakibatkan pemanasan global atau GWP (Global Warming Potential). Refrigerant hidrokarbon telah dipersiapkan sebagai zat pendingin alternatif untuk menggantikan refrigerant yang tidak ramah lingkungan. Untuk mengetahui perbedaan jumlah berat pemakaian refrigerant yang tidak ramah lingkungan dan refrigerant hidrokarbon dilakukan penelitian eksperimental dari kedua refrigerant tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengisian berat refrigerant R-12 dengan R-134a; R-12 dengan MC-12 dan R-134a dan MC-12 pada temperatur 4?C dan putaran 2000 rpm. Dengan demikian konsumen mengetahui perbandingan dari pemakaian zat pendingin tersebut dan diharapkan penggunaan zat pendingin yang tidak ramah terhadap lingkungan berkurang bahkan tidak ada. Refrigerant yang digunakan dalam penelitian ini adalah R-12, R-134a dan MC-12. Penelitian ini dilakukan di laboratorium jurusan Teknik Mesin (Otomotif) Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan metode nonparametrik dan analisis yang dipakai adalah kruskal-wallis test dan uji U atau mann-whitney test untuk membandingkan refrigerant R-12, R-134a dan MC-12 terhadap jumlah berat pemakaiannya pada suhu 4?C di evaporator dan putaran 2000 rpm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara jumlah berat pemakaian dari zat pendingin R-12 dengan R-134a; R-12 dengan MC-12 dan R-134a dengan MC-12. Jumlah berat pemakaian tersebut adalah 206 grf untuk refrigerant R-12, 180 grf untuk refrigerant R-134a dan 132 grf untuk refrigerant MC-12 Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar konsumen beralih ke refrigerant yang ramah terhadap lingkungan yaitu refrigerant hidrokarbon. Selain itu diharapkan agar dilakukan penelitian lebih lanjut pada topik yang berhubungan dengan penelitian ini.

Evaluasi penerapan metode resitasi pada mata diklat keahlian gambar bangunan di SMK Nasional Malang / Untung Agus Triyono

 

Triyono, Untung Agus. 2013. Evaluasi Penerapan Metode Resitasi Pada Mata Diklat Keahlian Gambar Bangunan di SMK Nasional Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Eko Suwarno, M. Pd, (2) Drs. Priyono, M. Pd Kata Kunci : Evaluasi, Metode Resitasi, Mata Diklat Keahlian Gambar Bangunan.     Metode resitasi adalah metode belajar mengajar yang berupa pemberian tugas kepada siswa, yang tidak sekedar dilaksanakan di rumah, melainkan dapat dikerjakan di Perpustakaan, Laboraturium dan hasilnya harus bisa dipertanggung jawabkan kepada guru. Pada metode resitasi terdapat tiga fase yang harus dilaksanakan secara berurutan oleh guru. Fase tersebut adalah sebagai berikut: (1) Fase Pemberian Tugas; (2) Fase Pelaksanaan Tugas; (3) Fase Mempertanggung jawabkan Tugas. Metode ini sangat cocok diterapkan pada Mata Diklat Teknik Bangunan karena Mata Diklat Teknik Bangunan banyak melaksanakan praktek daripada teori sehingga dengan penerapan metode resitasi dapat menambah pengetahuan dan wawasan siswa. Di SMK Nasional Malang yang di didalamnya terdapat Jurusan Gambar Bangunan, guru sudah menerapkan metode resitasi di kelas sehingga peneliti hanya perlu melakukan evaluasi terhadap penerapan metode resitasi yang dilakukan guru.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan metode resitasi yang dilakukan guru di SMK Nasional Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X Kompetensi Mata Diklat Gambar Bangunan SMK Nasional Malang. Sampel penelitian adalah semua siswa kelas X Kompetensi Mata Diklat Gambar Bangunan yang terdiri dari 32 siswa. Analisis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.     Berdasarkan analisis data didapatkan hasil penelitian penerapan metode resitasi dengan menggunakan angket secara umum adalah cukup baik dengan prosentase 53% dilihat dari rata-rata prosentase fase-fase dalam metode resitasi (fase pemberian tugas, fase pelaksanaan tugas dan fase mempertanggung jawabkan tugas). Adapun saran-saran berdasarkan hasil penelitian adalah (1) Bagi Siswa, siswa diharapkan dapat terbiasa mengisi waktu luangnya dengan mengerjakan tugas yang diberikan guru, karena dengan penerapan metode pembelajaran ini akan merangsang siswa untuk melakukan latihan-latihan atau mengulangi materi pelajaran yang baru didapat di sekolah atau sekaligus mencoba ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya. Selain dapat meningkatkan hasil belajar siswa, juga dapat menjadi tolok ukur keberhasilan penerapan metode resitasi. (2) Bagi Guru, Ke- terlaksanaan penerapan metode resitasi masih belum berhasil sepenuhnya. Untuk dapat memperbaiki penerapan metode resitasi yang dilakukan guru di sekolah, guru diharapkan dapat menambah latihan atau pemberian tugas kepada siswa baik tugas individu maupun kelompok, yang tidak harus dikerjakan di kelas tetapi juga di rumah, perpustakaan maupun di laboraturium. Selain itu, tugas yang diberikan guru harus jelas, tempat dan lama waktu penyelesaian tugas harus jelas, tugas yang diberikan terlebih dahulu dijelaskan atau diberikan petunjuk yang jelas, agar siswa yang belum mampu memahami atau mengerti tentang tugas yang di- berikan berupaya untuk menyelesaikannya, guru harus memberikan bimbingan atau pengawasan utamanya kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar atau salah arah dalam mengerjakan tugas, dan memberi dorongan terutama bagi siswa yang lambat atau kurang bergairah mengerjakan tugas. (3) Peneliti lain diharap- kan dapat mengevalusi model pembelajaran lain yang diterapkan di mata diklat Keahlian Gambar Bangunan atau dapat mengkolaborasikan metode pembelajaran resitasi dengan metode pembelajaran lain.

Hubungan konsep diri dan motivasi menyelesaikan skripsi pada mahasiswa program S1 dengan perpanjangan masa studi di perguruan tinggi Kota Malang / Siti Yuli Yanti

 

Berdasarkan kondisi fisik dan psikis yang normal, semakin berkembang seseorang, maka semakin mampu dia mengatasi lingkungannya. Selain mengetahui lingkungannya, dia juga mengetahui siapa dirinya yang dikenal sebagai konsep diri. Perkembangan pembentukan nilai dan konsep diri seseorang dapat pula dibentuk melalui pendidikan perguruan tinggi. Sesuai dengan teori bahwa konsep diri memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap motivasi dalam menyelesaikan tugas yang di hadapinya. Khususnya bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi yang tidak menutup kemungkinan menghadapi kesulitan, sehingga banyak mahasiswa program S1 yang harus melakukan perpanjangan masa studi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan konsep diri dan motivasi menyelesaikan skripsi pada mahasiswa program S1 dengan perpanjangan masa studi. Rancangan yang digunakan adalah penelitian korelasional. Uji coba instrumen dilakukan pada 40 mahasiswa sedangkan penelitian dilakukan pada 100 mahasiswa yang tersebar di empat Perguruan Tinggi Kota Malang menggunakan teknik sampling Stratified Proportional Random Sampling dan disempurnakan oleh teknik Equal Probability Random Sampling. Metode yang digunakan untuk menyusun skala konsep diri dan skala motivasi adalah metode Rating yang dijumlahkan (Methods of Summated Rattings) dari Rensis Likert. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsep diri pada mahasiswa program S1 dengan perpanjangan masa studi termasuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 59 mahasiswa, sedangkan tingkat motivasi juga termasuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 66 mahasiswa. Ada hubungan positif antara konsep diri dan motivasi menyelesaikan skripsi dengan hasil uji korelasi product moment diperoleh nilai koefisen korelasi hitung sebesar 0,621, yang berarti hubungan kedua variabel menunjukkan adanya hubungan kuat. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi orang tua hendaknya lebih memahami serta mengarahkan konsep diri dan motivasi mahasiswa ke arah yang lebih positif, hal ini dapat dilakukan dengan cara berkonsultasi ke bagian kemahasiswaan, selalu memberi dukungan dan mengembangkan rasa percaya dirinya. Bagi para mahasiswa agar dapat seobyektif mungkin dalam memandang diri sendiri untuk dapat meningkatkan konsep diri dan motivasinya ke arah yang lebih positif. Bagi pengelola perguruan tinggi selain merancang program belajar guna meningkatkan kreatifitas mahasiswa terutama pada saat menyelesaikan skripsi, juga lebih meningkatkan layanan bimbingan bagi mahasiswa/orang tua. Bagi peneliti berikutnya diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk mengembangkan teori psikologi sehingga dapat diaplikasikan tidak hanya pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi dan melakukan perpanjangan masa studi, namun juga pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi dan tidak melakukan perpanjangan masa studi.

Pengaruh penggunaan teknik mencatat peta pikiran dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN I Malang tahun pelajaran 2012/2013 pada materi hidrokarbon / A. Sirojul Anam Izza Rosyadi

 

Rosyadi, A. Sirojul Anam Izza. 2013. Pengaruh Penggunaan Teknik Mencatat Peta Pikiran dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X MAN 1 Malang Tahun Pelajaran 2012/2013 pada Materi Hidrokarbon. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Parlan, M.Si, (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata kunci: STAD, catatan, peta pikiran, hidrokarbon     Pembelajaran yang berpusat pada guru sudah dianggap tidak sesuai karena manusia bukan individu yang pasif. Manusia mampu belajar dari pengalaman yang dialaminya. Karena itu, pembelajaran kini diupayakan agar lebih berpusat pada aktivitas siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran yang mengutamakan aktivitas siswa, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe student team-achievement division (STAD). Aktivitas siswa dapat berupa kegiatan memperhatikan penjelasan guru, menanyakan materi yang belum dipahami, atau mencatat. Berbagai penelitian oleh para ahli telah melahirkan teknik-teknik mencatat yang baru, salah satunya adalah teknik mencatat peta pikiran. Teknik ini lebih baik daripada catatan dengan format outline karena dapat memusatkan perhatian serta memberikan kesan yang lebih mendalam. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknik mencatat peta pikiran dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Malang tahun pelajaran 2012/2013 pada materi hidrokarbon.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi experiment dengan desain posttest-only control group. Penelitian dilakukan di MAN 1 Malang pada kelas X-A dan X-C yang diambil secara acak dengan undian. Kelas X-A dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan teknik mencatat peta pikiran, sedangkan kelas X-C dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan teknik mencatat outline.     Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan teknik mencatat peta pikiran dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan teknik mencatat outline. Hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan teknik mencatat peta pikiran ( = 84,05) lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan teknik mencatat outline ( = 79,06). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan teknik mencatat peta pikiran dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Malang tahun pelajaran 2012/2013 pada materi hidrokarbon.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division dikolaborasikan dengan tebak kata untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada tema Sejarah Peradaban Indonesia kelas V Semester 2 SDN Lowokwaru IV Malang / Septiana Chrisma Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Septiana Chrisma. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division Dikolaborasikan dengan Tebak Kata untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Tema Sejarah Peradaban Indonesia Kelas V Semester 2 SDN Lowokwaru IV Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Eka Pramono Adi, SIP, M.Si, (2) Henry Praherdhiono, S.Si, M.Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, STAD, Tebak Kata, Berpikir Kritis, Hasil Belajar. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa yang terlihat dari jarangnya siswa bertanya saat pembelajaran, sedikitnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran, guru yang mendominasi pembelajaran, sedangkan pada kurikulum yang sedang diterapkan seharusnya menuntut siswalah yang mendominasi pembelajaran di dalam kelas. Tidak pernah juga diterapkan model pembelajaran yang inovatif sehingga membuat suasana belajar menjadi membosankan. Maka penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang sekaligus akan meningkatkan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah Siswa Kelas V SDN Lowokwaru IV Malang dengan Tema Bahasan Sejarah Peradaban Indonesia. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Kemmis dan Teggart dengan langkah-langkah penelitian yaitu (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, sedangkan pengambilan data dilakukan dengan lembar observasi guru dan siswa. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpukan bahwa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dikolaborasikan dengan Tebak Kata, kamampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa meningkat. Hal itu disebabkan oleh meningkatnya pula kemunculan indikator keterlaksanaan tindakan guru yang secara keseluruhan berhasil dan sesuai dengan RPP. Rata-rata ketercapaian tindakan guru pada siklus I mencapai 65% dan siklus II mencapai 92,5%. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I mencapai 58,59% dan siklus II mencapai 71,45%. Ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal, pada siklus I mencapai 51,85% dan siklus II 77,11%. Penerapan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division yang dikolaborasikan dengan Tebak Kata dengan langkah-langkah guru menyajikan materi, guru membagi kelompok, guru memberikan lembar tugas kepada siswa, mengadakan kuis menggunakan tebak kata, dan guru memberikan penghargaan, telah berjalan dengan Baik Sekali. Dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah yang sudah diterapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran yang dapat disampaikan bagi sekolah, hendaknya Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) yang Dikolaborasikan dengan Tebak Kata dapat menjadi bahan referensi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang dapat mamajukan mutu pendidikan khususnya di SDN Lowokwaru IV Malang.

Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan (study pada siswa kelas XI Program Keahlian Permesinan SMK PGRI 1 Magetan) / Merlyn Kelvinca Paradise

 

Kata kunci : Jigsaw, Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan merupakan komponen terpenting dalam pembangunan bangsa dan negara, kegiatan pendidikan berupa proses belajar mengajar/proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting, sebab keberhasilan sebuah pendidikan sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh pelaksanaan pembelajaran. Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal sangat di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : siswa, kurikulum, tenaga kependidikan, biaya, sarana dan prasarana serta faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw pada siswa kelas XI Permesinan di SMK PGRI 1 Magetan. (2) Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Jigsaw pada siswa kelas XI Permesinan di SMK PGRI 1 Magetan. (3 )Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model jigsaw pada siswa kelas XI Permesinan di SMK PGRI 1 Magetan. (4) Megetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw pada siswa kelas XI Permesinan di SMK PGRI 1 Magetan. Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan analisis pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Alat pengumpulan data menggunakan soal tes, lembar observasi, catatan lapangan, dokumentasi dan pedoman wawancara. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Permesinan SMK PGRI 1 Magetan tahun ajaran 2010/2011. Data prestasi belajar siswa ditinjau dari dua aspek yakni aspek koqnitif dan afektif, aspek koqnitif dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya hasil post tes siswa. Sedangkan aspek afektif dapat dilihat melalui setiap indikator elemen kooperatif mengalami peningkatan keaktifan. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah penerapan Pembelajaran Kooperatif model Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu: (1) Guru mata pelajaran kewirausahaan, diharapkan dalam menerapkan pembelajaran model Jigsaw mengatur waktu, mempersiapkan rencana kegiatan dan media yang tepat, sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal dan efesien. (2) Guru mata pelajaran kewirausahaan, diharapkan dalam menerapkan pembelajaran model Jigsaw menyiapkan soal-soal diskusi secara matang.

Penerapan efektifitas customer selling officer dalam meningkatkan jumlah nasabah dan simpanan dana pihak ketiga pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang / Diana Rahmawati

 

Pengembangan modul berbasis inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) pada pokok bahasan reaksi oksidasi reduksi untuk siswa SMK kelas X / Tarini Mawantia

 

Mawantia, Tarini. 2013. Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Pada Pokok Bahasan Reaksi Oksidasi Reduksi untuk Siswa SMK Kelas X . Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S, (2) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd Kata Kunci : Modul, inkuiri terbimbing, reaksi oksidasi reduksi, SMK Salah satu problematika pembelajaran di SMK adalah belum tercukupinya bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran kimia di SMK sangat terbatas dan kurang merangsang siswa untuk berpikir secara sistematis, kritis, logis, dan analitis. Buku yang digunakan umumnya hanya menyajikan materi dan soal-soal latihan, sehingga siswa tidak dituntun untuk mencari dan menemukan sendiri konsep materi yang dipelajari. Salah satu model pembelajaran yang menuntun siswa untuk mencari dan menemukan sendiri konsep materi yang akan dipelajari adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry). Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah satu model pembelajaran yang berbasis paradigma pembelajaran konstruktivistik. Tujuan dari penelitian pengembangan adalah menghasilkan modul berbasis inkuiri terbimbing (guided inquiry) pada materi reaksi oksidasi reduksi untuk siswa SMK kelas X dan mengetahui kelayakan modul. Modul dikembangkan melalui model 4-D, yaitu terdiri atas empat tahap pengembangan: define (pembatasan), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Pada pengembangan modul ini hanya dilakukan sampai pada tahap ketiga yaitu develop (pengembangan). Desain validasi terdiri dari validasi isi produk dan uji terbatas terhadap kelompok kecil sebagai pengguna produk. Validator yaitu dosen kimia Universitas Negeri Malang dan guru kimia SMK. Uji terbatas yang dilakukan adalah uji keterbacaan oleh siswa sebagai pengguna modul. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang berupa penilaian validator dan sampel pengguna modul. Data kualitatif berupa komentar, saran, dan kritik dari validator. Analisis data kuantitatif menggunakan teknik persentase. Modul hasil pengembangan terdiri dari empat subbab yaitu: (1) reaksi oksidasi reduksi berdasarkan penggikatan dan pelepasan oksigen; (2) reaksi oksidasi reduksi berdasarkan pelepasan dan penerimaan elektron; (3) reaksi oksidasi reduksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi; dan (4) tata nama IUPAC berdasarkan bilangan oksidasi. Setiap subbab terdiri dari pengantar, rumusan masalah, hipotesis, kegiatan belajar, evaluasi hipotesis, kesimpulan, dan uji pemahaman. Beberapa bagian pada modul ini mengalami revisi sesuai dengan komentar, saran, dan kritik dari validator. Berdasarkan penilaian validator, modul hasil pengembangan sangat layak digunakan sebagai sumber belajar di SMK, sedangkan berdasarkan uji keterbacaan pada siswa, modul ini layak digunakan.

Pengembangan modul kesetimbangan kimia berbasis inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) untuk SMK / Rizky Kadhafi

 

Kadhafi, Rizky. 2013. Pengembangan Modul Kesetimbangan Kimia Berbasis Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) untuk SMK. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S, (II) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd. Kata Kunci: Modul, Kesetimbangan Kimia, Inkuiri Terbimbing, SMK Bahan ajar merupakan bagian yang penting dalam suatu kegiatan pembelajaran. Namun problematika yang ditemukan di SMK adalah belum tercukupinya bahan ajar yang dapat memenuhi standar kompetensi lulusan baik secara kuantitatif, kualitatif maupun relevansi (Depdiknas, 2007:12). Hal ini juga terjadi di SMKN Y Malang pada mata pelajaran kimia. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru kimia di SMKN Y Malang, didapatkan bahwa bahan ajar yang dimiliki sangat minim sekali dan minat siswa untuk memiliki buku teks sangat rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dikembangkan suatu modul yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar dalam proses pembelajaran kimia. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat dikembangkan dalam bentuk modul adalah inkuiri terbimbing. Pembelajaran berbasis inkuiri mengharuskan siswa mengkonstruksi sendiri konsep-konsep yang akan dipelajari sehingga dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Adapun tujuan dari pengembangan ini adalah: (1) menghasilkan modul kesetimbangan kimia berbasis inkuiri terbimbing untuk SMK kelas XI semester 1 dan (2) mengetahui kelayakan modul yang telah dikembangkan melalui hasil validasi. Model pengembangan modul ini adalah 4-D Model yang terdiri atas empat tahap utama yaitu: define (pembatasan), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Namun pada pengembangan modul ini hanya dilakukan sampai pada tahap ketiga yaitu develop (pengembangan). Desain validasi terdiri dari validasi isi dan uji coba terbatas pada siswa. Validasi isi berfungsi untuk mengetahui tingkat kelayakan isi, penyajian, tata letak, dan tata bahasa dari modul yang dilakukan dengan memberikan angket pada validator yang terdiri dari dosen kimia Universitas Negeri Malang dan guru kimia SMK. Uji coba terbatas dilakukan pada siswa sebagai pengguna modul untuk mengetahui tingkat keterbacaan modul. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif berdasarkan angket penilaian dan data kualitatif melalui komentar, saran, dan kritik dari validator. Analisis data menggunakan teknik persentase. Persentase hasil validasi isi modul sebesar 87,22% dengan kriteria “sangat layak” dan persentase uji coba terbatas pada siswa sebesar 84,56% dengan kriteria “layak”. Keseluruhan modul ini terdiri dari bagian pendahuluan, isi, dan penutup yang mencakup empat sub materi yaitu: (1) konsep kesetimbangan dinamis; (2) tetapan kesetimbangan (Kc dan Kp); (3) faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan reaksi; dan (4) penerapan kesetimbangan kimia. Setiap sub materi disajikan sesuai dengan tahapan pada pembelajaran inkuiri terbimbing. Beberapa bagian pada modul ini mengalami revisi sesuai dengan komentar, saran, dan kritik dari validator.

Analisis sistem pengendalian intern terhadap persediaan buku pada PT. Gramedia Asri Media-Malang / Dyah Yenny Puspita Dhewi

 

Persediaan Barang Dagangan merupakan hal yang sangat pokok bagi perusahaan dagang. Tanpa adanya Persediaan, perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. Dalam mencapai persediaan yang optimal diperlukan suatu Sistem Pengendalian Intern yang baik dan efektif. Hal ini dimaksudkan untuk membantu perusahaan dalam upaya mengatasi kendala dan hambatan terhadap pengadaan Persediaan Buku. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui; Sistem Pengendalian Intern terhadap persediaan buku pada PT. GRAMEDIA ASRI MEDIA-Malang, kendala yang dihadapi dalam penentuan persediaan buku secara optimal, dampak yang ditimbulkan dari kendala dalam penentuan persediaan buku secara optimal yang telah ada di perusahaan. Berdasarkan hasil analisis data maka: (1) Sistem Pengendalian Intern terhadap Persediaan Barang Dagangan pada PT. GRAMEDIA ASRI MEDIA-Malang cukup baik. Hal ini didukung oleh pengawasan pihak pimpinan yang baik,yaitu: a) Struktur organisasi telah terbentuk dengan baik, setiap tugas dan tanggung jawab setiap fungsi digambarkan dalam bagan alir (flow chart), sehingga setiap karyawan dapat melakukan fungsinya dengan baik, b) Sistem wewenang yang baik dan didukung dengan dokumen-dokumen yang bernomor urut tercetak, c) Telah dilakukan praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi, d) Memiliki karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawab, (2) Masih adanya kendala dalam penentuan persediaan secara optimal, hal ini dikarenakan dalam penentuan persediaan perusahaan hanya menggunakan peramalan tanpa adanya metode yang tepat, (3) Dan dampak yang ditimbulkan adalah belum tercapainya tujuan perusahaan yaitu penentuan persediaan secara optimal. Beberapa saran yang dapat diajukan dalam mengatasi kendala yaitu: a) Ketika melakukan pembelian, perusahaan hanya menggunakan peramalan saja yang berakibat kesalahan prediksi, b) Perusahaan juga tidak menetapkan safety stock atau persediaan pengaman. Hal ini sangat berpengaruh tehadap kepuasan konsumen karena kemungkinan terjadi stock out lebih besar, c) Kegiatan pengamanan terhadap persediaan kurang maksimal karena hanya menggunakan tenaga security saja yang terbatas dalam pengawasannya, sehingga kemungkinan pencurian oleh calon pembeli masih relatif tinggi, d) Efisiensi pegawai juga kurang maksimal karena bagian gudang memiliki tugas dan tanggung jawab yang terlalu banyak dengan jumlah pelaksana yang sedikit sehingga dimungkinkan penyelesaian tugas yang kurang maksimal

Analisis vehicle routing problem with simultaneous deliveries and pick-ups times window (VRPSDPTW) dengan algoritma tabu search / Firman Sudiansyah

 

Kata Kunci : Vehicle Routing Problem, VRP with times window, VRP with Simultaneous Deliveries and Pick-ups times window, Metode Nearest Neighbour, Algoritma Tabu Search, Metode Nearest Insertion Heuristic. Salah satu konsep pada teori graph yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan distribusi penyediaan barang atau jasa adalah Vehicle Routing Problem (VRP). Salah satu pengembangan dari permasalahan VRP yaitu Vehicle Routing Problem with Simultaneous Deliveries and Pick-ups Times window (VRPSDPTW) yang merupakan pengembangan dari VRPPD dengan penambahan kendala, dimana pada saat pengiriman barang, dilakukan pula pengambilan kemasan isi ulang atau produk cacat secara simultan pada setiap titik pada lintasan. Algoritma tabu search merupakan methaheuristic lokal. Methaheuristic adalah aturan-aturan penyelsaian secara umum yang memperluas ruang solusi untuk mengidentifikasi solusi yang baik dan sering menyimpan beberapa susunan rute standar serta perbaikan heuristic. Permasalahan VRPSDPTW yang dibahas diselesaikan dengan menggunakan Algoritma Tabu Search dan digambarkan dengan suatu graph. Gambar graph tersebut dianggap sebagai peta yang menjelaskan kemungkinan jalur yang dapat dilewati dengan setiap titik mewakili depot dan pelanggan, setiap sisi menunjukkan jalan yang menghubungkan antar titik dan setiap bobot pada sisi mewakili jarak. Jumlah permintaan barang dinotasikan dengan , pengembalian barang , dan kapasitas kendaraan Q. Penyelesaian Algoritma tabu search ada dua tahap penyelesaian , yaitu tahap inisialiasai dan tahap pengembangan. Pembahasan selanjutnya adalah menemukan waktu pelayanan dan jarak tempuh yang diselesaikan dengan algoritma tabu search dibandingkan dengan waktu pelayanan dan jarak tempuh yang diselesaikan dengan metode nearest insertion heuristic. Pembahasan mengenai permasalahan VRPSDPTW ini memberikan beberapa analisa. Algoritma tabu search yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan VRPSDPTW yaitu pemilihan titik pelanggan didasarkan pada jumlah permintaan maupun pengembalian barang tiap pelanggan. Urutan pelanggan harus diperhatikan agar tidak terjadi pelanggaran terhadap kendala kapasitas. Berdasarkan tiga contoh yang telah dibahas diketahui bahwa algoritma tabu search dapat meminimumkan waktu pelayanan ke setiap pelanggan dibandingkan dengan metode nearest insertion heuristic. Hal ini dikarenakan algoritma tabu search langsung menyeleksi waktu pada setiap titik yang terhubung langsung dengan titik yang terpilih sebelumnya. Akan tetapi algoritma tabu search tidak memperhatikan jarak antara titik terakhir ke depot sehingga harus menempuh jarak lebih panjang saat kembali ke depot.

Pemanfaatan alam sekitar sebagai sumber belajar dalam pengajaran IPA pada kelas III SD Inti
Suwasis

 

Analisis sistem pengendalian intern terhadap penyimpanan barang jaminan nasabah pada perusahaan umum (Perum) Pegadaian Cabang Kepanjen Malang / Hesti Ika Prawitasari

 

Suatu perusahaan akan berjalan dengan baik apabila sistem yang digunakan juga baik dan apabila sistem yang dijalankan suatu perusahaan sudah baik, secara tidak langsung pengendalian intern yang dihasilkan pun akan baik pula. Pengendalian intern sangat berguna dalam melindungi aktiva perusahaan terhadap kecurangan, pemborosan dan pencurian yang dilakukan oleh pihak di dalam maupun di luar perusahaan. Perusahaan Umum Pegadaian yang selanjutnya disebut sebagai Perum Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan non Bank di Indonesia yang menyediakan fasilitas pinjaman dengan jaminan tertentu. Terhadap barang jaminan, perusahaan memiliki hak menguasai barang jaminan sepanjang hutang belum lunas. Karena itu perusahaan wajib menyimpan dan memelihara barang jaminan serta menjaganya dari kerusakan, cacat maupun kehilangan baik sebagian maupun keseluruhannya sehingga kondisi dan nilainya tidak berkurang pada saat uang pinjaman dilunasi. Salah satu faktor terjadinya kerusakan, cacat, kehilangan barang serta berbagai macam penyimpangan-penyimpangan lainnya disebabkan lemahnya pengendalian intern khususnya pengendalian intern terhadap barang. Oleh karena itu, pengendalian barang perlu mendapat perhatian secara proporsional dan diselenggarakan secara professional dalam setiap barang. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui sistem penyimpanan barang jaminan nasabah dan sistem pengendalian intern yang digunakan pada Perum Pegadaian Cabang Kepanjen. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode pemecahan masalah yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang lebih memfokuskan pada pengolahan data yang berbentuk kalimat uraian atau pemikiran logis maupun teori-teori yang digunakan perusahaan. Selama pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada Perum Pegadaian Cabang Kepanjen dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penyimpanan barang jaminan nasabah dan sistem pengendalian intern yang digunakan perusahaan sudah cukup baik, terutama untuk pencatatan transaksi yang berpengaruh pada kebenaran saldo barang jaminan. Tetapi yang kurang adalah tidak adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab yang jelas antara penaksir dan bagian administrasi serta kurangnya penerangan dan pengaturan suhu dalam gudang penyimpanan barang jaminan. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disarankan agar dilakukan pemisahan fungsi atau tanggung jawab yang jelas antara penaksir dengan bagian administrasi dan agar lebih diperhatikan mengenai penerangan dan pengaturan suhu dalam gudang penyimpanan barang jaminan.

Pengembangan multimedia pembelajaran praktikum titrasi asam basa / Urwatil Wutsqo Amry

 

Amry, Urwatil Wutsqo. 2013. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Praktikum Titrasi Asam Basa. Skripsi, Jurusan kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Munzil, M.Si. (II) Dr. Yudhi Utomo, M.Si. Kata Kunci: Multimedia, Praktikum, Titrasi     Salah satu karakteristik penting dari pembelajaran kimia adalah adanya gabungan antara konsep makroskopik dan mikroskopik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gabungan kedua konsep tersebut merupakan sumber kesulitan bagi banyak peserta didik untuk mempelajari kimia. Praktikum titrasi asam basa termasuk materi yang kompleks, karena terdapat materi yang bersifat abstrak salah satunya ialah reaksi mikroskopik tercapainya titik ekivalen (TE). Praktikum memiliki kelemahan yaitu peserta didik tidak dapat mencoba-coba terlebih dahulu namun harus mengikuti alur prosedur yang ada dan kegiatan praktikum tidak dapat menggambarkan reaksi mikroskopik yang terjadi. Materi titrasi asam basa yang kompleks tentang gambaran mikroskopik tidak dapat dijelaskan melalui kegiatan praktikum, untuk itu dibutuhkan suatu alat bantu belajar. Salah satu alternatif alat bantu belajar adalah multimedia pembelajaran praktikum berupa simulator praktikum. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan multimedia pembelajaran kimia praktikum titrasi asam basa yang layak sebagai multimedia pembelajaran untuk mempermudah mempelajari materi praktikum titrasi asam basa.      Metode pengembangan dalam penelitian ini adalah model Four-D yang meliputi tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran), namun tahap disseminate tidak dilakukan. Validasi yang dilakukan adalah validasi media dan uji terbatas untuk menjelaskan kelayakan dari produk yang dihasilkan. Pelaksanaan validasi media dilakukan dua tahap, yaitu tahap pertama validasi desain dengan validator ahli media dari dosen jurusan TEP FIP dan tahap kedua validasi materi dengan satu dosen kimia UM dan satu guru SMA Negeri 9 Malang. Pelaksanaan uji terbatas melibatkan 10 siswa SMA kelas XI-IPA di SMA Negeri 9 Malang. Kriteria persentase rata-rata kelayakan hasil validasi media dan uji terbatas untuk tiap item pada angket dengan skala 1,00-4,00, yaitu 76-100 % untuk kriteria valid dan tidak perlu revisi, 56-75% untuk kriteria cukup valid dan tidak perlu revisi, 40-55% untuk kriteria kurang valid dan perlu dilakukan revisi, dan 0-39% untuk kriteria tidak layak dan revisi total. Multimedia pembelajaran yang dikembangkan memiliki karakterisitik yaitu: (1) terdapat kegiatan identifikasi alat-alat praktikum dan animasi reaksi mikroskopis tercapainya titik ekivalen, (2) terdapat simulasi praktikum dengan variasi titrasi asam basa dan variasi indikator dilengkapi dengan animasi kurva titrasi asam basa, (3) terdapat video untuk menjelaskan perubahan pH saat titrasi asam basa berlangsung, dan (4) terdapat latihan soal interaktif dan evaluasi sebagai feedback setelah mempelajari multimedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan tidak perlu revisi. Hasil validasi media dengan persentase rata-rata skoring sebesar 96,7 % untuk validasi desain media dan persentase rata-rata skoring sebesar 90.1% untuk validasi materi. Uji terbatas memperoleh persentase rata-rata skoring sebesar 94.3% yang memenuhi kategori valid dan tidak perlu revisi. Oleh karena itu tidak perlu dilakukan revisi pada multimedia pembelajaran yang dikembangkan.

Evaluasi sistem pengendalian intern dalam pemberian pembiayaan kepada calon debitur koperasi syariah BMT Ar-Rahman di Tulungagung / Dwi Ervina Rahmawati

 

Setiap tahapan dalam proses pemberian pinjaman atau dalam istilah pada BMT disebut dengan pembiayaan, prinsip kehati-hatian haruslah diperhatikan hal ini berfungsi untuk mengurangi resiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kredit kurang lancar bahkan macet, jumlah yang diberikan tidak sesuai dengan jumlah kembalinya, terjadinya kelalaian petugas dalam melakukan survey lapangan dalam menilai layak tidaknya seorang debitur diberi pinjaman, prinsip terlalu percaya kepada calon debitur. Hal-hal seperti inilah yang dapat merugikan pihak BMT sebagai lembaga penghimpun dana sekaligus penyalur dana. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosedur dan kebijakan yang diambil pengelola dalam pemberian pembiayaan kepada calon debitur khususnya di BMT Ar-Rahman Tulungagung, perbedaan apa yang membedakan antara perhitungan dalam penyusunan perencanaan pembiayaan dengan menggunakan penerapan sistem bagi hasil di BMT Ar-Rahman khususnya pada produk pembiayaannya di banding dengan Bank-Bank konvensional lainnya, serta aspek atau kriteria-kriteria apa saja yang harus dipertimbangkan dalam memberikan pinjaman kepada calon debiturnya Berdasarkan uraian di atas, diperoleh hasil diataranya tidak adanya pemisahan tugas kasir yaitu pemisahan tugas pencatatan dan penerimaan uang, sehingga penerapan sistem pengendalian intern kurang efektif, untuk itu perlu adanya pemisahan tugas kasir bagian penerimaan uang dan pencatatan transaksi. Penggunaan kriteria pemberian pembiayaan dengan prinsip 5C saja masih dirasa kurang cukup sehingga perlu ditambah dengan penggunaan penerapan prinsip analisis 7P dan studi kelayakan. Kesimpulan dari karya tulis ini yaitu prosedur dan kebijakan dalam pemberian pembiayaan ditinjau dari unsur-unsur pokok dalam sistem pengendalian intern di BMT Ar-Rahman sudah cukup baik tetapi masih terdapat kelemahan yaitu tidak adanya pemisahan fungsi kasir dalam mencatat dan menerima uang. Jumlah angsuran per bulan pada BMT lebih meringankan nasabah dibandingkan dengan bank konvensional lainnya. Penerapan analisis 5C dalam pembiayaan masih belum cukup baik, untuk itu perlu adanya peningkatan sistem pengendalian internal yaitu dengan mengadakan pemisahan tugas kasir. Pemberian bagi hasil sebaiknya yang selayaknya saja untuk menghindarkan image kinerja lembaga yang kurang baik di mata anggota.

Preparasi silika, alumina untuk menurunkan kadar ion logam Cd2+ dan Pb2+ sebagai co-ion dalam campuran / Rizki Amelia

 

Amelia, Rizki. 2013. Preparasi Silika, Alumina untuk Menurunkan Kadar Ion Logam Cd 2+ dan Pb 2+ Sebagai Co-Ion dalam Campuran. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D. (2) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M,Si Kata kunci : adsorben, adsorpsi, silika, alumina     Adsorpsi merupakan suatu peristiwa yang disebabkan oleh gaya tarik-menarik antara molekul-molekul adsorbat dengan permukaan adsorben. Berbagai jenis adsorben telah banyak digunakan, diantaranya yaitu nata de coco, serbuk gergaji kayu lamtoro gung, dan arang komersial. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui preparasi silika dari sekam padi dan alumina, mengetahui kemampuan silika dari sekam padi dan alumina untuk menurunkan kadar ion logam Cd2+ dan Pb2+ sebagai co-ion dalam campuran dan mengetahui pengaruh daya serap ion logam Cd2+ dengan adanya ion pengganggu Pb2+ dalam silika dari sekam padi dan alumina.     Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dan dilakukan di Laboratorium Jurusan Kimia dan Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode batch. Dalam penelitian ini digunakan masing-masing sebanyak 0,1 gram silika, alumina, silika;alumina, silika kristalin tanpa n-CTMABr dan silika kristalin dengan n-CTMABr. Adsorbat yang digunakan yaitu campuran dari Cd2+ dan Pb2+ dengan konsentrasi 20 ppm. Sampel adsorben sebanyak 0,1 gram ditambahkan 50 mL adsorbat, kemudian dimasukkan dalam Erlenmeyer. Campuran dikocok dengan kecepatan 100 rpm dengan waktu kontak 30 menit. Setelah proses adsorpsi dilakukan sentrifugasi. Filtrat yang diperoleh dianalisis dengan AAS pada panjang gelombang 228 nm (Cd2+) dan 217 nm (Pb2+) untuk mengetahui konsentrasi ion logam Cd2+ dan Pb2+ yang teradsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persen teradsorpsi ion logam Cd2+ berpengaruh terhadap ion logam Pb2+ oleh beberapa adsorben (2) persen teradsorpsi ion logam Pb2+ paling tinggi terjadi pada adsorben silika:alumina sebesar 82,23%, kemudian alumina sebesar 71,06%, silika kristalin tanpa n-CTMABr sebesar 41,25%, silika sebesar 28,49% dan paling rendah pada adsorben silika kristalin dengan n-CTMABr sebesar 14,42%. Karakterisasi analisis digunakan alat XRD untuk mengetahui fasa yang terjadi pada silika. Hasil ini menunjukkan silika amorf terbentuk puncak yang melebar pada range 2θ = 27-28 dan silika kristalin terbentuk puncak yang tajam pada range 2θ = 24. Ketajaman puncak disebabkan oleh penataan struktur silika kristalin oleh n-CTMABr.

An Introduction to Sundanese phrase structure rules / Tachrun Suwerpi

 

Analisis pengenalan dan pengembangan PT. BRI Syariah Cabang Malang / Wahyu Agustiningsih

 

Produk-produk syariah merupakan karakteristik yang dimiliki Bank Syariah yang menjadi ciri khusus dari bank tersebut dan belum dimiliki oleh perbankan lain. Karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat akan produk-produk syariah ini sehingga perbankan syariah perlu mengenalkan dan mengembangkannya produk-produknya agar sistem perbankan ini lebih dikenal masyarakat. Dalam penulisan Tugas Akhir ini permasalahannya yaitu: bagaimana upaya PT. BRI Syariah Cabang Malang dalam mengenalkan dan mengembangkan produk-produknya kepada masyarakat, kendala-kendala apa saja yang dialami perbankan syariah dalam mengenalkan dan juga mengembangkan produk-produknya tersebut, dan upaya apa saja yang dilakukan dalam mengatasi kendala-kendala yang ada. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk menunjang terlaksananya penyusunan tugas akhir ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tugas akhir ini bertujuan: (1) mengetahui upaya bank syariah dalam mengenalkan dan mengembangkan produk-produknya, (2) mengetahui kendala-kendala bank syariah dalam mengembangkan produk-produknya, dan (3) mengetahui upaya bank syariah dalam mengatasi kendala-kendala yang ada. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil pembahasan dapat diketahui bahwa permasalahan dalam mengenalkan dan mengembangkan produk-produk syariah adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kegiatan operasional perbankan syariah, terbatasnya sumber daya manusia yang kompeten dan profesional, inovasi produk syariah yang masih terbatas,Bank Rakyat Indonesia Syariah belum bisa online, dan belum adanya ATM pada Bank Rakyat Indonesia Syariah. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar PT. Bank Rakyat Indonesia Syariah hendaknya terus melakukan sosialisasi pada masyarakat yang tidak terbatas hanya pada masyarakat muslim, memberikan loyalitas atau pelayanan yang memuaskan untuk mempertahankan nasabahnya, memaksimalkan kinerja para karyawan, dan melakukan beberapa tahapan yang diharapkan bisa mendukung pengembangan perbankan syariah.

Pengembangan multimedia pembelajaran kimia kelas XI SMA pada materi koloid / Ria Putri Wahyuningtyas

 

Wahyuningtyas, Ria Putri. 2013. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Kimia Kelas XI SMA pada Materi Koloid. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, M.Si. (II) Dr. Suharti S.Pd, M.Si. Kata kunci : Multimedia, Bilingual, Four-D Model, Koloid     Bahan ajar kimia yang ada kebanyakan kurang dapat menggambarkan konsep mikroskopis. Siswa sulit memahami materi kimia yang bersifat abstrak hanya dengan membaca tulisan atau mendengarkan penjelasan dari guru. Untuk mengatasi hal tersebut, maka materi kimia yang bersifat abstrak dapat ditampilkan dalam bentuk paduan suatu teks, video, gambar, audio atau animasi dengan bantuan komputer. Salah satu materi kimia yang memuat banyak konsep abstrak adalah materi koloid. Bahasa Inggris merupakan bahasa global. Beberapa sekolah khususnya sekolah bilingual pada umumnya menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam mengajarkan materi pada pelajaran kimia. Sekolah-sekolah ini tentunya menggunakan pembelajaran berbasis multimedia, sehingga secara tidak langsung dalam pembelajaran berbasis multimedia dibutuhkan media dengan bahasa pengantar berupa bahasa Inggris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah multimedia pembelajaran kimia pada materi koloid serta mengetahui tingkat kelayakan multimedia pembelajaran kimia pada materi koloid hasil pengembangan.      Metode pengembangan dalam penelitian ini adalah Four-D model yang terdiri dari empat tahap meliputi tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Penelitian dan pengembangan multimedia pembelajaran kimia yang dilakukan hanya terbatas pada tahap pengembangan karena adanya keterbatasan waktu dan biaya. Untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan maka dilakukan validasi media dan uji coba kelompok kecil. Validasi media meliputi dua tahap yaitu validasi tampilan dan validasi isi media. Validasi tampilan dilakukan oleh ahli media yaitu satu orang dosen jurusan TEP FIP. Validasi isi media dilakukan oleh dua orang ahli materi, yaitu satu orang dosen jurusan Kimia FMIPA dan satu orang guru kimia SMA Negeri 9 Malang. Pelaksanaan uji coba kelompok kecil melibatkan 10 siswa/siswi kelas XI SMAN 9 Malang. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif melalui instrumen angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis rata-rata. Data kuantitatif diperoleh melalui angket checklist sesuai kriteria validitas, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui kolom komentar dan saran. Kriteria kelayakan tiap item angket validasi yaitu, skala 76%-100% untuk kriteria valid dan tidak perlu revisi, 56%-75% untuk kriteria cukup valid dan tidak perlu revisi, 40%-55% untuk kriteria kurang valid dan perlu revisi, serta 0%-39% untuk kriteria tidak valid dan revisi total. Multimedia pembelajaran yang dikembangkan memiliki karakteristik antara lain: (1) terdapat animasi, video, audio, gambar, dan tulisan dalam satu kesatuan yang dapat memvisualisasikan konsep koloid yang bersifat abstrak, (2) bersifat interaktif, (3) terdapat evaluasi sebagai balikan setelah mempelajari multimedia pembelajaran kimia, dan (4) disajikan dalam dua bahasa (bilingual). Hasil rata-rata validasi media tahap tampilan media dan isi media berturut-turut sebesar 91,46 % dan 98 %. Hasil rata-rata uji coba kelompok kecil sebesar 92 %. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba kelompok kecil menunjukkan multimedia pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan layak digunakan dalam pembelajaran kimia pada materi koloid.

The Attitudes of students, their parents and teachers of some SDs in Malang toward the teaching of English in their schools / C. Murni Wahyanti

 

The teaching of English at Management Department Faculty of Economics State University of Malang / Oktavia Widiastuti

 

In this study, Management Department, Faculty of Economics, State University of Malang which offers English as a requirement subject is investigated to know how English is conducted. The purpose of the study is to describe the syllabus for the teaching of English, the instructional materials used in the teaching and learning process, the teaching and learning techniques applied by the teacher in the class, and the evaluation used by the teacher to measure the students? English achievement. The research design used in the study is descriptive qualitative design. The subjects investigated are the students of Management who are taking English at the first semester of 2007-2008 academic years (41 students) and the English teacher. The instruments that are used to collect the data are questionnaire for the students, interview with the teacher, structured observation sheets and field notes, and checklists. The result of this study shows that the syllabus for the teaching of English is available. The syllabus is in the form of a course outline which is prepared and arranged at the beginning of the course. The instructional material used by the English teacher is a specific textbook for the students taking English, which is prepared and arranged by the teacher. From the result of questionnaire, it is found that the contents of the textbook vary and are suitable for the students? field of study. The topics focus on reading comprehension and exercises with additional topics on grammar, vocabulary and special terms, idioms, and translation. The teaching techniques most frequently used by the teacher in the classroom is translating from English into Indonesian, explaining a specific structure or grammar found in the passage, and sometimes helping the students in comprehending a passage by translating the important part of the passage. Class work and group work activities are used in the teaching and learning processes. Concerning the language used during the class session, Indonesian is frequently used in the classroom by both students and the teacher. Only approximately 5% of the time, English is used during the class. To evaluate the students? achievement the teacher carries out written tests including the mid ? term test and final test. The tests are prepared by the teacher (a teacher ? made test). The teacher also evaluates students? participation and activeness in the classroom (ongoing activities). The focuses of the test material are questions about a specific business matter, translation, and vocabulary. The types of test used to evaluate the students? achievement are translation, matching, true ? false, and answering questions related to business matter. The language used in the test is English iii The existence of English at non-English department is very important to carry out future researchers for the improvement of the course. Other researchers are supposed to conduct a more thorough study on the instructional materials presented by the teacher because instructional materials give contributions to the result of the English teaching. Besides, more investigation on the implementation of the teaching technique is also required. It is considered that a comparison study for the techniques implemented so far and the other techniques will be useful to improve the result of the teaching of English at non-English Department.

Pelaksanaan penilaian unjuk kerja dalam mata pelajaran PKn di SMPN 1 Wagir Malang / Rea Anggraeni

 

Perbedaan kekuatan tarik dan bending akibat variasi arus las Tungsten Inert Gas (TIG) pada pengelasan Austenitic Stainless Steel / Aji Setiawan

 

Setiawan, Aji. 2013. Perbedaan Kekuatan Tarik dan Bending Akibat Variasi Arus Las Tungsten Inert Gas (TIG) pada Pengelasan Austenitic Stainless Steel. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T., M.Kes, (II) Drs. Wahono, S. ST. M.Pd. Kata Kunci: kekuatan tarik, kekuatan bending, variasi arus, tungsten inert gas (TIG), austenitic stainless steel. Stainless steel merupakan baja paduan tinggi yang memiliki sifat tahan korosi dan sifat mampu las yang sangat baik. Stainless steel banyak digunakan antara lain untuk tangki-tangki bahan kimia, sudu turbin uap, tangki penyimpanan susu dan alat-alat rumah tangga. Untuk mengelas stainless steel sering digunakan tungsten inert gas (TIG) karena memiliki keuntungan daerah HAZ kecil sehingga pengaruh panas pengelasan pada logam induk hanya terbatas pada sekitar sambungan. Arus las yang besar memberikan masukan panas tinggi, sebaliknya arus las yang kecil memberikan masukan panas rendah. Hal ini jelas akan mempengaruhi struktur yang terbentuk pada HAZ maupun logam las sehingga berpengaruh pula pada ketangguhan las. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan kekuatan tarik dan bending akibat variasi arus las tungsten inert gas (TIG) pada pengelasan austenitic stainless steel. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan pengambilan data eksperimental. Sedangkan desain penelitiannya adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data menggunakan analisis one way anova. Analisis statistik tersebut digunakan untuk pengujian dan membuktikan hipotesis. Objek penelitian ini adalah austenitic stainless steel 304 yang kemudian diberi perlakuan yakni pengelasan dengan variasi arus dan kemudian di uji tarik dan bending. Hasil penelitian rata-rata kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada pengelasan dengan arus 100A sebesar 22,25 kgf/mm2, pada arus 150A sebesar 18,77 kgf/mm2, dan kekuatan tarik terendah diperoleh pada pengelasan dengan arus 80A sebesar 18,49 kgf/mm2. Dan rata-rata kekuatan bending tertinggi diperoleh pada pengelasan dengan arus 100A sebesar 3,32 kgf/mm2, pada arus 150A sebesar 2,87 kgf/mm2, dan kekuatan bending terendah diperoleh pada pengelasan dengan arus 80A sebesar 2,60 kgf/mm2. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai kekuatan tarik dan bending pada austenitic stainless steel 304 antara sebelum dan setelah mengalami proses pengelasan dengan variasi arus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil dari variasi arus pada proses pengelasan terhadap nilai kekuatan tarik dan kekuatan bending pada austenitic stainless steel 304. Arus pengelasan yang semakin besar menyebabkan temperatur pengelasannya semakin tinggi, sehingga daerah yang mengalami pengendapan khrom karbida semakin luas yang mengakibatkan kekuatan tariknya menurun. Sebaliknya jika arus yang digunakan terlampau kecil, maka akan menyebabkan kurang encernya cairan logam las, sehingga adukan cairan logam antara lapisan yang semula dengan lapisan yang sedang dilas kurang baik.

Pengaruh latar belakang sosial ekonomi orang tua terhadap hasil belajar IPA murid-murid SD Negeri Kotamadya Malang / Susilowati

 

Pelaksanaan evaluasi hasil belajar bidang studi bahasa Arab di sekolah alam bilingual SDI Surya Buana Malang tahun 2007/2008 / Agus Tri Ray Murti Hidayah Shaleh

 

Untuk mencapai efektifitas pembelajaran bahasa Arab di kelas, guru harus mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa, karena pemerolehan bahasa bagi setiap siswa itu berbeda. Untuk mengetahui kesulitan belajar setiap siswa, guru dapat menggunakan evaluasi sebagai bahan acuan dalam menentukan tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran yang telah berlangsung, dan dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan pada langkah-langkah pembelajaran yang telah diambil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi hasil belajar bidang studi bahasa Arab di Sekolah Alam Bilingual SDI Surya Buana tahun ajaran 2007/2008 yang meliputi teknik evaluasi hasil belajar, langkah-langkah evaluasi, jenis tes bahasa Arab, ruang lingkup tes bahasa Arab, bentuk penilaian yang digunakan dalam pelaksanaan evaluasi, kendala-kendala evaluasi, dan validitas isi soal tes yang dibuat oleh guru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif, sehingga peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Arab kelas 5. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) teknik evaluasi hasil belajar yang digunakan oleh guru dalam mengukur kemampuan siswa adalah teknik tes dan teknik non tes,(2) langkah-langkah evaluasi hasil belajar bahasa Arab yang disusun oleh guru yaitu (a) perencanaan tes. Dalam tahap ini guru tidak mengkaji kurikulum bahasa Arab tetapi guru selalu memilih teknik tes yang sesuai dengan apa yang ingin diukur oleh guru dan mempersiapkan alat-alat tes yang sesuai dengan teknik tes yang dipilih, (b) penyusunan tes. Dalam tahap ini guru menyusun kisi-kisi soal, menata soal berdasarkan distribusi kesukarannya, memperhatikan kaidah teknik penulisan yang baik, menelaah soal yang telah dibuat, dan menganaliasa soal-soal tes.(c) pengumpulan data yang terdiri dari: pelaksanaan tes, dan pengoreksian serta pemberian skor yang dibedakan atas skor tes objektif dan pemberian skor tes esai, (d) laporan hasil evaluasi diberikan kepada siswa dan pihak sekolah, (3) jenis-jenis tes bahasa Arab yang digunakan oleh guru ada dua jenis yaitu: (a) jenis tes berdasarkan kriteria cara mengerjakan tes, dan (b) jenis tes berdasarkan kriteria bentuk jawaban tes, (4) aspek tes bahasa Arab yang dievalusi oleh guru adalah: (a) tes komponen bahasa yang meliputi: qawa?id dan mufradat, dan (b) tes keterampilan bahasa yang meliputi: kalam, qira?ah, dan kitabah sedangkan tes istima? guru tidak pernah ii menyelenggarakannya, (5) bentuk penilaian bahasa Arab yang digunakan oleh guru dalam mengubah skor mentah menjadi skor standar adalah PAP, sedangkan jenis skala yang digunakan oleh guru dalam mengubah skor mentah menjadi skor standar adalah skala seratus dan skala lima, (6) kendala kendala yang dihadapi oleh guru selama proses evaluasi berlangsung adalah hasil evaluasi yang diperoleh masih belum mampu dijadikan sebagai tolak ukur dalam memperbaiki metode pembelajaran yang sudah berlangsung, dan (7) persentase penyimpangan (kesejajaran) materi pelajaran dalam tes bahasa Arab yang dibuat oleh guru kelas 5 semester I Sekolah Alam Bilingual SDI Surya Buana tahun ajaran 2007/2008 terhadap KBK bahasa Arab kelas 5 semester I untuk MI tahun 2004 yang meliputi enam aspek yaitu: (a) aspek kosa kata yaitu sebesar 110 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini memiliki validitas isi yang cukup, (b) aspek struktur yaitu sebesar 230 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini tidak memiliki validitas isi, (c) aspek berbicara yaitu sebesar 80 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini memiliki validitas isi yang cukup, (d) aspek membaca yaitu sebesar 70 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini tidak memiliki validitas isi, (e) aspek menyimak, karena soal tes tersebut tergolong tes tertulis, sehingga tes tersebut tidak dapat digunakan untuk mengukur validitas isi keterampilan menyimak bagi siswa, dan (f) aspek menulis yaitu sebesar 10 % dan diinterprstasikan bahwa tes ini tidak memiliki validitas isi. Dari hasil penelitian yang telah dijaring oleh peneliti, disarankan agar guru bahasa dan pihak sekolah lebih memaksimalkan proses evaluasi hasil belajar bahasa Arab siswa, agar proses evaluasi tersebut tidak hanya dijadikan sebagai ajang pencarian nilai saja bagi siswa tetapi juga dijadikan sebagai proses perbaikan dalam pembelajaran.

Perilaku masyarakat nelayan terhadap kebersihan lingkungan pantai di daerah pesisir Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Alifyani Gunarti

 

Perairan Laut Jawa termasuk perairan laut yang tercemar. Masyarakat nelayan di Indonesiapun pada umumnya kurang memperhatikan lingkungan pantai, selain itu mereka juga identik dengan lingkungan kumuh, oleh karenanya lingkungan hidup di permukiman nelayan pada umumnya sangat rendah. Akan tetapi masih dapat diperbaiki apabila secara sadar dan terus menerus diambil langkah ? langkah untuk mengembangkan lingkungan hidup. Kebersihan lingkungan pantai merupakan salah satu persyaratan untuk menciptakan kelestarian lingkungan. Rendahnya pengetahuan serta kesadaran masyarakat nelayan, menjadikan timbulnya suatu permasalahan lingkungan. Permukiman lingkungan pantai di pesisir pantai Kecamatan Lekok identik dengan masyarakat nelayan dan lingkungan kumuhnya. Daerah pantai Kecamatan Lekok ini mulai tercemar dan sangat kotor. Pencemaran ini terjadi karena perilaku masyarakat nelayan setempat yang kurang memperdulikan kebersihan lingkungan pantai. Hal ini dapat dilihat dari perkampungannya yang amis, sampah-sampah yang dibuang dan berserakan di tepi pantai, serta kebiasaan dari beberapa masyarakat yang membuang hajat di tepi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat nelayan terhadap kebersihan lingkungan pantai. Rancangan dalam penelitian ini merupakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan di desa Jati Rejo dan desa Wates Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Ditentukan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih secara Random Sampling ( acak ) dengan cara diundi. Instrumen yang digunakan adalah wawancara terpimpin. Analisis yang digunakan adalah persentase dan analisis tabulasi dengan menggunakan skoring skala Likert. Hasil penelitian yang diperoleh mengenai perilaku masyarakat nelayan terhadap kebersihan lingkungan pantai secara umum hasilnya 0,00% termasuk dalam kriteria sangat kurang, 0,00% termasuk dalam kriteria kurang, 25,00% termasuk dalam kriteria cukup, 75,00% termasuk dalam kriteria baik, dan 0,00% termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil persentase perilaku masyarakat nelayan Kecamatan Lekok tersebut menunjukkan baik, dalam arti masyarakat nelayan Kecamatan Lekok cukup mengerti perilaku yang seharusnya mereka lakukan terhadap kebersihan lingkungan pantai, namun belum dapat menerapkan pada perilaku sehari-harinya.

Pelaksanaan strategi diversifikasi produk dalam rangka meningkatkan jumlah pengunjung pada taman belajar dan rekreasi Jawa Timur Park (Jatim Park) Batu / Luluk Suryani Dewi

 

Banyaknya persaingan antar sesama peerusahaan dalam suatu negara maka akan tercipta kualitas produk yang semakin baik dan mendorong efisiensi dalam produksinya. Salah satu langkah konkrit yang harus dilaksanakan oleh perusahaan adalah dengan menggunakan pemasaaran sebagai media untuk mempertahankan sekaligus mengembanngkan perusahaannya. Pemasaran memegang peranan penting dalam kegiatan usaha. Perusahaan harus berupaya memenangkan persaingan dengan menemukan strategi pemasaran baru yang tepat. Jatim park merupakan salah satu obyek wisata yang memadukan secara serasi antara konsep pendidikan dan konsep pariwisata dalam satu waktu yang telah melaksanakan strategi diversifikasi produk sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan jumlah kunjungan, mengejar pertumbuhan perusahaan, serta meningkatkan laba perusahaan. Dalam penyusunan tugas akhir yang diawali dengan kegiatan PKL, penulis berusaha untuk mengetahui: (1) Bagaimana pelaksanaan diversifikasi produk pada Jatim Park, (2) Manfaat diversifikasi produk pada Jatim Park, dan (3) Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan diversifikasi produk pada Jatim Park. PKL dilaksanakan di Jatim Park dimulai tanggal 1 September sampai dengan 30 September 2007. Dalam pelaksanaan PKL di Jatim Park didapatkan bahwa: (1) Pelaksanaan strategi diversifikasi produk pada Jatim Park adalah diversifikasi konsentris dan diversifikasi horizontal, (2) Manfaat diversifikasi produk pada Jatim Park yaitu, memperkecil resiko kerugian, memperluas pasar, mengurangi kebosanan konsumen, dan meningkatkan omzet penjualan, (3) Faktor pendukung pelaksanaan diversifikasi produk Jatim Park meliputi: adanya kualitas produk yang baik, adanya modal yang cukup besar, mempunyai ide-ide yang kreatif, ada sikap tanggap terhadap masalah waktu pengembangannya yang relatif cepat. Sedangkan faktor penghambatnya, harga tiket yang mahal, waktu pengem-bangannya yang cepat sehingga produk kurang memuaskan konsumen dan tenaga pemandu yang kurang profesional. Kesimpulan yang didapat penulis adalah Jatim Park sudah melaksanakan strategi diversifikasi produk meskipun belum maksimal dengan beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat diversifikasi produk yang meliputi: (1) kualitas produk, (2) harga tiket, (3) waktu pengembangan yang cepat, (4) kemampuan pengembangan, (5) dan lain-lain. Beberapa saran yang diharapkan dapat meningkatkan volume pengunjung di Jatim Park adalah (1) meningkatkan kualitas pelayanan dan kuantitas SDM dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada karyawan seperti workshop agar konsumen merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, (2) meningkatkan strategi yang telah digunakan agar produk yang ditawarkan lebih efektif dan tepat sasaran

The Students' ability to use transition signals in writing paragraphs / by Utami Widiati

 

Implementasi pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik siswa kelas VII semester I SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya Malang tahun ajaran 2007/2008 / Nely Nurdian Khaira

 

Mata pelajaran fisika sebagai salah satu bidang mata pelajaran sains memerlukan metode pembelajaran dan pendekatan pembelajaran yang sesuai agar materi dapat terserap dan dikuasai siswa dengan baik. Berbagai usaha yang di?lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains akan berjalan dengan baik apabila guru dan siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran dan berperan aktif didalamnya. Salah satunya adalah pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Bagaimanakah prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatf yang menggunakan pendekatan kontekstual, (2) Apakah prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif yang menggunakan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya Malang. Sampel penelitian yang terpilih secara random adalah, kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII A sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen perlakuan yang menggunakan lembar kerja siswa dan instrumen prestasi belajar fisika siswa yang berupa soal tes prestasi belajar dan kemampuan psikomotorik materi pengukuran. Berdasarkan hasil penelitian prestasi belajar siswa kelas eksperimen sebelum diberi perlakuan mempunyai rata-rata 48,25 setelah diberi perlakuan 6,71 dan kemampuan psikomotorik siswa sebelum diberi perlakuan mempunyai rata-rata 54,58 setelah diberi perlakuan 68,33, sedangkan prestasi belajar siswa kelas kontrol sebelum diberi perlakuan mempunyai rata-rata 53,20 setelah diberi perlakuan 48,84 dan kemampuan psikomotorik sebelum diberi perlakuan mempunyai rata-rata 58,00 setelah diberi perlakuan 53,60. Sehingga dapat ditarik kesimpulan (1) Terdapat perbedaan prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik antara siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual dan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional ; (2) Prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik siswa yang diajar melalui pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional.

Kecerdasan adversitas dan tingkat stress sebagai prediktor prestasi bel;ajar pada siswa kelas akselerasi SMA Negeri di Kota Malang / Iis Kurniasari

 

Kurniasari, Iis. 2013. Kecerdasan Adversitas Dan Tingkat Stres Sebagai Prediktor Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas Akselerasi SMA Negeri Di Kota Malang. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi Kata kunci: kecerdasan adversitas, tingkat stres, prestasi belajar Pada saat ini banyak siswa yang menjalani pendidikan di kelas akselerasi yang tidak mampu memahami dan menghadapi hambatan-hambatan yang mereka temui. Mereka cenderung terpuruk dan membiarkan hambatan-hambatan itu untuk tidak segera terselesaikan. Dalam kondisi demikian yang berlangsung secara terus-menerus membuat mereka mengalami suatu kondisi yang dinamakan dengan stres. Hal tersebut secara tidak langsung telah berdampak pada hasil prestasi belajar mereka pada saat menghadapi Ujian Akhir Semester, maka hal tersebut mendasari peneliti untuk mengadakan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kecerdasan adversitas dan tingkat stres sebagai prediktor prestasi belajar pada siswa kelas akselerasi SMA Negeri di Kota Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah 110 siswa kelas akselerasi yang bersekolah di beberapa SMA Negeri di Kota Malang, yaitu SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, dan SMAN 8, dengan sampel sebanyak 54 orang siswa kelas akselerasi yang diambil dengan menggunakan metode cluster random sampling. Kecerdasan adversitas dan tingkat stres siswa kelas akselerasi ini diambil dengan menggunakan metode kuesioner skala Likert. Sedangkan prestasi belajar diambil dengan menggunakan hasil dari Ujian Akhir Semester mereka. Hasil analisis validitas untuk skala kecerdasan adversitas menunjukkan bahwa terdapat 49 item yang valid dan 7 item yang tidak valid. Uji validitas untuk skala tingkat stres menunjukkan terdapat 82 item yang valid dan 14 item yang tidak valid. Sedangkan hasil analisis reliabilitas untuk skala kecerdasan adversitas sebesar 0,939 dan skala tingkat stres sebesar 0,966, sehingga instrumen ini dapat digunakan untuk melaksanakan penelitian. Data kecerdasan adversitas dan tingkat stres dianalisis dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien regresi antara kecerdasan adversitas dan prestasi belajar sebesar 0,129 dengan p ˂ 0,05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan adversitas memberikan hubungan yang positif terhadap prestasi belajar. Pada hubungan tingkat stres dan prestasi belajar koefisien regresi menunjukkan skor sebesar -0,060 dan p ˂ 0,05. Nilai tersebut berarti tingkat stres memberikan hubungan negatif terhadap prestasi belajar. Sedangkan hubungan kecerdasan adversitas, tingkat stres, dan prestasi belajar mempunyai nilai R2 sebesar 0,527. Nilai tersebut menjelaskan bahwa ada hubungan antara kecerdasan adversitas dan tingkat stres terhadap prestasi belajar sebesar 52,7% pada diri siswa kelas akselerasi saat menghadapi Ujian Akhir Semester. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan antara kecerdasan adversitas, tingkat stres, dan prestasi belajar saat menghadapi ujian akhir semester pada siswa kelas akselerasi SMA Negeri di Kota Malang.

Pengembangan perangkat pembelajaran gugus fungsi dan identifikasinya di SMA/MA berbasis konstruktivistik / Elysa Tri Wahyuni

 

Pengembangan perangkat pembelajaran terhadap suatu materi pokok yang berbasis konstruktivistik telah dilakukan dan memiliki kelebihan yaitu (1) kegiatan belajar dalam perangkat dimulai dari uraian faktual menuju uraian konseptual sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) kegiatan yang dilakukan siswa jelas dan terarah, (3) diberikan gambar-gambar yang dapat menarik minat baca siswa. Oleh karena itu, dilakukan penelitian lanjutan yakni penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang berbasis konstruktivistik dengan materi gugus fungsi dan identifikasinya. Pengembangan ini dapat dijadikan alternatif dalam mengajarkan materi gugus fungsi dan identifikasinya. Tujuan pengembangan ini adalah (1) untuk mengidentifikasi langkah-langkah dalam pengembangan perangkat pembelajaran gugus fungsi dan identifikasinya menurut 4D-model yang dikembangkan oleh Thiagarajan, (2) untuk memperoleh produk pengembangan yang berwujud perangkat pembelajaran gugus fungsi dan identifikasinya yang berbasis konstruktivistik, dan (3) untuk mengetahui tingkat validitas perangkat pembelajaran hasil pengembangan. Pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini digunakan suatu model pengembangan yang direkomendasikan oleh Thiagarajan (1974), yakni 4D-Model (Pembatasan (Define), Perencanaan (Design), Pengembangan (Develop), dan Penyebarluasan (Disseminate)). Keempat D dalam 4D-Model merupakan tahap-tahap atau sintaks dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Namun, pada rancangan pengembangan ini akan diadopsi sampai pada D yang ketiga, yakni hingga tahap pengembangan (develop). Validator dalam pengembangan ini adalah satu orang dosen kimia yang kompeten dan tiga orang guru kimia SMA yaitu dari SMAN 5, MAN1, dan SMA Wahid Hasyim Malang. Instrumen yang digunakan adalah angket penilaian dan angket tanggapan terhadap perangkat pembelajaran kemudian dianalisis. Analisisnya menggunakan analisis deskriptif. Produk yang dihasilkan dalam pengembangan adalah perangkat pembelajaran kelas XII semester 2 dengan materi pokok gugus fungsi dan identifikasinya. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa: (a) bahan ajar yang terdiri dari halaman judul, kata pengantar, daftar isi, panduan bagi pengguna bahan ajar, pendahuluan, uraian materi, rangkuman, kata-kata kunci, daftar pustaka, (b) soal-soal latihan dan kunci jawaban, (c) Lembar Kegiatan Siswa, (d) silabus dan RPP yang dilengkapi dengan instrumen penilaian (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Hasil validasi terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan secara keseluruhan menunjukkan nilai rata-rata 3,5 yang bermakna bahwa secara keseluruhan bahan ajar yang dikembangkan adalah layak untuk digunakan dengan tingkat validitas sebesar 89% yang tergolong valid.

Correlation between the students' grade-point averages and their scores on the English proficiency test (a verification study) / Ralph. Tehepuring

 

Identifikasi konsep sukar dan salah konsep materi hukum kekekalan massa pada siswa SMA Negeri 5 Malang / Umi Hanik

 

Kata kunci: konsep sukar, salah konsep, hukum kekekalan massa. Salah satu sifat dari konsep kimia adalah bertingkat dimulai dari sederhana menuju kompleks. Apabila konsep yang paling awal belum dipahami maka akan menimbulkan konsep sukar. Konsep sukar adalah persepsi siswa terhadap konsep yang dianggap sukar dan diukur oleh soal diagnostik dengan persentase jawaban (PJS) ≥ 61% . Ketidakpahaman yang terjadi terus menerus dapat mengakibatkan salah konsep. Salah satu materi kimia yang dapat menimbulkan konsep sukar dan salah konsep adalah hukum kekekalan massa. Tujuan penelitian untuk mengetahui deskripsi jawaban salah siswa, konsep sukar dan salah konsep yang dialami siswa pada materi hukum kekekalan massa. Penelitan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2010/2011 semester genap terdiri dari 47 siswa kelas X (27 siswa kelas X-6 dan 20 siswa kelas X-8) dan 57 siswa kelas XI (28 siswa kelas XI-IPA 2 dan 29 siswa kelas XI-IPA 5). Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik berbentuk soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban dan 1 jawaban sendiri yang disertai dengan alasan jawaban. Soal disusun berdasarkan peta konsep dan kisi-kisi soal. Hasil wawancara digunakan sebagai triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Deskripsi jawaban salah siswa yang berupa hasil mean, median, modus, jawaban salah siswa minimal (Xmin) dan jawaban salah siswa maksimal (Xmax) berturut-turut untuk kelas X adalah 28; 32; 20; 0; 45 sedangkan untuk kelas XI berturut turut 34; 34; 0; 3 dan 53. (2) Jenis konsep sukar yang dimiliki siswa kelas X dan XI berdasarkan hasil PJS adalah konsep persamaan reaksi (mengidentifikasi persamaan reaksi setara) dan hukum kekekalan massa (mengidentifikasi hukum kekekalan massa pada reaksi yang menghasilkan endapan, mengidentifikasi hukum kekekalan massa pada reaksi yang menghasilkan gas pada sistem terbuka, mengidentifikasi hubungan hukum kekekalan massa dengan pereaksi berlebih, dan mengidentifikasi hubungan hukum kekekalan massa dengan pereaksi pembatas). Salah konsep yang dialami siswa kelas X dan XI berdasarkan konsistensi jawaban adalah (a) menganggap koefisien produk sebagai jumlah molekul yang dihasilkan; (b) massa produk yang terbentuk sama dengan massa total reaktan mula-mula; (c) massa pereaksi sisa adalah selisih antara massa terbesar dan terkecil reaktan; (d) jumlah mol produk sama dengan jumlah mol reaktan mula-mula; (e) pereaksi yang jumlah atom berkurang merupakan pereaksi pembatas; (f) semua pereaksi akan habis bereaksi. Salah konsep yang hanya terjadi pada kelas X adalah massa produk yang terbentuk sama dengan massa total reaktan mula-mula dan semua pereaksi akan habis bereaksi.

Penelitian keberhasilan pembaharuan pengajaran Matematika kelas I dan studi tentang situasi dan kondisi pendidikan di S.M.P. se Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / oleh Susilowati Tjahjono

 

Pengembangan perangkat pembelajaran keterampilan membaca model pembelajaran kontekstual untuk mahasiswa S-1 PGSD FKIP Unej / Muji

 

. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Imam Syafi’ie, (II) Dr.Mudjianto, dan (III) Dr. Djoko Sariyono. Kata kunci: modul, membaca, model belajar kontekstual, perangkat pembelajaran Pembelajaran membaca pada program studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) memiliki peran yang penting. Keterampilan membaca dapat menunjang prosfesi mahasiswa sebagai calon pengajar, membantu mahasiswa untuk maju, dan menjadikan dirinya pribadi yang berkualitas.Tujuan pembelajaran membaca yang ingin dicapai pada program studi S-1 PGSD, yaitu agar mahasiswa (1) memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, (2) memiliki pondasi yang kuat untuk dapat mempelajari dan memahami berbagai disiplin ilmu, (3) meningkatkan kecerdasan, serta meningkatkan daya kreasi dan imajinasi, (4) meningkatkan kecerdasan verbal, (5) memperbaiki rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan manajemen emosi, dan meningkatkan kemampuan melakukan interaksi sosial positif di mana pun dan kapan pun, dan (6) menjadikan seseorang lebih dewasa, arif, dan bijaksana dalam menjalani kehidupan. Salah satu upaya untuk merealisasikan tujuan itu adalah dengan mempelajari, memilih, menentukan, dan mengembangkan secara tepat perangkat pembelajaran untuk memberikan layanan belajar kepada mahasiswa. Perangkat itu berupa, silabus, bahan ajar dengan modul, dan instrumen asesmen. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menghasilkan: (1) silabus, (2) bahan ajar dengan modul, dan (3) instrumen asesmen keterampilan membaca yang dikembangkan berdasarkan Pembelajaran Kontekstual. Manfaat hasil penelitian adalah hasil belajar lebih bermakna, dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, dan mempunyai dampak dapat meningkatkan efektivitas perkuliahan. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian adalah model Borg dan Gall. Data yang dibutuhkan penelitian ini adalah data hasil tanggapan/penilaian dari tim ahli dan dosen, data hasil tanggapan/penilaian dari mahasiswa, data hasil tes uji kompetensi keterampilan membaca, dan data analisis hasil uji efektivitas dampak penggunaan perangkat pembelajaran. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah angket, wawancara, dan tes. Data hasil penilaian/tanggapan dari uji kelompok ahli, kelompok kecil, dan kelompok uji lapangan dianilisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Data tentang hasil tes uji kompetensi membaca mahasiswa terhadap peningkatan prestasi belajar, dianalisis dengan menggunakan teknik analisis korelasi. Data tentang analisis hasil dampak pengembangan perangkat pembelajaran keterampilan membaca terhadap efektivitas pelaksanaan pembelajaran dianalisis dengan menggunakan teknik analisis nonparametris. Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan analisis data hasil tanggapan/penilaian dari tim ahli, kelompok dosen, dan mahasiswa, perangkat pembelajaran keterampilan membaca yang dikembangkan berdasarkan Pembelajaran Kontekstual dinilai layak untuk sumber belajar pada matakuliah Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia. Berdasarkan analisis data hasil tes uji kompetensi keterampilan membaca, tiap unit modul keterampilan membaca dinilai dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan analisis data tentang dampak pengembangan perangkat pembelajaran keterampilan membaca terhadap efektivitas perkuliahan, perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat membuat proses perkuliahan berjalan lebih efektif.

Pembelajaran menulis di kelas X jurusan teknik permesinan SMKN 6 Malang / Mu'awanah

 

Perbedaan prestasi belajar fisika siswa yang diajar dengan metode silih tanya dan yang diajar dengan metode ceramah pada pokok bahasan struktur inti, radioaktivitas dan reaksi inti pada siswa kelas II MAN Denanyar Jombang tahun 2000/2001 / oleh Moch. Ali

 

Ilmu fisikat ergolongil mu yangs ulitu ntukd ikuasaiy, angd itunjukkano leh rendahnyan ilai rata-ratah arianm atap elajaranfi sika.A gar dapatm eningkatkan prestasbi elajars iswap erlud iupayakalna ngkah-langkauhn tukm eningkatkadna n mengembangkmane todeb elajary angl ebihe fektifd ane fisienS alahs atuy ang difakukana dalahm enerapkamne todep embelajarayna ngdapamt elibatkakne aktifan sisway aitu metodes ilih Tanya.U ntuk mengetahuki efektifanp embelajaraSn truktur Inti,R adioaktivitadsa nR eaksi'Intrin elalumi etodes ilih Tanyap erlud ilakukan penelitian. Penelitiane ksperimentianli mernbahates ntang(:1 ) perbedaapnr estasbi elajar fisika antara siswa yang diajar dengan metode silih tanya dan yang diajar dengan metodec eramahp adap okokb ahasans trukturi nti, radioaktivitasd anr eaksii nti; dan (2) perbedaapnr estasbi elajarf isikaa ntaras isway angb erkemampuaanw alr endah denganti nggi setelahd iajard enganm enggunakamn etodes ilih tanyad anm etode ceramahp adap okokb ahasans trukluri nti, radioaktivitasd anr eaksii nti. Variable yangt erlibatd alamp enelitianin i adalahp restasbi elajars ebagavia riabetle rikatnya danm etodem engajasr ebagavi ariabelb ebasnyaD. atad ianalisisd engana nalisis varian. Populaspi enelitianin i adalahs iswak elasI I MAN DenanyaJro mbangta hun ajaran2000/200y1a ngt ersebadr alamTk elas.S ampepl enelitiante rdirid ari6 5 siswa yangd iambil secaraa cakd ari populasyi anga da. Dari hasilp enelitiand iperolehb ahwaa dap erbedaapnr estasbi elajarfi sika antaras isway angd iajard enganm etodes ilih tanyad any angd iajard enganm etode ceramahp adap okokb ahasans trukturi nti, radioaktivitasd anr eaksii nti, yangs ecara statistikd iperolehh argaF hitungs ebesa6r8 ,056s, edangkaFn t abeld engand erajat kebebasa(n1 163p) adat arafsignifikans5i% sebesa3r, 80( F hitungl ebihb esard ariF tabel).H asil lainnyaa dalaht idak adap erbedaapnr estasbi elajarf isikaa .ntarasi swa yangb erkemampuaanw alr endahd enganti nggi setelahd iajard enganm enggunakan metodes ilih tanyad anm etodec eramahp adap okokb ahasans trukturi nti, radioaktivitasd anr eaksii nti, yangs ecaras tatistikd iperolehh argaF hitungs ebesar 2,74,sedangkaFn t abeld engand erajakt ebebasa(n1 /63)p adat arafsignifikansSi Yo sebesa3r, 87( F hitungl ebihk ecild ariF tabel).

Inventarisasi marga dari kelas Bacillariophyceae di Telaga Sarangan Kabupaten Magetan / oleh Dewi Andansari

 

Pengembangan paket layanan informasi dampak dan pencegahan free sex bagi siswa SMP Lab. UM / Eko Nurhayati

 

Kata Kunci: Layanan Informasi, Dampak Free Sex, Pencegahan Free Sex. Fenomena free sex di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan. Hal tersebut mempengaruhi perilaku remaja yang berada dalam masa transisi. Bimbingan dan Konseling sebagai bagian integral dari pendidikan dapat memberikan pemahaman yang memadai kepada para remaja mengenai dunia remaja, terutama penghindaran diri dari free sex dan bahayanya. Namun, BK di SMP Lab. UM belum memiliki media dalam bentuk paket layanan informasi dampak dan pencegahan free sex yang memenuhi syarat akseptabilitas untuk menunjang pemberian informasi dampak dan pencegahan free sex yang termasuk dalam layanan informasi bidang pribadi. Tujuan pengembangan paket layanan informasi dampak dan pencegahan free sex adalah untuk menghasilkan paket layanan informasi dampak dan pencegahan free sex siswa SMP yang memenuhi syarat akseptabilitas dari aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, kemenarikan, kejelasan dan kelayakan. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah paket layanan informasi dampak dan pencegahan free sex yang terdiri atas (1) paket layanan informasi dampak dan pencegahan free sex untuk siswa, yang terdiri atas 4 topik yaitu (a) mengenal siapa remaja; (b) free sex di kalangan remaja; (c) dampak free sex; (d) dan pencegahan terhadap free sex, (2) panduan paket layanan informasi dampak dan pencegahan free sex untuk konselor. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg and Gall (1983) yang terdiri atas tahap (1) identifikasi kebutuhan; (2) perumusan tujuan bimbingan; (3) pembuatan produk; (4) uji coba produk; (5) revisi; (6) dan produk akhir. Subyek uji coba ahli adalah ahli materi bimbingan dan konseling, ahli kesehatan dan ahli media. Subyek calon pengguna produk adalah konselor dan 10 orang siswa SMP Lab.UM. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Angket dianalisis dengan menggunakan mode kemudian dideskriptifkan. Hasil Penelitian dan Pengembangan berdasarkan uji ahli dan uji calon pengguna produk menunjukkan bahwa paket layanan informasi dampak dan pencegahan free sex memenuhi syarat akseptabilitas dari aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, kemenarikan, kejelasan dan kelayakan. Paket dapat digunakan sebagai media dalam pemberian layanan informasi mengenai dampak dan pencegahan free sex untuk siswa SMP. Saran yang diberikan untuk Konselor SMP Lab. UM adalah (1) paket ini hendaknya digunakan dalam memberikan layanan informasi dampak dan pencegahan free sex; (2) Konselor harus memahami prosedur penggunaan paket dan materi bimbingan agar siswa dapat mencapai tujuan yang dikehendaki; (3) konselor dapat melengkapi penggunaan paket layanan informasi dampak dan pencegahan free sex dengan menggunakan tampilan power point, cerita, film ataupun berita di media cetak yang mendukung topik bimbingan; (4) hendaknya konselor menindaklanjuti hasil evaluasi diri siswa dengan melakukan konseling individu atau konseling kelompok apabila diperlukan. Saran yang diberikan untuk peneliti selanjutnya adalah (1) Perlu diadakan uji lapangan dalam skala besar sehingga paket layanan informasi ini benar-benar sesuai dan bermanfaat untuk siswa; (2) agar diteliti lebih lanjut mengenai efektifitas penggunaan paket layanan informasi dampak dan pencegahan free sex terhadap pemahaman siswa atau tindakan bimbingan, (3) Peneliti selanjutnya dapat menambahkan kompetensi ranah psikomotorik pada paket layanan informasi dampak dan pencegahan free sex untuk siswa SMP.

Penerapan model pakem untuk meningkatkan hasil blajar keliling dan luas bangun datar segitiga pada siswa kelas IV SDN Karangtengah I kota Blitar / Agustina Rahayu

 

Kata Kunci: hasil belajar, keliling segitiga, luas segitiga, Segitiga dan Model PAKEM. Hasil pengamatan di SDN Karangtengah I tentang proses pembelajaran matematika di SDN Karangtengah I Kota Blitar masih menggunakan pendekatan tradisional. Guru secara aktif mengajarkan matematika dengan memberikan rumus untuk dihafalkan, kemudian memberikan contoh dan latihan. Kegiatan yang dilakukan siswa hanya duduk, mendengar, mencatat, dan mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru. Akibatnya pemahaman siswa akan materi keliling dan luas bangun datar segitiga ini belum seperti yang diharapkan. Salah satu penyebabnya adalah siswa hanya menghafalkan rumus dari bangun datar segitiga tanpa mengetahui dari mana proses menemukan rumus itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penerapan model PAKEM untuk meningkatkan hasil belajar matematika keliling dan luas bangun datar segitiga. (2) Mendeskripsikan hasil belajar matematika keliling dan luas bangun datar dengan menggunakan model PAKEM. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah kelas IV SDN Karangtengah I Kota Blitar dengan jumlah siswa 49 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) lembar observasi keterlaksanaan PAKEM, (2) lembar observasi aktivitas siswa, (3) tes hasil belajar, (4) catatan lapangan. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan (1) keterlaksanaan model PAKEM pada siklus II mencapai peningkatan 89% dengan kategori sangat baik. (2) hasil belajar siswa mengalami peningkatan 58% dari 31% menjadi 89% Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui model PAKEM dapat meningkatkan pembelajaran matematika keliling dan luas bangun datar SDN Karangtengah I Kota Blitar. Disarankan untuk guru matematika menggunakan model PAKEM pada pembelajaran matematika materi yang lain.

Kontribusi pendapatan penjualan benda pos dan layanan surat kilat khusus terhadap laba PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Blitar / Wahyu Joko Santoso

 

Penjualan benda pos dan layanan surat kilat khusus merupakan sumber pendapatan yang mempengaruhi besar kecilnya laba PT Pos Indonesia (Persero) Pendapatan dari penjualan benda pos dan layanan surat kilat khusus tersebut mempunyai prospek yang baik dan bisa diandalkan sebagai sumber penerimaan yang dapat meningkatkan laba perusahaan. Jika kontribusi yang diberikan oleh pendapatan benda pos dan surat kilat khusus besar, maka laba perusahaan akan meningkat. Kontribusi pendapatan yang kecil menunjukkan bahwa kinerja perusahaan kurang maksimal. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendapatan penjualan benda pos dan layanan surat kilat khusus terhadap laba PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Blitar. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah ini adalah metode analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Metode analisis kuantitatif yaitu analisa yang berbentuk uraian yang menjelaskan data yang telah dikumpulkan dengan menggunakan teori maupun pemikiran yang logis, sedangkan analisis kuantitatif yang berbentuk perhitungan yaitu dengan Melakukan pengukuran pendapatan dari perhitungan penjualan benda pos, pengukuran pendapatan dari perhitungan layanan surat kilat khusus PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Blitar, pengukuran laba yang diperoleh PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Blitar tahun 2006. Pengukuran kontribusi pendapatan benda pos dan surat kilat khusus terhadap laba menggunakan teknik rasio efektif, yaitu membandingkan pendapatan benda pos dan surat kilat khusus dengan laba bersih dikalikan 100%. Tahun 2006 Kantor Pos Blitar memperoleh pendapatan penjualan benda pos sebesar Rp 719.150.000, sedangkan untuk layanan surat kilat khusus sebesar Rp 502.693.350. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka kontribusi pendapatan penjualan benda pos terhadap laba tahun 2006 adalah 72,33% dari jumlah laba bersih sebesar Rp 994.244.605, sedangkan kontribusi untuk pendapatan layanan surat kilat khusus sebesar 50,56% dari jumlah laba bersih sebesar Rp 994.244.605. Berdasarkan uraian di atas, disarankan agar pendapatan penjualan benda pos dan surat kilat khusus dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi dengan cara meningkatkan volume penjualan benda pos dan menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan lain yang membutuhkan jasa layanan surat kilat khusus.

Visualisasi masyarakat Sukun penampungan Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang / Sri Wahyuni

 

Pengembangan perangkat pembelajaran hidrolisis garam di SMA/MA berorientasi model problem based learning / VindaWidiastuti

 

Implementasi modul pembelajaran berbasis masalah pada siswa SMA/MA telah dilakukan oleh beberapa peneliti antara lain Setyowati tentang Sel Elektrolisis dan Korosi, Sukowati tentang Sel Volta, dan Suprianto tentang larutan penyangga menunjukkan hasil yang baik dengan ditandai meningkatnya kualitas proses pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian lanjutan yakni penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang berorientasi model PBL dengan materi hidrolisis garam. Pengembangan perangkat pembelajaran ini dapat dijadikan alternatif dalam mengajarkan materi hidrolisis garam. Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran hidrolisis garam menurut 4D-Model yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dan untuk memperoleh serta menguji tingkat validitas perangkat pembelajaran hidrolisis garam yang berorientasi model PBL. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan ini menggunakan model yang direkomendasikan oleh Thiagarajan (1974), yakni 4D-Model pembatasan (define), perencanaan (design), pengembangan (develop), dan penyebarluasan (disseminate). Keempat D dalam 4D-Model merupakan tahap-tahap atau sintak dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Rancangan perangkat pembelajaran ini hanya diadopsi sampai pada D yang ketiga, yakni hingga tahap pengembangan (develop). Validasi dilakukan oleh dua dosen jurusan kimia di UM dan dua guru mata pelajaran kimia SMA Negeri kelas XI di Malang. Instrumen yang digunakan adalah angket penilaian dan angket tanggapan terhadap perangkat pembelajaran kemudian dianalisis. Analisisnya menggunakan analisis deskriptif. Produk yang dihasilkan dalam pengembangan adalah perangkat pembelajaran kelas XI semester 2 untuk materi pokok hidrolisis garam. Perangkat utama yang dikembangkan berupa: (a) bahan ajar yang terdiri dari halaman judul, kata pengantar, daftar isi, panduan bagi pengguna bahan ajar, pendahuluan, uraian materi, rangkuman, daftar istilah utama, daftar pustaka, (b) soal-soal latihan dan kunci jawaban, (c) Lembar Kegiatan Siswa, (d) silabus dan RPP yang dilengkapi dengan instrumen penilaian (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Hasil validasi terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan secara keseluruhan menunjukkan nilai rata-rata 3,7 yang bermakna bahwa secara keseluruhan bahan ajar yang dikembangkan adalah relatif sangat layak dengan tingkat validitas sebesar 93% yang bermakna valid.

Trainer kendali kecepatan putaran motor induksi 3 fasa dengan inverter sebagai media pembelajaran pada mata kuliah elektronika daya / Adeirma Megawati Wasiyat

 

Wasiyat, Megawati, Adeirma. 2013. Trainer Kendali Kecepatan Putaran Motor Induksi 3 Fasa Dengan Inverter Sebagai Media Pembelajaran Pada Mata Kuliah Elektronika Daya. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Progam Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Yuni Rahmawati, S.T, M.T. (II) Aripriharta, S.T, M.T. Kata Kunci : trainer, kendali kecepatan, media pembelajaran Aplikasi inverter saat ini banyak digunakan pada bidang industri, kesehatan, pendidikan maupun dalam alat-alat elektronik yang digunakan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah penggunaan Inverter Altivar 12 yang merupakan salah satu metode pengendalian putaran yang cukup efektif untuk diterapkan pada motor induksi tiga fasa. Sebelumnya masih banyak ditemukan kesulitan-kesulitan yang dialami mahasiswa di Universitas Negeri Malang Fakultas Teknik khusunya jurusan Teknik Elektro di dalam mata kuliah Elektronika Daya khususnya pada pokok bahasan aplikasi Inverter. Kurangnya fasilitas atau sarana dan prasarana media adalah salah satu kesulitan dalam memahami konsep pada pokok bahasan dan aplikasinya. Akibatnya terjadi banyak kesulitan mahasiswa dalam pelaksanaan proses pembelajarannya khususnya pada saat praktikum. Dengan trainer kendali kecepatan putaran motor induksi 3 fasa dengan inverter altivar 12, diharapkan mahasiswa dapat mempercepat pemahaman konsep dan keterampilannya dalam praktikum mata kuliah Elektronika Daya dan termotivasi untuk belajar. Metode penelitian pada pengembangan penelitian ini mengadopsi model penelitian Postekom Depdiknas. Lagkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut: (1) bedah kurikulum; (2) identifikasi media; (3) pengembangan naskah; (4) produksi; (5) penyempurnaan; (6) tes/ uji coba; dan (7) revisi. Berdasarkan pada hasil uji coba, diperoleh presentase dari tiap-tiap subyek coba sebagai berikut: (1) skor validasi ahli media, diperoleh presentase sebesar 83.65%; (2) skor ahli materi, diperoleh presentase sebesar 86.45%; dan (3) Uji coba keterlaksanaan pada mahasiswa diperoleh presentase sebesar 88,52%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan trainer Kendali Kecepatan Putaran Motor Induksi 3 Fasa pada mata kuliah Elektronika Daya di Jurusan Elektro Universitas Negeri Malang dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar.

Prototipe pengukur volume air menggunakan sensor ultrasonik berbasis mikrokontroler AT89C51 / Tatik Setiyawati

 

Tabung fluida tanpa keterangan volume yang ada di dalamnya sulit untuk mengetahui volumenya. Kendala ini akan semakin berarti jika letak tabung berada dalam tanah. Suatu langkah ditempuh dengan mendesain sistem untuk mengetahui volume fluida dalam tabung. Dengan memperhitungkan hal di atas penelitian ini merupakan rancang bangun alat pengukur volume fluida dalam tabung. Perancangan alat dilakukan secara mudah dengan perhitungan volume fluida dalam tabung. Metode yang digunakan untuk parancangan alat pengukur volume fluida dengan perancangan hardware dan software. Perancangan hardware dilakukan dengan merangkai pemancar dan penerima ultrasonik. Unit pemancar ultrasonik terdiri dari pembangkit pulsa dari sistem minimum, inverter IC4049 dan sensor ultrasonik. Unit penerima terdiri dari tranduser ultrasonik, penguat noninverting, penguat transistor dan komparator. Unit pemancar berfungsi untuk memancarkan gelombang ultrasonik frekuensi 40KHz dan unit penerima berfungsi untuk menerima pantulan gelombang ultrasonik. Waktu pantul dan terima yang diperoleh dari pemancaran dan pemantulan gelombang ultrasonik akan diperoleh jarak sensor dengan penghalang. Data ini akan diolah oleh mikro dengan perancangan software, dimana masukan dari keypad berupa luas alas dan tinggi tabung. Dengan perhitungan volume tabung, sehingga didapatkan volume fluida dalam tabung. Volume dan tinggi air di tampilkan dalam Liquit Crystal Display (LCD). Dari perancangan alat pengukuran volume fluida pada tabung mampu mengukur pada jarak maksimal 84 cm dan pada jarak 0 sampai 2 cm tidak dapat membaca data.

Pengembangan trainer workshop instrumentasi industri (PTA 442) bagi mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Ferry Wahyudi

 

Wahyudi, Ferry. 2013. Pengembangan Trainer Workshop Instrumentasi Industri (PTA 442) Bagi Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T. (II) Sujito, S.T., M.T. Kata Kunci : Pengembangan Trainer, Workshop Instrumentasi Industri Bidang elektronika memainkan peranan yang sangat penting dalam menghadapi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Peranan ini nampak pada kegunaan alat-alat elektronika dalam berbagai sektor kehidupan manusia. Workshop Instrumentasi industri merupakan salah satu pokok bahasan wajib bagi mahasiswa dengan program keahlian Teknik Elektronika. Mahasiswa dituntut untuk mempelajari, menguasai dan memahami konsep instrumentasi industri. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk menghasilkan Bahan Ajar Modul Workshop Instrumentasi Industri di Universitas Negeri Malang Jurusan Teknik Elektro, serta mempermudah mahasiswa dalam praktikum workshop instrumentasi industri. Metode Penelitian dalam pengembangan yaitu menggunakan pengembangan model Sugiyono. Sedangkan rancangan desain produk yang digunakan adalah rancangan produk bahan ajar berupa trainer. Populasi dalam pengembangan ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang yang pernah mngikuti matakuliah workshop instrumentasi industri. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner, yang meliputi kuesioner untuk ahli materi, ahli media dan mahasiswa. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil pengembangan: (1) didapatkan Persentase skor ahli media untuk keseluruhan sebesar 97.93%, berdasarkan kriteria kelayakan Persentase skor ahli media termasuk dalam kualifikasi sangat valid; (2) didapatkan Persentase skor ahli materi sebesar 85.26%, berdasarkan kriteria kelayakan Persentase skor ahli materi termasuk dalam kualifikasi sangat valid; (3) didapatkan Persentase skor kelompok kecil untuk keseluruhan sebesar 98.5%, berdasarkan kriteria kelayakan, Persentase skor kelompok kecil termasuk dalam kualifikasi sangat valid; (4) didapatkan Persentase skor kelompok besar untuk keseluruhan sebesar 91.53%, berdasarkan kriteria kelayakan, Persentase skor kelompok besar termasuk dalam kualifikasi sangat valid. Kesimpulan dari pengembangan ini adalah Media pembelajaran ini telah memenuhi kriteria valid dan layak setelah diadakan validasi dan uji coba oleh para ahli dengan persentase 97,93% oleh ahli media, 85,26% oleh ahli materi, 98,5% oleh kelompok kecil dan 98,5% oleh kelompok besar.

Peningkatan hasil belajar pengukuran waktu melalui model CTL (Contextual Teaching and Learning) siswa kelas II SDN Dayu 02 kabupaten Blitar, / Dian Aprilianto

 

Kata Kunci : Hasil Belajar, Pengukuran Waktu, Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di kelas II pada waktu pembelajaran Matematika terdapat: (1) guru memberikan soal mencongak tentang pegukuran waktu, banyak siswa yang mengalami kesalahan yaitu terletak pada penulisan waktu, (2) siswa saat pembelajaran ada yang bermain sendiri dengan memutar-mutarkan pensilnya, bermain kertas yang dilipat-lipat jadi perahu , kepala diletakkan di atas meja yang menyerah akan cara yang diberikan guru, (3) guru tidak memberikan penekanan materi yang jelas tentang cara mengerjakan soal pegukuran waktu, (4) setelah memberikan tugas, siswa ditinggal keluar oleh guru, dan (5) akhir pembelajaran tugas dinilai, hasil belajar yang diperoleh yaitu nilai ≤ 69 ada 11 siswa dan nilai ≥ 70 ada 7 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk:(1) mendeskripsikan penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada pembelajaran Matematika tentang pegukuran waktu Siswa Kelas II SDN Dayu 02 Kabupaten Blitar, (2) untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Matematika tentang pegukuran waktu melalui model Contextual Teaching and Learning (CTL) di kelas II SDN Dayu 02 Kabupaten Blitar. Pendekatan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif jenis penelitian tindakan kelas dengan model kolaboratif partisipatoris yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas IIdengan jumlah 18 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada matematika di kelas II sudah sangat baik. Hal ini didukung dengan sudah munculnya semua aspek/komponen model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada saat pembelajaran berlangsung. Hal itu juga diikuti dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang sangat baik pula. Persentase ketuntasan belajar siswa rata-rata pada pra tindakan adalah 39,28%, pada siklus I adalah 64,1% dan pada siklus II adalah 88,5%.

Pengaruh pendekatan Al-qur'ani dalam pembelajaran fisika terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas I MAN 2 Probolinggo / oleh Siti Maimuna

 

Masalahy angm asihd ihadapMi AN 2 ?robolinggoadala*h" d"qf n:::Tt belaiarn ril.u ,ir*u. itat inl salahs atunyad isebabkaonl ehk urangnyam otlvasls lswa ;;ffibeffi"il;. s.bG", [.r"i riJ*ac enderumngg nguJamakanpelaagjaarmana i"rrp"i" pJtiaranfi sita.-SJutrut tu" turto yangd aoadt ilakukaunn tuku ntuk menvelesaikamn asalahte rsebuat dalahp enggunaapne ndekataAn l-Qur'ani dalam pem6ehjaranfi sika. Rumusanmasalahdalampenelitianiniadalahsebagaiberikut(1)apakah motivasi beffint*u tl.*u t"tas t trleN 2 hobolinggo tahln pelajaral ' 2000/200lyangb elajarO "nguott ngeyn3kan pendekataAn l-Qur'ani lebiht inggi daripadsais way angb eh;'r";;; d;d"kalanA laur'ani,(2)a pakahnrllasbi elajar fisikas iswak elasI MAN 2 Probolinggota hunp elajaran2 000/2001y angb elajar denganm enggunakanp ."i"[""t ef][ur'ani tiuitt tlnggl daripadas isway ang belajar tanpap endekataAn l-Qur'ani peneritianin i drlaksanakamn ulai tanggalr Mei sampadi enganl6 Juni 2001 padak elasI MAN 2 PtililG;'** qtl"r."t* 2Q00/200S1a' mpepl enelitian diambist ecara cakk "l;;[?;aiti a"l 2 ielas dengajnu mlahm asing'masing [.ias uoJ"n 35 siswaR. anlcangapne nelitiany angd igunakana dalahra manSan penelitiaenk sperimetn.. " vi"g di"butp" r'"i poit tttt randomi:-eg'rdo upd esign' padak eduak elompokd il;"k"; p* iestr r.rtrt -"ttsetahui motivasbi elajarf isika awald ank emampuannr ii." "*"irrrwu. pertatuan5 erupap endekataAnl -Qur'ani hanyad iberikunt" puou.i.**ua urumu o*pot eksperimesne, dangkapna da kelompokko ntrotl idat dilenkanp endekatal"ntt :q* S."l9lupl "tllflll diberikan' dilakukante s* t* **!Jtut "i*'"Gri Elujq fisika akhird anp restasbi elajar fisikak eduar ..ro-pon 5iilil;d;;;ii-pirti a"tt motivasbi elajarf isika awald an akhird iperoleto engun-e nlgunakani nstrumenm otivasbi elajarf isika,s edangkan O"-"-t"tit"*puanns-it 1,997d ann ilai rata-Iatak elompoke ksperime:n 136,485le biht inggi daripadak elompokk ontrol: 122,228P. restasbi elajarf isika siswak elasI MAN 2 Probolinggtoa hunp elajaran2 000/2001y angb elajard enganm enggunakan pendekatanA l-Qur;ani lebih tinggi daripadas iswa yang belajart anpam elggunakan pendekataAnl -Qur'ani.H al ini ditunjukkano leh nilai t r''ilre bihb esard ari nilai t t"u"r yaitu2 ,786> l,gg7 dann ilai rata-ratak elompoke ksperimen: 65,885l ebiht inggi daipadakelompokk ontrol= 56,628. 1l

Studi tentang faktor-faktor yang mendukung efektifitas kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar sewilayah Kandepdikbud Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang
Ulifatturrohimah

 

Studi tentang self evaluation dalam teaching profession, guru-guru Sekolah Dasar di wilayah kerja kantor departemen P dan K kecamatan Ngantang / Wiyarto Hk

 

Pengaruh penggunaan media poster terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas 5 cawu III di MI Arrosyaad Balong Kecamatan Ringin Rejo Kabupaten Kediri
oleh Moh. Nurkholis

 

.Pola pembelajarand enganm enggunakana lat bantu dalam kegiatanb elajar mengajar merupakan salatr satu alternatif didalam meningkatkan mutu pembelajaran. Sesuadi engans tudi spike yang menunjukkanb ahwad enganm enambihr angsangan yiryl$l* pembelajarana kan meningkatkanin gatan siswa dari t+ x menlaol 38 %. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahupi engaruhp enggunaamn ediap oiter terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IpS Keras 5 cawu III di MI Anosyaad Balong. untuk mengetahupi engaruhp enggunaanm edia pembelajaranin i terhadap hasilb elajars iswad ilakukand enganja lan melakukane ksperimente rhadaps iswad -i MI AnosyaadB alongK ecamatanR ingin Rejo KabupatenK ediri. Siswad ibagid alam 2 kelompoky aitu kelompokE ksperimend anK elompokK ontrol. Eksperimend ilakukand enganm enggunakamn ediap osters ebagaai lat bantu untukm enyampaikamn aterip elajaranM. ateri pelajarany angd i gunakana dalahll mu Pengetahuans osial Kelas 5 cawu III. pokok BahasanS umberD aya Alam dan sub PokokB ahasanS umberD ayaA lam Di Indonesia. untuk menginterpretasikand ata basil penelitian digunakan t tat".,l dengan maksudu ntuk mempermudahd alamp embahasannysae. dangkanu ntuk analisisd ha digunakan analisis uji t ( t test ). Hasil penelitianm enunjukkanb ahwat erdapatp engaruhy ang signifikand ari Slsgunaan media poster terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IpS Kelas 5 cawu III di MI Arrosyaad Balong Kecamatan Ringin Rejo Kabupaten Kediri Sehinggah ipotesisn ol ( Ho) di tolak danh ipotesisa ltematif( Hi ) di terima. Berdasarkahna sil penelitiand isarankana gard ilakukanp enelitianl ebih lanjut dengan lebih mendalam dan dengan cakupan yang lebih iuas. selain itu juga d_isarankaang arg uru lebih trampil dalam menggunakamn edia pembelajaradna lam KBM.

Pengaruh corporate social responsibility disclosure terhadap kinerja pasar perusahaan (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-2009) / Nadiyah Akbariyah

 

Kata Kunci : Corporate Social Responsibility Disclosure, Kinerja Pasar Perusahaan Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan klaim agar perusahaan tak hanya beroperasi untuk kepentingan para pemegang saham (shareholders), tapi juga untuk kemaslahatan pihak stakeholders dalam praktik bisnis, yaitu para pekerja, komunitas lokal, pemerintah, LSM, konsumen, dan lingkungan. Pengambilan keputusan ekonomi hanya dengan melihat kinerja keuangan suatu perusahaan, saat ini sudah tidak relevan lagi. Investor kini juga memperhatikan kinerja lingkungan perusahaan yang berdampak pada kinerja pasar perusahaan. Kinerja pasar diproksikan dengan menggunakan Akumulasi Return Tidak Normal (ARTN) atau Cumulative Abnormal Return (CAR).CAR merupakan penjumlahan return tidak normal hari sebelumnya di dalam periode peristiwa untuk masingmasing sekuritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh CSR disclosure terhadap kinerja pasar perusahaan. Berdasarkan metode purposive sampling, telah diperoleh 47 sampel dari 421 populasi perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-2009. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji regresi sederhana. Pada pengujian hipotesis diperoleh hasil bahwa CSR disclosure berpengaruh terhadap CAR. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa CSR disclosure berpengaruh positif terhadap kinerja pasar perusahaan. Penjelasan tersebut memiliki makna bahwa semakin tinggi CSR disclosure maka semakin tinggi juga CAR perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk memperbanyak jumlah sampel untuk dapat menggambarkan kondisi pasar yang sesungguhnya dan memperpanjang rentang waktu data penelitian yang digunakan agar dapat memprediksikan hasil penelitian dalam jangka panjang.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |